Back to announcement
20250430_JECC_Laporan Informasi dan Fakta Material_31880737_lamp2.pdf
Financial statement Text extracted JECCSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 61
Page 1
Page 2
29
Page 3
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 MARET 2025
( Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain )
ASET
31 Des 2023/
KETERANGAN Catatan 31 Mar 2025 31 Des 2024 1 Jan 2024
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 4 243,506,889 152,459,072 158,098,144
Kas yang dibatasi penggunaannya - 843,380 -
Bank garansi 5 3,258,643 3,258,643 3,258,643
Piutang usaha : 6
Pihak-pihak berelasi 31 395,549,211 352,105,802 294,301,387
Pihak ketiga
930,177,491 766,367,141 644,197,352
Piutang lain-lain 7
Pihak ketiga 5,118,581 4,834,771 12,574,301
Pihak berelasi 31 - - -
Persediaan 8 555,206,576 603,141,592 429,872,712
Pajak dibayar dimuka 28 33,168,103 62,275,229 22,376,495
Uang muka 10 22,680,378 16,164,592 17,621,138
Biaya dibayar dimuka 9 7,790,710 5,217,274 11,271,617
Jumlah Aset Lancar 2,196,456,582 1,966,667,496 1,593,571,789
ASET TIDAK LANCAR
Taksiran klaim pajak penghasilan 28 - 6,302,850 10,945,752
Investasi 11 9,720,000 9,720,000 9,720,000
Aset tetap 12 537,989,498 526,751,151 508,469,454
Aset tak berwujud - bersih 13 4,270,944 4,270,944 -
Aset pajak tangguhan 28 46,035,175 45,336,544 38,857,141
Aktiva tidak lancar lainnya 14 731,251 731,251 731,251
Jumlah Aset Tidak Lancar 598,746,868 593,112,740 568,723,598
JUMLAH ASET 2,795,203,450 2,559,780,236 2,162,295,387
1
Page 4
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 MARET 2025
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
LIABILITAS DAN EKUITAS
31 Des 2023/
KETERANGAN Catatan 31 Mar 2025 31 Des 2024 1 Jan 2024
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman bank jangka pendek 15 1,143,250,471 1,120,637,150 735,678,554
Utang usaha 16
Pihak-pihak berelasi 32 135,833,618 99,815,251 83,866,695
Pihak ketiga 433,138,713 298,093,474 330,278,446
Utang lain-lain – pihak ketiga 17 31,357,311 25,291,302 11,131,830
Utang pajak 28 25,843,328 54,296,138 10,015,505
Uang muka penjualan - Pihak-pihak berelasi 32 - - 92,349
Pihak ketiga 18 43,592,947 19,622,243 99,502,728
Beban akrual 19 5,889,119 10,410,395 20,424,372
Liabilitas imbalan kerja 31 13,335,093 15,300,755 10,276,045
Utang jangka panjang yang jatuh tempo satu tahun: 15
Utang bank 6,440,993 5,251,134 458,057
Utang sewa pembiayaan 20 2,268,329 3,537,881 2,077,772
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 1,840,949,922 1,652,255,723 1,303,802,353
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang – setelah dikurangi bagian yang 15
jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Utang bank 28,646,731 17,028,440 267,200
Utang sewa pembiayaan 19 2,620,265 2,509,748 1,862,001
Liabilitas imbalan kerja 31 59,560,460 57,310,461 63,515,730
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 90,827,456 76,848,649 65,644,931
JUMLAH LIABILITAS 1,931,777,378 1,729,104,372 1,369,447,284
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 100,- per saham
(2023:Rp 500,- per saham)
Modal dasar – 3.000.000.000 saham
(2023:600.000.000 saham)
Modal ditempatkan dan disetor 756.000.000 saham 21
(2023:151.200.000 saham) 75.600.000 75.600.000 75.600.000
Agio saham 22 3.900.000 3.900.000 3.900.000
Saldo laba- ditentukan penggunaannya 30,000,000 30,000,000 27,500,000
Tidak ditentukan penggunaannya 465,489,359 432,739,342 396,456,276
Komprehensif lainnya 288,428,933 288,428,933 289,385,404
Jumlah ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik
entitas induk 863,418,292 830,668,275 792,841,680
Kepentingan non pengendali 7,780 7,589 6,423
Jumlah Ekuitas 863,426,072 830,675,864 792,848,103
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 2,795,203,450 2,559,780,236 2,162,295,387
2
Page 5
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN LABA - RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
(Dalam Ribuan Rupiah)
KETERANGAN Catatan 2025 2024
PENJUALAN BERSIH 23, 32 1,027,358,957 706,249,345
BEBAN POKOK PENJUALAN 24, 25, 32 942,891,001 634,476,235
LABA KOTOR 84,467,956 71,773,110
Beban penjualan (15,542,243) (22,798,669)
Beban umum dan administrasi (13,148,917) (21,397,121)
Penjualan barang rusak 9,662 704,549
Penghasilan bunga 401,862 438,881
Keuntungan atas penjualan aktiva tetap - 14,776
Penghasilan Investasi
Beban bunga pinjaman (8,207,722) (3,723,957)
Provisi dan administrasi bank (5,304,472)
Laba selisih nilai tukar mata uang asing - bersih (1,214,362) (1,018,643)
Lain - lain bersih 365,565 2,224,320
LABA SEBELUM MANFAAT (BEBAN) PAJAK 41,827,329 26,217,246
MANFAAT (BEBAN) PAJAK 22, 32
Pajak kini (9,775,751) (5,967,648)
Pajak tangguhan 698,630 176,694
Beban Pajak - Bersih (9,077,121) (5,790,954)
RUGI NETO TAHUN BERJALAN DARI OPERASI
YANG DIHENTIKAN - -
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN 32,750,208 20,426,292
PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN
Perubahan nilai wajar investasi tersedia untuk dijual 2b, 23 - -
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN
BERJALAN 32,750,208 20,426,292
Laba yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 32,750,017 20,426,194
Kepentingan non-pengendali 24 191 98
JUMLAH 32,750,208 20,426,292
Jumlah laba komprehensif yang dapat diatribusikan
kepada:
Pemilik entitas induk 32,750,017 20,426,194
Kepentingan non-pengendali 191 98
JUMLAH 32,750,208 20,426,292
LABA (RUGI) PER SAHAM *) 2m, 33 43.32 135.09
*) Dalam rupiah penuh
3
Page 6
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR
31 MARET 2025
( Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain )
Saldo laba (rugi) Jumlah ekuitas
yang
Disajikan kembali - Catatan 2 diatribusikan
Cadangan
KE T E R AN G AN Modal Agio tersedia Surplus Pendapatan Ditentukan Tidak ditentukan kepada pemilik Kepentingan Jumlah
revaluasi Komprehensif non
disetor saham untuk dijual asset tetap lainnya penggunaannya penggunaannya entitas induk pengendali Ekuitas
- -
Saldo 31 Des 2024 75,600,000 3,900,000 288,428,933 30,000,000 432,739,342 830,668,275 7,589 792,848,103
Laba bersih tahun
berjalan - - - - - - 32,750,017 32,750,017 191 32,750,208
Cadangan umum - - - - - - - - -
Dividen tunai - - - - - - - - -
- -
Saldo 31 Mar 2025 75,600,000 3,900,000 288,428,933 30,000,000 465,489,359 863,418,292 7,780 863,426,072
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR
31 MARET 2024
( Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain )
Saldo laba (rugi) Jumlah ekuitas
yang
Disajikan kembali - Catatan 2 diatribusikan
Cadangan
KE T E R AN G AN Modal Agio tersedia Surplus Pendapatan Ditentukan Tidak ditentukan kepada pemilik Kepentingan Jumlah
revaluasi Komprehensif non
disetor saham untuk dijual asset tetap lainnya penggunaannya penggunaannya entitas induk pengendali Ekuitas
-
Saldo 31 Des 2023 75,600,000 3,900,000 - 289,385,404 27,500,000 396,456,276 792,841,680 6,423 792,848,103
-
Laba bersih tahun
berjalan - - - - - 20,426,194 20,426,194 98 20,426,292
- -
Cadangan umum - - -
- -
Dividen tunai - - -
-
Saldo 31 Mar 2024 75,600,000 3,900,000 - 289,385,404 27,500,000 416,882,470 813,267,874 6,521 813,274,395
4
Page 7
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR
31 MARET 2025
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain )
KETERANGAN 2025 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 941,277,249 926,303,346
Pembayaran kas kepada pemasok (800,455,926) (704,810,685)
Pembayaran kas kepada karyawan (48,520,918) (43,539,070)
Kas dihasilkan dari operasi 92,300,405 177,953,591
Pembayaran bunga dan beban operasi (16,673,492) (12,091,201)
Pembayaran pajak dan lainnya (6,125,531) 5,476,424
Restitusi pajak pertambahan nilai dan pajak penghasilan 10,686,319 -
Arus kas bersih digunakan dari aktivitas operasi 80,187,701 171,338,814
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan bunga 401,862 438,881
Perolehan aset tetap (23,804,182) (6,814,365)
Hasil penjualan aset tetap - 14,776
Arus kas bersih (digunakan untuk) diperoleh dari (23,402,320) (6,360,708)
aktifitas investasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran hutang bank jangka pendek (117,386,678) (174,004,409)
Penambahan hutang bank jangka pendek 140,000,000 -
Penambahan hutang bank jangka panjang 14,452,020 -
Pembayaran hutang bank jangka panjang (1,643,871) (114,514)
Penambahan hutang sewa guna usaha (1,159,035) (661,926)
Arus kas bersih dihasilkan untuk aktivitas pendanaan 34,262,436 (174,780,849)
PENURUNAN BERSIH DALAM KAS DAN SETARA KAS 91,047,817 (9,802,743)
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 152,459,072 158,098,144
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 243,506,889 148,295,401
5
Page 8
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
1. UMUM
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Jembo Cable Company Tbk (“Perusahaan”) didirikan dalam rangka Undang-Undang
Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 Tahun 1968 juncto Undang-Undang No. 12 Tahun
1970 berdasarkan akta Notaris No. 51 tanggal 17 April 1973 dari Lody Herlianto, S.H., Notaris
di Jakarta.
Anggaran dasar Perusahaan beserta perubahannya telah mendapat pengesahan dari Menteri
Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. Y.A.5/106/17 tanggal 30 Maret
1974 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 35 tanggal 3 Mei
1983, Tambahan No. 490 dan No. 491.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir diubah
dengan Akta Notaris No. 35 tanggal 31 Mei 2024 dari Pratiwi Handayani, S.H., Notaris di
Jakarta.
Akta perubahan ini telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia sebagaimana penerimaan laporan akta perubahan Anggaran Dasar
perusahaan dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0127409 tanggal 31 Mei 2024.
Perusahaan berdomisili di Tangerang, Banten, dengan pabrik berlokasi di Jl. Pajajaran,
Kelurahan Gandasari, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang. Kantor pemasaran beralamat di
Mega Glodok Kemayoran, Office Tower B Lantai 6, Jl. Angkasa Kav B-6, Kemayoran, Jakarta
Pusat – Indonesia.
Sesuai dengan Pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah
bergerak dalam bidang usaha industri kabel listrik dan industri kabel serat optik. Kegiatan
usaha komersial Perusahaan dimulai sejak tahun 1974.
Entitas induk langsung adalah PT Monaspermata Persada.
Berdasarkan Akta Notaris No. 34 tanggal 12 Juni 2023 Pratiwi Handayani, S.H, Notaris di
Jakarta, telah dilakukan perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah
sebagai berikut
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Santoso
Komisasis : Tommy Wijaya
Komisaris Independen : Drs. Agus Kristiyono, Akt, MBA
Dewan Direksi
Presiden Direktur : Mary Ang Santoso
Direktur : Antonius Benady
Direktur : Jimmy Wijaya Joeng
Direktur : Ignatius Nugraha Widiyanta
Direktur : Bambang Pramadi Pramusinto
Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris PT Jembo Cable Company Tbk No.
004/SKP/JCC/08/23 yang berlaku efektif 1 Agustus 2023, tentang Pengangkatan Ketua dan
6
Page 9
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
Para Anggota Komite Audit PT Jembo Cable Company Tbk dimana susunan komite audit
perusahaan adalah sebagai berikut:
Komite Audit
Ketua : Drs. Agus Kristiyono, Akt, MBA
Anggota : Irineus Dwinanto Bimo
Anggota : Joni Pathibang
Kepala SPI : Nur Hidayat
Sekretaris Perusahaan per 31 Maret 2025 dan tahun 2024 adalah Antonius Benady.
Jumlah karyawan Perusahaan rata-rata sejumlah 852 karyawan selama tahun 2025 (2024: 853
karyawan) (Tidak diaudit).
Personel manajemen kunci Perusahaan adalah orang-orang yang mempunyai kewenangan dan
tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan aktivitas Perusahaan.
Seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi dianggap sebagai manajemen kunci Perusahaan.
b. Entitas Anak
Perusahaan memiliki penyertaan saham sebesar 99,96% pada PT Jembo Energindo, entitas
anaknya yang berkedudukan di Tangerang dengan bidang usaha industri pembangkit tenaga
listrik, industri pembuatan, perakitan, penyediaan, pemasangan dan penjualan solar panel dan
light emitting diode (LED). PT Jembo Energindo, entitas anak didirikan pada tanggal 17 Juni
2001. Entitas anak tersebut mulai berproduksi secara komersial pada tanggal 5 Agustus 2002.
Pada tanggal 31 Maret 2025, jumlah aset entitas anaknya sebesar Rp 30.435.241 (2024: Rp
29.555.867)
Pada tanggal 27 Februari 2020, Perseroan telah melakukan penambahan penyertaan modal
sebesar Rp 47.000.000.000 pada PT Jembo Energindo dengan cara konversi utang PT Jembo
Energindo sebagai Perusahaan Terkendali, dimana perseroan memegang 99,96% saham pada
PT Jembo Energindo. Adapun komposisi susunan pemegang saham sebelum dan sesudah
dilakukan perubahan adalah sebagai berikut:
Sebelum Sesudah
Nama Pemegang saham Jumlah saham Jumlah saham
Lembar Nilai (Rp) % Lembar Nilai (Rp) %
PT Jembo Cable Company Tbk. 55,940,000 27,970,000,000 99.89% 149,940,000 74,970,000,000 99.96%
Koperasi Karyawan PT JCC 60,000 30,000,000 0.11% 60,000 30,000,000 0.04%
Total 56,000,000 28,000,000,000 100.00% 150,000,000 75,000,000,000 100.00%
Tujuan Perseroan melakukan penambahan penyertaan modal saham pada PT Jembo Energindo
adalah untuk restrukturisasi modal, memperkuat posisi keuangan perusahaan terkendali dan
perbaikan kinerja keuangan PT Jembo Energindo.
Keterbukaan informasi atas transaksi afiliasi tersebut telah disampaikan kepada otoritas jasa
keuangan berdasrkan No. 0.PS/007/LGL-CSO/01/2020 pada tanggal 29 Januari 2020.
7
Page 10
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
Perusahaan dan entitas anak secara bersama-sama di sebut Grup.
Berdasarkan akta Notaris Eira Aurelia Hollanda, S.H. Sesuai dengan salinan akta No. 05
Tanggal 07 Maret 2022 tentang Perubahan Anggaran Dasar PT Jembo Energindo tanggal 09
Maret 2022 nomor AHU-0016810.AH.01.02. Tahun 2022 tentang Persetujuan Perubahan
Anggaran Dasar Perseroan Terbatas PT Jembo Energindo.
c. Penawaran Umum Efek
Pada tanggal 9 Oktober 1992, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dengan suratnya
No. S-1676/PM/1992 untuk melakukan penawaran umum kepada masyarakat melalui pasar
modal sejumlah 10.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 500 (angka penuh) per saham.
Pada tanggal 18 Nopember 1992, saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek.
Sesuai dengan surat Persetujuan Prinsip dari Bursa Efek Indonesia (BEI) No. S-
02613/BEI.PP3/03-2024 tanggal 18 Maret 2024 dan surat Persetujuan Pencatatan Pemecahan
Nilai Nominal (Stock Split) No. S-05504/BEI.PP3/06-2024 tanggal 13 Juni 2024, Perseroan
telah melakukan Stock Split dari nominal Rp500,- per lembar saham menjadi Rp100,- per
lembar saham atau 1 (satu) lembar saham lama menjadi 5 (lima) lembar saham baru.
Pada tanggal 31 Maret 2025, seluruh saham atau sejumlah 756.200.000 saham telah dicatatkan
pada Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek Jakarta).
d. Penerbitan Laporan Keuangan konsolidasi
Dewan Direksi bertanggung jawab terhadap penyusunan dan penyajian laporan keuangan
konsolidasian yang telah diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan pada tanggal 29 April
2025.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
a. Kepatuhan Terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
Laporan keuangan konsolidasian Grup telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
(PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh DSAK –
IAI, serta Peraturan No. KEP-347/BL/2012 tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan
Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik” yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan
(“OJK”). Kebijakan ini telah diterapkan secara konsisten terhadap seluruh tahun yang
disajikan, kecuali jika dinyatakan lain.
b. Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan
Dasar pengukuran laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan
(historical cost), kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain,
8
Page 11
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan
keuangan ini disusun dengan metode akrual, kecuali laporan arus kas.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan
arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang yang digunakan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan adalah mata
uang Rupiah yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
Seluruh angka dibulatkan menjadi Ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain.
Perlu dicatat bahwa estimasi akuntansi dan asumsi yang digunakan dalam penyusunan laporan
keuangan, meskipun perkiraan ini didasarkan pada pengetahuan terbaik manajemen dan
penilaian dari peristiwa dan tindakan saat ini, peristiwa yang sebenarnya mungkin akhirnya
berbeda dengan estimasi. Area yang kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan yang
lebih tinggi atau area di mana asumsi dan estimasi berdampak signifikan terhadap laporan
keuangan diungkapkan di Catatan 3.
c. Penerbitan Amandemen PSAK dan ISAK Baru
Perubahan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) yang berlaku
efektif pada tahun 2022
Penerapan dari amendemen standar relevan berikut yang berlaku efektif pada tahun 2022 tidak
menimbulkan perubahan substansial atas kebijakan akuntansi Perusahaan dan tidak memiliki
pengaruh yang material atas jumlah yang dilaporkan atas tahun berjalan atau tahun sebelumnya
adalah sebagai berikut:
- Penyesuaian tahunan PSAK 71 “Instrumen keuangan”
- Penyesuaian tahunan PSAK 73 “Sewa”
- Amendemen PSAK 57 ”Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan Aset Kontinjensi” (Kontrak
memberatkan – biaya memenuhi kontrak)
Siaran Pers mengenai “Pengatribusian Imbalan pada Periode Jasa” yang diterbitkan
pada bulan April 2022
Pada bulan April 2022, Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia
(“DSAK IAI”) mengeluarkan siaran pers mengenai “Pengatribusian Imbalan pada Periode
Jasa” sebagai bahan penjelasan terhadap persyaratan yang relevan dari PSAK 24, “Imbalan
Kerja”, yang secara khusus menjelaskan cara mengatribusikan imbalan pensiun pada periode
jasa program pensiun dengan pola tertentu berdasarkan Undang-undang yang berlaku di
Indonesia.
Setiap perubahan kewajiban imbalan pascakerja setelah penerapan atribusi imbalan
sebagaimana dijelaskan dalam siaran pers ini dianggap sebagai perubahan kebijakan akuntansi.
Berdasarkan siaran pers, setiap perusahaan perlu menilai waktu yang wajar untuk mengubah
kebijakan akuntansinya terkait hal ini, yang dampaknya harus diperhitungkan secara
retrospektif pada saldo awal periode komparatif paling awal, jika material.
9
Page 12
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
Perusahaan telah menerapkan persyaratan dari siaran pers dan telah melakukan perikatan
dengan aktuaris independen untuk menghitung dampak dari perubahan kebijakan akuntansi ini
sejak awal periode komparatif yang disajikan.
Perubahan pada PSAK yang berlaku efektif pada tahun 2023
Amendemen standar baru dan revisi yang telah diterbitkan dan berlaku efektif untuk tahun
buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2023 adalah sebagai berikut:
Efektif pada 1 Januari 2023:
- Amendemen PSAK 1 “Penyajian laporan keuangan” (Klasifikasi liabilitas jangka pendek
atau panjang)
- Amendemen PSAK 1 “Penyajian laporan keuangan” (Pengungkapan kebijakan akuntansi)
- Amendemen PSAK 16 “Aset tetap” (Hasil sebelum penggunaan yang diintensikan)
- Amendemen PSAK 25: "Kebijakan akuntansi, perubahan estimasi akuntansi, dan
kesalahan" tentang "Definisi estimasi akuntansi"; dan
- Amendemen PSAK 46 “Pajak penghasilan” (Pajak tangguhan terkait aset dan liabilitas
yang timbul dari transaksi tunggal)
Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2024
Amendemen standar baru dan revisi yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif untuk
tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2024 adalah sebagai berikut:
- Amendemen PSAK 1: “Penyajian laporan keuangan" tentang "Liabilitas jangka panjang
dengan kovenan"; dan
- Amendemen PSAK 73: “Sewa tentang liabilitas sewa" tentang "Jual dan sewa balik".
Pada tanggal otorisasi laporan keuangan konsolidasian ini, Perusahaan masih mengevaluasi
dampak penerapan standar-standar yang relevan di atas terhadap laporan keuangan
konsolidasian.
d. Dasar Konsolidasian
Apabila Perusahaan mengendalikan investee, maka hal tersebut diklasifikasikan sebagai
entitas anak. Perusahaan mengendalikan investee jika tiga elemen berikut terpenuhi:
kekuasaan atas investee, eksposur atau hak atas imbal hasil variable dari keterlibatannya
dengan investee, dan kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk
mempengaruhi jumlah imbal hasil investor. Pengendalian dapat dikaji kembali ketika fakta
dan kondisi mengindikasikan bahwa terdapat kemungkinan adanya perubahan pada elemen
pengendalian tersebut.
Pengendalian de facto terjadi pada situasi dimana Perusahaan memiliki kemampuan praktis
untuk mengarahkan aktivitas relevan atas investee tanpa memiliki hak suara mayoritas.
Untuk menentukan apakah pengendalian de facto terjadi, maka Perusahaan
mempertimbangkan beberapa fakta dan keadaan berikut ini:
10
Page 13
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
- Ukuran kepemilikan hak suara entitas relatif terhadap ukuran dan penyebaran
kepemilikan pemilik suara lain;
- Hak suara potensial yang substantif yang dimiliki oleh perusahaan dan para pihak lain;
- Pengaturan kontraktual lain;
- Pola historis dalam penggunaan hak suara.
Laporan keuangan konsolidasian menyajikan hasil Perusahaan dan entitas anaknya seolah-
olah merupakan satu entitas. Transaksi antar entitas dan saldo antara entitas Perusahaan dan
entitas anaknya oleh karena itu dieliminasi secara penuh.
Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan hasil kombinasi bisnis dengan
menggunakan metode akuisisi. DaIam laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas
teridentifikasi, dan liabilitas kontinjensi pada awalnya diakui pada nilai wajar pada tanggal
akuisisi. Hasil tersebut dimasukkan dalam laporan pendapatan komprehensif konsolidasian
sejak tanggal pengendalian diperoleh. Hasil tersebut tidak dikonsolidasi sejak pada tanggal
pengendalian hilang.
e. Kepentingan Non-Pengendali
Untuk bisnis kombinasi yang terjadi sebelum tanggal 1.Januari 2011, Perusahaan pada
awalnya mengakui adanya kepentingan non-pengendali pada pihak yang diakuisisi pada
bagian proporsional milik kepentingan non-pengendali dari aset net milik pihak yang
diakuisisi. Untuk bisnis kombinasi yang terjadi setelah tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan
memiliki pilihan, atas dasar transaksi per transaksi, untuk pengakuan awal kepentingan non-
pengendali atas pihak yang diakuisisi yang merupakan kepentingan kepemilikan masa kini
dan memberikan kepada pemegangnya sebesar bagian proporsional atas aset neto milik entitas
ketika dilikuidasi pada baik nilai wajar tanggal akuisisi atau, pada bagian proporsional
kepemilikan instrumen masa kini sejumlah aset neto teridentifikasi milik pihak yang
diakuisisi. Komponen lain kepentingan nonpengendali seperti opsi saham beredar secara
umum diakui pada nilai wajar.
Perusahaan dan entitas anaknya tidak memilih untuk menggunakan opsi nilai wajar pada
tanggal akuisisi yang telah selesai saat ini.
f. Mata Uang Asing
Transaksi yang terjadi pada Perusahaan dan entitas anaknya dalam mata uang selain mata uang
lingkungan ekonomi utama di mana entitas Perusahaan tersebut beroperasi (mata uang
fungsional) diakui dengan menggunakan kurs ketika transaksi tersebut terjadi. Aset dan
liabilitas moneter dalam mata uang asing ditranslasikan dengan menggunakan kurs pada
tanggal pelaporan.
Perbedaan nilai tukar yang terjadi ketika mentranslasikan ulang aset dan liabilitas moneter yang
belum diselesaikan diakui langsung dalam laba rugi, kecuali pinjaman dalam mata uang asing
yang digunakan sebagai lindung nilai terhadap investasi neto pada operasi luar negeri, yang
mana perbedaan nilai tukar ini diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasi
dalam cadangan nilai tukar asing bersama dengan perbedaan nilai tukar yang terjadi karena
pentranslasian ulang operasi luar negeri.
11
Page 14
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
Keuntungan dan kerugian nilai tukar yang terjadi karena pentranslasian utang aset keuangan
moneter tersedia untuk dijual diperlakukan sebagai komponen terpisah dari perubahan nilai
wajar dan di akui dalam laba rugi. Keuntungan dan kerugian nilai tukar atas aset keuangan
non-moneter tersedia untuk dijual membentuk secara keseluruhan keuntungan atau kerugian
yang diakui terkait instrumen keuangan tersebut.
Ketika dikonsolidasi, hasil dari aktivitas usaha di luar negeri ditranslasikan dalam unit mata
uang dengan menggunakan kurs yang mendekati saat transaksi tersebut terjadi. Seluruh aset
dan liabilitas yang terjadi dari aktivitas usaha di luar negeri, termasuk goodwill yang terjadi
karena pengakuisisian operasi tersebut, ditranslasikan dengan menggunakan kurs pada tanggal
pelaporan. Perbedaan nilai tukar yang terjadi ketika mentranslasikan aset neto awal padakurs
awal dan hasil operasi usaha luar negeri pada kurs aktual diakui dalam penghasilan
komprehensif lain dan diakumulasi dalam cadangan nilai tukar asing.
Keuntungan atau kerugian dari perbedaan nilai tukar diakui dalam laporan keuangan tersendiri
milik Perusahaan atas translasian item moneter jangka panjang yang membentuk investasi neto
milik Perusahaan pada operasi luar negeri yang direklasifikasikan pada penghasilan
komprehensif lain dan diakumulasikan dalam cadangan nilai tukar asing dalam konsolidasian.
Ketika aktivitas usaha luar negeri dilepaskan, kumulatif perbedaan nilai tukar diakui dalam
cadangan nilai tukar asing terkait dengan operasi tersebut sampai dengan tanggal pelepasan
dialihkan dalam laporan penghasilan komprehensif konsolidasian sebagai bagian dari
keuntungan atau kerugian pelepasan.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 kurs yang digunakan (angka penuh) adalah
sebagai berikut:
Mata uang 31-Mar-25 2024
1 Poundsterling Inggris/Rupiah 21,417 20,333
1 Euro Eropa/Rupiah 17,893 16,851
1 Dolar Amerika Serikat/Rupiah 16,588 16,162
1 Dolar Australia/Rupiah 9,906 10,082
100 Yen Jepang (JPY) 10,450 10,236
1 Dolar Singapore/Rupiah 12,406 11,919
1 Yuan China/Rupiah 2,284 2,214
g. Pihak-Pihak Berelasi
Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas yang menyiapkan laporan
keuangannya.
12
Page 15
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
i. Orang atau anggota keluarga dekatnya mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang
tersebut:
- memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
- memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
- merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas
pelapor.
ii. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu dari kondisi berikut:
- Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari Perusahaan yang sama (artinya entitas
induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya saling berelasi dengan entitas lain);
- Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas
asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu Perusahaan, yang mana
entitas lain tersebut adalah anggotanya);
- Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
- Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas
asosiasi dari entitas ketiga;
- Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari salah
satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Apabila entitas
pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor
juga berelasi dengan entitas pelapor;
- Entitas dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam
huruf (i).
- Orang yang diidentifikasi dalam huruf (i)(a) memiliki pengarug signifikan atas entitas atau
merupakan personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas)
- Entitas, atau anggota dari kelompok di mana entitas merupakan bagian dari kelompok
tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada entitas pelapor atau kepada
entitas induk dari entitas pelapor.
h. Aset Keuangan
Perusahaan dan entitas anaknya mengklasifikasikan aset keuangannya ke dalam kategori yang
dijelaskan di bawah ini, tergantung pada tujuan pengakuisisian aset. Perusahaan dan entitas
anaknya tidak mengklasifikasikan aset keuangannya sebagai dimiliki hingga jatuh tempo.
Selain daripada aset keuangan untuk tujuan lindung nilai, kebijakan akuntansi Perusahaan
dikategorikan sebagai berikut:
Pinjaman dan Piutang
Aset pinjaman dan piutang merupakan aset keuangan non-derivative dengan pembayaran tetap
atau yang telah ditentukan yang tidak memiliki kuotasi di pasar aktif. Aset tersebut pada dasarnya
terjadi melalui cadangan barang dan jasa kepada pelanggan (misalnya, piutang dagang), namun
juga memasukkan jenis aset moneter kontraktual lain. Pengakuan awal aset tersebut pada nilai
wajar ditambahkan dengan biaya transaksi yang langsung diatribusikan pada akuisisi atau
penerbitannya, dan selanjutnya dicatat pada biaya amortisasi dengan menggunakan metode
tingkat suku bunga efektif, dikurangi dengan cadangan untuk penurunan nilai.
13
Page 16
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
Cadangan penurunan nilai diakui ketika ada bukti objektif (seperti kesulitan keuangan signifikan
pada pihak lawan atau gagal bayar atau penundaan pembayaran signifikan) bahwa Kelompok
Usaha tidak dapat menagih seluruh jumlah yang jatuh tempo berdasarkan persyaratan piutang,
jumlah cadangan berbeda antara jumlah tercatat neto dan nilai kini arus kas masa depan yang
diharapkan dari piutang yang mengalami penurunan nilai tersebut. Untuk piutang usaha, yang
dilaporkan secara neto, cadangan seperti ini dicatat dalam akun pencadangan terpisah dengan
kerugian diakui dalam beban administrasi dalam laporan penghasilan komprehensif
konsolidasian. Ketika terkonfirmasi bahwa piutang usaha tidak dapat ditagih, nilai tercatat bruto
dari aset tersebut dihapus terhadap cadangannya.
Dari waktu ke waktu, Perusahaan dan entitas anaknya memilih untuk menegosiasi kembali
persyaratan jatuh tempo piutang usaha dari pelanggan yang memiliki transaksi historis yang baik.
Negosiasi ulang seperti ini dapat mengubah jangka waktu pembayaran daripada perubahan jumlah
terutang dan, sebagai akibatnya, arus kas baru yang diharapkan terdiskonto pada tingkat suku
bunga efektif dan perbedaan yang dihasilkan untuk nilai wajar diakui dalam laporan penghasilan
komprehensif konsolidasian (laba operasi).
Pinjaman dan piutang Perusahaan dan entitas anaknya meliputi piutang usaha dan piutang lainnya
dan kas dan setara kas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
i. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas terdiri dari kas, deposito jangka pendek, investasi jangka pendek yang
tingkat likuidasinya sangat tinggi dengan jatuh tempo dalam waktu kurang dari tiga bulan, dan
untuk tujuan laporan arus kas – rekening giro. Rekening giro disajikan dalam liabilitas jangka
pendek dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
Pada laporan arus kas konsolidasian, kas dan setara kas mencakup kas, simpanan yang
sewaktu-waktu bisa dicairkan dan investasilikuid jangka pendek lainnya dengan yang jatuh
tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dan cerukan. Pada laporan posisi keuangan
konsolidasian, cerukan disajikan bersama sebagai pinjaman dalam liabilitas jangka pendek.
j. Piutang Usaha dan Piutang Non-Usaha
Piutang usaha merupakan jumlah yang terutang dari pelanggan atas penjualan barang dagangan
atau jasa dalam kegiatan usaha normal. Jika piutang diperkirakan dapat ditagih dalam waktu
satu tahun atau kurang (atau dalam siklus operasi normal jika lebih panjang), piutang
diklasifikasikan sebagai aset lancar. Jika tidak,piutang disajikan sebagai aset tidak lancar.
Piutang non-usaha dari pihak berelasi merupakan saldo piutang yang terkait dengan pinjaman
yang diberikan kepada pihak berelasi Perusahaan. Piutang usaha dan piutang non-
usahapadaawalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif, apabila dampak pendiskontoan
signifikan, dikurangi provisi atas penurunan nilai.
14
Page 17
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
Kolektibilitas piutang usaha dan piutang non-usaha ditinjau secara berkala. Piutang yang
diketahui tidak tertagih, dihapuskan dengan secara langsung mengurangi nilai tercatatnya. Akun
penyisihan digunakan ketika terdapat bukti yang objektif bahwa Kelompok Usaha tidak dapat
menagih seluruh nilai terutang sesuai dengan persyaratan awal piutang. Kesulitan keuangan
signifikan yang dialami debitur, kemungkinan debitur dinyatakan pailit atau melakukan
reorganisasi keuangan dan gagal bayar atau menunggak pembayaran merupakan indikator yang
dianggap dapat menunjukan adanya penurunan nilai piutang. Jumlah penurunan nilai adalah
sebesar selisih antara nilai tercatat aset dan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan pada
tingkat suku bunga efektif awal.
Arus kas terkait dengan piutang jangka pendek tidak didiskontokan apabila efek diskonto tidak
material.
Jumlah kerugian penurunan nilai diakui pada laporan laba rugi dan disajikan dalam “beban
penurunan nilai”. Ketika piutang usaha dan piutang non-usaha, yang rugi penurunan nilainya
telah diakui, tidak dapat ditagih pada periode selanjutnya, maka piutang tersebut
dihapusbukukan dengan mengurangi akun penyisihan. Jumlah yang selanjutnya dapat ditagih
kembali atas piutang yang sebelumnya telah dihapusbukukan, dikreditkan terhadap “beban
penurunan nilai” pada laporan laba rugi.
k. Persediaan
Persediaan pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan, dan selanjutnya sebesar mana yang
lebih rendah antara biaya dan nilai realisasi neto. Biaya meliputi seluruh biaya pembelian,
biaya konversi, dan biaya lain yang timbul dalam membawa persediaan hingga berada pada
lokasi dan kondisi kini.
Biaya rata-rata tertimbang digunakan untuk menentukan biaya perolehan dari item yang dapat
dipertukarkan.
l. Biaya Dibayar Dimuka
Biaya dibayar dimuka dibebankan selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan
metode garis lurus.
m. Aset Tetap
Aset tetap pada awalnya diakui pada biaya. Sama halnya dengan harga pembelan, biaya
termasuk yang langsung diatribusikan ke biaya dan perkiraan nilai kini pada biaya yang tidak
dapat di hindari di masa depan untuk dibongkar atau dilepas. Liabilitas diakui dalam cadangan.
Sejak tahun 2015 untuk aset tetap tanah, bangunan dan mesin disajikan sebesar nilai wajar,
berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh penilai independen eksternal yang telah terdaftar di
Otoritas Jasa Keuangan, dikurangi penyusutan untuk bangunan dan mesin. Revaluasi ini
dilakukan dengan tingkat keteraturan yang memadai untuk menjamin bahwa jumlah tercatat
tidak berbeda secara material dari nilai wajar yang ditentukan pada periode pelaporan.
15
Page 18
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
Perubahan pada nilai wajar diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasi dalam
cadangan revaluasi kecuali untuk penurunan nilai yang melebihi saldo kredit pada cadangan
revaluasi, atau pembalikan untuk transaksi tersebut, diakui dalam laporan laba rugi.
Peralatan pabrik, peralatan laboratorium, peralatan kantor, kendaraan bermotor dan instalasi
listrik disajikan sebesar harga perolehan dikurangi dengan penyusutan. Harga perolehan
termasuk pengeluaran yang dapat diatribusikan secara langsung atas perolehan aset tersebut.
Tanah tidak disusutkan. Penyusutan untuk aset dalam konstruksi tidak dapat dilakukan kecuali
aset tersebut telah selesai atau siap digunakan. Penyusutan diterapkan untuk seluruh aset tetap
sehingga telah di hapuskan dengan nilai tercatat selama masa manfaat ekonomi yang
diharapkan.
Penyusutan menggunakan metode garis lurus, selama taksiran masa manfaat ekonomis.
Estimasi masa manfaatnya adalah sebagai berikut:
Tahun/
Years
Bangunan 8 - 20
Instalasi listrik 5
Mesin 5 - 15
Peralatan pabrik 4 - 15
Peralatan laboratorium 4-5
Peralatan kantor 4
Kendaraan bermotor 4
Pada tanggal revaluasi, akumulasi penyusutan atas bangunan dan mesin yang direvaluasi
dieliminasi terhadap jumlah tercatat bruto dari aset dan jumlah neto disajikan kembali terhadap
jumlah revaluasi aset. Selisih penyusutan atas revaluasi bangunandan mesin terhadap jumlah
yang akan dibebankan pada biaya historikal, dialihkan dari cadangan revaluasi ke saldo laba
ketika tanah, bangunan dan mesin dibebankan melalui laporan penghasilan komprehensif lain
konsolidasi (misalnya melalui penyusutan, penurunan nilai). Pada pelepasan aset, saldo
cadangan revaluasi akan dialihkan ke saldo laba.
Perusahaan dan entitas anaknya menerapkan model biaya di dalam pengakuan selanjutnya bagi
aset tetap kecuali tanah, bangunan dan mesin. Perusahaan dan entitas anaknya melakukan
perubahan kebijakan akuntansi atas aset tetap tanah, bangunan dan mesin dari model biaya
menjadi model revaluasi sejak tanggal 31 Desember 2015. Hal ini dilakukan dengan mengacu
kepada PSAK 16 “Aset Tetap” yang menyatakan bahwa “entitas harus memilih menggunakan
model biaya atau model revaluasi dalam kebijakan akuntansinya” dan diterapkan secara
prospektif.
n. Penurunan Nilai Aset Non-keuangan (selain persediaan dan aset pajak tangguhan)
16
Page 19
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
Perusahaan dan entitas anaknya menilai pada tiap tanggal pelaporan apakah terdapat indikasi
penurunan nilai pada aset. Apabila terdapat indikasi penurunan nilai, atau ketika penilaian
penurunan nilai bagi aset secara tahunan disyaratkan, Perusahaan dan entitas anaknya
membuat estimasi nilai terpulihkan aset.
Suatu nilai terpulihkan aset lebih tinggi dibandingkan nilai wajar dikurangi biaya untuk
menjual aset atau Unit Penghasil Kas dan nilai pakainya dan ditentukan sebagai suatu aset
individual, kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar
independen dari aset lain. Di dalam menilai nilai pakai, estimasi arus kas yang diharapkan
diperoleh dari aset didiskontokan terhadap nilai kininya dengan menggunakan suku bunga
diskon sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar kini terhadap nilai waktu uang dan
risiko spesifik aset. Di dalam menilai nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, dibutuhkan
model penilaian yang tepat.
Ketika nilai tercatat aset melebihi nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dicatat sebesar nilai
terpulihkan. Kerugian penurunan nilai diakui di dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian kecuali aset yang relevan dinilai pada jumlah yang direvaluasi, yang dalam hal
ini kerugian penurunan nilai diperlakukan sebagai penurunan revaluasi.
Suatu penilaian dilakukan pada setiap tanggal pelaporan sebagaimana apabila terdapat segala
indikasi bahwa kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya sudah tidak ada lagi atau
mengalami penurunan. Suatu kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya, dibalikkan
nilainya jika terdapat perubahan estimasi yang digunakan untuk menentukan nilai terpulihkan
aset sejak pengakuan terakhir kerugian penurunan nilai. Apabila demikian kondisinya, nilai
tercatat aset meningkat pada jumlah terpulihkannya. Kenaikan tersebut tidak dapat melebihi
nilai tercatat yang telah ditentukan, penyusutan bersih, tidak ada kerugian penurunan nilai yang
diakui sebelumnya. Pembalikkan nilai tersebut diakui di dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian kecuali aset tersebut diukur pada jumlah revaluasian, yang dalam hal ini
diperlakukan sebagai kenaikan revaluasi.
o. Instrumen Keuangan
Instrumen keuangan adalah kontrak yang menimbulkan aset keuangan bagi suatu entitas dan
liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas bagi entitas yang lain.
1. Aset keuangan
Pengakuan awal
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas
kontraktual apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
o Aset keuangan yang diukur pada biaya diamortisasi;
o Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui
penghasilan komprehensif lain.
17
Page 20
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
Perusahaan menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan tidak
bisa melakukan perubahan setelah penerapan awal tersebut.
Semua aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah dengan biaya-
biaya transaksi, kecuali aset keuangan dicatat pada nilai wajar melalui laba rugi.
Aset keuangan Perusahaan meliputi kas dan setara kas, piutang usaha - pihak ketiga,
piutang lain-lain - pihak ketiga, investasi jangka pendek dan uang jaminan yang merupakan
aset keuangan tidak lancar dan dicatat pada aset tidak lancar lainnya.
Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan,
jika tidak maka aset keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.
Pengukuran setelah pengakuan awal
Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai
berikut:
1. Aset keuangan yang diukur pada biaya diamortisasi;
Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi selanjutnya diukur dengan
menggunakan metode suku bunga efektif (Effective Interest Rate) (“EIR”), setelah
dikurangi dengan penurunan nilai. Biaya perolehan yang diamortisasi dihitung dengan
memperhitungkan diskonto atau premi atas biaya akuisisi atau biaya yang merupakan
bagian integral dari EIR tersebut. Amortisasi EIR dicatat dalam laporan laba rugi.
Kerugian yang timbul dari penurunan nilai juga diakui pada laporan laba rugi.
Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi terdiri dari kas dan setara kas,
piutang usaha - bersih, piutang lain-lain - pihak ketiga dan uang jaminan yang
merupakan aset keuangan tidak lancar dan dicatat pada aset tidak lancar lainnya.
2. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain selanjutnya disajikan dalam laporan posisi keuangan sebesar nilai
wajar, dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laporan laba rugi atau
penghasilan komprehensif lain.
Penghentian pengakuan
Aset keuangan (atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari
kelompok aset keuangan sejenis) dihentikan pengakuannya pada saat:
1. Hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset tersebut telah berakhir; atau
2. Perusahaan telah mentransfer hak mereka untuk menerima arus kas yang berasal dari
aset atau berkewajiban untuk membayar arus kas yang diterima secara penuh tanpa
penundaan yang material kepada pihak ketiga dalam perjanjian “pass-through” dan
salah satu diantara (a) Perusahaan telah mentransfer secara substansial seluruh risiko
dan manfaat dari aset, atau (b) Perusahaan tidak mentransfer atau mempertahankan
18
Page 21
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, namun telah mentransfer
kendali atas aset tersebut.
2. Liabilitas keuangan
Pengakuan awal
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai berikut:
o Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi.
o Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui
penghasilan komprehensif lain.
Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan tahun 2023, Perusahaan hanya memiliki liabilitas keuangan
yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi terdiri dari utang usaha - pihak ketiga, beban
masih harus dibayar, utang bank, utang sewa dan utang lain-lain.
Pengukuran setelah pengakuan awal
Setelah pengakuan awal, yaitu pada nilai wajar ditambah biaya transaksi, Perusahaan
mengukur seluruh liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode bunga efektif.
Penghentian pengakuan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas keuangan telah dilunasi atau
dibatalkan atau kadaluwarsa.
Jika suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan dengan liabilitas yang lain pada keadaan
yang secara substansial berbeda, atau berdasarkan suatu liabilitas yang ada yang secara
substansial telah diubah, maka pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai
penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan perbedaan nilai
tercatat masing-masing diakui dalam laporan laba rugi.
3. Instrumen keuangan disalinghapus
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapus dan jumlah netonya dilaporkan pada
laporan posisi keuangan ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan
saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk menyelesaikan
secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
Hak yang berkekuatan hukum tidak boleh tergantung pada kejadian di masa yang akan
datang dan harus dapat dilaksanakan dalam kondisi bisnis yang normal dan dalam keadaan
lalai, tidak dapat membayar atau kebangkrutan perusahaan atau pihak lawan.
4. Penurunan nilai aset keuangan
Perusahaan mengakui penyisihan kerugian kredit ekspektasian (ECL) atas aset keuangan
yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi dan investasi pada instrumen utang di
FVOCI. ECL adalah perkiraan kerugian kredit tertimbang probabilitas. Kerugian kredit
diukur sebagai nilai sekarang dari semua kekurangan kas (yaitu, perbedaan antara arus kas
19
Page 22
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
yang jatuh tempo kepada Perusahaan sesuai dengan kontrak dan arus kas yang diharapkan
akan diterima Perusahaan), didiskontokan dengan suku bunga efektif dari aset keuangan,
dan mencerminkan informasi yang wajar dan dapat didukung yang tersedia tanpa biaya
atau upaya yang tidak semestinya tentang peristiwa masa lalu, kondisi saat ini, dan
prakiraan kondisi ekonomi masa depan.
Perusahaan mengakui penyisihan penurunan nilai berdasarkan ECL 12 bulan atau seumur
hidup, tergantung pada apakah terdapat peningkatan yang signifikan dalam risiko kredit
sejak pengakuan awal.
Saat menentukan apakah risiko kredit aset keuangan telah meningkat secara signifikan
sejak pengakuan awal dan saat mengestimasi ECL, Perusahaan mempertimbangkan
informasi yang wajar dan dapat didukung yang relevan dan tersedia tanpa biaya atau upaya
yang tidak semestinya. Ini mencakup informasi dan analisis kuantitatif dan kualitatif,
berdasarkan pengalaman historis Perusahaan dan penilaian kredit yang diinformasikan dan
termasuk informasi berwawasan ke depan.
Perusahaan mengakui ECL seumur hidup untuk piutang yang tidak mengandung
komponen pembiayaan yang signifikan. Perusahaan menggunakan matriks provisi yang
didasarkan pada pengalaman kerugian kredit historis Perusahaan, disesuaikan dengan
faktor-faktor yang bersifat wawasan ke depan yang spesifik untuk peminjam dan
lingkungan ekonomi.
Pada setiap tanggal pelaporan, Perusahaan menilai apakah aset keuangan tersebut pada
biaya perolehan diamortisasi dan investasi pada instrumen utang di FVOCI mengalami
penurunan nilai kredit. Aset keuangan mengalami penurunan nilai kredit ketika satu atau
lebih peristiwa yang berdampak merugikan pada estimasi arus kas masa depan dari aset
keuangan telah terjadi. Bukti aset keuangan mengalami penurunan nilai kredit mencakup
data yang dapat diobservasi tentang peristiwa berikut:
o Kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau peminjam.
o Pelanggaran kontrak, seperti wanprestasi atau peristiwa lewat jatuh tempo.
o Pemberi pinjaman dari peminjam, karena alasan ekonomi atau kontrak yang berkaitan
dengan kesulitan keuangan peminjam, setelah memberikan kepada peminjam suatu
konsesi yang tidak akan dipertimbangkan oleh pemberi pinjaman.
o Terdapat kemungkinan bahwa peminjam akan dinyatakan pailit atau reorganisasi
keuangan lainnya.
o Hilangnya pasar aktif dari aset keuangan tersebut karena kesulitan keuangan.
o Pembelian atau asal mula aset keuangan dengan diskon besar yang mencerminkan
kerugian kredit yang terjadi.
Perusahaan menganggap aset keuangan mengalami gagal bayar ketika pihak lawan gagal
membayar kewajiban kontraktualnya, atau terdapat pelanggaran persyaratan kontraktual
lainnya, seperti jaminan.
Perusahaan secara langsung mengurangi jumlah tercatat bruto dari aset keuangan ketika
tidak ada ekspektasi yang wajar untuk memulihkan arus kas kontraktual atas aset keuangan,
20
Page 23
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
baik sebagian atau seluruhnya. Hal ini umumnya terjadi ketika Perusahaan menentukan
bahwa peminjam tidak memiliki aset atau sumber pendapatan yang dapat menghasilkan
arus kas yang cukup untuk membayar kembali jumlah yang dikenakan penghapusan
tersebut.
Namun, aset keuangan yang dihapus bukukan masih dapat dikenakan aktivitas penegakan
hukum untuk mematuhi prosedur Perusahaan untuk pemulihan jumlah yang jatuh tempo.
ECL atas aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diakui sebagai cadangan
kerugian penurunan nilai terhadap nilai tercatat bruto aset keuangan, dengan kerugian
penurunan nilai (atau pembalikan) yang dihasilkan diakui dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain. ECL atas investasi dalam instrumen utang di FVOCI diakui
sebagai akumulasi kerugian penurunan nilai dalam pendapatan komprehensif lain, dengan
kerugian penurunan nilai (atau pembalikan) yang dihasilkan diakui dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain.
p. Sewa
Perusahaan menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung, sewa. Suatu kontrak
merupakan, atau mengandung, sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk
mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan
dengan imbalan.
Liabilitas sewa
Pada tanggal dimulainya sewa, Perusahaan mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai
kini pembayaran sewa yang harus dilakukan selama masa sewa. Pembayaran sewa mencakup
pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara substansi) dikurangi piutang insentif
sewa, pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau tarif, dan jumlah yang
diharapkan akan dibayar di bawah jaminan nilai sisa. Pembayaran sewa juga mencakup harga
pelaksanaan dari opsi pembelian yang secara wajar pasti akan dilaksanakan oleh Perusahaan
dan pembayaran denda untuk penghentian sewa, jika jangka waktu sewa mencerminkan
Perusahaan melaksanakan opsi untuk mengakhiri.
Sewa jangka pendek
Perusahaan menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek untuk sewa jangka
pendeknya (yaitu, sewa yang memiliki jangka waktu sewa 12 bulan atau kurang dari tanggal
mulai dan tidak mengandung opsi pembelian). Pembayaran sewa untuk sewa jangka pendek
diakui sebagai beban dengan menggunakan metode garis lurus selama masa sewa.
Perusahaan menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek untuk sewa jangka
pendeknya (yaitu, sewa yang memiliki jangka waktu sewa 12 bulan atau kurang dari tanggal
mulai dan tidak mengandung opsi pembelian). Pembayaran sewa untuk sewa jangka pendek
diakui sebagai beban dengan menggunakan metode garis lurus selama masa sewa.
q. Program Imbalan Pasti
Surplus dan deficit program imbalan pasti diukur pada:
21
Page 24
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
- Nilai wajar dari aset yang direncanakan pada tanggal pelaporan, dikurangi
- Liabilitas yang direncanakan dihitung dengan menggunakan metode projected unit credit
yang di diskonto ke nilai kinidengan menggunakan imbal hasilobligasi perusahaan yang
berkualitas tinggi yang tersedia yang memiliki tanggal jatuh tempo yang mendekati
persyaratan liabilitas; ditambah
- Biaya servis masa lalu yang tidak diakui, dikurangi
- Dampak persyaratan pendanaan minimum yang disetujui dengan skema perwakilan.
Pengukuran kembali kewajiban pasti neto diakui langsung dalam ekuitas. Pengukuran kembali
tersebut termasuk :
- Keuntungan dan kerugian aktuaris
- Imbalan atas aset (tidak termasuk bunga)
- Dampak batas tertinggi asset (tidak termasuk bunga)
Biaya servis diakui dalam laba atau rugi, dan termasuk biaya servis saat ini dan masa lalu, serta
kurtailmen keuntungan dan kerugian.
Beban bunga neto (pendapatan) diakui dalam laba rugi dan dihitung dengan menerapkan
tingkat diskonto untuk mengukur kewajiban imbalan pasti (aset) pada awal periode tahunan
hingga pembayaran manfaat selama periode.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan manfaat skema atau kurtailmen diakui
secara langsung dalam laba rugi.
Penyelesaian skema manfaat pasti diakui dalam periode dimana penyelesaian tersebut terjadi.
r. Perpajakan
Beban pajak terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak diakui dalam laba rugi, kecuali
jika berkaitan dengan item yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain atau secara
langsung dalam ekuitas. Dalam kasus ini, pajak di akui dalam penghasilan komprehensif lain
atau langsung dalam ekuitas.
Pajak kini
Beban pajak penghasilan kini dihitung dengan dasar hukum pajak yang berlaku pada tanggal
pelaporan. Aset atau liabilitas pajak penghasilan kini terdiri dari kewajiban kepada atau klaim
dari otoritas pajak yang berhubungan dengan periode pelaporan kini atau sebelumnya, yang
belum di bayar pada akhir periode tanggal pelaporan. Pajak penghasilan diperhitungkan
berdasarkan tarif pajak dan hukum pajak yang berlaku pada periode fiskal terkait, berdasarkan
laba kena pajak untuk periode tersebut. Seluruh perubahan pada aset atau liabilitas pajak kini
diakui sebagai komponen biaya pajak penghasilan dalam laba atau rugi.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui ketika jumlah tercatat dari aset atau liabilitas dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian berbeda dari dasar perpajakannya, kecuali jika perbedaan
itu terjadi karena:
- Pengakuan awal goodwill
22
Page 25
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
- Pengakuan awal aset atau liabilitas pada saat transaksi yang bukan merupakan bisnis
kombinasi dan pada saat transaksi terjadi tidak mempengaruhi akuntansi atau laba kena
pajak, dan
- Investasi pada entitas anak dan pengendalian bersama entitas dimana Perusahaan mampu
mengendalikan waktu pembalikan perbedaan dan kemungkinan besar bahwa perbedaan
tersebut tidak akan dibalik pada masa yang akan datang.
Pengakuan dari aset pajak tangguhan terbatas pada saat dimana terdapat kemungkinan besar
bahwa laba kena pajak akan tersedia terhadap perbedaan yang dapat digunakan.
Dalam hal aset pajak tangguhan yang terjadi karena properti investasi diukur pada nilai wajar,
maka asumsi bahwa pemulihan akan terjadi melalui penjualan daripada penggunaan yang masih
belum dibantah.
Jumlah aset atau liabilitas ditentukan dengan menggunakan tarif pajak pada saat tanggal
pelaporan dan diharapkan akan digunakan ketika liabilitas pajak tangguhan/ (aset) telah
diselesaikan/(dipulihkan).
Pajak tangguhan
Aset dan liabilitas pajak tangguhan disaling hapus ketika hak hukum untuk saling hapus aset
dan liabilitas pajak kini yang berhubungan dengan pungutan oleh otoritas pajak yang sama atas:
- Perusahaan yang dikenakan pajak adalah sama, atau
- Kelompok entitas yang berbeda yang bertujuan untuk menyelesaikan aset pajak kini secara
neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas, pada periode masa depan
dimana jumlah aset atau liabilitas pajak tangguhan signifikan diharapkan untuk diselesaikan
atau dipulihkan.
Sesuai Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang ("Perppu") I tahun 2020, Pemerintah
telah menurunkan tarif pajak penghasilan badan dari sebelumnya sebesar 25% menjadi 22%
untuk tahun pajak 2020 dan 2021, dan menjadi 20% mulai tahun 2022.
Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan
Perpajakan. Aturan tersebut menetapkan tarif pajak penghasilan wajib pajak dalam negeri dan
bentuk usaha tetap sebesar 22% yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022 dan seterusnya, dan
pengurangan tarif pajak sebesar 3% untuk wajib pajak dalam negeri yang memenuhi syarat
tertentu. Dengan demikian, penetapan tarif pajak sebelumnya sebesar 20% menjadi tidak
berlaku setelah Undang-Undang ini disahkan.
s. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Dalam menentukan pengakuan pendapatan, Perusahaan melakukan analisa transaksi melalui
lima langkah analisa berikut:
1. Mengindentifikasi kontrak dengan pelanggan, dengan kriteria sebagai berikut:
- Kontrak telah disetujui oleh pihak-pihak terkait dalam kontrak.
- Perusahaan bisa mengidentifikasi hak dari pihak-pihak terkait dan jangka waktu
pembayaran dari barang atau jasa yang akan dialihkan
- Kontrak memiliki substansi komersial
- Besar kemungkinan entitas akan menerima imbalan atas barang atau jasa yang dialihkan
23
Page 26
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
2. Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak, untuk menyerahkan barang atau
jasa yang memiliki karakteristik yang berbeda ke pelanggan.
3. Menentukan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur, insentif penjualan, pajak
penjualan barang mewah, pajak pertambahan nilai dan pungutan ekspor, yang berhak
diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang
dijanjikan ke pelanggan.
4. Mengalokasikan harga transaksi kepada setiap kewajiban pelaksanaan dengan
menggunakan dasar harga jual dari setiap barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak.
5. Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi (sepanjang waktu atau
pada suatu waktu tertentu).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut:
- Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
- Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk
kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Perusahaan memilih
ukuran penyelesaian yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui
karena telah terpenuhinya kewajiban pelaksanaan.
Suatu kewajiban kinerja dipenuhi pada suatu titik waktu kecuali jika memenuhi salah satu
kriteria berikut, dalam hal ini dipenuhi dari waktu ke waktu:
- Pelanggan secara bersamaan menerima dan menggunakan manfaat yang diberikan oleh
kinerja Perusahaan sebagaimana yang dilakukan Perusahaan ;
- Kinerja Perusahaan menciptakan atau meningkatkan aset yang dikendalikan pelanggan
saat aset itu dibuat atau ditingkatkan; dan
- Kinerja Perusahaan tidak menciptakan aset dengan penggunaan alternatif untuk
Perusahaan dan Perusahaan memiliki hak yang dapat diberlakukan atas pembayaran
untuk kinerja yang diselesaikan hingga saat ini.
Penjualan lokal diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan, sedangkan penjualan
ekspor diakui pada saat barang dikapalkan (F.O.B. Shipping Point) dan hak kepemilikan
berpindah ke pelanggan.
Beban diakui sesuai manfaatnya pada tahun yang bersangkutan (accrual basis).
t. Biaya Pinjaman
Bunga yang timbul dari pinjaman bank yang di gunakan untuk membiayai pembangunan
dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya, penerimaan bunga neto atas penarikan dibebankan.
Perusahaan tidak dikenakan beban bunga lain yang dapat dikapitalisasikan.
u. Laba per saham
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih residual dengan jumlah rata-rata
tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
v. Informasi Segmen
Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan
dan penyajian laporan keuangan konsolidasian. Bentuk primer pelaporan segmen adalah
segmen usaha sedangkan segmen sekunder adalah segmen geografis.
Segmen usaha adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk
24
Page 27
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
atau jasa (baik produk atau jasa individual maupun kelompok produk atau jasa terkait) dan
komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen
lain.
Segmen geografis adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan
produk atau jasa pada lingkungan (wilayah) ekonomi tertentu dan komponen itu memiliki risiko
dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada
lingkungan (wilayah) ekonomi lain.
Aset dan liabilitas yang digunakan bersama dalam satu segmen atau lebih dialokasikan kepada
setiap segmen jika, dan hanya jika, pendapatan dan beban yang terkait dengan aset tersebut
juga dialokasikan kepada segmen-segmen tersebut.
w. Dividen
Dividen diakui ketika secara hukum menjadi terutang. Dalam hal dividen interim atas ekuitas
pemegang saham, maka dividen diumumkan oleh Direksi. Dalam hal dividen final, maka
dividen disetujui oleh pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham.
x. Modal saham
Instrumen keuangan yang diterbitkan oleh Perusahaan diklasifikasikan sebagai ekuitas hanya
sebatas ketika instrumen keuangan tersebut tidak memenuhi definisi liabilitas keuangan atau
liabilitas aset.
Saham biasa Perusahaan diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas.
y. Provisi
Provisi diakui ketika Perusahaan dan entitas anaknya memiliki liabilitas legal maupun
konstruktif sebagai hasil peristiwa lalu, yaitu kemungkinan besar arus keluar sumber daya
ekonomi diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban dan suatu estimasi terhadap jumlah dapat
dilakukan.
Provisi diriview pada akhir tiap periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan
estimasi terbaik. Apabila tidak ada lagi kemungkinan arus keluar sumber daya ekonomi
diperlukan untuk menyelesaikan liabilitas, maka provisi tersebut dicadangkan.
Apabila dampak nilai waktu uang adalah material, maka provisi didiskontokan dengan
menggunakan tarif sebelum pajak, jika lebih tepat, untuk mencerminkan risiko spesifik
liabilitas. Ketika pendiskontoan digunakan, kenaikan provisi terkait dengan berlalunya waktu
diakui sebagai beban keuangan.
z. Kontinjensi
Liabilitas kontinjensi tidak diakui di dalam laporan keuangan konsolidasian. Liabilitas
kontinjensi diungkapkan di dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian kecuali
25
Page 28
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
kemungkinan arus keluar sumber daya ekonomi adalah kecil.
Aset kontinjensi tidak diakui di dalam laporan keuangan konsolidasian, namun diungkapkan
di dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian jika terdapat kemungkinan suatu arus
masuk manfaat ekonomis mengalir ke dalam entitas.
3. ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI SIGNIFIKAN
a. Pengukuran Nilai Wajar
Sejumlah aset dan liabilitas yang termasuk dalam laporan keuangan milik Perusahaan
mensyaratkan pengukuran pada, dan/atau pengungkapan atas nilai wajar.
Pengukuran nilai wajar aset dan liabilitas keuangan dan non keuangan milik Perusahaan
menggunakan input dan data pasar yang dapat diobservasi sejauh mungkin. Input digunakan
dalam menentukan pengukuran nilai wajar dikategorikan ke dalam beberapa tingkat yang
berbeda berdasarkan pada bagaimana input yang dapat diobservasi tersebut digunakan dalam
teknik penilaian (‘hirarki nilai wajar’):
- Tingkat 1: Harga kuotasian dalam pasar aktif untuk item yang identik (tidak disesuaikan)
- Tingkat 2: Input yang dapat diobservasi langsung atau tidak langsung selain dari pada input
Tingkat 1
- Tingkat 3: Input yang tidak dapat diobservasi (yaitu tidak berasal data pasar).
Pengklasifikasian item pada tingkat di atas didasarkan pada tingkat terendah dari input yang
digunakan yang memiliki efek signifikan dalam pengukuran nilai wajar atas item. Pengalihan
item antara tingkatan diakui pada periode terjadinya.
Perusahaan mengukur sejumlah item pada nilai wajarnya.
- Tanah, gedung dan mesin revaluasian –Aset tetap (Catatan 11)
b. Asumsi Skema Imbalan Pasti
Biaya, aset dan liabilitas skema imbalan pasti yang dilakukan oleh Perusahaan ditentukan
dengan menggunakan metode yang bergantung pada estimasi dan asumsi aktuarial. Rincian dari
asumsi utama terdapat dalam Catatan 29. Perusahaan menjalankan masukan dari aktuaris
independen terkait dengan kesesuaian asumsi. Perubahan pada asumsi yang digunakan
mungkin memiliki efek yang signifikan pada laporan penghasilan komprehensif konsolidasian
dan laporan posisi keuangan konsolidasian.
c. Proses Hukum
Perusahaan meninjau perkembangan kasus hukum yang masih berjalan dalam proses hukum
dan pada setiap tanggal pelaporan, guna untuk menilai kebutuhan provisi dan pengungkapan
dalam laporan keuangannya. Di antara faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam membuat
keputusan provisi litigasi adalah sifat litigasi, klaim atau penilaian, proses hukum dan tingkat
potensi kerusakan dijurisdiksi di mana litigasi, klaim atau penilaian tersebut berada,
26
Page 29
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
perkembangan dari kasus (termasuk perkembangan setelah tanggal pelaporan keuangan namun
sebelum laporan tersebut dikeluarkan), pendapat atau pandangan penasihat hukum, pengalaman
dalam kasus serupa dan keputusan dari manajemen Perusahaan tentang bagaimana Perusahaan
akan merespon terhadap litigasi, klaim atau penilaian.
d. Pajak Penghasilan
Perusahaan dikenakan pajak penghasilan dan pertimbangan yang signifikan dipersyaratkan
dalam menentukan provisi pajak penghasilan. Dalam kegiatan bisnis normal, ada transaksi dan
perhitungan yang mana penentuan pajaknya tidak pasti. Sebagai akibatnya, perusahaan
mengakui adanya liabilitas pajak berdasarkan estimasi apakah akan ada tambahan pajak dan
bunga yang akan jatuh tempo.
Liabilitas pajak ini diakui ketika, meskipun perusahaan berkeyakinan bahwa posisi
pengembalian pajak terdukung, perusahaan yakin bahwa posisi tertentu sangat mungkin
tertantang dan mungkin tidak dapat dipertahankan setelah ditinjau oleh otoritas pajak.
Perusahaan berkeyakinan bahwa akrual untuk liabilitas pajak telah cukup untuk seluruh tahun
audit berdasarkan pada penilaian atas banyak faktor termasuk pengalaman masa lalu dan
interpretasi atas hukum pajak. Penilaian ini tergantung pada estimasi dan asumsi dan mungkin
melibatkan beberapa pertimbangan yang kompleks mengenai kejadian masa depan. Bila hasil
pajak berbeda dengan jumlah yang dicatat, maka perbedaan ini akan berdampak pada beban
pajak penghasilan pada periode saat keputusan tersebut dibuat.
4. KAS DAN SETARA KAS
2025 2024
(Rp'000) (Rp'000)
Kas 235,388 226,511
Bank
Pihak ketiga
Rupiah
Bank Central Asia 3,018,274 6,728,901
Bank Mandiri 1,986,020 6,229,737
Bank Negara Indonesia 132,381 2,014,306
Bank Pan Indonesia Tbk. 17,741 25,537
Bank OCBC NISP 17,701 17,864
Bank Rakyat Indonesia 8,503 4,725
Bank Syariah Indonesia 1,961 -
5,182,581 15,021,070
Dolar Amerika Serikat
Bank Mandiri 197,785 269,282
Dolar Singapura
27
Page 30
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
Bank Mandiri 192,674 180,822
Euro
Bank Mandiri 282,617 249,605
Poundsterling Inggris
Bank Mandiri - -
Chinese Yuan
PT Bank Central Asia Tbk. 143,092 2,374,053
Dolar Australia
Bank Mandiri - -
Jumlah bank 5,998,749 18,094,832
Deposit– pihak ketiga
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 237,272,752 134,137,729
Jumlah 243,506,889 152,459,072
Setara kas termasuk deposito dengan jatuh tempo kurang dari tiga bulan. Tingkat bunga setara
kas sebesar 2,25% (2024 : 2.25% - 2,45%) per tahun.
Pada tanggal 31 Desember 2024 rekening di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. digunakan
sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh dari bank yang sama namun tidak dibatasi
penggunaannya (Catatan 13). Oleh karenanya, saldo rekening bank tersebut disajikan sebagai
bagian dari kas dan setara kas.
5. BANK GARANSI
Bank garansi atas jaminan atas proyek yang dibatasi penggunaanya pada tanggal 31 Maret 2025
dan 31 Desember 2024 masing-masing sebesar Rp 3.258.643 dan Rp 3.258.643
6. PIUTANG USAHA
Jumlah piutang usaha berdasarkan pelanggan adalah sebagai berikut :
2025 2024
(Rp'000) (Rp'000)
Pihak ketiga
Pelanggan dalam negeri 839,129,408 713,418,363
Pelanggan luar negeri 4,560,434 3,191,647
Jumlah 843,689,842 716,610,010
Cadangan kerugian (62,380,068) (62,380,068)
Jumlah 781,309,774 654,229,942
Tagihan yang belum difakturkan 148,867,717 112,137,199
930,177,491 766,367,141
Pihak –pihak berelasi (Catatan 30) 395,549,211 352,105,802
28
Page 31
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
Jumlah 1,325,726,702 1,118,472,943
Jumlah piutang usaha berdasarkan umur (hari) adalah sebagai berikut :
2025 2024
(Rp'000) (Rp'000)
Lancar 398,570,224 599,264,597
Jatuh tempo :
Lewat jatuh tempo 1 - 30 hari 285,726,059 184,552,256
Lewat jatuh tempo 31 - 60 hari 206,638,253 122,659,335
Lewat jatuh tempo 61 - 90 hari 147,948,272 6,917,076
Lewat jatuh tempo 91 - 120 hari 28,876,434 24,994,594
Lewat jatuh tempo lebih dari 120 hari 172,255,755 130,327,954
Sub jumlah 1,240,014,997 1,068,715,812
Cadangan kerugian penurunan nilai (62,380,068) (62,380,068)
Tagihan yang belum difakturkan 148,091,773 112,137,199
Jumlah 1,325,726,702 1,118,472,943
Manajemen berkeyakinan bahwa cadangan yang dibentuk cukup untuk menutupi penurunan
nilai dari piutang usaha.
Jumlah piutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut :
2025 2024
(Rp'000) (Rp'000)
Rupiah 1,235,454,563 1,065,524,165
Dolar Amerika Serikat 4,560,434 3,191,647
Jumlah 1,240,014,997 1,068,715,812
Cadangan kerugian penurunan nilai (62,380,068) (62,380,068)
Tagihan yang belum difakturkan 148,091,773 112,137,199
Bersih 1,325,726,702 1,118,472,943
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai
2025 2024
(Rp'000) (Rp'000)
29
Page 32
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
Saldo awal tahun 62,380,068 62,380,068
Penghapusan piutang - -
Penambahan provisi tahun berjalan - -
Saldo akhir 62,380,068 62,380,068
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang pada pihak
ketiga adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya
piutang tersebut, sedangkan terhadap piutang pada pihak berelasi tidak diadakan penurunan
nilai piutang usaha karena manajemen berpendapat seluruh piutang tersebut dapat ditagih.
Manajemen juga berpendapat bahwa tidak terdapat risiko yang terkonsentrasi secara signifikan
atas piutang kepada pihak ketiga.
Piutang usaha digunakan sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh dari PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk (Catatan 14).
7. PIUTANG LAIN-LAIN
2025 2024
(Rp'000) (Rp'000)
Pihak ketiga
Karyawan 1,836,490 1,844,993
Lain-lain 3,282,091 2,989,778
5,118,581 4,834,771
Pihak berelasi - -
Jumlah 5,118,581 4,834,771
8. PERSEDIAAN
2025 2024
(Rp'000) (Rp'000)
Barang jadi 176,709,797 190,729,905
Bahan baku 143,205,297 144,653,485
Barang dalam proses 238,014,024 272,597,454
Sub jumlah 557,929,118 607,980,844
Dikurangi :
Penyisihan penurunan nilai persediaan (2,722,542) (4,839,252)
Jumlah 555,206,576 603,141,592
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, seluruh persediaan telah diasuransikan
terhadap segala risiko kepada konsorium asuransi yang dikoordinasi oleh PT Estika Jasatama
dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp 500.000.000 dan Rp 450.000.000.
30
Page 33
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan
kerugian yang dialami Perusahaan dan entitas anaknya.
Perusahaan dan entitas anaknya telah membentuk penyisihan penurunan nilai persediaan dan
berpendapat bahwa seluruh persediaan mencerminkan nilai realisasi netonya.
Persediaan digunakan sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh dari PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk (Catatan 13).
9. BIAYA DIBAYAR DIMUKA
2025 2024
(Rp'000) (Rp'000)
Pihak ketiga
Asuransi 937,916 910,335
Sewa kantor 719,040 -
Lisensi dan uji coba produk 6,133,754 4,306,939
Jumlah 7,790,710 5,217,274
10. UANG MUKA
2025 2024
(Rp'000) (Rp'000)
Pihak ketiga
Pembelian bahan baku dan bahan pembantu 13,917,947 10,268,896
Uang muka impor 4,647,865 4,530,026
Pembelian aset tetap 2,736,008 955,448
Uang muka lain-lain 1,378,558 410,222
Jumlah 22,680,378 16,164,592
11. INVESTASI
Akun ini terdiri dari investasi sebesar 1,6% di PT Tembaga Mulia Semanan Tbk. atau 12
(duabelas) juta lembar sahan dengan nilai pasar 31 Maret 2025 ( 2024 : 6 (enam) juta lembar saham
2025 2024
(Rp'000) (Rp'000)
Investasi 9,720,000 9,720,000
12. ASET TETAP
1-Jan-25 31-Mar-25
(Rp'000) Penambahan Pengurangan Reklasifikasi (Rp'000)
31
Page 34
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
Biaya perolehan:
Pemilikan langsung
Tanah
276,064,000 - - - 276,064,000
Bangunan
78,058,819 - - - 78,058,819
Instalasi listrik
8,415,145 1,174,812 - - 9,589,957
Mesin
267,498,032 (1,174,812) - 24,523,385 290,846,605
Peralatan pabrik
88,718,577 280,262 - 88,998,839
Peralatan laboratorium
14,746,837 - - - 14,746,837
Peralatan kantor
21,916,683 208,966 - 33,845 22,159,494
Kendaraan bermotor
16,326,408 - - - 16,326,408
Sewa pembiayaan
Mesin
752,542 - - (752,542) -
Kendaraan bermotor
12,746,890 - - 752,542 13,499,432
Jumlah 785,243,933 489,228 - 24,557,230 810,290,391
Aktiva dalam penyelesaian
Instalasi listrik 4,144,173 (1,569,361) - - 2,574,812
Mesin 34,595,775 22,900,796 (24,523,385) 32,973,186
Peralatan laboratorium - 169,114 169,114
Peralatan kantor - 33,845 (33,845) -
Jumlah 38,739,948 21,534,394 - (24,557,230) 35,717,112
Jumlah biaya perolehan 823,983,881 22,023,622 - 846,007,503
Akumulasi penyusutan:
Pemilikan langsung
Bangunan
36,464,114 1,770,741 - - 38,234,855
Instalasi listrik
6,696,340 166,294 - 6,862,634
Mesin
135,886,714 5,572,462 - 141,459,176
Peralatan pabrik
71,123,779 1,609,393 - 72,733,172
Peralatan laboratorium
12,169,472 183,654 - 12,353,126
Peralatan kantor
16,965,238 422,461 - 17,387,699
Kendaraan bermotor
14,113,507 252,226 113,282 14,479,015
Sewa pembiayaan
Kendaraan bermotor
3,813,566 808,044 - (113,282) 4,508,328
Jumlah 297,232,730 10,785,275 - - 308,018,005
Nilai tercatat 526,751,151 537,989,498
1-Jan-24 31-Des-24
(Rp'000) Penambahan Pengurangan Reklasifikasi (Rp'000)
Biaya perolehan:
27,214
32
Page 35
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
Pemilikan langsung
Tanah
278,720,000 - 2,656,000 - 276,064,000
Bangunan
68,029,736 10,029,083 - - 78,058,819
Instalasi listrik
8,289,362 - 830,217 956,000 8,415,145
Mesin
237,899,965 1,358,942 5,756,767 33,995,892 267,498,032
Peralatan pabrik
84,656,960 4,061,617 - - 88,718,577
Peralatan laboratorium
12,813,113 1,163,724 - 770,000 14,746,837
Peralatan kantor
18,984,057 2,730,749 - 201,877 21,916,683
Kendaraan bermotor
14,697,327 602,310 232,128 1,258,899 16,326,408
Sewa pembiayaan
Mesin
21,522,965 407,025 - (21,177,448) 752,542
Kendaraan bermotor
8,300,849 5,704,940 - (1,258,899) 12,746,890
Jumlah 753,914,334 26,058,390 9,475,112 14,746,321 785,243,933
Aset dalam penyelesaian
Instalasi listrik - 5,100,173 (956,000) 4,144,173
Mesin 16,778,493 30,635,726 - (12,818,444) 34,595,775
Peralatan kantor - 201,877 (201,877) -
Peralatan laboratorium 231,000 539,000 - (770,000) -
Jumlah 17,009,493 36,476,776 - (14,746,321) 38,739,948
770,923,827 62,535,166 9,475,112 - 823,983,881
Akumulasi penyusutan:
Pemilikan langsung
Bangunan
29,988,260 6,475,854 - - 36,464,114
Instalasi listrik
7,220,016 306,541 830,217 - 6,696,340
Mesin
108,193,331 20,076,062 2,541,932 10,159,253 135,886,714
Peralatan pabrik
64,664,583 6,459,196 - - 71,123,779
Peralatan laboratorium
11,702,479 466,993 - - 12,169,472
Peralatan kantor
15,479,122 1,486,116 - - 16,965,238
Kendaraan bermotor
12,608,573 788,228 232,128 948,834 14,113,507
Sewa pembiayaan
Mesin
10,159,253 - - (10,159,253) -
Kendaraan bermotor
2,438,756 2,323,644 - (948,834) 3,813,566
Jumlah 262,454,373 38,382,634 3,604,277 - 297,232,730
Nilai tercatat 508,469,454 526,751,151
Perusahaan dan entitas anaknya memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di Jakarta,
Tangerang dan Pulau Batam dengan hak legal berupa Hak Guna Bangunan yang berjangka waktu
20-30 tahun yang akan jatuh tempo antara tahun 2020 – 2028. Manajemen berpendapat tidak
terdapat masalah dengan perpanjangan hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah
dan didukung dengan bukti pemilikan yang memadai.
33
Page 36
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
Pada tahun 2020, Perusahaan dan entitas anaknya melakukan assessment terhadap nilai tercatat
aset tetap tanah, bangunan dan mesin, atas assessment tersebut manajemen berkeyakinan tidak ada
perubahan nilai wajar yang signifikan.
Dalam melakukan penilaian wajar, Penilai Independen menggunakan metode penilaian dengan
mengkombinasikan 3 (tiga) pendekatan yang terdiri dari pendekatan data pasar, pendekatan biaya
dan pendekatan pendapatan. Sehubungan dengan penerapan metode revaluasi pada aset tetap tanah
dan bangunan, pendekatan yang digunakan adalah sebagai berikut:
- Pendekatan Pasar (Market Approach) adalah pendekatan penilaian yang menggunakan data
transaksi atau penawaran atas properti yang sebanding dan sejenis dengan obyek penilaian yang
didasarkan pada suatu proses perbandingan dan penyesuaian. Pendekatan pasar digunakan
untuk mendapatkan Nilai Wajar tanah, kendaraan dan alat berat, yaitu dengan membandingkan
beberapa data jual beli dari obyek penilaian yang sejenis dan sebanding, yang akhirnya dapat
ditarik suatu kesimpulan.
- Pendekatan pendapatan (Income Approach) adalah pendekatan penilaian yang didasarkan pada
pendapatan dan biaya dari obyek penilaian, yang kemudian dikapitalisasikan.
- Konsep dasar pendekatan biaya adalah suatu pendekatan yang digunakan untuk mendapatkan
indikasi nilai dengan perkiraan biaya yang diperlukan untuk menggantikan, memperbaiki atau
membangun kembali property kekondisi yang secara substansial sama dengan, tapi tidak lebih
baik atau lebih ekstensif dari kondisi baru yang meliputi biaya/ harga bahan, upah buruh, biaya
supervisi, biaya tetap kontraktor , termasuk keuntungan, biaya tenaga ahli teknik termasuk
semua pengeluaran yang berkaitan seperti biaya angkutan, asuransi, biaya pemasangan, bea
masuk, pajak pertambahan nilai (PPN) bila ada, tetapi tidak termasuk biaya upah lembur dan
premi/ bonus. Pendekatan biaya digunakan untuk mendapatkan Nilai Wajar bangunan, sarana
pelengkap, Peralatan Kantor, Mesin Produksi, Peralatan Laboratorium, Peralatan Bengkel dan
Peralatan Pabrik dengan melakukan metode biaya penggantian baru disusutkan dikurangi
penyusutan-penyusutan yang terjadi dan juga menghitung meter persegi dari unit terpasang.
Perusahaan mencatat keuntungan atas penjualan aset tetap sebagai berikut:
2025 2024
(Rp'000) (Rp'000)
Harga jual - 331,347
Dikurangi:
Harga perolehan - 542,430
Akumulasi penyusutan - (225,859)
Jumlah tercatat - 316,571
Keuntungan (kerugian) atas penjualan aset - 14,776
Penyusutan dialokasikan kepada :
2025 2024/Des
(Rp'000) (Rp'000)
Pemilikan langsung:
Beban produksi tidak langsung 8,009,023 26,918,706
Beban umum dan administrasi 2,392,710 6,643,305
34
Page 37
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
Beban penjualan 383,542 559,013
Jumlah 10,785,275 34,121,024
Pada periode tiga bulan tahun 2025 dan tahun 2024, seluruh aset tetap kecuali tanah telah
diasuransikan terhadap segala risiko kepada konsorsium asuransi yang dikoordinasi oleh PT Estika
Jasatama, dengan jumlah pertanggungan pada tahun 2025 dan 2024 sebesar Rp 877 miliar.
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan
kerugian atas aset yang dipertanggungkan.
Aset tetap dijadikan jaminan atas utang PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.(Catatan 11).
13. ASET TAK BERWUJUD
31 Desember 2024
Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo akhir
Harga perolehan
Lisensi atas piranti lunak - 5,685,918 - - 5,685,918
Total - 5,685,918 - - 5,685,918
Akumulasi penyusutan
Lisensi atas piranti lunak - 1,414,974 - - 1,414,974
Total - 1,414,974
Niai buku netto - 4,270,944
14. ASET TIDAK LANCAR LAINYA
Aset tidak lancar lainnya atas uang jaminan berlangganan listrik PLN pada tanggal 31 Maret 2025
dan 31 Desember 2024 sebesar Rp 731.251
15. UTANG BANK
2025 2024
(Rp'000) (Rp'000)
Bank Mandiri
Rupiah 300,000,000 300,000,000
Dolar Amerika Serikat 34,926,650 29,967,827
US$ 2.109.454 (2024: 1.854.215)
Letter of credit :
Rupiah 808,323,821 780,814,766
Dolar Amerika Serikat - 7,642,771
(2024: 472.885) - -
Chinese Yuan - 2,211,786
35
Page 38
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
(CNY999.000) - -
Jumlah 1,143,250,471 1,120,637,150
Kredit investasi jangka panjang
Jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Bank Mandiri 152,686 267,200
Bank Central Asia 6,288,307 4,983,934
6,440,993 5,251,134
Jatuh tempo lebih dari satu tahun
Bank Mandiri - -
Bank Central Asia 28,646,731 17,028,440
28,646,731 17,028,440
36
Page 39
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
Saldo pada tanggal/ Saldo pada tanggal/
Tipe Jumlah fasilitas/ Periode Tingkat suku Outstanding Outstanding
fasailitas/ Total facility Periode pembayaran bunga per tahun/ balance at balance at
Type of (dalam ribuan/ pinjaman/ bunga/ Interest Per annual Jaminan/
facility in thousand) Loan term payment period interest rate Collateral 31 Mar 2025 31 December 2024
Kredit jangka pendek
Kredit Modal Kerja- 15 Juni 2024 - 14 Piutang usaha,
1/ Working Capital Rp 93.000.000 Juni 2025 / 15 Bulanan/monthly 8.5%-9% persediaan dan - -
Facility-1 June 2024 - 14 aset tetap/ trade
June 2025 receivables,
Bulanan/monthly 8.5%-9% - -
inventories and
property, plant
and equipment
Kredit Modal Kerja -2 Rp 300.000.000 15 Juni 2024 - 14 Bulanan/monthly 8,5-9% 300,000,000 300,000,000
Juni 2025 / 15
June 2024 - 14
June 2025
Credit and USD 53.000 15 Juni 2024 - 14 Bulanan/monthly - Piutang usaha, 808,323,821 790,669,323
Juni 2025 / 15 persediaan dan
Trust Receipt (2019: USD 53.000)
June 2024 - 14 aset tetap/ trade
June 2025 receivables,
Bank Guarantee USD 14.000 Bulanan/monthly - - -
inventories and
(2019: USD 14.000) property, plant
and equipment
Treasury line USD 5.000 Bulanan/monthly - - -
Bill purchasing USD 1.600 Bulanan/monthly - - -
line
Kredit Modal
Kerja-3/Working
Capital facility-3 USD 2.125 Bulanan/monthly 7,25% 34,926,650 29,967,827
Jumlah/ Total 1,143,250,471 1,120,637,150
Kredit jangka panjang
Obyek investasi
Kredit Investasi/ 15 Januari 2021 -
yang dibiayai
Investment Credit USD 1,315 14 Juli 2025 KI/investment
object funded by
15 Januari 2021 -
investment credit
14 July 2025 - Bulanan/monthly 9%
Jatuh tempo dalam satu tahun
Bank Mandiri 152,686 267,200
Bank Central Asia 6,288,307 4,983,934
6,440,993 5,251,134
Jangka panjang
Bank Mandiri - -
Bank Central Asia 28,646,731 17,028,440
28,646,731 17,028,440
Jumlah 37 35,087,724 22,279,574
Jumlah/ Total 1,178,338,195 1,142,916,724
Page 40
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
Rincian jaminan atas fasilitas pinjaman yang diperoleh Perusahaan adalah sebagai berikut:
1) Persediaan yang telah diikat fidusia sebesar Rp 607.973.000.
2) Piutang dagang yang telah diikat fidusia sebesar Rp 566.104.000
3) Tanah dan bangunan yang terletak di Jl. Pajajaran, Desa Gandasari, Kecamatan Jatiuwung, Kota
Tangerang terdiri dari:
a. Tanah seluas 54.555 m2 SHGB No. 48 atas nama Perusahaan sebesar Rp 130.564,08 juta.
b. Tanah seluas 45.650 m2 SHGB No. 61, 62, 63, 68 atas nama Perusahaan dengan jumlah
sebesar Rp 111.371,92 juta.
c. Tanah seluas 37.837 m2 SHGB No. 105 atas nama Perusahaan sebesar Rp 90.553,62 juta.
4) Mesin-mesin dan peralatan pabrik yang telah diikat fidusia sebesar Rp 113.942.230.
5) Alat-alat berat (11 unit forklift) yang telah diikat fidusia sebesar Rp 2.523.000.
6) Ruang kantor di Menara Batavia atas nama PT Monaspermata Persada (SHMSRS
No. 1624/XXVI) sebesar Rp 33.208.520.
7) Mesin-mesin dan peralatan pabrik yang telah diikat fidusia sebesar Rp 33.000 juta.
8) Agunan mesin-mesin dan peralatan pabrik yang telah diikat fidusia sebesar Rp 44.507 juta.
Berdasarkan perjanjian pinjaman dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Perusahaan harus
mempertahankan rasio-rasio keuangan tertentu sebagai berikut:
- Current ratio minimal 100%
- Leverage maksimal 500%
- EBITDA to interest minimal 120%
- Debt service coverage minimal 110%
Pada tanggal 31 Maret 2025 Perusahaan telah memenuhi rasio-rasio keuangan seperti yang
dipersyaratkan oleh bank.
Dalam perjanjian dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terdapat pembatasan kepada Perusahaan
yang mewajibkan Perusahaan untuk mendapatkan pemberitahuan tertulis dari PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk apabila semua perkara perdata maupun pidana serta permasalahan lain yang dapat
mempengaruhi usaha Perusahaan maupun harta kekayaan/aset Perusahaan dan setiap ada kejadian
kelalaian yang dapat mempengaruhi pelaksanaan kewajiban Perusahaan kepada Bank.
Selama kredit belum lunas, tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Bank Mandiri,
Perusahaan tidak diperkenankan:
- Memindahtangankan barang jaminan;
- Memperoleh fasilitas kredit atau pinjaman dari bank atau pihak ketiga kecuali fasilitas kredit
yang ada;
- Mengikatkan diri sebagai penjamin utang atau menjaminkan harta kekayaan Perusahaan ke
pihak lain;
- Melunasi utang Perusahaan kepada pemilik saham
- Mengambil bagian modal untuk kepentingan diluar usaha dan kepentingan Perusahaan;
- Melakukan pembagian dividen kecuali seluruh financial covenant terpenuhi, cukup melaporkan
kepada Bank Mandiri selambat-lambatnya 14 hari keja setelah dilaksanakan.
38
Page 41
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
Kredit Investasi
Berdasarkan perjanjian kredit tanggal 10 Juni 2020, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit
investasi dengan limit kredit maksimal Rp 52.212.150 dengan suku bunga 9% per tahun. Jangka
waktu kredit sampai bulan 14 Juli tahun 2025 atau selama 5 (lima) tahun. Pinjaman ini digunakan
untuk pembelian mesin dan peralatan.
Angsuran pokok dilakukan secara bulanan dan disesuaikan dengan realisasi penarikan kredit.
Jaminan atas pinjaman ini adalah aset tetap yang dibiayai kredit investasi. Jaminan bersifat cross
collateral dan cross default dengan seluruh fasilitas yang diberikan bank.
16. HUTANG USAHA
Akun ini merupakan kewajiban kepada pemasok atas pembelian bahan baku, suku cadang dan
bahan pembantu dengan rincian sebagai berikut:
a. Jumlah hutang usaha berdasarkan pemasok, adalah sebagai berikut :
2025 2024
(Rp'000) (Rp'000)
Pihak ketiga 433,138,713 298,093,474
Pihak berelasi 135,833,618 99,815,251
Jumlah 568,972,331 397,908,725
b. Jumlah hutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut :
2025 2024
(Rp'000) (Rp'000)
Rupiah 316,881,950 322,521,943
Yuan China 67,150,608 64,601,805
Dolar Amerika Serikat 18,781,911 10,784,900
Eur o 117,929 77
Jumlah 402,932,398 397,908,725
Jangka waktu kredit yang timbul dari pembelian bahan baku utama dan pembantu, baik dari
pemasok dalam maupun luar negeri berkisar 30 sampai dengan 180 hari.
17. HUTANG LAIN-LAIN
2025 2024
(Rp'000) (Rp'000)
Pembelian aset tetap 21,144,086 14,886,326
Lain-lain 10,213,225 10,404,976
Jumlah 31,357,311 25,291,302
39
Page 42
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
18. UANG MUKA PENJUALAN
2025 2024
(Rp'000) (Rp'000)
Pihak ketiga 43,157,664 19,622,243
Pihak berelasi 435,283 -
Jumlah 43,592,947 19,622,243
19. BEBAN AKRUAL
2025 2024
(Rp'000) (Rp'000)
Komisi 3,384,961 3,384,961
Listrik dan air 1,791,183 2,236,982
Pengangkutan - 575,013
Lain-lain 712,975 4,213,439
Jumlah 5,889,119 10,410,395
20. HUTANG SEWA PEMBIAYAAN
Pembayaran utang sewa pembiayaan minimum di masa yang akan datang berdasarkan perjanjian
sewa pembiayaan ini adalah sebagai berikut:
2025 2024
(Rp'000) (Rp'000)
Dalam satu tahun 2,461,847 3,537,881
Antara satu sampai lima tahun 2,759,341 2,998,039
Jumlah sewa pembiayaan 5,221,188 6,535,920
Dikurangi bagian bunga 332,594 488,291
Jumlah sewa pembiayaan – bersih 4,888,594 6,047,629
Dikurangi bgn yang jatuh tempo dlm satu tahun 2,268,329 3,537,881
Bagian jangka panjang 2,620,265 2,509,748
Manajemen Perusahaan dan entitas anaknya menetapkan kebijakan untuk membeli kendaraan
melalui sewa pembiayaan. Jangka waktu sewa adalah 3-5 tahun dengan tingkat bunga berkisar 6%
- 10% flat per tahun. Semua utang sewa pembiayaan didenominasi dalam Rupiah yang dibayar
setiap bulan dalam suatu jumlah tetap. Utang ini dijamin dengan aset tetap pembiayaan yang
bersangkutan (Catatan 12).
21. MODAL SAHAM
Sesuai dengan surat Persetujuan Prinsip dari Bursa Efek Indonesia (BEI) No. S-
02613/BEI.PP3/03-2024 tanggal 18 Maret 2024 dan surat Persetujuan Pencatatan Pemecahan Nilai
Nominal (Stock Split) No. S-05504/BEI.PP3/06-2024 tanggal 13 Juni 2024, Perseroan telah
40
Page 43
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
melakukan Stock Split dari nominal Rp500,- per lembar saham menjadi Rp100,- per lembar saham
atau 1 (satu) lembar saham lama menjadi 5 (lima) lembar saham baru.
Sehingga susunan pemegang saham dan pemiliknya pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember
2024 adalah sebagai berikut:
2025 dan 2024
Jumlah Saham Persentase Jumlah
Nama Pemegang Saham 2024 2023 Pemilikan Modal Disetor
PT Monaspermata Persada 397.425.000 79.485.000 52,57% 39.742.500
PT Indolife Pensiontama 132.891.500 26.578.300 17,58% 13.289.150
Fujikura Ltd, Japan 102.150.000 20.430.000 13,51% 10.215.000
Fujikura Asia Ltd, Singapore 49.050.000 9.810.000 6,49% 4.905.000
Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) 74.483.500 14.896.700 9,85% 7.448.350
Jumlah 756.000.000 151.200.000 100,00% 75.600.000
Sesuai dengan Undang-undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Perusahaan
disyaratkan membuat cadangan penyisihan laba bersih paling sedikit 20% dari jumlah modal yang
ditempatkan. Sampai dengan tanggal 31 Maret 2025 Perusahaan telah membentuk dana cadangan
sebesar Rp 30.000.000 (2024: Rp 30.000.000).
22. AGIO SAHAM
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 akun ini merupakan agio saham sehubungan
dengan penjualan saham Perusahaan pada penawaran umum kepada masyarakat tahun 1992.
Rupiah
Tahun 1992 :
Jumlah yang diterima untuk pengeluaran 10.000.000 saham 47.500.000
Jumlah yang dicatat sebagai modal disetor (10.000.000)
Saldo agio saham-bersih sebelum kapitalisasi 37.500.000
Kapitalisasi menjadi saham pada tahun 1994 (33.600.000)
Saldo agio saham 3.900.000
23. PENJUALAN BERSIH
Rincian penjualan bersih menurut kelompok langganan adalah sebagai berikut:
2025 2024
(Rp'000) (Rp'000)
Kabel listrik 979,361,585 658,053,581
Kabel telekomunikasi 37,229,321 39,795,938
Lainnya 10,768,051 8,399,826
Jumlah penjualan bersih 1,027,358,957 706,249,345
Rincian penjualan bersih menurut kelompok langganan adalah sebagai berikut:
41
Page 44
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
2025 2024
(Rp'000) (Rp'000)
Penjualan :
Lokal 1,023,212,372 705,557,678
Ekspor 4,146,585 691,667
Jumlah penjualan 1,027,358,957 706,249,345
Persentase penjualan kepada pihak berelasi pada periode tiga bulan tahun 2025 dan 2024 adalah
sebesar 29,9% dan 45,2%.
Berikut ini adalah rincian penjualan yang melebihi 10% dari penjualan bersih masing-masing pada
periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024.
2025 2024
(Rp'000) (Rp'000)
RDMP Balikpapan - 97,369,823
PT PLN Persero 85,560,703 70,275,663
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. 241,076,600 -
PT Sinarmonas Industries 218,090,574 237,092,002
PT Monaspermata Persada 88,910,164 82,668,981
Jumlah 633,638,041 487,406,469
24. BEBAN POKOK PENJUALAN
2025 2024
(Rp'000) (Rp'000)
Persediaan bahan baku
Awal tahun 144,653,485 99,565,566
Pembelian 792,370,644 683,076,523
Tersedia untuk dipakai 937,024,129 782,642,089
Akhir tahun (143,205,297) (138,552,775)
Bahan baku yang digunakan 793,818,832 644,089,314
Upah langsung 33,772,714 26,106,774
Beban produksi tak langsung 25,640,660 21,358,039
Jumlah beban produksi 853,232,206 691,554,127
Persediaan barang dalam proses
Awal tahun 272,597,454 74,609,316
Akhir tahun (238,014,024) (125,425,674)
Beban Pokok Produksi 887,815,636 640,737,769
Persediaan barang jadi
Awal tahun 190,729,905 258,408,331
Pembelian 41,055,257 28,402,616
Akhir tahun (176,709,797) (293,072,481)
Beban Pokok Penjualan 942,891,001 634,476,235
42
Page 45
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
Persentase pembelian bahan baku kepada pihak-pihak berelasi pada periode tiga bulan tahun 2025
dan 2024 sebesar 16,8% dan 20,4%
Berikut ini adalah rincian pembelian bahan baku yang melebihi 10% dari jumlah pembelian bersih
masing-masing pada periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024.
2025 2024
(Rp'000) (Rp'000)
PT Sinarmonas Industries 72,228,075 70,724,179
PT Tembaga Mulia Semanan 356,833,092 286,437,274
PT Karya Sumiden Indonesia 239,872,963 185,275,144
Jumlah 668,934,130 542,436,597
25. BEBAN PRODUKSI TIDAK LANGSUNG
2025 2024
(Rp'000) Rp'000)
Perbaikan dan pemeliharaan 8,717,462 5,965,034
Penyusutan aktiva tetap 8,009,023 6,933,944
Listrik, air dan gas 7,259,574 7,648,311
Bahan bakar dan pelumas 567,754 380,039
Laboratorium/pengujian 147,601 39,698
Pengepakan 111,243 133,378
Sewa gedung 105,435 14,000
Perijinan 85,230 -
Perjalanan dinas 83,485 15,131
Alat tulis kantor 67,407 34,787
Contoh material 22,000 -
Asuransi 19,728 10,809
Komunikasi 11,958 8,456
Pertemuan dan pergaulan 7,920 -
Pengangkutan - 174,422
Lain-lain 424,840 30
Jumlah beban produksi tidak langsung 25,640,660 21,358,039
26. BEBAN USAHA
2025 2024
(Rp'000) Rp'000)
Beban penjualan
Pengangkutan 5,518,625 5,323,979
Gaji, upah dan tunjangan 5,329,762 4,714,222
Komisi penjualan 1,540,784 8,604,580
Pengepakan 875,565 778,026
Laboratorium/pengujian 677,551 555,200
Pertemuan dan pergaulan 521,063 212,492
Penyusutan aktiva tetap 383,542 308,399
43
Page 46
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
Perbaikan dan pemeliharaan 210,705 128,867
Perjalanan dinas 195,381 125,003
Alat tulis dan cetakan 84,590 57,421
Asuransi 65,626 139,703
Komunikasi 39,913 60,499
Denda keterlambatan 36,455 10,977
Perijinan 29,244 4,500
Contoh kabel 15,833 490,372
Advertensi dan promosi 11,011 100,895
Tender 3,898 10,055
Representasi dan sumbangan 2,200 44,300
Administrasi bank - 1,036,862
Pendidikan dan latihan - 179
Bahan bakar dan pelumas - 73,349
Lain-lain 495 18,789
Jumlah beban penjualan 15,542,243 22,798,669
2025 2024
(Rp'000) Rp'000)
Beban umum dan administrasi
Gaji, upah dan tunjangan 7,866,289 11,321,356
Administrasi bank - 3,593,349
Penyusutan aktiva tetap 2,382,946 2,013,371
Perbaikan dan pemeliharaan 762,050 1,024,820
Jasa profesional 370,500 270,071
Perijinan 99,966 372,542
Komunikasi 75,609 96,621
Perjalanan dinas 276,959 123,598
Alat tulis dan cetakan 27,025 148,467
Bahan bakar dan pelumas 1,994 92,396
Pendidikan dan latihan 112,422 266,399
Asuransi 196,278 191,790
Laboratorium/pengujian - 630,337
Listrik, air dan gas 90,930 105,933
Pertemuan dan pergaulan 21,040 34,382
Biaya pajak 882 632,984
Representasi dan sumbangan 97,165 112,280
Pengepakan 13,860 4,100
Sewa 61,213 111,940
Lain-lain 691,789 250,385
Jumlah 13,148,917 21,397,121
Jumlah beban usaha 28,691,160 44,195,790
44
Page 47
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
27. BEBAN BUNGA
Akun ini meliputi bunga atas pinjaman-pinjaman sebagai berikut :
2025 2024/Mar
(Rp’000) (Rp’000)
Pinjaman bank 8,119,706 3,662,967
Sewa pembiayaan 88,016 60,990
Jumlah 8,207,722 3,723,957
28. PERPAJAKAN
a) Pajak dibayar dimuka
2025 2024/Mar
(Rp’000) (Rp’000)
Pajak Pertambahan Nilai – Restitusi 33,168,103 7,051,462
Pajak Pertambahan Nilai - -
Jumlah 33,168,103 7,051,462
b) Taksiran klaim pajak penghasilan
2025 2024
(Rp’000) (Rp’000)
Taksiran klaim pajak penghasilan
Tahun 2022
- 10,368,286
c) Hutang pajak
2025 2024/Mar
(Rp’000) (Rp’000)
Pajak Penghasilan :
Taksiran hutang pajak penghasilan 2024 4,388,022 2,432,785
PPh Pasal 21 1,724,070 1,946,220
PPh Pasal 29 6,694,063 8,502,155
PPh Pasal 23 74,121 407,577
PPh Pasal 4 (2) 89,594 12,459
Pajak Pertambahan Nilai - Bersih 12,873,458 5,251,171
Jumlah 25,843,328 18,552,367
d) Pajak penghasilan
Beban (penghasilan) pajak Perusahaan terdiri dari:
2025 2024
(Rp’000) (Rp’000)
Pajak kini 9,775,751 5,967,648
Pajak tangguhan (698,630) (176,693)
Jumlah 9,077,121 5,790,955
45
Page 48
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
e) Pajak kini
Rekonsiliasi antara rugi sebelum pajak menurut laporan laba rugi dengan laba kena pajak
adalah sebagai berikut:
2025 2024
(Rp’000) (Rp’000)
Laba (Rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba
rugi konsolidasi 41,827,329 26,217,246
Rugi (Laba) Entitas Anak 478,033 (246,158)
Laba perusahaan 42,305,362 25,971,088
Perbedaan temporer :
Penurunan nilai persediaan - -
Penyusutan aktiva tetap 2,697,559 1,049,311
Jumlah 2,697,559 1,049,311
Perbedaan tetap :
Beban pergaulan dan pertemuan 550,023 367,508
Penghasilan bunga (397,454) - 410
Penghasilan sewa gedung pbrik (78,165) - 78,165
Biaya kantin dan tunjangan lainnya 18,407 108,616
Representasi dan sumbangan 99,365 162,580
Biaya asuransi 14,364 4,868
Biaya komunikasi 10,320 18,012
Biaya bensin dan pemeliharaan kendaraan - 5,435
Biaya promosi 401 -
Cicilan sewa pembiayaan (784,951) - 483,169
Jumlah (567,690) 105,275
Taksiran laba (rugi) kena pajak 44,435,231 27,125,674
Akumulasi rugi fiskal - -
Laba (rugi) fiskal belum dikompensasi 44,435,231 27,125,674
Perhitungan beban dan hutang pajak kini adalah sebagai berikut :
2025 2024
(Rp’000) (Rp’000)
Beban pajak kini
22% x 27,125,674 - 5,967,648
22% x 44.435.231 9,775,751 -
Jumlah 9,775,751 5,967,648
Dikurangi pembayaran pajak dimuka :
Pajak penghasilan pasal 22 3,146,913 3,459,385
Pajak penghasilan pasal 23 9,504 75,478
Pajak penghasilan pasal 25 2,231,312 -
46
Page 49
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
Taksiran hutang (klaim) pajak penghasilan 4,388,022 2,432,785
f) Pajak Tangguhan
Rincian dari aset dan kewajiban pajak tangguhan perusahaan dan entitas anak adalah sebagai
berikut:
Dikreditkan
(dibebankan)
01-Jan ke laporan 31-Mar
2025 laba rugi 2025
Aset (Liabilitas) pajak tangguhan:
Imbalan kerja 15,940,896 - 15,940,896
Rugi (laba) fiskal - - -
Sewa pembiayaan (1,556,136) - (1,556,136)
Penyusutan aktiva tetap 14,843,328 593,463 15,436,791
Penyisihan penurunan nilai persediaan 1,061,986 - 1,061,986
Cadangan piutang tak tertagih 13,723,614 - 13,723,614
Aset pajak tangguhan entitas anak 1,322,856 105,167 1,428,023
Aktiva (kewajiban) pajak tangguhan 45,336,544 698,630 46,035,174
Dikreditkan
(dibebankan)
01-Jan ke laporan 31-Mar
2024 laba rugi 2024
Aset (Liabilitas) pajak tangguhan:
Imbalan kerja 16,234,190 - 16,234,190
Rugi fiskal - - -
Sewa pembiayaan - 5,618,475 - (5,618,475)
Penyusutan aktiva tetap 12,318,066 230,848 12,548,914
Penyisihan penurunan nilai persediaan 596,310 - 596,310
Cadangan piutang tak tertagih 14,062,861 - 14,062,861
Aset pajak tangguhan entitas anak 1,417,923 - 54,155 1,363,768
Aset (Liabilitas) pajak tangguhan- Bersih 39,010,875 176,694 39,187,569
Rekonsiliasi antara penghasilan pajak dan hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak,
dengan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut :
2025 2024
Rp’000 Rp’000
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut
laporan laba rugi 42,305,362 25,971,088
Tarif pajak yang berlaku :
22% x Rp 42.305.362 9,307,180 -
47
Page 50
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
22% x Rp 25,971,088 - 5,713,639
Jumlah 9,307,180 5,713,639
Pengaruh pajak atas penghasilan (beban) yang tidak dapat
diperhitungkan menurut fiscal :
Beban pergaulan dan pertemuan 121,005 80,852
Penghasilan bunga (87,440) (90)
Penghasilan sewa gedung pbrik (17,196) (17,196)
Biaya kantin dan tunjangan lainnya 4,050 23,896
Representasi dan sumbangan 21,860 35,768
Biaya asuransi 3,160 1,071
Biaya komunikasi 2,270 3,963
Biaya bensin dan pemeliharaan kendaraan - 1,196
Penghasilan lain-lain investasi saham 88 -
Cicilan sewa pembiayaan (172,689) (106,297)
Jumlah (124,892) 23,161
Beban (Penghasilan) Pajak Perusahaan 9,182,288 5,736,800
Beban (penghasilan) pajak entitas anak (105,167) 54,155
Jumlah beban (penghasilan) pajak 9,077,121 5,790,955
Surat Ketetapan pajak
Pemeriksaan tahun 2023
Pada tanggal 18 Januari 2023, Perusahaan telah menerima Surat Keputusan dari Direktur Jenderal Pajak No.
KEP-00008/SKPPKP/KPP.071003/2023 tentang pengembalian pendahuluan kelebihan pembayaran pajak
atas Pajak Penambahan Nilai (PPN) November 2022 sebesar Rp13.522.663.380. Perusahaan telah menerima
pembayaran tersebut pada tanggal 6 Februari 2024.
Pada tanggal 03 April 2023, Perusahaan telah menerima Surat Keputusan dari Direktur Jenderal Pajak No.
00006/406/21/081/23 tentang Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) Pajak Penghasilan tahun 2021
sebesar Rp5.261.457.152.
Pada tanggal 10 April 2023, Perusahaan telah menerima Surat Keputusan dari Direktur Jenderal Pajak No.
KEP-00016/PPH/KPP.0710/2023 tentang Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak, Perusahaan telah
menerima restitusi Pajak Penghasilan Badan tahun 2021 sebesar Rp4.181.785.196 setelah dikurangi utang
pajak sebesar Rp1.079.671.956.
Dengan rincian utang pajak sebagai berikut:
a. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) No. 00003/207/21/081/23 sebesar
Rp510.858.777 terkait PPN masa pajak Desember 2021;
b. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) No. 00006/201/21/081/23 sebesar
Rp476.711.556 terkait PPh 21 masa pajak Desember 2021;
c. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) No. 00009/203/21/081/23 sebesar
Rp48.150.891 terkait PPh 23 masa pajak Desember 2021;
d. Surat Tagihan Pajak No. 00050/107/21/081/23 sebesar Rp3.134.252 dengan masa pajak
September 2021; dan
e. 'Surat Tagihan Pajak No. 00051/107/21/081/23 sebesar Rp40.816.480 dengan masa pajak
Desember 2021.
Perusahaan telah menerima pembayaran tersebut pada tanggal 26 April 2023.
48
Page 51
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
Pada tanggal 15 Mei 2023, Perusahaan telah menerima Surat Keputusan dari Direktur Jenderal Pajak No.
KEP-00101/SKPPKP/KPP.0710/2023 tentang pengembalian pendahuluan kelebihan pembayaran pajak atas
Pajak Penambahan Nilai (PPN) Maret 2023 sebesar Rp8.528.504.887. Perusahaan telah menerima
pembayaran tersebut pada tanggal 13 Juni 2023.
Pada tanggal 18 Juli 2023, Perusahaan telah menerima Surat Keputusan dari Direktur Jenderal Pajak No.
KEP-00136/SKPPKP/KPP.0710/2023 tentang pengembalian pendahuluan kelebihan pembayaran pajak atas
Pajak Penambahan Nilai (PPN) Mei 2023 sebesar Rp10.062.351.136. Perusahaan telah menerima
pembayaran tersebut pada tanggal 11 Agustus 2023.
Pada tanggal 12 Oktober 2023, Perusahaan telah menerima Surat Keputusan dari Direktur Jenderal Pajak No.
KEP-00192/SKPPKP/KPP.0710/2023 tentang pengembalian pendahuluan kelebihan pembayaran pajak atas
Pajak Penambahan Nilai (PPN) Mei 2023 sebesar Rp10.938.204.321. Perusahaan telah menerima
pembayaran tersebut pada tanggal 3 November 2023.
Pemeriksaan tahun 2024
Pada tanggal 14 Mei 2024, Perusahaan telah menerima Surat Keputusan dari Direktur Jenderal Pajak No. KEP-
00085/SKPPKP/KPP.0710/2024 tentang Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pembayaran Pajak atas Pajak
Penambahan Nilai (PPN) Februari 2024 sebesar Rp11.396.074.010.
Pada tanggal 20 Juni 2024, Perusahaan telah menerima Surat Perintah Membayar Kelebihan Pajak dari
Direktorat Jenderal Pajak No. 00471A. Berdasarkan SKPKPP Nomor KEP-00249/PPN/KPP.0710/2024 jenis
SPM-KP-Pajak, Pada akun 411211 Pendapatan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Dalam Negeri sebesar Rp
11.396.074.010. Dengan memperhitungkan kompensasi utang pajak melalui potongan SPMKP sejumlah Rp.
1.582.308.456. Sehingga dikembalikan/dibayarkan kepada Wajib Pajak sejumlah Rp 9.813.765.554.
Pada tanggal 5 Juni 2024, Perusahaan telah menerima Surat Keputusan dari Direktur Jenderal Pajak No. KEP-
00103/SKPPKP/KPP.0710/2024 tentang Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pembayaran Pajak atas Pajak
Penambahan Nilai (PPN) April 2024sebesar Rp 9.642.268.762.
Pada tanggal 20 Juni 2024, Perusahaan telah menerima Surat Perintah Membayar Kelebihan Pajak dari
Direktorat Jenderal Pajak No. 00517A. Berdasarkan SKPKPP Nomor KEP-00279/PPN/KPP.0710/2024 jenis
SPM-KP-Pajak, Pada akun 411211 Pendapatan PPN Dalam Negeri sebesar Rp 9.642.268.762. Sehingga
dikembalikan/ dibayarkan kepada Wajib Pajak sejumlah Rp. 9.642.268.762.
Pada tanggal 19 Agustus 2024, Perusahaan telah menerima Surat Keputusan dari Direktur Jenderal Pajak No.
KEP-00150/SKPPKP/KPP.0710/2024 tentang Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pembayaran Pajak atas
Pajak Penambahan Nilai (PPN) Juni 2024 sebesar Rp 13.642.898.206
Pada tanggal 5 September 2024, Perusahaan telah menerima Surat Perintah Membayar Kelebihan Pajak dari
Direktorat Jenderal Pajak No. 00820A. Berdasarkan SKPKPP Nomor KEP-00480/PPN/KPP.0710/2024 jenis
SPM-KP-Pajak, Pada akun 411211 Pendapatan PPN Dalam Negeri sebesar Rp 13.642.898.206. Sehingga
dikembalikan/dibayarkan kepada Wajib Pajak sejumlah Rp. 13.642.898.206.
Pada tanggal 11 September 2024, Perusahaan telah menerima Surat Keputusan dari Direktur Jenderal Pajak
No. KEP-00168/SKPPKP/KPP.0710/2024 tentang Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pembayaran Pajak
atas Pajak Penambahan Nilai (PPN) Juli 2024sebesar Rp 10.028.747.738.
Pada tanggal 8 Oktober 2024, Perusahaan telah menerima Surat Perintah Membayar Kelebihan Pajak dari
Direktorat Jenderal Pajak No. 00923A. Berdasarkan SKPKPP Nomor KEP-00515/PPN/KPP.0710/2024 jenis
SPM-KP-Pajak, Pada akun 411211 Pendapatan PPN Dalam Negeri sebesar Rp 10.028.747.738. Sehingga
dikembalikan/dibayarkan kepada Wajib Pajak sejumlah Rp. 10.028.747.738.
49
Page 52
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
Pada tanggal 19 November 2024, Perusahaan telah menerima Surat Keputusan dari Direktur Jenderal Pajak
No. KEP-00208/SKPPKP/KPP.0710/2024 tentang Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pembayaran Pajak
atas Pajak Penambahan Nilai (PPN) September 2024 sebesar Rp 9.254.729.982.
Administrasi Perpajakan
Berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku, Perusahaan menghitung, menetapkan dan membayar
sendiri jumlah pajak yang terutang. Direktorat Jendral Pajak dapat menetapkan dan mengubah
kewajiban pajak dalam batas waktu 5 (lima) tahun sejak tanggal terutangnya pajak.
Pada tanggal 23 Januari 2025, Perusahaan telah menerima Surat Keputusan dari Direktur Jenderal
Pajak No. KEP-00012/SKPPKP/KPP.0710/2025 tentang Pengembalian Pendahuluan Kelebihan
Pembayaran Pajak atas Pajak Penambahan Nilai (PPN) masa November 2024 sebesar Rp
11.446.780.038.
Pada tanggal 4 Februari 2025, Perusahaan telah menerima Surat Tagihan Pajak Penghasilan No.
00003/106/24/081/25 tentang Angsuran PPh tahun berjalan masa Desember 2024 sebesar Rp
751.208.386. yang telah dikompensasi dengan pengembalian kelebihan Pembayaran Pajak Nilai masa
November 2024
29. LABA PER SAHAM
Pada periode tiga bulan tahun 2025 dan tahun 2024 laba bersih yang digunakan Perusahaan untuk
perhitungan laba per saham dasar masing-masing adalah laba Rp32.750.208 dan Rp 20.426.292
rata-rata saham yang beredar untuk tahun 2025 adalah 756.000.000 dan tahun 2024 adalah
151.200.000 saham. Laba per saham (angka penuh) 2024 Rp43,22 dan tahun 2023 Rp135,09
30. DIVIDEN
Berdasarkan akta risalah Rapat Umum Pemegang Saham No.16 tanggal 22 Mei 2024, menetapkan
pembagian dividen final untuk tahun buku 2023 sebesar Rp 250,00 per lembar saham atau sebesar
Rp 37.800.000.000
Berdasarkan akta risalah Rapat Umum Pemegang Saham No.34 tanggal 12 Juni 2023, menetapkan
pembagian dividen final untuk tahun buku 2022 sebesar Rp 100,00 per lembar saham atau sebesar
Rp 15.120.000.000
31. LIABILITAS IMBALAN KERJA
Liabilitas imbalan pasca kerja per 31 Desember 2024 dan 2023 dihitung oleh aktuaris independen
yaitu Arya Bagiastra dan Yusi dan Rekan, dengan nomor laporan 410/PSAK/KKA.AB/WS/II/25
pada tanggal 10 Februari 2025 dan 410/PSAK/KKA.AB/WS/II/2024 pada tanggal 19 Februari
2024, dengan menggunakan metode "Projected Unit Credit” dan asumsi-asumsi sebagai berikut:
50
Page 53
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
2024 2023
Jumlah karyawan 848 861
Tingkat diskonto 7,13% 7%
Tingkat kenaikan gaji masa
depan 5% 7%
Tingkat pensiun normal 58 tahun 58 tahun
Tabel kematian TMI 2019 TMI 2019
Tingkat cacat 5% dari TMI 2019/5% of TMI 5% dari TMI 2019/5% of TMI
2019 2019
Tingkat pengunduran
diri umur dibawah 30
tahun 4% 4%
Menurun pada usia 2 tahun sebelum usia pensiun normal
Rekonsiliasi liabilitas yang diakui di laporan posisi keuangan:
2024 2023
Liabilitas imbalan kerja-bersih 72,611,216 73,791,775
Dikurangi yang akan dibayar dlm satu tahun 15,300,755 10,276,045
Liabilitas imbalan kerja-jangka panjang 57,310,461 63,515,730
Beban imbalan pascakerja yang diakui dalam laporan laba rugi:
2024 2023
Biaya jasa kini 5,080,880 4,222,270
Biaya jasa lalu - -
Biaya bunga 5,176,292 4,399,061
Pengukuran kembali atas
imbalan kerja - -
Jumlah 10,257,172 8,621,331
(Keuntungan) Kerugian yang diakui pada pos penghasilan komprehensif tahun berjalan:
51
Page 54
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
2024 2023
Saldo awal 65,913,637 67,897,506
Pembayaran manfaat (6,706,897) (7,037,889)
Jumlah yang diakui dalam penghasilan
komprehensif lain 8,621,331 7,218,731
Beban tahun berjalan 5,963,705 (2,164,711)
Jumlah 73,791,775 65,913,637
(Keuntungan) Kerugian yang diakui pada pos penghasilan komprehensif tahun berjalan:
2024 2023
Saldo awal 7,993,145 2,029,440
(Keuntungan) Kerugian aktuarial (4,315,034) 5,963,705
Jumlah 3,678,111 7,993,145
Mutasi liabilitas bersih di laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut:
2024 2023
Saldo liabilitas awal tahun 73,791,775 67,897,506
Pembayaran imbalan (7,122,697) (7,037,889)
Beban tahun berjalan 10,257,172
Penghasilan komprehensif lain (4,315,034) 7,218,731
Jumlah saldo liabilitas akhir tahun 72,611,216 73,791,775
Analisis sensitivitas liabilitas imbalan kerja untuk perubahan asumsi aktuarial pokok pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
2024 2023
Peningkatan 1%
Nilai kini kewajiban
imbalan pasti 63,317,419 64,339,623
Biaya jasa kini 4,353,407 3,466,306
Penurunan 1%
Nilai kini kewajiban
imbalan pasti 83,975,631 85,786,164
Biaya jasa kini 5,773,768 4,621,742
Analisis sensitivitas
kenaikan gaji
Peningkatan 1%
Nilai kini kewajiban
imbalan pasti 86,637,411 87,330,315
Biaya jasa kini 5,956,779 4,704,933
52
Page 55
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
Penurunan 1%
Nilai kini kewajiban
imbalan pasti 57,758,274 63,026,570
Biaya jasa kini 3,971,186 3,395,565
Analisa sensitivitas diatas didasarkan pada perubahan atas satu asumsi aktuarial dimana semua
asumsi lainnya dianggap konstan. Dalam prakteknya, hal ini jarang terjadi dan perubahan beberapa
asumsi mungkin saling berkorelasi.
Dalam perhitungan sensitivitas liabilitas imbalan kerja atas asumsi aktuarial utama, metode yang
sama (projected unit credit) telah diterapkan seperti dalam perhitungan liabilitas imbalan kerja
yang diakui dalam laporan posisi keuangan.
Pada periode tiga bulan tahun 2025 dan 2024 perusahaan belum menghitung beban imbalan pasca
kerja. Perusahaan akan menghitung beban imbalan pasca kerja tersebut pada akhir tahun yang akan
dihitung oleh aktuaris independen.
32. PIHAK-PIHAK BERELASI
Sifat Berelasi:
a. PT Monas Permata Persada, Fujikura Ltd dan Fujikura Asia Limited adalah pemegang saham
Perusahaan.
b. Pemegang saham mayoritas Perusahaan juga merupakan pemegang saham PT Multi Tembaga
Utama, PT Aluminametal Utama dan PT Sinarmonas Industries.
c. Perusahaan dimana pengurusnya merupakan keluarga dari pengurus Perusahaan adalah
CV Sarihon Elektrik dan PT Ryu Ei Kogyo.
d. Perusahaan menyewa bangunan kantor di Mega Glodok Kemayoran milik PT Monas Permata
Persada. Beban sewa tahun 2025 dan 2024 sebesar Rp 652.529
e. PT Solusi Energi Terbarukan dan Koperasi Karyawan adalah pihak berelasi dengan manajemen
yang sama.
Saldo piutang dan hutang pada pihak pihak berelasi:
2025 2024
(Rp’000) (Rp’000)
Piutang usaha
PT Sinarmonas Industries 327,209,758 294,242,690
PT Monaspermata Persada 67,150,421 56,674,080
PT Trans Indonesia Superkoridor 1,189,032 1,189,032
Jumlah 395,549,211 352,105,802
Berdasarkan penelaahan terhadap kondisi keuangan pihak-pihak berelasi, manajemen
Perusahaan dan entitas anaknya berpendapat seluruh piutang tersebut dapat ditagih sehingga atas
piutang kepada pihak tersebut tidak diadakan penyisihan penurunan nilai piutang usaha.
53
Page 56
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
2025 2024
(Rp’000) (Rp’000)
Utang usaha
PT Sinarmonas Industries 62,461,575 53,524,378
PT Aluminametal Utama 58,974,076 34,448,890
PT Ryu Ei Kogyo 8,260,159 8,213,925
PT Monas Permata Persada 6,137,808 3,628,058
Jumlah 135,833,618 99,815,251
2025 2024
(Rp’000) (Rp’000)
Uang muka penjualan
PT Sinarmonas Industries - -
PT JJ-Lapp SMI - -
Jumlah - -
Transaksi-transaksi Pihak berelasi:
Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan melakukan transaksi tertentu dengan pihak-pihak berelasi,
yang meliputi antara lain :
a. 29,9% dan 45,2% dari jumlah penjualan masing-masing pada periode tiga bulan tahun
2025 dan 2024, merupakan penjualan kepada pihak yang berelasi dimana menurut
manajemen dilakukan dengan tingkat harga dan syarat-syarat normal sebagaimana halnya
bila dilakukan dengan pihak ketiga. Pada tanggal neraca, piutang atas penjualan tersebut
dicatat sebagai bagian dari piutang usaha, yang meliputi 18,0% dan 18,3% dari jumlah aset
lancar masing-masing pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024.
Rincian penjualan kepada pihak berelasi adalah sebagai berikut :
2025 2024
(Rp 000) (Rp 000)
PT Monaspermata Persada 88,910,164 82,668,981
PT Sinarmonas Industries 218,090,574 237,092,002
Jumlah 307,000,738 319,760,983
b. 16,8% dan 20,4% dari jumlah pembelian masing-masing pada periode tiga bulan tahun 2025
dan 2024, merupakan pembelian dari pihak berelasi, dimana menurut pendapat manajemen
dilakukan dengan tingkat harga dan syarat-syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan
dengan pihak ketiga. Pada tanggal neraca, hutang atas pembelian tersebut dicatat sebagai
bagian dari hutang usaha yang meliputi 7,4% dan 6,6% dari jumlah kewajiban lancar
masing-masing pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024.
54
Page 57
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
Rincian pembelian dari pihak berelasi sebagai berikut:
2025 2024
(Rp 000) (Rp 000)
PT Sinarmonas Industries 72,228,075 70,724,179
PT Aluminametal Utama 50,472,350 61,091,558
PT Monaspermata Persada 10,217,429 8,798,575
PT Ryu Ei Kogyo 7,171,219 4,755,498
Jumlah 140,089,073 145,369,810
33. INFORMASI SEGMEN
31 Mar 2025 Kabel Listrik Kabel Telepon Lain-lain Jumlah
Rp’000 Rp’000 Rp’000 Rp'000
Penjualan 979,362 95,3% 37,229 3,6% 10,768 1,0% 1,027,359 100%
Beban pokok penjualan 900,042 32,959 9,890 942,891
Laba kotor 79,320 4,270 878 84,468 8,2%
Beban usaha yang tidak dapat dialokasikan 28,691
Laba dari usaha 55,777 5,4%
Penghasilan lain-lain yang tidak dapat dialokasikan (13,949)
Laba sebelum pajak 41,828 4,1%
Pajak penghasilan (9,078)
Laba tahun berjalan 32,750
Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi
Perubahan nilai wajar investasi tersedia untuk dijual
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 32,750
Laba yang dapat diatribusikan kepada :
Pemilik entitas induk
Kepentingan non-pengendali -
Jumlah. 32,750
Jumlah laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada :
Pemilik entitas induk
Kepentingan non-pengendali -
Jumlah. 32,750
31 Mar 2024 Kabel Listrik Kabel Telepon Lain-lain Jumlah
Rp’000 Rp’000 Rp’000 Rp'000
Penjualan 658,054 93% 39,796 6% 8,400 1% 706,250 100%
Beban pokok penjualan 590,536 36,462 7,478 634,476
Laba kotor 67,518 3,334 922 10% 71,774 10,2%
Beban usaha yang tidak dapat dialokasikan 44,196
55
Page 58
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
Laba dari usaha 27,578 3,9%
Penghasilan lain-lain yang tidak dapat dialokasikan (1,361)
Laba sebelum pajak 26,217 3,7%
Pajak penghasilan (5,791)
Laba tahun berjalan 20,426
Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi
Perubahan nilai wajar investasi tersedia untuk dijual -
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 20,426
Laba yang dapat diatribusikan kepada :
Pemilik entitas induk 20,425
Kepentingan non-pengendali 1
Jumlah. 20,426
Jumlah laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada :
Pemilik entitas induk 20,425
Kepentingan non-pengendali 1
Jumlah. 20,426
34. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan dan entitas anak mempunyai aset
dan kewajiban moneter dalam mata uang asing sebagai berikut :
31 Mar 2025 31 Des 2024
Mata Uang Ekuivalen Mata Uang Ekuivalen
Asing (Rp'000) Asing (Rp'000)
Aset
Kas dan setara kas US$ 11,923 197,785 16,661 269,282
SG$ 15,530 192,674 15,171 180,822
EUR 15,795 282,617 14,812 249,605
GBP - - - -
INR - - - -
AUD - - - -
CNY 62,657 143,092 1,072,291 2,374,053
Piutang usaha :
- Pihak-pihak berelasi US$ - - - -
- Pihak ketiga US$ 274,924 4,560,434 197,478 3,191,647
EUR - - - -
-Uang jaminan USD - - - -
EUR - - - -
Jumlah aset 5,376,602 6,265,409
56
Page 59
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
Liabilitas
Hutang bank US$ 2,105,537 34,926,650 2,327,100 37,610,598
Hutang usaha :
- Pihak-pihak berelasi SG$ - - - -
US$ - - - -
- Pihak ketiga US$ 1,132,259 18,781,911 667,300 10,784,900
EUR 6,591 117,929 - -
CNY 29,403,789 67,150,608 - -
SGD - - - -
Hutang lain-lain US$ - - 98,812 1,597,001
CNY - - 6,002,405 13,289,325
Jumlah Liabilitas 120,977,098 63,281,824
Jumlah Liabilitas - Bersih (115,600,496) (57,016,415)
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, kurs konversi yang digunakan
Perusahaandan entitas anak sebagai berikut :
31 Mar 2025 31 Des 2024
Mata Uang
1 EUR 17,893 16,851
1 USD 16,588 16,162
1 SGD 12,406 11,919
1 GBP 21,417 20,333
1 AUD 10,082
1 CNY 2,284 2,214
Pada masa mendatang, nilai kurs masih mungkin berubah-ubah, dan mata uang Rupiah mungkin
mengalami depresiasi atau apresiasi secara signifikan terhadap mata uang lainnya.
35. KOMITMEN DAN KONTINJENSI
Bank Garansi
Dalam rangka kontrak penjualannya, Perusahaan telah menyerahkan bank garansi sebagai jaminan
pelaksanaan yang diterbitkan oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk untuk kepentingan
langganannya terutama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), tender dan ekspor.
Pada tanggal 31 Maret 2025, jumlah bank garansi yang masih berlaku adalah sebesar Rp 3.258.643
(2024 : 3.258.643)
57
Page 60
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
36. MANAJEMEN RISIKO
Grup menghadapi risiko kredit, risiko mata uang asing dan risiko likuiditas yang timbul dalam
kegiatan usaha normal. Manajemen terus menerus memantau proses manajemen risiko Perusahaan
untuk memastikan tercapainya keseimbangan yang memadai antara risiko dan kontrol. Kebijakan
manajemen risiko dan sistem ditinjau secara berkala untuk mencerminkan perubahan dalam
kondisi pasar dan kegiatan Perusahaan.
a. Risiko kredit
Risiko kredit adalah risiko kerugian keuangan pada instrumen keuangan yang beredar jika
pihak ketiga gagal dalam memenuhi liabilitasnya.
Untuk piutang usaha dan piutang lain-lain, kebijakan Grup adalah untuk bertransaksi dengan
pihak lain yang layak kredit dan atau mendapatkan uang muka yang memadai, bila perlu, untuk
menekan risiko kredit. Selain itu, piutang dipantau ketat secara berkelanjutan.
Kas dan setara kas ditempatkan pada lembaga keuangan yang resmi dan terpercaya.
b. Risiko mata uang asing
Risiko maksimal dari risiko kredit dicerminkan dalam jumlah tercatat pada masing-masing
golongan aset keuangan dalam laporan posisi keuangan.
Risiko mata uang adalah risiko bahwa nilai instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat
perubahan nilai tukar mata uang asing. Risiko mata uang muncul ketika transaksi dalam mata
uang asing. Perusahaan tidak memiliki kebijakan lindung nilai mata uang asing. Namun,
manajemen memantau risiko mata uang asing dan akan mempertimbangkan lindung nilai
risiko mata uang asing yang signifikan jika diperlukan.
c. Risiko likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko bahwa Perusahaan mungkin menghadapi kesulitan dalam
memenuhi liabilitas keuangan karena kurangnya dana.
Perusahaan memantau likuiditasnya dengan memantau ketat jadwal pembayaran utang untuk
liabilitas keuangan dan arus kas keluar untuk kegiatan sehari-hari, serta memastikan
ketersediaan pendanaan melalui jumlah fasilitas kredit yang cukup, baik yang mengikat dan
tidak mengikat.
Tabel di bawah ini merupakan rangkuman jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan Perusahaan
berdasarkan pembayaran kontraktual yang tidak didiskontokan pada tanggal 31 Maret 2025
dan 31 Desember 2024.
2025 Jatuh tempo
2026 dan seterusnya
2025 Nilai wajar
Aset
Kas dan setara kas 243,506,889 - 243,506,889
Piutang usaha 1,325,726,702 - 1,325,726,702
58
Page 61
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2025
Piutang lain-lain 5,118,581 - 5,118,581
Aset tidak lancar lainya 731,251 - 731,251
Jumlah aset 1,575,083,423 - 1,575,083,423
Liabilitas
Utang bank 1,178,338,195 28,646,731 1,206,984,926
Utang usaha 568,972,331 - 568,972,331
Utang lain-lain 31,357,311 - 31,357,311
Beban akrual 5,889,119 - 5,889,119
Utang sewa pembiayaan 2,268,329 2,620,265 4,888,594
Jumlah liabilitas 1,786,825,285 31,266,996 1,818,092,281
Jumlah liabilitas bersih 211,741,862 31,266,996 243,008,858
2024 Jatuh tempo
2025 dan seterusnya
2024 Nilai wajar
Aset
Kas dan setara kas 152,459,072 - 152,459,072
Piutang usaha 1,118,472,943 - 1,118,472,943
Piutang lain-lain 4,834,771 - 4,834,771
Aset tidak lancar lainya 731,251 - 731,251
Jumlah aset 1,276,498,037 - 1,276,498,037
Liabilitas
Utang bank 1,125,888,284 17,028,440 1,142,916,724
Utang usaha 397,908,725 - 397,908,725
Utang lain-lain 25,291,302 - 25,291,302
Beban akrual 10,410,395 - 10,410,395
Utang sewa pembiayaan 3,537,881 2,509,748 6,047,629
Jumlah liabilitas 1,563,036,587 19,538,188 1,582,574,775
Jumlah liabilitas bersih 286,538,550 19,538,188 306,076,738
-------------------
59
Names mentioned 52 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Lody Herlianto
p.8
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.8
unresolved
person
Pratiwi Handayani
p.8 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.8
unresolved
org
PT Monaspermata Persada. Berdasarkan Akta
p.8
unresolved
person
Akt
p.8 ×2
unresolved
org
PT Jembo Energindo
p.9 ×8
unresolved
org
PT Jembo Energindo. Adapun
p.9
unresolved
org
PT JCC
p.9
unresolved
person
Eira Aurelia Hollanda
p.10
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.10
unresolved
org
Bapepam-LK
p.10 ×2
unresolved
org
PT Estika Jasatama
p.32 ×2
unresolved
—
Fujikura Ltd, Japan
p.43
unresolved
org
Fujikura Asia Ltd, Singapore
p.43
unresolved
—
Masyarakat (masing-masing dibawah 5%)
p.43
unresolved
org
PT PLN Persero
p.44
unresolved
org
PT Indah Kiat Pulp
p.44
unresolved
org
Paper Tbk.
p.44
unresolved
org
PT Sinarmonas Industries
p.44 ×8
unresolved
org
PT Karya Sumiden Indonesia
p.45
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.51 ×4
unresolved
org
Yusi dan Rekan
p.52
unresolved
org
PT Monas Permata Persada
p.55 ×2
unresolved
org
PT Multi Tembaga Utama
p.55
unresolved
org
PT Aluminametal Utama
p.55 ×3
unresolved
org
PT Ryu Ei Kogyo.
p.55 ×3
unresolved
org
PT Monas Permata Persada. Beban
p.55
unresolved
org
PT Trans Indonesia Superkoridor
p.55
unresolved
org
PT JJ-Lapp SMI
p.56
unresolved
org
Bank Garansi
p.59
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.