Back to announcement
20260702_ERAA_Informasi Transaksi Afiliasi_32107952_lamp4.pdf
Asset transaction Needs review ERAASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 82
Page 1
PT Erajaya Swasembada Tbk Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Pengambilalihan Bisnis Lamina dan Loops dari PT Sinar Eka Selaras Tbk Juni 2026
Page 2
Jakarta, 30 Juni 2026
No. : 00071/2.0095-00/BS/05/0269/1/VI/2026
Kepada Yth.
PT Erajaya Swasembada Tbk
Erajaya Plaza
Jl. Bandengan Selatan No. 19-20
Pekojan, Tambora,
Jakarta Barat 11240
Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Pengambilalihan Bisnis Lamina
dan Loops dari PT Sinar Eka Selaras Tbk
Dengan Hormat,
PT Erajaya Swasembada Tbk ("Perseroan"/"ERAA") bergerak dalam bidang perdagangan besar,
aktivitas dan jasa, serta industri. Melalui entitas anak, kegiatan utamanya mencakup distribusi dan
perdagangan peralatan telekomunikasi dan elektronik, properti, sistem teknologi informasi,
layanan pelanggan, perdagangan alat kesehatan, farmasi, dan kosmetik, serta makanan dan
minuman dan restoran.
Dalam rangka penataan portofolio bisnis Perseroan melalui anak perusahaannya, PT Teletama
Artha Mandiri (“TAM”), berencana mengambilalih unit bisnis Lamina dan Loops dari PT Sinar Eka
Selaras Tbk (“SES” / “ERAL”), untuk selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”.
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tanggal
1 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”) karena
merupakan transaksi antara SES dan TAM, di mana ERAA selaku pemegang saham pengendali
langsung SES dan pemegang saham pengendali tidak langsung TAM, dan terdapat kesamaan
manajemen di antara ERAA, TAM dan SES.
Penjelasan spesifik Rencana Transaksi dan struktur Perseroan, SES dan TAM dapat dilihat pada
bagian Latar Belakang dalam Laporan ini.
Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi bukan
merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Nomor 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha (“POJK 17/2020”).
Sehubungan dengan Rencana Transaksi, Perseroan telah menunjuk KJPP Ruky, Safrudin & Rekan
(“RSR”) sebagai Penilai Independen untuk memberikan pendapat kewajaran.
STATUS PENILAI
RSR memiliki izin usaha dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.11.0095 berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1131/KM.1/2011 tanggal 14 Oktober
2011.
Penilai Publik yang menandatangani laporan pendapat kewajaran adalah penilai yang memiliki
kompetensi dalam melakukan analisis kewajaran serta telah memperoleh izin sebagai penilai publik
dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan terdaftar sebagai Penilai di Otoritas Jasa
Keuangan (“OJK”).
Page 3
Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 33/KM.1/2010 tertanggal 19 Januari
2010 mengenai Izin Penilai Rudi M. Safrudin, MAPPI (Cert) yang ditetapkan sebagai penilai di
Bidang Jasa Penilaian dengan kualifikasi Penilai Bisnis (B) No. B-1.10.00269 dan terdaftar sebagai
profesi penunjang penilai publik dengan surat Keputusan Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan
No. KEP-795/KS.13/2026 tanggal 10 Juni 2026.
PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN
Dalam laporan ini, Perseroan bertindak sebagai “Pemberi Tugas” dan “Pengguna Laporan”:
Nama : PT Erajaya Swasembada Tbk
Alamat Kantor Pusat : Erajaya Plaza
Jl. Bandengan Selatan No. 19-20
Pekojan, Tambora, Jakarta Barat 11240
Telepon : (021) 690 5050
Email : dl-corsec@erajaya.com
Website : www.erajaya.com
Kegiatan Usaha : Perdagangan besar, aktivitas dan jasa; dan industri. Ruang lingkup
aktivitas utama entitas anak meliputi bidang distribusi dan perdagangan
peralatan telekomunikasi seperti telepon seluler, SIM Card, voucer
untuk telepon seluler, aksesoris, komputer dan perangkat elektronik
lainnya, bisnis properti, penyedia sistem teknologi informasi, layanan
dan hubungan pelanggan, perdagangan alat kesehatan, perdagangan
produk farmasi, perdagangan kosmetik, perdagangan besar makanan
dan minuman dan restoran.
LATAR BELAKANG
PT Erajaya Swasembada Tbk ("Perseroan"/"ERAA") bergerak dalam bidang perdagangan besar,
aktivitas dan jasa, serta industri. Melalui entitas anak, kegiatan utamanya mencakup distribusi dan
perdagangan peralatan telekomunikasi dan elektronik, properti, sistem teknologi informasi,
layanan pelanggan, perdagangan alat kesehatan, farmasi, dan kosmetik, serta makanan dan
minuman dan restoran.
Dalam rangka penataan portofolio bisnis Perseroan melalui anak perusahaannya, PT Teletama
Artha Mandiri (“TAM”), berencana mengambilalih unit bisnis Lamina dan Loops dari PT Sinar Eka
Selaras Tbk (“SES”), untuk selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”.
Lamina dan Loops adalah dua merek (private label) yang dimiliki oleh SES. Produk Lamina dan Loops
adalah asesoris untuk keperluan telepon genggam atau smartphone. Produknya antara lain berupa
protective skin, charger, power bank, earphone, headphone, kabel pengisi daya dan lainnya.
Rencana Transaksi tersebut termasuk transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020,
karena Perseroan selaku pemegang 80,00% saham SES, juga merupakan pemegang 99,99% saham
TAM melalui PT Erafone Artha Retailindo. Perseroan memiliki 99,82% saham PT Erafone Artha
Retailindo, sehingga TAM dan SES berada di bawah kendali Perseroan. Selain itu, terdapat
kesamaan manajemen di antara Perseroan, TAM dan SES.
Berikut adalah struktur Rencana Transaksi:
ii
Page 4
Perseroan, melalui TAM akan menandatangani perjanjian jual beli dan pengalihan unit bisnis
(“Perjanjian Jual Beli”) dengan SES yang memuat ketentuan-ketentuan pokok sehubungan dengan
Rencana Transaksi.
Berdasarkan draft Perjanjian Jual Beli, harga transaksi adalah sebesar Rp50.500.000.000,- (lima
puluh miliar lima ratus juta Rupiah) (“Harga Transaksi”).
Menurut manajemen Perseroan, Rencana Transaksi merupakan langkah penataan portofolio bisnis
SES sekaligus upaya mengoptimalkan potensi merek Lamina dan Loops di bawah pengelolaan TAM.
Melalui pengalihan ini, kedua merek diharapkan dapat memanfaatkan jaringan distribusi, logistik,
dan infrastruktur TAM. Manajemen berpendapat bahwa penataan ini berpotensi menghasilkan
sinergi operasional di tingkat kelompok usaha dalam jangka panjang.
TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN
Tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah untuk memberikan opini atas kewajaran rencana
Perseroan melalui TAM untuk mengambilalih unit bisnis Lamina dan Loops dari SES, sebagaimana
didefinisikan dalam laporan ini dalam rangka memenuhi ketentuan POJK 42/2020, tidak untuk
perpajakan, perbankan serta tidak untuk bentuk rencana transaksi lainnya.
OBYEK ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN
Obyek analisis kewajaran adalah rencana Perseroan melalui TAM untuk mengambilalih unit bisnis
Lamina dan Loops dari SES.
iii
Page 5
SIFAT RENCANA TRANSAKSI
Sesuai dengan penjelasan manajemen Perseroan, Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi
sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020, karena Perseroan selaku pemegang 80,00% saham
SES, juga merupakan pemegang 99,99% saham TAM melalui PT Erafone Artha Retailindo. Perseroan
memiliki 99,82% saham PT Erafone Artha Retailindo, sehingga TAM dan SES berada di bawah
kendali Perseroan.
Selain itu, terdapat kesamaan manajemen di antara Perseroan, TAM dan SES.
Nama Pengurus Perseroan SES TAM
Budiarto Halim Direktur Utama Komisaris Utama Komisaris Utama
Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi bukan
merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK
42/2020.
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi tidak termasuk transaksi
material sebagaimana dimaksud dalam POJK 17/2020.
Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK 42/2020, Perseroan telah menunjuk RSR sebagai Penilai
Independen untuk memberikan Pendapat Kewajaran (“Fairness Opinion”) atas Rencana Transaksi
sebagaimana diinformasikan di atas bagi para pemegang saham Perseroan.
RUANG LINGKUP PENDAPAT KEWAJARAN
Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran akan didasarkan pada analisis atas kewajaran dari Rencana
Transaksi untuk memenuhi ketentuan POJK 42/2020.
Ruang lingkup Pendapat Kewajaran antara lain meliputi: identifikasi permasalahan (termasuk
batasan, maksud, tujuan dan objek), pengumpulan data dan wawancara, analisis transaksi, analisis
kewajaran harga, serta penyusunan laporan.
PEDOMAN DAN STANDAR PENILAIAN
Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII
Tahun 2018 dengan Edisi Revisi pada SPI 300, SPI 310, SPI 320, dan SPI 330 yang ditetapkan pada
1 Maret 2020 dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) sebagaimana ditetapkan oleh Masyarakat
Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
Laporan ini juga telah disusun dengan mengacu pada ketentuan POJK 42/2020, Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal (“POJK 35/2020”) serta Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor
17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal (“SEOJK 17”).
TANGGAL PENILAIAN
Analisis Pendapat Kewajaran dilakukan per tanggal 31 Desember 2025, parameter dan laporan
keuangan yang digunakan dalam analisis didasarkan pada data per tanggal 31 Desember 2025.
iv
Page 6
PENGGUNAAN MATA UANG
Dalam analisis pendapat kewajaran, mata uang yang digunakan adalah mata uang Rupiah.
KEJADIAN SETELAH TANGGAL PENILAIAN
Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan pendapat kewajaran ini, tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi opini
kewajaran.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan pendapat kewajaran ini.
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini, kami telah bertindak secara independen,
tanpa adanya konflik kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, TAM, SES, maupun para
pemegang sahamnya masing-masing ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan perusahaan
tersebut. Kami juga tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan
ini.
Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dimaksudkan untuk memberikan keuntungan atau kerugian
kepada pihak manapun. Imbalan yang kami terima tidak dipengaruhi oleh opini atas kewajaran
Rencana Transaksi yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini, dan kami hanya menerima
imbalan sebagaimana tercantum pada Purchase Order No. 290011801 tanggal 15 Mei 2026. Biaya
jasa tersebut telah ditetapkan dengan memperhatikan ketentuan yang diatur oleh Ikatan Kantor
Jasa Penilai Publik (IKJPP) MAPPI.
SUMBER DATA DAN INFORMASI
Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi,
kami telah menelaah, mengacu dan mempertimbangkan atas data dan dokumen yang disediakan
oleh manajemen Perseroan atas hal-hal sebagai berikut:
1. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2025, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP)
Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang
material dan telah ditandatangani pada 28 Maret 2026 oleh Sutomo, SE, AK, MM, CPA, CA,
SAS, dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 0007;
2. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2024, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP)
Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang
material dan telah ditandatangani pada 25 Maret 2025 oleh Sutomo, SE, AK, MM, CPA, CA,
SAS, dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 0007;
3. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2023, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP)
Purwantono, Sungkoro & Surja dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan
telah ditandatangani pada 30 Maret 2024 oleh Daniel Amdhani Judistira, CPA, dengan Izin
Akuntan Publik No. AP.1810;
v
Page 7
4. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2022, yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro
& Surja dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah ditandatangani pada
31 Maret 2023 oleh Sherly Jokom, dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 0704;
5. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2021, yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro
& Surja dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah ditandatangani pada
14 April 2022 oleh Sherly Jokom, dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 0704;
6. Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan tanpa dan dengan Rencana Transaksi untuk
tahun 2026 – 2030 yang disiapkan oleh manajemen Perseroan. RSR telah melakukan review
atas proyeksi keuangan tersebut untuk memperoleh keyakinan atas kewajaran proyeksi
keuangan
7. Laporan Keuangan Proforma Perseroan per 31 Desember 2025, yang telah disediakan
manajemen Perseroan;
8. Laporan Penilaian Bisnis Lamina dan Loops Milik PT Sinar Eka Selaras Tbk per 31 Desember
2025 oleh RSR dengan No. 00067/2.0095-00/BS/05/0269/1/VI/2026 tanggal 29 Juni 2026,
yang ditandatangani oleh Rudi M. Safrudin, MAPPI (Cert.), dengan izin Penilai Publik No. B-
1.10.00269 dan SKDK OJK No. KEP-795/KS.13/2026;
9. Draft Perjanjian Jual Beli dan Pengalihan Unit Bisnis, yang telah disediakan oleh manajemen
Perseroan;
10. Draft Keterbukaan Informasi yang telah disiapkan oleh manajemen Perseroan;
Atas data yang telah disampaikan tersebut, kami telah menerima Representation Letter dari
manajemen Perseroan No. 002/ERA-ACCT/VI/2026 tertanggal 30 Juni 2026, sehubungan dengan
penugasan Pendapat Kewajaran.
Kami telah melakukan diskusi dengan manajemen ERAA yang diwakili oleh Bapak Masykur
Rahmatullah selaku Vice President Accounting pada tanggal 15 Juni 2026 dengan agenda
pembahasan proyeksi konsolidasian Perseroan, sehubungan dengan penugasan Pendapat
Kewajaran.
Kami juga menggunakan berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun
elektronik, seperti Bank Indonesia, dan Bursa Efek Indonesia serta hasil analisis lain yang kami
anggap relevan dengan penugasan pendapat kewajaran.
ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
Asumsi
Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion, kami telah melakukan penelaahan
atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan pendapat kewajaran, data dan
informasi yang diperoleh berasal baik dari manajemen Perseroan maupun dari sumber lain yang
dapat dipercaya keakuratannya.
Dalam menyusun pendapat kewajaran, kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disiapkan
oleh manajemen Perseroan, yang telah kami review untuk mencerminkan kewajaran proyeksi,
namun kami tidak bertanggung jawab atas kemampuan pencapaian proyeksi keuangan tersebut
oleh Perseroan.
Kami bertanggung jawab atas opini yang dihasilkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
vi
Page 8
Laporan Pendapat Kewajaran bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek Pendapat Kewajaran dari Perseroan.
Kondisi Pembatas
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas atas informasi dan data. Dalam
menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada sumber data dan
informasi sebagaimana diberikan manajemen Perseroan, yang mana berdasarkan hakekat
kewajaran adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan.
Kami tidak melakukan audit ataupun uji tuntas secara mendetail atas penjelasan maupun data-data
yang diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan. Dengan demikian kami tidak
dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari
informasi atau penjelasan tersebut.
Sebagai dasar bagi kami untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas
Rencana Transaksi, kami menggunakan data-data sebagaimana tercantum pada bagian Sumber
Data dan Informasi sebagai bahan penelahaan, perhitungan dan analisis.
Segala perubahan terhadap data tersebut di atas dapat mempengaruhi opini kami secara material.
Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
Pendapat Kewajaran ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang pemegang
saham Perseroan dan tidak mempertimbangkan sudut pandang stakeholders lain serta aspek-aspek
lainnya.
Pendapat Kewajaran ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah yang berlaku pada tanggal laporan
pendapat kewajaran ini diterbitkan.
Laporan Pendapat Kewajaran ini hanya dilakukan terhadap Tujuan Pendapat Kewajaran
sebagaimana telah diuraikan di atas.
Kami menganggap bahwa sejak Tanggal Penilaian hingga laporan pendapat kewajaran diterbitkan,
tidak terdapat kejadian luar biasa yang secara material, baik secara makro ekonomi maupun
industri, pada saat kini maupun yang akan datang, yang dapat mempengaruhi bisnis Perseroan dan
rencana bisnis dan anggaran Perseroan.
Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi-
transaksi di luar Tujuan Pendapat Kewajaran yang mungkin tersedia bagi Perseroan, serta pengaruh
dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Tujuan Pendapat Kewajaran, dan juga bukan merupakan
analisis penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari Tujuan Pendapat Kewajaran.
Kami ingin menekankan bahwa hasil analisis dan penelaahan kami secara khusus hanya terbatas
pada aspek finansial atas Rencana Transaksi, kami tidak melakukan kajian atas keabsahan Rencana
Transaksi dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan dari Rencana Transaksi tersebut, karena
hal tersebut berada di luar lingkup penugasan kami.
Penggunaan atas sebagian atau keseluruhan dari laporan harus memperoleh persetujuan dari
manajemen Perseroan mengingat kemungkinan adanya informasi yang bersifat rahasia yang dapat
mempengaruhi kompetisi dan operasional Perseroan.
Mengingat adanya kemungkinan perbedaan waktu dari tanggal laporan ini dengan pelaksanaan
Rencana Transaksi, maka kesimpulan dalam laporan pendapat kewajaran ini hanya berlaku
sepanjang tidak terdapat perubahan signifikan yang akan berdampak material terhadap kewajaran
vii
Page 9
Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk perubahan baik secara internal pada masing-
masing perusahaan maupun perubahan eksternal, termasuk kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah Indonesia setelah tanggal laporan
ini diterbitkan. Apabila setelah tanggal laporan ini diterbitkan terjadi perubahan-perubahan
tersebut, maka pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi ini dapat berbeda.
Kami juga berpedoman pada surat pernyataan (representation letter) dari manajemen Perseroan
atas penugasan kami untuk mempersiapkan laporan pendapat kewajaran, yang menyatakan bahwa
seluruh informasi penting dan relevan terkait pendapat kewajaran telah disampaikan dan
sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan tidak terdapat faktor material yang belum
diungkapkan dan dapat menyesatkan.
Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melakukan penugasan, tidak ada batas atau pembatasan dalam melakukan penelaahan,
perhitungan dan analisis.
RSR telah melakukan wawancara dan diskusi tanggal 15 Juni 2026 dengan perwakilan dari
manajemen Perseroan yaitu Bapak Masykur Rahmatullah selaku Vice President Accounting,
sehubungan dengan penugasan Pendapat Kewajaran.
PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI
Laporan Pendapat Kewajaran bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
METODOLOGI PENGKAJIAN KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI
Dalam menilai kewajaran Rencana Transaksi, kami menggunakan metodologi analisis sebagai
berikut:
1) Analisis Rencana Transaksi berupa identifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana
Transaksi, analisis termin dan persyaratan dari perjanjian atas Rencana Transaksi, analisis
manfaat dan risiko Rencana Transaksi;
2) Analisis Kualitatif berupa analisis terhadap alasan dan latar belakang Rencana Transaksi,
riwayat singkat Perseroan dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis operasional dan
prospek usaha Perseroan, keuntungan dan kerugian Rencana Transaksi;
3) Analisis Kuantitatif berupa analisis kinerja historis, analisis proyeksi dan proforma laporan
keuangan serta analisis inkremental laporan keuangan;
4) Analisis atas faktor lain yang relevan.
5) Analisis kewajaran harga Rencana Transaksi;
ANALISIS KEWAJARAN
1. Analisis Rencana Transaksi
a) Pihak-pihak yang terkait Rencana Transaksi adalah Perseroan melalui TAM sebagai pihak
pengambilalih bisnis Lamina Loops dan SES adalah pihak yang mengalihkan bisnis Lamina
Loops.
b) Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi merupakan transaksi
afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020, karena Perseroan selaku pemegang
80,00% saham SES, juga merupakan pemegang 99,99% saham TAM melalui PT Erafone
viii
Page 10
Artha Retailindo. Perseroan memiliki 99,82% saham PT Erafone Artha Retailindo, sehingga
TAM dan SES berada di bawah kendali Perseroan. Selain itu, terdapat kesamaan
manajemen di antara Perseroan, TAM dan SES.
Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi tidak
termasuk transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam POJK 17/2020.
c) Analisis perjanjian dan persyaratan atas Rencana Transaksi dilakukan terhadap Draft
Perjanjian Jual Beli antara TAM dan SES, yang telah disediakan manajemen Perseroan
d) Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi
Berdasarkan penjelasan manajemen Perseroan dan analisis terhadap manfaat Rencana
Transaksi, antara lain:
• diharapkan dapat mengurangi potensi tumpang tindih fungsi dan inkonsistensi
positioning merek antar-anak usaha.
• dengan pengelolaan bisnis berada pada entitas yang berbasis distribusi, terbuka
potensi sinergi operasional di tingkat Grup Perseroan, terutama pada fungsi distribusi
dan logistik yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi secara agregat bagi Grup
Perseroan
Risiko yang mungkin dihadapi oleh Perseroan berdasarkan penjelasan manajemen
Perseroan adalah tidak tercapainya sinergi operasional dan optimalisasi aset dalam grup.
2. Analisis Kualitatif
a) Riwayat Singkat dan Kegiatan Usaha Perseroan
Perseroan didirikan di Indonesia berdasarkan Akta Notaris Myra Yuwono, S.H., No. 7
tanggal 8 Oktober 1996. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-1270.HT.01.01.Tahun 1997 tanggal 24 Februari
1997 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 41 Tambahan No. 2016
tanggal 23 Mei 1997.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
Notaris R.M. Dendy Soebangil, S.H., M.Kn., No. 3 tertanggal 4 Juli 2022, terkait penyesuaian
Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) dan penyesuaian kegiatan usaha utama
dan penunjang. Perubahan Anggaran Dasar ini telah disetujui oleh Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-0045885.AH.01.02
Tahun 2022 tertanggal 4 Juli 2022.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha
Perusahaan terdiri atas, antara lain, perdagangan besar, aktivitas dan jasa; dan industri.
Ruang lingkup aktivitas utama entitas anak meliputi bidang distribusi dan perdagangan
peralatan telekomunikasi seperti telepon selular, Subscriber Identity Module Card (“SIM
Card”), voucher untuk telepon selular, aksesoris, komputer dan perangkat elektronik
lainnya, bisnis properti, penyedia sistem teknologi informasi, layanan dan hubungan
pelanggan, perdagangan alat kesehatan, perdagangan produk farmasi, perdagangan
kosmetik, perdagangan besar makanan dan minuman dan restoran.
Perseroan berdomisili di Jalan Gedong Panjang No. 29-31, Pekojan, Tambora, Jakarta, dan
beroperasi secara komersial pada tahun 2000, Indonesia.
ix
Page 11
b) Analisis Industri
Perkembangan pesat dalam bidang telekomunikasi dan teknologi informasi telah
mendorong adopsi smartphone yang semakin meluas di Indonesia. Seiring dengan
peningkatan teknologi, kebutuhan akan perangkat telekomunikasi yang lebih modern dan
canggih, seperti smartphone, tablet, dan laptop, semakin meningkat. Smartphone,
khususnya, telah berkembang dari sekadar alat komunikasi menjadi perangkat multifungsi
yang menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Pasar smartphone Indonesia merupakan pasar yang sangat dinamis dan kompetitif, dengan
persaingan yang ketat antar produsen global. Indonesia termasuk sebagai salah satu pasar
potensial karena jumlah populasi Indonesia yang menduduki peringkat tujuh di dunia.
Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah pengguna smartphone terbesar di Asia
Tenggara, membuat pada produsen dan distributor ponsel global berlomba-lomba
menguasai pangsa pasar. Persaingan antara merek global semakin ketat, dengan pemain
besar seperti Samsung, Xiaomi, Transsion, Oppo, Vivo, dan Apple yang terus berinovasi dan
meluncurkan produk-produk baru untuk memenangkan hati konsumen.
Berdasarkan data Statista, jumlah pengguna smartphone di Indonesia pada tahun 2021-
2025 mengalami pertumbuhan dengan CAGR sebesar 20,06%, naik sebanyak 118,74 juta
pengguna. Kenaikan pengguna smartphone tertinggi di Indonesia terjadi pada tahun 2023
naik sebesar 43,67 juta pengguna atau meningkat sebesar 35,01%, antara lain disebabkan
masuknya smartphone dengan spesifikasi tinggi dan harga terjangkau seperti Xiaomi and
Grup Transsion (Infinix, TECNO, and itel). Pada tahun 2025 peningkatan pengguna
smartphone di Indonesia mencapai sebesar 26,94 juta pengguna atau meningkat sebesar
13,34%.
Aksesoris mobile phones adalah perangkat keras (hardware) yang dirancang untuk
digunakan bersama mobile phones guna meningkatkan fungsinya, melindungi dari
kerusakan, maupun mempersonalisasi tampilan. Meskipun kadang produsen menyertakan
perlengkapan penting seperti pengisi daya (charger) dalam kotak pembelian, aksesoris
adalah tambahan (add-ons) yang dibeli untuk mendapatkan lebih banyak manfaat dari
perangkat tersebut.
Aksesoris mobile phones pada umumnya terbagi dalam beberapa kategori utama
berdasarkan fungsinya, antara lain untuk perlindungan dan gaya (protection and style),
daya dan pengisian daya (power and charging), audio, dan kegunaan dan perjalanan (utility
and travel). Produk aksesoris mobile phones mencakup beragam jenis termasuk casing
(cases), pelindung layar (screen protector/ tempered glass), charging cables, power bank,
earphone, headphone, speaker bluetooth dan lainnya.
Pasar smartphone di dalam negeri diproyeksikan akan mengalami tren pertumbuhan yang
stabil dan positif sepanjang periode tahun 2026 hingga 2030. Pada tahun 2026, total
pendapatan pasar smartphone diperkirakan dibuka pada angka US$11,56 miliar. Nilai ini
diproyeksikan terus meningkat pada tahun berikutnya menjadi US$11,78 miliar pada tahun
2027, dan berhasil menyentuh angka genap US$12 miliar pada tahun 2028.
Perkembangan industri aksesoris mobile phone pada dasarnya tidak berdiri sendiri, namun
bergerak seiring perkembangan industri mobile phone. Industri ini terus bergerak dinamis
dengan mengikuti kombinasi perkembangan kebutuhan teknis, yaitu perkembangan
teknologi mengikuti fitur terbaru, dan kebutuhan sosial yaitu gaya hidup, fungsionalitas
kerja, dan tren fesyen pengguna.
x
Page 12
c) Analisis Operasional dan Prospek Usaha Perseroan
Perseroan menjalankan lini bisnis distribusi melalui sejumlah entitas anaknya, yaitu
PT Teletama Artha Mandiri (“TAM”), PT Prakarsa Prima Sentosa (“PPS”), PT Sinar Eka
Selaras Tbk (“SES”), PT Era Gaya Aktif Distribusi (“EGAD”), PT Era Inovasi Otomotif (“EIO”),
dan Era International Network Sdn. Bhd. (“EIN Malaysia”). Portofolio produk yang
didistribusikan mencakup perangkat telekomunikasi telepon selular, smartphone, tablet,
SIM Card, voucher isi ulang, perangkat teknologi informasi, produk fashion apparel, hingga
kendaraan elektronik serta layanan pendukung lainnya.
TAM mengelola kemitraan strategis berbagai prinsipal merek global seperti Apple,
Samsung, Xiaomi dan merek lainnya. Untuk memperkuat penetrasi pasar, hingga akhir
tahun 2025, TAM telah mengoperasikan 70 titik distribusi yang tersebar di seluruh
Indonesia. PPS fokus pada penyediaan akses electronic gateway untuk voucher elektronik
dari berbagai mitra strategis, mulai dari operator telekomunikasi dan PLN hingga
permainan online. SES sebagai penyedia solusi active lifestyle, SES bermitra dengan
prinsipal merek dunia termasuk DJI, Garmin, Shokz, dan merek lainnya untuk
mendistribusikan perangkat gadget serta pendukung gaya hidup terkini.
Pada tahun 2025, Perseroan berhasil mengukuhkan posisi sebagai lifestyle smart retailer
terdepan dengan fokus utama pada penyediaan portofolio produk yang relevan bagi
mobilitas dan gaya hidup harian seluruh pelanggan. Perseroan secara berkesinambungan
memperkuat sinergi antara kanal offline dan online melalui strategi omnichannel, termasuk
layanan click and pick-up dan terus berkomitmen untuk menjaga kualitas pengalaman
berbelanja fisik yang masih menjadi preferensi utama para pelanggan.
Perseroan juga terus memperluas jangkauan melalui pembukaan gerai baru serta
optimalisasi produktivitas gerai yang telah beroperasi. Per 31 Desember 2025, total
jaringan gerai Erajaya Group telah mencapai 2.333 gerai. Sebagai pengakuan atas kinerja
yang solid, Erajaya berhasil meraih berbagai penghargaan pada tahun 2025.
Pertumbuhan sektor ritel pada tahun 2026 diproyeksikan tetap prospektif. Bank Indonesia
(BI) memperkirakan kinerja penjualan eceran akan tetap solid dengan Indeks Penjualan Riil
(IPR) yang diproyeksikan tumbuh sebesar 7,9% secara tahunan (year on year/YoY) pada
Januari 2026. Pertumbuhan ini mencerminkan daya beli masyarakat yang terjaga, yang
utamanya akan ditopang oleh kinerja kelompok Barang Budaya dan Rekreasi, Makanan,
Minuman, dan Tembakau, serta sub kelompok Sandang.
d) Keuntungan dan Kerugian Rencana Transaksi
Keuntungan yang diharapkan diperoleh Perseroan dengan melaksanakan Rencana
Transaksi adalah diharapkan dapat mengurangi potensi tumpang tindih fungsi dan
inkonsistensi positioning merek antar-anak usaha.
Kerugian yang timbul dari rencana transaksi adalah timbulnya biaya yang harus dikeluarkan
Perseroan untuk biaya jasa konsultan independen yang timbul sehubungan dengan
Rencana Transaksi.
3. Analisis Kuantitatif
a) Analisis Kinerja Historis
Ikhtisar data keuangan penting Perseroan berdasarkan pada Laporan Keuangan
Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun-tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024-2025 yang telah diaudit oleh KAP Tanubrata, Sutanto, Fahmi,
Bambang & Rekan dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material dan Laporan
Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun-tahun yang berakhir
xi
Page 13
pada tanggal 31 Desember 2021-2023 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro
& Surja dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material
Laba (Rugi)
Pendapatan konsolidasian Perseroan selama tahun 2021-2025 secara Compound Annual
Growth Rate (“CAGR”) mengalami peningkatan sebesar 15,22%. Pada tahun 2025,
pendapatan meningkat sebesar 17,35% dibanding tahun 2024, terutama disebabkan oleh
kenaikan penjualan telepon selular dan tablet.
Beban pokok pendapatan konsolidasian Perseroan selama tahun 2021-2025 mengalami
peningkatan pertumbuhan fluktuatif dengan CAGR sebesar 15,27%. Pada tahun 2025,
beban pokok pendapatan Perseroan meningkat sebesar 17,35% dibandingkan tahun 2024,
sejalan dengan kenaikan pendapatan 2025, beban pokok penjualan ikut mengalami
kenaikan. Dalam periode 2021-2025, proporsi beban pokok pendapatan terhadap
Penjualan Bersih secara rata-rata mencapai 89,07%.
Selama tahun 2022-2025, laba usaha konsolidasian Perseroan mengalami peningkatan
dengan CAGR sebesar 3,90%. Laba usaha konsolidasian Perseroan pada tahun 2025
menunjukkan meningkat sebesar 1,51% dibandingkan tahun 2024. Peningkatan laba usaha
2025 terutama karena peningkatan pendapatan yang lebih besar dari peningkatan bebas
pokok pendapatan serta beban usaha. Selama tahun 2021-2025, rata-rata margin laba
usaha Perseroan adalah sebesar 2,84%.
Selama tahun 2022-2025, laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan mengalami
fluktuatif peningkatan dengan CAGR sebesar 4,10%. Pada tahun 2025, laba tahun berjalan
konsolidasian Perseroan meningkat sebesar 17,26% dibandingkan tahun 2024 seiring
dengan peningkatan laba usaha konsolidasian Perseroan. Selama tahun 2021-2025, rata-
rata margin laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan tercatat sebesar 1,92%.
Laporan Posisi Keuangan
Jumlah aset konsolidasian Perseroan selama tahun 2021-2025 mengalami fluktuatif
peningkatan dengan CAGR sebesar 26,21%. Pada tahun 2025, jumlah aset konsolidasian
Perseroan tercatat sebesar Rp28,86 triliun, meningkat sebesar 32,53% dari tahun 2024
yang merupakan dampak dari kenaikan aset lancar sebesar Rp6.586,10 miliar.
Jumlah liabilitas konsolidasian Perseroan selama tahun 2021-2025 mengalami fluktuatif
peningkatan dengan CAGR sebesar 39,66%. Jumlah liabilitas pada tahun 2025 tercatat
sebesar Rp18,68 triliun meningkat sebesar 46,88% dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan ini terutama dari peningkatan jumlah liabilitas jangka pendek sebesar 57,75%
dari Rp10,88 triliun pada tahun 2024 menjadi 17,16 triliun pada tahun 2025
Jumlah ekuitas konsolidasian Perseroan selama tahun 2021-2025 mengalami fluktuatif
peningkatan dengan CAGR sebesar 12,02%. Selama tahun 2025, jumlah Ekuitas tercatat
sebesar Rp10,17 triliun, meningkat sebesar 12,36% dibandingkan periode sebelumnya,
terutama karena kenaikan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya sebesar
Rp896,09 miliar.
Laporan Arus Kas
Selama tahun 2021-2025, kas bersih konsolidasian perseroan yang dihasilkan dari aktivitas
operasi tertinggi tercatat pada tahun 2024 sebesar Rp2,24 triliun, terutama karena
peningkatan penerimaan kas dari pelanggan.
Selama tahun 2021-2025, arus kas bersih terbesar digunakan untuk aktivitasi investasi
terjadi pada tahun 2025 sebesar Rp1.284 miliar terutama untuk pembelian aset tetap dan
xii
Page 14
uang muka pembelian aset tetap.
Selama tahun 2021-2025, kas bersih konsolidasian Perseroan digunakan untuk aktivitas
pendanaan terbesar terjadi pada tahun 2024 sebesar Rp818,67 miliar terutama karena
utang bank dan liabilitas sewa.
Rasio Keuangan
Kinerja keuangan Perseroan selama tahun 2021–2025 dari sisi profitabilitas, mencatatkan
rata-rata rasio ROA dan ROE konsolidasian Perseroan masing-masing sebesar 6,00% dan
13,61%. Dari sisi likuiditas, rata-rata rasio lancar dan rasio cepat konsolidasian Perseroan
masing-masing sebesar 1,29x dan 0,55x. Sementara itu, dari sisi solvabilitas, rata-rata DAR
dan DER masing-masing sebesar 0,28x dan 0,63x.
b) Analisis Terhadap Proyeksi Keuangan Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi:
Proyeksi laporan keuangan Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi untuk periode
2026 – 2032 telah disiapkan oleh manajemen Perseroan.
Dalam menyusun pendapat kewajaran, kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah
disiapkan oleh manajemen Perseroan, yang telah kami review untuk mencerminkan
kewajaran proyeksi, namun kami tidak bertanggung jawab atas kemampuan pencapaian
proyeksi keuangan tersebut oleh Perseroan.
Laba Rugi
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Pendapatan Perseroan diproyeksikan tidak
mengalami perubahan, di mana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030, dengan
melaksanakan Rencana Transaksi dan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi
diproyeksikan sebesar Rp150.854 miliar.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, beban pokok pendapatan Perseroan
diproyeksikan tidak mengalami perubahan, di mana pada akhir periode proyeksi, tahun
2030, dengan melaksanakan Rencana Transaksi dan tanpa melaksanakan Rencana
Transaksi sebesar Rp133.355 miliar.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, EBIT Perseroan diproyeksikan tidak
mengalami perubahan, di mana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030, dengan
melaksanakan Rencana Transaksi dan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi sebesar
Rp5.778 miliar.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, laba bersih Perseroan diproyeksikan tidak
mengalami perubahan, di mana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030, dengan
melaksanakan Rencana Transaksi dan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi sebesar
Rp3.797 miliar.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, laba bersih kepada entitas induk selama tahun
2026 - 2030 diproyeksikan mengalami peningkatan, di mana pada akhir periode proyeksi,
tahun 2030, dengan melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan sebesar Rp3.465 miliar
dan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi sebesar Rp3.463 miliar yang berasal dari
penurunan kepentingan non-pengendali.
Laporan Posisi Keuangan
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, total aset diproyeksikan tidak mengalami
perubahan. Di mana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030 total aset tanpa
melaksanakan Rencana Transaksi dan dengan melaksanakan Rencana Transaksi, yaitu
sebesar Rp46.209 miliar.
xiii
Page 15
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, total liabilitas diproyeksikan tidak mengalami
perubahan. Di mana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030 total liabilitas tanpa
melaksanakan Rencana Transaksi dan dengan melaksanakan Rencana Transaksi, yaitu
sebesar Rp25.350 miliar.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
perusahaan induk selama tahun 2026 - 2030 diproyeksikan mengalami peningkatan, di
mana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030 dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana
Transaksi, yaitu dari sebesar Rp18.754 miliar menjadi sebesar Rp18.761 miliar, yang berasal
dari peningkatan laba bersih kepada entitas induk. Sedangkan, kepentingan non-
pengendali selama tahun 2026 - 2030 diproyeksikan mengalami penurunan, di mana pada
akhir periode proyeksi, tahun 2030 dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi,
yaitu dari sebesar Rp2.105 miliar menjadi sebesar Rp2.098 miliar. Secara keseluruhan, total
ekuitas Perseroan diproyeksikan tidak mengalami perubahan, dengan dilaksanakannya
Rencana Transaksi.
ROA Perseroan dengan Rencana Transaksi mengalami peningkatan untuk tahun 2026-2030
jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi, di akhir masa proyeksi pada
tahun 2030 yaitu dari sebesar 7,49% menjadi 7,50%. ROE Perseroan dengan Rencana
Transaksi mengalami peningkatan untuk tahun 2026-2030 jika dibandingkan tanpa
melaksanakan Rencana Transaksi, di akhir masa proyeksi pada tahun 2030 yaitu dari
sebesar 16,60% menjadi 16,61%.
c) Analisis terhadap Laporan Keuangan Proforma Perseroan per tanggal 31 Desember 2025,
terhadap Laporan Proforma yang telah disediakan manajemen Perseroan.
Laba (Rugi)
Berdasarkan analisis Laporan Keuangan Konsolidasian Proforma Perseroan, Proforma
pendapatan Perseroan tidak mengalami perubahan sehubungan Rencana Transaksi.
Proforma beban pokok pendapatan dan beban usaha Perseroan tidak mengalami
perubahan sehubungan Rencana Transaksi.
Proforma Laba Tahun Berjalan Perseroan tidak mengalami perubahan sehubungan
Rencana Transaksi.
Laporan Posisi Keuangan
Aset
Proforma Aset Lancar Perseroan tidak mengalami perubahan sehubungan Rencana
Transaksi. Proforma Aset Tidak Lancar Perseroan tidak mengalami perubahan. Secara
keseluruhan, Proforma Jumlah Aset Perseroan tidak mengalami perubahan sehubungan
Rencana Transaksi.
Liabilitas
Proforma Liabilitas Jangka Pendek Perseroan tidak mengalami perubahan sehubungan
Rencana Transaksi. Proforma Liabilitas Jangka Panjang Perseroan tidak mengalami
perubahan sehubungan Rencana Transaksi. Secara keseluruhan, Proforma Jumlah Liabilitas
Perseroan tidak mengalami perubahan sehubungan Rencana Transaksi.
Ekuitas
Proforma Ekuitas Perseroan tidak mengalami perubahan sehubungan Rencana Transaksi.
xiv
Page 16
Rasio Keuangan
Rasio Profitabilitas menunjukkan tidak mengalami perubahan, dimana ROA Perseroan
sebesar 4,55%, dan ROE Perseroan sebesar 12,90%. Hal ini dikarenakan tidak ada
perubahan pada laba bersih, aset dan ekuitas sehubungan Rencana Transaksi.
Rasio Solvabilitas tidak mengalami perubahan sehubungan Rencana Transaksi. Debt to
Equity Ratio (DER) Perseroan sebesar 0,92x. Hal ini dikarenakan tidak ada perubahan utang
berbunga Perseroan sehubungan Rencana Transaksi.
Rasio Solvabilitas tidak mengalami perubahan sehubungan Rencana Transaksi. Debt to
Asset Ratio (DAR) Perseroan sebesar 0,33x. Hal ini dikarenakan tidak ada perubahan utang
berbunga Perseroan sehubungan Rencana Transaksi.
d) Analisis Inkremental atas Rencana Transaksi dilakukan untuk mengukur nilai tambah dari
Rencana Transaksi dengan membandingkan laporan keuangan tanpa dan dengan Rencana
Transaksi.
Laba (Rugi)
Berdasarkan analisis inkremental terhadap proyeksi laporan laba rugi Perseroan untuk
tahun 2026 - 2030, dengan dilakukannya Rencana Transaksi pendapatan Perseroan
diproyeksikan tidak mengalami perubahan jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana
Transaksi.
Beban pokok pendapatan dan beban usaha Perseroan selama tahun 2026 - 2030 dengan
melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan tidak mengalami perubahan jika
dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi.
Laba bersih Perseroan selama tahun 2026 - 2030 dengan melaksanakan Rencana Transaksi
diproyeksikan tidak mengalami perubahan jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana
Transaksi.
Proyeksi laba bersih kepada entitas induk selama tahun 2026 - 2030 dengan melaksanakan
Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan jika dibandingkan tanpa
melaksanakan Rencana Transaksi. Laba bersih kepada entitas induk pada tahun 2030
dengan melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan mencapai
Rp2 miliar jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi yang berasal dari
penurunan kepentingan non-pengendali Perseroan.
Laporan Posisi Keuangan
Berdasarkan analisis inkremental terhadap proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan
untuk tahun 2026 - 2030, dengan dilakukannya Rencana Transaksi jumlah aset Perseroan
diproyeksikan tidak mengalami perubahan jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana
Transaksi.
Proyeksi jumlah liabilitas Perseroan dengan melaksanakan Rencana Transaksi
diproyeksikan tidak mengalami perubahan jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana
Transaksi.
Proyeksi ekuitas yang dapat diatribusikan kepada perusahaan induk selama tahun 2026 -
2030 dengan melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan jika
dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi. Jumlah ekuitas yang dapat
diatribusikan kepada perusahaan induk hingga akhir periode 2030 dengan melaksanakan
Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan mencapai Rp7 miliar jika
dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi yang berasal laba bersih kepada
xv
Page 17
entitas induk. Sedangkan, proyeksi kepentingan non-pengendali Perseroan selama tahun
2026 - 2030 dengan melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami penurunan
jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi. Secara keseluruhan, proyeksi
jumlah ekuitas Perseroan dengan melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan tidak
mengalami perubahan jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi.
4. Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak terdapat biaya atau
pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan Rencana Transaksi, selain yang telah
diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
5. Analisis Kewajaran Harga Rencana Transaksi
Analisis kewajaran terhadap harga Rencana Transaksi dilakukan dengan membandingkan
Harga Rencana Transaksi Draft Perjanjian Jual Beli antara TAM dan SES, dengan Nilai Pasar
Bisnis berdasarkan laporan penilai independen.
a) Harga Rencana Transaksi
Berdasarkan Draft Perjanjian Jual Beli antara TAM dan SES, harga transaksi adalah sebesar
Rp50.500.000.000,- (lima puluh miliar lima ratus juta Rupiah).
b) Nilai Pasar Bisnis
Berdasarkan Laporan Penilaian Bisnis Lamina dan Loops Milik PT Sinar Eka Selaras Tbk per
31 Desember 2025 oleh RSR dengan No. 00067/2.0095-00/BS/05/0269/1/VI/2026 tanggal
29 Juni 2026, yang ditandatangani oleh Rudi M. Safrudin, MAPPI (Cert.), dengan izin Penilai
Publik No. B-1.10.00269 dan SKDK OJK No. KEP-795/KS.13/2026, dengan mengaplikasikan
Pendekatan Pendapatan dan Pasar, nilai pasar unit bisnis Lamina dan Loops milik SES,
adalah sebesar Rp54.549.000.000,- (Lima Puluh Empat Miliar Lima Ratus Empat Puluh
Sembilan Juta Rupiah).
Berikut di bawah ini adalah tabel analisis kewajaran Harga Rencana Transaksi terhadap Nilai
Pasar:
Kewajaran : Harga Rencana
Harga Rencana
Harga Rencana Transaksi berada dalam
Objek Rencana Transaksi Nilai Pasar Saham Transaksi terhadap
Transaksi kisaran +/- 7,5% dari Nilai
Nilai Pasar
Pasar
unit bisnis Lamina dan
Rp50.500.000.000,00 Rp54.549.000.000,00 -7,42% Wajar
Loops milik SES
Dengan hasil perbandingan Harga Rencana Transaksi dengan Nilai Pasar Bisnis dari Penilai
Independen, maka Rencana Transaksi adalah wajar karena Harga Rencana Transaksi Perseroan
berada dalam kisaran kewajaran dari Nilai Pasar sebesar ±7,5% sesuai POJK 35 Pasal 48, b.
KESIMPULAN
Dengan mempertimbangkan analisis kewajaran atas Rencana Transaksi yang dilakukan meliputi
analisis terhadap Rencana Transaksi, analisis kualitatif dan analisis kuantitatif, analisis atas
kewajaran harga transaksi serta faktor lain yang relevan, maka, menurut pendapat RSR, Rencana
Transaksi adalah wajar.
xvi
Page 18
PENUTUP
Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini harus dipandang sebagai satu kesatuan
dan penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi
dan analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini.
Jakarta, 30 Juni 2026
Hormat Kami,
KJPP Ruky, Safrudin & Rekan
Rudi M. Safrudin, MAPPI (Cert.)
Pemimpin Rekan
Penilai Bisnis
Izin Penilai Publik No. : B-1.10.00269
SK DK OJK No. : KEP-795/KS.13/2026
MAPPI No. : 00-S-01349
xvii
Page 19
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan di bawah
ini menerangkan bahwa:
1. Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini, kami telah bertindak secara
independen, tanpa adanya konflik kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan
Anak Perusahaan, Para Pemegang Saham, maupun para pemegang sahamnya masing-masing
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak memiliki
kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
2. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dimaksudkan untuk memberikan keuntungan atau
kerugian kepada pihak manapun. Imbalan yang kami terima tidak dipengaruhi oleh opini atas
kewajaran Rencana Transaksi yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini, dan kami
hanya menerima imbalan sebagaimana tercantum pada Purchase Order No. 290011801
tanggal 15 Mei 2026. Biaya jasa tersebut telah ditetapkan dengan memperhatikan ketentuan
yang diatur oleh Ikatan Kantor Jasa Penilai Publik (IKJPP) MAPPI.
3. Penilai bertanggung jawab atas opini Laporan Pendapat Kewajaran;
4. Pendapat Kewajaran dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2025, parameter dan laporan
keuangan yang digunakan dalam analisis didasarkan pada data per tanggal 31 Desember 2025;
5. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan dengan pemahaman terhadap Obyek Analisis
Pendapat Kewajaran pada Tanggal Penilaian dan analisis telah dilakukan sesuai dengan Tujuan
Pendapat Kewajaran sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
6. Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam Standar
Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018, Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), POJK 42/2020, POJK
35 dan SEOJK 17;
7. Opini yang dihasilkan dalam penugasan ini telah disajikan sebagai Kesimpulan pada Laporan
Pendapat Kewajaran ini;
8. Lingkup pekerjaan telah diungkapkan pada ruang lingkup dan data-data yang dianalisis serta
data ekonomi dan industri yang diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini pada
Sumber Data diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini dapat dipertanggungjawabkan;
9. Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi
analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam pendapat kewajaran ini;
10. Pernyataan yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalam
Laporan ini adalah benar, sesuai dengan pemahaman terbaik.
11. RSR telah melakukan wawancara dan diskusi melalui video conference dengan manajemen
Perseroan, termasuk di antaranya, yaitu Bapak Masykur Rahmatullah selaku Vice President
Accounting pada tanggal 15 Juni 2026, dengan agenda pembahasan proyeksi konsolidasian
Perseroan, sehubungan dengan penugasan Pendapat Kewajaran;
12. Dalam melakukan penugasan ini, Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional
dalam menyiapkan Laporan Pendapat Kewajaran;
13. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan ini, telah menyediakan bantuan
profesional dalam menyiapkan Laporan Pendapat Kewajaran.
xviii
Page 20
14. Dalam melakukan analisis Pendapat Kewajaran atas Rencana Perseroan, RSR menggunakan
bantuan dari tenaga ahli sebagaimana telah dijelaskan dalam Laporan Ini.
Jakarta, 30 Juni 2026
Signing Partner
Rudi M. Safrudin, MAPPI (Cert.)
Penilai Bisnis
Izin Penilai Publik No. : B-1.10.00269
SK DK OJK No. : KEP-795/KS.13/2026
MAPPI No. : 00-S-01349 ......................................................
Reviewer
Yunus N. Purwono, MAPPI (Cert.)
Penilai Bisnis
Izin Penilai Publik No. : B-1.10.00273
SK DK OJK No. : KEP-794/KS.13/2026
MAPPI No. : 06-S-01990 ....................................................
Penilai
Ari Kurnia
MAPPI No. : 11-T-03180
Register No. RMK-2017.00649 ......................................................
Agustya Lisdayanti
MAPPI No. : 18-P-08359
Register No. : RMK-2021.04059 .....................................................
xix
Page 21
DAFTAR ISI
1 PENDAHULUAN ...............................................................................................................1
1.1 Nomor dan Tanggal Laporan Pendapat Kewajaran .................................................................. 1
1.2 Status Penilai .......................................................................................................................... 1
1.3 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ..................................................................... 2
1.4 Tujuan Pendapat Kewajaran ................................................................................................... 2
1.5 Obyek Analisis Pendapat Kewajaran........................................................................................ 2
1.6 Sifat Transaksi ........................................................................................................................ 2
1.7 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ....................................................................................... 3
1.8 Pedoman dan Standar Penilaian ............................................................................................. 3
1.9 Tanggal Penilaian.................................................................................................................... 3
1.10 Penggunaan Mata Uang.......................................................................................................... 3
1.11 Kejadian Setelah Tanggal Penilaian ......................................................................................... 3
1.12 Independensi Penilai .............................................................................................................. 3
1.13 Sumber Data dan Informasi .................................................................................................... 4
1.14 Asumsi Pokok dan Kondisi Pembatas ...................................................................................... 5
1.15 Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi ........................................................................ 6
2 METODOLOGI DAN ANALISIS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI ..................................7
2.1 Metodologi Pengkajian Kewajaran Rencana Transaksi ............................................................. 7
2.2 Analisis Rencana Transaksi ...................................................................................................... 7
2.2.1 Analisis Hubungan Antara Pihak-Pihak yang Bertransaksi ................................................... 7
2.2.2 Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi ......................................................... 10
2.3 Analisis Kualitatif .................................................................................................................. 11
2.3.1 Riwayat Singkat dan Kegiatan Usaha Perseroan ............................................................... 11
2.3.2 Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Rencana Transaksi .................................................... 11
2.3.3 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi .................................................................. 12
2.3.4 Analisis Industri ............................................................................................................... 13
2.3.5 Analisis Operasional dan Prospek Usaha Perseroan .......................................................... 20
2.3.6 Keuntungan dan Kerugian Rencana Transaksi................................................................... 28
2.4 Analisis Kuantitatif ................................................................................................................ 28
2.4.1 Analisis Kinerja Historis .................................................................................................... 29
2.4.2 Analisis Terhadap Proyeksi Laporan Keuangan Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana
Transaksi ......................................................................................................................... 42
2.4.3 Analisis Terhadap Laporan Keuangan Proforma Konsolidasian Perseroan ......................... 51
2.4.4 Analisis Inkremental ........................................................................................................ 54
2.5 Analisis Faktor Lain Yang Relevan .......................................................................................... 57
2.6 Analisis Kewajaran Rencana Transaksi................................................................................... 57
3 KESIMPULAN .................................................................................................................59
xx
Page 22
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2-1: Pertumbuhan Pengiriman Smartphone Global ......................................................... 14
Gambar 2-2: Pertumbuhan Pendapatan Smartphone di Indonesia ............................................... 14
Gambar 2-3: Pertumbuhan Volume Smartphone di Indonesia ...................................................... 15
Gambar 2-4: Perkembangan Pengguna Smartphone di Indonesia ................................................. 15
Gambar 2-4: Pangsa Pasar Pengiriman Smartphone Global .......................................................... 17
Gambar 2-5: Pangsa pasar Produsen Smartphone di Indonesia .................................................... 17
Gambar 2-6: Proyeksi Pertumbuhan Pendapatan Pasar Smartphone di Indonesia ........................ 18
Gambar 2-7: Proyeksi Pertumbuhan Volume Smartphone di Indonesia ........................................ 19
Gambar 2-8: Wilayah Operasional ................................................................................................ 25
Gambar 2-9: Perkembangan Pendapatan Bersih Perseroan berdasarkan Segmen Primer 2021-2025
................................................................................................................................. 26
Gambar 2-10: Perkembangan Pendapatan, Laba Bruto, Laba Usaha, Laba Tahun Berjalan dan Laba
Komprehensif Konsolidasian Perseroan ..................................................................... 42
Gambar 2-11: Perkembangan Jumlah Aset, Jumlah Liabilitas dan Jumlah Ekuitas Konsolidasian
Perseroan.................................................................................................................. 42
Gambar 2-12: Perkembangan Arus Kas Aktivitas Operasi, Investasi dan Pendanaan Konsolidasian
Perseroan.................................................................................................................. 42
xxi
Page 23
DAFTAR TABEL
Tabel 2-1 : Struktur Kepemilikan Saham Perseroan ........................................................................8
Tabel 2-3 : Struktur Kepemilikan Saham SES ...................................................................................9
Tabel 2-3 : Struktur Kepemilikan Saham TAM ............................................................................... 10
Tabel 2-4 : Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Konsolidasian Perseroan ............... 29
Tabel 2-5 : Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Konsolidasian Perseroan (Lanjutan)
................................................................................................................................. 30
Tabel 2-6 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan ...................................................... 34
Tabel 2-7 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Lanjutan) ..................................... 34
Tabel 2-8 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Lanjutan) ..................................... 35
Tabel 2-9 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Lanjutan) ..................................... 36
Tabel 2-10 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan ............................................................... 37
Tabel 2-11 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan (Lanjutan) ............................................... 38
Tabel 2-12 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan (Lanjutan) ............................................... 39
Tabel 2-13 : Rasio Keuangan Konsolidasian Perseroan.................................................................. 41
Tabel 2-14 : Laporan Laba Rugi Konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi .. 43
Tabel 2-15 : Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi ...... 45
Tabel 2-16 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi .... 47
Tabel 2-17 : Proyeksi Konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi .................. 49
Tabel 2-18 : Proyeksi Laporan Rugi Laba Proforma ....................................................................... 51
Tabel 2-19 : Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian....................................................... 52
Tabel 2-20 : Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian (Lanjutan) ...................................... 53
Tabel 2-21 : Inkremental Proyeksi Laporan Laba Rugi Konsolidasian Perseroan ............................ 55
Tabel 2-22 : Inkremental Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan .................. 56
xxii
Page 24
1 PENDAHULUAN
PT Erajaya Swasembada Tbk ("Perseroan"/"ERAA") bergerak dalam bidang perdagangan besar,
aktivitas dan jasa, serta industri. Melalui entitas anak, kegiatan utamanya mencakup distribusi dan
perdagangan peralatan telekomunikasi dan elektronik, properti, sistem teknologi informasi,
layanan pelanggan, perdagangan alat kesehatan, farmasi, dan kosmetik, serta makanan dan
minuman dan restoran.
Dalam rangka penataan portofolio bisnis Perseroan melalui anak perusahaannya, PT Teletama
Artha Mandiri (“TAM”), berencana mengambilalih unit bisnis Lamina dan Loops dari PT Sinar Eka
Selaras Tbk (“SES” / “ERAL”), untuk selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”.
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tanggal
1 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”) karena
merupakan transaksi antara SES dan TAM, di mana ERAA selaku pemegang saham pengendali
langsung SES dan pemegang saham pengendali tidak langsung TAM, dan terdapat kesamaan
manajemen di antara ERAA, TAM dan SES.
Penjelasan spesifik Rencana Transaksi dan struktur Perseroan, SES dan TAM dapat dilihat pada
bagian Latar Belakang dalam Laporan ini.
Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi bukan
merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Nomor 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha (“POJK 17/2020”).
Sehubungan dengan Rencana Transaksi, Perseroan telah menunjuk KJPP Ruky, Safrudin & Rekan
(“RSR”) sebagai Penilai Independen untuk memberikan pendapat kewajaran.
1.1 Nomor dan Tanggal Laporan Pendapat Kewajaran
RSR telah menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Pengambilalihan Bisnis
Lamina dan Loops dari PT Sinar Eka Selaras Tbk, dengan Laporan No. 00071/2.0095-
00/BS/05/0269/1/VI/2026 tanggal 30 Juni 2026.
1.2 Status Penilai
RSR memiliki izin usaha dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.11.0095 berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1131/KM.1/2011 tanggal 14 Oktober
2011.
Penilai Publik yang menandatangani laporan pendapat kewajaran adalah penilai yang memiliki
kompetensi dalam melakukan analisis kewajaran serta telah memperoleh izin sebagai penilai publik
dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan terdaftar sebagai Penilai di Otoritas Jasa
Keuangan (“OJK”).
Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 33/KM.1/2010 tertanggal 19 Januari
2010 mengenai Izin Penilai Rudi M. Safrudin, MAPPI (Cert) yang ditetapkan sebagai penilai di
Bidang Jasa Penilaian dengan kualifikasi Penilai Bisnis (B) No. B-1.10.00269 dan terdaftar sebagai
profesi penunjang penilai publik dengan surat Keputusan Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan
No. KEP-795/KS.13/2026 tanggal 10 Juni 2026.
1
Page 25
1.3 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Dalam laporan ini, Perseroan bertindak sebagai “Pemberi Tugas” dan “Pengguna Laporan”:
Nama : PT Erajaya Swasembada Tbk
Alamat Kantor Pusat : Erajaya Plaza
Jl. Bandengan Selatan No. 19-20
Pekojan, Tambora, Jakarta Barat 11240
Telepon : (021) 690 5050
Email : dl-corsec@erajaya.com
Website : www.erajaya.com
Kegiatan Usaha : Perdagangan besar, aktivitas dan jasa; dan industri. Ruang lingkup
aktivitas utama entitas anak meliputi bidang distribusi dan perdagangan
peralatan telekomunikasi seperti telepon seluler, SIM Card, voucer
untuk telepon seluler, aksesoris, komputer dan perangkat elektronik
lainnya, bisnis properti, penyedia sistem teknologi informasi, layanan
dan hubungan pelanggan, perdagangan alat kesehatan, perdagangan
produk farmasi, perdagangan kosmetik, perdagangan besar makanan
dan minuman dan restoran
1.4 Tujuan Pendapat Kewajaran
Tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah untuk memberikan opini atas kewajaran rencana
Perseroan melalui TAM untuk mengambilalih unit bisnis Lamina dan Loops dari SES, sebagaimana
didefinisikan dalam laporan ini dalam rangka memenuhi ketentuan POJK 42/2020, tidak untuk
perpajakan, perbankan serta tidak untuk bentuk rencana transaksi lainnya.
1.5 Obyek Analisis Pendapat Kewajaran
Obyek analisis kewajaran adalah rencana Perseroan melalui TAM untuk mengambilalih unit bisnis
Lamina dan Loops dari SES.
1.6 Sifat Transaksi
Sesuai dengan penjelasan manajemen Perseroan, Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi
sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020, karena Perseroan selaku pemegang 80,00% saham
SES, juga merupakan pemegang 99,99% saham TAM melalui PT Erafone Artha Retailindo. Perseroan
memiliki 99,82% saham PT Erafone Artha Retailindo, sehingga TAM dan SES berada di bawah
kendali Perseroan.
Selain itu, terdapat kesamaan manajemen di antara Perseroan, TAM dan SES.
Nama Pengurus Perseroan SES TAM
Budiarto Halim Direktur Utama Komisaris Utama Komisaris Utama
Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi bukan
merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK
42/2020.
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi tidak termasuk transaksi
material sebagaimana dimaksud dalam POJK 17/2020.
2
Page 26
Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK 42/2020, Perseroan telah menunjuk RSR sebagai Penilai
Independen untuk memberikan Pendapat Kewajaran (“Fairness Opinion”) atas Rencana Transaksi
sebagaimana diinformasikan di atas bagi para pemegang saham Perseroan.
1.7 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran akan didasarkan pada analisis atas kewajaran dari Rencana
Transaksi untuk memenuhi ketentuan POJK 42/2020.
Ruang lingkup Pendapat Kewajaran antara lain meliputi: identifikasi permasalahan (termasuk
batasan, maksud, tujuan dan objek), pengumpulan data dan wawancara, analisis transaksi, analisis
kewajaran harga, serta penyusunan laporan.
1.8 Pedoman dan Standar Penilaian
Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII
Tahun 2018 dengan Edisi Revisi pada SPI 300, SPI 310, SPI 320, dan SPI 330 yang ditetapkan pada
1 Maret 2020 dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) sebagaimana ditetapkan oleh Masyarakat
Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
Laporan ini juga telah disusun dengan mengacu pada ketentuan POJK 42/2020, Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal (“POJK 35/2020”) serta Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor
17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal (“SEOJK 17”).
1.9 Tanggal Penilaian
Analisis Pendapat Kewajaran dilakukan per tanggal 31 Desember 2025, parameter dan laporan
keuangan yang digunakan dalam analisis didasarkan pada data per tanggal 31 Desember 2025.
1.10 Penggunaan Mata Uang
Dalam analisis pendapat kewajaran, mata uang yang digunakan adalah mata uang Rupiah.
1.11 Kejadian Setelah Tanggal Penilaian
Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan pendapat kewajaran ini, tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi opini
kewajaran.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan pendapat kewajaran ini.
1.12 Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini, kami telah bertindak secara independen,
tanpa adanya konflik kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, TAM, SES, maupun para
pemegang sahamnya masing-masing ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan perusahaan
tersebut. Kami juga tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan
ini.
Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dimaksudkan untuk memberikan keuntungan atau kerugian
kepada pihak manapun. Imbalan yang kami terima tidak dipengaruhi oleh opini atas kewajaran
Rencana Transaksi yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini, dan kami hanya menerima
imbalan sebagaimana tercantum pada Purchase Order No. 290011801 tanggal 15 Mei 2026. Biaya
3
Page 27
jasa tersebut telah ditetapkan dengan memperhatikan ketentuan yang diatur oleh Ikatan Kantor
Jasa Penilai Publik (IKJPP) MAPPI.
1.13 Sumber Data dan Informasi
Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi,
kami telah menelaah, mengacu dan mempertimbangkan atas data dan dokumen yang disediakan
oleh manajemen Perseroan atas hal-hal sebagai berikut:
1. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2025, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP)
Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang
material dan telah ditandatangani pada 28 Maret 2026 oleh Sutomo, SE, AK, MM, CPA, CA,
SAS, dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 0007;
2. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2024, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP)
Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang
material dan telah ditandatangani pada 25 Maret 2025 oleh Sutomo, SE, AK, MM, CPA, CA,
SAS, dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 0007;
3. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2023, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP)
Purwantono, Sungkoro & Surja dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan
telah ditandatangani pada 30 Maret 2024 oleh Daniel Amdhani Judistira, CPA, dengan Izin
Akuntan Publik No. AP.1810;
4. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2022, yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro
& Surja dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah ditandatangani pada
31 Maret 2023 oleh Sherly Jokom, dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 0704;
5. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2021, yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro
& Surja dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah ditandatangani pada
14 April 2022 oleh Sherly Jokom, dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 0704;
6. Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan tanpa dan dengan Rencana Transaksi untuk
tahun 2026 – 2030 yang disiapkan oleh manajemen Perseroan. RSR telah melakukan review
atas proyeksi keuangan tersebut untuk memperoleh keyakinan atas kewajaran proyeksi
keuangan
7. Laporan Keuangan Proforma Perseroan per 31 Desember 2025, yang telah disediakan
manajemen Perseroan;
8. Laporan Penilaian Bisnis Lamina dan Loops Milik PT Sinar Eka Selaras Tbk per 31 Desember
2025 oleh RSR dengan No. 00067/2.0095-00/BS/05/0269/1/VI/2026 tanggal 29 Juni 2026,
yang ditandatangani oleh Rudi M. Safrudin, MAPPI (Cert.), dengan izin Penilai Publik No. B-
1.10.00269 dan SKDK OJK No. KEP-795/KS.13/2026;
9. Draft Perjanjian Jual Beli dan Pengalihan Unit Bisnis, yang telah disediakan oleh manajemen
Perseroan;
10. Draft Keterbukaan Informasi yang telah disiapkan oleh manajemen Perseroan;
Atas data yang telah disampaikan tersebut, kami telah menerima Representation Letter dari
manajemen Perseroan No. 002/ERA-ACCT/VI/2026 tertanggal 30 Juni 2026, sehubungan dengan
penugasan Pendapat Kewajaran.
4
Page 28
Kami telah melakukan diskusi dengan manajemen ERAA yang diwakili oleh Bapak Masykur
Rahmatullah selaku Vice President Accounting pada tanggal 15 Juni 2026 dengan agenda
pembahasan proyeksi konsolidasian Perseroan, sehubungan dengan penugasan Pendapat
Kewajaran.
Kami juga menggunakan berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun
elektronik, seperti Bank Indonesia, dan Bursa Efek Indonesia serta hasil analisis lain yang kami
anggap relevan dengan penugasan pendapat kewajaran.
1.14 Asumsi Pokok dan Kondisi Pembatas
Asumsi
Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion, kami telah melakukan penelaahan
atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan pendapat kewajaran, data dan
informasi yang diperoleh berasal baik dari manajemen Perseroan maupun dari sumber lain yang
dapat dipercaya keakuratannya.
Dalam menyusun pendapat kewajaran, kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disiapkan
oleh manajemen Perseroan, yang telah kami review untuk mencerminkan kewajaran proyeksi,
namun kami tidak bertanggung jawab atas kemampuan pencapaian proyeksi keuangan tersebut
oleh Perseroan.
Kami bertanggung jawab atas opini yang dihasilkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
Laporan Pendapat Kewajaran bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek Pendapat Kewajaran dari Perseroan.
Kondisi Pembatas
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas atas informasi dan data. Dalam
menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada sumber data dan
informasi sebagaimana diberikan manajemen Perseroan, yang mana berdasarkan hakekat
kewajaran adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan.
Kami tidak melakukan audit ataupun uji tuntas secara mendetail atas penjelasan maupun data-data
yang diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan. Dengan demikian kami tidak
dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari
informasi atau penjelasan tersebut.
Sebagai dasar bagi kami untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas
Rencana Transaksi, kami menggunakan data-data sebagaimana tercantum pada bagian Sumber
Data dan Informasi sebagai bahan penelahaan, perhitungan dan analisis.
Segala perubahan terhadap data tersebut di atas dapat mempengaruhi opini kami secara material.
Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
Pendapat Kewajaran ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang pemegang
saham Perseroan dan tidak mempertimbangkan sudut pandang stakeholders lain serta aspek-aspek
lainnya.
Pendapat Kewajaran ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah yang berlaku pada tanggal laporan
pendapat kewajaran ini diterbitkan.
5
Page 29
Laporan Pendapat Kewajaran ini hanya dilakukan terhadap Tujuan Pendapat Kewajaran
sebagaimana telah diuraikan di atas.
Kami menganggap bahwa sejak Tanggal Penilaian hingga laporan pendapat kewajaran diterbitkan,
tidak terdapat kejadian luar biasa yang secara material, baik secara makro ekonomi maupun
industri, pada saat kini maupun yang akan datang, yang dapat mempengaruhi bisnis Perseroan dan
rencana bisnis dan anggaran Perseroan.
Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi-
transaksi di luar Tujuan Pendapat Kewajaran yang mungkin tersedia bagi Perseroan, serta pengaruh
dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Tujuan Pendapat Kewajaran, dan juga bukan merupakan
analisis penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari Tujuan Pendapat Kewajaran.
Kami ingin menekankan bahwa hasil analisis dan penelaahan kami secara khusus hanya terbatas
pada aspek finansial atas Rencana Transaksi, kami tidak melakukan kajian atas keabsahan Rencana
Transaksi dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan dari Rencana Transaksi tersebut, karena
hal tersebut berada di luar lingkup penugasan kami.
Penggunaan atas sebagian atau keseluruhan dari laporan harus memperoleh persetujuan dari
manajemen Perseroan mengingat kemungkinan adanya informasi yang bersifat rahasia yang dapat
mempengaruhi kompetisi dan operasional Perseroan.
Mengingat adanya kemungkinan perbedaan waktu dari tanggal laporan ini dengan pelaksanaan
Rencana Transaksi, maka kesimpulan dalam laporan pendapat kewajaran ini hanya berlaku
sepanjang tidak terdapat perubahan signifikan yang akan berdampak material terhadap kewajaran
Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk perubahan baik secara internal pada masing-
masing perusahaan maupun perubahan eksternal, termasuk kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah Indonesia setelah tanggal laporan
ini diterbitkan. Apabila setelah tanggal laporan ini diterbitkan terjadi perubahan-perubahan
tersebut, maka pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi ini dapat berbeda.
Kami juga berpedoman pada surat pernyataan (representation letter) dari manajemen Perseroan
atas penugasan kami untuk mempersiapkan laporan pendapat kewajaran, yang menyatakan bahwa
seluruh informasi penting dan relevan terkait pendapat kewajaran telah disampaikan dan
sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan tidak terdapat faktor material yang belum
diungkapkan dan dapat menyesatkan.
Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melakukan penugasan, tidak ada batas atau pembatasan dalam melakukan penelaahan,
perhitungan dan analisis.
RSR telah melakukan wawancara dan diskusi tanggal 15 Juni 2026 dengan perwakilan dari
manajemen Perseroan yaitu Bapak Masykur Rahmatullah selaku Vice President Accounting,
sehubungan dengan penugasan Pendapat Kewajaran.
1.15 Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi
Laporan Pendapat Kewajaran bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
6
Page 30
2 METODOLOGI DAN ANALISIS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
2.1 Metodologi Pengkajian Kewajaran Rencana Transaksi
Dalam menilai kewajaran Rencana Transaksi, kami menggunakan metodologi analisis sebagai
berikut:
1. Analisis Rencana Transaksi berupa identifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana
Transaksi, analisis termin dan persyaratan dari perjanjian atas Rencana Transaksi, analisis
manfaat dan risiko Rencana Transaksi;
2. Analisis Kualitatif berupa analisis terhadap alasan dan latar belakang Rencana Transaksi,
riwayat singkat Perseroan dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis operasional dan
prospek usaha Perseroan, keuntungan dan kerugian Rencana Transaksi;
3. Analisis Kuantitatif berupa analisis kinerja historis, analisis proyeksi dan proforma laporan
keuangan serta analisis inkremental laporan keuangan;
4. Analisis atas faktor lain yang relevan.
5. Analisis kewajaran harga Rencana Transaksi;
2.2 Analisis Rencana Transaksi
Berdasarkan metodologi pengkajian kewajaran atas Rencana Transaksi yang disebutkan di atas,
analisis kewajaran Rencana Transaksi meliputi identifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana
Transaksi, analisis termin dan persyaratan dari perjanjian atas Rencana Transaksi, analisis manfaat
dan risiko Rencana Transaksi.
2.2.1 Analisis Hubungan Antara Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang terkait Rencana Transaksi adalah Perseroan melalui TAM sebagai pihak
pengambilalih bisnis Lamina Loops dan SES adalah pihak yang mengalihkan bisnis Lamina Loops.
1. Perseroan
a) Riwayat Singkat
Perseroan didirikan di Indonesia berdasarkan Akta Notaris Myra Yuwono, S.H., No. 7
tanggal 8 Oktober 1996. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-1270.HT.01.01.Tahun 1997 tanggal 24 Februari
1997 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 41 Tambahan No. 2016
tanggal 23 Mei 1997.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
Notaris R.M. Dendy Soebangil, S.H., M.Kn., No. 3 tertanggal 4 Juli 2022, terkait penyesuaian
Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) dan penyesuaian kegiatan usaha utama
dan penunjang. Perubahan Anggaran Dasar ini telah disetujui oleh Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-0045885.AH.01.02
Tahun 2022 tertanggal 4 Juli 2022.
b) Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha
Perusahaan terdiri atas, antara lain, perdagangan besar, aktivitas dan jasa; dan industri.
Ruang lingkup aktivitas utama entitas anak meliputi bidang distribusi dan perdagangan
peralatan telekomunikasi seperti telepon selular, Subscriber Identity Module Card (“SIM
Card”), voucher untuk telepon selular, aksesoris, komputer dan perangkat elektronik
7
Page 31
lainnya, bisnis properti, penyedia sistem teknologi informasi, layanan dan hubungan
pelanggan, perdagangan alat kesehatan, perdagangan produk farmasi, perdagangan
kosmetik, perdagangan besar makanan dan minuman dan restoran.
Perseroan berdomisili di Jalan Gedong Panjang No. 29-31, Pekojan, Tambora, Jakarta, dan
beroperasi secara komersial pada tahun 2000, Indonesia.
c) Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham
Struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan per tanggal 31 Desember
2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 2-1 : Struktur Kepemilikan Saham Perseroan
Jumlah Saham / Jumlah Nominal / Kepemilikan /
Keterangan
Number of Shares Total Amount (Rp) Ownership (%)
Modal Dasar 39.000.000.000 3.900.000.000.000
Modal Saham Ditempatkan dan Disetor Penuh
PT Eralink International 8.800.291.400 880.029.140.000 55,1804%
Tn. Richard Halim Kusuma 6.250.000 625.000.000 0,0392%
Tn. Andreas harun Djumadi 6.250.000 625.000.000 0,0392%
Tn. Budiarto Halim 8.493.306 849.330.600 0,0533%
Tn. Hasan Aula 7.741.987 774.198.700 0,0485%
Tn. Joy Wahjudi 1.904.507 190.450.700 0,0119%
Tn. Sim Chee Ping 7.433.425 743.342.500 0,0466%
Ny. Sintawati Halim 10.655.315 1.065.531.500 0,0668%
Tn. Jong Woon Kim 1.156.454 115.645.400 0,0073%
Tn. Patric Adhiatmadja 94.000 9.400.000 0,0006%
Masyarakat / Public 6.732.636.594 673.263.659.400 42,2156%
Saham Treasuri 365.317.422 36.531.742.200 2,2906%
Jumlah Modal Saham Ditempatkan dan Disetor Penuh 15.948.224.410 1.594.822.441.000 100,0000%
Jumlah Saham dalam Portepel 23.051.775.590 2.305.177.559.000
Sumber: Laporan Keuangan Audit per tanggal 31 Desember 2025
d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Berdasarkan laporan keuangan Perseroan per tanggal 31 Desember 2025, susunan dewan
komisaris dan direksi Perseroan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Alexander Halim Kusuma
Komisaris : Richard Halim Kusuma
Komisaris : Richard M. Harjani
Komisaris : Andreas Harun Djumadi
Komisaris Independen : I Gusti Putu Suryawirawan
Direksi
Direktur Utama : Budiarto Halim
Wakil Direktur Utama : Hasan Aula
Wakil Direktur Utama : Joy Wahjudi
Direktur : Sim Chee Ping
Direktur : Sintawati Halim
Direktur : Djohan Sutanto
Direktur : Jong Woon Kim
Direktur : Patrick Adhiatmadja
8
Page 32
2. SES
a) Riwayat Singkat
SES merupakan Perusahaan Terkendali oleh Perseroan dengan kepemilikan langsung
sebesar 80%, merupakan suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Akta No.12
tanggal 13 Maret 2009 (“Akta Pendirian”), dibuat dihadapan Myra Yuwono, S.H, Notaris di
Jakarta. Akta tersebut telah memperoleh pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia melalui Keputusan No. AHU-13889.AH.01.01 Tahun 2009 tanggal 17 April 2009.
b) Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha
SES merupakan perusahaan yang bergerak dalam perdagangan besar komputer dan
perlengkapan komputer, perdagangan besar peralatan olahraga, perdagangan besar
peralatan telekomunikasi dan perdagangan besar pakaian serta perdagangan eceran
melalui Perusahaan Anak.
c) Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham
Struktur permodalan dan susunan pemegang saham SES per tanggal 31 Desember 2025
berdasarkan informasi manajemen Perseroan adalah sebagai berikut:
Tabel 2-2 : Struktur Kepemilikan Saham SES
d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Susunan Pengurus SES per tanggal 31 Desember 2025 berdasarkan informasi manajemen
Perseroan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Budiarto Halim
Komisaris : Richard M. Harjani
Komisaris : Charles Gunawan
Direksi
Direktur Utama : Djohan Sutanto
Direktur : Andre Tanudjaja
Direktur : Suryawati
3. TAM
a) Riwayat Singkat
TAM merupakan Perusahaan Terkendali oleh PT Erajaya Swasembada Tbk (“Erajaya
Group”) dengan kepemilikan tidak langsung melalui PT Erafone Artha Retailindo (“EAR”)
sebesar 99,99%, merupakan suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Akta No.
9
Page 33
15 tanggal 8 September 2004 (“Akta Pendirian”), dibuat dihadapan Myra Yuwono, S.H,
Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah memperoleh pengesahan Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia melalui keputusan No. C-26804.HT.01.01.Tahun 2004 tanggal 26 Oktober
2004.
b) Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha
TAM menjalankan kegiatan usaha sebagai distributor besar untuk perangkat seluler,
smartphone, computer tablet, hingga gawai dari berbagai prinsipal merek global
terkemuka ke jaringan wholesaler maupun retailer di Indonesia.
c) Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham
Susunan pemegang saham TAM per tanggal 31 Desember 2025 berdasarkan informasi
manajemen Perseroan adalah sebagai berikut:
Tabel 2-3 : Struktur Kepemilikan Saham TAM
d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Susunan Pengurus TAM per tanggal 31 Desember 2025 berdasarkan informasi manajemen
Perseroan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Budiarto Halim
Komisaris : Hasan Aula
Direksi
Direktur Utama : Joy Wahjudi
Wakil Direktur Utama : Kim Jong Woon
Direktur : Syaiful Hayat, Ak.
Direktur : Herman
Direktur : Budhiarto Gunawan
2.2.2 Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi
Berdasarkan penjelasan manajemen Perseroan dan analisis terhadap manfaat Rencana Transaksi,
antara lain:
• diharapkan dapat mengurangi potensi tumpang tindih fungsi dan inkonsistensi positioning
merek antar-anak usaha.
10
Page 34
• dengan pengelolaan bisnis berada pada entitas yang berbasis distribusi, terbuka potensi
sinergi operasional di tingkat Grup Perseroan, terutama pada fungsi distribusi dan logistik
yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi secara agregat bagi Grup Perseroan
Risiko yang mungkin dihadapi oleh Perseroan berdasarkan penjelasan manajemen Perseroan
adalah tidak tercapainya sinergi operasional dan optimalisasi aset dalam grup.
2.3 Analisis Kualitatif
Analisis Kualitatif dilakukan dengan melakukan analisis terhadap alasan dan latar belakang Rencana
Transaksi, riwayat singkat Perseroan dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis operasional dan
prospek usaha Perseroan, keuntungan dan kerugian Rencana Transaksi.
2.3.1 Riwayat Singkat dan Kegiatan Usaha Perseroan
Perseroan didirikan di Indonesia berdasarkan Akta Notaris Myra Yuwono, S.H., No. 7 tanggal 8
Oktober 1996. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam
Surat Keputusan No. C2-1270.HT.01.01.Tahun 1997 tanggal 24 Februari 1997 serta diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 41 Tambahan No. 2016 tanggal 23 Mei 1997.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris
R.M. Dendy Soebangil, S.H., M.Kn., No. 3 tertanggal 4 Juli 2022, terkait penyesuaian Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) dan penyesuaian kegiatan usaha utama dan penunjang.
Perubahan Anggaran Dasar ini telah disetujui oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-0045885.AH.01.02 Tahun 2022 tertanggal 4 Juli
2022.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha Perusahaan terdiri
atas, antara lain, perdagangan besar, aktivitas dan jasa; dan industri. Ruang lingkup aktivitas utama
entitas anak meliputi bidang distribusi dan perdagangan peralatan telekomunikasi seperti telepon
selular, Subscriber Identity Module Card (“SIM Card”), voucher untuk telepon selular, aksesoris,
komputer dan perangkat elektronik lainnya, bisnis properti, penyedia sistem teknologi informasi,
layanan dan hubungan pelanggan, perdagangan alat kesehatan, perdagangan produk farmasi,
perdagangan kosmetik, perdagangan besar makanan dan minuman dan restoran.
Perseroan berdomisili di Jalan Gedong Panjang No. 29-31, Pekojan, Tambora, Jakarta, dan
beroperasi secara komersial pada tahun 2000, Indonesia .
2.3.2 Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Rencana Transaksi
Analisis perjanjian dan persyaratan atas Rencana Transaksi dilakukan terhadap Draft Perjanjian Jual
Beli antara TAM dan SES, yang telah disediakan manajemen Perseroan.
Pihak Pembeli : TAM
Pihak Penjual : SES
Objek : unit bisnis Lamina dan Loops
Harga : Rp50.500.000.000,- (lima puluh miliar lima ratus juta Rupiah)
Hukum Yang Mengatur : Hukum Negara Republik Indonesia
11
Page 35
2.3.3 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
PT Erajaya Swasembada Tbk ("Perseroan"/"ERAA") bergerak dalam bidang perdagangan besar,
aktivitas dan jasa, serta industri. Melalui entitas anak, kegiatan utamanya mencakup distribusi dan
perdagangan peralatan telekomunikasi dan elektronik, properti, sistem teknologi informasi,
layanan pelanggan, perdagangan alat kesehatan, farmasi, dan kosmetik, serta makanan dan
minuman dan restoran..
Dalam rangka penataan portofolio bisnis Perseroan melalui anak perusahaannya, PT Teletama
Artha Mandiri (“TAM”), berencana mengambilalih unit bisnis Lamina dan Loops dari PT Sinar Eka
Selaras Tbk (“SES”), untuk selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”.
Lamina dan Loops adalah dua merek (private label) yang dimiliki oleh SES. Produknya antara lain
berupa protective skin, charger, power bank, earphone, headphone, kabel pengisi daya dan lainnya.
Rencana Transaksi tersebut termasuk transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020,
karena Perseroan selaku pemegang 80,00% saham SES, juga merupakan pemegang 99,99% saham
TAM melalui PT Erafone Artha Retailindo. Perseroan memiliki 99,82% saham PT Erafone Artha
Retailindo, sehingga TAM dan SES berada di bawah kendali Perseroan. Selain itu, terdapat
kesamaan manajemen di antara Perseroan, TAM dan SES.
Berikut adalah struktur Rencana Transaksi:
12
Page 36
Perseroan, melalui TAM akan menandatangani perjanjian jual beli dan pengalihan unit bisnis
(“Perjanjian Jual Beli”) dengan SES yang memuat ketentuan-ketentuan pokok sehubungan dengan
Rencana Transaksi.
Berdasarkan draft Perjanjian Jual Beli, harga transaksi adalah sebesar Rp50.500.000.000,- (lima
puluh miliar lima ratus juta Rupiah) (“Harga Transaksi”).
Menurut manajemen Perseroan, Rencana Transaksi merupakan langkah penataan portofolio bisnis
SES sekaligus upaya mengoptimalkan potensi merek Lamina dan Loops di bawah pengelolaan TAM.
Melalui pengalihan ini, kedua merek diharapkan dapat memanfaatkan jaringan distribusi, logistik,
dan infrastruktur TAM untuk memperluas penetrasi pasar dan memperkuat daya saing produk. SES
di sisi lain dapat memfokuskan sumber dayanya pada lini bisnis utamanya. Manajemen
berpendapat bahwa penataan ini berpotensi menghasilkan sinergi operasional di tingkat kelompok
usaha dalam jangka panjang.
2.3.4 Analisis Industri
Gambaran Umum Industri
Perkembangan pesat dalam bidang telekomunikasi dan teknologi informasi telah mendorong
adopsi smartphone yang semakin meluas di Indonesia. Seiring dengan peningkatan teknologi,
kebutuhan akan perangkat telekomunikasi yang lebih modern dan canggih, seperti smartphone,
tablet, dan laptop, semakin meningkat. Smartphone, khususnya, telah berkembang dari sekadar
alat komunikasi menjadi perangkat multifungsi yang menjadi bagian penting dalam kehidupan
sehari-hari masyarakat Indonesia.
Kebutuhan akan smartphone yang dapat mendukung kegiatan sehari-hari, semakin mendorong
permintaannya. Fungsi tambahan seperti e-commerce, pembayaran digital, aplikasi perbankan, dan
hiburan digital telah menjadi fitur penting yang menarik konsumen. Selain itu, didukung juga oleh
peningkatan gaya hidup akan perangkat information technology (IT) dengan fungsi yang lebih
kompleks dan up-to-date. Kedua hal tersebut mendorong produsen untuk mengeluarkan produk
smartphone terbaru dengan beragam fitur serta harga.
Berdasarkan data, pengiriman smartphone global menunjukkan tren yang cukup fluktuatif
sepanjang periode tahun 2021 hingga 2025. Pada tahun 2021, volume pengiriman sempat
mencapai angka tertinggi sebesar 1.350 juta unit dengan pertumbuhan Year-on-Year (YoY) yang
positif di angka 7%. Namun, pasar mengalami kontraksi yang cukup signifikan dalam dua tahun
berikutnya. Pada tahun 2022, pengiriman menurun sebesar 12% menjadi 1.188 juta unit, dan
penurunan ini terus berlanjut hingga tahun 2023 sebesar 4%, di mana volume pengiriman
menyentuh titik terendahnya di angka 1.140 juta unit.
Memasuki tahun 2024, pengiriman smartphone global mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Pengiriman meningkat kembali sebesar 7% menjadi 1.220 juta unit. Tren positif ini berhasil
dipertahankan hingga tahun 2025, meskipun pertumbuhannya melambat menjadi 2% dengan total
pengiriman mencapai 1.245 juta unit. Walaupun pasar berhasil bangkit dalam dua tahun terakhir,
secara keseluruhan kinerja industri ini selama periode lima tahun tersebut masih mengalami sedikit
penurunan, yang tercermin dari Compound Annual Growth Rate (CAGR) yang bernilai negatif, yaitu
sebesar negatif 2%.
13
Page 37
Gambar 2-1: Pertumbuhan Pengiriman Smartphone Global
(dalam juta unit)
1.600
1.350
1.400
1.220 1.245
1.188
1.200 1.140
1.000 7%
2%
800 7%
600
-12% -4%
400
200
0
2021 2022 2023 2024 2025
Jumlah/Unit Pertumbuhan YoY/Growth YoY
Sumber: Omdia, 2026
Pendapatan smartphone di dalam negeri menunjukkan tren perkembangan yang cenderung positif
dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Pada tahun 2021, total pendapatan pasar smartphone
tercatat sebesar US$11,04 miliar. Meskipun sempat mengalami penurunan sebesar 3,53% pada
tahun 2022 yang membuat nilai pendapatannya menurun ke angka US$10,65 miliar, pasar segera
bangkit dan mencatatkan pemulihan yang cukup signifikan pada tahun 2023 dengan pertumbuhan
sebesar 3,94%, atau setara dengan US$11,07 miliar.
Tren pertumbuhan ini terus berlanjut secara konsisten pada tahun-tahun berikutnya. Pada tahun
2024, pendapatan mengalami sedikit kenaikan sebesar 0,45% menjadi US$11,12 miliar, dan
kemudian meningkat lagi sebesar 1,98% pada tahun 2025 hingga menyentuh angka US$11,34
miliar. Secara keseluruhan, pergerakan positif yang stabil setelah tahun 2022 ini menghasilkan
pertumbuhan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 0,67% sepanjang periode 2021
hingga 2025.
Gambar 2-2: Pertumbuhan Pendapatan Smartphone di Indonesia
(dalam miliar US$)
11,34
11,12
11,04 11,07
10,65
2021 2022 2023 2024 2025
Sumber : Statista, 2026
14
Page 38
Volume Handphone di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dan konsisten setiap
tahunnya selama periode 2021 hingga 2025. Pada tahun 2021, volume penjualan tercatat sebesar
56,96 juta unit. Angka ini kemudian mengalami kenaikan sebesar 0,75% pada tahun 2022 menjadi
57,39 juta unit.
Memasuki tahun 2023, pasar mengalami pertumbuhan tertinggi dalam periode tersebut, yaitu
sebesar 3,43%, yang meningkatkan volume penjualan ke angka 59,36 juta unit. Tren ekspansi ini
terus berlanjut pada tahun 2024 dengan pertumbuhan sebesar 1,23% menjadi 60,09 juta unit,
hingga akhirnya mencapai puncaknya di tahun 2025 pada angka 60,29 juta unit setelah mengalami
pertumbuhan sebesar 0,33%. Secara keseluruhan, pertumbuhan yang stabil ini menghasilkan laju
pertumbuhan majemuk tahunan atau Compound Annual Growth Rate (CAGR) yang baik sebesar
1,43% sepanjang periode lima tahun tersebut.
Gambar 2-3: Pertumbuhan Volume Smartphone di Indonesia
(dalam juta unit)
59,36 60,09 60,29
56,96 57,39
2021 2022 2023 2024 2025
Sumber: Statista, 2026
Gambar 2-4: Perkembangan Pengguna Smartphone di Indonesia
(dalam juta unit)
228,91
201,97
168,41
124,74
110,17
2021 2022 2023 2024 2025
Sumber: Laporan Statista Smartphone Market in Indonesia 2025
Berdasarkan data Statista, jumlah pengguna smartphone di Indonesia pada tahun 2021-2025
mengalami pertumbuhan dengan CAGR sebesar 20,06%, naik sebanyak 118,74 juta pengguna.
Kenaikan pengguna smartphone tertinggi di Indonesia terjadi pada tahun 2023 naik sebesar 43,67
15
Page 39
juta pengguna atau meningkat sebesar 35,01%, antara lain disebabkan masuknya smartphone
dengan spesifikasi tinggi dan harga terjangkau seperti Xiaomi and Grup Transsion (Infinix, TECNO,
and itel). Pada tahun 2025 peningkatan pengguna smartphone di Indonesia mencapai sebesar 26,94
juta pengguna atau meningkat sebesar 13,34%.
Aksesoris mobile phones adalah perangkat keras (hardware) yang dirancang untuk digunakan
bersama mobile phones guna meningkatkan fungsinya, melindungi dari kerusakan, maupun
mempersonalisasi tampilan. Meskipun kadang produsen menyertakan perlengkapan penting
seperti pengisi daya (charger) dalam kotak pembelian, aksesoris adalah tambahan (add-ons) yang
dibeli untuk mendapatkan lebih banyak manfaat dari perangkat tersebut.
Aksesoris mobile phones pada umumnya terbagi dalam beberapa kategori utama berdasarkan
fungsinya, antara lain untuk perlindungan dan gaya (protection and style), daya dan pengisian daya
(power and charging), audio, dan kegunaan dan perjalanan (utility and travel). Produk aksesoris
mobile phones mencakup beragam jenis termasuk casing (cases), pelindung layar (screen protector/
tempered glass), charging cables, power bank, earphone, headphone, speaker bluetooth dan
lainnya.
Kompetisi dan Pangsa Pasar
Pasar smartphone Indonesia merupakan pasar yang sangat dinamis dan kompetitif, dengan
persaingan yang ketat antar produsen global. Indonesia termasuk sebagai salah satu pasar potensial
karena jumlah populasi Indonesia yang menduduki peringkat tujuh di dunia. Indonesia sebagai
salah satu negara dengan jumlah pengguna smartphone terbesar di Asia Tenggara, membuat pada
produsen dan distributor ponsel global berlomba-lomba menguasai pangsa pasar. Persaingan
antara merek global semakin ketat, dengan pemain besar seperti Samsung, Xiaomi, Transsion,
Oppo, Vivo, dan Apple yang terus berinovasi dan meluncurkan produk-produk baru untuk
memenangkan hati konsumen.
Peta persaingan pasar smartphone global menunjukkan dominasi yang kuat dari beberapa
produsen utama. Puncak pasar dikuasai secara ketat oleh dua raksasa teknologi, yaitu Apple dan
Samsung, yang masing-masing berhasil mengamankan pangsa pasar sebesar 19%. Posisi berikutnya
ditempati oleh Xiaomi yang kokoh di peringkat ketiga dengan raihan pangsa pasar sebesar 13%.
Sementara itu, persaingan di papan tengah berjalan sangat sengit dengan tiga produsen besar yang
mencatatkan mirip satu sama lain. Vivo, OPPO, dan Transsion masing-masing berhasil
menggenggam pangsa pasar yang sama besar, yaitu sebesar 8%. Di luar nama-nama besar tersebut,
pasar global sebesar 25% diisi oleh gabungan berbagai merek lainnya yang masuk dalam kategori
Others. Secara keseluruhan, data ini menggambarkan lanskap industri yang cukup terkonsentrasi,
di mana sebagian besar pasar global telah dikuasai oleh enam produsen utama tersebut.
16
Page 40
Gambar 2-5: Pangsa Pasar Pengiriman Smartphone Global
19% Apple
25%
Samsung
Xiaomi
Vivo
8% 19%
OPPO
Transsion
8%
Others
8% 13%
Sumber: Omdia, 2026
Peta persaingan pasar smartphone di Indonesia berlangsung sangat ketat dengan distribusi pangsa
pasar yang cukup dinamis. Puncak pasar saat ini dipimpin oleh Samsung yang berhasil
mengamankan posisi teratas dengan pangsa pasar sebesar 15,99%. Tepat di bawahnya, persaingan
sengit terjadi antara Apple dan Oppo yang mencatatkan perolehan kembar dan berbagi posisi
setara dengan pangsa pasar masing-masing sebesar 14,29%.
Di papan tengah, Xiaomi menguntit di posisi berikutnya dengan menguasai 12,17% pangsa pasar,
disusul oleh Vivo yang menempel cukup dekat di angka 11,05%. Sementara itu, Realme dan Infinix
menempati barisan berikutnya dengan pangsa pasar yang lebih kecil, di mana masing-masing
meraih 5,44% dan 4,78%. Sisa pasar yang cukup besar, yaitu 21,99%, diisi oleh gabungan berbagai
vendor lainnya yang masuk ke dalam kategori Others. Secara keseluruhan, data ini menunjukkan
bahwa pasar Indonesia sangat kompetitif, di mana lima merek teratas bersaing ketat dalam rentang
persentase yang tidak terpaut jauh.
Gambar 2-6: Pangsa pasar Produsen Smartphone di Indonesia
Samsung
15,99%
21,99% Apple
Oppo
14,29% Xiaomi
4,78%
Vivo
5,44%
Realme
11,05% 14,29%
Infinix
12,17% Others
Sumber : Statcounter, 2026
Industri aksesoris mobile phone berkaitan dengan industri mobile phone, yaitu hubungan
ketergantungan produk saling melengkapi (complementary), di mana aksesoris tidak akan memiliki
fungsi atau pasar tanpa mobile phone, dan adanya penjualan cross-selling, di mana penjualan
mobile phone yang tinggi akan turut mendongkrak permintaan aksesoris. Penyesuaian desain dan
spesifikasi mobile phone juga berkaitan erat penjualan aksesoris, di mana perubahan desain
mengharuskan industri aksesoris untuk selalu beradaptasi dengan cepat. Keputusan produsen yang
17
Page 41
kerap tidak lagi menyertakan kepala charger atau earphone dalam kotak penjualan turut memicu
pertumbuhan pasar bagi aksesoris penunjang tersebut.
Pasar aksesoris mobile phones Indonesia terdiri dari berbagai pemain pasar global dan produsen
lokal. Pemain global di antaranya Anker Innovations Co., Ltd., UGREEN Group Ltd., Baseus
Technology Co. Ltd., AUKEY International Ltd., Belkin International, Inc., Edifier International
Limited, HOCO Technology Development Co., Ltd., Spigen Inc., ORICO Technologies Co., Ltd.,
Joyroom (Shenzhen Joyroom Tech Co., Ltd.), Vivan, Mcdodo, Nillkin Technology Co., Ltd., Samsung
Electronics Co., Ltd. dan lainnya (sumber: nextmsc.com). Produsen lokal antara lain merek ACMIC
dan JETE.
Prospek Industri
Pasar smartphone di Indonesia mengalami perkembangan yang didorong oleh kemajuan industri
global serta pergeseran level kebutuhan smartphone yang semula hanya gaya hidup menjadi
kebutuhan dasar sehingga besarnya pasar smartphone diproyeksikan akan terus meningkat di
tahun-tahun mendatang.
Pasar smartphone di dalam negeri diproyeksikan akan mengalami tren pertumbuhan yang stabil
dan positif sepanjang periode tahun 2026 hingga 2030. Pada tahun 2026, total pendapatan pasar
smartphone diperkirakan dibuka pada angka US$11,56 miliar. Nilai ini diproyeksikan terus
meningkat pada tahun berikutnya menjadi US$11,78 miliar pada tahun 2027, dan berhasil
menyentuh angka genap US$12 miliar pada tahun 2028.
Tren ekspansi pasar ini diprediksi akan terus bertahan kuat. Pada tahun 2029, pendapatan
diproyeksikan naik menjadi US$12,22 miliar, sebelum akhirnya mencapai titik tertinggi dalam
periode proyeksi ini pada tahun 2030 dengan nilai sebesar US$12,53 miliar. Pertumbuhan yang
konsisten tanpa adanya penurunan dari tahun ke tahun ini menghasilkan laju pertumbuhan
majemuk tahunan atau Compound Annual Growth Rate (CAGR) yang baik, yaitu sebesar 2,03%
sepanjang periode lima tahun tersebut.
Gambar 2-7: Proyeksi Pertumbuhan Pendapatan Pasar Smartphone di Indonesia
(dalam miliar US$)
12,53
12,22
12
11,78
11,56
2026 2027 2028 2029 2030
Sumber : Statista, 2026
Smartphone di dalam negeri diperkirakan akan terus mengalami pertumbuhan yang stabil dan
positif dalam volume sepanjang periode tahun 2026 hingga 2030. Pada tahun 2026, volume
penjualan diproyeksikan pada angka 60,49 juta unit. Angka ini diperkirakan meningkat secara
konsisten pada tahun-tahun berikutnya, yaitu sebesar 60,68 juta unit pada tahun 2027, dan
meningkat lagi menjadi 60,85 juta unit pada tahun 2028.
18
Page 42
Tren kenaikan yang konstan ini diprediksi akan terus berlanjut mendekati akhir periode proyeksi.
Pada tahun 2029, volume penjualan unit smartphone diproyeksikan menembus angka 61,02 juta
unit, sebelum akhirnya mencapai puncaknya pada tahun 2030 dengan perkiraan volume sebesar
61,75 juta unit. Meskipun peningkatan volume dari tahun ke tahun cenderung landai, pertumbuhan
yang konsisten tanpa adanya penurunan ini menghasilkan laju pertumbuhan Compound Annual
Growth Rate (CAGR) yang tetap positif sebesar 0,52% sepanjang periode lima tahun tersebut.
Gambar 2-8: Proyeksi Pertumbuhan Volume Smartphone di Indonesia
(dalam juta unit)
61,75
61,02
60,85
60,68
60,49
2026 2027 2028 2029 2030
Sumber : Statista, 2026
Perkembangan industri aksesoris mobile phone pada dasarnya tidak berdiri sendiri, namun
bergerak seiring perkembangan industri mobile phone. Industri ini terus bergerak dinamis dengan
mengikuti kombinasi perkembangan kebutuhan teknis, yaitu perkembangan teknologi mengikuti
fitur terbaru, dan kebutuhan sosial yaitu gaya hidup, fungsionalitas kerja, dan tren fesyen
pengguna.
Berdasarkan Databridge Market Research, pasar global aksesoris mobile phone diproyeksikan akan
mencapai US$250,50 miliar di tahun 2033 dan pasar aksesoris mobile phone Indonesia
diproyeksikan akan mencapai US$2,91 miliar di tahun 2032.
Analisis SWOT
Strengths and Opportunities (Kekuatan dan Peluang)
• Dengan demografi Indonesia yang luas dan jumlah penduduk yang besar, terutama di
kelompok usia produktif, pasar untuk distributor smartphone di Indonesia menunjukkan
potensi yang besar.
• Perubahan gaya hidup yang semakin mengandalkan teknologi digital dalam aktivitas sehari-
hari sehingga mendorong peningkatan kebutuhan akan smartphone.
• Integrasi fitur AI generatif yang lebih dalam menjadi nilai jual utama untuk mendorong
siklus pembaruan perangkat baru.
• Pertumbuhan e-commerce yang cukup pesat sehingga konsumen mudah menjangkau
mengakses berbagai macam aksesoris mobile phone.
19
Page 43
Weaknesses and Threats (Kelemahan dan Tantangan)
• Konsumen smartphone di Indonesia sangat sensitif terhadap harga, dengan mayoritas
pangsa pasar berada di tingkat low-end hingga mid-range sehingga membatasi kemampuan
retail untuk menjual perangkat dengan margin yang lebih tinggi.
• Kurangnya manufaktur lokal membuat Indonesia sangat dipengaruhi oleh perubahan nilai
tukar rupiah karena pasar lebih didominasi oleh produk impor dibandingkan lokal.
• Ketergantungan pada aplikasi pihak ketiga dan sensor biometrik memunculkan risiko
kerentanan terhadap kebocoran data pribadi atau serangan siber.
• Kecepatan kemajuan teknologi yang pesat dan preferensi konsumen yang cepat berubah
membuat perusahaan harus terus mencari/ menjual produk aksesoris baru yang sesuai
dengan teknologi dan selera pasar.
2.3.5 Analisis Operasional dan Prospek Usaha Perseroan
Tinjauan Operasional
Perseroan menjalankan lini bisnis distribusi melalui sejumlah entitas anaknya, yaitu PT Teletama
Artha Mandiri (“TAM”), PT Prakarsa Prima Sentosa (“PPS”), PT Sinar Eka Selaras Tbk (“SES”), PT Era
Gaya Aktif Distribusi (“EGAD”), PT Era Inovasi Otomotif (“EIO”), dan Era International Network Sdn.
Bhd. (“EIN Malaysia”) Portofolio produk yang didistribusikan mencakup perangkat telekomunikasi
(telepon selular, smartphone, tablet), SIM Card, voucher isi ulang, perangkat teknologi informasi,
produk fashion apparel, hingga kendaraan elektronik serta layanan pendukung lainnya.
TAM mengelola kemitraan strategis berbagai prinsipal merek global seperti Apple, Samsung, Xiaomi
dan merek lainnya. Untuk memperkuat penetrasi pasar, hingga akhir tahun 2025, TAM telah
mengoperasikan 70 titik distribusi yang tersebar di seluruh Indonesia. PPS fokus pada penyediaan
akses electronic gateway untuk voucher elektronik dari berbagai mitra strategis, mulai dari
operator telekomunikasi dan PLN hingga permainan online. SES sebagai penyedia solusi active
lifestyle, SES bermitra dengan prinsipal merek dunia termasuk DJI, Garmin, Shokz, dan merek
lainnya untuk mendistribusikan perangkat gadget serta pendukung gaya hidup terkini.
Model Bisnis & Portofolio Produk
Erajaya setidaknya memiliki 3 model bisnis yaitu Erajaya Digital, Erajaya Active Lifestyle, dan Erajaya
Food & Nourishment.
Erajaya Digital
Fokus pada perdagangan perangkat elektronik konsumen, telepon seluler (handset), laptop,
komputer, layanan operator dan voucher. Perseroan mengoperasikan berbagai konsep gerai, baik
multibrand seperti erafone, Erablue maupun monobrand seperti iBox, Samsung, Mi store, dan serta
merek principal lainnya.
Erajaya Active Lifestyle
Berfokus pada tiga kategori utama yaitu Smart, Active, dan Lifestyle untuk mendukung gaya hidup
aktif dan modern. Portofolio ini dikelola melalui gerai multibrand seperti Urban Republic, JD Sports,
MST Golf, dan Urban Adventure, serta gerai monobrand seperti XPENG, Asics, DJI, Garmin, Wilson,
Anta, dan merek ternama lainnya.
Erajaya Food & Nourishment
Berfokus pada bisnis makanan dan minuman serta pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Bisnis ini
mencakup berbagai konsep, mulai dari jaringan restoran, kafe & bakery, hingga grocery.
20
Page 44
Bisnis Ritel
Grup Erajaya menjalankan kegiatan operasional ritel melalui sejumlah entitas anak guna
memasarkan produk secara langsung kepada konsumen akhir. Pada Erajaya Digital, operasional
dijalankan oleh PT Erafone Artha Retailindo (erafone), PT Data Citra Mandiri (DCM), PT Nusa Abadi
Sukses Artha (NASA), PT Era Blu Elektronik (EBE), CG Computers Sdn. Bhd. (CG Computers), dan Era
International Network Pte. Ltd (EIN Singapura). Selanjutnya, untuk Erajaya Active Lifestyle, aktivitas
bisnisnya didukung oleh PT Mitra International Indonesia (MII), PT Era Gaya Aktif (EGA), PT Era Aktif
Indonesia (EAI), PT Era Gaya Indonesia (EGI), PT Era Dealer Otomotif (EDOO), serta PT Sinar Era Aktif
(SEA). Sementara itu, pada Erajaya Food & Nourishment terdapat PT Mitra Belanja Anda (MBA),
PT Era Patiserindo (EBP), PT Era Kopi Anda (EKA), PT Era Boga Kari (EBK), PT Era Boga Pretzel (EBPR),
dan PT Chagee Era Indonesia (CEI).
Melalui jaringan gerai ritel yang tersebar luas, Perseroan berkomitmen untuk memberikan
aksesibilitas dan pengalaman berbelanja yang komprehensif bagi seluruh pelanggan. Di bawah ini
merupakan daftar lengkap gerai ritel yang dimiliki oleh Grup Erajaya hingga akhir tahun 2025:
21
Page 45
Tabel 2-1: Gerai yang Dimiliki Grup Erajaya
Jumlah Gerai
No. Jenis Gerai
2025 2025
Erajaya Digital
1 Gerai iBox 206 174
2 Samsung Experience Store 145 135
3 Mi Authorized Store Indonesia 86 83
4 Gerai Huawei 23 10
5 Gerai erafone 1.104 1.057
6 Gerai Erablue 181 87
7 Gerai Operator 23 31
8 Gerai Mi Authorized Stores Malaysia 8 6
9 Gerai Huaweri Malaysia 4 4
10 Samsung Experience Store Malaysia 10 9
11 Gerai Urban Republic Malaysia 115 117
12 Gerai Switch Malaysia 86 83
13 Gerai Sony Malaysia 1 1
14 Gerai Mi Authorized Stores Singapura 10 8
15 Gerai Switch Singapore 2 6
16 Gerai SingTel Singapura 7 8
17 Bisnis Bersama 31 80
18 Gerai Honor 5 -
19 Gerai Brand Lain-Lain 4 6
Erajaya Active Lifestyle
20 Gerai Urban Republic Indonesia 61 64
21 Gerai Urban Adventure 3 3
22 Gerai MST Golf 7 5
23 Gerai JD Sports 23 14
24 Gerai Garmin 37 30
25 Gerai DJI 14 12
26 Gerai Asics 29 19
27 Gerai IT (Immersive Tech) 0 4
28 Gerai Shokz 3 1
29 Gerai 6IXTY8IGHT 3 9
30 Gerai Under Armour 17 9
Sumber: Laporan Tahunan Perseroan
22
Page 46
Tabel 2-2: Gerai yang Dimiliki Grup Erajaya (Lanjutan)
Jumlah Gerai
No. Jenis Gerai
2025 2025
Erajaya Active Lifestyle
31 Gerai Logitech - 1
32 Gerai Wilson 3 -
33 Gerai Anta 3 -
34 Dealer XPENG 2 -
Erajaya Food & Nourishment
35 Gerai Paris Baguette 21 16
36 Gerai Curry Up 1 2
37 Gerai Wetzel Pretzel 4 3
38 Gerai Bacha Coffee 2 2
39 Gerai GrandLucky 13 12
40 Gerai Chagee 36 -
Sumber: Laporan Tahunan Perseroan
Bisnis E-Commerce
Perseroan mengintegrasikan saluran penjualan ritel melalui platform e-Commerce milik sendiri,
yaitu iBox.co.id dan Eraspace.com. Kedua platform tersebut menyajikan informasi (online
membership), hingga mekanisme pembayaran dan layanan pelanggan. Selain platform mandiri,
Perseroan juga memperkuat penetrasi pasar melalui official stores di berbagai marketplace
terkemuka di Indonesia, seperti Tokopedia, Shopee, dan Blibli. Guna meningkatkan pengalaman
pelanggan, Perseroan menjalankan berbagai strategi e-commerce sebagai berikut:
a. Home Delivery Service/ EraXpress
Layanan delivery yang dilakukan langsung oleh Perseroan dalam kurun waktu 3 jam dan
gratis biaya pengiriman untuk memberikan kemudahan dalam mendapatkan produk yang
diinginkan tanpa perlu keluar rumah.
b. Omni-Channel
Layanan berbasis O2O (online to offline dan sebaliknya) yang memberikan kebebasan bagi
konsumen untuk memesan produk seperti click and pick-up.
c. Online Exhibition
Berfokus pada strategi promosi/event secara online melalui media digital yang dimiliki.
d. E-Commerce
Secara aktif memperluas dan memperkuat eksistensi Perseroan secara online melalui pasar
e-Commerce.
Pada tahun 2025, Perseroan berhasil mengukuhkan posisi sebagai lifestyle smart retailer terdepan
dengan fokus utama pada penyediaan portofolio produk yang relevan bagi mobilitas dan gaya hidup
harian seluruh pelanggan. Perseroan secara berkesinambungan memperkuat sinergi antara kanal
offline dan online melalui strategi omnichannel, termasuk layanan click and pick-up dan terus
berkomitmen untuk menjaga kualitas pengalaman berbelanja fisik yang masih menjadi preferensi
utama para pelanggan.
Perseroan juga terus memperluas jangkauan melalui pembukaan gerai baru serta optimalisasi
produktivitas gerai yang telah beroperasi. Per 31 Desember 2025, total jaringan gerai Erajaya Group
telah mencapai 2.333 gerai. Sebagai pengakuan atas kinerja yang solid, Erajaya berhasil meraih
berbagai penghargaan pada tahun 2025.
23
Page 47
Erajaya Digital
Sebagai pilar bisnis utama, Erajaya Digital secara konsisten memperkuat kepemimpinan pasarnya
melalui strategi ekspansi jaringan ritel yang terukur dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.
Fokus utama Perseroan terletak pada pengembangan jaringan monobrand store melalui kemitraan
strategis dengan merek-merek global terkemuka seperti iBox, Samsung, dan Xiaomi. Langkah ini
bertujuan untuk memberikan pengalaman berbelanja yang eksklusif dan mendalam bagi konsumen
yang memiliki loyalitas tinggi terhadap merek tertentu, sekaligus memastikan ketersediaan lini
produk terbaru yang didukung oleh layanan purna jual yang terintegrasi.
Perseroan secara aktif mengimplementasikan inisiatif untuk meningkatkan produktivitas dan
profitabilitas gerai yang telah beroperasi dalam dua tahun terakhir. Optimalisasi ini dilakukan
melalui penajaman portofolio produk yang disesuaikan secara presisi dengan profil demografis dan
kebutuhan spesifik pelanggan di setiap lokasi gerai (hyper-local product mix). Dengan
mengkombinasikan kekuatan analisis data dan efisiensi operasional, Erajaya Digital terus berupaya
memberikan nilai tambah yang maksimal bagi seluruh pemangku kepentingan serta
mempertahankan dominasinya sebagai peritel digital nomor satu di Indonesia pada tahun 2025.
Erajaya Active Lifestyle
Sebagai bagian dari komitmen Perseroan untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan, Erajaya
Active Lifestyle (ERAL) terus memperkuat portofolio bisnisnya melalui kurasi merek-merek global
yang relevan dengan kebutuhan pasar. Pada tahun 2025, Perseroan secara strategis menambah
deretan merek unggulan di kategori active products dengan menghadirkan Wilson dan Anta.
Ekspansi ini langsung diikuti dengan penetrasi pasar yang terukur, di mana hingga akhir periode
2025, Perseroan telah mengoperasikan masing-masing sebanyak 3 gerai monobrand untuk kedua
merek tersebut.
Selain penambahan portofolio baru, Perseroan juga konsisten memperluas jaringan ritel eksis,
terutama pada saluran monobrand yang berfokus pada IoT dan fashion apparel. Kehadiran merek-
merek ikonik seperti Garmin, DJI, Asics dan JD Sports terus diperkuat untuk memastikan dominasi
pasar dalam ekosistem gaya hidup aktif.
Erajaya Food & Nourishment
Erajaya Food & Nourishment (EBN) terus memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam
industri gaya hidup dengan melakukan diversifikasi portofolio secara agresif. Pada tahun ini,
Perseroan memperkenalkan CHAGEE, merek premium tea terkemuka asal Tiongkok yang
mengusung konsep Modern Oriental Tea. Kehadiran CHAGEE menjadi tonggak strategis bagi EBN
dalam menjangkau pangsa pasar yang lebih luas, khususnya konsumen yang mengedepankan
kualitas dan estetika dalam budaya minum teh modern.
Selain penetrasi merek baru, Perseroan secara konsisten melanjutkan ekspansi jaringan ritel untuk
merek-merek mapan di bawah naungan EBN. Pengembangan gerai Paris Baguette, Bacha Coffee,
Curry Up, Wetzel’s Pretzels, hingga GrandLucky Superstore tetap menjadi fokus utama untuk
memastikan aksesibilitas yang lebih luas bagi pelanggan serta memperkokoh ekosistem gaya hidup
yang komprehensif di seluruh Indonesia.
Wilayah Operasional
Wilayah operasional Perseroan dan Anak Perusahaan tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan
2.333 gerai outlet serta 70 titik distribusi. Perseroan juga memiliki kurang lebih 54.000 reseller di
seluruh Indonesia.
24
Page 48
Gambar 2-9: Wilayah Operasional
Sumber: Laporan Tahunan 2025 Perseroan
Perkembangan Pendapatan Perseroan
Ditinjau berdasarkan segmen telepon seluler dan tablet, pendapatan Perseroan didominasi secara
signifikan oleh segmen telepon seluler dan tablet selama periode 2021-2025. Rata-rata kontribusi
segmen telepon seluler dan tablet terhadap jumlah pendapatan bersih selama periode 2021–2025
tercatat sebesar 78,42%.
Dominasi ini menempatkan lini bisnis telepon seluler dan tablet sebagai segmen utama Perseroan
secara keseluruhan. Pendapatan dari segmen ini tercatat sebesar Rp34.352 miliar pada tahun 2021,
meningkat sebesar 12,57% menjadi sebesar Rp38.670 miliar pada tahun 2022 dan meningkat
sebesar 23,91% menjadi sebesar Rp47.914 miliar pada tahun 2023, kemudian meningkat sebesar
9,43% menjadi sebesar Rp52.431 miliar pada tahun 2024. Pada tahun 2025 meningkat sebesar
14,58% menjadi sebesar Rp60.074 miliar.
Segmen komputer dan peralatan elektronik lainnya memiliki kontribusi terhadap pendapatan
Perseroan selama periode 2021-2025 dengan rata-rata kontribusi sebesar 3,99%.
Pendapatan dari segmen komputer dan peralatan lainnya tercatat sebesar Rp3.494 miliar pada
tahun 2021, namun mengalami penurunan sebesar 18,79% menjadi sebesar Rp2.838 miliar pada
tahun 2022, dan berlanjut turun sebesar 16,46% menjadi sebesar Rp2.371 miliar pada tahun 2023.
Segmen ini berhasil membalas tren penurunan tersebut dengan mencatatkan arah positif pada
tahun 2024 melalui pertumbuhan sebesar 11,28% menjadi sebesar Rp2.638 miliar, menguat
kembali sebesar 15,74% hingga menyentuh Rp3.054 miliar pada tahun 2025.
Segmen produk operator memiliki kontribusi pendapatan Perseroan selama periode 2021-2025
dengan rata-rata kontribusi sebesar 2,02%.
Pendapatan dari segmen produk operator tercatat sebesar Rp1.933 miliar pada tahun 2021,
kemudian mengalami pertumbuhan sebesar 11,74% menjadi sebesar Rp2.160 miliar pada tahun
25
Page 49
2022, dan terus melonjak signifikan sebesar 34,82% ke angka Rp2.911 miliar pada tahun 2023.
Namun memasuki tahun 2024, kinerja segmen ini menurun sebesar 42,56% menjadi Rp1.672 miliar,
dan kembali mengalami penurunan sebesar 7,29% menjadi sebesar Rp1.550 miliar pada tahun
2025.
Segmen aksesoris dan lain-lain memiliki kontribusi pendapatan Perseroan selama periode 2021-
2025 dengan rata-rata kontribusi sebesar 15,57%.
Pendapatan dari segmen ini tercatat sebesar Rp3.688 miliar pada tahun 2021, kemudian meningkat
sebesar 57,40% menjadi sebesar Rp5.805 miliar pada tahun 2022. Tren ekspansif ini dipertahankan
secara konsisten pada tahun 2023 dengan kenaikan sebesar 19,62% menjadi sebesar Rp5.805
miliar, serta tumbuh kembali sebesar 22,97% menjadi sebesar Rp8.538 miliar pada tahun 2024.
Segmen ini ditutup dengan peningkatan sebesar 39,71% pada tahun 2025 hingga mencatatkan
angka Rp11.929 miliar.
Gambar 2-10: Perkembangan Pendapatan Bersih Perseroan berdasarkan Segmen Primer 2021-
2025
(dalam miliar Rupiah)
2021 2022 2023 2024 2025
Telepon selular dan tablet 34.352 38.670 47.914 52.431 60.074
Komputer dan peralatan elektronik
3.494 2.838 2.371 2.638 3.054
lainnya
Produk operator 1.933 2.160 2.911 1.672 1.550
Aksesoris dan lain-lain 3.688 5.805 6.943 8.538 11.929
Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan
Aspek Pemasaran
Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran Perseroan difokuskan pada konsep omnichannel di mana kampanye pemasaran
dilakukan secara offline dan online dengan menawarkan berbagai promosi serta kemudahan
berbelanja untuk berbagai produk yang ditawarkan.
Konsep pemasaran ini diperkuat dengan peningkatan kapabilitas dan penawaran melalui laman e-
commerce eraspace.com, maupun kerja sama dengan berbagai platform marketplace. Perseroan
berupaya untuk terus mendapatkan informasi terkini tentang kebutuhan maupun aspirasi para
pelanggan melalui pengoperasian Myeraspace bersama induk, yang saat ini telah memiliki hampir
10 juta anggota.
26
Page 50
Penetrasi Pasar Baru
Perseroan terus memperluas cakupan pasar baik dari sisi produk (penambahan varian produk)
maupun penambahan jaringan ritel. Saat ini, pengembangan difokuskan pada penetrasi pasar di
Pulau Jawa. Perseroan memanfaatkan keberadaan pusat-pusat perbelanjaan baru di sejumlah kota
lapis kedua untuk memaksimalkan potensi merek ritel yang dimiliki serta menjangkau target pasar
yang relevan dan tepat sasaran. Hal ini sejalan dengan fokus Perseroan untuk menyediakan
berbagai produk gaya hidup di segmen kelas menengah-atas khususnya generasi milenial dan gen
Z.
Perseroan mengembangkan jaringan ritel untuk portofolio yang dimiliki seperti iBox, Samsung,
erafone multibrand, Erablue, Asics, Garmin, DJI, JDSport, Paris Baguette, dan GrandLucky. Sampai
akhir tahun 2025, Perseroan memiliki 2.333 jaringan toko ritel yang tersebar di Indonesia, Malaysia,
dan Singapura, didukung oleh lebih dari 70 pusat distribusi serta lebih dari 9.000 reseller di
Indonesia.
Kerjasama Strategis
Perseroan menjalin kerja sama dengan mitra-mitra bisnis yang memiliki reputasi global. Perseroan
meyakini, populasi Indonesia yang didominasi oleh usia produktif merupakan potensi pasar yang
besar dan akan terus berkembang.
Selain itu, perkembangan gaya hidup digital yang semakin luas, terutama di kalangan muda yang
memanfaatkan teknologi digital dalam berbagai aspek kehidupan sehari hari, menjadi peluang bagi
Perseroan untuk menghadirkan produk-produk digital high-end dari principal merk internasional
untuk masyarakat Indonesia.
Strategi Harga
Ketidakpastian ekonomi, inflasi, dan perubahan daya beli konsumen sangat berpengaruh bagi bisnis
ritel. Perseroan sebagai pemain ritel terkemuka menawarkan berbagai produk dengan rentang
harga yang bervariasi untuk menjangkau semua segmen pasar.
Saat ini, pasar handset dipenuhi dengan berbagai model dan fitur yang disesuaikan dengan
kebutuhan konsumen. Preferensi konsumen adalah telepon pintar yang menawarkan value for
money - harga terjangkau tetapi memiliki fitur dan kualitas premium. Hal ini menjadi tantangan
bagi Perseroan untuk terus menghadirkan produk yang kompetitif melalui kerja sama dengan
pemasok brand yang relevan dengan target pasar Perseroan.
Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran Perseroan difokuskan pada konsep omnichannel di mana kampanye pemasaran
dilakukan secara offline dan online dengan menawarkan berbagai promosi serta kemudahan
berbelanja untuk berbagai produk yang ditawarkan.
Konsep pemasaran ini diperkuat dengan peningkatan kapabilitas dan penawaran melalui laman e-
commerce eraspace.com, maupun kerja sama dengan berbagai platform marketplace. Perseroan
berupaya untuk terus mendapatkan informasi terkini tentang kebutuhan maupun aspirasi para
pelanggan melalui pengoperasian Myeraspace bersama induk, yang saat ini telah memiliki hampir
10 juta anggota.
Saluran Pengaduan Pelanggan
Komitmen Perseroan untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen juga termasuk
memberikan tanggapan yang cepat dan tepat terhadap semua keluhan dan pengaduan konsumen
sesuai dengan prosedur internal yang berlaku. Semua kritik dan masukan menjadi bahan evaluasi
demi kepentingan perbaikan pengelolaan bisnis di masa depan.
27
Page 51
Prospek Usaha
Prospek pertumbuhan sektor ritel pada tahun 2026 diproyeksikan tetap menjanjikan. Bank
Indonesia (BI) memperkirakan kinerja penjualan eceran akan tetap solid dengan Indeks Penjualan
Riil (IPR) yang diproyeksikan tumbuh sebesar 7,9% secara tahunan (year on year/YoY) pada Januari
2026. Pertumbuhan ini mencerminkan daya beli masyarakat yang terjaga, yang utamanya akan
ditopang oleh kinerja kelompok Barang Budaya dan Rekreasi, Makanan, Minuman, dan Tembakau,
serta sub kelompok Sandang.
Menyikapi prospek tersebut, Manajemen telah menyusun perencanaan anggaran dan proyeksi
tahun 2026 secara komprehensif pandangan yang relatif optimis. Namun, menyadari adanya
dinamika global seperti peningkatan ketegangan geopolitik serta isu pasar modal terkait MSCI,
Manajemen senantiasa melakukan peninjauan secara berkala guna memastikan strategi Perseroan
tetap relevan.
Erajaya tetap konsisten menjalankan strategi ”Consciously Grow” dengan penerapan prudent
principle. Perseroan berupaya mempertahankan fokus agar pertumbuhan Perseroan pada tahun
2026 tetap melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional, sembari secara konsisten
memperkuat pangsa pasar yang telah diraih.
Pada industri telepon genggam, Perseroan akan meningkatkan produktivitas ritel dan kualitas
pengalaman berbelanja, baik di kota-kota besar maupun wilayah tier yang lebih rendah. Perseroan
berkomitmen meningkatkan pengalaman pelanggan melalui inovasi layanan, seperti pengiriman
cepat (express delivery) dan sistem logistik yang lebih efisien. Bagi Perseroan, ekspansi jaringan
gerai harus berjalan selaras dengan peningkatan kualitas pengalaman pelanggan (customer
experience).
Didukung lebih dari 19.000 karyawan, Perseroan optimis dapat menghadapi berbagai tantangan
ekonomi dan geopolitik yang berada di luar kendali Manajemen. Rekam jejak Perseroan selama
beberapa tahun terakhir telah membuktikan resiliensi Perseroan dalam mengubah tantangan
menjadi peluang melalui kesiapan tim yang berpengalaman.
Perseroan akan terus memperkuat agility dan kemampuan adaptasi di seluruh lini bisnis untuk
menghasilkan kinerja ritel yang lebih sehat. Selain itu, Perseroan akan meningkatkan buying power
melalui portofolio yang kuat, sehingga mampu melakukan adaptasi yang lebih efektif serta
membangun pengalaman langsung (direct experience) dengan pelanggan di seluruh pelosok
Indonesia.
2.3.6 Keuntungan dan Kerugian Rencana Transaksi
Keuntungan yang diharapkan diperoleh Perseroan dengan melaksanakan Rencana Transaksi adalah
diharapkan dapat mengurangi potensi tumpang tindih fungsi dan inkonsistensi positioning merek
antar-anak usaha.
Kerugian yang timbul dari rencana transaksi adalah timbulnya biaya yang harus dikeluarkan
Perseroan untuk biaya jasa konsultan independen yang timbul sehubungan dengan Rencana
Transaksi.
2.4 Analisis Kuantitatif
Analisis Kuantitatif dilakukan dengan melakukan analisis kinerja historis, analisis proyeksi dan
proforma laporan keuangan serta analisis inkremental laporan keuangan.
28
Page 52
2.4.1 Analisis Kinerja Historis
Ikhtisar data keuangan penting Perseroan berdasarkan pada Laporan Keuangan Konsolidasian
Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024-
2025 yang telah diaudit oleh KAP Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan pendapat
wajar dalam semua hal yang material dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak
Perusahaan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021-2023 yang telah
diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja dengan pendapat wajar dalam semua hal yang
material.
Perseroan menjalankan kegiatan utama usaha pada pembangunan real estat dan investasi dalam
bentuk penyertaan saham. Penjualan Perseroan dan Anak Perusahaan terdiri atas penjualan
telepon selular dari tablet, komputer dan peralatan elektronik lainnya, produk operator, aksesoris
dan lain-lain.
Tabel 2-4 : Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Konsolidasian Perseroan
(dalam juta Rupiah)
31 Desember/December
2021 2022 2023 2024 2025
Keterangan
Audit/ Audit/ Audit/ Audit/ Audit/
Audited Audited Audited Audited Audited
Penjualan Neto 43.466.977 49.471.484 60.139.406 65.279.685 76.606.896
Beban pokok penjualan (38.661.090) (44.109.940) (53.691.637) (58.003.956) (68.255.581)
Laba Bruto 4.805.887 5.361.544 6.447.769 7.275.728 8.351.315
Beban penjualan dan distribusi (2.156.812) (2.184.090) (2.669.738) (2.995.871) (3.829.159)
Beban umum dan administrasi (1.162.911) (1.586.676) (2.153.135) (2.573.812) (2.790.270)
Pendapatan lainnya 225.153 289.682 293.202 441.619 753.814
Beban lainnya (51.933) (87.479) (72.515) (15.502) (50.969)
Laba Usaha 1.659.383 1.792.980 1.845.583 2.132.162 2.434.731
Penghasilan keuangan 14.846 9.993 18.171 38.289 46.086
Bagian laba (rugi) bersih entitas
asosiasi dan ventura bersama (194.768) (15.965) (20.832) (1.492) 14.922
Beban keuangan 15.604 (289.669) (601.108) (649.631) (641.891)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 1.495.065 1.497.340 1.241.815 1.519.328 1.853.848
Beban pajak penghasilan - neto (377.148) (420.784) (384.954) (399.842) (541.104)
Laba Tahun Berjalan 1.117.917 1.076.555 856.861 1.119.486 1.312.744
Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan
29
Page 53
Tabel 2-5 : Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Konsolidasian Perseroan
(Lanjutan)
(dalam juta Rupiah)
31 Desember/December
2021 2022 2023 2024 2025
Keterangan
Audit/ Audit/ Audit/ Audit/ Audit/
Audited Audited Audited Audited Audited
Pos yang akan direklasifikasi
ke laba rugi:
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan (11.249) 56.870 (45.598) 88.067 155.754
Pajak penghasilan terkait 2.475 (16.567) 10.032 (19.375) (34.266)
Pos yang tidak akan direklasifikasi
ke laba rugi:
Laba atas instrumen ekuitas yang ditetapkan
pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
lain - - (19.194) - 3.183
Pengukuran kembali atas program imbalan pasti 9.639 (4.559) (14.040) 1.544 28.556
Pajak penghasilan terkait (2.622) 1.173 2.986 (333) (5.753)
Bagian (rugi) penghasilan komprehensif lainnya
dari entitas asosiasi dari ventura bersama 79 (157) (197) 168 (50)
Jumlah Penghasilan Komprehensif
Tahun Berjalan 1.116.239 1.113.315 790.849 1.189.558 1.460.168
Beban usaha (3.319.723) (3.770.766) (4.822.873) (5.569.683) (6.619.429)
Depresiasi 126.918 191.416 319.811 457.066 579.670
EBITDA 1.613.081 1.782.193 1.944.707 2.163.111 2.311.556
Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan
Pendapatan
Pendapatan konsolidasian Perseroan selama tahun 2021-2025 secara Compound Annual Growth
Rate (“CAGR”) mengalami peningkatan sebesar 15,22%.
Pendapatan konsolidasian Perseroan mengalami peningkatan pada tahun 2021 sebesar 27,42%
terutama karena kenaikan penjualan telepon selular dan tablet.
Pada tahun 2022, pendapatan konsolidasian Perseroan meningkat sebesar 13,81% dibandingkan
tahun 2021, terutama berasal dari kenaikan penjualan telepon selular dan tablet.
Pada tahun 2023, pendapatan konsolidasian Perseroan tercatat sebesar Rp60.139 miliar,
meningkat sebesar 21,56% dibandingkan tahun 2022, terutama berasal dari kenaikan penjualan
telepon selular dan tablet.
Pada tahun 2024, pendapatan meningkat sebesar 8,55% dibanding tahun 2023, terutama berasal
dari kenaikan penjualan telepon selular dan tablet.
Pada tahun 2025, pendapatan meningkat sebesar 17,35% dibanding tahun 2024, terutama
disebabkan oleh kenaikan penjualan telepon selular dan tablet.
Beban Pokok Pendapatan
Beban pokok pendapatan konsolidasian Perseroan selama tahun 2021-2025 mengalami
peningkatan pertumbuhan fluktuatif dengan CAGR sebesar 15,27%.
Beban pokok pendapatan konsolidasian Perseroan mengalami peningkatan pada tahun 2021
sebesar 25,92%, selaras dengan kenaikan pendapatan di tahun 2021, maka beban pokok penjualan
pun ikut mengalami peningkatan, yaitu dari Rp30,70 triliun pada 2020 menjadi Rp38,66 triliun di
tahun ini.
Pada tahun 2022, beban pokok pendapatan konsolidasian Perseroan mengalami peningkatan
tertinggi sebesar 14,09%, sejalan dengan kenaikan pendapatan 2022, beban pokok penjualan ikut
30
Page 54
mengalami kenaikan.
Pada tahun 2023, beban pokok pendapatan konsolidasian mengalami peningkatan sebesar 21,72%
dibandingkan tahun 2022, sejalan dengan kenaikan pendapatan 2023, beban pokok penjualan ikut
mengalami kenaikan.
Beban pokok pendapatan 2024 meningkat sebesar 8,03% dibandingkan tahun 2023, sejalan dengan
kenaikan pendapatan 2024, beban pokok penjualan ikut mengalami kenaikan.
Pada tahun 2025, beban pokok pendapatan Perseroan meningkat sebesar 17,35% dibandingkan
tahun 2024, sejalan dengan kenaikan pendapatan 2025, beban pokok penjualan ikut mengalami
kenaikan.
Dalam periode 2021-2025, proporsi beban pokok pendapatan terhadap Penjualan Bersih secara
rata-rata mencapai 89,07%.
Laba Bruto
Selama tahun 2021-2025, laba bruto konsolidasian Perseroan mengalami penurunan dengan CAGR
sebesar 14,81%.
Peningkatan terbesar laba bruto konsolidasian Perseroan terjadi pada tahun 2021 sebesar 40,93%,
sejalan dengan kenaikan pendapatan yang lebih besar dari kenaikan beban pokok penjualan 2021.
Peningkatan terbesar laba bruto konsolidasian Perseroan terjadi pada tahun 2022 sebesar 11,56%,
sejalan dengan kenaikan pendapatan yang lebih besar dari kenaikan beban pokok penjualan 2022.
Peningkatan terbesar laba bruto konsolidasian Perseroan terjadi pada tahun 2023 sebesar 20,26%,
sejalan dengan kenaikan pendapatan yang lebih besar dari kenaikan beban pokok penjualan 2023.
Peningkatan terbesar laba bruto konsolidasian Perseroan terjadi pada tahun 2024 sebesar 12,84%,
sejalan dengan kenaikan pendapatan yang lebih besar dari kenaikan beban pokok penjualan 2024.
Peningkatan terbesar laba bruto konsolidasian Perseroan terjadi pada tahun 2025 sebesar 14,78%,
sejalan dengan kenaikan pendapatan yang lebih besar dari kenaikan beban pokok penjualan 2025.
Selama tahun 2021-2025, rata-rata margin laba bruto Perseroan adalah sebesar 10,93%.
Beban Penjualan dan Distribusi
Beban penjualan dan distribusi konsolidasian Perseroan terdiri dari gaji, depresiasi – aset hak-guna,
periklanan dan promosi, program penjualan melalui kartu kredit, sewa dan service charge, komisi
penjualan, distribusi, dan lain-lain .
Selama tahun 2021-2025, beban penjualan dan distribusi konsolidasian Perseroan mengalami
peningkatan dengan CAGR sebesar 15,43%.
Penjualan tertinggi beban penjualan dan distribusi konsolidasian Perseroan terjadi pada tahun 2021
sebesar 46,35% terutama karena adanya kenaikan beban periklanan dan promosi dalam rangka
meningkatkan penjualan, yakni sebesar Rp468 miliar.
Pada tahun 2022, beban penjualan dan distribusi Perseroan meningkat sebesar 1,26% dari tahun
sebelumnya. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh peningkatan aktivitas penjualan dan
pembukaan outlet-outlet baru.
Pada tahun 2023, beban penjualan dan distribusi konsolidasian Perseroan meningkat sebesar
22,24% dibandingkan tahun 2022. Hal ini terutama disebabkan peningkatan aktivitas penjualan dan
pembukaan outlet-outlet baru.
Sepanjang periode 2024, beban penjualan dan distribusi Perseroan meningkat sebesar 12,22% dari
tahun sebelumnya. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan gaji, depresiasi - aset hak-
31
Page 55
guna, dan program penjualan melalui kartu kredit yang secara total naik sebesar RP261,32 miliar
atau 14,4%.
Sepanjang periode 2025, beban penjualan dan distribusi Perseroan meningkat sebesar 27,81% dari
tahun sebelumnya. Kenaikan ini kenaikan beban gaji, depresiasi aset hak-guna, serta biaya
periklanan dan promosi, yang secara kumulatif naik sebesar Rp586,28 miliar atau 30,3%.
Laba Usaha (Earning Before Interest and Taxes)
Selama tahun 2022-2025, laba usaha konsolidasian Perseroan mengalami peningkatan dengan
CAGR sebesar 3,90%.
Pada tahun 2021, laba usaha konsolidasian Perseroan mengalami peningkatan sebesar 73,25%
terutama karena peningkatan pendapatan yang lebih besar dari peningkatan bebas pokok
pendapatan serta beban usaha.
Pada tahun 2022, laba usaha konsolidasian Perseroan meningkat sebesar 7,04% dibandingkan
tahun 2021 terutama karena peningkatan pendapatan yang lebih besar dari peningkatan bebas
pokok pendapatan serta beban usaha.
Pada tahun 2023, laba usaha konsolidasian Perseroan tercatat meningkat sebesar 2,14% terutama
karena peningkatan pendapatan yang lebih besar dari peningkatan bebas pokok pendapatan serta
beban usaha.
Pada tahun 2024, laba usaha konsolidasian Perseroan tercatat meningkat sebesar 4,99%
dibandingkan tahun 2023 terutama karena peningkatan pendapatan yang lebih besar dari
peningkatan bebas pokok pendapatan serta beban usaha.
Laba usaha konsolidasian Perseroan pada tahun 2025 menunjukkan meningkat sebesar 1,51%
dibandingkan tahun 2024. Peningkatan laba usaha 2025 terutama karena peningkatan pendapatan
yang lebih besar dari peningkatan bebas pokok pendapatan serta beban usaha.
Selama tahun 2021-2025, rata-rata margin laba usaha Perseroan adalah sebesar 2,84%.
Laba Tahun Berjalan
Selama tahun 2022-2025, laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan mengalami fluktuatif
peningkatan dengan CAGR sebesar 4,10%.
Pada tahun 2021, laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan mengalami peningkatan sebesar
66,56% seiring dengan peningkatan laba usaha konsolidasian Perseroan.
Pada tahun 2022, laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan menurun pada tahun 2022 sebesar
3,70% terutama karena peningkatan beban pokok pendapatan, beban usaha, dan beban lain-lain
lebih besar dari peningkatan pendapatan.
Pada tahun 2023, laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan menurun sebesar 20,41%
dibandingkan tahun 2022 terutama karena peningkatan beban pokok pendapatan, beban usaha,
dan beban lain-lain lebih besar dari peningkatan pendapatan.
Pada tahun 2024, laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan tercatat meningkat sebesar 30,65%
dibandingkan tahun 2023 seiring dengan peningkatan laba usaha konsolidasian Perseroan.
Pada tahun 2025, laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan meningkat sebesar 17,26%
dibandingkan tahun 2024 seiring dengan peningkatan laba usaha konsolidasian Perseroan.
Selama tahun 2021-2025, rata-rata margin laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan tercatat
sebesar 1,92%.
32
Page 56
Laba Komprehensif
Selama tahun 2021-2025, laba komprehensif konsolidasian Perseroan mengalami fluktuatif
penurunan dengan CAGR sebesar 6,95%.
Pada tahun 2021, laba komprehensif konsolidasian Perseroan mengalami peningkatan sebesar
64,14%. Kenaikan selaras dengan kenaikan laba tahun berjalan, total laba komprehensif tahun
berjalan selama tahun 2021 juga dibukukan meningkat menjadi sebesar Rp1,12 triliun, naik 64,14%
dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp680,05 miliar.
Penurunan terjadi pada tahun 2022, laba komprehensif konsolidasian Perseroan terjadi pada tahun
2022 sebesar 0,26%. Penurunan selaras dengan menurunnya laba tahun berjalan pada tahun 2022.
Pada tahun 2023, laba komprehensif konsolidasian Perseroan tercatat menurun sebesar 28,96%
dibandingkan tahun 2022. Penurunan selaras dengan menurunnya laba tahun berjalan pada tahun
2023.
Pada tahun 2024, laba komprehensif konsolidasian Perseroan meningkat sebesar 50,42%
dibandingkan tahun 2023 sebagai dampak kenaikan laba tahun berjalan pada tahun 2024.
Pada tahun 2025, laba komprehensif konsolidasian Perseroan meningkat sebesar 22,75%
dibandingkan tahun 2024. Kenaikan selaras dengan meningkatnya laba tahun berjalan pada tahun
2025.
Selama tahun 2021-2025, rata-rata margin laba komprehensif konsolidasian Perseroan tercatat
sebesar 1,97%.
Gambar 2-11: Perkembangan Pendapatan, Laba Bruto, Laba Usaha, Laba Tahun Berjalan dan
Laba Komprehensif Konsolidasian Perseroan
(dalam miliar Rupiah)
522
189
162 160
88 106
87
62 49
33 37 40 37 30
21
-26
(26) -35 (37) (18) (27)
-65 (66) -71 (72)
2021 2022 2023 2024 2025
Pendapatan Laba bruto Laba usaha Laba tahun berjalan Laba komprehensif
Sumber: Laporan keuangan konsolidasian Perseroan
33
Page 57
Tabel 2-6 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan
(dalam juta Rupiah)
31 Desember/December
2021 2022 2023 2024 2025
Keterangan
Audit/ Audit/ Audit/ Audit/ Audit/
Audited Audited Audited Audited Audited
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 520.695 1.044.183 1.765.703 1.765.746 2.131.024
Piutang usaha
Pihak ketiga - neto 614.648 1.052.677 1.348.146 1.086.127 1.424.902
Pihak berelasi - neto 1.772 2.107 16.703 70.359 87.277
Piutang lainlain
Pihak ketiga - neto 427.258 940.000 664.043 373.056 676.645
Pihak berelasi - neto 3.703 8.549 8.374 52.817 19.149
Persediaan - neto 3.931.609 6.064.667 8.046.600 7.130.918 11.644.662
Uang muka 698.462 710.345 266.523 300.998 453.328
Biaya dibayar di muka - bagian lancar 16.534 8.130 23.052 30.279 30.181
Pajak dibayar di muka 375.740 1.332.729 745.553 1.128.565 1.823.094
Investasi pada entitas asosiasi yang diklasifikasikan
dimiliki untuk dijual - - - - 83.867
Aset keuangan lainnya - bagian lancar 29.732 50.053 50.954 65.002 79.870
Taksiran tagihan pajak penghasilan 4.193 3.636 28.903 1.304.229 1.440.204
Jumlah Aset Lancar 6.624.347 11.217.076 12.964.556 13.308.097 19.894.203
Sumber: Laporan keuangan konsolidasian Perseroan
Tabel 2-7 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Lanjutan)
(dalam juta Rupiah)
31 Desember/December
2021 2022 2023 2024 2025
Keterangan
Audit/ Audit/ Audit/ Audit/ Audit/
Audited Audited Audited Audited Audited
Aset Tidak Lancar
Biaya dibayar di muka - bagian tidak lancar - - - 540 540
Uang muka pembelian aset tetap dan aset
tak berwujud 334.884 47.242 100.489 186.712 267.195
Aset tetap - neto 851.912 1.573.131 2.217.101 2.492.669 2.518.447
Aset takberwujud - neto 767.854 874.116 821.251 825.813 774.790
Aset hak guna - neto 815.735 1.387.384 1.593.843 1.797.063 1.928.902
Properti investasi - neto 14.479 14.700 13.464 14.173 15.794
Aset pajak tangguhan - neto 118.204 137.814 205.334 221.813 251.748
Investasi pada entitas asosiasi dan
ventura bersama 105.849 400.916 464.835 427.855 567.218
Taksiran tagihan pajak penghasilan 1.644.368 1.279.531 1.906.165 2.334.847 2.187.429
Aset keuangan lainnya 89.921 123.289 158.241 158.894 442.344
Aset tidak lancar lainnya 4.671 3.019 2.173 5.913 7.922
Jumlah Aset Tidak Lancar 4.747.878 5.841.142 7.482.895 8.466.293 8.962.329
JUMLAH ASET 11.372.225 17.058.218 20.447.452 21.774.390 28.856.532
Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan
Jumlah Aset
Jumlah aset konsolidasian Perseroan selama tahun 2021-2025 mengalami fluktuatif peningkatan
dengan CAGR sebesar 26,21%. Peningkatan tertinggi jumlah aset konsolidasian Perseroan terjadi
pada tahun 2022 tercatat sebesar 50,05% yang merupakan dampak dari kas dan setara kas naik
100,5% dari Rp520,70 miliar menjadi Rp1,04 triliun, persediaan neto naik 54,3% dari Rp3,93 triliun
menjadi Rp6,06 triliun serta aset tetap, neto naik 84,7% dari Rp851,91 miliar menjadi Rp1,57 triliun.
Pada tahun 2021, jumlah aset konsolidasian Perseroan tercatat sebesar Rp11,37 triliun, menurun
sebesar 1,43% terutama karena penurunan kas dan setara kas dan piutang usaha pihak ketiga-neto
masing-masing sebesar Rp1,48 triliun dan Rp393 miliar yang diimbangi dengan pertumbuhan aset
taksiran tagihan pajak penghasilan dan aset tetap masing-masing sebesar Rp990 miliar dan Rp295
miliar.
34
Page 58
Pada tahun 2023, jumlah aset konsolidasian Perseroan tercatat sebesar Rp20,45 triliun, menurun
sebesar 19,87% dari tahun 2022 yang merupakan dampak dari dari kas dan setara kas yang naik
sebesar 69,1% dari Rp1,04 triliun menjadi Rp1,77 triliun serta persediaan - neto naik 32,7% dari
Rp6,06 triliun menjadi Rp8,05 triliun.
Jumlah aset Perseroan pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp21,77 triliun, mengalami peningkatan
sebesar 6,49% dibanding periode sebelumnya. Penurunan ini merupakan dampak dari kenaikan
aset lancar sebesar 2,6% atau Rp343,54 miliar dan aset tidak lancar sebesar 13,1% atau Rp983,40
miliar.
Pada tahun 2025, jumlah aset konsolidasian Perseroan tercatat sebesar Rp28,86 triliun, meningkat
sebesar 32,53% dari tahun 2024 yang merupakan dampak dari kenaikan aset lancar sebesar
Rp6.586,10 miliar.
Tabel 2-8 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Lanjutan)
(dalam juta Rupiah)
31 Desember/December
2021 2022 2023 2024 2025
Keterangan
Audit/ Audit/ Audit/ Audit/ Audit/
Audited Audited Audited Audited Audited
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
utang bank jangka pendek 1.287.563 3.491.394 3.962.991 2.733.984 4.976.644
Utang usaha
Pihak ketiga 1.502.384 2.384.694 3.649.435 3.847.848 5.927.511
Pihak berelasi 11.436 16.121 21.940 22.032 37.356
Utang lain-lain
Pihak ketiga 677.450 1.114.047 1.402.120 1.604.454 2.389.103
Pihak berelasi 119 97.787 2.166 52.596 56.861
Beban akrual 168.340 82.585 72.189 109.931 119.194
Utang pajak 135.584 1.065.434 237.202 101.889 145.611
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 50.460 38.529 58.935 91.946 104.241
Pendapatan diterima di muka 3.979 2.006 1.710 3.838 1.762
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya - - 9.455 151 8.609
Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo
dalam waktu satu tahun:
Utang bank jangka panjang 143.409 285.478 484.171 1.683.852 2.096.233
Utang obligasi - - - - 644.970
Liabilitas sewa 298.553 443.013 427.948 623.460 648.432
Utang pembiayaan konsumen 175 138 55 - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 4.279.453 9.021.227 10.330.316 10.875.981 17.156.528
Liabilitas Jangka Panjang
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian
yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Utang bank jangka panjang 214.109 181.849 658.946 423.012 463.520
Utang obligasi - - 554.582 573.318 -
Liabilitas sewa 224.912 431.346 499.721 466.913 569.945
Liabilitas pajak tangguhan - neto 2.407 28.745 25.186 22.014 4.947
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 188.798 192.140 247.926 355.758 484.296
Utang pembiayaan konsumen 185 48 - - -
Jumlah Liabilitas Jangka panjang 630.411 834.128 1.986.362 1.841.015 1.522.707
JUMLAH LIABILITAS 4.909.864 9.855.355 12.316.678 12.716.996 18.679.235
Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan
Jumlah Liabilitas
Jumlah liabilitas konsolidasian Perseroan selama tahun 2021-2025 mengalami fluktuatif
peningkatan dengan CAGR sebesar 39,66%. Peningkatan terbesar jumlah liabilitas konsolidasian
Perseroan terjadi pada tahun 2022 tercatat meningkat sebesar 100,73% terutama karena kenaikan
liabilitas jangka pendek sebesar 110,8%, sementara liabilitas jangka panjang juga naik sebesar
32,3%.
35
Page 59
Pada tahun 2021, jumlah liabilitas konsolidasian Perseroan tercatat sebesar Rp4,91 triliun,
menurun sebesar 11,11% dari tahun 2021 merupakan dampak dari utang bank jangka pendek dan
utang usaha pihak ketiga masing-masing sebesar Rp591 miliar dan Rp564 miliar.
Pada tahun 2023, jumlah liabilitas konsolidasian Perseroan tercatat sebesar Rp12,32 triliun,
meningkat sebesar 24,97% dari tahun 2022 terutama disebabkan oleh kenaikan liabilitas jangka
pendek sebesar 14,5%, sementara liabilitas jangka panjang juga naik sebesar 138,1%.
Jumlah liabilitas pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp12,72 triliun, meningkat sebesar 3,25%
dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan liabilitas jangka
pendek sebesar 5,3% atau Rp545,66 miliar, sementara liabilitas jangka panjang turun 7,3% atau
Rp145,34 miliar.
Jumlah liabilitas pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp18,68 triliun meningkat sebesar 46,88%
dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini terutama dari peningkatan jumlah liabilitas
jangka pendek sebesar 57,75% dari Rp10,88 triliun pada tahun 2024 menjadi 17,16 triliun pada
tahun 2025.
Tabel 2-9 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Lanjutan)
(dalam juta Rupiah)
31 Desember/December
2021 2022 2023 2024 2025
Keterangan
Audit/ Audit/ Audit/ Audit/ Audit/
Audited Audited Audited Audited Audited
EKUITAS
Modal saham 1.595.000 1.595.000 1.595.000 1.595.000 1.595.000
Tambahan modal disetor - neto 598.406 598.384 598.379 598.379 617.737
Saham treasuri (8.961) (63.804) (63.804) (63.804) (53.941)
Selisih transaksi dengan pihak non pengendali (69.105) (83.580) 19.274 19.242 13.726
Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya 11.000 12.000 13.000 14.000 15.000
Belum ditentukan penggunaannya 3.993.389 4.642.933 5.168.097 5.931.324 6.826.410
Penghasilan komprehensif lain 19.211 41.453 (6.544) 40.111 127.687
Kepentingan non pengendali 323.422 460.477 807.373 923.141 1.035.679
JUMLAH EKUITAS 6.462.362 7.202.863 8.130.774 9.057.394 10.177.297
JUMLAH LIABILITAS DAN
EKUITAS 11.372.225 17.058.218 20.447.452 21.774.390 28.856.532
Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan
Jumlah Ekuitas
Jumlah ekuitas konsolidasian Perseroan selama tahun 2021-2025 mengalami fluktuatif peningkatan
dengan CAGR sebesar 12,02%. Peningkatan terbesar jumlah ekuitas konsolidasian Perseroan terjadi
pada tahun 2021 tercatat sebesar Rp6,46 triliun, meningkat sebesar 13,61%, peningkatan ini
terutama disebabkan oleh kenaikan pada laba ditahan.
Pada tahun 2022, jumlah ekuitas konsolidasian Perseroan tercatat sebesar Rp7,20 triliun,
mengalami peningkatan sebesar 11,46% merupakan dampak dari penambahan saldo laba belum
ditentukan penggunaannya sebesar Rp649,54 miliar.
Pada tahun 2023, jumlah ekuitas konsolidasian Perseroan tercatat sebesar Rp8,13 triliun,
meningkat sebesar 12,88% dari tahun 2022 terutama disebabkan oleh penambahan saldo laba
belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp525,16 miliar.
Pada tahun 2024, jumlah ekuitas konsolidasian Perseroan tercatat sebesar Rp9,06 triliun,
meningkat sebesar 1,40% dari tahun 2023 terutama disebabkan oleh penambahan saldo laba
sebesar Rp764,23 miliar.
Selama tahun 2025, jumlah ekuitas tercatat sebesar Rp10,17 triliun, meningkat sebesar 12,36%
dibandingkan periode sebelumnya, terutama karena kenaikan saldo laba yang belum ditentukan
penggunaannya sebesar Rp896,09 miliar.
36
Page 60
Gambar 2-12: Perkembangan Jumlah Aset, Jumlah Liabilitas dan Jumlah Ekuitas Konsolidasian
Perseroan
(dalam miliar Rupiah)
28.857
10.177
21.774
20.447
17.058 9.057
8.131
11.372
7.203
18.679
6.462
12.317 12.717
9.855
4.910
2021 2022 2023 2024 2025
Jumlah liabilitas/ Total liabilities Jumlah ekuitas/ Total equity Jumlah aset/ Total assets
Sumber: Laporan keuangan konsolidasian Perseroan
Tabel 2-10 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan
(dalam juta Rupiah)
31 Desember/December
2021 2022 2023 2024 2025
Keterangan
Audit/ Audit/ Audit/ Audit/ Audit/
Audited Audited Audited Audited Audited
Arus Kas dari
Aktivitas Operasi
Penerimaan kas dari pelanggan 43.865.964 49.011.472 59.792.126 65.461.883 76.266.378
Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan (42.733.916) (48.227.516) (57.308.754) (60.609.792) (74.945.441)
Kas yang dihasilkan dari aktivitas operasi 1.132.049 783.956 2.483.372 4.852.091 1.320.937
Penerimaan dari (pembayaran untuk):
Pendapatan bunga 14.846 9.993 18.171 38.289 46.087
Beban bunga (186.655) (269.581) (490.335) (583.919) (549.520)
Pajak penghasilan (942.132) (97.077) (1.128.866) (2.067.143) (592.351)
Kas Neto yang Diperoleh dari
Aktivitas Operasi 18.108 427.291 882.343 2.239.319 225.153
Sumber: Laporan keuangan konsolidasian Perseroan
Aktivitas Operasi
Selama tahun 2021-2025, kas bersih konsolidasian Perseroan yang dihasilkan dari aktivitas operasi
tertinggi tercatat pada tahun 2024 sebesar Rp2,24 triliun, terutama karena peningkatan
penerimaan kas dari pelanggan.
Pada tahun 2025, Perseroan mencatatkan kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi secara
konsolidasian sebesar Rp225 miliar, mengalami penurunan dari tahun 2024. Penurunan ini
disebabkan oleh meningkatnya pembayaran kepada pemasok dan karyawan.
37
Page 61
Tabel 2-11 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan (Lanjutan)
(dalam juta Rupiah)
31 Desember/December
2021 2022 2023 2024 2025
Keterangan
Audit/ Audit/ Audit/ Audit/ Audit/
Audited Audited Audited Audited Audited
Arus Kas dari
Aktivitas Investasi
Divestasi entitas anak - neto dari kas
yang di divestasi di entitas anak - - - (9.471) 75.277
Hasil penjualan investasi - - - - 31.695
Hasil penjualan aset tetap 23.281 655 1.670 47.878 11.408
Pembayaran untuk perolehan tambahan
kepemilikan pada entitas anak - - - (186) -
Akuisisi entitas anak, setelah dikurangi
kas yang diperoleh - - - (76.780) -
Penambahan aset takberwujud (130.223) (160.400) (3.455) (38.998) (10.748)
Penambahan uang jaminan 2.368 (53.689) (35.853) (4.231) (45.135)
Penambahan aset hak-guna dan sewa (10.137) (33.541) (38.910) (110.686) (97.923)
Penambahan investasi pada entitas asosiasi
dan ventura bersama (87.289) (318.364) (83.700) (37.816) (202.775)
Penambahan investasi pada obligasi - (250.000)
Pembelian aset tetap dan uang muka
pembelian aset tetap (308.820) (614.807) (1.049.799) (772.690) (795.974)
Penerimaan dividen dari entitas asosiasi 18.031 8.070 2.426 -
Pembayaran uang muka pembelian saham (7.277)
Penerimaan (penambahan) deposito berjangka (29.732)
Pengembalian penyertaan modal pada
entitas asosiasi 5.050
Penerimaan kas dari penjualan kepemilikan
entitas asosiasi 5.300
Pelepasan sebagian kepemilikan pada entitas
asosiasi
Kas Neto yang Digunakan
untuk Aktivitas Investasi (512.171) (1.179.352) (1.207.622) (1.002.980) (1.284.176)
Sumber: Laporan keuangan konsolidasian Perseroan
Aktivitas Investasi
Selama tahun 2021-2025, arus kas bersih terbesar digunakan untuk aktivitasi investasi terjadi pada
tahun 2025 sebesar Rp1.284 miliar terutama untuk pembelian aset tetap dan uang muka pembelian
aset tetap.
38
Page 62
Tabel 2-12 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan (Lanjutan)
(dalam juta Rupiah)
31 Desember/December
2021 2022 2023 2024 2025
Keterangan
Audit/ Audit/ Audit/ Audit/ Audit/
Audited Audited Audited Audited Audited
Arus Kas dari
Aktivitas Pendanaan
Penerimaan dari:
Utang bank 978.664 2.181.078 755.162 963.746 3.992.291
Penambahan modal dari kepentingan
nonpengendali - - - 6.159 35.283
Utang obligasi setelah dikurangi biaya penerbitan - - 554.582
Setoran modal ke entitas anak dari kepentingan
nonpengendali 59.067 58.607 436.977
Pembayaran untuk:
Pinjaman kepada pihak berelasi - (30.400) -
Utang pembiayaan konsumen (547) (169) (131) (22) -
Dividen kas untuk kepentingan nonpengendali (9.043) (14.225) (29) (10.774) (8.625)
Dividen (219.399) (362.329) (299.886) (268.319) (299.886)
Liabilitas sewa (400.543) (659.209) (761.346) (699.689) (857.747)
Utang bank - - - (779.372) (1.445.098)
Pembelian saham treasuri - (54.843) - - -
Penurunan modal saham - entitas anak (5.990) - - - -
Akuisisi kepentingan nonpengendali (166.508) - - - -
Arus Kas Bersih yang Digunakan
untuk Aktivitas Pendanaan 235.701 1.148.909 685.328 (818.671) 1.416.218
(Penurunan) Kenaikan Neto
Kas dan Setara Kas (258.362) 396.848 360.049 417.668 357.195
Efek neto perubahan kurs mata uang
terhadap kas dan setara kas (107) 10.777 (6.969) 32.009 134.580
Kas dan Setara Kas
pada Awal Tahun 675.733 417.263 824.888 1.177.967 1.627.644
Kas dan Setara Kas
pada Kas Akhir Tahun 417.263 824.888 1.177.968 1.627.644 2.119.420
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun Terdiri Dari:
Kas dan Setara Kas 520.695 1.044.183 1.765.703 1.765.746 2.131.024
Cerukan (103.432) (219.295) (587.736) (138.101) (11.604)
Sumber: Laporan keuangan konsolidasian Perseroan
Aktivitas Pendanaan
Selama tahun 2021-2025, kas bersih konsolidasian Perseroan digunakan untuk aktivitas pendanaan
terbesar terjadi pada tahun 2024 sebesar Rp818,67 miliar terutama karena utang bank dan liabilitas
sewa.
Pada tahun 2025, Perseroan mencatatkan kas bersih diperoleh dari aktivitas pendanaan secara
konsolidasian sebesar Rp1,42 triliun, terutama karena utang bank dan liabilitas sewa.
39
Page 63
Gambar 2-13: Perkembangan Arus Kas Aktivitas Operasi, Investasi dan Pendanaan
Konsolidasian Perseroan
(dalam miliar Rupiah)
2.239
1.416
1.149
882
685
427
236 397 418 225
18 360 357
(258)
(512)
(819)
(1.003)
(1.179) (1.208) (1.284)
2020 2022 2023 2024 2025
Aktivitas operasi/ Operating Activities Aktivitas investasi/ Investment Activities
Aktivitas pendanaan/ Financing Activities Kenaikan (penurunan) kas/ Increase (decrease) cash
Sumber: Laporan keuangan konsolidasian Perseroan
40
Page 64
Tabel 2-13 : Rasio Keuangan Konsolidasian Perseroan
Rata-rata/
31 Desember/December
Keterangan Average
2021 2022 2023 2024 2025 2021-2025
Rasio Pertumbuhan*
Penjualan bersih 27,42% 13,81% 21,56% 8,55% 17,35% 15,22%
Beban pokok penjualan 25,92% 14,09% 21,72% 8,03% 17,67% 15,27%
Laba kotor 40,93% 11,56% 20,26% 12,84% 14,78% 14,81%
Beban penjualan dan distribusi 46,35% 1,26% 22,24% 12,22% 27,81% 15,43%
Beban umum dan administrasi 7,83% 36,44% 35,70% 19,54% 8,41% 24,46%
Beban Usaha 30,07% 13,59% 27,90% 15,48% 18,85% 18,83%
EBIT 73,25% 7,04% 2,14% 4,99% 1,51% 3,90%
EBITDA 62,84% 10,48% 9,12% 11,23% 6,86% 9,41%
Laba tahun berjalan 66,56% -3,70% -20,41% 30,65% 17,26% 4,10%
Laba komprehensif 64,14% -0,26% -28,96% 50,42% 22,75% 6,95%
Jumlah aset 1,43% 50,00% 19,87% 6,49% 32,53% 26,21%
Jumlah liabilitas -11,11% 100,73% 24,97% 3,25% 46,88% 39,66%
Jumlah ekuitas 13,61% 11,46% 12,88% 11,40% 12,36% 12,02%
Segmen Penjualan
Telepon selular dan tablet 79,03% 78,17% 79,67% 80,32% 78,42% 79,12%
Komputer dan peralatan elektronik lainnya 8,04% 5,74% 3,94% 4,04% 3,99% 5,15%
Produk operator 4,45% 4,37% 4,84% 2,56% 2,02% 3,65%
Aksesoris dan lain-lain 8,48% 11,73% 11,55% 13,08% 15,57% 12,08%
Rasio Profitabilitas
Porsi Beban penjualan 88,94% 89,16% 89,28% 88,85% 89,10% 89,07%
Margin laba kotor 11,06% 10,84% 10,72% 11,15% 10,90% 10,93%
Margin EBIT 3,42% 3,22% 2,70% 2,61% 2,26% 2,84%
Margin laba tahun berjalan 2,57% 2,18% 1,42% 1,71% 1,71% 1,92%
Margin laba komprehensif 2,57% 2,25% 1,32% 1,82% 1,91% 1,97%
Margin EBITDA 3,71% 3,60% 3,23% 3,31% 3,02% 3,38%
Return on Asset (ROA) 9,83% 6,31% 4,19% 5,14% 4,55% 6,00%
Return on Equity (ROE) 17,30% 14,95% 10,54% 12,36% 12,90% 13,61%
Return on Invested Capital (ROIC) 13,43% 10,31% 8,61% 8,55% 6,90% 9,56%
Rasio Likuiditas (x)
Rasio Lancar 1,55 1,24 1,26 1,22 1,16 1,29
Rasio Cepat 0,63 0,57 0,48 0,57 0,48 0,55
Rasio Solvabilitas (x)
Liabilitas terhadap Aset 0,43 0,58 0,60 0,58 0,65 0,57
Liabilitas terhadap Ekuitas 0,76 1,37 1,51 1,40 1,84 1,38
Debt to Assets Ratio - DAR 0,19 0,28 0,32 0,30 0,33 0,28
Debt to Equity Ratio - DER 0,34 0,67 0,81 0,72 0,92 0,69
Rasio Aktivitas
Perputaran Aset (x) 3,82 2,90 2,94 3,00 2,65 3,06
Perputaran Piutang usaha (hari) 5 8 8 6 7 7
Perputaran Persediaan (hari) 37 50 55 45 62 50
Perputaran Utang usaha (hari) 14 20 25 24 32 23
*) Rasio pertumbuhan dihitung secara CAGR tahun 2021-2025
**) Rasio pertumbuhan dihitung secara CAGR tahun 2022-2025
***) Rasio tahun 2021-2025 berdasarkan Laporan Tahunan Perseroan
Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan, diolah
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam mengelola aset-asetnya dengan
tujuan akhir mengoptimalkan pengembalian yang dapat diperoleh para penyedia modal (capital
providers). Profitabilitas Perseroan diukur dengan rasio imbal hasil aset (Return on Asset/ ROA) dan
rasio imbal hasil ekuitas (Return on Equity/ ROE).
Selama tahun 2021-2025, rata-rata rasio ROA dan ROE konsolidasian Perseroan masing-masing
sebesar 6,00% dan 13,61%. Pada tahun 2025, rasio ROA, dan ROE konsolidasian Perseroan masing-
masing sebesar negatif 4,55%, dan 12,90%.
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk membayar seluruh kewajiban-
kewajibannya yang akan jatuh tempo. Likuiditas Perseroan diukur dengan menggunakan rasio
lancar dan rasio cepat.
Pada tahun 2021-2025, rata-rata rasio lancar dan rasio cepat konsolidasian Perseroan masing-
masing sebesar 1,29x dan 0,55x. Pada tahun 2025, rasio lancar dan rasio cepat konsolidasian
41
Page 65
Perseroan masing-masing sebesar 1,16x dan 0,48x.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar semua kewajiban
(jangka pendek maupun jangka panjang). Solvabilitas Perseroan diukur dengan menggunakan (Debt
to Assets Ratio/DAR) dan (Debt to Equity Ratio/DER).
Perseroan mencatat rata-rata DAR dan DER konsolidasian selama tahun 2021-2025 masing-masing
sebesar 0,28x dan 0,63x. Pada tahun 2025, DAR dan DER konsolidasian Perseroan masing-masing
sebesar 0,33x dan 0,92x.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan Perseroan dalam menggunakan aset-aset yang
dimilikinya. Rasio aktivitas Perseroan diukur dengan rasio turnover. Rasio ini menunjukkan waktu
yang diperlukan perusahaan dalam mengkonversi aset-aset yang dimilikinya menjadi pendapatan
yang menghasilkan uang kas dan periode pembayaran utang Perseroan.
Rata-rata rasio aktivitas konsolidasian Perseroan selama tahun 2021-2025 adalah sebagai berikut:
rasio perputaran aset sebesar 3,06x, rasio perputaran piutang usaha sebesar 7x, rasio perputaran
persediaan selama 50 hari, dan rasio perputaran utang usaha selama 23 hari. Pada tahun 2025,
rasio perputaran aset sebesar 2,65x, rasio perputaran piutang usaha selama 7 hari, perputaran
persediaan selama 62 hari, dan rasio perputaran utang usaha selama 32 hari.
2.4.2 Analisis Terhadap Proyeksi Laporan Keuangan Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana
Transaksi
Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi untuk
tahun 2026 - 2030 telah disiapkan oleh manajemen Perseroan.
Dalam menyusun pendapat kewajaran, kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disiapkan
oleh manajemen Perseroan, yang telah kami review untuk mencerminkan kewajaran proyeksi,
namun kami tidak bertanggung jawab atas kemampuan pencapaian proyeksi keuangan tersebut
oleh Perseroan.
Proyeksi Laba Rugi
Analisis proyeksi laba rugi konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi untuk
tahun 2026 - 2030:
42
Page 66
Tabel 2-14 : Laporan Laba Rugi Konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
(dalam miliar Rupiah)
Tanpa Rencana Transaksi
1-Jan-26 1-Jan-27 1-Jan-28 1-Jan-29 1-Jan-30
Deskripsi
31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 31-Dec-30
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
PENDAPATAN 88.165 106.368 122.527 137.133 150.854
BEBAN POKOK PENDAPATAN (78.466) (94.508) (108.681) (121.431) (133.355)
LABA KOTOR 9.698 11.860 13.846 15.702 17.499
Beban penjualan & distribusi (4.408) (5.318) (6.126) (6.857) (7.543)
Biaya Umum & Administrasi (3.130) (3.723) (4.227) (4.663) (5.054)
Pendapatan lain 821 851 919 960 981
Beban lain (62) (74) (86) (96) (106)
EBIT 2.920 3.595 4.325 5.046 5.778
Pendapatan keuangan 53 58 67 74 79
Pendapatan dari perusahaan afiliasi/usaha patungan 18 32 37 55 60
Biaya keuangan (818) (779) (819) (770) (643)
(Rugi) Laba sebelum Pajak Penghasilan 2.172 2.906 3.610 4.405 5.274
Pajak penghasilan (608) (814) (1.011) (1.233) (1.477)
Laba Bersih 1.564 2.092 2.599 3.172 3.797
Kepentingan non-pengendali (138) (184) (229) (279) (334)
Laba Bersih kepada entitas induk 1.427 1.908 2.370 2.893 3.463
Sumber: manajemen Perseroan
(dalam miliar Rupiah)
Dengan Rencana Transaksi
1-Jan-26 1-Jan-27 1-Jan-28 1-Jan-29 1-Jan-30
Deskripsi
31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 31-Dec-30
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
PENDAPATAN 88.165 106.368 122.527 137.133 150.854
BEBAN POKOK PENDAPATAN (78.466) (94.508) (108.681) (121.431) (133.355)
LABA KOTOR 9.698 11.860 13.846 15.702 17.499
Beban penjualan & distribusi (4.408) (5.318) (6.126) (6.857) (7.543)
Biaya Umum & Administrasi (3.130) (3.723) (4.227) (4.663) (5.054)
Pendapatan lain 821 851 919 960 981
Beban lain (62) (74) (86) (96) (106)
EBIT 2.920 3.595 4.325 5.046 5.778
Pendapatan keuangan 53 58 67 74 79
Pendapatan dari perusahaan afiliasi/usaha patungan 18 32 37 55 60
Biaya keuangan (818) (779) (819) (770) (643)
(Rugi) Laba sebelum Pajak Penghasilan 2.172 2.906 3.610 4.405 5.274
Pajak penghasilan (608) (814) (1.011) (1.233) (1.477)
Laba Bersih 1.564 2.092 2.599 3.172 3.797
Kepentingan non-pengendali (137) (183) (227) (277) (332)
Laba Bersih kepada entitas induk 1.427 1.909 2.372 2.894 3.465
Sumber: Manajemen Perseroan
43
Page 67
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Pendapatan Perseroan diproyeksikan tidak mengalami
perubahan, di mana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030, dengan melaksanakan Rencana
Transaksi dan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan sebesar Rp150.854 miliar.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, beban pokok pendapatan Perseroan diproyeksikan
tidak mengalami perubahan, di mana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030, dengan
melaksanakan Rencana Transaksi dan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi sebesar Rp133.355
miliar.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, EBIT Perseroan diproyeksikan tidak mengalami
perubahan, di mana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030, dengan melaksanakan Rencana
Transaksi dan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi sebesar Rp5.778 miliar.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, laba bersih Perseroan diproyeksikan tidak mengalami
perubahan, di mana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030, dengan melaksanakan Rencana
Transaksi dan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi sebesar Rp3.797 miliar.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, laba bersih kepada entitas induk selama tahun 2026 -
2030 diproyeksikan mengalami peningkatan, di mana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030,
dengan melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan sebesar Rp3.465 miliar dan tanpa
melaksanakan Rencana Transaksi sebesar Rp3.463 miliar yang berasal dari penurunan kepentingan
non-pengendali.
Analisis proyeksi posisi keuangan konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
untuk tahun 2026 - 2030:
44
Page 68
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Tabel 2-15 : Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
(dalam miliar Rupiah)
Tanpa Rencana Transaksi
Deskripsi 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 31-Dec-30
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 2.425 2.925 3.369 3.771 4.148
Piutang Usaha 1.691 2.040 2.350 2.630 2.893
Persediaan 13.329 16.053 18.461 20.627 22.652
Aset Lancar lainnya 5.114 5.957 6.616 7.131 7.543
Total Aset Lancar 22.557 26.975 30.797 34.159 37.236
Aset Tidak Lancar
Aset tetap 5.503 5.351 4.970 4.413 3.673
Aset tidak lancar lain-lain 3.802 4.375 4.794 5.092 5.299
Total Aset Tidak Lancar 9.306 9.726 9.764 9.505 8.973
TOTAL ASET 31.863 36.701 40.561 43.664 46.209
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Pinjaman bank jangka pendek 4.693 4.832 4.167 2.507 162
Utang usaha 6.879 8.286 9.528 10.646 11.691
Liabilitas lancar lainnya 3.262 3.936 4.411 4.937 5.280
Utang keuangan jangka panjang 3.512 4.024 4.391 4.640 4.802
Liabilitas sewa 1.513 1.780 2.011 2.230 2.434
Liabilitas tidak lancar lainnya 573 691 796 891 981
Total Liabilitas 20.432 23.548 25.304 25.851 25.350
Ekuitas
Ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada perusahaan induk 10.269 11.821 13.714 16.014 18.754
Kepentingan non-pengendali 1.162 1.332 1.542 1.799 2.105
Total Ekuitas 11.431 13.153 15.256 17.813 20.859
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 31.863 36.701 40.561 43.664 46.209
Sumber: manajemen Perseroan
45
Page 69
(dalam miliar Rupiah)
Dengan Rencana Transaksi
Deskripsi 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 31-Dec-30
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 2.425 2.925 3.369 3.771 4.148
Piutang Usaha 1.691 2.040 2.350 2.630 2.893
Persediaan 13.329 16.053 18.461 20.627 22.652
Aset Lancar lainnya 5.114 5.957 6.616 7.131 7.543
Total Aset Lancar 22.557 26.975 30.797 34.159 37.236
Aset Tidak Lancar
Aset tetap 5.503 5.351 4.970 4.413 3.673
Aset tidak lancar lain-lain 3.802 4.375 4.794 5.092 5.299
Total Aset Tidak Lancar 9.306 9.726 9.764 9.505 8.973
TOTAL ASET 31.863 36.701 40.561 43.664 46.209
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Pinjaman bank jangka pendek 4.693 4.832 4.167 2.507 162
Utang usaha 6.879 8.286 9.528 10.646 11.691
Liabilitas lancar lainnya 3.262 3.936 4.411 4.937 5.280
Utang keuangan jangka panjang 3.512 4.024 4.391 4.640 4.802
Liabilitas sewa 1.513 1.780 2.011 2.230 2.434
Liabilitas tidak lancar lainnya 573 691 796 891 981
Total Liabilitas 20.432 23.548 25.304 25.851 25.350
Ekuitas
Ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada perusahaan induk 10.270 11.823 13.717 16.019 18.761
Kepentingan non-pengendali 1.161 1.330 1.539 1.793 2.098
Total Ekuitas 11.431 13.153 15.256 17.813 20.859
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 31.863 36.701 40.561 43.664 46.209
Sumber: Manajemen Perseroan
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, total aset diproyeksikan tidak mengalami perubahan.
Di mana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030 total aset tanpa melaksanakan Rencana Transaksi
dan dengan melaksanakan Rencana Transaksi, yaitu sebesar Rp46.209 miliar.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, total liabilitas diproyeksikan tidak mengalami
perubahan. Di mana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030 total liabilitas tanpa melaksanakan
Rencana Transaksi dan dengan melaksanakan Rencana Transaksi, yaitu sebesar Rp25.350 miliar.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, ekuitas yang dapat diatribusikan kepada perusahaan
induk selama tahun 2026 - 2030 diproyeksikan mengalami peningkatan, di mana pada akhir periode
proyeksi, tahun 2030 dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi, yaitu dari sebesar
Rp18.754 miliar menjadi sebesar Rp18.761 miliar, yang berasal dari peningkatan laba bersih kepada
entitas induk. Sedangkan, kepentingan non-pengendali selama tahun 2026 - 2030 diproyeksikan
mengalami penurunan, di mana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030 dibandingkan tanpa
melaksanakan Rencana Transaksi, yaitu dari sebesar Rp2.105 miliar menjadi sebesar Rp2.098 miliar.
46
Page 70
Secara keseluruhan, total ekuitas Perseroan diproyeksikan tidak mengalami perubahan, dengan
dilaksanakannya Rencana Transaksi.
Proyeksi Laporan Arus Kas
Analisis Proyeksi Arus Kas Perseroan dilakukan dengan menganalisis Proyeksi Arus Kas Dengan dan
Tanpa Transaksi Perseroan tahun 2026 - 2030 yang telah disiapkan oleh manajemen Perseroan,
sebagai berikut:
Tabel 2-16 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana
Transaksi
(dalam miliar Rupiah)
Tanpa Rencana Transaksi
Deskripsi 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 31-Dec-30
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Laba bersih 1.564 2.092 2.599 3.172 3.797
Penyesuaian depresiasi & amortisasi 1.613 1.766 1.958 2.174 2.380
Perubahan piutang dagang (179) (349) (310) (280) (263)
Perubahan persediaan (1.684) (2.725) (2.408) (2.166) (2.025)
Perubahan aset lancar lainnya (507) (843) (660) (514) (412)
Perubahan hutang dagang 914 1.406 1.243 1.118 1.045
Perubahan kewajiban lancar lainnya 437 674 475 526 343
Perubahan kewajiban tidak lancar lainnya 84 118 105 95 89
Kas bersih dari aktivitas operasi 2.242 2.139 3.002 4.124 4.954
Pengeluaran modal (1.611) (1.614) (1.576) (1.618) (1.639)
Perubahan aset tidak lancar lainnya (345) (572) (420) (297) (208)
Kas bersih yang digunakan dalam aktivitas investasi (1.956) (2.186) (1.995) (1.915) (1.847)
Perubahan pinjaman bank jangka pendek (284) 139 (665) (1.661) (2.345)
Perubahan hutang keuangan jangka panjang 307 512 366 249 163
Perubahan kewajiban sewa 295 267 231 220 204
Dividen yang dibayarkan - induk perusahaan (299) (357) (477) (593) (723)
Dividen yang dibayarkan - NCI (12) (14) (18) (23) (28)
Penerbitan/(pembelian kembali) ekuitas induk perusahaan - - - - -
Kontribusi/(distribusi) NCI - - - - -
Kas bersih dari aktivitas pendanaan 7 548 (563) (1.807) (2.730)
Peningkatan/(penurunan) bersih kas 294 501 444 402 377
Pergerakan valuta asing / cerukan / kas lainnya - 0 (0) 0 0
Saldo Kas Awal 2.131 2.425 2.925 3.369 3.771
Saldo Kas Akhir 2.425 2.925 3.369 3.771 4.148
Sumber: manajemen Perseroan
47
Page 71
(dalam miliar Rupiah)
Dengan Rencana Transaksi
Deskripsi 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 31-Dec-30
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Laba bersih 1.564 2.092 2.599 3.172 3.797
Penyesuaian depresiasi & amortisasi 1.613 1.766 1.958 2.174 2.380
Perubahan piutang dagang (179) (349) (310) (280) (263)
Perubahan persediaan (1.684) (2.725) (2.408) (2.166) (2.025)
Perubahan aset lancar lainnya (507) (843) (660) (514) (412)
Perubahan hutang dagang 914 1.406 1.243 1.118 1.045
Perubahan kewajiban lancar lainnya 437 674 475 526 343
Perubahan kewajiban tidak lancar lainnya 84 118 105 95 89
Kas bersih dari aktivitas operasi 2.242 2.139 3.002 4.124 4.954
Pengeluaran modal (1.611) (1.614) (1.576) (1.618) (1.639)
Perubahan aset tidak lancar lainnya (345) (572) (420) (297) (208)
Kas bersih yang digunakan dalam aktivitas investasi (1.956) (2.186) (1.995) (1.915) (1.847)
Perubahan pinjaman bank jangka pendek (284) 139 (665) (1.661) (2.345)
Perubahan hutang keuangan jangka panjang 307 512 366 249 163
Perubahan kewajiban sewa 295 267 231 220 204
Dividen yang dibayarkan - induk perusahaan (299) (357) (477) (593) (723)
Dividen yang dibayarkan - NCI (12) (14) (18) (23) (28)
Penerbitan/(pembelian kembali) ekuitas induk perusahaan - - - - -
Kontribusi/(distribusi) NCI - - - - -
Kas bersih dari aktivitas pendanaan 7 548 (563) (1.807) (2.730)
Peningkatan/(penurunan) bersih kas 294 501 444 402 377
Pergerakan valuta asing / cerukan / kas lainnya - 0 (0) 0 0
Saldo Kas Awal 2.131 2.425 2.925 3.369 3.771
Saldo Kas Akhir 2.425 2.925 3.369 3.771 4.148
Sumber: Manajemen Perseroan
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi selama tahun 2026 - 2030, arus kas yang diperoleh dari
aktivitas operasi Perseroan diproyeksikan tidak mengalami perubahan di akhir masa proyeksi pada
tahun 2030 bila dibandingkan tanpa dilaksanakannya Transaksi yaitu sebesar Rp4.954 miliar.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi selama tahun 2026 - 2030, arus kas yang digunakan
untuk aktivitas investasi Perseroan diproyeksikan tidak mengalami perubahan, di akhir masa
proyeksi pada tahun 2030 bila dibandingkan tanpa dilaksanakannya Transaksi yaitu sebesar
Rp1.847 miliar.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi selama tahun 2026 - 2030, arus kas yang digunakan
untuk aktivitas pendanaan Perseroan diproyeksikan tidak mengalami perubahan, di akhir masa
proyeksi pada tahun 2030 bila dibandingkan tanpa dilaksanakannya Transaksi yaitu sebesar
Rp2.730 miliar.
Analisis Rasio Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan
aktivitas pendanaan Perseroan diproyeksikan tidak mengalami perubahan, di akhir masa proyeksi
pada tahun 2030 bila dibandingkan tanpa dilaksanakannya Transaksi yaitu sebesar Rp2.730 miliar.
48
Page 72
Analisis Rasio Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan
Berdasarkan Proyeksi Laporan Keuangan Perseroan, berikut adalah analisis rasio atas proyeksi
keuangan Perseroan tahun 2026-2030 :
Tabel 2-17 : Proyeksi Konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
Tanpa Rencana Transaksi Rata-rata
Deskripsi
2026 2027 2028 2029 2030 2026-2030
Rasio Pertumbuhan*
Pendapatan 15,09% 20,65% 15,19% 11,92% 10,01% 14,37%
Beban Pokok Pendapatan 14,96% 20,44% 15,00% 11,73% 9,82% 14,18%
EBIT 19,92% 23,14% 20,30% 16,68% 14,49% 18,61%
Laba bersih 19,15% 33,76% 24,23% 22,03% 19,72% 24,82%
Jumlah Aset 10,42% 15,18% 10,52% 7,65% 5,83% 9,74%
Jumlah Liabilitas 9,38% 15,25% 7,46% 2,16% -1,94% 5,54%
Jumlah Ekuitas 12,32% 15,06% 16,00% 16,76% 17,10% 16,23%
Rasio Vertikal
Beban Pokok Pendapatan 89,00% 88,85% 88,70% 88,55% 88,40% 88,70%
EBIT 3,31% 3,38% 3,53% 3,68% 3,83% 3,55%
Laba bersih 1,77% 1,97% 2,12% 2,31% 2,52% 2,14%
Jumlah Liabilitas 64,13% 64,16% 62,39% 59,20% 54,86% 60,95%
Jumlah Ekuitas 35,87% 35,84% 37,61% 40,80% 45,14% 39,05%
Rasio Profitabilitas
ROE 12,48% 14,51% 15,54% 16,24% 16,60% 15,07%
ROA 4,48% 5,20% 5,84% 6,62% 7,49% 5,93%
EPS (Rp) 90,23 120,70 149,94 182,97 219,06 152,58
Rasio Solvabilitas
Utang Berbunga / Ekuitas (x) 0,85 0,81 0,69 0,53 0,35 0,65
Utang Berbunga / Aset (x) 0,30 0,29 0,26 0,21 0,16 0,25
*) rata-rata rasio pertumbuhan dihitung dengan CAGR
Sumber : manajemen Perseroan
49
Page 73
Dengan Rencana Transaksi Rata-rata
Deskripsi
2026 2027 2028 2029 2030 2026-2030
Rasio Pertumbuhan*
Pendapatan 15,09% 20,65% 15,19% 11,92% 10,01% 14,37%
Beban Pokok Pendapatan 14,96% 20,44% 15,00% 11,73% 9,82% 14,18%
EBIT 19,92% 23,14% 20,30% 16,68% 14,49% 18,61%
Laba bersih 19,15% 33,76% 24,23% 22,03% 19,72% 24,82%
Jumlah Aset 10,42% 15,18% 10,52% 7,65% 5,83% 9,74%
Jumlah Liabilitas 9,38% 15,25% 7,46% 2,16% -1,94% 5,54%
Jumlah Ekuitas 12,32% 15,06% 16,00% 16,76% 17,10% 16,23%
Rasio Vertikal
Beban Pokok Pendapatan 89,00% 88,85% 88,70% 88,55% 88,40% 88,70%
EBIT 3,31% 3,38% 3,53% 3,68% 3,83% 3,55%
Laba bersih 1,77% 1,97% 2,12% 2,31% 2,52% 2,14%
Jumlah Liabilitas 64,13% 64,16% 62,39% 59,20% 54,86% 60,95%
Jumlah Ekuitas 35,87% 35,84% 37,61% 40,80% 45,14% 39,05%
Rasio Profitabilitas
ROE 12,49% 14,52% 15,55% 16,25% 16,61% 15,08%
ROA 4,48% 5,20% 5,85% 6,63% 7,50% 5,93%
EPS (Rp) 90,29 120,77 150,03 183,08 219,19 152,67
Rasio Solvabilitas
Utang Berbunga / Ekuitas (x) 0,85 0,81 0,69 0,53 0,35 0,65
Utang Berbunga / Aset (x) 0,30 0,29 0,26 0,21 0,16 0,25
*) rata-rata rasio pertumbuhan dihitung dengan CAGR
Sumber: Manajemen Perseroan
• Pertumbuhan pendapatan Perseroan tanpa dan dengan melaksanakan Rencana Transaksi
selama periode 2026-2030 diproyeksikan tidak mengalami perubahan, secara CAGR
pertumbuhan pendapatan Perseroan adalah sebesar 14,37%.
Rasio Profitabilitas
• ROA Perseroan dengan Rencana Transaksi mengalami peningkatan untuk tahun 2026-2030
jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi, di akhir masa proyeksi pada
tahun 2030 yaitu dari sebesar 7,49% menjadi 7,50%. Hal ini dikarenakan oleh laba bersih
kepada entitas induk dengan Rencana Transaksi yang meningkat.
• ROE Perseroan dengan Rencana Transaksi mengalami peningkatan untuk tahun 2026-2030
jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi, di akhir masa proyeksi pada
tahun 2030 yaitu dari sebesar 16,60% menjadi 16,61%. Hal ini dikarenakan oleh laba bersih
kepada entitas induk dengan Rencana Transaksi yang meningkat.
Rasio Solvabilitas
• Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya tidak mengalami perubahan
dengan rata-rata rasio utang berbunga terhadap aset dan utang berbunga terhadap ekuitas
Perseroan dengan Rencana Transaksi selama tahun 2026-2030, masing-masing dari sebesar
0,25x untuk rasio utang berbunga terhadap aset dan dari sebesar 0,65x untuk rasio utang
berbunga terhadap ekuitas.
50
Page 74
2.4.3 Analisis Terhadap Laporan Keuangan Proforma Konsolidasian Perseroan
Analisis terhadap Laporan Keuangan Konsolidasian Proforma Perseroan per tanggal 31 Desember
2025, dilakukan terhadap Laporan Proforma yang telah disediakan manajemen Perseroan .
Tabel 2-18 : Proyeksi Laporan Rugi Laba Proforma
(dalam miliar Rupiah)
31 Des 31 Des
Penyesuaian
Keterangan 2025 2025
Proforma
Actual Proforma
PENJUALAN 76.607 - 76.607
BEBAN POKOK PENJUALAN (68.256) - (68.256)
LABA BRUTO 8.351 - 8.351
Beban penjualan dan distribusi (3.829) - (3.829)
Beban umum dan administrasi (2.790) - (2.790)
Pendapatan lainnya 754 - 754
Beban lainnya (51) - (51)
Jumlah Beban (5.917) - (5.917)
Laba Usaha 2.435 - 2.435
Penghasilan keuangan 46 - 46
Bagian laba (rugi) bersih entitas
asosiasi dan ventura bersama 15 - 15
Beban keuangan (642) - (642)
(Beban) Pendapatan Lain-lain - Bersih (581) - (581)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 1.854 - 1.854
Beban pajak penghasilan - neto (541) - (541)
LABA TAHUN BERJALAN 1.313 - 1.313
Laba Bersih kepada kepentingan non-pengendali 117 - 117
Laba Bersih kepada entitas induk 1.196 - 1.196
Sumber: Manajemen Perseroan
51
Page 75
Tabel 2-19 : Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
(dalam miliar Rupiah)
31 Des 31 Des
Penyesuaian
Keterangan 2025 2025
Proforma
Actual Proforma
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 2.131 - 2.131
Piutang usaha
Pihak ketiga 1.425 - 1.425
Pihak berelasi 87 - 87
Piutang lain-lain
Pihak ketiga 677 - 677
Pihak berelasi 19 - 19
Persediaan 11.645 - 11.645
Uang muka 453 - 453
Biaya dibayar di muka – bagian lancar 30 - 30
Pajak dibayar di muka 1.823 - 1.823
Investasi pada entitas asosiasi yang
diklasifikasikan dimiliki untuk dijual 84 - 84
Aset keuangan lainnya – bagian lancar 80 - 80
Taksiran tagihan pajak penghasilan 1.440 - 1.440
Jumlah Aset Lancar 19.894 - 19.894
Aset Tidak Lancar
Biaya dibayar di muka – bagian tidak
lancar 1 - 1
Uang muka pembelian aset tetap dan
aset takberwujud 267 - 267
Aset tetap - neto 2.518 - 2.518
Aset takberwujud - neto 775 - 775
Aset hak-guna - neto 1.929 - 1.929
Properti investasi - neto 16 - 16
Aset pajak tangguhan - neto 252 - 252
Investasi pada entitas asosiasi dan
ventura bersama 567 - 567
Taksiran tagihan pajak penghasilan 2.187 - 2.187
Aset keuangan lainnya 442 - 442
Aset tidak lancar lainnya 8 - 8
Jumlah Aset Tidak Lancar 8.962 - 8.962
JUMLAH ASET 28.857 - 28.857
Sumber: Manajemen Perseroan
52
Page 76
Tabel 2-20 : Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian (Lanjutan)
(dalam miliar Rupiah)
31 Des 31 Des
Penyesuaian
Keterangan 2025 2025
Proforma
Actual Proforma
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek 4.977 - 4.977
Utang usaha
Pihak ketiga 5.928 - 5.928
Pihak berelasi 37 - 37
Utang lain-lain
Pihak ketiga 2.389 - 2.389
Pihak berelasi 57 - 57
Beban akrual 119 - 119
Utang pajak 146 - 146
Liabilitas imbalan kerja jangka
pendek 104 - 104
Pendapatan diterima di muka 2 - 2
Liabilitas keuangan jangka pendek
lainnya 9 - 9
Utang jangka panjang yang akan
jatuh tempo dalam waktu
satu tahun
Utang bank jangka panjang 2.096 - 2.096
Utang obligasi 645 - 645
Liabilitas sewa 648 - 648
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 17.157 - 17.157
Liabilitas Jangka Panjang
Utang jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang akan jatuh
tempo dalam waktu satu tahun
Utang bank jangka panjang 464 - 464
Utang obligasi - - -
Liabilitas sewa 570 - 570
Liabilitas pajak tangguhan - neto 5 - 5
Liabilitas imbalan kerja jangka
panjang 484 - 484
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 1.523 - 1.523
JUMLAH LIABILITAS 18.679 - 18.679
EKUITAS
Modal saham 1.595 - 1.595
Tambahan modal disetor 618 - 618
Saham treasuri (54) - (54)
Selisih transaksi dengan pihak
nonpengendali 14 - 14
Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya 15 - 15
Belum ditentukan penggunaannya 6.826 - 6.826
Penghasilan komprehensif lain 128 - 128
Kepentingan nonpengendali 1.036 - 1.036
JUMLAH EKUITAS 10.177 - 10.177
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 28.857 - 28.857
Sumber: Manajemen Perseroan
Laporan Keuangan Konsolidasian Proforma per 31 Desember 2025 telah disusun oleh manajemen
Perseroan dengan asumsi mengalihkan bisnis lamina loops dari ERAL ke TAM.
53
Page 77
Analisis Laporan Keuangan Konsolidasian Proforma Perseroan:
Laba (Rugi)
Berdasarkan analisis Laporan Keuangan Konsolidasian Proforma Perseroan, Proforma pendapatan
Perseroan tidak mengalami perubahan sehubungan Rencana Transaksi.
Proforma beban pokok pendapatan dan beban usaha Perseroan tidak mengalami perubahan
sehubungan Rencana Transaksi.
Proforma Laba Tahun Berjalan Perseroan tidak mengalami perubahan sehubungan Rencana
Transaksi.
Laporan Posisi Keuangan
Aset
Proforma Aset Lancar Perseroan tidak mengalami perubahan sehubungan Rencana Transaksi.
Proforma Aset Tidak Lancar Perseroan tidak mengalami perubahan. Secara keseluruhan, Proforma
Jumlah Aset Perseroan tidak mengalami perubahan sehubungan Rencana Transaksi.
Liabilitas
Proforma Liabilitas Jangka Pendek Perseroan tidak mengalami perubahan sehubungan Rencana
Transaksi. Proforma Liabilitas Jangka Panjang Perseroan tidak mengalami perubahan sehubungan
Rencana Transaksi. Secara keseluruhan, Proforma Jumlah Liabilitas Perseroan tidak mengalami
perubahan sehubungan Rencana Transaksi.
Ekuitas
Proforma Ekuitas Perseroan tidak mengalami perubahan sehubungan Rencana Transaksi.
Rasio Keuangan
Rasio Profitabilitas menunjukkan tidak mengalami perubahan, dimana ROA Perseroan sebesar
4,55%, dan ROE Perseroan sebesar 12,90%. Hal ini dikarenakan tidak ada perubahan pada laba
bersih, aset dan ekuitas sehubungan Rencana Transaksi.
Rasio Solvabilitas tidak mengalami perubahan sehubungan Rencana Transaksi. Debt to Equity Ratio
(DER) Perseroan sebesar 0,92x. Hal ini dikarenakan tidak ada perubahan utang berbunga Perseroan
sehubungan Rencana Transaksi.
Rasio Solvabilitas tidak mengalami perubahan sehubungan Rencana Transaksi. Debt to Asset Ratio
(DAR) Perseroan sebesar 0,33x. Hal ini dikarenakan tidak ada perubahan utang berbunga Perseroan
sehubungan Rencana Transaksi.
2.4.4 Analisis Inkremental
Analisis Inkremental atas Rencana Transaksi dilakukan untuk mengukur nilai tambah dari Rencana
Transaksi dengan membandingkan proyeksi tanpa dan dengan Rencana Transaksi untuk tahun 2026
- 2030.
54
Page 78
2.4.4.1 Analisis Inkremental Proyeksi Laporan Laba Rugi Konsolidasian Perseroan Tanpa Dan
Dengan Rencana Transaksi Untuk Tahun 2026 - 2030
Tabel 2-21 : Inkremental Proyeksi Laporan Laba Rugi Konsolidasian Perseroan
(dalam juta Rupiah)
Inkremental
1-Jan-26 1-Jan-27 1-Jan-28 1-Jan-29 1-Jan-30
Deskripsi
31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 31-Dec-30
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
PENDAPATAN - - - - -
BEBAN POKOK PENDAPATAN - - - - -
LABA KOTOR - - - - -
Beban penjualan & distribusi - - - - -
Biaya Umum & Administrasi - - - - -
Pendapatan lain - - - - -
Beban lain - - - - -
EBIT - - - - -
Pendapatan keuangan - - - - -
Pendapatan dari perusahaan afiliasi/usaha patungan - - - - -
Biaya keuangan - - - - -
(Rugi) Laba sebelum Pajak Penghasilan - - - - -
Pajak penghasilan - - - - -
Laba Bersih - - - - -
Kepentingan non-pengendali 1 1 1 2 2
Laba Bersih kepada entitas induk 1 1 1 2 2
Berdasarkan analisis inkremental terhadap proyeksi laporan laba rugi Perseroan untuk tahun 2026
- 2030, dengan dilakukannya Rencana Transaksi pendapatan Perseroan diproyeksikan tidak
mengalami perubahan jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi.
Beban pokok pendapatan dan beban usaha Perseroan selama tahun 2026 - 2030 dengan
melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan tidak mengalami perubahan jika dibandingkan
tanpa melaksanakan Rencana Transaksi.
Laba bersih Perseroan selama tahun 2026 - 2030 dengan melaksanakan Rencana Transaksi
diproyeksikan tidak mengalami perubahan jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana
Transaksi.
Proyeksi laba bersih kepada entitas induk selama tahun 2026 - 2030 dengan melaksanakan Rencana
Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana
Transaksi. Laba bersih kepada entitas induk pada tahun 2030 dengan melaksanakan Rencana
Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan mencapai Rp2 miliar jika dibandingkan tanpa
melaksanakan Rencana Transaksi yang berasal dari penurunan kepentingan non-pengendali
Perseroan.
55
Page 79
2.4.4.2 Analisis Inkremental Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan Tanpa Dan
Dengan Rencana Transaksi Untuk Tahun 2026 - 2030
Tabel 2-22 : Inkremental Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan
(dalam juta Rupiah)
Inkremental
Deskripsi 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 31-Dec-30
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas - - - - -
Piutang Usaha - - - - -
Persediaan - - - - -
Aset Lancar lainnya - - - - -
Total Aset Lancar - - - - -
Aset Tidak Lancar
Aset tetap - - - - -
Aset tidak lancar lain-lain - - - - -
Total Aset Tidak Lancar - - - - -
TOTAL ASET - - - - -
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Pinjaman bank jangka pendek - - - - -
Utang usaha - - - - -
Liabilitas lancar lainnya - - - - -
Utang keuangan jangka panjang - - - - -
Liabilitas sewa - - - - -
Liabilitas tidak lancar lainnya - - - - -
Total Liabilitas - - - - -
Ekuitas
Ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada perusahaan induk 1 2 3 5 7
Kepentingan non-pengendali (1) (2) (3) (5) (7)
Total Ekuitas (0) - (0) (0) (0)
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS (0) - (0) (0) (0)
Berdasarkan analisis inkremental terhadap proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan untuk
tahun 2026 - 2030, dengan dilakukannya Rencana Transaksi jumlah aset Perseroan diproyeksikan
tidak mengalami perubahan jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi.
Proyeksi jumlah liabilitas Perseroan dengan melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan tidak
mengalami perubahan jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi.
Proyeksi ekuitas yang dapat diatribusikan kepada perusahaan induk selama tahun 2026 - 2030
dengan melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan jika dibandingkan
tanpa melaksanakan Rencana Transaksi. Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
perusahaan induk hingga akhir periode 2030 dengan melaksanakan Rencana Transaksi
diproyeksikan mengalami peningkatan mencapai Rp7 miliar jika dibandingkan tanpa melaksanakan
Rencana Transaksi yang berasal laba bersih kepada entitas induk. Sedangkan, proyeksi kepentingan
56
Page 80
non-pengendali Perseroan selama tahun 2026 - 2030 dengan melaksanakan Rencana Transaksi
diproyeksikan mengalami penurunan jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi.
Secara keseluruhan, proyeksi jumlah ekuitas Perseroan dengan melaksanakan Rencana Transaksi
diproyeksikan tidak mengalami perubahan jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana
Transaksi.
2.5 Analisis Faktor Lain Yang Relevan
Analisis atas faktor lain yang relevan, berupa analisis biaya dan pendapatan yang relevan, informasi
non keuangan yang relevan, prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dan hal-hal material
lain yang dapat memberikan keyakinan bagi Penilai dalam memberikan opini kewajaran.
Analisis Biaya atau Pendapatan Relevan
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak terdapat biaya atau
pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan Rencana Transaksi, selain yang telah
diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
Analisis Informasi non keuangan yang relevan
Tidak terdapat faktor-faktor lain yang relevan dan material yang diketahui dan diinformasikan pada
kami.
Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai transaksi
dengan memperhatikan alternatif lain
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, proses pengambilan keputusan atas Rencana
Transaksi dilakukan setelah melalui proses dan sesuai prosedur internal Perseroan.
Analisis Laba per Saham
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, inkremental Laba per saham (Earnings Per Share / EPS)
Perseroan selama tahun 2026 - 2030 mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2030,
inkremental EPS mengalami peningkatan sebesar Rp0,13 per saham.
Laba per Saham (Rp)
Deskripsi
2026 2027 2028 2029 2030
Tanpa Rencana Transaksi 90,23 120,70 149,94 182,97 219,06
Dengan Rencana Transaksi 90,29 120,77 150,03 183,08 219,19
Inkremental Laba per Saham 0,05 0,07 0,09 0,11 0,13
2.6 Analisis Kewajaran Rencana Transaksi
Analisis kewajaran terhadap harga Rencana Transaksi dilakukan dengan membandingkan Harga
Rencana Transaksi Draft Perjanjian Jual Beli antara TAM dan SES, dengan Nilai Pasar Bisnis
berdasarkan laporan penilai independen.
c) Harga Rencana Transaksi
Berdasarkan Draft Perjanjian Jual Beli antara TAM dan SES, harga transaksi adalah sebesar
Rp50.500.000.000,- (lima puluh miliar lima ratus juta rupiah).
d) Nilai Pasar Bisnis
Berdasarkan Laporan Penilaian Bisnis Lamina dan Loops Milik PT Sinar Eka Selaras Tbk per
31 Desember 2025 oleh RSR dengan No. 00067/2.0095-00/BS/05/0269/1/VI/2026 tanggal
29 Juni 2026, yang ditandatangani oleh Rudi M. Safrudin, MAPPI (Cert.), dengan izin Penilai
Publik No. B-1.10.00269 dan SKDK OJK No. KEP-795/KS.13/2026, dengan mengaplikasikan
57
Page 81
Pendekatan Pendapatan dan Pasar, nilai pasar unit bisnis Lamina dan Loops milik SES,
adalah sebesar Rp54.549.000.000,- (Lima Puluh Empat Miliar Lima Ratus Empat Puluh
Sembilan Juta Rupiah)
Berikut di bawah ini adalah tabel analisis kewajaran Harga Rencana Transaksi terhadap Nilai
Pasar:
Kewajaran : Harga Rencana
Harga Rencana
Harga Rencana Transaksi berada dalam
Objek Rencana Transaksi Nilai Pasar Saham Transaksi terhadap
Transaksi kisaran +/- 7,5% dari Nilai
Nilai Pasar
Pasar
unit bisnis Lamina dan
Rp50.500.000.000,00 Rp54.549.000.000,00 -7,42% Wajar
Loops milik SES
Dengan hasil perbandingan Harga Rencana Transaksi dengan Nilai Pasar Bisnis dari Penilai
Independen, maka Rencana Transaksi adalah wajar karena Harga Rencana Transaksi Perseroan
berada dalam kisaran kewajaran dari Nilai Pasar sebesar 7,5% sesuai POJK 35 Pasal 48, b.
58
Page 82
3 KESIMPULAN
Dengan mempertimbangkan analisis kewajaran atas Rencana Transaksi yang dilakukan meliputi
analisis terhadap Rencana Transaksi, analisis kualitatif dan analisis kuantitatif, analisis atas
kewajaran harga transaksi serta faktor lain yang relevan, maka, menurut pendapat RSR, Rencana
Transaksi adalah wajar.
59
Names mentioned 85 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Ruky
p.2 ×3
unresolved
org
Safrudin & Rekan
p.2 ×3
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×4
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×4
unresolved
person
Izin Penilai Rudi M. Safrudin
p.3 ×6
unresolved
—
RSR
· Penilai
p.5 ×2
unresolved
org
Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan
p.6 ×5
unresolved
person
CPA
p.6 ×4
unresolved
person
Daniel Amdhani Judistira
p.6 ×2
unresolved
org
Purwantono
p.7 ×6
unresolved
person
Masykur Rahmatullah
p.7 ×5
unresolved
org
Bank Indonesia
p.7 ×4
unresolved
org
PT Erafone
p.9
unresolved
person
Akta Notaris Myra Yuwono
· Notaris
p.10 ×6
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.10 ×3
unresolved
person
Akta Notaris R.M. Dendy Soebangil
p.10 ×3
unresolved
org
Kementerian
p.10 ×2
unresolved
org
PT Prakarsa Prima Sentosa
p.12 ×2
unresolved
org
PT Era Gaya Aktif Distribusi
p.12 ×2
unresolved
org
PT Era Inovasi Otomotif
p.12 ×2
unresolved
org
Era International Network Sdn. Bhd.
p.12 ×3
unresolved
org
Tanubrata
p.12
unresolved
org
Bambang & Rekan
p.12
unresolved
org
Rekan Rudi M. Safrudin
p.18
unresolved
person
Rudi M. Safrudin, MAPPI (Cert.)
· Pemimpin Rekan
p.18
unresolved
person
Signing Partner Rudi M. Safrudin
p.20
unresolved
person
Reviewer Yunus N. Purwono
p.20
unresolved
person
Patric Adhiatmadja
p.31
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.32 ×2
unresolved
person
Syaiful Hayat
p.33
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.34
unresolved
—
TAM
· Pihak Pembeli
p.34
unresolved
—
SES
· Pihak Penjual
p.34
unresolved
org
Anker Innovations Co., Ltd.
p.41
unresolved
org
UGREEN Group Ltd.
p.41
unresolved
org
Baseus Technology Co. Ltd.
p.41
unresolved
org
AUKEY International Ltd.
p.41
unresolved
org
Edifier International Limited
p.41
unresolved
org
HOCO Technology Development Co., Ltd.
p.41
unresolved
org
Spigen Inc.
p.41
unresolved
org
ORICO Technologies Co., Ltd.
p.41
unresolved
org
Shenzhen Joyroom Tech Co., Ltd.
p.41
unresolved
org
Nillkin Technology Co., Ltd.
p.41
unresolved
org
Samsung Electronics Co., Ltd.
p.41
unresolved
org
PT Nusa Abadi Sukses Artha
p.44
unresolved
org
PT Era Blu Elektronik
p.44
unresolved
org
CG Computers Sdn. Bhd.
p.44
unresolved
org
PT Mitra International Indonesia
p.44
unresolved
org
PT Era Gaya Aktif
p.44
unresolved
org
PT Era Dealer Otomotif
p.44
unresolved
org
PT Sinar Era Aktif
p.44
unresolved
org
PT Era Patiserindo
p.44
unresolved
org
PT Chagee Era Indonesia
p.44
unresolved
org
Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang
p.52
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
16831 ms
12 Sep 2026 21:53
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}