Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 55
Page 1
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 MARET 2025
SERTA UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
Page 2
Page 3
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 MARET 2025
DAFTAR ISI
Halaman
▪ Surat Pernyataan Direksi
▪ Laporan Keuangan
▪ Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2
▪ Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 3
▪ Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4
▪ Laporan Arus Kas Konsolidasian 5
▪ Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian 6 - 49
Page 4
LAPORAN KEUANGAN
Page 5
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PERIODE 31 MARET 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 MARET 2025 31 DESEMBER 2024
ASET Unaudited Audited
ASET LANCAR
Kas dan Bank 2i, 4 1.788.017.483 2.946.522.621
Investasi Jangka Pendek 5 80.250.000 94.160.000
Piutang Usaha 6 47.713.579.352 44.411.865.461
Piutang Lain - Lain 7 1.156.324.679 1.084.210.199
Persediaan 2j, 8 7.777.611.319 7.731.315.473
Biaya Dibayar Dimuka 2k, 9 75.921.074 71.811.919
Pajak Dibayar Dimuka 2t, 15a 1.859.077.009 2.544.173.909
Jumlah Aset Lancar 60.450.780.916 58.884.059.582
Aset Tidak Lancar
Uang Muka 10 12.748.038.689 13.190.855.346
Piutang Lain - Lain 7 4.560.000.000 4.560.000.000
Aset Tetap - Neto 11
Setelah dikurangi Akumulasi Penyusutan
masing-masing sebesar Rp
13.041.961.433,- dan Rp 12.670.339.429,- 2l, 11 15.391.490.490 14.896.890.024
pada 31 Maret 2025 dan 31 Desember
2024
Aset Pajak Tangguhan 2t, 15d 674.383.002 674.383.001
Jumlah Aset Tidak Lancar 33.373.912.181 33.322.128.371
JUMLAH ASET 93.824.693.097 92.206.187.953
Lihat Catatan Atas Laporan Keuangan yang Merupakan
Bagian yang Tidak Terpisahkan dari Laporan Keuangan Secara Keseluruhan
1
Page 6
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PERIODE 31 MARET 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 MARET 2025 31 DESEMBER 2024
LIABILITAS DAN EKUITAS Unaudited Audited
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha 2n, 12 1.272.858.522 2.325.425.949
Utang Lain - Lain 2n, 13 111.732.270 136.550.000
Utang Pajak 2t, 15b 886.194.526 799.453.360
Utang Jangka Pendek 2n, 17 6.617.742.161 2.000.000.000
Beban Masih Harus Dibayar 2q, 16 129.355.823 470.844.437
Uang Muka Penjualan 2q 6.421.700 2.064.200
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 9.024.305.002 5.734.337.946
Liabilitas Jangka Panjang
Utang Bank Jangka Panjang 2n,17 8.615.298.779 10.092.806.974
Utang Lain - Lain Jangka Panjang 2n,13 4.736.314.804 4.617.505.065
Liabilitas Imbalan Pascakerja 2p, 15 6.695.873.847 6.326.723.847
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 20.047.487.430 21.037.035.886
JUMLAH LIABILITAS 29.071.792.432 26.771.373.832
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp. 100,- per
saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh
Modal dasar - 2.500.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh
116.666.670.000 116.666.670.000
1.166.666.700 saham pada 31 Maret 2025 18
dan 31 Desember 2024
Tambahan modal disetor 18 1.465.526.994 1.465.526.994
Agio saham 19 18.179.427.165 18.179.427.165
Defisit (69.121.285.026) (68.439.273.860)
Jumlah ekuitas yang dapat didistribusikan
67.190.339.133 67.872.350.299
kepada pemilik entitas induk
Kepentingan nonpengendali 2d, 21 (2.437.438.468) (2.437.536.178)
JUMLAH EKUITAS 64.752.900.665 65.434.814.121
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 93.824.693.097 92.206.187.953
Lihat Catatan Atas Laporan Keuangan yang Merupakan
Bagian yang Tidak Terpisahkan dari Laporan Keuangan Secara Keseluruhan
2
Page 7
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
PERIODE 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 MARET 2025 31 MARET 2024
Unaudited Unaudited
PENJUALAN NETO 2q, 22 60.637.110.661 78.127.719.901
BEBAN POKOK PENJUALAN 2q, 23 (55.175.163.701) (69.356.720.142)
LABA BRUTO 5.461.946.960 8.770.999.759
BEBAN OPERASI
Beban Penjualan 2q, 24 (1.471.258.300) (1.275.607.193)
Beban Umum dan Administrasi 2q, 25 (5.456.393.872) (5.837.831.319)
Pendapatan Lain - Lain 2q, 26 7.376.914 88.192
Laba Selisih Kurs 1.088.846.229 1.286.598.938
Jumlah Beban (5.831.429.029) (5.826.751.382)
LABA (RUGI) USAHA (369.482.069) 2.944.248.377
Penghasilan Keuangan 28 5.924.672 4.363.568
Beban Keuangan 29 (304.446.063) (330.530.985)
RUGI SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (668.003.460) 2.618.080.960
Pajak kini - -
Manfaat (Beban) pajak penghasilan - neto - -
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN (668.003.460) 2.618.080.960
Penghasilan (rugi) komprehensif lain
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi:
Kerugian belum terealisasi atas nilai wajar portofolio efek
(13.910.000) (23.540.000)
tersedia untuk dijual
Jumlah Penghasilan (rugi) komprehensif lain (13.910.000) (23.540.000)
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN
(681.913.460) 2.594.540.960
BERJALAN
Jumlah Laba (rugi) Tahun Berjalan yang Dapat
Distribusikan Kepada:
Pemilik Entitas Induk (668.010.465) 2.618.003.146
Kepentingan nonpengendali 2d, 21 7.005 77.814
Jumlah (668.003.460) 2.618.080.960
Pemilik Entitas Induk (681.920.465) 2.594.463.146
Kepentingan nonpengendali 2d, 21 7.005 77.814
Jumlah (681.913.460) 2.594.540.960
Laba (rugi) per saham dasar (0,58) 2,22
Lihat Catatan Atas Laporan Keuangan yang Merupakan
Bagian yang Tidak Terpisahkan dari Laporan Keuangan Secara Keseluruhan
(0)
3
Page 8
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PERIODE 31 MARET 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Tambahan Agio Saham Penghasilan Kepentingan Jumlah (Defisiensi)
Modal Modal Disetor Neto Defisit Komprehensif Lain Jumlah Non Pengendali Ekuitas
Saldo 31 Desember 2023 116.666.670.000 1.465.526.994 18.179.427.165 (67.228.576.476) 186.414.968 69.269.462.651 (2.437.282.022) 66.832.180.629
Koreksi rugi tahun Lalu - - - (1.636.598.044) - (1.636.598.044) (201.796) (1.636.799.840)
Setoran modal saham - - - - - -
Laba (Rugi) tahun berjalan - - - (348.920.404) - (348.920.404)
- (64.539) (348.984.943)
-
Rugi komprehensif lain tahun berjalan - - - - 588.406.096 588.406.096 12.184 588.418.280
Saldo 31 Desember 2024 116.666.670.000 1.465.526.994 18.179.427.165 (69.214.094.924) 774.821.064 67.872.350.299 (2.437.536.173) 65.434.814.126
Koreksi rugi tahun Lalu - - - (97.706) - (97.706) 90.700 (7.006)
Laba (Rugi) Tahun Berjalan - - - (668.003.460) - (668.003.460) 7.005 (667.996.455)
Rugi komprehensif lain tahun berjalan - - - - (13.910.000) (13.910.000) - (13.910.000)
Saldo 31 Maret 2025 116.666.670.000 1.465.526.994 18.179.427.165 (69.882.196.090) 760.911.064 67.190.339.133 (2.437.438.468) 64.752.900.665
Catatan atas Laporan Keuangan konsolidasian merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.
4
Page 9
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
PERIODE 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 MARET 2025 31 MARET 2024
Unaudited Unaudited
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 58.428.600.499 56.889.013.481
Pembayaran kepada pemasok (55.903.324.797) (65.508.723.385)
Pembayaran untuk beban produksi dan usaha (2.844.945.592) (1.411.995.157)
Pembayaran kepada karyawan (3.565.651.066) (2.729.159.948)
Kas digunakan untuk operasi (3.885.320.956) (12.760.865.009)
Penerimaan penghasilan keuangan 5.924.672 4.363.568
Pembayaran pajak - neto 513.167.196 (1.863.096.896)
Pembayaran beban keuangan (304.446.063) (330.530.985)
Pembayaran Imbalan Kerja - neto - -
Penerimaan (Pembayaran) Lainnya 7.376.914 88.194
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Operasi (3.663.298.237) (14.950.041.128)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (635.440.870) (28.936.938)
Pelepasan aset tetap - -
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi (635.440.870) (28.936.938)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran utang Lain-lain - (87.489.355)
Pembayaran utang bank (5.359.766.034) (12.855.511.854)
Penerimaan utang bank 8.500.000.000 13.738.000.000
Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan Untuk)
3.140.233.966 794.998.791
Aktivitas Pendanaan
KENAIKAN / PENURUNAN NETO KAS DAN
SETARA KAS (1.158.505.141) (14.183.979.275)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 2.946.522.621 16.869.959.323
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 1.788.017.480 2.685.980.048
5
Page 10
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Page 11
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian Perusahaan
PT Prima Cakrawala Abadi Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan Akta No. 111
tanggal 29 Januari 2014 dari Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta. Akta
pendirian telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dalam Surat Keputusan No. AHU-08990.AH.01.01. Tahun 2014 tanggal 03 Maret 2014.
Akta Pendirian Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, sebagaimana tercantum
dalam Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 2 tanggal 9 Januari 2018, yang
dibuat di hadapan Rini Yulianti, S.H., Notaris di Jakarta. Akta perubahan tersebut telah
memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0008394 tanggal 10 Januari 2018.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 4 tanggal 16 Juni 2023,
yang dibuat di hadapan Retno Hertiyanti, S.H., M.Kn, Notaris di Semarang. Dilakukan
penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dari KBLI 2017 menjadi
KBLI 2020. Akta perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU -
0039804.AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 13 Juli 2023.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha Perusahaan
adalah meliputi pengolahan dan pengawetan hasil perikanan (rajungan), industri pengolahan
hasil perikanan melalui proses pembekuan(cold storage), menjalankan usaha pengawetan
crustacea dan biota perairan lainnya melalui proses pembekuan, serta dalam bidang perdagangan
termasuk impor, ekspor, interinsuler dan lokal dari segala jenis barang atau jasa yang dapat
diperdagangkan baik untuk perhitungan sendiri maupun pihak lain secara komisi, grosir,
pemasok, distributor dan keagenan serta perwakilan baik dari dalam maupun luar negeri dari
segala jenis barang dagangan dan jasa, baik hasil produksi pihak lain maupun hasil produksi
sendiri, termasuk diantaranya meliputi perdagangan besar hasil perikanan serta perdagangan
besar hasil olahan perikanan.
Perusahaan berdomisili di Semarang dengan alamat di Jl. KRT. Wongsonegoro No. 39,
Kelurahan Wonosari Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia.
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Pada tahun 2017 Perusahaan melakukan penawaran umum perdana sejumlah 466.666.700
saham dengan nilai nominal sebesar Rp 100, per saham yang mewakili sebesar 40% dari total
modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perusahaan melalui Bursa Efek Indonesia
dengan harga penawaran sebesar Rp 150, per saham. Perusahaan telah mendapat Pemberitahuan
Efektifnya Pernyataan Pendaftaran dalam Rangka Penawaran Umum Perdana Saham
Perusahaan dari Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dengan Surat No. S471/D.04/2017
tanggal 21 Desember 2017. Pada tanggal 29 Desember 2017 seluruh saham Perusahaan telah
dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.
6
Page 12
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (LANJUTAN)
c. Entitas Anak
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023, informasi mengenai entitas anak yang
dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan Perusahaan adalah sebagai berikut:
31 MARET 2025
Bidang Tahun Persentase Jumlah
Nama Perusahaan Domisili Usaha Operasi Kepemilikan Sebelum
Utama Komersial Efektif Eliminasi Aset
Budidaya hasil laut,
PT Nuansa Cipta perdagangan umum,
Makasar 2012 99,997% 44.361.469.507
Magello pengangkutan dan
kontraktor
PT Karya Persada
Indramayu Pengolahan rajungan 2014 99,997% 38.602.175.799
Khatulistiwa
31 DESEMBER 2024
Bidang Tahun Persentase Jumlah
Nama Perusahaan Domisili Usaha Operasi Kepemilikan Sebelum
Utama Komersial Efektif Eliminasi Aset
Budidaya hasil laut,
PT Nuansa Cipta perdagangan umum,
Makasar 2012 99,997% 42.011.297.948
Magello pengangkutan dan
kontraktor
PT Karya Persada
Indramayu Pengolahan rajungan 2014 99,997% 35.775.028.134
Khatulistiwa
PT Nuansa Cipta Magello (NCM)
Didirkan berdasarkan Akta No. 17 tanggal 7 Desember 2000 dibuat dihadapan Notaris Hendrik
Jaury S.H, Notaris di Makassar. Berdasarkan Akta No. 109 tanggal 24 Juli 2014 dari Nisa
Rochmasari, S.H., M.Kn., Notaris di Semarang mengenai persetujuan atas penjualan sebagian
saham NCM kepada PT Prima Cakrawala Abadi Tbk, yang telah mendapatkan persetujuan dari
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat keputusan No.
AHU-06661.40.21.TH.2014 tanggal 25 September 2014. Perusahaan memiliki kepemilikan 80%
di NCM.
Berdasarkan Akta No.5 tanggal 11 September 2017 yang dibuat dihadapan Harra Mieltuani
Lubis Sh, Notaris di Kotamadya Daerah Tingkat II Tangerang, yang telah mendapatkan
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0171504 tanggal 14 September 2017,
kepemilikan saham PT Prima Cakrawala Abadi Tbk di NCM berubah menjadi 99,90%.
7
Page 13
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (LANJUTAN)
PT Nuansa Cipta Magello (NCM) (Lanjutan)
Perubahan terakhir dengan Akta No. 11 tanggal 23 Juli 2022 dari Retno Hertiyanti, S.H., M.H.,
Notaris di Semarang, tentang perubahan maksud dan tujuan perseroan sesuai pasal 3 dan
penambahan modal disetor menjadi Rp33.000.000.000 sesuai pasal 4 ayat 2, dengan
mengkonversi sebagian hutang Perseroan sebesar Rp29.560.026.787.
Perubahan tersebut, telah mendapatan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia melalui Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahaan Data Perseroan No.
AHU-0053249.AH.01.02 Tahun 2022 tanggal 29 Juli 2022. Perusahaan memiliki kepemilikan
99,997% di PT Nuansa Cipta Magello.
PT Karya Persada Khatulistiwa (KPK)
Didirikan berdasarkan Akta No.203 tanggal 18 Maret 2014 yang dibuat dihadapan Notaris
Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan. Berdasarkan Akta No.4 tanggal 1 Agustus
2016 yang dibuat dihadapan Abdul Rasyid,S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan, yang telah
mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0071434 tanggal 13 Agustus
2016, kepemilikan saham PT Prima Cakrawala Abadi Tbk di NCM berubah menjadi 99,98%.
Perubahan terakhir berdasarkan Akta No. 10 tanggal 22 Juli 2022 dari Retno Hertiyanti, S.H.,
M.H., Notaris di Semarang, tentang perubahan maksud dan tujuan perseroan sesuai pasal 3 dan
penambahan modal disetor menjadi Rp35.000.000.000 sesuai pasal 4 ayat 2, dengan
mengkonversi sebagian hutang Perseroan sebesar Rp30.000.000.000. Perubahan tersebut, telah
mendapatan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
melalui Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahaan Data Perseroan No. AHU-
0054008.01.02.Tahun 2022 tanggal 2 Agustus 2022. Perusahaan memiliki kepemilikan 99,997%
di PT Karya Persada Khatulistiwa.
d. Komisaris, Direksi, Komite Audit, Sekretaris Perusahaan dan Karyawan
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan tahun 2021 diatur dalam akta Pernyataan
Keputusan Rapat no. 06 tanggal 19 Agustus 2020.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham PT. Prima Cakrawala Abadi Tbk, sesuai Akta no.
07 tanggal 22 Juli 2022, telah dilakukan pengangkatan kembali Direksi dan Dewan Komisaris
untuk periode tahun 2022 - 2027. Dan pada tanggal 8 Desember 2023 dilakukan Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa, sesuai Akta no.17 tanggal 8 Desember 2023, sebagai persetujuan
pengunduran diri bapak Muhammad Reagy Sukmana sebagai komisaris perseroan. Selanjutnya
berdasar Rapat Umum Pemegang Saham Akta no.13 tanggal 25 Juni 2024 telah dilakukan
perubahan susunan dewan komisaris, sehingga Direksi dan Dewan Komisaris yang menjabat
pada tanggal 30 Juni 2024 adalah sebagai berikut:
8
Page 14
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (LANJUTAN)
d. Komisaris, Direksi, Komite Audit, Sekretaris Perusahaan dan Karyawan
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Tn. A. Sunu Widyatmoko
Komisaris Independen : Tn. Ida Bagus Oka Nila
Direksi
Direktur Utama : Tn. Raditya Wardhana
Direktur : Tn. Lim Tony
Direktur : Ny. Titi Indah Susilowati
Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris nomor 003/Kom.PCA/VIII/2022 tanggal 9
Agustus 2022 dilakukan perubahan anggota Komite Audit, sehingga susunan Komite Audit
adalah sebagai berikut :
Komite Audit
Ketua : Tn. Ida Bagus Oka Nila
Anggota : Tn. Djunggu H. Sitorus
Anggota : Tn. Hendra Wardana
Jabatan Sekretaris Perusahaan dirangkap oleh salah satu Direksi Perseroan, yaitu Titi Indah
Susilowati, berdasarkan Surat Pengangkatan Sekretaris Perusahan nomor 045/Dir.PCA/III/2022
tanggal 24 Maret 2022.
e. Otorisasi Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian ini telah diotorisasi untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan,
selaku pihak yang bertanggungjawab atas penyusunan dan penyelesaian laporan keuangan
konsolidasian pada tanggal 22 April 2025.
9
Page 15
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
a. Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
Laporan keuangan konsolidasian ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan SAK di Indonesia
yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan
Akuntansi Indonesia (DSAK- IAI) serta peraturan terkait yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa
Keuangan (OJK), khususnya Peraturan No. VIII.G.7, Lampiran No. Kep-347/BL/2012 tanggal 25
Juni 2012 tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan
Publik”.
b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha (bab 3 poin 09-Kerangka
Konseptual Pelaporan keuangan), dan konsep biaya perolehan
Laporan keuangan disusun berdasarkan PSAK 1 (PSAK 201- referensi baru) , “Penyajian
Laporan Keuangan”.
Laporan keuangan disusun dengan menggunakan dasar akrual (Bab 1 poin 17- Kerangka
Konseptual Pelaporan keuangan), kecuali arus kas. Laporan arus kas disajikan sesuai PSAK 2
(PSAK 207 - referensi baru) : "Laporan Arus Kas", dengan menggunakan metode tidak langsung
(PSAK Nomor 2 poin 18 b) , dengan mengelompokkan penerimaan dan pengeluaran kas dan
setara kas ke dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
Mata Uang Fungsional
Seluruh angka dalam laporan keuangan dibulatkan dan dinyatakan dalam Rupiah (“Rp”) sebagai
mata uang fungsional , kecuali dinyatakan lain.
Lingkungan ekonomi utama di mana entitas beroperasi adalah lingkungan entitas tersebut
utamanya menghasilkan dan mengeluarkan kas. Entitas menpertimbangkan faktor berikut dalam
menentukan mata uang fungsionalnya (PSAK 10/PSAK 221 referensi baru poin 9):
a. yang paling memengaruhi harga jual barang dan jasa (mata uang ini seringkali menjadi mata
uang yang harga jual barang dan jasanya didenominasikan dan diselesaikan) dan dari negara
yang kekuatan persaingan dan peraturannya sebagian besar menentukan harga jual barang
dan jasa entitas.
b. mata uang yang paling memengaruhi biaya tenaga kerja, bahan baku, dan biaya lain dari
pengadaan barang atau jasa (mata uang ini seringkali menjadi mata uang yang mana biaya
tersebut didenominasikan dan diselesaikan)
Faktor-faktor berikut juga dapat memberikan bukti mengenai mata uang fungsionalnya (PSAK
10 poin 10):
a. mata uang yang mana dana dari aktivitas pendanaan dihasilkan (yaitu penerbitan instrumen
utang dan instrumen ekuitas)
b. mata uang yang mana penerimaan dari aktivitas operasi pada umumnya ditahan
Rupiah memenuhi seluruh kriteria di atas sebagai mata uang fungsional
10
Page 16
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian Lanjutan)
Klasifikasi lancar dan tidak lancar
Perusahaan menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan berdasarkan
klasifikasi lancar/tak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:
a. akan direalisasikan, dijual atau dikonsumsi siklus oprasi normal
b. Untuk diperdagangkan, dan
c. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali
yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam
paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
Suatu liabilitas disajikan lancar bila:
a. akan dilunasi dalam siklus operasi normal
b. Untuk diperdagangkan, dan
c. akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
d. tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan
setelah tanggal pelaporan.
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset dan liabilitas tidak lancar.
c. Standar dan Interpretasi Baru serta Amandemen dan Penyesuaian terhadap SAK
Grup telah menerapkan sejumlah amandemen dan penyesuaian standar akuntansi yang relevan
dengan pelaporan keuangan konsolidasian dan efektif untuk tahun periode yang dimulai pada
atau setelah 1 Januari 2024 sebagai berikut:
Amandemen PSAK 201 (sebelumnya dirujuk sebagai PSAK 1): Penyajian Laporan
Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang dan
Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan
Amendemen ini menentukan persyaratan untuk mengklasifikasikan suatu liabilitas sebagai
jangka pendek atau jangka panjang dan menjelaskan: hal yang dimaksud sebagai hak untuk
menangguhkan pelunasan, hak untuk menangguhkan pelunasan harus ada pada akhir periode
pelaporan, klasifikasi tersebut tidak dipengaruhi oleh kemungkinan entitas akan menggunakan
haknya untuk menangguhkan liabilitas, dan hanya jika derivatif melekat pada liabilitas konversi
tersebut adalah suatu instrumen ekuitas, maka syarat dan ketentuan dari suatu liabilitas konversi
tidak akan berdampak pada klasifikasinya.
Selain itu, persyaratan telah diperkenalkan untuk mewajibkan pengungkapan ketika suatu
kewajiban timbul dari pinjaman perjanjian diklasifikasikan sebagai tidak lancar dan hak entitas
untuk menunda penyelesaian bergantung pada kepatuhan terhadap persyaratan di masa depan
dalam waktu dua belas bulan.
11
Page 17
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
c. Standar dan Interpretasi Baru serta Amandemen dan Penyesuaian terhadap SAK
Amendemen PSAK 207 (sebelumnya dirujuk sebagai PSAK 2) dan PSAK 107 (sebelumnya
dirujuk sebagai PSAK 60): Pengaturan Pembiayaan Pemasok
Amendemen PSAK 207 dan PSAK 107 mengklarifikasi karakteristik pengaturan pembiayaan
pemasok dan mensyaratkan pengungkapan tambahan atas pengaturan pembiayaan pemasok
tersebut. Persyaratan pengungkapan dalam amendemen ini dimaksudkan untuk membantu
pengguna laporan keuangan dalam memahami dampak pengaturan pembiayaan pemasok
terhadap liabilitas, arus kas, dan eksposur terhadap risiko likuiditas suatu entitas.
Penerapan PSAK di atas tidak berdampak material terhadap pelaporan keuangan dan
pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasian.
Standar baru yang berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2025,
dengan penerapan dini diperkenankan yaitu:
- PSAK 74: Kontrak Asuransi;
- Amendemen PSAK 74: Kontrak Asuransi tentang Penerapan Awal PSAK 74 dan PSAK 71 -
Informasi Komparatif.
Namun, standar baru tersebut diestimasikan tidak memengaruhi akuntansi laporan keuangan
konsolidasian Grup di masa depan
Berlaku efektif pada atau setelah 1 Januari 2026
PSAK 109, Instrumen Keuangan dan PSAK 107 Instrumen Keuangan Pengungkapan tentang
Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen Keuangan. Amendemen ini menambahkan dan
mengklarifikasi ketentuan dalam PSAK 109 terkait penghentian pengakuan liabilitas keuangan,
serta mengklarifikasi penilaian karakteristik arus kas untuk aset keuangan dengan fitur ESG-
linked, aset keuangan dengan fitur non-recourse, dan instrumen yang terikat secara kontraktual
seperti tranche. Amendemen ini juga mengubah ketentuan dalam PSAK 107 terkait persyaratan
pengungkapan investasi pada instrumen ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain dan menambah ketentuan terkait instrumen keuangan dengan
persyaratan kontraktual yang mengubah waktu atau jumlah arus kas kontraktual.
Hingga tanggal laporan keuangan ini diotorisasi, Grup masih melakukan evaluasi atas dampak
potensial dari penerapan standar baru, amandemen standar, dan interpretasi standar tersebut.
Mulai 1 Januari 2024, referensi terhadap masing masing PSAK dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan telah diubah sesuai dengan penerbitan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, namun tidak mengubah materi dan tidak berdampak pada
akuntansi laporan keuangan konsolidasian
12
Page 18
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
d. Prinsip-prinsip Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan, selaku entitas induk
dan entitas anak, sebagai suatu entitas ekonomi tunggal. Entitas anak adalah entitas yang
dikendalikan oleh Grup dan pengendalian tersebut timbul ketika Grup terekspos atau memiliki
hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan entitas anak dan memiliki kemampuan
untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas entitas anak. Dengan
demikian, investor mengendalikan investee jika dan hanya jika investor memiliki seluruh hal
berikut ini (PSAK 65 poin 7):
a. kekuasaan atas investee, yaitu hak yang ada saat ini yang memberi investor kemampuan kini
untuk mengarahkan aktivitas relevan dari investee;
b. eksposur atau hak atas timbal balik hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee , dan
c. Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk memengaruhi jumlah
imbal hasil.
Konsolidasi atas entitas-entitas anak dimulai sejak Entitas dan Entitas Anak memperoleh
pengendalian atas entitas anak dan berhenti pada saat Entitas dan Entitas Anak kehilangan
pengendalian atas Entitas dan Entitas Anak (PSAK 68 poin 20). Aset, liabilitas, penghasilan,dan
beban dari Entitas Anak yang diakuisisi pada tahun tertentu disertakan dalam laporan keuangan
konsolidasian sejak tanggal Entitas dan Entitas Anak memperoleh kendali sampai tanggal
Entitas dan Entitas Anak tidak lagi mengendalikan entitas anak tersebut.
Entitas dan Entitas Anak menilai kembali apakah mereka mengendalikan investee bila fakta dan
keadaan mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu/ lebih dari ketiga elemen dari
pengendalian (PSAK 68 poin 8).
Jika terdapat perubahan dalam bagaimana kekuasaan atas investee dapat dilaksanakan, maka
perubahan tersebut harus tercermin dalam bagaimana investor menilai kekuasaan atas investee.
Contoh, perubahan hak pengambilan keputusan berarti aktivitas relevan tidak lagi diarahkan
melalui hak suara, melainkan berdasarkan perjanjian lain, seperti kontrak, yang memberikan
pihak lain kemampuan mengarahkan aktivitas relevan
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk terhadap entitas anak yang tidak
mengakibatkan hilangnya pengendalian, dicatat sebagai transaksi ekuitas (PSAK 68 poin 23).
Bila kehilangan pengendalian atas suatu entitas anak, maka Entitas dan Entitas anak
menghentikan pengakuan atas aset (termasuk goodwill), liabilitas dan komponen lain dari
ekuitas terkait, sementara rugi atau laba yang dihasilkan diakui pada laba rugi. Bagian dari
investasi yang tersisa diakui pada nilai wajar.
Jika Grup kehilangan pengendalian atas Entitas Anak maka Grup:
a. menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas Entitas Anak;
b. menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap kepentingan nonpengendali;
c. menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas, bila ada;
d. mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima;
e. mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya;
f. mengakui perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain ; dan
g. mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan dan kerugian yang telah diakui
sebelumnya dalam penghasilan komprehensif lain.
13
Page 19
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
d. Prinsip-prinsip Konsolidasi (Lanjutan)
Kepentingan Non Pengendali
Entitas induk menyajikan kepentingan non pengendali di ekuitas dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian, terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk (PSAK 68 poin 22)
Seluruh laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada
pemilik entitas induk dan pada kepentingan non-pengendali (“KNP”), walaupun hal ini akan
menyebabkan saldo KNP yang defisit. Bila dipandang perlu, penyesuaian dilakukan terhadap
laporan keuangan entitas anak untuk diselaraskan dengan kebijakan akuntansi Entitas dan
Entitas Anak (PSAK 68 poin PP94).
Ketika proporsi ekuitas yang dimiliki oleh kepentingan non pengendali berubah, entitas
menyesuaikan jumlah tercatat kepentingan pengendali dan kepentingan non pengendali untuk
mencerminkan perubahan kepemilikan relatifnya dalam entitas anak. Entitas tersebut mengakui
secara langsung dalam ekuitas setiap perbedaan antara jumlah tercatat kepentingan non
pengendali yang disesuaikan dengan nilai wajar imbalan yang dibayar atau diterima, dan
mengatribusikannya kepada pemilik entitas induk (PSAK 68 poin PP 96).
KNP mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset bersih dari Entitas anak yang tidak dapat
diatribusikan, secara langsung maupun tidak langsung, pada Perusahaan, yang masing-masing
disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan dalam
ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
Prosedur Konsolidasi (PSAK 68 poin PP86)
PP 86. Laporan Konsolidasian :
a. menggabungkan aset, liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban, dan arus kas sejenis dari entitas
induk dengan entitas anaknya;
b. menghapus (mengeliminasi) jumlah tercatat dari investasi entitas induk di setiap entitas
anak dan bagian entitas induk pada ekuitas setiap entitas anak (PSAK 22: Kombinasi Bisnis
menjelaskan bagaimana menghitung setiap goodwill terkait);
c. mengeliminasi secara penuh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban, dan arus kas
dalam intra kelompok usaha terkait dengan transaksi antar entitas dalam kelompok usaha
(laba atau rugi yang timbul dari transaksi dalam kelompok usaha yang diakui dalam aset,
seperti persediaan dan aset tetap, dieliminasi seluruhnya). Kerugian dalam kelompok usaha
mengindikasikan adanya penurunan nilai yang mensyaratkan pengakuan dalam laporan
keuangan konsolidasian. PSAK 46: Pajak Penghasilan diterapkan untuk perbedaan temporer
sebagai akibat penghapusan laba dan rugi yang timbul dari transaksi dalam kelompok usaha.
14
Page 20
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
e. Kombinasi Bisnis
Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Aset teridentifikasi yang
diperoleh dan liabilitas yang diambil alih pada awalnya diukur sebesar nilai wajar pada tanggal
akuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, Grup memilih untuk mengukur KNP pada entitas yang
diakuisisi pada tanggal akuisisi, yang menyajikan bagian kepemilikan dan memberikan hak atas
bagian proporsional dari aset neto entitas dalam hal terjadi likuidasi, sebesar bagian
proporsional kepemilikan KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari pihak diakuisisi. Biaya-
biaya terkait akuisisi yang timbul diakui sebagai beban pada periode saat biaya tersebut terjadi
dan jasa diterima.
Selisih lebih atas jumlah dari nilai wajar imbalan yang dialihkan dalam kombinasi bisnis,
jumlah KNP pada pihak yang diakuisisi, dan nilai wajar dari kepentingan ekuitas yang
sebelumnya dimiliki oleh Grup pada pihak yang diakuisisi (jika ada), terhadap nilai wajar neto
dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih dicatat sebagai goodwill.
Apabila nilai wajar neto tersebut melebihi jumlah yang disebutkan pada bagian awal di atas,
selisih tersebut diakui sebagai keuntungan pembelian dengan diskon dalam laba rugi pada
tanggal akuisisi.
Goodwill pada awalnya diukur sebesar biaya perolehan. Setelah pengakuan awal, goodwill
diukur pada biaya perolehan dikurangi akumulasi kerugian penurunan nilai.
Untuk tujuan uji penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak
tanggal akuisisi, dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil Kas (UPK) dari Grup yang
diharapkan akan menerima manfaat dari sinergi kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset
atau liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi dialokasikan ke UPK tersebut.
Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Aset teridentifikasi yang
diperoleh dan liabilitas yang diambil alih pada awalnya diukur sebesar nilai wajar pada tanggal
akuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, Grup memilih untuk mengukur KNP pada entitas yang
diakuisisi pada tanggal akuisisi, yang menyajikan bagian kepemilikan dan memberikan hak atas
bagian proporsional dari aset neto entitas dalam hal terjadi likuidasi, sebesar bagian
proporsional kepemilikan KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari pihak diakuisisi. Biaya-
biaya terkait akuisisi yang timbul diakui sebagai beban pada periode saat biaya tersebut terjadi
dan jasa diterima.
Selisih lebih atas jumlah dari nilai wajar imbalan yang dialihkan dalam kombinasi bisnis,
jumlah KNP pada pihak yang diakuisisi, dan nilai wajar dari kepentingan ekuitas yang
sebelumnya dimiliki oleh Grup pada pihak yang diakuisisi (jika ada), terhadap nilai wajar neto
dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih dicatat sebagai goodwill.
Apabila nilai wajar neto tersebut melebihi jumlah yang disebutkan pada bagian awal di atas,
selisih tersebut diakui sebagai keuntungan pembelian dengan diskon dalam laba rugi pada
tanggal akuisisi.
Goodwill pada awalnya diukur sebesar biaya perolehan. Setelah pengakuan awal, goodwill
diukur pada biaya perolehan dikurangi akumulasi kerugian penurunan nilai.
Untuk tujuan uji penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak
tanggal akuisisi, dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil Kas (UPK) dari Grup yang
diharapkan akan menerima manfaat dari sinergi kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset
atau liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi dialokasikan ke UPK tersebut.
15
Page 21
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
e. Kombinasi Bisnis (Lanjutan)
UPK yang telah memperoleh alokasi goodwill diuji untuk penurunan nilai secara tahunan dan
setiap saat manakala terdapat indikasi bahwa UPK tersebut mengalami penurunan nilai.
Penurunan nilai atas goodwill ditentukan dengan menguji jumlah terpulihkan setiap UPK (atau
kelompok UPK) yang terkait dengan goodwill tersebut.
f. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Sesuai dengan PSAK No. 7 (Penyesuaian 2015), “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”, suatu
pihak dianggap berelasi jika salah satu pihak memiliki kemampuan untuk mengendalikan
(dengan cara kepemilikan, secara langsung atau tidak langsung) atau mempunyai pengaruh
signifikan (dengan cara partisipasi dalam kebijakan keuangan dan operasional) atas pihak lain
dalam mengambil keputusan keuangan dan operasional.
Seluruh transaksi dan saldo signifikan dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan
atas Laporan Keuangan Konsolidasian.
Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi sebagaimana didefinisikan di
dalam PSAK No. 7 (Penyesuaian 2015): “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”. Berdasarkan
PSAK tersebut,
1. Orang atau anggota keluarga terdekatnya dikatakan memiliki relasi dengan Grup jika orang
tersebut:
a. memiliki pengendalian ataupun pengendalian bersama terhadap Grup;
b. memiliki pengaruh signifikan terhadap Grup; atau
c. merupakan personil manajemen kunci dari Grup ataupun entitas induk dari Grup.
f. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi (Lanjutan)
2. Suatu entitas dikatakan memiliki relasi dengan Grup jika memenuhi salah satu dari hal
berikut ini: (i) entitas dan Grup adalah anggota dari kelompok usaha yang sama;
a. entitas tersebut merupakan entitas asosiasi atau ventura bersama dari Grup (atau entitas
asosiasi atau ventura bersama tersebut merupakan anggota suatu kelompok usaha di
mana Grup adalah anggota dari kelompok usaha tersebut);
b. entitas tersebut dan Grup adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
c. entitas yang merupakan ventura bersama dari Grup dan entitas lain yang merupakan
asosiasi dari Grup;
d. entitas yang merupakan suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari
Grup atau entitas yang terkait dengan Grup;
e. entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi
dalam angka (1) di atas;
f. orang yang diidentifikasi dalam angka (1) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas
atau merupakan personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas);
g. entitas, atau anggota dari kelompok di mana entitas merupakan bagian dari kelompok
tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada Grup atau kepada entitas
induk dari Grup;
Seluruh transaksi dan saldo signifikan dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian.
16
Page 22
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
g. Instrumen Keuangan
Efektif 1 Januari 2020, PSAK No. 71, Instrumen Keuangan, yang menggantikan PSAK No. 55,
Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, mengenai pengaturan instrumen keuangan
terkait klasifikasi dan pengukuran, penurunan nilai atas instrumen keuangan dan akuntansi
lindung nilai.
Klasifikasi :
a. Aset Keuangan
Entitas mengklasifikasikan aset keuangan sehingga setelah pengakuan awal aset keuangan
diukur pada : biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain,
atau nilai wajar melalui laba rugi dengan menggunakan dua dasar (PSAK 71 poin 4.1.1), yaitu :
a. model bisnis entitas dalam mengelola aset keuangan, dan
b. karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan.
Klasifikasi aset keuangan didasarkan pada bisnis model dan arus kas kontraktual - apakah
semata dari pembayaran pokok dan bunga (SPPI).
Pengujian SPPI
Sebagai langkah pertama dari proses klasifikasi, Entitas dan Entitas Anak menilai persyaratan
kontraktual keuangan untuk mengidentifikasi apakah mereka memenuhi pengujian SPPI.
Nilai pokok untuk tujuan pengujian itu didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan pada
pengakuan awal dan dapat berubah selama umur aset keuangan (misalnya, jika ada pembayaran
pokok atau amortisasi premi/diskonto).
Elemen bunga yang paling signifikan dalam perjanjian biasanya adalah pertimbangan atas nilai
waktu dari uang dan risiko kredit. Untuk membuat penilaian SPPI, Entitas dan Entitas Anak
menerapkan pertimbangan dan memperhatikan faktor-faktor yang relevan seperti mata uang di
mana aset keuangan didenominasikan dan periode pada saat suku bunga ditetapkan.
Aset keuangan Perusahaan terdiri dari kas di tangan dan bank; piutang usaha; dan piutang lain-
lain yang diukur berdasar biaya perolehan "tanpa" amortisasi mengingat tidak ada objek yang
diamortisasi, dan investasi saham (reksadana) yang diukur berdasar nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain.
b. Liabilitas keuangan
Entitas mengklasifikasikan liabilitas keuangan sehingga setelah pengakuan awal aset keuangan
diukur pada biaya perolehan diamortisasi kecuali (a) nilai wajar melalui laba rugi (PSAK 71
poin 4.2.1)
Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.
Liabilitas keuangan Perusahaan diukur pada biaya perolehan "tanpa" diamortisasi (mengingat
tidak ada objek yang diamortisasi) yang terdiri atas utang usaha, beban akrual, dan utang lain-
lain
17
Page 23
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
g. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
Pengukuran
a. Aset Keuangan
Pengukuran awal
Kecuali untuk piutang dagang , pada saat pengakuan awal, entitas mengukur aset keuangan atau
liabilitas keuangan pada nilai wajar ditambah atau dikurangi, biaya transaksi yang terkait
langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan atau liabilitas keuangan, dalam hal
aset keuangan dan liabilitas keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laba
rugi.(PSAK 71 poin 5.1.1)
Pengukuran Selanjutnya
Setelah pengakuan awal, entitas mengukur aset keuangan pada (PSAK 71 poin 5.2.1) :
- biaya perolehan diamortisasi;
- nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain; dan
- nilai wajar melalui laba rugi
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi
(PSAK 71 poin 4.1.2) :
- Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan
mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
- persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu
yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang
Aset keuangan Perusahaan terdiri dari kas di tangan dan bank; piutang usaha; dan piutang lain-
lain yang diukur berdasar biaya perolehan "tanpa" amortisasi mengingat tidak ada objek yang
diamortisasi
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi
(PSAK 71 poin 4.1.2) :
- aset keuangan dikelola dalam bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
dalam rangka untuk mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan, dan
- persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu
yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi kecuali aset keuangan tersebut diukur
pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
(PSAK 71 poin 4.1.4)
Investasi pada instrumen ekuitas, saat pengakuan awal, entitas dapat membuat pilihan yang tak
terbatalkan untuk menyajikan dalam penghasilan komprehensif lain perubahan selanjutnya pada
nilai wajar investasi dalam instrumen ekuitas dan bukan merupakan instrumen ekuitas dimiliki
untuk diperdagangkan maupun imbalan kontingensi yang diakui oleh pihak pengakuisisi dalam
kombinasi bisnis
Investasi saham (reksadana) yang diukur berdasar nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
lain.
18
Page 24
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
g. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
b. Liabilitas Keuangan
Entitas mengklasifikasikan seluruh liabilitas keuangan sehingga setelah pengakuan awal
liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, kecuali (PSAK 71 poin 4.2.1):
- liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas dimaksud, termasuk
derivatif yang merupakan liabilitas, selanjutnya akan diukur pada nilai wajar
- liabilitas keuangan yang timbul ketika pengalihan aset keuangan yang tidak memenuhi
kualifikasi penghentian pengakuan.
- kontrak jaminan keuangan. Setelah pengakuan awal, penerbit kontrak selanjutnya
mengukur kontrak tersebut jumlah yang lebih tinggi antara:
a. jumlah penyisihan kerugian yang ditentukan, dan
b. jumlah yang pertama kali diakui dikurangi dengan, jika sesuai, jumlah kumulatif
dari penghasilan yang diakui sesuai dengan prinsip PSAK 72: Pendapatan dari
kontrak dengan pelanggan.
- imbalan kontinjensi yang diakui oleh pihak pengakuisisi dalam kombinasi ketika PSAK
22: Kombinasi bisnis diterapkan. Imbalan kontinjensi selanjutnya diukur pada nilai
wajar dan selisihnya diakui dalam laba rugi.
Saat pengakuan awal, Entitas membuat penetapan yang takterbatalkan untuk mengukur liabilitas
keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi jika menghasilkan informasi yang lebih relevan, jika
(PSAK 71 Poin 4.2.2) :
- mengeliminasi inkonsistensi pengukuran atau pengakuan yang dapat timbul dari
pengukuran aset atau liabilitas atau pengakuan keuntungan dan kerugian atas aset atau
liabilitas dengan dasar yang berbeda-beda;
- aset dan liabilitas dikelola dan kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai wajar, sesuai
manajemen risiko atau strategi investasi yang terdokumentasi
Seluruh liabiltas keuangan yang dimiliki Perusahaan : utang usaha, akrual, dan utang lain-lain
diukur berdasarkan harga perolehan "tanpa" amortisasi mengingat tidak ada objek yang harus
diamortisasi.
h. Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap tanggal pelaporan, entitas mengukur penyisihan kerugian instrumen keuangan
sejumlah kerugian ekspektasian sepanjang umurnya, jika risiko kredit atas instrumen keuangan
tersebut telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal (PSAK 71 poin 5.5.3)
Jika pada tanggal pelaporan, risiko kredit atas instrumen keuangan tidak meningkat secara
signifikan sejak pengakuan awal, entitas mengukur penyisihan kerugian untuk instrumen
keuangan tersebut sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan (PSAK 71 poin 5.5.5.)
Jika dalam periode pelaporan sebelumnya entitas telah mengukur penyisihan kerugian untuk
instrumen keuangan sejumlah kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya, tetapi pada
tanggal pelaporan periode kini ditentukan bahwa persyaratan tidak lagi terpenuhi, maka entitas
mengukur penyisihan kerugian sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan pada tanggal
pelaporan periode kini (PSAK 71 poin 5.5.7)
19
Page 25
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
h. Penurunan Nilai Aset Keuangan (Lanjutan)
Menentukan peningkatan risiko kredit signifikan
Jika informasi bersifat perkiraan masa depan yang wajar dan terdukung tersedia tanpa biaya atau
upaya berlebihan, entitas tidak hanya bergantung pada informasi tunggakan dalam menentukan
apakah risiko kredit telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Terdapat praduga
bahwa risiko kredit suatu aset keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal
ketika pembayaran kontraktual tertunggak lebih dari 30 hari (PSAK 71 poin 5.5.11)
Pendekatan yang disederhanakan
Entitas selalu mengukur penyisihan kerugian sejumlah kerugian kredit ekspektasian sepanjang
umurnya untuk (PSAK 71 poin 5.15) :
- piutang dagang, dan
- piutang sewa
Perusahaan telah membentuk penyisihan penurunan nilai atas piutang usaha, piutang lain-lain,
dan investasi jangka pendek dengan menggunakan pendekatan yang disederhanakan.
Untuk aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan
Aset keuangan yang berjangka pendek, dicatat pada biaya perolehan. Apabila terdapat bukti
objektif terjadinya penurunan nilai atas aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan (seperti
menurunnya secara signifikan lingkungan usaha, kemungkinan besar terjadinya gagal bayar atau
kesulitan keuangan yang dihadapi oleh pelanggan), maka kerugian penurunan nilai atas aset
keuangan tersebut diukur berdasarkan selisih antara jumlah tercatat aset keuangan dengan nilai
kini dari estimasi arus kas masa depan yang didiskontokan dengan tingkat imbal hasil yang
berlaku di pasar untuk aset keuangan serupa. Kerugian penurunan nilai tersebut tidak dapat
dibalik.
i. Kas dan setara kas dan bank yang dibatasi
Kas dan setara kas terdiri dari kas tunai, bank, dan setara kas yang tidak digunakan sebagai
jaminan atas pinjaman, serta tidak dibatasi penggunaannya.
Setara kas dimiliki untuk tujuan memenuhi komitmen kas jangka pendek, bukan untuk investasi
atau tujuan lain. Untuk memenuhi kualifikasi sebagai setara kas, suatu investasi harus segera
dapat dikonversikan menjadi kas dalam jumlah yang dapat ditentukan dan memiliki risiko
perubahan nilai yang tidak signifikan. Oleh karena itu, suatu investasi umumnya memenuhi
kualifikasi sebagai setara kas hanya jika akan segera jatuh tempo dalam waktu, sebagai contoh,
tiga bulan atau kurang sejak tanggal perolehannya. Investasi dalam bentuk ekuitas tidak
termasuk setara kas, kecuali substansi investasi dalam bentuk ekuitas tersebut adalah setara kas.
(PSAK 2/PSAK 207 referensi baru poin 7)
Pinjaman bank (jika ada) umumnya dipertimbangkan sebagai aktivitas pendanaan. Akan tetapi,
di beberapa negara, cerukan (bank overdraft) yang dibayarkan lagi berdasarkan permintaan
merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pengelolaan kas entitas. Dalam keadaan tersebut,
cerukan termasuk komponen kas dan setara kas. Karakterisitik dari pengaturan perbankan
tersebut mengakibatkan saldo bank sering berfluktuasi dari saldo positif menjadi negatif
(overdrawn). (PSAK 2 Poin 8)
Bank yang dibatasi penggunaannya (jika ada) merupakan saldo kas di bank yang digunakan
sebagai jaminan serta dibatasi penggunaannya.
20
Page 26
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
j. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi
neto. Biaya perolehan persediaan meliputi seluruh biaya yang timbul sampai persediaan berada
dalam kondisi dan lokasi saat ini di mana ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang
(weighted average method). Nilai realisasi neto adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan
usaha normal dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk
melaksanakan penjualan.
Ketika persediaan dijual, jumlah tercatat persediaan tersebut diakui sebagai beban pada tahun di
mana pendapatan terkait diakui.
Penyisihan penurunan nilai persediaan karena keusangan, kerusakan, kehilangan dan
lambatnya perputaran ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan masing-masing
persediaan untuk mencerminkan nilai realisasi neto pada akhir tahun. Nilai penyisihan
penurunan nilai persediaan ke nilai realisasi neto dan seluruh kerugian persediaan diakui
sebagai beban pada periode penurunan nilai atau kerugian terjadi.
k. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan
menggunakan metode garis lurus.
l. Aset Tetap
Pada saat pengakuan awal, aset tetap diukur pada biaya perolehan yang meliputi harga
pembelian, biaya pinjaman dan biaya lainnya yang dapat di distribusikan secara langsung untuk
membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diperlukan. Setelah pengakuan awal, Grup
menggunakan model biaya di mana seluruh aset tetap diukur sebesar biaya perolehan dikurangi
akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai (jika ada) - PSAK (PSAK
16/PSAK 216 referensi baru - poin 30)
Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset yang
terpisah, mana yang lebih tepat, apabila kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan
berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Grup dan biaya tersebut dapat diukur secara
andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti tidak diakui selama tahun berjalan pada saat
terjadinya. Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laba rugi.
Penyusutan aset dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud
penggunaannya (PSAK 16 poin 55) dan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus
berdasarkan estimasi umur manfaat ekonomis.
Keterangan Tahun
Bangunan 20
Peralatan kantor 4
Peralatan pabrik 4-8
Kendaraan 4-8
Tanah dinyatakan sebesar harga perolehan dan tidak disusutkan
Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan
pengaruh dari setiap perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif.
21
Page 27
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
l. Aset Tetap (Lanjutan)
Suatu aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak ada manfaat
ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang
timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil
pelepasan dan jumlah tercatat dari aset tetap) diakui dalam laba rugi pada tahun aset tersebut
dihentikan pengakuannya.
m. Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Aset yang diamortisasi diuji untuk penurunan nilai apabila terdapat peristiwa atau perubahan
keadaan yang mengindikasikan bahwa jumlah tercatat aset tidak dapat diperoleh kembali.
Penurunan nilai diakui untuk jumlah di mana jumlah tercatat aset melebihi jumlah
terpulihkannya. Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset
dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakai. Untuk tujuan pengujian terhadap penurunan
nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang dapat teridentifikasi dalam menghasilkan
arus kas terpisah (Unit Penghasil Kas atau UPK). Aset nonkeuangan yang mengalami penurunan
nilai kemudian ditelaah untuk kemungkinan pembalikan atas penurunan nilai pada tiap tanggal
pelaporan.
n. Pinjaman
Pada saat pengakuan awal, pinjaman diakui sebesar nilai wajar, dikurangi dengan biaya-biaya
transaksi yang terjadi. Selanjutnya, pinjaman diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi;
selisih antara penerimaan (dikurangi biaya transaksi) dan nilai pelunasan dicatat pada laba rugi
selama periode pinjaman dengan menggunakan metode bunga efektif.
Biaya yang dibayar untuk memperoleh fasilitas pinjaman diakui sebagai biaya transaksi
pinjaman sepanjang besar kemungkinan sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik. Dalam hal
ini, biaya memperoleh pinjaman ditangguhkan sampai penarikan pinjaman terjadi. Sepanjang
tidak terdapat bukti bahwa besar kemungkinan sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik, biaya
memperoleh pinjaman dikapitalisasi sebagai pembayaran dimuka untuk jasa likuiditas dan
diamortisasi selama periode fasilitas yang terkait.
o. Transaksi Sewa
Mulai tanggal 1 Januari 2020, PSAK No. 73 wajib diterapkan, yang mensyaratkan pengakuan
liabilitas sewa sehubungan dengan sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai sewa
operasi. Kebijakan ini berlaku untuk kontrak yang disepakati atau berubah, pada atau setelah 1
Januari 2020.
Pada tanggal permulaan kontrak, Perusahaan menilai apakah kontrak merupakan, atau
mengandung sewa. Suatu kontrak merupakan, atau mengandung sewa jika kontrak tersebut
memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset selama jangka waktu tertentu untuk
dipertukarkan dengan imbalan (PSAK 73/PSAK 116 referensi baru - poin 9)
22
Page 28
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
o. Transaksi Sewa (Lanjutan)
Perusahaan merupakan pihak penyewa
Perusahaan (jika) menyewa aset tetap tertentu dengan mengakui aset hak-guna dan liabilitas
sewa (PSAK 73 poin 22). Aset hak-guna diakui sebesar biaya perolehan, dikurangi dengan
akumulasi penyusutan dan penurunan nilai (PSAK 73 poin 30). Aset hakguna disusutkan selama
jangka waktu yang lebih pendek antara umur manfaat aset hak-guna atau masa sewa. Aset hak-
guna disajikan sebagai bagian dari “Aset tetap”.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar (PSAK 73 poin 26).
Setiap pembayaran sewa dialokasikan antara porsi pelunasan liabilitas dan biaya keuangan.
Liabilitas sewa, disajikan sebagai liabilitas jangka panjang kecuali untuk bagian yang jatuh
tempo dalam waktu 12 bulan atau kurang yang disajikan sebagai liabilitas jangka pendek. Unsur
bunga dalam biaya keuangan dibebankan ke laba rugi selama masa sewa yang menghasilkan
tingkat suku bunga konstan atas saldo liabilitas.
Perusahaan tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk: - sewa jangka-pendek yang
memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang; atau - sewa yang asetnya bernilai rendah.
Pembayaran yang dilakukan untuk sewa tersebut dibebankan ke laba rugi dengan dasar garis
lurus selama masa sewa.
Perusahaan menyewa tanah dan mess dengan periode sewa 1 (satu) tahun yang diakui sebagai
sewa dibayar di muka dengan pembebanan secara garis lurus.
Perusahaan merupakan pihak pesewa (jika ada)
Sebagai pihak pemberi sewa, Perusahaan mengklasifikasi masing-masing sewanya baik sebagai
sewa operasi atau sewa pembiayaan (PSAK 73 poin 61)
Apakah suatu sewa merupakan sewa pembiayaan atau sewa operasi bergantung pada substansi
transaksi daripada bentuk kontraknya. Contoh situasi yang secara individual atau gabungan yang
pada umumnya akan menyebabkan sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan adalah
(PSAK 73 poin 63):
1. sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada penyewa pada akhir masa sewa;
2. penyewa memiliki opsi untuk membeli aset pendasar pada harga yang diperkirakan cukup
rendah dari nilai wajar pada tanggal opsi tersebut mulai dapat dieksekusi sehingga menjadi
cukup pasti, pada tanggal insepsi, bahwa opsi tersebut akan dieksekusi;
3. masa sewa adalah sebagian besar umur ekonomik dari aset pendasar meski hak kepemilikan
tidak dialihkan;
4. pada tanggal insepsi, nilai sekarang dari pembayaran sewa setidaknya mencakup secara
substansial seluruh nilai wajar aset pendasar; dan
5. aset pendasar bersifat khusus sehingga hanya penyewa yang dapat menggunakannya tanpa
modifikasi signifikan.
23
Page 29
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
o. Transaksi Sewa (Lanjutan)
Indikator situasi yang secara individual atau gabungan juga dapat menyebabkan sewa
diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan adalah (PSAK 73 poin 64):
1. jika penyewa dapat membatalkan sewa, maka kerugian pesewa yang terkait dengan
pembatalan tersebut ditanggung oleh penyewa;
2. keuntungan atau kerugian dari fluktuasi nilai wajar residual terutang pada penyewa (sebagai
contoh, dalam bentuk potongan harga rental yang sama dengan sebagian besar hasil
penjualan pada akhir sewa); dan
3. penyewa memiliki kemampuan untuk melanjutkan sewa untuk periode kedua pada harga
rental yang secara substansial lebih rendah daripada rental pasar.
Sewa Operasi - sebagai lessee
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara
substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Dengan demikian,
pembayaran sewa operasi diakui sebagai beban dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian dengan dasar garis lurus (straight-line basis) selama masa sewa.
p. Liabilitas Imbalan Pascakerja
Grup menerapkan PSAK No. 24 (Penyesuaian 2015): “Imbalan Kerja”, dalam mengakui
liabilitas imbalan pascakerja kepada karyawan sesuai dengan ketentuan minimum di dalam
Undang-Undang No. 13/2003 tentang “Ketenagakerjaan”. Perhitungan liabilitas imbalan
pascakerja tersebut didasarkan pada metode aktuarial Projected Unit Credit setelah
memperhitungkan kontribusi yang dibuat oleh Grup terkait dengan program (jika ada).
Jumlah yang diakui sebagai liabilitas imbalan pascakerja pada laporan posisi keuangan
konsolidasian merupakan nilai kini liabilitas imbalan pasti serta penyesuaian atas biaya jasa
lalu. Grup mengakui seluruh keuntungan atau kerugian aktuarial melalui penghasilan
komprehensif lain.
q. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan diukur pada nilai wajar dari imbalan yang diterima atau piutang atas penjualan
barang dari aktivitas normal Grup. Pendapatan disajikan setelah dikurangi pajak pertambahan
nilai, retur, potongan harga dan diskon. Pendapatan diakui apabila besar kemungkinan manfaat
ekonomi akan mengalir kepada Grup dan pendapatan tersebut dapat diukur secara andal.
Kriteria pengakuan tertentu berikut harus dipenuhi sebelum pengakuan pendapatan diakui:
I. Penjualan barang dagang
Pendapatan dari penjualan barang diakui pada saat risiko dan manfaat kepemilikan secara
signifikan telah dialihkan kepada pelanggan. Hal ini biasanya terjadi pada saat barang
diserahkan dan pelanggan telah menerima barang tersebut.
II. Penghasilan bunga
Pendapatan bunga diakui atas dasar proporsi waktu dengan menggunakan metode suku
bunga efektif.
24
Page 30
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
q. Pengakuan Pendapatan dan Beban (Lanjutan)
Sejak 1 Januari 2020, Perusaan telah menerapkan PSAK 72/PSAK 115 referensi baru yang
membutuhkan pengakuan pendapatan untuk memenuhi 5 langkah penilaian:
1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan adalah janji
dalam kontrak untuk mentransfer barang atau jasa yang berbeda kepada pelanggan.
3. Tentukan harga transaksi. Harga transaksi adalah jumlah imbalan yang diharapkan menjadi
hak Perusahaan sebagai imbalan untuk mentransfer barang atau jasa yang dijanjikan kepada
pelanggan. Jika yang dijanjikan dalam kontrak mencakup jumlah variabel, Perusahaan
memperkirakan jumlah imbalan yang diharapkan sebagai imbalan atas pengalihan barang
atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan dikurangi perkiraan jumlah jaminan tingkat
layanan yang akan dibayarkan selama masa kontrak.
4. Alokasikan harga transaksi untuk setiap kewajiban pelaksanaan atas dasar harga jual berdiri
sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak. Jika hal
ini tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diestimasi
berdasarkan biaya ekspektasian ditambah marjin.
5. Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan dipenuhi dengan mentransfer barang
atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan (yaitu ketika pelanggan memperoleh kendali
atas barang atau jasa tersebut).
Identifikasi kontrak dengan pelanggan
(PSAK 72 poin 9) Entittas mencatat kontrak dengan pelanggan dalam ruang lingkup pernyataan
ini jika seluruh kriteria berikut terpenuhi:
1. para pihak dengan kontrak telah menyetujui kontrak (secara tertulis, lisan atau sesuai
dengan praktik bisnis pada umumnya) dan berkomitmen untuk melaksanakan kewajiban
mereka masing-masing;
2. entitas dapat mengidentifikasi hak setiap pihak mengenai barang atau jasa yang akan
dialihkan;
3. entitas dapat mengidentifikasi jangka waktu pembayaran barang atau jasa yang akan
dialihkan;
4. kontrak memiliki substansi komersial yaitu risikio, waktu atau jumlah arus kas masa depan
entitas diperkirakan berubah sebagai akibat dari kontrak; dan
5. kemungkinan besar (probable) entitas akan menagih imbalan yang akan menjadi haknya
dalam pertukaran barang atau jasa yang akan dialihkan ke pelanggan. Dalam mengevaluasi
apakah kolektibilitas dari jumlah imbalan kemungkinan besar terjadi, entitas hanya
mempertimbangkan kemampuan dan intensi pelanggan untuk membayar jumlah imbalan
ketika jatuh tempo. Jumlah imbalan yang akan menjadi hak entitas mungkin lebih kecil dari
harga yang tercatat dalam kontrak jika imbalan bersifat variabel karena entitas dapat
menawarkan suatu konsesi harga kepada pelanggan.
Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dalam kondisi sebagai berikut:
1. pada waktu tertentu (biasanya untuk janji dalam memindahkan barang ke pelanggan); atau
2. Sepanjang waktu (biasanya untuk janji dalam memberikan layanan pada pelanggan). Untuk
kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu, Perusahaan memilih ukuran
kemajuan yang sesuai untuk menentukan jumlah pendapatan yang harus diakui ketika
kewajiban pelaksanaan dipenuhi.
25
Page 31
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
q. Pengakuan Pendapatan dan Beban (Lanjutan)
Pendapatan dari penjualan rajungan merupakan kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi dalam
kondisi waktu tertentu
Identifikasi jangka waktu pembayaran barang atau jasa yang akan dialihkan
Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui setelah imbalan
yang dibayarkan oleh pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi.
Liabilitas kontrak diakui setelah imbalan yang dibayarkan oleh pelanggan lebih dari saldo
kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi.
Beban diakui pada saat terjadinya (basis akrual).
r. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Transaksi dalam mata uang asing dicatat ke dalam mata uang fungsional (Rupiah) berdasarkan
kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal laporan posisi keuangan
konsolidasian, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing disajikan ke dalam mata uang
Rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut. Laba atau
rugi kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada usaha tahun berjalan.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 , nilai tukar Rupiah untuk masing-masing
mata uang asing 1 Dolar Amerika Serikat masing-masing sebesar Rp 16.588,- dan Rp 16.162,-
s. Provisi
Provisi diakui ketika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun konstruktif)
sebagai akibat peristiwa masa lalu, kemungkinan besar Grup diharuskan menyelesaikan
liabilitas dan estimasi andal mengenai jumlah liabilitas tersebut dapat dibuat.
Jumlah yang diakui sebagai provisi merupakan estimasi terbaik dari pertimbangan yang
diperlukan untuk menyelesaikan liabilitas kini pada akhir periode pelaporan, dengan
mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian yang meliputi liabilitasnya. Apabila suatu provisi
diukur menggunakan arus kas yang diperkirakan untuk menyelesaikan liabilitas kini, maka nilai
tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas.
Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi
terbaik yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan liabilitas
kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi dibatalkan.
26
Page 32
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
t. Perpajakan
i. Pajak Penghasilan Kini
Aset (liabilitas) pajak kini ditentukan sebesar jumlah ekspektasi restitusi dari (atau
dibayarkan kepada) otoritas perpajakan yang dihitung menggunakan tarif pajak (dan
peraturan perpajakan) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada tanggal
laporan posisi keuangan konsolidasian.
Pajak kini diakui atas laba kena pajak dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif konsolidasian tahun berjalan kecuali apabila pajak tersebut terkait dengan
transaksi yang diakui di luar laba rugi (baik diakui pada penghasilan komprehensif lain
ataupun dibebankan secara langsung ke ekuitas).
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang
timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan
konsolidasian dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas kecuali perbedaan yang
berhubungan dengan pajak penghasilan final. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk
semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan
temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk
mengurangi laba kena pajak pada masa datang.
Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara
substansial telah berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian. Pajak
tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan
langsung ke ekuitas.
i. Pajak Penghasilan Kini
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat
dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas
pajak kini dan ketika aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan
pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama serta Grup yang
berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto.
Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba atau rugi,
kecuali sepanjang pajak penghasilan yang berasal dari transaksi atau kejadikan yang diakui,
di luar laba atau rugi (baik dalam penghasilan komprehensif lain maupun secara langsung di
ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga diakui di luar laba atau rugi yang timbul dari
akuntansi awal untuk kombinasi bisnis, pengaruh pajak termasuk dalam akuntansi
kombinasi bisnis.
27
Page 33
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
t. Perpajakan (Lanjutan)
ii. Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer
antara dasar pajak aset dan liabilitas dengan jumlah tercatatnya pada tiap tanggal pelaporan.
Liabilitas pajak tangguhan diakui atas seluruh perbedaan temporer kena pajak. Aset
pajak tangguhan diakui atas seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan, serta atas
kredit pajak dan akumulasi rugi fiskal yang belum digunakan sepanjang masih dapat
dimanfaatkan. Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah setiap akhir tanggal pelaporan
dan dikurangi ketika tidak terdapat kemungkinan bahwa laba kena pajak akan tersedia
dalam jumlah yang memadai untuk memanfaatkan seluruh atau sebagian aset pajak
tangguhan tersebut.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang
diekspektasikan akan berlaku ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan
tarif pajak (dan peraturan perpajakan) yang berlaku atau secara substansial telah
diberlakukan pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian.
Pajak tangguhan diakui atas laba kena pajak di dalam laba rugi tahun berjalan kecuali
apabila pajak tersebut terkait dengan transaksi yang diakui di luar laba rugi (baik diakui
pada penghasilan komprehensif lain ataupun dibebankan secara langsung ke ekuitas).
Aset dan liabilitas pajak tangguhan dapat saling hapus, jika dan hanya jika, 1) terdapat hak
yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus antara aset dan
liabilitas pajak kini dan 2) aset serta liabilitas pajak tangguhan tersebut terkait dengan pajak
penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama.
iii. Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak
Sesuai dengan PSAK No. 70: “Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak”, aset dan
liabilitas pengampunan pajak diakui apabila memenuhi ketentuan mengenai pengakuan
dalam SAK.
Pada pengakuan awal, aset pengampunan pajak diukur sebesar nilai aset berdasarkan Surat
Keterangan Pengampunan Pajak (SKPP) sedangkan liabilitas pengampunan pajak diukur
sebesar kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas dan setara kas dalam rangka
menyelesaikan kewajiban yang berkaitan langsung dengan perolehan aset pengampunan
pajak. Pengukuran setelah pengakuan awal dan penghentian pengakuan aset dan liabilitas
pengampunan pajak mengacu pada ketentuan SAK yang relevan untuk masing-masing aset
dan liabilitas yang terkait.
Selisih antara aset dan liabilitas pengampunan pajak diakui sebagai bagian dari akun
“Tambahan Modal Disetor” pada ekuitas. Selisih tersebut tidak dapat diakui sebagai laba
rugi direalisasi atau direklasifikasi ke saldo laba. Saling hapus antara aset dan liabilitas
pengampunan pajak tidak dapat dilakukan.
Uang tebusan yang dibayarkan diakui dalam laba rugi pada periode SKPP diterbitkan dan
disajikan sebagai bagian dari beban usaha. Seluruh saldo klaim atas kelebihan pembayaran
pajak, aset pajak tangguhan atas akumulasi rugi pajak yang belum dikompensasi dan
provisi pajak sebelum pengampunan pajak, disesuaikan ke laba rugi pada periode SKPP
diterbitkan.
28
Page 34
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
u. Laba Per Saham
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba atau rugi tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang
beredar pada periode yang bersangkutan.
v. Segmen Operasi
Segmen operasi disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan
penyajian laporan keuangan konsolidasian. Identifikasi segmen operasi berdasarkan laporan
internal komponen-komponen Grup yang secara berkala dilaporkan kepada pengambil
keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya ke dalam segmen dan penilaian
kinerja Grup.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
a. yang terlibat dalam aktivitas bisnis untuk memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban
(termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas
yang sama);
b. hasil operasinya dikaji ulang secara reguler oleh pengambil keputusan operasional untuk
membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan
menilai kinerjanya; dan
c. tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
Informasi yang dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional untuk tujuan alokasi
sumber daya dan penilaian kinerjanya lebih difokuskan pada kategori masing-masing produk.
w. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Peristiwa setelah periode pelaporan yang memberikan bukti kondisi yang ada pada akhir periode
pelaporan (adjusting events) tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian. Peristiwa
setelah periode pelaporan yang tidak berdampak pada laporan keuangan konsolidasian
diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian apabila jumlahnya material.
x. Operasi yang dihentikan
Operasi yang dihentikan adalah komponen entitas yang telah dilepaskan atau diklasifikasikan
sebagai dimiliki untuk dijual dan mewakili lini usaha atau area geografis operasi utama yang
terpisah, merupakan bagian dari suatu rencana tunggal terkoordinasi untuk melepaskan lini
usaha atau area operasi, atau merupakan suatu entitas anak yang diperoleh secara khusus dengan
tujuan dijual kembali. Hasil dari operasi yang dihentikan disajikan secara terpisah dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
29
Page 35
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan,
estimasi dan asumsi yang akan mempengaruhi jumlah-jumlah pendapatan, beban, aset dan liabilitas
yang dilaporkan, serta pengungkapan atas liabilitas kontinjensi pada akhir periode pelaporan. Adanya
ketidakpastian terkait dengan asumsi dan estimasi dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap
jumlah tercatat aset dan liabilitas pada periode pelaporan berikutnya.
Pertimbangan dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Grup mengklasifikasikan aset dan liabilitas keuangan sesuai dengan ketentuan di dalam PSAK No. 55
(Revisi 2014). Tiap-tiap kelompok aset dan liabilitas keuangan memiliki dampak perlakuan akuntansi
yang berbeda.
Pengakuan Aset Pajak Tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui untuk akumulasi rugi fiskal yang belum dikompensasi sepanjang
kemungkinan besar bahwa laba kena pajak masa depan akan tersedia untuk dimanfaatkan dengan rugi
pajak yang belum dikompensasikan tersebut.
Pertimbangan yang signifikan dari manajemen diperlukan untuk menentukan pengakuan terhadap aset
pajak tangguhan, berdasarkan rentang waktu dan tingkat laba kena pajak masa depan serta perencanaan
strategi pajak masa depan. Sehubungan dengan hal ini, manajamen melakukan pengujian terhadap
kemungkinan besaran laba kena pajak Grup di masa depan berdasarkan rencana bisnis 5 tahun ke depan
(masa daluwarsa pajak).
Sumber Estimasi Ketidakpastian
Asumsi dan sumber utama dari estimasi ketidakpastian pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko
signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas untuk tahun
berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada tolak ukur yang
tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Keadaan dan asumsi mengenai perkembangan masa depan
yang ada saat ini dapat berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Grup. Perubahan
tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Penyusutan Aset Tetap
Aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat
ekonomis dari aset yang bersangkutan yang berkisar antara 4 hingga 20 tahun, suatu kisaran yang
umumnya diperkirakan. Perubahan dalam pola pemakaian dan tingkat perkembangan teknologi dapat
mempengaruhi masa manfaat ekonomis serta nilai residu dari aset tetap dan karenanya biaya
penyusutan masa depan memiliki kemungkinan untuk direvisi. Jumlah tercatat aset tetap pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing adalah sebesar Rp 15.391.490.490,- dan Rp
14.896.890.024,- (Catatan 2i dan 12).
30
Page 36
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
(LANJUTAN)
Liabilitas Imbalan Pascakerja
Penentuan liabilitas dan beban imbalan pascakerja Grup bergantung pada pemilihan asumsi aktuarial
yang digunakan. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan,
tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian.
Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan sebelumnya, diperlakukan sesuai dengan
kebijakan akuntansi sebagaimana diuraikan dalam Catatan 2p atas Laporan Keuangan konsolidasian.
Meskipun Grup berkeyakinan bahwa asumsi pada tanggal pelaporan tersebut wajar dan telah sesuai,
perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Grup
dapat mempengaruhi secara material liabilitas dan beban imbalan pascakerja.
Perpajakan
Grup selaku wajib pajak menghitung liabilitas perpajakannya secara self assessment berdasarkan pada
peraturan yang berlaku. Sehubungan dengan pengampunan pajak (Catatan 2t), perhitungan pajak
sampai dengan tanggal 31 Desember 2015 dianggap benar. Untuk tahun berikutnya perhitungan pajak
dianggap benar selama belum terdapat ketetapan dari Direktorat Jenderal Pajak atas jumlah pajak yang
terutang atau ketika sampai dengan jangka waktu lima (5) tahun (masa daluwarsa pajak) tidak terdapat
ketetapan pajak yang diterbitkan. Perbedaan jumlah pajak yang terutang dapat disebabkan oleh
beberapa hal seperti pemeriksaan pajak, penemuan bukti-bukti pajak baru dan perbedaan interpretasi
antara manajemen dan pejabat kantor pajak terhadap peraturan pajak tertentu. Perbedaan hasil aktual
dan jumlah tercatat tersebut dapat mempengaruhi jumlah aset pajak tangguhan, utang pajak dan beban
pajak. Saldo utang pajak pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing adalah
sebesar Rp 886.194.514, dan Rp. 799.453.360,- (Catatan 17b).
31
Page 37
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. KAS DAN BANK
Akun ini terdiri dari:
31 MARET 2025 31 DESEMBER 2024
Kas 117.689.584 114.356.548
Bank
Rupiah
- PT Bank CIMB Niaga Tbk 1.428.388 1.578.388
- PT Bank Central Asia Tbk 1.440.701.423 527.918.092
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 27.901.514 2.018.977.157
- PT Bank Negara Indonesia Tbk 56.020.660 132.340.971
- PT Bank Danamon Indonesia Tbk 3.043.589 8.535.709
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk 9.486.325 4.274.655
- PT Bank Central Asia Tbk (Reksus) 4.422.308 4.802.307
Dolar Amerika Serikat
- PT Bank CIMB Niaga Tbk 10.173.457 10.697.663
- PT Bank Panin Indonesia Tbk - -
- PT Bank Negara Indonesia Tbk 2.803.372 2.779.379
- PT Bank Central Asia Tbk 13.458.342 19.418.481
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Reksus) 4.976.400 4.848.600
- PT Bank Central Asia Tbk (Reksus) 18.812.119 18.894.671
Deposito 77.100.000 77.100.000
Saldo Kas dan Bank 1.788.017.483 2.946.522.621
Berdasarkan mata uang Dolar Amerika Serikat (USD) :
- PT Bank CIMB Niaga Tbk $613,29 $661,90
- PT Bank Panin Indonesia Tbk $0,00 $0,00
- PT Bank Negara Indonesia Tbk $169,00 $171,97
- PT Bank Central Asia Tbk $811,33 $1.201,49
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Reksus) $300,00 $300,00
- PT Bank Central Asia Tbk (Reksus) $1.134,08 $1.169,08
$3.027,70 $3.504,44
Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 36 Tahun 2023 serta Peraturan Bank Indonesia nomor 7 tahun 2023 tentang pengaturan
Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), dana masuk dalam mata uang asing wajib ditempatkan dalam Rekening Khusus
(Reksus) sebesar 30% dari nilai PPE (Pemberitahuan Pabean Ekspor) selama 3 bulan, yang diawasi oleh Bank Indonesia.
5. INVESTASI JANGKA PENDEK
31 MARET 2025
Saham
Keterangan Harga Perolehan Laba (Rugi) Harga Pasar
(lembar)
- Investasi Reksadana pada PT Artha 1.070.000 395.900.000
Securitas Indonesia tgl.31 Des 2024 (301.740.000) 94.160.000
- Harga pasar investasi tgl. 31 Jan 2025 (3.210.000) 90.950.000
- Harga pasar investasi tgl. 28 Feb 2025 (7.490.000) 83.460.000
- Harga pasar investasi tgl. 31 Mar 2025 (3.210.000) 80.250.000
31 DESEMBER 2024
Saham
Keterangan Harga Perolehan Laba (Rugi) Harga Pasar
(lembar)
- Investasi Reksadana pada PT Artha 1.070.000 395.900.000
Securitas Indonesia tgl.31 Des 2023 (274.990.000) 120.910.000
- Harga pasar investasi tgl. 31 Jan 2024 (7.490.000) 113.420.000
- Harga pasar investasi tgl. 28 Feb 2024 (3.210.000) 110.210.000
- Harga pasar investasi tgl. 31 Mar 2024 (12.840.000) 97.370.000
- Harga pasar investasi tgl. 30 April 2024 (2.140.000) 95.230.000
- Harga pasar investasi tgl. 31 Mei 2024 6.420.000 101.650.000
- Harga pasar investasi tgl. 30 Juni 2024 (9.630.000) 92.020.000
- Harga pasar investasi tgl. 31 Juli 2024 8.560.000 100.580.000
- Harga pasar investasi tgl. 31 Agust 2024 7.490.000 108.070.000
- Harga pasar investasi tgl. 30 Sept 2024 4.280.000 112.350.000
- Harga pasar investasi tgl. 31 Okt 2024 (6.420.000) 105.930.000
- Harga pasar investasi tgl. 30 Nov 2024 (8.560.000) 97.370.000
- Harga pasar investasi tgl. 31 Des 2024 (3.210.000) 94.160.000
31
Page 38
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG USAHA
31 MARET 2025 31 DESEMBER 2024
Akun ini terdiri dari:
Piutang Ekspor 47.841.956.734 44.544.653.870
Piutang Lokal 52.529.000 43.472.078
Jumlah 47.894.485.734 44.588.125.948
Cadangan Piutang Tidak Tertagih (180.906.382) (176.260.487)
Total 47.713.579.352 44.411.865.461
Rincian saldo piutang usaha berdasarkan Umur piutang adalah sebagai berikut:
31 MARET 2025 31 DESEMBER 2024
Belum jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan nilai 36.222.953.510 36.901.478.410
Telah jatuh tempo
1 - 30 hari 10.260.442.183 6.320.023.279
31 - 60 hari 18.150.000 9.095.501
61 - 90 hari - 340.000
Lebih dari 90 hari 1.392.940.042 1.357.188.758
Jumlah 47.894.485.734 44.588.125.948
Cadangan Piutang Tidak Tertagih (180.906.382) (176.260.487)
Total 47.713.579.352 44.411.865.461
Berdasarkan mata uang Dolar Amerika Serikat (USD) :
Piutang Ekspor $2.884.130,50 $2.756.135,00
Jumlah $2.884.130,50 $2.756.135,00
Cadangan Piutang Tidak Tertagih $ (10.906) $ (10.906)
Total $2.873.224,64 $2.745.229,14
Manajemen mencadangkan kerugian piutang dagang sebesar 1% dari nilai invoice, untuk piutang dengan umur 180 hari setelah barang
diterima (240 hari dari tanggal invoice). Hal tersebut berdasar termin pembayaran salah satu pelanggan dengan estimasi lama pengiriman
ekspor berkisar 45 - 60 hari. Dan terdapat kemungkinan adanya sampling FDA. Sampai dengan 30 September 2024 belum terdapat
invoice dengan umur lebih dari 240 hari.
7. PIUTANG LAIN-LAIN
31 MARET 2025 31 DESEMBER 2024
a. Piutang Lancar
Akun ini terdiri dari:
Pemasok daging 1.115.397.150 1.046.028.199
Karyawan 38.099.999 31.500.000
Lainnya 2.827.529 6.682.000
Jumlah 1.156.324.678 1.084.210.199
b. Piutang Tidak Lancar
Adalah piutang kepada PT Tandikek Asri Lestari dan PT. Anugrah Semesta Investama, sebagai berikut:
31 MARET 2025 31 DESEMBER 2024
Jatuh Tempo
PT. Tandikek Asri Lestari 1248 hari 9.000.000.000 9.000.000.000
PT. Anugrah Semesta Investama 1797 hari 3.000.000.000 3.000.000.000
12.000.000.000 12.000.000.000
Cadangan Kerugian Piutang (7.440.000.000) (7.440.000.000)
Jumlah 4.560.000.000 4.560.000.000
Piutang tersebut diklasifikasikan sebagai piutang tidak lancar dan sudah dilakukan pencadangkan kerugian sebesar 62% sejak semester
kedua taun 2022 sampai dengan 31 Desember tahun 2024 . Saat ini sedang dalam proses melanjutkan pengurusan sengketa ke BANI.
Lihat Catatan 39 dan 40
PT. Anugerah Semesta
No Keterangan PT. Tandikek Asri Lestari
Investama
1 Perjanjian Hutang Piutang
- Tanggal Perjanjian Kredit 30-Oct-19 30-Oct-19
- Jangka waktu 6 bulan, jatuh tempo 30 April 2020 2 tahun, jatuh tempo 30 Okt 2021
- Keperluan Modal Kerja Modal Kerja
- Bunga 17% 17%
- Jumlah pinjaman Rp.3.000.000.000,- Rp. 9.000.000.000
2 Realisasi pemberian pinjaman
- Tanggal Transfer 30-Oct-19 30-Oct-19
- Bank BCA BCA
32
Page 39
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. PIUTANG TIDAK LANCAR (LANJUTAN)
PT. Anugerah Semesta
No Keterangan PT. Tandikek Asri Lestari
Investama
3 Pembayaran Bunga
- Tanggal 31-Dec-19 Periode 1: 31 Desember 2019
- Jumlah Bunga Rp. 97.750.000,- Rp.293.250.000
- Tanggal 31-Dec-20 Periode 2: 31 Desember 2020
Belum dilakukan pembayaran bunga Belum dilakukan pembayaran bunga
Periode 3: 31 Oktober 2021
Manajemen telah melakukan upaya penagihan terhadap Piutang PT. Tandikek Asri Lestari dan PT. Anugrah Semesta Investama melalui
Kantor Advokat Infiniti & Co, dan selanjutnya pengurusan sengketa dilanjutkan melalui Kantor Advokat Prisma & Co.
Lihat Catatan 39.
8. PERSEDIAAN
31 MARET 2025 31 DESEMBER 2024
Akun ini terdiri dari:
Barang jadi 3.179.331.609 3.501.920.029
Barang dalam proses
- Kaleng 483.905.151 449.266.359
- Sortir 12.583.897 10.341.360
Bahan baku 401.511.027 397.110.526
Bahan pembantu 3.700.279.635 3.372.677.198
Jumlah 7.777.611.319 7.731.315.472
Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah tercatat persediaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 tidak melampaui nilai
realisasi netonya sehingga tidak diperlukan cadangan penurunan nilai atas persediaan dan seluruh persediaan diasuransikan oleh
manajemen.
9. BIAYA DIBAYAR DI MUKA
31 MARET 2025 31 DESEMBER 2024
Akun ini terdiri dari:
Asuransi 34.874.423 42.181.934
Sewa 41.046.651 29.629.985
Jumlah 75.921.074 71.811.919
10. UANG MUKA
31 MARET 2025 31 DESEMBER 2024
Akun ini terdiri dari:
- Pembelian Barang Dagang 12.748.038.689 13.190.855.346
- Uang Muka Pembelian Aset - -
Jumlah 12.748.038.689 13.190.855.346
11. ASET TETAP
Rincian dan mutasi aset tetap pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Mutasi Per 31 Maret 2025
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Harga Perolehan :
Tanah 5.836.990.636 - - 5.836.990.636
Bangunan 11.487.151.401 - - 11.487.151.401
Peralatan Pabrik 6.151.673.380 555.715.550 - 6.707.388.930
Kendaraan 2.807.596.288 290.319.212 - 3.097.915.500
Peralatan Kantor 1.283.817.747 20.187.708 - 1.304.005.455
Jumlah 27.567.229.452 866.222.470 - 28.433.451.922
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 6.036.513.760 132.940.384 - 6.169.454.144
Peralatan Pabrik 4.226.012.258 130.064.544 - 4.356.076.802
Kendaraan 1.328.307.163 81.931.366 - 1.410.238.529
Peralatan Kantor 1.079.506.248 26.685.710 - 1.106.191.958
Jumlah 12.670.339.429 371.622.004 - 13.041.961.433
Nilai Buku 14.896.890.023 15.391.490.489
33
Page 40
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP (LANJUTAN)
Mutasi Per 31 Desember 2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Harga Perolehan :
Tanah 5.836.990.636 - - 5.836.990.636
Bangunan 11.487.151.401 - - 11.487.151.401
Peralatan Pabrik 5.762.313.380 389.360.000 - 6.151.673.380
Kendaraan 2.726.306.140 262.890.148 181.600.000 2.807.596.288
Peralatan Kantor 1.192.676.518 91.141.229 - 1.283.817.747
Jumlah 27.005.438.075 743.391.377 181.600.000 27.567.229.452
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 5.504.737.876 531.775.884 - 6.036.513.760
Peralatan Pabrik 3.768.311.386 457.700.872 - 4.226.012.258
Kendaraan 1.195.752.017 277.938.930 145.383.784 1.328.307.163
Peralatan Kantor 985.774.478 93.731.770 - 1.079.506.248
Jumlah 11.454.575.757 1.361.147.456 145.383.784 12.670.339.429
Nilai Buku 15.550.862.318 14.896.890.023
Grup tidak memiliki aset kualifikasian sehingga tidak terdapat biaya pinjaman dan tarif kapitalisasi yang dikapitalisasi selama tahun
berjalan.
Tidak terdapat aset tetap yang dihentikan dari penggunaan dan diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual, terdapat perbedaan nilai
wajar aset tetap dari jumlah tercatat karena aset dinilai dengan nilai historis (historical cost), tidak terdapat aset tetap yang dihentikan
pengakuannya, dan tidak terdapat jumlah aset yang tidak dipakai sementara yang dipakai oleh Grup.
Beban penyusutan aset tetap yang dialokasikan adalah sebagai berikut :
31 MARET 2025 31 DESEMBER 2024
Beban Pokok Penjualan (Cat. 21) 261.649.448 856.952.734
Beban Umum dan Administrasi (Cat 23) 109.972.556 465.705.985
Jumlah 371.622.004 1.322.658.719
Manajemen mengasuransikan seluruh aset tetap dengan rincian sebagai berikut :
Objek Pertanggungan Nilai Pertanggungan
Gedung
- Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngalian, Semarang, Jawa Tengah 7.754.000.000
- Jl. Mina Ayu D/H Jl. Tanggul RT.13/ RW.04, Desa Limbangan, Kec. Juntinyuat, Indramayu. 4.752.685.500
- Jl Kima 3 No.5A Kav. K-48, Kel. Daya, Kec. Birinkanaya, Makassar 1.835.438.000
Stock / Persediaan
- All Risk dan TJH 2.000.000.000
Kendaraan
- All Risk dan TJH 2.280.090.000
Jumlah Nilai Pertanggungan 18.622.213.500
Manajemen berpendapat bahwa jumlah tercatat dari seluruh aset tetap Grup dapat dipulihkan, sehingga tidak diperlukan adanya
penurunan nilai atas aset tetap tersebut.
12. UTANG USAHA
Akun ini merupakan utang usaha kepada suplier pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing sebesar Rp
1.272.858.522,- dan Rp 2.325.425.949,-
13. UTANG LAIN-LAIN
31 MARET 2025 31 DESEMBER 2024
Akun ini terdiri:
Pihak Ketiga
Astro Media Indonesia - Jk. Pendek 1.937.600.000 3.875.200.000 3.875.200.000
- Jk. Panjang 1.937.600.000
Lain-lain - Jk. Panjang 972.846.014 878.855.065
Jumlah 4.848.046.014
\ 4.754.055.065
Utang lain-lain merupakan pinjaman dana ke pihak berelasi dan pihak ketiga untuk keperluan operasional.
34
Page 41
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. UTANG LAIN-LAIN (LANJUTAN)
Pada tanggal 15 Februari 2022 telah dilakukan perjanjian Restrukturisasi Hutang Erry Firmansyah dan PT Astro Media Indonesia
dihadapan Notaris Retno Hertiyanti, Sarjana Hukum, Notaris di kota Semarang yang telah ditandatangani dua perjanjian restrukturisasi
hutang, yaitu:
1. Surat Perjanjian Hutang nomor 6, mengenai restrukturisasi hutang PT Prima Cakrawala Abadi dengan Erry Firmansyah.
- Kreditur akan mengembalikan kepada debitur seluruh jaminan berupa sertifikat tanah yang diagunkan kepada kreditur.
- Pasal 1, pinjaman sebesar Rp7.750.000.000 dan selama jangka waktu pinjaman tidak dikenakan bunga.
- Pasal 2, Debitur akan mengembalikan sebagian pinjaman sebesar Rp3.000.000.000 pada bulan Juli 2022. Sisa pinjaman Rp
4.750.000.000 akan dibayarkan Rp 950.000.000 pada 30 Desember 2023 dan Rp 3.800.000.000 pada 30 Desember 2024.
2. Surat Perjanjian Hutang nomor 7, mengenai restrukturisasi hutang PT Prima Cakrawala Abadi dengan PT Astro Media Indonesia.
- Kreditur akan mengembalikan kepada debitur seluruh jaminan berupa sertifikat tanah yang diagunkan kepada kreditur.
- Pasal 1, pinjaman sebesar Rp12.688.000.000 dan selama jangka waktu pinjaman tidak dikenakan bunga.
- Pasal 2, Debitur akan mengembalikan sebagian pinjaman sebesar Rp3.000.000.000 pada bulan Juli 2022. Sisa pinjaman
Rp9.688.000.000 akan dibayarkan beberapa tahap dalam lima tahun, mulai tahun 2022 sampai dengan tahun 2026. Masing-
masing tahap jatuh tempo setiap tahun pada tanggal 30 Desember, sebesar Rp1.937.600.000.
14. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA
Grup memberikan imbalan bagi karyawan yang mencapai usia pensiun yaitu usia 55 tahun sesuai dengan Undang-Undang
ketenagakerjaan No. 13/2003 tentang “Ketenagakerjaan” tanggal 25 Maret 2003.
Pada tanggal 31 Desember 2023 Grup mencatat liabilitas imbalan pascakerja berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh Aktuaris
Independen yaitu Kantor Konsultan Aktuaria Steven & Mourits, sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Aktuaris Independen tersebut
yang masing-masing tanggal 14 Februari 2024 , perhitungan dilakukan dengan menggunakan metode “Projected Unit Credit” dan
asumsi-asumsi utama sebagai berikut:
31 MARET 2025 31 DESEMBER 2024
Tingkat diskonto 7,00% 7,10%
1% di 2022 dan
Tingkat kenaikan gaji rata-rata 5% setelahnya 5%
per tahun/
Usia pensiun normal 55 tahun 55 tahun
Tingkat mortalitas 100% TMI4 100% TMI4
Tingkat pengunduran diri 5,00% sampai dengan usia 5,00% sampai dengan usia
35 dan berkurang secara 35 dan berkurang secara
linear sampai dengan 0,00% linear sampai dengan
pada usia 55 tahun dan 0,00% pada usia 55 tahun
setelahnya. dan setelahnya.
Rekonsiliasi nilai kini dari liabilitas imbalan pascakerja pada awal dan akhir tahun adalah sebagai berikut:
31 MARET 2025 31 DESEMBER 2024
Aset Neto Awal Periode (2.561.473.847) (2.898.592.439)
Pembayaran Imbalan Oleh Perusahaan - 350.368.356
(Beban) Pendapatan di Laba Rugi - (790.660.910)
(Beban) Pendapatan pada PKL - 777.411.146
Biaya Terminasi - -
Saldo Akhir (2.561.473.847) (2.561.473.847)
Rincian beban imbalan kerja karyawan adalah sebagai berikut:
31 MARET 2025 31 DESEMBER 2024
Biaya jasa kini - 610.637.963
Biaya jasa lalu - -
Beban bunga - 178.406.863
Penyesuaian atas koreksi data - -
Pengakuan Liabilitas Masa Kerja Lalu - 1.616.084
Liabilitas atas transfer masuk - -
Jumlah - 790.660.910
Mutasi liabilitas imbalan pascakerja selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:
35
Page 42
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA (LANJUTAN)
31 MARET 2025 31 DESEMBER 2024
Saldo awal (2.561.473.847) (2.898.592.439)
Beban imbalan pascakerja tahun berjalan - (790.660.910)
Pembayaran imbalan pascakerja yang dibayarkan tahun berjalan
- 350.368.356
Jumlah yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain
- 777.411.146
Saldo Akhir (2.561.473.847) (2.561.473.847)
Cadangan Imbalan Pascakerja Lainya (4.134.400.000) (3.765.250.000)
Jumlah Hutang Imbalan Kerja (6.695.873.847) (6.326.723.847)
15. PERPAJAKAN
a. Pajak Dibayar di Muka
31 MARET 2025 31 DESEMBER 2024
Akun ini terdiri dari:
Pajak Penghasilan
- Pasal 21 - -
- Pasal 22 1.406.675 1.406.675
- Pasal 23 23.348.857 -
- Pasal 25 393.253.572 255.055.842
- Pasal 4 ayat 2 - -
PPN (Vat In) 1.441.067.905 2.287.711.392
Jumlah 1.859.077.009 2.544.173.909
b. Utang Pajak
31 MARET 2025 31 DESEMBER 2024
Akun ini terdiri dari Pajak penghasilan :
Pajak Penghasilan
- Pasal 21 120.649.513 79.822.683
- Pasal 22 30.381.384 41.221.794
- Pasal 23 34.222.733 41.796.786
- Pasal 25 46.065.910 46.065.910
- Pasal 29 526.266.279 526.266.279
- Pasal 4 ayat 2 190.000 -
PPN (Vat Out) 128.418.707 64.279.908
Jumlah 886.194.526 799.453.360
c. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
31 MARET 2025 31 DESEMBER 2024
Beban pajak kini
- Induk - 259.141.714
- Entitas anak - 606.527.680
Subjumlah - 865.669.394
Pajak tangguhan
- Perusahaan - (21.949.446)
- Entitas anak - (71.449.214)
Subjumlah - (93.398.660)
Neto - 772.270.734
Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan taksiran
penghasilan kena pajak tahun berjalan adalah sebagai berikut:
31 MARET 2025 31 DESEMBER 2024
Laba (rugi) sebelum pajak menurut laporan laba (rugi) dan
(668.003.460) 423.285.790
penghasilan komprehensif lain konsolidasian
Laba (rugi) sebelum pajak entitas anak 325.403.343 (1.348.078.355)
Laba (rugi) sebelum pajak Perusahaan (993.406.803) 1.771.364.145
Beda temporer
- Imbalan Pascakerja 369.150.000 (194.465.045)
- Pembayaran Pensiun - -
36
Page 43
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. PERPAJAKAN (LANJUTAN)
Beda tetap 31 MARET 2025 31 DESEMBER 2024
- Beban yang tidak dapat dikurangkan untuk tujuan fiskal - 380.246.718
- Penghasilan yang telah dikenakan pajak bersifat final - (110.732.992)
Taksiran Penghasilan Kena Pajak - Perusahaan
- 1.846.412.826
Taksiran Pajak Penghasilan - Dibulatkan - 1.846.413.000
Kompensasi Kerugian Fiskal 2018 - -
Kompensasi Kerugian Fiskal 2019 - -
Kompensasi Kerugian Fiskal 2020 - -
Kompensasi Kerugian Fiskal - -
Jumlah Penghasilah Kena Pajak - 1.846.413.000
Beban Pajak Kini Induk Perusahaan - 259.141.714
Dikurangi Pajak Penghasilan dibayar dimuka
31 MARET 2025 31 DESEMBER 2024
- Pasal 22 1.406.675 -
- Pasal 23 23.348.857 179.865.767
- Pasal 25 393.253.572 70.347.591
Jumlah Taksiran Utang Pajak Penghasilan
418.009.104 8.928.356
Perusahaan – Pasal 29/28A
Beban Pajak Kini Konsolidasi - 865.669.394
d. Pajak Penghasilan Tangguhan
Rincian mutasi aset (liabilitas) pajak tangguhan adalah sebagai berikut:
Periode yang berakhir 31 Maret 2025
Dibebankan ke
Dikreditkan ke
Saldo Awal Penghasilan Penyesuaian Saldo Akhir
Laba Rugi Komprehensif Lain
Rugi fiskal 483.307 - - - 483.307
Penyusutan aset
- - - - -
tetap
Beban imbalan kerja 1.399.504.402 - - - 1.399.504.402
Penghasilan
(762.592.147) - - - (762.592.147)
komprehensif lain
Penyisihan Piutang
36.987.438 - 36.987.438
Lain-lain & Usaha
Jumlah Aset
(Liabilitas) Pajak 674.383.001 - - - 674.383.001
Tangguhan
Periode yang berakhir 31 Desember 2024
Dibebankan ke
Dikreditkan ke
Saldo Awal Penghasilan Penyesuaian Saldo Akhir
Laba Rugi Komprehensif Lain
Rugi fiskal 483.307 - - - 483.307
Penyusutan aset
- - - - -
tetap
Beban imbalan kerja 1.468.348.607 (68.844.204) - - 1.399.504.402
Penghasilan
(762.592.147) - - - (762.592.147)
komprehensif lain
Penyisihan Piutang
1.673.787.438 - (1.636.800.000) 36.987.438
Lain-lain & Usaha
Jumlah Aset
(Liabilitas) Pajak 2.380.027.205 (68.844.204) - (1.636.800.000) 674.383.001
Tangguhan
37
Page 44
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. PERPAJAKAN (LANJUTAN)
e. Pengampunan Pajak
Grup telah mengikuti program pengampunan pajak sebagaimana diatur di dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2016 tentang
“Pengampunan Pajak” (UU) yang berlaku efektif 1 Juli 2016. Pengampunan pajak adalah penghapusan pajak yang seharusnya terutang,
tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan, dengan cara mengungkap aset dan membayar uang
tebusan sebagaimana diatur di dalam UU.
Grup telah mengikuti program pengampunan pajak berdasarkan Surat Pernyataan Harta No. 50300001897 tanggal 22 Desember 2016
dengan nilai keseluruhan sebesar Rp 1.465.526.994,-
16. BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR
Akun ini terdiri dari:
31 MARET 2025 31 DESEMBER 2024
Gaji karyawan 68.199.370 407.722.086
Jamsostek 58.922.220 60.888.117
Hutang Biaya Lainya 2.234.234 2.234.234
Jumlah 129.355.824 470.844.437
17. UTANG BANK
Akun ini terdiri dari:
31 MARET 2025 31 DESEMBER 2024
Utang Bank Jangka Pendek
- PT Pool Advista Finance Tbk. 1.117.742.161 -
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 5.500.000.000 2.000.000.000
Utang Bank Jangka Panjang
- PT Pool Advista Finance Tbk. 8.615.298.779 10.092.806.974
Jumlah 15.233.040.940 12.092.806.974
Utang Bank Jangka Pendek
PT POOL ADVISTA FINANCE Tbk.
Bedasarkan Akta Perjanjian Pembiayaan Anjak Piutang Nomor 175 tertanggal 30 Agustus 2019 dihadapan Notaris Yulia, SH
menerangkan bahwa PT Pool Advista Finance Tbk. selaku Kreditur dan PT Nuansa Cipta Mugello selaku Debitur. Dalam perjanjian
kredit tersebut menerangkan pihak kreditur telah memberian fasilitas kredit kepada debitur terinci sebagai berikut:
Fasilitas Multiguna
1 Jenis Fasilitas : Pembiayaan investasi - restruktur
2 Skema Fasilitas : Pembayaran secara angsurang
3 Sifat Pembiayaan : Uncommited
4 Limit Kredit : Rp. 12.000.000.000,- (dua belas milyar rupiah)
5 Tujuan Penggunaan : Restrukturisasi pembiayaan modal kerja
6 Jangka Waktu : 36 Bulan terhitung sejak tanggal 30 September 2020 s/d 30 September 2023
7 Pembayaran kembali : Bulan 1-35 : Rp. 35.463.708
Bulan 36 : Rp. 11.829.915.952,-
8 Suku Bunga : 3% p.a dan differed bunga 10% dibayar saat jatuh tempo fasilitas.
9 Biaya Provisi : Sebesar 0,25% Flat dibayar dimuka pada saat pencairan Pembiayaan.
10 Biaya Administrasi : Rp. 2.500.000,-
11 Biaya Asuransi : Sesuai tagihan
12 Biaya Notaris : Sesuai tagihan
13 Denda Keterlambatan : 5% diatas suku bunga berlaku akan dibebankan untuk seluruh jumlah tunggakan
pinjaman tidak dibayar pada saat jatuh tempo terhitung dari tanggal jatuh tempo
tak terbayar sampai dengan tanggal dilakukan pembayaran.
14 Penalty Pre-payment : Tidak dikenakan pinalty
15 Asuransi : Jaminan atas pembiayaan diasuransikan di perusahaan asuransi rekanan PAF dan
terdaftar di OJK, dan diasuransikan selama jangka waktu pembiayaan
38
Page 45
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK (LANJUTAN)
Utang Bank Jangka Pendek (Lanjutan)
16 Agunan : a. Klien mengikatkan diri serta menjamin kreditur, bahwa piutang-piutang
yang dialihkan kepada kreditur adalah piutang-piutang yang timbul dan
memenuhi syarat sebagai berikut:
- Akan dibayar penuh dan tepat waktu oleh pihak tertagih.
- Pihak tertagih mampu membayar hutang setiap saat.
- Pihak tertagih tidak akan menerbitkan dan/atau menarik cheque atau
surat berharga lain yang tidak ada dananya, tidak sah, cacat hukum atau
kadaluarsa.
- Pihak tertagih tidak dalam keadaan pailit.
- Pihak tertagih tidak dalam keadaan di bawah pengampunan.
- Pihak tertagih tidak akan melakukan tindakan-tindakan yang tidak
disetujui kreditur.
- Pihak tertagi tidak dalam keadaan terlibat dalam suatu perkara.
- Pihak tertagih tidak akan menghentikan usahanya dengan alasan apapun.
b. Klien juga menjamin bahwa :
- Klien harus menyerahkan dan mengalihkan seluruh faktur-faktur dari
pihak tertagih yang telah disetujui kepada kreditur.
- Kreditur adalah satu-satunya pihak yang ditunjukan memperoleh hak
untuk membeli piutang-piutang yang dimiliki klien.
- Berkenaan dengan pengalihan piutang-piutang kepada kreditur dengan
tidak mengesampingkan ketentuan-ketentuan termuat dalam perjanjian
ini.
- Dalam hal kreditur memberi pengecualian tertentu kepada klien maupun
pihak tertagih.
- Segalah tuntutan yang timbul dari pihak tertagih menjadi beban
tanggung jawab serta resiko klien sendiri.
- Kreditur berhak untuk mendebet rekening (rekening factoring dan atau
rekening penampungan) klien untuk jumlah sesuai perhitungan kreditur.
Utang Bank Jangka Pendek (Lanjutan)
PT POOL ADVISTA FINANCE Tbk.
Bedasarkan Akta Perjanjian Pembiayaan Multiguna Kredit Nomor 176 tertanggal 30 Agustus 2019 dihadapan Notaris Yulia, SH
menerangkan bahwa PT Pool Advista Finance Tbk.selaku Kreditur dan PT Nuansa Cipta Magello selaku Debitur. Dalam perjanjian
kredit tersebut menerangkan pihak kreditur telah memberian fasilitas kredit kepada debitur terinci sebagai berikut:
Fasilitas Multiguna
1 Jenis fasilitas : Multiguna
2 Skema Fasilitas : Ballon Payment
3 Sifat Pembiayaan : Non Revolving
4 Limit Kredit : Rp. 4.000.000.000,- (empat milyar rupiah)
5 Tujuan Penggunaan : Lainnya
6 Jangka Waktu : 36 Bulan terhitung sejak tanggal ditetapkan
7 Suku bunga : 14% p.a atau sesuai dengan tarif bunga yang berlaku di PT Pool Advista Finance
Tbk.
8 Biaya Provisi : Sebesar 0,7% Flat dibayar dimuka pada saat pencairan Pembiayaan.
9 Biaya Administrasi : Sebesar 0,125% Flat dibayar dimuka pada saat penandatanganan akta perjanjian.
10 Angsuran Per Bulan : Rp 75.000.000,- sisa ballon payment
11 Biaya Asuransi : Sesuai tagihan
12 Biaya Notaris : Sesuai tagihan
13 Denda Keterlambatan : 5% diatas suku bunga berlaku akan dibebankan untuk seluruh jumlah tunggakan
pinjaman tidak dibayar pada saat jatuh tempo terhitung dari tanggal jatuh tempo
tak terbayar sampai dengan tanggal dilakukan pembayaran.
14 Penalty Pre-payment : Tidak dikenakan pinalty
15 Asuransi : Jaminan atas pembiayaan diasuransikan di perusahaan asuransi rekanan PAF dan
terdaftar di OJK, dan diasuransikan selama jangka waktu pembiayaan
39
Page 46
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK (LANJUTAN)
Utang Bank Jangka Pendek (Lanjutan)
16 Agunan : a. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 018/Limbangan, Surat ukur
tertanggal 22 Desember 2017 Nomor 00048/Limbangan/2017 seluas 2.300
m2 terletak di Desa Limbangan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten
Indramayu, Provinsi Jawa Barat atas nama PT Karya Persada Khatulistiwa.
b. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 019/Limbangan, Surat ukur
tertanggal 28 Desember 2018 Nomor 00054/Limbangan/2018 seluas 496
m2 terletak di Desa Limbangan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten
Indramayu, Provinsi Jawa Barat atas nama PT Karya Persada Khatulistiwa.
c. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 21085/Daya, Surat ukur tertanggal
23 Desember 2002 Nomor 00665/Daya/2018 seluas 2.435 m2 terletak di
Desa Daya, Kecamatan Biringkanaya, Kabupaten Makasar, Provinsi
Sulawesi Selatan atas nama PT Nuansa Cipta Mugello.
d. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 21082/Daya, Surat ukur tertanggal
23 Desember 2002 Nomor 00666/Daya/2018 seluas 2.367 m2 terletak di
Desa Daya, Kecamatan Biringkanaya, Kabupaten Makasar, Provinsi
Sulawesi Selatan atas nama PT Nuansa Cipta Mugello.
e. Cessie atas tagihan minimal 110%.
Pada tanggal 30 Agustus 2021 dilakukan restrukturisasi hutang PT. Pool Advista Finance. Berdasarkan Akta no.14 tanggal 6
September 2021 dihadapan Notaris Dewi Ramasari, S.H., mengenai Adendum Pertama Perjanjian pembiayaan Investasi
(Restrukturisasi) Rp. 12.000.000.000 dengan outstanding per tanggal 6 September 2021 sebesar Rp. 11.944.744.137, terinci
sebagai berikut :
Fasilitas Pembiayaan Investasi
1. Jenis Fasilitas : Pembiayaan Investasi
2. Skema Pembiayaan : Pembayaran secara angsuran
3. Plafond : Rp. 12.000.000.000,-
4. Outstanding : Rp. 11.944.744.137,-
5. tujuan Penggunaan : Restrukturasi Pembiayaan ke-2
6. Jangka Waktu Restruktur : 30 Agustus 2021 sd 30 September 2023
7. Pembayaran kembali : Aug'21 - Aug'23 Rp 35.463.708
Sept'23 Rp 11.829.915.951,58
8. Suku Bunga : 3% p.a. dan deffered bunga 7% dibayar saat jatuh tempo fasilitas
9. Provisi : Rp 0
10. Biaya Administrasi : Rp 2.500.000
11. Biaya Asuransi : Sesuai tagihan
12. Biaya Notaris : Sesuai tagihan
13. Denda Keterlambatan : 5% diatas suku bunga berlaku akan dibebankan untuk seluruh jumlah tunggakan
pinjaman tidak dibayarkan pada saat jatuh tempo terhitung dari tanggal jatuh
tempo tak terbayar sampai dengan tanggal pembayaran dilakukan
14. Penalty Pre-payment : Tidak dikenakan pinalty
15. Asuransi : Jaminan atas pembiayaan diasuransikan di perusahaan asuransi rekanan PAF dan
terdaftar di OJK, dan diasuransikan selama jangka waktu pembiayaan
16 Agunan : Nilai Agunan tidak berubah sesuai dengan pembiayaan kredit Nomor 175
Berdasarkan Akta no.15 tanggal 6 September 2021 dihadapan Notaris Dewi Ramasari, S.H., mengenai Perjanjian Perubahan
(restrukturisasi) dan Penegasan Kembali Terhadap Perjanjian Pembiayaan Multiguna, terinci sebagai berikut :
Fasilitas Pembiayaan Multiguna
1. Jenis Fasilitas : Pembiayaan Multiguna
2. Skema Pembiayaan : Pembayaran secara angsuran
3. Plafond : Rp. 4.000.000.000,-
4. Outstanding : Rp. 3.257.456.243,-
5. tujuan Penggunaan : Restrukturasi Pembiayaan ke-2
6. Jangka Waktu Restruktur : 30 Agustus 2021 sd 30 Agustus 2022
7. Pembayaran kembali : Aug'21 - Jul'22 Rp 75.000.000
Aug'22 Rp 2.450.166.325,36
8. Suku Bunga : 3% p.a. dan deffered bunga 7% dibayar saat jatuh tempo fasilitas
9. Provisi : Rp 0
40
Page 47
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK (LANJUTAN)
Utang Bank Jangka Pendek (Lanjutan)
10. Biaya Administrasi : Rp 2.500.000
11. Biaya Asuransi : Sesuai tagihan
12. Biaya Notaris : Sesuai tagihan
13. Denda Keterlambatan : 5% diatas suku bunga berlaku akan dibebankan untuk seluruh jumlah tunggakan
pinjaman tidak dibayarkan pada saat jatuh tempo terhitung dari tanggal jatuh
tempo tak terbayar sampai dengan tanggal pembayaran dilakukan
14. Penalty Pre-payment : Tidak dikenakan pinalty
15. Asuransi : Jaminan atas pembiayaan diasuransikan di perusahaan asuransi rekanan PAF dan
terdaftar di OJK, dan diasuransikan selama jangka waktu pembiayaan
16 Agunan : Nilai Agunan tidak berubah sesuai dengan pembiayaan kredit Nomor 176
PT POOL ADVISTA FINANCE Tbk.
Bedasarkan Perjanjian Pembiayaan Murabahah Nomor 002/PK Murabahah/VI/2023 tertanggal 26 Juni 2023 menerangkan
bahwa PT Pool Advista Finance Tbk. selaku Kreditur dan PT Karya Persada Khatulistiwa selaku Debitur. Dalam perjanjian
kredit tersebut menerangkan pihak kreditur telah memberian fasilitas kredit kepada debitur terinci sebagai berikut:
Fasilitas Pembiayaan Multiguna
1. Jenis Pembiayaan : Jual Beli
2. Jenis Akad : Line Facility - Akad Murabahah
3. Tujuan Penggunaan : Pembelian Bahan Baku Kepiting Rajungan Berdasarkan Purchase Order
4. Plafond Line Facility : Rp. 15.000.000.000,-
5. Jangka Waktu Line Facility : 24 (Dua Puluh Emapat) bulan terhitung sejak tanggal perjanjian
6. Tenor per Akad : 4 (Bulan) bulan terhitung sejak tanggal pencairan
7. Avaibility Period : 20 (Dua Puluh) bulan terhitung sejak tanggal perjanjian Line Facility
8. Margin Per Akad : Setara dengan 12% p.a
9. Pembayaran Kembali : Sesuai dengan jadwal angsuran
10. Biaya Administrasi : Rp 120.000.000,- (seratur dua puluh juta rupiah) atau setara 0,8% dan dibayarkan
pada saat penandatanganan Perjanjian Line Facility
11. Biaya Notaris dan/atau Asuransi : Sesuai tagihan dan dibayarkan langsung ke Notaris dan/atau Asuransi
12. Denda/Ta'jir : 2% per bulan dari kewajiban tertunggak
13. Pelunasan dipercepat : Diperkenankan
14. Pengikatan Pembiayaan : Notariil
15. Pengikatan Agunan : Notariil
15. Asuransi : Jaminan yang insurable wajib diasuransikan di Asuransi rekanan PAF selama
jangka waktu Pembiayaan.
16 Agunan : Tanah dan Bangunan dengan sertifikat No: 4218 & 4221 yang terletak di Jl.
Beringin Raya No.37 RT 010 RW 04 Kel. Wonosari Kec. Ngaliyan Kota
Semarang.
Berdasarkan Adendum no 003/PK-ADDENDUM/IX/2023 tanggal 29 September 2023, terkait perubahan struktur jaminan
hutang PT. Karya Persada Khatulistiwa pada PT. Pool Advista Finance. Adendum no 003/PK-ADDENDUM/IX/2023 tanggal
29 September 2023 adalah Adendum Pertama dari Perjanjian Pemberian Line Facility Akad Murabahah Nomor 002/PK
Murabahah/VI/2023 tertanggal 26 Juni 2023, terinci sebagai berikut :
Agunan : Tanah dan Bangunan atas nama Pt. Prima Cakrawala Abadi dengan sertifikat
SHGB No: 01640 & 01641 yang terletak di Jl. Beringin Raya No.37 RT 010 RW
04 Kel. Wonosari Kec. Ngaliyan Kota Semarang.
Tanah dan bangunan atas PT Karya Persada Khatulistiwa dengan sertifikat
SHGB no. 00018 dan 00019, LT 2.796 terletak di Desa Limbangan, Kecamatan,
Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Jantinyuat
Fasilitas pinjaman PT. Karya Persada Khatulistiwa ini telah ditutup pada tanggal 6 Juni tahun 2024 berdasarkan surat no.
S.014/DIR.PAF/VI/2024.
41
Page 48
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK (LANJUTAN)
Utang Bank Jangka Panjang (Lanjutan)
PT POOL ADVISTA FINANCE Tbk.
Pada tanggal 29 September 2023 dilakukan restrukturisasi hutang PT. Nuansa Cipta Magello pada PT. Pool Advista Finance,
yaitu Adendum kedua no 002/PK-ADDENDUM/IX/2023 tanggal 29 September 2023 dihadapan Notaris Dewi Ramasari, S.H.,
plafond Rp. 12.000.000.000, dengan outstanding per tanggal 27 September 2023 sebesar Rp. 11.800.414.914, Tersebut
merupakan perubahan dari Adendum Pertama atas Perjanjian pembiayaan Investasi (Restrukturisasi) no. 14 tanggal 6 September
2021. Terinci sebagai berikut :
Fasilitas Pembiayaan Investasi
1. Jenis Fasilitas : Pembiayaan Investasi
2. Skema Pembiayaan : Pembayaran secara angsuran
3. Plafond : Rp. 12.000.000.000,-
4. Outstanding : Rp. 11.800,414,914,-
5. tujuan Penggunaan : Restrukturasi (Perpanjangan Jangka Waktu Pembiayaan)
6. Jangka Waktu Restruktur : 84 bulan (30 September 2023 sd 30 September 2030)
7. Suku Bunga : 7% eff p.a
8. Angsuran : Rp 178.099.886,-/bulan
10. Biaya Administrasi : Rp 15.000.000,-
11. Biaya Asuransi : Sesuai tagihan
12. Biaya Notaris : Sesuai tagihan
13. Denda Keterlambatan : 2% per bulan dari angsuran tertunggak
14. Penalty Pre-payment : Tidak dikenakan pinalty
15. Asuransi : Jaminan atas pembiayaan diasuransikan di perusahaan asuransi rekanan PAF, dan
diasuransikan selama jangka waktu pembiayaan
16. Agunan Tanah dan bangunan atas nama PT. Nuansa Cipta Magello, sertifikat SHGB no.
21082 dan 21085, yaitu tanah dan bangunan yang terletak di Jl. Kima 3 No. 5A
: Kav K-48 Kel Daya Kec. Biringkanaya, Makassar dengan LT 4.803 m2 LB 1.431
m2.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Pada tanggal 10 Juni 2024 telah ditandatangani Perjanjian Kredit Modal Kerja nomor RCO.SMG/0168/KMK/2024, Akta no. 10
atas nama PT. Karya Persada Khatulistiwa dihadapan Notaris Maria Dwi Hartati, SH,M.Kn, berdasar SPPK nomor SME.Ar-
07.SPW.SPPK/140/2024 tanggal 21 Mei 2024. Terinci sebagai berikut :
1. Jenis Fasilitas : Kredit Modal Kerja
2. Plafond : Rp 10.000.000.000,-
3. Skema Kredit : Revolving - Transaksional
4. Tujuan Penggunaan : Tambahan modal kerja usaha perdagangan hasil olahan perikanan (rajungan)
5. Jangka Waktu Fasilitas : 12 bulan
6. Jangka Waktu per Penarikan : 2 bulan sejak tanggal pencairan kredit
7. Suku Bunga : 9,25% pa. dan besarnya bunga dapat berubah sewaktu - waktu
8. Angsuran : dibayarkan setiap bulan setiap tanggal 15
10. Provisi : 0,1% dari plafond
11. Servicing fee : 0,4% dari plafond
12. Biaya Administrasi : Rp.4.500.000,-
13. Biaya Pengelolaan Rekening : Rp.50.000,- per bulan
14. Biaya Asuransi : Rp. 5.948.662,-
15. Biaya Notaris : Rp. 35.000.000,-
16. Denda Keterlambatan 5% pa. diatas suku bunga kredit untuk setiap keterlambatan pembayaran pokok,
:
bunga, ongkos dan biaya lainnya
17. Penalty Pre-payment 3% dari limit kredit apabila kredit dilunasi sebelum tanggal jatuh tempo dan/atau
:
di take-over Bank lain, terlebih dahulu mengjukan permohonan secara tertulis,
18. Asuransi : Jaminan diasuransikan di Asuransi AXA Insurance Indonesia, polis nomor
1050101062400027 selama jangka waktu kredit
16. Agunan : Tanah dan bangunan atas PT Karya Persada Khatulistiwa dengan sertifikat
SHGB no. 00018 dan 00019, LT 2.796 terletak di Desa Limbangan, Kecamatan,
Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Jantinyuat
Tanah dan Bangunan atas nama Pt. Prima Cakrawala Abadi dengan sertifikat
SHGB No: 01640 & 01641 yang terletak di Jl. Beringin Raya No.37 RT 010 RW
04 Kel. Wonosari Kec. Ngaliyan Kota Semarang.
42
Page 49
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. MODAL SAHAM
Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
31 MARET 2025
Jumlah Saham Ditempatkan Persentase Kepemilikan
Pemegang Saham Jumlah
dan Disetor Penuh (%)
PT ASABRI (Persero) 293.285.543 25,14% 29.328.554.300
PT Bahari Istana Alkausar 58.360.000 5,00% 5.836.000.000
Masyarakat (masing-masing dibawah 5%)
815.021.157 69,86% 81.502.115.700
Jumlah 1.166.666.700 100,00% 116.666.670.000
31 DESEMBER 2024
Jumlah Saham Ditempatkan Persentase Kepemilikan
Pemegang Saham Jumlah
dan Disetor Penuh (%)
PT ASABRI (Persero) 293.285.543 25,14% 29.328.554.300
PT Bahari Istana Alkausar 58.360.000 5,00% 5.836.000.000
Masyarakat (masing-masing dibawah 5%)
815.021.157 69,86% 81.502.115.700
Jumlah 1.166.666.700 100,00% 116.666.670.000
Berdasarkan Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT Prima Cakrawala Abadi Tbk No. 2 tanggal 9 Januari 2018, mengenai
peningkatan modal di tempatkan dan modal disetor Perseroan dari sebesar Rp 70.000.000.000 menjadi sebesar Rp 116.666.670.000.
Perubahan tersebut telah diterima oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui surat Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0008394 tanggal 10 Januari 2018.
Tambahan Modal Disetor
31 MARET 2025 31 DESEMBER 2024
Akun ini terdiri :
- Pengampunan Pajak 1.465.526.994 1.465.526.994
- Tambahan Modal Disetor 46.666.670.000 46.666.670.000
Jumlah 48.132.196.994 48.132.196.994
Pada tahun 2017 Perusahaan melakukan Penawaran Umum Perdana sejumlah 466.666.700 saham dengan nilai nominal sebesar Rp 100,-
setiap saham yang mewakili sebesar 40% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perusahaan melalui Bursa Efek
Indonesia dengan harga penawaran sebesar Rp 150,- setiap saham. Perusahaan telah mendapat Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan
Pendaftaran dalam Rangka Penawaran Umum Perdana Saham Perusahaan dari Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
dengan Surat No. S-471/D.04/2017 tanggal 21 Desember 2017. Pada tanggal 29 Desember 2017 seluruh saham Perusahaan telah
dicatatkan di Bursa Efek Indonesia. Namun penambahan modal disetor baru diaktakan tanggal 9 Januari 2018.
Pengelolaan Modal
Tujuan utama dari pengelolaan modal Grup adalah memastikan bahwa manajemen mempertahankan peringkat kredit yang baik dan rasio
modal yang sehat untuk mendukung bisnis dan memaksimalkan nilai bagi pemegang saham.
Rasio utang terhadap modal dihitung berdasarkan pembagian antara liabilitas neto dengan jumlah ekuitas. Liabilitas neto meliputi
seluruh liabilitas dikurangi dengan kas dan bank. Jumlah modal meliputi seluruh ekuitas sebagaimana yang disajikan di dalam laporan
posisi keuangan konsolidasian.
Perhitungan rasio utang terhadap ekuitas (Debt Equity Ratio/DER ) adalah sebagai berikut:
31 MARET 2025 31 DESEMBER 2024
Jumlah Liabilitas 29.071.792.432 26.771.373.832
Dikurangi:
- Kas dan Bank (lihat Catatan 4) 1.788.017.483 2.946.522.621
- Liabilitas Neto 27.283.774.949 23.824.851.211
Jumlah Ekuitas 64.752.900.665 65.434.814.121
Rasio Liabilitas Neto Terhadap Modal 42,1% 36,4%
Tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 Group lebih banyak menggunakan modal kerja sendiri dibanding hutang, dan
mempertahankan dana kas dan bank 31 Maret 2025 sebesar Rp 1.791.865.127,-
43
Page 50
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. AGIO SAHAM
Saldo agio saham pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp. 18.179.427.165,- dan Rp.
18.179.427.165,- merupakan jumlah agio setelah dikurangi dengan biaya emisi dalam penawaran umum saham perdana Perusahaan.
20. SALDO LABA (RUGI)
Saldo laba (rugi) ditahan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah:
31 MARET 2025 31 DESEMBER 2024
Saldo awal (68.439.180.635) (67.042.015.928)
Perubahan:
Laba (rugi) tahun berjalan (681.913.461) 239.433.337
Koreksi saldo laba (rugi) (97.706) (1.636.598.044)
Koreksi lainnya - -
Saldo akhir (69.121.191.802) (68.439.180.635)
21. KEPENTINGAN NONPENGENDALI
31 MARET 2025 31 DESEMBER 2024
Saldo awal (2.437.536.175) (2.437.282.024)
Jumlah modal yang didistribusikan ke entitas anak 90.700 (201.796)
Rugi komprehensif periode berjalan konsolidasian yang
7.005 (52.355)
distribusikan ke entitas anak
Jumlah (2.437.438.470) (2.437.536.175)
31 MARET 2025
Jumlah Aset Jumlah Liabilitas Laba Rugi Tahun Berjalan Pendapatan Neto
NCM 44.361.469.507 22.793.674.084 (1.323.559.230) 18.173.366.558
KPK 38.602.175.799 9.076.347.473 1.648.962.573 42.417.088.603
Jumlah 82.963.645.306 31.870.021.557 325.403.343 60.590.455.161
31 DESEMBER 2024
Jumlah Aset Jumlah Liabilitas Laba Rugi Tahun Berjalan Pendapatan Neto
NCM 42.011.297.948 19.119.943.295 (5.398.543.489) 115.272.884.696
KPK 35.775.028.134 7.898.162.380 3.893.290.077 158.493.325.146
Jumlah 77.786.326.082 27.018.105.675 (1.505.253.413) 273.766.209.842
22. PENJUALAN NETO
31 MARET 2025 31 MARET 2024
Akun ini terdiri dari :
Penjualan ekspor 60.272.383.956 78.006.092.297
Penjualan lokal 364.726.705 121.627.604
Jumlah 60.637.110.661 78.127.719.901
Untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024, Perusahaan melakukan semua transaksi penjualan kepada
pihak ketiga, dan terdapat pendapatan dari pelanggan yang jumlahnya di atas 10% dari jumlah pendapatan bersih.
31 MARET 2025 31 MARET 2024
Penjualan bersih diatas 10% - Ekspor 60.272.383.956 78.006.092.297
Persentase terhadap Penjualan 99,4% 99,8%
44
Page 51
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. BEBAN POKOK PENJUALAN
31 MARET 2025 31 MARET 2024
Akun ini terdiri dari:
Persediaan Bahan Baku & Packing
Awal 3.769.787.722 2.234.487.155
Pembelian 48.386.965.555 62.643.703.355
Akhir (4.101.790.661) (3.460.018.817)
Pemakaian bahan baku & bahan pembantu 48.054.962.616 61.418.171.693
Biaya tenaga kerja langsung 4.922.726.920 4.927.917.994
Beban Depresiasi 261.649.448 234.425.845
Beban Utilitas 575.866.247 709.128.219
Beban Overhead 1.074.251.378 1.433.719.396
Barang Setengah Jadi Awal 459.607.720 251.945.934
Barang Setengah Jadi Akhir (496.489.048) (660.540.582)
Harga Pokok Produksi 54.852.575.281 68.314.768.499
Persediaan Barang Jadi
Awal 3.501.920.029 7.245.792.135
Akhir (3.179.331.609) (6.203.840.497)
Beban Pokok Penjualan 55.175.163.701 69.356.720.137
Untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024, tidak terdapat pembelian dari pemasok yang jumlahnya di
atas 10% dari pembelian Perusahaan.
24. BEBAN PENJUALAN
31 MARET 2025 31 MARET 2024
Akun ini terdiri dari :
Kargo 1.236.583.655 1.140.994.583
Ekspedisi (865.355) (3.929.500)
Stuffing ekspor 20.265.400 23.969.600
Surveyor 75.376.500 -
Promosi dan Pameran 47.392.335 -
Lain-lain 92.505.765 114.572.510
Jumlah 1.471.258.300 1.275.607.193
25. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
31 MARET 2025 31 MARET 2024
Akun ini terdiri dari:
Gaji dan tunjangan karyawan 3.565.651.066 2.722.156.968
Jasa profesional 234.909.051 185.600.635
Perjalanan dinas 230.818.231 306.847.369
Penyusutan (Catatan 11) 109.972.556 105.571.959
Amortisasi 27.795.232 30.836.815
Listrik dan air 48.066.064 50.018.345
Pajak 258.670.870 388.996.903
Transportasi 23.715.452 58.163.489
Pemeliharaan 265.373.114 150.574.897
Telepon 32.835.463 21.986.411
Perijinan 25.648.000 74.020.000
Rumah tangga kantor 65.831.220 64.082.370
Perlengkapan kantor 37.748.154 42.209.863
Jamuan 10.056.867 4.192.800
Administrasi OJK dan BEI 68.250.000 65.250.000
Cadangan Imbalan Pascakerja 369.150.000 315.000.000
Sewa 16.795.000 7.000.000
Beban CSR 8.388.896 -
Asuransi 29.253.250 841.901
Beban Kerugian Piutang - 1.200.000.000
Beban Pengembangan dan Pelatihan SDM - 7.002.980
Lain-lain 27.465.387 37.477.614
Jumlah 5.456.393.872 5.837.831.319
45
Page 52
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. PENDAPATAN LAIN-LAIN
31 MARET 2025 31 MARET 2024
Akun ini terdiri dari:
Pendapatan (beban) lainnya 7.376.813 88.192
Laba (Rugi) Penjualan Aset Tetap - -
Pendapatan Bunga Lainnya 100 -
Jumlah 7.376.914 88.192
27. BEBAN LAIN - LAIN
31 MARET 2025 31 MARET 2024
Akun ini terdiri dari:
Lain-lain - -
Jumlah - -
28. PENGHASILAN KEUANGAN
31 MARET 2025 31 MARET 2024
Akun ini terdiri dari:
Pendapatan Bunga Bank dan Lembaga Pembiayaan dan Jasa
5.924.672 4.363.568
Giro
Jumlah 5.924.672 4.363.568
29. BEBAN KEUANGAN
31 MARET 2025 31 MARET 2024
Akun ini terdiri dari:
Beban pajak jasa giro 973.341 869.790
Beban Bunga Bank dan Lembaga Pembiayaan 274.752.050 305.006.450
Beban Administrasi Bank 28.720.673 24.654.745
Jumlah 304.446.063 330.530.985
30. LABA (RUGI) PER SAHAM DASAR
31 MARET 2025 31 MARET 2024
Akun ini terdiri dari:
Laba (rugi) komprehensif tahun berjalan (681.913.460) 5.704.647.962
Rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar selama tahun
1.166.666.700 1.166.666.700
berjalan
Laba (Rugi) Bersih per Saham Dasar (0,58) 4,89
31. SEGMEN OPERASI
a. Segmen Primer
Untuk kepentingan manajemen, kegiatan usaha Grup diklasifikasikan menjadi 1 (satu) segmen usaha, yaitu perdagangan hasil olahan
jenis rajungan. Informasi mengenai segmen usaha adalah sebagai berikut :
Hasil laut 31 MARET 2025 31 MARET 2024
Penjualan eksternal 60.637.110.661 78.127.719.901
Beban pokok penjualan (55.175.163.701) (69.356.720.142)
Retur yang tidak dapat dialokasikan - -
Laba Segmen 5.461.946.960 8.770.999.759
b. Segmen Geografis
Informasi mengenai segmen usaha geografis grup adalah sebagai berikut :
Hasil laut 31 MARET 2025 31 MARET 2024
Penjualan
Ekspor 60.272.383.956 78.006.092.297
Lokal 364.726.705 121.627.604
Jumlah 60.637.110.661 78.127.719.901
46
Page 53
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan usahanya, Grup melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi. Entitas dianggap berelasi jika entitas tersebut, baik
secara langsung maupun tidak langsung, dapat mengendalikan atau mengendalikan bersama, atau memiliki pengaruh signifikan atas
Grup dalam pengambilan keputusan keuangan dan operasional. Entitas juga dianggap berelasi jika entitas tersebut sepengendalian
dengan Grup.
Transaksi dan saldo dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
31 MARET 2025 31 DESEMBER 2024
Utang Lain-lain
Jumlah - -
Kompensasi Manajemen Kunci
Manajemen kunci adalah orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin, dan
mengendalikan kegiatan Perusahaan, termasuk direktur Perusahaan yang tercantum pada Catatan 1 atas Laporan Keuangan
Konsolidasian.
33. INSTRUMEN KEUANGAN
Jumlah tercatat aset dan liabilitas keuangan yang diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian telah mendekati nilai wajarnya
karena seluruhnya merupakan instrumen keuangan berjangka pendek.
34. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan Grup adalah risiko mata uang, risiko kredit dan risiko likuiditas. Kebijakan
manajemen terhadap risiko keuangan dimaksudkan untuk meminimalkan potensi dan dampak keuangan yang mungkin timbul dari risiko-
risiko tersebut. Dalam kaitannya dengan hal ini, manajemen tidak memperkenankan adanya transaksi derivatif yang bertujuan spekulatif.
Berikut ini adalah ikhtisar tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Grup:
a. Risiko Mata Uang
Perusahaan melakukan transaksi bisnis dalam beberapa mata uang dan karena itu terekspos risiko mata uang. Grup tidak memiliki
kebijakan khusus terhadap lindung nilai atas mata uang asing. Namun manajemen senantiasa memantau eksposur mata uang dan akan
mempertimbangkan untuk melakukan lindung nilai manakala timbul risiko mata uang yang signifikan.
b. Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko di mana salah satu pihak akan gagal memenuhi liabilitas dalam suatu instrumen keuangan atau kontrak
konsumen yang menyebabkan pihak lain mengalami kerugian keuangan. Risiko kredit yang dihadapi Grup berasal dari kredit yang
diberikan kepada pelanggan tertentu dan simpanan di bank.
Manajemen meminimalkan risiko kredit dengan menempatkan dana hanya pada bank yang memiliki reputasi baik serta melakukan
hubungan usaha hanya dengan pihak ketiga yang memiliki kondisi usaha yang baik.
Grup memiliki kebijakan yang jelas dalam pemilihan pelanggan, perjanjian yang mengikat secara hukum dan secara historis mempunyai
tingkat yang rendah atas piutang usaha yang bermasalah. Sebagai tambahan, jumlah piutang dipantau secara terus menerus untuk
mengurangi risiko piutang yang tidak tertagih. Jumlah maksimum eksposur risiko kredit adalah sebesar jumlah tercatat sebagaimana
diungkapkan pada Catatan 4, 6 dan 7.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, rincian aset keuangan adalah sebagai berikut :
31 MARET 2025
Belum Jatuh Tempo Kurang Dari 1 Lebih Dari 1
Jumlah
Tahun Tahun
Aset Keuangan :
- Kas dan bank 1.788.017.483 - - 1.788.017.483
- Piutang usaha 36.222.953.510 - - 36.222.953.510
- Piutang lain-lain 1.156.324.679 - - 1.156.324.679
Jumlah 39.167.295.672 - - 39.167.295.672
47
Page 54
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan )
31 DESEMBER 2024
Belum Jatuh Tempo Kurang Dari 1 Lebih Dari 1
Jumlah
Tahun Tahun
Aset Keuangan :
- Kas dan bank 2.946.522.621 - - 2.946.522.621
- Piutang usaha 44.411.865.461 340.000 - 44.412.205.461
- Piutang lain-lain 1.084.210.199 - - 1.084.210.199
Jumlah 48.442.598.281 340.000 - 48.442.938.281
c. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas (risiko pendanaan) adalah risiko di mana Perusahaan akan mengalami kesulitan memperoleh dana tunai ketika
memenuhi komitmennya atas instrumen keuangan. Tujuan pengelolaan terkait dengan risiko ini terutama adalah untuk menjaga tingkat
kas dalam besaran yang memadai guna mendanai kebutuhan operasional dan menutup liabilitas (terutama liabilitas dalam jangka
pendek).
Pengelolaan kas tersebut mencakup proyeksi hingga beberapa periode ke depan, menjaga profil jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan
serta memantau rencana dan realisasi arus kas. Sebagai bagian dari upaya tersebut, manajemen juga senantiasa mengupayakan penagihan
kepada pelanggan secara tepat waktu dan sedapat mungkin mengurangi transaksi pembelian yang dilakukan secara tunai.
Tabel di bawah merangkum profil jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan berdasarkan pembayaran kontraktual yang tidak
didiskontokan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
31 MARET 2025
Belum Jatuh Tempo Kurang Dari 1 Lebih Dari 1
Jumlah
Tahun Tahun
Utang usaha 1.272.858.522 - - 1.272.858.522
Utang lain-lain 111.732.270 - - 111.732.270
Beban harus dibayar 129.355.823 - - 129.355.823
Jumlah 1.513.946.615 - - 1.513.946.615
c. Risiko Likuiditas (Lanjutan)
31 DESEMBER 2024
Belum Jatuh Tempo Kurang Dari 1 Lebih Dari 1
Jumlah
Tahun Tahun
Utang usaha 2.325.425.949 - - 2.325.425.949
Utang lain-lain 136.550.000 - - 136.550.000
Beban harus dibayar 470.844.437 - - 470.844.437
Jumlah 2.932.820.386 - - 2.932.820.386
35. PERJANJIAN PENTING
Tanggal 02 Januari 2024 dilakukan perjanjian kerja sama operasi antara PT Karya Persada Khatulistiwa dengan PT Prima Cakrawala
Abadi, Tbk nomor 326/KSO/PCA-KPK/I/2024, dengan jangka waktu 6 bulan terhitung sejak 2 Januari 2024 s/d 30 Juni 2024, berupa
marketing fee sebesar 4% dari penjualan (include pajak). Mengenai perpanjangan jangka waktu perjanjian akan diperbaharui setiap 6
bulan. Pembayaran marketing fee dilakukan setiap 3 bulan, yaitu maksimal 1 bulan setelah masa jatuh temponya.
Tanggal 02 Januari 2024 dilakukan perjanjian kerja sama operasi antara PT Nuansa Cipta Magello dengan PT Prima Cakrawala Abadi,
Tbk nomor 327/KSO/PCA-NCM/I/2024, dengan jangka waktu 6 bulan terhitung sejak 2 Januari 2024 s/d 30 Juni 2024, berupa
marketing fee sebesar 4% dari penjualan (include pajak). Mengenai perpanjangan jangka waktu perjanjian akan diperbaharui setiap 6
bulan. Pembayaran marketing fee dilakukan setiap 3 bulan, yaitu maksimal 1 bulan setelah masa jatuh temponya
Tanggal 28 Juni 2024 dilakukan perjanjian kerja sama operasi antara PT Karya Persada Khatulistiwa dengan PT Prima Cakrawala
Abadi, Tbk nomor 130/KSO/PCA-KPK/VI/2024, dengan jangka waktu 6 bulan terhitung sejak 1 Juli 2024 s/d 31 Desember 2024,
berupa marketing fee sebesar 3% dari penjualan (include pajak). Mengenai perpanjangan jangka waktu perjanjian akan diperbaharui
setiap 6 bulan. Pembayaran marketing fee dilakukan setiap 3 bulan, yaitu maksimal 1 bulan setelah masa jatuh temponya.
Tanggal 28 Juni 2024 dilakukan perjanjian kerja sama operasi antara PT Nuansa Cipta Magello dengan PT Prima Cakrawala Abadi,
Tbk nomor 129/KSO/PCA-NCM/VI/2024, dengan jangka waktu 6 bulan terhitung sejak 1 Juli 2024 s/d 31 Desember 2024, berupa
marketing fee sebesar 3% dari penjualan (include pajak). Mengenai perpanjangan jangka waktu perjanjian akan diperbaharui setiap 6
bulan. Pembayaran marketing fee dilakukan setiap 3 bulan, yaitu maksimal 1 bulan setelah masa jatuh temponya. Pada tanggal 24
September 2024 diperbaharui dengan addendum nomor 230/KSO/PCA-NCM/IX/2024 mengenai pembebasan dari kewajiban membayar
marketing fee kepada PCA untuk periode 1 Oktober 2024 s/d 31 Desember 2024.
48
Page 55
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. PERJANJIAN PENTING (Lanjutan)
Tanggal 2 Januari 2025 dilakukan perjanjian kerja sama operasi antara PT Karya Persada Khatulistiwa dengan PT Prima Cakrawala
Abadi, Tbk nomor PK 077/KSO/PCA-KPK/I/2025 dan 078/KSO/PCA-NCM/I/2025, dengan jangka waktu 6 bulan terhitung sejak 2
Januari 2025 s/d 30 Juni 2025, berupa marketing fee sebesar 3% dari penjualan (include pajak). Mengenai perpanjangan jangka waktu
perjanjian akan diperbaharui setiap 6 bulan. Pembayaran marketing fee dilakukan setiap 3 bulan, yaitu maksimal 1 bulan setelah masa
jatuh temponya.
36. KELANGSUNGAN USAHA
Perusahaan tidak mendapatkan Ijin Usaha Industri (IUI) dari Instansi terkait karena kantor dan pabrik yang berlokasi di Semarang berada
dikawasan pemukiman/perumahan. Kondisi ini menyebabkan Perusahaan berhenti dalam melakukan kegiatan proses produksi serta
banyaknya pengunduran diri sebagian karyawan/tenaga kerja ahli yang bekerja di Perusahaan. Oleh karena itu, kelangsungan hidup
Perusahaan bergantung sepenuhnya pada operasional anak perusahaan serta dukungan keuangan eksternal agar Perusahaan mematuhi
kewajibannya pada saat jatuh tempo. Untuk masalah ini, dewan pengurus Perusahaan percaya bahwa prinsip mengenai mayoritas
pemegang saham telah berkomitmen untuk memberikan dukungan finansial kepada Perusahaan dan akan menjamin untuk memenuhi
semua kewajiban Perusahaan.
Dalam upaya mengatasi hal tersebut manajemen perusahaan akan melakukan langkah - langkah sebgai berikut :
1. Perseroan berencana untuk menjual asset tanah dan pabrik yang berlokasi di Semarang sebagai modal untuk relokasi pabrik
perseroan ke lokasi yang diizinkan untuk kegiatan industri.
2. Meningkatkan modal kerja maupun modal investasi Perseroan melalui kerjasama dengan lembaga keuangan.
3. Berupaya untuk meningkatkan volume produksi dan penjualan dari anak usaha.
4. Memperluas jaringan supply bahan baku mulai dari Indonesia bagian barat sampai dengan bagian timur
5. Membuka dan memperluas pasar lokal untuk meningkatkan rasio penjualan lokal dibandingkan dengan ekspor
37. REMUNERASI DIREKSI DAN KOMISARIS
Remunerasi dan pemberian fasilitas bagi Direksi dan Dewan Komisaris PT Prima Cakrawala Abadi Tbk ditetapkan dalam Surat
Keputusan No. 002/Kom.PCA/VIII/2020 tanggal 24 Agustus 2020 berdasar Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham no. 05 tanggal
19 Agustus 2020 dan mengacu kepada Akta no. 20 tanggal 19 September 2017 mengenai pengangkatan direksi dan komisaris dan
pemberian remunerasi beserta fasilitas.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham PT. Prima Cakrawala Abadi Tbk yang dituangkan dalam Akta no. 07 tanggal 22 Juli 2022,
dilakukan pengangkatan kembali Direksi dan Dewan Komisaris. Remunerasi beserta fasilitas Direksi dan Dewan Komisaris diatur dalam
Surat Ketetapan No.004/ Kom.PCA/IX/2022 tgl. 9 September 2022
Pada tanggal 22 Juli 2024 diterbitkan Surat Keputusan No. 005/ Kom.PCA/ VII/ 2024 mengenai Penetapan Remunerasi Direksi dan
Dewan Komisaris tahun 2024. Remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris yang telah mendapat persetujuan pemegang saham dalam
RUPS pada tanggal 25 Juni 2024, yang tertuang dalam Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan nomor 12 tanggal 25 Juni
2024.
38. PERKEMBANGAN PERKARA PT ASI DAN PT TAL
Perseroan telah menandatangani perjanjian dengan Prisma & Co no. 043/PRISMA-NCM/KH/VI/2023 pada tanggal 30 Juni 2023 untuk
melanjutkan pengurusan sengketa PT. Tandikek Asri Lestari dan PT. Anugerah Semesta Investama.
1. Berdasarkan Progress Report no. 074/PRISMA-NCM/REPORT/XI/2023 dan 075/PRISMA-NCM/REPORT/XI/2023 tanggal 21
November 2023, perkembangan pengurusan sengketa adalah sebagai berikut :
- Pada tanggal 31 Juli 2023 dikirimkan Somasi pertama kepada PT ASI dan PT TAL melalui Prisma & Co
- Pada tanggal 12 September 2023 dikirimkan Somasi kedua kepada PT. ASI dan PT TAL melalui Prisma & Co
- Pada tanggal 30 Oktober 2023 dikirimkan Somasi ketiga kepada PT. ASI dan PT TAL melalui Prisma & Co
2. Pada tanggal 27 Desember 2023 dilakukan permohonan Arbitrase ke BANI terhadap PT ASI melalui surat nomor 082/NCM-ASI-
BANI/XII/2023. Dan permohonan Arbitrase terhadap PT TAL melalui surat nomor 084/NCM-TAL-BANI/XII/2023.
3. Berdasarkan permohonan Perkara PT. NCM terhadap PT. ASI tersebut, BANI mengeluarkan Penetapan Biaya Arbitrase Perkara
Nomor 47002/I/ARB-BANI/2024 pada tanggal 10 Januari 2024, namun belum mendapatkan tanggapan dari PT. ASI.
Selanjutnya Selanjutnya dikarenakan tidak adanya respon atas permohonan BANI dan telah lewatnya batas waktu pembayaran
BANI sampai waktu yang telah ditentukan, berdasarkan Surat BANI Nomor 24.1559/VIII/BANI/A WR-Lq tanggal 7 Agustus
2024 Perihal Penghapusan Perkara, bahwa Perkara tersebut dihapus dari daftar register perkara BANI dikarenakan belum
diterimanya pembayaran atas Biaya Administrasi.
4. Berdasarkan permohonan Perkara PT. NCM terhadap PT. TAL, BANI mengeluarkan Penetapan Biaya Arbitrase Perkara Nomor
47002/I/ARB-BANI/2024 pada tanggal 10 Januari 2024, namun belum mendapatkan tanggapan dari PT. TAL. Selanjutnya
dikarenakan tidak adanya respon atas permohonan BANI dan telah lewatnya batas waktu pembayaran BANI sampai waktu yang
telah ditentukan, berdasarkan Surat BANI Nomor 24.1560/VIII/BANI/A WR-Lq tanggal 7 Agustus 2024 Perihal Penghapusan
Perkara dikarenakan belum diterimanya pembayaran atas Biaya Administrasi, Biaya Pemeriksaan dan Biaya Arbiter tersebut
sampai dengan jangka waktu yang telah ditentukan.
5. Selanjutnya Perseroan mengupayakan penagihan piutang PT. ASI dan PT.TAL, serta mendiskusikan dengan Pengacara
Perseroan, yaitu Prisma & Co, terkait penyelesaikan masalah tersebut.
49
Names mentioned 57 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Hasbullah Abdul Rasyid
· Notaris
p.11 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.11 ×7
unresolved
person
Rini Yulianti
· Notaris
p.11
unresolved
person
Retno Hertiyanti
· Notaris
p.11 ×3
unresolved
org
Menteri
p.11
unresolved
org
Domisili
· Nama Perusahaan
p.12 ×2
unresolved
org
PT Nuansa Cipta
p.12 ×2
unresolved
org
PT Karya Persada Indramayu Pengolahan
p.12 ×2
unresolved
org
PT Nuansa Cipta Magello
p.12 ×8
unresolved
person
Nisa Rochmasari
p.12
unresolved
person
Harra Mieltuani Lubis Sh
· Notaris
p.12
unresolved
org
PT Karya Persada Khatulistiwa
p.13 ×13
unresolved
person
Jimmy Tanal
· Notaris
p.13
unresolved
person
A. Sunu Widyatmoko
p.14
unresolved
person
Raditya Wardhana
p.14
unresolved
person
Lim Tony
p.14
unresolved
person
Titi Indah Susilowati
p.14
unresolved
person
H. Sitorus
p.14
unresolved
person
Hendra Wardana
p.14
unresolved
org
Bank Indonesia
p.31 ×3
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.36
unresolved
org
Bank Panin Indonesia Tbk
p.37 ×4
unresolved
org
PT Artha
p.37 ×2
unresolved
org
PT Tandikek Asri Lestari
p.38 ×4
unresolved
org
PT. Anugrah Semesta Investama
p.38 ×3
unresolved
org
PT. Anugerah Semesta
p.38 ×2
unresolved
org
PT. Tandikek Asri Lestari Investama
p.38 ×2
unresolved
org
PT Astro Media Indonesia
p.41 ×2
unresolved
person
Yulia
p.44 ×2
unresolved
org
PT Nuansa Cipta Mugello
p.44 ×3
unresolved
org
PT. Pool Advista Finance. Berdasarkan Akta
p.46
unresolved
person
Dewi Ramasari
p.46 ×3
unresolved
org
PT. Pool Advista Finance. Adendum
p.47
unresolved
person
Maria Dwi Hartati
p.48
unresolved
org
PT Bahari Istana Alkausar
p.49 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.49
unresolved
org
PT ASI
p.55 ×7
unresolved
org
PT TAL
p.55 ×6
unresolved
org
PT. Anugerah Semesta Investama.
p.55
unresolved
org
PT. NCM
p.55 ×2
unresolved
org
PT. ASI. Selanjutnya Selanjutnya
p.55
unresolved
org
PT. TAL. Selanjutnya
p.55
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.