Skip to content
Back to announcement

20250521_HDTX_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31887917_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review HDTX

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 71

Page 1
                                    KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
                                    SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN
                                    Public Appraisers and Consultants
                                    Bidang Jasa Penilaian Properti dan Bisnis
                                    Wilayah Kerja Seluruh Indonesia
                                    No. KMK : 722/KM.1/2015 Izin Usaha: 2.15.0131




                                    LAPORAN STUDI KELAYAKAN
                                    FEASIBILITY STUDY REPORT

                                  Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

                                                             Oleh

                                      PT Panasia Indo Resources, Tbk.
                                               Jalan Moch. Toha No. KM 6
                                      Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot
                                          Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40256




                   Head Office : 18 Office Park 3rd floor Unit A-3E, Jl. TB Simatupang, No.18 Jakarta 12520
                             Telp. (021) 22708555, 22708666, 22708777 Fax (021) 22708288
                                                 Website : www.kjpp-spr.co.id
                            E-mail :admin.pusat@kjpp-spr.co.id ; sugiantodanrekan@yahoo.co.id
Branch Office: Bandung (P), Bali (PS), Makassar (P), Pontianak (PS), Semarang (PS), Surabaya (PS), Cirebon (PS), Lampung (P),
                           Palembang (P), dan Sukoharjo Solo (PS), Serang (P), dan Karawang (P)
Page 2
                                     KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
                                     SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN
                                     Public Appraisers and Consultants
                                     Bidang Jasa Penilaian Properti dan Bisnis
                                     Wilayah Kerja Seluruh Indonesia
                                     No. KMK : 722/KM.1/2015 Izin Usaha: 2.15.0131




                                                                                                                    19 Mei 2025

Kepada Yth,
PT Panasia Indo Resources, Tbk.
Jalan Moch. Toha No. KM 6
Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot
Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40256

No. Laporan         : 00061/2.0131-09/BS-FS/04/0643/1/V/2025
Hal                 : Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

Dengan hormat,

Dalam rangka memenuhi kontrak penugasan penilaian yang dilakukan berdasarkan surat penawaran yang telah
disetujui sekaligus menjadi kontrak kerja penugasan Nomor: 00110/2.0131-09/KJPPSPR/FS-PIR/IV/2025 tanggal
21 April 2025. Dengan ini kami menyatakan bahwa kami telah melakukan proses penilaian atas Objek Penilaian.
Kami telah melakukan Investigasi yang terdiri dari Inspeksi, penelaahan, penghitungan, analisis, dan memastikan
bahwa Proses Penilaian sudah dilakukan dengan cara yang benar.

 STATUS KONSULTAN
   Penilai Publik yang bertanda tangan didalam Laporan Penilaian ini yaitu Ginanjar Rizki Tarekat, S.T,
    M.Ec.Dev, MAPPI (Cert) merupakan Penilai Publik Properti dan Bisnis dengan Nomor Izin No. P-
    1.18.00532 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 782/KM.1/2018 Tanggal 17 Desember
    2018 dan Nomor Izin Penilai Publik No. B-1.23.00643 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan
    Nomor 214/KM.1/2023 Tanggal 17 Mei 2023, bertindak atas nama Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP)
    Sugianto Prasodjo dan Rekan yang memperoleh Izin Usaha dari Kementrian Keuangan No. 2.15.0131
    berdasarkan Kepmenkeu No. 722/KM.1/2015 tanggal 9 September 2015.
   Penilai Publik terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal dengan nomor izin STTD.PPB-
    47/PM.02/2023 tanggal 17 Juli 2023 yang tergabung dalam KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan dengan
    Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. S-859/PM.223/2015 tanggal 17 November
    2015.
   Penilai dalam posisi untuk memberikan penilaian secara obyektif dan tidak memihak.
   Penilai tidak memiliki potensi benturan kepentingan dengan subjek dan/atau objek penilaian.
   Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian sehingga tidak memerlukan bantuan tenaga ahli
    untuk melengkapi pelaksanaan tugas sebagaimana yang dimaksud dalam Lingkup Penugasan.
   Seluruh Penilai, ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini dibawah koordinator Penilai berizin atau
    Penilai Publik pada laporan penilaian.


                    Head Office : 18 Office Park 3rd floor Unit A-3E, Jl. TB Simatupang, No.18 Jakarta 12520
                              Telp. (021) 22708555, 22708666, 22708777 Fax (021) 22708288
                                                  Website : www.kjpp-spr.co.id
                             E-mail :admin.pusat@kjpp-spr.co.id ; sugiantodanrekan@yahoo.co.id
 Branch Office: Bandung (P), Bali (PS), Makassar (P), Pontianak (PS), Semarang (PS), Surabaya (PS), Cirebon (PS), Lampung (P),
                            Palembang (P), dan Sukoharjo Solo (PS), Serang (P), dan Karawang (P)
Page 3
 PEMBERI TUGAS
  Pemberi Tugas adalah PT Panasia Indo Resources, Tbk yang beralamat di Jalan Moch. Toha No. KM.6,
  Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40256.

 PENGGUNA LAPORAN
  Pengguna Laporan adalah PT Panasia Indo Resources, Tbk yang beralamat di Jalan Moch. Toha No. KM.6,
  Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40256.

 OBJEK STUDI KELAYAKAN
  Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Baru yaitu KBLI 68111, Kelompok ini
  mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
  maupun disewa, seperti bangunan apartemen, bangunan hunian dan bangunan non hunian (seperti fasilitas
  penyimpanan/gudang, mall, pusat perbelanjaan dan lainnya) serta penyediaan rumah dan flat atau apartemen
  dengan atau tanpa perabotan untuk digunakan secara permanen, baik dalam bulanan atau tahunan. Termasuk
  kegiatan penjualan tanah, pengembangan gedung untuk dioperasikan sendiri (untuk penyewaan ruang-ruang
  di gedung tersebut), pembagian real estat menjadi tanah kapling tanpa pengembangan lahan dan
  pengoperasian kawasan hunian untuk rumah yang bisa dipindah-pindah.

 JENIS MATA UANG YANG DIGUNAKAN
  Objek Penilaian dinilai dengan menggunakan mata uang Rupiah. Sebagai tambahan informasi, nilai kurs
  tengah Bank Indonesia pada tanggal penilaian adalah USD 1 = Rp16.162

 MAKSUD DAN TUJUAN STUDI KELAYAKAN
  Maksud dan tujuan adalah memberikan pendapat kelayakan atas rencana kegiatan usaha baru oleh
  PT Panasia Indo Resources, Tbk. untuk kepentingan Pasar Modal dengan lingkup indikator Net Present Value
  (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), dan Payback Period.

   Studi Kelayakan dilakukan dengan mengacu POJK No. 35/POJK.04/2020 tentang penilaian dan penyajian
   laporan penilaian bisnis di pasar modal dan SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang pedoman penilaian dan
   penyajian laporan bisnis di pasar modal.

 METODOLOGI STUDI KELAYAKAN
  Metodologi yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini yaitu:
   Pengumpulan data-data primer dari Perusahaan yang terkait dengan proyek yang meliputi data data
      identitas, perizinan, rencana usaha serta data-data lainnya yang terkait dengan rencana proyek.
   Analisis makroekonomi dan industri.
   Dalam melakasanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan proyek. Analisis ini
      dilakukan dengan menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR),
      Profitability Index (PI), dan Payback Period.

 TANGGAL STUDI KELAYAKAN
  Tanggal studi kelayakan per 31 Desember 2024. Sehubungan dengan kemungkinan perubahan yang terjadi
  terhadap kondisi pasar dan kondisi objek tersebut, maka laporan penilaian ini hanya dapat mempresentasikan
  tentang opini kelayakan pada tanggal studi kelayakan.




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                               ii
Page 4
 TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
  Studi Kelayakan ini dilakukan dengan batasan investigasi sebagai berikut:
    Tidak dilakukan uji tuntas atas laporan keuangan objek studi kelayakan dan penelaahan atas informasi
       pada laporan keuangan hanya dilakukan sebatas untuk keperluan studi kelayakan.
    Tidak dilakukan uji tuntas atas aspek legal termasuk dokumen legalitas objek studi kelayakan.
    Pengumpulan data dan informasi dari pihak manajemen Perusahaan bertujuan untuk mendapatkan
       dokumen kelengkapan analisis yang dibutuhkan dan selanjutnya diverifikasi secara tertulis atau
       wawancara langsung.
    Penelaahan, perhitungan, dan analisa dapat dilakukan dengan baik tanpa terhalang oleh informasi yang
       tersembunyi atau sengaja disembunyikan.

   Dalam studi kelayakan ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang memadai
   diantaranya dengan melakukan wawancara terhadap Manajemen Perseroan, yaitu Astiya selaku Corporate
   Secretary Perusahaan dan Cahyono selaku staff Corporate Secretary.

 SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN
  Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi, dapat disetujui untuk digunakan
  sepanjang sumber data tersebut dipublikasikan pada tingkat nasional maupun internasional. Sumber data
  tersebut antara lain:
    Badan Indonesia atau bank sentral negara lain
    Bursa efek Indonesia atau bursa lainnya
    Badan Pusat Statistik atau Lembaga statistik lain
    Data riset dari Lembaga independent, namun tidak terbatas pada Bloomberg, IMF, dan Bank Dunia
    Informasi dari media elektronik dan media cetak

 ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
    Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
    Perusahaan diasumsikan sebagai perusahaan yang sedang berjalan dan akan melanjutkan kegiatan
     usahanya di masa yang akan datang.
    Perusahaan diasumsikan telah memenuhi seluruh aspek legal dan perundang-undangan yang berlaku
     secara umum maupun spesifik terhadap industrinya agar dapat melakukan kegiatan operasional.
    Laporan keuangan audit yang digunakan sebagai dasar dalam analisis penilaian ini diasumsikan akurat
     dan benar serta tidak ada informasi disembunyikan atau sengaja disembunyikan.
    Studi Kelayakan dilakukan dengan adanya akses untuk pelaksanaan investigasi yang memadai.
    Studi kelayakan didasarkan atas proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
     kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaian (fiduciary
     duty).
    Proyeksi harga, volume penjualan, dan informasi keuangan lainnya didasarkan atas informasi keuangan
     prospektif yang disiapkan oleh manajemen yang telah disesuaikan dan diasumsikan dapat dicapai.
    Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan dan kewajaran proyeksi keuangan yang telah
     disesuaikan.
    Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang
     dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
    Untuk tujuan Studi Kelayakan, telah dilengkapi data yang disediakan oleh manajemen Perusahaan serta
     data verbal yang didapatkan selama investigasi dan data tersebut diasumsikan akurat dan benar.



Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                               iii
Page 5
 PERSYARATAN DAN PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI
  Laporan studi kelayakan ini bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi rahasia yang dapat
  mempengaruhi operasional perusahaan. Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan Studi Kelayakan ini
  sebagaimana yang disebutkan dalam lingkup penugasan, menginformasikan bahwa tidak terdapat informasi
  rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan di dalam laporan ini. Penggunaan Laporan di luar
  dari ketentuan yang disebutkan dalam Lingkup Penugasan Laporan ini harus mendapatkan persetujuan tertulis
  dari KJPP SPR serta Pemberi Tugas.

   Tanda tangan Penilai Publik dan cap KJPP SPR yang resmi merupakan syarat mutlak Laporan Studi Kelayakan
   yang dihasilkan.

 KONFIRMASI DILAKUKAN BERDASARKAN PERATURAN OJK SERTA KEPI & SPI
  Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan telah dibuat dengan memenuhi ketentuan
  POJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat
  SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
  Modal, serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII-2018
  beserta Edisi Revisi SPI 330 Tahun 2020.

 ANALISA KELAYAKAN
  1. Analisis Kelayakan Pasar

      Kondisi Pasar
       Ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03 persen. Pertumbuhan terjadi pada seluruh
         lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan terti nggi adalah Jasa Lainnya
         sebesar 9,80 persen; diikuti Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,69 persen; dan Penyediaan
         Akomodasi dan Makan Minum sebesar 8,56 persen. Sementara itu, Industri Pengolahan yang memiliki
         peran dominan tumbuh 4,43 persen. Sedangkan Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan
         Sepeda Motor serta Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masing-masing tumbuh sebesar 4,86 persen
         dan 0,67 persen.
       Ekonomi Indonesia triwulan IV-2024 terhadap triwulan IV-2023 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,02 persen.
         Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha yang tumbuh signifi kan adalah
         Jasa Lainnya sebesar 11,36 persen; diikuti oleh Jasa Perusahaan sebesar 8,08 persen; Transportasi
         dan Pergudangan sebesar 7,92 persen; dan Informasi dan Komunikasi sebesar 7,45 persen. Sebagai
         lapangan usaha yang memiliki peran dominan, Industri Pengolahan tumbuh sebesar 4,89 persen.
         Sedangkan Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; serta Pertanian,
         Kehutanan, dan Perikanan masing-masing tumbuh sebesar 5,19 persen dan 0,71 persen.

      Tinjauan Industri Real Estate di Indonesia
       Kawasan industri merupakan elemen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional
          Indonesia. Sebagai negara berkembang dengan potensi sumber daya alam yang besar dan tenaga
          kerja yang melimpah, Indonesia telah menjadikan pengembangan kawasan industri sebagai prioritas
          dalam kebijakan pembangunan ekonomi jangka panjang. Kawasan-kawasan ini dirancang untuk
          menjadi pusat konsentrasi aktivitas industri manufaktur dan pengolahan, yang tidak hanya
          meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga mempercepat aliran investasi, menciptakan lapangan kerja,
          dan mendorong ekspor.
       Industri real estate di Indonesia, khususnya sektor lahan industri, mengalami perkembangan signifikan
          dalam beberapa tahun terakhir. Pada kuartal kedua tahun 2024, penjualan lahan industri di kawasan

Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                   iv
Page 6
           Jabodetabek tercatat mencapai 182,90 hektar, meningkat 184% dibandingkan kuartal sebelumnya.
           Sektor otomotif, terutama yang terkait dengan kendaraan listrik, mendominasi sekitar 70% dari total
           transaksi tersebut . Hal ini mencerminkan tren positif dalam investasi industri otomotif di
           Indonesia.Selain itu, kawasan industri di luar Pulau Jawa juga menunjukkan potensi yang menjanjikan.
           Kawasan seperti Subang Smartpolitan di Jawa Barat mengalami lonjakan penjualan lahan hingga
           2.706% pada kuartal III/2024 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini
           didorong oleh masuknya industri manufaktur dan investasi asing yang signifikan. Namun, tantangan
           seperti keterbatasan pasokan lahan dan peningkatan harga lahan industri, yang rata-rata mencapai
           Rp2.792.000 per m² pada Juni 2024, perlu diantisipasi oleh pengembang dan investor.

      Perkembangan Penjualan Industri Real Estat Di Jabodetabek
       Pada triwulan I 2024, industri real estat di Jabodetabek menunjukkan kinerja yang positif. Penjualan
          rumah tapak meningkat pesat, terutama di Tangerang Selatan dan Tangerang, yang mencatatkan
          pertumbuhan permintaan sebesar 84% dan 41% secara kuartalan. Hal ini didorong oleh insentif
          pembebasan PPN untuk rumah dengan harga jual hingga Rp2 miliar dan pengurangan PPN untuk
          rumah dengan harga jual di atas Rp2 miliar hingga Rp5 miliar. Kebijakan ini memberikan stimulus
          signifikan terhadap permintaan rumah baru di kawasan tersebut.
       Ke depan, pasar properti Jabodetabek diperkirakan akan terus berkembang, terutama dengan adanya
          proyek infrastruktur seperti Jalan Tol Serpong-Balaraja yang meningkatkan aksesibilitas ke kawasan
          penyangga. Selain itu, segmen milenial dan konsep properti hijau diprediksi akan menjadi tren utama,
          mengingat semakin tingginya kesadaran akan pentingnya lingkungan dan gaya hidup berkelanjutan.


   2. Analisis Kelayakan Teknis;
       Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah
         menjalankan usaha dalam bidang industri khususnya industri Tekstil dan investasi, yang mencakup
         usaha utama dalam bidang industri tekstil antara lain polimerisasi, serat sintetis, permintalan,
         pertenunan. Menjalankan usaha bidang usaha bidang pembangkit listrik dengan menggunakan tenaga
         air, gas, panas bumi, batu bara dan lain-lain serta usaha pengembangan bidang tenaga uap.
         Menjalankan usaha-usaha di bidang perdagangan umum secara impor, ekspor, lokal serta antar pulau
         (interinsulair) baik untuk perhitungan sendiri maupun secara komisi atas perhitungan pihak lain,
         demikian pula usaha-usaha perdagangan sebagai leveransier (supplier), grosir dan distributor,
         perwakilan atau peragenan dari perusahaan – perusahaan atau badan-badan lain baik dari dalam
         maupun luar negeri. Investasi diberbagai bidang industri. Investasi diberbagai bidang industri. Untuk
         kegiatan usaha penunjang dapat menjalankan usaha dalam bidang industri semen dan bahan
         bangunan.

           Kegiatan usaha yang tercantum dalam pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan sudah Perusahaan
           jalankan. Namun, Perusahaan berhenti beroperasi di tahun 2017 dan sempat menjalankan kembali
           beberapa bagian unit produksi di tahun 2019, kemudian berhenti kembali di tahun 2022. Setelah
           berhenti beroperasi di tahun 2017, untuk memenuhi biaya-biaya yang tetap harus dibayar, Perusahaan
           menjual sebagian aset yang sudah tidak dipakai dan menyewakan bangunan-bangunan gudang yang
           dimiliki yang sebagaimana dimaksud pada tujuan pada Studi Kelayakan ini sesuai dengan KBLI 68111.
           Kelompok ini mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan dan pengoperasian real estat baik
           yang dimiliki sendiri maupun disewa, seperti bangunan apartemen, bangunan hunian dan bangunan
           non hunian (seperti fasilitas penyimpanan/gudang, mall, pusat perbelanjaan dan lainnya) serta
           penyediaan rumah dan flat atau apartemen dengan atau tanpa perabotan untuk digunakan secara
           permanen, baik dalam bulanan atau tahunan. Termasuk kegiatan penjualan tanah, pengembangan
Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                  v
Page 7
           gedung untuk dioperasikan sendiri (untuk penyewaan ruang-ruang di gedung tersebut), pembagian real
           estat menjadi tanah kapling tanpa pengembangan lahan dan pengoperasian kawasan hunian untuk
           rumah yang bisa dipindah-pindah.

          Saat ini, perusahaan telah memiliki total 22 aset gudang yang semua nya berada didalam satu kawasan
           yang sama yakni di Jalan Moch. Toha No. KM.6, Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot,
           Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40256. Dari ke 22 gudang yang akan disewakan tersebut memiliki
           luas bangunan dan fasilitas yang bervariasi. Total luas bangunan gudang keseluruhan yang akan
           disewakan pada penyusunan laporan studi kelayakan ini adalah 67.223 m 2.

   3. Analisis Kelayakan Pola Bisnis
      Perseroan merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri khususnya industri Tekstil
      dan investasi, yang mencakup usaha utama dalam bidang industri tekstil antara lain polimerisasi, serat
      sintetis, permintalan, pertenunan. Namun, Perseroan berhenti beroperasi di tahun 2017 dan sempat
      menjalankan kembali beberapa bagian unit produksi di tahun 2019, kemudian berhenti kembali di tahun
      2022. Setelah berhenti beroperasi di tahun 2017, untuk memenuhi biaya-biaya yang tetap harus dibayar,
      Perusahaan menjual sebagian aset yang sudah tidak dipakai dan menyewakan bangunan-bangunan
      gudang yang dimiliki yang sebagaimana dimaksud pada tujuan pada Studi Kelayakan ini.

      Keunggulan kompetitif yang dapat dikembangkan oleh Perseroan dalam bisnis sewa menyewa bangunan
      dalam hal ini adalah gudang adalah sebagai berikut :
      1. Memiliki harga sewa yang kompetitif.
      2. Lokasi yang strategis serta berada di area industrial yang cocok sebagaimana fungsi bangunan sebagai
          gudang.
      3. Menyediakan fasilitas dan infrastruktur yang dibutuhkan, seperti listrik, air bersih, fasilitas keamanan,
          akses internet, pemelihaan gudang, dan kebersihan.

      Perseroan dapat menciptakan nilai tambah dari penambahan KBLI baru, karena dengan dilakukannya
      penambahan kegiatan usaha ini dapat meningkatkan potensi bisnis dan berpeluang besar dalam
      memperoleh laba. Perseroan memiliki pangsa pasar yang tepat sesuai dengan lokasi dari aset-aset gudang
      yang berada di kawasan industri. Dengan memanfaatkan aset-aset yang non operasional eksisting yang
      akan disewakan, hal ini memberikan peluang yang besar bagi Perseroan dalam mempertahankan
      keberlangsungan usaha.

   4. Analisis Kelayakan Model Manajemen
      a. Ketersediaan Tenaga Kerja
         Dalam rencana penambahan KBLI baru ini diperlukan tenaga kerja yang berkompeten dibidangnya
         dalam kaitannya dengan pengelolaan dan pemasaran properti. Saat ini, Perseroan telah memiliki
         jumlah sumber daya manusia yang memadai, dimana tenaga ahli tersebut berasal dari tenaga ahli yang
         telah bekerja pada Perseroan. Meskipun demikian, dalam rangka mendukung rencana ekspansi usaha
         ke depan, perusahaan merencanakan penambahan tenaga kerja profesional melalui perluasan tim
         yang secara khusus akan difokuskan pada pengelolaan dan pemasaran properti. Langkah ini juga
         diharapkan dapat mendorong pengelolaan dan pemasaran terhadap aset-aset yang akan disewakan
         secara optimal.




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                     vi
Page 8
      b. Manajemen Risiko
         Manajemen risiko adalah suatu proses identifikasi, penilaian, dan pengelolaan risiko yang mungkin
         terjadi pada suatu kegiatan usaha atau operasional. Risiko yang muncul bisa dipengaruhi oleh faktor-
         faktor internal maupun eksternal. Oleh karena itu, perlu adanya tindakan ataupun pencegahan mitigasi
         dari risiko-risiko tersebut. Perseroan dalam hal ini telah melakukan identifikasi serta kemungkinan
         munculnya potensi risko dan dampak yang akan timbul kedepannya.
          Risiko Internal, terkait dengan risiko keuangan, risiko operasional, risiko reputasi dan risiko
              persaingan.
          Risiko Eksternal, terkait dengan risiko regulasi dan kebijakan pemerintah, risiko pasar dan
              permintaan, risiko lingkungan, dan risiko teknologi

      c. Kesesuaian Struktur Organisasi Dan Manajemen
         Dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian tugas yang disesuaikan dengan
         bagan organisasi, pendelegasian wewenang yang jelas dan koordinasi kerja yang terpadu.
         Penempatan tenaga kerja yang sesuai dengan pengalaman, keahlian dan keterampilannya merupakan
         faktor yang penting dalam menerapkan kebijaksanaan perusahaan. Hal ini juga akan memperlancar
         pendelegasian tugas kepada unit di bawahnya atau sebaliknya, yang pada akhirnya akan
         memperlancar kerja perusahaan.

   5. Analisis Kelayakan Keuangan
      a. Biaya Pendirian (Start Up Costs)

                                      Investasi             Unit           Total (IDR)
                            Laptop                                  2          30.000.000
                            Furniture Kantor                        2          20.000.000
                            Tanah Existing                                 38.738.574.735
                            Bangunan Existing                              19.203.620.427
                            Total                                          57.992.195.162

                               Struktur Investasi           Porsi        Nilai Investasi
                            Pendanaan Sendiri                  100%       57.992.195.162
                            Pendanaan Pihak Ketiga                0%                  -
                            Total                              100%       57.992.195.162

           Berdasarkan informasi dari manajemen, manajemen akan menjalankan kegiatan usaha yang baru ini
           dengan memanfaatkan bangunan dan fasilitas lainnya yang sudah dimiliki dalam aset tetap
           perusahaan. Dengan demikian perusahaan hanya memerlukan investasi berupa 2 Unit Laptop dan 2
           set Furniture Kantor berupa meja dan kursi untuk mendukung kegiatan usaha yang baru. Sedangkan,
           untuk aset berupa tanah dan bangunan adalah aset yang telah dimiliki oleh perusahaan namun dalam
           studi kelayakan ini dimasukkan ke dalam perhitungan sebagai opportunity cost.

           Rencana penambahan kegiatan usaha dengan investasi berupa pembelian peralatan kantor dan
           hardware sebagai berikut:
            Laptop dengan jumlah 2 unit
            Meja dan kursi set dengan jumlah 2 unit


Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                vii
Page 9
      b. Modal Kerja

                                        Tahun ke 1        Tahun ke 2      Tahun ke 3       Tahun ke 4      Tahun ke 5
                   Modal Kerja
                                         Jan - Des         Jan - Des       Jan - Des        Jan - Des       Jan - Des
            Piutang Usaha                1.157.592.744    1.599.110.153    1.996.228.050   2.102.172.737   2.154.727.055


                                        Tahun ke 6        Tahun ke 7      Tahun ke 8       Tahun ke 9      Tahun ke 10
                   Modal Kerja
                                         Jan - Des         Jan - Des       Jan - Des        Jan - Des       Jan - Des
            Piutang Usaha                2.154.727.055    2.208.595.232    2.208.595.232   2.263.810.113    2.263.810.113



           Modal kerja yang dibutuhkan terdiri dari Piutang Usaha. Modal kerja sebesar Rp.1,1 Miliar – 2,2 Miliar
           per tahun selama tahun proyeksi.

      c. Sumber Pembiayaan
         Sumber pembiayaan 100% Pendanaan Sendiri.

      d. Proyeksi Penjualan
          Berdasarkan informasi dari manajemen, pada tahun pertama perusahaan sudah mulai melakukan
             kegiatan usaha nya yaitu memasarkan aset-aset yang akan disewakan. Pada tahun pertama,
             perusahaan memproyeksikan tingkat okupansi sebesar 55% dari seluruh aset total yang akan
             disewakan yaitu 22 unit gudang, sedangkan pada tahun ke 2 tingkat okupansi yang proyeksikan
             oleh perusahaan naik sebesar 68% dari seluruh aset total yang akan disewakan yaitu 22 unit
             gudang. Pada tahun ke 3 perusahaan menjalani kegiatan usaha, perusahaan sudah
             memproyeksikan tingkat okupansi yang sebesar 100% atau terisi sepenuhnya dari seluruh total
             aset yang akan disewakan.
          Harga sewa gudang yang akan disewakan juga akan naik pada setiap 2 tahun sekali dari tahun
             pertama perusahaan menjalankan kegiatan usaha nya sebesar 2,5%.

      e. Biaya Operasional
          Beban HPP sebesar 2,082 miliar – 2,447 miliar selama tahun proyeksi yang terdiri dari gaji tenaga
             kerja langsung, listrik air dan telfon, dan Pajak PBB. Gaji tenaga kerja langsung sebesar 1,01%-
             1,26% dari total penjualan selama tahun proyeksi. Beban listrik air dan telfon sebesar 5,18%-6,48%
             dari total penjualan selama tahun proyeksi. Beban pajak PBB sebesar 2,2% - 3,15% dari total
             penjualan selama tahun proyeksi.
          Beban umum dan administrasi sebesar 704 juta – 1,377 selama tahun proyeksi yang terdiri dari
             fee agen sebesar 5% dari total pendapatan selama tahun proyeksi.

      f.   Proyeksi Laporan Keuangan
            Pada tahun proyeksi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perusahaan diproyeksikan
               mendapatkan EBIT (Earning Before Interest dan Tax) berkisar antara 8,302 miliar – 19,421 miliar.
               Beban pajak penghasilan sebesar 0% karena transaksi sewa-menyewa merupakan objek pajak
               final sehingga Perusahaan mendapatkan EAT (Earning After Tax) berkisar 8,302 miliar – 19,421
               miliar.
            Metodologi Analisa, Metodologi dilakukan dengan menganalisa potensi keuntungan ekonomis
               yang dapat diperoleh dari Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                            viii
Page 10
               Model Arus Kas yang Digunakan, Untuk melakukan analisis keuangan dalam studi kelayakan
                dengan menggunakan metode diskonto arus kas, dengan menggunakan arus kas terhadap proyek
                Free Cash Flow to Firm (FCFF).
               Penetapan Tingkat Diskonto, Tingkat diskonto diestimasikan dengan menggunakan metode
                Weighted Average Cost of Capital (WACC). Biaya Ekuitas (Ke) diestimasikan dengan metode
                Capital Asset Pricing Model (CAPM). Tingkat diskonto yang digunakan adalah sebesar 10,79%.
               Analisis Kelayakan Investasi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha oleh Perusahaan dianalisa
                dengan menggunakan 4 (empat) indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return
                (IRR), Profitability Index (PI), dan Payback Period dengan ringkasan sebagai berikut:


                       Net Present Value (NPV)                                                    : 45.145.059.041
                       Internal Rate of Return (IRR)                                               : 24,88%
                       Profitability Index (PI)                                                    : 1,78
                       Payback Period                                                              : 3 Tahun 2 Bulan

                Berdasarkan analisa kelayakan di atas, NPV menunjukkan nilai positif, IRR lebih tinggi daripada
                Discount Rate dan PI lebih dari 1, dengan demikian investasi tersebut layak.


               Analisis dan Profitabilitas
                                              Tahun ke 1     Tahun ke 2     Tahun ke 3     Tahun ke 4     Tahun ke 5     Tahun ke 6     Tahun ke 7     Tahun ke 8     Tahun ke 9   Tahun ke 10
                    Analisis Profitabilitas
                                               Jan - Des      Jan - Des      Jan - Des      Jan - Des      Jan - Des      Jan - Des      Jan - Des      Jan - Des      Jan - Des    Jan - Des
                Profit Margin                       58,95%         65,95%         69,59%         70,21%         70,42%         70,27%         70,47%         70,31%         70,51%       70,35%
                Return On Equity                    12,16%         15,82%         17,24%         15,48%         13,73%         12,05%         11,02%          9,91%          9,24%        8,44%
                Return On Investment                14,32%         22,75%         30,83%         33,74%         35,75%         36,80%         39,07%         40,30%         42,88%       44,33%

                Return of investment berada diangka 14,32% - 44,33% dengan demikian Return of Investment
                penambahan kegiatan usaha menunjukan bahwa usaha dalam bidang jasa sangat normal untuk
                mendapatkan keuntungan yang sangat besar. Profit margin berada di angka 58,95% - 70,51%
                selama tahun proyeksi.




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                                                                                              ix
Page 11

          
Page 12

          
Page 13

          
Page 14
                                                                 DAFTAR ISI
PENDAHULUAN
Lingkup Penugasan ........................................................................................................................................            ii
Analisa Kelayakan .......................................................................................................................................... v
Pernyataan Penilai.......................................................................................................................................... xii
Daftar Isi ......................................................................................................................................................... xiv
Istilah-Istilah Penilaian .................................................................................................................................... xv
PROSES STUDI KELAYAKAN
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ............................................................................................................. 1
     Profil Perusahaan...................................................................................................................................... 1
     Bidang Usaha............................................................................................................................................ 1
     Struktur Permodalan dan Pemegang Saham ............................................................................................ 2
     Susunan Anggota Direksi dan Dewan Komisaris ...................................................................................... 2
     Struktur Organisasi Perusahaan ............................................................................................................... 2
     Kinerja Keuangan...................................................................................................................................... 3
KELAYAKAN PASAR ..................................................................................................................................... 9
     Kondisi Pasar ............................................................................................................................................ 9
     Pesaing Usaha .......................................................................................................................................... 14
     Strategi Pemasaran................................................................................................................................... 15
STUDI KELAYAKAN ....................................................................................................................................... 17
     Analisis Kelayakan Teknis......................................................................................................................... 17
     Analisis Kelayakan Pola Bisnis ................................................................................................................. 20
     Analisis Kelayakan Model Manajemen...................................................................................................... 23
     Analisis Kelayakan Keuangan ................................................................................................................... 28
     Kesimpulan ............................................................................................................................................... 38
Lampiran-Lampiran




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                                                                              xiii
Page 15
                       ISTILAH-ISTILAH PENILAIAN
Penilaian
Proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas nilai ekonomi suatu objek penilaian sesuai dengan SPI.

Penilai
Seseorang yang memiliki kompetensi dalam melakukan kegiatan Penilaian, yang sekurang-kurangnya telah lulus
Pendidikan awal Penilaian.

Penilai Publik
Penilai yang telah memperoleh izin dari Menteri Keuangan untuk memberikan jasa sebagaimana diatur dalam
Peraturan Menteri Keuangan.

Penyelia / Reviewer / Quality Control
Penilai yang bertindak sebagai pengawas yang bertugas untuk mereview dan memastikan bahwa proses penilaian
oleh Pelaksana telah dilakukan dengan benar.

Pelaksana / Penilai
Tenaga Penilai yang bertugas untuk melaksanakan proses penilaian.

Pelaksana Inspeksi / Petugas Inspeksi
Pegawai KJPP yang telah mebgikuti Pendidikan tingkat dasar yang diselenggarakan atau diakui oleh Asosiasi
Profesi Penilai yang bertugas untuk melaksanakan kegiatan inspeksi.

Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP)
Badan usaha yang telah mendapatkan izn usaha dari Menteri Keuangan sebagai wadah bagi Penilai Publik dalam
memberikan jasanya.

Pemberi Tugas
Seorang, kelompok, atau suatu entitas yang penugasan penilaiannya dilakukan.

Pengguna Laporan
Seorang, kelompok, atau suatu entitas sebagai pengguna hasil Penilaian yang didasarkan dari hasil perikatan
penugasan antara Penilai dan Pemberi Tugas.

Nilai
Suatu opini dari manfaat ekonomi atas kepemilikan aset, atau harga yang paling mungkin dibayarkan untuk suatu
aset dalam pertukaran, sehingga nilai bukan merupakan fakta.

Dasar Nilai
Premis fundamental yang mendasari nilai yang dilaporkan.

Tanggal Inspeksi
Tanggal pada saat inspeksi terakhir telah selesai dilaksanakan.

Tanggal Penilaian
Tanggal pada saat opini nilai dinyatakan.

Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                  xiv
Page 16
Tanggal Laporan
Tanggal pada saat laporan Penilaian diterbitkan.

Asumsi Umum
Asumsi fakta yang konsisten dengan, atau dapat konsisten dengan yang terjadi pada tanggal Penilaian.

Asumsi Khusus
Asumsi fakta yang berbeda dengan yang terjadi pada tanggal Penilaian.

Data Masukan Penilaian (Valuation Inputs)
Data dan informasi lainnya yang digunakan pada salah satu pendekatan penilaian yang diuraikan dalam SPI. Data
masukan ini dapat berupa data yang aktual atau yang diasumsikan.

Lingkup Penugasan
Dasar dalam pengaturan kesepakatan penugasan penilaian, tingkat kedalaman investigasi, penentuan asumsi dan
Batasan penilaian.

Implementasi
Bagian dari tugas penilaian, merupakan prosedur yang harus dilaksanakan oleh Penilai meliputi tahapan
investigas, penerapan pendekatan penilaian dan penyusunan kertas kerja

Investigasi
Proses pengumpulan data yang cukup dengan cara melakukan inspeksi, penelaahan, penghitungan, dan analisis
sesuai tujuan penilaian.

Laporan Penilaian
Suatu dokumen yang mencantumkan instruksi penugasan, tujuan dan dsar penilaian, dan hasil analisis yang
menghasilkan opini nilai.

Laporan Penilaian Terinci
Laporan penilaian yang secara umum mendeskripsikan informasi secara detil dan komprehensif. Laporan ini
seharusnya mengandung seluruh informasi yang signifikan dalam penilaian, termasuk pembahasan secara
mendetil atas setiap hal yang dinyatakan dalam laporan. Laporan ini membutuhkan tingkat kedalaman investigasi
sesuai yang dimaksud dalam Lingkup Penugasan.

Pendekatan Penilaian
Landasan proses Penilaian dilengkapi dengan dengan metode Penilaian dari masing-masing pendekatan yang
digunakan.

Pendekatan Pasar
Pendekatan yang memberikan indikasi nilai dengan membandingkan aset dengan aset lainnya yang identik atau
sebanding dimana terdapat informasi harga.

Pendekatan Pendapatan
Pendekatan yang memberikan indikasi nilai dengan mengkonversi arus kas masa depan menjadi satu nilai saat
ini.




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                 xv
Page 17
Pendekatan Biaya
Pendekatan yang memberikan indikasi nilai menggunakan prinsip ekonomi bahwa pembeli akan membayar aset
tidak lebih dari biaya untuk mendapatkan aset dengan utilitas yang sama, baik melalui pembelian atau dengan
pembuatan konstruksi dengan mengecualikan factor-faktor seperti waktu yang tidak semestinya,
ketidaknyamanan, risiko atau faktor-faktor lainnya.

Metode Penilaian
Masing-masing pendekatan penilaian mempunyai metode penerapan yang berbeda yang dijelaskan dalam SPI
106. Metode penilaian mengacu pada POJK dan SEOJK yang berlaku.

Metode Perbandingan Data Pasar.
Menggunakan informasi dari transaksi yang melibatkan aset yang diperdagangkan di bursa yang sama atau sejenis
dengan aset yang dinilai untuk mendapatkan indikasi nilai.

Metode Arus Kas Terdiskonto (DCF).
Arus kas yang diproyeksikan didiskonto Kembali ke tanggal penilaian, menghasilkan nilai kini dari aset.

Metode Penjumlahan
Metode yang menghitung nilai aset dengan menjumlahkan nilai dari setiap bagian komponennya.

Kelangsungan Usaha (Going Concern)
Suatu kondisi yang mencerminkan usaha yang sedang beroperasi atau sekurang-kurangnya dalam proses
konstruksi atau suatu premis dalam penilaian, dimana Penilai menganggap suatu perusahaan akan terus
melanjutkan operasinya secara berkelanjutan.




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                   xvi
Page 18
               1. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
1.1 PROFIL PERUSAHAAN

     PT Panasia Indo Resources, Tbk. selanjutnya disebut “Perusahaan” merupakan perusahaan dengan status
     Perusahaan terbuka. Perusahaan didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 15 tanggal 06 April 1973 yang
     dibuat di hadapan Notaris Imas Fatimah, Sarjana Hukum, berkedudukan di Bandung. Perusahaan telah
     beberapa kali mengalami perubahan nama dan terakhir sejak 5 September 2012, Perusahaan berganti nama
     menjadi PT Panasia Indo Resources Tbk. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali
     perubahan, per tanggal cut off terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 70 tanggal 27 Juni 2023 yang dibuat di
     hadapan R. Tendy Suwarman, SH., Notaris di Kota Bandung, mengenai pernyataan keputusan pemegang
     saham tahunan Perseroan Terbatas. Perubahan tersebut disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
     Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0138217 tanggal 07 Juli 2023.

     Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Jalan Moch. Toha No. KM 6, Kelurahan Pasawahan, Kecamatan
     Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40256.

1.2 BIDANG USAHA
     Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah
     menjalankan usaha dalam bidang industri khususnya industri Tekstil dan investasi, yang mencakup usaha
     utama dalam bidang industri tekstil antara lain polimerisasi, serat sintetis, permintalan, pertenunan.
     Menjalankan usaha bidang usaha bidang pembangkit listrik dengan menggunakan tenaga air, gas, panas
     bumi, batu bara dan lain-lain serta usaha pengembangan bidang tenaga uap. Menjalankan usaha-usaha di
     bidang perdagangan umum secara impor, ekspor, lokal serta antar pulau (interinsulair) baik untuk
     perhitungan sendiri maupun secara komisi atas perhitungan pihak lain, demikian pula usaha-usaha
     perdagangan sebagai leveransier (supplier), grosir dan distributor, perwakilan atau peragenan dari
     perusahaan – perusahaan atau badan-badan lain baik dari dalam maupun luar negeri. Investasi diberbagai
     bidang industri. Investasi diberbagai bidang industri. Untuk kegiatan usaha penunjang dapat menjalankan
     usaha dalam bidang industri semen dan bahan bangunan.

     Kegiatan usaha yang tercantum dalam pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan sudah Perusahaan jalankan.

1.3 STRUKTUR PERMODALAN DAN PEMEGANG SAHAM

     Dasar hukum yang menjadi dasar pengungkapan Strukur Permodalan dan Pemegang Saham adalah Akta
     Perubahan Perseroan No. 63 tanggal 30 Agustus 2021 yang dibuat oleh R. Tendy Suwarman, SH., dimana
     sebagai berikut:

       Modal Dasar              Rp.6.000.000.000.000 (Enam Triliun      dengan jumlah lembar saham sebanyak
                                Rupiah)                                 12.000.000.000 (Dua Belas Miliar)
       Modal Ditempatkan        Rp. 1.800.731.400.000 (Satu Triliun     dengan jumlah lembar saham sebanyak
                                Delapan Ratus Miliar Tujuh Ratus Tiga   3.601.462.800 (Tiga Miliar Enam Ratus
                                Puluh Satu Juta Empat Ratus Ribu        Satu Juta Empat Ratus Enam Puluh
                                Rupiah)                                 Dua Ribu Delapan Ratus)




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                   1
Page 19
       Modal Disetor            Rp. 1.800.731.400.000 (Satu Triliun      dengan jumlah lembar saham sebanyak
                                Delapan Ratus Miliar Tujuh Ratus Tiga    3.601.462.800 (Tiga Miliar Enam Ratus
                                Puluh Satu Juta Empat Ratus Ribu         Satu Juta Empat Ratus Enam Puluh
                                Rupiah)                                  Dua Ribu Delapan Ratus)
     Susunan pemegang saham sesuai dengan Akta Perubahan Perseroan No. 63 tanggal 30 Agustus 2021 yang
     dibuat oleh R. Tendy Suwarman, SH., dimana sebagai berikut:

                                                                         Jumlah              Presentase
               Pemegang Saham                Saham (Lembar)
                                                                          (Rp)               Kepemilikan
        PT Panasia Synthetic Abadi                696.942.260           348.471.130.000            19,35%
        Tuan Awong Hidjaja                        103.876.100            51.938.050.000              2,88%
        Mercury Capital International
                                                  350.200.000           175.100.000.000              9,72%
        Incorporation
        Prime Invesco Limited                     341.788.300           170.894.150.000              9,49%
        Gold Gazelle Profits Corporation          707.071.700           353.535.850.000            19,63%
        Lucky Heights Resources
                                                1.000.035.100           500.017.550.000            27,77%
        Limited
        Ortega Management Limited                 361.785.000           180.892.500.000            10,05%
        Masyarakat                                  39.764.340           19.882.170.000              1,10%

                      Jumlah                    3.601.462.800       1.800.731.400.000                100%


1.4 SUSUNAN ANGGOTA DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS
     Dasar Hukum yang menjadi dasar pengungkapan Susunan Anggota Direksi dan Dewan Komisaris adalah
     No. 70 tanggal 27 Juni 2023 yang dibuat oleh R. Tendy Suwarman, SH., dimana sebagai berikut :
     Direktur Utama                 : Enrico Haryono
     Direktur                       : Albert Januar Hidjaja
     Direktur                       : Desveny Sibuea, S.H.

     Komisaris Utama                : Awong Hidjaja
     Komisaris Independen           : Soebianto Bambang Soegiarto
     Komisaris                      : Agnes Novella Hidjaja

1.5 STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN
     Dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian tugas yang disesuaikan dengan bagan
     organisasi, pendelegasian wewenang yang jelas dan koordinasi kerja yang terpadu. Penempatan tenaga
     kerja yang sesuai dengan pengalaman, keahlian dan keterampilannya merupakan faktor yang penting dalam
     menerapkan kebijaksanaan perusahaan. Hal ini juga akan memperlancar pendelegasian tugas kepada unit
     di bawahnya atau sebaliknya, yang pada akhirnya akan memperlancar kerja perusahaan.




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                    2
Page 20
     Struktur organisasi yang telah dibuat dapat dijadikan pegangan dalam mengelola perusahaan, agar dapat
     beroperasi sesuai dengan yang diharapkan. Struktur organisasi perusahaan ini disusun dengan pola yang
     sederhana, yang diharapkan dapat mengelola proyek secara efektif dan efisien. Struktur organisasi ini
     didasarkan pada kebutuhan operasional perusahaan dengan pembagian tugas yang jelas dari seluruh
     personil pengelola perusahaan secara menyeluruh. Struktur organisasi PT Panasia Indo Resources, Tbk.
     adalah sebagai berikut:




1.6 KINERJA KEUANGAN PT PANASIA INDO RESOURCES, TBK.
     Kinerja keuangan perusahaan ditunjukkan dengan laporan keuangan yang memperlihatkan transaksi atau
     perubahan pos-pos keuangan. Adapun laporan PT. Panasia Indo Resources, Tbk. pada saat dilakukan studi
     kelayakan telah diaudit, yaitu laporan keuangan yang berakhir pada:
        1. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
           yang telah diaudit oleh Idris Jono selaku Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik (KAP) Mirawati
           Sensi Idris dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut disajikan secara wajar dengan
           pengecualian.

        2. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
           yang telah diaudit oleh Drs. Rudy Soegiharto, Ak, CPA. selaku Akuntan Publik dan Kantor Akuntan
           Publik (KAP) Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang & Ali dengan pendapat bahwa laporan
           keuangan tersebut disajikan secara wajar dengan pengecualian.



Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                               3
Page 21
        3. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
           yang telah diaudit oleh Drs. Rudy Soegiharto, Ak, CPA. selaku Akuntan Publik dan Kantor Akuntan
           Publik (KAP) Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang & Ali dengan pendapat bahwa laporan
           keuangan tersebut disajikan secara wajar dengan pengecualian.

        4. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
           yang telah diaudit oleh Drs. Rudy Soegiharto, Ak, CPA. selaku Akuntan Publik dan Kantor Akuntan
           Publik (KAP) Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang & Ali dengan pendapat bahwa laporan
           keuangan tersebut disajikan secara wajar dengan pengecualian.

        5. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
           yang telah diaudit oleh Drs. Rudy Soegiharto, Ak, CPA. selaku Akuntan Publik dan Kantor Akuntan
           Publik (KAP) Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang & Ali dengan pendapat bahwa laporan
           keuangan tersebut disajikan secara wajar dengan pengecualian.

     1.6.1 Neraca Historis (Common-Size & Trend)
                                                                                                                          (dalam Ribu Rupiah)
                                                 2020                  2021                  2022                  2023                  2024
                    Keterangan
                                               Jan - Des             Jan - Des             Jan - Des             Jan - Des             Jan - Des
       Kas dan Setara Kas                         793.884.000           462.563.000           699.743.381           669.651.118           235.113.645
       Piutang Usaha
         Pihak Berelasi                                     -                     -                     -             1.761.766                     -
         Pihak Ketiga                           2.692.046.000           786.185.000           809.492.379           799.051.188         1.365.204.238
       Piutang Lain-lain                        1.621.592.000         1.720.140.000           985.679.675         1.049.691.196           270.845.317
       Persediaan                              11.523.127.000         8.939.880.000         5.905.435.169         4.487.847.640         2.084.954.812
       Biaya Dibayar Dimuka dan Uang Muka          20.803.000           104.776.000         1.329.157.049           154.655.232           104.083.334
       Total Aset Lancar                       16.651.452.000        12.013.544.000         9.729.507.653         7.162.658.140         4.060.201.346
       Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha        49.686.353.000        49.702.353.000        49.739.632.644        49.661.260.244        49.642.101.244
       Investasi Jangka Panjang                 9.551.567.000         9.551.567.000         9.551.566.792         9.551.566.792         9.551.566.792
       Properti Investasi                         805.376.000         2.121.943.000         2.121.943.059         8.855.215.910         8.855.215.910
       Aset Tetap                             343.972.975.000       310.796.529.000       233.151.551.897       203.186.186.147       182.694.479.361
       Aset Lain-lain                           2.335.530.000         2.335.530.000         2.335.530.000         2.335.530.000         2.335.530.000
       Aset Tidak Lancar                      406.351.801.000       374.507.922.000       296.900.224.392       273.589.759.093       253.078.893.307
       TOTAL ASET                             423.003.253.280       386.521.466.280       306.629.732.045       280.752.417.233       257.139.094.653
       Utang Usaha
         Pihak Ketiga                           6.353.695.000         6.222.459.000         5.344.995.742         5.062.810.523         5.243.460.304
       Utang Bank Jangka Pendek               104.377.074.000       105.590.674.000       116.409.400.000       114.078.400.000       119.598.800.000
       Utang Pajak                              1.702.010.000         2.744.163.000           191.012.380           186.599.894           318.916.689
       Beban yang Masih Harus Dibayar          24.666.662.000        26.669.397.000        20.127.231.000        20.721.306.453        18.970.816.503
       Uang Muka Diterima Dimuka                1.825.769.000           394.485.000                     -                     -                     -
       Utang Lain-lain
         Pihak Berelasi                        55.191.542.000        60.387.541.000        29.096.541.500        26.298.541.500        28.910.541.500
         Pihak Ketiga                          51.130.526.000        54.805.486.000        62.340.053.990        62.201.892.453        59.921.822.260
       Jumlah Liabilitas Jangka Pendek        245.247.278.000       256.814.205.000       233.509.234.612       228.549.550.823       232.964.357.256
       Utang Pihak Berelasi Non-Usaha          77.564.551.000        74.246.551.000        93.286.551.200        89.649.551.200        90.008.551.200
       Liabilitas Imbalan Pasca Kerja           1.586.522.000            32.484.000            22.040.484            22.146.488            31.295.601
       Liabilitas Pajak Tangguhan              38.718.712.000        35.691.486.000        16.646.691.419        13.732.678.827        11.570.951.195
       Total Liablitas Jangka Panjang         117.869.785.000       109.970.521.000       109.955.283.103       103.404.376.515       101.610.797.996
       Total Liabilitas                       363.117.063.000       366.784.726.000       343.464.517.715       331.953.927.338       334.575.155.252
       Modal Dasar                          1.800.731.400.000     1.800.731.400.000     1.800.731.400.000     1.800.731.400.000     1.800.731.400.000
       Tambahan Modal Disetor                 135.536.992.280       135.536.992.280       135.536.992.280       135.536.992.280       135.536.992.280
       Saldo Laba
         Ditentukan Penggunaanya                10.640.000.000        10.640.000.000        10.640.000.000        10.640.000.000        10.640.000.000
         Belum Ditentukan Penggunaannya     (1.886.318.405.000)   (1.926.671.215.000)   (1.983.254.901.309)   (1.997.625.281.097)   (2.023.856.354.673)
       Penghasilan Komprehensif Lain              (703.797.000)         (500.437.000)         (488.276.641)         (484.621.288)         (488.098.206)
       Jumlah Ekuitas                           59.886.190.280        19.736.740.280       (36.834.785.670)      (51.201.510.105)      (77.436.060.599)
       TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS            423.003.253.280       386.521.466.280       306.629.732.045       280.752.417.233       257.139.094.653




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                                                         4
Page 22
                                                                                                     (Analisis Common Size)

                    Keterangan              2020      2021      2022      2023      2024      AVG       MIN       MAX       MED

       Kas dan Setara Kas                     0,19%     0,12%     0,23%     0,24%     0,09%     0,17%     0,09%     0,24%     0,19%
       Piutang Usaha                          0,00%     0,00%     0,00%     0,00%     0,00%     0,00%     0,00%     0,00%     0,00%
         Pihak Berelasi                       0,00%     0,00%     0,00%     0,00%     0,00%     0,00%     0,00%     0,00%     0,00%
         Pihak Ketiga                         0,64%     0,20%     0,26%     0,28%     0,53%     0,38%     0,20%     0,64%     0,28%
       Piutang Lain-lain                      0,38%     0,45%     0,32%     0,37%     0,11%     0,33%     0,11%     0,45%     0,37%
       Persediaan                             2,72%     2,31%     1,93%     1,60%     0,81%     1,87%     0,81%     2,72%     1,93%
       Biaya Dibayar Dimuka dan Uang Muka     0,00%     0,03%     0,43%     0,06%     0,04%     0,11%     0,00%     0,43%     0,04%
       Total Aset Lancar                      3,94%     3,11%     3,17%     2,55%     1,58%     2,87%     1,58%     3,94%     3,11%
       Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha      11,75%    12,86%    16,22%    17,69%    19,31%    15,56%    11,75%    19,31%    16,22%
       Investasi Jangka Panjang               2,26%     2,47%     3,12%     3,40%     3,71%     2,99%     2,26%     3,71%     3,12%
       Properti Investasi                     0,19%     0,55%     0,69%     3,15%     3,44%     1,61%     0,19%     3,44%     0,69%
       Aset Tetap                            81,32%    80,41%    76,04%    72,37%    71,05%    76,24%    71,05%    81,32%    76,04%
       Aset Lain-lain                         0,55%     0,60%     0,76%     0,83%     0,91%     0,73%     0,55%     0,91%     0,76%
       Aset Tidak Lancar                     96,06%    96,89%    96,83%    97,45%    98,42%    97,13%    96,06%    98,42%    96,89%
       TOTAL ASET                           100,00%   100,00%   100,00%   100,00%   100,00%   100,00%   100,00%   100,00%   100,00%




                     Keterangan              2020      2021      2022      2023      2024      AVG       MIN       MAX       MED

        Utang Usaha
          Pihak Ketiga                         1,50%    1,61%    1,74%    1,80%    2,04%    1,74%    1,50%    2,04%    1,74%
        Utang Bank Jangka Pendek              24,68%   27,32%   37,96%   40,63%   46,51%   35,42%   24,68%   46,51%   37,96%
        Utang Pajak                            0,40%    0,71%    0,06%    0,07%    0,12%    0,27%    0,06%    0,71%    0,12%
        Beban yang Masih Harus Dibayar         5,83%    6,90%    6,56%    7,38%    7,38%    6,81%    5,83%    7,38%    6,90%
        Uang Muka Diterima Dimuka              0,43%    0,10%    0,00%    0,00%    0,00%    0,11%    0,00%    0,43%    0,00%
        Utang Lain-lain                        0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%
          Pihak Berelasi                      13,05%   15,62%    9,49%    9,37%   11,24%   11,75%    9,37%   15,62%   11,24%
          Pihak Ketiga                        12,09%   14,18%   20,33%   22,16%   23,30%   18,41%   12,09%   23,30%   20,33%
        Jumlah Liabilitas Jangka Pendek       57,98%   66,44%   76,15%   81,41%   90,60%   74,52%   57,98%   90,60%   76,15%
        Utang Pihak Berelasi Non-Usaha        18,34%   19,21%   30,42%   31,93%   35,00%   26,98%   18,34%   35,00%   30,42%
        Liabilitas Imbalan Pasca Kerja         0,38%    0,01%    0,01%    0,01%    0,01%    0,08%    0,01%    0,38%    0,01%
        Liabilitas Pajak Tangguhan             9,15%    9,23%    5,43%    4,89%    4,50%    6,64%    4,50%    9,23%    5,43%
        Total Liablitas Jangka Panjang        27,86%   28,45%   35,86%   36,83%   39,52%   33,70%   27,86%   39,52%   35,86%
        Total Liabilitas                      85,84%   94,89% 112,01% 118,24% 130,11% 108,22%       85,84% 130,11% 112,01%
        Modal Dasar                          425,70% 465,88% 587,27% 641,39% 700,29% 564,11% 425,70% 700,29% 587,27%
        Tambahan Modal Disetor                32,04%   35,07%   44,20%   48,28%   52,71%   42,46%   32,04%   52,71%   44,20%
        Saldo Laba                             0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%
          Ditentukan Penggunaanya              2,52%    2,75%    3,47%    3,79%    4,14%    3,33%    2,52%    4,14%    3,47%
          Belum Ditentukan Penggunaannya    -445,93% -498,46% -646,79% -711,53% -787,07% -617,96% -787,07% -445,93% -646,79%
        Penghasilan Komprehensif Lain         -0,17%   -0,13%   -0,16%   -0,17%   -0,19%   -0,16%   -0,19%   -0,13%   -0,17%
        Jumlah Ekuitas                        14,16%    5,11% -12,01% -18,24% -30,11%      -8,22% -30,11%    14,16% -12,01%
        TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS         100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                                       5
Page 23
                                                                                                    (Analisis Trend)

                     Keterangan               2021        2022   2023     2024      AVG      MIN      MAX      MED

        Kas dan Setara Kas                   -41,73%   51,28%     -4,30% -64,89%    -14,91% -64,89%   51,28%   -23,02%
        Piutang Usaha                          0,00%    0,00%      0,00%    0,00%     0,00%    0,00%   0,00%     0,00%
          Pihak Berelasi                       0,00%    0,00%      0,00% -100,00%   -25,00% -100,00%   0,00%     0,00%
          Pihak Ketiga                       -70,80%    2,96%     -1,29%   70,85%     0,43% -70,80%   70,85%     0,84%
        Piutang Lain-lain                      6,08% -42,70%       6,49% -74,20%    -26,08% -74,20%    6,49%   -18,31%
        Persediaan                           -22,42% -33,94%     -24,00% -53,54%    -33,48% -53,54% -22,42%    -28,97%
        Biaya Dibayar Dimuka dan Uang Muka   403,66% 1168,57%    -88,36% -32,70%    362,79% -88,36% 1168,57%   185,48%
        Total Aset Lancar                    -27,85% -19,01%     -26,38% -43,31%    -29,14% -43,31% -19,01%    -27,12%
        Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha       0,03%    0,08%     -0,16%   -0,04%    -0,02%   -0,16%   0,08%     0,00%
        Investasi Jangka Panjang               0,00%    0,00%      0,00%    0,00%     0,00%    0,00%   0,00%     0,00%
        Properti Investasi                   163,47%    0,00%    317,32%    0,00%   120,20%    0,00% 317,32%    81,74%
        Aset Tetap                            -9,65% -24,98%     -12,85% -10,09%    -14,39% -24,98%   -9,65%   -11,47%
        Aset Lain-lain                         0,00%    0,00%      0,00%    0,00%     0,00%    0,00%   0,00%     0,00%
        Aset Tidak Lancar                     -7,84% -20,72%      -7,85%   -7,50%   -10,98% -20,72%   -7,50%    -7,84%
        TOTAL ASET                            -8,62% -20,67%      -8,44%   -8,41%   -11,54% -20,67%   -8,41%    -8,53%
        Utang Usaha                            0,00%    0,00%      0,00%    0,00%     0,00%    0,00%   0,00%     0,00%
          Pihak Ketiga                        -2,07% -14,10%      -5,28%    3,57%    -4,47% -14,10%    3,57%    -3,67%
        Utang Bank Jangka Pendek               1,16%   10,25%     -2,00%    4,84%     3,56%   -2,00%  10,25%     3,00%
        Utang Pajak                           61,23% -93,04%      -2,31%   70,91%     9,20% -93,04%   70,91%    29,46%
        Beban yang Masih Harus Dibayar         8,12% -24,53%       2,95%   -8,45%    -5,48% -24,53%    8,12%    -2,75%
        Uang Muka Diterima Dimuka            -78,39% -100,00%      0,00%    0,00%   -44,60% -100,00%   0,00%   -39,20%
        Utang Lain-lain                        0,00%    0,00%      0,00%    0,00%     0,00%    0,00%   0,00%     0,00%
          Pihak Berelasi                       9,41% -51,82%      -9,62%    9,93%   -10,52% -51,82%    9,93%    -0,10%
          Pihak Ketiga                         7,19%   13,75%     -0,22%   -3,67%     4,26%   -3,67%  13,75%     3,48%
        Jumlah Liabilitas Jangka Pendek        4,72%   -9,07%     -2,12%    1,93%    -1,14%   -9,07%   4,72%    -0,10%
        Utang Pihak Berelasi Non-Usaha        -4,28%   25,64%     -3,90%    0,40%     4,47%   -4,28%  25,64%    -1,75%
        Liabilitas Imbalan Pasca Kerja       -97,95% -32,15%       0,48%   41,31%   -22,08% -97,95%   41,31%   -15,83%
        Liabilitas Pajak Tangguhan            -7,82% -53,36%     -17,51% -15,74%    -23,61% -53,36%   -7,82%   -16,62%
        Total Liablitas Jangka Panjang        -6,70%   -0,01%     -5,96%   -1,73%    -3,60%   -6,70%  -0,01%    -3,85%
        Total Liabilitas                       1,01%   -6,36%     -3,35%    0,79%    -1,98%   -6,36%   1,01%    -1,28%
        Modal Dasar                            0,00%    0,00%      0,00%    0,00%     0,00%    0,00%   0,00%     0,00%
        Tambahan Modal Disetor                 0,00%    0,00%      0,00%    0,00%     0,00%    0,00%   0,00%     0,00%
        Saldo Laba                             0,00%    0,00%      0,00%    0,00%     0,00%    0,00%   0,00%     0,00%
          Ditentukan Penggunaanya              0,00%    0,00%      0,00%    0,00%     0,00%    0,00%   0,00%     0,00%
          Belum Ditentukan Penggunaannya       2,14%    2,94%      0,72%    1,31%     1,78%    0,72%   2,94%     1,73%
        Penghasilan Komprehensif Lain        -28,89%   -2,43%     -0,75%    0,72%    -7,84% -28,89%    0,72%    -1,59%
        Jumlah Ekuitas                       -67,04% -286,63%     39,00%   51,24%   -65,86% -286,63%  51,24%   -14,02%
        TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS          -8,62% -20,67%      -8,44%   -8,41%   -11,54% -20,67%   -8,41%    -8,53%

     Aset Perusahaan terdiri dari aset lancar dengan rasio 1,58%-3,94% dan aset tidak lancar dengan rasio
     96,06%-98,42% dari total aset. Aset lancar Perusahaan sebagian besar berupa Persediaan dengan rasio
     0,81%-2,72% dari total aset. Aset tidak lancar Perusahaan sebagian besar berupa Aset Tetap dengan rasio
     71,05%-81,32% dan Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha dengan rasio 11,75%-19,31% dari total aset. Aset
     Perusahaan mengalami perubahan rata-rata -11,54% per tahun dimana aset lancar mengalami perubahan
     rata-rata -29,14% per tahun dan aset tidak lancar mengalami perubahan rata-rata -10,98% per tahun.

     Liabilitas Perusahaan terdiri liabilitas lancar dengan rasio 57,98%-90,60% dan liabilitas tidak lancar dengan
     rasio 27,86%-39,52% dari total Liabilitas dan Ekuitas. Liabilitas Lancar Perusahaan sebagian besar berupa
     Utang Bank Jangka Pendek dengan rasio 24,68%- 46,51% dari total liabilitas dan ekuitas. Sedangkan,
     Liabilitas tidak lancar perusahaan sebagian besar berupa Utang Pihak Berelasi Non Usaha dengan rasio
     18,34%-35,00% dari total liabilitas dan ekuitas. Liabilitas perusahaan mengalami perubahan rata-rata -1,98%
     per tahun dimana liabilitas lancar mengalami perubahan rata-rata -1,14% per tahun dan liabilitas tidak lancar
     mengalami perubahan rata-rata -3,60% per tahun.

     Ekuitas Perusahaan memiliki rasio sebesar -30,11% - 14,16% dari total liabilitas dan ekuitas. Ekuitas
     Perusahaan sebagian besar berupa Saldo Laba dengan rasio -787,07%- -445,93% dari total liabilitas dan
     ekuitas. Ekuitas Perusahaan mengalami perubahan rata-rata -65,86% per tahun.
Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                         6
Page 24
     1.6.2 Laba Rugi Historis (Common Size & Trend)
                                                                                                                    (dalam Ribu Rupiah)
                                                     2020               2021               2022              2023                2024
                     Keterangan
                                                   Jan - Des          Jan - Des          Jan - Des         Jan - Des           Jan - Des
       Pendapatan Usaha Bersih                     10.600.097.000     11.764.292.000      6.005.743.227        27.907.757              537.837
       Beban Pokok Penjualan                      (25.940.228.000)   (26.468.558.000)   (14.527.561.084)   (8.767.515.743)    (12.891.463.268)
       Laba Kotor                                 (15.340.131.000)   (14.704.266.000)    (8.521.817.857)   (8.739.607.986)    (12.890.925.431)
        Beban Penjualan                              (781.514.000)      (458.055.000)      (484.527.115)        (8.501.066)           (537.837)
        Pajak dan Perizinan                        (6.516.025.000)    (4.163.264.000)    (6.386.529.206)   (3.089.275.983)     (2.133.812.614)
        Gaji dan Tunjangan                         (3.728.524.000)    (4.381.387.000)    (3.735.901.688)   (3.116.815.586)     (3.020.692.869)
        Penyusutan
        Keperluan Kantor                           (1.418.621.000)    (1.183.205.000)    (2.169.114.167)    (2.719.732.051)      (664.946.282)
        Kerugian Penurunan Nilai Piutang              (36.249.000)    (1.083.271.000)      (766.853.868)      (180.141.052)      (105.767.343)
        Utilitas                                     (189.535.000)      (184.428.000)      (163.576.805)      (162.669.887)      (126.246.941)
        Sumbangan dan Representasi                   (164.724.000)       (10.415.000)       (21.150.000)       (38.946.500)      (201.300.000)
        Imbalan Kerja                                (153.313.000)       (68.126.000)        (5.146.358)        (4.792.354)        (4.691.526)
        Jasa Profesional                             (113.500.000)       (78.000.000)      (261.253.270)      (345.302.820)       (79.410.257)
        Perjalanan Dinas                              (61.624.000)       (90.772.000)      (154.913.559)      (131.886.635)      (122.108.932)
        Makanan dan Minum                              (5.537.000)        (1.327.000)       (14.574.396)        (8.579.600)       (17.002.330)
        Iklan                                         (29.458.000)       (46.184.000)       (22.880.000)                 -         (1.000.000)
        Lain-lain                                     (52.745.000)        (1.695.000)       (20.336.279)       (29.336.985)       (39.678.205)
       Total Beban Umum dan Adminintrasi          (13.251.369.000)   (11.750.129.000)   (14.206.756.711)    (9.835.980.519)    (6.517.195.136)
       EBITDA                                     (28.591.500.000)   (26.454.395.000)   (22.728.574.568)   (18.575.588.505)   (19.408.120.567)
       Penyusutan dan Amortisasi                  (27.765.801.000)   (26.266.209.000)   (24.025.482.662)   (20.975.344.675)   (17.057.408.042)
       EBIT                                       (56.357.301.000)   (52.720.604.000)   (46.754.057.230)   (39.550.933.180)   (36.465.528.609)
       Pendapatan Lain-lain
        Pendapatan Sewa                            8.962.434.000     10.247.658.000     18.773.643.874     22.038.159.002     12.183.563.143
        Keuntungan Penjualan Aset Tetap            4.002.127.000      1.163.118.000                  -        107.486.597        843.556.143
        Pendapatan Bunga                               4.951.000         10.552.000         10.018.010          5.769.397          3.947.240
        Keuntungan Selisih Kurs Mata Uang Asing                -                  -                  -      2.819.202.537                  -
        Pemulihan Nilai Persediaan                             -                  -                  -                  -      4.330.764.483
        Pendapatan Lainnya                         1.438.144.000      3.281.630.000      4.138.956.470      1.645.719.677        903.849.673
        Pendapatan Dividen                             9.707.000
       Beban Lain-lain
        Kerugian Selisih Kurs Mata Uang Asing      (1.823.219.000)    (1.467.544.000)   (13.084.754.392)                 -     (6.676.927.230)
        Kerugian Penurunan Nilai Aset Tetap        (4.400.000.000)    (3.778.554.000)    (3.299.958.000)    (3.052.460.000)    (2.823.529.000)
        Kerugian Penjualan Aset Tetap                           -                  -    (35.377.251.704)
        Beban Komisi Sewa                                       -                  -                  -       (223.488.361)       (21.758.544)
        Beban Pengapusan Piutang                                -                  -                  -         (2.564.050)                 -
        Beban Bunga dan Beban Keuangan Lainnya     (8.129.904.000)      (173.650.000)       (38.508.690)    (1.072.314.334)      (669.757.837)
       EBT                                        (56.293.061.000)   (43.437.394.000)   (75.631.911.662)   (17.285.422.715)   (28.391.820.538)
       Pajak Kini                                               -                  -                  -                  -                  -
       Pajak Tangguhan                              9.912.533.000      2.735.549.000     19.048.224.691      2.915.043.589      2.160.746.962
       EAT                                        (46.380.528.000)   (40.701.845.000)   (56.583.686.971)   (14.370.379.126)   (26.231.073.576)




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                                                 7
Page 25
                                                                                                                (Analisis Common Size)
                     Keterangan                   2020       2021           2022     2023     2024      AVG       MIN       MAX      MED

       Pendapatan Usaha Bersih                      100%           100%       100%     100%      100%      100%      100%     100%     100%
       Beban Pokok Penjualan                       -245%          -225%      -242% -31416% -2396909% -485807% -2396909%      -225%    -245%
       Laba Kotor                                  -145%          -125%      -142% -31316% -2396809% -485707% -2396809%      -125%    -145%
        Beban Penjualan                              -7%            -4%        -8%     -30%     -100%      -30%     -100%      -4%      -8%
        Pajak dan Perizinan                         -61%           -35%      -106% -11070% -396740% -81602% -396740%          -35%    -106%
        Gaji dan Tunjangan                          -35%           -37%       -62% -11168% -561637% -114588% -561637%         -35%     -62%
        Penyusutan                                    0%             0%         0%       0%        0%        0%        0%       0%       0%
        Keperluan Kantor                            -13%           -10%       -36%   -9745% -123633% -26688% -123633%         -10%     -36%
        Kerugian Penurunan Nilai Piutang              0%            -9%       -13%    -645% -19665%      -4067% -19665%         0%     -13%
        Utilitas                                     -2%            -2%        -3%    -583% -23473%      -4812% -23473%        -2%      -3%
        Sumbangan dan Representasi                   -2%             0%         0%    -140% -37428%      -7514% -37428%         0%      -2%
        Imbalan Kerja                                -1%            -1%         0%     -17%     -872%     -178%     -872%       0%      -1%
        Jasa Profesional                             -1%            -1%        -4%   -1237% -14765%      -3202% -14765%        -1%      -4%
        Perjalanan Dinas                             -1%            -1%        -3%    -473% -22704%      -4636% -22704%        -1%      -3%
        Makanan dan Minum                             0%             0%         0%     -31%    -3161%     -638%    -3161%       0%       0%
        Iklan                                         0%             0%         0%       0%     -186%      -37%     -186%       0%       0%
        Lain-lain                                     0%             0%         0%    -105%    -7377%    -1497%    -7377%       0%       0%
       Total Beban Umum dan Adminintrasi           -125%          -100%      -237% -35245% -1211742% -249490% -1211742%      -100%    -237%
       EBITDA                                      -270%          -225%      -378% -66561% -3608551% -735197% -3608551%      -225%    -378%
       Penyusutan dan Amortisasi                   -262%          -223%      -400% -75160% -3171483% -649506% -3171483%      -223%    -400%
       EBIT                                        -532%          -448%      -778% -141720% -6780033% -1384702% -6780033%    -448%    -778%
       Pendapatan Lain-lain                           0%             0%         0%       0%        0%        0%        0%       0%       0%
        Pendapatan Sewa                              85%            87%       313%   78968% 2265289% 468948%          85% 2265289%     313%
        Keuntungan Penjualan Aset Tetap              38%            10%         0%     385% 156842%      31455%        0% 156842%       38%
        Pendapatan Bunga                              0%             0%         0%      21%      734%      151%        0%     734%       0%
        Keuntungan Selisih Kurs Mata Uang Asing       0%             0%         0%   10102%        0%     2020%        0%   10102%       0%
        Pemulihan Nilai Persediaan                    0%             0%         0%       0% 805219% 161044%            0% 805219%        0%
        Pendapatan Lainnya                           14%            28%        69%    5897% 168053%      34812%       14% 168053%       69%
        Pendapatan Dividen                            0%             0%         0%       0%        0%        0%        0%       0%       0%
       Beban Lain-lain                                0%             0%         0%       0%        0%        0%        0%       0%       0%
        Kerugian Selisih Kurs Mata Uang Asing       -17%           -12%      -218%       0% -1241441% -248338% -1241441%        0%     -17%
        Kerugian Penurunan Nilai Aset Tetap         -42%           -32%       -55% -10938% -524979% -107209% -524979%         -32%     -55%
        Kerugian Penjualan Aset Tetap                 0%             0%      -589%       0%        0%     -118%     -589%       0%       0%
        Beban Komisi Sewa                             0%             0%         0%    -801%    -4046%     -969%    -4046%       0%       0%
        Beban Pengapusan Piutang                      0%             0%         0%      -9%        0%       -2%       -9%       0%       0%
        Beban Bunga dan Beban Keuangan Lainnya      -77%            -1%        -1%   -3842% -124528% -25690% -124528%          -1%     -77%
       EBT                                         -531%          -369%     -1259% -61938% -5278889% -1068597% -5278889%     -369%   -1259%
       Pajak Kini                                     0%             0%         0%       0%        0%        0%        0%       0%       0%
       Pajak Tangguhan                               94%            23%       317%   10445% 401748%      82525%       23% 401748%      317%
       EAT                                         -438%          -346%      -942% -51492% -4877142% -986072% -4877142%      -346%    -942%



                                                                                                                          (Analisis Trend)

                        Keterangan                         2021           2022     2023      2024      AVG        MIN       MAX      MED

        Pendapatan Usaha Bersih                              11%           -49%     -100%      -98%      -59%     -100%       11%      -74%
        Beban Pokok Penjualan                                 2%           -45%      -40%       47%       -9%      -45%       47%      -19%
        Laba Kotor                                           -4%           -42%        3%       48%        1%      -42%       48%       -1%
         Beban Penjualan                                    -41%             6%      -98%      -94%      -57%      -98%        6%      -68%
         Pajak dan Perizinan                                -36%            53%      -52%      -31%      -16%      -52%       53%      -34%
         Gaji dan Tunjangan                                  18%           -15%      -17%       -3%       -4%      -17%       18%       -9%
         Penyusutan                                           0%             0%        0%        0%        0%        0%        0%        0%
         Keperluan Kantor                                   -17%            83%       25%      -76%        4%      -76%       83%        4%
         Kerugian Penurunan Nilai Piutang                  2888%           -29%      -77%      -41%      685%      -77%     2888%      -35%
         Utilitas                                            -3%           -11%       -1%      -22%       -9%      -22%       -1%       -7%
         Sumbangan dan Representasi                         -94%           103%       84%      417%      128%      -94%      417%       94%
         Imbalan Kerja                                      -56%           -92%       -7%       -2%      -39%      -92%       -2%      -31%
         Jasa Profesional                                   -31%           235%       32%      -77%       40%      -77%      235%        0%
         Perjalanan Dinas                                    47%            71%      -15%       -7%       24%      -15%       71%       20%
         Makanan dan Minum                                  -76%           998%      -41%       98%      245%      -76%      998%       29%
         Iklan                                               57%           -50%     -100%        0%      -23%     -100%       57%      -25%
         Lain-lain                                          -97%          1100%       44%       35%      271%      -97%     1100%       40%
        Total Beban Umum dan Adminintrasi                   -11%            21%      -31%      -34%      -14%      -34%       21%      -21%
        EBITDA                                               -7%           -14%      -18%        4%       -9%      -18%        4%      -11%




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                                               8
Page 26
                                                                                                                                                (Lanjutan)

                           Keterangan                        2021         2022       2023           2024         AVG       MIN           MAX            MED

        Penyusutan dan Amortisasi                              -5%            -9%      -13%          -19%          -11%      -19%              -5%         -11%
        EBIT                                                   -6%           -11%      -15%           -8%          -10%      -15%              -6%         -10%
        Pendapatan Lain-lain                                    0%             0%        0%            0%            0%        0%               0%           0%
         Pendapatan Sewa                                       14%            83%       17%          -45%           18%      -45%              83%          16%
         Keuntungan Penjualan Aset Tetap                      -71%          -100%        0%          685%          128%     -100%             685%         -35%
         Pendapatan Bunga                                     113%            -5%      -42%          -32%            9%      -42%             113%         -18%
         Keuntungan Selisih Kurs Mata Uang Asing                0%             0%        0%         -100%          -25%     -100%               0%           0%
         Pemulihan Nilai Persediaan                             0%             0%        0%            0%            0%        0%               0%           0%
         Pendapatan Lainnya                                   128%            26%      -60%          -45%           12%      -60%             128%          -9%
         Pendapatan Dividen                                  -100%             0%        0%            0%          -25%     -100%               0%           0%
        Beban Lain-lain                                         0%             0%        0%            0%            0%        0%               0%           0%
         Kerugian Selisih Kurs Mata Uang Asing                -20%           792%     -100%            0%          168%     -100%             792%         -10%
         Kerugian Penurunan Nilai Aset Tetap                  -14%           -13%       -8%           -7%          -10%      -14%              -7%         -10%
         Kerugian Penjualan Aset Tetap                          0%             0%     -100%            0%          -25%     -100%               0%           0%
         Beban Komisi Sewa                                      0%             0%        0%          -90%          -23%      -90%               0%           0%
         Beban Pengapusan Piutang                               0%             0%        0%         -100%          -25%     -100%               0%           0%
         Beban Bunga dan Beban Keuangan Lainnya               -98%           -78%     2685%          -38%          618%      -98%            2685%         -58%
        EBT                                                   -23%            74%      -77%           64%           10%      -77%              74%          21%
        Pajak Kini                                              0%             0%        0%            0%            0%        0%               0%           0%
        Pajak Tangguhan                                       -72%           596%      -85%          -26%          103%      -85%             596%         -49%
        EAT                                                   -12%            39%      -75%           83%            9%      -75%              83%          13%


     Pendapatan Perusahaan dihasilkan dari Pendapatan Penjualan yang mengalami perubahan rata-rata
     -59% pada tahun historis, perusahaan mencatatkan laba bersih dengan persentase rata-rata sebesar
     -9 % dari total pendapatan.

     Sebagai catatan, Perusahaan berhenti beroperasi di tahun 2017 dan sempat menjalankan kembali beberapa
     bagian unit produksi di tahun 2019, kemudian berhenti kembali di tahun 2022. Setelah berhenti beroperasi di
     tahun 2017, untuk memenuhi biaya-biaya yang tetap harus dibayar, Perusahaan menjual sebagian aset yang
     sudah tidak dipakai dan menyewakan bangunan-bangunan gudang yang dimiliki yang sebagaimana
     dimaksud pada tujuan pada Studi Kelayakan ini.

     1.6.3 Arus Kas
                                                                2020                2021                 2022                2023                  2024
                           Keterangan
                                                              Jan - Des           Jan - Des            Jan - Des           Jan - Des             Jan - Des
      Arus Kas dari Aktivitas Operasi                           (561.379.000)     (4.673.565.000)      (2.419.149.482)      8.029.615.602        (3.551.061.511)
       Penerimaan dari Pelanggan                              11.371.435.000      11.155.597.000        5.302.911.677         164.549.608           709.855.801
       Penerimaan Sewa                                         8.962.434.000      10.247.658.000       18.773.643.875      22.589.867.174        12.103.163.375
       Pembayaran kepada Pemasok dan Lainnya                 (13.186.618.000)    (15.048.855.000)     (18.001.162.581)    (10.069.329.405)      (12.095.634.937)
       Pembayaran untuk Karyawan                              (7.708.630.000)    (11.027.965.000)      (8.494.542.453)     (4.655.471.775)       (4.268.445.750)
      Arus Kas dari Aktivitas investasi                       10.820.841.000       2.962.233.000       14.905.006.757      (1.524.171.900)          144.594.372
       Penurunan Piutang - Pihak Berelasi Non Usaha             (397.000.000)        (16.000.000)         (37.280.000)         78.372.400            19.159.000
       Perolehan Aset Tetap                                   (2.093.212.000)       (394.849.000)        (622.292.273)     (1.823.865.851)       (2.381.908.462)
       Hasil Penjualan Aset Tetap                              6.952.290.000       3.373.082.000       15.564.579.030         221.321.551         2.507.343.834
       Kenaikan Investasi Jangka Panjang                           (9.707.000)                 -
       Penurunan Nilai Aset Lain-lain                          6.368.470.000                   -
      Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan                       (9.611.591.000)      1.379.437.000      (12.251.000.000)     (6.535.000.000)       2.971.000.000
       Kenaikan (Penurunan) Utang Pihak Berelasi Non-Usaha    19.815.845.000      (3.318.000.000)      19.040.000.000      (3.637.000.000)         359.000.000
       Kenaikan (Penurunan) Utang Lain-lain Pihak Berelasi   (27.908.650.000)      5.195.999.000      (31.291.000.000)     (2.898.000.000)       2.612.000.000
       Pembayaran Beban Bunga                                 (1.518.786.000)       (498.562.000)
      Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas             647.871.000        (331.895.000)          234.857.275       (29.556.298)            (435.467.139)
      Kas dan Setara Kas Awal Tahun                              145.274.000         793.884.000           462.563.000       699.743.381              669.651.118
      Pengaruh Perubahan Kurs Mata Uang Asing                         739.000            574.000             2.323.362          (535.965)                 929.666
      Kas dan Setara Kas Akhir Tahun                             793.884.000         462.563.000           699.743.637       669.651.118              235.113.645


     a. Arus Kas dari Aktivitas Operasi
        Secara umum Perseroan mengalami trend yang negatif pada tahun historis. Rata-rata aktivitas
        operasi Perseroan sebesar Rp.(635.107.878).




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                                                                   9
Page 27
     b. Arus Kas dari Aktivitas Investasi
        Secara umum Perseroan mengalami trend yang positif pada tahun historis dikarenakan hasil dari
        penjualan aset. Rata-rata aktivitas investasi Perseroan sebesar Rp.5.461.700.646.

     c. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
        Secara umum Perseroan mengalami trend yang negatif pada tahun historis. Rata-rata aktivitas
        pendanaan Perseroan sebesar Rp. (4.809.430.800).

     1.6.4 Analisis Rasio
                                      Uraian                 2020       2021       2022        2023          2024
               Rasio Likuiditas
               Rasio Lancar                                     0,07       0,05       0,04        0,03           0,02
               Rasio Cepat                                      0,02       0,01       0,02        0,01           0,01

               Rasio Aktivitas
               TO Piutang                                       3,94      14,96       7,42         0,03          0,00
               TO Persediaan                                    2,25       2,96       2,46         1,95          6,18
               TO Utang Usaha                                   4,08       4,25       2,72         1,73          2,46
               Average Collection Periode (TO Piutang)         92,70      24,39      49,20    10.473,67    926.488,04
               Inventory Conversion Period (TO Persediaan)    162,14     123,28     148,37       186,83         59,03
               Payables Defferal Period (TO Utang Usaha)       89,40      85,81     134,29       210,77        148,46

               TO Aset Tetap                                    0,03       0,04       0,03        0,00           0,00
               TO Aset                                          0,03       0,03       0,02        0,00           0,00

               Rasio Solvabilitas
               Debt to Equity Ratio                             6,06      18,58      (9,32)       (6,48)        (4,32)
               Debt to Assets                                   0,86       0,95       1,12         1,18          1,30

               Rasio Profitabilitas
               Return On Asset                                 (0,11)     (0,11)     (0,18)       (0,05)        (0,10)
               Return On Equity                                (0,77)     (2,06)      1,54         0,28          0,34


     Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana
     kemampuan perseroan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Secara umum semakin tinggi rasio ini
     berarti semakin aman Perseroan. Rasio lancar adalah rasio yang mencerminkan kemampuan aset lancar
     perusahaan untuk menutupi kewajiban-kewajiban lancar atau utang jangka pendek. Rasio lancar rata-rata
     Perusahaan adalah 0,04. Rasio cepat adalah rasio likuiditas jangka pendek perusahaan yang mengukur
     kemampuan perusahaan untuk membayar utang jangka pendeknya dengan aktiva-aktivanya yang paling
     likuid, yaitu kas dan setara kas, surat berharga, dan piutang dagang. Rasio cepat rata-rata Perusahaan
     adalah 0,01.

     Rasio aktivitas merupakan suatu rasio yang berfungsi untuk mengukur tingkat efektifitas penggunaan aset
     perusahaan. Rasio ini sering juga disebut rasio perputaran. Secara umum semakin tinggi perputaran berarti
     semakin efektif tingkat penggunaan aset Perusahaan. Rasio perputaran Piutang rata-rata 5,27. Rasio
     perputaran persediaan rata-rata 3,16. Rasio perputaran Utang Usaha rata-rata 3,05 Rasio perputaran aset
     tetap rata-rata 0,02. Rasio perputaran Aset rata-rata 0,02.

     Rasio solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh liabilitasnya, yang diukur
     dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset
     dan melalui perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas. Debt equity ratio Perusahaan rata-rata
     90%. Debt to asset ratio Perusahaan rata-rata 108%.

     Rasio Profitabilitas. Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba
     neto dari aset yang dimilikinya. Return on aset Perusahaan rata-rata -11% Return on equity Perusahaan rata-
     rata -14%.

Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                                  10
Page 28
                              2. KELAYAKAN PASAR
2.1. KONDISI PASAR
     2.1.1. Kondisi Perekonomian Indonesia
     Ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03 persen. Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan
     usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan terti nggi adalah Jasa Lainnya sebesar 9,80 persen;
     diikuti Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,69 persen; dan Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum
     sebesar 8,56 persen. Sementara itu, Industri Pengolahan yang memiliki peran dominan tumbuh 4,43 persen.
     Sedangkan Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor serta Pertanian, Kehutanan,
     dan Perikanan masing-masing tumbuh sebesar 4,86 persen dan 0,67 persen.
                  Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (C-to-C) (persen), 2022—2024
                                                                                           dalam persen (%)




     Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2024 didominasi oleh
     Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 18,98 persen; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran,
     Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 13,07 persen; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar
     12,61 persen; Konstruksi sebesar 10,09 persen; serta Pertambangan dan Penggalian sebesar 9,15 persen.
     Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 63,90 persen.
     Ekonomi Indonesia triwulan IV-2024 terhadap triwulan IV-2023 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,02 persen.
     Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha yang tumbuh signifi kan adalah Jasa
     Lainnya sebesar 11,36 persen; diikuti oleh Jasa Perusahaan sebesar 8,08 persen; Transportasi dan
     Pergudangan sebesar 7,92 persen; dan Informasi dan Komunikasi sebesar 7,45 persen. Sebagai lapangan
     usaha yang memiliki peran dominan, Industri Pengolahan tumbuh sebesar 4,89 persen. Sedangkan
     Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; serta Pertanian, Kehutanan, dan
     Perikanan masing-masing tumbuh sebesar 5,19 persen dan 0,71 persen.




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                               11
Page 29
                         Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (Y-on-Y) (persen),
                             Triwulan IV-2023, Triwulan III-2024, dan Triwulan IV-2024
                                                                                                dalam persen (%)




     Ekonomi Indonesia triwulan IV-2024 tumbuh sebesar 0,53 persen (q-to-q). Pertumbuhan terjadi pada
     beberapa lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifi kan diantaranya
     Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 16,63 persen; diikuti oleh Jasa
     Pendidikan sebesar 14,94 persen; serta Jasa Lainnya sebesar 8,40 persen. Sementara itu, lapangan usaha
     yang mengalami kontraksi terdalam adalah Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 18,49 persen.
                           Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (Q-to-Q) (persen),
                               Triwulan IV-2023, Triwulan III-2024, dan Triwulan IV-2024




     Kelompok provinsi di Pulau Jawa masih mewarnai struktur perekonomian Indonesia secara spasial selama
     tahun 2024 dengan kontribusi sebesar 57,02 persen; diikuti Pulau Sumatera sebesar 22,12 persen; Pulau
     Kalimantan sebesar 8,24 persen; Pulau Sulawesi sebesar 7,12 persen; Pulau Bali dan Nusa Tenggara
     sebesar 2,81 persen; serta Pulau Maluku dan Papua sebesar 2,69 persen.
     Pada tahun 2024, pertumbuhan ekonomi semua kelompok pulau tercatat kondusif walaupun dibayangi
     tekanan global geopolitik dan internal dalam negeri. Secara kumulatif, pertumbuhan tertinggi (c-to-c) tercatat
     di kelompok Pulau Maluku dan Papua yang tumbuh sebesar 7,81 persen; diikuti Pulau Sulawesi sebesar 6,18
     persen; Pulau Kalimantan sebesar 5,52 persen; Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 5,04 persen; dan
     Pulau Jawa sebesar 4,92 persen. Selanjutnya, kelompok provinsi di Pulau Sumatera tumbuh sebesar 4,45
     persen.



Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                      12
Page 30
                              Pertumbuhan dan Kontribusi PDRB Menurut Pulau, 2024




     2.1.2. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)
     Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan III 2024 membaik sehingga mendukung ketahanan
     eksternal. NPI pada triwulan III 2024 mencatat surplus sebesar 5,9 miliar dolar AS, dari sebelumnya defisit
     sebesar 0,6 miliar dolar AS pada triwulan II 2024. Surplus NPI ditopang oleh surplus neraca transaksi modal
     dan finansial yang meningkat serta defisit neraca transaksi berjalan yang lebih rendah. Dengan
     perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa meningkat dari sebesar 140,2 miliar dolar AS pada akhir
     Juni 2024 menjadi sebesar 149,9 miliar dolar AS pada akhir September 2024, atau setara dengan
     pembiayaan 6,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar
     kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

     Neraca transaksi berjalan mencatat penurunan defisit. Pada triwulan III 2024, neraca transaksi berjalan
     mencatat defisit sebesar 2,2 miliar dolar AS (0,6% dari PDB), lebih rendah dibandingkan dengan defisit
     sebesar 3,2 miliar dolar AS (0,9% dari PDB) pada triwulan II 2024. Kinerja neraca transaksi berjalan ditopang
     oleh surplus neraca perdagangan barang nonmigas yang berlanjut, didukung oleh pertumbuhan ekspor
     nonmigas seiring dengan kenaikan harga komoditas, di tengah impor yang tumbuh lebih tinggi sejalan
     meningkatnya aktivitas ekonomi domestik. Defisit neraca jasa menyempit didorong oleh meningkatnya
     surplus jasa perjalanan seiring naiknya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. Defisit neraca
     pendapatan primer juga menurun dipengaruhi oleh lebih rendahnya pembayaran imbal hasil investasi kepada
     investor nonresiden. Selain itu, peningkatan surplus neraca pendapatan sekunder yang didorong oleh
     penerimaan remitansi turut mendukung kinerja neraca transaksi berjalan.

     Surplus neraca transaksi modal dan finansial berlanjut. Neraca transaksi modal dan finansial mencatat
     surplus sebesar 6,6 miliar dolar AS pada triwulan III 2024, meningkat dibandingkan dengan surplus sebesar
     3,0 miliar dolar AS pada triwulan II 2024. Investasi langsung membukukan peningkatan surplus, utamanya
     berasal dari penyertaan modal di sektor Industri Pengolahan, Jasa Kesehatan, serta Transportasi,
     Pergudangan, dan Komunikasi, sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian
     nasional yang tetap terjaga. Aliran masuk modal asing ke berbagai instrumen investasi portofolio juga
     meningkat seiring dengan imbal hasil investasi yang tetap menarik. Di sisi lain, investasi lainnya mencatat
     kenaikan defisit didorong meningkatnya penempatan investasi swasta pada berbagai instrumen finansial luar
     negeri.

Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                     13
Page 31
     Ke depan, Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi
     prospek NPI dan terus memperkuat respons bauran kebijakan yang didukung sinergi kebijakan yang erat
     dengan Pemerintah dan otoritas terkait guna memperkuat ketahanan sektor eksternal. NPI 2024 diprakirakan
     tetap baik dengan defisit neraca transaksi berjalan terjaga dalam kisaran rendah sebesar 0,1% sampai
     dengan 0,9% dari PDB. Neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan tetap mencatatkan surplus
     didukung oleh peningkatan investasi langsung maupun investasi portofolio sejalan dengan persepsi positif
     investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang menarik.

     Sumber: Bank Indonesia


     2.1.3. Inflasi

     Pada Januari 2025 terjadi inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 0,76 persen dengan Indeks Harga Konsumen
     (IHK) sebesar 105,99. Inflasi provinsi y-on-y tertinggi terjadi di Provinsi Papua Pegunungan sebesar 4,55
     persen dengan IHK sebesar 112,06 dan terendah terjadi di Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 0,02 persen
     dengan IHK sebesar 105,90. Sementara deflasi provinsi y-on-y terdalam terjadi di Provinsi Gorontalo sebesar
     1,52 persen dengan IHK sebesar 104,85 dan terendah terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 0,06
     persen dengan IHK sebesar 106,11. Sedangkan inflasi kabupaten/kota y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten
     Jayawijaya sebesar 4,55 persen dengan IHK sebesar 112,06 dan terendah terjadi di Kota Pontianak sebesar
     0,02 persen dengan IHK sebesar 105,12. Deflasi kabupaten/kota y-on-y terdalam terjadi di Kabupaten
     Gorontalo sebesar 1,71 persen dengan IHK sebesar 105,87 dan terendah terjadi di Kota Palopo sebesar 0,01
     persen dengan IHK sebesar 104,69.

     Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks
     kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,69 persen; kelompok
     pakaian dan alas kaki sebesar 1,24 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin
     rumah tangga sebesar 1,14 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,84 persen; kelompok transportasi
     sebesar 0,76 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,11 persen; kelompok pendidikan
     sebesar 2,05 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,47 persen; dan
     kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,27 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang
     mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga
     sebesar 8,75 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,30 persen.




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                   14
Page 32
     2.1.4. Nilai Tukar Rupiah
     Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Desember 2024 memutuskan untuk
     mempertahankan BI-Rate sebesar 6,00%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25%, dan suku bunga
     Lending Facility sebesar 6,75%. Keputusan ini konsisten dengan arah kebijakan moneter untuk memastikan
     tetap terkendalinya inflasi dalam sasaran 2,5±1% pada 2024 dan 2025, serta mendukung pertumbuhan
     ekonomi yang berkelanjutan. Fokus kebijakan moneter diarahkan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar
     Rupiah dari dampak makin tingginya ketidakpastian perekonomian global akibat arah kebijakan Amerika
     Serikat (AS) dan eskalasi ketegangan geopolitik di berbagai wilayah. Ke depan, Bank Indonesia terus
     mencermati pergerakan nilai tukar Rupiah dan prospek inflasi serta dinamika kondisi ekonomi yang
     berkembang, dalam memanfaatkan ruang penurunan suku bunga kebijakan lanjutan. Sementara itu,
     kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran terus diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi
     yang berkelanjutan. Kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh untuk mendorong kredit/pembiayaan
     perbankan kepada sektor-sektor prioritas pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja, termasuk UMKM dan
     ekonomi hijau, melalui penguatan strategi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) mulai Januari
     2025, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian. Kebijakan sistem pembayaran juga diarahkan untuk
     turut mendorong pertumbuhan, khususnya sektor perdagangan dan UMKM, dengan memperkuat keandalan
     infrastruktur dan struktur industri sistem pembayaran, serta memperluas akseptasi digitalisasi sistem
     pembayaran.



Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                   15
Page 33
     Kebijakan nilai tukar Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas Rupiah dari dampak makin
     tingginya ketidakpastian global. Nilai tukar Rupiah pada Desember 2024 (hingga 17 Desember 2024)
     melemah sebesar 1,37% (ptp) dari bulan sebelumnya. Pelemahan nilai tukar Rupiah tersebut dipengaruhi
     oleh makin tingginya ketidakpastian global terutama terkait dengan arah kebijakan AS, ruang penurunan FFR
     yang lebih rendah, penguatan mata uang dolar AS secara luas, dan risiko geopolitik yang mengakibatkan
     berlanjutnya preferensi investor global untuk memindahkan alokasi portofolionya kembali ke AS. Secara
     umum pelemahan nilai tukar Rupiah tetap terkendali, yang bila dibandingkan dengan level akhir Desember
     2023 tercatat depresiasi sebesar 4,16%, lebih kecil dibandingkan dengan pelemahan Dolar Taiwan, Peso
     Filipina, dan Won Korea yang masing-masing terdepresiasi sebesar 5,58%, 5,94%, dan 10,47%. Ke depan,
     nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil didukung komitmen Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah,
     imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik.
     Seluruh instrumen moneter akan terus dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-
     market melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI, untuk memperkuat efektivitas kebijakan dalam
     menarik aliran masuk investasi portofolio asing dan mendukung penguatan nilai tukar Rupiah.

     2.1.5. Suku Bunga
     Kebijakan suku bunga Bank Indonesia terus diarahkan secara forward looking dan pre-emptive untuk
     mencapai sasaran inflasi yang ditetapkan Pemerintah, yaitu 2,5±1% pada tahun 2025 dan 2026. Rendahnya
     inflasi dan perlunya turut mendorong pertumbuhan ekonomi sesungguhnya membuka ruang bagi penurunan
     BI-Rate lebih lanjut setelah penurunan sebesar 25 bps menjadi 6,00% pada September 2024. Hal ini apabila
     mempertimbangkan tekanan inflasi inti (core inflation) yang bersumber dari dalam negeri diprakirakan tetap
     terkendali sejalan dengan ekspektasi inflasi yang terjaga dan kapasitas output potensial yang masih mampu
     memenuhi kenaikan permintaan. Namun demikian, risiko tekanan inflasi yang berasal dari gejolak global,
     yaitu dampak pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap harga barangbarang impor (imported inflation) perlu
     terus diwaspadai. Sejalan dengan itu, fokus kebijakan moneter dalam jangka pendek adalah untuk stabilisasi
     nilai tukar Rupiah dari dampak gejolak global dimaksud. Karenanya, kebijakan untuk memanfaatkan ruang
     penurunan lebih lanjut BI-Rate akan didasarkan pada asesmen terhadap data dan kondisi yang berkembang
     (data dependence). Sementara itu, untuk pengendalian inflasi harga pangan bergejolak (volatile food) dan
     harga yang diatur pemerintah (administered prices), koordinasi dengan Pemerintah (Pusat dan Daerah)
     melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP-TPID) terus diperkuat melalui Gerakan Nasional
     Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dengan mengerahkan seluruh 46 kantor Bank Indonesia di dalam
     negeri.

                                                 Suku Bunga Perbankan




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                      16
Page 34
2.2. TINJAUAN INDUSTRI REAL ESTATE DI INDONESIA
     Perseroan adalah perusahaan yang berencana menambah kegiatan usaha baru yang bergerak di bidang
     real estate dengan menyewakan tanah yang dimilikinya, sehingga pada sub bab ini akan disampaikan
     gambaran mengenai industri real estate.
     2.2.1 Jumlah Kawasan Industri di Indonesia
     Kawasan industri merupakan elemen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia.
     Sebagai negara berkembang dengan potensi sumber daya alam yang besar dan tenaga kerja yang melimpah,
     Indonesia telah menjadikan pengembangan kawasan industri sebagai prioritas dalam kebijakan
     pembangunan ekonomi jangka panjang. Kawasan-kawasan ini dirancang untuk menjadi pusat konsentrasi
     aktivitas industri manufaktur dan pengolahan, yang tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga
     mempercepat aliran investasi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong ekspor.

     Dalam beberapa dekade terakhir, Indonesia telah mengembangkan berbagai kawasan industri di wilayah-
     wilayah strategis seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera, dan Sulawesi. Kawasan-kawasan ini didukung
     oleh infrastruktur yang relatif memadai, insentif fiskal dari pemerintah, dan kemudahan dalam perizinan
     berusaha. Selain itu, kehadiran kawasan industri juga menjadi kunci dalam pemerataan pembangunan
     antarwilayah, mengurangi ketimpangan ekonomi, serta mempercepat integrasi ekonomi nasional dengan
     rantai pasok global.

     Namun demikian, pengembangan kawasan industri di Indonesia juga menghadapi sejumlah tantangan,
     seperti keterbatasan infrastruktur pendukung, persoalan lingkungan, dan kebutuhan peningkatan kualitas
     tenaga kerja. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam
     memastikan bahwa kawasan industri tidak hanya menjadi motor pertumbuhan ekonomi, tetapi juga
     mencerminkan prinsip pembangunan berkelanjutan.

     Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) per Juli 2024, terdapat 156 kawasan industri
     yang telah mendapatkan Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI) dan beroperasi di Indonesia. Total luas lahan
     kawasan industri ini mencapai 76.594 hektare, dengan sekitar 65,56% telah terisi oleh tenant atau penyewa.

     Dari jumlah tersebut, 61,76% kawasan industri masih terpusat di Pulau Jawa, dengan konsentrasi tinggi
     di Jawa Barat, khususnya di wilayah Bekasi dan Karawang. Sisanya tersebar di luar Jawa, antara lain:

             Sumatera              : 27 kawasan industri
             Kalimantan            : 12 kawasan industri
             Sulawesi              : 10 kawasan industri
             Maluku                : 3 kawasan industri
             Papua                 : 2 kawasan industri
             Nusa Tenggara         : 1 kawasan industri.

     2.2.2 Perkembangan Kawasan Industri di Indonesia
     Industri real estate di Indonesia, khususnya sektor lahan industri, mengalami perkembangan signifikan dalam
     beberapa tahun terakhir. Pada kuartal kedua tahun 2024, penjualan lahan industri di kawasan Jabodetabek
     tercatat mencapai 182,90 hektar, meningkat 184% dibandingkan kuartal sebelumnya. Sektor otomotif,
     terutama yang terkait dengan kendaraan listrik, mendominasi sekitar 70% dari total transaksi tersebut . Hal
     ini mencerminkan tren positif dalam investasi industri otomotif di Indonesia.


Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                   17
Page 35
     Selain itu, kawasan industri di luar Pulau Jawa juga menunjukkan potensi yang menjanjikan. Kawasan seperti
     Subang Smartpolitan di Jawa Barat mengalami lonjakan penjualan lahan hingga 2.706% pada kuartal III/2024
     dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh masuknya industri
     manufaktur dan investasi asing yang signifikan. Namun, tantangan seperti keterbatasan pasokan lahan dan
     peningkatan harga lahan industri, yang rata-rata mencapai Rp2.792.000 per m² pada Juni 2024, perlu
     diantisipasi oleh pengembang dan investor.

     Ke depan, sektor teknologi dan logistik diperkirakan akan menjadi pendorong utama dalam penyerapan lahan
     industri. Pusat data dan manufaktur kendaraan listrik diprediksi akan mendominasi permintaan lahan industri
     di masa depan. Meskipun terdapat tantangan seperti kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Upah
     Minimum Provinsi (UMP) pada 2025, yang dapat mempengaruhi biaya investasi, prospek sektor lahan industri
     tetap positif. Kebijakan pemerintah yang mendukung investasi dan pengembangan kawasan industri di luar
     Pulau Jawa juga menjadi faktor pendorong pertumbuhan sektor ini.

     2.2.3 Perkembangan Index Demand dan Supply
     Perkembangan Permintaan Properti Komersial
     Indikasi Permintaan Properti Komersial untuk kategori sewa pada triwulan II 2024 secara tahunan tumbuh
     4,00% (yoy), meningkat di bandingkan triwulan I 2024 yang tumbuh 3,41% (yoy) (Grafik 1). Peningkatan
     Indeks Permintaan untuk kategori sewa terjadi pada segmen perkantoran sewa di Jakarta, Bandung, dan
     Denpasar seta segmen ritel sewa di wilaya Bodebek (Bogor, Depok, Bekasi), Denpasar, dan Semarang.
     Selanjutnya, Peningkatan indeks permintaan terjadi pada segmen hotel di Jakarta dan Semarang. Sementara
     Itu, Indeks Permintaan Properti Komersial untuk kategori jual pada triwulan II 2024 tumbuh 0,32% (yoy), relatif
     stabil dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 0,34 (yoy) (Grafik 2). Hal tersebut di
     pengaruhi oleh terjaganya permintaan pada semua segmen kategori jual.




     Sejalan dengan pertumbuhan secara tahunan, Indeks Permintaan Properti Komersial kategori sewa secara
     triwulan meningkat sebesar 2,27% (qtq), setelah sebelumnya terkontraksi 2,82% (qtq) (Grafik 3). Peningkatan
     Indeks Permintaan tersebut terutama di dorong oleh Peningkatan pada segmen hotel di seluruh kota yang di
     survei dan segmen Convention Hall. Selanjutnya, Indeks Permintaan Properti Komersial kategori jual pada
     triwulan II tumbuh sebesar 0,10% (qtq), Meningkat dibandingkan triwulan I 2024 yang tumbuh 0,04% (qtq)
     (Grafik 4). Peningkatan Indeks Permintaan di dorong oleh kenaikan permintaan pada segmen lahan industri
     di wilayah Bodebek, Makassar, dan Semarang Serta segmen Warehouse Complex di Jakarta dan
     Palembang.




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                       18
Page 36
     Perkembangan Pasokan Properti Komersial

     Indeks Pasokan Properti Komersial kategori sewa pada triwulan II 2024 tumbuh 2,15% (yoy), tidak setinggi
     kenaikantriwulan I 2024 yang tumbuh 2,31% (yoy) (Grafik 5). Tingginya permintaan pada segmen hitel di
     mayoritas kota yang di survei mendorong peningkatan okuansi dan lebih lanjut berdampak pada melambatnya
     indeks pasokan pada segmen tersebut. Sementara apartemen sewa tercatat mengalami peningkatan
     pasokan akibat permintaan yang masih rendah. Di sisi lain, indeks pasokan properti Komersial kategori jual
     tumbuh 0,07% (yoy), relatif stabil dan triwulan sebelumnya sebersar 0,4% (yoy) (grafik 6). Kondisi ini didorong
     oleh peningkatan pasokan khususnya penambahan area pada segmen warehouse complex di Jakarta dan
     palembang.




     Secara triwulan, Indeks Pasokan Properti Komersial kategori sewa pada triwulan II 2024 juga mengalami
     perlambatan dari 1,54% (qtq) pada Triwulan I 2024 menjadi 0,49% (qtq) (Grafik 7). Kondisi ini disebabkan
     oleh perlambatan indeks pasokan pada mayoritas segmen kategori sewa kecuali segmen apartemen.
     Selanjutnta, indeks pasoksan properti Komersial kategori jual mengalami peningkata sebesar 0,08% (qtq)
     setelah triwulan sebelumnya stagnan (grafik 8). Peningkatan ini terutama di dorong oleh pengembangan
     segmen warehouse complex di beberapa daerah sebagai Upaya mengantisipasi peningkatan permintaan.




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                       19
Page 37
     Perkembangan Harga Properti Komersial

     Peningkatan Permintaan properti Komersial diikuti dengan kenaikan harga properti khususnya pada kategori
     sewa. Indeks harga properti Komersial untuk kategori sewa pada triwulan II 2024 Naik 2,32% (yoy), Meningkat
     di bandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 2,10% (yo) (Grafik 9). Peningkatan Indeks harga pada
     Kategori sewa terutama didorong kenaikan harga pada segmen ritel di Jakarta, Banten, Denpasar dan
     Palembang. Selain itu, Peningkatan indeks Hraga Sewa juga di dorong oleh kenaiakan harga pada segmen
     hotel di Jakarta, bodebek, Surabaya dan Makassar serta segmen convention hall di Jakarta. Selanjutnya,
     perkembanagan indeks harga properti Komersial untuk kategori jual pada triwulan II 2024 melambat sebesar
     0,63% (yoy), lebiih rendah di bandingkan triwulan I 2024 yang naik 0,69% (Grafik 10). Perlambatan Indeks
     Harga Tersebut terjadi pada seluruh segmen kategori jual.




     Secara triwulan, Indeks Harga Properti Komersial untuk kategori sewa pada triwulan II 2024 meningkat
     sebesar 1,47% (qtq) setelah pada triwulan sebelumnya mengalami kontraksi 2,65% (qtq) (Grafik 11).
     Peningkatan terutama terjadi pada segmen convention hall dan hotel pada mayoritas kota yang disurvei
     kecuali semarang. Di sisi lain, Indeks Harga Properti Komersial untuk kategori jual pada triwulan II 2024
     tumbuh 0,15%(qtq), meningkat di bandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 0,05% (qtq) (Grafik 12).
     Peningkatan ini terutama di sebebkan oleh kenaikan Indeks Harga pada segmen lahan industri dan
     warehouse complex.




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                   20
Page 38
2.3. PERKEMBANGAN PENJUALAN INDUSTRI REAL ESTAT DI JABODETABEK
     Industri real estat di kawasan Jabodetabek terus menunjukkan perkembangan yang dinamis, didorong oleh
     pertumbuhan ekonomi nasional serta peningkatan kebutuhan hunian. Urbanisasi yang pesat menyebabkan
     lonjakan permintaan terhadap rumah tinggal, terutama di segmen menengah ke bawah. Pemerintah juga
     berperan aktif melalui program-program perumahan subsidi seperti FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan
     Perumahan), yang mendorong peningkatan penjualan rumah tapak di pinggiran Jakarta seperti Bekasi,
     Bogor, dan Tangerang.
     Pada triwulan I 2024, industri real estat di Jabodetabek menunjukkan kinerja yang positif. Penjualan rumah
     tapak meningkat pesat, terutama di Tangerang Selatan dan Tangerang, yang mencatatkan pertumbuhan
     permintaan sebesar 84% dan 41% secara kuartalan. Hal ini didorong oleh insentif pembebasan PPN untuk
     rumah dengan harga jual hingga Rp2 miliar dan pengurangan PPN untuk rumah dengan harga jual di atas
     Rp2 miliar hingga Rp5 miliar. Kebijakan ini memberikan stimulus signifikan terhadap permintaan rumah baru
     di kawasan tersebut.
     Namun, tren positif tersebut tidak bertahan hingga akhir tahun. Pada kuartal IV 2024, penjualan properti
     residensial mengalami kontraksi sebesar 15,09% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
     Penurunan ini terutama terjadi pada rumah tipe kecil dan menengah, dengan kontraksi masing-masing
     sebesar 23,70% dan 16,61%. Sebaliknya, penjualan rumah tipe besar justru mengalami pertumbuhan
     sebesar 20,44%.
     Meskipun ada insentif pajak, daya beli masyarakat tetap menjadi tantangan utama. Sebagian besar
     pembelian properti dilakukan melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR), yang mencakup 72,54% dari
     total pembiayaan. Namun, fluktuasi suku bunga dan inflasi bahan bangunan dapat mempengaruhi
     kemampuan konsumen untuk membeli rumah, terutama di segmen menengah ke bawah.
     Ke depan, pasar properti Jabodetabek diperkirakan akan terus berkembang, terutama dengan adanya proyek
     infrastruktur seperti Jalan Tol Serpong-Balaraja yang meningkatkan aksesibilitas ke kawasan penyangga.
     Selain itu, segmen milenial dan konsep properti hijau diprediksi akan menjadi tren utama, mengingat semakin
     tingginya kesadaran akan pentingnya lingkungan dan gaya hidup berkelanjutan.
2.4. Pesaing Usaha
     Dalam kegiatan usaha sewa menyewa ini terdapat pesaing yang berdasarkan lokasi berada di pulau Jawa
     dan sekitar nya, diantaranya adalah :

                    Nama Pesaing                                        Keunggulan
      PT Kawasan Industri Jababeka Tbk  Mengelola lebih dari 2.000 hektar lahan industri
      (Jababeka Group), Kota Jababeka, Cikarang,   dengan lebih dari 1.650 perusahaan tenant dari 30
      Bekasi, Jawa Barat                           negara.
                                                  Menawarkan berbagai fasilitas seperti kawasan
                                                   industri, residential estate, pusat bisnis, dry port, dan
                                                   pendidikan melalui President University.
                                                  Berpengalaman lebih dari 30 tahun dalam
                                                   pengembangan kawasan industri dan perumahan.
      Bumimas Group, Banten, Jawa Barat, Jawa  Menyediakan lahan industri siap bangun dengan
      Tengah, dan Jawa Timur                       status legalitas yang jelas dan infrastruktur lengkap.
                                                  Menawarkan lokasi strategis dekat dengan pelabuhan,
                                                   bandara, dan akses tol.
                                                  Mendukung investor dengan layanan tambahan
                                                   seperti pelatihan tenaga kerja dan perizinan.

Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                   21
Page 39
      PT Kawasan Industri Gresik (KIG) – Anak  Mengelola kawasan industri seluas ±135 ha di Gresik
      Perusahaan Semen Indonesia (SIG), Gresik   dan ±200 ha di Tuban.
      dan Tuban, Jawa Timur                     Fasilitas lengkap seperti instalasi pengolahan air
                                                 bersih, air limbah, sistem drainase, listrik, gas, dan
                                                 keamanan lingkungan.
                                                Menjadi pilihan bagi berbagai industri seperti
                                                 petrokimia, pengolahan logam, dan makanan.
      PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) –  Mencatatkan penjualan lahan industri terbanyak pada
      Subang Metropolitan, Subang, Jawa Barat    kuartal II-2024, dengan transaksi mencapai 118
                                                 hektar.
                                                Menjadi pilihan utama bagi industri otomotif dan suku
                                                 cadang.
                                                Memiliki kawasan industri dengan aksesibilitas tinggi
                                                 dan infrastruktur modern.
      PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW),  Menyediakan lahan industri siap bangun seluas lebih
      Semarang, Jawa Tengah                      dari 250 hektar.
                                                Telah menjadi rumah bagi lebih dari 100 investor
                                                 dengan berbagai klaster bisnis.
                                                Dilengkapi dengan fasilitas modern dan akses mudah
                                                 ke jalur transportasi utama.

2.5. Strategi Pemasaran
     Strategi pemasaran untuk bisnis sewa menyewa tanah dan bangunan (khususnya gudang di kawasan
     industri) perlu terfokus pada efektivitas, jaringan, dan penyampaian nilai tambah dari properti yang Anda
     miliki. Berikut strategi yang ditawarkan dari Perseroan untuk mengoptimalkan dalam penjualan sebagai
     berikut :
    1. Segmentasi Pasar & Penentuan Target
         Fokus pada calon penyewa dari kalangan Perusahaan logistik dan distribusi, Manufaktur kecil hingga
         menengah, E-commerce dan start-up pergudangan, Importir/eksportir, Perusahaan ritel besar dan
         menggunakan pendekatan B2B (business-to-business) karena target utamanya adalah korporasi.
    2. Penawaran Nilai Tambah (Unique Selling Proposition/USP)
         Menambahkan nilai tambah pada fasilitas tambahan seperti akses, sistem keamanan 24 jam, CCTV, dan
         pagar perimeter, ketersediaan loading dock, forklift, atau sistem rak, bebas banjir dan legalitas lengkap.
    3. Digital Marketing
         Memberikan website khusus profesional untuk listing gudang yang akan disewakan, tampilan foto, denah
         dan fitur gudang serta kontak person yang fast response akan sangat membantu dalam melisting gudang-
         gudang yang akan disewakan. Serta, pengoptimalisasi pencarian pada mesin pencari seperti Google dan
         penggunaan google ads, instagram ads ataupun website-website listing properti third party lain nya.
    4. Strategi Pricing dan Fleksibilitas
         Memberikan opsi sewa jangka pendek maupun jangka panjang, serta diskon-diskon tahunan atau
         penyewaan lebih dari satu (multi – unit).



Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                      22
Page 40
2.6. Kesimpulan Kelayakan Pasar
     Mengacu pada perkembangan pasar Real Estate secara umum, pangsa pasar, serta adanya perencanaan
     dan strategi pemasaran yang baik, dapat disimpulkan bahwa kegiatan usaha baru mempunyai prospek yang
     baik dimasa yang akan datang.

     Berdasarkan evaluasi terhadap aspek pasar dalam Rencana Penambahan KBLI baru melalui kegiatan
     penyewaan Bangunan Industri (Gudang), maka disimpulkan bahwa aspek pasar ini adalah layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                            23
Page 41
                             3 KELAYAKAN TEKNIS
3.1. Analisis Kelayakan Teknis

     Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah
     menjalankan usaha dalam bidang industri khususnya industri Tekstil dan investasi, yang mencakup usaha
     utama dalam bidang industri tekstil antara lain polimerisasi, serat sintetis, permintalan, pertenunan.
     Menjalankan usaha bidang usaha bidang pembangkit listrik dengan menggunakan tenaga air, gas, panas
     bumi, batu bara dan lain-lain serta usaha pengembangan bidang tenaga uap. Menjalankan usaha-usaha di
     bidang perdagangan umum secara impor, ekspor, lokal serta antar pulau (interinsulair) baik untuk
     perhitungan sendiri maupun secara komisi atas perhitungan pihak lain, demikian pula usaha-usaha
     perdagangan sebagai leveransier (supplier), grosir dan distributor, perwakilan atau peragenan dari
     perusahaan – perusahaan atau badan-badan lain baik dari dalam maupun luar negeri. Investasi diberbagai
     bidang industri. Investasi diberbagai bidang industri. Untuk kegiatan usaha penunjang dapat menjalankan
     usaha dalam bidang industri semen dan bahan bangunan.


     Kegiatan usaha yang tercantum dalam pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan sudah Perusahaan jalankan.
     Namun, Perusahaan berhenti beroperasi di tahun 2017 dan sempat menjalankan kembali beberapa bagian
     unit produksi di tahun 2019, kemudian berhenti kembali di tahun 2022. Setelah berhenti beroperasi di tahun
     2017, untuk memenuhi biaya-biaya yang tetap harus dibayar, Perusahaan menjual sebagian aset yang sudah
     tidak dipakai dan menyewakan bangunan-bangunan gudang yang dimiliki yang sebagaimana dimaksud pada
     tujuan pada Studi Kelayakan ini sesuai dengan KBLI 68111. Kelompok ini mencakup usaha pembelian,
     penjualan, persewaan dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa, seperti
     bangunan apartemen, bangunan hunian dan bangunan non hunian (seperti fasilitas penyimpanan/gudang,
     mall, pusat perbelanjaan dan lainnya) serta penyediaan rumah dan flat atau apartemen dengan atau tanpa
     perabotan untuk digunakan secara permanen, baik dalam bulanan atau tahunan. Termasuk kegiatan
     penjualan tanah, pengembangan gedung untuk dioperasikan sendiri (untuk penyewaan ruang-ruang di
     gedung tersebut), pembagian real estat menjadi tanah kapling tanpa pengembangan lahan dan
     pengoperasian kawasan hunian untuk rumah yang bisa dipindah-pindah.

     Pengembangan kegiatan usaha baru yang dilakukan oleh Perseroan adalah menyewakan beberapa unit
     gudang. Gudang tersebut telah dimiliki oleh Perseroan selama beberapa tahun, dan saat ini sebagian dari
     aset tersebut bersifat non operasional (tidak digunakan untuk kegiatan operasional Perseroan) dikarenakan
     telah berhenti beroperasi pada tahun 2017. Aset-aset gudang yang akan disewakan ini merupakan bagian-
     bagian dari pabrik perseroan yang berada di Jalan Moch. Toha No. KM.6, Kelurahan Pasawahan, Kecamatan
     Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40256.




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                  24
Page 42
     Berikut beberapa aset gudang yang akan disewakan oleh Perseroan :

                                                                                                 Luas Bangunan
         No.               Nama Gudang                                   Lokasi
                                                                                                      (m2)
          1                 Gudang G 1                                                                     5.050
          2                 Gudang G 2                                                                     7.336
          3                 Gudang G 3                                                                     7.908
          4                 Gudang G 4                                                                    10.115
          5                 Gudang G 5                                                                     5.170
          6                 Gudang G 6                                                                     2.262
          7                 Gudang G 7                                                                     1.491
          8                 Gudang G 8                                                                       480
          9                 Gudang G 9                                                                       500
          10                Gudang G 10                                                                    4.007
                                                          Jalan Moch. Toha No. KM.6, Kelurahan
          11                Gudang G.11                                                                      317
                                                           Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot,
          12                Gudang G.12                                                                    4.083
                                                          Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40256.
          13                Gudang G.13                                                                    3.200
          14                Gudang G.14                                                                    2.164
          15                Gudang G.15                                                                    2.106
          16                Gudang G.16                                                                    2.304
          17                Gudang G.17                                                                    1.440
          18                Gudang G.18                                                                    1.440
          19                Gudang G.19                                                                      576
          20                Gudang G.20                                                                    4.032
          21                Gudang G.21                                                                      160
          22                Gudang G.22                                                                    1.081


     Berikut gambar dari aset-aset gudang yang akan disewakan :
                                                     (Gudang G.2)
                          Gudang G.1                                              Gudang G.2




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                               25
Page 43
                          Gudang G.3                      Gudang G.4




                          Gudang G.7                      Gudang G.8




                          Gudang G.13                     Gudang G.14




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                 26
Page 44
                          Gudang G.15                     Gudang G.17




                          Gudang G.18                     Gudang G.19




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                 27
Page 45
     Berikut gambar situasi dan lokasi dari aset-aset gudang yang akan disewakan :




3.2. Kapasitas

     Gudang milik perusahaan berada di atas Surat Hak Guna Bangunan No. 10 dengan total luas tanah 46.600
     m2 yang berada di Jalan Moch. Toha No. KM.6, Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten
     Bandung, Jawa Barat 40256. Diatas tanah tersebut terdapat pengembangan bangunan dengan total 22 aset
     gudang yang semua nya berada didalam satu kawasan yang sama yakni di Jalan Moch. Toha No. KM.6,
     Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40256. Dari ke 22 gudang
     yang akan disewakan tersebut memiliki luas bangunan dan fasilitas yang bervariasi. Total luas bangunan
     gudang keseluruhan yang akan disewakan pada penyusunan laporan studi kelayakan ini adalah 67.223 m2.
     Perseroan juga menginformasikan, bahwa ada beberapa unit gudang yang pada saat ini sudah dalam
     keadaan tersewa/terisi dan ada beberapa lagi yang masih kosong seperti dibawah ini :




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                              28
Page 46
                                                                        Luas Bangunan
           No.        Nama Gudang                         Lokasi                           Keterangan
                                                                             (m2)
            1          Gudang G 1                                                 5.050       TERISI
            2          Gudang G 2                                                 7.336       TERISI
            3          Gudang G 3                                                 7.908       TERISI
            4          Gudang G 4                                               10.115       KOSONG
            5          Gudang G 5                                                 5.170       TERISI
            6          Gudang G 6                                                 2.262       TERISI
            7          Gudang G 7                                                 1.491      KOSONG
            8          Gudang G 8                                                   480      KOSONG
            9          Gudang G 9                                                   500      KOSONG
                                            Jalan Moch. Toha No. KM.6,
            10         Gudang G 10                                                4.007      KOSONG
                                              Kelurahan Pasawahan,
            11         Gudang G.11                                                  317       TERISI
                                             Kecamatan Dayeuhkolot,
            12         Gudang G.12                                                4.083       TERISI
                                          Kabupaten Bandung, Jawa Barat
            13         Gudang G.13                                                3.200      KOSONG
                                                     40256.
            14         Gudang G.14                                                2.164      KOSONG
            15         Gudang G.15                                                2.106      KOSONG
            16         Gudang G.16                                                2.304      KOSONG
            17         Gudang G.17                                                1.440      KOSONG
            18         Gudang G.18                                                1.440      KOSONG
            19         Gudang G.19                                                  576      KOSONG
            20         Gudang G.20                                                4.032       TERISI
            21         Gudang G.21                                                  160       TERISI
            22         Gudang G.22                                                1.081       TERISI

3.3. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya

     Bahan Baku Mentah, Pekerja, Dan Ahli Profesional

     Dalam menjalankan bisnisnya, ketersediaan bahan baku mentah bukan merupakan hal yang harus
     diperhatikan dalam menjalankan bisnis sewa menyewa aset dalam hal ini gudang, dimana Perseroan sudah
     memiliki sendiri aset yang akan disewakan.

     Sementara itu, berkaitan dengan pekerja dan tenaga ahli profesional, Perseroan telah merencanakan tenaga
     kerja yang berkompeten dibidangnya dalam kaitannya dengan pengelolaan dan pemasaran properti. Saat ini,
     Perseroan telah memiliki jumlah sumber daya manusia yang memadai, dimana tenaga ahli tersebut berasal
     dari tenaga ahli yang telah bekerja pada Perseroan. Meskipun demikian, dalam rangka mendukung rencana
     ekspansi usaha ke depan, perusahaan merencanakan penambahan tenaga kerja profesional melalui
     perluasan tim yang secara khusus akan difokuskan pada pengelolaan dan pemasaran properti. Langkah ini
     juga diharapkan dapat mendorong pengelolaan dan pemasaran terhadap aset-aset yang akan disewakan
     secara optimal.

     Dalam menjalankan kegiatan usaha tersebut, Perseroan rencana akan melakukan penambahan tenaga kerja
     sebagai berikut:

                                            Kategori                          Jumlah orang
                      Karyawan tetap                                                0
                      Tenaga Kerja (Kontrak)                                        2
                      Total Tenaga Kerja                                            2



Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                 29
Page 47
3.4. Proses Produksi / Flowchart

     Proses dari kegiatan sewa menyewa Perseroan adalah sebagai berikut :

          1. Perseroan menerima surat permintaan penawaran dari calon penyewa sebagai pengajuan proses
             sewa menyewa gudang.
          2. Surat permintaan penawaran tersebut akan dikaji terlebih dahulu oleh Perseroan untuk mengetahui
             apakah harga sewa yang diajukan menghasilkan keuntungan yang ideal.
          3. Setelah itu Perseroan akan membuat surat penawaran kepada calon penyewa, berdasarkan diskusi
             internal manajemen.
          4. Jika calon penyewa setuju dengan penawaran yang telah diberikan oleh Perseroan, maka perjanjian
             kerjasama akan dibuat sebagai bentuk kesepakatan resmi antara kedua belah pihak. Didalam
             kerjasama tersebut menegaskan hak, kewajiban dan tanggung jawab masing-masing pihak dalam
             kerjasama yang akan dilakukan.
          5. Selanjutnya pihak menyewa melakukan pembayaran sesuai dengan kesepakatan yang tertuang
             dalam kontrak kerja sama.
          6. Setelah proses kerjasama berlangsung, Perseroan akan mengevaluasi harga sewa dan
             perpanjangan jangka waktu sewa.

3.5. Kesimpulan Kelayakan Teknis

     Berdasarkan evaluasi terhadap aspek teknis dalam Rencana Penambahan KBLI baru melalui kegiatan
     penyewaan gudang, maka disimpulkan bahwa aspek kelayakan teknis ini adalah layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                               30
Page 48
                       4 KELAYAKAN POLA BISNIS
4.1. Analisis Kelayakan Pola Bisnis

 4.1.1. Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Dari Pola Bisnis

         Perseroan merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri khususnya industri Tekstil
         dan investasi, yang mencakup usaha utama dalam bidang industri tekstil antara lain polimerisasi, serat
         sintetis, permintalan, pertenunan. Namun, Perseroan berhenti beroperasi di tahun 2017 dan sempat
         menjalankan kembali beberapa bagian unit produksi di tahun 2019, kemudian berhenti kembali di tahun
         2022. Setelah berhenti beroperasi di tahun 2017, untuk memenuhi biaya-biaya yang tetap harus dibayar,
         Perusahaan menjual sebagian aset yang sudah tidak dipakai dan menyewakan bangunan-bangunan
         gudang yang dimiliki yang sebagaimana dimaksud pada tujuan pada Studi Kelayakan ini.

         Keunggulan kompetitif yang dapat dikembangkan oleh Perseroan dalam bisnis sewa menyewa bangunan
         dalam hal ini adalah gudang adalah sebagai berikut :

             1. Memiliki harga sewa yang kompetitif.
             2. Lokasi yang strategis serta berada di area industrial yang cocok sebagaimana fungsi bangunan
                sebagai gudang.
             3. Menyediakan fasilitas dan infrastruktur yang dibutuhkan, seperti listrik, air bersih, fasilitas
                keamanan, akses internet, pemelihaan gudang, dan kebersihan.

 4.1.2. Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk pada KBLI Baru

         Saat ini terdapat beberapa perusahaan sejenis yang menyewakan lahan maupun aset-aset yang sama
         seperti gudang pada area industri, namun keunggulan kompetitif yang dimiliki Perseroan diharapkan dapat
         memitigasi risiko persaingan, sehingga bisnis baru Perseroan dapat diterima oleh pasar.

         Untuk mitigasi risiko persaingan, maka Perseroan menggunakan strategi sebagai berikut :

           1. Membangun citra yang baik dalam memberikan layanan kepada penyewa.
           2. Mengembangkan keahlian dan infrastruktur yang unggul dalam manajemen properti penyewaan
              gudang.
           3. Gudang yang disewakan memiliki lokasi yang strategis dan tepat sasaran karena berada di
              kawasan industri.

 4.1.3. Kemampuan Menciptakan Nilai Tambah Pada KBLI Baru

         Perseroan dapat menciptakan nilai tambah dari penambahan KBLI baru, karena dengan dilakukannya
         penambahan kegiatan usaha ini dapat meningkatkan potensi bisnis dan berpeluang besar dalam
         memperoleh laba. Perseroan memiliki pangsa pasar yang tepat sesuai dengan lokasi dari aset-aset
         gudang yang berada di kawasan industri. Dengan memanfaatkan aset-aset yang non operasional
         eksisting yang akan disewakan, hal ini memberikan peluang yang besar bagi Perseroan dalam
         mempertahankan keberlangsungan usaha.




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                   31
Page 49
4.1.4. Analisis SWOT

       Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, and threat) terdiri atas faktor internal yang bisa dikontrol
       dan faktor eksternal atau lingkungan yang mungkin sulit untuk dikontrol. Kedua sisi dianalisis agar dapat
       disusun suatu strategi sehingga tercapai keberhasilan dan mempunyai daya saing. Dari faktor internal bisa
       diidentifikasi kekuatan dan kelemahan (strength and weakness) sedangkan dari faktor eksternal berupa
       peluang dan ancaman (opportunity and threat).

      1. Strength (Kekuatan)
          Potensi Pendapatan Pasif: Kegiatan penyewaan atau pengelolaan properti memberikan arus kas
           berulang tanpa perlu keterlibatan operasional harian yang intensif.
          Aset Bernilai Tinggi: Properti merupakan aset berwujud yang cenderung mengalami apresiasi nilai
           dalam jangka panjang.
          Diversifikasi Usaha: Menambah KBLI ini dapat memperluas portofolio usaha dan mengurangi risiko
           bisnis secara keseluruhan.
          Permintaan Stabil: Kebutuhan ruang (hunian, kantor, ruko) cenderung stabil, bahkan meningkat
           dengan pertumbuhan populasi dan urbanisasi.

      2. Weakness (Kelemahan)
          Perbedaan Modal Awal Besar: Investasi properti memerlukan dana yang signifikan, baik untuk
           pembelian aset maupun pemeliharaan.
          Manajemen Aset Kompleks: Pengelolaan penyewa, perawatan bangunan, dan kepatuhan hukum
           memerlukan sistem dan SDM yang andal.
          Likuiditas Rendah: Properti tidak mudah diuangkan secara cepat dibandingkan aset keuangan
           lainnya.
          Ketergantungan pada Lokasi: Nilai dan kinerja properti sangat tergantung pada lokasi dan
           perkembangan kawasan.


      3. Opportunity (Kesempatan)
          Pertumbuhan Urbanisasi: Peningkatan permintaan untuk ruang tinggal dan komersial di daerah
           berkembang atau kota besar.
          Insentif Pemerintah: Tersedianya program pembiayaan, insentif pajak, atau regulasi pendukung di
           sektor properti.
          Transformasi Digital: Meningkatnya penggunaan platform online untuk menyewa dan mengelola
           properti secara lebih efisien.
          Diversifikasi Produk Properti: Peluang untuk menyewakan co-working space, rumah singgah, kos
           eksklusif, hingga ruang event.

      4. Threat (Ancaman)
          Fluktuasi Ekonomi: Krisis ekonomi atau penurunan daya beli dapat menurunkan okupansi atau
           harga sewa.
          Regulasi yang Ketat: Perubahan aturan tata ruang, perpajakan, atau batasan zonasi dapat
           membatasi operasional usaha.
          Risiko Bencana atau Force Majeure: Gempa, banjir, atau pandemi bisa merusak properti atau
           mengganggu penyewaan.
          Kompetisi Tinggi: Banyaknya pemain di sektor properti dapat menurunkan margin keuntungan,
           terutama di area padat.

Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                      32
Page 50
4.1.5. Kesimpulan Kelayakan Pola Bisnis

       Berdasarkan evaluasi terhadap aspek pola bisnis dari manajemen perusahaan dalam Rencana
       Penambahan KBLI baru melalui kegiatan penyewaan gudang, maka disimpulkan bahwa aspek pola bisnis
       ini adalah layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                           33
Page 51
            5 KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN
5.1.   Analisis Kelayakan Model Manajemen

 5.1.1. Ketersediaan Tenaga Kerja

         Dalam rencana penambahan KBLI baru ini diperlukan tenaga kerja yang berkompeten dibidangnya dalam
         kaitannya dengan pengelolaan dan pemasaran properti.
         Saat ini, Perseroan telah memiliki jumlah sumber daya manusia yang memadai, dimana tenaga ahli
         tersebut berasal dari tenaga ahli yang telah bekerja pada Perseroan. Meskipun demikian, dalam rangka
         mendukung rencana ekspansi usaha ke depan, perusahaan merencanakan penambahan tenaga kerja
         profesional melalui perluasan tim yang secara khusus akan difokuskan pada pengelolaan dan pemasaran
         properti. Langkah ini juga diharapkan dapat mendorong pengelolaan dan pemasaran terhadap aset-aset
         yang akan disewakan secara optimal.
         Dalam menjalankan kegiatan usaha eksisting, Perusahaan memiliki ketersediaan tenaga kerja sebagai
         berikut:

         Eksisting:
                                            Kategori                           Jumlah Kerja
                      Karyawan tetap                                                  1
                      Tenaga Kerja (Kontrak)                                         51
                      Total Tenaga Kerja                                             52


         Penambahan:

                                            Kategori                       Jumlah Tenaga Kerja
                      Karyawan tetap (Manager)                                        1
                      Tenaga Kerja (Kontrak)                                          1
                      Total Tenaga Kerja                                              2



 5.1.2. Manajemen Kekayaan Intelektual

         Manajemen hak atas kekayaan intelektual adalah pengelolaan dan pengaturan penggunaan gagasan-
         gagasan dan ekspresi yang diciptakannya oleh sumber daya manusia yang dimiliki untuk jangka waktu
         tertentu. Dalam pengelolaan hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki sumber daya manusia diharapkan
         akan lahirnya inovasi-inovasi baru yang muaranya bertujuan untuk mengefisienkan dan mengefektifkan
         pekerjaan. Dalam kaitannya dengan hal ini, Perseroan akan memastikan sumber daya manusia memiliki
         kompetensi teknis yang diperlukan.




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                  34
Page 52
 5.1.3. Manajemen Risiko

         Manajemen risiko adalah suatu proses identifikasi, penilaian, dan pengelolaan risiko yang mungkin terjadi
         pada suatu kegiatan usaha atau operasional. Risiko yang muncul bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor
         internal maupun eksternal. Oleh karena itu, perlu adanya tindakan ataupun pencegahan mitigasi dari
         risiko-risiko tersebut. Perseroan dalam hal ini telah melakukan identifikasi serta kemungkinan munculnya
         potensi risko dan dampak yang akan timbul kedepannya. Berikut risiko dan mitigasi risiko yang telah
         Perseroan identifikasi:

         1.   Risiko Regulasi dan Kebijakan Pemerintah

              Deskripsi Risiko: Adanya perubahan dalam regulasi atau kebijakan pemerintah yang terkait dengan
              pengelolaan properti dapat mempengaruhi operasi dan kegiatan usaha dalam KBLI ini. Misalnya,
              kebijakan terkait dengan pajak properti, pembatasan penggunaan lahan, atau regulasi lingkungan.

              Mitigasi Risiko: Perusahaan harus terus mengikuti perubahan peraturan dan kebijakan pemerintah,
              baik di tingkat lokal maupun nasional. Membangun hubungan yang baik dengan pihak berwenang
              dan mematuhi regulasi yang berlaku sangat penting. Selain itu, berinvestasi dalam sistem kepatuhan
              yang memadai dapat membantu meminimalkan dampak perubahan kebijakan.

         2.   Risiko Pasar dan Permintaan

              Deskripsi Risiko: Permintaan terhadap properti sewa atau jual dapat berubah secara signifikan
              tergantung pada kondisi ekonomi, demografi, dan tren gaya hidup.

              Mitigasi Risiko: Perusahaan harusnya menawarkan opsi sewa jangka pendek, fleksibel, atau co-
              working untuk menarik tenant. Lakukan survei atau analisis tren properti secara rutin untuk
              memahami pergeseran kebutuhan pasar. Miliki berbagai jenis properti (residensial, komersial,
              gudang) di berbagai lokasi.

         3.   Risiko Keuangan

              Deskripsi Risiko: Penyewa properti mungkin tidak membayar sewa tepat waktu atau bahkan
              menunggak dalam jangka panjang. Hal ini dapat mengganggu arus kas dan menimbulkan kerugian.

              Mitigasi Risiko: Seleksi penyewa yang ketat: Lakukan verifikasi latar belakang keuangan, histori
              kredit, dan referensi dari pemilik sebelumnya. Sistem deposit dan jaminan: Gunakan uang jaminan
              (security deposit) setara 2–3 bulan sewa. Kontrak sewa yang kuat: Sertakan klausul penalti
              keterlambatan dan prosedur pengakhiran kontrak jika terjadi tunggakan. Otomatisasi penagihan:
              Gunakan sistem pembayaran otomatis (auto debit) untuk mengurangi risiko keterlambatan. Asuransi
              sewa (rental guarantee insurance): Asuransi ini menanggung kerugian jika penyewa gagal
              membayar.




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                     35
Page 53
         4.   Risiko Operasional

              Deskripsi Risiko: Risiko operasional dalam pengelolaan properti mencakup pemeliharaan dan
              perawatan bangunan, manajemen fasilitas, dan pengelolaan kontrak sewa. Kegagalan dalam
              mengelola operasional ini dapat berdampak pada kepuasan penyewa dan reputasi perusahaan.

              Mitigasi Risiko: Membangun sistem manajemen operasional yang efisien dan mengutamakan
              pemeliharaan preventif adalah langkah utama dalam mengurangi risiko operasional. Selain itu,
              memiliki tim yang berkompeten dalam mengelola properti dan hubungan yang baik dengan penyewa
              juga sangat penting.

         5.   Risiko Lingkungan

              Deskripsi Risiko: Risiko lingkungan mencakup bencana alam seperti banjir, gempa bumi, atau
              kebakaran yang dapat merusak properti dan menyebabkan kerugian finansial. Selain itu, isu
              lingkungan terkait dengan keberlanjutan dan regulasi pengelolaan lingkungan juga dapat
              mempengaruhi operasional.

              Mitigasi Risiko: Mengimplementasikan langkah-langkah mitigasi bencana, seperti asuransi properti
              dan perencanaan tata letak yang memperhitungkan faktor risiko lingkungan, sangat penting. Selain
              itu, memastikan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan yang berlaku dan berinvestasi dalam
              teknologi ramah lingkungan juga dapat membantu mengurangi dampak risiko ini.

         6.   Risiko Persaingan

              Deskripsi Risiko: Industri properti merupakan sektor yang sangat kompetitif. Keberadaan pesaing
              yang lebih besar atau lebih efisien dapat mempengaruhi posisi pasar perusahaan dalam KBLI ini.
              Persaingan dalam hal harga, kualitas properti, atau layanan bisa mempengaruhi profitabilitas
              perusahaan.

              Mitigasi Risiko: Agar dapat bersaing dengan efektif, perusahaan harus membangun keunggulan
              kompetitif, seperti lokasi yang strategis, desain properti yang menarik, dan layanan pelanggan yang
              unggul. Inovasi dalam model bisnis atau penggunaan teknologi terbaru dalam pengelolaan properti
              juga dapat menjadi faktor pembeda yang positif.

         7.   Risiko Reputasi

              Deskripsi Risiko: Reputasi perusahaan dapat terpengaruh jika properti yang dikelola tidak memenuhi
              standar yang diinginkan atau jika ada masalah dengan penyewa, seperti sengketa kontrak. Kasus-
              kasus tersebut dapat merusak citra perusahaan.

              Mitigasi Risiko: Perusahaan perlu menjaga kualitas properti dan layanan dengan baik, serta
              membangun komunikasi yang terbuka dengan penyewa. Jika terjadi masalah, penanganan cepat
              dan adil sangat penting untuk mencegah kerusakan reputasi yang lebih besar.




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                    36
Page 54
         8.   Risiko Teknologi

              Deskripsi Risiko: Risiko terkait teknologi meliputi kegagalan sistem manajemen properti atau
              ancaman dari peretasan data. Kehilangan data penting atau gangguan pada sistem IT yang
              mengelola informasi penyewa dan operasional dapat menghambat bisnis.

              Mitigasi Risiko: Perusahaan harus memastikan keamanan data dengan menggunakan sistem yang
              andal dan memperbarui perangkat lunak secara berkala. Pelatihan bagi karyawan tentang
              keamanan data dan penggunaan teknologi terbaru juga sangat penting untuk mengurangi risiko ini.

 5.1.4. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen

         Dalam menjalankan bisnis penambahan KBLI baru, manajemen yakin bahwa kemampuan dan
         pengalaman manajemen yang cukup lama berada pada industri tekstil akan dapat mendukung kegiatan
         usaha sewa menyewa dalam hal ini bangunan gudang, karena calon penyewa berasal dari berbagai
         industri yang membutuhkan area untuk kegiatan usahanya, sehingga manajemen cukup memahami
         kebutuhan calon penyewa.

 5.1.5. Kesesuaian Struktur Organisasi Dan Manajemen

         Dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian tugas yang disesuaikan dengan bagan
         organisasi, pendelegasian wewenang yang jelas dan koordinasi kerja yang terpadu. Penempatan tenaga
         kerja yang sesuai dengan pengalaman, keahlian dan keterampilannya merupakan faktor yang penting
         dalam menerapkan kebijaksanaan perusahaan. Hal ini juga akan memperlancar pendelegasian tugas
         kepada unit di bawahnya atau sebaliknya, yang pada akhirnya akan memperlancar kerja perusahaan.

 5.1.6. Kesimpulan Kelayakan Model Manajemen

         Berdasarkan evaluasi terhadap aspek model manajemen dalam Rencana Penambahan KBLI baru melalui
         kegiatan penyewaan gudang, maka disimpulkan bahwa aspek pola bisnis ini adalah layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                37
Page 55
                        6 KELAYAKAN KEUANGAN
6.1. Analisis Kelayakan Keuangan

6.1.1. Biaya Pendirian (Start Up Costs)

       Berdasarkan informasi dari manajemen, manajemen akan menjalankan kegiatan usaha yang baru ini
       dengan memanfaatkan bangunan dan fasilitas lainnya yang sudah dimiliki dalam aset tetap perusahaan.
       Dengan demikian perusahaan hanya memerlukan investasi berupa 2 Unit Laptop dan 2 set Furniture Kantor
       berupa meja dan kursi untuk mendukung kegiatan usaha yang baru. Sedangkan, untuk aset berupa tanah
       dan bangunan adalah aset yang telah dimiliki oleh perusahaan namun dalam studi kelayakan ini
       dimasukkan ke dalam perhitungan sebagai opportunity cost.

       Rencana penambahan kegiatan usaha dengan investasi berupa pembelian peralatan kantor dan hardware
       sebagai berikut:
               Laptop dengan jumlah 2 unit
               Meja dan kursi set dengan jumlah 2 unit
       Berdasarkan kebutuhan investasi untuk Rencana Penambahan Kegiatan Usaha sebesar Rp50.000.000
       (Lima Puluh Juta Rupiah) dibandingkan dengan posisi aset perusahaan Rp257.139.094.653 (Dua Ratus
       Lima Puluh Tujuh Miliar Seratus Tiga Puluh Sembilan Juta Sembilan Puluh Empat Ribu Enam Ratus Lima
       Puluh Tiga Rupiah), besaran investasi adalah 0,019% dari aset Perusahaan. Dengan demikian berdasarkan
       POJK No. 17 /POJK.04/2020 Rencana Penambahan Kegiatan Usaha bukan merupakan transaksi material.
       Berdasarkan info dari manajemen Perusahaan, para pihak yang terlibat dalam transaksi investasi dalam
       Rencana Penambahan Kegiatan Usaha bukan merupakan afiliasi Perusahaan. Tidak terdapat benturan
       kepentingan karena Rencana Penambahan Kegiatan Usaha menghasilkan keuntungan atau nilai tambah
       terhadap Perusahaan. Dengan demikian berdasarkan POJK No. 42 /POJK.04/2020 Rencana Penambahan
       Kegiatan Usaha bukan merupakan transaksi afiliasi dan transaksi benturan kepentingan.

                                      Investasi           Unit         Total (IDR)
                              Laptop                             2         30.000.000
                              Furniture Kantor                   2         20.000.000
                              Tanah Existing                           38.738.574.735
                              Bangunan Existing                        19.203.620.427
                              Total                                    57.992.195.162

                                 Struktur Investasi       Porsi      Nilai Investasi
                              Pendanaan Sendiri              100%     57.992.195.162
                              Pendanaan Pihak Ketiga            0%                -
                              Total                          100%     57.992.195.162




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                               38
Page 56
6.1.2. Proyeksi Modal Kerja

                                     Tahun ke 1        Tahun ke 2       Tahun ke 3        Tahun ke 4        Tahun ke 5
               Modal Kerja
                                      Jan - Des         Jan - Des        Jan - Des         Jan - Des         Jan - Des
        Piutang Usaha                1.157.592.744     1.599.110.153    1.996.228.050     2.102.172.737      2.154.727.055


                                     Tahun ke 6        Tahun ke 7       Tahun ke 8        Tahun ke 9        Tahun ke 10
               Modal Kerja
                                      Jan - Des         Jan - Des        Jan - Des         Jan - Des         Jan - Des
        Piutang Usaha                2.154.727.055     2.208.595.232    2.208.595.232     2.263.810.113      2.263.810.113


       Modal kerja yang dibutuhkan terdiri dari Piutang Usaha. Modal kerja sebesar Rp.1,1 Miliar – 2,2 Miliar per
       tahun selama tahun proyeksi.

6.1.3. Sumber Pembiayaan

                                Struktur Investasi                Porsi          Nilai Investasi
                             Pendanaan Sendiri                       100%         57.992.195.162
                             Pendanaan Pihak Ketiga                     0%                    -
                             Total                                   100%         57.992.195.162

       Total investasi termasuk dengan opportunity cost berupa tanah dan bangunan yang dibutuhkan sejumlah
       Rp57.992.195.162 (Lima Puluh Tujuh Miliar Sembilan Ratus Sembilan Puluh Dua Juta Seratus Sembilan
       Puluh Lima Ribu Seratus Enam Puluh Dua Rupiah) yang diperlukan pada tahun pertama dengan sumber
       pembiayaan 100% pendanaan sendiri senilai Rp57.992.195.162 (Lima Puluh Tujuh Miliar Sembilan Ratus
       Sembilan Puluh Dua Juta Seratus Sembilan Puluh Lima Ribu Seratus Enam Puluh Dua Rupiah). Biaya
       investasi aktual yang dikeluarkan hanyalah sebesar Rp50.000.000 berupa laptop dan furnitur kantor.
       Dengan mempertimbangkan saldo kas yang dimiliki maka perusahaan sanggup untuk mengcover seluruh
       pendanaan investasi tanpa mempengaruhi kinerja operasi kegiatan usaha yang sudah ada.

6.1.4. Proyeksi Penjualan

        Keterangan                 Tahun ke 1         Tahun ke 2        Tahun ke 3        Tahun ke 4         Tahun ke 5
                                    Jan - Des          Jan - Des         Jan - Des         Jan - Des          Jan - Des
        Pendapatan Usaha Bersih      14.084.045.048    19.455.840.200    24.287.441.277    25.576.434.967     26.215.845.841
        LUAS
         G1                               5.050 m2          5.050 m2          5.050 m2          5.050 m2           5.050 m2
         G2                               7.336 m2          7.336 m2          7.336 m2          7.336 m2           7.336 m2
         G3                               7.908 m2          7.908 m2          7.908 m2          7.908 m2           7.908 m2
         G4                              10.115 m2         10.115 m2         10.115 m2         10.115 m2          10.115 m2
         G5                               5.170 m2          5.170 m2          5.170 m2          5.170 m2           5.170 m2
         G6                               2.262 m2          2.262 m2          2.262 m2          2.262 m2           2.262 m2
         G7                               1.491 m2          1.491 m2          1.491 m2          1.491 m2           1.491 m2
         G8                                 480 m2            480 m2            480 m2            480 m2             480 m2
         G9                                 500 m2            500 m2            500 m2            500 m2             500 m2
         G 10                             4.007 m2          4.007 m2          4.007 m2          4.007 m2           4.007 m2
         G.11                               317 m2            317 m2            317 m2            317 m2             317 m2
         G.12                             4.083 m2          4.083 m2          4.083 m2          4.083 m2           4.083 m2
         G.13                             3.200 m2          3.200 m2          3.200 m2          3.200 m2           3.200 m2
         G.14                             2.164 m2          2.164 m2          2.164 m2          2.164 m2           2.164 m2
         G.15                             2.106 m2          2.106 m2          2.106 m2          2.106 m2           2.106 m2
         G.16                             2.304 m2          2.304 m2          2.304 m2          2.304 m2           2.304 m2
         G.17                             1.440 m2          1.440 m2          1.440 m2          1.440 m2           1.440 m2
         G.18                             1.440 m2          1.440 m2          1.440 m2          1.440 m2           1.440 m2
         G.19                               576 m2            576 m2            576 m2            576 m2             576 m2
         G.20                             4.032 m2          4.032 m2          4.032 m2          4.032 m2           4.032 m2
         G.21                               160 m2            160 m2            160 m2            160 m2             160 m2
         G.22                             1.081 m2          1.081 m2          1.081 m2          1.081 m2           1.081 m2
         Total Luas                      67.223 m2         67.223 m2         67.223 m2         67.223 m2          67.223 m2


Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                               39
Page 57
        Keterangan                   Tahun ke 6          Tahun ke 7          Tahun ke 8          Tahun ke 9          Tahun ke 10
                                      Jan - Des           Jan - Des           Jan - Des           Jan - Des           Jan - Des
        Pendapatan Usaha Bersih       26.215.845.841      26.871.241.987      26.871.241.987      27.543.023.037      27.543.023.037
        LUAS
         G1                                5.050 m2            5.050 m2             5.050 m2            5.050 m2            5.050 m2
         G2                                7.336 m2            7.336 m2             7.336 m2            7.336 m2            7.336 m2
         G3                                7.908 m2            7.908 m2             7.908 m2            7.908 m2            7.908 m2
         G4                               10.115 m2           10.115 m2            10.115 m2           10.115 m2           10.115 m2
         G5                                5.170 m2            5.170 m2             5.170 m2            5.170 m2            5.170 m2
         G6                                2.262 m2            2.262 m2             2.262 m2            2.262 m2            2.262 m2
         G7                                1.491 m2            1.491 m2             1.491 m2            1.491 m2            1.491 m2
         G8                                  480 m2              480 m2               480 m2              480 m2              480 m2
         G9                                  500 m2              500 m2               500 m2              500 m2              500 m2
         G 10                              4.007 m2            4.007 m2             4.007 m2            4.007 m2            4.007 m2
         G.11                                317 m2              317 m2               317 m2              317 m2              317 m2
         G.12                              4.083 m2            4.083 m2             4.083 m2            4.083 m2            4.083 m2
         G.13                              3.200 m2            3.200 m2             3.200 m2            3.200 m2            3.200 m2
         G.14                              2.164 m2            2.164 m2             2.164 m2            2.164 m2            2.164 m2
         G.15                              2.106 m2            2.106 m2             2.106 m2            2.106 m2            2.106 m2
         G.16                              2.304 m2            2.304 m2             2.304 m2            2.304 m2            2.304 m2
         G.17                              1.440 m2            1.440 m2             1.440 m2            1.440 m2            1.440 m2
         G.18                              1.440 m2            1.440 m2             1.440 m2            1.440 m2            1.440 m2
         G.19                                576 m2              576 m2               576 m2              576 m2              576 m2
         G.20                              4.032 m2            4.032 m2             4.032 m2            4.032 m2            4.032 m2
         G.21                                160 m2              160 m2               160 m2              160 m2              160 m2
         G.22                              1.081 m2            1.081 m2             1.081 m2            1.081 m2            1.081 m2
         Total Luas                       67.223 m2           67.223 m2            67.223 m2           67.223 m2           67.223 m2


        Keterangan                   Tahun ke 1           Tahun ke 2          Tahun ke 3          Tahun ke 4          Tahun ke 5
                                      Jan - Des            Jan - Des           Jan - Des           Jan - Des           Jan - Des
        TARIF SEWA
         G1                       Rp 33.000 /m2/bulan Rp 33.000 /m2/bulan Rp 33.825 /m2/bulan Rp 33.825 /m2/bulan Rp 34.671 /m2/bulan
         G2                       Rp 35.000 /m2/bulan Rp 35.000 /m2/bulan Rp 35.875 /m2/bulan Rp 35.875 /m2/bulan Rp 36.772 /m2/bulan
         G3                       Rp 26.500 /m2/bulan Rp 26.500 /m2/bulan Rp 27.163 /m2/bulan Rp 27.163 /m2/bulan Rp 27.842 /m2/bulan
         G4                       Rp 30.000 /m2/bulan Rp 30.000 /m2/bulan Rp 30.750 /m2/bulan Rp 30.750 /m2/bulan Rp 31.519 /m2/bulan
         G5                       Rp 35.000 /m2/bulan Rp 35.000 /m2/bulan Rp 35.875 /m2/bulan Rp 35.875 /m2/bulan Rp 36.772 /m2/bulan
         G6                       Rp 29.500 /m2/bulan Rp 29.500 /m2/bulan Rp 30.238 /m2/bulan Rp 30.238 /m2/bulan Rp 30.993 /m2/bulan
         G7                       Rp 28.000 /m2/bulan Rp 28.000 /m2/bulan Rp 28.700 /m2/bulan Rp 28.700 /m2/bulan Rp 29.418 /m2/bulan
         G8                       Rp 43.403 /m2/bulan Rp 43.403 /m2/bulan Rp 44.488 /m2/bulan Rp 44.488 /m2/bulan Rp 45.600 /m2/bulan
         G9                       Rp 41.667 /m2/bulan Rp 41.667 /m2/bulan Rp 42.709 /m2/bulan Rp 42.709 /m2/bulan Rp 43.776 /m2/bulan
         G 10                     Rp 30.000 /m2/bulan Rp 30.000 /m2/bulan Rp 30.750 /m2/bulan Rp 30.750 /m2/bulan Rp 31.519 /m2/bulan
         G.11                     Rp 55.144 /m2/bulan Rp 55.144 /m2/bulan Rp 56.523 /m2/bulan Rp 56.523 /m2/bulan Rp 57.936 /m2/bulan
         G.12                     Rp 33.000 /m2/bulan Rp 33.000 /m2/bulan Rp 33.825 /m2/bulan Rp 33.825 /m2/bulan Rp 34.671 /m2/bulan
         G.13                     Rp 30.000 /m2/bulan Rp 30.000 /m2/bulan Rp 30.750 /m2/bulan Rp 30.750 /m2/bulan Rp 31.519 /m2/bulan
         G.14                     Rp 28.000 /m2/bulan Rp 28.000 /m2/bulan Rp 28.700 /m2/bulan Rp 28.700 /m2/bulan Rp 29.418 /m2/bulan
         G.15                     Rp 28.000 /m2/bulan Rp 28.000 /m2/bulan Rp 28.700 /m2/bulan Rp 28.700 /m2/bulan Rp 29.418 /m2/bulan
         G.16                     Rp 30.000 /m2/bulan Rp 30.000 /m2/bulan Rp 30.750 /m2/bulan Rp 30.750 /m2/bulan Rp 31.519 /m2/bulan
         G.17                     Rp 30.000 /m2/bulan Rp 30.000 /m2/bulan Rp 30.750 /m2/bulan Rp 30.750 /m2/bulan Rp 31.519 /m2/bulan
         G.18                     Rp 30.000 /m2/bulan Rp 30.000 /m2/bulan Rp 30.750 /m2/bulan Rp 30.750 /m2/bulan Rp 31.519 /m2/bulan
         G.19                     Rp 43.403 /m2/bulan Rp 43.403 /m2/bulan Rp 44.488 /m2/bulan Rp 44.488 /m2/bulan Rp 45.600 /m2/bulan
         G.20                     Rp 28.000 /m2/bulan Rp 28.000 /m2/bulan Rp 28.700 /m2/bulan Rp 28.700 /m2/bulan Rp 29.418 /m2/bulan
         G.21                      Rp 7.813 /m2/bulan Rp 7.813 /m2/bulan Rp 8.008 /m2/bulan Rp 8.008 /m2/bulan Rp 8.209 /m2/bulan
         G.22                     Rp 27.000 /m2/bulan Rp 27.000 /m2/bulan Rp 27.675 /m2/bulan Rp 27.675 /m2/bulan Rp 28.367 /m2/bulan
         KENAIKAN TARIF SEWA                                         0,0%                2,5%                0,0%                2,5%




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                                       40
Page 58
        Keterangan                 Tahun ke 6          Tahun ke 7          Tahun ke 8          Tahun ke 9         Tahun ke 10
                                    Jan - Des           Jan - Des           Jan - Des           Jan - Des          Jan - Des
        TARIF SEWA
         G1                    Rp 34.671 /m2/bulan Rp 35.537 /m2/bulan Rp 35.537 /m2/bulan Rp 36.426 /m2/bulan Rp 36.426 /m2/bulan
         G2                    Rp 36.772 /m2/bulan Rp 37.691 /m2/bulan Rp 37.691 /m2/bulan Rp 38.633 /m2/bulan Rp 38.633 /m2/bulan
         G3                    Rp 27.842 /m2/bulan Rp 28.538 /m2/bulan Rp 28.538 /m2/bulan Rp 29.251 /m2/bulan Rp 29.251 /m2/bulan
         G4                    Rp 31.519 /m2/bulan Rp 32.307 /m2/bulan Rp 32.307 /m2/bulan Rp 33.114 /m2/bulan Rp 33.114 /m2/bulan
         G5                    Rp 36.772 /m2/bulan Rp 37.691 /m2/bulan Rp 37.691 /m2/bulan Rp 38.633 /m2/bulan Rp 38.633 /m2/bulan
         G6                    Rp 30.993 /m2/bulan Rp 31.768 /m2/bulan Rp 31.768 /m2/bulan Rp 32.562 /m2/bulan Rp 32.562 /m2/bulan
         G7                    Rp 29.418 /m2/bulan Rp 30.153 /m2/bulan Rp 30.153 /m2/bulan Rp 30.907 /m2/bulan Rp 30.907 /m2/bulan
         G8                    Rp 45.600 /m2/bulan Rp 46.740 /m2/bulan Rp 46.740 /m2/bulan Rp 47.909 /m2/bulan Rp 47.909 /m2/bulan
         G9                    Rp 43.776 /m2/bulan Rp 44.871 /m2/bulan Rp 44.871 /m2/bulan Rp 45.993 /m2/bulan Rp 45.993 /m2/bulan
         G 10                  Rp 31.519 /m2/bulan Rp 32.307 /m2/bulan Rp 32.307 /m2/bulan Rp 33.114 /m2/bulan Rp 33.114 /m2/bulan
         G.11                  Rp 57.936 /m2/bulan Rp 59.384 /m2/bulan Rp 59.384 /m2/bulan Rp 60.869 /m2/bulan Rp 60.869 /m2/bulan
         G.12                  Rp 34.671 /m2/bulan Rp 35.537 /m2/bulan Rp 35.537 /m2/bulan Rp 36.426 /m2/bulan Rp 36.426 /m2/bulan
         G.13                  Rp 31.519 /m2/bulan Rp 32.307 /m2/bulan Rp 32.307 /m2/bulan Rp 33.114 /m2/bulan Rp 33.114 /m2/bulan
         G.14                  Rp 29.418 /m2/bulan Rp 30.153 /m2/bulan Rp 30.153 /m2/bulan Rp 30.907 /m2/bulan Rp 30.907 /m2/bulan
         G.15                  Rp 29.418 /m2/bulan Rp 30.153 /m2/bulan Rp 30.153 /m2/bulan Rp 30.907 /m2/bulan Rp 30.907 /m2/bulan
         G.16                  Rp 31.519 /m2/bulan Rp 32.307 /m2/bulan Rp 32.307 /m2/bulan Rp 33.114 /m2/bulan Rp 33.114 /m2/bulan
         G.17                  Rp 31.519 /m2/bulan Rp 32.307 /m2/bulan Rp 32.307 /m2/bulan Rp 33.114 /m2/bulan Rp 33.114 /m2/bulan
         G.18                  Rp 31.519 /m2/bulan Rp 32.307 /m2/bulan Rp 32.307 /m2/bulan Rp 33.114 /m2/bulan Rp 33.114 /m2/bulan
         G.19                  Rp 45.600 /m2/bulan Rp 46.740 /m2/bulan Rp 46.740 /m2/bulan Rp 47.909 /m2/bulan Rp 47.909 /m2/bulan
         G.20                  Rp 29.418 /m2/bulan Rp 30.153 /m2/bulan Rp 30.153 /m2/bulan Rp 30.907 /m2/bulan Rp 30.907 /m2/bulan
         G.21                   Rp 8.209 /m2/bulan Rp 8.414 /m2/bulan Rp 8.414 /m2/bulan Rp 8.624 /m2/bulan Rp 8.624 /m2/bulan
         G.22                  Rp 28.367 /m2/bulan Rp 29.076 /m2/bulan Rp 29.076 /m2/bulan Rp 29.803 /m2/bulan Rp 29.803 /m2/bulan
         KENAIKAN TARIF SEWA                  0,0%                2,5%                0,0%                2,5%                0,0%


        Keterangan                 Tahun ke 1           Tahun ke 2         Tahun ke 3          Tahun ke 4          Tahun ke 5
                                    Jan - Des            Jan - Des          Jan - Des           Jan - Des           Jan - Des
        OKUPANSI
         G1                               12 Bulan            12 Bulan            12 Bulan            12 Bulan            12 Bulan
         G2                               12 Bulan            12 Bulan            12 Bulan            12 Bulan            12 Bulan
         G3                               12 Bulan            12 Bulan            12 Bulan            12 Bulan            12 Bulan
         G4                                3 Bulan            12 Bulan            12 Bulan            12 Bulan            12 Bulan
         G5                               12 Bulan            12 Bulan            12 Bulan            12 Bulan            12 Bulan
         G6                               12 Bulan            12 Bulan            12 Bulan            12 Bulan            12 Bulan
         G7                                0 Bulan             0 Bulan             9 Bulan            12 Bulan            12 Bulan
         G8                                0 Bulan             0 Bulan             9 Bulan            12 Bulan            12 Bulan
         G9                                0 Bulan             0 Bulan             9 Bulan            12 Bulan            12 Bulan
         G 10                              0 Bulan             0 Bulan             9 Bulan            12 Bulan            12 Bulan
         G.11                             12 Bulan            12 Bulan            12 Bulan            12 Bulan            12 Bulan
         G.12                             12 Bulan            12 Bulan            12 Bulan            12 Bulan            12 Bulan
         G.13                              0 Bulan             0 Bulan             9 Bulan            12 Bulan            12 Bulan
         G.14                              0 Bulan             0 Bulan             9 Bulan            12 Bulan            12 Bulan
         G.15                              0 Bulan             0 Bulan             9 Bulan            12 Bulan            12 Bulan
         G.16                              0 Bulan             9 Bulan            12 Bulan            12 Bulan            12 Bulan
         G.17                              0 Bulan             9 Bulan            12 Bulan            12 Bulan            12 Bulan
         G.18                              0 Bulan             9 Bulan            12 Bulan            12 Bulan            12 Bulan
         G.19                              3 Bulan            12 Bulan            12 Bulan            12 Bulan            12 Bulan
         G.20                              3 Bulan            12 Bulan            12 Bulan            12 Bulan            12 Bulan
         G.21                             12 Bulan            12 Bulan            12 Bulan            12 Bulan            12 Bulan
         G.22                             12 Bulan            12 Bulan            12 Bulan            12 Bulan            12 Bulan




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                                    41
Page 59
        Keterangan                        Tahun ke 6             Tahun ke 7                Tahun ke 8              Tahun ke 9             Tahun ke 10
                                           Jan - Des              Jan - Des                 Jan - Des               Jan - Des              Jan - Des
        OKUPANSI
         G1                                      12 Bulan              12 Bulan                  12 Bulan                 12 Bulan                12 Bulan
         G2                                      12 Bulan              12 Bulan                  12 Bulan                 12 Bulan                12 Bulan
         G3                                      12 Bulan              12 Bulan                  12 Bulan                 12 Bulan                12 Bulan
         G4                                      12 Bulan              12 Bulan                  12 Bulan                 12 Bulan                12 Bulan
         G5                                      12 Bulan              12 Bulan                  12 Bulan                 12 Bulan                12 Bulan
         G6                                      12 Bulan              12 Bulan                  12 Bulan                 12 Bulan                12 Bulan
         G7                                      12 Bulan              12 Bulan                  12 Bulan                 12 Bulan                12 Bulan
         G8                                      12 Bulan              12 Bulan                  12 Bulan                 12 Bulan                12 Bulan
         G9                                      12 Bulan              12 Bulan                  12 Bulan                 12 Bulan                12 Bulan
         G 10                                    12 Bulan              12 Bulan                  12 Bulan                 12 Bulan                12 Bulan
         G.11                                    12 Bulan              12 Bulan                  12 Bulan                 12 Bulan                12 Bulan
         G.12                                    12 Bulan              12 Bulan                  12 Bulan                 12 Bulan                12 Bulan
         G.13                                    12 Bulan              12 Bulan                  12 Bulan                 12 Bulan                12 Bulan
         G.14                                    12 Bulan              12 Bulan                  12 Bulan                 12 Bulan                12 Bulan
         G.15                                    12 Bulan              12 Bulan                  12 Bulan                 12 Bulan                12 Bulan
         G.16                                    12 Bulan              12 Bulan                  12 Bulan                 12 Bulan                12 Bulan
         G.17                                    12 Bulan              12 Bulan                  12 Bulan                 12 Bulan                12 Bulan
         G.18                                    12 Bulan              12 Bulan                  12 Bulan                 12 Bulan                12 Bulan
         G.19                                    12 Bulan              12 Bulan                  12 Bulan                 12 Bulan                12 Bulan
         G.20                                    12 Bulan              12 Bulan                  12 Bulan                 12 Bulan                12 Bulan
         G.21                                    12 Bulan              12 Bulan                  12 Bulan                 12 Bulan                12 Bulan
         G.22                                    12 Bulan              12 Bulan                  12 Bulan                 12 Bulan                12 Bulan


                                                  Tahun ke 1           Tahun ke 2              Tahun ke 3             Tahun ke 4            Tahun ke 5
                     Keterangan
                                                   Jan - Des            Jan - Des               Jan - Des              Jan - Des             Jan - Des
        Pendapatan Usaha Bersih                     14.084.045.048       19.455.840.200          24.287.441.277         25.576.434.967        26.215.845.841
        Beban Pokok Penjualan                       (2.082.150.230)      (2.118.900.230)         (2.156.568.980)        (2.195.179.449)       (2.234.755.179)
        Laba Kotor                                  12.001.894.818       17.336.939.970          22.130.872.297         23.381.255.519        23.981.090.662
        Total Beban Umum dan Adminintrasi             (704.202.252)        (972.792.010)         (1.214.372.064)        (1.278.821.748)       (1.310.792.292)
        Pajak Final                                 (1.408.404.505)      (1.945.584.020)         (2.428.744.128)        (2.557.643.497)       (2.621.584.584)
        EBITDA                                       9.889.288.061       14.418.563.940          18.487.756.105         19.544.790.273        20.048.713.786
        Penyusutan dan Amortisasi                   (1.586.586.582)      (1.586.586.582)         (1.586.586.582)        (1.586.586.582)       (1.586.586.582)
        EBIT                                         8.302.701.479       12.831.977.358          16.901.169.523         17.958.203.691        18.462.127.204
        Beban Bunga dan Beban Keuangan Lainnya                   -                    -                       -                      -                     -
        EBT                                          8.302.701.479       12.831.977.358          16.901.169.523         17.958.203.691        18.462.127.204
        Pajak Kini                                               -                    -                       -                      -                     -
        EAT                                          8.302.701.479       12.831.977.358          16.901.169.523         17.958.203.691        18.462.127.204


                                                  Tahun ke 6           Tahun ke 7              Tahun ke 8             Tahun ke 9           Tahun ke 10
                     Keterangan
                                                   Jan - Des            Jan - Des               Jan - Des              Jan - Des            Jan - Des
        Pendapatan Usaha Bersih                     26.215.845.841       26.871.241.987          26.871.241.987         27.543.023.037       27.543.023.037
        Beban Pokok Penjualan                       (2.275.320.303)      (2.316.899.555)         (2.359.518.288)        (2.403.202.489)      (2.447.978.796)
        Laba Kotor                                  23.940.525.538       24.554.342.433          24.511.723.700         25.139.820.548       25.095.044.241
        Total Beban Umum dan Adminintrasi           (1.310.792.292)      (1.343.562.099)         (1.343.562.099)        (1.377.151.152)      (1.377.151.152)
        Pajak Final                                 (2.621.584.584)      (2.687.124.199)         (2.687.124.199)        (2.754.302.304)      (2.754.302.304)
        EBITDA                                      20.008.148.662       20.523.656.135          20.481.037.401         21.008.367.092       20.963.590.786
        Penyusutan dan Amortisasi                   (1.586.586.582)      (1.586.586.582)         (1.586.586.582)        (1.586.586.582)      (1.586.586.582)
        EBIT                                        18.421.562.080       18.937.069.553          18.894.450.820         19.421.780.510       19.377.004.204
        Beban Bunga dan Beban Keuangan Lainnya                   -                    -                       -                      -                    -
        EBT                                         18.421.562.080       18.937.069.553          18.894.450.820         19.421.780.510       19.377.004.204
        Pajak Kini                                               -                    -                       -                      -                    -
        EAT                                         18.421.562.080       18.937.069.553          18.894.450.820         19.421.780.510       19.377.004.204



       Berdasarkan informasi dari manajemen, pada tahun pertama perusahaan sudah mulai melakukan kegiatan
       usaha nya yaitu memasarkan aset-aset yang akan disewakan. Pada tahun pertama, perusahaan
       memproyeksikan tingkat okupansi sebesar 55% dari seluruh aset total yang akan disewakan yaitu 22 unit
       gudang, sedangkan pada tahun ke 2 tingkat okupansi yang proyeksikan oleh perusahaan naik sebesar 68%
       dari seluruh aset total yang akan disewakan yaitu 22 unit gudang. Pada tahun ke 3 perusahaan menjalani
       kegiatan usaha, perusahaan sudah memproyeksikan tingkat okupansi yang sebesar 100% atau terisi
       sepenuhnya dari seluruh total aset yang akan disewakan.
       Harga sewa gudang yang akan disewakan juga akan naik pada setiap 2 tahun sekali dari tahun pertama
       perusahaan menjalankan kegiatan usaha nya sebesar 2,5%.



Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                                                              42
Page 60
6.1.5. Proyeksi Biaya Operasional

        Keterangan                        Tahun ke 1              Tahun ke 2                Tahun ke 3                    Tahun ke 4               Tahun ke 5
                                           Jan - Des               Jan - Des                 Jan - Des                     Jan - Des                Jan - Des
        HPP                                  2.082.150.230          2.118.900.230             2.156.568.980                 2.195.179.449            2.234.755.179
         Gaji - Tenaga Kerja                   240.000.000            246.000.000               252.150.000                   258.453.750              264.915.094
         Listrik Air & Telfon                1.230.000.000          1.260.750.000             1.292.268.750                 1.324.575.469            1.357.689.855
         PBB                                   612.150.230            612.150.230               612.150.230                   612.150.230              612.150.230

        Beban Umum & Adm                      704.202.252                972.792.010             1.214.372.064             1.278.821.748             1.310.792.292
         Management Fee                                 -                          -                         -                         -                         -
         Fee Agen                             704.202.252                972.792.010             1.214.372.064             1.278.821.748             1.310.792.292

       Pajak Final                          1.408.404.505           1.945.584.020                2.428.744.128             2.557.643.497             2.621.584.584

        Keterangan                       Tahun ke 6              Tahun ke 7                Tahun ke 8                 Tahun ke 9                   Tahun ke 10
                                          Jan - Des               Jan - Des                 Jan - Des                  Jan - Des                    Jan - Des
        HPP                                2.275.320.303           2.316.899.555             2.359.518.288              2.403.202.489                2.447.978.796
         Gaji - Tenaga Kerja                 271.537.971             278.326.420               285.284.581                292.416.695                  299.727.113
         Listrik Air & Telfon              1.391.632.102           1.426.422.904             1.462.083.477              1.498.635.564                1.536.101.453
         PBB                                 612.150.230             612.150.230               612.150.230                612.150.230                  612.150.230

        Beban Umum & Adm                   1.310.792.292           1.343.562.099             1.343.562.099                 1.377.151.152             1.377.151.152
         Management Fee                                -                       -                         -                             -                         -
         Fee Agen                          1.310.792.292           1.343.562.099             1.343.562.099                 1.377.151.152             1.377.151.152

       Pajak Final                         2.621.584.584           2.687.124.199             2.687.124.199                 2.754.302.304             2.754.302.304

       Beban HPP sebesar 2,082 miliar – 2,447 miliar selama tahun proyeksi yang terdiri dari gaji tenaga kerja
       langsung, listrik air dan telfon, dan Pajak PBB. Gaji tenaga kerja langsung sebesar 1,01%-1,26% dari total
       penjualan selama tahun proyeksi. Beban listrik air dan telfon sebesar 5,18%-6,48% dari total penjualan
       selama tahun proyeksi. Beban pajak PBB sebesar 2,2% - 3,15% dari total penjualan selama tahun proyeksi.
       Beban umum dan administrasi sebesar 704 juta – 1,377 selama tahun proyeksi yang terdiri dari fee agen
       sebesar 5% dari total pendapatan selama tahun proyeksi.

6.1.6. Proyeksi Laporan Keuangan

    1. Proyeksi Laba Rugi

                                                     Tahun ke 1              Tahun ke 2               Tahun ke 3               Tahun ke 4              Tahun ke 5
                        Keterangan
                                                      Jan - Des               Jan - Des                Jan - Des                Jan - Des               Jan - Des
          Pendapatan Usaha Bersih                      14.084.045.048          19.455.840.200           24.287.441.277           25.576.434.967          26.215.845.841
          Beban Pokok Penjualan                        (2.082.150.230)         (2.118.900.230)          (2.156.568.980)          (2.195.179.449)         (2.234.755.179)
          Laba Kotor                                   12.001.894.818          17.336.939.970           22.130.872.297           23.381.255.519          23.981.090.662
          Total Beban Umum dan Adminintrasi              (704.202.252)           (972.792.010)          (1.214.372.064)          (1.278.821.748)         (1.310.792.292)
          Pajak Final                                  (1.408.404.505)         (1.945.584.020)          (2.428.744.128)          (2.557.643.497)         (2.621.584.584)
          EBITDA                                        9.889.288.061          14.418.563.940           18.487.756.105           19.544.790.273          20.048.713.786
          Penyusutan dan Amortisasi                    (1.586.586.582)         (1.586.586.582)          (1.586.586.582)          (1.586.586.582)         (1.586.586.582)
          EBIT                                          8.302.701.479          12.831.977.358           16.901.169.523           17.958.203.691          18.462.127.204
          Beban Bunga dan Beban Keuangan Lainnya                    -                       -                        -                        -                       -
          EBT                                           8.302.701.479          12.831.977.358           16.901.169.523           17.958.203.691          18.462.127.204
          Pajak Kini                                                -                       -                        -                        -                       -
          EAT                                           8.302.701.479          12.831.977.358           16.901.169.523           17.958.203.691          18.462.127.204

                                                     Tahun ke 6              Tahun ke 7               Tahun ke 8               Tahun ke 9             Tahun ke 10
                        Keterangan
                                                      Jan - Des               Jan - Des                Jan - Des                Jan - Des              Jan - Des
          Pendapatan Usaha Bersih                      26.215.845.841          26.871.241.987           26.871.241.987           27.543.023.037         27.543.023.037
          Beban Pokok Penjualan                        (2.275.320.303)         (2.316.899.555)          (2.359.518.288)          (2.403.202.489)        (2.447.978.796)
          Laba Kotor                                   23.940.525.538          24.554.342.433           24.511.723.700           25.139.820.548         25.095.044.241
          Total Beban Umum dan Adminintrasi            (1.310.792.292)         (1.343.562.099)          (1.343.562.099)          (1.377.151.152)        (1.377.151.152)
          Pajak Final                                  (2.621.584.584)         (2.687.124.199)          (2.687.124.199)          (2.754.302.304)        (2.754.302.304)
          EBITDA                                       20.008.148.662          20.523.656.135           20.481.037.401           21.008.367.092         20.963.590.786
          Penyusutan dan Amortisasi                    (1.586.586.582)         (1.586.586.582)          (1.586.586.582)          (1.586.586.582)        (1.586.586.582)
          EBIT                                         18.421.562.080          18.937.069.553           18.894.450.820           19.421.780.510         19.377.004.204
          Beban Bunga dan Beban Keuangan Lainnya                    -                       -                        -                        -                      -
          EBT                                          18.421.562.080          18.937.069.553           18.894.450.820           19.421.780.510         19.377.004.204
          Pajak Kini                                                -                       -                        -                        -                      -
          EAT                                          18.421.562.080          18.937.069.553           18.894.450.820           19.421.780.510         19.377.004.204


Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                                                                      43
Page 61
         Pada tahun proyeksi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perusahaan diproyeksikan mendapatkan
         EBIT (Earning Before Interest dan Tax) berkisar antara 8,302 miliar – 19,421 miliar. Beban pajak
         penghasilan sebesar 0% karena transaksi sewa-menyewa merupakan objek pajak final sehingga
         Perusahaan mendapatkan EAT (Earning After Tax) berkisar 8,302 miliar – 19,421 miliar.

    2. Metodologi Analisa

         Metodologi dilakukan dengan menganalisa potensi keuntungan ekonomis yang dapat diperoleh dari
         Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.

    3. Model Arus Kas yang Digunakan

         Untuk melakukan analisis keuangan dalam studi kelayakan dengan menggunakan metode diskonto arus
         kas, dengan menggunakan arus kas terhadap proyek Free Cash Flow to Firm (FCFF).

    4. Penetapan Tingkat Diskonto

         Tingkat diskonto diestimasikan dengan menggunakan metode Weighted Average Cost of Capital (WACC).
         Biaya Ekuitas (Ke) diestimasikan dengan metode Capital Asset Pricing Model (CAPM), dengan
         menggunakan persamaan sebagai berikut:
                Biaya Ekuitas (Ke)                 =       Rf + (Beta x Market Risk Premium) - RBDS
                Rf (Risk Free)                     =       Tingkat Pengembalian Bebas Risiko
                Beta                               =       Risiko sistemik usaha
                Market Risk Premium                =       Premi Resiko Pasar
                RBDS                               =       Penyesuaian Tingkat Pengembalian Pasar

                Rf (Risk Free)                     =       7,07%
                Beta                               =       0,95
                Equity Risk Premium                =       7,38%
                RBDS                               =       2,07%
                Biaya Ekuitas (Ke)                 =       12,02%

                Tingkat Diskonto                   =       (We x Ke) + (Wd x (Kd x (1-T))
                We                                 =       Bobot modal sendiri pada usaha tertentu
                Ke (Cost Of Equity)                =       Tingkat pengembalian modal sendiri
                Wd                                 =       Bobot modal pinjaman pada usaha tertentu
                Kd (Cost Of Debt)                  =       Tingkat pengembalian modal pinjaman
                T (Tax)                            =       Pajak perseroan yang berlaku

                We                                 :       56,83%
                Ke (Cost Of Equity)                :       12,02%
                Wd                                 :       43,17%
                Kd (Cost Of Debt)                  :       9,18%
                T (Tax)                            :       0%
                Tingkat Diskonto                   =       10,79%




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                               44
Page 62
         1. Tingkat Pengembalian Bebas Risiko (Rf)
            Adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki kemungkinan
            gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi
            Pemerintah untuk jangka panjang (SUN). tingkat suku bunga bebas risiko yang digunakan merupakan
            obligasi pemerintah RI dalam mata uang rupiah dengan tenor 10 tahun. Berdasarkan data yang
            dikeluarkan oleh Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) maka yield SUN yang digunakan untuk proyek
            adalah 7,0694%.
         2. Risiko Sistemik Usaha (Beta)
            Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan dikalikan dengan
            market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium. Untuk memperoleh faktor beta yang
            sesuai kami menggunakan unlevered beta sebesar 0,86, Unlevered beta rata-rata perusahaan
            pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian di-relevered dengan tingkat leverage pasar
            pada industri sejenis untuk memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto Perseroan tersebut
            sehingga didapatkan Beta 0,95
         3. Tingkat Premi Resiko Pasar (ERP)
            Tingkat Premi Resiko Pasar (ERP) ditentukan menggunakan rujukan dari hasil Damodaran per tanggal
            studi kelayakan dengan risk premium untuk pasar negara berkembang seperti Indonesia adalah
            sekitar 7,38%.
         4. Penyesuaian Tingkat Pengembalian Pasar (RBDS)
            Pada perhitungan WACC, digunakan data yang bersumber dari Damodaran, dimana data yang
            digunakan adalah Total Equity Risk Premium yang juga telah mempertimbangkan risiko, maka
            diperlukan penyesuaian pada CAPM dengan memperhatikan Rating Based Default Spread dari
            Damodaran dimana Cost of Equity dikurangkan dengan Rating Based Default Spread sebesar 2,07%.
         5. Bobot Modal Sendiri Pasar Usaha Tertentu (We)
            Komposisi pendanaan dihitung berdasarkan kinerja perbandingan interest bearing debt dengan
            ekuitasnya, dimana komposisi struktur permodalan Perseroan diasumsikan mengikuti struktur
            permodalan pasar dari hasil riset Aswath Damodaran, dengan demikian struktur modal sendiri untuk
            proyek 56,83%.
         6. Biaya Ekuitas (Ke)
            Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset Pricing Model
            (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah premium
            untuk menutup risiko sistematis dari sekuritas saham adalah 12,02%.
         7. Bobot modal pinjaman pada usaha tertentu (Wd)
            Komposisi pendanaan dihitung berdasarkan kinerja perbandingan interest bearing debt dengan
            ekuitasnya, dimana komposisi struktur permodalan Perseroan diasumsikan mengikuti struktur
            permodalan pasar dari hasil riset Aswath Damodaran, dengan demikian struktur utang untuk proyek
            43,17%.




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                    45
Page 63
         8. Tingkat Pengembalian Modal Pinjaman (Kd)
            Dalam analisa studi kelayakan ini, untuk biaya bunga untuk utang digunakan tingkat bunga pinjaman
            rata-rata dalam mata uang Rupiah dari bank pemerintah per tanggal studi kelayakan, yaitu 9,18%.
            Berdasarkan biaya bunga tersebut maka diperoleh biaya bunga setelah pajak sampai akhir proyeksi
            sebesar 9,18%, dengan tarif pajak 0% dikarenakan pada komponen beban pajak sudah termasuk
            pajak final.

    5. Analisis Kelayakan Investasi

         Untuk mengevaluasi kelayakan investasi pada Rencana Proyek sesuai SEOJK 17/2020 digunakan 4
         (empat) indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI),
         dan Payback Period., yang didasarkan pada nilai kini arus kas bersih yang diproyeksikan hingga tahun
         ke-10. Penggunaan NPV berarti mengukur nilai kini dari pengeluaran investasi dan manfaat bisnis yang
         digambarkan oleh proyeksi manfaat neto.
         Nilai NPV mencerminkan selisih dari nilai sekarang arus kas masa datang dengan nilai investasi. Dengan
         membandingkan antara total investasi yang dikeluarkan pada awal periode proyek dan total arus kas yang
         akan diterima setiap tahun, maka dapat diketahui nilai NPV yang dihasilkan oleh proyek tersebut. Jika
         nilai NPV positif maka investasi tersebut layak dilaksanakan sedangkan jika nilai NPV negatif, investasi
         tersebut sebaiknya tidak dilaksanakan.
         Nilai IRR mencerminkan besarnya tingkat bunga yang apabila digunakan untuk mendiskonto seluruh kas
         masuk akan menghasilkan jumlah kas yang sama dengan jumlah investasi. IRR merupakan nilai tingkat
         pengembalian investasi pada saat NPV Perseroan sama dengan 0, yang artinya tingkat pengembalian
         dan risiko dari total investasi pada saat ini adalah sama dengan tingkat pengembalian dan risiko pasar.
         Sehingga apabila IRR proyek lebih besar dari WACC (Discount Rate), maka proyek ini layak dilaksanakan
         dan apabila IRR proyek lebih kecil dari WACC maka proyek ini sebaiknya tidak dilaksanakan.
         Untuk menganalisis keseluruhan profitabilitas dapat menggunakan Profitability Index (PI), dimana PI
         merupakan teknik penilaian investasi yang dihitung dengan membagi nilai sekarang dari arus kas bersih
         yang akan datang suatu proyek dengan nilai investasi awal yang dibutuhkan untuk proyek tersebut.
         Apabila PI yang dihasilkan dari suatu proyek sama dengan 1 maka arus kas dari proyek tidak
         menghasilkan nilai tambah, apabila PI lebih besar dari 1, maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek
         menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan, sedangkan apabila PI lebih kecil dari 1, maka nilai arus kas
         yang dihasilkan dari proyek tidak menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan. Dalam menganalisis PI suatu
         proyek maka kelayakan dapat dinilai apabila nilai PI lebih dari 1. Jika PI lebih besar dari 1, maka investasi
         tersebut dapat disimpulkan layak.
         Payback period atau periode pengembalian modal adalah waktu yang dibutuhkan untuk mencapai break
         even point atau titik impas. Payback Period menentukan berapa lama waktu yang diperlukan untuk
         menutup biaya awal yang terkait dengan investasi. Semakin pendek pengembalian maka investasi
         semakin diinginkan.
         Kelayakan dari proyek ini dihitung dari manfaat ekonomis yang diantisipasi di masa mendatang dengan
         Free Cash Flow To Firm yang selanjutnya dibandingkan dengan pengorbanan ekonomisnya. Kelayakan
         investasi proyek dihitung dengan menggunakan empat indikator yaitu Net Present Value, Internal Rate of
         Return, Profitability Index (PI) dan Payback Period dengan ringkasan sebagai berikut:




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                         46
Page 64
                                                    tahun ke                   tahun ke                   tahun ke                tahun ke               tahun ke
                     Keterangan
                                                        0                         1                          2                       3                      4
         EBIT                                                     -           8.302.701.479             12.831.977.358          16.901.169.523         17.958.203.691
         Tax                                                      -                     -                          -                       -                      -
         Depresiasi                                               -           1.586.586.582              1.586.586.582           1.586.586.582          1.586.586.582
         CNWC                                                     -          (1.157.592.744)              (441.517.410)           (397.117.897)          (105.944.687)
         Capex                                                                          -                          -                       -                      -
         Initial Investment                        (57.992.195.162)                     -                          -                       -                      -
         FCFF                                      (57.992.195.162)           8.731.695.317             13.977.046.530          18.090.638.209         19.438.845.587
         TV
         Growth
         DR                                                 10,79%                   10,79%                     10,79%                  10,79%                 10,79%
         DF                                                      1                     0,90                       0,81                    0,74                   0,66
         PV                                        (57.992.195.162)           7.881.219.781             11.386.890.444          13.302.659.818         12.901.788.924



                                             tahun ke            tahun ke              tahun ke                tahun ke              tahun ke              tahun ke
                   Keterangan
                                                 5                  6                      7                       8                     9                     10
         EBIT                              18.462.127.204      18.421.562.080        18.937.069.553           18.894.450.820        19.421.780.510        19.377.004.204
         Tax                                           -                  -                      -                        -                     -                     -
         Depresiasi                         1.586.586.582       1.586.586.582         1.586.586.582             1.586.586.582         1.586.586.582         1.586.586.582
         CNWC                                  (52.554.318)               -              (53.868.176)                     -             (55.214.881)                  -
         Capex                                         -                  -                      -                        -                     -                     -
         Initial Investment                            -                  -                      -                        -                     -                     -
         FCFF                              19.996.159.468      20.008.148.662        20.469.787.958           20.481.037.401        20.953.152.211        20.963.590.786
         TV
         Growth
         DR                                        10,79%              10,79%                10,79%                   10,79%                10,79%                10,79%
         DF                                          0,60                0,54                  0,49                     0,44                  0,40                  0,36
         PV                                11.979.009.786      10.818.725.442         9.990.274.085            9.022.167.293         8.331.115.560         7.523.403.069




                       Net Present Value (NPV)                               : 45.145.059.041
                       Internal Rate of Return (IRR)                         : 24,88%
                       Profitability Index (PI)                              : 1,78
                       Payback Period                                        : 3 Tahun 2 Bulan
         Berdasarkan analisa kelayakan di atas, NPV menunjukkan nilai positif, IRR lebih tinggi daripada WACC
         dan PI lebih dari 1, dengan demikian investasi tersebut layak.

6.1.7. Analisis Profitabilitas

                                    Tahun ke 1   Tahun ke 2   Tahun ke 3     Tahun ke 4     Tahun ke 5     Tahun ke 6   Tahun ke 7   Tahun ke 8   Tahun ke 9 Tahun ke 10
          Analisis Profitabilitas
                                     Jan - Des    Jan - Des    Jan - Des      Jan - Des      Jan - Des      Jan - Des    Jan - Des    Jan - Des    Jan - Des   Jan - Des
       Profit Margin                      58,95%       65,95%       69,59%         70,21%         70,42%         70,27%       70,47%       70,31%       70,51%      70,35%
       Return On Equity                   12,16%       15,82%       17,24%         15,48%         13,73%         12,05%       11,02%        9,91%        9,24%       8,44%
       Return On Investment               14,32%       22,75%       30,83%         33,74%         35,75%         36,80%       39,07%       40,30%       42,88%      44,33%




       Return of investment berada diangka 14,32% - 44,33% dengan demikian Return of Investment penambahan
       kegiatan usaha menunjukan bahwa usaha dalam bidang jasa sangat normal untuk mendapatkan
       keuntungan yang sangat besar. Profit margin berada di angka 58,95% - 70,51% selama tahun proyeksi.




Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                                                                          47
Page 65
 6.1.8. Analisis Sensitivitas

        Untuk menguji sensitifitas suatu proyek terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya, maka berikut ini
        disajikan analisa sensitivitas terhadap kelayakan proyek, yaitu:

          1.   Investasi
          2.   Pendapatan
          3.   HPP
          4.   Beban Penjualan Umum dan Administrasi

          Berdasarkan uji sensitivitas tersebut, kondisi parameter kelayakan proyek akan terlihat seperti di bawah
          ini:
                                                             IRR             NPV         Profitability
                       Variable                Skenario                                                    Kesimpulan
                                                              %            Rupiah         Index (PI)
          Normal                                               24,88%   45.145.059.041              1,78     Layak
          Investasi                                 5,00%      23,51%   42.245.449.283              1,69     Layak
          Investasi                                10,00%      22,25%   39.345.839.525              1,62     Layak
          Investasi                                15,00%      21,07%   36.446.229.767              1,55     Layak
          Pendapatan                               -5,00%      22,95%   38.284.125.010              1,66     Layak
          Pendapatan                              -10,00%      20,97%   31.423.190.979              1,54     Layak
          Pendapatan                              -15,00%      18,91%   24.562.256.948              1,42     Layak
          HPP                                       1,00%      24,84%   45.012.842.696              1,78     Layak
          HPP                                       3,00%      24,76%   44.748.410.004              1,77     Layak
          HPP                                       5,00%      24,69%   44.483.977.312              1,77     Layak
          Beban Penjualan Umum dan Adm              2,00%      24,84%   45.005.993.762              1,78     Layak
          Beban Penjualan Umum dan Adm              4,00%      24,80%   44.866.928.483              1,77     Layak
          Beban Penjualan Umum dan Adm              6,00%      24,76%   44.727.863.204              1,77     Layak

          Analisis sensitifitas diuji dengan melakukan skenario penurunan dan kenaikan dari variable Investasi,
          Pendapatan, HPP dan Beban Penjualan Umum Administrasi. Hasil analisis sensitifitas menunjukan bahwa
          Rencana Penambahan Kegiatan Usaha sensitif tehadap variabel Investasi dan Pendapatan.
          Dengan memperhatikan analisis kelayakan keuangan, Penambahan Kegiatan Usaha secara keuangan
          layak.


6.1.9. Kesimpulan
       Berdasarkan analisa pada kelayakan aspek pasar, kelayakan aspek teknis, kelayakan aspek pola bisnis,
       kelayakan aspek model manajemen, dan kelayakan aspek keuangan maka dapat disimpulkan bahwa
       Rencana Penambahan Kegiatan Usaha adalah Layak.




 Laporan Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.                                                          48
Page 66
LAMPIRAN KEUANGAN
Page 67
PT. Panasia Indo Resources, Tbk.
Rincian Investasi
Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.
(Dalam Rupiah)

         Investasi               Unit               Total (IDR)
Laptop                                   2             30.000.000
Furniture Kantor                         2             20.000.000
Tanah Existing                                     38.738.574.735
Bangunan Existing                                  19.203.620.427
Total                                              57.992.195.162

     Struktur Investasi          Porsi            Nilai Investasi
Pendanaan Sendiri                    100%          57.992.195.162
Pendanaan Pihak Ketiga                 0%                       -
Total                                100%          57.992.195.162
Page 68
PT. Panasia Indo Resources, Tbk.
Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.
Neraca Proyeksi
(Dalam Rupiah)

                                                  Tahun ke 1           Tahun ke 2           Tahun ke 3           Tahun ke 4           Tahun ke 5           Tahun ke 6           Tahun ke 7           Tahun ke 8           Tahun ke 9           Tahun ke 10
                   Keterangan
                                                   Jan - Des            Jan - Des            Jan - Des            Jan - Des            Jan - Des            Jan - Des            Jan - Des            Jan - Des            Jan - Des            Jan - Des
Kas dan Setara Kas                                   9.157.913.573      23.134.960.104       41.225.598.312       60.664.443.899       80.660.603.366      100.668.752.029      121.138.539.987      141.619.577.388      162.572.729.600      183.536.320.386
Piutang Usaha                                        1.157.592.744       1.599.110.153        1.996.228.050        2.102.172.737        2.154.727.055        2.154.727.055        2.208.595.232        2.208.595.232        2.263.810.113        2.263.810.113
Piutang Lain-lain                                                -                   -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -
Biaya Dibayar Dimuka dan Uang Muka                               -                   -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -
Total Aset Lancar                                  10.315.506.317       24.734.070.257       43.221.826.362       62.766.616.636       82.815.330.422      102.823.479.084      123.347.135.219      143.828.172.620      164.836.539.712      185.800.130.498
Aset Tetap                                         57.987.195.162       56.400.608.580       54.814.021.998       53.227.435.416       51.640.848.834       50.054.262.252       48.467.675.670       46.881.089.088       45.294.502.506       43.707.915.924
Aset Lain-lain                                                   -                   -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -
Aset Tidak Lancar                                  57.987.195.162       56.400.608.580       54.814.021.998       53.227.435.416       51.640.848.834       50.054.262.252       48.467.675.670       46.881.089.088       45.294.502.506       43.707.915.924
TOTAL ASET                                         68.302.701.479       81.134.678.837       98.035.848.361      115.994.052.052      134.456.179.256      152.877.741.336      171.814.810.889      190.709.261.709      210.131.042.219      229.508.046.423
Utang Usaha                                                      -                   -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -
Utang Lain-lain                                                  -                   -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                  -                   -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja                                   -                   -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -
Liabilitas Pajak Tangguhan                                       -                   -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -
Total Liablitas Jangka Panjang                                   -                   -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -
Total Liabilitas                                                 -                   -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -
Modal Dasar                                        60.000.000.000       60.000.000.000       60.000.000.000       60.000.000.000       60.000.000.000       60.000.000.000       60.000.000.000       60.000.000.000       60.000.000.000       60.000.000.000
Saldo Laba                                           8.302.701.479      21.134.678.837       38.035.848.361       55.994.052.052       74.456.179.256       92.877.741.336      111.814.810.889      130.709.261.709      150.131.042.219      169.508.046.423
Penghasilan Komprehensif Lain                                    -                   -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -
Jumlah Ekuitas                                     68.302.701.479       81.134.678.837       98.035.848.361      115.994.052.052      134.456.179.256      152.877.741.336      171.814.810.889      190.709.261.709      210.131.042.219      229.508.046.423
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                       68.302.701.479       81.134.678.837       98.035.848.361      115.994.052.052      134.456.179.256      152.877.741.336      171.814.810.889      190.709.261.709      210.131.042.219      229.508.046.423
                                                                 -                   -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -
PT. Panasia Indo Resources, Tbk.                                                                                 858.823.094.634
Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.
Income Statement Proyeksi
(Dalam Rupiah)                                                                                                   540.113.844.215

                                                  Tahun ke 1           Tahun ke 2           Tahun ke 3           Tahun ke 4           Tahun ke 5           Tahun ke 6           Tahun ke 7           Tahun ke 8           Tahun ke 9           Tahun ke 10
                   Keterangan
                                                   Jan - Des            Jan - Des            Jan - Des            Jan - Des            Jan - Des            Jan - Des            Jan - Des            Jan - Des            Jan - Des            Jan - Des
Pendapatan Usaha Bersih                            14.084.045.048       19.455.840.200       24.287.441.277       25.576.434.967       26.215.845.841       26.215.845.841       26.871.241.987       26.871.241.987       27.543.023.037       27.543.023.037
Beban Pokok Penjualan                               (2.082.150.230)      (2.118.900.230)      (2.156.568.980)      (2.195.179.449)      (2.234.755.179)      (2.275.320.303)      (2.316.899.555)      (2.359.518.288)      (2.403.202.489)      (2.447.978.796)
Laba Kotor                                         12.001.894.818       17.336.939.970       22.130.872.297       23.381.255.519       23.981.090.662       23.940.525.538       24.554.342.433       24.511.723.700       25.139.820.548       25.095.044.241
Total Beban Umum dan Adminintrasi                     (704.202.252)        (972.792.010)      (1.214.372.064)      (1.278.821.748)      (1.310.792.292)      (1.310.792.292)      (1.343.562.099)      (1.343.562.099)      (1.377.151.152)      (1.377.151.152)
Pajak Final                                         (1.408.404.505)      (1.945.584.020)      (2.428.744.128)      (2.557.643.497)      (2.621.584.584)      (2.621.584.584)      (2.687.124.199)      (2.687.124.199)      (2.754.302.304)      (2.754.302.304)
EBITDA                                               9.889.288.061      14.418.563.940       18.487.756.105       19.544.790.273       20.048.713.786       20.008.148.662       20.523.656.135       20.481.037.401       21.008.367.092       20.963.590.786
Penyusutan dan Amortisasi                           (1.586.586.582)      (1.586.586.582)      (1.586.586.582)      (1.586.586.582)      (1.586.586.582)      (1.586.586.582)      (1.586.586.582)      (1.586.586.582)      (1.586.586.582)      (1.586.586.582)
EBIT                                                 8.302.701.479      12.831.977.358       16.901.169.523       17.958.203.691       18.462.127.204       18.421.562.080       18.937.069.553       18.894.450.820       19.421.780.510       19.377.004.204
Beban Bunga dan Beban Keuangan Lainnya                           -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -
EBT                                                  8.302.701.479      12.831.977.358       16.901.169.523       17.958.203.691       18.462.127.204       18.421.562.080       18.937.069.553       18.894.450.820       19.421.780.510       19.377.004.204
Pajak Kini                                                       -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -
EAT                                                  8.302.701.479      12.831.977.358       16.901.169.523       17.958.203.691       18.462.127.204       18.421.562.080       18.937.069.553       18.894.450.820       19.421.780.510       19.377.004.204

PT. Panasia Indo Resources, Tbk.
Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.
Cash Flow Proyeksi
(Dalam Rupiah)

                                                  Tahun ke 1           Tahun ke 2           Tahun ke 3           Tahun ke 4           Tahun ke 5           Tahun ke 6           Tahun ke 7           Tahun ke 8           Tahun ke 9           Tahun ke 10
                   Keterangan
                                                   Jan - Des            Jan - Des            Jan - Des            Jan - Des            Jan - Des            Jan - Des            Jan - Des            Jan - Des            Jan - Des            Jan - Des
Arus Kas dari Aktivitas Operasi                      8.731.695.317      13.977.046.530       18.090.638.209       19.438.845.587       19.996.159.468       20.008.148.662       20.469.787.958       20.481.037.401       20.953.152.211       20.963.590.786
   EAT                                               8.302.701.479      12.831.977.358       16.901.169.523       17.958.203.691       18.462.127.204       18.421.562.080       18.937.069.553       18.894.450.820       19.421.780.510       19.377.004.204
   Depresiasi                                        1.586.586.582       1.586.586.582        1.586.586.582        1.586.586.582        1.586.586.582        1.586.586.582        1.586.586.582        1.586.586.582        1.586.586.582        1.586.586.582
   Piutang Usaha                                    (1.157.592.744)       (441.517.410)        (397.117.897)        (105.944.687)          (52.554.318)                  -           (53.868.176)                  -           (55.214.881)                  -
Arus Kas dari Aktivitas Investasi                 (59.573.781.744)                   -                    -                    -                     -                   -                     -                   -                     -                   -
   Pembelian / Penjualan Aset Tetap               (59.573.781.744)                   -                    -                    -                     -                   -                     -                   -                     -                   -
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan                  60.000.000.000                    -                    -                    -                     -                   -                     -                   -                     -                   -
   Penambahan Modal Disetor                        60.000.000.000                    -                    -                    -                     -                   -                     -                   -                     -                   -
Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas       9.157.913.573      13.977.046.530       18.090.638.209       19.438.845.587       19.996.159.468       20.008.148.662       20.469.787.958       20.481.037.401       20.953.152.211       20.963.590.786
Kas dan Setara Kas Awal Tahun                                    -       9.157.913.573       23.134.960.104       41.225.598.312       60.664.443.899       80.660.603.366      100.668.752.029      121.138.539.987      141.619.577.388      162.572.729.600
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun                       9.157.913.573      23.134.960.104       41.225.598.312       60.664.443.899       80.660.603.366      100.668.752.029      121.138.539.987      141.619.577.388      162.572.729.600      183.536.320.386




Rasio                                             Tahun ke 1           Tahun ke 2           Tahun ke 3           Tahun ke 4           Tahun ke 5           Tahun ke 6           Tahun ke 7           Tahun ke 8           Tahun ke 9           Tahun ke 10
Turn Over
Days                                                              30                   30                   30                   30                   30                   30                   30                   30                   30                30
TO Piutang Usaha                                               12,17                12,17                12,17                12,17                12,17                12,17                12,17                12,17                12,17             12,17
Page 69
PT. Panasia Indo Resources, Tbk.
Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk.
Dalam Rupiah
Discounted Cashflow

                                      tahun ke               tahun ke             tahun ke            tahun ke          tahun ke          tahun ke           tahun ke         tahun ke          tahun ke         tahun ke          tahun ke
         Keterangan
                                         0                      1                    2                   3                 4                  5                 6                 7                8                9                 10
EBIT                                              -         8.302.701.479       12.831.977.358      16.901.169.523    17.958.203.691    18.462.127.204     18.421.562.080   18.937.069.553     18.894.450.820   19.421.780.510    19.377.004.204
Tax                                               -                   -                    -                   -                 -                  -                 -                 -                 -                -                 -
Depresiasi                                        -         1.586.586.582        1.586.586.582       1.586.586.582     1.586.586.582     1.586.586.582      1.586.586.582    1.586.586.582      1.586.586.582    1.586.586.582     1.586.586.582
CNWC                                              -        (1.157.592.744)        (441.517.410)       (397.117.897)     (105.944.687)       (52.554.318)              -         (53.868.176)              -        (55.214.881)              -
Capex                                                                 -                    -                   -                 -                  -                 -                 -                 -                -                 -
Initial Investment                  (57.992.195.162)                  -                    -                   -                 -                  -                 -                 -                 -                -                 -
FCFF                                (57.992.195.162)        8.731.695.317       13.977.046.530      18.090.638.209    19.438.845.587    19.996.159.468     20.008.148.662   20.469.787.958     20.481.037.401   20.953.152.211    20.963.590.786
Growth
DR                                            10,79%               10,79%               10,79%              10,79%            10,79%            10,79%             10,79%           10,79%             10,79%           10,79%            10,79%
DF                                                 1                 0,90                 0,81                0,74              0,66              0,60               0,54             0,49               0,44             0,40              0,36
PV                                  (57.992.195.162)        7.881.219.781       11.386.890.444      13.302.659.818    12.901.788.924    11.979.009.786     10.818.725.442    9.990.274.085      9.022.167.293    8.331.115.560     7.523.403.069
NPV                                  45.145.059.041
IRR                                           24,88%
PI                                              1,78
Payback Period                        3 tahun 2 bulan



Kriteria Kelayakan Investasi
Kriteria Kelayakan Investasi    Hasil                                         Kelayakan
IRR                            lebih besar dari Discount Rate                Layak
NPV                            Lebih besar dari 0                            Layak
Propitability Index            lebih besar dari 1                            Layak
Kesimpulan Investasi                                                                Investasi Layak Dilakukan
Page 70
Asumsi Revenue dan HPP

Keterangan                      Tahun ke 1             Tahun ke 2            Tahun ke 3            Tahun ke 4            Tahun ke 5            Tahun ke 6            Tahun ke 7            Tahun ke 8            Tahun ke 9           Tahun ke 10
                                 Jan - Des              Jan - Des             Jan - Des             Jan - Des             Jan - Des             Jan - Des             Jan - Des             Jan - Des             Jan - Des             Jan - Des
Pendapatan Usaha Bersih          14.084.045.048        19.455.840.200        24.287.441.277        25.576.434.967        26.215.845.841        26.215.845.841        26.871.241.987        26.871.241.987        27.543.023.037        27.543.023.037
LUAS
   G1                                  5.050 m2              5.050 m2              5.050 m2              5.050 m2              5.050 m2              5.050 m2              5.050 m2              5.050 m2              5.050 m2              5.050 m2
   G2                                  7.336 m2              7.336 m2              7.336 m2              7.336 m2              7.336 m2              7.336 m2              7.336 m2              7.336 m2              7.336 m2              7.336 m2
   G3                                  7.908 m2              7.908 m2              7.908 m2              7.908 m2              7.908 m2              7.908 m2              7.908 m2              7.908 m2              7.908 m2              7.908 m2
   G4                                 10.115 m2             10.115 m2             10.115 m2             10.115 m2             10.115 m2             10.115 m2             10.115 m2             10.115 m2             10.115 m2             10.115 m2
   G5                                  5.170 m2              5.170 m2              5.170 m2              5.170 m2              5.170 m2              5.170 m2              5.170 m2              5.170 m2              5.170 m2              5.170 m2
   G6                                  2.262 m2              2.262 m2              2.262 m2              2.262 m2              2.262 m2              2.262 m2              2.262 m2              2.262 m2              2.262 m2              2.262 m2
   G7                                  1.491 m2              1.491 m2              1.491 m2              1.491 m2              1.491 m2              1.491 m2              1.491 m2              1.491 m2              1.491 m2              1.491 m2
   G8                                    480 m2                480 m2                480 m2                480 m2                480 m2                480 m2                480 m2                480 m2                480 m2                480 m2
   G9                                    500 m2                500 m2                500 m2                500 m2                500 m2                500 m2                500 m2                500 m2                500 m2                500 m2
   G 10                                4.007 m2              4.007 m2              4.007 m2              4.007 m2              4.007 m2              4.007 m2              4.007 m2              4.007 m2              4.007 m2              4.007 m2
   G.11                                  317 m2                317 m2                317 m2                317 m2                317 m2                317 m2                317 m2                317 m2                317 m2                317 m2
   G.12                                4.083 m2              4.083 m2              4.083 m2              4.083 m2              4.083 m2              4.083 m2              4.083 m2              4.083 m2              4.083 m2              4.083 m2
   G.13                                3.200 m2              3.200 m2              3.200 m2              3.200 m2              3.200 m2              3.200 m2              3.200 m2              3.200 m2              3.200 m2              3.200 m2
   G.14                                2.164 m2              2.164 m2              2.164 m2              2.164 m2              2.164 m2              2.164 m2              2.164 m2              2.164 m2              2.164 m2              2.164 m2
   G.15                                2.106 m2              2.106 m2              2.106 m2              2.106 m2              2.106 m2              2.106 m2              2.106 m2              2.106 m2              2.106 m2              2.106 m2
   G.16                                2.304 m2              2.304 m2              2.304 m2              2.304 m2              2.304 m2              2.304 m2              2.304 m2              2.304 m2              2.304 m2              2.304 m2
   G.17                                1.440 m2              1.440 m2              1.440 m2              1.440 m2              1.440 m2              1.440 m2              1.440 m2              1.440 m2              1.440 m2              1.440 m2
   G.18                                1.440 m2              1.440 m2              1.440 m2              1.440 m2              1.440 m2              1.440 m2              1.440 m2              1.440 m2              1.440 m2              1.440 m2
   G.19                                  576 m2                576 m2                576 m2                576 m2                576 m2                576 m2                576 m2                576 m2                576 m2                576 m2
   G.20                                4.032 m2              4.032 m2              4.032 m2              4.032 m2              4.032 m2              4.032 m2              4.032 m2              4.032 m2              4.032 m2              4.032 m2
   G.21                                  160 m2                160 m2                160 m2                160 m2                160 m2                160 m2                160 m2                160 m2                160 m2                160 m2
   G.22                                1.081 m2              1.081 m2              1.081 m2              1.081 m2              1.081 m2              1.081 m2              1.081 m2              1.081 m2              1.081 m2              1.081 m2
   Total Luas                         67.223 m2             67.223 m2             67.223 m2             67.223 m2             67.223 m2             67.223 m2             67.223 m2             67.223 m2             67.223 m2             67.223 m2

TARIF SEWA
    G1                       Rp 33.000 /m2/bulan   Rp 33.000 /m2/bulan   Rp 33.825 /m2/bulan   Rp 33.825 /m2/bulan   Rp 34.671 /m2/bulan   Rp 34.671 /m2/bulan   Rp 35.537 /m2/bulan   Rp 35.537 /m2/bulan   Rp 36.426 /m2/bulan   Rp 36.426 /m2/bulan
    G2                       Rp 35.000 /m2/bulan   Rp 35.000 /m2/bulan   Rp 35.875 /m2/bulan   Rp 35.875 /m2/bulan   Rp 36.772 /m2/bulan   Rp 36.772 /m2/bulan   Rp 37.691 /m2/bulan   Rp 37.691 /m2/bulan   Rp 38.633 /m2/bulan   Rp 38.633 /m2/bulan
    G3                       Rp 26.500 /m2/bulan   Rp 26.500 /m2/bulan   Rp 27.163 /m2/bulan   Rp 27.163 /m2/bulan   Rp 27.842 /m2/bulan   Rp 27.842 /m2/bulan   Rp 28.538 /m2/bulan   Rp 28.538 /m2/bulan   Rp 29.251 /m2/bulan   Rp 29.251 /m2/bulan
    G4                       Rp 30.000 /m2/bulan   Rp 30.000 /m2/bulan   Rp 30.750 /m2/bulan   Rp 30.750 /m2/bulan   Rp 31.519 /m2/bulan   Rp 31.519 /m2/bulan   Rp 32.307 /m2/bulan   Rp 32.307 /m2/bulan   Rp 33.114 /m2/bulan   Rp 33.114 /m2/bulan
    G5                       Rp 35.000 /m2/bulan   Rp 35.000 /m2/bulan   Rp 35.875 /m2/bulan   Rp 35.875 /m2/bulan   Rp 36.772 /m2/bulan   Rp 36.772 /m2/bulan   Rp 37.691 /m2/bulan   Rp 37.691 /m2/bulan   Rp 38.633 /m2/bulan   Rp 38.633 /m2/bulan
    G6                       Rp 29.500 /m2/bulan   Rp 29.500 /m2/bulan   Rp 30.238 /m2/bulan   Rp 30.238 /m2/bulan   Rp 30.993 /m2/bulan   Rp 30.993 /m2/bulan   Rp 31.768 /m2/bulan   Rp 31.768 /m2/bulan   Rp 32.562 /m2/bulan   Rp 32.562 /m2/bulan
    G7                       Rp 28.000 /m2/bulan   Rp 28.000 /m2/bulan   Rp 28.700 /m2/bulan   Rp 28.700 /m2/bulan   Rp 29.418 /m2/bulan   Rp 29.418 /m2/bulan   Rp 30.153 /m2/bulan   Rp 30.153 /m2/bulan   Rp 30.907 /m2/bulan   Rp 30.907 /m2/bulan
    G8                       Rp 43.403 /m2/bulan   Rp 43.403 /m2/bulan   Rp 44.488 /m2/bulan   Rp 44.488 /m2/bulan   Rp 45.600 /m2/bulan   Rp 45.600 /m2/bulan   Rp 46.740 /m2/bulan   Rp 46.740 /m2/bulan   Rp 47.909 /m2/bulan   Rp 47.909 /m2/bulan
    G9                       Rp 41.667 /m2/bulan   Rp 41.667 /m2/bulan   Rp 42.709 /m2/bulan   Rp 42.709 /m2/bulan   Rp 43.776 /m2/bulan   Rp 43.776 /m2/bulan   Rp 44.871 /m2/bulan   Rp 44.871 /m2/bulan   Rp 45.993 /m2/bulan   Rp 45.993 /m2/bulan
    G 10                     Rp 30.000 /m2/bulan   Rp 30.000 /m2/bulan   Rp 30.750 /m2/bulan   Rp 30.750 /m2/bulan   Rp 31.519 /m2/bulan   Rp 31.519 /m2/bulan   Rp 32.307 /m2/bulan   Rp 32.307 /m2/bulan   Rp 33.114 /m2/bulan   Rp 33.114 /m2/bulan
    G.11                     Rp 55.144 /m2/bulan   Rp 55.144 /m2/bulan   Rp 56.523 /m2/bulan   Rp 56.523 /m2/bulan   Rp 57.936 /m2/bulan   Rp 57.936 /m2/bulan   Rp 59.384 /m2/bulan   Rp 59.384 /m2/bulan   Rp 60.869 /m2/bulan   Rp 60.869 /m2/bulan
    G.12                     Rp 33.000 /m2/bulan   Rp 33.000 /m2/bulan   Rp 33.825 /m2/bulan   Rp 33.825 /m2/bulan   Rp 34.671 /m2/bulan   Rp 34.671 /m2/bulan   Rp 35.537 /m2/bulan   Rp 35.537 /m2/bulan   Rp 36.426 /m2/bulan   Rp 36.426 /m2/bulan
    G.13                     Rp 30.000 /m2/bulan   Rp 30.000 /m2/bulan   Rp 30.750 /m2/bulan   Rp 30.750 /m2/bulan   Rp 31.519 /m2/bulan   Rp 31.519 /m2/bulan   Rp 32.307 /m2/bulan   Rp 32.307 /m2/bulan   Rp 33.114 /m2/bulan   Rp 33.114 /m2/bulan
    G.14                     Rp 28.000 /m2/bulan   Rp 28.000 /m2/bulan   Rp 28.700 /m2/bulan   Rp 28.700 /m2/bulan   Rp 29.418 /m2/bulan   Rp 29.418 /m2/bulan   Rp 30.153 /m2/bulan   Rp 30.153 /m2/bulan   Rp 30.907 /m2/bulan   Rp 30.907 /m2/bulan
    G.15                     Rp 28.000 /m2/bulan   Rp 28.000 /m2/bulan   Rp 28.700 /m2/bulan   Rp 28.700 /m2/bulan   Rp 29.418 /m2/bulan   Rp 29.418 /m2/bulan   Rp 30.153 /m2/bulan   Rp 30.153 /m2/bulan   Rp 30.907 /m2/bulan   Rp 30.907 /m2/bulan
    G.16                     Rp 30.000 /m2/bulan   Rp 30.000 /m2/bulan   Rp 30.750 /m2/bulan   Rp 30.750 /m2/bulan   Rp 31.519 /m2/bulan   Rp 31.519 /m2/bulan   Rp 32.307 /m2/bulan   Rp 32.307 /m2/bulan   Rp 33.114 /m2/bulan   Rp 33.114 /m2/bulan
    G.17                     Rp 30.000 /m2/bulan   Rp 30.000 /m2/bulan   Rp 30.750 /m2/bulan   Rp 30.750 /m2/bulan   Rp 31.519 /m2/bulan   Rp 31.519 /m2/bulan   Rp 32.307 /m2/bulan   Rp 32.307 /m2/bulan   Rp 33.114 /m2/bulan   Rp 33.114 /m2/bulan
    G.18                     Rp 30.000 /m2/bulan   Rp 30.000 /m2/bulan   Rp 30.750 /m2/bulan   Rp 30.750 /m2/bulan   Rp 31.519 /m2/bulan   Rp 31.519 /m2/bulan   Rp 32.307 /m2/bulan   Rp 32.307 /m2/bulan   Rp 33.114 /m2/bulan   Rp 33.114 /m2/bulan
    G.19                     Rp 43.403 /m2/bulan   Rp 43.403 /m2/bulan   Rp 44.488 /m2/bulan   Rp 44.488 /m2/bulan   Rp 45.600 /m2/bulan   Rp 45.600 /m2/bulan   Rp 46.740 /m2/bulan   Rp 46.740 /m2/bulan   Rp 47.909 /m2/bulan   Rp 47.909 /m2/bulan
    G.20                     Rp 28.000 /m2/bulan   Rp 28.000 /m2/bulan   Rp 28.700 /m2/bulan   Rp 28.700 /m2/bulan   Rp 29.418 /m2/bulan   Rp 29.418 /m2/bulan   Rp 30.153 /m2/bulan   Rp 30.153 /m2/bulan   Rp 30.907 /m2/bulan   Rp 30.907 /m2/bulan
    G.21                      Rp 7.813 /m2/bulan    Rp 7.813 /m2/bulan    Rp 8.008 /m2/bulan    Rp 8.008 /m2/bulan    Rp 8.209 /m2/bulan    Rp 8.209 /m2/bulan    Rp 8.414 /m2/bulan    Rp 8.414 /m2/bulan    Rp 8.624 /m2/bulan    Rp 8.624 /m2/bulan
    G.22                     Rp 27.000 /m2/bulan   Rp 27.000 /m2/bulan   Rp 27.675 /m2/bulan   Rp 27.675 /m2/bulan   Rp 28.367 /m2/bulan   Rp 28.367 /m2/bulan   Rp 29.076 /m2/bulan   Rp 29.076 /m2/bulan   Rp 29.803 /m2/bulan   Rp 29.803 /m2/bulan
    KENAIKAN TARIF SEWA                                           0,0%                  2,5%                  0,0%                  2,5%                  0,0%                  2,5%                  0,0%                  2,5%                  0,0%

OKUPANSI
   G1                                   12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan
   G2                                   12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan
   G3                                   12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan
   G4                                    3 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan
   G5                                   12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan
   G6                                   12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan
   G7                                    0 Bulan               0 Bulan               9 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan
   G8                                    0 Bulan               0 Bulan               9 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan
   G9                                    0 Bulan               0 Bulan               9 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan
   G 10                                  0 Bulan               0 Bulan               9 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan
   G.11                                 12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan
   G.12                                 12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan
   G.13                                  0 Bulan               0 Bulan               9 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan
   G.14                                  0 Bulan               0 Bulan               9 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan
   G.15                                  0 Bulan               0 Bulan               9 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan
   G.16                                  0 Bulan               9 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan
   G.17                                  0 Bulan               9 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan
   G.18                                  0 Bulan               9 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan
   G.19                                  3 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan
   G.20                                  3 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan
   G.21                                 12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan
   G.22                                 12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan              12 Bulan

PENDAPATAN
      G1                          1.999.800.000         1.999.800.000         2.049.795.000         2.049.795.000         2.101.039.875         2.101.039.875         2.153.565.872         2.153.565.872         2.207.405.019         2.207.405.019
      G2                          3.081.120.000         3.081.120.000         3.158.148.000         3.158.148.000         3.237.101.700         3.237.101.700         3.318.029.243         3.318.029.243         3.400.979.974         3.400.979.974
      G3                          2.514.744.000         2.514.744.000         2.577.612.600         2.577.612.600         2.642.052.915         2.642.052.915         2.708.104.238         2.708.104.238         2.775.806.844         2.775.806.844
      G4                            910.350.000         3.641.400.000         3.732.435.000         3.732.435.000         3.825.745.875         3.825.745.875         3.921.389.522         3.921.389.522         4.019.424.260         4.019.424.260
      G5                          2.171.400.000         2.171.400.000         2.225.685.000         2.225.685.000         2.281.327.125         2.281.327.125         2.338.360.303         2.338.360.303         2.396.819.311         2.396.819.311
      G6                            800.748.000           800.748.000           820.766.700           820.766.700           841.285.868           841.285.868           862.318.014           862.318.014           883.875.965           883.875.965
      G7                                      -                     -           385.125.300           513.500.400           526.337.910           526.337.910           539.496.358           539.496.358           552.983.767           552.983.767
      G8                                      -                     -           192.188.484           256.251.312           262.657.595           262.657.595           269.224.035           269.224.035           275.954.636           275.954.636
      G9                                      -                     -           192.189.038           256.252.050           262.658.351           262.658.351           269.224.810           269.224.810           275.955.430           275.955.430
      G 10                                    -                     -         1.108.937.250         1.478.583.000         1.515.547.575         1.515.547.575         1.553.436.264         1.553.436.264         1.592.272.171         1.592.272.171
      G.11                          210.000.704           210.000.704           215.250.722           215.250.722           220.631.990           220.631.990           226.147.790           226.147.790           231.801.484           231.801.484
      G.12                        1.616.868.000         1.616.868.000         1.657.289.700         1.657.289.700         1.698.721.943         1.698.721.943         1.741.189.991         1.741.189.991         1.784.719.741         1.784.719.741
      G.13                                    -                     -           885.600.000         1.180.800.000         1.210.320.000         1.210.320.000         1.240.578.000         1.240.578.000         1.271.592.450         1.271.592.450
      G.14                                    -                     -           558.961.200           745.281.600           763.913.640           763.913.640           783.011.481           783.011.481           802.586.768           802.586.768
      G.15                                    -                     -           543.979.800           725.306.400           743.439.060           743.439.060           762.025.037           762.025.037           781.075.662           781.075.662
      G.16                                    -           622.080.000           850.176.000           850.176.000           871.430.400           871.430.400           893.216.160           893.216.160           915.546.564           915.546.564
      G.17                                    -           388.800.000           531.360.000           531.360.000           544.644.000           544.644.000           558.260.100           558.260.100           572.216.603           572.216.603
      G.18                                    -           388.800.000           531.360.000           531.360.000           544.644.000           544.644.000           558.260.100           558.260.100           572.216.603           572.216.603
      G.19                           75.000.384           300.001.536           307.501.574           307.501.574           315.189.114           315.189.114           323.068.842           323.068.842           331.145.563           331.145.563
      G.20                          338.688.000         1.354.752.000         1.388.620.800         1.388.620.800         1.423.336.320         1.423.336.320         1.458.919.728         1.458.919.728         1.495.392.721         1.495.392.721
      G.21                           15.000.960            15.000.960            15.375.984            15.375.984            15.760.384            15.760.384            16.154.393            16.154.393            16.558.253            16.558.253
      G.22                          350.325.000           350.325.000           359.083.125           359.083.125           368.060.203           368.060.203           377.261.708           377.261.708           386.693.251           386.693.251
                                                                  68%

Keterangan                      Tahun ke 1             Tahun ke 2            Tahun ke 3            Tahun ke 4            Tahun ke 5            Tahun ke 6            Tahun ke 7            Tahun ke 8            Tahun ke 9           Tahun ke 10
                                 Jan - Des              Jan - Des             Jan - Des             Jan - Des             Jan - Des             Jan - Des             Jan - Des             Jan - Des             Jan - Des            Jan - Des
HPP                               2.082.150.230         2.118.900.230         2.156.568.980         2.195.179.449         2.234.755.179         2.275.320.303         2.316.899.555         2.359.518.288         2.403.202.489         2.447.978.796
      Gaji - Tenaga Kerja           240.000.000           246.000.000           252.150.000           258.453.750           264.915.094           271.537.971           278.326.420           285.284.581           292.416.695           299.727.113
      Listrik Air & Telfon        1.230.000.000         1.260.750.000         1.292.268.750         1.324.575.469         1.357.689.855         1.391.632.102         1.426.422.904         1.462.083.477         1.498.635.564         1.536.101.453
      PBB                           612.150.230           612.150.230           612.150.230           612.150.230           612.150.230           612.150.230           612.150.230           612.150.230           612.150.230           612.150.230

    Beban Umum & Adm               704.202.252           972.792.010          1.214.372.064         1.278.821.748         1.310.792.292         1.310.792.292         1.343.562.099         1.343.562.099         1.377.151.152         1.377.151.152
       Management Fee                        -                     -                      -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -
       Fee Agen                    704.202.252           972.792.010          1.214.372.064         1.278.821.748         1.310.792.292         1.310.792.292         1.343.562.099         1.343.562.099         1.377.151.152         1.377.151.152

Pajak Final                       1.408.404.505         1.945.584.020         2.428.744.128         2.557.643.497         2.621.584.584         2.621.584.584         2.687.124.199         2.687.124.199         2.754.302.304         2.754.302.304
Page 71
PT. Panasia Indo Resources, Tbk.
Discount Rate


   KETERANGAN           2025       2026      2027      2028      2029      2030      2031      2032      2033      2034      2035


  Beta Unlevered            0,54     0,54      0,54      0,54      0,54      0,54      0,54      0,54      0,54      0,54      0,54
  Beta Re-Levered           0,95     0,95      0,95      0,95      0,95      0,95      0,95      0,95      0,95      0,95      0,95

       Beta                 0,95      0,95      0,95      0,95      0,95      0,95      0,95      0,95      0,95      0,95      0,95
        KRF               7,07%     7,07%     7,07%     7,07%     7,07%     7,07%     7,07%     7,07%     7,07%     7,07%     7,07%
        ERP               7,38%     7,38%     7,38%     7,38%     7,38%     7,38%     7,38%     7,38%     7,38%     7,38%     7,38%
       RBDS               2,07%     2,07%     2,07%     2,07%     2,07%     2,07%     2,07%     2,07%     2,07%     2,07%     2,07%
        DER              75,96%    75,96%    75,96%    75,96%    75,96%    75,96%    75,96%    75,96%    75,96%    75,96%    75,96%

        Ke               12,02%    12,02%    12,02%    12,02%    12,02%    12,02%    12,02%    12,02%    12,02%    12,02%    12,02%
        Kd                9,18%     9,18%     9,18%     9,18%     9,18%     9,18%     9,18%     9,18%     9,18%     9,18%     9,18%
        We               56,83%    56,83%    56,83%    56,83%    56,83%    56,83%    56,83%    56,83%    56,83%    56,83%    56,83%
        Wd               43,17%    43,17%    43,17%    43,17%    43,17%    43,17%    43,17%    43,17%    43,17%    43,17%    43,17%

      Tax Rate               0%        0%        0%        0%        0%        0%        0%        0%        0%        0%        0%
   Discount Rate         10,79%    10,79%    10,79%    10,79%    10,79%    10,79%    10,79%    10,79%    10,79%    10,79%    10,79%

File

File Open PDF
Source IDX
Size4.79 MB
Published21 May 2025
Pages71
Characters266,752
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 36 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT Panasia Indo Resources p.1 ×162
linked — Panasia Synthetic p.19
linked person Awong Hidjaja p.19 ×2
linked org Mercury Capital p.19
linked — Prime Invesco p.19
linked — Gold Gazelle p.19
linked — Lucky Heights p.19
linked person Enrico Haryono p.19
linked person Albert Januar p.19
linked person Desveny Sibuea p.19
linked person Agnes Novella p.19
linked org Kawasan Industri Jababeka Tbk p.38 ×2
linked org Surya Semesta Internusa Tbk p.39 ×2
possible org Bursa efek Indonesia p.4
possible org Semen Indonesia p.39
unresolved person Ginanjar Rizki Tarekat p.2
unresolved org Menteri Keuangan p.2 ×4
unresolved org Sugianto Prasodjo dan Rekan p.2 ×2
unresolved org KJPP Sugianto Prasodjo p.2
unresolved org Bank Indonesia p.3 ×9
unresolved org Indonesia p.4
unresolved org Pusat Statistik p.4
unresolved org KJPP SPR p.5 ×2
unresolved org Menteri Keuangan. Penyelia p.15
unresolved person R. Tendy Suwarman · Notaris p.18 ×4
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.18
unresolved org PT Panasia Synthetic Abadi p.19
unresolved org Incorporation Prime Invesco Limited p.19
unresolved org Gold Gazelle Profits Corporation p.19
unresolved org Limited Ortega Management Limited p.19
unresolved org Studi Kelayakan PT Panasia Indo Resources, Tbk. p.19
unresolved — Idris Jono · Akuntan Publik p.20
unresolved person Drs. Rudy Soegiharto · Akuntan Publik p.20 ×11
unresolved org Kementerian Perindustrian p.34
unresolved org PT Kawasan Industri Gresik p.39
unresolved org PT Kawasan Industri Wijayakusuma p.39

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 9197 ms 12 Sep 2026 22:51
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result