Skip to content
Back to announcement

20250508_RGAS_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31884476_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review RGAS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 85

Page 1
      LAPORAN STUDI KELAYAKAN

         INSTALASI ELEKTRONIKA
               (KBLI 43213)

  PT KIAN SANTANG MULIATAMA TBK



No. 00010/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/V/2025
            Tanggal: 8 Mei 2025
Page 2
      LAPORAN STUDI KELAYAKAN

         INSTALASI ELEKTRONIKA
               (KBLI 43213)

  PT KIAN SANTANG MULIATAMA TBK



No. 00010/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/V/2025
            Tanggal: 8 Mei 2025
Page 3
No. 00010/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/V/2025                               Bekasi, 8 Mei 2025
SURAT PENGANTAR
Kepada:
Direksi PT Kian Santang Muliatama Tbk
Jl. Wibawa Mukti II, Perum Telkom Satwika Permai
Blok A5 No. 8, Jatiluhur, Jatiasih
Kota Bekasi, Jawa Barat, 17425


Perihal: Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha Instalasi Elektronika (KBLI
          43213)


Dengan hormat,

PENDAHULUAN
Sesuai dengan Surat Perjanjian Kerja (SPK) No. 0018/SPK/MSE-01/ES/III/2025, tanggal
26 Maret 2025, PT Kian Santang Muliatama Tbk (atau selanjutnya disebut “Perseroan”) yang
bergerak di bidang perdagangan besar mesin peralatan dan perlengkapan lainnya, instalasi
mekanikal, serta jasa Engineering, Procurement, and Construction (EPC) dalam industri
minyak dan gas, telah menunjuk KJPP Syarif, Endang, dan Rekan, sebagai Penilai
Independen untuk menyusun Laporan Studi Kelayakan Usaha Penambahan Kegiatan Usaha
sesuai dengan KBLI 43213 yaitu Instalasi Elektronika.


TANGGAL PENILAIAN
Tanggal Penilaian dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah per 31 Desember 2024.


IDENTITAS PEMBERI TUGAS
Nama Perusahaan       :   PT Kian Santang Muliatama Tbk
Bidang Usaha          :   Perdagangan besar mesin peralatan dan perlengkapan lainnya,
                          instalasi mekanikal, serta jasa Engineering, Procurement, and
                          Construction (EPC) dalam industri minyak dan gas
Alamat                :   Jl. Wibawa Mukti II, Perum Telkom Satwika Permai, Blok A5 No. 8,
                          Kel. Jatiluhur, Kec. Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, 17425
Telepon               :   (021) 82748249
Website               :   kianmulia.com
Email                 :   corsec@kianmulia.com

MAKSUD DAN TUJUAN STUDI KELAYAKAN
Studi Kelayakan ini dibuat untuk mengetahui kelayakan usaha sehubungan dengan
Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 43213 yaitu Instalasi Elektronika, serta
sebagai syarat pemenuhan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia



                                                                                              i
Page 4
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan Kegiatan Usaha (“POJK
      No.17/2020”), dan bukan untuk kepentingan perbankan ataupun kepentingan lainnya.

      PROSEDUR YANG DIGUNAKAN
      Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas
      Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020, tentang Penilaian dan
      Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
      Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
      Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018 yang disusun
      oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode Etik Penilai
      Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait.

      INDEPENDENSI PENILAI
      Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara independen
      tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, dan pihak-pihak yang terkait
      dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan
      pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini tidak
      dilakukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun. Imbalan
      yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan
      dari proses analisis kelayakan ini dan kami hanya menerima imbalan sesuai dengan yang
      tercantum pada Surat Perjanjian Kerja (SPK) No. 0018/SPK/MSE-01/ES/III/2025, tanggal
      26 Maret 2025.

      RUANG LINGKUP PENUGASAN
      Ruang Lingkup penugasan adalah sesuai dengan tujuan dari Studi Kelayakan ini, yaitu untuk
      melakukan kajian atau analisis kelayakan sehubungan dengan Penambahan Kegiatan Usaha
      sesuai dengan KBLI 43213 yaitu Instalasi Elektronika.


      Berdasarkan POJK No. 35/POJK.04/2020, ruang lingkup dari Penugasan Penilaian
      Profesional, paling sedikit meliputi:
      1. Tujuan dari Penugasan Penilaian Profesional;
      2. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam Penugasan Penilaian Profesional;
          dan
      3. Dasar Nilai dan Premis Nilai yang digunakan.

      ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
      Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini
      adalah:
      a. Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
      b. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
          studi kelayakan.
      c. Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan dan
          kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang diperoleh
          dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang
          kami anggap relevan.

                                                                                              ii
Page 5
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      d. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen dengan
           mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya ( fiduciary
           duty).
      e. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran proyeksi
           keuangan yang telah disesuaikan.
      f.   Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
           rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
      g. Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang
           dihasilkan.
      h. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari
           pemberi tugas.

      KEJADIAN SETELAH TANGGAL PENILAIAN
      Dari tanggal Penilaian Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2024, sampai dengan
      tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang terjadi selama
      periode tersebut.


      HASIL ANALISIS KELAYAKAN
      Berdasarkan analisis kelayakan, menunjukkan bahwa penambahan kegiatan usaha oleh
      Perseroan memenuhi kriteria kelayakan dengan variabel-variabel sebagai berikut:


      • Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
           NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp2.812.307.000,-. Dengan demikian, hasil NPV
           yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena
           memberikan keuntungan.


      • Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate → Layak
           IRR yang dihasilkan adalah sebesar 45,15%. Hasil IRR berada di atas tingkat discount
           rate yang sebesar 8,95%. Dengan demikian, hasil IRR menunjukkan bahwa proyek layak
           dikerjakan karena keuntungan lebih besar dari biaya modal (cost of capital) yang
           diasumsikan.


      • Profitability Index (PI) > 1 → Layak
           PI yang diperoleh adalah sebesar 3,43135. Dengan demikian, hasil PI yang lebih dari 1
           menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan keuntungan dari
           pengeluaran investasi yang dilakukan.


      • Payback Period (PP)
           PP yang diperoleh adalah 5 tahun dan 0 bulan. Dengan demikian, Perseroan mampu
           mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 5 tahun dan 0 bulan.




                                                                                              iii
Page 6
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      KESIMPULAN
      Berdasarkan analisis atas Kelayakan Pasar, Kelayakan Teknis, Kelayakan Pola Bisnis,
      Kelayakan Model Manajemen, dan Kelayakan Keuangan, dapat disimpulkan bahwa
      Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 43213 yaitu Instalasi Elektronika adalah
      layak.


      Seluruh kajian ini kami sampaikan dengan catatan semua asumsi yang diterapkan dalam
      Studi Kelayakan ini dapat dipenuhi.


      PENUTUP
      Penugasan untuk mempersiapkan Studi Kelayakan Usaha ini bukan dan tidak dapat
      dianggap dalam segala hal sebagai review atau audit atau pelaksanaan prosedur tertentu
      pada informasi keuangan. Penugasan kami tidak dilakukan untuk tujuan mengungkapkan
      kelemahan pengendalian internal, kesalahan dalam laporan keuangan, segala bentuk
      implikasi pajak atau pelanggaran hukum. Studi Kelayakan Usaha ini juga tidak
      dimaksudkan sebagai rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui rencana
      proyek atau untuk mengambil tindakan tertentu atas Rencana Kegiatan Usaha.


      Demikian laporan ini kami sampaikan, atas kepercayaan yang telah diberikan kami ucapkan
      terima kasih dan kami berharap kiranya laporan ini dapat berguna bagi kemajuan usaha
      selanjutnya.

      Hormat kami,
      KJPP SYARIF, ENDANG & REKAN




      Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert)        Digitally signed by Endang Sunardi
                                                      DN: cn=Endang Sunardi, c=ID, o=KJPP Syarif
      Rekan                                           Endang dan Rekan,
                                                      email=syarifendangdanrekan@gmail.com
      MAPPI                 : No. 09-S-02341
      Izin Penilai Publik   : No. B-1.12.00340
      Klasifikasi Izin      : Penilaian Bisnis
      Register              : No. RMK-2017.00303
      STTD OJK              : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
      STTD IKNB             : No. 173/NB.122/STTD-P/2019




                                                                                                   iv
Page 7
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                         PERNYATAAN PENILAI

      Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan
      di bawah ini menerangkan bahwa:
      1. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara
          independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, dan pihak-
          pihak yang terkait dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai
          kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya,
          Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
          kerugian pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak
          dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis kelayakan ini dan
          kami hanya menerima imbalan sesuai dengan yang tercantum pada Surat Perjanjian
          Kerja (SPK) No. 0018/SPK/MSE-01/ES/III/2025, tanggal 26 Maret 2025;
      2. Penilai bertanggung jawab atas pendapat yang diberikan dalam rangka penugasan Studi
          Kelayakan, sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
      3. Analisis Kelayakan dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2024, parameter dan data
          yang digunakan dalam analisis menggunakan data per 31 Desember 2024;
      4. Penugasan penilaian telah dilakukan dengan pemahaman terhadap Objek Penilaian
          pada Tanggal Penilaian dan analisis telah dilakukan sesuai dengan Tujuan Penilaian
          sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
      5. Laporan Studi Kelayakan ini tidak lepas dari ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
          No. 35/POJK.04/2020, SEOJK No. 17/SEOJK.004/2020, Kode Etik Penilai Indonesia
          ("KEPI"), serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII 2018 yang ditetapkan oleh
          Masyarakat Profesi Penilai Indonesia ("MAPPI");
      6. Opini yang dihasilkan dalam penugasan ini telah disajikan sebagai Kesimpulan pada
          Laporan Studi Kelayakan ini;
      7. Lingkup pekerjaan telah diungkapkan pada Ruang Lingkup dan data yang dianalisis
          serta data ekonomi dan industri yang diungkapkan dalam Laporan Penilaian ini pada
          Sumber     Data    diperoleh      dari   berbagai   sumber    yang    diyakini   dapat
          dipertanggungjawabkan;
      8. Laporan    ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan               yang
          mempengaruhi analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan ini;
      9. Kesimpulan telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas;
      10. Pernyataan yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di
          dalam Laporan ini adalah benar, sesuai dengan pemahaman terbaik;
      11. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai juga tidak mempunyai
          kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Imbalan yang
          Penilai terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kesimpulan yang tercantum
          pada Laporan Penilaian ini;
      12. Dalam melakukan penugasan ini, Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan
          profesional dalam menyiapkan Laporan Studi Kelayakan; dan
      13. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan ini, telah menyediakan
          bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan Penilaian.


                                                                                                v
Page 8
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      KJPP Syarif, Endang & Rekan menyatakan bahwa Para Penilai yang kami libatkan dalam
      penugasan Penilaian ini adalah Penilai profesional yang kompeten dan memiliki keahlian
      penilaian yang baik.


      No. Nama                                                       Tugas             Tanda Tangan




       1. Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.)           Penanggung Jawab (.......................)
           MAPPI              : No. 09-S-02341
           Izin Penilai       : No. B-1.12.00340
           Klasifikasi Izin   : Penilaian Bisnis
           Register           : No. RMK-2017.00303
           STTD OJK           :: No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
           STTD IKNB          :: No. 173/NB.122/STTD-P/2019


       2. Meilindra Indriani, S.Si.                                Reviewer          (........................)
           MAPPI              : No. 14-T-05006
           Register           : No. RMK-2017.01002




       3. Toyib Efendi, S.E., M.Ec. Dev.                          Staf Penilai       (........................)
           MAPPI              : No. 09-P-02398
           Register           : No. RMK-2021.03694




       4. Sely Fera Pramesti, S.S.                             Tenaga Inspeksi       (........................)
           MAPPI              : No. 22-A-11686




                                                                                                            vi
Page 9
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                                               DAFTAR ISI

      SURAT PENGANTAR........................................................................................................... i
      PERNYATAAN PENILAI ...................................................................................................... v
      DAFTAR ISI ..................................................................................................................... vii
      DAFTAR TABEL ................................................................................................................ ix
      DAFTAR GAMBAR ............................................................................................................. x
      1         PENDAHULUAN ..................................................................................................... 1
      1.1       Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian ................................................................. 1
      1.2       Tanggal Penilaian ................................................................................................. 1
      1.3       Identitas Pemberi Tugas ....................................................................................... 1
      1.4       Latar Belakang...................................................................................................... 1
      1.5       Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan .................................................................... 2
      1.6       Data dan Informasi yang Digunakan .................................................................... 2
      1.7       Prosedur yang Digunakan .................................................................................... 3
      1.8       Ruang Lingkup Penugasan ................................................................................... 4
      1.9       Asumsi dan Kondisi Pembatas .............................................................................. 4
      1.10      Kualifikasi Penilai ................................................................................................. 4
      1.11      Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan ............................................................ 5
      2         INFORMASI UMUM ................................................................................................ 6
      2.1       Profil Perseroan .................................................................................................... 6
      2.1.1     Bidang Usaha ....................................................................................................... 6
      2.1.2     Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan ......................................... 7
      2.1.3     Susunan Dewan Komisaris dan Direksi ................................................................. 8
      2.1.4     Legalitas dan Izin Operasional ............................................................................. 8
      2.2       Kinerja Keuangan ................................................................................................. 9
      2.2.1     Kinerja Posisi Keuangan ....................................................................................... 9
      2.2.2     Kinerja Laba (Rugi) ............................................................................................. 13
      2.3       Produk dan Layanan Perseroan........................................................................... 18
      2.4       Teknologi yang Digunakan ................................................................................. 19
      2.5       Pasar yang Dituju ............................................................................................... 19
      2.6       Pesaing dan Persaingan ...................................................................................... 20
      2.7       Pola Bisnis .......................................................................................................... 20
      2.8       Strategi Pemasaran............................................................................................. 21
      2.9       Kebutuhan Produksi atau Operasi ...................................................................... 21
      2.10      Kebutuhan Manajemen dan Sumber Daya Manusia ............................................ 22
      2.11      Hak Atas Kekayaan Intelektual ........................................................................... 22
      2.12      Peraturan Perundang-undangan yang Terkait .................................................... 22
      2.13      Aspek Lingkungan ............................................................................................. 23
      2.14      Faktor Risiko Utama ........................................................................................... 23
      2.15      Persyaratan Modal dan Strategi Finansial ........................................................... 23
      3         KELAYAKAN PASAR ............................................................................................. 24
      3.1       Kondisi Pasar ..................................................................................................... 24
      3.2       Pangsa Pasar ...................................................................................................... 29

                                                                                                                                        vii
Page 10
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      3.3     Kesinambungan ................................................................................................. 38
      3.4     Potensi Pasar ...................................................................................................... 38
      3.5     Sasaran .............................................................................................................. 39
      3.6     Potensi Nilai Pasar .............................................................................................. 40
      3.7     Pesaing Usaha .................................................................................................... 40
      3.8     Strategi Pemasaran............................................................................................. 41
      4       KELAYAKAN TEKNIS ............................................................................................ 42
      4.1     Kapasitas ........................................................................................................... 42
      4.2     Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya ............................................................. 42
      4.3     Proses Produksi dan/atau Operasional ............................................................... 43
      5       KELAYAKAN POLA BISNIS .................................................................................... 45
      5.1     Keunggulan Kompetitif ...................................................................................... 45
      5.2     Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk ........................................................ 45
      5.3     Kemampuan untuk Menciptakan Nilai ................................................................ 46
      6       KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN ....................................................................... 47
      6.1     Ketersediaan Tenaga Kerja ................................................................................. 47
      6.2     Manajemen Kekayaan Intelektual ....................................................................... 47
      6.3     Manajemen Risiko .............................................................................................. 48
      6.4     Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ............................................................. 49
      6.5     Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen ................................................ 49
      7       KELAYAKAN KEUANGAN ..................................................................................... 50
      7.1     Biaya Pendirian (Start Up Costs).......................................................................... 50
      7.2     Modal Kerja ........................................................................................................ 51
      7.3     Sumber Pembiayaan ........................................................................................... 51
      7.4     Biaya Operasional ............................................................................................... 51
      7.5     Biaya Bahan Baku Mentah ................................................................................... 52
      7.6     Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan ................................................................... 52
      7.7     Proyeksi Posisi Keuangan ................................................................................... 54
      7.8     Proyeksi Laba (Rugi) ........................................................................................... 55
      7.9     Proyeksi Arus Kas ............................................................................................... 56
      7.10    Analisis Titik Impas ............................................................................................ 56
      7.11    Analisis Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas ............................................... 57
      7.12    Tingkat Imbal Balik Investasi .............................................................................. 59
      7.13    Penetapan Tingkat Diskonto .............................................................................. 59
      7.14    Analisis Kelayakan Proyek .................................................................................. 62
      7.15    Analisis Sensitivitas ............................................................................................ 67
      8       KESIMPULAN ....................................................................................................... 69
      8.1     Kajian Kelayakan Pasar ....................................................................................... 69
      8.2     Kajian Kelayakan Teknis ..................................................................................... 70
      8.3     Kajian Kelayakan Pola Bisnis ............................................................................... 70
      8.4     Kajian Kelayakan Model Manajemen ................................................................... 71
      8.5     Kajian Kelayakan Keuangan ................................................................................ 72
      8.6     Kesimpulan Studi Kelayakan ............................................................................... 73



                                                                                                                                    viii
Page 11
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                                        DAFTAR TABEL

      Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan ................................................................. 8
      Tabel 2 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan (Rp.000)........................................................ 9
      Tabel 3 Kinerja Laba (Rugi) Perseroan (Rp.000) ............................................................. 13
      Tabel 4 Analisis Rasio Keuangan Perseroan ................................................................... 16
      Tabel 5 Pertumbuhan PDB Dunia ................................................................................... 24
      Tabel 6 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen berdasarkan Pengeluaran ............. 25
      Tabel 7 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen berdasarkan Lapangan Usaha ...... 25
      Tabel 8 Neraca Pembayaran Indonesia ........................................................................... 27
      Tabel 9 Hasil Akhir Penawaran WK Migas, 2024............................................................. 37
      Tabel 10 Perusahaan Pesaing dengan Produk Serupa .................................................... 40
      Tabel 11 Rencana Anggaran Biaya Investasi (Rp.000) .................................................... 50
      Tabel 12 Modal Kerja (Rp.000)....................................................................................... 51
      Tabel 13 Biaya Operasional (Rp.000) ............................................................................. 52
      Tabel 14 Struktur Pendapatan (Rp.000) ......................................................................... 52
      Tabel 15 Asumsi Beban Pokok Pendapatan .................................................................... 53
      Tabel 16 Proyeksi Beban Pokok Pendapatan (Rp.000) .................................................... 53
      Tabel 17 Asumsi Beban Usaha ....................................................................................... 53
      Tabel 18 Proyeksi Beban Usaha (Rp.000) ....................................................................... 54
      Tabel 19 Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.000) .................................................................. 54
      Tabel 20 Proyeksi Laba Rugi (Rp.000) ............................................................................ 55
      Tabel 21 Proyeksi Arus Kas (Rp.000) ............................................................................. 56
      Tabel 22 Analisis Kelayakan Proyek BEP (Rp.000) .......................................................... 57
      Tabel 23 Analisis Likuiditas ........................................................................................... 57
      Tabel 24 Analisis Solvabilitas ......................................................................................... 58
      Tabel 25 Analisis Profitabilitas ....................................................................................... 58
      Tabel 26 Return on Investment ...................................................................................... 59
      Tabel 27 Surat Utang Negara ......................................................................................... 61
      Tabel 28 Biaya Modal untuk Ekuitas............................................................................... 62
      Tabel 29 Weighted Average Cost of Capital ................................................................... 62
      Tabel 30 Perhitungan NPV (Rp.000) ............................................................................... 63
      Tabel 31 Perhitungan IRR .............................................................................................. 64
      Tabel 32 Perhitungan PI ................................................................................................. 65
      Tabel 33 Perhitungan PP ................................................................................................ 65
      Tabel 34 Analisis Kelayakan Proyek (Rp.000) ................................................................. 65
      Tabel 35 Perhitungan Analisis Sensitivitas (Rp.000) ....................................................... 67




                                                                                                                                 ix
Page 12
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                                     DAFTAR GAMBAR

      Gambar 1 Produk-Produk Instalasi Perseroan ................................................................ 18
      Gambar 2 Peta Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan III 2024 ................................. 26
      Gambar 3 Grafik Neraca Perdagangan ........................................................................... 27
      Gambar 4 Grafik Nilai Tukar Rupiah vs Negara Kawasan ................................................ 28
      Gambar 5 Grafik Inflasi IHK dan Komponen ................................................................... 28
      Gambar 6 Inflasi Gabungan Kota di Provinsi .................................................................. 29
      Gambar 7 Grafik Produksi dan Konsumsi Minyak Bumi Global (Juta Bph) ....................... 30
      Gambar 8 Grafik Produksi dan Konsumsi Gas Alam Global (Triliun m3) ......................... 31
      Gambar 9 Grafik Produksi dan Konsumsi Minyak Bumi Indonesia .................................. 32
      Gambar 10 Produksi dan Konsumsi Gas Alam Indonesia (Miliar m3) .............................. 32
      Gambar 11 Realisasi Pemanfaatan Gas Bumi Domestik dan Ekspor (2004—Sept 2024,
               dalam BBTUD) .................................................................................................... 33
      Gambar 12 Realisasi Pemanfaatan Gas Bumi vs Kontrak (DCQ), dalam BBTUD ............... 34
      Gambar 13 Cadangan Minyak Bumi dan Kondensat, Juta Barel 2019—2024 .................. 34
      Gambar 14 Cadangan Gas Bumi, triliun m3 2019—2024 ............................................... 35
      Gambar 15 Jumlah Penawaran Wilayah Kerja, 2020—Oktober 2024 .............................. 36
      Gambar 16 Penawaran Wilayah Kerja Migas, s.d. Oktober 2024 ..................................... 36
      Gambar 17 Peta Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional ... 38
      Gambar 18 Perkembangan SDA Migas 2020—2025....................................................... 39
      Gambar 19 Alur Operasional Kegiatan Perseroan ........................................................... 43
      Gambar 20 Struktur Organisasi Perseroan ..................................................................... 49
      Gambar 21 Analisis Sensitivitas ..................................................................................... 68




                                                                                                                                      x
Page 13
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      1     PENDAHULUAN


      1.1   Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian


            Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang, dan Rekan telah ditunjuk oleh PT Kian
            Santang Muliatama Tbk (“Perseroan”) berdasarkan Surat Perjanjian Kerja (SPK)
            No. 0018/SPK/MSE-01/ES/III/2025,        tanggal    26   Maret    2025,    sebagai   Penilai
            Independen untuk menyusun Laporan Studi Kelayakan Usaha Penambahan Kegiatan
            Usaha sesuai dengan KBLI 43213 yaitu Instalasi Elektronika.


      1.2   Tanggal Penilaian


            Tanggal penilaian dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah per 31 Desember 2024.


      1.3   Identitas Pemberi Tugas


            Pemberi tugas dalam studi kelayakan ini adalah:


            Nama Perusahaan      :    PT Kian Santang Muliatama Tbk
            Bidang Usaha         :    Perdagangan besar mesin peralatan dan perlengkapan
                                      lainnya,   instalasi   mekanikal,     serta   jasa   Engineering,
                                      Procurement, and Construction (EPC) dalam industri minyak
                                      dan gas
            Alamat               :    Jl. Wibawa Mukti II, Perum Telkom Satwika Permai, Blok A5
                                      No. 8, Kel. Jatiluhur, Kec. Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat,
                                      17425
            Telepon              :    (021) 82748249
            Website              :    kianmulia.com
            Email                :    corsec@kianmulia.com


      1.4   Latar Belakang


            PT Kian Santang Muliatama Tbk ("Perseroan") didirikan berdasarkan Akta Notaris
            No. 634, tanggal 28 November 2018 dari Artisa Khamelia Ramadayanti, S.H., M.Kn.,
            Notaris di Bekasi. Akta Pendirian Perusahaan tersebut telah memperoleh pengesahan
            dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat
            Keputusan No. AHU-0057381.AH.01.01.Tahun 2018, tanggal 1 Desember 2018 dan
            telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi
            Manusia Republik Indonesia di bawah No. AHU-0162290.AH.01.11.Tahun 2018,
            tanggal 1 Desember 2018.

            Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
            Akta terakhir Perseroan adalah Akta No. 12, tanggal 12 Juni 2024 oleh Notaris Rini
            Yulianti, S.H., sehubungan dengan penambahan kegiatan usaha. Perubahan ini telah
                                                                                                       1
Page 14
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




            mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
            Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar
            No. AHU-0034924.AH.01.02.Tahun 2024, tanggal 12 Juni 2024.

            Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, Maksud dan Tujuan serta Kegiatan
            Perseroan ialah berusaha dalam bidang industri pengolahan, jasa konstruksi, aktivitas
            profesional, ilmiah dan teknis, perdagangan besar dan eceran serta pengadaan listrik,
            gas, uap/air panas dan udara dingin. Perseroan mulai beroperasi secara komersial
            pada tahun 2019.


            Perseroan saat ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang industri
            gas, meliputi engineering, procurement and construction (EPC), jasa produk dan
            manufaktur, serta perdagangan.

            Selanjutnya Perseroan akan melakukan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan
            yang dimintakan persetujuannya dalam RUPS berupa penambahan kegiatan usaha
            baru, sehingga diperlukan studi kelayakan untuk penambahan KBLI 43213 Aktivitas
            Instalasi Elektronika yang ketentuannya sudah disesuaikan dengan Peraturan
            Perundang-undangan yang mengatur mengenai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
            Indonesia (“KBLI 2020”).


      1.5   Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan


            Studi Kelayakan ini dibuat untuk mengetahui kelayakan usaha sehubungan dengan
            Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 43213 yaitu Instalasi Elektronika
            serta sebagai syarat pemenuhan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
            Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan
            Kegiatan Usaha (“POJK No.17/2020”), dan bukan untuk kepentingan perbankan
            ataupun kepentingan lainnya.


      1.6   Data dan Informasi yang Digunakan


            Dalam rangka melakukan Studi Kelayakan ini, kami telah mempelajari, menganalisis
            dan mempertimbangkan informasi sebagai berikut:
             1. Laporan       Keuangan       Perseroan     per      31     Desember        2019,
                No. 00014/01.734/AU.2/03/1543-1/1/III/2020, tanggal 23 Maret 2020 yang
                telah diaudit oleh Akuntan Publik Adi Nuroni, S.E., Ak, CA, CPA, dari Kantor
                Akuntan Publik Adi Nuroni dengan opini wajar tanpa modifikasian;
             2. Laporan       Keuangan       Perseroan     per      31     Desember        2020,
                No. 00049/2.0925/AU.2/05/1259-1/1/IV/2021, tanggal 20 April 2021 yang
                telah diaudit oleh Akuntan Publik Sutrisno, S.E., M.Ak., CPA, CLI, dari Kantor
                Akuntan Publik Sukardi Hasan & Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian;
             3. Laporan       Keuangan       Perseroan     per      31     Desember        2021,
                No. 00056/2.0925/AU.2/05/1259-2/1/IV/2022, tanggal 22 April 2022 yang

                                                                                               2
Page 15
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                telah diaudit oleh Akuntan Publik Sutrisno, S.E., M.Ak., CPA, CLI, CPP, CPI, dari
                Kantor Akuntan Publik Sukardi Hasan & Rekan dengan opini wajar tanpa
                modifikasian;
             4. Laporan       Keuangan         Perseroan    per      31      Desember        2022,
                No. 00011/3.0449/AU.1/05/1286-1/1/IV/2023, tanggal 20 April 2023 yang
                telah diaudit oleh Akuntan Publik Yudianto Prawiro Silianto dari Kantor Akuntan
                Publik Mennix & Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian;
             5. Laporan       Keuangan         Perseroan    per      31      Desember        2023,
                No. 00020/3.0449/AU.1/05/1286-2/1/III/2024, tanggal 28 Maret 2024 yang
                telah diaudit oleh Akuntan Publik Yudianto Prawiro Silianto dari Kantor Akuntan
                Publik Mennix & Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian;
             6. Laporan       Keuangan         Perseroan    per      31      Desember        2024,
                No. 00007/3.0449/AU.1/05/1286-3/1/III/2025, tanggal 15 Maret 2025 yang
                telah diaudit oleh Akuntan Publik Yudianto Prawiro Silianto dari Kantor Akuntan
                Publik Mennix & Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian;
             7. Proyeksi Keuangan untuk paruh tahun 2025 sampai dengan tahun 2031;
             8. Legalitas Perseroan;
             9. Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan
                penugasan Studi Kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha, yakni dengan
                Bapak Muh. Nursyam Afriansyah sebagai Legal Corporate dan Bapak Faishol Azis
                sebagai Project Management Office (PMO);
             10. Representation Letter No. 244/KSM-L/V/2025, tanggal 2 Mei 2025, sehubungan
                dengan Penugasan Penilaian Studi Kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha
                KBLI 43213 Instalasi Elektronika.


      1.7   Prosedur yang Digunakan


            Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan
            Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian
            dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa
            Keuangan No. 17 /SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
            Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018
            yang disusun oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode
            Etik Penilai Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait yaitu mencakup:
            1. Kajian Kelayakan Pasar,
            2. Kajian Kelayakan Teknis,
            3. Kajian Kelayakan Pola Bisnis,
            4. Kajian Kelayakan Model Manajemen, dan
            5. Kajian Kelayakan Keuangan.




                                                                                                 3
Page 16
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      1.8   Ruang Lingkup Penugasan


            Ruang Lingkup penugasan adalah sesuai dengan tujuan dari Studi Kelayakan ini, yaitu
            untuk melakukan kajian atau analisis kelayakan sehubungan dengan Penambahan
            Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 43213 yaitu Instalasi Elektronika.


            Berdasarkan POJK No. 35/POJK.04/2020, ruang lingkup dari Penugasan Penilaian
            Profesional, paling sedikit meliputi:
            1. Tujuan dari Penugasan Penilaian Profesional;
            2. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam Penugasan Penilaian
                Profesional; dan
            3. Dasar Nilai dan Premis Nilai yang digunakan.


      1.9   Asumsi dan Kondisi Pembatas


            Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini
            adalah:
            •   Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
            •   Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
                dalam studi kelayakan.
            •   Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan
                dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang
                diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta
                penelitian yang kami anggap relevan.
            •   Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen
                dengan    mencerminkan       kewajaran   proyeksi    keuangan   dan   kemampuan
                pencapaiannya (fiduciary duty).
            •   Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran
                proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
            •   Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
                bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
            •   Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang
                dihasilkan.
            •   Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari
                pemberi tugas.


      1.10 Kualifikasi Penilai

            Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan
            berdasarkan       Keputusan     Menteri   Keuangan      No. 1498/KM.1/2012,   tanggal
            28 Desember 2012, dengan nama Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang dan Rekan
            dengan Izin KJPP No. 2.12.0113.




                                                                                               4
Page 17
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




            Penilai Usaha yang menandatangani laporan penilaian usaha ini merupakan Penilai
            Usaha bersertifikat MAPPI dengan perizinan sebagai berikut:


            MAPPI                           : No. 09-S-02341
            Izin Penilai Publik             : No. B-1.12.00340
            Klasifikasi izin                : Penilaian Bisnis
            Register                        : No. RMK-2017.00303
            STTD OJK                        : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
            STTD IKNB                       : No. 173/NB.122/STTD-P/2019

      1.11 Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan

            Dari tanggal Penilaian Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2024, sampai
            dengan tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang
            terjadi selama periode tersebut.




                                                                                         5
Page 18
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      2       INFORMASI UMUM


      2.1     Profil Perseroan


              PT Kian Santang Muliatama Tbk ("Perseroan") merupakan sebuah Perseroan Terbatas
              (PT) berstatus perusahaan terbuka (public company) sejak tahun 2023. Perseroan
              didirikan serta menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia dalam bidang
              perdagangan besar mesin peralatan dan perlengkapan lainnya, instalasi mekanikal,
              serta jasa Engineering, Procurement, and Construction (EPC) dalam industri minyak
              dan gas.


              Perseroan didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 634, tanggal 28 November 2018
              dari Artisa Khamelia Ramadayanti, S.H., M.Kn., Notaris di Bekasi. Akta Pendirian
              Perusahaan tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak
              Asasi   Manusia    Republik    Indonesia    melalui   Surat   Keputusan No. AHU-
              0057381.AH.01.01.Tahun 2018, tanggal 1 Desember 2018 dan telah didaftarkan
              dalam Daftar Perseroan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
              Indonesia di bawah No. AHU-0162290.AH.01.11.Tahun 2018, tanggal 1 Desember
              2018.


              Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
              terakhir berdasarkan Akta No. 12, tanggal 12 Juni 2024 dari Rini Yulianti, S.H.,
              Notaris di Kota Jakarta Timur, sehubungan dengan penambahan kegiatan usaha.
              Perubahan ini telah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak
              Asasi Manusia Republik Indonesia dan tercatat di Sistem Administrasi Badan Hukum
              berdasarkan Surat Keterangan No. AHU-0116536.AH.01.11, tanggal 12 Juni 2024.


              Kantor pusat Perseroan berdomisili di Jl. Wibawa Mukti II, Perum Telkom Satwika
              Permai, Blok A5 No. 8, Kel. Jatiluhur, Kec. Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, 17425
              dengan nomor telepon (021) 82748249, dan website www.kianmulia.com.


      2.1.1   Bidang Usaha


              Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, Maksud dan Tujuan serta Kegiatan
              Perseroan ialah berusaha dalam bidang Pembangunan (Kontraktor), Perdagangan,
              Industri, Jasa dan Pengangkutan. Seiring dengan perkembangannya, kegiatan usaha
              Perseroan yang benar-benar dijalankan saat ini adalah Perdagangan Besar Mesin
              Peralatan dan Perlengkapan Lainnya, Instalasi Mekanikal, Instalasi Minyak dan Gas.


              Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan memperoleh izin dalam
              melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:




                                                                                                6
Page 19
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




              Kegiatan usaha Perseroan
              1) Industri Pipa Plastik dan Perlengkapannya (KBLI 22230);
              2) Perdagangan Besar Mesin, Peralatan dan Perlengkapan Lainnya (KBLI 46599);
              3) Perdagangan Besar Barang Bekas dan Sisa-sisa Tak Terpakai (Scrap) (KBLI
                  46696);
              4) Konstruksi Bangunan Sipil Pengolahan Air Bersih (KBLI 42202);
              5) Industri Pompa Lainnya, Kompresor, Kran, dan Klep/Katup (KBLI 28130);
              6) Konstruksi Bangunan Sipil Minyak dan Gas Bumi (KBLI 42915);
              7) Instalasi Minyak dan Gas (KBLI 43223);
              8) Jasa Kalibrasi/Metrologi (KBLI 71205);
              9) Industri Alat Ukur dan Alat Uji Manual (KBLI 26511).
              10) Instalasi Mekanikal (KBLI 43291);
              11) Perdagangan Besar Bahan Bakar Padat, Cair dan Gas dan Produk YBDI (KBLI
                  46610);
              12) Reparasi Alat Ukur, Alat Uji dan Peralatan Navigasi Dan Pengontrol (KBLI 33131);
              13) Industri Alat Ukur Dan Alat Uji Elektronik (KBLI 26513);
              14) Industri Alat Ukur Dan Alat Uji Elektrik (KBLI 26512);
              15) Konstruksi Gedung Industri (KBLI 41013);
              16) Konstruksi Bangunan Sipil Elektrikal (KBLI 42204);
              17) Aktivitas Penunjang Tenaga Listrik Lainnya (KBLI 35129);
              18) Instalasi Listrik (KBLI 43211); dan
              19) Perdagangan Besar Atas Dasar Balas Jasa (Fee) Atau Kontrak (46100).


              Perseroan saat ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang
              industri gas, meliputi engineering, procurement and construction (EPC), jasa produk
              dan manufaktur, serta perdagangan.


              Selanjutnya Perseroan akan melakukan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar
              Perseroan yang dimintakan persetujuannya dalam RUPS berupa penambahan
              kegiatan usaha baru yaitu KBLI 43213, Instalasi Elektronika, yang ketentuannya
              sudah disesuaikan dengan Peraturan Perundang-undangan yang mengatur
              mengenai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI 2020”). Penambahan
              kegiatan usaha baru dikaji mulai dari paruh tahun 2025 dengan tanggal penilaian
              laporan studi kelayakan yaitu per 31 Desember 2024.


      2.1.2   Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan


              Rincian pemegang saham Perseroan dan persentase kepemilikannya pada tanggal
              31 Desember 2024 adalah sebagai berikut.




                                                                                                7
Page 20
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                         Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan
                                                                Nilai Nominal Rp40 per Saham
                                                      Jumlah Saham
                          Pemegang Saham                                    Persentase
                                                     Ditempatkan dan                          Jumlah (Rp)
                                                                          Kepemilikan (%)
                                                      Disetor Penuh
                  1.    Ir. Agus Salim                   253.125.000                17,35   10.125.000.000
                  2.    Edy Nurhamid Amin                210.937.500                14,46    8.437.500.000
                  3.    Taufik Dwicahyono                210.937.500                14,46    8.437.500.000
                  4.    Fadjar Tri Ananda                168.750.000                11,56    6.750.000.000
                  5.    PT Kian Megah Investama          140.625.000                 9,64    5.625.000.000
                  6.    PT Platinum Berkah Abadi         140.625.000                 9,64    5.625.000.000
                  7.    Masyarakat                       334.234.110                22,90   13.369.364.400
                                Total                  1.459.234.110               100,00   58.369.364.400
              Sumber: Laporan Keuangan Perseroan Audited 2024


      2.1.3   Susunan Dewan Komisaris dan Direksi


              Susunan pengurus Perseroan per 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:


              Dewan Komisaris
              Komisaris Utama                      : Irvan Surya Dewantara
              Komisaris Independen                 : Richard Leonardus Adikarta


              Dewan Direksi
              Direktur Utama                       : Edy Nurhamid Amin
              Direktur                             : Sutarno
              Direktur                             : Fadjar Tri Ananda


      2.1.4   Legalitas dan Izin Operasional


              Dalam menjalankan kegiatan operasional Perseroan memiliki dokumen perizinan
              usaha dan legalitas lainnya yang dikeluarkan oleh instansi terkait antara lain:


              •        Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 634, tanggal 28 November 2018 dari
                       Artisa Khamelia Ramadiyanti, S.H., M.Kn., Notaris di Bekasi.
              •        Pengesahan Akta Pendirian dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam
                       Surat     Keputusan         No. AHU-0057381.AH.01.01.Tahun 2018,             tanggal
                       1 Desember 2018.
              •        Perubahan terakhir pada Akta No. 12, tanggal 12 Juni 2024 oleh Notaris Rini
                       Yulianti, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Timur.
              •        Pengesahan Akta Perubahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
                       Republik Indonesia dalam surat No. AHU-0116536.AH.01.11, tanggal 12 Juni
                       2024.
              •        NPWP Perseroan: 86.731.963.4-447.000.


                                                                                                            8
Page 21
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                •    NIB Perizinan Berusahan Berbasis Risiko: 8120217222061.
                •    Sertifikat ISO 14001:2015 Enviromental Management System, No. 0131E482023
                     tanggal 31 Januari 2023.
                •    Sertifikat ISO 9001:2015 Quality Management System, No. 0131Q481923
                     tanggal 31 Januari 2023.


      2.2       Kinerja Keuangan


                Berikut adalah gambaran mengenai perkembangan kinerja Perseroan dalam lima
                tahun terakhir, berdasarkan data Laporan Keuangan audited per 31 Desember 2020,
                31 Desember 2021, 31 Desember 2022, 31 Desember 2023, dan 31 Desember 2024
                dengan opini wajar dalam semua hal yang material.


      2.2.1     Kinerja Posisi Keuangan


                Kinerja Posisi Keuangan Perseroan selama tahun 2020 sampai dengan 31 Desember
                2024 adalah sebagai berikut.


                                  Tabel 2 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan (Rp.000)
                                             31Desember    31Desember     31Desember     31Desember     31Desember
                         Uraian                 2024         2023           2022           2021           2020
                                               Audited      Audited        Audited        Audited        Audited
         ASET
         Aset Lancar
            Kas dan setara kas                 9.554.903   23.404.810     15.047.119      2.764.997      8.263.465
            Investasi jangka pendek                            16.751          8.815                -                -
            Piutang usaha                     10.915.191   14.232.303     19.093.820      6.960.525     13.091.771
              Pihak berelasi                     170.663    4.377.904      5.590.308      5.083.501      7.608.962
              Pihak ketiga                    10.744.529    9.854.399     13.503.512      1.877.023      5.482.810
            Aset kontrak                      25.095.973    5.372.067                -              -                -
            Persediaan                        87.865.426   14.022.396      8.318.013      5.073.443        751.755
              Barang dagang                   32.860.171   12.858.906      6.325.123      5.073.443        751.755
              Konverter kit                   55.005.255    1.163.490      1.992.890                -                -
            Piutang lain-lain                     27.427      537.257        245.575      1.252.187         76.519
            Piutang berelasi                                          -              -              -      339.289
            Biaya dibayar di muka                 13.889      387.163        306.122                -                -
            Pajak dibayar di muka              7.430.509      365.652            450                -                -
            Uang muka                          2.108.445    8.499.045        349.500         96.059          9.444
            Aset lancar lainnya                1.185.715
         Total Aset Lancar                   144.197.478   66.837.445     43.369.415     16.147.209     22.532.244
                                                 115,74%       54,11%        168,59%        -28,34%
         Aset Tidak Lancar
            Aset Tetap
              Harga perolehan
              Kepemilikan Langsung
              Hak atas tanah                   6.223.000    1.113.000                -              -                -
              Bangunan                         8.786.991    6.290.038      2.764.038      2.764.038      2.764.038
              Peralatan kantor                 4.830.924    3.987.114        537.528        442.794        362.618
              Kendaraan                        1.742.126    1.147.500         16.632                -                -



                                                                                                                 9
Page 22
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                             31Desember      31Desember     31Desember     31Desember     31Desember
                      Uraian                    2024           2023           2022           2021           2020
                                               Audited        Audited        Audited        Audited        Audited
             Mesin                             2.363.858      1.742.126                -              -              -
             Aset dalam penyelesaian                                    -    1.113.000                -              -
          Total Harga Perolehan               23.946.900     14.279.777      4.431.197      3.206.832      3.126.655
            Akumulasi penyusutan
            Kepemilikan Langsung
             Bangunan                          (929.876)       (532.859)      (380.074)      (241.872)      (103.670)
             Peralatan kantor                 (2.992.325)    (2.685.457)      (307.193)      (184.475)       (84.740)
             Mesin                             (658.018)       (131.484)
             Kendaraan                         (384.382)       (165.369)          (277)
          Total akumulasi penyusutan          (4.964.601)    (3.515.169)      (687.544)      (426.347)      (188.410)
         Nilai Buku                           18.982.299     10.764.608      3.743.653      2.780.485      2.938.246
           Aset pajak tangguhan                  418.704        296.865         36.208                -              -
           Investasi pada entitas asosiasi       238.436        271.906                -              -              -
           Aset tak berwujud                   8.236.875      9.429.375                -              -              -
           Goodwill                            2.638.310      2.638.310                -              -              -
         Total Aset Tidak Lancar              30.514.625     23.401.064      3.779.861      2.780.485      2.938.246
                                                  30,40%        519,10%         35,94%         -5,37%
         TOTAL ASET                          174.712.103     90.238.510     47.149.276     18.927.695     25.470.489
                                                  93,61%         91,39%        149,10%        -25,69%
         LIABILITAS DAN EKUITAS
         LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang usaha                        51.475.629      3.434.115      4.795.257      2.640.670      3.819.795
            Pihak berelasi                        14.500        238.000      2.082.786                -    2.209.210
            Pihak ketiga                      51.461.129      3.196.115      2.712.472      2.640.670      1.610.585
           Utang lain-lain                    11.575.835
            Pihak berelasi                     6.309.263
            Pihak ketiga                       5.266.572
           Biaya yang masih harus dibayar      2.206.213        500.891        206.478      8.676.744      4.990.052
           Utang pajak                         1.007.034        113.059      2.052.901        799.675        362.904
           Utang jangka pendek lainnya                                                      1.150.000     12.248.900
         Total Liabilitas Jangka Pendek       66.264.711      4.048.066      7.054.637     13.267.089     21.421.651
                                               1536,95%         -42,62%        -46,83%        -38,07%
         LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Liabilitas diestimasi atas          1.119.150
             imbalan kerja                                      728.825        146.698         29.177         60.808
           Utang bank                         19.255.032
         Total Liabilitas Jangka Panjang      20.374.182        728.825        146.698         29.177         60.808
                                               2695,49%         396,82%        402,79%        -52,02%
         TOTAL LIABILITAS                     86.638.893      4.776.891      7.201.335     13.296.266     21.482.459
                                               1713,71%         -33,67%        -45,84%        -38,11%
         EKUITAS
           Modal saham                        58.369.364     58.368.000     13.000.000      2.000.000      2.000.000
            Ir Agus Salim                     10.125.000     10.125.000      3.900.000        600.000        600.000
            Taufik Dwicahyono                  8.437.500      8.437.500      3.250.000        500.000                -
            Edy Nurhamid Amin                  8.437.500      8.437.500      3.250.000        500.000                -
            Fadjar Tri Ananda                  6.750.000      6.750.000      2.600.000        400.000                -
            PT Kian Megah Investama            5.625.000      5.625.000                -              -              -
            PT Platinum Berkah Abadi           5.625.000      5.625.000                -              -              -
            PT Pratiwi Putri Sulung                      -              -              -              -    1.400.000
            Masyarakat                        13.369.364     13.368.000                -              -              -




                                                                                                                10
Page 23
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                              31Desember       31Desember    31Desember       31Desember     31Desember
                         Uraian                     2024          2023             2022         2021           2020
                                                   Audited      Audited        Audited         Audited        Audited
           Tambahan modal disetor                 15.442.635   15.436.836     17.000.000                 -              -
           Saldo laba                             14.091.833   11.434.443      9.956.280       3.631.429      1.988.030
           Komponen ekuitas lainnya                  72.367       138.968           (8.339)              -              -
           Kepentingan non pengendali                97.011        83.373                 -              -              -
         Total Ekuitas                            88.073.210   85.461.619     39.947.941       5.631.429      3.988.030
                                                      3,06%       113,93%          609,37%        41,21%
         TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS         174.712.103      90.238.510     47.149.276      18.927.695     25.470.489
        Sumber: Laporan Keuangan Perseroan


               Aset
              •     Pada 31 Desember 2021, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp18,93
                    miliar, turun sebesar 25,69% dari Rp25,47 miliar yang dicatat tahun 2020. Total
                    aset ini terdiri atas aset lancar sebesar Rp16,15 miliar dan aset tidak lancar
                    sebesar Rp2,78 miliar. Penurunan aset terutama disebabkan karena turunnya
                    piutang usaha yang sebelumnya Rp13,09 miliar turun 46,83% menjadi sebesar
                    Rp6,96 miliar pada aset lancar.
              •     Pada 31 Desember 2022, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp47,15
                    miliar, meningkat sebesar 149,10% dari Rp18,93 miliar yang dicatat tahun
                    2021. Total aset ini terdiri atas aset lancar sebesar Rp43,37 miliar dan aset
                    tidak lancar sebesar Rp3,78 miliar. Peningkatan aset terutama disebabkan dari
                    piutang usaha yang sebelumnya sebesar Rp6,96 miliar naik 174,32% menjadi
                    sebesar Rp19,03 miliar pada aset lancar.
              •     Pada 31 Desember 2023, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp90,24
                    miliar, meningkat sebesar 91,39% dari Rp47,15 miliar yang dicatat tahun 2022.
                    Total aset ini terdiri atas aset lancar sebesar Rp66,84 miliar dan aset tidak
                    lancar sebesar Rp23,40 miliar. Peningkatan aset terutama disebabkan kas dan
                    setara kas yang naik menjadi Rp23,40 miliar dari tahun sebelumnya sebesar
                    Rp15,05 miliar, serta naiknya total persediaan sebesar Rp14,02 miliar yang
                    sebelumnya sebesar Rp8,32 miliar dan naiknya uang muka sebesar Rp8,50
                    miliar dari yang sebelumnya hanya Rp349,50 juta didalam aset lancar.
                    Kemudian peningkatan total aset juga di pengaruhi oleh terdapatnya aset tak
                    berwujud sebesar Rp9,43 miliar dan goodwill sebesar Rp2,64 miliar pada aset
                    tidak lancar.
              •     Pada 31 Desember 2024, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp174,71
                    miliar, meningkat sebesar 93,61% dari sebesar Rp90,24 miliar yang tercatat
                    pada          tahun   2023.     Peningkatan    total    aset    terutama     disebabkan      oleh
                    meningkatnya aset lancar dari sisi persediaan yang semula tercatat sebesar
                    Rp14,02 miliar, menjadi sebesar Rp87,87 miliar. Sementara itu, dari sisi aset
                    tidak lancar juga terdapat peningkatan aset tetap yang semula tercatat sebesar
                    Rp10,76 miliar menjadi sebesar Rp18,98 miliar.




                                                                                                                  11
Page 24
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




              Liabilitas
             •    Total liabilitas Perseroan pada 31 Desember 2021 adalah sebesar Rp13,30
                  miliar, turun 38,11% dari 31 Desember 2020. Liabilitas ini terdiri atas liabilitas
                  jangka pendek sebesar Rp13,27 miliar dan liabilitas jangka panjang sebesar
                  Rp29,18 juta. Penurunan liabilitas disebabkan dari utang jangka pendek lainnya
                  yang sebesar Rp12,25 miliar turun 90,61% menjadi sebesar Rp1,15 miliar di sisi
                  liabilitas jangka pendek.
             •    Total liabilitas Perseroan pada 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp7,20 miliar,
                  turun 45,84% dari 31 Desember 2021. Liabilitas ini terdiri atas liabilitas jangka
                  pendek sebesar Rp7,05 miliar dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp146,70
                  juta. Penurunan liabilitas disebabkan dari biaya yang masih harus dibayar yang
                  sebelumnya sebesar Rp8,68 miliar turun 97,62% menjadi sebesar Rp206,48 juta
                  di sisi liabilitas jangka pendek.
             •    Total liabilitas Perseroan pada 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp4,78 miliar,
                  turun 33,67% dari 31 Desember 2022. Liabilitas ini terdiri atas liabilitas jangka
                  pendek sebesar Rp4,05 miliar dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp728,83
                  juta. Penurunan liabilitas disebabkan dari utang usaha yang sebelumnya Rp4,80
                  miliar turun 28,39% menjadi sebesar Rp3,43 miliar, kemudian utang pajak yang
                  sebelumnya Rp2,05 miliar turun 94,49% menjadi Rp113,06 juta di sisi liabilitas
                  jangka pendek.
             •    Total liabilitas Perseroan pada 31 Desember 2024 tercatat sebesar Rp86,64
                  miliar, meningkat sebesar 1713,71% dari total liabilitas pada 31 Desember
                  2023. Liabilitas ini terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar Rp66,26 miliar
                  dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp20,37 miliar. Meningkatnya liabilitas
                  disebabkan pada sisi liabilitas jangka panjang berupa utang bank yang semula
                  nihil pada 31 Desember 2023 menjadi sebesar Rp19,26 miliar pada 31
                  Desember 2024.


              Ekuitas
             •    Pada 31 Desember 2021, total ekuitas meningkat sebesar Rp1,64 miliar
                  menjadi sebesar Rp5,63 miliar atau sebesar 41,21% dari ekuitas tahun 2020.
                  Peningkatan ekuitas ini dikontribusi dari saldo laba di tahun 2021 yang
                  bertambah 82,66% dari Rp1,99 miliar menjadi Rp3,63 miliar.
             •    Pada 31 Desember 2022, total ekuitas meningkat signifikan sebesar Rp34,32
                  miliar menjadi sebesar Rp39,95 miliar atau sebesar 609,37% dari ekuitas tahun
                  2021. Peningkatan ekuitas ini dikontribusi dari modal saham sebesar Rp2,00
                  naik Rp11,00 atau 550,00% menjadi Rp13,00, kemudian dari sisi tambahan
                  modal disetor yang sebesar Rp17,00 miliar dan saldo laba yang sebelumnya
                  sebesar Rp3,63 miliar naik 174,17% di tahun 2022 atau menjadi Rp9,96 miliar.
             •    Pada 31 Desember 2023, total ekuitas meningkat signifikan sebesar Rp45,51
                  miliar menjadi sebesar Rp85,46 miliar atau sebesar 113,93% dari ekuitas tahun
                  2022. Peningkatan ekuitas ini dikontribusi dari modal saham yang sebesar
                  Rp13,00 miliar bertambah sebesar Rp45,36 miliar atau sebesar 348,98%



                                                                                                 12
Page 25
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                      menjadi sebesar Rp58,37 miliar. Kemudian, dari sisi saldo laba yang sebesar
                      Rp9,96 miliar naik 14,85% menjadi sebesar Rp11,43 miliar di tahun 2023.
               •      Pada 31 Desember 2024, total ekuitas meningkat sebesar 3,06% dari ekuitas
                      pada 31 Desember 2023 yang tercatat sebesar Rp85,46 miliar menjadi sebesar
                      Rp88,07 miliar. Peningkatan ekuitas disebabkan oleh meningkatnya saldo laba
                      dari sebesar Rp11,43 miliar pada 31 Desember 2023, menjadi sebesar Rp14,09
                      miliar.


      2.2.2    Kinerja Laba (Rugi)


               Kinerja Laba (Rugi) Perseroan selama tahun 2020 sampai dengan 31 Desember 2024
               adalah sebagai berikut:


                                      Tabel 3 Kinerja Laba (Rugi) Perseroan (Rp.000)
                                      31Desember       31Desember      31Desember      31Desember      31Desember
                         Uraian           2024            2023            2022            2021            2020
                                         Audited         Audited         Audited         Audited         Audited
                                            12,63%          51,09%          3,33%          10,17%
         PENDAPATAN                    72.525.963       64.391.661      42.618.875      41.244.048      37.435.376
              Barang dagang            26.657.240       50.804.487      39.592.532                 -               -
              Jasa inspeksi              6.023.382       8.396.255                 -               -               -
              Jasa konstruksi          24.372.018        5.190.918       2.316.591      41.244.048      37.435.376
              Jasa lain-lain           15.473.323                  -       709.751                 -               -
         BEBAN POKOK PENDAPATAN       (47.101.538)     (39.873.188)    (31.150.890)    (35.469.868)    (33.467.750)
              Barang dagang           (28.328.804)     (32.304.093)    (28.397.890)                -               -
              Beban pokok jasa        (18.772.735)      (7.569.095)     (2.753.000)    (35.469.868)    (33.467.750)
         LABA BRUTO                    25.424.425       24.518.472      11.467.985       5.774.180       3.967.626
                                             3,69%         113,80%          98,61%          45,53%
              Laba proyek KSO                      -               -               -               -       339.289
         LABA SETELAH PROYEK KSO       25.424.425       24.518.472      11.467.985       5.774.180       4.306.915


         BEBAN USAHA                  (18.330.867)     (15.711.780)     (4.240.898)     (3.754.688)     (2.072.687)
              Pegawai                  (8.866.656)      (7.172.410)     (2.503.260)     (2.138.739)     (1.400.708)
              Outsourcing                               (1.522.485)                -               -               -
              Biaya profesional          (523.287)      (1.111.430)                -               -               -
              Perjalanan dinas           (797.388)      (1.074.664)      (599.145)       (540.986)       (113.502)
              Penyusutan               (1.449.432)      (1.059.791)      (261.197)       (237.937)       (141.341)
              Makan dan minum            (658.485)       (720.747)       (230.226)       (138.907)         (26.139)
              Peralatan kantor         (1.198.203)       (846.832)       (173.262)       (163.835)       (112.512)
              Sumbangan                  (603.671)       (411.738)       (137.592)       (131.553)         (31.000)
              Imbalan kerja              (307.188)       (267.716)       (113.689)                 -               -
              Amortisasi               (1.207.500)       (200.625)                 -               -               -
              Pajak                      (208.424)       (194.410)                 -               -               -
              Administrasi kantor      (1.322.060)       (474.514)         (95.827)      (212.802)       (103.213)
              Utilitas                   (274.781)       (172.492)         (69.999)        (90.987)        (71.691)
              Sewa                       (430.569)       (217.533)         (15.500)         (7.750)                -
              Sertifikat                 (345.212)       (106.000)                 -               -               -
              Asuransi                     (84.036)
              Pelatihan                    (30.449)        (99.116)           (877)        (33.041)                -
              Kesehatan                    (13.401)         (3.963)                -               -               -



                                                                                                             13
Page 26
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                         31Desember     31Desember     31Desember      31Desember    31Desember
                       Uraian               2024           2023           2022           2021          2020
                                          Audited        Audited        Audited         Audited       Audited
             Lain-lain                       (10.126)       (55.315)       (40.324)       (58.151)      (72.582)
         LABA USAHA                        7.093.558      8.806.693      7.227.087       2.019.492     2.234.228
                                                             21,86%        257,87%         -9,61%
         Pendapatan (beban) lain-lain     (1.403.733)     (423.325)        894.694         52.591        65.146
             Pendapatan lain-lain            146.227        365.650      1.298.234         76.806        78.272
             Beban lain-lain              (1.549.960)     (788.975)      (403.539)        (24.215)      (13.126)
         LABA SEBELUM PAJAK
                                           5.689.825      8.383.367      8.121.781       2.072.083     2.299.374
           PENGHASILAN
                                                              3,22%        291,96%         -9,88%
         Taksiran beban pajak             (3.020.550)    (1.894.898)    (1.846.848)      (428.684)     (662.415)
             Kini                                   -              -               -     (425.184)     (120.893)
             Final                                  -              -               -       (3.500)     (541.521)
         LABA TAHUN BERJALAN               2.669.275      6.488.469      6.274.933       1.643.399     1.636.959
                                             -58,86%          3,40%        281,83%          0,39%
         Penghasilan Komprehensif
             Pos-pos yang tidak akan
               direklasifikasi ke laba
               rugi
               Keuntungan (kerugian)
                                             (83.137)       188.854         (3.832)
                     aktuaria
               Pajak penghasilan
                                              18.290        (41.548)             843
                     terkait
         JUMLAH LABA KOMPREHENSIF
                                           2.604.428      6.635.775      6.271.944
           TAHUN BERJALAN
                                             -60,75%          5,80%        281,64%
         Jumlah laba tahun berjalan
           yang dapat diatribusikan
           kepada:
               Pemilik entitas induk       2.657.391      6.478.162      6.274.933
               Kepentingan non                11.884
                                                             10.306                -
                     pengendali
         LABA TAHUN BERJALAN               2.669.275      6.488.469      6.274.933
         Jumlah laba komprehensif
           tahun berjalan yang dapat
           diatribusikan kepada:
               Pemilik entitas induk       2.590.790      6.625.469      6.271.944
               Kepentingan non
                                              13.638         10.306
                     pengendali
         JUMLAH LABA KOMPREHENSIF
                                           2.604.428      6.635.775      6.271.944
           TAHUN BERJALAN
         Laba Per Saham                         1,82           6,86          39,90
       Sumber: Laporan Keuangan Perseroan


              Pendapatan
              • Pada tahun 2020, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp37,44 miliar,
                     meningkat 502,82% dari Rp6,21 miliar pada tahun 2019. Peningkatan
                     pendapatan utamanya dikontribusi oleh jasa konstruksi yang meningkat
                     signifikan sebesar Rp31,23 miliar dari tahun sebelumnya.



                                                                                                           14
Page 27
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             • Pada tahun 2021, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp41,24 miliar,
                meningkat 10,17% dari tahun 2020. Peningkatan pendapatan utamanya
                dikontribusi oleh jasa konstruksi yang meningkat sebesar Rp3,81 miliar dari
                tahun sebelumnya.
             • Pada tahun 2022, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp42,62 miliar,
                meningkat    3,33%   dari   tahun   2021.   Peningkatan   pendapatan   utamanya
                dikontribusi oleh mulai diterimanya pendapatan dari barang dagang sebesar
                Rp39,59 miliar serta jasa lain-lain sebesar Rp709,75 juta.
             • Pada tahun 2023, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp64,39 miliar
                naik 51,09% dari tahun 2022. Peningkatan pendapatan utamanya dikontribusi
                oleh pendapatan dari barang dagang sebesar Rp50,80 miliar, jasa inspeksi
                sebesar Rp8,40 miliar, dan jasa konstruksi sebesar Rp5,19 miliar.
             • Pada tahun 2024, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp72,53 miliar
                naik 12,63% dari tahun 2023. Peningkatan pendapatan utamanya dikontribusi
                oleh pendapatan barang dagang sebesar Rp26,66 miliar serta pendapatan jasa
                konstruksi sebesar Rp24,37 miliar.


             Beban Pokok Pendapatan dan Laba Bruto
             • Beban pokok pendapatan pada tahun 2020 sebesar Rp33,47 miliar meningkat
                sebesar 676,72% dari tahun 2019 yang sebesar Rp4,31 miliar. Sehingga, laba
                bruto Perseroan tercatat meningkat sebesar 108,69% menjadi Rp3,97 miliar dari
                Rp1,90 miliar di tahun 2019.
             • Beban pokok pendapatan pada tahun 2021 sebesar Rp35,47 miliar meningkat
                sebesar 5,98% dari tahun 2020. Sehingga, laba bruto Perseroan tercatat
                meningkat sebesar 45,53% menjadi Rp5,77 miliar di tahun 2021.
             • Beban pokok pendapatan pada tahun 2022 sebesar Rp31,15 miliar menurun
                sebesar 12,18% dari tahun 2021. Sehingga, laba bruto Perseroan tercatat
                meningkat sebesar 98,61% menjadi Rp11,47 miliar di tahun 2021.
             • Beban pokok pendapatan pada tahun 2023 sebesar Rp39,87 miliar meningkat
                sebesar 28,00% dari tahun 2022. Sehingga, laba bruto Perseroan tercatat
                meningkat sebesar 113,80% menjadi Rp24,52 miliar di tahun 2023.
             • Beban pokok pendapatan pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp47,10 miliar,
                meningkat sebesar 18,13% dari tahun 2023. Sehingga laba bruto Perseroan
                tercatat meningkat sebesar 3,69% menjadi Rp25,42 miliar di tahun 2024.


             Beban Usaha dan Laba Usaha
             • Beban usaha pada tahun 2020 sebesar Rp2,07 miliar menurun dari tahun
                sebelumnya yang sebesar Rp1,53 miliar pada tahun 2019. Sehingga, laba usaha
                Perseroan tercatat meningkat sebesar 495,48% menjadi Rp2,23 miliar dari
                Rp375,20 juta di tahun 2019.
             • Beban usaha pada tahun 2021 sebesar Rp3,75 miliar meningkat 81,15% dari
                tahun 2020. Sehingga, laba usaha Perseroan tercatat menurun sebesar 9,61%
                menjadi Rp2,02 miliar di tahun 2021.



                                                                                            15
Page 28
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             • Beban usaha pada tahun 2022 sebesar Rp4,24 miliar meningkat 12,95% dari
                 tahun 2021. Sehingga, laba usaha Perseroan tercatat meningkat sebesar 257,87%
                 menjadi Rp7,23 miliar di tahun 2022.
             • Beban usaha pada tahun 2023 sebesar Rp15,71 miliar meningkat signifikan
                 270,48% dari tahun 2022. Sehingga, laba usaha Perseroan tercatat meningkat
                 sebesar 21,86% menjadi Rp8,81 miliar di tahun 2023.
             • Beban usaha pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp18,33 miliar, meningkat
                 sebesar 16,67% dari tahun 2023. Sehingga, laba usaha Perseroan tercatat
                 menurun sebesar 19,45% menjadi sebesar Rp7,09 miliar pada tahun 2024.


             Laba Tahun Berjalan, Laba Komprehensif, dan Laba Per Saham
             • Laba tahun berjalan pada tahun 2020 meningkat sebesar 366,28% dari Rp351,07
                 juta di tahun 2019 menjadi Rp1,64 miliar pada tahun 2020.
             • Laba tahun berjalan pada tahun 2021 tercatat sebesar Rp1,64 miliar atau
                 meningkat sebesar 0,39% dari tahun sebelumnya.
             • Laba tahun berjalan pada tahun 2022 tercatat sebesar Rp6,27 miliar atau
                 meningkat signifikan sebesar 281,83% dari tahun sebelumnya. Sedangkan laba
                 komprehensif pada tahun 2022 tercatat sebesar Rp6,27 miliar dengan laba per
                 saham sebesar Rp39,90,-.
             • Laba tahun berjalan pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp6,49 miliar atau
                 meningkat sebesar 3,40% dari tahun sebelumnya. Sedangkan laba komprehensif
                 pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp6,64 miliar dengan laba per saham sebesar
                 Rp6,86,-.
             • Laba tahun berjalan pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp2,67 miliar atau
                 menurun sebesar 58,86% dari tahun sebelumnya. Sedangkan laba komprehensif
                 pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp2,60 miliar dengan laba per saham sebesar
                 Rp1,82,-.


                                      Tabel 4 Analisis Rasio Keuangan Perseroan
                             Uraian                  2024      2023      2022      2021      2020     Rerata

               A. LIQUIDITY (%)
                  Current Ratio                     217,61% 1651,10%    614,76%   121,71%   105,18%   542,07%
                  Quick Ratio                        30,89%   929,76%   483,95%    73,31%    99,69%   323,52%
                  Working Capital To Total Assets    44,61%    69,58%    77,02%    15,22%     4,36%    42,16%
               B. ACTIVITY
                  Total Assets Turnover (X)            0,42      0,71      0,90      2,18      1,47      1,14
                  Inventory Turnover (X)               0,54      2,84      3,74      6,99     44,52     11,73
                  Average Days Inventory (Day)       680,89    128,36     97,46     52,21      8,20    193,42
                  Account Receivable Turnover (X)      6,64      4,52      2,23      5,93      2,86      4,44
                  Average Collection Period (Day)     54,93     80,67    163,52     61,60    127,65     97,68
                  Working Capital Turnover (X)         0,93      1,03      1,17     14,32     33,71     10,23
               C. SOLVABILITY (%)
                  Total Debt to Equity Ratio         98,37%     5,59%    18,03%   236,11%   538,67%   179,35%
                  Total Debt to Asset Ratio          49,59%     5,29%    15,27%    70,25%    84,34%    44,95%
                  Long Term Debt To Equity Ratio     23,13%     0,85%     0,37%     0,52%     1,52%     5,28%




                                                                                                        16
Page 29
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                             Uraian                  2024     2023       2022       2021     2020     Rerata

               D. RENTABILITY (%)
                  Gross Profit Margin                35,06%   38,08%     26,91%     14,00%   10,60%   24,93%
                  Operating Profit Margin             9,78%   13,68%     16,96%      4,90%    5,97%   10,26%
                  Net Profit Margin                   3,68%   10,08%     14,72%      3,98%    4,37%    7,37%
                  Rate of Return on Investment        1,53%    7,19%     13,31%      8,68%    6,43%    7,43%
                  Rate of Return on Equity            3,03%    7,59%     15,71%     29,18%   41,05%   19,31%
             Sumber: Laporan Keuangan Perseroan


             Rasio Likuiditas
             Selama periode 2024—2020, rasio likuiditas menunjukkan rata-rata current ratio
             dan quick ratio adalah sebesar 542,07% dan 323,52%. Sementara itu untuk working
             capital to total assets ratio memiliki rata-rata sebesar 42,16%. Hal ini menunjukkan
             bahwa Perseroan memiliki aset lancar yang bersifat likuid untuk membayar seluruh
             utang jangka pendeknya.


             Rasio Aktivitas
             Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan Perseroan dalam memanfaatkan aset-
             aset yang dimilikinya untuk menghasilkan kas dan pendapatan. Rata-rata
             perputaran aset adalah sebanyak 1,14 kali. Rasio ini mengindikasikan bahwa
             efektivitas penggunaan aset oleh Perseroan masih dapat ditingkatkan agar dapat
             menghasilkan pendapatan yang lebih optimal.


             Rasio Solvabilitas
             Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan untuk mengembalikan
             pinjaman yang diberikan oleh kreditor baik dalam bentuk jangka pendek maupun
             jangka panjang. Salah satu rasio solvabilitas adalah debt to equity ratio (DER)
             menunjukkan        besarnya     porsi   utang    terhadap    ekuitas    dalam    pembiayaan
             perusahaan, sedangkan debt to asset ratio (DAR) menunjukkan posisi liabilitas
             terhadap aset dalam pembiayaan perusahaan. Rasio solvabilitas menunjukkan rata-
             rata DER sebesar 179,35%, yang berarti bahwa Perseroan memiliki ketergantungan
             terhadap utang yang tinggi dibandingkan dengan ekuitasnya untuk membiayai
             operasionalnya. Sementara itu, rata-rata DAR adalah sebesar 44,95%, yang
             menunjukkan bahwa perusahaan memiliki risiko keuangan di tingkat menengah
             karena masih memiliki ketergantungan terhadap pembiayaan aset melalui utang.


             Rasio Rentabilitas
             Rasio rentabilitas menggambarkan kemampuan yang dimiliki perusahaan untuk
             menghasilkan sebuah laba. Selama periode 2020—2024, rata-rata gross profit
             margin sebesar 24,93%. Gross profit margin merupakan perbandingan laba kotor
             dengan besarnya tingkat pendapatan. Sementara itu rata-rata net profit margin
             sebesar 7,37%. Net profit margin merupakan rasio yang membandingkan antara
             laba bersih yang dihasilkan perusahaan dari pendapatan bersih.



                                                                                                        17
Page 30
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




              Selama periode 2020—2024, rata-rata tingkat balikan terhadap total investasi (ROI)
              adalah sebesar 7,43%, menunjukkan bahwa Perseroan memberikan sedikit
              keuntungan dan dapat menghasilkan laba bersih dari total investasi yang dilakukan.
              Selain itu, rata-rata tingkat balikan terhadap ekuitas (ROE) tercatat sebesar 19,31%,
              yang juga menunjukkan bahwa Perseroan mampu menghasilkan laba bersih dari
              jumlah ekuitas yang diinvestasikan.


      2.3     Produk dan Layanan Perseroan


             Secara umum, kegiatan utama Perseroan dibagi menjadi 2 (dua) segmen; produk
             dan jasa. Produk terdiri dari penjualan produk seperti regulator, transition fitting,
             converter kit, dan lain-lain. Sedangkan untuk segmen jasa; terdiri dari jasa
             konstruksi (seperti pembangunan gas metering and regulating station, regulator
             sector). Berikut penjelasan dari kegiatan usaha Perseroan:

                                 Gambar 1 Produk-Produk Instalasi Perseroan




                              Sumber: Company Profile Perseroan


             1. Trading
                 Perseroan    menyediakan    berbagai    macam    peralatan   dan   sistem   yang
                 berhubungan dengan instalasi gas untuk diperjualbelikan.



                                                                                                18
Page 31
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             2. EPC
                 Perseroan memiliki kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan Engineering,
                Procurement, Construction, yang utamanya di sektor gas industri dan city gas.
                Di bidang EPC, KSM melakukan beberapa pekerjaan seperti d esign &
                engineering, infracstructure works, fabrication works, instalation site dan
                testing & commisioning.
             3. Services
                Perseroan menyediakan jasa dalam bidang kalibrasi (wet cal), perbikan peralatan
                 gas, pengujian & komisioning dari perusahaan-perusahaan migas.
             4. Product & Manufacturing
                 Perseroan juga menyediakan produk-produk seperti converter kit seperti ABG &
                 Ergas, regulator & meteran gas rumah tangga merek Ergas, fitting transisi merek
                 Kians, pengukur tekanan, sistem bau gas, stasiun metering & regulasi (MRS),
                 sektor regulator (RS), dan juga filter gas.

             Selanjutnya, Perseroan berencana untuk menambah kegiatan usaha baru yakni
             Instalasi Elektronika (KBLI 43213), Perseroan akan melaksanakan pekerjaan yang
             mencakup instalasi dan penggantian peralatan elektronik sistem pengukuran yang
             ditargetkan untuk perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam industri minyak
             dan gas di Indonesia.


      2.4     Teknologi yang Digunakan


             Dalam rangka penambahan kegiatan usaha KBLI 43213 (Instalasi Elektronika),
             Perseroan menggunakan teknologi seperti ultrasonic flow meter, dan flow
             computer, serta sistem integrasi pengukuran digital lainnya yang digunakan dalam
             pengawasan dan pengendalian aliran minyak dan gas secara real-time. Teknologi
             ini memungkinkan efisiensi, keakuratan tinggi, serta konektivitas dengan sistem
             SCADA atau DCS di fasilitas industri migas.


      2.5     Pasar yang Dituju


              Perseroan memfokuskan kegiatan pemasarannya pada sektor minyak dan gas di
              dalam negeri, dengan menargetkan proyek-proyek dari Pertamina Group sebagai
              pasar utama. Salah satu peluang usaha yang dituju Perseroan adalah pengadaan dan
              pekerjaan EPC yang berkaitan dengan peralatan seperti compact prover dan gas
              chromatograph, yang banyak digunakan di berbagai fasilitas migas di Indonesia.
              Kebutuhan yang berkelanjutan atas peralatan ini membuka peluang pasar yang luas
              bagi Perseroan dalam kegiatan usaha Instalasi Elektronika.




                                                                                             19
Page 32
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      2.6     Pesaing dan Persaingan


             Dalam hal pesaing dan persaingan, penting untuk terus memantau perkembangan
             dan strategi perusahaan sektor serupa di pasar modal. Saat ini, beberapa pesaing
             yang terdaftar dalam bursa efek dan memiliki bidang usaha yang sama dengan
             Perseroan adalah sebagai berikut:

             1. PT Meta Epsi Tbk
             2. PT Perdana Karya Perkasa Tbk
             3. PT Samator Indo Gas Tbk
             4. PT Elnusa Tbk
             5. PT Petrosea Tbk
             6. PT Radiant Utama Interinsco Tbk


             Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha barunya, portofolio
             pekerjaan Perseroan akan bertambah, yakni pengerjaan Compact Prover dan
             Penggantian Gas Chromatography (GC) untuk KBLI 43213. Saat ini, beberapa
             pesaing yang mungkin memiliki potensi persaingan layanan yang serupa dengan
             yang diinformasikan oleh perseroan adalah sebagai berikut:


             1. PT Global Haditech,
             2. PT Ultra Delta Maju,
             3. PT Algas Mitra Sejati,
             4. PT Duta Instrumen Alfa Sakti,
             5. PT Lasindo Jayabersama.


      2.7     Pola Bisnis


             Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang untuk
             industri gas, termasuk penyediaan produk, suku cadang, hingga layanan
             Engineering, Procurement, and Construction (EPC). Berikut adalah pola bisnis yang
             dijalankan oleh Perseroan, antara lain:


             1. Pra-Proyek
                • Identifikasi Proyek: Perusahaan mencari peluang proyek (lewat tender, direct
                   appointment, atau kerja sama dengan operator migas).
                • Studi Kelayakan: Analisis teknis, finansial, dan risiko.
                • Bidding/Tender: Submit dokumen penawaran (proposal, harga, jadwal).
                • Kontrak: Negosiasi harga, scope of work (SOW), dan penandatanganan kontrak
                   (Lump Sum, Reimbursable, dll.).
             2. Engineering (E)
                • Front End Engineering Design (FEED): Desain dasar (spesifikasi teknis, diagram
                   alir).



                                                                                             20
Page 33
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                  • Detailed Engineering: Desain detail (gambar teknik, perhitungan struktur,
                    simulasi).
                  • Approval: Desain harus disetujui klien dan regulator (misalnya SKK Migas di
                    Indonesia).
             3. Procurement (P)
                  • Vendor Selection: Proses tender untuk pemilihan supplier material (pipa, valve,
                    struktur baja).
                  • Quality Control: Inspeksi material (uji material, FAT = Factory Acceptance Test.
                  • Logistik: Pengiriman material ke lokasi proyek (perhitungan lead time).
             4. Construction (C)
                  • Mobilisasi: Pengiriman alat berat, pendirian base camp, dan persiapan site.
                  • Konstruksi: Ereksi, instalasi, welding, pembangunan fasilitas (platform, pipa,
                    tangki).
                  • Komisioning: Uji coba sistem (pressure test, leak test).
                  • Handover: Serah terima proyek + dokumen as-built.
             5. Pasca-Konstruksi
                  • Garansi: Periode pemeliharaan pasca-proyek (biasanya 1-2 tahun).
                  • Evaluasi: Lesson learned untuk proyek selanjutnya.


      2.8     Strategi Pemasaran

             Aspek pasar dan strategi pemasaran dalam studi rancangan usaha menempati posisi
             yang penting, karena sebagai titik tolak penilaian apakah suatu usaha akan dapat
             berkembang, tetap seperti saat didirikan, atau bahkan cenderung akan mengalami
             penurunan. Selanjutnya, beberapa strategi pemasaran yang dapat dilakukan oleh
             Perseroan adalah sebagai berikut:


             1.    Pendekatan Persuasif;
             2.    Pendekatan Tender;
             3.    Diversifikasi Produk dan Layanan; dan
             4.    Sosialisasi.


      2.9     Kebutuhan Produksi atau Operasi


              Dalam rencana penambahan kegiatan usaha baru Perseroan yang bergerak di
              bidang Instalasi Elektronika, Perseroan tidak memiliki kebutuhan spesifik untuk
              menjalankannya. Kebutuhan produksi atau operasi Perseroan akan disesuaikan dan
              disediakan secara spesifik berdasarkan kebutuhan proyek untuk menunjang segala
              aktivitas dan kelangsungan proyek. Namun, hal paling penting yang dibutuhkan
              Perseroan untuk melaksanakan kegiatan usaha ini adalah sumber daya manusia dan
              tenaga ahli yang berpengalaman dalam industri migas.




                                                                                                 21
Page 34
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      2.10    Kebutuhan Manajemen dan Sumber Daya Manusia


             Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha, Perseroan akan
             mengoptimalkan tenaga kerja yang telah ada untuk memenuhi kebutuhan
             manajemen dan sumber daya manusianya. Apabila diperlukan, Perseroan akan
             melakukan penambahan personel melalui proses rekrutmen guna mendukung
             pelaksanaan proyek-proyek yang akan datang. Kegiatan usaha baru ini akan
             dijalankan oleh Departemen Engineering dan Operasional, dengan estimasi
             kebutuhan personel sebanyak kurang lebih 20 orang.


      2.11    Hak Atas Kekayaan Intelektual


             Terkait Hak Atas Kekayaaan Intelektual, sampai dengan laporan ini diterbitkan
             diperoleh informasi Hak Atas Kekayaaan Intelektual yang telah dimiliki oleh
             Perseroan diantaranya adalah:
              1. Merek Ergas dengan nomor pendaftaran IDM000920159 terkait perpanjangan
                  waktu perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 4
                  Desember 2030 oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum
                  dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia;
              2. Merek Kians dengan nomor pendaftaran IDM001026107 terkait perpanjangan
                  waktu perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 30
                  Agustus 2031 oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan
                  Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.


             Sementara itu, sampai dengan laporan ini diterbitkan, Perseroan belum memiliki
             Hak Atas Kekayaaan Intelektual (HAKI) yang didaftarkan terkait dengan penambahan
             kegiatan usaha baru.


      2.12    Peraturan Perundang-undangan yang Terkait


              Beberapa peraturan perundangan-undangan yang terkait dengan pengembangan
              proyek kegiatan usaha Perseroan, antara lain adalah:
             1.   Peraturan perundang-undangan terkait penilaian adalah Undang-undang
                  Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.
             2.   Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 59/PMK.03/2022 tentang Perubahan
                  atas PMK No. 231/PMK.03/2019 tentang Tata Cara Pendaftaran Penghapusan
                  NPWP, Pengukuhan dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, serta
                  Pemotongan dan/atau Pemungutan, Penyetoran, dan Pelaporan Pajak Bagi
                  Instansi Pemerintah.
             3.   POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan
                  Kegiatan Usaha.
             4.   POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat
                  Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka.


                                                                                            22
Page 35
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             5.   Peraturan BPS Nomor 2 Tahun 2020 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
                  Indonesia.
             6.   Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 Tentang
                  Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.


      2.13    Aspek Lingkungan


              Tanggung jawab Perseroan di bidang lingkungan hidup tercermin dari komitmen
              untuk mencegah segala bentuk pencemaran lingkungan dan ini diwujudkan dengan
              pengendalian lingkungan dalam hal penggunaan material, penggunaan energi dan
              air, pengendalian emisi, serta pengolahan limbah. Selain itu Perseroan juga telah
              mengimplentasikan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015 Enviromental
              Management System.

      2.14    Faktor Risiko Utama


              Dalam menjalankan usahanya, Perseroan berpotensi menghadapi beberapa risiko
              yang dapat memengaruhi kinerja Perseroan. Beberapa risiko utama yang dihadapi
              Perseroan antara lain:
             1) Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3);
             2) Risiko Persaingan Usaha;
             3) Risiko Keterbatasan Kapasitas Internal;
             4) Risiko Teknis dan Kualitas Instalasi; dan
             5) Risiko Regulasi dan Perizinan.


              Upaya Perseroan dalam mencegah dan meminimalisir dampak maupun kerugian
              akibat potensi risiko utama adalah dengan menerapkan strategi mitigasi risiko yang
              efektif dengan identifikasi, evaluasi, dan pengendalian risiko yang sesuai.


      2.15    Persyaratan Modal dan Strategi Finansial


              Sehubungan dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan akan
              mengeluarkan biaya investasi (capex) sebesar Rp542.000.000,- yang seluruhnya
              akan dibiayai dari modal sendiri, yaitu berasal dari kas internal Perseroan.




                                                                                             23
Page 36
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk




         3      KELAYAKAN PASAR

         3.1    Kondisi Pasar

                Perkembangan Ekonomi Global


                Divergensi pertumbuhan ekonomi dunia melebar dan ketidakpastian pasar
                keuangan global berlanjut. Perekonomian Amerika Serikat (AS) tumbuh lebih kuat
                dari prakiraan didukung oleh stimulus fiskal yang meningkatkan permintaan
                domestik dan kenaikan investasi di bidang teknologi yang mendorong peningkatan
                produktivitas. Sebaliknya, ekonomi Eropa, Tiongkok, dan Jepang masih lemah
                dipengaruhi oleh menurunnya keyakinan konsumen dan tertahannya produktivitas,
                sementara ekonomi India masih tertahan akibat sektor manufaktur yang terbatas.
                Sejalan dengan itu, prospek pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan lebih
                tinggi dari proyeksi sebelumnya menjadi 3,2%.


                Di sisi lain, arah kebijakan Pemerintah dan bank sentral AS berpengaruh pada
                ketidakpastian pasar keuangan global. Kuatnya ekonomi AS serta dampak kebijakan
                tarif menahan proses disinflasi di AS dan berdampak pada menguatnya ekspektasi
                penurunan Fed Funds Rate (FFR) yang lebih terbatas. Kebijakan fiskal AS yang lebih
                ekspansif mendorong yield US Treasury tetap tinggi, baik pada tenor jangka pendek
                maupun     jangka   panjang.    Bersamaan   dengan   ketegangan   geopolitik   yang
                meningkat, perkembangan tersebut menyebabkan makin besarnya preferensi
                investor global untuk memindahkan portofolionya ke AS. Indeks mata uang dolar
                AS naik tinggi makin menambah tekanan pelemahan berbagai mata uang dunia.
                Berbagai perkembangan global ini memerlukan penguatan respons kebijakan dalam
                memitigasi dampak rambatan global untuk tetap menjaga stabilitas dan mendorong
                pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.


                                            Tabel 5 Pertumbuhan PDB Dunia




                Sumber: Bank Indonesia




                                                                                                24
Page 37
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             Kondisi Ekonomi Indonesia


             Pertumbuhan Ekonomi


                Tabel 6 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen berdasarkan Pengeluaran




             Sumber: Bank Indonesia


              Tabel 7 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen berdasarkan Lapangan Usaha




             Sumber: Bank Indonesia


             Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh baik dengan kecenderungan lebih rendah
             dari prakiraan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2024 sedikit di bawah
             prakiraan dipengaruhi oleh lebih rendahnya permintaan domestik, baik konsumsi
             maupun investasi. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan
             sedikit di bawah titik tengah kisaran 4,7—5,5%. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi
             diperkirakan juga cenderung lebih rendah dari prakiraan sebelumnya. Ekspor
             diprakirakan lebih rendah sehubungan dengan melambatnya permintaan negara-
             negara mitra dagang utama, kecuali AS. Konsumsi rumah tangga juga masih lemah,
             khususnya golongan menengah ke bawah sehubungan dengan belum kuatnya



                                                                                          25
Page 38
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             ekspektasi penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja. Pada saat yang sama,
             dorongan investasi swasta juga belum kuat karena masih lebih besarnya kapasitas
             produksi dalam memenuhi permintaan, baik domestik maupun ekspor. Bank
             Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 mencapai kisaran
             4,7—5,5%, sedikit lebih rendah dari kisaran prakiraan sebelumnya 4,8—5,6%.


                       Gambar 2 Peta Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan III 2024




             Sumber: Bank Indonesia


             Neraca Pembayaran Indonesia


             Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap sehat sehingga mendukung ketahanan
             eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Desember 2024 yang tercatat
             2,2 miliar dolar AS dipengaruhi oleh kinerja ekspor komoditas utama Indonesia yang
             kuat, seperti bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, serta besi dan
             baja. Perkembangan ini mendukung transaksi berjalan 2024 tetap sehat dan
             diprakirakan dalam kisaran defisit rendah 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB.
             Sementara itu, tingginya ketidakpastian pasar keuangan global menurunkan aliran
             masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik dengan SBN dan SRBI masing-
             masing saja mencatat inflows 19 juta dolar AS dan 288 juta dolar AS pada awal
             tahun 2025 (sampai 13 Januari 2025). Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir
             Desember 2024 tercatat tinggi sebesar 155,7 miliar dolar AS, setara dengan
             pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar
             negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3
             bulan impor. Ke depan, NPI pada 2025 diprakirakan tetap sehat seiring dengan
             surplus transaksi modal dan finansial yang berlanjut dan defisit transaksi berjalan
             yang terjaga dalam isaran defisit 0,5% sampai dengan 1,3% dari PDB. Surplus neraca
             transaksi modal dan finansial didukung oleh aliran masuk modal asing sejalan
             dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik yang
             lebih baik dan imbal hasil investasi yang menarik.




                                                                                             26
Page 39
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                    Tabel 8 Neraca Pembayaran Indonesia




             Sumber: Bank Indonesia *Angka sementara; **Angka sangat sementara


                                    Gambar 3 Grafik Neraca Perdagangan




                    Sumber: Bank Indonesia


             Nilai Tukar Rupiah


             Nilai tukar Rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global yang tinggi,
             didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah terhadap
             dolar AS pada Januari 2025 (hingga 14 Januari 2025) hanya melemah sebesar 1,00%
             (ptp) dari level nilai tukar akhir 2024. Perkembangan nilai tukar Rupiah terhadap
             dolar AS juga relatif lebih baik dibandingkan dengan mata uang regional lainnya,
             seperti rupee India, peso Filipina, dan baht Thailand yang masing-masing melemah
             sebesar 1,20%; 1,33%; dan 1,92%. Sebaliknya, nilai tukar Rupiah tercatat menguat
             terhadap mata uang kelompok negara maju di luar dolar AS, dan stabil terhadap
             mata uang kelompok negara berkembang. Perkembangan tersebut sejalan dengan
             kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta didukung oleh aliran masuk modal asing
             yang masih berlanjut, imbal hasil instrumen keuangan domestik yang menarik, serta
             prospek ekonomi Indonesia yang tetap baik. Ke depan, nilai tukar Rupiah
             diprakirakan stabil didukung komitmen Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai
             tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek
             pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik.



                                                                                           27
Page 40
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                             Gambar 4 Grafik Nilai Tukar Rupiah vs Negara Kawasan




                            Sumber: Bank Indonesia


             Inflasi


                                   Gambar 5 Grafik Inflasi IHK dan Komponen




                       Sumber: Bank Indonesia


             Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran sasarannya
             2,5±1%,     sejalan   inflasi   IHK   Desember   2024   yang   tercatat   1,57%   (yoy).
             Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali pada level 2,26% (yoy)
             sejalan dengan konsistensi suku bunga kebijakan Bank Indonesia (BI-Rate) untuk
             mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya. Sementara itu,
             kelompok volatile food (VF) mencatat inflasi 0,12% (yoy) didukung oleh peningkatan
             pasokan pangan seiring berlanjutnya musim panen, serta eratnya sinergi
             pengendalian inflasi TPIP/TPID melalui GNPIP. Secara spasial, inflasi IHK di berbagai
             daerah juga terkendali dalam kisaran sasaran inflasi nasional. Ke depan, Bank
             Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti
             diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran,
             kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan
             domestik, imported inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi




                                                                                                  28
Page 41
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif berkembangnya digitalisasi.
             Inflasi VF diprakirakan terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi Bank
             Indonesia dan Pemerintah Pusat dan Daerah. Bank Indonesia terus berkomitmen
             memperkuat efektivitas kebijakan moneter guna menjaga inflasi tahun 2025 dan
             2026 terkendali dalam sasaran 2,5±1%, dengan tetap mendukung upaya turut
             mendorong pertumbuhan ekonomi.


                                 Gambar 6 Inflasi Gabungan Kota di Provinsi




             Sumber: Bank Indonesia

      3.2    Pangsa Pasar


             Pangsa pasar untuk produk dan jasa yang dijalankan oleh Perseroan adalah sektor
             minyak dan gas bumi. Sumber daya alam minyak bumi dan gas (SDA migas)
             merupakan salah satu sumber daya alam yang berlimpah di Indonesia dan
             merupakan salah satu komoditi ekspor penambah devisa negara yang potensial.
             Pada sektor migas, usaha jasa konstruksi merupakan salah satu kegiatan usaha
             penunjang yang berperan dalam pekerjaan bangunan atau konstruksi kegiatan hulu
             hingga hilir migas. Jasa konstruksi migas terdiri dari jasa perencanaan konstruksi
             termasuk rancang bangun dan rekayasa ( design engineering), pelaksanaan
             konstruksi (EPC, instalasi dan komisioning), serta pengawasan konstruksi. Peluang
             jasa konstruksi sebagai penunjang sektor migas terbuka luas beriringan dengan
             permintaan, perkembangan, dan target pembangunan situs minyak dan gas
             berdasarkan ketersediaan cadangan migas.


             Secara global, pada tahun 2023, produksi minyak bumi global mencapai rekor lebih
             dari 96 juta barel per hari. Amerika Serikat tetap menjadi produsen terbesar yang
             produksinya tumbuh lebih dari 8%. Sebaliknya, produksi Federasi Rusia menurun
             lebih dari 1% akibat sanksi internasional selama setahun penuh. Produksi dari




                                                                                             29
Page 42
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             Amerika Selatan & Tengah terus tumbuh pesat pasca-COVID dan mencatat tingkat
             pertumbuhan tertinggi (11%) dibandingkan wilayah lainnya pada tahun 2023. Di
             Asia Pasifik, produksi Tiongkok naik 2%, terhitung sekitar 57% dari total produksi
             kawasan tersebut. Sementara Amerika Serikat kehilangan posisinya sebagai pasar
             penyulingan minyak terbesar, dengan berkembangnya kapasitas China mencapai
             18.484 ribu barel per hari, meskipun produk olahan dari China masih tertinggal dari
             Amerika Serikat dengan pemanfaatan hampir 82% (China) dibandingkan dengan
             sekitar 87% (Amerika Serikat).


             Konsumsi minyak bumi global tercatat meningkat mejadi sebesar 100,22 juta barel
             per hari (bph) pada tahun 2023 dan menjadi puncak tertinggi peningkatan konsumsi
             minyak bumi global pada selama sepuluh tahun terakhir. Penggunaan bensin, solar,
             dan minyak tanah (penerbangan) kembali ke atau melampaui tingkat 2019.
             Sementara konsumsi bensin global (25 mbpd) berada tepat di atas level pra-COVID
             2019, minyak tanah, meskipun tumbuh kuat (17,5% pada 2023), belum kembali ke
             puncaknya pada 2019.


                   Gambar 7 Grafik Produksi dan Konsumsi Minyak Bumi Global (Juta Bph)




              Sumber: Energy Institute Statistical Review of World Energy 2024


             Permintaan gas alam global tetap stabil pada tahun 2023 naik hanya 1 bcm. Hal ini
             tidak cukup untuk memulihkan kerugian yang terlihat pada tahun 2022 ketika
             permintaan keseluruhan turun 0,4% (15 bcm). Di Eropa, permintaan gas alam turun
             7% (34 bcm) pada tahun 2023, turun ke level terendah sejak 1994. Demikian pula,
             produksi gas di kawasan ini menurun sekitar 7% didorong oleh penurunan di
             negara-negara produsen utamanya, Norwegia, Inggris, dan Belanda. Permintaan gas
             di kawasan Asia Pasifik tumbuh hampir 2%, didorong oleh pertumbuhan China dan
             India 7% meningkat. Saat menggabungkan semua rute perdagangan, baik melalui
             laut atau pipa, pangsa impor gas UE Federasi Rusia turun dari 43% pada tahun 2021




                                                                                             30
Page 43
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             menjadi 23% pada tahun 2022, dan kemudian 14% lebih lanjut pada tahun 2023
             untuk duduk di belakang Norwegia dan AS. Hanya dalam sepuluh tahun, ekspor LNG
             dari AS meroket dari hanya 0,2 bcm pada tahun 2013 menjadi 114 bcm pada tahun
             2023, menjadikannya pemasok LNG terkemuka di dunia, mengungguli Qatar dan
             Australia pada tahun 2023.


                    Gambar 8 Grafik Produksi dan Konsumsi Gas Alam Global (Triliun m3)




             Sumber: Energy Institute Statistical Review of World Energy 2024


             Secara nasional, konsumsi minyak bumi di Indonesia mencatatkan pertumbuhan
             yang relatif fluktuatif selama 10 tahun terakhir. Penurunan pada konsumsi minyak
             bumi paling dalam terjadi pada tahun 2020 sebesar 1,40 juta bph atau menurun
             11,4% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 1,58 juta bph. Pada tahun
             2023, terjadi perbaikan pada konsumsi minyak bumi menjadi sebesar 1,60 juta bph
             atau meningkat 14,3% dibandingkan tahun 2020.


             Dari sisi produksi, sejak 10 tahun terakhir (2013—2023) produksi minyak bumi
             Indonesia cenderung menurun setiap tahunnya. Pada tahun 2013, produksi minyak
             bumi mencapai 0,87 juta bph, namun di tahun 2023 hanya mencapai 0,64 juta bph
             atau menurun 1,4% dibandingkan tahun sebelumnya 2022 yang sebesar 0,65 juta
             bph.




                                                                                          31
Page 44
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                       Gambar 9 Grafik Produksi dan Konsumsi Minyak Bumi Indonesia




               Sumber: Energy Institute Statistical Review of World Energy 2024


                      Gambar 10 Produksi dan Konsumsi Gas Alam Indonesia (Miliar m3)




               Sumber: Energy Institute Statistical Review of World Energy 2024


             Konsumsi gas alam di Indonesia tercatat memiliki perkembangan yang relatif stabil
             sejak tahun 2013 meskipun sempat meurun pada tahun 2017 dan tahun 2020. Pada
             tahun 2020, konsumsi gas alam mengalami penurunan paling dalam sebesar 42,6
             miliar m3 atau sebesar 6,4% dari tahun sebelumnya 2019 yang sebesar 45,5 miliar
             m3. Pada tahun 2023, konsumsi gas alam di Indonesia adalah sebesar 45,4 miliar




                                                                                           32
Page 45
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             m3, masih belum menunjukkan perbaikan yang signifikan atau kembali ke posisi
             sebelum terjadinya penurunan akibat Covid-19 pada tahun 2019.


             Dari sisi produksi, sejak 10 tahun terakhir (2013—2023) produksi gas alam
             Indonesia cenderung mencatatkan penurunan setiap tahunnya. Penurunan produksi
             paling dalam terjadi pada tahun 2022 sebesar 62,8 miliar m3 atau menurun sebesar
             7,1% dibandingkan tahun 2019 yang sebesar 67,6 miliar m 3. Pada tahun 2023,
             produksi gas alam di Indonesia tercatat sebesar 64,3 miliar m 3, meingkat sebesar
             2,4% dari tahun sebelumnya.


             Dalam rangka pemanfaatan gas bumi domestik untuk mendukung transisi energi,
             pemerintah Indonesia memprioritaskan pemanfaatan gas untuk kebutuhan gas
             domestik dan mendukung hilirisasi gas bumi dengan mendorong pertumbuhan
             industri-industri pengguna gas bumi. Pemanfaatan Gas Domestik pada Tahun 2024
             TW 3 (realisasi s.d. September 2024) mencapai 68,43% dengan total penyaluran
             mencapai 5.590,12 BBTUD. Nilai ini memenuhi target pemanfaatan gas bumi
             domestik tahun 2024 sebesar 68%. Sebagai perbandingan dengan tahun 2023
             (realisasi s.d Desember 2023), realisasi pemanfaatan gas domestik sebesar 69,43%
             dengan total penyaluran mencapai 5.868,52 BBTUD.


                Gambar 11 Realisasi Pemanfaatan Gas Bumi Domestik dan Ekspor (2004—Sept
                                            2024, dalam BBTUD)




             Sumber: RKT 2025, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM


             Secara bertahap, pemerintah telah menurunkan porsi ekspor gas dan/atau LNG yang
             pada umumnya dalam bentuk kontrak jangka panjang, dan mengalihkan ke dalam
             negeri melalui kebijakan yang mengutamakan pemanfaatan gas untuk pemenuhan
             kebutuhan gas bumi di dalam negeri. Kebijakan pemanfaatan gas dalam negeri
             dapat berjalan optimal dengan adanya kesiapan sektor pengguna gas dalam negeri
             dalam memanfaatkan gas bumi sesuai alokasi dan kontrak gas bumi. Pada beberapa
             sektor, realisasi pemanfaatan gas bumi oleh pengguna gas bumi di bawah kontrak




                                                                                           33
Page 46
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             dan/atau volume yang telah dialokasikan, antara lain pada sektor pupuk,
             kelistrikan, industri, maupun ekspor gas pipa.


                 Gambar 12 Realisasi Pemanfaatan Gas Bumi vs Kontrak (DCQ), dalam BBTUD




             Sumber: RKT 2025, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM


                 Gambar 13 Cadangan Minyak Bumi dan Kondensat, Juta Barel 2019—2024




             Sumber: RKT 2025, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM




                                                                                          34
Page 47
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                           Gambar 14 Cadangan Gas Bumi, triliun m3 2019—2024




             Sumber: RKT 2025, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM


             Cadangan terbukti minyak bumi Indonesia relatif fluktuatif dalam rentang tahun
             2019 sampai dengan 2024 dari sebesar 2,48 miliar barel menjadi 2,29 miliar barel.
             Penurunan yang cukup dalam terjadi pada tahun 2021, sehingga cadangan terbukti
             minyak bumi turun menjadi sebesar 2,25 miliar barel dari tahun sebelumnya yang
             sebesar 2,44 miliar barel. Reserve to production minyak bumi Indonesia terdapat
             pada kisaran 9 tahun. Sementara itu, cadangan terbukti gas bumi juga mengalami
             penurunan dalam rentang tahun 2019 sampai dengan 2024 dari sebesar 49,7 triliun
             m3 menjadi 33,84 triliun m3. Reserve to production minyak bumi Indonesia adalah
             18,8 tahun.


             Minyak dan gas bumi masih merupakan energi yang mendominasi dalam
             penggunaan energi nasional, maka beberapa upaya peningkatan cadangan minyak
             dan gas bumi masih terus dilakukan seperti memperluas area pencarian cadangan
             minyak dan gas bumi dengan melakukan pengeboran eksplorasi dan survei seismik
             serta studi G&G. Semakin masif kegiatan eksplorasi yang dilakukan, peluang
             ditemukannya potensi SDA migas akan semakin besar. Kegiatan eksplorasi
             dilaksanakan berdasarkan wilayah kerja (WK) migas yang ditawarkan pemerintah
             kepada kontraktor.




                                                                                           35
Page 48
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                     Gambar 15 Jumlah Penawaran Wilayah Kerja, 2020—Oktober 2024




                        Sumber: RKT 2025, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
                        Kementerian ESDM


             Secara historis, pada tahun 2020, adanya pandemi Covid-19 memberikan dampak
             negatif terhadap penurunan daya tarik perusahaan-perusahaan migas untuk
             berinvestasi pada bisnis hulu migas. Selain itu, harga minyak dunia pada saat itu
             juga   mengalami    penurunan   sehingga   penawaran   WK   migas   diundur   dan
             dipersiapkan kembali ajar menarik minat investor. Pada tahun 2024, pemerintah
             mengumumkan penawaran sebanyak 10 WK migas. Menurut Dirjen Migas KESDM
             2025 berikut adalah kandidat calon WK migas yang ditawarkan berdasarkan hasil
             studi bersama:


                       Gambar 16 Penawaran Wilayah Kerja Migas, s.d. Oktober 2024




               Sumber: RKT 2025, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM


             Pada bulan Mei 2024 Pemerintah telah melelang 5 (lima) Wilayah Kerja Migas pada
             tahap I yang terdiri dari 3 (tiga) Wilayah Kerja yaitu WK Melati, WK Amanah dan WK
             Central Andaman melalui penawaran langsung dan 2 (dua) Wilayah Kerja yaitu WK
             Pesut Mahakam dan Panai yang ditawarkan melalui Penawaran Regular dari rencana
             10 Wilayah Kerja yang akan ditawarkan sesuai Renstra tahun 2024. Dan rencananya
             pada akhir Nopember 2024 akan ditawarkan lagi 6 (enam) Wilayah Kerja lagi yaitu




                                                                                            36
Page 49
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             WK Serpang, WK Kojo, WK Binaiya WK gaea dan Gaea II melalui penawaran langsung
             dan WK Air Komering melalui Penawaran Regular. Adapun masa lelang untuk
             Penawaran Langsung Tahap I telah berakhir dan hasil akhir penawarannya adalah
             sebagai berikut:


                                  Tabel 9 Hasil Akhir Penawaran WK Migas, 2024




             Sumber: RKT 2025, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM


             Salah satu program pemerintah untuk meningkatkan Accessibility dalam bidang
             Minyak dan Gas Bumi adalah dengan meningkatkan infrastruktur migas. Untuk
             mendukung      hal    tersebut, telah   ditetapkan   dokumen   perencanaan   melalui
             Keputusan Menteri ESDM Nomor 173.K/MG.01/MEM.M/2024 tanggal 12 Januari
             2024 terkait Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional
             (RIJTDGBN) Tahun 2024—2033 sesuai amanah dari Peraturan Menteri ESDM Nomor
             4 Tahun 2018 tentang Pengusahaan Gas Bumi Pada Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan
             Gas Bumi dan sebagai pembaruan dari Keputusan Menteri ESDM Nomor
             10.K/MG.01/MEM.M/2024 tentang Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi
             Gas Bumi Nasional Tahun 2022—2031 yang dibutuhkan penyesuaian dengan
             keadaan dan perencanaan saat ini. Peta RIJTDGBN adalah sebagai berikut:




                                                                                              37
Page 50
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             Gambar 17 Peta Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional




             Sumber: RKT 2025, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM


      3.3    Kesinambungan

             Kesinambungan bisnis di bidang EPC migas sangat bergantung pada keberlanjutan
             investasi di sektor hulu migas serta komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan
             energi nasional. Selama kebutuhan energi domestik terus meningkat dan cadangan
             migas masih menjadi andalan, proyek pengembangan dan pemeliharaan infrastruktur
             migas akan terus dibutuhkan. Hal ini menciptakan peluang jangka panjang bagi
             perusahaan EPC untuk tetap relevan dan berperan strategis, terutama dalam
             mendukung efisiensi, keselamatan, dan keberlanjutan operasional sektor migas di
             tengah dinamika pasar global dan tuntutan transisi energi.


             Dengan berfokus pada pasar ini, Perseroan diharapkan dapat menciptakan
             kesinambungan usaha yang lebih baik, meningkatkan stabilitas pendapatan melalui
             penambahan segmen pasar yang lebih luas, dan memberi kesempatan untuk
             mengakses pasar yang lebih besar, baik di dalam negeri maupun internasional.


      3.4    Potensi Pasar


             Pendapatan SDA migas dalam RKT 2025 selama periode 2020—2023 mengalami
             pergerakan yang fluktuatif dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 7,2%, sejalan
             dengan volatilitas ICP di pasar internasional. Pertumbuhan terendah terjadi pada
             tahun 2020 yang terkontraksi sebesar 43,0% disebabkan oleh termoderasinya ICP
             (Indonesian Crude oil Price) hingga mencapai sebesar US$40,4 per barel dari
             dampak pandemi Covid-19. Sementara itu, pertumbuhan tertinggi terjadi pada
             tahun 2022 yaitu sebesar 53,9% terutama dipengaruhi oleh peningkatan ICP yang
             mencapai US$97,1 per barel. Pada tahun 2024, realisasi Pendapatan SDA Migas




                                                                                            38
Page 51
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             diperkirakan sebesar Rp121.488,8 miliar atau tumbuh 4,6%. Kenaikan tersebut
             terutama disebabkan oleh fluktuasi ICP yang diperkirakan sekitar US$77-84 per
             barel, berada pada kisaran asumsi APBN tahun 2024 sebesar US$82 per barel. Pada
             tahun 2025, pendapatan SDA migas ditargetkan sebesar Rp121,0 triliun. Target
             tersebut terkontraksi 0,4% dari outlook tahun 2024.


                             Gambar 18 Perkembangan SDA Migas 2020—2025




             Sumber: RKT 2025, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM


             Meskipun terjadi kontraksi pada target pendapatan tahun 2025, kebutuhan untuk
             menjaga tingkat produksi migas nasional tetap tinggi guna mendukung ketahanan
             energi. Kondisi ini membuka peluang bagi perusahaan yang bergerak di bidang EPC
             migas, terutama dalam penyediaan infrastruktur dan fasilitas produksi yang efisien
             dan andal. Permintaan terhadap jasa EPC diperkirakan tetap kuat seiring upaya
             pemerintah dan pelaku industri untuk mempertahankan atau meningkatkan
             kapasitas produksi dalam menghadapi fluktuasi harga global.


      3.5    Sasaran


             Sasaran Perseroan dalam penambahan kegiatan usaha adalah proyek-proyek di
             sektor minyak dan gas, khususnya yang berasal dari kelompok usaha besar nasional
             yang bergerak di bidang energi, termasuk proyek-proyek pengadaan atau pekerjaan
             EPC yang melibatkan peralatan pengukuran seperti compact prover dan gas
             chromatograph.




                                                                                            39
Page 52
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      3.6    Potensi Nilai Pasar


              Dari Penambahan Kegiatan Usaha baru ini, Perseroan diproyeksikan mencatatkan
              tambahan laba bersih dari penambahan kegiatan usaha baru sebesar Rp60,84 juta
              pada tahun 2025, Rp217,21 juta pada tahun 2026, Rp228,07 juta pada tahun 2027,
              Rp239,48 juta pada tahun 2028, Rp251,45 juta pada tahun 2029, sebesar Rp264,02
              juta pada tahun 2030, dan sebesar Rp277,22 juta pada tahun 2031.


      3.7    Pesaing Usaha


             Dalam hal pesaing dan persaingan, penting untuk terus memantau perkembangan
             dan strategi perusahaan sektor serupa di pasar modal. Saat ini, beberapa pesaing
             yang terdaftar dalam bursa efek dan memiliki bidang usaha yang sama dengan
             Perseroan adalah sebagai berikut:


                             Tabel 10 Perusahaan Pesaing dengan Produk Serupa
                  No.      Kode             Nama Perusahaan                         Alamat

                  1     MTPS.JK      PT Meta Epsi Tbk           Jl.    Mayjen   D.I.    Panjaitan    Kav.2
                                                                RT.009/09 Kel. Rawa Bunga, Jakarta
                                                                13350, Indonesia
                  2     PKPK.JK      PT Perdana Karya Perkasa   Jalan     Sentosa       no.56       RT.102
                                     Tbk                        Temindung Permai, Sungai Pinang,
                                                                Kota      Jakarta      Selatan,     12210,
                                                                Indonesia
                  3     AGII.JK      PT Samator Indo Gas Tbk    Jl. Dr. Saharjo No. 83, Jakarta, 12850,
                                                                Indonesia
                  4     ELSA.JK      PT Elnusa Tbk              Graha Elnusa, Jl. TB Simatupang Kav.
                                                                1B, Jakarta, 12560, Indonesia
                  5     PTRO.JK      PT Petrosea Tbk            Wisma Anugraha Jl. Taman Kemang
                                                                No.32 B, Kemang, Tangerang Selatan,
                                                                15424, Indonesia


                  6     RUIS.JK      PT Radiant Utama           Jl. Kapten Tendean No.24 Mampang
                                     Interinsco Tbk             Prapatan,    Jakarta    Selatan,    12720,
                                                                Indonesia


             Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha barunya, portofolio
             pekerjaan Perseroan akan bertambah, yakni Compact Prover dan Penggantian Gas
             Chromatography (GC) untuk KBLI 43213. Saat ini, beberapa pesaing yang mungkin
             memiliki potensi persaingan layanan yang serupa dengan yang di sediakan oleh
             perseroan adalah sebagai berikut:
             1.    PT Global Haditech,
             2.    PT Ultra Delta Maju,
             3.    PT Algas Mitra Sejati,




                                                                                                        40
Page 53
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             4.   PT Duta Instrumen Alfa Sakti,
             5.   PT Lasindo Jayabersama.


      3.8   Strategi Pemasaran


             Aspek pasar dan strategi pemasaran dalam studi kelayakan usaha menempati posisi
             yang penting, karena sebagai titik tolak penilaian apakah suatu usaha akan dapat
             berkembang, tetap seperti saat didirikan, atau bahkan cenderung akan mengalami
             penurunan. Selanjutnya, beberapa strategi pemasaran yang dapat dilakukan oleh
             Perseroan adalah sebagai berikut:

             1.   Pendekatan persuasif
                  Perseroan memiliki kemampuan untuk melakukan pendekatan persuasif yang
                  efektif dalam mendapatkan proyek. Selain itu, Perseroan juga akan memperluas
                  jaringan kerja (networking) yang penting untuk mengidentifikasi peluang bisnis
                  baru dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan potensial.
             2.   Tender
                  Dalam upaya memperluas cakupan bisnis, Perseroan dapat menggunakan
                  pendekatan tender. Hal ini memungkinkan Perseroan untuk mengakses
                  proyek-proyek yang strategis dengan efisien dan efektif.
             3.   Sosialisasi
                  Tak hanya itu, Perseroan juga aktif dalam melakukan sosialisasi kepada
                  berbagai perusahaan di sektor minyak dan gas. Langkah ini penting untuk
                  membangun kesadaran dan memperkenalkan kemampuan serta layanan yang
                  ditawarkan oleh Perseroan kepada potensi mitra kerja.


             Dengan kombinasi strategi ini, Perseroan mampu menjalankan bisnisnya dengan
             lebih dinamis dan berdaya saing tinggi, serta berpotensi untuk meraih proyek-
             proyek yang signifikan dalam industri yang bersangkutan.




                                                                                             41
Page 54
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      4       KELAYAKAN TEKNIS

      4.1    Kapasitas


              Kapasitas kerja merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan suatu
              perusahaan, terutama dalam bidang jasa seperti instalasi elektronika. Dalam
              konteks kegiatan usaha Perseroan pada KBLI 43213 (Instalasi Elektronika), kapasitas
              kerja tidak dapat diukur secara baku sebagaimana dalam aktivitas manufaktur atau
              perdagangan. Hal ini disebabkan karena kegiatan usaha ini bersifat proyek atau
              berbasis tender, di mana pelaksanaan instalasi sistem elektronika, termasuk sistem
              komunikasi, sistem keamanan, dan sistem otomasi lainnya, dilakukan berdasarkan
              permintaan dan kebutuhan spesifik dari pengguna jasa.


      4.2    Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya

              Bahan Baku Mentah


              Dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan tidak memerlukan bahan
              baku mentah karena aktivitas usaha yang dijalankan bukan merupakan kegiatan di
              bidang manufaktur dan tidak melibatkan proses pengolahan bahan baku.


              Pekerja


              Berdasarkan informasi dari manajemen, sampai dengan tanggal 31 Desember 2024,
              Perseroan memiliki 50 orang karyawan. Perseroan berkomitmen untuk terus
              meningkatkan keterampilan para karyawan dengan berbagai program pelatihan
              yang disusun berdasarkan posisi dan tugas yang dilakukan. Hal ini untuk
              memastikan     karyawan    dilengkapi   dengan    kemampuan    yang   baik   dalam
              melaksanakan pekerjaan sehari-hari serta memaksimalkan potensi, kualitas dan
              kapasitas sumber daya manusia dari masing-masing karyawan.


              Tenaga Ahli

              Tenaga ahli mencerminkan pentingnya kontribusi dalam membawa pengetahuan
              mendalam dan pengalaman praktis untuk menyediakan berbagai solusi bagi proyek
              yang sedang berjalan di Perseroan. Bersumber dari manajemen Perseroan, beberapa
              tenaga ahli terkait penambahan kegiatan usaha yang akan dijalankan oleh Perseroan
              antara lain adalah sebagai berikut.


             2)    Inisial                  :   MM
                   Usia                     :   30 tahun
                   Pendidikan terakhir      :   (2019—2021) Bachelor of Electrical Engineer,
                                                Mercu Buana University




                                                                                              42
Page 55
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                   Pengalaman kerja         :   - (Oktober 2023 – Saat ini), Instrument and
                                                    Control Engineer, PT Kian Santang Muliatama
                                                    Tbk
                                                - (Oktober 2017 – September 2023), Instrument
                                                    and Control Engineer, PT Rexaudia Sasada
                                                    Sentosa
                   Pengalaman proyek        :   -   (November      2023,      PT   Transportasi   Gas
                                                    Indonesia)    Perbaikan    Analog   Output    H2S
                                                    Analyzer Teledyne, Tera Ulang Kalibrasi Meter
                                                    Gas Ultrasonic
                                                -   (May 2022—April 2023, PT Pertamina Gas
                                                    ONSA) Jasa Wet Callibration Ultrasonic Gas
                                                    Flow Meter di Stasiun Meter Arun dan Stasiun
                                                    Belawan
                                                -   (September     2021—September         2022,    PT
                                                    Rekayasa Industri) Metering Crude Oil for
                                                    Project JTB
                                                -   (Februari—Oktober 2020, Petrogas Basin Ltd)
                                                    LPG Metering system
                                                -   (Januari—November 2019, Petrogas Basin Ltd)
                                                    Gas Metering System


      4.3    Proses Produksi dan/atau Operasional


             Proses operasional Perseroan digambarkan dalam alur sebagai berikut:


                               Gambar 19 Alur Operasional Kegiatan Perseroan




             Sumber: Manajemen Perseroan


              1. Pra-Proyek
                 Pada tahap awal ini, Perseroan melakukan identifikasi peluang proyek melalui
                 tender, penunjukan langsung, atau kemitraan. Setelah peluang teridentifikasi,
                 studi kelayakan dilakukan untuk menganalisis aspek teknis, finansial, dan risiko
                 proyek. Bila proyek dianggap layak, Perseroan mengikuti proses bidding/tender
                 dengan menyusun dan mengajukan dokumen penawaran. Tahap ini diakhiri
                 dengan proses negosiasi dan penandatanganan kontrak kerja.




                                                                                                    43
Page 56
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




              2. Fase Engineering (E)
                 Setelah kontrak ditandatangani, dimulailah tahap perencanaan teknis. Dimulai
                 dari penyusunan desain dasar (FEED), kemudian pengembangan desain detail
                 seperti gambar teknik dan perhitungan struktur. Kemudian, desain akhir harus
                 mendapat persetujuan dari klien dan regulator terkait.
              3. Fase Procurement (P)
                 Dalam tahap ini, Perseroan memilih vendor material melalui proses seleksi dan
                 tender internal. Setelah itu, dilakukan quality control berupa inspeksi dan
                 pengujian material (termasuk FAT). Selanjutnya, material dikirim ke lokasi
                 proyek melalui sistem logistik yang memperhitungkan lead time.
              4. Fase Construction (C)
                 Tahap konstruksi dimulai dengan mobilisasi alat-alat pekerjaan dan pendirian
                 fasilitas di lokasi proyek. Selanjutnya dilakukan instalasi dan pembangunan fisik
                 proyek sesuai dengan desain. Setelah konstruksi selesai, sistem diuji
                 (komisioning) dan proyek diserahterimakan kepada klien dengan seluruh
                 dokumen pendukung.
              5. Pasca-Konstruksi
                 Setelah proyek selesai diserahkan, Perseroan memberikan layanan pemeliharaan
                 selama masa garansi. Selain itu, Perseroan juga melakukan evaluasi menyeluruh
                 untuk pembelajaran untuk peningkatan kinerja di proyek berikutnya.




                                                                                               44
Page 57
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      5      KELAYAKAN POLA BISNIS

      5.1    Keunggulan Kompetitif


              Perseroan memiliki sejumlah keunggulan kompetitif yang menjadi landasan kuat
              dalam menjalankan kegiatan usahanya, dalam hal penambahan kegiatan usaha
              baru, keunggulan kompetitif yang dimiliki Perseroan diantaranya adalah:


             •   Perseroan merupakan salah satu perusahaan terbuka (public company), yang
                 berarti saham-saham Perseroan diperdagangkan di pasar modal dan menjadi
                 akses terbuka bagi investor untuk berpartisipasi dalam kepemilikan perusahaan.
                 Kehadiran    Perseroan     sebagai   perusahaan   terbuka   memiliki   sejumlah
                 keuntungan, di antaranya adalah meningkatkan transparansi dalam pengelolaan
                 perusahaan, memperluas akses terhadap sumber-sumber pendanaan, serta
                 meningkatkan citra dan kepercayaan dari masyarakat umum serta para
                 stakeholder. Keberadaan sebagai perusahaan terbuka juga memberikan
                 Perseroan kesempatan untuk memperluas jangkauan pasar, menjalin kemitraan
                 dengan berbagai pihak, dan memperoleh sumber daya yang lebih baik dalam
                 mendukung pertumbuhan dan pengembangan bisnisnya. Dengan demikian,
                 Perseroan dapat memanfaatkan reputasi dan kepercayaan yang sudah dibangun
                 di kalangan masyarakat serta platform yang disediakan oleh pasar modal untuk
                 terus berkembang dan memperkuat posisinya di industri minyak dan gas.
             •   Perseroan sampai saat ini telah memiliki karyawan dan tim manajemen yang
                 sangat kompeten serta memiliki pengalaman yang tinggi, sehingga mampu
                 menjalankan operasional perusahaan dengan efektif dan efisien.
             •   Perseroan sampai saat ini didukung oleh vendor yang kuat dan terpercaya, serta
                 menyediakan produk-produk yang berkualitas tinggi, inovatif, dan kompetitif,
                 sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar dengan baik.
             •   Perseroan telah memiliki Surat Tanda Pengenal (STP) sebagai agen atau
                 distributor resmi yang diterbitkan oleh Kementerian Perdagangan. Hal ini
                 memberikan Perseroan legitimasi hukum dan kepercayaan lebih tinggi dalam
                 menjalankan aktivitas distribusi barang dan jasa, serta memberikan posisi tawar
                 yang lebih kuat dalam tender-tender pengadaan barang dan jasa di sektor
                 kelistrikan, gas, dan energi lainnya.


      5.2    Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk


              Kemungkinan pesaing dalam bidang usaha ini cukup besar, dimana risiko adanya
              pesaing-pesaing baru yang mungkin meniru/mencontoh jasa yang diberikan oleh
              Perseroan merupakan risiko yang melekat pada kegiatan bisnis Perseroan.
              Kemampuan pesaing untuk meniru produk atau jasa memang tidak dapat dihindari,
              sehingga membuat kegiatan usaha dalam bidang ini menjadi sangat kompetitif.
              Upaya mitigasi yang dapat dilakukan oleh Perseroan diantaranya sebagai berikut:




                                                                                             45
Page 58
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             •   Meningkatkan kualitas produk dan layanan;
             •   Melindungi dan mendaftarkan hak kekayaan intelektual;
             •   Meningkatkan kualitas dan diferensiasi produk dan layanan;
             •   Melakukan inovasi produk dan layanan secara berkelanjutan;
             •   Memperkuat loyalitas konsumen terhadap produk dan layanan Perseroan.


      5.3    Kemampuan untuk Menciptakan Nilai


              Dengan keunggulan kompetitif yang sudah dimiliki, Perseroan dapat menciptakan
              nilai yang diantaranya:

              1. Penambahan kegiatan usaha baru
                 Teknologi dalam kegiatan usaha EPC yang semakin berkembang pesat akan
                 memberikan dampak positif terhadap potensi pasar dan pembangunan industri
                 migas yang berkelanjutan. Hal       ini akan   berdampak     pada permintaan
                 beragamnya jasa instalasi dan konstruksi infrastruktur sehingga Perseroan
                 berpeluang untuk mengembangkan kegiatan usahanya lebih luas lagi dengan
                 mempertimbangkan permintaan yang berkesinambungan dari pasar terutama
                 untuk produk-produk penunjang industri migas.
              2. Menambah sumber pendapatan baru
                 Permintaan yang berkesinambungan dari pasar dapat dimanfaatkan oleh
                 Perseroan atas penambahan kegiatan usaha yang akan dijalankan sehingga
                 dapat menambah sumber pendapatan baru bagi Perseroan.
              3. Meningkatkan kinerja keuangan Perseroan
                 Penjualan atas penambahan kegiatan usaha yang dijalankan Perseroan akan
                 menghasilkan laba bagi Perseroan sehingga akan meningkatkan kinerja
                 keuangan Perseroan.

              Ketiga hal di atas dapat memberikan kontribusi yang positif dan nilai tambah bagi
              Perseroan. Rencana penambahan kegiatan usaha baru yang dilakukan Perseroan
              akan meningkatkan kinerja keuangan Perseroan dan memberikan nilai tambah
              investasi bagi para pemegang saham Perseroan.




                                                                                            46
Page 59
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      6       KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN

      6.1    Ketersediaan Tenaga Kerja


              Sumber daya manusia yang berkualitas baik dan memiliki pengetahuan serta
              keterampilan yang cakap merupakan modal penting bagi Perseroan. Strategi dan
              tujuan jangka panjang yang akan dicapai oleh Perseroan juga bergantung kepada
              kemampuan mendayagunakan sumber daya manusia yang dimiliki. Berdasarkan
              informasi dari manajemen, sampai dengan tanggal 31 Desember 2024, Perseroan
              memiliki 50 orang karyawan.


             Dalam rencana penambahan kegiatan usaha, Perseroan akan mengoptimalkan
             tenaga kerja yang telah ada untuk memenuhi kebutuhan manajemen dan sumber
             daya manusianya. Apabila diperlukan, Perseroan akan melakukan penambahan
             personel melalui proses rekrutmen guna mendukung pelaksanaan proyek-proyek
             yang akan datang. Kegiatan usaha baru ini akan dijalankan oleh Departemen
             Engineering dan Operasional, dengan estimasi kebutuhan personel sebanyak
             kurang lebih 20 orang.


      6.2    Manajemen Kekayaan Intelektual


             Menurut UU yang telah disahkan oleh DPR-RI pada tanggal 21 Maret 1997, Hak Atas
             Kekayaaan Intelektual adalah hak-hak secara hukum yang berhubungan dengan
             permasalahan hasil penemuan dan kreativitas seseorang atau beberapa orang yang
             berhubungan dengan perlindungan permasalahan reputasi dalam bidang komersial
             (commercial reputation) dan tindakan/jasa dalam bidang komersial (goodwill).

             Terkait Hak Atas Kekayaaan Intelektual, sampai dengan laporan ini diterbitkan
             diperoleh informasi Hak Atas Kekayaaan Intelektual yang telah dimiliki oleh
             Perseroan diantaranya adalah:
             1.   Merek Ergas dengan nomor pendaftaran IDM000920159 terkait perpanjangan
                  waktu perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 4
                  Desember 2030 oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum
                  dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia;
             2.   Merek Kians dengan nomor pendaftaran IDM001026107 terkait perpanjangan
                  waktu perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 30
                  Agustus 2031 oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum
                  dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.


             Sementara itu, sampai dengan laporan ini diterbitkan, Perseroan belum memiliki
             Hak Atas Kekayaaan Intelektual (HAKI) yang didaftarkan terkait dengan penambahan
             kegiatan usaha baru.




                                                                                            47
Page 60
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      6.3    Manajemen Risiko

             Dalam menjalankan kegiatan usaha barunya, Perseroan mungkin menghadapi
             beberapa risiko yang dapat memengaruhi kinerja usahanya. Risiko utama yang
             mungkin dihadapi Perseroan adalah sebagai berikut.


             1)   Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
                  Kegiatan instalasi elektronika berisiko menyebabkan kecelakaan kerja seperti
                  sengatan listrik, jatuh saat instalasi, atau cedera akibat alat kerja. Untuk
                  memitigasi risiko ini, Perseroan harus menerapkan standar K3, menyediakan
                  APD, memberi pelatihan rutin kepada pekerja, dan melakukan inspeksi alat
                  serta lingkungan kerja sebelum proyek dimulai.


             2)   Risiko Persaingan Usaha
                  Banyaknya pelaku di bidang instalasi elektronika menimbulkan persaingan
                  harga dan kualitas yang dapat menekan margin keuntungan. Untuk memitigasi
                  risiko ini, Perseroan dapat meningkatkan kompetensi teknis sumber daya
                  manusia, menjaga kualitas layanan, serta mengoptimalkan efisiensi biaya dan
                  teknologi untuk tetap kompetitif.


             3)   Risiko Keterbatasan Kapasitas Internal
                  Pelaksanaan proyek dalam skala besar atau bersamaan dapat melebihi
                  kapasitas tenaga kerja dan peralatan internal. Dalam memitigasi risiko ini,
                  Perseroan dapat mengatur kapasitas kerja berdasarkan ketersediaan sumber
                  daya internal, dan apabila diperlukan, menggandeng beberapa vendor atau
                  subkontraktor yang terpercaya untuk mendukung pelaksanaan proyek.


             4)   Risiko Teknis dan Kualitas Instalasi
                  Pekerjaan instalasi yang tidak sesuai dengan spesifikasi atau gagal berfungsi
                  dengan baik dapat menimbulkan kerugian finansial, reputasi, dan kewajiban
                  perbaikan.   Untuk   memitigasi     risiko   ini,   Perseroan   dapat   menerapkan
                  pengawasan mutu dan prosedur kerja yang ketat, serta memastikan
                  kompetensi teknis tim pelaksana melalui pelatihan rutin dan evaluasi berkala.


             5)   Risiko Regulasi dan Perizinan
                  Perubahan kebijakan pemerintah atau kendala dalam proses perizinan dapat
                  menghambat pelaksanaan proyek. Untuk memitigasi risiko ini, Perseroan akan
                  mengikuti perkembangan regulasi yang berlaku melalui koordinasi rutin
                  dengan asosiasi industri dan konsultan hukum, Perseroan harus memastikan
                  kepatuhan terhadap seluruh perizinan dan standar operasional, serta menjalin
                  hubungan baik dengan instansi pemerintah yang berwenang.



                                                                                                 48
Page 61
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      6.4    Kapasitas dan Kemampuan Manajemen


              Melihat pekerjaan EPC dari proyek perminyakan dan gas bumi yang telah selesai
              dilaksanakan Perseroan sebelumnya, Perseroan berkapasitas dan mampu dalam
              membentuk serta menetapkan tenaga ahli dan personel utama dengan kualifikasi
              sesuai dengan persyaratan yang diminta oleh perusahaan pelanggan. Seluruh
              tenaga yang terdapat dalam tim adalah tenaga ahli dan/atau teknisi yang
              berkompeten serta telah berpengalaman & mempunyai reputasi yang baik di dalam
              melaksanakan beberapa proyek perminyakan dan gas bumi.


              Berdasarkan kapasitas dan kemampuan manajemen Perseroan yang sukses dalam
              menjalankan   proyek   perminyakan   dan   gas   bumi yang    telah   diselesaikan
              sebelumnya, ditambah dengan ketersediaan tenaga ahli dan tim yang terorganisir,
              menunjukkan bahwa manajemen Perseroan akan mampu menjalankan kegiatan
              usaha baru yakni aktivitas elektronika, karena memiliki kapasitas dan kemampuan
              yang akan memberikan hasil yang baik.


      6.5    Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen


              Dalam menganalisis kesesuaian struktur organisasi dan manajemen, penting untuk
              memahami bagaimana struktur organisasi yang ada mendukung pencapaian dari
              Penambahan Kegiatan Usaha baru.


              Berkaitan dengan rencana penambahan kegiatan usaha baru ini, Perseroan tidak
              melakukan perubahan/penambahan terhadap struktur organisasi.


                                  Gambar 20 Struktur Organisasi Perseroan




              Sumber: Manajemen Perseroan




                                                                                             49
Page 62
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      7       KELAYAKAN KEUANGAN

              Aspek keuangan adalah salah satu aspek yang dikaji dalam studi kelayakan. Kajian
              ini menganalisis besaran investasi dan pendapatan pertahunnya sehingga
              didapatkan suatu kesimpulan apakah suatu proyek/rencana layak dilaksanakan
              ataupun tidak.


              Dalam studi kelayakan ini, Penilai mengkaji beberapa hal berikut: kebutuhan
              investasi, proyeksi keuangan, penentuan tingkat diskonto (discount rate), kelayakan
              investasi, dan analisis sensitivitas.

      7.1    Biaya Pendirian (Start Up Costs)

              Sehubungan dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan akan
              mengeluarkan biaya investasi (capex) sebesar Rp542.000.000,- yang seluruhnya
              akan dibiayai dari modal sendiri, yaitu berasal dari kas internal Perseroan.
              Pembiayaan investasi dan modal kerja untuk pendirian atas kegiatan usaha baru
              Perseoan mencakup lahan dan perizinan, bangunan, mesin dan peralatan, sarana
              prasarana, dan perlengkapan kantor. Rincian biaya investasi Perseroan untuk
              kegiatan usaha barunya adalah sebagai berikut.


                                  Tabel 11 Rencana Anggaran Biaya Investasi (Rp.000)
                                                                           Harga
                         Keterangan              Satuan       Volume      Satuan       Total (Rp.000)
                                                                          (Rp.000)
               I.   Lahan dan Perizinan
                    Retribusi Lahan                m2           20          10.000           200.000
                    Perizinan                      m2           20           1.000            20.000
                                               Sub total                                     220.000
               II. Bangunan
                    Bangunan                       m2           20           8.850           177.000
                                               Sub total                                     177.000
               III. Mesin dan Peralatan
                    Mesin produksi                Unit           1          30.000            30.000
                    Mesin penunjang               Unit           2           4.000             8.000
                    Alat angkut                   Unit           1           4.000             4.000
                    Alat test                     Unit           8           5.000            40.000
                    Alat laboratorium             Unit           7           2.000            14.000
                    Lain-lain                     Unit           6           1.000             6.000
                                               Sub total                                     102.000
               IV. Sarana Prasarana
                    Meja kerja                    Unit          6            2.000            12.000
                    Kursi kerja                   Unit          6            1.000             6.000
                    Printer                       Unit          4            3.000            12.000
                                               Sub total                                      30.000




                                                                                                   50
Page 63
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                                                                Harga
                        Keterangan               Satuan        Volume          Satuan       Total (Rp.000)
                                                                               (Rp.000)
               V. Perlangkapan Kantor
                  ATK                              Ls             1               5.000                5.000
                  Laptop/PC                        Ls             1               8.000                8.000
                                              Sub total                                             13.000
                                            Total Investasi                                       542.000


      7.2    Modal Kerja


              Asumsi modal kerja yang diperlukan adalah sebagai berikut:
              Perputaran persediaan                       : 18 hari
              Perputaran piutang usaha                    : 83 hari
              Perputaran utang usaha                      : 60 hari


              Proyeksi Modal Kerja tahun 2025—2031 adalah sebagai berikut:


                                         Tabel 12 Modal Kerja (Rp.000)
                        Keterangan       2025        2026      2027     2028       2029      2030        2031

               PERHITUNGAN MODAL KERJA
                  Aset Lancar            312.795    656.869   689.712   724.198   760.407    798.428    838.349
                  Hutang Lancar          (97.131) (199.310) (204.377) (214.596) (225.325) (236.592) (248.421)
               Modal Kerja               215.664    457.559   485.335   509.602   535.082    561.836    589.928
               Perubahan Modal Kerja     215.664    241.895    27.776    24.267    25.480     26.754     28.092
             Sumber: Proyeksi Keuangan


              Berdasarkan proyeksi keuangan atas adanya penambahan KBLI baru, modal kerja
              yang dibutuhkan pada tahun 2025 sampai dengan tahun 2030 berturut-turut
              adalah sebesar Rp215,66 juta, Rp457,56 juta, Rp485,34 juta, Rp509,60 juta,
              Rp535,08 juta, Rp561,84 juta dan Rp589,93 juta.


      7.3    Sumber Pembiayaan


              Sumber pembiayaan terkait rencana Penambahan Kegiatan Usaha seluruhnya
              berasal dari kas Perseroan yang tersedia.


      7.4    Biaya Operasional

              Biaya operasional pada tahun 2025—2031 diproyeksikan seperti tabel dibawah ini:




                                                                                                          51
Page 64
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                                 Tabel 13 Biaya Operasional (Rp.000)
                            Uraian            2025        2026         2027           2028       2029          2030          2031

                    Beban Pemasaran            25.000      39.375      41.344         43.411     45.581         47.861       50.254
                    Beban Administrasi
                    dan Umum                  207.250     352.645   366.728       381.795       397.896        415.843     438.304
                    Total                     232.250     392.020   408.072       425.206       443.478        463.704     488.557


               Pada tahun 2025, beban operasional Perseroan diproyeksikan sebesar Rp232,25
               juta. Beban ini meningkat setiap tahunnya, mencapai Rp488,56 juta pada tahun
               2031.

      7.5      Biaya Bahan Baku Mentah

                Dalam penambahan kegiatan usaha baru, Perseroan tidak melakukan kegiatan
                manufaktur, maka tidak terdapat biaya untuk bahan baku mentah.


      7.6      Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan


               Berikut ini merupakan asumsi-asumsi yang digunakan dalam studi kelayakan:


               Waktu Operasional


               Periode proyeksi dimulai bulan Juli tahun 2025 hingga tahun 2031. Jumlah hari
               operasional diasumsikan selama 132 hari pada tahun 2025, selanjutnya selama 264
               hari dalam setahun dan diasumsikan tetap selama masa proyeksi.


               Struktur Pendapatan


               Pendapatan untuk tahun-tahun proyeksi diasumsikan sebagai berikut:


                                                  Tabel 14 Struktur Pendapatan (Rp.000)
              Keterangan             Satuan      2025        2026         2027           2028           2029          2030            2031
         Kontrak/SPK/PO
         Setahun
            Pertagas/PGN/
            Kemetrian ESDM           Rp.000   1.000.000    2.100.000   2.205.000       2.315.250     2.431.013    2.552.563       2.680.191
            Swasta lain              Rp.000     250.000      525.000     551.250         578.813      607.753         638.141         670.048
            Total                    Rp.000   1.250.000    2.625.000   2.756.250       2.894.063     3.038.766    3.190.704       3.350.239
         Pertumbuhan
         Pertagas/PGN/
         Kemetrian ESDM              Growth       5,00%        5,00%          5,00%          5,00%       5,00%           5,00%          5,00%
         Swasta lain                 Growth       5,00%        5,00%          5,00%          5,00%       5,00%           5,00%          5,00%
        Sumber: Proyeksi Keuangan




                                                                                                                                 52
Page 65
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




              Struktur Biaya


             a.    Biaya Pokok
                   Biaya pokok terdiri dari biaya material, biaya peralatan, biaya upah, biaya
                   subkontraktor, dan biaya overhead dan diasumsikan tetap sampai akhir masa
                   proyeksi.


                                            Tabel 15 Asumsi Beban Pokok Pendapatan
                                Beban Pokok Pendapatan                                     To Sales
                        Biaya Material                                                                       45,00%
                        Biaya Peralatan                                                                       3,00%
                        Biaya Upah                                                                           12,00%
                        Biaya Subkontraktor                                                                  10,00%
                        Biaya Overhead                                                                        5,00%
                       Sumber: Proyeksi Keuangan


                   Atas asumsi persentase tersebut maka saldo pos beban pokok pendapatan
                   untuk setiap periode dirinci sebagai berikut.


                                     Tabel 16 Proyeksi Beban Pokok Pendapatan (Rp.000)
                       Uraian             2025         2026         2027         2028          2029        2030         2031

               Biaya Material            562.500     1.181.250    1.240.313    1.302.328   1.367.445     1.435.817    1.507.608
                  Persediaan Awal                0     28.380       59.599       62.579         65.708      68.993      72.443
                  Pembelian              590.880     1.212.468    1.243.292    1.305.457   1.370.730     1.439.266    1.511.230
                  Persediaan Akhir       (28.380)     (59.599)     (62.579)     (65.708)     (68.993)      (72.443)    (76.065)
                  Pemakaian              562.500     1.181.250    1.240.313    1.302.328   1.367.445     1.435.817    1.507.608
               Biaya Peralatan            37.500       78.750       82.688       86.822         91.163      95.721     100.507
               Biaya Upah                150.000      315.000      330.750      347.288      364.652       382.884     402.029
               Biaya Subkontraktor       125.000      262.500      275.625      289.406      303.877       319.070     335.024
               Biaya Overhead             62.500      131.250      137.813      144.703      151.938       159.535     167.512
               Total                     937.500     1.968.750    2.067.188    2.170.547   2.279.074     2.393.028    2.512.679
             Sumber: Proyeksi Keuangan


             b.    Beban Usaha
                   Beban usaha pada tahun 2025—2031 diproyeksikan sebagai berikut:


                                                     Tabel 17 Asumsi Beban Usaha
                            Uraian                    2025       2026         2027      2028       2029       2030       2031

               Beban Usaha
               Beban Pemasaran                        2,00%       1,50%       1,50%     1,50%      1,50%      1,50%      1,50%
               Beban Administrasi & Umum             18,00%      15,00%    15,00%     15,00%      15,00%     15,00%    15,00%
             Sumber: Proyeksi Keuangan




                                                                                                                       53
Page 66
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                     Atas asumsi persentase tersebut maka saldo pos beban usaha untuk setiap
                     periode dirinci sebagai berikut:


                                              Tabel 18 Proyeksi Beban Usaha (Rp.000)
                           Uraian              2025       2026         2027        2028       2029         2030        2031

                  Beban Pemasaran              25.000     39.375       41.344      43.411     45.581       47.861      50.254
                  Beban Administrasi dan
                  Umum                        207.250    352.645     366.728      381.795    397.896      415.843     438.304
                  Total                       232.250    392.020     408.072      425.206    443.478      463.704     488.557
                 Sumber: Proyeksi Keuangan


                  Beban Bunga Bank


                  Beban bunga bank terdiri dari hutang bank KI dan hutang bank KMK yang masing-
                  masing sebesar 9,05% dan 8,79%.


                  Tarif Pajak


                  Pajak penghasilan final (PPh Final) diproyeksikan sebesar 2,65% dan diasumsikan
                  tetap selama masa proyeksi.


      7.7        Proyeksi Posisi Keuangan


                 Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan pada tahun 2025—2031 ditunjukkan pada tabel
                 berikut ini:


                                       Tabel 19 Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.000)
              Keterangan                    2025        2026        2027         2028        2029         2030         2031

       ASET
       Aset Lancar                          675.725 1.001.775      1.247.178    1.514.742   1.800.395    2.104.001    2.422.841
       Aset Tidak Lancar                    524.250     517.591     505.327      487.459     463.986      435.669      405.883
       TOTAL ASET                          1.199.975 1.519.366     1.752.506    2.002.201   2.264.381    2.539.670    2.828.723


       LIABILITAS & EKUITAS
       Liabilitas Jangka Pendek              97.131     199.310     204.377      214.596     225.325      236.592      248.421
       Liabilitas Jangka Panjang                   0           0           0            0            0            0             0
       Total Liabilitas                      97.131     199.310     204.377      214.596     225.325      236.592      248.421
       Ekuitas                             1.102.844 1.320.056     1.548.129    1.787.605   2.039.055    2.303.078    2.580.302
       TOTAL LIABILITAS & EKUITAS          1.199.975 1.519.366     1.752.506    2.002.201   2.264.381    2.539.670    2.828.723
      Sumber: Proyeksi Keuangan


                 Selama tahun 2025—2031, total aset diproyeksikan mengalami kenaikan. Pada
                 tahun 2025, total aset diproyeksikan sebesar Rp1,20 miliar hingga menjadi sebesar
                 Rp2,83 miliar pada tahun 2031. Total aset diproyeksikan mengalami rata-rata
                 pertumbuhan sebesar 15,47% per tahunnya.




                                                                                                                      54
Page 67
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                Pada tahun 2025—2031 total liabilitas diproyeksikan mengalami kenaikan. Pada
                tahun 2025 total liabilitas Perseroan diproyeksikan sebesar Rp97,13 juta hingga
                menjadi sebesar Rp248,42 juta di tahun 2031.


                Total ekuitas juga diproyeksikan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Pada tahun
                2025, total ekuitas diproyeksikan sebesar Rp1,10 miliar hingga menjadi sebesar
                Rp2,58 miliar pada tahun 2031.


      7.8       Proyeksi Laba (Rugi)


                Proyeksi Laba Rugi Perseroan tahun 2025—2031 ditunjukkan pada tabel berikut:


                                       Tabel 20 Proyeksi Laba Rugi (Rp.000)

               Keterangan      2025          2026          2027          2028          2029          2030              2031

       Pendapatan             1.250.000     2.625.000     2.756.250     2.894.063     3.038.766     3.190.704         3.350.239
       Beban Pokok
       Pendapatan             (937.500)    (1.968.750)   (2.067.188)   (2.170.547)   (2.279.074)   (2.393.028)    (2.512.679)
       Laba (Rugi) Kotor       312.500        656.250       689.063       723.516       759.691       797.676          837.560
       Beban Usaha            (232.250)     (392.020)     (408.072)     (425.206)     -443.478      (463.704)         (488.557)
       Laba (Rugi) Usaha -
       EBITDA                   80.250        264.230       280.991       298.309       316.214       333.972          349.003
       Beban Penyusutan &
       Amortisasi              (17.750)       (41.105)      (46.709)      (52.314)      (57.919)      (62.762)         (64.232)
       Pendapatan (Beban)
       Lain-lain                       0            0             0             0             0             0                 0
       Laba (Rugi) Sebelum
       Pajak                    62.500        223.125       234.281       245.995       258.295       271.210          284.770
       Pajak Final              (1.656)        (5.913)       (6.208)       (6.519)       (6.845)       (7.187)          (7.546)
       Laba (Rugi) Bersih       60.844        217.212       228.073       239.476       251.450       264.023          277.224
      Sumber: Proyeksi Keuangan


                Selama tahun 2025—2031, total pendapatan diproyeksikan mengalami kenaikan.
                Pada tahun 2025, total penjualan diproyeksikan sebesar Rp1,25 miliar yang
                kemudian mengalami kenaikan hingga menjadi sebesar Rp3,35 miliar pada tahun
                2031.


                Setelah diakumulasi dengan beban pokok penjualan, beban usaha, beban lainnya,
                dan pajak final, Perseroan diproyeksikan mencatatkan tambahan laba bersih dari
                penambahan kegiatan usaha baru sebesar Rp60,84 juta pada tahun 2025, Rp217,21
                juta pada tahun 2026, Rp228,07 juta pada tahun 2027, Rp239,48 juta pada tahun
                2028, Rp251,45 juta pada tahun 2029, sebesar Rp264,02 juta pada tahun 2030,
                dan sebesar Rp277,22 juta pada tahun 2031.




                                                                                                                 55
Page 68
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      7.9        Proyeksi Arus Kas


                 Proyeksi Arus Kas Perseroan tahun 2025—2031 ditunjukkan pada tabel berikut ini:


                                         Tabel 21 Proyeksi Arus Kas (Rp.000)
                     Keterangan          2025         2026          2027          2028          2029          2030          2031

       ARUS KAS DARI AKTIVITAS
       OPERASI
       Penerimaan Usaha                  965.586     2.027.730     2.129.117     2.235.573     2.347.351     2.464.719     2.587.955
       Penerimaan Piutang                       0      284.414       597.270       627.133       658.490       691.414         725.985
       Penerimaan dari Pendapatan
       Lain-lain                                0            0             0             0             0             0               0
       Pembayaran Kepada Supplier       (493.749)   (1.110.290)   (1.238.225)   (1.295.238)   (1.360.000)   (1.428.000)   (1.499.400)
       Penerimaan dari (pembayaran
       untuk) operasi lainnya                   0            0             0             0             0             0               0
       Biaya Operasional                (232.250)    (392.020)     (408.072)     (425.206)     (443.478)     (463.704)     (488.557)
       Pajak Final                        (1.656)       (5.913)       (6.208)       (6.519)       (6.845)       (7.187)         (7.546)
       ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI
       (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI        (137.070)       16.422       247.006       267.524       283.889       300.031         313.364
       ARUS KAS DARI AKTIVITAS
       INVESTASI
       Capital Expenditures, CAPEX      (542.000)      (34.446)      (34.446)      (34.446)      (34.446)      (34.446)        (34.446)
       ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI
       (UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI      (542.000)      (34.446)      (34.446)      (34.446)      (34.446)      (34.446)        (34.446)
       ARUS KAS DARI AKTIVITAS
       PENDANAAN
       Modal Sendiri - I                 542.000             0             0             0             0             0               0
       Modal Sendiri - MK                500.000             0             0             0             0             0               0
       Pinjaman - KI                            0            0             0             0             0             0               0
       Pinjaman Bank - KMK                      0            0             0             0             0             0               0
       Pembayaran Bunga - KI                    0            0             0             0             0             0               0
       Pembayaran Bunga Bank - KMK              0            0             0             0             0             0               0
       ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI
       (UNTUK) AKTIVITAS PENDANAAN      1.042.000            0             0             0             0             0               0
       KENAIKAN (PENURUNAN) KAS          362.930       (18.024)      212.560       233.078       249.443       265.585         278.919
       KAS AWAL TAHUN                           0      362.930       344.906       557.466       790.544     1.039.988     1.305.573
       KAS AKHIR TAHUN                   362.930       344.906       557.466       790.544     1.039.988     1.305.573     1.584.492

      Sumber: Proyeksi Keuangan


                 Arus kas atas adanya penambahan kegiatan usaha baru diproyeksikan terus
                 meningkat. Kas dan setara kas pada awal periode tahun 2025 adalah Rp362,93 juta
                 yang kemudian pada akhir periode proyeksi tahun 2031 menjadi sebesar Rp1,58
                 miliar.


      7.10       Analisis Titik Impas


                 Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak
                 memperoleh laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha
                 dikatakan impas jika jumlah pendapatan ( revenue) sama dengan jumlah biaya, atau
                 apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja.


                 BEP dalam Rupiah dapat diformulasikan sebagai berikut:



                                                                                                                          56
Page 69
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                                     Total Biaya Tetap
                                    BEP     =
                                                 (1- (Total Biaya Variabel))
                                                            Penjualan


             Berdasarkan persamaan BEP dalam Rupiah, diperoleh BEP dalam Rupiah untuk
             masing-masing      periode     selama     masa      proyeksi.      Nilai   BEP     dalam     rupiah
             mencerminkan pendapatan minimal yang diperlukan agar terjadi BEP. Perhitungan
             BEP untuk Rupiah pada proyeksi Dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha
             adalah sebagai berikut:


                               Tabel 22 Analisis Kelayakan Proyek BEP (Rp.000)
                   Tahun           Penjualan              Variable Cost         Fixed Cost           BEP

                    2025           1.250.000                937.500              250.000           1.000.000
                    2026           2.625.000               1.968.750             433.125           1.732.500
                    2027           2.756.250               2.067.188             454.781           1.819.125
                    2028           2.894.063               2.170.547             477.520           1.910.081
                    2029           3.038.766               2.279.074             501.396           2.005.585
                    2030           3.190.704               2.393.028             526.466           2.105.865
                    2031           3.350.239               2.512.679             552.789           2.211.158
                                                                    BEP Rata-rata (Rp.000)         1.826.331
                                                                            BEP Rata-rata (%)           68,00%
             Sumber: Proyeksi Keuangan


             Dari hasil perhitungan BEP, apabila Perseroan ingin mencatatkan keuntungan, maka
             Perseroan harus mencatatkan penjualan di tahun 2025 sebesar Rp1,25 miliar, tahun
             2026 sebesar Rp2,63 miliar, tahun tahun 2027 sebesar Rp2,76 miliar, tahun 2028
             sebesar Rp2,89 miliar, tahun 2029 sebesar Rp3,04 miliar, tahun 2030 sebesar
             Rp3,19 miliar, dan pada tahun 2031 sebesar Rp3,35 miliar. Sehingga rata-rata BEP
             Perseroan atas penambahan kegiatan usaha baru selama periode proyeksi adalah
             sebesar Rp1,83 miliar.


      7.11   Analisis Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas


             Analisis likuiditas adalah analisis keuangan yang dilakukan dengan menghitung
             rasio likuiditas untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi
             kewajiban keuangan jangka pendek dengan menggunakan aset lancar.


                                            Tabel 23 Analisis Likuiditas
                                                                                           Working Capital to
                      Tahun                 Current Ratio             Quick Ratio
                                                                                           Total Assets Ratio
                       2025                     695,68%                   666,47%                48,22%
                       2026                     502,62%                   472,72%                52,82%
                       2027                     610,23%                   579,62%                59,50%
                       2028                     705,86%                   675,24%                64,94%




                                                                                                             57
Page 70
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                                                                      Working Capital to
                      Tahun                 Current Ratio         Quick Ratio
                                                                                      Total Assets Ratio
                       2029                   799,02%              768,40%                   69,56%
                       2030                   889,30%              858,68%                   73,53%
                       2031                   975,29%              944,68%                   76,87%
                      Average                 739,72%              709,40%                   63,63%


             Dari tabel di atas terlihat bahwa adanya peningkatan dari rasio likuiditas setelah
             adanya penambahan kegiatan usaha.


             Analisis solvabilitas adalah rasio yang berfungsi menilai kemampuan perusahaan
             dalam melunasi semua kewajibannya, baik dalam jangka pendek, maupun jangka
             Panjang dengan jaminan aset atau kekayaan yang dimiliki perusahaan.


                                            Tabel 24 Analisis Solvabilitas
                                Tahun            Debt to Equity Ratio     Debt to Assets Ratio
                                2025                    8,81%                      8,09%
                                2026                    15,10%                     13,12%
                                2027                    13,20%                     11,66%
                                2028                    12,00%                     10,72%
                                2029                    11,05%                     9,95%
                                2030                    10,27%                     9,32%
                                2031                    9,63%                      8,78%
                              Average                   11,44%                     10,23%


             Dari tabel di atas terlihat bahwa adanya penurunan dari rasio solvabilitas, hal ini
             dikarenakan adanya penyelesaian kewajiban setelah adanya penambahan kegiatan
             usaha.


             Analisis profitabilitas adalah analisis untuk mengetahui kemampuan perusahaan
             dalam usahanya mendapatkan laba (profit) dari pendapatan (earning) terkait
             penjualan. Jenis-jenis rasio profitabilitas dipakai untuk memperlihatkan seberapa
             besar laba atau keuntungan yang diperoleh dari kinerja suatu perusahaan. Sebagai
             gambaran bagaimana Perseroan mendapatkan laba atas penambahan kegiatan
             usaha barunya terdapat pada tabel berikut ini.


                                        Tabel 25 Analisis Profitabilitas
                           Tahun               Operating Profit Margin          Net Profit Margin
                              2025                      5,00%                        4,87%
                              2026                      8,50%                        8,27%
                              2027                      8,50%                        8,27%
                              2028                      8,50%                        8,27%
                              2029                      8,50%                        8,27%




                                                                                                      58
Page 71
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                           Tahun               Operating Profit Margin         Net Profit Margin
                            2030                       8,50%                        8,27%
                            2031                       8,50%                        8,27%
                           Average                     8,00%                        7,79%


             Dari tabel di atas diketahui bahwa dari penambahan kegiatan usaha baru
             memberikan dampak positif yang signifikan pada rasio profitabilitas, dimana
             selama tahun-tahun proyeksi rata-rata operating profit margin dan net profit
             margin masing-masing sebesar 8,00% dan 7,79%.

      7.12   Tingkat Imbal Balik Investasi


             Return on Investment (ROI) adalah rasio yang menunjukkan hasil dari jumlah aktiva
             yang digunakan dalam perusahaan atau suatu ukuran tentang efisiensi manajemen.
             Rasio ini menunjukkan hasil dari seluruh aktiva yang dikendalikan dengan
             mengabaikan sumber pendanaan. Dengan ROI, Perseroan dapat mengetahui
             seberapa efisien perusahaan guna memanfaatkan aktiva untuk kegiatan operasional
             dan dapat memberikan informasi ukuran profitabilitas Perseroan.


             Berikut adalah ROI yang diproyeksikan atas Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan:


                                         Tabel 26 Return on Investment
                                         Laba Bersih         Total Investasi
                         Tahun                                                           ROI
                                            (Rp.000)            (Rp.000)
                         2025                     60.844           1.199.975                    5,07%
                         2026                   217.212            1.519.366                   14,30%
                         2027                   228.073            1.752.506                   13,01%
                         2028                   239.476            2.002.201                   11,96%
                         2029                   251.450            2.264.381                   11,10%
                         2030                   264.023            2.539.670                   10,40%
                         2031                   277.224            2.828.723                    9,80%
                        Average                                                                10,81%


             Rasio ROI Perseroan pada tahun 2025—2031 diproyeksikan akan meningkat setiap
             tahunnya seiring dengan peningkatan laba bersih dan total investasi Perseroan.
             Perseroan diproyeksikan mencatatkan rata-rata ROI sebesar 10,81%.


      7.13   Penetapan Tingkat Diskonto


             Faktor diskonto yang digunakan adalah Weighted Average Cost of Capital yang
             dihitung dengan rumus sebagai berikut:


                                   WACC = (Kd*(1-t)* % Debt) + (Ke* % Equity)




                                                                                                        59
Page 72
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




              Keterangan:
             WACC        = Weighted average cost of capital (tingkat biaya tertimbang atas
                            modal)
             Kd            Cost of debt (tingkat bunga hutang perusahaan)
             Ke          = The required rate of return (biaya ekuitas)
             T           = Tax rate (tarif pajak)
             % Debt      = Proportion of Debt in the Capital structure (proporsi hutang dalam
                            struktur kapital)
             % Equity    = Proportion of Equity in the Capital structure (proporsi ekuitas dalam
                            struktur kapital)


             Berikut adalah asumsi yang digunakan untuk mengestimasi tingkat diskonto yang
             akan digunakan dalam Penilaian.


             Cost of Debt (tingkat biaya hutang)

             Tingkat biaya hutang (cost of debt) diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-
             faktor sebagai berikut:

             • Rata-rata tertimbang tingkat suku bunga efektif atas dana pinjaman investasi
                  yang akan digunakan yaitu sebesar 9,05%.

             • Tingkat pajak yang digunakan adalah sebesar 22,00% berdasarkan tingkat pajak
                  korporasi di Indonesia (Undang-undang Nomor 1 Tahun 2020 - PPh Badan).

             Dengan pertimbangan faktor-faktor tersebut, maka tingkat biaya hutang (cost of
             debt) yang diaplikasikan dalam laporan ini adalah sebagai berikut:

             Kd = i x ((1-T)

             Kd = 9,05% x (1-22,00%) = 7,09%


             Cost of Equity (biaya modal untuk ekuitas)

             Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan Model CAPM
             (Capital Asset Pricing Model). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah
             bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari
             sekuritas saham, dengan formula sebagai berikut:


                                            Ke = Rf + (Rm – Rf) β + Rs
                                                Ke = Rf + (Rp x β) + Rs


             Keterangan:
             Rf       = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
             Rm       = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas



                                                                                              60
Page 73
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             Rp       = market risk premium untuk pasar ekuitas secara keseluruhan
             β        = ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari
                           responsivitas     pengembalian      perusahaan   terhadap      pergerakan
                           pengembalian portofolio pasar
             Rs       = tingkat kembalian tambahan spesifik untuk Perusahaan


             Tingkat biaya modal untuk ekuitas diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-
             faktor sebagai berikut:


             Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang
             dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia,
             instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Surat Utang Negara
             (most active government bond).

             Dalam penilaian Perseroan digunakan Surat Utang Negara dengan rata-rata yield
             adalah sebesar 7,09%. Angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian
             bebas risiko (Rf).


                                             Tabel 27 Surat Utang Negara
                               Bond                         Maturity                   Yield
                 FR0103                                  15-Jul-35                             7,0232%
                 FR0098                                 15-Jun-38                              7,0888%
                 FR0097                                 15-Jun-43                              7,0999%
                 FR0102                                  15-Jul-54                             7,1080%
                 FR0105                                  15-Jul-64                             7,1225%
                                           Rata-rata                                           7,0885%
             Sumber: Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan RI,
                          19 Desember 2024


             Rp (Market Risk Premium - MRP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas
             risiko dengan tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas.


             Premi risiko pasar (Rm-Rf) atau MRP ditentukan dengan mempertimbangkan kondisi
             pasar modal Indonesia sebagai pasar modal yang emerging.


             Beta (β), adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
             dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.


             Rs (Specific Company Risk Premium). Sebagian dari risiko yang dihadapi oleh
             Indonesia telah tercermin dalam perhitungan equity risk premium namun belum
             mencerminkan risiko yang berkaitan dengan karakteristik spesifik yang dimiliki oleh
             suatu perusahaan.




                                                                                                    61
Page 74
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             Berdasarkan penelitian yang dilakukan Aswath Damodaran per Januari 2025,
             diprediksi market risk premium adalah sebesar 6,87%.


             Untuk memperoleh faktor Beta yang sesuai dan akan digunakan dalam perhitungan
             Nilai Pasar, kami menggunakan beta pembanding berdasarkan penelitian yang
             dilakukan Aswath Damodaran dalam industri Engineering/Construction per Januari
             2025 yaitu rata-rata sebesar 0,97.


             Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas Perseroan adalah:


                                            Tabel 28 Biaya Modal untuk Ekuitas
                                        Keterangan                    Biaya Modal untuk Ekuitas

                      Biaya Modal untuk Ekuitas
                      a. Risk Free Rate ( Rf )                                             7,09%
                      b. Risk Premium Ekuitas ( Rm )                                       6,87%
                       c.   β (Beta)                                                        0,97
                       c.   Specific Risk                                                  0,00%
                      Biaya Modal untuk Ekuitas-CAPM                                      13,75%
                      Credit Default Spread                                                1,89%
                      Biaya Modal untuk Ekuitas                                           11,86%


             Pada formulasi di atas, yield tingkat bunga bebas risiko sebenarnya telah
             memperhatikan semua risiko pasar, sehingga dalam perhitungan tingkat diskonto
             yang berlaku di Indonesia, yield tersebut harus dikoreksi dengan credit default
             spread sebesar 1,89%, sehingga biaya modal ekuitas yang diterapkan dalam
             penilaian Perseroan menjadi 13,56%.


             Berdasarkan asumsi tersebut, besarnya Weighted Average Cost of Capital (WACC)
             yang kami gunakan sebagai tingkat diskonto dalam penilaian Perseroan adalah
             sebesar 13,13% seperti pada tabel berikut.


                                       Tabel 29 Weighted Average Cost of Capital
                              Jenis Modal                    Biaya Modal      Bobot        Tertimbang

              Cost of Debt ( Kd = i x (1-T))                        7,06%        60,52%            4,27%
              Cost of Equity ( Ke = Rf + ( Rm-Rf ) * Beta         11,86%         39,48%            4,68%
                              Weighted Average Cost of Capital (WACC)                              8,95%


      7.14   Analisis Kelayakan Proyek


              a. Net Present Value (NPV)
                 NPV merupakan nilai dari total investasi yang dikeluarkan pada awal periode
                 setelah ditambah arus kas bersih yang akan diterima oleh Perseroan setiap
                 tahun sampai akhir tahun periode proyek. Dengan membandingkan antara total



                                                                                                     62
Page 75
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                 investasi yang dikeluarkan pada awal periode proyek dan total arus kas yang
                 akan diterima setiap tahun, maka dapat diketahui apabila proyek tersebut
                 menghasilkan       NPV     positif   maka     proyek   ini   layak   dikerjakan    apabila
                 menghasilkan NPV negatif maka proyek ini tidak layak dikerjakan.

                                                          𝑇
                                                                 𝐶𝐹𝑡
                                                𝑁𝑃𝑉 = ∑                 − 𝐶𝐹0
                                                               (1 + 𝑟)𝑡
                                                         𝑡−1

                    NPV         :     Net Present Value
                    CFt         :     arus kas pada periode t
                    CF0         :     arus kas investasi awal pada periode 0
                    r           :     tingkat diskonto


                 Berikut adalah perhitungan NPV dari Rencana penambahan kegiatan usaha:


                                          Tabel 30 Perhitungan NPV (Rp.000)

                                      Keterangan                              FCFF           PV FCFF

                   Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
                     2026                                                     (679.070)        (623.258)
                     2025                                                       (18.024)           (15.183)
                     2027                                                       212.560            164.339
                     2028                                                       233.078            165.392
                     2029                                                       249.443            162.457
                     2030                                                       265.585            158.754
                     2031                                                       278.919            153.021
                     Terminal Value                                           4.824.411        2.646.783
                   NPV                                                                         2.812.307
                 Discount Factor = 8,95%

              b. Internal Rate of Return (IRR)
                 IRR merupakan nilai tingkat pengembalian investasi pada saat NPV Perseroan
                 sama dengan 0, yang artinya tingkat pengembalian dan risiko dari total investasi
                 pada saat ini adalah sama dengan tingkat pengembalian dan risiko pasar.
                 Sehingga apabila IRR proyek lebih besar dari WACC, maka proyek ini layak
                 dikerjakan dan apabila IRR proyek lebih kecil dari WACC maka proyek ini tidak
                 layak dikerjakan.




                    IRR         :     Internal Rate of Return
                    CFt         :     arus kas pada periode t
                    CF0         :     arus kas investasi awal pada periode 0



                                                                                                         63
Page 76
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                    r            :   tingkat diskonto


                 Berikut adalah perhitungan IRR dari Rencana penambahan kegiatan usaha:


                                                  Tabel 31 Perhitungan IRR
                                                                     FCFF           PV FCFF
                                     Keterangan
                                                                   (Rp.000)         (Rp.000)
                     Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
                        2025                                         (679.070)       (467.828)
                        2026                                             (18.024)      (8.554)
                        2027                                             212.560       69.502
                        2028                                             233.078       52.504
                        2029                                             249.443       38.711
                        2030                                             265.585       28.395
                        2031                                             278.919       20.544
                        Terminal Value                               5.256.430        266.728
                        NPV                                                                    0
                   IRR = 45,15%

              c. Profitability Index (PI)
                 PI merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui nilai tambah dari
                 investasi yang dilakukan pada awal periode perusahaan. Nilai tambah yang
                 didapat dari investasi diperhitungkan dengan membagi total investasi proyek
                 pada awal periode dengan jumlah arus kas yang dihasilkan selama periode
                 berjalannya proyek. Apabila PI dihasilkan dari suatu proyek sama dengan 1
                 (satu) maka arus kas dari proyek setiap tahun tidak menghasilkan nilai tambah,
                 apabila PI lebih besar dari 1 (satu), maka nilai arus kas yang dihasilkan dari
                 proyek setiap tahun menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan sedangkan PI
                 lebih kecil dari 1 (satu), maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek setiap
                 tahun tidak menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan. Dalam menganalisis PI
                 suatu proyek maka kelayakan dapat dinilai apabila nilai PI lebih dari 1 (satu).



                                                            ∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹1 )
                                                     𝑃𝐼 =
                                                            ∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹0 )

                    PI           :   Profitability Index
                    CFI          :   nilai kini seluruh arus kas masuk
                    CFo          :   nilai kini seluruh arus kas keluar


                 Berikut adalah perhitungan PI dari Rencana penambahan kegiatan usaha:




                                                                                                   64
Page 77
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                                      Tabel 32 Perhitungan PI
                                                                                                        PV FCFF
                                                    Keterangan
                                                                                                        (Rp.000)
                    Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
                         Arus kas masuk                                                                       3.968.992
                         Arus kas keluar                                                                  (1.156.685)
                    PI                                                                                         3,43135


              d. Payback Period (PP)
                  Payback Period tidak ada kriteria, hanya menunjukkan tingkat pengembalian
                  investasi.


                                                      Tabel 33 Perhitungan PP
                                              NCF
                             No                                           Tahun                   Faktor
                                           (Rp.000)
                              1            (679.070)                      2025                     1,00
                              2            (18.024)                       2026                     1,00
                              3            212.560                        2027                     1,00
                              4            233.078                        2028                     1,00
                              5            249.443                        2029                     1,00
                              6            265.585                        2030                     0,01
                              7            278.919                        2031                     0,00
                                                       Total                                       5,01
                                                Payback Period                               5 Tahun 0 Bulan


              Berdasarkan analisis kelayakan yang telah dilakukan terhadap penambahan
              kegiatan usaha Perseroan, diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:


                                        Tabel 34 Analisis Kelayakan Proyek (Rp.000)
                                                           2025                  2026            2027              2028
                             Keterangan
                                                               0,50               1,50           2,50              3,50
               EBITDA                                           80.250            264.230         280.991          298.309


               CASH OUT FLOW
               - Tax                                            (1.656)            (5.913)         (6.208)          (6.519)
               - Interest (I x T)   (2,56%)                           0                  0                0               0
               - Investment Outlays                        (542.000)              (34.446)        (34.446)         (34.446)
               - Capital Expenditure, CAPEX                           0                  0                0               0
               +/- Working Capital                         (215.664)             (241.895)        (27.776)         (24.267)
               TOTAL                                       (759.320)             (282.254)        (68.431)         (65.231)


               NET CASH FLOW                               (679.070)              (18.024)        212.560          233.078
               Terminal value    (3,00%)                              0                  0                0               0
               Discount factor (13,13%)                        0,91781            0,84238         0,77314          0,70960
               DISCOUNTED CASH FLOW                        (623.258)              (15.183)        164.339          165.392


               PROCEED                                     (679.070)             (697.094)       (484.534)        (251.456)




                                                                                                                          65
Page 78
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                                 2025        2026        2027              2028
                            Keterangan
                                                 0,50        1,50         2,50             3,50
               PRESENT VALUE KAS MASUK             73.654     222.581     217.246           211.680
               PRESENT VALUE KAS KELUAR          (696.912)   (237.764)    (52.907)          (46.288)


                                                 2029        2030        2031
                            Keterangan                                                    TOTAL
                                                 4,50        5,50         6,50
               EBITDA                             316.214     333.972     349.003         1.922.968


               CASH OUT FLOW
               - Tax                               (6.845)     (7.187)     (7.546)          (41.875)
               - Interest (I x T)                       0           0            0                0
               - Investment Outlays               (34.446)    (34.446)    (34.446)        (748.674)
               - Capital Expenditure, CAPEX             0           0            0                0
               +/- Working Capital                (25.480)    (26.754)    (28.092)        (589.928)
               TOTAL                              (66.770)    (68.387)    (70.084)       (1.380.476)


               NET CASH FLOW                      249.443     265.585     278.919           542.492
               Terminal value    (3,00%)                0           0    4.824.411
               Discount factor (8,95%)            0,65128     0,59775     0,54862
               DISCOUNTED CASH FLOW               162.457     158.754    2.799.805        2.812.307


               PROCEED                             (2.012)    263.573     542.492


               PRESENT VALUE KAS MASUK            205.943     199.632    2.838.254        3.968.992
               PRESENT VALUE KAS KELUAR           (43.486)    (40.878)    (38.450)       (1.156.685)


               INTERNAL RATE OF RETURN, IRR                                                  45,15%
               NET PRESENT VALUE, NPV                                                     2.812.307
               PROFITABILITY INDEX, PI                                                      3,43135
               PAYBACK PERIOD, PP                                                    5 Tahun 0 Bulan




             • Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
                 NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp2.812.307.000,-. Dengan demikian, hasil
                 NPV yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan
                 karena memberikan keuntungan.


             • Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate → Layak
                 IRR yang dihasilkan adalah sebesar 45,15%. Hasil IRR berada di atas tingkat
                 discount rate yang sebesar 8,95%. Dengan demikian, hasil IRR menunjukkan
                 bahwa proyek layak dikerjakan karena keuntungan lebih besar dari biaya modal
                 (cost of capital) yang diasumsikan.

             • Profitability Index (PI) > 1 → Layak
                 PI yang diperoleh adalah sebesar 3,43135. Dengan demikian, hasil PI yang lebih
                 dari 1 menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan
                 keuntungan dari pengeluaran investasi yang dilakukan.




                                                                                                  66
Page 79
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             • Payback Period (PP)
                  PP yang diperoleh adalah 5 tahun dan 0 bulan. Dengan demikian, Perseroan
                  mampu mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 5 tahun
                  dan 0 bulan.


      7.15   Analisis Sensitivitas


              Untuk menguji kepekaan usaha terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya,
              maka berikut ini disajikan analisis sensitivitas terhadap kelayakan usaha, yaitu:


              −    Volume pendapatan turun dengan perubahan kondisi penurunan sebesar 2,50%,
                   5,00%, 7,00%, dan 10,00%.
              −    Biaya Investasi naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%, 5,00%,
                   7,00%, dan 10,00%.
              −    Struktur biaya naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%, 5,00%,
                   7,00%, dan 10,00%.
              −    Discount rate naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%, 5,00%,
                   7,00%, dan 10,00%.


                                   Tabel 35 Perhitungan Analisis Sensitivitas (Rp.000)
                                                       KONDISI                    PERUBAHAN KONDISI
                        Keterangan
                                                       NORMAL        5,00%        10,00%        15,00%       20,00%
                  1.   PENDAPATAN TURUN
                       Net Present Value (NPV)         2.812.307    2.738.945    2.665.582     2.592.220     2.518.858
                       Internal Rate of Return (IRR)     45,15%       44,71%       44,25%         43,78%        43,31%
                       Return On Investment (ROI)        10,81%       10,66%       10,51%         10,35%        10,19%
                       Profitability Index (PI)         3,43135      3,39470      3,35720       3,31884       3,27959
                       Payback Period (PP)             5 Th 0 Bln   5 Th 0 Bln   5 Th 1 Bln    5 Th 1 Bln    5 Th 2 Bln
                       BEP
                       a. Rp.000                       1.826.331    1.780.672    1.735.014     1.689.356     1.643.698
                       b. % terhadap pendapatan          68,00%       68,00%       68,00%         68,00%        68,00%
                  2.   BIAYA INVESTASI NAIK
                       Net Present Value (NPV)         2.812.307    2.812.307    2.812.307     2.812.307     2.812.307
                       Internal Rate of Return (IRR)     45,15%       45,15%       45,15%         45,15%        45,15%
                       Return On Investment (ROI)        10,81%       10,81%       10,81%         10,81%        10,81%
                       Profitability Index (PI)         3,43135      3,43135      3,43135       3,43135       3,43135
                       Payback Period (PP)             5 Th 0 Bln   5 Th 0 Bln   5 Th 0 Bln    5 Th 0 Bln    5 Th 0 Bln
                       BEP
                       a. Rp.000                       1.826.331    1.826.331    1.826.331     1.826.331     1.826.331
                       b. % terhadap pendapatan          68,00%       68,00%       68,00%         68,00%        68,00%
                  2.   STRUKTUR BIAYA NAIK
                       Net Present Value (NPV)         2.812.307    1.813.447     814.587      -184.273     -1.183.133
                       Internal Rate of Return (IRR)     45,15%       34,80%       22,57%          4,80%              -
                       Return On Investment (ROI)        10,81%         8,62%        5,95%         2,54%        -2,10%
                       Profitability Index (PI)         3,43135      2,58376      1,71873       0,83572      (0,06583)
                       Payback Period (PP)             5 Th 0 Bln   6 Th 4 Bln   9 Th 2 Bln   15 Th 0 Bln   15 Th 0 Bln
                       BEP
                       a. Rp.000                       1.826.331    2.023.772    2.256.055     2.533.297     2.869.948
                       b. % terhadap pendapatan          68,00%       75,35%       84,00%         94,32%      106,86%




                                                                                                                 67
Page 80
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                                                    KONDISI                     PERUBAHAN KONDISI
                                     Keterangan
                                                                    NORMAL         5,00%        10,00%       15,00%        20,00%
                             3.    DISCOUNT RATE NAIK
                                   Net Present Value (NPV)          2.812.307     2.673.211    2.544.038    2.423.780     2.311.562
                                   Internal Rate of Return (IRR)       45,15%       44,63%       44,14%       43,66%           43,21%
                                   Return On Investment (ROI)          10,81%       10,81%       10,81%       10,81%           10,81%
                                   Profitability Index (PI)           3,43135      3,32032      3,21698      3,12053           3,03031
                                   Payback Period (PP)               5 Th 0 Bln   5 Th 0 Bln   5 Th 0 Bln   5 Th 0 Bln    5 Th 0 Bln
                                   BEP
                                   a. Rp.000                        1.826.331     1.826.331    1.826.331    1.826.331     1.826.331
                                   b. % terhadap pendapatan            68,00%       68,00%       68,00%       68,00%           68,00%


              Berdasarkan uji sensitivitas tersebut, kondisi parameter kelayakan usaha akan
              terlihat seperti pada grafik di bawah ini.


                                                           Gambar 21 Analisis Sensitivitas

                             3.500.000
                             3.000.000
                             2.500.000
                             2.000.000
              NPV (Rp.000)




                             1.500.000
                             1.000.000
                                  500.000
                                         0
                              (500.000)        NORMAL              2,50%           5,00%            7,50%             10,00%
                             (1.000.000)
                             (1.500.000)

                                               PENDAPATAN TURUN                                STRUKTUR BIAYA NAIK

                                               DISCOUNT RATE NAIK                              BIAYA INVESTASI NAIK

             Sumber: Proyeksi Keuangan


             Berdasarkan analisis sensitivitas, pada kondisi normal NPV yang dihasilkan adalah
             sebesar Rp2,81 miliar, jika terjadi perubahan terhadap pendapatan, dimana
             pendapatan turun sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar
             Rp2,52 miliar. Apabila terjadi perubahan terhadap biaya investasi, dimana biaya
             investasi naik sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar
             Rp2,81 miliar. Apabila terjadi perubahan terhadap struktur biaya, dimana struktur
             biaya naik sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar negatif
             Rp1,18 miliar. Sedangkan apabila terjadi perubahan terhadap discount rate, dimana
             discount rate naik sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar
             Rp2,31 miliar.


             Dari analisis sensitivitas di atas, kenaikan struktur biaya merupakan faktor yang
             paling sensitif terhadap kelayakan usaha.




                                                                                                                                 68
Page 81
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      8       KESIMPULAN

      8.1    Kajian Kelayakan Pasar


             Dari Kajian Kelayakan Pasar, pangsa pasar untuk produk dan jasa yang dijalankan
             oleh Perseroan adalah sektor minyak dan gas bumi. Sumber daya alam minyak bumi
             dan gas (SDA migas) merupakan salah satu sumber daya alam yang berlimpah di
             Indonesia dan merupakan salah satu komoditi ekspor penambah devisa negara yang
             potensial. Pada sektor migas, usaha jasa konstruksi merupakan salah satu kegiatan
             usaha penunjang yang berperan dalam pekerjaan bangunan atau konstruksi
             kegiatan hulu hingga hilir migas. Jasa konstruksi migas terdiri dari jasa perencanaan
             konstruksi   termasuk    rancang   bangun   dan   rekayasa   (design   engineering),
             pelaksanaan konstruksi (EPC, instalasi dan komisioning), serta pengawasan
             konstruksi. Peluang jasa konstruksi sebagai penunjang sektor migas terbuka luas
             beriringan dengan permintaan, perkembangan, dan target pembangunan situs
             minyak dan gas berdasarkan ketersediaan cadangan migas.


             Dalam rangka pemanfaatan gas bumi domestik untuk mendukung transisi energi,
             pemerintah Indonesia memprioritaskan pemanfaatan gas untuk kebutuhan gas
             domestik dan mendukung hilirisasi gas bumi dengan mendorong pertumbuhan
             industri-industri pengguna gas bumi. Pemanfaatan Gas Domestik pada Tahun 2024
             TW 3 (realisasi s.d. September 2024) mencapai 68,43% dengan total penyaluran
             mencapai 5.590,12 BBTUD. Nilai ini memenuhi target pemanfaatan gas bumi
             domestik tahun 2024 sebesar 68%. Sebagai perbandingan dengan tahun 2023
             (realisasi s.d Desember 2023), realisasi pemanfaatan gas domestik sebesar 69,43%
             dengan total penyaluran mencapai 5.868,52 BBTUD.


             Minyak dan gas bumi masih merupakan energi yang mendominasi dalam
             penggunaan energi nasional, maka beberapa upaya peningkatan cadangan minyak
             dan gas bumi masih terus dilakukan seperti memperluas area pencarian cadangan
             minyak dan gas bumi dengan melakukan pengeboran eksplorasi dan survei seismik
             serta studi G&G. Semakin masif kegiatan eksplorasi yang dilakukan, peluang
             ditemukannya potensi SDA migas akan semakin besar. Pada tahun 2024,
             pemerintah mengumumkan penawaran sebanyak 10 WK migas. Sementara itu, Salah
             satu program pemerintah untuk meningkatkan Accessibility dalam bidang Minyak
             dan Gas Bumi adalah dengan meningkatkan infrastruktur migas.


             Selama kebutuhan energi domestik terus meningkat dan cadangan migas masih
             menjadi andalan, proyek pengembangan dan pemeliharaan infrastruktur migas
             akan terus dibutuhkan. Hal ini menciptakan peluang jangka panjang bagi
             perusahaan EPC untuk tetap relevan dan berperan strategis, terutama dalam
             mendukung efisiensi, keselamatan, dan keberlanjutan operasional sektor migas di
             tengah dinamika pasar global dan tuntutan transisi energi.



                                                                                               69
Page 82
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             Dengan berfokus pada pasar ini, Perseroan diharapkan dapat menciptakan
             kesinambungan usaha yang lebih baik, meningkatkan stabilitas pendapatan melalui
             penambahan segmen pasar yang lebih luas, dan memberi kesempatan untuk
             mengakses pasar yang lebih besar, baik di dalam negeri maupun internasional.


             Sasaran Perseroan dalam penambahan kegiatan usaha adalah proyek-proyek di
             sektor minyak dan gas, khususnya yang berasal dari kelompok usaha besar nasional
             yang bergerak di bidang energi, termasuk proyek-proyek pengadaan atau pekerjaan
             EPC yang melibatkan peralatan pengukuran seperti compact prover dan gas
             chromatograph.

             Dengan analisis pasar tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Penambahan
             Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan pasar adalah layak.


      8.2    Kajian Kelayakan Teknis


             Dari Kajian Kelayakan Teknis, kapasitas kerja merupakan faktor penting dalam
             mendukung keberhasilan suatu perusahaan, terutama dalam bidang jasa seperti
             instalasi elektronika. Dalam konteks penambahan kegiatan usaha Perseroan pada
             KBLI 43213 (Instalasi Elektronika), kapasitas kerja tidak dapat diukur secara baku
             sebagaimana dalam aktivitas manufaktur atau perdagangan. Hal ini disebabkan
             karena kegiatan usaha ini bersifat proyek atau berbasis tender, di mana pelaksanaan
             instalasi sistem elektronika, termasuk sistem komunikasi, sistem keamanan, dan
             sistem otomasi lainnya, dilakukan berdasarkan permintaan dan kebutuhan spesifik
             dari pengguna jasa. Pelaksanaan jasa dilakukan oleh Perseroan berdasarkan
             kapasitas internal yang tersedia. Selama masih dapat ditangani oleh sumber daya
             manusia dan operasional yang dimiliki, Perseroan akan menjalankan layanan
             tersebut secara langsung.


             Selain itu, Perseroan telah memiliki tenaga ahli khusus untuk menjalankan kegiatan
             usaha baru ini, dengan mengisi posisi Instrument and Control Engineer yang telah
             bekerja sejak tahun 2023. Proses operasional Perseroan dijalankan melalui lima
             tahapan, yaitu pra-proyek, fase engineering, fase procurement, fase construction,
             dan pasca konstruksi.


             Dengan analisis teknis tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Penambahan
             Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan teknis adalah layak.


      8.3    Kajian Kelayakan Pola Bisnis


             Dari Kajian Kelayakan Pola Bisnis, Perseroan memiliki sejumlah keunggulan
             kompetitif yang menjadi landasan kuat dalam menjalankan kegiatan usahanya, di
             antaranya adalah 1) Kehadiran Perseroan sebagai perusahaan terbuka memiliki



                                                                                             70
Page 83
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             sejumlah keuntungan, di antaranya adalah meningkatkan transparansi dalam
             pengelolaan perusahaan, memperluas akses terhadap sumber-sumber pendanaan,
             serta meningkatkan citra dan kepercayaan dari masyarakat umum serta para
             stakeholder; 2) Perseroan telah memiliki karyawan dan tim manajemen yang sangat
             kompeten serta memiliki pengalaman yang tinggi, sehingga mampu menjalankan
             operasional perusahaan dengan efektif dan efisien; 3) Perseroan sampai saat ini
             didukung oleh vendor yang kuat dan terpercaya, serta menyediakan produk-produk
             yang berkualitas tinggi, inovatif, dan kompetitif, sehingga dapat memenuhi
             kebutuhan pasar dengan baik; dan 4) Perseroan telah dikenal sebagai agen
             distributor   resmi   yang     tercatat   pada   Kementerian   Perdagangan,   sehingga
             memberikan legitimasi hukum dan memperkuat posisi dalam pelaksanaan tender di
             sektor migas. Dengan keunggulan kompetitif yang sudah dimiliki, Perseroan dapat
             menciptakan nilai yaitu 1) Penambahan kegiatan usaha baru; 2) Menambah sumber
             pendapatan baru; dan 3) Meningkatkan kinerja keuangan Perseroan.


             Kemampuan pesaing untuk meniru produk memang tidak dapat dihindari, sehingga
             membuat kegiatan usaha dalam bidang ini menjadi sangat kompetitif. Upaya
             mitigasi yang dapat dilakukan oleh Perseroan diantaranya adalah 1) Meningkatkan
             kualitas produk dan layanan; 2) Melindungi dan mendaftarkan hak kekayaan
             intelektual; 3) Meningkatkan kualitas dan diferensiasi produk dan layanan; 4)
             Melakukan inovasi produk secara berkelanjutan; dan 5) Memperkuat loyalitas
             konsumen terhadap produk dan layanan Perseroan.


             Dengan analisis pola bisnis tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa
             Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan pola bisnis adalah layak.


      8.4    Kajian Kelayakan Model Manajemen


              Dari Kajiam Kelayakan Model Manajemen, Perseroan memiliki 50 orang karyawan
              yang akan dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan manajemen dan sumber daya
              manusianya untuk menjalankan kegiatan usaha baru. Apabila diperlukan, Perseroan
              akan menambah personel melalui proses rekrutmen untuk mendukung pelaksanaan
              proyek yang akan datang. Kegiatan usaha baru ini akan dijalankan oleh Departemen
              Engineering dan operasional dengan estimasi personel kurang lebih sebanyak 20
              orang.


              Melihat pekerjaan EPC dari proyek perminyakan dan gas bumi yang telah selesai
              dilaksanakan Perseroan sebelumnya, Perseroan berkapasitas dan mampu dalam
              membentuk serta menetapkan tenaga ahli dan personel utama dengan kualifikasi
              sesuai dengan persyaratan yang diminta oleh perusahaan pelanggan. Seluruh
              tenaga yang terdapat dalam tim adalah tenaga ahli dan/atau teknisi yang
              berkompeten serta telah berpengalaman & mempunyai reputasi yang baik di dalam
              melaksanakan beberapa proyek perminyakan dan gas bumi. Berdasarkan kapasitas



                                                                                                71
Page 84
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




              dan kemampuan manajemen Perseroan yang sukses dalam menjalankan proyek
              perminyakan dan gas bumi yang telah diselesaikan sebelumnya, ditambah dengan
              ketersediaan tenaga ahli dan tim yang terorganisir, menunjukkan bahwa
              manajemen Perseroan akan mampu menjalankan kegiatan usaha baru yakni
              Instalasi Elektronika, karena memiliki kapasitas dan kemampuan yang akan
              memberikan hasil yang baik.


              Dengan analisis model manajemen tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa
              Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan model manajemen adalah layak.


      8.5    Kajian Kelayakan Keuangan


              Dari Kajian Kelayakan Keuangan, analisis kelayakan proyek menunjukkan bahwa
              Penambahan Kegiatan Usaha ini memenuhi kriteria kelayakan dengan variabel-
              variabel sebagai berikut:


             • Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
                NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp2.812.307.000,-. Dengan demikian, hasil
                NPV yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan
                karena memberikan keuntungan.


             • Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate → Layak
                IRR yang dihasilkan adalah sebesar 45,15%. Hasil IRR berada di atas tingkat
                discount rate yang sebesar 8,95%. Dengan demikian, hasil IRR menunjukkan
                bahwa proyek layak dikerjakan karena keuntungan lebih besar dari biaya modal
                (cost of capital) yang diasumsikan.

             • Profitability Index (PI) > 1 → Layak
                PI yang diperoleh adalah sebesar 3,43135. Dengan demikian, hasil PI yang lebih
                dari 1 menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan
                keuntungan dari pengeluaran investasi yang dilakukan.


             • Payback Period (PP)
                PP yang diperoleh adalah 5 tahun dan 0 bulan. Dengan demikian, Perseroan
                mampu mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 5 tahun
                dan 0 bulan.


             Kemudian, dari analisis sensitivitas, kenaikan struktur biaya merupakan faktor yang
             paling sensitif terhadap kelayakan usaha.


             Dengan    analisis   keuangan   tersebut,   maka   dapat   kami   simpulkan   bahwa
             Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan keuangan adalah layak.




                                                                                              72
Page 85
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      8.6    Kesimpulan Studi Kelayakan


             Dengan demikian, berdasarkan analisis atas Kelayakan Pasar, Kelayakan Teknis,
             Kelayakan Pola Bisnis, Kelayakan Model Manajemen, dan Kelayakan Keuangan, dapat
             disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 43213 yaitu
             Instalasi Elektronika adalah layak.




                                                                                         73

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.82 MB
Published9 May 2025
Pages85
Characters240,403
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 77 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org KIAN SANTANG MULIATAMA TBK · Nama Perusahaan p.1 ×273
linked person Yudianto Prawiro Silianto p.15 ×3
linked person Ir. Agus Salim p.20 ×2
linked person Edy Nurhamid Amin p.20 ×3
linked — Taufik Dwicahyono p.20 ×2
linked person Fadjar Tri Ananda p.20 ×3
linked org Meta Epsi Tbk p.32 ×5
linked org Samator Indo Gas Tbk p.32 ×5
linked org Radiant Utama Interinsco Tbk p.32 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.4 ×4
possible org PT Kian Megah Investama p.20 ×3
possible org PT Platinum Berkah Abadi p.20 ×3
possible org Elnusa Tbk p.32 ×4
possible org Petrosea Tbk p.32 ×4
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.35
unresolved org KJPP Syarif p.3 ×2
unresolved org Rekan · Penilai p.3
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.3 ×2
unresolved org ENDANG & REKAN p.6 ×2
unresolved org REKAN Endang Sunardi p.6
unresolved org KJPP Syarif Rekan p.6
unresolved org Endang dan Rekan p.6 ×2
unresolved person Endang Sunardi p.8
unresolved person Meilindra Indriani p.8
unresolved person Toyib Efendi p.8
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Syarif p.13 ×2
unresolved person Artisa Khamelia Ramadayanti p.13 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.13 ×4
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.13 ×4
unresolved person Rini Yulianti · Notaris p.13 ×3
unresolved person Akuntan Publik Adi Nuroni p.14
unresolved person Akuntan Publik Sutrisno p.14 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Sukardi Hasan & Rekan p.14 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Sukardi Hasan p.15
unresolved org Kantor Akuntan Publik Mennix & Rekan p.15 ×3
unresolved person Muh. Nursyam Afriansyah p.15
unresolved person Faishol Azis p.15
unresolved org KJPP p.16
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi p.18
unresolved person Artisa Khamelia Ramadiyanti p.20
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.20
unresolved org PT Pratiwi Putri Sulung p.22
unresolved org Perdana Karya Perkasa Tbk p.32 ×3
unresolved org PT Global Haditech p.32 ×2
unresolved org PT Ultra Delta Maju p.32 ×2
unresolved org PT Algas Mitra Sejati p.32 ×2
unresolved org PT Duta Instrumen Alfa Sakti p.32 ×2
unresolved org PT Lasindo Jayabersama. p.32 ×2
unresolved org Departemen Engineering dan Operasional p.34 ×2
unresolved org Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual p.34 ×4
unresolved org Menteri p.34
unresolved org Menteri Keuangan p.34
unresolved org Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk p.36 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.36 ×18
unresolved org Bank Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia p.38
unresolved org Bank Indonesia Nilai Tukar Rupiah Nilai p.39
unresolved org Bank Indonesia Inflasi Gambar p.40
unresolved org Bank Indonesia Inflasi Indeks Harga Konsumen p.40
unresolved org Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Secara p.45 ×2
unresolved org Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Gambar p.46
unresolved org Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM p.46 ×3
unresolved org Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Cadangan p.47
unresolved org Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Salah p.49
unresolved org Menteri ESDM p.49 ×3
unresolved org Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Meskipun p.51
unresolved person Dr. Saharjo p.52
unresolved org PT Radiant Utama p.52
unresolved org Mampang Interinsco Tbk p.52
unresolved org PT Rexaudia Sasada Sentosa Pengalaman p.55
unresolved org PT Pertamina Gas ONSA p.55
unresolved org PT Rekayasa Industri p.55
unresolved org Petrogas Basin Ltd p.55 ×2
unresolved org Kementerian Perdagangan. Hal p.57
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sementara p.59
unresolved org Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko p.73
unresolved org Kementerian Keuangan RI p.73
unresolved org Departemen Engineering p.83

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 16690 ms 12 Sep 2026 22:51
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result