Skip to content
Back to announcement

20250505_BWPT_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31882541_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review BWPT

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 55

Page 1
    File No. 003.1/IDR/DE.2/KFS/V/2025
         LAPORAN STUDI KELAYAKAN
      PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
INDUSTRI MINYAK MENTAH INTI KELAPA SAWIT
          (CRUDE PALM KERNEL OIL)
                 (KBLI 10432)
     PT EAGLE HIGH PLANTATIONS TBK




        KJPP ISKANDAR DAN REKAN
                 JAKARTA
                   2025
Page 2
SURAT LAPORAN RINGKAS YANG BERISI KESIMPULAN DAN PENDAPAT
File No. 003.1/IDR/DE.2/KFS/V/2025                                           Jakarta, 2 Mei 2025

Kepada Yth,
PT EAGLE HIGH PLANTATIONS Tbk
Rajawali Place, Lantai 28
Jalan H.R. Rasuna Said Kav. B/4
Setiabudi, Jakarta Selatan


Dengan Hormat,

    Perihal: Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti
             Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432) PT Eagle High Plantations Tbk
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (IDR atau Penilai atau Kami) telah memperoleh izin
usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 772/KM.1/2013 tanggal 12
November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-
774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
Modal yang telah dilakukan pendaftaran ulang dengan No. STTD.PPB-33/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6
Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal.
PT Eagle High Plantations Tbk (selanjutnya disebut BWPT atau Perseroan atau Perusahaan atau
Sponsor Proyek) saat ini bergerak di bidang industri dan perkebunan kelapa sawit dengan Crude
Palm Oil (selanjutnya disebut CPO) dan Palm Kernel (selanjutnya disebut PK) sebagai produk utama.
Total luas perkebunan BWPT saat ini adalah +87.000 hektar dan berlokasi di Sumatera, Kalimantan,
dan Papua.
BWPT merencanakan menambah kegiatan usaha yang dimilikinya dibidang industri minyak mentah
inti kelapa sawit (crude palm kernel oil) (selanjutnya disebut Proyek atau CPKO). CPKO merupakan
produk turunan dari PK. Proses pengolahan PK menjadi CPKO dengan membangun pabrik Kernel
Crushing Plant (selanjutnya disebut KCP) yang berfungsi untuk memecahkan biji buah PK yang
kemudian akan diambil minyak inti sawitnya atau lebih dikenal sebagai CPKO, selain itu produk
limbah sisa CPKO yaitu Palm Kernel Meal (selanjutnya disebut PKM) juga dapat dimanfaatkan dan
memiliki nilai jual. CPKO merupakan bahan baku dari produk kosmetik dan produk obat-obatan,
sedangkan PKM dapat digunakan sebagai bahan baku pakan ternak, maka dengan melakukan
penambahan kegiatan usaha BWPT akan memiliki nilai tambah dari produk yang telah dijual saat ini.
Untuk itu sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 17/POJK.04/2020, tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, diperlukan studi kelayakan usaha dari Penilai
Independen.
Sehubungan rencana tersebut, Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan
Rekan selaku Penilai Independen untuk melakukan studi kelayakan atas proyek tersebut.
Berdasarkan surat proposal penawaran/perjanjian kerja antara IDR dan BWPT No.
042.1/IDR/DE.2/Pr-FS/III/2025 tanggal 10 Maret 2025, IDR telah melaksanakan Studi Kelayakan
sesuai dengan perihal surat tersebut diatas seperti yang disajikan dalam laporan ini.
Page 3
Objek Penilaian
Objek penilaian adalah industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil) BWPT
(selanjutnya disebut Proyek).
Maksud dan Tujuan
Maksud penilaian adalah untuk memberikan pendapat atas kelayakan suatu usaha atau proyek
dengan tujuan penilaian untuk menyatakan layak atau tidak layak atas usaha atau proyek terkait
dengan perubahan/penambahan kegiatan usaha Perusahaan.
Laporan ini tidak dapat digunakan untuk tujuan lainnya selain tersebut diatas.
Tanggal Penilaian (Cut Off Date)
Tanggal penilaian 31 Desember 2024 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Ario Bulan Awalia
Noor dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Mirawati Sensi Idris yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan
dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
Pendekatan dan Metodologi
Pendapat yang diberikan Penilai berupa penilaian kelayakan usaha adalah untuk menyatakan
kelayakan suatu usaha atau proyek.
Pendapat mengenai kelayakan suatu usaha atau proyek diberikan setelah melakukan analisis atas:
• Kelayakan pasar
• Kelayakan pola bisnis
• Kelayakan model manajemen
• Kelayakan teknis
• Kelayakan keuangan
Kesimpulan
a. Analisis Kelayakan Pasar
     • Kondisi Pasar
         Pada tahun 2024, produksi minyak inti sawit (palm kernel oil/PKO) Indonesia mengalami
         penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut data Gabungan Pengusaha Kelapa
         Sawit Indonesia (GAPKI), total produksi PKO pada tahun 2024 tercatat sebesar 4,598 juta
         ton, turun 3,80% dari produksi tahun 2023 yang mencapai 4,77 juta ton.
         Penurunan ini sejalan dengan fluktuasi produksi minyak sawit mentah (CPO) sepanjang
         tahun 2024. Misalnya, pada bulan Desember 2024, produksi CPO tercatat sebesar 3,876 juta
         ton, sementara produksi PKO turun menjadi 361 ribu ton dari 412 ribu ton pada bulan
         November.
         Meskipun demikian, konsumsi domestik terhadap produk sawit, termasuk PKO, tetap
         menunjukkan tren positif. Konsumsi dalam negeri pada bulan Desember 2024 tercatat
         sebesar 2,187 juta ton, meningkat dibandingkan bulan November yang mencapai 2,030 juta
         ton.
         Secara keseluruhan, meskipun ada penurunan dalam produksi PKO, sektor sawit Indonesia
         tetap menunjukkan daya tahan dengan meningkatnya konsumsi domestik dan ekspor
         produk olahan sawit.
         Ekspor minyak sawit mentah (CPO) Indonesia pada 2024 tercatat sebesar 29,5 juta ton,
         menurun dari 32,2 juta ton pada tahun 2023. Nilai ekspor juga mengalami penurunan,



Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                            ii
Page 4
       mencapai USD 27,76 miliar dibandingkan dengan USD 30,32 miliar pada tahun sebelumnya.
       Penurunan terbesar terjadi pada ekspor ke China dan India, masing-masing sebesar 2,38 juta
       ton dan 1,13 juta ton.
       GAPKI memproyeksikan bahwa produksi minyak sawit Indonesia pada 2025 akan mencapai
       53,6 juta ton. Namun, tantangan seperti fluktuasi harga global dan kebijakan perdagangan
       internasional dapat mempengaruhi laju ekspor di masa mendatang.
       Harga produsen TBS nasional periode bulanan tahun 2021 - 2024 secara umum
       menunjukkan pola berfluktuasi, namun cenderung mengalami sedikit peningkatan. Jika
       dicermati harga per bulan selama periode tersebut, dimana harga tertinggi TBS terjadi pada
       bulan April 2022 mencapai Rp. 3.585 per kg, sedangkan terendah terjadi pada bulan Juli
       2022 sebesar Rp. 1.811 per kg. Data harga pembelian TBS merupakan harga yang ditetapkan
       tim penetapan harga pembelian TBS. Harga ini dikirim oleh petugas PIP Kabupaten dan
       Provinsi sesuai dengan waktu pelaksanaan penetapan harga TBS di provinsinya. Dinamika
       harga TBS masih terus dipantau pemerintah. Fakta empiris menunjukkan fluktuasi harga CPO
       di tingkat global secara langsung berimbas pada TBS. Fenomena yang berkembang bahwa
       terjadi perbedaan harga TBS, pekebun yang tergabung dalam kelembagaan atau bermitra
       dengan perusahaan pengolah kelapa sawit (PKS) harga TBS nya lebih tinggi dibandingkan
       dengan pekebun yang tidak melakukan kemitraan. Selain itu tantangan lainnya, kebijakan
       “bebas deforestasi” yang sudah mulai diimplementasikan di Uni Eropa berpotensi
       memperlebar selisih harga TBS. Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal
       Perkebunan terus berupaya mencari solusi untuk membantu petani menghadapi berbagai
       tantangan dilapangan, menjaga komitmen dan mengatur strategi tepat guna demi perolehan
       harga tandan buah segar kelapa sawit yang layak bagi pekebun.
     • Pesaing Usaha
       Pihak-pihak yang menjadi pesaing adalah perusahaan yang bergerak di bidang yang sejenis.
       Pada kegiatan usaha kelapa sawit diantaranya adalah sebagai berikut:
       1. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) memiliki pengolahan minyak inti sawit melalui anak
           perusahaannya yaitu PT Tanjung Bina Lestari yang berlokasi di Sulawesi Barat. AALI
           memiliki luas lahan 287.044 hektar yang tersebar di Pulau Sumatra, Kalimantan, dan
           Sulawesi. Dari luasan tersebut, 214.815 hektar adalah perkebunan inti sedangkan 72.229
           hektar adalah perkebunan plasma.
       2. PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) mencatat produksi CPO sebesar 283.651 metrik
           ton di 2023 menjadi 245.395 metrik ton pada 2024 akibat dampak cuaca ekstrem.
           Perkebunan ANJT di Pulau Belitung, Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan terdampak
           kekeringan akibat El Nino.
       3. PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) menargetkan produksi minyak sawit mentah (CPO)
           sebesar 80.000 ton pada tahun 2024, meningkat sekitar 64% dibandingkan dengan
           produksi tahun 2023 yang mencapai 48.663 ton. Target ini didukung oleh beroperasinya
           pabrik kelapa sawit kedua di Tapanuli Selatan, yang diharapkan dapat meningkatkan
           kapasitas produksi secara signifikan.
       4. PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) memiliki lahan yang telah ditanam kelapa
           sawit seluas 40.718,45 hektar. Pada tahun 2024, STAA mencatat kinerja yang solid
           meskipun menghadapi tantangan eksternal. Produksi tandan buah segar (TBS) mencapai
           1,047 juta ton atau meningkat 2,5% dari tahun sebelumnya, sementara produksi minyak
           sawit mentah (CPO) tercatat sebesar 389.765 ton.


Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                          iii
Page 5
     • Target Pasar
       Target pasar yang dituju untuk industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel
       oil) adalah industri pangan dan non pangan antara lain sebagai berikut:
       1. Pangan
           a. Bahan baku minyak goreng
           b. Cokelat
           c. Margarin
           d. Kue
           e. Mie instan
       2. Non Pangan
           a. Kosmetik
           b. Pupuk
           c. Bahan baku biodiesel
           d. Sabun, sampo
           e. Pelumas
     • Strategi Pemasaran
         Pemasaran produk CPKO yang akan dilakukan adalah menjual kepada beberapa produsen
         produk yang memerlukan CPKO, baik dalam negeri maupun luar negeri. Sehubungan BWPT
         saat ini sudah memproduksi dan menjual produk CPO, yang mana pembeli CPKO juga
         sebagian besar membeli CPO yang sudah merupakan pelanggan BWPT saat ini, sehingga
         akan memudahkan BWPT untuk memasarkan produk CPKO-nya.
    Berdasarkan analisis kelayakan pasar yang mencakup kondisi pasar, pesaing usaha, target pasar
    dan strategi pemasaran, dapat disimpulkan bahwa aspek pasar proyek oleh sponsor proyek
    adalah layak.
b. Analisis Kelayakan Pola Bisnis
     • Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Dari Pola Bisnis
       BWPT merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha pengolahan kelapa sawit sejak
       tahun 2000 dengan CPO dan PK sebagai produk utama BWPT. Total luas perkebunan BWPT
       saat ini adalah + 87.000 hektar dan berlokasi di Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
       CPKO merupakan produk turunan dari PK yang telah dijual BWPT saat ini, sehubungan BWPT
       saat ini sudah memproduksi dan menjual produk CPO, yang mana pembeli CPKO juga
       sebagian besar membeli CPO yang sudah merupakan pelanggan BWPT saat ini, sehingga
       akan memudahkan BWPT untuk memasarkan produk CPKO-nya, maka dengan melakukan
       penambahan kegiatan usaha BWPT akan memiliki nilai tambah dari produk yang telah dijual
       BWPT saat ini.
     • Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk
       Kemampuan pesaing untuk meniru produk sangat besar, namun sponsor proyek merupakan
       Perusahaan multinasional yang telah berpengalaman dalam industri kelapa sawit sehingga
       telah mengetahui dan dapat memenuhi standar mutu yang diharapkan oleh pasar.
       Dari proses penanaman, panen dan pasca panen akan dilakukan Perseroan secara integrasi
       sehingga biaya akan lebih efisien. Sedangkan kebanyakan kompetitor membeli PK dari petani
       atau perusahaan yang kemudian di proses menjadi PKM dan CPKO sehingga kepastian supply
       PK dari petani atau perusahaan kurang sustainable dikarenakan tergantung harga yang
       ditawarkan dari petani atau perusahaan tersebut.


Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                          iv
Page 6
     • Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai
       Keunggulan BWPT adalah perusahaan yang mengelola perkebunan kelapa sawit dimana saat
       ini produk utama BWPT adalah CPO dan PK yang merupakan bahan baku utama dari produk
       CPKO. Dengan penambahan kegiatan usaha ini BWPT akan memiliki nilai tambah dari produk
       yang telah dijual BWPT saat ini untuk menangkap peluang yang lebih luas.
       BWPT dapat menciptakan nilai dan keunggulan dari penambahan kegiatan usaha, karena
       dilakukan untuk menambah dan mengembangkan kegiatan usaha BWPT serta
       memaksimalkan potensi bisnis BWPT. Dengan dilaksanakannya penambahan kegiatan usaha,
       BWPT akan memiliki potensi nilai tambah dari sisi pendapatan dan laba serta peluang untuk
       keberlangsungan kegiatan usaha BWPT. Pengalaman yang dimiliki BWPT membuat
       penerapan sistem dan operasional kerja menjadi relatif mudah diterapkan untuk kegiatan
       usaha yang baru.
     Berdasarkan analisis kelayakan pola bisnis yang mencakup keunggulan kompetitif karena
     keunikan dari pola bisnis, kemampuan pesaing untuk meniru produk dan kemampuan untuk
     menciptakan nilai dapat disimpulkan bahwa aspek pola bisnis proyek oleh sponsor proyek
     adalah layak.
c. Analisis Kelayakan Model Manajemen
     • Ketersediaan Tenaga Kerja
       BWPT merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha pengolahan kelapa sawit sejak
       tahun 2000 dengan Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel (PK) sebagai produk utama BWPT.
       CPKO merupakan produk turunan dari PK yang telah BWPT jual saat ini yang merupakan
       bahan baku utama dari produk CPKO.
       Tenaga kerja untuk Proyek telah tersedia sebanyak 10 orang yang telah berpengalaman
       dalam berbagai bidang termasuk dalam melakukan operasional KCP.
     • Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
       Sponsor proyek memiliki kapasitas dan kemampuan manajemen dalam mengelola Proyek,
       karena sponsor proyek mempunyai tenaga kerja yang kompeten yang diperlukan dalam
       mengelola usaha pengolahan kelapa sawit.
       Perseroan memiliki tenaga ahli dalam bidang pengolahan kelapa sawit dengan pengalaman
       lebih dari 20 tahun dengan bidang keahlian meliputi mill controller, electrical engineering,
       mechanical engineering dan civil engineering.
     • Kesesuaian Organisasi dan Manajemen
       Untuk mendapatkan hasil yang optimal, salah satu faktor yang penting adalah kemampuan
       dari pengelola (manajemen).
     • Manajemen Kekayaan Intelektual
       Dalam menjalankan industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil), BWPT
       tidak memerlukan manajemen kekayaan intelektual.
     • Manajemen Risiko
       Dalam kegiatan industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil), risiko yang
       mungkin terjadi adalah risiko cuaca, hama penyakit, suhu, kekeringan dan banjir. Adapun
       sebagai pencegahan dan penanggulangan terhadap risiko - risiko di atas BWPT menerapkan
       praktik agronomi yang baik.
     Berdasarkan analisis kelayakan model manajemen, yang mencakup ketersediaan tenaga kerja,
     kapasitas dan kemampuan manajemen, kesesuaian struktur organisasi, manajemen kekayaan


Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                            v
Page 7
     intelektual dan manajemen risiko dapat disimpulkan bahwa aspek model manajemen proyek
     oleh sponsor proyek adalah layak.
d. Analisis Kelayakan Teknis
     • Kapasitas Produksi
         Perseroan akan membangun pabrik KCP seluas 25.709 m2 yang berada di wilayah Desa
         Kumai Hulu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah.
         Pabrik KCP yang akan dibangun BWPT memiliki kapasitas pengolahan 200 MT per hari atau
         sekitar 60.000 MT per tahun. Hasil utama produk yang akan dihasilkan dari pabrik KCP
         berupa CPKO dan PKM dengan rendemen masing-masing yang diasumsikan sebesar 45,00%
         dan 50,00% dari total produksi.
     • Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
         Produk CPKO merupakan produk turunan dari PK yang telah dijual BWPT saat ini, pada tahun
         2023 dan 2024 grup BWPT telah memproduksi PK masing-masing sebesar 62.653 MT dan
         48.384 MT. Dengan kapasitas pengolahan KCP yang diasumsikan sebesar 60.000 MT per
         tahun, dengan demikian ketersediaan bahan baku diperkirakan dapat mencukupi dan
         mendukung rencana Proyek.
         Tenaga kerja untuk Proyek telah tersedia sebanyak 10 orang yang telah berpengalaman
         dalam berbagai bidang termasuk dalam melakukan operasional KCP.
     • Proses Produksi
         Proses produksi adalah sebagai berikut:
         a. Kernel Intake
            Kernel intake adalah tempat penerimaan dan penampungan material kernel dari truck /
            kapal.
         b. First Press
            First Press adalah mesin screw press pertama yang berfungsi untuk memeras PK menjadi
            PKM dan minyak CPKO.
         c. Second Press
            Second Press adalah mesin screw press kedua, berfungsi untuk memeras PKM yang keluar
            dari First Press untuk mengambil minyak masih tersisa.
         d. Crude oil Tank 1
            Crude oil tank adalah wadah untuk menampung minyak CPKO dari hasil first press dan
            second press.
         e. Vibrating Screen
            Vibrating Screen adalah alat untuk menyaring non oil solid (NOS) yang terdiri dari sisa
            PKM yang berukuran besar dari minyak CPKO.
         f. Crude oil Tank 2
            Crude oil tank adalah wadah untuk menampung minyak CPKO setelah melewati vibrating
            screen untuk umpan filter press.
         g. Filter Press
            Pressure Filter adalah alat untuk memisahkan minyak dari sisa pengotor halus yang masih
            terikut yaitu dengan prinsip filtrasi untuk mendapatkan minyak bersih.
         h. Product Tank
            Product tank adalah wadah untuk menampung minyak CPKO dari hasil filter press
            sebelum dipompakan ke storage tank.
         i. Oil Storage Tank


Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                            vi
Page 8
            CPKO Storage Tank adalah tempat penyimpanan produk dari KCP yang sebelum dilakukan
            pengiriman.
         j. CPKO Despatch
            CPKO Despatch adalah kegiatan pengiriman CPKO Storage ke truk tangki / kapal.
         k. PKM Store
            PKM Storage adalah tempat penyimpanan produk PKM sebelum dilakukan pengiriman.
         l. PKM Despatch
            PKM despatch adalah kegiatan pengiriman PKM store ke truk / kapal.
     Berdasarkan analisis kelayakan teknis, dapat disimpulkan bahwa aspek teknis proyek oleh
     sponsor proyek adalah layak.
e.   Analisis Kelayakan Keuangan
     Jumlah Biaya investasi adalah sebesar Rp 139.268.798 ribu, terdiri dari biaya investasi modal
     tetap sebesar Rp 127.954.448 ribu dan perkiraan biaya investasi modal kerja sebesar Rp
     11.314.350 ribu. Sumber pembiayaan seluruhnya berasal dari modal sendiri.
     Rata-rata BEP penjualan dalam Rupiah selama umur proyeksi adalah sebesar Rp 17.991.185
     ribu.
     Rata-rata rasio profitabilitas selama umur proyeksi yang diukur menggunakan Margin Laba
     Kotor/Sales, EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales berturut-turut adalah 24,00%,
     20,94%, 17,71%, 17,71% dan 13,81%.
     Rata-rata ROI selama umur proyeksi adalah sebesar 20,68%.
     Berdasarkan proyeksi posisi keuangan, Likuiditas dan solvabilitas proyek cukup tinggi selama
     umur proyeksi. Rata-rata nilai indikator current ratio, debt to equity ratio dan debt to asset ratio
     selama umur proyeksi berturut-turut adalah 1.138,90%, 4,82% dan 4,57%.
     Berdasarkan perhitungan kelayakan, IRR dan NPV proyek selama umur proyeksi menghasilkan
     IRR sebesar 28,19% lebih besar dari tingkat diskonto Ke sebesar 10,55% dan NPV sebesar Rp
     147.876.662 ribu lebih besar dari nol.
     Dengan nilai indikator kelayakan tersebut, dari aspek keuangan dapat disimpulkan bahwa
     proyek layak.
     Berdasarkan analisis sensitivitas terlihat bahwa kelayakan investasi lebih sensitif terhadap
     penurunan penjualan dibandingkan dengan kenaikan BPP.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                 vii
Page 9
Pendapat Atas Kelayakan Usaha
Berdasarkan analisis kelayakan pasar, pola bisnis, model manajemen, teknis dan keuangan, kami
berpendapat bahwa penambahan kegiat an usaha industri minyak mentah kelapa sawit (crude palm
kernel oil) (KBLll0432) PT Eagle High Plantations Tbk adalah layak untuk dilaksanakan.

Pendapat kelayakan ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan rencana yang akan dilakukan
Perseroan dan tidak dapat dipergunakan untuk kepentingan lain. Pendapat kelayakan ini juga tidak
dimaksudkan memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui rencana tersebut.




                         REKAN




                               M.Ec.Oev

Penil i Properti/ Aset dan Bisnis
MAPPI No. : 10-5-02670
RMK-2017.00316
NIPP Menkeu No .: P-1 .13.00355
NIPP Menkeu No .: 8-1 .18.00520
5TTD OJK No : 5TTD.PP8-33/ PJ-1 / PM.02/ 2023




Laporan 5tudi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                        viii
Page 10
                                          PERNYATAAN PENILAI

1.   Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara independen
     tanpa adanya konflik dan tidak t erafiliasi dengan Perseroan, maupun pemegang saham
     Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut. Kami juga tidak
     mempunyai kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini.
     Selanjutnya, laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
     kerugian pada pihak manapun .
2.   Bahwa penugasan pen ilaian profesional telah dilaksanakan pada tanggal penilaian .
3.   Bahwa analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Studi
     Kelayakan.
4.   Bahwa      penugasan     penilaian     profesional   telah   dilaksanakan   sesuai   dengan   peraturan
     perundang-undangan yang berlaku.
5.   Bahwa penilaian yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah disajikan
     sebagai kesimpulan.
6.   Bahwa lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan .
7.   Bahwa kesimpulan penilaian telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
8.   Bahwa penilai bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan .
9.   Bahwa data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang
     diyakini penilai dapat dipertanggungjawabkan .

     Penilai Publik,
     Radithe Pramudito, S.E., M.Ec.Dev, MAPPI (Ce rt .)
     MAPPI No.: 10-S-02670
     RMK-2017.00316
     NIPP Menkeu No.: P-1.13.00355
     NIPP Menkeu No .: 8-1.18.00520
     STTO OJK No : STTD. PP8-33/ PJ-1/ PM 02/2 023


     Reviuer,
     Adhitya Anindito, S.I.Kom ., S.H., M .M., MAPPI (Cert.)
     MAPPI No.: 11-S-03079
     RMK-2017.00547


     Penilai,
     Sigit E. Purnomo, S.E.
     MAPPI No.: 19-T-09657
     RMK-2020.03575




     Ryan Suradireja, S.Ak.
     MAPPI No.: 19-P-09941
     RMK-2021.03692




     Syafika Firdausha, S.Ak.
     MAPPI No.: 21-T-11013
     RMK- 2022.04256




Loporon Studi Keloyokon PT Eagle High Plantations Tbk                                                     ix
Page 11
                                                                       DAFTAR ISI
SURAT LAPORAN RINGKAS YANG BERISI KESIMPULAN DAN PENDAPAT ...........................................................I
PERNYATAAN PENILAI ................................................................................................................................... IX
DAFTAR ISI ...................................................................................................................................................... X
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................................................. I-1
  1.1.   LATAR BELAKANG ..................................................................................................................................... I-1
   1.2.         IDENTITAS PEMBERI TUGAS ........................................................................................................................ I-1
   1.3.         DASAR PENUGASAN.................................................................................................................................. I-1
   1.4.         OBJEK PENILAIAN ..................................................................................................................................... I-2
   1.5.         MAKSUD DAN TUJUAN ............................................................................................................................. I-2
   1.6.         TANGGAL PENILAIAN (CUT OFF DATE) ......................................................................................................... I-2
   1.7.         RUANG LINGKUP PENILAIAN ....................................................................................................................... I-2
   1.8.         PENDEKATAN DAN METODOLOGI ................................................................................................................ I-2
   1.9.         PERNYATAAN INDEPENDENSI ...................................................................................................................... I-2
   1.10.        URAIAN MENGENAI PENILAI BISNIS DAN/ATAU PENILAI PROPERTI SERTA HASIL PENILAIAN OLEH PENILAI BISNIS
                DAN/ATAU PENILAI PROPERTI YANG MENJADI DASAR DALAM STUDI KELAYAKAN. .............................................. I-3
   1.11.        SUMBER DATA......................................................................................................................................... I-3
   1.12.        INFORMASI MENGENAI IDENTITAS DAN JABATAN PIHAK-PIHAK YANG TELAH DIWAWANCARAI DAN
                HUBUNGANNYA DENGAN OBJEK PENILAIAN ................................................................................................. I-3
   1.13.        ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ................................................................................................. I-3
BAB II DATA DAN INFORMASI PROYEK ........................................................................................................ II-1
  2.1.   SPONSOR PROYEK ................................................................................................................................... II-1
   2.2.         PROFIL PROYEK....................................................................................................................................... II-2
   2.3.         PRODUK/JASA ........................................................................................................................................ II-2
   2.4.         KINERJA KEUANGAN PROYEK ..................................................................................................................... II-2
   2.5.         TEKNOLOGI YANG DIGUNAKAN .................................................................................................................. II-2
   2.6.         LATAR BELAKANG EKONOMI...................................................................................................................... II-2
   2.7.         KEBUTUHAN PRODUKSI ATAU OPERASI ........................................................................................................ II-5
   2.8.         HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL ............................................................................................................ II-7
   2.9.         PERATURAN DAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG TERKAIT ............................................................................. II-7
   2.10.        ASPEK LINGKUNGAN ................................................................................................................................ II-7
   2.11.        PERSYARATAN MODAL DAN STRATEGI FINANSIAL .......................................................................................... II-8
BAB III ANALISIS KELAYAKAN PASAR .......................................................................................................... III-1
  3.1.    KONDISI PASAR ...................................................................................................................................... III-1
   3.2.         PESAING USAHA .................................................................................................................................... III-5
   3.3.         TARGET PASAR ...................................................................................................................................... III-5
   3.4.         STRATEGI PEMASARAN ............................................................................................................................ III-5
BAB IV ANALISIS KELAYAKAN POLA BISNIS ................................................................................................. IV-1
  4.1.   KEUNGGULAN KOMPETITIF KARENA KEUNIKAN DARI POLA BISNIS ...................................................................IV-1
   4.2.         KEMAMPUAN PESAING UNTUK MENIRU PRODUK.........................................................................................IV-1


Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                                                                                  x
Page 12
   4.3.        KEMAMPUAN UNTUK MENCIPTAKAN NILAI.................................................................................................IV-1
BAB V ANALISIS KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN ..................................................................................... V-1
  5.1.   KETERSEDIAAN TENAGA KERJA ...................................................................................................................V-1
   5.2.        KAPASITAS DAN KEMAMPUAN MANAJEMEN.................................................................................................V-1
   5.3.        KESESUAIAN ORGANISASI DAN MANAJEMEN ................................................................................................V-1
   5.4.        MANAJEMEN KEKAYAAN INTELEKTUAL ........................................................................................................V-4
   5.5.        MANAJEMEN RISIKO ................................................................................................................................V-4
BAB VI ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS ......................................................................................................... VI-1
  6.1.   KAPASITAS PRODUKSI..............................................................................................................................VI-1
   6.2.        KETERSEDIAAN DAN KUALITAS SUMBER DAYA .............................................................................................VI-1
   6.3.        PROSES PRODUKSI ..................................................................................................................................VI-1
BAB VII ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN ................................................................................................ VII-1
  7.1.   BIAYA INVESTASI ...................................................................................................................................VII-1
   7.2.        SUMBER PEMBIAYAAN ...........................................................................................................................VII-2
   7.3.        PERSYARATAN KREDIT ............................................................................................................................VII-2
   7.4.        BIAYA OPERASIONAL..............................................................................................................................VII-2
   7.5.        BIAYA BAHAN BAKU MENTAH .................................................................................................................VII-3
   7.6.        ASUMSI – ASUMSI DALAM PROYEKSI KEUANGAN ........................................................................................VII-3
   7.7.        ANALISIS TITIK IMPAS (BREAK EVEN POINT ANALYSIS) ................................................................................VII-10
   7.8.        ANALISIS PROFITABILITAS ......................................................................................................................VII-11
   7.9.        ANALISIS RETURN ON INVESTMENT (ROI) ................................................................................................VII-11
   7.10.       ANALISIS LIKUIDITAS DAN SOLVABILITAS ..................................................................................................VII-12
   7.11.       ANALISIS KELAYAKAN PROYEK................................................................................................................VII-12
   7.12.       ANALISIS SENSITIVITAS .........................................................................................................................VII-14
LAMPIRAN




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                                                                             xi
Page 13
                                                  BAB I
                                              PENDAHULUAN
1.1.   Latar Belakang
       PT Eagle High Plantations Tbk (selanjutnya disebut BWPT atau Perseroan atau Perusahaan
       atau Sponsor Proyek) saat ini bergerak di bidang industri dan perkebunan kelapa sawit dengan
       Crude Palm Oil (selanjutnya disebut CPO) dan Palm Kernel (selanjutnya disebut PK) sebagai
       produk utama. Total luas perkebunan BWPT saat ini adalah +87.000 hektar dan berlokasi di
       Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
       BWPT merencanakan menambah kegiatan usaha yang dimilikinya dibidang industri minyak
       mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil) (selanjutnya disebut Proyek atau CPKO). CPKO
       merupakan produk turunan dari PK. Proses pengolahan PK menjadi CPKO dengan membangun
       pabrik Kernel Crushing Plant (selanjutnya disebut KCP) yang berfungsi untuk memecahkan biji
       buah PK yang kemudian akan diambil minyak inti sawitnya atau lebih dikenal sebagai CPKO,
       selain itu produk limbah sisa CPKO yaitu Palm Kernel Meal (selanjutnya disebut PKM) juga
       dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai jual. CPKO merupakan bahan baku dari produk
       kosmetik dan produk obat-obatan, sedangkan PKM dapat digunakan sebagai bahan baku
       pakan ternak, maka dengan melakukan penambahan kegiatan usaha BWPT akan memiliki nilai
       tambah dari produk yang telah dijual saat ini.
       Untuk itu sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 17/POJK.04/2020,
       tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, diperlukan studi kelayakan usaha
       dari Penilai Independen.
       Sehubungan rencana tersebut, Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar
       dan Rekan selaku Penilai Independen untuk melakukan studi kelayakan atas proyek tersebut.
       IDR telah memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No.
       772/KM.1/2013 tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan
       (OJK) berdasarkan Surat No. S-774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat
       Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal yang telah dilakukan pendaftaran ulang
       dengan No. STTD.PPB-33/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset
       dan Bisnis di Pasar Modal.
1.2.   Identitas Pemberi Tugas
       Nama                  : PT Eagle High Plantations Tbk
       Alamat                : Rajawali Place, Lantai 28 Jalan H.R. Rasuna Said Kav. B/4 Setiabudi,
                               Jakarta Selatan
       Bidang Usaha          : Agriculture Plantation
       No. Telepon/Fax       : (021) 8665 8828
       Email                 : corsec@eaglehighplantations.com
       Website               : www.eaglehighplantations.com
1.3.   Dasar Penugasan
       Proposal/surat perjanjian kerja yang telah disepakati antara KJPP Iskandar dan Rekan
       (Penerima Tugas) dan PT Eagle High Plantations Tbk (Pemberi Tugas) No. 042.1/IDR/DE.2/Pr-
       FS/III/2025 tanggal 10 Maret 2025.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                            I-1
Page 14
1.4.   Objek Penilaian
       Objek penilaian adalah industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil) BWPT
       (selanjutnya disebut Proyek).
1.5.   Maksud Dan Tujuan
       Maksud penilaian adalah untuk memberikan pendapat atas kelayakan suatu usaha atau
       proyek dengan tujuan penilaian untuk menyatakan layak atau tidak layak atas usaha atau
       proyek terkait dengan perubahan/penambahan kegiatan usaha Perusahaan.
       Laporan ini tidak dapat digunakan untuk tujuan lainnya selain tersebut diatas.
1.6.   Tanggal Penilaian (Cut Off Date)
       Tanggal penilaian 31 Desember 2024 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan
       yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Ario
       Bulan Awalia Noor dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Mirawati Sensi Idris yang terdaftar di
       Otoritas Jasa Keuangan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
1.7.   Ruang Lingkup Penilaian
       Ruang lingkup penilaian adalah:
       a. Identifikasi masalah (identifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi penilaian dan tanggal
          penilaian),
       b. Pengumpulan data,
       c. Analisis data,
       d. Estimasi nilai dengan menggunakan pendekatan penilaian,
       e. Penulisan laporan.
1.8.   Pendekatan dan Metodologi
       Pendapat yang diberikan Penilai berupa penilaian kelayakan usaha adalah untuk menyatakan
       kelayakan suatu usaha atau proyek.
       Pendapat mengenai kelayakan suatu usaha atau proyek diberikan setelah melakukan analisis
       atas:
        a.   Kelayakan pasar
        b.   Kelayakan pola bisnis
        c.   Kelayakan model manajemen
        d.   Kelayakan teknis
        e.   Kelayakan keuangan
1.9.   Pernyataan Independensi
       a. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami tidak ada benturan kepentingan
          dengan Perseroan maupun pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan transaksi yang akan
          dilakukan Perseroan.
       b. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara
          independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun
          pemegang saham Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut.
          Kami juga tidak mempunyai kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan
          penugasan ini. Selanjutnya, laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan
          keuntungan atau kerugian pada pihak manapun.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                              I-2
Page 15
       c. Tidak ada satupun dari pemilik ataupun pegawai kami yang memiliki kepentingan dalam
          bentuk apapun yang dapat menghalangi kami untuk melakukan penilaian secara
          independen terhadap kelayakan proyek. Kompensasi dan honorarium kami tidak
          bergantung kepada kejadian maupun kesimpulan yang diambil oleh perseroan sebagai
          akibat dari laporan kami ini.
1.10. Uraian Mengenai Penilai Bisnis Dan/Atau Penilai Properti Serta Hasil Penilaian Oleh Penilai
      Bisnis Dan/Atau Penilai Properti Yang Menjadi Dasar Dalam Studi Kelayakan.
      Dalam studi kelayakan ini kami tidak menggunakan hasil penilaian dari Penilai Bisnis dan/atau
      Penilai Properti dengan demikian uraian mengenai Penilai Bisnis dan/atau Penilai Properti
      serta hasil penilaian oleh Penilai Bisnis dan/atau Penilai Properti yang menjadi dasar dalam
      studi kelayakan atas proyek tidak ada.
1.11. Sumber Data
      Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu,
      atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:
      a. Copy legalitas dan perizinan Perseroan.
      b. Rencana anggaran biaya proyek yang mencakup kebutuhan biaya investasi dan operasional
         proyek.
      c. Proyeksi keuangan proyek.
      d. Laporan keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah
         diaudit oleh Akuntan Publik Ario Bulan Awalia Noor dari Kantor Akuntan Publik (KAP)
         Mirawati Sensi Idris dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
      e. Hasil wawancara dengan pihak manajemen mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal
         lain yang terkait dengan rencana proyek.
      f. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik dan hasil analisis
         lain yang kami anggap relevan.
1.12. Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai Dan
      Hubungannya Dengan Objek Penilaian
      Kami telah melakukan diskusi dan wawancara dengan manajemen Perseroan pada tanggal 27
      Maret – 22 April 2025. Identitas yang kami wawancarai adalah Ibu Rizka Dewi S sebagai
      Corporate Secretary BWPT.
1.13. Asumsi – Asumsi Dan Kondisi Pembatas
      1.13.1. Asumsi dan Asumsi Khusus
              a. Legalitas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penilaian adalah benar
                 dan tidak menyesatkan.
              b. Data dan informasi yang relevan yang diperoleh dari sumber yang layak adalah
                 benar dan tidak menyesatkan.
              c. Pemberi Tugas telah memberikan informasi yang lengkap mengenai objek
                 penilaian dan tidak ada hal-hal yang disembunyikan yang dapat berpengaruh
                 secara signifikan terhadap kesimpulan nilai.
              d. Penilai beranggapan bahwa bagian-bagian properti yang tidak diinspeksi tidak
                 memiliki kerusakan yang berarti dan tidak menyebabkan perubahan nilai.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                           I-3
Page 16
               e. Objek penilaian diasumsikan tidak dibangun dengan material ataupun mengandung
                  material yang bersifat merusak dan berbahaya yang dapat menyebabkan
                  pencemaran lingkungan yang berpengaruh terhadap kesimpulan nilai.
               f. Asumsi khusus adalah asumsi yang berbeda dengan fakta yang sebenarnya pada
                  tanggal penilaian. Jika terdapat asumsi khusus akan diungkapkan dalam laporan
                  penilaian.
       1.13.2. Kondisi dan Syarat Pembatas
               a. Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.
               b. Penilai melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
                  proses penilaian.
               c. Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan nilai akhir.
               d. Penilai melakukan penelaahan atas status hukum objek penilaian.
               e. Penilai tidak melakukan penyelidikan atas legalitas/status hukum dokumen-
                  dokumen yang digunakan dalam proses penilaian. Adalah bukan tugas Penilai
                  untuk melakukan uji tuntas (due diligence) dari aspek hukum atas catatan publik
                  serta catatan kepemilikan.
               f. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuiakan yang
                  mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan
                  kemampuan pencapaiannya (Fiduaciary Duty).
               g. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
                  keuangan.
               h. Laporan penilaian ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
                  rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
               i. Jika penilaian diperuntukan untuk kepentingan Pasar Modal, data dan informasi
                  dalam penilaian bersumber dari atau divalidasi oleh Asosiasi Profesi Penilai
                  (MAPPI).
               j. Penilai dibebaskan dari segala tuntutan dan kewajiban yang berkaitan dengan
                  penggunaan laporan yang tidak sesuai dengan tujuan/kepentingan dari laporan
                  penilaian.
               k. Data dan informasi yang diterima Penilai dari Pemberi Tugas diasumsikan benar
                  dan dapat dipertanggung jawabkan, antara lain termasuk penunjukkan letak lokasi
                  tempat, spesifikasi jenis dan jumlah aset objek penilaian dan apabila data dan
                  informasi tersebut tidak benar maka Pemberi Tugas membebaskan Penilai dari
                  tanggung jawab atas hasil penilaian yang tidak tepat dikarenakan kesalahan
                  tersebut.
               l. Informasi yang telah diberikan oleh pihak lain kepada Penilai seperti yang telah
                  disebutkan dalam laporan penilaian dianggap layak dan dipercaya, tetapi Penilai
                  tidak bertanggung jawab jika ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak
                  sesuai dengan hal yang sesungguhnya. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali
                  kebenaran informasi tersebut sepenuhnya berada di pihak Pemberi Tugas.
               m. Setiap informasi yang berasal dari Data Pribadi yang diperoleh dan/atau digunakan
                  Penilai dalam penugasan ini hanya digunakan untuk kepentingan sesuai tujuan
                  penilaian, dan selanjutnya data dan informasi yang dimaksud dikecualikan sebagai
                  Data Pribadi sebagaimana diatur dalam ketentuan dan perundang-undangan yang
                  terkait Perlindungan Data Pribadi.



Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                             I-4
Page 17
                n. Laporan ini tidak sah jika tidak dibubuhi tandatangan Pemimpin Rekan/Rekan dan
                   stempel/seal perusahaan KJPP Iskandar dan Rekan serta tidak dapat dipertanggung
                   jawabkan bilamana pemberi tugas tidak melunasi imbalan jasa atas pekerjaan
                   penilaian ini.
                o. Pemberi Tugas adalah orang atau badan yang memberi instruksi kepada Penilai
                   termasuk di dalamnya direksi perusahaan atau pejabatnya, atau penasihat
                   profesionalnya, contact person ataupun yang ditugaskan mewakilinya.
                p. Laporan ini bukan merupakan rekomendasi untuk melakukan atau tidak melakukan
                   suatu transaksi sesuai dengan tujuan dalam laporan ini, dan laporan ini tidak
                   terikat dengan transaksi yang dilakukan dan transaksi yang dilakukan adalah
                   mutlak keputusan dari pihak-pihak yang bertransaksi.
                q. Perbedaan kondisi yang mungkin terjadi antara tanggal penilaian dengan waktu
                   penggunaan hasil penilaian dapat menurunkan relevansi opini nilai terhadap
                   kebutuhan pengguna hasil penilaian, dikarenakan adanya perbedaan akses data
                   dan informasi serta asumsi dan analisis penilaian. Apabila pengguna hasil penilaian
                   menemukan kondisi tersebut, disarankan untuk menugaskan Penilai melakukan
                   reviu terhadap penugasan yang telah dilaksanakan dan apabila dimungkinkan dan
                   dibutuhkan, Penilai dapat melakukan penilaian ulang dengan mengulang kembali
                   prosedur penilaian yang sebelumnya dilakukan, secara lebih lengkap. Proses dan
                   prosedur tersebut harus dituangkan dalam penugasan yang berdiri sendiri dan
                   berbeda dengan penugasan penilaian sebelumnya.
                r. Jika kontrak dan/atau laporan penilaian ditulis dalam versi Bahasa Indonesia dan
                   Bahasa Inggris, Pemberi Tugas dan Penerima Tugas sepakat bahwa dalam hal
                   terjadi inkonsistensi antara versi Bahasa Indonesia dan versi Bahasa Inggris, maka
                   versi Bahasa Indonesia yang akan berlaku dan versi Bahasa Inggris akan dianggap
                   telah diubah untuk menyesuaikan dengan versi Bahasa Indonesia.
                s. Asumsi-asumsi dan kondisi pembatas ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan
                   (integral) dari laporan penilaian.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                              I-5
Page 18
                                            BAB II
                                 DATA DAN INFORMASI PROYEK

2.1.   Sponsor Proyek
       Sponsor proyek adalah PT Eagle High Plantations Tbk berkedudukan di Jakarta Selatan,
       didirikan dengan nama PT BW Plantation berdasarkan Akta No. 13 tanggal 6 November 2000
       dari Paulus Widodo Sugeng Haryono, S.H., notaris di Jakarta. Akta tersebut telah mendapat
       pengesahan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
       Keputusan No. C-25665.HT.01.01.Th.2000 tanggal 22 Desember 2000 serta diumumkan dalam
       Berita Negara Republik Indonesia No. 68 tanggal 26 Agustus 2003, Tambahan No. 7449.
       Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir mengenai
       perubahan beberapa ketentuan dalam Anggaran Dasar untuk disesuaikan dengan Peraturan
       Otoritas Jasa Keuangan No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat
       Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka, diaktakan pada Akta No. 2 tanggal 8 Mei 2023
       dari Novita Puspitarini, S.H., Notaris di Jakarta dan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan
       Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Pemberitahuan Penerimaan Perubahan
       Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0116320 tanggal 11 Mei 2023.
       Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2004.
       Pabrik pengolahan kelapa sawit Grup berada di Kalimantan dan Papua dan perkebunan entitas
       anak berlokasi di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan Papua.
       Kegiatan Usaha
       Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
       terutama meliputi bidang industri dan pertanian. Perusahaan dan entitas anak didirikan dan
       menjalankan usahanya di Indonesia dan Singapura. Ruang lingkup kegiatan usaha Grup
       meliputi pengembangan perkebunan, pengolahan hasil perkebunan, perdagangan dan lain-
       lain. Bidang usaha meliputi perkebunan kelapa sawit dan hasil olahan kelapa sawit antara lain
       produk perkebunan. Produk tersebut mencakup produk hasil kelapa sawit antara lain minyak
       kelapa sawit (crude palm oil) dan inti sawit (palm kernel).
       Susunan Pemegang Saham
       Susunan pemegang saham Perseroan berdasarkan laporan keuangan pada tanggal 31
       Desember 2024 (audit) adalah sebagai berikut:
        PT EAGLE HIGH PLANTATIONS Tbk
                                                            Jumlah                     Jumlah
       No.                  Pemegang Saham                                (%)
                                                            Saham                        (Rp)
         1 PT Rajawali Capital International             11.886.121.516 37,70%     1.188.612.000.000
         2 FIC Properties Sdn Bhd                        11.664.357.670 37,00%     1.166.436.000.000
         3 Masyarakat (masing-masing di bawah 5%)         7.974.811.814 25,30%       797.481.000.000
           Jumlah                                        31.525.291.000 100,00%    3.152.529.000.000
       Sumber: Laporan Keuangan tahun 2024 (audit)

       Susunan Dewan Komisaris dan Direksi berdasarkan laporan keuangan pada tanggal 31
       Desember 2024 (audit) adalah sebagai berikut:




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                            II-1
Page 19
        Dewan Komisaris
        Komisaris Utama             : Abed Nego
        Komisaris                   : Mohammad Prianto Madelar
        Komisaris Independen        : Yohanes Wahyu Saronto
        Direksi
        Direktur Utama              : Henderi Djunaidi
        Direktur                    : Andrew Haryono
        Direktur                    : Yeoh Lean Khai

       Perizinan
       Perizinan yang dimiliki adalah:
       - Izin Usaha Industri No. 805/T/INDUSTRI/2008 yang diterbitkan oleh Kepala Badan
           Koordinasi Penanaman Modal pada tanggal 6 Agustus 2008.
       - Nomor Induk Berusaha (NIB) 8120310110629.
       - Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) 01.882.908.5-054.000.
       - Ijin Usaha Pengolahan (IUP-P) No. 525/002/Ek yang diterbitkan oleh Bupati Kotawaringin
           Barat pada tanggal 14 Januari 2016.
       - Sertipikat Hak Guna Bangunan (HGB) Nomor: 01 yang diterbitkan oleh Kantor Pertanahan
           Kabupaten Kotawaringin Barat pada tanggal 27 Agustus 2002.
       - Sertipikat Hak Guna Bangunan (SHGB) Nomor: 0007 yang diterbitkan oleh Kepala Kantor
           Pertanahan Kabupaten Kotawaringin Barat pada tanggal 11 Desember 2013.
2.2.   Profil Proyek
       Rencana proyek adalah industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil)
       mencakup usaha pengolahan inti kelapa sawit menjadi minyak mentah inti (crude palm kernel
       oil/CPKO) yang masih perlu diolah lebih lanjut dan biasanya produk ini dipakai oleh industri
       lain.
       Kegiatan usaha tersebut merupakan kegiatan usaha baru BWPT, namun BWPT telah memiliki
       personil yang berpengalaman dibidang industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm
       kernel oil) sehingga diharapkan tidak terdapat kendala dalam melakukan kegiatan usaha
       tersebut.
2.3.   Produk/Jasa
       Produk proyek industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil) adalah CPKO
       dan PKM.
2.4.   Kinerja Keuangan Proyek
       Proyek adalah industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil) yang
       merupakan bidang usaha baru yang akan dikembangkan, sehingga kinerja keuangan historis
       proyek tidak ada.
2.5.   Teknologi yang Digunakan
       Dalam menghasilkan CPKO dan PKM, teknologi yang digunakan yaitu proses Kernel Crushing
       Plant (KCP).
2.6.   Latar Belakang Ekonomi
       PDB Menurut Lapangan Usaha
       Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2024 terhadap 2023 (C-to-C)
       Ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh



Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                          II-2
Page 20
       lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Jasa Lainnya
       sebesar 9,80%; diikuti Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,69%; dan Penyediaan
       Akomodasi dan Makan Minum sebesar 8,56%. Sementara itu, Industri Pengolahan yang
       memiliki peran dominan tumbuh 4,43%. Sedangkan Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi
       Mobil dan Sepeda Motor serta Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masing-masing tumbuh
       sebesar 4,86% dan 0,67%.




                    Gambar 1. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (C-to-C) (%), 2022—2024
                                           Sumber: Badan Pusat Statistik

       Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2024
       didominasi oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 18,98%; diikuti oleh
       Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 13,07%; Pertanian,
       Kehutanan, dan Perikanan sebesar 12,61%; Konstruksi sebesar 10,09%; serta Pertambangan
       dan Penggalian sebesar 9,15%. Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian
       Indonesia mencapai 63,90%.
       Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2024 Terhadap Triwulan IV-2023 (Y-on-Y)
       Ekonomi Indonesia triwulan IV-2024 terhadap triwulan IV-2023 (y-on-y) tumbuh sebesar
       5,02%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha yang tumbuh
       signifikan adalah Jasa Lainnya sebesar 11,36%; diikuti oleh Jasa Perusahaan sebesar 8,08%;
       Transportasi dan Pergudangan sebesar 7,92%; dan Informasi dan Komunikasi sebesar 7,45%.
       Sebagai lapangan usaha yang memiliki peran dominan, Industri Pengolahan tumbuh sebesar
       4,89%. Sedangkan Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; serta
       Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masing-masing tumbuh sebesar 5,19% dan 0,71%.




                           Gambar 2. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (Y-on-Y) (%),
                               Triwulan IV-2023, Triwulan III-2024, dan Triwulan IV-2024
                                            Sumber: Badan Pusat Statistik




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                           II-3
Page 21
       Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2024 Terhadap Triwulan III-2024 (Q-to-Q)
       Ekonomi Indonesia triwulan IV-2024 tumbuh sebesar 0,53% (q-to-q). Pertumbuhan terjadi
       pada beberapa lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan
       diantaranya Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar
       16,63%; diikuti oleh Jasa Pendidikan sebesar 14,94%; serta Jasa Lainnya sebesar 8,40%.
       Sementara itu, lapangan usaha yang mengalami kontraksi terdalam adalah Pertanian,
       Kehutanan, dan Perikanan sebesar 18,49%.




                           Gambar 3. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (Q-to-Q) (%),
                               Triwulan IV-2023, Triwulan III-2024, dan Triwulan IV-2024
                                            Sumber: Badan Pusat Statistik
       PDB Menurut Pengeluaran, Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2024 terhadap 2023 (C-to-C)
       Ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03% (c-to-c) dibanding tahun 2023.
       Pertumbuhan terjadi pada semua komponen PDB Pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi terjadi
       pada PK-LNPRT sebesar 12,48%; diikuti Komponen PK-P sebesar 6,61%; Komponen Ekspor
       Barang dan Jasa sebesar 6,51%; Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT)
       sebesar 4,94%; dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 4,61%.
       Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa (faktor pengurang dalam PDB menurut
       pengeluaran) tumbuh sebesar 7,95%.




                 Gambar 4. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (C -to-C) (%), 2022-2024
                                          Sumber: Badan Pusat Statistik
       Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku tahun 2024 ti dak
       menunjukkan perubahan yang signifikan. Perekonomian Indonesia didominasi oleh Komponen
       PK-RT dengan kontribusi sebesar 54,04%. Komponen PMTB memiliki kontribusi terbesar kedua
       yakni sebesar 29,15%, diikuti Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 22,18%; Komponen
       PK-P sebesar 7,73%; Komponen Perubahan Inventori sebesar 2,25%; dan Komponen PK-LNPRT




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                               II-4
Page 22
       sebesar 1,36%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa memiliki kontribusi sebesar
       20,39%.
       Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2024 Terhadap Triwulan IV-2023 (Y-on-Y)
       Ekonomi Indonesia triwulan IV-2024 terhadap triwulan IV-2023 tumbuh sebesar 5,02% (y-on-
       y). Pertumbuhan terjadi pada semua komponen pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi terjadi
       pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa, yang mengalami peningkatan sebesar 7,63%, diikuti
       Komponen PK-LNPRT tumbuh sebesar 6,06%. Selain itu, Komponen PMTB, PK-RT, dan PK-P
       tumbuh masing-masing sebesar 5,03%, 4,98%, dan 4,17%. Sementara itu, Komponen Impor
       Barang dan Jasa tumbuh sebesar 10,36%.




                       Gambar 5. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (Y-on-Y) (%),
                               Triwulan IV-2023, Triwulan III-2024, dan Triwulan IV-2024
                                            Sumber: Badan Pusat Statistik
       Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2024 Terhadap Triwulan III-2024 (Q-to-Q)
       Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2024 dibanding triwulan III-2024 tumbuh sebesar 0,53%
       (q-to-q). Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen PK-P sebesar 38,58%, diikuti
       Komponen PK-LNPRT sebesar 6,36%. Selain itu, Komponen Ekspor Barang dan Jasa, Komponen
       PMTB, dan Komponen PK-RT masing-masing tumbuh sebesar 4,63%, 2,44%, dan 1,64%.
       Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa tumbuh sebesar 3,23%.




                            Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (Q-to-Q) (%),
                                Triwulan IV-2023, Triwulan III-2024, dan Triwulan IV-2024
                                             Sumber: Badan Pusat Statistik

2.7.   Kebutuhan Produksi atau Operasi
       Kegiatan usaha industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil) memerlukan
       investasi modal tetap dan modal kerja serta tenaga ahli dalam bidang kelapa sawit. Investasi
       modal tetap berupa pembelian tanah, pabrik kernel crushing plant yang terdiri dari
       earthworks & site development, civil & building structural works, kernel crushing plant,



Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                          II-5
Page 23
       electrical works, dust & fume collecting system, others dan additional. Tenaga ahli dalam
       bidang kelapa sawit telah dimiliki oleh Perseroan.
       Perseroan memiliki tenaga ahli dalam bidang industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude
       palm kernel oil) dengan pengalaman lebih dari 20 tahun dengan bidang keahlian operasional
       kernel crushing plant. Selain itu Proyek juga membutuhkan modal tetap sebagai berikut:
                                                                        Jumlah       Jumlah
                              Uraian                           Satuan
                                                                        Satuan      (Rp.000)
         Pembelian tanah                                        m2        25.709      6.500.000
       Kernel Crushing Plant
          a. Palm Kernel Intake Station                         Lot       1         15.230.980
          b. Palm Kernel Pressing Station                       Lot       1         10.304.040
          c. Oil Recovery Station                               Lot       1          3.000.160
          d. Anchillarv Equipment                               Lot       1            509.320
          e. Piping, Catwalk, Support, & Others                 Lot       1          2.839.000
          f. Optional Item (Cake Concentration Hopper)          Lot       1            146.880
       Earthworks & Site Development                            Lot       1          1.100.000
       Civil & Building Structural Works                        Lot       1         30.840.720
       Electrical Works
         a. Motor Starter Control & Lighting DB                 Lot       1          3.222.860
         b. Sun-Main Cabling                                    Lot       1            145.520
         c. Motor & remote Control Cabling                      Lot       1          5.011.260
         d. Lighting & Power Points Wiring c/w Light Fitting    Lot       1            561.340
         e. Lighting Protection System                          Lot       1            182.580
         f. Earthing & Continuity Earthing System               Lot       1             20.740
         g. Preliminaries                                       Lot       1             45.900
       Dust & Fume Collecting System                            Lot       1          1.815.600
       Others
         Licensing & Legal permit                               Lot       1          7.500.000
         Unexpected Cost                                        Lot       1          1.000.000
       Additional
         a. PKO Tank Cap. 2 x 2000 MT                           Lot       1          3.636.000
         b. Foundation for PKO Tank c/w piling 2 unit           Lot       1          3.568.837
       Opsional
         a. Extension Jetty Serimbang                           Lot       1          8.179.031
         b. Penambahan Conveyor                                 Lot       1         22.593.680
                                Jumlah                                             127.954.448

       Fungsi masing-masing bagian adalah sebagai berikut:
        a. Tanah merupakan tambahan area yang diperlukan Proyek yang berada di dekat Pabrik
           CPO BWPT saat ini.
        b. Kernel Crushing Plant merupakan pemasangan mesin-mesin dan peralatan mekanikal
           sehingga menjadi satu kesatuan yang berurutan dan terintegrasi yang berfungsi untuk
           mengolah pengepresan biji kernel menjadi produk Crude Palm Kernel Oil (CPKO) dan
           Palm Kernel Meal (PKM).
        c. Earthworks & Site Development merupakan pekerjaan yang berhubungan dengan tanah
           untuk membentuk layout tapak pabrik sesuai dengan desain yang diperlukan yang
           meliputi pekerjaan topografi, uji tanah, galian, timbunan, pemadatan dan finishing.
        d. Civil & Building Structural Works merupakan pekerjaan sipil bangunan utama sebagai
           penopang yang meliputi pondasi Jalan akses, drainase, pondasi mesin, struktur dan
           bangunan pendukung (kantor, pos security, toilet).




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                             II-6
Page 24
        e. Electrical Works merupakan pekerjaan Listrik yang meliputi pemasangan panel control
           motor starter, sub main cabling, motor & remote control cabling, lighting & power
           socket, earthing & lightning protection system.
        f. Dust & Fume Collecting System merupakan sistem exhaust untuk menghisap debu dan
           uap akibat pengepresan biji kernel pada mesin press sehingga tidak bertabur di sekitar
           mesin-mesin di dalam area KCP.
        g. Others merupakan biaya license & legal permit dan unexpected cost.
        h. Additional merupakan biaya tambahan selain disebutkan diatas yaitu, pembuatan PKO
           Tank Cap. 2 x 2000 MT dan pembuatan pondasi dan pancang untuk 2 unit tangki PKO.
        i. Opsional merupakan biaya tambahan selain disebutkan diatas yaitu Extension Jetty
           Serimbang dan penambahan conveyor
       Berdasarkan informasi manajemen sumber pembiayaan proyek seluruhnya dari modal sendiri
       dengan jangka waktu pembangunan Proyek 12 bulan.
2.8.   Hak Atas Kekayaan Intelektual
       Sponsor proyek maupun Proyek tidak memiliki hak atas kekayaan intelektual atas proyek.
2.9.   Peraturan dan Perundang-Undangan yang Terkait
       Peraturan dan perundangan-undangan yang terkait adalah sebagai berikut:
       1. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (Lembaran Negara
           Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 106, Tambahan Lembaran Negara Republik
           Indonesia Nomor 4756);
       2. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman (Lembaran
           Negara Tahun 1992 Nomor 46, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3478);
       3. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura (Lembaran Negara Republik
           Indonesia Tahun 2010 Nomor 132, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
           Nomor 5170);
       4. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan (Lembaran Negara Republik
           Indonesia Tahun 2012 Nomor 227, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
           Nomor 5360);
       5. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
           (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 131, Tambahan Lembaran
           Negara Republik Indonesia Nomor 5433);
       6. Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja;
       7. Undang-Undang Nomor 3 tahun 2014 Tentang Perindustrian;
       8. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 Tentang Perkebunan;
       9. Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2020 Tentang Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa
           Sawit Berkelanjutan Indonesia;
       10. Peraturan Pemerintah nomor 14 tahun 2015 Tentang Rencana Induk Pengembangan
           Industri Nasional 2015 – 2035;
       11. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 19 Tahun 2023 Tentang Perubahan atas Peraturan
           Menteri Pertanian Nomor 03 Tahun 2022 Tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia,
           Penelitian dan Pengembangan, Peremajaan, serta Sarana dan Prasarana Perkebunan
           Kelapa Sawit.
2.10. Aspek Lingkungan
      Berikut adalah daftar kegiatan uji kualitas lingkungan yang akan dilakukan:



Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                           II-7
Page 25
        1. Pengukuran Emisi Gas: Melakukan pengukuran gas buang dari proses penghancuran
           kernel untuk menilai tingkat polutan yang dihasilkan.
        2. Analisis Kualitas Air: Mengambil contoh air dari sumber air di sekitar unit untuk
           menganalisis kandungan zat-zat kimia yang berpotensi mencemari air.
        3. Pengukuran Kebisingan: Mengukur tingkat kebisingan yang dihasilkan oleh mesin dan
           peralatan operasional di unit kernel crushing plant untuk menilai dampaknya terhadap
           lingkungan dan masyarakat sekitar.
        4. Evaluasi Limbah Padat: Menganalisis jenis dan jumlah limbah padat yang dihasilkan
           selama proses penghancuran kernel untuk menilai dampaknya terhadap lingkungan.
        5. Pemantauan Kualitas Udara Ambien: Melakukan pemantauan terhadap kualitas udara
           Ambien yang dihasilkan selama proses penghancuran untuk mengukur tingkat
           pencemaran udara dan potensi dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan.
        6. Evaluasi Dampak Lingkungan: Menganalisis hasil dari seluruh kegiatan uji kualitas
           lingkungan untuk mengevaluasi dampak keseluruhan dari operasi unit kernel crushing
           plant terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
2.11. Persyaratan Modal dan Strategi Finansial
      Tidak ada modal dan strategi finansial khusus dalam menjalankan kegiatan usaha proyek.
      Kebutuhan modal diperlukan untuk memenuhi investasi yang diperlukan untuk kegiatan usaha
      industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil). Dalam usaha minyak mentah
      inti kelapa sawit (crude palm kernel oil) hasil produksi tergantung dari yang akan digunakan.
       Perseroan akan membangun pabrik KCP seluas 25.709 m2 dengan kapasitas pengolahan 200
       MT per hari atau sekitar 60.000 MT per tahun yang berada di wilayah Desa Kumai Hulu,
       Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah.
       Perseroan akan memperoleh bahan baku berupa PK dari internal BWPT dengan tetap
       memperhatikan kualitas dan harga.
       Strategi finansial yang digunakan adalah menyiapkan anggaran biaya operasional untuk
       proyek dan memperoleh margin dari penjualan CPKO dan PKM. Berdasarkan informasi
       manajemen sumber pembiayaan proyek seluruhnya dari modal sendiri dengan jangka waktu
       pembangunan Proyek 12 bulan.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                          II-8
Page 26
                                             BAB III
                                   ANALISIS KELAYAKAN PASAR
3.1.   Kondisi Pasar
       Produksi minyak inti sawit
       Produksi CPO tahun 2023 diperkirakan mencapai 50,07 juta ton atau naik sebesar 7,15% dari
       tahun 2022 yakni sebesar 46,73 juta ton. Sementara itu, produksi PKO mencapai 4,77 juta ton
       atau naik 5,66% dari tahun sebelumnya (2022) yakni sebesar 4,52 juta ton. Kenaikan produksi
       dari tahun 2022 ini kemungkinan disebabkan oleh berbagai hal, antara lain: (1) harga minyak
       sawit menjelang akhir tahun 2021 dan sepanjang tahun 2022 relatif tinggi, sehingga
       mendorong pelaku usaha untuk mengelola kebunnya dengan baik, termasuk pemberian
       pupuk; (2) adanya perluasan areal yang telah menghasilkan di tahun 2023. Hal ini sesuai
       dengan data Kementerian Pertanian dalam periode 2017- 2020 terdapat perluasan 540 ribu
       hektar dan diperkirakan tahun 2023 akan ada penambahan areal TM (Tanaman Menghasilkan)
       seluas 260 ribu hektar; (3) El Nino yang semula diperkirakan akan melanda Indonesia, ternyata
       tidak berpengaruh terhadap produksi tanaman kelapa sawit, karena melanda di sebagian
       besar Indonesia bagian selatan.
       Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Perkebunan, luas areal kelapa sawit Indonesia
       tahun 2023 angka sementara mencapai 16,83 juta hektar, yang terdiri dari areal perkebunan
       rakyat (PR) sebesar 37,37% atau 6,29 juta hektar, perkebunan besar swasta (PBS) sebesar
       51,08% atau 8,60 juta hektar dan perkebunan besar negara (PBN) hanya sebesar 3,24% atau
       545,71 ribu hektar, sementara ada juga luasan yang akan dikonfirmasikan sebesar 8,31% atau
       1,40 juta hektar. Produksi kelapa sawit Indonesia tahun 2023 sebesar 46,99 juta ton dalam
       bentuk minyak sawit angka sementara. Produksi kelapa sawit tersebut sebagian besar
       ditujukan untuk ekspor. Volume ekspor kelapa sawit Indonesia yang cukup besar tersebut
       menjadikan Indonesia sebagai negara eksportir kelapa sawit terbesar pertama dunia.
       Jika dilihat produksi kelapa sawit per provinsi periode tahun 2019 – 2023 terdapat sembilan
       provinsi sentra produksi kelapa sawit. Tahun 2023 kontribusi ke sembilan provinsi tersebut
       mencapai 87,82% terhadap total produksi minyak sawit Indonesia.




                               Gambar 1. Provinsi Sentra Produksi Kelapa Sawit Indonesia, 2023
                                  Sumber: Analisis Kinerja Perdagangan Kelapa Sawit 2024
                                         Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                            III-1
Page 27
       Pada tahun 2024, produksi minyak inti sawit (palm kernel oil/PKO) Indonesia mengalami
       penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut data Gabungan Pengusaha Kelapa
       Sawit Indonesia (GAPKI), total produksi PKO pada tahun 2024 tercatat sebesar 4,598 juta ton,
       turun 3,80% dari produksi tahun 2023 yang mencapai 4,77 juta ton.
       Penurunan ini sejalan dengan fluktuasi produksi minyak sawit mentah (CPO) sepanjang tahun
       2024. Misalnya, pada bulan Desember 2024, produksi CPO tercatat sebesar 3,876 juta ton,
       sementara produksi PKO turun menjadi 361 ribu ton dari 412 ribu ton pada bulan November.
       Meskipun demikian, konsumsi domestik terhadap produk sawit, termasuk PKO, tetap
       menunjukkan tren positif. Konsumsi dalam negeri pada bulan Desember 2024 tercatat sebesar
       2,187 juta ton, meningkat dibandingkan bulan November yang mencapai 2,030 juta ton.
       Secara keseluruhan, meskipun ada penurunan dalam produksi PKO, sektor sawit Indonesia
       tetap menunjukkan daya tahan dengan meningkatnya konsumsi domestik dan ekspor produk
       olahan sawit.
       Pasar Ekspor minyak inti sawit
       Perkembangan pasar ekspor minyak inti sawit dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti
       permintaan global, harga minyak nabati lainnya, regulasi perdagangan serta kinerja industri
       minyak kelapa sawit secara keseluruhan.
       Pada tahun 2024, pasar ekspor minyak sawit Indonesia mengalami dinamika yang signifikan.
       Meskipun volume ekspor menurun dibandingkan tahun sebelumnya, sektor ini tetap menjadi
       kontributor utama devisa negara.
       Ekspor minyak sawit mentah (CPO) Indonesia pada 2024 tercatat sebesar 29,5 juta ton,
       menurun dari 32,2 juta ton pada tahun 2023. Nilai ekspor juga mengalami penurunan,
       mencapai USD 27,76 miliar dibandingkan dengan USD 30,32 miliar pada tahun sebelumnya.
       Penurunan terbesar terjadi pada ekspor ke China dan India, masing-masing sebesar 2,38 juta
       ton dan 1,13 juta ton.
       Penurunan ekspor yang terjadi disebabkan oleh penerapan biofuel menjadi B-40 yang sejalan
       dengan strategi pemerintah Republik Indonesia untuk menjaga stabilitas komoditas kelapa
       sawit sehingga kebutuhan domestik meningkat.
       GAPKI memproyeksikan bahwa produksi minyak sawit Indonesia pada 2025 akan mencapai
       53,6 juta ton. Namun, tantangan seperti fluktuasi harga global dan kebijakan perdagangan
       internasional dapat mempengaruhi laju ekspor di masa mendatang.
       Perkembangan harga minyak inti sawit
       Untuk melihat kinerja perdagangan kelapa sawit dalam negeri diantaranya dengan melihat
       perkembangan rata-rata harga kelapa sawit baik di tingkat petani (harga produsen) dalam
       wujud Tandan Buah Segar (TBS), Harga CPO maupun harga perdagangan konsumen dalam
       wujud minyak goreng sawit. Harga produsen TBS nasional periode bulanan tahun 2021 - 2024
       secara umum menunjukkan pola berfluktuasi, namun cenderung mengalami sedikit
       peningkatan. Jika dicermati harga per bulan selama periode tersebut, dimana harga tertinggi
       TBS terjadi pada bulan April 2022 mencapai Rp. 3.585 per kg, sedangkan terendah terjadi pada
       bulan Juli 2022 sebesar Rp. 1.811 per kg. Data harga pembelian TBS merupakan harga yang
       ditetapkan tim penetapan harga pembelian TBS. Harga ini dikirim oleh petugas PIP Kabupaten
       dan Provinsi sesuai dengan waktu pelaksanaan penetapan harga TBS di provinsinya. Dinamika




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                          III-2
Page 28
       harga TBS masih terus dipantau pemerintah. Fakta empiris menunjukkan fluktuasi harga CPO
       di tingkat global secara langsung berimbas pada TBS. Fenomena yang berkembang bahwa
       terjadi perbedaan harga TBS, pekebun yang tergabung dalam kelembagaan atau bermitra
       dengan perusahaan pengolah kelapa sawit (PKS) harga TBS nya lebih tinggi dibandingkan
       dengan pekebun yang tidak melakukan kemitraan. Selain itu tantangan lainnya, kebijakan
       “bebas deforestasi” yang sudah mulai diimplementasikan di Uni Eropa berpotensi
       memperlebar selisih harga TBS. Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal
       Perkebunan terus berupaya mencari solusi untuk membantu petani menghadapi berbagai
       tantangan dilapangan, menjaga komitmen dan mengatur strategi tepat guna demi perolehan
       harga tandan buah segar kelapa sawit yang layak bagi pekebun.




                              Gambar 2. Perkembangan harga produsen TBS bulanan, 2021 – 2024
                                  Sumber: Analisis Kinerja Perdagangan Kelapa Sawit 2024
                                          Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
       Harga Palm Kernel Oil (PKO) di Indonesia menunjukkan tren fluktuatif sepanjang awal tahun
       2025. Pada Maret 2025, harga referensi CPO—yang menjadi acuan harga PKO—ditetapkan
       sebesar USD 954,50 per metrik ton, mengalami penurunan tipis sebesar 0,10% dibanding
       bulan sebelumnya. Penurunan ini sejalan dengan melemahnya permintaan global, terutama
       dari negara-negara konsumen utama seperti India, serta turunnya harga minyak nabati lain di
       pasar internasional. Dari sisi produksi, volume PKO pada Januari 2025 tercatat sebesar 356
       ribu ton, menurun seiring total produksi CPO dan PKO yang mencapai 4,184 juta ton atau
       turun 1,25% secara bulanan. Konsumsi domestik pun melemah, turun 14,45% dibanding
       Desember 2024. Meski demikian, prospek jangka menengah tetap positif seiring kebijakan
       pemerintah yang mulai menerapkan mandatori biodiesel B40 secara bertahap, yang
       diperkirakan akan mendorong permintaan domestik terhadap produk turunan sawit, termasuk
       PKO.
       Kebutuhan minyak inti sawit
       Kebutuhan minyak inti sawit di dalam negeri dan luar negeri dapat bervariasi tergantung pada
       sejumlah faktor termasuk industri yang menggunakannya, tren konsumsi global dan kebijakan
       pemerintah terkait. Kebutuhan minyak inti sawit tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:
       1. Kebutuhan di dalam negeri:
          a. Industri Makanan dan Minuman Olahan
             Mminyak inti sawit banyak dimanfaatkan oleh industri makanan, terutama sebagai
             bahan baku dalam pembuatan margarin, shortening, dan krimer non-susu. Industri



Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                          III-3
Page 29
             roti, biskuit, dan es krim dalam negeri juga menggunakan PKO untuk menciptakan
             tekstur yang lembut dan memperpanjang umur simpan produk. Permintaan ini
             terutama datang dari perusahaan makanan skala besar, UMKM, dan industri rumah
             tangga.
          b. Industri Kosmetik dan Personal Care
             Banyak produsen sabun dan kosmetik di Indonesia yang mengandalkan PKO sebagai
             bahan utama. Produk seperti sabun mandi, sampo, lotion, dan kosmetik lokal
             memanfaatkan minyak ini karena sifat busa dan pelembapnya yang baik. Beberapa
             merek sabun tradisional maupun modern memproduksi dalam skala besar dengan
             bahan dasar dari PKO.
          c. Industri Farmasi dan Bahan Baku Olekimia Domestik
             PKO juga digunakan dalam industri kimia dalam negeri untuk memproduksi turunan
             oleokimia seperti asam lemak, gliserin, dan ester. Produk ini digunakan lebih lanjut
             untuk pembuatan deterjen, sabun cair, pelumas biodegradable, dan bahan pembersih.
             Beberapa pabrik oleokimia di Indonesia seperti di kawasan Sumatera dan Kalimantan
             menyerap PKO sebagai bahan baku utama.
          d. Industri Energi Terbarukan (Biofuel)
             Pemerintah Indonesia mendorong pengembangan energi terbarukan, dan PKO
             merupakan salah satu bahan baku untuk biodiesel dan biofuel. Walau penggunaannya
             masih terbatas dibandingkan CPO (Crude Palm Oil), PKO tetap memiliki peran dalam
             diversifikasi bahan bakar nabati domestik.
       2. Kebutuhan di luar negeri:
          a. Industri Makanan dan Minuman
             Negara-negara seperti Tiongkok, India, dan negara-negara di Eropa dan Afrika
             mengimpor PKO dari Indonesia untuk kebutuhan industri makanan mereka. Produk
             seperti margarin, es krim, dan permen diolah dari PKO karena kestabilan lemaknya
             yang tinggi. Banyak perusahaan makanan besar menggunakan PKO sebagai pengganti
             cocoa butter karena harganya lebih ekonomis namun dengan fungsi yang serupa.
          b. Industri Kosmetik dan Personal Care Global
             Negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan menjadi pasar
             ekspor utama untuk PKO dalam bentuk bahan baku kosmetik. Mereka
             menggunakannya dalam produk-produk sabun mandi, shampoo, body butter, dan
             lotion karena sifat alami PKO yang ramah kulit. Permintaan dari industri kecantikan
             berbasis bahan alami juga mendorong ekspor ini meningkat.
          c. Olekimia dan Produk Industri
             PKO diekspor ke berbagai negara untuk digunakan dalam pembuatan produk
             oleokimia seperti fatty acid, fatty alcohol, dan glycerin, yang kemudian diproses
             menjadi pelumas industri, surfaktan, dan bahan kimia rumah tangga. Negara seperti
             India, Belanda, dan Malaysia menjadi tujuan utama untuk bahan baku ini karena
             mereka memiliki industri hilir oleokimia yang kuat.
          d. Industri Biofuel Global
             Negara-negara di Eropa yang fokus pada energi terbarukan dan ramah lingkungan
             menjadi target untuk ekspor PKO dalam bentuk bahan baku biofuel dan pelumas
             ramah lingkungan.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                        III-4
Page 30
3.2.   Pesaing Usaha
       Pihak-pihak yang menjadi pesaing adalah perusahaan yang bergerak di bidang yang sejenis.
       Pada kegiatan usaha kelapa sawit diantaranya adalah sebagai berikut:
       1. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) memiliki pengolahan minyak inti sawit melalui anak
          perusahaannya yaitu PT Tanjung Bina Lestari yang berlokasi di Sulawesi Barat. AALI
          memiliki luas lahan 287.044 hektar yang tersebar di Pulau Sumatra, Kalimantan, dan
          Sulawesi. Dari luasan tersebut, 214.815 hektar adalah perkebunan inti sedangkan 72.229
          hektar adalah perkebunan plasma.
       2. PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) mencatat produksi CPO sebesar 283.651 metrik ton
          di 2023 menjadi 245.395 metrik ton pada 2024 akibat dampak cuaca ekstrem. Perkebunan
          ANJT di Pulau Belitung, Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan terdampak kekeringan
          akibat El Nino.
       3. PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) menargetkan produksi minyak sawit mentah (CPO)
          sebesar 80.000 ton pada tahun 2024, meningkat sekitar 64% dibandingkan dengan
          produksi tahun 2023 yang mencapai 48.663 ton. Target ini didukung oleh beroperasinya
          pabrik kelapa sawit kedua di Tapanuli Selatan, yang diharapkan dapat meningkatkan
          kapasitas produksi secara signifikan.
       4. PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) memiliki lahan yang telah ditanam kelapa
          sawit seluas 40.718,45 hektar. Pada tahun 2024, STAA mencatat kinerja yang solid
          meskipun menghadapi tantangan eksternal. Produksi tandan buah segar (TBS) mencapai
          1,047 juta ton atau meningkat 2,5% dari tahun sebelumnya, sementara produksi minyak
          sawit mentah (CPO) tercatat sebesar 389.765 ton.
3.3.   Target Pasar
       Target pasar yang dituju untuk industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil)
       adalah industri pangan dan non pangan antara lain sebagai berikut:
       1. Pangan
          a. Bahan baku minyak goreng
          b. Cokelat
          c. Margarin
          d. Kue
          e. Mie instan
       2. Non Pangan
          a. Kosmetik
          b. Pupuk
          c. Bahan baku biodiesel
          d. Sabun, sampo
          e. Pelumas
3.4.   Strategi Pemasaran
       Pemasaran produk CPKO yang akan dilakukan adalah menjual kepada beberapa produsen
       produk yang memerlukan CPKO, baik dalam negeri maupun luar negeri. Sehubungan BWPT
       saat ini sudah memproduksi dan menjual produk CPO, yang mana pembeli CPKO juga sebagian
       besar membeli CPO yang sudah merupakan pelanggan BWPT saat ini, sehingga akan
       memudahkan BWPT untuk memasarkan produk CPKO-nya.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                             III-5
Page 31
Berdasarkan analisis kelayakan pasar yang mencakup kondisi pasar, pesaing usaha, target pasar dan
strategi pemasaran, dapat disimpulkan bahwa aspek pasar proyek oleh sponsor proyek adalah layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                        III-6
Page 32
                                            BAB IV
                               ANALISIS KELAYAKAN POLA BISNIS
4.1. Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Dari Pola Bisnis
     BWPT merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha pengolahan kelapa sawit sejak
     tahun 2000 dengan CPO dan PK sebagai produk utama BWPT. Total luas perkebunan BWPT
     saat ini adalah + 87.000 hektar dan berlokasi di Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
       CPKO merupakan produk turunan dari PK yang telah dijual BWPT saat ini, sehubungan BWPT
       saat ini sudah memproduksi dan menjual produk CPO, yang mana pembeli CPKO juga sebagian
       besar membeli CPO yang sudah merupakan pelanggan BWPT saat ini, sehingga akan
       memudahkan BWPT untuk memasarkan produk CPKO-nya, maka dengan melakukan
       penambahan kegiatan usaha BWPT akan memiliki nilai tambah dari produk yang telah dijual
       BWPT saat ini.
4.2. Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk
     Kemampuan pesaing untuk meniru produk sangat besar, namun sponsor proyek merupakan
     Perusahaan multinasional yang telah berpengalaman dalam industri kelapa sawit sehingga
     telah mengetahui dan dapat memenuhi standar mutu yang diharapkan oleh pasar.
       Dari proses penanaman, panen dan pasca panen akan dilakukan Perseroan secara integrasi
       sehingga biaya akan lebih efisien. Sedangkan kebanyakan kompetitor membeli PK dari petani
       atau perusahaan yang kemudian di proses menjadi PKM dan CPKO sehingga kepastian supply
       PK dari petani atau perusahaan kurang sustainable dikarenakan tergantung harga yang
       ditawarkan dari petani atau perusahaan tersebut.
4.3. Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai
     Keunggulan BWPT adalah perusahaan yang mengelola perkebunan kelapa sawit dimana saat
     ini produk utama BWPT adalah CPO dan PK yang merupakan bahan baku utama dari produk
     CPKO. Dengan penambahan kegiatan usaha ini BWPT akan memiliki nilai tambah dari produk
     yang telah dijual BWPT saat ini untuk menangkap peluang yang lebih luas.
       BWPT dapat menciptakan nilai dan keunggulan dari penambahan kegiatan usaha, karena
       dilakukan untuk menambah dan mengembangkan kegiatan usaha BWPT serta
       memaksimalkan potensi bisnis BWPT. Dengan dilaksanakannya penambahan kegiatan usaha,
       BWPT akan memiliki potensi nilai tambah dari sisi pendapatan dan laba serta peluang untuk
       keberlangsungan kegiatan usaha BWPT. Pengalaman yang dimiliki BWPT membuat penerapan
       sistem dan operasional kerja menjadi relatif mudah diterapkan untuk kegiatan usaha yang
       baru.
Berdasarkan analisis kelayakan pola bisnis yang mencakup keunggulan kompetitif karena keunikan
dari pola bisnis, kemampuan pesaing untuk meniru produk dan kemampuan untuk menciptakan nilai
dapat disimpulkan bahwa aspek pola bisnis proyek oleh sponsor proyek adalah layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                      IV- 1
Page 33
                                       BAB V
                       ANALISIS KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN

5.1. Ketersediaan Tenaga Kerja
     BWPT merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha pengolahan kelapa sawit sejak
     tahun 2000 dengan Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel (PK) sebagai produk utama BWPT.
     CPKO merupakan produk turunan dari PK yang telah BWPT jual saat ini yang merupakan
     bahan baku utama dari produk CPKO.
       Tenaga kerja untuk Proyek telah tersedia sebanyak 10 orang yang telah berpengalaman dalam
       berbagai bidang termasuk dalam melakukan operasional KCP.
5.2. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
     Sponsor proyek memiliki kapasitas dan kemampuan manajemen dalam mengelola Proyek,
     karena sponsor proyek mempunyai tenaga kerja yang kompeten yang diperlukan dalam
     mengelola usaha pengolahan kelapa sawit.
       Perseroan memiliki tenaga ahli dalam bidang pengolahan kelapa sawit dengan pengalaman
       lebih dari 20 tahun dengan bidang keahlian meliputi mill controller, electrical engineering,
       mechanical engineering dan civil engineering.
5.3. Kesesuaian Organisasi dan Manajemen
     Untuk mendapatkan hasil yang optimal, salah satu faktor yang penting adalah kemampuan
     dari pengelola (manajemen). Adapun struktur organisasi Perusahaan adalah sebagai berikut:




       sumber: manajemen BWPT

       a) Berikut tugas dan tanggung jawab dari setiap personil adalah sebagai berikut:

             No.             Nama                       Jabatan              Tugas & Tanggung Jawab

              1     Erick H. Ambarita           Head Mill Ops & Eng   Pengawasan Operasional 7 unit Mill & 1
                                                                      unit KCP

              2     Bahara Tua Tobing           Mill Controller       Pengawasan Operasional 3 unit Mill area
                                                                      Kalteng & 1 unit KCP




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                   V-1
Page 34
              3     Sahat T. Sihotang           Mill Manager          Pekerjaan masih di Palm Oil Mill BWPT

              4     Zimmi Ardi                  Sr. Mill Asst         Pekerjaan masih di Palm Oil Mill BWPT

              5     Fajri Risky Wahyudi         Asst. Sortasi         Pekerjaan masih di Palm Oil Mill BWPT

              6     Tri Syahputra S.            Asst. Lab             Pekerjaan masih di Palm Oil Mill BWPT

              7     Romanro Silalahi            Asst. Maintenance     Pekerjaan masih di Palm Oil Mill BWPT

              8     Risman Kornelius Sirait     Asst. Proses 1        Pekerjaan masih di Palm Oil Mill BWPT

              9     Jami Jayri Mubaki           Asst. Proses 2        Pekerjaan masih di Palm Oil Mill BWPT

             10     Suryanto                    Asst. Electrical      Pekerjaan masih di Palm Oil Mill BWPT

       b) Pekerjaan, jabatan, uraian pengalaman kerja, sertifikasi yang dimiliki dan seminar yang
          pernah diikuti dari setiap personil adalah sebagai berikut:

             No.             Nama                           Jabatan                       Uraian

              1     Erick H. Ambarita           Head Mill Ops & Eng      Pengalaman Kerja : 1992 - 2024 di
                                                                         bidang pengolahan kelapa sawit (2
                                                                         tahun Project & Operasional KCP)
                                                                         Masa Kerja : 32 tahun
                                                                         Sertifikasi yang dimiliki : n/a
                                                                         Seminar yang pernah diikuti : Seminar
                                                                         Percepatan Pemanfaatan Biogas di
                                                                         Jakarta 2024

              2     Bahara Tua Tobing           Mill Controller          Pengalaman Kerja : 2004 - 2024
                                                                         bekerja di pengolahan PKS, Rubber
                                                                         Factory dan Pengawasan di Bulking
                                                                         Kapasitas 17.000 Ton
                                                                         Masa Kerja : 20 tahun
                                                                         Sertifikasi yang dimiliki : Sertifikasi
                                                                         Manager Energi
                                                                         Seminar yang pernah diikuti : Mill
                                                                         Maintenance Training, Pelatihan AK3
                                                                         Umum, More Precious Than Gold
                                                                         Batch    II,    Seminar     Nasional
                                                                         'Implementasi Standar Terbaru SMK 3
                                                                         Berdasarkan PP No. 50 Tahun 2012

              3     Sahat T. Sihotang           Mill Manager             Pengalaman Kerja : 2005 - 2024
                                                                         dibidang pengolahan kelapa sawit
                                                                         Masa Kerja : 19 Tahun
                                                                         Sertifikasi yang dimiliki : AK3 Umum,
                                                                         di Cipanas
                                                                         Seminar yang pernah diikuti : More
                                                                         Presticious Than Gold (palembang)

              4     Zimmi Ardi                  Sr. Mill Asst            Pengalaman Kerja : 2007 - 2024




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                      V-2
Page 35
                                                                    dibidang pengolahan kelapa sawit dan
                                                                    turunan nya
                                                                    Masa Kerja : 17 tahun
                                                                    Sertifikasi yang dimiliki : n/a
                                                                    Seminar yang pernah diikuti : Total
                                                                    Quality Management, Roundtable on
                                                                    Sustainable Palm Oil, Indonesian
                                                                    Sustainable Palm Oil dan International
                                                                    Sustainability and Carbon Certification

              5     Fajri Risky Wahyudi         Asst. Sortasi       Pengalaman Kerja : 2024 dibidang
                                                                    pengolahan kelapa sawit
                                                                    Masa Kerja : 1 bulan
                                                                    Sertifikasi yang dimiliki : n/a
                                                                    Seminar yang pernah diikuti : MDP
                                                                    EHP Batch XII

              6     Tri Syahputra S.            Asst. Lab           Pengalaman Kerja : 2019 - 2024
                                                                    dibidang pengolahan kelapa sawit
                                                                    Masa Kerja : 5,5 tahun
                                                                    Sertifikasi yang dimiliki : n/a
                                                                    Seminar yang pernah diikuti : MT,
                                                                    ASF,     Training   Pengendalian
                                                                    Pencemaran Air

              7     Romanro Silalahi            Asst. Maintenance   Pengalaman Kerja : 2019 - 2024
                                                                    dibidang pengolahan kelapa sawit
                                                                    Masa Kerja : 5,5 tahun
                                                                    Sertifikasi yang dimiliki : n/a
                                                                    Seminar yang pernah diikuti : MDP
                                                                    Batch IV, ASF, Training Pegendalian
                                                                    Pencemaran Udara

              8     Risman Kornelius Sirait     Asst. Proses 1      Pengalaman Kerja : 2023 - 2024
                                                                    dibidang pengolahan kelapa sawit.
                                                                    Masa Kerja : 1 tahun
                                                                    Sertifikasi yang dimiliki : n/a
                                                                    Seminar yang pernah diikuti : MDP
                                                                    EHP Batch X, ASF

              9     Jami Jayri Mubaki           Asst. Proses 2      Pengalaman Kerja : 2023 - 2024
                                                                    dibidang pengolahan kelapa sawit
                                                                    Masa Kerja : 8 Bulan
                                                                    Sertifikasi yang dimiliki : n/a
                                                                    Seminar yang pernah diikuti : MDP
                                                                    EHP Batch XI, ASF

             10     Suryanto                    Asst. Electrical    Pengalaman Kerja : 2024 dibidang




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                 V-3
Page 36
                                                                pengolahan kelapa sawit
                                                                Masa Kerja : 1 bulan
                                                                Sertifikasi yang dimiliki : n/a
                                                                Seminar yang pernah diikuti : MDP
                                                                EHP Batch XII

5.4. Manajemen Kekayaan Intelektual
     Dalam menjalankan industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil), BWPT
     tidak memerlukan manajemen kekayaan intelektual.
5.5. Manajemen Risiko
     Dalam kegiatan industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil), risiko yang
     mungkin terjadi adalah risiko cuaca, hama penyakit, suhu, kekeringan dan banjir. Adapun
     sebagai pencegahan dan penanggulangan terhadap risiko - risiko di atas BWPT menerapkan
     praktik agronomi yang baik.
Berdasarkan analisis kelayakan model manajemen, yang mencakup ketersediaan tenaga kerja,
kapasitas dan kemampuan manajemen, kesesuaian struktur organisasi, manajemen kekayaan
intelektual dan manajemen risiko dapat disimpulkan bahwa aspek model manajemen proyek oleh
sponsor proyek adalah layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                             V-4
Page 37
                                             BAB VI
                                   ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS


6.1. Kapasitas Produksi
     Perseroan akan membangun pabrik KCP seluas 25.709 m2 yang berada di wilayah Desa Kumai
     Hulu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah.
       Pabrik KCP yang akan dibangun BWPT memiliki kapasitas pengolahan 200 MT per hari atau
       sekitar 60.000 MT per tahun. Hasil utama produk yang akan dihasilkan dari pabrik KCP berupa
       CPKO dan PKM dengan rendemen masing-masing yang diasumsikan sebesar 45,00% dan
       50,00% dari total produksi.
6.2. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
     Produk CPKO merupakan produk turunan dari PK yang telah dijual BWPT saat ini, pada tahun
     2023 dan 2024 grup BWPT telah memproduksi PK masing-masing sebesar 62.653 MT dan
     48.384 MT. Dengan kapasitas pengolahan KCP yang diasumsikan sebesar 60.000 MT per
     tahun, dengan demikian ketersediaan bahan baku diperkirakan dapat mencukupi dan
     mendukung rencana Proyek.
       Tenaga kerja untuk Proyek telah tersedia sebanyak 10 orang yang telah berpengalaman dalam
       berbagai bidang termasuk dalam melakukan operasional KCP.
6.3. Proses Produksi
     Proses produksi adalah sebagai berikut:
      a. Kernel Intake
         Kernel intake adalah tempat penerimaan dan penampungan material kernel dari truck /
         kapal.
      b. First Press
         First Press adalah mesin screw press pertama yang berfungsi untuk memeras PK menjadi
         PKM dan minyak CPKO.
      c. Second Press
         Second Press adalah mesin screw press kedua, berfungsi untuk memeras PKM yang keluar
         dari First Press untuk mengambil minyak masih tersisa.
      d. Crude oil Tank 1
         Crude oil tank adalah wadah untuk menampung minyak CPKO dari hasil first press dan
         second press.
      e. Vibrating Screen
         Vibrating Screen adalah alat untuk menyaring non oil solid (NOS) yang terdiri dari sisa PKM
         yang berukuran besar dari minyak CPKO.
      f. Crude oil Tank 2
         Crude oil tank adalah wadah untuk menampung minyak CPKO setelah melewati vibrating
         screen untuk umpan filter press.
      g. Filter Press
         Pressure Filter adalah alat untuk memisahkan minyak dari sisa pengotor halus yang masih
         terikut yaitu dengan prinsip filtrasi untuk mendapatkan minyak bersih.
      h. Product Tank




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                          VI-1
Page 38
           Product tank adalah wadah untuk menampung minyak CPKO dari hasil filter press sebelum
           dipompakan ke storage tank.
        i. Oil Storage Tank
           CPKO Storage Tank adalah tempat penyimpanan produk dari KCP yang sebelum dilakukan
           pengiriman.
        j. CPKO Despatch
           CPKO Despatch adalah kegiatan pengiriman CPKO Storage ke truk tangki / kapal.
        k. PKM Store
           PKM Storage adalah tempat penyimpanan produk PKM sebelum dilakukan pengiriman.
        l. PKM Despatch
           PKM despatch adalah kegiatan pengiriman PKM store ke truk / kapal
       Alur proses produksi digambarkan sebagai berikut:




Berdasarkan analisis kelayakan teknis, dapat disimpulkan bahwa aspek teknis proyek oleh sponsor
proyek adalah layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                       VI-2
Page 39
                                            BAB VII
                                ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN

Proyek diasumsikan sebagai entitas operasional yang lengkap tersendiri sebagai penambahan
kegiatan usaha Perusahaan.
7.1. Biaya Investasi
7.1.1. Modal Tetap
       Investasi modal tetap meliputi tanah dan pabrik kernel crushing plant dengan rincian sebagai
       berikut:
       Tabel 7.1
       Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
       Biaya Investasi Modal Tetap
                                                                          Jumlah         Jumlah
                                Uraian                       Satuan
                                                                          Satuan        (Rp.000)
         Pembelian tanah                                       m2           25.709        6.500.000
       Kernel Crushing Plant
          a. Palm Kernel Intake Station                       Lot            1          15.230.980
          b. Palm Kernel Pressing Station                     Lot            1          10.304.040
          c. Oil Recovery Station                             Lot            1            3.000.160
          d. Anchillarv Equipment                             Lot            1              509.320
          e. Piping, Catwalk, Support, & Others               Lot            1            2.839.000
          f. Optional Item (Cake Concentration Hopper)        Lot            1              146.880
       Earthworks & Site Development                          Lot            1            1.100.000
       Civil & Building Structural Works                      Lot            1          30.840.720
       Electrical Works
         a. Motor Starter Control & Lighting DB               Lot            1            3.222.860
         b. Sun-Main Cabling                                  Lot            1              145.520
         c. Motor & remote Control Cabling                    Lot            1            5.011.260
         d. Lighting & Power Points Wiring c/w Light Fitting  Lot            1              561.340
         e. Lighting Protection System                        Lot            1              182.580
         f. Earthing & Continuity Earthing System             Lot            1               20.740
         g. Preliminaries                                     Lot            1               45.900
       Dust & Fume Collecting System                          Lot            1            1.815.600
       Others
         Licensing & Legal permit                             Lot            1            7.500.000
         Unexpected Cost                                      Lot            1            1.000.000
       Additional
         a. PKO Tank Cap. 2 x 2000 MT                         Lot            1            3.636.000
         b. Foundation for PKO Tank c/w piling 2 unit         Lot            1            3.568.837
       Opsional
         a. Extension Jetty Serimbang                         Lot            1            8.179.031
         b. Penambahan Conveyor                               Lot            1          22.593.680
                                 Jumlah                                               127.954.448
       Keterangan: Berdasarkan informasi manajemen, pada tanggal penilaian biaya investasi tersebut belum ada, sehingga biaya
       investasi tersebut diperlukan pada awal tahun proyeksi sebelum proyek beroperasi
       Sumber: Manajemen Perseroan

7.1.2. Modal Kerja
       Perkiraan Investasi modal kerja pada awal produksi, perinciannya adalah sebagai berikut:




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                                  VII-1
Page 40
        Tabel 7.2
        Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
        Perkiraan Kebutuhan Modal Kerja
        (Rp.000)
                                                                          Turnover
                                     Uraian                                               Jumlah
                                                                           (Bulan)
        Piutang usaha                                                              1     11.314.350
        Persediaan                                                                 1       8.598.906
        Utang usaha                                                                1      (8.598.906)
                              Jumlah                                                     11.314.350
        Keterangan: Beban pokok penjualan terdiri dari pembelian palm kernel dan biaya processing
        Sumber: Manajemen Perseroan, disesuaikan

        Beban pokok penjualan terdiri dari:
        - Pembelian palm kernel yang diasumsikan sebesar 75,00% dari penjualan tahun ke-1.
        - Biaya processing diasumsikan sebesar 1,00% dari penjualan tahun ke 1.
        Beban penjualan diasumsikan sebesar 1,00% dari penjualan tahun ke-1.
        Beban maintenance diasumsikan sebesar 1,25% dari penjualan tahun ke-1.
        Beban overhead diasumsikan sebesar 1,75% dari penjualan tahun ke-1.
7.1.3. Kebutuhan Biaya Investasi
       Kebutuhan biaya investasi proyek adalah sebagai berikut:
                                                        (Rp.000)
        - Modal Tetap                                  127.954.448
        - Modal Kerja                                   11.314.350
          Jumlah Investasi                             139.268.798

7.2.    Sumber Pembiayaan
        Sumber pembiayaan proyek untuk modal tetap dan modal kerja seluruhnya dari modal sendiri,
        dengan rincian sebagai berikut:
        Tabel 7.3
        Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
        Sumber Pembiayaan
        (Rp.000)
                                               Sumber Pembiayaan
                       Uraian                                               Total
                                            Modal Sendiri     Kredit
        A.Modal Tetap                        127.954.448            -    127.954.448
        B.Modal Kerja                          11.314.350           -     11.314.350
          Jumlah                             139.268.798            -    139.268.798
          Struktur Pembiayaan                      100,00%        0,00%      100,00%
        Sumber: Manajemen Perseroan, disesuaikan

        Dengan demikian perbandingan kredit terhadap modal sendiri (Debt/Equity) proyek tersebut
        adalah 0 : 100, atau seluruhnya dibiayai oleh modal sendiri.
7.3.    Persyaratan Kredit
        Proyek tidak menggunakan fasilitas kredit, seluruhnya dibiayai oleh modal sendiri, sehingga
        tidak ada persyaratan kredit.
7.4.    Biaya Operasional
        Biaya operasional terdiri dari Beban Pokok Penjualan dan Beban Penjualan. Beban Pokok
        Penjualan dan Beban Penjualan tahun pertama adalah sebagai berikut:




 Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                  VII-2
Page 41
        Tabel 7.4
        Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
        Perkiraan Biaya Operasional Tahun Pertama Operasi
        (Rp.000)
                       Uraian                    Jumlah
        Beban Pokok Penjualan                  103.186.872
        Beban penjualan                          1.357.722
        Beban maintenance                        1.697.153
        Beban overhead                           2.376.014
                        Jumlah                 108.617.760
        Sumber: Manajemen Perseroan, disesuaikan

7.5.    Biaya Bahan Baku Mentah
        Proyek adalah usaha minyak mentah inti kelapa sawit yang membutuhkan palm kernel untuk
        proses pengolahan menjadi minyak mentah inti kelapa sawit yang telah diperhitungkan dalam
        beban pokok penjualan. Kebutuhan palm kernel untuk proyek Perseroan diperkirakan sebesar
        75,00% dari penjualan.
7.6.    Asumsi – Asumsi dalam Proyeksi Keuangan
        Proyeksi disajikan selama 10 tahun dengan asumsi-asumsi sebagai berikut:
7.6.1. Proyeksi Laba Rugi
        - Proyeksi penjualan diasumsikan sebagai berikut:
           o   Kapasitas pengolahan diasumsikan sebesar 60.000 MT/Tahun dengan asumsi akan
               dijalankan pada tahun pertama operasi dan selanjutnya diasumsikan kapasitas
               pengolahan sebesar 60.000 MT/Tahun.
           o   Utilitas pengolahan tahun pertama operasi diasumsikan sebesar 30,00%, tahun kedua
               diasumsikan sebesar 40,00%, dan selanjutnya diasumsikan 50,00% setiap tahun.
           o   Rendemen CPKO diasumsikan sebesar 45,00% setiap tahun.
           o   Harga jual CPKO diasumsikan sebesar Rp 15.000.000/MT dengan kenaikan 2,00% per
               tahun.
           o   Rendemen PKM diasumsikan sebesar 50,00% setiap tahun.
           o   Harga jual PKM diasumsikan sebesar Rp 1.000.000/MT dengan kenaikan 2,00% per
               tahun.




 Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                 VII-3
Page 42
          Proyeksi penjualan disajikan sebagai berikut :
          Tabel 7.5
          Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
          Proyeksi Penjualan
          (Rp.000)
                                                                                                   Tahun Proyeksi
                                     Uraian
                                                                           1               2             3          4             5
          Kapasitas Produksi Kernel Crushing Plant (MT/Tahun)              30.000          60.000        60.000     60.000        60.000
          Utilitas produksi (%)                                              0,00%         30,00%         40,00%    50,00%        50,00%
          Produksi (MT)                                                          -         18.000        24.000     30.000        30.000

          Extraction rate (%)                                              45,00%      45,00%      45,00%      45,00%      45,00%
          Produksi Palm Kernel Oil (PKO) (MT)                                   -       8.100      10.800      13.500      13.500
          Kenaikan harga jual (%)                                           2,00%       2,00%       2,00%       2,00%       2,00%
          Harga jual (MT/Rp.000)                                        15.300,00   15.606,00   15.918,12   16.236,48   16.561,21
          Penjualan PKO                                                         - 126.408.600 171.915.696 219.192.512 223.576.363

          Extraction rate (%)                                              50,00%      50,00%      50,00%      50,00%      50,00%
          Produksi Palm Kernel Meal (PKM) (MT)                                  -       9.000      12.000      15.000      15.000
          Kenaikan harga jual (%)                                           2,00%       2,00%       2,00%       2,00%       2,00%
          Harga jual (MT/Rp.000)                                         1.020,00    1.040,40    1.061,21    1.082,43    1.104,08
          Penjualan PKM                                                         -   9.363.600  12.734.496  16.236.482  16.561.212
          TOTAL PENJUALAN                                                       - 135.772.200 184.650.192 235.428.995 240.137.575
          Tabel 7.5
          Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
          Proyeksi Penjualan
          (Rp.000)
                                                                                                   Tahun Proyeksi
                                     Uraian
                                                                           6               7             8          9            10
          Kapasitas Produksi Kernel Crushing Plant (MT/Tahun)              60.000          60.000        60.000     60.000        60.000
          Utilitas produksi (%)                                            50,00%          50,00%         50,00%    50,00%        50,00%
          Produksi (MT)                                                    30.000          30.000        30.000     30.000        30.000

          Extraction rate (%)                                             45,00%      45,00%      45,00%      45,00%      45,00%
          Produksi Palm Kernel Oil (PKO) (MT)                             13.500      13.500      13.500      13.500      13.500
          Kenaikan harga jual (%)                                          2,00%       2,00%       2,00%       2,00%       2,00%
          Harga jual (MT/Rp.000)                                       16.892,44   17.230,29   17.574,89   17.926,39   18.284,92
          Penjualan PKO                                              228.047.890 232.608.848 237.261.025 242.006.245 246.846.370

          Extraction rate (%)                                             50,00%      50,00%      50,00%      50,00%      50,00%
          Produksi Palm Kernel Meal (PKM) (MT)                            15.000      15.000      15.000      15.000      15.000
          Kenaikan harga jual (%)                                          2,00%       2,00%       2,00%       2,00%       2,00%
          Harga jual (MT/Rp.000)                                        1.126,16    1.148,69    1.171,66    1.195,09    1.218,99
          Penjualan PKM                                               16.892.436  17.230.285  17.574.891  17.926.389  18.284.916
          TOTAL PENJUALAN                                            244.940.326 249.839.133 254.835.915 259.932.634 265.131.286

       - Proyeksi beban pokok penjualan diasumsikan sebagai berikut:
          o    Biaya pembelian palm kernel diasumsikan sebesar 75,00% dari total penjualan setiap
               tahun.
          o    Biaya processing diasumsikan sebesar 1,00% dari total penjualan setiap tahun.
       - Proyeksi beban pokok penjualan disajikan sebagai berikut :
           Tabel 7.6
           Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
           Proyeksi Beban Pokok Penjualan
           (Rp.000)
                                                                                         Tahun Proyeksi
                               Uraian
                                                                 1               2               3         4                      5
           Pembelian Palm Kernel                  75,00%              -    101.829.150 138.487.644 176.571.746               180.103.181
           Processing cost                          1,00%             -       1.357.722      1.846.502  2.354.290              2.401.376
           Beban Pokok Penjualan                                      -    103.186.872 140.334.146 178.926.036               182.504.557




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                                              VII-4
Page 43
           Tabel 7.6
           Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
           Proyeksi Beban Pokok Penjualan
           (Rp.000)
                                                                                         Tahun Proyeksi
                               Uraian
                                                                  6              7               8         9                10
           Pembelian Palm Kernel                  75,00% 183.705.245 187.379.350 191.126.937 194.949.475               198.848.465
           Processing cost                          1,00%      2.449.403      2.498.391      2.548.359  2.599.326        2.651.313
           Beban Pokok Penjualan                            186.154.648 189.877.741 193.675.296 197.548.802            201.499.778

       - Proyeksi beban penjualan diasumsikan sebesar 1,00% dari total penjualan setiap tahun
         disajikan sebagai berikut:
           Tabel 7.7
           Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
           Proyeksi Beban Penjualan
           (Rp.000)
                                                                                         Tahun Proyeksi
                               Uraian
                                                                 1               2               3            4             5
           Beban penjualan                     1,00%                  -       1.357.722      1.846.502     2.354.290     2.401.376
           Beban penjualan                                            -      1.357.722       1.846.502     2.354.290     2.401.376

           Tabel 7.7
           Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
           Proyeksi Beban Penjualan
           (Rp.000)
                                                                                         Tahun Proyeksi
                               Uraian
                                                                  6              7               8            9             10
           Beban penjualan                     1,00%           2.449.403      2.498.391      2.548.359     2.599.326     2.651.313
           Beban penjualan                                    2.449.403      2.498.391       2.548.359     2.599.326     2.651.313

       - Proyeksi beban maintenance tahun ke-1 operasi diasumsikan sebesar 1,25% dari total
         penjualan dan tahun selanjutnya diasumsikan meningkat 3,00% setiap tahun disajikan
         sebagai berikut:
           Tabel 7.8
           Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
           Proyeksi Beban Maintenance
           (Rp.000)
                                                                                         Tahun Proyeksi
                               Uraian
                                                                 1               2               3           4             5
           Kenaikan beban maintenance          3,00%                               0,00%           3,00%       3,00%         3,00%
           Proporsi beban maintenance          1,25%                  -       1.697.153      1.748.067     1.800.509     1.854.524
           Beban maintenance                                          -      1.697.153       1.748.067     1.800.509     1.854.524

           Tabel 7.8
           Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
           Proyeksi Beban Maintenance
           (Rp.000)
                                                                                         Tahun Proyeksi
                               Uraian
                                                                  6              7               8           9              10
           Kenaikan beban maintenance          3,00%                3,00%          3,00%           3,00%       3,00%          3,00%
           Proporsi beban maintenance          1,25%           1.910.160      1.967.465      2.026.489     2.087.284     2.149.902
           Beban maintenance                                  1.910.160      1.967.465       2.026.489     2.087.284     2.149.902




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                                          VII-5
Page 44
       - Proyeksi beban overhead tahun ke-1 operasi diasumsikan sebesar 1,75% dari total
         penjualan dan tahun selanjutnya diasumsikan meningkat 3,00% setiap tahun disajikan
         sebagai berikut:
           Tabel 7.9
           Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
           Proyeksi Beban Overhead
           (Rp.000)
                                                                                         Tahun Proyeksi
                               Uraian
                                                                 1               2               3           4           5
           Kenaikan beban overhead             3,00%                               0,00%           3,00%       3,00%       3,00%
           Proporsi beban overhead             1,75%                  -       2.376.014      2.447.294     2.520.713   2.596.334
           Beban overhead                                             -      2.376.014       2.447.294     2.520.713   2.596.334

           Tabel 7.9
           Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
           Proyeksi Beban Overhead
           (Rp.000)
                                                                                         Tahun Proyeksi
                               Uraian
                                                                  6              7               8           9            10
           Kenaikan beban overhead             3,00%                3,00%          3,00%           3,00%       3,00%        3,00%
           Proporsi beban overhead             1,75%           2.674.224      2.754.451      2.837.084     2.922.197   3.009.863
           Beban overhead                                     2.674.224      2.754.451       2.837.084     2.922.197   3.009.863

       - Penyusutan
          Perhitungan beban penyusutan disajikan pada lampiran 1.
       - Bunga
          Proyek tidak menggunakan fasilitas kredit, sehingga beban bunga diasumsikan tidak ada
          (nol).
       - Pajak
          Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% laba sebelum pajak dengan menerapkan tax loss
          carry forward.
       Proyeksi Laba Rugi disajikan pada Tabel 7.10.
7.6.2. Proyeksi Posisi Keuangan
       - Piutang Usaha
          Piutang usaha diasumsikan dengan turnover 1 bulan dari penjualan.
       - Persediaan
          Persediaan diasumsikan dengan turnover 1 bulan dari beban pokok penjualan.
       - Aset Tetap
          Perhitungan nilai perolehan, akumulasi penyusutan dan nilai buku aset tetap disajikan pada
          lampiran 1.
       - Utang Usaha
          Utang usaha diasumsikan dengan turnover 1 bulan dari biaya operasional.
       - Utang Bank
          Proyek tidak menggunakan fasilitas kredit dari bank, sehingga utang bank diasumsikan tidak
          ada (nol).
       - Modal sendiri




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                                        VII-6
Page 45
          Modal sendiri pada tahun ke-1 adalah sebesar biaya investasi modal tetap, tahun ke-2
          adalah sebesar biaya investasi modal kerja ditambah biaya investasi modal tetap tahun ke-1
          dan selanjutnya diasumsikan tetap, sama dengan tahun ke-2.
       - Saldo laba (rugi)
          Saldo laba (rugi) adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan dengan
          saldo (rugi) laba periode sebelumnya.
       Proyeksi Posisi Keuangan disajikan pada Tabel 7.11.
7.6.3. Proyeksi Arus Kas
       Proyeksi Arus Kas disajikan pada Tabel 7.12.
       Berdasarkan proyeksi arus kas tersebut, terlihat akumulasi kas selalu positif setiap tahun dan
       saldo kas bersih kumulatif pada akhir tahun ke-10 adalah Rp 288.196.062 ribu.
       Tabel 7.10
       Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
       Proyeksi Laba Rugi
       (Rp.000)
                                                                                              Tahun Proyeksi
                              Uraian
                                                                   1               2                 3                4                5
       PENJUALAN                     9,00%                             -      135.772.200       184.650.192      235.428.995      240.137.575
       BEBAN POKOK PENJUALAN                                           -     (103.186.872) (140.334.146)        (178.926.036)    (182.504.557)
       LABA KOTOR                                                      -       32.585.328        44.316.046       56.502.959       57.633.018
       Beban Usaha                                                     -       (5.430.888)       (6.041.863)      (6.675.512)      (6.852.234)
         Beban penjualan                                               -        (1.357.722)       (1.846.502)      (2.354.290)      (2.401.376)
         Beban maintenance                                             -        (1.697.153)       (1.748.067)      (1.800.509)      (1.854.524)
         Beban overhead                                                -        (2.376.014)       (2.447.294)      (2.520.713)      (2.596.334)
       EBITDA                                                          -       27.154.440        38.274.183       49.827.447       50.780.784
       Penyusutan                                                      -        (6.072.722)       (6.376.359)      (6.679.995)      (6.983.631)
       EBIT                                                            -       21.081.718        31.897.825       43.147.452       43.797.153
       Beban Bunga                                                     -                 -                -                -                -
       EBT                                                             -       21.081.718        31.897.825       43.147.452       43.797.153
       Tarif Pajak                 % EBT                           -22,00%          -22,00%           -22,00%          -22,00%          -22,00%
       Pajak                                                           -       (4.637.978)       (7.017.521)      (9.492.440)      (9.635.374)
       EAT                                                             -       16.443.740        24.880.303       33.655.013       34.161.779
       Rasio Profitabilitas                    Rata-rata
       Margin Laba Kotor                           24,00%               n/a          24,00%          24,00%           24,00%           24,00%
       Margin EBITDA                               20,94%               n/a          20,00%          20,73%           21,16%           21,15%
       Margin EBIT                                 17,71%               n/a          15,53%          17,27%           18,33%           18,24%
       Margin EBT                                  17,71%               n/a          15,53%          17,27%           18,33%           18,24%
       Margin EAT                                  13,81%               n/a          12,11%          13,47%           14,30%           14,23%
       Return of Investment                        20,68%            0,00%           11,81%          17,86%           24,17%           24,53%




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                                                   VII-7
Page 46
       Tabel 7.10
       Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
       Proyeksi Laba Rugi
       (Rp.000)
                                                                                              Tahun Proyeksi
                              Uraian
                                                                    6              7                 8                9                 10
       PENJUALAN                     9,00%                    244.940.326     249.839.133       254.835.915      259.932.634       265.131.286
       BEBAN POKOK PENJUALAN                                 (186.154.648) (189.877.741) (193.675.296)          (197.548.802)     (201.499.778)
       LABA KOTOR                                               58.785.678     59.961.392        61.160.620       62.383.832        63.631.509
       Beban Usaha                                              (7.033.787)     (7.220.307)      (7.411.932)      (7.608.807)       (7.811.078)
         Beban penjualan                                         (2.449.403)    (2.498.391)       (2.548.359)      (2.599.326)       (2.651.313)
         Beban maintenance                                       (1.910.160)    (1.967.465)       (2.026.489)      (2.087.284)       (2.149.902)
         Beban overhead                                          (2.674.224)    (2.754.451)       (2.837.084)      (2.922.197)       (3.009.863)
       EBITDA                                                   51.751.891     52.741.085        53.748.687       54.775.025        55.820.431
       Penyusutan                                                (7.287.267)    (7.590.903)       (7.894.539)      (8.198.175)       (8.501.811)
       EBIT                                                     44.464.624     45.150.182        45.854.148       46.576.850        47.318.620
       Beban Bunga                                                       -               -                -                -                 -
       EBT                                                      44.464.624     45.150.182        45.854.148       46.576.850        47.318.620
       Tarif Pajak                 % EBT                             -22,00%        -22,00%           -22,00%          -22,00%           -22,00%
       Pajak                                                    (9.782.217)     (9.933.040)     (10.087.913)     (10.246.907)      (10.410.096)
       EAT                                                      34.682.407     35.217.142        35.766.236       36.329.943        36.908.523
       Rasio Profitabilitas                     Rata-rata
       Margin Laba Kotor                            24,00%          24,00%           24,00%          24,00%              24,00%            24,00%
       Margin EBITDA                                20,76%          21,13%           21,11%          21,09%              21,07%            21,05%
       Margin EBIT                                  17,34%          18,15%           18,07%          17,99%              17,92%            17,85%
       Margin EBT                                   17,34%          18,15%           18,07%          17,99%              17,92%            17,85%
       Margin EAT                                   13,53%          14,16%           14,10%          14,04%              13,98%            13,92%
       Return of Investment                         15,67%          24,90%           25,29%          25,68%              26,09%            26,50%
       Keterangan :
       - Perhitungan penyusutan disajikan pada Lampiran 1
       Sumber : Manajemen Perseroan, disesuaikan

       Tabel 7.11
       Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
       Proyeksi Posisi Keuangan
       (Rp.000)
                                                                                              Tahun Proyeksi
                               Uraian
                                                                   1               2                3                4                 5
       ASET
       Aset Lancar                                                     -       36.356.996        64.636.541     102.114.817       137.485.715
       Kas dan Setara Kas                                              -       16.443.740        37.554.513      67.585.231       102.265.537
       Piutang Usaha                    1 bulan                        -       11.314.350        15.387.516      19.619.083        20.011.465
       Persediaan                       1 bulan                        -        8.598.906        11.694.512      14.910.503        15.208.713
       Aset Tidak Lancar                                     127.954.448      127.954.448       127.650.812     127.043.540       126.132.632
       Aset Tetap
          Nilai Perolehan                                    127.954.448      134.027.171       140.099.893     146.172.616       152.245.338
          Akumulasi Penyusutan                                         -        6.072.722        12.449.081      19.129.076        26.112.706
          Nilai Buku                                         127.954.448      127.954.448       127.650.812     127.043.540       126.132.632
       JUMLAH ASET                                           127.954.448      164.311.444       192.287.354     229.158.357       263.618.347
       LIABILITAS                                                      -        8.598.906        11.694.512      14.910.503        15.208.713
       Liabilitas Jangka Pendek                                        -        8.598.906        11.694.512      14.910.503        15.208.713
       Utang Usaha                      1 bulan                        -        8.598.906        11.694.512      14.910.503        15.208.713
       Liabilitas Jangka Panjang                                       -                 -              -               -                 -
       Utang bank                                                      -                 -              -               -                 -
       EKUITAS                                               127.954.448      155.712.538       180.592.841     214.247.854       248.409.633
       Modal Sendiri                                         127.954.448      139.268.798       139.268.798     139.268.798       139.268.798
       Saldo Laba                                                      -       16.443.740        41.324.043      74.979.056       109.140.835
       JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                         127.954.448      164.311.444       192.287.354     229.158.357       263.618.347
       Rasio Likuiditas dan Solvabilitas       Rata-rata
       Current Ratio                             1138,90%               n/a        422,81%          552,71%          684,85%           903,99%
       Debt to Equity Ratio                          4,82%           0,00%           5,52%            6,48%            6,96%             6,12%
       Debt to Assets Ratio                          4,57%           0,00%           5,23%            6,08%            6,51%             5,77%




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                                                      VII-8
Page 47
       Tabel 7.11
       Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
       Proyeksi Posisi Keuangan
       (Rp.000)
                                                                                              Tahun Proyeksi
                                Uraian
                                                                   6               7                8                                9                10
       ASET
       Aset Lancar                                            173.686.840     210.732.420       248.636.936                      287.415.124       327.081.984
       Kas dan Setara Kas                                     137.762.259     174.089.348       211.261.001                      249.291.671       288.196.062
       Piutang Usaha                    1 bulan                 20.411.694     20.819.928        21.236.326                       21.661.053        22.094.274
       Persediaan                       1 bulan                 15.512.887     15.823.145        16.139.608                       16.462.400        16.791.648
       Aset Tidak Lancar                                      124.918.087     123.399.907       121.578.090                      119.452.637       117.023.548
       Aset Tetap
          Nilai Perolehan                                     158.318.061     164.390.783       170.463.505                      176.536.228       182.608.950
          Akumulasi Penyusutan                                  33.399.973     40.990.876        48.885.415                       57.083.591        65.585.402
          Nilai Buku                                          124.918.087     123.399.907       121.578.090                      119.452.637       117.023.548
       JUMLAH ASET                                            298.604.927     334.132.327       370.215.025                      406.867.761       444.105.532
       LIABILITAS                                               15.512.887     15.823.145        16.139.608                       16.462.400        16.791.648
       Liabilitas Jangka Pendek                                 15.512.887     15.823.145        16.139.608                       16.462.400        16.791.648
       Utang Usaha                      1 bulan                 15.512.887     15.823.145        16.139.608                       16.462.400        16.791.648
       Liabilitas Jangka Panjang                                       -                 -              -                                -                 -
       Utang bank                                                      -                 -              -                                -                 -
       EKUITAS                                                283.092.040     318.309.182       354.075.417                      390.405.360       427.313.884
       Modal Sendiri                                          139.268.798     139.268.798       139.268.798                      139.268.798       139.268.798
       Saldo Laba                                             143.823.242     179.040.383       214.806.619                      251.136.562       288.045.085
       JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                          298.604.927     334.132.327       370.215.025                      406.867.761       444.105.532
       Rasio Likuiditas dan Solvabilitas       Rata-rata
       Current Ratio                              641,09%         1119,63%                   1331,80%           1540,54%            1745,89%          1947,88%
       Debt to Equity Ratio                          5,02%            5,48%                     4,97%              4,56%               4,22%             3,93%
       Debt to Assets Ratio                          4,72%            5,20%                     4,74%              4,36%               4,05%             3,78%
       Keterangan : Perhitungan Aset Tetap penyusutan disajikan pada Lampiran 1
       Sumber : Manajemen Perseroan, disesuaikan
       Tabel 7.12
       Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
       Proyeksi Arus Kas
       (Rp.000)
                                                                                                                Tahun Proyeksi
                                      Uraian
                                                                                   1                  2               3                  4              5
       ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
       Laba Bersih                                                                      -        16.443.740        24.880.303        33.655.013      34.161.779
       Penyusutan                                                                       -         6.072.722         6.376.359         6.679.995       6.983.631
       Perubahan Modal Kerja :
       (Kenaikan) Penurunan Piutang Usaha                                               -       (11.314.350)        (4.073.166)      (4.231.567)       (392.382)
       (Kenaikan) Penurunan Persediaan                                                  -         (8.598.906)       (3.095.606)      (3.215.991)       (298.210)
       Kenaikan (Penurunan) Utang Usaha                                                 -          8.598.906         3.095.606        3.215.991         298.210
       Jumlah Perubahan Modal Kerja                                                     -       (11.314.350)       (4.073.166)      (4.231.567)        (392.382)
       Jumlah Arus Kas yang diperoleh (digunakan) Dari Kegiatan Operasi                 -        11.202.112        27.183.496       36.103.441       40.753.028
       ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI
       (Kenaikan) Penurunan Aset Tetap (Nilai Perolehan)                      (127.954.448)      (6.072.722)       (6.072.722)       (6.072.722)     (6.072.722)
       Jumlah Arus Kas yang diperoleh (digunakan) Dari Kegiatan Investasi     (127.954.448)      (6.072.722)       (6.072.722)       (6.072.722)     (6.072.722)
       ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
       Kenaikan (Penurunan) Modal Sendiri                                      127.954.448      11.314.350                -                -                -
       Kenaikan (Penurunan) Utang Bank                                                 -               -                  -                -                -
       Jumlah Arus Kas yang diperoleh (digunakan) Dari Kegiatan Pendanaan      127.954.448      11.314.350                -                -                -
       KAS TAHUN BERJALAN                                                              -        16.443.740         21.110.773       30.030.718       34.680.306
       KAS AWAL TAHUN                                                                  -               -           16.443.740       37.554.513       67.585.231
       KAS DAN SETARA KAS                                                              -        16.443.740         37.554.513       67.585.231      102.265.537




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                                                                       VII-9
Page 48
        Tabel 7.12
        Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
        Proyeksi Arus Kas
        (Rp.000)
                                                                                                                Tahun Proyeksi
                                         Uraian
                                                                                    6                  7              8              9             10
        ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
        Laba Bersih                                                              34.682.407       35.217.142       35.766.236     36.329.943     36.908.523
        Penyusutan                                                                7.287.267        7.590.903        7.894.539      8.198.175      8.501.811
        Perubahan Modal Kerja :
        (Kenaikan) Penurunan Piutang Usaha                                         (400.229)       (408.234)         (416.399)      (424.727)      (433.221)
        (Kenaikan) Penurunan Persediaan                                            (304.174)       (310.258)         (316.463)      (322.792)      (329.248)
        Kenaikan (Penurunan) Utang Usaha                                            304.174         310.258           316.463        322.792        329.248
        Jumlah Perubahan Modal Kerja                                               (400.229)       (408.234)         (416.399)      (424.727)      (433.221)
        Jumlah Arus Kas yang diperoleh (digunakan) Dari Kegiatan Operasi         41.569.444      42.399.811        43.244.376     44.103.392     44.977.114
        ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI
        (Kenaikan) Penurunan Aset Tetap (Nilai Perolehan)                        (6.072.722)      (6.072.722)      (6.072.722)    (6.072.722)    (6.072.722)
        Jumlah Arus Kas yang diperoleh (digunakan) Dari Kegiatan Investasi       (6.072.722)      (6.072.722)      (6.072.722)    (6.072.722)    (6.072.722)
        ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
        Kenaikan (Penurunan) Modal Sendiri                                              -               -                -               -              -
        Kenaikan (Penurunan) Utang Bank                                                 -               -                -               -              -
        Jumlah Arus Kas yang diperoleh (digunakan) Dari Kegiatan Pendanaan              -               -                -               -              -
        KAS TAHUN BERJALAN                                                       35.496.722      36.327.088       37.171.654      38.030.669     38.904.391
        KAS AWAL TAHUN                                                          102.265.537     137.762.259      174.089.348     211.261.001    249.291.671
        KAS DAN SETARA KAS                                                      137.762.259     174.089.348      211.261.001     249.291.671    288.196.062
        Sumber : Manajemen Perseroan, disesuaikan


7.7.    Analisis Titik Impas (Break Even Point Analysis)
        Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak memperoleh
        laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha dikatakan impas jika jumlah
        pendapatan sama dengan jumlah biaya, atau apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan
        untuk menutup biaya tetap saja. BEP dalam Rupiah dapat diformulasikan sebagai berikut:

                                                                                    𝐹𝐶
                                                                𝐵𝐸𝑃 =
                                                                                     𝑉𝐶
                                                                               1 − 𝑅𝑒𝑣𝑒𝑛𝑢𝑒
        Dimana :
           FC                       : Biaya tetap
           VC                       : Biaya variabel
           𝑅𝑒𝑣𝑒𝑛𝑢𝑒                  : Penjualan

        Dalam perhitungan Break Even Point (BEP), beban maintenance dan beban overhead
        digolongkan sebagai biaya tetap (fixed cost) dan beban pokok penjualan dan beban penjualan
        sebagai biaya variabel (variable cost). Berdasarkan persamaan BEP dalam Rupiah, diperoleh
        BEP dalam Rupiah untuk masing-masing periode selama masa proyeksi. Nilai BEP dalam rupiah
        mencerminkan penjualan minimal yang diperlukan agar terjadi BEP. Perhitungan BEP untuk
        penjualan adalah sebagai berikut:
        Tabel 7.13
        Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
        Analisis Break Even Point (BEP)
        (Rp.000)
                                                                                                        Tahun Proyeksi
                                Uraian
                                                                  Rata-rata             1             2              3               4              5
          Penjualan                                                                         -     135.772.200    184.650.192     235.428.995    240.137.575
          Beban pokok penjualan (Variable Cost )                                            -     103.186.872    140.334.146     178.926.036    182.504.557
          Beban penjualan (Variable Cost )                                                  -       1.357.722      1.846.502       2.354.290      2.401.376
          Beban maintenance (Fixed Cost )                                                   -       1.697.153      1.748.067       1.800.509      1.854.524
          Beban overhead (Fixed Cost)                                                       -       2.376.014      2.447.294       2.520.713      2.596.334
          BEP Penjualan (Rp.000)                                  17.991.185                -      17.709.417     18.240.700      18.787.921     19.351.559




 Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                                                             VII-10
Page 49
        Tabel 7.13
        Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
        Analisis Break Even Point (BEP)
        (Rp.000)
                                                                                              Tahun Proyeksi
                                Uraian
                                                                    6               7               8              9             10
          Penjualan                                             244.940.326     249.839.133     254.835.915    259.932.634   265.131.286
          Beban pokok penjualan (Variable Cost )                186.154.648     189.877.741     193.675.296    197.548.802   201.499.778
          Beban penjualan (Variable Cost )                        2.449.403       2.498.391       2.548.359      2.599.326     2.651.313
          Beban maintenance (Fixed Cost )                         1.910.160       1.967.465       2.026.489      2.087.284     2.149.902
          Beban overhead (Fixed Cost)                             2.674.224       2.754.451       2.837.084      2.922.197     3.009.863
          BEP Penjualan (Rp.000)                                 19.932.105      20.530.068      21.145.971     21.780.350    22.433.760

        Rata-rata BEP penjualan dalam Rupiah selama umur proyeksi adalah sebesar Rp 17.991.185
        ribu.
7.8.    Analisis Profitabilitas
        Analisis Profitabilitas selama umur proyeksi, dapat dilihat pada Proyeksi Laba Rugi dalam Tabel
        7.10.
        Rata-rata rasio profitabilitas selama umur proyeksi adalah sebagai berikut:
                                                                              Tahun Proyeksi
                 Rasio Profitabilitas
                                                       1             2              3                  4           5
        Pendapatan (a)                   Rp.000              - 135.772.200 184.650.192 235.428.995 240.137.575
        Laba kotor (b)                   Rp.000              -  32.585.328  44.316.046  56.502.959  57.633.018
        EBITDA (c)                       Rp.000              -  27.154.440  38.274.183  49.827.447  50.780.784
        EBIT (d)                         Rp.000              -  21.081.718  31.897.825  43.147.452  43.797.153
        EBT (e)                          Rp.000              -  21.081.718  31.897.825  43.147.452  43.797.153
        EAT (f)                          Rp.000              -  16.443.740  24.880.303  33.655.013  34.161.779
        Margin Laba Kotor (b/a)                            n/a      24,00%      24,00%      24,00%      24,00%
        Margin EBITDA (c/a)                                n/a      20,00%      20,73%      21,16%      21,15%
        Margin EBIT (d/a)                                  n/a      15,53%      17,27%      18,33%      18,24%
        Margin EBT (e/a)                                   n/a      15,53%      17,27%      18,33%      18,24%
        Margin EAT (f/a)                                   n/a      12,11%      13,47%      14,30%      14,23%
                                                                              Tahun Proyeksi
                 Rasio Profitabilitas                                                                                        Rata-rata
                                                       6             7              8                  9          10
        Pendapatan (a)                   Rp.000    244.940.326 249.839.133 254.835.915 259.932.634 265.131.286
        Laba kotor (b)                   Rp.000     58.785.678  59.961.392  61.160.620  62.383.832  63.631.509
        EBITDA (c)                       Rp.000     51.751.891  52.741.085  53.748.687  54.775.025  55.820.431
        EBIT (d)                         Rp.000     44.464.624  45.150.182  45.854.148  46.576.850  47.318.620
        EBT (e)                          Rp.000     44.464.624  45.150.182  45.854.148  46.576.850  47.318.620
        EAT (f)                          Rp.000     34.682.407  35.217.142  35.766.236  36.329.943  36.908.523
        Margin Laba Kotor (b/a)                         24,00%      24,00%      24,00%      24,00%      24,00%                   24,00%
        Margin EBITDA (c/a)                             21,13%      21,11%      21,09%      21,07%      21,05%                   20,94%
        Margin EBIT (d/a)                               18,15%      18,07%      17,99%      17,92%      17,85%                   17,71%
        Margin EBT (e/a)                                18,15%      18,07%      17,99%      17,92%      17,85%                   17,71%
        Margin EAT (f/a)                                14,16%      14,10%      14,04%      13,98%      13,92%                   13,81%

7.9.    Analisis Return on Investment (ROI)
        Analisis Return on Invetment (ROI) selama umur proyeksi, dapat dilihat pada Proyeksi Laba
        Rugi dalam Tabel 7.10.
                                                                              Tahun Proyeksi
                Return on Invesment
                                                       1             2              3                  4           5
        Laba bersih/EAT (a)              Rp.000              -  16.443.740  24.880.303  33.655.013  34.161.779
        Jumlah investasi (b)             Rp.000    139.268.798 139.268.798 139.268.798 139.268.798 139.268.798
        ROI (a/b)                                        0,00%      11,81%      17,86%      24,17%      24,53%
                                                                              Tahun Proyeksi
                Return on Invesment                                                                                          Rata-rata
                                                       6             7              8                  9          10
        Laba bersih/EAT (a)              Rp.000     34.682.407  35.217.142  35.766.236  36.329.943  36.908.523
        Jumlah investasi (b)             Rp.000    139.268.798 139.268.798 139.268.798 139.268.798 139.268.798
        ROI (a/b)                                       24,90%      25,29%      25,68%      26,09%      26,50%                   20,68%
        Rata-rata ROI selama umur proyeksi adalah sebesar 20,68%.




 Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                                           VII-11
Page 50
7.10. Analisis Likuiditas dan Solvabilitas
      Analisis Likuiditas dan Solvabilitas selama umur proyeksi, dapat dilihat pada Proyeksi Posisi
      Keuangan dalam Tabel 7.11.
       Likuiditas dan solvabilitas proyek cukup tinggi selama umur proyeksi. Rata-rata nilai indikator
       current ratio, debt to equity ratio dan debt to asset ratio selama umur proyeksi, adalah sebagai
       berikut:
                                                                     Tahun Proyeksi
         Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
                                                   1           2           3           4           5
       Aset lancar (a)                Rp.000              - 36.356.996  64.636.541 102.114.817 137.485.715
       Total aset (b)                 Rp.000   127.954.448 164.311.444 192.287.354 229.158.357 263.618.347
       Liabilitas jangka pendek (c)   Rp.000              -  8.598.906  11.694.512  14.910.503  15.208.713
       Total liabilitas (d)           Rp.000              -  8.598.906  11.694.512  14.910.503  15.208.713
       Ekuitas (e)                    Rp.000   127.954.448 155.712.538 180.592.841 214.247.854 248.409.633
       Current Ratio (a/c)                              n/a    422,81%     552,71%     684,85%     903,99%
       Debt to Equity Ratio (d/e)                    0,00%       5,52%       6,48%       6,96%       6,12%
       Debt to Asset Ratio (d/b)                     0,00%       5,23%       6,08%       6,51%       5,77%

                                                                     Tahun Proyeksi
         Rasio Likuiditas dan Solvabilitas                                                                   Rata-rata
                                                   6           7           8           9           10
       Aset lancar (a)                Rp.000   173.686.840 210.732.420 248.636.936 287.415.124 327.081.984
       Total aset (b)                 Rp.000   298.604.927 334.132.327 370.215.025 406.867.761 444.105.532
       Liabilitas jangka pendek (c)   Rp.000    15.512.887  15.823.145  16.139.608  16.462.400  16.791.648
       Total liabilitas (d)           Rp.000    15.512.887  15.823.145  16.139.608  16.462.400  16.791.648
       Ekuitas (e)                    Rp.000   283.092.040 318.309.182 354.075.417 390.405.360 427.313.884
       Current Ratio (a/c)                        1119,63%    1331,80%    1540,54%    1745,89%    1947,88%    1138,90%
       Debt to Equity Ratio (d/e)                    5,48%       4,97%       4,56%       4,22%       3,93%       4,82%
       Debt to Asset Ratio (d/b)                     5,20%       4,74%       4,36%       4,05%       3,78%       4,57%

7.11. Analisis Kelayakan Proyek
      Penentuan Tingkat Diskonto
      Feasibilitas kelayakan proyek ditentukan dengan tingkat diskonto berdasarkan biaya ekuitas
      (Cost of Equity, Ke), yang dihitung dengan formula sebagai berikut :
       Biaya ekuitas dihitung dengan formula :
                   Ke        = Rf + ß.Rpm - CDS
       Dimana :
                   Ke        = Biaya Ekuitas
                   Rf        = Tingkat pendapatan bebas risiko
                   ß         = Beta, yaitu faktor yang meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas
                   Rpm       = Premi Risiko Ekuitas
                   CDS       = Credit Default Spread
       Dari hasil perhitungan parameter-parameter tersebut diatas, maka tingkat diskonto industri
       sejenis yaitu industri Farming/Agriculture adalah sebagai berikut:




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                           VII-12
Page 51
                   Uraian                Nilai               Sumber                      Keterangan
                                                                             Harga dan Yield Obligasi Pemerintah
                                                        Penilai Harga Efek
       Rf =                               7,11%                              Republik Indonesia Tenor 30 Tahun
                                                            Indonesia
                                                                                   per 30 Desember 2024
       RPm =                              6,87%            Damodaran                Publikasi Januari 2025
       Credit Default Spread (CDS) =      1,89%            Damodaran                Publikasi Januari 2025
                                                                                Farming/Agriculture Publikasi
       Unleverage Beta =                    0,52           Damodaran
                                                                                         Januari 2025
       Tax                               22,00%                              PPh Badan
                                                                                Farming/Agriculture Publikasi
       DER Industri =                    64,76%            Damodaran
                                                                                         Januari 2025
       Beta Releverage =                  0,775         Hasil Perhitungan          Bu x (1+((1-Tax)*DER))
       Cost of Equity (Ke) =             10,55%         Hasil Perhitungan          (Rf+(Beta * RPm) - CDS

       Pemilihan Tingkat Pertumbuhan Perpetuitas dan Terminal Value
       Nilai terminal (terminal value) diperoleh melalui kapitalisasi arus kas bersih periode kekal
       dengan capitalization rate yang sesuai dengan tingkat diskonto. Dalam hal ini, asumsi yang
       digunakan terhadap subjek penilaian adalah perusahaan yang bersifat going concern, dimana
       perusahaan akan berjalan terus meskipun terjadi pergantian pada pemilik atau manajemen
       perusahaan.
       Dalam hal terdapat terminal value sebagai salah satu unsur pembentuk indikasi nilai, maka
       terminal value diperoleh dengan formula:




       TV = Terminal Value
       FCFn = Arus kas tahun ke-n
       g   = Pertumbuhan perpetuitas
       r    = Tingkat diskonto
       Dalam hal umur ekonomis objek penilaian terbatas, maka Terminal Value diganti dengan Nilai
       Sisa (Residual Value) pada akhir umur ekonomis objek penilaian. Nilai sisa diperoleh dari aset
       tetap ditambah dengan estimasi jumlah yang dapat direalisasikan dari modal kerja bersih
       dikurangi dengan biaya-biaya yang harus dikeluarkan pada akhir periode spesifik.
       Dalam perhitungan ini kami menggunakan terminal value dengan tingkat pertumbuhan
       sebesar 2,00% sehingga capitalization rate yang kami gunakan adalah sebesar 10,55% - 2,00%
       = 8,55%.
       Internal Rate of Return (IRR) dan Net Present Value (NPV)
       Perhitungan IRR dan NPV proyek selama umur proyeksi menghasilkan IRR sebesar 28,19%
       lebih besar dari tingkat diskonto Ke sebesar 10,55% dan NPV sebesar Rp 147.876.662 ribu
       lebih besar dari nol.
       Dengan nilai indikator kelayakan tersebut, dari aspek keuangan dapat disimpulkan bahwa
       proyek layak.
       Perhitungan IRR dan NPV adalah sebagai berikut:




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                              VII-13
Page 52
        Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
        Perhitungan Kelayakan
        (Rp.000)
                                                                                                                               Tahun Proyeksi
                                  Uraian                                    Kini
                                                                                                1                 2                  3                 4             5
        Free Cash Flow to Equity
          EAT                                                                      -                -           16.443.740        24.880.303      33.655.013      34.161.779
          (+) Penyusutan                                                           -                -            6.072.722         6.376.359       6.679.995       6.983.631
          (+/-) Net debt                                                           -                -                  -                 -               -               -
          (+/-) Perubahan Modal Kerja                                              -                -          (11.314.350)       (4.073.166)     (4.231.567)       (392.382)
          (-) Capex                                                                -       (127.954.448)        (6.072.722)       (6.072.722)     (6.072.722)     (6.072.722)
          Jumlah Arus Kas Bersih                                                   -       (127.954.448)         5.129.390        21.110.773      30.030.718      34.680.306
        Terminal Value
          Discount Rate                                         10,55%
          Growth                                                 2,00%
          Terminal Caprate                                       8,55%
          Terminal Value
        Jumlah                                                                   -         (127.954.448)        5.129.390         21.110.773      30.030.718      34.680.306
        Discount Rate                                                         10,55%             10,55%            10,55%             10,55%          10,55%          10,55%
        Discount Factor                                                        1,000              0,905             0,818              0,740           0,669           0,606
        Present Value                                                            -         (115.740.835)        4.196.895         15.624.201      20.104.377      21.000.955
        NPV                                                              174.876.662
        IRR                                  Ke        10,55%                 28,19%

        Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
        Perhitungan Kelayakan
        (Rp.000)
                                                                                                                       Tahun Proyeksi
                                    Uraian
                                                                                       6                   7                 8                     9               10
        Free Cash Flow to Equity
          EAT                                                                      34.682.407         35.217.142              35.766.236        36.329.943       36.908.523
          (+) Penyusutan                                                            7.287.267          7.590.903               7.894.539         8.198.175        8.501.811
          (+/-) Net debt                                                                  -                  -                       -                 -                -
          (+/-) Perubahan Modal Kerja                                                (400.229)          (408.234)               (416.399)         (424.727)        (433.221)
          (-) Capex                                                                (6.072.722)        (6.072.722)             (6.072.722)       (6.072.722)      (6.072.722)
          Jumlah Arus Kas Bersih                                                   35.496.722         36.327.088              37.171.654        38.030.669       38.904.391
        Terminal Value
          Discount Rate                                             10,55%
          Growth                                                     2,00%
          Terminal Caprate                                           8,55%
          Terminal Value                                                                                                                                        463.984.005
        Jumlah                                                                     35.496.722         36.327.088          37.171.654            38.030.669      502.888.396
        Discount Rate                                                                  10,55%             10,55%              10,55%                10,55%           10,55%
        Discount Factor                                                                 0,495              0,448               0,405                 0,367            0,332
        Present Value                                                              17.587.609         16.280.974          15.069.293            13.945.889      166.807.305
        NPV
7.12.   Analisis
        IRR          Sensitivitas                 Ke      10,55%

        Analisis sensitivitas dilakukan terhadap adanya penurunan penjualan dan kenaikan beban
        pokok penjualan (BPP) yang berpengaruh terhadap kelayakan investasi yang digambarkan
        dengan matriks sensitivitas sebagai berikut:
        Analisis Sensitivitas
          IRR (%)                               Penjualan Turun
         HPP Naik       0,00%              1,00%     5,00% 11,29% 11,30%
           0,00%         28,19%            26,95% 21,54% 10,55% 10,52%
           5,00%         23,16%            21,74% 15,35%        0,01%
          10,00%         17,33%            15,62%      7,33%
          14,00%         11,68%              9,53%
          14,70%         10,55%              8,29%
          14,71%         10,53%

        Kelayakan investasi dilihat dari indikator nilai biaya ekuitas (Ke) 10,55%, apabila IRR > biaya
        ekuitas maka investasi layak.
        Berdasarkan analisis sensitivitas jika terjadi perubahan terhadap penurunan penjualan dengan
        BPP (tetap) maka investasi layak dengan penurunan penjualan sampai 11,29% (IRR = 10,55%),
        jika penjualan tidak berubah (tetap) maka investasi layak dengan kenaikan BPP hingga 14,70%




 Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                                                                              VII-14
Page 53
       (IRR = 10,55%), jika terjadi penurunan penjualan dan kenaikan BPP, maka investasi layak
       dengan penurunan pendapatan hingga 5,00% yang disertai dengan kenaikan BPP hingga 5,00%
       (IRR = 15,35%).
       Berdasarkan matriks sensitivitas terlihat bahwa kelayakan investasi lebih sensitif terhadap
       penurunan penjualan dibandingkan dengan kenaikan BPP.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                       VII-15
Page 54
                                                        LAMPIRAN




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk
Page 55
LAMPIRAN 1
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Proyeksi Nilai Perolehan, Penyusutan, Akumulasi Penyusutan dan Nilai Buku Aset Tetap
(Rp.000)
                                                                                               Tahun Proyeksi
                          Uraian
                                                                  1               2                  3              4             5
Nilai Perolehan                                               127.954.448     134.027.171        140.099.893    146.172.616   152.245.338
Tanah                                                           6.500.000       6.500.000          6.500.000      6.500.000     6.500.000
Kernel Crushing Plant                                         121.454.448     121.454.448        121.454.448    121.454.448   121.454.448
Capex tahun Ke-1                                                                6.072.722          6.072.722      6.072.722     6.072.722
Capex tahun Ke-2                                                                                   6.072.722      6.072.722     6.072.722
Capex tahun Ke-3                                                                                                  6.072.722     6.072.722
Capex tahun Ke-4                                                                                                                6.072.722
Capex tahun Ke-5
Capex tahun Ke-6
Capex tahun Ke-7
Capex tahun Ke-8
Capex tahun Ke-9
Capex tahun Ke-10
Penyusutan                                                            -         6.072.722         6.376.359       6.679.995     6.983.631
Kernel Crushing Plant                   20 tahun                      -         6.072.722         6.072.722       6.072.722     6.072.722
Capex tahun Ke-1                        20 tahun                      -               -             303.636         303.636       303.636
Capex tahun Ke-2                        20 tahun                      -               -                 -           303.636       303.636
Capex tahun Ke-3                        20 tahun                      -               -                 -               -         303.636
Capex tahun Ke-4                        20 tahun                      -               -                 -               -             -
Capex tahun Ke-5                        20 tahun                      -               -                 -               -             -
Capex tahun Ke-6                        20 tahun                      -               -                 -               -             -
Capex tahun Ke-7                        20 tahun                      -               -                 -               -             -
Capex tahun Ke-8                        20 tahun                      -               -                 -               -             -
Capex tahun Ke-9                        20 tahun                      -               -                 -               -             -
Capex tahun Ke-10                       20 tahun                      -               -                 -               -             -
Akumulasi Penyusutan                                                  -         6.072.722        12.449.081      19.129.076    26.112.706
Nilai Buku                                                    127.954.448     127.954.448       127.650.812     127.043.540   126.132.632
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Proyeksi Nilai Perolehan, Penyusutan, Akumulasi Penyusutan dan Nilai Buku Aset Tetap
(Rp.000)
                                                                                               Tahun Proyeksi
                          Uraian
                                                                  6               7                  8              9             10
Nilai Perolehan                                               158.318.061     164.390.783        170.463.505    176.536.228   182.608.950
Tanah                                                           6.500.000       6.500.000          6.500.000      6.500.000     6.500.000
Kernel Crushing Plant                                         121.454.448     121.454.448        121.454.448    121.454.448   121.454.448
Capex tahun Ke-1                                                6.072.722       6.072.722          6.072.722      6.072.722     6.072.722
Capex tahun Ke-2                                                6.072.722       6.072.722          6.072.722      6.072.722     6.072.722
Capex tahun Ke-3                                                6.072.722       6.072.722          6.072.722      6.072.722     6.072.722
Capex tahun Ke-4                                                6.072.722       6.072.722          6.072.722      6.072.722     6.072.722
Capex tahun Ke-5                                                6.072.722       6.072.722          6.072.722      6.072.722     6.072.722
Capex tahun Ke-6                                                                6.072.722          6.072.722      6.072.722     6.072.722
Capex tahun Ke-7                                                                                   6.072.722      6.072.722     6.072.722
Capex tahun Ke-8                                                                                                  6.072.722     6.072.722
Capex tahun Ke-9                                                                                                                6.072.722
Capex tahun Ke-10
Penyusutan                                                      7.287.267       7.590.903         7.894.539       8.198.175     8.501.811
Kernel Crushing Plant                   20 tahun                6.072.722       6.072.722         6.072.722       6.072.722     6.072.722
Capex tahun Ke-1                        20 tahun                  303.636         303.636           303.636         303.636       303.636
Capex tahun Ke-2                        20 tahun                  303.636         303.636           303.636         303.636       303.636
Capex tahun Ke-3                        20 tahun                  303.636         303.636           303.636         303.636       303.636
Capex tahun Ke-4                        20 tahun                  303.636         303.636           303.636         303.636       303.636
Capex tahun Ke-5                        20 tahun                      -           303.636           303.636         303.636       303.636
Capex tahun Ke-6                        20 tahun                      -               -             303.636         303.636       303.636
Capex tahun Ke-7                        20 tahun                      -               -                 -           303.636       303.636
Capex tahun Ke-8                        20 tahun                      -               -                 -               -         303.636
Capex tahun Ke-9                        20 tahun                      -               -                 -               -             -
Capex tahun Ke-10                       20 tahun                      -               -                 -               -             -
Akumulasi Penyusutan                                           33.399.973      40.990.876        48.885.415      57.083.591    65.585.402
Nilai Buku                                                    124.918.087     123.399.907       121.578.090     119.452.637   117.023.548
Sumber : Manajemen Perseroan, disesuaikan




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                                                 VII- 2

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.17 MB
Published5 May 2025
Pages55
Characters183,015
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 50 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org EAGLE HIGH PLANTATIONS TBK p.1 ×188
linked org Astra Agro Lestari Tbk p.4 ×5
linked org Austindo Nusantara Jaya Tbk p.4 ×5
linked org Cisadane Sawit Raya Tbk p.4 ×5
linked org Sumber Tani Agung Resources Tbk p.4 ×5
linked org Rajawali Capital p.18
linked person Abed Nego p.19
linked person Mohammad Prianto p.19
linked person Yohanes Wahyu p.19
linked person Henderi Djunaidi p.19
linked person Andrew Haryono p.19
linked person Yeoh Lean Khai p.19
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×7
possible org KJPP Iskandar p.13 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.18 ×9
possible org pemerintah Republik Indonesia p.27
unresolved org Plantations Tbk p.2
unresolved org Menteri Keuangan p.2 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan p.2 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar p.2 ×2
unresolved org Rekan · Penilai p.2 ×2
unresolved org Kementerian Pertanian p.4 ×3
unresolved org Direktorat Jenderal Perkebunan p.4 ×3
unresolved org PT Tanjung Bina Lestari p.4 ×2
unresolved person Radithe Pramudito p.10
unresolved person Sigit E. Purnomo p.10
unresolved — Telepon/Fax p.13
unresolved org KJPP Iskandar dan Rekan p.13 ×2
unresolved org Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk p.13
unresolved person Rizka Dewi S · Corporate Secretary p.15
unresolved — MAPPI · Penilai p.16
unresolved org PT BW Plantation p.18
unresolved person Paulus Widodo Sugeng Haryono p.18
unresolved org Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.18
unresolved person Novita Puspitarini p.18
unresolved org Menteri p.18
unresolved org PT Rajawali Capital International p.18
unresolved org FIC Properties Sdn Bhd p.18
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal p.19
unresolved org Pusat Statistik Struktur PDB Indonesia p.20 ×2
unresolved org Pusat Statistik p.20 ×2
unresolved org Pusat Statistik PDB Menurut Pengeluaran p.21
unresolved org Pusat Statistik Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV- p.22
unresolved org Menteri Pertanian p.24 ×2
unresolved — Erick H. Ambarita · Head Mill Ops & Eng p.33 ×2
unresolved person H. Ambarita p.33 ×2
unresolved — Bahara Tua Tobing · Mill Controller p.33 ×2
unresolved — Sahat T. Sihotang · Mill Manager p.34
unresolved — Zimmi Ardi · Sr. Mill Asst p.34
unresolved org Farming p.51

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 6942 ms 12 Sep 2026 22:51
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result