Skip to content
Back to announcement

20250508_RGAS_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31884476_lamp4.pdf

Asset transaction Needs review RGAS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 86

Page 1
      LAPORAN STUDI KELAYAKAN

   AKTIVITAS PENYEDIA GABUNGAN JASA
          PENUNJANG FASILITAS
               (KBLI 81100)

  PT KIAN SANTANG MULIATAMA TBK

No. 00011/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/V/2025
            Tanggal: 8 Mei 2025
Page 2
      LAPORAN STUDI KELAYAKAN

   AKTIVITAS PENYEDIA GABUNGAN JASA
          PENUNJANG FASILITAS
               (KBLI 81100)

  PT KIAN SANTANG MULIATAMA TBK

No. 00011/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/V/2025
            Tanggal: 8 Mei 2025
Page 3
No. 00011/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/V/2025                               Bekasi, 8 Mei 2025
SURAT PENGANTAR
Kepada:
Direksi PT Kian Santang Muliatama Tbk
Jl. Wibawa Mukti II, Perum Telkom Satwika Permai
Blok A5 No. 8, Jatiluhur, Jatiasih
Kota Bekasi, Jawa Barat, 17425


Perihal: Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha Aktivitas Penyedia
          Gabungan Jasa Penunjang Fasilitas (KBLI 81100)


Dengan hormat,

PENDAHULUAN
Sesuai dengan Surat Perjanjian Kerja (SPK) No. 0018/SPK/MSE-01/ES/III/2025, tanggal
26 Maret 2025, PT Kian Santang Muliatama Tbk (atau selanjutnya disebut “Perseroan”) yang
bergerak di bidang perdagangan besar mesin peralatan dan perlengkapan lainnya, instalasi
mekanikal, serta jasa Engineering, Procurement, and Construction (EPC) dalam industri
minyak dan gas, telah menunjuk KJPP Syarif, Endang, dan Rekan, sebagai Penilai
Independen untuk menyusun Laporan Studi Kelayakan Usaha Penambahan Kegiatan Usaha
sesuai dengan KBLI 81100 yaitu Aktivitas Penyedia Gabungan Jasa Penunjang Fasilitas.


TANGGAL PENILAIAN
Tanggal Penilaian dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah per 31 Desember 2024.


IDENTITAS PEMBERI TUGAS
Nama Perusahaan       :   PT Kian Santang Muliatama Tbk
Bidang Usaha          :   Perdagangan besar mesin peralatan dan perlengkapan lainnya,
                          instalasi mekanikal, serta jasa Engineering, Procurement, and
                          Construction (EPC) dalam industri minyak dan gas
Alamat                :   Jl. Wibawa Mukti II, Perum Telkom Satwika Permai, Blok A5 No. 8,
                          Kel. Jatiluhur, Kec. Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, 17425
Telepon               :   (021) 82748249
Website               :   kianmulia.com
Email                 :   corsec@kianmulia.com

MAKSUD DAN TUJUAN STUDI KELAYAKAN
Studi Kelayakan ini dibuat untuk mengetahui kelayakan usaha sehubungan dengan
Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 81100 yaitu Aktivitas Penyedia Gabungan
Jasa Penunjang Fasilitas, serta sebagai syarat pemenuhan atas Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan

                                                                                              i
Page 4
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      Penambahan Kegiatan Usaha (“POJK No.17/2020”), dan bukan untuk kepentingan
      perbankan ataupun kepentingan lainnya.

      PROSEDUR YANG DIGUNAKAN
      Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas
      Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020, tentang Penilaian dan
      Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
      Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
      Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018 yang disusun
      oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode Etik Penilai
      Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait.

      INDEPENDENSI PENILAI
      Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara independen
      tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, dan pihak-pihak yang terkait
      dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan
      pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini tidak
      dilakukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun. Imbalan
      yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan
      dari proses analisis kelayakan ini dan kami hanya menerima imbalan sesuai dengan yang
      tercantum pada Surat Perjanjian Kerja (SPK) No. 0018/SPK/MSE-01/ES/III/2025, tanggal
      26 Maret 2025,.

      RUANG LINGKUP PENUGASAN
      Ruang Lingkup penugasan adalah sesuai dengan tujuan dari Studi Kelayakan ini, yaitu untuk
      melakukan kajian atau analisis kelayakan sehubungan dengan Penambahan Kegiatan Usaha
      sesuai dengan KBLI 81100 yaitu Aktivitas Penyedia Gabungan Jasa Penunjang Fasilitas.


      Berdasarkan POJK No. 35/POJK.04/2020, ruang lingkup dari Penugasan Penilaian
      Profesional, paling sedikit meliputi:
      1. Tujuan dari Penugasan Penilaian Profesional;
      2. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam Penugasan Penilaian Profesional;
          dan
      3. Dasar Nilai dan Premis Nilai yang digunakan.

      ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
      Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini
      adalah:
      a. Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
      b. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
          studi kelayakan.
      c. Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan dan
          kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang diperoleh
          dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang
          kami anggap relevan.

                                                                                              ii
Page 5
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      d. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen dengan
           mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya ( fiduciary
           duty).
      e. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran proyeksi
           keuangan yang telah disesuaikan.
      f.   Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
           rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
      g. Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang
           dihasilkan.
      h. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari
           pemberi tugas.

      KEJADIAN SETELAH TANGGAL PENILAIAN
      Dari tanggal Penilaian Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2024, sampai dengan
      tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang terjadi selama
      periode tersebut.


      HASIL ANALISIS KELAYAKAN
      Berdasarkan analisis kelayakan, menunjukkan bahwa penambahan kegiatan usaha oleh
      Perseroan memenuhi kriteria kelayakan dengan variabel-variabel sebagai berikut.


      • Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
           NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp4.220.265.000,-. Dengan demikian, hasil NPV
           yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena
           memberikan keuntungan.


      • Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate → Layak
           IRR yang dihasilkan adalah sebesar 45,32%. Hasil IRR berada di atas tingkat discount
           rate yang sebesar 8,95%. Dengan demikian, hasil IRR menunjukkan bahwa proyek layak
           dikerjakan karena keuntungan lebih besar dari biaya modal (cost of capital) yang
           diasumsikan.


      • Profitability Index (PI) > 1 → Layak
           PI yang diperoleh adalah sebesar 3,45603. Dengan demikian, hasil PI yang lebih dari 1
           menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan keuntungan dari
           pengeluaran investasi yang dilakukan.


      • Payback Period (PP)
           PP yang diperoleh adalah 4 tahun dan 11 bulan. Dengan demikian, Perseroan mampu
           mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 4 tahun dan 11 bulan.




                                                                                              iii
Page 6
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      KESIMPULAN
      Berdasarkan analisis atas Kelayakan Pasar, Kelayakan Teknis, Kelayakan Pola Bisnis,
      Kelayakan Model Manajemen, dan Kelayakan Keuangan, dapat disimpulkan bahwa
      Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 81100 yaitu Aktivitas Penyedia Gabungan
      Jasa Penunjang Fasilitas adalah layak.


      Seluruh kajian ini kami sampaikan dengan catatan semua asumsi yang diterapkan dalam
      Studi Kelayakan ini dapat dipenuhi.


      PENUTUP
      Penugasan untuk mempersiapkan Studi Kelayakan Usaha ini bukan dan tidak dapat
      dianggap dalam segala hal sebagai review atau audit atau pelaksanaan prosedur tertentu
      pada informasi keuangan. Penugasan kami tidak dilakukan untuk tujuan mengungkapkan
      kelemahan pengendalian internal, kesalahan dalam laporan keuangan, segala bentuk
      implikasi pajak atau pelanggaran hukum. Studi Kelayakan Usaha ini juga tidak
      dimaksudkan sebagai rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui rencana
      proyek atau untuk mengambil tindakan tertentu atas Rencana Kegiatan Usaha.


      Demikian laporan ini kami sampaikan, atas kepercayaan yang telah diberikan kami ucapkan
      terima kasih dan kami berharap kiranya laporan ini dapat berguna bagi kemajuan usaha
      selanjutnya.

      Hormat kami,
      KJPP SYARIF, ENDANG & REKAN




      Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.)         Digitally signed by Endang Sunardi
                                                        DN: cn=Endang Sunardi, c=ID, o=KJPP Syarif
      Rekan                                             Endang dan Rekan,
                                                        email=syarifendangdanrekan@gmail.com
      MAPPI                 : No. 09-S-02341
      Izin Penilai Publik   : No. B-1.12.00340
      Klasifikasi Izin      : Penilaian Bisnis
      Register              : No. RMK-2017.00303
      STTD OJK              : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
      STTD IKNB             : No. 173/NB.122/STTD-P/2019




                                                                                                     iv
Page 7
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                         PERNYATAAN PENILAI

      Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan
      di bawah ini menerangkan bahwa:
      1. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara
          independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, dan pihak-
          pihak yang terkait dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai
          kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya,
          Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
          kerugian pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak
          dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis kelayakan ini dan
          kami hanya menerima imbalan sesuai dengan yang tercantum pada Surat Perjanjian
          Kerja (SPK) No. 0018/SPK/MSE-01/ES/III/2025, tanggal 26 Maret 2025;
      2. Penilai bertanggung jawab atas pendapat yang diberikan dalam rangka penugasan Studi
          Kelayakan, sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
      3. Analisis Kelayakan dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2024, parameter dan data
          yang digunakan dalam analisis menggunakan data per 31 Desember 2024;
      4. Penugasan penilaian telah dilakukan dengan pemahaman terhadap Objek Penilaian
          pada Tanggal Penilaian dan analisis telah dilakukan sesuai dengan Tujuan Penilaian
          sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
      5. Laporan Studi Kelayakan ini tidak lepas dari ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
          No. 35/POJK.04/2020, SEOJK No. 17/SEOJK.004/2020, Kode Etik Penilai Indonesia
          ("KEPI"), serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII 2018 yang ditetapkan oleh
          Masyarakat Profesi Penilai Indonesia ("MAPPI");
      6. Opini yang dihasilkan dalam penugasan ini telah disajikan sebagai Kesimpulan pada
          Laporan Studi Kelayakan ini;
      7. Lingkup pekerjaan telah diungkapkan pada Ruang Lingkup dan data yang dianalisis
          serta data ekonomi dan industri yang diungkapkan dalam Laporan Penilaian ini pada
          Sumber     Data    diperoleh      dari   berbagai   sumber    yang    diyakini   dapat
          dipertanggungjawabkan;
      8. Laporan    ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan               yang
          mempengaruhi analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan ini;
      9. Kesimpulan telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas;
      10. Pernyataan yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di
          dalam Laporan ini adalah benar, sesuai dengan pemahaman terbaik;
      11. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai juga tidak mempunyai
          kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Imbalan yang
          Penilai terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kesimpulan yang tercantum
          pada Laporan Penilaian ini;
      12. Dalam melakukan penugasan ini, Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan
          profesional dalam menyiapkan Laporan Studi Kelayakan; dan
      13. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan ini, telah menyediakan
          bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan Penilaian.


                                                                                                v
Page 8
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      KJPP Syarif, Endang & Rekan menyatakan bahwa Para Penilai yang kami libatkan dalam
      penugasan Penilaian ini adalah Penilai profesional yang kompeten dan memiliki keahlian
      penilaian yang baik.


      No. Nama                                                       Tugas             Tanda Tangan




       1. Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.)           Penanggung Jawab (.......................)
           MAPPI              : No. 09-S-02341
           Izin Penilai       : No. B-1.12.00340
           Klasifikasi Izin   : Penilaian Bisnis
           Register           : No. RMK-2017.00303
           STTD OJK           :: No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
           STTD IKNB          :: No. 173/NB.122/STTD-P/2019


       2. Meilindra Indriani, S.Si.                                Reviewer          (........................)
           MAPPI              : No. 14-T-05006
           Register           : No. RMK-2017.01002




       3. Toyib Efendi, S.E., M.Ec. Dev.                          Staf Penilai       (........................)
           MAPPI              : No. 09-P-02398
           Register           : No. RMK-2021.03694




       4. Rachellina Noor Al Maghfira, S.Si.                   Tenaga Inspeksi       (........................)
           MAPPI              : No. 22-A-11570




                                                                                                          vi
Page 9
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                                               DAFTAR ISI

      SURAT PENGANTAR........................................................................................................... i
      PERNYATAAN PENILAI ...................................................................................................... v
      DAFTAR ISI ..................................................................................................................... vii
      DAFTAR TABEL ................................................................................................................ ix
      DAFTAR GAMBAR ............................................................................................................. x
      1         PENDAHULUAN ..................................................................................................... 1
      1.1       Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian ................................................................. 1
      1.2       Tanggal Penilaian ................................................................................................. 1
      1.3       Identitas Pemberi Tugas ....................................................................................... 1
      1.4       Latar Belakang...................................................................................................... 1
      1.5       Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan .................................................................... 2
      1.6       Data dan Informasi yang Digunakan .................................................................... 2
      1.7       Prosedur yang Digunakan .................................................................................... 3
      1.8       Ruang Lingkup Penugasan ................................................................................... 4
      1.9       Asumsi dan Kondisi Pembatas .............................................................................. 4
      1.10      Kualifikasi Penilai ................................................................................................. 4
      1.11      Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan ............................................................ 5
      2         INFORMASI UMUM ................................................................................................ 6
      2.1       Profil Perseroan .................................................................................................... 6
      2.1.1     Bidang Usaha ....................................................................................................... 6
      2.1.2     Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan ......................................... 7
      2.1.3     Susunan Dewan Komisaris dan Direksi ................................................................. 8
      2.1.4     Legalitas dan Izin Operasional ............................................................................. 8
      2.2       Kinerja Keuangan ................................................................................................. 9
      2.2.1     Kinerja Posisi Keuangan ....................................................................................... 9
      2.2.2     Kinerja Laba (Rugi) ............................................................................................. 13
      2.3       Produk dan Layanan Perseroan........................................................................... 18
      2.4       Teknologi yang Digunakan ................................................................................. 19
      2.5       Pasar yang Dituju ............................................................................................... 19
      2.6       Pesaing dan Persaingan ...................................................................................... 19
      2.7       Pola Bisnis .......................................................................................................... 20
      2.8       Strategi Pemasaran............................................................................................. 21
      2.9       Kebutuhan Produksi atau Operasi ...................................................................... 21
      2.10      Kebutuhan Manajemen dan Sumber Daya Manusia ............................................ 21
      2.11      Hak Atas Kekayaan Intelektual ........................................................................... 22
      2.12      Peraturan Perundang-undangan yang Terkait .................................................... 22
      2.13      Aspek Lingkungan ............................................................................................. 23
      2.14      Faktor Risiko Utama ........................................................................................... 23
      2.15      Persyaratan Modal dan Strategi Finansial ........................................................... 23
      3         KELAYAKAN PASAR ............................................................................................. 24
      3.1       Kondisi Pasar ..................................................................................................... 24
      3.2       Pangsa Pasar ...................................................................................................... 29

                                                                                                                                        vii
Page 10
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      3.3     Kesinambungan ................................................................................................. 37
      3.4     Potensi Pasar ...................................................................................................... 38
      3.5     Sasaran .............................................................................................................. 39
      3.6     Potensi Nilai Pasar .............................................................................................. 39
      3.7     Pesaing Usaha .................................................................................................... 39
      3.8     Strategi Pemasaran............................................................................................. 40
      4       KELAYAKAN TEKNIS ............................................................................................ 41
      4.1     Kapasitas ........................................................................................................... 41
      4.2     Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya ............................................................. 41
      4.3     Proses Produksi dan/atau Operasional ............................................................... 42
      5       KELAYAKAN POLA BISNIS .................................................................................... 44
      5.1     Keunggulan Kompetitif ...................................................................................... 44
      5.2     Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk ........................................................ 44
      5.3     Kemampuan untuk Menciptakan Nilai ................................................................ 45
      6       KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN ....................................................................... 46
      6.1     Ketersediaan Tenaga Kerja ................................................................................. 46
      6.2     Manajemen Kekayaan Intelektual ....................................................................... 46
      6.3     Manajemen Risiko .............................................................................................. 47
      6.4     Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ............................................................. 48
      6.5     Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen ................................................ 48
      7       KELAYAKAN KEUANGAN ..................................................................................... 49
      7.1     Biaya Pendirian (Start Up Costs).......................................................................... 49
      7.2     Modal Kerja ........................................................................................................ 50
      7.3     Sumber Pembiayaan ........................................................................................... 50
      7.4     Biaya Operasional ............................................................................................... 50
      7.5     Biaya Bahan Baku Mentah ................................................................................... 51
      7.6     Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan ................................................................... 51
      7.7     Proyeksi Posisi Keuangan ................................................................................... 53
      7.8     Proyeksi Laba (Rugi) ........................................................................................... 54
      7.9     Proyeksi Arus Kas ............................................................................................... 55
      7.10    Analisis Titik Impas ............................................................................................ 57
      7.11    Analisis Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas ............................................... 58
      7.12    Tingkat Imbal Balik Investasi .............................................................................. 59
      7.13    Penetapan Tingkat Diskonto .............................................................................. 60
      7.14    Analisis Kelayakan Proyek .................................................................................. 63
      7.15    Analisis Sensitivitas ............................................................................................ 68
      8       KESIMPULAN ....................................................................................................... 70
      8.1     Kajian Kelayakan Pasar ....................................................................................... 70
      8.2     Kajian Kelayakan Teknis ..................................................................................... 71
      8.3     Kajian Kelayakan Pola Bisnis ............................................................................... 71
      8.4     Kajian Kelayakan Model Manajemen ................................................................... 72
      8.5     Kajian Kelayakan Keuangan ................................................................................ 73
      8.6     Kesimpulan Studi Kelayakan ............................................................................... 74



                                                                                                                                    viii
Page 11
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                                        DAFTAR TABEL

      Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan ................................................................... 8
      Tabel 2 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan (Rp.000).......................................................... 9
      Tabel 3 Kinerja Laba (Rugi) Perseroan (Rp.000) ............................................................... 13
      Tabel 4 Analisis Rasio Keuangan Perseroan ..................................................................... 16
      Tabel 5 Pertumbuhan PDB Dunia ..................................................................................... 24
      Tabel 6 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen berdasarkan Pengeluaran ............... 25
      Tabel 7 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen berdasarkan Lapangan Usaha ........ 25
      Tabel 8 Neraca Pembayaran Indonesia ............................................................................. 27
      Tabel 9 Hasil Akhir Penawaran WK Miga, 2024 ................................................................ 36
      Tabel 10 Perusahaan Pesaing dengan Produk Serupa ...................................................... 39
      Tabel 11 Rencana Anggaran Biaya Investasi (Rp.000) ...................................................... 49
      Tabel 12 Modal Kerja (Rp.000)......................................................................................... 50
      Tabel 13 Proyeksi Biaya Operasional (Rp.000) ................................................................. 51
      Tabel 14 Struktur Pendapatan (Rp.000) ........................................................................... 51
      Tabel 15 Asumsi Beban Pokok Pendapatan ...................................................................... 52
      Tabel 16 Proyeksi Beban Pokok Pendapatan (Rp.000) ...................................................... 52
      Tabel 17 Asumsi Beban Usaha ......................................................................................... 53
      Tabel 18 Proyeksi Beban Usaha (Rp.000) ......................................................................... 53
      Tabel 19 Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.000) .................................................................... 54
      Tabel 20 Proyeksi Laba Rugi (Rp.000) .............................................................................. 55
      Tabel 21 Proyeksi Arus Kas (Rp.000) ............................................................................... 56
      Tabel 22 Analisis Kelayakan Proyek BEP (Rp.000) ............................................................ 57
      Tabel 23 Analisis Likuiditas ............................................................................................. 58
      Tabel 24 Analisis Solvabilitas ........................................................................................... 59
      Tabel 25 Analisis Profitabilitas ......................................................................................... 59
      Tabel 26 Return on Investment ........................................................................................ 60
      Tabel 27 Surat Utang Negara ........................................................................................... 62
      Tabel 28 Biaya Modal untuk Ekuitas................................................................................. 63
      Tabel 29 Weighted Average Cost of Capital ..................................................................... 63
      Tabel 30 Perhitungan NPV (Rp.000) ................................................................................. 64
      Tabel 31 Perhitungan IRR ................................................................................................ 65
      Tabel 32 Perhitungan PI ................................................................................................... 65
      Tabel 33 Perhitungan PP .................................................................................................. 66
      Tabel 34 Analisis Kelayakan Proyek (Rp.000) ................................................................... 66
      Tabel 35 Perhitungan Analisis Sensitivitas (Rp.000) ......................................................... 68




                                                                                                                                 ix
Page 12
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                                     DAFTAR GAMBAR

      Gambar 1 Produk-Produk Instalasi Perseroan .................................................................. 18
      Gambar 2 Peta Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan III 2024 ................................... 26
      Gambar 3 Grafik Neraca Perdagangan ............................................................................. 27
      Gambar 4 Grafik Nilai Tukar Rupiah vs Negara Kawasan .................................................. 28
      Gambar 5 Grafik Inflasi IHK dan Komponen ..................................................................... 28
      Gambar 6 Inflasi Gabungan Kota di Provinsi .................................................................... 29
      Gambar 7 Grafik Produksi dan Konsumsi Minyak Bumi Global (Juta Bph) ......................... 30
      Gambar 8 Grafik Produksi dan Konsumsi Gas Alam Global (Triliun m3)............................ 31
      Gambar 9 Grafik Produksi dan Konsumsi Minyak Bumi Indonesia .................................... 32
      Gambar 10 Produksi dan Konsumsi Gas Alam Indonesia (Miliar m3) ................................ 32
      Gambar 11 Realisasi Pemanfaatan Gas Bumi Domestik dan Ekspor (2004—Sept 2024,
                     dalam BBTUD) ................................................................................................ 33
      Gambar 12 Realisasi Pemanfaatan Gas Bumi vs Kontrak (DCQ), dalam BBTUD ................. 33
      Gambar 13 Cadangan Minyak Bumi dan Kondensat, Juta Barel 2019—2024 .................... 34
      Gambar 14 Cadangan Gas Bumi, triliun m3 2019—2024 .................................................. 34
      Gambar 15 Jumlah Penawaran Wilayah Kerja, 2020—Oktober 2024 ................................ 35
      Gambar 16 Penawaran Wilayah Kerja Migas, s.d. Oktober 2024 ....................................... 36
      Gambar 17 Peta Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional ..... 37
      Gambar 18 Perkembangan SDA Migas 2020—2025......................................................... 38
      Gambar 19 Alur Operasional Kegiatan Perseroan ............................................................. 42
      Gambar 20 Struktur Organisasi Perseroan ....................................................................... 48
      Gambar 21 Analisis Sensitivitas ....................................................................................... 69




                                                                                                                                   x
Page 13
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      1     PENDAHULUAN


      1.1   Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian


            Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang, dan Rekan telah ditunjuk oleh PT Kian
            Santang Muliatama Tbk (“Perseroan”) berdasarkan Surat Perjanjian Kerja (SPK)
            No. 0018/SPK/MSE-01/ES/III/2025,        tanggal    26   Maret    2025,    sebagai   Penilai
            Independen untuk menyusun Laporan Studi Kelayakan Usaha Penambahan Kegiatan
            Usaha sesuai dengan KBLI 81100 yaitu Aktivitas Penyedia Gabungan Jasa Penunjang
            Fasilitas.


      1.2   Tanggal Penilaian


            Tanggal penilaian dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah per 31 Desember 2024.


      1.3   Identitas Pemberi Tugas


            Pemberi tugas dalam studi kelayakan ini adalah:


            Nama Perusahaan      :    PT Kian Santang Muliatama Tbk
            Bidang Usaha         :    Perdagangan besar mesin peralatan dan perlengkapan
                                      lainnya,   instalasi   mekanikal,     serta   jasa   Engineering,
                                      Procurement, and Construction (EPC) dalam industri minyak
                                      dan gas
            Alamat               :    Jl. Wibawa Mukti II, Perum Telkom Satwika Permai, Blok A5
                                      No. 8, Kel. Jatiluhur, Kec. Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat,
                                      17425
            Telepon              :    (021) 82748249
            Website              :    kianmulia.com
            Email                :    corsec@kianmulia.com


      1.4   Latar Belakang


            PT Kian Santang Muliatama Tbk ("Perseroan") didirikan berdasarkan Akta Notaris No.
            634, tanggal 28 November 2018 dari Artisa Khamelia Ramadayanti, S.H., M.Kn.,
            Notaris di Bekasi. Akta Pendirian Perusahaan tersebut telah memperoleh pengesahan
            dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat
            Keputusan No. AHU-0057381.AH.01.01.Tahun 2018, tanggal 1 Desember 2018 dan
            telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi
            Manusia Republik Indonesia di bawah No. AHU-0162290.AH.01.11.Tahun 2018,
            tanggal 1 Desember 2018.

            Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
            Akta terakhir Perseroan adalah Akta No. 12, tanggal 12 Juni 2024 oleh Notaris Rini
                                                                                                       1
Page 14
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




            Yulianti, S.H., sehubungan dengan penambahan kegiatan usaha. Perubahan ini telah
            mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
            Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar
            No. AHU-0034924.AH.01.02.Tahun 2024, tanggal 12 Juni 2024.

            Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, Maksud dan Tujuan serta Kegiatan
            Perseroan ialah berusaha dalam bidang industri pengolahan, jasa konstruksi, aktivitas
            profesional, ilmiah dan teknis, perdagangan besar dan eceran serta pengadaan listrik,
            gas, uap/air panas dan udara dingin. Perseroan mulai beroperasi secara komersial
            pada tahun 2019.


            Perseroan saat ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang industri
            gas, meliputi engineering, procurement and construction (EPC), jasa produk dan
            manufaktur, serta perdagangan.

            Selanjutnya Perseroan akan melakukan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan
            yang dimintakan persetujuannya dalam RUPS berupa penambahan kegiatan usaha
            baru, sehingga diperlukan studi kelayakan untuk penambahan KBLI 81100 yaitu
            Aktivitas Penyedia Gabungan Jasa Penunjang Fasilitas yang ketentuannya sudah
            disesuaikan dengan Peraturan Perundang-undangan yang mengatur mengenai
            Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI 2020”).


      1.5   Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan


            Studi Kelayakan ini dibuat untuk mengetahui kelayakan usaha sehubungan dengan
            Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 81100 yaitu Aktivitas Penyedia
            Gabungan Jasa Penunjang Fasilitas serta sebagai syarat pemenuhan atas Peraturan
            Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
            Material dan Penambahan Kegiatan Usaha (“POJK No.17/2020”), dan bukan untuk
            kepentingan perbankan ataupun kepentingan lainnya.


      1.6   Data dan Informasi yang Digunakan


            Dalam rangka melakukan Studi Kelayakan ini, kami telah mempelajari, menganalisis
            dan mempertimbangkan informasi sebagai berikut:
             1. Laporan       Keuangan       Perseroan     per      31     Desember        2019,
                No. 00014/01.734/AU.2/03/1543-1/1/III/2020, tanggal 23 Maret 2020 yang
                telah diaudit oleh Akuntan Publik Adi Nuroni, S.E., Ak, CA, CPA, dari Kantor
                Akuntan Publik Adi Nuroni dengan opini wajar tanpa modifikasian;
             2. Laporan       Keuangan       Perseroan     per      31     Desember        2020,
                No. 00049/2.0925/AU.2/05/1259-1/1/IV/2021, tanggal 20 April 2021 yang
                telah diaudit oleh Akuntan Publik Sutrisno, S.E., M.Ak., CPA, CLI, dari Kantor
                Akuntan Publik Sukardi Hasan & Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian;



                                                                                               2
Page 15
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             3. Laporan       Keuangan         Perseroan    per      31      Desember        2021,
                No. 00056/2.0925/AU.2/05/1259-2/1/IV/2022, tanggal 22 April 2022 yang
                telah diaudit oleh Akuntan Publik Sutrisno, S.E., M.Ak., CPA, CLI, CPP, CPI, dari
                Kantor Akuntan Publik Sukardi Hasan & Rekan dengan opini wajar tanpa
                modifikasian;
             4. Laporan       Keuangan         Perseroan    per      31      Desember        2022,
                No. 00011/3.0449/AU.1/05/1286-1/1/IV/2023, tanggal 20 April 2023 yang
                telah diaudit oleh Akuntan Publik Yudianto Prawiro Silianto dari Kantor Akuntan
                Publik Mennix & Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian;
             5. Laporan       Keuangan         Perseroan    per      31      Desember        2023,
                No. 00020/3.0449/AU.1/05/1286-2/1/III/2024, tanggal 28 Maret 2024 yang
                telah diaudit oleh Akuntan Publik Yudianto Prawiro Silianto dari Kantor Akuntan
                Publik Mennix & Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian;
             6. Laporan       Keuangan         Perseroan    per      31      Desember        2024,
                No. 00007/3.0449/AU.1/05/1286-3/1/III/2025, tanggal 15 Maret 2025 yang
                telah diaudit oleh Akuntan Publik Yudianto Prawiro Silianto dari Kantor Akuntan
                Publik Mennix & Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian;
             7. Proyeksi Keuangan untuk paruh tahun 2025 sampai dengan tahun 2031;
             8. Legalitas Perseroan;
             9. Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan
                penugasan Studi Kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha, yakni dengan
                Bapak Muh. Nursyam Afriansyah sebagai Legal Corporate dan Bapak Faishol Azis
                sebagai Project Management Office (PMO);
             10. Representation Letter No. 244/KSM-L/V/2025 tanggal 2 Mei 2025, sehubungan
                dengan Penugasan Penilaian Studi Kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha
                KBLI 81100 yaitu Aktivitas Penyedia Gabungan Jasa Penunjang Fasilitas.


      1.7   Prosedur yang Digunakan


            Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan
            Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian
            dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa
            Keuangan No. 17 /SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
            Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018
            yang disusun oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode
            Etik Penilai Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait yaitu mencakup:
            1. Kajian Kelayakan Pasar,
            2. Kajian Kelayakan Teknis,
            3. Kajian Kelayakan Pola Bisnis,
            4. Kajian Kelayakan Model Manajemen, dan
            5. Kajian Kelayakan Keuangan.




                                                                                                 3
Page 16
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      1.8   Ruang Lingkup Penugasan


            Ruang Lingkup penugasan adalah sesuai dengan tujuan dari Studi Kelayakan ini, yaitu
            untuk melakukan kajian atau analisis kelayakan sehubungan dengan Penambahan
            Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 81100 yaitu Aktivitas Penyedia Gabungan Jasa
            Penunjang Fasilitas.


            Berdasarkan POJK No. 35/POJK.04/2020, ruang lingkup dari Penugasan Penilaian
            Profesional, paling sedikit meliputi:
            1. Tujuan dari Penugasan Penilaian Profesional;
            2. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam Penugasan Penilaian
                Profesional; dan
            3. Dasar Nilai dan Premis Nilai yang digunakan.


      1.9   Asumsi dan Kondisi Pembatas


            Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini
            adalah:
            •   Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
            •   Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
                dalam studi kelayakan.
            •   Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan
                dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang
                diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta
                penelitian yang kami anggap relevan.
            •   Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen
                dengan    mencerminkan       kewajaran   proyeksi    keuangan   dan   kemampuan
                pencapaiannya (fiduciary duty).
            •   Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran
                proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
            •   Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
                bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
            •   Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang
                dihasilkan.
            •   Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari
                pemberi tugas.


      1.10 Kualifikasi Penilai

            Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan
            berdasarkan       Keputusan     Menteri   Keuangan      No. 1498/KM.1/2012,   tanggal
            28 Desember 2012, dengan nama Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang dan Rekan
            dengan Izin KJPP No. 2.12.0113.



                                                                                               4
Page 17
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




            Penilai Usaha yang menandatangani laporan penilaian usaha ini merupakan Penilai
            Usaha bersertifikat MAPPI dengan perizinan sebagai berikut:



            MAPPI                           : No. 09-S-02341
            Izin Penilai Publik             : No. B-1.12.00340
            Klasifikasi izin                : Penilaian Bisnis
            Register                        : No. RMK-2017.00303
            STTD OJK                        : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
            STTD IKNB                       : No. 173/NB.122/STTD-P/2019

      1.11 Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan

            Dari tanggal Penilaian Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2024, sampai
            dengan tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang
            terjadi selama periode tersebut.




                                                                                         5
Page 18
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      2       INFORMASI UMUM


      2.1     Profil Perseroan


              PT Kian Santang Muliatama Tbk ("Perseroan") merupakan sebuah Perseroan Terbatas
              (PT) berstatus perusahaan terbuka (public company) sejak tahun 2023. Perseroan
              didirikan serta menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia dalam bidang
              perdagangan besar mesin peralatan dan perlengkapan lainnya, instalasi mekanikal,
              serta jasa Engineering, Procurement, and Construction (EPC) dalam industri minyak
              dan gas.


              Perseroan didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 634, tanggal 28 November 2018
              dari Artisa Khamelia Ramadayanti, S.H., M.Kn., Notaris di Bekasi. Akta Pendirian
              Perusahaan tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak
              Asasi   Manusia    Republik    Indonesia    melalui   Surat   Keputusan No. AHU-
              0057381.AH.01.01.Tahun 2018, tanggal 1 Desember 2018 dan telah didaftarkan
              dalam Daftar Perseroan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
              Indonesia di bawah No. AHU-0162290.AH.01.11.Tahun 2018, tanggal 1 Desember
              2018.


              Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
              terakhir berdasarkan Akta No. 12, tanggal 12 Juni 2024 dari Rini Yulianti, S.H.,
              Notaris di Kota Jakarta Timur, sehubungan dengan penambahan kegiatan usaha.
              Perubahan ini telah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak
              Asasi Manusia Republik Indonesia dan tercatat di Sistem Administrasi Badan Hukum
              berdasarkan Surat Keterangan No. AHU-0116536.AH.01.11, tanggal 12 Juni 2024.


              Kantor pusat Perseroan berdomisili di Jl. Wibawa Mukti II, Perum Telkom Satwika
              Permai, Blok A5 No. 8, Kel. Jatiluhur, Kec. Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, 17425
              dengan nomor telepon (021) 82748249, dan website www.kianmulia.com.


      2.1.1   Bidang Usaha


              Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, Maksud dan Tujuan serta Kegiatan
              Perseroan ialah berusaha dalam bidang Pembangunan (Kontraktor), Perdagangan,
              Industri, Jasa dan Pengangkutan. Seiring dengan perkembangannya, kegiatan usaha
              Perseroan yang benar-benar dijalankan saat ini adalah Perdagangan Besar Mesin
              Peralatan dan Perlengkapan Lainnya, Instalasi Mekanikal, Instalasi Minyak dan Gas.


              Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan memperoleh izin dalam
              melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:




                                                                                                6
Page 19
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




              Kegiatan usaha Perseroan
              1) Industri Pipa Plastik dan Perlengkapannya (KBLI 22230);
              2) Perdagangan Besar Mesin, Peralatan dan Perlengkapan Lainnya (KBLI 46599);
              3) Perdagangan Besar Barang Bekas dan Sisa-sisa Tak Terpakai (Scrap) (KBLI
                  46696);
              4) Konstruksi Bangunan Sipil Pengolahan Air Bersih (KBLI 42202);
              5) Industri Pompa Lainnya, Kompresor, Kran, dan Klep/Katup (KBLI 28130);
              6) Konstruksi Bangunan Sipil Minyak dan Gas Bumi (KBLI 42915);
              7) Instalasi Minyak dan Gas (KBLI 43223);
              8) Jasa Kalibrasi/Metrologi (KBLI 71205); dan
              9) Industri Alat Ukur Dan Alat Uji Manual (KBLI 26511).
              10) Instalasi Mekanikal (KBLI 43291);
              11) Perdagangan Besar Bahan Bakar Padat, Cair dan Gas Dan Produk YBDI (KBLI
                  46610);
              12) Reparasi Alat Ukur, Alat Uji dan Peralatan Navigasi dan Pengontrol (KBLI 33131);
              13) Industri Alat Ukur Dan Alat Uji Elektronik (KBLI 26513);
              14) Industri Alat Ukur Dan Alat Uji Elektrik (KBLI 26512);
              15) Konstruksi Gedung Industri (KBLI 41013);
              16) Konstruksi Bangunan Sipil Elektrikal (KBLI 42204);
              17) Aktivitas Penunjang Tenaga Listrik Lainnya (KBLI 35129);
              18) Instalasi Listrik (KBLI 43211); dan
              19) Perdagangan Besar Atas Dasar Balas Jasa (Fee) Atau Kontrak (46100).


              Perseroan saat ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang
              industri gas, meliputi engineering, procurement and construction (EPC), jasa produk
              dan manufaktur, serta perdagangan.


              Selanjutnya Perseroan akan melakukan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar
              Perseroan yang dimintakan persetujuannya dalam RUPS berupa penambahan
              kegiatan usaha baru yaitu KBLI 81100, Aktivitas Penyedia Gabugan Jasa Penunjang
              Fasilitas, yang ketentuannya sudah disesuaikan dengan Peraturan Perundang-
              undangan yang mengatur mengenai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia
              (“KBLI 2020”). Penambahan kegiatan usaha baru dikaji mulai dari paruh tahun 2025
              dengan tanggal penilaian laporan studi kelayakan yaitu per 31 Desember 2024.


      2.1.2   Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan


              Rincian pemegang saham Perseroan dan persentase kepemilikannya pada tanggal
              31 Desember 2024 adalah sebagai berikut.




                                                                                                7
Page 20
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                         Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan
                                                                Nilai Nominal Rp40 per Saham
                                                      Jumlah Saham
                          Pemegang Saham                                    Persentase
                                                     Ditempatkan dan                          Jumlah (Rp)
                                                                          Kepemilikan (%)
                                                      Disetor Penuh
                  1.    Ir. Agus Salim                  253.125.000                 17,35   10.125.000.000
                  2.    Edy Nurhamid Amin               210.937.500                 14,46    8.437.500.000
                  3.    Taufik Dwicahyono               210.937.500                 14,46    8.437.500.000
                  4.    Fadjar Tri Ananda               168.750.000                 11,56    6.750.000.000
                  5.    PT Kian Megah Investama         140.625.000                  9,64    5.625.000.000
                  6.    PT Platinum Berkah Abadi        140.625.000                  9,64    5.625.000.000
                  7.    Masyarakat                      334.234.110                 22,90   13.369.364.400
                                Total                  1.459.234.110               100,00   58.369.364.400
              Sumber: Laporan Keuangan Perseroan Audited 2024


      2.1.3   Susunan Dewan Komisaris dan Direksi


              Susunan pengurus Perseroan per 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:


              Dewan Komisaris
              Komisaris Utama                      : Irvan Surya Dewantara
              Komisaris Independen                 : Richard Leonardus Adikarta


              Dewan Direksi
              Direktur Utama                       : Edy Nurhamid Amin
              Direktur                             : Sutarno
              Direktur                             : Fadjar Tri Ananda


      2.1.4   Legalitas dan Izin Operasional


              Dalam menjalankan kegiatan operasional Perseroan memiliki dokumen perizinan
              usaha dan legalitas lainnya yang dikeluarkan oleh instansi terkait antara lain:


              •        Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 634, tanggal 28 November 2018 dari
                       Artisa Khamelia Ramadiyanti, S.H., M.Kn., Notaris di Bekasi.
              •        Pengesahan Akta Pendirian dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam
                       Surat     Keputusan         No. AHU-0057381.AH.01.01.Tahun 2018,             tanggal
                       1 Desember 2018.
              •        Perubahan terakhir pada Akta No. 12, tanggal 12 Juni 2024 oleh Notaris Rini
                       Yulianti, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Timur.
              •        Pengesahan Akta Perubahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
                       Republik Indonesia dalam surat No. AHU-0116536.AH.01.11, tanggal 12 Juni
                       2024.
              •        NPWP Perseroan: 86.731.963.4-447.000.



                                                                                                            8
Page 21
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                •      NIB Perizinan Berusahan Berbasis Risiko : 8120217222061.
                •      Sertifikat ISO 14001:2015 Enviromental Management System, No. 0131E482023
                       tanggal 31 Januari 2023.
                •      Sertifikat ISO 9001:2015 Quality Management System, No. 0131Q481923
                       tanggal 31 Januari 2023.


      2.2       Kinerja Keuangan


                Berikut adalah gambaran mengenai perkembangan kinerja Perseroan dalam lima
                tahun terakhir, berdasarkan data Laporan Keuangan audited per 31 Desember 2020,
                31 Desember 2021, 31 Desember 2022, 31 Desember 2023, dan 31 Desember 2024
                dengan opini wajar dalam semua hal yang material.


      2.2.1     Kinerja Posisi Keuangan


                Kinerja Posisi Keuangan Perseroan selama tahun 2020 sampai dengan 31 Desember
                2024 adalah sebagai berikut.


                                    Tabel 2 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan (Rp.000)
                                                  31Desember    31Desember     31Desember     31Desember     31Desember
                             Uraian                  2024         2023           2022           2021           2020
                                                    Audited      Audited        Audited        Audited        Audited
              ASET
              Aset Lancar
               Kas dan setara kas                   9.554.903   23.404.810     15.047.119      2.764.997      8.263.465
               Investasi jangka pendek                              16.751          8.815                -              -
               Piutang usaha                       10.915.191   14.232.303     19.093.820      6.960.525     13.091.771
                    Pihak berelasi                    170.663    4.377.904      5.590.308      5.083.501      7.608.962
                    Pihak ketiga                   10.744.529    9.854.399     13.503.512      1.877.023      5.482.810
               Aset kontrak                        25.095.973    5.372.067                -              -              -
               Persediaan                          87.865.426   14.022.396      8.318.013      5.073.443        751.755
                    Barang dagang                  32.860.171   12.858.906      6.325.123      5.073.443        751.755
                    Konverter kit                  55.005.255    1.163.490      1.992.890                -              -
               Piutang lain-lain                       27.427      537.257        245.575      1.252.187         76.519
               Piutang berelasi                                            -              -              -      339.289
               Biaya dibayar di muka                   13.889      387.163        306.122                -              -
               Pajak dibayar di muka                7.430.509      365.652            450                -              -
               Uang muka                            2.108.445    8.499.045        349.500         96.059          9.444
               Aset lancar lainnya                  1.185.715
              Total Aset Lancar                   144.197.478   66.837.445     43.369.415     16.147.209     22.532.244
                                                     115,74%        54,11%        168,59%        -28,34%
              Aset Tidak Lancar
               Aset Tetap
                 Harga perolehan
                 Kepemilikan Langsung
                    Hak atas tanah                  6.223.000    1.113.000                -              -              -
                    Bangunan                        8.786.991    6.290.038      2.764.038      2.764.038      2.764.038
                    Peralatan kantor                4.830.924    3.987.114        537.528        442.794        362.618
                    Kendaraan                       1.742.126    1.147.500         16.632                -              -



                                                                                                                 9
Page 22
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                                31Desember      31Desember     31Desember     31Desember     31Desember
                         Uraian                    2024           2023           2022           2021           2020
                                                  Audited        Audited        Audited        Audited        Audited
                Mesin                             2.363.858      1.742.126                -              -              -
                Aset dalam penyelesaian                                    -    1.113.000                -              -
             Total Harga Perolehan               23.946.900     14.279.777      4.431.197      3.206.832      3.126.655
               Akumulasi penyusutan
               Kepemilikan Langsung
                Bangunan                          (929.876)       (532.859)      (380.074)      (241.872)      (103.670)
                Peralatan kantor                 (2.992.325)    (2.685.457)      (307.193)      (184.475)       (84.740)
                Mesin                             (658.018)       (131.484)
                Kendaraan                         (384.382)       (165.369)          (277)
             Total akumulasi penyusutan          (4.964.601)    (3.515.169)      (687.544)      (426.347)      (188.410)
            Nilai Buku                           18.982.299     10.764.608      3.743.653      2.780.485      2.938.246
              Aset pajak tangguhan                  418.704        296.865         36.208                -              -
              Investasi pada entitas asosiasi       238.436        271.906                -              -              -
              Aset tak berwujud                   8.236.875      9.429.375                -              -              -
              Goodwill                            2.638.310      2.638.310                -              -              -
            Total Aset Tidak Lancar              30.514.625     23.401.064      3.779.861      2.780.485      2.938.246
                                                     30,40%        519,10%         35,94%         -5,37%
            TOTAL ASET                          174.712.103     90.238.510     47.149.276     18.927.695     25.470.489
                                                     93,61%         91,39%        149,10%        -25,69%
            LIABILITAS DAN EKUITAS
            LIABILITAS JANGKA PENDEK
              Utang usaha                        51.475.629      3.434.115      4.795.257      2.640.670      3.819.795
               Pihak berelasi                        14.500        238.000      2.082.786                -    2.209.210
               Pihak ketiga                      51.461.129      3.196.115      2.712.472      2.640.670      1.610.585
              Utang lain-lain                    11.575.835
               Pihak berelasi                     6.309.263
               Pihak ketiga                       5.266.572
              Biaya yang masih harus dibayar      2.206.213        500.891        206.478      8.676.744      4.990.052
              Utang pajak                         1.007.034        113.059      2.052.901        799.675        362.904
              Utang jangka pendek lainnya                                                      1.150.000     12.248.900
            Total Liabilitas Jangka Pendek       66.264.711      4.048.066      7.054.637     13.267.089     21.421.651
                                                  1536,95%         -42,62%        -46,83%        -38,07%
            LIABILITAS JANGKA PANJANG
              Liabilitas diestimasi atas          1.119.150
                imbalan kerja                                      728.825        146.698         29.177         60.808
              Utang bank                         19.255.032
            Total Liabilitas Jangka Panjang      20.374.182        728.825        146.698         29.177         60.808
                                                  2695,49%         396,82%        402,79%        -52,02%
            TOTAL LIABILITAS                     86.638.893      4.776.891      7.201.335     13.296.266     21.482.459
                                                  1713,71%         -33,67%        -45,84%        -38,11%
            EKUITAS
              Modal saham                        58.369.364     58.368.000     13.000.000      2.000.000      2.000.000
               Ir Agus Salim                     10.125.000     10.125.000      3.900.000        600.000        600.000
               Taufik Dwicahyono                  8.437.500      8.437.500      3.250.000        500.000                -
               Edy Nurhamid Amin                  8.437.500      8.437.500      3.250.000        500.000                -
               Fadjar Tri Ananda                  6.750.000      6.750.000      2.600.000        400.000                -
               PT Kian Megah Investama            5.625.000      5.625.000                -              -              -
               PT Platinum Berkah Abadi           5.625.000      5.625.000                -              -              -
               PT Pratiwi Putri Sulung                      -              -              -              -    1.400.000
               Masyarakat                        13.369.364     13.368.000                -              -              -




                                                                                                                10
Page 23
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                              31Desember    31Desember        31Desember     31Desember     31Desember
                            Uraian               2024         2023              2022           2021           2020
                                                Audited      Audited           Audited        Audited        Audited
              Tambahan modal disetor           15.442.635   15.436.836        17.000.000                -              -
              Saldo laba                       14.091.833   11.434.443         9.956.280      3.631.429      1.988.030
              Komponen ekuitas lainnya            72.367       138.968            (8.339)               -              -
              Kepentingan non pengendali          97.011        83.373                   -              -              -
            Total Ekuitas                      88.073.210   85.461.619        39.947.941      5.631.429      3.988.030
                                                   3,06%       113,93%           609,37%         41,21%
            TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS      174.712.103   90.238.510        47.149.276     18.927.695     25.470.489
          Sumber: Laporan Keuangan Perseroan


              Aset
              •    Pada 31 Desember 2021, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp18,93
                   miliar, turun sebesar 25,69% dari Rp25,47 miliar yang dicatat tahun 2020. Total
                   aset ini terdiri atas aset lancar sebesar Rp16,15 miliar dan aset tidak lancar
                   sebesar Rp2,78 miliar. Penurunan aset terutama disebabkan karena turunnya
                   piutang usaha yang sebelumnya Rp13,09 miliar turun 46,83% menjadi sebesar
                   Rp6,96 miliar pada aset lancar.
              •    Pada 31 Desember 2022, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp47,15
                   miliar, meningkat sebesar 149,10% dari Rp18,93 miliar yang dicatat tahun
                   2021. Total aset ini terdiri atas aset lancar sebesar Rp43,37 miliar dan aset
                   tidak lancar sebesar Rp3,78 miliar. Peningkatan aset terutama disebabkan dari
                   piutang usaha yang sebelumnya sebesar Rp6,96 miliar naik 174,32% menjadi
                   sebesar Rp19,03 miliar pada aset lancar.
              •    Pada 31 Desember 2023, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp90,24
                   miliar, meningkat sebesar 91,39% dari Rp47,15 miliar yang dicatat tahun 2022.
                   Total aset ini terdiri atas aset lancar sebesar Rp66,84 miliar dan aset tidak
                   lancar sebesar Rp23,40 miliar. Peningkatan aset terutama disebabkan kas dan
                   setara kas yang naik menjadi Rp23,40 miliar dari tahun sebelumnya sebesar
                   Rp15,05 miliar, serta naiknya total persediaan sebesar Rp14,02 miliar yang
                   sebelumnya sebesar Rp8,32 miliar dan naiknya uang muka sebesar Rp8,50
                   miliar dari yang sebelumnya hanya Rp349,50 juta didalam aset lancar.
                   Kemudian peningkatan total aset juga di pengaruhi oleh terdapatnya aset tak
                   berwujud sebesar Rp9,43 miliar dan goodwill sebesar Rp2,64 miliar pada aset
                   tidak lancar.
              •    Pada 31 Desember 2024, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp174,71
                   miliar, meningkat sebesar 93,61% dari sebesar Rp90,24 miliar yang tercatat
                   pada       tahun   2023.   Peningkatan    total     aset    terutama      disebabkan      oleh
                   meningkatnya aset lancar dari sisi persediaan yang semula tercatat sebesar
                   Rp14,02 miliar, menjadi sebesar Rp87,87 miliar. Sementara itu, dari sisi aset
                   tidak lancar juga terdapat peningkatan aset tetap yang semula tercatat sebesar
                   Rp10,76 miliar menjadi sebesar Rp18,98 miliar.




                                                                                                               11
Page 24
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




              Liabilitas
             •    Total liabilitas Perseroan pada 31 Desember 2021 adalah sebesar Rp13,30
                  miliar, turun 38,11% dari 31 Desember 2020. Liabilitas ini terdiri atas liabilitas
                  jangka pendek sebesar Rp13,27 miliar dan liabilitas jangka panjang sebesar
                  Rp29,18 juta. Penurunan liabilitas disebabkan dari utang jangka pendek lainnya
                  yang sebesar Rp12,25 miliar turun 90,61% menjadi sebesar Rp1,15 miliar di sisi
                  liabilitas jangka pendek.
             •    Total liabilitas Perseroan pada 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp7,20 miliar,
                  turun 45,84% dari 31 Desember 2021. Liabilitas ini terdiri atas liabilitas jangka
                  pendek sebesar Rp7,05 miliar dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp146,70
                  juta. Penurunan liabilitas disebabkan dari biaya yang masih harus dibayar yang
                  sebelumnya sebesar Rp8,68 miliar turun 97,62% menjadi sebesar Rp206,48 juta
                  di sisi liabilitas jangka pendek.
             •    Total liabilitas Perseroan pada 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp4,78 miliar,
                  turun 33,67% dari 31 Desember 2022. Liabilitas ini terdiri atas liabilitas jangka
                  pendek sebesar Rp4,05 miliar dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp728,83
                  juta. Penurunan liabilitas disebabkan dari utang usaha yang sebelumnya Rp4,80
                  miliar turun 28,39% menjadi sebesar Rp3,43 miliar, kemudian utang pajak yang
                  sebelumnya Rp2,05 miliar turun 94,49% menjadi Rp113,06 juta di sisi liabilitas
                  jangka pendek.
             •    Total liabilitas Perseroan pada 31 Desember 2024 tercatat sebesar Rp86,64
                  miliar, meningkat sebesar 1713,71% dari total liabilitas pada 31 Desember
                  2023. Liabilitas ini terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar Rp66,26 miliar
                  dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp20,37 miliar. Meningkatnya liabilitas
                  disebabkan pada sisi liabilitas jangka panjang berupa utang bank yang semula
                  nihil pada 31 Desember 2023 menjadi sebesar Rp19,26 miliar pada 31
                  Desember 2024.


              Ekuitas
             •    Pada 31 Desember 2021, total ekuitas meningkat sebesar Rp1,64 miliar
                  menjadi sebesar Rp5,63 miliar atau sebesar 41,21% dari ekuitas tahun 2020.
                  Peningkatan ekuitas ini dikontribusi dari saldo laba di tahun 2021 yang
                  bertambah 82,66% dari Rp1,99 miliar menjadi Rp3,63 miliar.
             •    Pada 31 Desember 2022, total ekuitas meningkat signifikan sebesar Rp34,32
                  miliar menjadi sebesar Rp39,95 miliar atau sebesar 609,37% dari ekuitas tahun
                  2021. Peningkatan ekuitas ini dikontribusi dari modal saham sebesar Rp2,00
                  naik Rp11,00 atau 550,00% menjadi Rp13,00, kemudian dari sisi tambahan
                  modal disetor yang sebesar Rp17,00 miliar dan saldo laba yang sebelumnya
                  sebesar Rp3,63 miliar naik 174,17% di tahun 2022 atau menjadi Rp9,96 miliar.
             •    Pada 31 Desember 2023, total ekuitas meningkat signifikan sebesar Rp45,51
                  miliar menjadi sebesar Rp85,46 miliar atau sebesar 113,93% dari ekuitas tahun
                  2022. Peningkatan ekuitas ini dikontribusi dari modal saham yang sebesar
                  Rp13,00 miliar bertambah sebesar Rp45,36 miliar atau sebesar 348,98%



                                                                                                 12
Page 25
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                      menjadi sebesar Rp58,37 miliar. Kemudian, dari sisi saldo laba yang sebesar
                      Rp9,96 miliar naik 14,85% menjadi sebesar Rp11,43 miliar di tahun 2023.
               •      Pada 31 Desember 2024, total ekuitas meningkat sebesar 3,06% dari ekuitas
                      pada 31 Desember 2023 yang tercatat sebesar Rp85,46 miliar menjadi sebesar
                      Rp88,07 miliar. Peningkatan ekuitas disebabkan oleh meningkatnya saldo laba
                      dari sebesar Rp11,43 miliar pada 31 Desember 2023, menjadi sebesar Rp14,09
                      miliar.


      2.2.2    Kinerja Laba (Rugi)


               Kinerja Laba (Rugi) Perseroan selama tahun 2020 sampai dengan 31 Desember 2024
               adalah sebagai berikut:


                                      Tabel 3 Kinerja Laba (Rugi) Perseroan (Rp.000)
                                      31Desember       31Desember      31Desember      31Desember      31Desember
                         Uraian           2024            2023            2022            2021            2020
                                         Audited         Audited         Audited         Audited         Audited
                                            12,63%          51,09%          3,33%          10,17%
         PENDAPATAN                    72.525.963       64.391.661      42.618.875      41.244.048      37.435.376
              Barang dagang            26.657.240       50.804.487      39.592.532                 -               -
              Jasa inspeksi              6.023.382       8.396.255                 -               -               -
              Jasa konstruksi          24.372.018        5.190.918       2.316.591      41.244.048      37.435.376
              Jasa lain-lain           15.473.323                  -       709.751                 -               -
         BEBAN POKOK PENDAPATAN       (47.101.538)     (39.873.188)    (31.150.890)    (35.469.868)    (33.467.750)
              Barang dagang           (28.328.804)     (32.304.093)    (28.397.890)                -               -
              Beban pokok jasa        (18.772.735)      (7.569.095)     (2.753.000)    (35.469.868)    (33.467.750)
         LABA BRUTO                    25.424.425       24.518.472      11.467.985       5.774.180       3.967.626
                                             3,69%         113,80%          98,61%          45,53%
              Laba proyek KSO                      -               -               -               -       339.289
         LABA SETELAH PROYEK KSO       25.424.425       24.518.472      11.467.985       5.774.180       4.306.915


         BEBAN USAHA                  (18.330.867)     (15.711.780)     (4.240.898)     (3.754.688)     (2.072.687)
              Pegawai                  (8.866.656)      (7.172.410)     (2.503.260)     (2.138.739)     (1.400.708)
              Outsourcing                               (1.522.485)                -               -               -
              Biaya profesional          (523.287)      (1.111.430)                -               -               -
              Perjalanan dinas           (797.388)      (1.074.664)      (599.145)       (540.986)       (113.502)
              Penyusutan               (1.449.432)      (1.059.791)      (261.197)       (237.937)       (141.341)
              Makan dan minum            (658.485)       (720.747)       (230.226)       (138.907)         (26.139)
              Peralatan kantor         (1.198.203)       (846.832)       (173.262)       (163.835)       (112.512)
              Sumbangan                  (603.671)       (411.738)       (137.592)       (131.553)         (31.000)
              Imbalan kerja              (307.188)       (267.716)       (113.689)                 -               -
              Amortisasi               (1.207.500)       (200.625)                 -               -               -
              Pajak                      (208.424)       (194.410)                 -               -               -
              Administrasi kantor      (1.322.060)       (474.514)         (95.827)      (212.802)       (103.213)
              Utilitas                   (274.781)       (172.492)         (69.999)        (90.987)        (71.691)
              Sewa                       (430.569)       (217.533)         (15.500)         (7.750)                -
              Sertifikat                 (345.212)       (106.000)                 -               -               -
              Asuransi                     (84.036)
              Pelatihan                    (30.449)        (99.116)           (877)        (33.041)                -
              Kesehatan                    (13.401)         (3.963)                -               -               -



                                                                                                             13
Page 26
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                         31Desember     31Desember     31Desember      31Desember    31Desember
                       Uraian               2024           2023           2022           2021          2020
                                          Audited        Audited        Audited         Audited       Audited
             Lain-lain                       (10.126)       (55.315)       (40.324)       (58.151)      (72.582)
         LABA USAHA                        7.093.558      8.806.693      7.227.087       2.019.492     2.234.228
                                                             21,86%        257,87%         -9,61%
         Pendapatan (beban) lain-lain     (1.403.733)     (423.325)        894.694         52.591        65.146
             Pendapatan lain-lain            146.227        365.650      1.298.234         76.806        78.272
             Beban lain-lain              (1.549.960)     (788.975)      (403.539)        (24.215)      (13.126)
         LABA SEBELUM PAJAK
                                           5.689.825      8.383.367      8.121.781       2.072.083     2.299.374
           PENGHASILAN
                                                              3,22%        291,96%         -9,88%
         Taksiran beban pajak             (3.020.550)    (1.894.898)    (1.846.848)      (428.684)     (662.415)
             Kini                                   -              -               -     (425.184)     (120.893)
             Final                                  -              -               -       (3.500)     (541.521)
         LABA TAHUN BERJALAN               2.669.275      6.488.469      6.274.933       1.643.399     1.636.959
                                             -58,86%          3,40%        281,83%          0,39%
         Penghasilan Komprehensif
             Pos-pos yang tidak akan
               direklasifikasi ke laba
               rugi
               Keuntungan (kerugian)
                                             (83.137)       188.854         (3.832)
                     aktuaria
               Pajak penghasilan
                                              18.290        (41.548)             843
                     terkait
         JUMLAH LABA KOMPREHENSIF
                                           2.604.428      6.635.775      6.271.944
           TAHUN BERJALAN
                                             -60,75%          5,80%        281,64%
         Jumlah laba tahun berjalan
           yang dapat diatribusikan
           kepada:
               Pemilik entitas induk       2.657.391      6.478.162      6.274.933
               Kepentingan non                11.884
                                                             10.306                -
                     pengendali
         LABA TAHUN BERJALAN               2.669.275      6.488.469      6.274.933
         Jumlah laba komprehensif
           tahun berjalan yang dapat
           diatribusikan kepada:
               Pemilik entitas induk       2.590.790      6.625.469      6.271.944
               Kepentingan non
                                              13.638         10.306
                     pengendali
         JUMLAH LABA KOMPREHENSIF
                                           2.604.428      6.635.775      6.271.944
           TAHUN BERJALAN
         Laba Per Saham                         1,82           6,86          39,90
       Sumber: Laporan Keuangan Perseroan


              Pendapatan
              • Pada tahun 2020, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp37,44 miliar,
                     meningkat 502,82% dari Rp6,21 miliar pada tahun 2019. Peningkatan
                     pendapatan utamanya dikontribusi oleh jasa konstruksi yang meningkat
                     signifikan sebesar Rp31,23 miliar dari tahun sebelumnya.



                                                                                                           14
Page 27
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             • Pada tahun 2021, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp41,24 miliar,
                meningkat 10,17% dari tahun 2020. Peningkatan pendapatan utamanya
                dikontribusi oleh jasa konstruksi yang meningkat sebesar Rp3,81 miliar dari
                tahun sebelumnya.
             • Pada tahun 2022, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp42,62 miliar,
                meningkat    3,33%   dari   tahun   2021.   Peningkatan   pendapatan   utamanya
                dikontribusi oleh mulai diterimanya pendapatan dari barang dagang sebesar
                Rp39,59 miliar serta jasa lain-lain sebesar Rp709,75 juta.
             • Pada tahun 2023, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp64,39 miliar
                naik 51,09% dari tahun 2022. Peningkatan pendapatan utamanya dikontribusi
                oleh pendapatan dari barang dagang sebesar Rp50,80 miliar, jasa inspeksi
                sebesar Rp8,40 miliar, dan jasa konstruksi sebesar Rp5,19 miliar.
             • Pada tahun 2024, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp72,53 miliar
                naik 12,63% dari tahun 2023. Peningkatan pendapatan utamanya dikontribusi
                oleh pendapatan barang dagang sebesar Rp26,66 miliar serta pendapatan jasa
                konstruksi sebesar Rp24,37 miliar.


             Beban Pokok Pendapatan dan Laba Bruto
             • Beban pokok pendapatan pada tahun 2020 sebesar Rp33,47 miliar meningkat
                sebesar 676,72% dari tahun 2019 yang sebesar Rp4,31 miliar. Sehingga, laba
                bruto Perseroan tercatat meningkat sebesar 108,69% menjadi Rp3,97 miliar dari
                Rp1,90 miliar di tahun 2019.
             • Beban pokok pendapatan pada tahun 2021 sebesar Rp35,47 miliar meningkat
                sebesar 5,98% dari tahun 2020. Sehingga, laba bruto Perseroan tercatat
                meningkat sebesar 45,53% menjadi Rp5,77 miliar di tahun 2021.
             • Beban pokok pendapatan pada tahun 2022 sebesar Rp31,15 miliar menurun
                sebesar 12,18% dari tahun 2021. Sehingga, laba bruto Perseroan tercatat
                meningkat sebesar 98,61% menjadi Rp11,47 miliar di tahun 2021.
             • Beban pokok pendapatan pada tahun 2023 sebesar Rp39,87 miliar meningkat
                sebesar 28,00% dari tahun 2022. Sehingga, laba bruto Perseroan tercatat
                meningkat sebesar 113,80% menjadi Rp24,52 miliar di tahun 2023.
             • Beban pokok pendapatan pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp47,10 miliar,
                meningkat sebesar 18,13% dari tahun 2023. Sehingga laba bruto Perseroan
                tercatat meningkat sebesar 3,69% menjadi Rp25,42 miliar di tahun 2024.


             Beban Usaha dan Laba Usaha
             • Beban usaha pada tahun 2020 sebesar Rp2,07 miliar menurun dari tahun
                sebelumnya yang sebesar Rp1,53 miliar pada tahun 2019. Sehingga, laba usaha
                Perseroan tercatat meningkat sebesar 495,48% menjadi Rp2,23 miliar dari
                Rp375,20 juta di tahun 2019.
             • Beban usaha pada tahun 2021 sebesar Rp3,75 miliar meningkat 81,15% dari
                tahun 2020. Sehingga, laba usaha Perseroan tercatat menurun sebesar 9,61%
                menjadi Rp2,02 miliar di tahun 2021.



                                                                                            15
Page 28
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             • Beban usaha pada tahun 2022 sebesar Rp4,24 miliar meningkat 12,95% dari
                 tahun 2021. Sehingga, laba usaha Perseroan tercatat meningkat sebesar 257,87%
                 menjadi Rp7,23 miliar di tahun 2022.
             • Beban usaha pada tahun 2023 sebesar Rp15,71 miliar meningkat signifikan
                 270,48% dari tahun 2022. Sehingga, laba usaha Perseroan tercatat meningkat
                 sebesar 21,86% menjadi Rp8,81 miliar di tahun 2023.
             • Beban usaha pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp18,33 miliar, meningkat
                 sebesar 16,67% dari tahun 2023. Sehingga, laba usaha Perseroan tercatat
                 menurun sebesar 19,45% menjadi sebesar Rp7,09 miliar pada tahun 2024.


             Laba Tahun Berjalan, Laba Komprehensif, dan Laba Per Saham
             • Laba tahun berjalan pada tahun 2020 meningkat sebesar 366,28% dari Rp351,07
                 juta di tahun 2019 menjadi Rp1,64 miliar pada tahun 2020.
             • Laba tahun berjalan pada tahun 2021 tercatat sebesar Rp1,64 miliar atau
                 meningkat sebesar 0,39% dari tahun sebelumnya.
             • Laba tahun berjalan pada tahun 2022 tercatat sebesar Rp6,27 miliar atau
                 meningkat signifikan sebesar 281,83% dari tahun sebelumnya. Sedangkan laba
                 komprehensif pada tahun 2022 tercatat sebesar Rp6,27 miliar dengan laba per
                 saham sebesar Rp39,90,-.
             • Laba tahun berjalan pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp6,49 miliar atau
                 meningkat sebesar 3,40% dari tahun sebelumnya. Sedangkan laba komprehensif
                 pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp6,64 miliar dengan laba per saham sebesar
                 Rp6,86,-.
             • Laba tahun berjalan pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp2,67 miliar atau
                 menurun sebesar 58,86% dari tahun sebelumnya. Sedangkan laba komprehensif
                 pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp2,60 miliar dengan laba per saham sebesar
                 Rp1,82,-.


                                      Tabel 4 Analisis Rasio Keuangan Perseroan
                             Uraian                  2024      2023      2022      2021      2020     Rerata

               A. LIQUIDITY (%)
                  Current Ratio                     217,61% 1651,10%    614,76%   121,71%   105,18%   542,07%
                  Quick Ratio                        30,89%   929,76%   483,95%    73,31%    99,69%   323,52%
                  Working Capital To Total Assets    44,61%    69,58%    77,02%    15,22%     4,36%    42,16%
               B. ACTIVITY
                  Total Assets Turnover (X)            0,42      0,71      0,90      2,18      1,47      1,14
                  Inventory Turnover (X)               0,54      2,84      3,74      6,99     44,52     11,73
                  Average Days Inventory (Day)       680,89    128,36     97,46     52,21      8,20    193,42
                  Account Receivable Turnover (X)      6,64      4,52      2,23      5,93      2,86      4,44
                  Average Collection Period (Day)     54,93     80,67    163,52     61,60    127,65     97,68
                  Working Capital Turnover (X)         0,93      1,03      1,17     14,32     33,71     10,23
               C. SOLVABILITY (%)
                  Total Debt to Equity Ratio         98,37%     5,59%    18,03%   236,11%   538,67%   179,35%
                  Total Debt to Asset Ratio          49,59%     5,29%    15,27%    70,25%    84,34%    44,95%
                  Long Term Debt To Equity Ratio     23,13%     0,85%     0,37%     0,52%     1,52%     5,28%




                                                                                                        16
Page 29
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                             Uraian                  2024     2023       2022       2021     2020     Rerata

               D. RENTABILITY (%)
                  Gross Profit Margin                35,06%   38,08%     26,91%     14,00%   10,60%   24,93%
                  Operating Profit Margin             9,78%   13,68%     16,96%      4,90%    5,97%   10,26%
                  Net Profit Margin                   3,68%   10,08%     14,72%      3,98%    4,37%    7,37%
                  Rate of Return on Investment        1,53%    7,19%     13,31%      8,68%    6,43%    7,43%
                  Rate of Return on Equity            3,03%    7,59%     15,71%     29,18%   41,05%   19,31%
             Sumber: Laporan Keuangan Perseroan


             Rasio Likuiditas
             Selama periode 2024—2020, rasio likuiditas menunjukkan rata-rata current ratio
             dan quick ratio adalah sebesar 542,07% dan 323,52%. Sementara itu untuk working
             capital to total assets ratio memiliki rata-rata sebesar 42,16%. Hal ini menunjukkan
             bahwa Perseroan memiliki aset lancar yang bersifat likuid untuk membayar seluruh
             utang jangka pendeknya.


             Rasio Aktivitas
             Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan Perseroan dalam memanfaatkan aset-
             aset yang dimilikinya untuk menghasilkan kas dan pendapatan. Rata-rata
             perputaran aset adalah sebanyak 1,14 kali. Rasio ini mengindikasikan bahwa
             efektivitas penggunaan aset oleh Perseroan masih dapat ditingkatkan agar dapat
             menghasilkan pendapatan yang lebih optimal.


             Rasio Solvabilitas
             Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan untuk mengembalikan
             pinjaman yang diberikan oleh kreditor baik dalam bentuk jangka pendek maupun
             jangka panjang. Salah satu rasio solvabilitas adalah debt to equity ratio (DER)
             menunjukkan        besarnya     porsi   utang    terhadap    ekuitas    dalam    pembiayaan
             perusahaan, sedangkan debt to asset ratio (DAR) menunjukkan posisi liabilitas
             terhadap aset dalam pembiayaan perusahaan. Rasio solvabilitas menunjukkan rata-
             rata DER sebesar 179,35%, yang berarti bahwa Perseroan memiliki ketergantungan
             terhadap utang yang tinggi dibandingkan dengan ekuitasnya untuk membiayai
             operasionalnya. Sementara itu, rata-rata DAR adalah sebesar 44,95%, yang
             menunjukkan bahwa perusahaan memiliki risiko keuangan di tingkat menengah
             karena masih memiliki ketergantungan terhadap pembiayaan aset melalui utang.


             Rasio Rentabilitas
             Rasio rentabilitas menggambarkan kemampuan yang dimiliki perusahaan untuk
             menghasilkan sebuah laba. Selama periode 2020—2024, rata-rata gross profit
             margin sebesar 24,93%. Gross profit margin merupakan perbandingan laba kotor
             dengan besarnya tingkat pendapatan. Sementara itu rata-rata net profit margin
             sebesar 7,37%. Net profit margin merupakan rasio yang membandingkan antara
             laba bersih yang dihasilkan perusahaan dari pendapatan bersih.



                                                                                                        17
Page 30
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




              Selama periode 2020—2024, rata-rata tingkat balikan terhadap total investasi (ROI)
              adalah sebesar 7,43%, menunjukkan bahwa Perseroan memberikan sedikit
              keuntungan dan dapat menghasilkan laba bersih dari total investasi yang dilakukan.
              Selain itu, rata-rata tingkat balikan terhadap ekuitas (ROE) tercatat sebesar 19,31%,
              yang juga menunjukkan bahwa Perseroan mampu menghasilkan laba bersih dari
              jumlah ekuitas yang diinvestasikan.


      2.3     Produk dan Layanan Perseroan


             Secara umum, kegiatan utama Perseroan dibagi menjadi 2 (dua) segmen; produk
             dan jasa. Produk terdiri dari penjualan produk seperti regulator, transition fitting,
             converter kit, dan lain-lain. Sedangkan untuk segmen jasa; terdiri dari jasa
             konstruksi (seperti pembangunan gas metering and regulating station, regulator
             sector). Berikut penjelasan dari kegiatan usaha Perseroan:

                                 Gambar 1 Produk-Produk Instalasi Perseroan




                              Sumber: Company Profile Perseroan


             1. Trading
                 Perseroan    menyediakan    berbagai    macam    peralatan   dan   sistem   yang
                 berhubungan dengan instalasi gas untuk diperjualbelikan.



                                                                                                18
Page 31
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             2. EPC
                 Perseroan memiliki kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan Engineering,
                Procurement, Construction, yang utamanya di sektor gas industri dan city gas.
                Di bidang EPC, KSM melakukan beberapa pekerjaan seperti d esign &
                engineering, infracstructure works, fabrication works, instalation site dan
                testing & commisioning.
             3. Services
                Perseroan menyediakan jasa dalam bidang kalibrasi (wet cal), perbikan peralatan
                 gas, pengujian & komisioning dari perusahaan-perusahaan migas.
             4. Product & Manufacturing
                 Perseroan juga menyediakan produk-produk seperti converter kit seperti ABG &
                 Ergas, regulator & meteran gas rumah tangga merek Ergas, fitting transisi merek
                 Kians, pengukur tekanan, sistem bau gas, stasiun metering & regulasi (MRS),
                 sektor regulator (RS), dan juga filter gas.


             Selanjutnya, Perseroan berencana untuk menambah kegiatan usaha baru yakni
             Aktivitas Penyedia Gabungan Jasa Penunjang Fasilitas (KBLI 81100), Perseroan akan
             melaksanakan     berbagai      pekerjaan   yang   berkaitan   dengan   kalibrasi   dan
             pemeliharaan peralatan ukur yang ditargetkan untuk perusahaan-perusahaan yang
             bergerak dalam industri minyak dan gas di Indonesia.

      2.4     Teknologi yang Digunakan


              Dalam rangka penambahan kegiatan usaha KBLI 81100 (Aktivitas Penyedia
              Gabungan Jasa Penunjang Fasilitas), Perseroan memanfaatkan sejumlah teknologi
              khusus, antara lain alat ukur minyak dan gas (seperti prover dan flow meter),
              perangkat lunak berbasis sistem otomasi dari pabrikan, serta dukungan fasilitas
              laboratorium kalibrasi yang sesuai standar metrologi untuk memastikan akurasi dan
              kepatuhan regulasi.


      2.5     Pasar yang Dituju


              Perseroan mengarahkan fokus pemasarannya pada industri minyak dan gas, dengan
              sasaran pasar yang masih berada dalam lingkup nasional. Di Indonesia, banyak Ultra
              Sonic Meter (USM) yang telah terpasang, terutama pada lingkup industri minyak dan
              gas. Pemerintah mewajibkan dilakukannya re-Wet Calibration yang dalam kurun
              waktu tertentu melalui peraturan yang dikeluarkan oleh Direktorat Metrologi,
              sehingga dapat menjadi pangsa pasar yang dituju Perseroan untuk KBLI 81100.


      2.6     Pesaing dan Persaingan


             Dalam hal pesaing dan persaingan, penting untuk terus memantau perkembangan
             dan strategi perusahaan sektor serupa di pasar modal. Saat ini, beberapa pesaing



                                                                                                 19
Page 32
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             yang terdaftar dalam bursa efek dan memiliki bidang usaha yang sama dengan
             Perseroan adalah sebagai berikut:
             1. PT Meta Epsi Tbk
             2. PT Perdana Karya Perkasa Tbk
             3. PT Samator Indo Gas Tbk
             4. PT Elnusa Tbk
             5. PT Petrosea Tbk
             6. PT Radiant Utama Interinsco Tbk


             Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha barunya, portofolio
             pekerjaan Perseroan akan bertambah, yakni Pekerjaan Wet Calibration Ultrasonic
             Meter (USM) untuk KBLI 81100. Saat ini, beberapa pesaing yang mungkin memiliki
             potensi persaingan layanan yang serupa dengan yang diinformasikan oleh Perseroan
             adalah sebagai berikut:
             1. PT Duta Instrument Alfa Sakti,
             2. PT Control System Arena Paranusa,
             3. PT Yuan Sejati,
             4. PT Instrumen Kontrol Presisi Teknologi,
             5. PT Algas Mitra Sejati.


      2.7     Pola Bisnis


             Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang untuk
             industri gas, termasuk penyediaan produk, suku cadang, hingga layanan
             Engineering, Procurement, and Construction (EPC). Berikut adalah pola bisnis yang
             dijalankan oleh Perseroan, antara lain:


             1. Pra-Proyek
                • Identifikasi Proyek: Perusahaan mencari peluang proyek (lewat tender, direct
                   appointment, atau kerja sama dengan operator migas).
                • Studi Kelayakan: Analisis teknis, finansial, dan risiko.
                • Bidding/Tender: Submit dokumen penawaran (proposal, harga, jadwal).
                • Kontrak: Negosiasi harga, scope of work (SOW), dan penandatanganan kontrak
                   (Lump Sum, Reimbursable, dll.).
             2. Engineering (E)
                • Front End Engineering Design (FEED): Desain dasar (spesifikasi teknis, diagram
                   alir).
                • Detailed Engineering: Desain detail (gambar teknik, perhitungan struktur,
                   simulasi).
                • Approval: Desain harus disetujui klien dan regulator (misalnya SKK Migas di
                   Indonesia).




                                                                                             20
Page 33
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             3. Procurement (P)
                • Vendor Selection: Proses tender untuk pemilihan supplier material (pipa, valve,
                   struktur baja).
                • Quality Control: Inspeksi material (uji material, FAT = Factory Acceptance
                   Test).
                • Logistik: Pengiriman material ke lokasi proyek (perhitungan lead time).
             4. Construction (C)
                • Mobilisasi: Pengiriman alat berat, pendirian base camp, dan persiapan site.
                • Konstruksi: Ereksi, instalasi, welding, pembangunan fasilitas (platform, pipa,
                   tangki).
                • Komisioning: Uji coba sistem (pressure test, leak test).
                • Handover: Serah terima proyek + dokumen as-built.
             5. Pasca-Konstruksi
                • Garansi: Periode pemeliharaan pasca-proyek (biasanya 1-2 tahun).
                • Evaluasi: Lesson learned untuk proyek selanjutnya.


      2.8     Strategi Pemasaran

             Aspek pasar dan strategi pemasaran dalam studi rancangan usaha menempati posisi
             yang penting, karena sebagai titik tolak penilaian apakah suatu usaha akan dapat
             berkembang, tetap seperti saat didirikan, atau bahkan cenderung akan mengalami
             penurunan. Selanjutnya, beberapa strategi pemasaran yang dapat dilakukan oleh
             Perseroan adalah sebagai berikut:
              1. Pendekatan Persuasif;
              2. Pendekatan Tender;
              3. Diversifikasi Produk dan Layanan; dan
              4. Sosialisasi.


      2.9     Kebutuhan Produksi atau Operasi


              Dalam rencana penambahan kegiatan usaha baru Perseroan yang bergerak di
              bidang Aktivitas Penyedia Gabungan Jasa Penunjang Fasilitas, Perseroan tidak
              memiliki kebutuhan spesifik untuk menjalankannya. Kebutuhan produksi atau
              operasi Perseroan akan disesuaikan dan disediakan secara spesifik berdasarkan
              kebutuhan proyek untuk menunjang segala aktivitas dan kelangsungan proyek.
              Namun, hal paling penting yang dibutuhkan Perseroan untuk melaksanakan
              kegiatan usaha ini adalah sumber        daya   manusia dan tenaga       ahli yang
              berpengalaman dalam industri migas.


      2.10    Kebutuhan Manajemen dan Sumber Daya Manusia


             Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha, Perseroan akan
             mengoptimalkan tenaga kerja yang telah ada untuk memenuhi kebutuhan



                                                                                              21
Page 34
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             manajemen dan sumber daya manusianya. Apabila diperlukan, Perseroan akan
             melakukan penambahan personel melalui proses rekrutmen guna mendukung
             pelaksanaan proyek-proyek yang akan datang. Kegiatan usaha baru ini akan
             dijalankan oleh Departemen Engineering dan Operasional, dengan estimasi
             kebutuhan personel sebanyak kurang lebih 20 orang.


      2.11    Hak Atas Kekayaan Intelektual


             Terkait Hak Atas Kekayaaan Intelektual, sampai dengan laporan ini diterbitkan
             diperoleh informasi Hak Atas Kekayaaan Intelektual yang telah dimiliki oleh
             Perseroan diantaranya adalah:
              1) Merek Ergas dengan nomor pendaftaran IDM000920159 terkait perpanjangan
                  waktu perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 4
                  Desember 2030 oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum
                  dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia;
              2) Merek Kians dengan nomor pendaftaran IDM001026107 terkait perpanjangan
                  waktu perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 30
                  Agustus 2031 oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan
                  Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.


             Sementara itu, sampai dengan laporan ini diterbitkan, Perseroan belum memiliki
             Hak Atas Kekayaaan Intelektual (HAKI) yang didaftarkan terkait dengan penambahan
             kegiatan usaha baru.


      2.12    Peraturan Perundang-undangan yang Terkait


              Beberapa peraturan perundangan-undangan yang terkait dengan pengembangan
              proyek kegiatan usaha Perseroan, antara lain adalah:
             1.   Peraturan perundang-undangan terkait penilaian adalah Undang-undang
                  Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.
             2.   Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 59/PMK.03/2022 tentang Perubahan
                  atas PMK No. 231/PMK.03/2019 tentang Tata Cara Pendaftaran Penghapusan
                  NPWP, Pengukuhan dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, serta
                  Pemotongan dan/atau Pemungutan, Penyetoran, dan Pelaporan Pajak Bagi
                  Instansi Pemerintah.
             3.   POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan
                  Kegiatan Usaha.
             4.   POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat
                  Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka.
             5.   Peraturan BPS Nomor 2 Tahun 2020 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
                  Indonesia.
             6.   Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 Tentang
                  Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.


                                                                                            22
Page 35
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      2.13    Aspek Lingkungan


              Tanggung jawab Perseroan di bidang lingkungan hidup tercermin dari komitmen
              untuk mencegah segala bentuk pencemaran lingkungan dan ini diwujudkan dengan
              pengendalian lingkungan dalam hal penggunaan material, penggunaan energi dan
              air, pengendalian emisi, serta pengolahan limbah. Selain itu Perseroan juga telah
              mengimplentasikan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015 Enviromental
              Management System.

      2.14    Faktor Risiko Utama


              Dalam menjalankan usahanya, Perseroan berpotensi menghadapi beberapa risiko
              yang dapat memengaruhi kinerja Perseroan. Beberapa risiko utama yang dihadapi
              Perseroan antara lain:
             1)   Risiko Ketergantungan pada Kontrak;
             2)   Risiko Pergantian Tenaga Kerja Operasional;
             3)   Risiko Ketidaksesuaian Standar Layanan;
             4)   Risiko Kinerja Vendor dan Subkontraktor; dan
             5)   Risiko Regulasi dan Perizinan.


              Upaya Perseroan dalam mencegah dan meminimalisir dampak maupun kerugian
              akibat potensi risiko utama adalah dengan menerapkan strategi mitigasi risiko yang
              efektif dengan identifikasi, evaluasi, dan pengendalian risiko yang sesuai.


      2.15    Persyaratan Modal dan Strategi Finansial


              Sehubungan dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan akan
              mengeluarkan biaya investasi (capex) sebesar Rp803.500.000,- yang seluruhnya
              akan dibiayai dari modal sendiri, yaitu berasal dari kas internal Perseroan.




                                                                                             23
Page 36
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk




         3      KELAYAKAN PASAR

         3.1    Kondisi Pasar

                Perkembangan Ekonomi Global


                Divergensi pertumbuhan ekonomi dunia melebar dan ketidakpastian pasar
                keuangan global berlanjut. Perekonomian Amerika Serikat (AS) tumbuh lebih kuat
                dari prakiraan didukung oleh stimulus fiskal yang meningkatkan permintaan
                domestik dan kenaikan investasi di bidang teknologi yang mendorong peningkatan
                produktivitas. Sebaliknya, ekonomi Eropa, Tiongkok, dan Jepang masih lemah
                dipengaruhi oleh menurunnya keyakinan konsumen dan tertahannya produktivitas,
                sementara ekonomi India masih tertahan akibat sektor manufaktur yang terbatas.
                Sejalan dengan itu, prospek pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan lebih
                tinggi dari proyeksi sebelumnya menjadi 3,2%.


                Di sisi lain, arah kebijakan Pemerintah dan bank sentral AS berpengaruh pada
                ketidakpastian pasar keuangan global. Kuatnya ekonomi AS serta dampak kebijakan
                tarif menahan proses disinflasi di AS dan berdampak pada menguatnya ekspektasi
                penurunan Fed Funds Rate (FFR) yang lebih terbatas. Kebijakan fiskal AS yang lebih
                ekspansif mendorong yield US Treasury tetap tinggi, baik pada tenor jangka pendek
                maupun     jangka   panjang.    Bersamaan   dengan   ketegangan   geopolitik   yang
                meningkat, perkembangan tersebut menyebabkan makin besarnya preferensi
                investor global untuk memindahkan portofolionya ke AS. Indeks mata uang dolar
                AS naik tinggi makin menambah tekanan pelemahan berbagai mata uang dunia.
                Berbagai perkembangan global ini memerlukan penguatan respons kebijakan dalam
                memitigasi dampak rambatan global untuk tetap menjaga stabilitas dan mendorong
                pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.


                                            Tabel 5 Pertumbuhan PDB Dunia




                Sumber: Bank Indonesia




                                                                                                24
Page 37
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             Kondisi Ekonomi Indonesia


             Pertumbuhan Ekonomi


                Tabel 6 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen berdasarkan Pengeluaran




             Sumber: Bank Indonesia


              Tabel 7 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen berdasarkan Lapangan Usaha




             Sumber: Bank Indonesia


             Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh baik dengan kecenderungan lebih rendah
             dari prakiraan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2024 sedikit di bawah
             prakiraan dipengaruhi oleh lebih rendahnya permintaan domestik, baik konsumsi
             maupun investasi. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan
             sedikit di bawah titik tengah kisaran 4,7—5,5%. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi
             diperkirakan juga cenderung lebih rendah dari prakiraan sebelumnya. Ekspor
             diprakirakan lebih rendah sehubungan dengan melambatnya permintaan negara-
             negara mitra dagang utama, kecuali AS. Konsumsi rumah tangga juga masih lemah,
             khususnya golongan menengah ke bawah sehubungan dengan belum kuatnya



                                                                                          25
Page 38
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             ekspektasi penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja. Pada saat yang sama,
             dorongan investasi swasta juga belum kuat karena masih lebih besarnya kapasitas
             produksi dalam memenuhi permintaan, baik domestik maupun ekspor. Bank
             Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 mencapai kisaran
             4,7—5,5%, sedikit lebih rendah dari kisaran prakiraan sebelumnya 4,8—5,6%.


                       Gambar 2 Peta Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan III 2024




             Sumber: Bank Indonesia


             Neraca Pembayaran Indonesia


             Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap sehat sehingga mendukung ketahanan
             eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Desember 2024 yang tercatat
             2,2 miliar dolar AS dipengaruhi oleh kinerja ekspor komoditas utama Indonesia yang
             kuat, seperti bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, serta besi dan
             baja. Perkembangan ini mendukung transaksi berjalan 2024 tetap sehat dan
             diprakirakan dalam kisaran defisit rendah 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB.
             Sementara itu, tingginya ketidakpastian pasar keuangan global menurunkan aliran
             masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik dengan SBN dan SRBI masing-
             masing saja mencatat inflows 19 juta dolar AS dan 288 juta dolar AS pada awal
             tahun 2025 (sampai 13 Januari 2025). Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir
             Desember 2024 tercatat tinggi sebesar 155,7 miliar dolar AS, setara dengan
             pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar
             negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3
             bulan impor. Ke depan, NPI pada 2025 diprakirakan tetap sehat seiring dengan
             surplus transaksi modal dan finansial yang berlanjut dan defisit transaksi berjalan
             yang terjaga dalam isaran defisit 0,5% sampai dengan 1,3% dari PDB. Surplus neraca
             transaksi modal dan finansial didukung oleh aliran masuk modal asing sejalan
             dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik yang
             lebih baik dan imbal hasil investasi yang menarik.




                                                                                             26
Page 39
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                    Tabel 8 Neraca Pembayaran Indonesia




             Sumber: Bank Indonesia *Angka sementara; **Angka sangat sementara


                                    Gambar 3 Grafik Neraca Perdagangan




                    Sumber: Bank Indonesia


             Nilai Tukar Rupiah


             Nilai tukar Rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global yang tinggi,
             didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah terhadap
             dolar AS pada Januari 2025 (hingga 14 Januari 2025) hanya melemah sebesar 1,00%
             (ptp) dari level nilai tukar akhir 2024. Perkembangan nilai tukar Rupiah terhadap
             dolar AS juga relatif lebih baik dibandingkan dengan mata uang regional lainnya,
             seperti rupee India, peso Filipina, dan baht Thailand yang masing-masing melemah
             sebesar 1,20%; 1,33%; dan 1,92%. Sebaliknya, nilai tukar Rupiah tercatat menguat
             terhadap mata uang kelompok negara maju di luar dolar AS, dan stabil terhadap
             mata uang kelompok negara berkembang. Perkembangan tersebut sejalan dengan
             kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta didukung oleh aliran masuk modal asing
             yang masih berlanjut, imbal hasil instrumen keuangan domestik yang menarik, serta
             prospek ekonomi Indonesia yang tetap baik. Ke depan, nilai tukar Rupiah
             diprakirakan stabil didukung komitmen Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai
             tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek
             pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik.



                                                                                           27
Page 40
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                             Gambar 4 Grafik Nilai Tukar Rupiah vs Negara Kawasan




                            Sumber: Bank Indonesia


             Inflasi


                                   Gambar 5 Grafik Inflasi IHK dan Komponen




                       Sumber: Bank Indonesia


             Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran sasarannya
             2,5±1%,     sejalan   inflasi   IHK   Desember   2024   yang   tercatat   1,57%   (yoy).
             Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali pada level 2,26% (yoy)
             sejalan dengan konsistensi suku bunga kebijakan Bank Indonesia (BI-Rate) untuk
             mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya. Sementara itu,
             kelompok volatile food (VF) mencatat inflasi 0,12% (yoy) didukung oleh peningkatan
             pasokan pangan seiring berlanjutnya musim panen, serta eratnya sinergi
             pengendalian inflasi TPIP/TPID melalui GNPIP. Secara spasial, inflasi IHK di berbagai
             daerah juga terkendali dalam kisaran sasaran inflasi nasional. Ke depan, Bank
             Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti
             diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran,
             kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan
             domestik, imported inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi




                                                                                                  28
Page 41
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif berkembangnya digitalisasi.
             Inflasi VF diprakirakan terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi Bank
             Indonesia dan Pemerintah Pusat dan Daerah. Bank Indonesia terus berkomitmen
             memperkuat efektivitas kebijakan moneter guna menjaga inflasi tahun 2025 dan
             2026 terkendali dalam sasaran 2,5±1%, dengan tetap mendukung upaya turut
             mendorong pertumbuhan ekonomi.


                                 Gambar 6 Inflasi Gabungan Kota di Provinsi




             Sumber: Bank Indonesia

      3.2    Pangsa Pasar


             Pangsa pasar untuk produk dan jasa yang dijalankan oleh Perseroan adalah sektor
             minyak dan gas bumi. Sumber daya alam minyak bumi dan gas (SDA migas)
             merupakan salah satu sumber daya alam yang berlimpah di Indonesia dan
             merupakan salah satu komoditi ekspor penambah devisa negara yang potensial.
             Pada sektor migas, usaha jasa konstruksi merupakan salah satu kegiatan usaha
             penunjang yang berperan dalam pekerjaan bangunan atau konstruksi kegiatan hulu
             hingga hilir migas. Jasa konstruksi migas terdiri dari jasa perencanaan konstruksi
             termasuk rancang bangun dan rekayasa ( design engineering), pelaksanaan
             konstruksi (EPC, instalasi dan komisioning), serta pengawasan konstruksi. Peluang
             jasa konstruksi sebagai penunjang sektor migas terbuka luas beriringan dengan
             permintaan, perkembangan, dan target pembangunan situs minyak dan gas
             berdasarkan ketersediaan cadangan migas.


             Secara global, pada tahun 2023, produksi minyak bumi global mencapai rekor lebih
             dari 96 juta barel per hari. Amerika Serikat tetap menjadi produsen terbesar yang
             produksinya tumbuh lebih dari 8%. Sebaliknya, produksi Federasi Rusia menurun
             lebih dari 1% akibat sanksi internasional selama setahun penuh. Produksi dari




                                                                                             29
Page 42
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             Amerika Selatan & Tengah terus tumbuh pesat pasca-COVID dan mencatat tingkat
             pertumbuhan tertinggi (11%) dibandingkan wilayah lainnya pada tahun 2023. Di
             Asia Pasifik, produksi Tiongkok naik 2%, terhitung sekitar 57% dari total produksi
             kawasan tersebut. Sementara Amerika Serikat kehilangan posisinya sebagai pasar
             penyulingan minyak terbesar, dengan berkembangnya kapasitas China mencapai
             18.484 ribu barel per hari, meskipun produk olahan dari China masih tertinggal dari
             Amerika Serikat dengan pemanfaatan hampir 82% (China) dibandingkan dengan
             sekitar 87% (Amerika Serikat.


             Konsumsi minyak bumi global tercatat meningkat mejadi sebesar 100,22 juta barel
             per hari (bph) pada tahun 2023 dan menjadi puncak tertinggi peningkatan konsumsi
             minyak bumi global pada selama sepuluh tahun terakhir. Penggunaan bensin, solar,
             dan minyak tanah (penerbangan) kembali ke atau melampaui tingkat 2019.
             Sementara konsumsi bensin global (25 mbpd) berada tepat di atas level pra-COVID
             2019, minyak tanah, meskipun tumbuh kuat (17,5% pada 2023), belum kembali ke
             puncaknya pada 2019.


                   Gambar 7 Grafik Produksi dan Konsumsi Minyak Bumi Global (Juta Bph)

                105,00
                                                                                                                      100,22
                100,00                                                   97,96     98,22                     97,68
                                                               96,72                                                 96,38
                                                     94,68             95,00     95,17               94,73 94,29
                                               92,77
                 95,00                                       92,59
                                             91,72 92,09
                                     90,89                                                   89,45 90,28
                           90,10
                                   88,73                                                   88,93
                 90,00
                         86,57

                 85,00


                 80,00


                 75,00
                         2013      2014      2015   2016     2017      2018      2019      2020    2021    2022      2023
                                                       Produksi         Konsumsi


             Sumber: Energy Institute Statistical Review of World Energy 2024


             Permintaan gas alam global tetap stabil pada tahun 2023 naik hanya 1 bcm. Hal ini
             tidak cukup untuk memulihkan kerugian yang terlihat pada tahun 2022 ketika
             permintaan keseluruhan turun 0,4% (15 bcm). Di Eropa, permintaan gas alam turun
             7% (34 bcm) pada tahun 2023, turun ke level terendah sejak 1994. Demikian pula,
             produksi gas di kawasan ini menurun sekitar 7% didorong oleh penurunan di
             negara-negara produsen utamanya, Norwegia, Inggris, dan Belanda. Permintaan gas
             di kawasan Asia Pasifik tumbuh hampir 2%, didorong oleh pertumbuhan China dan
             India 7% meningkat. Saat menggabungkan semua rute perdagangan, baik melalui
             laut atau pipa, pangsa impor gas UE Federasi Rusia turun dari 43% pada tahun 2021




                                                                                                                               30
Page 43
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             menjadi 23% pada tahun 2022, dan kemudian 14% lebih lanjut pada tahun 2023
             untuk duduk di belakang Norwegia dan AS. Hanya dalam sepuluh tahun, ekspor LNG
             dari AS meroket dari hanya 0,2 bcm pada tahun 2013 menjadi 114 bcm pada tahun
             2023, menjadikannya pemasok LNG terkemuka di dunia, mengungguli Qatar dan
             Australia pada tahun 2023.


                       Gambar 8 Grafik Produksi dan Konsumsi Gas Alam Global (Triliun m3)

                                                                          3,91          4,02   4,01   4,01
                4,50                                               3,83          3,87
                                                          3,65          3,96          4,04   4,05   4,06
                                   3,40     3,48   3,52          3,85          3,87
                           3,37                         3,67
                4,00
                                  3,44    3,51   3,51
                         3,37
                3,50

                3,00

                2,50

                2,00

                1,50

                1,00

                0,50

                0,00
                         2013     2014    2015   2016     2017 2018 2019       2020   2021   2022   2023
                                                        Produksi Konsumsi


             Sumber: Energy Institute Statistical Review of World Energy 2024


             Secara nasional, konsumsi minyak bumi di Indonesia mencatatkan pertumbuhan
             yang relatif fluktuatif selama 10 tahun terakhir. Penurunan pada konsumsi minyak
             bumi paling dalam terjadi pada tahun 2020 sebesar 1,40 juta bph atau menurun
             11,4% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 1,58 juta bph. Pada tahun
             2023, terjadi perbaikan pada konsumsi minyak bumi menjadi sebesar 1,60 juta bph
             atau meningkat 14,3% dibandingkan tahun 2020.


             Dari sisi produksi, sejak 10 tahun terakhir (2013—2023) produksi minyak bumi
             Indonesia cenderung menurun setiap tahunnya. Pada tahun 2013, produksi minyak
             bumi mencapai 0,87 juta bph, namun di tahun 2023 hanya mencapai 0,64 juta bph
             atau menurun 1,4% dibandingkan tahun sebelumnya 2022 yang sebesar 0,65 juta
             bph.


             Konsumsi gas alam di Indonesia tercatat memiliki perkembangan yang relatif stabil
             sejak tahun 2013 meskipun sempat meurun pada tahun 2017 dan tahun 2020. Pada
             tahun 2020, konsumsi gas alam mengalami penurunan paling dalam sebesar 42,6
             miliar m3 atau sebesar 6,4% dari tahun sebelumnya 2019 yang sebesar 45,5 miliar
             m3. Pada tahun 2023, konsumsi gas alam di Indonesia adalah sebesar 45,4 miliar
             m3, masih belum menunjukkan perbaikan yang signifikan atau kembali ke posisi
             sebelum terjadinya penurunan akibat Covid-19 pada tahun 2019. Dari sisi produksi,




                                                                                                             31
Page 44
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             sejak 10 tahun terakhir (2013—2023) produksi gas alam Indonesia cenderung
             mencatatkan penurunan setiap tahunnya. Penurunan produksi paling dalam terjadi
             pada tahun 2022 sebesar 62,8 miliar m3 atau menurun sebesar 7,1% dibandingkan
             tahun 2019 yang sebesar 67,6 miliar m3. Pada tahun 2023, produksi gas alam di
             Indonesia tercatat sebesar 64,3 miliar m3, meingkat sebesar 2,4% dari tahun
             sebelumnya.


                          Gambar 9 Grafik Produksi dan Konsumsi Minyak Bumi Indonesia

                  1,80
                                                                        1,62    1,58                    1,60     1,60
                            1,57     1,57                      1,57
                  1,60                        1,51
                                                      1,46                                      1,46
                                                                                        1,40
                  1,40

                  1,20

                  1,00     0,87    0,85     0,84     0,87    0,84      0,81    0,78    0,74
                  0,80                                                                         0,69
                                                                                                       0,65     0,64
                  0,60

                  0,40

                  0,20

                  0,00
                           2013    2014     2015     2016    2017      2018    2019    2020    2021    2022     2023
                                                            Produksi      Konsumsi


               Sumber: Energy Institute Statistical Review of World Energy 2024


                         Gambar 10 Produksi dan Konsumsi Gas Alam Indonesia (Miliar m3)
                          77,6     76,4     76,2
                 80,0                                75,1
                                                             72,7      72,8
                                                                               67,6
                 70,0                                                                  64,7    64,4             64,3
                                                                                                       62,8

                 60,0

                 50,0                        44,0     45,4     44,5     45,3    45,5                     44,0     45,4
                            42,5    42,6                                                42,6    42,9

                 40,0

                 30,0

                 20,0

                 10,0

                   0,0
                           2013    2014     2015     2016    2017      2018    2019    2020    2021    2022     2023

                                                            Produksi      Konsumsi


               Sumber: Energy Institute Statistical Review of World Energy 2024




                                                                                                                         32
Page 45
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                Gambar 11 Realisasi Pemanfaatan Gas Bumi Domestik dan Ekspor (2004—Sept
                                            2024, dalam BBTUD)




                    Sumber: RKT 2025, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
                              Kementerian ESDM


             Dalam rangka pemanfaatan gas bumi domestik untuk mendukung transisi energi,
             pemerintah Indonesia memprioritaskan pemanfaatan gas untuk kebutuhan gas
             domestik dan mendukung hilirisasi gas bumi dengan mendorong pertumbuhan
             industri-industri pengguna gas bumi. Pemanfaatan Gas Domestik pada Tahun 2024
             TW 3 (realisasi s.d. September 2024) mencapai 68,43% dengan total penyaluran
             mencapai 5.590,12 BBTUD. Nilai ini memenuhi target pemanfaatan gas bumi
             domestik tahun 2024 sebesar 68%. Sebagai perbandingan dengan tahun 2023
             (realisasi s.d Desember 2023), realisasi pemanfaatan gas domestik sebesar 69,43%
             dengan total penyaluran mencapai 5.868,52 BBTUD.


                 Gambar 12 Realisasi Pemanfaatan Gas Bumi vs Kontrak (DCQ), dalam BBTUD




                     Sumber: RKT 2025, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
                              Kementerian ESDM


             Secara bertahap, pemerintah telah menurunkan porsi ekspor gas dan/atau LNG yang
             pada umumnya dalam bentuk kontrak jangka panjang, dan mengalihkan ke dalam
             negeri melalui kebijakan yang mengutamakan pemanfaatan gas untuk pemenuhan



                                                                                          33
Page 46
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             kebutuhan gas bumi di dalam negeri. Kebijakan pemanfaatan gas dalam negeri
             dapat berjalan optimal dengan adanya kesiapan sektor pengguna gas dalam negeri
             dalam memanfaatkan gas bumi sesuai alokasi dan kontrak gas bumi. Pada beberapa
             sektor, realisasi pemanfaatan gas bumi oleh pengguna gas bumi di bawah kontrak
             dan/atau volume yang telah dialokasikan, antara lain pada sektor pupuk,
             kelistrikan, industri, maupun ekspor gas pipa.


                 Gambar 13 Cadangan Minyak Bumi dan Kondensat, Juta Barel 2019—2024




                       Sumber: RKT 2025, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
                                Kementerian ESDM


                           Gambar 14 Cadangan Gas Bumi, triliun m3 2019—2024




                       Sumber: RKT 2025, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
                                Kementerian ESDM




                                                                                        34
Page 47
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             Cadangan terbukti minyak bumi Indonesia relatif fluktuatif dalam rentang tahun
             2019 sampai dengan 2024 dari sebesar 2,48 miliar barel menjadi 2,29 miliar barel.
             Penurunan yang cukup dalam terjadi pada tahun 2021, sehingga cadangan terbukti
             minyak bumi turun menjadi sebesar 2,25 miliar barel dari tahun sebelumnya yang
             sebesar 2,44 miliar barel. Reserve to production minyak bumi Indonesia terdapat
             pada kisaran 9 tahun. Sementara itu, cadangan terbukti gas bumi juga mengalami
             penurunan dalam rentang tahun 2019 sampai dengan 2024 dari sebesar 49,7 triliun
             m3 menjadi 33,84 triliun m3. Reserve to production minyak bumi Indonesia adalah
             18,8 tahun.


                      Gambar 15 Jumlah Penawaran Wilayah Kerja, 2020—Oktober 2024




                         Sumber: RKT 2025, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
                         Kementerian ESDM


             Minyak dan gas bumi masih merupakan energi yang mendominasi dalam
             penggunaan energi nasional, maka beberapa upaya peningkatan cadangan minyak
             dan gas bumi masih terus dilakukan seperti memperluas area pencarian cadangan
             minyak dan gas bumi dengan melakukan pengeboran eksplorasi dan survei seismik
             serta studi G&G. Semakin masif kegiatan eksplorasi yang dilakukan, peluang
             ditemukannya potensi SDA migas akan semakin besar. Kegiatan eksplorasi
             dilaksanakan berdasarkan wilayah kerja (WK) migas yang ditawarkan pemerintah
             kepada kontraktor.


             Secara historis, pada tahun 2020, adanya pandemi Covid-19 memberikan dampak
             negatif terhadap penurunan daya tarik perusahaan-perusahaan migas untuk
             berinvestasi pada bisnis hulu migas. Selain itu, harga minyak dunia pada saat itu
             juga   mengalami penurunan     sehingga   penawaran   WK   migas   diundur   dan
             dipersiapkan kembali ajar menarik minat investor. Pada tahun 2024, pemerintah
             mengumumkan penawaran sebanyak 10 WK migas. Menurut Dirjen Migas KESDM
             2025 berikut adalah kandidat calon WK migas yang ditawarkan berdasarkan hasil
             studi bersama:




                                                                                           35
Page 48
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                        Gambar 16 Penawaran Wilayah Kerja Migas, s.d. Oktober 2024




             Sumber: RKT 2025, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM


             Pada bulan Mei 2024 Pemerintah telah melelang 5 (lima) Wilayah Kerja Migas pada
             tahap I yang terdiri dari 3 (tiga) Wilayah Kerja yaitu WK Melati, WK Amanah dan WK
             Central Andaman melalui penawaran langsung dan 2 (dua) Wilayah Kerja yaitu WK
             Pesut Mahakam dan Panai yang ditawarkan melalui Penawaran Regular dari rencana
             10 Wilayah Kerja yang akan ditawarkan sesuai Renstra tahun 2024. Dan rencananya
             pada akhir Nopember 2024 akan ditawarkan lagi 6 (enam) Wilayah Kerja lagi yaitu
             WK Serpang, WK Kojo, WK Binaiya WK gaea dan Gaea II melalui penawaran langsung
             dan WK Air Komering melalui Penawaran Regular. Adapun masa lelang untuk
             Penawaran Langsung Tahap I telah berakhir dan hasil akhir penawarannya adalah
             sebagai berikut:


                                  Tabel 9 Hasil Akhir Penawaran WK Miga, 2024




                   Sumber: RKT 2025, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
                                Kementerian ESDM




                                                                                            36
Page 49
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             Salah satu program pemerintah untuk meningkatkan Accessibility dalam bidang
             Minyak dan Gas Bumi adalah dengan meningkatkan infrastruktur migas. Untuk
             mendukung hal tersebut, telah       ditetapkan dokumen       perencanaan melalui
             Keputusan Menteri ESDM Nomor 173.K/MG.01/MEM.M/2024 tanggal 12 Januari
             2024 terkait Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional
             (RIJTDGBN) Tahun 2024 – 2033 sesuai amanah dari Peraturan Menteri ESDM Nomor
             4 Tahun 2018 tentang Pengusahaan Gas Bumi Pada Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan
             Gas Bumi dan sebagai pembaruan dari Keputusan Menteri ESDM Nomor
             10.K/MG.01/MEM.M/2024 tentang Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi
             Gas Bumi Nasional Tahun 2022—2031 yang dibutuhkan penyesuaian dengan
             keadaan dan perencanaan saat ini. Peta RIJTDGBN adalah sebagai berikut:


             Gambar 17 Peta Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional




             Sumber: RKT 2025, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM


      3.3    Kesinambungan

             Kesinambungan bisnis di bidang EPC migas sangat bergantung pada keberlanjutan
             investasi di sektor hulu migas serta komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan
             energi nasional. Selama kebutuhan energi domestik terus meningkat dan cadangan
             migas masih menjadi andalan, proyek pengembangan dan pemeliharaan infrastruktur
             migas akan terus dibutuhkan. Hal ini menciptakan peluang jangka panjang bagi
             perusahaan EPC untuk tetap relevan dan berperan strategis, terutama dalam
             mendukung efisiensi, keselamatan, dan keberlanjutan operasional sektor migas di
             tengah dinamika pasar global dan tuntutan transisi energi.


             Dengan berfokus pada pasar ini, Perseroan diharapkan dapat menciptakan
             kesinambungan usaha yang lebih baik, meningkatkan stabilitas pendapatan melalui




                                                                                          37
Page 50
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             penambahan segmen pasar yang lebih luas, dan memberi kesempatan untuk
             mengakses pasar yang lebih besar, baik di dalam negeri maupun internasional.


      3.4    Potensi Pasar


             Pendapatan SDA migas dalam RKT 2025 selama periode 2020—2023 mengalami
             pergerakan yang fluktuatif dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 7,2%, sejalan
             dengan volatilitas ICP di pasar internasional. Pertumbuhan terendah terjadi pada
             tahun 2020 yang terkontraksi sebesar 43,0% disebabkan oleh termoderasinya ICP
             (Indonesian Crude oil Price) hingga mencapai sebesar US$40,4 per barel dari
             dampak pandemi Covid-19. Sementara itu, pertumbuhan tertinggi terjadi pada
             tahun 2022 yaitu sebesar 53,9% terutama dipengaruhi oleh peningkatan ICP yang
             mencapai US$97,1 per barel. Pada tahun 2024, realisasi Pendapatan SDA Migas
             diperkirakan sebesar Rp121.488,8 miliar atau tumbuh 4,6%. Kenaikan tersebut
             terutama disebabkan oleh fluktuasi ICP yang diperkirakan sekitar US$77-84 per
             barel, berada pada kisaran asumsi APBN tahun 2024 sebesar US$82 per barel. Pada
             tahun 2025, pendapatan SDA migas ditargetkan sebesar Rp121,0 triliun. Target
             tersebut terkontraksi 0,4% dari outlook tahun 2024.


                              Gambar 18 Perkembangan SDA Migas 2020—2025




                         Sumber: RKT 2025, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
                                  Kementerian ESDM


             Meskipun terjadi kontraksi pada target pendapatan tahun 2025, kebutuhan untuk
             menjaga tingkat produksi migas nasional tetap tinggi guna mendukung ketahanan
             energi. Kondisi ini membuka peluang bagi perusahaan yang bergerak di bidang EPC
             migas, terutama dalam penyediaan infrastruktur dan fasilitas produksi yang efisien
             dan andal. Permintaan terhadap jasa EPC diperkirakan tetap kuat seiring upaya
             pemerintah dan pelaku industri untuk mempertahankan atau meningkatkan
             kapasitas produksi dalam menghadapi fluktuasi harga global.




                                                                                            38
Page 51
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      3.5    Sasaran


             Sasaran Perseroan dalam pengembangan usaha ini adalah pengguna Ultra Sonic
             Meter (USM), terutama dalam sektor minyak dan gas di Indonesia. Seiring dengan
             semakin meluasnya penggunaan USM dalam industri tersebut, dan adanya regulasi
             dari Direktorat Metrologi yang mewajibkan re-Wet Calibration dalam jangka waktu
             tertentu, Perseroan melihat peluang pasar yang signifikan. Oleh karena itu, pada
             penambahan kegiatan usaha ini Perseroan melakukan penyediaan layanan kalibrasi
             ulang untuk memenuhi ketentuan tersebut, dengan menargetkan perusahaan-
             perusahaan yang memerlukan kepastian dan akurasi dalam pengukuran aliran
             fluida untuk operasionalnya.


      3.6    Potensi Nilai Pasar


              Dari Penambahan Kegiatan Usaha baru ini, Perseroan diproyeksikan mencatatkan
              tambahan laba bersih dari penambahan kegiatan usaha baru sebesar Rp91,27 juta
              pada tahun 2025, Rp325,82 juta pada tahun 2026, Rp342,11 juta pada tahun 2027,
              Rp359,22 juta pada tahun 2028, Rp377,18 juta pada tahun 2029, Rp396,03 juta
              pada tahun 2030, dan sebesar Rp415,84 juta pada tahun 2031.


      3.7    Pesaing Usaha


             Dalam hal pesaing dan persaingan, penting untuk terus memantau perkembangan
             dan strategi perusahaan sektor serupa di pasar modal. Saat ini, beberapa pesaing
             yang terdaftar dalam bursa efek dan memiliki bidang usaha yang sama dengan
             Perseroan adalah sebagai berikut:


                               Tabel 10 Perusahaan Pesaing dengan Produk Serupa
               No.    Kode           Nama Perusahaan                               Alamat

               1     MTPS.JK   PT Meta Epsi Tbk               Jl. Mayjen D.I. Panjaitan Kav.2 RT.009/09
                                                              Kel. Rawa Bunga, Jakarta 13350, Indonesia
               2     PKPK.JK   PT Perdana Karya Perkasa Tbk   Jalan Sentosa no.56 RT.102 Temindung
                                                              Permai,     Sungai    Pinang,   Kota   Jakarta
                                                              Selatan, 12210, Indonesia
               3     AGII.JK   PT Samator Indo Gas Tbk        Jl. Dr. Saharjo No. 83, Jakarta, 12850,
                                                              Indonesia
               4     ELSA.JK   PT Elnusa Tbk                  Graha Elnusa, Jl. TB Simatupang Kav. 1B,
                                                              Jakarta, 12560, Indonesia
               5     PTRO.JK   PT Petrosea Tbk                Wisma Anugraha Jl. Taman Kemang No.32
                                                              B, Kemang, Tangerang Selatan, 15424,
                                                              Indonesia
               6     RUIS.JK   PT Radiant Utama Interinsco    Jl.   Kapten   Tendean     No.24     Mampang
                               Tbk                            Prapatan,      Jakarta    Selatan,     12720,
                                                              Indonesia




                                                                                                          39
Page 52
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha barunya, portofolio
             pekerjaan Perseroan akan bertambah, yakni Pekerjaan Wet Calibration Ultrasonic
             Meter (USM) untuk KBLI 81100. Saat ini, beberapa pesaing yang mungkin memiliki
             potensi persaingan layanan yang serupa dengan yang di sediakan oleh perseroan
             adalah sebagai berikut.
             1. PT Duta Instrument Alfa Sakti,
             2. PT Control System Arena Paranusa,
             3. PT Yuan Sejati,
             4. PT Instrumen Kontrol Presisi Teknologi,
             5. PT Algas Mitra Sejati.


      3.8   Strategi Pemasaran


             Aspek pasar dan strategi pemasaran dalam studi kelayakan usaha menempati posisi
             yang penting, karena sebagai titik tolak penilaian apakah suatu usaha akan dapat
             berkembang, tetap seperti saat didirikan, atau bahkan cenderung akan mengalami
             penurunan. Selanjutnya, beberapa strategi pemasaran yang dapat dilakukan oleh
             Perseroan adalah sebagai berikut:

             1.   Pendekatan persuasif
                  Perseroan memiliki kemampuan untuk melakukan pendekatan persuasif yang
                  efektif dalam mendapatkan proyek. Selain itu, Perseroan juga akan memperluas
                  jaringan kerja (networking) yang penting untuk mengidentifikasi peluang bisnis
                  baru dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan potensial.
             2.   Tender
                  Dalam upaya memperluas cakupan bisnis, Perseroan dapat menggunakan
                  pendekatan tender. Hal ini memungkinkan Perseroan untuk mengakses
                  proyek-proyek yang strategis dengan efisien dan efektif.
             3.   Sosialisasi
                  Tak hanya itu, Perseroan juga aktif dalam melakukan sosialisasi kepada
                  berbagai perusahaan di sektor minyak dan gas. Langkah ini penting untuk
                  membangun kesadaran dan memperkenalkan kemampuan serta layanan yang
                  ditawarkan oleh Perseroan kepada potensi mitra kerja.


             Dengan kombinasi strategi ini, Perseroan mampu menjalankan bisnisnya dengan
             lebih dinamis dan berdaya saing tinggi, serta berpotensi untuk meraih proyek-
             proyek yang signifikan dalam industri yang bersangkutan.




                                                                                             40
Page 53
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      4       KELAYAKAN TEKNIS

      4.1    Kapasitas


              Dalam kegiatan usaha Perseroan pada KBLI 81100 (Aktivitas Penyedia Gabungan
              Jasa Penunjang Fasilitas), konsep kapasitas kerja tidak diterapkan secara tetap atau
              baku karena kegiatan ini bukan merupakan aktivitas manufaktur maupun
              perdagangan. Kegiatan usaha ini berfokus pada penyediaan layanan terpadu yang
              mencakup pengelolaan fasilitas, seperti kebersihan, keamanan, perawatan gedung,
              dan layanan penunjang lainnya, yang dijalankan sesuai dengan permintaan dan
              kebutuhan pengguna jasa melalui mekanisme proyek atau tender. Pelaksanaan jasa
              dilakukan oleh Perseroan berdasarkan kapasitas internal yang tersedia. Selama
              masih dapat ditangani oleh sumber daya manusia dan operasional yang dimiliki,
              Perseroan akan menjalankan layanan tersebut secara langsung.


      4.2    Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya

              Bahan Baku Mentah


              Dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan tidak memerlukan bahan
              baku mentah karena aktivitas usaha yang dijalankan bukan merupakan kegiatan di
              bidang manufaktur dan tidak melibatkan proses pengolahan bahan baku.


              Pekerja


              Berdasarkan informasi dari manajemen, sampai dengan tanggal 31 Desember 2024,
              Perseroan memiliki 50 orang karyawan. Perseroan berkomitmen untuk terus
              meningkatkan keterampilan para karyawan dengan berbagai program pelatihan
              yang disusun berdasarkan posisi dan tugas yang dilakukan. Hal ini untuk
              memastikan    karyawan       dilengkapi   dengan   kemampuan    yang   baik   dalam
              melaksanakan pekerjaan sehari-hari serta memaksimalkan potensi, kualitas dan
              kapasitas sumber daya manusia dari masing-masing karyawan.


              Tenaga Ahli

              Tenaga ahli mencerminkan pentingnya kontribusi dalam membawa pengetahuan
              mendalam dan pengalaman praktis untuk menyediakan berbagai solusi bagi proyek
              yang sedang berjalan di Perseroan. Bersumber dari manajemen Perseroan, tenaga
              ahli terkait penambahan kegiatan usaha yang akan dijalankan oleh Perseroan antara
              lain adalah sebagai berikut.


              Inisial                  :    AS
              Usia                     :    51 tahun




                                                                                               41
Page 54
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




              Pendidikan terakhir     :     (1993—1999) Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia,
                                            Jakarta
              Pengalaman kerja        :     - (April 2017—Present) Supervisor Engineer at PT
                                               Kian Santang Muliatama Tbk
                                            - (Agustus     2014—April      2017)      Supervisor
                                               Engineer at PT Bergas Alam Sinergi
                                            - (November       2010—Agustus       2014)     Field
                                               Engineer at CV Makmur Abadi
                                            - (Jan 2008—November 2010) Service Engineer
                                               at PT Deltafield System Integration
                                            - (Jan 2006—December 2007) Project Engineer at
                                               PT Sarana Adiniagatama
              Keahlian Khusus         :     • Familiar with computer operation (Windows,
                                               AutoCAD etc)
                                            • Familiar with PLC (Allen Brandly, OMRON etc)
                                            • Familiar     with    Instrument        Transmitter
                                               YOKOGAWA & Rosemount Product
                                            • Familiar with Orifice fitting Daniel & Canalta.
                                            • Familiar with Flow Comp (Bristol Badcok, S600,
                                               OMNI)


      4.3    Proses Produksi dan/atau Operasional


             Proses operasional Perseroan digambarkan dalam alur sebagai berikut:


                               Gambar 19 Alur Operasional Kegiatan Perseroan




      Sumber: Manajemen Perseroan


             1.   Pra-Proyek
                  Pada tahap awal ini, Perseroan melakukan identifikasi peluang proyek melalui
                  tender, penunjukan langsung, atau kemitraan. Setelah peluang teridentifikasi,
                  studi kelayakan dilakukan untuk menganalisis aspek teknis, finansial, dan risiko
                  proyek. Bila proyek dianggap layak, Perseroan mengikuti proses bidding/tender
                  dengan menyusun dan mengajukan dokumen penawaran. Tahap ini diakhiri
                  dengan proses negosiasi dan penandatanganan kontrak kerja.




                                                                                                   42
Page 55
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             2.   Fase Engineering (E)
                  Setelah kontrak ditandatangani, dimulailah tahap perencanaan teknis. Ini
                  dimulai dari penyusunan desain dasar (FEED), kemudian pengembangan desain
                  detail seperti gambar teknik dan perhitungan struktur. Desain akhir harus
                  mendapat persetujuan dari klien dan regulator terkait.
             3.   Fase Procurement (P)
                  Dalam tahap ini, Perseroan memilih vendor material melalui proses seleksi dan
                  tender internal. Setelah itu, dilakukan quality control berupa inspeksi dan
                  pengujian material (termasuk FAT). Selanjutnya, material dikirim ke lokasi
                  proyek melalui sistem logistik yang memperhitungkan lead time.
             4.   Fase Construction (C)
                  Tahap konstruksi dimulai dengan mobilisasi alat berat dan pendirian fasilitas di
                  lokasi proyek. Selanjutnya dilakukan instalasi dan pembangunan fisik proyek
                  sesuai dengan desain. Setelah konstruksi selesai, sistem diuji (komisioning) dan
                  proyek diserahterimakan kepada klien dengan seluruh dokumen pendukung.
             5.   Pasca-Konstruksi
                  Setelah proyek selesai diserahkan, Perseroan dapat memberikan layanan
                  pemeliharaan selama masa garansi. Selain itu, dilakukan evaluasi menyeluruh
                  untuk pembelajaran dan peningkatan di proyek berikutnya.




                                                                                               43
Page 56
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      5      KELAYAKAN POLA BISNIS

      5.1    Keunggulan Kompetitif


              Perseroan memiliki sejumlah keunggulan kompetitif yang menjadi landasan kuat
              dalam menjalankan kegiatan usahanya, dalam hal penambahan kegiatan usaha
              baru, keunggulan kompetitif yang dimiliki Perseroan diantaranya adalah:


             •   Perseroan merupakan salah satu perusahaan terbuka (public company), yang
                 berarti saham-saham Perseroan diperdagangkan di pasar modal dan menjadi
                 akses terbuka bagi investor untuk berpartisipasi dalam kepemilikan perusahaan.
                 Kehadiran    Perseroan     sebagai   perusahaan   terbuka   memiliki   sejumlah
                 keuntungan, di antaranya adalah meningkatkan transparansi dalam pengelolaan
                 perusahaan, memperluas akses terhadap sumber-sumber pendanaan, serta
                 meningkatkan citra dan kepercayaan dari masyarakat umum serta para
                 stakeholder. Keberadaan sebagai perusahaan terbuka juga memberikan
                 Perseroan kesempatan untuk memperluas jangkauan pasar, menjalin kemitraan
                 dengan berbagai pihak, dan memperoleh sumber daya yang lebih baik dalam
                 mendukung pertumbuhan dan pengembangan bisnisnya. Dengan demikian,
                 Perseroan dapat memanfaatkan reputasi dan kepercayaan yang sudah dibangun
                 di kalangan masyarakat serta platform yang disediakan oleh pasar modal untuk
                 terus berkembang dan memperkuat posisinya di industri minyak dan gas.
             •   Perseroan telah memiliki karyawan dan tim manajemen yang sangat kompeten
                 serta memiliki pengalaman yang tinggi, sehingga mampu menjalankan
                 operasional perusahaan dengan efektif dan efisien.
             •   Perseroan sampai saat ini didukung oleh vendor yang kuat dan terpercaya, serta
                 menyediakan produk-produk yang berkualitas tinggi, inovatif, dan kompetitif,
                 sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar dengan baik.
             •   Perseroan telah memiliki Surat Tanda Pengenal (STP) sebagai agen atau
                 distributor resmi yang diterbitkan oleh Kementerian Perdagangan. Hal ini
                 memberikan Perseroan legitimasi hukum dan kepercayaan lebih tinggi dalam
                 menjalankan aktivitas distribusi barang dan jasa, serta memberikan posisi tawar
                 yang lebih kuat dalam tender-tender pengadaan barang dan jasa di sektor
                 kelistrikan, gas, dan energi lainnya.


      5.2    Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk


              Kemungkinan pesaing dalam bidang usaha ini cukup besar, dimana risiko adanya
              pesaing-pesaing baru yang mungkin meniru/mencontoh jasa yang diberikan oleh
              Perseroan merupakan risiko yang melekat pada kegiatan bisnis Perseroan.
              Kemampuan pesaing untuk meniru produk atau jasa memang tidak dapat dihindari,
              sehingga membuat kegiatan usaha dalam bidang ini menjadi sangat kompetitif.
              Upaya mitigasi yang dapat dilakukan oleh Perseroan diantaranya sebagai berikut:




                                                                                             44
Page 57
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             •   Meningkatkan kualitas produk dan layanan;
             •   Melindungi dan mendaftarkan hak kekayaan intelektual;
             •   Meningkatkan kualitas dan diferensiasi produk dan layanan;
             •   Melakukan inovasi produk dan layanan secara berkelanjutan;
             •   Memperkuat loyalitas konsumen terhadap produk dan layanan Perseroan.


      5.3    Kemampuan untuk Menciptakan Nilai


              Dengan keunggulan kompetitif yang sudah dimiliki, Perseroan dapat menciptakan
              nilai yang diantaranya:

              1. Penambahan kegiatan usaha baru
                 Teknologi dalam kegiatan usaha EPC yang semakin berkembang pesat akan
                 memberikan dampak positif terhadap potensi pasar dan pembangunan industri
                 migas yang berkelanjutan. Hal ini akan berdampak pada permintaan
                 beragamnya jasa instalasi dan konstruksi infrastruktur sehingga Perseroan
                 berpeluang untuk mengembangkan kegiatan usahanya lebih luas lagi dengan
                 mempertimbangkan permintaan yang berkesinambungan dari pasar terutama
                 untuk produk-produk penunjang industri migas.
              2. Menambah sumber pendapatan baru
                 Permintaan yang berkesinambungan dari pasar dapat dimanfaatkan oleh
                 Perseroan atas penambahan kegiatan usaha yang akan dijalankan sehingga
                 dapat menambah sumber pendapatan baru bagi Perseroan.
              3. Meningkatkan kinerja keuangan Perseroan
                 Penjualan atas penambahan kegiatan usaha yang dijalankan Perseroan akan
                 menghasilkan laba bagi Perseroan sehingga akan meningkatkan kinerja
                 keuangan Perseroan.

              Ketiga hal di atas dapat memberikan kontribusi yang positif dan nilai tambah bagi
              Perseroan. Rencana penambahan kegiatan usaha baru yang dilakukan Perseroan
              akan meningkatkan kinerja keuangan Perseroan dan memberikan nilai tambah
              investasi bagi para pemegang saham Perseroan.




                                                                                            45
Page 58
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      6       KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN

      6.1    Ketersediaan Tenaga Kerja


              Sumber daya manusia yang berkualitas baik dan memiliki pengetahuan serta
              keterampilan yang cakap merupakan modal penting bagi Perseroan. Strategi dan
              tujuan jangka panjang yang akan dicapai oleh Perseroan juga bergantung kepada
              kemampuan mendayagunakan sumber daya manusia yang dimiliki. Berdasarkan
              informasi dari manajemen, sampai dengan tanggal 31 Desember 2024, Perseroan
              memiliki 50 orang karyawan.


             Dalam rencana penambahan kegiatan usaha, Perseroan akan mengoptimalkan
             tenaga kerja yang telah ada untuk memenuhi kebutuhan manajemen dan sumber
             daya manusianya. Apabila diperlukan, Perseroan akan melakukan penambahan
             personel melalui proses rekrutmen guna mendukung pelaksanaan proyek-proyek
             yang akan datang. Kegiatan usaha baru ini akan dijalankan oleh Departemen
             Engineering dan Operasional, dengan estimasi kebutuhan personel sebanyak
             kurang lebih 20 orang.


      6.2    Manajemen Kekayaan Intelektual


             Menurut UU yang telah disahkan oleh DPR-RI pada tanggal 21 Maret 1997, Hak Atas
             Kekayaaan Intelektual adalah hak-hak secara hukum yang berhubungan dengan
             permasalahan hasil penemuan dan kreativitas seseorang atau beberapa orang yang
             berhubungan dengan perlindungan permasalahan reputasi dalam bidang komersial
             (commercial reputation) dan tindakan/jasa dalam bidang komersial (goodwill).

             Terkait Hak Atas Kekayaaan Intelektual, sampai dengan laporan ini diterbitkan
             diperoleh informasi Hak Atas Kekayaaan Intelektual yang telah dimiliki oleh
             Perseroan diantaranya adalah:
              1) Merek Ergas dengan nomor pendaftaran IDM000920159 terkait perpanjangan
                 waktu perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 4
                 Desember 2030 oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum
                 dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia;
              2) Merek Kians dengan nomor pendaftaran IDM001026107 terkait perpanjangan
                 waktu perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 30
                 Agustus 2031 oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan
                 Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.


             Sementara itu, sampai dengan laporan ini diterbitkan, Perseroan belum memiliki
             Hak Atas Kekayaaan Intelektual (HAKI) yang didaftarkan terkait dengan penambahan
             kegiatan usaha baru.




                                                                                            46
Page 59
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      6.3    Manajemen Risiko

             Dalam menjalankan kegiatan usaha barunya, Perseroan mungkin menghadapi
             beberapa risiko yang dapat memengaruhi kinerja usahanya. Risiko utama yang
             mungkin dihadapi Perseroan adalah sebagai berikut:


              1) Risiko Ketergantungan Pada Kontrak
                 Kegiatan usaha ini bergantung pada kontrak atau kerja sama penyediaan
                 layanan fasilitas yang bersifat jangka pendek atau menengah. Ketiadaan proyek
                 baru setelah kontrak berakhir dapat berdampak pada kelangsungan usaha.
                 Dalam memitigasi risiko ini, Perseroan dapat menjaga hubungan dengan klien
                 eksisting dan memperluas jejaring pemasaran untuk memperoleh kontrak baru
                 secara berkelanjutan.


              2) Risiko Pergantian Tenaga Kerja Operasional
                 Tenaga kerja pada layanan fasilitas seperti kebersihan, keamanan, dan teknis
                 perawatan cenderung memiliki tingkat turnover yang tinggi, yang dapat
                 memengaruhi konsistensi layanan. Dalam memitigasi risiko ini, Perseroan dapat
                 menerapkan manajemen SDM yang baik dengan sistem rekrutmen selektif,
                 pelatihan berkala, dan insentif untuk meningkatkan loyalitas karyawan.


              3) Risiko Ketidaksesuaian Standar Layanan
                 Layanan yang tidak sesuai dengan standar atau kebutuhan klien dapat berujung
                 pada keluhan, penalti, atau pemutusan kontrak. Dalam memitigasi risiko ini,
                 Perseroan perlu menjalankan SOP yang ketat untuk masing-masing jenis
                 layanan dan melakukan pengawasan rutin atas kualitas kinerja personel di
                 lapangan.


              4) Risiko Kinerja Vendor dan Subkontraktor
                 Kinerja yang kurang optimal dari pihak ketiga seperti vendor atau subkontraktor
                 dapat berdampak langsung pada mutu, biaya, dan waktu penyelesaian proyek.
                 Untuk memitigasi risiko ini, Perseroan perlu menetapkan standar seleksi dan
                 evaluasi kinerja mitra kerja secara ketat, menyusun kontrak kerja dengan
                 ketentuan penalti dan jaminan kinerja, serta mempersiapkan alternatif
                 vendor/subkontraktor yang telah terverifikasi.


              5) Risiko Regulasi dan Perizinan
                 Perubahan kebijakan pemerintah atau kendala dalam proses perizinan dapat
                 menghambat pelaksanaan proyek. Untuk memitigasi risiko ini, Perseroan perlu
                 mengikuti perkembangan regulasi yang berlaku melalui koordinasi rutin dengan
                 asosiasi industri dan konsultan hukum, Perseroan harus memastikan kepatuhan



                                                                                             47
Page 60
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                 terhadap seluruh perizinan dan standar operasional, serta menjalin hubungan
                 baik dengan instansi pemerintah yang berwenang.


      6.4    Kapasitas dan Kemampuan Manajemen


              Melihat pekerjaan EPC dari proyek perminyakan dan gas bumi yang telah selesai
              dilaksanakan Perseroan sebelumnya, Perseroan berkapasitas dan mampu dalam
              membentuk serta menetapkan tenaga ahli dan personel utama dengan kualifikasi
              sesuai dengan persyaratan yang diminta oleh perusahaan pelanggan. Seluruh
              tenaga yang terdapat dalam tim adalah tenaga ahli dan/atau teknisi yang
              berkompeten serta telah berpengalaman & mempunyai reputasi yang baik di dalam
              melaksanakan beberapa proyek perminyakan dan gas bumi.

              Berdasarkan kapasitas dan kemampuan manajemen Perseroan yang sukses dalam
              menjalankan   proyek   perminyakan   dan   gas   bumi yang    telah   diselesaikan
              sebelumnya, ditambah dengan ketersediaan tenaga ahli dan tim yang terorganisir,
              menunjukkan bahwa manajemen Perseroan akan mampu menjalankan kegiatan
              usaha baru yakni aktivitas penyedia gabungan jasa penunjang fasilitas, karena
              memiliki kapasitas dan kemampuan yang akan memberikan hasil yang baik.


      6.5    Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen


              Dalam menganalisis kesesuaian struktur organisasi dan manajemen, penting untuk
              memahami bagaimana struktur organisasi yang ada mendukung pencapaian dari
              Penambahan Kegiatan Usaha baru.


              Berkaitan dengan rencana penambahan kegiatan usaha baru ini, Perseroan tidak
              melakukan perubahan/penambahan terhadap struktur organisasi.


                                  Gambar 20 Struktur Organisasi Perseroan




              Sumber: Manajemen Perseroan




                                                                                             48
Page 61
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      7       KELAYAKAN KEUANGAN

              Aspek keuangan adalah salah satu aspek yang dikaji dalam studi kelayakan. Kajian
              ini menganalisis besaran investasi dan pendapatan pertahunnya sehingga
              didapatkan suatu kesimpulan apakah suatu proyek/rencana layak dilaksanakan
              ataupun tidak.


              Dalam studi kelayakan ini, Penilai mengkaji beberapa hal berikut: kebutuhan
              investasi, proyeksi keuangan, penentuan tingkat diskonto (discount rate), kelayakan
              investasi, dan analisis sensitivitas.

      7.1    Biaya Pendirian (Start Up Costs)

              Sehubungan dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan akan
              mengeluarkan biaya investasi (capex) sebesar Rp803.500.000,- yang seluruhnya
              akan dibiayai dari modal sendiri, yaitu berasal dari kas internal Perseroan.


              Pembiayaan investasi dan modal kerja untuk pendirian atas kegiatan usaha baru
              Perseoan mencakup lahan dan perizinan, bangunan, mesin dan peralatan, sarana
              prasarana, dan perlengkapan kantor. Rincian biaya investasi Perseroan untuk
              kegiatan usaha barunya adalah sebagai berikut.


                                  Tabel 11 Rencana Anggaran Biaya Investasi (Rp.000)
                                                                            Harga
                                                                                             Total
                          Keterangan              Satuan       Volume       Satuan
                                                                                        (Rp.000)
                                                                           (Rp.000)
               I.   Lahan dan Perizinan
                    Retribusi Lahan                 m2           30           10.000         300.000
                    Perizinan                       m2           30             1.000         30.000
                                                Sub total                                    330.000
               II. Bangunan
                    Bangunan                        m2           30             8.850        265.500
                                                Sub total                                    265.500
               III. Mesin dan Peralatan
                    Mesin produksi                 Unit          1            45.000          45.000
                    Mesin penunjang                Unit          2              5.000         10.000
                    Alat angkut                    Unit          1              6.000           6.000
                    Alat test                      Unit          10             4.200         42.000
                    Alat laboratorium              Unit          12             2.500         30.000
                    Lain-lain                      Unit          10             2.000         20.000
                                                Sub total                                    153.000
               IV. Sarana Prasarana
                    Meja kerja                     Unit          8              2.000         16.000
                    Kursi kerja                    Unit          8              1.000           8.000
                    Printer                        Unit          6              3.000         18.000




                                                                                                     49
Page 62
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                                                                             Harga
                                                                                                                  Total
                            Keterangan                 Satuan           Volume              Satuan
                                                                                                                 (Rp.000)
                                                                                           (Rp.000)
                                                     Sub total                                                      42.000
                 V. Perlangkapan Kantor
                     ATK                                   Ls                1                    5.000              5.000
                     Laptop/PC                             Ls                1                    8.000              8.000
                                                     Sub total                                                      13.000
                                                   Total Investasi                                                 803.500
                Sumber: Manajemen Perseroan


      7.2       Modal Kerja


                Asumsi modal kerja yang diperlukan adalah sebagai berikut:
                Perputaran persediaan                            : 18 hari
                Perputaran piutang usaha                         : 83 hari
                Perputaran utang usaha                           : 60 hari


                Proyeksi Modal Kerja tahun 2025—2031 adalah sebagai berikut:


                                                Tabel 12 Modal Kerja (Rp.000)
                Keterangan               2025       2026         2027         2028         2029           2030        2031

       PERHITUNGAN MODAL KERJA
            Aset Lancar                  469.192    985.303 1.034.568 1.086.296 1.140.611 1.197.642 1.257.524
            Hutang Lancar            (145.697)     (298.965)    (306.565)    (321.894)    (337.988)   (354.888)      (372.632)
       Modal Kerja                       323.495    686.338      728.003      764.403      802.623     842.754        884.892
       Perubahan Modal Kerja             323.495    362.843       41.665         36.400     38.220        40.131          42.138
      Sumber: Proyeksi Keuangan


                Berdasarkan proyeksi keuangan atas adanya penambahan KBLI baru, modal kerja
                yang dibutuhkan pada tahun 2025 sampai dengan tahun 2031 berturut-turut
                adalah sebesar Rp323,50 juta, Rp686,34 juta, Rp728,00 juta, Rp764,40 juta,
                Rp802,62 juta, Rp842,75 juta, dan Rp884,89 juta.


      7.3       Sumber Pembiayaan


                Sumber pembiayaan investasi terkait rencana Penambahan Kegiatan Usaha
                seluruhnya berasal dari kas Perseroan yang tersedia.


      7.4       Biaya Operasional

                Biaya operasional pada tahun 2025—2031 diproyeksikan seperti tabel dibawah ini:




                                                                                                                           50
Page 63
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                       Tabel 13 Proyeksi Biaya Operasional (Rp.000)
                          Uraian         2025        2026       2027        2028       2029        2030        2031

                  Beban Pemasaran        37.500      59.063     62.016      65.116      68.372      71.791      75.380
                  Beban Administrasi    311.838     531.333    552.898     575.940     600.531     627.512     659.575
                     dan Umum
                  Total                 349.338     590.396    614.914     641.056     668.903     699.303     734.956


                 Pada tahun 2025, beban operasional Perseroan untuk enam bulan diproyeksikan
                 sebesar Rp349,34 juta. Beban ini meningkat setiap tahunnya, mencapai Rp734,96
                 juta pada akhir tahun 2031.

      7.5        Biaya Bahan Baku Mentah

                 Perseroan tidak membutuhkan bahan baku mentah karena bergerak dalam bidang
                 jasa, maka tidak terdapat biaya untuk bahan baku mentah.


      7.6        Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan


                 Berikut ini merupakan asumsi-asumsi yang digunakan dalam studi kelayakan:


                 Waktu Operasional


                 Periode proyeksi dimulai bulan Juli tahun 2025 hingga akhir tahun 2031. Jumlah
                 hari operasional diasumsikan selama 132 hari pada tahun 2025, selanjutnya selama
                 264 hari dalam setahun dan diasumsikan tetap selama masa proyeksi.


                 Struktur Pendapatan


                 Pendapatan untuk tahun-tahun proyeksi diasumsikan sebagai berikut:


                                            Tabel 14 Struktur Pendapatan (Rp.000)
            Keterangan                  2025        2026        2027        2028         2029        2030         2031
 Pendapatan (Rp.000/tahun)
   Pertagas/PGN/ Kementerian ESDM 1.500.000        3.150.000   3.307.500   3.472.875   3.646.519   3.828.845    4.020.287
   Swasta lain                          375.000     787.500     826.875     868.219      911.630     957.211    1.005.072
   Total                               1.875.000   3.937.500   4.134.375   4.341.094   4.558.148   4.786.056    5.025.359
 Pertumbuhan (%)                          5,00%       5,00%       5,00%       5,00%        5,00%       5,00%        5,00%
Sumber: Proyeksi Keuangan




                                                                                                                 51
Page 64
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




              Struktur Biaya


             a.   Beban Pokok Penjualan


                  Beban pokok pendapatan terdiri dari biaya material, biaya peralatan, biaya
                  upah, biaya subkontraktor, dan biaya overhead diasumsikan sama selama
                  tahun-tahun proyeksi dengan rincian sebagai berikut:

                                       Tabel 15 Asumsi Beban Pokok Pendapatan

                           Beban Pokok Pendapatan                             To Sales

                   Biaya Material                                                             45,00%
                   Biaya Peralatan                                                             3,00%
                   Biaya Upah                                                                 12,00%
                   Biaya Subkontraktor                                                        10,00%
                   Biaya Overhead                                                              5,00%
                  Sumber: Proyeksi Keuangan


                  Atas asumsi persentase tersebut maka saldo pos beban pokok pendapatan
                  untuk setiap periode dirinci sebagai berikut:

                                 Tabel 16 Proyeksi Beban Pokok Pendapatan (Rp.000)
                                 Uraian               2025          2026         2027         2028
                   Biaya Material
                     Persediaan Awal                         -      42.571        89.398      93.868
                     Pembelian                       886.321      1.818.703    1.864.939    1.958.186
                     Persediaan Akhir                (42.571)      (89.398)      (93.868)    (98.562)
                     Pemakaian                       843.750      1.771.875    1.860.469    1.953.492
                   Biaya Peralatan                    56.250       118.125       124.031     130.233
                   Biaya Upah                        225.000       472.500       496.125     520.931
                   Biaya Subkontraktor               187.500       393.750       413.438     434.109
                   Biaya Overhead                     93.750       196.875       206.719     217.055
                   Total Beban Pokok Pendapatan     1.406.250     2.953.125    3.100.781    3.255.820


                                 Uraian               2029          2030         2031
                   Biaya Material
                     Persediaan Awal                  98.562       103.490       108.664
                     Pembelian                      2.056.095     2.158.900    2.266.845
                     Persediaan Akhir               (103.490)     (108.664)    (114.097)
                     Pemakaian                      2.051.167     2.153.725    2.261.411
                   Biaya Peralatan                   136.744       143.582       150.761
                   Biaya Upah                        546.978       574.327       603.043
                   Biaya Subkontraktor               455.815       478.606       502.536
                   Biaya Overhead                    227.907       239.303       251.268
                   Total Beban Pokok Pendapatan     3.418.611     3.589.542    3.769.019
                  Sumber: Proyeksi Keuangan




                                                                                                     52
Page 65
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             b.   Beban Usaha


                  Beban usaha terdiri dari beban pemasaran dan beban administrasi & umum
                  dengan rincian sebagai berikut.


                                               Tabel 17 Asumsi Beban Usaha
                             Uraian               2025     2026     2027     2028     2029     2030      2031

                   Beban Pemasaran                2,00%    1,50%    1,50%    1,50%    1,50%    1,50%     1,50%
                   Beban Administrasi & Umum     18,00%   15,00%   15,00%   15,00%   15,00%   15,00%    15,00%


                  Atas asumsi persentase tersebut maka saldo pos beban usaha untuk setiap
                  periode dirinci sebagai berikut:


                                        Tabel 18 Proyeksi Beban Usaha (Rp.000)
                               Uraian                     2025          2026           2027            2028
                   Beban Pemasaran                         37.500          59.063      62.016           65.116
                   Beban Administrasi & Umum              311.838      531.333        552.898          575.940
                     Beban Penyusutan                      25.663          59.292      67.258           75.225
                   Total Beban Usaha                      375.000      649.688        682.172          716.280


                               Uraian                     2029          2030           2031
                   Beban Pemasaran                         68.372          71.791      75.380
                   Beban Administrasi & Umum              600.531      627.512        659.575
                     Beban Penyusutan                      83.191          90.396      94.229
                   Total Beban Usaha                      752.094      789.699        829.184
                  Sumber: Proyeksi Keuangan


               Beban Bunga Bank


               Beban bunga bank terdiri dari hutang bank KI dan hutang bank KMK yang masing-
               masing sebesar 9,05% dan 8,79%.


               Tarif Pajak


               Pajak penghasilan final (PPh Final) diproyeksikan sebesar 2,65% dan diasumsikan
               tetap selama masa proyeksi.


      7.7    Proyeksi Posisi Keuangan


             Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan pada tahun 2025—2031 ditunjukkan pada tabel
             berikut ini.




                                                                                                              53
Page 66
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                    Tabel 19 Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.000)
                         Keterangan               2025        2026         2027        2028
               ASET
               Aset Lancar                        762.625    1.251.271    1.618.506   2.018.541
               Aset Tidak Lancar                  777.838      768.278     750.752     725.260
               TOTAL ASET                       1.540.462    2.019.549    2.369.258   2.743.801


               LIABILITAS & EKUITAS
               Liabilitas Jangka Pendek           145.697      298.965     306.565     321.894
               Liabilitas Jangka Panjang                 -           -            -           -
               Ekuitas                          1.394.766    1.720.584    2.062.693   2.421.908
               TOTAL LIABILITAS & EKUITAS       1.540.462    2.019.549    2.369.258   2.743.801


                         Keterangan               2029        2030         2031
               ASET
               Aset Lancar                      2.445.270    2.898.868    3.376.944
               Aset Tidak Lancar                  691.801      651.137     606.641
               TOTAL ASET                       3.137.071    3.550.005    3.983.585


               LIABILITAS & EKUITAS
               Liabilitas Jangka Pendek           337.988      354.888     372.632
               Liabilitas Jangka Panjang                 -           -            -
               Ekuitas                          2.799.083    3.195.117    3.610.953
               TOTAL LIABILITAS & EKUITAS       3.137.071    3.550.005    3.983.585
             Sumber: Proyeksi Keuangan


             Selama tahun 2025—2031, total aset diproyeksikan mengalami kenaikan atas
             adanya penambahan kegiatan usaha baru. Pada tahun 2025, total aset yang
             dikotribusikan atas adanya penambahan kegiatan usaha baru diproyeksikan sebesar
             Rp1,54 miliar hingga menjadi sebesar Rp3,98 miliar pada tahun 2031. Total aset
             tersebut diproyeksikan mengalami rata-rata pertumbuhan sebesar 17,32% per
             tahunnya.


              Pada tahun 2025—2031 total liabilitas juga diproyeksikan mengalami kenaikan.
             Pada tahun 2025 total liabilitas Perseroan diproyeksikan sebesar Rp145,70 juta
             hingga menjadi sebesar Rp372,63 juta pada tahun 2031.


             Total ekuitas juga diproyeksikan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Pada tahun
             2025, total ekuitas diproyeksikan sebesar Rp1,39 miliar hingga menjadi sebesar
             Rp3,61 miliar pada tahun 2031.


      7.8    Proyeksi Laba (Rugi)


             Proyeksi Laba Rugi Perseroan tahun 2025—2031 ditunjukkan pada tabel berikut:




                                                                                              54
Page 67
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                     Tabel 20 Proyeksi Laba Rugi (Rp.000)
                        Keterangan              2025          2026           2027         2028
               Pendapatan                      1.875.000     3.937.500      4.134.375    4.341.094
               Beban Pokok Pendapatan         (1.406.250)   (2.953.125)   (3.100.781)   (3.255.820)
               Laba (Rugi) Kotor                 468.750       984.375      1.033.594    1.085.273
               Beban Usaha                      (349.338)    (590.396)      (614.914)    (641.056)
               Laba (Rugi) Usaha - EBITDA        119.413       393.979       418.680       444.218
               Beban Penyusutan &                (25.663)      (59.292)      (67.258)      (75.225)
                 Amortisasi
               Pendapatan (Beban) Lain                 -             -              -            -
               Laba (Rugi) Sebelum Pajak          93.750       334.688       351.422       368.993
               Pajak Final                        (2.484)       (8.869)       (9.313)       (9.778)
               Laba (Rugi) Bersih                 91.266       325.818       342.109       359.215
                 Net Profit Margin                 4,87%         8,27%         8,27%         8,27%


                        Keterangan              2029          2030           2031
               Pendapatan                      4.558.148     4.786.056      5.025.359
               Beban Pokok Pendapatan         (3.418.611)   (3.589.542)   (3.769.019)
               Laba (Rugi) Kotor               1.139.537     1.196.514      1.256.340
               Beban Usaha                      (668.903)    (699.303)      (734.956)
               Laba (Rugi) Usaha - EBITDA        470.634       497.211       521.384
               Beban Penyusutan &                (83.191)      (90.396)      (94.229)
                 Amortisasi
               Pendapatan (Beban) Lain                 -             -              -
               Laba (Rugi) Sebelum Pajak         387.443       406.815       427.155
               Pajak Final                       (10.267)      (10.781)      (11.320)
               Laba (Rugi) Bersih                377.175       396.034       415.836
                 Net Profit Margin                 8,27%         8,27%         8,27%
             Sumber: Proyeksi Keuangan


             Selama tahun 2025—2031, total penjualan diproyeksikan mengalami kenaikan.
             Pada tahun 2025, total penjualan diproyeksikan sebesar Rp1,88 miliar yang
             kemudian mengalami kenaikan hingga menjadi sebesar Rp5,03 miliar pada tahun
             2031.


              Setelah diakumulasi dengan beban pokok penjualan, beban usaha, beban lainnya,
             dan pajak final, Perseroan diproyeksikan mencatatkan tambahan laba bersih dari
             penambahan kegiatan usaha baru sebesar Rp91,27 juta pada tahun 2025, Rp325,82
             juta pada tahun 2026, Rp342,11 juta pada tahun 2027, Rp359,22 juta pada tahun
             2028, Rp377,18 juta pada tahun 2029, Rp396,03 juta pada tahun 2030, dan sebesar
             Rp415,84 juta pada tahun 2031.


      7.9    Proyeksi Arus Kas


             Proyeksi Arus Kas Perseroan tahun 2025—2031 ditunjukkan pada tabel berikut ini:



                                                                                                 55
Page 68
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                        Tabel 21 Proyeksi Arus Kas (Rp.000)
                             Keterangan                 2025          2026          2027          2028

               ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
                  Penerimaan Usaha                     1.448.379     3.041.596     3.193.675     3.353.359
                  Penerimaan Piutang                           0       426.621       895.904       940.700
                  Biaya Pokok                          (562.500)    (1.181.250)   (1.240.313)   (1.302.328)
                  Pembayaran Kepada Supplier           (740.624)    (1.665.434)   (1.857.338)   (1.942.857)
                  Biaya Operasional                    (349.338)     (590.396)     (614.914)     (641.056)
                  Pajak Penghasilan Badan                (2.484)        (8.869)       (9.313)       (9.778)
               ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI
                                                       (206.567)        22.267       367.703       398.039
                 (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI


               ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
                  Capital Expenditures, CAPEX          (803.500)       (49.732)      (49.732)      (49.732)


               ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI
                                                       (803.500)       (49.732)      (49.732)      (49.732)
                 (UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI


               ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
                  Modal sendiri – I                     803.500               -             -            -
                  Modal sendiri - MK                    500.000               -             -            -
                  Pinjaman Bank - KMK                          -              -             -            -
                  Pembayaran Bunga Bank - KMK                  -              -             -            -
               ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI
                                                       1.303.500              -             -            -
                 (UNTUK) AKTIVITAS PENDANAAN


               KENAIKAN (PENURUNAN) KAS                 293.433        (27.465)      317.970       348.307


               KAS AWAL TAHUN                                  -       293.433       265.968       583.938
               KAS AKHIR TAHUN                          293.433        265.968       583.938       932.245



                             Keterangan                 2029           2030          2031

               ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
                  Penerimaan Usaha                     3.521.027     3.697.078     3.881.932
                  Penerimaan Piutang                     987.735     1.037.121     1.088.977


                  Biaya Pokok                         (1.367.445)   (1.435.817)   (1.507.608)


                  Pembayaran Kepada Supplier          (2.040.000)   (2.142.000)   (2.249.100)
                  Biaya Operasional                    (668.903)      (699.303)     (734.956)
                  Pajak Penghasilan Badan                (10.267)      (10.781)      (11.320)
               ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI
                                                         422.146       446.299       467.927
                 (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI


               ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
                  Capital Expenditures, CAPEX            (49.732)      (49.732)      (49.732)


               ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI
                                                         (49.732)      (49.732)      (49.732)
                 (UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI




                                                                                                         56
Page 69
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                             Keterangan                     2029           2030            2031

               ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
                  Modal sendiri – I                                -               -              -
                  Modal sendiri - MK                               -               -              -
                  Pinjaman Bank - KMK                              -               -              -
                  Pembayaran Bunga Bank - KMK                      -               -              -
               ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI
                                                                   -               -              -
                (UNTUK) AKTIVITAS PENDANAAN


               KENAIKAN (PENURUNAN) KAS                     372.414        396.567         418.194


               KAS AWAL TAHUN                               932.245       1.304.659       1.701.226
               KAS AKHIR TAHUN                            1.304.659       1.701.226       2.119.421
             Sumber: Proyeksi Keuangan


             Arus kas atas adanya penambahan kegiatan usaha baru diproyeksikan terus
             meningkat. Kas dan setara kas pada awal periode tahun 2025 adalah nihil yang
             kemudian pada akhir periode proyeksi tahun 2031 menjadi sebesar Rp2,12 miliar.


      7.10   Analisis Titik Impas


             Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak
             memperoleh laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha
             dikatakan impas jika jumlah pendapatan (revenue) sama dengan jumlah biaya, atau
             apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja.


             BEP dalam Rupiah dapat diformulasikan sebagai berikut:
                                                         Total Biaya Tetap
                                         BEP    =
                                                    (1- (Total Biaya Variabel))
                                                             Penjualan


             Berdasarkan persamaan BEP dalam Rupiah, diperoleh BEP dalam Rupiah untuk
             masing-masing            periode   selama    masa     proyeksi.      Nilai    BEP    dalam   rupiah
             mencerminkan pendapatan minimal yang diperlukan agar terjadi BEP. Perhitungan
             BEP untuk Rupiah pada proyeksi Dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha
             adalah sebagai berikut:


                                  Tabel 22 Analisis Kelayakan Proyek BEP (Rp.000)
                   Tahun                Penjualan         Variable Cost           Fixed Cost           BEP

                   2025                    1.875.000           1.406.250               375.000        1.500.000
                   2026                    3.937.500           2.953.125               649.688        2.598.750
                   2027                    4.134.375           3.100.781               682.172        2.728.688
                   2028                    4.341.094           3.255.820               716.280        2.865.122
                   2029                    4.558.148           3.418.611               752.094        3.008.378
                   2030                    4.786.056           3.589.542               789.699        3.158.797




                                                                                                             57
Page 70
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                   Tahun           Penjualan           Variable Cost        Fixed Cost          BEP

                   2031                5.025.359            3.769.019           829.184       3.316.737
                                                                           BEP Rata-rata      2.739.496
                                                                        BEP Rata-rata (%)        68,00%
             Sumber: Proyeksi Keuangan


             Dari hasil perhitungan BEP, apabila Perseroan ingin mencatatkan keuntungan, maka
             Perseroan harus mencatatkan penjualan di tahun 2025 sebesar Rp1,88 miliar, tahun
             2026 sebesar Rp3,94 miliar, tahun 2027 sebesar Rp4,13 miliar, tahun 2028 sebesar
             Rp4,34 miliar, tahun 2029 sebesar Rp4,56 miliar, tahun 2030 sebesar Rp4,79 miliar
             dan pada tahun 2031 sebesar Rp5,03 miliar. Sehingga rata-rata BEP Perseroan atas
             penambahan kegiatan usaha baru selama periode proyeksi adalah sebesar Rp2,74
             miliar.


      7.11   Analisis Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas


             Analisis likuiditas adalah analisis keuangan yang dilakukan dengan menghitung
             rasio likuiditas untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi
             kewajiban keuangan jangka pendek dengan menggunakan aset lancar.


                                            Tabel 23 Analisis Likuiditas
                                                                                      Working Capital to
                       Tahun                Current Ratio         Quick Ratio
                                                                                      Total Assets Ratio
                        2025                       523,43%                494,21%                40,05%
                        2026                       418,53%                388,63%                47,15%
                        2027                       527,95%                497,33%                55,37%
                        2028                       627,08%                596,46%                61,84%
                        2029                       723,48%                692,86%                67,17%
                        2030                       816,84%                786,22%                71,66%
                        2031                       906,24%                875,62%                75,42%
                       Average                     649,08%                618,76%                59,81%


             Dari tabel di atas terlihat bahwa adanya peningkatan dari rasio likuiditas setelah
             adanya penambahan kegiatan usaha.


             Analisis solvabilitas adalah rasio yang berfungsi menilai kemampuan perusahaan
             dalam melunasi semua kewajibannya, baik dalam jangka pendek, maupun jangka
             Panjang dengan jaminan aset atau kekayaan yang dimiliki perusahaan.




                                                                                                      58
Page 71
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                            Tabel 24 Analisis Solvabilitas
                             Tahun               Debt to Equity Ratio    Debt to Assets Ratio
                             2025                              10,45%                    9,46%
                             2026                              17,38%                   14,80%
                             2027                              14,86%                   12,94%
                             2028                              13,29%                   11,73%
                             2029                              12,07%                   10,77%
                             2030                              11,11%                   10,00%
                             2031                              10,32%                    9,35%
                            Average                            12,78%                   11,29%


             Dari tabel di atas terlihat bahwa adanya penurunan dari rasio solvabilitas, hal ini
             dikarenakan adanya penyelesaian kewajiban setelah adanya penambahan kegiatan
             usaha.


             Analisis profitabilitas adalah analisis untuk mengetahui kemampuan perusahaan
             dalam usahanya mendapatkan laba (profit) dari pendapatan (earning) terkait
             penjualan. Jenis-jenis rasio profitabilitas dipakai untuk memperlihatkan seberapa
             besar laba atau keuntungan yang diperoleh dari kinerja suatu perusahaan. Sebagai
             gambaran bagaimana Perseroan mendapatkan laba atas penambahan kegiatan
             usaha barunya terdapat pada tabel berikut ini.


                                        Tabel 25 Analisis Profitabilitas
                           Tahun               Operating Profit Margin       Net Profit Margin
                            2025                                 5,00%                      4,87%
                            2026                                 8,50%                      8,27%
                            2027                                 8,50%                      8,27%
                            2028                                 8,50%                      8,27%
                            2029                                 8,50%                      8,27%
                            2030                                 8,50%                      8,27%
                            2031                                 8,50%                      8,27%
                           Average                               8,00%                      7,79%


             Dari tabel di atas diketahui bahwa dari penambahan kegiatan usaha baru
             memberikan dampak positif yang signifikan pada rasio profitabilitas, dimana
             selama tahun-tahun proyeksi rata-rata operating profit margin dan net profit
             margin masing-masing sebesar 8,00% dan 7,79%.

      7.12   Tingkat Imbal Balik Investasi


             Return on Investment (ROI) adalah rasio yang menunjukkan hasil dari jumlah aktiva
             yang digunakan dalam perusahaan atau suatu ukuran tentang efisiensi manajemen.
             Rasio ini menunjukkan hasil dari seluruh aktiva yang dikendalikan dengan



                                                                                                    59
Page 72
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             mengabaikan sumber pendanaan. Dengan ROI, Perseroan dapat mengetahui
             seberapa efisien perusahaan guna memanfaatkan aktiva untuk kegiatan operasional
             dan dapat memberikan informasi ukuran profitabilitas Perseroan.


             Berikut adalah ROI yang diproyeksikan atas Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan:


                                         Tabel 26 Return on Investment
                                         Laba Bersih       Total Investasi
                         Tahun                                                  ROI
                                            (Rp.000)          (Rp.000)
                         2025                     91.266         1.540.462             5,92%
                         2026                   325.818          2.019.549            16,13%
                         2027                   342.109          2.369.258            14,44%
                         2028                   359.215          2.743.801            13,09%
                         2029                   377.175          3.137.071            12,02%
                         2030                   396.034          3.550.005            11,16%
                         2031                   415.836          3.983.585            10,44%
                        Average                                                       11,89%


             Rasio ROI Perseroan pada tahun 2025—2031 diproyeksikan akan meningkat setiap
             tahunnya seiring dengan peningkatan laba bersih dan total investasi Perseroan.
             Perseroan diproyeksikan mencatatkan rata-rata ROI sebesar 11,89%.


      7.13   Penetapan Tingkat Diskonto


             Faktor diskonto yang digunakan adalah Weighted Average Cost of Capital yang
             dihitung dengan rumus sebagai berikut:


                                  WACC = (Kd*(1-t)* % Debt) + (Ke* % Equity)


              Keterangan:
             WACC       = Weighted average cost of capital (tingkat biaya tertimbang atas
                            modal)
             Kd           Cost of debt (tingkat bunga hutang perusahaan)
             Ke         = The required rate of return (biaya ekuitas)
             T          = Tax rate (tarif pajak)
             % Debt     = Proportion of Debt in the Capital structure (proporsi hutang dalam
                            struktur kapital)
             % Equity   = Proportion of Equity in the Capital structure (proporsi ekuitas dalam
                            struktur kapital)


             Berikut adalah asumsi yang digunakan untuk mengestimasi tingkat diskonto yang
             akan digunakan dalam Penilaian.




                                                                                               60
Page 73
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             Cost of Debt (tingkat biaya hutang)

             Tingkat biaya hutang (cost of debt) diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-
             faktor sebagai berikut:

             • Rata-rata tertimbang tingkat suku bunga efektif atas dana pinjaman investasi
                  yang akan digunakan yaitu sebesar 9,05%.

             • Tingkat pajak yang digunakan adalah sebesar 22,00% berdasarkan tingkat pajak
                  korporasi di Indonesia (Undang-undang Nomor 1 Tahun 2020 - PPh Badan).

             Dengan pertimbangan faktor-faktor tersebut, maka tingkat biaya hutang (cost of
             debt) yang diaplikasikan dalam laporan ini adalah sebagai berikut:

             Kd = i x ((1-T)

             Kd = 9,05% x (1-22,00%) = 7,09%


             Cost of Equity (biaya modal untuk ekuitas)

             Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan Model CAPM
             (Capital Asset Pricing Model). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah
             bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari
             sekuritas saham, dengan formula sebagai berikut:


                                            Ke = Rf + (Rm – Rf) β + Rs
                                             Ke = Rf + (Rp x β) + Rs


             Keterangan:
             Rf       = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
             Rm       = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
             Rp       = market risk premium untuk pasar ekuitas secara keseluruhan
             β        = ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari
                        responsivitas    pengembalian      perusahaan     terhadap    pergerakan
                        pengembalian portofolio pasar
             Rs       = tingkat kembalian tambahan spesifik untuk Perusahaan


             Tingkat biaya modal untuk ekuitas diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-
             faktor sebagai berikut:


             Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang
             dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia,
             instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Surat Utang Negara
             (most active government bond).




                                                                                               61
Page 74
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             Dalam penilaian Perseroan digunakan Surat Utang Negara dengan rata-rata yield
             adalah sebesar 7,09%. Angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian
             bebas risiko (Rf).


                                            Tabel 27 Surat Utang Negara
                            Bond                         Maturity                   Yield
               FR0103                                   15-Jul-35                           7,0232%
               FR0098                                  15-Jun-38                            7,0888%
               FR0097                                  15-Jun-43                            7,0999%
               FR0102                                   15-Jul-54                           7,1080%
               FR0105                                   15-Jul-64                           7,1225%
                                       Rata-rata                                            7,0885%
             Sumber: Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan RI,
                        19 Desember 2024


             Rp (Market Risk Premium - MRP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas
             risiko dengan tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas.


             Premi risiko pasar (Rm-Rf) atau MRP ditentukan dengan mempertimbangkan kondisi
             pasar modal Indonesia sebagai pasar modal yang emerging.


             Beta (β), adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
             dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.


             Rs (Specific Company Risk Premium). Sebagian dari risiko yang dihadapi oleh
             Indonesia telah tercermin dalam perhitungan equity risk premium namun belum
             mencerminkan risiko yang berkaitan dengan karakteristik spesifik yang dimiliki oleh
             suatu perusahaan.


             Berdasarkan penelitian yang dilakukan Aswath Damodaran per Januari 2025,
             diprediksi market risk premium adalah sebesar 6,87%.


             Untuk memperoleh faktor Beta yang sesuai dan akan digunakan dalam perhitungan
             Nilai Pasar, kami menggunakan beta pembanding berdasarkan penelitian yang
             dilakukan Aswath Damodaran dalam industri Engineering/Construction per Januari
             2025 yaitu rata-rata sebesar 0,97.


             Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas Perseroan adalah:




                                                                                                 62
Page 75
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                            Tabel 28 Biaya Modal untuk Ekuitas
                                        Keterangan                         Biaya Modal untuk Ekuitas

                      Biaya Modal untuk Ekuitas
                      a.    Risk Free Rate ( Rf )                                               7,09%
                      b.    Risk Premium Ekuitas ( Rm )                                         6,87%
                       c.   β (Beta)                                                             0,97
                       c.   Specific Risk                                                       0,00%
                      Biaya Modal untuk Ekuitas-CAPM                                           13,75%
                      Credit Default Spread                                                     1,89%
                      Biaya Modal untuk Ekuitas                                                11,86%


             Pada formulasi di atas, yield tingkat bunga bebas risiko sebenarnya telah
             memperhatikan semua risiko pasar, sehingga dalam perhitungan tingkat diskonto
             yang berlaku di Indonesia, yield tersebut harus dikoreksi dengan credit default
             spread sebesar 1,89%, sehingga biaya modal ekuitas yang diterapkan dalam
             penilaian Perseroan menjadi 13,56%.


             Berdasarkan asumsi tersebut, besarnya Weighted Average Cost of Capital (WACC)
             yang kami gunakan sebagai tingkat diskonto dalam penilaian Perseroan adalah
             sebesar 13,13% seperti pada tabel berikut.


                                       Tabel 29 Weighted Average Cost of Capital
                              Jenis Modal                       Biaya Modal         Bobot       Tertimbang

              Cost of Debt ( Kd = i x (1-T))                           7,06%         60,52%              4,27%
              Cost of Equity ( Ke = Rf + ( Rm-Rf ) * Beta             11,86%         39,48%              4,68%
                              Weighted Average Cost of Capital (WACC)                                    8,95%


      7.14   Analisis Kelayakan Proyek


              a. Net Present Value (NPV)
                 NPV merupakan nilai dari total investasi yang dikeluarkan pada awal periode
                 setelah ditambah arus kas bersih yang akan diterima oleh Perseroan setiap
                 tahun sampai akhir tahun periode proyek. Dengan membandingkan antara total
                 investasi yang dikeluarkan pada awal periode proyek dan total arus kas yang
                 akan diterima setiap tahun, maka dapat diketahui apabila proyek tersebut
                 menghasilkan          NPV    positif   maka      proyek   ini   layak   dikerjakan    apabila
                 menghasilkan NPV negatif maka proyek ini tidak layak dikerjakan.

                                                            𝑇
                                                                    𝐶𝐹𝑡
                                                  𝑁𝑃𝑉 = ∑                  − 𝐶𝐹0
                                                                  (1 + 𝑟)𝑡
                                                            𝑡−1




                                                                                                           63
Page 76
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                    NPV         :     Net Present Value
                    CFt         :     arus kas pada periode t
                    CF0         :     arus kas investasi awal pada periode 0
                    r           :     tingkat diskonto


                 Berikut adalah perhitungan NPV dari Rencana penambahan kegiatan usaha:


                                        Tabel 30 Perhitungan NPV (Rp.000)

                                    Keterangan                       FCFF          PV FCFF

                   Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
                     2025                                            (1.010.067)       (927.051)
                     2026                                               (27.465)        (23.136)
                     2027                                               317.970         245.837
                     2028                                               348.307         247.159
                     2029                                               372.414         242.546
                     2030                                               396.567         237.049
                     2031                                               418.194         229.431
                     Terminal Value                                   7.233.438       3.968.431
                   NPV                                                                4.220.265
                 Discount Factor = 8,95%

              a. Internal Rate of Return (IRR)
                 IRR merupakan nilai tingkat pengembalian investasi pada saat NPV Perseroan
                 sama dengan 0, yang artinya tingkat pengembalian dan risiko dari total investasi
                 pada saat ini adalah sama dengan tingkat pengembalian dan risiko pasar.
                 Sehingga apabila IRR proyek lebih besar dari WACC, maka proyek ini layak
                 dikerjakan dan apabila IRR proyek lebih kecil dari WACC maka proyek ini tidak
                 layak dikerjakan.

                                                     𝑇
                                                              𝐶𝐹𝑡
                                                 0= ∑                − 𝐶𝐹0
                                                          (1 + 𝐼𝑅𝑅)𝑡
                                                    𝑡−1

                    IRR         :     Internal Rate of Return
                    CFt         :     arus kas pada periode t
                    CF0         :     arus kas investasi awal pada periode 0
                    r           :     tingkat diskonto


                 Berikut adalah perhitungan IRR dari Rencana penambahan kegiatan usaha:




                                                                                              64
Page 77
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                                     Tabel 31 Perhitungan IRR
                                                                         FCFF           PV FCFF
                                        Keterangan
                                                                       (Rp.000)         (Rp.000)
                        Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
                          2025                                          (1.010.067)      (695.057)
                          2026                                               (27.465)     (13.005)
                          2027                                               317.970      103.609
                          2028                                               348.307       78.098
                          2029                                               372.414       57.461
                          2030                                               396.567       42.105
                          2031                                               418.194       30.554
                          Terminal Value                                 7.881.182        396.234
                          NPV                                                                      0
                   IRR = 45,32%


              b. Profitability Index (PI)
                 PI merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui nilai tambah dari
                 investasi yang dilakukan pada awal periode perusahaan. Nilai tambah yang
                 didapat dari investasi diperhitungkan dengan membagi total investasi proyek
                 pada awal periode dengan jumlah arus kas yang dihasilkan selama periode
                 berjalannya proyek. Apabila PI dihasilkan dari suatu proyek sama dengan 1
                 (satu) maka arus kas dari proyek setiap tahun tidak menghasilkan nilai tambah,
                 apabila PI lebih besar dari 1 (satu), maka nilai arus kas yang dihasilkan dari
                 proyek setiap tahun menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan sedangkan PI
                 lebih kecil dari 1 (satu), maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek setiap
                 tahun tidak menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan. Dalam menganalisis PI
                 suatu proyek maka kelayakan dapat dinilai apabila nilai PI lebih dari 1 (satu).

                                                                ∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹1 )
                                                        𝑃𝐼 =
                                                                ∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹0 )


                        PI          :     Profitability Index
                        CFI         :     nilai kini seluruh arus kas masuk
                        CFo         :     nilai kini seluruh arus kas keluar


                 Berikut adalah perhitungan PI dari Rencana penambahan kegiatan usaha:


                                                   Tabel 32 Perhitungan PI
                                                                                          PV FCFF
                                                 Keterangan
                                                                                         (Rp.000)
                   Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
                        Arus kas masuk                                                      5.938.591
                        Arus kas keluar                                                   (1.718.326)
                   PI                                                                        3,45603




                                                                                                        65
Page 78
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




              c. Payback Period (PP)
                 Payback Period tidak ada kriteria, hanya menunjukkan tingkat pengembalian
                 investasi.


                                                  Tabel 33 Perhitungan PP
                                        NCF
                          No                                      Tahun                         Faktor
                                      (Rp.000)
                          1          (1.010.067)                      2025                       1,00
                          2          (1.037.532)                      2026                       1,00
                          3           (719.562)                       2027                       1,00
                          4           (371.255)                       2028                       1,00
                          5             1.159                         2029                       1,00
                                                   Total                                         5,00
                                               Payback Period                              4 Tahun 11 Bulan


              Berdasarkan analisis kelayakan yang telah dilakukan terhadap penambahan
              kegiatan usaha Perseroan, diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:


                                  Tabel 34 Analisis Kelayakan Proyek (Rp.000)
                                                       2025                  2026              2027            2028
                         Keterangan
                                                        0,50                  1,50              2,50           3,50
               EBITDA                                   119.413               393.979          418.680         444.218


               CASH OUT FLOW
               - Tax                                       (2.484)             (8.869)          (9.313)         (9.778)
               - Investment Outlays                    (803.500)              (49.732)         (49.732)        (49.732)
               +/- Working Capital                     (323.495)             (362.843)         (41.665)        (36.400)
               TOTAL                                 (1.129.480)             (421.444)        (100.710)        (95.911)


               NET CASH FLOW                         (1.010.067)              (27.465)         317.970         348.307
               Terminal value        (5,00%)                      -                    -                 -            -
               Discount factor   (8,95%)                   0,9178              0,8424           0,7731          0,7096
               DISCOUNTED CASH FLOW                    (927.051)              (23.136)         245.837         247.159


               PROCEED                               (1.010.067)        (1.037.532)           (719.562)       (371.255)


               PRESENT VALUE KAS MASUK                  109.598               331.879          323.700         315.217
               PRESENT VALUE KAS KELUAR              (1.036.649)             (355.015)         (77.863)        (68.058)


                                                        2029                 2030             2031
                         Keterangan                                                                           TOTAL
                                                           4,50              5,50             6,50
               EBITDA                                   470.634              497.211          521.384        2.865.518


               CASH OUT FLOW




                                                                                                                      66
Page 79
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                                2029           2030        2031
                         Keterangan                                                      TOTAL
                                                 4,50          5,50        6,50
               - Tax                            (10.267)       (10.781)    (11.320)       (62.812)
               - Investment Outlays             (49.732)       (49.732)    (49.732)    (1.101.893)
               +/- Working Capital              (38.220)       (40.131)    (42.138)      (884.892)
               TOTAL                            (98.220)      (100.644)   (103.190)    (2.049.597)


               NET CASH FLOW                    372.414        396.567     418.194        815.921
               Terminal value        (5,00%)             -            -   7.233.438
               Discount factor   (8,95%)         0,6513         0,5978      0,5486
               DISCOUNTED CASH FLOW             242.546        237.049    4.197.862     4.220.265


               PROCEED                                1.159    397.726     815.921


               PRESENT VALUE KAS MASUK          306.514        297.209    4.254.475     5.938.591
               PRESENT VALUE KAS KELUAR         (63.968)       (60.160)    (56.612)    (1.718.326)


               INTERNAL RATE OF RETURN, IRR                                                45,32%
               NET PRESENT VALUE, NPV                                                   4.220.265
               PROFITABILITY INDEX, PI                                                    3,45603
               PAYBACK PERIOD, PP                                                 4 Tahun 11 Bulan


             • Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
                NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp4.220.265.000,-. Dengan demikian, hasil
                NPV yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan
                karena memberikan keuntungan.


             • Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate → Layak
                IRR yang dihasilkan adalah sebesar 45,32%. Hasil IRR berada di atas tingkat
                discount rate yang sebesar 8,95%. Dengan demikian, hasil IRR menunjukkan
                bahwa proyek layak dikerjakan karena keuntungan lebih besar dari biaya modal
                (cost of capital) yang diasumsikan.

             • Profitability Index (PI) > 1 → Layak
                PI yang diperoleh adalah sebesar 3,45603. Dengan demikian, hasil PI yang lebih
                dari 1 menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan
                keuntungan dari pengeluaran investasi yang dilakukan.


             • Payback Period (PP)
                PP yang diperoleh adalah 4 tahun dan 11 bulan. Dengan demikian, Perseroan
                mampu mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 4 tahun
                dan 11 bulan.




                                                                                                 67
Page 80
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      7.15   Analisis Sensitivitas


              Untuk menguji kepekaan usaha terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya,
              maka berikut ini disajikan analisis sensitivitas terhadap kelayakan usaha, yaitu:


              −   Volume pendapatan turun dengan perubahan kondisi penurunan sebesar 2,50%,
                  5,00%, 7,50%, dan 10,00%.
              −   Biaya Investasi naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%, 5,00%,
                  7,50%, dan 10,00%.
              −   Struktur biaya naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%, 5,00%,
                  7,50%, dan 10,00%.
              −   Discount rate naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%, 5,00%,
                  7,50%, dan 10,00%.


                               Tabel 35 Perhitungan Analisis Sensitivitas (Rp.000)
                                                       KONDISI                      PERUBAHAN KONDISI
                      KETERANGAN
                                                       NORMAL         2,50%         5,00%         7,50%         10,00%
             1. PENDAPATAN TURUN
                   Net Present Value (NPV) Rp.000,-    4.220.265     4.110.222     4.000.179     3.890.135     3.780.092
                   Internal Rate of Return (IRR)          45,32%        44,88%        44,42%        43,95%        43,47%
                   Return On Investment (ROI)             11,89%        11,73%        11,58%        11,42%        11,26%
                   Profitability Index (PI)             3,45603       3,41930       3,38172       3,34326       3,30389
                   Payback Period (PP)                4 Th 11 Bln    5 Th 0 Bln    5 Th 1 Bln    5 Th 1 Bln    5 Th 2 Bln
                   BEP a. Rp. 000,-                    2.739.496     2.671.008     2.602.521     2.534.034     2.465.546
                        b. % Terhadap Pendapatan          68,00%        68,00%        68,00%        68,00%        68,00%
             2. BIAYA INVESTASI NAIK
                   Net Present Value (NPV) Rp.000,-    4.220.265     4.220.265     4.220.265     4.220.265     4.220.265
                   Internal Rate of Return (IRR)          45,32%        45,32%        45,32%        45,32%        45,32%
                   Return On Investment (ROI)             11,89%        11,89%        11,89%        11,89%        11,89%
                   Profitability Index (PI)             3,45603       3,45603       3,45603       3,45603       3,45603
                   Payback Period (PP)                4 Th 11 Bln   4 Th 11 Bln   4 Th 11 Bln   4 Th 11 Bln   4 Th 11 Bln
                   BEP a. Rp. 000,-                    2.739.496     2.739.496     2.739.496     2.739.496     2.739.496
                        b. % Terhadap Pendapatan          68,00%        68,00%        68,00%        68,00%        68,00%
             3. STRUKTUR BIAYA NAIK
                   Net Present Value (NPV) Rp.000,-    4.220.265     2.721.975     1.223.685     -274.605 -1.772.895
                   Internal Rate of Return (IRR)          45,32%        34,92%        22,64%      4,81%          N/A
                   Return On Investment (ROI)             11,89%         9,56%         6,66%         2,89%        -2,47%
                   Profitability Index (PI)             3,45603       2,60037       1,72693       0,83516      (0,07554)
                   Payback Period (PP)                4 Th 11 Bln    6 Th 4 Bln    9 Th 2 Bln   15 Th 0 Bln   15 Th 0 Bln
                   BEP a. Rp. 000,-                    2.739.496     3.035.658     3.384.083     3.799.946     4.304.922
                        b. % Terhadap Pendapatan          68,00%        75,35%        84,00%        94,32%      106,86%
             4. DISCOUNT RATE NAIK
                   Net Present Value (NPV) Rp.000,-    4.220.265     4.011.732     3.818.076     3.637.787     3.469.552
                   Internal Rate of Return (IRR)          45,32%        44,80%        44,30%        43,83%        43,37%
                   Return On Investment (ROI)             11,89%        11,89%        11,89%        11,89%        11,89%
                   Profitability Index (PI)             3,45603       3,34397       3,23965       3,14231       3,05125
                   Payback Period (PP)                4 Th 11 Bln   4 Th 11 Bln   4 Th 11 Bln   4 Th 11 Bln   4 Th 11 Bln
                   BEP a. Rp. 000,-                    2.739.496     2.739.496     2.739.496     2.739.496     2.739.496
                        b. % Terhadap Pendapatan          68,00%        68,00%        68,00%        68,00%        68,00%




                                                                                                                 68
Page 81
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




              Berdasarkan uji sensitivitas tersebut, kondisi parameter kelayakan usaha akan
              terlihat seperti pada grafik di bawah ini.


                                                    Gambar 21 Analisis Sensitivitas
                             5.000.000

                             4.000.000

                             3.000.000
              NPV (Rp.000)




                             2.000.000

                             1.000.000

                                      0

                             (1.000.000)   NORMAL         2,50%        5,00%          7,50%       10,00%

                             (2.000.000)

                             (3.000.000)
                                           PENDAPATAN TURUN                       STRUKTUR BIAYA NAIK
                                           DISCOUNT RATE NAIK                     BIAYA INVESTASI NAIK

             Sumber: Proyeksi Keuangan


             Berdasarkan analisis sensitivitas, pada kondisi normal NPV yang dihasilkan adalah
             sebesar Rp4,22 miliar, jika terjadi perubahan terhadap pendapatan, dimana
             pendapatan turun sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar
             Rp3,78 miliar. Apabila terjadi perubahan terhadap biaya investasi, dimana biaya
             naik sampai dengan 10,00% maka NPV yang dikasilkan adalah sebesar Rp4,22
             miliar. Apabila terjadi perubahan terhadap struktur biaya, dimana struktur biaya
             naik sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar negatif
             Rp1,77 miliar. Sedangkan apabila terjadi perubahan terhadap discount rate, dimana
             discount rate naik sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar
             Rp3,47 miliar.


             Dari analisis sensitivitas di atas, kenaikan struktur biaya merupakan faktor yang
             paling sensitif terhadap kelayakan usaha.




                                                                                                           69
Page 82
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      8       KESIMPULAN

      8.1    Kajian Kelayakan Pasar


             Dari Kajian Kelayakan Pasar, pangsa pasar untuk produk dan jasa yang dijalankan
             oleh Perseroan adalah sektor minyak dan gas bumi. Sumber daya alam minyak bumi
             dan gas (SDA migas) merupakan salah satu sumber daya alam yang berlimpah di
             Indonesia dan merupakan salah satu komoditi ekspor penambah devisa negara yang
             potensial. Pada sektor migas, usaha jasa konstruksi merupakan salah satu kegiatan
             usaha penunjang yang berperan dalam pekerjaan bangunan atau konstruksi
             kegiatan hulu hingga hilir migas. Jasa konstruksi migas terdiri dari jasa perencanaan
             konstruksi   termasuk    rancang    bangun   dan    rekayasa   (design     engineering),
             pelaksanaan konstruksi (EPC, instalasi dan komisioning), serta pengawasan
             konstruksi. Peluang jasa konstruksi sebagai penunjang sektor migas terbuka luas
             beriringan dengan permintaan, perkembangan, dan target pembangunan situs
             minyak dan gas berdasarkan ketersediaan cadangan migas.


             Dalam rangka pemanfaatan gas bumi domestik untuk mendukung transisi energi,
             pemerintah Indonesia memprioritaskan pemanfaatan gas untuk kebutuhan gas
             domestik dan mendukung hilirisasi gas bumi dengan mendorong pertumbuhan
             industri-industri pengguna gas bumi. Pemanfaatan Gas Domestik pada Tahun 2024
             TW 3 (realisasi s.d. September 2024) mencapai 68,43% dengan total penyaluran
             mencapai 5.590,12 BBTUD. Nilai ini memenuhi target pemanfaatan gas bumi
             domestik tahun 2024 sebesar 68%. Sebagai perbandingan dengan tahun 2023
             (realisasi s.d Desember 2023), realisasi pemanfaatan gas domestik sebesar 69,43%
             dengan total penyaluran mencapai 5.868,52 BBTUD.


             Minyak dan gas bumi masih merupakan energi yang mendominasi dalam
             penggunaan energi nasional, maka beberapa upaya peningkatan cadangan minyak
             dan gas bumi masih terus dilakukan seperti memperluas area pencarian cadangan
             minyak dan gas bumi dengan melakukan pengeboran eksplorasi dan survei seismik
             serta studi G&G. Semakin masif kegiatan eksplorasi yang dilakukan, peluang
             ditemukannya potensi SDA migas akan semakin besar. Pada tahun 2024,
             pemerintah mengumumkan penawaran sebanyak 10 WK migas. Sementara itu, Salah
             satu program pemerintah untuk meningkatkan Accessibility dalam bidang Minyak
             dan Gas Bumi adalah dengan meningkatkan infrastruktur migas. Selama kebutuhan
             energi domestik terus meningkat dan cadangan migas masih menjadi andalan,
             proyek   pengembangan      dan     pemeliharaan    infrastruktur   migas    akan   terus
             dibutuhkan. Hal ini menciptakan peluang jangka panjang bagi perusahaan EPC
             untuk tetap relevan dan berperan strategis, terutama dalam mendukung efisiensi,
             keselamatan, dan keberlanjutan operasional sektor migas di tengah dinamika pasar
             global dan tuntutan transisi energi. Dengan berfokus pada pasar ini, Perseroan
             diharapkan    dapat   menciptakan     kesinambungan       usaha    yang    lebih   baik,



                                                                                                  70
Page 83
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             meningkatkan stabilitas pendapatan melalui penambahan segmen pasar yang lebih
             luas, dan memberi kesempatan untuk mengakses pasar yang lebih besar, baik di
             dalam negeri maupun internasional.


             Sasaran Perseroan dalam pengembangan usaha ini adalah pengguna Ultra Sonic
             Meter (USM), terutama dalam sektor minyak dan gas di Indonesia. Seiring dengan
             semakin meluasnya penggunaan USM dalam industri tersebut, dan adanya regulasi
             dari Direktorat Metrologi yang mewajibkan re-Wet Calibration dalam jangka waktu
             tertentu, Perseroan melihat peluang pasar yang signifikan. Oleh karena itu, pada
             penambahan kegiatan usaha ini Perseroan melakukan penyediaan layanan kalibrasi
             ulang untuk memenuhi ketentuan tersebut, dengan menargetkan perusahaan-
             perusahaan yang memerlukan kepastian dan akurasi dalam pengukuran aliran fluida
             untuk operasionalnya.


             Dengan analisis pasar tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Penambahan
             Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan pasar adalah layak.


      8.2    Kajian Kelayakan Teknis


             Dari Kajian Kelayakan Teknis, konsep kapasitas kerja tidak diterapkan secara tetap
             atau baku untuk penambahan kegiatan usaha Perseroan pada KBLI 81100 (Aktivitas
             Penyedia Gabungan Jasa Penunjang Fasilitas), dikarenakan kegiatan ini bukan
             merupakan aktivitas manufaktur maupun perdagangan. Kegiatan usaha ini berfokus
             pada penyediaan layanan terpadu yang mencakup pengelolaan fasilitas, seperti
             kebersihan, keamanan, perawatan gedung, dan layanan penunjang lainnya, yang
             dijalankan sesuai dengan permintaan dan kebutuhan pengguna jasa melalui
             mekanisme proyek atau tender. Pelaksanaan jasa dilakukan oleh Perseroan
             berdasarkan kapasitas internal yang tersedia. Selama masih dapat ditangani oleh
             sumber daya manusia dan operasional yang dimiliki, Perseroan akan menjalankan
             layanan tersebut secara langsung. Selain itu, Perseroan telah memiliki tenaga ahli
             khusus untuk menjalankan kegiatan usaha baru ini, dengan mengisi posisi
             Supervisor Engineer yang telah bekerja sejak tahun 2017. Proses operasional
             Perseroan dijalankan melalui lima tahapan, yaitu pra-proyek, fase engineering, fase
             procurement, fase construction, dan pasca konstruksi.

             Dengan analisis teknis tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Penambahan
             Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan teknis adalah layak.


      8.3    Kajian Kelayakan Pola Bisnis


             Dari Kajian Kelayakan Pola Bisnis, Perseroan memiliki sejumlah keunggulan
             kompetitif yang menjadi landasan kuat dalam menjalankan kegiatan usahanya, di
             antaranya adalah 1) Kehadiran Perseroan sebagai perusahaan terbuka memiliki



                                                                                             71
Page 84
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             sejumlah keuntungan, di antaranya adalah meningkatkan transparansi dalam
             pengelolaan perusahaan, memperluas akses terhadap sumber-sumber pendanaan,
             serta meningkatkan citra dan kepercayaan dari masyarakat umum serta para
             stakeholder; 2) Perseroan telah memiliki karyawan dan tim manajemen yang sangat
             kompeten serta memiliki pengalaman yang tinggi, sehingga mampu menjalankan
             operasional perusahaan dengan efektif dan efisien; 3) Perseroan sampai saat ini
             didukung oleh vendor yang kuat dan terpercaya, serta menyediakan produk-produk
             yang berkualitas tinggi, inovatif, dan kompetitif, sehingga dapat memenuhi
             kebutuhan pasar dengan baik; dan 4) Perseroan telah dikenal sebagai agen
             distributor   resmi   yang     tercatat   pada   Kementerian   Perdagangan,   sehingga
             memberikan legitimasi hukum dan memperkuat posisi dalam pelaksanaan tender di
             sektor migas. Dengan keunggulan kompetitif yang sudah dimiliki, Perseroan dapat
             menciptakan nilai yaitu 1) Penambahan kegiatan usaha baru; 2) Menambah sumber
             pendapatan baru; dan 3) Meningkatkan kinerja keuangan Perseroan.


             Kemampuan pesaing untuk meniru produk memang tidak dapat dihindari, sehingga
             membuat kegiatan usaha dalam bidang ini menjadi sangat kompetitif. Upaya
             mitigasi yang dapat dilakukan oleh Perseroan diantaranya adalah 1) Meningkatkan
             kualitas produk dan layanan; 2) Melindungi dan mendaftarkan hak kekayaan
             intelektual; 3) Meningkatkan kualitas dan diferensiasi produk; 4) Melakukan inovasi
             produk secara berkelanjutan; dan 5) Memperkuat loyalitas konsumen terhadap
             produk dan layanan Perseroan.


             Dengan analisis pola bisnis tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa
             Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan pola bisnis adalah layak.


      8.4    Kajian Kelayakan Model Manajemen


             Dari Kelayakan Model Manajemen, Perseroan memiliki 50 orang karyawan yang akan
             dioptimalkan    untuk   memenuhi          kebutuhan   manajemen   dan   sumber   daya
             manusianya untuk menjalankan kegiatan usaha baru. Apabila diperlukan, Perseroan
             akan menambah personel melalui proses rekrutmen untuk mendukung pelaksanaan
             proyek yang akan datang. Kegiatan usaha baru ini akan dijalankan oleh Departemen
             Engineering dan operasional dengan estimasi personel kurang lebih sebanyak 20
             orang.


             Melihat pekerjaan EPC dari proyek perminyakan dan gas bumi yang telah selesai
             dilaksanakan Perseroan sebelumnya, Perseroan berkapasitas dan mampu dalam
             membentuk serta menetapkan tenaga ahli dan personel utama dengan kualifikasi
             sesuai dengan persyaratan yang diminta oleh perusahaan pelanggan. Seluruh
             tenaga yang terdapat dalam tim adalah tenaga ahli dan/atau teknisi yang
             berkompeten serta telah berpengalaman & mempunyai reputasi yang baik di dalam
             melaksanakan beberapa proyek perminyakan dan gas bumi. Berdasarkan kapasitas



                                                                                                72
Page 85
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             dan kemampuan manajemen Perseroan yang sukses dalam menjalankan proyek
             perminyakan dan gas bumi yang telah diselesaikan sebelumnya, ditambah dengan
             ketersediaan tenaga ahli dan tim yang terorganisir, menunjukkan bahwa
             manajemen Perseroan akan mampu menjalankan kegiatan usaha baru yakni
             aktivitas penyedia gabungan jasa penunjang fasilitas, karena memiliki kapasitas dan
             kemampuan yang akan memberikan hasil yang baik.


             Dengan analisis model manajemen tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa
             Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan model manajemen adalah layak.


      8.5    Kajian Kelayakan Keuangan


             Dari Kajian Kelayakan Keuangan, analisis kelayakan proyek menunjukkan bahwa
             Penambahan Kegiatan Usaha ini memenuhi kriteria kelayakan dengan variabel-
             variabel sebagai berikut:


             • Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
                NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp4.220.265.000,-. Dengan demikian, hasil
                NPV yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan
                karena memberikan keuntungan.


             • Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate → Layak
                IRR yang dihasilkan adalah sebesar 45,32%. Hasil IRR berada di atas tingkat
                discount rate yang sebesar 8,95%. Dengan demikian, hasil IRR menunjukkan
                bahwa proyek layak dikerjakan karena keuntungan lebih besar dari biaya modal
                (cost of capital) yang diasumsikan.

             • Profitability Index (PI) > 1 → Layak
                PI yang diperoleh adalah sebesar 3,45603. Dengan demikian, hasil PI yang lebih
                dari 1 menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan
                keuntungan dari pengeluaran investasi yang dilakukan.


             • Payback Period (PP)
                PP yang diperoleh adalah 4 tahun dan 11 bulan. Dengan demikian, Perseroan
                mampu mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 4 tahun
                dan 11 bulan.


             Kemudian, dari analisis sensitivitas, kenaikan struktur biaya merupakan faktor yang
             paling sensitif terhadap kelayakan usaha.


             Dengan    analisis   keuangan   tersebut,   maka   dapat   kami   simpulkan   bahwa
             Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan keuangan adalah layak.




                                                                                              73
Page 86
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      8.6    Kesimpulan Studi Kelayakan


             Dengan demikian, berdasarkan analisis atas Kelayakan Pasar, Kelayakan Teknis,
             Kelayakan Pola Bisnis, Kelayakan Model Manajemen, dan Kelayakan Keuangan, dapat
             disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 81100 yaitu
             Aktivitas Penyedia Gabungan Jasa Penunjang Fasilitas adalah layak.




                                                                                         74

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.84 MB
Published9 May 2025
Pages86
Characters248,890
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 76 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org KIAN SANTANG MULIATAMA TBK · Nama Perusahaan p.1 ×276
linked person Yudianto Prawiro Silianto p.15 ×3
linked person Ir. Agus Salim p.20 ×2
linked person Edy Nurhamid Amin p.20 ×3
linked — Taufik Dwicahyono p.20 ×2
linked person Fadjar Tri Ananda p.20 ×3
linked org Meta Epsi Tbk p.32 ×5
linked org Samator Indo Gas Tbk p.32 ×5
linked org Radiant Utama Interinsco Tbk p.32 ×4
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.4 ×4
possible org PT Kian Megah Investama p.20 ×3
possible org PT Platinum Berkah Abadi p.20 ×3
possible org Elnusa Tbk p.32 ×4
possible org Petrosea Tbk p.32 ×4
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.34
unresolved org KJPP Syarif p.3 ×2
unresolved org Rekan · Penilai p.3
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.3 ×2
unresolved org ENDANG & REKAN p.6 ×2
unresolved org REKAN Endang Sunardi p.6
unresolved org KJPP Syarif Rekan p.6
unresolved org Endang dan Rekan p.6 ×2
unresolved person Endang Sunardi p.8
unresolved person Meilindra Indriani p.8
unresolved person Toyib Efendi p.8
unresolved person Rachellina Noor Al Maghfira p.8
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Syarif p.13 ×2
unresolved person Artisa Khamelia Ramadayanti p.13 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.13 ×4
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.13 ×4
unresolved org PT Kian Santang Muliatama Tbk Yulianti p.14
unresolved person Akuntan Publik Adi Nuroni p.14
unresolved person Akuntan Publik Sutrisno p.14 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Sukardi Hasan & Rekan p.14 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Sukardi Hasan p.15
unresolved org Kantor Akuntan Publik Mennix & Rekan p.15 ×3
unresolved person Muh. Nursyam Afriansyah p.15
unresolved person Faishol Azis p.15
unresolved org KJPP p.16
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi p.18
unresolved person Rini Yulianti · Notaris p.18 ×2
unresolved person Artisa Khamelia Ramadiyanti p.20
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.20
unresolved org PT Pratiwi Putri Sulung p.22
unresolved org Perdana Karya Perkasa Tbk p.32 ×4
unresolved org PT Duta Instrument Alfa Sakti p.32 ×2
unresolved org PT Control System Arena Paranusa p.32 ×2
unresolved org PT Yuan Sejati p.32 ×2
unresolved org PT Instrumen Kontrol Presisi Teknologi p.32 ×2
unresolved org PT Algas Mitra Sejati. p.32 ×2
unresolved org Departemen Engineering dan Operasional p.34 ×2
unresolved org Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual p.34 ×4
unresolved org Menteri p.34 ×2
unresolved org Menteri Keuangan p.34
unresolved org Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk p.36 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.36 ×18
unresolved org Bank Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia p.38
unresolved org Bank Indonesia Nilai Tukar Rupiah Nilai p.39
unresolved org Bank Indonesia Inflasi Gambar p.40
unresolved org Bank Indonesia Inflasi Indeks Harga Konsumen p.40
unresolved org Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM p.45 ×5
unresolved org Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Secara p.45
unresolved org Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Gambar p.46
unresolved org Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Minyak p.47
unresolved org Menteri ESDM p.49 ×3
unresolved org Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Meskipun p.50
unresolved person Dr. Saharjo p.51
unresolved org Mampang Tbk p.51
unresolved org PT Bergas Alam Sinergi p.54
unresolved org PT Deltafield System Integration p.54
unresolved org PT Sarana Adiniagatama Keahlian Khusus p.54
unresolved org Kementerian Perdagangan. Hal p.56
unresolved org Kementerian ESDM p.63
unresolved org Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko p.74
unresolved org Kementerian Keuangan RI p.74
unresolved org Departemen Engineering p.84

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 16921 ms 12 Sep 2026 22:51
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result