Skip to content
Back to announcement

20250505_BWPT_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31882541_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review BWPT

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 50

Page 1
File No. 003.2/IDR/DE.2/KFS/V/2025
     LAPORAN STUDI KELAYAKAN
  PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
   PERDAGANGAN BESAR MINYAK
  DAN LEMAK NABATI (KBLI 46315)
 PT EAGLE HIGH PLANTATIONS TBK




   KJPP ISKANDAR DAN REKAN
            JAKARTA
              2025
Page 2
SURAT LAPORAN RINGKAS YANG BERISI KESIMPULAN DAN PENDAPAT
File No. 003.2/IDR/DE.2/KFS/V/2025                                           Jakarta, 2 Mei 2025

Kepada Yth,
PT EAGLE HIGH PLANTATIONS Tbk
Rajawali Place, Lantai 28
Jalan H.R. Rasuna Said Kav. B/4
Setiabudi, Jakarta Selatan


Dengan Hormat,

    Perihal: Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha Perdagangan Besar Minyak
             dan Lemak Nabati (KBLI 46315) PT Eagle High Plantations Tbk
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (IDR atau Penilai atau Kami) telah memperoleh izin
usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 772/KM.1/2013 tanggal 12
November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-
774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
Modal yang telah dilakukan pendaftaran ulang dengan No. STTD.PPB-33/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6
Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal.
PT Eagle High Plantations Tbk (selanjutnya disebut BWPT atau Perseroan atau Perusahaan atau
Sponsor Proyek) saat ini bergerak di bidang industri dan perkebunan kelapa sawit dengan Crude
Palm Oil (selanjutnya disebut CPO) dan Palm Kernel (selanjutnya disebut PK) sebagai produk utama.
Total luas perkebunan BWPT saat ini adalah +87.000 hektar dan berlokasi di Sumatera, Kalimantan,
dan Papua.
BWPT merencanakan menambah kegiatan usaha yang dimilikinya dibidang perdagangan besar
minyak dan lemak nabati (selanjutnya disebut Proyek), penambahan kegiatan usaha ini bertujuan
untuk memungkinkan BWPT melakukan pembelian CPO dari pabrik kelapa sawit disekitar lokasi
BWPT yang dimiliki pihak ketiga dengan memanfaatkan investasi bulking/jetty yang sudah ada
sebelumnya, dengan penambahan fasilitas berupa receiving facility baik di pabrik kelapa sawit
maupun di lokasi bulking berada, dimana CPO yang dibeli dari pihak ketiga tersebut akan dijual
kembali bersama dengan CPO yang diproduksi oleh BWPT sendiri.
Untuk itu sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 17/POJK.04/2020, tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, diperlukan studi kelayakan usaha dari Penilai
Independen.
Sehubungan rencana tersebut, Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan
Rekan selaku Penilai Independen untuk melakukan studi kelayakan atas proyek tersebut.
Berdasarkan surat proposal penawaran/perjanjian kerja antara IDR dan BWPT No.
042.1/IDR/DE.2/Pr-FS/III/2025 tanggal 10 Maret 2025, IDR telah melaksanakan Studi Kelayakan
sesuai dengan perihal surat tersebut diatas seperti yang disajikan dalam laporan ini.
Page 3
Objek Penilaian
Objek penilaian adalah Kegiatan Usaha Perdagangan Besar Minyak dan Lemak Nabati BWPT
(selanjutnya disebut Proyek).
Maksud dan Tujuan
Maksud penilaian adalah untuk memberikan pendapat atas kelayakan suatu usaha atau proyek
dengan tujuan penilaian untuk menyatakan layak atau tidak layak atas usaha atau proyek terkait
dengan perubahan/penambahan kegiatan usaha Perusahaan.
Laporan ini tidak dapat digunakan untuk tujuan lainnya selain tersebut diatas.
Tanggal Penilaian (Cut Off Date)
Tanggal penilaian 31 Desember 2024 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Ario Bulan Awalia
Noor dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Mirawati Sensi Idris yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan
dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
Pendekatan dan Metodologi
Pendapat yang diberikan Penilai berupa penilaian kelayakan usaha adalah untuk menyatakan
kelayakan suatu usaha atau proyek.
Pendapat mengenai kelayakan suatu usaha atau proyek diberikan setelah melakukan analisis atas:
• Kelayakan pasar
• Kelayakan pola bisnis
• Kelayakan model manajemen
• Kelayakan teknis
• Kelayakan keuangan
Kesimpulan
a. Analisis Kelayakan Pasar
     • Kondisi Pasar
         Pada tahun 2024, produksi minyak inti sawit (palm kernel oil/PKO) Indonesia mengalami
         penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut data Gabungan Pengusaha Kelapa
         Sawit Indonesia (GAPKI), total produksi PKO pada tahun 2024 tercatat sebesar 4,598 juta
         ton, turun 3,80% dari produksi tahun 2023 yang mencapai 4,77 juta ton.
         Penurunan ini sejalan dengan fluktuasi produksi minyak sawit mentah (CPO) sepanjang
         tahun 2024. Misalnya, pada bulan Desember 2024, produksi CPO tercatat sebesar 3,876 juta
         ton, sementara produksi PKO turun menjadi 361 ribu ton dari 412 ribu ton pada bulan
         November.
         Meskipun demikian, konsumsi domestik terhadap produk sawit, termasuk PKO, tetap
         menunjukkan tren positif. Konsumsi dalam negeri pada bulan Desember 2024 tercatat
         sebesar 2,187 juta ton, meningkat dibandingkan bulan November yang mencapai 2,030 juta
         ton.
         Secara keseluruhan, meskipun ada penurunan dalam produksi PKO, sektor sawit Indonesia
         tetap menunjukkan daya tahan dengan meningkatnya konsumsi domestik dan ekspor
         produk olahan sawit.
         Ekspor minyak sawit mentah (CPO) Indonesia pada 2024 tercatat sebesar 29,5 juta ton,
         menurun dari 32,2 juta ton pada tahun 2023. Nilai ekspor juga mengalami penurunan,



Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                            ii
Page 4
       mencapai USD 27,76 miliar dibandingkan dengan USD 30,32 miliar pada tahun sebelumnya.
       Penurunan terbesar terjadi pada ekspor ke China dan India, masing-masing sebesar 2,38 juta
       ton dan 1,13 juta ton.
       GAPKI memproyeksikan bahwa produksi minyak sawit Indonesia pada 2025 akan mencapai
       53,6 juta ton. Namun, tantangan seperti fluktuasi harga global dan kebijakan perdagangan
       internasional dapat mempengaruhi laju ekspor di masa mendatang.
       Harga produsen TBS nasional periode bulanan tahun 2021 - 2024 secara umum
       menunjukkan pola berfluktuasi, namun cenderung mengalami sedikit peningkatan. Jika
       dicermati harga per bulan selama periode tersebut, dimana harga tertinggi TBS terjadi pada
       bulan April 2022 mencapai Rp. 3.585 per kg, sedangkan terendah terjadi pada bulan Juli
       2022 sebesar Rp. 1.811 per kg. Data harga pembelian TBS merupakan harga yang ditetapkan
       tim penetapan harga pembelian TBS. Harga ini dikirim oleh petugas PIP Kabupaten dan
       Provinsi sesuai dengan waktu pelaksanaan penetapan harga TBS di provinsinya. Dinamika
       harga TBS masih terus dipantau pemerintah. Fakta empiris menunjukkan fluktuasi harga CPO
       di tingkat global secara langsung berimbas pada TBS. Fenomena yang berkembang bahwa
       terjadi perbedaan harga TBS, pekebun yang tergabung dalam kelembagaan atau bermitra
       dengan perusahaan pengolah kelapa sawit (PKS) harga TBS nya lebih tinggi dibandingkan
       dengan pekebun yang tidak melakukan kemitraan. Selain itu tantangan lainnya, kebijakan
       “bebas deforestasi” yang sudah mulai diimplementasikan di Uni Eropa berpotensi
       memperlebar selisih harga TBS. Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal
       Perkebunan terus berupaya mencari solusi untuk membantu petani menghadapi berbagai
       tantangan dilapangan, menjaga komitmen dan mengatur strategi tepat guna demi perolehan
       harga tandan buah segar kelapa sawit yang layak bagi pekebun.
     • Pesaing Usaha
       Pihak-pihak yang menjadi pesaing adalah perusahaan yang bergerak di bidang yang sejenis.
       Pada kegiatan usaha kelapa sawit diantaranya adalah sebagai berikut:
       1. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) memiliki pengolahan minyak inti sawit melalui anak
           perusahaannya yaitu PT Tanjung Bina Lestari yang berlokasi di Sulawesi Barat. AALI
           memiliki luas lahan 287.044 hektar yang tersebar di Pulau Sumatra, Kalimantan, dan
           Sulawesi. Dari luasan tersebut, 214.815 hektar adalah perkebunan inti sedangkan 72.229
           hektar adalah perkebunan plasma.
       2. PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) mencatat produksi CPO sebesar 283.651 metrik
           ton di 2023 menjadi 245.395 metrik ton pada 2024 akibat dampak cuaca ekstrem.
           Perkebunan ANJT di Pulau Belitung, Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan terdampak
           kekeringan akibat El Nino.
       3. PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) menargetkan produksi minyak sawit mentah (CPO)
           sebesar 80.000 ton pada tahun 2024, meningkat sekitar 64% dibandingkan dengan
           produksi tahun 2023 yang mencapai 48.663 ton. Target ini didukung oleh beroperasinya
           pabrik kelapa sawit kedua di Tapanuli Selatan, yang diharapkan dapat meningkatkan
           kapasitas produksi secara signifikan.
       4. PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) memiliki lahan yang telah ditanam kelapa
           sawit seluas 40.718,45 hektar. Pada tahun 2024, STAA mencatat kinerja yang solid
           meskipun menghadapi tantangan eksternal. Produksi tandan buah segar (TBS) mencapai
           1,047 juta ton atau meningkat 2,5% dari tahun sebelumnya, sementara produksi minyak
           sawit mentah (CPO) tercatat sebesar 389.765 ton.


Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                          iii
Page 5
     • Target Pasar
       Target pasar yang dituju untuk Kegiatan Usaha Perdagangan Besar Minyak dan Lemak Nabati
       adalah industri pangan dan non pangan antara lain sebagai berikut:
       1. Pangan
          a. Bahan baku minyak goreng
          b. Cokelat
          c. Margarin
          d. Kue
          e. Mie instan
       2. Non Pangan
          a. Kosmetik
          b. Pupuk
          c. Bahan baku biodiesel
          d. Sabun, sampo
          e. Pelumas
     • Strategi Pemasaran
         Saat ini, BWPT telah memproduksi dan memasarkan produk CPO. Seiring dengan
         meningkatnya permintaan pasar terhadap kedua komoditas tersebut, BWPT melihat peluang
         untuk memperluas volume penjualannya. Untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus
         bertumbuh, BWPT merencanakan untuk menambah pasokan CPO dengan cara melakukan
         pembelian dari pabrik kelapa sawit milik pihak ketiga yang berlokasi di sekitar wilayah
         operasional BWPT.
         CPO yang dibeli dari pihak ketiga ini akan dipasarkan bersama dengan produk yang
         dihasilkan oleh BWPT sendiri. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing
         perusahaan dalam hal kapasitas suplai, memperluas jaringan pelanggan, serta memberikan
         fleksibilitas dalam memenuhi permintaan pasar yang dinamis, baik dalam skala volume
         maupun keberlanjutan pasokan.
         Selain itu strategi pemasaran yang akan dilakukan oleh BWPT yaitu menerapkan Long-Term
         Contract (LTC) dengan sejumlah refinery besar di Indonesia. Pendekatan ini bertujuan untuk
         memastikan terserapnya seluruh volume produk CPO yang dimiliki BWPT, baik yang berasal
         dari produksi sendiri maupun hasil pembelian dari pihak ketiga.
    Berdasarkan analisis kelayakan pasar yang mencakup kondisi pasar, pesaing usaha, target pasar
    dan strategi pemasaran, dapat disimpulkan bahwa aspek pasar proyek oleh sponsor proyek
    adalah layak.
b. Analisis Kelayakan Pola Bisnis
     • Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Dari Pola Bisnis
       BWPT merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha pengolahan kelapa sawit sejak
       tahun 2000 dengan CPO sebagai produk utama BWPT. Total luas perkebunan BWPT saat ini
       adalah + 87.000 hektar dan berlokasi di Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
       Keunggulan logistik menjadi salah satu faktor pembeda utama BWPT dibandingkan para
       pesaing. BWPT memiliki fasilitas penyimpanan (storage) yang berada di area pabrik kelapa
       sawit (mills) serta sarana pengiriman melalui jetty dan fasilitas bulking, yang seluruhnya
       berlokasi strategis dan berdekatan dengan sumber pasokan dari pabrik-pabrik kelapa sawit
       milik pihak ketiga.


Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                            iv
Page 6
     • Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk
       Salah satu keunggulan utama BWPT adalah infrastruktur logistik yang terintegrasi, seperti
       fasilitas jetty dan bulking, yang mendukung efisiensi distribusi dan pengadaan produk.
       Keunggulan logistik ini cukup sulit ditiru oleh pesaing karena memerlukan investasi modal
       dan ketersediaan lahan strategis. Selain itu pembangunan fasilitas jetty atau bulking
       memerlukan proses perizinan yang memerlukan waktu dan konstruksi yang tidak singkat
       serta pengadaan lahan yang cukup sulit.
     • Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai
       Keunggulan kompetitif BWPT dalam hal lokasi strategis dan infrastruktur logistik yang
       dimiliki seperti fasilitas penyimpanan (storage), jetty, dan bulking. Kedekatan infrastruktur
       logistik terhadap sumber pasokan, termasuk pabrik kelapa sawit pihak ketiga,
       memungkinkan BWPT untuk menekan biaya transportasi secara signifikan dibandingkan
       pesaing.
       Efisiensi biaya ini secara langsung meningkatkan margin perdagangan serta memperkuat
       daya saing harga produk BWPT di pasar. Selain itu strategi yang dilakukan untuk
       menciptakan nilai yaitu akan diterapkannya Long-Term Contract (LTC) dengan sejumlah
       refinery besar di Indonesia. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan terserapnya seluruh
       volume produk CPO yang dimiliki BWPT, baik yang berasal dari produksi sendiri maupun hasil
       pembelian dari pihak ketiga.
       Dengan demikian, kemampuan BWPT dalam memanfaatkan infrastruktur logistik tidak
       hanya menciptakan efisiensi operasional, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi yang
       berkelanjutan bagi perusahaan.
     Berdasarkan analisis kelayakan pola bisnis yang mencakup keunggulan kompetitif karena
     keunikan dari pola bisnis, kemampuan pesaing untuk meniru produk dan kemampuan untuk
     menciptakan nilai dapat disimpulkan bahwa aspek pola bisnis proyek oleh sponsor proyek
     adalah layak.
c. Analisis Kelayakan Model Manajemen
     • Ketersediaan Tenaga Kerja
       BWPT merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha pengolahan kelapa sawit sejak
       tahun 2000 dengan CPO sebagai produk utama BWPT.
       Tenaga kerja untuk Proyek telah tersedia sebanyak 7 orang yang telah berpengalaman dalam
       berbagai bidang termasuk dalam melakukan perdagangan CPO.
     • Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
       Sponsor proyek memiliki kapasitas dan kemampuan manajemen dalam mengelola Proyek,
       karena sponsor proyek mempunyai tenaga kerja yang kompeten yang diperlukan dalam
       mengelola usaha pengolahan kelapa sawit.
       Perseroan memiliki tenaga ahli dalam bidang pengolahan kelapa sawit dengan pengalaman
       lebih dari 20 tahun dengan bidang keahlian meliputi CPO & PK Sales, Trading CPO & PK, dan
       Bulking.
     • Kesesuaian Organisasi dan Manajemen
       Untuk mendapatkan hasil yang optimal, salah satu faktor yang penting adalah kemampuan
       dari pengelola (manajemen).
     • Manajemen Kekayaan Intelektual
       Dalam menjalankan Kegiatan Usaha Perdagangan Besar Minyak dan Lemak Nabati, BWPT



Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                             v
Page 7
       tidak memerlukan manajemen kekayaan intelektual.
     • Manajemen Risiko
       Manajemen risiko dalam usaha perdagangan besar minyak dan lemak nabati bertujuan
       untuk meminimalkan potensi kerugian akibat fluktuasi harga komoditas, ketidakstabilan
       pasokan, gangguan logistik, serta perubahan regulasi. Strategi yang diterapkan mencakup
       penggunaan instrumen lindung nilai, diversifikasi sumber dan pasar, optimalisasi rantai
       pasok, serta kepatuhan terhadap kebijakan dan standar keberlanjutan. Selain itu,
       perlindungan terhadap risiko keuangan dan operasional dilakukan melalui asuransi,
       pengendalian internal, serta penerapan prosedur standar yang ketat. Pendekatan ini
       diharapkan mampu meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan usaha dalam menghadapi
       dinamika pasar.
     Berdasarkan analisis kelayakan model manajemen, yang mencakup ketersediaan tenaga kerja,
     kapasitas dan kemampuan manajemen, kesesuaian struktur organisasi, manajemen kekayaan
     intelektual dan manajemen risiko dapat disimpulkan bahwa aspek model manajemen proyek
     oleh sponsor proyek adalah layak.
d. Analisis Kelayakan Teknis
     • Kapasitas Produksi
       Perseroan merencanakan pembangunan receiving facility baru di lokasi yang telah tersedia
       sebelumnya, yaitu di Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah.
       Pembangunan fasilitas ini merupakan langkah strategis yang bertujuan untuk mendukung
       kelancaran dan efisiensi operasional dalam aktivitas perdagangan CPO.
       Fasilitas ini akan difungsikan sebagai pusat penerimaan dan penyimpanan sementara produk
       CPO yang diperoleh dari pabrik kelapa sawit milik pihak ketiga. Dengan kapasitas
       penyimpanan yang memadai, receiving facility akan memungkinkan Perseroan untuk
       mengelola volume pasokan secara lebih fleksibel, menjamin kontinuitas distribusi, serta
       menjaga kualitas produk sebelum dikirim ke pelanggan akhir atau ke fasilitas pengolahan
       selanjutnya.
       Langkah ini juga merupakan bagian dari strategi penguatan rantai pasok yang terintegrasi,
       serta untuk mengantisipasi peningkatan volume perdagangan seiring dengan tumbuhnya
       permintaan pasar terhadap produk CPO.
     • Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
       Saat ini BWPT bergerak di bidang industri dan perkebunan kelapa sawit dengan CPO sebagai
       produk utama dengan total luas perkebunan BWPT saat ini adalah +87.000 hektar dan
       berlokasi di Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
       Sehingga BWPT telah memiliki ketersediaan dan kualitas sumber daya yang memadai untuk
       mendukung pelaksanaan Proyek. Dari sisi sumber daya manusia, perusahaan didukung oleh
       tenaga kerja yang berpengalaman di industri kelapa sawit, mulai dari produksi, pengolahan,
       hingga distribusi.
       Tenaga kerja untuk Proyek telah tersedia sebanyak 7 orang yang telah berpengalaman dalam
       berbagai bidang termasuk dalam melakukan operasional Proyek.
     • Proses Produksi
       Proyek merupakan perluasan kegiatan usaha Perseroan di bidang perdagangan CPO. Dalam
       menjalankan kegiatan usaha tersebut, Perseroan akan melaksanakan serangkaian proses
       yang bertujuan untuk memastikan kelancaran rantai pasok serta optimalisasi distribusi
       produk ke pembeli. Adapun alur proses kegiatan usaha perdagangan CPO dapat dijelaskan


Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                          vi
Page 8
         sebagai berikut:
        1. Pengadaan dari Supplier
           BWPT menjalin kerja sama dengan beberapa supplier atau pemasok produk CPO.
           Pengadaan produk dilakukan melalui mekanisme kontrak jual beli (purchase agreement),
           yang mencakup kesepakatan volume, harga, kualitas, dan waktu pengiriman.
        2. Peran Sentral BWPT
           BWPT bertindak sebagai entitas pengelola perdagangan yang mengonsolidasikan
           pasokan dari para supplier, baik untuk keperluan distribusi internal maupun penjualan
           kembali ke pasar. BWPT memiliki fasilitas penyimpanan dan logistik yang memungkinkan
           pengelolaan stok dan pengiriman secara efisien.
        3. Penjualan kepada Buyer
           Produk yang telah diperoleh akan dijual oleh BWPT kepada para buyer, yaitu industri
           pengguna akhir seperti refinery. Penjualan dilakukan melalui dua skema utama, yaitu:
            a. Kontrak Jangka Panjang (Long Term Contract/LTC), untuk menjamin kesinambungan
               pasokan dan kestabilan permintaan.
            b. Kontrak Spot, untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek berdasarkan harga pasar
               saat ini.
     Berdasarkan analisis kelayakan teknis, dapat disimpulkan bahwa aspek teknis proyek oleh
     sponsor proyek adalah layak.
e.   Analisis Kelayakan Keuangan
     Jumlah Biaya investasi adalah sebesar Rp 354.914 ribu, terdiri dari biaya investasi modal tetap
     sebesar Rp 289.000 ribu dan perkiraan biaya investasi modal kerja sebesar Rp 65.914 ribu.
     Sumber pembiayaan seluruhnya berasal dari modal sendiri.
     Rata-rata BEP penjualan dalam Rupiah selama umur proyeksi adalah sebesar Rp 24.640 ribu.
     Rata-rata rasio profitabilitas selama umur proyeksi yang diukur menggunakan Margin Laba
     Kotor/Sales, EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales berturut-turut adalah 9,35%,
     8,93%, 6,95%, 6,95% dan 5,28%.
     Rata-rata ROI selama umur proyeksi adalah sebesar 14,55%.
     Berdasarkan proyeksi posisi keuangan, Likuiditas dan solvabilitas proyek cukup tinggi selama
     umur proyeksi. Rata-rata nilai indikator current ratio, debt to equity ratio dan debt to asset ratio
     selama umur proyeksi berturut-turut adalah 524,96%, 12,34% dan 10,97%.
     Berdasarkan perhitungan kelayakan, IRR dan NPV proyek selama umur proyeksi menghasilkan
     IRR sebesar 20,97% lebih besar dari tingkat diskonto Ke sebesar 10,55% dan NPV sebesar Rp
     191.164 ribu lebih besar dari nol.
     Dengan nilai indikator kelayakan tersebut, dari aspek keuangan dapat disimpulkan bahwa
     proyek layak.
     Berdasarkan analisis sensitivitas terlihat bahwa kelayakan investasi lebih sensitif terhadap
     penurunan penjualan dibandingkan dengan kenaikan BPP.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                 vii
Page 9
Pendapat Atas Kelayakan Usaha
Berdasarkan analisis kelayakan pasar, pola bisnis, model manajemen, teknis dan keuangan, kami
berpendapat bahwa penambahan kegiatan usaha perdagangan besar minyak dan lemak nabati (KBLI
46315) PT Eagle High Plantations Tbk adalah layak untuk dilaksanakan .

Pendapat kelayakan ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan rencana yang akan dilakukan
Perseroan dan tidak dapat dipergunakan untuk kepentingan lain . Pendapat kelayakan ini juga tidak
dimaksudkan memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui rencana tersebut.



Hormat kami,
KJPP ISKA ....,....."..,...
                 \
          ~"?'
         ~
        a.          ...
         ~    ...
         1.

                              S.E. M.Ec.Oev
Rekan
Penilai Properti/ Aset dan Bisnis
MAPPI No .: 10-5-02670
RMK-2017.00316
NIPP Menkeu No. : P-1.13.00355
NIPP Menkeu No .: B-1.18.00520
5TTD OJK No: 5TTD. PPB -33/PJ-1/PM. 02/ 2023




Laporan 5tudi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                         viii
Page 10
                                          PERNYATAAN PENILAI

1.   Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara independen
     tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun pemegang saham
     Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut. Kami juga tidak
     mempunyai kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini.
     Selanjutnya, laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
     kerugian pada pihak manapun.
2.   Bahwa penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan pada tanggal penilaian.
3.   Bahwa analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Studi
     Kelayakan.
4.   Bahwa      penugasan     penilaian    profesional   telah   dilaksanakan   sesuai   dengan   peraturan
     perundang-undangan yang berlaku.
5.   Bahwa penilaian yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah disajikan
     sebagai kesimpulan .
6.   Bahwa lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan .
7.   Bahwa kesimpulan penilaian telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
8.   Bahwa penilai bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan.
9.   Bahwa data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang
     diyakini penilai dapat dipertanggungjawabkan.

     Penilai Publik,
     Radithe Pramudito, S.E., M.Ec.Dev, MAPPI (Cert.)
     MAPPI No. : 10-5-02670
     RMK-2017.00316
     NIPP Menkeu No.: P-1 .13.00355
     NIPP Menkeu No. : 8-1.18.00520
     STTD OJK No : STTD. PP8·33/PJ-1/ PM. 02/2023


     Reviuer,
     Adhitya Anindito, S.I.Kom., S.H., M.M., MAPPI (Cert.)
     MAPPI No.: 11-5-03079
     RMK-2017.00547


     Penilai,
     Sigit E. Purnomo, S.E.
     MAPPI No.: 19·T-09657
     RMK-2020.03575




     Ryan Suradireja, S.Ak.
     MAPPI No.: 19-P-09941
     RMK-2021.03692




     Syafika Firdausha, S.Ak.
     MAPPI No.: 21-T-11013
     RMK- 2022.04256




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                    ix
Page 11
                                                                       DAFTAR ISI
SURAT LAPORAN RINGKAS YANG BERISI KESIMPULAN DAN PENDAPAT ...........................................................I
PERNYATAAN PENILAI ................................................................................................................................... IX
DAFTAR ISI ...................................................................................................................................................... X
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................................................. I-1
  1.1.   LATAR BELAKANG ..................................................................................................................................... I-1
   1.2.         IDENTITAS PEMBERI TUGAS ........................................................................................................................ I-1
   1.3.         DASAR PENUGASAN.................................................................................................................................. I-1
   1.4.         OBJEK PENILAIAN ..................................................................................................................................... I-1
   1.5.         MAKSUD DAN TUJUAN ............................................................................................................................. I-2
   1.6.         TANGGAL PENILAIAN (CUT OFF DATE) ......................................................................................................... I-2
   1.7.         RUANG LINGKUP PENILAIAN ....................................................................................................................... I-2
   1.8.         PENDEKATAN DAN METODOLOGI ................................................................................................................ I-2
   1.9.         PERNYATAAN INDEPENDENSI ...................................................................................................................... I-2
   1.10.        URAIAN MENGENAI PENILAI BISNIS DAN/ATAU PENILAI PROPERTI SERTA HASIL PENILAIAN OLEH PENILAI BISNIS
                DAN/ATAU PENILAI PROPERTI YANG MENJADI DASAR DALAM STUDI KELAYAKAN. .............................................. I-3
   1.11.        SUMBER DATA......................................................................................................................................... I-3
   1.12.        INFORMASI MENGENAI IDENTITAS DAN JABATAN PIHAK-PIHAK YANG TELAH DIWAWANCARAI DAN
                HUBUNGANNYA DENGAN OBJEK PENILAIAN ................................................................................................. I-3
   1.13.        ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ................................................................................................. I-3
BAB II DATA DAN INFORMASI PROYEK ........................................................................................................ II-1
  2.1.   SPONSOR PROYEK ................................................................................................................................... II-1
   2.2.         PROFIL PROYEK....................................................................................................................................... II-2
   2.3.         PRODUK/JASA ........................................................................................................................................ II-2
   2.4.         KINERJA KEUANGAN PROYEK ..................................................................................................................... II-2
   2.5.         TEKNOLOGI YANG DIGUNAKAN .................................................................................................................. II-2
   2.6.         LATAR BELAKANG EKONOMI...................................................................................................................... II-2
   2.7.         KEBUTUHAN PRODUKSI ATAU OPERASI ........................................................................................................ II-5
   2.8.         HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL ............................................................................................................ II-6
   2.9.         PERATURAN DAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG TERKAIT ............................................................................. II-6
   2.10.        ASPEK LINGKUNGAN ................................................................................................................................ II-7
   2.11.        PERSYARATAN MODAL DAN STRATEGI FINANSIAL .......................................................................................... II-7
BAB III ANALISIS KELAYAKAN PASAR .......................................................................................................... III-1
  3.1.    KONDISI PASAR ...................................................................................................................................... III-1
   3.2.         PESAING USAHA .................................................................................................................................... III-4
   3.3.         TARGET PASAR ...................................................................................................................................... III-5
   3.4.         STRATEGI PEMASARAN ............................................................................................................................ III-5
BAB IV ANALISIS KELAYAKAN POLA BISNIS ................................................................................................. IV-1
  4.1.   KEUNGGULAN KOMPETITIF KARENA KEUNIKAN DARI POLA BISNIS ...................................................................IV-1
   4.2.         KEMAMPUAN PESAING UNTUK MENIRU PRODUK.........................................................................................IV-1


Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                                                                                  x
Page 12
   4.3.        KEMAMPUAN UNTUK MENCIPTAKAN NILAI.................................................................................................IV-1
BAB V ANALISIS KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN ..................................................................................... V-1
  5.1.   KETERSEDIAAN TENAGA KERJA ...................................................................................................................V-1
   5.2.        KAPASITAS DAN KEMAMPUAN MANAJEMEN.................................................................................................V-1
   5.3.        KESESUAIAN ORGANISASI DAN MANAJEMEN ................................................................................................V-1
   5.4.        MANAJEMEN KEKAYAAN INTELEKTUAL ........................................................................................................V-3
   5.5.        MANAJEMEN RISIKO ................................................................................................................................V-3
BAB VI ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS ......................................................................................................... VI-1
  6.1.   KAPASITAS PRODUKSI..............................................................................................................................VI-1
   6.2.        KETERSEDIAAN DAN KUALITAS SUMBER DAYA .............................................................................................VI-1
   6.3.        PROSES PRODUKSI ..................................................................................................................................VI-1
BAB VII ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN ................................................................................................ VII-1
  7.1.   BIAYA INVESTASI ...................................................................................................................................VII-1
   7.2.        SUMBER PEMBIAYAAN ...........................................................................................................................VII-1
   7.3.        PERSYARATAN KREDIT ............................................................................................................................VII-2
   7.4.        BIAYA OPERASIONAL..............................................................................................................................VII-2
   7.5.        BIAYA BAHAN BAKU MENTAH .................................................................................................................VII-2
   7.6.        ASUMSI – ASUMSI DALAM PROYEKSI KEUANGAN ........................................................................................VII-2
   7.7.        ANALISIS TITIK IMPAS (BREAK EVEN POINT ANALYSIS) ..................................................................................VII-8
   7.8.        ANALISIS PROFITABILITAS ........................................................................................................................VII-9
   7.9.        ANALISIS RETURN ON INVESTMENT (ROI) ..................................................................................................VII-9
   7.10.       ANALISIS LIKUIDITAS DAN SOLVABILITAS ..................................................................................................VII-10
   7.11.       ANALISIS KELAYAKAN PROYEK................................................................................................................VII-10
   7.12.       ANALISIS SENSITIVITAS .........................................................................................................................VII-12
LAMPIRAN




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                                                                             xi
Page 13
                                                  BAB I
                                              PENDAHULUAN
1.1.   Latar Belakang
       PT Eagle High Plantations Tbk (selanjutnya disebut BWPT atau Perseroan atau Perusahaan
       atau Sponsor Proyek) saat ini bergerak di bidang industri dan perkebunan kelapa sawit dengan
       Crude Palm Oil (selanjutnya disebut CPO) dan Palm Kernel (selanjutnya disebut PK) sebagai
       produk utama. Total luas perkebunan BWPT saat ini adalah +87.000 hektar dan berlokasi di
       Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
       BWPT merencanakan menambah kegiatan usaha yang dimilikinya dibidang perdagangan besar
       minyak dan lemak nabati (selanjutnya disebut Proyek), penambahan kegiatan usaha ini
       bertujuan untuk memungkinkan BWPT melakukan pembelian CPO dari pabrik kelapa sawit
       disekitar lokasi BWPT yang dimiliki pihak ketiga dengan memanfaatkan investasi bulking/jetty
       yang sudah ada sebelumnya, dengan penambahan fasilitas berupa receiving facility baik di
       pabrik kelapa sawit maupun di lokasi bulking berada, dimana CPO yang dibeli dari pihak ketiga
       tersebut akan dijual kembali bersama dengan CPO yang diproduksi oleh BWPT sendiri.
       Untuk itu sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 17/POJK.04/2020,
       tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, diperlukan studi kelayakan usaha
       dari Penilai Independen.
       Sehubungan rencana tersebut, Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar
       dan Rekan selaku Penilai Independen untuk melakukan studi kelayakan atas proyek tersebut.
       IDR telah memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No.
       772/KM.1/2013 tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan
       (OJK) berdasarkan Surat No. S-774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat
       Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal yang telah dilakukan pendaftaran ulang
       dengan No. STTD.PPB-33/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset
       dan Bisnis di Pasar Modal.
1.2.   Identitas Pemberi Tugas
       Nama                  : PT Eagle High Plantations Tbk
       Alamat                : Rajawali Place, Lantai 28 Jalan H.R. Rasuna Said Kav. B/4 Setiabudi,
                               Jakarta Selatan
       Bidang Usaha          : Agriculture Plantation
       No. Telepon/Fax       : (021) 8665 8828
       Email                 : corsec@eaglehighplantations.com
       Website               : www.eaglehighplantations.com
1.3.   Dasar Penugasan
       Proposal/surat perjanjian kerja yang telah disepakati antara KJPP Iskandar dan Rekan
       (Penerima Tugas) dan PT Eagle High Plantations Tbk (Pemberi Tugas) No. 042.1/IDR/DE.2/Pr-
       FS/III/2025 tanggal 10 Maret 2025.
1.4.   Objek Penilaian
       Objek penilaian adalah Kegiatan Usaha Perdagangan Besar Minyak dan Lemak Nabati BWPT
       (selanjutnya disebut Proyek).




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                            I-1
Page 14
1.5.   Maksud Dan Tujuan
       Maksud penilaian adalah untuk memberikan pendapat atas kelayakan suatu usaha atau
       proyek dengan tujuan penilaian untuk menyatakan layak atau tidak layak atas usaha atau
       proyek terkait dengan perubahan/penambahan kegiatan usaha Perusahaan.
       Laporan ini tidak dapat digunakan untuk tujuan lainnya selain tersebut diatas.
1.6.   Tanggal Penilaian (Cut Off Date)
       Tanggal penilaian 31 Desember 2024 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan
       yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Ario
       Bulan Awalia Noor dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Mirawati Sensi Idris yang terdaftar di
       Otoritas Jasa Keuangan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
1.7.   Ruang Lingkup Penilaian
       Ruang lingkup penilaian adalah:
       a. Identifikasi masalah (identifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi penilaian dan tanggal
          penilaian),
       b. Pengumpulan data,
       c. Analisis data,
       d. Estimasi nilai dengan menggunakan pendekatan penilaian,
       e. Penulisan laporan.
1.8.   Pendekatan dan Metodologi
       Pendapat yang diberikan Penilai berupa penilaian kelayakan usaha adalah untuk menyatakan
       kelayakan suatu usaha atau proyek.
       Pendapat mengenai kelayakan suatu usaha atau proyek diberikan setelah melakukan analisis
       atas:
        a.   Kelayakan pasar
        b.   Kelayakan pola bisnis
        c.   Kelayakan model manajemen
        d.   Kelayakan teknis
        e.   Kelayakan keuangan
1.9.   Pernyataan Independensi
       a. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami tidak ada benturan kepentingan
          dengan Perseroan maupun pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan transaksi yang akan
          dilakukan Perseroan.
       b. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara
          independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun
          pemegang saham Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut.
          Kami juga tidak mempunyai kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan
          penugasan ini. Selanjutnya, laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan
          keuntungan atau kerugian pada pihak manapun.
       c. Tidak ada satupun dari pemilik ataupun pegawai kami yang memiliki kepentingan dalam
          bentuk apapun yang dapat menghalangi kami untuk melakukan penilaian secara
          independen terhadap kelayakan proyek. Kompensasi dan honorarium kami tidak
          bergantung kepada kejadian maupun kesimpulan yang diambil oleh perseroan sebagai
          akibat dari laporan kami ini.



Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                              I-2
Page 15
1.10. Uraian Mengenai Penilai Bisnis Dan/Atau Penilai Properti Serta Hasil Penilaian Oleh Penilai
      Bisnis Dan/Atau Penilai Properti Yang Menjadi Dasar Dalam Studi Kelayakan.
      Dalam studi kelayakan ini kami tidak menggunakan hasil penilaian dari Penilai Bisnis dan/atau
      Penilai Properti dengan demikian uraian mengenai Penilai Bisnis dan/atau Penilai Properti
      serta hasil penilaian oleh Penilai Bisnis dan/atau Penilai Properti yang menjadi dasar dalam
      studi kelayakan atas proyek tidak ada.
1.11. Sumber Data
      Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu,
      atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:
      a. Copy legalitas dan perizinan Perseroan.
      b. Rencana anggaran biaya proyek yang mencakup kebutuhan biaya investasi dan operasional
         proyek.
      c. Proyeksi keuangan proyek.
      d. Laporan keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah
         diaudit oleh Akuntan Publik Ario Bulan Awalia Noor dari Kantor Akuntan Publik (KAP)
         Mirawati Sensi Idris dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
      e. Hasil wawancara dengan pihak manajemen mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal
         lain yang terkait dengan rencana proyek.
      f. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik dan hasil analisis
         lain yang kami anggap relevan.
1.12. Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai Dan
      Hubungannya Dengan Objek Penilaian
      Kami telah melakukan diskusi dan wawancara dengan manajemen Perseroan pada tanggal 27
      Maret – 22 April 2025. Identitas yang kami wawancarai adalah Ibu Rizka Dewi S sebagai
      Corporate Secretary BWPT.
1.13. Asumsi – Asumsi Dan Kondisi Pembatas
      1.13.1. Asumsi dan Asumsi Khusus
              a. Legalitas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penilaian adalah benar
                 dan tidak menyesatkan.
              b. Data dan informasi yang relevan yang diperoleh dari sumber yang layak adalah
                 benar dan tidak menyesatkan.
              c. Pemberi Tugas telah memberikan informasi yang lengkap mengenai objek
                 penilaian dan tidak ada hal-hal yang disembunyikan yang dapat berpengaruh
                 secara signifikan terhadap kesimpulan nilai.
              d. Penilai beranggapan bahwa bagian-bagian properti yang tidak diinspeksi tidak
                 memiliki kerusakan yang berarti dan tidak menyebabkan perubahan nilai.
              e. Objek penilaian diasumsikan tidak dibangun dengan material ataupun mengandung
                 material yang bersifat merusak dan berbahaya yang dapat menyebabkan
                 pencemaran lingkungan yang berpengaruh terhadap kesimpulan nilai.
              f. Asumsi khusus adalah asumsi yang berbeda dengan fakta yang sebenarnya pada
                 tanggal penilaian. Jika terdapat asumsi khusus akan diungkapkan dalam laporan
                 penilaian.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                           I-3
Page 16
       1.13.2. Kondisi dan Syarat Pembatas
               a. Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.
               b. Penilai melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
                  proses penilaian.
               c. Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan nilai akhir.
               d. Penilai melakukan penelaahan atas status hukum objek penilaian.
               e. Penilai tidak melakukan penyelidikan atas legalitas/status hukum dokumen-
                  dokumen yang digunakan dalam proses penilaian. Adalah bukan tugas Penilai
                  untuk melakukan uji tuntas (due diligence) dari aspek hukum atas catatan publik
                  serta catatan kepemilikan.
               f. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuiakan yang
                  mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan
                  kemampuan pencapaiannya (Fiduaciary Duty).
               g. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
                  keuangan.
               h. Laporan penilaian ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
                  rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
               i. Jika penilaian diperuntukan untuk kepentingan Pasar Modal, data dan informasi
                  dalam penilaian bersumber dari atau divalidasi oleh Asosiasi Profesi Penilai
                  (MAPPI).
               j. Penilai dibebaskan dari segala tuntutan dan kewajiban yang berkaitan dengan
                  penggunaan laporan yang tidak sesuai dengan tujuan/kepentingan dari laporan
                  penilaian.
               k. Data dan informasi yang diterima Penilai dari Pemberi Tugas diasumsikan benar
                  dan dapat dipertanggung jawabkan, antara lain termasuk penunjukkan letak lokasi
                  tempat, spesifikasi jenis dan jumlah aset objek penilaian dan apabila data dan
                  informasi tersebut tidak benar maka Pemberi Tugas membebaskan Penilai dari
                  tanggung jawab atas hasil penilaian yang tidak tepat dikarenakan kesalahan
                  tersebut.
               l. Informasi yang telah diberikan oleh pihak lain kepada Penilai seperti yang telah
                  disebutkan dalam laporan penilaian dianggap layak dan dipercaya, tetapi Penilai
                  tidak bertanggung jawab jika ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak
                  sesuai dengan hal yang sesungguhnya. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali
                  kebenaran informasi tersebut sepenuhnya berada di pihak Pemberi Tugas.
               m. Setiap informasi yang berasal dari Data Pribadi yang diperoleh dan/atau digunakan
                  Penilai dalam penugasan ini hanya digunakan untuk kepentingan sesuai tujuan
                  penilaian, dan selanjutnya data dan informasi yang dimaksud dikecualikan sebagai
                  Data Pribadi sebagaimana diatur dalam ketentuan dan perundang-undangan yang
                  terkait Perlindungan Data Pribadi.
               n. Laporan ini tidak sah jika tidak dibubuhi tandatangan Pemimpin Rekan/Rekan dan
                  stempel/seal perusahaan KJPP Iskandar dan Rekan serta tidak dapat dipertanggung
                  jawabkan bilamana pemberi tugas tidak melunasi imbalan jasa atas pekerjaan
                  penilaian ini.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                             I-4
Page 17
                o. Pemberi Tugas adalah orang atau badan yang memberi instruksi kepada Penilai
                   termasuk di dalamnya direksi perusahaan atau pejabatnya, atau penasihat
                   profesionalnya, contact person ataupun yang ditugaskan mewakilinya.
                p. Laporan ini bukan merupakan rekomendasi untuk melakukan atau tidak melakukan
                   suatu transaksi sesuai dengan tujuan dalam laporan ini, dan laporan ini tidak
                   terikat dengan transaksi yang dilakukan dan transaksi yang dilakukan adalah
                   mutlak keputusan dari pihak-pihak yang bertransaksi.
                q. Perbedaan kondisi yang mungkin terjadi antara tanggal penilaian dengan waktu
                   penggunaan hasil penilaian dapat menurunkan relevansi opini nilai terhadap
                   kebutuhan pengguna hasil penilaian, dikarenakan adanya perbedaan akses data
                   dan informasi serta asumsi dan analisis penilaian. Apabila pengguna hasil penilaian
                   menemukan kondisi tersebut, disarankan untuk menugaskan Penilai melakukan
                   reviu terhadap penugasan yang telah dilaksanakan dan apabila dimungkinkan dan
                   dibutuhkan, Penilai dapat melakukan penilaian ulang dengan mengulang kembali
                   prosedur penilaian yang sebelumnya dilakukan, secara lebih lengkap. Proses dan
                   prosedur tersebut harus dituangkan dalam penugasan yang berdiri sendiri dan
                   berbeda dengan penugasan penilaian sebelumnya.
                r. Jika kontrak dan/atau laporan penilaian ditulis dalam versi Bahasa Indonesia dan
                   Bahasa Inggris, Pemberi Tugas dan Penerima Tugas sepakat bahwa dalam hal
                   terjadi inkonsistensi antara versi Bahasa Indonesia dan versi Bahasa Inggris, maka
                   versi Bahasa Indonesia yang akan berlaku dan versi Bahasa Inggris akan dianggap
                   telah diubah untuk menyesuaikan dengan versi Bahasa Indonesia.
                s. Asumsi-asumsi dan kondisi pembatas ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan
                   (integral) dari laporan penilaian.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                              I-5
Page 18
                                            BAB II
                                 DATA DAN INFORMASI PROYEK

2.1.   Sponsor Proyek
       Sponsor proyek adalah PT Eagle High Plantations Tbk berkedudukan di Jakarta Selatan,
       didirikan dengan nama PT BW Plantation berdasarkan Akta No. 13 tanggal 6 November 2000
       dari Paulus Widodo Sugeng Haryono, S.H., notaris di Jakarta. Akta tersebut telah mendapat
       pengesahan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
       Keputusan No. C-25665.HT.01.01.Th.2000 tanggal 22 Desember 2000 serta diumumkan dalam
       Berita Negara Republik Indonesia No. 68 tanggal 26 Agustus 2003, Tambahan No. 7449.
       Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir mengenai
       perubahan beberapa ketentuan dalam Anggaran Dasar untuk disesuaikan dengan Peraturan
       Otoritas Jasa Keuangan No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat
       Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka, diaktakan pada Akta No. 2 tanggal 8 Mei 2023
       dari Novita Puspitarini, S.H., Notaris di Jakarta dan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan
       Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Pemberitahuan Penerimaan Perubahan
       Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0116320 tanggal 11 Mei 2023.
       Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2004.
       Pabrik pengolahan kelapa sawit Grup berada di Kalimantan dan Papua dan perkebunan entitas
       anak berlokasi di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan Papua.
       Kegiatan Usaha
       Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
       terutama meliputi bidang industri dan pertanian. Perusahaan dan entitas anak didirikan dan
       menjalankan usahanya di Indonesia dan Singapura. Ruang lingkup kegiatan usaha Grup
       meliputi pengembangan perkebunan, pengolahan hasil perkebunan, perdagangan dan lain-
       lain. Bidang usaha meliputi perkebunan kelapa sawit dan hasil olahan kelapa sawit antara lain
       produk perkebunan. Produk tersebut mencakup produk hasil kelapa sawit antara lain minyak
       kelapa sawit (crude palm oil) dan inti sawit (palm kernel).
       Susunan Pemegang Saham
       Susunan pemegang saham Perseroan berdasarkan laporan keuangan pada tanggal 31
       Desember 2024 (audit) adalah sebagai berikut:
        PT EAGLE HIGH PLANTATIONS Tbk
                                                            Jumlah                     Jumlah
       No.                  Pemegang Saham                                (%)
                                                            Saham                        (Rp)
         1 PT Rajawali Capital International             11.886.121.516 37,70%     1.188.612.000.000
         2 FIC Properties Sdn Bhd                        11.664.357.670 37,00%     1.166.436.000.000
         3 Masyarakat (masing-masing di bawah 5%)         7.974.811.814 25,30%       797.481.000.000
           Jumlah                                        31.525.291.000 100,00%    3.152.529.000.000
       Sumber: Laporan Keuangan tahun 2024 (audit)

       Susunan Dewan Komisaris dan Direksi berdasarkan laporan keuangan pada tanggal 31
       Desember 2024 (audit) adalah sebagai berikut:




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                            II-1
Page 19
        Dewan Komisaris
        Komisaris Utama             : Abed Nego
        Komisaris                   : Mohammad Prianto Madelar
        Komisaris Independen        : Yohanes Wahyu Saronto
        Direksi
        Direktur Utama              : Henderi Djunaidi
        Direktur                    : Andrew Haryono
        Direktur                    : Yeoh Lean Khai

       Perizinan
       Perizinan yang dimiliki adalah:
       - Izin Usaha Industri No. 805/T/INDUSTRI/2008 yang diterbitkan oleh Kepala Badan
           Koordinasi Penanaman Modal pada tanggal 6 Agustus 2008.
       - Nomor Induk Berusaha (NIB) 8120310110629.
       - Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) 01.882.908.5-054.000.
       - Ijin Usaha Pengolahan (IUP-P) No. 525/002/Ek yang diterbitkan oleh Bupati Kotawaringin
           Barat pada tanggal 14 Januari 2016.
       - Sertipikat Hak Guna Bangunan (HGB) Nomor: 01 yang diterbitkan oleh Kantor Pertanahan
           Kabupaten Kotawaringin Barat pada tanggal 27 Agustus 2002.
       - Sertipikat Hak Guna Bangunan (SHGB) Nomor: 0007 yang diterbitkan oleh Kepala Kantor
           Pertanahan Kabupaten Kotawaringin Barat pada tanggal 11 Desember 2013.
2.2.   Profil Proyek
       Rencana proyek adalah Kegiatan Usaha Perdagangan Besar Minyak dan Lemak Nabati
       mencakup usaha yang memungkinkan BWPT melakukan pembelian CPO dari pihak ketiga,
       yang selanjutnya akan dijual kembali bersama dengan CPO yang diproduksi oleh BWPT sendiri.
       Kegiatan usaha tersebut merupakan kegiatan usaha baru BWPT, namun BWPT telah memiliki
       personil yang berpengalaman dibidang Kegiatan Usaha Perdagangan Besar Minyak dan Lemak
       Nabati sehingga diharapkan tidak terdapat kendala dalam melakukan kegiatan usaha tersebut.
2.3.   Produk/Jasa
       Produk proyek kegiatan usaha perdagangan besar minyak dan lemak nabati adalah
       perdagangan CPO.
2.4.   Kinerja Keuangan Proyek
       Proyek adalah kegiatan usaha perdagangan besar minyak dan lemak nabati yang merupakan
       bidang usaha baru yang akan dikembangkan, sehingga kinerja keuangan historis proyek tidak
       ada.
2.5.   Teknologi yang Digunakan
       Dalam melakukan pembelian CPO, tidak terdapat teknologi yang digunakan.
2.6.   Latar Belakang Ekonomi
       PDB Menurut Lapangan Usaha
       Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2024 terhadap 2023 (C-to-C)
       Ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh
       lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Jasa Lainnya
       sebesar 9,80%; diikuti Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,69%; dan Penyediaan
       Akomodasi dan Makan Minum sebesar 8,56%. Sementara itu, Industri Pengolahan yang



Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                        II-2
Page 20
       memiliki peran dominan tumbuh 4,43%. Sedangkan Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi
       Mobil dan Sepeda Motor serta Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masing-masing tumbuh
       sebesar 4,86% dan 0,67%.




                    Gambar 1. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (C-to-C) (%), 2022—2024
                                           Sumber: Badan Pusat Statistik

       Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2024
       didominasi oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 18,98%; diikuti oleh
       Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 13,07%; Pertanian,
       Kehutanan, dan Perikanan sebesar 12,61%; Konstruksi sebesar 10,09%; serta Pertambangan
       dan Penggalian sebesar 9,15%. Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian
       Indonesia mencapai 63,90%.
       Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2024 Terhadap Triwulan IV-2023 (Y-on-Y)
       Ekonomi Indonesia triwulan IV-2024 terhadap triwulan IV-2023 (y-on-y) tumbuh sebesar
       5,02%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha yang tumbuh
       signifikan adalah Jasa Lainnya sebesar 11,36%; diikuti oleh Jasa Perusahaan sebesar 8,08%;
       Transportasi dan Pergudangan sebesar 7,92%; dan Informasi dan Komunikasi sebesar 7,45%.
       Sebagai lapangan usaha yang memiliki peran dominan, Industri Pengolahan tumbuh sebesar
       4,89%. Sedangkan Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; serta
       Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masing-masing tumbuh sebesar 5,19% dan 0,71%.




                           Gambar 2. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (Y-on-Y) (%),
                               Triwulan IV-2023, Triwulan III-2024, dan Triwulan IV-2024
                                            Sumber: Badan Pusat Statistik
       Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2024 Terhadap Triwulan III-2024 (Q-to-Q)
       Ekonomi Indonesia triwulan IV-2024 tumbuh sebesar 0,53% (q-to-q). Pertumbuhan terjadi
       pada beberapa lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                           II-3
Page 21
       diantaranya Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar
       16,63%; diikuti oleh Jasa Pendidikan sebesar 14,94%; serta Jasa Lainnya sebesar 8,40%.
       Sementara itu, lapangan usaha yang mengalami kontraksi terdalam adalah Pertanian,
       Kehutanan, dan Perikanan sebesar 18,49%.




                           Gambar 3. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (Q-to-Q) (%),
                               Triwulan IV-2023, Triwulan III-2024, dan Triwulan IV-2024
                                            Sumber: Badan Pusat Statistik
       PDB Menurut Pengeluaran, Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2024 terhadap 2023 (C -to-C)
       Ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03% (c-to-c) dibanding tahun 2023.
       Pertumbuhan terjadi pada semua komponen PDB Pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi terjadi
       pada PK-LNPRT sebesar 12,48%; diikuti Komponen PK-P sebesar 6,61%; Komponen Ekspor
       Barang dan Jasa sebesar 6,51%; Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT)
       sebesar 4,94%; dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 4,61%.
       Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa (faktor pengurang dalam PDB menurut
       pengeluaran) tumbuh sebesar 7,95%.




                 Gambar 4. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (C -to-C) (%), 2022-2024
                                          Sumber: Badan Pusat Statistik
       Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku tahun 2024 ti dak
       menunjukkan perubahan yang signifi kan. Perekonomian Indonesia didominasi oleh
       Komponen PK-RT dengan kontribusi sebesar 54,04%. Komponen PMTB memiliki kontribusi
       terbesar kedua yakni sebesar 29,15%, diikuti Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar
       22,18%; Komponen PK-P sebesar 7,73%; Komponen Perubahan Inventori sebesar 2,25%; dan
       Komponen PK-LNPRT sebesar 1,36%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa
       memiliki kontribusi sebesar 20,39%.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                               II-4
Page 22
       Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2024 Terhadap Triwulan IV-2023 (Y-on-Y)
       Ekonomi Indonesia triwulan IV-2024 terhadap triwulan IV-2023 tumbuh sebesar 5,02% (y-on-
       y). Pertumbuhan terjadi pada semua komponen pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi terjadi
       pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa, yang mengalami peningkatan sebesar 7,63%, diikuti
       Komponen PK-LNPRT tumbuh sebesar 6,06%. Selain itu, Komponen PMTB, PK-RT, dan PK-P
       tumbuh masing-masing sebesar 5,03%, 4,98%, dan 4,17%. Sementara itu, Komponen Impor
       Barang dan Jasa tumbuh sebesar 10,36%.




                       Gambar 5. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (Y-on-Y) (%),
                               Triwulan IV-2023, Triwulan III-2024, dan Triwulan IV-2024
                                            Sumber: Badan Pusat Statistik
       Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2024 Terhadap Triwulan III-2024 (Q-to-Q)
       Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2024 dibanding triwulan III-2024 tumbuh sebesar 0,53%
       (q-to-q). Pertumbuhan terti nggi dicapai oleh Komponen PK-P sebesar 38,58%, diikuti
       Komponen PK-LNPRT sebesar 6,36%. Selain itu, Komponen Ekspor Barang dan Jasa, Komponen
       PMTB, dan Komponen PK-RT masing-masing tumbuh sebesar 4,63%, 2,44%, dan 1,64%.
       Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa tumbuh sebesar 3,23%.




                            Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (Q-to-Q) (%),
                                Triwulan IV-2023, Triwulan III-2024, dan Triwulan IV-2024
                                             Sumber: Badan Pusat Statistik

2.7.   Kebutuhan Produksi atau Operasi
       Kegiatan usaha perdagangan besar minyak dan lemak nabati memerlukan investasi modal
       tetap dan modal kerja serta tenaga ahli dalam bidang kelapa sawit. Investasi modal tetap
       berupa tangki unloading, pemipaan tangki unloading, pondasi & jalan akses, jasa install,
       consumable dan pengecatan serta transport. Tenaga ahli dalam bidang kelapa sawit telah
       dimiliki oleh Perseroan.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                          II-5
Page 23
       Perseroan memiliki tenaga ahli dalam bidang kegiatan usaha perdagangan besar minyak dan
       lemak nabati dengan pengalaman lebih dari 20 tahun dengan bidang keahlian operasional
       dibidang perdagangan CPO. Selain itu Proyek juga membutuhkan modal tetap sebagai berikut:
                                                             Jumlah    Jumlah
                         Uraian                    Satuan
                                                             Satuan   (Rp.000)
         Tangki Unloading                               Ls      1        49.192
         Pemipaan Tangki Unloading                      Ls      1        47.496
         Pondasi & Jalan Akses                          Ls      1        64.248
         Jasa install, consumable dan pengecatan        Ls      1        61.065
         Transport                                      Ls      1        67.000
                            Jumlah                                      289.000

       Fungsi masing-masing bagian adalah sebagai berikut:
        a. Tangki Unloading digunakan untuk proses pemindahan dan penyimpanan CPO secara
           aman.
        b. Pemipaan Tangki Unloading meliputi instalasi jalur pipa yang terhubung langsung dengan
           tangki unloading, yang berfungsi untuk mengalirkan material ke unit pemrosesan atau
           penyimpanan lanjutan.
        c. Pondasi & Jalan Akses merupakan akses yang digunakan untuk kemudahan mobilisasi
           saat proses pemindahan dan penyimpanan CPO.
        d. Jasa install, consumable dan pengecatan adalah jasa pengerjaan untuk melakukan
           instalasi tangki dan infraktruktur lainnya.
        e. Transport mencakup biaya pengangkutan seluruh peralatan dan material dari lokasi
           penyimpanan/vendor ke lokasi proyek.
       Berdasarkan informasi manajemen sumber pembiayaan proyek seluruhnya dari modal sendiri
       dengan jangka waktu pembangunan Proyek 1 bulan.
2.8.   Hak Atas Kekayaan Intelektual
       Sponsor proyek maupun Proyek tidak memiliki hak atas kekayaan intelektual atas proyek.
2.9.   Peraturan dan Perundang-Undangan yang Terkait
       Peraturan dan perundangan-undangan yang terkait adalah sebagai berikut:
       1. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (Lembaran Negara
           Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 106, Tambahan Lembaran Negara Republik
           Indonesia Nomor 4756);
       2. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman (Lembaran
           Negara Tahun 1992 Nomor 46, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3478);
       3. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura (Lembaran Negara Republik
           Indonesia Tahun 2010 Nomor 132, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
           Nomor 5170);
       4. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan (Lembaran Negara Republik
           Indonesia Tahun 2012 Nomor 227, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
           Nomor 5360);
       5. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
           (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 131, Tambahan Lembaran
           Negara Republik Indonesia Nomor 5433);
       6. Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja;




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                           II-6
Page 24
       7. Undang-Undang Nomor 3 tahun 2014 Tentang Perindustrian;
       8. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 Tentang Perkebunan;
       9. Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2020 Tentang Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa
           Sawit Berkelanjutan Indonesia;
       10. Peraturan Pemerintah nomor 14 tahun 2015 Tentang Rencana Induk Pengembangan
           Industri Nasional 2015 – 2035;
       11. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 19 Tahun 2023 Tentang Perubahan atas Peraturan
           Menteri Pertanian Nomor 03 Tahun 2022 Tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia,
           Penelitian dan Pengembangan, Peremajaan, serta Sarana dan Prasarana Perkebunan
           Kelapa Sawit.
2.10. Aspek Lingkungan
      Berikut adalah daftar kegiatan uji kualitas lingkungan yang akan dilakukan:
      1. Kepatuhan terhadap rantai pasok yang bersih: audit terhadap seluruh mitra dan pemasok
           CPO, untuk memastikan tidak adanya praktik illegal logging, pembakaran lahan, atau
           penggunaan lahan gambut yang tidak sesuai.
      2. Penilaian dampak lingkungan (AMDAL): untuk menilai dampak lingkungan dalam proyek
           pembangunan atau pengembangan fasilitas receiving facility.
2.11. Persyaratan Modal dan Strategi Finansial
      Tidak ada modal dan strategi finansial khusus dalam menjalankan kegiatan usaha Proyek.
      Kebutuhan modal diperlukan untuk memenuhi investasi yang diperlukan untuk kegiatan usaha
      perdagangan besar minyak dan lemak nabati. Dalam usaha perdagangan besar minyak dan
      lemak nabati tergantung dari pembelian CPO yang diperoleh dari pihak ketiga.
       Perseroan akan membangun pabrik receiving facility di lokasi receiving facility yang telah ada
       sebelumnya yang berada di Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah.
       Perseroan akan memperoleh bahan baku berupa CPO di sekitar pabrik kelapa sawit BWPT
       dengan tetap memperhatikan kualitas dan harga.
       Strategi finansial yang digunakan adalah menyiapkan anggaran biaya operasional untuk
       proyek dan memperoleh margin dari penjualan CPO. Berdasarkan informasi manajemen
       sumber pembiayaan proyek seluruhnya dari modal sendiri dengan jangka waktu
       pembangunan receiving facility kisaran selama 1 bulan.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                            II-7
Page 25
                                             BAB III
                                   ANALISIS KELAYAKAN PASAR
3.1.   Kondisi Pasar
       Produksi CPO
       Produksi CPO tahun 2023 diperkirakan mencapai 50,07 juta ton atau naik sebesar 7,15% dari
       tahun 2022 yakni sebesar 46,73 juta ton. Sementara itu, produksi PKO mencapai 4,77 juta ton
       atau naik 5,66% dari tahun sebelumnya (2022) yakni sebesar 4,52 juta ton. Kenaikan produksi
       dari tahun 2022 ini kemungkinan disebabkan oleh berbagai hal, antara lain: (1) harga minyak
       sawit menjelang akhir tahun 2021 dan sepanjang tahun 2022 relatif tinggi, sehingga
       mendorong pelaku usaha untuk mengelola kebunnya dengan baik, termasuk pemberian
       pupuk; (2) adanya perluasan areal yang telah menghasilkan di tahun 2023. Hal ini sesuai
       dengan data Kementerian Pertanian dalam periode 2017- 2020 terdapat perluasan 540 ribu
       hektar dan diperkirakan tahun 2023 akan ada penambahan areal TM (Tanaman Menghasilkan)
       seluas 260 ribu hektar; (3) El Nino yang semula diperkirakan akan melanda Indonesia, ternyata
       tidak berpengaruh terhadap produksi tanaman kelapa sawit, karena melanda di sebagian
       besar Indonesia bagian selatan.
       Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Perkebunan, luas areal kelapa sawit Indonesia
       tahun 2023 angka sementara mencapai 16,83 juta hektar, yang terdiri dari areal perkebunan
       rakyat (PR) sebesar 37,37% atau 6,29 juta hektar, perkebunan besar swasta (PBS) sebesar
       51,08% atau 8,60 juta hektar dan perkebunan besar negara (PBN) hanya sebesar 3,24% atau
       545,71 ribu hektar, sementara ada juga luasan yang akan dikonfirmasikan sebesar 8,31% atau
       1,40 juta hektar. Produksi kelapa sawit Indonesia tahun 2023 sebesar 46,99 juta ton dalam
       bentuk minyak sawit angka sementara. Produksi kelapa sawit tersebut sebagian besar
       ditujukan untuk ekspor. Volume ekspor kelapa sawit Indonesia yang cukup besar tersebut
       menjadikan Indonesia sebagai negara eksportir kelapa sawit terbesar pertama dunia.
       Jika dilihat produksi kelapa sawit per provinsi periode tahun 2019 – 2023 terdapat sembilan
       provinsi sentra produksi kelapa sawit. Tahun 2023 kontribusi ke sembilan provinsi tersebut
       mencapai 87,82% terhadap total produksi minyak sawit Indonesia.




                               Gambar 1. Provinsi Sentra Produksi Kelapa Sawit Indonesia, 2023
                                  Sumber: Analisis Kinerja Perdagangan Kelapa Sawit 2024
                                         Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                            III-1
Page 26
       Pada tahun 2024, produksi minyak inti sawit (palm kernel oil/PKO) Indonesia mengalami
       penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut data Gabungan Pengusaha Kelapa
       Sawit Indonesia (GAPKI), total produksi PKO pada tahun 2024 tercatat sebesar 4,598 juta ton,
       turun 3,80% dari produksi tahun 2023 yang mencapai 4,77 juta ton.
       Penurunan ini sejalan dengan fluktuasi produksi minyak sawit mentah (CPO) sepanjang tahun
       2024. Misalnya, pada bulan Desember 2024, produksi CPO tercatat sebesar 3,876 juta ton,
       sementara produksi PKO turun menjadi 361 ribu ton dari 412 ribu ton pada bulan November.
       Meskipun demikian, konsumsi domestik terhadap produk sawit, termasuk PKO, tetap
       menunjukkan tren positif. Konsumsi dalam negeri pada bulan Desember 2024 tercatat sebesar
       2,187 juta ton, meningkat dibandingkan bulan November yang mencapai 2,030 juta ton.
       Secara keseluruhan, meskipun ada penurunan dalam produksi PKO, sektor sawit Indonesia
       tetap menunjukkan daya tahan dengan meningkatnya konsumsi domestik dan ekspor produk
       olahan sawit.
       Pasar ekspor minyak sawit
       Pada tahun 2024, pasar ekspor minyak sawit Indonesia mengalami dinamika yang signifikan.
       Meskipun volume ekspor menurun dibandingkan tahun sebelumnya, sektor ini tetap menjadi
       kontributor utama devisa negara.
       Ekspor minyak sawit mentah (CPO) Indonesia pada 2024 tercatat sebesar 29,5 juta ton,
       menurun dari 32,2 juta ton pada tahun 2023. Nilai ekspor juga mengalami penurunan,
       mencapai USD 27,76 miliar dibandingkan dengan USD 30,32 miliar pada tahun sebelumnya.
       Penurunan terbesar terjadi pada ekspor ke China dan India, masing-masing sebesar 2,38 juta
       ton dan 1,13 juta ton.
       GAPKI memproyeksikan bahwa produksi minyak sawit Indonesia pada 2025 akan mencapai
       53,6 juta ton. Namun, tantangan seperti fluktuasi harga global dan kebijakan perdagangan
       internasional dapat mempengaruhi laju ekspor di masa mendatang.
       Perkembangan harga
       Untuk melihat kinerja perdagangan kelapa sawit dalam negeri diantaranya dengan melihat
       perkembangan rata-rata harga kelapa sawit baik di tingkat petani (harga produsen) dalam
       wujud Tandan Buah Segar (TBS), Harga CPO maupun harga perdagangan konsumen dalam
       wujud minyak goreng sawit. Harga produsen TBS nasional periode bulanan tahun 2021 - 2024
       secara umum menunjukkan pola berfluktuasi, namun cenderung mengalami sedikit
       peningkatan. Jika dicermati harga per bulan selama periode tersebut, dimana harga tertinggi
       TBS terjadi pada bulan April 2022 mencapai Rp. 3.585 per kg, sedangkan terendah terjadi pada
       bulan Juli 2022 sebesar Rp. 1.811 per kg. Data harga pembelian TBS merupakan harga yang
       ditetapkan tim penetapan harga pembelian TBS. Harga ini dikirim oleh petugas PIP Kabupaten
       dan Provinsi sesuai dengan waktu pelaksanaan penetapan harga TBS di provinsinya. Dinamika
       harga TBS masih terus dipantau pemerintah. Fakta empiris menunjukkan fluktuasi harga CPO
       di tingkat global secara langsung berimbas pada TBS. Fenomena yang berkembang bahwa
       terjadi perbedaan harga TBS, pekebun yang tergabung dalam kelembagaan atau bermitra
       dengan perusahaan pengolah kelapa sawit (PKS) harga TBS nya lebih tinggi dibandingkan
       dengan pekebun yang tidak melakukan kemitraan. Selain itu tantangan lainnya, kebijakan
       “bebas deforestasi” yang sudah mulai diimplementasikan di Uni Eropa berpotensi
       memperlebar selisih harga TBS. Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal



Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                          III-2
Page 27
       Perkebunan terus berupaya mencari solusi untuk membantu petani menghadapi berbagai
       tantangan dilapangan, menjaga komitmen dan mengatur strategi tepat guna demi perolehan
       harga tandan buah segar kelapa sawit yang layak bagi pekebun.




                              Gambar 2. Perkembangan harga produsen TBS bulanan, 2021 – 2024
                                  Sumber: Analisis Kinerja Perdagangan Kelapa Sawit 2024
                                          Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
       Kebutuhan CPO
       Kebutuhan CPO di dalam negeri dan luar negeri dapat bervariasi tergantung pada sejumlah
       faktor termasuk industri yang menggunakannya, tren konsumsi global dan kebijakan
       pemerintah terkait. Kebutuhan CPO tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:
       1. Kebutuhan di dalam negeri:
          a. Industri Makanan dan Minuman Olahan
             CPO banyak dimanfaatkan oleh industri makanan sebagai bahan baku utama minyak
             goreng, margarin, shortening, dan lemak nabati lainnya. Selain itu, industri roti,
             makanan ringan, dan produk olahan seperti mi instan juga menggunakan turunan CPO.
             Kebutuhan ini ditopang oleh permintaan dari perusahaan besar makanan, UMKM, dan
             sektor rumah tangga di seluruh Indonesia.
          b. Industri Biofuel dan Energi Terbarukan
             CPO merupakan bahan baku utama dalam produksi biodiesel di Indonesia, terutama
             dalam program B35 (campuran 35% biodiesel dari CPO ke solar). Pemerintah sangat
             mendorong penggunaan biodiesel untuk mengurangi impor bahan bakar fosil dan
             mendukung energi ramah lingkungan. Kebutuhan domestik CPO untuk biofuel terus
             meningkat seiring target energi terbarukan nasional.
          c. Industri Kimia dan Oleokimia
             CPO juga digunakan untuk menghasilkan turunan oleokimia seperti asam lemak, metil
             ester, dan gliserin. Produk-produk ini dipakai lebih lanjut dalam industri sabun,
             deterjen, pelumas industri, dan bahan pembersih. Beberapa kawasan industri di Riau,
             Kalimantan, dan Sumatera Barat menyerap CPO sebagai bahan baku utama untuk
             produk kimia domestik.
          d. Industri Farmasi dan Kesehatan
             CPO dan turunannya digunakan dalam pembuatan kapsul lunak, pelapis obat, dan
             bahan tambahan farmasi. Industri farmasi lokal menggunakan bahan turunan dari CPO
             karena sifatnya yang dapat dimurnikan hingga kualitas food grade dan farmasi.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                          III-3
Page 28
       2. Kebutuhan di luar negeri:
          a. Industri Pangan dan Bahan Olahan
             CPO diekspor ke berbagai negara seperti India, Tiongkok, Pakistan, dan negara-negara
             Afrika sebagai bahan baku minyak goreng dan margarin. Industri makanan global
             memanfaatkan CPO karena harga yang kompetitif, ketersediaan dalam jumlah besar,
             dan kestabilan lemaknya. Permintaan tinggi dari sektor HORECA (hotel, restoran,
             katering) menjadi pendorong ekspor ini.
          b. Industri Bioenergi dan Biodiesel
             Uni Eropa dan negara-negara seperti Jepang serta Korea Selatan menggunakan CPO
             sebagai salah satu bahan dasar biofuel, meskipun pengaturannya semakin ketat karena
             isu keberlanjutan. Namun, beberapa negara tetap menerima impor CPO yang
             tersertifikasi ISPO atau RSPO untuk kebutuhan energi hijau mereka.
          c. Industri Oleokimia dan Produk Kimia Global
             Negara-negara seperti Belanda, India, dan Malaysia mengimpor CPO untuk diproses
             menjadi produk oleokimia turunan seperti fatty alcohol, fatty acid, dan ester. Produk
             ini kemudian digunakan dalam industri kosmetik, pembersih rumah tangga, pelumas
             industri, dan plastik ramah lingkungan.
          d. Industri Kosmetik dan Produk Perawatan Tubuh
             CPO yang telah diolah (refined dan bleached) digunakan sebagai bahan dasar dalam
             pembuatan sabun, lotion, dan produk personal care lainnya. Industri kosmetik di Eropa
             dan Amerika Serikat menggunakan turunan CPO sebagai alternatif lemak nabati alami
             karena sifatnya yang stabil dan mudah diolah.
3.2.   Pesaing Usaha
       Pihak-pihak yang menjadi pesaing adalah perusahaan yang bergerak di bidang yang sejenis.
       Pada kegiatan usaha kelapa sawit diantaranya adalah sebagai berikut:
       1. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) memiliki pengolahan minyak inti sawit melalui anak
          perusahaannya yaitu PT Tanjung Bina Lestari yang berlokasi di Sulawesi Barat. AALI
          memiliki luas lahan 287.044 hektar yang tersebar di Pulau Sumatra, Kalimantan, dan
          Sulawesi. Dari luasan tersebut, 214.815 hektar adalah perkebunan inti sedangkan 72.229
          hektar adalah perkebunan plasma.
       2. PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) mencatat produksi CPO sebesar 283.651 metrik ton
          di 2023 menjadi 245.395 metrik ton pada 2024 akibat dampak cuaca ekstrem. Perkebunan
          ANJT di Pulau Belitung, Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan terdampak kekeringan
          akibat El Nino.
       3. PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) menargetkan produksi minyak sawit mentah (CPO)
          sebesar 80.000 ton pada tahun 2024, meningkat sekitar 64% dibandingkan dengan
          produksi tahun 2023 yang mencapai 48.663 ton. Target ini didukung oleh beroperasinya
          pabrik kelapa sawit kedua di Tapanuli Selatan, yang diharapkan dapat meningkatkan
          kapasitas produksi secara signifikan.
       4. PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) memiliki lahan yang telah ditanam kelapa
          sawit seluas 40.718,45 hektar. Pada tahun 2024, STAA mencatat kinerja yang solid
          meskipun menghadapi tantangan eksternal. Produksi tandan buah segar (TBS) mencapai
          1,047 juta ton atau meningkat 2,5% dari tahun sebelumnya, sementara produksi minyak
          sawit mentah (CPO) tercatat sebesar 389.765 ton.



Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                         III-4
Page 29
3.3.   Target Pasar
       Target pasar yang dituju untuk Kegiatan Usaha Perdagangan Besar Minyak dan Lemak Nabati
       adalah industri pangan dan non pangan antara lain sebagai berikut:
       2. Pangan
          a. Bahan baku minyak goreng
          b. Cokelat
          c. Margarin
          d. Kue
          e. Mie instan
       3. Non Pangan
          a. Kosmetik
          b. Pupuk
          c. Bahan baku biodiesel
          d. Sabun, sampo
          e. Pelumas
3.4.   Strategi Pemasaran
       Saat ini, BWPT telah memproduksi dan memasarkan produk CPO. Seiring dengan
       meningkatnya permintaan pasar terhadap kedua komoditas tersebut, BWPT melihat peluang
       untuk memperluas volume penjualannya. Untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus
       bertumbuh, BWPT merencanakan untuk menambah pasokan CPO dengan cara melakukan
       pembelian dari pabrik kelapa sawit milik pihak ketiga yang berlokasi di sekitar wilayah
       operasional BWPT.
       CPO yang dibeli dari pihak ketiga ini akan dipasarkan bersama dengan produk yang dihasilkan
       oleh BWPT sendiri. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing perusahaan dalam
       hal kapasitas suplai, memperluas jaringan pelanggan, serta memberikan fleksibilitas dalam
       memenuhi permintaan pasar yang dinamis, baik dalam skala volume maupun keberlanjutan
       pasokan.
       Selain itu strategi pemasaran yang akan dilakukan oleh BWPT yaitu menerapkan Long-Term
       Contract (LTC) dengan sejumlah refinery besar di Indonesia. Pendekatan ini bertujuan untuk
       memastikan terserapnya seluruh volume produk CPO yang dimiliki BWPT, baik yang berasal
       dari produksi sendiri maupun hasil pembelian dari pihak ketiga.

Berdasarkan analisis kelayakan pasar yang mencakup kondisi pasar, pesaing usaha, target pasar dan
strategi pemasaran, dapat disimpulkan bahwa aspek pasar proyek oleh sponsor proyek adalah layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                         III-5
Page 30
                                            BAB IV
                               ANALISIS KELAYAKAN POLA BISNIS
4.1. Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Dari Pola Bisnis
     BWPT merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha pengolahan kelapa sawit sejak
     tahun 2000 dengan CPO sebagai produk utama BWPT. Total luas perkebunan BWPT saat ini
     adalah + 87.000 hektar dan berlokasi di Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
       Keunggulan logistik menjadi salah satu faktor pembeda utama BWPT dibandingkan para
       pesaing. BWPT memiliki fasilitas penyimpanan (storage) yang berada di area pabrik kelapa
       sawit (mills) serta sarana pengiriman melalui jetty dan fasilitas bulking, yang seluruhnya
       berlokasi strategis dan berdekatan dengan sumber pasokan dari pabrik-pabrik kelapa sawit
       milik pihak ketiga.
4.2. Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk
     Salah satu keunggulan utama BWPT adalah infrastruktur logistik yang terintegrasi, seperti
     fasilitas jetty dan bulking, yang mendukung efisiensi distribusi dan pengadaan produk.
     Keunggulan logistik ini cukup sulit ditiru oleh pesaing karena memerlukan investasi modal dan
     ketersediaan lahan strategis. Selain itu pembangunan fasilitas jetty atau bulking memerlukan
     proses perizinan yang memerlukan waktu dan konstruksi yang tidak singkat serta pengadaan
     lahan yang cukup sulit.
4.3. Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai
     Keunggulan kompetitif BWPT dalam hal lokasi strategis dan infrastruktur logistik yang dimiliki
     seperti fasilitas penyimpanan (storage), jetty, dan bulking. Kedekatan infrastruktur logistik
     terhadap sumber pasokan, termasuk pabrik kelapa sawit pihak ketiga, memungkinkan BWPT
     untuk menekan biaya transportasi secara signifikan dibandingkan pesaing.
       Efisiensi biaya ini secara langsung meningkatkan margin perdagangan serta memperkuat daya
       saing harga produk BWPT di pasar. Selain itu strategi yang dilakukan untuk menciptakan nilai
       yaitu akan diterapkannya Long-Term Contract (LTC) dengan sejumlah refinery besar di
       Indonesia. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan terserapnya seluruh volume produk
       CPO yang dimiliki BWPT, baik yang berasal dari produksi sendiri maupun hasil pembelian dari
       pihak ketiga.
       Dengan demikian, kemampuan BWPT dalam memanfaatkan infrastruktur logistik tidak hanya
       menciptakan efisiensi operasional, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi yang berkelanjutan
       bagi perusahaan.
Berdasarkan analisis kelayakan pola bisnis yang mencakup keunggulan kompetitif karena keunikan
dari pola bisnis, kemampuan pesaing untuk meniru produk dan kemampuan untuk menciptakan nilai
dapat disimpulkan bahwa aspek pola bisnis proyek oleh sponsor proyek adalah layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                         IV- 1
Page 31
                                       BAB V
                       ANALISIS KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN

5.1. Ketersediaan Tenaga Kerja
     BWPT merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha pengolahan kelapa sawit sejak
     tahun 2000 dengan CPO sebagai produk utama BWPT.
       Tenaga kerja untuk Proyek telah tersedia sebanyak 7 orang yang telah berpengalaman dalam
       berbagai bidang termasuk dalam melakukan perdagangan CPO.
5.2. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
     Sponsor proyek memiliki kapasitas dan kemampuan manajemen dalam mengelola Proyek,
     karena sponsor proyek mempunyai tenaga kerja yang kompeten yang diperlukan dalam
     mengelola usaha pengolahan kelapa sawit.
       Perseroan memiliki tenaga ahli dalam bidang pengolahan kelapa sawit dengan pengalaman
       lebih dari 20 tahun dengan bidang keahlian meliputi CPO & PK Sales, Trading CPO & PK, dan
       Bulking.
5.3. Kesesuaian Organisasi dan Manajemen
     Untuk mendapatkan hasil yang optimal, salah satu faktor yang penting adalah kemampuan
     dari pengelola (manajemen). Adapun struktur organisasi Perusahaan adalah sebagai berikut:




       sumber: manajemen BWPT

       a) Berikut tugas dan tanggung jawab dari setiap personil adalah sebagai berikut:

             No.             Nama                       Jabatan               Tugas & Tanggung Jawab

              1     Yeoh Lean Khai              CMEO                     Direktur

              2     Andreas Widodo              Head- CPO & PK Sales     Operasional Sales CPO & PK

              3     Robert Zhang                Head -Trading CPO & PK   Operasional Trading CPO & PK




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                   V-1
Page 32
              4     Firman Sulaiman             Sr Mgr Bulking MHK        Operasional Bulking MHK

              5     Wahyu Wibisono              Koordinator Bulking BHL   Operasional Bulking BHL

              6     Alexander Situmeang         Assistant TLP             Operasional Bulking TLP

              7     Partono                     Koordinator Bulking BBN   Operasional Bulking BBN



       b) Pekerjaan, jabatan, uraian pengalaman kerja, sertifikasi yang dimiliki dan seminar yang
          pernah diikuti dari setiap personil adalah sebagai berikut:

             No.              Nama                       Jabatan                         Uraian
              1     Yeoh Lean Khai              CMEO                      Pengalaman Kerja : 1991 – saat ini di
                                                                          bidang kelapa sawit.
                                                                          Masa Kerja : 30 tahun
                                                                          Sertifikasi yang dimiliki : n/a
                                                                          Seminar yang pernah diikuti : n/a
              2     Andreas Widodo              Head- CPO & PK Sales      Pengalaman Kerja : 1994 – saat ini
                                                                          dibidang kelapa sawit
                                                                          Masa Kerja : 25 tahun
                                                                          Sertifikasi yang dimiliki : n/a
                                                                          Seminar yang pernah diikuti : n/a
              3     Robert Zhang                Head -Trading CPO & PK    Pengalaman Kerja : 1998 – saat ini
                                                                          dibidang kelapa sawit
                                                                          Masa Kerja : 20 Tahun
                                                                          Sertifikasi yang dimiliki : n/a
                                                                          Seminar yang pernah diikuti : n/a
              4     Firman Sulaiman             Sr Mgr Bulking MHK        Pengalaman Kerja : lebih dari 20
                                                                          tahun dibidang kelapa sawit dan
                                                                          turunan nya
                                                                          Masa Kerja : 20 tahun
                                                                          Sertifikasi yang dimiliki : n/a
                                                                          Seminar yang pernah diikuti :
                                                                          1. Pelatihan PM16 Tahun 2021
                                                                               dengan Silabus IMO.1.10
                                                                          2. ABUPI Focus Group Discussion
                                                                               Usaha bidang jasa kepelabuhan
                                                                               PM51        Tahun        2015   –
                                                                               BUP/TERSUS/TUKS
                                                                          3. Training       on     Dreding   and
                                                                               Reflection Work
                                                                          4. Indonesian Port Infrastructures
                                                                               Expert
              5     Wahyu Wibisono              Koordinator Bulking BHL   Pengalaman Kerja : lebih dari 20
                                                                          tahun dibidang kelapa sawit
                                                                          Masa Kerja : 20 tahun
                                                                          Sertifikasi yang dimiliki : n/a
                                                                          Seminar yang pernah diikuti : n/a




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                     V-2
Page 33
              6     Alexander Situmeang         Assistant TLP             Pengalaman Kerja : lebih dari 5 tahun
                                                                          dibidang kelapa sawit
                                                                          Masa Kerja : 5 tahun
                                                                          Sertifikasi yang dimiliki :
                                                                          Pembinaan       Pengawasan      Norma
                                                                          Keselamatan dan Kesehatan Kerja
                                                                          Seminar yang pernah diikuti :
                                                                          Pemroses Rencana Penambatan Kapal
                                                                          dan Rencana Operasi (RPK-RO)
                                                                          Kepada Pihak Badan Usaha Pelabuhan
                                                                          Terminal Khusus (TERSUS) dan
                                                                          Terminal Untuk Kepentingan Sendiri
                                                                          (TUKS) pada Sistem Inaportnet di
                                                                          Pelabuhan Sampit
              7     Partono                     Koordinator Bulking BBN   Pengalaman Kerja : lebih dari 20
                                                                          tahun dibidang pengolahan kelapa
                                                                          sawit
                                                                          Masa Kerja : 20 tahun
                                                                          Sertifikasi yang dimiliki : n/a
                                                                          Seminar yang pernah diikuti :
                                                                          1. Sosisalisasi PM 20 Tahun 2017
                                                                               Tentang Tersus dan TUKS
                                                                          2. Sosialisasi PM 78 Tahun 2018
                                                                          3. Training Inaportnet
                                                                          4. Sosialisasi KM 44 Tahun 2020
                                                                               tentang Penetapan Alur
                                                                          5. Seminar         Keselamatan    dan
                                                                               Kemanan Pelayara

5.4. Manajemen Kekayaan Intelektual
     Dalam menjalankan Kegiatan Usaha Perdagangan Besar Minyak dan Lemak Nabati, BWPT
     tidak memerlukan manajemen kekayaan intelektual.
5.5. Manajemen Risiko
     Manajemen risiko dalam usaha perdagangan besar minyak dan lemak nabati bertujuan untuk
     meminimalkan potensi kerugian akibat fluktuasi harga komoditas, ketidakstabilan pasokan,
     gangguan logistik, serta perubahan regulasi. Strategi yang diterapkan mencakup penggunaan
     instrumen lindung nilai, diversifikasi sumber dan pasar, optimalisasi rantai pasok, serta
     kepatuhan terhadap kebijakan dan standar keberlanjutan. Selain itu, perlindungan terhadap
     risiko keuangan dan operasional dilakukan melalui asuransi, pengendalian internal, serta
     penerapan prosedur standar yang ketat. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan
     ketahanan dan keberlanjutan usaha dalam menghadapi dinamika pasar.
Berdasarkan analisis kelayakan model manajemen, yang mencakup ketersediaan tenaga kerja,
kapasitas dan kemampuan manajemen, kesesuaian struktur organisasi, manajemen kekayaan
intelektual dan manajemen risiko dapat disimpulkan bahwa aspek model manajemen proyek oleh
sponsor proyek adalah layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                     V-3
Page 34
                                             BAB VI
                                   ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS


6.1. Kapasitas Produksi
     Perseroan merencanakan pembangunan receiving facility baru di lokasi yang telah tersedia
     sebelumnya, yaitu di Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah.
     Pembangunan fasilitas ini merupakan langkah strategis yang bertujuan untuk mendukung
     kelancaran dan efisiensi operasional dalam aktivitas perdagangan CPO.
       Fasilitas ini akan difungsikan sebagai pusat penerimaan dan penyimpanan sementara produk
       CPO yang diperoleh dari pabrik kelapa sawit milik pihak ketiga. Dengan kapasitas penyimpanan
       yang memadai, receiving facility akan memungkinkan Perseroan untuk mengelola volume
       pasokan secara lebih fleksibel, menjamin kontinuitas distribusi, serta menjaga kualitas produk
       sebelum dikirim ke pelanggan akhir atau ke fasilitas pengolahan selanjutnya.
       Langkah ini juga merupakan bagian dari strategi penguatan rantai pasok yang terintegrasi,
       serta untuk mengantisipasi peningkatan volume perdagangan seiring dengan tumbuhnya
       permintaan pasar terhadap produk CPO.
6.2. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
     Saat ini BWPT bergerak di bidang industri dan perkebunan kelapa sawit dengan CPO sebagai
     produk utama dengan total luas perkebunan BWPT saat ini adalah +87.000 hektar dan
     berlokasi di Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
       Sehingga BWPT telah memiliki ketersediaan dan kualitas sumber daya yang memadai untuk
       mendukung pelaksanaan Proyek. Dari sisi sumber daya manusia, perusahaan didukung oleh
       tenaga kerja yang berpengalaman di industri kelapa sawit, mulai dari produksi, pengolahan,
       hingga distribusi.
       Tenaga kerja untuk Proyek telah tersedia sebanyak 7 orang yang telah berpengalaman dalam
       berbagai bidang termasuk dalam melakukan operasional Proyek.
6.3. Proses Produksi
     Proyek merupakan perluasan kegiatan usaha Perseroan di bidang perdagangan CPO. Dalam
     menjalankan kegiatan usaha tersebut, Perseroan akan melaksanakan serangkaian proses yang
     bertujuan untuk memastikan kelancaran rantai pasok serta optimalisasi distribusi produk ke
     pembeli. Adapun alur proses kegiatan usaha perdagangan CPO dapat dijelaskan sebagai
     berikut:
       4. Pengadaan dari Supplier
          BWPT menjalin kerja sama dengan beberapa supplier atau pemasok produk CPO.
          Pengadaan produk dilakukan melalui mekanisme kontrak jual beli (purchase agreement),
          yang mencakup kesepakatan volume, harga, kualitas, dan waktu pengiriman.
       5. Peran Sentral BWPT
          BWPT bertindak sebagai entitas pengelola perdagangan yang mengonsolidasikan pasokan
          dari para supplier, baik untuk keperluan distribusi internal maupun penjualan kembali ke
          pasar. BWPT memiliki fasilitas penyimpanan dan logistik yang memungkinkan pengelolaan




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                           VI-1
Page 35
          stok dan pengiriman secara efisien.
       6. Penjualan kepada Buyer
          Produk yang telah diperoleh akan dijual oleh BWPT kepada para buyer, yaitu industri
          pengguna akhir seperti refinery. Penjualan dilakukan melalui dua skema utama, yaitu:
          a. Kontrak Jangka Panjang (Long Term Contract/LTC), untuk menjamin kesinambungan
             pasokan dan kestabilan permintaan.
          b. Kontrak Spot, untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek berdasarkan harga pasar saat
             ini.
       Alur proses kegiatan dapat digambarkan sebagai berikut:




Berdasarkan analisis kelayakan teknis, dapat disimpulkan bahwa aspek teknis proyek oleh sponsor
proyek adalah layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                      VI-2
Page 36
                                             BAB VII
                                 ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN

 Proyek diasumsikan sebagai entitas operasional yang lengkap tersendiri sebagai penambahan
 kegiatan usaha Perusahaan.
7.1. Biaya Investasi
7.1.1. Modal Tetap
       Investasi modal tetap meliputi tangki unloading, pemipaan tangki unloading, pondasi & jalan
       akses, jasa install, consumable dan pengecatan serta transport dengan rincian sebagai berikut:
        Tabel 7.1
        Kegiatan Usaha Perdagangan Besar Minyak dan Lemak Nabati (KBLI 46315)
        Biaya Investasi Modal Tetap
                                                         Jumlah    Jumlah
                            Uraian                Satuan
                                                         Satuan (Rp.000)
          Tangki Unloading                          Ls      1        49.192
          Pemipaan Tangki Unloading                 Ls      1        47.496
          Pondasi & Jalan Akses                     Ls      1        64.248
          Jasa install, consumable dan pengecatan   Ls      1        61.065
          Transport                                 Ls      1        67.000
                             Jumlah                                 289.000
        Keterangan: Berdasarkan informasi manajemen, pada tanggal penilaian biaya investasi tersebut belum ada, sehingga biaya
        investasi tersebut diperlukan pada awal tahun proyeksi sebelum proyek beroperasi
        Sumber: Manajemen Perseroan

7.1.2. Modal Kerja
       Perkiraan Investasi modal kerja pada awal produksi, perinciannya adalah sebagai berikut:
        Tabel 7.2
        Kegiatan Usaha Perdagangan Besar Minyak dan Lemak Nabati (KBLI 46315)
        Perkiraan Kebutuhan Modal Kerja
        (Rp.000)
                              Turnover
                Uraian                    Jumlah
                               (Bulan)
        Piutang usaha                  1     65.914
        Persediaan                     1     59.751
        Utang usaha                    1    (59.751)
             Jumlah                          65.914
        Sumber: Manajemen Perseroan, disesuaikan

7.1.3. Kebutuhan Biaya Investasi
       Kebutuhan biaya investasi proyek adalah sebagai berikut:

                                   (Rp.000)
        Modal Tetap                   289.000
        Modal Kerja                    65.914
        Jumlah Investasi              354.914

7.2.    Sumber Pembiayaan
        Sumber pembiayaan proyek untuk modal tetap dan modal kerja seluruhnya dari modal sendiri,
        dengan rincian sebagai berikut:




 Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                                  VII-1
Page 37
        Tabel 7.3
        Kegiatan Usaha Perdagangan Besar Minyak dan Lemak Nabati (KBLI 46315)
        Sumber Pembiayaan
        (Rp.000)
                                 Sumber Pembiayaan
                 Uraian                                    Total
                               Modal Sendiri    Kredit
        A.Modal Tetap                289.000         -     289.000
        B.Modal Kerja                 65.914         -      65.914
          Jumlah                     354.914         -     354.914
          Struktur Pembiayaan        100,00%       0,00%   100,00%
        Sumber: Manajemen Perseroan, disesuaikan

        Dengan demikian perbandingan kredit terhadap modal sendiri (Debt/Equity) proyek tersebut
        adalah 0 : 100, atau seluruhnya dibiayai oleh modal sendiri.
7.3.    Persyaratan Kredit
        Proyek tidak menggunakan fasilitas kredit, seluruhnya dibiayai oleh modal sendiri, sehingga
        tidak ada persyaratan kredit.
7.4.    Biaya Operasional
        Biaya operasional terdiri dari beban pokok penjualan, beban penjualan dan beban umum dan
        administrasi. Beban pokok penjualan, beban penjualan dan beban umum dan administrasi
        tahun pertama adalah sebagai berikut:
        Tabel 7.4
        Kegiatan Usaha Perdagangan Besar Minyak dan Lemak Nabati (KBLI 46315)
        Perkiraan Biaya Operasional Tahun Pertama Operasi
        (Rp.000)
                         Uraian                      Jumlah
        Beban pokok penjualan                            717.015
        Beban penjualan                                    3.164
        Beban umum dan administrasi                        1.186
                         Jumlah                          721.366
        Keterangan: Beban pokok penjualan terdiri dari pembelian CPO dan estate, mill overhead cost
        Sumber: Manajemen Perseroan, disesuaikan

        Beban pokok penjualan terdiri dari:
        - Pembelian CPO yang diasumsikan sebesar 90,00% dari penjualan tahun ke-1.
        - Estate, mill overhead cost diasumsikan sebesar 0,65% dari penjualan tahun ke 1.
        Beban penjualan diasumsikan sebesar 0,15% dari penjualan tahun ke-1.
        Beban umum dan administrasi diasumsikan sebesar 0,25% dari penjualan tahun ke-1 dan
        selanjutnya diasumsikan meningkat 3,00% setiap tahun.
7.5.    Biaya Bahan Baku Mentah
        Proyek adalah usaha perdagangan CPO yang telah diperhitungkan dalam beban pokok
        penjualan. Kebutuhan CPO untuk proyek Perseroan diperkirakan sebesar 90,00% dari
        penjualan.
7.6.    Asumsi – Asumsi dalam Proyeksi Keuangan
        Proyeksi disajikan selama 10 tahun dengan asumsi-asumsi sebagai berikut:
7.6.1. Proyeksi Laba Rugi
        - Proyeksi penjualan disajikan sebagai berikut:




 Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                VII-2
Page 38
          Tabel 7.5
          Kegiatan Usaha Perdagangan Besar Minyak dan Lemak Nabati (KBLI 46315)
          Proyeksi Penjualan
          (Rp.000)
                                                                                  Tahun Proyeksi
                           Uraian
                                                       1               2                 3                 4                  5
          Penjualan Crude Palm Oil (CPO)
            Pertumbuhan penjualan CPO (%)                0,00%          2,50%              2,50%            2,50%              2,50%
            Penjualan CPO (Kg)                          65.914         67.562             69.251           70.982             72.757
            Kenaikan harga jual CPO (%)                  0,00%          2,00%              2,00%            2,00%              2,00%
            Harga jual CPO (Rp/Kg)                      12.000         12.240             12.485           12.734             12.989
          TOTAL PENJUALAN                              790.971        826.960            864.587          903.926            945.054
          Tabel 7.5
          Kegiatan Usaha Perdagangan Besar Minyak dan Lemak Nabati (KBLI 46315)
          Proyeksi Penjualan
          (Rp.000)
                                                                              Tahun Proyeksi
                           Uraian
                                                       6              7             8                      9                 10
          Penjualan Crude Palm Oil (CPO)
            Pertumbuhan penjualan CPO (%)                2,50%          2,50%         2,50%                  2,50%              2,50%
            Penjualan CPO (Kg)                          74.576        76.440         78.351                 80.310             82.318
            Kenaikan harga jual CPO (%)                  2,00%          2,00%         2,00%                  2,00%              2,00%
            Harga jual CPO (Rp/Kg)                      13.249        13.514         13.784                 14.060             14.341
          TOTAL PENJUALAN                             988.054      1.033.011     1.080.013               1.129.153          1.180.530

       - Proyeksi beban pokok penjualan diasumsikan sebagai berikut:
          o    Biaya pembelian CPO diasumsikan sebesar 90,00% dari total penjualan setiap tahun.
          o    Biaya estate, mill overhead cost diasumsikan sebesar 0,65% dari total penjualan setiap
               tahun.
       - Proyeksi beban pokok penjualan disajikan sebagai berikut :
           Tabel 7.6
           Kegiatan Usaha Perdagangan Besar Minyak dan Lemak Nabati (KBLI 46315)
           Proyeksi Beban Pokok Penjualan
           (Rp.000)
                                                                                        Tahun Proyeksi
                             Uraian
                                                            1                2                 3                  4                     5
           Pembelian CPO                    90,00%          711.874         744.264           778.128            813.533               850.549
           Estate, Mill Overhead Cost        0,65%            5.141            5.375             5.620              5.876                 6.143
           Beban Pokok Penjualan                            717.015         749.639           783.748            819.409               856.692

           Tabel 7.6
           Kegiatan Usaha Perdagangan Besar Minyak dan Lemak Nabati (KBLI 46315)
           Proyeksi Beban Pokok Penjualan
           (Rp.000)
                                                                                       Tahun Proyeksi
                             Uraian
                                                            6               7                8                9                 10
           Pembelian CPO                    90,00%         889.249         929.710          972.011        1.016.238          1.062.477
           Estate, Mill Overhead Cost        0,65%            6.422           6.715            7.020            7.339             7.673
           Beban Pokok Penjualan                           895.671         936.424          979.031        1.023.577          1.070.150

       - Proyeksi beban penjualan diasumsikan sebesar 0,15% dari total penjualan setiap tahun
         disajikan sebagai berikut:
           Tabel 7.7
           Kegiatan Usaha Perdagangan Besar Minyak dan Lemak Nabati (KBLI 46315)
           Proyeksi Beban Penjualan
           (Rp.000)
                                                                      Tahun Proyeksi
                      Uraian
                                             1              2                3                            4                       5
           Beban penjualan    0,15%            1.186          1.240            1.297                           1.356                  1.418
           Beban penjualan                     1.186          1.240            1.297                           1.356                  1.418




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                                                     VII-3
Page 39
           Tabel 7.7
           Kegiatan Usaha Perdagangan Besar Minyak dan Lemak Nabati (KBLI 46315)
           Proyeksi Beban Penjualan
           (Rp.000)
                                                                     Tahun Proyeksi
                      Uraian
                                             6             7               8                           9                  10
           Beban penjualan    0,15%            1.482         1.550           1.620                         1.694            1.771
           Beban penjualan                     1.482         1.550           1.620                         1.694            1.771

       - Proyeksi beban umum dan administrasi tahun ke-1 operasi diasumsikan sebesar 0,25% dari
         total penjualan dan tahun selanjutnya diasumsikan meningkat 3,00% setiap tahun disajikan
         sebagai berikut:
           Tabel 7.8
           Kegiatan Usaha Perdagangan Besar Minyak dan Lemak Nabati (KBLI 46315)
           Proyeksi Beban Umum dan Administrasi
           (Rp.000)
                                                                                                         Tahun Proyeksi
                                        Uraian
                                                                                   1           2                3             4             5
           Kenaikan beban umum dan administrasi     3,00%                                          3,00%          3,00%           3,00%         3,00%
           Proporsi beban umum dan administrasi     0,25%    ke pendapatan             1.977       2.037          2.098           2.161         2.226
           Beban umum dan administrasi                                                 1.977       2.037          2.098           2.161         2.226

           Tabel 7.8
           Kegiatan Usaha Perdagangan Besar Minyak dan Lemak Nabati (KBLI 46315)
           Proyeksi Beban Umum dan Administrasi
           (Rp.000)
                                                                                                         Tahun Proyeksi
                                         Uraian
                                                                                   6           7               8              9             10
           Kenaikan beban umum dan administrasi      3,00%                             3,00%       3,00%         3,00%            3,00%         3,00%
           Proporsi beban umum dan administrasi      0,25%   ke pendapatan             2.292       2.361         2.432            2.505         2.580
           Beban umum dan administrasi                                                 2.292       2.361         2.432            2.505         2.580

       - Penyusutan
          Perhitungan beban penyusutan disajikan pada lampiran 1.
       - Bunga
          Proyek tidak menggunakan fasilitas kredit, sehingga beban bunga diasumsikan tidak ada
          (nol).
       - Pajak
          Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% laba sebelum pajak dengan menerapkan tax loss
          carry forward.
       Proyeksi Laba Rugi disajikan pada Tabel 7.10.
7.6.2. Proyeksi Posisi Keuangan
       - Piutang Usaha
          Piutang usaha diasumsikan dengan turnover 1 bulan dari penjualan.
       - Persediaan
          Persediaan diasumsikan dengan turnover 1 bulan dari beban pokok penjualan.
       - Aset Tetap
          Perhitungan nilai perolehan, akumulasi penyusutan dan nilai buku aset tetap disajikan pada
          lampiran 1.
       - Utang Usaha
          Utang usaha diasumsikan dengan turnover 1 bulan dari biaya operasional.
       - Utang Bank



Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                                               VII-4
Page 40
          Proyek tidak menggunakan fasilitas kredit dari bank, sehingga utang bank diasumsikan tidak
          ada (nol).
       - Modal sendiri
          Modal sendiri pada tahun ke-1 adalah sebesar biaya investasi modal tetap dan investasi
          modal kerja dan selanjutnya diasumsikan tetap, sama dengan tahun ke-1.
       - Saldo laba (rugi)
          Saldo laba (rugi) adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan dengan
          saldo (rugi) laba periode sebelumnya.
       Proyeksi Posisi Keuangan disajikan pada Tabel 7.11.
7.6.3. Proyeksi Arus Kas
       Proyeksi Arus Kas disajikan pada Tabel 7.12.
       Berdasarkan proyeksi arus kas tersebut, terlihat akumulasi kas selalu positif setiap tahun dan
       saldo kas bersih kumulatif pada akhir tahun ke-10 adalah Rp 482.237 ribu.
       Tabel 7.10
       Kegiatan Usaha Perdagangan Besar Minyak dan Lemak Nabati (KBLI 46315)
       Proyeksi Laba Rugi
       (Rp.000)
                                                                                  Tahun Proyeksi
                       Uraian
                                                      1               2                  3             4             5
       PENJUALAN           9,00%                      790.971        826.960            864.587       903.926       945.054
       BEBAN POKOK PENJUALAN                         (717.015)      (749.639)          (783.748)     (819.409)     (856.692)
       LABA KOTOR                                       73.956         77.321             80.839        84.517        88.363
       Beban Usaha                                      (3.164)        (3.277)            (3.395)       (3.517)       (3.643)
         Beban penjualan                                 (1.186)        (1.240)            (1.297)       (1.356)       (1.418)
         Beban umum dan administrasi                     (1.977)        (2.037)            (2.098)       (2.161)       (2.226)
       EBITDA                                           67.628         74.044             77.444        81.000        84.719
       Penyusutan                                      (14.450)       (15.534)           (16.618)      (17.701)      (18.785)
       EBIT                                             53.178         58.510             60.827        63.299        65.934
       Beban Bunga                                          -              -                  -             -             -
       EBT                                              53.178         58.510             60.827        63.299        65.934
       Tarif Pajak         % EBT                       -22,00%        -22,00%            -22,00%       -22,00%       -22,00%
       Pajak                                          (11.699)       (24.571)           (13.382)      (13.926)      (14.506)
       EAT                                              41.479         33.939             47.445        49.373        51.429
       Rasio Profitabilitas            Rata-rata
       Margin Laba Kotor                  9,35%          9,35%          9,35%              9,35%        9,35%         9,35%
       Margin EBITDA                      8,93%          8,55%          8,95%              8,96%        8,96%         8,96%
       Margin EBIT                        6,95%          6,72%          7,08%              7,04%        7,00%         6,98%
       Margin EBT                         6,95%          6,72%          7,08%              7,04%        7,00%         6,98%
       Margin EAT                         5,28%          5,24%          4,10%              5,49%        5,46%         5,44%
       Return of Investment              14,55%         11,69%          9,56%             13,37%       13,91%        14,49%




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                                   VII-5
Page 41
       Tabel 7.10
       Kegiatan Usaha Perdagangan Besar Minyak dan Lemak Nabati (KBLI 46315)
       Proyeksi Laba Rugi
       (Rp.000)
                                                                                      Tahun Proyeksi
                           Uraian
                                                           6              7                 8               9              10
       PENJUALAN           9,00%                          988.054      1.033.011         1.080.013       1.129.153       1.180.530
       BEBAN POKOK PENJUALAN                             (895.671)      (936.424)         (979.031)     (1.023.577)     (1.070.150)
       LABA KOTOR                                           92.383         96.586          100.981         105.576         110.380
       Beban Usaha                                          (3.774)        (3.911)            (4.052)        (4.199)         (4.351)
         Beban penjualan                                     (1.482)        (1.550)           (1.620)         (1.694)         (1.771)
         Beban umum dan administrasi                         (2.292)        (2.361)           (2.432)         (2.505)         (2.580)
       EBITDA                                               88.609         92.676            96.929        101.377         106.029
       Penyusutan                                          (19.869)       (20.953)          (22.036)        (23.120)        (24.204)
       EBIT                                                 68.740         71.723            74.893          78.257          81.825
       Beban Bunga                                              -              -                 -               -               -
       EBT                                                  68.740         71.723            74.893          78.257          81.825
       Tarif Pajak         % EBT                           -22,00%        -22,00%            -22,00%        -22,00%         -22,00%
       Pajak                                              (15.123)       (15.779)           (16.476)       (17.217)        (18.001)
       EAT                                                  53.617         55.944            58.416          61.041          63.823
       Rasio Profitabilitas                Rata-rata
       Margin Laba Kotor                      9,35%         9,35%          9,35%              9,35%          9,35%           9,35%
       Margin EBITDA                          8,93%         8,97%          8,97%              8,97%          8,98%           8,98%
       Margin EBIT                            6,95%         6,96%          6,94%              6,93%          6,93%           6,93%
       Margin EBT                             6,95%         6,96%          6,94%              6,93%          6,93%           6,93%
       Margin EAT                             5,28%         5,43%          5,42%              5,41%          5,41%           5,41%
       Return of Investment                  14,55%        15,11%         15,76%             16,46%         17,20%          17,98%

       Tabel 7.11
       Kegiatan Usaha Perdagangan Besar Minyak dan Lemak Nabati (KBLI 46315)
       Proyeksi Posisi Keuangan
       (Rp.000)
                                                                                       Tahun Proyeksi
                            Uraian
                                                             1              2                 3              4              5
       ASET
       Aset Lancar                                           181.594       212.110           257.340        305.711        357.357
       Kas dan Setara Kas                                     55.929        80.727           119.979        162.100        207.211
       Piutang Usaha                 1 bulan                  65.914        68.913            72.049         75.327         78.755
       Persediaan                    1 bulan                  59.751        62.470            65.312         68.284         71.391
       Aset Tidak Lancar                                     274.550       280.691           285.749        289.723        292.613
       Aset Tetap
          Nilai Perolehan                                    289.000       310.675           332.350        354.025        375.700
          Akumulasi Penyusutan                                14.450        29.984            46.601         64.303         83.088
          Nilai Buku                                         274.550       280.691           285.749        289.723        292.613
       JUMLAH ASET                                           456.144       492.802           543.089        595.434        649.969
       LIABILITAS                                             59.751        62.470            65.312         68.284         71.391
       Liabilitas Jangka Pendek                               59.751        62.470            65.312         68.284         71.391
       Utang Usaha                   1 bulan                  59.751        62.470            65.312         68.284         71.391
       Liabilitas Jangka Panjang                                 -             -                 -              -              -
       Utang bank                                                -             -                 -              -              -
       EKUITAS                                               396.393       430.332           477.776        527.150        578.579
       Modal Sendiri                                         354.914       354.914           354.914        354.914        354.914
       Saldo Laba                                             41.479        75.417           122.862        172.235        223.664
       JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                         456.144       492.802           543.089        595.434        649.969
       Rasio Likuiditas dan Solvabilitas     Rata-rata
       Current Ratio                          524,96%        303,92%        339,54%           394,01%       447,71%         500,56%
       Debt to Equity Ratio                    12,34%         15,07%         14,52%            13,67%        12,95%          12,34%
       Debt to Assets Ratio                    10,97%         13,10%         12,68%            12,03%        11,47%          10,98%




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                                           VII-6
Page 42
       Tabel 7.11
       Kegiatan Usaha Perdagangan Besar Minyak dan Lemak Nabati (KBLI 46315)
       Proyeksi Posisi Keuangan
       (Rp.000)
                                                                                               Tahun Proyeksi
                              Uraian
                                                                      6               7              8                      9               10
       ASET
       Aset Lancar                                                   412.416         471.034            533.362             599.560         669.793
       Kas dan Setara Kas                                            255.439         306.914            361.775             420.166         482.237
       Piutang Usaha                 1 bulan                          82.338          86.084             90.001              94.096          98.377
       Persediaan                    1 bulan                          74.639          78.035             81.586              85.298          89.179
       Aset Tidak Lancar                                             294.419         295.141            294.780             293.335         290.806
       Aset Tetap
          Nilai Perolehan                                            397.375         419.050            440.725             462.400         484.075
          Akumulasi Penyusutan                                       102.956         123.909            145.945             169.065         193.269
          Nilai Buku                                                 294.419         295.141            294.780             293.335         290.806
       JUMLAH ASET                                                   706.835         766.175            828.142             892.895         960.599
       LIABILITAS                                                     74.639          78.035             81.586              85.298          89.179
       Liabilitas Jangka Pendek                                       74.639          78.035             81.586              85.298          89.179
       Utang Usaha                   1 bulan                          74.639          78.035             81.586              85.298          89.179
       Liabilitas Jangka Panjang                                         -               -                  -                   -               -
       Utang bank                                                        -               -                  -                   -               -
       EKUITAS                                                       632.196         688.140            746.556             807.597         871.420
       Modal Sendiri                                                 354.914         354.914            354.914             354.914         354.914
       Saldo Laba                                                    277.281         333.226            391.642             452.683         516.506
       JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                 706.835         766.175            828.142             892.895         960.599
       Rasio Likuiditas dan Solvabilitas          Rata-rata
       Current Ratio                               524,96%            552,55%        603,62%            653,74%             702,90%         751,06%
       Debt to Equity Ratio                         12,34%             11,81%         11,34%             10,93%              10,56%          10,23%
       Debt to Assets Ratio                         10,97%             10,56%         10,19%              9,85%               9,55%           9,28%
       Tabel 7.12
       Kegiatan Usaha Perdagangan Besar Minyak dan Lemak Nabati (KBLI 46315)
       Proyeksi Arus Kas
       (Rp.000)
                                                                                                          Tahun Proyeksi
                                      Uraian
                                                                                1              2                 3              4            5
       ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
       Laba Bersih                                                               41.479        33.939            47.445          49.373          51.429
       Penyusutan                                                                14.450        15.534            16.618          17.701          18.785
       Perubahan Modal Kerja :
       (Kenaikan) Penurunan Piutang Usaha                                        (65.914)       (2.999)           (3.136)         (3.278)      (3.427)
       (Kenaikan) Penurunan Persediaan                                           (59.751)       (2.719)           (2.842)         (2.972)      (3.107)
       Kenaikan (Penurunan) Utang Usaha                                           59.751         2.719             2.842           2.972        3.107
       Jumlah Perubahan Modal Kerja                                              (65.914)      (2.999)           (3.136)         (3.278)      (3.427)
       Jumlah Arus Kas yang diperoleh (digunakan) Dari Kegiatan Operasi           (9.985)      46.473            60.927          63.796       66.786
       ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI
       (Kenaikan) Penurunan Aset Tetap (Nilai Perolehan)                        (289.000)      (21.675)         (21.675)        (21.675)     (21.675)
       Jumlah Arus Kas yang diperoleh (digunakan) Dari Kegiatan Investasi       (289.000)      (21.675)         (21.675)        (21.675)     (21.675)
       ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
       Kenaikan (Penurunan) Modal Sendiri                                       354.914           -                 -               -            -
       Kenaikan (Penurunan) Utang Bank                                              -             -                 -               -            -
       Jumlah Arus Kas yang diperoleh (digunakan) Dari Kegiatan Pendanaan       354.914           -                 -               -            -
       KAS TAHUN BERJALAN                                                        55.929        24.798            39.252          42.121       45.111
       KAS AWAL TAHUN                                                               -          55.929            80.727         119.979      162.100
       KAS DAN SETARA KAS                                                        55.929        80.727           119.979         162.100      207.211




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                                                             VII-7
Page 43
        Tabel 7.12
        Kegiatan Usaha Perdagangan Besar Minyak dan Lemak Nabati (KBLI 46315)
        Proyeksi Arus Kas
        (Rp.000)
                                                                                                        Tahun Proyeksi
                                       Uraian
                                                                                6           7                 8           9            10
        ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
        Laba Bersih                                                              53.617      55.944           58.416       61.041          63.823
        Penyusutan                                                               19.869      20.953           22.036       23.120          24.204
        Perubahan Modal Kerja :
        (Kenaikan) Penurunan Piutang Usaha                                        (3.583)     (3.746)          (3.917)      (4.095)         (4.281)
        (Kenaikan) Penurunan Persediaan                                           (3.248)     (3.396)          (3.551)      (3.712)         (3.881)
        Kenaikan (Penurunan) Utang Usaha                                           3.248       3.396            3.551        3.712           3.881
        Jumlah Perubahan Modal Kerja                                             (3.583)     (3.746)          (3.917)      (4.095)         (4.281)
        Jumlah Arus Kas yang diperoleh (digunakan) Dari Kegiatan Operasi         69.903      73.150           76.536       80.066          83.746
        ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI
        (Kenaikan) Penurunan Aset Tetap (Nilai Perolehan)                       (21.675)    (21.675)          (21.675)    (21.675)         (21.675)
        Jumlah Arus Kas yang diperoleh (digunakan) Dari Kegiatan Investasi      (21.675)    (21.675)          (21.675)    (21.675)         (21.675)
        ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
        Kenaikan (Penurunan) Modal Sendiri                                          -           -                -            -            -
        Kenaikan (Penurunan) Utang Bank                                             -           -                -            -            -
        Jumlah Arus Kas yang diperoleh (digunakan) Dari Kegiatan Pendanaan          -           -                -            -            -
        KAS TAHUN BERJALAN                                                       48.228      51.475           54.861       58.391       62.071
        KAS AWAL TAHUN                                                          207.211     255.439          306.914      361.775      420.166
        KAS DAN SETARA KAS                                                      255.439     306.914          361.775      420.166      482.237


7.7.    Analisis Titik Impas (Break Even Point Analysis)
        Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak memperoleh
        laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha dikatakan impas jika jumlah
        pendapatan sama dengan jumlah biaya, atau apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan
        untuk menutup biaya tetap saja. BEP dalam Rupiah dapat diformulasikan sebagai berikut:

                                                                                  𝐹𝐶
                                                              𝐵𝐸𝑃 =
                                                                                   𝑉𝐶
                                                                             1 − 𝑅𝑒𝑣𝑒𝑛𝑢𝑒
        Dimana :
           FC                      : Biaya tetap
           VC                      : Biaya variabel
           𝑅𝑒𝑣𝑒𝑛𝑢𝑒                 : Penjualan

        Dalam perhitungan Break Even Point (BEP), beban maintenance dan beban overhead
        digolongkan sebagai biaya tetap (fixed cost) dan beban pokok penjualan dan beban penjualan
        sebagai biaya variabel (variable cost). Berdasarkan persamaan BEP dalam Rupiah, diperoleh
        BEP dalam Rupiah untuk masing-masing periode selama masa proyeksi. Nilai BEP dalam rupiah
        mencerminkan penjualan minimal yang diperlukan agar terjadi BEP. Perhitungan BEP untuk
        penjualan adalah sebagai berikut:
        Tabel 7.13
        Kegiatan Usaha Perdagangan Besar Minyak dan Lemak Nabati (KBLI 46315)
        Analisis Break Even Point (BEP)
        (Rp.000)
                                                                                                 Tahun Proyeksi
                             Uraian
                                                              Rata-rata          1              2               3                4                    5
          Penjualan                                                              790.971        826.960         864.587          903.926              945.054
          Beban pokok penjualan (Variable Cost )                                 717.015        749.639         783.748          819.409              856.692
          Beban penjualan (Variable Cost )                                         1.186          1.240           1.297            1.356                1.418
          Beban umum dan administrasi (Fixed Cost )                                1.977          2.037           2.098            2.161                2.226
          BEP Penjualan (Rp.000)                                   24.640         21.494         22.139          22.803           23.487               24.191




 Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                                                       VII-8
Page 44
        Tabel 7.13
        Kegiatan Usaha Perdagangan Besar Minyak dan Lemak Nabati (KBLI 46315)
        Analisis Break Even Point (BEP)
        (Rp.000)
                                                                                                   Tahun Proyeksi
                           Uraian
                                                               6                     7                    8                 9               10
          Penjualan                                           988.054             1.033.011            1.080.013         1.129.153        1.180.530
          Beban pokok penjualan (Variable Cost )              895.671               936.424              979.031         1.023.577        1.070.150
          Beban penjualan (Variable Cost )                       1.482                 1.550                1.620             1.694           1.771
          Beban umum dan administrasi (Fixed Cost )              2.292                 2.361                2.432             2.505           2.580
          BEP Penjualan (Rp.000)                               24.917                25.665               26.435            27.228           28.045

        Rata-rata BEP penjualan dalam Rupiah selama umur proyeksi adalah sebesar Rp 24.640 ribu.
7.8.    Analisis Profitabilitas
        Analisis Profitabilitas selama umur proyeksi, dapat dilihat pada Proyeksi Laba Rugi dalam Tabel
        7.10.
        Rata-rata rasio profitabilitas selama umur proyeksi adalah sebagai berikut:
                                                                                    Tahun Proyeksi
                 Rasio Profitabilitas
                                                      1                  2                     3                4                 5
        Pendapatan (a)                  Rp.000        790.971        826.960               864.587             903.926           945.054
        Laba kotor (b)                  Rp.000         73.956         77.321                80.839              84.517            88.363
        EBITDA (c)                      Rp.000         67.628         74.044                77.444              81.000            84.719
        EBIT (d)                        Rp.000         53.178         58.510                60.827              63.299            65.934
        EBT (e)                         Rp.000         53.178         58.510                60.827              63.299            65.934
        EAT (f)                         Rp.000         41.479         33.939                47.445              49.373            51.429
        Margin Laba Kotor (b/a)                         9,35%          9,35%                 9,35%               9,35%             9,35%
        Margin EBITDA (c/a)                             8,55%          8,95%                 8,96%               8,96%             8,96%
        Margin EBIT (d/a)                               6,72%          7,08%                 7,04%               7,00%             6,98%
        Margin EBT (e/a)                                6,72%          7,08%                 7,04%               7,00%             6,98%
        Margin EAT (f/a)                                5,24%          4,10%                 5,49%               5,46%             5,44%
                                                                                    Tahun Proyeksi
                 Rasio Profitabilitas                                                                                                       Rata-rata
                                                      6                  7                     8                9                10
        Pendapatan (a)                  Rp.000        988.054       1.033.011           1.080.013             1.129.153        1.180.530
        Laba kotor (b)                  Rp.000         92.383          96.586             100.981               105.576          110.380
        EBITDA (c)                      Rp.000         88.609          92.676              96.929               101.377          106.029
        EBIT (d)                        Rp.000         68.740          71.723              74.893                78.257           81.825
        EBT (e)                         Rp.000         68.740          71.723              74.893                78.257           81.825
        EAT (f)                         Rp.000         53.617          55.944              58.416                61.041           63.823
        Margin Laba Kotor (b/a)                         9,35%           9,35%               9,35%                 9,35%            9,35%        9,35%
        Margin EBITDA (c/a)                             8,97%           8,97%               8,97%                 8,98%            8,98%        8,93%
        Margin EBIT (d/a)                               6,96%           6,94%               6,93%                 6,93%            6,93%        6,95%
        Margin EBT (e/a)                                6,96%           6,94%               6,93%                 6,93%            6,93%        6,95%
        Margin EAT (f/a)                                5,43%           5,42%               5,41%                 5,41%            5,41%        5,28%

7.9.    Analisis Return on Investment (ROI)
        Analisis Return on Invetment (ROI) selama umur proyeksi, dapat dilihat pada Proyeksi Laba
        Rugi dalam Tabel 7.10.
                                                                                               Tahun
                Return on Invesment
                                                          1                  2                      3               4                 5
        Laba bersih/EAT (a)              Rp.000         41.479                33.939                47.445           49.373            51.429
        Jumlah investasi (b)             Rp.000        354.914               354.914               354.914          354.914           354.914
        ROI (a/b)                                       11,69%                 9,56%                13,37%           13,91%            14,49%
                                                                                               Tahun
                Return on Invesment                                                                                                              Rata-rata
                                                          6                   7                      8               9                10
        Laba bersih/EAT (a)              Rp.000            53.617             55.944                 58.416          61.041            63.823
        Jumlah investasi (b)             Rp.000           354.914            354.914                354.914         354.914           354.914
        ROI (a/b)                                          15,11%             15,76%                 16,46%          17,20%            17,98%         14,55%




 Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                                                        VII-9
Page 45
       Rata-rata ROI selama umur proyeksi adalah sebesar 14,55%.
7.10. Analisis Likuiditas dan Solvabilitas
      Analisis Likuiditas dan Solvabilitas selama umur proyeksi, dapat dilihat pada Proyeksi Posisi
      Keuangan dalam Tabel 7.11.
       Likuiditas dan solvabilitas proyek cukup tinggi selama umur proyeksi. Rata-rata nilai indikator
       current ratio, debt to equity ratio dan debt to asset ratio selama umur proyeksi, adalah sebagai
       berikut:
                                                                      Tahun
          Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
                                                 1          2           3           4               5
       Aset lancar (a)                Rp.000    181.594    212.110     257.340      305.711     357.357
       Total aset (b)                 Rp.000    456.144    492.802     543.089      595.434     649.969
       Liabilitas jangka pendek (c)   Rp.000     59.751     62.470      65.312       68.284      71.391
       Total liabilitas (d)           Rp.000     59.751     62.470      65.312       68.284      71.391
       Ekuitas (e)                    Rp.000    396.393    430.332     477.776      527.150     578.579
       Current Ratio (a/c)                      303,92%    339,54%     394,01%      447,71%     500,56%
       Debt to Equity Ratio (d/e)                15,07%     14,52%      13,67%       12,95%      12,34%
       Debt to Asset Ratio (d/b)                 13,10%     12,68%      12,03%       11,47%      10,98%

                                                                       Tahun
          Rasio Likuiditas dan Solvabilitas                                                                   Rata-rata
                                                  6         7            8           9              10
       Aset lancar (a)                Rp.000     412.416   471.034      533.362     599.560         669.793
       Total aset (b)                 Rp.000     706.835   766.175      828.142     892.895         960.599
       Liabilitas jangka pendek (c)   Rp.000      74.639    78.035       81.586      85.298          89.179
       Total liabilitas (d)           Rp.000      74.639    78.035       81.586      85.298          89.179
       Ekuitas (e)                    Rp.000     632.196   688.140      746.556     807.597         871.420
       Current Ratio (a/c)                       552,55%   603,62%      653,74%     702,90%         751,06%    524,96%
       Debt to Equity Ratio (d/e)                 11,81%    11,34%       10,93%      10,56%          10,23%     12,34%
       Debt to Asset Ratio (d/b)                  10,56%    10,19%        9,85%       9,55%           9,28%     10,97%

7.11. Analisis Kelayakan Proyek
      Penentuan Tingkat Diskonto
      Feasibilitas kelayakan proyek ditentukan dengan tingkat diskonto berdasarkan biaya ekuitas
      (Cost of Equity, Ke), yang dihitung dengan formula sebagai berikut :
       Biaya ekuitas dihitung dengan formula :
                  Ke       = Rf + ß.Rpm - CDS
       Dimana :
                  Ke       = Biaya Ekuitas
                  Rf       = Tingkat pendapatan bebas risiko
                  ß        = Beta, yaitu faktor yang meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas
                  Rpm      = Premi Risiko Ekuitas
                  CDS      = Credit Default Spread
       Dari hasil perhitungan parameter-parameter tersebut diatas, maka tingkat diskonto industri
       sejenis yaitu industri Farming/Agriculture adalah sebagai berikut:




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                    VII-10
Page 46
                   Uraian                Nilai               Sumber                      Keterangan
                                                                             Harga dan Yield Obligasi Pemerintah
                                                        Penilai Harga Efek
       Rf =                               7,11%                              Republik Indonesia Tenor 30 Tahun
                                                            Indonesia
                                                                                   per 30 Desember 2024
       RPm =                              6,87%            Damodaran                Publikasi Januari 2025
       Credit Default Spread (CDS) =      1,89%            Damodaran                Publikasi Januari 2025
                                                                                Farming/Agriculture Publikasi
       Unleverage Beta =                    0,52           Damodaran
                                                                                         Januari 2025
       Tax                               22,00%                              PPh Badan
                                                                                Farming/Agriculture Publikasi
       DER Industri =                    64,76%            Damodaran
                                                                                         Januari 2025
       Beta Releverage =                  0,775         Hasil Perhitungan          Bu x (1+((1-Tax)*DER))
       Cost of Equity (Ke) =             10,55%         Hasil Perhitungan          (Rf+(Beta * RPm) - CDS

       Pemilihan Tingkat Pertumbuhan Perpetuitas dan Terminal Value
       Nilai terminal (terminal value) diperoleh melalui kapitalisasi arus kas bersih periode kekal
       dengan capitalization rate yang sesuai dengan tingkat diskonto. Dalam hal ini, asumsi yang
       digunakan terhadap subjek penilaian adalah perusahaan yang bersifat going concern, dimana
       perusahaan akan berjalan terus meskipun terjadi pergantian pada pemilik atau manajemen
       perusahaan.
       Dalam hal terdapat terminal value sebagai salah satu unsur pembentuk indikasi nilai, maka
       terminal value diperoleh dengan formula:




       TV = Terminal Value
       FCFn = Arus kas tahun ke-n
       g   = Pertumbuhan perpetuitas
       r    = Tingkat diskonto
       Dalam hal umur ekonomis objek penilaian terbatas, maka Terminal Value diganti dengan Nilai
       Sisa (Residual Value) pada akhir umur ekonomis objek penilaian. Nilai sisa diperoleh dari aset
       tetap ditambah dengan estimasi jumlah yang dapat direalisasikan dari modal kerja bersih
       dikurangi dengan biaya-biaya yang harus dikeluarkan pada akhir periode spesifik.
       Dalam perhitungan ini kami menggunakan terminal value dengan tingkat pertumbuhan
       sebesar 2,00% sehingga capitalization rate yang kami gunakan adalah sebesar 10,55% - 2,00%
       = 8,55%.
       Internal Rate of Return (IRR) dan Net Present Value (NPV)
       Perhitungan IRR dan NPV proyek selama umur proyeksi menghasilkan IRR sebesar 20,97%
       lebih besar dari tingkat diskonto Ke sebesar 10,55% dan NPV sebesar Rp 191.164 ribu lebih
       besar dari nol.
       Dengan nilai indikator kelayakan tersebut, dari aspek keuangan dapat disimpulkan bahwa
       proyek layak.
       Perhitungan IRR dan NPV adalah sebagai berikut:




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                              VII-11
Page 47
       Kegiatan Usaha Perdagangan Besar Minyak dan Lemak Nabati (KBLI 46315)
       Perhitungan Kelayakan
       (Rp.000)
                                                                                        Tahun Proyeksi
                     Uraian                   Kini
                                                            1              2                   3             4              5
       Free Cash Flow to Equity
         EAT                                     -           41.479         33.939             47.445         49.373         51.429
         (+) Penyusutan                          -           14.450         15.534             16.618         17.701         18.785
         (+/-) Net debt                          -              -              -                  -              -              -
         (+/-) Perubahan Modal Kerja             -          (65.914)        (2.999)            (3.136)        (3.278)        (3.427)
         (-) Capex                               -         (289.000)       (21.675)           (21.675)       (21.675)       (21.675)
         Jumlah Arus Kas Bersih                  -         (298.985)        24.798             39.252         42.121         45.111
       Terminal Value
         Discount Rate              10,55%
         Growth                      2,00%
         Terminal Caprate            8,55%
         Terminal Value
       Jumlah                                    -         (298.985)           24.798          39.252        42.121         45.111
       Discount Rate                          10,55%         10,55%            10,55%          10,55%        10,55%         10,55%
       Discount Factor                         1,000          0,905             0,818           0,740         0,669          0,606
       Present Value                             -         (270.446)           20.290          29.050        28.199         27.318
       NPV                                   191.164
       IRR                   Ke 10,55%        20,97%

       Kegiatan Usaha Perdagangan Besar Minyak dan Lemak Nabati (KBLI 46315)
       Perhitungan Kelayakan
       (Rp.000)
                                                                        Tahun Proyeksi
                       Uraian
                                                6             7               8                   9              10
       Free Cash Flow to Equity
         EAT                                     53.617        55.944          58.416              61.041         63.823
         (+) Penyusutan                          19.869        20.953          22.036              23.120         24.204
         (+/-) Net debt                              -             -               -                  -              -
         (+/-) Perubahan Modal Kerja              (3.583)       (3.746)         (3.917)            (4.095)        (4.281)
         (-) Capex                              (21.675)      (21.675)        (21.675)            (21.675)       (21.675)
         Jumlah Arus Kas Bersih                  48.228        51.475          54.861              58.391         62.071
       Terminal Value
         Discount Rate              10,55%
         Growth                      2,00%
         Terminal Caprate            8,55%
         Terminal Value                                                                                          740.273
       Jumlah                                    48.228        51.475          54.861             58.391         802.343
       Discount Rate                             10,55%         10,55%         10,55%             10,55%          10,55%
       Discount Factor                             0,495         0,448           0,405             0,367           0,332
       Present Value                             23.895        23.070          22.240             21.412         266.136

7.12. Analisis Sensitivitas
      Analisis sensitivitas dilakukan terhadap adanya penurunan penjualan dan kenaikan beban
      pokok penjualan (BPP) yang berpengaruh terhadap kelayakan investasi yang digambarkan
      dengan matriks sensitivitas sebagai berikut:
       Analisis Sensitivitas
         IRR (%)                          Penjualan Turun
        HPP Naik        0,00%        1,00%     2,00%    2,79%           2,80%
          0,00%         20,97%       17,57% 13,84% 10,58%               10,53%
          1,50%         16,20%       12,33%      7,89%    3,74%
          2,50%         12,66%         8,29%
          3,04%         10,58%         5,83%
          3,05%         10,54%

       Kelayakan investasi dilihat dari indikator nilai biaya ekuitas (Ke) 10,55%, apabila IRR > biaya
       ekuitas maka investasi layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                                           VII-12
Page 48
       Berdasarkan analisis sensitivitas jika terjadi perubahan terhadap penurunan penjualan dengan
       BPP (tetap) maka investasi layak dengan penurunan penjualan sampai 2,79% (IRR = 10,58%),
       jika penjualan tidak berubah (tetap) maka investasi layak dengan kenaikan BPP hingga 3,04%
       (IRR = 10,58%), jika terjadi penurunan penjualan dan kenaikan BPP, maka investasi layak
       dengan penurunan pendapatan hingga 1,00% yang disertai dengan kenaikan BPP hingga 1,00%
       (IRR = 15,35%), jika terjadi penurunan penjualan dan kenaikan BPP, maka investasi layak
       dengan penurunan pendapatan hingga 1,00% yang disertai dengan kenaikan BPP hingga 1,50%
       (IRR = 12,33%).
       Berdasarkan matriks sensitivitas terlihat bahwa kelayakan investasi lebih sensitif terhadap
       penurunan penjualan dibandingkan dengan kenaikan BPP.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                        VII-13
Page 49
                                                        LAMPIRAN




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk
Page 50
LAMPIRAN 1
Kegiatan Usaha Perdagangan Besar Minyak dan Lemak Nabati (KBLI 46315)
Proyeksi Nilai Perolehan, Penyusutan, Akumulasi Penyusutan dan Nilai Buku Aset Tetap
(Rp.000)
                                                                      Tahun Proyeksi
                Uraian
                                           1                2                3          4          5
Nilai Perolehan                            289.000         310.675          332.350    354.025    375.700
Unloading CPO                              289.000         289.000          289.000    289.000    289.000
Capex tahun Ke-1                                             21.675           21.675     21.675     21.675
Capex tahun Ke-2                                                              21.675     21.675     21.675
Capex tahun Ke-3                                                                         21.675     21.675
Capex tahun Ke-4                                                                                    21.675
Capex tahun Ke-5
Capex tahun Ke-6
Capex tahun Ke-7
Capex tahun Ke-8
Capex tahun Ke-9
Capex tahun Ke-10
Penyusutan                                   14.450         15.534           16.618     17.701     18.785
Unloading CPO           20 tahun             14.450          14.450           14.450    14.450     14.450
Capex tahun Ke-1        20 tahun                 -            1.084            1.084     1.084      1.084
Capex tahun Ke-2        20 tahun                 -              -              1.084     1.084      1.084
Capex tahun Ke-3        20 tahun                 -              -                -       1.084      1.084
Capex tahun Ke-4        20 tahun                 -              -                -         -        1.084
Capex tahun Ke-5        20 tahun                 -              -                -         -          -
Capex tahun Ke-6        20 tahun                 -              -                -         -          -
Capex tahun Ke-7        20 tahun                 -              -                -         -          -
Capex tahun Ke-8        20 tahun                 -              -                -         -          -
Capex tahun Ke-9        20 tahun                 -              -                -         -          -
Capex tahun Ke-10       20 tahun                 -              -                -         -          -
Akumulasi Penyusutan                         14.450         29.984           46.601     64.303     83.088
Nilai Buku                                 274.550         280.691          285.749    289.723    292.613
Kegiatan Usaha Perdagangan Besar Minyak dan Lemak Nabati (KBLI 46315)
Proyeksi Nilai Perolehan, Penyusutan, Akumulasi Penyusutan dan Nilai Buku Aset Tetap
(Rp.000)
                                                                    Tahun Proyeksi
                Uraian
                                           6               7               8            9         10
Nilai Perolehan                           397.375        419.050          440.725      462.400    484.075
Unloading CPO                             289.000         289.000         289.000      289.000    289.000
Capex tahun Ke-1                           21.675          21.675          21.675       21.675     21.675
Capex tahun Ke-2                           21.675          21.675          21.675       21.675     21.675
Capex tahun Ke-3                           21.675          21.675          21.675       21.675     21.675
Capex tahun Ke-4                           21.675          21.675          21.675       21.675     21.675
Capex tahun Ke-5                           21.675          21.675          21.675       21.675     21.675
Capex tahun Ke-6                                           21.675          21.675       21.675     21.675
Capex tahun Ke-7                                                           21.675       21.675     21.675
Capex tahun Ke-8                                                                        21.675     21.675
Capex tahun Ke-9                                                                                   21.675
Capex tahun Ke-10
Penyusutan                                 19.869          20.953          22.036       23.120     24.204
Unloading CPO           20 tahun           14.450          14.450          14.450       14.450     14.450
Capex tahun Ke-1        20 tahun             1.084           1.084           1.084       1.084      1.084
Capex tahun Ke-2        20 tahun             1.084           1.084           1.084       1.084      1.084
Capex tahun Ke-3        20 tahun             1.084           1.084           1.084       1.084      1.084
Capex tahun Ke-4        20 tahun             1.084           1.084           1.084       1.084      1.084
Capex tahun Ke-5        20 tahun             1.084           1.084           1.084       1.084      1.084
Capex tahun Ke-6        20 tahun                -            1.084           1.084       1.084      1.084
Capex tahun Ke-7        20 tahun                -              -             1.084       1.084      1.084
Capex tahun Ke-8        20 tahun                -              -               -         1.084      1.084
Capex tahun Ke-9        20 tahun                -              -               -           -        1.084
Capex tahun Ke-10       20 tahun                -              -               -           -          -
Akumulasi Penyusutan                      102.956        123.909          145.945      169.065    193.269
Nilai Buku                                294.419        295.141          294.780      293.335    290.806




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                        VII- 2

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.22 MB
Published5 May 2025
Pages50
Characters164,139
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 52 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org EAGLE HIGH PLANTATIONS TBK p.1 ×173
linked org Astra Agro Lestari Tbk p.4 ×5
linked org Austindo Nusantara Jaya Tbk p.4 ×5
linked org Cisadane Sawit Raya Tbk p.4 ×5
linked org Sumber Tani Agung Resources Tbk p.4 ×5
linked org Rajawali Capital p.18
linked person Abed Nego p.19
linked person Mohammad Prianto p.19
linked person Yohanes Wahyu p.19
linked person Henderi Djunaidi p.19
linked person Andrew Haryono p.19
linked person Yeoh Lean Khai · CMEO p.19 ×4
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×7
possible org KJPP Iskandar p.13 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.18 ×9
unresolved org Plantations Tbk p.2
unresolved org Menteri Keuangan p.2 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan p.2 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar p.2 ×2
unresolved org Rekan · Penilai p.2 ×2
unresolved org Kementerian Pertanian p.4 ×3
unresolved org Direktorat Jenderal Perkebunan p.4 ×2
unresolved org PT Tanjung Bina Lestari p.4 ×2
unresolved org KJPP ISKA p.9
unresolved person Radithe Pramudito p.10
unresolved person Sigit E. Purnomo p.10
unresolved — Telepon/Fax p.13
unresolved org KJPP Iskandar dan Rekan p.13 ×2
unresolved org Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk p.13
unresolved person Rizka Dewi S · Corporate Secretary p.15
unresolved — MAPPI · Penilai p.16
unresolved org PT BW Plantation p.18
unresolved person Paulus Widodo Sugeng Haryono p.18
unresolved org Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.18
unresolved person Novita Puspitarini p.18
unresolved org Menteri p.18
unresolved org PT Rajawali Capital International p.18
unresolved org FIC Properties Sdn Bhd p.18
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal p.19
unresolved org Pusat Statistik Struktur PDB Indonesia p.20 ×2
unresolved org Pusat Statistik Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV- p.20 ×2
unresolved org Pusat Statistik PDB Menurut Pengeluaran p.21
unresolved org Pusat Statistik p.22
unresolved org Menteri Pertanian p.24 ×2
unresolved org Direktorat Jenderal p.26
unresolved person CMEO · Direktur p.31
unresolved — Andreas Widodo · Head- CPO & PK Sales p.31 ×2
unresolved — Robert Zhang · Head -Trading CPO & PK p.31 ×2
unresolved — Firman Sulaiman · Sr Mgr Bulking MHK p.32
unresolved — Wahyu Wibisono · Koordinator Bulking BHL p.32
unresolved org Pelabuhan Terminal Khusus p.33
unresolved org Farming p.46

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 7141 ms 12 Sep 2026 22:51
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result