Back to announcement
20260702_ALII_Informasi Transaksi Afiliasi_32107806_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review ALIISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 106
Page 1
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
PT ANCARA LOGISTICS INDONESIA TBK
Tanggal Pendapat Kewajaran:
31 Desember 2025
Page 2
No. 00132/2.0047-05/BS/05/0465/1/VI/2026 30 Juni 2026 Kepada Yth. PT ANCARA LOGISTICS INDONESIA TBK Bakrie Tower Lantai 39 Komplek Rasuna Epicentrum Jl. H. R. Rasuna Said Jakarta Selatan – DKI Jakarta Up : Direksi Perihal : Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Afiliasi PT Ancara Logistics Indonesia Tbk Dengan hormat, Sehubungan dengan kebutuhan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (“Pemberi Tugas”/“ALII”) dalam rencana transaksi afiliasi sewa menyewa ruang kantor antara PT Bakrie Global Ventura (“BGV”) selaku pemberi sewa dengan 3 (tiga) perusahaan afiliasinya yakni ALII, PT Ancara Coal Terminal (“ACT”) dan PT Ancara Transshipment Services (“ATS”) selaku penyewa (‘Rencana Transaksi”), seperti yang tertuang di dalam surat perjanjian kerja No. 009/IDR-SPK/PEN-BDG/II/2026 pada tanggal 25 Februari 2026, maka dengan ini Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Iwan Bachron & Rekan (“IDR”), sebagai Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang beroperasi berdasarkan Izin Usaha dari Departemen Keuangan Republik Indonesia No. 552KM.1/2009 menyatakan bahwa telah melakukan penyusunan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) untuk memberikan gambaran kepada Pemberi Tugas mengenai kewajaran atas Rencana Transaksi berdasarkan ketentuan yang berlaku, yaitu Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal”. LATAR BELAKANG ALII merupakan Perseroan Terbatas berstatus perusahaan terbuka yang bergerak di bidang jasa pengangkutan laut, intermediate stockpile dan Transshipment dan memiliki 2 (dua) entitas anak yaitu ACT dan ATS. Berdasarkan informasi yang kami terima dari ALII, rencana transaksi yang akan dilaksanakan oleh ALII adalah rencana transaksi sewa menyewa ruang kantor (office space) antara BGV selaku pemberi sewa dengan tiga perusahaan afiliasinya yakni ALII, ACT, dan ATS selaku penyewa sesuai dengan ketentuan Perjanjian Sewa Menyewa Unit Kantor yang telah disepakati para pihak. Rencana Transaksi sewa ruang kantor dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ALII atas fasilitas ruang kerja yang memadai dalam mendukung kegiatan operasional sehari-hari, termasuk aktivitas perkantoran, administrasi, koordinasi internal, dan fungsi pendukung lainnya. Penggunaan ruang kantor tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional melalui tersedianya sarana kerja yang representatif, sekaligus memperkuat koordinasi dan komunikasi. Dengan demikian, rencana transaksi ini diharapkan dapat mendukung kegiatan usaha, meningkatkan sinergi dalam kelompok usaha, serta menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi proses koordinasi dan pengambilan keputusan secara lebih efektif.
Page 3
Mempertimbangkan bahwa BGV dengan ALII memiliki hubungan, di mana terdapat 1 (satu) atau lebih anggota
direksi atau dewan komisaris yang sama, maka transaksi ini termasuk ke dalam transaksi afiliasi sebagaimana
didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 42/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Benturan Kepentingan” (“POJK 42/2020”) dan tidak termasuk dalam transaksi yang dikecualikan. Selain
itu, transaksi ini juga bukan merupakan Transaksi Material sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) dan (2)
POJK No. 17/2020 (“POJK 17/2020”), yang dihitung berdasarkan Laporan Keuangan Audit Konsolidasian ALII
tanggal 31 Desember 2025. Dengan demikian, ALII tidak diwajibkan untuk memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
POJK 17/2020 sehubungan dengan Rencana Transaksi dan Rencana Transaksi tidak berpotensi mengakibatkan
terganggunya kelangsungan usaha ALII.
STATUS PENILAI
IDR adalah Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang didirikan berdasarkan Akta Notaris No.139 tertanggal 13 April
2009 oleh Notaris Publik Drajat Darmadji, S.H, IDR telah terdaftar pada Departemen Keuangan Republik Indonesia
dengan Nomor Izin No. 2.09.0047, Tanggal 10 Juni 2009.
Pendapat kewajaran ini dilakukan oleh Penilai Publik Bunga Budiarti, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.) merupakan
Penilai independen yang bernaung dalam IDR berdasarkan izin Penilai Publik No. B-1.16.00.465, yang terdaftar
sebagai profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar (“STTD”)
Profesi Penunjang Pasar Modal dari Bagian Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Penilai Properti dan
Bisnis) STTD OJK No. STTD.PPB-27/PJ.1/PM.02/2023. Bertindak independen, objektif, dan memiliki kompetensi
untuk melakukan pendapat kewajaran sebagaimana yang dimaksud dalam lingkup penugasan ini.
IDR dalam memberikan jasa pendapat kewajaran sesuai dengan kemampuan dan keahlian dengan menjunjung
tinggi integritas, kejujuran dan tidak memihak. Penilai tidak memiliki keterlibatan material atau benturan
kepentingan baik aktual maupun potensial dengan obyek penilaian dan/atau pemilik aset dan pemberi tugas. Untuk
penilaian obyek sebagaimana dijelaskan di bawah tidak diperlukan bantuan tenaga ahli luar. Seluruh Penilai, ahli
dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan tim penugasan di bawah koordinator Penilai berizin
atau penanggung jawab laporan pendapat kewajaran.
IDENTITAS PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN
Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam penyusunan pendapat kewajaran ini adalah:
Nama : PT Ancara Logistics Indonesia Tbk
Perseroan : Perseroan Terbatas berstatus Perusahaan Terbuka (publicly-held company)
Bidang Industri : Jasa Pengangkutan Laut, Intermediate Stockpile dan Transshipment
Alamat : Bakrie Tower Lantai 39, Komplek Rasuna Epicentrum, Jl. H. R. Rasuna Said, Jakarta
Selatan
Email : corsec@ancaralogistics.com
Telepon : +62 21-2991-2091
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk II
Page 4
Pemberi tugas memastikan objek penilaian tidak sedang atau telah dinilai oleh Penilai Publik lainnya untuk maksud, tujuan,
pengguna laporan dan tanggal penilaian yang sama atau berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih dari dua bulan) (KEPI
Edisi VII – 2018 Pasal 5.8 poin C-4).
OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN
Objek transaksi pendapat kewajaran berupa rencana transaksi sewa ruang kantor (office space) dengan luas
±763,1 m² yang berlokasi di Bakrie Tower Lantai 39, Rasuna Epicentrum, Jl. H.R Rasuna Said, Jakarta Selatan,
DKI Jakarta dengan rincian sebagai berikut:
1. Sewa Ruang Kantor untuk ALII dengan luas ±457,857 m² (empat ratus lima puluh tujuh koma delapan ratus
lima puluh tujuh meter persegi) yang berlokasi di Bakrie Tower Lantai 39, Rasuna Epicentrum, Jl. H.R Rasuna
Said, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.
2. Sewa Ruang Kantor untuk ACT dengan luas ±152,619 m² (seratus lima puluh dua koma enam ratus sembilan
belas meter persegi) yang berlokasi di Bakrie Tower Lantai 39, Rasuna Epicentrum, Jl. H.R Rasuna Said,
Jakarta Selatan, DKI Jakarta.
3. Sewa Ruang Kantor untuk ATS dengan luas ±152,619 m² (seratus lima puluh dua koma enam ratus sembilan
belas meter persegi) yang berlokasi di Bakrie Tower Lantai 39, Rasuna Epicentrum, Jl. H.R Rasuna Said,
Jakarta Selatan, DKI Jakarta.
JENIS MATA UANG
Dalam penugasan ini hasil pendapat kewajaran dinyatakan dalam mata uang Rupiah. Kami mengingatkan bahwa
penggunaan nilai tukar selain yang tercantum dalam lingkup penugasan ini tidak berlaku.
MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN
Maksud dan Tujuan penyusunan Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan pendapat tentang kewajaran
Rencana Transaksi ALII pada tanggal 31 Desember 2025 untuk tujuan memenuhi ketentuan-ketentuan dari POJK
No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN
Analisis dalam Pendapat Kewajaran dilaksanakan berdasarkan laporan keuangan pada tanggal 31 Desember
2025, sebagai tanggal efektif Pendapat Kewajaran. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan
tujuan Pendapat Kewajaran serta dari data keuangan ALII per 31 Desember 2025 yang kami terima dan menjadi
dasar penyusunan Pendapat Kewajaran.
Sesuai dengan ketentuan dalam POJK 35/2020, laporan penilaian ini berlaku selama 6 (enam) bulan sejak tanggal
penilaian, yaitu tanggal 30 Juni 2026, kecuali terdapat hal-hal yang dapat mempengaruhi kesimpulan nilai lebih dari
5% (lima persen).
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk III
Page 5
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
➢ Tidak dilakukan uji tuntas atas laporan keuangan objek penyusunan pendapat kewajaran;
➢ Tidak dilakukan uji tuntas atas aspek legal, termasuk dokumen legalitas objek penyusunan pendapat
kewajaran;
➢ Pengumpulan data dan informasi dari pihak manajemen ALII perseroan diverifikasi secara tertulis atau
wawancara langsung;
➢ Proses pengumpulan, verifikasi dan analisis data dilakukan secara langsung pada objek penyusunan pendapat
kewajaran. Bila pada objek penyusunan pendapat kewajaran tertentu dijumpai keterbatasan untuk dijangkau
dan/atau diversifikasi secara keseluruhan, maka kami menggunakan pendataan secara sampling dan
wawancara dari pihak yang relevan;
➢ Inspeksi dapat dilakukan tanpa ada pembatasan akses ke lokasi properti termasuk data yang harus disediakan
oleh pemberi tugas dan/atau pihak terkait lainya;
➢ Segala sesuatu yang membatasi pekerjaan penyusunan pendapat kewajaran ini akan dicatatkan sebagai
bagian yang mengikat atas hasil penyusunan pendapat kewajaran yang dilakukan.
SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN
Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi, dapat disetujui untuk digunakan sepanjang
sumber data tersebut diyakini kebenarannya. Sumber data tersebut antara lain:
➢ Informasi primer yang relevan atas objek penilaian diberikan secara langsung oleh Pemberi Tugas selama
proses penilaian dengan rincian sebagai berikut:
- Laporan Keuangan Audit ALII untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit
oleh KAP Y. Santosa & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah ditandatangani
pada tanggal 27 Maret 2026 oleh Hilda Ong dengan Izin Akuntan Publik No.AP.0457, dengan nomor laporan
No. 00030/2.0902/AU.1/05/0457-2/1/III/2026;
- Laporan Keuangan Audit ALII untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit
oleh KAP Y. Santosa & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah ditandatangani
pada tanggal 26 Maret 2025 oleh Hilda Ong dengan Izin Akuntan Publik No.AP.0457, dengan nomor laporan
No. 00021/2.0902/AU.1/05/0457-1/1/III/2025;
- Laporan Keuangan Audit ALII untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit
oleh KAP Y. Santosa & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah ditandatangani
pada tanggal 6 Mei 2024 oleh Julinar Natalina Rajagukguk dengan Izin Akuntan Publik No.AP.1792, dengan
nomor laporan No. 00057/2.0902/AU.1/05/1792-2/1/V/2024;
- Laporan Keuangan Audit ALII untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit
oleh KAP Y. Santosa & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah ditandatangani
pada tanggal 11 April 2023 oleh Julinar Natalina Rajagukguk dengan Izin Akuntan Publik No.AP.1792,
dengan nomor laporan No. 00129/2.0902/AU.1/05/1792-1/1/IV/2023;
- Laporan Keuangan Audit ALII untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit
oleh KAP Y. Santosa & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah ditandatangani
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk IV
Page 6
pada tanggal 2 Desember 2022 oleh Yahya Santosa dengan Izin Akuntan Publik No.AP.0046, dengan nomor
laporan No. 00150/2.0902/AU.1/05/0046-1/1/XII/2022;
- Business Plan sebelum rencana transaksi dan dengan rencana transaksi untuk periode 2026 sampai dengan
2031 yang antara lain terdiri dari laporan posisi keuangan dan hasil operasi untuk periode yang
diproyeksikan mencerminkan pertimbangan yang terbaik dari Manajemen, berdasarkan harapan kondisi
pasar di masa mendatang dan tindakan-tindakan yang akan dilakukan oleh ALII sesuai kondisi yang ada
per tanggal pendapat kewajaran (dalam bentuk softcopy);
- Keterbukaan Informasi ALII;
- Perjanjian Sewa Menyewa Unit Kantor ALII – BGV No. 220/BGV-ALI/OPR/PSM/VI/2026 tanggal 30 Juni
2026;
- Perjanjian Sewa Menyewa Unit Kantor ATS – BGV No. 171/BGV-ATS/OPR/PSM/VI/2026 tanggal 30 Juni
2026
- Perjanjian Sewa Menyewa Unit Kantor ACT – BGV No. 177/BGV-ACT/OPR/PSM/VI/2026 tanggal 30 Juni
2026
- Laporan Kajian atas Nilai Sewa Ruang Kantor No. 00126/2.0047-05/PI/05/0500/1/VI/2026 tanggal 26 Juni
2026 yang disusun oleh KJPP Iwan Bachron dan Rekan;
➢ Informasi sekunder atas data lain yang diperlukan untuk penilaian diperoleh dari media cetak, media elektronik
dan papan pengumuman yang layak:
- Bank Indonesia (BI);
- Badan Pusat Statistik (BPS);
- Otoritas Jasa Keuangan (OJK);
- Data riset dari lembaga independen seperti website Aswath Damodaran;
- Media cetak dan elektronik resmi seperti Yahoo Finance, Bloomberg, S&P Capital IQ, dan website Bursa
Efek Indonesia.
ASUMSI DAN ASUMSI KHUSUS
Analisis disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta
peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal penerbitan Laporan Pendapat Kewajaran
atas Rencana Transaksi. Dalam analisis, kami mempertimbangkan beberapa asumsi, seperti terpenuhinya semua
kondisi dan kewajiban ALII. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal analisis sampai dengan tanggal
diterbitkannya Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam analisis. Berikut asumsi khusus yang
digunakan dalam lingkup penugasan ini dengan rincian sebagai berikut:
➢ Objek pendapat kewajaran yang analisa tidak mempunyai masalah hukum dan hak kepemilikannya adalah sah,
bebas dari sengketa dan dapat dialihkan haknya;
➢ Objek pendapat kewajaran yang ditunjukkan kepada kami adalah benar merupakan objek dalam penyusunan
pendapat kewajaran;
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk V
Page 7
➢ Seluruh data dan informasi yang diberikan pemberi tugas sehubungan dengan penyusunan pendapat
kewajaran ini adalah relevan, benar dan dapat dipercaya;
➢ Kami tidak melakukan penelitian terhadap keabsahan dokumen-dokumen legal yang terkait;
➢ Seluruh pernyataan data dan informasi yang diberikan Pemberi Tugas adalah relevan, benar dan dapat
dipercaya sesuai dengan prosedur penyusunan pendapat kewajaran yang umum berlaku dan disampaikan
dengan itikad baik;
➢ Kondisi-kondisi tidak wajar yang tersembunyi terhadap objek pendapat kewajaran yang dapat membawa efek
negatif terhadap nilai, tidak menjadi tanggung jawab kami sebab merupakan bagian pekerjaan ahli lain;
➢ Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar, informasi, data, dan asumsi yang tersedia pada
tanggal penilaian 31 Desember 2025. Pendapat kewajaran ini tidak memperhitungkan dampak dari perubahan
kondisi pasar, ekonomi, regulasi, maupun faktor eksternal lainnya yang mungkin terjadi setelah tanggal
penilaian dan selama periode perjanjian;
➢ Baik Pemimpin Rekan dan atau Rekan, serta para Penilai maupun karyawannya tidak mempunyai kepentingan
finansial apapun terhadap objek penugasan.
PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI
Laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional
ALII.
STANDAR PENYUSUNAN PENDAPAT KEWAJARAN
Pendapat Kewajaran akan dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) No.42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (POJK
42/2020), Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal (POJK 35/2020) serta Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII
dan 320, 330, dan 340 – Edisi Revisi (KEPI-SPI Edisi VII.2018).
NILAI TRANSAKSI
Nilai atas transaksi yaitu nilai sewa per m²/bulan sebesar Rp150.000,- (Seratus Lima Puluh Ribu Rupiah).
KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL EFEKTIF
Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan pendapat kewajaran ini, kami tidak memperoleh informasi mengenai
peristiwa penting yang dapat berdampak secara material terhadap hasil analisis pendapat kewajaran.
PENDAPAT KEWAJARAN
Pendapat Kewajaran ditujukan untuk kepentingan Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam kaitannya dengan
Rencana Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain, atau untuk kepentingan lain. Pendapat Kewajaran
tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk menyetujui Rencana Transaksi atau melakukan
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk VI
Page 8
tindakan lainnya dalam kaitan dengan Rencana Transaksi, dan tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham. Pendapat Kewajaran harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran secara keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Pendapat Kewajaran juga disusun berdasarkan kondisi ekonomi dan peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran. Pendapat Kewajaran tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dari IDR. RUANG LINGKUP PENDAPAT KEWAJARAN Ruang lingkup pendapat kewajaran didasarkan pada analisis kewajaran dari Rencana Transaksi untuk memenuhi Ketentuan POJK No. 42/POJK.04/2020 dengan ruang lingkup antara lain: ➢ Analisis atas industri dan bisnis; ➢ Analisis atas keseluruhan Rencana Transaksi; ➢ Analisis kuantitatif dan kualitatif atas Rencana Transaksi; ➢ Analisis atas syarat-syarat dan ketentuan dari perjanjian-perjanjian terkait dengan Rencana Transaksi; ➢ Analisis kewajaran atas Rencana Transaksi. Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi lainnya yang diberikan kepada kami oleh ALII atau yang tersedia secara umum, dan kami tidak melakukan dan karenanya tidak bertanggung jawab atas pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen ALII bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. Kami telah melakukan inspeksi atau wawancara dengan manajemen ALII terkait dengan penyusunan pendapat kewajaran. Selain itu, kami juga tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi. Jasa-jasa yang kami berikan kepada ALII dalam kaitan dengan Rencana Transaksi hanya merupakan penyusunan Pendapat Kewajaran dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, sebagai suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang ada untuk ALII. Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk VII
Page 9
KONDISI PEMBATAS Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan, keandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh manajemen ALII atau yang tersedia secara umum yang pada hakikatnya adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan, dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi- informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen ALII bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggungjawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat Kewajaran kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat disalahartikan. Hasil dari analisis kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan merubah hasil dari analisis kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil analisis, dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Kami telah melakukan inspeksi atau wawancara dengan manajemen ALII terkait dengan penyusunan pendapat kewajaran. Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis dan keuangan. Laporan pendapat kewajaran atas Transaksi bersifat non- disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional ALII. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami juga tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi. Jasa-jasa yang kami berikan kepada ALII dalam kaitan dengan Rencana Transaksi hanya merupakan penyusunan Pendapat Kewajaran dan bukan jasa- jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. INDEPENDENSI PENILAI Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi ini, IDR bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan ALII ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan ALII. IDR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau menyebabkan kerugian pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan IDR hanya menerima imbalan sesuai Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk VIII
Page 10
dengan Surat Perjanjian Kerja sama antara ALII dengan IDR No. 009/IDR-SPK/PEN-BDG/II/2026 pada tanggal 25
Februari 2026 yang telah disetujui.
PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN
Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Rencana Transaksi, kami melakukan analisis dengan tahapan-tahapan
sebagai berikut:
1. Analisis atas Rencana Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam
transaksi, analisis draf perjanjian pengikatan dan persyaratan dalam transaksi, analisis manfaat dan risiko
transaksi;
2. Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi riwayat ALII dan kegiatan usaha ALII, analisis industri,
analisis operasional dan prospek bisnis ALII, analisis alasan dilakukannya Transaksi;
3. Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis laporan keuangan historikal ALII, analisis
arus kas ALII, analisis rasio keuangan ALII, analisis proyeksi keuangan ALII, analisis nilai tambah, dan analisis
nilai transaksi;
4. Analisis kewajaran atas Rencana Transaksi.
RINGKASAN HASIL ANALISIS ATAS KEWAJARAN TRANSAKSI
1. Analisis atas Rencana Transaksi
Analisis atas Rencana Transaksi dilakukan dengan menganalisis transaksi antara sewa menyewa unit kantor
antara BGV selaku pemberi sewa dengan tiga perusahaan afiliasinya yakni ALII, ACS, dan ATS dengan Nilai
atas transaksi yaitu nilai sewa per m²/bulan adalah sebesar Rp150.000,- (Seratus Lima Puluh Ribu Rupiah
per m²/bulan). Rencana Transaksi memiliki struktur yang jelas dengan pengaturan mengenai objek transaksi,
jangka waktu, mekanisme pembayaran, hak dan kewajiban para pihak, serta mekanisme penyelesaian apabila
terjadi keadaan yang memengaruhi pelaksanaan perjanjian. Pengaturan tersebut memberikan kepastian
hukum bagi para pihak sekaligus mendukung pelaksanaan kegiatan operasional ALII, ACT, dan ATS melalui
penyediaan ruang kantor yang memadai untuk menunjang aktivitas usaha masing-masing perusahaan. Dengan
demikian, secara substansi Rencana Transaksi telah memiliki kerangka pengaturan yang memadai sebagai
dasar pelaksanaan hubungan sewa menyewa antara BGV selaku pemberi sewa dengan masing-masing
penyewa yaitu ALII, ACT dan ATS.
2. Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi
Analisis kualitatif dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan operasional ALII dan entitas anak terhadap
tersedianya fasilitas ruang kantor yang memadai guna mendukung kelancaran kegiatan usaha sehari-hari.
Analisis ini juga mencakup penelaahan atas kesesuaian lokasi, ketersediaan fasilitas, efisiensi operasional,
serta manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan ruang kantor yang berada dalam satu kawasan dengan
entitas-entitas lain dalam kelompok usaha. Berdasarkan hasil analisis tersebut, Rencana Transaksi berupa
sewa menyewa ruang kantor antara BGV selaku Pemberi Sewa dengan ALII, ACT, dan ATS selaku Penyewa
dinilai dapat memberikan manfaat bagi masing-masing Penyewa dalam mendukung pelaksanaan kegiatan
operasionalnya.
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk IX
Page 11
Transaksi sewa ruang kantor tersebut merupakan langkah yang mendukung terciptanya efektivitas operasional
melalui penyediaan ruang kerja yang representatif, siap digunakan, dan berada pada lokasi yang strategis.
Keberadaan ruang kantor di Gedung Bakrie Tower diharapkan dapat mempermudah koordinasi, komunikasi,
dan pengambilan keputusan antar entitas dalam kelompok usaha, sehingga aktivitas administrasi maupun
operasional dapat dilaksanakan secara lebih efisien dan terintegrasi. Selain itu, tersedianya fasilitas gedung
yang memadai juga memberikan dukungan terhadap kelancaran aktivitas bisnis masing-masing Penyewa.
Rencana transaksi ini juga berpotensi meningkatkan efisiensi operasional melalui pemanfaatan ruang kantor
secara optimal tanpa memerlukan investasi yang besar untuk pengadaan aset perkantoran baru. Dengan
adanya kepastian hak penggunaan ruang kantor selama jangka waktu sewa, masing-masing Penyewa dapat
lebih berfokus pada pengembangan kegiatan usaha utamanya, sementara kebutuhan atas sarana perkantoran
telah terpenuhi secara memadai. Kondisi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kerja,
efektivitas koordinasi, serta mendukung pelaksanaan kegiatan usaha secara berkesinambungan.
Dengan mempertimbangkan manfaat operasional yang dapat diperoleh, kesesuaian transaksi dengan
kebutuhan bisnis masing-masing Penyewa, serta dukungannya terhadap efektivitas dan efisiensi kegiatan
operasional, Rencana Transaksi sewa menyewa ruang kantor tersebut dinilai dapat memberikan pengaruh
positif terhadap kelancaran dan keberlangsungan kegiatan usaha ALII, ACT, dan ATS.
3. Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi
Berdasarkan laporan keuangan historis ALII, kinerja keuangan ALII menunjukkan tren yang positif dan
berkelanjutan. Hal ini tercermin dari pertumbuhan laba yang sejalan dengan peningkatan total aset. Kinerja ini
dapat dicapai ALII di tengah ketidakpastian perekonomian global, yang mencerminkan efektivitas operasional
ALII.
Berdasarkan perbandingan laporan keuangan proforma ALII tanpa transaksi dan dengan transaksi, diketahui
bahwa transaksi akan meningkatkan total aset dan total liabilitas ALII secara keseluruhan.
Berdasarkan perbandingan proyeksi laba bersih ALII tanpa transaksi dan dengan transaksi, diketahui bahwa
ALII memiliki proyeksi laba bersih sedikit lebih rendah dengan transaksi dibandingkan tanpa Transaksi. Hal ini
menunjukkan bahwa Transaksi yang akan dilakukan ALII tidak berdampak signifikan terhadap kinerja laba (rugi)
ALII di masa yang akan datang.
Berdasarkan perbandingan nilai kini laba (rugi) bersih ALII tanpa transaksi dan dengan transaksi pada periode
proyeksi tahun 2026-2031, diketahui bahwa ALII memiliki proyeksi nilai kini laba (rugi) bersih sedikit lebih
rendah dengan transaksi dibandingkan tanpa Transaksi. Hal ini menunjukkan bahwa rencana transaksi yang
akan dilakukan ALII tidak berdampak signifikan terhadap nilai kini laba (rugi) bersih ALII.
4. Analisis atas kewajaran Rencana Transaksi
Kewajaran nilai transaksi dilihat dengan membandingkan Nilai Sewa Ruang Kantor dengan Nilai Transaksi
Sewa Ruang Kantor yang disepakati.
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk X
Page 12
1. Nilai Sewa
Berdasarkan Laporan Kajian atas Nilai Sewa Ruang Kantor No. 00126/2.0047-05/PI/05/0500/1/VI/2026
tanggal 26 Juni 2026 yang disusun oleh KJPP Iwan Bachron dan Rekan, yaitu Nilai Sewa Ruang Kantor
(Office Space) dengan luas ±763,1 m² yang berlokasi di Bakrie Tower Lantai 39, Rasuna Epicentrum, Jl.
H.R Rasuna Said, Jakarta Selatan, DKI Jakarta adalah sebesar Rp161.000,- (Seratus Enam Puluh Satu
Ribu Rupiah per m²/bulan).
2. Nilai Transaksi
Berdasarkan Perjanjian Sewa Menyewa Unit Kantor, Nilai Transaksi ruang kantor (Office Space) dengan
luas lantai ±763,1 m² yang berlokasi di Bakrie Tower Lantai 39, Rasuna Epicentrum, Jl. H.R Rasuna Said,
Jakarta Selatan, DKI Jakarta adalah sebesar Rp150.000,- (Seratus Lima Puluh Ribu Rupiah per m²/bulan).
Berdasarkan Peraturan POJK 35/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal,
disebutkan bahwa nilai transaksi wajar apabila dalam kisaran batas atas dan batas bawah yang tidak melebihi
7,5% dari nilai yang dijadikan acuan. Nilai Sewa lebih tinggi 7,3% dari perhitungan Nilai Transaksi, dimana selisih
tersebut masih berada dalam kisaran yang diperkenankan sesuai ketentuan OJK, yaitu tidak melebih batas
toleransi sebesar 7,5% dari nilai acuan.
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk XI
Page 13
KESIMPULAN Berdasarkan hasil dari analisis atas transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif, dan analisis kewajaran nilai transaksi, maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi adalah WAJAR. Pendapat Kewajaran ditujukan untuk kepentingan ALII dalam kaitannya dengan Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain, atau untuk kepentingan lain. Pendapat Kewajaran tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk menyetujui Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi, dan tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan. Kami menyatakan bahwa kami tidak ada hubungan afiliasi dengan ALII, baik secara langsung maupun tidak langsung, sebagaimana didefinisikan dalam Undang-Undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal. Kami menyatakan bahwa kami tidak ada benturan kepentingan atas Transaksi yang akan dilaksanakan. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini. Hormat kami, KJPP IWAN BACHRON DAN REKAN Appraisers and Consultants Bunga Budiarti, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.) Rekan Penilai Bisnis dan Properti Izin Penilai Publik No. B-1.16.00.465 Izin Penilai Publik No. P-1.17.00500 STTD OJK No. STTD.PPB-27/PJ.1/PM.02/2023 MAPPI No. 11-S-02732 No. Register: RMK-2017.00554 Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk XII
Page 14
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan serta pemahaman kami sebagai penilai, yang bertanda tangan di
bawah ini menyatakan bahwa:
1. Kami telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan oleh
Asosiasi Profesi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.
2. Keterangan-keterangan dan pernyataan dalam laporan ini, sebatas pengetahuan kami adalah benar dan
akurat.
3. Analisis dan kesimpulan dalam laporan ini hanya dibatasi dan telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan
syarat-syarat pembatas serta kondisi yang dilaporkan.
4. Proyeksi keuangan dalam laporan ini didasarkan pada proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
ALII dan telah dilakukan penyesuaian yang dianggap perlu sesuai kondisi pasar.
5. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan
kami bertanggung jawab atas laporan Pendapat Kewajaran.
6. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan jenis industri yang dinilai.
7. Kami tidak mempunyai kepentingan apapun terhadap objek transaksi dan imbalan jasa yang kami terima
tidak terkait dengan hasil yang dilaporkan.
8. Laporan ini disusun mengacu kepada Standar Penilaian Indonesia (SPI) EDISI VI-2018 dan telah
memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), POJK-35/04/2020 dan POJK-17/POJK.04/2020.
9. Penunjukan dalam penugasan ini tidak berhubungan dengan opini Pendapat Kewajaran yang telah
disepakati sebelumnya dengan Pemberi Tugas.
10. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam laporan ini telah menyediakan bantuan profesional
dalam menyiapkan Pendapat Kewajaran.
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk XIII
Page 15
Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi
analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan ini.
No. Nama Tanda Tangan
1. Penanggung Jawab
Bunga Budiarti, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
Izin Penilai Publik No. B-1.16.00.465
MAPPI No: 11-S-02732
No. Register: RMK-2017.00554
2. Reviewer
Dipa Pranaya, S.M.
MAPPI No: 22-T-11276
No Register: RMK-2023.04533
3. Penilai
Rafi Fauzan, S.M.
MAPPI No: 21-P-10885
No Register: RMK-2023.04531
Penilai
Abdul Dzaki Fadhiil, S.I.P.
MAPPI No: 20-P-10454
No Register: RMK-2025.05075
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk XIV
Page 16
ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
Pendapat Kewajaran disusun berdasarkan kondisi pasar dan kondisi perekonomian, kondisi umum bisnis dan
kondisi keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal efektif Pendapat Kewajaran.
1. Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk
publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional ALII.
Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum ALII berdasarkan anggaran
dasar ALII.
2. IDR telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan
Pendapat Kewajaran.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
4. Analisis dalam penyusunan Pendapat Kewajaran dilakukan dengan menggunakan proyeksi keuangan
yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh
manajemen ALII dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
5. IDR bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan Pendapat Kewajaran dan kesimpulan
Pendapat Kewajaran.
6. Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang
dapat mempengaruhi operasional ALII.
7. Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban ALII serta semua pihak yang terlibat dalam Rencana
Transaksi. Rencana Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan jangka
waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi mengenai Rencana Transaksi yang
diungkapkan oleh manajemen ALII.
8. IDR telah memperoleh informasi atas syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dalam perjanjian-
perjanjian yang terkait dengan Rencana Transaksi dari ALII.
9. Rencana Transaksi dilaksanakan sesuai dengan prosedur-prosedur dan dengan jangka waktu yang
telah ditetapkan dalam dokumen-dokumen yang terkait dengan Rencana Transaksi, dan hal-hal
lainnya yang terkait sebagaimana yang diinformasikan oleh manajemen ALII, khususnya dalam hal
pemenuhan kewajiban ALII sebagaimana yang diatur dalam dokumen-dokumen yang terkait dengan
Rencana Transaksi.
10. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal efektif Pendapat Kewajaran sampai dengan tanggal
penerbitan Pendapat Kewajaran tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material
terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan Pendapat Kewajaran.
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk XV
Page 17
DAFTAR ISI
Surat Pengantar .................................................................................................................................. I
Daftar Isi ............................................................................................................................................. XVI
Daftar Tabel ........................................................................................................................................ XVIII
Daftar Gambar dan Grafik................................................................................................................... XX
Definisi dan Istilah ............................................................................................................................... XXI
BAB I PENDAHULUAN
I.1 LATAR BELAKANG ........................................................................................................ I-1
I.2 STATUS PENILAI ........................................................................................................... I-2
I.3 PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN........................................................... I-2
I.4 OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN............................................................ I-3
I.5 JENIS MATA UANG ........................................................................................................ I-3
I.6 MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN...................................................... I-3
I.7 TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN ........................................................................... I-3
I.8 TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI .......................................................................... I-4
I.9 SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN ................................ I-4
I.10 ASUMSI DAN ASUMSI KHUSUS ................................................................................... I-5
I.11 PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI ....................................... I-6
I.12 STANDAR PENYUSUNAN PENDAPAT KEWAJARAN .................................................. I-6
I.13 NILAI TRANSAKSI .......................................................................................................... I-7
I.14 KEJADIAN – KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL EFEKTIF
(SUBSEQUENT EVENTS) .............................................................................................. I-7
I.15 PENDAPAT KEWAJARAN.............................................................................................. I-7
I.16 RUANG LINGKUP .......................................................................................................... I-7
I.17 KONDISI PEMBATAS ..................................................................................................... I-8
I.18 INDEPENDENSI PENILAI............................................................................................... I-9
I.19 PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ...................................... I-9
I.20 HASIL PELAKSANAAN INSPEKSI ................................................................................. I-10
BAB II ANALISIS TRANSAKSI
II.1 URAIAN UMUM .............................................................................................................. II-1
II.2 IDENTIFIKASI DAN ANALISIS HUBUNGAN ANTARA PIHAK – PIHAK YANG
BERTRANSAKSI ............................................................................................................ II-1
II.2.1 PT Ancara Logistics Indonesia Tbk ................................................................................. II-1
II.2.2 PT Ancara Coal Terminal ................................................................................................ II-3
II.2.3 PT Ancara Transshipment Services ................................................................................ II-4
II.2.4 PT Bakrie Global Ventura................................................................................................ II-5
II.3 OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN............................................................ II-6
II.4 PROSEDUR PENGAMBILAN KEPUTUSAN ATAS TRANSAKSI .................................. II-7
II.5 ANALISIS TRANSAKSI ................................................................................................... II-7
II.6 KESIMPULAN ANALISIS TRANSAKSI ........................................................................... II-9
BAB III ANALISIS KUALITATIF
III.1 KONDISI MAKRO EKONOMI ......................................................................................... III-1
III.1.1 Perkembangan Ekonomi Dunia....................................................................................... III-1
III.1.2 Tingkat Inflasi Dunia ........................................................................................................ III-4
III.1.3 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia ................................................................................... III-8
III.1.3.1 Neraca Perdagangan ...................................................................................................... III-10
III.1.3.2 Nilai Tukar Rupiah ........................................................................................................... III-11
III.1.3.3 Inflasi ............................................................................................................................... III-12
III.1.3.4 Perkembangan Moneter .................................................................................................. III-12
III.2 TINJAUAN INDUSTRI TRANSPORTASI DAN LOGISTIK .............................................. III-14
III.2.1 Gambaran Umum Industri Transportasi dan Logistik di Dunia ........................................ III-14
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk XVI
Page 18
III.2.2 Gambaran Umum Industri Transportasi dan Logistik di Indonesia .................................. III-17
III.3 INFORMASI NON – KEUANGAN YANG RELEVAN ..................................................... III-19
III.4 LOKASI GEOGRAFIS ..................................................................................................... III-20
III.5 PESAING USAHA ........................................................................................................... III-20
III.6 KEBIJAKAN DAN STRATEGI MANAJEMEN.................................................................. III-21
III.7 RENCANA BISNIS ALII................................................................................................... III-24
III.8 PENJELASAN, PERTIMBANGAN, DAN ALASAN DILAKUKANNYA TRANSAKSI ........ III-29
III.9 KESIMPULAN ANALISIS KUALITATIF ........................................................................... III-30
BAB IV ANALISIS KUANTITATIF
IV.1 ANALISIS KINERJA HISTORIS ALII ............................................................................... IV-1
IV.1.1 Laporan Posisi Keuangan ............................................................................................... IV-1
IV.1.2 Laporan Laba (Rugi) ....................................................................................................... IV-3
IV.1.3 Laporan Arus Kas ........................................................................................................... IV-4
IV.2 ANALISIS VERTIKAL ...................................................................................................... IV-6
IV.3 ANALISIS RASIO ............................................................................................................ IV-8
IV.4 INFORMASI PERPAJAKAN............................................................................................ IV-10
IV.5 ANALISIS ATAS LAPORAN KEUANGAN PROFORMA ALII ......................................... IV-10
IV.6 ANALISIS INKREMENTAL.............................................................................................. IV-13
IV.6.1 Asumsi Proyeksi Keuangan ALII ..................................................................................... IV-13
IV.6.2 Periode Proyeksi Keuangan ALII .................................................................................... IV-13
IV.6.3 Kontribusi Nilai Tambah terhadap ALII ............................................................................ IV-13
IV.6.4 Kontribusi Nilai Tambah terhadap Rasio Keuangan ALII ................................................ IV-14
IV.7 PERHITUNGAN NILAI KINI LABA (RUGI) BERSIH TANPA DAN DENGAN
TRANSAKSI .................................................................................................................... IV-15
IV.7.1 Penentuan Tingkat Diskonto ........................................................................................... IV-15
IV.7.1.1 Penentuan Biaya Modal Untuk Ekuitas ........................................................................... IV-15
IV.7.1.2 Penentuan Biaya Modal Untuk Hutang ........................................................................... IV-17
IV.7.1.3 Tingkat Diskonto ALII ...................................................................................................... IV-18
IV.7.2 Perhitungan Nilai Kini ...................................................................................................... IV-18
IV.8 KESIMPULAN ANALISIS KUANTITATIF ........................................................................ IV-19
BAB V ANALISIS ATAS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI
V.1 DESKRIPSI ANALISIS KEWAJARAN ............................................................................. V-1
V.2 SUSUNAN PEMEGANG SAHAM ................................................................................... V-1
V.2.1 Susunan Pemegang Saham ALII .................................................................................... V-1
V.3 PROSEDUR PENGAMBILAN KEPUTUSAN ATAS TRANSAKSI .................................. V-1
V.4 SEKTOR INDUSTRI TRANSPORTASI DAN LOGISTIK................................................. V-2
V.4.1 Gambaran Umum Industri Transportasi dan Logistik di Dunia ........................................ V-2
V.4.2 Gambaran Umum Industri Transportasi dan Logistik di Indonesia .................................. V-5
V.5 RENCANA PEMANFAATAN RUANG KANTOR ............................................................. V-7
V.6 KONTRIBUSI NILAI TAMBAH TERHADAP ALII............................................................. V-8
V.7 PERHITUNGAN NILAI KINI LABA (RUGI) BERSIH TANPA DAN DENGAN
TRANSAKSI .................................................................................................................... V-9
V.7.1 Penentuan Tingkat Diskonto ........................................................................................... V-9
V.7.1.1 Penentuan Biaya Modal Untuk Ekuitas ........................................................................... V-9
V.7.1.2 Penentuan Biaya Modal Untuk Hutang ........................................................................... V-12
V.7.1.3 Tingkat Diskonto ALII ...................................................................................................... V-12
V.7.2 Perhitungan Nilai Kini ...................................................................................................... V-13
V.8 ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI ................................................................. V-14
V.9 KESIMPULAN ................................................................................................................. V-14
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk XVII
Page 19
DAFTAR TABEL
Tabel I.1. Daftar Hadir Wawancara ............................................................................................. I-10
Tabel II.1. Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham ALII per 31 Desember
2025............................................................................................................................. II-2
Tabel II.2. Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham ACT per 31 Desember
2025............................................................................................................................. II-3
Tabel II.3. Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham ATS per 31 Desember
2025............................................................................................................................. II-5
Tabel II.4. Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham BGV per 31 Desember
2025............................................................................................................................. II-6
Tabel III.1. Pertumbuhan PDB Global (Region: Asia Pacific) (%, yoy) .......................................... III-2
Tabel III.2. Pertumbuhan PDB Global (Region: Asia Tenggara) (%, yoy) ..................................... III-2
Tabel III.3. Pertumbuhan PDB Global (Region: Amerika) (%, yoy) ............................................... III-3
Tabel III.4. Pertumbuhan PDB Global (Region: Afrika) (%, yoy) ................................................... III-3
Tabel III.5. Pertumbuhan PDB Global (Region: Eropa) (%, yoy) ................................................... III-4
Tabel III.6. Pertumbuhan Inflasi Global (Region: Asia Pasifik) (%, yoy) ........................................ III-5
Tabel III.7. Pertumbuhan Inflasi Global (Region: ASEAN) (%, yoy) .............................................. III-6
Tabel III.8. Pertumbuhan Inflasi Global (Region: Amerika) (%, yoy) ............................................. III-7
Tabel III.9. Pertumbuhan Inflasi Global (Region: Afrika) (%, yoy) ................................................. III-7
Tabel III.10. Pertumbuhan Inflasi Global (Region: Eropa) (%, yoy) ................................................. III-8
Tabel III.11. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha
(%, yoy) ....................................................................................................................... III-8
Tabel III.12. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran (%, yoy) ..... III-9
Tabel III.13. Analisis SWOT ALII ..................................................................................................... III-21
Tabel IV.1. Laporan Posisi Keuangan ALII periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
(dalam Ribuan Rupiah) ................................................................................................ IV-1
Tabel IV.2. Laporan Laba (Rugi) ALII periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
(dalam Ribuan Rupiah) ................................................................................................ IV-3
Tabel IV.3. Laporan Arus Kas ALII periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
(dalam Ribuan Rupiah) ................................................................................................ IV-4
Tabel IV.4. Analisis Vertikal Posisi Keuangan ALII periode 31 Desember 2021 – 31 Desember
2025............................................................................................................................. IV-6
Tabel IV.5. Analisis Vertikal Laba/Rugi ALII periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 .. IV-7
Tabel IV.6. Rasio Keuangan ALII ................................................................................................... IV-8
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk XVIII
Page 20
Tabel IV.7. Laporan Posisi Keuangan Proforma ALII pada Tanggal 31 Desember 2025
(dalam Ribuan Rupiah) ................................................................................................ IV-11
Tabel IV.8. Laporan Laba (Rugi) Proforma ALII pada Tanggal 31 Desember 2025
(dalam Ribuan Rupiah) ................................................................................................ IV-12
Tabel IV.9. Proyeksi Laba Rugi ALII Tanpa Transaksi (dalam Ribuan Rupiah) ............................. IV-13
Tabel IV.10. Proyeksi Laba Rugi ALII Dengan Transaksi (dalam Ribuan Rupiah) .......................... IV-14
Tabel IV.11. Proyeksi Rasio Keuangan ALII Tanpa Transaksi ........................................................ IV-14
Tabel IV.12. Proyeksi Rasio Keuangan ALII Dengan Transaksi ...................................................... IV-14
Tabel IV.13. Perusahaan Pembanding dan Perhitungan Unlevered Beta ....................................... IV-16
Tabel IV.14. Biaya Modal untuk Ekuitas ALII ................................................................................... IV-17
Tabel IV.15. WACC ALII .................................................................................................................. IV-18
Tabel IV.16. Nilai Kini Tanpa Transaksi (dalam Ribuan Rupiah) ..................................................... IV-18
Tabel IV.17. Nilai Kini Dengan Transaksi (dalam Ribuan Rupiah) ................................................... IV-19
Tabel V.1. Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham ALII ........................................ V-1
Tabel V.2. Proyeksi Laba Rugi ALII Tanpa Transaksi (dalam Ribuan Rupiah) ............................. V-9
Tabel V.3. Proyeksi Laba Rugi ALII Dengan Transaksi (dalam Ribuan Rupiah) .......................... V-9
Tabel V.4. Perusahaan Pembanding dan Perhitungan Unlevered Beta ....................................... V-11
Tabel V.5. Biaya Modal untuk Ekuitas ALII ................................................................................... V-11
Tabel V.6. WACC ALII .................................................................................................................. V-12
Tabel V.7. Nilai Kini Tanpa Transaksi (dalam Ribuan Rupiah) ..................................................... V-13
Tabel V.8. Nilai Kini Dengan Transaksi (dalam Ribuan Rupiah) ................................................... V-13
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk XIX
Page 21
DAFTAR GAMBAR DAN GRAFIK
Gambar III.1. Kontribusi dan Pertumbuhan Menurut Pulau (%), 2025 .............................................. III-10
Grafik III.1. Neraca Perdagangan................................................................................................... III-11
Grafik III.2. Indeks Rupiah terhadap USD, Negara Maju kecuali AS, dan Negara Berkembang .... III-11
Grafik III.3. Inflasi IHK dan Komponen ........................................................................................... III-12
Grafik III.4. Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan INDONIA ................................................ III-13
Grafik III.5. Suku Bunga Perbankan ............................................................................................... III-13
Grafik III.6. Permodalan Industri Perbankan .................................................................................. III-14
Grafik III.7. Perkembangan Biaya dalam Bidang Transportasi dan Logistik di Dunia dalam Triliun
USD dari tahun 2020 hingga proyeksi tahun 2030. (dalam triliun USD) ...................... III-15
Grafik III.8. Perkembangan lalu lintas pelabuhan kontainer secara global dalam satuan Twenty-
Foot Equivalent Unit (TEU) dari Tahun 2020 hingga proyeksi Tahun 2030................. III-16
Grafik III.9. Perkembangan Biaya dalam Bidang Transportasi dan Logistik di Indonesia dalam Triliun
USD dari tahun 2020 hingga proyeksi tahun 2030. (dalam triliun USD) ...................... III-17
Grafik III.10. Perkembangan biaya dalam bidang Transportasi dan Logistik di Indonesia dalam satuan
Twenty-Foot Equivalent Unit (TEU) dari Tahun 2020 hingga proyeksi Tahun 2030 .... III-18
Grafik V.1. Perkembangan Biaya dalam Bidang Transportasi dan Logistik di Dunia dalam Triliun
USD dari tahun 2020 hingga proyeksi tahun 2030. (dalam triliun USD) ...................... .V-3
Grafik V.2. Perkembangan lalu lintas pelabuhan kontainer secara global dalam satuan Twenty-
Foot Equivalent Unit (TEU) dari Tahun 2020 hingga proyeksi Tahun 2030................. .V-4
Grafik V.3. Perkembangan Biaya dalam Bidang Transportasi dan Logistik di Indonesia dalam Triliun
USD dari tahun 2020 hingga proyeksi tahun 2030. (dalam triliun USD) ...................... .V-5
Grafik V.4. Perkembangan biaya dalam bidang Transportasi dan Logistik di Indonesia dalam satuan
Twenty-Foot Equivalent Unit (TEU) dari Tahun 2020 hingga proyeksi Tahun 2030 .... .V-6
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk XX
Page 22
DEFINISI DAN ISTILAH
Berdasarkan definisi dan istilah yang digunakan dalam penyusunan pendapat kewajaran adalah:
1. Penilaian adalah proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas nilai ekonomi suatu objek
penilaian.
2. Penilai adalah orang perseorangan yang dengan keahliannya menjalankan kegiatan Penilaian di pasar
modal.
3. Penilai Bisnis adalah Penilai yang melakukan kegiatan penilaian bisnis sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai yang melakukan kegiatan di pasar modal.
4. Penilaian Bisnis adalah proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas objek Penilaian Bisnis
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai yang melakukan
kegiatan di pasar modal.
5. Penugasan Penilaian Profesional adalah penugasan yang diterima oleh Penilai dari pemberi
penugasan untuk melakukan Penilaian atas objek, tujuan Penilaian, dan tanggal tertentu dimana Penilai
mendasarkan opininya, yang disajikan dalam laporan Penilaian.
6. Nilai adalah perkiraan harga yang diinginkan oleh penjual dan/atau pembeli atas suatu barang atau jasa
dan merupakan jumlah manfaat ekonomi berdasarkan nilai pasar yang akan diperoleh dari objek
Penilaian pada tanggal Penilaian.
7. Tanggal Penilaian adalah tanggal pada saat Nilai, hasil Penilaian, atau perhitungan manfaat ekonomi
dinyatakan.
8. Dasar Penilaian adalah suatu penjelasan dan/atau pendefinisian tentang jenis Nilai yang sedang diteliti
berdasarkan kriteria tertentu.
9. Nilai Buku adalah:
a. hasil kapitalisasi atas biaya perolehan aset, dikurangi akumulasi depresiasi, deplesi, amortisasi atau
penurunan nilai sebagaimana yang tercatat dalam laporan keuangan; atau
b. selisih antara total aset dikurangi dengan total liabilitas dari perusahaan sebagaimana tercatat dalam
laporan keuangan.
10. Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada Tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, di mana
kedua Pihak masing–masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan
tanpa paksaan.
11. Asumsi adalah sesuatu yang dianggap akan terjadi termasuk fakta, syarat, atau keadaan yang mungkin
dapat mempengaruhi objek Penilaian atau pendekatan penilaian dan kewajarannya telah dianalisis oleh
Penilai Bisnis sebagai bagian dari proses Penilaian.
12. Pendekatan Penilaian adalah suatu cara untuk memperkirakan Nilai dengan menggunakan satu atau
lebih metode penilaian.
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk XXI
Page 23
13. Pendekatan Pasar adalah Pendekatan Penilaian dengan cara membandingkan objek Penilaian dengan
objek lain yang sebanding dan sejenis serta telah tersedia informasi harga transaksi atau penawaran.
14. Laporan Penilaian Bisnis adalah laporan tertulis yang dibuat oleh Penilai Bisnis yang memuat pendapat
Penilai Bisnis mengenai objek Penilaian serta menyajikan informasi tentang proses Penilaian.
15. Tanggal Laporan Penilaian Bisnis adalah tanggal ditandatanganinya Laporan Penilaian Bisnis oleh
Penilai Bisnis.
16. Tingkat Diskonto adalah suatu Tingkat Imbal Balik untuk mengkonversikan nilai di masa depan ke nilai
sekarang yang mencerminkan nilai waktu dari uang dan ketidakpastian atas terealisasinya pendapatan
ekonomi.
17. Arus Kas Bersih adalah jumlah kas yang:
a. tersedia setelah terpenuhinya kebutuhan kas untuk kegiatan operasional;
b. merupakan arus kas yang tersedia bagi penyedia modal yang terdiri dari utang dan ekuitas; dan
c. telah bebas dari kewajiban untuk mempertahankan operasi saat ini dan untuk mengantisipasi
pertumbuhan perusahaan.
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk XXII
Page 24
BAB I
PENDAHULUAN
I.1 LATAR BELAKANG
PT Ancara Logistics Indonesia Tbk adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Akta
No. 437 tanggal 30 Juli 2019 dari Notaris Netty Maria Machdar, S.H. Akta Pendirian tersebut telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.
AHU-0037867.AH.01. 01.TAHUN 2019 tanggal 02 Agustus 2019.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 14
tanggal 03 Oktober 2025 dari Aulia Taufani, S.H. sehubungan dengan perubahan data perseroan. Akta
Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum dari
Kementerian Hukum Republik Indonesia melalui Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH. 01.09-
0346750 tanggal 06 Oktober 2025.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah menjalankan usaha
dalam bidang penyediaan layanan logistik dan transportasi pelayaran untuk industri pertambangan di
Indonesia, kegiatan usaha tersebut dijalankan secara terintegrasi bersama dengan entitas anak dari
mulai pengangkutan laut, Transshipment, hingga fasilitas ISP yang menjadi bagian penting dalam
mendukung kelancaran logistik komoditas pertambangan, khususnya komoditas batu bara. Dengan
sinergi yang kuat bersama entitas anak, Perseroan terus berupaya membangun fondasi operasional
dengan menekankan pada integrasi layanan, efisiensi rantai pasok dan keandalan distribusi komoditas
melalui jalur laut.
Perusahaan berdomisili di Bakrie Tower Lantai 15, Rasuna Epicentrum, Jl. H. R. Rasuna Said, Jakarta
Selatan dan operasi Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2019.
ALII merupakan Perseroan Terbatas berstatus perusahaan terbuka yang bergerak di bidang jasa
pengangkutan laut, intermediate stockpile dan transhipment dan memiliki 2 (dua) entitas anak yaitu ACT
dan ATS. Berdasarkan informasi yang kami terima dari ALII, rencana transaksi yang akan dilaksanakan
oleh ALII adalah rencana transaksi sewa menyewa ruang kantor (office space) antara BGV selaku
pemberi sewa dengan tiga perusahaan afiliasinya yakni ALII, ACT, dan ATS selaku penyewa sesuai
dengan ketentuan Perjanjian Sewa Menyewa Unit Kantor yang telah disepakati para pihak.
Rencana Transaksi sewa ruang kantor dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ALII atas fasilitas ruang
kerja yang memadai dalam mendukung kegiatan operasional sehari-hari, termasuk aktivitas
perkantoran, administrasi, koordinasi internal, dan fungsi pendukung lainnya. Penggunaan ruang kantor
tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional melalui tersedianya sarana
kerja yang representatif, sekaligus memperkuat koordinasi dan komunikasi. Dengan demikian, rencana
transaksi ini diharapkan dapat mendukung kegiatan usaha, meningkatkan sinergi dalam kelompok
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk I-1
Page 25
usaha, serta menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi proses koordinasi dan pengambilan
keputusan secara lebih efektif.
Mempertimbangkan bahwa BGV dengan ALII memiliki hubungan, di mana terdapat 1 (satu) atau lebih
anggota direksi atau dewan komisaris yang sama, maka transaksi ini termasuk ke dalam transaksi afiliasi
sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 42/POJK.04/2020
tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (“POJK 42/2020”) dan tidak termasuk
dalam transaksi yang dikecualikan. Selain itu, transaksi ini juga bukan merupakan Transaksi Material
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) dan (2) POJK No. 17/2020 (“POJK 17/2020”), yang
dihitung berdasarkan Laporan Keuangan Audit Konsolidasian ALII tanggal 31 Desember 2025. Dengan
demikian, ALII tidak diwajibkan untuk memenuhi ketentuan-ketentuan dalam POJK 17/2020 sehubungan
dengan Rencana Transaksi dan Rencana Transaksi tidak berpotensi mengakibatkan terganggunya
kelangsungan usaha ALII.
I.2 STATUS PENILAI
IDR adalah Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang didirikan berdasarkan Akta Notaris No.139 tertanggal
13 April 2009 oleh Notaris Publik Drajat Darmadji, S.H, IDR telah terdaftar pada Departemen Keuangan
Republik Indonesia dengan Nomor Izin No. 2.09.0047, Tanggal 10 Juni 2009.
Pendapat kewajaran Ini dilakukan oleh Penilai Publik Bunga Budiarti, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
merupakan Penilai independen yang bernaung dalam IDR berdasarkan ijin Penilai Publik No. B-
1.16.00.465, yang terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”)
dengan Surat Tanda Terdaftar (“STTD”) Profesi Penunjang Pasar Modal dari Bagian Pengawas Pasar
Modal dan Lembaga Keuangan (Penilai Properti dan Bisnis) STTD OJK No. STTD.PPB-
27/PJ.1/PM.02/2023. Bertindak independen, objektif, dan memiliki kompetensi untuk melakukan
pendapat kewajaran sebagaimana yang dimaksud dalam lingkup penugasan ini.
IDR dalam memberikan jasa pendapat kewajaran sesuai dengan kemampuan dan keahlian dengan
menjunjung tinggi integritas, kejujuran dan tidak memihak. Penilai tidak memiliki keterlibatan material
atau benturan kepentingan baik aktual maupun potensial dengan obyek penilaian dan/atau pemilik aset
dan pemberi tugas. Untuk penilaian obyek sebagaimana dijelaskan di bawah tidak diperlukan bantuan
tenaga ahli luar. Seluruh Penilai, ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan tim
penugasan di bawah koordinator Penilai berizin atau penanggung jawab laporan pendapat kewajaran.
I.3 PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN
Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam penyusunan pendapat kewajaran ini adalah:
Nama : PT Ancara Logistics Indonesia Tbk
Perseroan : Perseroan Terbatas berstatus Perusahaan Terbuka (publicly-held
company)
Bidang Industri : Jasa Pengangkutan Laut, Intermediate Stockpile dan Transshipment
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk I-2
Page 26
Alamat : Bakrie Tower Lantai 39, Komplek Rasuna Epicentrum, Jl. H. R. Rasuna
Said,Jakarta Selatan
Email : corsec@ancaralogistics.com
Telepon : +62 21-2991-2091
Pemberi tugas memastikan objek penilaian tidak sedang atau telah dinilai oleh Penilai Publik lainnya untuk maksud,
tujuan, pengguna laporan dan tanggal penilaian yang sama atau berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih dari
dua bulan) (KEPI Edisi VII – 2018 Pasal 5.8 poin C-4).
I.4 OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN
Objek transaksi pendapat kewajaran berupa rencana transaksi sewa ruang kantor (office space) dengan
luas ±763,1 m² yang berlokasi di Bakrie Tower Lantai 39, Rasuna Epicentrum, Jl. H.R Rasuna Said,
Jakarta Selatan, DKI Jakarta dengan rincian sebagai berikut:
1. Sewa Ruang Kantor untuk ALII dengan luas ±457,857 m² (empat ratus lima puluh tujuh koma
delapan ratus lima puluh tujuh meter persegi) yang berlokasi di Bakrie Tower Lantai 39, Rasuna
Epicentrum, Jl. H.R Rasuna Said, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.
2. Sewa Ruang Kantor untuk ACT dengan luas ±152,619 m² (seratus lima puluh dua koma enam
ratus sembilan belas meter persegi) yang berlokasi di Bakrie Tower Lantai 39, Rasuna Epicentrum,
Jl. H.R Rasuna Said, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.
3. Sewa Ruang Kantor untuk ATS dengan luas ±152,619 m² (seratus lima puluh dua koma enam
ratus sembilan belas meter persegi) yang berlokasi di Bakrie Tower Lantai 39, Rasuna Epicentrum,
Jl. H.R Rasuna Said, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.
I.5 JENIS MATA UANG
Dalam penugasan ini hasil pendapat kewajaran dinyatakan dalam mata uang Rupiah. Kami
mengingatkan bahwa penggunaan nilai tukar selain yang tercantum dalam lingkup penugasan ini tidak
berlaku.
I.6 MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN
Maksud dan Tujuan penyusunan Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan pendapat tentang
kewajaran Rencana Transaksi ALII pada tanggal 31 Desember 2025 untuk tujuan memenuhi
ketentuan-ketentuan dari POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan.
I.7 TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN
Analisis dalam Pendapat Kewajaran dilaksanakan berdasarkan laporan keuangan pada tanggal
31 Desember 2025, sebagai tanggal efektif Pendapat Kewajaran. Tanggal ini dipilih atas dasar
pertimbangan kepentingan dan tujuan Pendapat Kewajaran serta dari data keuangan ALII per
31 Desember 2025 yang kami terima dan menjadi dasar penyusunan Pendapat Kewajaran.
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk I-3
Page 27
Sesuai dengan ketentuan dalam POJK 35/2020, laporan penilaian ini berlaku selama 6 (enam) bulan
sejak tanggal penilaian, yaitu tanggal 30 Juni 2026, kecuali terdapat hal-hal yang dapat mempengaruhi
kesimpulan nilai lebih dari 5% (lima persen).
I.8 TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
➢ Tidak dilakukan uji tuntas atas laporan keuangan objek penyusunan pendapat kewajaran;
➢ Tidak dilakukan uji tuntas atas aspek legal, termasuk dokumen legalitas objek penyusunan pendapat
kewajaran;
➢ Pengumpulan data dan informasi dari pihak manajemen ALII perseroan diverifikasi secara tertulis
atau wawancara langsung;
➢ Proses pengumpulan, verifikasi dan analisis data dilakukan secara langsung pada objek penyusunan
pendapat kewajaran. Bila pada objek penyusunan pendapat kewajaran tertentu dijumpai
keterbatasan untuk dijangkau dan/atau diversifikasi secara keseluruhan, maka kami menggunakan
pendataan secara sampling dan wawancara dari pihak yang relevan;
➢ Inspeksi dapat dilakukan tanpa ada pembatasan akses ke lokasi properti termasuk data yang harus
disediakan oleh pemberi tugas dan/atau pihak terkait lainya;
➢ Segala sesuatu yang membatasi pekerjaan penyusunan pendapat kewajaran ini akan dicatatkan
sebagai bagian yang mengikat atas hasil penyusunan pendapat kewajaran yang dilakukan.
I.9 SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN
Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi, dapat disetujui untuk digunakan
sepanjang sumber data tersebut diyakini kebenarannya. Sumber data tersebut antara lain:
➢ Informasi primer yang relevan atas objek penilaian diberikan secara langsung oleh Pemberi Tugas
selama proses penilaian dengan rincian sebagai berikut:
- Laporan Keuangan Audit ALII untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
telah diaudit oleh KAP Y. Santosa & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material
dan telah ditandatangani pada tanggal 27 Maret 2026 oleh Hilda Ong dengan Izin Akuntan Publik
No.AP.0457, dengan nomor laporan No. 00030/2.0902/AU.1/05/0457-2/1/III/2026;
- Laporan Keuangan Audit ALII untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang
telah diaudit oleh KAP Y. Santosa & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material
dan telah ditandatangani pada tanggal 26 Maret 2025 oleh Hilda Ong dengan Izin Akuntan Publik
No.AP.0457, dengan nomor laporan No. 00021/2.0902/AU.1/05/0457-1/1/III/2025;
- Laporan Keuangan Audit ALII untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
telah diaudit oleh KAP Y. Santosa & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material
dan telah ditandatangani pada tanggal 6 Mei 2024 oleh Julinar Natalina Rajagukguk dengan Izin
Akuntan Publik No.AP.1792, dengan nomor laporan No. 00057/2.0902/AU.1/05/1792-2/1/V/2024;
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk I-4
Page 28
- Laporan Keuangan Audit ALII untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
telah diaudit oleh KAP Y. Santosa & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material
dan telah ditandatangani pada tanggal 11 April 2023 oleh Julinar Natalina Rajagukguk dengan
Izin Akuntan Publik No.AP.1792, dengan nomor laporan No. 00129/2.0902/AU.1/05/1792-
1/1/IV/2023;
- Laporan Keuangan Audit ALII untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
telah diaudit oleh KAP Y. Santosa & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material
dan telah ditandatangani pada tanggal 2 Desember 2022 oleh Yahya Santosa dengan Izin
Akuntan Publik No.AP.0046, dengan nomor laporan No. 00150/2.0902/AU.1/05/0046-
1/1/XII/2022;
- Business Plan sebelum rencana transaksi dan dengan rencana transaksi untuk periode 2026
sampai dengan 2031 yang antara lain terdiri dari laporan posisi keuangan dan hasil operasi untuk
periode yang diproyeksikan mencerminkan pertimbangan yang terbaik dari Manajemen,
berdasarkan harapan kondisi pasar di masa mendatang dan tindakan-tindakan yang akan
dilakukan oleh ALII sesuai kondisi yang ada per tanggal pendapat kewajaran (dalam bentuk
softcopy);
- Keterbukaan Informasi ALII;
- Perjanjian Sewa Menyewa Unit Kantor ALII – BGV No. 220/BGV-ALI/OPR/PSM/VI/2026 tanggal
30 Juni 2026;
- Perjanjian Sewa Menyewa Unit Kantor ATS – BGV No. 171/BGV-ATS/OPR/PSM/VI/2026 tanggal
30 Juni 2026
- Perjanjian Sewa Menyewa Unit Kantor ACT – BGV No. 177/BGV-ACT/OPR/PSM/VI/2026 tanggal
30 Juni 2026;
- Laporan Kajian atas Nilai Sewa Ruang Kantor No. 00126/2.0047-05/PI/05/0500/1/VI/2026 tanggal
26 Juni 2026 yang disusun oleh KJPP Iwan Bachron dan Rekan;
➢ Informasi sekunder atas data lain yang diperlukan untuk penilaian diperoleh dari media cetak, media
elektronik dan papan pengumuman yang layak:
- Bank Indonesia (BI);
- Badan Pusat Statistik (BPS);
- Otoritas Jasa Keuangan (OJK);
- Data riset dari lembaga independen seperti website Aswath Damodaran;
- Media cetak dan elektronik resmi seperti Yahoo Finance, Bloomberg, S&P Capital IQ, dan
website Bursa Efek Indonesia.
I.10 ASUMSI DAN ASUMSI KHUSUS
Analisis disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan,
serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal penerbitan Laporan
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk I-5
Page 29
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi. Dalam analisis, kami mempertimbangkan beberapa
asumsi, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban ALII. Kami juga mengasumsikan bahwa dari
tanggal analisis sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi
yang digunakan dalam analisis. Berikut asumsi khusus yang digunakan dalam lingkup penugasan ini
dengan rincian sebagai berikut:
➢ Objek pendapat kewajaran yang analisa tidak mempunyai masalah hukum dan hak kepemilikannya
adalah sah, bebas dari sengketa dan dapat dialihkan haknya.
➢ Objek pendapat kewajaran yang ditunjukkan kepada kami adalah benar merupakan objek dalam
penyusunan pendapat kewajaran.
➢ Seluruh data dan informasi yang diberikan pemberi tugas sehubungan dengan penyusunan
pendapat kewajaran ini adalah relevan, benar dan dapat dipercaya.
➢ Kami tidak melakukan penelitian terhadap keabsahan dokumen-dokumen legal yang terkait.
➢ Seluruh pernyataan data dan informasi yang diberikan Pemberi Tugas adalah relevan, benar dan
dapat dipercaya sesuai dengan prosedur penyusunan pendapat kewajaran yang umum berlaku dan
disampaikan dengan itikad baik.
➢ Kondisi-kondisi tidak wajar yang tersembunyi terhadap objek pendapat kewajaran yang dapat
membawa efek negatif terhadap nilai, tidak menjadi tanggung jawab kami sebab merupakan bagian
pekerjaan ahli lain;
➢ Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar, informasi, data, dan asumsi yang
tersedia pada tanggal penilaian 31 Desember 2025. Pendapat kewajaran ini tidak memperhitungkan
dampak dari perubahan kondisi pasar, ekonomi, regulasi, maupun faktor eksternal lainnya yang
mungkin terjadi setelah tanggal penilaian dan selama periode perjanjian;
➢ Baik Pemimpin Rekan dan atau Rekan, serta para Penilai maupun karyawannya tidak mempunyai
kepentingan finansial apapun terhadap objek penugasan.
I.11 PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI
Laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan
laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
mempengaruhi operasional ALII.
I.12 STANDAR PENYUSUNAN PENDAPAT KEWAJARAN
Pendapat Kewajaran akan dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No.42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan (POJK 42/2020), Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (POJK 35/2020) serta Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk I-6
Page 30
Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII dan 320, 330, dan 340 – Edisi Revisi (KEPI-SPI Edisi
VII.2018).
I.13 NILAI TRANSAKSI
Nilai atas transaksi yaitu nilai sewa per m²/bulan sebesar Rp150.000,- (Seratus Lima Puluh Ribu
Rupiah).
I.14 KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL EFEKTIF
Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan pendapat kewajaran ini, kami tidak memperoleh informasi
mengenai peristiwa penting yang dapat berdampak secara material terhadap hasil analisis pendapat
kewajaran.
I.15 PENDAPAT KEWAJARAN
Pendapat Kewajaran ditujukan untuk kepentingan Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam
kaitannya dengan Rencana Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain, atau untuk kepentingan
lain. Pendapat Kewajaran tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk menyetujui
Rencana Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Rencana Transaksi, dan
tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.
Pendapat Kewajaran harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis
dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran secara keseluruhan dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran.
Pendapat Kewajaran juga disusun berdasarkan kondisi ekonomi dan peraturan yang ada pada saat ini.
Kami tidak bertanggung jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran. Pendapat Kewajaran tidak sah
apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dari IDR.
I.16 RUANG LINGKUP
Ruang lingkup pendapat kewajaran didasarkan pada analisis kewajaran dari Rencana Transaksi untuk
memenuhi Ketentuan POJK No. 42/POJK.04/2020 dengan ruang lingkup antara lain:
➢ Analisis atas industri dan bisnis
➢ Analisis atas keseluruhan Rencana Transaksi.
➢ Analisis kuantitatif dan kualitatif atas Rencana Transaksi.
➢ Analisis atas syarat-syarat dan ketentuan dari perjanjian-perjanjian terkait dengan Rencana
Transaksi.
➢ Analisis kewajaran atas Rencana Transaksi.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan kelengkapan
dari semua informasi keuangan dan informasi lainnya yang diberikan kepada kami oleh ALII atau yang
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk I-7
Page 31
tersedia secara umum, dan kami tidak melakukan dan karenanya tidak bertanggung jawab atas
pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan
dari manajemen ALII bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-
informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Kami telah melakukan inspeksi atau wawancara dengan manajemen ALII terkait dengan penyusunan
pendapat kewajaran. Selain itu, kami juga tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari
Rencana Transaksi. Jasa-jasa yang kami berikan kepada ALII dalam kaitan dengan Rencana Transaksi
hanya merupakan penyusunan Pendapat Kewajaran dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau
perpajakan.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
dalam bentuk apapun, sebagai suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur
tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk
mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam
laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang ada untuk ALII.
I.17 KONDISI PEMBATAS
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan, keandalan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami
oleh manajemen ALII atau yang tersedia secara umum yang pada hakikatnya adalah benar, lengkap
dan tidak menyesatkan, dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen
terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen ALII
bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan
kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggungjawab atas
perubahan kesimpulan atas Pendapat Kewajaran kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya
ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang
kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat disalahartikan.
Hasil dari analisis kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang mendasarinya,
perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan merubah hasil dari analisis kami.
Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh
terhadap hasil analisis, dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Kami telah melakukan
inspeksi atau wawancara dengan manajemen ALII terkait dengan penyusunan pendapat kewajaran.
Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi dari aspek hukum dan implikasi aspek
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk I-8
Page 32
perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis dan keuangan.
Laporan pendapat kewajaran atas Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi
operasional ALII.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam
bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau
pelanggaran hukum. Selain itu, kami juga tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari
Rencana Transaksi. Jasa-jasa yang kami berikan kepada ALII dalam kaitan dengan Rencana Transaksi
hanya merupakan penyusunan Pendapat Kewajaran dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau
perpajakan.
I.18 INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi ini,
IDR bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan ALII
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan ALII. IDR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau menyebabkan kerugian pihak manapun. Imbalan yang
kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran kesimpulan yang dihasilkan dari
proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan IDR hanya menerima imbalan sesuai dengan Surat
Perjanjian Kerja sama antara ALII dengan IDR No. 009/IDR-SPK/PEN-BDG/II/2026 pada tanggal 25
Februari 2026 yang telah disetujui.
I.19 PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN
Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Rencana Transaksi, kami melakukan analisis dengan
tahapan-tahapan sebagai berikut:
1. Analisis atas Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara pihak-pihak yang terlibat
Transaksi, analisis Draf Perjanjian pengikatan dan persyaratan dalam Transaksi, analisis manfaat
dan risiko Transaksi.
2. Analisis kualitatif atas Transaksi yang meliputi riwayat ALII dan kegiatan usaha ALII, analisis
industri, analisis operasional dan prospek bisnis ALII, analisis alasan dilakukannya Transaksi.
3. Analisis kuantitatif atas Transaksi yang meliputi analisis laporan keuangan historikal ALII, analisis
arus kas ALII, analisis rasio keuangan ALII, analisis proyeksi keuangan ALII, analisis nilai tambah,
dan analisis nilai transaksi afiliasi.
4. Analisis kewajaran atas Transaksi.
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk I-9
Page 33
I.20 HASIL PELAKSANAAN INSPEKSI
Pelaksana Inspeksi/Wawancara:
Tanggal Wawancara : 06 Mei 2026
Pelaksana Wawancara : Bunga Budiarti
Dipa Pranaya
Rafi Fauzan
Abdul Dzaki Fadhiil
Dalam penilaian ini, kami melakukan wawancara, baik dengan manajemen ataupun pihak yang
mewakilinya melalui online meeting. Berikut adalah pihak yang diwawancarai dalam hubungannya
dengan objek pendapat kewajaran, yaitu:
Tabel I.1. Daftar Hadir Wawancara
Pihak yang diwawancarai Perusahaan Jabatan
VP of Finance, Accounting
Bp. Arvin Primaldi ALII
and Tax
Corporate MIS & Budgeting
Bp. Andyan Adhimukti ALII
Superintendent
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk I-10
Page 34
BAB II
ANALISIS TRANSAKSI
II.1 URAIAN UMUM
Berdasarkan informasi yang kami terima dari ALII, rencana transaksi yang akan dilaksanakan oleh ALII
adalah rencana transaksi sewa ruang kantor (office space) dengan luas ±763,1 m² yang berlokasi di
Bakrie Tower Lt. 39, Rasuna Epicentrum, Jl. H.R. Rasuna Said, Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan
Setiabudi, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.
II.2 IDENTIFIKASI DAN ANALISIS HUBUNGAN ANTARA PIHAK-PIHAK YANG BERTRANSAKSI
II.2.1 PT Ancara Logistics Indonesia Tbk
PT Ancara Logistics Indonesia Tbk adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Akta
No. 437 tanggal 30 Juli 2019 dari Notaris Netty Maria Machdar, S.H. Akta Pendirian tersebut telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.
AHU-0037867.AH.01. 01.TAHUN 2019 tanggal 02 Agustus 2019 dan memiliki dua entitas anak yaitu
ACT dan ATS.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 14
tanggal 03 Oktober 2025 dari Aulia Taufani, S.H. sehubungan dengan perubahan data perseroan. Akta
Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum dari
Kementerian Hukum Republik Indonesia melalui Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH. 01.09-
0346750 tanggal 06 Oktober 2025.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah menjalankan usaha
dalam bidang penyediaan layanan logistik dan transportasi pelayaran untuk industri pertambangan di
Indonesia, kegiatan usaha tersebut dijalankan secara terintegrasi bersama dengan entitas anak dari
mulai pengangkutan laut, Transshipment, hingga fasilitas ISP yang menjadi bagian penting dalam
mendukung kelancaran logistik komoditas pertambangan, khususnya komoditas batubara. Dengan
sinergi yang kuat bersama entitas anak, Perseroan terus berupaya membangun fondasi operasional
dengan menekankan pada integrasi layanan, efisiensi rantai pasok dan keandalan distribusi komoditas
melalui jalur laut.
Susunan Direksi dan Dewan Komisaris pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Nalinkant Amratial Rathod
Komisaris : Aninditha Anestya Bakrie
Komisaris Independen : Agus Suharyono
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk II-1
Page 35
Direksi
Direktur Utama : Faisal Mohamad Nur
Direktur : Rahul Nalin Rathod
Direktur : Vishal Manharlal Parekh
Direktur : Munawir
Direktur : Aulia
Struktur permodalan dan susunan pemegang saham ALII berdasarkan laporan tahunan ALII untuk tahun
2025, susunan pemegang saham ALII per tanggal 31 Desember 2025, adalah sebagai berikut:
Tabel II.1. Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham ALII per 31 Desember 2025
Jumlah Saham Persentase
Keterangan
(Lembar) %
PT Graha Adika Niaga 5.202.000.000 32,87%
Solomed Capital Pte. Ltd. 4.998.000.000 31,58%
Borneo Logistics Services Pte. Ltd. 1.744.000.000 11,02%
Nalinkant Amratlal Rathod 352.621.500 2,23%
Aninditha Anestya Bakrie 348.279.250 2,20%
Aulia 7.250.250 0,05%
Rahul Nalin Rathod 6.000.000 0,04%
Munawir 2.500.050 0,02%
Vishal Manharlal Parekh 800.000 0,01%
Faisal Mohamad Nur 133.500 0,00%
Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) 3.164.215.450 19,99%
Total 15.825.800.000 100,00%
Sumber: Laporan Keuangan Audit ALII, 31 Desember 2025
Kepemilikan saham atas ALII masing-masing terbagi atas saham yang dimiliki oleh PT Graha Adika
Niaga sejumlah 5.202.000.000 lembar saham atau 32,87% kepemilikan, Solomed Capital Pte. Ltd.
sejumlah 4.998.000.000 lembar saham atau 31,58% kepemilikan, Borneo Logistics Services Pte. Ltd.
sejumlah 1.744.000.000 lembar saham atau 11,02% kepemilikan, Nalinkant Amratlal Rathod sejumlah
352.621.500 lembar saham atau 2,23% kepemilikan, Aninditha Anestya Bakrie sejumlah 348.279.250
lembar saham atau 2,20% kepemilikan, Aulia sejumlah 7.250.250 lembar saham atau 0,05%
kepemilikan, Rahlul Nalin Rathod sejumlah 6.000.000 lembar saham atau 0,04% kepemilikan, Munawir
sejumlah 2.500.050 lembar saham atau 0,02% kepemilikan, Vishal Mantharial Parekh sejumlah 800.000
lembar saham atau 0,01% kepemilikan, Faisal Mohamad Nur sejumlah 133.500 lembar saham atau
0,00% kepemilikan dan Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) sejumlah 3.164.215.450 lembar
saham atau 19,99% kepemilikan.
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk II-2
Page 36
II.2.2 PT Ancara Coal Terminal
PT Ancara Coal Terminal adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Akta No. 21
tanggal 8 Maret 2007 dari Notaris Sri Intansih, S.H. Akta Pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. W7-03867 HT.01.
01.TH 2007 tanggal 10 April 2007.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 31
tanggal 31 Oktober 2025 dari Maria Gunarti, S.H., M.Kn. sehubungan dengan pernyataan keputusan
pemegang saham terkait perubahan nama, perubahan alamat terdaftar, serta perubahan jenis
penanaman modal. Akta Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem
Administrasi Badan Hukum dari Kementerian Hukum Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No.
AHU-0074652.AH.01.02 Tahun 2025 tanggal 06 November 2025.
ACT berkantor pusat di Bakrie Tower Lantai 39, Kompleks Rasuna Epicentrum, Jalan H.R. Rasuna Said,
Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan 12940.
Susunan Direksi dan Dewan Komisaris pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Nalinkant Amratial Rathod
Komisaris : Aninditha Anestya Bakrie
Komisaris : Faisal Mohamad Nur
Komisaris : Meliani Bunawan
Direksi
Direktur Utama : Munawir
Direktur : Rahul Nalin Rathod
Direktur : Vishal Manharlal Parekh
Direktur : Honardy Boentario
Struktur permodalan dan susunan pemegang saham ACT berdasarkan keterbukaan informasi yang
kami terima, susunan pemegang saham ACT per tanggal 31 Desember 2025, adalah sebagai berikut:
Tabel II.2. Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham ACT per 31 Desember 2025
Jumlah Saham Persentase
Keterangan
(Lembar) %
PT Ancara Logistics Indonesia Tbk 65.780 78,12%
PT Ade Putra Tanrajeng 5.000 5,94%
PT Guruh Putra Bersama 5.000 5,94%
Honardy Boentario 8.420 10,00%
Total 84.200 100,00%
Sumber: Keterbukaan Informasi ALII
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk II-3
Page 37
Kepemilikan saham atas ACT masing-masing terbagi atas saham yang dimiliki oleh PT Ancara Logistics
Indonesia Tbk sejumlah 65.780 lembar saham atau 78,12% kepemilikan, PT Ade Putra Tanrajeng
sejumlah 5.000 lembar saham atau 5,94% kepemilikan, PT Guruh Putra Bersama sejumlah 5.000 lembar
saham atau 5,94% kepemilikan, dan Honardy Boentario sejumlah 8.420 lembar saham atau 10,00%
kepemilikan.
II.2.3 PT Ancara Transshipment Services
PT Ancara Transshipment Services adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Akta
No. 23 tanggal 29 Agustus 2022 dari Notaris Maria Gunarti, S.H., M.Kn. Akta Pendirian tersebut telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.
AHU-059912.AH.01. 01.TAHUN 2022 tanggal 01 September 2022.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Di Luar Rapat Umum Pemegang Saham PT Ancara
Transshipment Services No. 16 tanggal 14 November 2025, yang kemudian dinyatakan kembali dalam
Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Di Luar Rapat Umum Pemegang Saham PT
Ancara Transshipment Services No. 30 tanggal 29 Desember 2025, yang dibuat di hadapan Maria
Gunarti, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan, Notaris di Jakarta Selatan dan telah memperoleh
pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
0006515.AH.01.02.TAHUN 2026 serta telah diberitahukan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan
No. AHU-0021517.AH.01.11.TAHUN 2026, keduanya tertanggal 6 Februari 2026.
ATS berkantor pusat di Bakrie Tower Lantai 39, Kompleks Rasuna Epicentrum, Jalan H.R. Rasuna Said,
Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan 12940.
Susunan Direksi dan Dewan Komisaris pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Nalinkant Amratial Rathod
Komisaris : Aninditha Anestya Bakrie
Direksi
Direktur Utama : Faisal Mohamad Nur
Direktur : Rahul Nalin Rathod
Direktur : Vishal Manharlal Parekh
Direktur : Munawir
Struktur permodalan dan susunan pemegang saham ATS berdasarkan keterbukaan informasi yang kami
terima, susunan pemegang saham ATS per tanggal 31 Desember 2025, adalah sebagai berikut:
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk II-4
Page 38
Tabel II.3. Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham ATS per 31 Desember 2025
Jumlah Saham Persentase
Keterangan
(Lembar) %
PT Ancara Logistics Indonesia Tbk 362.499.999 99,9999997%
Aninditha Anestya Bakrie 1 0,0000003%
Total 362.500.000 100,00%
Sumber: Keterbukaan Informasi ALII
Kepemilikan saham atas ATS masing-masing terbagi atas saham yang dimiliki oleh PT Ancara Logistics
Indonesia Tbk sejumlah 362.499.999 lembar saham atau 99,9999997% kepemilikan, dan Aninditha
Anestya Bakrie sejumlah 1 lembar saham atau 0,0000003% kepemilikan.
II.2.4 PT Bakrie Global Ventura
PT Bakrie Global Ventura suatu perseroan terbatas yang didirikan dengan nama PT CMA Indonesia,
berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas PT CMA Indonesia No. 6 tanggal 11 September 2001,
yang dibuat di hadapan Irnova Yahya, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta dan telah memperoleh
pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat Keputusan No. C-
01131.HT.01.01.TH 2002 tertanggal 22 Januari 2022.
Selanjutnya pada tahun 2008, PT CMA Indonesia berubah nama menjadi BGV, sesuai dengan Akta
Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Diluar Rapat PT CMA Indonesia No. 7 tanggal 6
Februari 2012, yang dibuat di hadapan Firdhonal, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta dan telah
memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat Keputusan
No. AHU-06856.AH.01.02.TAHUN 2012 serta telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-
0011494.AH.01.09.TAHUN 2012, keduanya tertanggal 9 Februari 2012.
BGV berkantor pusat di Bakrie Tower Lantai 39, Kompleks Rasuna Epicentrum, Jalan H.R. Rasuna Said,
Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan 12940.
Mempertimbangkan bahwa BGV selaku pemilik properti (office space) yang berada di Gedung Bakrie
Tower dan juga selaku pemberi sewa. BGV dengan ALII memiliki hubungan, di mana terdapat 1 (satu)
anggota dewan komisaris yang sama atas nama Ibu Aninditha Anestya Bakrie, maka transaksi ini
termasuk ke dalam transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) No. 42/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan”
(“POJK 42/2020”) dan tidak termasuk dalam transaksi yang dikecualikan.
Susunan Direksi dan Dewan Komisaris pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Anindya Novyan Bakrie
Komisaris : Anindra Ardiansyah Bakrie
Komisaris : Aninditha Anestya Bakrie
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk II-5
Page 39
Direksi
Direktur Utama : Ir. Jastiro Abi, M.Eng.Sc
Direktur : M. Sahid Mahudie
Direktur : Ahmad Rahadian Widarmana
Direktur : Neil Ricardo Tobing
Struktur permodalan dan susunan pemegang saham BGV berdasarkan keterbukaan informasi yang
kami terima, susunan pemegang saham BGV per tanggal 31 Desember 2025, adalah sebagai berikut:
Tabel II.4. Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham BGV per 31 Desember 2025
Jumlah Saham Persentase
Keterangan
(Lembar) %
PT CMA Capital Indonesia 156.856 29,99%
PT Sky Capital Indonesia 153.781 29,41%
Anindya Novyan Bakrie 5.230 1,00%
PT Puri Kreasindo Jaya 207.091 39,60%
Total 522.958 100,00%
Sumber: Keterbukaan Informasi ALII
Kepemilikan saham atas BGV masing-masing terbagi atas saham yang dimiliki oleh PT CMA Capital
Indonesia sejumlah 156.856 lembar saham atau 29,99% kepemilikan, PT Sky Capital Indonesia
sejumlah 153.781 lembar saham atau 29,41% kepemilikan, Anindya Novyan Bakrie sejumlah 5.230
lembar saham atau 1,00% kepemilikan, dan PT Puri Kreasindo Jaya sejumlah 207.091 lembar saham
atau 39,60% kepemilikan
II.3 OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN
Objek transaksi pendapat kewajaran berupa rencana transaksi sewa ruang kantor (office space) dengan
luas ±763,1 m² yang berlokasi di Bakrie Tower Lantai 39, Rasuna Epicentrum, Jl. H.R Rasuna Said,
Jakarta Selatan, DKI Jakarta dengan rincian sebagai berikut:
1. Sewa Ruang Kantor untuk ALII dengan luas ±457,857 m² (empat ratus lima puluh tujuh koma
delapan ratus lima puluh tujuh meter persegi) yang berlokasi di Bakrie Tower Lantai 39, Rasuna
Epicentrum, Jl. H.R Rasuna Said, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
2. Sewa Ruang Kantor untuk ACT dengan luas ±152,619 m² (seratus lima puluh dua koma enam
ratus sembilan belas meter persegi) yang berlokasi di Bakrie Tower Lantai 39, Rasuna Epicentrum,
Jl. H.R Rasuna Said, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
3. Sewa Ruang Kantor untuk ATS dengan luas ±152,619 m² (seratus lima puluh dua koma enam
ratus sembilan belas meter persegi) yang berlokasi di Bakrie Tower Lantai 39, Rasuna Epicentrum,
Jl. H.R Rasuna Said, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk II-6
Page 40
II.4 PROSEDUR PENGAMBILAN KEPUTUSAN ATAS TRANSAKSI
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen ALII, proses pengambilan keputusan atas
Rencana Transaksi telah dilakukan melalui proses yang sesuai prosedur internal ALII. Setelah
menentukan rencana atas transaksi Direksi harus memperoleh persetujuan dari Dewan Komisaris.
Sebelum Direksi mengusulkan usulan rencana atas Transaksi, Direksi telah melalui tahapan proses
analisis internal, sebagaimana konfirmasi dengan manajemen ALII. Dengan demikian, manajemen telah
mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai
transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
II.5 ANALISIS TRANSAKSI
Analisis atas Rencana Transaksi dilakukan dengan menganalisis transaksi sewa menyewa ruang kantor
antara BGV selaku Pemberi Sewa dengan ALII, ACT, dan ATS selaku Penyewa. Berdasarkan informasi
yang kami peroleh dari ALII, Rencana Transaksi akan dilaksanakan melalui penandatanganan masing-
masing Perjanjian Sewa Menyewa Unit Kantor, yang mengatur hak dan kewajiban Para Pihak
sehubungan dengan penyewaan sebagian ruang kantor yang berlokasi di Bakrie Tower Lantai 39,
Kompleks Rasuna Epicentrum, Jakarta Selatan, untuk digunakan sebagai kantor operasional masing-
masing Penyewa.
Rencana Transaksi dilakukan melalui mekanisme penyewaan ruang kantor, di mana BGV sebagai
pemilik sah unit kantor menyewakan sebagian ruang perkantoran kepada ALII beserta entitas anakanya,
yaitu ACT, dan ATS sesuai dengan kebutuhan operasional masing-masing perusahaan. Berdasarkan
ketentuan dalam masing-masing Perjanjian Sewa Menyewa, BGV berkewajiban menyediakan objek
sewa dalam kondisi baik, bersih, layak pakai, serta memberikan pelayanan yang diperlukan agar
penyewa dapat menggunakan ruang kantor tersebut secara optimal selama jangka waktu sewa. Di sisi
lain, masing-masing Penyewa memperoleh hak untuk menggunakan objek sewa sebagai kantor
operasional dengan tetap memenuhi seluruh kewajiban sebagaimana diatur dalam Perjanjian.
Berdasarkan ketentuan Perjanjian, objek transaksi merupakan sebagian unit ruang kantor yang terletak
di Bakrie Tower Lantai 39 dengan total luas keseluruhan lantai sebesar 1.526,19 m² dengan masing-
masing rincian sebagai berikut:
➢ ALII menyewa ruang kantor dengan luas semi gross sebesar ±457,857 m²;
➢ ACT menyewa ruang kantor dengan luas semi gross sebesar ±152,619 m²; dan
➢ ATS menyewa ruang kantor dengan luas semi gross sebesar ±152,619 m².
Objek sewa tersebut diserahkan kepada masing-masing penyewa dalam kondisi layak pakai dan telah
tersedia sebelum penandatanganan perjanjian sehingga dapat segera dimanfaatkan untuk menunjang
kegiatan operasional perusahaan.
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk II-7
Page 41
Adapun jangka waktu pelaksanaan sewa ditetapkan selama 3 (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 1 Juli
2026 sampai dengan 30 Juni 2029. Para Pihak juga menyepakati bahwa jangka waktu tersebut dapat
diperpanjang berdasarkan kesepakatan bersama dengan penyampaian pemberitahuan secara tertulis
paling lambat satu bulan sebelum berakhirnya masa sewa. Ketentuan tersebut memberikan fleksibilitas
bagi Para Pihak untuk melanjutkan hubungan sewa menyewa apabila ruang kantor tersebut masih
diperlukan guna mendukung kegiatan usaha masing-masing Penyewa.
Sehubungan dengan aspek komersial transaksi, para pihak menyepakati harga sewa sebesar
Rp150.000 per meter persegi per bulan (nett) dengan jangka waktu sewa selama 3 tahun, yaitu sejak
tanggal 1 Juli 2026 sampai dengan 30 Juni 2029. Harga sewa tersebut belum termasuk Pajak
Pertambahan Nilai (PPN) sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Berdasarkan ketentuan
perjanjian, pembayaran harga sewa dilakukan secara triwulanan melalui mekanisme transfer ke rekening
pemberi sewa sesuai jadwal pembayaran yang telah disepakati. Struktur pembayaran tersebut
memberikan kepastian penerimaan pendapatan sewa bagi pemberi sewa sekaligus memberikan
fleksibilitas bagi masing-masing penyewa dalam memenuhi kewajiban pembayaran secara berkala
selama masa sewa berlangsung. Khusus untuk ALII, perjanjian juga mengatur kewajiban pembayaran
service charge sebesar Rp80.000 per meter persegi per bulan kepada Pengelola Gedung serta
pembayaran sinking fund sesuai tarif yang berlaku dari waktu ke waktu. Pengaturan tersebut
menunjukkan bahwa biaya penggunaan ruang kantor tidak hanya mencakup harga sewa, tetapi juga
biaya pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas bersama sehingga pembagian tanggung jawab
operasional antara pemberi sewa, pengelola gedung, dan penyewa telah diatur secara jelas dalam
perjanjian.
Selain mengatur aspek pembayaran, perjanjian juga mengatur pembagian hak dan kewajiban para pihak
secara proporsional. Penyewa berkewajiban membayar harga sewa beserta biaya-biaya lain yang
menjadi tanggung jawabnya, seperti utilitas, telepon, internet, listrik, air, parkir, serta biaya operasional
lainnya sesuai penggunaan. Penyewa juga berkewajiban memelihara objek sewa, bertanggung jawab
atas kerusakan yang timbul akibat kelalaian Penyewa, serta mengembalikan objek sewa setelah
berakhirnya masa sewa dalam kondisi baik dengan memperhatikan penyusutan akibat pemakaian yang
wajar. Sementara itu, BGV berkewajiban memastikan objek sewa tetap berada dalam kondisi layak
digunakan, melakukan pemeliharaan atas bagian yang menjadi tanggung jawabnya, serta memberikan
kompensasi berupa perpanjangan masa sewa atau pengembalian harga sewa secara proporsional
apabila terjadi kerusakan yang menyebabkan objek sewa tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Perjanjian juga mengatur bahwa setelah jangka waktu sewa berakhir atau perjanjian diakhiri sesuai
ketentuan yang berlaku, masing-masing penyewa wajib menyerahkan kembali objek sewa kepada BGV
dalam jangka waktu yang telah disepakati. Ketentuan tersebut disertai dengan pengaturan mengenai
mekanisme pengembalian ruang kantor, penyelesaian kewajiban para pihak, serta pengaturan
mengenai kondisi objek sewa yang harus diserahkan kembali sehingga memberikan kepastian hukum
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk II-8
Page 42
bagi para pihak dalam mengakhiri hubungan sewa menyewa. Selain itu, Perjanjian turut mengatur
mekanisme penanganan peristiwa diluar kendali (force majure), penyelesaian perselisihan,
pemberitahuan, serta ketentuan lain yang lazim terdapat dalam suatu perjanjian komersial sehingga
memberikan perlindungan hukum yang memadai bagi masing-masing pihak selama pelaksanaan
transaksi berlangsung.
II.6 KESIMPULAN ANALISIS TRANSAKSI
Analisis atas Rencana Transaksi dilakukan dengan menganalisis transaksi antara sewa menyewa unit
kantor antara BGV selaku pemberi sewa dengan tiga perusahaan afiliasinya yakni ALII, ACS, dan ATS
dengan Nilai atas transaksi yaitu nilai sewa per m²/bulan adalah sebesar Rp150.000,- (Seratus Lima
Puluh Ribu Rupiah per m²/bulan). Rencana Transaksi memiliki struktur yang jelas dengan pengaturan
mengenai objek transaksi, jangka waktu, mekanisme pembayaran, hak dan kewajiban para pihak, serta
mekanisme penyelesaian apabila terjadi keadaan yang memengaruhi pelaksanaan perjanjian.
Pengaturan tersebut memberikan kepastian hukum bagi para pihak sekaligus mendukung pelaksanaan
kegiatan operasional ALII, ACT, dan ATS melalui penyediaan ruang kantor yang memadai untuk
menunjang aktivitas usaha masing-masing perusahaan. Dengan demikian, secara substansi Rencana
Transaksi telah memiliki kerangka pengaturan yang memadai sebagai dasar pelaksanaan hubungan
sewa menyewa antara BGV selaku pemberi sewa dengan masing-masing penyewa yaitu ALII, ACT dan
ATS.
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk II-9
Page 43
BAB III
ANALISIS KUALITATIF
III.1 KONDISI MAKRO EKONOMI
III.1.1 Perkembangan Ekonomi Dunia
International Monetary Fund (IMF) meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,3%
pada tahun ini, seiring dengan masih kuatnya aktivitas ekonomi, pasar tenaga kerja yang solid, serta
meningkatnya investasi pada teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI). Meski demikian, IMF
mengingatkan bahwa dorongan dari investasi teknologi yang sangat cepat juga berpotensi memicu
volatilitas apabila peningkatan produktivitas tidak berjalan sesuai harapan, yang dapat berdampak pada
koreksi pasar dan penurunan kekayaan rumah tangga. Di sisi lain, ketidakpastian perdagangan dan
dinamika geopolitik masih menjadi risiko yang perlu diwaspadai, terutama jika muncul kembali kebijakan
proteksionisme yang dapat menekan kinerja perusahaan dan menjaga tekanan inflasi. Secara regional,
prospek pertumbuhan menunjukkan variasi, dengan ekonomi Amerika Serikat diperkirakan tetap kuat,
wilayah Eropa tumbuh lebih terbatas, sementara China mempertahankan momentum yang relatif lebih
tinggi, menunjukkan pemulihan global yang tetap bertahan namun tidak merata. Uraian mengenai kondisi
perekonomian dunia berikut didasarkan pada data dan informasi terkini yang dipublikasikan oleh Trading
Economics.
Korea Selatan mencatat kenaikan pertumbuhan ekonomi yang cukup stabil dengan 1,5% (yoy) pada tahun
2025. Pertumbuhan ekonomi ini sebagian besar didukung oleh sektor ekspor dan manufaktur yang meluas
pada tahun tersebut. Australia juga mengalami pertumbuhan PDB dari 1,2% (yoy) pada 2024 ke 2,6%
(yoy) pada 2025. Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh naiknya konsumsi rumah tangga yang disebabkan
oleh kenaikan pendapatan bersih, serta kuatnya ekspor barang dan jasa, dan naiknya investasi bisnis
yang didukung regulasi moneter. Sebaliknya, Jepang mengalami sedikit penurunan PDB dari 0,6% pada
2024 menjadi 0,1% (yoy) pada 2025. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya permintaan domestik,
menurunnya ekspor, tekanan inflasi, dan masalah ekonomi struktural. India tercatat menunjukkan laju
pertumbuhan ekonomi yang kuat dari sektor jasa, seperti perdagangan, hotel, transportasi, dan
komunikasi. Di sisi lain, China mengalami penurunan dari 5,4% (yoy) pada 2024, menjadi 4,5% (yoy) pada
2025. Pertumbuhan ekonomi di China sebagian besar didorong oleh sektor manufaktur dan konstruksi,
yang tercatat melemah belakangan ini.
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk III - 1
Page 44
Tabel III.1. Pertumbuhan PDB Global (Region: Asia Pasifik) (%, yoy)
PDB
Negara 2020 2021 2022 2023 2024 2025
APAC
Korea Selatan -1,1% 4,3% 1,1% 2,1% 1,2% 1,5%
Australia -0,4% 4,9% 3,2% 1,3% 1,2% 2,6%
Jepang -0,6% 2,8% 0,6% 0,0% 0,6% 0,1%
India 1,8% 5,5% 4,3% 7,1% 7,4% 7,8%
China 6,5% 4,5% 3,0% 5,3% 5,4% 4,5%
Sumber: Trading Economics, 2025
Indonesia juga mengalami peningkatan ekonomi yang stabil pada tahun 2025 dibandingkan tahun
sebelumnya, dengan 5,4% (yoy), yang disebabkan oleh pertumbuhan aktivitas manufaktur, konsumsi
domestik, serta stimulus fiskal. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia secara stabil terus naik selama 3 tahun
terakhir yang didorong oleh kuatnya konsumsi domestik, naiknya angka investasi, dan ekspansi sektoral.
Singapura juga mengalami kenaikan pertumbuhan ekonomi di tahun 2025 dengan 6,9% (yoy) di 2025.
Sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi per kapita tertinggi di dunia, ekonomi Singapura sangat
bergantung kepada perdagangan internasional. Singapura juga menjadi tujuan utama investasi dari luar
negeri. India juga mengalami kenaikan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025, dengan 7,8% (yoy). Di
sisi lain, Thailand memiliki pertumbuhan PDB yang menurun dengan 3,3% (yoy) pada tahun 2024 menjadi
2,5% (yoy) pada tahun 2025. Penurunan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti produksi sektor
pabrik yang lesu, aktivitas pariwisata yang melemah, dan dampak tarif Amerika Serikat yang meningkat.
Filipina juga mengalami penurunan PDB dari 5,3% (yoy) pada 2024 menjadi 3,0% (yoy) pada 2025.
Penyebab utama penurunan ini adalah faktor internal (seperti skandal korupsi infrastruktur dan
serangkaian bencana alam topan), dan juga tekanan perdagangan internasional. Untuk Vietnam, terdapat
peningkatan PDB dari 7,6% (yoy) pada 2024 lalu bertumbuh menjadi 8,5% pada 2025. Pertumbuhan ini
didukung oleh kuatnya sektor perdagangan, kegiatan industri dan jasa, serta tingginya pemasukan
investasi. Faktor-faktor pendukung ini didasari oleh kestabilan ekonomi makro dan kebijakan yang
mendukung.
Tabel III.2. Pertumbuhan PDB Global (Region: ASEAN) (%, yoy)
PDB
Negara 2020 2021 2022 2023 2024 2025
ASEAN
Indonesia -2,2% 5,0% 5,0% 5,0% 5,0% 5,4%
Singapura -0,1% 8,0% 2,4% 3,1% 5,3% 6,9%
Thailand -4,1% 1,9% 1,3% 1,8% 3,3% 2,5%
Filipina -8,2% 7,9% 7,1% 5,5% 5,3% 3,0%
Vietnam 4,5% 5,2% 5,9% 6,7% 7,6% 8,5%
Sumber: Trading Economics, 2025
Meksiko mengalami kenaikan PDB dari 0,3% (yoy) di 2024 menjadi 1,8% (yoy) di 2025. Kenaikan ini
kebanyakan disebabkan oleh menguatnya investasi, perdagangan, dan perbaikan kondisi ekonomi.
Faktor terbesar pertumbuhan PDB Meksiko adalah banyaknya perusahaan luar negeri yang
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk III - 2
Page 45
merelokasikan produksinya ke Meksiko supaya lebih dekat dengan pasar Amerika Serikat. Relokasi ini
mempengaruhi kenaikan investasi langsung asing, aktivitas manufaktur, dan penciptaan lapangan kerja.
Amerika mengalami sedikit penurunan dari 2,4% (yoy) di 2024 menjadi 2,2% (yoy) di 2025. Penurunan ini
terutama disebabkan oleh kenaikan tarif dan konflik perdagangan yang meningkatkan biaya bisnis, serta
lemahnya pengeluaran konsumen akibat kenaikan suku bunga dan inflasi. Kanada juga mengalami
penurunan PDB cukup signifikan, dengan 3,1% (yoy) pada 2024 menjadi 0,7% (yoy) di 2025. Penurunan
ini disebabkan oleh melemahnya perdagangan, yang dipengaruhi oleh perselisihan perdagangan dengan
Amerika Serikat setelah adanya kenaikan tarif yang memengaruhi industri otomotif, aluminium, dan baja.
Lemahnya investasi bisnis juga menjadi salah satu faktor turunnya PDB Kanada, disusul oleh menurunnya
angka populasi serta tingginya utang rumah tangga.
Tabel III.3. Pertumbuhan PDB Global (Region: America) (%, yoy)
PDB
Negara 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Amerika
Brasil -0,3% 1,5% 2,7% 2,4% 3,6% N/A
Meksiko -3,5% 1,9% 4,6% 2,4% 0,3% 1,8%
Amerika Serikat -0,9% 5,2% 1,3% 3,4% 2,4% 2,2%
Argentina -4,3% 8,4% 1,3% -1,2% 2,6% N/A
Kanada -3,0% 5,5% 3,1% 1,3% 3,1% 0,7%
Sumber: Trading Economics, 2025
Afrika Selatan mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 0,8% (yoy) pada 2025, menurun dibandingkan
tahun-tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh gangguan pasokan listrik berkepanjangan dari
Eskom, kendala logistik dan transportasi oleh Transnet yang menghambat distribusi dan ekspor, serta
melemahnya konsumsi domestik dan tekanan dari kondisi ekonomi global. Nigeria mencatat pertumbuhan
PDB sebesar 4,1% (yoy) pada 2025, meningkat dibandingkan 3,8% pada periode yang sama tahun
sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan sektor minyak sebesar 6,8% seiring naiknya
produksi minyak mentah rata-rata menjadi 1,58 juta barel per hari, serta pertumbuhan sektor non-minyak
sebesar 4,0% yang ditopang oleh sektor pertanian, informasi dan komunikasi, real estat, keuangan dan
asuransi, perdagangan, konstruksi, dan manufaktur.
Tabel III.4. Pertumbuhan PDB Global (Region: Afrika) (%, yoy)
PDB
Negara 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Afrika
Afrika Selatan -3,4% 1,7% 0,8% 1,6% 0,8% 0,8%
Algeria -1,2% 2,3% 4,3% 3,0% 4,2% N/A
Nigeria 0,1% 4,0% 3,5% 3,5% 3,8% 4,1%
Mesir 2,0% 8,3% 3,9% 2,3% 4,3% N/A
Maroko -5,4% 7,7% 0,7% 4,1% 3,7% N/A
Sumber: Trading Economics, 2025
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk III - 3
Page 46
Jerman mengalami peningkatan PDB yang cukup signifikan dari -0,2% di 2024 menjadi 0,4% di 2025.
Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh tingkat inflasi yang meredam dan biaya pinjaman yang
lebih rendah, yang menyebabkan kenaikan permintaan domestik, seperti meningkatnya sektor konsumsi
rumah tangga dan investasi sektor konstruksi. Penurunan ini didorong oleh fokusnya negara pada
pengeluaran sektor militer, harga minyak yang rendah dan ekspor gas yang lemah, dan sanksi-sanksi
beberapa negara. Prancis mengalami sedikit kenaikan PDB dari 0,7% (yoy) di 2024 ke 1,2% (yoy) di 2025.
Kenaikan ini disebabkan oleh adanya kegiatan besar seperti Olympics yang meningkatkan sektor
pariwisata, transportasi, dan perbelanjaan secara sementara. Faktor lain yang mendukung kenaikan PDB
Prancis adalah berkembangnya sektor ekspor dan industri jasa, serta pengeluaran publik dan dukungan
dari pemerintah. Britania Raya, di sisi lain, mengalami sedikit penurunan PDB dari 1,0% (yoy) menjadi
1,0% (yoy) dari 2024 ke 2025. Penurunan ini disebabkan oleh besarnya angka serta biaya hutang yang
dipicu oleh regulasi Bank of England yang menetapkan suku bunga relatif tinggi setelah tingginya inflasi
pada tahun 2022 sampai 2023. Lemahnya pengeluaran konsumen di rumah tangga juga menjadi salah
satu alasan melemahnya PDB Britania Raya. Italia mengalami sedikit kenaikan terhadap PDB-nya dari
0,6% menjadi 0,8% (yoy) dari 2024 ke 2025. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh adanya investasi
publik yang dibiayai oleh European Union. Permintaan domestik dan konsumsi rumah tangga juga
mendukung kenaikan PDB Italia.
Tabel III.5. Pertumbuhan PDB Global (Region: Europe) (%, yoy)
PDB
Negara 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Eropa
Jerman -2,1% 2,4% 0,8% -0,8% -0,2% 0,4%
Rusia -1,3% 6,0% -1,9% 5,3% 3,3% N/A
Prancis 0,0% 5,2% 1,2% 1,6% 0,7% 1,2%
Britania Raya -7,6% 9,1% 1,9% -0,5% 1,9% 1,0%
Italia -6,0% 8,5% 2,3% 0,6% 0,6% 0,8%
Sumber: Trading Economics, 2025
III.1.2 Tingkat Inflasi Dunia
Pergerakan inflasi di kawasan Asia–Pasifik (APAC) pada tahun 2025 menunjukkan tren yang bervariasi.
Dari lima negara yang diamati, tiga negara mengalami peningkatan tingkat inflasi, sementara dua negara
lainnya mencatat penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
Korea Selatan mengalami sedikit kenaikan inflasi pada 2024 ke 2025, dari 1,9% menjadi 2,3% (yoy).
Kenaikan inflasi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya adalah naiknya harga bahan bakar dan
energi yang mempengaruhi biaya transportasi dan produksi. Lemahnya Won yang mempengaruhi harga
barang impor juga menjadi pemicu naiknya inflasi. Meskipun mengalami sedikit kenaikan, angka inflasi
Korea Selatan ini masih dinilai sehat dan masih dekat dengan target bank sentral. Australia juga
mengalami kenaikan angka inflasi yang cukup signifikan, dari 1,3% (yoy) pada 2024 menjadi 3,8% (yoy)
pada 2025, dengan faktor utamanya merupakan naiknya harga rumah dan persewaan. Naiknya harga
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk III - 4
Page 47
listrik dan energi yang disebabkan oleh berkurangnya subsidi pemerintah juga mempengaruhi kenaikan
angka inflasi. Di sisi lain, Jepang mengalami penurunan inflasi cukup drastis dari 3,8% (yoy) pada 2024
menjadi 1,2% (yoy) di 2025. Penurunan inflasi ini terjadi karena pada periode sebelumnya, inflasi
meningkat karena kenaikan harga pangan, tetapi stabilisasi harga tersebut kemudian menyebabkan inflasi
secara keseluruhan menurun. Penurunan pertumbuhan ekonomi yang menurunkan tekanan permintaan
terhadap barang dan jasa juga menjadi pemicu naiknya inflasi Jepang. India juga mengalami penurunan
inflasi cukup signifikan dari 5,2% (yoy) pada 2024 menjadi 1,3% (yoy) di 2025. Penurunan ini disebabkan
oleh turunnya harga makanan secara signifikan, terutama sayuran dan makanan pokok lainnya.
Penurunan harga makanan ini dipengaruhi oleh membaiknya pasokan pertanian dan cuaca yang
mendukung. Di sisi lain, China mengalami sedikit kenaikan inflasi dari 0,1% (yoy) pada 2024 yang naik ke
0,8% (yoy) di 2025. Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya harga makanan di 2025, besarnya pengeluaran
konsumen selama masa libur, serta adanya regulasi dari pemerintah yang terfokus kepada menaikkan
permintaan domestik.
Tabel III.6. Pertumbuhan Inflasi Global (Region: Asia Pasifik) (%, yoy)
Inflasi
Negara 2020 2021 2022 2023 2024 2025
APAC
Korea Selatan 0,6% 3,7% 5,0% 3,2% 1,9% 2,3%
Australia N/A N/A N/A N/A 1,3% 3,8%
Jepang 0,8% 0,0% 4,0% 6,5% 3,8% 1,2%
India 4,6% 5,7% 5,7% 5,7% 5,2% 1,3%
China 0,2% 1,5% 1,8% -0,3% 0,1% 0,8%
Sumber: Trading Economics, 2025
Indonesia mengalami kenaikan inflasi yang signifikan pada tahun 2025 sebesar 2,9% (yoy) dibandingkan
dengan tahun sebelumnya sebesar 1,6% (yoy). Beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan ini karena
harga pangan yang melejit, terutama makanan, minuman, dan tembakau. Naiknya harga pangan ini terjadi
akibat permintaan yang kuat dan beberapa gangguan distribusi di berbagai wilayah. Menjelang natal dan
tahun baru 2025, permintaan konsumen juga naik yang mendorong harga sejumlah barang naik.
Singapura mengalami penurunan angka inflasi dari 3,8% (yoy) pada 2024 menjadi 1,2% (yoy) di 2025.
Penyebab penurunan inflasi di Singapura mencakup beberapa faktor, seperti menurunnya kenaikan harga
secara umum dan dampak permintaan domestik dan global yang melemah. Kebijakan moneter dan fiskal
di Singapura yang disesuaikan untuk membantu menekan tekanan harga dan pertumbuhan ekonomi juga
menjadi salah satu faktor penurunan inflasi. Thailand juga mengalami penurunan inflasi yang cukup
signifikan, dengan angka 1,2% (yoy) ke -0,3% (yoy) pada 2025. Penurunan ini didorong oleh penurunan
biaya pada sektor listrik rumah tangga dan bahan bakar, menyusul perkembangan di pasar energi global
dan langkah-langkah pemerintah untuk meringankan beban biaya hidup. Inflasi Filipina juga mengalami
penurunan, dari 2,9% (yoy) pada 2024 ke 1,8% (yoy) di 2025. Penyebab penurunan ini adalah
melambatnya kenaikan harga pangan, terutama makanan dan minuman non-alkohol. Di sisi lain, Vietnam
juga mengalami sedikit kenaikan inflasi dari 3,0% pada 2024 menjadi 3,5% pada 2025. Kenaikan ini
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk III - 5
Page 48
disebabkan oleh kenaikan harga makanan, serta kenaikan harga energi dan biaya produksi dan
penyesuaian harga layanan publik seperti listrik, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Tabel III.7. Pertumbuhan Inflasi Global (Region: ASEAN) (%, yoy)
Inflasi
Negara 2020 2021 2022 2023 2024 2025
ASEAN
Indonesia 1,7% 1,9% 5,5% 2,6% 1,6% 2,9%
Singapura 0,8% 0,0% 4,0% 6,5% 3,8% 1,2%
Thailand -0,3% 2,2% 5,9% -0,8% 1,2% -0,3%
Filipina 3,3% 3,1% 8,1% 3,9% 2,9% 1,8%
Vietnam 0,2% 1,8% 4,6% 3,6% 2,9% 3,5%
Sumber: Trading Economics, 2025
Inflasi di Brasil sedikit mengalami penurunan namun tetap ada di angka yang stabil, sebesar 4,8% (yoy)
pada 2024 dan sebesar 4,3% (yoy) pada 2025. Faktor utama penurunan inflasi di Brasil adalah turunnya
harga makanan yang berkontribusi secara kuat kepada keseluruhan angka inflasi. Adanya perubahan
pada tarif listrik dan biaya perumahan juga mempengaruhi turunnya angka inflasi. Meksiko mengalami
penurunan inflasi dari 4,2% (yoy) pada 2024 ke 3,7% (yoy) pada 2025. Penurunan inflasi ini sebagian
besar disebabkan oleh penurunan harga makanan dan energi, disusul oleh kebijakan moneter dari Bank
of Mexico yang mempertahankan suku bunga yang relatif tinggi untuk mengekang tekanan harga, serta
terjadinya penurunan inflasi. Amerika Serikat juga mengalami tren yang mirip dengan 2 negara
sebelumnya, sebesar 2,9% pada 2024 yang turun menjadi 2,8% pada 2025. Penurunan inflasi ini
sebagian besar dipengaruhi oleh kenaikan suku bunga yang ditetapkan oleh Federal Reserve setelah
kenaikan inflasi secara tajam pada tahun 2021-2022 yang mempengaruhi berkurangnya pinjaman,
memperlambat pengeluaran konsumen, dan berkurangnya permintaan barang dan jasa. Faktor lain yang
mempengaruhi turunnya tingkat inflasi Amerika Serikat adalah turunnya harga energi seperti bahan bakar
yang mengurangi biaya transportasi. Di Argentina, angka inflasi sangat tinggi dalam beberapa tahun
terakhir, namun turun drastis dari 117,8% (yoy) pada 2024 menjadi 31,5% (yoy) pada tahun 2025.
Meskipun turun secara drastis, angka inflasi ini masih termasuk sangat tinggi dibandingkan dengan
negara lain. Adanya kebijakan penghematan pemerintah yang ketat, termasuk pemotongan besar dalam
pengeluaran pemerintah, terciptanya surplus anggaran, dan pengurangan subsidi negara menyebabkan
berkurangnya jumlah uang yang beredar di ekonomi Argentina, sehingga tekanan inflasi menurun. Faktor
lain yang mempengaruhi turunnya inflasi Argentina adalah pengendalian jumlah uang yang beredar, serta
adanya perubahan kebijakan nilai tukar. Kanada, tidak seperti negara Amerika lainnya, mengalami
kenaikan pada angka inflasinya. Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya harga makanan, terutama di
restoran dan toko kelontong, disusul dengan perubahan regulasi pajak sementara. Meskipun mengalami
kenaikan, inflasi Kanada masih ada di angka target Bank of Canada.
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk III - 6
Page 49
Tabel III.8. Pertumbuhan Inflasi Global (Region: Amerika) (%, yoy)
Inflasi
Negara 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Amerika
Brasil 4,5% 10,1% 5,8% 4,6% 4,8% 4,3%
Meksiko 3,2% 7,4% 7,8% 4,2% 4,2% 3,7%
Amerika Serikat 1,4% 7,0% 6,5% 3,4% 2,9% 2,7%
Argentina 36,1% 50,9% 94,8% 211,4% 117,8% 31,5%
Kanada 0,7% 4,8% 6,3% 3,4% 1,8% 2,4%
Sumber: Trading Economics, 2025
Tingkat inflasi Afrika Selatan tercatat sebesar 3,6% (yoy) pada 2025, sedikit meningkat dibandingkan 3,0%
(yoy) pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama didorong oleh meningkatnya harga pada sektor
perumahan dan utilitas, makanan dan minuman non-alkohol, serta jasa keuangan dan asuransi. Tingkat
inflasi Nigeria tercatat sebesar 15,2% (yoy) pada 2025, menurun dari 34,8% (yoy) pada tahun sebelumnya
dan menjadi yang terendah sejak 2020. Penurunan ini terjadi setelah otoritas statistik mengubah metode
perhitungan dengan menggunakan rata-rata indeks harga konsumen tahun 2024 sebagai acuan, serta
didorong oleh melambatnya kenaikan harga pangan dan inflasi inti. Tingkat inflasi Mesir tercatat sebesar
12,3% (yoy) pada 2025, menurun dibandingkan 24,1% (yoy) pada 2024. Penurunan ini disebabkan oleh
turunnya harga sejumlah komoditas pangan, seperti daging dan unggas, produk susu, buah-buahan,
sayuran, serta gula dan makanan manis, serta penurunan harga beberapa barang non-pangan seperti
peralatan rumah tangga. Tingkat inflasi Maroko tercatat sebesar -0,3% (yoy) pada 2025, menurun
dibandingkan inflasi sebesar 0,7% (yoy) pada 2024. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya harga
makanan serta berlanjutnya penurunan harga transportasi, disertai penurunan harga pada sektor
perumahan dan utilitas, pakaian dan alas kaki, serta Kesehatan.
Tabel III.9. Pertumbuhan Inflasi Global (Region: Afrika) (%, yoy)
Inflasi
Negara 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Afrika
Afrika Selatan 3,1% 5,9% 7,2% 5,1% 3,0% 3,6%
Algeria 3,5% 8,5% 9,3% 7,8% 4,4% N/A
Nigeria 15,8% 15,6% 21,3% 28,9% 34,8% 15,2%
Mesir 5,4% 5,9% 21,3% 33,7% 24,1% 12,3%
Maroko -0,3% 3,2% 8,3% 3,4% 0,7% -0,3%
Sumber: Trading Economics, 2025
Jerman mengalami penurunan inflasi yang cukup signifikan pada tahun 2025 dengan 1,8% (yoy) jika
dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat 2,6% (yoy). Beberapa faktor yang menjelaskan
penurunan ini adalah meredanya tingkat inflasi di beberapa sektor seperti pangan dan energi atau bahan
bakar. Rusia juga mengalami penurunan tingkat inflasi dari 9,5% (yoy) pada 2024 menjadi 5,6% (yoy) di
2025. Penurunan tingkat inflasi ini disebabkan oleh penurunan di beberapa sektor seperti pangan, barang-
barang non-pangan, dan jasa. Seperti 2 negara sebelumnya, Prancis juga mengalami penurunan inflasi
dengan angka 1,3% (yoy) ke 0,80% (yoy) pada 2025. Penurunan ini mayoritas disebabkan oleh
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk III - 7
Page 50
penurunan harga energi/bahan bakar. Tingkat Inflasi Britania Raya, berbeda dengan negara-negara
sebelumnya, mengalami peningkatan, dari 1,7% (yoy) pada 2024 ke 1,6% (yoy) di 2025. Penyebab
peningkatan ini adalah naiknya harga di sektor pangan, terutama untuk produk alkohol, tembakau, dan
transportasi. Di sisi lain, Italia mengalami sedikit penurunan inflasi dari 1,3% pada 2024 menjadi 1,2%
pada 2025. Penurunan ini dapat dilihat dari beberapa sektor, seperti jasa transportasi, pangan, jasa yang
berhubungan dengan rekreasi dan kultur, dan pengeluaran pribadi.
Tabel III.10. Pertumbuhan Inflasi Global (Region: Eropa) (%, yoy)
Inflasi
Negara 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Eropa
Jerman -0,2% 4,9% 8,1% 3,7% 2,6% 1,8%
Rusia 4,9% 8,4% 11,9% 7,4% 9,5% 5,6%
Prancis 0,0% 2,8% 5,9% 3,7% 1,3% 0,8%
Britania Raya 0,6% 5,4% 10,5% 4,0% 2,5% 3,4%
Italia -0,2% 3,9% 11,6% 0,6% 1,3% 1,2%
Sumber: Trading Economics, 2025
III.1.3 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan kinerja yang baik dan perlu terus diperkuat agar sejalan
dengan kapasitas perekonomian nasional. Perkembangan terkini mengindikasikan bahwa pada triwulan
III tahun 2025, kinerja ekonomi dari sisi lapangan usaha didukung oleh kinerja produksi pada sektor
Pertanian, Industri Pengolahan, serta Perdagangan yang tetap baik. Secara spasial, pertumbuhan
ekonomi di wilayah Jawa dan Sumatera diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi
sebelumnya, yang didorong oleh peningkatan kinerja sektor Industri Pengolahan dan sektor Pertanian.
Tabel III.11. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha (%, yoy)
2023 2024 2025
Komponen 2023 2024
I II III IV I II III IV I II III
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 0.44 2.03 1.49 1.13 1.31 -3.54 3.25 1.69 0.71 0.67 10.52 1.65 4.93
Pertambangan dan Penggalian 4.92 5.01 6.95 7.46 6.12 9.31 3.17 3.46 3.95 4.90 -1.23 2.03 -1.98
Industri Pengolahan 4.43 4.88 5.19 4.07 4.64 4.13 3.95 4.72 4.89 4.43 4.55 5.68 5.54
Pengadaan Listrik dan Gas 2.67 3.15 5.06 8.68 4.91 5.35 5.39 5.02 3.42 4.77 5.11 0.90 2.86
Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah
5.70 4.78 4.49 4.66 4.90 4.44 0.84 0.03 1.06 1.56 0.18 0.82 3.32
dan Daur Ulang
Konstruksi 0.32 5.23 6.39 7.68 4.91 7.59 7.29 7.48 5.81 7.02 2.18 4.98 4.21
Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil
4.94 5.30 5.10 4.09 4.85 4.58 4.85 4.82 5.19 4.86 5.03 5.37 5.49
dan Sepeda Motor
Transportasi dan Pergudangan 15.93 15.28 14.74 10.33 13.96 8.66 9.56 8.64 7.92 8.69 9.01 8.52 8.62
Akomodasi dan Makan Minum 11.54 9.91 10.93 7.88 10.00 9.34 10.15 8.32 6.61 8.56 5.75 8.04 8.41
Informasi dan Komunikasi 7.11 8.03 8.51 6.74 7.59 8.41 7.66 6.82 7.45 7.57 7.72 7.92 9.65
Jasa Keuangan dan Asuransi 4.45 2.86 5.24 6.56 4.77 3.93 7.90 5.49 1.74 4.74 3.98 3.20 0.77
Real Estat 0.37 0.96 2.21 2.18 1.43 2.54 2.16 2.32 2.97 2.50 2.94 3.71 3.95
Jasa Perusahaan 6.37 9.59 9.37 7.62 8.24 9.63 7.96 7.93 8.08 8.38 9.27 9.31 9.94
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk III - 8
Page 51
2023 2024 2025
Komponen 2023 2024
I II III IV I II III IV I II III
Adm. Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan
2.13 8.18 -6.24 1.63 1.51 18.89 2.81 3.94 1.16 6.40 4.78 4.69 4.33
Sosial Wajib
Jasa Pendidikan 1.02 5.42 -2.09 2.63 1.77 7.43 2.44 2.56 2.95 3.75 5.03 1.40 10.59
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 4.77 8.27 2.92 3.09 4.67 11.65 8.57 7.65 5.20 8.11 5.78 3.80 6.83
Jasa lainnya 8.90 11.89 11.14 10.15 10.52 8.92 8.85 9.95 11.36 9.80 9.84 11.31 9.92
PDB 5.04 5.17 4.94 5.04 5.05 5.11 5.05 4.95 5.02 5.03 4.87 5.12 5.04
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025
Pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan perbaikan yang tercermin dari meningkatnya konsumsi
rumah tangga. Peningkatan ini didukung oleh penyaluran belanja sosial pemerintah serta meningkatnya
keyakinan rumah tangga terhadap kondisi pendapatan dan ketersediaan lapangan kerja. Kondisi ini turut
mendorong peningkatan penjualan eceran pada berbagai kelompok barang. Di sisi lain, investasi,
khususnya pada komponen non bangunan, juga menunjukkan perbaikan seiring meningkatnya optimisme
pelaku usaha yang tercermin dari pola ekspansi Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur.
Kedepannya, penguatan permintaan domestik perlu terus dilakukan untuk mengimbangi kinerja ekspor
yang diprakirakan mengalami perlambatan akibat berakhirnya fenomena frontloading ekspor ke Amerika
Serikat, serta menurunnya ekspor besi dan baja ke Tiongkok dan minyak kelapa sawit (CPO) ke India.
Secara sektoral, kinerja positif juga tercermin pada beberapa Lapangan Usaha (LU) utama, antara lain
Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran, Transportasi dan Pergudangan, serta Penyediaan
Akomodasi dan Makan Minum.
Tabel III.12. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran (%, yoy)
2023 2024 2025
Komponen 2023 2024
I II III IV I II III IV I II III
Konsumsi Swasta 4.57 5.30 5.08 4.78 4.94 5.33 5.05 5.06 5.01 5.11 4.91 5.04 4.87
Konsumsi Rumah Tangga 4.53 5.22 5.05 4.47 4.82 4.91 4.93 4.91 4.98 4.94 4.89 4.97 4.89
Konsumsi Lembaga Nonprofit
6.29 8.78 6.40 18.37 10.03 24.13 9.79 11.46 6.06 12.48 3.07 7.82 4.28
yang Melayani Rumah Tangga
Konsumsi Pemerintah 3.33 10.52 -3.86 2.94 3.02 20.44 2.03 4.62 4.17 6.61 -1.38 -0.33 5.49
Investasi (PMTDB) 1.53 4.05 5.08 4.32 3.76 3.78 4.42 5.16 5.03 4.61 2.12 6.99 5.04
Investasi Bangunan 0.08 3.32 6.31 6.42 4.04 5.46 5.31 6.02 5.26 5.51 1.35 4.89 3.02
Investasi Nonbangunan 5.70 6.10 2.05 -0.78 3.03 -0.78 1.97 2.96 4.40 2.23 4.32 25.3 10.34
Ekspor 11.72 -2.84 -3.91 1.66 1.34 1.48 8.13 8.79 7.63 6.51 6.78 10.67 9.91
Impor 4.12 -3.25 -6.82 0.14 -1,60 1.50 7.79 11.92 10.36 7.95 3.96 11.65 1.18
PDB 5.04 5.17 4.94 5.04 5.05 5.11 5.05 4.96 5.02 5.03 4.87 5.12 5.04
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025
Sepanjang tahun 2025 seluruh wilayah Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang positif, wilayah
Jawa dan Sulawesi tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan pertumbuhan tertinggi berada
di wilayah Sulawesi. Kontribusi pulau Jawa terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 56,93%
dengan pertumbuhan 5,30%. Selanjutnya, kontribusi pulau Sumatera mencapai 22,22% dengan
pertumbuhan ekonomi sebesar 4,81%. Di wilayah Kalimantan kontribusinya mencapai 8,12% dengan
pertumbuhan ekonomi sebesar 4,79%. Di wilayah Sulawesi dengan kontribusi sebesar 7,22%, dan
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk III - 9
Page 52
pertumbuhan ekonominya mencapai 6,23% menjadi yang tertinggi diantara wilayah lainnya. Kemudian,
di wilayah Bali dan Nusa Tenggara berkontribusi sebesar 2,82% dengan pertumbuhan ekonomi mencapai
4,87%. Terakhir, di Maluku dan Papua kontribusinya mencapai 2,69 dengan pertumbuhan ekonomi
1,44%.
Gambar III.1. Kontribusi dan Pertumbuhan Menurut Pulau (%), 2025
Sumber: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan IV-2025, BPS
III.1.3.1 Neraca Perdagangan
NPI triwulan IV 2025 diperkirakan tetap menunjukkan kinerja yang positif yang didukung oleh kinerja
neraca perdagangan. Pada November 2025, neraca perdagangan kembali mencatatkan surplus sebesar
2,7 miliar dolar AS. Surplus tersebut terutama didorong oleh peningkatan ekspor nonmigas yang berbasis
sumber daya alam, antara lain logam mulia dan perhiasan/permata, nikel beserta produk turunannya,
serta bahan bakar mineral. Di sisi lain, aliran modal pada triwulan IV 2025 tercatat mengalami net inflows.
Kondisi ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan yang cukup signifikan pada Desember 2025 yang
berasal dari penerbitan global bond. Sebelumnya, pada Oktober dan November 2025, aliran modal
tercatat relatif rendah seiring masih tingginya ketidakpastian global. Sementara itu, posisi cadangan
devisa Indonesia pada akhir Desember 2025 meningkat menjadi 156,5 miliar dolar AS. Nilai tersebut
setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor serta pembayaran utang luar negeri
pemerintah, dan berada di atas standar kecukupan internasional yang umumnya sekitar 3 bulan impor.
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk III - 10
Page 53
Grafik III.1. Neraca Perdagangan
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025
III.1.3.2 Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah tetap terjaga stabil yang didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta aliran
masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik. Pada 16 Desember 2025, nilai tukar Rupiah tercatat
sebesar Rp16.685 per dolar AS, relatif stabil dibandingkan posisi akhir November 2025 dan masih sejalan
dengan pergerakan mata uang regional serta negara mitra dagang Indonesia, bahkan cenderung menguat
dibandingkan mata uang negara maju selain dolar AS. Stabilitas tersebut didukung oleh langkah stabilisasi
Bank Indonesia melalui intervensi di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) baik off-shore maupun on-
shore (DNDF), intervensi di pasar spot, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
Selain itu, inflows pada pasar saham dan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) serta
peningkatan pasokan valas dari korporasi, termasuk konversi valas eksportir seiring penguatan kebijakan
Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), turut menopang terkendalinya nilai tukar Rupiah.
Grafik III.2. Indeks Rupiah terhadap USD, Negara Maju kecuali AS, dan Negara Berkembang
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk III - 11
Page 54
III.1.3.3 Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) sepanjang 2025 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1%,
dengan inflasi pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,92% (yoy). Inflasi inti juga terjaga pada level
rendah, yaitu 2,38% (yoy), sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang masih berada di bawah kapasitas.
Kondisi tersebut turut didukung oleh konsistensi kebijakan suku bunga Bank Indonesia dalam menjangkar
ekspektasi inflasi sesuai dengan sasaran, serta imported inflation yang tetap terkendali. Sementara itu,
inflasi kelompok administered prices (AP) tercatat relatif rendah sebesar 1,93% (yoy). Di sisi lain, inflasi
kelompok volatile food (VF) masih berada pada level yang relatif tinggi, yakni 6,21% (yoy), yang terutama
dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas bawang merah akibat keterbatasan pasokan sebagai dampak
gangguan cuaca serta meningkatnya harga benih.
Grafik III.3. Inflasi IHK dan Komponen
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025
III.1.3.4 Perkembangan Moneter
Kebijakan moneter Bank Indonesia terus diperkuat guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih
tinggi dengan tetap menjaga stabilitas perekonomian. Upaya tersebut ditempuh melalui penurunan suku
bunga BI-Rate, stabilisasi nilai tukar Rupiah, serta ekspansi likuiditas moneter. Sejak September 2024,
BI-Rate telah diturunkan sebesar 150 bps, yaitu 25 bps pada September 2024 dan 125 bps sepanjang
2025, sehingga mencapai 4,75% pada Desember 2025 yang merupakan level terendah sejak 2022.
Stabilisasi nilai tukar Rupiah dilakukan melalui intervensi di pasar off-shore melalui NDF serta di pasar
domestik melalui pasar spot, DNDF, dan pembelian SBN di pasar sekunder. Sementara itu, ekspansi
likuiditas ditempuh melalui penurunan posisi instrumen moneter SRBI dari Rp916,9 triliun pada awal 2025
menjadi Rp730,9 triliun pada akhir 2025 dan kembali menurun menjadi Rp694,0 triliun pada 20 Januari
2026. Selain itu, Bank Indonesia juga melakukan pembelian SBN sebagai bentuk sinergi kebijakan
moneter dan fiskal yang hingga 20 Januari 2026 mencapai Rp23,7 triliun, termasuk Rp13,2 triliun di pasar
sekunder. Sejalan dengan penurunan BI-Rate dan ekspansi likuiditas, suku bunga pasar uang turut
menurun, tercermin dari suku bunga INDONIA yang turun menjadi 3,69% pada 20 Januari 2026, serta
suku bunga SRBI tenor 6, 9, dan 12 bulan yang masing-masing tercatat sebesar 4,62%, 4,66%, dan
4,69% pada 15 Januari 2026.
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk III - 12
Page 55
Grafik III.4. Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan INDONIA
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025
Pelonggaran kebijakan moneter yang telah dilakukan oleh Bank Indonesia serta penempatan dana Saldo
Anggaran Lebih (SAL) Pemerintah di perbankan diharapkan dapat diikuti dengan percepatan penurunan
suku bunga perbankan. Sejalan dengan penurunan BI-Rate sebesar 125 bps sepanjang 2025 dan
ekspansi likuiditas moneter, suku bunga INDONIA menurun sebesar 234 bps sejak awal 2025 menjadi
3,69% pada 20 Januari 2026. Selain itu, suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan juga mengalami
penurunan masing-masing sebesar 254 bps, 254 bps, dan 258 bps menjadi 4,62%, 4,66%, dan 4,69%
pada 15 Januari 2026. Di pasar obligasi, imbal hasil SBN tenor 2 tahun dan 10 tahun masing-masing
tercatat sebesar 5,06% dan 6,31% pada 20 Januari 2026. Transmisi penurunan suku bunga kebijakan
terhadap suku bunga perbankan juga terus berlangsung, baik pada suku bunga dana maupun suku bunga
kredit. Suku bunga deposito tenor 1 bulan tercatat menurun sebesar 56 bps dari 4,81% pada awal 2025
menjadi 4,25% pada Desember 2025, meskipun penurunan lebih lanjut masih diperlukan, khususnya
terkait pemberian special rate kepada deposan besar. Sejalan dengan penurunan suku bunga dana
tersebut, suku bunga kredit perbankan turut menurun sebesar 39 bps dari 9,20% pada awal 2025 menjadi
8,81% pada Desember 2025.
Grafik III.5. Suku Bunga Perbankan
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025
Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit pada 2025 tercatat bervariasi, dengan kredit
investasi tumbuh sebesar 21,06% (yoy), kredit modal kerja 4,52% (yoy), dan kredit konsumsi 6,58% (yoy).
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk III - 13
Page 56
Kinerja tersebut didukung oleh kebijakan Bank Indonesia melalui penurunan suku bunga dan penguatan
insentif likuiditas makroprudensial (KLM), di tengah kondisi makroekonomi dan stabilitas sistem keuangan
yang tetap terjaga. Dari sisi permintaan, pelaku usaha masih perlu didorong untuk meningkatkan ekspansi
dengan memanfaatkan fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) yang pada Desember
2025 tercatat sebesar Rp2.439,2 triliun atau 22,12% dari total plafon kredit. Sementara itu, dari sisi
penawaran, kapasitas pembiayaan perbankan tetap memadai, tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap
Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 28,57% serta pertumbuhan DPK sebesar 13,83% (yoy). Minat
penyaluran kredit juga terus membaik, meskipun persyaratan kredit pada segmen konsumsi dan UMKM
masih relatif ketat akibat tingginya risiko kredit pada kedua segmen tersebut.
Grafik III.6. Permodalan Industri Perbankan
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025
III.2 TINJAUAN INDUSTRI TRANSPORTASI DAN LOGISTIK
III.2.1 Gambaran Umum Industri Transportasi dan Logistik di Dunia
Pasar Transportasi & Logistik merupakan elemen penting dari rantai pasokan global, yang mencakup
berbagai layanan yang dirancang untuk memfasilitasi pergerakan barang dan material secara efisien
melalui berbagai saluran. Pasar ini memainkan peran penting dalam memastikan bahwa produk mencapai
tujuannya dengan cepat dan hemat biaya, serta mendukung perdagangan domestik dan internasional.
Dalam beberapa tahun terakhir, pasar telah mengalami transformasi signifikan yang didorong oleh
beberapa faktor utama. Pertumbuhan eksponensial e-commerce telah meningkatkan permintaan layanan
pengiriman paket secara drastis, mendorong penyedia logistik untuk meningkatkan jaringan pengiriman
dan solusi teknologi mereka. Perusahaan berinvestasi dalam teknologi logistik canggih seperti sistem
pelacakan waktu nyata, fasilitas penyortiran otomatis, dan platform digital untuk meningkatkan efisiensi
dan memberikan transparansi yang lebih besar dalam rantai pasokan.
Integrasi solusi digital mengubah cara penyampaian layanan transportasi dan logistik. Penerapan IoT, AI,
dan analisis data memungkinkan pengelolaan operasi logistik yang lebih tepat, pengoptimalan rute yang
lebih baik, dan visibilitas rantai pasokan yang lebih baik. Teknologi ini memungkinkan penyedia logistik
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk III - 14
Page 57
menawarkan solusi yang lebih andal dan fleksibel, yang sangat penting untuk memenuhi permintaan
konsumen dan bisnis modern.
Keberlanjutan juga menjadi fokus utama dalam pasar. Seiring meningkatnya perhatian terhadap
lingkungan dan persyaratan peraturan, semakin besar pula penekanan pada pengurangan jejak karbon
dari operasi transportasi dan logistik. Perusahaan-perusahaan tengah menjajaki alternatif yang lebih
ramah lingkungan, seperti kendaraan listrik, sumber energi terbarukan, dan bahan kemasan yang
berkelanjutan, agar selaras dengan tujuan keberlanjutan global dan meningkatkan dampak lingkungan
mereka.
Pasar dicirikan oleh kemampuan beradaptasi dan kebutuhan untuk mengatasi berbagai tantangan,
termasuk permintaan yang berfluktuasi, ketidakpastian perdagangan global, dan ekspektasi konsumen
yang terus berkembang. Penyedia logistik merespons dengan mendiversifikasi penawaran layanan
mereka, meningkatkan infrastruktur mereka, dan membentuk kemitraan strategis untuk mengelola
kompleksitas ini dengan lebih baik dan menyediakan solusi komprehensif yang memenuhi berbagai
kebutuhan.
Secara keseluruhan, pasar Transportasi & Logistik bersifat dinamis dan berkembang pesat, didorong oleh
kemajuan teknologi, perubahan permintaan pasar, dan fokus yang lebih tinggi pada keberlanjutan.
Dengan merangkul inovasi dan beradaptasi dengan tren baru, sektor ini diposisikan dengan baik untuk
mendukung perdagangan global, meningkatkan efisiensi rantai pasokan, dan memenuhi harapan bisnis
dan konsumen yang terus meningkat di seluruh dunia.
Grafik III.7 Perkembangan Biaya dalam Bidang Transportasi Dan Logistik di Dunia Dalam Triliun USD dari
Tahun 2020 Hingga Proyeksi Tahun 2030. (dalam triliun USD)
Transportation & Logistics - Logistics Costs
16 14,89 14,36 14,62
13,79 14,09
13,14 13,47
14 12,52 12,84
12,19
12
In Trillion USD
10 9,17
8
6
4
2
0
2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Year
Sumber: Statista, 2025
Grafik tersebut menampilkan perkembangan biaya logistik global dalam industri transportasi dan logistik
periode 2020 hingga proyeksi tahun 2030, yang diukur dalam triliunan dolar AS (USD). Secara umum,
terlihat adanya fluktuasi jangka pendek namun diikuti tren kenaikan yang stabil pada periode proyeksi.
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk III - 15
Page 58
Pada tahun 2020, biaya logistik global tercatat sebesar 9,17 triliun USD, mencerminkan dampak
gangguan aktivitas ekonomi dan rantai pasok global. Selanjutnya, pada tahun 2021 terjadi lonjakan
signifikan menjadi 14,89 triliun USD, yang kemungkinan dipengaruhi oleh pemulihan ekonomi, kenaikan
harga energi, serta tekanan pada rantai pasokan.
Setelah lonjakan tersebut, biaya logistik kembali menurun pada tahun 2022 menjadi 12,19 triliun USD,
lalu meningkat secara bertahap menjadi 12,52 triliun USD pada 2023 dan 12,84 triliun USD pada 2024.
Tren kenaikan moderat berlanjut pada 2025 sebesar 13,14 triliun USD dan 2026 sebesar 13,47 triliun
USD.
Proyeksi menunjukkan pertumbuhan yang relatif stabil pada periode berikutnya, dengan biaya logistik
diperkirakan mencapai 13,79 triliun USD pada 2027, 14,09 triliun USD pada 2028, 14,36 triliun USD pada
2029, dan 14,62 triliun USD pada 2030.
Secara keseluruhan, meskipun terdapat fluktuasi akibat dinamika ekonomi global, tren jangka panjang
memperlihatkan peningkatan bertahap biaya logistik. Hal ini dipengaruhi oleh pertumbuhan perdagangan
internasional, perubahan struktur rantai pasok, inovasi teknologi logistik, serta perkembangan infrastruktur
transportasi.
Grafik III.8 Perkembangan Lalu Lintas Pelabuhan Kontainer Secara Global Dalam Satuan Twenty-foot
Equivalent Unit (TEU) dari Tahun 2020 Hingga Proyeksi Tahun 2030.
Transportation & Logistics - Container Port Traffic
860 854,24
848,17 845,05 845,37
842,98 841,74 843,39 844,46
840,7 840,3
In million twenty-foot equivalent unit (TEU)
840
820
800 789,73
780
760
740
2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Year
Sumber: Statista, 2025
Grafik tersebut menampilkan perkembangan lalu lintas pelabuhan kontainer global yang diukur dalam
satuan Twenty-foot Equivalent Unit (TEU) selama periode 2020 hingga proyeksi tahun 2030. TEU
merupakan unit standar dalam industri pelayaran untuk mengukur kapasitas kontainer, di mana satu TEU
setara dengan satu kontainer berukuran 20 kaki.
Pada tahun 2020, volume lalu lintas pelabuhan kontainer global tercatat sebesar 789,73 juta TEU.
Selanjutnya, terjadi peningkatan signifikan pada tahun 2021 menjadi 848,17 juta TEU, dan kembali naik
pada tahun 2022 mencapai 854,24 juta TEU, mencerminkan pemulihan aktivitas perdagangan
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk III - 16
Page 59
internasional.
Namun, pada periode berikutnya terjadi penurunan moderat, dengan volume mencapai 842,98 juta TEU
pada 2023, kemudian sedikit turun menjadi 840,70 juta TEU pada 2024 dan 840,30 juta TEU pada 2025.
Setelah fase penyesuaian tersebut, tren kembali menunjukkan peningkatan bertahap, dengan volume
mencapai 841,74 juta TEU pada 2026 dan 843,39 juta TEU pada 2027. Proyeksi ke depan menunjukkan
pertumbuhan yang relatif stabil, dengan lalu lintas kontainer diperkirakan mencapai 844,46 juta TEU pada
2028, 845,05 juta TEU pada 2029, dan 845,37 juta TEU pada 2030.
Secara keseluruhan, meskipun terdapat fluktuasi jangka pendek, tren jangka panjang menunjukkan
stabilitas dengan kecenderungan peningkatan volume lalu lintas kontainer global. Hal ini mengindikasikan
keberlanjutan aktivitas perdagangan internasional, pertumbuhan e-commerce, serta peningkatan efisiensi
operasional pelabuhan dan infrastruktur logistik global
III.2.2 Gambaran Umum Industri Transportasi dan Logistik di Indonesia
Grafik menunjukkan perkembangan biaya transportasi dan logistik di Indonesia selama periode 2020
hingga proyeksi 2030, yang diukur dalam miliar dolar AS (USD). Data ini memberikan gambaran mengenai
dinamika biaya pada sektor transportasi dan logistik, yang merupakan salah satu pilar utama dalam
mendukung kelancaran aktivitas ekonomi nasional, perdagangan, serta distribusi barang di Indonesia.
Grafik III.9 Perkembangan Biaya dalam Bidang Transportasi Dan Logistik di Indonesia Dalam Triliun USD
dari Tahun 2020 Hingga Proyeksi Tahun 2030. (dalam triliun USD)
Transportation & Logistics - Logistics Cost
400
349,86 339,36 344,3
350 327,59 333,62
313,05 320,69
298,61 305,72
291,56
300
Logistics Costs (Billion USD)
250 232,99
200
150
100
50
0
2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Year
Sumber: Statista, 2025
Pada tahun 2020, biaya logistik tercatat sebesar USD 232,99 miliar, mencerminkan kondisi pelemahan
aktivitas ekonomi akibat pandemi COVID-19 yang berdampak signifikan terhadap perdagangan, distribusi,
dan kinerja rantai pasok. Memasuki tahun 2021, biaya logistik mengalami lonjakan tajam hingga mencapai
USD 349,86 miliar. Peningkatan ini sejalan dengan fase pemulihan ekonomi pascapandemi,
meningkatnya permintaan barang dan jasa, gangguan rantai pasok global, serta kenaikan harga energi
dan biaya transportasi.
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk III - 17
Page 60
Selanjutnya, pada tahun 2022, biaya logistik mengalami penyesuaian dan menurun ke level USD 291,56
miliar, seiring dengan mulai meredanya tekanan rantai pasok global dan normalisasi aktivitas logistik.
Namun demikian, sejak tahun 2023, biaya logistik kembali menunjukkan tren peningkatan yang stabil dan
berkelanjutan, dari USD 298,61 miliar pada 2023 menjadi USD 305,72 miliar pada 2024, USD 313,05
miliar pada 2025, dan USD 320,69 miliar pada 2026.
Dalam jangka menengah hingga panjang, proyeksi menunjukkan bahwa biaya transportasi dan logistik
akan terus meningkat secara bertahap. Pada tahun 2027, biaya logistik diperkirakan mencapai USD
327,59 miliar, meningkat menjadi USD 333,62 miliar pada 2028, USD 339,36 miliar pada 2029, dan
mencapai sekitar USD 344,30 miliar pada 2030. Tren kenaikan ini mencerminkan pertumbuhan aktivitas
ekonomi, peningkatan volume perdagangan domestik dan internasional, ekspansi infrastruktur
transportasi, serta meningkatnya kebutuhan layanan logistik yang lebih kompleks dan terintegrasi.
Secara keseluruhan, perkembangan biaya logistik ini menunjukkan bahwa sektor transportasi dan logistik
memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Di satu sisi, peningkatan
biaya mencerminkan ekspansi aktivitas ekonomi dan perdagangan, namun di sisi lain juga menjadi
tantangan bagi pelaku industri dalam menjaga efisiensi operasional. Oleh karena itu, investasi
berkelanjutan pada infrastruktur, digitalisasi sistem logistik, serta kebijakan pemerintah yang mendukung
efisiensi rantai pasok akan menjadi faktor kunci dalam menjaga daya saing industri transportasi dan
logistik di masa mendatang.
Grafik III.10 Perkembangan Biaya dalam Bidang Transportasi Dan Logistik di Indonesia Dalam satuan
miliar Twenty-foot Equivalent Unit (TEU) dari Tahun 2020 Hingga Proyeksi Tahun 2030.
Transportation & Logistics - Container Port Traffic
16
13,92 14,08 14,16 14,2 14,22
13,3 13,6
14 13,01
12,43
13
Container Port Traffic (Million TEU)
11,77
12
10
8
6
4
2
0
2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Year
Sumber: Statista, 2025
Grafik yang ditampilkan menunjukkan perkembangan lalu lintas pelabuhan kontainer di Indonesia, yang
diukur dalam satuan million Twenty-foot Equivalent Unit (TEU), selama periode 2020 hingga proyeksi
2030. Data yang bersumber dari Statista Market Insights ini memberikan gambaran mengenai dinamika
serta prospek pertumbuhan aktivitas pengiriman kontainer sebagai bagian penting dari sektor transportasi
dan logistik nasional.
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk III - 18
Page 61
Pada tahun 2020, lalu lintas kontainer Indonesia tercatat sebesar 11,77 juta TEU, yang
merepresentasikan kondisi pelemahan aktivitas perdagangan dan logistik akibat dampak pandemi
COVID-19 terhadap rantai pasok global dan arus perdagangan internasional. Memasuki tahun 2021,
volume kontainer mengalami pemulihan signifikan menjadi 13,01 juta TEU, seiring dengan mulai pulihnya
aktivitas ekonomi, perdagangan, serta meningkatnya permintaan ekspor dan impor.
Namun, pada tahun 2022, volume lalu lintas kontainer kembali mengalami penyesuaian dan menurun ke
level 12,43 juta TEU, mencerminkan normalisasi pasca pemulihan awal serta masih adanya tekanan
global terhadap sektor logistik. Sejak tahun 2023, tren lalu lintas kontainer kembali menunjukkan
pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan, meningkat menjadi 13,00 juta TEU pada 2023, 13,30 juta
TEU pada 2024, dan 13,60 juta TEU pada 2025.
Pertumbuhan tersebut berlanjut pada periode proyeksi jangka menengah hingga panjang. Pada tahun
2026, lalu lintas kontainer diperkirakan mencapai 13,92 juta TEU, kemudian meningkat menjadi 14,08 juta
TEU pada 2027, 14,16 juta TEU pada 2028, 14,20 juta TEU pada 2029, dan mencapai sekitar 14,22 juta
TEU pada 2030. Kenaikan bertahap ini mencerminkan peningkatan aktivitas perdagangan domestik dan
internasional, penguatan peran pelabuhan sebagai simpul logistik utama, serta ekspansi kapasitas dan
efisiensi operasional pelabuhan di Indonesia.
Secara keseluruhan, grafik menunjukkan bahwa setelah mengalami tekanan pada awal periode pandemi,
lalu lintas pelabuhan kontainer Indonesia berada dalam fase pemulihan yang konsisten dan berkelanjutan.
Tren pertumbuhan ini mengindikasikan prospek positif sektor transportasi dan logistik maritim, yang
didukung oleh investasi infrastruktur pelabuhan, pengembangan konektivitas logistik nasional, serta
meningkatnya kebutuhan distribusi barang akibat pertumbuhan industri dan e-commerce. Dalam konteks
penilaian bisnis, tren ini mencerminkan fundamental permintaan yang solid serta peluang pertumbuhan
jangka panjang bagi pelaku usaha di sektor pelabuhan dan logistik.
III.3 INFORMASI NON – KEUANGAN YANG RELEVAN
ALII didirikan berdasarkan Akta No. 437 tanggal 30 Juli 2019 dari Notaris Netty Maria Machdar, S.H. Akta
Pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan Surat Keputusan No. AHU-0037867.AH.01. 01.TAHUN 2019 tanggal 02 Agustus 2019. Anggaran
Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 14 tanggal 03
Oktober 2025 dari Aulia Taufani, S.H. sehubungan dengan perubahan data perseroan. Akta Perubahan
tersebut telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum dari Kementerian
Hukum Republik Indonesia melalui Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH. 01.09-0346750
tanggal 06 Oktober 2025.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah menjalankan usaha
dalam bidang Transportasi, Perdagangan, dan Jasa. Saat ini, kegiatan usaha utama Perusahaan berupa:
a. Kegiatan Usaha Transportasi ALII adalah sebagai berikut:
1. Angkutan laut
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk III - 19
Page 62
2. Angkutan Sungai Dan Danau Untuk Barang Khusus
3. Angkutan Laut Dalam Negeri Untuk Barang Khusus
4. Angkutan Laut Dalam Negeri Pelayaran Rakyat
5. Angkutan Laut Luar Negeri Untuk Barang Khusus
b. Kegiatan Usaha Perdagangan ALII adalah sebagai berikut:
1. Perdagangan Besar Bahan Bakar Padat, Cair Dan Gas Dan Produk Ybdi
2. Perdagangan Besar Atas Dasar Balas Jasa (Fee) Atau Kontrak
3. Perdagangan Besar Alat Transportasi Laut, Suku Cadang Dan Perlengkapannya
4. Perdagangan Besar Mesin, Peralatan Dan Perlengkapan Lainnya
c. Kegiatan Usaha Jasa ALII adalah sebagai berikut:
1. Aktivitas Penunjang Angkutan Lainnya
2. Aktivitas Penyewaan Dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin Dan Peralatan Industri
3. Aktivitas Penyewaan Dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Alat Transportasi Air
Perusahaan berdomisili di Bakrie Tower Lantai 15, Rasuna Epicentrum, Jl. H. R. Rasuna Said, Jakarta
Selatan dan operasi Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2019.
III.4 LOKASI GEOGRAFIS
Saat ini kantor pusat ALII berkedudukan di Bakrie Tower Lantai 15, Rasuna Epicentrum, Jl. H. R. Rasuna
Said, Jakarta Selatan. ALII menyediakan layanan logistik dan transportasi pelayaran untuk industri
pertambangan di Indonesia, kegiatan usaha tersebut dijalankan secara terintegrasi bersama dengan
entitas anak dari mulai pengangkutan laut, transhipment, hingga fasilitas ISP yang menjadi bagian penting
dalam mendukung kelancaran logistik komoditas pertambangan, khususnya komoditas batubara. Dengan
sinergi yang kuat bersama entitas anak, ALII terus berupaya membangun fondasi operasional dengan
menekankan pada integrasi layanan, efisiensi rantai pasok dan keandalan distribusi komoditas melalui
jalur laut.
III.5 PESAING USAHA
Dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya, ALII memiliki beberapa pesaing usaha yang bergerak
dalam industri logistik dengan perincian sebagai berikut:
➢ PT IMC Pelita Logistik Tbk
➢ PT Transcoal Pacific Tbk
➢ PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk
➢ PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
➢ PT Rig Tenders Indonesia Tbk
➢ PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
➢ PT Temas Tbk
➢ PT Logindo Samudramakmur Tbk
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk III - 20
Page 63
III.6 KEBIJAKAN DAN STRATEGI MANAJEMEN
Penyusunan Rencana Bisnis ALII dilakukan dengan pendekatan situation asessment dan analisis SWOT
(strength, weakness, opportunity, threat). Analisis SWOT digunakan untuk menganalisis faktor eksternal
dan internal yang dihadapi oleh perusahaan secara komprehensif dan terstruktur. Analisis faktor eksternal
meliputi faktor-faktor yang berasal dari luar perusahaan untuk mengetahui peluang dan ancaman yang
dihadapi oleh perusahaan (opportunity dan threat). Sedangkan analisis faktor internal meliputi faktor-
faktor yang berasal dari internal perusahaan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan perusahaan
(strength dan weakness).
Dalam melakukan analisis eksternal digunakan pendekatan PESTEL dan Analisis Porter’s Five Forces.
Analisis PESTEL meliputi analisis terkait kondisi political, economy, social, technology, environment, dan
legal sedangkan analisis Porter’s Five Forces dilakukan dengan cara mengidentifikasi posisi perusahaan
dalam industri teknologi informasi dan komunikasi yaitu threat of new entry, supplier power, buyer power,
substitute, dan rivalry.
Analisis internal dilakukan dengan cara menganalisis Competitive Strength Assessment dengan
membandingkan kinerja ALII dengan peer group. Berikut strengths, weaknesses, opportunities, dan
threats ALII.
Tabel III.13. Analisis SWOT ALII
Strengths Weaknesses
1. ALII memiliki model bisnis logistik pertambangan 1. Pendapatan ALII masih sangat bergantung pada
yang terintegrasi, mencakup jasa pengangkutan industri batubara dan pelanggan utama. Pada 2025,
laut, transshipment, serta pengelolaan Intermediate sebesar 75,19% pendapatan ALII berasal dari pihak
Stockpile (ISP) melalui entitas anak. Intergrasi ini berelasi, yaitu PT Ade Putra Tanrajeng dan PT
memungkinkan ALII mengelola rantai distribusi Guruh Putra Bersama, sehingga perubahan kondisi
batubara dari loading jetty pelanggan, usaha pelanggan utama dapat memengaruhi
pengangkutan dengan tongkang 180 feet, kinerja pendapatan ALII.
pemindahan ke ISP, pengangkutan tongkang 300 2. Skala usaha ALII masih sangat terkonsentrasi pada
feet, hingga pengiriman ke mother vessel atau end- segmen logistik batubara. Meskipun ALII
user domestik. mempertimbangkan diversifikasi ke komoditas lain
2. ALII memiliki kontrak Life of Mine (LoM) dengan seperti bauksit, nikel, dan mineral strategis,
pelanggan utama, sehingga memberikan visibilitas kontribusi utama masih berasal dari batubara
pendapatan jangka panjang dan mendukung sehingga ALII rentan terhadap perlambatan industri
keberlanjutan arus pendapatan. Kontrak LoM ini batubara nasional maupun global.
menjadi salah satu keunggulan utama karena 3. Kegiatan usaha ALII membutuhkan investasi aset
memungkinkan ALII melakukan perencanaan tetap dan belanja modal yang besar, terutama untuk
kapasitas, investasi armada, dan pengelolaan penambahan tongkang, kapal tunda, alat berat,
operasional secara lebih terukur. dermaga, dan fasilitas ISP. Pada 2025, investasi
3. ALII memiliki armada yang cukup besar dan terus barang modal ALII mencapai Rp140,66 miliar, yang
bertambah. Sampai akhir 2025, ALII menunjukkan tingginya kebutuhan modal untuk
mengoperasikan 57 unit tongkang 180 feet dan 57 menjaga dan memperluas kapasitas operasional.
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk III - 21
Page 64
Strengths Weaknesses
unit kapal tunda, serta melakukan time charter 4. Sebagian piutang usaha dan piutang pihak berelasi
untuk 6 set tongkang 300 feet dan kapal tunda. cukup besar, sehingga meningkatkan eksposur
Skala armada ini mendukung kemampuan ALII terhadap risiko kredit dan kolektibilitas. Rata-rata
memenuhi kebutuhan volume pelanggan utama. periode penagihan piutang pada 2025 mencapai
4. Usia armada ALII relatif muda, dengan rata-rata 220 hari lebih lambat dibandingkan 153 hari pada
kapal sekitar 4-5 tahun. Armada yang lebih muda 2024, sehingga dapat mempengaruhi fleksibilitas
memberikan keuntungan berupa konsumsi bahan kas dan modal kerja ALII.
bakar yang lebih efisien, biaya pemeliharaan yang 5. Sebagian aset tetap dan piutang ALII dijaminkan
lebih terkendali, ketersediaan suku cadang yang untuk fasilitas pinjaman, termasuk 26 kapal tunda,
lebih baik, serta tingkat keselamatan operasional 43 kapal tongkang, 1 kapal terapung, tanah,
yang lebih terjaga. peralatan, piutang usaha, dan pendapatan ALII. Hal
5. Lokasi ISP milik entitas anak di Sungai Mahakam, ini menunjukkan adanya keterikatan aset terhadap
Desa Embalut, memiliki posisi strategis karena kreditur yang dapat membatasi fleksibilitas
berada pada jalur sungai utama dengan lebar dan korporasi dalam kondisi tertentu.
kedalaman yang memungkinkan pergerakan 6. Aktivitas operasional ALII sangat dipengaruhi
armada lebih besar. Kedekatan lokasi ISP dengan kondisi cuaca, curah hujan, dan debit air sungai.
Muara Berau sebagai anchorage point juga Pada musim kemarau, pelayaran dan bongkar muat
membantu efisiensi rute, konsumsi bahan bakar, dapat terbatas akibat kondisi sungai yang surut,
dan biaya operasional. sehingga kinerja logistik ALII masih memiliki
6. ALII memiliki sistem logistik yang didukung ketergantungan pada kondisi alam.
digitalisasi dan tata kelola Teknologi Informasi. ALII
telah mulai menerapkan sistem digital untuk
pemantauan armada secara real-time, penggunaan
dashboard manajemen, serta pemasangan
Automatic Identification System (AIS) dan Closed-
Circuit Television (CCTV) pada area jetty untuk
mendukung keselamatan navigasi, transparansi
operasional, dan kepatuhan regulasi.
Opportunities Threats
1. Industri batubara nasional menunjukkan
1. Sektor transportasi dan pergudangan Indonesia
perlambatan. Produksi batubara nasional pada
masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Pada
2025 tercatat sebesar 817 juta ton, menurun dari
2025, sektor ini tumbuh 8,78%, lebih tinggi
836 juta ton pada 2024, terutama akibat
dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 8,69%.
melemahnya permintaan dari pasar utama seperti
Kondisi ini mencerminkan meningkatnya
Tiongkok. Penurunan produksi dapat menekan
kebutuhan terhadap layanan logistik yang efisien
permintaan jasa logistik batubara.
dan terintegrasi, sehingga membuka peluang ALII
2. Permintaan batubara global diperkirakan telah
untuk memperkuat posisinya di industri logistik
mencapai fase plateau dan berpotensi menurun
maritim.
bertahap hingga 2023. Transisi energi global
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk III - 22
Page 65
Opportunities Threats
2. Kebutuhan logistik untuk industri pertambangan menuju energi terbarukan serta komitmen
masih berperan penting, terutama karena batubara pengurangan emisi dapat mengurangi
tetap menjadi bagian strategis dalam bauran pertumbuhan permintaan batubara dalam jangka
energi nasional dan penerimaan negara. Hal ini panjang.
memberikan peluang bagi ALII untuk menjaga 3. ALII menghadapi risiko fluktuasi harga batubara.
permintaan jasa pengangkutan, transshipment, Penurunan Harga Batubara Acuan dapat
dan bongkar muat dalam rantai pasok batubara mempengaruhi tarif jasa pengangkutan dan
domestik maupun ekspor. menekan pendapatan ALII, terutama karena
3. Permintaan batubara dari negara berkembang, kegiatan usaha masih sangat terkait dengan
khususnya India dan kawasan ASEAN, masih komoditas batubara.
menunjukkan pertumbuhan. Kondisi ini membuka 4. Volatilitas harga bahan bakar menjadi ancaman
peluang bagi ALII untuk mendukung pengiriman utama karena bahan bakar merupakan
batubara ke pasar ekspor Asia, terutama melalui komponen penting dalam biaya operasional
layanan tongkang 300 feet dan Floating armada. Kenaikan harga minyak dunia akibat
Transshipment Unit (FTU) menuju mother vessel. ketegangan geopolitik dapat meningkatkan biaya
4. ALII memiliki peluang diversifikasi ke komoditas operasional ALII.
pertambangan lain seperti bauksit, nikel, bahan 5. Risiko cuaca ekstrem, perubahan iklim, curah
bakar cair, dan mineral strategis. Diversifikasi ini hujan, debit air sungai, dan bencana alam dapat
dapat mengurangi ketergantungan pada batubara mengganggu kegiatan pengangkutan, hauling,
dan membuka sumber pendapatan baru dari serta bongkar muat. Kondisi ini dapat
layanan logistik komoditas sumber daya alam mempengaruhi ketepatan jadwal, utilisasi
lainnya. armada, dan produktivitas operasional.
5. Rencana pengembangan ISP tambahan dapat 6. Persaingan usaha di industri logistik dan
meningkatkan kapasitas ALII dalam melayani pelayaran batubara dapat menekan tarif dan
peningkatan volume produksi dan penjualan margin. ALII harus terus meningkatkan kualitas
pelanggan utama. Dengan kapasitas ISP yang layanan, efisiensi biaya, jumlah armada, serta
lebih besar, ALII berpotensi meningkatkan volume teknologi operasional agar tetap kompetitif
bongkar muat dan memperkuat integrasi rantai dibandingkan penyedia jasa logistik batubara
logistiknya. lainnya.
6. Digitalisasi operasional menjadi peluang untuk 7. Perubahan kebijakan pemerintah, regulasi
meningkatkan efisiensi dan transparansi. Pada pelabuhan, perizinan pelayaran, regulasi produksi
2026, ALII merencanakan implementasi GPS batubara, dan ketentuan lingkungan dapat
tracking berbasis panel surya, ERP untuk financial meningkatkan kebutuhan kepatuhan serta biaya
management dan operational logistics mining, operasional ALII. ALII harus terus memperbarui
peningkatan jaringan, sistem komunikasi, serta izin dan memastikan kepatuhan terhadap
pemasangan SBNP. Inisiatif ini dapat peraturan yang berlaku..
meningkatkan efektivitas pemantauan armada dan
pengembalian keputusan berbasis data.
7. Akuisisi PT Ancara Transshipment Services (ATS)
pada 2025 memberi peluang perluasan bisnis di
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk III - 23
Page 66
Opportunities Threats
bidang pengangkutan dan perdagangan batubara.
Akuisisi ini dapat memperkuat kapasitas layanan
operasional dan mendukung rencana
pengembangan usaha ALII.
8. Kondisi keuangan yang semakin sehat
memberikan peluang bagi ALII untuk melanjutkan
ekspansi secara lebih terukur. Penurunan liabilitas,
peningkatan ekuitas, serta rasio likuiditas yang
meningkat dari 159,59% menjadi 173,13%
menunjukkan kemampuan yang lebih baik untuk
mendukung investasi dan pertumbuhan usaha.
III.7 RENCANA BISNIS ALII
Prospek usaha ALII tidak dapat dilepaskan dari peluang yang tersedia dalam perekonomian nasional,
khususnya pada sektor transportasi, pergudangan, logistik pertambangan, dan industri batubara.
Berdasarkan Laporan Tahunan ALII 2025, perekonomian Indonesia pada tahun 2025 tetap menunjukkan
kinerja yang solid dengan pertumbuhan sebesar 5,11%, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya
sebesar 5,03%. Dari sisi lapangan usaha, sektor transportasi dan pergudangan mencatat pertumbuhan
sebesar 8,78%, sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 8,69%. Pertumbuhan
tersebut mencerminkan masih kuatnya mobilitas barang dan meningkatnya kebutuhan terhadap sistem
logistik yang efisien dan terintegrasi dalam mendukung distribusi serta rantai pasok nasional.
Di sisi lain, industri batubara nasional pada tahun 2025 menunjukkan kecenderungan melambat.
Berdasarkan data kementerian ESDM yang dikutip dalam Laporan Tahunan ALII, realisasi produk
batubara nasional tercatat sebesar 817 juta ton, menurun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 836
juta ton. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh melemahnya permintaan dari pasar utama seperti
Tiongkok. Meskipun demikian, batubara masih memiliki peran strategis dalam bauran energi nasional dan
penerimaan negara, sehingga aktivitas logistik berbasis komoditas batubara tetap menjadi bagian penting
dalam rantai pasok industri energi dan pertambangan nasional.
Prospek usaha ALII sejalan dengan kebutuhan penguatan sistem logistik pertambangan yang efisien,
terintegrasi, dan andal. ALII menjalankan kegiatan usaha di bidang jasa pengangkutan laut,
transshipment, dan pengelolaan Intermediate Stockpile (ISP) melalui entitas anak. Kegiatan tersebut
menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran distribusi komoditas pertambangan, khususnya
batubara, dari area tambang pelanggan menuju end-user domestik maupun pasar ekspor. Dengan
dukungan armada tongkang dan kapal tunda, fasilitas ISP, serta Floating Transshipment Unit (FTU), ALII
memiliki posisi strategis sebagai penyedia solusi logistik maritim yang terintegrasi.
Dalam menghadapi dinamika industri logistik dan pelayaran yang terus berkembang, ALII menempatkan
strategi pengembangan bisnis sebagai landasan utama untuk memastikan pertumbuhan yang
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk III - 24
Page 67
berkelanjutan. Berdasarkan Laporan Tahuan 2025, ALII berfokus pada beberapa pengembangan utama,
yaitu menjaga kelangsungan kontrak Life of Mine (LoM), meningkatkan kapasitas melalui pembangunan
tambahan ISP, mengoptimalkan pemanfaatan armada dan infrastruktur, meningkatkan investasi
digitalisasi proses bisnis, serta mengembangkan dan meningkatkan sumber daya manusia.
Dalam rangka memperkuat posisi bisnis, ALII menjalankan beberapa strategi pengembangan bisnis
sebagai berikut:
1. Menjaga kelangsungan Kontrak Life of Mine (LoM) dengan Pelanggan Utama
ALII memiliki kontrak Life of Mine (LoM) dengan pelanggan utama yang memberikan kepastian sumber
pendapatan berkesinambungan hingga berakhirnya izin usaha pertambangan pelanggan tersebut.
Strategi ini menjadi penting karena kontrak LoM memberikan visibilitas pendapatan jangka panjang
serta mendukung stabilitas bisnis ALII di tengah fluktuasi harga batubara dan dinamika permintaan
industri pertambangan. Untuk menjaga kesinambungan kontrak tersebut, ALII bersama entitas anak
secara konsisten memperkuat hubungan kerja sama dengan pelanggan utama. ALII berupaya
memastikan pemenuhan kebutuhan logistik pelanggan secara optimal, terutama sejalan dengan
proyeksi peningkatan volume produksi dan penjualan pelanggan utama. Strategi ini dilakukan melalui
peningkatan kualitas layanan, ketepatan waktu pengiriman, keandalan armada, serta pengelolaan
operasional yang terintegrasi dari pengangkutan batubara, pemindahan di ISP, hingga pengiriman ke
end-user atau mother vessel. Kontrak LoM juga memungkinkan ALII menjalankan perencanaan bisnis
yang lebih terukur, baik dalam aspek pengadaan armada, pengembangan infrastruktur, pengelolaan
biaya, maupun penyesuaian kapasitas layanan. Dengan adanya kepastian kerja sama jangka panjang,
ALII dapat menjaga stabilitas pendapatan sekaligus memperkuat posisinya sebagai mitra logistik
utama bagi pelanggan di sektor pertambangan batubara.
2. Meningkatkan Kapasitas Melalui Pembangunan Tambahan ISP
Sejalan dengan rencana bisnis dan proyeksi peningkatan produksi serta penjualan pelanggan utama,
ALII menilai bahwa fasilitas ISP yang dimiliki oleh entitas anak berpotensi belum sepenuhnya mampu
mengakomodasi kebutuhan permintaan kedepan. Oleh karena itu, ALII bersama entitas anak
merencanakan peningkatan kapasitas melalui pembangunan tambahan ISP. Strategi pembangunan
tambahan ISP bertujuan untuk memperkuat kemampuan ALII dalam melayani pengikatan volume
bongkar muat batubara. ISP memiliki peran penting sebagai titik transfer batubara dari tongkang 180
feet ke tongkang 300 feet sebelum dikirimkan kepada end-user domestik atau mother vessel untuk
tujuan ekspor. Dengan kapasitas ISP yang lebih besar, ALII dapat meningkatkan efisiensi proses
transshipment, mempercepat arus logistik, serta mengurangi potensi hambatan operasional pada saat
volume permintaan meningkat.
3. Optimalisasi Pemanfaatan Armada dan Infrastruktur ALII
ALII senantiasa melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan tingkat utilisasi aset ALII
dan Entitas Anak berjalan secara optimal. Sampai dengan akhir tahun 2025, ALII mengoperasikan 57
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk III - 25
Page 68
unit tongkang 180 feet dan 57 unit kapal tunda. Selain itu, ALII juga melakukan time charter untuk 6
set tongkang 300 feet beserta kapal tunda guna memenuhi kebutuhan volume pelanggan utama.
Optimalisasi armada dilakukan melalui pemantauan harian oleh tim operasional dan evaluasi berkala
oleh Direksi. Pengawasan ini mencakup kinerja operator tongkang dan kapal tunda, ketepatan jadwal,
efektivitas rute, kesiapan armada, serta penggunaan infrastruktur pendukung. Strategi ini bertujuan
untuk memastikan bahwa seluruh aset dapat digunakan secara produktif, efisien, dan sesuai dengan
kebutuhan operasional pelanggan. Selain pemanfaatan armada, ALII juga mengoptimalkan
infrastruktur lain seperti ISP, FTU, assist tug, alat berat, conveyor, dan fasilitas stockpile. Integrasi
antara armada dan infrastruktur tersebut memungkinkan ALII memberikan layanan logistik yang
menyeluruh, mulai dari pengangkutan batubara dari loading jetty pelanggan, pembongkaran dan
pemuatan di ISP, hingga pengiriman akhir ke end-user atau mother vessel. Dengan optimalisasi aset
tersebut, ALII dapat meningkatkan efisiensi biaya, menjaga reliabilitas layanan, serta memperkuat
daya saing di industri logistik pertambangan.
4. Meningkatkan Investasi Digitalisasi dalam Proses Bisnis
ALII menyadari bahwa digitalisasi merupakan faktor penting dalam meningkatkan efisiensi dan
efektivitas proses bisnis. Oleh karena itu, ALII terus berupaya meningkatkan investasi dalam
digitalisasi, khususnya melalui pengembangan dan pembaruan sistem pemantauan kapal secara
daring atau vessel tracking system, serta perangkat pemantauan konsumsi bahan bakar armada.
Digitalisasi proses bisnis diharapkan dapat membantu ALII mengoptimalkan pemanfaatan aset,
meningkatkan kualitas pengawasan operasional, dan mendukung pengambilan keputusan
manajemen yang lebih akurat serta berbasis data. Melalui pemantauan armada secara real-time, ALII
dapat mengawasi pergerakan kapal, konsumsi bahan bakar, kondisi operasional, dan potensi risiko di
lapangan secara lebih cepat dan terukur. Pada tahun 2025, ALII juga telah mengimplementasikan
pemasangan AIS dan CCTV pada area jetty untuk memenuhi ketentuan regulator sekaligus
meningkatkan keselamatan navigasi, pelacakan kapal, pencegahan kejahatan maritim, dukungan
pencarian dan penyelamatan, serta pengawasan aset. Ke depan, ALII merencanakan pengembangan
TI pada tahun 2026, meliputi implementasi GPS tracking berbasis panel surya, penerapan ERP untuk
financial management dan operational logistics mining, peningkatan jaringan di kantor pusat dan site,
peningkatan sistem komunikasi di wilayah operasional, serta pemasangan SBNP. Seluruh inisiatif ini
diarahkan untuk memperkuat transparansi, kontrol, keselamatan, dan efisiensi operasional.
5. Pengembangan dan Peningkatan Sumber Daya Manusia
ALII meyakini bahwa kualitas sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam mendukung
kinerja dan keberlanjutan usaha. Oleh karena itu, ALII secara berkelanjutan melakukan perekrutan
SDM yang kompeten sesuai kebutuhan fungsi operasional, keuangan, hukum, kepatuhan, dan
pendukung bisnis lainnya. ALII juga melakukan evaluasi kinerja secara berkala serta
menyelenggarakan program pelatihan dan pengembangan karyawan, baik dalam aspek hard skills
maupun soft skills. Pada tahun 2025, ALII melaksanakan program pengembangan kompetensi bagi
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk III - 26
Page 69
33 peserta atau sekitar 25,78% dari total karyawan, dengan rata-rata jam pelatihan sebesar 15,58 jam
per karyawan. Program pelatihan yang dilaksanakan mencakup kepemimpinan lini pertama,
pengendalian pencemaran lingkungan, service excellence, pelatihan IMSBC Code, pelatihan
maintenance dan operator unit, serta coal quality dan stockpile management. Program tersebut
bertujuan meningkatkan kompetensi teknis, keselamatan kerja, efektivitas operasional, dan
kemampuan manajerial karyawan. Selain itu, ALII juga menempatkan aspek Kesehatan dan
Keselamatan Kerja (K3) sebagai prioritas utama melalui penerapan standar keselamatan kerja,
sosialisasi berkala, dan pemantauan kepatuhan di seluruh aktivitas operasional. Pengembangan SDM
ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, mendukung pengembangan karier, memperkuat
budaya kerja yang profesional dan berintegritas, serta memastikan keberlangsungan proses
perencanaan jenjang karier dan tour of duty secara efektif.
6. Diversifikasi Layanan Logistik Komoditas Sumber Daya Alam
Selain berfokus pada batubara, ALII dalam rencana jangka menengah juga menjajaki potensi untuk
mendukung distribusi komoditas pertambangan selain batubara, seperti bauksit, nikel, dan mineral
strategis lainnya. Strategi diversifikasi ini penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu
jenis komoditas dan memperluas basis pendapatan ALII. Dalam aspek pemasaran, ALII melakukan
identifikasi peluang pasar pada komoditas pertambangan non-batubara melalui riset potensi volume,
kebutuhan logistik, tren industri, serta analisis kompetitor untuk menentukan positioning dan strategi
pasar yang tepat. ALII juga berupaya mengembangkan layanan logistik khusus sesuai karakteristik
masing-masing komoditas, termasuk proses penanganan, kapasitas angkutan, kebutuhan
keselamatan, fasilitas penyimpanan, peralatan bongkar muat, dan armada yang sesuai. Untuk
mendukung diversifikasi tersebut, ALII juga menjajaki kemitraan strategis dengan perusahaan
tambang, pemasok, dan penyedia jasa logistik lainnya. Dengan rencana penerapan strategi
diversifikasi, ALII menargetkan perluasan pangsa pasar, penciptaan sumber pendapatan baru,
peningkatan profitabilitas, serta penguatan ketahanan bisnis terhadap volatilitas pasar batubara.
Sebagai perusahaan yang bergerak dalam industri logistik pertambangan dan transportasi laut, ALII dalam
menjalankan usahanya memiliki beberapa strategi sebagai berikut :
➢ Menjaga kelangsungan kontrak LoM dengan pelanggan utama;
➢ Memenuhi kebutuhan logistik sejalan dengan peningkatan volume produksi pelanggan;
➢ Meningkatkan kapasitas melalui pembangunan tambahan ISP;
➢ Mengoptimalkan pemanfaatan armada tongkang, kapal tunda, FTU, dan infrastruktur pendukung;
➢ Meningkatkan investasi digitalisasi proses bisnis melalui vessel tracking system dan pemantauan
konsumsi bahan bakar
➢ Mengembangkan sistem TI seperti GPS tracking, ERP, network improvement, sistem komunikasi
operasional, dan SNBP;
➢ Mengembangkan dan meningkatkan kompetensi SDM;
➢ Menjajaki diversifikasi layanan logistik untuk komoditas bauksit, nikel, bahan bakar cair, dan mineral
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk III - 27
Page 70
strategis lainnya;
➢ Meningkatkan efisiensi biaya melalui better cost management;
➢ Memperkuat posisi sebagai penyedia jasa logistik pertambangan yang andal, efisien, dan terintegrasi.
Sebagai perusahaan yang bergerak dalam industri logistik pertambangan dan transportasi laut, ALII dalam
menjalankan usahanya memiliki beberapa strategi utama yang difokuskan untuk mendukung
pertumbuhan usaha secara berkelanjutan dan memperkuat posisi perusahaan di industri logistik maritim
nasional. Strategi tersebut mencakup upaya menjaga kelangsungan kontrak Life of Mine (LoM) dengan
pelanggan utama, memenuhi kebutuhan logistik sejalan dengan peningkatan volume produksi pelanggan,
serta meningkatkan kapasitas operasional melalui pembangunan tambahan Integrated Stockpile Port
(ISP). Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa perusahaan mampu memberikan layanan logistik
yang andal, tepat waktu, dan sesuai dengan kebutuhan operasional pelanggan, khususnya pada sektor
pertambangan yang memiliki tingkat ketergantungan tinggi terhadap kelancaran distribusi dan
pengangkutan komoditas.
Selain itu, ALII juga berfokus pada optimalisasi pemanfaatan armada tongkang, kapal tunda, Floating
Transfer Unit (FTU), serta infrastruktur pendukung lainnya guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas
operasional. Optimalisasi tersebut dilakukan melalui pengaturan utilisasi armada yang lebih efektif,
peningkatan koordinasi operasional, serta penguatan sistem pemeliharaan dan pengawasan armada.
Sejalan dengan perkembangan teknologi dan tuntutan industri yang semakin kompetitif, perusahaan juga
terus meningkatkan investasi dalam digitalisasi proses bisnis melalui penerapan vessel tracking system,
pemantauan konsumsi bahan bakar, serta pengembangan sistem teknologi informasi seperti GPS
tracking, Enterprise Resource Planning (ERP), network improvement, sistem komunikasi operasional, dan
Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP). Implementasi teknologi tersebut diharapkan dapat
meningkatkan transparansi operasional, mempercepat pengambilan keputusan, serta mendukung
efisiensi biaya dan pengendalian risiko operasional perusahaan.
Di sisi pengembangan organisasi, ALII terus berupaya meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber
daya manusia melalui berbagai program pelatihan, sertifikasi, dan pengembangan keterampilan teknis
maupun manajerial. Perusahaan memandang bahwa sumber daya manusia yang kompeten dan adaptif
merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keberlangsungan usaha dan peningkatan kualitas
layanan. Oleh karena itu, pengembangan SDM dilakukan secara berkesinambungan agar perusahaan
mampu menghadapi perubahan dinamika industri logistik dan pertambangan yang semakin kompleks,
termasuk perkembangan teknologi, regulasi, serta tuntutan pasar yang terus berkembang.
ALII juga menjajaki peluang diversifikasi layanan logistik untuk komoditas selain batu bara, seperti bauksit,
nikel, bahan bakar cair, dan mineral strategis lainnya. Strategi diversifikasi ini bertujuan untuk memperluas
sumber pendapatan perusahaan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap satu jenis komoditas
tertentu. Dengan semakin berkembangnya sektor hilirisasi mineral dan kebutuhan logistik nasional,
perusahaan melihat adanya peluang pertumbuhan usaha yang signifikan pada berbagai sektor komoditas
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk III - 28
Page 71
strategis. Melalui diversifikasi layanan tersebut, ALII diharapkan dapat memperluas pangsa pasar,
meningkatkan fleksibilitas bisnis, serta memperkuat ketahanan perusahaan terhadap fluktuasi industri
pertambangan.
Dalam rangka menjaga profitabilitas dan daya saing usaha, perusahaan juga menerapkan strategi
efisiensi biaya melalui better cost management di berbagai lini operasional. Upaya ini dilakukan melalui
pengendalian biaya operasional, optimalisasi penggunaan bahan bakar, peningkatan efisiensi utilisasi
armada, serta evaluasi berkelanjutan terhadap struktur biaya perusahaan. Dengan pengelolaan biaya
yang lebih efektif, perusahaan diharapkan mampu mempertahankan margin usaha yang sehat sekaligus
meningkatkan kemampuan perusahaan dalam menghadapi tantangan ekonomi dan persaingan industri.
Secara keseluruhan, seluruh strategi tersebut diarahkan untuk memperkuat positioning ALII sebagai
penyedia layanan logistik maritim dan pertambangan yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Dalam jangka
panjang, strategi ini diharapkan dapat mempertahankan kesinambungan pendapatan, meningkatkan
produktivitas operasional, memperkuat daya saing perusahaan, serta menciptakan pertumbuhan usaha
yang berkelanjutan. Selain memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, implementasi strategi
tersebut juga diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi pelanggan, mitra usaha,
karyawan, dan seluruh pemangku kepentingan melalui penyediaan layanan logistik yang efisien, andal,
dan berstandar tinggi.
III.8 PENJELASAN, PERTIMBANGAN, DAN ALASAN DILAKUKANNYA TRANSAKSI
Pelaksanaan transaksi sewa ruang kantor sebagaimana diatur dalam Perjanjian Sewa Ruang Kantor
merupakan salah satu langkah strategis yang dilakukan ALII dalam rangka mendukung kelancaran
kegiatan operasional ALII sekaligus memperkuat sinergi antar entitas dalam grup. Melalui transaksi ini,
ALII diharapkan memperoleh fasilitas ruang kerja yang representatif dan memadai untuk menunjang
pelaksanaan aktivitas operasional sehari-hari, termasuk kegiatan administrasi, koordinasi internal,
komunikasi dengan para pemangku kepentingan, serta pelaksanaan fungsi-fungsi pendukung lainnya.
Keberadaan ruang kantor tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih terstruktur
sehingga mendukung peningkatan produktivitas dan efektivitas operasional ALII.
Pertimbangan utama ALII dalam melaksanakan transaksi sewa ruang kantor ini adalah kebutuhan untuk
memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan entitas-entitas dalam grup. Pemilihan lokasi ruang kantor
tersebut dipandang sesuai dengan kebutuhan operasional ALII karena berada pada lokasi yang
mendukung interaksi, komunikasi, dan koordinasi yang lebih intensif dengan pihak-pihak terkait dalam
grup. Dengan kedekatan lokasi tersebut, ALII diharapkan dapat mempercepat proses penyampaian
informasi, mempermudah pelaksanaan rapat koordinasi maupun pembahasan berbagai kegiatan
operasional, serta meningkatkan responsivitas dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan
kegiatan usaha ALII.
Selain mendukung efektivitas koordinasi, transaksi sewa ruang kantor ini juga memberikan manfaat dalam
bentuk peningkatan efisiensi operasional. Tersedianya fasilitas kantor yang memadai memungkinkan ALII
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk III - 29
Page 72
untuk menjalankan berbagai aktivitas bisnis secara lebih optimal tanpa perlu melakukan investasi yang
signifikan untuk penyediaan aset properti sendiri. Di samping itu, keberadaan ruang kantor yang
terintegrasi dengan lingkungan operasional grup diharapkan dapat mengurangi hambatan koordinasi,
meningkatkan efisiensi waktu dalam pelaksanaan aktivitas bisnis, serta menciptakan sinergi yang lebih
baik antar entitas dalam grup.
Dengan demikian, melalui transaksi sewa ruang kantor ini, ALII diharapkan dapat memperoleh manfaat
berupa tersedianya fasilitas kerja yang mendukung kegiatan operasional perusahaan secara
berkesinambungan, meningkatnya efektivitas komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait
dalam grup, serta terciptanya efisiensi operasional yang memberikan nilai tambah bagi ALII. Pada
akhirnya, transaksi ini diharapkan dapat mendukung kelancaran operasional ALII, memperkuat sinergi
antar entitas dalam grup, serta meningkatkan kemampuan ALII dalam menjalankan kegiatan usahanya
secara lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
III.9 KESIMPULAN ANALISIS KUALITATIF
Analisis kualitatif dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan operasional ALII dan entitas anak
terhadap tersedianya fasilitas ruang kantor yang memadai guna mendukung kelancaran kegiatan usaha
sehari-hari. Analisis ini juga mencakup penelaahan atas kesesuaian lokasi, ketersediaan fasilitas, efisiensi
operasional, serta manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan ruang kantor yang berada dalam satu
kawasan dengan entitas-entitas lain dalam kelompok usaha. Berdasarkan hasil analisis tersebut, Rencana
Transaksi berupa sewa menyewa ruang kantor antara BGV selaku Pemberi Sewa dengan ALII, ACT, dan
ATS selaku Penyewa dinilai dapat memberikan manfaat bagi masing-masing Penyewa dalam mendukung
pelaksanaan kegiatan operasionalnya.
Transaksi sewa ruang kantor tersebut merupakan langkah yang mendukung terciptanya efektivitas
operasional melalui penyediaan ruang kerja yang representatif, siap digunakan, dan berada pada lokasi
yang strategis. Keberadaan ruang kantor di Gedung Bakrie Tower diharapkan dapat mempermudah
koordinasi, komunikasi, dan pengambilan keputusan antar entitas dalam kelompok usaha, sehingga
aktivitas administrasi maupun operasional dapat dilaksanakan secara lebih efisien dan terintegrasi. Selain
itu, tersedianya fasilitas gedung yang memadai juga memberikan dukungan terhadap kelancaran aktivitas
bisnis masing-masing Penyewa.
Rencana transaksi ini juga berpotensi meningkatkan efisiensi operasional melalui pemanfaatan ruang
kantor secara optimal tanpa memerlukan investasi yang besar untuk pengadaan aset perkantoran baru.
Dengan adanya kepastian hak penggunaan ruang kantor selama jangka waktu sewa, masing-masing
Penyewa dapat lebih berfokus pada pengembangan kegiatan usaha utamanya, sementara kebutuhan
atas sarana perkantoran telah terpenuhi secara memadai. Kondisi tersebut diharapkan mampu
meningkatkan produktivitas kerja, efektivitas koordinasi, serta mendukung pelaksanaan kegiatan usaha
secara berkesinambungan.
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk III - 30
Page 73
Dengan mempertimbangkan manfaat operasional yang dapat diperoleh, kesesuaian transaksi dengan
kebutuhan bisnis masing-masing Penyewa, serta dukungannya terhadap efektivitas dan efisiensi kegiatan
operasional, Rencana Transaksi sewa menyewa ruang kantor tersebut dinilai dapat memberikan
pengaruh positif terhadap kelancaran dan keberlangsungan kegiatan usaha ALII, ACT, dan ATS.
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk III - 31
Page 74
BAB IV
ANALISIS KUANTITATIF
IV.1 ANALISIS KINERJA HISTORIS ALII
Analisis kinerja keuangan historis ALII dari analisis posisi keuangan, laba (rugi), arus kas, rasio keuangan,
dan informasi perpajakan didasarkan atas laporan keuangan yang telah diaudit oleh (KAP) Y. Sentosa &
Rekan untuk periode 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025.
IV.1.1 Laporan Posisi Keuangan
Berikut adalah laporan posisi keuangan ALII per 31 Desember 2021 sampai dengan per
31 Desember 2025.
Tabel IV.1. Laporan Posisi Keuangan ALII periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 (Dalam
Ribuan Rupiah)
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Aset
Kas dan setara kas 14.096.598 36.428.128 1.217.057 67.025.418 8.512.596
Piutang usaha 141.708.750 168.860.767 234.944.587 537.327.680 631.710.979
Piutang lain-lain - 39.958 - 18.275.400 53.993.928
Persediaan - 4.621.196 1.522.997 1.867.192 918.215
Pajak dibayar dimuka 12.073 1.459.093 - - -
Uang muka 10.047.722 9.463.853 3.934.321 2.559.943 1.428.046
Beban dibayar dimuka 1.716.897 1.120.098 2.555.593 5.306.866 4.109.229
Dana yang dibatasi
- - 133.954 10.200.000 10.200.000
penggunaannya
Aset Lancar 167.582.040 221.993.093 244.308.509 642.562.499 710.872.993
Aset Tidak Lancar
Piutang lain-lain - 716.545 - - -
Piutang pihak berelasi 649.133.826 752.872.142 858.473.453 1.007.029.754 1.160.909.951
Aset pajak tangguhan 5.448.716 10.123.827 2.435.277 2.380.658 2.891.224
Aset tetap 362.202.044 381.475.356 716.192.730 807.487.573 883.487.106
Aset hak guna 18.716.129 9.844.673 36.132.274 30.267.024 29.472.291
Uang muka pembellian aset
5.599.859 19.918.200 54.268.010 127.650.268 44.088.294
tetap
Goodwill 7.706.340 7.706.340 7.706.340 7.706.340 7.706.340
Aset Tidak Lancar 1.048.806.915 1.182.657.083 1.675.208.084 1.982.521.617 2.128.555.206
Total Aset 1.216.388.955 1.404.650.176 1.919.516.593 2.625.084.116 2.839.428.199
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 21.314.124 27.218.264 93.893.045 140.958.817 114.320.331
Beban akrual 7.069.727 8.911.426 13.518.219 19.504.511 18.900.717
Utang pajak 20.797.784 32.674.382 65.544.105 142.658.265 181.977.683
Utang lain-lain 3.062.223 3.383.302 120.255 12.678.683 15.658.068
Utang jangka panjang yang
261.963.040 908.511.022 271.828.828 86.825.275 79.739.055
jatuh tempo dalam satu tahun
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk IV-1
Page 75
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Liabilitas Jangka Pendek 314.206.898 980.698.396 444.904.452 402.625.551 410.595.854
Liabilitas Jangka Panjang
Utang pihak berelasi 79.485.811 61.086.000 83.606.889 51.118.209 84.684.655
Utang jangka panjang –
setelah dikurangi bagian yang 626.127.991 14.029.881 754.092.684 316.046.086 165.470.606
jatuh tempo dalam satu tahun
Liabilitas imbalan pascakerja 327.726 1.161.800 2.137.206 1.807.980 2.860.980
Liabilitas Jangka Panjang 705.941.529 76.277.681 839.836.779 368.972.275 253.016.241
Total Liabilitas 1.020.148.427 1.056.976.077 1.284.741.231 771.597.826 663.612.095
Ekuitas
Modal saham 51.000.000 51.000.000 63.303.200 79.129.000 79.129.000
Tambahan modal di setor -
- - 91.779.744 924.351.959 930.702.672
neto
Saldo laba - - - 35.892.601 -
Penghasilan komprehensif
(11.186) (393.603) (285.601) 314.261 526.681
lain
Jumlah ekuitas yang dapat
130.662.550 294.241.755 481.009.465 770.278.025 1.073.347.729
diatribusikan
Kepentingan nonpengendali 14.589.164 2.825.947 (1.031.446) 43.520.444 92.110.022
Ekuitas 196.240.528 347.674.099 634.775.362 1.853.486.290 2.175.816.104
Total Liabilitas dan Ekuitas 1.216.388.955 1.404.650.176 1.919.516.593 2.625.084.116 2.839.428.199
Sumber : Laporan Keuangan Audit ALII
a. Aset
Posisi total aset ALII per 31 Desember 2021 sampai dengan per 31 Desember 2025 memiliki tren yang
meningkat. Posisi total aset per 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp1,2 triliun naik menjadi Rp2,8
triliun per 31 Desember 2025 atau naik sebesar 133% dari total aset semula pada tahun 2021 dengan
laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate {CAGR}) untuk periode 31
Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 sebesar 23,61%. Secara komposisi pada periode
31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, komposisi tertinggi total aset ALII merupakan
aset tidak lancar dengan komposisi sebesar 81,64% terhadap total aset ALII, sedangkan kontribusi
tertinggi atas aset tidak lancar berasal dari akun Piutang pihak berelasi dengan rata-rata komposisinya
sebesar 56,43%.
b. Liabilitas
Posisi total liabilitas ALII per 31 Desember 2021 sampai dengan per 31 Desember 2025 memiliki tren
fluktuatif cenderung menurun. Posisi total liabilitas per 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp1 triliun
turun menjadi Rp663 miliar per 31 Desember 2025 atau turun sebesar 35% dari total liabilitas semula
pada tahun 2021 dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate
{CAGR}) untuk periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 sebesar negatif
10,19%. Secara komposisi pada periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025,
komposisi tertinggi total liabilitas ALII merupakan liabilitas jangka pendek dengan komposisi sebesar
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk IV-2
Page 76
54,45% terhadap total liabilitas ALII, sedangkan kontribusi tertinggi atas liabilitas jangka pendek
berasal dari akun utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun dengan rata-rata
komposisinya sebesar 69,59%.
c. Ekuitas
Posisi total ekuitas ALII per 31 Desember 2021 sampai dengan per 31 Desember 2025 memiliki tren
yang meningkat. Posisi total ekuitas ALII per 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp196 miliar naik
menjadi Rp2,2 triliun per 31 Desember 2025 atau naik sebesar 1009% dengan laju pertumbuhan
majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate {CAGR}) sebesar 82,48%. Secara komposisi pada
periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, rata-rata komposisi ekuitas terhadap
total liabilitas dan ekuitas adalah sebesar 44,24%, sedangkan komposisi tertinggi dari total ekuitas
ALII berasal dari akun jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan dengan rata-rata komposisinya sebesar
63,58%.
IV.1.2 Laporan Laba (Rugi)
Berikut adalah laporan laba rugi ALII per 31 Desember 2021 sampai dengan per
31 Desember 2025.
Tabel IV.2. Laporan Laba (Rugi) ALII periode 31 Desember 2021 – 31 Desember (Dalam
Ribuan Rupiah)
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Pendapatan neto 627.716.931 670.120.383 931.005.802 920.552.022 970.228.976
Beban pokok pendapatan (324.762.816) (368.903.994) (554.128.572) (519.624.281) (529.839.224)
Laba Bruto 302.954.115 301.216.389 376.877.230 400.927.741 440.389.752
Beban Usaha (26.589.153) (37.390.193) (70.638.923) (78.856.851) (80.823.571)
Laba Usaha 276.364.962 263.826.196 306.238.307 322.070.890 359.566.181
Penghasilan lain-lain (85.238.299) (116.627.326) (112.040.099) 16.265.725 137.382.867
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 191.126.662 147.198.870 194.198.208 338.336.615 496.949.048
Manfaat (beban) pajak
(2.478.418) 4.617.118 (11.287.891) (38.736.482) (74.073.666)
penghasilan – bersih
Laba (Rugi) Tahun Berjalan 188.648.244 151.815.988 182.910.317 299.600.133 422.875.382
Sumber : Laporan Keuangan Audit ALII
a. Pendapatan
Pendapatan ALII pada tahun 2021 sampai dengan 2025 menunjukkan pertumbuhan dengan tren yang
meningkat dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate {CAGR})
sebesar 11,50%. Pada periode yang berakhir 31 Desember 2025 tercatat pendapatan ALII adalah
sebesar Rp970 miliar.
b. Beban Pokok Pendapatan
Beban pokok pendapatan ALII pada tahun 2021 sampai dengan 2025 menunjukkan pertumbuhan
dengan tren fluktuatif cenderung meningkat dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
Annual Growth Rate {CAGR}) sebesar 13,02%. Pada tahun 2021 sampai dengan 2025 rata-rata
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk IV-3
Page 77
proporsi beban pokok pendapatan terhadap pendapatan adalah sebesar negatif 55,47%. Pada
periode yang berakhir 31 Desember 2025, tercatat beban pokok penjualan ALII adalah sebesar Rp530
miliar.
c. Beban Usaha
Beban usaha ALII pada tahun 2021 sampai dengan 2025 mengalami pertumbuhan dengan tren
meningkat dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate {CAGR})
sebesar 32,04%. Pada tahun 2021 sampai dengan 2025 rata-rata proporsi beban usaha terhadap
pendapatan adalah sebesar negatif 6,86%. Pada periode yang berakhir 31 Desember 2025, tercatat
total beban usaha ALII adalah sebesar Rp81 miliar.
d. Laba (Rugi) Tahun Berjalan
Laba (Rugi) tahun berjalan ALII pada tahun 2021 sampai dengan 2025 mengalami tren yang fluktuatif
cenderung meningkat, mengalami peningkatan paling tinggi terjadi pada tahun 2024, dari laba (rugi)
tahun berjalan sebesar Rp183 miliar pada periode 2023 meningkat menjadi Rp300 miliar atau sebesar
63,80%. Pada periode yang berakhir 31 Desember 2025, tercatat laba (rugi) tahun berjalan ALII
adalah sebesar Rp423 miliar.
IV.1.3 Laporan Arus Kas
Berikut adalah laporan arus kas ALII per 31 Desember 2021 sampai dengan per
31 Desember 2025.
Tabel IV.3. Laporan Arus Kas ALII periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
(Dalam Ribuan Rupiah)
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Arus Kas Dari Aktivitas
Operasi
Penerimaan kas dari
- 642.664.953 864.529.222 611.829.653 875.186.079
pelanggan
Laba sebelum perubahan
226.541.998 - - - -
pada modal kerja
Perubahan pada aset dan
(119.380.657) - - - -
liabilitas operasi
Pembayaran kas kepada
- (287.222.316) (413.229.585) (443.758.884) (412.527.690)
pemasok
Pembayaran kas kepada
- (12.052.978) (19.854.481) (27.036.723) (28.452.935)
karyawan
Penerimaan bunga bank - 468.318 241.950 3.554.585 1.792.728
Penerimaan klaim
- - 2.685.199 - -
asuransi aset tetap
Pembayaran bunga
- (1.438.736) (3.556.015) (3.470.930) (3.206.959)
liabilitas sewa
Pembayaran bunga
- (196.770.794) (285.533.449) (92.925.220) (29.467.898)
pinjaman jangka panjang
Pembayaran pajak - (71.947.156) (55.445.149) (57.507.060) (124.005.760)
Kas neto dari aktivitas
107.161.341 73.701.291 89.837.692 (9.314.579) 279.317.565
operasi
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk IV-4
Page 78
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Arus Kas Dari Aktivitas
Investasi
Penurunan (kenaikan)
neto piutang pihak (74.410.231) 65.581.321 (11.161.500) 46.050.000 (3.875.000)
berelasi
Perolehan aset tetap dan
pembayaran uang muka (43.956.422) (62.997.376) (256.047.110) (141.116.973) (105.096.492)
pembelian aset tetap
Penambahan Aset hak
(6.023.478)
guna
Penerimaan dari
- - 5.999
penjualan entitas anak
Kenaikan dana yang
- - (133.954) (10.066.046) -
dibatasi penggunaannya
Kas neto dari aktivitas
(124.390.130) 2.583.945 (267.336.565) (105.133.019) (108.971.492)
investasi
Arus Kas Dari Aktivitas
Pendanaan
Pembayaran liabilitas
- (9.779.197) (3.561.682) (5.835.955) (2.982.492)
sewa
Pembayaran dividen - - - - (71.216.100)
Pembayaran pinjaman
- (20.710.259) (955.579.304) (1.182.303.244) (154.660.303)
jangka panjang
Penurunan neto utang
(13.475.554) (23.464.250) - (34.528.362) -
pihak berelasi
Penerimaan dari
penerbitan saham baru
- - 3.583.200 860.923.520 -
melalui penawaran umum
perdana saham
Penerimaan pinjaman
43.756.220 - 1.097.845.588 542.000.000 -
jangka panjang
Kas neto dari aktivitas
30.280.667 (53.953.706) 142.287.802 180.255.959 (228.858.895)
pendanaan
Kenaikan (Penurunan)
Neto Kas dan Setara 13.051.877 22.331.530 (35.211.071) 65.808.361 (58.512.822)
Kas
Kas dan Setara Kas
1.044.720 14.096.598 36.428.128 1.217.057 67.025.418
Awal Tahun
Kas dan Setara Kas
14.096.598 36.428.128 1.217.057 67.025.418 8.512.596
Akhir Tahun
Sumber : Laporan Keuangan Audit ALII
Dari laporan arus kas yang diperoleh, aktivitas arus kas ALII pada periode yang berakhir per
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
➢ Arus kas bersih dari aktivitas operasi ALII menunjukkan arus kas masuk bersih dari aktivitas operasi
sebesar Rp279 miliar, tercatat meningkat jika di bandingkan dengan periode 31 Desember 2024 yang
disebabkan oleh kenaikan penerimaan kas dari pelanggan pada periode 31 Desember 2025.
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk IV-5
Page 79
➢ Arus kas bersih dari aktivitas investasi ALII menunjukkan arus kas keluar bersih dari aktivitas investasi
sebesar Rp109 miliar, tercatat meningkat jika di bandingkan dengan periode 31 Desember 2024 yang
disebabkan oleh penurunan (kenaikan) neto piutang pihak berelasi pada periode 31 Desember 2025.
➢ Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan ALII menunjukkan arus kas keluar bersih dari aktivitas
pendanaan sebesar Rp229 miliar, tercatat menurun jika di bandingkan dengan periode 31 Desember
2024 yang sebagian besar berasal dari pembayaran pinjaman bank jangka panjang pada periode 31
Desember 2025.
➢ Defisit periode berjalan ALII untuk periode 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp59 miliar.
IV.2 ANALISIS VERTIKAL
Berikut adalah analisis common size (analisis vertikal) ALII dalam kurun waktu per 31 Desember 2021
sampai dengan per 31 Desember 2025.
Tabel IV.4. Analisis Vertikal Posisi Keuangan ALII periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Aset Lancar
Kas dan setara kas 8,41% 16,41% 0,50% 10,43% 1,20%
Piutang usaha 84,56% 76,07% 96,17% 83,62% 88,86%
Piutang lain-lain 0,00% 0,02% 0,00% 2,84% 7,60%
Persediaan 0,00% 2,08% 0,62% 0,29% 0,13%
Pajak dibayar dimuka 0,01% 0,66% 0,00% 0,00% 0,00%
Uang muka 6,00% 4,26% 1,61% 0,40% 0,20%
Beban dibayar dimuka 1,02% 0,50% 1,05% 0,83% 0,58%
Dana yang dibatasi
0,00% 0,00% 0,05% 1,59% 1,43%
penggunaannya
Total Aset Lancar 13,78% 15,80% 12,73% 24,48% 25,04%
Aset Tidak Lancar
Piutang lain-lain 0,00% 0,06% 0,00% 0,00% 0,00%
Piutang pihak berelasi 61,89% 63,66% 51,25% 50,80% 54,54%
Aset pajak tangguhan 0,52% 0,86% 0,15% 0,12% 0,14%
Aset tetap 34,53% 32,26% 42,75% 40,73% 41,51%
Aset hak guna 1,78% 0,83% 2,16% 1,53% 1,38%
Uang muka pembellian aset
0,53% 1,68% 3,24% 6,44% 2,07%
tetap
Goodwill 0,73% 0,65% 0,46% 0,39% 0,36%
Total Aset Tidak Lancar 86,22% 84,20% 87,27% 75,52% 74,96%
Total Aset 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 6,78% 2,78% 21,10% 35,01% 27,84%
Beban akrual 2,25% 0,91% 3,04% 4,84% 4,60%
Utang pajak 6,62% 3,33% 14,73% 35,43% 44,32%
Utang lain-lain 0,97% 0,34% 0,03% 3,15% 3,81%
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk IV-6
Page 80
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Utang jangka panjang yang
83,37% 92,64% 61,10% 21,56% 19,42%
jatuh tempo dalam satu tahun
Total Liabilitas Jangka
30,80% 92,78% 34,63% 52,18% 61,87%
Pendek
Liabilitas Jangka Panjang
Utang pihak berelasi 11,26% 80,08% 9,96% 13,85% 33,47%
Utang jangka panjang – setelah
dikurangi bagian yang jatuh 88,69% 18,39% 89,79% 85,66% 65,40%
tempo dalam satu tahun
Liabilitas imbalan pascakerja 0,05% 1,52% 0,25% 0,49% 1,13%
Total Liabilitas Jangka
69,20% 7,22% 65,37% 47,82% 38,13%
Panjang
Total Liabilitas 83,87% 75,25% 66,93% 29,39% 23,37%
Ekuitas
Modal saham 25,99% 14,67% 9,97% 4,27% 3,64%
Tambahan modal di setor - neto 0,00% 0,00% 14,46% 49,87% 42,77%
Saldo laba 0,00% 0,00% 0,00% 1,94% 0,00%
Penghasilan komprehensif lain -0,01% -0,11% -0,04% 0,02% 0,02%
Jumlah ekuitas yang dapat
66,58% 84,63% 75,78% 41,56% 49,33%
diatribusikan
Kepentingan nonpengendali 7,43% 0,81% -0,16% 2,35% 4,23%
Total Ekuitas 16,13% 24,75% 33,07% 70,61% 76,63%
Total Liabilitas dan Ekuitas 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Sumber : Laporan Keuangan Audit ALII (data diolah)
Dari tabel di atas dapat dilihat dalam kurun waktu per 31 Desember 2021 sampai dengan per 31 Desember
2025 komposisi tertinggi total aset ALII merupakan aset tidak lancar dengan komposisi sebesar 81,64%
terhadap total aset ALII, sedangkan kontribusi tertinggi atas aset tidak lancar berasal dari akun Piutang
Pihak Berelasi dengan rata-rata komposisinya sebesar 56,43%, dan total aset ALII menunjukkan tren
meningkat. komposisi tertinggi total liabilitas ALII merupakan liabilitas jangka pendek dengan komposisi
sebesar 54,45% terhadap total liabilitas ALII, sedangkan kontribusi tertinggi atas liabilitas jangka pendek
berasal dari akun utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun dengan rata-rata
komposisinya sebesar 55,62%, dan total liabilitas ALII menunjukkan tren yang cenderung fluktuatif. Pada
sisi Ekuitas rata-rata komposisi ekuitas terhadap total liabilitas dan ekuitas adalah sebesar 44,24%,
sedangkan komposisi tertinggi dari total ekuitas ALII berasal dari akun jumlah ekuitas yang dapat
diatribusikan dengan rata-rata komposisinya sebesar 63,58%, dan total ekuitas ALII menunjukkan tren
yang meningkat.
Tabel IV.5. Analisis Vertikal Laba/Rugi ALII periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Pendapatan neto 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Beban pokok pendapatan -51,74% -55,05% -59,52% -56,45% -54,61%
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk IV-7
Page 81
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Laba Bruto 48,26% 44,95% 40,48% 43,55% 45,39%
Beban usaha -4,24% -5,58% -7,59% -8,57% -8,33%
Laba Usaha 44,03% 39,37% 32,89% 34,99% 37,06%
Penghasilan lain-lain -13,58% -17,40% -12,03% 1,77% 14,16%
Laba Sebelum Pajak
30,45% 21,97% 20,86% 36,75% 51,22%
Penghasilan
Beban pajak penghasilan –
-0,39% 0,69% -1,21% -4,21% -7,63%
bersih
Laba (Rugi) Tahun Berjalan 30,05% 22,66% 19,65% 32,55% 43,59%
Sumber : Laporan Keuangan Audit ALII (data diolah)
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa dalam kurun waktu per 31 Desember 2021 sampai dengan per 31
Desember 2025, perbandingan beban pokok pendapatan terhadap pendapatan berkisar antara -51,74%
sampai -55,05% dengan tren yang fluktuatif. Pada perbandingan Laba Bruto terhadap pendapatan
berkisaran 40,48% sampai dengan 48,26% dengan tren pertumbuhan yang meingkat. Pada perbandingan
Beban Usaha terhadap pendapatan berkisaran -4,24% sampai dengan -8,57% dengan tren pertumbuhan
yang meningkat. Pada perbandingan Laba Usaha terhadap pendapatan berkisaran 32,89% sampai
dengan 44,03% dengan tren pertumbuhan yang meningkat. Sementara perbandingan Laba Sebelum
Pajak Penghasilan terhadap pendapatan ALII berkisar antara 20,86% sampai dengan 51,22% dengan
tren pertumbuhan yang meningkat. Pada perbandingan Laba (Rugi) Tahun Berjalan terhadap pendapatan
berkisar antara 19,65% sampai dengan 43,59% dengan tren pertumbuhan yang meningkat.
IV.3 ANALISIS RASIO
Analisa rasio pada dasarnya adalah mencari perbandingan sesuatu dengan sesuatu lainnya. Oleh karena
itu dalam implementasinya akan banyak sekali rasio yang dapat diukur sesuai dengan tujuan analisis.
Analisa rasio keuangan adalah menyatakan ulang data-data keuangan atau data akuntansi secara relatif
untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan suatu perusahaan dengan menggunakan berbagai
metode perhitungan serta interpretasi atas hasil perbandingan tersebut untuk menilai kinerja keuangan
selama periode analisis. Berikut adalah perkembangan indikator utama keuangan ALII dalam kurun waktu
31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.
Tabel IV.6. Rasio Keuangan ALII
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
LIQUIDITY
Current Ratio 53,33% 22,64% 54,91% 159,59% 173,13%
Quick Ratio 49,59% 20,94% 53,08% 154,64% 169,08%
Net Working Capital to Asset
Ratio -12,05% -54,01% -10,45% 9,14% 10,58%
SOLVABILITY
Debt to Equity Ratio 452,55% 265,35% 161,62% 21,74% 11,27%
Debt to Total Assets Ratio 319,06% 4,04% 118,80% 17,05% 7,60%
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk IV-8
Page 82
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Long Term Debt to Equity Ratio 73,01% 65,68% 53,45% 15,35% 8,64%
PROFITABILITY
Gross Profit Margin 48,26% 44,95% 40,48% 43,55% 45,39%
Operating Profit Margin 44,03% 39,37% 32,89% 34,99% 37,06%
Net Profit Margin 30,05% 22,66% 19,65% 32,55% 43,59%
Rate of Return on Asset 15,51% 10,81% 9,53% 11,41% 19,86%
Rate of Return on Equity 96,13% 43,67% 28,81% 16,16% 25,91%
Sumber: Laporan Keuangan Audit ALII (data diolah)
Rasio likuiditas ALII menunjukkan tren yang fluktuatif dengan kecenderungan yang meningkat dari periode
31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, dimana pada periode 31 Desember 2025 ALII
mencatat Current Ratio yang meningkat menjadi 173,13% dibandingkan periode 31 Desember 2024
sebesar 159,59%, dimana rasio ini menggambarkan kemampuan ALII melunasi utang lancar dengan aset
lancarnya. Quick Ratio yang meningkat menjadi 169,08% dibandingkan periode 31 Desember 2024
sebesar 154,64%, dimana rasio ini mengukur kemampuan perusahaan melunasi kewajiban lancarnya
dalam jangka pendek menggunakan aset yang paling mudah dicairkan (aset cepat), tidak termasuk
persediaan. Net Working Capital to Asset Ratio meningkat menjadi 10,58% dibandingkan tahun periode
31 Desember 2024 sebesar 9,14%, dimana rasio ini menggambarkan proporsi modal kerja terhadap total
aset ALII.
Rasio Solvabilitas ALII pada periode 31 Desember 2025 mencatat Debt to Equity Ratio sebesar 11,27%,
dimana rasio ini menggambarkan besaran utang terhadap ekuitasnya. Debt to Total Asset Ratio tercatat
sebesar 7,60%, dimana rasio ini menggambarkan proporsi utang terhadap asetnya dan kemampuan
melunasi utang dengan aset yang dimiliki. Long Term Debt to Equity Ratio tercatat sebesar 8,64% dimana
rasio ini menggambarkan besaran utang jangka panjang terhadap ekuitas ALII.
Rasio profitabilitas ALII menunjukkan tren yang fluktuatif cenderung meningkat dari periode 31 Desember
2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025. Tercatat per 31 Desember 2025 Gross Profit Margin
meningkat menjadi 45,39% dibandingkan 31 Desember 2024 sebesar 43,55%. Diikuti dengan Operating
Profit Margin yang naik menjadi 37,06% dibandingkan 31 Desember 2024 sebesar 34,99% dan Net Profit
Margin menunjukkan kenaikan menjadi 43,59% dibandingkan 31 Desember 2024 sebesar 32,55%. Rasio
imbal hasil yang dihasilkan dari pemanfaatan aset (ROA) dan ekuitas (ROE) menggunakan perhitungan
laba (rugi) tahun berjalan yang disetahunkan menunjukkan return positif, dimana rasio imbal hasil
terhadap aset (ROA) tercatat pada periode yang berakhir per 31 Desember 2025 adalah sebesar 19,86%
dan rasio imbal hasil terhadap ekuitas (ROE) untuk periode yang berakhir per 31 Desember 2025 sebesar
25,91%.
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk IV-9
Page 83
IV.4 INFORMASI PERPAJAKAN
Informasi perpajakan ALII per tanggal 31 Desember 2025 berdasarkan Laporan Keuangan Audited, utang
pajak yang terdiri dari:
Pajak penghasilan badan perusahaan
Pasal 21 Rp 469
Pasal 23 Rp 93.966
Pasal 15 Rp 400.021
Pasal 25 Rp 487.713
Pasal 4 (2) Rp 7.362
Pasal 29 Rp 4.517.038
Pajak pertambahan nilai – bersih Rp 62.114.709
Total Rp 67.621.278
Pajak penghasilan badan entitas anak
Pasal 21 Rp 16.806
Pasal 23 Rp 31.378
Pasal 26 Rp 42.415.328
Pasal 25 Rp 1.258.004
Pasal 4 (2) Rp 41.891
Pasal 29 Rp 43.255.707
Pajak pertambahan nilai – bersih Rp 27.337.291
Total Rp 114.356.405
Sedangkan, manfaat (beban) pajak ALII per tanggal 31 Desember 2025, terdiri dari:
Pajak penghasilan kini Rp (74.575.334)
Pajak Tangguhan Rp 501.668
Total Rp (74.073.666)
IV.5 ANALISIS ATAS LAPORAN KEUANGAN PROFORMA ALII
Analisis atas proforma laporan keuangan ALII sebelum dan setelah transaksi. Tabel di bawah ini
menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi ALII sebelum
dan setelah transaksi, berdasarkan Laporan Keuangan Proforma yang disusun Manajemen ALII per 31
Desember 2025.
Berdasarkan atas Proforma Laporan Keuangan ALII di atas dan berdasarkan atas dokumen-dokumen
draf perjanjian dan informasi dari manajemen terkait Rencana Transaksi, terdapat penyesuaian pada
Posisi Keuangan ALII dan Laba/Rugi ALII.
Setelah transaksi efektif dilaksanakan, terdapat penyesuaian pada beberapa pos Laporan Posisi
Keuangan Proforma dengan rincian sebagai berikut:
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk IV-10
Page 84
Tabel IV.7. Laporan Posisi Keuangan Proforma ALII pada Tanggal 31 Desember 2025 (dalam Ribuan
Rupiah)
Keterangan Sebelum Transaksi Penyesuaian Setelah Transaksi
Aset Lancar
Kas dan setara kas 8.512.596 8.512.596
Piutang usaha 631.710.979 631.710.979
Piutang lain-lain 53.993.928 53.993.928
Persediaan 918.215 918.215
Uang muka 1.428.046 1.428.046
Beban dibayar dimuka 4.109.229 4.109.229
Dana yang dibatasi penggunaannya 10.200.000 10.200.000
Total Aset Lancar 710.872.993 - 710.872.993
Aset Tidak Lancar
Piutang pihak berelasi 1.160.909.951 1.160.909.951
Aset pajak tangguhan 2.891.224 2.891.224
Aset tetap 883.487.106 883.487.106
Aset hak guna 29.472.291 3.798.660 33.270.951
Uang muka pembellian aset tetap 44.088.294 44.088.294
Goodwill 7.706.340 7.706.340
Total Aset Tidak Lancar 2.128.555.206 3.798.660 2.132.353.866
Total Aset 2.839.428.199 3.798.660 2.843.226.859
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 114.320.331 114.320.331
Beban akrual 18.900.717 18.900.717
Utang pajak 181.977.683 181.977.683
Utang lain-lain 15.658.068 15.658.068
Utang jangka panjang yang jatuh
79.739.055 1.199.137 80.938.192
tempo dalam satu tahun
Total Liabilitas Jangka Pendek 410.595.854 1.199.137 411.794.991
Liabilitas Jangka Panjang
Utang pihak berelasi 84.684.655 84.684.655
Utang jangka panjang – setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo 165.470.606 2.599.523 168.070.129
dalam satu tahun
Liabilitas imbalan pascakerja 2.860.980 2.860.980
Total Liabilitas Jangka Panjang 253.016.241 2.599.523 255.615.764
Total Liabilitas 663.612.095 3.798.660 667.410.755
Ekuitas
Modal saham 79.129.000 - 79.129.000
Tambahan modal di setor - neto 930.702.672 - 930.702.672
Saldo laba 18.990.960 - 18.990.960
Pengukuran kembali liabilitas imbalan
526.681 - 526.681
pascakerja
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk IV-11
Page 85
Keterangan Sebelum Transaksi Penyesuaian Setelah Transaksi
Jumlah ekuitas yang dapat
1.054.356.769 - 1.054.356.769
diatribusikan
Kepentingan nonpengendali 92.110.022 - 92.110.022
Total Ekuitas 2.175.816.104 - 2.175.816.104
Total Liabilitas dan Ekuitas 2.839.428.199 3.798.660 2.843.226.859
Sumber: Manajemen ALII
1. Aset hak guna
Penyesuaian pada pos aset hak guna adalah sebesar Rp3,8 miliar, berupa aset hak guna milik ALII
saat melakukan penyewaan ruang kantor yang meningkatkan saldo aset hak guna ALII sebesar
12,89% setelah transaksi dilakukan.
2. Utang Jangka Panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun
Penyesuaian pada pos utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun sebesar Rp1,2 miliar,
peningkatan ini sehubungan dengan kenaikan pada pos aset hak guna saat melakukan penyewaan
ruang kantor yang meningkatkan saldo utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun ALII
sebesar 1,50% setelah transaksi dilakukan.
3. Utang jangka panjang – setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
Penyesuaian pada pos utang jangka panjang adalah sebesar Rp2,6 miliar, peningkatan ini
sehubungan dengan kenaikan pada pos aset hak guna saat melakukan penyewaan ruang kantor yang
meningkatkan saldo utang jangka panjang ALII sebesar 1,57% setelah transaksi dilakukan.
Setelah transaksi efektif dilaksanakan ALII akan mengalami peningkatan pada bagian aset dan liabilitas.
Total aset tidak lancar ALII tercatat mengalami penyesuaian sebesar Rp3,8 miliar dan total aset ALII
mengalami kenaikan sebesar 0,18%.
Total liabilitas jangka pendek ALII tercatat mengalami penyesuaian sebesar Rp1,2 miliar dan total liabilitas
jangka panjang ALII mengalami penyesuaian sebesar Rp2,6 miliar sehingga penyesuaian total liabilitas
ALI adalah sebesar Rp3,8 miliar dan total liabilitas ALII mengalami kenaikan sebesar 0,57%.
Selanjutnya penyesuaian pada beberapa pos Laba (Rugi) Proforma dengan rincian sebagai berikut:
Tabel IV.8. Laporan Laba (Rugi) Proforma ALII pada Tanggal 31 Desember 2025 (dalam Ribuan Rupiah)
Keterangan Sebelum Transaksi Penyesuaian Setelah Transaksi
Pendapatan neto 970.228.976 970.228.976
Beban pokok pendapatan (529.839.224) (529.839.224)
Laba Bruto 440.389.752 - 440.389.752
Beban Usaha (80.823.571) (80.823.571)
Laba Usaha 359.566.181 - 359.566.181
Penghasilan lain-lain 137.382.867 137.382.867
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 496.949.048 - 496.949.049
Beban pajak penghasilan (bersih) (74.073.666) (74.073.666)
Laba Periode Berjalan 422.875.382 - 422.875.383
Sumber: Manajemen ALII
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk IV-12
Page 86
Berdasarkan laporan laba rugi proforma, setelah transaksi efektif dilaksanakan ALII tidak terdapat
penyesuaian pada pos laba bruto, laba usaha, laba sebelum pajak penghasilan, dan laba periode berjalan.
IV.6 ANALISIS INKREMENTAL
IV.6.1 Asumsi Proyeksi Keuangan ALII
Dalam penyusunan proyeksi keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja ALII pada
tahun-tahun sebelumnya, dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang. Di samping
itu, berbagai informasi dan saran yang relevan diberikan sehubungan dengan perubahan-perubahan pada
setiap faktor dalam jangka waktu yang telah ditetapkan juga turut menjadi bahan pertimbangan. Secara
garis besar, tidak ada penyesuaian yang kami lakukan terhadap target kinerja ALII.
IV.6.2 Periode Proyeksi Keuangan ALII
Proyeksi keuangan eksplisit (periode tetap) yang digunakan didasarkan pada Business Plan manajemen
mulai 31 Desember 2026 sampai dengan 31 Desember 2031 yang kemudian kami sesuaikan dengan
kinerja ALII pada 31 Desember 2025. Ditetapkan proyeksi hingga 31 Desember 2031 dengan
mempertimbangkan pada tahun tersebut perusahaan sudah mencapai fase maturity-nya, dengan
indikator tidak terdapat peningkatan pendapatan yang signifikan sehingga proyeksi setelah periode
tersebut sudah dapat tercermin dari proyeksi keuangan 31 Desember 2031.
IV.6.3 Kontribusi Nilai Tambah terhadap ALII
Berdasarkan proyeksi keuangan ALII yang disusun oleh manajemen ALII, proyeksi laba rugi ALII untuk
tahun yang berakhir pada periode 31 Desember 2026 – 31 Desember 2031 adalah sebagai berikut:
Tabel IV.9 Proyeksi Laba Rugi ALII Tanpa Transaksi (dalam Ribuan Rupiah)
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Pendapatan neto 1.432.355.630 2.010.870.465 4.210.388.853 4.767.693.823 4.924.895.523 4.934.486.148
Beban pokok
(778.000.768) (1.071.456.492) (1.746.624.764) (1.837.935.194) (1.886.209.201) (1.920.416.794)
pendapatan
Laba (Rugi) Kotor 654.354.862 939.413.973 2.463.764.088 2.929.758.629 3.038.686.321 3.014.069.353
Beban usaha (110.845.764) (119.904.841) (128.866.846) (134.512.970) (146.073.432) (146.788.062)
Laba (rugi) Usaha 543.509.097 819.509.132 2.334.897.242 2.795.245.658 2.892.612.889 2.867.281.291
Penghasilan lain-lain 84.723.531 (46.366.606) (49.281.523) (48.811.732) (44.371.204) (40.800.752)
Laba (Rugi) Sebelum
628.232.628 773.142.526 2.285.615.719 2.746.433.927 2.848.241.685 2.826.480.539
Pajak
Manfaat (beban) pajak
(74.060.123) (96.830.758) (297.852.807) (300.843.891) (300.429.072) (300.866.166)
penghasilan – bersih
Laba (Rugi) Tahun
554.172.506 676.311.768 1.987.762.912 2.445.590.036 2.547.812.614 2.525.614.373
Berjalan
Sumber: Manajemen ALII (data diolah)
Tabel IV.10 Proyeksi Laba Rugi ALII Dengan Transaksi (dalam Ribuan Rupiah)
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Pendapatan neto 1.432.355.630 2.010.870.465 4.210.388.853 4.767.693.823 4.924.895.523 4.934.486.148
Beban pokok
(778.000.768) (1.071.456.492) (1.746.624.764) (1.837.935.194) (1.886.209.201) (1.920.416.794)
pendapatan
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk IV-13
Page 87
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Laba (Rugi) Kotor 654.354.862 939.413.973 2.463.764.088 2.929.758.629 3.038.686.321 3.014.069.353
Beban usaha (110.845.764) (119.904.841) (128.866.846) (134.512.970) (146.073.432) (146.788.062)
Laba (rugi) Usaha 543.509.097 819.509.132 2.334.897.242 2.795.245.658 2.892.612.889 2.867.281.291
Penghasilan lain-lain 84.538.845 (46.481.727) (49.323.009) (48.811.732) (44.371.204) (40.800.752)
Laba (Rugi) Sebelum
628.047.942 773.027.405 2.285.574.234 2.746.433.927 2.848.241.685 2.826.480.539
Pajak
Manfaat (beban) pajak
(74.019.492) (96.805.431) (297.843.680) (300.843.891) (300.429.072) (300.866.166)
penghasilan – bersih
Laba (Rugi) Tahun
554.028.450 676.221.974 1.987.730.554 2.445.590.036 2.547.812.614 2.525.614.373
Berjalan
Sumber: Manajemen ALII (data diolah)
Berdasarkan proyeksi laba rugi tanpa transaksi dan dengan transaksi, bila Transaksi menjadi efektif dapat
dilihat bahwa ALII memiliki Proyeksi total laba bersih pada periode 31 Desember 2026 – 2031 dengan
Transaksi sedikit lebih rendah sebesar 0,002% dibandingkan proyeksi total laba bersih pada periode 31
Desember 2026 – 2031 tanpa Transaksi. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya Transaksi yang
dilakukan tidak berdampak signifikan pada laba rugi ALII.
IV.6.4 Kontribusi Nilai Tambah terhadap Rasio Keuangan ALII
Berdasarkan proyeksi keuangan ALII yang disusun oleh manajemen ALII, berikut adalah perkembangan
indikator utama keuangan ALII untuk tahun yang berakhir pada periode 31 Desember 2026 – 31
Desember 2031 adalah sebagai berikut:
Tabel IV.11. Proyeksi Rasio Keuangan ALII Tanpa Transaksi
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
PROFITABILITY
Gross Profit Margin 45,68% 46,72% 58,52% 61,45% 61,70% 61,08%
Operating Profit Margin 37,95% 40,75% 55,46% 58,63% 58,73% 58,11%
Net Profit Margin 38,69% 33,63% 47,21% 51,30% 51,73% 51,18%
Rate of Return on Asset 17,95% 21,21% 52,45% 57,39% 37,65% 27,23%
Rate of Return on Equity 24,24% 27,92% 70,50% 73,92% 43,50% 30,13%
Sumber: Manajemen ALII (data diolah)
Tabel IV.12. Proyeksi Rasio Keuangan ALII Dengan Transaksi
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
PROFITABILITY
Gross Profit Margin 45,68% 46,72% 58,52% 61,45% 61,70% 61,08%
Operating Profit Margin 37,95% 40,75% 55,46% 58,63% 58,73% 58,11%
Net Profit Margin 38,68% 33,63% 47,21% 51,30% 51,73% 51,18%
Rate of Return on Asset 17,93% 21,20% 52,47% 57,39% 37,65% 27,23%
Rate of Return on Equity 24,23% 27,92% 70,50% 73,92% 43,51% 30,13%
Sumber: Manajemen ALII (data diolah)
Berdasarkan proyeksi rasio keuangan ALII tanpa transaksi dan dengan transaksi untuk periode 31
Desember 2026 – 31 Desember 2031, rata-rata gross profit margin ALII tanpa transaksi tercatat sebesar
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk IV-14
Page 88
55,86% dan rata-rata gross profit margin ALII dengan transaksi tercatat sebesar 55,86%. Rata-rata
operating profit margin ALII tanpa Transaksi tercatat sebesar 51,60% dan rata-rata operating profit margin
ALII dengan Transaksi tercatat sebesar 51,60%. Rata-rata net profit margin ALII tanpa transaksi tercatat
sebesar 45,62% dan rata-rata net profit margin ALII dengan transaksi tercatat sebesar 45,63%. Rata-rata
return on asset ALII tanpa transaksi tercatat sebesar 35,65% dan rata-rata return on asset ALII dengan
transaksi tercatat sebesar 35,65%. Rata-rata return on equity ALII tanpa transaksi tercatat sebesar
45,04% dan rata-rata return on equity ALII dengan Transaksi tercatat sebesar 45,04%.
Secara garis besar, berdasarkan proyeksi rasio keuangan ALII tanpa transaksi dan dengan transaksi, bila
Transaksi menjadi efektif dapat dilihat terdapat perubahan terhadap proyeksi rasio keuangan ALII pada
periode 31 Desember 2026 – 31 Desember 2031. Perubahan tersebut sejalan dengan bertambahnya
cakupan layanan dan operasional yang secara langsung berdampak positif namun tidak signifikan
terhadap proyeksi rasio keuangan ALII.
IV.7 PERHITUNGAN NILAI KINI LABA (RUGI) BERSIH TANPA DAN DENGAN TRANSAKSI
IV.7.1 Penentuan Tingkat Diskonto
IV.7.1.1 Penentuan Biaya Modal Untuk Ekuitas
Untuk mendiskonto arus kas bersih tiap-tiap tahun, tingkat diskonto yang digunakan adalah biaya modal
ekuitas (cost of equity) digunakan capital asset pricing model (CAPM) dengan menggunakan persamaan
sebagai berikut:
k e = R f + ( RPm ) − RBDS
dimana:
ke = Balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu, atau biaya modal ekuitas/saham biasa
Rf = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk free rate)
β = Beta
RPm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk premium)
RBDS = Rating-based default spread
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal
bayar. Instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka
panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2025, maka instrumen
bebas risiko yang dipakai adalah obligasi Pemerintah Indonesia dalam mata uang Rupiah dengan tenor
30 tahun dengan yield sebesar 6,69% yang diperoleh dari situs PHEI (www.phei.co.id), dan angka
tersebut akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.
Rpm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat balikan investasi dalam
bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik
negara (country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity
market risk premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk IV-15
Page 89
mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara yang
bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat premi risiko sebesar 6,69% untuk negara
Indonesia, yang diolah dari hasil riset Aswath Damodaran (New York University Business School) sampai
dengan bulan Januari 2026.
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan dikalikan dengan
market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.
Untuk memperoleh faktor beta yang sesuai kami menggunakan data unlevered beta dari perusahaan
pembanding yang bergerak dalam bidang industri Jasa Pengangkutan Laut, Transshipment sebesar 0,60
yang kami diperoleh dari S&P Capital IQ per 31 Desember 2025.
Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk menghitung
cost of equity ALII, dimana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara ini dilakukan untuk
menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing perusahaan terhadap beta. Perusahaan yang
sama dengan leverage yang berbeda akan memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh karena itu
pengaruh leverage yang ada di tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta.
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian di-
relevered dengan tingkat leverage pasar pada industri sejenis untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
mendiskonto arus kas bersih ALII dengan formula sebagai berikut:
L = U (1 + (1 − T ) DER)
dimana:
T = Tingkat pajak
DER = Debt to Equity Ratio
βL = Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari
responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar
apabila dibandingkan dengan portofolio pasar dengan pengaruh utang
βU = Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari
responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar
apabila dibandingkan dengan portofolio pasar tanpa pengaruh utang
Tabel IV.13. Perusahaan Pembanding dan Perhitungan Unlevered Beta
Market Unlevered
No. Companies Ticker Country Beta Tax Total Debt DER
Capialization Beta
PT Hasnur
1 International HAIS Indonesia 0,55 22% 514.492 635.553 81% 0,34
Shipping Tbk
2 PT Mitrabahtera MBBS Indonesia 0,85 22% 270.796 5.477.583 5% 0,82
Segara Sejati Tbk
3 PT Mitrainvestindo MITI Indonesia 0,69 22% 5.071 1.430.457 0% 0,69
Tbk
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk IV-16
Page 90
Market Unlevered
No. Companies Ticker Country Beta Tax Total Debt DER
Capialization Beta
4 PT Buana Lintas BULL Indonesia 1,46 22% 1.806.322 5.891.757 31% 1,18
Lautan Tbk
5 PT Trans Power TPMA Indonesia 0,65 22% 2.039.895 1.967.397 104% 0,36
Marine Tbk
6 PT Pelayaran Nelly NELY Indonesia 0,72 22% 227.430 954.100 24% 0,61
Dwi Putri Tbk
7 PT Rig Tenders RIGS Indonesia 0,45 22% 434 465.984 0% 0,45
Indonesia Tbk
8 PT Berlian Laju BLTA Indonesia 0,73 22% 1.128.728 1.083.715 104% 0,40
Tanker Tbk
Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)
Sama halnya dengan data unlevered beta, data DER juga diperoleh dari rata-rata 8 perusahaan
pembanding yang kami gunakan yang bergerak dalam bidang Shipping yang bersumber dari S&P Capital
IQ 31 Desember 2025. Dari data tersebut, DER yang dihasilkan adalah 43,58%. Dengan memasukkan
persamaan di atas, diperoleh nilai βL sebesar 0,81.
Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian terhadap biaya modal ekuitas
mengingat dalam perhitungan biaya modal ekuitas ini digunakan Rpm yang berasal dari hasil riset Aswath
Damodaran, dimana nilai RBDS sebesar 1,62% digunakan untuk mengurangi besaran biaya modal
ekuitas.
Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM diperoleh biaya modal
atas ekuitas ALII adalah:
Tabel IV.14. Biaya Modal untuk Ekuitas ALII
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Unlevered Beta 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60
Tax Rate (Effective Tax Rate) 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00%
Debt to Equity Ratio (DER) 43,58% 43,58% 43,58% 43,58% 43,58% 43,58%
Beta Relevered 0,81 0,81 0,81 0,81 0,81 0,81
Risk Free Rate (Rf) 6,69% 6,69% 6,69% 6,69% 6,69% 6,69%
Risk Premium Market (Rpm) 6,69% 6,69% 6,69% 6,69% 6,69% 6,69%
Beta (β) 0,81 0,81 0,81 0,81 0,81 0,81
Specific Risk (SR) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Rating Based Default Spread
(RBDS) 1,62% 1,62% 1,62% 1,62% 1,62% 1,62%
Cost of Equity (CoE) 10,50% 10,50% 10,50% 10,50% 10,50% 10,50%
Sumber: data diolah
IV.7.1.2 Penentuan Biaya Modal Untuk Hutang
Penentuan posisi tingkat leverage yang optimal adalah mencari titik dimana tambahan penghematan
pajak yang berasal dari tambahan utang akan sama dengan tambahan biaya bunga sebagai akibat dari
risiko gagal bayar yang diantisipasi dari keberadaan keseluruhan utang. Biaya utang diperoleh dari rata-
rata suku bunga kredit investasi bank Pemerintah Indonesia per Desember 2025 untuk mata uang Rupiah
yaitu sebesar 8,44% dengan perhitungan sebagai berikut:
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk IV-17
Page 91
Kd = i x (1-T)
Kd = 8,44% x (1-22%) = 6,58%
IV.7.1.3 Tingkat Diskonto ALII
Untuk kepentingan penilaian, komposisi pendanaan dihitung berdasarkan kinerja perbandingan interest
bearing debt dengan ekuitasnya, dimana komposisi struktur permodalan ALII diasumsikan mengikuti
struktur permodalan pasar dari S&P Capital IQ per 31 Desember 2025. Dengan demikian struktur hutang
sebesar 30,35%, sedangkan sisanya yaitu sebesar 69,65% akan dipenuhi dengan modal sendiri. Dengan
mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan kekuatan/kelebihan serta risiko yang dihadapi, kami
berpendapat bahwa tingkat diskonto sebesar 9,31% untuk ALII adalah wajar untuk mendiskonto arus kas
bersih dengan perhitungan sebagai berikut:
Tabel IV.15. WACC ALII
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Cost of Equity (CoE) 10,50% 10,50% 10,50% 10,50% 10,50% 10,50%
Interest Rate 8,44% 8,44% 8,44% 8,44% 8,44% 8,44%
Tax Rate (Effective Tax Rate) 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00%
Cost of Debt (CoD) 6,58% 6,58% 6,58% 6,58% 6,58% 6,58%
Weighted Equity (WE) 69,65% 69,65% 69,65% 69,65% 69,65% 69,65%
Weighted Debt (WD) 30,35% 30,35% 30,35% 30,35% 30,35% 30,35%
Weighted Cost of Equity (WCoE) 7,31% 7,31% 7,31% 7,31% 7,31% 7,31%
Weighted Cost of Debt (WCoD) 2,00% 2,00% 2,00% 2,00% 2,00% 2,00%
Weighted Average Cost of Capital
(WACC) 9,31% 9,31% 9,31% 9,31% 9,31% 9,31%
Sumber: data diolah
IV.7.2 Perhitungan Nilai Kini
Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan ALII untuk periode 31 Desember 2025
sampai dengan 31 Desember 2031 adalah sebagai berikut:
Tabel IV.16 Nilai Kini Tanpa Transaksi (dalam Ribuan Rupiah)
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Laba Bersih 554.172.506 676.311.768 1.987.762.912 2.445.590.036 2.547.812.614 2.525.614.373
Tingkat Diskonto 9,31% 9,31% 9,31% 9,31% 9,31% 9,31%
Faktor Diskonto 0,91 0,84 0,77 0,70 0,64 0,59
Nilai Kini dari Laba Bersih 506.965.738 565.997.111 1.521.827.711 1.712.845.518 1.632.434.098 1.480.365.139
Total Nilai Kini 7.420.435.315
Sumber: Manajemen ALII (data diolah)
Tabel IV.17 Nilai Kini Dengan Transaksi (dalam Ribuan Rupiah)
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Laba Bersih 554.028.450 676.221.974 1.987.730.554 2.445.590.036 2.547.812.614 2.525.614.373
Tingkat Diskonto 9,31% 9,31% 9,31% 9,31% 9,31% 9,31%
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk IV-18
Page 92
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Faktor Diskonto 0,91 0,84 0,77 0,70 0,64 0,59
Nilai Kini dari Laba Bersih 506.833.954 565.921.963 1.521.802.937 1.712.845.518 1.632.434.098 1.480.365.139
Total Nilai Kini 7.420.203.609
Sumber: Manajemen ALII (data diolah)
Berdasarkan Proyeksi Laba (Rugi) ALII tanpa dan dengan Transaksi, Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih dengan
Transaksi sedikit lebih rendah dibandingkan dari perhitungan Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih tanpa Transaksi
Setelah Transaksi menjadi efektif, perhitungan Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih ALII tanpa transaksi adalah
sebesar Rp7.420.435.315. Setelah terjadi transaksi perhitungan Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih ALII menjadi
Rp7.420.203.609. Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih ALII dengan Transaksi tersebut sedikit lebih rendah
sebesar 0,003% dari perhitungan Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih ALII tanpa Transaksi. Hal ini menunjukkan
bahwa dengan adanya Transaksi yang dilakukan tidak berdampak signifikan terhadap pada kinerja
keuangan ALII.
IV.8 KESIMPULAN ANALISIS KUANTITATIF
Berdasarkan laporan keuangan historis ALII, kinerja keuangan ALII menunjukkan tren yang positif dan
berkelanjutan. Hal ini tercermin dari pertumbuhan laba yang sejalan dengan peningkatan total aset.
Kinerja ini dapat dicapai ALII di tengah ketidakpastian perekonomian global, yang mencerminkan
efektivitas operasional ALII.
Berdasarkan perbandingan laporan keuangan proforma ALII tanpa transaksi dan dengan transaksi,
diketahui bahwa transaksi akan meningkatkan total aset dan total liabilitas ALII secara keseluruhan.
Berdasarkan perbandingan proyeksi laba bersih ALII tanpa transaksi dan dengan transaksi, diketahui
bahwa ALII memiliki proyeksi laba bersih sedikit lebih rendah dengan transaksi dibandingkan tanpa
Transaksi. Hal ini menunjukkan bahwa Transaksi yang akan dilakukan ALII tidak berdampak signifikan
terhadap kinerja laba (rugi) ALII di masa yang akan datang.
Berdasarkan perbandingan nilai kini laba (rugi) bersih ALII tanpa transaksi dan dengan transaksi pada
periode proyeksi tahun 2026-2031, diketahui bahwa ALII memiliki proyeksi nilai kini laba (rugi) bersih
sedikit lebih rendah dengan transaksi dibandingkan tanpa Transaksi. Hal ini menunjukkan bahwa rencana
transaksi yang akan dilakukan ALII tidak berdampak signifikan terhadap nilai kini laba (rugi) bersih ALII.
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk IV-19
Page 93
BAB V
ANALISIS ATAS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI
V.1 DESKRIPSI ANALISIS KEWAJARAN
Berdasarkan informasi yang kami terima dari Pemberi Tugas, rencana transaksi yang akan dilaksanakan
oleh ALII adalah Rencana Transaksi sewa ruang kantor dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ALII atas
fasilitas ruang kerja yang memadai dalam mendukung kegiatan operasional sehari-hari, termasuk aktivitas
perkantoran, administrasi, koordinasi internal, dan fungsi pendukung lainnya. Penggunaan ruang kantor
tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional melalui tersedianya sarana
kerja yang representatif, sekaligus memperkuat koordinasi dan komunikasi. Dengan demikian, rencana
transaksi ini diharapkan dapat mendukung kegiatan usaha, meningkatkan sinergi dalam kelompok usaha,
serta menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi proses koordinasi dan pengambilan keputusan
secara lebih efektif.
V.2. SUSUNAN PEMEGANG SAHAM
V.2.1 Susunan Pemegang Saham ALII
Struktur permodalan dan susunan pemegang saham ALII berdasarkan laporan tahunan ALII untuk tahun
2025, susunan pemegang saham ALII per tanggal 31 Desember 2025, adalah sebagai berikut:
Tabel V.1. Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham ALII
Jumlah Saham Persentase
Keterangan
(Lembar) %
PT Graha Adika Niaga 5.202.000.000 32,87%
Solomed Capital Pte. Ltd. 4.998.000.000 31,58%
Borneo Logistics Services Pte. Ltd. 1.744.000.000 11,02%
Nalinkant Amratlal Rathod 352.621.500 2,23%
Aninditha Anestya Bakrie 348.279.250 2,20%
Aulia 7.250.250 0,05%
Rahul Nalin Rathod 6.000.000 0,04%
Munawir 2.500.050 0,02%
Vishal Manharlal Parekh 800.000 0,01%
Faisal Mohamad Nur 133.500 0,00%
Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) 3.164.215.450 19,99%
Total 15.825.800.000 100,00%
Sumber: Laporan keuangan audit ALII, 31 Desember 2025
V.3 PROSEDUR PENGAMBILAN KEPUTUSAN ATAS TRANSAKSI
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen ALII, proses pengambilan keputusan atas Rencana
Transaksi telah dilakukan melalui proses yang sesuai prosedur internal ALII. Setelah menentukan rencana
atas transaksi Dewan Direksi harus memperoleh persetujuan dari Dewan Komisaris. Sebelum Dewan
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk V-1
Page 94
Direksi mengusulkan usulan rencana atas Transaksi, Dewan Direksi telah melalui tahapan proses analisis
internal, sebagaimana konfirmasi dengan manajemen ALII. Dengan demikian, manajemen telah mengikuti
prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai transaksi dengan
memperhatikan alternatif lain.
V.4 SEKTOR INDUSTRI TRANSPORTASI DAN LOGISTIK
V.4.1 Gambaran Umum Industri Transportasi dan Logistik di Dunia
Pasar Transportasi & Logistik merupakan elemen penting dari rantai pasokan global, yang mencakup
berbagai layanan yang dirancang untuk memfasilitasi pergerakan barang dan material secara efisien melalui
berbagai saluran. Pasar ini memainkan peran penting dalam memastikan bahwa produk mencapai
tujuannya dengan cepat dan hemat biaya, serta mendukung perdagangan domestik dan internasional.
Dalam beberapa tahun terakhir, pasar telah mengalami transformasi signifikan yang didorong oleh beberapa
faktor utama. Pertumbuhan eksponensial e-commerce telah meningkatkan permintaan layanan pengiriman
paket secara drastis, mendorong penyedia logistik untuk meningkatkan jaringan pengiriman dan solusi
teknologi mereka. Perusahaan berinvestasi dalam teknologi logistik canggih seperti sistem pelacakan waktu
nyata, fasilitas penyortiran otomatis, dan platform digital untuk meningkatkan efisiensi dan memberikan
transparansi yang lebih besar dalam rantai pasokan.
Integrasi solusi digital mengubah cara penyampaian layanan transportasi dan logistik. Penerapan IoT, AI,
dan analisis data memungkinkan pengelolaan operasi logistik yang lebih tepat, pengoptimalan rute yang
lebih baik, dan visibilitas rantai pasokan yang lebih baik. Teknologi ini memungkinkan penyedia logistik
menawarkan solusi yang lebih andal dan fleksibel, yang sangat penting untuk memenuhi permintaan
konsumen dan bisnis modern.
Keberlanjutan juga menjadi fokus utama dalam pasar. Seiring meningkatnya perhatian terhadap lingkungan
dan persyaratan peraturan, semakin besar pula penekanan pada pengurangan jejak karbon dari operasi
transportasi dan logistik. Perusahaan-perusahaan tengah menjajaki alternatif yang lebih ramah lingkungan,
seperti kendaraan listrik, sumber energi terbarukan, dan bahan kemasan yang berkelanjutan, agar selaras
dengan tujuan keberlanjutan global dan meningkatkan dampak lingkungan mereka.
Pasar dicirikan oleh kemampuan beradaptasi dan kebutuhan untuk mengatasi berbagai tantangan,
termasuk permintaan yang berfluktuasi, ketidakpastian perdagangan global, dan ekspektasi konsumen
yang terus berkembang. Penyedia logistik merespons dengan mendiversifikasi penawaran layanan mereka,
meningkatkan infrastruktur mereka, dan membentuk kemitraan strategis untuk mengelola kompleksitas ini
dengan lebih baik dan menyediakan solusi komprehensif yang memenuhi berbagai kebutuhan.
Secara keseluruhan, pasar Transportasi & Logistik bersifat dinamis dan berkembang pesat, didorong oleh
kemajuan teknologi, perubahan permintaan pasar, dan fokus yang lebih tinggi pada keberlanjutan. Dengan
merangkul inovasi dan beradaptasi dengan tren baru, sektor ini diposisikan dengan baik untuk mendukung
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk V-2
Page 95
perdagangan global, meningkatkan efisiensi rantai pasokan, dan memenuhi harapan bisnis dan konsumen
yang terus meningkat di seluruh dunia.
Grafik V.1 Perkembangan Biaya dalam Bidang Transportasi Dan Logistik di Dunia Dalam Triliun USD dari
Tahun 2020 Hingga Proyeksi Tahun 2030. (dalam triliun USD)
Transportation & Logistics - Logistics Costs
16 14,89 14,36 14,62
13,79 14,09
13,14 13,47
14 12,52 12,84
12,19
12
In Trillion USD
10 9,17
8
6
4
2
0
2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Year
Sumber: Statista, 2025
Grafik tersebut menampilkan perkembangan biaya logistik global dalam industri transportasi dan logistik
periode 2020 hingga proyeksi tahun 2030, yang diukur dalam triliunan dolar AS (USD). Secara umum,
terlihat adanya fluktuasi jangka pendek namun diikuti tren kenaikan yang stabil pada periode proyeksi.
Pada tahun 2020, biaya logistik global tercatat sebesar 9,17 triliun USD, mencerminkan dampak gangguan
aktivitas ekonomi dan rantai pasok global. Selanjutnya, pada tahun 2021 terjadi lonjakan signifikan menjadi
14,89 triliun USD, yang kemungkinan dipengaruhi oleh pemulihan ekonomi, kenaikan harga energi, serta
tekanan pada rantai pasokan.
Setelah lonjakan tersebut, biaya logistik kembali menurun pada tahun 2022 menjadi 12,19 triliun USD, lalu
meningkat secara bertahap menjadi 12,52 triliun USD pada 2023 dan 12,84 triliun USD pada 2024. Tren
kenaikan moderat berlanjut pada 2025 sebesar 13,14 triliun USD dan 2026 sebesar 13,47 triliun USD.
Proyeksi menunjukkan pertumbuhan yang relatif stabil pada periode berikutnya, dengan biaya logistik
diperkirakan mencapai 13,79 triliun USD pada 2027, 14,09 triliun USD pada 2028, 14,36 triliun USD pada
2029, dan 14,62 triliun USD pada 2030.
Secara keseluruhan, meskipun terdapat fluktuasi akibat dinamika ekonomi global, tren jangka panjang
memperlihatkan peningkatan bertahap biaya logistik. Hal ini dipengaruhi oleh pertumbuhan perdagangan
internasional, perubahan struktur rantai pasok, inovasi teknologi logistik, serta perkembangan infrastruktur
transportasi.
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk V-3
Page 96
Grafik V.2 Perkembangan Lalu Lintas Pelabuhan Kontainer Secara Global Dalam Satuan Twenty-foot
Equivalent Unit (TEU) dari Tahun 2020 Hingga Proyeksi Tahun 2030.
Transportation & Logistics - Container Port Traffic
860 854,24
848,17 845,05 845,37
842,98 841,74 843,39 844,46
840,7 840,3
In million twenty-foot equivalent unit (TEU)
840
820
800 789,73
780
760
740
2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Year
Sumber: Statista, 2025
Grafik tersebut menampilkan perkembangan lalu lintas pelabuhan kontainer global yang diukur dalam
satuan Twenty-foot Equivalent Unit (TEU) selama periode 2020 hingga proyeksi tahun 2030. TEU
merupakan unit standar dalam industri pelayaran untuk mengukur kapasitas kontainer, di mana satu TEU
setara dengan satu kontainer berukuran 20 kaki.
Pada tahun 2020, volume lalu lintas pelabuhan kontainer global tercatat sebesar 789,73 juta TEU.
Selanjutnya, terjadi peningkatan signifikan pada tahun 2021 menjadi 848,17 juta TEU, dan kembali naik
pada tahun 2022 mencapai 854,24 juta TEU, mencerminkan pemulihan aktivitas perdagangan
internasional.
Namun, pada periode berikutnya terjadi penurunan moderat, dengan volume mencapai 842,98 juta TEU
pada 2023, kemudian sedikit turun menjadi 840,70 juta TEU pada 2024 dan 840,30 juta TEU pada 2025.
Setelah fase penyesuaian tersebut, tren kembali menunjukkan peningkatan bertahap, dengan volume
mencapai 841,74 juta TEU pada 2026 dan 843,39 juta TEU pada 2027. Proyeksi ke depan menunjukkan
pertumbuhan yang relatif stabil, dengan lalu lintas kontainer diperkirakan mencapai 844,46 juta TEU pada
2028, 845,05 juta TEU pada 2029, dan 845,37 juta TEU pada 2030.
Secara keseluruhan, meskipun terdapat fluktuasi jangka pendek, tren jangka panjang menunjukkan
stabilitas dengan kecenderungan peningkatan volume lalu lintas kontainer global. Hal ini mengindikasikan
keberlanjutan aktivitas perdagangan internasional, pertumbuhan e-commerce, serta peningkatan efisiensi
operasional pelabuhan dan infrastruktur logistik global.
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk V-4
Page 97
V.4.2 Gambaran Umum Industri Transportasi dan Logistik di Indonesia
Grafik menunjukkan perkembangan biaya transportasi dan logistik di Indonesia selama periode 2020 hingga
proyeksi 2030, yang diukur dalam miliar dolar AS (USD). Data ini memberikan gambaran mengenai
dinamika biaya pada sektor transportasi dan logistik, yang merupakan salah satu pilar utama dalam
mendukung kelancaran aktivitas ekonomi nasional, perdagangan, serta distribusi barang di Indonesia.
Grafik V.3 Perkembangan Biaya dalam Bidang Transportasi Dan Logistik di Dunia Dalam Triliun USD dari
Tahun 2020 Hingga Proyeksi Tahun 2030. (dalam triliun USD)
Transportation & Logistics - Logistics Cost
400
349,86 339,36 344,3
350 327,59 333,62
313,05 320,69
298,61 305,72
291,56
300
Logistics Costs (Billion USD)
250 232,99
200
150
100
50
0
2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Year
Sumber: Statista, 2025
Pada tahun 2020, biaya logistik tercatat sebesar USD 232,99 miliar, mencerminkan kondisi pelemahan
aktivitas ekonomi akibat pandemi COVID-19 yang berdampak signifikan terhadap perdagangan, distribusi,
dan kinerja rantai pasok. Memasuki tahun 2021, biaya logistik mengalami lonjakan tajam hingga mencapai
USD 349,86 miliar. Peningkatan ini sejalan dengan fase pemulihan ekonomi pascapandemi, meningkatnya
permintaan barang dan jasa, gangguan rantai pasok global, serta kenaikan harga energi dan biaya
transportasi.
Selanjutnya, pada tahun 2022, biaya logistik mengalami penyesuaian dan menurun ke level USD 291,56
miliar, seiring dengan mulai meredanya tekanan rantai pasok global dan normalisasi aktivitas logistik.
Namun demikian, sejak tahun 2023, biaya logistik kembali menunjukkan tren peningkatan yang stabil dan
berkelanjutan, dari USD 298,61 miliar pada 2023 menjadi USD 305,72 miliar pada 2024, USD 313,05 miliar
pada 2025, dan USD 320,69 miliar pada 2026.
Dalam jangka menengah hingga panjang, proyeksi menunjukkan bahwa biaya transportasi dan logistik akan
terus meningkat secara bertahap. Pada tahun 2027, biaya logistik diperkirakan mencapai USD 327,59
miliar, meningkat menjadi USD 333,62 miliar pada 2028, USD 339,36 miliar pada 2029, dan mencapai
sekitar USD 344,30 miliar pada 2030. Tren kenaikan ini mencerminkan pertumbuhan aktivitas ekonomi,
peningkatan volume perdagangan domestik dan internasional, ekspansi infrastruktur transportasi, serta
meningkatnya kebutuhan layanan logistik yang lebih kompleks dan terintegrasi.
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk V-5
Page 98
Secara keseluruhan, perkembangan biaya logistik ini menunjukkan bahwa sektor transportasi dan logistik
memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Di satu sisi, peningkatan biaya
mencerminkan ekspansi aktivitas ekonomi dan perdagangan, namun di sisi lain juga menjadi tantangan
bagi pelaku industri dalam menjaga efisiensi operasional. Oleh karena itu, investasi berkelanjutan pada
infrastruktur, digitalisasi sistem logistik, serta kebijakan pemerintah yang mendukung efisiensi rantai pasok
akan menjadi faktor kunci dalam menjaga daya saing industri transportasi dan logistik di masa mendatang.
Grafik V.4 Perkembangan Biaya dalam Bidang Transportasi Dan Logistik di Indonesia Dalam satuan miliar
Twenty-foot Equivalent Unit (TEU) dari Tahun 2020 Hingga Proyeksi Tahun 2030.
Transportation & Logistics - Container Port Traffic
16
13,92 14,08 14,16 14,2 14,22
13,3 13,6
14 13,01
12,43
13
Container Port Traffic (Million TEU)
11,77
12
10
8
6
4
2
0
2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Year
Sumber: Statista, 2025
Grafik yang ditampilkan menunjukkan perkembangan lalu lintas pelabuhan kontainer di Indonesia, yang
diukur dalam satuan million Twenty-foot Equivalent Unit (TEU), selama periode 2020 hingga proyeksi 2030.
Data yang bersumber dari Statista Market Insights ini memberikan gambaran mengenai dinamika serta
prospek pertumbuhan aktivitas pengiriman kontainer sebagai bagian penting dari sektor transportasi dan
logistik nasional.
Pada tahun 2020, lalu lintas kontainer Indonesia tercatat sebesar 11,77 juta TEU, yang merepresentasikan
kondisi pelemahan aktivitas perdagangan dan logistik akibat dampak pandemi COVID-19 terhadap rantai
pasok global dan arus perdagangan internasional. Memasuki tahun 2021, volume kontainer mengalami
pemulihan signifikan menjadi 13,01 juta TEU, seiring dengan mulai pulihnya aktivitas ekonomi,
perdagangan, serta meningkatnya permintaan ekspor dan impor.
Namun, pada tahun 2022, volume lalu lintas kontainer kembali mengalami penyesuaian dan menurun ke
level 12,43 juta TEU, mencerminkan normalisasi pasca pemulihan awal serta masih adanya tekanan global
terhadap sektor logistik. Sejak tahun 2023, tren lalu lintas kontainer kembali menunjukkan pertumbuhan
yang stabil dan berkelanjutan, meningkat menjadi 13,00 juta TEU pada 2023, 13,30 juta TEU pada 2024,
dan 13,60 juta TEU pada 2025.
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk V-6
Page 99
Pertumbuhan tersebut berlanjut pada periode proyeksi jangka menengah hingga panjang. Pada tahun 2026,
lalu lintas kontainer diperkirakan mencapai 13,92 juta TEU, kemudian meningkat menjadi 14,08 juta TEU
pada 2027, 14,16 juta TEU pada 2028, 14,20 juta TEU pada 2029, dan mencapai sekitar 14,22 juta TEU
pada 2030. Kenaikan bertahap ini mencerminkan peningkatan aktivitas perdagangan domestik dan
internasional, penguatan peran pelabuhan sebagai simpul logistik utama, serta ekspansi kapasitas dan
efisiensi operasional pelabuhan di Indonesia.
Secara keseluruhan, grafik menunjukkan bahwa setelah mengalami tekanan pada awal periode pandemi,
lalu lintas pelabuhan kontainer Indonesia berada dalam fase pemulihan yang konsisten dan berkelanjutan.
Tren pertumbuhan ini mengindikasikan prospek positif sektor transportasi dan logistik maritim, yang
didukung oleh investasi infrastruktur pelabuhan, pengembangan konektivitas logistik nasional, serta
meningkatnya kebutuhan distribusi barang akibat pertumbuhan industri dan e-commerce. Dalam konteks
penilaian bisnis, tren ini mencerminkan fundamental permintaan yang solid serta peluang pertumbuhan
jangka panjang bagi pelaku usaha di sektor pelabuhan dan logistik.
V.5 RENCANA PEMANFAATAN RUANG KANTOR
Prospek Sehubungan dengan pelaksanaan transaksi sewa menyewa unit kantor, ALII berencana
memanfaatkan unit kantor yang disewa sebagai fasilitas utama dalam menunjang pelaksanaan kegiatan
operasional ALII secara berkelanjutan. Ketersediaan ruang kantor yang memadai merupakan salah satu
kebutuhan penting bagi ALII dalam menjalankan fungsi administrasi, koordinasi internal, penyelenggaraan
rapat, penyimpanan dokumen perusahaan, serta berbagai aktivitas operasional lainnya yang mendukung
kelangsungan kegiatan usaha.
Seiring dengan perkembangan kegiatan usaha ALII, kebutuhan akan lingkungan kerja yang representatif,
nyaman, dan mampu mendukung produktivitas menjadi semakin penting. Oleh karena itu, penyediaan
ruang kantor melalui transaksi sewa ini diharapkan dapat memberikan fasilitas kerja yang sesuai dengan
kebutuhan operasional ALII, baik dari aspek kapasitas ruang, lokasi, maupun kemudahan akses terhadap
pihak-pihak yang memiliki hubungan kerja dengan ALII. Melalui penggunaan ruang kantor tersebut, ALII
diharapkan mampu menciptakan sistem kerja yang lebih efektif dan terorganisasi sehingga setiap fungsi
dalam perusahaan dapat berjalan secara optimal.
Pemanfaatan ruang kantor tersebut akan difokuskan sebagai pusat kegiatan operasional ALII yang
mencakup pelaksanaan aktivitas administrasi perusahaan, pengelolaan dokumen dan arsip,
penyelenggaraan rapat internal maupun eksternal, koordinasi antar divisi, penyusunan laporan operasional,
hingga kegiatan pendukung lainnya yang diperlukan dalam menjalankan aktivitas usaha sehari-hari.
Dengan tersedianya fasilitas kerja yang memadai, setiap proses operasional diharapkan dapat berlangsung
secara lebih sistematis, terdokumentasi dengan baik, dan mendukung penerapan tata kelola perusahaan
yang baik (Good Corporate Governance).
Selain mendukung pelaksanaan aktivitas internal, keberadaan ruang kantor tersebut juga diharapkan dapat
meningkatkan efektivitas komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak yang memiliki hubungan kerja
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk V-7
Page 100
dengan ALII, termasuk BGV selaku pihak yang menyewakan ruang kantor, serta ACT dan ATS sebagai
entitas anak dari ALII dan termasuk kedalam kelompok usaha yang memiliki hubungan operasional dengan
ALII. Lokasi kantor yang mudah diakses diharapkan dapat memperlancar pelaksanaan pertemuan,
koordinasi, penyampaian informasi, maupun pembahasan berbagai kebutuhan operasional secara lebih
cepat dan efisien, sehingga mendukung terciptanya sinergi antar entitas dalam grup usaha.
Dalam pelaksanaan kegiatan usahanya, ALII juga memerlukan ruang kerja yang mampu mengakomodasi
berbagai kebutuhan operasional secara fleksibel. Oleh karena itu, pemanfaatan ruang kantor tidak hanya
ditujukan sebagai tempat bekerja bagi karyawan ALII, tetapi juga sebagai sarana untuk melaksanakan
berbagai kegiatan koordinasi dengan mitra usaha, konsultan, auditor, maupun pihak eksternal lainnya yang
berkaitan dengan aktivitas ALII. Dengan demikian, ruang kantor yang disewa diharapkan dapat memberikan
nilai tambah terhadap kualitas pelayanan, efektivitas proses bisnis, serta profesionalisme ALII dalam
menjalankan kegiatan usahanya.
Lebih lanjut, keberadaan ruang kantor yang digunakan secara khusus oleh ALII diharapkan mampu
mendukung terciptanya lingkungan kerja yang kondusif dan terintegrasi. Lingkungan kerja yang baik diyakini
dapat meningkatkan produktivitas sumber daya manusia melalui penyediaan fasilitas kerja yang memadai,
memperlancar arus komunikasi antarpegawai, serta mempercepat proses penyelesaian pekerjaan. Pada
akhirnya, kondisi tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas pengambilan keputusan
manajemen melalui koordinasi yang lebih efektif dan penyampaian informasi yang lebih cepat.
Dari sisi efisiensi operasional, penggunaan ruang kantor yang disewa juga diharapkan dapat memberikan
manfaat berupa optimalisasi pelaksanaan kegiatan administrasi dan operasional ALII. Seluruh aktivitas
perusahaan dapat dilaksanakan dalam satu lokasi yang terpusat sehingga memudahkan pengawasan,
koordinasi, dan pengendalian terhadap kegiatan usaha. Selain itu, keberadaan ruang kantor yang memadai
juga diharapkan dapat mengurangi berbagai kendala operasional yang mungkin timbul akibat keterbatasan
fasilitas kerja, sehingga ALII dapat lebih fokus dalam menjalankan kegiatan usahanya.
Rencana pemanfaatan ruang kantor tersebut merupakan bagian dari upaya ALII dalam menyediakan
infrastruktur pendukung yang memadai bagi kegiatan operasional. Melalui penyediaan fasilitas kerja yang
sesuai dengan kebutuhan perusahaan, ALII berharap dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan kegiatan
usaha, memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta menciptakan proses kerja
yang lebih efisien dan terintegrasi. Dengan demikian, transaksi sewa menyewa ruang kantor ini diharapkan
dapat memberikan manfaat operasional yang berkelanjutan serta mendukung pencapaian tujuan usaha ALII
dalam jangka panjang.
V.6 KONTRIBUSI NILAI TAMBAH TERHADAP ALII
Berdasarkan proyeksi keuangan ALII yang disusun oleh manajemen ALII, proyeksi laba rugi ALII untuk
tahun yang berakhir pada periode 31 Desember 2025 – 31 Desember 2031 adalah sebagai berikut:
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk V-8
Page 101
Tabel V.2 Proyeksi Laba Rugi ALII Tanpa Transaksi (dalam Ribuan Rupiah)
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Pendapatan neto 1.432.355.630 2.010.870.465 4.210.388.853 4.767.693.823 4.924.895.523 4.934.486.148
Beban pokok
(778.000.768) (1.071.456.492) (1.746.624.764) (1.837.935.194) (1.886.209.201) (1.920.416.794)
pendapatan
Laba (Rugi) Kotor 654.354.862 939.413.973 2.463.764.088 2.929.758.629 3.038.686.321 3.014.069.353
Beban usaha (110.845.764) (119.904.841) (128.866.846) (134.512.970) (146.073.432) (146.788.062)
Laba (rugi) Usaha 543.509.097 819.509.132 2.334.897.242 2.795.245.658 2.892.612.889 2.867.281.291
Penghasilan lain-lain 84.723.531 (46.366.606) (49.281.523) (48.811.732) (44.371.204) (40.800.752)
Laba (Rugi) Sebelum
628.232.628 773.142.526 2.285.615.719 2.746.433.927 2.848.241.685 2.826.480.539
Pajak
Manfaat (beban) pajak
(74.060.123) (96.830.758) (297.852.807) (300.843.891) (300.429.072) (300.866.166)
penghasilan – bersih
Laba (Rugi) Tahun
554.172.506 676.311.768 1.987.762.912 2.445.590.036 2.547.812.614 2.525.614.373
Berjalan
Sumber: Manajemen ALII (data diolah)
Tabel V.3 Proyeksi Laba Rugi ALII Dengan Transaksi (dalam Ribuan Rupiah)
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Pendapatan neto 1.432.355.630 2.010.870.465 4.210.388.853 4.767.693.823 4.924.895.523 4.934.486.148
Beban pokok
(778.000.768) (1.071.456.492) (1.746.624.764) (1.837.935.194) (1.886.209.201) (1.920.416.794)
pendapatan
Laba (Rugi) Kotor 654.354.862 939.413.973 2.463.764.088 2.929.758.629 3.038.686.321 3.014.069.353
Beban usaha (110.845.764) (119.904.841) (128.866.846) (134.512.970) (146.073.432) (146.788.062)
Laba (rugi) Usaha 543.509.097 819.509.132 2.334.897.242 2.795.245.658 2.892.612.889 2.867.281.291
Penghasilan lain-lain 84.538.845 (46.481.727) (49.323.009) (48.811.732) (44.371.204) (40.800.752)
Laba (Rugi) Sebelum
628.047.942 773.027.405 2.285.574.234 2.746.433.927 2.848.241.685 2.826.480.539
Pajak
Manfaat (beban) pajak
(74.019.492) (96.805.431) (297.843.680) (300.843.891) (300.429.072) (300.866.166)
penghasilan – bersih
Laba (Rugi) Tahun
554.028.450 676.221.974 1.987.730.554 2.445.590.036 2.547.812.614 2.525.614.373
Berjalan
Sumber: Manajemen ALII (data diolah)
Berdasarkan proyeksi laba rugi tanpa transaksi dan dengan transaksi, bila Transaksi menjadi efektif dapat
dilihat bahwa ALII memiliki Proyeksi total laba bersih pada periode 31 Desember 2026 – 2031 dengan
Transaksi sedikit lebih rendah sebesar 0,002% dibandingkan proyeksi total laba bersih pada periode 31
Desember 2026 – 2031 tanpa Transaksi. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya Transaksi yang
dilakukan tidak berdampak signifikan pada laba rugi ALII.
V.7 PERHITUNGAN NILAI KINI LABA (RUGI) BERSIH TANPA DAN DENGAN TRANSAKSI
V.7.1 Penentuan Tingkat Diskonto
V.7.1.1 Penentuan Biaya Modal Untuk Ekuitas
Untuk mendiskonto arus kas bersih tiap-tiap tahun, tingkat diskonto yang digunakan adalah biaya modal
ekuitas (cost of equity) digunakan capital asset pricing model (CAPM) dengan menggunakan persamaan
sebagai berikut:
k e = R f + ( RPm ) − RBDS
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk V-9
Page 102
dimana:
ke = Balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu, atau biaya modal ekuitas/saham biasa
Rf = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk free rate)
β = Beta
RPm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk premium)
RBDS = Rating-based default spread
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal
bayar. Instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka
panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2025, maka instrumen
bebas risiko yang dipakai adalah obligasi Pemerintah Indonesia dalam mata uang Rupiah dengan tenor 30
tahun dengan yield sebesar 6,69% yang diperoleh dari situs PHEI (www.phei.co.id), dan angka tersebut
akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.
Rpm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat balikan investasi dalam
bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
(country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk
penilaian ini, kami menggunakan tingkat premi risiko sebesar 6,69% untuk negara Indonesia, yang diolah
dari hasil riset Aswath Damodaran (New York University Business School) sampai dengan bulan Januari
2026.
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan dikalikan dengan market
risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.
Untuk memperoleh faktor beta yang sesuai kami menggunakan data unlevered beta dari perusahaan
pembanding yang bergerak dalam bidang industri Telecom. Services sebesar 0,81 yang kami diperoleh dari
S&P Capital IQ per 31 Desember 2025.
Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk menghitung
cost of equity ALII, di mana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara ini dilakukan untuk
menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing perusahaan terhadap beta. Perusahaan yang
sama dengan leverage yang berbeda akan memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh karena itu
pengaruh leverage yang ada di tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta.
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian di-
relevered dengan tingkat leverage pasar pada industri sejenis untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
mendiskonto arus kas bersih ALII dengan formula sebagai berikut:
L = U (1 + (1 − T ) DER)
dimana:
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk V-10
Page 103
T = Tingkat pajak
DER = Debt to Equity Ratio
βL = Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari
responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar
apabila dibandingkan dengan portofolio pasar dengan pengaruh utang
βU = Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari
responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar
apabila dibandingkan dengan portofolio pasar tanpa pengaruh utang
Tabel V.4. Perusahaan Pembanding dan Perhitungan Unlevered Beta
Market Unlevered
No. Companies Ticker Country Beta Tax Total Debt DER
Capialization Beta
PT Hasnur
1 International HAIS Indonesia 0,55 22% 514.492 635.553 81% 0,34
Shipping Tbk
2 PT Mitrabahtera MBBS Indonesia 0,85 22% 270.796 5.477.583 5% 0,82
Segara Sejati Tbk
3 PT Mitrainvestindo MITI Indonesia 0,69 22% 5.071 1.430.457 0% 0,69
Tbk
4 PT Buana Lintas BULL Indonesia 1,46 22% 1.806.322 5.891.757 31% 1,18
Lautan Tbk
5 PT Trans Power TPMA Indonesia 0,65 22% 2.039.895 1.967.397 104% 0,36
Marine Tbk
6 PT Pelayaran Nelly NELY Indonesia 0,72 22% 227.430 954.100 24% 0,61
Dwi Putri Tbk
7 PT Rig Tenders RIGS Indonesia 0,45 22% 434 465.984 0% 0,45
Indonesia Tbk
8 PT Berlian Laju BLTA Indonesia 0,73 22% 1.128.728 1.083.715 104% 0,40
Tanker Tbk
Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)
Sama halnya dengan data unlevered beta, data DER juga diperoleh dari rata-rata 8 perusahaan
pembanding yang kami gunakan yang bergerak dalam bidang Shipping yang bersumber dari S&P Capital
IQ 31 Desember 2025. Dari data tersebut, DER yang dihasilkan adalah 43,58%. Dengan memasukkan
persamaan di atas, diperoleh nilai βL sebesar 0,81.
Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian terhadap biaya modal ekuitas
mengingat dalam perhitungan biaya modal ekuitas ini digunakan Rpm yang berasal dari hasil riset Aswath
Damodaran, dimana nilai RBDS sebesar 1,62% digunakan untuk mengurangi besaran biaya modal ekuitas.
Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM diperoleh biaya modal
atas ekuitas ALII adalah:
Tabel V.5. Biaya Modal untuk Ekuitas ALII
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Unlevered Beta 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60
Tax Rate (Effective Tax Rate) 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00%
Debt to Equity Ratio (DER) 43,58% 43,58% 43,58% 43,58% 43,58% 43,58%
Beta Relevered 0,81 0,81 0,81 0,81 0,81 0,81
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk V-11
Page 104
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Risk Free Rate (Rf) 6,69% 6,69% 6,69% 6,69% 6,69% 6,69%
Risk Premium Market (Rpm) 6,69% 6,69% 6,69% 6,69% 6,69% 6,69%
Beta (β) 0,81 0,81 0,81 0,81 0,81 0,81
Specific Risk (SR) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Rating Based Default Spread
(RBDS) 1,62% 1,62% 1,62% 1,62% 1,62% 1,62%
Cost of Equity (CoE) 10,50% 10,50% 10,50% 10,50% 10,50% 10,50%
Sumber: data diolah
V.7.1.2 Penentuan Biaya Modal Untuk Hutang
Penentuan posisi tingkat leverage yang optimal adalah mencari titik dimana tambahan penghematan pajak
yang berasal dari tambahan utang akan sama dengan tambahan biaya bunga sebagai akibat dari risiko
gagal bayar yang diantisipasi dari keberadaan keseluruhan utang. Biaya utang diperoleh dari rata-rata suku
bunga kredit investasi bank Pemerintah Indonesia per Desember 2025 untuk mata uang Rupiah yaitu
sebesar 8,44% dengan perhitungan sebagai berikut:
Kd = i x (1-T)
Kd = 8,44% x (1-22%) = 6,58%
V.7.1.3 Tingkat Diskonto ALII
Untuk kepentingan penilaian, komposisi pendanaan dihitung berdasarkan kinerja perbandingan interest
bearing debt dengan ekuitasnya, dimana komposisi struktur permodalan ALII diasumsikan mengikuti
struktur permodalan pasar dari S&P Capital IQ per 31 Desember 2025. Dengan demikian struktur hutang
sebesar 30,35%, sedangkan sisanya yaitu sebesar 69,65% akan dipenuhi dengan modal sendiri. Dengan
mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan kekuatan/kelebihan serta risiko yang dihadapi, kami
berpendapat bahwa tingkat diskonto sebesar 9,31% untuk ALII adalah wajar untuk mendiskonto arus kas
bersih dengan perhitungan sebagai berikut:
Tabel V.6. WACC ALII
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Cost of Equity (CoE) 10,50% 10,50% 10,50% 10,50% 10,50% 10,50%
Interest Rate 8,44% 8,44% 8,44% 8,44% 8,44% 8,44%
Tax Rate (Effective Tax Rate) 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00%
Cost of Debt (CoD) 6,58% 6,58% 6,58% 6,58% 6,58% 6,58%
Weighted Equity (WE) 69,65% 69,65% 69,65% 69,65% 69,65% 69,65%
Weighted Debt (WD) 30,35% 30,35% 30,35% 30,35% 30,35% 30,35%
Weighted Cost of Equity (WCoE) 7,31% 7,31% 7,31% 7,31% 7,31% 7,31%
Weighted Cost of Debt (WCoD) 2,00% 2,00% 2,00% 2,00% 2,00% 2,00%
Weighted Average Cost of Capital
(WACC) 9,31% 9,31% 9,31% 9,31% 9,31% 9,31%
Sumber: data diolah
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk V-12
Page 105
V.7.2 Perhitungan Nilai Kini
Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan ALII untuk periode 31 Desember 2026 sampai
dengan 31 Desember 2031 adalah sebagai berikut:
Tabel V.7 Nilai Kini Tanpa Transaksi (dalam Ribuan Rupiah)
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Laba Bersih 554.172.506 676.311.768 1.987.762.912 2.445.590.036 2.547.812.614 2.525.614.373
Tingkat Diskonto 9,31% 9,31% 9,31% 9,31% 9,31% 9,31%
Faktor Diskonto 0,91 0,84 0,77 0,70 0,64 0,59
Nilai Kini dari Laba Bersih 506.965.738 565.997.111 1.521.827.711 1.712.845.518 1.632.434.098 1.480.365.139
Total Nilai Kini 7.420.435.315
Sumber: Manajemen ALII (data diolah)
Tabel V.8 Nilai Kini Dengan Transaksi (dalam Ribuan Rupiah)
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Laba Bersih 554.028.450 676.221.974 1.987.730.554 2.445.590.036 2.547.812.614 2.525.614.373
Tingkat Diskonto 9,31% 9,31% 9,31% 9,31% 9,31% 9,31%
Faktor Diskonto 0,91 0,84 0,77 0,70 0,64 0,59
Nilai Kini dari Laba Bersih 506.833.954 565.921.963 1.521.802.937 1.712.845.518 1.632.434.098 1.480.365.139
Total Nilai Kini 7.420.203.609
Sumber: Manajemen ALII (data diolah)
Berdasarkan Proyeksi Laba (Rugi) ALII tanpa dan dengan Transaksi, Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih dengan
Transaksi sedikit lebih rendah dibandingkan dari perhitungan Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih tanpa Transaksi
Setelah Transaksi menjadi efektif, perhitungan Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih ALII tanpa transaksi adalah
sebesar Rp7.420.435.315. Setelah terjadi transaksi perhitungan Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih ALII menjadi
Rp7.420.203.609. Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih ALII dengan Transaksi tersebut sedikit lebih rendah sebesar
0,003% dari perhitungan Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih ALII tanpa Transaksi. Hal ini menunjukkan bahwa
dengan adanya Transaksi yang dilakukan tidak berdampak signifikan terhadap pada kinerja keuangan ALII.
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk V-13
Page 106
V.8 ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI
Kewajaran nilai transaksi dilihat dengan membandingkan Nilai Sewa Ruang Kantor dengan Nilai Transaksi
Sewa Ruang Kantor yang disepakati.
1. Nilai Sewa
Berdasarkan Laporan Kajian atas Nilai Sewa Ruang Kantor No. 00126/2.0047-
05/PI/05/0500/1/VI/2026 tanggal 26 Juni 2026 yang disusun oleh KJPP Iwan Bachron dan Rekan,
yaitu Nilai Sewa Pasar Ruang Kantor (Office Space) dengan luas ±763,1 m² yang berlokasi di Bakrie
Tower Lantai 39, Rasuna Epicentrum, Jl. H.R Rasuna Said, Jakarta Selatan, DKI Jakarta adalah
sebesar Rp161.000,- (Seratus Enam Puluh Satu Ribu Rupiah per m²/bulan).
2. Nilai Transaksi
Berdasarkan Perjanjian Sewa Menyewa Unit Kantor, Nilai Transaksi ruang kantor (Office Space)
dengan luas ±763,1 m² yang berlokasi di Bakrie Tower Lantai 39, Rasuna Epicentrum, Jl. H.R Rasuna
Said, Jakarta Selatan, DKI Jakarta adalah sebesar Rp150.000,- (Seratus Lima Puluh Ribu Rupiah per
m²/bulan).
Berdasarkan Peraturan POJK 35/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal, disebutkan bahwa nilai transaksi wajar apabila dalam kisaran batas atas dan batas bawah yang tidak
melebihi 7,5% dari nilai yang dijadikan acuan. Nilai Sewa lebih tinggi 7,3% dari perhitungan Nilai Transaksi,
dimana selisih tersebut masih berada dalam kisaran yang diperkenankan sesuai ketentuan OJK, yaitu tidak
melebih batas toleransi sebesar 7,5% dari nilai acuan.
V.9 KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dari analisis atas transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif, dan analisis kewajaran
nilai transaksi, maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi adalah WAJAR.
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk V-14
Names mentioned 81 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
H. R. Rasuna Said Jakarta Selatan
p.2 ×6
unresolved
org
PT Ancara Coal Terminal
p.2 ×4
unresolved
org
Iwan Bachron & Rekan
p.2
unresolved
org
Departemen Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×3
unresolved
person
Publik Drajat Darmadji
p.3 ×2
unresolved
person
Penilai Publik Bunga Budiarti
p.3 ×2
unresolved
org
Penyusunan Pendapat Kewajaran Untuk Kepentingan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk
p.3 ×2
unresolved
org
Y. Santosa & Rekan
p.5 ×10
unresolved
org
KJPP Iwan Bachron dan Rekan
p.6 ×4
unresolved
org
KJPP Iwan Bachron
p.6 ×4
unresolved
org
Bank Indonesia
p.6 ×12
unresolved
org
Pusat Statistik
p.6 ×2
unresolved
org
KJPP IWAN BACHRON DAN REKAN Appraisers
p.13
unresolved
person
Consultants Bunga Budiarti
p.13
unresolved
person
Bunga Budiarti, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
· Rekan
p.13
unresolved
person
Penanggung Jawab Bunga Budiarti
p.15
unresolved
person
Netty Maria Machdar
p.24 ×3
unresolved
person
H. Akta Pendirian
p.24 ×4
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.24 ×5
unresolved
person
Aulia Taufani
p.24 ×3
unresolved
org
Kementerian Hukum Republik Indonesia
p.24 ×4
unresolved
person
Arvin Primaldi
p.33
unresolved
person
Andyan Adhimukti
p.33
unresolved
person
Sri Intansih
p.36
unresolved
person
Maria Gunarti
p.36 ×2
unresolved
org
PT Ade Putra Tanrajeng
p.36 ×3
unresolved
org
PT Guruh Putra Bersama
p.36 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.37 ×3
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.37
unresolved
org
PT CMA Indonesia
p.38 ×4
unresolved
org
PT CMA Capital Indonesia
p.39 ×2
unresolved
org
PT Sky Capital Indonesia
p.39 ×2
unresolved
org
PT Puri Kreasindo Jaya
p.39 ×2
unresolved
org
Rig Tenders Indonesia Tbk
p.62 ×2
unresolved
org
Y. Sentosa & Rekan
p.74
unresolved
org
PT Hasnur
p.89 ×2
unresolved
org
Shipping Tbk
p.89 ×2
unresolved
org
PT Mitrabahtera
p.89 ×2
unresolved
org
Segara Sejati Tbk
p.89 ×2
unresolved
org
PT Mitrainvestindo
p.89 ×2
unresolved
org
PT Buana Lintas
p.90 ×2
unresolved
org
Lautan Tbk
p.90 ×2
unresolved
org
PT Trans Power
p.90 ×2
unresolved
org
Marine Tbk
p.90 ×2
unresolved
org
PT Pelayaran Nelly
p.90 ×2
unresolved
org
Dwi Putri Tbk
p.90 ×2
unresolved
org
Indonesia Tbk
p.90 ×2
unresolved
org
PT Berlian Laju
p.90 ×2
unresolved
org
Tanker Tbk
p.90 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.273
11407 ms
12 Sep 2026 21:53
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': 'PENDAPAT KEWAJARAN'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'AFFILIATED',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': 'PENDAPAT KEWAJARAN',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}