Skip to content
Back to announcement

20250430_PSDN_Laporan Informasi dan Fakta Material_31879993_lamp1.pdf

Financial statement Text extracted PSDN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 40

Page 1
    PT. PRASIDHA ANEKA NIAGA, Tbk.
           DAN ENTITAS ANAK

          Laporan Keuangan Konsolidasian
Untuk Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal
 31 Maret 2025, 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Page 2
   o
Pra sid ha
                                                             PT PRASIDHA ANEKA NIAGA TbK


                                          SURAT PERNYATAAN DIREKSI
                                            TENTANG
                      TANGGLING JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN TERSENDIRI
                                  I JANUART 2025 _ 3I MARET 2025
                                 PT. PRASIDHA ANEKA NIAGA TBK.



   Kami yang bertanda tangan di bawah ini :


            1. Nama                                         : Didik Tandiono
              Alamat Kantor                                 : Gedung Prasidha, Jl. Siantar No. 6,
                                                             JakartaPusat 10150
              Alamat Domisili / sesuai dengan KTP atau
              Kartu identitas lain                     : Permata Hijau A6 RT.017 RW.002
              Nomor Telepon                            : (021) s790 - 4488
              Jabatan                                  : Wakil Presiden Direktur


            2. Nama                                         : Moenardji Soedargo
              Alamat Kantor                                 : Gedung Prasidha, Jl. Siantar No. 6,
                                                              Jakarta Pusat 10150
              Alamat Domisili / sesuai dengan KTP atau
              Kartu identitas lain                     : Jl. Puri Mutiara VI No. l8A RT.006 RW.004
              Nomor Telepon                            : (021) 5790 - 4488
              Jabatan                                  : Direktur


   Menyatakan Bahwa :

       1. Bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan perusahaan;
       2. Laporan keuangan perusahaan telah disusun dan disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang
            berlaku umum;
       3. a. Semua infbrmasi dalam laporan keuangan perusahaan telah dimuat secara lengkap dan benar;
            b. Laporan keuangan perusahaan tidak mengandung informasi atau fakta material yang tidak
               benar, dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material;
       4.   Bertanggung jawab atas sistem pengendalian interen dalam perusahaan.

   Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.


                                                  Jakarta,29 April2025

                            Wakil Presiden Direktur                  Direktur




                                   (Didik Tandiono)                         ardji Soedargo)




        Gedung Prasidha .ll. Siantar No. 6, Kelurahan Clideng, Jakrta Pusat 10150 'fel. (62-21) 35285058 Fax. (62-21) 3860809
Page 3
                                    PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                       LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                        31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024
                                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)




ASET
                                                                 Catatan                   2025                       2024
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                               2d,2n,3                 4.009.202.739             1.806.897.330
Piutang usaha, neto                                            2d,2e,2n,4,5                    619.306             9.457.496.250
Piutang lain - lain, neto                                           6                      541.853.977                 7.022.710
Persediaan                                                         2i, 7                 6.838.792.449             6.387.113.060
Uang muka kepada pemasok dan lain-lain                                                     107.536.010                32.536.010
Biaya dibayar di muka                                               2j                     160.793.842               284.689.630

Total Aset Lancar                                                                       11.658.798.323            17.975.754.990


ASET TIDAK LANCAR
Penyertaan saham                                                    8                      415.623.987               415.623.987
Aset tetap, neto                                                  2k,9                 123.609.484.771           125.107.564.565
Estimasi tagihan pajak                                            2o,10                  1.442.823.436               922.047.404
Pinjaman kepada karyawan                                           2e                      542.983.332               519.983.331
Uang jaminan                                                       2m                    1.423.211.992             1.423.211.992

Total Aset Tidak Lancar                                                                127.434.127.518           128.388.431.279

TOTAL ASET                                                                             139.092.925.841           146.364.186.269



              Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
Page 4
                              PT PRASIDHA ANEKA NIAGA TbK DAN ANAK PERUSAHAAN
                                      LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                      31. Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024
                                        (Disajikan dalam Rupriah, kecuali dinyatakan lain)




LIABILITAS DAN EKUITAS
                                                                       Catatan                    2025                     2024
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha - pihak ketiga                                                11                      724.207.873            4.450.656.623
Utang lain-lain                                                                                60.355.896.012           57.690.550.050
Beban akrual                                                          2d,2f,2j,12              16.827.431..317          16.645.830.432
Utang pajak                                                              2o,1.3                   779.321.816              907.455.762


Total Liabilitas Jangka Pendek                                                                 78.086.857.018           79.694.492.867


LIABILITAS IANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja karvawan                                        2p,14                 19.785.980.629           20.173.452.458


Total Liabilitas Jangka Panjang                                                                19.785.980.629           20.173.452.458


Total Liabilitas                                                                               97.872.837.647           99.867.945.325



EKUITAS
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik
     entitas induk
Modal saham - nilai nominal RplT5 per saham
      Modal dasar, ditempatkan dan disetor
      penuh - 1.440.000.000 sal'ram                                        15                 252.000.000.000          252.000.000.000
Tambahan rnodal clisetor                                                                       53.293.498.409           53.293.498.409
Saldo Laba (Akumulasi kerugian)                                                              (275.048.490.698)        (269.772.337.948)
Penghasilan komprehensif lainnya                                                               10.975.080.483           10.975.080.483

Sub-Total                                                                                       41..220.088.194         46.496.240.944


Kepentingan Nonpengenclali

Total Ekuitas                                                                                   41..?20.088.194         46.496.240.944


TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                                                  139.092.925.841          1.46.364.186.269



                    Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan clari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.


                                                                                           Jakarta,29 April2025
                                                                                           Wakil Presiden Direktur




                                                                               PT. PRASIDIIA ANR'r{A NIAGA Tbk
Page 5
                          PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN
                                       (Disajikan dalam Rupiah)
                                                                Untuk Tiga Bulan Yang Berakhir
                                                                 Pada Tanggal-tanggal 31 Maret

                                                 Catatan             2025                2024

PENJUALAN NETO                                  2e,2n,4,16         1.438.218.600       1.404.750.800

BEBAN POKOK PENJUALAN                            2n,7,17           1.360.647.016       1.190.684.913

LABA BRUTO                                                            77.571.584         214.065.887

PENGHASILAN (BEBAN) OPERASI                     2n,20,21
Beban penjualan                                                       (62.537.110)         (2.262.427)
Beban umum dan administrasi                                        (5.342.242.418)     (6.572.198.738)
Pendapatan (beban) operasi lainnya                                     49.142.217       1.282.434.145

Penghasilan (Beban) Operasi, Neto                                  (5.355.637.311)     (5.292.027.020)

LABA (RUGI) OPERASI                                                (5.278.065.727)     (5.077.961.133)

PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN                    2n,21,22
Pendapatan (Beban) Lain-lain, Neto                                     1.912.977           3.132.250

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                              (5.276.152.750)     (5.074.828.883)

BEBAN PAJAK                                     2o,10,14
Beban Pajak, Neto                                                               -                    -

LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                                         (5.276.152.750)     (5.074.828.883)

Pendapatan komprehensif lain-lain                                               -                    -

TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
Laba (rugi) tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada :
     Pemilik entitas induk                                         (5.276.152.750)     (5.074.828.883)
     Kepentingan nonpengendali                                                  -                   -

TOTAL                                                              (5.276.152.750)     (5.074.828.883)

Total Laba (rugi) komprehensif tahun berjalan
yang dapat diatribusikan kepada :
    Pemilik entitas induk                                          (5.276.152.750)     (5.074.828.883)
    Kepentingan nonpengendali                                                   -                   -

TOTAL                                                              (5.276.152.750)     (5.074.828.883)

LABA (RUGI) PER SAHAM DASAR
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA
PEMILIK ENTITAS INDUK                              2q                       (3,66)               (3,52)
Page 6
                                                                        PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                                                         LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
                                                                                     (Disajikan dalam Rupiah)

                                                                                 Untuk Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025

                                       Modal saham dasar -                                                    Selisih atas akuisisi           Pengukuran kembali atas
                                        ditempatkan dan       Tambahan                 Saldo Laba                 kepentingan              liabilitas imbalan kerja jangka                            Kepentingan        Ekuitas,
                                         disetor penuh       Modal Disetor           Akumulasi (Rugi)           non-pengendali            panjang-setelah pajak tangguhan           Jumlah           nonpengendali        neto

Saldo per 31 Desember 2023                252.000.000.000       53.293.498.409         (249.235.481.082)                              -                    10.024.194.603          66.082.211.930                    -   66.082.211.930

Laba (rugi) tahun berjalan 2024                         -                    -          (20.536.856.866)                              -                                 -         (20.536.856.866)                   -   (20.536.856.866)

Penghasilan komprehensif lain - neto                    -                    -                          -                             -                       950.885.880             950.885.880                    -      950.885.880

Saldo per 31 Desember 2024                252.000.000.000       53.293.498.409         (269.772.337.948)                              -                    10.975.080.483          46.496.240.944                    -   46.496.240.944


Laba (rugi) komprehensif tiga bulan                     -                    -           (5.276.152.750)                              -                                 -          (5.276.152.750)                   -    (5.276.152.750)

Saldo per 31 Maret 2025                   252.000.000.000       53.293.498.409         (275.048.490.698)                              -                    10.975.080.483          41.220.088.194                    -   41.220.088.194

                                                                        Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
Page 7
                              PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                     LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
                                           (Disajikan dalam Rupiah)


                                                                                       Untuk Tiga Bulan Yang Berakhir
                                                                                        Pada Tanggal-tanggal 31 Maret

                                                                      Catatan            2025                      2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Penerimaan kas dari pelanggan                                                          10.895.714.850             4.919.161.501
Penerimaan kas dari :
   Penghasilan sewa                                                                                 -               361.800.000
   Penghasilan bunga                                                                        1.463.935                 3.209.850
   Lain lain                                                                                3.987.387                         2
Pembayaran kas kepada pemasok                                                          (5.984.700.134)             (681.345.348)
Pembayaran kas untuk :
   Gaji dan upah                                                                       (2.608.181.898)           (4.684.475.599)
   Beban usaha (diluar biaya gaji dan upah)                                            (3.041.996.939)           (2.340.601.660)
   Pajak penghasilan badan dan pajak lainnya                                                  (85.000)             (473.783.876)

Kas neto diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi                              (733.797.799)           (2.896.035.130)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Hasil penjualan aset tetap                                               9                453.500.000                           -


Kas neto digunakan untuk aktivitas investasi                                              453.500.000                           -

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan (Pembayaran) utang lain-lain                                                 2.482.500.000             2.465.000.000

Kas neto diperoleh dari aktivitas pendanaan                                             2.482.500.000             2.465.000.000

KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA KAS                                            2.202.202.201              (431.035.130)

DAMPAK NETO PERUBAHAN NILAI TUKAR ATAS KAS
  DAN SETARA KAS                                                                                103.208                   935.617

KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE                                          3              1.806.897.330             3.668.460.928

KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE                                         3              4.009.202.739             3.238.361.415



        Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
Page 8
                                   PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
                Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024
                                                    (Disajikan dalam Rupiah)


1.   UMUM

     a.   Pendirian Perusahaan

          PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (Perusahaan) didirikan dengan nama PT Aneka Bumi Asih berdasarkan akta Notaris Paul
          Tamara No. 7 tanggal 16 April 1974. Akta pendirian Perusahaan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia
          dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/358/23 tanggal 3 Oktober 1974 dan diumumkan dalam Tambahan No. 2488 dari Berita
          Negara No. 37 tanggal 10 Mei 1994. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Akta Notaris
          Ny. Liliana Arif Gondoutomo, S.H. No. 38 dan akta Perubahan No. 39 tanggal 29 Desember 1993 mengenai peningkatan
          modal dasar Perusahaan, perubahan pemegang saham dan penggantian nama Perusahaan menjadi PT Prasidha Aneka
          Niaga telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-3792.HT.01.04.TH.94
          tanggal 1 Maret 1994 dan diumumkan dalam Tambahan No. 2678 dan Berita Negara No. 40 tanggal 20 Mei 1994. Akta
          Notaris Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, S.H. No. 127 tanggal 10 Mei 1994 mengenai perubahan seluruh Anggaran Dasar
          Perusahaan dalam rangka penawaran umum saham telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam
          Surat Keputusan No. C2-10.238.HT.01.04.TH.94 tanggal 5 Juli 1994 dan diumumkan dalam Tambahan No. 6079 dari Berita
          Negara No. 58 tanggal 21 Juli 1995, dan yang terakhir dengan akta Notaris Ny. Liliana Arif Gondoutomo, S.H. No. 7 tanggal
          10 April 1997 mengenai perubahan Anggaran Dasar Perusahaan dalam rangka penyesuaian dengan Undang-undang
          Perseroan Terbatas No. 1 tahun 1995 dan Undang-undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995 berikut peraturan-peraturan
          pelaksanaannya serta perubahan nilai nominal saham dari Rp 1.000 per saham menjadi Rp 500 per saham, yang telah
          disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-3797.HT.01.04.TH.97 tanggal 15 Mei
          1997 dan diumumkan dalam Tambahan No. 2135 dari Berita Negara No. 43 tanggal 30 Mei 1997. Perubahan terakhir dengan
          akta Notaris Ny. Liliana Arif Gondoutomo, S.H., No.10 tanggal 20 Oktober 2008 mengenai perubahan seluruh Anggaran
          Dasar Perusahaan untuk menyesuaikan dengan Undang-undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan telah
          disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.AHU-
          97905.AH.01.02. Tahun 2008 tanggal 18 Desember 2008 dan diumumkan dalam Tambahan Berita Negara No.9 tanggal 30
          Januari 2009.

          Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Christina Dwi Utami,
          S.H., M.Hum., M.Kn., No. 196 tanggal 25 Agustus 2021, mengenai perubahan susunan direksi Perusahaan. Perubahan
          tersebut telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi
          Manusia Republik Indonesia melalui Surat No. AHU-AH.01.03-04411050 tanggal 26 Agustus 2021.

          Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama meliputi bidang

          Perusahaan berdomisili di Jalan Jenderal Sudirman No. 47 Jakarta Selatan dan pabriknya berlokasi di Jalan Ki Kemas Rindho,
          Kertapati, Palembang. Perusahaan saat ini bergerak dalam bidang pengolahan dan perdagangan hasil bumi. Perusahaan
          memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1974.



          Entitas induk dan Entitas Induk terakhir Perusahaan adalah PT. Prasidha..
     b.   Penawaran Umum Efek Perusahaan

          Pada tanggal 22 September 1994, berdasarkan Surat Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) No. S-1645/PM/1994,
          Perusahaan melalui Bursa Efek Jakarta dan Surabaya (yang telah bergabung menjadi Bursa Efek Indonesia menawarkan
          30.000.000 lembar sahamnya dengan nilai nominal Rp1.000 per saham kepada masyarakat dengan harga jual Rp3.000 per
          saham. Perbedaan antara jumlah nilai nominal dengan jumlah harga jual saham (agio saham) tersebut sebesar
          Rp60.000.000.000. Pada tahun 1997, Perusahaan membagikan saham bonus (untuk setiap pemegang 2 saham yang tercatat
          dalam daftar pemegang saham tanggal 8 Juli 1997, berhak atas 1 saham bonus).

          Pada tanggal 30 Januari 2012, Perusahaan mengubah nilai nominal saham dari Rp500 per lembar saham menjadi Rp175 per
          lembar saham. Penurunan nominal saham ini diperlukan Perusahaan untuk melakukan kuasi reorganisasi secara hukum.
          Perusahaan dan entitas anaknya melakukan kuasi reorganisasi secara konsolidasian. Selisih penilaian kembali aset dari
          Perusahaan dan entitas anaknya dieliminasi terhadap akumulasi rugi secara konsolidasian.

          Saham Perusahaan sebanyak 1.440.000.000 saham dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.
Page 9
                                PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
             Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024
                                                 (Disajikan dalam Rupiah)

c.     Struktur Entitas Anak

       Rincian mengenai Anak Perusahaan yang dikonsolidasi adalah sebagai berikut :

                                              Domisili dan
                                              Tahun Usaha                                         %          Jumlah Aktiva
                                               Komersial                                        Pemi-    (dalam Jutaan Rupiah)
               Anak Perusahaan                  Dimulai               Bidang Usaha              likan         2025      2024

       Langsung
       PT Aneka Bumi Kencana               Surabaya, 1984       Pengolahan dan perdagangan     99,9990       7.742      7.861
                                                                hasil bumi
       PT Tirtha Harapan Bali              Singaraja, 1973      Pengolahan dan perdagangan     99,9900         401          421
                                                                hasil bumi

     PT. Aneka Bumi Kencana
     Berdasarkan Akta Notaris Liliana Arif Gondoutomo, S.H. No. 53 tanggal 29 Desember 1997, Perusahaan memiliki saham
     ABK sebanyak 700 lembar saham dengan nilai nominal masing-masing saham sebesar Rp.1.000.000,- per saham dan
     persentase kepemilikan saham sebesar 99,99%

     PT. Tirtha Harapan Bali
     Berdasarkan Akta Notaris Leolin Jayayanti, S.H. No. 152 tanggal 30 Januari 2004, Perusahaan dan THB menyetujui bahwa
     utang THB kepada Perusahaan sebesar Rp 10.000.000.000 dikonversi menjadi modal saham, sehingga Perusahaan memiliki
     saham THB sebanyak 11.000 dengan nilai nominal masing-masing saham sebesar Rp 1.000.000 per lembar saham dan
     persentase kepemilikan saham sebesar 99,99%.




d.     Karyawan, Direksi dan Dewan Komisaris


       Pada tanggal 31 Maret 2025, susunan anggota Dewan Komisaris, Dewan Direksi Perusahaan, dan Komite Audit adalah
       sebagai berikut :


                                          Dewan Komisaris
       1. Mansjur Tandiono                        -             Presiden Komisaris
       2. Widyono Lianto                          -             Wakil Presiden Komisaris
       3. Agus Soegiarto                          -             Komisaris
       4. Fery Yennoto                            -             Komisaris Independen
       5. Robertus Sukamto                        -             Komisaris Independen

                                           Dewan Direksi
       1. Jeffry Sanusi Soedargo                   -            Presiden Direktur
       2. Didik Tandiono                           -            Wakil Presiden Direktur
       3. Moenardji Soedargo                       -            Direktur

                                            Komite Audit
       1. Robertus Sukamto                          -           Ketua
       2. Henryanto Handoko                         -           Anggota
       3. Kasmita Wijaya                            -           Anggota
Page 10
                                    PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                             CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
                 Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024
                                                     (Disajikan dalam Rupiah)


           Pada tanggal 31 Desember 2024, susunan anggota Dewan Komisaris, Dewan Direksi Perusahaan, dan Komite Audit adalah
           sebagai berikut :

                                                Dewan Komisaris
            1. Mansjur Tandiono                         -               Presiden Komisaris
            2. Widyono Lianto                           -               Wakil Presiden Komisaris
            4. Agus Soegiarto                           -               Komisaris
            5. Fery Yennoto                             -               Komisaris Independen
            6. Robertus Sukamto                         -               Komisaris Independen

                                                  Dewan Direksi
            1. Jeffry Sanusi Soedargo                     -             Presiden Direktur
            2. Didik Tandiono                             -             Wakil Presiden Direktur
            3. Moenardji Soedargo                         -             Direktur

                                                  Komite Audit
            1. Robertus Sukamto                           -             Ketua
            2. Henryanto Handoko                          -             Anggota
            3. Kasmita Wijaya                             -             Anggota


      Perusahaan dan entitas anak memiliki 76 (tujuh puluh enam) karyawan tetap pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember
      2024.



     e.     Penerbitan Laporan Keuangan Konsolidasian Interim
            Laporan keuangan konsolidasian interim ini diotorisasi oleh Direksi untuk terbit pada tanggal 29 April 2025.


2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

      Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas
      anaknya adalah seperti dijabarkan di bawah ini:

      Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan ("SAK")

      Laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha telah disusun dan disajikan sesuai dengan SAK di Indonesia yang
      meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang
      diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan - Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK-IAI”), serta Peraturan No.
      VIII.G.7 yang diterbitkan oleh BAPEPAMLK, tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau
      Perusahaan Publik, yang terlampir dalam surat keputusan No. KEP-347/BL/2012 dari Ketua BAPEPAM-LK tanggal 25 Juni

     a.     Dasar Pengukuran dalam Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
          Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian, menggunakan
          konsep biaya historis, kecuali seperti yang disebutkan dalam Catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang relevan
          Laporan arus kas konsolidasian menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan dalam
          aktivitas operasi, investasi dan pendanaan dengan menggunakan metode langsung.

          Mata uang penyajian yang digunakan pada laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah, yang merupakan mata uang
          fungsional Perusahaan dan entitas anak.

          Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung, dan dikelompokkan ke dalam aktivitas
          operasi, investasi dan pendanaan.
Page 11
                               PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
            Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024
                                                (Disajikan dalam Rupiah)

b.    Dasar Konsolidasian

     Entitas anak adalah seluruh entitas dimana Kelompok Usaha memiliki pengendalian. Kelompok Usaha mengendalikan
     investee ketika (a) memiliki kekuasaan atas investee, (b) eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya
     dengan investee, dan (c) memiliki kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk memengaruhi jumlah
     imbal hasil. Kelompok Usaha menilai kembali apakah Kelompok Usaha mengendalikan investee jika fakta dan keadaan
     mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian

     Konsolidasi atas entitas anak dimulai sejak tanggal Kelompok Usaha memperoleh pengendalian atas entitas anak dan
     berakhir ketika Kelompok Usaha kehilangan pengendalian atas entitas anak. Penghasilan dan beban entitas anak
     dimasukkan atau dilepaskan selama tahun berjalan dalam laba rugi dari tanggal diperolehnya pengendalian sampai dengan
     tanggal ketika Kelompok Usaha kehilangan pengendalian atas entitas anak.

     Laba rugi dan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan
     kepentingan nonpengendali, meskipun hal tersebut mengakibatkan kepentingan nonpengendali memiliki saldo defisit. Jika
     diperlukan, dilakukan penyesuaian atas laporan keuangan entitas anak guna memastikan keseragaman dengan kebijakan
     akuntansi Kelompok Usaha. Mengeliminasi secara penuh aset dan liabilitas, penghasilan, beban, dan arus kas dalam intra
     grup terkait dengan transaksi antar entitas dalam Kelompok Usaha

     Perubahan dalam bagian kepemilikan atas entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian pada entitas
     anak dicatat sebagai transaksi ekuitas. Setiap perbedaan antara jumlah tercatat kepentingan nonpengendali yang disesuaikan
     dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau diterima diakui secara langsung di ekuitas dan mengatribusikannya kepada
     pemilik entitas induk.

     Ketika Kelompok Usaha kehilangan pengendalian pada entitas anak, maka Kelompok Usaha menghentikan pengakuan atas
     aset (termasuk goodwill), liabilitas dan komponen lain dari ekuitas terkait, sementara keuntungan atau kerugian yang
     dihasilkan diakui pada laba rugi. Bagian dari investasi yang tersisa diakui pada nilai wajar.


c.    Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali

     Dalam kombinasi bisnis entitas sepengendali, aset dan liabilitas yang diakuisisi tidak disajikan kembali ke nilai wajar,
     melainkan diakui sebesar jumlah tercatatnya dengan menggunakan metode penyatuan kepentingan guna memastikan
     keseragaman dengan kebijakan

     Metode penyatuan kepentingan ini harus diterapkan sejak periode yang paling awal pada tahun dimana kedua entitas
     (pengakuisisi dan pihak diakuisisi) berada dalam entitas sepengendali untuk pertama kalinya.

     Selisih antara harga pengalihan dibayar dan nilai tercatat aset neto yang diperoleh akan disajikan sebagai bagian dari akun
     “Selisih atas akuisisi kepentingan nonpengendali” dalam ekuitas, yang tidak dapat direklasifikasi ke laba rugi masa depan.



d.    Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing


      Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi
      dilakukan. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah sesuai dengan
      kurs tengah pada tanggal terakhir transaksi bank untuk periode tersebut yang dikeluarkan Bank Indonesia. Laba atau rugi
      kurs yang terjadi dikredit atau dibebankan pada usaha periode berjalan.

      Kurs tengah yang digunakan adalah Rp16.588,- dan Rp16.512,- untuk US$ 1 masing-masing pada tanggal 31 Maret 2025 dan
      31 Desember 2024.
Page 12
                               PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
            Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024
                                                (Disajikan dalam Rupiah)

e.    Transaksi dengan Pihak-pihak yang Berelasi

     Perusahaan dan entitas anak mempunyai transaksi dengan pihak-pihak berelasi sebagaimana didefinisikan dalam PSAK No.
     7, “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.

     Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, dimana persyaratan tersebut
     mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak tidak berelasi.

     Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam catatan-catatan atas laporan
     keuangan konsolidasian yang relevan.

     Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas yang menyiapkan laporan keuangannya (entitas
     pelapor). Yang termasuk pihak berelasi adalah sebagai berikut:

     Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut:

     a. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
     b. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
     c. Merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk pelapor.

     Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal sebagai berikut:
     a. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas
        anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain);
     b. Suatu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura
        bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain adalah anggotanya)
     c. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
     d. Suatu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga;
     e. Entitas tersebut adalah sebuah program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas
        yang terkait dengan entitas pelapor;
     f. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi sebagaimana dimaksud dalam angka
        1; atau
     g. Orang yang diidentifikasi sebagaimana dimaksud dalam angka 1) huruf a) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau
         merupakan manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).




f.    Instrumen Keuangan

     Aset keuangan

     Kelompok Usaha menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal. Klasifikasi dan pengukuran aset
     keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas kontraktual - apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.

     Aset keuangan diklasifikasikan dalam kategori berikut:

      Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
      Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
      komprehensif lain.

     Aset keuangan Kelompok Usaha meliputi kas dan bank, piutang usaha dan piutang lain-lain, piutang pihak berelasi, pinjaman
     kepada karyawan, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI, dan uang jaminan. Aset keuangan diklasifikasikan
     sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, jika tidak maka aset keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset
     tidak lancar.
Page 13
                          PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
       Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024
                                           (Disajikan dalam Rupiah)



Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

(i) Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi
Kelompok Usaha mengukur aset keuangan pada biaya diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
  (1) aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan arus kas
      kontraktual;

 (2) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan pada tanggal yang ditentukan untuk arus
     kas yang sematamata pembayaran pokok dan bunga atas jumlah pokok yang belum dibayar.

Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan metode suku bunga efektif
(Effective Interest Rate) (“EIR”), setelah dikurangi dengan penurunan nilai. Biaya perolehan yang diamortisasi dihitung dengan
memperhitungkan diskonto atau premi atas biaya akuisisi atau biaya yang merupakan bagian integral dari EIR tersebut.
Amortisasi EIR dicatat dalam laba rugi konsolidasian. Kerugian yang timbul dari penurunan nilai juga diakui pada laba rugi.

Kelompok aset keuangan ini meliputi kas dan bank, piutang usaha dan piutang lainlain, piutang pihak berelasi, pinjaman
kepada karyawan, dan uang jaminan

(ii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI
Instrumen utang
Kelompok Usaha mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui OCI jika kedua kondisi berikut terpenuhi: (1) aset
keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan arus kas kontraktual dan pejualan; dan (2)
persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan pada tanggal yang ditentukan untuk arus kas yang sematamata
pembayaran pokok dan bunga atas jumlah pokok yang belum dibayar.

Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui OCI, pendapatan bunga, revaluasi selisih kurs, dan kerugian atau
pembalikan penurunan nilai diakui dalam laba rugi dan dihitung dengan cara yang sama seperti aset keuangan yang diukur
dengan biaya perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar yang tersisa diakui dalam OCI. Setelah penghentian
pengakuan, perubahan nilai wajar kumulatif yang diakui di OCI didaur ulang menjadi laba rugi.

Instrumen ekuitas
Setelah pengakuan awal, Kelompok Usaha dapat memilih untuk mengklasifikasikan investasi ekuitasnya secara tidak dapat
dibatalkan sebagai instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI jika definisi ekuitas sesuai PSAK No. 50:
Instrumen Keuangan: Penyajian dan tidak dimiliki untuk diperdagangkan. Klasifikasi ditentukan berdasarkan instrumen per
instrumen.

Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak pernah didaur ulang menjadi laba atau rugi. Dividen diakui sebagai
pendapatan lain-lain dalam laba rugi pada saat hak pembayaran telah ditetapkan, kecuali jika Kelompok Usaha memperoleh
keuntungan dari hasil tersebut sebagai pemulihan sebagian biaya perolehan aset keuangan, dalam hal ini, keuntungan tersebut
adalah dicatat dalam OCI. Instrumen ekuitas yang ditetapkanpada nilai wajar melalui OCI tidak tunduk pada penilaian
penurunan nilai.

Kelompok Usaha memiliki penyertaan saham yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui OCI.

(iii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan, aset keuangan
yang ditetapkan pada pengakuan awal pada nilai wajar melalui laba rugi, atau aset keuangan yang wajib diukur pada nilai
wajar. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli
kembali dalam waktu dekat.

Derivatif, termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali
jika ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang efektif. Aset keuangan dengan arus kas yang tidak semata-mata
pembayaran pokok dan bunga diklasifikasikan dan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, terlepas dari model bisnisnya.

Terlepas dari kriteria untuk instrumen utang yang akan diklasifikasikan pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai
wajar melalui OCI, seperti dijelaskan di atas, instrumen utang dapat ditetapkan pada nilai wajar melalui laba rugi pada
pengakuan awal jika hal tersebut menghilangkan, atau secara signifikan mengurangi, ketidaksesuaian akuntansi.

Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi selanjutnya disajikan dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian sebesar nilai wajar, dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi. Kelompok Usaha tidak memiliki
aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Page 14
                          PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
       Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024
                                           (Disajikan dalam Rupiah)




Liabilitas Keuangan

Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 71 diklasifikasikan sebagai berikut:
 Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
 Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi.

Kelompok Usaha menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.

Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang, termasuk biaya
transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

Liabilitas keuangan Kelompok Usaha meliputi utang usaha, utang lain-lain, beban akrual, utang bank jangka pendek, utang
bank jangka panjang, liabilitas sewa dan utang pembiayaan konsumen. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas
jangka panjang jika jatuh tempo melebihi 12 bulan dan sebagai liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa
kurang dari 12 bulan.

Pengukuran liabilitas keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut: :

(i) Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi
    Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya amortisasi (misalnya pinjaman dan utang yang dikenakan bunga) selanjutnya
    diukur dengan menggunakan metode EIR. Amortisasi EIR termasuk di dalam biaya keuangan dalam laba rugi
    konsolidasian
    Kelompok liabilitas keuangan ini meliputiutang usaha, utang lain-lain, beban akrual, utang bank jangka pendek, utang
    bank jangka panjang, liabilitas sewa dan utang pembiayaan konsumen.

(ii) Liabilitas keuangan yang diukur dengan wajar melalui laba rugi
     Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk liabilitas keuangan untuk diperdagangkan
    dan liabilitas keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
    konsolidasian.
     Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok untuk diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan dijual
     atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Kategori ini termasuk instrumen keuangan derivatif yang diambil Kelompok
     Usaha yang tidak ditujukan sebagai instrumen lindung nilai dalam hubungan lindung nilai sebagaimana didefinisikan
     dalam PSAK No. 71. Derivatif melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali
     mereka ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai efektif.

  Keuntungan atau kerugian atas liabilitas yang dimiliki untuk diperdagangkan diakui dalam laporan laba rugi
  konsolidasian

Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut berakhir atau dibatalkan atau kedaluwarsa.

Dalam hal suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama
dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas persyaratan dari suatu liabilitas
yang ada,pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan
liabilitas baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas diakui dalam laporan laba rugi.

Saling Hapus Antar Aset dan Liabilitas Keuangan
Aset dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
jika, dan hanya jika, Kelompok Usaha saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas
jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Page 15
                               PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
            Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024
                                                (Disajikan dalam Rupiah)




     Penurunan Nilai Aset Keuangan

     Kelompok Usaha menerapkan model kerugian kredit ekspektasian ("ECL") untuk pengukuran dan pengakuan kerugian
     penurunan nilai. Pada setiap periode pelaporan, Kelompok Usaha menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah
     meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Kelompok Usaha menggunakan perubahan
     atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah kerugian
     kredit ekspektasian. Dalam melakukan penilaian, Kelompok Usaha membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas
     instrumen keuangan pada saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat
     pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau usaha pada
     saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan,
     yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal.

     Kelompok Usaha menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian tersebut terhadap


g.    Penentuan Nilai Wajar

     Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan
     suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar di pasar utama (atau pasar yang paling menguntungkan) pada
     tanggal pengukuran dalam kondisi pasar saat ini (yaitu harga keluar) terlepas apakah harga tersebut dapat diobservasi
     secara
     langsung atau diestimasi dengan menggunakan teknik penilaian lain pada tanggal pengukuran.

     Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi:

     a) di pasar utama (principal market) untuk aset atau liabilitas tersebut; atau

     b) jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan (most advantageous market) untuk aset atau liabilitas
     tersebut.

     Kelompok Usaha mengukur nilai wajar suatu aset atau liabilitas menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar
     ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan
     ekonomis terbaiknya.

     Pengukuran nilai wajar aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan manfaat
     ekonomis dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya (highest and best use) atau dengan
     menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.

     Kelompok Usaha menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang memadai tersedia untuk
     mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan
     penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

     Hierarki nilai wajar dikategorikan dalam 3 (tiga) level input untuk teknik penilaian yang dig6unakan dalam pengukuran
     nilai wajar, sebagai berikut:

     (a) Input Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang dapat
     diakses entitas pada tanggal pengukuran.

     (b) Input Level 2 - input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau
     liabilitas, baik secara langsung atau tidak langsung.

     (c) Input Level 3 - input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas.

     Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, Kelompok Usaha menentukan
     apakah terjadi transfer antara Level di dalam hierarki dengan cara mengevaluasi kategori (berdasarkan input level terendah
     yang signifikan dalam pengukuran nilai wajar) setiap akhir periode pelaporan.

     Kelompok Usaha menentukan kelas aset dan liabilitas yang sesuai dengan sifat, karakteristik, dan risiko aset dan liabilitas,
     dan level hierarki nilai wajar dimana pengukuran nilai wajar tersebut dikategorikan.
Page 16
                              PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
           Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024
                                               (Disajikan dalam Rupiah)

h.    Kas dan Bank

      Kas dan bank terdiri dari kas dan bank tidak dipergunakan sebagai jaminan serta tidak dibatasi penggunaannya.


i     Persediaan

     Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto. Biaya perolehan
     persediaan meliputi seluruh biaya yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini dimana
     ditentukan dengan metode ratarata. Nilai realisasi neto adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha normal
     dikurangi estimasi biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.

     Penyisihan penurunan nilai persediaan karena keusangan, kerusakan, kehilangan dan lambatnya perputaran ditentukan
     berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan masingmasing persediaan untuk mencerminkan nilai realisasi neto pada
     akhir tahun. Penyisihan penurunan nilai persediaan ke nilai realisasi neto dan seluruh kerugian persediaan diakui sebagai
     beban pada periode penurunan nilai atau kerugian terjadi.

j.    Beban Dibayar di Muka

      Biaya dibayar di muka diamortisasi dan dibebankan pada operasi selama masa manfaatnya dengan menggunakan metode
      garis lurus.


k.    Aset Tetap

     Aset tetap pada awalnya dicatat sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset terdiri dari harga pembelian dan biaya
     lainnya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan supaya aset
     siap digunakan sesuai dengan maksud manajemen. Setelah pengakuan awal, aset tetap, diukur sebesar biaya perolehan
     dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai. Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan
     tidak disusutkan.

     Sesuai dengan ISAK 36, Kelompok Usaha menganalisa fakta dan keadaan untuk masingmasing jenis hak atas tanah dalam
     bentuk Hak Guna Usaha (“HGU”), Hak Guna Bangunan (“HGB”) dan Hak Pakai (“HP”) dalam menentukan akuntansi
     untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan tepat suatu kejadian atau transaksi
     ekonomik yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan pengendalian atas aset pendasar kepada
     Kelompok Usaha, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset pendasar, Kelompok Usaha menerapkan perlakuan
     akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK 73, “Sewa”. Jika hak atas tanah secara substansi
     menyerupai pembelian tanah, maka Kelompok Usaha menerapkan PSAK 16 “Aset Tetap”.

     Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset yang terpisah, mana yang lebih
     tepat, ketika terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir
     ke Kelompok Usaha dan biaya tersebut dapat diukur secara andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti dihentikan
     pengakuannya pada tahun di mana pada saat penggantian tersebut terjadi. Seluruh biaya perbaikan dan pemeliharaan
     dibebankan ke dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

     Penyusutan aset tetap dihitung dengan menggunakan metode garis lurus untuk mengalokasikan jumlah tersusutkan selama
     estimasi masa manfaat aset tetap sebagai berikut:



                                                                                                               Tahun

      Bangunan dan prasarana                                                                                       10-20
      Mesin dan peralatan                                                                                          5-10
      Peralatan kantor                                                                                              2-4
      Kendaraan                                                                                                     2-4

     Masa manfaat, nilai residu dan metode penyusutan direviu setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi
     tersebut berlaku prospektif.

     Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap. Akumulasi biaya
     perolehan akan dipindahkan ke akun aset tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut telah selesai dikerjakan dan telah
     siap untuk digunakan.

     Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan
     dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung
     sebagai selisih antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset tetap) diakui dalam laporan laba rugi dan
     penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Page 17
                              PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
           Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024
                                               (Disajikan dalam Rupiah)

l.   Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
     Aset yang memiliki masa manfaat yang tidak terbatas tidak diamortisasi namun diuji penurunan nilainya setiap tahun, atau
     lebih sering apabila terdapat peristiwa atau perubahan pada kondisi yang mengindikasikan kemungkinan penurunan nilai.
     Aset yang diamortisasi ditelaah untuk penurunan nilai apabila terjadi kondisi atau perubahan yang mengindikasikan bahwa
     jumlah tercatat aset tidak dapat diperoleh kembali. Kerugian penurunan nilai diakui sebesar selisih jumlah tercatat aset
     terhadap jumlah terpulihkannya. Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset dikurangi biaya
     penjualan dengan nilai pakai.

     Untuk tujuan menguji penurunan nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang menghasilkan arus kas terpisah
     teridentifikasi (unit penghasil kas). Aset nonkeuangan yang mengalami penurunan nilai ditelaah untuk kemungkinan
     pembalikkan atas penurunan nilai tersebut pada setiap tanggal pelaporan.

m. Sewa
     Kelompok Usaha sebagai penyewa
     Pada tanggal permulaan kontrak, Kelompok Usaha menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung, sewa. Suatu
     kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikanpenggunaan aset
     identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.

     Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian, Kelompok Usaha
     menilai apakah:
     - Kelompok Usaha memiliki hak untuk mendapatkan secara subtansial seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan aset
       identifikasian; dan
     - Kelompok Usaha memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Kelompok Usaha memiliki hak ini
       ketika Kelompok Usaha memiliki hak untuk pengambilan keputusan yang relevan tentang bagaimana dan untuk tujuan apa
       aset digunakan telah ditentukan sebelumnya dan:
     i). Kelompok Usaha memiliki hak untuk mengoperasikan aset;
     ii). Kelompok Usaha telah mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan apa aset akan
          digunakan selama periode penggunaan.

     Pada tanggal insepsi atau pada penilaian kembali atas kontrak yang mengandung sebuah komponen sewa, Kelompok Usaha
     mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen sewa berdasarkan harga tersendiri relatif dari
     komponen sewa dan harga tersendiri agregat dari komponen nonsewa. Namun, untuk sewa penunjang dimana Kelompok
     Usaha bertindak sebagai penyewa, Kelompok Usaha memutuskan untuk tidak memisahkan komponen nonsewa dan men
     catat komponen sewa dan nonsewa tersebut sebagai satu komponen sewa.

     Pada tanggal permulaan sewa, Kelompok Usaha mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak-guna diukur pada
     biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan dengan pembayaran sewa yang
     dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah dengan biaya langsung awal yang dikeluarkan dan estimasi biaya
     yang akan dikeluarkan untuk membongkar dan memindahkan aset pendasar atau untuk merestorasi aset pendasar ke kondisi
     yang disyaratkan dan ketentuan sewa, dikurangi dengan insentif sewa yang diterima.

     Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih
     awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.

     Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan, didiskontokan dengan
     menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, maka menggunakan
     suku bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya, Kelompok Usaha menggunakan suku bunga pinjaman inkremental
     sebagai tingkat bunga diskonto.

     Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran berikut ini:
     - pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara substansi dikurangi dengan piutang insentif sewa;
     - pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada awalnya diukur dengan
       menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
     - jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dengan jaminan nilai residual;
     - harga eksekusi opsi beli jika Kelompok Usaha cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
     - penalti karena penghentian awal sewa kecuali jika Kelompok Usaha cukup pasti untuk tidak menghentikan lebih awal.

     Pembayaran sewa dialokasikan menjadi bagian pokok dan biaya keuangan. Biaya keuangan dibebankan pada laba rugi
     selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas untuk setiap
     periode.

     Kelompok Usaha menyajikan aset hak-guna sebagai bagian dari “Aset tetap” dan “Liabilitas sewa” di dalam laporan posisi
     keuangan. Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Kelompok Usaha pada akhir masa sewa atau jika biaya
     perolehan aset hakguna merefleksikan Kelompok Usaha akan mengeksekusi opsi beli, maka Kelompok Usaha menyusutkan
     aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar. Jika tidak, maka Kelompok Usaha
     menyusutkan aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-
     guna atau akhir masa sewa.
Page 18
                             PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
          Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024
                                              (Disajikan dalam Rupiah)




     Sewa jangka pendek
     Kelompok Usaha memutuskan untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka pendek yang
     memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang. Kelompok Usaha mengakui pembayaran sewa atas sewa tersebut sebagai beban
     dengan dasar garis lurus selama masa sewa.


n.   Pendapatan dan Beban

     Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan
     Pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut:

        (i) Identifikasi kontrak dengan pelanggan
        (ii) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk
            menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan.
      (iii) Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai
            kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak
            mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Kelompok Usaha membuat estimasi jumlah imbalan tersebut
            sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan
            dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak. Pengakuan
            pendapatan harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut:
      (iv) Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri sendiri relatif
           dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual
           berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin.
      (v) Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau jasa yang
           dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut).

     Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut:

      Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
      Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban pelaksanaan yang
     dipenuhi dalam suatu periode waktu, Kelompok Usaha memilih ukuran penyelesaian yang sesuai untuk penentuan jumlah
     pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya kewajiban pelaksanaan.

     Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan
     kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi.

     Kewajiban kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah
     dipenuhi. Aset kontrak disajikan dalam "Piutang usaha" dan liabilitas kontrak disajikan dalam "Pendapatan diterima di
     muka".

     Penjualan barang Sale of goods Pendapatan dari penjualan barang diakui pada saat risiko dan manfaat kepemilikan secara
     signifikan telah dialihkan kepada pelanggan. Hal ini biasanya terjadi pada saat barang diserahkan dan pelanggan telah
     menerima barang tersebut.

     Pendapatan dividen Pendapatan dividen diakui ketika hak Kelompok Usaha untuk menerima pembayaran telah ditetapkan,
     yang umumnya ketika pemegang saham menyetujui dividen tersebut.

     Penghasilan bunga
     Penghasilan bunga diakui atas dasar proporsi waktu dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

     Beban
     Biaya yang secara langsung berhubungan dengan kontrak, menghasilkan sumber daya untuk memenuhi kontrak ("biaya
     untuk memenuhi") atau penambahan untuk mendapatkan kontrak ("biaya untuk memperoleh") dan diharapkan dapat
     dipulihkan. Beban tersebut dengan demikian memenuhi syarat kapitalisasi berdasarkan PSAK No. 72 dan diakui sebagai
     aset lancar lain-lain. Beban tersebut diamortisasi dengan cara sistematis sejalan dengan penyerahan barang atau jasa yang
     terkait dengan aset tersebut.

     Beban bunga
     Beban bunga untuk semua liabilitas keuangan yang mengandung bunga diakui dalam ‘Biaya keuangan’ dalam laporan laba
     rugi dengan menggunakan EIR liabilitas keuangan yang terkait.

     Beban lain-lain
     Beban lain-lain diakui pada saat terjadinya.
Page 19
                              PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
           Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024
                                               (Disajikan dalam Rupiah)

o.   Pajak Penghasilan
     Beban pajak penghasilan untuk periode berjalan terdiri dari pajak penghasilan kini dan pajak tangguhan. Beban pajak
     penghasilan diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, kecuali jika pajak tersebut terkait dengan
     transaksi atau kejadian yang diakui di penghasilan komprehensif lain atau langsung diakui ke ekuitas. Dalam hal ini, pajak
     tersebut masingmasing diakui dalam penghasilan komprehensif lain atau ekuitas

     Pajak kini
     Beban pajak kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan keuangan, dan ditetapkan
     berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan. Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi yang dilaporkan di
     Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT”) sehubungan dengan situasi dimana aturan pajak yang berlaku membutuhkan
     interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang diharapkan akan dibayar kepada otoritas
     pajak.

     Bunga dan denda untuk kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan, jika ada, dicatat sebagai bagian dari
     “Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan” dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

     Jumlah tambahan pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan Surat Ketetapan Pajak (“SKP”) diakui sebagai
     pendapatan atau beban dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain tahun berjalan, kecuali jika diajukan
     upaya penyelesaian selanjutnya. Jumlah tambahan pokok pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP ditangguhkan
     pembebanannya sepanjang memenuhi kriteria pengakuan aset.

     Pajak tangguhan
     Pajak tangguhan diakui berdasarkan perbedaan temporer pada tanggal pelaporan antara dasar pengenaan pajak untuk aset
     dan liabilitas dengan nilai tercatatnya untuk tujuan pelaporan keuangan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua
     perbedaan temporer kena pajak dengan beberapa pengecualian. Aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer
     yang boleh dikurangkan dan rugi fiskal apabila terdapat kemungkinan besar bahwa jumlah laba kena pajak pada masa
     mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer dan rugi fiskal.

     Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan jumlah tercatat aset pajak tangguhan
     tersebut diturunkan apabila laba kena pajak mungkin tidak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau semua manfaat
     aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang belum diakui dinilai kembali pada setiap tanggal pelaporan dan diakui
     sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak di masa depan akan memungkinkan aset pajak tangguhan untuk dipulihkan.

     Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku pada tahun saat aset
     dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak dan peraturan pajak yang berlaku atau secara substantif telah
     berlaku pada tanggal pelaporann

     Aset dan liabilitas pajak tangguhan dapat saling hapus jika, dan hanya jika, (a) memiliki hak yang dapat dipaksakan secara
     hukum untuk melakukan saling hapus antara aset dan liabilitas pajak kini dan (b) aset serta liabilitas pajak tangguhan
     tersebut terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama.

     Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
     Penjualan, beban dan aset diakui neto terhadap nilai pajak penjualan (yaitu pajak pertambahan nilai dan pajak lainnya, jika
     ada), kecuali:
     · Situasi dimana PPN yang timbul dari pembelian aset atau jasa tidak terpulihkan dari otoritas pajak, dalam situasi
       tersebut PPN terkait diakui sebagai bagian dari nilai perolehan aset atau bagian dari beban.
     · Piutang dan hutang yang diakui termasuk PPN terkait.

     Nilai dari PPN neto yang dipulihkan atau terhutang ke otoritas pajak dicatat sebagai bagian dari piutang atau utang dalam
     laporan posisi keuangan konsolidasian.

p.   Liabillitas Imbalan Kerja
     Kelompok Usaha menyediakan imbalan kerja pasti kepada karyawannya sesuai denganPeraturan Pemerintah (“PP”) No. 35
     tahun 2021 untuk Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 (Undang-Undang Cipta Kerja) yang diundangkan pada
     November 2020. Program imbalan pasti ini tidak didanai.

     Liabilitas neto Kelompok Usaha atas program imbalan pasti dihitung dari nilai kini liabilitas imbalan kerja pasti pada akhir
     periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program, jika ada. Perhitungan liabilitas imbalan kerja dilakukan dengan
     menggunakan metode Projected Unit Credit dalam perhitungan aktuaria yang dilakukan setiap akhir periode pelaporan.

     Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja, meliputi a) keuntungan dan kerugian aktuarial, b) imbal hasil atas aset
     program, tidak termasuk bunga, dan c) setiap perubahan dampak batas atas aset, tidak termasuk bunga, diakui di
     penghasilan komprehensif lain pada saat terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode
     berikutnya.

     Kelompok Usaha mengakui (1) biaya jasa, yang terdiri dari biaya jasa kini, biaya jasa lalu, dan setiap keuntungan atau
     kerugian atas penyelesaian, dan (2) penghasilan atau beban bunga neto di laba rugi pada saat terjadinya.
Page 20
                              PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
           Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024
                                               (Disajikan dalam Rupiah)


q.   Laba Neto per Saham
     Laba neto per saham dasar dihitung dengan membagi laba neto tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik
     entitas induk dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar selama tahun tersebut.

     Laba per saham dilusian dihitung manakala Perusahaan memiliki instrumen berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif.


r.   Informasi Segmen
     Segmen adalah bagian khusus dari Kelompok Usaha yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan jasa (segmen
     usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang
     memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.

     Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk akun-akun yang dapat diatribusikan langsung kepada suatu
     segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai kepada segmen tersebut. Segmen ditentukan
     sebelum saldo dan transaksi antar perusahaan, dieliminasi sebagai bagian dari proses konsolidasi.


u.   Pertimbangan
     (Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapankebijakan akuntansi Perusahaan dan entitas
     anak yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:

     Penentuan mata uang fungsional
     Mata uang fungsional dari masing-masing entitas dalam Kelompok Usaha adalah mata uang dari lingkungan ekonomi
     utama dimana entitas tersebut beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang memengaruhi pendapatan dan
     biaya dari masing-masing entitas. Penentuan mata uang fungsional mungkin memerlukan pertimbangan karena berbagai
     kompleksitas, antara la in, entitas dapat bertransaksi di lebih dari satu mata uang dalam kegiatan usahanya seharihari.

     Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan
     Kelompok Usaha mengklasifikasikan aset keuangannya bergantung pada model bisnis untuk mengelola aset keuangan
     tersebut dan apakah persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut semata-mata pembayaran pokok dan bunga dari
     jumlah pokok terutang. Aset dan liabilitas keuangan diakui dan dikelompokkan sesuai dengan kebijakan akuntansi
     Kelompok Usaha.

     Sewa
     Perusahaan dan entitas anak mempunyai perjanjian-perjanjian sewa dimana Perusahaan bertindak sebagai lessee untuk
     sewa tempat. Perusahaan dan entitas anak mengevaluasi apakah terdapat risiko dan manfaat yang signifikan dari aset
     sewa yang dialihkan berdasarkan PSAK No. 30, yang mensyaratkan Perusahaan dan entitas anak untuk membuat
     pertimbangan dengan estimasi dari pengalihan risiko dan manfaat terkait dengan kepemilikan aset.

     Berdasarkan hasil penelaahan yang dilakukan Perusahaan dan entitas anak atas perjanjian sewa tempat yang ada saat ini,
     maka transaksi sewa tersebut diklasifikasikan sebagai sewa operasi.

     Menentukanj penilaian model bisnis

     Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan bergantung pada hasil pengujian semata pembayaran pokok dan bunga
     (“SPPI”) atas jumlah pokok terutang dan model bisnis. Kelompok Usaha menentukan model bisnis pada tingkat yang
     mencerminkan bagaimana kelompok aset keuangan dikelola bersama untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. Penilaian ini
     mencakup penilaian yang mencerminkan semua bukti yang relevan termasuk bagaimana kinerja aset dievaluasi dan
     kinerjanya diukur, risiko yang memengaruhi kinerja aset dan bagaimana pengelolaannya. Kelompok Usaha memantau
     aset
     keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lain yang
     dihentikan pengakuannya sebelum jatuh tempo untuk memahami alasan pelepasannya dan apakah alasan tersebut
     konsisten dengan tujuan bisnis dimana aset tersebut dimiliki.

     Pemantauan adalah bagian dari penilaian berkelanjutan Kelompok Usaha tentang apakah model bisnis yang memiliki aset
     keuangan yang tersisa masih sesuai dan jika tidak sesuai apakah telah terjadi perubahan model bisnis dan oleh karena itu
     terdapat perubahan prospektif terhadap klasifikasi aset keuangan tersebut.
Page 21
                              PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
           Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024
                                               (Disajikan dalam Rupiah)

v.   Estimasi dan Asumsi
     Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode pelaporan yang memiliki
     risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun/periode berikutnya,
     diungkapkan di bawah ini. Perusahaan dan entitas anak mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia
     pada saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan, mungkin
     berubah akibat perubahan pasar atau situasi diluar kendali Perusahaan dan entitas anak. Perubahan tersebut dicerminkan
     dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.

     Penurunan nilai piutang usaha dan lain-lain
     Tingkat provisi yang spesifik dievaluasi oleh manajemen dengan dasar faktor-faktor yang memengaruhi tingkat tertagihnya
     piutang tersebut. Dalam kasus ini, Kelompok Usaha menggunakan pertimbangan berdasarkan fakta dan kondisi terbaik
     yang tersedia meliputi tetapi tidak terbatas pada jangka waktu hubungan Kelompok Usaha dengan pelanggan dan status
     kredit pelanggan berdasarkan laporan dari pihak ketiga dan faktor-faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat
     pencadangan spesifik untuk pelanggan terhadap jumlah jatuh tempo untuk mengurangi piutang Kelompok Usaha menjadi
     jumlah yang diharapkan tertagih.

     Pencadangan secara spesifik ini dievaluasi dan disesuaikan kembali jika terdapat informasi tambahan yang diterima
     memengaruhi jumlah yang diestimasikan. Selain provisi khusus terhadap piutang yang signifikan secara individual,
     Kelompok Usaha juga mengakui provisi penurunan nilai secara kolektif terhadap risiko kredit debitur yang dikelompokkan
     berdasarkan karakteristik kredit yang sama, dan meskipun tidak secara spesifik diidentifikasi membutuhkan provisi khusus,
     memiliki risiko gagal bayar lebih tinggi daripada ketika awal piutang tersebut diberikan kepada debitur.

     Kelompok Usaha menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian yang
     menggunakan cadangan kerugian kredit ekspektasian seumur hidup untuk seluruh piutang usaha. Dalam penentuan
     kerugian kredit ekspektasian, manajemen diharuskan untuk menggunakan pertimbangan dalam mendefinisikan hal apa
     yang dianggap sebagai kenaikan risiko kredit yang signifikan dan dalam pembuatan asumsi dan estimasi, untuk
     menghubungkan informasi yang relevan tentang kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi.
     Pertimbangan diaplikasikan dalam menentukan periode seumur hidup dan saat pengakuan awal piutang.

     Penyisihan penurunan nilai persediaan
     Manajemen melakukan penilaian analisis umur persediaan pada setiap tanggal pelaporan dan membentuk penyisihan untuk
     persediaan usang dan persediaan yang memiliki perputaran yang lambat yang diidentifikasi tidak lagi sesuai untuk
     digunakan dalam produksi, dengan mempertimbangkan nilai realisasi neto dari persediaan barang jadi dan barang dalam
     proses berdasarkan pada harga jual dan kondisi pasar saat ini.

     Mengestimasi masa manfaat aset tetap
     Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat
     ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 2 sampai dengan 20 tahun, suatu kisaran
     yang umumnya diperkirakan dalam industri sejenis. Perubahan dalam pola pemakaian dan tingkat perkembangan teknologi
     dapat memengaruhi masa manfaat ekonomis serta nilai sisa aset dan karenanya biaya penyusutan masa depan memiliki
     kemungkinan untuk diubah/direvisi. Jumlah tercatat aset tetap Kelompok Usaha pada tanggal laporan keuangan
     konsolidasian diungkapkan di dalam Catatan 12 atas laporan keuangan konsolidasian.

     Penurunan nilai aset nonkeuangan
     Penilaian penurunan untuk aset nonkeuangan, dilakukan ketika indikator penurunan nilai tertentu yang hadir. Menentukan
     nilai wajar asset membutuhkan estimasi arus kas yang diharapkan akan dihasilkan dari penggunaan lanjutan dan disposisi
     akhir dari aset tersebut. Setiap perubahan signifikan dalam asumsi yang digunakan dalam menentukan nilai wajar material
     dapat memengaruhi penilaian nilai dipulihkan dan kerugian penurunan nilai yang dihasilkan bisa memiliki dampak
     material terhadap hasil usaha.

     Penyisihan pajak penghasilan badan
     Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan
     perhitungan pajak tertentu yang penentuan akhirnya adalah tidak pasti dalam kegiatan usaha normal. Kelompok Usaha
     mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan
     badan. Ketika hasil pajak yang dikeluarkan berbeda dengan jumlah yang awalnya diakui, perbedaan tersebut akan
     berdampak pada pajak penghasilan dan penyisihan pajak tangguhan pada periode dimana penentuan tersebut dilakukan.

     Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh rugi fiskal yang belum dikompensasi sejauh besar kemungkinan bahwa laba fiskal
     akan tersedia untuk dikompensasi dengan saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasikan. Penentuan jumlah aset pajak
     tangguhan yang dapat diakui berdasarkan perbedaan waktu dan laba kena pajak di masa mendatang bersama-sama dengan
     strategi perencanaan pajak masa depan membutuhkan pertimbangan signifikan dari manajemen.

     Liabilitas imbalan kerja
     Penentuan liabilitas imbalan kerja dan beban imbalan kerja Kelompok Usaha bergantung padapemilihan asumsi yang
     digunakan dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat
     kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian.
Page 22
                         PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
      Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024
                                          (Disajikan dalam Rupiah)




Hasil aktual yang berbeda dengan jumlah yang diestimasi diperlakukan sesuai dengan kebijakan sebagaimana diatur dalam
Catatan 2 atas laporan keuangan konsolidasian. Sementara manajemen Kelompok Usaha berpendapat bahwa asumsi yang
digunakan adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan dari hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang
ditetapkan secara material dapat memengaruhi perkiraan jumlah liabilitas imbalan kerja jangka panjang dan beban imbalan
kerja karyawan.
Page 23
                              PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
           Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024
                                               (Disajikan dalam Rupiah)



                          NAMA AKUN                                           2025                               2024

3.   KAS DAN SETARA KAS

     Kas dan setara kas terdiri dari :
                                                                              2025                               2024
     Pihak Ketiga
         Kas
               Dalam Rupiah                                                      508.049.575                      528.168.220

         Jumlah                                                                  508.049.575                      528.168.220

         Bank
                Rekening Rupiah
                PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                     15.088.540                        23.611.689
                PT Bank Central Asia Tbk                                       3.452.625.867                     1.231.219.834
                PT Bank Danamon Indonesia Tbk                                      5.733.555                         6.633.434
                PT Bank Artha Graha                                                3.227.434                         3.347.434
                PT Bank SMBC                                                       1.958.601                         2.002.416

                Rekening Dolar Amerika Serikat
                PT Bank Central Asia Tbk                                          22.462.143                        11.914.303
                PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk                                57.024                                 -


         Jumlah Kas dan Setara Kas                                             4.009.202.739                     1.806.897.330

     Tidak terdapat saldo kas dan bank yang ditempatkan kepada pihak berelasi pada 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024



4.   PIUTANG USAHA

     Piutang usaha terdiri dari :
                                                                              2025                               2024
         Perdagangan hasil bumi                                                   78.514.166                     9.557.471.350
                                                                                                      ,
                                                                                  78.514.166                     9.557.471.350
         Cadangan kerugian penurunan nilai                                       (77.894.860)                      (99.975.100)

     Piutang Usaha dari Pihak Ketiga - neto                                          619.306                     9.457.496.250
Page 24
                              PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
           Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024
                                               (Disajikan dalam Rupiah)




     Piutang usaha tidak dikenakan bunga dan umumnya dikenakan syarat pembayaran selama 1 hari sampai dengan 35 hari.
     Piutang diakui sebesar jumlah di tagihan yang mencerminkan nilai wajarnya pada saat pengakuan awal.
     Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, seluruh piutang usaha didenominasi dalam mata uang Rupiah


     Rincian piutang usaha berdasarkan umur adalah sebagai berikut :


                                                                               2025                              2024

     Belum jatuh tempo                                                                619.306                    9.457.496.250
     Jatuh tempo :
         Lebih dari 90 hari                                                       77.894.860                       99.975.100

     Jumlah                                                                       78.514.166                     9.557.471.350

     Sedangkan persentase dari jumlah (%) adalah sebagai berikut :

                                                                               2025                              2024
     Belum jatuh tempo                                                                  0,789                            98,954
     Jatuh tempo :
         Lebih dari 90 hari                                                            99,211                             1,046

     Jumlah                                                                           100,000                           100,000


5.   SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI

     Perusahaan dan Anak Perusahaan mempunyai transaksi usaha dan non usaha dengan pihak-pihak yang mempunyai
     hubungan istimewa. Sifat hubungan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut :



         Sifat Hubungan dengan                                                         Pihak-pihak berelasi
         Perusahaan dan Anak Perusahaan

         (i) Manajemen Kunci                                           Dewan Komisaris dan Dewan Direksi


        Perusahaan dan Anak Perusahaan memberikan pinjaman tanpa bunga kepada karyawan dengan kriteria tertentu
        sesuai dengan masing-masing jenjang kepegawaian. Pinjaman ini dilunasi melalui pemotongan gaji tiap bulan.



6.   PIUTANG LAIN-LAIN
                                                                               2025                              2024


     Lain-lain                                                                   541.853.977                        7.022.710

     Jumlah                                                                      541.853.977                        7.022.710
Page 25
                              PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
           Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024
                                               (Disajikan dalam Rupiah)



7.   PERSEDIAAN
     Persediaan terdiri dari persediaan barang dagangan, bahan penolong dan bahan pembantu- produksi. Barang dagangan
     Hasil berupa
     dapat Bumi: komoditas hasil bumi yaitu kopi.

     Bahan Baku
         Kopi                                                                                     -                       36.000.000
     Barang Jadi
         Kopi                                                                        926.902.553                        395.084.645


     Bahan Pembantu dan Pembungkus                                                 5.911.889.896                      5.956.028.415


     Jumlah Persediaan                                                             6.838.792.449                      6.387.113.060


     Pada tahun 2025 dan tahun 2024, biaya perolehan bahan baku dan barang jadi kopi lebih rendah dibandingkan harga
     pasarnya, sehingga tidak diperlukan penghapusan nilai persediaan.
     Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, persediaan dengan nilai tercatat sebesar Rp6.838.792.449,- dan Rp
     6.387.113.060,-telah diasuransikan terhadap risiko kerugian atas kebakaran dan risiko lainnya kepada Asuransi
     Central Asia (“ACA”), berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan gabungan sebesar Rp
     21.652.000.000, yang menurut pendapat manajemen cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.


      Berdasarkan hasil penelaahan manajemen, tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan
      adanya penurunan nilai persediaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.


8.   PENYERTAAN SAHAM
     Rincian penyertaan saham adalah sebagai berikut:                             2025                                2024

                                                                            Biaya Perolehan/             %       Biaya Perolehan/
                                                                              Nilai Tercatat           Kepe-      Nilai Tercatat
     Nama Perusahaan                                                              (Rp)                 milikan        (Rp)


     Metode Biaya (Cost Method)
     PT Sarana Aceh Ventura                                                              415.623.987     3,760             415.623.987


     Jumlah Penyertaan Saham                                                             415.623.987                       415.623.987


     Pada tanggal 31 Desember 2024, seluruh investasi kepada PT Sarana Sumsel Ventura dan PT Sarana Bengkulu Ventura
     dihapuskan karena adanya pencabutan izin atas kedua perusahaan tersebut oleh Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dalam
     Surat Pengumuman No. PENG- 44/NB.111/2017 tanggal 29 September 2017 dan No. PENG-36/NB.1/2022 tanggal 13 Juli
     2022. Beban atas penghapusan investasi tersebut dibebankan sebagai beban lain-lain pada laba rugi konsolidasian tahun
     berjalan.

     Penyertaan saham pada Sarana Aceh Ventura diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang dinilai wajar melalui
     penghasilan komprehensif lain. Karena nilai wajarnya tidak dapat ditentukan secara andal, maka investasi ini dinyatakan
     pada nilai wajar level 3. Manajemen yakin nilai tercatat mendekati nilai wajarnya
Page 26
                        PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
      Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2025 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2024
                                          (Disajikan dalam Rupiah)


9.   ASET TETAP
     Aset tetap terdiri dari :
                                                                         2025

                                           Saldo Awal       Penambahan/         Pengurangan/        Saldo Akhir
                                                             Reklasifikasi       Reklasifikasi

     Biaya Perolehan
     Pemilikan langsung
          Tanah                           68.809.331.220                  -                   -      68.809.331.220
          Bangunan dan prasarana          99.469.435.351                  -                   -      99.469.435.351
          Mesin dan peralatan             63.903.943.928                  -                   -      63.903.943.928
          Peralatan kantor                 6.990.314.522                  -                   -       6.990.314.522
          Kendaraan                        8.919.704.293                  -       1.488.218.894       7.431.485.399
     Aset hak guna
          Bangunan                           600.000.000                  -                   -        600.000.000

     Total Biaya Perolehan               248.692.729.314                  -       1.488.218.894    247.204.510.420


     Akumulasi Penyusutan :
     Kepemilikan Langsung
          Tanah                                         -                 -                   -                   -
          Bangunan dan prasarana          64.048.864.418      1.119.388.360                   -      65.168.252.778
          Mesin dan peralatan             47.763.661.636        181.513.473                   -      47.945.175.109
          Peralatan kantor                 6.215.525.138         43.781.322                   -       6.259.306.460
          Kendaraan                         5.210.959.712        84.165.869       1.488.218.894       3.806.906.687
     Aset hak guna
          Bangunan                            346.153.845        69.230.770                   -        415.384.615

     Total Akumulasi Penyusutan          123.585.164.749      1.498.079.794       1.488.218.894    123.595.025.649

     Nilai Buku Neto                     125.107.564.565                                           123.609.484.771

                                                                         2024

                                           Saldo Awal       Penambahan/         Pengurangan/        Saldo Akhir
                                                             Reklasifikasi       Reklasifikasi
     Biaya Perolehan
     Kepemilikan Langsung
          Hak atas tanah                  69.006.330.420                  -         196.999.200      68.809.331.220
          Bangunan dan prasarana          99.469.435.351                  -                   -      99.469.435.351
          Mesin dan peralatan             69.437.732.744                  -       5.533.788.816      63.903.943.928
          Peralatan kantor                 6.990.314.522                  -                   -       6.990.314.522
          Kendaraan                        8.919.704.293                  -                   -       8.919.704.293
     Aset hak-guna
           Bangunan                          600.000.000                  -                   -        600.000.000

     Total Biaya Perolehan               254.423.517.330                  -       5.730.788.016    248.692.729.314


     Akumulasi Penyusutan :
     Kepemilikan Langsung
          Tanah                                         -                 -                   -                   -
          Bangunan dan prasarana          59.451.908.166      4.596.956.252                   -      64.048.864.418
          Mesin dan peralatan              52.408.593.849       888.856.603       5.533.788.816      47.763.661.636
          Peralatan kantor                 6.155.398.620         60.126.518                   -       6.215.525.138
          Kendaraan                        4.905.174.172        305.785.540                   -       5.210.959.712
     Aset hak-guna
           Bangunan                           69.230.768        276.923.077                   -        346.153.845

     Total Akumulasi Penyusutan          122.990.305.575      6.128.647.990       5.533.788.816    123.585.164.749

     Nilai Buku Neto                     131.433.211.755                                           125.107.564.565
Page 27
                                PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
             Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024
                                                 (Disajikan dalam Rupiah)




 Alokasi Beban Penyusutan

 Beban penyusutan aset tetap yang dibebankan pada operasi adalah sebagai berikut:

                                                      Periode yang Berakhir pada tanggal

                                                          31 Maret 2025          31 Desember 2024

 Beban umum dan administrasi                               545.340.974               1.924.524.218
 dan beban operasi lainnya.

 Beban pokok penjualan                                     952.738.820               4.204.123.772

 Jumlah                                                   1.498.079.794              6.128.647.990




Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, aset tetap, kecuali tanah, telah diasuransikan terhadap risiko kerugian atas
kebakaran dan risiko lainnya kepada PT Asuransi Central Asia, PT Asuransi Adira Dinamika dan PT Asuransi Sompo Indonesia
yang menurut pendapat manajemen cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.

Hak atas tanah
Perusahaan dan entitas anak memiliki Hak Guna Bangunan atas beberapa lahan tanah di berbagai lokasi untuk periode yang
berkisar dari 20 tahun sampai 30 tahun. Hak-hak tersebut akan berakhir pada berbagai tanggal mulai dari tahun 2020 sampai 2037.
Manajemen Perusahaan dan entitas anak berkeyakinan bahwa Hak Guna Bangunan tersebut dapat diperpanjang pada saat tanggal
masa berlakunya berakhir

Asuransi atas Aset Tetap
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, aset tetap kecuali tanah, telah diasuransikan terhadap risiko nilai kerugian atas
kebakaran dan risiko lainnya kepada PT. Asuransi Central Asia dan PT. Asuransi Sompo Indonesia dengan total nilai
pertanggungan sebesar Rp 218.421.250.000 pada 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.



Berdasarkan pertimbangan manajemen, tidak terdapat kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan keadaan yang
mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.


10.    TAGIHAN PAJAK DAN ASET PAJAK TANGGUHAN
       Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 46 mengisyaratkan adanya pemisahan antara aset pajak kini dan aset
       pajak tangguhan. Aktiva pajak kini yang berupa tagihan pajak atas pajak penghasilan periode berjalan terdiri dari:



                                                                                     2025                             2024

       Pajak Pertambahan Nilai                                                         517.180.486                                   -
       Pajak Penghasilan :
       Pasal 22                                                                          3.595.546                                 -
       Pasal 25                                                                        922.047.404                       922.047.404

       Jumlah                                                                         1.442.823.436                      922.047.404

       Sedangkan aset pajak tangguhan merupakan jumlah pajak penghasilan terpulihkan (recoverable) pada periode mendatang
       sebagai akibat adanya beda waktu yang boleh dikurangkan dan sisa kompensasi kerugian. Aset pajak tangguhan
       Perusahaan dan Anak Perusahaan sebesar Rp 0,- untuk periode 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
Page 28
                               PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
            Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024
                                                (Disajikan dalam Rupiah)




11.   UTANG USAHA

      Utang usaha terutama timbul atas pembelian bahan baku, bahan penolong, dan bahan lainnya, serta penggunaan
      jasa yang dibutuhkan untuk operasi Perusahaan dan entitas anak. Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember
      2024 seluruh utang usaha adalah kepada pihak ketiga dalam mata uang Rupiah.

                                                                                 2025                             2024
      Pihak ketiga
        Perdagangan hasil bumi                                                      124.207.873                    4.450.656.623

      Jumlah                                                                        124.207.873                    4.450.656.623


12.   BEBAN AKRUAL

      Gaji                                                                       15.648.845.764                  15.641.895.263
      Jasa Profesional                                                                        -                     885.918.440
      Bunga                                                                         156.788.183                               -
      Lain-lain                                                                   1.021.797.371                     118.016.729

      Jumlah                                                                     16.827.431.318                  16.645.830.432

13.   UTANG PAJAK DAN LIABILITAS PAJAK TANGGUHAN
      Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 46 mengisyaratkan adanya pemisahan antara kewajiban pajak kini dan
      kewajiban pajak tangguhan. Liabilitas pajak kini yang berupa hutang pajak atas pajak penghasilan periode berjalan terdiri
      dari:

                                                                                 2025                             2024
      Taksiran utang pajak penghasilan

      Pajak Pertambahan Nilai                                                       786.711.589                     546.029.157

      Pajak Penghasilan :
      Pasal 21                                                                       (25.751.161)                   347.587.651
      Pasal 22                                                                         4.176.809                              -
      Pasal 23                                                                         2.880.234                        813.272
      Pasal 26                                                                        12.350.146                     12.350.146
      Pasal 4(2) Final                                                                (1.045.801)                       675.536

      Jumlah                                                                        779.321.816                     907.455.762
Page 29
                                PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
             Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024
                                                 (Disajikan dalam Rupiah)



14.    LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN

       Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, liabilitias imbalan kerja karyawan sebesar Rp19.785.980.629,- dan
       Rp20.173.452.458,- disajikan sebagai akun "Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan".



15.    MODAL SAHAM

        Pada tanggal 31 Maret 2025 rincian pemilikan saham Perusahaan dengan nilai nominal Rp175,- per saham adalah sebagai
        berikut:

                                                   Jumlah Saham
                                                   Ditempatkan dan           Persentase
                 Pemegang Saham                    Disetor Penuh             Pemilikan                         Jumlah

       PT. Prasidha                                       676.830.145                      47,00              118.445.275.375
       Igianto Joe                                        272.378.790                      18,92               47.666.288.250
       PT. Aneka Bumi Prasidha                            136.500.000                       9,48               23.887.500.000
       PT. Aneka Agroprasidha                             114.000.000                       7,92               19.950.000.000
       Agus Soegiarto                                      65.984.333                       4,58               11.547.258.275
       Masyarakat                                         174.306.732                      12,10               30.503.678.100
       Jumlah                                           1.440.000.000                     100,00              252.000.000.000



      Pada tanggal 31 Desember 2024 rincian pemilikan saham Perusahaan dengan nilai nominal Rp175,- per saham adalah sebagai
      berikut:



                                                   Jumlah Saham
                                                   Ditempatkan dan           Persentase
                 Pemegang Saham                    Disetor Penuh             Pemilikan                         Jumlah

       PT. Prasidha                                       676.830.145                      47,00              118.445.275.375
       Igianto Joe                                        272.378.790                      18,92               47.666.288.250
       PT Aneka Bumi Prasidha                             136.500.000                       9,48               23.887.500.000
       PT. Aneka Agroprasidha                             114.000.000                       7,92               19.950.000.000
       Agus Soegiarto                                      65.984.333                       4,58               11.547.258.275
       Masyarakat                                         174.306.732                      12,10               30.503.678.100
       Jumlah                                           1.440.000.000                     100,00              252.000.000.000
Page 30
                                 PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
              Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024
                                                  (Disajikan dalam Rupiah)




Pengelolaan modal

Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan dan entitas anaknya adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat
untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.

Perusahaan dan entitas anak tertentu dipersyaratkan untuk memelihara tingkat permodalan tertentu oleh perjanjian pinjaman.
Persyaratan permodalan eksternal tersebut telah dipenuhi oleh entitas terkait pada tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni
2024 dan 31 Desember 2023. Selain itu, Perusahaan dan entitas anak juga dipersyaratkan oleh Undang-undang Perseroan efektif
tanggal 16 Agustus 2007 untuk mengkontribusikan sampai dengan 20% dari modal saham diterbitkan dan dibayar penuh ke dalam
dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan. Persyaratan permodalan eksternal tersebut akan dipertimbangkan oleh Perusahaan
dan entitas anak dalam Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”) berikutnya.

Perusahaan dan entitas anaknya mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan perubahan kondisi
ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dan entitas anak dapat menyesuaikan
pembayaran dividen kepada pemegang saham, imbalan modal kepada pemegang saham atau menerbitkan saham baru. Tidak ada
perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses untuk tahun yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.

Perusahaan dan entitas anaknya mengawasi modal dengan menggunakan rasio pengungkit (gearing ratio), dengan membagi utang
neto dengan total modal. Kebijakan Perusahaan dan entitas anaknya adalah menjaga rasio pengungkit dalam kisaran perusahaan-
perusahaan terkemuka dalam industri sejenis di Indonesia untuk mengamankan akses terhadap pendanaan pada biaya yang
rasional. Perusahaan dan entitas anaknya menyertakan dalam pinjaman bank jangka pendek dan pinjaman bank jangka panjang
dikurangi kas dan setara kas. Termasuk dalam modal adalah modal saham, ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk.

Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan dan entitas anaknya adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat
yaitu rasio utang terhadap ekuitas sebesar 1,5 kali untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, rasio utang terhadap ekuitas Perusahaan dan entitas anaknya adalah sebagai
berikut :

                                                           31 Maret 2025        31 Desember 2024

Total Liabilitas                                        97.872.837.647             99.867.945.325
Dikurangi : kas dan bank                                 4.009.202.739              1.806.897.330
Pinjaman - neto                                         93.863.634.908             98.061.047.995
Total Ekuitas                                           41.220.088.194             46.496.240.944
Rasio utang terhadap modal                                       2,28                       2,15
Page 31
             PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
                    Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
               31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit)
                                  (Disajikan dalam Rupiah)



                        NAMA AKUN                        2025                       2024

16. PENJUALAN NETO

                                                         2025                       2024
   Penjualan neto terdiri dari :
   Komoditas
   Lokal
       Kopi                                             1.438.218.600             1.404.750.800

   Jumlah Penjualan Neto                                1.438.218.600             1.404.750.800

  Terdapat penjualan kepada PT. Aneka Coffee Industry per 31 Maret 2025 serta tidak terdapat
  penjualan kepada pihak yang mencapai 10% atau lebih, dari total penjualan bersih pada 31 Maret
  2024.



17. BEBAN POKOK PENJUALAN

                                                         2025                       2024
   Beban pokok penjualan terdiri dari :
   KOPI
       Persediaan awal                                    396.823.776             1.581.149.997
       Pembelian                                        1.670.724.200               683.036.275
       Beban Produksi                                     220.001.593               338.487.364

       Tersedia Dijual                                  2.287.549.569              2.602.673.636
       Persediaan Akhir                                  (926.902.553)            (1.411.988.723)

       Beban Pokok Penjualan                            1.360.647.016             1.190.684.913



   Jumlah Beban Pokok Penjualan                         1.360.647.016             1.190.684.913


  Tidak terdapat pembelian kepada pihak yang mencapai 10% atau lebih dari jumlah pembelian
  pada tahun 2024 dan tahun 2023.
Page 32
              PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
             CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
                     Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
                31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit)
                                   (Disajikan dalam Rupiah)



18. BEBAN PRODUKSI
    Beban produksi merupakan salah satu komponen dari beban pokok penjualan. Beban ini terdiri
    dari beban tenaga kerja langsung, bahan penolong dan produksi tidak langsung. Beban
    produksi terdiri dari:
                                                          2025                      2024
    Tenaga Kerja Langsung
        Gaji & Upah                                           373.655                 2.203.657
                                                              373.655                 2.203.657
    Produksi Tidak Langsung
        Gaji & Upah                                       367.291.516               366.247.500
        Lembur                                                342.000                   343.000
        Premi,THR,Bonus & Pesangon                         73.250.000               466.090.528
        Makan Karyawan                                      9.576.000                 7.776.000
        Supplies Kantor                                             -                 1.945.000
        Bahan Bakar & Pelumas                               3.575.765                 2.681.824
        Alat Kecil & Perl.Kerja                             4.168.452                (4.093.745)
        Listrik PLN                                       123.892.284               140.933.520
        Reparasi Pemeliharaan Bangunan                        180.462                 8.477.602
        Reparasi Pemeliharaan Alat-alat Besar               1.154.400                         -
        Reparasi Pemeliharaan Mesin,Instalasi               1.798.627                 4.649.255
        Reparasi Pemeliharaan Kendaraan                     9.133.543                 5.967.085
        Penyusutan Bangunan                               724.781.357               866.940.968
        Penyusutan Alat-alat Besar                         27.138.537                28.819.017
        Penyusutan Mesin,Inst & Peralatan                 179.023.964               363.999.598
        Penyusutan Kendaraan Bermotor                       3.465.661                17.117.829
        Penyusutan Inventaris Kantor                       14.839.384                 5.560.499
        Asuransi Aktiva Tetap                             107.777.788               135.335.517
        Pengurusan & Perijinan                             17.040.000                16.605.000
        Keamanan & Kebersihan                              32.247.000                32.799.000

                                                        1.700.676.740             2.468.194.997
    Jumlah                                              1.701.050.395             2.470.398.654
    Reklas ke Beban Umum dan Administrasi               1.481.048.805             2.131.911.293
    Jumlah                                                220.001.590               338.487.361
19. BEBAN OPERASI
    Beban usaha terdiri dari :
    Beban Penjualan :
    Penjualan Lokal
        Upah Buruh Angkut & Bongkar Muat                      491.700                   571.500
        Pengangkutan                                       61.345.800                         -
        Beban Penjualan Lain                                  699.610                 1.690.927

    Jumlah                                                 62.537.110                 2.262.427
Page 33
             PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
                    Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
               31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit)
                                  (Disajikan dalam Rupiah)

   Beban Umum dan Administrasi
      Gaji & Upah                                           2.114.650.000    3.118.221.000
      Lembur                                                  107.778.013      123.352.588
      Premi, THR, Bonus & Pesangon                            385.857.000      243.022.000
      Makan Karyawan                                          178.823.340      189.920.780
      Pengobatan                                              109.578.524      148.602.435
      Perumahan/Tempat Tinggal                                          -       30.000.000
      BBM, Parkir/Transport Dalam Kota                        125.605.712      138.575.471
      PPh Karyawan & Astek                                    161.259.013      543.208.649
      Asuransi Karyawan                                        42.312.360                -
      Supplies Kantor                                          30.182.671       26.593.095
      Alat Kecil & Perl.Kerja                                     864.000          260.000
      Listrik PLN                                              35.300.676       39.113.317
      Air PAM                                                   6.206.052       13.895.942
      Telepon/Telegram/Telex/Pos                               45.244.410       49.546.589
      Majalah Harian & Iuran                                   78.905.000       72.905.125
      Iklan dan Rapat Umum                                      6.000.000        2.000.000
      Reparasi Pemeliharaan Tanah/Jalan                                 -        2.250.000
      Reparasi Pemeliharaan Bangunan                           12.705.500       50.591.300
      Reparasi Pemeliharaan Kendaraan                          78.921.664       81.893.990
      Reparasi Pemeliharaan Inv.Kantor                          7.125.000       15.951.000
      Reparasi Pemeliharaan Inv.Mess                              785.000          175.000
      Penyusutan Bangunan                                      69.230.769                -
      Penyusutan Kendaraan Bermotor                            53.561.671       60.558.383
      Penyusutan Inventaris Kantor                             27.934.564        9.687.165
      Penyusutan Inventaris Mess                                    6.969          112.185
      Sewa Aktiva Tetap                                         4.939.200       10.879.200
      Asuransi Aktiva Tetap                                     1.769.503       39.210.315
      Perjalanan & Penginapan                                   8.440.549          300.000
      Perjamuan                                                 1.154.200        2.833.124
      Konsultan, Hukum & Audit                                 89.152.800      148.750.000
      Pengurusan & Perijinan                                   85.690.000       28.099.570
      Sumbangan & Representasi                                 31.275.000       17.991.820
      Beban Administrasi Bank                                   4.200.721        4.416.129
      Pengalihan Beban Produksi                             1.481.048.805    2.131.911.293
      Beban Administrasi dan Umum Lain                         24.964.500      108.823.805

   Jumlah                                                   5.411.473.186    7.453.651.270

   Jumlah Beban Usaha                                       5.474.010.296    7.455.913.697



20. BEBAN OPERASI LAINNYA

   Rincian beban operasi lainnya adalah sebagai berikut :

       Lain-lain                                             418.498.401         336.141.685

   Jumlah                                                    418.498.402         336.141.685
Page 34
             PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
                    Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
               31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit)
                                  (Disajikan dalam Rupiah)

21. PENGHASILAN OPERASI LAINNYA

   Rincian penghasilan operasi lainnya adalah sebagai berikut :

        Laba Selisih Kurs, neto                                585.615               1.179.428
        Penghasilan Sewa                                             -             361.800.000
        Laba Pelepasan Aset tetap                          467.055.002                       -
        Lain-lain                                                    -             919.454.716

   Jumlah                                                  467.640.617           1.282.434.144

22. PENDAPATAN KEUANGAN
                                                           2025                    2024
   Akun ini merupakan penghasilan bunga dari :

   Jasa Giro                                                 1.912.977               3.132.250

   Jumlah Pendapatan Keuangan                                1.912.977               3.132.250



23. PELAPORAN SEGMEN

   Pelaporan segmen usaha Perusahaan dan Anak Perusahaan adalah sebagai berikut :

   a.   Bidang Usaha dan Area Geografis

        Bidang Usaha                                         Nama Perusahaan

        Pengolahan dan perdagangan                  PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (Perusahaan)
        hasil bumi                                  PT Aneka Bumi Kencana
                                                    PT Tirtha Harapan Bali

        Pabrik kopi bubuk dan instan                PT Aneka Coffee Industry




        Area Geografis                                       Nama Perusahaan

        Sumatera                                    PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (Perusahaan)

                                                    PT Aneka Bumi Kencana
        Jawa dan Bali                               PT Tirtha Harapan Bali
                                                    PT Aneka Coffee Industry
Page 35
                                  PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
                                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
                                         Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
                                    31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit)
                                                       (Disajikan dalam Rupiah)


23.   PELAPORAN SEGMEN

      b.   Pelaporan Segmen Utama - Segmen Usaha (dalam jutaan Rupiah)

                                  Pengolahan dan                  Pabrik Kopi
                                   Perdagangan                    Bubuk dan
                                    Hasil Bumi                         Instan                     Eliminasi                       Konsolidasi


                Keterangan       2025          2024        2025                 2024       2025               2024         2025                 2024


           PENDAPATAN
           Penjualan ke
           pihak luar               1.438        1.405             -                   -               -               -      1.438                    1.405


           Laba (rugi) operasi     (5.278)       (5.078)           -                   -               -               -      (5.278)              (5.078)


           Pendapatan keuangan            2           3            -                   0               -               -            2                     3


           Bagian laba (rugi)
           neto perusahaan
           asosiasi - bersih            (43)       (179)           -                   -             43              179             -                     -



           Kepentingan
           nonpengendali                  -           -            -                   -              0                -            0                      -



           Laba (rugi) neto        (5.319)       (5.254)           -                   -             43              179      (5.276)              (5.075)
Page 36
               PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
                      Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
                 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit)
                                    (Disajikan dalam Rupiah)

24. ASET DAN LIABILITAS DALAM MATA UANG ASING

   Aset dan liabilitas Perusahaan dan Anak Perusahaan dalam mata uang asing pada tanggal 31
   Maret 2025 disajikan dalam Rupiah dengan menggunakan kurs tukar yang berlaku pada
   tanggal tersebut seperti yang dijelaskan dalam Catatan 2o:

                                                                                Setara
   Akun                                                                         Rupiah


   Aset :
        Aset Lancar                                             1.358                    22.519.167



        Total Aset                                                                       22.519.167


   Liabilitas :
        Liabilitas Jangka Pendek                                    -                             -


        Liabilitas Jangka Panjang                                   -                             -


        Total Liabilitas                                                                          -
   Aset Bersih dalam Mata Uang Asing Setara dalam
        Rupiah per 31 Maret 2025                                                         22.519.167


 Sedangkan aktiva dan kewajiban Perusahaan dan Anak Perusahaan dalam mata uang asing pada
 tanggal 31 Maret 2024 disajikan dalam Rupiah dengan menggunakan kurs tukar yang berlaku pada
 tanggal tersebut seperti yang dijelaskan dalam Catatan 2o:

                                                                                Setara
   Akun                                                                         Rupiah
   Aktiva :
        Aset Lancar                                             2.141                    33.942.522


        Total Aset                                                                       33.942.522


                                                                                Setara
   Akun                                                                         Rupiah


   Kewajiban :
        Liabilitas Jangka Pendek                                    -                             -


        Liabilitas Jangka Panjang                                   -                             -


        Total Liabilitas                                                                          -


   Aset Bersih dalam Mata Uang Asing Setara dalam
        Rupiah per 31 Maret 2024                                                         33.942.522
Page 37
25. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

Risiko utama dari instrumen keuangan Perusahaan dan entitas anaknya adalah risiko likuiditas, risiko harga komoditas, risiko
kredit, risiko mata uang dan risiko pasar. Direksi menelaah dan menyetujui kebijakan untuk mengelola masing-masing risiko
tersebut yang dijelaskan dengan lebih rinci sebagai berikut :

Risiko Likuiditas
Dalam menjalankan operasi usahanya, Perusahaan dan entitas anaknya membutuhkan likuiditas pembiayaan untuk pengadaan
bahan baku, persediaan barang dalam proses dan persediaan barang jadi. Jumlah likuiditas pembiayaan yang diperlukan sangat
tergantung pada tingkat harga komoditas. Untuk mengatasi kebutuhan likuiditas, Perusahaan dan entitas
anaknya selain mendayagunakan modal kerja sendiri, juga mendapatkan dukungan pembiayaan modal kerja dari kreditur
perbankan.

Risiko suku bunga Perusahaan dan entitas anaknya terutama timbul dari pinjaman untuk modal kerja dan investasi. Pinjaman
pada berbagai suku bunga menimbulkan risiko suku bunga atas nilai wajar kepada Perusahaan dan entitas anaknya. Tidak
terdapat pinjaman Perusahaan dan entitas anaknya yang dikenakan suku bunga tetap.

Saat ini, Perusahaan dan entitas anaknya tidak mempunyai kebijakan formal lindung nilai atas risiko suku bunga. Untuk
pinjaman modal kerja, Perusahaan dan entitas anaknya dapat berupaya untuk mengatasi risiko suku bunga dengan
mengalihkannya kepada para pelanggan.

Tabel berikut menyajikan profil jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan dan entitas anaknya berdasarkan pembayaran
kontraktual yang tidak didiskontokan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 :


                                                                        31 Maret 2025

                                      Di bawah             1 sampai 5 tahun             >5 tahun            Total
                                      1 tahun


Utang usaha                               124.207.873               -                       -               124.207.873
Utang lain-lain                        60.355.896.012               -                       -            60.355.896.012
Beban akrual                           16.827.431.317               -                       -            16.827.431.317

Total                                   77.307.535.202              -                        -            77.307.535.202




                                                                        31 Desember 2024

                                      Di bawah             1 sampai 5 tahun             >5 tahun            Total
                                      1 tahun


Utang usaha                             4.450.656.623               -                       -             4.450.656.623
Utang lain-lain                        57.514.257.597               -                       -            57.514.257.597
Beban akrual                           16.645.830.432               -                       -            16.645.830.432


Total                                  78.610.744.652              -                        -            78.610.744.652



Risiko Harga Komoditas
Kegiatan usaha utama Perusahaan dan entitas anaknya adalah pengolahan karet remah yang berasal dari bahan baku slab dan
mengolah kopi instan dan kopi bubuk, yang menggunakan biji kopi sebagai bahan baku yang utama. Risiko yang dihadapi
Perusahaan dan entitas anaknya antara lain adalah fluktuasi harga karet dan kopi dan tersedianya pasokan bahan baku slab dan
kopi.

Untuk mengatasi risiko fluktuasi harga, manajemen melaksanakan operasional bisnisnya secara bijaksana dan hati-hati dalam
pembelian bahan baku dan penjualan barang jadi dengan menerapkan strategi pembelian dan penjualan antara lain yang
mengacu pada SICOM (Singapore Commodity Exchange). Adapun risiko, pasokan bahan baku dapat diminimalkan karena lokasi
pabrik berada di Sumatera Selatan yang merupakan sentral produksi karet terbesar di Indonesia. Lebih lanjut lagi, manajemen
juga melaksanakan kebijakan usaha secara bijaksana dengan menjaga persediaan minimal biji kopi untuk beberapa bulan
produksi dan melakukan kontrak komoditas berjangka, jika diperlukan.
Page 38
Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko di mana salah satu pihak atas instrumen keuangan atau kontrak pelanggan akan gagal memenuhi
liabilitasnya dan menyebabkan pihak lain mengalami kerugian keuangan. Tujuan Kelompok Usaha adalah untuk mencari
pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan dan meminimalkan kerugian yang terjadi karena peningkatan eksposur risiko
kredit. Kelompok Usaha melakukan transaksi hanya dengan pihak ketiga yang memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik. Ini
adalah kebijakan Kelompok Usaha bahwa semua pelanggan yang akan melakukan transaksi secara kredit harus melalui
prosedur verifikasi kredit. Selain itu, saldo piutang dipantau secara terus menerus dengan tujuan bahwa eksposur Kelompok
Usaha terhadap piutang tak tertagih tidak signifikan.

Kas di tangan dan bank ditempatkan pada lembaga keuangan yang memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik. Eksposur
maksimum atas risiko kredit adalah sebesar jumlah tercatat dari masing-masing kelas aset keuangan dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian. Kelompok Usaha tidak memiliki jaminan yang diterima terkait dengan risiko ini.

Aset keuangan Kelompok Usaha dikategorikan berdasarkan pengalaman Kelompok Usaha atas tertagihnya aset keuangan
tersebut dengan pihak berelasi dan pihak ketiga adalah sebagai berikut:

(i) Tingkat Tinggi
Aset tingkat tinggi termasuk deposit kepada pihak atau bank dengan rating yang baik. Untuk piutang, pada tanggal laporan
keuangan konsolidasian, ini meliputi, akun pelanggan yang membayar tepat waktu, dengan posisi kredit yang baik dan yang
tidak memiliki riwayat penanganan akun untuk periode tertentu. Penyelesaiannya diperoleh dari pihak tertagih sesuai kontrak
tanpa banyak usaha penagihan.

(ii) Tingkat Standar
Piutang tingkat standar termasuk akun pelanggan yang membayar secara standar, yang pembayarannya berada dalam jangka
waktu kredit, dan pelanggan baru yang sejarah kreditnya belum memadai untuk ditetapkan. Beberapa pengingatan dilakukan
untuk memperoleh penyelesaian dari pihak tertagih.

(iii) Tingkat Sub-standar
Tingkat sub-standar piutang meliputi akun pelanggan dengan pembayaran lambat dan pembayarannya diterima atas
permintaan pada tanggal laporan. Terdapat upaya lebih dari Kelompok Usaha untuk menagih saldo tersebut.

(iv) Telah Jatuh Tempo Tetapi Tidak Mengalami Penurunan Nilai
Piutang yang telah jatuh tempo tetapi tidak mengalami penurunan nilai muncul pada saat pihak tertagih gagal untuk melakukan
pembayaran saat kontrak jatuh tempo. Akan tetapi, Kelompok Usaha tetap yakin saldo ini akan tertagih.

(v) Mengalami Penurunan Nilai
Tingkat sub-standar piutang meliputi akun pelanggan dengan pembayaran lambat dan pembayarannya diterima atas
permintaan pada tanggal laporan. Terdapat upaya lebih dari Kelompok Usaha untuk menagih saldo tersebut.


Bank dan Deposito Berjangka
Risiko kredit atas penempatan rekening koran dan deposito dikelola oleh manajemen sesuai dengan kebijakan Perusahaan dan
entitas anaknya. Investasi atas kelebihan dana dibatasi untuk tiaptiap bank dan kebijakan ini dievaluasi setiap tahun oleh dewan
direksi. Batas tersebut ditetapkan untuk meminimalkan risiko konsentrasi kredit sehingga mengurangi kemungkinan kerugian
akibat kebangkrutan bank-bank tersebut.

Piutang Usaha
Perusahaan dan entitas anaknya melakukan kegiatan usaha ekspor produk karet remah dan kopi dan juga penjualan lokal kopi.
Selama ini tidak pernah ada masalah ataupun keterlambatan pembayaran dari pembeli karena Perusahaan dan entitas anak
sangat selektif dalam melakukan hubungan dagangnya dengan pembeli yang memiliki rekam jejak yang sangat kredibel dan
dapat dipercaya.

Terdapat kebijakan untuk memastikan penjualan produk hanya dilakukan kepada pelanggan yang dapat dipercaya dengan
rekam jejak atau sejarah kredit yang baik. Merupakan kebijakan Perusahaan dan entitas anaknya bahwa semua pelanggan yang
akan melakukan pembelian secara kredit harus melalui prosedur verifikasi kredit.

Perusahaan dan entitas anaknya mempertimbangkan adanya risiko kredit apabila piutang tersebut telah memiliki umur 60 hari
dari saat faktur diterbitkan kecuali untuk piutang real estat. Sebagai tambahan, saldo piutang dipantau secara terus menerus
untuk mengurangi kemungkinan piutang yang tidak tertagih.
Page 39
Ketika pelanggan tidak mampu melakukan pembayaran dalam jangka waktu yang telah diberikan, Perusahaan dan entitas
anaknya akan menghubungi pelanggan untuk menindaklanjuti piutang yang telah lewat jatuh tempo. Jika pelanggan tidak
melunasi piutang yang telah jatuh tempo dalam jangka waktu yang telah ditentukan, Perusahaan dan entitas anaknya akan
memastikan kembali komitmen para pelanggan. Tergantung pada penilaian Perusahaan, penyisihan khusus mungkin dibuat jika
utang dianggap tidak tertagih untuk meringankan risiko kredit.

Sehubungan dengan risiko kredit yang timbul dari aset keuangan lainnya, yang terdiri dari kas dan setara kas, pengaruh risiko
kredit Perusahaan dan entitas anaknya timbul akibat kegagalan pihak lain untuk melunasi kewajibannya. Pengaruh maksimum
yang muncul dari aset keuangan Perusahaan dan entitas anaknya adalah sama dengan nilai tercatat.

Risiko Mata Uang

Kelompok Usaha melakukan transaksi bisnis dalam beberapa mata uang asing dan karena itu terkena risiko mata uang asing.
Kelompok Usaha tidak memiliki kebijakan lindung nilai atas mata uang asing. Namun manajemen memonitor eksposur nilai
tukar mata uang asing dan akan mempertimbangkan kebutuhan untuk melakukan lindung nilai atas risiko nilai tukar mata uang
asing yang signifikan.

Risiko Pasar

Risiko pasar adalah risiko bahwa nilai wajar dari arus kas masa depan pada sebuah instrumen keuangan yang akan berfluktuasi
karena perubahan harga pasar. Kelompok Usaha terekspos pada risiko pasar yaitu risiko suku bunga.

Risiko tingkat suku bunga adalah risiko di mana nilai wajar atau arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan
berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar. Pengaruh dari risiko perubahan suku bunga pasar berhubungan dengan
pinjaman jangka pendek dan panjang dari Kelompok Usaha memonitor secara ketat fluktuasi suku bunga pasar dan ekspektasi
pasar sehingga dapat mengambil langkah-langkah yang paling menguntungkan Kelompok Usaha secara tepat waktu.

Risiko suku bunga Kelompok Usaha terutama timbul dari pinjaman untuk modal kerja. Pinjaman pada berbagai suku bunga
menimbulkan risiko suku bunga atas nilai wajar kepada Kelompok Usaha. Tidak terdapat pinjaman Kelompok Usaha yang
dikenakan suku bunga tetap. Saat ini, Kelompok Usaha tidak mempunyai kebijakan formal lindung nilai atas risiko suku bunga.
Untuk pinjaman modal kerja, Kelompok Usaha dapat berupaya untuk mengatasi risiko suku bunga dengan mengalihkannya
kepada para pelanggan.
Page 40
             PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
                    Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
               31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit)
                                  (Disajikan dalam Rupiah)

26. PENERBITAN AMENDEMEN DAN PENYESUAIAN PSAK, PSAK DAN ISAK BARU

  DSAK-IAI telah menerbitkan amendemen dan penyesuaian PSAK, PSAK dan ISAK baru yang
  akan berlaku efektif atas laporan keuangan untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau
  setelah tanggal sebagai berikut:

  (a) 1 Januari 2022

  - Amendemen PSAK No. 22: Kombinasi Bisnis tentang Referensi ke Kerangka Konseptual
  - Amendemen PSAK No. 57: Provisi, Liabilitas, Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi tentang Kontrak
  Memberatkan -
    Biaya Memenuhi Kontrak
  - PSAK No. 69: Agrikultur (Penyesuaian Tahunan 2020)
  - PSAK No. 71: Instrumen Keuangan (Penyesuaian Tahunan 2020)
  - PSAK No. 73: Sewa (Penyesuaian Tahunan 2020)

  (b) 1 Januari 2023

  - Amendemen PSAK No. 1: Penyajian Laporan Keuangan terkait Pengungkapan Kebijakan
  Akuntansi
  - Amandemen PSAK No. 16: Aset Tetap tentang Hasil sebelum Penggunaan yang Diintensikan
  - Amandemen PSAK No. 25 : Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan
  Kesalahan terkait Definisi
    Estimasi
   - Amendemen PSAK No. 46: Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan terkait Aset dan
  Liabilitas yang Timbul
    dari Transaksi Tunggal

  (c) 1 Januari 2025

  PSAK No. 74: Kontrak Asuransi
  Amendemen PSAK No. 74: Kontrak Asuransi tentang Penerapan Awal PSAK No. 74 dan PSAK
  No. 71 - Informasi
  Komparatif

  Kelompok Usaha masih mengevaluasi dampak dari amendemen dan penyesuaian PSAK, PSAK
  dan ISAK baru di atas dan belum dapat menentukan dampak yang timbul terkait dengan hal
  tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.36 MB
Published30 Apr 2025
Pages40
Characters140,453
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 46 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT. PRASIDHA ANEKA NIAGA p.1 ×121
linked org Aneka Bumi p.8 ×7
linked person Agus Soegiarto p.9 ×5
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.23 ×2
linked org Bank Central Asia Tbk p.23 ×5
linked org Bank Danamon Indonesia Tbk p.23 ×2
linked org Artha Graha p.23
linked org PT Bank SMBC p.23
linked org Asuransi Central Asia (“ACA p.25 ×4
linked — Igianto Joe p.29 ×3
possible org PT. Prasidha. p.8 ×4
possible org Bursa Efek Indonesia p.8 ×2
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk p.23 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.25
unresolved — Didik Tandiono · Direktur p.2
unresolved org PT. PRASIDIIA ANR'r p.4
unresolved org A NIAGA Tbk p.4
unresolved org PT Aneka Bumi Asih p.8
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.8 ×4
unresolved person Akta Notaris Ny. Liliana Arif Gondoutomo p.8
unresolved person Akta Notaris Ny. Poerbaningsih Adi Warsito p.8 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.8
unresolved person Akta Notaris Christina Dwi Utami p.8
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.8
unresolved org Pengawas Pasar Modal p.8
unresolved org BAPEPAM p.8
unresolved org PT Aneka Bumi Kencana p.9 ×2
unresolved org PT Tirtha Harapan Bali p.9 ×2
unresolved org PT. Aneka Bumi Kencana Berdasarkan Akta Notaris Liliana p.9
unresolved person Kencana Berdasarkan Akta Notaris Liliana Arif Gondoutomo p.9 ×5
unresolved org PT. Tirtha Harapan Bali Berdasarkan Akta Notaris Leolin p.9
unresolved person Harapan Bali Berdasarkan Akta Notaris Leolin Jayayanti p.9
unresolved org BAPEPAM-LK p.10 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.11
unresolved org PT Bank Artha Graha p.23
unresolved org PT Sarana Aceh Ventura p.25
unresolved org PT Sarana Sumsel Ventura p.25
unresolved org PT Sarana Bengkulu Ventura p.25
unresolved org PT Asuransi Adira Dinamika p.27
unresolved org PT Asuransi Sompo Indonesia p.27 ×2
unresolved org PT. Aneka Bumi Prasidha p.29 ×3
unresolved org PT. Aneka Agroprasidha p.29 ×3
unresolved org PT. Aneka Coffee Industry p.31 ×2
unresolved org PT Tirtha Harapan Bali Pabrik p.34
unresolved org PT Aneka Coffee Industry Area Geografis p.34
unresolved org PT Aneka Bumi Kencana Jawa p.34

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 1

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result