Skip to content
Back to announcement

20260702_ALII_Informasi Transaksi Afiliasi_32107806_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review ALII

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 106

Page 1
 LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN

PT ANCARA LOGISTICS INDONESIA TBK
      Tanggal Pendapat Kewajaran:
           31 Desember 2025
Page 2
No. 00132/2.0047-05/BS/05/0465/1/VI/2026                                                          30 Juni 2026

Kepada Yth.
PT ANCARA LOGISTICS INDONESIA TBK
Bakrie Tower Lantai 39
Komplek Rasuna Epicentrum
Jl. H. R. Rasuna Said
Jakarta Selatan – DKI Jakarta

Up       : Direksi
Perihal : Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Afiliasi PT Ancara Logistics Indonesia Tbk

Dengan hormat,

Sehubungan dengan kebutuhan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (“Pemberi Tugas”/“ALII”) dalam rencana
transaksi afiliasi sewa menyewa ruang kantor antara PT Bakrie Global Ventura (“BGV”) selaku pemberi sewa
dengan 3 (tiga) perusahaan afiliasinya yakni ALII, PT Ancara Coal Terminal (“ACT”) dan PT Ancara Transshipment
Services (“ATS”) selaku penyewa (‘Rencana Transaksi”), seperti yang tertuang di dalam surat perjanjian kerja No.
009/IDR-SPK/PEN-BDG/II/2026 pada tanggal 25 Februari 2026, maka dengan ini Kantor Jasa Penilai Publik
(KJPP) Iwan Bachron & Rekan (“IDR”), sebagai Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang beroperasi berdasarkan
Izin Usaha dari Departemen Keuangan Republik Indonesia No. 552KM.1/2009 menyatakan bahwa telah
melakukan penyusunan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) untuk memberikan gambaran kepada Pemberi
Tugas mengenai kewajaran atas Rencana Transaksi berdasarkan ketentuan yang berlaku, yaitu Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal”.

LATAR BELAKANG
ALII merupakan Perseroan Terbatas berstatus perusahaan terbuka yang bergerak di bidang jasa pengangkutan
laut, intermediate stockpile dan Transshipment dan memiliki 2 (dua) entitas anak yaitu ACT dan ATS. Berdasarkan
informasi yang kami terima dari ALII, rencana transaksi yang akan dilaksanakan oleh ALII adalah rencana transaksi
sewa menyewa ruang kantor (office space) antara BGV selaku pemberi sewa dengan tiga perusahaan afiliasinya
yakni ALII, ACT, dan ATS selaku penyewa sesuai dengan ketentuan Perjanjian Sewa Menyewa Unit Kantor yang
telah disepakati para pihak.

Rencana Transaksi sewa ruang kantor dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ALII atas fasilitas ruang kerja yang
memadai dalam mendukung kegiatan operasional sehari-hari, termasuk aktivitas perkantoran, administrasi,
koordinasi internal, dan fungsi pendukung lainnya. Penggunaan ruang kantor tersebut diharapkan dapat
meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional melalui tersedianya sarana kerja yang representatif, sekaligus
memperkuat koordinasi dan komunikasi. Dengan demikian, rencana transaksi ini diharapkan dapat mendukung
kegiatan usaha, meningkatkan sinergi dalam kelompok usaha, serta menciptakan lingkungan kerja yang kondusif
bagi proses koordinasi dan pengambilan keputusan secara lebih efektif.
Page 3
Mempertimbangkan bahwa BGV dengan ALII memiliki hubungan, di mana terdapat 1 (satu) atau lebih anggota
direksi atau dewan komisaris yang sama, maka transaksi ini termasuk ke dalam transaksi afiliasi sebagaimana
didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 42/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Benturan Kepentingan” (“POJK 42/2020”) dan tidak termasuk dalam transaksi yang dikecualikan. Selain
itu, transaksi ini juga bukan merupakan Transaksi Material sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) dan (2)
POJK No. 17/2020 (“POJK 17/2020”), yang dihitung berdasarkan Laporan Keuangan Audit Konsolidasian ALII
tanggal 31 Desember 2025. Dengan demikian, ALII tidak diwajibkan untuk memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
POJK 17/2020 sehubungan dengan Rencana Transaksi dan Rencana Transaksi tidak berpotensi mengakibatkan
terganggunya kelangsungan usaha ALII.

STATUS PENILAI
IDR adalah Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang didirikan berdasarkan Akta Notaris No.139 tertanggal 13 April
2009 oleh Notaris Publik Drajat Darmadji, S.H, IDR telah terdaftar pada Departemen Keuangan Republik Indonesia
dengan Nomor Izin No. 2.09.0047, Tanggal 10 Juni 2009.

Pendapat kewajaran ini dilakukan oleh Penilai Publik Bunga Budiarti, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.) merupakan
Penilai independen yang bernaung dalam IDR berdasarkan izin Penilai Publik No. B-1.16.00.465, yang terdaftar
sebagai profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar (“STTD”)
Profesi Penunjang Pasar Modal dari Bagian Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Penilai Properti dan
Bisnis) STTD OJK No. STTD.PPB-27/PJ.1/PM.02/2023. Bertindak independen, objektif, dan memiliki kompetensi
untuk melakukan pendapat kewajaran sebagaimana yang dimaksud dalam lingkup penugasan ini.

IDR dalam memberikan jasa pendapat kewajaran sesuai dengan kemampuan dan keahlian dengan menjunjung
tinggi integritas, kejujuran dan tidak memihak. Penilai tidak memiliki keterlibatan material atau benturan
kepentingan baik aktual maupun potensial dengan obyek penilaian dan/atau pemilik aset dan pemberi tugas. Untuk
penilaian obyek sebagaimana dijelaskan di bawah tidak diperlukan bantuan tenaga ahli luar. Seluruh Penilai, ahli
dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan tim penugasan di bawah koordinator Penilai berizin
atau penanggung jawab laporan pendapat kewajaran.

IDENTITAS PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN
Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam penyusunan pendapat kewajaran ini adalah:
Nama                          : PT Ancara Logistics Indonesia Tbk
Perseroan                     : Perseroan Terbatas berstatus Perusahaan Terbuka (publicly-held company)
Bidang Industri               : Jasa Pengangkutan Laut, Intermediate Stockpile dan Transshipment
Alamat                        : Bakrie Tower Lantai 39, Komplek Rasuna Epicentrum, Jl. H. R. Rasuna Said, Jakarta
                               Selatan
Email                         : corsec@ancaralogistics.com
Telepon                       : +62 21-2991-2091



Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                             II
Page 4
Pemberi tugas memastikan objek penilaian tidak sedang atau telah dinilai oleh Penilai Publik lainnya untuk maksud, tujuan,
pengguna laporan dan tanggal penilaian yang sama atau berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih dari dua bulan) (KEPI
Edisi VII – 2018 Pasal 5.8 poin C-4).


OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN
Objek transaksi pendapat kewajaran berupa rencana transaksi sewa ruang kantor (office space) dengan luas
±763,1 m² yang berlokasi di Bakrie Tower Lantai 39, Rasuna Epicentrum, Jl. H.R Rasuna Said, Jakarta Selatan,
DKI Jakarta dengan rincian sebagai berikut:
1. Sewa Ruang Kantor untuk ALII dengan luas ±457,857 m² (empat ratus lima puluh tujuh koma delapan ratus
     lima puluh tujuh meter persegi) yang berlokasi di Bakrie Tower Lantai 39, Rasuna Epicentrum, Jl. H.R Rasuna
     Said, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.
2. Sewa Ruang Kantor untuk ACT dengan luas ±152,619 m² (seratus lima puluh dua koma enam ratus sembilan
     belas meter persegi) yang berlokasi di Bakrie Tower Lantai 39, Rasuna Epicentrum, Jl. H.R Rasuna Said,
     Jakarta Selatan, DKI Jakarta.
3. Sewa Ruang Kantor untuk ATS dengan luas ±152,619 m² (seratus lima puluh dua koma enam ratus sembilan
     belas meter persegi) yang berlokasi di Bakrie Tower Lantai 39, Rasuna Epicentrum, Jl. H.R Rasuna Said,
     Jakarta Selatan, DKI Jakarta.

JENIS MATA UANG
Dalam penugasan ini hasil pendapat kewajaran dinyatakan dalam mata uang Rupiah. Kami mengingatkan bahwa
penggunaan nilai tukar selain yang tercantum dalam lingkup penugasan ini tidak berlaku.

MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN
Maksud dan Tujuan penyusunan Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan pendapat tentang kewajaran
Rencana Transaksi ALII pada tanggal 31 Desember 2025 untuk tujuan memenuhi ketentuan-ketentuan dari POJK
No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN
Analisis dalam Pendapat Kewajaran dilaksanakan berdasarkan laporan keuangan pada tanggal 31 Desember
2025, sebagai tanggal efektif Pendapat Kewajaran. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan
tujuan Pendapat Kewajaran serta dari data keuangan ALII per 31 Desember 2025 yang kami terima dan menjadi
dasar penyusunan Pendapat Kewajaran.

Sesuai dengan ketentuan dalam POJK 35/2020, laporan penilaian ini berlaku selama 6 (enam) bulan sejak tanggal
penilaian, yaitu tanggal 30 Juni 2026, kecuali terdapat hal-hal yang dapat mempengaruhi kesimpulan nilai lebih dari
5% (lima persen).




Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                    III
Page 5
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
➢ Tidak dilakukan uji tuntas atas laporan keuangan objek penyusunan pendapat kewajaran;
➢ Tidak dilakukan uji tuntas atas aspek legal, termasuk dokumen legalitas objek penyusunan pendapat
    kewajaran;
➢ Pengumpulan data dan informasi dari pihak manajemen ALII perseroan diverifikasi secara tertulis atau
    wawancara langsung;
➢ Proses pengumpulan, verifikasi dan analisis data dilakukan secara langsung pada objek penyusunan pendapat
    kewajaran. Bila pada objek penyusunan pendapat kewajaran tertentu dijumpai keterbatasan untuk dijangkau
    dan/atau diversifikasi secara keseluruhan, maka kami menggunakan pendataan secara sampling dan
    wawancara dari pihak yang relevan;
➢ Inspeksi dapat dilakukan tanpa ada pembatasan akses ke lokasi properti termasuk data yang harus disediakan
    oleh pemberi tugas dan/atau pihak terkait lainya;
➢ Segala sesuatu yang membatasi pekerjaan penyusunan pendapat kewajaran ini akan dicatatkan sebagai
    bagian yang mengikat atas hasil penyusunan pendapat kewajaran yang dilakukan.

SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN
Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi, dapat disetujui untuk digunakan sepanjang
sumber data tersebut diyakini kebenarannya. Sumber data tersebut antara lain:
➢ Informasi primer yang relevan atas objek penilaian diberikan secara langsung oleh Pemberi Tugas selama
    proses penilaian dengan rincian sebagai berikut:
    -   Laporan Keuangan Audit ALII untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit
        oleh KAP Y. Santosa & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah ditandatangani
        pada tanggal 27 Maret 2026 oleh Hilda Ong dengan Izin Akuntan Publik No.AP.0457, dengan nomor laporan
        No. 00030/2.0902/AU.1/05/0457-2/1/III/2026;
    -   Laporan Keuangan Audit ALII untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit
        oleh KAP Y. Santosa & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah ditandatangani
        pada tanggal 26 Maret 2025 oleh Hilda Ong dengan Izin Akuntan Publik No.AP.0457, dengan nomor laporan
        No. 00021/2.0902/AU.1/05/0457-1/1/III/2025;
    -   Laporan Keuangan Audit ALII untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit
        oleh KAP Y. Santosa & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah ditandatangani
        pada tanggal 6 Mei 2024 oleh Julinar Natalina Rajagukguk dengan Izin Akuntan Publik No.AP.1792, dengan
        nomor laporan No. 00057/2.0902/AU.1/05/1792-2/1/V/2024;
    -   Laporan Keuangan Audit ALII untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit
        oleh KAP Y. Santosa & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah ditandatangani
        pada tanggal 11 April 2023 oleh Julinar Natalina Rajagukguk dengan Izin Akuntan Publik No.AP.1792,
        dengan nomor laporan No. 00129/2.0902/AU.1/05/1792-1/1/IV/2023;
    -   Laporan Keuangan Audit ALII untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit
        oleh KAP Y. Santosa & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah ditandatangani
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                        IV
Page 6
        pada tanggal 2 Desember 2022 oleh Yahya Santosa dengan Izin Akuntan Publik No.AP.0046, dengan nomor
        laporan No. 00150/2.0902/AU.1/05/0046-1/1/XII/2022;
    -   Business Plan sebelum rencana transaksi dan dengan rencana transaksi untuk periode 2026 sampai dengan
        2031 yang antara lain terdiri dari laporan posisi keuangan dan hasil operasi untuk periode yang
        diproyeksikan mencerminkan pertimbangan yang terbaik dari Manajemen, berdasarkan harapan kondisi
        pasar di masa mendatang dan tindakan-tindakan yang akan dilakukan oleh ALII sesuai kondisi yang ada
        per tanggal pendapat kewajaran (dalam bentuk softcopy);
    -   Keterbukaan Informasi ALII;
    -   Perjanjian Sewa Menyewa Unit Kantor ALII – BGV No. 220/BGV-ALI/OPR/PSM/VI/2026 tanggal 30 Juni
        2026;
    -   Perjanjian Sewa Menyewa Unit Kantor ATS – BGV No. 171/BGV-ATS/OPR/PSM/VI/2026 tanggal 30 Juni
        2026
    -   Perjanjian Sewa Menyewa Unit Kantor ACT – BGV No. 177/BGV-ACT/OPR/PSM/VI/2026 tanggal 30 Juni
        2026
    -   Laporan Kajian atas Nilai Sewa Ruang Kantor No. 00126/2.0047-05/PI/05/0500/1/VI/2026 tanggal 26 Juni
        2026 yang disusun oleh KJPP Iwan Bachron dan Rekan;
➢ Informasi sekunder atas data lain yang diperlukan untuk penilaian diperoleh dari media cetak, media elektronik
    dan papan pengumuman yang layak:
    -   Bank Indonesia (BI);
    -   Badan Pusat Statistik (BPS);
    -   Otoritas Jasa Keuangan (OJK);
    -   Data riset dari lembaga independen seperti website Aswath Damodaran;
    -   Media cetak dan elektronik resmi seperti Yahoo Finance, Bloomberg, S&P Capital IQ, dan website Bursa
        Efek Indonesia.

ASUMSI DAN ASUMSI KHUSUS
Analisis disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta
peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal penerbitan Laporan Pendapat Kewajaran
atas Rencana Transaksi. Dalam analisis, kami mempertimbangkan beberapa asumsi, seperti terpenuhinya semua
kondisi dan kewajiban ALII. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal analisis sampai dengan tanggal
diterbitkannya Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam analisis. Berikut asumsi khusus yang
digunakan dalam lingkup penugasan ini dengan rincian sebagai berikut:
➢ Objek pendapat kewajaran yang analisa tidak mempunyai masalah hukum dan hak kepemilikannya adalah sah,
    bebas dari sengketa dan dapat dialihkan haknya;
➢ Objek pendapat kewajaran yang ditunjukkan kepada kami adalah benar merupakan objek dalam penyusunan
    pendapat kewajaran;


Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                            V
Page 7
➢ Seluruh data dan informasi yang diberikan pemberi tugas sehubungan dengan penyusunan pendapat
    kewajaran ini adalah relevan, benar dan dapat dipercaya;
➢ Kami tidak melakukan penelitian terhadap keabsahan dokumen-dokumen legal yang terkait;
➢ Seluruh pernyataan data dan informasi yang diberikan Pemberi Tugas adalah relevan, benar dan dapat
    dipercaya sesuai dengan prosedur penyusunan pendapat kewajaran yang umum berlaku dan disampaikan
    dengan itikad baik;
➢ Kondisi-kondisi tidak wajar yang tersembunyi terhadap objek pendapat kewajaran yang dapat membawa efek
    negatif terhadap nilai, tidak menjadi tanggung jawab kami sebab merupakan bagian pekerjaan ahli lain;
➢ Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar, informasi, data, dan asumsi yang tersedia pada
    tanggal penilaian 31 Desember 2025. Pendapat kewajaran ini tidak memperhitungkan dampak dari perubahan
    kondisi pasar, ekonomi, regulasi, maupun faktor eksternal lainnya yang mungkin terjadi setelah tanggal
    penilaian dan selama periode perjanjian;
➢ Baik Pemimpin Rekan dan atau Rekan, serta para Penilai maupun karyawannya tidak mempunyai kepentingan
    finansial apapun terhadap objek penugasan.

PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI
Laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional
ALII.

STANDAR PENYUSUNAN PENDAPAT KEWAJARAN
Pendapat Kewajaran akan dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) No.42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (POJK
42/2020), Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal (POJK 35/2020) serta Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII
dan 320, 330, dan 340 – Edisi Revisi (KEPI-SPI Edisi VII.2018).

NILAI TRANSAKSI
Nilai atas transaksi yaitu nilai sewa per m²/bulan sebesar Rp150.000,- (Seratus Lima Puluh Ribu Rupiah).

KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL EFEKTIF
Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan pendapat kewajaran ini, kami tidak memperoleh informasi mengenai
peristiwa penting yang dapat berdampak secara material terhadap hasil analisis pendapat kewajaran.

PENDAPAT KEWAJARAN
Pendapat Kewajaran ditujukan untuk kepentingan Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam kaitannya dengan
Rencana Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain, atau untuk kepentingan lain. Pendapat Kewajaran
tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk menyetujui Rencana Transaksi atau melakukan



Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                           VI
Page 8
tindakan lainnya dalam kaitan dengan Rencana Transaksi, dan tidak dapat digunakan secara demikian oleh
pemegang saham.

Pendapat Kewajaran harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran secara keseluruhan dapat menyebabkan pandangan
yang menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran.

Pendapat Kewajaran juga disusun berdasarkan kondisi ekonomi dan peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak
bertanggung jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-peristiwa
yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran. Pendapat Kewajaran tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda
tangan pihak yang berwenang dari IDR.

RUANG LINGKUP PENDAPAT KEWAJARAN
Ruang lingkup pendapat kewajaran didasarkan pada analisis kewajaran dari Rencana Transaksi untuk memenuhi
Ketentuan POJK No. 42/POJK.04/2020 dengan ruang lingkup antara lain:
➢ Analisis atas industri dan bisnis;
➢ Analisis atas keseluruhan Rencana Transaksi;
➢ Analisis kuantitatif dan kualitatif atas Rencana Transaksi;
➢ Analisis atas syarat-syarat dan ketentuan dari perjanjian-perjanjian terkait dengan Rencana Transaksi;
➢ Analisis kewajaran atas Rencana Transaksi.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan kelengkapan dari
semua informasi keuangan dan informasi lainnya yang diberikan kepada kami oleh ALII atau yang tersedia secara
umum, dan kami tidak melakukan dan karenanya tidak bertanggung jawab atas pemeriksaan independen terhadap
informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen ALII bahwa mereka tidak
mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap
atau menyesatkan.

Kami telah melakukan inspeksi atau wawancara dengan manajemen ALII terkait dengan penyusunan pendapat
kewajaran. Selain itu, kami juga tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi.
Jasa-jasa yang kami berikan kepada ALII dalam kaitan dengan Rencana Transaksi hanya merupakan penyusunan
Pendapat Kewajaran dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam
bentuk apapun, sebagai suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi
keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang
ada untuk ALII.




Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                          VII
Page 9
KONDISI PEMBATAS
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan, keandalan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh
manajemen ALII atau yang tersedia secara umum yang pada hakikatnya adalah benar, lengkap dan tidak
menyesatkan, dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-
informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen ALII bahwa mereka tidak mengetahui
fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.

Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan informasi sebagaimana
diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir
pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggungjawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat
Kewajaran kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh
ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat disalahartikan.

Hasil dari analisis kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan pada
sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan merubah hasil dari analisis kami. Oleh karena itu, kami
sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil analisis, dan
bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Kami telah melakukan inspeksi atau wawancara dengan
manajemen ALII terkait dengan penyusunan pendapat kewajaran. Kami tidak melakukan penelitian atas
keabsahan Transaksi dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Transaksi
hanya ditinjau dari segi ekonomis dan keuangan. Laporan pendapat kewajaran atas Transaksi bersifat non-
disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional ALII.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk
apapun, suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan.
Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami juga tidak
memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi. Jasa-jasa yang kami berikan kepada ALII
dalam kaitan dengan Rencana Transaksi hanya merupakan penyusunan Pendapat Kewajaran dan bukan jasa-
jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.

INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi ini, IDR bertindak
secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan ALII ataupun pihak-pihak yang
terafiliasi dengan ALII. IDR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan
ini. Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau menyebabkan
kerugian pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran
kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan IDR hanya menerima imbalan sesuai
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                         VIII
Page 10
dengan Surat Perjanjian Kerja sama antara ALII dengan IDR No. 009/IDR-SPK/PEN-BDG/II/2026 pada tanggal 25
Februari 2026 yang telah disetujui.

PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN
Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Rencana Transaksi, kami melakukan analisis dengan tahapan-tahapan
sebagai berikut:
1. Analisis atas Rencana Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam
    transaksi, analisis draf perjanjian pengikatan dan persyaratan dalam transaksi, analisis manfaat dan risiko
    transaksi;
2. Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi riwayat ALII dan kegiatan usaha ALII, analisis industri,
    analisis operasional dan prospek bisnis ALII, analisis alasan dilakukannya Transaksi;
3. Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis laporan keuangan historikal ALII, analisis
    arus kas ALII, analisis rasio keuangan ALII, analisis proyeksi keuangan ALII, analisis nilai tambah, dan analisis
    nilai transaksi;
4. Analisis kewajaran atas Rencana Transaksi.

RINGKASAN HASIL ANALISIS ATAS KEWAJARAN TRANSAKSI
1. Analisis atas Rencana Transaksi
    Analisis atas Rencana Transaksi dilakukan dengan menganalisis transaksi antara sewa menyewa unit kantor
    antara BGV selaku pemberi sewa dengan tiga perusahaan afiliasinya yakni ALII, ACS, dan ATS dengan Nilai
    atas transaksi yaitu nilai sewa per m²/bulan adalah sebesar Rp150.000,- (Seratus Lima Puluh Ribu Rupiah
    per m²/bulan). Rencana Transaksi memiliki struktur yang jelas dengan pengaturan mengenai objek transaksi,
    jangka waktu, mekanisme pembayaran, hak dan kewajiban para pihak, serta mekanisme penyelesaian apabila
    terjadi keadaan yang memengaruhi pelaksanaan perjanjian. Pengaturan tersebut memberikan kepastian
    hukum bagi para pihak sekaligus mendukung pelaksanaan kegiatan operasional ALII, ACT, dan ATS melalui
    penyediaan ruang kantor yang memadai untuk menunjang aktivitas usaha masing-masing perusahaan. Dengan
    demikian, secara substansi Rencana Transaksi telah memiliki kerangka pengaturan yang memadai sebagai
    dasar pelaksanaan hubungan sewa menyewa antara BGV selaku pemberi sewa dengan masing-masing
    penyewa yaitu ALII, ACT dan ATS.

2. Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi
    Analisis kualitatif dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan operasional ALII dan entitas anak terhadap
    tersedianya fasilitas ruang kantor yang memadai guna mendukung kelancaran kegiatan usaha sehari-hari.
    Analisis ini juga mencakup penelaahan atas kesesuaian lokasi, ketersediaan fasilitas, efisiensi operasional,
    serta manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan ruang kantor yang berada dalam satu kawasan dengan
    entitas-entitas lain dalam kelompok usaha. Berdasarkan hasil analisis tersebut, Rencana Transaksi berupa
    sewa menyewa ruang kantor antara BGV selaku Pemberi Sewa dengan ALII, ACT, dan ATS selaku Penyewa
    dinilai dapat memberikan manfaat bagi masing-masing Penyewa dalam mendukung pelaksanaan kegiatan
    operasionalnya.
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                IX
Page 11
    Transaksi sewa ruang kantor tersebut merupakan langkah yang mendukung terciptanya efektivitas operasional
    melalui penyediaan ruang kerja yang representatif, siap digunakan, dan berada pada lokasi yang strategis.
    Keberadaan ruang kantor di Gedung Bakrie Tower diharapkan dapat mempermudah koordinasi, komunikasi,
    dan pengambilan keputusan antar entitas dalam kelompok usaha, sehingga aktivitas administrasi maupun
    operasional dapat dilaksanakan secara lebih efisien dan terintegrasi. Selain itu, tersedianya fasilitas gedung
    yang memadai juga memberikan dukungan terhadap kelancaran aktivitas bisnis masing-masing Penyewa.

    Rencana transaksi ini juga berpotensi meningkatkan efisiensi operasional melalui pemanfaatan ruang kantor
    secara optimal tanpa memerlukan investasi yang besar untuk pengadaan aset perkantoran baru. Dengan
    adanya kepastian hak penggunaan ruang kantor selama jangka waktu sewa, masing-masing Penyewa dapat
    lebih berfokus pada pengembangan kegiatan usaha utamanya, sementara kebutuhan atas sarana perkantoran
    telah terpenuhi secara memadai. Kondisi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kerja,
    efektivitas koordinasi, serta mendukung pelaksanaan kegiatan usaha secara berkesinambungan.
    Dengan mempertimbangkan manfaat operasional yang dapat diperoleh, kesesuaian transaksi dengan
    kebutuhan bisnis masing-masing Penyewa, serta dukungannya terhadap efektivitas dan efisiensi kegiatan
    operasional, Rencana Transaksi sewa menyewa ruang kantor tersebut dinilai dapat memberikan pengaruh
    positif terhadap kelancaran dan keberlangsungan kegiatan usaha ALII, ACT, dan ATS.

3. Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi
    Berdasarkan laporan keuangan historis ALII, kinerja keuangan ALII menunjukkan tren yang positif dan
    berkelanjutan. Hal ini tercermin dari pertumbuhan laba yang sejalan dengan peningkatan total aset. Kinerja ini
    dapat dicapai ALII di tengah ketidakpastian perekonomian global, yang mencerminkan efektivitas operasional
    ALII.

    Berdasarkan perbandingan laporan keuangan proforma ALII tanpa transaksi dan dengan transaksi, diketahui
    bahwa transaksi akan meningkatkan total aset dan total liabilitas ALII secara keseluruhan.

    Berdasarkan perbandingan proyeksi laba bersih ALII tanpa transaksi dan dengan transaksi, diketahui bahwa
    ALII memiliki proyeksi laba bersih sedikit lebih rendah dengan transaksi dibandingkan tanpa Transaksi. Hal ini
    menunjukkan bahwa Transaksi yang akan dilakukan ALII tidak berdampak signifikan terhadap kinerja laba (rugi)
    ALII di masa yang akan datang.

    Berdasarkan perbandingan nilai kini laba (rugi) bersih ALII tanpa transaksi dan dengan transaksi pada periode
    proyeksi tahun 2026-2031, diketahui bahwa ALII memiliki proyeksi nilai kini laba (rugi) bersih sedikit lebih
    rendah dengan transaksi dibandingkan tanpa Transaksi. Hal ini menunjukkan bahwa rencana transaksi yang
    akan dilakukan ALII tidak berdampak signifikan terhadap nilai kini laba (rugi) bersih ALII.

4. Analisis atas kewajaran Rencana Transaksi
    Kewajaran nilai transaksi dilihat dengan membandingkan Nilai Sewa Ruang Kantor dengan Nilai Transaksi
    Sewa Ruang Kantor yang disepakati.



Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                              X
Page 12
     1. Nilai Sewa
         Berdasarkan Laporan Kajian atas Nilai Sewa Ruang Kantor No. 00126/2.0047-05/PI/05/0500/1/VI/2026
         tanggal 26 Juni 2026 yang disusun oleh KJPP Iwan Bachron dan Rekan, yaitu Nilai Sewa Ruang Kantor
         (Office Space) dengan luas ±763,1 m² yang berlokasi di Bakrie Tower Lantai 39, Rasuna Epicentrum, Jl.
         H.R Rasuna Said, Jakarta Selatan, DKI Jakarta adalah sebesar Rp161.000,- (Seratus Enam Puluh Satu
         Ribu Rupiah per m²/bulan).

     2. Nilai Transaksi
         Berdasarkan Perjanjian Sewa Menyewa Unit Kantor, Nilai Transaksi ruang kantor (Office Space) dengan
         luas lantai ±763,1 m² yang berlokasi di Bakrie Tower Lantai 39, Rasuna Epicentrum, Jl. H.R Rasuna Said,
         Jakarta Selatan, DKI Jakarta adalah sebesar Rp150.000,- (Seratus Lima Puluh Ribu Rupiah per m²/bulan).

Berdasarkan Peraturan POJK 35/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal,
disebutkan bahwa nilai transaksi wajar apabila dalam kisaran batas atas dan batas bawah yang tidak melebihi
7,5% dari nilai yang dijadikan acuan. Nilai Sewa lebih tinggi 7,3% dari perhitungan Nilai Transaksi, dimana selisih
tersebut masih berada dalam kisaran yang diperkenankan sesuai ketentuan OJK, yaitu tidak melebih batas
toleransi sebesar 7,5% dari nilai acuan.




Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                              XI
Page 13
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dari analisis atas transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif, dan analisis kewajaran nilai
transaksi, maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi adalah WAJAR.

Pendapat Kewajaran ditujukan untuk kepentingan ALII dalam kaitannya dengan Transaksi dan tidak untuk
digunakan oleh pihak lain, atau untuk kepentingan lain. Pendapat Kewajaran tidak merupakan rekomendasi kepada
pemegang saham untuk menyetujui Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi,
dan tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.

Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian
analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.

Kami menyatakan bahwa kami tidak ada hubungan afiliasi dengan ALII, baik secara langsung maupun tidak
langsung, sebagaimana didefinisikan dalam Undang-Undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal. Kami
menyatakan bahwa kami tidak ada benturan kepentingan atas Transaksi yang akan dilaksanakan. Kami tidak
bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang
terjadi setelah tanggal surat ini.



Hormat kami,
KJPP IWAN BACHRON DAN REKAN
Appraisers and Consultants




Bunga Budiarti, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
Rekan
Penilai Bisnis dan Properti
Izin Penilai Publik No. B-1.16.00.465
Izin Penilai Publik No. P-1.17.00500
STTD OJK No. STTD.PPB-27/PJ.1/PM.02/2023
MAPPI No. 11-S-02732
No. Register: RMK-2017.00554




Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                 XII
Page 14
                                           PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan serta pemahaman kami sebagai penilai, yang bertanda tangan di
bawah ini menyatakan bahwa:

 1. Kami telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan oleh
      Asosiasi Profesi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.

 2. Keterangan-keterangan dan pernyataan dalam laporan ini, sebatas pengetahuan kami adalah benar dan
      akurat.

 3. Analisis dan kesimpulan dalam laporan ini hanya dibatasi dan telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan
      syarat-syarat pembatas serta kondisi yang dilaporkan.

 4. Proyeksi keuangan dalam laporan ini didasarkan pada proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
      ALII dan telah dilakukan penyesuaian yang dianggap perlu sesuai kondisi pasar.

 5. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan
      kami bertanggung jawab atas laporan Pendapat Kewajaran.

 6. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan jenis industri yang dinilai.

 7. Kami tidak mempunyai kepentingan apapun terhadap objek transaksi dan imbalan jasa yang kami terima
      tidak terkait dengan hasil yang dilaporkan.

 8. Laporan ini disusun mengacu kepada Standar Penilaian Indonesia (SPI) EDISI VI-2018 dan telah
      memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), POJK-35/04/2020 dan POJK-17/POJK.04/2020.

 9. Penunjukan dalam penugasan ini tidak berhubungan dengan opini Pendapat Kewajaran yang telah
      disepakati sebelumnya dengan Pemberi Tugas.

 10. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam laporan ini telah menyediakan bantuan profesional
      dalam menyiapkan Pendapat Kewajaran.




Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                  XIII
Page 15
Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi
analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan ini.


No. Nama                                                                            Tanda Tangan

1. Penanggung Jawab
   Bunga Budiarti, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
     Izin Penilai Publik No. B-1.16.00.465
     MAPPI No: 11-S-02732
     No. Register: RMK-2017.00554

2. Reviewer
   Dipa Pranaya, S.M.
     MAPPI No: 22-T-11276
     No Register: RMK-2023.04533

3. Penilai
   Rafi Fauzan, S.M.
     MAPPI No: 21-P-10885
     No Register: RMK-2023.04531

     Penilai
     Abdul Dzaki Fadhiil, S.I.P.
     MAPPI No: 20-P-10454
     No Register: RMK-2025.05075




Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk          XIV
Page 16
                                   ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
Pendapat Kewajaran disusun berdasarkan kondisi pasar dan kondisi perekonomian, kondisi umum bisnis dan
kondisi keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal efektif Pendapat Kewajaran.

     1. Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk
          publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional ALII.
          Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum ALII berdasarkan anggaran
          dasar ALII.

     2. IDR telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan
          Pendapat Kewajaran.

     3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.

     4. Analisis dalam penyusunan Pendapat Kewajaran dilakukan dengan menggunakan proyeksi keuangan
          yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh
          manajemen ALII dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).

     5. IDR bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan Pendapat Kewajaran dan kesimpulan
          Pendapat Kewajaran.

     6. Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang
          dapat mempengaruhi operasional ALII.

     7. Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
          terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban ALII serta semua pihak yang terlibat dalam Rencana
          Transaksi. Rencana Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan jangka
          waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi mengenai Rencana Transaksi yang
          diungkapkan oleh manajemen ALII.

     8. IDR telah memperoleh informasi atas syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dalam perjanjian-
          perjanjian yang terkait dengan Rencana Transaksi dari ALII.

     9. Rencana Transaksi dilaksanakan sesuai dengan prosedur-prosedur dan dengan jangka waktu yang
          telah ditetapkan dalam dokumen-dokumen yang terkait dengan Rencana Transaksi, dan hal-hal
          lainnya yang terkait sebagaimana yang diinformasikan oleh manajemen ALII, khususnya dalam hal
          pemenuhan kewajiban ALII sebagaimana yang diatur dalam dokumen-dokumen yang terkait dengan
          Rencana Transaksi.

     10. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal efektif Pendapat Kewajaran sampai dengan tanggal
          penerbitan Pendapat Kewajaran tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material
          terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan Pendapat Kewajaran.



Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                       XV
Page 17
                                                                       DAFTAR ISI
Surat Pengantar .................................................................................................................................. I
Daftar Isi ............................................................................................................................................. XVI
Daftar Tabel ........................................................................................................................................ XVIII
Daftar Gambar dan Grafik................................................................................................................... XX
Definisi dan Istilah ............................................................................................................................... XXI

BAB I             PENDAHULUAN
I.1               LATAR BELAKANG ........................................................................................................ I-1
I.2               STATUS PENILAI ........................................................................................................... I-2
I.3               PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN........................................................... I-2
I.4               OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN............................................................ I-3
I.5               JENIS MATA UANG ........................................................................................................ I-3
I.6               MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN...................................................... I-3
I.7               TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN ........................................................................... I-3
I.8               TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI .......................................................................... I-4
I.9               SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN ................................ I-4
I.10              ASUMSI DAN ASUMSI KHUSUS ................................................................................... I-5
I.11              PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI ....................................... I-6
I.12              STANDAR PENYUSUNAN PENDAPAT KEWAJARAN .................................................. I-6
I.13              NILAI TRANSAKSI .......................................................................................................... I-7
I.14              KEJADIAN – KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL EFEKTIF
                  (SUBSEQUENT EVENTS) .............................................................................................. I-7
I.15              PENDAPAT KEWAJARAN.............................................................................................. I-7
I.16              RUANG LINGKUP .......................................................................................................... I-7
I.17              KONDISI PEMBATAS ..................................................................................................... I-8
I.18              INDEPENDENSI PENILAI............................................................................................... I-9
I.19              PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ...................................... I-9
I.20              HASIL PELAKSANAAN INSPEKSI ................................................................................. I-10

BAB II            ANALISIS TRANSAKSI
II.1              URAIAN UMUM .............................................................................................................. II-1
II.2              IDENTIFIKASI DAN ANALISIS HUBUNGAN ANTARA PIHAK – PIHAK YANG
                  BERTRANSAKSI ............................................................................................................ II-1
II.2.1            PT Ancara Logistics Indonesia Tbk ................................................................................. II-1
II.2.2            PT Ancara Coal Terminal ................................................................................................ II-3
II.2.3            PT Ancara Transshipment Services ................................................................................ II-4
II.2.4            PT Bakrie Global Ventura................................................................................................ II-5
II.3              OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN............................................................ II-6
II.4              PROSEDUR PENGAMBILAN KEPUTUSAN ATAS TRANSAKSI .................................. II-7
II.5              ANALISIS TRANSAKSI ................................................................................................... II-7
II.6              KESIMPULAN ANALISIS TRANSAKSI ........................................................................... II-9

BAB III           ANALISIS KUALITATIF
III.1             KONDISI MAKRO EKONOMI ......................................................................................... III-1
III.1.1           Perkembangan Ekonomi Dunia....................................................................................... III-1
III.1.2           Tingkat Inflasi Dunia ........................................................................................................ III-4
III.1.3           Pertumbuhan Ekonomi Indonesia ................................................................................... III-8
III.1.3.1         Neraca Perdagangan ...................................................................................................... III-10
III.1.3.2         Nilai Tukar Rupiah ........................................................................................................... III-11
III.1.3.3         Inflasi ............................................................................................................................... III-12
III.1.3.4         Perkembangan Moneter .................................................................................................. III-12
III.2             TINJAUAN INDUSTRI TRANSPORTASI DAN LOGISTIK .............................................. III-14
III.2.1           Gambaran Umum Industri Transportasi dan Logistik di Dunia ........................................ III-14
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                                                                  XVI
Page 18
III.2.2      Gambaran Umum Industri Transportasi dan Logistik di Indonesia .................................. III-17
III.3        INFORMASI NON – KEUANGAN YANG RELEVAN ..................................................... III-19
III.4        LOKASI GEOGRAFIS ..................................................................................................... III-20
III.5        PESAING USAHA ........................................................................................................... III-20
III.6        KEBIJAKAN DAN STRATEGI MANAJEMEN.................................................................. III-21
III.7        RENCANA BISNIS ALII................................................................................................... III-24
III.8        PENJELASAN, PERTIMBANGAN, DAN ALASAN DILAKUKANNYA TRANSAKSI ........ III-29
III.9        KESIMPULAN ANALISIS KUALITATIF ........................................................................... III-30

BAB IV       ANALISIS KUANTITATIF
IV.1         ANALISIS KINERJA HISTORIS ALII ............................................................................... IV-1
IV.1.1       Laporan Posisi Keuangan ............................................................................................... IV-1
IV.1.2       Laporan Laba (Rugi) ....................................................................................................... IV-3
IV.1.3       Laporan Arus Kas ........................................................................................................... IV-4
IV.2         ANALISIS VERTIKAL ...................................................................................................... IV-6
IV.3         ANALISIS RASIO ............................................................................................................ IV-8
IV.4         INFORMASI PERPAJAKAN............................................................................................ IV-10
IV.5         ANALISIS ATAS LAPORAN KEUANGAN PROFORMA ALII ......................................... IV-10
IV.6         ANALISIS INKREMENTAL.............................................................................................. IV-13
IV.6.1       Asumsi Proyeksi Keuangan ALII ..................................................................................... IV-13
IV.6.2       Periode Proyeksi Keuangan ALII .................................................................................... IV-13
IV.6.3       Kontribusi Nilai Tambah terhadap ALII ............................................................................ IV-13
IV.6.4       Kontribusi Nilai Tambah terhadap Rasio Keuangan ALII ................................................ IV-14
IV.7         PERHITUNGAN NILAI KINI LABA (RUGI) BERSIH TANPA DAN DENGAN
             TRANSAKSI .................................................................................................................... IV-15
IV.7.1       Penentuan Tingkat Diskonto ........................................................................................... IV-15
IV.7.1.1     Penentuan Biaya Modal Untuk Ekuitas ........................................................................... IV-15
IV.7.1.2     Penentuan Biaya Modal Untuk Hutang ........................................................................... IV-17
IV.7.1.3     Tingkat Diskonto ALII ...................................................................................................... IV-18
IV.7.2       Perhitungan Nilai Kini ...................................................................................................... IV-18
IV.8         KESIMPULAN ANALISIS KUANTITATIF ........................................................................ IV-19

BAB V        ANALISIS ATAS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI
V.1          DESKRIPSI ANALISIS KEWAJARAN ............................................................................. V-1
V.2          SUSUNAN PEMEGANG SAHAM ................................................................................... V-1
V.2.1        Susunan Pemegang Saham ALII .................................................................................... V-1
V.3          PROSEDUR PENGAMBILAN KEPUTUSAN ATAS TRANSAKSI .................................. V-1
V.4          SEKTOR INDUSTRI TRANSPORTASI DAN LOGISTIK................................................. V-2
V.4.1        Gambaran Umum Industri Transportasi dan Logistik di Dunia ........................................ V-2
V.4.2        Gambaran Umum Industri Transportasi dan Logistik di Indonesia .................................. V-5
V.5          RENCANA PEMANFAATAN RUANG KANTOR ............................................................. V-7
V.6          KONTRIBUSI NILAI TAMBAH TERHADAP ALII............................................................. V-8
V.7          PERHITUNGAN NILAI KINI LABA (RUGI) BERSIH TANPA DAN DENGAN
             TRANSAKSI .................................................................................................................... V-9
V.7.1        Penentuan Tingkat Diskonto ........................................................................................... V-9
V.7.1.1      Penentuan Biaya Modal Untuk Ekuitas ........................................................................... V-9
V.7.1.2      Penentuan Biaya Modal Untuk Hutang ........................................................................... V-12
V.7.1.3      Tingkat Diskonto ALII ...................................................................................................... V-12
V.7.2        Perhitungan Nilai Kini ...................................................................................................... V-13
V.8          ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI ................................................................. V-14
V.9          KESIMPULAN ................................................................................................................. V-14




Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                                                   XVII
Page 19
                                                                DAFTAR TABEL
Tabel I.1.         Daftar Hadir Wawancara ............................................................................................. I-10


Tabel II.1.        Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham ALII per 31 Desember
                   2025............................................................................................................................. II-2
Tabel II.2.        Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham ACT per 31 Desember
                   2025............................................................................................................................. II-3
Tabel II.3.        Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham ATS per 31 Desember
                   2025............................................................................................................................. II-5
Tabel II.4.        Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham BGV per 31 Desember
                   2025............................................................................................................................. II-6


Tabel III.1.       Pertumbuhan PDB Global (Region: Asia Pacific) (%, yoy) .......................................... III-2
Tabel III.2.       Pertumbuhan PDB Global (Region: Asia Tenggara) (%, yoy) ..................................... III-2
Tabel III.3.       Pertumbuhan PDB Global (Region: Amerika) (%, yoy) ............................................... III-3
Tabel III.4.       Pertumbuhan PDB Global (Region: Afrika) (%, yoy) ................................................... III-3
Tabel III.5.       Pertumbuhan PDB Global (Region: Eropa) (%, yoy) ................................................... III-4
Tabel III.6.       Pertumbuhan Inflasi Global (Region: Asia Pasifik) (%, yoy) ........................................ III-5
Tabel III.7.       Pertumbuhan Inflasi Global (Region: ASEAN) (%, yoy) .............................................. III-6
Tabel III.8.       Pertumbuhan Inflasi Global (Region: Amerika) (%, yoy) ............................................. III-7
Tabel III.9.       Pertumbuhan Inflasi Global (Region: Afrika) (%, yoy) ................................................. III-7
Tabel III.10. Pertumbuhan Inflasi Global (Region: Eropa) (%, yoy) ................................................. III-8
Tabel III.11. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha
                   (%, yoy) ....................................................................................................................... III-8
Tabel III.12. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran (%, yoy) ..... III-9
Tabel III.13. Analisis SWOT ALII ..................................................................................................... III-21


Tabel IV.1.        Laporan Posisi Keuangan ALII periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                   (dalam Ribuan Rupiah) ................................................................................................ IV-1
Tabel IV.2.        Laporan Laba (Rugi) ALII periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                   (dalam Ribuan Rupiah) ................................................................................................ IV-3
Tabel IV.3.        Laporan Arus Kas ALII periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                   (dalam Ribuan Rupiah) ................................................................................................ IV-4
Tabel IV.4.        Analisis Vertikal Posisi Keuangan ALII periode 31 Desember 2021 – 31 Desember
                   2025............................................................................................................................. IV-6
Tabel IV.5.        Analisis Vertikal Laba/Rugi ALII periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 .. IV-7
Tabel IV.6.        Rasio Keuangan ALII ................................................................................................... IV-8

Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                                                           XVIII
Page 20
Tabel IV.7.         Laporan Posisi Keuangan Proforma ALII pada Tanggal 31 Desember 2025
                    (dalam Ribuan Rupiah) ................................................................................................ IV-11
Tabel IV.8.         Laporan Laba (Rugi) Proforma ALII pada Tanggal 31 Desember 2025
                    (dalam Ribuan Rupiah) ................................................................................................ IV-12
Tabel IV.9.         Proyeksi Laba Rugi ALII Tanpa Transaksi (dalam Ribuan Rupiah) ............................. IV-13
Tabel IV.10. Proyeksi Laba Rugi ALII Dengan Transaksi (dalam Ribuan Rupiah) .......................... IV-14
Tabel IV.11. Proyeksi Rasio Keuangan ALII Tanpa Transaksi ........................................................ IV-14
Tabel IV.12. Proyeksi Rasio Keuangan ALII Dengan Transaksi ...................................................... IV-14
Tabel IV.13. Perusahaan Pembanding dan Perhitungan Unlevered Beta ....................................... IV-16
Tabel IV.14. Biaya Modal untuk Ekuitas ALII ................................................................................... IV-17
Tabel IV.15. WACC ALII .................................................................................................................. IV-18
Tabel IV.16. Nilai Kini Tanpa Transaksi (dalam Ribuan Rupiah) ..................................................... IV-18
Tabel IV.17. Nilai Kini Dengan Transaksi (dalam Ribuan Rupiah) ................................................... IV-19


Tabel V.1.          Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham ALII ........................................ V-1
Tabel V.2.          Proyeksi Laba Rugi ALII Tanpa Transaksi (dalam Ribuan Rupiah) ............................. V-9
Tabel V.3.          Proyeksi Laba Rugi ALII Dengan Transaksi (dalam Ribuan Rupiah) .......................... V-9
Tabel V.4.          Perusahaan Pembanding dan Perhitungan Unlevered Beta ....................................... V-11
Tabel V.5.          Biaya Modal untuk Ekuitas ALII ................................................................................... V-11
Tabel V.6.          WACC ALII .................................................................................................................. V-12
Tabel V.7.          Nilai Kini Tanpa Transaksi (dalam Ribuan Rupiah) ..................................................... V-13
Tabel V.8.          Nilai Kini Dengan Transaksi (dalam Ribuan Rupiah) ................................................... V-13




Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                                                       XIX
Page 21
                                     DAFTAR GAMBAR DAN GRAFIK
Gambar III.1. Kontribusi dan Pertumbuhan Menurut Pulau (%), 2025 .............................................. III-10


Grafik III.1.   Neraca Perdagangan................................................................................................... III-11
Grafik III.2.   Indeks Rupiah terhadap USD, Negara Maju kecuali AS, dan Negara Berkembang .... III-11
Grafik III.3.   Inflasi IHK dan Komponen ........................................................................................... III-12
Grafik III.4.   Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan INDONIA ................................................ III-13
Grafik III.5.   Suku Bunga Perbankan ............................................................................................... III-13
Grafik III.6.   Permodalan Industri Perbankan .................................................................................. III-14
Grafik III.7.   Perkembangan Biaya dalam Bidang Transportasi dan Logistik di Dunia dalam Triliun
                USD dari tahun 2020 hingga proyeksi tahun 2030. (dalam triliun USD) ...................... III-15
Grafik III.8.   Perkembangan lalu lintas pelabuhan kontainer secara global dalam satuan Twenty-
                Foot Equivalent Unit (TEU) dari Tahun 2020 hingga proyeksi Tahun 2030................. III-16
Grafik III.9.   Perkembangan Biaya dalam Bidang Transportasi dan Logistik di Indonesia dalam Triliun
                USD dari tahun 2020 hingga proyeksi tahun 2030. (dalam triliun USD) ...................... III-17
Grafik III.10. Perkembangan biaya dalam bidang Transportasi dan Logistik di Indonesia dalam satuan
                Twenty-Foot Equivalent Unit (TEU) dari Tahun 2020 hingga proyeksi Tahun 2030 .... III-18


Grafik V.1.     Perkembangan Biaya dalam Bidang Transportasi dan Logistik di Dunia dalam Triliun
                USD dari tahun 2020 hingga proyeksi tahun 2030. (dalam triliun USD) ...................... .V-3
Grafik V.2.     Perkembangan lalu lintas pelabuhan kontainer secara global dalam satuan Twenty-
                Foot Equivalent Unit (TEU) dari Tahun 2020 hingga proyeksi Tahun 2030................. .V-4
Grafik V.3.     Perkembangan Biaya dalam Bidang Transportasi dan Logistik di Indonesia dalam Triliun
                USD dari tahun 2020 hingga proyeksi tahun 2030. (dalam triliun USD) ...................... .V-5
Grafik V.4.     Perkembangan biaya dalam bidang Transportasi dan Logistik di Indonesia dalam satuan
                Twenty-Foot Equivalent Unit (TEU) dari Tahun 2020 hingga proyeksi Tahun 2030 .... .V-6




Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                                              XX
Page 22
                                         DEFINISI DAN ISTILAH
Berdasarkan definisi dan istilah yang digunakan dalam penyusunan pendapat kewajaran adalah:

  1.    Penilaian adalah proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas nilai ekonomi suatu objek
        penilaian.
  2.    Penilai adalah orang perseorangan yang dengan keahliannya menjalankan kegiatan Penilaian di pasar
        modal.
  3.    Penilai Bisnis adalah Penilai yang melakukan kegiatan penilaian bisnis sebagaimana dimaksud dalam
        Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai yang melakukan kegiatan di pasar modal.
  4.    Penilaian Bisnis adalah proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas objek Penilaian Bisnis
        sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai yang melakukan
        kegiatan di pasar modal.
  5.    Penugasan Penilaian Profesional adalah penugasan yang diterima oleh Penilai dari pemberi
        penugasan untuk melakukan Penilaian atas objek, tujuan Penilaian, dan tanggal tertentu dimana Penilai
        mendasarkan opininya, yang disajikan dalam laporan Penilaian.
  6.    Nilai adalah perkiraan harga yang diinginkan oleh penjual dan/atau pembeli atas suatu barang atau jasa
        dan merupakan jumlah manfaat ekonomi berdasarkan nilai pasar yang akan diperoleh dari objek
        Penilaian pada tanggal Penilaian.
  7.    Tanggal Penilaian adalah tanggal pada saat Nilai, hasil Penilaian, atau perhitungan manfaat ekonomi
        dinyatakan.
  8.    Dasar Penilaian adalah suatu penjelasan dan/atau pendefinisian tentang jenis Nilai yang sedang diteliti
        berdasarkan kriteria tertentu.
  9.    Nilai Buku adalah:
        a. hasil kapitalisasi atas biaya perolehan aset, dikurangi akumulasi depresiasi, deplesi, amortisasi atau
            penurunan nilai sebagaimana yang tercatat dalam laporan keuangan; atau
        b. selisih antara total aset dikurangi dengan total liabilitas dari perusahaan sebagaimana tercatat dalam
            laporan keuangan.
  10. Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
        liabilitas pada Tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
        menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, di mana
        kedua Pihak masing–masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan
        tanpa paksaan.
  11. Asumsi adalah sesuatu yang dianggap akan terjadi termasuk fakta, syarat, atau keadaan yang mungkin
        dapat mempengaruhi objek Penilaian atau pendekatan penilaian dan kewajarannya telah dianalisis oleh
        Penilai Bisnis sebagai bagian dari proses Penilaian.
  12. Pendekatan Penilaian adalah suatu cara untuk memperkirakan Nilai dengan menggunakan satu atau
        lebih metode penilaian.


Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                           XXI
Page 23
  13. Pendekatan Pasar adalah Pendekatan Penilaian dengan cara membandingkan objek Penilaian dengan
        objek lain yang sebanding dan sejenis serta telah tersedia informasi harga transaksi atau penawaran.
  14. Laporan Penilaian Bisnis adalah laporan tertulis yang dibuat oleh Penilai Bisnis yang memuat pendapat
        Penilai Bisnis mengenai objek Penilaian serta menyajikan informasi tentang proses Penilaian.
  15. Tanggal Laporan Penilaian Bisnis adalah tanggal ditandatanganinya Laporan Penilaian Bisnis oleh
        Penilai Bisnis.
  16. Tingkat Diskonto adalah suatu Tingkat Imbal Balik untuk mengkonversikan nilai di masa depan ke nilai
        sekarang yang mencerminkan nilai waktu dari uang dan ketidakpastian atas terealisasinya pendapatan
        ekonomi.
  17. Arus Kas Bersih adalah jumlah kas yang:
        a. tersedia setelah terpenuhinya kebutuhan kas untuk kegiatan operasional;
        b. merupakan arus kas yang tersedia bagi penyedia modal yang terdiri dari utang dan ekuitas; dan
        c. telah bebas dari kewajiban untuk mempertahankan operasi saat ini dan untuk mengantisipasi
            pertumbuhan perusahaan.




Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                       XXII
Page 24
                                                          BAB I
                                                  PENDAHULUAN

I.1       LATAR BELAKANG
          PT Ancara Logistics Indonesia Tbk adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Akta
          No. 437 tanggal 30 Juli 2019 dari Notaris Netty Maria Machdar, S.H. Akta Pendirian tersebut telah
          disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.
          AHU-0037867.AH.01. 01.TAHUN 2019 tanggal 02 Agustus 2019.

          Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 14
          tanggal 03 Oktober 2025 dari Aulia Taufani, S.H. sehubungan dengan perubahan data perseroan. Akta
          Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum dari
          Kementerian Hukum Republik Indonesia melalui Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH. 01.09-
          0346750 tanggal 06 Oktober 2025.

          Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah menjalankan usaha
          dalam bidang penyediaan layanan logistik dan transportasi pelayaran untuk industri pertambangan di
          Indonesia, kegiatan usaha tersebut dijalankan secara terintegrasi bersama dengan entitas anak dari
          mulai pengangkutan laut, Transshipment, hingga fasilitas ISP yang menjadi bagian penting dalam
          mendukung kelancaran logistik komoditas pertambangan, khususnya komoditas batu bara. Dengan
          sinergi yang kuat bersama entitas anak, Perseroan terus berupaya membangun fondasi operasional
          dengan menekankan pada integrasi layanan, efisiensi rantai pasok dan keandalan distribusi komoditas
          melalui jalur laut.

          Perusahaan berdomisili di Bakrie Tower Lantai 15, Rasuna Epicentrum, Jl. H. R. Rasuna Said, Jakarta
          Selatan dan operasi Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2019.

          ALII merupakan Perseroan Terbatas berstatus perusahaan terbuka yang bergerak di bidang jasa
          pengangkutan laut, intermediate stockpile dan transhipment dan memiliki 2 (dua) entitas anak yaitu ACT
          dan ATS. Berdasarkan informasi yang kami terima dari ALII, rencana transaksi yang akan dilaksanakan
          oleh ALII adalah rencana transaksi sewa menyewa ruang kantor (office space) antara BGV selaku
          pemberi sewa dengan tiga perusahaan afiliasinya yakni ALII, ACT, dan ATS selaku penyewa sesuai
          dengan ketentuan Perjanjian Sewa Menyewa Unit Kantor yang telah disepakati para pihak.

          Rencana Transaksi sewa ruang kantor dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ALII atas fasilitas ruang
          kerja yang memadai dalam mendukung kegiatan operasional sehari-hari, termasuk aktivitas
          perkantoran, administrasi, koordinasi internal, dan fungsi pendukung lainnya. Penggunaan ruang kantor
          tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional melalui tersedianya sarana
          kerja yang representatif, sekaligus memperkuat koordinasi dan komunikasi. Dengan demikian, rencana
          transaksi ini diharapkan dapat mendukung kegiatan usaha, meningkatkan sinergi dalam kelompok


Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                             I-1
Page 25
          usaha, serta menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi proses koordinasi dan pengambilan
          keputusan secara lebih efektif.

          Mempertimbangkan bahwa BGV dengan ALII memiliki hubungan, di mana terdapat 1 (satu) atau lebih
          anggota direksi atau dewan komisaris yang sama, maka transaksi ini termasuk ke dalam transaksi afiliasi
          sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 42/POJK.04/2020
          tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (“POJK 42/2020”) dan tidak termasuk
          dalam transaksi yang dikecualikan. Selain itu, transaksi ini juga bukan merupakan Transaksi Material
          sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) dan (2) POJK No. 17/2020 (“POJK 17/2020”), yang
          dihitung berdasarkan Laporan Keuangan Audit Konsolidasian ALII tanggal 31 Desember 2025. Dengan
          demikian, ALII tidak diwajibkan untuk memenuhi ketentuan-ketentuan dalam POJK 17/2020 sehubungan
          dengan Rencana Transaksi dan Rencana Transaksi tidak berpotensi mengakibatkan terganggunya
          kelangsungan usaha ALII.

I.2       STATUS PENILAI
          IDR adalah Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang didirikan berdasarkan Akta Notaris No.139 tertanggal
          13 April 2009 oleh Notaris Publik Drajat Darmadji, S.H, IDR telah terdaftar pada Departemen Keuangan
          Republik Indonesia dengan Nomor Izin No. 2.09.0047, Tanggal 10 Juni 2009.

          Pendapat kewajaran Ini dilakukan oleh Penilai Publik Bunga Budiarti, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
          merupakan Penilai independen yang bernaung dalam IDR berdasarkan ijin Penilai Publik No. B-
          1.16.00.465, yang terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”)
          dengan Surat Tanda Terdaftar (“STTD”) Profesi Penunjang Pasar Modal dari Bagian Pengawas Pasar
          Modal dan Lembaga Keuangan (Penilai Properti dan Bisnis) STTD OJK No. STTD.PPB-
          27/PJ.1/PM.02/2023. Bertindak independen, objektif, dan memiliki kompetensi untuk melakukan
          pendapat kewajaran sebagaimana yang dimaksud dalam lingkup penugasan ini.

          IDR dalam memberikan jasa pendapat kewajaran sesuai dengan kemampuan dan keahlian dengan
          menjunjung tinggi integritas, kejujuran dan tidak memihak. Penilai tidak memiliki keterlibatan material
          atau benturan kepentingan baik aktual maupun potensial dengan obyek penilaian dan/atau pemilik aset
          dan pemberi tugas. Untuk penilaian obyek sebagaimana dijelaskan di bawah tidak diperlukan bantuan
          tenaga ahli luar. Seluruh Penilai, ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan tim
          penugasan di bawah koordinator Penilai berizin atau penanggung jawab laporan pendapat kewajaran.

I.3       PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN
          Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam penyusunan pendapat kewajaran ini adalah:
          Nama                          : PT Ancara Logistics Indonesia Tbk
          Perseroan                     : Perseroan Terbatas berstatus Perusahaan Terbuka (publicly-held
                                         company)
          Bidang Industri               : Jasa Pengangkutan Laut, Intermediate Stockpile dan Transshipment

Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                             I-2
Page 26
          Alamat                        : Bakrie Tower Lantai 39, Komplek Rasuna Epicentrum, Jl. H. R. Rasuna
                                         Said,Jakarta Selatan
          Email                         : corsec@ancaralogistics.com
          Telepon                       : +62 21-2991-2091

          Pemberi tugas memastikan objek penilaian tidak sedang atau telah dinilai oleh Penilai Publik lainnya untuk maksud,
          tujuan, pengguna laporan dan tanggal penilaian yang sama atau berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih dari
          dua bulan) (KEPI Edisi VII – 2018 Pasal 5.8 poin C-4).


I.4       OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN
          Objek transaksi pendapat kewajaran berupa rencana transaksi sewa ruang kantor (office space) dengan
          luas ±763,1 m² yang berlokasi di Bakrie Tower Lantai 39, Rasuna Epicentrum, Jl. H.R Rasuna Said,
          Jakarta Selatan, DKI Jakarta dengan rincian sebagai berikut:
          1. Sewa Ruang Kantor untuk ALII dengan luas ±457,857 m² (empat ratus lima puluh tujuh koma
               delapan ratus lima puluh tujuh meter persegi) yang berlokasi di Bakrie Tower Lantai 39, Rasuna
               Epicentrum, Jl. H.R Rasuna Said, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.
          2. Sewa Ruang Kantor untuk ACT dengan luas ±152,619 m² (seratus lima puluh dua koma enam
               ratus sembilan belas meter persegi) yang berlokasi di Bakrie Tower Lantai 39, Rasuna Epicentrum,
               Jl. H.R Rasuna Said, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.
          3. Sewa Ruang Kantor untuk ATS dengan luas ±152,619 m² (seratus lima puluh dua koma enam
               ratus sembilan belas meter persegi) yang berlokasi di Bakrie Tower Lantai 39, Rasuna Epicentrum,
               Jl. H.R Rasuna Said, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.

I.5       JENIS MATA UANG
          Dalam penugasan ini hasil pendapat kewajaran dinyatakan dalam mata uang Rupiah. Kami
          mengingatkan bahwa penggunaan nilai tukar selain yang tercantum dalam lingkup penugasan ini tidak
          berlaku.

I.6       MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN
          Maksud dan Tujuan penyusunan Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan pendapat tentang
          kewajaran Rencana Transaksi ALII pada tanggal 31 Desember 2025 untuk tujuan memenuhi
          ketentuan-ketentuan dari POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
          Kepentingan.

I.7       TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN
          Analisis dalam Pendapat Kewajaran dilaksanakan berdasarkan laporan keuangan pada tanggal
          31 Desember 2025, sebagai tanggal efektif Pendapat Kewajaran. Tanggal ini dipilih atas dasar
          pertimbangan kepentingan dan tujuan Pendapat Kewajaran serta dari data keuangan ALII per
          31 Desember 2025 yang kami terima dan menjadi dasar penyusunan Pendapat Kewajaran.


Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                        I-3
Page 27
          Sesuai dengan ketentuan dalam POJK 35/2020, laporan penilaian ini berlaku selama 6 (enam) bulan
          sejak tanggal penilaian, yaitu tanggal 30 Juni 2026, kecuali terdapat hal-hal yang dapat mempengaruhi
          kesimpulan nilai lebih dari 5% (lima persen).

I.8       TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
          ➢ Tidak dilakukan uji tuntas atas laporan keuangan objek penyusunan pendapat kewajaran;
          ➢ Tidak dilakukan uji tuntas atas aspek legal, termasuk dokumen legalitas objek penyusunan pendapat
             kewajaran;
          ➢ Pengumpulan data dan informasi dari pihak manajemen ALII perseroan diverifikasi secara tertulis
             atau wawancara langsung;
          ➢ Proses pengumpulan, verifikasi dan analisis data dilakukan secara langsung pada objek penyusunan
             pendapat kewajaran. Bila pada objek penyusunan pendapat kewajaran tertentu dijumpai
             keterbatasan untuk dijangkau dan/atau diversifikasi secara keseluruhan, maka kami menggunakan
             pendataan secara sampling dan wawancara dari pihak yang relevan;
          ➢ Inspeksi dapat dilakukan tanpa ada pembatasan akses ke lokasi properti termasuk data yang harus
             disediakan oleh pemberi tugas dan/atau pihak terkait lainya;
          ➢ Segala sesuatu yang membatasi pekerjaan penyusunan pendapat kewajaran ini akan dicatatkan
             sebagai bagian yang mengikat atas hasil penyusunan pendapat kewajaran yang dilakukan.

I.9       SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN
          Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi, dapat disetujui untuk digunakan
          sepanjang sumber data tersebut diyakini kebenarannya. Sumber data tersebut antara lain:
          ➢ Informasi primer yang relevan atas objek penilaian diberikan secara langsung oleh Pemberi Tugas
             selama proses penilaian dengan rincian sebagai berikut:
             -   Laporan Keuangan Audit ALII untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
                 telah diaudit oleh KAP Y. Santosa & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material
                 dan telah ditandatangani pada tanggal 27 Maret 2026 oleh Hilda Ong dengan Izin Akuntan Publik
                 No.AP.0457, dengan nomor laporan No. 00030/2.0902/AU.1/05/0457-2/1/III/2026;
             -   Laporan Keuangan Audit ALII untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang
                 telah diaudit oleh KAP Y. Santosa & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material
                 dan telah ditandatangani pada tanggal 26 Maret 2025 oleh Hilda Ong dengan Izin Akuntan Publik
                 No.AP.0457, dengan nomor laporan No. 00021/2.0902/AU.1/05/0457-1/1/III/2025;
             -   Laporan Keuangan Audit ALII untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
                 telah diaudit oleh KAP Y. Santosa & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material
                 dan telah ditandatangani pada tanggal 6 Mei 2024 oleh Julinar Natalina Rajagukguk dengan Izin
                 Akuntan Publik No.AP.1792, dengan nomor laporan No. 00057/2.0902/AU.1/05/1792-2/1/V/2024;




Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                           I-4
Page 28
             -   Laporan Keuangan Audit ALII untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
                 telah diaudit oleh KAP Y. Santosa & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material
                 dan telah ditandatangani pada tanggal 11 April 2023 oleh Julinar Natalina Rajagukguk dengan
                 Izin Akuntan Publik No.AP.1792, dengan nomor laporan No. 00129/2.0902/AU.1/05/1792-
                 1/1/IV/2023;
             -   Laporan Keuangan Audit ALII untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
                 telah diaudit oleh KAP Y. Santosa & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material
                 dan telah ditandatangani pada tanggal 2 Desember 2022 oleh Yahya Santosa dengan Izin
                 Akuntan Publik No.AP.0046, dengan nomor laporan No. 00150/2.0902/AU.1/05/0046-
                 1/1/XII/2022;
             -   Business Plan sebelum rencana transaksi dan dengan rencana transaksi untuk periode 2026
                 sampai dengan 2031 yang antara lain terdiri dari laporan posisi keuangan dan hasil operasi untuk
                 periode yang diproyeksikan mencerminkan pertimbangan yang terbaik dari Manajemen,
                 berdasarkan harapan kondisi pasar di masa mendatang dan tindakan-tindakan yang akan
                 dilakukan oleh ALII sesuai kondisi yang ada per tanggal pendapat kewajaran (dalam bentuk
                 softcopy);
             -   Keterbukaan Informasi ALII;
             -   Perjanjian Sewa Menyewa Unit Kantor ALII – BGV No. 220/BGV-ALI/OPR/PSM/VI/2026 tanggal
                 30 Juni 2026;
             -   Perjanjian Sewa Menyewa Unit Kantor ATS – BGV No. 171/BGV-ATS/OPR/PSM/VI/2026 tanggal
                 30 Juni 2026
             -   Perjanjian Sewa Menyewa Unit Kantor ACT – BGV No. 177/BGV-ACT/OPR/PSM/VI/2026 tanggal
                 30 Juni 2026;
             -   Laporan Kajian atas Nilai Sewa Ruang Kantor No. 00126/2.0047-05/PI/05/0500/1/VI/2026 tanggal
                 26 Juni 2026 yang disusun oleh KJPP Iwan Bachron dan Rekan;
          ➢ Informasi sekunder atas data lain yang diperlukan untuk penilaian diperoleh dari media cetak, media
             elektronik dan papan pengumuman yang layak:
             -   Bank Indonesia (BI);
             -   Badan Pusat Statistik (BPS);
             -   Otoritas Jasa Keuangan (OJK);
             -   Data riset dari lembaga independen seperti website Aswath Damodaran;
             -   Media cetak dan elektronik resmi seperti Yahoo Finance, Bloomberg, S&P Capital IQ, dan
                 website Bursa Efek Indonesia.

I.10      ASUMSI DAN ASUMSI KHUSUS
          Analisis disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan,
          serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal penerbitan Laporan


Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                             I-5
Page 29
          Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi. Dalam analisis, kami mempertimbangkan beberapa
          asumsi, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban ALII. Kami juga mengasumsikan bahwa dari
          tanggal analisis sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana
          Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi
          yang digunakan dalam analisis. Berikut asumsi khusus yang digunakan dalam lingkup penugasan ini
          dengan rincian sebagai berikut:
          ➢ Objek pendapat kewajaran yang analisa tidak mempunyai masalah hukum dan hak kepemilikannya
             adalah sah, bebas dari sengketa dan dapat dialihkan haknya.
          ➢ Objek pendapat kewajaran yang ditunjukkan kepada kami adalah benar merupakan objek dalam
             penyusunan pendapat kewajaran.
          ➢ Seluruh data dan informasi yang diberikan pemberi tugas sehubungan dengan penyusunan
             pendapat kewajaran ini adalah relevan, benar dan dapat dipercaya.
          ➢ Kami tidak melakukan penelitian terhadap keabsahan dokumen-dokumen legal yang terkait.
          ➢ Seluruh pernyataan data dan informasi yang diberikan Pemberi Tugas adalah relevan, benar dan
             dapat dipercaya sesuai dengan prosedur penyusunan pendapat kewajaran yang umum berlaku dan
             disampaikan dengan itikad baik.
          ➢ Kondisi-kondisi tidak wajar yang tersembunyi terhadap objek pendapat kewajaran yang dapat
             membawa efek negatif terhadap nilai, tidak menjadi tanggung jawab kami sebab merupakan bagian
             pekerjaan ahli lain;
          ➢ Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar, informasi, data, dan asumsi yang
             tersedia pada tanggal penilaian 31 Desember 2025. Pendapat kewajaran ini tidak memperhitungkan
             dampak dari perubahan kondisi pasar, ekonomi, regulasi, maupun faktor eksternal lainnya yang
             mungkin terjadi setelah tanggal penilaian dan selama periode perjanjian;
          ➢ Baik Pemimpin Rekan dan atau Rekan, serta para Penilai maupun karyawannya tidak mempunyai
             kepentingan finansial apapun terhadap objek penugasan.

I.11      PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI
          Laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan
          laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
          mempengaruhi operasional ALII.

I.12      STANDAR PENYUSUNAN PENDAPAT KEWAJARAN
          Pendapat Kewajaran akan dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
          Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No.42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
          Kepentingan (POJK 42/2020), Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
          Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (POJK 35/2020) serta Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar




Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                          I-6
Page 30
          Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII dan 320, 330, dan 340 – Edisi Revisi (KEPI-SPI Edisi
          VII.2018).

I.13      NILAI TRANSAKSI
          Nilai atas transaksi yaitu nilai sewa per m²/bulan sebesar Rp150.000,- (Seratus Lima Puluh Ribu
          Rupiah).

I.14      KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL EFEKTIF
          Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan pendapat kewajaran ini, kami tidak memperoleh informasi
          mengenai peristiwa penting yang dapat berdampak secara material terhadap hasil analisis pendapat
          kewajaran.

I.15      PENDAPAT KEWAJARAN
          Pendapat Kewajaran ditujukan untuk kepentingan Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam
          kaitannya dengan Rencana Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain, atau untuk kepentingan
          lain. Pendapat Kewajaran tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk menyetujui
          Rencana Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Rencana Transaksi, dan
          tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.

          Pendapat Kewajaran harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis
          dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran secara keseluruhan dapat
          menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran.

          Pendapat Kewajaran juga disusun berdasarkan kondisi ekonomi dan peraturan yang ada pada saat ini.
          Kami tidak bertanggung jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena
          peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran. Pendapat Kewajaran tidak sah
          apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dari IDR.

I.16      RUANG LINGKUP
          Ruang lingkup pendapat kewajaran didasarkan pada analisis kewajaran dari Rencana Transaksi untuk
          memenuhi Ketentuan POJK No. 42/POJK.04/2020 dengan ruang lingkup antara lain:
          ➢ Analisis atas industri dan bisnis
          ➢ Analisis atas keseluruhan Rencana Transaksi.
          ➢ Analisis kuantitatif dan kualitatif atas Rencana Transaksi.
          ➢ Analisis atas syarat-syarat dan ketentuan dari perjanjian-perjanjian terkait dengan Rencana
             Transaksi.
          ➢ Analisis kewajaran atas Rencana Transaksi.

          Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan kelengkapan
          dari semua informasi keuangan dan informasi lainnya yang diberikan kepada kami oleh ALII atau yang


Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                          I-7
Page 31
          tersedia secara umum, dan kami tidak melakukan dan karenanya tidak bertanggung jawab atas
          pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan
          dari manajemen ALII bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-
          informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

          Kami telah melakukan inspeksi atau wawancara dengan manajemen ALII terkait dengan penyusunan
          pendapat kewajaran. Selain itu, kami juga tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari
          Rencana Transaksi. Jasa-jasa yang kami berikan kepada ALII dalam kaitan dengan Rencana Transaksi
          hanya merupakan penyusunan Pendapat Kewajaran dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau
          perpajakan.

          Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
          dalam bentuk apapun, sebagai suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur
          tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk
          mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam
          laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
          mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang ada untuk ALII.

I.17      KONDISI PEMBATAS
          Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan, keandalan dan
          kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami
          oleh manajemen ALII atau yang tersedia secara umum yang pada hakikatnya adalah benar, lengkap
          dan tidak menyesatkan, dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen
          terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen ALII
          bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan
          kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

          Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan informasi
          sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
          mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggungjawab atas
          perubahan kesimpulan atas Pendapat Kewajaran kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya
          ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang
          kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat disalahartikan.

          Hasil dari analisis kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang mendasarinya,
          perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan merubah hasil dari analisis kami.
          Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh
          terhadap hasil analisis, dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Kami telah melakukan
          inspeksi atau wawancara dengan manajemen ALII terkait dengan penyusunan pendapat kewajaran.
          Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi dari aspek hukum dan implikasi aspek

Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                             I-8
Page 32
          perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis dan keuangan.
          Laporan pendapat kewajaran atas Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
          yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi
          operasional ALII.

          Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam
          bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
          informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan
          kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau
          pelanggaran hukum. Selain itu, kami juga tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari
          Rencana Transaksi. Jasa-jasa yang kami berikan kepada ALII dalam kaitan dengan Rencana Transaksi
          hanya merupakan penyusunan Pendapat Kewajaran dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau
          perpajakan.

I.18      INDEPENDENSI PENILAI
          Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi ini,
          IDR bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan ALII
          ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan ALII. IDR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
          keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran ini tidak
          dilakukan untuk memberikan keuntungan atau menyebabkan kerugian pihak manapun. Imbalan yang
          kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran kesimpulan yang dihasilkan dari
          proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan IDR hanya menerima imbalan sesuai dengan Surat
          Perjanjian Kerja sama antara ALII dengan IDR No. 009/IDR-SPK/PEN-BDG/II/2026 pada tanggal 25
          Februari 2026 yang telah disetujui.

I.19     PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN
          Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Rencana Transaksi, kami melakukan analisis dengan
          tahapan-tahapan sebagai berikut:
          1. Analisis atas Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara pihak-pihak yang terlibat
               Transaksi, analisis Draf Perjanjian pengikatan dan persyaratan dalam Transaksi, analisis manfaat
               dan risiko Transaksi.
          2. Analisis kualitatif atas Transaksi yang meliputi riwayat ALII dan kegiatan usaha ALII, analisis
               industri, analisis operasional dan prospek bisnis ALII, analisis alasan dilakukannya Transaksi.
          3. Analisis kuantitatif atas Transaksi yang meliputi analisis laporan keuangan historikal ALII, analisis
               arus kas ALII, analisis rasio keuangan ALII, analisis proyeksi keuangan ALII, analisis nilai tambah,
               dan analisis nilai transaksi afiliasi.
          4. Analisis kewajaran atas Transaksi.




Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                I-9
Page 33
I.20     HASIL PELAKSANAAN INSPEKSI
          Pelaksana Inspeksi/Wawancara:
                  Tanggal Wawancara               : 06 Mei 2026
                  Pelaksana Wawancara             : Bunga Budiarti
                                                   Dipa Pranaya
                                                   Rafi Fauzan
                                                   Abdul Dzaki Fadhiil
          Dalam penilaian ini, kami melakukan wawancara, baik dengan manajemen ataupun pihak yang
          mewakilinya melalui online meeting. Berikut adalah pihak yang diwawancarai dalam hubungannya
          dengan objek pendapat kewajaran, yaitu:

                                               Tabel I.1. Daftar Hadir Wawancara
                 Pihak yang diwawancarai                          Perusahaan                Jabatan
                                                                                    VP of Finance, Accounting
          Bp. Arvin Primaldi                                           ALII
                                                                                             and Tax
                                                                                    Corporate MIS & Budgeting
          Bp. Andyan Adhimukti                                         ALII
                                                                                         Superintendent




Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                         I-10
Page 34
                                                         BAB II
                                            ANALISIS TRANSAKSI

II.1     URAIAN UMUM
         Berdasarkan informasi yang kami terima dari ALII, rencana transaksi yang akan dilaksanakan oleh ALII
         adalah rencana transaksi sewa ruang kantor (office space) dengan luas ±763,1 m² yang berlokasi di
         Bakrie Tower Lt. 39, Rasuna Epicentrum, Jl. H.R. Rasuna Said, Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan
         Setiabudi, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.

II.2     IDENTIFIKASI DAN ANALISIS HUBUNGAN ANTARA PIHAK-PIHAK YANG BERTRANSAKSI
II.2.1   PT Ancara Logistics Indonesia Tbk
         PT Ancara Logistics Indonesia Tbk adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Akta
         No. 437 tanggal 30 Juli 2019 dari Notaris Netty Maria Machdar, S.H. Akta Pendirian tersebut telah
         disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.
         AHU-0037867.AH.01. 01.TAHUN 2019 tanggal 02 Agustus 2019 dan memiliki dua entitas anak yaitu
         ACT dan ATS.

         Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 14
         tanggal 03 Oktober 2025 dari Aulia Taufani, S.H. sehubungan dengan perubahan data perseroan. Akta
         Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum dari
         Kementerian Hukum Republik Indonesia melalui Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH. 01.09-
         0346750 tanggal 06 Oktober 2025.

         Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah menjalankan usaha
         dalam bidang penyediaan layanan logistik dan transportasi pelayaran untuk industri pertambangan di
         Indonesia, kegiatan usaha tersebut dijalankan secara terintegrasi bersama dengan entitas anak dari
         mulai pengangkutan laut, Transshipment, hingga fasilitas ISP yang menjadi bagian penting dalam
         mendukung kelancaran logistik komoditas pertambangan, khususnya komoditas batubara. Dengan
         sinergi yang kuat bersama entitas anak, Perseroan terus berupaya membangun fondasi operasional
         dengan menekankan pada integrasi layanan, efisiensi rantai pasok dan keandalan distribusi komoditas
         melalui jalur laut.

         Susunan Direksi dan Dewan Komisaris pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Komisaris Utama                         : Nalinkant Amratial Rathod
         Komisaris                               : Aninditha Anestya Bakrie
         Komisaris Independen                    : Agus Suharyono




 Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                       II-1
Page 35
        Direksi
        Direktur Utama                          : Faisal Mohamad Nur
        Direktur                                : Rahul Nalin Rathod
        Direktur                                : Vishal Manharlal Parekh
        Direktur                                : Munawir
        Direktur                                : Aulia

        Struktur permodalan dan susunan pemegang saham ALII berdasarkan laporan tahunan ALII untuk tahun
        2025, susunan pemegang saham ALII per tanggal 31 Desember 2025, adalah sebagai berikut:

             Tabel II.1. Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham ALII per 31 Desember 2025
                                                                             Jumlah Saham            Persentase
                                 Keterangan
                                                                               (Lembar)                  %
         PT Graha Adika Niaga                                                        5.202.000.000          32,87%
         Solomed Capital Pte. Ltd.                                                   4.998.000.000          31,58%
         Borneo Logistics Services Pte. Ltd.                                         1.744.000.000          11,02%
         Nalinkant Amratlal Rathod                                                    352.621.500            2,23%
         Aninditha Anestya Bakrie                                                     348.279.250            2,20%
         Aulia                                                                           7.250.250           0,05%
         Rahul Nalin Rathod                                                              6.000.000           0,04%
         Munawir                                                                         2.500.050           0,02%
         Vishal Manharlal Parekh                                                          800.000            0,01%
         Faisal Mohamad Nur                                                               133.500            0,00%
         Masyarakat (masing-masing di bawah 5%)                                      3.164.215.450          19,99%
         Total                                                                      15.825.800.000         100,00%
        Sumber: Laporan Keuangan Audit ALII, 31 Desember 2025

        Kepemilikan saham atas ALII masing-masing terbagi atas saham yang dimiliki oleh PT Graha Adika
        Niaga sejumlah 5.202.000.000 lembar saham atau 32,87% kepemilikan, Solomed Capital Pte. Ltd.
        sejumlah 4.998.000.000 lembar saham atau 31,58% kepemilikan, Borneo Logistics Services Pte. Ltd.
        sejumlah 1.744.000.000 lembar saham atau 11,02% kepemilikan, Nalinkant Amratlal Rathod sejumlah
        352.621.500 lembar saham atau 2,23% kepemilikan, Aninditha Anestya Bakrie sejumlah 348.279.250
        lembar saham atau 2,20% kepemilikan, Aulia sejumlah 7.250.250 lembar saham atau 0,05%
        kepemilikan, Rahlul Nalin Rathod sejumlah 6.000.000 lembar saham atau 0,04% kepemilikan, Munawir
        sejumlah 2.500.050 lembar saham atau 0,02% kepemilikan, Vishal Mantharial Parekh sejumlah 800.000
        lembar saham atau 0,01% kepemilikan, Faisal Mohamad Nur sejumlah 133.500 lembar saham atau
        0,00% kepemilikan dan Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) sejumlah 3.164.215.450 lembar
        saham atau 19,99% kepemilikan.




Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                 II-2
Page 36
II.2.2   PT Ancara Coal Terminal
         PT Ancara Coal Terminal adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Akta No. 21
         tanggal 8 Maret 2007 dari Notaris Sri Intansih, S.H. Akta Pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
         Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. W7-03867 HT.01.
         01.TH 2007 tanggal 10 April 2007.

         Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 31
         tanggal 31 Oktober 2025 dari Maria Gunarti, S.H., M.Kn. sehubungan dengan pernyataan keputusan
         pemegang saham terkait perubahan nama, perubahan alamat terdaftar, serta perubahan jenis
         penanaman modal. Akta Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem
         Administrasi Badan Hukum dari Kementerian Hukum Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No.
         AHU-0074652.AH.01.02 Tahun 2025 tanggal 06 November 2025.

         ACT berkantor pusat di Bakrie Tower Lantai 39, Kompleks Rasuna Epicentrum, Jalan H.R. Rasuna Said,
         Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan 12940.

         Susunan Direksi dan Dewan Komisaris pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Komisaris Utama                         : Nalinkant Amratial Rathod
         Komisaris                               : Aninditha Anestya Bakrie
         Komisaris                               : Faisal Mohamad Nur
         Komisaris                               : Meliani Bunawan

         Direksi
         Direktur Utama                          : Munawir
         Direktur                                : Rahul Nalin Rathod
         Direktur                                : Vishal Manharlal Parekh
         Direktur                                : Honardy Boentario

         Struktur permodalan dan susunan pemegang saham ACT berdasarkan keterbukaan informasi yang
         kami terima, susunan pemegang saham ACT per tanggal 31 Desember 2025, adalah sebagai berikut:

              Tabel II.2. Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham ACT per 31 Desember 2025
                                                                              Jumlah Saham      Persentase
                                  Keterangan
                                                                                (Lembar)            %
          PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                            65.780           78,12%
          PT Ade Putra Tanrajeng                                                        5.000            5,94%
          PT Guruh Putra Bersama                                                        5.000            5,94%
          Honardy Boentario                                                             8.420           10,00%
          Total                                                                        84.200          100,00%
         Sumber: Keterbukaan Informasi ALII


 Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                           II-3
Page 37
         Kepemilikan saham atas ACT masing-masing terbagi atas saham yang dimiliki oleh PT Ancara Logistics
         Indonesia Tbk sejumlah 65.780 lembar saham atau 78,12% kepemilikan, PT Ade Putra Tanrajeng
         sejumlah 5.000 lembar saham atau 5,94% kepemilikan, PT Guruh Putra Bersama sejumlah 5.000 lembar
         saham atau 5,94% kepemilikan, dan Honardy Boentario sejumlah 8.420 lembar saham atau 10,00%
         kepemilikan.

II.2.3   PT Ancara Transshipment Services
         PT Ancara Transshipment Services adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Akta
         No. 23 tanggal 29 Agustus 2022 dari Notaris Maria Gunarti, S.H., M.Kn. Akta Pendirian tersebut telah
         disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.
         AHU-059912.AH.01. 01.TAHUN 2022 tanggal 01 September 2022.

         Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
         Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Di Luar Rapat Umum Pemegang Saham PT Ancara
         Transshipment Services No. 16 tanggal 14 November 2025, yang kemudian dinyatakan kembali dalam
         Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Di Luar Rapat Umum Pemegang Saham PT
         Ancara Transshipment Services No. 30 tanggal 29 Desember 2025, yang dibuat di hadapan Maria
         Gunarti, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan, Notaris di Jakarta Selatan dan telah memperoleh
         pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
         0006515.AH.01.02.TAHUN 2026 serta telah diberitahukan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi
         Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan
         No. AHU-0021517.AH.01.11.TAHUN 2026, keduanya tertanggal 6 Februari 2026.

         ATS berkantor pusat di Bakrie Tower Lantai 39, Kompleks Rasuna Epicentrum, Jalan H.R. Rasuna Said,
         Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan 12940.

         Susunan Direksi dan Dewan Komisaris pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Komisaris Utama                         : Nalinkant Amratial Rathod
         Komisaris                               : Aninditha Anestya Bakrie

         Direksi
         Direktur Utama                          : Faisal Mohamad Nur
         Direktur                                : Rahul Nalin Rathod
         Direktur                                : Vishal Manharlal Parekh
         Direktur                                : Munawir

         Struktur permodalan dan susunan pemegang saham ATS berdasarkan keterbukaan informasi yang kami
         terima, susunan pemegang saham ATS per tanggal 31 Desember 2025, adalah sebagai berikut:



 Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                       II-4
Page 38
              Tabel II.3. Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham ATS per 31 Desember 2025
                                                                              Jumlah Saham         Persentase
                                  Keterangan
                                                                                (Lembar)               %
          PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                          362.499.999    99,9999997%
          Aninditha Anestya Bakrie                                                            1      0,0000003%
          Total                                                                      362.500.000         100,00%
         Sumber: Keterbukaan Informasi ALII

         Kepemilikan saham atas ATS masing-masing terbagi atas saham yang dimiliki oleh PT Ancara Logistics
         Indonesia Tbk sejumlah 362.499.999 lembar saham atau 99,9999997% kepemilikan, dan Aninditha
         Anestya Bakrie sejumlah 1 lembar saham atau 0,0000003% kepemilikan.

II.2.4   PT Bakrie Global Ventura
         PT Bakrie Global Ventura suatu perseroan terbatas yang didirikan dengan nama PT CMA Indonesia,
         berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas PT CMA Indonesia No. 6 tanggal 11 September 2001,
         yang dibuat di hadapan Irnova Yahya, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta dan telah memperoleh
         pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat Keputusan No. C-
         01131.HT.01.01.TH 2002 tertanggal 22 Januari 2022.

         Selanjutnya pada tahun 2008, PT CMA Indonesia berubah nama menjadi BGV, sesuai dengan Akta
         Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Diluar Rapat PT CMA Indonesia No. 7 tanggal 6
         Februari 2012, yang dibuat di hadapan Firdhonal, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta dan telah
         memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat Keputusan
         No. AHU-06856.AH.01.02.TAHUN 2012 serta telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-
         0011494.AH.01.09.TAHUN 2012, keduanya tertanggal 9 Februari 2012.

         BGV berkantor pusat di Bakrie Tower Lantai 39, Kompleks Rasuna Epicentrum, Jalan H.R. Rasuna Said,
         Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan 12940.

         Mempertimbangkan bahwa BGV selaku pemilik properti (office space) yang berada di Gedung Bakrie
         Tower dan juga selaku pemberi sewa. BGV dengan ALII memiliki hubungan, di mana terdapat 1 (satu)
         anggota dewan komisaris yang sama atas nama Ibu Aninditha Anestya Bakrie, maka transaksi ini
         termasuk ke dalam transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa
         Keuangan (OJK) No. 42/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan”
         (“POJK 42/2020”) dan tidak termasuk dalam transaksi yang dikecualikan.

         Susunan Direksi dan Dewan Komisaris pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Komisaris Utama                         : Anindya Novyan Bakrie
         Komisaris                               : Anindra Ardiansyah Bakrie
         Komisaris                               : Aninditha Anestya Bakrie

 Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                              II-5
Page 39
         Direksi
         Direktur Utama                          : Ir. Jastiro Abi, M.Eng.Sc
         Direktur                                : M. Sahid Mahudie
         Direktur                                : Ahmad Rahadian Widarmana
         Direktur                                : Neil Ricardo Tobing

         Struktur permodalan dan susunan pemegang saham BGV berdasarkan keterbukaan informasi yang
         kami terima, susunan pemegang saham BGV per tanggal 31 Desember 2025, adalah sebagai berikut:

              Tabel II.4. Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham BGV per 31 Desember 2025
                                                                               Jumlah Saham       Persentase
                                  Keterangan
                                                                                 (Lembar)             %
          PT CMA Capital Indonesia                                                      156.856          29,99%
          PT Sky Capital Indonesia                                                      153.781          29,41%
          Anindya Novyan Bakrie                                                           5.230           1,00%
          PT Puri Kreasindo Jaya                                                        207.091          39,60%
          Total                                                                         522.958         100,00%
         Sumber: Keterbukaan Informasi ALII

         Kepemilikan saham atas BGV masing-masing terbagi atas saham yang dimiliki oleh PT CMA Capital
         Indonesia sejumlah 156.856 lembar saham atau 29,99% kepemilikan, PT Sky Capital Indonesia
         sejumlah 153.781 lembar saham atau 29,41% kepemilikan, Anindya Novyan Bakrie sejumlah 5.230
         lembar saham atau 1,00% kepemilikan, dan PT Puri Kreasindo Jaya sejumlah 207.091 lembar saham
         atau 39,60% kepemilikan

II.3     OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN
         Objek transaksi pendapat kewajaran berupa rencana transaksi sewa ruang kantor (office space) dengan
         luas ±763,1 m² yang berlokasi di Bakrie Tower Lantai 39, Rasuna Epicentrum, Jl. H.R Rasuna Said,
         Jakarta Selatan, DKI Jakarta dengan rincian sebagai berikut:
          1. Sewa Ruang Kantor untuk ALII dengan luas ±457,857 m² (empat ratus lima puluh tujuh koma
               delapan ratus lima puluh tujuh meter persegi) yang berlokasi di Bakrie Tower Lantai 39, Rasuna
               Epicentrum, Jl. H.R Rasuna Said, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
          2. Sewa Ruang Kantor untuk ACT dengan luas ±152,619 m² (seratus lima puluh dua koma enam
               ratus sembilan belas meter persegi) yang berlokasi di Bakrie Tower Lantai 39, Rasuna Epicentrum,
               Jl. H.R Rasuna Said, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
          3. Sewa Ruang Kantor untuk ATS dengan luas ±152,619 m² (seratus lima puluh dua koma enam
               ratus sembilan belas meter persegi) yang berlokasi di Bakrie Tower Lantai 39, Rasuna Epicentrum,
               Jl. H.R Rasuna Said, Jakarta Selatan, DKI Jakarta




 Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                             II-6
Page 40
II.4     PROSEDUR PENGAMBILAN KEPUTUSAN ATAS TRANSAKSI
         Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen ALII, proses pengambilan keputusan atas
         Rencana Transaksi telah dilakukan melalui proses yang sesuai prosedur internal ALII. Setelah
         menentukan rencana atas transaksi Direksi harus memperoleh persetujuan dari Dewan Komisaris.
         Sebelum Direksi mengusulkan usulan rencana atas Transaksi, Direksi telah melalui tahapan proses
         analisis internal, sebagaimana konfirmasi dengan manajemen ALII. Dengan demikian, manajemen telah
         mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai
         transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.

II.5     ANALISIS TRANSAKSI
         Analisis atas Rencana Transaksi dilakukan dengan menganalisis transaksi sewa menyewa ruang kantor
         antara BGV selaku Pemberi Sewa dengan ALII, ACT, dan ATS selaku Penyewa. Berdasarkan informasi
         yang kami peroleh dari ALII, Rencana Transaksi akan dilaksanakan melalui penandatanganan masing-
         masing Perjanjian Sewa Menyewa Unit Kantor, yang mengatur hak dan kewajiban Para Pihak
         sehubungan dengan penyewaan sebagian ruang kantor yang berlokasi di Bakrie Tower Lantai 39,
         Kompleks Rasuna Epicentrum, Jakarta Selatan, untuk digunakan sebagai kantor operasional masing-
         masing Penyewa.

         Rencana Transaksi dilakukan melalui mekanisme penyewaan ruang kantor, di mana BGV sebagai
         pemilik sah unit kantor menyewakan sebagian ruang perkantoran kepada ALII beserta entitas anakanya,
         yaitu ACT, dan ATS sesuai dengan kebutuhan operasional masing-masing perusahaan. Berdasarkan
         ketentuan dalam masing-masing Perjanjian Sewa Menyewa, BGV berkewajiban menyediakan objek
         sewa dalam kondisi baik, bersih, layak pakai, serta memberikan pelayanan yang diperlukan agar
         penyewa dapat menggunakan ruang kantor tersebut secara optimal selama jangka waktu sewa. Di sisi
         lain, masing-masing Penyewa memperoleh hak untuk menggunakan objek sewa sebagai kantor
         operasional dengan tetap memenuhi seluruh kewajiban sebagaimana diatur dalam Perjanjian.

         Berdasarkan ketentuan Perjanjian, objek transaksi merupakan sebagian unit ruang kantor yang terletak
         di Bakrie Tower Lantai 39 dengan total luas keseluruhan lantai sebesar 1.526,19 m² dengan masing-
         masing rincian sebagai berikut:

         ➢ ALII menyewa ruang kantor dengan luas semi gross sebesar ±457,857 m²;
         ➢ ACT menyewa ruang kantor dengan luas semi gross sebesar ±152,619 m²; dan
         ➢ ATS menyewa ruang kantor dengan luas semi gross sebesar ±152,619 m².

         Objek sewa tersebut diserahkan kepada masing-masing penyewa dalam kondisi layak pakai dan telah
         tersedia sebelum penandatanganan perjanjian sehingga dapat segera dimanfaatkan untuk menunjang
         kegiatan operasional perusahaan.




 Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                       II-7
Page 41
        Adapun jangka waktu pelaksanaan sewa ditetapkan selama 3 (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 1 Juli
        2026 sampai dengan 30 Juni 2029. Para Pihak juga menyepakati bahwa jangka waktu tersebut dapat
        diperpanjang berdasarkan kesepakatan bersama dengan penyampaian pemberitahuan secara tertulis
        paling lambat satu bulan sebelum berakhirnya masa sewa. Ketentuan tersebut memberikan fleksibilitas
        bagi Para Pihak untuk melanjutkan hubungan sewa menyewa apabila ruang kantor tersebut masih
        diperlukan guna mendukung kegiatan usaha masing-masing Penyewa.

        Sehubungan dengan aspek komersial transaksi, para pihak menyepakati harga sewa sebesar
        Rp150.000 per meter persegi per bulan (nett) dengan jangka waktu sewa selama 3 tahun, yaitu sejak
        tanggal 1 Juli 2026 sampai dengan 30 Juni 2029. Harga sewa tersebut belum termasuk Pajak
        Pertambahan Nilai (PPN) sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Berdasarkan ketentuan
        perjanjian, pembayaran harga sewa dilakukan secara triwulanan melalui mekanisme transfer ke rekening
        pemberi sewa sesuai jadwal pembayaran yang telah disepakati. Struktur pembayaran tersebut
        memberikan kepastian penerimaan pendapatan sewa bagi pemberi sewa sekaligus memberikan
        fleksibilitas bagi masing-masing penyewa dalam memenuhi kewajiban pembayaran secara berkala
        selama masa sewa berlangsung. Khusus untuk ALII, perjanjian juga mengatur kewajiban pembayaran
        service charge sebesar Rp80.000 per meter persegi per bulan kepada Pengelola Gedung serta
        pembayaran sinking fund sesuai tarif yang berlaku dari waktu ke waktu. Pengaturan tersebut
        menunjukkan bahwa biaya penggunaan ruang kantor tidak hanya mencakup harga sewa, tetapi juga
        biaya pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas bersama sehingga pembagian tanggung jawab
        operasional antara pemberi sewa, pengelola gedung, dan penyewa telah diatur secara jelas dalam
        perjanjian.

        Selain mengatur aspek pembayaran, perjanjian juga mengatur pembagian hak dan kewajiban para pihak
        secara proporsional. Penyewa berkewajiban membayar harga sewa beserta biaya-biaya lain yang
        menjadi tanggung jawabnya, seperti utilitas, telepon, internet, listrik, air, parkir, serta biaya operasional
        lainnya sesuai penggunaan. Penyewa juga berkewajiban memelihara objek sewa, bertanggung jawab
        atas kerusakan yang timbul akibat kelalaian Penyewa, serta mengembalikan objek sewa setelah
        berakhirnya masa sewa dalam kondisi baik dengan memperhatikan penyusutan akibat pemakaian yang
        wajar. Sementara itu, BGV berkewajiban memastikan objek sewa tetap berada dalam kondisi layak
        digunakan, melakukan pemeliharaan atas bagian yang menjadi tanggung jawabnya, serta memberikan
        kompensasi berupa perpanjangan masa sewa atau pengembalian harga sewa secara proporsional
        apabila terjadi kerusakan yang menyebabkan objek sewa tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya.

        Perjanjian juga mengatur bahwa setelah jangka waktu sewa berakhir atau perjanjian diakhiri sesuai
        ketentuan yang berlaku, masing-masing penyewa wajib menyerahkan kembali objek sewa kepada BGV
        dalam jangka waktu yang telah disepakati. Ketentuan tersebut disertai dengan pengaturan mengenai
        mekanisme pengembalian ruang kantor, penyelesaian kewajiban para pihak, serta pengaturan
        mengenai kondisi objek sewa yang harus diserahkan kembali sehingga memberikan kepastian hukum

Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                II-8
Page 42
         bagi para pihak dalam mengakhiri hubungan sewa menyewa. Selain itu, Perjanjian turut mengatur
         mekanisme penanganan peristiwa diluar kendali (force majure), penyelesaian perselisihan,
         pemberitahuan, serta ketentuan lain yang lazim terdapat dalam suatu perjanjian komersial sehingga
         memberikan perlindungan hukum yang memadai bagi masing-masing pihak selama pelaksanaan
         transaksi berlangsung.

II.6     KESIMPULAN ANALISIS TRANSAKSI
         Analisis atas Rencana Transaksi dilakukan dengan menganalisis transaksi antara sewa menyewa unit
         kantor antara BGV selaku pemberi sewa dengan tiga perusahaan afiliasinya yakni ALII, ACS, dan ATS
         dengan Nilai atas transaksi yaitu nilai sewa per m²/bulan adalah sebesar Rp150.000,- (Seratus Lima
         Puluh Ribu Rupiah per m²/bulan). Rencana Transaksi memiliki struktur yang jelas dengan pengaturan
         mengenai objek transaksi, jangka waktu, mekanisme pembayaran, hak dan kewajiban para pihak, serta
         mekanisme penyelesaian apabila terjadi keadaan yang memengaruhi pelaksanaan perjanjian.
         Pengaturan tersebut memberikan kepastian hukum bagi para pihak sekaligus mendukung pelaksanaan
         kegiatan operasional ALII, ACT, dan ATS melalui penyediaan ruang kantor yang memadai untuk
         menunjang aktivitas usaha masing-masing perusahaan. Dengan demikian, secara substansi Rencana
         Transaksi telah memiliki kerangka pengaturan yang memadai sebagai dasar pelaksanaan hubungan
         sewa menyewa antara BGV selaku pemberi sewa dengan masing-masing penyewa yaitu ALII, ACT dan
         ATS.




 Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                     II-9
Page 43
                                                          BAB III
                                              ANALISIS KUALITATIF

III.1     KONDISI MAKRO EKONOMI
III.1.1   Perkembangan Ekonomi Dunia
          International Monetary Fund (IMF) meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,3%
          pada tahun ini, seiring dengan masih kuatnya aktivitas ekonomi, pasar tenaga kerja yang solid, serta
          meningkatnya investasi pada teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI). Meski demikian, IMF
          mengingatkan bahwa dorongan dari investasi teknologi yang sangat cepat juga berpotensi memicu
          volatilitas apabila peningkatan produktivitas tidak berjalan sesuai harapan, yang dapat berdampak pada
          koreksi pasar dan penurunan kekayaan rumah tangga. Di sisi lain, ketidakpastian perdagangan dan
          dinamika geopolitik masih menjadi risiko yang perlu diwaspadai, terutama jika muncul kembali kebijakan
          proteksionisme yang dapat menekan kinerja perusahaan dan menjaga tekanan inflasi. Secara regional,
          prospek pertumbuhan menunjukkan variasi, dengan ekonomi Amerika Serikat diperkirakan tetap kuat,
          wilayah Eropa tumbuh lebih terbatas, sementara China mempertahankan momentum yang relatif lebih
          tinggi, menunjukkan pemulihan global yang tetap bertahan namun tidak merata. Uraian mengenai kondisi
          perekonomian dunia berikut didasarkan pada data dan informasi terkini yang dipublikasikan oleh Trading
          Economics.

          Korea Selatan mencatat kenaikan pertumbuhan ekonomi yang cukup stabil dengan 1,5% (yoy) pada tahun
          2025. Pertumbuhan ekonomi ini sebagian besar didukung oleh sektor ekspor dan manufaktur yang meluas
          pada tahun tersebut. Australia juga mengalami pertumbuhan PDB dari 1,2% (yoy) pada 2024 ke 2,6%
          (yoy) pada 2025. Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh naiknya konsumsi rumah tangga yang disebabkan
          oleh kenaikan pendapatan bersih, serta kuatnya ekspor barang dan jasa, dan naiknya investasi bisnis
          yang didukung regulasi moneter. Sebaliknya, Jepang mengalami sedikit penurunan PDB dari 0,6% pada
          2024 menjadi 0,1% (yoy) pada 2025. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya permintaan domestik,
          menurunnya ekspor, tekanan inflasi, dan masalah ekonomi struktural. India tercatat menunjukkan laju
          pertumbuhan ekonomi yang kuat dari sektor jasa, seperti perdagangan, hotel, transportasi, dan
          komunikasi. Di sisi lain, China mengalami penurunan dari 5,4% (yoy) pada 2024, menjadi 4,5% (yoy) pada
          2025. Pertumbuhan ekonomi di China sebagian besar didorong oleh sektor manufaktur dan konstruksi,
          yang tercatat melemah belakangan ini.




Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                        III - 1
Page 44
                              Tabel III.1. Pertumbuhan PDB Global (Region: Asia Pasifik) (%, yoy)
                                                                  PDB
                     Negara                 2020           2021          2022        2023     2024      2025
           APAC
           Korea Selatan                 -1,1%                4,3%          1,1%       2,1%     1,2%       1,5%
           Australia                     -0,4%                4,9%          3,2%       1,3%     1,2%       2,6%
           Jepang                        -0,6%                2,8%          0,6%       0,0%     0,6%       0,1%
           India                          1,8%                5,5%          4,3%       7,1%     7,4%       7,8%
           China                          6,5%                4,5%          3,0%       5,3%     5,4%       4,5%
         Sumber: Trading Economics, 2025

         Indonesia juga mengalami peningkatan ekonomi yang stabil pada tahun 2025 dibandingkan tahun
         sebelumnya, dengan 5,4% (yoy), yang disebabkan oleh pertumbuhan aktivitas manufaktur, konsumsi
         domestik, serta stimulus fiskal. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia secara stabil terus naik selama 3 tahun
         terakhir yang didorong oleh kuatnya konsumsi domestik, naiknya angka investasi, dan ekspansi sektoral.
         Singapura juga mengalami kenaikan pertumbuhan ekonomi di tahun 2025 dengan 6,9% (yoy) di 2025.
         Sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi per kapita tertinggi di dunia, ekonomi Singapura sangat
         bergantung kepada perdagangan internasional. Singapura juga menjadi tujuan utama investasi dari luar
         negeri. India juga mengalami kenaikan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025, dengan 7,8% (yoy). Di
         sisi lain, Thailand memiliki pertumbuhan PDB yang menurun dengan 3,3% (yoy) pada tahun 2024 menjadi
         2,5% (yoy) pada tahun 2025. Penurunan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti produksi sektor
         pabrik yang lesu, aktivitas pariwisata yang melemah, dan dampak tarif Amerika Serikat yang meningkat.
         Filipina juga mengalami penurunan PDB dari 5,3% (yoy) pada 2024 menjadi 3,0% (yoy) pada 2025.
         Penyebab utama penurunan ini adalah faktor internal (seperti skandal korupsi infrastruktur dan
         serangkaian bencana alam topan), dan juga tekanan perdagangan internasional. Untuk Vietnam, terdapat
         peningkatan PDB dari 7,6% (yoy) pada 2024 lalu bertumbuh menjadi 8,5% pada 2025. Pertumbuhan ini
         didukung oleh kuatnya sektor perdagangan, kegiatan industri dan jasa, serta tingginya pemasukan
         investasi. Faktor-faktor pendukung ini didasari oleh kestabilan ekonomi makro dan kebijakan yang
         mendukung.

                                Tabel III.2. Pertumbuhan PDB Global (Region: ASEAN) (%, yoy)
                                                                  PDB
                 Negara            2020                2021         2022            2023      2024       2025
          ASEAN
          Indonesia                   -2,2%               5,0%            5,0%        5,0%      5,0%        5,4%
          Singapura                   -0,1%               8,0%            2,4%        3,1%      5,3%        6,9%
          Thailand                    -4,1%               1,9%            1,3%        1,8%      3,3%        2,5%
          Filipina                    -8,2%               7,9%            7,1%        5,5%      5,3%        3,0%
          Vietnam                      4,5%               5,2%            5,9%        6,7%      7,6%        8,5%
         Sumber: Trading Economics, 2025

         Meksiko mengalami kenaikan PDB dari 0,3% (yoy) di 2024 menjadi 1,8% (yoy) di 2025. Kenaikan ini
         kebanyakan disebabkan oleh menguatnya investasi, perdagangan, dan perbaikan kondisi ekonomi.
         Faktor terbesar pertumbuhan PDB Meksiko adalah banyaknya perusahaan luar negeri yang
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                          III - 2
Page 45
         merelokasikan produksinya ke Meksiko supaya lebih dekat dengan pasar Amerika Serikat. Relokasi ini
         mempengaruhi kenaikan investasi langsung asing, aktivitas manufaktur, dan penciptaan lapangan kerja.
         Amerika mengalami sedikit penurunan dari 2,4% (yoy) di 2024 menjadi 2,2% (yoy) di 2025. Penurunan ini
         terutama disebabkan oleh kenaikan tarif dan konflik perdagangan yang meningkatkan biaya bisnis, serta
         lemahnya pengeluaran konsumen akibat kenaikan suku bunga dan inflasi. Kanada juga mengalami
         penurunan PDB cukup signifikan, dengan 3,1% (yoy) pada 2024 menjadi 0,7% (yoy) di 2025. Penurunan
         ini disebabkan oleh melemahnya perdagangan, yang dipengaruhi oleh perselisihan perdagangan dengan
         Amerika Serikat setelah adanya kenaikan tarif yang memengaruhi industri otomotif, aluminium, dan baja.
         Lemahnya investasi bisnis juga menjadi salah satu faktor turunnya PDB Kanada, disusul oleh menurunnya
         angka populasi serta tingginya utang rumah tangga.

                                Tabel III.3. Pertumbuhan PDB Global (Region: America) (%, yoy)
                                                                  PDB
               Negara           2020                2021            2022            2023      2024      2025
          Amerika
          Brasil                    -0,3%               1,5%            2,7%           2,4%      3,6%      N/A
          Meksiko                   -3,5%               1,9%            4,6%           2,4%      0,3%     1,8%
          Amerika Serikat           -0,9%               5,2%            1,3%           3,4%      2,4%     2,2%
          Argentina                 -4,3%               8,4%            1,3%          -1,2%      2,6%      N/A
          Kanada                    -3,0%               5,5%            3,1%           1,3%      3,1%     0,7%
         Sumber: Trading Economics, 2025

         Afrika Selatan mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 0,8% (yoy) pada 2025, menurun dibandingkan
         tahun-tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh gangguan pasokan listrik berkepanjangan dari
         Eskom, kendala logistik dan transportasi oleh Transnet yang menghambat distribusi dan ekspor, serta
         melemahnya konsumsi domestik dan tekanan dari kondisi ekonomi global. Nigeria mencatat pertumbuhan
         PDB sebesar 4,1% (yoy) pada 2025, meningkat dibandingkan 3,8% pada periode yang sama tahun
         sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan sektor minyak sebesar 6,8% seiring naiknya
         produksi minyak mentah rata-rata menjadi 1,58 juta barel per hari, serta pertumbuhan sektor non-minyak
         sebesar 4,0% yang ditopang oleh sektor pertanian, informasi dan komunikasi, real estat, keuangan dan
         asuransi, perdagangan, konstruksi, dan manufaktur.

                                 Tabel III.4. Pertumbuhan PDB Global (Region: Afrika) (%, yoy)
                                                                 PDB
                Negara          2020                2021           2022             2023      2024      2025
          Afrika
          Afrika Selatan           -3,4%                1,7%            0,8%          1,6%       0,8%     0,8%
          Algeria                  -1,2%                2,3%            4,3%          3,0%       4,2%      N/A
          Nigeria                   0,1%                4,0%            3,5%          3,5%       3,8%     4,1%
          Mesir                     2,0%                8,3%            3,9%          2,3%       4,3%      N/A
          Maroko                   -5,4%                7,7%            0,7%          4,1%       3,7%      N/A
         Sumber: Trading Economics, 2025




Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                         III - 3
Page 46
          Jerman mengalami peningkatan PDB yang cukup signifikan dari -0,2% di 2024 menjadi 0,4% di 2025.
          Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh tingkat inflasi yang meredam dan biaya pinjaman yang
          lebih rendah, yang menyebabkan kenaikan permintaan domestik, seperti meningkatnya sektor konsumsi
          rumah tangga dan investasi sektor konstruksi. Penurunan ini didorong oleh fokusnya negara pada
          pengeluaran sektor militer, harga minyak yang rendah dan ekspor gas yang lemah, dan sanksi-sanksi
          beberapa negara. Prancis mengalami sedikit kenaikan PDB dari 0,7% (yoy) di 2024 ke 1,2% (yoy) di 2025.
          Kenaikan ini disebabkan oleh adanya kegiatan besar seperti Olympics yang meningkatkan sektor
          pariwisata, transportasi, dan perbelanjaan secara sementara. Faktor lain yang mendukung kenaikan PDB
          Prancis adalah berkembangnya sektor ekspor dan industri jasa, serta pengeluaran publik dan dukungan
          dari pemerintah. Britania Raya, di sisi lain, mengalami sedikit penurunan PDB dari 1,0% (yoy) menjadi
          1,0% (yoy) dari 2024 ke 2025. Penurunan ini disebabkan oleh besarnya angka serta biaya hutang yang
          dipicu oleh regulasi Bank of England yang menetapkan suku bunga relatif tinggi setelah tingginya inflasi
          pada tahun 2022 sampai 2023. Lemahnya pengeluaran konsumen di rumah tangga juga menjadi salah
          satu alasan melemahnya PDB Britania Raya. Italia mengalami sedikit kenaikan terhadap PDB-nya dari
          0,6% menjadi 0,8% (yoy) dari 2024 ke 2025. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh adanya investasi
          publik yang dibiayai oleh European Union. Permintaan domestik dan konsumsi rumah tangga juga
          mendukung kenaikan PDB Italia.

                                Tabel III.5. Pertumbuhan PDB Global (Region: Europe) (%, yoy)
                                                                 PDB
                  Negara               2020           2021          2022            2023      2024      2025
           Eropa
           Jerman                     -2,1%               2,4%           0,8%         -0,8%     -0,2%      0,4%
           Rusia                      -1,3%               6,0%          -1,9%          5,3%      3,3%       N/A
           Prancis                     0,0%               5,2%           1,2%          1,6%      0,7%      1,2%
           Britania Raya              -7,6%               9,1%           1,9%         -0,5%      1,9%      1,0%
           Italia                     -6,0%               8,5%           2,3%          0,6%      0,6%      0,8%
          Sumber: Trading Economics, 2025


III.1.2   Tingkat Inflasi Dunia
          Pergerakan inflasi di kawasan Asia–Pasifik (APAC) pada tahun 2025 menunjukkan tren yang bervariasi.
          Dari lima negara yang diamati, tiga negara mengalami peningkatan tingkat inflasi, sementara dua negara
          lainnya mencatat penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

          Korea Selatan mengalami sedikit kenaikan inflasi pada 2024 ke 2025, dari 1,9% menjadi 2,3% (yoy).
          Kenaikan inflasi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya adalah naiknya harga bahan bakar dan
          energi yang mempengaruhi biaya transportasi dan produksi. Lemahnya Won yang mempengaruhi harga
          barang impor juga menjadi pemicu naiknya inflasi. Meskipun mengalami sedikit kenaikan, angka inflasi
          Korea Selatan ini masih dinilai sehat dan masih dekat dengan target bank sentral. Australia juga
          mengalami kenaikan angka inflasi yang cukup signifikan, dari 1,3% (yoy) pada 2024 menjadi 3,8% (yoy)
          pada 2025, dengan faktor utamanya merupakan naiknya harga rumah dan persewaan. Naiknya harga


Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                          III - 4
Page 47
         listrik dan energi yang disebabkan oleh berkurangnya subsidi pemerintah juga mempengaruhi kenaikan
         angka inflasi. Di sisi lain, Jepang mengalami penurunan inflasi cukup drastis dari 3,8% (yoy) pada 2024
         menjadi 1,2% (yoy) di 2025. Penurunan inflasi ini terjadi karena pada periode sebelumnya, inflasi
         meningkat karena kenaikan harga pangan, tetapi stabilisasi harga tersebut kemudian menyebabkan inflasi
         secara keseluruhan menurun. Penurunan pertumbuhan ekonomi yang menurunkan tekanan permintaan
         terhadap barang dan jasa juga menjadi pemicu naiknya inflasi Jepang. India juga mengalami penurunan
         inflasi cukup signifikan dari 5,2% (yoy) pada 2024 menjadi 1,3% (yoy) di 2025. Penurunan ini disebabkan
         oleh turunnya harga makanan secara signifikan, terutama sayuran dan makanan pokok lainnya.
         Penurunan harga makanan ini dipengaruhi oleh membaiknya pasokan pertanian dan cuaca yang
         mendukung. Di sisi lain, China mengalami sedikit kenaikan inflasi dari 0,1% (yoy) pada 2024 yang naik ke
         0,8% (yoy) di 2025. Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya harga makanan di 2025, besarnya pengeluaran
         konsumen selama masa libur, serta adanya regulasi dari pemerintah yang terfokus kepada menaikkan
         permintaan domestik.

                             Tabel III.6. Pertumbuhan Inflasi Global (Region: Asia Pasifik) (%, yoy)
                                                                 Inflasi
                  Negara               2020           2021            2022          2023      2024      2025
          APAC
          Korea Selatan               0,6%                3,7%           5,0%          3,2%      1,9%     2,3%
          Australia                    N/A                 N/A            N/A           N/A      1,3%     3,8%
          Jepang                      0,8%                0,0%           4,0%          6,5%      3,8%     1,2%
          India                       4,6%                5,7%           5,7%          5,7%      5,2%     1,3%
          China                       0,2%                1,5%           1,8%         -0,3%      0,1%     0,8%
         Sumber: Trading Economics, 2025

         Indonesia mengalami kenaikan inflasi yang signifikan pada tahun 2025 sebesar 2,9% (yoy) dibandingkan
         dengan tahun sebelumnya sebesar 1,6% (yoy). Beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan ini karena
         harga pangan yang melejit, terutama makanan, minuman, dan tembakau. Naiknya harga pangan ini terjadi
         akibat permintaan yang kuat dan beberapa gangguan distribusi di berbagai wilayah. Menjelang natal dan
         tahun baru 2025, permintaan konsumen juga naik yang mendorong harga sejumlah barang naik.
         Singapura mengalami penurunan angka inflasi dari 3,8% (yoy) pada 2024 menjadi 1,2% (yoy) di 2025.
         Penyebab penurunan inflasi di Singapura mencakup beberapa faktor, seperti menurunnya kenaikan harga
         secara umum dan dampak permintaan domestik dan global yang melemah. Kebijakan moneter dan fiskal
         di Singapura yang disesuaikan untuk membantu menekan tekanan harga dan pertumbuhan ekonomi juga
         menjadi salah satu faktor penurunan inflasi. Thailand juga mengalami penurunan inflasi yang cukup
         signifikan, dengan angka 1,2% (yoy) ke -0,3% (yoy) pada 2025. Penurunan ini didorong oleh penurunan
         biaya pada sektor listrik rumah tangga dan bahan bakar, menyusul perkembangan di pasar energi global
         dan langkah-langkah pemerintah untuk meringankan beban biaya hidup. Inflasi Filipina juga mengalami
         penurunan, dari 2,9% (yoy) pada 2024 ke 1,8% (yoy) di 2025. Penyebab penurunan ini adalah
         melambatnya kenaikan harga pangan, terutama makanan dan minuman non-alkohol. Di sisi lain, Vietnam
         juga mengalami sedikit kenaikan inflasi dari 3,0% pada 2024 menjadi 3,5% pada 2025. Kenaikan ini

Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                         III - 5
Page 48
         disebabkan oleh kenaikan harga makanan, serta kenaikan harga energi dan biaya produksi dan
         penyesuaian harga layanan publik seperti listrik, pendidikan, dan layanan kesehatan.

                               Tabel III.7. Pertumbuhan Inflasi Global (Region: ASEAN) (%, yoy)
                                                                 Inflasi
                Negara          2020                2021             2022           2023      2024     2025
          ASEAN
          Indonesia                 1,7%                1,9%            5,5%           2,6%     1,6%      2,9%
          Singapura                 0,8%                0,0%            4,0%           6,5%     3,8%      1,2%
          Thailand                 -0,3%                2,2%            5,9%          -0,8%     1,2%     -0,3%
          Filipina                  3,3%                3,1%            8,1%           3,9%     2,9%      1,8%
          Vietnam                   0,2%                1,8%            4,6%           3,6%     2,9%      3,5%
         Sumber: Trading Economics, 2025

         Inflasi di Brasil sedikit mengalami penurunan namun tetap ada di angka yang stabil, sebesar 4,8% (yoy)
         pada 2024 dan sebesar 4,3% (yoy) pada 2025. Faktor utama penurunan inflasi di Brasil adalah turunnya
         harga makanan yang berkontribusi secara kuat kepada keseluruhan angka inflasi. Adanya perubahan
         pada tarif listrik dan biaya perumahan juga mempengaruhi turunnya angka inflasi. Meksiko mengalami
         penurunan inflasi dari 4,2% (yoy) pada 2024 ke 3,7% (yoy) pada 2025. Penurunan inflasi ini sebagian
         besar disebabkan oleh penurunan harga makanan dan energi, disusul oleh kebijakan moneter dari Bank
         of Mexico yang mempertahankan suku bunga yang relatif tinggi untuk mengekang tekanan harga, serta
         terjadinya penurunan inflasi. Amerika Serikat juga mengalami tren yang mirip dengan 2 negara
         sebelumnya, sebesar 2,9% pada 2024 yang turun menjadi 2,8% pada 2025. Penurunan inflasi ini
         sebagian besar dipengaruhi oleh kenaikan suku bunga yang ditetapkan oleh Federal Reserve setelah
         kenaikan inflasi secara tajam pada tahun 2021-2022 yang mempengaruhi berkurangnya pinjaman,
         memperlambat pengeluaran konsumen, dan berkurangnya permintaan barang dan jasa. Faktor lain yang
         mempengaruhi turunnya tingkat inflasi Amerika Serikat adalah turunnya harga energi seperti bahan bakar
         yang mengurangi biaya transportasi. Di Argentina, angka inflasi sangat tinggi dalam beberapa tahun
         terakhir, namun turun drastis dari 117,8% (yoy) pada 2024 menjadi 31,5% (yoy) pada tahun 2025.
         Meskipun turun secara drastis, angka inflasi ini masih termasuk sangat tinggi dibandingkan dengan
         negara lain. Adanya kebijakan penghematan pemerintah yang ketat, termasuk pemotongan besar dalam
         pengeluaran pemerintah, terciptanya surplus anggaran, dan pengurangan subsidi negara menyebabkan
         berkurangnya jumlah uang yang beredar di ekonomi Argentina, sehingga tekanan inflasi menurun. Faktor
         lain yang mempengaruhi turunnya inflasi Argentina adalah pengendalian jumlah uang yang beredar, serta
         adanya perubahan kebijakan nilai tukar. Kanada, tidak seperti negara Amerika lainnya, mengalami
         kenaikan pada angka inflasinya. Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya harga makanan, terutama di
         restoran dan toko kelontong, disusul dengan perubahan regulasi pajak sementara. Meskipun mengalami
         kenaikan, inflasi Kanada masih ada di angka target Bank of Canada.




Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                        III - 6
Page 49
                               Tabel III.8. Pertumbuhan Inflasi Global (Region: Amerika) (%, yoy)
                                                                 Inflasi
                 Negara           2020                2021            2022            2023       2024      2025
          Amerika
          Brasil                      4,5%              10,1%               5,8%         4,6%       4,8%      4,3%
          Meksiko                     3,2%               7,4%               7,8%         4,2%       4,2%      3,7%
          Amerika Serikat             1,4%               7,0%               6,5%         3,4%       2,9%      2,7%
          Argentina                  36,1%              50,9%              94,8%       211,4%     117,8%     31,5%
          Kanada                      0,7%               4,8%               6,3%         3,4%       1,8%      2,4%
         Sumber: Trading Economics, 2025

         Tingkat inflasi Afrika Selatan tercatat sebesar 3,6% (yoy) pada 2025, sedikit meningkat dibandingkan 3,0%
         (yoy) pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama didorong oleh meningkatnya harga pada sektor
         perumahan dan utilitas, makanan dan minuman non-alkohol, serta jasa keuangan dan asuransi. Tingkat
         inflasi Nigeria tercatat sebesar 15,2% (yoy) pada 2025, menurun dari 34,8% (yoy) pada tahun sebelumnya
         dan menjadi yang terendah sejak 2020. Penurunan ini terjadi setelah otoritas statistik mengubah metode
         perhitungan dengan menggunakan rata-rata indeks harga konsumen tahun 2024 sebagai acuan, serta
         didorong oleh melambatnya kenaikan harga pangan dan inflasi inti. Tingkat inflasi Mesir tercatat sebesar
         12,3% (yoy) pada 2025, menurun dibandingkan 24,1% (yoy) pada 2024. Penurunan ini disebabkan oleh
         turunnya harga sejumlah komoditas pangan, seperti daging dan unggas, produk susu, buah-buahan,
         sayuran, serta gula dan makanan manis, serta penurunan harga beberapa barang non-pangan seperti
         peralatan rumah tangga. Tingkat inflasi Maroko tercatat sebesar -0,3% (yoy) pada 2025, menurun
         dibandingkan inflasi sebesar 0,7% (yoy) pada 2024. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya harga
         makanan serta berlanjutnya penurunan harga transportasi, disertai penurunan harga pada sektor
         perumahan dan utilitas, pakaian dan alas kaki, serta Kesehatan.

                                Tabel III.9. Pertumbuhan Inflasi Global (Region: Afrika) (%, yoy)
                                                                 Inflasi
                Negara         2020              2021             2022              2023        2024       2025
          Afrika
          Afrika Selatan          3,1%              5,9%             7,2%              5,1%        3,0%       3,6%
          Algeria                 3,5%              8,5%             9,3%              7,8%        4,4%        N/A
          Nigeria               15,8%              15,6%            21,3%             28,9%       34,8%      15,2%
          Mesir                   5,4%              5,9%            21,3%             33,7%       24,1%      12,3%
          Maroko                 -0,3%              3,2%             8,3%              3,4%        0,7%      -0,3%
         Sumber: Trading Economics, 2025

         Jerman mengalami penurunan inflasi yang cukup signifikan pada tahun 2025 dengan 1,8% (yoy) jika
         dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat 2,6% (yoy). Beberapa faktor yang menjelaskan
         penurunan ini adalah meredanya tingkat inflasi di beberapa sektor seperti pangan dan energi atau bahan
         bakar. Rusia juga mengalami penurunan tingkat inflasi dari 9,5% (yoy) pada 2024 menjadi 5,6% (yoy) di
         2025. Penurunan tingkat inflasi ini disebabkan oleh penurunan di beberapa sektor seperti pangan, barang-
         barang non-pangan, dan jasa. Seperti 2 negara sebelumnya, Prancis juga mengalami penurunan inflasi
         dengan angka 1,3% (yoy) ke 0,80% (yoy) pada 2025. Penurunan ini mayoritas disebabkan oleh

Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                             III - 7
Page 50
          penurunan harga energi/bahan bakar. Tingkat Inflasi Britania Raya, berbeda dengan negara-negara
          sebelumnya, mengalami peningkatan, dari 1,7% (yoy) pada 2024 ke 1,6% (yoy) di 2025. Penyebab
          peningkatan ini adalah naiknya harga di sektor pangan, terutama untuk produk alkohol, tembakau, dan
          transportasi. Di sisi lain, Italia mengalami sedikit penurunan inflasi dari 1,3% pada 2024 menjadi 1,2%
          pada 2025. Penurunan ini dapat dilihat dari beberapa sektor, seperti jasa transportasi, pangan, jasa yang
          berhubungan dengan rekreasi dan kultur, dan pengeluaran pribadi.

                                     Tabel III.10. Pertumbuhan Inflasi Global (Region: Eropa) (%, yoy)
                                                                          Inflasi
                  Negara           2020                    2021                2022                    2023                2024                  2025
           Eropa
           Jerman                     -0,2%                      4,9%                8,1%                3,7%                     2,6%              1,8%
           Rusia                       4,9%                      8,4%               11,9%                7,4%                     9,5%              5,6%
           Prancis                     0,0%                      2,8%                5,9%                3,7%                     1,3%              0,8%
           Britania Raya               0,6%                      5,4%               10,5%                4,0%                     2,5%              3,4%
           Italia                     -0,2%                      3,9%               11,6%                0,6%                     1,3%              1,2%
          Sumber: Trading Economics, 2025


III.1.3   Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
          Pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan kinerja yang baik dan perlu terus diperkuat agar sejalan
          dengan kapasitas perekonomian nasional. Perkembangan terkini mengindikasikan bahwa pada triwulan
          III tahun 2025, kinerja ekonomi dari sisi lapangan usaha didukung oleh kinerja produksi pada sektor
          Pertanian, Industri Pengolahan, serta Perdagangan yang tetap baik. Secara spasial, pertumbuhan
          ekonomi di wilayah Jawa dan Sumatera diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi
          sebelumnya, yang didorong oleh peningkatan kinerja sektor Industri Pengolahan dan sektor Pertanian.

             Tabel III.11. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha (%, yoy)
                                                                       2023                                   2024                               2025
                            Komponen                                                       2023                                   2024
                                                           I      II          III   IV             I      II         III   IV              I       II       III

          Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan             0.44    2.03    1.49      1.13   1.31 -3.54    3.25 1.69         0.71    0.67 10.52     1.65 4.93

          Pertambangan dan Penggalian                     4.92    5.01    6.95      7.46   6.12   9.31   3.17 3.46         3.95    4.90 -1.23     2.03 -1.98

          Industri Pengolahan                             4.43    4.88    5.19      4.07   4.64   4.13   3.95 4.72         4.89    4.43   4.55    5.68 5.54

          Pengadaan Listrik dan Gas                       2.67    3.15    5.06      8.68   4.91   5.35   5.39 5.02         3.42    4.77   5.11    0.90 2.86
          Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah
                                                          5.70    4.78    4.49      4.66   4.90   4.44   0.84 0.03         1.06    1.56   0.18    0.82 3.32
          dan Daur Ulang
          Konstruksi                                      0.32    5.23    6.39      7.68   4.91   7.59   7.29 7.48         5.81    7.02   2.18    4.98 4.21
          Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil
                                                          4.94    5.30    5.10      4.09   4.85   4.58   4.85 4.82         5.19    4.86   5.03    5.37 5.49
          dan Sepeda Motor
          Transportasi dan Pergudangan                   15.93 15.28 14.74 10.33 13.96            8.66   9.56 8.64         7.92    8.69   9.01    8.52 8.62

          Akomodasi dan Makan Minum                      11.54    9.91 10.93        7.88 10.00    9.34 10.15 8.32          6.61    8.56   5.75    8.04 8.41

          Informasi dan Komunikasi                        7.11    8.03    8.51      6.74   7.59   8.41   7.66 6.82         7.45    7.57   7.72    7.92 9.65

          Jasa Keuangan dan Asuransi                      4.45    2.86    5.24      6.56   4.77   3.93   7.90 5.49         1.74    4.74   3.98    3.20 0.77

          Real Estat                                      0.37    0.96    2.21      2.18   1.43   2.54   2.16 2.32         2.97    2.50   2.94    3.71 3.95

          Jasa Perusahaan                                 6.37    9.59    9.37      7.62   8.24   9.63   7.96 7.93         8.08    8.38   9.27    9.31 9.94



Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                                                       III - 8
Page 51
                                                                         2023                                                  2024                                         2025
                            Komponen                                                             2023                                                2024
                                                              I     II          III       IV                      I       II          III    IV                      I           II       III
          Adm. Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan
                                                             2.13   8.18 -6.24            1.63       1.51 18.89          2.81 3.94           1.16        6.40       4.78     4.69 4.33
          Sosial Wajib
          Jasa Pendidikan                                    1.02   5.42 -2.09            2.63       1.77     7.43       2.44 2.56           2.95        3.75       5.03     1.40 10.59

          Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial                 4.77   8.27    2.92          3.09       4.67 11.65          8.57 7.65           5.20        8.11       5.78     3.80 6.83

          Jasa lainnya                                       8.90 11.89 11.14 10.15 10.52                     8.92       8.85 9.95 11.36                 9.80       9.84 11.31 9.92

          PDB                                                5.04   5.17    4.94          5.04       5.05     5.11       5.05 4.95           5.02        5.03       4.87     5.12 5.04
         Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025

         Pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan perbaikan yang tercermin dari meningkatnya konsumsi
         rumah tangga. Peningkatan ini didukung oleh penyaluran belanja sosial pemerintah serta meningkatnya
         keyakinan rumah tangga terhadap kondisi pendapatan dan ketersediaan lapangan kerja. Kondisi ini turut
         mendorong peningkatan penjualan eceran pada berbagai kelompok barang. Di sisi lain, investasi,
         khususnya pada komponen non bangunan, juga menunjukkan perbaikan seiring meningkatnya optimisme
         pelaku usaha yang tercermin dari pola ekspansi Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur.
         Kedepannya, penguatan permintaan domestik perlu terus dilakukan untuk mengimbangi kinerja ekspor
         yang diprakirakan mengalami perlambatan akibat berakhirnya fenomena frontloading ekspor ke Amerika
         Serikat, serta menurunnya ekspor besi dan baja ke Tiongkok dan minyak kelapa sawit (CPO) ke India.
         Secara sektoral, kinerja positif juga tercermin pada beberapa Lapangan Usaha (LU) utama, antara lain
         Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran, Transportasi dan Pergudangan, serta Penyediaan
         Akomodasi dan Makan Minum.

                   Tabel III.12. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran (%, yoy)
                                                      2023                                                        2024                                                     2025
                    Komponen                                                      2023                                                         2024
                                           I     II          III     IV                          I           II          III           IV                       I           II           III
          Konsumsi Swasta                4.57   5.30     5.08       4.78          4.94         5.33         5.05      5.06            5.01        5.11      4.91           5.04         4.87
          Konsumsi Rumah Tangga          4.53   5.22     5.05       4.47          4.82         4.91         4.93      4.91            4.98        4.94      4.89           4.97         4.89
          Konsumsi Lembaga Nonprofit
                                         6.29   8.78     6.40       18.37        10.03         24.13        9.79      11.46           6.06     12.48        3.07           7.82         4.28
          yang Melayani Rumah Tangga
          Konsumsi Pemerintah            3.33   10.52    -3.86      2.94          3.02         20.44        2.03      4.62            4.17        6.61      -1.38          -0.33        5.49
          Investasi (PMTDB)              1.53   4.05     5.08       4.32          3.76         3.78         4.42      5.16            5.03        4.61      2.12           6.99         5.04
            Investasi Bangunan           0.08   3.32     6.31       6.42          4.04         5.46         5.31      6.02            5.26        5.51      1.35           4.89         3.02
            Investasi Nonbangunan        5.70   6.10     2.05       -0.78         3.03         -0.78        1.97      2.96            4.40        2.23      4.32           25.3        10.34
          Ekspor                        11.72   -2.84    -3.91      1.66          1.34         1.48         8.13      8.79            7.63        6.51      6.78         10.67          9.91
          Impor                          4.12   -3.25    -6.82      0.14          -1,60        1.50         7.79      11.92       10.36           7.95      3.96         11.65          1.18
          PDB                            5.04   5.17     4.94       5.04          5.05         5.11         5.05      4.96            5.02        5.03      4.87           5.12         5.04
         Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025

         Sepanjang tahun 2025 seluruh wilayah Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang positif, wilayah
         Jawa dan Sulawesi tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan pertumbuhan tertinggi berada
         di wilayah Sulawesi. Kontribusi pulau Jawa terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 56,93%
         dengan pertumbuhan 5,30%. Selanjutnya, kontribusi pulau Sumatera mencapai 22,22% dengan
         pertumbuhan ekonomi sebesar 4,81%. Di wilayah Kalimantan kontribusinya mencapai 8,12% dengan
         pertumbuhan ekonomi sebesar 4,79%. Di wilayah Sulawesi dengan kontribusi sebesar 7,22%, dan

Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                                                                                     III - 9
Page 52
         pertumbuhan ekonominya mencapai 6,23% menjadi yang tertinggi diantara wilayah lainnya. Kemudian,
         di wilayah Bali dan Nusa Tenggara berkontribusi sebesar 2,82% dengan pertumbuhan ekonomi mencapai
         4,87%. Terakhir, di Maluku dan Papua kontribusinya mencapai 2,69 dengan pertumbuhan ekonomi
         1,44%.

                              Gambar III.1. Kontribusi dan Pertumbuhan Menurut Pulau (%), 2025




         Sumber: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan IV-2025, BPS


III.1.3.1 Neraca Perdagangan
         NPI triwulan IV 2025 diperkirakan tetap menunjukkan kinerja yang positif yang didukung oleh kinerja
         neraca perdagangan. Pada November 2025, neraca perdagangan kembali mencatatkan surplus sebesar
         2,7 miliar dolar AS. Surplus tersebut terutama didorong oleh peningkatan ekspor nonmigas yang berbasis
         sumber daya alam, antara lain logam mulia dan perhiasan/permata, nikel beserta produk turunannya,
         serta bahan bakar mineral. Di sisi lain, aliran modal pada triwulan IV 2025 tercatat mengalami net inflows.
         Kondisi ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan yang cukup signifikan pada Desember 2025 yang
         berasal dari penerbitan global bond. Sebelumnya, pada Oktober dan November 2025, aliran modal
         tercatat relatif rendah seiring masih tingginya ketidakpastian global. Sementara itu, posisi cadangan
         devisa Indonesia pada akhir Desember 2025 meningkat menjadi 156,5 miliar dolar AS. Nilai tersebut
         setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor serta pembayaran utang luar negeri
         pemerintah, dan berada di atas standar kecukupan internasional yang umumnya sekitar 3 bulan impor.




Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                           III - 10
Page 53
                                                 Grafik III.1. Neraca Perdagangan




         Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025


III.1.3.2 Nilai Tukar Rupiah
         Nilai tukar Rupiah tetap terjaga stabil yang didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta aliran
         masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik. Pada 16 Desember 2025, nilai tukar Rupiah tercatat
         sebesar Rp16.685 per dolar AS, relatif stabil dibandingkan posisi akhir November 2025 dan masih sejalan
         dengan pergerakan mata uang regional serta negara mitra dagang Indonesia, bahkan cenderung menguat
         dibandingkan mata uang negara maju selain dolar AS. Stabilitas tersebut didukung oleh langkah stabilisasi
         Bank Indonesia melalui intervensi di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) baik off-shore maupun on-
         shore (DNDF), intervensi di pasar spot, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
         Selain itu, inflows pada pasar saham dan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) serta
         peningkatan pasokan valas dari korporasi, termasuk konversi valas eksportir seiring penguatan kebijakan
         Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), turut menopang terkendalinya nilai tukar Rupiah.

                Grafik III.2. Indeks Rupiah terhadap USD, Negara Maju kecuali AS, dan Negara Berkembang




         Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025




Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                            III - 11
Page 54
III.1.3.3 Inflasi
         Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) sepanjang 2025 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1%,
         dengan inflasi pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,92% (yoy). Inflasi inti juga terjaga pada level
         rendah, yaitu 2,38% (yoy), sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang masih berada di bawah kapasitas.
         Kondisi tersebut turut didukung oleh konsistensi kebijakan suku bunga Bank Indonesia dalam menjangkar
         ekspektasi inflasi sesuai dengan sasaran, serta imported inflation yang tetap terkendali. Sementara itu,
         inflasi kelompok administered prices (AP) tercatat relatif rendah sebesar 1,93% (yoy). Di sisi lain, inflasi
         kelompok volatile food (VF) masih berada pada level yang relatif tinggi, yakni 6,21% (yoy), yang terutama
         dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas bawang merah akibat keterbatasan pasokan sebagai dampak
         gangguan cuaca serta meningkatnya harga benih.

                                               Grafik III.3. Inflasi IHK dan Komponen




         Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025

III.1.3.4 Perkembangan Moneter
         Kebijakan moneter Bank Indonesia terus diperkuat guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih
         tinggi dengan tetap menjaga stabilitas perekonomian. Upaya tersebut ditempuh melalui penurunan suku
         bunga BI-Rate, stabilisasi nilai tukar Rupiah, serta ekspansi likuiditas moneter. Sejak September 2024,
         BI-Rate telah diturunkan sebesar 150 bps, yaitu 25 bps pada September 2024 dan 125 bps sepanjang
         2025, sehingga mencapai 4,75% pada Desember 2025 yang merupakan level terendah sejak 2022.
         Stabilisasi nilai tukar Rupiah dilakukan melalui intervensi di pasar off-shore melalui NDF serta di pasar
         domestik melalui pasar spot, DNDF, dan pembelian SBN di pasar sekunder. Sementara itu, ekspansi
         likuiditas ditempuh melalui penurunan posisi instrumen moneter SRBI dari Rp916,9 triliun pada awal 2025
         menjadi Rp730,9 triliun pada akhir 2025 dan kembali menurun menjadi Rp694,0 triliun pada 20 Januari
         2026. Selain itu, Bank Indonesia juga melakukan pembelian SBN sebagai bentuk sinergi kebijakan
         moneter dan fiskal yang hingga 20 Januari 2026 mencapai Rp23,7 triliun, termasuk Rp13,2 triliun di pasar
         sekunder. Sejalan dengan penurunan BI-Rate dan ekspansi likuiditas, suku bunga pasar uang turut
         menurun, tercermin dari suku bunga INDONIA yang turun menjadi 3,69% pada 20 Januari 2026, serta
         suku bunga SRBI tenor 6, 9, dan 12 bulan yang masing-masing tercatat sebesar 4,62%, 4,66%, dan
         4,69% pada 15 Januari 2026.

Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                            III - 12
Page 55
                                Grafik III.4. Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan INDONIA




         Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025

         Pelonggaran kebijakan moneter yang telah dilakukan oleh Bank Indonesia serta penempatan dana Saldo
         Anggaran Lebih (SAL) Pemerintah di perbankan diharapkan dapat diikuti dengan percepatan penurunan
         suku bunga perbankan. Sejalan dengan penurunan BI-Rate sebesar 125 bps sepanjang 2025 dan
         ekspansi likuiditas moneter, suku bunga INDONIA menurun sebesar 234 bps sejak awal 2025 menjadi
         3,69% pada 20 Januari 2026. Selain itu, suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan juga mengalami
         penurunan masing-masing sebesar 254 bps, 254 bps, dan 258 bps menjadi 4,62%, 4,66%, dan 4,69%
         pada 15 Januari 2026. Di pasar obligasi, imbal hasil SBN tenor 2 tahun dan 10 tahun masing-masing
         tercatat sebesar 5,06% dan 6,31% pada 20 Januari 2026. Transmisi penurunan suku bunga kebijakan
         terhadap suku bunga perbankan juga terus berlangsung, baik pada suku bunga dana maupun suku bunga
         kredit. Suku bunga deposito tenor 1 bulan tercatat menurun sebesar 56 bps dari 4,81% pada awal 2025
         menjadi 4,25% pada Desember 2025, meskipun penurunan lebih lanjut masih diperlukan, khususnya
         terkait pemberian special rate kepada deposan besar. Sejalan dengan penurunan suku bunga dana
         tersebut, suku bunga kredit perbankan turut menurun sebesar 39 bps dari 9,20% pada awal 2025 menjadi
         8,81% pada Desember 2025.
                                                Grafik III.5. Suku Bunga Perbankan




         Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025

         Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit pada 2025 tercatat bervariasi, dengan kredit
         investasi tumbuh sebesar 21,06% (yoy), kredit modal kerja 4,52% (yoy), dan kredit konsumsi 6,58% (yoy).

Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                       III - 13
Page 56
          Kinerja tersebut didukung oleh kebijakan Bank Indonesia melalui penurunan suku bunga dan penguatan
          insentif likuiditas makroprudensial (KLM), di tengah kondisi makroekonomi dan stabilitas sistem keuangan
          yang tetap terjaga. Dari sisi permintaan, pelaku usaha masih perlu didorong untuk meningkatkan ekspansi
          dengan memanfaatkan fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) yang pada Desember
          2025 tercatat sebesar Rp2.439,2 triliun atau 22,12% dari total plafon kredit. Sementara itu, dari sisi
          penawaran, kapasitas pembiayaan perbankan tetap memadai, tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap
          Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 28,57% serta pertumbuhan DPK sebesar 13,83% (yoy). Minat
          penyaluran kredit juga terus membaik, meskipun persyaratan kredit pada segmen konsumsi dan UMKM
          masih relatif ketat akibat tingginya risiko kredit pada kedua segmen tersebut.

                                            Grafik III.6. Permodalan Industri Perbankan




          Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025


III.2     TINJAUAN INDUSTRI TRANSPORTASI DAN LOGISTIK
III.2.1   Gambaran Umum Industri Transportasi dan Logistik di Dunia
          Pasar Transportasi & Logistik merupakan elemen penting dari rantai pasokan global, yang mencakup
          berbagai layanan yang dirancang untuk memfasilitasi pergerakan barang dan material secara efisien
          melalui berbagai saluran. Pasar ini memainkan peran penting dalam memastikan bahwa produk mencapai
          tujuannya dengan cepat dan hemat biaya, serta mendukung perdagangan domestik dan internasional.

          Dalam beberapa tahun terakhir, pasar telah mengalami transformasi signifikan yang didorong oleh
          beberapa faktor utama. Pertumbuhan eksponensial e-commerce telah meningkatkan permintaan layanan
          pengiriman paket secara drastis, mendorong penyedia logistik untuk meningkatkan jaringan pengiriman
          dan solusi teknologi mereka. Perusahaan berinvestasi dalam teknologi logistik canggih seperti sistem
          pelacakan waktu nyata, fasilitas penyortiran otomatis, dan platform digital untuk meningkatkan efisiensi
          dan memberikan transparansi yang lebih besar dalam rantai pasokan.

          Integrasi solusi digital mengubah cara penyampaian layanan transportasi dan logistik. Penerapan IoT, AI,
          dan analisis data memungkinkan pengelolaan operasi logistik yang lebih tepat, pengoptimalan rute yang
          lebih baik, dan visibilitas rantai pasokan yang lebih baik. Teknologi ini memungkinkan penyedia logistik



Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                         III - 14
Page 57
         menawarkan solusi yang lebih andal dan fleksibel, yang sangat penting untuk memenuhi permintaan
         konsumen dan bisnis modern.

         Keberlanjutan juga menjadi fokus utama dalam pasar. Seiring meningkatnya perhatian terhadap
         lingkungan dan persyaratan peraturan, semakin besar pula penekanan pada pengurangan jejak karbon
         dari operasi transportasi dan logistik. Perusahaan-perusahaan tengah menjajaki alternatif yang lebih
         ramah lingkungan, seperti kendaraan listrik, sumber energi terbarukan, dan bahan kemasan yang
         berkelanjutan, agar selaras dengan tujuan keberlanjutan global dan meningkatkan dampak lingkungan
         mereka.

         Pasar dicirikan oleh kemampuan beradaptasi dan kebutuhan untuk mengatasi berbagai tantangan,
         termasuk permintaan yang berfluktuasi, ketidakpastian perdagangan global, dan ekspektasi konsumen
         yang terus berkembang. Penyedia logistik merespons dengan mendiversifikasi penawaran layanan
         mereka, meningkatkan infrastruktur mereka, dan membentuk kemitraan strategis untuk mengelola
         kompleksitas ini dengan lebih baik dan menyediakan solusi komprehensif yang memenuhi berbagai
         kebutuhan.

         Secara keseluruhan, pasar Transportasi & Logistik bersifat dinamis dan berkembang pesat, didorong oleh
         kemajuan teknologi, perubahan permintaan pasar, dan fokus yang lebih tinggi pada keberlanjutan.
         Dengan merangkul inovasi dan beradaptasi dengan tren baru, sektor ini diposisikan dengan baik untuk
         mendukung perdagangan global, meningkatkan efisiensi rantai pasokan, dan memenuhi harapan bisnis
         dan konsumen yang terus meningkat di seluruh dunia.
        Grafik III.7 Perkembangan Biaya dalam Bidang Transportasi Dan Logistik di Dunia Dalam Triliun USD dari
                                         Tahun 2020 Hingga Proyeksi Tahun 2030. (dalam triliun USD)
                                                  Transportation & Logistics - Logistics Costs
                             16          14,89                                                            14,36   14,62
                                                                                          13,79   14,09
                                                                         13,14    13,47
                             14                          12,52   12,84
                                                 12,19
                             12
           In Trillion USD




                             10   9,17
                             8
                             6
                             4
                             2
                             0
                                  2020   2021    2022    2023    2024    2025     2026    2027    2028    2029    2030
                                                                         Year

         Sumber: Statista, 2025

         Grafik tersebut menampilkan perkembangan biaya logistik global dalam industri transportasi dan logistik
         periode 2020 hingga proyeksi tahun 2030, yang diukur dalam triliunan dolar AS (USD). Secara umum,
         terlihat adanya fluktuasi jangka pendek namun diikuti tren kenaikan yang stabil pada periode proyeksi.

Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                    III - 15
Page 58
         Pada tahun 2020, biaya logistik global tercatat sebesar 9,17 triliun USD, mencerminkan dampak
         gangguan aktivitas ekonomi dan rantai pasok global. Selanjutnya, pada tahun 2021 terjadi lonjakan
         signifikan menjadi 14,89 triliun USD, yang kemungkinan dipengaruhi oleh pemulihan ekonomi, kenaikan
         harga energi, serta tekanan pada rantai pasokan.

         Setelah lonjakan tersebut, biaya logistik kembali menurun pada tahun 2022 menjadi 12,19 triliun USD,
         lalu meningkat secara bertahap menjadi 12,52 triliun USD pada 2023 dan 12,84 triliun USD pada 2024.
         Tren kenaikan moderat berlanjut pada 2025 sebesar 13,14 triliun USD dan 2026 sebesar 13,47 triliun
         USD.

         Proyeksi menunjukkan pertumbuhan yang relatif stabil pada periode berikutnya, dengan biaya logistik
         diperkirakan mencapai 13,79 triliun USD pada 2027, 14,09 triliun USD pada 2028, 14,36 triliun USD pada
         2029, dan 14,62 triliun USD pada 2030.

         Secara keseluruhan, meskipun terdapat fluktuasi akibat dinamika ekonomi global, tren jangka panjang
         memperlihatkan peningkatan bertahap biaya logistik. Hal ini dipengaruhi oleh pertumbuhan perdagangan
         internasional, perubahan struktur rantai pasok, inovasi teknologi logistik, serta perkembangan infrastruktur
         transportasi.
          Grafik III.8 Perkembangan Lalu Lintas Pelabuhan Kontainer Secara Global Dalam Satuan Twenty-foot
                                                                         Equivalent Unit (TEU) dari Tahun 2020 Hingga Proyeksi Tahun 2030.
                                                                                    Transportation & Logistics - Container Port Traffic
                                                          860                        854,24
                                                                           848,17                                                                  845,05   845,37
                                                                                              842,98                   841,74   843,39    844,46
                                                                                                       840,7   840,3
           In million twenty-foot equivalent unit (TEU)




                                                          840

                                                          820

                                                          800   789,73

                                                          780

                                                          760

                                                          740
                                                                2020        2021     2022     2023     2024    2025     2026    2027      2028     2029     2030
                                                                                                               Year

          Sumber: Statista, 2025

         Grafik tersebut menampilkan perkembangan lalu lintas pelabuhan kontainer global yang diukur dalam
         satuan Twenty-foot Equivalent Unit (TEU) selama periode 2020 hingga proyeksi tahun 2030. TEU
         merupakan unit standar dalam industri pelayaran untuk mengukur kapasitas kontainer, di mana satu TEU
         setara dengan satu kontainer berukuran 20 kaki.

         Pada tahun 2020, volume lalu lintas pelabuhan kontainer global tercatat sebesar 789,73 juta TEU.
         Selanjutnya, terjadi peningkatan signifikan pada tahun 2021 menjadi 848,17 juta TEU, dan kembali naik
         pada tahun 2022 mencapai 854,24 juta TEU, mencerminkan pemulihan aktivitas perdagangan

Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                                                              III - 16
Page 59
           internasional.

           Namun, pada periode berikutnya terjadi penurunan moderat, dengan volume mencapai 842,98 juta TEU
           pada 2023, kemudian sedikit turun menjadi 840,70 juta TEU pada 2024 dan 840,30 juta TEU pada 2025.
           Setelah fase penyesuaian tersebut, tren kembali menunjukkan peningkatan bertahap, dengan volume
           mencapai 841,74 juta TEU pada 2026 dan 843,39 juta TEU pada 2027. Proyeksi ke depan menunjukkan
           pertumbuhan yang relatif stabil, dengan lalu lintas kontainer diperkirakan mencapai 844,46 juta TEU pada
           2028, 845,05 juta TEU pada 2029, dan 845,37 juta TEU pada 2030.
           Secara keseluruhan, meskipun terdapat fluktuasi jangka pendek, tren jangka panjang menunjukkan
           stabilitas dengan kecenderungan peningkatan volume lalu lintas kontainer global. Hal ini mengindikasikan
           keberlanjutan aktivitas perdagangan internasional, pertumbuhan e-commerce, serta peningkatan efisiensi
           operasional pelabuhan dan infrastruktur logistik global

III.2.2    Gambaran Umum Industri Transportasi dan Logistik di Indonesia
           Grafik menunjukkan perkembangan biaya transportasi dan logistik di Indonesia selama periode 2020
           hingga proyeksi 2030, yang diukur dalam miliar dolar AS (USD). Data ini memberikan gambaran mengenai
           dinamika biaya pada sektor transportasi dan logistik, yang merupakan salah satu pilar utama dalam
           mendukung kelancaran aktivitas ekonomi nasional, perdagangan, serta distribusi barang di Indonesia.

          Grafik III.9 Perkembangan Biaya dalam Bidang Transportasi Dan Logistik di Indonesia Dalam Triliun USD
                                                     dari Tahun 2020 Hingga Proyeksi Tahun 2030. (dalam triliun USD)
                                                                      Transportation & Logistics - Logistics Cost
                                            400
                                                           349,86                                                                  339,36   344,3
                                            350                                                                  327,59   333,62
                                                                                               313,05   320,69
                                                                             298,61   305,72
                                                                    291,56
                                            300
            Logistics Costs (Billion USD)




                                            250   232,99

                                            200
                                            150
                                            100
                                            50
                                             0
                                                  2020     2021     2022     2023     2024     2025     2026     2027     2028     2029     2030
                                                                                               Year

           Sumber: Statista, 2025

           Pada tahun 2020, biaya logistik tercatat sebesar USD 232,99 miliar, mencerminkan kondisi pelemahan
           aktivitas ekonomi akibat pandemi COVID-19 yang berdampak signifikan terhadap perdagangan, distribusi,
           dan kinerja rantai pasok. Memasuki tahun 2021, biaya logistik mengalami lonjakan tajam hingga mencapai
           USD 349,86 miliar. Peningkatan ini sejalan dengan fase pemulihan ekonomi pascapandemi,
           meningkatnya permintaan barang dan jasa, gangguan rantai pasok global, serta kenaikan harga energi
           dan biaya transportasi.

Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                                             III - 17
Page 60
         Selanjutnya, pada tahun 2022, biaya logistik mengalami penyesuaian dan menurun ke level USD 291,56
         miliar, seiring dengan mulai meredanya tekanan rantai pasok global dan normalisasi aktivitas logistik.
         Namun demikian, sejak tahun 2023, biaya logistik kembali menunjukkan tren peningkatan yang stabil dan
         berkelanjutan, dari USD 298,61 miliar pada 2023 menjadi USD 305,72 miliar pada 2024, USD 313,05
         miliar pada 2025, dan USD 320,69 miliar pada 2026.

         Dalam jangka menengah hingga panjang, proyeksi menunjukkan bahwa biaya transportasi dan logistik
         akan terus meningkat secara bertahap. Pada tahun 2027, biaya logistik diperkirakan mencapai USD
         327,59 miliar, meningkat menjadi USD 333,62 miliar pada 2028, USD 339,36 miliar pada 2029, dan
         mencapai sekitar USD 344,30 miliar pada 2030. Tren kenaikan ini mencerminkan pertumbuhan aktivitas
         ekonomi, peningkatan volume perdagangan domestik dan internasional, ekspansi infrastruktur
         transportasi, serta meningkatnya kebutuhan layanan logistik yang lebih kompleks dan terintegrasi.

         Secara keseluruhan, perkembangan biaya logistik ini menunjukkan bahwa sektor transportasi dan logistik
         memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Di satu sisi, peningkatan
         biaya mencerminkan ekspansi aktivitas ekonomi dan perdagangan, namun di sisi lain juga menjadi
         tantangan bagi pelaku industri dalam menjaga efisiensi operasional. Oleh karena itu, investasi
         berkelanjutan pada infrastruktur, digitalisasi sistem logistik, serta kebijakan pemerintah yang mendukung
         efisiensi rantai pasok akan menjadi faktor kunci dalam menjaga daya saing industri transportasi dan
         logistik di masa mendatang.

          Grafik III.10 Perkembangan Biaya dalam Bidang Transportasi Dan Logistik di Indonesia Dalam satuan
                  miliar Twenty-foot Equivalent Unit (TEU) dari Tahun 2020 Hingga Proyeksi Tahun 2030.
                                                                       Transportation & Logistics - Container Port Traffic
                                                  16
                                                                                                          13,92   14,08      14,16   14,2   14,22
                                                                                          13,3    13,6
                                                  14           13,01
                                                                          12,43
                                                                                   13
           Container Port Traffic (Million TEU)




                                                       11,77
                                                  12
                                                  10
                                                  8
                                                  6
                                                  4
                                                  2
                                                  0
                                                       2020    2021       2022    2023    2024    2025    2026    2027    2028       2029   2030
                                                                                                  Year

         Sumber: Statista, 2025

         Grafik yang ditampilkan menunjukkan perkembangan lalu lintas pelabuhan kontainer di Indonesia, yang
         diukur dalam satuan million Twenty-foot Equivalent Unit (TEU), selama periode 2020 hingga proyeksi
         2030. Data yang bersumber dari Statista Market Insights ini memberikan gambaran mengenai dinamika
         serta prospek pertumbuhan aktivitas pengiriman kontainer sebagai bagian penting dari sektor transportasi
         dan logistik nasional.
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                                             III - 18
Page 61
         Pada tahun 2020, lalu lintas kontainer Indonesia tercatat sebesar 11,77 juta TEU, yang
         merepresentasikan kondisi pelemahan aktivitas perdagangan dan logistik akibat dampak pandemi
         COVID-19 terhadap rantai pasok global dan arus perdagangan internasional. Memasuki tahun 2021,
         volume kontainer mengalami pemulihan signifikan menjadi 13,01 juta TEU, seiring dengan mulai pulihnya
         aktivitas ekonomi, perdagangan, serta meningkatnya permintaan ekspor dan impor.
         Namun, pada tahun 2022, volume lalu lintas kontainer kembali mengalami penyesuaian dan menurun ke
         level 12,43 juta TEU, mencerminkan normalisasi pasca pemulihan awal serta masih adanya tekanan
         global terhadap sektor logistik. Sejak tahun 2023, tren lalu lintas kontainer kembali menunjukkan
         pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan, meningkat menjadi 13,00 juta TEU pada 2023, 13,30 juta
         TEU pada 2024, dan 13,60 juta TEU pada 2025.

         Pertumbuhan tersebut berlanjut pada periode proyeksi jangka menengah hingga panjang. Pada tahun
         2026, lalu lintas kontainer diperkirakan mencapai 13,92 juta TEU, kemudian meningkat menjadi 14,08 juta
         TEU pada 2027, 14,16 juta TEU pada 2028, 14,20 juta TEU pada 2029, dan mencapai sekitar 14,22 juta
         TEU pada 2030. Kenaikan bertahap ini mencerminkan peningkatan aktivitas perdagangan domestik dan
         internasional, penguatan peran pelabuhan sebagai simpul logistik utama, serta ekspansi kapasitas dan
         efisiensi operasional pelabuhan di Indonesia.
         Secara keseluruhan, grafik menunjukkan bahwa setelah mengalami tekanan pada awal periode pandemi,
         lalu lintas pelabuhan kontainer Indonesia berada dalam fase pemulihan yang konsisten dan berkelanjutan.
         Tren pertumbuhan ini mengindikasikan prospek positif sektor transportasi dan logistik maritim, yang
         didukung oleh investasi infrastruktur pelabuhan, pengembangan konektivitas logistik nasional, serta
         meningkatnya kebutuhan distribusi barang akibat pertumbuhan industri dan e-commerce. Dalam konteks
         penilaian bisnis, tren ini mencerminkan fundamental permintaan yang solid serta peluang pertumbuhan
         jangka panjang bagi pelaku usaha di sektor pelabuhan dan logistik.

III.3     INFORMASI NON – KEUANGAN YANG RELEVAN
         ALII didirikan berdasarkan Akta No. 437 tanggal 30 Juli 2019 dari Notaris Netty Maria Machdar, S.H. Akta
         Pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
         dengan Surat Keputusan No. AHU-0037867.AH.01. 01.TAHUN 2019 tanggal 02 Agustus 2019. Anggaran
         Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 14 tanggal 03
         Oktober 2025 dari Aulia Taufani, S.H. sehubungan dengan perubahan data perseroan. Akta Perubahan
         tersebut telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum dari Kementerian
         Hukum Republik Indonesia melalui Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH. 01.09-0346750
         tanggal 06 Oktober 2025.

         Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah menjalankan usaha
         dalam bidang Transportasi, Perdagangan, dan Jasa. Saat ini, kegiatan usaha utama Perusahaan berupa:

         a. Kegiatan Usaha Transportasi ALII adalah sebagai berikut:
             1. Angkutan laut

Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                        III - 19
Page 62
              2. Angkutan Sungai Dan Danau Untuk Barang Khusus
              3. Angkutan Laut Dalam Negeri Untuk Barang Khusus
              4. Angkutan Laut Dalam Negeri Pelayaran Rakyat
              5. Angkutan Laut Luar Negeri Untuk Barang Khusus
         b. Kegiatan Usaha Perdagangan ALII adalah sebagai berikut:
              1. Perdagangan Besar Bahan Bakar Padat, Cair Dan Gas Dan Produk Ybdi
              2. Perdagangan Besar Atas Dasar Balas Jasa (Fee) Atau Kontrak
              3. Perdagangan Besar Alat Transportasi Laut, Suku Cadang Dan Perlengkapannya
              4. Perdagangan Besar Mesin, Peralatan Dan Perlengkapan Lainnya
         c. Kegiatan Usaha Jasa ALII adalah sebagai berikut:
              1. Aktivitas Penunjang Angkutan Lainnya
              2. Aktivitas Penyewaan Dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin Dan Peralatan Industri
              3. Aktivitas Penyewaan Dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Alat Transportasi Air

         Perusahaan berdomisili di Bakrie Tower Lantai 15, Rasuna Epicentrum, Jl. H. R. Rasuna Said, Jakarta
         Selatan dan operasi Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2019.

III.4     LOKASI GEOGRAFIS
          Saat ini kantor pusat ALII berkedudukan di Bakrie Tower Lantai 15, Rasuna Epicentrum, Jl. H. R. Rasuna
          Said, Jakarta Selatan. ALII menyediakan layanan logistik dan transportasi pelayaran untuk industri
          pertambangan di Indonesia, kegiatan usaha tersebut dijalankan secara terintegrasi bersama dengan
          entitas anak dari mulai pengangkutan laut, transhipment, hingga fasilitas ISP yang menjadi bagian penting
          dalam mendukung kelancaran logistik komoditas pertambangan, khususnya komoditas batubara. Dengan
          sinergi yang kuat bersama entitas anak, ALII terus berupaya membangun fondasi operasional dengan
          menekankan pada integrasi layanan, efisiensi rantai pasok dan keandalan distribusi komoditas melalui
          jalur laut.

III.5     PESAING USAHA
          Dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya, ALII memiliki beberapa pesaing usaha yang bergerak
          dalam industri logistik dengan perincian sebagai berikut:
         ➢    PT IMC Pelita Logistik Tbk
         ➢    PT Transcoal Pacific Tbk
         ➢    PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk
         ➢    PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
         ➢    PT Rig Tenders Indonesia Tbk
         ➢    PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
         ➢    PT Temas Tbk
         ➢    PT Logindo Samudramakmur Tbk


Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                          III - 20
Page 63
III.6     KEBIJAKAN DAN STRATEGI MANAJEMEN
          Penyusunan Rencana Bisnis ALII dilakukan dengan pendekatan situation asessment dan analisis SWOT
          (strength, weakness, opportunity, threat). Analisis SWOT digunakan untuk menganalisis faktor eksternal
          dan internal yang dihadapi oleh perusahaan secara komprehensif dan terstruktur. Analisis faktor eksternal
          meliputi faktor-faktor yang berasal dari luar perusahaan untuk mengetahui peluang dan ancaman yang
          dihadapi oleh perusahaan (opportunity dan threat). Sedangkan analisis faktor internal meliputi faktor-
          faktor yang berasal dari internal perusahaan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan perusahaan
          (strength dan weakness).

          Dalam melakukan analisis eksternal digunakan pendekatan PESTEL dan Analisis Porter’s Five Forces.
          Analisis PESTEL meliputi analisis terkait kondisi political, economy, social, technology, environment, dan
          legal sedangkan analisis Porter’s Five Forces dilakukan dengan cara mengidentifikasi posisi perusahaan
          dalam industri teknologi informasi dan komunikasi yaitu threat of new entry, supplier power, buyer power,
          substitute, dan rivalry.

          Analisis internal dilakukan dengan cara menganalisis Competitive Strength Assessment dengan
          membandingkan kinerja ALII dengan peer group. Berikut strengths, weaknesses, opportunities, dan
          threats ALII.

                                               Tabel III.13. Analisis SWOT ALII
                              Strengths                                         Weaknesses
          1. ALII memiliki model bisnis logistik pertambangan 1. Pendapatan ALII masih sangat bergantung pada
              yang terintegrasi, mencakup jasa pengangkutan              industri batubara dan pelanggan utama. Pada 2025,
              laut, transshipment, serta pengelolaan Intermediate        sebesar 75,19% pendapatan ALII berasal dari pihak
              Stockpile (ISP) melalui entitas anak. Intergrasi ini       berelasi, yaitu PT Ade Putra Tanrajeng dan PT
              memungkinkan ALII mengelola rantai distribusi              Guruh Putra Bersama, sehingga perubahan kondisi
              batubara      dari     loading     jetty     pelanggan,    usaha pelanggan utama dapat memengaruhi
              pengangkutan         dengan   tongkang       180   feet,   kinerja pendapatan ALII.
              pemindahan ke ISP, pengangkutan tongkang 300 2. Skala usaha ALII masih sangat terkonsentrasi pada
              feet, hingga pengiriman ke mother vessel atau end-         segmen     logistik   batubara.    Meskipun      ALII
              user domestik.                                             mempertimbangkan diversifikasi ke komoditas lain
          2. ALII memiliki kontrak Life of Mine (LoM) dengan             seperti bauksit, nikel, dan mineral strategis,
              pelanggan utama, sehingga memberikan visibilitas           kontribusi utama masih berasal dari batubara
              pendapatan jangka panjang dan mendukung                    sehingga ALII rentan terhadap perlambatan industri
              keberlanjutan arus pendapatan. Kontrak LoM ini             batubara nasional maupun global.
              menjadi salah satu keunggulan utama karena 3. Kegiatan usaha ALII membutuhkan investasi aset
              memungkinkan ALII melakukan perencanaan                    tetap dan belanja modal yang besar, terutama untuk
              kapasitas, investasi armada, dan pengelolaan               penambahan tongkang, kapal tunda, alat berat,
              operasional secara lebih terukur.                          dermaga, dan fasilitas ISP. Pada 2025, investasi
          3. ALII memiliki armada yang cukup besar dan terus             barang modal ALII mencapai Rp140,66 miliar, yang
              bertambah.       Sampai       akhir        2025,   ALII    menunjukkan tingginya kebutuhan modal untuk
              mengoperasikan 57 unit tongkang 180 feet dan 57            menjaga dan memperluas kapasitas operasional.

Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                      III - 21
Page 64
                                Strengths                                        Weaknesses
               unit kapal tunda, serta melakukan time charter 4. Sebagian piutang usaha dan piutang pihak berelasi
               untuk 6 set tongkang 300 feet dan kapal tunda.                cukup besar, sehingga meningkatkan eksposur
               Skala armada ini mendukung kemampuan ALII                     terhadap risiko kredit dan kolektibilitas. Rata-rata
               memenuhi kebutuhan volume pelanggan utama.                    periode penagihan piutang pada 2025 mencapai
          4. Usia armada ALII relatif muda, dengan rata-rata                 220 hari lebih lambat dibandingkan 153 hari pada
               kapal sekitar 4-5 tahun. Armada yang lebih muda               2024, sehingga dapat mempengaruhi fleksibilitas
               memberikan keuntungan berupa konsumsi bahan                   kas dan modal kerja ALII.
               bakar yang lebih efisien, biaya pemeliharaan yang 5. Sebagian aset tetap dan piutang ALII dijaminkan
               lebih terkendali, ketersediaan suku cadang yang               untuk fasilitas pinjaman, termasuk 26 kapal tunda,
               lebih baik, serta tingkat keselamatan operasional             43 kapal tongkang, 1 kapal terapung, tanah,
               yang lebih terjaga.                                           peralatan, piutang usaha, dan pendapatan ALII. Hal
          5. Lokasi ISP milik entitas anak di Sungai Mahakam,                ini menunjukkan adanya keterikatan aset terhadap
               Desa Embalut, memiliki posisi strategis karena                kreditur     yang dapat     membatasi     fleksibilitas
               berada pada jalur sungai utama dengan lebar dan               korporasi dalam kondisi tertentu.
               kedalaman     yang    memungkinkan       pergerakan 6. Aktivitas operasional ALII sangat dipengaruhi
               armada lebih besar. Kedekatan lokasi ISP dengan               kondisi cuaca, curah hujan, dan debit air sungai.
               Muara Berau sebagai anchorage point juga                      Pada musim kemarau, pelayaran dan bongkar muat
               membantu efisiensi rute, konsumsi bahan bakar,                dapat terbatas akibat kondisi sungai yang surut,
               dan biaya operasional.                                        sehingga kinerja logistik ALII masih memiliki
          6. ALII memiliki sistem logistik yang didukung                     ketergantungan pada kondisi alam.
               digitalisasi dan tata kelola Teknologi Informasi. ALII
               telah mulai menerapkan sistem digital untuk
               pemantauan armada secara real-time, penggunaan
               dashboard     manajemen,       serta    pemasangan
               Automatic Identification System (AIS) dan Closed-
               Circuit Television (CCTV) pada area jetty untuk
               mendukung keselamatan navigasi, transparansi
               operasional, dan kepatuhan regulasi.



                                 Opportunities                                                    Threats
                                                                        1.     Industri     batubara nasional        menunjukkan
          1.   Sektor transportasi dan pergudangan Indonesia
                                                                               perlambatan. Produksi batubara nasional pada
               masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Pada
                                                                               2025 tercatat sebesar 817 juta ton, menurun dari
               2025, sektor ini tumbuh 8,78%, lebih tinggi
                                                                               836 juta ton pada 2024, terutama akibat
               dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 8,69%.
                                                                               melemahnya permintaan dari pasar utama seperti
               Kondisi     ini    mencerminkan        meningkatnya
                                                                               Tiongkok. Penurunan produksi dapat menekan
               kebutuhan terhadap layanan logistik yang efisien
                                                                               permintaan jasa logistik batubara.
               dan terintegrasi, sehingga membuka peluang ALII
                                                                        2.     Permintaan batubara global diperkirakan telah
               untuk memperkuat posisinya di industri logistik
                                                                               mencapai fase plateau dan berpotensi menurun
               maritim.
                                                                               bertahap hingga 2023. Transisi energi global

Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                           III - 22
Page 65
                             Opportunities                                               Threats
          2.   Kebutuhan logistik untuk industri pertambangan              menuju energi terbarukan serta komitmen
               masih berperan penting, terutama karena batubara            pengurangan          emisi    dapat      mengurangi
               tetap menjadi bagian strategis dalam bauran                 pertumbuhan permintaan batubara dalam jangka
               energi nasional dan penerimaan negara. Hal ini              panjang.
               memberikan peluang bagi ALII untuk menjaga             3.   ALII menghadapi risiko fluktuasi harga batubara.
               permintaan jasa pengangkutan, transshipment,                Penurunan Harga Batubara Acuan dapat
               dan bongkar muat dalam rantai pasok batubara                mempengaruhi tarif jasa pengangkutan dan
               domestik maupun ekspor.                                     menekan pendapatan ALII, terutama karena
          3.   Permintaan batubara dari negara berkembang,                 kegiatan usaha masih sangat terkait dengan
               khususnya India dan kawasan ASEAN, masih                    komoditas batubara.
               menunjukkan pertumbuhan. Kondisi ini membuka           4.   Volatilitas harga bahan bakar menjadi ancaman
               peluang bagi ALII untuk mendukung pengiriman                utama       karena    bahan      bakar   merupakan
               batubara ke pasar ekspor Asia, terutama melalui             komponen penting dalam biaya operasional
               layanan tongkang 300          feet dan Floating             armada. Kenaikan harga minyak dunia akibat
               Transshipment Unit (FTU) menuju mother vessel.              ketegangan geopolitik dapat meningkatkan biaya
          4.   ALII memiliki peluang diversifikasi ke komoditas            operasional ALII.
               pertambangan lain seperti bauksit, nikel, bahan        5.   Risiko cuaca ekstrem, perubahan iklim, curah
               bakar cair, dan mineral strategis. Diversifikasi ini        hujan, debit air sungai, dan bencana alam dapat
               dapat mengurangi ketergantungan pada batubara               mengganggu kegiatan pengangkutan, hauling,
               dan membuka sumber pendapatan baru dari                     serta      bongkar    muat.    Kondisi   ini     dapat
               layanan logistik komoditas sumber daya alam                 mempengaruhi         ketepatan     jadwal,     utilisasi
               lainnya.                                                    armada, dan produktivitas operasional.
          5.   Rencana pengembangan ISP tambahan dapat                6.   Persaingan usaha di industri logistik dan
               meningkatkan kapasitas ALII dalam melayani                  pelayaran batubara dapat menekan tarif dan
               peningkatan volume produksi dan penjualan                   margin. ALII harus terus meningkatkan kualitas
               pelanggan utama. Dengan kapasitas ISP yang                  layanan, efisiensi biaya, jumlah armada, serta
               lebih besar, ALII berpotensi meningkatkan volume            teknologi operasional agar tetap kompetitif
               bongkar muat dan memperkuat integrasi rantai                dibandingkan penyedia jasa logistik batubara
               logistiknya.                                                lainnya.
          6.   Digitalisasi operasional menjadi peluang untuk         7.   Perubahan       kebijakan     pemerintah,      regulasi
               meningkatkan efisiensi dan transparansi. Pada               pelabuhan, perizinan pelayaran, regulasi produksi
               2026, ALII merencanakan implementasi GPS                    batubara, dan ketentuan lingkungan dapat
               tracking berbasis panel surya, ERP untuk financial          meningkatkan kebutuhan kepatuhan serta biaya
               management dan operational logistics mining,                operasional ALII. ALII harus terus memperbarui
               peningkatan jaringan, sistem komunikasi, serta              izin dan memastikan kepatuhan terhadap
               pemasangan        SBNP.     Inisiatif   ini   dapat         peraturan yang berlaku..
               meningkatkan efektivitas pemantauan armada dan
               pengembalian keputusan berbasis data.
          7.   Akuisisi PT Ancara Transshipment Services (ATS)
               pada 2025 memberi peluang perluasan bisnis di


Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                          III - 23
Page 66
                             Opportunities                                             Threats
               bidang pengangkutan dan perdagangan batubara.
               Akuisisi ini dapat memperkuat kapasitas layanan
               operasional      dan      mendukung         rencana
               pengembangan usaha ALII.
          8.   Kondisi    keuangan      yang     semakin     sehat
               memberikan peluang bagi ALII untuk melanjutkan
               ekspansi secara lebih terukur. Penurunan liabilitas,
               peningkatan ekuitas, serta rasio likuiditas yang
               meningkat dari 159,59% menjadi 173,13%
               menunjukkan kemampuan yang lebih baik untuk
               mendukung investasi dan pertumbuhan usaha.


III.7     RENCANA BISNIS ALII
          Prospek usaha ALII tidak dapat dilepaskan dari peluang yang tersedia dalam perekonomian nasional,
          khususnya pada sektor transportasi, pergudangan, logistik pertambangan, dan industri batubara.
          Berdasarkan Laporan Tahunan ALII 2025, perekonomian Indonesia pada tahun 2025 tetap menunjukkan
          kinerja yang solid dengan pertumbuhan sebesar 5,11%, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya
          sebesar 5,03%. Dari sisi lapangan usaha, sektor transportasi dan pergudangan mencatat pertumbuhan
          sebesar 8,78%, sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 8,69%. Pertumbuhan
          tersebut mencerminkan masih kuatnya mobilitas barang dan meningkatnya kebutuhan terhadap sistem
          logistik yang efisien dan terintegrasi dalam mendukung distribusi serta rantai pasok nasional.

          Di sisi lain, industri batubara nasional pada tahun 2025 menunjukkan kecenderungan melambat.
          Berdasarkan data kementerian ESDM yang dikutip dalam Laporan Tahunan ALII, realisasi produk
          batubara nasional tercatat sebesar 817 juta ton, menurun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 836
          juta ton. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh melemahnya permintaan dari pasar utama seperti
          Tiongkok. Meskipun demikian, batubara masih memiliki peran strategis dalam bauran energi nasional dan
          penerimaan negara, sehingga aktivitas logistik berbasis komoditas batubara tetap menjadi bagian penting
          dalam rantai pasok industri energi dan pertambangan nasional.

          Prospek usaha ALII sejalan dengan kebutuhan penguatan sistem logistik pertambangan yang efisien,
          terintegrasi, dan andal. ALII menjalankan kegiatan usaha di bidang jasa pengangkutan laut,
          transshipment, dan pengelolaan Intermediate Stockpile (ISP) melalui entitas anak. Kegiatan tersebut
          menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran distribusi komoditas pertambangan, khususnya
          batubara, dari area tambang pelanggan menuju end-user domestik maupun pasar ekspor. Dengan
          dukungan armada tongkang dan kapal tunda, fasilitas ISP, serta Floating Transshipment Unit (FTU), ALII
          memiliki posisi strategis sebagai penyedia solusi logistik maritim yang terintegrasi.

          Dalam menghadapi dinamika industri logistik dan pelayaran yang terus berkembang, ALII menempatkan
          strategi pengembangan bisnis sebagai landasan utama untuk memastikan pertumbuhan yang

Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                          III - 24
Page 67
          berkelanjutan. Berdasarkan Laporan Tahuan 2025, ALII berfokus pada beberapa pengembangan utama,
          yaitu menjaga kelangsungan kontrak Life of Mine (LoM), meningkatkan kapasitas melalui pembangunan
          tambahan ISP, mengoptimalkan pemanfaatan armada dan infrastruktur, meningkatkan investasi
          digitalisasi proses bisnis, serta mengembangkan dan meningkatkan sumber daya manusia.

          Dalam rangka memperkuat posisi bisnis, ALII menjalankan beberapa strategi pengembangan bisnis
          sebagai berikut:

         1. Menjaga kelangsungan Kontrak Life of Mine (LoM) dengan Pelanggan Utama
             ALII memiliki kontrak Life of Mine (LoM) dengan pelanggan utama yang memberikan kepastian sumber
             pendapatan berkesinambungan hingga berakhirnya izin usaha pertambangan pelanggan tersebut.
             Strategi ini menjadi penting karena kontrak LoM memberikan visibilitas pendapatan jangka panjang
             serta mendukung stabilitas bisnis ALII di tengah fluktuasi harga batubara dan dinamika permintaan
             industri pertambangan. Untuk menjaga kesinambungan kontrak tersebut, ALII bersama entitas anak
             secara konsisten memperkuat hubungan kerja sama dengan pelanggan utama. ALII berupaya
             memastikan pemenuhan kebutuhan logistik pelanggan secara optimal, terutama sejalan dengan
             proyeksi peningkatan volume produksi dan penjualan pelanggan utama. Strategi ini dilakukan melalui
             peningkatan kualitas layanan, ketepatan waktu pengiriman, keandalan armada, serta pengelolaan
             operasional yang terintegrasi dari pengangkutan batubara, pemindahan di ISP, hingga pengiriman ke
             end-user atau mother vessel. Kontrak LoM juga memungkinkan ALII menjalankan perencanaan bisnis
             yang lebih terukur, baik dalam aspek pengadaan armada, pengembangan infrastruktur, pengelolaan
             biaya, maupun penyesuaian kapasitas layanan. Dengan adanya kepastian kerja sama jangka panjang,
             ALII dapat menjaga stabilitas pendapatan sekaligus memperkuat posisinya sebagai mitra logistik
             utama bagi pelanggan di sektor pertambangan batubara.

         2. Meningkatkan Kapasitas Melalui Pembangunan Tambahan ISP
             Sejalan dengan rencana bisnis dan proyeksi peningkatan produksi serta penjualan pelanggan utama,
             ALII menilai bahwa fasilitas ISP yang dimiliki oleh entitas anak berpotensi belum sepenuhnya mampu
             mengakomodasi kebutuhan permintaan kedepan. Oleh karena itu, ALII bersama entitas anak
             merencanakan peningkatan kapasitas melalui pembangunan tambahan ISP. Strategi pembangunan
             tambahan ISP bertujuan untuk memperkuat kemampuan ALII dalam melayani pengikatan volume
             bongkar muat batubara. ISP memiliki peran penting sebagai titik transfer batubara dari tongkang 180
             feet ke tongkang 300 feet sebelum dikirimkan kepada end-user domestik atau mother vessel untuk
             tujuan ekspor. Dengan kapasitas ISP yang lebih besar, ALII dapat meningkatkan efisiensi proses
             transshipment, mempercepat arus logistik, serta mengurangi potensi hambatan operasional pada saat
             volume permintaan meningkat.

         3. Optimalisasi Pemanfaatan Armada dan Infrastruktur ALII
             ALII senantiasa melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan tingkat utilisasi aset ALII
             dan Entitas Anak berjalan secara optimal. Sampai dengan akhir tahun 2025, ALII mengoperasikan 57

Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                       III - 25
Page 68
             unit tongkang 180 feet dan 57 unit kapal tunda. Selain itu, ALII juga melakukan time charter untuk 6
             set tongkang 300 feet beserta kapal tunda guna memenuhi kebutuhan volume pelanggan utama.
             Optimalisasi armada dilakukan melalui pemantauan harian oleh tim operasional dan evaluasi berkala
             oleh Direksi. Pengawasan ini mencakup kinerja operator tongkang dan kapal tunda, ketepatan jadwal,
             efektivitas rute, kesiapan armada, serta penggunaan infrastruktur pendukung. Strategi ini bertujuan
             untuk memastikan bahwa seluruh aset dapat digunakan secara produktif, efisien, dan sesuai dengan
             kebutuhan operasional pelanggan. Selain pemanfaatan armada, ALII juga mengoptimalkan
             infrastruktur lain seperti ISP, FTU, assist tug, alat berat, conveyor, dan fasilitas stockpile. Integrasi
             antara armada dan infrastruktur tersebut memungkinkan ALII memberikan layanan logistik yang
             menyeluruh, mulai dari pengangkutan batubara dari loading jetty pelanggan, pembongkaran dan
             pemuatan di ISP, hingga pengiriman akhir ke end-user atau mother vessel. Dengan optimalisasi aset
             tersebut, ALII dapat meningkatkan efisiensi biaya, menjaga reliabilitas layanan, serta memperkuat
             daya saing di industri logistik pertambangan.

         4. Meningkatkan Investasi Digitalisasi dalam Proses Bisnis
             ALII menyadari bahwa digitalisasi merupakan faktor penting dalam meningkatkan efisiensi dan
             efektivitas proses bisnis. Oleh karena itu, ALII terus berupaya meningkatkan investasi dalam
             digitalisasi, khususnya melalui pengembangan dan pembaruan sistem pemantauan kapal secara
             daring atau vessel tracking system, serta perangkat pemantauan konsumsi bahan bakar armada.
             Digitalisasi proses bisnis diharapkan dapat membantu ALII mengoptimalkan pemanfaatan aset,
             meningkatkan kualitas pengawasan operasional, dan mendukung pengambilan keputusan
             manajemen yang lebih akurat serta berbasis data. Melalui pemantauan armada secara real-time, ALII
             dapat mengawasi pergerakan kapal, konsumsi bahan bakar, kondisi operasional, dan potensi risiko di
             lapangan secara lebih cepat dan terukur. Pada tahun 2025, ALII juga telah mengimplementasikan
             pemasangan AIS dan CCTV pada area jetty untuk memenuhi ketentuan regulator sekaligus
             meningkatkan keselamatan navigasi, pelacakan kapal, pencegahan kejahatan maritim, dukungan
             pencarian dan penyelamatan, serta pengawasan aset. Ke depan, ALII merencanakan pengembangan
             TI pada tahun 2026, meliputi implementasi GPS tracking berbasis panel surya, penerapan ERP untuk
             financial management dan operational logistics mining, peningkatan jaringan di kantor pusat dan site,
             peningkatan sistem komunikasi di wilayah operasional, serta pemasangan SBNP. Seluruh inisiatif ini
             diarahkan untuk memperkuat transparansi, kontrol, keselamatan, dan efisiensi operasional.

         5. Pengembangan dan Peningkatan Sumber Daya Manusia
             ALII meyakini bahwa kualitas sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam mendukung
             kinerja dan keberlanjutan usaha. Oleh karena itu, ALII secara berkelanjutan melakukan perekrutan
             SDM yang kompeten sesuai kebutuhan fungsi operasional, keuangan, hukum, kepatuhan, dan
             pendukung bisnis lainnya. ALII juga melakukan evaluasi kinerja secara berkala serta
             menyelenggarakan program pelatihan dan pengembangan karyawan, baik dalam aspek hard skills
             maupun soft skills. Pada tahun 2025, ALII melaksanakan program pengembangan kompetensi bagi

Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                             III - 26
Page 69
             33 peserta atau sekitar 25,78% dari total karyawan, dengan rata-rata jam pelatihan sebesar 15,58 jam
             per karyawan. Program pelatihan yang dilaksanakan mencakup kepemimpinan lini pertama,
             pengendalian pencemaran lingkungan, service excellence, pelatihan IMSBC Code, pelatihan
             maintenance dan operator unit, serta coal quality dan stockpile management. Program tersebut
             bertujuan meningkatkan kompetensi teknis, keselamatan kerja, efektivitas operasional, dan
             kemampuan manajerial karyawan. Selain itu, ALII juga menempatkan aspek Kesehatan dan
             Keselamatan Kerja (K3) sebagai prioritas utama melalui penerapan standar keselamatan kerja,
             sosialisasi berkala, dan pemantauan kepatuhan di seluruh aktivitas operasional. Pengembangan SDM
             ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, mendukung pengembangan karier, memperkuat
             budaya kerja yang profesional dan berintegritas, serta memastikan keberlangsungan proses
             perencanaan jenjang karier dan tour of duty secara efektif.

         6. Diversifikasi Layanan Logistik Komoditas Sumber Daya Alam
             Selain berfokus pada batubara, ALII dalam rencana jangka menengah juga menjajaki potensi untuk
             mendukung distribusi komoditas pertambangan selain batubara, seperti bauksit, nikel, dan mineral
             strategis lainnya. Strategi diversifikasi ini penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu
             jenis komoditas dan memperluas basis pendapatan ALII. Dalam aspek pemasaran, ALII melakukan
             identifikasi peluang pasar pada komoditas pertambangan non-batubara melalui riset potensi volume,
             kebutuhan logistik, tren industri, serta analisis kompetitor untuk menentukan positioning dan strategi
             pasar yang tepat. ALII juga berupaya mengembangkan layanan logistik khusus sesuai karakteristik
             masing-masing komoditas, termasuk proses penanganan, kapasitas angkutan, kebutuhan
             keselamatan, fasilitas penyimpanan, peralatan bongkar muat, dan armada yang sesuai. Untuk
             mendukung diversifikasi tersebut, ALII juga menjajaki kemitraan strategis dengan perusahaan
             tambang, pemasok, dan penyedia jasa logistik lainnya. Dengan rencana penerapan strategi
             diversifikasi, ALII menargetkan perluasan pangsa pasar, penciptaan sumber pendapatan baru,
             peningkatan profitabilitas, serta penguatan ketahanan bisnis terhadap volatilitas pasar batubara.

         Sebagai perusahaan yang bergerak dalam industri logistik pertambangan dan transportasi laut, ALII dalam
         menjalankan usahanya memiliki beberapa strategi sebagai berikut :

          ➢ Menjaga kelangsungan kontrak LoM dengan pelanggan utama;
          ➢ Memenuhi kebutuhan logistik sejalan dengan peningkatan volume produksi pelanggan;
          ➢ Meningkatkan kapasitas melalui pembangunan tambahan ISP;
          ➢ Mengoptimalkan pemanfaatan armada tongkang, kapal tunda, FTU, dan infrastruktur pendukung;
          ➢ Meningkatkan investasi digitalisasi proses bisnis melalui vessel tracking system dan pemantauan
             konsumsi bahan bakar
          ➢ Mengembangkan sistem TI seperti GPS tracking, ERP, network improvement, sistem komunikasi
             operasional, dan SNBP;
          ➢ Mengembangkan dan meningkatkan kompetensi SDM;
          ➢ Menjajaki diversifikasi layanan logistik untuk komoditas bauksit, nikel, bahan bakar cair, dan mineral
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                          III - 27
Page 70
             strategis lainnya;
          ➢ Meningkatkan efisiensi biaya melalui better cost management;
          ➢ Memperkuat posisi sebagai penyedia jasa logistik pertambangan yang andal, efisien, dan terintegrasi.

         Sebagai perusahaan yang bergerak dalam industri logistik pertambangan dan transportasi laut, ALII dalam
         menjalankan usahanya memiliki beberapa strategi utama yang difokuskan untuk mendukung
         pertumbuhan usaha secara berkelanjutan dan memperkuat posisi perusahaan di industri logistik maritim
         nasional. Strategi tersebut mencakup upaya menjaga kelangsungan kontrak Life of Mine (LoM) dengan
         pelanggan utama, memenuhi kebutuhan logistik sejalan dengan peningkatan volume produksi pelanggan,
         serta meningkatkan kapasitas operasional melalui pembangunan tambahan Integrated Stockpile Port
         (ISP). Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa perusahaan mampu memberikan layanan logistik
         yang andal, tepat waktu, dan sesuai dengan kebutuhan operasional pelanggan, khususnya pada sektor
         pertambangan yang memiliki tingkat ketergantungan tinggi terhadap kelancaran distribusi dan
         pengangkutan komoditas.

         Selain itu, ALII juga berfokus pada optimalisasi pemanfaatan armada tongkang, kapal tunda, Floating
         Transfer Unit (FTU), serta infrastruktur pendukung lainnya guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas
         operasional. Optimalisasi tersebut dilakukan melalui pengaturan utilisasi armada yang lebih efektif,
         peningkatan koordinasi operasional, serta penguatan sistem pemeliharaan dan pengawasan armada.
         Sejalan dengan perkembangan teknologi dan tuntutan industri yang semakin kompetitif, perusahaan juga
         terus meningkatkan investasi dalam digitalisasi proses bisnis melalui penerapan vessel tracking system,
         pemantauan konsumsi bahan bakar, serta pengembangan sistem teknologi informasi seperti GPS
         tracking, Enterprise Resource Planning (ERP), network improvement, sistem komunikasi operasional, dan
         Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP). Implementasi teknologi tersebut diharapkan dapat
         meningkatkan transparansi operasional, mempercepat pengambilan keputusan, serta mendukung
         efisiensi biaya dan pengendalian risiko operasional perusahaan.

         Di sisi pengembangan organisasi, ALII terus berupaya meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber
         daya manusia melalui berbagai program pelatihan, sertifikasi, dan pengembangan keterampilan teknis
         maupun manajerial. Perusahaan memandang bahwa sumber daya manusia yang kompeten dan adaptif
         merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keberlangsungan usaha dan peningkatan kualitas
         layanan. Oleh karena itu, pengembangan SDM dilakukan secara berkesinambungan agar perusahaan
         mampu menghadapi perubahan dinamika industri logistik dan pertambangan yang semakin kompleks,
         termasuk perkembangan teknologi, regulasi, serta tuntutan pasar yang terus berkembang.

         ALII juga menjajaki peluang diversifikasi layanan logistik untuk komoditas selain batu bara, seperti bauksit,
         nikel, bahan bakar cair, dan mineral strategis lainnya. Strategi diversifikasi ini bertujuan untuk memperluas
         sumber pendapatan perusahaan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap satu jenis komoditas
         tertentu. Dengan semakin berkembangnya sektor hilirisasi mineral dan kebutuhan logistik nasional,
         perusahaan melihat adanya peluang pertumbuhan usaha yang signifikan pada berbagai sektor komoditas

Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                             III - 28
Page 71
         strategis. Melalui diversifikasi layanan tersebut, ALII diharapkan dapat memperluas pangsa pasar,
         meningkatkan fleksibilitas bisnis, serta memperkuat ketahanan perusahaan terhadap fluktuasi industri
         pertambangan.

         Dalam rangka menjaga profitabilitas dan daya saing usaha, perusahaan juga menerapkan strategi
         efisiensi biaya melalui better cost management di berbagai lini operasional. Upaya ini dilakukan melalui
         pengendalian biaya operasional, optimalisasi penggunaan bahan bakar, peningkatan efisiensi utilisasi
         armada, serta evaluasi berkelanjutan terhadap struktur biaya perusahaan. Dengan pengelolaan biaya
         yang lebih efektif, perusahaan diharapkan mampu mempertahankan margin usaha yang sehat sekaligus
         meningkatkan kemampuan perusahaan dalam menghadapi tantangan ekonomi dan persaingan industri.

         Secara keseluruhan, seluruh strategi tersebut diarahkan untuk memperkuat positioning ALII sebagai
         penyedia layanan logistik maritim dan pertambangan yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Dalam jangka
         panjang, strategi ini diharapkan dapat mempertahankan kesinambungan pendapatan, meningkatkan
         produktivitas operasional, memperkuat daya saing perusahaan, serta menciptakan pertumbuhan usaha
         yang berkelanjutan. Selain memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, implementasi strategi
         tersebut juga diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi pelanggan, mitra usaha,
         karyawan, dan seluruh pemangku kepentingan melalui penyediaan layanan logistik yang efisien, andal,
         dan berstandar tinggi.

III.8     PENJELASAN, PERTIMBANGAN, DAN ALASAN DILAKUKANNYA TRANSAKSI
         Pelaksanaan transaksi sewa ruang kantor sebagaimana diatur dalam Perjanjian Sewa Ruang Kantor
         merupakan salah satu langkah strategis yang dilakukan ALII dalam rangka mendukung kelancaran
         kegiatan operasional ALII sekaligus memperkuat sinergi antar entitas dalam grup. Melalui transaksi ini,
         ALII diharapkan memperoleh fasilitas ruang kerja yang representatif dan memadai untuk menunjang
         pelaksanaan aktivitas operasional sehari-hari, termasuk kegiatan administrasi, koordinasi internal,
         komunikasi dengan para pemangku kepentingan, serta pelaksanaan fungsi-fungsi pendukung lainnya.
         Keberadaan ruang kantor tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih terstruktur
         sehingga mendukung peningkatan produktivitas dan efektivitas operasional ALII.

         Pertimbangan utama ALII dalam melaksanakan transaksi sewa ruang kantor ini adalah kebutuhan untuk
         memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan entitas-entitas dalam grup. Pemilihan lokasi ruang kantor
         tersebut dipandang sesuai dengan kebutuhan operasional ALII karena berada pada lokasi yang
         mendukung interaksi, komunikasi, dan koordinasi yang lebih intensif dengan pihak-pihak terkait dalam
         grup. Dengan kedekatan lokasi tersebut, ALII diharapkan dapat mempercepat proses penyampaian
         informasi, mempermudah pelaksanaan rapat koordinasi maupun pembahasan berbagai kegiatan
         operasional, serta meningkatkan responsivitas dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan
         kegiatan usaha ALII.

         Selain mendukung efektivitas koordinasi, transaksi sewa ruang kantor ini juga memberikan manfaat dalam
         bentuk peningkatan efisiensi operasional. Tersedianya fasilitas kantor yang memadai memungkinkan ALII
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                        III - 29
Page 72
         untuk menjalankan berbagai aktivitas bisnis secara lebih optimal tanpa perlu melakukan investasi yang
         signifikan untuk penyediaan aset properti sendiri. Di samping itu, keberadaan ruang kantor yang
         terintegrasi dengan lingkungan operasional grup diharapkan dapat mengurangi hambatan koordinasi,
         meningkatkan efisiensi waktu dalam pelaksanaan aktivitas bisnis, serta menciptakan sinergi yang lebih
         baik antar entitas dalam grup.

         Dengan demikian, melalui transaksi sewa ruang kantor ini, ALII diharapkan dapat memperoleh manfaat
         berupa tersedianya fasilitas kerja yang mendukung kegiatan operasional perusahaan secara
         berkesinambungan, meningkatnya efektivitas komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait
         dalam grup, serta terciptanya efisiensi operasional yang memberikan nilai tambah bagi ALII. Pada
         akhirnya, transaksi ini diharapkan dapat mendukung kelancaran operasional ALII, memperkuat sinergi
         antar entitas dalam grup, serta meningkatkan kemampuan ALII dalam menjalankan kegiatan usahanya
         secara lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.

III.9     KESIMPULAN ANALISIS KUALITATIF
         Analisis kualitatif dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan operasional ALII dan entitas anak
         terhadap tersedianya fasilitas ruang kantor yang memadai guna mendukung kelancaran kegiatan usaha
         sehari-hari. Analisis ini juga mencakup penelaahan atas kesesuaian lokasi, ketersediaan fasilitas, efisiensi
         operasional, serta manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan ruang kantor yang berada dalam satu
         kawasan dengan entitas-entitas lain dalam kelompok usaha. Berdasarkan hasil analisis tersebut, Rencana
         Transaksi berupa sewa menyewa ruang kantor antara BGV selaku Pemberi Sewa dengan ALII, ACT, dan
         ATS selaku Penyewa dinilai dapat memberikan manfaat bagi masing-masing Penyewa dalam mendukung
         pelaksanaan kegiatan operasionalnya.

         Transaksi sewa ruang kantor tersebut merupakan langkah yang mendukung terciptanya efektivitas
         operasional melalui penyediaan ruang kerja yang representatif, siap digunakan, dan berada pada lokasi
         yang strategis. Keberadaan ruang kantor di Gedung Bakrie Tower diharapkan dapat mempermudah
         koordinasi, komunikasi, dan pengambilan keputusan antar entitas dalam kelompok usaha, sehingga
         aktivitas administrasi maupun operasional dapat dilaksanakan secara lebih efisien dan terintegrasi. Selain
         itu, tersedianya fasilitas gedung yang memadai juga memberikan dukungan terhadap kelancaran aktivitas
         bisnis masing-masing Penyewa.

         Rencana transaksi ini juga berpotensi meningkatkan efisiensi operasional melalui pemanfaatan ruang
         kantor secara optimal tanpa memerlukan investasi yang besar untuk pengadaan aset perkantoran baru.
         Dengan adanya kepastian hak penggunaan ruang kantor selama jangka waktu sewa, masing-masing
         Penyewa dapat lebih berfokus pada pengembangan kegiatan usaha utamanya, sementara kebutuhan
         atas sarana perkantoran telah terpenuhi secara memadai. Kondisi tersebut diharapkan mampu
         meningkatkan produktivitas kerja, efektivitas koordinasi, serta mendukung pelaksanaan kegiatan usaha
         secara berkesinambungan.



Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                            III - 30
Page 73
         Dengan mempertimbangkan manfaat operasional yang dapat diperoleh, kesesuaian transaksi dengan
         kebutuhan bisnis masing-masing Penyewa, serta dukungannya terhadap efektivitas dan efisiensi kegiatan
         operasional, Rencana Transaksi sewa menyewa ruang kantor tersebut dinilai dapat memberikan
         pengaruh positif terhadap kelancaran dan keberlangsungan kegiatan usaha ALII, ACT, dan ATS.




Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                      III - 31
Page 74
                                                            BAB IV
                                                ANALISIS KUANTITATIF
  IV.1     ANALISIS KINERJA HISTORIS ALII
           Analisis kinerja keuangan historis ALII dari analisis posisi keuangan, laba (rugi), arus kas, rasio keuangan,
           dan informasi perpajakan didasarkan atas laporan keuangan yang telah diaudit oleh (KAP) Y. Sentosa &
           Rekan untuk periode 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025.

  IV.1.1   Laporan Posisi Keuangan
           Berikut adalah laporan posisi keuangan ALII per 31 Desember 2021 sampai dengan per
           31 Desember 2025.

             Tabel IV.1. Laporan Posisi Keuangan ALII periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 (Dalam
                                                            Ribuan Rupiah)
                                     FY2021               FY2022               FY2023          FY2024           FY2025
         Keterangan
                                     Audited              Audited              Audited         Audited          Audited
Aset
Kas dan setara kas                     14.096.598           36.428.128           1.217.057      67.025.418         8.512.596
Piutang usaha                         141.708.750          168.860.767         234.944.587     537.327.680       631.710.979
Piutang lain-lain                               -               39.958                   -      18.275.400        53.993.928
Persediaan                                      -            4.621.196           1.522.997       1.867.192           918.215
Pajak dibayar dimuka                       12.073            1.459.093                   -               -                 -
Uang muka                              10.047.722            9.463.853           3.934.321       2.559.943         1.428.046
Beban dibayar dimuka                    1.716.897            1.120.098           2.555.593       5.306.866         4.109.229
Dana yang dibatasi
                                                  -                    -            133.954     10.200.000        10.200.000
penggunaannya
Aset Lancar                           167.582.040          221.993.093         244.308.509     642.562.499       710.872.993

Aset Tidak Lancar
Piutang lain-lain                               -              716.545                   -                -                -
Piutang pihak berelasi                649.133.826          752.872.142         858.473.453    1.007.029.754    1.160.909.951
Aset pajak tangguhan                    5.448.716           10.123.827           2.435.277        2.380.658        2.891.224
Aset tetap                            362.202.044          381.475.356         716.192.730      807.487.573      883.487.106
Aset hak guna                          18.716.129            9.844.673          36.132.274       30.267.024       29.472.291
Uang muka pembellian aset
                                        5.599.859           19.918.200           54.268.010    127.650.268        44.088.294
tetap
Goodwill                                7.706.340            7.706.340            7.706.340       7.706.340        7.706.340
Aset Tidak Lancar                   1.048.806.915        1.182.657.083        1.675.208.084   1.982.521.617    2.128.555.206
Total Aset                          1.216.388.955        1.404.650.176        1.919.516.593   2.625.084.116    2.839.428.199

Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha                            21.314.124           27.218.264           93.893.045    140.958.817       114.320.331
Beban akrual                            7.069.727            8.911.426           13.518.219     19.504.511        18.900.717
Utang pajak                            20.797.784           32.674.382           65.544.105    142.658.265       181.977.683
Utang lain-lain                         3.062.223            3.383.302              120.255     12.678.683        15.658.068
Utang jangka panjang yang
                                      261.963.040          908.511.022         271.828.828      86.825.275        79.739.055
jatuh tempo dalam satu tahun

    Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                              IV-1
Page 75
                                      FY2021               FY2022               FY2023           FY2024          FY2025
         Keterangan
                                      Audited              Audited              Audited          Audited         Audited
 Liabilitas Jangka Pendek             314.206.898          980.698.396          444.904.452      402.625.551     410.595.854

 Liabilitas Jangka Panjang
 Utang pihak berelasi                   79.485.811           61.086.000           83.606.889      51.118.209      84.684.655
 Utang jangka panjang –
 setelah dikurangi bagian yang         626.127.991           14.029.881         754.092.684      316.046.086     165.470.606
 jatuh tempo dalam satu tahun
 Liabilitas imbalan pascakerja             327.726            1.161.800            2.137.206       1.807.980       2.860.980
 Liabilitas Jangka Panjang             705.941.529           76.277.681          839.836.779     368.972.275     253.016.241
 Total Liabilitas                    1.020.148.427        1.056.976.077        1.284.741.231     771.597.826     663.612.095

 Ekuitas
 Modal saham                          51.000.000             51.000.000           63.303.200      79.129.000      79.129.000
 Tambahan modal di setor -
                                                -                       -         91.779.744     924.351.959     930.702.672
 neto
 Saldo laba                                     -                       -                   -     35.892.601                -
 Penghasilan komprehensif
                                         (11.186)              (393.603)           (285.601)         314.261         526.681
 lain
 Jumlah ekuitas yang dapat
                                     130.662.550            294.241.755         481.009.465      770.278.025    1.073.347.729
 diatribusikan
 Kepentingan nonpengendali            14.589.164              2.825.947           (1.031.446)      43.520.444      92.110.022
 Ekuitas                             196.240.528            347.674.099          634.775.362    1.853.486.290   2.175.816.104
 Total Liabilitas dan Ekuitas     1.216.388.955           1.404.650.176        1.919.516.593    2.625.084.116   2.839.428.199
Sumber : Laporan Keuangan Audit ALII

            a. Aset
                Posisi total aset ALII per 31 Desember 2021 sampai dengan per 31 Desember 2025 memiliki tren yang
                meningkat. Posisi total aset per 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp1,2 triliun naik menjadi Rp2,8
                triliun per 31 Desember 2025 atau naik sebesar 133% dari total aset semula pada tahun 2021 dengan
                laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate {CAGR}) untuk periode 31
                Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 sebesar 23,61%. Secara komposisi pada periode
                31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, komposisi tertinggi total aset ALII merupakan
                aset tidak lancar dengan komposisi sebesar 81,64% terhadap total aset ALII, sedangkan kontribusi
                tertinggi atas aset tidak lancar berasal dari akun Piutang pihak berelasi dengan rata-rata komposisinya
                sebesar 56,43%.

            b. Liabilitas
                Posisi total liabilitas ALII per 31 Desember 2021 sampai dengan per 31 Desember 2025 memiliki tren
                fluktuatif cenderung menurun. Posisi total liabilitas per 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp1 triliun
                turun menjadi Rp663 miliar per 31 Desember 2025 atau turun sebesar 35% dari total liabilitas semula
                pada tahun 2021 dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate
                {CAGR}) untuk periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 sebesar negatif
                10,19%. Secara komposisi pada periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025,
                komposisi tertinggi total liabilitas ALII merupakan liabilitas jangka pendek dengan komposisi sebesar


     Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                              IV-2
Page 76
               54,45% terhadap total liabilitas ALII, sedangkan kontribusi tertinggi atas liabilitas jangka pendek
               berasal dari akun utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun dengan rata-rata
               komposisinya sebesar 69,59%.

           c. Ekuitas
               Posisi total ekuitas ALII per 31 Desember 2021 sampai dengan per 31 Desember 2025 memiliki tren
               yang meningkat. Posisi total ekuitas ALII per 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp196 miliar naik
               menjadi Rp2,2 triliun per 31 Desember 2025 atau naik sebesar 1009% dengan laju pertumbuhan
               majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate {CAGR}) sebesar 82,48%. Secara komposisi pada
               periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, rata-rata komposisi ekuitas terhadap
               total liabilitas dan ekuitas adalah sebesar 44,24%, sedangkan komposisi tertinggi dari total ekuitas
               ALII berasal dari akun jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan dengan rata-rata komposisinya sebesar
               63,58%.

  IV.1.2   Laporan Laba (Rugi)
           Berikut adalah laporan laba rugi ALII per 31 Desember 2021 sampai dengan per
           31 Desember 2025.

                       Tabel IV.2. Laporan Laba (Rugi) ALII periode 31 Desember 2021 – 31 Desember (Dalam
                                                                Ribuan Rupiah)
                                      FY2021              FY2022               FY2023          FY2024          FY2025
        Keterangan
                                     Audited              Audited              Audited         Audited         Audited
Pendapatan neto                       627.716.931          670.120.383         931.005.802     920.552.022     970.228.976
Beban pokok pendapatan           (324.762.816)           (368.903.994)        (554.128.572)   (519.624.281)   (529.839.224)
Laba Bruto                         302.954.115             301.216.389          376.877.230     400.927.741     440.389.752
Beban Usaha                       (26.589.153)            (37.390.193)         (70.638.923)    (78.856.851)    (80.823.571)
Laba Usaha                         276.364.962             263.826.196          306.238.307     322.070.890     359.566.181
Penghasilan lain-lain             (85.238.299)           (116.627.326)        (112.040.099)      16.265.725     137.382.867
Laba (Rugi) Sebelum Pajak          191.126.662             147.198.870          194.198.208     338.336.615     496.949.048
Manfaat (beban) pajak
                                    (2.478.418)              4.617.118         (11.287.891)    (38.736.482)    (74.073.666)
penghasilan – bersih
Laba (Rugi) Tahun Berjalan         188.648.244             151.815.988         182.910.317     299.600.133     422.875.382
Sumber : Laporan Keuangan Audit ALII

            a. Pendapatan
               Pendapatan ALII pada tahun 2021 sampai dengan 2025 menunjukkan pertumbuhan dengan tren yang
               meningkat dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate {CAGR})
               sebesar 11,50%. Pada periode yang berakhir 31 Desember 2025 tercatat pendapatan ALII adalah
               sebesar Rp970 miliar.

            b. Beban Pokok Pendapatan
               Beban pokok pendapatan ALII pada tahun 2021 sampai dengan 2025 menunjukkan pertumbuhan
               dengan tren fluktuatif cenderung meningkat dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
               Annual Growth Rate {CAGR}) sebesar 13,02%. Pada tahun 2021 sampai dengan 2025 rata-rata

    Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                            IV-3
Page 77
                proporsi beban pokok pendapatan terhadap pendapatan adalah sebesar negatif 55,47%. Pada
                periode yang berakhir 31 Desember 2025, tercatat beban pokok penjualan ALII adalah sebesar Rp530
                miliar.

             c. Beban Usaha
                Beban usaha ALII pada tahun 2021 sampai dengan 2025 mengalami pertumbuhan dengan tren
                meningkat dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate {CAGR})
                sebesar 32,04%. Pada tahun 2021 sampai dengan 2025 rata-rata proporsi beban usaha terhadap
                pendapatan adalah sebesar negatif 6,86%. Pada periode yang berakhir 31 Desember 2025, tercatat
                total beban usaha ALII adalah sebesar Rp81 miliar.

             d. Laba (Rugi) Tahun Berjalan
                Laba (Rugi) tahun berjalan ALII pada tahun 2021 sampai dengan 2025 mengalami tren yang fluktuatif
                cenderung meningkat, mengalami peningkatan paling tinggi terjadi pada tahun 2024, dari laba (rugi)
                tahun berjalan sebesar Rp183 miliar pada periode 2023 meningkat menjadi Rp300 miliar atau sebesar
                63,80%. Pada periode yang berakhir 31 Desember 2025, tercatat laba (rugi) tahun berjalan ALII
                adalah sebesar Rp423 miliar.

   IV.1.3   Laporan Arus Kas
            Berikut adalah laporan arus kas ALII per 31 Desember 2021 sampai dengan per
            31 Desember 2025.

                          Tabel IV.3. Laporan Arus Kas ALII periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                          (Dalam Ribuan Rupiah)
                                 FY2021                FY2022                FY2023          FY2024          FY2025
      Keterangan
                                 Audited               Audited               Audited         Audited         Audited
Arus Kas Dari Aktivitas
Operasi
Penerimaan kas dari
                                              -         642.664.953          864.529.222      611.829.653     875.186.079
pelanggan
Laba sebelum perubahan
                                  226.541.998                       -                    -               -               -
pada modal kerja
Perubahan pada aset dan
                                (119.380.657)                       -                    -               -               -
liabilitas operasi
Pembayaran kas kepada
                                              -       (287.222.316)         (413.229.585)    (443.758.884)   (412.527.690)
pemasok
Pembayaran kas kepada
                                              -        (12.052.978)          (19.854.481)     (27.036.723)    (28.452.935)
karyawan
Penerimaan bunga bank                         -             468.318               241.950       3.554.585       1.792.728
Penerimaan klaim
                                              -                     -           2.685.199                -               -
asuransi aset tetap
Pembayaran bunga
                                              -          (1.438.736)          (3.556.015)      (3.470.930)     (3.206.959)
liabilitas sewa
Pembayaran bunga
                                              -       (196.770.794)         (285.533.449)     (92.925.220)    (29.467.898)
pinjaman jangka panjang
Pembayaran pajak                              -        (71.947.156)          (55.445.149)     (57.507.060)   (124.005.760)
Kas neto dari aktivitas
                                  107.161.341            73.701.291            89.837.692      (9.314.579)    279.317.565
operasi


     Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                           IV-4
Page 78
                                  FY2021                FY2022                FY2023            FY2024          FY2025
      Keterangan
                                  Audited               Audited               Audited           Audited         Audited


Arus Kas Dari Aktivitas
Investasi
Penurunan (kenaikan)
neto piutang pihak                 (74.410.231)           65.581.321          (11.161.500)        46.050.000      (3.875.000)
berelasi
Perolehan aset tetap dan
pembayaran uang muka               (43.956.422)         (62.997.376)         (256.047.110)     (141.116.973)    (105.096.492)
pembelian aset tetap
Penambahan Aset hak
                                    (6.023.478)
guna
Penerimaan dari
                                               -                     -               5.999
penjualan entitas anak
Kenaikan dana yang
                                               -                     -           (133.954)      (10.066.046)                -
dibatasi penggunaannya
Kas neto dari aktivitas
                                 (124.390.130)             2.583.945         (267.336.565)     (105.133.019)    (108.971.492)
investasi

Arus Kas Dari Aktivitas
Pendanaan
Pembayaran liabilitas
                                               -          (9.779.197)          (3.561.682)        (5.835.955)     (2.982.492)
sewa
Pembayaran dividen                             -                     -                    -                 -    (71.216.100)
Pembayaran pinjaman
                                               -        (20.710.259)         (955.579.304)    (1.182.303.244)   (154.660.303)
jangka panjang
Penurunan neto utang
                                   (13.475.554)         (23.464.250)                      -     (34.528.362)                -
pihak berelasi
Penerimaan dari
penerbitan saham baru
                                               -                     -           3.583.200       860.923.520                -
melalui penawaran umum
perdana saham
Penerimaan pinjaman
                                    43.756.220                       -       1.097.845.588       542.000.000                -
jangka panjang
Kas neto dari aktivitas
                                    30.280.667          (53.953.706)          142.287.802        180.255.959    (228.858.895)
pendanaan

Kenaikan (Penurunan)
Neto Kas dan Setara                 13.051.877            22.331.530          (35.211.071)        65.808.361     (58.512.822)
Kas

Kas dan Setara Kas
                                 1.044.720                14.096.598            36.428.128         1.217.057      67.025.418
Awal Tahun
Kas dan Setara Kas
                                14.096.598                36.428.128             1.217.057        67.025.418       8.512.596
Akhir Tahun
Sumber : Laporan Keuangan Audit ALII

             Dari laporan arus kas yang diperoleh, aktivitas arus kas ALII pada periode yang berakhir per
             31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
             ➢ Arus kas bersih dari aktivitas operasi ALII menunjukkan arus kas masuk bersih dari aktivitas operasi
                 sebesar Rp279 miliar, tercatat meningkat jika di bandingkan dengan periode 31 Desember 2024 yang
                 disebabkan oleh kenaikan penerimaan kas dari pelanggan pada periode 31 Desember 2025.




      Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                             IV-5
Page 79
         ➢ Arus kas bersih dari aktivitas investasi ALII menunjukkan arus kas keluar bersih dari aktivitas investasi
             sebesar Rp109 miliar, tercatat meningkat jika di bandingkan dengan periode 31 Desember 2024 yang
             disebabkan oleh penurunan (kenaikan) neto piutang pihak berelasi pada periode 31 Desember 2025.
         ➢ Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan ALII menunjukkan arus kas keluar bersih dari aktivitas
             pendanaan sebesar Rp229 miliar, tercatat menurun jika di bandingkan dengan periode 31 Desember
             2024 yang sebagian besar berasal dari pembayaran pinjaman bank jangka panjang pada periode 31
             Desember 2025.
         ➢ Defisit periode berjalan ALII untuk periode 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp59 miliar.

IV.2     ANALISIS VERTIKAL
         Berikut adalah analisis common size (analisis vertikal) ALII dalam kurun waktu per 31 Desember 2021
         sampai dengan per 31 Desember 2025.

            Tabel IV.4. Analisis Vertikal Posisi Keuangan ALII periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                       FY2021              FY2022               FY2023          FY2024        FY2025
         Keterangan
                                       Audited             Audited              Audited         Audited       Audited
Aset Lancar
Kas dan setara kas                           8,41%               16,41%                0,50%        10,43%          1,20%
Piutang usaha                               84,56%               76,07%               96,17%        83,62%         88,86%
Piutang lain-lain                            0,00%                0,02%                0,00%         2,84%          7,60%
Persediaan                                   0,00%                2,08%                0,62%         0,29%          0,13%
Pajak dibayar dimuka                         0,01%                0,66%                0,00%         0,00%          0,00%
Uang muka                                    6,00%                4,26%                1,61%         0,40%          0,20%
Beban dibayar dimuka                         1,02%                0,50%                1,05%         0,83%          0,58%
Dana yang dibatasi
                                             0,00%                0,00%                0,05%         1,59%             1,43%
penggunaannya
Total Aset Lancar                           13,78%               15,80%               12,73%        24,48%         25,04%

Aset Tidak Lancar
Piutang lain-lain                            0,00%                0,06%                0,00%         0,00%          0,00%
Piutang pihak berelasi                      61,89%               63,66%               51,25%        50,80%         54,54%
Aset pajak tangguhan                         0,52%                0,86%                0,15%         0,12%          0,14%
Aset tetap                                  34,53%               32,26%               42,75%        40,73%         41,51%
Aset hak guna                                1,78%                0,83%                2,16%         1,53%          1,38%
Uang muka pembellian aset
                                             0,53%                1,68%                3,24%         6,44%             2,07%
tetap
Goodwill                                     0,73%               0,65%                  0,46%        0,39%          0,36%
Total Aset Tidak Lancar                     86,22%              84,20%                 87,27%       75,52%         74,96%
Total Aset                                 100,00%             100,00%                100,00%      100,00%        100,00%

Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha                                  6,78%                2,78%               21,10%        35,01%         27,84%
Beban akrual                                 2,25%                0,91%                3,04%         4,84%          4,60%
Utang pajak                                  6,62%                3,33%               14,73%        35,43%         44,32%
Utang lain-lain                              0,97%                0,34%                0,03%         3,15%          3,81%



  Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                             IV-6
Page 80
                                        FY2021              FY2022               FY2023          FY2024        FY2025
          Keterangan
                                        Audited             Audited              Audited         Audited       Audited
 Utang jangka panjang yang
                                             83,37%               92,64%               61,10%        21,56%         19,42%
 jatuh tempo dalam satu tahun
 Total Liabilitas Jangka
                                             30,80%               92,78%               34,63%        52,18%         61,87%
 Pendek



 Liabilitas Jangka Panjang
 Utang pihak berelasi                        11,26%               80,08%                9,96%        13,85%         33,47%
 Utang jangka panjang – setelah
 dikurangi bagian yang jatuh                 88,69%               18,39%               89,79%        85,66%         65,40%
 tempo dalam satu tahun
 Liabilitas imbalan pascakerja                0,05%                1,52%                0,25%         0,49%             1,13%
 Total Liabilitas Jangka
                                             69,20%                7,22%               65,37%        47,82%         38,13%
 Panjang
 Total Liabilitas                            83,87%               75,25%               66,93%        29,39%         23,37%

 Ekuitas
 Modal saham                               25,99%                 14,67%                9,97%         4,27%          3,64%
 Tambahan modal di setor - neto              0,00%                 0,00%               14,46%        49,87%         42,77%
 Saldo laba                                  0,00%                 0,00%                0,00%         1,94%          0,00%
 Penghasilan komprehensif lain              -0,01%                -0,11%               -0,04%         0,02%          0,02%
 Jumlah ekuitas yang dapat
                                           66,58%                 84,63%               75,78%        41,56%         49,33%
 diatribusikan
 Kepentingan nonpengendali                   7,43%                0,81%                 -0,16%        2,35%          4,23%
 Total Ekuitas                             16,13%                24,75%                 33,07%       70,61%         76,63%
 Total Liabilitas dan Ekuitas             100,00%               100,00%                100,00%      100,00%        100,00%
Sumber : Laporan Keuangan Audit ALII (data diolah)

          Dari tabel di atas dapat dilihat dalam kurun waktu per 31 Desember 2021 sampai dengan per 31 Desember
          2025 komposisi tertinggi total aset ALII merupakan aset tidak lancar dengan komposisi sebesar 81,64%
          terhadap total aset ALII, sedangkan kontribusi tertinggi atas aset tidak lancar berasal dari akun Piutang
          Pihak Berelasi dengan rata-rata komposisinya sebesar 56,43%, dan total aset ALII menunjukkan tren
          meningkat. komposisi tertinggi total liabilitas ALII merupakan liabilitas jangka pendek dengan komposisi
          sebesar 54,45% terhadap total liabilitas ALII, sedangkan kontribusi tertinggi atas liabilitas jangka pendek
          berasal dari akun utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun dengan rata-rata
          komposisinya sebesar 55,62%, dan total liabilitas ALII menunjukkan tren yang cenderung fluktuatif. Pada
          sisi Ekuitas rata-rata komposisi ekuitas terhadap total liabilitas dan ekuitas adalah sebesar 44,24%,
          sedangkan komposisi tertinggi dari total ekuitas ALII berasal dari akun jumlah ekuitas yang dapat
          diatribusikan dengan rata-rata komposisinya sebesar 63,58%, dan total ekuitas ALII menunjukkan tren
          yang meningkat.

                 Tabel IV.5. Analisis Vertikal Laba/Rugi ALII periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                        FY2021              FY2022               FY2023          FY2024        FY2025
          Keterangan
                                        Audited             Audited              Audited         Audited       Audited
 Pendapatan neto                           100,00%             100,00%              100,00%         100,00%       100,00%
 Beban pokok pendapatan                     -51,74%              -55,05%               -59,52%      -56,45%        -54,61%


   Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                             IV-7
Page 81
                                        FY2021              FY2022               FY2023          FY2024        FY2025
          Keterangan
                                        Audited             Audited              Audited         Audited       Audited
 Laba Bruto                                 48,26%              44,95%               40,48%          43,55%        45,39%
 Beban usaha                                 -4,24%              -5,58%               -7,59%          -8,57%        -8,33%
 Laba Usaha                                 44,03%              39,37%               32,89%          34,99%        37,06%
 Penghasilan lain-lain                     -13,58%             -17,40%              -12,03%            1,77%       14,16%
 Laba Sebelum Pajak
                                           30,45%                 21,97%               20,86%        36,75%        51,22%
 Penghasilan
 Beban pajak penghasilan –
                                            -0,39%                 0,69%                -1,21%       -4,21%        -7,63%
 bersih
 Laba (Rugi) Tahun Berjalan                30,05%                 22,66%               19,65%        32,55%        43,59%
Sumber : Laporan Keuangan Audit ALII (data diolah)

           Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa dalam kurun waktu per 31 Desember 2021 sampai dengan per 31
           Desember 2025, perbandingan beban pokok pendapatan terhadap pendapatan berkisar antara -51,74%
           sampai -55,05% dengan tren yang fluktuatif. Pada perbandingan Laba Bruto terhadap pendapatan
           berkisaran 40,48% sampai dengan 48,26% dengan tren pertumbuhan yang meingkat. Pada perbandingan
           Beban Usaha terhadap pendapatan berkisaran -4,24% sampai dengan -8,57% dengan tren pertumbuhan
           yang meningkat. Pada perbandingan Laba Usaha terhadap pendapatan berkisaran 32,89% sampai
           dengan 44,03% dengan tren pertumbuhan yang meningkat. Sementara perbandingan Laba Sebelum
           Pajak Penghasilan terhadap pendapatan ALII berkisar antara 20,86% sampai dengan 51,22% dengan
           tren pertumbuhan yang meningkat. Pada perbandingan Laba (Rugi) Tahun Berjalan terhadap pendapatan
           berkisar antara 19,65% sampai dengan 43,59% dengan tren pertumbuhan yang meningkat.

 IV.3      ANALISIS RASIO
           Analisa rasio pada dasarnya adalah mencari perbandingan sesuatu dengan sesuatu lainnya. Oleh karena
           itu dalam implementasinya akan banyak sekali rasio yang dapat diukur sesuai dengan tujuan analisis.
           Analisa rasio keuangan adalah menyatakan ulang data-data keuangan atau data akuntansi secara relatif
           untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan suatu perusahaan dengan menggunakan berbagai
           metode perhitungan serta interpretasi atas hasil perbandingan tersebut untuk menilai kinerja keuangan
           selama periode analisis. Berikut adalah perkembangan indikator utama keuangan ALII dalam kurun waktu
           31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.

                                               Tabel IV.6. Rasio Keuangan ALII
                                        FY2021               FY2022              FY2023          FY2024        FY2025
          Keterangan
                                        Audited             Audited              Audited         Audited       Audited
 LIQUIDITY
 Current Ratio                               53,33%               22,64%               54,91%       159,59%       173,13%
 Quick Ratio                                 49,59%               20,94%               53,08%       154,64%       169,08%
 Net Working Capital to Asset
 Ratio                                      -12,05%              -54,01%               -10,45%        9,14%        10,58%

 SOLVABILITY
 Debt to Equity Ratio                       452,55%             265,35%                161,62%       21,74%        11,27%
 Debt to Total Assets Ratio                 319,06%                4,04%               118,80%       17,05%            7,60%

   Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                            IV-8
Page 82
                                        FY2021               FY2022              FY2023         FY2024       FY2025
          Keterangan
                                        Audited             Audited              Audited        Audited      Audited
 Long Term Debt to Equity Ratio              73,01%               65,68%               53,45%       15,35%           8,64%

 PROFITABILITY
 Gross Profit Margin                         48,26%               44,95%               40,48%       43,55%       45,39%
 Operating Profit Margin                     44,03%               39,37%               32,89%       34,99%       37,06%
 Net Profit Margin                           30,05%               22,66%               19,65%       32,55%       43,59%
 Rate of Return on Asset                   15,51%                 10,81%               9,53%        11,41%       19,86%
 Rate of Return on Equity                  96,13%                 43,67%               28,81%       16,16%       25,91%
Sumber: Laporan Keuangan Audit ALII (data diolah)

           Rasio likuiditas ALII menunjukkan tren yang fluktuatif dengan kecenderungan yang meningkat dari periode
           31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, dimana pada periode 31 Desember 2025 ALII
           mencatat Current Ratio yang meningkat menjadi 173,13% dibandingkan periode 31 Desember 2024
           sebesar 159,59%, dimana rasio ini menggambarkan kemampuan ALII melunasi utang lancar dengan aset
           lancarnya. Quick Ratio yang meningkat menjadi 169,08% dibandingkan periode 31 Desember 2024
           sebesar 154,64%, dimana rasio ini mengukur kemampuan perusahaan melunasi kewajiban lancarnya
           dalam jangka pendek menggunakan aset yang paling mudah dicairkan (aset cepat), tidak termasuk
           persediaan. Net Working Capital to Asset Ratio meningkat menjadi 10,58% dibandingkan tahun periode
           31 Desember 2024 sebesar 9,14%, dimana rasio ini menggambarkan proporsi modal kerja terhadap total
           aset ALII.

           Rasio Solvabilitas ALII pada periode 31 Desember 2025 mencatat Debt to Equity Ratio sebesar 11,27%,
           dimana rasio ini menggambarkan besaran utang terhadap ekuitasnya. Debt to Total Asset Ratio tercatat
           sebesar 7,60%, dimana rasio ini menggambarkan proporsi utang terhadap asetnya dan kemampuan
           melunasi utang dengan aset yang dimiliki. Long Term Debt to Equity Ratio tercatat sebesar 8,64% dimana
           rasio ini menggambarkan besaran utang jangka panjang terhadap ekuitas ALII.

           Rasio profitabilitas ALII menunjukkan tren yang fluktuatif cenderung meningkat dari periode 31 Desember
           2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025. Tercatat per 31 Desember 2025 Gross Profit Margin
           meningkat menjadi 45,39% dibandingkan 31 Desember 2024 sebesar 43,55%. Diikuti dengan Operating
           Profit Margin yang naik menjadi 37,06% dibandingkan 31 Desember 2024 sebesar 34,99% dan Net Profit
           Margin menunjukkan kenaikan menjadi 43,59% dibandingkan 31 Desember 2024 sebesar 32,55%. Rasio
           imbal hasil yang dihasilkan dari pemanfaatan aset (ROA) dan ekuitas (ROE) menggunakan perhitungan
           laba (rugi) tahun berjalan yang disetahunkan menunjukkan return positif, dimana rasio imbal hasil
           terhadap aset (ROA) tercatat pada periode yang berakhir per 31 Desember 2025 adalah sebesar 19,86%
           dan rasio imbal hasil terhadap ekuitas (ROE) untuk periode yang berakhir per 31 Desember 2025 sebesar
           25,91%.




   Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                          IV-9
Page 83
IV.4    INFORMASI PERPAJAKAN
        Informasi perpajakan ALII per tanggal 31 Desember 2025 berdasarkan Laporan Keuangan Audited, utang
        pajak yang terdiri dari:
                Pajak penghasilan badan perusahaan
                Pasal 21                                                         Rp           469
                Pasal 23                                                         Rp        93.966
                Pasal 15                                                         Rp      400.021
                Pasal 25                                                         Rp      487.713
                Pasal 4 (2)                                                      Rp        7.362
                Pasal 29                                                         Rp    4.517.038
                Pajak pertambahan nilai – bersih                                 Rp    62.114.709
                Total                                                            Rp    67.621.278
                Pajak penghasilan badan entitas anak


                Pasal 21                                                         Rp        16.806
                Pasal 23                                                         Rp        31.378
                Pasal 26                                                         Rp    42.415.328
                Pasal 25                                                         Rp     1.258.004
                Pasal 4 (2)                                                      Rp        41.891
                Pasal 29                                                         Rp    43.255.707
                Pajak pertambahan nilai – bersih                                 Rp    27.337.291
                Total                                                            Rp   114.356.405

        Sedangkan, manfaat (beban) pajak ALII per tanggal 31 Desember 2025, terdiri dari:
                Pajak penghasilan kini                                           Rp   (74.575.334)
                Pajak Tangguhan                                                  Rp       501.668
                Total                                                            Rp   (74.073.666)

IV.5    ANALISIS ATAS LAPORAN KEUANGAN PROFORMA ALII
        Analisis atas proforma laporan keuangan ALII sebelum dan setelah transaksi. Tabel di bawah ini
        menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi ALII sebelum
        dan setelah transaksi, berdasarkan Laporan Keuangan Proforma yang disusun Manajemen ALII per 31
        Desember 2025.

        Berdasarkan atas Proforma Laporan Keuangan ALII di atas dan berdasarkan atas dokumen-dokumen
        draf perjanjian dan informasi dari manajemen terkait Rencana Transaksi, terdapat penyesuaian pada
        Posisi Keuangan ALII dan Laba/Rugi ALII.

        Setelah transaksi efektif dilaksanakan, terdapat penyesuaian pada beberapa pos Laporan Posisi
        Keuangan Proforma dengan rincian sebagai berikut:

 Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                   IV-10
Page 84
         Tabel IV.7. Laporan Posisi Keuangan Proforma ALII pada Tanggal 31 Desember 2025 (dalam Ribuan
                                                             Rupiah)

                       Keterangan                    Sebelum Transaksi              Penyesuaian       Setelah Transaksi

         Aset Lancar
         Kas dan setara kas                                    8.512.596                                      8.512.596
         Piutang usaha                                       631.710.979                                    631.710.979
         Piutang lain-lain                                    53.993.928                                     53.993.928
         Persediaan                                              918.215                                        918.215
         Uang muka                                             1.428.046                                      1.428.046
         Beban dibayar dimuka                                  4.109.229                                      4.109.229
         Dana yang dibatasi penggunaannya                     10.200.000                                     10.200.000
         Total Aset Lancar                                   710.872.993                          -         710.872.993

         Aset Tidak Lancar
         Piutang pihak berelasi                            1.160.909.951                                   1.160.909.951
         Aset pajak tangguhan                                  2.891.224                                       2.891.224
         Aset tetap                                          883.487.106                                     883.487.106
         Aset hak guna                                        29.472.291                 3.798.660            33.270.951
         Uang muka pembellian aset tetap                      44.088.294                                      44.088.294
         Goodwill                                              7.706.340                                       7.706.340
         Total Aset Tidak Lancar                           2.128.555.206                 3.798.660         2.132.353.866
         Total Aset                                        2.839.428.199                 3.798.660         2.843.226.859

         Liabilitas Jangka Pendek
         Utang usaha                                         114.320.331                                    114.320.331
         Beban akrual                                         18.900.717                                     18.900.717
         Utang pajak                                         181.977.683                                    181.977.683
         Utang lain-lain                                      15.658.068                                     15.658.068
         Utang jangka panjang yang jatuh
                                                              79.739.055                 1.199.137           80.938.192
         tempo dalam satu tahun
         Total Liabilitas Jangka Pendek                      410.595.854                 1.199.137          411.794.991

         Liabilitas Jangka Panjang
         Utang pihak berelasi                                 84.684.655                                     84.684.655
         Utang jangka panjang – setelah
         dikurangi bagian yang jatuh tempo                   165.470.606                 2.599.523          168.070.129
         dalam satu tahun
         Liabilitas imbalan pascakerja                          2.860.980                                     2.860.980
         Total Liabilitas Jangka Panjang                     253.016.241                 2.599.523          255.615.764
         Total Liabilitas                                    663.612.095                 3.798.660          667.410.755

         Ekuitas
         Modal saham                                          79.129.000                          -          79.129.000
         Tambahan modal di setor - neto                      930.702.672                          -         930.702.672
         Saldo laba                                           18.990.960                          -          18.990.960
         Pengukuran kembali liabilitas imbalan
                                                                  526.681                         -             526.681
         pascakerja


Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                   IV-11
Page 85
                       Keterangan                    Sebelum Transaksi              Penyesuaian       Setelah Transaksi
        Jumlah ekuitas yang dapat
                                                           1.054.356.769                          -        1.054.356.769
        diatribusikan
        Kepentingan nonpengendali                             92.110.022                         -            92.110.022
        Total Ekuitas                                      2.175.816.104                         -         2.175.816.104
        Total Liabilitas dan Ekuitas                       2.839.428.199                 3.798.660         2.843.226.859
       Sumber: Manajemen ALII
       1. Aset hak guna
           Penyesuaian pada pos aset hak guna adalah sebesar Rp3,8 miliar, berupa aset hak guna milik ALII
           saat melakukan penyewaan ruang kantor yang meningkatkan saldo aset hak guna ALII sebesar
           12,89% setelah transaksi dilakukan.

       2. Utang Jangka Panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun
           Penyesuaian pada pos utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun sebesar Rp1,2 miliar,
           peningkatan ini sehubungan dengan kenaikan pada pos aset hak guna saat melakukan penyewaan
           ruang kantor yang meningkatkan saldo utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun ALII
           sebesar 1,50% setelah transaksi dilakukan.

       3. Utang jangka panjang – setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
           Penyesuaian pada pos utang jangka panjang adalah sebesar Rp2,6 miliar, peningkatan ini
           sehubungan dengan kenaikan pada pos aset hak guna saat melakukan penyewaan ruang kantor yang
           meningkatkan saldo utang jangka panjang ALII sebesar 1,57% setelah transaksi dilakukan.

       Setelah transaksi efektif dilaksanakan ALII akan mengalami peningkatan pada bagian aset dan liabilitas.
       Total aset tidak lancar ALII tercatat mengalami penyesuaian sebesar Rp3,8 miliar dan total aset ALII
       mengalami kenaikan sebesar 0,18%.

       Total liabilitas jangka pendek ALII tercatat mengalami penyesuaian sebesar Rp1,2 miliar dan total liabilitas
       jangka panjang ALII mengalami penyesuaian sebesar Rp2,6 miliar sehingga penyesuaian total liabilitas
       ALI adalah sebesar Rp3,8 miliar dan total liabilitas ALII mengalami kenaikan sebesar 0,57%.

       Selanjutnya penyesuaian pada beberapa pos Laba (Rugi) Proforma dengan rincian sebagai berikut:

      Tabel IV.8. Laporan Laba (Rugi) Proforma ALII pada Tanggal 31 Desember 2025 (dalam Ribuan Rupiah)

                       Keterangan                    Sebelum Transaksi              Penyesuaian       Setelah Transaksi
        Pendapatan neto                                      970.228.976                                     970.228.976
        Beban pokok pendapatan                             (529.839.224)                                   (529.839.224)
        Laba Bruto                                           440.389.752                          -          440.389.752
        Beban Usaha                                         (80.823.571)                                    (80.823.571)
        Laba Usaha                                           359.566.181                          -          359.566.181
        Penghasilan lain-lain                                137.382.867                                     137.382.867
        Laba Sebelum Pajak Penghasilan                       496.949.048                          -          496.949.049
        Beban pajak penghasilan (bersih)                    (74.073.666)                                    (74.073.666)
        Laba Periode Berjalan                                422.875.382                          -          422.875.383
       Sumber: Manajemen ALII

Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                   IV-12
Page 86
         Berdasarkan laporan laba rugi proforma, setelah transaksi efektif dilaksanakan ALII tidak terdapat
         penyesuaian pada pos laba bruto, laba usaha, laba sebelum pajak penghasilan, dan laba periode berjalan.

IV.6     ANALISIS INKREMENTAL
IV.6.1   Asumsi Proyeksi Keuangan ALII
         Dalam penyusunan proyeksi keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja ALII pada
         tahun-tahun sebelumnya, dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang. Di samping
         itu, berbagai informasi dan saran yang relevan diberikan sehubungan dengan perubahan-perubahan pada
         setiap faktor dalam jangka waktu yang telah ditetapkan juga turut menjadi bahan pertimbangan. Secara
         garis besar, tidak ada penyesuaian yang kami lakukan terhadap target kinerja ALII.

IV.6.2   Periode Proyeksi Keuangan ALII
         Proyeksi keuangan eksplisit (periode tetap) yang digunakan didasarkan pada Business Plan manajemen
         mulai 31 Desember 2026 sampai dengan 31 Desember 2031 yang kemudian kami sesuaikan dengan
         kinerja ALII pada 31 Desember 2025. Ditetapkan proyeksi hingga 31 Desember 2031 dengan
         mempertimbangkan pada tahun tersebut perusahaan sudah mencapai fase maturity-nya, dengan
         indikator tidak terdapat peningkatan pendapatan yang signifikan sehingga proyeksi setelah periode
         tersebut sudah dapat tercermin dari proyeksi keuangan 31 Desember 2031.

IV.6.3   Kontribusi Nilai Tambah terhadap ALII
         Berdasarkan proyeksi keuangan ALII yang disusun oleh manajemen ALII, proyeksi laba rugi ALII untuk
         tahun yang berakhir pada periode 31 Desember 2026 – 31 Desember 2031 adalah sebagai berikut:

                           Tabel IV.9 Proyeksi Laba Rugi ALII Tanpa Transaksi (dalam Ribuan Rupiah)
                                FY2026           FY2027            FY2028              FY2029            FY2030            FY2031
         Keterangan
                                Proyeksi         Proyeksi          Proyeksi            Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi
   Pendapatan neto             1.432.355.630    2.010.870.465     4.210.388.853       4.767.693.823     4.924.895.523     4.934.486.148
   Beban pokok
                               (778.000.768)   (1.071.456.492)   (1.746.624.764)     (1.837.935.194)   (1.886.209.201)   (1.920.416.794)
   pendapatan
   Laba (Rugi) Kotor            654.354.862       939.413.973     2.463.764.088       2.929.758.629     3.038.686.321     3.014.069.353
   Beban usaha                 (110.845.764)    (119.904.841)     (128.866.846)       (134.512.970)     (146.073.432)     (146.788.062)
   Laba (rugi) Usaha            543.509.097       819.509.132     2.334.897.242       2.795.245.658     2.892.612.889     2.867.281.291
   Penghasilan lain-lain         84.723.531      (46.366.606)      (49.281.523)        (48.811.732)      (44.371.204)      (40.800.752)
   Laba (Rugi) Sebelum
                                628.232.628       773.142.526     2.285.615.719       2.746.433.927     2.848.241.685     2.826.480.539
   Pajak
   Manfaat (beban) pajak
                                (74.060.123)     (96.830.758)     (297.852.807)       (300.843.891)     (300.429.072)     (300.866.166)
   penghasilan – bersih
   Laba (Rugi) Tahun
                                554.172.506       676.311.768     1.987.762.912       2.445.590.036     2.547.812.614     2.525.614.373
   Berjalan
 Sumber: Manajemen ALII (data diolah)


                       Tabel IV.10 Proyeksi Laba Rugi ALII Dengan Transaksi (dalam Ribuan Rupiah)
                                FY2026           FY2027            FY2028              FY2029            FY2030            FY2031
         Keterangan
                                Proyeksi         Proyeksi          Proyeksi            Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi
   Pendapatan neto             1.432.355.630    2.010.870.465     4.210.388.853       4.767.693.823     4.924.895.523     4.934.486.148
   Beban pokok
                               (778.000.768)   (1.071.456.492)   (1.746.624.764)     (1.837.935.194)   (1.886.209.201)   (1.920.416.794)
   pendapatan

 Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                         IV-13
Page 87
                                FY2026             FY2027             FY2028           FY2029          FY2030          FY2031
         Keterangan
                                Proyeksi           Proyeksi           Proyeksi         Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi
   Laba (Rugi) Kotor            654.354.862        939.413.973      2.463.764.088    2.929.758.629   3.038.686.321   3.014.069.353
   Beban usaha                 (110.845.764)      (119.904.841)     (128.866.846)    (134.512.970)   (146.073.432)   (146.788.062)
   Laba (rugi) Usaha            543.509.097        819.509.132      2.334.897.242    2.795.245.658   2.892.612.889   2.867.281.291
   Penghasilan lain-lain         84.538.845        (46.481.727)      (49.323.009)     (48.811.732)    (44.371.204)    (40.800.752)
   Laba (Rugi) Sebelum
                                628.047.942        773.027.405      2.285.574.234    2.746.433.927   2.848.241.685   2.826.480.539
   Pajak
   Manfaat (beban) pajak
                                (74.019.492)       (96.805.431)     (297.843.680)    (300.843.891)   (300.429.072)   (300.866.166)
   penghasilan – bersih
   Laba (Rugi) Tahun
                                554.028.450        676.221.974      1.987.730.554    2.445.590.036   2.547.812.614   2.525.614.373
   Berjalan
 Sumber: Manajemen ALII (data diolah)

          Berdasarkan proyeksi laba rugi tanpa transaksi dan dengan transaksi, bila Transaksi menjadi efektif dapat
          dilihat bahwa ALII memiliki Proyeksi total laba bersih pada periode 31 Desember 2026 – 2031 dengan
          Transaksi sedikit lebih rendah sebesar 0,002% dibandingkan proyeksi total laba bersih pada periode 31
          Desember 2026 – 2031 tanpa Transaksi. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya Transaksi yang
          dilakukan tidak berdampak signifikan pada laba rugi ALII.

IV.6.4    Kontribusi Nilai Tambah terhadap Rasio Keuangan ALII
          Berdasarkan proyeksi keuangan ALII yang disusun oleh manajemen ALII, berikut adalah perkembangan
          indikator utama keuangan ALII untuk tahun yang berakhir pada periode 31 Desember 2026 – 31
          Desember 2031 adalah sebagai berikut:

                              Tabel IV.11. Proyeksi Rasio Keuangan ALII Tanpa Transaksi
                                     FY2026            FY2027           FY2028         FY2029         FY2030         FY2031
            Keterangan
                                     Proyeksi          Proyeksi         Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi
   PROFITABILITY
   Gross Profit Margin                   45,68%            46,72%           58,52%         61,45%         61,70%         61,08%
   Operating Profit Margin               37,95%            40,75%           55,46%         58,63%         58,73%         58,11%
   Net Profit Margin                     38,69%            33,63%           47,21%         51,30%         51,73%         51,18%
   Rate of Return on Asset               17,95%            21,21%           52,45%         57,39%         37,65%         27,23%
   Rate of Return on Equity              24,24%            27,92%           70,50%         73,92%         43,50%         30,13%
 Sumber: Manajemen ALII (data diolah)


                              Tabel IV.12. Proyeksi Rasio Keuangan ALII Dengan Transaksi
                                     FY2026            FY2027           FY2028         FY2029         FY2030         FY2031
            Keterangan
                                     Proyeksi          Proyeksi         Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi
   PROFITABILITY
   Gross Profit Margin                   45,68%            46,72%           58,52%         61,45%         61,70%         61,08%
   Operating Profit Margin               37,95%            40,75%           55,46%         58,63%         58,73%         58,11%
   Net Profit Margin                     38,68%            33,63%           47,21%         51,30%         51,73%         51,18%
   Rate of Return on Asset               17,93%            21,20%           52,47%         57,39%         37,65%         27,23%
   Rate of Return on Equity              24,23%            27,92%           70,50%         73,92%         43,51%         30,13%
 Sumber: Manajemen ALII (data diolah)

          Berdasarkan proyeksi rasio keuangan ALII tanpa transaksi dan dengan transaksi untuk periode 31
          Desember 2026 – 31 Desember 2031, rata-rata gross profit margin ALII tanpa transaksi tercatat sebesar

 Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                    IV-14
Page 88
         55,86% dan rata-rata gross profit margin ALII dengan transaksi tercatat sebesar 55,86%. Rata-rata
         operating profit margin ALII tanpa Transaksi tercatat sebesar 51,60% dan rata-rata operating profit margin
         ALII dengan Transaksi tercatat sebesar 51,60%. Rata-rata net profit margin ALII tanpa transaksi tercatat
         sebesar 45,62% dan rata-rata net profit margin ALII dengan transaksi tercatat sebesar 45,63%. Rata-rata
         return on asset ALII tanpa transaksi tercatat sebesar 35,65% dan rata-rata return on asset ALII dengan
         transaksi tercatat sebesar 35,65%. Rata-rata return on equity ALII tanpa transaksi tercatat sebesar
         45,04% dan rata-rata return on equity ALII dengan Transaksi tercatat sebesar 45,04%.

         Secara garis besar, berdasarkan proyeksi rasio keuangan ALII tanpa transaksi dan dengan transaksi, bila
         Transaksi menjadi efektif dapat dilihat terdapat perubahan terhadap proyeksi rasio keuangan ALII pada
         periode 31 Desember 2026 – 31 Desember 2031. Perubahan tersebut sejalan dengan bertambahnya
         cakupan layanan dan operasional yang secara langsung berdampak positif namun tidak signifikan
         terhadap proyeksi rasio keuangan ALII.

IV.7     PERHITUNGAN NILAI KINI LABA (RUGI) BERSIH TANPA DAN DENGAN TRANSAKSI
IV.7.1   Penentuan Tingkat Diskonto
IV.7.1.1 Penentuan Biaya Modal Untuk Ekuitas
         Untuk mendiskonto arus kas bersih tiap-tiap tahun, tingkat diskonto yang digunakan adalah biaya modal
         ekuitas (cost of equity) digunakan capital asset pricing model (CAPM) dengan menggunakan persamaan
         sebagai berikut:

         k e = R f + (   RPm ) − RBDS


         dimana:
         ke     = Balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu, atau biaya modal ekuitas/saham biasa
         Rf     = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk free rate)
         β      = Beta
         RPm    = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk premium)
         RBDS = Rating-based default spread

         Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal
         bayar. Instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka
         panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2025, maka instrumen
         bebas risiko yang dipakai adalah obligasi Pemerintah Indonesia dalam mata uang Rupiah dengan tenor
         30 tahun dengan yield sebesar 6,69% yang diperoleh dari situs PHEI (www.phei.co.id), dan angka
         tersebut akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.

         Rpm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat balikan investasi dalam
         bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik
         negara (country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity
         market risk premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang


 Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                            IV-15
Page 89
       mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara yang
       bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat premi risiko sebesar 6,69% untuk negara
       Indonesia, yang diolah dari hasil riset Aswath Damodaran (New York University Business School) sampai
       dengan bulan Januari 2026.

       Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan dikalikan dengan
       market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.

       Untuk memperoleh faktor beta yang sesuai kami menggunakan data unlevered beta dari perusahaan
       pembanding yang bergerak dalam bidang industri Jasa Pengangkutan Laut, Transshipment sebesar 0,60
       yang kami diperoleh dari S&P Capital IQ per 31 Desember 2025.

       Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk menghitung
       cost of equity ALII, dimana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara ini dilakukan untuk
       menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing perusahaan terhadap beta. Perusahaan yang
       sama dengan leverage yang berbeda akan memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh karena itu
       pengaruh leverage yang ada di tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta.
       Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian di-
       relevered dengan tingkat leverage pasar pada industri sejenis untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
       mendiskonto arus kas bersih ALII dengan formula sebagai berikut:

         L =  U  (1 + (1 − T )  DER)

       dimana:
       T        = Tingkat pajak

       DER = Debt to Equity Ratio

       βL       = Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari
                  responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar
                  apabila dibandingkan dengan portofolio pasar dengan pengaruh utang

       βU       = Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari
                 responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar
                 apabila dibandingkan dengan portofolio pasar tanpa pengaruh utang

                          Tabel IV.13. Perusahaan Pembanding dan Perhitungan Unlevered Beta
                                                                                         Market              Unlevered
         No.       Companies         Ticker   Country     Beta   Tax      Total Debt                   DER
                                                                                       Capialization           Beta
                   PT Hasnur
            1     International      HAIS     Indonesia   0,55   22%       514.492       635.553       81%     0,34
                  Shipping Tbk

            2    PT Mitrabahtera     MBBS     Indonesia   0,85   22%       270.796      5.477.583      5%      0,82
                Segara Sejati Tbk

            3   PT Mitrainvestindo   MITI     Indonesia   0,69   22%        5.071       1.430.457      0%      0,69
                       Tbk



Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                 IV-16
Page 90
                                                                                                   Market                  Unlevered
          No.         Companies         Ticker      Country     Beta      Tax     Total Debt                       DER
                                                                                                 Capialization               Beta

           4        PT Buana Lintas     BULL        Indonesia   1,46      22%     1.806.322        5.891.757       31%       1,18
                      Lautan Tbk

           5        PT Trans Power      TPMA        Indonesia   0,65      22%     2.039.895        1.967.397      104%       0,36
                      Marine Tbk

           6       PT Pelayaran Nelly   NELY        Indonesia   0,72      22%      227.430         954.100         24%       0,61
                     Dwi Putri Tbk

           7        PT Rig Tenders       RIGS       Indonesia   0,45      22%        434           465.984         0%        0,45
                     Indonesia Tbk

           8        PT Berlian Laju     BLTA        Indonesia   0,73      22%     1.128.728        1.083.715      104%       0,40
                     Tanker Tbk
        Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)

        Sama halnya dengan data unlevered beta, data DER juga diperoleh dari rata-rata 8 perusahaan
        pembanding yang kami gunakan yang bergerak dalam bidang Shipping yang bersumber dari S&P Capital
        IQ 31 Desember 2025. Dari data tersebut, DER yang dihasilkan adalah 43,58%. Dengan memasukkan
        persamaan di atas, diperoleh nilai βL sebesar 0,81.

        Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian terhadap biaya modal ekuitas
        mengingat dalam perhitungan biaya modal ekuitas ini digunakan Rpm yang berasal dari hasil riset Aswath
        Damodaran, dimana nilai RBDS sebesar 1,62% digunakan untuk mengurangi besaran biaya modal
        ekuitas.

        Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM diperoleh biaya modal
        atas ekuitas ALII adalah:

                                                 Tabel IV.14. Biaya Modal untuk Ekuitas ALII
                                                   FY2026       FY2027          FY2028         FY2029          FY2030      FY2031
                      Keterangan
                                                   Proyeksi     Proyeksi        Proyeksi       Proyeksi        Proyeksi    Proyeksi
               Unlevered Beta                           0,60         0,60            0,60           0,60            0,60        0,60
               Tax Rate (Effective Tax Rate)         22,00%       22,00%          22,00%         22,00%          22,00%      22,00%
               Debt to Equity Ratio (DER)            43,58%       43,58%          43,58%         43,58%          43,58%      43,58%
               Beta Relevered                           0,81         0,81            0,81           0,81            0,81        0,81

            Risk Free Rate (Rf)                       6,69%            6,69%       6,69%          6,69%           6,69%        6,69%
            Risk Premium Market (Rpm)                 6,69%            6,69%       6,69%          6,69%           6,69%        6,69%
            Beta (β)                                    0,81             0,81        0,81           0,81            0,81         0,81
            Specific Risk (SR)                        0,00%            0,00%       0,00%          0,00%           0,00%        0,00%
            Rating Based Default Spread
          (RBDS)                                      1,62%         1,62%          1,62%          1,62%           1,62%       1,62%
          Cost of Equity (CoE)                       10,50%        10,50%         10,50%         10,50%          10,50%      10,50%
        Sumber: data diolah


IV.7.1.2 Penentuan Biaya Modal Untuk Hutang
        Penentuan posisi tingkat leverage yang optimal adalah mencari titik dimana tambahan penghematan
        pajak yang berasal dari tambahan utang akan sama dengan tambahan biaya bunga sebagai akibat dari
        risiko gagal bayar yang diantisipasi dari keberadaan keseluruhan utang. Biaya utang diperoleh dari rata-
        rata suku bunga kredit investasi bank Pemerintah Indonesia per Desember 2025 untuk mata uang Rupiah
        yaitu sebesar 8,44% dengan perhitungan sebagai berikut:


 Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                              IV-17
Page 91
                                         Kd     = i x (1-T)
                                         Kd     = 8,44% x (1-22%) = 6,58%


IV.7.1.3 Tingkat Diskonto ALII
           Untuk kepentingan penilaian, komposisi pendanaan dihitung berdasarkan kinerja perbandingan interest
           bearing debt dengan ekuitasnya, dimana komposisi struktur permodalan ALII diasumsikan mengikuti
           struktur permodalan pasar dari S&P Capital IQ per 31 Desember 2025. Dengan demikian struktur hutang
           sebesar 30,35%, sedangkan sisanya yaitu sebesar 69,65% akan dipenuhi dengan modal sendiri. Dengan
           mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan kekuatan/kelebihan serta risiko yang dihadapi, kami
           berpendapat bahwa tingkat diskonto sebesar 9,31% untuk ALII adalah wajar untuk mendiskonto arus kas
           bersih dengan perhitungan sebagai berikut:

                                                           Tabel IV.15. WACC ALII
                                                      FY2026            FY2027         FY2028             FY2029        FY2030             FY2031
                            Keterangan
                                                      Proyeksi          Proyeksi       Proyeksi           Proyeksi      Proyeksi           Proyeksi
             Cost of Equity (CoE)                       10,50%            10,50%         10,50%             10,50%        10,50%             10,50%

               Interest Rate                             8,44%             8,44%          8,44%              8,44%         8,44%              8,44%
               Tax Rate (Effective Tax Rate)            22,00%            22,00%         22,00%             22,00%        22,00%             22,00%
             Cost of Debt (CoD)                          6,58%             6,58%          6,58%              6,58%         6,58%              6,58%

                 Weighted Equity (WE)                   69,65%            69,65%         69,65%             69,65%        69,65%             69,65%
                 Weighted Debt (WD)                     30,35%            30,35%         30,35%             30,35%        30,35%             30,35%

               Weighted Cost of Equity (WCoE)            7,31%             7,31%              7,31%          7,31%         7,31%              7,31%
               Weighted Cost of Debt (WCoD)              2,00%             2,00%              2,00%          2,00%         2,00%              2,00%
             Weighted Average Cost of Capital
             (WACC)                                      9,31%             9,31%              9,31%          9,31%         9,31%              9,31%
           Sumber: data diolah

IV.7.2     Perhitungan Nilai Kini
           Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan ALII untuk periode 31 Desember 2025
           sampai dengan 31 Desember 2031 adalah sebagai berikut:

                                     Tabel IV.16 Nilai Kini Tanpa Transaksi (dalam Ribuan Rupiah)
                                    FY2026             FY2027                FY2028                    FY2029             FY2030                 FY2031
           Keterangan
                                    Proyeksi          Proyeksi              Proyeksi                  Proyeksi           Proyeksi               Proyeksi
   Laba Bersih                       554.172.506       676.311.768          1.987.762.912             2.445.590.036     2.547.812.614          2.525.614.373
   Tingkat Diskonto                           9,31%         9,31%                  9,31%                     9,31%             9,31%                   9,31%
   Faktor Diskonto                             0,91              0,84                  0,77                      0,70               0,64                   0,59
   Nilai Kini dari Laba Bersih       506.965.738       565.997.111          1.521.827.711             1.712.845.518     1.632.434.098          1.480.365.139
   Total Nilai Kini                 7.420.435.315
 Sumber: Manajemen ALII (data diolah)

                                    Tabel IV.17 Nilai Kini Dengan Transaksi (dalam Ribuan Rupiah)
                                    FY2026             FY2027                FY2028                    FY2029             FY2030                 FY2031
           Keterangan
                                    Proyeksi          Proyeksi              Proyeksi                  Proyeksi           Proyeksi               Proyeksi
   Laba Bersih                       554.028.450       676.221.974          1.987.730.554             2.445.590.036     2.547.812.614          2.525.614.373
   Tingkat Diskonto                           9,31%         9,31%                  9,31%                     9,31%             9,31%                   9,31%



 Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                                             IV-18
Page 92
                                 FY2026             FY2027            FY2028            FY2029            FY2030            FY2031
           Keterangan
                                 Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi
   Faktor Diskonto                          0,91              0,84              0,77              0,70              0,64              0,59
   Nilai Kini dari Laba Bersih    506.833.954       565.921.963      1.521.802.937     1.712.845.518     1.632.434.098     1.480.365.139
   Total Nilai Kini              7.420.203.609
 Sumber: Manajemen ALII (data diolah)


           Berdasarkan Proyeksi Laba (Rugi) ALII tanpa dan dengan Transaksi, Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih dengan
           Transaksi sedikit lebih rendah dibandingkan dari perhitungan Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih tanpa Transaksi
           Setelah Transaksi menjadi efektif, perhitungan Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih ALII tanpa transaksi adalah
           sebesar Rp7.420.435.315. Setelah terjadi transaksi perhitungan Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih ALII menjadi
           Rp7.420.203.609. Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih ALII dengan Transaksi tersebut sedikit lebih rendah
           sebesar 0,003% dari perhitungan Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih ALII tanpa Transaksi. Hal ini menunjukkan
           bahwa dengan adanya Transaksi yang dilakukan tidak berdampak signifikan terhadap pada kinerja
           keuangan ALII.

IV.8       KESIMPULAN ANALISIS KUANTITATIF
           Berdasarkan laporan keuangan historis ALII, kinerja keuangan ALII menunjukkan tren yang positif dan
           berkelanjutan. Hal ini tercermin dari pertumbuhan laba yang sejalan dengan peningkatan total aset.
           Kinerja ini dapat dicapai ALII di tengah ketidakpastian perekonomian global, yang mencerminkan
           efektivitas operasional ALII.

           Berdasarkan perbandingan laporan keuangan proforma ALII tanpa transaksi dan dengan transaksi,
           diketahui bahwa transaksi akan meningkatkan total aset dan total liabilitas ALII secara keseluruhan.

           Berdasarkan perbandingan proyeksi laba bersih ALII tanpa transaksi dan dengan transaksi, diketahui
           bahwa ALII memiliki proyeksi laba bersih sedikit lebih rendah dengan transaksi dibandingkan tanpa
           Transaksi. Hal ini menunjukkan bahwa Transaksi yang akan dilakukan ALII tidak berdampak signifikan
           terhadap kinerja laba (rugi) ALII di masa yang akan datang.

           Berdasarkan perbandingan nilai kini laba (rugi) bersih ALII tanpa transaksi dan dengan transaksi pada
           periode proyeksi tahun 2026-2031, diketahui bahwa ALII memiliki proyeksi nilai kini laba (rugi) bersih
           sedikit lebih rendah dengan transaksi dibandingkan tanpa Transaksi. Hal ini menunjukkan bahwa rencana
           transaksi yang akan dilakukan ALII tidak berdampak signifikan terhadap nilai kini laba (rugi) bersih ALII.




 Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                         IV-19
Page 93
                                                          BAB V
                         ANALISIS ATAS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI
V.1    DESKRIPSI ANALISIS KEWAJARAN
       Berdasarkan informasi yang kami terima dari Pemberi Tugas, rencana transaksi yang akan dilaksanakan
       oleh ALII adalah Rencana Transaksi sewa ruang kantor dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ALII atas
       fasilitas ruang kerja yang memadai dalam mendukung kegiatan operasional sehari-hari, termasuk aktivitas
       perkantoran, administrasi, koordinasi internal, dan fungsi pendukung lainnya. Penggunaan ruang kantor
       tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional melalui tersedianya sarana
       kerja yang representatif, sekaligus memperkuat koordinasi dan komunikasi. Dengan demikian, rencana
       transaksi ini diharapkan dapat mendukung kegiatan usaha, meningkatkan sinergi dalam kelompok usaha,
       serta menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi proses koordinasi dan pengambilan keputusan
       secara lebih efektif.

V.2.   SUSUNAN PEMEGANG SAHAM
V.2.1 Susunan Pemegang Saham ALII
       Struktur permodalan dan susunan pemegang saham ALII berdasarkan laporan tahunan ALII untuk tahun
       2025, susunan pemegang saham ALII per tanggal 31 Desember 2025, adalah sebagai berikut:

                            Tabel V.1. Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham ALII
                                                                               Jumlah Saham          Persentase
                                   Keterangan
                                                                                 (Lembar)                %
           PT Graha Adika Niaga                                                      5.202.000.000          32,87%
           Solomed Capital Pte. Ltd.                                                 4.998.000.000          31,58%
           Borneo Logistics Services Pte. Ltd.                                       1.744.000.000          11,02%
           Nalinkant Amratlal Rathod                                                  352.621.500            2,23%
           Aninditha Anestya Bakrie                                                   348.279.250            2,20%
           Aulia                                                                         7.250.250           0,05%
           Rahul Nalin Rathod                                                            6.000.000           0,04%
           Munawir                                                                       2.500.050           0,02%
           Vishal Manharlal Parekh                                                        800.000            0,01%
           Faisal Mohamad Nur                                                             133.500            0,00%
           Masyarakat (masing-masing di bawah 5%)                                    3.164.215.450          19,99%
          Total                                                                     15.825.800.000         100,00%
         Sumber: Laporan keuangan audit ALII, 31 Desember 2025


V.3    PROSEDUR PENGAMBILAN KEPUTUSAN ATAS TRANSAKSI
       Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen ALII, proses pengambilan keputusan atas Rencana
       Transaksi telah dilakukan melalui proses yang sesuai prosedur internal ALII. Setelah menentukan rencana
       atas transaksi Dewan Direksi harus memperoleh persetujuan dari Dewan Komisaris. Sebelum Dewan


Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                    V-1
Page 94
       Direksi mengusulkan usulan rencana atas Transaksi, Dewan Direksi telah melalui tahapan proses analisis
       internal, sebagaimana konfirmasi dengan manajemen ALII. Dengan demikian, manajemen telah mengikuti
       prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai transaksi dengan
       memperhatikan alternatif lain.

V.4    SEKTOR INDUSTRI TRANSPORTASI DAN LOGISTIK
V.4.1 Gambaran Umum Industri Transportasi dan Logistik di Dunia
       Pasar Transportasi & Logistik merupakan elemen penting dari rantai pasokan global, yang mencakup
       berbagai layanan yang dirancang untuk memfasilitasi pergerakan barang dan material secara efisien melalui
       berbagai saluran. Pasar ini memainkan peran penting dalam memastikan bahwa produk mencapai
       tujuannya dengan cepat dan hemat biaya, serta mendukung perdagangan domestik dan internasional.

       Dalam beberapa tahun terakhir, pasar telah mengalami transformasi signifikan yang didorong oleh beberapa
       faktor utama. Pertumbuhan eksponensial e-commerce telah meningkatkan permintaan layanan pengiriman
       paket secara drastis, mendorong penyedia logistik untuk meningkatkan jaringan pengiriman dan solusi
       teknologi mereka. Perusahaan berinvestasi dalam teknologi logistik canggih seperti sistem pelacakan waktu
       nyata, fasilitas penyortiran otomatis, dan platform digital untuk meningkatkan efisiensi dan memberikan
       transparansi yang lebih besar dalam rantai pasokan.

       Integrasi solusi digital mengubah cara penyampaian layanan transportasi dan logistik. Penerapan IoT, AI,
       dan analisis data memungkinkan pengelolaan operasi logistik yang lebih tepat, pengoptimalan rute yang
       lebih baik, dan visibilitas rantai pasokan yang lebih baik. Teknologi ini memungkinkan penyedia logistik
       menawarkan solusi yang lebih andal dan fleksibel, yang sangat penting untuk memenuhi permintaan
       konsumen dan bisnis modern.

       Keberlanjutan juga menjadi fokus utama dalam pasar. Seiring meningkatnya perhatian terhadap lingkungan
       dan persyaratan peraturan, semakin besar pula penekanan pada pengurangan jejak karbon dari operasi
       transportasi dan logistik. Perusahaan-perusahaan tengah menjajaki alternatif yang lebih ramah lingkungan,
       seperti kendaraan listrik, sumber energi terbarukan, dan bahan kemasan yang berkelanjutan, agar selaras
       dengan tujuan keberlanjutan global dan meningkatkan dampak lingkungan mereka.

       Pasar dicirikan oleh kemampuan beradaptasi dan kebutuhan untuk mengatasi berbagai tantangan,
       termasuk permintaan yang berfluktuasi, ketidakpastian perdagangan global, dan ekspektasi konsumen
       yang terus berkembang. Penyedia logistik merespons dengan mendiversifikasi penawaran layanan mereka,
       meningkatkan infrastruktur mereka, dan membentuk kemitraan strategis untuk mengelola kompleksitas ini
       dengan lebih baik dan menyediakan solusi komprehensif yang memenuhi berbagai kebutuhan.

       Secara keseluruhan, pasar Transportasi & Logistik bersifat dinamis dan berkembang pesat, didorong oleh
       kemajuan teknologi, perubahan permintaan pasar, dan fokus yang lebih tinggi pada keberlanjutan. Dengan
       merangkul inovasi dan beradaptasi dengan tren baru, sektor ini diposisikan dengan baik untuk mendukung




Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                            V-2
Page 95
       perdagangan global, meningkatkan efisiensi rantai pasokan, dan memenuhi harapan bisnis dan konsumen
       yang terus meningkat di seluruh dunia.
        Grafik V.1 Perkembangan Biaya dalam Bidang Transportasi Dan Logistik di Dunia Dalam Triliun USD dari
                                         Tahun 2020 Hingga Proyeksi Tahun 2030. (dalam triliun USD)
                                                  Transportation & Logistics - Logistics Costs
                             16          14,89                                                            14,36   14,62
                                                                                          13,79   14,09
                                                                         13,14    13,47
                             14                          12,52   12,84
                                                 12,19
                             12
           In Trillion USD




                             10   9,17
                             8
                             6
                             4
                             2
                             0
                                  2020   2021    2022    2023    2024    2025     2026    2027    2028    2029    2030
                                                                         Year

         Sumber: Statista, 2025

       Grafik tersebut menampilkan perkembangan biaya logistik global dalam industri transportasi dan logistik
       periode 2020 hingga proyeksi tahun 2030, yang diukur dalam triliunan dolar AS (USD). Secara umum,
       terlihat adanya fluktuasi jangka pendek namun diikuti tren kenaikan yang stabil pada periode proyeksi.

       Pada tahun 2020, biaya logistik global tercatat sebesar 9,17 triliun USD, mencerminkan dampak gangguan
       aktivitas ekonomi dan rantai pasok global. Selanjutnya, pada tahun 2021 terjadi lonjakan signifikan menjadi
       14,89 triliun USD, yang kemungkinan dipengaruhi oleh pemulihan ekonomi, kenaikan harga energi, serta
       tekanan pada rantai pasokan.

       Setelah lonjakan tersebut, biaya logistik kembali menurun pada tahun 2022 menjadi 12,19 triliun USD, lalu
       meningkat secara bertahap menjadi 12,52 triliun USD pada 2023 dan 12,84 triliun USD pada 2024. Tren
       kenaikan moderat berlanjut pada 2025 sebesar 13,14 triliun USD dan 2026 sebesar 13,47 triliun USD.

       Proyeksi menunjukkan pertumbuhan yang relatif stabil pada periode berikutnya, dengan biaya logistik
       diperkirakan mencapai 13,79 triliun USD pada 2027, 14,09 triliun USD pada 2028, 14,36 triliun USD pada
       2029, dan 14,62 triliun USD pada 2030.

       Secara keseluruhan, meskipun terdapat fluktuasi akibat dinamika ekonomi global, tren jangka panjang
       memperlihatkan peningkatan bertahap biaya logistik. Hal ini dipengaruhi oleh pertumbuhan perdagangan
       internasional, perubahan struktur rantai pasok, inovasi teknologi logistik, serta perkembangan infrastruktur
       transportasi.




Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                         V-3
Page 96
          Grafik V.2 Perkembangan Lalu Lintas Pelabuhan Kontainer Secara Global Dalam Satuan Twenty-foot
                                                                         Equivalent Unit (TEU) dari Tahun 2020 Hingga Proyeksi Tahun 2030.
                                                                                    Transportation & Logistics - Container Port Traffic
                                                          860                        854,24
                                                                           848,17                                                                  845,05   845,37
                                                                                              842,98                   841,74   843,39    844,46
                                                                                                       840,7   840,3
           In million twenty-foot equivalent unit (TEU)



                                                          840

                                                          820

                                                          800   789,73

                                                          780

                                                          760

                                                          740
                                                                2020        2021     2022     2023     2024    2025     2026    2027      2028     2029     2030
                                                                                                               Year

          Sumber: Statista, 2025

       Grafik tersebut menampilkan perkembangan lalu lintas pelabuhan kontainer global yang diukur dalam
       satuan Twenty-foot Equivalent Unit (TEU) selama periode 2020 hingga proyeksi tahun 2030. TEU
       merupakan unit standar dalam industri pelayaran untuk mengukur kapasitas kontainer, di mana satu TEU
       setara dengan satu kontainer berukuran 20 kaki.

       Pada tahun 2020, volume lalu lintas pelabuhan kontainer global tercatat sebesar 789,73 juta TEU.
       Selanjutnya, terjadi peningkatan signifikan pada tahun 2021 menjadi 848,17 juta TEU, dan kembali naik
       pada tahun 2022 mencapai 854,24 juta TEU, mencerminkan pemulihan aktivitas perdagangan
       internasional.

       Namun, pada periode berikutnya terjadi penurunan moderat, dengan volume mencapai 842,98 juta TEU
       pada 2023, kemudian sedikit turun menjadi 840,70 juta TEU pada 2024 dan 840,30 juta TEU pada 2025.
       Setelah fase penyesuaian tersebut, tren kembali menunjukkan peningkatan bertahap, dengan volume
       mencapai 841,74 juta TEU pada 2026 dan 843,39 juta TEU pada 2027. Proyeksi ke depan menunjukkan
       pertumbuhan yang relatif stabil, dengan lalu lintas kontainer diperkirakan mencapai 844,46 juta TEU pada
       2028, 845,05 juta TEU pada 2029, dan 845,37 juta TEU pada 2030.

       Secara keseluruhan, meskipun terdapat fluktuasi jangka pendek, tren jangka panjang menunjukkan
       stabilitas dengan kecenderungan peningkatan volume lalu lintas kontainer global. Hal ini mengindikasikan
       keberlanjutan aktivitas perdagangan internasional, pertumbuhan e-commerce, serta peningkatan efisiensi
       operasional pelabuhan dan infrastruktur logistik global.




Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                                                                    V-4
Page 97
V.4.2 Gambaran Umum Industri Transportasi dan Logistik di Indonesia
       Grafik menunjukkan perkembangan biaya transportasi dan logistik di Indonesia selama periode 2020 hingga
       proyeksi 2030, yang diukur dalam miliar dolar AS (USD). Data ini memberikan gambaran mengenai
       dinamika biaya pada sektor transportasi dan logistik, yang merupakan salah satu pilar utama dalam
       mendukung kelancaran aktivitas ekonomi nasional, perdagangan, serta distribusi barang di Indonesia.

        Grafik V.3 Perkembangan Biaya dalam Bidang Transportasi Dan Logistik di Dunia Dalam Triliun USD dari
                                                        Tahun 2020 Hingga Proyeksi Tahun 2030. (dalam triliun USD)
                                                                     Transportation & Logistics - Logistics Cost
                                           400
                                                          349,86                                                                  339,36   344,3
                                           350                                                                  327,59   333,62
                                                                                              313,05   320,69
                                                                            298,61   305,72
                                                                   291,56
                                           300
           Logistics Costs (Billion USD)




                                           250   232,99

                                           200
                                           150
                                           100
                                           50
                                            0
                                                 2020      2021    2022     2023     2024     2025     2026     2027     2028     2029     2030
                                                                                              Year

          Sumber: Statista, 2025

       Pada tahun 2020, biaya logistik tercatat sebesar USD 232,99 miliar, mencerminkan kondisi pelemahan
       aktivitas ekonomi akibat pandemi COVID-19 yang berdampak signifikan terhadap perdagangan, distribusi,
       dan kinerja rantai pasok. Memasuki tahun 2021, biaya logistik mengalami lonjakan tajam hingga mencapai
       USD 349,86 miliar. Peningkatan ini sejalan dengan fase pemulihan ekonomi pascapandemi, meningkatnya
       permintaan barang dan jasa, gangguan rantai pasok global, serta kenaikan harga energi dan biaya
       transportasi.

       Selanjutnya, pada tahun 2022, biaya logistik mengalami penyesuaian dan menurun ke level USD 291,56
       miliar, seiring dengan mulai meredanya tekanan rantai pasok global dan normalisasi aktivitas logistik.
       Namun demikian, sejak tahun 2023, biaya logistik kembali menunjukkan tren peningkatan yang stabil dan
       berkelanjutan, dari USD 298,61 miliar pada 2023 menjadi USD 305,72 miliar pada 2024, USD 313,05 miliar
       pada 2025, dan USD 320,69 miliar pada 2026.

       Dalam jangka menengah hingga panjang, proyeksi menunjukkan bahwa biaya transportasi dan logistik akan
       terus meningkat secara bertahap. Pada tahun 2027, biaya logistik diperkirakan mencapai USD 327,59
       miliar, meningkat menjadi USD 333,62 miliar pada 2028, USD 339,36 miliar pada 2029, dan mencapai
       sekitar USD 344,30 miliar pada 2030. Tren kenaikan ini mencerminkan pertumbuhan aktivitas ekonomi,
       peningkatan volume perdagangan domestik dan internasional, ekspansi infrastruktur transportasi, serta
       meningkatnya kebutuhan layanan logistik yang lebih kompleks dan terintegrasi.


Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                                                  V-5
Page 98
       Secara keseluruhan, perkembangan biaya logistik ini menunjukkan bahwa sektor transportasi dan logistik
       memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Di satu sisi, peningkatan biaya
       mencerminkan ekspansi aktivitas ekonomi dan perdagangan, namun di sisi lain juga menjadi tantangan
       bagi pelaku industri dalam menjaga efisiensi operasional. Oleh karena itu, investasi berkelanjutan pada
       infrastruktur, digitalisasi sistem logistik, serta kebijakan pemerintah yang mendukung efisiensi rantai pasok
       akan menjadi faktor kunci dalam menjaga daya saing industri transportasi dan logistik di masa mendatang.

       Grafik V.4 Perkembangan Biaya dalam Bidang Transportasi Dan Logistik di Indonesia Dalam satuan miliar
                   Twenty-foot Equivalent Unit (TEU) dari Tahun 2020 Hingga Proyeksi Tahun 2030.
                                                                       Transportation & Logistics - Container Port Traffic
                                                  16
                                                                                                          13,92   14,08      14,16   14,2   14,22
                                                                                          13,3    13,6
                                                  14           13,01
                                                                          12,43
                                                                                   13
           Container Port Traffic (Million TEU)




                                                       11,77
                                                  12
                                                  10
                                                  8
                                                  6
                                                  4
                                                  2
                                                  0
                                                       2020    2021       2022    2023    2024    2025   2026     2027    2028       2029   2030
                                                                                                  Year

         Sumber: Statista, 2025

       Grafik yang ditampilkan menunjukkan perkembangan lalu lintas pelabuhan kontainer di Indonesia, yang
       diukur dalam satuan million Twenty-foot Equivalent Unit (TEU), selama periode 2020 hingga proyeksi 2030.
       Data yang bersumber dari Statista Market Insights ini memberikan gambaran mengenai dinamika serta
       prospek pertumbuhan aktivitas pengiriman kontainer sebagai bagian penting dari sektor transportasi dan
       logistik nasional.

       Pada tahun 2020, lalu lintas kontainer Indonesia tercatat sebesar 11,77 juta TEU, yang merepresentasikan
       kondisi pelemahan aktivitas perdagangan dan logistik akibat dampak pandemi COVID-19 terhadap rantai
       pasok global dan arus perdagangan internasional. Memasuki tahun 2021, volume kontainer mengalami
       pemulihan signifikan menjadi 13,01 juta TEU, seiring dengan mulai pulihnya aktivitas ekonomi,
       perdagangan, serta meningkatnya permintaan ekspor dan impor.

       Namun, pada tahun 2022, volume lalu lintas kontainer kembali mengalami penyesuaian dan menurun ke
       level 12,43 juta TEU, mencerminkan normalisasi pasca pemulihan awal serta masih adanya tekanan global
       terhadap sektor logistik. Sejak tahun 2023, tren lalu lintas kontainer kembali menunjukkan pertumbuhan
       yang stabil dan berkelanjutan, meningkat menjadi 13,00 juta TEU pada 2023, 13,30 juta TEU pada 2024,
       dan 13,60 juta TEU pada 2025.




Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                                                   V-6
Page 99
       Pertumbuhan tersebut berlanjut pada periode proyeksi jangka menengah hingga panjang. Pada tahun 2026,
       lalu lintas kontainer diperkirakan mencapai 13,92 juta TEU, kemudian meningkat menjadi 14,08 juta TEU
       pada 2027, 14,16 juta TEU pada 2028, 14,20 juta TEU pada 2029, dan mencapai sekitar 14,22 juta TEU
       pada 2030. Kenaikan bertahap ini mencerminkan peningkatan aktivitas perdagangan domestik dan
       internasional, penguatan peran pelabuhan sebagai simpul logistik utama, serta ekspansi kapasitas dan
       efisiensi operasional pelabuhan di Indonesia.

       Secara keseluruhan, grafik menunjukkan bahwa setelah mengalami tekanan pada awal periode pandemi,
       lalu lintas pelabuhan kontainer Indonesia berada dalam fase pemulihan yang konsisten dan berkelanjutan.
       Tren pertumbuhan ini mengindikasikan prospek positif sektor transportasi dan logistik maritim, yang
       didukung oleh investasi infrastruktur pelabuhan, pengembangan konektivitas logistik nasional, serta
       meningkatnya kebutuhan distribusi barang akibat pertumbuhan industri dan e-commerce. Dalam konteks
       penilaian bisnis, tren ini mencerminkan fundamental permintaan yang solid serta peluang pertumbuhan
       jangka panjang bagi pelaku usaha di sektor pelabuhan dan logistik.

V.5    RENCANA PEMANFAATAN RUANG KANTOR
       Prospek Sehubungan dengan pelaksanaan transaksi sewa menyewa unit kantor, ALII berencana
       memanfaatkan unit kantor yang disewa sebagai fasilitas utama dalam menunjang pelaksanaan kegiatan
       operasional ALII secara berkelanjutan. Ketersediaan ruang kantor yang memadai merupakan salah satu
       kebutuhan penting bagi ALII dalam menjalankan fungsi administrasi, koordinasi internal, penyelenggaraan
       rapat, penyimpanan dokumen perusahaan, serta berbagai aktivitas operasional lainnya yang mendukung
       kelangsungan kegiatan usaha.

       Seiring dengan perkembangan kegiatan usaha ALII, kebutuhan akan lingkungan kerja yang representatif,
       nyaman, dan mampu mendukung produktivitas menjadi semakin penting. Oleh karena itu, penyediaan
       ruang kantor melalui transaksi sewa ini diharapkan dapat memberikan fasilitas kerja yang sesuai dengan
       kebutuhan operasional ALII, baik dari aspek kapasitas ruang, lokasi, maupun kemudahan akses terhadap
       pihak-pihak yang memiliki hubungan kerja dengan ALII. Melalui penggunaan ruang kantor tersebut, ALII
       diharapkan mampu menciptakan sistem kerja yang lebih efektif dan terorganisasi sehingga setiap fungsi
       dalam perusahaan dapat berjalan secara optimal.

       Pemanfaatan ruang kantor tersebut akan difokuskan sebagai pusat kegiatan operasional ALII yang
       mencakup pelaksanaan aktivitas administrasi perusahaan, pengelolaan dokumen dan arsip,
       penyelenggaraan rapat internal maupun eksternal, koordinasi antar divisi, penyusunan laporan operasional,
       hingga kegiatan pendukung lainnya yang diperlukan dalam menjalankan aktivitas usaha sehari-hari.
       Dengan tersedianya fasilitas kerja yang memadai, setiap proses operasional diharapkan dapat berlangsung
       secara lebih sistematis, terdokumentasi dengan baik, dan mendukung penerapan tata kelola perusahaan
       yang baik (Good Corporate Governance).

       Selain mendukung pelaksanaan aktivitas internal, keberadaan ruang kantor tersebut juga diharapkan dapat
       meningkatkan efektivitas komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak yang memiliki hubungan kerja

Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                            V-7
Page 100
       dengan ALII, termasuk BGV selaku pihak yang menyewakan ruang kantor, serta ACT dan ATS sebagai
       entitas anak dari ALII dan termasuk kedalam kelompok usaha yang memiliki hubungan operasional dengan
       ALII. Lokasi kantor yang mudah diakses diharapkan dapat memperlancar pelaksanaan pertemuan,
       koordinasi, penyampaian informasi, maupun pembahasan berbagai kebutuhan operasional secara lebih
       cepat dan efisien, sehingga mendukung terciptanya sinergi antar entitas dalam grup usaha.

       Dalam pelaksanaan kegiatan usahanya, ALII juga memerlukan ruang kerja yang mampu mengakomodasi
       berbagai kebutuhan operasional secara fleksibel. Oleh karena itu, pemanfaatan ruang kantor tidak hanya
       ditujukan sebagai tempat bekerja bagi karyawan ALII, tetapi juga sebagai sarana untuk melaksanakan
       berbagai kegiatan koordinasi dengan mitra usaha, konsultan, auditor, maupun pihak eksternal lainnya yang
       berkaitan dengan aktivitas ALII. Dengan demikian, ruang kantor yang disewa diharapkan dapat memberikan
       nilai tambah terhadap kualitas pelayanan, efektivitas proses bisnis, serta profesionalisme ALII dalam
       menjalankan kegiatan usahanya.

       Lebih lanjut, keberadaan ruang kantor yang digunakan secara khusus oleh ALII diharapkan mampu
       mendukung terciptanya lingkungan kerja yang kondusif dan terintegrasi. Lingkungan kerja yang baik diyakini
       dapat meningkatkan produktivitas sumber daya manusia melalui penyediaan fasilitas kerja yang memadai,
       memperlancar arus komunikasi antarpegawai, serta mempercepat proses penyelesaian pekerjaan. Pada
       akhirnya, kondisi tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas pengambilan keputusan
       manajemen melalui koordinasi yang lebih efektif dan penyampaian informasi yang lebih cepat.

       Dari sisi efisiensi operasional, penggunaan ruang kantor yang disewa juga diharapkan dapat memberikan
       manfaat berupa optimalisasi pelaksanaan kegiatan administrasi dan operasional ALII. Seluruh aktivitas
       perusahaan dapat dilaksanakan dalam satu lokasi yang terpusat sehingga memudahkan pengawasan,
       koordinasi, dan pengendalian terhadap kegiatan usaha. Selain itu, keberadaan ruang kantor yang memadai
       juga diharapkan dapat mengurangi berbagai kendala operasional yang mungkin timbul akibat keterbatasan
       fasilitas kerja, sehingga ALII dapat lebih fokus dalam menjalankan kegiatan usahanya.

       Rencana pemanfaatan ruang kantor tersebut merupakan bagian dari upaya ALII dalam menyediakan
       infrastruktur pendukung yang memadai bagi kegiatan operasional. Melalui penyediaan fasilitas kerja yang
       sesuai dengan kebutuhan perusahaan, ALII berharap dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan kegiatan
       usaha, memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta menciptakan proses kerja
       yang lebih efisien dan terintegrasi. Dengan demikian, transaksi sewa menyewa ruang kantor ini diharapkan
       dapat memberikan manfaat operasional yang berkelanjutan serta mendukung pencapaian tujuan usaha ALII
       dalam jangka panjang.

V.6    KONTRIBUSI NILAI TAMBAH TERHADAP ALII
       Berdasarkan proyeksi keuangan ALII yang disusun oleh manajemen ALII, proyeksi laba rugi ALII untuk
       tahun yang berakhir pada periode 31 Desember 2025 – 31 Desember 2031 adalah sebagai berikut:




Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                             V-8
Page 101
                          Tabel V.2 Proyeksi Laba Rugi ALII Tanpa Transaksi (dalam Ribuan Rupiah)
                               FY2026            FY2027            FY2028              FY2029            FY2030            FY2031
        Keterangan
                               Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi            Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi
  Pendapatan neto            1.432.355.630     2.010.870.465     4.210.388.853        4.767.693.823     4.924.895.523     4.934.486.148
  Beban pokok
                              (778.000.768)   (1.071.456.492)   (1.746.624.764)      (1.837.935.194)   (1.886.209.201)   (1.920.416.794)
  pendapatan
  Laba (Rugi) Kotor            654.354.862       939.413.973     2.463.764.088        2.929.758.629     3.038.686.321     3.014.069.353
  Beban usaha                 (110.845.764)     (119.904.841)    (128.866.846)        (134.512.970)     (146.073.432)     (146.788.062)
  Laba (rugi) Usaha            543.509.097       819.509.132     2.334.897.242        2.795.245.658     2.892.612.889     2.867.281.291
  Penghasilan lain-lain         84.723.531       (46.366.606)      (49.281.523)        (48.811.732)      (44.371.204)      (40.800.752)
  Laba (Rugi) Sebelum
                               628.232.628       773.142.526     2.285.615.719        2.746.433.927     2.848.241.685     2.826.480.539
  Pajak
  Manfaat (beban) pajak
                               (74.060.123)      (96.830.758)    (297.852.807)        (300.843.891)     (300.429.072)     (300.866.166)
  penghasilan – bersih
  Laba (Rugi) Tahun
                               554.172.506       676.311.768     1.987.762.912        2.445.590.036     2.547.812.614     2.525.614.373
  Berjalan
 Sumber: Manajemen ALII (data diolah)


                          Tabel V.3 Proyeksi Laba Rugi ALII Dengan Transaksi (dalam Ribuan Rupiah)
                               FY2026            FY2027            FY2028              FY2029            FY2030            FY2031
        Keterangan
                               Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi            Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi
  Pendapatan neto            1.432.355.630     2.010.870.465     4.210.388.853        4.767.693.823     4.924.895.523     4.934.486.148
  Beban pokok
                              (778.000.768)   (1.071.456.492)   (1.746.624.764)      (1.837.935.194)   (1.886.209.201)   (1.920.416.794)
  pendapatan
  Laba (Rugi) Kotor             654.354.862       939.413.973    2.463.764.088        2.929.758.629     3.038.686.321     3.014.069.353
  Beban usaha                 (110.845.764)     (119.904.841)    (128.866.846)        (134.512.970)     (146.073.432)     (146.788.062)
  Laba (rugi) Usaha            543.509.097       819.509.132     2.334.897.242        2.795.245.658     2.892.612.889     2.867.281.291
  Penghasilan lain-lain         84.538.845       (46.481.727)      (49.323.009)        (48.811.732)      (44.371.204)      (40.800.752)
  Laba (Rugi) Sebelum
                               628.047.942       773.027.405     2.285.574.234        2.746.433.927     2.848.241.685     2.826.480.539
  Pajak
  Manfaat (beban) pajak
                               (74.019.492)      (96.805.431)    (297.843.680)        (300.843.891)     (300.429.072)     (300.866.166)
  penghasilan – bersih
  Laba (Rugi) Tahun
                               554.028.450       676.221.974     1.987.730.554        2.445.590.036     2.547.812.614     2.525.614.373
  Berjalan
 Sumber: Manajemen ALII (data diolah)

        Berdasarkan proyeksi laba rugi tanpa transaksi dan dengan transaksi, bila Transaksi menjadi efektif dapat
        dilihat bahwa ALII memiliki Proyeksi total laba bersih pada periode 31 Desember 2026 – 2031 dengan
        Transaksi sedikit lebih rendah sebesar 0,002% dibandingkan proyeksi total laba bersih pada periode 31
        Desember 2026 – 2031 tanpa Transaksi. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya Transaksi yang
        dilakukan tidak berdampak signifikan pada laba rugi ALII.

V.7     PERHITUNGAN NILAI KINI LABA (RUGI) BERSIH TANPA DAN DENGAN TRANSAKSI
V.7.1   Penentuan Tingkat Diskonto
V.7.1.1 Penentuan Biaya Modal Untuk Ekuitas
        Untuk mendiskonto arus kas bersih tiap-tiap tahun, tingkat diskonto yang digunakan adalah biaya modal
        ekuitas (cost of equity) digunakan capital asset pricing model (CAPM) dengan menggunakan persamaan
        sebagai berikut:
         k e = R f + (   RPm ) − RBDS



 Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                             V-9
Page 102
       dimana:
       ke      = Balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu, atau biaya modal ekuitas/saham biasa
       Rf      = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk free rate)
       β       = Beta
       RPm     = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk premium)
       RBDS = Rating-based default spread

       Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal
       bayar. Instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka
       panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2025, maka instrumen
       bebas risiko yang dipakai adalah obligasi Pemerintah Indonesia dalam mata uang Rupiah dengan tenor 30
       tahun dengan yield sebesar 6,69% yang diperoleh dari situs PHEI (www.phei.co.id), dan angka tersebut
       akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.

       Rpm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat balikan investasi dalam
       bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
       (country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
       premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
       perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk
       penilaian ini, kami menggunakan tingkat premi risiko sebesar 6,69% untuk negara Indonesia, yang diolah
       dari hasil riset Aswath Damodaran (New York University Business School) sampai dengan bulan Januari
       2026.

       Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan dikalikan dengan market
       risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.

       Untuk memperoleh faktor beta yang sesuai kami menggunakan data unlevered beta dari perusahaan
       pembanding yang bergerak dalam bidang industri Telecom. Services sebesar 0,81 yang kami diperoleh dari
       S&P Capital IQ per 31 Desember 2025.

       Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk menghitung
       cost of equity ALII, di mana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara ini dilakukan untuk
       menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing perusahaan terhadap beta. Perusahaan yang
       sama dengan leverage yang berbeda akan memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh karena itu
       pengaruh leverage yang ada di tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta.
       Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian di-
       relevered dengan tingkat leverage pasar pada industri sejenis untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
       mendiskonto arus kas bersih ALII dengan formula sebagai berikut:
         L =  U  (1 + (1 − T )  DER)
       dimana:


Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                             V-10
Page 103
       T            = Tingkat pajak
       DER = Debt to Equity Ratio
       βL           = Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari
                      responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar
                      apabila dibandingkan dengan portofolio pasar dengan pengaruh utang
       βU           = Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari
                      responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar
                      apabila dibandingkan dengan portofolio pasar tanpa pengaruh utang

                                 Tabel V.4. Perusahaan Pembanding dan Perhitungan Unlevered Beta
                                                                                               Market                  Unlevered
         No.           Companies         Ticker    Country     Beta   Tax     Total Debt                       DER
                                                                                             Capialization               Beta
                       PT Hasnur
            1         International       HAIS     Indonesia   0,55   22%      514.492         635.553         81%       0,34
                      Shipping Tbk

            2        PT Mitrabahtera     MBBS      Indonesia   0,85   22%      270.796         5.477.583       5%        0,82
                    Segara Sejati Tbk

            3       PT Mitrainvestindo    MITI     Indonesia   0,69   22%       5.071          1.430.457       0%        0,69
                           Tbk

            4        PT Buana Lintas     BULL      Indonesia   1,46   22%     1.806.322        5.891.757       31%       1,18
                       Lautan Tbk

            5        PT Trans Power      TPMA      Indonesia   0,65   22%     2.039.895        1.967.397      104%       0,36
                       Marine Tbk

            6       PT Pelayaran Nelly   NELY      Indonesia   0,72   22%      227.430         954.100         24%       0,61
                      Dwi Putri Tbk

            7        PT Rig Tenders       RIGS     Indonesia   0,45   22%        434           465.984         0%        0,45
                      Indonesia Tbk

            8        PT Berlian Laju     BLTA      Indonesia   0,73   22%     1.128.728        1.083.715      104%       0,40
                      Tanker Tbk
       Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)

       Sama halnya dengan data unlevered beta, data DER juga diperoleh dari rata-rata 8 perusahaan
       pembanding yang kami gunakan yang bergerak dalam bidang Shipping yang bersumber dari S&P Capital
       IQ 31 Desember 2025. Dari data tersebut, DER yang dihasilkan adalah 43,58%. Dengan memasukkan
       persamaan di atas, diperoleh nilai βL sebesar 0,81.

       Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian terhadap biaya modal ekuitas
       mengingat dalam perhitungan biaya modal ekuitas ini digunakan Rpm yang berasal dari hasil riset Aswath
       Damodaran, dimana nilai RBDS sebesar 1,62% digunakan untuk mengurangi besaran biaya modal ekuitas.
       Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM diperoleh biaya modal
       atas ekuitas ALII adalah:

                                                  Tabel V.5. Biaya Modal untuk Ekuitas ALII
                                                  FY2026       FY2027       FY2028         FY2029          FY2030      FY2031
                       Keterangan
                                                  Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi       Proyeksi        Proyeksi    Proyeksi
                Unlevered Beta                         0,60         0,60         0,60           0,60            0,60        0,60
                Tax Rate (Effective Tax Rate)       22,00%       22,00%       22,00%         22,00%          22,00%      22,00%
                Debt to Equity Ratio (DER)          43,58%       43,58%       43,58%         43,58%          43,58%      43,58%
                Beta Relevered                         0,81         0,81         0,81           0,81            0,81        0,81

Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                                  V-11
Page 104
                                               FY2026        FY2027        FY2028       FY2029      FY2030      FY2031
                    Keterangan
                                               Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi     Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi

            Risk Free Rate (Rf)                   6,69%         6,69%         6,69%        6,69%       6,69%       6,69%
            Risk Premium Market (Rpm)             6,69%         6,69%         6,69%        6,69%       6,69%       6,69%
            Beta (β)                                0,81          0,81          0,81         0,81        0,81        0,81
            Specific Risk (SR)                    0,00%         0,00%         0,00%        0,00%       0,00%       0,00%
            Rating Based Default Spread
          (RBDS)                                  1,62%         1,62%         1,62%        1,62%       1,62%       1,62%
          Cost of Equity (CoE)                   10,50%        10,50%        10,50%       10,50%      10,50%      10,50%
        Sumber: data diolah


V.7.1.2 Penentuan Biaya Modal Untuk Hutang
        Penentuan posisi tingkat leverage yang optimal adalah mencari titik dimana tambahan penghematan pajak
        yang berasal dari tambahan utang akan sama dengan tambahan biaya bunga sebagai akibat dari risiko
        gagal bayar yang diantisipasi dari keberadaan keseluruhan utang. Biaya utang diperoleh dari rata-rata suku
        bunga kredit investasi bank Pemerintah Indonesia per Desember 2025 untuk mata uang Rupiah yaitu
        sebesar 8,44% dengan perhitungan sebagai berikut:

                                   Kd       = i x (1-T)
                                   Kd       = 8,44% x (1-22%) = 6,58%

V.7.1.3 Tingkat Diskonto ALII
        Untuk kepentingan penilaian, komposisi pendanaan dihitung berdasarkan kinerja perbandingan interest
        bearing debt dengan ekuitasnya, dimana komposisi struktur permodalan ALII diasumsikan mengikuti
        struktur permodalan pasar dari S&P Capital IQ per 31 Desember 2025. Dengan demikian struktur hutang
        sebesar 30,35%, sedangkan sisanya yaitu sebesar 69,65% akan dipenuhi dengan modal sendiri. Dengan
        mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan kekuatan/kelebihan serta risiko yang dihadapi, kami
        berpendapat bahwa tingkat diskonto sebesar 9,31% untuk ALII adalah wajar untuk mendiskonto arus kas
        bersih dengan perhitungan sebagai berikut:

                                                           Tabel V.6. WACC ALII
                                                  FY2026       FY2027        FY2028      FY2029     FY2030      FY2031
                      Keterangan
                                                  Proyeksi     Proyeksi      Proyeksi    Proyeksi   Proyeksi    Proyeksi
          Cost of Equity (CoE)                      10,50%       10,50%        10,50%      10,50%     10,50%      10,50%

            Interest Rate                            8,44%         8,44%        8,44%       8,44%       8,44%      8,44%
            Tax Rate (Effective Tax Rate)           22,00%        22,00%       22,00%      22,00%      22,00%     22,00%
          Cost of Debt (CoD)                         6,58%         6,58%        6,58%       6,58%       6,58%      6,58%

            Weighted Equity (WE)                    69,65%        69,65%       69,65%      69,65%      69,65%     69,65%
            Weighted Debt (WD)                      30,35%        30,35%       30,35%      30,35%      30,35%     30,35%

            Weighted Cost of Equity (WCoE)           7,31%         7,31%        7,31%       7,31%       7,31%      7,31%
            Weighted Cost of Debt (WCoD)             2,00%         2,00%        2,00%       2,00%       2,00%      2,00%
          Weighted Average Cost of Capital
          (WACC)                                     9,31%         9,31%        9,31%       9,31%       9,31%      9,31%
        Sumber: data diolah




 Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                         V-12
Page 105
V.7.2     Perhitungan Nilai Kini
          Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan ALII untuk periode 31 Desember 2026 sampai
          dengan 31 Desember 2031 adalah sebagai berikut:

                                   Tabel V.7 Nilai Kini Tanpa Transaksi (dalam Ribuan Rupiah)
                                FY2026             FY2027            FY2028            FY2029            FY2030            FY2031
          Keterangan
                                Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi
  Laba Bersih                    554.172.506       676.311.768      1.987.762.912     2.445.590.036     2.547.812.614     2.525.614.373
  Tingkat Diskonto                     9,31%            9,31%              9,31%             9,31%             9,31%             9,31%
  Faktor Diskonto                          0,91              0,84              0,77              0,70              0,64              0,59
  Nilai Kini dari Laba Bersih    506.965.738       565.997.111      1.521.827.711     1.712.845.518     1.632.434.098     1.480.365.139
  Total Nilai Kini              7.420.435.315
 Sumber: Manajemen ALII (data diolah)

                                  Tabel V.8 Nilai Kini Dengan Transaksi (dalam Ribuan Rupiah)
                                FY2026             FY2027            FY2028            FY2029            FY2030            FY2031
          Keterangan
                                Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi
  Laba Bersih                    554.028.450       676.221.974      1.987.730.554     2.445.590.036     2.547.812.614     2.525.614.373
  Tingkat Diskonto                     9,31%            9,31%              9,31%             9,31%             9,31%             9,31%
  Faktor Diskonto                          0,91              0,84              0,77              0,70              0,64              0,59
  Nilai Kini dari Laba Bersih    506.833.954       565.921.963      1.521.802.937     1.712.845.518     1.632.434.098     1.480.365.139
  Total Nilai Kini              7.420.203.609
 Sumber: Manajemen ALII (data diolah)

          Berdasarkan Proyeksi Laba (Rugi) ALII tanpa dan dengan Transaksi, Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih dengan
          Transaksi sedikit lebih rendah dibandingkan dari perhitungan Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih tanpa Transaksi
          Setelah Transaksi menjadi efektif, perhitungan Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih ALII tanpa transaksi adalah
          sebesar Rp7.420.435.315. Setelah terjadi transaksi perhitungan Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih ALII menjadi
          Rp7.420.203.609. Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih ALII dengan Transaksi tersebut sedikit lebih rendah sebesar
          0,003% dari perhitungan Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih ALII tanpa Transaksi. Hal ini menunjukkan bahwa
          dengan adanya Transaksi yang dilakukan tidak berdampak signifikan terhadap pada kinerja keuangan ALII.




 Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                           V-13
Page 106
V.8     ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI
        Kewajaran nilai transaksi dilihat dengan membandingkan Nilai Sewa Ruang Kantor dengan Nilai Transaksi
        Sewa Ruang Kantor yang disepakati.
          1. Nilai Sewa
              Berdasarkan       Laporan      Kajian    atas     Nilai   Sewa         Ruang   Kantor   No.   00126/2.0047-
              05/PI/05/0500/1/VI/2026 tanggal 26 Juni 2026 yang disusun oleh KJPP Iwan Bachron dan Rekan,
              yaitu Nilai Sewa Pasar Ruang Kantor (Office Space) dengan luas ±763,1 m² yang berlokasi di Bakrie
              Tower Lantai 39, Rasuna Epicentrum, Jl. H.R Rasuna Said, Jakarta Selatan, DKI Jakarta adalah
              sebesar Rp161.000,- (Seratus Enam Puluh Satu Ribu Rupiah per m²/bulan).

          2. Nilai Transaksi
              Berdasarkan Perjanjian Sewa Menyewa Unit Kantor, Nilai Transaksi ruang kantor (Office Space)
              dengan luas ±763,1 m² yang berlokasi di Bakrie Tower Lantai 39, Rasuna Epicentrum, Jl. H.R Rasuna
              Said, Jakarta Selatan, DKI Jakarta adalah sebesar Rp150.000,- (Seratus Lima Puluh Ribu Rupiah per
              m²/bulan).

        Berdasarkan Peraturan POJK 35/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
        Modal, disebutkan bahwa nilai transaksi wajar apabila dalam kisaran batas atas dan batas bawah yang tidak
        melebihi 7,5% dari nilai yang dijadikan acuan. Nilai Sewa lebih tinggi 7,3% dari perhitungan Nilai Transaksi,
        dimana selisih tersebut masih berada dalam kisaran yang diperkenankan sesuai ketentuan OJK, yaitu tidak
        melebih batas toleransi sebesar 7,5% dari nilai acuan.

V.9     KESIMPULAN
        Berdasarkan hasil dari analisis atas transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif, dan analisis kewajaran
        nilai transaksi, maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi adalah WAJAR.




 Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                   V-14

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.58 MB
Published2 Jul 2026
Pages106
Characters359,903
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 81 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org ANCARA LOGISTICS INDONESIA TBK p.1 ×353
linked org Jakarta Selatan – DKI Jakarta p.2 ×18
linked org PT Bakrie Global Ventura p.2 ×7
linked org PT Ancara Transshipment Services p.2 ×13
linked org Negara Maju p.21 ×2
linked person Nalinkant Amratial p.34 ×3
linked person Aninditha Anestya Bakrie p.34 ×10
linked person Agus Suharyono p.34
linked person Faisal Mohamad Nur p.35 ×6
linked person Rahul Nalin Rathod p.35 ×6
linked person Vishal Manharlal Parekh p.35 ×5
linked person Nalinkant Amratlal Rathod p.35 ×3
linked org Honardy Boentario p.36 ×3
linked person Anindya Novyan Bakrie p.38 ×3
linked person Anindra Ardiansyah Bakrie p.38
linked person Ir. Jastiro Abi p.39
linked org IMC Pelita Logistik Tbk p.62 ×2
linked org Transcoal Pacific Tbk p.62 ×2
linked org Batulicin Nusantara Maritim Tbk p.62 ×2
linked org Mitrabahtera Segara Sejati Tbk p.62 ×2
linked org Rig Tenders p.62 ×4
linked org Humpuss Maritim Internasional Tbk p.62 ×2
linked org Logindo Samudramakmur Tbk p.62 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.3 ×11
possible org Y. Santosa p.5 ×10
possible org Bursa Efek Indonesia p.6 ×2
possible org PT Graha Adika Niaga p.35 ×5
possible org Solomed Capital Pte. Ltd. p.35 ×5
possible person Ahmad Rahadian p.39
possible person Neil Ricardo p.39
possible org Temas Tbk p.62 ×2
unresolved person H. R. Rasuna Said Jakarta Selatan p.2 ×6
unresolved org PT Ancara Coal Terminal p.2 ×4
unresolved org Iwan Bachron & Rekan p.2
unresolved org Departemen Keuangan Republik Indonesia p.2 ×3
unresolved person Publik Drajat Darmadji p.3 ×2
unresolved person Penilai Publik Bunga Budiarti p.3 ×2
unresolved org Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk p.3 ×2
unresolved org Y. Santosa & Rekan p.5 ×10
unresolved org KJPP Iwan Bachron dan Rekan p.6 ×4
unresolved org KJPP Iwan Bachron p.6 ×4
unresolved org Bank Indonesia p.6 ×12
unresolved org Pusat Statistik p.6 ×2
unresolved org KJPP IWAN BACHRON DAN REKAN Appraisers p.13
unresolved person Consultants Bunga Budiarti p.13
unresolved person Bunga Budiarti, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.) · Rekan p.13
unresolved person Penanggung Jawab Bunga Budiarti p.15
unresolved person Netty Maria Machdar p.24 ×3
unresolved person H. Akta Pendirian p.24 ×4
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.24 ×5
unresolved person Aulia Taufani p.24 ×3
unresolved org Kementerian Hukum Republik Indonesia p.24 ×4
unresolved person Arvin Primaldi p.33
unresolved person Andyan Adhimukti p.33
unresolved person Sri Intansih p.36
unresolved person Maria Gunarti p.36 ×2
unresolved org PT Ade Putra Tanrajeng p.36 ×3
unresolved org PT Guruh Putra Bersama p.36 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.37 ×3
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.37
unresolved org PT CMA Indonesia p.38 ×4
unresolved org PT CMA Capital Indonesia p.39 ×2
unresolved org PT Sky Capital Indonesia p.39 ×2
unresolved org PT Puri Kreasindo Jaya p.39 ×2
unresolved org Rig Tenders Indonesia Tbk p.62 ×2
unresolved org Y. Sentosa & Rekan p.74
unresolved org PT Hasnur p.89 ×2
unresolved org Shipping Tbk p.89 ×2
unresolved org PT Mitrabahtera p.89 ×2
unresolved org Segara Sejati Tbk p.89 ×2
unresolved org PT Mitrainvestindo p.89 ×2
unresolved org PT Buana Lintas p.90 ×2
unresolved org Lautan Tbk p.90 ×2
unresolved org PT Trans Power p.90 ×2
unresolved org Marine Tbk p.90 ×2
unresolved org PT Pelayaran Nelly p.90 ×2
unresolved org Dwi Putri Tbk p.90 ×2
unresolved org Indonesia Tbk p.90 ×2
unresolved org PT Berlian Laju p.90 ×2
unresolved org Tanker Tbk p.90 ×2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.273 11407 ms 12 Sep 2026 21:53
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'PENDAPAT KEWAJARAN'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'AFFILIATED',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'PENDAPAT KEWAJARAN',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result