Back to announcement
20250505_BWPT_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31882541_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review BWPTSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 55
Page 1
File No. 003.1/IDR/DE.2/KFS/V/2025
LAPORAN STUDI KELAYAKAN
PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
INDUSTRI MINYAK MENTAH INTI KELAPA SAWIT
(CRUDE PALM KERNEL OIL)
(KBLI 10432)
PT EAGLE HIGH PLANTATIONS TBK
KJPP ISKANDAR DAN REKAN
JAKARTA
2025
Page 2
SURAT LAPORAN RINGKAS YANG BERISI KESIMPULAN DAN PENDAPAT
File No. 003.1/IDR/DE.2/KFS/V/2025 Jakarta, 2 Mei 2025
Kepada Yth,
PT EAGLE HIGH PLANTATIONS Tbk
Rajawali Place, Lantai 28
Jalan H.R. Rasuna Said Kav. B/4
Setiabudi, Jakarta Selatan
Dengan Hormat,
Perihal: Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti
Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432) PT Eagle High Plantations Tbk
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (IDR atau Penilai atau Kami) telah memperoleh izin
usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 772/KM.1/2013 tanggal 12
November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-
774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
Modal yang telah dilakukan pendaftaran ulang dengan No. STTD.PPB-33/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6
Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal.
PT Eagle High Plantations Tbk (selanjutnya disebut BWPT atau Perseroan atau Perusahaan atau
Sponsor Proyek) saat ini bergerak di bidang industri dan perkebunan kelapa sawit dengan Crude
Palm Oil (selanjutnya disebut CPO) dan Palm Kernel (selanjutnya disebut PK) sebagai produk utama.
Total luas perkebunan BWPT saat ini adalah +87.000 hektar dan berlokasi di Sumatera, Kalimantan,
dan Papua.
BWPT merencanakan menambah kegiatan usaha yang dimilikinya dibidang industri minyak mentah
inti kelapa sawit (crude palm kernel oil) (selanjutnya disebut Proyek atau CPKO). CPKO merupakan
produk turunan dari PK. Proses pengolahan PK menjadi CPKO dengan membangun pabrik Kernel
Crushing Plant (selanjutnya disebut KCP) yang berfungsi untuk memecahkan biji buah PK yang
kemudian akan diambil minyak inti sawitnya atau lebih dikenal sebagai CPKO, selain itu produk
limbah sisa CPKO yaitu Palm Kernel Meal (selanjutnya disebut PKM) juga dapat dimanfaatkan dan
memiliki nilai jual. CPKO merupakan bahan baku dari produk kosmetik dan produk obat-obatan,
sedangkan PKM dapat digunakan sebagai bahan baku pakan ternak, maka dengan melakukan
penambahan kegiatan usaha BWPT akan memiliki nilai tambah dari produk yang telah dijual saat ini.
Untuk itu sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 17/POJK.04/2020, tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, diperlukan studi kelayakan usaha dari Penilai
Independen.
Sehubungan rencana tersebut, Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan
Rekan selaku Penilai Independen untuk melakukan studi kelayakan atas proyek tersebut.
Berdasarkan surat proposal penawaran/perjanjian kerja antara IDR dan BWPT No.
042.1/IDR/DE.2/Pr-FS/III/2025 tanggal 10 Maret 2025, IDR telah melaksanakan Studi Kelayakan
sesuai dengan perihal surat tersebut diatas seperti yang disajikan dalam laporan ini.
Page 3
Objek Penilaian
Objek penilaian adalah industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil) BWPT
(selanjutnya disebut Proyek).
Maksud dan Tujuan
Maksud penilaian adalah untuk memberikan pendapat atas kelayakan suatu usaha atau proyek
dengan tujuan penilaian untuk menyatakan layak atau tidak layak atas usaha atau proyek terkait
dengan perubahan/penambahan kegiatan usaha Perusahaan.
Laporan ini tidak dapat digunakan untuk tujuan lainnya selain tersebut diatas.
Tanggal Penilaian (Cut Off Date)
Tanggal penilaian 31 Desember 2024 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Ario Bulan Awalia
Noor dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Mirawati Sensi Idris yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan
dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
Pendekatan dan Metodologi
Pendapat yang diberikan Penilai berupa penilaian kelayakan usaha adalah untuk menyatakan
kelayakan suatu usaha atau proyek.
Pendapat mengenai kelayakan suatu usaha atau proyek diberikan setelah melakukan analisis atas:
• Kelayakan pasar
• Kelayakan pola bisnis
• Kelayakan model manajemen
• Kelayakan teknis
• Kelayakan keuangan
Kesimpulan
a. Analisis Kelayakan Pasar
• Kondisi Pasar
Pada tahun 2024, produksi minyak inti sawit (palm kernel oil/PKO) Indonesia mengalami
penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut data Gabungan Pengusaha Kelapa
Sawit Indonesia (GAPKI), total produksi PKO pada tahun 2024 tercatat sebesar 4,598 juta
ton, turun 3,80% dari produksi tahun 2023 yang mencapai 4,77 juta ton.
Penurunan ini sejalan dengan fluktuasi produksi minyak sawit mentah (CPO) sepanjang
tahun 2024. Misalnya, pada bulan Desember 2024, produksi CPO tercatat sebesar 3,876 juta
ton, sementara produksi PKO turun menjadi 361 ribu ton dari 412 ribu ton pada bulan
November.
Meskipun demikian, konsumsi domestik terhadap produk sawit, termasuk PKO, tetap
menunjukkan tren positif. Konsumsi dalam negeri pada bulan Desember 2024 tercatat
sebesar 2,187 juta ton, meningkat dibandingkan bulan November yang mencapai 2,030 juta
ton.
Secara keseluruhan, meskipun ada penurunan dalam produksi PKO, sektor sawit Indonesia
tetap menunjukkan daya tahan dengan meningkatnya konsumsi domestik dan ekspor
produk olahan sawit.
Ekspor minyak sawit mentah (CPO) Indonesia pada 2024 tercatat sebesar 29,5 juta ton,
menurun dari 32,2 juta ton pada tahun 2023. Nilai ekspor juga mengalami penurunan,
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk ii
Page 4
mencapai USD 27,76 miliar dibandingkan dengan USD 30,32 miliar pada tahun sebelumnya.
Penurunan terbesar terjadi pada ekspor ke China dan India, masing-masing sebesar 2,38 juta
ton dan 1,13 juta ton.
GAPKI memproyeksikan bahwa produksi minyak sawit Indonesia pada 2025 akan mencapai
53,6 juta ton. Namun, tantangan seperti fluktuasi harga global dan kebijakan perdagangan
internasional dapat mempengaruhi laju ekspor di masa mendatang.
Harga produsen TBS nasional periode bulanan tahun 2021 - 2024 secara umum
menunjukkan pola berfluktuasi, namun cenderung mengalami sedikit peningkatan. Jika
dicermati harga per bulan selama periode tersebut, dimana harga tertinggi TBS terjadi pada
bulan April 2022 mencapai Rp. 3.585 per kg, sedangkan terendah terjadi pada bulan Juli
2022 sebesar Rp. 1.811 per kg. Data harga pembelian TBS merupakan harga yang ditetapkan
tim penetapan harga pembelian TBS. Harga ini dikirim oleh petugas PIP Kabupaten dan
Provinsi sesuai dengan waktu pelaksanaan penetapan harga TBS di provinsinya. Dinamika
harga TBS masih terus dipantau pemerintah. Fakta empiris menunjukkan fluktuasi harga CPO
di tingkat global secara langsung berimbas pada TBS. Fenomena yang berkembang bahwa
terjadi perbedaan harga TBS, pekebun yang tergabung dalam kelembagaan atau bermitra
dengan perusahaan pengolah kelapa sawit (PKS) harga TBS nya lebih tinggi dibandingkan
dengan pekebun yang tidak melakukan kemitraan. Selain itu tantangan lainnya, kebijakan
“bebas deforestasi” yang sudah mulai diimplementasikan di Uni Eropa berpotensi
memperlebar selisih harga TBS. Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal
Perkebunan terus berupaya mencari solusi untuk membantu petani menghadapi berbagai
tantangan dilapangan, menjaga komitmen dan mengatur strategi tepat guna demi perolehan
harga tandan buah segar kelapa sawit yang layak bagi pekebun.
• Pesaing Usaha
Pihak-pihak yang menjadi pesaing adalah perusahaan yang bergerak di bidang yang sejenis.
Pada kegiatan usaha kelapa sawit diantaranya adalah sebagai berikut:
1. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) memiliki pengolahan minyak inti sawit melalui anak
perusahaannya yaitu PT Tanjung Bina Lestari yang berlokasi di Sulawesi Barat. AALI
memiliki luas lahan 287.044 hektar yang tersebar di Pulau Sumatra, Kalimantan, dan
Sulawesi. Dari luasan tersebut, 214.815 hektar adalah perkebunan inti sedangkan 72.229
hektar adalah perkebunan plasma.
2. PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) mencatat produksi CPO sebesar 283.651 metrik
ton di 2023 menjadi 245.395 metrik ton pada 2024 akibat dampak cuaca ekstrem.
Perkebunan ANJT di Pulau Belitung, Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan terdampak
kekeringan akibat El Nino.
3. PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) menargetkan produksi minyak sawit mentah (CPO)
sebesar 80.000 ton pada tahun 2024, meningkat sekitar 64% dibandingkan dengan
produksi tahun 2023 yang mencapai 48.663 ton. Target ini didukung oleh beroperasinya
pabrik kelapa sawit kedua di Tapanuli Selatan, yang diharapkan dapat meningkatkan
kapasitas produksi secara signifikan.
4. PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) memiliki lahan yang telah ditanam kelapa
sawit seluas 40.718,45 hektar. Pada tahun 2024, STAA mencatat kinerja yang solid
meskipun menghadapi tantangan eksternal. Produksi tandan buah segar (TBS) mencapai
1,047 juta ton atau meningkat 2,5% dari tahun sebelumnya, sementara produksi minyak
sawit mentah (CPO) tercatat sebesar 389.765 ton.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk iii
Page 5
• Target Pasar
Target pasar yang dituju untuk industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel
oil) adalah industri pangan dan non pangan antara lain sebagai berikut:
1. Pangan
a. Bahan baku minyak goreng
b. Cokelat
c. Margarin
d. Kue
e. Mie instan
2. Non Pangan
a. Kosmetik
b. Pupuk
c. Bahan baku biodiesel
d. Sabun, sampo
e. Pelumas
• Strategi Pemasaran
Pemasaran produk CPKO yang akan dilakukan adalah menjual kepada beberapa produsen
produk yang memerlukan CPKO, baik dalam negeri maupun luar negeri. Sehubungan BWPT
saat ini sudah memproduksi dan menjual produk CPO, yang mana pembeli CPKO juga
sebagian besar membeli CPO yang sudah merupakan pelanggan BWPT saat ini, sehingga
akan memudahkan BWPT untuk memasarkan produk CPKO-nya.
Berdasarkan analisis kelayakan pasar yang mencakup kondisi pasar, pesaing usaha, target pasar
dan strategi pemasaran, dapat disimpulkan bahwa aspek pasar proyek oleh sponsor proyek
adalah layak.
b. Analisis Kelayakan Pola Bisnis
• Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Dari Pola Bisnis
BWPT merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha pengolahan kelapa sawit sejak
tahun 2000 dengan CPO dan PK sebagai produk utama BWPT. Total luas perkebunan BWPT
saat ini adalah + 87.000 hektar dan berlokasi di Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
CPKO merupakan produk turunan dari PK yang telah dijual BWPT saat ini, sehubungan BWPT
saat ini sudah memproduksi dan menjual produk CPO, yang mana pembeli CPKO juga
sebagian besar membeli CPO yang sudah merupakan pelanggan BWPT saat ini, sehingga
akan memudahkan BWPT untuk memasarkan produk CPKO-nya, maka dengan melakukan
penambahan kegiatan usaha BWPT akan memiliki nilai tambah dari produk yang telah dijual
BWPT saat ini.
• Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk
Kemampuan pesaing untuk meniru produk sangat besar, namun sponsor proyek merupakan
Perusahaan multinasional yang telah berpengalaman dalam industri kelapa sawit sehingga
telah mengetahui dan dapat memenuhi standar mutu yang diharapkan oleh pasar.
Dari proses penanaman, panen dan pasca panen akan dilakukan Perseroan secara integrasi
sehingga biaya akan lebih efisien. Sedangkan kebanyakan kompetitor membeli PK dari petani
atau perusahaan yang kemudian di proses menjadi PKM dan CPKO sehingga kepastian supply
PK dari petani atau perusahaan kurang sustainable dikarenakan tergantung harga yang
ditawarkan dari petani atau perusahaan tersebut.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk iv
Page 6
• Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai
Keunggulan BWPT adalah perusahaan yang mengelola perkebunan kelapa sawit dimana saat
ini produk utama BWPT adalah CPO dan PK yang merupakan bahan baku utama dari produk
CPKO. Dengan penambahan kegiatan usaha ini BWPT akan memiliki nilai tambah dari produk
yang telah dijual BWPT saat ini untuk menangkap peluang yang lebih luas.
BWPT dapat menciptakan nilai dan keunggulan dari penambahan kegiatan usaha, karena
dilakukan untuk menambah dan mengembangkan kegiatan usaha BWPT serta
memaksimalkan potensi bisnis BWPT. Dengan dilaksanakannya penambahan kegiatan usaha,
BWPT akan memiliki potensi nilai tambah dari sisi pendapatan dan laba serta peluang untuk
keberlangsungan kegiatan usaha BWPT. Pengalaman yang dimiliki BWPT membuat
penerapan sistem dan operasional kerja menjadi relatif mudah diterapkan untuk kegiatan
usaha yang baru.
Berdasarkan analisis kelayakan pola bisnis yang mencakup keunggulan kompetitif karena
keunikan dari pola bisnis, kemampuan pesaing untuk meniru produk dan kemampuan untuk
menciptakan nilai dapat disimpulkan bahwa aspek pola bisnis proyek oleh sponsor proyek
adalah layak.
c. Analisis Kelayakan Model Manajemen
• Ketersediaan Tenaga Kerja
BWPT merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha pengolahan kelapa sawit sejak
tahun 2000 dengan Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel (PK) sebagai produk utama BWPT.
CPKO merupakan produk turunan dari PK yang telah BWPT jual saat ini yang merupakan
bahan baku utama dari produk CPKO.
Tenaga kerja untuk Proyek telah tersedia sebanyak 10 orang yang telah berpengalaman
dalam berbagai bidang termasuk dalam melakukan operasional KCP.
• Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
Sponsor proyek memiliki kapasitas dan kemampuan manajemen dalam mengelola Proyek,
karena sponsor proyek mempunyai tenaga kerja yang kompeten yang diperlukan dalam
mengelola usaha pengolahan kelapa sawit.
Perseroan memiliki tenaga ahli dalam bidang pengolahan kelapa sawit dengan pengalaman
lebih dari 20 tahun dengan bidang keahlian meliputi mill controller, electrical engineering,
mechanical engineering dan civil engineering.
• Kesesuaian Organisasi dan Manajemen
Untuk mendapatkan hasil yang optimal, salah satu faktor yang penting adalah kemampuan
dari pengelola (manajemen).
• Manajemen Kekayaan Intelektual
Dalam menjalankan industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil), BWPT
tidak memerlukan manajemen kekayaan intelektual.
• Manajemen Risiko
Dalam kegiatan industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil), risiko yang
mungkin terjadi adalah risiko cuaca, hama penyakit, suhu, kekeringan dan banjir. Adapun
sebagai pencegahan dan penanggulangan terhadap risiko - risiko di atas BWPT menerapkan
praktik agronomi yang baik.
Berdasarkan analisis kelayakan model manajemen, yang mencakup ketersediaan tenaga kerja,
kapasitas dan kemampuan manajemen, kesesuaian struktur organisasi, manajemen kekayaan
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk v
Page 7
intelektual dan manajemen risiko dapat disimpulkan bahwa aspek model manajemen proyek
oleh sponsor proyek adalah layak.
d. Analisis Kelayakan Teknis
• Kapasitas Produksi
Perseroan akan membangun pabrik KCP seluas 25.709 m2 yang berada di wilayah Desa
Kumai Hulu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah.
Pabrik KCP yang akan dibangun BWPT memiliki kapasitas pengolahan 200 MT per hari atau
sekitar 60.000 MT per tahun. Hasil utama produk yang akan dihasilkan dari pabrik KCP
berupa CPKO dan PKM dengan rendemen masing-masing yang diasumsikan sebesar 45,00%
dan 50,00% dari total produksi.
• Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
Produk CPKO merupakan produk turunan dari PK yang telah dijual BWPT saat ini, pada tahun
2023 dan 2024 grup BWPT telah memproduksi PK masing-masing sebesar 62.653 MT dan
48.384 MT. Dengan kapasitas pengolahan KCP yang diasumsikan sebesar 60.000 MT per
tahun, dengan demikian ketersediaan bahan baku diperkirakan dapat mencukupi dan
mendukung rencana Proyek.
Tenaga kerja untuk Proyek telah tersedia sebanyak 10 orang yang telah berpengalaman
dalam berbagai bidang termasuk dalam melakukan operasional KCP.
• Proses Produksi
Proses produksi adalah sebagai berikut:
a. Kernel Intake
Kernel intake adalah tempat penerimaan dan penampungan material kernel dari truck /
kapal.
b. First Press
First Press adalah mesin screw press pertama yang berfungsi untuk memeras PK menjadi
PKM dan minyak CPKO.
c. Second Press
Second Press adalah mesin screw press kedua, berfungsi untuk memeras PKM yang keluar
dari First Press untuk mengambil minyak masih tersisa.
d. Crude oil Tank 1
Crude oil tank adalah wadah untuk menampung minyak CPKO dari hasil first press dan
second press.
e. Vibrating Screen
Vibrating Screen adalah alat untuk menyaring non oil solid (NOS) yang terdiri dari sisa
PKM yang berukuran besar dari minyak CPKO.
f. Crude oil Tank 2
Crude oil tank adalah wadah untuk menampung minyak CPKO setelah melewati vibrating
screen untuk umpan filter press.
g. Filter Press
Pressure Filter adalah alat untuk memisahkan minyak dari sisa pengotor halus yang masih
terikut yaitu dengan prinsip filtrasi untuk mendapatkan minyak bersih.
h. Product Tank
Product tank adalah wadah untuk menampung minyak CPKO dari hasil filter press
sebelum dipompakan ke storage tank.
i. Oil Storage Tank
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk vi
Page 8
CPKO Storage Tank adalah tempat penyimpanan produk dari KCP yang sebelum dilakukan
pengiriman.
j. CPKO Despatch
CPKO Despatch adalah kegiatan pengiriman CPKO Storage ke truk tangki / kapal.
k. PKM Store
PKM Storage adalah tempat penyimpanan produk PKM sebelum dilakukan pengiriman.
l. PKM Despatch
PKM despatch adalah kegiatan pengiriman PKM store ke truk / kapal.
Berdasarkan analisis kelayakan teknis, dapat disimpulkan bahwa aspek teknis proyek oleh
sponsor proyek adalah layak.
e. Analisis Kelayakan Keuangan
Jumlah Biaya investasi adalah sebesar Rp 139.268.798 ribu, terdiri dari biaya investasi modal
tetap sebesar Rp 127.954.448 ribu dan perkiraan biaya investasi modal kerja sebesar Rp
11.314.350 ribu. Sumber pembiayaan seluruhnya berasal dari modal sendiri.
Rata-rata BEP penjualan dalam Rupiah selama umur proyeksi adalah sebesar Rp 17.991.185
ribu.
Rata-rata rasio profitabilitas selama umur proyeksi yang diukur menggunakan Margin Laba
Kotor/Sales, EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales berturut-turut adalah 24,00%,
20,94%, 17,71%, 17,71% dan 13,81%.
Rata-rata ROI selama umur proyeksi adalah sebesar 20,68%.
Berdasarkan proyeksi posisi keuangan, Likuiditas dan solvabilitas proyek cukup tinggi selama
umur proyeksi. Rata-rata nilai indikator current ratio, debt to equity ratio dan debt to asset ratio
selama umur proyeksi berturut-turut adalah 1.138,90%, 4,82% dan 4,57%.
Berdasarkan perhitungan kelayakan, IRR dan NPV proyek selama umur proyeksi menghasilkan
IRR sebesar 28,19% lebih besar dari tingkat diskonto Ke sebesar 10,55% dan NPV sebesar Rp
147.876.662 ribu lebih besar dari nol.
Dengan nilai indikator kelayakan tersebut, dari aspek keuangan dapat disimpulkan bahwa
proyek layak.
Berdasarkan analisis sensitivitas terlihat bahwa kelayakan investasi lebih sensitif terhadap
penurunan penjualan dibandingkan dengan kenaikan BPP.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk vii
Page 9
Pendapat Atas Kelayakan Usaha
Berdasarkan analisis kelayakan pasar, pola bisnis, model manajemen, teknis dan keuangan, kami
berpendapat bahwa penambahan kegiat an usaha industri minyak mentah kelapa sawit (crude palm
kernel oil) (KBLll0432) PT Eagle High Plantations Tbk adalah layak untuk dilaksanakan.
Pendapat kelayakan ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan rencana yang akan dilakukan
Perseroan dan tidak dapat dipergunakan untuk kepentingan lain. Pendapat kelayakan ini juga tidak
dimaksudkan memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui rencana tersebut.
REKAN
M.Ec.Oev
Penil i Properti/ Aset dan Bisnis
MAPPI No. : 10-5-02670
RMK-2017.00316
NIPP Menkeu No .: P-1 .13.00355
NIPP Menkeu No .: 8-1 .18.00520
5TTD OJK No : 5TTD.PP8-33/ PJ-1 / PM.02/ 2023
Laporan 5tudi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk viii
Page 10
PERNYATAAN PENILAI
1. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara independen
tanpa adanya konflik dan tidak t erafiliasi dengan Perseroan, maupun pemegang saham
Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut. Kami juga tidak
mempunyai kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini.
Selanjutnya, laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
kerugian pada pihak manapun .
2. Bahwa penugasan pen ilaian profesional telah dilaksanakan pada tanggal penilaian .
3. Bahwa analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Studi
Kelayakan.
4. Bahwa penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
5. Bahwa penilaian yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah disajikan
sebagai kesimpulan.
6. Bahwa lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan .
7. Bahwa kesimpulan penilaian telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
8. Bahwa penilai bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan .
9. Bahwa data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang
diyakini penilai dapat dipertanggungjawabkan .
Penilai Publik,
Radithe Pramudito, S.E., M.Ec.Dev, MAPPI (Ce rt .)
MAPPI No.: 10-S-02670
RMK-2017.00316
NIPP Menkeu No.: P-1.13.00355
NIPP Menkeu No .: 8-1.18.00520
STTO OJK No : STTD. PP8-33/ PJ-1/ PM 02/2 023
Reviuer,
Adhitya Anindito, S.I.Kom ., S.H., M .M., MAPPI (Cert.)
MAPPI No.: 11-S-03079
RMK-2017.00547
Penilai,
Sigit E. Purnomo, S.E.
MAPPI No.: 19-T-09657
RMK-2020.03575
Ryan Suradireja, S.Ak.
MAPPI No.: 19-P-09941
RMK-2021.03692
Syafika Firdausha, S.Ak.
MAPPI No.: 21-T-11013
RMK- 2022.04256
Loporon Studi Keloyokon PT Eagle High Plantations Tbk ix
Page 11
DAFTAR ISI
SURAT LAPORAN RINGKAS YANG BERISI KESIMPULAN DAN PENDAPAT ...........................................................I
PERNYATAAN PENILAI ................................................................................................................................... IX
DAFTAR ISI ...................................................................................................................................................... X
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................................................. I-1
1.1. LATAR BELAKANG ..................................................................................................................................... I-1
1.2. IDENTITAS PEMBERI TUGAS ........................................................................................................................ I-1
1.3. DASAR PENUGASAN.................................................................................................................................. I-1
1.4. OBJEK PENILAIAN ..................................................................................................................................... I-2
1.5. MAKSUD DAN TUJUAN ............................................................................................................................. I-2
1.6. TANGGAL PENILAIAN (CUT OFF DATE) ......................................................................................................... I-2
1.7. RUANG LINGKUP PENILAIAN ....................................................................................................................... I-2
1.8. PENDEKATAN DAN METODOLOGI ................................................................................................................ I-2
1.9. PERNYATAAN INDEPENDENSI ...................................................................................................................... I-2
1.10. URAIAN MENGENAI PENILAI BISNIS DAN/ATAU PENILAI PROPERTI SERTA HASIL PENILAIAN OLEH PENILAI BISNIS
DAN/ATAU PENILAI PROPERTI YANG MENJADI DASAR DALAM STUDI KELAYAKAN. .............................................. I-3
1.11. SUMBER DATA......................................................................................................................................... I-3
1.12. INFORMASI MENGENAI IDENTITAS DAN JABATAN PIHAK-PIHAK YANG TELAH DIWAWANCARAI DAN
HUBUNGANNYA DENGAN OBJEK PENILAIAN ................................................................................................. I-3
1.13. ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ................................................................................................. I-3
BAB II DATA DAN INFORMASI PROYEK ........................................................................................................ II-1
2.1. SPONSOR PROYEK ................................................................................................................................... II-1
2.2. PROFIL PROYEK....................................................................................................................................... II-2
2.3. PRODUK/JASA ........................................................................................................................................ II-2
2.4. KINERJA KEUANGAN PROYEK ..................................................................................................................... II-2
2.5. TEKNOLOGI YANG DIGUNAKAN .................................................................................................................. II-2
2.6. LATAR BELAKANG EKONOMI...................................................................................................................... II-2
2.7. KEBUTUHAN PRODUKSI ATAU OPERASI ........................................................................................................ II-5
2.8. HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL ............................................................................................................ II-7
2.9. PERATURAN DAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG TERKAIT ............................................................................. II-7
2.10. ASPEK LINGKUNGAN ................................................................................................................................ II-7
2.11. PERSYARATAN MODAL DAN STRATEGI FINANSIAL .......................................................................................... II-8
BAB III ANALISIS KELAYAKAN PASAR .......................................................................................................... III-1
3.1. KONDISI PASAR ...................................................................................................................................... III-1
3.2. PESAING USAHA .................................................................................................................................... III-5
3.3. TARGET PASAR ...................................................................................................................................... III-5
3.4. STRATEGI PEMASARAN ............................................................................................................................ III-5
BAB IV ANALISIS KELAYAKAN POLA BISNIS ................................................................................................. IV-1
4.1. KEUNGGULAN KOMPETITIF KARENA KEUNIKAN DARI POLA BISNIS ...................................................................IV-1
4.2. KEMAMPUAN PESAING UNTUK MENIRU PRODUK.........................................................................................IV-1
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk x
Page 12
4.3. KEMAMPUAN UNTUK MENCIPTAKAN NILAI.................................................................................................IV-1 BAB V ANALISIS KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN ..................................................................................... V-1 5.1. KETERSEDIAAN TENAGA KERJA ...................................................................................................................V-1 5.2. KAPASITAS DAN KEMAMPUAN MANAJEMEN.................................................................................................V-1 5.3. KESESUAIAN ORGANISASI DAN MANAJEMEN ................................................................................................V-1 5.4. MANAJEMEN KEKAYAAN INTELEKTUAL ........................................................................................................V-4 5.5. MANAJEMEN RISIKO ................................................................................................................................V-4 BAB VI ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS ......................................................................................................... VI-1 6.1. KAPASITAS PRODUKSI..............................................................................................................................VI-1 6.2. KETERSEDIAAN DAN KUALITAS SUMBER DAYA .............................................................................................VI-1 6.3. PROSES PRODUKSI ..................................................................................................................................VI-1 BAB VII ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN ................................................................................................ VII-1 7.1. BIAYA INVESTASI ...................................................................................................................................VII-1 7.2. SUMBER PEMBIAYAAN ...........................................................................................................................VII-2 7.3. PERSYARATAN KREDIT ............................................................................................................................VII-2 7.4. BIAYA OPERASIONAL..............................................................................................................................VII-2 7.5. BIAYA BAHAN BAKU MENTAH .................................................................................................................VII-3 7.6. ASUMSI – ASUMSI DALAM PROYEKSI KEUANGAN ........................................................................................VII-3 7.7. ANALISIS TITIK IMPAS (BREAK EVEN POINT ANALYSIS) ................................................................................VII-10 7.8. ANALISIS PROFITABILITAS ......................................................................................................................VII-11 7.9. ANALISIS RETURN ON INVESTMENT (ROI) ................................................................................................VII-11 7.10. ANALISIS LIKUIDITAS DAN SOLVABILITAS ..................................................................................................VII-12 7.11. ANALISIS KELAYAKAN PROYEK................................................................................................................VII-12 7.12. ANALISIS SENSITIVITAS .........................................................................................................................VII-14 LAMPIRAN Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk xi
Page 13
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
PT Eagle High Plantations Tbk (selanjutnya disebut BWPT atau Perseroan atau Perusahaan
atau Sponsor Proyek) saat ini bergerak di bidang industri dan perkebunan kelapa sawit dengan
Crude Palm Oil (selanjutnya disebut CPO) dan Palm Kernel (selanjutnya disebut PK) sebagai
produk utama. Total luas perkebunan BWPT saat ini adalah +87.000 hektar dan berlokasi di
Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
BWPT merencanakan menambah kegiatan usaha yang dimilikinya dibidang industri minyak
mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil) (selanjutnya disebut Proyek atau CPKO). CPKO
merupakan produk turunan dari PK. Proses pengolahan PK menjadi CPKO dengan membangun
pabrik Kernel Crushing Plant (selanjutnya disebut KCP) yang berfungsi untuk memecahkan biji
buah PK yang kemudian akan diambil minyak inti sawitnya atau lebih dikenal sebagai CPKO,
selain itu produk limbah sisa CPKO yaitu Palm Kernel Meal (selanjutnya disebut PKM) juga
dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai jual. CPKO merupakan bahan baku dari produk
kosmetik dan produk obat-obatan, sedangkan PKM dapat digunakan sebagai bahan baku
pakan ternak, maka dengan melakukan penambahan kegiatan usaha BWPT akan memiliki nilai
tambah dari produk yang telah dijual saat ini.
Untuk itu sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 17/POJK.04/2020,
tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, diperlukan studi kelayakan usaha
dari Penilai Independen.
Sehubungan rencana tersebut, Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar
dan Rekan selaku Penilai Independen untuk melakukan studi kelayakan atas proyek tersebut.
IDR telah memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No.
772/KM.1/2013 tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) berdasarkan Surat No. S-774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat
Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal yang telah dilakukan pendaftaran ulang
dengan No. STTD.PPB-33/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset
dan Bisnis di Pasar Modal.
1.2. Identitas Pemberi Tugas
Nama : PT Eagle High Plantations Tbk
Alamat : Rajawali Place, Lantai 28 Jalan H.R. Rasuna Said Kav. B/4 Setiabudi,
Jakarta Selatan
Bidang Usaha : Agriculture Plantation
No. Telepon/Fax : (021) 8665 8828
Email : corsec@eaglehighplantations.com
Website : www.eaglehighplantations.com
1.3. Dasar Penugasan
Proposal/surat perjanjian kerja yang telah disepakati antara KJPP Iskandar dan Rekan
(Penerima Tugas) dan PT Eagle High Plantations Tbk (Pemberi Tugas) No. 042.1/IDR/DE.2/Pr-
FS/III/2025 tanggal 10 Maret 2025.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk I-1
Page 14
1.4. Objek Penilaian
Objek penilaian adalah industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil) BWPT
(selanjutnya disebut Proyek).
1.5. Maksud Dan Tujuan
Maksud penilaian adalah untuk memberikan pendapat atas kelayakan suatu usaha atau
proyek dengan tujuan penilaian untuk menyatakan layak atau tidak layak atas usaha atau
proyek terkait dengan perubahan/penambahan kegiatan usaha Perusahaan.
Laporan ini tidak dapat digunakan untuk tujuan lainnya selain tersebut diatas.
1.6. Tanggal Penilaian (Cut Off Date)
Tanggal penilaian 31 Desember 2024 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Ario
Bulan Awalia Noor dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Mirawati Sensi Idris yang terdaftar di
Otoritas Jasa Keuangan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
1.7. Ruang Lingkup Penilaian
Ruang lingkup penilaian adalah:
a. Identifikasi masalah (identifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi penilaian dan tanggal
penilaian),
b. Pengumpulan data,
c. Analisis data,
d. Estimasi nilai dengan menggunakan pendekatan penilaian,
e. Penulisan laporan.
1.8. Pendekatan dan Metodologi
Pendapat yang diberikan Penilai berupa penilaian kelayakan usaha adalah untuk menyatakan
kelayakan suatu usaha atau proyek.
Pendapat mengenai kelayakan suatu usaha atau proyek diberikan setelah melakukan analisis
atas:
a. Kelayakan pasar
b. Kelayakan pola bisnis
c. Kelayakan model manajemen
d. Kelayakan teknis
e. Kelayakan keuangan
1.9. Pernyataan Independensi
a. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami tidak ada benturan kepentingan
dengan Perseroan maupun pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan transaksi yang akan
dilakukan Perseroan.
b. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara
independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun
pemegang saham Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut.
Kami juga tidak mempunyai kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Selanjutnya, laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan
keuntungan atau kerugian pada pihak manapun.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk I-2
Page 15
c. Tidak ada satupun dari pemilik ataupun pegawai kami yang memiliki kepentingan dalam
bentuk apapun yang dapat menghalangi kami untuk melakukan penilaian secara
independen terhadap kelayakan proyek. Kompensasi dan honorarium kami tidak
bergantung kepada kejadian maupun kesimpulan yang diambil oleh perseroan sebagai
akibat dari laporan kami ini.
1.10. Uraian Mengenai Penilai Bisnis Dan/Atau Penilai Properti Serta Hasil Penilaian Oleh Penilai
Bisnis Dan/Atau Penilai Properti Yang Menjadi Dasar Dalam Studi Kelayakan.
Dalam studi kelayakan ini kami tidak menggunakan hasil penilaian dari Penilai Bisnis dan/atau
Penilai Properti dengan demikian uraian mengenai Penilai Bisnis dan/atau Penilai Properti
serta hasil penilaian oleh Penilai Bisnis dan/atau Penilai Properti yang menjadi dasar dalam
studi kelayakan atas proyek tidak ada.
1.11. Sumber Data
Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu,
atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:
a. Copy legalitas dan perizinan Perseroan.
b. Rencana anggaran biaya proyek yang mencakup kebutuhan biaya investasi dan operasional
proyek.
c. Proyeksi keuangan proyek.
d. Laporan keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah
diaudit oleh Akuntan Publik Ario Bulan Awalia Noor dari Kantor Akuntan Publik (KAP)
Mirawati Sensi Idris dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
e. Hasil wawancara dengan pihak manajemen mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal
lain yang terkait dengan rencana proyek.
f. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik dan hasil analisis
lain yang kami anggap relevan.
1.12. Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai Dan
Hubungannya Dengan Objek Penilaian
Kami telah melakukan diskusi dan wawancara dengan manajemen Perseroan pada tanggal 27
Maret – 22 April 2025. Identitas yang kami wawancarai adalah Ibu Rizka Dewi S sebagai
Corporate Secretary BWPT.
1.13. Asumsi – Asumsi Dan Kondisi Pembatas
1.13.1. Asumsi dan Asumsi Khusus
a. Legalitas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penilaian adalah benar
dan tidak menyesatkan.
b. Data dan informasi yang relevan yang diperoleh dari sumber yang layak adalah
benar dan tidak menyesatkan.
c. Pemberi Tugas telah memberikan informasi yang lengkap mengenai objek
penilaian dan tidak ada hal-hal yang disembunyikan yang dapat berpengaruh
secara signifikan terhadap kesimpulan nilai.
d. Penilai beranggapan bahwa bagian-bagian properti yang tidak diinspeksi tidak
memiliki kerusakan yang berarti dan tidak menyebabkan perubahan nilai.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk I-3
Page 16
e. Objek penilaian diasumsikan tidak dibangun dengan material ataupun mengandung
material yang bersifat merusak dan berbahaya yang dapat menyebabkan
pencemaran lingkungan yang berpengaruh terhadap kesimpulan nilai.
f. Asumsi khusus adalah asumsi yang berbeda dengan fakta yang sebenarnya pada
tanggal penilaian. Jika terdapat asumsi khusus akan diungkapkan dalam laporan
penilaian.
1.13.2. Kondisi dan Syarat Pembatas
a. Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.
b. Penilai melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
proses penilaian.
c. Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan nilai akhir.
d. Penilai melakukan penelaahan atas status hukum objek penilaian.
e. Penilai tidak melakukan penyelidikan atas legalitas/status hukum dokumen-
dokumen yang digunakan dalam proses penilaian. Adalah bukan tugas Penilai
untuk melakukan uji tuntas (due diligence) dari aspek hukum atas catatan publik
serta catatan kepemilikan.
f. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuiakan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan
kemampuan pencapaiannya (Fiduaciary Duty).
g. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
keuangan.
h. Laporan penilaian ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
i. Jika penilaian diperuntukan untuk kepentingan Pasar Modal, data dan informasi
dalam penilaian bersumber dari atau divalidasi oleh Asosiasi Profesi Penilai
(MAPPI).
j. Penilai dibebaskan dari segala tuntutan dan kewajiban yang berkaitan dengan
penggunaan laporan yang tidak sesuai dengan tujuan/kepentingan dari laporan
penilaian.
k. Data dan informasi yang diterima Penilai dari Pemberi Tugas diasumsikan benar
dan dapat dipertanggung jawabkan, antara lain termasuk penunjukkan letak lokasi
tempat, spesifikasi jenis dan jumlah aset objek penilaian dan apabila data dan
informasi tersebut tidak benar maka Pemberi Tugas membebaskan Penilai dari
tanggung jawab atas hasil penilaian yang tidak tepat dikarenakan kesalahan
tersebut.
l. Informasi yang telah diberikan oleh pihak lain kepada Penilai seperti yang telah
disebutkan dalam laporan penilaian dianggap layak dan dipercaya, tetapi Penilai
tidak bertanggung jawab jika ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak
sesuai dengan hal yang sesungguhnya. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali
kebenaran informasi tersebut sepenuhnya berada di pihak Pemberi Tugas.
m. Setiap informasi yang berasal dari Data Pribadi yang diperoleh dan/atau digunakan
Penilai dalam penugasan ini hanya digunakan untuk kepentingan sesuai tujuan
penilaian, dan selanjutnya data dan informasi yang dimaksud dikecualikan sebagai
Data Pribadi sebagaimana diatur dalam ketentuan dan perundang-undangan yang
terkait Perlindungan Data Pribadi.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk I-4
Page 17
n. Laporan ini tidak sah jika tidak dibubuhi tandatangan Pemimpin Rekan/Rekan dan
stempel/seal perusahaan KJPP Iskandar dan Rekan serta tidak dapat dipertanggung
jawabkan bilamana pemberi tugas tidak melunasi imbalan jasa atas pekerjaan
penilaian ini.
o. Pemberi Tugas adalah orang atau badan yang memberi instruksi kepada Penilai
termasuk di dalamnya direksi perusahaan atau pejabatnya, atau penasihat
profesionalnya, contact person ataupun yang ditugaskan mewakilinya.
p. Laporan ini bukan merupakan rekomendasi untuk melakukan atau tidak melakukan
suatu transaksi sesuai dengan tujuan dalam laporan ini, dan laporan ini tidak
terikat dengan transaksi yang dilakukan dan transaksi yang dilakukan adalah
mutlak keputusan dari pihak-pihak yang bertransaksi.
q. Perbedaan kondisi yang mungkin terjadi antara tanggal penilaian dengan waktu
penggunaan hasil penilaian dapat menurunkan relevansi opini nilai terhadap
kebutuhan pengguna hasil penilaian, dikarenakan adanya perbedaan akses data
dan informasi serta asumsi dan analisis penilaian. Apabila pengguna hasil penilaian
menemukan kondisi tersebut, disarankan untuk menugaskan Penilai melakukan
reviu terhadap penugasan yang telah dilaksanakan dan apabila dimungkinkan dan
dibutuhkan, Penilai dapat melakukan penilaian ulang dengan mengulang kembali
prosedur penilaian yang sebelumnya dilakukan, secara lebih lengkap. Proses dan
prosedur tersebut harus dituangkan dalam penugasan yang berdiri sendiri dan
berbeda dengan penugasan penilaian sebelumnya.
r. Jika kontrak dan/atau laporan penilaian ditulis dalam versi Bahasa Indonesia dan
Bahasa Inggris, Pemberi Tugas dan Penerima Tugas sepakat bahwa dalam hal
terjadi inkonsistensi antara versi Bahasa Indonesia dan versi Bahasa Inggris, maka
versi Bahasa Indonesia yang akan berlaku dan versi Bahasa Inggris akan dianggap
telah diubah untuk menyesuaikan dengan versi Bahasa Indonesia.
s. Asumsi-asumsi dan kondisi pembatas ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan
(integral) dari laporan penilaian.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk I-5
Page 18
BAB II
DATA DAN INFORMASI PROYEK
2.1. Sponsor Proyek
Sponsor proyek adalah PT Eagle High Plantations Tbk berkedudukan di Jakarta Selatan,
didirikan dengan nama PT BW Plantation berdasarkan Akta No. 13 tanggal 6 November 2000
dari Paulus Widodo Sugeng Haryono, S.H., notaris di Jakarta. Akta tersebut telah mendapat
pengesahan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan No. C-25665.HT.01.01.Th.2000 tanggal 22 Desember 2000 serta diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia No. 68 tanggal 26 Agustus 2003, Tambahan No. 7449.
Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir mengenai
perubahan beberapa ketentuan dalam Anggaran Dasar untuk disesuaikan dengan Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat
Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka, diaktakan pada Akta No. 2 tanggal 8 Mei 2023
dari Novita Puspitarini, S.H., Notaris di Jakarta dan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Pemberitahuan Penerimaan Perubahan
Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0116320 tanggal 11 Mei 2023.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2004.
Pabrik pengolahan kelapa sawit Grup berada di Kalimantan dan Papua dan perkebunan entitas
anak berlokasi di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan Papua.
Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
terutama meliputi bidang industri dan pertanian. Perusahaan dan entitas anak didirikan dan
menjalankan usahanya di Indonesia dan Singapura. Ruang lingkup kegiatan usaha Grup
meliputi pengembangan perkebunan, pengolahan hasil perkebunan, perdagangan dan lain-
lain. Bidang usaha meliputi perkebunan kelapa sawit dan hasil olahan kelapa sawit antara lain
produk perkebunan. Produk tersebut mencakup produk hasil kelapa sawit antara lain minyak
kelapa sawit (crude palm oil) dan inti sawit (palm kernel).
Susunan Pemegang Saham
Susunan pemegang saham Perseroan berdasarkan laporan keuangan pada tanggal 31
Desember 2024 (audit) adalah sebagai berikut:
PT EAGLE HIGH PLANTATIONS Tbk
Jumlah Jumlah
No. Pemegang Saham (%)
Saham (Rp)
1 PT Rajawali Capital International 11.886.121.516 37,70% 1.188.612.000.000
2 FIC Properties Sdn Bhd 11.664.357.670 37,00% 1.166.436.000.000
3 Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) 7.974.811.814 25,30% 797.481.000.000
Jumlah 31.525.291.000 100,00% 3.152.529.000.000
Sumber: Laporan Keuangan tahun 2024 (audit)
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi berdasarkan laporan keuangan pada tanggal 31
Desember 2024 (audit) adalah sebagai berikut:
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk II-1
Page 19
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Abed Nego
Komisaris : Mohammad Prianto Madelar
Komisaris Independen : Yohanes Wahyu Saronto
Direksi
Direktur Utama : Henderi Djunaidi
Direktur : Andrew Haryono
Direktur : Yeoh Lean Khai
Perizinan
Perizinan yang dimiliki adalah:
- Izin Usaha Industri No. 805/T/INDUSTRI/2008 yang diterbitkan oleh Kepala Badan
Koordinasi Penanaman Modal pada tanggal 6 Agustus 2008.
- Nomor Induk Berusaha (NIB) 8120310110629.
- Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) 01.882.908.5-054.000.
- Ijin Usaha Pengolahan (IUP-P) No. 525/002/Ek yang diterbitkan oleh Bupati Kotawaringin
Barat pada tanggal 14 Januari 2016.
- Sertipikat Hak Guna Bangunan (HGB) Nomor: 01 yang diterbitkan oleh Kantor Pertanahan
Kabupaten Kotawaringin Barat pada tanggal 27 Agustus 2002.
- Sertipikat Hak Guna Bangunan (SHGB) Nomor: 0007 yang diterbitkan oleh Kepala Kantor
Pertanahan Kabupaten Kotawaringin Barat pada tanggal 11 Desember 2013.
2.2. Profil Proyek
Rencana proyek adalah industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil)
mencakup usaha pengolahan inti kelapa sawit menjadi minyak mentah inti (crude palm kernel
oil/CPKO) yang masih perlu diolah lebih lanjut dan biasanya produk ini dipakai oleh industri
lain.
Kegiatan usaha tersebut merupakan kegiatan usaha baru BWPT, namun BWPT telah memiliki
personil yang berpengalaman dibidang industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm
kernel oil) sehingga diharapkan tidak terdapat kendala dalam melakukan kegiatan usaha
tersebut.
2.3. Produk/Jasa
Produk proyek industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil) adalah CPKO
dan PKM.
2.4. Kinerja Keuangan Proyek
Proyek adalah industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil) yang
merupakan bidang usaha baru yang akan dikembangkan, sehingga kinerja keuangan historis
proyek tidak ada.
2.5. Teknologi yang Digunakan
Dalam menghasilkan CPKO dan PKM, teknologi yang digunakan yaitu proses Kernel Crushing
Plant (KCP).
2.6. Latar Belakang Ekonomi
PDB Menurut Lapangan Usaha
Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2024 terhadap 2023 (C-to-C)
Ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk II-2
Page 20
lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Jasa Lainnya
sebesar 9,80%; diikuti Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,69%; dan Penyediaan
Akomodasi dan Makan Minum sebesar 8,56%. Sementara itu, Industri Pengolahan yang
memiliki peran dominan tumbuh 4,43%. Sedangkan Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi
Mobil dan Sepeda Motor serta Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masing-masing tumbuh
sebesar 4,86% dan 0,67%.
Gambar 1. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (C-to-C) (%), 2022—2024
Sumber: Badan Pusat Statistik
Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2024
didominasi oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 18,98%; diikuti oleh
Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 13,07%; Pertanian,
Kehutanan, dan Perikanan sebesar 12,61%; Konstruksi sebesar 10,09%; serta Pertambangan
dan Penggalian sebesar 9,15%. Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian
Indonesia mencapai 63,90%.
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2024 Terhadap Triwulan IV-2023 (Y-on-Y)
Ekonomi Indonesia triwulan IV-2024 terhadap triwulan IV-2023 (y-on-y) tumbuh sebesar
5,02%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha yang tumbuh
signifikan adalah Jasa Lainnya sebesar 11,36%; diikuti oleh Jasa Perusahaan sebesar 8,08%;
Transportasi dan Pergudangan sebesar 7,92%; dan Informasi dan Komunikasi sebesar 7,45%.
Sebagai lapangan usaha yang memiliki peran dominan, Industri Pengolahan tumbuh sebesar
4,89%. Sedangkan Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; serta
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masing-masing tumbuh sebesar 5,19% dan 0,71%.
Gambar 2. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (Y-on-Y) (%),
Triwulan IV-2023, Triwulan III-2024, dan Triwulan IV-2024
Sumber: Badan Pusat Statistik
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk II-3
Page 21
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2024 Terhadap Triwulan III-2024 (Q-to-Q)
Ekonomi Indonesia triwulan IV-2024 tumbuh sebesar 0,53% (q-to-q). Pertumbuhan terjadi
pada beberapa lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan
diantaranya Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar
16,63%; diikuti oleh Jasa Pendidikan sebesar 14,94%; serta Jasa Lainnya sebesar 8,40%.
Sementara itu, lapangan usaha yang mengalami kontraksi terdalam adalah Pertanian,
Kehutanan, dan Perikanan sebesar 18,49%.
Gambar 3. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (Q-to-Q) (%),
Triwulan IV-2023, Triwulan III-2024, dan Triwulan IV-2024
Sumber: Badan Pusat Statistik
PDB Menurut Pengeluaran, Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2024 terhadap 2023 (C-to-C)
Ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03% (c-to-c) dibanding tahun 2023.
Pertumbuhan terjadi pada semua komponen PDB Pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi terjadi
pada PK-LNPRT sebesar 12,48%; diikuti Komponen PK-P sebesar 6,61%; Komponen Ekspor
Barang dan Jasa sebesar 6,51%; Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT)
sebesar 4,94%; dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 4,61%.
Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa (faktor pengurang dalam PDB menurut
pengeluaran) tumbuh sebesar 7,95%.
Gambar 4. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (C -to-C) (%), 2022-2024
Sumber: Badan Pusat Statistik
Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku tahun 2024 ti dak
menunjukkan perubahan yang signifikan. Perekonomian Indonesia didominasi oleh Komponen
PK-RT dengan kontribusi sebesar 54,04%. Komponen PMTB memiliki kontribusi terbesar kedua
yakni sebesar 29,15%, diikuti Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 22,18%; Komponen
PK-P sebesar 7,73%; Komponen Perubahan Inventori sebesar 2,25%; dan Komponen PK-LNPRT
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk II-4
Page 22
sebesar 1,36%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa memiliki kontribusi sebesar
20,39%.
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2024 Terhadap Triwulan IV-2023 (Y-on-Y)
Ekonomi Indonesia triwulan IV-2024 terhadap triwulan IV-2023 tumbuh sebesar 5,02% (y-on-
y). Pertumbuhan terjadi pada semua komponen pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi terjadi
pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa, yang mengalami peningkatan sebesar 7,63%, diikuti
Komponen PK-LNPRT tumbuh sebesar 6,06%. Selain itu, Komponen PMTB, PK-RT, dan PK-P
tumbuh masing-masing sebesar 5,03%, 4,98%, dan 4,17%. Sementara itu, Komponen Impor
Barang dan Jasa tumbuh sebesar 10,36%.
Gambar 5. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (Y-on-Y) (%),
Triwulan IV-2023, Triwulan III-2024, dan Triwulan IV-2024
Sumber: Badan Pusat Statistik
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2024 Terhadap Triwulan III-2024 (Q-to-Q)
Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2024 dibanding triwulan III-2024 tumbuh sebesar 0,53%
(q-to-q). Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen PK-P sebesar 38,58%, diikuti
Komponen PK-LNPRT sebesar 6,36%. Selain itu, Komponen Ekspor Barang dan Jasa, Komponen
PMTB, dan Komponen PK-RT masing-masing tumbuh sebesar 4,63%, 2,44%, dan 1,64%.
Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa tumbuh sebesar 3,23%.
Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (Q-to-Q) (%),
Triwulan IV-2023, Triwulan III-2024, dan Triwulan IV-2024
Sumber: Badan Pusat Statistik
2.7. Kebutuhan Produksi atau Operasi
Kegiatan usaha industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil) memerlukan
investasi modal tetap dan modal kerja serta tenaga ahli dalam bidang kelapa sawit. Investasi
modal tetap berupa pembelian tanah, pabrik kernel crushing plant yang terdiri dari
earthworks & site development, civil & building structural works, kernel crushing plant,
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk II-5
Page 23
electrical works, dust & fume collecting system, others dan additional. Tenaga ahli dalam
bidang kelapa sawit telah dimiliki oleh Perseroan.
Perseroan memiliki tenaga ahli dalam bidang industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude
palm kernel oil) dengan pengalaman lebih dari 20 tahun dengan bidang keahlian operasional
kernel crushing plant. Selain itu Proyek juga membutuhkan modal tetap sebagai berikut:
Jumlah Jumlah
Uraian Satuan
Satuan (Rp.000)
Pembelian tanah m2 25.709 6.500.000
Kernel Crushing Plant
a. Palm Kernel Intake Station Lot 1 15.230.980
b. Palm Kernel Pressing Station Lot 1 10.304.040
c. Oil Recovery Station Lot 1 3.000.160
d. Anchillarv Equipment Lot 1 509.320
e. Piping, Catwalk, Support, & Others Lot 1 2.839.000
f. Optional Item (Cake Concentration Hopper) Lot 1 146.880
Earthworks & Site Development Lot 1 1.100.000
Civil & Building Structural Works Lot 1 30.840.720
Electrical Works
a. Motor Starter Control & Lighting DB Lot 1 3.222.860
b. Sun-Main Cabling Lot 1 145.520
c. Motor & remote Control Cabling Lot 1 5.011.260
d. Lighting & Power Points Wiring c/w Light Fitting Lot 1 561.340
e. Lighting Protection System Lot 1 182.580
f. Earthing & Continuity Earthing System Lot 1 20.740
g. Preliminaries Lot 1 45.900
Dust & Fume Collecting System Lot 1 1.815.600
Others
Licensing & Legal permit Lot 1 7.500.000
Unexpected Cost Lot 1 1.000.000
Additional
a. PKO Tank Cap. 2 x 2000 MT Lot 1 3.636.000
b. Foundation for PKO Tank c/w piling 2 unit Lot 1 3.568.837
Opsional
a. Extension Jetty Serimbang Lot 1 8.179.031
b. Penambahan Conveyor Lot 1 22.593.680
Jumlah 127.954.448
Fungsi masing-masing bagian adalah sebagai berikut:
a. Tanah merupakan tambahan area yang diperlukan Proyek yang berada di dekat Pabrik
CPO BWPT saat ini.
b. Kernel Crushing Plant merupakan pemasangan mesin-mesin dan peralatan mekanikal
sehingga menjadi satu kesatuan yang berurutan dan terintegrasi yang berfungsi untuk
mengolah pengepresan biji kernel menjadi produk Crude Palm Kernel Oil (CPKO) dan
Palm Kernel Meal (PKM).
c. Earthworks & Site Development merupakan pekerjaan yang berhubungan dengan tanah
untuk membentuk layout tapak pabrik sesuai dengan desain yang diperlukan yang
meliputi pekerjaan topografi, uji tanah, galian, timbunan, pemadatan dan finishing.
d. Civil & Building Structural Works merupakan pekerjaan sipil bangunan utama sebagai
penopang yang meliputi pondasi Jalan akses, drainase, pondasi mesin, struktur dan
bangunan pendukung (kantor, pos security, toilet).
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk II-6
Page 24
e. Electrical Works merupakan pekerjaan Listrik yang meliputi pemasangan panel control
motor starter, sub main cabling, motor & remote control cabling, lighting & power
socket, earthing & lightning protection system.
f. Dust & Fume Collecting System merupakan sistem exhaust untuk menghisap debu dan
uap akibat pengepresan biji kernel pada mesin press sehingga tidak bertabur di sekitar
mesin-mesin di dalam area KCP.
g. Others merupakan biaya license & legal permit dan unexpected cost.
h. Additional merupakan biaya tambahan selain disebutkan diatas yaitu, pembuatan PKO
Tank Cap. 2 x 2000 MT dan pembuatan pondasi dan pancang untuk 2 unit tangki PKO.
i. Opsional merupakan biaya tambahan selain disebutkan diatas yaitu Extension Jetty
Serimbang dan penambahan conveyor
Berdasarkan informasi manajemen sumber pembiayaan proyek seluruhnya dari modal sendiri
dengan jangka waktu pembangunan Proyek 12 bulan.
2.8. Hak Atas Kekayaan Intelektual
Sponsor proyek maupun Proyek tidak memiliki hak atas kekayaan intelektual atas proyek.
2.9. Peraturan dan Perundang-Undangan yang Terkait
Peraturan dan perundangan-undangan yang terkait adalah sebagai berikut:
1. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 106, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4756);
2. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman (Lembaran
Negara Tahun 1992 Nomor 46, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3478);
3. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2010 Nomor 132, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5170);
4. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2012 Nomor 227, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5360);
5. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 131, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5433);
6. Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja;
7. Undang-Undang Nomor 3 tahun 2014 Tentang Perindustrian;
8. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 Tentang Perkebunan;
9. Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2020 Tentang Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa
Sawit Berkelanjutan Indonesia;
10. Peraturan Pemerintah nomor 14 tahun 2015 Tentang Rencana Induk Pengembangan
Industri Nasional 2015 – 2035;
11. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 19 Tahun 2023 Tentang Perubahan atas Peraturan
Menteri Pertanian Nomor 03 Tahun 2022 Tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia,
Penelitian dan Pengembangan, Peremajaan, serta Sarana dan Prasarana Perkebunan
Kelapa Sawit.
2.10. Aspek Lingkungan
Berikut adalah daftar kegiatan uji kualitas lingkungan yang akan dilakukan:
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk II-7
Page 25
1. Pengukuran Emisi Gas: Melakukan pengukuran gas buang dari proses penghancuran
kernel untuk menilai tingkat polutan yang dihasilkan.
2. Analisis Kualitas Air: Mengambil contoh air dari sumber air di sekitar unit untuk
menganalisis kandungan zat-zat kimia yang berpotensi mencemari air.
3. Pengukuran Kebisingan: Mengukur tingkat kebisingan yang dihasilkan oleh mesin dan
peralatan operasional di unit kernel crushing plant untuk menilai dampaknya terhadap
lingkungan dan masyarakat sekitar.
4. Evaluasi Limbah Padat: Menganalisis jenis dan jumlah limbah padat yang dihasilkan
selama proses penghancuran kernel untuk menilai dampaknya terhadap lingkungan.
5. Pemantauan Kualitas Udara Ambien: Melakukan pemantauan terhadap kualitas udara
Ambien yang dihasilkan selama proses penghancuran untuk mengukur tingkat
pencemaran udara dan potensi dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan.
6. Evaluasi Dampak Lingkungan: Menganalisis hasil dari seluruh kegiatan uji kualitas
lingkungan untuk mengevaluasi dampak keseluruhan dari operasi unit kernel crushing
plant terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
2.11. Persyaratan Modal dan Strategi Finansial
Tidak ada modal dan strategi finansial khusus dalam menjalankan kegiatan usaha proyek.
Kebutuhan modal diperlukan untuk memenuhi investasi yang diperlukan untuk kegiatan usaha
industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil). Dalam usaha minyak mentah
inti kelapa sawit (crude palm kernel oil) hasil produksi tergantung dari yang akan digunakan.
Perseroan akan membangun pabrik KCP seluas 25.709 m2 dengan kapasitas pengolahan 200
MT per hari atau sekitar 60.000 MT per tahun yang berada di wilayah Desa Kumai Hulu,
Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah.
Perseroan akan memperoleh bahan baku berupa PK dari internal BWPT dengan tetap
memperhatikan kualitas dan harga.
Strategi finansial yang digunakan adalah menyiapkan anggaran biaya operasional untuk
proyek dan memperoleh margin dari penjualan CPKO dan PKM. Berdasarkan informasi
manajemen sumber pembiayaan proyek seluruhnya dari modal sendiri dengan jangka waktu
pembangunan Proyek 12 bulan.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk II-8
Page 26
BAB III
ANALISIS KELAYAKAN PASAR
3.1. Kondisi Pasar
Produksi minyak inti sawit
Produksi CPO tahun 2023 diperkirakan mencapai 50,07 juta ton atau naik sebesar 7,15% dari
tahun 2022 yakni sebesar 46,73 juta ton. Sementara itu, produksi PKO mencapai 4,77 juta ton
atau naik 5,66% dari tahun sebelumnya (2022) yakni sebesar 4,52 juta ton. Kenaikan produksi
dari tahun 2022 ini kemungkinan disebabkan oleh berbagai hal, antara lain: (1) harga minyak
sawit menjelang akhir tahun 2021 dan sepanjang tahun 2022 relatif tinggi, sehingga
mendorong pelaku usaha untuk mengelola kebunnya dengan baik, termasuk pemberian
pupuk; (2) adanya perluasan areal yang telah menghasilkan di tahun 2023. Hal ini sesuai
dengan data Kementerian Pertanian dalam periode 2017- 2020 terdapat perluasan 540 ribu
hektar dan diperkirakan tahun 2023 akan ada penambahan areal TM (Tanaman Menghasilkan)
seluas 260 ribu hektar; (3) El Nino yang semula diperkirakan akan melanda Indonesia, ternyata
tidak berpengaruh terhadap produksi tanaman kelapa sawit, karena melanda di sebagian
besar Indonesia bagian selatan.
Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Perkebunan, luas areal kelapa sawit Indonesia
tahun 2023 angka sementara mencapai 16,83 juta hektar, yang terdiri dari areal perkebunan
rakyat (PR) sebesar 37,37% atau 6,29 juta hektar, perkebunan besar swasta (PBS) sebesar
51,08% atau 8,60 juta hektar dan perkebunan besar negara (PBN) hanya sebesar 3,24% atau
545,71 ribu hektar, sementara ada juga luasan yang akan dikonfirmasikan sebesar 8,31% atau
1,40 juta hektar. Produksi kelapa sawit Indonesia tahun 2023 sebesar 46,99 juta ton dalam
bentuk minyak sawit angka sementara. Produksi kelapa sawit tersebut sebagian besar
ditujukan untuk ekspor. Volume ekspor kelapa sawit Indonesia yang cukup besar tersebut
menjadikan Indonesia sebagai negara eksportir kelapa sawit terbesar pertama dunia.
Jika dilihat produksi kelapa sawit per provinsi periode tahun 2019 – 2023 terdapat sembilan
provinsi sentra produksi kelapa sawit. Tahun 2023 kontribusi ke sembilan provinsi tersebut
mencapai 87,82% terhadap total produksi minyak sawit Indonesia.
Gambar 1. Provinsi Sentra Produksi Kelapa Sawit Indonesia, 2023
Sumber: Analisis Kinerja Perdagangan Kelapa Sawit 2024
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk III-1
Page 27
Pada tahun 2024, produksi minyak inti sawit (palm kernel oil/PKO) Indonesia mengalami
penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut data Gabungan Pengusaha Kelapa
Sawit Indonesia (GAPKI), total produksi PKO pada tahun 2024 tercatat sebesar 4,598 juta ton,
turun 3,80% dari produksi tahun 2023 yang mencapai 4,77 juta ton.
Penurunan ini sejalan dengan fluktuasi produksi minyak sawit mentah (CPO) sepanjang tahun
2024. Misalnya, pada bulan Desember 2024, produksi CPO tercatat sebesar 3,876 juta ton,
sementara produksi PKO turun menjadi 361 ribu ton dari 412 ribu ton pada bulan November.
Meskipun demikian, konsumsi domestik terhadap produk sawit, termasuk PKO, tetap
menunjukkan tren positif. Konsumsi dalam negeri pada bulan Desember 2024 tercatat sebesar
2,187 juta ton, meningkat dibandingkan bulan November yang mencapai 2,030 juta ton.
Secara keseluruhan, meskipun ada penurunan dalam produksi PKO, sektor sawit Indonesia
tetap menunjukkan daya tahan dengan meningkatnya konsumsi domestik dan ekspor produk
olahan sawit.
Pasar Ekspor minyak inti sawit
Perkembangan pasar ekspor minyak inti sawit dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti
permintaan global, harga minyak nabati lainnya, regulasi perdagangan serta kinerja industri
minyak kelapa sawit secara keseluruhan.
Pada tahun 2024, pasar ekspor minyak sawit Indonesia mengalami dinamika yang signifikan.
Meskipun volume ekspor menurun dibandingkan tahun sebelumnya, sektor ini tetap menjadi
kontributor utama devisa negara.
Ekspor minyak sawit mentah (CPO) Indonesia pada 2024 tercatat sebesar 29,5 juta ton,
menurun dari 32,2 juta ton pada tahun 2023. Nilai ekspor juga mengalami penurunan,
mencapai USD 27,76 miliar dibandingkan dengan USD 30,32 miliar pada tahun sebelumnya.
Penurunan terbesar terjadi pada ekspor ke China dan India, masing-masing sebesar 2,38 juta
ton dan 1,13 juta ton.
Penurunan ekspor yang terjadi disebabkan oleh penerapan biofuel menjadi B-40 yang sejalan
dengan strategi pemerintah Republik Indonesia untuk menjaga stabilitas komoditas kelapa
sawit sehingga kebutuhan domestik meningkat.
GAPKI memproyeksikan bahwa produksi minyak sawit Indonesia pada 2025 akan mencapai
53,6 juta ton. Namun, tantangan seperti fluktuasi harga global dan kebijakan perdagangan
internasional dapat mempengaruhi laju ekspor di masa mendatang.
Perkembangan harga minyak inti sawit
Untuk melihat kinerja perdagangan kelapa sawit dalam negeri diantaranya dengan melihat
perkembangan rata-rata harga kelapa sawit baik di tingkat petani (harga produsen) dalam
wujud Tandan Buah Segar (TBS), Harga CPO maupun harga perdagangan konsumen dalam
wujud minyak goreng sawit. Harga produsen TBS nasional periode bulanan tahun 2021 - 2024
secara umum menunjukkan pola berfluktuasi, namun cenderung mengalami sedikit
peningkatan. Jika dicermati harga per bulan selama periode tersebut, dimana harga tertinggi
TBS terjadi pada bulan April 2022 mencapai Rp. 3.585 per kg, sedangkan terendah terjadi pada
bulan Juli 2022 sebesar Rp. 1.811 per kg. Data harga pembelian TBS merupakan harga yang
ditetapkan tim penetapan harga pembelian TBS. Harga ini dikirim oleh petugas PIP Kabupaten
dan Provinsi sesuai dengan waktu pelaksanaan penetapan harga TBS di provinsinya. Dinamika
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk III-2
Page 28
harga TBS masih terus dipantau pemerintah. Fakta empiris menunjukkan fluktuasi harga CPO
di tingkat global secara langsung berimbas pada TBS. Fenomena yang berkembang bahwa
terjadi perbedaan harga TBS, pekebun yang tergabung dalam kelembagaan atau bermitra
dengan perusahaan pengolah kelapa sawit (PKS) harga TBS nya lebih tinggi dibandingkan
dengan pekebun yang tidak melakukan kemitraan. Selain itu tantangan lainnya, kebijakan
“bebas deforestasi” yang sudah mulai diimplementasikan di Uni Eropa berpotensi
memperlebar selisih harga TBS. Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal
Perkebunan terus berupaya mencari solusi untuk membantu petani menghadapi berbagai
tantangan dilapangan, menjaga komitmen dan mengatur strategi tepat guna demi perolehan
harga tandan buah segar kelapa sawit yang layak bagi pekebun.
Gambar 2. Perkembangan harga produsen TBS bulanan, 2021 – 2024
Sumber: Analisis Kinerja Perdagangan Kelapa Sawit 2024
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
Harga Palm Kernel Oil (PKO) di Indonesia menunjukkan tren fluktuatif sepanjang awal tahun
2025. Pada Maret 2025, harga referensi CPO—yang menjadi acuan harga PKO—ditetapkan
sebesar USD 954,50 per metrik ton, mengalami penurunan tipis sebesar 0,10% dibanding
bulan sebelumnya. Penurunan ini sejalan dengan melemahnya permintaan global, terutama
dari negara-negara konsumen utama seperti India, serta turunnya harga minyak nabati lain di
pasar internasional. Dari sisi produksi, volume PKO pada Januari 2025 tercatat sebesar 356
ribu ton, menurun seiring total produksi CPO dan PKO yang mencapai 4,184 juta ton atau
turun 1,25% secara bulanan. Konsumsi domestik pun melemah, turun 14,45% dibanding
Desember 2024. Meski demikian, prospek jangka menengah tetap positif seiring kebijakan
pemerintah yang mulai menerapkan mandatori biodiesel B40 secara bertahap, yang
diperkirakan akan mendorong permintaan domestik terhadap produk turunan sawit, termasuk
PKO.
Kebutuhan minyak inti sawit
Kebutuhan minyak inti sawit di dalam negeri dan luar negeri dapat bervariasi tergantung pada
sejumlah faktor termasuk industri yang menggunakannya, tren konsumsi global dan kebijakan
pemerintah terkait. Kebutuhan minyak inti sawit tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Kebutuhan di dalam negeri:
a. Industri Makanan dan Minuman Olahan
Mminyak inti sawit banyak dimanfaatkan oleh industri makanan, terutama sebagai
bahan baku dalam pembuatan margarin, shortening, dan krimer non-susu. Industri
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk III-3
Page 29
roti, biskuit, dan es krim dalam negeri juga menggunakan PKO untuk menciptakan
tekstur yang lembut dan memperpanjang umur simpan produk. Permintaan ini
terutama datang dari perusahaan makanan skala besar, UMKM, dan industri rumah
tangga.
b. Industri Kosmetik dan Personal Care
Banyak produsen sabun dan kosmetik di Indonesia yang mengandalkan PKO sebagai
bahan utama. Produk seperti sabun mandi, sampo, lotion, dan kosmetik lokal
memanfaatkan minyak ini karena sifat busa dan pelembapnya yang baik. Beberapa
merek sabun tradisional maupun modern memproduksi dalam skala besar dengan
bahan dasar dari PKO.
c. Industri Farmasi dan Bahan Baku Olekimia Domestik
PKO juga digunakan dalam industri kimia dalam negeri untuk memproduksi turunan
oleokimia seperti asam lemak, gliserin, dan ester. Produk ini digunakan lebih lanjut
untuk pembuatan deterjen, sabun cair, pelumas biodegradable, dan bahan pembersih.
Beberapa pabrik oleokimia di Indonesia seperti di kawasan Sumatera dan Kalimantan
menyerap PKO sebagai bahan baku utama.
d. Industri Energi Terbarukan (Biofuel)
Pemerintah Indonesia mendorong pengembangan energi terbarukan, dan PKO
merupakan salah satu bahan baku untuk biodiesel dan biofuel. Walau penggunaannya
masih terbatas dibandingkan CPO (Crude Palm Oil), PKO tetap memiliki peran dalam
diversifikasi bahan bakar nabati domestik.
2. Kebutuhan di luar negeri:
a. Industri Makanan dan Minuman
Negara-negara seperti Tiongkok, India, dan negara-negara di Eropa dan Afrika
mengimpor PKO dari Indonesia untuk kebutuhan industri makanan mereka. Produk
seperti margarin, es krim, dan permen diolah dari PKO karena kestabilan lemaknya
yang tinggi. Banyak perusahaan makanan besar menggunakan PKO sebagai pengganti
cocoa butter karena harganya lebih ekonomis namun dengan fungsi yang serupa.
b. Industri Kosmetik dan Personal Care Global
Negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan menjadi pasar
ekspor utama untuk PKO dalam bentuk bahan baku kosmetik. Mereka
menggunakannya dalam produk-produk sabun mandi, shampoo, body butter, dan
lotion karena sifat alami PKO yang ramah kulit. Permintaan dari industri kecantikan
berbasis bahan alami juga mendorong ekspor ini meningkat.
c. Olekimia dan Produk Industri
PKO diekspor ke berbagai negara untuk digunakan dalam pembuatan produk
oleokimia seperti fatty acid, fatty alcohol, dan glycerin, yang kemudian diproses
menjadi pelumas industri, surfaktan, dan bahan kimia rumah tangga. Negara seperti
India, Belanda, dan Malaysia menjadi tujuan utama untuk bahan baku ini karena
mereka memiliki industri hilir oleokimia yang kuat.
d. Industri Biofuel Global
Negara-negara di Eropa yang fokus pada energi terbarukan dan ramah lingkungan
menjadi target untuk ekspor PKO dalam bentuk bahan baku biofuel dan pelumas
ramah lingkungan.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk III-4
Page 30
3.2. Pesaing Usaha
Pihak-pihak yang menjadi pesaing adalah perusahaan yang bergerak di bidang yang sejenis.
Pada kegiatan usaha kelapa sawit diantaranya adalah sebagai berikut:
1. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) memiliki pengolahan minyak inti sawit melalui anak
perusahaannya yaitu PT Tanjung Bina Lestari yang berlokasi di Sulawesi Barat. AALI
memiliki luas lahan 287.044 hektar yang tersebar di Pulau Sumatra, Kalimantan, dan
Sulawesi. Dari luasan tersebut, 214.815 hektar adalah perkebunan inti sedangkan 72.229
hektar adalah perkebunan plasma.
2. PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) mencatat produksi CPO sebesar 283.651 metrik ton
di 2023 menjadi 245.395 metrik ton pada 2024 akibat dampak cuaca ekstrem. Perkebunan
ANJT di Pulau Belitung, Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan terdampak kekeringan
akibat El Nino.
3. PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) menargetkan produksi minyak sawit mentah (CPO)
sebesar 80.000 ton pada tahun 2024, meningkat sekitar 64% dibandingkan dengan
produksi tahun 2023 yang mencapai 48.663 ton. Target ini didukung oleh beroperasinya
pabrik kelapa sawit kedua di Tapanuli Selatan, yang diharapkan dapat meningkatkan
kapasitas produksi secara signifikan.
4. PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) memiliki lahan yang telah ditanam kelapa
sawit seluas 40.718,45 hektar. Pada tahun 2024, STAA mencatat kinerja yang solid
meskipun menghadapi tantangan eksternal. Produksi tandan buah segar (TBS) mencapai
1,047 juta ton atau meningkat 2,5% dari tahun sebelumnya, sementara produksi minyak
sawit mentah (CPO) tercatat sebesar 389.765 ton.
3.3. Target Pasar
Target pasar yang dituju untuk industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil)
adalah industri pangan dan non pangan antara lain sebagai berikut:
1. Pangan
a. Bahan baku minyak goreng
b. Cokelat
c. Margarin
d. Kue
e. Mie instan
2. Non Pangan
a. Kosmetik
b. Pupuk
c. Bahan baku biodiesel
d. Sabun, sampo
e. Pelumas
3.4. Strategi Pemasaran
Pemasaran produk CPKO yang akan dilakukan adalah menjual kepada beberapa produsen
produk yang memerlukan CPKO, baik dalam negeri maupun luar negeri. Sehubungan BWPT
saat ini sudah memproduksi dan menjual produk CPO, yang mana pembeli CPKO juga sebagian
besar membeli CPO yang sudah merupakan pelanggan BWPT saat ini, sehingga akan
memudahkan BWPT untuk memasarkan produk CPKO-nya.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk III-5
Page 31
Berdasarkan analisis kelayakan pasar yang mencakup kondisi pasar, pesaing usaha, target pasar dan strategi pemasaran, dapat disimpulkan bahwa aspek pasar proyek oleh sponsor proyek adalah layak. Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk III-6
Page 32
BAB IV
ANALISIS KELAYAKAN POLA BISNIS
4.1. Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Dari Pola Bisnis
BWPT merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha pengolahan kelapa sawit sejak
tahun 2000 dengan CPO dan PK sebagai produk utama BWPT. Total luas perkebunan BWPT
saat ini adalah + 87.000 hektar dan berlokasi di Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
CPKO merupakan produk turunan dari PK yang telah dijual BWPT saat ini, sehubungan BWPT
saat ini sudah memproduksi dan menjual produk CPO, yang mana pembeli CPKO juga sebagian
besar membeli CPO yang sudah merupakan pelanggan BWPT saat ini, sehingga akan
memudahkan BWPT untuk memasarkan produk CPKO-nya, maka dengan melakukan
penambahan kegiatan usaha BWPT akan memiliki nilai tambah dari produk yang telah dijual
BWPT saat ini.
4.2. Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk
Kemampuan pesaing untuk meniru produk sangat besar, namun sponsor proyek merupakan
Perusahaan multinasional yang telah berpengalaman dalam industri kelapa sawit sehingga
telah mengetahui dan dapat memenuhi standar mutu yang diharapkan oleh pasar.
Dari proses penanaman, panen dan pasca panen akan dilakukan Perseroan secara integrasi
sehingga biaya akan lebih efisien. Sedangkan kebanyakan kompetitor membeli PK dari petani
atau perusahaan yang kemudian di proses menjadi PKM dan CPKO sehingga kepastian supply
PK dari petani atau perusahaan kurang sustainable dikarenakan tergantung harga yang
ditawarkan dari petani atau perusahaan tersebut.
4.3. Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai
Keunggulan BWPT adalah perusahaan yang mengelola perkebunan kelapa sawit dimana saat
ini produk utama BWPT adalah CPO dan PK yang merupakan bahan baku utama dari produk
CPKO. Dengan penambahan kegiatan usaha ini BWPT akan memiliki nilai tambah dari produk
yang telah dijual BWPT saat ini untuk menangkap peluang yang lebih luas.
BWPT dapat menciptakan nilai dan keunggulan dari penambahan kegiatan usaha, karena
dilakukan untuk menambah dan mengembangkan kegiatan usaha BWPT serta
memaksimalkan potensi bisnis BWPT. Dengan dilaksanakannya penambahan kegiatan usaha,
BWPT akan memiliki potensi nilai tambah dari sisi pendapatan dan laba serta peluang untuk
keberlangsungan kegiatan usaha BWPT. Pengalaman yang dimiliki BWPT membuat penerapan
sistem dan operasional kerja menjadi relatif mudah diterapkan untuk kegiatan usaha yang
baru.
Berdasarkan analisis kelayakan pola bisnis yang mencakup keunggulan kompetitif karena keunikan
dari pola bisnis, kemampuan pesaing untuk meniru produk dan kemampuan untuk menciptakan nilai
dapat disimpulkan bahwa aspek pola bisnis proyek oleh sponsor proyek adalah layak.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk IV- 1
Page 33
BAB V
ANALISIS KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN
5.1. Ketersediaan Tenaga Kerja
BWPT merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha pengolahan kelapa sawit sejak
tahun 2000 dengan Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel (PK) sebagai produk utama BWPT.
CPKO merupakan produk turunan dari PK yang telah BWPT jual saat ini yang merupakan
bahan baku utama dari produk CPKO.
Tenaga kerja untuk Proyek telah tersedia sebanyak 10 orang yang telah berpengalaman dalam
berbagai bidang termasuk dalam melakukan operasional KCP.
5.2. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
Sponsor proyek memiliki kapasitas dan kemampuan manajemen dalam mengelola Proyek,
karena sponsor proyek mempunyai tenaga kerja yang kompeten yang diperlukan dalam
mengelola usaha pengolahan kelapa sawit.
Perseroan memiliki tenaga ahli dalam bidang pengolahan kelapa sawit dengan pengalaman
lebih dari 20 tahun dengan bidang keahlian meliputi mill controller, electrical engineering,
mechanical engineering dan civil engineering.
5.3. Kesesuaian Organisasi dan Manajemen
Untuk mendapatkan hasil yang optimal, salah satu faktor yang penting adalah kemampuan
dari pengelola (manajemen). Adapun struktur organisasi Perusahaan adalah sebagai berikut:
sumber: manajemen BWPT
a) Berikut tugas dan tanggung jawab dari setiap personil adalah sebagai berikut:
No. Nama Jabatan Tugas & Tanggung Jawab
1 Erick H. Ambarita Head Mill Ops & Eng Pengawasan Operasional 7 unit Mill & 1
unit KCP
2 Bahara Tua Tobing Mill Controller Pengawasan Operasional 3 unit Mill area
Kalteng & 1 unit KCP
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk V-1
Page 34
3 Sahat T. Sihotang Mill Manager Pekerjaan masih di Palm Oil Mill BWPT
4 Zimmi Ardi Sr. Mill Asst Pekerjaan masih di Palm Oil Mill BWPT
5 Fajri Risky Wahyudi Asst. Sortasi Pekerjaan masih di Palm Oil Mill BWPT
6 Tri Syahputra S. Asst. Lab Pekerjaan masih di Palm Oil Mill BWPT
7 Romanro Silalahi Asst. Maintenance Pekerjaan masih di Palm Oil Mill BWPT
8 Risman Kornelius Sirait Asst. Proses 1 Pekerjaan masih di Palm Oil Mill BWPT
9 Jami Jayri Mubaki Asst. Proses 2 Pekerjaan masih di Palm Oil Mill BWPT
10 Suryanto Asst. Electrical Pekerjaan masih di Palm Oil Mill BWPT
b) Pekerjaan, jabatan, uraian pengalaman kerja, sertifikasi yang dimiliki dan seminar yang
pernah diikuti dari setiap personil adalah sebagai berikut:
No. Nama Jabatan Uraian
1 Erick H. Ambarita Head Mill Ops & Eng Pengalaman Kerja : 1992 - 2024 di
bidang pengolahan kelapa sawit (2
tahun Project & Operasional KCP)
Masa Kerja : 32 tahun
Sertifikasi yang dimiliki : n/a
Seminar yang pernah diikuti : Seminar
Percepatan Pemanfaatan Biogas di
Jakarta 2024
2 Bahara Tua Tobing Mill Controller Pengalaman Kerja : 2004 - 2024
bekerja di pengolahan PKS, Rubber
Factory dan Pengawasan di Bulking
Kapasitas 17.000 Ton
Masa Kerja : 20 tahun
Sertifikasi yang dimiliki : Sertifikasi
Manager Energi
Seminar yang pernah diikuti : Mill
Maintenance Training, Pelatihan AK3
Umum, More Precious Than Gold
Batch II, Seminar Nasional
'Implementasi Standar Terbaru SMK 3
Berdasarkan PP No. 50 Tahun 2012
3 Sahat T. Sihotang Mill Manager Pengalaman Kerja : 2005 - 2024
dibidang pengolahan kelapa sawit
Masa Kerja : 19 Tahun
Sertifikasi yang dimiliki : AK3 Umum,
di Cipanas
Seminar yang pernah diikuti : More
Presticious Than Gold (palembang)
4 Zimmi Ardi Sr. Mill Asst Pengalaman Kerja : 2007 - 2024
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk V-2
Page 35
dibidang pengolahan kelapa sawit dan
turunan nya
Masa Kerja : 17 tahun
Sertifikasi yang dimiliki : n/a
Seminar yang pernah diikuti : Total
Quality Management, Roundtable on
Sustainable Palm Oil, Indonesian
Sustainable Palm Oil dan International
Sustainability and Carbon Certification
5 Fajri Risky Wahyudi Asst. Sortasi Pengalaman Kerja : 2024 dibidang
pengolahan kelapa sawit
Masa Kerja : 1 bulan
Sertifikasi yang dimiliki : n/a
Seminar yang pernah diikuti : MDP
EHP Batch XII
6 Tri Syahputra S. Asst. Lab Pengalaman Kerja : 2019 - 2024
dibidang pengolahan kelapa sawit
Masa Kerja : 5,5 tahun
Sertifikasi yang dimiliki : n/a
Seminar yang pernah diikuti : MT,
ASF, Training Pengendalian
Pencemaran Air
7 Romanro Silalahi Asst. Maintenance Pengalaman Kerja : 2019 - 2024
dibidang pengolahan kelapa sawit
Masa Kerja : 5,5 tahun
Sertifikasi yang dimiliki : n/a
Seminar yang pernah diikuti : MDP
Batch IV, ASF, Training Pegendalian
Pencemaran Udara
8 Risman Kornelius Sirait Asst. Proses 1 Pengalaman Kerja : 2023 - 2024
dibidang pengolahan kelapa sawit.
Masa Kerja : 1 tahun
Sertifikasi yang dimiliki : n/a
Seminar yang pernah diikuti : MDP
EHP Batch X, ASF
9 Jami Jayri Mubaki Asst. Proses 2 Pengalaman Kerja : 2023 - 2024
dibidang pengolahan kelapa sawit
Masa Kerja : 8 Bulan
Sertifikasi yang dimiliki : n/a
Seminar yang pernah diikuti : MDP
EHP Batch XI, ASF
10 Suryanto Asst. Electrical Pengalaman Kerja : 2024 dibidang
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk V-3
Page 36
pengolahan kelapa sawit
Masa Kerja : 1 bulan
Sertifikasi yang dimiliki : n/a
Seminar yang pernah diikuti : MDP
EHP Batch XII
5.4. Manajemen Kekayaan Intelektual
Dalam menjalankan industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil), BWPT
tidak memerlukan manajemen kekayaan intelektual.
5.5. Manajemen Risiko
Dalam kegiatan industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil), risiko yang
mungkin terjadi adalah risiko cuaca, hama penyakit, suhu, kekeringan dan banjir. Adapun
sebagai pencegahan dan penanggulangan terhadap risiko - risiko di atas BWPT menerapkan
praktik agronomi yang baik.
Berdasarkan analisis kelayakan model manajemen, yang mencakup ketersediaan tenaga kerja,
kapasitas dan kemampuan manajemen, kesesuaian struktur organisasi, manajemen kekayaan
intelektual dan manajemen risiko dapat disimpulkan bahwa aspek model manajemen proyek oleh
sponsor proyek adalah layak.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk V-4
Page 37
BAB VI
ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS
6.1. Kapasitas Produksi
Perseroan akan membangun pabrik KCP seluas 25.709 m2 yang berada di wilayah Desa Kumai
Hulu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah.
Pabrik KCP yang akan dibangun BWPT memiliki kapasitas pengolahan 200 MT per hari atau
sekitar 60.000 MT per tahun. Hasil utama produk yang akan dihasilkan dari pabrik KCP berupa
CPKO dan PKM dengan rendemen masing-masing yang diasumsikan sebesar 45,00% dan
50,00% dari total produksi.
6.2. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
Produk CPKO merupakan produk turunan dari PK yang telah dijual BWPT saat ini, pada tahun
2023 dan 2024 grup BWPT telah memproduksi PK masing-masing sebesar 62.653 MT dan
48.384 MT. Dengan kapasitas pengolahan KCP yang diasumsikan sebesar 60.000 MT per
tahun, dengan demikian ketersediaan bahan baku diperkirakan dapat mencukupi dan
mendukung rencana Proyek.
Tenaga kerja untuk Proyek telah tersedia sebanyak 10 orang yang telah berpengalaman dalam
berbagai bidang termasuk dalam melakukan operasional KCP.
6.3. Proses Produksi
Proses produksi adalah sebagai berikut:
a. Kernel Intake
Kernel intake adalah tempat penerimaan dan penampungan material kernel dari truck /
kapal.
b. First Press
First Press adalah mesin screw press pertama yang berfungsi untuk memeras PK menjadi
PKM dan minyak CPKO.
c. Second Press
Second Press adalah mesin screw press kedua, berfungsi untuk memeras PKM yang keluar
dari First Press untuk mengambil minyak masih tersisa.
d. Crude oil Tank 1
Crude oil tank adalah wadah untuk menampung minyak CPKO dari hasil first press dan
second press.
e. Vibrating Screen
Vibrating Screen adalah alat untuk menyaring non oil solid (NOS) yang terdiri dari sisa PKM
yang berukuran besar dari minyak CPKO.
f. Crude oil Tank 2
Crude oil tank adalah wadah untuk menampung minyak CPKO setelah melewati vibrating
screen untuk umpan filter press.
g. Filter Press
Pressure Filter adalah alat untuk memisahkan minyak dari sisa pengotor halus yang masih
terikut yaitu dengan prinsip filtrasi untuk mendapatkan minyak bersih.
h. Product Tank
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk VI-1
Page 38
Product tank adalah wadah untuk menampung minyak CPKO dari hasil filter press sebelum
dipompakan ke storage tank.
i. Oil Storage Tank
CPKO Storage Tank adalah tempat penyimpanan produk dari KCP yang sebelum dilakukan
pengiriman.
j. CPKO Despatch
CPKO Despatch adalah kegiatan pengiriman CPKO Storage ke truk tangki / kapal.
k. PKM Store
PKM Storage adalah tempat penyimpanan produk PKM sebelum dilakukan pengiriman.
l. PKM Despatch
PKM despatch adalah kegiatan pengiriman PKM store ke truk / kapal
Alur proses produksi digambarkan sebagai berikut:
Berdasarkan analisis kelayakan teknis, dapat disimpulkan bahwa aspek teknis proyek oleh sponsor
proyek adalah layak.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk VI-2
Page 39
BAB VII
ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN
Proyek diasumsikan sebagai entitas operasional yang lengkap tersendiri sebagai penambahan
kegiatan usaha Perusahaan.
7.1. Biaya Investasi
7.1.1. Modal Tetap
Investasi modal tetap meliputi tanah dan pabrik kernel crushing plant dengan rincian sebagai
berikut:
Tabel 7.1
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Biaya Investasi Modal Tetap
Jumlah Jumlah
Uraian Satuan
Satuan (Rp.000)
Pembelian tanah m2 25.709 6.500.000
Kernel Crushing Plant
a. Palm Kernel Intake Station Lot 1 15.230.980
b. Palm Kernel Pressing Station Lot 1 10.304.040
c. Oil Recovery Station Lot 1 3.000.160
d. Anchillarv Equipment Lot 1 509.320
e. Piping, Catwalk, Support, & Others Lot 1 2.839.000
f. Optional Item (Cake Concentration Hopper) Lot 1 146.880
Earthworks & Site Development Lot 1 1.100.000
Civil & Building Structural Works Lot 1 30.840.720
Electrical Works
a. Motor Starter Control & Lighting DB Lot 1 3.222.860
b. Sun-Main Cabling Lot 1 145.520
c. Motor & remote Control Cabling Lot 1 5.011.260
d. Lighting & Power Points Wiring c/w Light Fitting Lot 1 561.340
e. Lighting Protection System Lot 1 182.580
f. Earthing & Continuity Earthing System Lot 1 20.740
g. Preliminaries Lot 1 45.900
Dust & Fume Collecting System Lot 1 1.815.600
Others
Licensing & Legal permit Lot 1 7.500.000
Unexpected Cost Lot 1 1.000.000
Additional
a. PKO Tank Cap. 2 x 2000 MT Lot 1 3.636.000
b. Foundation for PKO Tank c/w piling 2 unit Lot 1 3.568.837
Opsional
a. Extension Jetty Serimbang Lot 1 8.179.031
b. Penambahan Conveyor Lot 1 22.593.680
Jumlah 127.954.448
Keterangan: Berdasarkan informasi manajemen, pada tanggal penilaian biaya investasi tersebut belum ada, sehingga biaya
investasi tersebut diperlukan pada awal tahun proyeksi sebelum proyek beroperasi
Sumber: Manajemen Perseroan
7.1.2. Modal Kerja
Perkiraan Investasi modal kerja pada awal produksi, perinciannya adalah sebagai berikut:
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk VII-1
Page 40
Tabel 7.2
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Perkiraan Kebutuhan Modal Kerja
(Rp.000)
Turnover
Uraian Jumlah
(Bulan)
Piutang usaha 1 11.314.350
Persediaan 1 8.598.906
Utang usaha 1 (8.598.906)
Jumlah 11.314.350
Keterangan: Beban pokok penjualan terdiri dari pembelian palm kernel dan biaya processing
Sumber: Manajemen Perseroan, disesuaikan
Beban pokok penjualan terdiri dari:
- Pembelian palm kernel yang diasumsikan sebesar 75,00% dari penjualan tahun ke-1.
- Biaya processing diasumsikan sebesar 1,00% dari penjualan tahun ke 1.
Beban penjualan diasumsikan sebesar 1,00% dari penjualan tahun ke-1.
Beban maintenance diasumsikan sebesar 1,25% dari penjualan tahun ke-1.
Beban overhead diasumsikan sebesar 1,75% dari penjualan tahun ke-1.
7.1.3. Kebutuhan Biaya Investasi
Kebutuhan biaya investasi proyek adalah sebagai berikut:
(Rp.000)
- Modal Tetap 127.954.448
- Modal Kerja 11.314.350
Jumlah Investasi 139.268.798
7.2. Sumber Pembiayaan
Sumber pembiayaan proyek untuk modal tetap dan modal kerja seluruhnya dari modal sendiri,
dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 7.3
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Sumber Pembiayaan
(Rp.000)
Sumber Pembiayaan
Uraian Total
Modal Sendiri Kredit
A.Modal Tetap 127.954.448 - 127.954.448
B.Modal Kerja 11.314.350 - 11.314.350
Jumlah 139.268.798 - 139.268.798
Struktur Pembiayaan 100,00% 0,00% 100,00%
Sumber: Manajemen Perseroan, disesuaikan
Dengan demikian perbandingan kredit terhadap modal sendiri (Debt/Equity) proyek tersebut
adalah 0 : 100, atau seluruhnya dibiayai oleh modal sendiri.
7.3. Persyaratan Kredit
Proyek tidak menggunakan fasilitas kredit, seluruhnya dibiayai oleh modal sendiri, sehingga
tidak ada persyaratan kredit.
7.4. Biaya Operasional
Biaya operasional terdiri dari Beban Pokok Penjualan dan Beban Penjualan. Beban Pokok
Penjualan dan Beban Penjualan tahun pertama adalah sebagai berikut:
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk VII-2
Page 41
Tabel 7.4
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Perkiraan Biaya Operasional Tahun Pertama Operasi
(Rp.000)
Uraian Jumlah
Beban Pokok Penjualan 103.186.872
Beban penjualan 1.357.722
Beban maintenance 1.697.153
Beban overhead 2.376.014
Jumlah 108.617.760
Sumber: Manajemen Perseroan, disesuaikan
7.5. Biaya Bahan Baku Mentah
Proyek adalah usaha minyak mentah inti kelapa sawit yang membutuhkan palm kernel untuk
proses pengolahan menjadi minyak mentah inti kelapa sawit yang telah diperhitungkan dalam
beban pokok penjualan. Kebutuhan palm kernel untuk proyek Perseroan diperkirakan sebesar
75,00% dari penjualan.
7.6. Asumsi – Asumsi dalam Proyeksi Keuangan
Proyeksi disajikan selama 10 tahun dengan asumsi-asumsi sebagai berikut:
7.6.1. Proyeksi Laba Rugi
- Proyeksi penjualan diasumsikan sebagai berikut:
o Kapasitas pengolahan diasumsikan sebesar 60.000 MT/Tahun dengan asumsi akan
dijalankan pada tahun pertama operasi dan selanjutnya diasumsikan kapasitas
pengolahan sebesar 60.000 MT/Tahun.
o Utilitas pengolahan tahun pertama operasi diasumsikan sebesar 30,00%, tahun kedua
diasumsikan sebesar 40,00%, dan selanjutnya diasumsikan 50,00% setiap tahun.
o Rendemen CPKO diasumsikan sebesar 45,00% setiap tahun.
o Harga jual CPKO diasumsikan sebesar Rp 15.000.000/MT dengan kenaikan 2,00% per
tahun.
o Rendemen PKM diasumsikan sebesar 50,00% setiap tahun.
o Harga jual PKM diasumsikan sebesar Rp 1.000.000/MT dengan kenaikan 2,00% per
tahun.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk VII-3
Page 42
Proyeksi penjualan disajikan sebagai berikut :
Tabel 7.5
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Proyeksi Penjualan
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian
1 2 3 4 5
Kapasitas Produksi Kernel Crushing Plant (MT/Tahun) 30.000 60.000 60.000 60.000 60.000
Utilitas produksi (%) 0,00% 30,00% 40,00% 50,00% 50,00%
Produksi (MT) - 18.000 24.000 30.000 30.000
Extraction rate (%) 45,00% 45,00% 45,00% 45,00% 45,00%
Produksi Palm Kernel Oil (PKO) (MT) - 8.100 10.800 13.500 13.500
Kenaikan harga jual (%) 2,00% 2,00% 2,00% 2,00% 2,00%
Harga jual (MT/Rp.000) 15.300,00 15.606,00 15.918,12 16.236,48 16.561,21
Penjualan PKO - 126.408.600 171.915.696 219.192.512 223.576.363
Extraction rate (%) 50,00% 50,00% 50,00% 50,00% 50,00%
Produksi Palm Kernel Meal (PKM) (MT) - 9.000 12.000 15.000 15.000
Kenaikan harga jual (%) 2,00% 2,00% 2,00% 2,00% 2,00%
Harga jual (MT/Rp.000) 1.020,00 1.040,40 1.061,21 1.082,43 1.104,08
Penjualan PKM - 9.363.600 12.734.496 16.236.482 16.561.212
TOTAL PENJUALAN - 135.772.200 184.650.192 235.428.995 240.137.575
Tabel 7.5
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Proyeksi Penjualan
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian
6 7 8 9 10
Kapasitas Produksi Kernel Crushing Plant (MT/Tahun) 60.000 60.000 60.000 60.000 60.000
Utilitas produksi (%) 50,00% 50,00% 50,00% 50,00% 50,00%
Produksi (MT) 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000
Extraction rate (%) 45,00% 45,00% 45,00% 45,00% 45,00%
Produksi Palm Kernel Oil (PKO) (MT) 13.500 13.500 13.500 13.500 13.500
Kenaikan harga jual (%) 2,00% 2,00% 2,00% 2,00% 2,00%
Harga jual (MT/Rp.000) 16.892,44 17.230,29 17.574,89 17.926,39 18.284,92
Penjualan PKO 228.047.890 232.608.848 237.261.025 242.006.245 246.846.370
Extraction rate (%) 50,00% 50,00% 50,00% 50,00% 50,00%
Produksi Palm Kernel Meal (PKM) (MT) 15.000 15.000 15.000 15.000 15.000
Kenaikan harga jual (%) 2,00% 2,00% 2,00% 2,00% 2,00%
Harga jual (MT/Rp.000) 1.126,16 1.148,69 1.171,66 1.195,09 1.218,99
Penjualan PKM 16.892.436 17.230.285 17.574.891 17.926.389 18.284.916
TOTAL PENJUALAN 244.940.326 249.839.133 254.835.915 259.932.634 265.131.286
- Proyeksi beban pokok penjualan diasumsikan sebagai berikut:
o Biaya pembelian palm kernel diasumsikan sebesar 75,00% dari total penjualan setiap
tahun.
o Biaya processing diasumsikan sebesar 1,00% dari total penjualan setiap tahun.
- Proyeksi beban pokok penjualan disajikan sebagai berikut :
Tabel 7.6
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Proyeksi Beban Pokok Penjualan
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian
1 2 3 4 5
Pembelian Palm Kernel 75,00% - 101.829.150 138.487.644 176.571.746 180.103.181
Processing cost 1,00% - 1.357.722 1.846.502 2.354.290 2.401.376
Beban Pokok Penjualan - 103.186.872 140.334.146 178.926.036 182.504.557
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk VII-4
Page 43
Tabel 7.6
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Proyeksi Beban Pokok Penjualan
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian
6 7 8 9 10
Pembelian Palm Kernel 75,00% 183.705.245 187.379.350 191.126.937 194.949.475 198.848.465
Processing cost 1,00% 2.449.403 2.498.391 2.548.359 2.599.326 2.651.313
Beban Pokok Penjualan 186.154.648 189.877.741 193.675.296 197.548.802 201.499.778
- Proyeksi beban penjualan diasumsikan sebesar 1,00% dari total penjualan setiap tahun
disajikan sebagai berikut:
Tabel 7.7
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Proyeksi Beban Penjualan
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian
1 2 3 4 5
Beban penjualan 1,00% - 1.357.722 1.846.502 2.354.290 2.401.376
Beban penjualan - 1.357.722 1.846.502 2.354.290 2.401.376
Tabel 7.7
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Proyeksi Beban Penjualan
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian
6 7 8 9 10
Beban penjualan 1,00% 2.449.403 2.498.391 2.548.359 2.599.326 2.651.313
Beban penjualan 2.449.403 2.498.391 2.548.359 2.599.326 2.651.313
- Proyeksi beban maintenance tahun ke-1 operasi diasumsikan sebesar 1,25% dari total
penjualan dan tahun selanjutnya diasumsikan meningkat 3,00% setiap tahun disajikan
sebagai berikut:
Tabel 7.8
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Proyeksi Beban Maintenance
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian
1 2 3 4 5
Kenaikan beban maintenance 3,00% 0,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Proporsi beban maintenance 1,25% - 1.697.153 1.748.067 1.800.509 1.854.524
Beban maintenance - 1.697.153 1.748.067 1.800.509 1.854.524
Tabel 7.8
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Proyeksi Beban Maintenance
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian
6 7 8 9 10
Kenaikan beban maintenance 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Proporsi beban maintenance 1,25% 1.910.160 1.967.465 2.026.489 2.087.284 2.149.902
Beban maintenance 1.910.160 1.967.465 2.026.489 2.087.284 2.149.902
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk VII-5
Page 44
- Proyeksi beban overhead tahun ke-1 operasi diasumsikan sebesar 1,75% dari total
penjualan dan tahun selanjutnya diasumsikan meningkat 3,00% setiap tahun disajikan
sebagai berikut:
Tabel 7.9
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Proyeksi Beban Overhead
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian
1 2 3 4 5
Kenaikan beban overhead 3,00% 0,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Proporsi beban overhead 1,75% - 2.376.014 2.447.294 2.520.713 2.596.334
Beban overhead - 2.376.014 2.447.294 2.520.713 2.596.334
Tabel 7.9
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Proyeksi Beban Overhead
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian
6 7 8 9 10
Kenaikan beban overhead 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Proporsi beban overhead 1,75% 2.674.224 2.754.451 2.837.084 2.922.197 3.009.863
Beban overhead 2.674.224 2.754.451 2.837.084 2.922.197 3.009.863
- Penyusutan
Perhitungan beban penyusutan disajikan pada lampiran 1.
- Bunga
Proyek tidak menggunakan fasilitas kredit, sehingga beban bunga diasumsikan tidak ada
(nol).
- Pajak
Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% laba sebelum pajak dengan menerapkan tax loss
carry forward.
Proyeksi Laba Rugi disajikan pada Tabel 7.10.
7.6.2. Proyeksi Posisi Keuangan
- Piutang Usaha
Piutang usaha diasumsikan dengan turnover 1 bulan dari penjualan.
- Persediaan
Persediaan diasumsikan dengan turnover 1 bulan dari beban pokok penjualan.
- Aset Tetap
Perhitungan nilai perolehan, akumulasi penyusutan dan nilai buku aset tetap disajikan pada
lampiran 1.
- Utang Usaha
Utang usaha diasumsikan dengan turnover 1 bulan dari biaya operasional.
- Utang Bank
Proyek tidak menggunakan fasilitas kredit dari bank, sehingga utang bank diasumsikan tidak
ada (nol).
- Modal sendiri
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk VII-6
Page 45
Modal sendiri pada tahun ke-1 adalah sebesar biaya investasi modal tetap, tahun ke-2
adalah sebesar biaya investasi modal kerja ditambah biaya investasi modal tetap tahun ke-1
dan selanjutnya diasumsikan tetap, sama dengan tahun ke-2.
- Saldo laba (rugi)
Saldo laba (rugi) adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan dengan
saldo (rugi) laba periode sebelumnya.
Proyeksi Posisi Keuangan disajikan pada Tabel 7.11.
7.6.3. Proyeksi Arus Kas
Proyeksi Arus Kas disajikan pada Tabel 7.12.
Berdasarkan proyeksi arus kas tersebut, terlihat akumulasi kas selalu positif setiap tahun dan
saldo kas bersih kumulatif pada akhir tahun ke-10 adalah Rp 288.196.062 ribu.
Tabel 7.10
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Proyeksi Laba Rugi
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian
1 2 3 4 5
PENJUALAN 9,00% - 135.772.200 184.650.192 235.428.995 240.137.575
BEBAN POKOK PENJUALAN - (103.186.872) (140.334.146) (178.926.036) (182.504.557)
LABA KOTOR - 32.585.328 44.316.046 56.502.959 57.633.018
Beban Usaha - (5.430.888) (6.041.863) (6.675.512) (6.852.234)
Beban penjualan - (1.357.722) (1.846.502) (2.354.290) (2.401.376)
Beban maintenance - (1.697.153) (1.748.067) (1.800.509) (1.854.524)
Beban overhead - (2.376.014) (2.447.294) (2.520.713) (2.596.334)
EBITDA - 27.154.440 38.274.183 49.827.447 50.780.784
Penyusutan - (6.072.722) (6.376.359) (6.679.995) (6.983.631)
EBIT - 21.081.718 31.897.825 43.147.452 43.797.153
Beban Bunga - - - - -
EBT - 21.081.718 31.897.825 43.147.452 43.797.153
Tarif Pajak % EBT -22,00% -22,00% -22,00% -22,00% -22,00%
Pajak - (4.637.978) (7.017.521) (9.492.440) (9.635.374)
EAT - 16.443.740 24.880.303 33.655.013 34.161.779
Rasio Profitabilitas Rata-rata
Margin Laba Kotor 24,00% n/a 24,00% 24,00% 24,00% 24,00%
Margin EBITDA 20,94% n/a 20,00% 20,73% 21,16% 21,15%
Margin EBIT 17,71% n/a 15,53% 17,27% 18,33% 18,24%
Margin EBT 17,71% n/a 15,53% 17,27% 18,33% 18,24%
Margin EAT 13,81% n/a 12,11% 13,47% 14,30% 14,23%
Return of Investment 20,68% 0,00% 11,81% 17,86% 24,17% 24,53%
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk VII-7
Page 46
Tabel 7.10
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Proyeksi Laba Rugi
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian
6 7 8 9 10
PENJUALAN 9,00% 244.940.326 249.839.133 254.835.915 259.932.634 265.131.286
BEBAN POKOK PENJUALAN (186.154.648) (189.877.741) (193.675.296) (197.548.802) (201.499.778)
LABA KOTOR 58.785.678 59.961.392 61.160.620 62.383.832 63.631.509
Beban Usaha (7.033.787) (7.220.307) (7.411.932) (7.608.807) (7.811.078)
Beban penjualan (2.449.403) (2.498.391) (2.548.359) (2.599.326) (2.651.313)
Beban maintenance (1.910.160) (1.967.465) (2.026.489) (2.087.284) (2.149.902)
Beban overhead (2.674.224) (2.754.451) (2.837.084) (2.922.197) (3.009.863)
EBITDA 51.751.891 52.741.085 53.748.687 54.775.025 55.820.431
Penyusutan (7.287.267) (7.590.903) (7.894.539) (8.198.175) (8.501.811)
EBIT 44.464.624 45.150.182 45.854.148 46.576.850 47.318.620
Beban Bunga - - - - -
EBT 44.464.624 45.150.182 45.854.148 46.576.850 47.318.620
Tarif Pajak % EBT -22,00% -22,00% -22,00% -22,00% -22,00%
Pajak (9.782.217) (9.933.040) (10.087.913) (10.246.907) (10.410.096)
EAT 34.682.407 35.217.142 35.766.236 36.329.943 36.908.523
Rasio Profitabilitas Rata-rata
Margin Laba Kotor 24,00% 24,00% 24,00% 24,00% 24,00% 24,00%
Margin EBITDA 20,76% 21,13% 21,11% 21,09% 21,07% 21,05%
Margin EBIT 17,34% 18,15% 18,07% 17,99% 17,92% 17,85%
Margin EBT 17,34% 18,15% 18,07% 17,99% 17,92% 17,85%
Margin EAT 13,53% 14,16% 14,10% 14,04% 13,98% 13,92%
Return of Investment 15,67% 24,90% 25,29% 25,68% 26,09% 26,50%
Keterangan :
- Perhitungan penyusutan disajikan pada Lampiran 1
Sumber : Manajemen Perseroan, disesuaikan
Tabel 7.11
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Proyeksi Posisi Keuangan
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian
1 2 3 4 5
ASET
Aset Lancar - 36.356.996 64.636.541 102.114.817 137.485.715
Kas dan Setara Kas - 16.443.740 37.554.513 67.585.231 102.265.537
Piutang Usaha 1 bulan - 11.314.350 15.387.516 19.619.083 20.011.465
Persediaan 1 bulan - 8.598.906 11.694.512 14.910.503 15.208.713
Aset Tidak Lancar 127.954.448 127.954.448 127.650.812 127.043.540 126.132.632
Aset Tetap
Nilai Perolehan 127.954.448 134.027.171 140.099.893 146.172.616 152.245.338
Akumulasi Penyusutan - 6.072.722 12.449.081 19.129.076 26.112.706
Nilai Buku 127.954.448 127.954.448 127.650.812 127.043.540 126.132.632
JUMLAH ASET 127.954.448 164.311.444 192.287.354 229.158.357 263.618.347
LIABILITAS - 8.598.906 11.694.512 14.910.503 15.208.713
Liabilitas Jangka Pendek - 8.598.906 11.694.512 14.910.503 15.208.713
Utang Usaha 1 bulan - 8.598.906 11.694.512 14.910.503 15.208.713
Liabilitas Jangka Panjang - - - - -
Utang bank - - - - -
EKUITAS 127.954.448 155.712.538 180.592.841 214.247.854 248.409.633
Modal Sendiri 127.954.448 139.268.798 139.268.798 139.268.798 139.268.798
Saldo Laba - 16.443.740 41.324.043 74.979.056 109.140.835
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 127.954.448 164.311.444 192.287.354 229.158.357 263.618.347
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas Rata-rata
Current Ratio 1138,90% n/a 422,81% 552,71% 684,85% 903,99%
Debt to Equity Ratio 4,82% 0,00% 5,52% 6,48% 6,96% 6,12%
Debt to Assets Ratio 4,57% 0,00% 5,23% 6,08% 6,51% 5,77%
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk VII-8
Page 47
Tabel 7.11
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Proyeksi Posisi Keuangan
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian
6 7 8 9 10
ASET
Aset Lancar 173.686.840 210.732.420 248.636.936 287.415.124 327.081.984
Kas dan Setara Kas 137.762.259 174.089.348 211.261.001 249.291.671 288.196.062
Piutang Usaha 1 bulan 20.411.694 20.819.928 21.236.326 21.661.053 22.094.274
Persediaan 1 bulan 15.512.887 15.823.145 16.139.608 16.462.400 16.791.648
Aset Tidak Lancar 124.918.087 123.399.907 121.578.090 119.452.637 117.023.548
Aset Tetap
Nilai Perolehan 158.318.061 164.390.783 170.463.505 176.536.228 182.608.950
Akumulasi Penyusutan 33.399.973 40.990.876 48.885.415 57.083.591 65.585.402
Nilai Buku 124.918.087 123.399.907 121.578.090 119.452.637 117.023.548
JUMLAH ASET 298.604.927 334.132.327 370.215.025 406.867.761 444.105.532
LIABILITAS 15.512.887 15.823.145 16.139.608 16.462.400 16.791.648
Liabilitas Jangka Pendek 15.512.887 15.823.145 16.139.608 16.462.400 16.791.648
Utang Usaha 1 bulan 15.512.887 15.823.145 16.139.608 16.462.400 16.791.648
Liabilitas Jangka Panjang - - - - -
Utang bank - - - - -
EKUITAS 283.092.040 318.309.182 354.075.417 390.405.360 427.313.884
Modal Sendiri 139.268.798 139.268.798 139.268.798 139.268.798 139.268.798
Saldo Laba 143.823.242 179.040.383 214.806.619 251.136.562 288.045.085
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 298.604.927 334.132.327 370.215.025 406.867.761 444.105.532
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas Rata-rata
Current Ratio 641,09% 1119,63% 1331,80% 1540,54% 1745,89% 1947,88%
Debt to Equity Ratio 5,02% 5,48% 4,97% 4,56% 4,22% 3,93%
Debt to Assets Ratio 4,72% 5,20% 4,74% 4,36% 4,05% 3,78%
Keterangan : Perhitungan Aset Tetap penyusutan disajikan pada Lampiran 1
Sumber : Manajemen Perseroan, disesuaikan
Tabel 7.12
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Proyeksi Arus Kas
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian
1 2 3 4 5
ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
Laba Bersih - 16.443.740 24.880.303 33.655.013 34.161.779
Penyusutan - 6.072.722 6.376.359 6.679.995 6.983.631
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Piutang Usaha - (11.314.350) (4.073.166) (4.231.567) (392.382)
(Kenaikan) Penurunan Persediaan - (8.598.906) (3.095.606) (3.215.991) (298.210)
Kenaikan (Penurunan) Utang Usaha - 8.598.906 3.095.606 3.215.991 298.210
Jumlah Perubahan Modal Kerja - (11.314.350) (4.073.166) (4.231.567) (392.382)
Jumlah Arus Kas yang diperoleh (digunakan) Dari Kegiatan Operasi - 11.202.112 27.183.496 36.103.441 40.753.028
ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Aset Tetap (Nilai Perolehan) (127.954.448) (6.072.722) (6.072.722) (6.072.722) (6.072.722)
Jumlah Arus Kas yang diperoleh (digunakan) Dari Kegiatan Investasi (127.954.448) (6.072.722) (6.072.722) (6.072.722) (6.072.722)
ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Modal Sendiri 127.954.448 11.314.350 - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang Bank - - - - -
Jumlah Arus Kas yang diperoleh (digunakan) Dari Kegiatan Pendanaan 127.954.448 11.314.350 - - -
KAS TAHUN BERJALAN - 16.443.740 21.110.773 30.030.718 34.680.306
KAS AWAL TAHUN - - 16.443.740 37.554.513 67.585.231
KAS DAN SETARA KAS - 16.443.740 37.554.513 67.585.231 102.265.537
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk VII-9
Page 48
Tabel 7.12
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Proyeksi Arus Kas
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian
6 7 8 9 10
ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
Laba Bersih 34.682.407 35.217.142 35.766.236 36.329.943 36.908.523
Penyusutan 7.287.267 7.590.903 7.894.539 8.198.175 8.501.811
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Piutang Usaha (400.229) (408.234) (416.399) (424.727) (433.221)
(Kenaikan) Penurunan Persediaan (304.174) (310.258) (316.463) (322.792) (329.248)
Kenaikan (Penurunan) Utang Usaha 304.174 310.258 316.463 322.792 329.248
Jumlah Perubahan Modal Kerja (400.229) (408.234) (416.399) (424.727) (433.221)
Jumlah Arus Kas yang diperoleh (digunakan) Dari Kegiatan Operasi 41.569.444 42.399.811 43.244.376 44.103.392 44.977.114
ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Aset Tetap (Nilai Perolehan) (6.072.722) (6.072.722) (6.072.722) (6.072.722) (6.072.722)
Jumlah Arus Kas yang diperoleh (digunakan) Dari Kegiatan Investasi (6.072.722) (6.072.722) (6.072.722) (6.072.722) (6.072.722)
ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Modal Sendiri - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang Bank - - - - -
Jumlah Arus Kas yang diperoleh (digunakan) Dari Kegiatan Pendanaan - - - - -
KAS TAHUN BERJALAN 35.496.722 36.327.088 37.171.654 38.030.669 38.904.391
KAS AWAL TAHUN 102.265.537 137.762.259 174.089.348 211.261.001 249.291.671
KAS DAN SETARA KAS 137.762.259 174.089.348 211.261.001 249.291.671 288.196.062
Sumber : Manajemen Perseroan, disesuaikan
7.7. Analisis Titik Impas (Break Even Point Analysis)
Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak memperoleh
laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha dikatakan impas jika jumlah
pendapatan sama dengan jumlah biaya, atau apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan
untuk menutup biaya tetap saja. BEP dalam Rupiah dapat diformulasikan sebagai berikut:
𝐹𝐶
𝐵𝐸𝑃 =
𝑉𝐶
1 − 𝑅𝑒𝑣𝑒𝑛𝑢𝑒
Dimana :
FC : Biaya tetap
VC : Biaya variabel
𝑅𝑒𝑣𝑒𝑛𝑢𝑒 : Penjualan
Dalam perhitungan Break Even Point (BEP), beban maintenance dan beban overhead
digolongkan sebagai biaya tetap (fixed cost) dan beban pokok penjualan dan beban penjualan
sebagai biaya variabel (variable cost). Berdasarkan persamaan BEP dalam Rupiah, diperoleh
BEP dalam Rupiah untuk masing-masing periode selama masa proyeksi. Nilai BEP dalam rupiah
mencerminkan penjualan minimal yang diperlukan agar terjadi BEP. Perhitungan BEP untuk
penjualan adalah sebagai berikut:
Tabel 7.13
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Analisis Break Even Point (BEP)
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian
Rata-rata 1 2 3 4 5
Penjualan - 135.772.200 184.650.192 235.428.995 240.137.575
Beban pokok penjualan (Variable Cost ) - 103.186.872 140.334.146 178.926.036 182.504.557
Beban penjualan (Variable Cost ) - 1.357.722 1.846.502 2.354.290 2.401.376
Beban maintenance (Fixed Cost ) - 1.697.153 1.748.067 1.800.509 1.854.524
Beban overhead (Fixed Cost) - 2.376.014 2.447.294 2.520.713 2.596.334
BEP Penjualan (Rp.000) 17.991.185 - 17.709.417 18.240.700 18.787.921 19.351.559
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk VII-10
Page 49
Tabel 7.13
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Analisis Break Even Point (BEP)
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian
6 7 8 9 10
Penjualan 244.940.326 249.839.133 254.835.915 259.932.634 265.131.286
Beban pokok penjualan (Variable Cost ) 186.154.648 189.877.741 193.675.296 197.548.802 201.499.778
Beban penjualan (Variable Cost ) 2.449.403 2.498.391 2.548.359 2.599.326 2.651.313
Beban maintenance (Fixed Cost ) 1.910.160 1.967.465 2.026.489 2.087.284 2.149.902
Beban overhead (Fixed Cost) 2.674.224 2.754.451 2.837.084 2.922.197 3.009.863
BEP Penjualan (Rp.000) 19.932.105 20.530.068 21.145.971 21.780.350 22.433.760
Rata-rata BEP penjualan dalam Rupiah selama umur proyeksi adalah sebesar Rp 17.991.185
ribu.
7.8. Analisis Profitabilitas
Analisis Profitabilitas selama umur proyeksi, dapat dilihat pada Proyeksi Laba Rugi dalam Tabel
7.10.
Rata-rata rasio profitabilitas selama umur proyeksi adalah sebagai berikut:
Tahun Proyeksi
Rasio Profitabilitas
1 2 3 4 5
Pendapatan (a) Rp.000 - 135.772.200 184.650.192 235.428.995 240.137.575
Laba kotor (b) Rp.000 - 32.585.328 44.316.046 56.502.959 57.633.018
EBITDA (c) Rp.000 - 27.154.440 38.274.183 49.827.447 50.780.784
EBIT (d) Rp.000 - 21.081.718 31.897.825 43.147.452 43.797.153
EBT (e) Rp.000 - 21.081.718 31.897.825 43.147.452 43.797.153
EAT (f) Rp.000 - 16.443.740 24.880.303 33.655.013 34.161.779
Margin Laba Kotor (b/a) n/a 24,00% 24,00% 24,00% 24,00%
Margin EBITDA (c/a) n/a 20,00% 20,73% 21,16% 21,15%
Margin EBIT (d/a) n/a 15,53% 17,27% 18,33% 18,24%
Margin EBT (e/a) n/a 15,53% 17,27% 18,33% 18,24%
Margin EAT (f/a) n/a 12,11% 13,47% 14,30% 14,23%
Tahun Proyeksi
Rasio Profitabilitas Rata-rata
6 7 8 9 10
Pendapatan (a) Rp.000 244.940.326 249.839.133 254.835.915 259.932.634 265.131.286
Laba kotor (b) Rp.000 58.785.678 59.961.392 61.160.620 62.383.832 63.631.509
EBITDA (c) Rp.000 51.751.891 52.741.085 53.748.687 54.775.025 55.820.431
EBIT (d) Rp.000 44.464.624 45.150.182 45.854.148 46.576.850 47.318.620
EBT (e) Rp.000 44.464.624 45.150.182 45.854.148 46.576.850 47.318.620
EAT (f) Rp.000 34.682.407 35.217.142 35.766.236 36.329.943 36.908.523
Margin Laba Kotor (b/a) 24,00% 24,00% 24,00% 24,00% 24,00% 24,00%
Margin EBITDA (c/a) 21,13% 21,11% 21,09% 21,07% 21,05% 20,94%
Margin EBIT (d/a) 18,15% 18,07% 17,99% 17,92% 17,85% 17,71%
Margin EBT (e/a) 18,15% 18,07% 17,99% 17,92% 17,85% 17,71%
Margin EAT (f/a) 14,16% 14,10% 14,04% 13,98% 13,92% 13,81%
7.9. Analisis Return on Investment (ROI)
Analisis Return on Invetment (ROI) selama umur proyeksi, dapat dilihat pada Proyeksi Laba
Rugi dalam Tabel 7.10.
Tahun Proyeksi
Return on Invesment
1 2 3 4 5
Laba bersih/EAT (a) Rp.000 - 16.443.740 24.880.303 33.655.013 34.161.779
Jumlah investasi (b) Rp.000 139.268.798 139.268.798 139.268.798 139.268.798 139.268.798
ROI (a/b) 0,00% 11,81% 17,86% 24,17% 24,53%
Tahun Proyeksi
Return on Invesment Rata-rata
6 7 8 9 10
Laba bersih/EAT (a) Rp.000 34.682.407 35.217.142 35.766.236 36.329.943 36.908.523
Jumlah investasi (b) Rp.000 139.268.798 139.268.798 139.268.798 139.268.798 139.268.798
ROI (a/b) 24,90% 25,29% 25,68% 26,09% 26,50% 20,68%
Rata-rata ROI selama umur proyeksi adalah sebesar 20,68%.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk VII-11
Page 50
7.10. Analisis Likuiditas dan Solvabilitas
Analisis Likuiditas dan Solvabilitas selama umur proyeksi, dapat dilihat pada Proyeksi Posisi
Keuangan dalam Tabel 7.11.
Likuiditas dan solvabilitas proyek cukup tinggi selama umur proyeksi. Rata-rata nilai indikator
current ratio, debt to equity ratio dan debt to asset ratio selama umur proyeksi, adalah sebagai
berikut:
Tahun Proyeksi
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
1 2 3 4 5
Aset lancar (a) Rp.000 - 36.356.996 64.636.541 102.114.817 137.485.715
Total aset (b) Rp.000 127.954.448 164.311.444 192.287.354 229.158.357 263.618.347
Liabilitas jangka pendek (c) Rp.000 - 8.598.906 11.694.512 14.910.503 15.208.713
Total liabilitas (d) Rp.000 - 8.598.906 11.694.512 14.910.503 15.208.713
Ekuitas (e) Rp.000 127.954.448 155.712.538 180.592.841 214.247.854 248.409.633
Current Ratio (a/c) n/a 422,81% 552,71% 684,85% 903,99%
Debt to Equity Ratio (d/e) 0,00% 5,52% 6,48% 6,96% 6,12%
Debt to Asset Ratio (d/b) 0,00% 5,23% 6,08% 6,51% 5,77%
Tahun Proyeksi
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas Rata-rata
6 7 8 9 10
Aset lancar (a) Rp.000 173.686.840 210.732.420 248.636.936 287.415.124 327.081.984
Total aset (b) Rp.000 298.604.927 334.132.327 370.215.025 406.867.761 444.105.532
Liabilitas jangka pendek (c) Rp.000 15.512.887 15.823.145 16.139.608 16.462.400 16.791.648
Total liabilitas (d) Rp.000 15.512.887 15.823.145 16.139.608 16.462.400 16.791.648
Ekuitas (e) Rp.000 283.092.040 318.309.182 354.075.417 390.405.360 427.313.884
Current Ratio (a/c) 1119,63% 1331,80% 1540,54% 1745,89% 1947,88% 1138,90%
Debt to Equity Ratio (d/e) 5,48% 4,97% 4,56% 4,22% 3,93% 4,82%
Debt to Asset Ratio (d/b) 5,20% 4,74% 4,36% 4,05% 3,78% 4,57%
7.11. Analisis Kelayakan Proyek
Penentuan Tingkat Diskonto
Feasibilitas kelayakan proyek ditentukan dengan tingkat diskonto berdasarkan biaya ekuitas
(Cost of Equity, Ke), yang dihitung dengan formula sebagai berikut :
Biaya ekuitas dihitung dengan formula :
Ke = Rf + ß.Rpm - CDS
Dimana :
Ke = Biaya Ekuitas
Rf = Tingkat pendapatan bebas risiko
ß = Beta, yaitu faktor yang meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas
Rpm = Premi Risiko Ekuitas
CDS = Credit Default Spread
Dari hasil perhitungan parameter-parameter tersebut diatas, maka tingkat diskonto industri
sejenis yaitu industri Farming/Agriculture adalah sebagai berikut:
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk VII-12
Page 51
Uraian Nilai Sumber Keterangan
Harga dan Yield Obligasi Pemerintah
Penilai Harga Efek
Rf = 7,11% Republik Indonesia Tenor 30 Tahun
Indonesia
per 30 Desember 2024
RPm = 6,87% Damodaran Publikasi Januari 2025
Credit Default Spread (CDS) = 1,89% Damodaran Publikasi Januari 2025
Farming/Agriculture Publikasi
Unleverage Beta = 0,52 Damodaran
Januari 2025
Tax 22,00% PPh Badan
Farming/Agriculture Publikasi
DER Industri = 64,76% Damodaran
Januari 2025
Beta Releverage = 0,775 Hasil Perhitungan Bu x (1+((1-Tax)*DER))
Cost of Equity (Ke) = 10,55% Hasil Perhitungan (Rf+(Beta * RPm) - CDS
Pemilihan Tingkat Pertumbuhan Perpetuitas dan Terminal Value
Nilai terminal (terminal value) diperoleh melalui kapitalisasi arus kas bersih periode kekal
dengan capitalization rate yang sesuai dengan tingkat diskonto. Dalam hal ini, asumsi yang
digunakan terhadap subjek penilaian adalah perusahaan yang bersifat going concern, dimana
perusahaan akan berjalan terus meskipun terjadi pergantian pada pemilik atau manajemen
perusahaan.
Dalam hal terdapat terminal value sebagai salah satu unsur pembentuk indikasi nilai, maka
terminal value diperoleh dengan formula:
TV = Terminal Value
FCFn = Arus kas tahun ke-n
g = Pertumbuhan perpetuitas
r = Tingkat diskonto
Dalam hal umur ekonomis objek penilaian terbatas, maka Terminal Value diganti dengan Nilai
Sisa (Residual Value) pada akhir umur ekonomis objek penilaian. Nilai sisa diperoleh dari aset
tetap ditambah dengan estimasi jumlah yang dapat direalisasikan dari modal kerja bersih
dikurangi dengan biaya-biaya yang harus dikeluarkan pada akhir periode spesifik.
Dalam perhitungan ini kami menggunakan terminal value dengan tingkat pertumbuhan
sebesar 2,00% sehingga capitalization rate yang kami gunakan adalah sebesar 10,55% - 2,00%
= 8,55%.
Internal Rate of Return (IRR) dan Net Present Value (NPV)
Perhitungan IRR dan NPV proyek selama umur proyeksi menghasilkan IRR sebesar 28,19%
lebih besar dari tingkat diskonto Ke sebesar 10,55% dan NPV sebesar Rp 147.876.662 ribu
lebih besar dari nol.
Dengan nilai indikator kelayakan tersebut, dari aspek keuangan dapat disimpulkan bahwa
proyek layak.
Perhitungan IRR dan NPV adalah sebagai berikut:
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk VII-13
Page 52
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Perhitungan Kelayakan
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian Kini
1 2 3 4 5
Free Cash Flow to Equity
EAT - - 16.443.740 24.880.303 33.655.013 34.161.779
(+) Penyusutan - - 6.072.722 6.376.359 6.679.995 6.983.631
(+/-) Net debt - - - - - -
(+/-) Perubahan Modal Kerja - - (11.314.350) (4.073.166) (4.231.567) (392.382)
(-) Capex - (127.954.448) (6.072.722) (6.072.722) (6.072.722) (6.072.722)
Jumlah Arus Kas Bersih - (127.954.448) 5.129.390 21.110.773 30.030.718 34.680.306
Terminal Value
Discount Rate 10,55%
Growth 2,00%
Terminal Caprate 8,55%
Terminal Value
Jumlah - (127.954.448) 5.129.390 21.110.773 30.030.718 34.680.306
Discount Rate 10,55% 10,55% 10,55% 10,55% 10,55% 10,55%
Discount Factor 1,000 0,905 0,818 0,740 0,669 0,606
Present Value - (115.740.835) 4.196.895 15.624.201 20.104.377 21.000.955
NPV 174.876.662
IRR Ke 10,55% 28,19%
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Perhitungan Kelayakan
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian
6 7 8 9 10
Free Cash Flow to Equity
EAT 34.682.407 35.217.142 35.766.236 36.329.943 36.908.523
(+) Penyusutan 7.287.267 7.590.903 7.894.539 8.198.175 8.501.811
(+/-) Net debt - - - - -
(+/-) Perubahan Modal Kerja (400.229) (408.234) (416.399) (424.727) (433.221)
(-) Capex (6.072.722) (6.072.722) (6.072.722) (6.072.722) (6.072.722)
Jumlah Arus Kas Bersih 35.496.722 36.327.088 37.171.654 38.030.669 38.904.391
Terminal Value
Discount Rate 10,55%
Growth 2,00%
Terminal Caprate 8,55%
Terminal Value 463.984.005
Jumlah 35.496.722 36.327.088 37.171.654 38.030.669 502.888.396
Discount Rate 10,55% 10,55% 10,55% 10,55% 10,55%
Discount Factor 0,495 0,448 0,405 0,367 0,332
Present Value 17.587.609 16.280.974 15.069.293 13.945.889 166.807.305
NPV
7.12. Analisis
IRR Sensitivitas Ke 10,55%
Analisis sensitivitas dilakukan terhadap adanya penurunan penjualan dan kenaikan beban
pokok penjualan (BPP) yang berpengaruh terhadap kelayakan investasi yang digambarkan
dengan matriks sensitivitas sebagai berikut:
Analisis Sensitivitas
IRR (%) Penjualan Turun
HPP Naik 0,00% 1,00% 5,00% 11,29% 11,30%
0,00% 28,19% 26,95% 21,54% 10,55% 10,52%
5,00% 23,16% 21,74% 15,35% 0,01%
10,00% 17,33% 15,62% 7,33%
14,00% 11,68% 9,53%
14,70% 10,55% 8,29%
14,71% 10,53%
Kelayakan investasi dilihat dari indikator nilai biaya ekuitas (Ke) 10,55%, apabila IRR > biaya
ekuitas maka investasi layak.
Berdasarkan analisis sensitivitas jika terjadi perubahan terhadap penurunan penjualan dengan
BPP (tetap) maka investasi layak dengan penurunan penjualan sampai 11,29% (IRR = 10,55%),
jika penjualan tidak berubah (tetap) maka investasi layak dengan kenaikan BPP hingga 14,70%
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk VII-14
Page 53
(IRR = 10,55%), jika terjadi penurunan penjualan dan kenaikan BPP, maka investasi layak
dengan penurunan pendapatan hingga 5,00% yang disertai dengan kenaikan BPP hingga 5,00%
(IRR = 15,35%).
Berdasarkan matriks sensitivitas terlihat bahwa kelayakan investasi lebih sensitif terhadap
penurunan penjualan dibandingkan dengan kenaikan BPP.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk VII-15
Page 54
LAMPIRAN Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk
Page 55
LAMPIRAN 1
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Proyeksi Nilai Perolehan, Penyusutan, Akumulasi Penyusutan dan Nilai Buku Aset Tetap
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian
1 2 3 4 5
Nilai Perolehan 127.954.448 134.027.171 140.099.893 146.172.616 152.245.338
Tanah 6.500.000 6.500.000 6.500.000 6.500.000 6.500.000
Kernel Crushing Plant 121.454.448 121.454.448 121.454.448 121.454.448 121.454.448
Capex tahun Ke-1 6.072.722 6.072.722 6.072.722 6.072.722
Capex tahun Ke-2 6.072.722 6.072.722 6.072.722
Capex tahun Ke-3 6.072.722 6.072.722
Capex tahun Ke-4 6.072.722
Capex tahun Ke-5
Capex tahun Ke-6
Capex tahun Ke-7
Capex tahun Ke-8
Capex tahun Ke-9
Capex tahun Ke-10
Penyusutan - 6.072.722 6.376.359 6.679.995 6.983.631
Kernel Crushing Plant 20 tahun - 6.072.722 6.072.722 6.072.722 6.072.722
Capex tahun Ke-1 20 tahun - - 303.636 303.636 303.636
Capex tahun Ke-2 20 tahun - - - 303.636 303.636
Capex tahun Ke-3 20 tahun - - - - 303.636
Capex tahun Ke-4 20 tahun - - - - -
Capex tahun Ke-5 20 tahun - - - - -
Capex tahun Ke-6 20 tahun - - - - -
Capex tahun Ke-7 20 tahun - - - - -
Capex tahun Ke-8 20 tahun - - - - -
Capex tahun Ke-9 20 tahun - - - - -
Capex tahun Ke-10 20 tahun - - - - -
Akumulasi Penyusutan - 6.072.722 12.449.081 19.129.076 26.112.706
Nilai Buku 127.954.448 127.954.448 127.650.812 127.043.540 126.132.632
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Proyeksi Nilai Perolehan, Penyusutan, Akumulasi Penyusutan dan Nilai Buku Aset Tetap
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian
6 7 8 9 10
Nilai Perolehan 158.318.061 164.390.783 170.463.505 176.536.228 182.608.950
Tanah 6.500.000 6.500.000 6.500.000 6.500.000 6.500.000
Kernel Crushing Plant 121.454.448 121.454.448 121.454.448 121.454.448 121.454.448
Capex tahun Ke-1 6.072.722 6.072.722 6.072.722 6.072.722 6.072.722
Capex tahun Ke-2 6.072.722 6.072.722 6.072.722 6.072.722 6.072.722
Capex tahun Ke-3 6.072.722 6.072.722 6.072.722 6.072.722 6.072.722
Capex tahun Ke-4 6.072.722 6.072.722 6.072.722 6.072.722 6.072.722
Capex tahun Ke-5 6.072.722 6.072.722 6.072.722 6.072.722 6.072.722
Capex tahun Ke-6 6.072.722 6.072.722 6.072.722 6.072.722
Capex tahun Ke-7 6.072.722 6.072.722 6.072.722
Capex tahun Ke-8 6.072.722 6.072.722
Capex tahun Ke-9 6.072.722
Capex tahun Ke-10
Penyusutan 7.287.267 7.590.903 7.894.539 8.198.175 8.501.811
Kernel Crushing Plant 20 tahun 6.072.722 6.072.722 6.072.722 6.072.722 6.072.722
Capex tahun Ke-1 20 tahun 303.636 303.636 303.636 303.636 303.636
Capex tahun Ke-2 20 tahun 303.636 303.636 303.636 303.636 303.636
Capex tahun Ke-3 20 tahun 303.636 303.636 303.636 303.636 303.636
Capex tahun Ke-4 20 tahun 303.636 303.636 303.636 303.636 303.636
Capex tahun Ke-5 20 tahun - 303.636 303.636 303.636 303.636
Capex tahun Ke-6 20 tahun - - 303.636 303.636 303.636
Capex tahun Ke-7 20 tahun - - - 303.636 303.636
Capex tahun Ke-8 20 tahun - - - - 303.636
Capex tahun Ke-9 20 tahun - - - - -
Capex tahun Ke-10 20 tahun - - - - -
Akumulasi Penyusutan 33.399.973 40.990.876 48.885.415 57.083.591 65.585.402
Nilai Buku 124.918.087 123.399.907 121.578.090 119.452.637 117.023.548
Sumber : Manajemen Perseroan, disesuaikan
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk VII- 2
Names mentioned 50 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Plantations Tbk
p.2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2 ×2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan
p.2 ×2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar
p.2 ×2
unresolved
org
Rekan
· Penilai
p.2 ×2
unresolved
org
Kementerian Pertanian
p.4 ×3
unresolved
org
Direktorat Jenderal Perkebunan
p.4 ×3
unresolved
org
PT Tanjung Bina Lestari
p.4 ×2
unresolved
person
Radithe Pramudito
p.10
unresolved
person
Sigit E. Purnomo
p.10
unresolved
—
Telepon/Fax
p.13
unresolved
org
KJPP Iskandar dan Rekan
p.13 ×2
unresolved
org
Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk
p.13
unresolved
person
Rizka Dewi S
· Corporate Secretary
p.15
unresolved
—
MAPPI
· Penilai
p.16
unresolved
org
PT BW Plantation
p.18
unresolved
person
Paulus Widodo Sugeng Haryono
p.18
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.18
unresolved
person
Novita Puspitarini
p.18
unresolved
org
Menteri
p.18
unresolved
org
PT Rajawali Capital International
p.18
unresolved
org
FIC Properties Sdn Bhd
p.18
unresolved
org
Koordinasi Penanaman Modal
p.19
unresolved
org
Pusat Statistik Struktur PDB Indonesia
p.20 ×2
unresolved
org
Pusat Statistik
p.20 ×2
unresolved
org
Pusat Statistik PDB Menurut Pengeluaran
p.21
unresolved
org
Pusat Statistik Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-
p.22
unresolved
org
Menteri Pertanian
p.24 ×2
unresolved
—
Erick H. Ambarita
· Head Mill Ops & Eng
p.33 ×2
unresolved
person
H. Ambarita
p.33 ×2
unresolved
—
Bahara Tua Tobing
· Mill Controller
p.33 ×2
unresolved
—
Sahat T. Sihotang
· Mill Manager
p.34
unresolved
—
Zimmi Ardi
· Sr. Mill Asst
p.34
unresolved
org
Farming
p.51
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
6942 ms
12 Sep 2026 22:51
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}