Skip to content
Back to announcement

20260702_ERAA_Informasi Transaksi Afiliasi_32107952_lamp4.pdf

Asset transaction Needs review ERAA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 82

Page 1
PT Erajaya Swasembada Tbk

Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi Pengambilalihan Bisnis Lamina
dan Loops dari PT Sinar Eka Selaras Tbk


Juni 2026
Page 2
Jakarta, 30 Juni 2026
No. : 00071/2.0095-00/BS/05/0269/1/VI/2026
Kepada Yth.
PT Erajaya Swasembada Tbk
Erajaya Plaza
Jl. Bandengan Selatan No. 19-20
Pekojan, Tambora,
Jakarta Barat 11240


Perihal    : Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Pengambilalihan Bisnis Lamina
             dan Loops dari PT Sinar Eka Selaras Tbk
Dengan Hormat,
PT Erajaya Swasembada Tbk ("Perseroan"/"ERAA") bergerak dalam bidang perdagangan besar,
aktivitas dan jasa, serta industri. Melalui entitas anak, kegiatan utamanya mencakup distribusi dan
perdagangan peralatan telekomunikasi dan elektronik, properti, sistem teknologi informasi,
layanan pelanggan, perdagangan alat kesehatan, farmasi, dan kosmetik, serta makanan dan
minuman dan restoran.
Dalam rangka penataan portofolio bisnis Perseroan melalui anak perusahaannya, PT Teletama
Artha Mandiri (“TAM”), berencana mengambilalih unit bisnis Lamina dan Loops dari PT Sinar Eka
Selaras Tbk (“SES” / “ERAL”), untuk selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”.
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tanggal
1 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”) karena
merupakan transaksi antara SES dan TAM, di mana ERAA selaku pemegang saham pengendali
langsung SES dan pemegang saham pengendali tidak langsung TAM, dan terdapat kesamaan
manajemen di antara ERAA, TAM dan SES.
Penjelasan spesifik Rencana Transaksi dan struktur Perseroan, SES dan TAM dapat dilihat pada
bagian Latar Belakang dalam Laporan ini.
Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi bukan
merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Nomor 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha (“POJK 17/2020”).
Sehubungan dengan Rencana Transaksi, Perseroan telah menunjuk KJPP Ruky, Safrudin & Rekan
(“RSR”) sebagai Penilai Independen untuk memberikan pendapat kewajaran.

STATUS PENILAI

RSR memiliki izin usaha dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.11.0095 berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1131/KM.1/2011 tanggal 14 Oktober
2011.
Penilai Publik yang menandatangani laporan pendapat kewajaran adalah penilai yang memiliki
kompetensi dalam melakukan analisis kewajaran serta telah memperoleh izin sebagai penilai publik
dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan terdaftar sebagai Penilai di Otoritas Jasa
Keuangan (“OJK”).
Page 3
Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 33/KM.1/2010 tertanggal 19 Januari
2010 mengenai Izin Penilai Rudi M. Safrudin, MAPPI (Cert) yang ditetapkan sebagai penilai di
Bidang Jasa Penilaian dengan kualifikasi Penilai Bisnis (B) No. B-1.10.00269 dan terdaftar sebagai
profesi penunjang penilai publik dengan surat Keputusan Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan
No. KEP-795/KS.13/2026 tanggal 10 Juni 2026.

PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN

Dalam laporan ini, Perseroan bertindak sebagai “Pemberi Tugas” dan “Pengguna Laporan”:
Nama                     : PT Erajaya Swasembada Tbk
Alamat Kantor Pusat      : Erajaya Plaza
                           Jl. Bandengan Selatan No. 19-20
                           Pekojan, Tambora, Jakarta Barat 11240
Telepon                  : (021) 690 5050
Email                    : dl-corsec@erajaya.com
Website                  : www.erajaya.com
Kegiatan Usaha           : Perdagangan besar, aktivitas dan jasa; dan industri. Ruang lingkup
                           aktivitas utama entitas anak meliputi bidang distribusi dan perdagangan
                           peralatan telekomunikasi seperti telepon seluler, SIM Card, voucer
                           untuk telepon seluler, aksesoris, komputer dan perangkat elektronik
                           lainnya, bisnis properti, penyedia sistem teknologi informasi, layanan
                           dan hubungan pelanggan, perdagangan alat kesehatan, perdagangan
                           produk farmasi, perdagangan kosmetik, perdagangan besar makanan
                           dan minuman dan restoran.

LATAR BELAKANG

PT Erajaya Swasembada Tbk ("Perseroan"/"ERAA") bergerak dalam bidang perdagangan besar,
aktivitas dan jasa, serta industri. Melalui entitas anak, kegiatan utamanya mencakup distribusi dan
perdagangan peralatan telekomunikasi dan elektronik, properti, sistem teknologi informasi,
layanan pelanggan, perdagangan alat kesehatan, farmasi, dan kosmetik, serta makanan dan
minuman dan restoran.
Dalam rangka penataan portofolio bisnis Perseroan melalui anak perusahaannya, PT Teletama
Artha Mandiri (“TAM”), berencana mengambilalih unit bisnis Lamina dan Loops dari PT Sinar Eka
Selaras Tbk (“SES”), untuk selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”.
Lamina dan Loops adalah dua merek (private label) yang dimiliki oleh SES. Produk Lamina dan Loops
adalah asesoris untuk keperluan telepon genggam atau smartphone. Produknya antara lain berupa
protective skin, charger, power bank, earphone, headphone, kabel pengisi daya dan lainnya.
Rencana Transaksi tersebut termasuk transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020,
karena Perseroan selaku pemegang 80,00% saham SES, juga merupakan pemegang 99,99% saham
TAM melalui PT Erafone Artha Retailindo. Perseroan memiliki 99,82% saham PT Erafone Artha
Retailindo, sehingga TAM dan SES berada di bawah kendali Perseroan. Selain itu, terdapat
kesamaan manajemen di antara Perseroan, TAM dan SES.
Berikut adalah struktur Rencana Transaksi:




                                                                                                 ii
Page 4
Perseroan, melalui TAM akan menandatangani perjanjian jual beli dan pengalihan unit bisnis
(“Perjanjian Jual Beli”) dengan SES yang memuat ketentuan-ketentuan pokok sehubungan dengan
Rencana Transaksi.
Berdasarkan draft Perjanjian Jual Beli, harga transaksi adalah sebesar Rp50.500.000.000,- (lima
puluh miliar lima ratus juta Rupiah) (“Harga Transaksi”).
Menurut manajemen Perseroan, Rencana Transaksi merupakan langkah penataan portofolio bisnis
SES sekaligus upaya mengoptimalkan potensi merek Lamina dan Loops di bawah pengelolaan TAM.
Melalui pengalihan ini, kedua merek diharapkan dapat memanfaatkan jaringan distribusi, logistik,
dan infrastruktur TAM. Manajemen berpendapat bahwa penataan ini berpotensi menghasilkan
sinergi operasional di tingkat kelompok usaha dalam jangka panjang.

TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN

Tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah untuk memberikan opini atas kewajaran rencana
Perseroan melalui TAM untuk mengambilalih unit bisnis Lamina dan Loops dari SES, sebagaimana
didefinisikan dalam laporan ini dalam rangka memenuhi ketentuan POJK 42/2020, tidak untuk
perpajakan, perbankan serta tidak untuk bentuk rencana transaksi lainnya.

OBYEK ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN

Obyek analisis kewajaran adalah rencana Perseroan melalui TAM untuk mengambilalih unit bisnis
Lamina dan Loops dari SES.


                                                                                              iii
Page 5
SIFAT RENCANA TRANSAKSI
Sesuai dengan penjelasan manajemen Perseroan, Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi
sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020, karena Perseroan selaku pemegang 80,00% saham
SES, juga merupakan pemegang 99,99% saham TAM melalui PT Erafone Artha Retailindo. Perseroan
memiliki 99,82% saham PT Erafone Artha Retailindo, sehingga TAM dan SES berada di bawah
kendali Perseroan.
Selain itu, terdapat kesamaan manajemen di antara Perseroan, TAM dan SES.

    Nama Pengurus           Perseroan              SES              TAM



Budiarto Halim      Direktur Utama      Komisaris Utama   Komisaris Utama



Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi bukan
merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK
42/2020.
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi tidak termasuk transaksi
material sebagaimana dimaksud dalam POJK 17/2020.
Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK 42/2020, Perseroan telah menunjuk RSR sebagai Penilai
Independen untuk memberikan Pendapat Kewajaran (“Fairness Opinion”) atas Rencana Transaksi
sebagaimana diinformasikan di atas bagi para pemegang saham Perseroan.

RUANG LINGKUP PENDAPAT KEWAJARAN

Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran akan didasarkan pada analisis atas kewajaran dari Rencana
Transaksi untuk memenuhi ketentuan POJK 42/2020.
Ruang lingkup Pendapat Kewajaran antara lain meliputi: identifikasi permasalahan (termasuk
batasan, maksud, tujuan dan objek), pengumpulan data dan wawancara, analisis transaksi, analisis
kewajaran harga, serta penyusunan laporan.

PEDOMAN DAN STANDAR PENILAIAN

Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII
Tahun 2018 dengan Edisi Revisi pada SPI 300, SPI 310, SPI 320, dan SPI 330 yang ditetapkan pada
1 Maret 2020 dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) sebagaimana ditetapkan oleh Masyarakat
Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
Laporan ini juga telah disusun dengan mengacu pada ketentuan POJK 42/2020, Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal (“POJK 35/2020”) serta Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor
17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal (“SEOJK 17”).

TANGGAL PENILAIAN

Analisis Pendapat Kewajaran dilakukan per tanggal 31 Desember 2025, parameter dan laporan
keuangan yang digunakan dalam analisis didasarkan pada data per tanggal 31 Desember 2025.




                                                                                              iv
Page 6
PENGGUNAAN MATA UANG

Dalam analisis pendapat kewajaran, mata uang yang digunakan adalah mata uang Rupiah.

KEJADIAN SETELAH TANGGAL PENILAIAN

Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan pendapat kewajaran ini, tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi opini
kewajaran.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan pendapat kewajaran ini.

INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini, kami telah bertindak secara independen,
tanpa adanya konflik kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, TAM, SES, maupun para
pemegang sahamnya masing-masing ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan perusahaan
tersebut. Kami juga tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan
ini.
Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dimaksudkan untuk memberikan keuntungan atau kerugian
kepada pihak manapun. Imbalan yang kami terima tidak dipengaruhi oleh opini atas kewajaran
Rencana Transaksi yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini, dan kami hanya menerima
imbalan sebagaimana tercantum pada Purchase Order No. 290011801 tanggal 15 Mei 2026. Biaya
jasa tersebut telah ditetapkan dengan memperhatikan ketentuan yang diatur oleh Ikatan Kantor
Jasa Penilai Publik (IKJPP) MAPPI.

SUMBER DATA DAN INFORMASI

Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi,
kami telah menelaah, mengacu dan mempertimbangkan atas data dan dokumen yang disediakan
oleh manajemen Perseroan atas hal-hal sebagai berikut:
   1. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
      yang berakhir pada 31 Desember 2025, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP)
      Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang
      material dan telah ditandatangani pada 28 Maret 2026 oleh Sutomo, SE, AK, MM, CPA, CA,
      SAS, dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 0007;
   2. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
      yang berakhir pada 31 Desember 2024, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP)
      Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang
      material dan telah ditandatangani pada 25 Maret 2025 oleh Sutomo, SE, AK, MM, CPA, CA,
      SAS, dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 0007;
   3. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
      yang berakhir pada 31 Desember 2023, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP)
      Purwantono, Sungkoro & Surja dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan
      telah ditandatangani pada 30 Maret 2024 oleh Daniel Amdhani Judistira, CPA, dengan Izin
      Akuntan Publik No. AP.1810;




                                                                                             v
Page 7
   4. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
      yang berakhir pada 31 Desember 2022, yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro
      & Surja dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah ditandatangani pada
      31 Maret 2023 oleh Sherly Jokom, dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 0704;
   5. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
      yang berakhir pada 31 Desember 2021, yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro
      & Surja dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah ditandatangani pada
      14 April 2022 oleh Sherly Jokom, dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 0704;
   6. Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan tanpa dan dengan Rencana Transaksi untuk
      tahun 2026 – 2030 yang disiapkan oleh manajemen Perseroan. RSR telah melakukan review
      atas proyeksi keuangan tersebut untuk memperoleh keyakinan atas kewajaran proyeksi
      keuangan
   7. Laporan Keuangan Proforma Perseroan per 31 Desember 2025, yang telah disediakan
      manajemen Perseroan;
   8. Laporan Penilaian Bisnis Lamina dan Loops Milik PT Sinar Eka Selaras Tbk per 31 Desember
      2025 oleh RSR dengan No. 00067/2.0095-00/BS/05/0269/1/VI/2026 tanggal 29 Juni 2026,
      yang ditandatangani oleh Rudi M. Safrudin, MAPPI (Cert.), dengan izin Penilai Publik No. B-
      1.10.00269 dan SKDK OJK No. KEP-795/KS.13/2026;
   9. Draft Perjanjian Jual Beli dan Pengalihan Unit Bisnis, yang telah disediakan oleh manajemen
      Perseroan;
   10. Draft Keterbukaan Informasi yang telah disiapkan oleh manajemen Perseroan;
Atas data yang telah disampaikan tersebut, kami telah menerima Representation Letter dari
manajemen Perseroan No. 002/ERA-ACCT/VI/2026 tertanggal 30 Juni 2026, sehubungan dengan
penugasan Pendapat Kewajaran.
Kami telah melakukan diskusi dengan manajemen ERAA yang diwakili oleh Bapak Masykur
Rahmatullah selaku Vice President Accounting pada tanggal 15 Juni 2026 dengan agenda
pembahasan proyeksi konsolidasian Perseroan, sehubungan dengan penugasan Pendapat
Kewajaran.
Kami juga menggunakan berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun
elektronik, seperti Bank Indonesia, dan Bursa Efek Indonesia serta hasil analisis lain yang kami
anggap relevan dengan penugasan pendapat kewajaran.

ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS

Asumsi
Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion, kami telah melakukan penelaahan
atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan pendapat kewajaran, data dan
informasi yang diperoleh berasal baik dari manajemen Perseroan maupun dari sumber lain yang
dapat dipercaya keakuratannya.
Dalam menyusun pendapat kewajaran, kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disiapkan
oleh manajemen Perseroan, yang telah kami review untuk mencerminkan kewajaran proyeksi,
namun kami tidak bertanggung jawab atas kemampuan pencapaian proyeksi keuangan tersebut
oleh Perseroan.
Kami bertanggung jawab atas opini yang dihasilkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.




                                                                                               vi
Page 8
Laporan Pendapat Kewajaran bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek Pendapat Kewajaran dari Perseroan.

Kondisi Pembatas
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas atas informasi dan data. Dalam
menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada sumber data dan
informasi sebagaimana diberikan manajemen Perseroan, yang mana berdasarkan hakekat
kewajaran adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan.
Kami tidak melakukan audit ataupun uji tuntas secara mendetail atas penjelasan maupun data-data
yang diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan. Dengan demikian kami tidak
dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari
informasi atau penjelasan tersebut.
Sebagai dasar bagi kami untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas
Rencana Transaksi, kami menggunakan data-data sebagaimana tercantum pada bagian Sumber
Data dan Informasi sebagai bahan penelahaan, perhitungan dan analisis.
Segala perubahan terhadap data tersebut di atas dapat mempengaruhi opini kami secara material.
Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
Pendapat Kewajaran ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang pemegang
saham Perseroan dan tidak mempertimbangkan sudut pandang stakeholders lain serta aspek-aspek
lainnya.
Pendapat Kewajaran ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah yang berlaku pada tanggal laporan
pendapat kewajaran ini diterbitkan.
Laporan Pendapat Kewajaran ini hanya dilakukan terhadap Tujuan Pendapat Kewajaran
sebagaimana telah diuraikan di atas.
Kami menganggap bahwa sejak Tanggal Penilaian hingga laporan pendapat kewajaran diterbitkan,
tidak terdapat kejadian luar biasa yang secara material, baik secara makro ekonomi maupun
industri, pada saat kini maupun yang akan datang, yang dapat mempengaruhi bisnis Perseroan dan
rencana bisnis dan anggaran Perseroan.
Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi-
transaksi di luar Tujuan Pendapat Kewajaran yang mungkin tersedia bagi Perseroan, serta pengaruh
dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Tujuan Pendapat Kewajaran, dan juga bukan merupakan
analisis penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari Tujuan Pendapat Kewajaran.
Kami ingin menekankan bahwa hasil analisis dan penelaahan kami secara khusus hanya terbatas
pada aspek finansial atas Rencana Transaksi, kami tidak melakukan kajian atas keabsahan Rencana
Transaksi dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan dari Rencana Transaksi tersebut, karena
hal tersebut berada di luar lingkup penugasan kami.
Penggunaan atas sebagian atau keseluruhan dari laporan harus memperoleh persetujuan dari
manajemen Perseroan mengingat kemungkinan adanya informasi yang bersifat rahasia yang dapat
mempengaruhi kompetisi dan operasional Perseroan.
Mengingat adanya kemungkinan perbedaan waktu dari tanggal laporan ini dengan pelaksanaan
Rencana Transaksi, maka kesimpulan dalam laporan pendapat kewajaran ini hanya berlaku
sepanjang tidak terdapat perubahan signifikan yang akan berdampak material terhadap kewajaran


                                                                                              vii
Page 9
Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk perubahan baik secara internal pada masing-
masing perusahaan maupun perubahan eksternal, termasuk kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah Indonesia setelah tanggal laporan
ini diterbitkan. Apabila setelah tanggal laporan ini diterbitkan terjadi perubahan-perubahan
tersebut, maka pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi ini dapat berbeda.
Kami juga berpedoman pada surat pernyataan (representation letter) dari manajemen Perseroan
atas penugasan kami untuk mempersiapkan laporan pendapat kewajaran, yang menyatakan bahwa
seluruh informasi penting dan relevan terkait pendapat kewajaran telah disampaikan dan
sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan tidak terdapat faktor material yang belum
diungkapkan dan dapat menyesatkan.
Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melakukan penugasan, tidak ada batas atau pembatasan dalam melakukan penelaahan,
perhitungan dan analisis.
RSR telah melakukan wawancara dan diskusi tanggal 15 Juni 2026 dengan perwakilan dari
manajemen Perseroan yaitu Bapak Masykur Rahmatullah selaku Vice President Accounting,
sehubungan dengan penugasan Pendapat Kewajaran.

PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI

Laporan Pendapat Kewajaran bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.

METODOLOGI PENGKAJIAN KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI

Dalam menilai kewajaran Rencana Transaksi, kami menggunakan metodologi analisis sebagai
berikut:
 1)    Analisis Rencana Transaksi berupa identifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana
       Transaksi, analisis termin dan persyaratan dari perjanjian atas Rencana Transaksi, analisis
       manfaat dan risiko Rencana Transaksi;
 2)    Analisis Kualitatif berupa analisis terhadap alasan dan latar belakang Rencana Transaksi,
       riwayat singkat Perseroan dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis operasional dan
       prospek usaha Perseroan, keuntungan dan kerugian Rencana Transaksi;
 3)    Analisis Kuantitatif berupa analisis kinerja historis, analisis proyeksi dan proforma laporan
       keuangan serta analisis inkremental laporan keuangan;
 4)    Analisis atas faktor lain yang relevan.
 5)    Analisis kewajaran harga Rencana Transaksi;

ANALISIS KEWAJARAN

1.    Analisis Rencana Transaksi
      a) Pihak-pihak yang terkait Rencana Transaksi adalah Perseroan melalui TAM sebagai pihak
         pengambilalih bisnis Lamina Loops dan SES adalah pihak yang mengalihkan bisnis Lamina
         Loops.
      b) Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi merupakan transaksi
         afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020, karena Perseroan selaku pemegang
         80,00% saham SES, juga merupakan pemegang 99,99% saham TAM melalui PT Erafone



                                                                                                 viii
Page 10
        Artha Retailindo. Perseroan memiliki 99,82% saham PT Erafone Artha Retailindo, sehingga
        TAM dan SES berada di bawah kendali Perseroan. Selain itu, terdapat kesamaan
        manajemen di antara Perseroan, TAM dan SES.
        Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi tidak
        termasuk transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam POJK 17/2020.
     c) Analisis perjanjian dan persyaratan atas Rencana Transaksi dilakukan terhadap Draft
        Perjanjian Jual Beli antara TAM dan SES, yang telah disediakan manajemen Perseroan
     d) Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi
        Berdasarkan penjelasan manajemen Perseroan dan analisis terhadap manfaat Rencana
        Transaksi, antara lain:
          • diharapkan dapat mengurangi potensi tumpang tindih fungsi dan inkonsistensi
            positioning merek antar-anak usaha.
          • dengan pengelolaan bisnis berada pada entitas yang berbasis distribusi, terbuka
            potensi sinergi operasional di tingkat Grup Perseroan, terutama pada fungsi distribusi
            dan logistik yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi secara agregat bagi Grup
            Perseroan
        Risiko yang mungkin dihadapi oleh Perseroan berdasarkan penjelasan manajemen
        Perseroan adalah tidak tercapainya sinergi operasional dan optimalisasi aset dalam grup.

2.   Analisis Kualitatif
     a) Riwayat Singkat dan Kegiatan Usaha Perseroan
        Perseroan didirikan di Indonesia berdasarkan Akta Notaris Myra Yuwono, S.H., No. 7
        tanggal 8 Oktober 1996. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
        Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-1270.HT.01.01.Tahun 1997 tanggal 24 Februari
        1997 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 41 Tambahan No. 2016
        tanggal 23 Mei 1997.
        Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
        Notaris R.M. Dendy Soebangil, S.H., M.Kn., No. 3 tertanggal 4 Juli 2022, terkait penyesuaian
        Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) dan penyesuaian kegiatan usaha utama
        dan penunjang. Perubahan Anggaran Dasar ini telah disetujui oleh Kementerian Hukum dan
        Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-0045885.AH.01.02
        Tahun 2022 tertanggal 4 Juli 2022.
        Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha
        Perusahaan terdiri atas, antara lain, perdagangan besar, aktivitas dan jasa; dan industri.
        Ruang lingkup aktivitas utama entitas anak meliputi bidang distribusi dan perdagangan
        peralatan telekomunikasi seperti telepon selular, Subscriber Identity Module Card (“SIM
        Card”), voucher untuk telepon selular, aksesoris, komputer dan perangkat elektronik
        lainnya, bisnis properti, penyedia sistem teknologi informasi, layanan dan hubungan
        pelanggan, perdagangan alat kesehatan, perdagangan produk farmasi, perdagangan
        kosmetik, perdagangan besar makanan dan minuman dan restoran.
        Perseroan berdomisili di Jalan Gedong Panjang No. 29-31, Pekojan, Tambora, Jakarta, dan
        beroperasi secara komersial pada tahun 2000, Indonesia.




                                                                                                  ix
Page 11
b) Analisis Industri
   Perkembangan pesat dalam bidang telekomunikasi dan teknologi informasi telah
   mendorong adopsi smartphone yang semakin meluas di Indonesia. Seiring dengan
   peningkatan teknologi, kebutuhan akan perangkat telekomunikasi yang lebih modern dan
   canggih, seperti smartphone, tablet, dan laptop, semakin meningkat. Smartphone,
   khususnya, telah berkembang dari sekadar alat komunikasi menjadi perangkat multifungsi
   yang menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
   Pasar smartphone Indonesia merupakan pasar yang sangat dinamis dan kompetitif, dengan
   persaingan yang ketat antar produsen global. Indonesia termasuk sebagai salah satu pasar
   potensial karena jumlah populasi Indonesia yang menduduki peringkat tujuh di dunia.
   Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah pengguna smartphone terbesar di Asia
   Tenggara, membuat pada produsen dan distributor ponsel global berlomba-lomba
   menguasai pangsa pasar. Persaingan antara merek global semakin ketat, dengan pemain
   besar seperti Samsung, Xiaomi, Transsion, Oppo, Vivo, dan Apple yang terus berinovasi dan
   meluncurkan produk-produk baru untuk memenangkan hati konsumen.
   Berdasarkan data Statista, jumlah pengguna smartphone di Indonesia pada tahun 2021-
   2025 mengalami pertumbuhan dengan CAGR sebesar 20,06%, naik sebanyak 118,74 juta
   pengguna. Kenaikan pengguna smartphone tertinggi di Indonesia terjadi pada tahun 2023
   naik sebesar 43,67 juta pengguna atau meningkat sebesar 35,01%, antara lain disebabkan
   masuknya smartphone dengan spesifikasi tinggi dan harga terjangkau seperti Xiaomi and
   Grup Transsion (Infinix, TECNO, and itel). Pada tahun 2025 peningkatan pengguna
   smartphone di Indonesia mencapai sebesar 26,94 juta pengguna atau meningkat sebesar
   13,34%.
   Aksesoris mobile phones adalah perangkat keras (hardware) yang dirancang untuk
   digunakan bersama mobile phones guna meningkatkan fungsinya, melindungi dari
   kerusakan, maupun mempersonalisasi tampilan. Meskipun kadang produsen menyertakan
   perlengkapan penting seperti pengisi daya (charger) dalam kotak pembelian, aksesoris
   adalah tambahan (add-ons) yang dibeli untuk mendapatkan lebih banyak manfaat dari
   perangkat tersebut.
   Aksesoris mobile phones pada umumnya terbagi dalam beberapa kategori utama
   berdasarkan fungsinya, antara lain untuk perlindungan dan gaya (protection and style),
   daya dan pengisian daya (power and charging), audio, dan kegunaan dan perjalanan (utility
   and travel). Produk aksesoris mobile phones mencakup beragam jenis termasuk casing
   (cases), pelindung layar (screen protector/ tempered glass), charging cables, power bank,
   earphone, headphone, speaker bluetooth dan lainnya.
   Pasar smartphone di dalam negeri diproyeksikan akan mengalami tren pertumbuhan yang
   stabil dan positif sepanjang periode tahun 2026 hingga 2030. Pada tahun 2026, total
   pendapatan pasar smartphone diperkirakan dibuka pada angka US$11,56 miliar. Nilai ini
   diproyeksikan terus meningkat pada tahun berikutnya menjadi US$11,78 miliar pada tahun
   2027, dan berhasil menyentuh angka genap US$12 miliar pada tahun 2028.
   Perkembangan industri aksesoris mobile phone pada dasarnya tidak berdiri sendiri, namun
   bergerak seiring perkembangan industri mobile phone. Industri ini terus bergerak dinamis
   dengan mengikuti kombinasi perkembangan kebutuhan teknis, yaitu perkembangan
   teknologi mengikuti fitur terbaru, dan kebutuhan sosial yaitu gaya hidup, fungsionalitas
   kerja, dan tren fesyen pengguna.




                                                                                          x
Page 12
     c) Analisis Operasional dan Prospek Usaha Perseroan
        Perseroan menjalankan lini bisnis distribusi melalui sejumlah entitas anaknya, yaitu
        PT Teletama Artha Mandiri (“TAM”), PT Prakarsa Prima Sentosa (“PPS”), PT Sinar Eka
        Selaras Tbk (“SES”), PT Era Gaya Aktif Distribusi (“EGAD”), PT Era Inovasi Otomotif (“EIO”),
        dan Era International Network Sdn. Bhd. (“EIN Malaysia”). Portofolio produk yang
        didistribusikan mencakup perangkat telekomunikasi telepon selular, smartphone, tablet,
        SIM Card, voucher isi ulang, perangkat teknologi informasi, produk fashion apparel, hingga
        kendaraan elektronik serta layanan pendukung lainnya.
        TAM mengelola kemitraan strategis berbagai prinsipal merek global seperti Apple,
        Samsung, Xiaomi dan merek lainnya. Untuk memperkuat penetrasi pasar, hingga akhir
        tahun 2025, TAM telah mengoperasikan 70 titik distribusi yang tersebar di seluruh
        Indonesia. PPS fokus pada penyediaan akses electronic gateway untuk voucher elektronik
        dari berbagai mitra strategis, mulai dari operator telekomunikasi dan PLN hingga
        permainan online. SES sebagai penyedia solusi active lifestyle, SES bermitra dengan
        prinsipal merek dunia termasuk DJI, Garmin, Shokz, dan merek lainnya untuk
        mendistribusikan perangkat gadget serta pendukung gaya hidup terkini.
        Pada tahun 2025, Perseroan berhasil mengukuhkan posisi sebagai lifestyle smart retailer
        terdepan dengan fokus utama pada penyediaan portofolio produk yang relevan bagi
        mobilitas dan gaya hidup harian seluruh pelanggan. Perseroan secara berkesinambungan
        memperkuat sinergi antara kanal offline dan online melalui strategi omnichannel, termasuk
        layanan click and pick-up dan terus berkomitmen untuk menjaga kualitas pengalaman
        berbelanja fisik yang masih menjadi preferensi utama para pelanggan.
        Perseroan juga terus memperluas jangkauan melalui pembukaan gerai baru serta
        optimalisasi produktivitas gerai yang telah beroperasi. Per 31 Desember 2025, total
        jaringan gerai Erajaya Group telah mencapai 2.333 gerai. Sebagai pengakuan atas kinerja
        yang solid, Erajaya berhasil meraih berbagai penghargaan pada tahun 2025.
        Pertumbuhan sektor ritel pada tahun 2026 diproyeksikan tetap prospektif. Bank Indonesia
        (BI) memperkirakan kinerja penjualan eceran akan tetap solid dengan Indeks Penjualan Riil
        (IPR) yang diproyeksikan tumbuh sebesar 7,9% secara tahunan (year on year/YoY) pada
        Januari 2026. Pertumbuhan ini mencerminkan daya beli masyarakat yang terjaga, yang
        utamanya akan ditopang oleh kinerja kelompok Barang Budaya dan Rekreasi, Makanan,
        Minuman, dan Tembakau, serta sub kelompok Sandang.
     d) Keuntungan dan Kerugian Rencana Transaksi
        Keuntungan yang diharapkan diperoleh Perseroan dengan melaksanakan Rencana
        Transaksi adalah diharapkan dapat mengurangi potensi tumpang tindih fungsi dan
        inkonsistensi positioning merek antar-anak usaha.
        Kerugian yang timbul dari rencana transaksi adalah timbulnya biaya yang harus dikeluarkan
        Perseroan untuk biaya jasa konsultan independen yang timbul sehubungan dengan
        Rencana Transaksi.
3.   Analisis Kuantitatif
     a) Analisis Kinerja Historis
        Ikhtisar data keuangan penting Perseroan berdasarkan pada Laporan Keuangan
        Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun-tahun yang berakhir pada
        tanggal 31 Desember 2024-2025 yang telah diaudit oleh KAP Tanubrata, Sutanto, Fahmi,
        Bambang & Rekan dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material dan Laporan
        Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun-tahun yang berakhir


                                                                                                  xi
Page 13
pada tanggal 31 Desember 2021-2023 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro
& Surja dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material
Laba (Rugi)
Pendapatan konsolidasian Perseroan selama tahun 2021-2025 secara Compound Annual
Growth Rate (“CAGR”) mengalami peningkatan sebesar 15,22%. Pada tahun 2025,
pendapatan meningkat sebesar 17,35% dibanding tahun 2024, terutama disebabkan oleh
kenaikan penjualan telepon selular dan tablet.
Beban pokok pendapatan konsolidasian Perseroan selama tahun 2021-2025 mengalami
peningkatan pertumbuhan fluktuatif dengan CAGR sebesar 15,27%. Pada tahun 2025,
beban pokok pendapatan Perseroan meningkat sebesar 17,35% dibandingkan tahun 2024,
sejalan dengan kenaikan pendapatan 2025, beban pokok penjualan ikut mengalami
kenaikan. Dalam periode 2021-2025, proporsi beban pokok pendapatan terhadap
Penjualan Bersih secara rata-rata mencapai 89,07%.
Selama tahun 2022-2025, laba usaha konsolidasian Perseroan mengalami peningkatan
dengan CAGR sebesar 3,90%. Laba usaha konsolidasian Perseroan pada tahun 2025
menunjukkan meningkat sebesar 1,51% dibandingkan tahun 2024. Peningkatan laba usaha
2025 terutama karena peningkatan pendapatan yang lebih besar dari peningkatan bebas
pokok pendapatan serta beban usaha. Selama tahun 2021-2025, rata-rata margin laba
usaha Perseroan adalah sebesar 2,84%.
Selama tahun 2022-2025, laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan mengalami
fluktuatif peningkatan dengan CAGR sebesar 4,10%. Pada tahun 2025, laba tahun berjalan
konsolidasian Perseroan meningkat sebesar 17,26% dibandingkan tahun 2024 seiring
dengan peningkatan laba usaha konsolidasian Perseroan. Selama tahun 2021-2025, rata-
rata margin laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan tercatat sebesar 1,92%.
Laporan Posisi Keuangan
Jumlah aset konsolidasian Perseroan selama tahun 2021-2025 mengalami fluktuatif
peningkatan dengan CAGR sebesar 26,21%. Pada tahun 2025, jumlah aset konsolidasian
Perseroan tercatat sebesar Rp28,86 triliun, meningkat sebesar 32,53% dari tahun 2024
yang merupakan dampak dari kenaikan aset lancar sebesar Rp6.586,10 miliar.
Jumlah liabilitas konsolidasian Perseroan selama tahun 2021-2025 mengalami fluktuatif
peningkatan dengan CAGR sebesar 39,66%. Jumlah liabilitas pada tahun 2025 tercatat
sebesar Rp18,68 triliun meningkat sebesar 46,88% dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan ini terutama dari peningkatan jumlah liabilitas jangka pendek sebesar 57,75%
dari Rp10,88 triliun pada tahun 2024 menjadi 17,16 triliun pada tahun 2025
Jumlah ekuitas konsolidasian Perseroan selama tahun 2021-2025 mengalami fluktuatif
peningkatan dengan CAGR sebesar 12,02%. Selama tahun 2025, jumlah Ekuitas tercatat
sebesar Rp10,17 triliun, meningkat sebesar 12,36% dibandingkan periode sebelumnya,
terutama karena kenaikan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya sebesar
Rp896,09 miliar.
Laporan Arus Kas
Selama tahun 2021-2025, kas bersih konsolidasian perseroan yang dihasilkan dari aktivitas
operasi tertinggi tercatat pada tahun 2024 sebesar Rp2,24 triliun, terutama karena
peningkatan penerimaan kas dari pelanggan.
Selama tahun 2021-2025, arus kas bersih terbesar digunakan untuk aktivitasi investasi
terjadi pada tahun 2025 sebesar Rp1.284 miliar terutama untuk pembelian aset tetap dan



                                                                                      xii
Page 14
  uang muka pembelian aset tetap.
  Selama tahun 2021-2025, kas bersih konsolidasian Perseroan digunakan untuk aktivitas
  pendanaan terbesar terjadi pada tahun 2024 sebesar Rp818,67 miliar terutama karena
  utang bank dan liabilitas sewa.
  Rasio Keuangan
  Kinerja keuangan Perseroan selama tahun 2021–2025 dari sisi profitabilitas, mencatatkan
  rata-rata rasio ROA dan ROE konsolidasian Perseroan masing-masing sebesar 6,00% dan
  13,61%. Dari sisi likuiditas, rata-rata rasio lancar dan rasio cepat konsolidasian Perseroan
  masing-masing sebesar 1,29x dan 0,55x. Sementara itu, dari sisi solvabilitas, rata-rata DAR
  dan DER masing-masing sebesar 0,28x dan 0,63x.

b) Analisis Terhadap Proyeksi Keuangan Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi:
  Proyeksi laporan keuangan Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi untuk periode
  2026 – 2032 telah disiapkan oleh manajemen Perseroan.
  Dalam menyusun pendapat kewajaran, kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah
  disiapkan oleh manajemen Perseroan, yang telah kami review untuk mencerminkan
  kewajaran proyeksi, namun kami tidak bertanggung jawab atas kemampuan pencapaian
  proyeksi keuangan tersebut oleh Perseroan.
  Laba Rugi
  Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Pendapatan Perseroan diproyeksikan tidak
  mengalami perubahan, di mana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030, dengan
  melaksanakan Rencana Transaksi dan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi
  diproyeksikan sebesar Rp150.854 miliar.
  Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, beban pokok pendapatan Perseroan
  diproyeksikan tidak mengalami perubahan, di mana pada akhir periode proyeksi, tahun
  2030, dengan melaksanakan Rencana Transaksi dan tanpa melaksanakan Rencana
  Transaksi sebesar Rp133.355 miliar.
  Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, EBIT Perseroan diproyeksikan tidak
  mengalami perubahan, di mana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030, dengan
  melaksanakan Rencana Transaksi dan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi sebesar
  Rp5.778 miliar.
  Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, laba bersih Perseroan diproyeksikan tidak
  mengalami perubahan, di mana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030, dengan
  melaksanakan Rencana Transaksi dan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi sebesar
  Rp3.797 miliar.
  Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, laba bersih kepada entitas induk selama tahun
  2026 - 2030 diproyeksikan mengalami peningkatan, di mana pada akhir periode proyeksi,
  tahun 2030, dengan melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan sebesar Rp3.465 miliar
  dan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi sebesar Rp3.463 miliar yang berasal dari
  penurunan kepentingan non-pengendali.
   Laporan Posisi Keuangan
  Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, total aset diproyeksikan tidak mengalami
  perubahan. Di mana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030 total aset tanpa
  melaksanakan Rencana Transaksi dan dengan melaksanakan Rencana Transaksi, yaitu
  sebesar Rp46.209 miliar.


                                                                                           xiii
Page 15
  Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, total liabilitas diproyeksikan tidak mengalami
  perubahan. Di mana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030 total liabilitas tanpa
  melaksanakan Rencana Transaksi dan dengan melaksanakan Rencana Transaksi, yaitu
  sebesar Rp25.350 miliar.
  Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
  perusahaan induk selama tahun 2026 - 2030 diproyeksikan mengalami peningkatan, di
  mana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030 dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana
  Transaksi, yaitu dari sebesar Rp18.754 miliar menjadi sebesar Rp18.761 miliar, yang berasal
  dari peningkatan laba bersih kepada entitas induk. Sedangkan, kepentingan non-
  pengendali selama tahun 2026 - 2030 diproyeksikan mengalami penurunan, di mana pada
  akhir periode proyeksi, tahun 2030 dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi,
  yaitu dari sebesar Rp2.105 miliar menjadi sebesar Rp2.098 miliar. Secara keseluruhan, total
  ekuitas Perseroan diproyeksikan tidak mengalami perubahan, dengan dilaksanakannya
  Rencana Transaksi.
  ROA Perseroan dengan Rencana Transaksi mengalami peningkatan untuk tahun 2026-2030
  jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi, di akhir masa proyeksi pada
  tahun 2030 yaitu dari sebesar 7,49% menjadi 7,50%. ROE Perseroan dengan Rencana
  Transaksi mengalami peningkatan untuk tahun 2026-2030 jika dibandingkan tanpa
  melaksanakan Rencana Transaksi, di akhir masa proyeksi pada tahun 2030 yaitu dari
  sebesar 16,60% menjadi 16,61%.
c) Analisis terhadap Laporan Keuangan Proforma Perseroan per tanggal 31 Desember 2025,
   terhadap Laporan Proforma yang telah disediakan manajemen Perseroan.
   Laba (Rugi)
   Berdasarkan analisis Laporan Keuangan Konsolidasian Proforma Perseroan, Proforma
   pendapatan Perseroan tidak mengalami perubahan sehubungan Rencana Transaksi.
   Proforma beban pokok pendapatan dan beban usaha Perseroan tidak mengalami
   perubahan sehubungan Rencana Transaksi.
   Proforma Laba Tahun Berjalan Perseroan tidak mengalami perubahan sehubungan
   Rencana Transaksi.
   Laporan Posisi Keuangan
   Aset
   Proforma Aset Lancar Perseroan tidak mengalami perubahan sehubungan Rencana
   Transaksi. Proforma Aset Tidak Lancar Perseroan tidak mengalami perubahan. Secara
   keseluruhan, Proforma Jumlah Aset Perseroan tidak mengalami perubahan sehubungan
   Rencana Transaksi.
   Liabilitas
   Proforma Liabilitas Jangka Pendek Perseroan tidak mengalami perubahan sehubungan
   Rencana Transaksi. Proforma Liabilitas Jangka Panjang Perseroan tidak mengalami
   perubahan sehubungan Rencana Transaksi. Secara keseluruhan, Proforma Jumlah Liabilitas
   Perseroan tidak mengalami perubahan sehubungan Rencana Transaksi.
   Ekuitas
   Proforma Ekuitas Perseroan tidak mengalami perubahan sehubungan Rencana Transaksi.




                                                                                          xiv
Page 16
   Rasio Keuangan
   Rasio Profitabilitas menunjukkan tidak mengalami perubahan, dimana ROA Perseroan
   sebesar 4,55%, dan ROE Perseroan sebesar 12,90%. Hal ini dikarenakan tidak ada
   perubahan pada laba bersih, aset dan ekuitas sehubungan Rencana Transaksi.
   Rasio Solvabilitas tidak mengalami perubahan sehubungan Rencana Transaksi. Debt to
   Equity Ratio (DER) Perseroan sebesar 0,92x. Hal ini dikarenakan tidak ada perubahan utang
   berbunga Perseroan sehubungan Rencana Transaksi.
   Rasio Solvabilitas tidak mengalami perubahan sehubungan Rencana Transaksi. Debt to
   Asset Ratio (DAR) Perseroan sebesar 0,33x. Hal ini dikarenakan tidak ada perubahan utang
   berbunga Perseroan sehubungan Rencana Transaksi.

d) Analisis Inkremental atas Rencana Transaksi dilakukan untuk mengukur nilai tambah dari
   Rencana Transaksi dengan membandingkan laporan keuangan tanpa dan dengan Rencana
   Transaksi.
   Laba (Rugi)
   Berdasarkan analisis inkremental terhadap proyeksi laporan laba rugi Perseroan untuk
   tahun 2026 - 2030, dengan dilakukannya Rencana Transaksi pendapatan Perseroan
   diproyeksikan tidak mengalami perubahan jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana
   Transaksi.
   Beban pokok pendapatan dan beban usaha Perseroan selama tahun 2026 - 2030 dengan
   melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan tidak mengalami perubahan jika
   dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi.
   Laba bersih Perseroan selama tahun 2026 - 2030 dengan melaksanakan Rencana Transaksi
   diproyeksikan tidak mengalami perubahan jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana
   Transaksi.
   Proyeksi laba bersih kepada entitas induk selama tahun 2026 - 2030 dengan melaksanakan
   Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan jika dibandingkan tanpa
   melaksanakan Rencana Transaksi. Laba bersih kepada entitas induk pada tahun 2030
   dengan melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan mencapai
   Rp2 miliar jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi yang berasal dari
   penurunan kepentingan non-pengendali Perseroan.
   Laporan Posisi Keuangan
   Berdasarkan analisis inkremental terhadap proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan
   untuk tahun 2026 - 2030, dengan dilakukannya Rencana Transaksi jumlah aset Perseroan
   diproyeksikan tidak mengalami perubahan jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana
   Transaksi.
   Proyeksi jumlah liabilitas Perseroan dengan melaksanakan Rencana Transaksi
   diproyeksikan tidak mengalami perubahan jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana
   Transaksi.
   Proyeksi ekuitas yang dapat diatribusikan kepada perusahaan induk selama tahun 2026 -
   2030 dengan melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan jika
   dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi. Jumlah ekuitas yang dapat
   diatribusikan kepada perusahaan induk hingga akhir periode 2030 dengan melaksanakan
   Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan mencapai Rp7 miliar jika
   dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi yang berasal laba bersih kepada



                                                                                         xv
Page 17
        entitas induk. Sedangkan, proyeksi kepentingan non-pengendali Perseroan selama tahun
        2026 - 2030 dengan melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami penurunan
        jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi. Secara keseluruhan, proyeksi
        jumlah ekuitas Perseroan dengan melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan tidak
        mengalami perubahan jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi.
4.   Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan
     Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak terdapat biaya atau
     pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan Rencana Transaksi, selain yang telah
     diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
5.   Analisis Kewajaran Harga Rencana Transaksi
     Analisis kewajaran terhadap harga Rencana Transaksi dilakukan dengan membandingkan
     Harga Rencana Transaksi Draft Perjanjian Jual Beli antara TAM dan SES, dengan Nilai Pasar
     Bisnis berdasarkan laporan penilai independen.
     a) Harga Rencana Transaksi
        Berdasarkan Draft Perjanjian Jual Beli antara TAM dan SES, harga transaksi adalah sebesar
        Rp50.500.000.000,- (lima puluh miliar lima ratus juta Rupiah).
     b) Nilai Pasar Bisnis
        Berdasarkan Laporan Penilaian Bisnis Lamina dan Loops Milik PT Sinar Eka Selaras Tbk per
        31 Desember 2025 oleh RSR dengan No. 00067/2.0095-00/BS/05/0269/1/VI/2026 tanggal
        29 Juni 2026, yang ditandatangani oleh Rudi M. Safrudin, MAPPI (Cert.), dengan izin Penilai
        Publik No. B-1.10.00269 dan SKDK OJK No. KEP-795/KS.13/2026, dengan mengaplikasikan
        Pendekatan Pendapatan dan Pasar, nilai pasar unit bisnis Lamina dan Loops milik SES,
        adalah sebesar Rp54.549.000.000,- (Lima Puluh Empat Miliar Lima Ratus Empat Puluh
        Sembilan Juta Rupiah).
     Berikut di bawah ini adalah tabel analisis kewajaran Harga Rencana Transaksi terhadap Nilai
     Pasar:
                                                                                               Kewajaran : Harga Rencana
                                                                            Harga Rencana
                                  Harga Rencana                                                  Transaksi berada dalam
     Objek Rencana Transaksi                         Nilai Pasar Saham    Transaksi terhadap
                                    Transaksi                                                   kisaran +/- 7,5% dari Nilai
                                                                              Nilai Pasar
                                                                                                          Pasar

       unit bisnis Lamina dan
                                Rp50.500.000.000,00 Rp54.549.000.000,00        -7,42%                     Wajar
          Loops milik SES


     Dengan hasil perbandingan Harga Rencana Transaksi dengan Nilai Pasar Bisnis dari Penilai
     Independen, maka Rencana Transaksi adalah wajar karena Harga Rencana Transaksi Perseroan
     berada dalam kisaran kewajaran dari Nilai Pasar sebesar ±7,5% sesuai POJK 35 Pasal 48, b.

KESIMPULAN
Dengan mempertimbangkan analisis kewajaran atas Rencana Transaksi yang dilakukan meliputi
analisis terhadap Rencana Transaksi, analisis kualitatif dan analisis kuantitatif, analisis atas
kewajaran harga transaksi serta faktor lain yang relevan, maka, menurut pendapat RSR, Rencana
Transaksi adalah wajar.




                                                                                                                       xvi
Page 18
PENUTUP
Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini harus dipandang sebagai satu kesatuan
dan penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi
dan analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini.

Jakarta, 30 Juni 2026
Hormat Kami,
KJPP Ruky, Safrudin & Rekan




Rudi M. Safrudin, MAPPI (Cert.)
Pemimpin Rekan
Penilai Bisnis
Izin Penilai Publik No. : B-1.10.00269
SK DK OJK No. : KEP-795/KS.13/2026
MAPPI No. : 00-S-01349




                                                                                        xvii
Page 19
                             PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan di bawah
ini menerangkan bahwa:

1.   Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini, kami telah bertindak secara
     independen, tanpa adanya konflik kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan
     Anak Perusahaan, Para Pemegang Saham, maupun para pemegang sahamnya masing-masing
     ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak memiliki
     kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
2.   Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dimaksudkan untuk memberikan keuntungan atau
     kerugian kepada pihak manapun. Imbalan yang kami terima tidak dipengaruhi oleh opini atas
     kewajaran Rencana Transaksi yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini, dan kami
     hanya menerima imbalan sebagaimana tercantum pada Purchase Order No. 290011801
     tanggal 15 Mei 2026. Biaya jasa tersebut telah ditetapkan dengan memperhatikan ketentuan
     yang diatur oleh Ikatan Kantor Jasa Penilai Publik (IKJPP) MAPPI.
3.   Penilai bertanggung jawab atas opini Laporan Pendapat Kewajaran;
4.   Pendapat Kewajaran dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2025, parameter dan laporan
     keuangan yang digunakan dalam analisis didasarkan pada data per tanggal 31 Desember 2025;
5.   Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan dengan pemahaman terhadap Obyek Analisis
     Pendapat Kewajaran pada Tanggal Penilaian dan analisis telah dilakukan sesuai dengan Tujuan
     Pendapat Kewajaran sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
6.   Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam Standar
     Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018, Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), POJK 42/2020, POJK
     35 dan SEOJK 17;
7.   Opini yang dihasilkan dalam penugasan ini telah disajikan sebagai Kesimpulan pada Laporan
     Pendapat Kewajaran ini;
8.   Lingkup pekerjaan telah diungkapkan pada ruang lingkup dan data-data yang dianalisis serta
     data ekonomi dan industri yang diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini pada
     Sumber Data diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini dapat dipertanggungjawabkan;
9.   Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi
     analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam pendapat kewajaran ini;
10. Pernyataan yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalam
    Laporan ini adalah benar, sesuai dengan pemahaman terbaik.
11. RSR telah melakukan wawancara dan diskusi melalui video conference dengan manajemen
    Perseroan, termasuk di antaranya, yaitu Bapak Masykur Rahmatullah selaku Vice President
    Accounting pada tanggal 15 Juni 2026, dengan agenda pembahasan proyeksi konsolidasian
    Perseroan, sehubungan dengan penugasan Pendapat Kewajaran;
12. Dalam melakukan penugasan ini, Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional
    dalam menyiapkan Laporan Pendapat Kewajaran;
13. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan ini, telah menyediakan bantuan
    profesional dalam menyiapkan Laporan Pendapat Kewajaran.




                                                                                                 xviii
Page 20
14. Dalam melakukan analisis Pendapat Kewajaran atas Rencana Perseroan, RSR menggunakan
    bantuan dari tenaga ahli sebagaimana telah dijelaskan dalam Laporan Ini.


Jakarta, 30 Juni 2026
Signing Partner
Rudi M. Safrudin, MAPPI (Cert.)
Penilai Bisnis
Izin Penilai Publik No. : B-1.10.00269
SK DK OJK No. : KEP-795/KS.13/2026
MAPPI No. : 00-S-01349                                   ......................................................


Reviewer

Yunus N. Purwono, MAPPI (Cert.)
Penilai Bisnis
Izin Penilai Publik No. : B-1.10.00273
SK DK OJK No. : KEP-794/KS.13/2026
MAPPI No. : 06-S-01990                                   ....................................................


Penilai


Ari Kurnia
MAPPI No. : 11-T-03180
Register No. RMK-2017.00649                              ......................................................




Agustya Lisdayanti
MAPPI No. : 18-P-08359
Register No. : RMK-2021.04059                            .....................................................




                                                                                                           xix
Page 21
                                                              DAFTAR ISI
1             PENDAHULUAN ...............................................................................................................1
    1.1           Nomor dan Tanggal Laporan Pendapat Kewajaran .................................................................. 1
    1.2           Status Penilai .......................................................................................................................... 1
    1.3           Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ..................................................................... 2
    1.4           Tujuan Pendapat Kewajaran ................................................................................................... 2
    1.5           Obyek Analisis Pendapat Kewajaran........................................................................................ 2
    1.6           Sifat Transaksi ........................................................................................................................ 2
    1.7           Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ....................................................................................... 3
    1.8           Pedoman dan Standar Penilaian ............................................................................................. 3
    1.9           Tanggal Penilaian.................................................................................................................... 3
    1.10          Penggunaan Mata Uang.......................................................................................................... 3
    1.11          Kejadian Setelah Tanggal Penilaian ......................................................................................... 3
    1.12          Independensi Penilai .............................................................................................................. 3
    1.13          Sumber Data dan Informasi .................................................................................................... 4
    1.14          Asumsi Pokok dan Kondisi Pembatas ...................................................................................... 5
    1.15          Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi ........................................................................ 6
2             METODOLOGI DAN ANALISIS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI ..................................7
    2.1           Metodologi Pengkajian Kewajaran Rencana Transaksi ............................................................. 7
    2.2           Analisis Rencana Transaksi ...................................................................................................... 7
          2.2.1     Analisis Hubungan Antara Pihak-Pihak yang Bertransaksi ................................................... 7
          2.2.2     Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi ......................................................... 10
    2.3           Analisis Kualitatif .................................................................................................................. 11
          2.3.1     Riwayat Singkat dan Kegiatan Usaha Perseroan ............................................................... 11
          2.3.2     Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Rencana Transaksi .................................................... 11
          2.3.3     Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi .................................................................. 12
          2.3.4     Analisis Industri ............................................................................................................... 13
          2.3.5     Analisis Operasional dan Prospek Usaha Perseroan .......................................................... 20
          2.3.6     Keuntungan dan Kerugian Rencana Transaksi................................................................... 28
    2.4           Analisis Kuantitatif ................................................................................................................ 28
          2.4.1     Analisis Kinerja Historis .................................................................................................... 29
          2.4.2     Analisis Terhadap Proyeksi Laporan Keuangan Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana
                    Transaksi ......................................................................................................................... 42
          2.4.3     Analisis Terhadap Laporan Keuangan Proforma Konsolidasian Perseroan ......................... 51
          2.4.4     Analisis Inkremental ........................................................................................................ 54
    2.5           Analisis Faktor Lain Yang Relevan .......................................................................................... 57
    2.6           Analisis Kewajaran Rencana Transaksi................................................................................... 57
3             KESIMPULAN .................................................................................................................59




                                                                                                                                                         xx
Page 22
                                                             DAFTAR GAMBAR
Gambar 2-1: Pertumbuhan Pengiriman Smartphone Global ......................................................... 14
Gambar 2-2: Pertumbuhan Pendapatan Smartphone di Indonesia ............................................... 14
Gambar 2-3: Pertumbuhan Volume Smartphone di Indonesia ...................................................... 15
Gambar 2-4: Perkembangan Pengguna Smartphone di Indonesia ................................................. 15
Gambar 2-4: Pangsa Pasar Pengiriman Smartphone Global .......................................................... 17
Gambar 2-5: Pangsa pasar Produsen Smartphone di Indonesia .................................................... 17
Gambar 2-6: Proyeksi Pertumbuhan Pendapatan Pasar Smartphone di Indonesia ........................ 18
Gambar 2-7: Proyeksi Pertumbuhan Volume Smartphone di Indonesia ........................................ 19
Gambar 2-8: Wilayah Operasional ................................................................................................ 25
Gambar 2-9: Perkembangan Pendapatan Bersih Perseroan berdasarkan Segmen Primer 2021-2025
           ................................................................................................................................. 26
Gambar 2-10: Perkembangan Pendapatan, Laba Bruto, Laba Usaha, Laba Tahun Berjalan dan Laba
          Komprehensif Konsolidasian Perseroan ..................................................................... 42
Gambar 2-11: Perkembangan Jumlah Aset, Jumlah Liabilitas dan Jumlah Ekuitas Konsolidasian
          Perseroan.................................................................................................................. 42
Gambar 2-12: Perkembangan Arus Kas Aktivitas Operasi, Investasi dan Pendanaan Konsolidasian
          Perseroan.................................................................................................................. 42




                                                                                                                                           xxi
Page 23
                                                      DAFTAR TABEL
Tabel 2-1 : Struktur Kepemilikan Saham Perseroan ........................................................................8
Tabel 2-3 : Struktur Kepemilikan Saham SES ...................................................................................9
Tabel 2-3 : Struktur Kepemilikan Saham TAM ............................................................................... 10
Tabel 2-4 : Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Konsolidasian Perseroan ............... 29
Tabel 2-5 : Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Konsolidasian Perseroan (Lanjutan)
              ................................................................................................................................. 30
Tabel 2-6 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan ...................................................... 34
Tabel 2-7 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Lanjutan) ..................................... 34
Tabel 2-8 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Lanjutan) ..................................... 35
Tabel 2-9 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Lanjutan) ..................................... 36
Tabel 2-10 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan ............................................................... 37
Tabel 2-11 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan (Lanjutan) ............................................... 38
Tabel 2-12 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan (Lanjutan) ............................................... 39
Tabel 2-13 : Rasio Keuangan Konsolidasian Perseroan.................................................................. 41
Tabel 2-14 : Laporan Laba Rugi Konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi .. 43
Tabel 2-15 : Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi ...... 45
Tabel 2-16 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi .... 47
Tabel 2-17 : Proyeksi Konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi .................. 49
Tabel 2-18 : Proyeksi Laporan Rugi Laba Proforma ....................................................................... 51
Tabel 2-19 : Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian....................................................... 52
Tabel 2-20 : Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian (Lanjutan) ...................................... 53
Tabel 2-21 : Inkremental Proyeksi Laporan Laba Rugi Konsolidasian Perseroan ............................ 55
Tabel 2-22 : Inkremental Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan .................. 56




                                                                                                                                             xxii
Page 24
1     PENDAHULUAN

PT Erajaya Swasembada Tbk ("Perseroan"/"ERAA") bergerak dalam bidang perdagangan besar,
aktivitas dan jasa, serta industri. Melalui entitas anak, kegiatan utamanya mencakup distribusi dan
perdagangan peralatan telekomunikasi dan elektronik, properti, sistem teknologi informasi,
layanan pelanggan, perdagangan alat kesehatan, farmasi, dan kosmetik, serta makanan dan
minuman dan restoran.
Dalam rangka penataan portofolio bisnis Perseroan melalui anak perusahaannya, PT Teletama
Artha Mandiri (“TAM”), berencana mengambilalih unit bisnis Lamina dan Loops dari PT Sinar Eka
Selaras Tbk (“SES” / “ERAL”), untuk selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”.
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tanggal
1 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”) karena
merupakan transaksi antara SES dan TAM, di mana ERAA selaku pemegang saham pengendali
langsung SES dan pemegang saham pengendali tidak langsung TAM, dan terdapat kesamaan
manajemen di antara ERAA, TAM dan SES.
Penjelasan spesifik Rencana Transaksi dan struktur Perseroan, SES dan TAM dapat dilihat pada
bagian Latar Belakang dalam Laporan ini.
Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi bukan
merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Nomor 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha (“POJK 17/2020”).
Sehubungan dengan Rencana Transaksi, Perseroan telah menunjuk KJPP Ruky, Safrudin & Rekan
(“RSR”) sebagai Penilai Independen untuk memberikan pendapat kewajaran.

1.1    Nomor dan Tanggal Laporan Pendapat Kewajaran

RSR telah menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Pengambilalihan Bisnis
Lamina dan Loops dari PT Sinar Eka Selaras Tbk, dengan Laporan No. 00071/2.0095-
00/BS/05/0269/1/VI/2026 tanggal 30 Juni 2026.

1.2    Status Penilai

RSR memiliki izin usaha dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.11.0095 berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1131/KM.1/2011 tanggal 14 Oktober
2011.
Penilai Publik yang menandatangani laporan pendapat kewajaran adalah penilai yang memiliki
kompetensi dalam melakukan analisis kewajaran serta telah memperoleh izin sebagai penilai publik
dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan terdaftar sebagai Penilai di Otoritas Jasa
Keuangan (“OJK”).
Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 33/KM.1/2010 tertanggal 19 Januari
2010 mengenai Izin Penilai Rudi M. Safrudin, MAPPI (Cert) yang ditetapkan sebagai penilai di
Bidang Jasa Penilaian dengan kualifikasi Penilai Bisnis (B) No. B-1.10.00269 dan terdaftar sebagai
profesi penunjang penilai publik dengan surat Keputusan Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan
No. KEP-795/KS.13/2026 tanggal 10 Juni 2026.




                                                                                                 1
Page 25
1.3     Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

Dalam laporan ini, Perseroan bertindak sebagai “Pemberi Tugas” dan “Pengguna Laporan”:
Nama                         : PT Erajaya Swasembada Tbk
Alamat Kantor Pusat          : Erajaya Plaza
                               Jl. Bandengan Selatan No. 19-20
                               Pekojan, Tambora, Jakarta Barat 11240
Telepon                      : (021) 690 5050
Email                        : dl-corsec@erajaya.com
Website                      : www.erajaya.com
Kegiatan Usaha               : Perdagangan besar, aktivitas dan jasa; dan industri. Ruang lingkup
                               aktivitas utama entitas anak meliputi bidang distribusi dan perdagangan
                               peralatan telekomunikasi seperti telepon seluler, SIM Card, voucer
                               untuk telepon seluler, aksesoris, komputer dan perangkat elektronik
                               lainnya, bisnis properti, penyedia sistem teknologi informasi, layanan
                               dan hubungan pelanggan, perdagangan alat kesehatan, perdagangan
                               produk farmasi, perdagangan kosmetik, perdagangan besar makanan
                               dan minuman dan restoran


1.4     Tujuan Pendapat Kewajaran

Tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah untuk memberikan opini atas kewajaran rencana
Perseroan melalui TAM untuk mengambilalih unit bisnis Lamina dan Loops dari SES, sebagaimana
didefinisikan dalam laporan ini dalam rangka memenuhi ketentuan POJK 42/2020, tidak untuk
perpajakan, perbankan serta tidak untuk bentuk rencana transaksi lainnya.

1.5     Obyek Analisis Pendapat Kewajaran

Obyek analisis kewajaran adalah rencana Perseroan melalui TAM untuk mengambilalih unit bisnis
Lamina dan Loops dari SES.

1.6     Sifat Transaksi

Sesuai dengan penjelasan manajemen Perseroan, Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi
sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020, karena Perseroan selaku pemegang 80,00% saham
SES, juga merupakan pemegang 99,99% saham TAM melalui PT Erafone Artha Retailindo. Perseroan
memiliki 99,82% saham PT Erafone Artha Retailindo, sehingga TAM dan SES berada di bawah
kendali Perseroan.
Selain itu, terdapat kesamaan manajemen di antara Perseroan, TAM dan SES.

      Nama Pengurus           Perseroan               SES                TAM



Budiarto Halim        Direktur Utama       Komisaris Utama     Komisaris Utama



Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi bukan
merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK
42/2020.
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi tidak termasuk transaksi
material sebagaimana dimaksud dalam POJK 17/2020.



                                                                                                    2
Page 26
Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK 42/2020, Perseroan telah menunjuk RSR sebagai Penilai
Independen untuk memberikan Pendapat Kewajaran (“Fairness Opinion”) atas Rencana Transaksi
sebagaimana diinformasikan di atas bagi para pemegang saham Perseroan.

1.7   Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran

Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran akan didasarkan pada analisis atas kewajaran dari Rencana
Transaksi untuk memenuhi ketentuan POJK 42/2020.
Ruang lingkup Pendapat Kewajaran antara lain meliputi: identifikasi permasalahan (termasuk
batasan, maksud, tujuan dan objek), pengumpulan data dan wawancara, analisis transaksi, analisis
kewajaran harga, serta penyusunan laporan.

1.8   Pedoman dan Standar Penilaian

Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII
Tahun 2018 dengan Edisi Revisi pada SPI 300, SPI 310, SPI 320, dan SPI 330 yang ditetapkan pada
1 Maret 2020 dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) sebagaimana ditetapkan oleh Masyarakat
Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
Laporan ini juga telah disusun dengan mengacu pada ketentuan POJK 42/2020, Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal (“POJK 35/2020”) serta Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor
17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal (“SEOJK 17”).

1.9   Tanggal Penilaian

Analisis Pendapat Kewajaran dilakukan per tanggal 31 Desember 2025, parameter dan laporan
keuangan yang digunakan dalam analisis didasarkan pada data per tanggal 31 Desember 2025.

1.10 Penggunaan Mata Uang

Dalam analisis pendapat kewajaran, mata uang yang digunakan adalah mata uang Rupiah.

1.11 Kejadian Setelah Tanggal Penilaian

Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan pendapat kewajaran ini, tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi opini
kewajaran.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan pendapat kewajaran ini.

1.12 Independensi Penilai

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini, kami telah bertindak secara independen,
tanpa adanya konflik kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, TAM, SES, maupun para
pemegang sahamnya masing-masing ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan perusahaan
tersebut. Kami juga tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan
ini.
Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dimaksudkan untuk memberikan keuntungan atau kerugian
kepada pihak manapun. Imbalan yang kami terima tidak dipengaruhi oleh opini atas kewajaran
Rencana Transaksi yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini, dan kami hanya menerima
imbalan sebagaimana tercantum pada Purchase Order No. 290011801 tanggal 15 Mei 2026. Biaya


                                                                                              3
Page 27
jasa tersebut telah ditetapkan dengan memperhatikan ketentuan yang diatur oleh Ikatan Kantor
Jasa Penilai Publik (IKJPP) MAPPI.

1.13 Sumber Data dan Informasi

Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi,
kami telah menelaah, mengacu dan mempertimbangkan atas data dan dokumen yang disediakan
oleh manajemen Perseroan atas hal-hal sebagai berikut:
   1. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
      yang berakhir pada 31 Desember 2025, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP)
      Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang
      material dan telah ditandatangani pada 28 Maret 2026 oleh Sutomo, SE, AK, MM, CPA, CA,
      SAS, dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 0007;
   2. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
      yang berakhir pada 31 Desember 2024, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP)
      Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang
      material dan telah ditandatangani pada 25 Maret 2025 oleh Sutomo, SE, AK, MM, CPA, CA,
      SAS, dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 0007;
   3. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
      yang berakhir pada 31 Desember 2023, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP)
      Purwantono, Sungkoro & Surja dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan
      telah ditandatangani pada 30 Maret 2024 oleh Daniel Amdhani Judistira, CPA, dengan Izin
      Akuntan Publik No. AP.1810;
   4. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
      yang berakhir pada 31 Desember 2022, yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro
      & Surja dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah ditandatangani pada
      31 Maret 2023 oleh Sherly Jokom, dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 0704;
   5. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
      yang berakhir pada 31 Desember 2021, yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro
      & Surja dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah ditandatangani pada
      14 April 2022 oleh Sherly Jokom, dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 0704;
   6. Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan tanpa dan dengan Rencana Transaksi untuk
      tahun 2026 – 2030 yang disiapkan oleh manajemen Perseroan. RSR telah melakukan review
      atas proyeksi keuangan tersebut untuk memperoleh keyakinan atas kewajaran proyeksi
      keuangan
   7. Laporan Keuangan Proforma Perseroan per 31 Desember 2025, yang telah disediakan
      manajemen Perseroan;
   8. Laporan Penilaian Bisnis Lamina dan Loops Milik PT Sinar Eka Selaras Tbk per 31 Desember
      2025 oleh RSR dengan No. 00067/2.0095-00/BS/05/0269/1/VI/2026 tanggal 29 Juni 2026,
      yang ditandatangani oleh Rudi M. Safrudin, MAPPI (Cert.), dengan izin Penilai Publik No. B-
      1.10.00269 dan SKDK OJK No. KEP-795/KS.13/2026;
   9. Draft Perjanjian Jual Beli dan Pengalihan Unit Bisnis, yang telah disediakan oleh manajemen
       Perseroan;
   10. Draft Keterbukaan Informasi yang telah disiapkan oleh manajemen Perseroan;
Atas data yang telah disampaikan tersebut, kami telah menerima Representation Letter dari
manajemen Perseroan No. 002/ERA-ACCT/VI/2026 tertanggal 30 Juni 2026, sehubungan dengan
penugasan Pendapat Kewajaran.



                                                                                               4
Page 28
Kami telah melakukan diskusi dengan manajemen ERAA yang diwakili oleh Bapak Masykur
Rahmatullah selaku Vice President Accounting pada tanggal 15 Juni 2026 dengan agenda
pembahasan proyeksi konsolidasian Perseroan, sehubungan dengan penugasan Pendapat
Kewajaran.
Kami juga menggunakan berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun
elektronik, seperti Bank Indonesia, dan Bursa Efek Indonesia serta hasil analisis lain yang kami
anggap relevan dengan penugasan pendapat kewajaran.

1.14 Asumsi Pokok dan Kondisi Pembatas

Asumsi
Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion, kami telah melakukan penelaahan
atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan pendapat kewajaran, data dan
informasi yang diperoleh berasal baik dari manajemen Perseroan maupun dari sumber lain yang
dapat dipercaya keakuratannya.
Dalam menyusun pendapat kewajaran, kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disiapkan
oleh manajemen Perseroan, yang telah kami review untuk mencerminkan kewajaran proyeksi,
namun kami tidak bertanggung jawab atas kemampuan pencapaian proyeksi keuangan tersebut
oleh Perseroan.
Kami bertanggung jawab atas opini yang dihasilkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
Laporan Pendapat Kewajaran bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek Pendapat Kewajaran dari Perseroan.

Kondisi Pembatas
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas atas informasi dan data. Dalam
menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada sumber data dan
informasi sebagaimana diberikan manajemen Perseroan, yang mana berdasarkan hakekat
kewajaran adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan.
Kami tidak melakukan audit ataupun uji tuntas secara mendetail atas penjelasan maupun data-data
yang diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan. Dengan demikian kami tidak
dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari
informasi atau penjelasan tersebut.
Sebagai dasar bagi kami untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas
Rencana Transaksi, kami menggunakan data-data sebagaimana tercantum pada bagian Sumber
Data dan Informasi sebagai bahan penelahaan, perhitungan dan analisis.
Segala perubahan terhadap data tersebut di atas dapat mempengaruhi opini kami secara material.
Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
Pendapat Kewajaran ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang pemegang
saham Perseroan dan tidak mempertimbangkan sudut pandang stakeholders lain serta aspek-aspek
lainnya.
Pendapat Kewajaran ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah yang berlaku pada tanggal laporan
pendapat kewajaran ini diterbitkan.



                                                                                               5
Page 29
Laporan Pendapat Kewajaran ini hanya dilakukan terhadap Tujuan Pendapat Kewajaran
sebagaimana telah diuraikan di atas.
Kami menganggap bahwa sejak Tanggal Penilaian hingga laporan pendapat kewajaran diterbitkan,
tidak terdapat kejadian luar biasa yang secara material, baik secara makro ekonomi maupun
industri, pada saat kini maupun yang akan datang, yang dapat mempengaruhi bisnis Perseroan dan
rencana bisnis dan anggaran Perseroan.
Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi-
transaksi di luar Tujuan Pendapat Kewajaran yang mungkin tersedia bagi Perseroan, serta pengaruh
dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Tujuan Pendapat Kewajaran, dan juga bukan merupakan
analisis penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari Tujuan Pendapat Kewajaran.
Kami ingin menekankan bahwa hasil analisis dan penelaahan kami secara khusus hanya terbatas
pada aspek finansial atas Rencana Transaksi, kami tidak melakukan kajian atas keabsahan Rencana
Transaksi dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan dari Rencana Transaksi tersebut, karena
hal tersebut berada di luar lingkup penugasan kami.
Penggunaan atas sebagian atau keseluruhan dari laporan harus memperoleh persetujuan dari
manajemen Perseroan mengingat kemungkinan adanya informasi yang bersifat rahasia yang dapat
mempengaruhi kompetisi dan operasional Perseroan.
Mengingat adanya kemungkinan perbedaan waktu dari tanggal laporan ini dengan pelaksanaan
Rencana Transaksi, maka kesimpulan dalam laporan pendapat kewajaran ini hanya berlaku
sepanjang tidak terdapat perubahan signifikan yang akan berdampak material terhadap kewajaran
Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk perubahan baik secara internal pada masing-
masing perusahaan maupun perubahan eksternal, termasuk kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah Indonesia setelah tanggal laporan
ini diterbitkan. Apabila setelah tanggal laporan ini diterbitkan terjadi perubahan-perubahan
tersebut, maka pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi ini dapat berbeda.
Kami juga berpedoman pada surat pernyataan (representation letter) dari manajemen Perseroan
atas penugasan kami untuk mempersiapkan laporan pendapat kewajaran, yang menyatakan bahwa
seluruh informasi penting dan relevan terkait pendapat kewajaran telah disampaikan dan
sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan tidak terdapat faktor material yang belum
diungkapkan dan dapat menyesatkan.
Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melakukan penugasan, tidak ada batas atau pembatasan dalam melakukan penelaahan,
perhitungan dan analisis.
RSR telah melakukan wawancara dan diskusi tanggal 15 Juni 2026 dengan perwakilan dari
manajemen Perseroan yaitu Bapak Masykur Rahmatullah selaku Vice President Accounting,
sehubungan dengan penugasan Pendapat Kewajaran.

1.15 Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi

Laporan Pendapat Kewajaran bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.




                                                                                              6
Page 30
2     METODOLOGI DAN ANALISIS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI

2.1     Metodologi Pengkajian Kewajaran Rencana Transaksi

Dalam menilai kewajaran Rencana Transaksi, kami menggunakan metodologi analisis sebagai
berikut:
1. Analisis Rencana Transaksi berupa identifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana
   Transaksi, analisis termin dan persyaratan dari perjanjian atas Rencana Transaksi, analisis
   manfaat dan risiko Rencana Transaksi;
2. Analisis Kualitatif berupa analisis terhadap alasan dan latar belakang Rencana Transaksi,
   riwayat singkat Perseroan dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis operasional dan
   prospek usaha Perseroan, keuntungan dan kerugian Rencana Transaksi;
3. Analisis Kuantitatif berupa analisis kinerja historis, analisis proyeksi dan proforma laporan
   keuangan serta analisis inkremental laporan keuangan;
4. Analisis atas faktor lain yang relevan.
5. Analisis kewajaran harga Rencana Transaksi;

2.2     Analisis Rencana Transaksi
Berdasarkan metodologi pengkajian kewajaran atas Rencana Transaksi yang disebutkan di atas,
analisis kewajaran Rencana Transaksi meliputi identifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana
Transaksi, analisis termin dan persyaratan dari perjanjian atas Rencana Transaksi, analisis manfaat
dan risiko Rencana Transaksi.

2.2.1    Analisis Hubungan Antara Pihak-Pihak yang Bertransaksi

Pihak-pihak yang terkait Rencana Transaksi adalah Perseroan melalui TAM sebagai pihak
pengambilalih bisnis Lamina Loops dan SES adalah pihak yang mengalihkan bisnis Lamina Loops.
1. Perseroan
      a) Riwayat Singkat
         Perseroan didirikan di Indonesia berdasarkan Akta Notaris Myra Yuwono, S.H., No. 7
         tanggal 8 Oktober 1996. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
         Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-1270.HT.01.01.Tahun 1997 tanggal 24 Februari
         1997 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 41 Tambahan No. 2016
         tanggal 23 Mei 1997.
         Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
         Notaris R.M. Dendy Soebangil, S.H., M.Kn., No. 3 tertanggal 4 Juli 2022, terkait penyesuaian
         Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) dan penyesuaian kegiatan usaha utama
         dan penunjang. Perubahan Anggaran Dasar ini telah disetujui oleh Kementerian Hukum dan
         Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-0045885.AH.01.02
         Tahun 2022 tertanggal 4 Juli 2022.
      b) Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha
         Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha
         Perusahaan terdiri atas, antara lain, perdagangan besar, aktivitas dan jasa; dan industri.
         Ruang lingkup aktivitas utama entitas anak meliputi bidang distribusi dan perdagangan
         peralatan telekomunikasi seperti telepon selular, Subscriber Identity Module Card (“SIM
         Card”), voucher untuk telepon selular, aksesoris, komputer dan perangkat elektronik


                                                                                                   7
Page 31
   lainnya, bisnis properti, penyedia sistem teknologi informasi, layanan dan hubungan
   pelanggan, perdagangan alat kesehatan, perdagangan produk farmasi, perdagangan
   kosmetik, perdagangan besar makanan dan minuman dan restoran.
   Perseroan berdomisili di Jalan Gedong Panjang No. 29-31, Pekojan, Tambora, Jakarta, dan
   beroperasi secara komersial pada tahun 2000, Indonesia.
c) Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham
   Struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan per tanggal 31 Desember
   2025 adalah sebagai berikut:
                          Tabel 2-1 : Struktur Kepemilikan Saham Perseroan
                                                           Jumlah Saham /       Jumlah Nominal /      Kepemilikan /
                       Keterangan
                                                          Number of Shares      Total Amount (Rp)     Ownership (%)
   Modal Dasar                                                39.000.000.000     3.900.000.000.000

   Modal Saham Ditempatkan dan Disetor Penuh
    PT Eralink International                                   8.800.291.400       880.029.140.000        55,1804%
    Tn. Richard Halim Kusuma                                       6.250.000           625.000.000         0,0392%
    Tn. Andreas harun Djumadi                                      6.250.000           625.000.000         0,0392%
    Tn. Budiarto Halim                                             8.493.306           849.330.600         0,0533%
    Tn. Hasan Aula                                                 7.741.987           774.198.700         0,0485%
    Tn. Joy Wahjudi                                                1.904.507           190.450.700         0,0119%
    Tn. Sim Chee Ping                                              7.433.425           743.342.500         0,0466%
    Ny. Sintawati Halim                                           10.655.315         1.065.531.500         0,0668%
    Tn. Jong Woon Kim                                              1.156.454           115.645.400         0,0073%
    Tn. Patric Adhiatmadja                                            94.000             9.400.000         0,0006%
    Masyarakat / Public                                        6.732.636.594       673.263.659.400        42,2156%
    Saham Treasuri                                                365.317.422        36.531.742.200        2,2906%
   Jumlah Modal Saham Ditempatkan dan Disetor Penuh           15.948.224.410     1.594.822.441.000       100,0000%
   Jumlah Saham dalam Portepel                                23.051.775.590     2.305.177.559.000


    Sumber: Laporan Keuangan Audit per tanggal 31 Desember 2025
d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
   Berdasarkan laporan keuangan Perseroan per tanggal 31 Desember 2025, susunan dewan
   komisaris dan direksi Perseroan adalah sebagai berikut:
   Dewan Komisaris

       Komisaris Utama                                :   Alexander Halim Kusuma
       Komisaris                                      :   Richard Halim Kusuma
       Komisaris                                      :   Richard M. Harjani
       Komisaris                                      :   Andreas Harun Djumadi
       Komisaris Independen                           :   I Gusti Putu Suryawirawan
   Direksi

        Direktur Utama                                :   Budiarto Halim
        Wakil Direktur Utama                          :   Hasan Aula
        Wakil Direktur Utama                          :   Joy Wahjudi
        Direktur                                      :   Sim Chee Ping
        Direktur                                      :   Sintawati Halim
        Direktur                                      :   Djohan Sutanto
        Direktur                                      :   Jong Woon Kim
        Direktur                                      :   Patrick Adhiatmadja



                                                                                                                  8
Page 32
2.   SES
     a) Riwayat Singkat
        SES merupakan Perusahaan Terkendali oleh Perseroan dengan kepemilikan langsung
        sebesar 80%, merupakan suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Akta No.12
        tanggal 13 Maret 2009 (“Akta Pendirian”), dibuat dihadapan Myra Yuwono, S.H, Notaris di
        Jakarta. Akta tersebut telah memperoleh pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi
        Manusia melalui Keputusan No. AHU-13889.AH.01.01 Tahun 2009 tanggal 17 April 2009.
     b) Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha
        SES merupakan perusahaan yang bergerak dalam perdagangan besar komputer dan
        perlengkapan komputer, perdagangan besar peralatan olahraga, perdagangan besar
        peralatan telekomunikasi dan perdagangan besar pakaian serta perdagangan eceran
        melalui Perusahaan Anak.
     c) Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham
        Struktur permodalan dan susunan pemegang saham SES per tanggal 31 Desember 2025
        berdasarkan informasi manajemen Perseroan adalah sebagai berikut:
                              Tabel 2-2 : Struktur Kepemilikan Saham SES




     d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
        Susunan Pengurus SES per tanggal 31 Desember 2025 berdasarkan informasi manajemen
        Perseroan adalah sebagai berikut:
        Dewan Komisaris

            Komisaris Utama                      :   Budiarto Halim
            Komisaris                            :   Richard M. Harjani
            Komisaris                            :   Charles Gunawan
        Direksi

            Direktur Utama                       :   Djohan Sutanto
            Direktur                             :   Andre Tanudjaja
            Direktur                             :   Suryawati
3.   TAM
     a) Riwayat Singkat
        TAM merupakan Perusahaan Terkendali oleh PT Erajaya Swasembada Tbk (“Erajaya
        Group”) dengan kepemilikan tidak langsung melalui PT Erafone Artha Retailindo (“EAR”)
        sebesar 99,99%, merupakan suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Akta No.



                                                                                             9
Page 33
        15 tanggal 8 September 2004 (“Akta Pendirian”), dibuat dihadapan Myra Yuwono, S.H,
        Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah memperoleh pengesahan Menteri Hukum dan Hak
        Asasi Manusia melalui keputusan No. C-26804.HT.01.01.Tahun 2004 tanggal 26 Oktober
        2004.
    b) Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha
        TAM menjalankan kegiatan usaha sebagai distributor besar untuk perangkat seluler,
        smartphone, computer tablet, hingga gawai dari berbagai prinsipal merek global
        terkemuka ke jaringan wholesaler maupun retailer di Indonesia.
    c) Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham
        Susunan pemegang saham TAM per tanggal 31 Desember 2025 berdasarkan informasi
        manajemen Perseroan adalah sebagai berikut:
                              Tabel 2-3 : Struktur Kepemilikan Saham TAM




    d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
        Susunan Pengurus TAM per tanggal 31 Desember 2025 berdasarkan informasi manajemen
        Perseroan adalah sebagai berikut:
        Dewan Komisaris

            Komisaris Utama                     :   Budiarto Halim
            Komisaris                           :   Hasan Aula
        Direksi

            Direktur Utama                      :   Joy Wahjudi
            Wakil Direktur Utama                :   Kim Jong Woon
            Direktur                            :   Syaiful Hayat, Ak.
            Direktur                            :   Herman
            Direktur                            :   Budhiarto Gunawan

2.2.2   Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi

Berdasarkan penjelasan manajemen Perseroan dan analisis terhadap manfaat Rencana Transaksi,
antara lain:
    • diharapkan dapat mengurangi potensi tumpang tindih fungsi dan inkonsistensi positioning
      merek antar-anak usaha.




                                                                                          10
Page 34
      • dengan pengelolaan bisnis berada pada entitas yang berbasis distribusi, terbuka potensi
        sinergi operasional di tingkat Grup Perseroan, terutama pada fungsi distribusi dan logistik
        yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi secara agregat bagi Grup Perseroan
Risiko yang mungkin dihadapi oleh Perseroan berdasarkan penjelasan manajemen Perseroan
adalah tidak tercapainya sinergi operasional dan optimalisasi aset dalam grup.

2.3     Analisis Kualitatif
Analisis Kualitatif dilakukan dengan melakukan analisis terhadap alasan dan latar belakang Rencana
Transaksi, riwayat singkat Perseroan dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis operasional dan
prospek usaha Perseroan, keuntungan dan kerugian Rencana Transaksi.

2.3.1    Riwayat Singkat dan Kegiatan Usaha Perseroan

Perseroan didirikan di Indonesia berdasarkan Akta Notaris Myra Yuwono, S.H., No. 7 tanggal 8
Oktober 1996. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam
Surat Keputusan No. C2-1270.HT.01.01.Tahun 1997 tanggal 24 Februari 1997 serta diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 41 Tambahan No. 2016 tanggal 23 Mei 1997.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris
R.M. Dendy Soebangil, S.H., M.Kn., No. 3 tertanggal 4 Juli 2022, terkait penyesuaian Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) dan penyesuaian kegiatan usaha utama dan penunjang.
Perubahan Anggaran Dasar ini telah disetujui oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-0045885.AH.01.02 Tahun 2022 tertanggal 4 Juli
2022.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha Perusahaan terdiri
atas, antara lain, perdagangan besar, aktivitas dan jasa; dan industri. Ruang lingkup aktivitas utama
entitas anak meliputi bidang distribusi dan perdagangan peralatan telekomunikasi seperti telepon
selular, Subscriber Identity Module Card (“SIM Card”), voucher untuk telepon selular, aksesoris,
komputer dan perangkat elektronik lainnya, bisnis properti, penyedia sistem teknologi informasi,
layanan dan hubungan pelanggan, perdagangan alat kesehatan, perdagangan produk farmasi,
perdagangan kosmetik, perdagangan besar makanan dan minuman dan restoran.
Perseroan berdomisili di Jalan Gedong Panjang No. 29-31, Pekojan, Tambora, Jakarta, dan
beroperasi secara komersial pada tahun 2000, Indonesia .

2.3.2    Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Rencana Transaksi

Analisis perjanjian dan persyaratan atas Rencana Transaksi dilakukan terhadap Draft Perjanjian Jual
Beli antara TAM dan SES, yang telah disediakan manajemen Perseroan.
Pihak Pembeli                 : TAM
Pihak Penjual                 : SES
Objek                         : unit bisnis Lamina dan Loops
Harga                         : Rp50.500.000.000,- (lima puluh miliar lima ratus juta Rupiah)
Hukum Yang Mengatur : Hukum Negara Republik Indonesia




                                                                                                  11
Page 35
2.3.3   Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi

PT Erajaya Swasembada Tbk ("Perseroan"/"ERAA") bergerak dalam bidang perdagangan besar,
aktivitas dan jasa, serta industri. Melalui entitas anak, kegiatan utamanya mencakup distribusi dan
perdagangan peralatan telekomunikasi dan elektronik, properti, sistem teknologi informasi,
layanan pelanggan, perdagangan alat kesehatan, farmasi, dan kosmetik, serta makanan dan
minuman dan restoran..
Dalam rangka penataan portofolio bisnis Perseroan melalui anak perusahaannya, PT Teletama
Artha Mandiri (“TAM”), berencana mengambilalih unit bisnis Lamina dan Loops dari PT Sinar Eka
Selaras Tbk (“SES”), untuk selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”.
Lamina dan Loops adalah dua merek (private label) yang dimiliki oleh SES. Produknya antara lain
berupa protective skin, charger, power bank, earphone, headphone, kabel pengisi daya dan lainnya.
Rencana Transaksi tersebut termasuk transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020,
karena Perseroan selaku pemegang 80,00% saham SES, juga merupakan pemegang 99,99% saham
TAM melalui PT Erafone Artha Retailindo. Perseroan memiliki 99,82% saham PT Erafone Artha
Retailindo, sehingga TAM dan SES berada di bawah kendali Perseroan. Selain itu, terdapat
kesamaan manajemen di antara Perseroan, TAM dan SES.
Berikut adalah struktur Rencana Transaksi:




                                                                                                12
Page 36
Perseroan, melalui TAM akan menandatangani perjanjian jual beli dan pengalihan unit bisnis
(“Perjanjian Jual Beli”) dengan SES yang memuat ketentuan-ketentuan pokok sehubungan dengan
Rencana Transaksi.
Berdasarkan draft Perjanjian Jual Beli, harga transaksi adalah sebesar Rp50.500.000.000,- (lima
puluh miliar lima ratus juta Rupiah) (“Harga Transaksi”).
Menurut manajemen Perseroan, Rencana Transaksi merupakan langkah penataan portofolio bisnis
SES sekaligus upaya mengoptimalkan potensi merek Lamina dan Loops di bawah pengelolaan TAM.
Melalui pengalihan ini, kedua merek diharapkan dapat memanfaatkan jaringan distribusi, logistik,
dan infrastruktur TAM untuk memperluas penetrasi pasar dan memperkuat daya saing produk. SES
di sisi lain dapat memfokuskan sumber dayanya pada lini bisnis utamanya. Manajemen
berpendapat bahwa penataan ini berpotensi menghasilkan sinergi operasional di tingkat kelompok
usaha dalam jangka panjang.

2.3.4   Analisis Industri

Gambaran Umum Industri
Perkembangan pesat dalam bidang telekomunikasi dan teknologi informasi telah mendorong
adopsi smartphone yang semakin meluas di Indonesia. Seiring dengan peningkatan teknologi,
kebutuhan akan perangkat telekomunikasi yang lebih modern dan canggih, seperti smartphone,
tablet, dan laptop, semakin meningkat. Smartphone, khususnya, telah berkembang dari sekadar
alat komunikasi menjadi perangkat multifungsi yang menjadi bagian penting dalam kehidupan
sehari-hari masyarakat Indonesia.
Kebutuhan akan smartphone yang dapat mendukung kegiatan sehari-hari, semakin mendorong
permintaannya. Fungsi tambahan seperti e-commerce, pembayaran digital, aplikasi perbankan, dan
hiburan digital telah menjadi fitur penting yang menarik konsumen. Selain itu, didukung juga oleh
peningkatan gaya hidup akan perangkat information technology (IT) dengan fungsi yang lebih
kompleks dan up-to-date. Kedua hal tersebut mendorong produsen untuk mengeluarkan produk
smartphone terbaru dengan beragam fitur serta harga.
Berdasarkan data, pengiriman smartphone global menunjukkan tren yang cukup fluktuatif
sepanjang periode tahun 2021 hingga 2025. Pada tahun 2021, volume pengiriman sempat
mencapai angka tertinggi sebesar 1.350 juta unit dengan pertumbuhan Year-on-Year (YoY) yang
positif di angka 7%. Namun, pasar mengalami kontraksi yang cukup signifikan dalam dua tahun
berikutnya. Pada tahun 2022, pengiriman menurun sebesar 12% menjadi 1.188 juta unit, dan
penurunan ini terus berlanjut hingga tahun 2023 sebesar 4%, di mana volume pengiriman
menyentuh titik terendahnya di angka 1.140 juta unit.
Memasuki tahun 2024, pengiriman smartphone global mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Pengiriman meningkat kembali sebesar 7% menjadi 1.220 juta unit. Tren positif ini berhasil
dipertahankan hingga tahun 2025, meskipun pertumbuhannya melambat menjadi 2% dengan total
pengiriman mencapai 1.245 juta unit. Walaupun pasar berhasil bangkit dalam dua tahun terakhir,
secara keseluruhan kinerja industri ini selama periode lima tahun tersebut masih mengalami sedikit
penurunan, yang tercermin dari Compound Annual Growth Rate (CAGR) yang bernilai negatif, yaitu
sebesar negatif 2%.




                                                                                               13
Page 37
                     Gambar 2-1: Pertumbuhan Pengiriman Smartphone Global
                                                                        (dalam juta unit)

          1.600
                          1.350
          1.400
                                                               1.220            1.245
                                       1.188
          1.200                                  1.140

          1.000            7%
                                                                                 2%
            800                                                 7%
            600
                                       -12%       -4%
            400

            200

              0
                          2021         2022       2023          2024            2025
                                   Jumlah/Unit     Pertumbuhan YoY/Growth YoY

                   Sumber: Omdia, 2026
Pendapatan smartphone di dalam negeri menunjukkan tren perkembangan yang cenderung positif
dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Pada tahun 2021, total pendapatan pasar smartphone
tercatat sebesar US$11,04 miliar. Meskipun sempat mengalami penurunan sebesar 3,53% pada
tahun 2022 yang membuat nilai pendapatannya menurun ke angka US$10,65 miliar, pasar segera
bangkit dan mencatatkan pemulihan yang cukup signifikan pada tahun 2023 dengan pertumbuhan
sebesar 3,94%, atau setara dengan US$11,07 miliar.
Tren pertumbuhan ini terus berlanjut secara konsisten pada tahun-tahun berikutnya. Pada tahun
2024, pendapatan mengalami sedikit kenaikan sebesar 0,45% menjadi US$11,12 miliar, dan
kemudian meningkat lagi sebesar 1,98% pada tahun 2025 hingga menyentuh angka US$11,34
miliar. Secara keseluruhan, pergerakan positif yang stabil setelah tahun 2022 ini menghasilkan
pertumbuhan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 0,67% sepanjang periode 2021
hingga 2025.
                  Gambar 2-2: Pertumbuhan Pendapatan Smartphone di Indonesia
                                                                                (dalam miliar US$)
                                                                                   11,34


                                                                11,12
                  11,04                          11,07




                                   10,65




                  2021              2022         2023            2024                 2025

         Sumber : Statista, 2026



                                                                                                     14
Page 38
Volume Handphone di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dan konsisten setiap
tahunnya selama periode 2021 hingga 2025. Pada tahun 2021, volume penjualan tercatat sebesar
56,96 juta unit. Angka ini kemudian mengalami kenaikan sebesar 0,75% pada tahun 2022 menjadi
57,39 juta unit.
Memasuki tahun 2023, pasar mengalami pertumbuhan tertinggi dalam periode tersebut, yaitu
sebesar 3,43%, yang meningkatkan volume penjualan ke angka 59,36 juta unit. Tren ekspansi ini
terus berlanjut pada tahun 2024 dengan pertumbuhan sebesar 1,23% menjadi 60,09 juta unit,
hingga akhirnya mencapai puncaknya di tahun 2025 pada angka 60,29 juta unit setelah mengalami
pertumbuhan sebesar 0,33%. Secara keseluruhan, pertumbuhan yang stabil ini menghasilkan laju
pertumbuhan majemuk tahunan atau Compound Annual Growth Rate (CAGR) yang baik sebesar
1,43% sepanjang periode lima tahun tersebut.
                 Gambar 2-3: Pertumbuhan Volume Smartphone di Indonesia
                                                                               (dalam juta unit)


                                                     59,36          60,09        60,29
                       56,96             57,39




                        2021             2022        2023           2024          2025

                Sumber: Statista, 2026

               Gambar 2-4: Perkembangan Pengguna Smartphone di Indonesia
                                                                            (dalam juta unit)

                                                                               228,91

                                                                 201,97

                                                  168,41


                                   124,74
                   110,17




                    2021           2022            2023           2024          2025

             Sumber: Laporan Statista Smartphone Market in Indonesia 2025

Berdasarkan data Statista, jumlah pengguna smartphone di Indonesia pada tahun 2021-2025
mengalami pertumbuhan dengan CAGR sebesar 20,06%, naik sebanyak 118,74 juta pengguna.
Kenaikan pengguna smartphone tertinggi di Indonesia terjadi pada tahun 2023 naik sebesar 43,67



                                                                                                   15
Page 39
juta pengguna atau meningkat sebesar 35,01%, antara lain disebabkan masuknya smartphone
dengan spesifikasi tinggi dan harga terjangkau seperti Xiaomi and Grup Transsion (Infinix, TECNO,
and itel). Pada tahun 2025 peningkatan pengguna smartphone di Indonesia mencapai sebesar 26,94
juta pengguna atau meningkat sebesar 13,34%.
Aksesoris mobile phones adalah perangkat keras (hardware) yang dirancang untuk digunakan
bersama mobile phones guna meningkatkan fungsinya, melindungi dari kerusakan, maupun
mempersonalisasi tampilan. Meskipun kadang produsen menyertakan perlengkapan penting
seperti pengisi daya (charger) dalam kotak pembelian, aksesoris adalah tambahan (add-ons) yang
dibeli untuk mendapatkan lebih banyak manfaat dari perangkat tersebut.
Aksesoris mobile phones pada umumnya terbagi dalam beberapa kategori utama berdasarkan
fungsinya, antara lain untuk perlindungan dan gaya (protection and style), daya dan pengisian daya
(power and charging), audio, dan kegunaan dan perjalanan (utility and travel). Produk aksesoris
mobile phones mencakup beragam jenis termasuk casing (cases), pelindung layar (screen protector/
tempered glass), charging cables, power bank, earphone, headphone, speaker bluetooth dan
lainnya.
Kompetisi dan Pangsa Pasar
Pasar smartphone Indonesia merupakan pasar yang sangat dinamis dan kompetitif, dengan
persaingan yang ketat antar produsen global. Indonesia termasuk sebagai salah satu pasar potensial
karena jumlah populasi Indonesia yang menduduki peringkat tujuh di dunia. Indonesia sebagai
salah satu negara dengan jumlah pengguna smartphone terbesar di Asia Tenggara, membuat pada
produsen dan distributor ponsel global berlomba-lomba menguasai pangsa pasar. Persaingan
antara merek global semakin ketat, dengan pemain besar seperti Samsung, Xiaomi, Transsion,
Oppo, Vivo, dan Apple yang terus berinovasi dan meluncurkan produk-produk baru untuk
memenangkan hati konsumen.
Peta persaingan pasar smartphone global menunjukkan dominasi yang kuat dari beberapa
produsen utama. Puncak pasar dikuasai secara ketat oleh dua raksasa teknologi, yaitu Apple dan
Samsung, yang masing-masing berhasil mengamankan pangsa pasar sebesar 19%. Posisi berikutnya
ditempati oleh Xiaomi yang kokoh di peringkat ketiga dengan raihan pangsa pasar sebesar 13%.
Sementara itu, persaingan di papan tengah berjalan sangat sengit dengan tiga produsen besar yang
mencatatkan mirip satu sama lain. Vivo, OPPO, dan Transsion masing-masing berhasil
menggenggam pangsa pasar yang sama besar, yaitu sebesar 8%. Di luar nama-nama besar tersebut,
pasar global sebesar 25% diisi oleh gabungan berbagai merek lainnya yang masuk dalam kategori
Others. Secara keseluruhan, data ini menggambarkan lanskap industri yang cukup terkonsentrasi,
di mana sebagian besar pasar global telah dikuasai oleh enam produsen utama tersebut.




                                                                                               16
Page 40
                   Gambar 2-5: Pangsa Pasar Pengiriman Smartphone Global


                                                       19%            Apple
                                25%
                                                                      Samsung
                                                                      Xiaomi
                                                                      Vivo
                           8%                                19%
                                                                      OPPO
                                                                      Transsion
                                8%
                                                                      Others
                                        8%       13%


                 Sumber: Omdia, 2026

Peta persaingan pasar smartphone di Indonesia berlangsung sangat ketat dengan distribusi pangsa
pasar yang cukup dinamis. Puncak pasar saat ini dipimpin oleh Samsung yang berhasil
mengamankan posisi teratas dengan pangsa pasar sebesar 15,99%. Tepat di bawahnya, persaingan
sengit terjadi antara Apple dan Oppo yang mencatatkan perolehan kembar dan berbagi posisi
setara dengan pangsa pasar masing-masing sebesar 14,29%.
Di papan tengah, Xiaomi menguntit di posisi berikutnya dengan menguasai 12,17% pangsa pasar,
disusul oleh Vivo yang menempel cukup dekat di angka 11,05%. Sementara itu, Realme dan Infinix
menempati barisan berikutnya dengan pangsa pasar yang lebih kecil, di mana masing-masing
meraih 5,44% dan 4,78%. Sisa pasar yang cukup besar, yaitu 21,99%, diisi oleh gabungan berbagai
vendor lainnya yang masuk ke dalam kategori Others. Secara keseluruhan, data ini menunjukkan
bahwa pasar Indonesia sangat kompetitif, di mana lima merek teratas bersaing ketat dalam rentang
persentase yang tidak terpaut jauh.
                 Gambar 2-6: Pangsa pasar Produsen Smartphone di Indonesia



                                                                               Samsung
                                                       15,99%
                                     21,99%                                    Apple
                                                                               Oppo

                                                             14,29%            Xiaomi
                             4,78%
                                                                               Vivo
                                5,44%
                                                                               Realme
                                  11,05%                 14,29%
                                                                               Infinix

                                              12,17%                           Others



             Sumber : Statcounter, 2026

Industri aksesoris mobile phone berkaitan dengan industri mobile phone, yaitu hubungan
ketergantungan produk saling melengkapi (complementary), di mana aksesoris tidak akan memiliki
fungsi atau pasar tanpa mobile phone, dan adanya penjualan cross-selling, di mana penjualan
mobile phone yang tinggi akan turut mendongkrak permintaan aksesoris. Penyesuaian desain dan
spesifikasi mobile phone juga berkaitan erat penjualan aksesoris, di mana perubahan desain
mengharuskan industri aksesoris untuk selalu beradaptasi dengan cepat. Keputusan produsen yang


                                                                                             17
Page 41
kerap tidak lagi menyertakan kepala charger atau earphone dalam kotak penjualan turut memicu
pertumbuhan pasar bagi aksesoris penunjang tersebut.
Pasar aksesoris mobile phones Indonesia terdiri dari berbagai pemain pasar global dan produsen
lokal. Pemain global di antaranya Anker Innovations Co., Ltd., UGREEN Group Ltd., Baseus
Technology Co. Ltd., AUKEY International Ltd., Belkin International, Inc., Edifier International
Limited, HOCO Technology Development Co., Ltd., Spigen Inc., ORICO Technologies Co., Ltd.,
Joyroom (Shenzhen Joyroom Tech Co., Ltd.), Vivan, Mcdodo, Nillkin Technology Co., Ltd., Samsung
Electronics Co., Ltd. dan lainnya (sumber: nextmsc.com). Produsen lokal antara lain merek ACMIC
dan JETE.
Prospek Industri
Pasar smartphone di Indonesia mengalami perkembangan yang didorong oleh kemajuan industri
global serta pergeseran level kebutuhan smartphone yang semula hanya gaya hidup menjadi
kebutuhan dasar sehingga besarnya pasar smartphone diproyeksikan akan terus meningkat di
tahun-tahun mendatang.
Pasar smartphone di dalam negeri diproyeksikan akan mengalami tren pertumbuhan yang stabil
dan positif sepanjang periode tahun 2026 hingga 2030. Pada tahun 2026, total pendapatan pasar
smartphone diperkirakan dibuka pada angka US$11,56 miliar. Nilai ini diproyeksikan terus
meningkat pada tahun berikutnya menjadi US$11,78 miliar pada tahun 2027, dan berhasil
menyentuh angka genap US$12 miliar pada tahun 2028.
Tren ekspansi pasar ini diprediksi akan terus bertahan kuat. Pada tahun 2029, pendapatan
diproyeksikan naik menjadi US$12,22 miliar, sebelum akhirnya mencapai titik tertinggi dalam
periode proyeksi ini pada tahun 2030 dengan nilai sebesar US$12,53 miliar. Pertumbuhan yang
konsisten tanpa adanya penurunan dari tahun ke tahun ini menghasilkan laju pertumbuhan
majemuk tahunan atau Compound Annual Growth Rate (CAGR) yang baik, yaitu sebesar 2,03%
sepanjang periode lima tahun tersebut.
        Gambar 2-7: Proyeksi Pertumbuhan Pendapatan Pasar Smartphone di Indonesia
                                                                      (dalam miliar US$)


                                                                           12,53

                                                             12,22

                                                 12

                                       11,78

                       11,56




                       2026            2027     2028          2029         2030

             Sumber : Statista, 2026

Smartphone di dalam negeri diperkirakan akan terus mengalami pertumbuhan yang stabil dan
positif dalam volume sepanjang periode tahun 2026 hingga 2030. Pada tahun 2026, volume
penjualan diproyeksikan pada angka 60,49 juta unit. Angka ini diperkirakan meningkat secara
konsisten pada tahun-tahun berikutnya, yaitu sebesar 60,68 juta unit pada tahun 2027, dan
meningkat lagi menjadi 60,85 juta unit pada tahun 2028.



                                                                                             18
Page 42
Tren kenaikan yang konstan ini diprediksi akan terus berlanjut mendekati akhir periode proyeksi.
Pada tahun 2029, volume penjualan unit smartphone diproyeksikan menembus angka 61,02 juta
unit, sebelum akhirnya mencapai puncaknya pada tahun 2030 dengan perkiraan volume sebesar
61,75 juta unit. Meskipun peningkatan volume dari tahun ke tahun cenderung landai, pertumbuhan
yang konsisten tanpa adanya penurunan ini menghasilkan laju pertumbuhan Compound Annual
Growth Rate (CAGR) yang tetap positif sebesar 0,52% sepanjang periode lima tahun tersebut.
             Gambar 2-8: Proyeksi Pertumbuhan Volume Smartphone di Indonesia
                                                                    (dalam juta unit)

                                                                        61,75




                                                           61,02
                                                  60,85
                                       60,68
                        60,49




                        2026               2027   2028      2029        2030

                 Sumber : Statista, 2026

Perkembangan industri aksesoris mobile phone pada dasarnya tidak berdiri sendiri, namun
bergerak seiring perkembangan industri mobile phone. Industri ini terus bergerak dinamis dengan
mengikuti kombinasi perkembangan kebutuhan teknis, yaitu perkembangan teknologi mengikuti
fitur terbaru, dan kebutuhan sosial yaitu gaya hidup, fungsionalitas kerja, dan tren fesyen
pengguna.
Berdasarkan Databridge Market Research, pasar global aksesoris mobile phone diproyeksikan akan
mencapai US$250,50 miliar di tahun 2033 dan pasar aksesoris mobile phone Indonesia
diproyeksikan akan mencapai US$2,91 miliar di tahun 2032.
Analisis SWOT
Strengths and Opportunities (Kekuatan dan Peluang)
   •   Dengan demografi Indonesia yang luas dan jumlah penduduk yang besar, terutama di
       kelompok usia produktif, pasar untuk distributor smartphone di Indonesia menunjukkan
       potensi yang besar.
   •   Perubahan gaya hidup yang semakin mengandalkan teknologi digital dalam aktivitas sehari-
       hari sehingga mendorong peningkatan kebutuhan akan smartphone.
   •   Integrasi fitur AI generatif yang lebih dalam menjadi nilai jual utama untuk mendorong
       siklus pembaruan perangkat baru.
   •   Pertumbuhan e-commerce yang cukup pesat sehingga konsumen mudah menjangkau
       mengakses berbagai macam aksesoris mobile phone.




                                                                                             19
Page 43
Weaknesses and Threats (Kelemahan dan Tantangan)
    •   Konsumen smartphone di Indonesia sangat sensitif terhadap harga, dengan mayoritas
        pangsa pasar berada di tingkat low-end hingga mid-range sehingga membatasi kemampuan
        retail untuk menjual perangkat dengan margin yang lebih tinggi.
    •   Kurangnya manufaktur lokal membuat Indonesia sangat dipengaruhi oleh perubahan nilai
        tukar rupiah karena pasar lebih didominasi oleh produk impor dibandingkan lokal.
    •   Ketergantungan pada aplikasi pihak ketiga dan sensor biometrik memunculkan risiko
        kerentanan terhadap kebocoran data pribadi atau serangan siber.
    •   Kecepatan kemajuan teknologi yang pesat dan preferensi konsumen yang cepat berubah
        membuat perusahaan harus terus mencari/ menjual produk aksesoris baru yang sesuai
        dengan teknologi dan selera pasar.

2.3.5   Analisis Operasional dan Prospek Usaha Perseroan

Tinjauan Operasional
Perseroan menjalankan lini bisnis distribusi melalui sejumlah entitas anaknya, yaitu PT Teletama
Artha Mandiri (“TAM”), PT Prakarsa Prima Sentosa (“PPS”), PT Sinar Eka Selaras Tbk (“SES”), PT Era
Gaya Aktif Distribusi (“EGAD”), PT Era Inovasi Otomotif (“EIO”), dan Era International Network Sdn.
Bhd. (“EIN Malaysia”) Portofolio produk yang didistribusikan mencakup perangkat telekomunikasi
(telepon selular, smartphone, tablet), SIM Card, voucher isi ulang, perangkat teknologi informasi,
produk fashion apparel, hingga kendaraan elektronik serta layanan pendukung lainnya.
TAM mengelola kemitraan strategis berbagai prinsipal merek global seperti Apple, Samsung, Xiaomi
dan merek lainnya. Untuk memperkuat penetrasi pasar, hingga akhir tahun 2025, TAM telah
mengoperasikan 70 titik distribusi yang tersebar di seluruh Indonesia. PPS fokus pada penyediaan
akses electronic gateway untuk voucher elektronik dari berbagai mitra strategis, mulai dari
operator telekomunikasi dan PLN hingga permainan online. SES sebagai penyedia solusi active
lifestyle, SES bermitra dengan prinsipal merek dunia termasuk DJI, Garmin, Shokz, dan merek
lainnya untuk mendistribusikan perangkat gadget serta pendukung gaya hidup terkini.
Model Bisnis & Portofolio Produk
Erajaya setidaknya memiliki 3 model bisnis yaitu Erajaya Digital, Erajaya Active Lifestyle, dan Erajaya
Food & Nourishment.
Erajaya Digital
Fokus pada perdagangan perangkat elektronik konsumen, telepon seluler (handset), laptop,
komputer, layanan operator dan voucher. Perseroan mengoperasikan berbagai konsep gerai, baik
multibrand seperti erafone, Erablue maupun monobrand seperti iBox, Samsung, Mi store, dan serta
merek principal lainnya.
Erajaya Active Lifestyle
Berfokus pada tiga kategori utama yaitu Smart, Active, dan Lifestyle untuk mendukung gaya hidup
aktif dan modern. Portofolio ini dikelola melalui gerai multibrand seperti Urban Republic, JD Sports,
MST Golf, dan Urban Adventure, serta gerai monobrand seperti XPENG, Asics, DJI, Garmin, Wilson,
Anta, dan merek ternama lainnya.
Erajaya Food & Nourishment
Berfokus pada bisnis makanan dan minuman serta pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Bisnis ini
mencakup berbagai konsep, mulai dari jaringan restoran, kafe & bakery, hingga grocery.



                                                                                                    20
Page 44
Bisnis Ritel
Grup Erajaya menjalankan kegiatan operasional ritel melalui sejumlah entitas anak guna
memasarkan produk secara langsung kepada konsumen akhir. Pada Erajaya Digital, operasional
dijalankan oleh PT Erafone Artha Retailindo (erafone), PT Data Citra Mandiri (DCM), PT Nusa Abadi
Sukses Artha (NASA), PT Era Blu Elektronik (EBE), CG Computers Sdn. Bhd. (CG Computers), dan Era
International Network Pte. Ltd (EIN Singapura). Selanjutnya, untuk Erajaya Active Lifestyle, aktivitas
bisnisnya didukung oleh PT Mitra International Indonesia (MII), PT Era Gaya Aktif (EGA), PT Era Aktif
Indonesia (EAI), PT Era Gaya Indonesia (EGI), PT Era Dealer Otomotif (EDOO), serta PT Sinar Era Aktif
(SEA). Sementara itu, pada Erajaya Food & Nourishment terdapat PT Mitra Belanja Anda (MBA),
PT Era Patiserindo (EBP), PT Era Kopi Anda (EKA), PT Era Boga Kari (EBK), PT Era Boga Pretzel (EBPR),
dan PT Chagee Era Indonesia (CEI).
Melalui jaringan gerai ritel yang tersebar luas, Perseroan berkomitmen untuk memberikan
aksesibilitas dan pengalaman berbelanja yang komprehensif bagi seluruh pelanggan. Di bawah ini
merupakan daftar lengkap gerai ritel yang dimiliki oleh Grup Erajaya hingga akhir tahun 2025:




                                                                                                   21
Page 45
                  Tabel 2-1: Gerai yang Dimiliki Grup Erajaya
                                                         Jumlah Gerai
   No.                    Jenis Gerai
                                                      2025         2025
Erajaya Digital
    1      Gerai iBox                                  206         174
    2      Samsung Experience Store                    145         135
    3      Mi Authorized Store Indonesia                86          83
    4      Gerai Huawei                                 23          10
    5      Gerai erafone                              1.104       1.057
    6      Gerai Erablue                               181          87
    7      Gerai Operator                               23          31
    8      Gerai Mi Authorized Stores Malaysia           8           6
    9      Gerai Huaweri Malaysia                        4           4
    10     Samsung Experience Store Malaysia            10           9
    11     Gerai Urban Republic Malaysia               115         117
    12     Gerai Switch Malaysia                        86          83
    13     Gerai Sony Malaysia                           1           1
    14     Gerai Mi Authorized Stores Singapura         10           8
    15     Gerai Switch Singapore                        2           6
    16     Gerai SingTel Singapura                       7           8
    17     Bisnis Bersama                               31          80
    18     Gerai Honor                                   5           -
    19     Gerai Brand Lain-Lain                         4           6
Erajaya Active Lifestyle
    20     Gerai Urban Republic Indonesia              61          64
    21     Gerai Urban Adventure                        3           3
    22     Gerai MST Golf                               7           5
    23     Gerai JD Sports                             23          14
    24     Gerai Garmin                                37          30
    25     Gerai DJI                                   14          12
    26     Gerai Asics                                 29          19
    27     Gerai IT (Immersive Tech)                    0           4
    28     Gerai Shokz                                  3           1
    29     Gerai 6IXTY8IGHT                             3           9
    30     Gerai Under Armour                          17           9
    Sumber: Laporan Tahunan Perseroan




                                                                          22
Page 46
                      Tabel 2-2: Gerai yang Dimiliki Grup Erajaya (Lanjutan)
                                                                    Jumlah Gerai
            No.                     Jenis Gerai
                                                                 2025         2025
         Erajaya Active Lifestyle
             31    Gerai Logitech                                 -              1
             32    Gerai Wilson                                   3              -
             33    Gerai Anta                                     3              -
             34    Dealer XPENG                                   2              -
         Erajaya Food & Nourishment
             35    Gerai Paris Baguette                           21             16
             36    Gerai Curry Up                                  1              2
             37    Gerai Wetzel Pretzel                            4              3
             38    Gerai Bacha Coffee                              2              2
             39    Gerai GrandLucky                               13             12
             40    Gerai Chagee                                   36              -
         Sumber: Laporan Tahunan Perseroan

Bisnis E-Commerce
Perseroan mengintegrasikan saluran penjualan ritel melalui platform e-Commerce milik sendiri,
yaitu iBox.co.id dan Eraspace.com. Kedua platform tersebut menyajikan informasi (online
membership), hingga mekanisme pembayaran dan layanan pelanggan. Selain platform mandiri,
Perseroan juga memperkuat penetrasi pasar melalui official stores di berbagai marketplace
terkemuka di Indonesia, seperti Tokopedia, Shopee, dan Blibli. Guna meningkatkan pengalaman
pelanggan, Perseroan menjalankan berbagai strategi e-commerce sebagai berikut:
    a. Home Delivery Service/ EraXpress
       Layanan delivery yang dilakukan langsung oleh Perseroan dalam kurun waktu 3 jam dan
       gratis biaya pengiriman untuk memberikan kemudahan dalam mendapatkan produk yang
       diinginkan tanpa perlu keluar rumah.
    b. Omni-Channel
       Layanan berbasis O2O (online to offline dan sebaliknya) yang memberikan kebebasan bagi
       konsumen untuk memesan produk seperti click and pick-up.
    c. Online Exhibition
       Berfokus pada strategi promosi/event secara online melalui media digital yang dimiliki.
    d. E-Commerce
       Secara aktif memperluas dan memperkuat eksistensi Perseroan secara online melalui pasar
       e-Commerce.

Pada tahun 2025, Perseroan berhasil mengukuhkan posisi sebagai lifestyle smart retailer terdepan
dengan fokus utama pada penyediaan portofolio produk yang relevan bagi mobilitas dan gaya hidup
harian seluruh pelanggan. Perseroan secara berkesinambungan memperkuat sinergi antara kanal
offline dan online melalui strategi omnichannel, termasuk layanan click and pick-up dan terus
berkomitmen untuk menjaga kualitas pengalaman berbelanja fisik yang masih menjadi preferensi
utama para pelanggan.
Perseroan juga terus memperluas jangkauan melalui pembukaan gerai baru serta optimalisasi
produktivitas gerai yang telah beroperasi. Per 31 Desember 2025, total jaringan gerai Erajaya Group
telah mencapai 2.333 gerai. Sebagai pengakuan atas kinerja yang solid, Erajaya berhasil meraih
berbagai penghargaan pada tahun 2025.


                                                                                                 23
Page 47
Erajaya Digital
Sebagai pilar bisnis utama, Erajaya Digital secara konsisten memperkuat kepemimpinan pasarnya
melalui strategi ekspansi jaringan ritel yang terukur dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.
Fokus utama Perseroan terletak pada pengembangan jaringan monobrand store melalui kemitraan
strategis dengan merek-merek global terkemuka seperti iBox, Samsung, dan Xiaomi. Langkah ini
bertujuan untuk memberikan pengalaman berbelanja yang eksklusif dan mendalam bagi konsumen
yang memiliki loyalitas tinggi terhadap merek tertentu, sekaligus memastikan ketersediaan lini
produk terbaru yang didukung oleh layanan purna jual yang terintegrasi.
Perseroan secara aktif mengimplementasikan inisiatif untuk meningkatkan produktivitas dan
profitabilitas gerai yang telah beroperasi dalam dua tahun terakhir. Optimalisasi ini dilakukan
melalui penajaman portofolio produk yang disesuaikan secara presisi dengan profil demografis dan
kebutuhan spesifik pelanggan di setiap lokasi gerai (hyper-local product mix). Dengan
mengkombinasikan kekuatan analisis data dan efisiensi operasional, Erajaya Digital terus berupaya
memberikan nilai tambah yang maksimal bagi seluruh pemangku kepentingan serta
mempertahankan dominasinya sebagai peritel digital nomor satu di Indonesia pada tahun 2025.
Erajaya Active Lifestyle
Sebagai bagian dari komitmen Perseroan untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan, Erajaya
Active Lifestyle (ERAL) terus memperkuat portofolio bisnisnya melalui kurasi merek-merek global
yang relevan dengan kebutuhan pasar. Pada tahun 2025, Perseroan secara strategis menambah
deretan merek unggulan di kategori active products dengan menghadirkan Wilson dan Anta.
Ekspansi ini langsung diikuti dengan penetrasi pasar yang terukur, di mana hingga akhir periode
2025, Perseroan telah mengoperasikan masing-masing sebanyak 3 gerai monobrand untuk kedua
merek tersebut.
Selain penambahan portofolio baru, Perseroan juga konsisten memperluas jaringan ritel eksis,
terutama pada saluran monobrand yang berfokus pada IoT dan fashion apparel. Kehadiran merek-
merek ikonik seperti Garmin, DJI, Asics dan JD Sports terus diperkuat untuk memastikan dominasi
pasar dalam ekosistem gaya hidup aktif.
Erajaya Food & Nourishment
Erajaya Food & Nourishment (EBN) terus memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam
industri gaya hidup dengan melakukan diversifikasi portofolio secara agresif. Pada tahun ini,
Perseroan memperkenalkan CHAGEE, merek premium tea terkemuka asal Tiongkok yang
mengusung konsep Modern Oriental Tea. Kehadiran CHAGEE menjadi tonggak strategis bagi EBN
dalam menjangkau pangsa pasar yang lebih luas, khususnya konsumen yang mengedepankan
kualitas dan estetika dalam budaya minum teh modern.
Selain penetrasi merek baru, Perseroan secara konsisten melanjutkan ekspansi jaringan ritel untuk
merek-merek mapan di bawah naungan EBN. Pengembangan gerai Paris Baguette, Bacha Coffee,
Curry Up, Wetzel’s Pretzels, hingga GrandLucky Superstore tetap menjadi fokus utama untuk
memastikan aksesibilitas yang lebih luas bagi pelanggan serta memperkokoh ekosistem gaya hidup
yang komprehensif di seluruh Indonesia.
Wilayah Operasional
Wilayah operasional Perseroan dan Anak Perusahaan tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan
2.333 gerai outlet serta 70 titik distribusi. Perseroan juga memiliki kurang lebih 54.000 reseller di
seluruh Indonesia.




                                                                                                  24
Page 48
                               Gambar 2-9: Wilayah Operasional




                              Sumber: Laporan Tahunan 2025 Perseroan

Perkembangan Pendapatan Perseroan
Ditinjau berdasarkan segmen telepon seluler dan tablet, pendapatan Perseroan didominasi secara
signifikan oleh segmen telepon seluler dan tablet selama periode 2021-2025. Rata-rata kontribusi
segmen telepon seluler dan tablet terhadap jumlah pendapatan bersih selama periode 2021–2025
tercatat sebesar 78,42%.
Dominasi ini menempatkan lini bisnis telepon seluler dan tablet sebagai segmen utama Perseroan
secara keseluruhan. Pendapatan dari segmen ini tercatat sebesar Rp34.352 miliar pada tahun 2021,
meningkat sebesar 12,57% menjadi sebesar Rp38.670 miliar pada tahun 2022 dan meningkat
sebesar 23,91% menjadi sebesar Rp47.914 miliar pada tahun 2023, kemudian meningkat sebesar
9,43% menjadi sebesar Rp52.431 miliar pada tahun 2024. Pada tahun 2025 meningkat sebesar
14,58% menjadi sebesar Rp60.074 miliar.
Segmen komputer dan peralatan elektronik lainnya memiliki kontribusi terhadap pendapatan
Perseroan selama periode 2021-2025 dengan rata-rata kontribusi sebesar 3,99%.
Pendapatan dari segmen komputer dan peralatan lainnya tercatat sebesar Rp3.494 miliar pada
tahun 2021, namun mengalami penurunan sebesar 18,79% menjadi sebesar Rp2.838 miliar pada
tahun 2022, dan berlanjut turun sebesar 16,46% menjadi sebesar Rp2.371 miliar pada tahun 2023.
Segmen ini berhasil membalas tren penurunan tersebut dengan mencatatkan arah positif pada
tahun 2024 melalui pertumbuhan sebesar 11,28% menjadi sebesar Rp2.638 miliar, menguat
kembali sebesar 15,74% hingga menyentuh Rp3.054 miliar pada tahun 2025.
Segmen produk operator memiliki kontribusi pendapatan Perseroan selama periode 2021-2025
dengan rata-rata kontribusi sebesar 2,02%.
Pendapatan dari segmen produk operator tercatat sebesar Rp1.933 miliar pada tahun 2021,
kemudian mengalami pertumbuhan sebesar 11,74% menjadi sebesar Rp2.160 miliar pada tahun


                                                                                             25
Page 49
2022, dan terus melonjak signifikan sebesar 34,82% ke angka Rp2.911 miliar pada tahun 2023.
Namun memasuki tahun 2024, kinerja segmen ini menurun sebesar 42,56% menjadi Rp1.672 miliar,
dan kembali mengalami penurunan sebesar 7,29% menjadi sebesar Rp1.550 miliar pada tahun
2025.
Segmen aksesoris dan lain-lain memiliki kontribusi pendapatan Perseroan selama periode 2021-
2025 dengan rata-rata kontribusi sebesar 15,57%.
Pendapatan dari segmen ini tercatat sebesar Rp3.688 miliar pada tahun 2021, kemudian meningkat
sebesar 57,40% menjadi sebesar Rp5.805 miliar pada tahun 2022. Tren ekspansif ini dipertahankan
secara konsisten pada tahun 2023 dengan kenaikan sebesar 19,62% menjadi sebesar Rp5.805
miliar, serta tumbuh kembali sebesar 22,97% menjadi sebesar Rp8.538 miliar pada tahun 2024.
Segmen ini ditutup dengan peningkatan sebesar 39,71% pada tahun 2025 hingga mencatatkan
angka Rp11.929 miliar.
Gambar 2-10: Perkembangan Pendapatan Bersih Perseroan berdasarkan Segmen Primer 2021-
                                       2025
                                                                            (dalam miliar Rupiah)




                                             2021        2022       2023       2024         2025
        Telepon selular dan tablet          34.352      38.670     47.914     52.431       60.074
        Komputer dan peralatan elektronik
                                            3.494       2.838      2.371      2.638         3.054
                    lainnya
        Produk operator                     1.933       2.160      2.911      1.672         1.550
        Aksesoris dan lain-lain             3.688       5.805      6.943      8.538        11.929




               Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan

Aspek Pemasaran
Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran Perseroan difokuskan pada konsep omnichannel di mana kampanye pemasaran
dilakukan secara offline dan online dengan menawarkan berbagai promosi serta kemudahan
berbelanja untuk berbagai produk yang ditawarkan.
Konsep pemasaran ini diperkuat dengan peningkatan kapabilitas dan penawaran melalui laman e-
commerce eraspace.com, maupun kerja sama dengan berbagai platform marketplace. Perseroan
berupaya untuk terus mendapatkan informasi terkini tentang kebutuhan maupun aspirasi para
pelanggan melalui pengoperasian Myeraspace bersama induk, yang saat ini telah memiliki hampir
10 juta anggota.




                                                                                                    26
Page 50
Penetrasi Pasar Baru
Perseroan terus memperluas cakupan pasar baik dari sisi produk (penambahan varian produk)
maupun penambahan jaringan ritel. Saat ini, pengembangan difokuskan pada penetrasi pasar di
Pulau Jawa. Perseroan memanfaatkan keberadaan pusat-pusat perbelanjaan baru di sejumlah kota
lapis kedua untuk memaksimalkan potensi merek ritel yang dimiliki serta menjangkau target pasar
yang relevan dan tepat sasaran. Hal ini sejalan dengan fokus Perseroan untuk menyediakan
berbagai produk gaya hidup di segmen kelas menengah-atas khususnya generasi milenial dan gen
Z.
Perseroan mengembangkan jaringan ritel untuk portofolio yang dimiliki seperti iBox, Samsung,
erafone multibrand, Erablue, Asics, Garmin, DJI, JDSport, Paris Baguette, dan GrandLucky. Sampai
akhir tahun 2025, Perseroan memiliki 2.333 jaringan toko ritel yang tersebar di Indonesia, Malaysia,
dan Singapura, didukung oleh lebih dari 70 pusat distribusi serta lebih dari 9.000 reseller di
Indonesia.
Kerjasama Strategis
Perseroan menjalin kerja sama dengan mitra-mitra bisnis yang memiliki reputasi global. Perseroan
meyakini, populasi Indonesia yang didominasi oleh usia produktif merupakan potensi pasar yang
besar dan akan terus berkembang.
Selain itu, perkembangan gaya hidup digital yang semakin luas, terutama di kalangan muda yang
memanfaatkan teknologi digital dalam berbagai aspek kehidupan sehari hari, menjadi peluang bagi
Perseroan untuk menghadirkan produk-produk digital high-end dari principal merk internasional
untuk masyarakat Indonesia.
Strategi Harga
Ketidakpastian ekonomi, inflasi, dan perubahan daya beli konsumen sangat berpengaruh bagi bisnis
ritel. Perseroan sebagai pemain ritel terkemuka menawarkan berbagai produk dengan rentang
harga yang bervariasi untuk menjangkau semua segmen pasar.
Saat ini, pasar handset dipenuhi dengan berbagai model dan fitur yang disesuaikan dengan
kebutuhan konsumen. Preferensi konsumen adalah telepon pintar yang menawarkan value for
money - harga terjangkau tetapi memiliki fitur dan kualitas premium. Hal ini menjadi tantangan
bagi Perseroan untuk terus menghadirkan produk yang kompetitif melalui kerja sama dengan
pemasok brand yang relevan dengan target pasar Perseroan.
Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran Perseroan difokuskan pada konsep omnichannel di mana kampanye pemasaran
dilakukan secara offline dan online dengan menawarkan berbagai promosi serta kemudahan
berbelanja untuk berbagai produk yang ditawarkan.
Konsep pemasaran ini diperkuat dengan peningkatan kapabilitas dan penawaran melalui laman e-
commerce eraspace.com, maupun kerja sama dengan berbagai platform marketplace. Perseroan
berupaya untuk terus mendapatkan informasi terkini tentang kebutuhan maupun aspirasi para
pelanggan melalui pengoperasian Myeraspace bersama induk, yang saat ini telah memiliki hampir
10 juta anggota.
Saluran Pengaduan Pelanggan
Komitmen Perseroan untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen juga termasuk
memberikan tanggapan yang cepat dan tepat terhadap semua keluhan dan pengaduan konsumen
sesuai dengan prosedur internal yang berlaku. Semua kritik dan masukan menjadi bahan evaluasi
demi kepentingan perbaikan pengelolaan bisnis di masa depan.



                                                                                                 27
Page 51
Prospek Usaha
Prospek pertumbuhan sektor ritel pada tahun 2026 diproyeksikan tetap menjanjikan. Bank
Indonesia (BI) memperkirakan kinerja penjualan eceran akan tetap solid dengan Indeks Penjualan
Riil (IPR) yang diproyeksikan tumbuh sebesar 7,9% secara tahunan (year on year/YoY) pada Januari
2026. Pertumbuhan ini mencerminkan daya beli masyarakat yang terjaga, yang utamanya akan
ditopang oleh kinerja kelompok Barang Budaya dan Rekreasi, Makanan, Minuman, dan Tembakau,
serta sub kelompok Sandang.
Menyikapi prospek tersebut, Manajemen telah menyusun perencanaan anggaran dan proyeksi
tahun 2026 secara komprehensif pandangan yang relatif optimis. Namun, menyadari adanya
dinamika global seperti peningkatan ketegangan geopolitik serta isu pasar modal terkait MSCI,
Manajemen senantiasa melakukan peninjauan secara berkala guna memastikan strategi Perseroan
tetap relevan.
Erajaya tetap konsisten menjalankan strategi ”Consciously Grow” dengan penerapan prudent
principle. Perseroan berupaya mempertahankan fokus agar pertumbuhan Perseroan pada tahun
2026 tetap melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional, sembari secara konsisten
memperkuat pangsa pasar yang telah diraih.
Pada industri telepon genggam, Perseroan akan meningkatkan produktivitas ritel dan kualitas
pengalaman berbelanja, baik di kota-kota besar maupun wilayah tier yang lebih rendah. Perseroan
berkomitmen meningkatkan pengalaman pelanggan melalui inovasi layanan, seperti pengiriman
cepat (express delivery) dan sistem logistik yang lebih efisien. Bagi Perseroan, ekspansi jaringan
gerai harus berjalan selaras dengan peningkatan kualitas pengalaman pelanggan (customer
experience).
Didukung lebih dari 19.000 karyawan, Perseroan optimis dapat menghadapi berbagai tantangan
ekonomi dan geopolitik yang berada di luar kendali Manajemen. Rekam jejak Perseroan selama
beberapa tahun terakhir telah membuktikan resiliensi Perseroan dalam mengubah tantangan
menjadi peluang melalui kesiapan tim yang berpengalaman.
Perseroan akan terus memperkuat agility dan kemampuan adaptasi di seluruh lini bisnis untuk
menghasilkan kinerja ritel yang lebih sehat. Selain itu, Perseroan akan meningkatkan buying power
melalui portofolio yang kuat, sehingga mampu melakukan adaptasi yang lebih efektif serta
membangun pengalaman langsung (direct experience) dengan pelanggan di seluruh pelosok
Indonesia.

2.3.6    Keuntungan dan Kerugian Rencana Transaksi

Keuntungan yang diharapkan diperoleh Perseroan dengan melaksanakan Rencana Transaksi adalah
diharapkan dapat mengurangi potensi tumpang tindih fungsi dan inkonsistensi positioning merek
antar-anak usaha.
Kerugian yang timbul dari rencana transaksi adalah timbulnya biaya yang harus dikeluarkan
Perseroan untuk biaya jasa konsultan independen yang timbul sehubungan dengan Rencana
Transaksi.

2.4     Analisis Kuantitatif
Analisis Kuantitatif dilakukan dengan melakukan analisis kinerja historis, analisis proyeksi dan
proforma laporan keuangan serta analisis inkremental laporan keuangan.




                                                                                               28
Page 52
2.4.1      Analisis Kinerja Historis

Ikhtisar data keuangan penting Perseroan berdasarkan pada Laporan Keuangan Konsolidasian
Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024-
2025 yang telah diaudit oleh KAP Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan pendapat
wajar dalam semua hal yang material dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak
Perusahaan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021-2023 yang telah
diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja dengan pendapat wajar dalam semua hal yang
material.
Perseroan menjalankan kegiatan utama usaha pada pembangunan real estat dan investasi dalam
bentuk penyertaan saham. Penjualan Perseroan dan Anak Perusahaan terdiri atas penjualan
telepon selular dari tablet, komputer dan peralatan elektronik lainnya, produk operator, aksesoris
dan lain-lain.
        Tabel 2-4 : Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Konsolidasian Perseroan
                                                                                                   (dalam juta Rupiah)
                                                                      31 Desember/December
                                              2021            2022             2023           2024           2025
                      Keterangan
                                              Audit/          Audit/           Audit/         Audit/         Audit/
                                             Audited         Audited         Audited         Audited        Audited
Penjualan Neto                                43.466.977      49.471.484       60.139.406     65.279.685     76.606.896
Beban pokok penjualan                        (38.661.090)    (44.109.940)     (53.691.637)   (58.003.956)   (68.255.581)
Laba Bruto                                     4.805.887       5.361.544        6.447.769      7.275.728      8.351.315
Beban penjualan dan distribusi                (2.156.812)     (2.184.090)     (2.669.738)     (2.995.871)    (3.829.159)
Beban umum dan administrasi                   (1.162.911)     (1.586.676)     (2.153.135)     (2.573.812)    (2.790.270)
Pendapatan lainnya                               225.153         289.682         293.202         441.619        753.814
Beban lainnya                                    (51.933)        (87.479)        (72.515)        (15.502)       (50.969)
Laba Usaha                                     1.659.383       1.792.980       1.845.583       2.132.162      2.434.731
Penghasilan keuangan                                14.846         9.993         18.171           38.289         46.086
Bagian laba (rugi) bersih entitas
  asosiasi dan ventura bersama                  (194.768)        (15.965)       (20.832)          (1.492)        14.922
Beban keuangan                                    15.604        (289.669)      (601.108)        (649.631)      (641.891)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan                 1.495.065       1.497.340      1.241.815        1.519.328      1.853.848
Beban pajak penghasilan - neto                  (377.148)       (420.784)      (384.954)        (399.842)      (541.104)
Laba Tahun Berjalan                            1.117.917       1.076.555        856.861        1.119.486      1.312.744

Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan




                                                                                                                     29
Page 53
       Tabel 2-5 : Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Konsolidasian Perseroan
                                            (Lanjutan)
                                                                                                               (dalam juta Rupiah)
                                                                                  31 Desember/December
                                                        2021           2022               2023            2024            2025
                    Keterangan
                                                        Audit/         Audit/             Audit/          Audit/          Audit/
                                                       Audited        Audited            Audited         Audited         Audited
Pos yang akan direklasifikasi
 ke laba rugi:
 Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan           (11.249)        56.870            (45.598)         88.067        155.754
 Pajak penghasilan terkait                                   2.475        (16.567)            10.032         (19.375)       (34.266)

Pos yang tidak akan direklasifikasi
 ke laba rugi:
 Laba atas instrumen ekuitas yang ditetapkan
   pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
   lain                                                        -              -              (19.194)           -             3.183
 Pengukuran kembali atas program imbalan pasti               9.639         (4.559)           (14.040)         1.544          28.556
 Pajak penghasilan terkait                                  (2.622)         1.173              2.986           (333)         (5.753)
 Bagian (rugi) penghasilan komprehensif lainnya
   dari entitas asosiasi dari ventura bersama                    79             (157)           (197)              168             (50)

Jumlah Penghasilan Komprehensif
  Tahun Berjalan                                         1.116.239      1.113.315           790.849        1.189.558       1.460.168
Beban usaha                                             (3.319.723)    (3.770.766)        (4.822.873)     (5.569.683)     (6.619.429)
Depresiasi                                                 126.918        191.416            319.811         457.066         579.670
EBITDA                                                   1.613.081      1.782.193          1.944.707       2.163.111       2.311.556


Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan

Pendapatan
Pendapatan konsolidasian Perseroan selama tahun 2021-2025 secara Compound Annual Growth
Rate (“CAGR”) mengalami peningkatan sebesar 15,22%.
Pendapatan konsolidasian Perseroan mengalami peningkatan pada tahun 2021 sebesar 27,42%
terutama karena kenaikan penjualan telepon selular dan tablet.
Pada tahun 2022, pendapatan konsolidasian Perseroan meningkat sebesar 13,81% dibandingkan
tahun 2021, terutama berasal dari kenaikan penjualan telepon selular dan tablet.
Pada tahun 2023, pendapatan konsolidasian Perseroan tercatat sebesar Rp60.139 miliar,
meningkat sebesar 21,56% dibandingkan tahun 2022, terutama berasal dari kenaikan penjualan
telepon selular dan tablet.
Pada tahun 2024, pendapatan meningkat sebesar 8,55% dibanding tahun 2023, terutama berasal
dari kenaikan penjualan telepon selular dan tablet.
Pada tahun 2025, pendapatan meningkat sebesar 17,35% dibanding tahun 2024, terutama
disebabkan oleh kenaikan penjualan telepon selular dan tablet.
Beban Pokok Pendapatan
Beban pokok pendapatan konsolidasian Perseroan selama tahun 2021-2025 mengalami
peningkatan pertumbuhan fluktuatif dengan CAGR sebesar 15,27%.
Beban pokok pendapatan konsolidasian Perseroan mengalami peningkatan pada tahun 2021
sebesar 25,92%, selaras dengan kenaikan pendapatan di tahun 2021, maka beban pokok penjualan
pun ikut mengalami peningkatan, yaitu dari Rp30,70 triliun pada 2020 menjadi Rp38,66 triliun di
tahun ini.
Pada tahun 2022, beban pokok pendapatan konsolidasian Perseroan mengalami peningkatan
tertinggi sebesar 14,09%, sejalan dengan kenaikan pendapatan 2022, beban pokok penjualan ikut


                                                                                                                                    30
Page 54
mengalami kenaikan.
Pada tahun 2023, beban pokok pendapatan konsolidasian mengalami peningkatan sebesar 21,72%
dibandingkan tahun 2022, sejalan dengan kenaikan pendapatan 2023, beban pokok penjualan ikut
mengalami kenaikan.
Beban pokok pendapatan 2024 meningkat sebesar 8,03% dibandingkan tahun 2023, sejalan dengan
kenaikan pendapatan 2024, beban pokok penjualan ikut mengalami kenaikan.
Pada tahun 2025, beban pokok pendapatan Perseroan meningkat sebesar 17,35% dibandingkan
tahun 2024, sejalan dengan kenaikan pendapatan 2025, beban pokok penjualan ikut mengalami
kenaikan.
Dalam periode 2021-2025, proporsi beban pokok pendapatan terhadap Penjualan Bersih secara
rata-rata mencapai 89,07%.
Laba Bruto
Selama tahun 2021-2025, laba bruto konsolidasian Perseroan mengalami penurunan dengan CAGR
sebesar 14,81%.
Peningkatan terbesar laba bruto konsolidasian Perseroan terjadi pada tahun 2021 sebesar 40,93%,
sejalan dengan kenaikan pendapatan yang lebih besar dari kenaikan beban pokok penjualan 2021.
Peningkatan terbesar laba bruto konsolidasian Perseroan terjadi pada tahun 2022 sebesar 11,56%,
sejalan dengan kenaikan pendapatan yang lebih besar dari kenaikan beban pokok penjualan 2022.
Peningkatan terbesar laba bruto konsolidasian Perseroan terjadi pada tahun 2023 sebesar 20,26%,
sejalan dengan kenaikan pendapatan yang lebih besar dari kenaikan beban pokok penjualan 2023.
Peningkatan terbesar laba bruto konsolidasian Perseroan terjadi pada tahun 2024 sebesar 12,84%,
sejalan dengan kenaikan pendapatan yang lebih besar dari kenaikan beban pokok penjualan 2024.
Peningkatan terbesar laba bruto konsolidasian Perseroan terjadi pada tahun 2025 sebesar 14,78%,
sejalan dengan kenaikan pendapatan yang lebih besar dari kenaikan beban pokok penjualan 2025.
Selama tahun 2021-2025, rata-rata margin laba bruto Perseroan adalah sebesar 10,93%.
Beban Penjualan dan Distribusi
Beban penjualan dan distribusi konsolidasian Perseroan terdiri dari gaji, depresiasi – aset hak-guna,
periklanan dan promosi, program penjualan melalui kartu kredit, sewa dan service charge, komisi
penjualan, distribusi, dan lain-lain .
Selama tahun 2021-2025, beban penjualan dan distribusi konsolidasian Perseroan mengalami
peningkatan dengan CAGR sebesar 15,43%.
Penjualan tertinggi beban penjualan dan distribusi konsolidasian Perseroan terjadi pada tahun 2021
sebesar 46,35% terutama karena adanya kenaikan beban periklanan dan promosi dalam rangka
meningkatkan penjualan, yakni sebesar Rp468 miliar.
Pada tahun 2022, beban penjualan dan distribusi Perseroan meningkat sebesar 1,26% dari tahun
sebelumnya. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh peningkatan aktivitas penjualan dan
pembukaan outlet-outlet baru.
Pada tahun 2023, beban penjualan dan distribusi konsolidasian Perseroan meningkat sebesar
22,24% dibandingkan tahun 2022. Hal ini terutama disebabkan peningkatan aktivitas penjualan dan
pembukaan outlet-outlet baru.
Sepanjang periode 2024, beban penjualan dan distribusi Perseroan meningkat sebesar 12,22% dari
tahun sebelumnya. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan gaji, depresiasi - aset hak-


                                                                                                  31
Page 55
guna, dan program penjualan melalui kartu kredit yang secara total naik sebesar RP261,32 miliar
atau 14,4%.
Sepanjang periode 2025, beban penjualan dan distribusi Perseroan meningkat sebesar 27,81% dari
tahun sebelumnya. Kenaikan ini kenaikan beban gaji, depresiasi aset hak-guna, serta biaya
periklanan dan promosi, yang secara kumulatif naik sebesar Rp586,28 miliar atau 30,3%.
Laba Usaha (Earning Before Interest and Taxes)
Selama tahun 2022-2025, laba usaha konsolidasian Perseroan mengalami peningkatan dengan
CAGR sebesar 3,90%.
Pada tahun 2021, laba usaha konsolidasian Perseroan mengalami peningkatan sebesar 73,25%
terutama karena peningkatan pendapatan yang lebih besar dari peningkatan bebas pokok
pendapatan serta beban usaha.
Pada tahun 2022, laba usaha konsolidasian Perseroan meningkat sebesar 7,04% dibandingkan
tahun 2021 terutama karena peningkatan pendapatan yang lebih besar dari peningkatan bebas
pokok pendapatan serta beban usaha.
Pada tahun 2023, laba usaha konsolidasian Perseroan tercatat meningkat sebesar 2,14% terutama
karena peningkatan pendapatan yang lebih besar dari peningkatan bebas pokok pendapatan serta
beban usaha.
Pada tahun 2024, laba usaha konsolidasian Perseroan tercatat meningkat sebesar 4,99%
dibandingkan tahun 2023 terutama karena peningkatan pendapatan yang lebih besar dari
peningkatan bebas pokok pendapatan serta beban usaha.
Laba usaha konsolidasian Perseroan pada tahun 2025 menunjukkan meningkat sebesar 1,51%
dibandingkan tahun 2024. Peningkatan laba usaha 2025 terutama karena peningkatan pendapatan
yang lebih besar dari peningkatan bebas pokok pendapatan serta beban usaha.
Selama tahun 2021-2025, rata-rata margin laba usaha Perseroan adalah sebesar 2,84%.
Laba Tahun Berjalan
Selama tahun 2022-2025, laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan mengalami fluktuatif
peningkatan dengan CAGR sebesar 4,10%.
Pada tahun 2021, laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan mengalami peningkatan sebesar
66,56% seiring dengan peningkatan laba usaha konsolidasian Perseroan.
Pada tahun 2022, laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan menurun pada tahun 2022 sebesar
3,70% terutama karena peningkatan beban pokok pendapatan, beban usaha, dan beban lain-lain
lebih besar dari peningkatan pendapatan.
Pada tahun 2023, laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan menurun sebesar 20,41%
dibandingkan tahun 2022 terutama karena peningkatan beban pokok pendapatan, beban usaha,
dan beban lain-lain lebih besar dari peningkatan pendapatan.
Pada tahun 2024, laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan tercatat meningkat sebesar 30,65%
dibandingkan tahun 2023 seiring dengan peningkatan laba usaha konsolidasian Perseroan.
Pada tahun 2025, laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan meningkat sebesar 17,26%
dibandingkan tahun 2024 seiring dengan peningkatan laba usaha konsolidasian Perseroan.
Selama tahun 2021-2025, rata-rata margin laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan tercatat
sebesar 1,92%.




                                                                                            32
Page 56
Laba Komprehensif
Selama tahun 2021-2025, laba komprehensif konsolidasian Perseroan mengalami fluktuatif
penurunan dengan CAGR sebesar 6,95%.
Pada tahun 2021, laba komprehensif konsolidasian Perseroan mengalami peningkatan sebesar
64,14%. Kenaikan selaras dengan kenaikan laba tahun berjalan, total laba komprehensif tahun
berjalan selama tahun 2021 juga dibukukan meningkat menjadi sebesar Rp1,12 triliun, naik 64,14%
dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp680,05 miliar.
Penurunan terjadi pada tahun 2022, laba komprehensif konsolidasian Perseroan terjadi pada tahun
2022 sebesar 0,26%. Penurunan selaras dengan menurunnya laba tahun berjalan pada tahun 2022.
Pada tahun 2023, laba komprehensif konsolidasian Perseroan tercatat menurun sebesar 28,96%
dibandingkan tahun 2022. Penurunan selaras dengan menurunnya laba tahun berjalan pada tahun
2023.
Pada tahun 2024, laba komprehensif konsolidasian Perseroan meningkat sebesar 50,42%
dibandingkan tahun 2023 sebagai dampak kenaikan laba tahun berjalan pada tahun 2024.
Pada tahun 2025, laba komprehensif konsolidasian Perseroan meningkat sebesar 22,75%
dibandingkan tahun 2024. Kenaikan selaras dengan meningkatnya laba tahun berjalan pada tahun
2025.
Selama tahun 2021-2025, rata-rata margin laba komprehensif konsolidasian Perseroan tercatat
sebesar 1,97%.
  Gambar 2-11: Perkembangan Pendapatan, Laba Bruto, Laba Usaha, Laba Tahun Berjalan dan
                       Laba Komprehensif Konsolidasian Perseroan
                                                                                                                                        (dalam miliar Rupiah)

   522




                                  189
         162                                                                                                                            160
                88                                                106
                                                                                                      87
                                        62                              49
                       33   37                  40                                                          37                                30
                                                                              21
                                                     -26

                                                           (26)                     -35   (37)                   (18)                              (27)
                                                                                                                        -65   (66)                        -71   (72)


               2021                           2022                           2023                                2024                              2025


                     Pendapatan              Laba bruto            Laba usaha                    Laba tahun berjalan                 Laba komprehensif


Sumber: Laporan keuangan konsolidasian Perseroan




                                                                                                                                                                       33
Page 57
                            Tabel 2-6 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan
                                                                                                                 (dalam juta Rupiah)
                                                                                    31 Desember/December
                                                         2021          2022                 2023            2024            2025
                      Keterangan
                                                         Audit/        Audit/               Audit/          Audit/          Audit/
                                                        Audited       Audited              Audited         Audited         Audited
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas                                         520.695      1.044.183            1.765.703       1.765.746       2.131.024
Piutang usaha
  Pihak ketiga - neto                                      614.648      1.052.677            1.348.146       1.086.127       1.424.902
  Pihak berelasi - neto                                      1.772          2.107               16.703          70.359          87.277
Piutang lainlain
  Pihak ketiga - neto                                       427.258       940.000              664.043         373.056        676.645
  Pihak berelasi - neto                                       3.703         8.549                8.374          52.817         19.149
Persediaan - neto                                         3.931.609     6.064.667            8.046.600       7.130.918     11.644.662
Uang muka                                                   698.462       710.345              266.523         300.998        453.328
Biaya dibayar di muka - bagian lancar                        16.534         8.130               23.052          30.279         30.181
Pajak dibayar di muka                                       375.740     1.332.729              745.553       1.128.565      1.823.094
Investasi pada entitas asosiasi yang diklasifikasikan
  dimiliki untuk dijual                                         -             -                    -               -           83.867
Aset keuangan lainnya - bagian lancar                        29.732        50.053               50.954          65.002         79.870
Taksiran tagihan pajak penghasilan                            4.193         3.636               28.903       1.304.229      1.440.204
Jumlah Aset Lancar                                        6.624.347    11.217.076           12.964.556      13.308.097     19.894.203

Sumber: Laporan keuangan konsolidasian Perseroan

                   Tabel 2-7 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Lanjutan)
                                                                                                                 (dalam juta Rupiah)

                                                                                    31 Desember/December
                                                         2021          2022                 2023            2024            2025
                      Keterangan
                                                         Audit/        Audit/               Audit/          Audit/          Audit/
                                                        Audited       Audited              Audited         Audited         Audited
Aset Tidak Lancar
Biaya dibayar di muka - bagian tidak lancar                       -             -                  -                 540             540
Uang muka pembelian aset tetap dan aset
  tak berwujud                                             334.884         47.242              100.489         186.712         267.195
Aset tetap - neto                                          851.912      1.573.131            2.217.101       2.492.669       2.518.447
Aset takberwujud - neto                                    767.854        874.116              821.251         825.813         774.790
Aset hak guna - neto                                       815.735      1.387.384            1.593.843       1.797.063       1.928.902
Properti investasi - neto                                   14.479         14.700               13.464          14.173          15.794
Aset pajak tangguhan - neto                                118.204        137.814              205.334         221.813         251.748
Investasi pada entitas asosiasi dan
  ventura bersama                                          105.849        400.916              464.835         427.855        567.218
Taksiran tagihan pajak penghasilan                       1.644.368      1.279.531            1.906.165       2.334.847      2.187.429
Aset keuangan lainnya                                       89.921        123.289              158.241         158.894        442.344
Aset tidak lancar lainnya                                    4.671          3.019                2.173           5.913          7.922
Jumlah Aset Tidak Lancar                                 4.747.878      5.841.142            7.482.895       8.466.293      8.962.329
JUMLAH ASET                                             11.372.225     17.058.218           20.447.452      21.774.390     28.856.532

Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan
Jumlah Aset
Jumlah aset konsolidasian Perseroan selama tahun 2021-2025 mengalami fluktuatif peningkatan
dengan CAGR sebesar 26,21%. Peningkatan tertinggi jumlah aset konsolidasian Perseroan terjadi
pada tahun 2022 tercatat sebesar 50,05% yang merupakan dampak dari kas dan setara kas naik
100,5% dari Rp520,70 miliar menjadi Rp1,04 triliun, persediaan neto naik 54,3% dari Rp3,93 triliun
menjadi Rp6,06 triliun serta aset tetap, neto naik 84,7% dari Rp851,91 miliar menjadi Rp1,57 triliun.
Pada tahun 2021, jumlah aset konsolidasian Perseroan tercatat sebesar Rp11,37 triliun, menurun
sebesar 1,43% terutama karena penurunan kas dan setara kas dan piutang usaha pihak ketiga-neto
masing-masing sebesar Rp1,48 triliun dan Rp393 miliar yang diimbangi dengan pertumbuhan aset
taksiran tagihan pajak penghasilan dan aset tetap masing-masing sebesar Rp990 miliar dan Rp295
miliar.


                                                                                                                                      34
Page 58
Pada tahun 2023, jumlah aset konsolidasian Perseroan tercatat sebesar Rp20,45 triliun, menurun
sebesar 19,87% dari tahun 2022 yang merupakan dampak dari dari kas dan setara kas yang naik
sebesar 69,1% dari Rp1,04 triliun menjadi Rp1,77 triliun serta persediaan - neto naik 32,7% dari
Rp6,06 triliun menjadi Rp8,05 triliun.
Jumlah aset Perseroan pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp21,77 triliun, mengalami peningkatan
sebesar 6,49% dibanding periode sebelumnya. Penurunan ini merupakan dampak dari kenaikan
aset lancar sebesar 2,6% atau Rp343,54 miliar dan aset tidak lancar sebesar 13,1% atau Rp983,40
miliar.
Pada tahun 2025, jumlah aset konsolidasian Perseroan tercatat sebesar Rp28,86 triliun, meningkat
sebesar 32,53% dari tahun 2024 yang merupakan dampak dari kenaikan aset lancar sebesar
Rp6.586,10 miliar.
                 Tabel 2-8 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Lanjutan)
                                                                                                       (dalam juta Rupiah)
                                                                          31 Desember/December
                                                   2021          2022             2023            2024          2025
                    Keterangan
                                                   Audit/        Audit/           Audit/          Audit/        Audit/
                                                  Audited       Audited          Audited         Audited       Audited
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
utang bank jangka pendek                            1.287.563     3.491.394        3.962.991       2.733.984     4.976.644
Utang usaha
  Pihak ketiga                                      1.502.384     2.384.694        3.649.435       3.847.848     5.927.511
  Pihak berelasi                                       11.436        16.121           21.940          22.032        37.356
Utang lain-lain
  Pihak ketiga                                       677.450      1.114.047        1.402.120       1.604.454     2.389.103
  Pihak berelasi                                         119         97.787            2.166          52.596        56.861
Beban akrual                                         168.340         82.585           72.189         109.931       119.194
Utang pajak                                          135.584      1.065.434          237.202         101.889       145.611
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                50.460         38.529           58.935          91.946       104.241
Pendapatan diterima di muka                            3.979          2.006            1.710           3.838         1.762
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya                -              -              9.455             151         8.609
Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo
  dalam waktu satu tahun:
  Utang bank jangka panjang                           143.409       285.478          484.171       1.683.852     2.096.233
  Utang obligasi                                          -             -                -               -         644.970
  Liabilitas sewa                                     298.553       443.013          427.948         623.460       648.432
  Utang pembiayaan konsumen                               175           138                55            -             -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                     4.279.453     9.021.227       10.330.316      10.875.981    17.156.528

Liabilitas Jangka Panjang
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian
  yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
  Utang bank jangka panjang                           214.109       181.849          658.946         423.012       463.520
  Utang obligasi                                          -             -            554.582         573.318           -
  Liabilitas sewa                                     224.912       431.346          499.721         466.913       569.945
Liabilitas pajak tangguhan - neto                       2.407        28.745           25.186          22.014         4.947
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang               188.798       192.140          247.926         355.758       484.296
Utang pembiayaan konsumen                                 185             48             -               -             -
Jumlah Liabilitas Jangka panjang                      630.411       834.128        1.986.362       1.841.015     1.522.707
JUMLAH LIABILITAS                                   4.909.864     9.855.355       12.316.678      12.716.996    18.679.235


Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan

Jumlah Liabilitas
Jumlah liabilitas konsolidasian Perseroan selama tahun 2021-2025 mengalami fluktuatif
peningkatan dengan CAGR sebesar 39,66%. Peningkatan terbesar jumlah liabilitas konsolidasian
Perseroan terjadi pada tahun 2022 tercatat meningkat sebesar 100,73% terutama karena kenaikan
liabilitas jangka pendek sebesar 110,8%, sementara liabilitas jangka panjang juga naik sebesar
32,3%.



                                                                                                                         35
Page 59
Pada tahun 2021, jumlah liabilitas konsolidasian Perseroan tercatat sebesar Rp4,91 triliun,
menurun sebesar 11,11% dari tahun 2021 merupakan dampak dari utang bank jangka pendek dan
utang usaha pihak ketiga masing-masing sebesar Rp591 miliar dan Rp564 miliar.
Pada tahun 2023, jumlah liabilitas konsolidasian Perseroan tercatat sebesar Rp12,32 triliun,
meningkat sebesar 24,97% dari tahun 2022 terutama disebabkan oleh kenaikan liabilitas jangka
pendek sebesar 14,5%, sementara liabilitas jangka panjang juga naik sebesar 138,1%.
Jumlah liabilitas pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp12,72 triliun, meningkat sebesar 3,25%
dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan liabilitas jangka
pendek sebesar 5,3% atau Rp545,66 miliar, sementara liabilitas jangka panjang turun 7,3% atau
Rp145,34 miliar.
Jumlah liabilitas pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp18,68 triliun meningkat sebesar 46,88%
dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini terutama dari peningkatan jumlah liabilitas
jangka pendek sebesar 57,75% dari Rp10,88 triliun pada tahun 2024 menjadi 17,16 triliun pada
tahun 2025.
                  Tabel 2-9 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Lanjutan)
                                                                                                      (dalam juta Rupiah)
                                                                         31 Desember/December
                                                 2021           2022             2023            2024           2025
                     Keterangan
                                                 Audit/         Audit/           Audit/          Audit/         Audit/
                                                Audited        Audited          Audited         Audited        Audited
EKUITAS
Modal saham                                       1.595.000      1.595.000        1.595.000       1.595.000      1.595.000
Tambahan modal disetor - neto                       598.406        598.384          598.379         598.379        617.737
Saham treasuri                                       (8.961)       (63.804)         (63.804)        (63.804)       (53.941)
Selisih transaksi dengan pihak non pengendali       (69.105)       (83.580)          19.274          19.242         13.726
Saldo laba
  Telah ditentukan penggunaannya                     11.000         12.000           13.000          14.000        15.000
  Belum ditentukan penggunaannya                  3.993.389      4.642.933        5.168.097       5.931.324     6.826.410
Penghasilan komprehensif lain                        19.211         41.453           (6.544)         40.111       127.687
Kepentingan non pengendali                          323.422        460.477          807.373         923.141     1.035.679
JUMLAH EKUITAS                                    6.462.362      7.202.863        8.130.774       9.057.394    10.177.297
JUMLAH LIABILITAS DAN
  EKUITAS                                       11.372.225      17.058.218       20.447.452      21.774.390    28.856.532


Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan

Jumlah Ekuitas
Jumlah ekuitas konsolidasian Perseroan selama tahun 2021-2025 mengalami fluktuatif peningkatan
dengan CAGR sebesar 12,02%. Peningkatan terbesar jumlah ekuitas konsolidasian Perseroan terjadi
pada tahun 2021 tercatat sebesar Rp6,46 triliun, meningkat sebesar 13,61%, peningkatan ini
terutama disebabkan oleh kenaikan pada laba ditahan.
Pada tahun 2022, jumlah ekuitas konsolidasian Perseroan tercatat sebesar Rp7,20 triliun,
mengalami peningkatan sebesar 11,46% merupakan dampak dari penambahan saldo laba belum
ditentukan penggunaannya sebesar Rp649,54 miliar.
Pada tahun 2023, jumlah ekuitas konsolidasian Perseroan tercatat sebesar Rp8,13 triliun,
meningkat sebesar 12,88% dari tahun 2022 terutama disebabkan oleh penambahan saldo laba
belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp525,16 miliar.
Pada tahun 2024, jumlah ekuitas konsolidasian Perseroan tercatat sebesar Rp9,06 triliun,
meningkat sebesar 1,40% dari tahun 2023 terutama disebabkan oleh penambahan saldo laba
sebesar Rp764,23 miliar.
Selama tahun 2025, jumlah ekuitas tercatat sebesar Rp10,17 triliun, meningkat sebesar 12,36%
dibandingkan periode sebelumnya, terutama karena kenaikan saldo laba yang belum ditentukan
penggunaannya sebesar Rp896,09 miliar.


                                                                                                                         36
Page 60
 Gambar 2-12: Perkembangan Jumlah Aset, Jumlah Liabilitas dan Jumlah Ekuitas Konsolidasian
                                      Perseroan
                                                                                                                 (dalam miliar Rupiah)




                                                                                                                         28.857

                                                                                                                         10.177
                                                                                            21.774
                                                                  20.447
                                             17.058                                         9.057
                                                                  8.131
              11.372
                                             7.203
                                                                                                                         18.679
               6.462
                                                                  12.317                    12.717
                                             9.855
               4.910

                2021                         2022                 2023                      2024                         2025

                 Jumlah liabilitas/ Total liabilities        Jumlah ekuitas/ Total equity                  Jumlah aset/ Total assets

Sumber: Laporan keuangan konsolidasian Perseroan

                                 Tabel 2-10 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan
                                                                                                                      (dalam juta Rupiah)
                                                                                     31 Desember/December
                                                         2021               2022             2023               2024               2025
                       Keterangan
                                                         Audit/             Audit/           Audit/             Audit/             Audit/
                                                        Audited            Audited          Audited            Audited            Audited
Arus Kas dari
 Aktivitas Operasi
Penerimaan kas dari pelanggan                            43.865.964         49.011.472       59.792.126         65.461.883         76.266.378
Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan              (42.733.916)       (48.227.516)     (57.308.754)       (60.609.792)       (74.945.441)

Kas yang dihasilkan dari aktivitas operasi                1.132.049           783.956         2.483.372          4.852.091          1.320.937
Penerimaan dari (pembayaran untuk):
 Pendapatan bunga                                            14.846              9.993           18.171             38.289             46.087
 Beban bunga                                               (186.655)          (269.581)        (490.335)          (583.919)          (549.520)
 Pajak penghasilan                                         (942.132)           (97.077)      (1.128.866)        (2.067.143)          (592.351)
Kas Neto yang Diperoleh dari
 Aktivitas Operasi                                          18.108            427.291          882.343           2.239.319           225.153

Sumber: Laporan keuangan konsolidasian Perseroan

Aktivitas Operasi
Selama tahun 2021-2025, kas bersih konsolidasian Perseroan yang dihasilkan dari aktivitas operasi
tertinggi tercatat pada tahun 2024 sebesar Rp2,24 triliun, terutama karena peningkatan
penerimaan kas dari pelanggan.
Pada tahun 2025, Perseroan mencatatkan kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi secara
konsolidasian sebesar Rp225 miliar, mengalami penurunan dari tahun 2024. Penurunan ini
disebabkan oleh meningkatnya pembayaran kepada pemasok dan karyawan.




                                                                                                                                            37
Page 61
                      Tabel 2-11 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan (Lanjutan)
                                                                                                         (dalam juta Rupiah)
                                                                            31 Desember/December
                                               2021            2022                 2023            2024           2025
                   Keterangan
                                               Audit/          Audit/               Audit/          Audit/         Audit/
                                              Audited         Audited              Audited         Audited        Audited
Arus Kas dari
 Aktivitas Investasi
Divestasi entitas anak - neto dari kas
 yang di divestasi di entitas anak                    -                 -                 -            (9.471)        75.277
Hasil penjualan investasi                             -                 -                 -               -           31.695
Hasil penjualan aset tetap                         23.281               655             1.670          47.878         11.408
Pembayaran untuk perolehan tambahan
 kepemilikan pada entitas anak                          -               -                  -              (186)             -
Akuisisi entitas anak, setelah dikurangi
 kas yang diperoleh                                  -                -                    -           (76.780)           -
Penambahan aset takberwujud                     (130.223)        (160.400)              (3.455)        (38.998)       (10.748)
Penambahan uang jaminan                            2.368          (53.689)             (35.853)         (4.231)       (45.135)
Penambahan aset hak-guna dan sewa                (10.137)         (33.541)             (38.910)       (110.686)       (97.923)
Penambahan investasi pada entitas asosiasi
 dan ventura bersama                               (87.289)      (318.364)             (83.700)        (37.816)     (202.775)
Penambahan investasi pada obligasi                                                                         -        (250.000)
Pembelian aset tetap dan uang muka
 pembelian aset tetap                           (308.820)        (614.807)          (1.049.799)       (772.690)     (795.974)
Penerimaan dividen dari entitas asosiasi          18.031            8.070                2.426                           -
Pembayaran uang muka pembelian saham                               (7.277)
Penerimaan (penambahan) deposito berjangka         (29.732)
Pengembalian penyertaan modal pada
 entitas asosiasi                                   5.050
Penerimaan kas dari penjualan kepemilikan
 entitas asosiasi                                   5.300
Pelepasan sebagian kepemilikan pada entitas
 asosiasi
Kas Neto yang Digunakan
 untuk Aktivitas Investasi                      (512.171)      (1.179.352)          (1.207.622)     (1.002.980)    (1.284.176)

Sumber: Laporan keuangan konsolidasian Perseroan

Aktivitas Investasi
Selama tahun 2021-2025, arus kas bersih terbesar digunakan untuk aktivitasi investasi terjadi pada
tahun 2025 sebesar Rp1.284 miliar terutama untuk pembelian aset tetap dan uang muka pembelian
aset tetap.




                                                                                                                                38
Page 62
                       Tabel 2-12 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan (Lanjutan)
                                                                                                               (dalam juta Rupiah)
                                                                                  31 Desember/December
                                                       2021          2022                 2023            2024           2025
                     Keterangan
                                                       Audit/        Audit/               Audit/          Audit/         Audit/
                                                      Audited       Audited              Audited         Audited        Audited
Arus Kas dari
  Aktivitas Pendanaan
Penerimaan dari:
  Utang bank                                             978.664      2.181.078             755.162         963.746       3.992.291
  Penambahan modal dari kepentingan
   nonpengendali                                                -             -                 -              6.159        35.283
  Utang obligasi setelah dikurangi biaya penerbitan             -             -             554.582
  Setoran modal ke entitas anak dari kepentingan
   nonpengendali                                          59.067         58.607             436.977
Pembayaran untuk:
Pinjaman kepada pihak berelasi                                                                   -           (30.400)           -
Utang pembiayaan konsumen                                   (547)          (169)                (131)            (22)           -
Dividen kas untuk kepentingan nonpengendali               (9.043)       (14.225)                 (29)        (10.774)        (8.625)
Dividen                                                 (219.399)      (362.329)            (299.886)       (268.319)      (299.886)
Liabilitas sewa                                         (400.543)      (659.209)            (761.346)       (699.689)      (857.747)
Utang bank                                                   -              -                    -          (779.372)    (1.445.098)
Pembelian saham treasuri                                     -          (54.843)                 -               -              -
Penurunan modal saham - entitas anak                      (5.990)           -                    -               -              -
Akuisisi kepentingan nonpengendali                      (166.508)           -                    -               -              -
Arus Kas Bersih yang Digunakan
  untuk Aktivitas Pendanaan                              235.701      1.148.909             685.328         (818.671)     1.416.218
(Penurunan) Kenaikan Neto
  Kas dan Setara Kas                                    (258.362)      396.848              360.049         417.668        357.195
Efek neto perubahan kurs mata uang
  terhadap kas dan setara kas                               (107)        10.777               (6.969)        32.009        134.580
Kas dan Setara Kas
  pada Awal Tahun                                        675.733       417.263              824.888        1.177.967      1.627.644
Kas dan Setara Kas
  pada Kas Akhir Tahun                                   417.263       824.888             1.177.968       1.627.644      2.119.420
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun Terdiri Dari:
  Kas dan Setara Kas                                     520.695      1.044.183            1.765.703       1.765.746      2.131.024
  Cerukan                                               (103.432)      (219.295)            (587.736)       (138.101)       (11.604)


Sumber: Laporan keuangan konsolidasian Perseroan

Aktivitas Pendanaan
Selama tahun 2021-2025, kas bersih konsolidasian Perseroan digunakan untuk aktivitas pendanaan
terbesar terjadi pada tahun 2024 sebesar Rp818,67 miliar terutama karena utang bank dan liabilitas
sewa.
Pada tahun 2025, Perseroan mencatatkan kas bersih diperoleh dari aktivitas pendanaan secara
konsolidasian sebesar Rp1,42 triliun, terutama karena utang bank dan liabilitas sewa.




                                                                                                                                  39
Page 63
        Gambar 2-13: Perkembangan Arus Kas Aktivitas Operasi, Investasi dan Pendanaan
                                 Konsolidasian Perseroan
                                                                                                            (dalam miliar Rupiah)
                                                                                   2.239



                                                                                                                           1.416
                                             1.149
                                                     882
                                                                     685
                                427
                     236                     397                                              418             225
        18                                                           360                                                      357

                     (258)

             (512)
                                                                                                  (819)
                                                                                        (1.003)
                                      (1.179)              (1.208)                                                  (1.284)
             2020                     2022                 2023                            2024                     2025



         Aktivitas operasi/ Operating Activities                           Aktivitas investasi/ Investment Activities
         Aktivitas pendanaan/ Financing Activities                         Kenaikan (penurunan) kas/ Increase (decrease) cash

Sumber: Laporan keuangan konsolidasian Perseroan




                                                                                                                                    40
Page 64
                                   Tabel 2-13 : Rasio Keuangan Konsolidasian Perseroan
                                                                                                                         Rata-rata/
                                                                      31 Desember/December
                    Keterangan                                                                                            Average
                                                2021          2022            2023           2024          2025          2021-2025
Rasio Pertumbuhan*
Penjualan bersih                                   27,42%        13,81%           21,56%         8,55%        17,35%           15,22%
Beban pokok penjualan                              25,92%        14,09%           21,72%         8,03%        17,67%           15,27%
Laba kotor                                         40,93%        11,56%           20,26%        12,84%        14,78%           14,81%
Beban penjualan dan distribusi                     46,35%         1,26%           22,24%        12,22%        27,81%           15,43%
Beban umum dan administrasi                         7,83%        36,44%           35,70%        19,54%         8,41%           24,46%
Beban Usaha                                        30,07%        13,59%           27,90%        15,48%        18,85%           18,83%
EBIT                                               73,25%         7,04%            2,14%         4,99%         1,51%            3,90%
EBITDA                                             62,84%        10,48%            9,12%        11,23%         6,86%            9,41%
Laba tahun berjalan                                66,56%        -3,70%          -20,41%        30,65%        17,26%            4,10%
Laba komprehensif                                  64,14%        -0,26%          -28,96%        50,42%        22,75%            6,95%
Jumlah aset                                         1,43%        50,00%           19,87%         6,49%        32,53%           26,21%
Jumlah liabilitas                                 -11,11%       100,73%           24,97%         3,25%        46,88%           39,66%
Jumlah ekuitas                                     13,61%        11,46%           12,88%        11,40%        12,36%           12,02%
Segmen Penjualan
Telepon selular dan tablet                         79,03%        78,17%          79,67%         80,32%        78,42%           79,12%
Komputer dan peralatan elektronik lainnya           8,04%         5,74%           3,94%          4,04%         3,99%            5,15%
Produk operator                                     4,45%         4,37%           4,84%          2,56%         2,02%            3,65%
Aksesoris dan lain-lain                             8,48%        11,73%          11,55%         13,08%        15,57%           12,08%
Rasio Profitabilitas
Porsi Beban penjualan                              88,94%        89,16%          89,28%         88,85%        89,10%           89,07%
Margin laba kotor                                  11,06%        10,84%          10,72%         11,15%        10,90%           10,93%
Margin EBIT                                         3,42%         3,22%           2,70%          2,61%         2,26%            2,84%
Margin laba tahun berjalan                          2,57%         2,18%           1,42%          1,71%         1,71%            1,92%
Margin laba komprehensif                            2,57%         2,25%           1,32%          1,82%         1,91%            1,97%
Margin EBITDA                                       3,71%         3,60%           3,23%          3,31%         3,02%            3,38%
Return on Asset (ROA)                               9,83%         6,31%           4,19%          5,14%         4,55%            6,00%
Return on Equity (ROE)                             17,30%        14,95%          10,54%         12,36%        12,90%           13,61%
Return on Invested Capital (ROIC)                  13,43%        10,31%           8,61%          8,55%         6,90%            9,56%
Rasio Likuiditas (x)
Rasio Lancar                                           1,55          1,24            1,26           1,22          1,16            1,29
Rasio Cepat                                            0,63          0,57            0,48           0,57          0,48            0,55
Rasio Solvabilitas (x)
Liabilitas terhadap Aset                               0,43          0,58            0,60           0,58          0,65            0,57
Liabilitas terhadap Ekuitas                            0,76          1,37            1,51           1,40          1,84            1,38
Debt to Assets Ratio - DAR                             0,19          0,28            0,32           0,30          0,33            0,28
Debt to Equity Ratio - DER                             0,34          0,67            0,81           0,72          0,92            0,69
Rasio Aktivitas
Perputaran Aset (x)                                    3,82          2,90            2,94           3,00          2,65            3,06
Perputaran Piutang usaha (hari)                           5             8               8              6             7               7
Perputaran Persediaan (hari)                             37            50              55             45            62              50
Perputaran Utang usaha (hari)                            14            20              25             24            32              23

*) Rasio pertumbuhan dihitung secara CAGR tahun 2021-2025
**) Rasio pertumbuhan dihitung secara CAGR tahun 2022-2025
***) Rasio tahun 2021-2025 berdasarkan Laporan Tahunan Perseroan
Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan, diolah

Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam mengelola aset-asetnya dengan
tujuan akhir mengoptimalkan pengembalian yang dapat diperoleh para penyedia modal (capital
providers). Profitabilitas Perseroan diukur dengan rasio imbal hasil aset (Return on Asset/ ROA) dan
rasio imbal hasil ekuitas (Return on Equity/ ROE).
Selama tahun 2021-2025, rata-rata rasio ROA dan ROE konsolidasian Perseroan masing-masing
sebesar 6,00% dan 13,61%. Pada tahun 2025, rasio ROA, dan ROE konsolidasian Perseroan masing-
masing sebesar negatif 4,55%, dan 12,90%.
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk membayar seluruh kewajiban-
kewajibannya yang akan jatuh tempo. Likuiditas Perseroan diukur dengan menggunakan rasio
lancar dan rasio cepat.
Pada tahun 2021-2025, rata-rata rasio lancar dan rasio cepat konsolidasian Perseroan masing-
masing sebesar 1,29x dan 0,55x. Pada tahun 2025, rasio lancar dan rasio cepat konsolidasian


                                                                                                                                  41
Page 65
Perseroan masing-masing sebesar 1,16x dan 0,48x.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar semua kewajiban
(jangka pendek maupun jangka panjang). Solvabilitas Perseroan diukur dengan menggunakan (Debt
to Assets Ratio/DAR) dan (Debt to Equity Ratio/DER).
Perseroan mencatat rata-rata DAR dan DER konsolidasian selama tahun 2021-2025 masing-masing
sebesar 0,28x dan 0,63x. Pada tahun 2025, DAR dan DER konsolidasian Perseroan masing-masing
sebesar 0,33x dan 0,92x.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan Perseroan dalam menggunakan aset-aset yang
dimilikinya. Rasio aktivitas Perseroan diukur dengan rasio turnover. Rasio ini menunjukkan waktu
yang diperlukan perusahaan dalam mengkonversi aset-aset yang dimilikinya menjadi pendapatan
yang menghasilkan uang kas dan periode pembayaran utang Perseroan.
Rata-rata rasio aktivitas konsolidasian Perseroan selama tahun 2021-2025 adalah sebagai berikut:
rasio perputaran aset sebesar 3,06x, rasio perputaran piutang usaha sebesar 7x, rasio perputaran
persediaan selama 50 hari, dan rasio perputaran utang usaha selama 23 hari. Pada tahun 2025,
rasio perputaran aset sebesar 2,65x, rasio perputaran piutang usaha selama 7 hari, perputaran
persediaan selama 62 hari, dan rasio perputaran utang usaha selama 32 hari.

2.4.2   Analisis Terhadap Proyeksi Laporan Keuangan Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana
        Transaksi

Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi untuk
tahun 2026 - 2030 telah disiapkan oleh manajemen Perseroan.
Dalam menyusun pendapat kewajaran, kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disiapkan
oleh manajemen Perseroan, yang telah kami review untuk mencerminkan kewajaran proyeksi,
namun kami tidak bertanggung jawab atas kemampuan pencapaian proyeksi keuangan tersebut
oleh Perseroan.
Proyeksi Laba Rugi
Analisis proyeksi laba rugi konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi untuk
tahun 2026 - 2030:




                                                                                             42
Page 66
 Tabel 2-14 : Laporan Laba Rugi Konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
                                                                                                (dalam miliar Rupiah)
                                                                          Tanpa Rencana Transaksi
                                                        1-Jan-26      1-Jan-27   1-Jan-28    1-Jan-29          1-Jan-30
                           Deskripsi
                                                       31-Dec-26     31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29            31-Dec-30
                                                       Proyeksi      Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi         Proyeksi
 PENDAPATAN                                                88.165      106.368     122.527     137.133          150.854
 BEBAN POKOK PENDAPATAN                                  (78.466)       (94.508)    (108.681)    (121.431)     (133.355)
 LABA KOTOR                                                9.698         11.860      13.846        15.702        17.499
 Beban penjualan & distribusi                              (4.408)       (5.318)      (6.126)      (6.857)       (7.543)
 Biaya Umum & Administrasi                                 (3.130)       (3.723)      (4.227)      (4.663)       (5.054)
 Pendapatan lain                                              821           851          919          960           981
 Beban lain                                                   (62)          (74)         (86)         (96)         (106)
 EBIT                                                      2.920          3.595        4.325        5.046         5.778
 Pendapatan keuangan                                          53             58           67           74            79
 Pendapatan dari perusahaan afiliasi/usaha patungan           18             32           37           55            60
 Biaya keuangan                                             (818)          (779)        (819)        (770)         (643)
 (Rugi) Laba sebelum Pajak Penghasilan                     2.172          2.906        3.610        4.405         5.274
 Pajak penghasilan                                          (608)          (814)      (1.011)      (1.233)       (1.477)
 Laba Bersih                                               1.564          2.092        2.599        3.172         3.797

 Kepentingan non-pengendali                                 (138)          (184)        (229)        (279)         (334)

 Laba Bersih kepada entitas induk                          1.427          1.908        2.370        2.893         3.463

         Sumber: manajemen Perseroan
                                                                                                (dalam miliar Rupiah)
                                                                         Dengan Rencana Transaksi
                                                       1-Jan-26       1-Jan-27   1-Jan-28    1-Jan-29         1-Jan-30
                          Deskripsi
                                                      31-Dec-26      31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29           31-Dec-30
                                                      Proyeksi       Proyeksi    Proyeksi   Proyeksi         Proyeksi
PENDAPATAN                                                88.165        106.368    122.527    137.133          150.854
BEBAN POKOK PENDAPATAN                                   (78.466)      (94.508)    (108.681)    (121.431)     (133.355)
LABA KOTOR                                                9.698         11.860      13.846        15.702        17.499
Beban penjualan & distribusi                              (4.408)       (5.318)      (6.126)      (6.857)       (7.543)
Biaya Umum & Administrasi                                 (3.130)       (3.723)      (4.227)      (4.663)       (5.054)
Pendapatan lain                                              821           851          919          960           981
Beban lain                                                   (62)          (74)         (86)         (96)         (106)
EBIT                                                      2.920          3.595        4.325        5.046         5.778
Pendapatan keuangan                                          53             58           67           74            79
Pendapatan dari perusahaan afiliasi/usaha patungan           18             32           37           55            60
Biaya keuangan                                             (818)          (779)        (819)        (770)         (643)
(Rugi) Laba sebelum Pajak Penghasilan                     2.172          2.906        3.610        4.405         5.274
Pajak penghasilan                                          (608)          (814)      (1.011)      (1.233)       (1.477)
Laba Bersih                                               1.564          2.092        2.599        3.172         3.797

Kepentingan non-pengendali                                 (137)          (183)        (227)        (277)         (332)

Laba Bersih kepada entitas induk                          1.427          1.909        2.372        2.894         3.465

Sumber: Manajemen Perseroan




                                                                                                                    43
Page 67
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Pendapatan Perseroan diproyeksikan tidak mengalami
perubahan, di mana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030, dengan melaksanakan Rencana
Transaksi dan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan sebesar Rp150.854 miliar.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, beban pokok pendapatan Perseroan diproyeksikan
tidak mengalami perubahan, di mana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030, dengan
melaksanakan Rencana Transaksi dan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi sebesar Rp133.355
miliar.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, EBIT Perseroan diproyeksikan tidak mengalami
perubahan, di mana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030, dengan melaksanakan Rencana
Transaksi dan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi sebesar Rp5.778 miliar.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, laba bersih Perseroan diproyeksikan tidak mengalami
perubahan, di mana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030, dengan melaksanakan Rencana
Transaksi dan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi sebesar Rp3.797 miliar.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, laba bersih kepada entitas induk selama tahun 2026 -
2030 diproyeksikan mengalami peningkatan, di mana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030,
dengan melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan sebesar Rp3.465 miliar dan tanpa
melaksanakan Rencana Transaksi sebesar Rp3.463 miliar yang berasal dari penurunan kepentingan
non-pengendali.
Analisis proyeksi posisi keuangan konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
untuk tahun 2026 - 2030:




                                                                                           44
Page 68
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
  Tabel 2-15 : Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
                                                                              (dalam miliar Rupiah)
                                                     Tanpa Rencana Transaksi
              Deskripsi            31-Dec-26   31-Dec-27   31-Dec-28    31-Dec-29    31-Dec-30
                                   Proyeksi    Proyeksi     Proyeksi    Proyeksi     Proyeksi
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas                     2.425       2.925        3.369       3.771          4.148
Piutang Usaha                          1.691       2.040        2.350       2.630          2.893
Persediaan                            13.329      16.053       18.461      20.627         22.652
Aset Lancar lainnya                    5.114       5.957        6.616       7.131          7.543
Total Aset Lancar                     22.557      26.975       30.797      34.159         37.236
Aset Tidak Lancar
Aset tetap                             5.503       5.351        4.970       4.413          3.673
Aset tidak lancar lain-lain            3.802       4.375        4.794       5.092          5.299
Total Aset Tidak Lancar                9.306       9.726        9.764       9.505          8.973
TOTAL ASET                            31.863      36.701       40.561      43.664         46.209

LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Pinjaman bank jangka pendek            4.693       4.832        4.167       2.507            162
Utang usaha                            6.879       8.286        9.528      10.646         11.691
Liabilitas lancar lainnya              3.262       3.936        4.411       4.937          5.280
Utang keuangan jangka panjang          3.512       4.024        4.391       4.640          4.802
Liabilitas sewa                        1.513       1.780        2.011       2.230          2.434
Liabilitas tidak lancar lainnya          573         691          796         891            981
Total Liabilitas                      20.432      23.548       25.304      25.851         25.350
Ekuitas
Ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada perusahaan induk               10.269      11.821       13.714      16.014         18.754
Kepentingan non-pengendali             1.162       1.332        1.542       1.799          2.105
Total Ekuitas                         11.431      13.153       15.256      17.813         20.859
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS          31.863      36.701       40.561      43.664         46.209
Sumber: manajemen Perseroan




                                                                                                45
Page 69
                                                                               (dalam miliar Rupiah)
                                                     Dengan Rencana Transaksi
              Deskripsi             31-Dec-26    31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29        31-Dec-30
                                    Proyeksi     Proyeksi    Proyeksi   Proyeksi      Proyeksi
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas                       2.425       2.925       3.369        3.771        4.148
Piutang Usaha                            1.691       2.040       2.350        2.630        2.893
Persediaan                              13.329      16.053      18.461       20.627       22.652
Aset Lancar lainnya                      5.114       5.957       6.616        7.131        7.543
Total Aset Lancar                       22.557      26.975      30.797       34.159       37.236
Aset Tidak Lancar
Aset tetap                               5.503       5.351       4.970        4.413         3.673
Aset tidak lancar lain-lain              3.802       4.375       4.794        5.092         5.299
Total Aset Tidak Lancar                  9.306       9.726       9.764        9.505         8.973
TOTAL ASET                              31.863      36.701      40.561       43.664       46.209

LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Pinjaman bank jangka pendek              4.693       4.832       4.167        2.507          162
Utang usaha                              6.879       8.286       9.528       10.646       11.691
Liabilitas lancar lainnya                3.262       3.936       4.411        4.937        5.280
Utang keuangan jangka panjang            3.512       4.024       4.391        4.640        4.802
Liabilitas sewa                          1.513       1.780       2.011        2.230        2.434
Liabilitas tidak lancar lainnya            573         691         796          891          981
Total Liabilitas                        20.432      23.548      25.304       25.851       25.350
Ekuitas
Ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada perusahaan induk                 10.270      11.823      13.717       16.019       18.761
Kepentingan non-pengendali               1.161       1.330       1.539        1.793        2.098
Total Ekuitas                           11.431      13.153      15.256       17.813       20.859
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS            31.863      36.701      40.561       43.664       46.209
Sumber: Manajemen Perseroan

Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, total aset diproyeksikan tidak mengalami perubahan.
Di mana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030 total aset tanpa melaksanakan Rencana Transaksi
dan dengan melaksanakan Rencana Transaksi, yaitu sebesar Rp46.209 miliar.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, total liabilitas diproyeksikan tidak mengalami
perubahan. Di mana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030 total liabilitas tanpa melaksanakan
Rencana Transaksi dan dengan melaksanakan Rencana Transaksi, yaitu sebesar Rp25.350 miliar.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, ekuitas yang dapat diatribusikan kepada perusahaan
induk selama tahun 2026 - 2030 diproyeksikan mengalami peningkatan, di mana pada akhir periode
proyeksi, tahun 2030 dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi, yaitu dari sebesar
Rp18.754 miliar menjadi sebesar Rp18.761 miliar, yang berasal dari peningkatan laba bersih kepada
entitas induk. Sedangkan, kepentingan non-pengendali selama tahun 2026 - 2030 diproyeksikan
mengalami penurunan, di mana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030 dibandingkan tanpa
melaksanakan Rencana Transaksi, yaitu dari sebesar Rp2.105 miliar menjadi sebesar Rp2.098 miliar.


                                                                                                 46
Page 70
Secara keseluruhan, total ekuitas Perseroan diproyeksikan tidak mengalami perubahan, dengan
dilaksanakannya Rencana Transaksi.
Proyeksi Laporan Arus Kas
Analisis Proyeksi Arus Kas Perseroan dilakukan dengan menganalisis Proyeksi Arus Kas Dengan dan
Tanpa Transaksi Perseroan tahun 2026 - 2030 yang telah disiapkan oleh manajemen Perseroan,
sebagai berikut:
                  Tabel 2-16 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana
                                                      Transaksi
                                                                                                (dalam miliar Rupiah)
                                                                            Tanpa Rencana Transaksi
                                 Deskripsi                31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28        31-Dec-29 31-Dec-30
                                                          Proyeksi    Proyeksi     Proyeksi    Proyeksi     Proyeksi
Laba bersih                                                    1.564      2.092         2.599        3.172      3.797
Penyesuaian depresiasi & amortisasi                            1.613      1.766         1.958        2.174      2.380
Perubahan piutang dagang                                        (179)      (349)         (310)        (280)      (263)
Perubahan persediaan                                          (1.684)    (2.725)       (2.408)      (2.166)    (2.025)
Perubahan aset lancar lainnya                                   (507)      (843)         (660)        (514)      (412)
Perubahan hutang dagang                                          914      1.406         1.243        1.118      1.045
Perubahan kewajiban lancar lainnya                               437        674           475          526        343
Perubahan kewajiban tidak lancar lainnya                          84        118           105           95         89
Kas bersih dari aktivitas operasi                              2.242      2.139         3.002        4.124      4.954
Pengeluaran modal                                            (1.611)     (1.614)      (1.576)      (1.618)     (1.639)
Perubahan aset tidak lancar lainnya                            (345)       (572)        (420)        (297)       (208)
Kas bersih yang digunakan dalam aktivitas investasi          (1.956)     (2.186)      (1.995)      (1.915)     (1.847)
Perubahan pinjaman bank jangka pendek                          (284)        139         (665)      (1.661)     (2.345)
Perubahan hutang keuangan jangka panjang                        307         512          366          249         163
Perubahan kewajiban sewa                                        295         267          231          220         204
Dividen yang dibayarkan - induk perusahaan                     (299)       (357)        (477)        (593)       (723)
Dividen yang dibayarkan - NCI                                   (12)        (14)         (18)         (23)        (28)
Penerbitan/(pembelian kembali) ekuitas induk perusahaan         -           -            -            -           -
Kontribusi/(distribusi) NCI                                     -           -            -            -           -
Kas bersih dari aktivitas pendanaan                               7         548         (563)      (1.807)     (2.730)
Peningkatan/(penurunan) bersih kas                              294         501          444          402         377
Pergerakan valuta asing / cerukan / kas lainnya                 -             0           (0)           0           0
Saldo Kas Awal                                                2.131       2.425        2.925        3.369       3.771
Saldo Kas Akhir                                               2.425       2.925        3.369        3.771       4.148

Sumber: manajemen Perseroan




                                                                                                                   47
Page 71
                                                                                               (dalam miliar Rupiah)
                                                                          Dengan Rencana Transaksi
                                 Deskripsi                31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 31-Dec-30
                                                          Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi   Proyeksi    Proyeksi
Laba bersih                                                    1.564      2.092       2.599      3.172       3.797
Penyesuaian depresiasi & amortisasi                            1.613      1.766       1.958      2.174       2.380
Perubahan piutang dagang                                        (179)      (349)       (310)       (280)      (263)
Perubahan persediaan                                          (1.684)    (2.725)     (2.408)    (2.166)     (2.025)
Perubahan aset lancar lainnya                                   (507)      (843)       (660)       (514)      (412)
Perubahan hutang dagang                                          914      1.406       1.243      1.118       1.045
Perubahan kewajiban lancar lainnya                               437        674         475         526        343
Perubahan kewajiban tidak lancar lainnya                          84        118         105          95         89
Kas bersih dari aktivitas operasi                              2.242      2.139       3.002      4.124       4.954
Pengeluaran modal                                            (1.611)     (1.614)     (1.576)       (1.618)   (1.639)
Perubahan aset tidak lancar lainnya                            (345)       (572)       (420)         (297)     (208)
Kas bersih yang digunakan dalam aktivitas investasi          (1.956)     (2.186)     (1.995)       (1.915)   (1.847)
Perubahan pinjaman bank jangka pendek                          (284)        139       (665)        (1.661)   (2.345)
Perubahan hutang keuangan jangka panjang                        307         512        366            249       163
Perubahan kewajiban sewa                                        295         267        231            220       204
Dividen yang dibayarkan - induk perusahaan                     (299)       (357)      (477)          (593)     (723)
Dividen yang dibayarkan - NCI                                   (12)        (14)       (18)           (23)      (28)
Penerbitan/(pembelian kembali) ekuitas induk perusahaan         -           -          -              -         -
Kontribusi/(distribusi) NCI                                     -           -          -              -         -
Kas bersih dari aktivitas pendanaan                               7         548       (563)        (1.807)   (2.730)
Peningkatan/(penurunan) bersih kas                              294        501         444           402       377
Pergerakan valuta asing / cerukan / kas lainnya                 -            0          (0)            0         0
Saldo Kas Awal                                                2.131       2.425      2.925         3.369      3.771
Saldo Kas Akhir                                               2.425       2.925      3.369         3.771      4.148

Sumber: Manajemen Perseroan

Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi selama tahun 2026 - 2030, arus kas yang diperoleh dari
aktivitas operasi Perseroan diproyeksikan tidak mengalami perubahan di akhir masa proyeksi pada
tahun 2030 bila dibandingkan tanpa dilaksanakannya Transaksi yaitu sebesar Rp4.954 miliar.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi selama tahun 2026 - 2030, arus kas yang digunakan
untuk aktivitas investasi Perseroan diproyeksikan tidak mengalami perubahan, di akhir masa
proyeksi pada tahun 2030 bila dibandingkan tanpa dilaksanakannya Transaksi yaitu sebesar
Rp1.847 miliar.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi selama tahun 2026 - 2030, arus kas yang digunakan
untuk aktivitas pendanaan Perseroan diproyeksikan tidak mengalami perubahan, di akhir masa
proyeksi pada tahun 2030 bila dibandingkan tanpa dilaksanakannya Transaksi yaitu sebesar
Rp2.730 miliar.
Analisis Rasio Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan
aktivitas pendanaan Perseroan diproyeksikan tidak mengalami perubahan, di akhir masa proyeksi
pada tahun 2030 bila dibandingkan tanpa dilaksanakannya Transaksi yaitu sebesar Rp2.730 miliar.




                                                                                                                 48
Page 72
Analisis Rasio Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan
Berdasarkan Proyeksi Laporan Keuangan Perseroan, berikut adalah analisis rasio atas proyeksi
keuangan Perseroan tahun 2026-2030 :
       Tabel 2-17 : Proyeksi Konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
                                                   Tanpa Rencana Transaksi                 Rata-rata
           Deskripsi
                                    2026         2027       2028       2029      2030      2026-2030
Rasio Pertumbuhan*
Pendapatan                            15,09%          20,65%   15,19%   11,92%    10,01%       14,37%
Beban Pokok Pendapatan                14,96%          20,44%   15,00%   11,73%     9,82%       14,18%
EBIT                                  19,92%          23,14%   20,30%   16,68%    14,49%       18,61%
Laba bersih                           19,15%          33,76%   24,23%   22,03%    19,72%       24,82%
Jumlah Aset                           10,42%          15,18%   10,52%    7,65%     5,83%        9,74%
Jumlah Liabilitas                      9,38%          15,25%    7,46%    2,16%    -1,94%        5,54%
Jumlah Ekuitas                        12,32%          15,06%   16,00%   16,76%    17,10%       16,23%
Rasio Vertikal
Beban Pokok Pendapatan                89,00%          88,85%   88,70%   88,55%    88,40%       88,70%
EBIT                                   3,31%           3,38%    3,53%    3,68%     3,83%        3,55%
Laba bersih                            1,77%           1,97%    2,12%    2,31%     2,52%        2,14%
Jumlah Liabilitas                     64,13%          64,16%   62,39%   59,20%    54,86%       60,95%
Jumlah Ekuitas                        35,87%          35,84%   37,61%   40,80%    45,14%       39,05%
Rasio Profitabilitas
ROE                                   12,48%      14,51%       15,54%   16,24%   16,60%        15,07%
ROA                                    4,48%       5,20%        5,84%    6,62%    7,49%         5,93%
EPS (Rp)                               90,23      120,70       149,94   182,97   219,06        152,58
Rasio Solvabilitas
Utang Berbunga / Ekuitas (x)            0,85           0,81     0,69     0,53      0,35          0,65
Utang Berbunga / Aset (x)               0,30           0,29     0,26     0,21      0,16          0,25
*) rata-rata rasio pertumbuhan dihitung dengan CAGR
Sumber : manajemen Perseroan




                                                                                                       49
Page 73
                                                   Dengan Rencana Transaksi                Rata-rata
           Deskripsi
                                    2026         2027       2028        2029     2030      2026-2030
Rasio Pertumbuhan*
Pendapatan                            15,09%          20,65%   15,19%   11,92%    10,01%       14,37%
Beban Pokok Pendapatan                14,96%          20,44%   15,00%   11,73%     9,82%       14,18%
EBIT                                  19,92%          23,14%   20,30%   16,68%    14,49%       18,61%
Laba bersih                           19,15%          33,76%   24,23%   22,03%    19,72%       24,82%
Jumlah Aset                           10,42%          15,18%   10,52%    7,65%     5,83%        9,74%
Jumlah Liabilitas                      9,38%          15,25%    7,46%    2,16%    -1,94%        5,54%
Jumlah Ekuitas                        12,32%          15,06%   16,00%   16,76%    17,10%       16,23%
Rasio Vertikal
Beban Pokok Pendapatan                89,00%          88,85%   88,70%   88,55%    88,40%       88,70%
EBIT                                   3,31%           3,38%    3,53%    3,68%     3,83%        3,55%
Laba bersih                            1,77%           1,97%    2,12%    2,31%     2,52%        2,14%
Jumlah Liabilitas                     64,13%          64,16%   62,39%   59,20%    54,86%       60,95%
Jumlah Ekuitas                        35,87%          35,84%   37,61%   40,80%    45,14%       39,05%
Rasio Profitabilitas
ROE                                   12,49%      14,52%       15,55%   16,25%   16,61%        15,08%
ROA                                    4,48%       5,20%        5,85%    6,63%    7,50%         5,93%
EPS (Rp)                               90,29      120,77       150,03   183,08   219,19        152,67
Rasio Solvabilitas
Utang Berbunga / Ekuitas (x)            0,85           0,81     0,69      0,53     0,35          0,65
Utang Berbunga / Aset (x)               0,30           0,29     0,26      0,21     0,16          0,25
*) rata-rata rasio pertumbuhan dihitung dengan CAGR
Sumber: Manajemen Perseroan

    •    Pertumbuhan pendapatan Perseroan tanpa dan dengan melaksanakan Rencana Transaksi
         selama periode 2026-2030 diproyeksikan tidak mengalami perubahan, secara CAGR
         pertumbuhan pendapatan Perseroan adalah sebesar 14,37%.
Rasio Profitabilitas
    •    ROA Perseroan dengan Rencana Transaksi mengalami peningkatan untuk tahun 2026-2030
         jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi, di akhir masa proyeksi pada
         tahun 2030 yaitu dari sebesar 7,49% menjadi 7,50%. Hal ini dikarenakan oleh laba bersih
         kepada entitas induk dengan Rencana Transaksi yang meningkat.
    •    ROE Perseroan dengan Rencana Transaksi mengalami peningkatan untuk tahun 2026-2030
         jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi, di akhir masa proyeksi pada
         tahun 2030 yaitu dari sebesar 16,60% menjadi 16,61%. Hal ini dikarenakan oleh laba bersih
         kepada entitas induk dengan Rencana Transaksi yang meningkat.
Rasio Solvabilitas
    •    Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya tidak mengalami perubahan
         dengan rata-rata rasio utang berbunga terhadap aset dan utang berbunga terhadap ekuitas
         Perseroan dengan Rencana Transaksi selama tahun 2026-2030, masing-masing dari sebesar
         0,25x untuk rasio utang berbunga terhadap aset dan dari sebesar 0,65x untuk rasio utang
         berbunga terhadap ekuitas.




                                                                                                       50
Page 74
2.4.3    Analisis Terhadap Laporan Keuangan Proforma Konsolidasian Perseroan

Analisis terhadap Laporan Keuangan Konsolidasian Proforma Perseroan per tanggal 31 Desember
2025, dilakukan terhadap Laporan Proforma yang telah disediakan manajemen Perseroan .
                                 Tabel 2-18 : Proyeksi Laporan Rugi Laba Proforma
                                                                                                 (dalam miliar Rupiah)
                                                           31 Des                                       31 Des
                                                                               Penyesuaian
                       Keterangan                           2025                                         2025
                                                                                Proforma
                                                           Actual                                     Proforma
PENJUALAN                                                           76.607                   -                 76.607

BEBAN POKOK PENJUALAN                                               (68.256)                 -                (68.256)

LABA BRUTO                                                           8.351                   -                 8.351
Beban penjualan dan distribusi                                       (3.829)                 -                 (3.829)
Beban umum dan administrasi                                          (2.790)                 -                 (2.790)
Pendapatan lainnya                                                      754                  -                    754
Beban lainnya                                                           (51)                 -                    (51)
Jumlah Beban                                                         (5.917)                 -                 (5.917)
Laba Usaha                                                            2.435                  -                  2.435
Penghasilan keuangan                                                    46                   -                    46
Bagian laba (rugi) bersih entitas
   asosiasi dan ventura bersama                                         15                   -                    15
Beban keuangan                                                        (642)                  -                  (642)
(Beban) Pendapatan Lain-lain - Bersih                                 (581)                  -                  (581)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                                       1.854                   -                 1.854
Beban pajak penghasilan - neto                                        (541)                  -                  (541)
LABA TAHUN BERJALAN                                                  1.313                   -                 1.313
Laba Bersih kepada kepentingan non-pengendali                          117                   -                   117
Laba Bersih kepada entitas induk                                     1.196                   -                 1.196

Sumber: Manajemen Perseroan




                                                                                                                   51
Page 75
                         Tabel 2-19 : Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
                                                                                            (dalam miliar Rupiah)
                                                        31 Des                                     31 Des
                                                                          Penyesuaian
                         Keterangan                      2025                                       2025
                                                                           Proforma
                                                        Actual                                   Proforma
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas                                                2.131                 -                   2.131
Piutang usaha
   Pihak ketiga                                                   1.425                 -                   1.425
   Pihak berelasi                                                    87                 -                      87
Piutang lain-lain
   Pihak ketiga                                                     677                 -                   677
   Pihak berelasi                                                    19                 -                    19
Persediaan                                                       11.645                 -                11.645
Uang muka                                                           453                 -                   453
Biaya dibayar di muka – bagian lancar                                30                 -                    30
Pajak dibayar di muka                                             1.823                 -                 1.823
Investasi pada entitas asosiasi yang
   diklasifikasikan dimiliki untuk dijual                            84                 -                    84
Aset keuangan lainnya – bagian lancar                                80                 -                    80
Taksiran tagihan pajak penghasilan                                1.440                 -                 1.440
Jumlah Aset Lancar                                               19.894                 -                19.894
Aset Tidak Lancar
Biaya dibayar di muka – bagian tidak
   lancar                                                            1                  -                      1
Uang muka pembelian aset tetap dan
   aset takberwujud                                                 267                 -                     267
Aset tetap - neto                                                 2.518                 -                   2.518
Aset takberwujud - neto                                             775                 -                     775
Aset hak-guna - neto                                              1.929                 -                   1.929
Properti investasi - neto                                            16                 -                      16
Aset pajak tangguhan - neto                                         252                 -                     252
Investasi pada entitas asosiasi dan
   ventura bersama                                                  567                 -                   567
Taksiran tagihan pajak penghasilan                                2.187                 -                 2.187
Aset keuangan lainnya                                               442                 -                   442
Aset tidak lancar lainnya                                             8                 -                     8
Jumlah Aset Tidak Lancar                                          8.962                 -                 8.962
JUMLAH ASET                                                      28.857                 -                28.857

Sumber: Manajemen Perseroan




                                                                                                               52
Page 76
                Tabel 2-20 : Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian (Lanjutan)
                                                                                          (dalam miliar Rupiah)
                                                     31 Des                                      31 Des
                                                                        Penyesuaian
                       Keterangan                     2025                                        2025
                                                                         Proforma
                                                     Actual                                    Proforma
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek                                       4.977                  -                   4.977
Utang usaha
    Pihak ketiga                                               5.928                  -                   5.928
    Pihak berelasi                                                37                  -                      37
Utang lain-lain
    Pihak ketiga                                               2.389                  -                   2.389
    Pihak berelasi                                                57                  -                      57
Beban akrual                                                     119                  -                     119
Utang pajak                                                      146                  -                     146
Liabilitas imbalan kerja jangka
    pendek                                                      104                   -                    104
Pendapatan diterima di muka                                       2                   -                      2
Liabilitas keuangan jangka pendek
  lainnya                                                          9                  -                       9
Utang jangka panjang yang akan
    jatuh tempo dalam waktu
    satu tahun
    Utang bank jangka panjang                                  2.096                  -                 2.096
    Utang obligasi                                               645                  -                   645
    Liabilitas sewa                                              648                  -                   648
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                               17.157                  -                17.157
Liabilitas Jangka Panjang
Utang jangka panjang - setelah
   dikurangi bagian yang akan jatuh
   tempo dalam waktu satu tahun
   Utang bank jangka panjang                                    464                   -                    464
   Utang obligasi                                               -                     -                    -
   Liabilitas sewa                                              570                   -                    570
Liabilitas pajak tangguhan - neto                                 5                   -                      5
Liabilitas imbalan kerja jangka
   panjang                                                       484                  -                   484
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                               1.523                  -                 1.523
JUMLAH LIABILITAS                                             18.679                  -                18.679
EKUITAS
Modal saham                                                    1.595                  -                   1.595
Tambahan modal disetor                                           618                  -                     618
Saham treasuri                                                   (54)                 -                     (54)
Selisih transaksi dengan pihak
    nonpengendali                                                14                   -                     14
Saldo laba
    Telah ditentukan penggunaannya                                15                  -                    15
    Belum ditentukan penggunaannya                             6.826                  -                 6.826
Penghasilan komprehensif lain                                    128                  -                   128
Kepentingan nonpengendali                                      1.036                  -                 1.036
JUMLAH EKUITAS                                                10.177                  -                10.177
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                 28.857                  -                28.857

Sumber: Manajemen Perseroan

Laporan Keuangan Konsolidasian Proforma per 31 Desember 2025 telah disusun oleh manajemen
Perseroan dengan asumsi mengalihkan bisnis lamina loops dari ERAL ke TAM.




                                                                                                             53
Page 77
Analisis Laporan Keuangan Konsolidasian Proforma Perseroan:
Laba (Rugi)
Berdasarkan analisis Laporan Keuangan Konsolidasian Proforma Perseroan, Proforma pendapatan
Perseroan tidak mengalami perubahan sehubungan Rencana Transaksi.
Proforma beban pokok pendapatan dan beban usaha Perseroan tidak mengalami perubahan
sehubungan Rencana Transaksi.
Proforma Laba Tahun Berjalan Perseroan tidak mengalami perubahan sehubungan Rencana
Transaksi.
Laporan Posisi Keuangan
Aset
Proforma Aset Lancar Perseroan tidak mengalami perubahan sehubungan Rencana Transaksi.
Proforma Aset Tidak Lancar Perseroan tidak mengalami perubahan. Secara keseluruhan, Proforma
Jumlah Aset Perseroan tidak mengalami perubahan sehubungan Rencana Transaksi.
Liabilitas
Proforma Liabilitas Jangka Pendek Perseroan tidak mengalami perubahan sehubungan Rencana
Transaksi. Proforma Liabilitas Jangka Panjang Perseroan tidak mengalami perubahan sehubungan
Rencana Transaksi. Secara keseluruhan, Proforma Jumlah Liabilitas Perseroan tidak mengalami
perubahan sehubungan Rencana Transaksi.
Ekuitas
Proforma Ekuitas Perseroan tidak mengalami perubahan sehubungan Rencana Transaksi.
Rasio Keuangan
Rasio Profitabilitas menunjukkan tidak mengalami perubahan, dimana ROA Perseroan sebesar
4,55%, dan ROE Perseroan sebesar 12,90%. Hal ini dikarenakan tidak ada perubahan pada laba
bersih, aset dan ekuitas sehubungan Rencana Transaksi.
Rasio Solvabilitas tidak mengalami perubahan sehubungan Rencana Transaksi. Debt to Equity Ratio
(DER) Perseroan sebesar 0,92x. Hal ini dikarenakan tidak ada perubahan utang berbunga Perseroan
sehubungan Rencana Transaksi.
Rasio Solvabilitas tidak mengalami perubahan sehubungan Rencana Transaksi. Debt to Asset Ratio
(DAR) Perseroan sebesar 0,33x. Hal ini dikarenakan tidak ada perubahan utang berbunga Perseroan
sehubungan Rencana Transaksi.

2.4.4     Analisis Inkremental

Analisis Inkremental atas Rencana Transaksi dilakukan untuk mengukur nilai tambah dari Rencana
Transaksi dengan membandingkan proyeksi tanpa dan dengan Rencana Transaksi untuk tahun 2026
- 2030.




                                                                                            54
Page 78
2.4.4.1 Analisis Inkremental Proyeksi Laporan Laba Rugi Konsolidasian Perseroan Tanpa Dan
        Dengan Rencana Transaksi Untuk Tahun 2026 - 2030

              Tabel 2-21 : Inkremental Proyeksi Laporan Laba Rugi Konsolidasian Perseroan
                                                                                                (dalam juta Rupiah)
                                                                             Inkremental
                                                      1-Jan-26      1-Jan-27    1-Jan-28      1-Jan-29      1-Jan-30
                          Deskripsi
                                                     31-Dec-26     31-Dec-27   31-Dec-28     31-Dec-29     31-Dec-30
                                                     Proyeksi      Proyeksi    Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi
PENDAPATAN                                                   -             -           -             -             -
BEBAN POKOK PENDAPATAN                                     -             -           -             -             -
LABA KOTOR                                                 -             -           -             -             -
Beban penjualan & distribusi                               -             -           -             -             -
Biaya Umum & Administrasi                                  -             -           -             -             -
Pendapatan lain                                            -             -           -             -             -
Beban lain                                                 -             -           -             -             -
EBIT                                                       -             -           -             -             -
Pendapatan keuangan                                        -             -           -             -             -
Pendapatan dari perusahaan afiliasi/usaha patungan         -             -           -             -             -
Biaya keuangan                                             -             -           -             -             -
(Rugi) Laba sebelum Pajak Penghasilan                      -             -           -             -             -
Pajak penghasilan                                          -             -           -             -             -
Laba Bersih                                                -             -           -             -             -

Kepentingan non-pengendali                                     1             1           1             2             2

Laba Bersih kepada entitas induk                               1             1           1             2             2


Berdasarkan analisis inkremental terhadap proyeksi laporan laba rugi Perseroan untuk tahun 2026
- 2030, dengan dilakukannya Rencana Transaksi pendapatan Perseroan diproyeksikan tidak
mengalami perubahan jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi.
Beban pokok pendapatan dan beban usaha Perseroan selama tahun 2026 - 2030 dengan
melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan tidak mengalami perubahan jika dibandingkan
tanpa melaksanakan Rencana Transaksi.
Laba bersih Perseroan selama tahun 2026 - 2030 dengan melaksanakan Rencana Transaksi
diproyeksikan tidak mengalami perubahan jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana
Transaksi.
Proyeksi laba bersih kepada entitas induk selama tahun 2026 - 2030 dengan melaksanakan Rencana
Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana
Transaksi. Laba bersih kepada entitas induk pada tahun 2030 dengan melaksanakan Rencana
Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan mencapai Rp2 miliar jika dibandingkan tanpa
melaksanakan Rencana Transaksi yang berasal dari penurunan kepentingan non-pengendali
Perseroan.




                                                                                                                     55
Page 79
2.4.4.2 Analisis Inkremental Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan Tanpa Dan
        Dengan Rencana Transaksi Untuk Tahun 2026 - 2030

      Tabel 2-22 : Inkremental Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan
                                                                                               (dalam juta Rupiah)
                                                                   Inkremental
              Deskripsi            31-Dec-26       31-Dec-27         31-Dec-28       31-Dec-29       31-Dec-30
                                   Proyeksi        Proyeksi          Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas                       -               -                 -               -                 -
Piutang Usaha                            -               -                 -               -                 -
Persediaan                               -               -                 -               -                 -
Aset Lancar lainnya                      -               -                 -               -                 -
Total Aset Lancar                        -               -                 -               -                 -
Aset Tidak Lancar
Aset tetap                               -               -                 -               -                 -
Aset tidak lancar lain-lain              -               -                 -               -                 -
Total Aset Tidak Lancar                  -               -                 -               -                 -
TOTAL ASET                               -               -                 -               -                 -

LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Pinjaman bank jangka pendek              -               -                 -               -                 -
Utang usaha                              -               -                 -               -                 -
Liabilitas lancar lainnya                -               -                 -               -                 -
Utang keuangan jangka panjang            -               -                 -               -                 -
Liabilitas sewa                          -               -                 -               -                 -
Liabilitas tidak lancar lainnya          -               -                 -               -                 -
Total Liabilitas                         -               -                 -               -                 -
Ekuitas
Ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada perusahaan induk                       1               2                 3               5                 7
Kepentingan non-pengendali                   (1)             (2)               (3)             (5)               (7)
Total Ekuitas                                (0)         -                     (0)             (0)               (0)
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                 (0)         -                     (0)             (0)               (0)

Berdasarkan analisis inkremental terhadap proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan untuk
tahun 2026 - 2030, dengan dilakukannya Rencana Transaksi jumlah aset Perseroan diproyeksikan
tidak mengalami perubahan jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi.
Proyeksi jumlah liabilitas Perseroan dengan melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan tidak
mengalami perubahan jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi.
Proyeksi ekuitas yang dapat diatribusikan kepada perusahaan induk selama tahun 2026 - 2030
dengan melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan jika dibandingkan
tanpa melaksanakan Rencana Transaksi. Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
perusahaan induk hingga akhir periode 2030 dengan melaksanakan Rencana Transaksi
diproyeksikan mengalami peningkatan mencapai Rp7 miliar jika dibandingkan tanpa melaksanakan
Rencana Transaksi yang berasal laba bersih kepada entitas induk. Sedangkan, proyeksi kepentingan


                                                                                                                 56
Page 80
non-pengendali Perseroan selama tahun 2026 - 2030 dengan melaksanakan Rencana Transaksi
diproyeksikan mengalami penurunan jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi.
Secara keseluruhan, proyeksi jumlah ekuitas Perseroan dengan melaksanakan Rencana Transaksi
diproyeksikan tidak mengalami perubahan jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana
Transaksi.

2.5    Analisis Faktor Lain Yang Relevan
Analisis atas faktor lain yang relevan, berupa analisis biaya dan pendapatan yang relevan, informasi
non keuangan yang relevan, prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dan hal-hal material
lain yang dapat memberikan keyakinan bagi Penilai dalam memberikan opini kewajaran.
Analisis Biaya atau Pendapatan Relevan
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak terdapat biaya atau
pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan Rencana Transaksi, selain yang telah
diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
Analisis Informasi non keuangan yang relevan
Tidak terdapat faktor-faktor lain yang relevan dan material yang diketahui dan diinformasikan pada
kami.
Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai transaksi
dengan memperhatikan alternatif lain
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, proses pengambilan keputusan atas Rencana
Transaksi dilakukan setelah melalui proses dan sesuai prosedur internal Perseroan.
Analisis Laba per Saham
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, inkremental Laba per saham (Earnings Per Share / EPS)
Perseroan selama tahun 2026 - 2030 mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2030,
inkremental EPS mengalami peningkatan sebesar Rp0,13 per saham.
                                                       Laba per Saham (Rp)
             Deskripsi
                                      2026         2027       2028         2029           2030
Tanpa Rencana Transaksi                 90,23       120,70      149,94      182,97         219,06
Dengan Rencana Transaksi                90,29       120,77      150,03      183,08         219,19
Inkremental Laba per Saham               0,05         0,07        0,09        0,11           0,13


2.6    Analisis Kewajaran Rencana Transaksi
Analisis kewajaran terhadap harga Rencana Transaksi dilakukan dengan membandingkan Harga
Rencana Transaksi Draft Perjanjian Jual Beli antara TAM dan SES, dengan Nilai Pasar Bisnis
berdasarkan laporan penilai independen.
      c) Harga Rencana Transaksi
         Berdasarkan Draft Perjanjian Jual Beli antara TAM dan SES, harga transaksi adalah sebesar
         Rp50.500.000.000,- (lima puluh miliar lima ratus juta rupiah).
      d) Nilai Pasar Bisnis
         Berdasarkan Laporan Penilaian Bisnis Lamina dan Loops Milik PT Sinar Eka Selaras Tbk per
         31 Desember 2025 oleh RSR dengan No. 00067/2.0095-00/BS/05/0269/1/VI/2026 tanggal
         29 Juni 2026, yang ditandatangani oleh Rudi M. Safrudin, MAPPI (Cert.), dengan izin Penilai
         Publik No. B-1.10.00269 dan SKDK OJK No. KEP-795/KS.13/2026, dengan mengaplikasikan


                                                                                                 57
Page 81
       Pendekatan Pendapatan dan Pasar, nilai pasar unit bisnis Lamina dan Loops milik SES,
       adalah sebesar Rp54.549.000.000,- (Lima Puluh Empat Miliar Lima Ratus Empat Puluh
       Sembilan Juta Rupiah)
    Berikut di bawah ini adalah tabel analisis kewajaran Harga Rencana Transaksi terhadap Nilai
    Pasar:
                                                                                              Kewajaran : Harga Rencana
                                                                           Harga Rencana
                                 Harga Rencana                                                  Transaksi berada dalam
    Objek Rencana Transaksi                         Nilai Pasar Saham    Transaksi terhadap
                                   Transaksi                                                   kisaran +/- 7,5% dari Nilai
                                                                             Nilai Pasar
                                                                                                         Pasar

      unit bisnis Lamina dan
                               Rp50.500.000.000,00 Rp54.549.000.000,00        -7,42%                     Wajar
         Loops milik SES


Dengan hasil perbandingan Harga Rencana Transaksi dengan Nilai Pasar Bisnis dari Penilai
Independen, maka Rencana Transaksi adalah wajar karena Harga Rencana Transaksi Perseroan
berada dalam kisaran kewajaran dari Nilai Pasar sebesar 7,5% sesuai POJK 35 Pasal 48, b.




                                                                                                                       58
Page 82
3   KESIMPULAN

Dengan mempertimbangkan analisis kewajaran atas Rencana Transaksi yang dilakukan meliputi
analisis terhadap Rencana Transaksi, analisis kualitatif dan analisis kuantitatif, analisis atas
kewajaran harga transaksi serta faktor lain yang relevan, maka, menurut pendapat RSR, Rencana
Transaksi adalah wajar.




                                                                                             59

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.77 MB
Published2 Jul 2026
Pages82
Characters256,163
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 85 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Sinar Eka Selaras Tbk p.1 ×38
linked org PT Teletama Artha Mandiri p.2 ×11
linked org PT Erafone Artha Retailindo. p.3 ×21
linked person Budiarto Halim · Direktur Utama p.5 ×7
linked org PT Eralink International p.31
linked person Richard Halim Kusuma p.31 ×2
linked person Hasan Aula p.31 ×3
linked person Joy Wahjudi p.31 ×3
linked person Sim Chee Ping p.31 ×2
linked person Sintawati Halim p.31 ×2
linked person Jong Woon Kim p.31 ×2
linked person Alexander Halim Kusuma p.31
linked person Richard M. Harjani p.31 ×2
linked person Andreas Harun p.31
linked person I Gusti Putu Suryawirawan p.31
linked person Djohan Sutanto p.31 ×2
linked person Patrick Adhiatmadja p.31
linked org Erajaya Digital p.43 ×7
linked org PT Data Citra Mandiri p.44
linked org PT Era Gaya Indonesia p.44
linked org PT Era Kopi Anda p.44
linked org PT Era Boga Kari p.44
linked org PT Era Boga Pretzel p.44
possible org Erajaya Swasembada Tbk p.1 ×26
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×12
possible person Sutomo p.6 ×4
possible org Bursa Efek Indonesia p.7 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.10 ×4
possible person Andreas p.31
possible person Charles Gunawan p.32
possible person Andre Tanudjaja p.32
unresolved org KJPP Ruky p.2 ×3
unresolved org Safrudin & Rekan p.2 ×3
unresolved org Kementerian Keuangan Republik Indonesia p.2 ×4
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.2 ×4
unresolved person Izin Penilai Rudi M. Safrudin p.3 ×6
unresolved — RSR · Penilai p.5 ×2
unresolved org Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan p.6 ×5
unresolved person CPA p.6 ×4
unresolved person Daniel Amdhani Judistira p.6 ×2
unresolved org Purwantono p.7 ×6
unresolved person Masykur Rahmatullah p.7 ×5
unresolved org Bank Indonesia p.7 ×4
unresolved org PT Erafone p.9
unresolved person Akta Notaris Myra Yuwono · Notaris p.10 ×6
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.10 ×3
unresolved person Akta Notaris R.M. Dendy Soebangil p.10 ×3
unresolved org Kementerian p.10 ×2
unresolved org PT Prakarsa Prima Sentosa p.12 ×2
unresolved org PT Era Gaya Aktif Distribusi p.12 ×2
unresolved org PT Era Inovasi Otomotif p.12 ×2
unresolved org Era International Network Sdn. Bhd. p.12 ×3
unresolved org Tanubrata p.12
unresolved org Bambang & Rekan p.12
unresolved org Rekan Rudi M. Safrudin p.18
unresolved person Rudi M. Safrudin, MAPPI (Cert.) · Pemimpin Rekan p.18
unresolved person Signing Partner Rudi M. Safrudin p.20
unresolved person Reviewer Yunus N. Purwono p.20
unresolved person Patric Adhiatmadja p.31
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.32 ×2
unresolved person Syaiful Hayat p.33
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.34
unresolved — TAM · Pihak Pembeli p.34
unresolved — SES · Pihak Penjual p.34
unresolved org Anker Innovations Co., Ltd. p.41
unresolved org UGREEN Group Ltd. p.41
unresolved org Baseus Technology Co. Ltd. p.41
unresolved org AUKEY International Ltd. p.41
unresolved org Edifier International Limited p.41
unresolved org HOCO Technology Development Co., Ltd. p.41
unresolved org Spigen Inc. p.41
unresolved org ORICO Technologies Co., Ltd. p.41
unresolved org Shenzhen Joyroom Tech Co., Ltd. p.41
unresolved org Nillkin Technology Co., Ltd. p.41
unresolved org Samsung Electronics Co., Ltd. p.41
unresolved org PT Nusa Abadi Sukses Artha p.44
unresolved org PT Era Blu Elektronik p.44
unresolved org CG Computers Sdn. Bhd. p.44
unresolved org PT Mitra International Indonesia p.44
unresolved org PT Era Gaya Aktif p.44
unresolved org PT Era Dealer Otomotif p.44
unresolved org PT Sinar Era Aktif p.44
unresolved org PT Era Patiserindo p.44
unresolved org PT Chagee Era Indonesia p.44
unresolved org Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang p.52

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 16831 ms 12 Sep 2026 21:53
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result