Back to announcement
20250508_RGAS_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31884476_lamp4.pdf
Asset transaction Needs review RGASSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 86
Page 1
LAPORAN STUDI KELAYAKAN
AKTIVITAS PENYEDIA GABUNGAN JASA
PENUNJANG FASILITAS
(KBLI 81100)
PT KIAN SANTANG MULIATAMA TBK
No. 00011/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/V/2025
Tanggal: 8 Mei 2025
Page 2
LAPORAN STUDI KELAYAKAN
AKTIVITAS PENYEDIA GABUNGAN JASA
PENUNJANG FASILITAS
(KBLI 81100)
PT KIAN SANTANG MULIATAMA TBK
No. 00011/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/V/2025
Tanggal: 8 Mei 2025
Page 3
No. 00011/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/V/2025 Bekasi, 8 Mei 2025
SURAT PENGANTAR
Kepada:
Direksi PT Kian Santang Muliatama Tbk
Jl. Wibawa Mukti II, Perum Telkom Satwika Permai
Blok A5 No. 8, Jatiluhur, Jatiasih
Kota Bekasi, Jawa Barat, 17425
Perihal: Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha Aktivitas Penyedia
Gabungan Jasa Penunjang Fasilitas (KBLI 81100)
Dengan hormat,
PENDAHULUAN
Sesuai dengan Surat Perjanjian Kerja (SPK) No. 0018/SPK/MSE-01/ES/III/2025, tanggal
26 Maret 2025, PT Kian Santang Muliatama Tbk (atau selanjutnya disebut “Perseroan”) yang
bergerak di bidang perdagangan besar mesin peralatan dan perlengkapan lainnya, instalasi
mekanikal, serta jasa Engineering, Procurement, and Construction (EPC) dalam industri
minyak dan gas, telah menunjuk KJPP Syarif, Endang, dan Rekan, sebagai Penilai
Independen untuk menyusun Laporan Studi Kelayakan Usaha Penambahan Kegiatan Usaha
sesuai dengan KBLI 81100 yaitu Aktivitas Penyedia Gabungan Jasa Penunjang Fasilitas.
TANGGAL PENILAIAN
Tanggal Penilaian dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah per 31 Desember 2024.
IDENTITAS PEMBERI TUGAS
Nama Perusahaan : PT Kian Santang Muliatama Tbk
Bidang Usaha : Perdagangan besar mesin peralatan dan perlengkapan lainnya,
instalasi mekanikal, serta jasa Engineering, Procurement, and
Construction (EPC) dalam industri minyak dan gas
Alamat : Jl. Wibawa Mukti II, Perum Telkom Satwika Permai, Blok A5 No. 8,
Kel. Jatiluhur, Kec. Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, 17425
Telepon : (021) 82748249
Website : kianmulia.com
Email : corsec@kianmulia.com
MAKSUD DAN TUJUAN STUDI KELAYAKAN
Studi Kelayakan ini dibuat untuk mengetahui kelayakan usaha sehubungan dengan
Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 81100 yaitu Aktivitas Penyedia Gabungan
Jasa Penunjang Fasilitas, serta sebagai syarat pemenuhan atas Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
i
Page 4
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Penambahan Kegiatan Usaha (“POJK No.17/2020”), dan bukan untuk kepentingan
perbankan ataupun kepentingan lainnya.
PROSEDUR YANG DIGUNAKAN
Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020, tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018 yang disusun
oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode Etik Penilai
Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait.
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara independen
tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, dan pihak-pihak yang terkait
dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan
pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun. Imbalan
yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan
dari proses analisis kelayakan ini dan kami hanya menerima imbalan sesuai dengan yang
tercantum pada Surat Perjanjian Kerja (SPK) No. 0018/SPK/MSE-01/ES/III/2025, tanggal
26 Maret 2025,.
RUANG LINGKUP PENUGASAN
Ruang Lingkup penugasan adalah sesuai dengan tujuan dari Studi Kelayakan ini, yaitu untuk
melakukan kajian atau analisis kelayakan sehubungan dengan Penambahan Kegiatan Usaha
sesuai dengan KBLI 81100 yaitu Aktivitas Penyedia Gabungan Jasa Penunjang Fasilitas.
Berdasarkan POJK No. 35/POJK.04/2020, ruang lingkup dari Penugasan Penilaian
Profesional, paling sedikit meliputi:
1. Tujuan dari Penugasan Penilaian Profesional;
2. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam Penugasan Penilaian Profesional;
dan
3. Dasar Nilai dan Premis Nilai yang digunakan.
ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini
adalah:
a. Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
b. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
studi kelayakan.
c. Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan dan
kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang diperoleh
dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang
kami anggap relevan.
ii
Page 5
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
d. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen dengan
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya ( fiduciary
duty).
e. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran proyeksi
keuangan yang telah disesuaikan.
f. Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
g. Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang
dihasilkan.
h. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari
pemberi tugas.
KEJADIAN SETELAH TANGGAL PENILAIAN
Dari tanggal Penilaian Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2024, sampai dengan
tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang terjadi selama
periode tersebut.
HASIL ANALISIS KELAYAKAN
Berdasarkan analisis kelayakan, menunjukkan bahwa penambahan kegiatan usaha oleh
Perseroan memenuhi kriteria kelayakan dengan variabel-variabel sebagai berikut.
• Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp4.220.265.000,-. Dengan demikian, hasil NPV
yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena
memberikan keuntungan.
• Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate → Layak
IRR yang dihasilkan adalah sebesar 45,32%. Hasil IRR berada di atas tingkat discount
rate yang sebesar 8,95%. Dengan demikian, hasil IRR menunjukkan bahwa proyek layak
dikerjakan karena keuntungan lebih besar dari biaya modal (cost of capital) yang
diasumsikan.
• Profitability Index (PI) > 1 → Layak
PI yang diperoleh adalah sebesar 3,45603. Dengan demikian, hasil PI yang lebih dari 1
menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan keuntungan dari
pengeluaran investasi yang dilakukan.
• Payback Period (PP)
PP yang diperoleh adalah 4 tahun dan 11 bulan. Dengan demikian, Perseroan mampu
mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 4 tahun dan 11 bulan.
iii
Page 6
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
KESIMPULAN
Berdasarkan analisis atas Kelayakan Pasar, Kelayakan Teknis, Kelayakan Pola Bisnis,
Kelayakan Model Manajemen, dan Kelayakan Keuangan, dapat disimpulkan bahwa
Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 81100 yaitu Aktivitas Penyedia Gabungan
Jasa Penunjang Fasilitas adalah layak.
Seluruh kajian ini kami sampaikan dengan catatan semua asumsi yang diterapkan dalam
Studi Kelayakan ini dapat dipenuhi.
PENUTUP
Penugasan untuk mempersiapkan Studi Kelayakan Usaha ini bukan dan tidak dapat
dianggap dalam segala hal sebagai review atau audit atau pelaksanaan prosedur tertentu
pada informasi keuangan. Penugasan kami tidak dilakukan untuk tujuan mengungkapkan
kelemahan pengendalian internal, kesalahan dalam laporan keuangan, segala bentuk
implikasi pajak atau pelanggaran hukum. Studi Kelayakan Usaha ini juga tidak
dimaksudkan sebagai rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui rencana
proyek atau untuk mengambil tindakan tertentu atas Rencana Kegiatan Usaha.
Demikian laporan ini kami sampaikan, atas kepercayaan yang telah diberikan kami ucapkan
terima kasih dan kami berharap kiranya laporan ini dapat berguna bagi kemajuan usaha
selanjutnya.
Hormat kami,
KJPP SYARIF, ENDANG & REKAN
Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.) Digitally signed by Endang Sunardi
DN: cn=Endang Sunardi, c=ID, o=KJPP Syarif
Rekan Endang dan Rekan,
email=syarifendangdanrekan@gmail.com
MAPPI : No. 09-S-02341
Izin Penilai Publik : No. B-1.12.00340
Klasifikasi Izin : Penilaian Bisnis
Register : No. RMK-2017.00303
STTD OJK : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
STTD IKNB : No. 173/NB.122/STTD-P/2019
iv
Page 7
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan
di bawah ini menerangkan bahwa:
1. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara
independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, dan pihak-
pihak yang terkait dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai
kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya,
Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
kerugian pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak
dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis kelayakan ini dan
kami hanya menerima imbalan sesuai dengan yang tercantum pada Surat Perjanjian
Kerja (SPK) No. 0018/SPK/MSE-01/ES/III/2025, tanggal 26 Maret 2025;
2. Penilai bertanggung jawab atas pendapat yang diberikan dalam rangka penugasan Studi
Kelayakan, sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
3. Analisis Kelayakan dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2024, parameter dan data
yang digunakan dalam analisis menggunakan data per 31 Desember 2024;
4. Penugasan penilaian telah dilakukan dengan pemahaman terhadap Objek Penilaian
pada Tanggal Penilaian dan analisis telah dilakukan sesuai dengan Tujuan Penilaian
sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
5. Laporan Studi Kelayakan ini tidak lepas dari ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020, SEOJK No. 17/SEOJK.004/2020, Kode Etik Penilai Indonesia
("KEPI"), serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII 2018 yang ditetapkan oleh
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia ("MAPPI");
6. Opini yang dihasilkan dalam penugasan ini telah disajikan sebagai Kesimpulan pada
Laporan Studi Kelayakan ini;
7. Lingkup pekerjaan telah diungkapkan pada Ruang Lingkup dan data yang dianalisis
serta data ekonomi dan industri yang diungkapkan dalam Laporan Penilaian ini pada
Sumber Data diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini dapat
dipertanggungjawabkan;
8. Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang
mempengaruhi analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan ini;
9. Kesimpulan telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas;
10. Pernyataan yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di
dalam Laporan ini adalah benar, sesuai dengan pemahaman terbaik;
11. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai juga tidak mempunyai
kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Imbalan yang
Penilai terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kesimpulan yang tercantum
pada Laporan Penilaian ini;
12. Dalam melakukan penugasan ini, Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan
profesional dalam menyiapkan Laporan Studi Kelayakan; dan
13. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan ini, telah menyediakan
bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan Penilaian.
v
Page 8
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
KJPP Syarif, Endang & Rekan menyatakan bahwa Para Penilai yang kami libatkan dalam
penugasan Penilaian ini adalah Penilai profesional yang kompeten dan memiliki keahlian
penilaian yang baik.
No. Nama Tugas Tanda Tangan
1. Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.) Penanggung Jawab (.......................)
MAPPI : No. 09-S-02341
Izin Penilai : No. B-1.12.00340
Klasifikasi Izin : Penilaian Bisnis
Register : No. RMK-2017.00303
STTD OJK :: No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
STTD IKNB :: No. 173/NB.122/STTD-P/2019
2. Meilindra Indriani, S.Si. Reviewer (........................)
MAPPI : No. 14-T-05006
Register : No. RMK-2017.01002
3. Toyib Efendi, S.E., M.Ec. Dev. Staf Penilai (........................)
MAPPI : No. 09-P-02398
Register : No. RMK-2021.03694
4. Rachellina Noor Al Maghfira, S.Si. Tenaga Inspeksi (........................)
MAPPI : No. 22-A-11570
vi
Page 9
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
DAFTAR ISI
SURAT PENGANTAR........................................................................................................... i
PERNYATAAN PENILAI ...................................................................................................... v
DAFTAR ISI ..................................................................................................................... vii
DAFTAR TABEL ................................................................................................................ ix
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................................. x
1 PENDAHULUAN ..................................................................................................... 1
1.1 Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian ................................................................. 1
1.2 Tanggal Penilaian ................................................................................................. 1
1.3 Identitas Pemberi Tugas ....................................................................................... 1
1.4 Latar Belakang...................................................................................................... 1
1.5 Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan .................................................................... 2
1.6 Data dan Informasi yang Digunakan .................................................................... 2
1.7 Prosedur yang Digunakan .................................................................................... 3
1.8 Ruang Lingkup Penugasan ................................................................................... 4
1.9 Asumsi dan Kondisi Pembatas .............................................................................. 4
1.10 Kualifikasi Penilai ................................................................................................. 4
1.11 Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan ............................................................ 5
2 INFORMASI UMUM ................................................................................................ 6
2.1 Profil Perseroan .................................................................................................... 6
2.1.1 Bidang Usaha ....................................................................................................... 6
2.1.2 Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan ......................................... 7
2.1.3 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi ................................................................. 8
2.1.4 Legalitas dan Izin Operasional ............................................................................. 8
2.2 Kinerja Keuangan ................................................................................................. 9
2.2.1 Kinerja Posisi Keuangan ....................................................................................... 9
2.2.2 Kinerja Laba (Rugi) ............................................................................................. 13
2.3 Produk dan Layanan Perseroan........................................................................... 18
2.4 Teknologi yang Digunakan ................................................................................. 19
2.5 Pasar yang Dituju ............................................................................................... 19
2.6 Pesaing dan Persaingan ...................................................................................... 19
2.7 Pola Bisnis .......................................................................................................... 20
2.8 Strategi Pemasaran............................................................................................. 21
2.9 Kebutuhan Produksi atau Operasi ...................................................................... 21
2.10 Kebutuhan Manajemen dan Sumber Daya Manusia ............................................ 21
2.11 Hak Atas Kekayaan Intelektual ........................................................................... 22
2.12 Peraturan Perundang-undangan yang Terkait .................................................... 22
2.13 Aspek Lingkungan ............................................................................................. 23
2.14 Faktor Risiko Utama ........................................................................................... 23
2.15 Persyaratan Modal dan Strategi Finansial ........................................................... 23
3 KELAYAKAN PASAR ............................................................................................. 24
3.1 Kondisi Pasar ..................................................................................................... 24
3.2 Pangsa Pasar ...................................................................................................... 29
vii
Page 10
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
3.3 Kesinambungan ................................................................................................. 37
3.4 Potensi Pasar ...................................................................................................... 38
3.5 Sasaran .............................................................................................................. 39
3.6 Potensi Nilai Pasar .............................................................................................. 39
3.7 Pesaing Usaha .................................................................................................... 39
3.8 Strategi Pemasaran............................................................................................. 40
4 KELAYAKAN TEKNIS ............................................................................................ 41
4.1 Kapasitas ........................................................................................................... 41
4.2 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya ............................................................. 41
4.3 Proses Produksi dan/atau Operasional ............................................................... 42
5 KELAYAKAN POLA BISNIS .................................................................................... 44
5.1 Keunggulan Kompetitif ...................................................................................... 44
5.2 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk ........................................................ 44
5.3 Kemampuan untuk Menciptakan Nilai ................................................................ 45
6 KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN ....................................................................... 46
6.1 Ketersediaan Tenaga Kerja ................................................................................. 46
6.2 Manajemen Kekayaan Intelektual ....................................................................... 46
6.3 Manajemen Risiko .............................................................................................. 47
6.4 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ............................................................. 48
6.5 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen ................................................ 48
7 KELAYAKAN KEUANGAN ..................................................................................... 49
7.1 Biaya Pendirian (Start Up Costs).......................................................................... 49
7.2 Modal Kerja ........................................................................................................ 50
7.3 Sumber Pembiayaan ........................................................................................... 50
7.4 Biaya Operasional ............................................................................................... 50
7.5 Biaya Bahan Baku Mentah ................................................................................... 51
7.6 Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan ................................................................... 51
7.7 Proyeksi Posisi Keuangan ................................................................................... 53
7.8 Proyeksi Laba (Rugi) ........................................................................................... 54
7.9 Proyeksi Arus Kas ............................................................................................... 55
7.10 Analisis Titik Impas ............................................................................................ 57
7.11 Analisis Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas ............................................... 58
7.12 Tingkat Imbal Balik Investasi .............................................................................. 59
7.13 Penetapan Tingkat Diskonto .............................................................................. 60
7.14 Analisis Kelayakan Proyek .................................................................................. 63
7.15 Analisis Sensitivitas ............................................................................................ 68
8 KESIMPULAN ....................................................................................................... 70
8.1 Kajian Kelayakan Pasar ....................................................................................... 70
8.2 Kajian Kelayakan Teknis ..................................................................................... 71
8.3 Kajian Kelayakan Pola Bisnis ............................................................................... 71
8.4 Kajian Kelayakan Model Manajemen ................................................................... 72
8.5 Kajian Kelayakan Keuangan ................................................................................ 73
8.6 Kesimpulan Studi Kelayakan ............................................................................... 74
viii
Page 11
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan ................................................................... 8
Tabel 2 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan (Rp.000).......................................................... 9
Tabel 3 Kinerja Laba (Rugi) Perseroan (Rp.000) ............................................................... 13
Tabel 4 Analisis Rasio Keuangan Perseroan ..................................................................... 16
Tabel 5 Pertumbuhan PDB Dunia ..................................................................................... 24
Tabel 6 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen berdasarkan Pengeluaran ............... 25
Tabel 7 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen berdasarkan Lapangan Usaha ........ 25
Tabel 8 Neraca Pembayaran Indonesia ............................................................................. 27
Tabel 9 Hasil Akhir Penawaran WK Miga, 2024 ................................................................ 36
Tabel 10 Perusahaan Pesaing dengan Produk Serupa ...................................................... 39
Tabel 11 Rencana Anggaran Biaya Investasi (Rp.000) ...................................................... 49
Tabel 12 Modal Kerja (Rp.000)......................................................................................... 50
Tabel 13 Proyeksi Biaya Operasional (Rp.000) ................................................................. 51
Tabel 14 Struktur Pendapatan (Rp.000) ........................................................................... 51
Tabel 15 Asumsi Beban Pokok Pendapatan ...................................................................... 52
Tabel 16 Proyeksi Beban Pokok Pendapatan (Rp.000) ...................................................... 52
Tabel 17 Asumsi Beban Usaha ......................................................................................... 53
Tabel 18 Proyeksi Beban Usaha (Rp.000) ......................................................................... 53
Tabel 19 Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.000) .................................................................... 54
Tabel 20 Proyeksi Laba Rugi (Rp.000) .............................................................................. 55
Tabel 21 Proyeksi Arus Kas (Rp.000) ............................................................................... 56
Tabel 22 Analisis Kelayakan Proyek BEP (Rp.000) ............................................................ 57
Tabel 23 Analisis Likuiditas ............................................................................................. 58
Tabel 24 Analisis Solvabilitas ........................................................................................... 59
Tabel 25 Analisis Profitabilitas ......................................................................................... 59
Tabel 26 Return on Investment ........................................................................................ 60
Tabel 27 Surat Utang Negara ........................................................................................... 62
Tabel 28 Biaya Modal untuk Ekuitas................................................................................. 63
Tabel 29 Weighted Average Cost of Capital ..................................................................... 63
Tabel 30 Perhitungan NPV (Rp.000) ................................................................................. 64
Tabel 31 Perhitungan IRR ................................................................................................ 65
Tabel 32 Perhitungan PI ................................................................................................... 65
Tabel 33 Perhitungan PP .................................................................................................. 66
Tabel 34 Analisis Kelayakan Proyek (Rp.000) ................................................................... 66
Tabel 35 Perhitungan Analisis Sensitivitas (Rp.000) ......................................................... 68
ix
Page 12
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Produk-Produk Instalasi Perseroan .................................................................. 18
Gambar 2 Peta Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan III 2024 ................................... 26
Gambar 3 Grafik Neraca Perdagangan ............................................................................. 27
Gambar 4 Grafik Nilai Tukar Rupiah vs Negara Kawasan .................................................. 28
Gambar 5 Grafik Inflasi IHK dan Komponen ..................................................................... 28
Gambar 6 Inflasi Gabungan Kota di Provinsi .................................................................... 29
Gambar 7 Grafik Produksi dan Konsumsi Minyak Bumi Global (Juta Bph) ......................... 30
Gambar 8 Grafik Produksi dan Konsumsi Gas Alam Global (Triliun m3)............................ 31
Gambar 9 Grafik Produksi dan Konsumsi Minyak Bumi Indonesia .................................... 32
Gambar 10 Produksi dan Konsumsi Gas Alam Indonesia (Miliar m3) ................................ 32
Gambar 11 Realisasi Pemanfaatan Gas Bumi Domestik dan Ekspor (2004—Sept 2024,
dalam BBTUD) ................................................................................................ 33
Gambar 12 Realisasi Pemanfaatan Gas Bumi vs Kontrak (DCQ), dalam BBTUD ................. 33
Gambar 13 Cadangan Minyak Bumi dan Kondensat, Juta Barel 2019—2024 .................... 34
Gambar 14 Cadangan Gas Bumi, triliun m3 2019—2024 .................................................. 34
Gambar 15 Jumlah Penawaran Wilayah Kerja, 2020—Oktober 2024 ................................ 35
Gambar 16 Penawaran Wilayah Kerja Migas, s.d. Oktober 2024 ....................................... 36
Gambar 17 Peta Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional ..... 37
Gambar 18 Perkembangan SDA Migas 2020—2025......................................................... 38
Gambar 19 Alur Operasional Kegiatan Perseroan ............................................................. 42
Gambar 20 Struktur Organisasi Perseroan ....................................................................... 48
Gambar 21 Analisis Sensitivitas ....................................................................................... 69
x
Page 13
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
1 PENDAHULUAN
1.1 Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian
Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang, dan Rekan telah ditunjuk oleh PT Kian
Santang Muliatama Tbk (“Perseroan”) berdasarkan Surat Perjanjian Kerja (SPK)
No. 0018/SPK/MSE-01/ES/III/2025, tanggal 26 Maret 2025, sebagai Penilai
Independen untuk menyusun Laporan Studi Kelayakan Usaha Penambahan Kegiatan
Usaha sesuai dengan KBLI 81100 yaitu Aktivitas Penyedia Gabungan Jasa Penunjang
Fasilitas.
1.2 Tanggal Penilaian
Tanggal penilaian dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah per 31 Desember 2024.
1.3 Identitas Pemberi Tugas
Pemberi tugas dalam studi kelayakan ini adalah:
Nama Perusahaan : PT Kian Santang Muliatama Tbk
Bidang Usaha : Perdagangan besar mesin peralatan dan perlengkapan
lainnya, instalasi mekanikal, serta jasa Engineering,
Procurement, and Construction (EPC) dalam industri minyak
dan gas
Alamat : Jl. Wibawa Mukti II, Perum Telkom Satwika Permai, Blok A5
No. 8, Kel. Jatiluhur, Kec. Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat,
17425
Telepon : (021) 82748249
Website : kianmulia.com
Email : corsec@kianmulia.com
1.4 Latar Belakang
PT Kian Santang Muliatama Tbk ("Perseroan") didirikan berdasarkan Akta Notaris No.
634, tanggal 28 November 2018 dari Artisa Khamelia Ramadayanti, S.H., M.Kn.,
Notaris di Bekasi. Akta Pendirian Perusahaan tersebut telah memperoleh pengesahan
dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat
Keputusan No. AHU-0057381.AH.01.01.Tahun 2018, tanggal 1 Desember 2018 dan
telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia di bawah No. AHU-0162290.AH.01.11.Tahun 2018,
tanggal 1 Desember 2018.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
Akta terakhir Perseroan adalah Akta No. 12, tanggal 12 Juni 2024 oleh Notaris Rini
1
Page 14
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Yulianti, S.H., sehubungan dengan penambahan kegiatan usaha. Perubahan ini telah
mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar
No. AHU-0034924.AH.01.02.Tahun 2024, tanggal 12 Juni 2024.
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, Maksud dan Tujuan serta Kegiatan
Perseroan ialah berusaha dalam bidang industri pengolahan, jasa konstruksi, aktivitas
profesional, ilmiah dan teknis, perdagangan besar dan eceran serta pengadaan listrik,
gas, uap/air panas dan udara dingin. Perseroan mulai beroperasi secara komersial
pada tahun 2019.
Perseroan saat ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang industri
gas, meliputi engineering, procurement and construction (EPC), jasa produk dan
manufaktur, serta perdagangan.
Selanjutnya Perseroan akan melakukan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan
yang dimintakan persetujuannya dalam RUPS berupa penambahan kegiatan usaha
baru, sehingga diperlukan studi kelayakan untuk penambahan KBLI 81100 yaitu
Aktivitas Penyedia Gabungan Jasa Penunjang Fasilitas yang ketentuannya sudah
disesuaikan dengan Peraturan Perundang-undangan yang mengatur mengenai
Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI 2020”).
1.5 Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Studi Kelayakan ini dibuat untuk mengetahui kelayakan usaha sehubungan dengan
Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 81100 yaitu Aktivitas Penyedia
Gabungan Jasa Penunjang Fasilitas serta sebagai syarat pemenuhan atas Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Penambahan Kegiatan Usaha (“POJK No.17/2020”), dan bukan untuk
kepentingan perbankan ataupun kepentingan lainnya.
1.6 Data dan Informasi yang Digunakan
Dalam rangka melakukan Studi Kelayakan ini, kami telah mempelajari, menganalisis
dan mempertimbangkan informasi sebagai berikut:
1. Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2019,
No. 00014/01.734/AU.2/03/1543-1/1/III/2020, tanggal 23 Maret 2020 yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik Adi Nuroni, S.E., Ak, CA, CPA, dari Kantor
Akuntan Publik Adi Nuroni dengan opini wajar tanpa modifikasian;
2. Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2020,
No. 00049/2.0925/AU.2/05/1259-1/1/IV/2021, tanggal 20 April 2021 yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik Sutrisno, S.E., M.Ak., CPA, CLI, dari Kantor
Akuntan Publik Sukardi Hasan & Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian;
2
Page 15
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
3. Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2021,
No. 00056/2.0925/AU.2/05/1259-2/1/IV/2022, tanggal 22 April 2022 yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik Sutrisno, S.E., M.Ak., CPA, CLI, CPP, CPI, dari
Kantor Akuntan Publik Sukardi Hasan & Rekan dengan opini wajar tanpa
modifikasian;
4. Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2022,
No. 00011/3.0449/AU.1/05/1286-1/1/IV/2023, tanggal 20 April 2023 yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik Yudianto Prawiro Silianto dari Kantor Akuntan
Publik Mennix & Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian;
5. Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2023,
No. 00020/3.0449/AU.1/05/1286-2/1/III/2024, tanggal 28 Maret 2024 yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik Yudianto Prawiro Silianto dari Kantor Akuntan
Publik Mennix & Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian;
6. Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2024,
No. 00007/3.0449/AU.1/05/1286-3/1/III/2025, tanggal 15 Maret 2025 yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik Yudianto Prawiro Silianto dari Kantor Akuntan
Publik Mennix & Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian;
7. Proyeksi Keuangan untuk paruh tahun 2025 sampai dengan tahun 2031;
8. Legalitas Perseroan;
9. Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan
penugasan Studi Kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha, yakni dengan
Bapak Muh. Nursyam Afriansyah sebagai Legal Corporate dan Bapak Faishol Azis
sebagai Project Management Office (PMO);
10. Representation Letter No. 244/KSM-L/V/2025 tanggal 2 Mei 2025, sehubungan
dengan Penugasan Penilaian Studi Kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha
KBLI 81100 yaitu Aktivitas Penyedia Gabungan Jasa Penunjang Fasilitas.
1.7 Prosedur yang Digunakan
Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa
Keuangan No. 17 /SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018
yang disusun oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode
Etik Penilai Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait yaitu mencakup:
1. Kajian Kelayakan Pasar,
2. Kajian Kelayakan Teknis,
3. Kajian Kelayakan Pola Bisnis,
4. Kajian Kelayakan Model Manajemen, dan
5. Kajian Kelayakan Keuangan.
3
Page 16
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
1.8 Ruang Lingkup Penugasan
Ruang Lingkup penugasan adalah sesuai dengan tujuan dari Studi Kelayakan ini, yaitu
untuk melakukan kajian atau analisis kelayakan sehubungan dengan Penambahan
Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 81100 yaitu Aktivitas Penyedia Gabungan Jasa
Penunjang Fasilitas.
Berdasarkan POJK No. 35/POJK.04/2020, ruang lingkup dari Penugasan Penilaian
Profesional, paling sedikit meliputi:
1. Tujuan dari Penugasan Penilaian Profesional;
2. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam Penugasan Penilaian
Profesional; dan
3. Dasar Nilai dan Premis Nilai yang digunakan.
1.9 Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini
adalah:
• Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
• Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
dalam studi kelayakan.
• Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan
dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang
diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta
penelitian yang kami anggap relevan.
• Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen
dengan mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).
• Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran
proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
• Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
• Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang
dihasilkan.
• Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari
pemberi tugas.
1.10 Kualifikasi Penilai
Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan
berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 1498/KM.1/2012, tanggal
28 Desember 2012, dengan nama Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang dan Rekan
dengan Izin KJPP No. 2.12.0113.
4
Page 17
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Penilai Usaha yang menandatangani laporan penilaian usaha ini merupakan Penilai
Usaha bersertifikat MAPPI dengan perizinan sebagai berikut:
MAPPI : No. 09-S-02341
Izin Penilai Publik : No. B-1.12.00340
Klasifikasi izin : Penilaian Bisnis
Register : No. RMK-2017.00303
STTD OJK : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
STTD IKNB : No. 173/NB.122/STTD-P/2019
1.11 Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan
Dari tanggal Penilaian Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2024, sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang
terjadi selama periode tersebut.
5
Page 18
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
2 INFORMASI UMUM
2.1 Profil Perseroan
PT Kian Santang Muliatama Tbk ("Perseroan") merupakan sebuah Perseroan Terbatas
(PT) berstatus perusahaan terbuka (public company) sejak tahun 2023. Perseroan
didirikan serta menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia dalam bidang
perdagangan besar mesin peralatan dan perlengkapan lainnya, instalasi mekanikal,
serta jasa Engineering, Procurement, and Construction (EPC) dalam industri minyak
dan gas.
Perseroan didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 634, tanggal 28 November 2018
dari Artisa Khamelia Ramadayanti, S.H., M.Kn., Notaris di Bekasi. Akta Pendirian
Perusahaan tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-
0057381.AH.01.01.Tahun 2018, tanggal 1 Desember 2018 dan telah didaftarkan
dalam Daftar Perseroan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia di bawah No. AHU-0162290.AH.01.11.Tahun 2018, tanggal 1 Desember
2018.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
terakhir berdasarkan Akta No. 12, tanggal 12 Juni 2024 dari Rini Yulianti, S.H.,
Notaris di Kota Jakarta Timur, sehubungan dengan penambahan kegiatan usaha.
Perubahan ini telah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dan tercatat di Sistem Administrasi Badan Hukum
berdasarkan Surat Keterangan No. AHU-0116536.AH.01.11, tanggal 12 Juni 2024.
Kantor pusat Perseroan berdomisili di Jl. Wibawa Mukti II, Perum Telkom Satwika
Permai, Blok A5 No. 8, Kel. Jatiluhur, Kec. Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, 17425
dengan nomor telepon (021) 82748249, dan website www.kianmulia.com.
2.1.1 Bidang Usaha
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, Maksud dan Tujuan serta Kegiatan
Perseroan ialah berusaha dalam bidang Pembangunan (Kontraktor), Perdagangan,
Industri, Jasa dan Pengangkutan. Seiring dengan perkembangannya, kegiatan usaha
Perseroan yang benar-benar dijalankan saat ini adalah Perdagangan Besar Mesin
Peralatan dan Perlengkapan Lainnya, Instalasi Mekanikal, Instalasi Minyak dan Gas.
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan memperoleh izin dalam
melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:
6
Page 19
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Kegiatan usaha Perseroan
1) Industri Pipa Plastik dan Perlengkapannya (KBLI 22230);
2) Perdagangan Besar Mesin, Peralatan dan Perlengkapan Lainnya (KBLI 46599);
3) Perdagangan Besar Barang Bekas dan Sisa-sisa Tak Terpakai (Scrap) (KBLI
46696);
4) Konstruksi Bangunan Sipil Pengolahan Air Bersih (KBLI 42202);
5) Industri Pompa Lainnya, Kompresor, Kran, dan Klep/Katup (KBLI 28130);
6) Konstruksi Bangunan Sipil Minyak dan Gas Bumi (KBLI 42915);
7) Instalasi Minyak dan Gas (KBLI 43223);
8) Jasa Kalibrasi/Metrologi (KBLI 71205); dan
9) Industri Alat Ukur Dan Alat Uji Manual (KBLI 26511).
10) Instalasi Mekanikal (KBLI 43291);
11) Perdagangan Besar Bahan Bakar Padat, Cair dan Gas Dan Produk YBDI (KBLI
46610);
12) Reparasi Alat Ukur, Alat Uji dan Peralatan Navigasi dan Pengontrol (KBLI 33131);
13) Industri Alat Ukur Dan Alat Uji Elektronik (KBLI 26513);
14) Industri Alat Ukur Dan Alat Uji Elektrik (KBLI 26512);
15) Konstruksi Gedung Industri (KBLI 41013);
16) Konstruksi Bangunan Sipil Elektrikal (KBLI 42204);
17) Aktivitas Penunjang Tenaga Listrik Lainnya (KBLI 35129);
18) Instalasi Listrik (KBLI 43211); dan
19) Perdagangan Besar Atas Dasar Balas Jasa (Fee) Atau Kontrak (46100).
Perseroan saat ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang
industri gas, meliputi engineering, procurement and construction (EPC), jasa produk
dan manufaktur, serta perdagangan.
Selanjutnya Perseroan akan melakukan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar
Perseroan yang dimintakan persetujuannya dalam RUPS berupa penambahan
kegiatan usaha baru yaitu KBLI 81100, Aktivitas Penyedia Gabugan Jasa Penunjang
Fasilitas, yang ketentuannya sudah disesuaikan dengan Peraturan Perundang-
undangan yang mengatur mengenai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia
(“KBLI 2020”). Penambahan kegiatan usaha baru dikaji mulai dari paruh tahun 2025
dengan tanggal penilaian laporan studi kelayakan yaitu per 31 Desember 2024.
2.1.2 Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan
Rincian pemegang saham Perseroan dan persentase kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2024 adalah sebagai berikut.
7
Page 20
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan
Nilai Nominal Rp40 per Saham
Jumlah Saham
Pemegang Saham Persentase
Ditempatkan dan Jumlah (Rp)
Kepemilikan (%)
Disetor Penuh
1. Ir. Agus Salim 253.125.000 17,35 10.125.000.000
2. Edy Nurhamid Amin 210.937.500 14,46 8.437.500.000
3. Taufik Dwicahyono 210.937.500 14,46 8.437.500.000
4. Fadjar Tri Ananda 168.750.000 11,56 6.750.000.000
5. PT Kian Megah Investama 140.625.000 9,64 5.625.000.000
6. PT Platinum Berkah Abadi 140.625.000 9,64 5.625.000.000
7. Masyarakat 334.234.110 22,90 13.369.364.400
Total 1.459.234.110 100,00 58.369.364.400
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan Audited 2024
2.1.3 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Susunan pengurus Perseroan per 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Irvan Surya Dewantara
Komisaris Independen : Richard Leonardus Adikarta
Dewan Direksi
Direktur Utama : Edy Nurhamid Amin
Direktur : Sutarno
Direktur : Fadjar Tri Ananda
2.1.4 Legalitas dan Izin Operasional
Dalam menjalankan kegiatan operasional Perseroan memiliki dokumen perizinan
usaha dan legalitas lainnya yang dikeluarkan oleh instansi terkait antara lain:
• Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 634, tanggal 28 November 2018 dari
Artisa Khamelia Ramadiyanti, S.H., M.Kn., Notaris di Bekasi.
• Pengesahan Akta Pendirian dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam
Surat Keputusan No. AHU-0057381.AH.01.01.Tahun 2018, tanggal
1 Desember 2018.
• Perubahan terakhir pada Akta No. 12, tanggal 12 Juni 2024 oleh Notaris Rini
Yulianti, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Timur.
• Pengesahan Akta Perubahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam surat No. AHU-0116536.AH.01.11, tanggal 12 Juni
2024.
• NPWP Perseroan: 86.731.963.4-447.000.
8
Page 21
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
• NIB Perizinan Berusahan Berbasis Risiko : 8120217222061.
• Sertifikat ISO 14001:2015 Enviromental Management System, No. 0131E482023
tanggal 31 Januari 2023.
• Sertifikat ISO 9001:2015 Quality Management System, No. 0131Q481923
tanggal 31 Januari 2023.
2.2 Kinerja Keuangan
Berikut adalah gambaran mengenai perkembangan kinerja Perseroan dalam lima
tahun terakhir, berdasarkan data Laporan Keuangan audited per 31 Desember 2020,
31 Desember 2021, 31 Desember 2022, 31 Desember 2023, dan 31 Desember 2024
dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
2.2.1 Kinerja Posisi Keuangan
Kinerja Posisi Keuangan Perseroan selama tahun 2020 sampai dengan 31 Desember
2024 adalah sebagai berikut.
Tabel 2 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan (Rp.000)
31Desember 31Desember 31Desember 31Desember 31Desember
Uraian 2024 2023 2022 2021 2020
Audited Audited Audited Audited Audited
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 9.554.903 23.404.810 15.047.119 2.764.997 8.263.465
Investasi jangka pendek 16.751 8.815 - -
Piutang usaha 10.915.191 14.232.303 19.093.820 6.960.525 13.091.771
Pihak berelasi 170.663 4.377.904 5.590.308 5.083.501 7.608.962
Pihak ketiga 10.744.529 9.854.399 13.503.512 1.877.023 5.482.810
Aset kontrak 25.095.973 5.372.067 - - -
Persediaan 87.865.426 14.022.396 8.318.013 5.073.443 751.755
Barang dagang 32.860.171 12.858.906 6.325.123 5.073.443 751.755
Konverter kit 55.005.255 1.163.490 1.992.890 - -
Piutang lain-lain 27.427 537.257 245.575 1.252.187 76.519
Piutang berelasi - - - 339.289
Biaya dibayar di muka 13.889 387.163 306.122 - -
Pajak dibayar di muka 7.430.509 365.652 450 - -
Uang muka 2.108.445 8.499.045 349.500 96.059 9.444
Aset lancar lainnya 1.185.715
Total Aset Lancar 144.197.478 66.837.445 43.369.415 16.147.209 22.532.244
115,74% 54,11% 168,59% -28,34%
Aset Tidak Lancar
Aset Tetap
Harga perolehan
Kepemilikan Langsung
Hak atas tanah 6.223.000 1.113.000 - - -
Bangunan 8.786.991 6.290.038 2.764.038 2.764.038 2.764.038
Peralatan kantor 4.830.924 3.987.114 537.528 442.794 362.618
Kendaraan 1.742.126 1.147.500 16.632 - -
9
Page 22
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
31Desember 31Desember 31Desember 31Desember 31Desember
Uraian 2024 2023 2022 2021 2020
Audited Audited Audited Audited Audited
Mesin 2.363.858 1.742.126 - - -
Aset dalam penyelesaian - 1.113.000 - -
Total Harga Perolehan 23.946.900 14.279.777 4.431.197 3.206.832 3.126.655
Akumulasi penyusutan
Kepemilikan Langsung
Bangunan (929.876) (532.859) (380.074) (241.872) (103.670)
Peralatan kantor (2.992.325) (2.685.457) (307.193) (184.475) (84.740)
Mesin (658.018) (131.484)
Kendaraan (384.382) (165.369) (277)
Total akumulasi penyusutan (4.964.601) (3.515.169) (687.544) (426.347) (188.410)
Nilai Buku 18.982.299 10.764.608 3.743.653 2.780.485 2.938.246
Aset pajak tangguhan 418.704 296.865 36.208 - -
Investasi pada entitas asosiasi 238.436 271.906 - - -
Aset tak berwujud 8.236.875 9.429.375 - - -
Goodwill 2.638.310 2.638.310 - - -
Total Aset Tidak Lancar 30.514.625 23.401.064 3.779.861 2.780.485 2.938.246
30,40% 519,10% 35,94% -5,37%
TOTAL ASET 174.712.103 90.238.510 47.149.276 18.927.695 25.470.489
93,61% 91,39% 149,10% -25,69%
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 51.475.629 3.434.115 4.795.257 2.640.670 3.819.795
Pihak berelasi 14.500 238.000 2.082.786 - 2.209.210
Pihak ketiga 51.461.129 3.196.115 2.712.472 2.640.670 1.610.585
Utang lain-lain 11.575.835
Pihak berelasi 6.309.263
Pihak ketiga 5.266.572
Biaya yang masih harus dibayar 2.206.213 500.891 206.478 8.676.744 4.990.052
Utang pajak 1.007.034 113.059 2.052.901 799.675 362.904
Utang jangka pendek lainnya 1.150.000 12.248.900
Total Liabilitas Jangka Pendek 66.264.711 4.048.066 7.054.637 13.267.089 21.421.651
1536,95% -42,62% -46,83% -38,07%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas diestimasi atas 1.119.150
imbalan kerja 728.825 146.698 29.177 60.808
Utang bank 19.255.032
Total Liabilitas Jangka Panjang 20.374.182 728.825 146.698 29.177 60.808
2695,49% 396,82% 402,79% -52,02%
TOTAL LIABILITAS 86.638.893 4.776.891 7.201.335 13.296.266 21.482.459
1713,71% -33,67% -45,84% -38,11%
EKUITAS
Modal saham 58.369.364 58.368.000 13.000.000 2.000.000 2.000.000
Ir Agus Salim 10.125.000 10.125.000 3.900.000 600.000 600.000
Taufik Dwicahyono 8.437.500 8.437.500 3.250.000 500.000 -
Edy Nurhamid Amin 8.437.500 8.437.500 3.250.000 500.000 -
Fadjar Tri Ananda 6.750.000 6.750.000 2.600.000 400.000 -
PT Kian Megah Investama 5.625.000 5.625.000 - - -
PT Platinum Berkah Abadi 5.625.000 5.625.000 - - -
PT Pratiwi Putri Sulung - - - - 1.400.000
Masyarakat 13.369.364 13.368.000 - - -
10
Page 23
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
31Desember 31Desember 31Desember 31Desember 31Desember
Uraian 2024 2023 2022 2021 2020
Audited Audited Audited Audited Audited
Tambahan modal disetor 15.442.635 15.436.836 17.000.000 - -
Saldo laba 14.091.833 11.434.443 9.956.280 3.631.429 1.988.030
Komponen ekuitas lainnya 72.367 138.968 (8.339) - -
Kepentingan non pengendali 97.011 83.373 - - -
Total Ekuitas 88.073.210 85.461.619 39.947.941 5.631.429 3.988.030
3,06% 113,93% 609,37% 41,21%
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 174.712.103 90.238.510 47.149.276 18.927.695 25.470.489
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Aset
• Pada 31 Desember 2021, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp18,93
miliar, turun sebesar 25,69% dari Rp25,47 miliar yang dicatat tahun 2020. Total
aset ini terdiri atas aset lancar sebesar Rp16,15 miliar dan aset tidak lancar
sebesar Rp2,78 miliar. Penurunan aset terutama disebabkan karena turunnya
piutang usaha yang sebelumnya Rp13,09 miliar turun 46,83% menjadi sebesar
Rp6,96 miliar pada aset lancar.
• Pada 31 Desember 2022, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp47,15
miliar, meningkat sebesar 149,10% dari Rp18,93 miliar yang dicatat tahun
2021. Total aset ini terdiri atas aset lancar sebesar Rp43,37 miliar dan aset
tidak lancar sebesar Rp3,78 miliar. Peningkatan aset terutama disebabkan dari
piutang usaha yang sebelumnya sebesar Rp6,96 miliar naik 174,32% menjadi
sebesar Rp19,03 miliar pada aset lancar.
• Pada 31 Desember 2023, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp90,24
miliar, meningkat sebesar 91,39% dari Rp47,15 miliar yang dicatat tahun 2022.
Total aset ini terdiri atas aset lancar sebesar Rp66,84 miliar dan aset tidak
lancar sebesar Rp23,40 miliar. Peningkatan aset terutama disebabkan kas dan
setara kas yang naik menjadi Rp23,40 miliar dari tahun sebelumnya sebesar
Rp15,05 miliar, serta naiknya total persediaan sebesar Rp14,02 miliar yang
sebelumnya sebesar Rp8,32 miliar dan naiknya uang muka sebesar Rp8,50
miliar dari yang sebelumnya hanya Rp349,50 juta didalam aset lancar.
Kemudian peningkatan total aset juga di pengaruhi oleh terdapatnya aset tak
berwujud sebesar Rp9,43 miliar dan goodwill sebesar Rp2,64 miliar pada aset
tidak lancar.
• Pada 31 Desember 2024, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp174,71
miliar, meningkat sebesar 93,61% dari sebesar Rp90,24 miliar yang tercatat
pada tahun 2023. Peningkatan total aset terutama disebabkan oleh
meningkatnya aset lancar dari sisi persediaan yang semula tercatat sebesar
Rp14,02 miliar, menjadi sebesar Rp87,87 miliar. Sementara itu, dari sisi aset
tidak lancar juga terdapat peningkatan aset tetap yang semula tercatat sebesar
Rp10,76 miliar menjadi sebesar Rp18,98 miliar.
11
Page 24
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Liabilitas
• Total liabilitas Perseroan pada 31 Desember 2021 adalah sebesar Rp13,30
miliar, turun 38,11% dari 31 Desember 2020. Liabilitas ini terdiri atas liabilitas
jangka pendek sebesar Rp13,27 miliar dan liabilitas jangka panjang sebesar
Rp29,18 juta. Penurunan liabilitas disebabkan dari utang jangka pendek lainnya
yang sebesar Rp12,25 miliar turun 90,61% menjadi sebesar Rp1,15 miliar di sisi
liabilitas jangka pendek.
• Total liabilitas Perseroan pada 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp7,20 miliar,
turun 45,84% dari 31 Desember 2021. Liabilitas ini terdiri atas liabilitas jangka
pendek sebesar Rp7,05 miliar dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp146,70
juta. Penurunan liabilitas disebabkan dari biaya yang masih harus dibayar yang
sebelumnya sebesar Rp8,68 miliar turun 97,62% menjadi sebesar Rp206,48 juta
di sisi liabilitas jangka pendek.
• Total liabilitas Perseroan pada 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp4,78 miliar,
turun 33,67% dari 31 Desember 2022. Liabilitas ini terdiri atas liabilitas jangka
pendek sebesar Rp4,05 miliar dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp728,83
juta. Penurunan liabilitas disebabkan dari utang usaha yang sebelumnya Rp4,80
miliar turun 28,39% menjadi sebesar Rp3,43 miliar, kemudian utang pajak yang
sebelumnya Rp2,05 miliar turun 94,49% menjadi Rp113,06 juta di sisi liabilitas
jangka pendek.
• Total liabilitas Perseroan pada 31 Desember 2024 tercatat sebesar Rp86,64
miliar, meningkat sebesar 1713,71% dari total liabilitas pada 31 Desember
2023. Liabilitas ini terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar Rp66,26 miliar
dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp20,37 miliar. Meningkatnya liabilitas
disebabkan pada sisi liabilitas jangka panjang berupa utang bank yang semula
nihil pada 31 Desember 2023 menjadi sebesar Rp19,26 miliar pada 31
Desember 2024.
Ekuitas
• Pada 31 Desember 2021, total ekuitas meningkat sebesar Rp1,64 miliar
menjadi sebesar Rp5,63 miliar atau sebesar 41,21% dari ekuitas tahun 2020.
Peningkatan ekuitas ini dikontribusi dari saldo laba di tahun 2021 yang
bertambah 82,66% dari Rp1,99 miliar menjadi Rp3,63 miliar.
• Pada 31 Desember 2022, total ekuitas meningkat signifikan sebesar Rp34,32
miliar menjadi sebesar Rp39,95 miliar atau sebesar 609,37% dari ekuitas tahun
2021. Peningkatan ekuitas ini dikontribusi dari modal saham sebesar Rp2,00
naik Rp11,00 atau 550,00% menjadi Rp13,00, kemudian dari sisi tambahan
modal disetor yang sebesar Rp17,00 miliar dan saldo laba yang sebelumnya
sebesar Rp3,63 miliar naik 174,17% di tahun 2022 atau menjadi Rp9,96 miliar.
• Pada 31 Desember 2023, total ekuitas meningkat signifikan sebesar Rp45,51
miliar menjadi sebesar Rp85,46 miliar atau sebesar 113,93% dari ekuitas tahun
2022. Peningkatan ekuitas ini dikontribusi dari modal saham yang sebesar
Rp13,00 miliar bertambah sebesar Rp45,36 miliar atau sebesar 348,98%
12
Page 25
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
menjadi sebesar Rp58,37 miliar. Kemudian, dari sisi saldo laba yang sebesar
Rp9,96 miliar naik 14,85% menjadi sebesar Rp11,43 miliar di tahun 2023.
• Pada 31 Desember 2024, total ekuitas meningkat sebesar 3,06% dari ekuitas
pada 31 Desember 2023 yang tercatat sebesar Rp85,46 miliar menjadi sebesar
Rp88,07 miliar. Peningkatan ekuitas disebabkan oleh meningkatnya saldo laba
dari sebesar Rp11,43 miliar pada 31 Desember 2023, menjadi sebesar Rp14,09
miliar.
2.2.2 Kinerja Laba (Rugi)
Kinerja Laba (Rugi) Perseroan selama tahun 2020 sampai dengan 31 Desember 2024
adalah sebagai berikut:
Tabel 3 Kinerja Laba (Rugi) Perseroan (Rp.000)
31Desember 31Desember 31Desember 31Desember 31Desember
Uraian 2024 2023 2022 2021 2020
Audited Audited Audited Audited Audited
12,63% 51,09% 3,33% 10,17%
PENDAPATAN 72.525.963 64.391.661 42.618.875 41.244.048 37.435.376
Barang dagang 26.657.240 50.804.487 39.592.532 - -
Jasa inspeksi 6.023.382 8.396.255 - - -
Jasa konstruksi 24.372.018 5.190.918 2.316.591 41.244.048 37.435.376
Jasa lain-lain 15.473.323 - 709.751 - -
BEBAN POKOK PENDAPATAN (47.101.538) (39.873.188) (31.150.890) (35.469.868) (33.467.750)
Barang dagang (28.328.804) (32.304.093) (28.397.890) - -
Beban pokok jasa (18.772.735) (7.569.095) (2.753.000) (35.469.868) (33.467.750)
LABA BRUTO 25.424.425 24.518.472 11.467.985 5.774.180 3.967.626
3,69% 113,80% 98,61% 45,53%
Laba proyek KSO - - - - 339.289
LABA SETELAH PROYEK KSO 25.424.425 24.518.472 11.467.985 5.774.180 4.306.915
BEBAN USAHA (18.330.867) (15.711.780) (4.240.898) (3.754.688) (2.072.687)
Pegawai (8.866.656) (7.172.410) (2.503.260) (2.138.739) (1.400.708)
Outsourcing (1.522.485) - - -
Biaya profesional (523.287) (1.111.430) - - -
Perjalanan dinas (797.388) (1.074.664) (599.145) (540.986) (113.502)
Penyusutan (1.449.432) (1.059.791) (261.197) (237.937) (141.341)
Makan dan minum (658.485) (720.747) (230.226) (138.907) (26.139)
Peralatan kantor (1.198.203) (846.832) (173.262) (163.835) (112.512)
Sumbangan (603.671) (411.738) (137.592) (131.553) (31.000)
Imbalan kerja (307.188) (267.716) (113.689) - -
Amortisasi (1.207.500) (200.625) - - -
Pajak (208.424) (194.410) - - -
Administrasi kantor (1.322.060) (474.514) (95.827) (212.802) (103.213)
Utilitas (274.781) (172.492) (69.999) (90.987) (71.691)
Sewa (430.569) (217.533) (15.500) (7.750) -
Sertifikat (345.212) (106.000) - - -
Asuransi (84.036)
Pelatihan (30.449) (99.116) (877) (33.041) -
Kesehatan (13.401) (3.963) - - -
13
Page 26
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
31Desember 31Desember 31Desember 31Desember 31Desember
Uraian 2024 2023 2022 2021 2020
Audited Audited Audited Audited Audited
Lain-lain (10.126) (55.315) (40.324) (58.151) (72.582)
LABA USAHA 7.093.558 8.806.693 7.227.087 2.019.492 2.234.228
21,86% 257,87% -9,61%
Pendapatan (beban) lain-lain (1.403.733) (423.325) 894.694 52.591 65.146
Pendapatan lain-lain 146.227 365.650 1.298.234 76.806 78.272
Beban lain-lain (1.549.960) (788.975) (403.539) (24.215) (13.126)
LABA SEBELUM PAJAK
5.689.825 8.383.367 8.121.781 2.072.083 2.299.374
PENGHASILAN
3,22% 291,96% -9,88%
Taksiran beban pajak (3.020.550) (1.894.898) (1.846.848) (428.684) (662.415)
Kini - - - (425.184) (120.893)
Final - - - (3.500) (541.521)
LABA TAHUN BERJALAN 2.669.275 6.488.469 6.274.933 1.643.399 1.636.959
-58,86% 3,40% 281,83% 0,39%
Penghasilan Komprehensif
Pos-pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba
rugi
Keuntungan (kerugian)
(83.137) 188.854 (3.832)
aktuaria
Pajak penghasilan
18.290 (41.548) 843
terkait
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF
2.604.428 6.635.775 6.271.944
TAHUN BERJALAN
-60,75% 5,80% 281,64%
Jumlah laba tahun berjalan
yang dapat diatribusikan
kepada:
Pemilik entitas induk 2.657.391 6.478.162 6.274.933
Kepentingan non 11.884
10.306 -
pengendali
LABA TAHUN BERJALAN 2.669.275 6.488.469 6.274.933
Jumlah laba komprehensif
tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 2.590.790 6.625.469 6.271.944
Kepentingan non
13.638 10.306
pengendali
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF
2.604.428 6.635.775 6.271.944
TAHUN BERJALAN
Laba Per Saham 1,82 6,86 39,90
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Pendapatan
• Pada tahun 2020, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp37,44 miliar,
meningkat 502,82% dari Rp6,21 miliar pada tahun 2019. Peningkatan
pendapatan utamanya dikontribusi oleh jasa konstruksi yang meningkat
signifikan sebesar Rp31,23 miliar dari tahun sebelumnya.
14
Page 27
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
• Pada tahun 2021, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp41,24 miliar,
meningkat 10,17% dari tahun 2020. Peningkatan pendapatan utamanya
dikontribusi oleh jasa konstruksi yang meningkat sebesar Rp3,81 miliar dari
tahun sebelumnya.
• Pada tahun 2022, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp42,62 miliar,
meningkat 3,33% dari tahun 2021. Peningkatan pendapatan utamanya
dikontribusi oleh mulai diterimanya pendapatan dari barang dagang sebesar
Rp39,59 miliar serta jasa lain-lain sebesar Rp709,75 juta.
• Pada tahun 2023, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp64,39 miliar
naik 51,09% dari tahun 2022. Peningkatan pendapatan utamanya dikontribusi
oleh pendapatan dari barang dagang sebesar Rp50,80 miliar, jasa inspeksi
sebesar Rp8,40 miliar, dan jasa konstruksi sebesar Rp5,19 miliar.
• Pada tahun 2024, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp72,53 miliar
naik 12,63% dari tahun 2023. Peningkatan pendapatan utamanya dikontribusi
oleh pendapatan barang dagang sebesar Rp26,66 miliar serta pendapatan jasa
konstruksi sebesar Rp24,37 miliar.
Beban Pokok Pendapatan dan Laba Bruto
• Beban pokok pendapatan pada tahun 2020 sebesar Rp33,47 miliar meningkat
sebesar 676,72% dari tahun 2019 yang sebesar Rp4,31 miliar. Sehingga, laba
bruto Perseroan tercatat meningkat sebesar 108,69% menjadi Rp3,97 miliar dari
Rp1,90 miliar di tahun 2019.
• Beban pokok pendapatan pada tahun 2021 sebesar Rp35,47 miliar meningkat
sebesar 5,98% dari tahun 2020. Sehingga, laba bruto Perseroan tercatat
meningkat sebesar 45,53% menjadi Rp5,77 miliar di tahun 2021.
• Beban pokok pendapatan pada tahun 2022 sebesar Rp31,15 miliar menurun
sebesar 12,18% dari tahun 2021. Sehingga, laba bruto Perseroan tercatat
meningkat sebesar 98,61% menjadi Rp11,47 miliar di tahun 2021.
• Beban pokok pendapatan pada tahun 2023 sebesar Rp39,87 miliar meningkat
sebesar 28,00% dari tahun 2022. Sehingga, laba bruto Perseroan tercatat
meningkat sebesar 113,80% menjadi Rp24,52 miliar di tahun 2023.
• Beban pokok pendapatan pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp47,10 miliar,
meningkat sebesar 18,13% dari tahun 2023. Sehingga laba bruto Perseroan
tercatat meningkat sebesar 3,69% menjadi Rp25,42 miliar di tahun 2024.
Beban Usaha dan Laba Usaha
• Beban usaha pada tahun 2020 sebesar Rp2,07 miliar menurun dari tahun
sebelumnya yang sebesar Rp1,53 miliar pada tahun 2019. Sehingga, laba usaha
Perseroan tercatat meningkat sebesar 495,48% menjadi Rp2,23 miliar dari
Rp375,20 juta di tahun 2019.
• Beban usaha pada tahun 2021 sebesar Rp3,75 miliar meningkat 81,15% dari
tahun 2020. Sehingga, laba usaha Perseroan tercatat menurun sebesar 9,61%
menjadi Rp2,02 miliar di tahun 2021.
15
Page 28
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
• Beban usaha pada tahun 2022 sebesar Rp4,24 miliar meningkat 12,95% dari
tahun 2021. Sehingga, laba usaha Perseroan tercatat meningkat sebesar 257,87%
menjadi Rp7,23 miliar di tahun 2022.
• Beban usaha pada tahun 2023 sebesar Rp15,71 miliar meningkat signifikan
270,48% dari tahun 2022. Sehingga, laba usaha Perseroan tercatat meningkat
sebesar 21,86% menjadi Rp8,81 miliar di tahun 2023.
• Beban usaha pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp18,33 miliar, meningkat
sebesar 16,67% dari tahun 2023. Sehingga, laba usaha Perseroan tercatat
menurun sebesar 19,45% menjadi sebesar Rp7,09 miliar pada tahun 2024.
Laba Tahun Berjalan, Laba Komprehensif, dan Laba Per Saham
• Laba tahun berjalan pada tahun 2020 meningkat sebesar 366,28% dari Rp351,07
juta di tahun 2019 menjadi Rp1,64 miliar pada tahun 2020.
• Laba tahun berjalan pada tahun 2021 tercatat sebesar Rp1,64 miliar atau
meningkat sebesar 0,39% dari tahun sebelumnya.
• Laba tahun berjalan pada tahun 2022 tercatat sebesar Rp6,27 miliar atau
meningkat signifikan sebesar 281,83% dari tahun sebelumnya. Sedangkan laba
komprehensif pada tahun 2022 tercatat sebesar Rp6,27 miliar dengan laba per
saham sebesar Rp39,90,-.
• Laba tahun berjalan pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp6,49 miliar atau
meningkat sebesar 3,40% dari tahun sebelumnya. Sedangkan laba komprehensif
pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp6,64 miliar dengan laba per saham sebesar
Rp6,86,-.
• Laba tahun berjalan pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp2,67 miliar atau
menurun sebesar 58,86% dari tahun sebelumnya. Sedangkan laba komprehensif
pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp2,60 miliar dengan laba per saham sebesar
Rp1,82,-.
Tabel 4 Analisis Rasio Keuangan Perseroan
Uraian 2024 2023 2022 2021 2020 Rerata
A. LIQUIDITY (%)
Current Ratio 217,61% 1651,10% 614,76% 121,71% 105,18% 542,07%
Quick Ratio 30,89% 929,76% 483,95% 73,31% 99,69% 323,52%
Working Capital To Total Assets 44,61% 69,58% 77,02% 15,22% 4,36% 42,16%
B. ACTIVITY
Total Assets Turnover (X) 0,42 0,71 0,90 2,18 1,47 1,14
Inventory Turnover (X) 0,54 2,84 3,74 6,99 44,52 11,73
Average Days Inventory (Day) 680,89 128,36 97,46 52,21 8,20 193,42
Account Receivable Turnover (X) 6,64 4,52 2,23 5,93 2,86 4,44
Average Collection Period (Day) 54,93 80,67 163,52 61,60 127,65 97,68
Working Capital Turnover (X) 0,93 1,03 1,17 14,32 33,71 10,23
C. SOLVABILITY (%)
Total Debt to Equity Ratio 98,37% 5,59% 18,03% 236,11% 538,67% 179,35%
Total Debt to Asset Ratio 49,59% 5,29% 15,27% 70,25% 84,34% 44,95%
Long Term Debt To Equity Ratio 23,13% 0,85% 0,37% 0,52% 1,52% 5,28%
16
Page 29
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Uraian 2024 2023 2022 2021 2020 Rerata
D. RENTABILITY (%)
Gross Profit Margin 35,06% 38,08% 26,91% 14,00% 10,60% 24,93%
Operating Profit Margin 9,78% 13,68% 16,96% 4,90% 5,97% 10,26%
Net Profit Margin 3,68% 10,08% 14,72% 3,98% 4,37% 7,37%
Rate of Return on Investment 1,53% 7,19% 13,31% 8,68% 6,43% 7,43%
Rate of Return on Equity 3,03% 7,59% 15,71% 29,18% 41,05% 19,31%
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Rasio Likuiditas
Selama periode 2024—2020, rasio likuiditas menunjukkan rata-rata current ratio
dan quick ratio adalah sebesar 542,07% dan 323,52%. Sementara itu untuk working
capital to total assets ratio memiliki rata-rata sebesar 42,16%. Hal ini menunjukkan
bahwa Perseroan memiliki aset lancar yang bersifat likuid untuk membayar seluruh
utang jangka pendeknya.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan Perseroan dalam memanfaatkan aset-
aset yang dimilikinya untuk menghasilkan kas dan pendapatan. Rata-rata
perputaran aset adalah sebanyak 1,14 kali. Rasio ini mengindikasikan bahwa
efektivitas penggunaan aset oleh Perseroan masih dapat ditingkatkan agar dapat
menghasilkan pendapatan yang lebih optimal.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan untuk mengembalikan
pinjaman yang diberikan oleh kreditor baik dalam bentuk jangka pendek maupun
jangka panjang. Salah satu rasio solvabilitas adalah debt to equity ratio (DER)
menunjukkan besarnya porsi utang terhadap ekuitas dalam pembiayaan
perusahaan, sedangkan debt to asset ratio (DAR) menunjukkan posisi liabilitas
terhadap aset dalam pembiayaan perusahaan. Rasio solvabilitas menunjukkan rata-
rata DER sebesar 179,35%, yang berarti bahwa Perseroan memiliki ketergantungan
terhadap utang yang tinggi dibandingkan dengan ekuitasnya untuk membiayai
operasionalnya. Sementara itu, rata-rata DAR adalah sebesar 44,95%, yang
menunjukkan bahwa perusahaan memiliki risiko keuangan di tingkat menengah
karena masih memiliki ketergantungan terhadap pembiayaan aset melalui utang.
Rasio Rentabilitas
Rasio rentabilitas menggambarkan kemampuan yang dimiliki perusahaan untuk
menghasilkan sebuah laba. Selama periode 2020—2024, rata-rata gross profit
margin sebesar 24,93%. Gross profit margin merupakan perbandingan laba kotor
dengan besarnya tingkat pendapatan. Sementara itu rata-rata net profit margin
sebesar 7,37%. Net profit margin merupakan rasio yang membandingkan antara
laba bersih yang dihasilkan perusahaan dari pendapatan bersih.
17
Page 30
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Selama periode 2020—2024, rata-rata tingkat balikan terhadap total investasi (ROI)
adalah sebesar 7,43%, menunjukkan bahwa Perseroan memberikan sedikit
keuntungan dan dapat menghasilkan laba bersih dari total investasi yang dilakukan.
Selain itu, rata-rata tingkat balikan terhadap ekuitas (ROE) tercatat sebesar 19,31%,
yang juga menunjukkan bahwa Perseroan mampu menghasilkan laba bersih dari
jumlah ekuitas yang diinvestasikan.
2.3 Produk dan Layanan Perseroan
Secara umum, kegiatan utama Perseroan dibagi menjadi 2 (dua) segmen; produk
dan jasa. Produk terdiri dari penjualan produk seperti regulator, transition fitting,
converter kit, dan lain-lain. Sedangkan untuk segmen jasa; terdiri dari jasa
konstruksi (seperti pembangunan gas metering and regulating station, regulator
sector). Berikut penjelasan dari kegiatan usaha Perseroan:
Gambar 1 Produk-Produk Instalasi Perseroan
Sumber: Company Profile Perseroan
1. Trading
Perseroan menyediakan berbagai macam peralatan dan sistem yang
berhubungan dengan instalasi gas untuk diperjualbelikan.
18
Page 31
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
2. EPC
Perseroan memiliki kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan Engineering,
Procurement, Construction, yang utamanya di sektor gas industri dan city gas.
Di bidang EPC, KSM melakukan beberapa pekerjaan seperti d esign &
engineering, infracstructure works, fabrication works, instalation site dan
testing & commisioning.
3. Services
Perseroan menyediakan jasa dalam bidang kalibrasi (wet cal), perbikan peralatan
gas, pengujian & komisioning dari perusahaan-perusahaan migas.
4. Product & Manufacturing
Perseroan juga menyediakan produk-produk seperti converter kit seperti ABG &
Ergas, regulator & meteran gas rumah tangga merek Ergas, fitting transisi merek
Kians, pengukur tekanan, sistem bau gas, stasiun metering & regulasi (MRS),
sektor regulator (RS), dan juga filter gas.
Selanjutnya, Perseroan berencana untuk menambah kegiatan usaha baru yakni
Aktivitas Penyedia Gabungan Jasa Penunjang Fasilitas (KBLI 81100), Perseroan akan
melaksanakan berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan kalibrasi dan
pemeliharaan peralatan ukur yang ditargetkan untuk perusahaan-perusahaan yang
bergerak dalam industri minyak dan gas di Indonesia.
2.4 Teknologi yang Digunakan
Dalam rangka penambahan kegiatan usaha KBLI 81100 (Aktivitas Penyedia
Gabungan Jasa Penunjang Fasilitas), Perseroan memanfaatkan sejumlah teknologi
khusus, antara lain alat ukur minyak dan gas (seperti prover dan flow meter),
perangkat lunak berbasis sistem otomasi dari pabrikan, serta dukungan fasilitas
laboratorium kalibrasi yang sesuai standar metrologi untuk memastikan akurasi dan
kepatuhan regulasi.
2.5 Pasar yang Dituju
Perseroan mengarahkan fokus pemasarannya pada industri minyak dan gas, dengan
sasaran pasar yang masih berada dalam lingkup nasional. Di Indonesia, banyak Ultra
Sonic Meter (USM) yang telah terpasang, terutama pada lingkup industri minyak dan
gas. Pemerintah mewajibkan dilakukannya re-Wet Calibration yang dalam kurun
waktu tertentu melalui peraturan yang dikeluarkan oleh Direktorat Metrologi,
sehingga dapat menjadi pangsa pasar yang dituju Perseroan untuk KBLI 81100.
2.6 Pesaing dan Persaingan
Dalam hal pesaing dan persaingan, penting untuk terus memantau perkembangan
dan strategi perusahaan sektor serupa di pasar modal. Saat ini, beberapa pesaing
19
Page 32
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
yang terdaftar dalam bursa efek dan memiliki bidang usaha yang sama dengan
Perseroan adalah sebagai berikut:
1. PT Meta Epsi Tbk
2. PT Perdana Karya Perkasa Tbk
3. PT Samator Indo Gas Tbk
4. PT Elnusa Tbk
5. PT Petrosea Tbk
6. PT Radiant Utama Interinsco Tbk
Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha barunya, portofolio
pekerjaan Perseroan akan bertambah, yakni Pekerjaan Wet Calibration Ultrasonic
Meter (USM) untuk KBLI 81100. Saat ini, beberapa pesaing yang mungkin memiliki
potensi persaingan layanan yang serupa dengan yang diinformasikan oleh Perseroan
adalah sebagai berikut:
1. PT Duta Instrument Alfa Sakti,
2. PT Control System Arena Paranusa,
3. PT Yuan Sejati,
4. PT Instrumen Kontrol Presisi Teknologi,
5. PT Algas Mitra Sejati.
2.7 Pola Bisnis
Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang untuk
industri gas, termasuk penyediaan produk, suku cadang, hingga layanan
Engineering, Procurement, and Construction (EPC). Berikut adalah pola bisnis yang
dijalankan oleh Perseroan, antara lain:
1. Pra-Proyek
• Identifikasi Proyek: Perusahaan mencari peluang proyek (lewat tender, direct
appointment, atau kerja sama dengan operator migas).
• Studi Kelayakan: Analisis teknis, finansial, dan risiko.
• Bidding/Tender: Submit dokumen penawaran (proposal, harga, jadwal).
• Kontrak: Negosiasi harga, scope of work (SOW), dan penandatanganan kontrak
(Lump Sum, Reimbursable, dll.).
2. Engineering (E)
• Front End Engineering Design (FEED): Desain dasar (spesifikasi teknis, diagram
alir).
• Detailed Engineering: Desain detail (gambar teknik, perhitungan struktur,
simulasi).
• Approval: Desain harus disetujui klien dan regulator (misalnya SKK Migas di
Indonesia).
20
Page 33
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
3. Procurement (P)
• Vendor Selection: Proses tender untuk pemilihan supplier material (pipa, valve,
struktur baja).
• Quality Control: Inspeksi material (uji material, FAT = Factory Acceptance
Test).
• Logistik: Pengiriman material ke lokasi proyek (perhitungan lead time).
4. Construction (C)
• Mobilisasi: Pengiriman alat berat, pendirian base camp, dan persiapan site.
• Konstruksi: Ereksi, instalasi, welding, pembangunan fasilitas (platform, pipa,
tangki).
• Komisioning: Uji coba sistem (pressure test, leak test).
• Handover: Serah terima proyek + dokumen as-built.
5. Pasca-Konstruksi
• Garansi: Periode pemeliharaan pasca-proyek (biasanya 1-2 tahun).
• Evaluasi: Lesson learned untuk proyek selanjutnya.
2.8 Strategi Pemasaran
Aspek pasar dan strategi pemasaran dalam studi rancangan usaha menempati posisi
yang penting, karena sebagai titik tolak penilaian apakah suatu usaha akan dapat
berkembang, tetap seperti saat didirikan, atau bahkan cenderung akan mengalami
penurunan. Selanjutnya, beberapa strategi pemasaran yang dapat dilakukan oleh
Perseroan adalah sebagai berikut:
1. Pendekatan Persuasif;
2. Pendekatan Tender;
3. Diversifikasi Produk dan Layanan; dan
4. Sosialisasi.
2.9 Kebutuhan Produksi atau Operasi
Dalam rencana penambahan kegiatan usaha baru Perseroan yang bergerak di
bidang Aktivitas Penyedia Gabungan Jasa Penunjang Fasilitas, Perseroan tidak
memiliki kebutuhan spesifik untuk menjalankannya. Kebutuhan produksi atau
operasi Perseroan akan disesuaikan dan disediakan secara spesifik berdasarkan
kebutuhan proyek untuk menunjang segala aktivitas dan kelangsungan proyek.
Namun, hal paling penting yang dibutuhkan Perseroan untuk melaksanakan
kegiatan usaha ini adalah sumber daya manusia dan tenaga ahli yang
berpengalaman dalam industri migas.
2.10 Kebutuhan Manajemen dan Sumber Daya Manusia
Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha, Perseroan akan
mengoptimalkan tenaga kerja yang telah ada untuk memenuhi kebutuhan
21
Page 34
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
manajemen dan sumber daya manusianya. Apabila diperlukan, Perseroan akan
melakukan penambahan personel melalui proses rekrutmen guna mendukung
pelaksanaan proyek-proyek yang akan datang. Kegiatan usaha baru ini akan
dijalankan oleh Departemen Engineering dan Operasional, dengan estimasi
kebutuhan personel sebanyak kurang lebih 20 orang.
2.11 Hak Atas Kekayaan Intelektual
Terkait Hak Atas Kekayaaan Intelektual, sampai dengan laporan ini diterbitkan
diperoleh informasi Hak Atas Kekayaaan Intelektual yang telah dimiliki oleh
Perseroan diantaranya adalah:
1) Merek Ergas dengan nomor pendaftaran IDM000920159 terkait perpanjangan
waktu perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 4
Desember 2030 oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia;
2) Merek Kians dengan nomor pendaftaran IDM001026107 terkait perpanjangan
waktu perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 30
Agustus 2031 oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
Sementara itu, sampai dengan laporan ini diterbitkan, Perseroan belum memiliki
Hak Atas Kekayaaan Intelektual (HAKI) yang didaftarkan terkait dengan penambahan
kegiatan usaha baru.
2.12 Peraturan Perundang-undangan yang Terkait
Beberapa peraturan perundangan-undangan yang terkait dengan pengembangan
proyek kegiatan usaha Perseroan, antara lain adalah:
1. Peraturan perundang-undangan terkait penilaian adalah Undang-undang
Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.
2. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 59/PMK.03/2022 tentang Perubahan
atas PMK No. 231/PMK.03/2019 tentang Tata Cara Pendaftaran Penghapusan
NPWP, Pengukuhan dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, serta
Pemotongan dan/atau Pemungutan, Penyetoran, dan Pelaporan Pajak Bagi
Instansi Pemerintah.
3. POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan
Kegiatan Usaha.
4. POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat
Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka.
5. Peraturan BPS Nomor 2 Tahun 2020 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
Indonesia.
6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 Tentang
Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.
22
Page 35
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
2.13 Aspek Lingkungan
Tanggung jawab Perseroan di bidang lingkungan hidup tercermin dari komitmen
untuk mencegah segala bentuk pencemaran lingkungan dan ini diwujudkan dengan
pengendalian lingkungan dalam hal penggunaan material, penggunaan energi dan
air, pengendalian emisi, serta pengolahan limbah. Selain itu Perseroan juga telah
mengimplentasikan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015 Enviromental
Management System.
2.14 Faktor Risiko Utama
Dalam menjalankan usahanya, Perseroan berpotensi menghadapi beberapa risiko
yang dapat memengaruhi kinerja Perseroan. Beberapa risiko utama yang dihadapi
Perseroan antara lain:
1) Risiko Ketergantungan pada Kontrak;
2) Risiko Pergantian Tenaga Kerja Operasional;
3) Risiko Ketidaksesuaian Standar Layanan;
4) Risiko Kinerja Vendor dan Subkontraktor; dan
5) Risiko Regulasi dan Perizinan.
Upaya Perseroan dalam mencegah dan meminimalisir dampak maupun kerugian
akibat potensi risiko utama adalah dengan menerapkan strategi mitigasi risiko yang
efektif dengan identifikasi, evaluasi, dan pengendalian risiko yang sesuai.
2.15 Persyaratan Modal dan Strategi Finansial
Sehubungan dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan akan
mengeluarkan biaya investasi (capex) sebesar Rp803.500.000,- yang seluruhnya
akan dibiayai dari modal sendiri, yaitu berasal dari kas internal Perseroan.
23
Page 36
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk
3 KELAYAKAN PASAR
3.1 Kondisi Pasar
Perkembangan Ekonomi Global
Divergensi pertumbuhan ekonomi dunia melebar dan ketidakpastian pasar
keuangan global berlanjut. Perekonomian Amerika Serikat (AS) tumbuh lebih kuat
dari prakiraan didukung oleh stimulus fiskal yang meningkatkan permintaan
domestik dan kenaikan investasi di bidang teknologi yang mendorong peningkatan
produktivitas. Sebaliknya, ekonomi Eropa, Tiongkok, dan Jepang masih lemah
dipengaruhi oleh menurunnya keyakinan konsumen dan tertahannya produktivitas,
sementara ekonomi India masih tertahan akibat sektor manufaktur yang terbatas.
Sejalan dengan itu, prospek pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan lebih
tinggi dari proyeksi sebelumnya menjadi 3,2%.
Di sisi lain, arah kebijakan Pemerintah dan bank sentral AS berpengaruh pada
ketidakpastian pasar keuangan global. Kuatnya ekonomi AS serta dampak kebijakan
tarif menahan proses disinflasi di AS dan berdampak pada menguatnya ekspektasi
penurunan Fed Funds Rate (FFR) yang lebih terbatas. Kebijakan fiskal AS yang lebih
ekspansif mendorong yield US Treasury tetap tinggi, baik pada tenor jangka pendek
maupun jangka panjang. Bersamaan dengan ketegangan geopolitik yang
meningkat, perkembangan tersebut menyebabkan makin besarnya preferensi
investor global untuk memindahkan portofolionya ke AS. Indeks mata uang dolar
AS naik tinggi makin menambah tekanan pelemahan berbagai mata uang dunia.
Berbagai perkembangan global ini memerlukan penguatan respons kebijakan dalam
memitigasi dampak rambatan global untuk tetap menjaga stabilitas dan mendorong
pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.
Tabel 5 Pertumbuhan PDB Dunia
Sumber: Bank Indonesia
24
Page 37
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Kondisi Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi
Tabel 6 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen berdasarkan Pengeluaran
Sumber: Bank Indonesia
Tabel 7 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen berdasarkan Lapangan Usaha
Sumber: Bank Indonesia
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh baik dengan kecenderungan lebih rendah
dari prakiraan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2024 sedikit di bawah
prakiraan dipengaruhi oleh lebih rendahnya permintaan domestik, baik konsumsi
maupun investasi. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan
sedikit di bawah titik tengah kisaran 4,7—5,5%. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi
diperkirakan juga cenderung lebih rendah dari prakiraan sebelumnya. Ekspor
diprakirakan lebih rendah sehubungan dengan melambatnya permintaan negara-
negara mitra dagang utama, kecuali AS. Konsumsi rumah tangga juga masih lemah,
khususnya golongan menengah ke bawah sehubungan dengan belum kuatnya
25
Page 38
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
ekspektasi penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja. Pada saat yang sama,
dorongan investasi swasta juga belum kuat karena masih lebih besarnya kapasitas
produksi dalam memenuhi permintaan, baik domestik maupun ekspor. Bank
Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 mencapai kisaran
4,7—5,5%, sedikit lebih rendah dari kisaran prakiraan sebelumnya 4,8—5,6%.
Gambar 2 Peta Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan III 2024
Sumber: Bank Indonesia
Neraca Pembayaran Indonesia
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap sehat sehingga mendukung ketahanan
eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Desember 2024 yang tercatat
2,2 miliar dolar AS dipengaruhi oleh kinerja ekspor komoditas utama Indonesia yang
kuat, seperti bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, serta besi dan
baja. Perkembangan ini mendukung transaksi berjalan 2024 tetap sehat dan
diprakirakan dalam kisaran defisit rendah 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB.
Sementara itu, tingginya ketidakpastian pasar keuangan global menurunkan aliran
masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik dengan SBN dan SRBI masing-
masing saja mencatat inflows 19 juta dolar AS dan 288 juta dolar AS pada awal
tahun 2025 (sampai 13 Januari 2025). Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir
Desember 2024 tercatat tinggi sebesar 155,7 miliar dolar AS, setara dengan
pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar
negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3
bulan impor. Ke depan, NPI pada 2025 diprakirakan tetap sehat seiring dengan
surplus transaksi modal dan finansial yang berlanjut dan defisit transaksi berjalan
yang terjaga dalam isaran defisit 0,5% sampai dengan 1,3% dari PDB. Surplus neraca
transaksi modal dan finansial didukung oleh aliran masuk modal asing sejalan
dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik yang
lebih baik dan imbal hasil investasi yang menarik.
26
Page 39
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Tabel 8 Neraca Pembayaran Indonesia
Sumber: Bank Indonesia *Angka sementara; **Angka sangat sementara
Gambar 3 Grafik Neraca Perdagangan
Sumber: Bank Indonesia
Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global yang tinggi,
didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah terhadap
dolar AS pada Januari 2025 (hingga 14 Januari 2025) hanya melemah sebesar 1,00%
(ptp) dari level nilai tukar akhir 2024. Perkembangan nilai tukar Rupiah terhadap
dolar AS juga relatif lebih baik dibandingkan dengan mata uang regional lainnya,
seperti rupee India, peso Filipina, dan baht Thailand yang masing-masing melemah
sebesar 1,20%; 1,33%; dan 1,92%. Sebaliknya, nilai tukar Rupiah tercatat menguat
terhadap mata uang kelompok negara maju di luar dolar AS, dan stabil terhadap
mata uang kelompok negara berkembang. Perkembangan tersebut sejalan dengan
kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta didukung oleh aliran masuk modal asing
yang masih berlanjut, imbal hasil instrumen keuangan domestik yang menarik, serta
prospek ekonomi Indonesia yang tetap baik. Ke depan, nilai tukar Rupiah
diprakirakan stabil didukung komitmen Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai
tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek
pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik.
27
Page 40
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Gambar 4 Grafik Nilai Tukar Rupiah vs Negara Kawasan
Sumber: Bank Indonesia
Inflasi
Gambar 5 Grafik Inflasi IHK dan Komponen
Sumber: Bank Indonesia
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran sasarannya
2,5±1%, sejalan inflasi IHK Desember 2024 yang tercatat 1,57% (yoy).
Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali pada level 2,26% (yoy)
sejalan dengan konsistensi suku bunga kebijakan Bank Indonesia (BI-Rate) untuk
mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya. Sementara itu,
kelompok volatile food (VF) mencatat inflasi 0,12% (yoy) didukung oleh peningkatan
pasokan pangan seiring berlanjutnya musim panen, serta eratnya sinergi
pengendalian inflasi TPIP/TPID melalui GNPIP. Secara spasial, inflasi IHK di berbagai
daerah juga terkendali dalam kisaran sasaran inflasi nasional. Ke depan, Bank
Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti
diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran,
kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan
domestik, imported inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi
28
Page 41
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif berkembangnya digitalisasi.
Inflasi VF diprakirakan terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi Bank
Indonesia dan Pemerintah Pusat dan Daerah. Bank Indonesia terus berkomitmen
memperkuat efektivitas kebijakan moneter guna menjaga inflasi tahun 2025 dan
2026 terkendali dalam sasaran 2,5±1%, dengan tetap mendukung upaya turut
mendorong pertumbuhan ekonomi.
Gambar 6 Inflasi Gabungan Kota di Provinsi
Sumber: Bank Indonesia
3.2 Pangsa Pasar
Pangsa pasar untuk produk dan jasa yang dijalankan oleh Perseroan adalah sektor
minyak dan gas bumi. Sumber daya alam minyak bumi dan gas (SDA migas)
merupakan salah satu sumber daya alam yang berlimpah di Indonesia dan
merupakan salah satu komoditi ekspor penambah devisa negara yang potensial.
Pada sektor migas, usaha jasa konstruksi merupakan salah satu kegiatan usaha
penunjang yang berperan dalam pekerjaan bangunan atau konstruksi kegiatan hulu
hingga hilir migas. Jasa konstruksi migas terdiri dari jasa perencanaan konstruksi
termasuk rancang bangun dan rekayasa ( design engineering), pelaksanaan
konstruksi (EPC, instalasi dan komisioning), serta pengawasan konstruksi. Peluang
jasa konstruksi sebagai penunjang sektor migas terbuka luas beriringan dengan
permintaan, perkembangan, dan target pembangunan situs minyak dan gas
berdasarkan ketersediaan cadangan migas.
Secara global, pada tahun 2023, produksi minyak bumi global mencapai rekor lebih
dari 96 juta barel per hari. Amerika Serikat tetap menjadi produsen terbesar yang
produksinya tumbuh lebih dari 8%. Sebaliknya, produksi Federasi Rusia menurun
lebih dari 1% akibat sanksi internasional selama setahun penuh. Produksi dari
29
Page 42
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Amerika Selatan & Tengah terus tumbuh pesat pasca-COVID dan mencatat tingkat
pertumbuhan tertinggi (11%) dibandingkan wilayah lainnya pada tahun 2023. Di
Asia Pasifik, produksi Tiongkok naik 2%, terhitung sekitar 57% dari total produksi
kawasan tersebut. Sementara Amerika Serikat kehilangan posisinya sebagai pasar
penyulingan minyak terbesar, dengan berkembangnya kapasitas China mencapai
18.484 ribu barel per hari, meskipun produk olahan dari China masih tertinggal dari
Amerika Serikat dengan pemanfaatan hampir 82% (China) dibandingkan dengan
sekitar 87% (Amerika Serikat.
Konsumsi minyak bumi global tercatat meningkat mejadi sebesar 100,22 juta barel
per hari (bph) pada tahun 2023 dan menjadi puncak tertinggi peningkatan konsumsi
minyak bumi global pada selama sepuluh tahun terakhir. Penggunaan bensin, solar,
dan minyak tanah (penerbangan) kembali ke atau melampaui tingkat 2019.
Sementara konsumsi bensin global (25 mbpd) berada tepat di atas level pra-COVID
2019, minyak tanah, meskipun tumbuh kuat (17,5% pada 2023), belum kembali ke
puncaknya pada 2019.
Gambar 7 Grafik Produksi dan Konsumsi Minyak Bumi Global (Juta Bph)
105,00
100,22
100,00 97,96 98,22 97,68
96,72 96,38
94,68 95,00 95,17 94,73 94,29
92,77
95,00 92,59
91,72 92,09
90,89 89,45 90,28
90,10
88,73 88,93
90,00
86,57
85,00
80,00
75,00
2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023
Produksi Konsumsi
Sumber: Energy Institute Statistical Review of World Energy 2024
Permintaan gas alam global tetap stabil pada tahun 2023 naik hanya 1 bcm. Hal ini
tidak cukup untuk memulihkan kerugian yang terlihat pada tahun 2022 ketika
permintaan keseluruhan turun 0,4% (15 bcm). Di Eropa, permintaan gas alam turun
7% (34 bcm) pada tahun 2023, turun ke level terendah sejak 1994. Demikian pula,
produksi gas di kawasan ini menurun sekitar 7% didorong oleh penurunan di
negara-negara produsen utamanya, Norwegia, Inggris, dan Belanda. Permintaan gas
di kawasan Asia Pasifik tumbuh hampir 2%, didorong oleh pertumbuhan China dan
India 7% meningkat. Saat menggabungkan semua rute perdagangan, baik melalui
laut atau pipa, pangsa impor gas UE Federasi Rusia turun dari 43% pada tahun 2021
30
Page 43
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
menjadi 23% pada tahun 2022, dan kemudian 14% lebih lanjut pada tahun 2023
untuk duduk di belakang Norwegia dan AS. Hanya dalam sepuluh tahun, ekspor LNG
dari AS meroket dari hanya 0,2 bcm pada tahun 2013 menjadi 114 bcm pada tahun
2023, menjadikannya pemasok LNG terkemuka di dunia, mengungguli Qatar dan
Australia pada tahun 2023.
Gambar 8 Grafik Produksi dan Konsumsi Gas Alam Global (Triliun m3)
3,91 4,02 4,01 4,01
4,50 3,83 3,87
3,65 3,96 4,04 4,05 4,06
3,40 3,48 3,52 3,85 3,87
3,37 3,67
4,00
3,44 3,51 3,51
3,37
3,50
3,00
2,50
2,00
1,50
1,00
0,50
0,00
2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023
Produksi Konsumsi
Sumber: Energy Institute Statistical Review of World Energy 2024
Secara nasional, konsumsi minyak bumi di Indonesia mencatatkan pertumbuhan
yang relatif fluktuatif selama 10 tahun terakhir. Penurunan pada konsumsi minyak
bumi paling dalam terjadi pada tahun 2020 sebesar 1,40 juta bph atau menurun
11,4% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 1,58 juta bph. Pada tahun
2023, terjadi perbaikan pada konsumsi minyak bumi menjadi sebesar 1,60 juta bph
atau meningkat 14,3% dibandingkan tahun 2020.
Dari sisi produksi, sejak 10 tahun terakhir (2013—2023) produksi minyak bumi
Indonesia cenderung menurun setiap tahunnya. Pada tahun 2013, produksi minyak
bumi mencapai 0,87 juta bph, namun di tahun 2023 hanya mencapai 0,64 juta bph
atau menurun 1,4% dibandingkan tahun sebelumnya 2022 yang sebesar 0,65 juta
bph.
Konsumsi gas alam di Indonesia tercatat memiliki perkembangan yang relatif stabil
sejak tahun 2013 meskipun sempat meurun pada tahun 2017 dan tahun 2020. Pada
tahun 2020, konsumsi gas alam mengalami penurunan paling dalam sebesar 42,6
miliar m3 atau sebesar 6,4% dari tahun sebelumnya 2019 yang sebesar 45,5 miliar
m3. Pada tahun 2023, konsumsi gas alam di Indonesia adalah sebesar 45,4 miliar
m3, masih belum menunjukkan perbaikan yang signifikan atau kembali ke posisi
sebelum terjadinya penurunan akibat Covid-19 pada tahun 2019. Dari sisi produksi,
31
Page 44
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
sejak 10 tahun terakhir (2013—2023) produksi gas alam Indonesia cenderung
mencatatkan penurunan setiap tahunnya. Penurunan produksi paling dalam terjadi
pada tahun 2022 sebesar 62,8 miliar m3 atau menurun sebesar 7,1% dibandingkan
tahun 2019 yang sebesar 67,6 miliar m3. Pada tahun 2023, produksi gas alam di
Indonesia tercatat sebesar 64,3 miliar m3, meingkat sebesar 2,4% dari tahun
sebelumnya.
Gambar 9 Grafik Produksi dan Konsumsi Minyak Bumi Indonesia
1,80
1,62 1,58 1,60 1,60
1,57 1,57 1,57
1,60 1,51
1,46 1,46
1,40
1,40
1,20
1,00 0,87 0,85 0,84 0,87 0,84 0,81 0,78 0,74
0,80 0,69
0,65 0,64
0,60
0,40
0,20
0,00
2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023
Produksi Konsumsi
Sumber: Energy Institute Statistical Review of World Energy 2024
Gambar 10 Produksi dan Konsumsi Gas Alam Indonesia (Miliar m3)
77,6 76,4 76,2
80,0 75,1
72,7 72,8
67,6
70,0 64,7 64,4 64,3
62,8
60,0
50,0 44,0 45,4 44,5 45,3 45,5 44,0 45,4
42,5 42,6 42,6 42,9
40,0
30,0
20,0
10,0
0,0
2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023
Produksi Konsumsi
Sumber: Energy Institute Statistical Review of World Energy 2024
32
Page 45
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Gambar 11 Realisasi Pemanfaatan Gas Bumi Domestik dan Ekspor (2004—Sept
2024, dalam BBTUD)
Sumber: RKT 2025, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
Kementerian ESDM
Dalam rangka pemanfaatan gas bumi domestik untuk mendukung transisi energi,
pemerintah Indonesia memprioritaskan pemanfaatan gas untuk kebutuhan gas
domestik dan mendukung hilirisasi gas bumi dengan mendorong pertumbuhan
industri-industri pengguna gas bumi. Pemanfaatan Gas Domestik pada Tahun 2024
TW 3 (realisasi s.d. September 2024) mencapai 68,43% dengan total penyaluran
mencapai 5.590,12 BBTUD. Nilai ini memenuhi target pemanfaatan gas bumi
domestik tahun 2024 sebesar 68%. Sebagai perbandingan dengan tahun 2023
(realisasi s.d Desember 2023), realisasi pemanfaatan gas domestik sebesar 69,43%
dengan total penyaluran mencapai 5.868,52 BBTUD.
Gambar 12 Realisasi Pemanfaatan Gas Bumi vs Kontrak (DCQ), dalam BBTUD
Sumber: RKT 2025, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
Kementerian ESDM
Secara bertahap, pemerintah telah menurunkan porsi ekspor gas dan/atau LNG yang
pada umumnya dalam bentuk kontrak jangka panjang, dan mengalihkan ke dalam
negeri melalui kebijakan yang mengutamakan pemanfaatan gas untuk pemenuhan
33
Page 46
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
kebutuhan gas bumi di dalam negeri. Kebijakan pemanfaatan gas dalam negeri
dapat berjalan optimal dengan adanya kesiapan sektor pengguna gas dalam negeri
dalam memanfaatkan gas bumi sesuai alokasi dan kontrak gas bumi. Pada beberapa
sektor, realisasi pemanfaatan gas bumi oleh pengguna gas bumi di bawah kontrak
dan/atau volume yang telah dialokasikan, antara lain pada sektor pupuk,
kelistrikan, industri, maupun ekspor gas pipa.
Gambar 13 Cadangan Minyak Bumi dan Kondensat, Juta Barel 2019—2024
Sumber: RKT 2025, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
Kementerian ESDM
Gambar 14 Cadangan Gas Bumi, triliun m3 2019—2024
Sumber: RKT 2025, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
Kementerian ESDM
34
Page 47
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Cadangan terbukti minyak bumi Indonesia relatif fluktuatif dalam rentang tahun
2019 sampai dengan 2024 dari sebesar 2,48 miliar barel menjadi 2,29 miliar barel.
Penurunan yang cukup dalam terjadi pada tahun 2021, sehingga cadangan terbukti
minyak bumi turun menjadi sebesar 2,25 miliar barel dari tahun sebelumnya yang
sebesar 2,44 miliar barel. Reserve to production minyak bumi Indonesia terdapat
pada kisaran 9 tahun. Sementara itu, cadangan terbukti gas bumi juga mengalami
penurunan dalam rentang tahun 2019 sampai dengan 2024 dari sebesar 49,7 triliun
m3 menjadi 33,84 triliun m3. Reserve to production minyak bumi Indonesia adalah
18,8 tahun.
Gambar 15 Jumlah Penawaran Wilayah Kerja, 2020—Oktober 2024
Sumber: RKT 2025, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
Kementerian ESDM
Minyak dan gas bumi masih merupakan energi yang mendominasi dalam
penggunaan energi nasional, maka beberapa upaya peningkatan cadangan minyak
dan gas bumi masih terus dilakukan seperti memperluas area pencarian cadangan
minyak dan gas bumi dengan melakukan pengeboran eksplorasi dan survei seismik
serta studi G&G. Semakin masif kegiatan eksplorasi yang dilakukan, peluang
ditemukannya potensi SDA migas akan semakin besar. Kegiatan eksplorasi
dilaksanakan berdasarkan wilayah kerja (WK) migas yang ditawarkan pemerintah
kepada kontraktor.
Secara historis, pada tahun 2020, adanya pandemi Covid-19 memberikan dampak
negatif terhadap penurunan daya tarik perusahaan-perusahaan migas untuk
berinvestasi pada bisnis hulu migas. Selain itu, harga minyak dunia pada saat itu
juga mengalami penurunan sehingga penawaran WK migas diundur dan
dipersiapkan kembali ajar menarik minat investor. Pada tahun 2024, pemerintah
mengumumkan penawaran sebanyak 10 WK migas. Menurut Dirjen Migas KESDM
2025 berikut adalah kandidat calon WK migas yang ditawarkan berdasarkan hasil
studi bersama:
35
Page 48
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Gambar 16 Penawaran Wilayah Kerja Migas, s.d. Oktober 2024
Sumber: RKT 2025, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM
Pada bulan Mei 2024 Pemerintah telah melelang 5 (lima) Wilayah Kerja Migas pada
tahap I yang terdiri dari 3 (tiga) Wilayah Kerja yaitu WK Melati, WK Amanah dan WK
Central Andaman melalui penawaran langsung dan 2 (dua) Wilayah Kerja yaitu WK
Pesut Mahakam dan Panai yang ditawarkan melalui Penawaran Regular dari rencana
10 Wilayah Kerja yang akan ditawarkan sesuai Renstra tahun 2024. Dan rencananya
pada akhir Nopember 2024 akan ditawarkan lagi 6 (enam) Wilayah Kerja lagi yaitu
WK Serpang, WK Kojo, WK Binaiya WK gaea dan Gaea II melalui penawaran langsung
dan WK Air Komering melalui Penawaran Regular. Adapun masa lelang untuk
Penawaran Langsung Tahap I telah berakhir dan hasil akhir penawarannya adalah
sebagai berikut:
Tabel 9 Hasil Akhir Penawaran WK Miga, 2024
Sumber: RKT 2025, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
Kementerian ESDM
36
Page 49
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Salah satu program pemerintah untuk meningkatkan Accessibility dalam bidang
Minyak dan Gas Bumi adalah dengan meningkatkan infrastruktur migas. Untuk
mendukung hal tersebut, telah ditetapkan dokumen perencanaan melalui
Keputusan Menteri ESDM Nomor 173.K/MG.01/MEM.M/2024 tanggal 12 Januari
2024 terkait Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional
(RIJTDGBN) Tahun 2024 – 2033 sesuai amanah dari Peraturan Menteri ESDM Nomor
4 Tahun 2018 tentang Pengusahaan Gas Bumi Pada Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan
Gas Bumi dan sebagai pembaruan dari Keputusan Menteri ESDM Nomor
10.K/MG.01/MEM.M/2024 tentang Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi
Gas Bumi Nasional Tahun 2022—2031 yang dibutuhkan penyesuaian dengan
keadaan dan perencanaan saat ini. Peta RIJTDGBN adalah sebagai berikut:
Gambar 17 Peta Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional
Sumber: RKT 2025, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM
3.3 Kesinambungan
Kesinambungan bisnis di bidang EPC migas sangat bergantung pada keberlanjutan
investasi di sektor hulu migas serta komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan
energi nasional. Selama kebutuhan energi domestik terus meningkat dan cadangan
migas masih menjadi andalan, proyek pengembangan dan pemeliharaan infrastruktur
migas akan terus dibutuhkan. Hal ini menciptakan peluang jangka panjang bagi
perusahaan EPC untuk tetap relevan dan berperan strategis, terutama dalam
mendukung efisiensi, keselamatan, dan keberlanjutan operasional sektor migas di
tengah dinamika pasar global dan tuntutan transisi energi.
Dengan berfokus pada pasar ini, Perseroan diharapkan dapat menciptakan
kesinambungan usaha yang lebih baik, meningkatkan stabilitas pendapatan melalui
37
Page 50
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
penambahan segmen pasar yang lebih luas, dan memberi kesempatan untuk
mengakses pasar yang lebih besar, baik di dalam negeri maupun internasional.
3.4 Potensi Pasar
Pendapatan SDA migas dalam RKT 2025 selama periode 2020—2023 mengalami
pergerakan yang fluktuatif dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 7,2%, sejalan
dengan volatilitas ICP di pasar internasional. Pertumbuhan terendah terjadi pada
tahun 2020 yang terkontraksi sebesar 43,0% disebabkan oleh termoderasinya ICP
(Indonesian Crude oil Price) hingga mencapai sebesar US$40,4 per barel dari
dampak pandemi Covid-19. Sementara itu, pertumbuhan tertinggi terjadi pada
tahun 2022 yaitu sebesar 53,9% terutama dipengaruhi oleh peningkatan ICP yang
mencapai US$97,1 per barel. Pada tahun 2024, realisasi Pendapatan SDA Migas
diperkirakan sebesar Rp121.488,8 miliar atau tumbuh 4,6%. Kenaikan tersebut
terutama disebabkan oleh fluktuasi ICP yang diperkirakan sekitar US$77-84 per
barel, berada pada kisaran asumsi APBN tahun 2024 sebesar US$82 per barel. Pada
tahun 2025, pendapatan SDA migas ditargetkan sebesar Rp121,0 triliun. Target
tersebut terkontraksi 0,4% dari outlook tahun 2024.
Gambar 18 Perkembangan SDA Migas 2020—2025
Sumber: RKT 2025, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
Kementerian ESDM
Meskipun terjadi kontraksi pada target pendapatan tahun 2025, kebutuhan untuk
menjaga tingkat produksi migas nasional tetap tinggi guna mendukung ketahanan
energi. Kondisi ini membuka peluang bagi perusahaan yang bergerak di bidang EPC
migas, terutama dalam penyediaan infrastruktur dan fasilitas produksi yang efisien
dan andal. Permintaan terhadap jasa EPC diperkirakan tetap kuat seiring upaya
pemerintah dan pelaku industri untuk mempertahankan atau meningkatkan
kapasitas produksi dalam menghadapi fluktuasi harga global.
38
Page 51
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
3.5 Sasaran
Sasaran Perseroan dalam pengembangan usaha ini adalah pengguna Ultra Sonic
Meter (USM), terutama dalam sektor minyak dan gas di Indonesia. Seiring dengan
semakin meluasnya penggunaan USM dalam industri tersebut, dan adanya regulasi
dari Direktorat Metrologi yang mewajibkan re-Wet Calibration dalam jangka waktu
tertentu, Perseroan melihat peluang pasar yang signifikan. Oleh karena itu, pada
penambahan kegiatan usaha ini Perseroan melakukan penyediaan layanan kalibrasi
ulang untuk memenuhi ketentuan tersebut, dengan menargetkan perusahaan-
perusahaan yang memerlukan kepastian dan akurasi dalam pengukuran aliran
fluida untuk operasionalnya.
3.6 Potensi Nilai Pasar
Dari Penambahan Kegiatan Usaha baru ini, Perseroan diproyeksikan mencatatkan
tambahan laba bersih dari penambahan kegiatan usaha baru sebesar Rp91,27 juta
pada tahun 2025, Rp325,82 juta pada tahun 2026, Rp342,11 juta pada tahun 2027,
Rp359,22 juta pada tahun 2028, Rp377,18 juta pada tahun 2029, Rp396,03 juta
pada tahun 2030, dan sebesar Rp415,84 juta pada tahun 2031.
3.7 Pesaing Usaha
Dalam hal pesaing dan persaingan, penting untuk terus memantau perkembangan
dan strategi perusahaan sektor serupa di pasar modal. Saat ini, beberapa pesaing
yang terdaftar dalam bursa efek dan memiliki bidang usaha yang sama dengan
Perseroan adalah sebagai berikut:
Tabel 10 Perusahaan Pesaing dengan Produk Serupa
No. Kode Nama Perusahaan Alamat
1 MTPS.JK PT Meta Epsi Tbk Jl. Mayjen D.I. Panjaitan Kav.2 RT.009/09
Kel. Rawa Bunga, Jakarta 13350, Indonesia
2 PKPK.JK PT Perdana Karya Perkasa Tbk Jalan Sentosa no.56 RT.102 Temindung
Permai, Sungai Pinang, Kota Jakarta
Selatan, 12210, Indonesia
3 AGII.JK PT Samator Indo Gas Tbk Jl. Dr. Saharjo No. 83, Jakarta, 12850,
Indonesia
4 ELSA.JK PT Elnusa Tbk Graha Elnusa, Jl. TB Simatupang Kav. 1B,
Jakarta, 12560, Indonesia
5 PTRO.JK PT Petrosea Tbk Wisma Anugraha Jl. Taman Kemang No.32
B, Kemang, Tangerang Selatan, 15424,
Indonesia
6 RUIS.JK PT Radiant Utama Interinsco Jl. Kapten Tendean No.24 Mampang
Tbk Prapatan, Jakarta Selatan, 12720,
Indonesia
39
Page 52
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha barunya, portofolio
pekerjaan Perseroan akan bertambah, yakni Pekerjaan Wet Calibration Ultrasonic
Meter (USM) untuk KBLI 81100. Saat ini, beberapa pesaing yang mungkin memiliki
potensi persaingan layanan yang serupa dengan yang di sediakan oleh perseroan
adalah sebagai berikut.
1. PT Duta Instrument Alfa Sakti,
2. PT Control System Arena Paranusa,
3. PT Yuan Sejati,
4. PT Instrumen Kontrol Presisi Teknologi,
5. PT Algas Mitra Sejati.
3.8 Strategi Pemasaran
Aspek pasar dan strategi pemasaran dalam studi kelayakan usaha menempati posisi
yang penting, karena sebagai titik tolak penilaian apakah suatu usaha akan dapat
berkembang, tetap seperti saat didirikan, atau bahkan cenderung akan mengalami
penurunan. Selanjutnya, beberapa strategi pemasaran yang dapat dilakukan oleh
Perseroan adalah sebagai berikut:
1. Pendekatan persuasif
Perseroan memiliki kemampuan untuk melakukan pendekatan persuasif yang
efektif dalam mendapatkan proyek. Selain itu, Perseroan juga akan memperluas
jaringan kerja (networking) yang penting untuk mengidentifikasi peluang bisnis
baru dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan potensial.
2. Tender
Dalam upaya memperluas cakupan bisnis, Perseroan dapat menggunakan
pendekatan tender. Hal ini memungkinkan Perseroan untuk mengakses
proyek-proyek yang strategis dengan efisien dan efektif.
3. Sosialisasi
Tak hanya itu, Perseroan juga aktif dalam melakukan sosialisasi kepada
berbagai perusahaan di sektor minyak dan gas. Langkah ini penting untuk
membangun kesadaran dan memperkenalkan kemampuan serta layanan yang
ditawarkan oleh Perseroan kepada potensi mitra kerja.
Dengan kombinasi strategi ini, Perseroan mampu menjalankan bisnisnya dengan
lebih dinamis dan berdaya saing tinggi, serta berpotensi untuk meraih proyek-
proyek yang signifikan dalam industri yang bersangkutan.
40
Page 53
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
4 KELAYAKAN TEKNIS
4.1 Kapasitas
Dalam kegiatan usaha Perseroan pada KBLI 81100 (Aktivitas Penyedia Gabungan
Jasa Penunjang Fasilitas), konsep kapasitas kerja tidak diterapkan secara tetap atau
baku karena kegiatan ini bukan merupakan aktivitas manufaktur maupun
perdagangan. Kegiatan usaha ini berfokus pada penyediaan layanan terpadu yang
mencakup pengelolaan fasilitas, seperti kebersihan, keamanan, perawatan gedung,
dan layanan penunjang lainnya, yang dijalankan sesuai dengan permintaan dan
kebutuhan pengguna jasa melalui mekanisme proyek atau tender. Pelaksanaan jasa
dilakukan oleh Perseroan berdasarkan kapasitas internal yang tersedia. Selama
masih dapat ditangani oleh sumber daya manusia dan operasional yang dimiliki,
Perseroan akan menjalankan layanan tersebut secara langsung.
4.2 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
Bahan Baku Mentah
Dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan tidak memerlukan bahan
baku mentah karena aktivitas usaha yang dijalankan bukan merupakan kegiatan di
bidang manufaktur dan tidak melibatkan proses pengolahan bahan baku.
Pekerja
Berdasarkan informasi dari manajemen, sampai dengan tanggal 31 Desember 2024,
Perseroan memiliki 50 orang karyawan. Perseroan berkomitmen untuk terus
meningkatkan keterampilan para karyawan dengan berbagai program pelatihan
yang disusun berdasarkan posisi dan tugas yang dilakukan. Hal ini untuk
memastikan karyawan dilengkapi dengan kemampuan yang baik dalam
melaksanakan pekerjaan sehari-hari serta memaksimalkan potensi, kualitas dan
kapasitas sumber daya manusia dari masing-masing karyawan.
Tenaga Ahli
Tenaga ahli mencerminkan pentingnya kontribusi dalam membawa pengetahuan
mendalam dan pengalaman praktis untuk menyediakan berbagai solusi bagi proyek
yang sedang berjalan di Perseroan. Bersumber dari manajemen Perseroan, tenaga
ahli terkait penambahan kegiatan usaha yang akan dijalankan oleh Perseroan antara
lain adalah sebagai berikut.
Inisial : AS
Usia : 51 tahun
41
Page 54
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Pendidikan terakhir : (1993—1999) Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia,
Jakarta
Pengalaman kerja : - (April 2017—Present) Supervisor Engineer at PT
Kian Santang Muliatama Tbk
- (Agustus 2014—April 2017) Supervisor
Engineer at PT Bergas Alam Sinergi
- (November 2010—Agustus 2014) Field
Engineer at CV Makmur Abadi
- (Jan 2008—November 2010) Service Engineer
at PT Deltafield System Integration
- (Jan 2006—December 2007) Project Engineer at
PT Sarana Adiniagatama
Keahlian Khusus : • Familiar with computer operation (Windows,
AutoCAD etc)
• Familiar with PLC (Allen Brandly, OMRON etc)
• Familiar with Instrument Transmitter
YOKOGAWA & Rosemount Product
• Familiar with Orifice fitting Daniel & Canalta.
• Familiar with Flow Comp (Bristol Badcok, S600,
OMNI)
4.3 Proses Produksi dan/atau Operasional
Proses operasional Perseroan digambarkan dalam alur sebagai berikut:
Gambar 19 Alur Operasional Kegiatan Perseroan
Sumber: Manajemen Perseroan
1. Pra-Proyek
Pada tahap awal ini, Perseroan melakukan identifikasi peluang proyek melalui
tender, penunjukan langsung, atau kemitraan. Setelah peluang teridentifikasi,
studi kelayakan dilakukan untuk menganalisis aspek teknis, finansial, dan risiko
proyek. Bila proyek dianggap layak, Perseroan mengikuti proses bidding/tender
dengan menyusun dan mengajukan dokumen penawaran. Tahap ini diakhiri
dengan proses negosiasi dan penandatanganan kontrak kerja.
42
Page 55
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
2. Fase Engineering (E)
Setelah kontrak ditandatangani, dimulailah tahap perencanaan teknis. Ini
dimulai dari penyusunan desain dasar (FEED), kemudian pengembangan desain
detail seperti gambar teknik dan perhitungan struktur. Desain akhir harus
mendapat persetujuan dari klien dan regulator terkait.
3. Fase Procurement (P)
Dalam tahap ini, Perseroan memilih vendor material melalui proses seleksi dan
tender internal. Setelah itu, dilakukan quality control berupa inspeksi dan
pengujian material (termasuk FAT). Selanjutnya, material dikirim ke lokasi
proyek melalui sistem logistik yang memperhitungkan lead time.
4. Fase Construction (C)
Tahap konstruksi dimulai dengan mobilisasi alat berat dan pendirian fasilitas di
lokasi proyek. Selanjutnya dilakukan instalasi dan pembangunan fisik proyek
sesuai dengan desain. Setelah konstruksi selesai, sistem diuji (komisioning) dan
proyek diserahterimakan kepada klien dengan seluruh dokumen pendukung.
5. Pasca-Konstruksi
Setelah proyek selesai diserahkan, Perseroan dapat memberikan layanan
pemeliharaan selama masa garansi. Selain itu, dilakukan evaluasi menyeluruh
untuk pembelajaran dan peningkatan di proyek berikutnya.
43
Page 56
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
5 KELAYAKAN POLA BISNIS
5.1 Keunggulan Kompetitif
Perseroan memiliki sejumlah keunggulan kompetitif yang menjadi landasan kuat
dalam menjalankan kegiatan usahanya, dalam hal penambahan kegiatan usaha
baru, keunggulan kompetitif yang dimiliki Perseroan diantaranya adalah:
• Perseroan merupakan salah satu perusahaan terbuka (public company), yang
berarti saham-saham Perseroan diperdagangkan di pasar modal dan menjadi
akses terbuka bagi investor untuk berpartisipasi dalam kepemilikan perusahaan.
Kehadiran Perseroan sebagai perusahaan terbuka memiliki sejumlah
keuntungan, di antaranya adalah meningkatkan transparansi dalam pengelolaan
perusahaan, memperluas akses terhadap sumber-sumber pendanaan, serta
meningkatkan citra dan kepercayaan dari masyarakat umum serta para
stakeholder. Keberadaan sebagai perusahaan terbuka juga memberikan
Perseroan kesempatan untuk memperluas jangkauan pasar, menjalin kemitraan
dengan berbagai pihak, dan memperoleh sumber daya yang lebih baik dalam
mendukung pertumbuhan dan pengembangan bisnisnya. Dengan demikian,
Perseroan dapat memanfaatkan reputasi dan kepercayaan yang sudah dibangun
di kalangan masyarakat serta platform yang disediakan oleh pasar modal untuk
terus berkembang dan memperkuat posisinya di industri minyak dan gas.
• Perseroan telah memiliki karyawan dan tim manajemen yang sangat kompeten
serta memiliki pengalaman yang tinggi, sehingga mampu menjalankan
operasional perusahaan dengan efektif dan efisien.
• Perseroan sampai saat ini didukung oleh vendor yang kuat dan terpercaya, serta
menyediakan produk-produk yang berkualitas tinggi, inovatif, dan kompetitif,
sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar dengan baik.
• Perseroan telah memiliki Surat Tanda Pengenal (STP) sebagai agen atau
distributor resmi yang diterbitkan oleh Kementerian Perdagangan. Hal ini
memberikan Perseroan legitimasi hukum dan kepercayaan lebih tinggi dalam
menjalankan aktivitas distribusi barang dan jasa, serta memberikan posisi tawar
yang lebih kuat dalam tender-tender pengadaan barang dan jasa di sektor
kelistrikan, gas, dan energi lainnya.
5.2 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk
Kemungkinan pesaing dalam bidang usaha ini cukup besar, dimana risiko adanya
pesaing-pesaing baru yang mungkin meniru/mencontoh jasa yang diberikan oleh
Perseroan merupakan risiko yang melekat pada kegiatan bisnis Perseroan.
Kemampuan pesaing untuk meniru produk atau jasa memang tidak dapat dihindari,
sehingga membuat kegiatan usaha dalam bidang ini menjadi sangat kompetitif.
Upaya mitigasi yang dapat dilakukan oleh Perseroan diantaranya sebagai berikut:
44
Page 57
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
• Meningkatkan kualitas produk dan layanan;
• Melindungi dan mendaftarkan hak kekayaan intelektual;
• Meningkatkan kualitas dan diferensiasi produk dan layanan;
• Melakukan inovasi produk dan layanan secara berkelanjutan;
• Memperkuat loyalitas konsumen terhadap produk dan layanan Perseroan.
5.3 Kemampuan untuk Menciptakan Nilai
Dengan keunggulan kompetitif yang sudah dimiliki, Perseroan dapat menciptakan
nilai yang diantaranya:
1. Penambahan kegiatan usaha baru
Teknologi dalam kegiatan usaha EPC yang semakin berkembang pesat akan
memberikan dampak positif terhadap potensi pasar dan pembangunan industri
migas yang berkelanjutan. Hal ini akan berdampak pada permintaan
beragamnya jasa instalasi dan konstruksi infrastruktur sehingga Perseroan
berpeluang untuk mengembangkan kegiatan usahanya lebih luas lagi dengan
mempertimbangkan permintaan yang berkesinambungan dari pasar terutama
untuk produk-produk penunjang industri migas.
2. Menambah sumber pendapatan baru
Permintaan yang berkesinambungan dari pasar dapat dimanfaatkan oleh
Perseroan atas penambahan kegiatan usaha yang akan dijalankan sehingga
dapat menambah sumber pendapatan baru bagi Perseroan.
3. Meningkatkan kinerja keuangan Perseroan
Penjualan atas penambahan kegiatan usaha yang dijalankan Perseroan akan
menghasilkan laba bagi Perseroan sehingga akan meningkatkan kinerja
keuangan Perseroan.
Ketiga hal di atas dapat memberikan kontribusi yang positif dan nilai tambah bagi
Perseroan. Rencana penambahan kegiatan usaha baru yang dilakukan Perseroan
akan meningkatkan kinerja keuangan Perseroan dan memberikan nilai tambah
investasi bagi para pemegang saham Perseroan.
45
Page 58
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
6 KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN
6.1 Ketersediaan Tenaga Kerja
Sumber daya manusia yang berkualitas baik dan memiliki pengetahuan serta
keterampilan yang cakap merupakan modal penting bagi Perseroan. Strategi dan
tujuan jangka panjang yang akan dicapai oleh Perseroan juga bergantung kepada
kemampuan mendayagunakan sumber daya manusia yang dimiliki. Berdasarkan
informasi dari manajemen, sampai dengan tanggal 31 Desember 2024, Perseroan
memiliki 50 orang karyawan.
Dalam rencana penambahan kegiatan usaha, Perseroan akan mengoptimalkan
tenaga kerja yang telah ada untuk memenuhi kebutuhan manajemen dan sumber
daya manusianya. Apabila diperlukan, Perseroan akan melakukan penambahan
personel melalui proses rekrutmen guna mendukung pelaksanaan proyek-proyek
yang akan datang. Kegiatan usaha baru ini akan dijalankan oleh Departemen
Engineering dan Operasional, dengan estimasi kebutuhan personel sebanyak
kurang lebih 20 orang.
6.2 Manajemen Kekayaan Intelektual
Menurut UU yang telah disahkan oleh DPR-RI pada tanggal 21 Maret 1997, Hak Atas
Kekayaaan Intelektual adalah hak-hak secara hukum yang berhubungan dengan
permasalahan hasil penemuan dan kreativitas seseorang atau beberapa orang yang
berhubungan dengan perlindungan permasalahan reputasi dalam bidang komersial
(commercial reputation) dan tindakan/jasa dalam bidang komersial (goodwill).
Terkait Hak Atas Kekayaaan Intelektual, sampai dengan laporan ini diterbitkan
diperoleh informasi Hak Atas Kekayaaan Intelektual yang telah dimiliki oleh
Perseroan diantaranya adalah:
1) Merek Ergas dengan nomor pendaftaran IDM000920159 terkait perpanjangan
waktu perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 4
Desember 2030 oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia;
2) Merek Kians dengan nomor pendaftaran IDM001026107 terkait perpanjangan
waktu perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 30
Agustus 2031 oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
Sementara itu, sampai dengan laporan ini diterbitkan, Perseroan belum memiliki
Hak Atas Kekayaaan Intelektual (HAKI) yang didaftarkan terkait dengan penambahan
kegiatan usaha baru.
46
Page 59
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
6.3 Manajemen Risiko
Dalam menjalankan kegiatan usaha barunya, Perseroan mungkin menghadapi
beberapa risiko yang dapat memengaruhi kinerja usahanya. Risiko utama yang
mungkin dihadapi Perseroan adalah sebagai berikut:
1) Risiko Ketergantungan Pada Kontrak
Kegiatan usaha ini bergantung pada kontrak atau kerja sama penyediaan
layanan fasilitas yang bersifat jangka pendek atau menengah. Ketiadaan proyek
baru setelah kontrak berakhir dapat berdampak pada kelangsungan usaha.
Dalam memitigasi risiko ini, Perseroan dapat menjaga hubungan dengan klien
eksisting dan memperluas jejaring pemasaran untuk memperoleh kontrak baru
secara berkelanjutan.
2) Risiko Pergantian Tenaga Kerja Operasional
Tenaga kerja pada layanan fasilitas seperti kebersihan, keamanan, dan teknis
perawatan cenderung memiliki tingkat turnover yang tinggi, yang dapat
memengaruhi konsistensi layanan. Dalam memitigasi risiko ini, Perseroan dapat
menerapkan manajemen SDM yang baik dengan sistem rekrutmen selektif,
pelatihan berkala, dan insentif untuk meningkatkan loyalitas karyawan.
3) Risiko Ketidaksesuaian Standar Layanan
Layanan yang tidak sesuai dengan standar atau kebutuhan klien dapat berujung
pada keluhan, penalti, atau pemutusan kontrak. Dalam memitigasi risiko ini,
Perseroan perlu menjalankan SOP yang ketat untuk masing-masing jenis
layanan dan melakukan pengawasan rutin atas kualitas kinerja personel di
lapangan.
4) Risiko Kinerja Vendor dan Subkontraktor
Kinerja yang kurang optimal dari pihak ketiga seperti vendor atau subkontraktor
dapat berdampak langsung pada mutu, biaya, dan waktu penyelesaian proyek.
Untuk memitigasi risiko ini, Perseroan perlu menetapkan standar seleksi dan
evaluasi kinerja mitra kerja secara ketat, menyusun kontrak kerja dengan
ketentuan penalti dan jaminan kinerja, serta mempersiapkan alternatif
vendor/subkontraktor yang telah terverifikasi.
5) Risiko Regulasi dan Perizinan
Perubahan kebijakan pemerintah atau kendala dalam proses perizinan dapat
menghambat pelaksanaan proyek. Untuk memitigasi risiko ini, Perseroan perlu
mengikuti perkembangan regulasi yang berlaku melalui koordinasi rutin dengan
asosiasi industri dan konsultan hukum, Perseroan harus memastikan kepatuhan
47
Page 60
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
terhadap seluruh perizinan dan standar operasional, serta menjalin hubungan
baik dengan instansi pemerintah yang berwenang.
6.4 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
Melihat pekerjaan EPC dari proyek perminyakan dan gas bumi yang telah selesai
dilaksanakan Perseroan sebelumnya, Perseroan berkapasitas dan mampu dalam
membentuk serta menetapkan tenaga ahli dan personel utama dengan kualifikasi
sesuai dengan persyaratan yang diminta oleh perusahaan pelanggan. Seluruh
tenaga yang terdapat dalam tim adalah tenaga ahli dan/atau teknisi yang
berkompeten serta telah berpengalaman & mempunyai reputasi yang baik di dalam
melaksanakan beberapa proyek perminyakan dan gas bumi.
Berdasarkan kapasitas dan kemampuan manajemen Perseroan yang sukses dalam
menjalankan proyek perminyakan dan gas bumi yang telah diselesaikan
sebelumnya, ditambah dengan ketersediaan tenaga ahli dan tim yang terorganisir,
menunjukkan bahwa manajemen Perseroan akan mampu menjalankan kegiatan
usaha baru yakni aktivitas penyedia gabungan jasa penunjang fasilitas, karena
memiliki kapasitas dan kemampuan yang akan memberikan hasil yang baik.
6.5 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen
Dalam menganalisis kesesuaian struktur organisasi dan manajemen, penting untuk
memahami bagaimana struktur organisasi yang ada mendukung pencapaian dari
Penambahan Kegiatan Usaha baru.
Berkaitan dengan rencana penambahan kegiatan usaha baru ini, Perseroan tidak
melakukan perubahan/penambahan terhadap struktur organisasi.
Gambar 20 Struktur Organisasi Perseroan
Sumber: Manajemen Perseroan
48
Page 61
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
7 KELAYAKAN KEUANGAN
Aspek keuangan adalah salah satu aspek yang dikaji dalam studi kelayakan. Kajian
ini menganalisis besaran investasi dan pendapatan pertahunnya sehingga
didapatkan suatu kesimpulan apakah suatu proyek/rencana layak dilaksanakan
ataupun tidak.
Dalam studi kelayakan ini, Penilai mengkaji beberapa hal berikut: kebutuhan
investasi, proyeksi keuangan, penentuan tingkat diskonto (discount rate), kelayakan
investasi, dan analisis sensitivitas.
7.1 Biaya Pendirian (Start Up Costs)
Sehubungan dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan akan
mengeluarkan biaya investasi (capex) sebesar Rp803.500.000,- yang seluruhnya
akan dibiayai dari modal sendiri, yaitu berasal dari kas internal Perseroan.
Pembiayaan investasi dan modal kerja untuk pendirian atas kegiatan usaha baru
Perseoan mencakup lahan dan perizinan, bangunan, mesin dan peralatan, sarana
prasarana, dan perlengkapan kantor. Rincian biaya investasi Perseroan untuk
kegiatan usaha barunya adalah sebagai berikut.
Tabel 11 Rencana Anggaran Biaya Investasi (Rp.000)
Harga
Total
Keterangan Satuan Volume Satuan
(Rp.000)
(Rp.000)
I. Lahan dan Perizinan
Retribusi Lahan m2 30 10.000 300.000
Perizinan m2 30 1.000 30.000
Sub total 330.000
II. Bangunan
Bangunan m2 30 8.850 265.500
Sub total 265.500
III. Mesin dan Peralatan
Mesin produksi Unit 1 45.000 45.000
Mesin penunjang Unit 2 5.000 10.000
Alat angkut Unit 1 6.000 6.000
Alat test Unit 10 4.200 42.000
Alat laboratorium Unit 12 2.500 30.000
Lain-lain Unit 10 2.000 20.000
Sub total 153.000
IV. Sarana Prasarana
Meja kerja Unit 8 2.000 16.000
Kursi kerja Unit 8 1.000 8.000
Printer Unit 6 3.000 18.000
49
Page 62
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Harga
Total
Keterangan Satuan Volume Satuan
(Rp.000)
(Rp.000)
Sub total 42.000
V. Perlangkapan Kantor
ATK Ls 1 5.000 5.000
Laptop/PC Ls 1 8.000 8.000
Sub total 13.000
Total Investasi 803.500
Sumber: Manajemen Perseroan
7.2 Modal Kerja
Asumsi modal kerja yang diperlukan adalah sebagai berikut:
Perputaran persediaan : 18 hari
Perputaran piutang usaha : 83 hari
Perputaran utang usaha : 60 hari
Proyeksi Modal Kerja tahun 2025—2031 adalah sebagai berikut:
Tabel 12 Modal Kerja (Rp.000)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031
PERHITUNGAN MODAL KERJA
Aset Lancar 469.192 985.303 1.034.568 1.086.296 1.140.611 1.197.642 1.257.524
Hutang Lancar (145.697) (298.965) (306.565) (321.894) (337.988) (354.888) (372.632)
Modal Kerja 323.495 686.338 728.003 764.403 802.623 842.754 884.892
Perubahan Modal Kerja 323.495 362.843 41.665 36.400 38.220 40.131 42.138
Sumber: Proyeksi Keuangan
Berdasarkan proyeksi keuangan atas adanya penambahan KBLI baru, modal kerja
yang dibutuhkan pada tahun 2025 sampai dengan tahun 2031 berturut-turut
adalah sebesar Rp323,50 juta, Rp686,34 juta, Rp728,00 juta, Rp764,40 juta,
Rp802,62 juta, Rp842,75 juta, dan Rp884,89 juta.
7.3 Sumber Pembiayaan
Sumber pembiayaan investasi terkait rencana Penambahan Kegiatan Usaha
seluruhnya berasal dari kas Perseroan yang tersedia.
7.4 Biaya Operasional
Biaya operasional pada tahun 2025—2031 diproyeksikan seperti tabel dibawah ini:
50
Page 63
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Tabel 13 Proyeksi Biaya Operasional (Rp.000)
Uraian 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Beban Pemasaran 37.500 59.063 62.016 65.116 68.372 71.791 75.380
Beban Administrasi 311.838 531.333 552.898 575.940 600.531 627.512 659.575
dan Umum
Total 349.338 590.396 614.914 641.056 668.903 699.303 734.956
Pada tahun 2025, beban operasional Perseroan untuk enam bulan diproyeksikan
sebesar Rp349,34 juta. Beban ini meningkat setiap tahunnya, mencapai Rp734,96
juta pada akhir tahun 2031.
7.5 Biaya Bahan Baku Mentah
Perseroan tidak membutuhkan bahan baku mentah karena bergerak dalam bidang
jasa, maka tidak terdapat biaya untuk bahan baku mentah.
7.6 Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan
Berikut ini merupakan asumsi-asumsi yang digunakan dalam studi kelayakan:
Waktu Operasional
Periode proyeksi dimulai bulan Juli tahun 2025 hingga akhir tahun 2031. Jumlah
hari operasional diasumsikan selama 132 hari pada tahun 2025, selanjutnya selama
264 hari dalam setahun dan diasumsikan tetap selama masa proyeksi.
Struktur Pendapatan
Pendapatan untuk tahun-tahun proyeksi diasumsikan sebagai berikut:
Tabel 14 Struktur Pendapatan (Rp.000)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Pendapatan (Rp.000/tahun)
Pertagas/PGN/ Kementerian ESDM 1.500.000 3.150.000 3.307.500 3.472.875 3.646.519 3.828.845 4.020.287
Swasta lain 375.000 787.500 826.875 868.219 911.630 957.211 1.005.072
Total 1.875.000 3.937.500 4.134.375 4.341.094 4.558.148 4.786.056 5.025.359
Pertumbuhan (%) 5,00% 5,00% 5,00% 5,00% 5,00% 5,00% 5,00%
Sumber: Proyeksi Keuangan
51
Page 64
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Struktur Biaya
a. Beban Pokok Penjualan
Beban pokok pendapatan terdiri dari biaya material, biaya peralatan, biaya
upah, biaya subkontraktor, dan biaya overhead diasumsikan sama selama
tahun-tahun proyeksi dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 15 Asumsi Beban Pokok Pendapatan
Beban Pokok Pendapatan To Sales
Biaya Material 45,00%
Biaya Peralatan 3,00%
Biaya Upah 12,00%
Biaya Subkontraktor 10,00%
Biaya Overhead 5,00%
Sumber: Proyeksi Keuangan
Atas asumsi persentase tersebut maka saldo pos beban pokok pendapatan
untuk setiap periode dirinci sebagai berikut:
Tabel 16 Proyeksi Beban Pokok Pendapatan (Rp.000)
Uraian 2025 2026 2027 2028
Biaya Material
Persediaan Awal - 42.571 89.398 93.868
Pembelian 886.321 1.818.703 1.864.939 1.958.186
Persediaan Akhir (42.571) (89.398) (93.868) (98.562)
Pemakaian 843.750 1.771.875 1.860.469 1.953.492
Biaya Peralatan 56.250 118.125 124.031 130.233
Biaya Upah 225.000 472.500 496.125 520.931
Biaya Subkontraktor 187.500 393.750 413.438 434.109
Biaya Overhead 93.750 196.875 206.719 217.055
Total Beban Pokok Pendapatan 1.406.250 2.953.125 3.100.781 3.255.820
Uraian 2029 2030 2031
Biaya Material
Persediaan Awal 98.562 103.490 108.664
Pembelian 2.056.095 2.158.900 2.266.845
Persediaan Akhir (103.490) (108.664) (114.097)
Pemakaian 2.051.167 2.153.725 2.261.411
Biaya Peralatan 136.744 143.582 150.761
Biaya Upah 546.978 574.327 603.043
Biaya Subkontraktor 455.815 478.606 502.536
Biaya Overhead 227.907 239.303 251.268
Total Beban Pokok Pendapatan 3.418.611 3.589.542 3.769.019
Sumber: Proyeksi Keuangan
52
Page 65
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
b. Beban Usaha
Beban usaha terdiri dari beban pemasaran dan beban administrasi & umum
dengan rincian sebagai berikut.
Tabel 17 Asumsi Beban Usaha
Uraian 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Beban Pemasaran 2,00% 1,50% 1,50% 1,50% 1,50% 1,50% 1,50%
Beban Administrasi & Umum 18,00% 15,00% 15,00% 15,00% 15,00% 15,00% 15,00%
Atas asumsi persentase tersebut maka saldo pos beban usaha untuk setiap
periode dirinci sebagai berikut:
Tabel 18 Proyeksi Beban Usaha (Rp.000)
Uraian 2025 2026 2027 2028
Beban Pemasaran 37.500 59.063 62.016 65.116
Beban Administrasi & Umum 311.838 531.333 552.898 575.940
Beban Penyusutan 25.663 59.292 67.258 75.225
Total Beban Usaha 375.000 649.688 682.172 716.280
Uraian 2029 2030 2031
Beban Pemasaran 68.372 71.791 75.380
Beban Administrasi & Umum 600.531 627.512 659.575
Beban Penyusutan 83.191 90.396 94.229
Total Beban Usaha 752.094 789.699 829.184
Sumber: Proyeksi Keuangan
Beban Bunga Bank
Beban bunga bank terdiri dari hutang bank KI dan hutang bank KMK yang masing-
masing sebesar 9,05% dan 8,79%.
Tarif Pajak
Pajak penghasilan final (PPh Final) diproyeksikan sebesar 2,65% dan diasumsikan
tetap selama masa proyeksi.
7.7 Proyeksi Posisi Keuangan
Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan pada tahun 2025—2031 ditunjukkan pada tabel
berikut ini.
53
Page 66
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Tabel 19 Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.000)
Keterangan 2025 2026 2027 2028
ASET
Aset Lancar 762.625 1.251.271 1.618.506 2.018.541
Aset Tidak Lancar 777.838 768.278 750.752 725.260
TOTAL ASET 1.540.462 2.019.549 2.369.258 2.743.801
LIABILITAS & EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek 145.697 298.965 306.565 321.894
Liabilitas Jangka Panjang - - - -
Ekuitas 1.394.766 1.720.584 2.062.693 2.421.908
TOTAL LIABILITAS & EKUITAS 1.540.462 2.019.549 2.369.258 2.743.801
Keterangan 2029 2030 2031
ASET
Aset Lancar 2.445.270 2.898.868 3.376.944
Aset Tidak Lancar 691.801 651.137 606.641
TOTAL ASET 3.137.071 3.550.005 3.983.585
LIABILITAS & EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek 337.988 354.888 372.632
Liabilitas Jangka Panjang - - -
Ekuitas 2.799.083 3.195.117 3.610.953
TOTAL LIABILITAS & EKUITAS 3.137.071 3.550.005 3.983.585
Sumber: Proyeksi Keuangan
Selama tahun 2025—2031, total aset diproyeksikan mengalami kenaikan atas
adanya penambahan kegiatan usaha baru. Pada tahun 2025, total aset yang
dikotribusikan atas adanya penambahan kegiatan usaha baru diproyeksikan sebesar
Rp1,54 miliar hingga menjadi sebesar Rp3,98 miliar pada tahun 2031. Total aset
tersebut diproyeksikan mengalami rata-rata pertumbuhan sebesar 17,32% per
tahunnya.
Pada tahun 2025—2031 total liabilitas juga diproyeksikan mengalami kenaikan.
Pada tahun 2025 total liabilitas Perseroan diproyeksikan sebesar Rp145,70 juta
hingga menjadi sebesar Rp372,63 juta pada tahun 2031.
Total ekuitas juga diproyeksikan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Pada tahun
2025, total ekuitas diproyeksikan sebesar Rp1,39 miliar hingga menjadi sebesar
Rp3,61 miliar pada tahun 2031.
7.8 Proyeksi Laba (Rugi)
Proyeksi Laba Rugi Perseroan tahun 2025—2031 ditunjukkan pada tabel berikut:
54
Page 67
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Tabel 20 Proyeksi Laba Rugi (Rp.000)
Keterangan 2025 2026 2027 2028
Pendapatan 1.875.000 3.937.500 4.134.375 4.341.094
Beban Pokok Pendapatan (1.406.250) (2.953.125) (3.100.781) (3.255.820)
Laba (Rugi) Kotor 468.750 984.375 1.033.594 1.085.273
Beban Usaha (349.338) (590.396) (614.914) (641.056)
Laba (Rugi) Usaha - EBITDA 119.413 393.979 418.680 444.218
Beban Penyusutan & (25.663) (59.292) (67.258) (75.225)
Amortisasi
Pendapatan (Beban) Lain - - - -
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 93.750 334.688 351.422 368.993
Pajak Final (2.484) (8.869) (9.313) (9.778)
Laba (Rugi) Bersih 91.266 325.818 342.109 359.215
Net Profit Margin 4,87% 8,27% 8,27% 8,27%
Keterangan 2029 2030 2031
Pendapatan 4.558.148 4.786.056 5.025.359
Beban Pokok Pendapatan (3.418.611) (3.589.542) (3.769.019)
Laba (Rugi) Kotor 1.139.537 1.196.514 1.256.340
Beban Usaha (668.903) (699.303) (734.956)
Laba (Rugi) Usaha - EBITDA 470.634 497.211 521.384
Beban Penyusutan & (83.191) (90.396) (94.229)
Amortisasi
Pendapatan (Beban) Lain - - -
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 387.443 406.815 427.155
Pajak Final (10.267) (10.781) (11.320)
Laba (Rugi) Bersih 377.175 396.034 415.836
Net Profit Margin 8,27% 8,27% 8,27%
Sumber: Proyeksi Keuangan
Selama tahun 2025—2031, total penjualan diproyeksikan mengalami kenaikan.
Pada tahun 2025, total penjualan diproyeksikan sebesar Rp1,88 miliar yang
kemudian mengalami kenaikan hingga menjadi sebesar Rp5,03 miliar pada tahun
2031.
Setelah diakumulasi dengan beban pokok penjualan, beban usaha, beban lainnya,
dan pajak final, Perseroan diproyeksikan mencatatkan tambahan laba bersih dari
penambahan kegiatan usaha baru sebesar Rp91,27 juta pada tahun 2025, Rp325,82
juta pada tahun 2026, Rp342,11 juta pada tahun 2027, Rp359,22 juta pada tahun
2028, Rp377,18 juta pada tahun 2029, Rp396,03 juta pada tahun 2030, dan sebesar
Rp415,84 juta pada tahun 2031.
7.9 Proyeksi Arus Kas
Proyeksi Arus Kas Perseroan tahun 2025—2031 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
55
Page 68
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Tabel 21 Proyeksi Arus Kas (Rp.000)
Keterangan 2025 2026 2027 2028
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Usaha 1.448.379 3.041.596 3.193.675 3.353.359
Penerimaan Piutang 0 426.621 895.904 940.700
Biaya Pokok (562.500) (1.181.250) (1.240.313) (1.302.328)
Pembayaran Kepada Supplier (740.624) (1.665.434) (1.857.338) (1.942.857)
Biaya Operasional (349.338) (590.396) (614.914) (641.056)
Pajak Penghasilan Badan (2.484) (8.869) (9.313) (9.778)
ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI
(206.567) 22.267 367.703 398.039
(UNTUK) AKTIVITAS OPERASI
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Capital Expenditures, CAPEX (803.500) (49.732) (49.732) (49.732)
ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI
(803.500) (49.732) (49.732) (49.732)
(UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Modal sendiri – I 803.500 - - -
Modal sendiri - MK 500.000 - - -
Pinjaman Bank - KMK - - - -
Pembayaran Bunga Bank - KMK - - - -
ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI
1.303.500 - - -
(UNTUK) AKTIVITAS PENDANAAN
KENAIKAN (PENURUNAN) KAS 293.433 (27.465) 317.970 348.307
KAS AWAL TAHUN - 293.433 265.968 583.938
KAS AKHIR TAHUN 293.433 265.968 583.938 932.245
Keterangan 2029 2030 2031
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Usaha 3.521.027 3.697.078 3.881.932
Penerimaan Piutang 987.735 1.037.121 1.088.977
Biaya Pokok (1.367.445) (1.435.817) (1.507.608)
Pembayaran Kepada Supplier (2.040.000) (2.142.000) (2.249.100)
Biaya Operasional (668.903) (699.303) (734.956)
Pajak Penghasilan Badan (10.267) (10.781) (11.320)
ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI
422.146 446.299 467.927
(UNTUK) AKTIVITAS OPERASI
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Capital Expenditures, CAPEX (49.732) (49.732) (49.732)
ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI
(49.732) (49.732) (49.732)
(UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI
56
Page 69
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Keterangan 2029 2030 2031
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Modal sendiri – I - - -
Modal sendiri - MK - - -
Pinjaman Bank - KMK - - -
Pembayaran Bunga Bank - KMK - - -
ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI
- - -
(UNTUK) AKTIVITAS PENDANAAN
KENAIKAN (PENURUNAN) KAS 372.414 396.567 418.194
KAS AWAL TAHUN 932.245 1.304.659 1.701.226
KAS AKHIR TAHUN 1.304.659 1.701.226 2.119.421
Sumber: Proyeksi Keuangan
Arus kas atas adanya penambahan kegiatan usaha baru diproyeksikan terus
meningkat. Kas dan setara kas pada awal periode tahun 2025 adalah nihil yang
kemudian pada akhir periode proyeksi tahun 2031 menjadi sebesar Rp2,12 miliar.
7.10 Analisis Titik Impas
Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak
memperoleh laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha
dikatakan impas jika jumlah pendapatan (revenue) sama dengan jumlah biaya, atau
apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja.
BEP dalam Rupiah dapat diformulasikan sebagai berikut:
Total Biaya Tetap
BEP =
(1- (Total Biaya Variabel))
Penjualan
Berdasarkan persamaan BEP dalam Rupiah, diperoleh BEP dalam Rupiah untuk
masing-masing periode selama masa proyeksi. Nilai BEP dalam rupiah
mencerminkan pendapatan minimal yang diperlukan agar terjadi BEP. Perhitungan
BEP untuk Rupiah pada proyeksi Dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha
adalah sebagai berikut:
Tabel 22 Analisis Kelayakan Proyek BEP (Rp.000)
Tahun Penjualan Variable Cost Fixed Cost BEP
2025 1.875.000 1.406.250 375.000 1.500.000
2026 3.937.500 2.953.125 649.688 2.598.750
2027 4.134.375 3.100.781 682.172 2.728.688
2028 4.341.094 3.255.820 716.280 2.865.122
2029 4.558.148 3.418.611 752.094 3.008.378
2030 4.786.056 3.589.542 789.699 3.158.797
57
Page 70
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Tahun Penjualan Variable Cost Fixed Cost BEP
2031 5.025.359 3.769.019 829.184 3.316.737
BEP Rata-rata 2.739.496
BEP Rata-rata (%) 68,00%
Sumber: Proyeksi Keuangan
Dari hasil perhitungan BEP, apabila Perseroan ingin mencatatkan keuntungan, maka
Perseroan harus mencatatkan penjualan di tahun 2025 sebesar Rp1,88 miliar, tahun
2026 sebesar Rp3,94 miliar, tahun 2027 sebesar Rp4,13 miliar, tahun 2028 sebesar
Rp4,34 miliar, tahun 2029 sebesar Rp4,56 miliar, tahun 2030 sebesar Rp4,79 miliar
dan pada tahun 2031 sebesar Rp5,03 miliar. Sehingga rata-rata BEP Perseroan atas
penambahan kegiatan usaha baru selama periode proyeksi adalah sebesar Rp2,74
miliar.
7.11 Analisis Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas
Analisis likuiditas adalah analisis keuangan yang dilakukan dengan menghitung
rasio likuiditas untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajiban keuangan jangka pendek dengan menggunakan aset lancar.
Tabel 23 Analisis Likuiditas
Working Capital to
Tahun Current Ratio Quick Ratio
Total Assets Ratio
2025 523,43% 494,21% 40,05%
2026 418,53% 388,63% 47,15%
2027 527,95% 497,33% 55,37%
2028 627,08% 596,46% 61,84%
2029 723,48% 692,86% 67,17%
2030 816,84% 786,22% 71,66%
2031 906,24% 875,62% 75,42%
Average 649,08% 618,76% 59,81%
Dari tabel di atas terlihat bahwa adanya peningkatan dari rasio likuiditas setelah
adanya penambahan kegiatan usaha.
Analisis solvabilitas adalah rasio yang berfungsi menilai kemampuan perusahaan
dalam melunasi semua kewajibannya, baik dalam jangka pendek, maupun jangka
Panjang dengan jaminan aset atau kekayaan yang dimiliki perusahaan.
58
Page 71
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Tabel 24 Analisis Solvabilitas
Tahun Debt to Equity Ratio Debt to Assets Ratio
2025 10,45% 9,46%
2026 17,38% 14,80%
2027 14,86% 12,94%
2028 13,29% 11,73%
2029 12,07% 10,77%
2030 11,11% 10,00%
2031 10,32% 9,35%
Average 12,78% 11,29%
Dari tabel di atas terlihat bahwa adanya penurunan dari rasio solvabilitas, hal ini
dikarenakan adanya penyelesaian kewajiban setelah adanya penambahan kegiatan
usaha.
Analisis profitabilitas adalah analisis untuk mengetahui kemampuan perusahaan
dalam usahanya mendapatkan laba (profit) dari pendapatan (earning) terkait
penjualan. Jenis-jenis rasio profitabilitas dipakai untuk memperlihatkan seberapa
besar laba atau keuntungan yang diperoleh dari kinerja suatu perusahaan. Sebagai
gambaran bagaimana Perseroan mendapatkan laba atas penambahan kegiatan
usaha barunya terdapat pada tabel berikut ini.
Tabel 25 Analisis Profitabilitas
Tahun Operating Profit Margin Net Profit Margin
2025 5,00% 4,87%
2026 8,50% 8,27%
2027 8,50% 8,27%
2028 8,50% 8,27%
2029 8,50% 8,27%
2030 8,50% 8,27%
2031 8,50% 8,27%
Average 8,00% 7,79%
Dari tabel di atas diketahui bahwa dari penambahan kegiatan usaha baru
memberikan dampak positif yang signifikan pada rasio profitabilitas, dimana
selama tahun-tahun proyeksi rata-rata operating profit margin dan net profit
margin masing-masing sebesar 8,00% dan 7,79%.
7.12 Tingkat Imbal Balik Investasi
Return on Investment (ROI) adalah rasio yang menunjukkan hasil dari jumlah aktiva
yang digunakan dalam perusahaan atau suatu ukuran tentang efisiensi manajemen.
Rasio ini menunjukkan hasil dari seluruh aktiva yang dikendalikan dengan
59
Page 72
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
mengabaikan sumber pendanaan. Dengan ROI, Perseroan dapat mengetahui
seberapa efisien perusahaan guna memanfaatkan aktiva untuk kegiatan operasional
dan dapat memberikan informasi ukuran profitabilitas Perseroan.
Berikut adalah ROI yang diproyeksikan atas Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan:
Tabel 26 Return on Investment
Laba Bersih Total Investasi
Tahun ROI
(Rp.000) (Rp.000)
2025 91.266 1.540.462 5,92%
2026 325.818 2.019.549 16,13%
2027 342.109 2.369.258 14,44%
2028 359.215 2.743.801 13,09%
2029 377.175 3.137.071 12,02%
2030 396.034 3.550.005 11,16%
2031 415.836 3.983.585 10,44%
Average 11,89%
Rasio ROI Perseroan pada tahun 2025—2031 diproyeksikan akan meningkat setiap
tahunnya seiring dengan peningkatan laba bersih dan total investasi Perseroan.
Perseroan diproyeksikan mencatatkan rata-rata ROI sebesar 11,89%.
7.13 Penetapan Tingkat Diskonto
Faktor diskonto yang digunakan adalah Weighted Average Cost of Capital yang
dihitung dengan rumus sebagai berikut:
WACC = (Kd*(1-t)* % Debt) + (Ke* % Equity)
Keterangan:
WACC = Weighted average cost of capital (tingkat biaya tertimbang atas
modal)
Kd Cost of debt (tingkat bunga hutang perusahaan)
Ke = The required rate of return (biaya ekuitas)
T = Tax rate (tarif pajak)
% Debt = Proportion of Debt in the Capital structure (proporsi hutang dalam
struktur kapital)
% Equity = Proportion of Equity in the Capital structure (proporsi ekuitas dalam
struktur kapital)
Berikut adalah asumsi yang digunakan untuk mengestimasi tingkat diskonto yang
akan digunakan dalam Penilaian.
60
Page 73
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Cost of Debt (tingkat biaya hutang)
Tingkat biaya hutang (cost of debt) diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-
faktor sebagai berikut:
• Rata-rata tertimbang tingkat suku bunga efektif atas dana pinjaman investasi
yang akan digunakan yaitu sebesar 9,05%.
• Tingkat pajak yang digunakan adalah sebesar 22,00% berdasarkan tingkat pajak
korporasi di Indonesia (Undang-undang Nomor 1 Tahun 2020 - PPh Badan).
Dengan pertimbangan faktor-faktor tersebut, maka tingkat biaya hutang (cost of
debt) yang diaplikasikan dalam laporan ini adalah sebagai berikut:
Kd = i x ((1-T)
Kd = 9,05% x (1-22,00%) = 7,09%
Cost of Equity (biaya modal untuk ekuitas)
Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan Model CAPM
(Capital Asset Pricing Model). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah
bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari
sekuritas saham, dengan formula sebagai berikut:
Ke = Rf + (Rm – Rf) β + Rs
Ke = Rf + (Rp x β) + Rs
Keterangan:
Rf = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
Rm = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
Rp = market risk premium untuk pasar ekuitas secara keseluruhan
β = ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari
responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan
pengembalian portofolio pasar
Rs = tingkat kembalian tambahan spesifik untuk Perusahaan
Tingkat biaya modal untuk ekuitas diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-
faktor sebagai berikut:
Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang
dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia,
instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Surat Utang Negara
(most active government bond).
61
Page 74
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Dalam penilaian Perseroan digunakan Surat Utang Negara dengan rata-rata yield
adalah sebesar 7,09%. Angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian
bebas risiko (Rf).
Tabel 27 Surat Utang Negara
Bond Maturity Yield
FR0103 15-Jul-35 7,0232%
FR0098 15-Jun-38 7,0888%
FR0097 15-Jun-43 7,0999%
FR0102 15-Jul-54 7,1080%
FR0105 15-Jul-64 7,1225%
Rata-rata 7,0885%
Sumber: Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan RI,
19 Desember 2024
Rp (Market Risk Premium - MRP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas
risiko dengan tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas.
Premi risiko pasar (Rm-Rf) atau MRP ditentukan dengan mempertimbangkan kondisi
pasar modal Indonesia sebagai pasar modal yang emerging.
Beta (β), adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.
Rs (Specific Company Risk Premium). Sebagian dari risiko yang dihadapi oleh
Indonesia telah tercermin dalam perhitungan equity risk premium namun belum
mencerminkan risiko yang berkaitan dengan karakteristik spesifik yang dimiliki oleh
suatu perusahaan.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Aswath Damodaran per Januari 2025,
diprediksi market risk premium adalah sebesar 6,87%.
Untuk memperoleh faktor Beta yang sesuai dan akan digunakan dalam perhitungan
Nilai Pasar, kami menggunakan beta pembanding berdasarkan penelitian yang
dilakukan Aswath Damodaran dalam industri Engineering/Construction per Januari
2025 yaitu rata-rata sebesar 0,97.
Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas Perseroan adalah:
62
Page 75
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Tabel 28 Biaya Modal untuk Ekuitas
Keterangan Biaya Modal untuk Ekuitas
Biaya Modal untuk Ekuitas
a. Risk Free Rate ( Rf ) 7,09%
b. Risk Premium Ekuitas ( Rm ) 6,87%
c. β (Beta) 0,97
c. Specific Risk 0,00%
Biaya Modal untuk Ekuitas-CAPM 13,75%
Credit Default Spread 1,89%
Biaya Modal untuk Ekuitas 11,86%
Pada formulasi di atas, yield tingkat bunga bebas risiko sebenarnya telah
memperhatikan semua risiko pasar, sehingga dalam perhitungan tingkat diskonto
yang berlaku di Indonesia, yield tersebut harus dikoreksi dengan credit default
spread sebesar 1,89%, sehingga biaya modal ekuitas yang diterapkan dalam
penilaian Perseroan menjadi 13,56%.
Berdasarkan asumsi tersebut, besarnya Weighted Average Cost of Capital (WACC)
yang kami gunakan sebagai tingkat diskonto dalam penilaian Perseroan adalah
sebesar 13,13% seperti pada tabel berikut.
Tabel 29 Weighted Average Cost of Capital
Jenis Modal Biaya Modal Bobot Tertimbang
Cost of Debt ( Kd = i x (1-T)) 7,06% 60,52% 4,27%
Cost of Equity ( Ke = Rf + ( Rm-Rf ) * Beta 11,86% 39,48% 4,68%
Weighted Average Cost of Capital (WACC) 8,95%
7.14 Analisis Kelayakan Proyek
a. Net Present Value (NPV)
NPV merupakan nilai dari total investasi yang dikeluarkan pada awal periode
setelah ditambah arus kas bersih yang akan diterima oleh Perseroan setiap
tahun sampai akhir tahun periode proyek. Dengan membandingkan antara total
investasi yang dikeluarkan pada awal periode proyek dan total arus kas yang
akan diterima setiap tahun, maka dapat diketahui apabila proyek tersebut
menghasilkan NPV positif maka proyek ini layak dikerjakan apabila
menghasilkan NPV negatif maka proyek ini tidak layak dikerjakan.
𝑇
𝐶𝐹𝑡
𝑁𝑃𝑉 = ∑ − 𝐶𝐹0
(1 + 𝑟)𝑡
𝑡−1
63
Page 76
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
NPV : Net Present Value
CFt : arus kas pada periode t
CF0 : arus kas investasi awal pada periode 0
r : tingkat diskonto
Berikut adalah perhitungan NPV dari Rencana penambahan kegiatan usaha:
Tabel 30 Perhitungan NPV (Rp.000)
Keterangan FCFF PV FCFF
Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
2025 (1.010.067) (927.051)
2026 (27.465) (23.136)
2027 317.970 245.837
2028 348.307 247.159
2029 372.414 242.546
2030 396.567 237.049
2031 418.194 229.431
Terminal Value 7.233.438 3.968.431
NPV 4.220.265
Discount Factor = 8,95%
a. Internal Rate of Return (IRR)
IRR merupakan nilai tingkat pengembalian investasi pada saat NPV Perseroan
sama dengan 0, yang artinya tingkat pengembalian dan risiko dari total investasi
pada saat ini adalah sama dengan tingkat pengembalian dan risiko pasar.
Sehingga apabila IRR proyek lebih besar dari WACC, maka proyek ini layak
dikerjakan dan apabila IRR proyek lebih kecil dari WACC maka proyek ini tidak
layak dikerjakan.
𝑇
𝐶𝐹𝑡
0= ∑ − 𝐶𝐹0
(1 + 𝐼𝑅𝑅)𝑡
𝑡−1
IRR : Internal Rate of Return
CFt : arus kas pada periode t
CF0 : arus kas investasi awal pada periode 0
r : tingkat diskonto
Berikut adalah perhitungan IRR dari Rencana penambahan kegiatan usaha:
64
Page 77
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Tabel 31 Perhitungan IRR
FCFF PV FCFF
Keterangan
(Rp.000) (Rp.000)
Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
2025 (1.010.067) (695.057)
2026 (27.465) (13.005)
2027 317.970 103.609
2028 348.307 78.098
2029 372.414 57.461
2030 396.567 42.105
2031 418.194 30.554
Terminal Value 7.881.182 396.234
NPV 0
IRR = 45,32%
b. Profitability Index (PI)
PI merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui nilai tambah dari
investasi yang dilakukan pada awal periode perusahaan. Nilai tambah yang
didapat dari investasi diperhitungkan dengan membagi total investasi proyek
pada awal periode dengan jumlah arus kas yang dihasilkan selama periode
berjalannya proyek. Apabila PI dihasilkan dari suatu proyek sama dengan 1
(satu) maka arus kas dari proyek setiap tahun tidak menghasilkan nilai tambah,
apabila PI lebih besar dari 1 (satu), maka nilai arus kas yang dihasilkan dari
proyek setiap tahun menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan sedangkan PI
lebih kecil dari 1 (satu), maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek setiap
tahun tidak menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan. Dalam menganalisis PI
suatu proyek maka kelayakan dapat dinilai apabila nilai PI lebih dari 1 (satu).
∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹1 )
𝑃𝐼 =
∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹0 )
PI : Profitability Index
CFI : nilai kini seluruh arus kas masuk
CFo : nilai kini seluruh arus kas keluar
Berikut adalah perhitungan PI dari Rencana penambahan kegiatan usaha:
Tabel 32 Perhitungan PI
PV FCFF
Keterangan
(Rp.000)
Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
Arus kas masuk 5.938.591
Arus kas keluar (1.718.326)
PI 3,45603
65
Page 78
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
c. Payback Period (PP)
Payback Period tidak ada kriteria, hanya menunjukkan tingkat pengembalian
investasi.
Tabel 33 Perhitungan PP
NCF
No Tahun Faktor
(Rp.000)
1 (1.010.067) 2025 1,00
2 (1.037.532) 2026 1,00
3 (719.562) 2027 1,00
4 (371.255) 2028 1,00
5 1.159 2029 1,00
Total 5,00
Payback Period 4 Tahun 11 Bulan
Berdasarkan analisis kelayakan yang telah dilakukan terhadap penambahan
kegiatan usaha Perseroan, diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:
Tabel 34 Analisis Kelayakan Proyek (Rp.000)
2025 2026 2027 2028
Keterangan
0,50 1,50 2,50 3,50
EBITDA 119.413 393.979 418.680 444.218
CASH OUT FLOW
- Tax (2.484) (8.869) (9.313) (9.778)
- Investment Outlays (803.500) (49.732) (49.732) (49.732)
+/- Working Capital (323.495) (362.843) (41.665) (36.400)
TOTAL (1.129.480) (421.444) (100.710) (95.911)
NET CASH FLOW (1.010.067) (27.465) 317.970 348.307
Terminal value (5,00%) - - - -
Discount factor (8,95%) 0,9178 0,8424 0,7731 0,7096
DISCOUNTED CASH FLOW (927.051) (23.136) 245.837 247.159
PROCEED (1.010.067) (1.037.532) (719.562) (371.255)
PRESENT VALUE KAS MASUK 109.598 331.879 323.700 315.217
PRESENT VALUE KAS KELUAR (1.036.649) (355.015) (77.863) (68.058)
2029 2030 2031
Keterangan TOTAL
4,50 5,50 6,50
EBITDA 470.634 497.211 521.384 2.865.518
CASH OUT FLOW
66
Page 79
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
2029 2030 2031
Keterangan TOTAL
4,50 5,50 6,50
- Tax (10.267) (10.781) (11.320) (62.812)
- Investment Outlays (49.732) (49.732) (49.732) (1.101.893)
+/- Working Capital (38.220) (40.131) (42.138) (884.892)
TOTAL (98.220) (100.644) (103.190) (2.049.597)
NET CASH FLOW 372.414 396.567 418.194 815.921
Terminal value (5,00%) - - 7.233.438
Discount factor (8,95%) 0,6513 0,5978 0,5486
DISCOUNTED CASH FLOW 242.546 237.049 4.197.862 4.220.265
PROCEED 1.159 397.726 815.921
PRESENT VALUE KAS MASUK 306.514 297.209 4.254.475 5.938.591
PRESENT VALUE KAS KELUAR (63.968) (60.160) (56.612) (1.718.326)
INTERNAL RATE OF RETURN, IRR 45,32%
NET PRESENT VALUE, NPV 4.220.265
PROFITABILITY INDEX, PI 3,45603
PAYBACK PERIOD, PP 4 Tahun 11 Bulan
• Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp4.220.265.000,-. Dengan demikian, hasil
NPV yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan
karena memberikan keuntungan.
• Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate → Layak
IRR yang dihasilkan adalah sebesar 45,32%. Hasil IRR berada di atas tingkat
discount rate yang sebesar 8,95%. Dengan demikian, hasil IRR menunjukkan
bahwa proyek layak dikerjakan karena keuntungan lebih besar dari biaya modal
(cost of capital) yang diasumsikan.
• Profitability Index (PI) > 1 → Layak
PI yang diperoleh adalah sebesar 3,45603. Dengan demikian, hasil PI yang lebih
dari 1 menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan
keuntungan dari pengeluaran investasi yang dilakukan.
• Payback Period (PP)
PP yang diperoleh adalah 4 tahun dan 11 bulan. Dengan demikian, Perseroan
mampu mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 4 tahun
dan 11 bulan.
67
Page 80
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
7.15 Analisis Sensitivitas
Untuk menguji kepekaan usaha terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya,
maka berikut ini disajikan analisis sensitivitas terhadap kelayakan usaha, yaitu:
− Volume pendapatan turun dengan perubahan kondisi penurunan sebesar 2,50%,
5,00%, 7,50%, dan 10,00%.
− Biaya Investasi naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%, 5,00%,
7,50%, dan 10,00%.
− Struktur biaya naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%, 5,00%,
7,50%, dan 10,00%.
− Discount rate naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%, 5,00%,
7,50%, dan 10,00%.
Tabel 35 Perhitungan Analisis Sensitivitas (Rp.000)
KONDISI PERUBAHAN KONDISI
KETERANGAN
NORMAL 2,50% 5,00% 7,50% 10,00%
1. PENDAPATAN TURUN
Net Present Value (NPV) Rp.000,- 4.220.265 4.110.222 4.000.179 3.890.135 3.780.092
Internal Rate of Return (IRR) 45,32% 44,88% 44,42% 43,95% 43,47%
Return On Investment (ROI) 11,89% 11,73% 11,58% 11,42% 11,26%
Profitability Index (PI) 3,45603 3,41930 3,38172 3,34326 3,30389
Payback Period (PP) 4 Th 11 Bln 5 Th 0 Bln 5 Th 1 Bln 5 Th 1 Bln 5 Th 2 Bln
BEP a. Rp. 000,- 2.739.496 2.671.008 2.602.521 2.534.034 2.465.546
b. % Terhadap Pendapatan 68,00% 68,00% 68,00% 68,00% 68,00%
2. BIAYA INVESTASI NAIK
Net Present Value (NPV) Rp.000,- 4.220.265 4.220.265 4.220.265 4.220.265 4.220.265
Internal Rate of Return (IRR) 45,32% 45,32% 45,32% 45,32% 45,32%
Return On Investment (ROI) 11,89% 11,89% 11,89% 11,89% 11,89%
Profitability Index (PI) 3,45603 3,45603 3,45603 3,45603 3,45603
Payback Period (PP) 4 Th 11 Bln 4 Th 11 Bln 4 Th 11 Bln 4 Th 11 Bln 4 Th 11 Bln
BEP a. Rp. 000,- 2.739.496 2.739.496 2.739.496 2.739.496 2.739.496
b. % Terhadap Pendapatan 68,00% 68,00% 68,00% 68,00% 68,00%
3. STRUKTUR BIAYA NAIK
Net Present Value (NPV) Rp.000,- 4.220.265 2.721.975 1.223.685 -274.605 -1.772.895
Internal Rate of Return (IRR) 45,32% 34,92% 22,64% 4,81% N/A
Return On Investment (ROI) 11,89% 9,56% 6,66% 2,89% -2,47%
Profitability Index (PI) 3,45603 2,60037 1,72693 0,83516 (0,07554)
Payback Period (PP) 4 Th 11 Bln 6 Th 4 Bln 9 Th 2 Bln 15 Th 0 Bln 15 Th 0 Bln
BEP a. Rp. 000,- 2.739.496 3.035.658 3.384.083 3.799.946 4.304.922
b. % Terhadap Pendapatan 68,00% 75,35% 84,00% 94,32% 106,86%
4. DISCOUNT RATE NAIK
Net Present Value (NPV) Rp.000,- 4.220.265 4.011.732 3.818.076 3.637.787 3.469.552
Internal Rate of Return (IRR) 45,32% 44,80% 44,30% 43,83% 43,37%
Return On Investment (ROI) 11,89% 11,89% 11,89% 11,89% 11,89%
Profitability Index (PI) 3,45603 3,34397 3,23965 3,14231 3,05125
Payback Period (PP) 4 Th 11 Bln 4 Th 11 Bln 4 Th 11 Bln 4 Th 11 Bln 4 Th 11 Bln
BEP a. Rp. 000,- 2.739.496 2.739.496 2.739.496 2.739.496 2.739.496
b. % Terhadap Pendapatan 68,00% 68,00% 68,00% 68,00% 68,00%
68
Page 81
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Berdasarkan uji sensitivitas tersebut, kondisi parameter kelayakan usaha akan
terlihat seperti pada grafik di bawah ini.
Gambar 21 Analisis Sensitivitas
5.000.000
4.000.000
3.000.000
NPV (Rp.000)
2.000.000
1.000.000
0
(1.000.000) NORMAL 2,50% 5,00% 7,50% 10,00%
(2.000.000)
(3.000.000)
PENDAPATAN TURUN STRUKTUR BIAYA NAIK
DISCOUNT RATE NAIK BIAYA INVESTASI NAIK
Sumber: Proyeksi Keuangan
Berdasarkan analisis sensitivitas, pada kondisi normal NPV yang dihasilkan adalah
sebesar Rp4,22 miliar, jika terjadi perubahan terhadap pendapatan, dimana
pendapatan turun sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar
Rp3,78 miliar. Apabila terjadi perubahan terhadap biaya investasi, dimana biaya
naik sampai dengan 10,00% maka NPV yang dikasilkan adalah sebesar Rp4,22
miliar. Apabila terjadi perubahan terhadap struktur biaya, dimana struktur biaya
naik sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar negatif
Rp1,77 miliar. Sedangkan apabila terjadi perubahan terhadap discount rate, dimana
discount rate naik sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar
Rp3,47 miliar.
Dari analisis sensitivitas di atas, kenaikan struktur biaya merupakan faktor yang
paling sensitif terhadap kelayakan usaha.
69
Page 82
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
8 KESIMPULAN
8.1 Kajian Kelayakan Pasar
Dari Kajian Kelayakan Pasar, pangsa pasar untuk produk dan jasa yang dijalankan
oleh Perseroan adalah sektor minyak dan gas bumi. Sumber daya alam minyak bumi
dan gas (SDA migas) merupakan salah satu sumber daya alam yang berlimpah di
Indonesia dan merupakan salah satu komoditi ekspor penambah devisa negara yang
potensial. Pada sektor migas, usaha jasa konstruksi merupakan salah satu kegiatan
usaha penunjang yang berperan dalam pekerjaan bangunan atau konstruksi
kegiatan hulu hingga hilir migas. Jasa konstruksi migas terdiri dari jasa perencanaan
konstruksi termasuk rancang bangun dan rekayasa (design engineering),
pelaksanaan konstruksi (EPC, instalasi dan komisioning), serta pengawasan
konstruksi. Peluang jasa konstruksi sebagai penunjang sektor migas terbuka luas
beriringan dengan permintaan, perkembangan, dan target pembangunan situs
minyak dan gas berdasarkan ketersediaan cadangan migas.
Dalam rangka pemanfaatan gas bumi domestik untuk mendukung transisi energi,
pemerintah Indonesia memprioritaskan pemanfaatan gas untuk kebutuhan gas
domestik dan mendukung hilirisasi gas bumi dengan mendorong pertumbuhan
industri-industri pengguna gas bumi. Pemanfaatan Gas Domestik pada Tahun 2024
TW 3 (realisasi s.d. September 2024) mencapai 68,43% dengan total penyaluran
mencapai 5.590,12 BBTUD. Nilai ini memenuhi target pemanfaatan gas bumi
domestik tahun 2024 sebesar 68%. Sebagai perbandingan dengan tahun 2023
(realisasi s.d Desember 2023), realisasi pemanfaatan gas domestik sebesar 69,43%
dengan total penyaluran mencapai 5.868,52 BBTUD.
Minyak dan gas bumi masih merupakan energi yang mendominasi dalam
penggunaan energi nasional, maka beberapa upaya peningkatan cadangan minyak
dan gas bumi masih terus dilakukan seperti memperluas area pencarian cadangan
minyak dan gas bumi dengan melakukan pengeboran eksplorasi dan survei seismik
serta studi G&G. Semakin masif kegiatan eksplorasi yang dilakukan, peluang
ditemukannya potensi SDA migas akan semakin besar. Pada tahun 2024,
pemerintah mengumumkan penawaran sebanyak 10 WK migas. Sementara itu, Salah
satu program pemerintah untuk meningkatkan Accessibility dalam bidang Minyak
dan Gas Bumi adalah dengan meningkatkan infrastruktur migas. Selama kebutuhan
energi domestik terus meningkat dan cadangan migas masih menjadi andalan,
proyek pengembangan dan pemeliharaan infrastruktur migas akan terus
dibutuhkan. Hal ini menciptakan peluang jangka panjang bagi perusahaan EPC
untuk tetap relevan dan berperan strategis, terutama dalam mendukung efisiensi,
keselamatan, dan keberlanjutan operasional sektor migas di tengah dinamika pasar
global dan tuntutan transisi energi. Dengan berfokus pada pasar ini, Perseroan
diharapkan dapat menciptakan kesinambungan usaha yang lebih baik,
70
Page 83
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
meningkatkan stabilitas pendapatan melalui penambahan segmen pasar yang lebih
luas, dan memberi kesempatan untuk mengakses pasar yang lebih besar, baik di
dalam negeri maupun internasional.
Sasaran Perseroan dalam pengembangan usaha ini adalah pengguna Ultra Sonic
Meter (USM), terutama dalam sektor minyak dan gas di Indonesia. Seiring dengan
semakin meluasnya penggunaan USM dalam industri tersebut, dan adanya regulasi
dari Direktorat Metrologi yang mewajibkan re-Wet Calibration dalam jangka waktu
tertentu, Perseroan melihat peluang pasar yang signifikan. Oleh karena itu, pada
penambahan kegiatan usaha ini Perseroan melakukan penyediaan layanan kalibrasi
ulang untuk memenuhi ketentuan tersebut, dengan menargetkan perusahaan-
perusahaan yang memerlukan kepastian dan akurasi dalam pengukuran aliran fluida
untuk operasionalnya.
Dengan analisis pasar tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Penambahan
Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan pasar adalah layak.
8.2 Kajian Kelayakan Teknis
Dari Kajian Kelayakan Teknis, konsep kapasitas kerja tidak diterapkan secara tetap
atau baku untuk penambahan kegiatan usaha Perseroan pada KBLI 81100 (Aktivitas
Penyedia Gabungan Jasa Penunjang Fasilitas), dikarenakan kegiatan ini bukan
merupakan aktivitas manufaktur maupun perdagangan. Kegiatan usaha ini berfokus
pada penyediaan layanan terpadu yang mencakup pengelolaan fasilitas, seperti
kebersihan, keamanan, perawatan gedung, dan layanan penunjang lainnya, yang
dijalankan sesuai dengan permintaan dan kebutuhan pengguna jasa melalui
mekanisme proyek atau tender. Pelaksanaan jasa dilakukan oleh Perseroan
berdasarkan kapasitas internal yang tersedia. Selama masih dapat ditangani oleh
sumber daya manusia dan operasional yang dimiliki, Perseroan akan menjalankan
layanan tersebut secara langsung. Selain itu, Perseroan telah memiliki tenaga ahli
khusus untuk menjalankan kegiatan usaha baru ini, dengan mengisi posisi
Supervisor Engineer yang telah bekerja sejak tahun 2017. Proses operasional
Perseroan dijalankan melalui lima tahapan, yaitu pra-proyek, fase engineering, fase
procurement, fase construction, dan pasca konstruksi.
Dengan analisis teknis tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Penambahan
Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan teknis adalah layak.
8.3 Kajian Kelayakan Pola Bisnis
Dari Kajian Kelayakan Pola Bisnis, Perseroan memiliki sejumlah keunggulan
kompetitif yang menjadi landasan kuat dalam menjalankan kegiatan usahanya, di
antaranya adalah 1) Kehadiran Perseroan sebagai perusahaan terbuka memiliki
71
Page 84
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
sejumlah keuntungan, di antaranya adalah meningkatkan transparansi dalam
pengelolaan perusahaan, memperluas akses terhadap sumber-sumber pendanaan,
serta meningkatkan citra dan kepercayaan dari masyarakat umum serta para
stakeholder; 2) Perseroan telah memiliki karyawan dan tim manajemen yang sangat
kompeten serta memiliki pengalaman yang tinggi, sehingga mampu menjalankan
operasional perusahaan dengan efektif dan efisien; 3) Perseroan sampai saat ini
didukung oleh vendor yang kuat dan terpercaya, serta menyediakan produk-produk
yang berkualitas tinggi, inovatif, dan kompetitif, sehingga dapat memenuhi
kebutuhan pasar dengan baik; dan 4) Perseroan telah dikenal sebagai agen
distributor resmi yang tercatat pada Kementerian Perdagangan, sehingga
memberikan legitimasi hukum dan memperkuat posisi dalam pelaksanaan tender di
sektor migas. Dengan keunggulan kompetitif yang sudah dimiliki, Perseroan dapat
menciptakan nilai yaitu 1) Penambahan kegiatan usaha baru; 2) Menambah sumber
pendapatan baru; dan 3) Meningkatkan kinerja keuangan Perseroan.
Kemampuan pesaing untuk meniru produk memang tidak dapat dihindari, sehingga
membuat kegiatan usaha dalam bidang ini menjadi sangat kompetitif. Upaya
mitigasi yang dapat dilakukan oleh Perseroan diantaranya adalah 1) Meningkatkan
kualitas produk dan layanan; 2) Melindungi dan mendaftarkan hak kekayaan
intelektual; 3) Meningkatkan kualitas dan diferensiasi produk; 4) Melakukan inovasi
produk secara berkelanjutan; dan 5) Memperkuat loyalitas konsumen terhadap
produk dan layanan Perseroan.
Dengan analisis pola bisnis tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa
Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan pola bisnis adalah layak.
8.4 Kajian Kelayakan Model Manajemen
Dari Kelayakan Model Manajemen, Perseroan memiliki 50 orang karyawan yang akan
dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan manajemen dan sumber daya
manusianya untuk menjalankan kegiatan usaha baru. Apabila diperlukan, Perseroan
akan menambah personel melalui proses rekrutmen untuk mendukung pelaksanaan
proyek yang akan datang. Kegiatan usaha baru ini akan dijalankan oleh Departemen
Engineering dan operasional dengan estimasi personel kurang lebih sebanyak 20
orang.
Melihat pekerjaan EPC dari proyek perminyakan dan gas bumi yang telah selesai
dilaksanakan Perseroan sebelumnya, Perseroan berkapasitas dan mampu dalam
membentuk serta menetapkan tenaga ahli dan personel utama dengan kualifikasi
sesuai dengan persyaratan yang diminta oleh perusahaan pelanggan. Seluruh
tenaga yang terdapat dalam tim adalah tenaga ahli dan/atau teknisi yang
berkompeten serta telah berpengalaman & mempunyai reputasi yang baik di dalam
melaksanakan beberapa proyek perminyakan dan gas bumi. Berdasarkan kapasitas
72
Page 85
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
dan kemampuan manajemen Perseroan yang sukses dalam menjalankan proyek
perminyakan dan gas bumi yang telah diselesaikan sebelumnya, ditambah dengan
ketersediaan tenaga ahli dan tim yang terorganisir, menunjukkan bahwa
manajemen Perseroan akan mampu menjalankan kegiatan usaha baru yakni
aktivitas penyedia gabungan jasa penunjang fasilitas, karena memiliki kapasitas dan
kemampuan yang akan memberikan hasil yang baik.
Dengan analisis model manajemen tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa
Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan model manajemen adalah layak.
8.5 Kajian Kelayakan Keuangan
Dari Kajian Kelayakan Keuangan, analisis kelayakan proyek menunjukkan bahwa
Penambahan Kegiatan Usaha ini memenuhi kriteria kelayakan dengan variabel-
variabel sebagai berikut:
• Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp4.220.265.000,-. Dengan demikian, hasil
NPV yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan
karena memberikan keuntungan.
• Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate → Layak
IRR yang dihasilkan adalah sebesar 45,32%. Hasil IRR berada di atas tingkat
discount rate yang sebesar 8,95%. Dengan demikian, hasil IRR menunjukkan
bahwa proyek layak dikerjakan karena keuntungan lebih besar dari biaya modal
(cost of capital) yang diasumsikan.
• Profitability Index (PI) > 1 → Layak
PI yang diperoleh adalah sebesar 3,45603. Dengan demikian, hasil PI yang lebih
dari 1 menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan
keuntungan dari pengeluaran investasi yang dilakukan.
• Payback Period (PP)
PP yang diperoleh adalah 4 tahun dan 11 bulan. Dengan demikian, Perseroan
mampu mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 4 tahun
dan 11 bulan.
Kemudian, dari analisis sensitivitas, kenaikan struktur biaya merupakan faktor yang
paling sensitif terhadap kelayakan usaha.
Dengan analisis keuangan tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa
Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan keuangan adalah layak.
73
Page 86
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
8.6 Kesimpulan Studi Kelayakan
Dengan demikian, berdasarkan analisis atas Kelayakan Pasar, Kelayakan Teknis,
Kelayakan Pola Bisnis, Kelayakan Model Manajemen, dan Kelayakan Keuangan, dapat
disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 81100 yaitu
Aktivitas Penyedia Gabungan Jasa Penunjang Fasilitas adalah layak.
74
Names mentioned 76 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Syarif
p.3 ×2
unresolved
org
Rekan
· Penilai
p.3
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.3 ×2
unresolved
org
ENDANG & REKAN
p.6 ×2
unresolved
org
REKAN Endang Sunardi
p.6
unresolved
org
KJPP Syarif Rekan
p.6
unresolved
org
Endang dan Rekan
p.6 ×2
unresolved
person
Endang Sunardi
p.8
unresolved
person
Meilindra Indriani
p.8
unresolved
person
Toyib Efendi
p.8
unresolved
person
Rachellina Noor Al Maghfira
p.8
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Syarif
p.13 ×2
unresolved
person
Artisa Khamelia Ramadayanti
p.13 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.13 ×4
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.13 ×4
unresolved
org
PT Kian Santang Muliatama Tbk Yulianti
p.14
unresolved
person
Akuntan Publik Adi Nuroni
p.14
unresolved
person
Akuntan Publik Sutrisno
p.14 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Sukardi Hasan & Rekan
p.14 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Sukardi Hasan
p.15
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Mennix & Rekan
p.15 ×3
unresolved
person
Muh. Nursyam Afriansyah
p.15
unresolved
person
Faishol Azis
p.15
unresolved
org
KJPP
p.16
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi
p.18
unresolved
person
Rini Yulianti
· Notaris
p.18 ×2
unresolved
person
Artisa Khamelia Ramadiyanti
p.20
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.20
unresolved
org
PT Pratiwi Putri Sulung
p.22
unresolved
org
Perdana Karya Perkasa Tbk
p.32 ×4
unresolved
org
PT Duta Instrument Alfa Sakti
p.32 ×2
unresolved
org
PT Control System Arena Paranusa
p.32 ×2
unresolved
org
PT Yuan Sejati
p.32 ×2
unresolved
org
PT Instrumen Kontrol Presisi Teknologi
p.32 ×2
unresolved
org
PT Algas Mitra Sejati.
p.32 ×2
unresolved
org
Departemen Engineering dan Operasional
p.34 ×2
unresolved
org
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual
p.34 ×4
unresolved
org
Menteri
p.34 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.34
unresolved
org
Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk
p.36 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.36 ×18
unresolved
org
Bank Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia
p.38
unresolved
org
Bank Indonesia Nilai Tukar Rupiah Nilai
p.39
unresolved
org
Bank Indonesia Inflasi Gambar
p.40
unresolved
org
Bank Indonesia Inflasi Indeks Harga Konsumen
p.40
unresolved
org
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM
p.45 ×5
unresolved
org
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Secara
p.45
unresolved
org
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Gambar
p.46
unresolved
org
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Minyak
p.47
unresolved
org
Menteri ESDM
p.49 ×3
unresolved
org
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Meskipun
p.50
unresolved
person
Dr. Saharjo
p.51
unresolved
org
Mampang Tbk
p.51
unresolved
org
PT Bergas Alam Sinergi
p.54
unresolved
org
PT Deltafield System Integration
p.54
unresolved
org
PT Sarana Adiniagatama Keahlian Khusus
p.54
unresolved
org
Kementerian Perdagangan. Hal
p.56
unresolved
org
Kementerian ESDM
p.63
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko
p.74
unresolved
org
Kementerian Keuangan RI
p.74
unresolved
org
Departemen Engineering
p.84
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
16921 ms
12 Sep 2026 22:51
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}