Back to announcement
20260702_UNTR_Informasi Transaksi Afiliasi_32107633_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review UNTRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 106
Page 1
Page 2
Kantor Jasa Penilai Publik
The Manhattan Square
FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
Property, Business Valuation & Advisory Cilandak, Jakarta Selatan, 12560
Licence No. 2.22.0176 E-Mail: infoadmin@fdipartners.co
KMK 460/KM.1/2022 Website: www.fdipartners.co.id
Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia Phone (62 21) 27875911
Jakarta, 11 Juni 2026
Kepada Yth.:
PT United Tractors Tbk
Jl. Raya Bekasi Km 22,
Cakung, Jakarta Timur 13910
No. Laporan : 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Hal : Laporan Pendapat Kewajaran
Dengan hormat,
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
PT UNITED TRACTORS TBK
Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No.021/FDI/PB-FO/II/2026 tanggal 25 Februari 2026,
Kami KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau “Kami”)
mendapat penugasan dari PT United Tractors Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan
pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi afiliasi antara Perseroan dan PT Komatsu Astra Finance
(selanjutnya disebut “KAF”) berupa rencana transaksi perubahan syarat dan ketentuan dalam perjanjian
pinjaman (“Rencana Transaksi”), yang diperlukan guna memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan
(“POJK 42/2020”).
Maksud Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan opini kewajaran atas Rencana Transaksi afiliasi
antara Perseroan dan KAF berupa rencana transaksi perubahan syarat dan ketentuan dalam perjanjian
pinjaman, yang diperlukan guna memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”).
Tujuan Pendapat Kewajaran adalah dalam rangka memenuhi ketentuan POJK 42/2020.
Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak digunakan
untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan dalam tujuan
lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan menggunakan bantuan dari luar
maupun profesi lainnya.
Berdasarkan hasil analisis, Rencana Transaksi tersebut mengandung transaksi afiliasi namun bukan
transaksi material karena nilai transaksi di bawah 20% (dua puluh persen) dari ekuitas Perseroan per 31
Desember 2025 hal tersebut tercermin dari nilai materialitas transaksi sebesar 0,68%, serta Rencana
Transaksi tersebut tidak terdapat benturan kepentingan sesuai dengan surat pernyataan
No.LUT/098/9960/VI/2026 tanggal 10 Juni 2026 perihal informasi tidak adanya benturan kepentingan
atas Rencana Transaksi.
Pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi dilakukan berdasarkan laporan keuangan per tanggal 31
Desember 2025, berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia, Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018
Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020
(POJK 35/2020), Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020
(SEOJK 17/2020) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
Kantor
KantorPusat
Pusat(Properti
(Propertidan
danBisnis);
Bisnis);Kantor
KantorCabang
CabangSemarang
Semarang(Properti)
(Properti); Kantor Cabang Jakarta (Bisnis)
Page 3
Metodologi Pendapat Kewajaran yang digunakan antara lain sebagai berikut: (1) Analisis Rencana Transaksi, (2) Analisis Kualitatif, (3) Analisis Kuantitatif, (4) Analisis Kelayakan Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi, dan (5) Kesimpulan Analisis atas Rencana Transaksi. Kesimpulan Hasil Pendapat Kewajaran Analisis Rencana Transaksi Berdasarkan analisis atas objek Rencana Transaksi, diketahui bahwa Rencana Transaksi berupa perubahan syarat dan ketentuan dalam Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF dengan nilai fasilitas sebesar Rp700.000.000.000 (Tujuh Ratus Miliar Rupiah). Dari sisi dampak keuangan, Rencana Transaksi secara umum memberikan pengaruh terhadap penurunan posisi kas dan setara kas Perseroan serta peningkatan piutang non usaha pihak berelasi sebagai konsekuensi dari pemberian pinjaman kepada KAF, namun tidak memberikan perubahan yang material terhadap kondisi keuangan Perseroan secara keseluruhan. Selain itu, berdasarkan pertimbangan bisnis Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi dilakukan untuk mendukung kegiatan penjualan alat berat Perseroan melalui dukungan pembiayaan kepada KAF serta diharapkan dapat meningkatkan dan mempertahankan pangsa pasar Perseroan di tengah persaingan industri yang semakin ketat. Selanjutnya berdasarkan analisis atas laporan keuangan proforma sebelum dan setelah pelaksanaan Rencana Transaksi, rencana pemberian pinjaman oleh Perseroan kepada KAF secara umum tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi keuangan Perseroan. Hal tersebut tercermin dari perubahan rasio likuiditas yang relatif kecil serta tidak adanya perubahan pada rasio solvabilitas Perseroan setelah Rencana Transaksi dilaksanakan. Dengan demikian, penggunaan dana internal Perseroan untuk pemberian pinjaman kepada KAF pada saat ini masih dinilai dapat dikelola dengan baik dan tidak mengganggu kemampuan keuangan maupun keberlangsungan operasional Perseroan. Selanjutnya dari hasil identifikasi hubungan para pihak dari struktur kepengurusan dan kepemilikan, Perseroan dan KAF memiliki hubungan afiliasi baik melalui kesamaan pengurus maupun hubungan kepemilikan dalam Grup PT Astra International Tbk. Dengan demikian, Rencana Transaksi perubahan syarat dan ketentuan dalam Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF memenuhi kriteria sebagai transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam POJK 42/2020. Selanjutnya dalam analisis atas Perjanjian Pinjaman beserta seluruh amendemennya sejak tahun 2016 hingga draf Amandemen XI, diketahui bahwa Perseroan dan KAF telah memiliki hubungan transaksi pinjam meminjam dana yang berlangsung secara berkelanjutan dan dilakukan melalui mekanisme perubahan syarat dan ketentuan yang disepakati oleh kedua belah pihak. Secara umum, perubahan dalam setiap amandemen terutama berkaitan dengan perpanjangan periode ketersediaan fasilitas, perubahan jumlah fasilitas pinjaman, penyesuaian tenor pinjaman, serta penyesuaian suku bunga sesuai kondisi pasar dan kebutuhan bisnis para pihak. Rencana Transaksi dalam Amandemen XI pada dasarnya merupakan perpanjangan periode ketersediaan fasilitas pinjaman hingga 30 Juni 2027, sehingga tidak mengubah substansi utama hubungan pinjam meminjam antara Perseroan dan KAF. Dengan demikian, syarat dan ketentuan dalam Rencana Transaksi dinilai masih sejalan dengan tujuan pembiayaan untuk mendukung kegiatan usaha dan penjualan alat berat Perseroan melalui pembiayaan yang diberikan oleh KAF kepada konsumennya. Selanjutnya analisis likuiditas sebelum dan setelah pelaksanaan Rencana Transaksi, diketahui bahwa Rencana Transaksi memberikan dampak penurunan yang relatif kecil terhadap current ratio, quick ratio, dan cash ratio Perseroan, masing-masing sebesar 0,01 kali. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penggunaan dana internal Perseroan yang berasal dari kas dan setara kas untuk pemberian pinjaman kepada KAF, sehingga terjadi perpindahan pencatatan dari pos kas dan setara kas ke pos Halaman 2 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 4
piutang non usaha pihak berelasi. Meskipun demikian, perubahan rasio likuiditas tersebut tidak bersifat signifikan dan pada saat ini masih menunjukkan bahwa kondisi likuiditas Perseroan tetap berada pada tingkat yang memadai untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan. Serta dalam analisis manfaat dan risiko atas Rencana Transaksi, diketahui bahwa Rencana Transaksi diharapkan dapat memberikan manfaat bagi Perseroan berupa tambahan pendapatan bunga atas fasilitas pinjaman yang diberikan kepada KAF serta mendukung peningkatan penjualan alat berat Perseroan melalui dukungan pembiayaan kepada konsumen. Di sisi lain, Rencana Transaksi juga memiliki risiko berupa tidak tercapainya target penjualan alat berat Perseroan serta risiko gagal bayar dari konsumen KAF yang dapat mempengaruhi kemampuan pembayaran kewajiban KAF kepada Perseroan. Meskipun demikian, dengan mempertimbangkan hubungan afiliasi antara Perseroan dan KAF serta pengawasan manajemen dalam pelaksanaan transaksi, risiko tersebut pada saat ini masih dinilai dapat dikelola dalam tingkat yang wajar. Analisis Kualitatif Berdasarkan hasil analisis kualitatif atas Rencana Transaksi antara Perseroan dan KAF, dapat disimpulkan bahwa transaksi yang dilakukan memiliki dasar bisnis yang jelas dan mendukung kegiatan operasional Perseroan, khususnya dalam meningkatkan pembiayaan pembelian alat berat oleh konsumen. Prospek usaha Perseroan dinilai masih positif seiring kuatnya fundamental sektor pertambangan, alat berat, dan mineral strategis, meskipun terdapat tantangan dari pelemahan harga batu bara global. Strategi diversifikasi usaha Perseroan ke sektor emas, nikel, energi baru terbarukan, serta penguatan layanan pendukung dinilai mampu menjaga keberlanjutan pertumbuhan usaha. Dari sisi keuangan, Rencana Transaksi tidak memberikan dampak material terhadap leverage maupun likuiditas Perseroan karena pendanaan berasal dari kas internal dan nilainya relatif kecil dibanding total kas dan setara kas Perseroan. Selain itu, KAF sebagai penerima pinjaman juga menunjukkan tingkat kesehatan keuangan dan kepatuhan terhadap ketentuan regulator yang memadai sehingga mendukung kemampuan pelunasan kewajiban pada saat jatuh tempo. Dengan demikian, Rencana Transaksi dinilai dapat memberikan manfaat strategis dan operasional bagi Perseroan dengan tingkat risiko yang masih dapat dikelola. Analisis Kuantitatif Berdasarkan hasil analisis kuantitatif terhadap kinerja keuangan Perseroan dan KAF selama periode 2021–2025, dapat disimpulkan bahwa Perseroan menunjukkan fundamental keuangan yang relatif kuat dan stabil meskipun mengalami fluktuasi sejalan dengan dinamika industri. Total aset Perseroan tumbuh dengan Compound Annual Growth Rate (“CAGR”) sebesar 12,08% dan total ekuitas meningkat dengan CAGR sebesar 9,47%, yang mencerminkan kemampuan Perseroan dalam mempertahankan pertumbuhan usaha dan memperkuat struktur permodalan. Di sisi profitabilitas, Perseroan masih mampu mencatatkan rata-rata Net Profit Margin sebesar 15,14%, Return om Assets (“ROA”) sebesar 12,11%, dan Return on Equity (“ROE”) sebesar 20,40%, meskipun pada tahun 2025 terjadi penurunan margin akibat tekanan harga komoditas dan peningkatan biaya operasional. Dari sisi likuiditas dan solvabilitas, Perseroan tetap berada pada tingkat yang memadai dengan current ratio sebesar 1,36 kali serta Debt to Equity Ratio (“DER”) sebesar 0,18 kali pada tahun 2025, yang menunjukkan kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang masih tergolong baik. Sementara itu, KAF juga menunjukkan kinerja keuangan yang cukup sehat dengan pertumbuhan aset, ekuitas, dan laba yang positif selama periode analisis, serta didukung gearing ratio yang masih berada dalam batas ketentuan regulator. Berdasarkan proyeksi penjualan setelah Rencana Transaksi, tambahan pembiayaan kepada KAF diperkirakan dapat meningkatkan penjualan alat berat dan memberikan tambahan laba bersih bagi Perseroan dengan asumsi margin laba bersih konservatif sebesar 10%, Halaman 3 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 5
Page 6
DAFTAR ISI SURAT PENGANTAR ................................................................................................................ 1 DAFTAR ISI .............................................................................................................................5 DAFTAR TABEL ........................................................................................................................7 DAFTAR GRAFIK......................................................................................................................9 BAB I ............................................................................................................................. 10 PENDAHULUAN ................................................................................................................... 10 1.1 Uraian Mengenai Penugasan ....................................................................................... 10 1.2 Identitas Status Penilai ................................................................................................. 10 1.3 Identitas Pemberi Tugas ............................................................................................... 10 1.4 Identitas Pengguna Laporan ........................................................................................ 10 1.5 Objek Pendapat Kewajaran ......................................................................................... 11 1.6 Jenis Mata Uang Yang Digunakan ............................................................................... 11 1.7 Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran ..................................................................... 11 1.8 Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan ....................... 11 1.9 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ............................................................................ 11 1.10 Sumber Data dan Informasi ......................................................................................... 12 1.11 Hasil Pelaksanaan Inspeksi .......................................................................................... 15 1.12 Asumsi dan Asumsi Khusus .......................................................................................... 15 1.13 Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran Dilakukan Berdasarkan Standar ........................ 15 1.14 Metodologi Analisis Pendapat Kewajaran ...................................................................... 16 1.15 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli ............................................................... 16 1.16 Pernyataan Independensi Penilai .................................................................................. 16 1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ...................................... 16 BAB II ............................................................................................................................. 18 ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI ..................................................................................... 18 2.1. Analisis Objek Rencana Transaksi ................................................................................ 18 2.1.1 Besaran Dana dari Objek Rencana Transaksi ................................................................ 18 2.1.2 Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi .................................................................. 18 2.1.3 Pertimbangan Bisnis Manajemen atas Rencana Transaksi .............................................. 21 2.2. Analisis Rencana Transaksi .......................................................................................... 21 2.2.1 Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Keuangan Perusahaan ...................................... 21 2.2.2 Identifikasi & Hubungan Pihak Yang Bertransaksi .......................................................... 22 2.2.3 Analisis Perjanjian & Syarat Rencana Transaksi.............................................................. 29 2.2.4 Analisis Likuiditas Rencana Transaksi ............................................................................ 32 2.2.5 Analisis Manfaat & Risiko Rencana Transaksi ................................................................. 32 BAB III ............................................................................................................................. 34 ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI ........................................ 34 3.1 Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi ..................................................................... 34 3.1.1 Riwayat Singkat Perseroan ........................................................................................... 34 3.1.2 Analisis Industri & Bisnis .............................................................................................. 36 3.1.3 Analisis Operasional & Prospek Perusahaan ................................................................. 46 3.1.4 Alasan Dan Latar Belakang Rencana Transaksi ............................................................. 49 3.1.5 Analisis Keuntungan & Kerugian Kualitatif ..................................................................... 50 3.1.6 Dampak Leverage Terhadap Keuangan (Dibanding Industri Sejenis) ............................... 50 3.1.7 Dampak Likuiditas & Kemampuan Melunasi Pinjaman Saat Jatuh Tempo ........................ 52 3.1.8 Dampak Jika Proyek Dibiayai Gagal ............................................................................ 54 3.2 Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi ................................................................... 54 3.2.1 Kinerja Historis ........................................................................................................... 54 3.2.2 Penilaian Atas Proyeksi Keuangan ................................................................................ 70 3.2.3 Analisis Rasio Keuangan .............................................................................................. 71 3.2.4 Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi .............................. 75 3.2.5 Analisis Kemampuan Bayar Sampai Saat Jatuh Tempo .................................................. 78 3.2.6 Analisis Cash Management Dan Financial Covenant ...................................................... 79 3.2.7 Analisis Yield Dibanding Instrumen Sejenis (Obligasi/Kredit Bank) .................................. 80 3.2.8 Incremental Analysis (Nilai Tambah) ............................................................................. 81 Halaman 5 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 7
3.2.9 Analisis Sensitivitas ...................................................................................................... 83 3.3 Analisis Kelayakan Penggunaan Dana .......................................................................... 83 3.3.1 Analisis Kelayakan Investasi ......................................................................................... 83 3.3.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang ............................................................................ 84 3.3.3 Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan ......................................................................... 84 BAB IV ............................................................................................................................. 85 KESIMPULAN ........................................................................................................................ 85 4.1 Analisis Objek Rencana Transaksi ................................................................................ 85 4.2 Analisis Pengaruh atas Rencana Transaksi .................................................................... 85 4.3 Identifikasi Dan Hubungan Antara Pihak Dalam Hal Transaksi ....................................... 85 4.4 Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Disepakati Oleh Pihak ................................... 86 4.5 Analisis Likuiditas Rencana Transaksi ............................................................................ 86 4.6 Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Rencana Transaksi ..................................................... 87 4.7 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi...................................................................... 87 4.8 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi .................................................................... 87 4.9 Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi ......................... 88 4.10 Opini Kewajaran atas Rencana Transaksi ..................................................................... 88 ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ........................................................................... 89 PERNYATAAN PENILAI ........................................................................................................... 90 LAMPIRAN-LAMPIRAN ............................................................................................................ 92 Halaman 6 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 8
DAFTAR TABEL Tabel 1. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ................................................................................ 11 Tabel 2. Keterangan Laporan Keuangan Perseroan ....................................................................... 12 Tabel 3. Keterangan Laporan Keuangan KAF ................................................................................ 14 Tabel 4. Indentitas dan Jabatan Pihak yang di Wawancarai ........................................................... 15 Tabel 5. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan ....... 18 Tabel 6. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan ....... 21 Tabel 7. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Likuiditas ..................... 22 Tabel 8. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Solvabilitas .................. 22 Tabel 9. Struktur Pemegang Saham Perseroan .............................................................................. 23 Tabel 10. Struktur Pemegang Saham KAF ..................................................................................... 25 Tabel 11. Hubungan Para Pihak Yang Terlibat Dalam Rencana Transaksi ....................................... 26 Tabel 12. Materialitas Rencana Nilai Transaksi .............................................................................. 28 Tabel 13. Rasio Likuiditas Sebelum dan Setelah adanya Transaksi .................................................. 32 Tabel 14. Struktur Pemegang Saham Perseroan ............................................................................ 35 Tabel 15. Tingkat Suku Bunga Kredit Bank Persero (%) ................................................................... 39 Tabel 16. Perkembangan Kinerja Sektor Pembiayaan di Indonesia Tahun 2022-2025...................... 45 Tabel 17. Mesin Konstruksi .......................................................................................................... 47 Tabel 18. Kontraktor Penambangan ............................................................................................. 47 Tabel 19. Kinerja Operasional Batu Bara dan Metalurgi ................................................................. 48 Tabel 20. Kinerja Emas dan Mineral Lainnya ................................................................................. 48 Tabel 21. Leverage Perseroan – Historis ........................................................................................ 50 Tabel 22. Leverage Perseroan – Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi ........................................ 51 Tabel 23. Penentuan Perusahaan Industri Sejenis ........................................................................... 51 Tabel 24. Rasio Debt to Equity Perusahaan Pembanding ................................................................ 51 Tabel 25. Rasio Debt to Assets Perusahaan Pembanding ................................................................ 52 Tabel 26. Rasio Likuiditas Perseroan ............................................................................................. 52 Tabel 27. Rasio Profitabilitas KAF ................................................................................................. 53 Tabel 28. Rasio Keuangan Dan Kesehatan KAF ............................................................................. 53 Tabel 29. Analisis Cash Management ........................................................................................... 54 Tabel 30. Laporan Posisi Keuangan Perseroan Periode 31 Desember 2021–31 Desember 2025....... 55 Tabel 31. Laporan Laba Rugi Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 .............. 59 Tabel 32. Laporan Arus Kas Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ................ 61 Tabel 33. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%) ...................................... 65 Tabel 34. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%) ............................................... 65 Tabel 35. Laporan Posisi Keuangan KAF Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ............. 66 Tabel 36. Laporan Laba Rugi KAF Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025....................... 68 Tabel 37. Laporan Arus Kas KAF Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ........................ 69 Tabel 38. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%) ...................................... 70 Tabel 39. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%) ............................................... 70 Tabel 40. Proyeksi Penjualan Setelah Rencana Transaksi ................................................................ 71 Tabel 41. Proyeksi Penjualan Setelah Rencana Transaksi (lanjutan) ................................................. 71 Tabel 42. Margin Laba Bersih Perseroan ....................................................................................... 71 Tabel 43. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) .......................................................... 72 Tabel 44. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) .......................................................... 74 Tabel 45. Rasio Keuangan Dan Kesehatan Perusahaan .................................................................. 75 Tabel 46. Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi ................................ 75 Tabel 47. Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi ................................ 78 Tabel 48. Rasio Profitabilitas KAF ................................................................................................. 78 Tabel 49. Rasio Keuangan dan Kesehatan KAF.............................................................................. 79 Tabel 50. Analisis Cash Management ........................................................................................... 80 Tabel 51. Rasio Kas ..................................................................................................................... 80 Tabel 52. Yield Pinjaman Perseroan - KAF ..................................................................................... 80 Tabel 53. Yield Surat Utang Pasar Pembanding ............................................................................. 81 Tabel 54. Analisis Yield Dibandingkan dengan Kredit Modal Kerja Perbankan ................................. 81 Tabel 55. Incremental Analysis (Nilai Tambah) .............................................................................. 82 Halaman 7 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 9
Tabel 56. Weighted Average Cost of Capital (WACC) ..................................................................... 82 Tabel 57. Analisis Sensitivitas ....................................................................................................... 83 Halaman 8 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 10
DAFTAR GRAFIK Grafik 1. Bagan Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan ...................................... 27 Grafik 2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2021 – 2025 (% yoy)......................................... 36 Grafik 3. Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertambangan dan Penggalian Tahun 2021 –2025 ........... 37 Grafik 4. Proyeksi PDB Indonesia 2025 – 2030 (yoy %) ................................................................. 37 Grafik 5. Perkembangan dan Proyeksi Inflasi di Indonesia (%) ....................................................... 38 Grafik 6. Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Tahun 2025 ............................................................. 38 Grafik 7. Cadangan Mineral Indonesia Tahun 2024 (juta Ton) ...................................................... 39 Grafik 8. Cadangan Batu Bara Indonesia Tahun 2024 (juta Ton) ................................................... 40 Grafik 9. Produksi Mineral dan Batu bara tahun 2023 – 2024....................................................... 40 Grafik 10. Perkembangan Jumlah IUP/IUPPK/KK/IPR Tahun 2024 ................................................. 41 Grafik 11. Perkembangan Reklamasi Pertambangan di Indonesia ................................................. 41 Grafik 12. Perkembangan Harga Mineral dan Batu bara Acuan Indonesia ..................................... 42 Grafik 13. Perkembangan Ekspor Mineral Tahun 2020 – 2025 ..................................................... 42 Grafik 14. Nilai Ekspor Batu bara Indonesia Tahun 2020 – Agustus 2025 ...................................... 43 Grafik 15. Nilai Impor Mesin dan Alat Berat Pertambangan .......................................................... 43 Grafik 16. Perkembangan Harga Acuan Emas, Perak, Tembaga dan Batu bara Global .................. 44 Grafik 17. Perkembangan Permintaan Emas dan Batu bara Tahun 2020 - 2024 ............................ 45 Halaman 9 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 11
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Uraian Mengenai Penugasan
Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No. 021/FDI/PB-FO/II/2026 tanggal 25 Februari
2026, Kami KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau
“Kami”) mendapat penugasan dari PT United Tractors Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk
memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi afiliasi antara Perseroan dan PT
Komatsu Astra Finance (selanjutnya disebut “KAF”) berupa rencana transaksi perubahan syarat
dan ketentuan dalam perjanjian pinjaman (“Rencana Transaksi”), yang diperlukan guna
memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”).
1.2 Identitas Status Penilai
Penilaian ini dilakukan oleh KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (FDI&R), selaku Penilai
Independen untuk memberikan pendapat kewajaran yang objektif dan tidak memihak, sesuai
KEPI; memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian atas objek penilaian yang dimaksud. KJPP
Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (FDI&R) adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang memegang
Izin Usaha No.2.22.0176 tanggal 21 April 2022 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dan
mempunyai Penilai Publik sebagai berikut:
• Rekan, Danar Wihandoyo, adalah seorang Penilai Publik untuk klasifikasi penilaian bisnis
dengan Izin No. B-1.09.00213 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia, Beliau adalah
anggota dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia.
• Penugasan pendapat kewajaran ini bersifat independen, tidak memiliki keterlibatan material
atau benturan kepentingan baik aktual maupun potensial dengan obyek penilaian dan/ atau
pemilik aset/properti/ekuitas, menjunjung tinggi obyektifitas, profesional dan tidak memihak.
• Seluruh Penilai, tenaga ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan
tim penugasan di bawah kordinator Penilai berizin atau penanggung jawab laporan
pendapat kewajaran ini.
1.3 Identitas Pemberi Tugas
Nama Pemberi Tugas : PT United Tractors Tbk
Alamat : Jl. Raya Bekasi Km 22, Cakung, Jakarta Timur 13910
Bidang Usaha : Distribusi Alat Berat
No. Telepon/Fax : +62 21 2457 9999
Alamat Email : Yudistira@unitedtractors.com
Penanggung Jawab : Bapak Yudistira
Jabatan : Corporate Finance & Accounting Division Head
1.4 Identitas Pengguna Laporan
Pengguna laporan dalam pendapat kewajaran ini adalah sama dengan Pemberi Tugas.
Halaman 10 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 12
1.5 Objek Pendapat Kewajaran
Objek Pendapat Kewajaran dalam hal ini adalah pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
afiliasi antara Perseroan dan KAF berupa rencana transaksi perubahan syarat dan ketentuan
dalam perjanjian pinjaman.
1.6 Jenis Mata Uang Yang Digunakan
Rencana Transaksi akan dilaksanakan dengan menggunakkan mata uang Rupiah.
1.7 Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran
Maksud Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan opini kewajaran atas Rencana Transaksi
afiliasi antara Perseroan dan KAF berupa transaksi pinjaman, yang diperlukan guna memenuhi
ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keungan (“OJK”). Tujuan Pendapat Kewajaran adalah dalam
rangka memenuhi POJK 42/2020.
Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak
digunakan untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan
dalam tujuan lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan
menggunakan bantuan dari luar maupun profesi lainnya.
1.8 Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan Pendapat Kewajaran
Tanggal Pendapat Kewajaran adalah tanggal 31 Desember 2025, dimana batas tersebut diambil
atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.
Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, masa berlaku laporan pendapat kewajaran
adalah selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif pendapat kewajaran (cut off date) dalam
laporan pendapat kewajaran.
Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka masa berlaku laporan pendapat
kewajaran ini yaitu selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif pendapat kewajaran (cut off date)
dalam laporan pendapat kewajaran.
1.9 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
Ruang lingkup penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran mengacu pada POJK Nomor
35/POJK.04/2020 dan SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020. Dengan demikian, ruang lingkup
Pendapat Kewajaran didasarkan pada analisis kewajaran atas Rencana Transaksi, yang meliputi:
Tabel 1. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
Aspek Ketentuan Utama
- Besaran dana dari objek Rencana Transaksi
Analisis Objek Rencana
- Dampak keuangan Rencana Transaksi
Transaksi
- Pertimbangan bisnis manajemen atas Rencana Transaksi
- Pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan
Analisis Rencana Transaksi - Identifikasi & hubungan pihak yang bertransaksi
- Analisis perjanjian & syarat Rencana Transaksi
Halaman 11 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 13
Aspek Ketentuan Utama
- Analisis likuiditas Rencana Transaksi
- Analisis manfaat & risiko Rencana Transaksi
- Riwayat perusahaan & riwayat pinjam-meminjam
- Analisis industri & bisnis
- Analisis operasional & prospek perusahaan
- Alasan dan latar belakang Rencana Transaksi
Analisis Kualitatif
- Keuntungan & kerugian kualitatif
- Dampak leverage terhadap keuangan (dibanding industri sejenis)
- Dampak likuiditas & kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo
- Dampak jika proyek dibiayai gagal
- Kinerja historis & proyeksi keuangan
- Analisis rasio keuangan
- Proforma Laporan Keuangan sebelum & setelah Rencana Transaksi
- Analisis kemampuan bayar sampai saat jatuh tempo
Analisis Kuantitatif
- Analisis cash management dan financial covenant
- Analisis yield dibanding instrumen sejenis (obligasi/kredit bank)
- Incremental analysis (nilai tambah)
- Sensitivity analysis (jika perlu)
- Analisis kelayakan investasi;
Analisis Kelayakan
- Analisis kelayakan pelunasan utang
Penggunaan Dana
- Analisis atas faktor lain yang relevan
Kesimpulan - Opini Kewajaran Rencana Transaksi
Sumber: SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020 Bab IV
1.10 Sumber Data dan Informasi
Sumber data dan informasi yang kami gunakan dalam proses Pendapat Kewajaran Perseroan
adalah sebagai berikut:
a. Perseroan
Laporan Keuangan
Tabel 2. Keterangan Laporan Keuangan Perseroan
Tanggal
No Periode Ket KAP & AP Nomor Laporan Opini
Laporan
KAP: Rintis,
31 Jumadi, Rianto & 26
00190/2.1457/AU.1/05/0241-
1 Desember Audit Rekan Februari Wajar
3/1/II/2026
2025 AP: Yanto, S.E., 2026
AK., M.Ak., CPA
KAP: Rintis,
31 Jumadi, Rianto & 26
00180/2.1457/AU.1/05/0241-
2 Desember Audit Rekan Februari Wajar
2/1/II/2025
2024 AP: Yanto, S.E., 2025
AK., M.Ak., CPA
31 KAP: Tanudiredja, 23
00190/2.1025/AU.1/05/0241-
3 Desember Audit Wibisana, Rintis & Februari Wajar
2/1/II/2024
2023 Rekan 2024
Halaman 12 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 14
Tanggal
No Periode Ket KAP & AP Nomor Laporan Opini
Laporan
AP: Yanto, S.E.,
M.Ak., CPA
KAP: Tanudiredja,
31 Wibisana, Rintis & 23
00177/2.1025/AU.1/05/0239-
4 Desember Audit Rekan Februari Wajar
3/1/II/2023
2022 AP: Lok Budianto, 2023
S.E., Ak., CPA
KAP: Tanudiredja,
31 Wibisana, Rintis & 21
00121/2.1025/AU.1/05/0239-
5 Desember Audit Rekan Februari Wajar
2/1/II/2022
2021 AP: Lok Budianto, 2022
S.E., Ak., CPA
KAP: Tanudiredja,
31 Wibisana, Rintis & 19
00157/2.1025/AU.1/05/0239-
6 Desember Audit Rekan Februari Wajar
1/1/II/2021
2020 AP: Lok Budianto, 2021
S.E., Ak., CPA
Keterangan: KAP (Kantor Akuntan Publik); AP (Akuntan Publik)
Proyeksi Keuangan dan Proforma Keuangan
1. Proyeksi Penjualan Perseroan Periode 31 Juli 2026 – 30 Juni 2027 (sebelum dan setelah)
adanya Rencana Transaksi dalam format MS. Excel, yang disiapkan oleh manajemen
Perseroan.
2. Proforma Keuangan Perseroan per 31 Desember 2025 (sebelum dan setelah) adanya
transaksi yang disiapkan oleh manajemen Perseroan.
Akta Pendirian dan Perubahan-Perubahannya - Perseroan
1. Akta Pendirian No. 69, di hadapan Djojo Muljadi, S.H. Akta Pendirian tersebut disahkan
oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/34/8
tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 31,
Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973.
2. Akta No.133 tanggal 25 April 2025 yang dibuat dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn.,
notaris di Jakarta, tentang perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris, yang telah
mendapat penerimaan pemberitahuan dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai
dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.AHU-AH.01.09-0238092 Tahun 2025.
3. Akta No. 135 tanggal 25 April 2025 yang dibuat dihadapan Jose Dima Satria, S.H.,
M.Kn., notaris di Jakarta, tentang perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
yang telah mendapat Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas dari
Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.
AHU-0031112.AH.01.02.TAHUN 2025.
Legalitas Perusahaan - Perseroan
1. Surat Izin Lokasi, tanggal 07 September 2018.
2. Nomor Pokok Wajib Pajak No. 01.308.524.6-091.000.
3. Tanda Daftar Perusahaan Perseroan Terbatas No. 09.04.1.46.00794, tanggal 31 Mei
2011.
Halaman 13 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 15
4. Nomor Induk Berusaha No. 8120009960872, tanggal 07 September 2018.
Informasi Lainnya - Perseroan
1. Draf Perjanjian Pinjaman Amandemen XI.
2. Surat Pernyataan No.LUT/098/9960/VI/2026 tanggal 10 Juni 2026 perihal informasi
tidak adanya benturan kepentingan atas Rencana Transaksi.
3. Surat Pernyataan Kebenaran Data dan Informasi tanggal 11 Juni 2026.
4. Daftar Permintaan Data (Information Request List).
5. Daftar Pertanyaan (List of Question).
b. KAF
Laporan Keuangan - KAF
Tabel 3. Keterangan Laporan Keuangan KAF
Tanggal
No Periode Ket KAP & AP Nomor Laporan Opini
Laporan
KAP: Siddharta
Widjaja &
31 Rekan 19
0002/2.1005/AU.1/09/0848-
1 Desember Audit AP: Februari Wajar
5/1/II/2026
2025 Kusumaningsing 2026
Angkawijaya,
CPA
KAP: Siddharta
Widjaja &
31 Rekan 19
00031/2.1005/AU.1/09/0848-
2 Desember Audit AP: Februari Wajar
4/1/II/2025
2024 Kusumaningsing 2025
Angkawijaya,
CPA
KAP: Siddharta
Widjaja &
31 Rekan 19
00034/2.1005/AU.1/09/0848-
3 Desember Audit AP: Februari Wajar
3/1/II/2024
2023 Kusumaningsing 2024
Angkawijaya,
CPA
KAP: Siddharta
Widjaja &
31 Rekan 17
00018/2.1005/AU.1/09/0848-
4 Desember Audit AP: Februari Wajar
2/1/II/2023
2022 Kusumaningsing 2023
Angkawijaya,
CPA
KAP: Siddharta
Widjaja &
31 Rekan 17
00020/2.1005/AU.1/09/0848-
5 Desember Audit AP: Februari Wajar
1/1/II/2022
2021 Kusumaningsing 2022
Angkawijaya,
CPA
Keterangan: KAP (Kantor Akuntan Publik); AP (Akuntan Publik)
Halaman 14 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 16
Akta Pendirian dan Perubahan-Perubahannya - KAF
1. Berita Negara Republik Indonesia tanggal 30 April 1985 No. 35 tambagan No. 657
dengan nama PT Utama Leasing Indonesia.
2. Akta No. 99 tanggal 8 Juli 1996 oleh Notaris Bandoro Raden Ayu Mahyastoeti
Notonegoro, S.H, berkedudukan di Jakarta dan telah mendapatkan persetujuan dari
Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. C2-5941 HT.01.04.TH.98 tanggal 5 Juni
1998.
3. Akta No. 96 tanggal 19 Mei 2005 oleh Notaris Aulia Taufani,S.H, sebagai pengganti
Notaris Sutjipto, S.H., berkedudukan di Jakarta Selatan dan telah mendapatkan
pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. c-14156
ht. 01.04.TH.2005 tanggal 23 Mei 2005
4. Akta No. 71 tanggal 03 September 2025 oleh Notaris BenHard Sihite, S.H., M.Kn,
berkedudukan di Jakarta Selatan dan telah mendapatkan persetujuan Kementerian
Hukum Republik Indonesia No. AHU.AH.01.09-0333855 tanggal 4 September 2025.
Legalitas Perusahaan - KAF
1. Nomor Pokok Wajib Pajak No. 01.372.922.3-062.000
2. Nomor Induk Berusaha No.1282000530244.
3. Surat Izin Usaha Lembaga Pembiayaan SANF Keputusan Menteri Keuangan Republik
Indonesia Nomor: 1660/KMK.013/1990.
1.11 Hasil Pelaksanaan Inspeksi
Berdasarkan surat tugas KJPP FDI&R No.013/FDI/ST-PB/UT/KAF/III/2026 tanggal 31 Maret 2026
serta berita acara inspeksi, kami telah melakukan Inspeksi, pengumpulan data, diskusi, verifikasi
dan wawancara atas objek pendapat kewajaran. Surat tugas, berita acara inspeksi, dan MoM
(Minutes of Meeting) terdapat pada lampiran laporan ini.
Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak Yang Telah Diwawancarai
Tabel 4. Indentitas dan Jabatan Pihak yang di Wawancarai
Nama Jabatan Perusahaan
Rendih Corporate Treasury PT United Tractors Tbk
Raci Annisa Corporate Treasury PT United Tractors Tbk
Sumber: Surat Tugas Inspeksi, Berita Acara Inspeksi dan Minutes of Meeting
1.12 Asumsi dan Asumsi Khusus
Asumsi:
• Kami tidak melakukan riviu terhadap aspek hukum maupun uji tuntas aspek keuangan, oleh
karena itu kami berasumsi bahwa objek yang kami nilai tidak mempunyai masalah hukum
dan hak kepemilikannya adalah sah dan dapat dipasarkan.
• Kami berasumsi bahwa objek yang ditunjukan kepada kami adalah benar merupakan objek
dalam penilaian.
1.13 Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran Dilakukan Berdasarkan Standar
Pendapat Kewajaran akan dilakukan berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia, Standar Penilaian
Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Halaman 15 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 17
Nomor 35/POJK.04/2020 (POJK 35/2020) serta Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK 17/2020) tentang Pedoman Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
1.14 Metodologi Analisis Pendapat Kewajaran
Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah
melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Transaksi yang mencakup hal–
hal sebagai berikut:
a. Analisis Rencana Transaksi berupa pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan,
identifikasi & hubungan pihak yang bertransaksi, analisis perjanjian & syarat Rencana
Transaksi, analisis likuiditas Rencana Transaksi, serta analisis manfaat & risiko Rencana
Transaksi.
b. Analisis Kualitatif berupa riwayat perusahaan & riwayat pinjam-meminjam dana, analisis
industri & bisnis, analisis operasional & prospek perusahaan, alasan dan latar belakang
Rencana Transaksi, keuntungan & kerugian kualitatif, dampak leverage terhadap keuangan
(dibanding industri sejenis), dampak likuiditas & kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh
tempo, serta dampak jika proyek dibiayai gagal.
c. Analisis Kuantitatif berupa kinerja historis perusahaan, penilaian atas proyeksi keuangan,
analisis rasio keuangan, proforma laporan keuangan sebelum & setelah Rencana Transaksi,
analisis kemampuan bayar sampai saat jatuh tempo, analisis cash management dan financial
covenant, analisis yield dibanding instrumen sejenis (obligasi/kredit bank), incremental
analysis (nilai tambah), serta sensitivity analysis (jika diperlukan).
d. Analisis Kelayakan Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi berupa Analisis kelayakan
investasi, Analisis kelayakan pelunasan utang serta Analisis atas faktor lain yang relevan.
e. Kesimpulan Analisis atas Rencana Transaksi berupa Opini Kewajaran Rencana Transaksi.
1.15 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli
Dalam memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, KJPP FDI&R tidak
menggunakan hasil pekerjaan tenaga ahli dari luar.
1.16 Pernyataan Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP FDI&R bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan KAF
ataupun pihak pihak lainnya yang terafiliasi dengan dengan Perseroan dan KAF. KJPP FDI&R
juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
Laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan
pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai
yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini.
1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
Dari tanggal penilaian atas kewajaran Rencana Transaksi (cut-off date) per 31 Desember 2025
hingga Laporan Pendapat Kewajaran ini diterbitkan terdapat kejadian penting setelah tanggal
penilaian atas kewajaran Rencana Transaksi (Subsequent Event) yang tidak mempengaruhi hasil
penilaian yaitu:
Halaman 16 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 18
1. Berdasarkan Akta No. 117 tertanggal 20 Mei 2026 yang telah diberitahukan kepada Menteri
Hukum Republik Indonesia melalui Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data
Perseroan No. AHU-AH.01.09-0309460 tanggal 5 Juni 2026, Perseroan telah melakukan
perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi, sehingga susunan Dewan Komisaris dan
Direksi Perseroan sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Presiden Komisaris : Frans Kesuma
Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjanarko
Komisaris Independen : Ignasius Jonan
Komisaris Independen : Bruce Malcolm Cox
Komisaris : Rudy
Komisaris : Gita Tiffani Boer
Komisaris : Djoko Pranoto Santoso
Komisaris : Lincoln Lin Feng Pan
Direksi:
Presiden Direktur : Iwan Hadiantoro
Direktur : Idot Supriadi
Direktur : Ari Sutrisno
Direktur : Widjaja Kartika
Direktur : Vilihati Surya
Direktur : Hendra Hutahean
Direktur : Andreas
2. Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek Perseroan sebagaimana telah
disampaikan Perseroan kepada masyarakat per tanggal 31 Mei 2026, struktur kepemilikan
saham Perseroan adalah sebagai berikut:
Jumlah Lembar Jumlah Nominal
Pemegang saham (%)
Saham (Rp. Juta)
PT Astra International Tbk 2.219.317.358 554.829 59,50%
Masyarakat (< 5%) 1.295.480.378 323.870 34,73%
Saham treasuri 215.337.400 53.834 5,77%
Jumlah 3.730.135.136 932.533 100,00%
Halaman 17 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 19
BAB II
ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI
2.1. Analisis Objek Rencana Transaksi
2.1.1 Besaran Dana dari Objek Rencana Transaksi
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan serta dokumen pendukung
yang diberikan, diketahui bahwa besaran dana dalam objek Rencana Transaksi berupa
perubahan syarat dan ketentuan dalam Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF adalah
sebesar Rp700.000.000.000 (tujuh ratus miliar rupiah). Nilai tersebut merupakan total fasilitas
pinjaman yang menjadi objek dalam Rencana Transaksi sebagaimana dijelaskan oleh
manajemen Perseroan.
2.1.2 Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi
Dampak keuangan atas Rencana Transaksi dapat dilihat dari perubahan keuangan pada pos-
pos yang terdampak. Pada Rencana Transaksi ini, dampak keuangan atas Rencana Transaksi
disajikan pada tabel berikut:
Tabel 5. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan
(dalam juta Rupiah)
Audited Proforma
Laporan Posisi Keuangan 31 Desember Penyesuaian 31 Desember
2025 2025
Aset
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 26.570.772 (552.504) 26.018.268
Piutang Usaha
Pihak Ketiga 18.559.795 18.559.795
Pihak Berelasi 1.357.868 1.357.868
Piutang Non Usaha
Pihak Ketiga 492.811 492.811
Pihak Berelasi 1.203.084 1.203.084
Persediaan 16.729.809 16.729.809
Proyek dalam Pelaksanaan 28.698 28.698
Pihak Ketiga
Pihak Berelasi
Pajak Dibayar Dimuka
Pajak Penghasilan Badan 1.653.543 1.653.543
Pajak Lain-lain 3.643.857 3.643.857
Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka 1.543.309 1.543.309
Aset Lancar Lain-lain 357.480 357.480
Total Aset Lancar 72.141.026 (552.504) 71.588.522
Aset Tidak Lancar
Kas dan deposito berjangka yang
787.806 787.806
dibatasi penggunaannya
Piutang usaha
Halaman 18 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 20
Audited Proforma
Laporan Posisi Keuangan 31 Desember Penyesuaian 31 Desember
2025 2025
Pihak Ketiga 453.411 453.411
Pihak Berelasi 18.957 18.957
Piutang Non Usaha
Pihak Ketiga 88.336 88.336
Pihak Berelasi 3.103.936 552.504 3.656.440
Persediaan 105.530 105.530
Pajak dibayar dimuka
Pajak Penghasilan Badan 1.446.559 1.446.559
Pajak Lain-lain 1.650.429 1.650.429
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 793.619 793.619
Investasi pada entitas asosiasi
Investments in associates dan ventura 17.223.562 17.223.562
bersama
Investasi jangka panjang 3.175.766 3.175.766
Aset tetap 45.296.550 45.296.550
Properti pertambangan 14.809.384 14.809.384
Properti investasi 244.469 244.469
Beban eksplorasi dan pengembangan
2.768.518 2.768.518
tangguhan
Aset tambang berproduksi 3.958.340 3.958.340
Beban tangguhan 1.169.123 1.169.123
Aset pajak tangguhan 4.891.419 4.891.419
Goodwill 3.510.559 3.510.559
Total Aset Tidak Lancar 105.496.273 552.504 106.048.777
Total Aset 177.637.299 0 177.637.299
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha
Pihak Ketiga 29.095.249 29.095.249
Pihak Berelasi 213.679 213.679
Utang non-usaha
Pihak Ketiga 1.132.969 1.132.969
Pihak Berelasi 87.548 87.548
Utang pajak
Pajak Penghasilan Badan 825.803 825.803
Pajak Lain-lain 584.846 584.846
Akrual 6.692.531 6.692.531
Uang muka pelanggan
Pihak Ketiga 857.034 857.034
Pihak Berelasi 44.175 44.175
Pendapatan tangguhan 1.021.152 1.021.152
Liabilitas imbalan kerja 1.053.575 1.053.575
Pinjaman bank jangka pendek 560.000 560.000
Bagian jangka pendek dari utang
jangka panjang
Pinjaman Bank 9.682.666 9.682.666
Halaman 19 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 21
Audited Proforma
Laporan Posisi Keuangan 31 Desember Penyesuaian 31 Desember
2025 2025
Liabilitas Sewa 801.430 801.430
Pinjaman Lain-lain 560.318 560.318
Pinjaman bank jangka pendek dari
Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
Lain-lain
Total Liabilitas Jangka Pendek 53.212.975 0 53.212.975
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas pajak tangguhan 3.768.016 3.768.016
Provisi rehabilitasi, reklamasi, dan
1.154.627 1.154.627
penutupan tambang
Liabilitas imbalan kerja 5.497.626 5.497.626
Utang jangka panjang, setelah
dikurangi bagian jangka pendek
Pinjaman Bank 6.054.620 6.054.620
Liabilitas Sewa 976.309 976.309
Pinjaman Lain-lain 281.698 281.698
Liabilitas keuangan jangka panjang
3.555.105 3.555.105
lain-lain
Total Liabilitas Jangka Panjang 21.288.001 0 21.288.001
Total Liabilitas 74.500.976 0 74.500.976
Ekuitas
Ekuitas yang diatribusikan kepada
entitas induk
Modal Disetor 932.534 932.534
Tambahan Modal Disetor 9.703.937 9.703.937
Saham Tresuri (4.902.237) (4.902.237)
Saldo Laba
Dicadangkan 186.507 186.507
Belum Dicadangkan 85.547.627 85.547.627
Selisih kurs dari penjabaran Laporan
9.227.066 9.227.066
keuangan
Cadangan lindung nilai (2.065.280) (2.065.280)
Cadangan penyesuaian nilai wajar aset
19.386 19.386
tetap
Transaksi dengan Kepentingan
(875.920) (875.920)
Nonpengendali
Total Ekuitas yang diatribusikan
97.773.620 0 97.773.620
kepada entitas induk
Kepentingan Nonpengandali 5.362.703 5.362.703
Total Ekuitas 103.136.323 0 103.136.323
Total Liabilitas dan Ekuitas 177.637.299 0 177.637.299
Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi – 31 Desember 2025
Halaman 20 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 22
Tabel 6. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan
(dalam juta Rupiah)
Audited Penyesuaian Proforma
Laporan Laba Rugi 31 Desember 31 Desember
2025 2025
Pendapatan bersih 131.300.810 131.300.810
Beban pokok pendapatan (101.597.306) (101.597.306)
Laba bruto 29.703.504 0 29.703.504
Beban penjualan (1.597.792) (1.597.792)
Beban umum dan administrasi (6.040.414) (6.040.414)
Beban lain-lain, bersih (256.226) (256.226)
Penghasilan keuangan 1.244.489 1.244.489
Biaya keuangan (2.625.818) (2.625.818)
Bagian atas laba bersih entitas asosiasi
(245.576) (245.576)
dan ventura bersama
Laba sebelum pajak penghasilan 20.182.167 0 20.182.167
Beban pajak penghasilan (5.005.403) (5.005.403)
Laba tahun berjalan 15.176.764 0 15.176.764
Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi - 31 Desember 2025
Dampak dari Rencana Transaksi terhadap keuangan Perseroan diantaranya:
• Terdapat penyesuaian penurunan pada pos kas dan setara kas sebesar Rp552.504 miliar
akibat rencana pemberian pinjaman kepada KAF yang bersumber dari dana internal
Perseroan.
• Terdapat penyesuaian kenaikan pada pos piutang non usaha pihak berelasi sebesar
Rp552.504 miliar akibat rencana pemberian pinjaman kepada KAF dimana rencana pinjaman
yang diberikan merupakan pinjaman non usaha dan KAF yang merupakan perusahaan yang
terafiliasi dengan Perseroan.
• Pada proforma laba rugi, tidak ada penyesuaian yang merubah pos-pos keuangan sebelum
dan setelah rencana transaksi pemberian pinjaman.
Secara garis besar, Rencana Transaksi berdampak pada pengurangan kas akibat penggunaan
dana internal Perseroan sebagai pinjaman yang diberikan kepada KAF dan kenaikan piutang non
usaha pihak berelasi sebagai pencatatan piutang atas pinjaman yang diberikan Perseroan ke
KAF.
2.1.3 Pertimbangan Bisnis Manajemen atas Rencana Transaksi
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi dilakukan
sebagai bagian dari upaya Perseroan dalam mendukung kegiatan penjualan alat berat Perseroan
melalui dukungan pembiayaan kepada KAF. Selain itu, pelaksanaan Rencana Transaksi
diharapkan dapat meningkatkan serta mempertahankan pangsa pasar alat berat Perseroan di
tengah tingkat persaingan industri yang semakin ketat.
2.2. Analisis Rencana Transaksi
2.2.1 Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Keuangan Perusahaan
Pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan dapat dianalisis dari laporan keuangan
proforma perusahaan sebelum dan setelah melakukan transaksi. Analisis dilakukan
Halaman 21 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 23
menggunakan rasio fundamental perusahaan berupa rasio likuiditas dan rasio solvabilitas untuk
melihat bagaimana Rencana Transaksi mempengaruhi fundamental perusahaan.
Tabel 7. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Likuiditas
Rasio Likuiditas Sebelum Transaksi Setelah Transaksi Selisih Perubahan
Current Ratio 1,36X 1,35X 0,01X
Quick Ratio 1,04X 1,03X 0,01X
Cash Ratio 0,50X 0,49X 0,01X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Tabel 8. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Solvabilitas
Rasio Solvabilitas Sebelum Transaksi Setelah Transaksi Selisih Perubahan
Debt to Assets Ratio 0,11X 0,11X 0,00X
Debt to Equity Ratio 0,18X 0,18X 0,00X
Times Interest Earned 8,40X 8,40X 0,00X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Dilihat dari rasio likuiditas sebelum dan setelah Rencana Transaksi, terdapat selisih tidak signifikan
pada current ratio, quick ratio, dan cash ratio sebelum dan setelah Rencana Transaksi. Hal tersebut
karena sumber pendanaan pemberian pinjaman oleh Perseroan sebesar Rp700.000.000.000
yang pada proforma diasumsikan terealisasi sebesar Rp552.504 juta kepada KAF berasal dari
kas dan setara kas internal Perseroan yang nilainya sebesar 2,63% dari total kas dan setara kas
Perseroan per tanggal pendapat kewajaran. Dengan begitu perubahan pada rasio likuiditas tidak
berdampak signifikan terhadap likuiditas Perseroan.
Pada analisis solvabilitas, Rencana Transaksi tidak memberikan dampak pada Debt to Assets Ratio
dan Debt to Equity Ratio Perseroan. Hal tersebut karena pinjaman yang diberikan Perseroan
bersumber dari dana internal perusahaan dan dari dana yang dipinjamkan, timbul kenaikan pada
pos piutang non usaha pihak berelasi. Dengan begitu Rencana Transaksi tidak memberikan
dampak pada Debt to Equity Ratio (“DER”) dan Debt to Asset Ratio (“DAR”) dari Perseroan. Pada
rasio Times Interest Earned (“TIE”) yang dihitung menggunakan Operating Profit dibagi beban
keuangan, sebelum dan setelah Rencana Transaksi tidak berdampak pada TIE Perseroan.
2.2.2 Identifikasi & Hubungan Pihak Yang Bertransaksi
Identifikasi Pihak yang Bertransaksi
A. Perseroan
Riwayat Singkat
Perseroan Tbk didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972 dengan nama PT Inter
Astra Motor Works, berdasarkan Akta Pendirian No. 69, di hadapan Djojo Muljadi, S.H. Akta
Pendirian tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita
Negara No. 31, Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan
Anggaran Dasar terakhir terkait dengan perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
Perseroan sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 135 tanggal 25 April 2025 yang dibuat
Halaman 22 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 24
dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan
perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya
tanggal 14 Mei 2025 No. AHU-0031112.AH.01.02.TAHUN 2025.
Selain itu, Perseroan telah melakukan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris
sebagaimana dituangkan dalam Akta No.133 tanggal 25 April 2025 yang dibuat dihadapan
Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat penerimaan
pemberitahuan dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 14
Mei 2025 No.AHU-AH.01.09-0238092 Tahun 2025.
Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973. Perseroan berkedudukan di
Jakarta, Indonesia.
Perseroan dikendalikan oleh induk perusahaannya PT Astra International Tbk, perusahaan
yang didirikan di Indonesia. Pemegang saham terbesar PT Astra International Tbk adalah
Jardine Cycle & Carriage Ltd., perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle &
Carriage Ltd. adalah anak perusahaan dari Jardine Matheson Holdings Ltd., perusahaan yang
didirikan di Bermuda.
Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan dan entitas anak (bersama-sama disebut “Grup”)
meliputi penjualan dan penyewaan alat berat (mesin konstruksi) beserta pelayanan purna jual;
kontraktor penambangan; pertambangan; industri konstruksi; dan energi.
Informasi Umum
Alamat Perseroan : Jl. Raya Bekasi Km 22, Cakung, Jakarta Timur, Indonesia, 13910
No. Telp / Fax : +62 21 2457 9999
Website : www.unitedtractors.com
Email :-
Susunan Kepemilikan Saham
Berdasarkan Informasi Manajemen Perseroan, susunan kepemilikan saham Perseroan per 31
Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 9. Struktur Pemegang Saham Perseroan
Jumlah Lembar
No Pemegang Saham Proporsi (%) Jumlah
Saham
1 PT Astra International Tbk 2.219.317.358 59,50% 554.829.339.500
Masyarakat (masing-
2 masing kepemilikan 1.357.478.878 36,39% 338.353.000.000
dibawah 5%)
3 Jumlah Saham Beredar 3.576.796.236 95,89% 894.199.059.000
4 Saham Treasury 153.338.900 4,11% 39.352.000.000
Jumlah Saham
5 Ditempatkan dan Disetor 3.730.135.136 100,00% 932.533.784.000
Penuh
Keterangan: Nilai nominal Rp.250 per lembar saham
Halaman 23 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 25
Sumber: Informasi Manajemen Perseroan
*Pada tanggal laporan pendapat kewajaran ini dikeluarkan, susunan pemegang saham Perseroan tidak
mengalami perubahan, namun terdapat perubahan pada masyarakat dan saham treasuri sebagaimana
tercantum dalam bagian 1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events).
Susunan Pengurus
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan dan akta No. 133 tanggal 25 April 2025 yang
dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat
pemberitahuan penerimaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.AHU-AH.01.09- 0238092, Susunan Dewan
Komisaris, Direksi, dan Komite Audit Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Wakil Presiden Komisaris : Rudy
Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjanarko
Komisaris Independen : Bruce Malcolm Cox
Komisaris Independen : Ignasius Jonan
Komisaris : Djoko Pranoto Santoso
Komisaris : Gita Tiffani Boer
Komisaris : Benjamin Herrenden Birks
Direksi
Presiden Direktur : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Direktur : Loudy Irwanto Ellias
Direktur : Iwan Hadiantoro
Direktur : Idot Supriadi
Direktur : Widjaja Kartika
Direktur : Vilihati Surya
Direktur : Ari Sutrisno
Direktur : Hendra Hutahean
Komite Audit
Ketua : Ignasius Jonan
Anggota : Wanny Wijaya
Anggota : Mario C. Surung Gultom
*Pada tanggal laporan pendapat kewajaran ini dikeluarkan, terdapat perubahan susunan Dewan
Komisaris dan Direksi Perseroan seperti yang dinyatakan dalam bagian 1.17 Kejadian Penting Setelah
Tanggal Penilaian (Subsequent Events).
B. KAF
Riwayat Singkat
KAF didirikan pada bulan Mei tahun 2005, dengan tujuan utama untuk menyediakan solusi
pembiayaan yang komprehensif guna mendukung penjualan Komatsu dan produk-produk
terkait yang ditawarkan oleh PT United Tractors Tbk. Saham Perusahaan dimiliki oleh PT Astra
International Tbk melalui PT Sedaya Multi Investama dan Komatsu Ltd Jepang melalui PT
Halaman 24 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 26
Komatsu Indonesia, dengan masing-masing entitas memegang 50% saham. Hal ini
menandakan kemitraan yang setara dan komitmen dari kedua perusahaan untuk mendorong
bisnisnya maju. Landasan kolaborasi ini mendukung visi Perusahaan untuk menjadi mitra
terbaik dalam pembiayaan alat berat, yang bertujuan untuk memperkuat posisinya sebagai
perusahaan pembiayaan alat berat terkemuka bagi pelanggan di industri ini.
KAF mengakomodir pembiayaan alat berat Komatsu terutama dengan menyediakan fasilitas
investasi. Selain itu, KAF terus berkolaborasi dengan UT untuk merancang dan menawarkan
program solusi pembiayaan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pelanggan, seperti
program trade-in dan pembiayaan suku cadang.
Kegiatan Usaha
Berdasarkan informasi manajemen KAF, ruang lingkup kegiatan KAF meliputi kegiatan
penjualan dan penyewaan kembali, sewa pembiayaan, pembiayaan modal kerja, pembiayaan
angsuran. Saat ini, kegiatan utama KAF adalah menyediakan pembiayaan sewa guna usaha
alat berat.
Informasi Umum
Alamat Perseroan : International Financial Centre Tower 2, Level 12 B, Jl. Jenderal Sudirman
Kav. 22-23, Jakarta Selatan.
No. Telp / Fax : (+62) 21 509 274 50
Website : www.kaf.co.id
Email :-
Susunan Kepemilikan Saham
Berdasarkan Informasi Manajemen KAF, susunan kepemilikan saham KAF per 31 Desember
2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 10. Struktur Pemegang Saham KAF
Jumlah Lembar
No Pemegang Saham Proporsi (%) Total (juta Rupiah)
Saham
1 PT Komatsu Indonesia 21.815 50,00% 218.150
2 PT Sedaya Multi Investasi 21.815 50,00% 218.150
Total 43.630 100,00% 436.300
Sumber: Laporan Keuangan Audit 31 Desember 2025
Susunan Pengurus
Berdasarkan informasi manajemen dan Laporan Keuangan Audited KAF 31 Desember 2025,
susunan Dewan Komisaris, Direksi, dan Komite Audit KAF per 31 Desember 2025 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Komisaris : Kengo Kagawa
Komisaris Independen : Vincentius Anggoro Cahyo Legowo
Halaman 25 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 27
Direksi
Presiden Direktur : Shimpei Fujita
Wakil Presiden Direktur : Christopher
Direktur : Mitondoho
Direktur : Ikrimah Muhammad Sabi
Hubungan Pihak yang Bertransaksi
A. Transaksi Afiliasi
Sesuai dengan POJK 42/2020, transaksi afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi
yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau pengendali.
Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepengurusan
Hubungan para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi, berdasarkan struktur
kepengurusan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 11. Hubungan Para Pihak Yang Terlibat Dalam Rencana Transaksi
No Nama Perseroan KAF Keterangan
Presiden
1 Djony Bunarto Tjondro (-) Tidak Afiliasi
Komisaris
Wakil Presiden
2 Rudy (-) Tidak Afiliasi
Komisaris
3 Djoko Pranoto Santoso Komisaris (-) Tidak Afiliasi
4 Gita Tiffani Boer Komisaris (-) Tidak Afiliasi
5 Benjamin Herrenden Birks Komisaris (-) Tidak Afiliasi
Komisaris
6 Paulus Bambang Widjanarko (-) Tidak Afiliasi
Independen
Komisaris
7 Bruce Malcolm Cox (-) Tidak Afiliasi
Independen
Komisaris
8 Ignasius Jonan (-) Tidak Afiliasi
Independen
Presiden Presiden
9 Franciscus Xaverius Laksana Kesuma Terafiliasi
Direktur Komisaris
10 Loudy Irwanto Ellias Direktur (-) Tidak Afiliasi
11 Iwan Hadiantoro Direktur (-) Tidak Afiliasi
12 Idot Supriadi Direktur (-) Tidak Afiliasi
13 Widjaja Kartika Direktur (-) Tidak Afiliasi
14 Vilihati Surya Direktur (-) Tidak Afiliasi
15 Ari Sutrisno Direktur (-) Tidak Afiliasi
16 Hendra Hutahean Direktur (-) Tidak Afiliasi
17 Kengo Kagawa (-) Komisaris Tidak Afiliasi
Komisaris
18 Vincentius Anggoro Cahyo Legowo (-) Tidak Afiliasi
Independen
Presiden
19 Shimpei Fujita (-) Tidak Afiliasi
Direktur
Halaman 26 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 28
No Nama Perseroan KAF Keterangan
Wakil Presiden
20 Christopher (-) Tidak Afiliasi
Direktur
21 Mitondho (-) Direktur Tidak Afiliasi
22 Ikrimah Muhammad Sabi (-) Direktur Tidak Afiliasi
Keterangan: (-) Tidak memiliki hubungan afiliasi
Sumber: Informasi Manajemen Perseroan & KAF Per 31 Desember 2025
Berdasarkan POJK 42/2020, transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau Pengendali. Dari tabel hubungan para pihak yang terlibat dalam Rencana
Transaksi, dapat dilihat bahwa per tanggal 31 Desember 2025 antara Perseroan sebagai
pihak Pemberi Pinjaman dan KAF sebagai pihak Penerima Pinjaman memiliki hubungan afiliasi
dari sisi susunan pengurus yaitu:
• Franciscus Xaverius Laksana Kesuma selaku Presiden Direktur Perseroan dan juga menjabat
sebagai Presiden Komisaris KAF.
Oleh karena itu, Rencana Transaksi ini memenuhi kriteria transaksi afiliasi menurut POJK
42/2020.
Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan.
Hubungan para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi, berdasarkan struktur
kepemilikan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
ASII
99,99% 59,50%
SMI UNTR
50,00%
KAF
Grafik 1. Bagan Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan
Sumber: Informasi Manajemen Perseroan
Keterangan:
ASII : PT Astra International Tbk
UNTR : PT United Tractors Tbk
SMI : PT Sedaya Multi Investama
Halaman 27 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 29
KAF : PT Komatsu Astra Finance
Berdasarkan POJK 42/2020, transaksi afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari
perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau Pengendali. Dari gambar bagan diatas dapat dilihat bahwa antara
Perseroan sebagai pihak Pemberi Pinjaman dan KAF sebagai pihak Penerima Pinjaman,
terdapat hubungan afiliasi, dari sisi pengendalian/kepemilikan perusahaan, maupun
pemegang sahamnya, dimana:
• 59,50% saham Perseroan dimiliki oleh ASII, sedangkan 50,00% saham KAF dimiliki oleh
SMI yang 99,99% sahamnya dimiliki oleh ASII.
• Sehingga Perseroan dan KAF memiliki hubungan afiliasi karena kedua perusahaan ini
tergabung dalam Grup dari PT Astra International Tbk “Group ASTRA”.
Oleh karena itu, Rencana Transaksi ini memenuhi kriteria transaksi afiliasi menurut POJK
42/2020.
B. Transaksi Benturan Kepentingan
Menurut informasi manajemen yang mengacu pada Surat Pernyataan
No.LUT/098/9960/VI/2026 tanggal 10 Juni 2026 perihal Informasi atas Benturan
Kepentingan dalam transaksi afiliasi antara Perseroan dan KAF berupa Rencana Transaksi
perubahan syarat dan ketentuan dalam perjanjian pinjama, bahwa Rencana Transaksi tidak
mengandung transaksi benturan kepentingan.
C. Materialitas Nilai Rencana Transaksi
Materialitas nilai transaksi dilakukan dengan membandingkan nilai Rencana Transaksi dengan
ekuitas Perseroan periode 31 Desember 2025.
Tabel 12. Materialitas Rencana Nilai Transaksi
Nilai Transaksi Ekuitas Materialitas
Keterangan
Rupiah Rupiah (%)
Rencana Transaksi 700.000.000.000 103.136.323.000.000 0,68%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Berdasarkan laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2025, ekuitas Perseroan tercatat
sebesar Rp103.136.323.000.000. Dengan mempertimbangkan nilai transaksi sebesar
Rp700.000.000.000, maka transaksi tersebut setara dengan 0,68% dari ekuitas Perseroan.
Oleh karena itu, transaksi dimaksud tidak termasuk sebagai transaksi material sebagaimana
yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK
17/2020”).
Halaman 28 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 30
2.2.3 Analisis Perjanjian & Syarat Rencana Transaksi
Dalam Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF yang dilakukan pada 12 Mei 2016,
Perseroan dan KAF sepakat untuk melakukan transaksi pinjam meminjam dana dengan syarat
dan ketentuan yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Beberapa syarat dan ketentuan yang
diatur dalam Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF antara lain sebagai berikut:
• Jumlah fasilitas sebesar Rp600.000.000.000,- (enam ratus miliar rupiah);
• Periode ketersediaan hingga 31 Desember 2016;
• Tanggal pengakhiran perjanjian adalah maksimal 3 tahun sejak Periode Ketersediaan;
• Tujuan penggunaan pinjaman adalah untuk modal kerja Peminjam yang diselanjutnya akan
digunakan untuk oprasional usaha peminjam yaitu pemberian pembiayaan alat-alat berat
kepada customer yang membeli alat berat dari Pemberi Pinjaman;
• Setiap penarikan pinjaman beserta bunga dikembalikan dengan pembayaran angsuran tetap
sebanyak 12 kali angsuran per pinjaman dengan jangka waktu 3 bulanan untuk setiap kali
angsuran;
• Suku bunga sebesar 6% per tahun dengan periode bunga 3 bulanan;
• Fasilitas yang diberikan merupakan fasilitas tanpa komitmen;
• Mata uang pinjaman adalah Rupiah Indonesia;
• Pembayaran dilakukan ke rekening PT United Tractors Tbk, Nomor Rekening
125.00.127.80.979 pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Pulogadung;
• Penyelesaian sengketa melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan yurisdiksi eksklusif;
• Perjanjian tunduk pada Hukum Indonesia.
Selanjutnya pada 24 Mei 2017, Perseroan dan KAF sepakat untuk melakukan amandemen atas
Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen No.01/UT-KAF/VI/2017 telah dilakukan
amandemen pertama terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF (“Amandemen I”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen I antara lain sebagai berikut:
• Periode ketersediaan hingga 8 Juni 2018;
• Tanggal pengakhiran pinjaman adalah maksimal 5 tahun sejak tanggal penggunaan
pinjaman terakhir yang masih dalam Periode Ketersediaan;
• Setiap penarikan pinjaman beserta bunga dikembalikan dengan pembayaran angsuran tetap
sebanyak maksimal 20 kali angsuran per pinjaman dengan jangka waktu 3 bulanan untuk
setiap kali angsuran;
• Suku bunga sebesar 5% per tahun efektif. Suku Bunga ini berlaku tetap untuk setiap
penggunaan yang telah dicairkan dan dapat berubah untuk penggunaan yang belum
dicairkan tergantung pada kondisi pasar uang yang akan diberitahukan sebelumnya oleh
Pemberi Pinjaman;
• Ditambahkan definisi “Perjanjian” yang berarti Perjanjian Pinjaman tanggal 12 Mei 2016 dan
Amandemen tanggal 8 Juni 2017 berikut setiap perubahannya;
• Ditambahkan ketentuan Pasal 2A mengenai Jangka Waktu Perjanjian, yaitu Perjanjian berlaku
sejak tanggal 12 Mei 2016 dan akan berakhir pada Tanggal Pengakhiran..
Selanjutnya pada 5 Juni 2018, Perseroan dan KAF sepakat untuk melakukan amandemen atas
Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen No.02/UT-KAF/VI/2018 telah dilakukan
amandemen kedua terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF (“Amandemen II”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen II antara lain sebagai berikut:
• Periode ketersediaan hingga 5 Juni 2019;
• Tanggal pengakhiran pinjaman adalah maksimal 4 tahun sejak tanggal penggunaan
pinjaman terakhir yang masih dalam Periode Ketersediaan;
Halaman 29 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 31
• Setiap penarikan pinjaman beserta bunga dikembalikan dengan pembayaran angsuran tetap
sebanyak maksimal 16 kali angsuran per pinjaman dengan jangka waktu 3 bulanan untuk
setiap kali angsuran.
Selanjutnya pada 14 Juni 2019, Perseroan dan KAF sepakat untuk melakukan amandemen atas
Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Akta Perubahan III atas Perjanjian Pinjaman Nomor 29 tanggal
14 Juni 2019 yang dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, telah
dilakukan amandemen ketiga terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF
(“Amandemen III”). Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen III antara lain sebagai
berikut::
• Periode ketersediaan hingga 30 Juni 2020;
• Fasilitas yang diberikan merupakan fasilitas tanpa komitmen dan bersifat berulang (revolving),
di mana Peminjam dapat meminjam kembali sebagian atau seluruh pinjaman yang telah
dibayarkan atau dibayarkan kembali secara dipercepat selama Periode Ketersediaan,
sepanjang jumlah pokok terutang yang belum dilunasi tidak melampaui Rp600.000.000.000,-
(enam ratus miliar rupiah).
Selanjutnya pada 11 Juni 2020, Perseroan dan KAF sepakat untuk melakukan amandemen atas
Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen No.04/UT-KAF/VI/2020 telah dilakukan
amandemen keempat terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF (“Amandemen
IV”). Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen IV adalah sebagai berikut:
• Periode ketersediaan hingga 30 Juni 2021.
Selanjutnya pada 31 Agustus 2020, Perseroan dan KAF sepakat untuk melakukan amandemen
atas Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen No.05/UT-KAF/VIII/2020 telah dilakukan
amandemen kelima terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF (“Amandemen V”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen V adalah sebagai berikut:
• Suku bunga atas setiap pinjaman untuk penarikan pertama dibagi menjadi dua tranche, yaitu:
❖ Tranche A sebesar 5% efektif per tahun, berlaku untuk pembiayaan kendaraan (truk
dan/atau bus) dan/atau alat berat lainnya yang disepakati Para Pihak, dengan ketentuan
bahwa Perseroan merupakan distributor atas tipe yang dibiayai tersebut;
❖ Tranche B sebesar 6,5% efektif per tahun, berlaku khusus untuk pembiayaan alat berat
excavator merek Komatsu tipe PC200-M1 atau tipe lain yang akan disepakati di kemudian
hari, dengan ketentuan bahwa Perseroan merupakan distributor atas tipe tersebut.
• Suku bunga untuk penarikan-penarikan berikutnya dapat berubah mengikuti kondisi pasar
uang, diberitahukan terlebih dahulu oleh Pemberi Pinjaman, dan ditetapkan berdasarkan
kesepakatan tertulis Para Pihak.
Selanjutnya pada 29 Juni 2021, Perseroan dan KAF sepakat untuk melakukan amandemen atas
Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen No.06/UT-KAF/VI/2021 telah dilakukan
amandemen keenam terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF (“Amandemen
VI”). Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen VI antara lain sebagai berikut:
• Periode ketersediaan hingga 30 Juni 2022;
• Suku bunga atas setiap pinjaman untuk penarikan pertama dibagi menjadi dua tranche,yaitu:
❖ Tranche A (Suku Bunga A) sebesar 5% efektif per tahun, berlaku untuk pembiayaan
kendaraan (truk dan/atau bus) dan/atau alat berat lainnya yang akan disepakati di
kemudian hari oleh Para Pihak, dengan ketentuan bahwa Perseroan merupakan
distributor atas tipe yang dibiayai tersebut;
❖ Tranche B (Suku Bunga B) sebesar 6,5% efektif per tahun, berlaku untuk pembiayaan
kendaraan (truk dan/atau bus) dan/atau alat berat lainnya yang akan disepakati di
Halaman 30 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 32
kemudian hari oleh Para Pihak, dengan ketentuan bahwa Perseroan merupakan
distributor atas tipe tersebut.
• Suku Bunga A dan Suku Bunga B secara bersama-sama disebut “Suku Bunga”;
• Suku bunga untuk penarikan-penarikan berikutnya dapat berubah mengikuti kondisi pasar
uang, diberitahukan terlebih dahulu oleh Pemberi Pinjaman, dan ditetapkan berdasarkan
kesepakatan tertulis Para Pihak.
Selanjutnya pada 24 Juni 2022, Perseroan dan KAF sepakat untuk melakukan amandemen atas
Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen No.07/UT-KAF/VI/2022 telah dilakukan
amandemen ketujuh terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF (“Amandemen
VII”). Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen VII adalah sebagai berikut:
• Periode ketersediaan hingga 30 Juni 2023.
Selanjutnya pada 27 Juni 2023, Perseroan dan KAF sepakat untuk melakukan amandemen atas
Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen No.08/UT-KAF/VI/2023 telah dilakukan
amandemen kedelapan terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF (“Amandemen
VIII”). Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen VIII adalah sebagai berikut:
• Periode ketersediaan hingga 30 Juni 2024.
• Jumlah Fasilitas berubah senilai Rp 700.000.000.000,- (tujuh ratus miliar rupiah)
Selanjutnya pada 28 Juni 2024, Perseroan dan KAF sepakat untuk melakukan amandemen atas
Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen No.09/UT-KAF/VI/2024 telah dilakukan
amandemen kesembilan terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF (“Amandemen
IX”). Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen IX adalah sebagai berikut:
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian ini ditandatangani
sampai dengan tanggal 30 Juni 2025 atau periode lain yang disetujui oleh pemberi pinjaman;
• Perubahan kalkulasi bunga, sebagai berikut:
i. Suku bunga atas setiap pinjaman untuk setiap periode bunga adalah maksimal sebesar
6,75% (enam koma tujuh lima persen) per tahun (“Suku Bunga”).
ii. Ketentuan suku bunga sebagaimana diatur dalam poin (i) dapat dikecualikan berdasarkan
pertimbangan pemberi pinjaman dan pemberi pinjaman atas diskresinya sendiri berhak
untuk menentukan besaran nilai pengecualian suku bunga tersebut dengan nilai tidak
kurang dari 5% (lima persen) per tahun. Penentuan besaran suku bunga pada masing-
masing penarikan pinjaman akan ditentukan oleh kebutuhan pasar dan juga cost of fund
pada saat permohonan penarikan pinjaman diberikan oleh pemberi pinjaman kepada
penerima pinjaman. Suku bunga yang akan diberlakukan akan diberitahukan oleh pemberi
pinjaman dalam surat pemberitahuan terpisah dan akan terus berlaku hingga adanya
pemberitahuan berikutnya. Perhitungan bunga diatur dalam pasal 9 perjanjian ini dan
pembayaran merujuk kepada pasal 6.1 (pembayaran kembali pinjaman-pinjaman)
perjanjian ini.
Selanjutnya pada 30 Juni 2025, Perseroan dan KAF sepakat untuk melakukan amandemen atas
Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen No.10/UT-KAF/VI/2025 telah dilakukan
amandemen kesepuluh terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF (“Amandemen
X”). Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen X adalah sebagai berikut::
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian ini ditandatangani
sampai dengan tanggal 30 Juni 2026 atau periode lain yang disetujui oleh pemberi pinjaman;
Halaman 31 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 33
Rencana Transaksi merupakan amandemen kesebelas atas Perjanjian Pinjaman antara Perseroan
dan KAF (“Amandemen XI”). Berdasarkan draf Amandemen XI, perubahan syarat dan ketentuan
dalam Amandemen XI adalah sebagai berikut:
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian ini ditandatangani
sampai dengan tanggal 30 Juni 2027 atau periode lain yang disetujui oleh pemberi pinjaman.
2.2.4 Analisis Likuiditas Rencana Transaksi
Analisis likuiditas atas Rencana Transaksi melihat dampak dan sumber pembiayaan Rencana
Transaksi terhadap rasio likuiditas perusahaan. Pada hal ini analisis likuidasi Rencana Transaksi
dapat dilihat dari rasio likuiditas yang dianalisis yang terdiri dari Current Ratio, Quick Ratio, dan
Cash Ratio sebelum dan setelah Rencana Transaksi.
Tabel 13. Rasio Likuiditas Sebelum dan Setelah adanya Transaksi
Rasio Likuiditas Sebelum Transaksi Setelah Transaksi Selisih Perubahan
Current Ratio 1,36X 1,35X 0,01X
Quick Ratio 1,04X 1,03X 0,01X
Cash Ratio 0,50X 0,49X 0,01X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Pada analisis current ratio atau rasio lancar, perubahan akibat Rencana Transaksi memberikan
dampak selisih penurunan sebesar 0,01 kali yang diakibatkan dari perpindahan jumlah uang
sebesar Rencana Transaksi pada pos kas dan setara kas ke pos piutang non usaha pihak berelasi.
Hal tersebut mengakibatkan turunnya jumlah aset lancar perusahaan akibat Rencana Transaksi
dan pada akhirnya menurunkan rasio lancar perusahaan.
Pada analisis likuiditas dilihat dari proksi quick ratio, diperoleh penurunan rasio sebesar 0,01 kali
diakibatkan turunnya kas dan setara kas yang menjadi sumber pemberian pinjaman oleh
Perseroan ke KAF. Dengan begitu aset lancar Perseroan setelah Rencana Transaksi mengalami
penurunan dan pada sisi aset tidak lancar mengalami kenaikan, yang pada akhirnya menurunkan
rasio cepat Perseroan.
Analisis likuiditas dengan proksi cash ratio atas Rencana Transaksi memberikan dampak
penurunan rasio sebesar 0,01 kali. Hal tersebut diakibatkan dari penggunaan dana internal pada
kas dan setara kas sebagai sumber pemberian pinjaman ke KAF. Rencana Transaksi tersebut
berpengaruh terhadap penurunan rasio kas perusahaan meskipun dengan penurunan nilai rasio
yang tidak signifikan.
2.2.5 Analisis Manfaat & Risiko Rencana Transaksi
Analisis Manfaat
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi diharapkan
dapat memberikan manfaat bagi Perseroan berupa pendapatan bunga atas fasilitas pinjaman
yang diberikan kepada KAF. Selain itu, Rencana Transaksi juga diharapkan dapat mendukung
peningkatan penjualan alat berat Perseroan melalui dukungan pembiayaan yang diberikan
kepada konsumen KAF.
Halaman 32 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 34
Analisis Risiko
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi memiliki
risiko berupa tidak tercapainya target penjualan alat berat Perseroan. Selain itu, terdapat pula
risiko apabila terjadi gagal bayar dari konsumen KAF yang dapat mempengaruhi kemampuan
KAF dalam memenuhi kewajibannya kepada Perseroan.
Halaman 33 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 35
BAB III
ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI
3.1 Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi
3.1.1 Riwayat Singkat Perseroan
Perseroan Tbk didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972 dengan nama PT Inter Astra
Motor Works, berdasarkan Akta Pendirian No. 69, di hadapan Djojo Muljadi, S.H.. Akta Pendirian
tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.
Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 31,
Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan
Anggaran Dasar terakhir terkait dengan perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
Perseroan sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 135 tanggal 25 April 2025 yang dibuat
dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan
perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya
tanggal 14 Mei 2025 No. AHU-0031112.AH.01.02.TAHUN 2025.
Selain itu, Perseroan telah melakukan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris
sebagaimana dituangkan dalam Akta No.133 tanggal 25 April 2025 yang dibuat dihadapan Jose
Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat penerimaan pemberitahuan
dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.AHU-
AH.01.09-0238092 Tahun 2025.
Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973. Perseroan berkedudukan di
Jakarta, Indonesia.
Perseroan dikendalikan oleh induk perusahaannya PT Astra International Tbk, perusahaan yang
didirikan di Indonesia. Pemegang saham terbesar PT Astra International Tbk adalah Jardine Cycle
& Carriage Ltd., perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle & Carriage Ltd. adalah
anak perusahaan dari Jardine Matheson Holdings Ltd., perusahaan yang didirikan di Bermuda.
Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan dan entitas anak (bersama-sama disebut “Grup”)
meliputi penjualan dan penyewaan alat berat (mesin konstruksi) beserta pelayanan purna jual;
kontraktor penambangan; pertambangan; industri konstruksi; dan energi.
Informasi Umum
Alamat Perseroan : Jl. Raya Bekasi Km 22, Cakung, Jakarta Timur, Indonesia, 13910
No. Telp / Fax : +62 21 2457 9999
Website : www.unitedtractors.com
Email :-
Halaman 34 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 36
Susunan Kepemilikan Saham
Berdasarkan Informasi Manajemen Perseroan, susunan kepemilikan saham Perseroan per 31
Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 14. Struktur Pemegang Saham Perseroan
Jumlah Lembar
No Pemegang Saham Proporsi (%) Jumlah
Saham
1 PT Astra International Tbk 2.219.317.358 59,50% 554.829.339.500
Masyarakat (masing-masing
2 1.357.478.878 36,39% 338.353.000.000
kepemilikan dibawah 5%)
3 Jumlah Saham Beredar 3.576.796.236 95,89% 894.199.059.000
4 Saham Treasury 153.338.900 4,11% 39.352.000.000
Jumlah Saham Ditempatkan
5 3.730.135.136 100,00% 932.533.784.000
dan Disetor Penuh
Keterangan: Nilai nominal Rp.250 per lembar saham
Sumber: Informasi Manajemen Perseroan
*Pada tanggal laporan pendapat kewajaran ini dikeluarkan, susunan pemegang saham Perseroan tidak
mengalami perubahan, namun terdapat perubahan pada masyarakat dan saham treasuri sebagaimana
tercantum dalam bagian 1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events).
Susunan Pengurus
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan dan akta No. 133 tanggal 25 April 2025 yang
dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat
pemberitahuan penerimaan dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya
tanggal 14 Mei 2025 No.AHU-AH.01.09- 0238092, Susunan Dewan Komisaris, Direksi, dan
Komite Audit Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Wakil Presiden Komisaris : Rudy
Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjanarko
Komisaris Independen : Bruce Malcolm Cox
Komisaris Independen : Ignasius Jonan
Komisaris : Djoko Pranoto Santoso
Komisaris : Gita Tiffani Boer
Komisaris : Benjamin Herrenden Birks
Direksi
Presiden Direktur : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Direktur : Loudy Irwanto Ellias
Direktur : Iwan Hadiantoro
Direktur : Idot Supriadi
Direktur : Widjaja Kartika
Direktur : Vilihati Surya
Direktur : Ari Sutrisno
Direktur : Hendra Hutahean
Komite Audit
Ketua : Ignasius Jonan
Halaman 35 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 37
Anggota : Wanny Wijaya
Anggota : Mario C. Surung Gultom
*Pada tanggal laporan pendapat kewajaran ini dikeluarkan, terdapat perubahan susunan Dewan Komisaris
dan Direksi Perseroan seperti yang dinyatakan dalam bagian 1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian
(Subsequent Events).
3.1.2 Analisis Industri & Bisnis
Pertumbuhan Ekonomi
Perekonomian Indonesia tahun 2025 berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas
dasar harga berlaku mencapai Rp23.821,1 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp83,7 juta atau
USD 5.083,4. Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen, lebih tinggi
dibandingkan capaian tahun 2024 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,03 persen (c-to-c).
Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,93
persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami
pertumbuhan tertinggi sebesar 7,03 persen. Ekonomi Indonesia triwulan IV-2025 terhadap
triwulan IV-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 5,39 persen (y-on-y). Dari sisi produksi,
Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 8,98
persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB)
mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 6,12 persen.
8
6 5,31 5,05 5,03 5,11
3,7
4
2
0
2021 2022 2023 2024 2025
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (%)
Grafik 2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2021 – 2025 (% yoy)
Sumber: Badan Pusat Statistik 2026, diolah.
Pertambangan merupakan salah satu sektor unggulan perekonomian Indonesia. Pada tahun
2024, kontribusi sektor pertambangan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 7,39%
atau sebesar Rp955 triliun, meningkat 4,9% (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya. Namun
demikian, pada tahun 2025 sektor ini mengalami sedikit penurunan sebesar -0,66% (yoy) menjadi
Rp949 triliun, dengan pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 3,72% selama periode
2021–2025. Berdasarkan subsektornya, pada tahun 2025 pertambangan batu bara dan lignit
berkontribusi sebesar Rp328 triliun, diikuti pertambangan minyak dan gas bumi sebesar Rp251
triliun, pertambangan bijih logam sebesar Rp166 triliun, serta pertambangan dan penggalian
lainnya sebesar Rp204 triliun. Penurunan kinerja sektor pertambangan dan penggalian terjadi di
hampir seluruh subsektor, dengan penurunan terbesar pada pertambangan bijih logam yang
turun -7,92% (yoy). Penurunan ini dipicu oleh gangguan produksi tembaga dan emas serta
pelemahan harga nikel global.
Halaman 36 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 38
1200,0 07%
06%
06%
PDB Sektor Pertambangan dan Penggalian
1000,0
05%
04% 05%
04%
800,0
04%
(Triliun Rupiah)
600,0 03%
02%
400,0
01%
200,0
-0,66% 00%
- -01%
2021 2022 2023 2024 2025
Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Pertambangan Batubara dan Lignit
Pertambangan Biji Logam, Pertambangan dan Penggalian Lainnya
Pertumbuhan Sektor Pertambangan dan Penggalian
Grafik 3. Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertambangan dan Penggalian Tahun 2021 –2025
Sumber: Bank Indonesia 2025, diolah.
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Berdasarkan proyeksi PDB harga konstan Indonesia yang dipublikasikan oleh International
Monetary Fund (IMF), prakiraan rata-rata pertumbuhan GDP Indonesia berdasarkan lapangan
usaha selama periode 2025 sampai dengan 2030 adalah 5,01% dengan proyeksi pertumbuhan
di tahun 2030 mencapai 5,14%. Proyeksi di tahun 2025 mencapai Rp23.694 Triliun, sedangkan
perkiraan GDP tahun 2030 diperkirakan mencapai Rp34.386 Triliun.
40.000 8,00
34.386
31.903
29.607 7,00
30.000 27.517
25.573
GDP (Triliun Rupiah)
23.694
22.139 6,00
20.892
20.000
(%)
5,00
5,05 5,03 5,11 5,14
4,86 4,94 4,96 4,96
10.000
4,00
- 3,00
2023 2024 2025 F 2026 F 2027 F 2028 F 2029 F 2030 F
GDP (Triliun) Pertumbuhan Ekonomi (%)
Grafik 4. Proyeksi PDB Indonesia 2025 – 2030 (yoy %)
Sumber: International Monetary Fund (IMF), Oktober 2025
Perkembangan inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2025 terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%, dengan Inflasi
IHK Desember 2025 sebesar 2,92% (yoy). Inflasi inti tetap terjaga rendah sebesar 2,38% (yoy),
sejalan pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah kapasitas. Inflasi y-on-y terjadi karena
adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok
Halaman 37 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 39
pengeluaran. Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) pada Desember 2025 sebesar 0,64%
sedangkan tingkat inflasi year to date (y-to-d) pada Desember 2025 sebesar 2,92%. Tingkat
inflasi y-on-y komponen inti pada Desember 2025 sebesar 2,38%; dengan inflasi m-to-m sebesar
0,20%; dan inflasi y-to-d sebesar 2,38%. Realisasi Inflasi 2025 menunjukkan angka yang lebih
tinggi dibandingkan dengan prediksi IMF bulan April 2025 sebesar 1,68% serta masih berada
dalam target inflasi Bank Indonesia yang menandakan bahwa kondisi perekonomian masih
bergerak stabil.
3,50%
2,92%
3,00% 2,51% 2,50% 2,52% 2,52%
2,50% 2,19%
2,00%
Inflasi
1,57%
1,50%
1,00%
0,50%
0,00%
2024E 2025E 2026F 2027F 2028F 2029F 2030F
Proyeksi Inflasi
Grafik 5. Perkembangan dan Proyeksi Inflasi di Indonesia (%)
Sumber: International Monetary Fund (IMF) April 2025, diolah
Perkembangan Nilai Tukar Rupiah
Perkembangan nilai tukar rupiah dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kecenderungan
melemah terhadap dolar AS, seiring dengan penguatan dolar secara global. Namun, terhadap
mata uang negara berkembang pelemahan rupiah relatif lebih moderat, sementara terhadap
mata uang negara maju selain AS rupiah cenderung lebih stabil bahkan mengalami apresiasi.
Hal ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh penguatan
dolar AS dibandingkan pelemahan terhadap sebagian besar mata uang lainnya. Kurs jual
USD/IDR pada 31 Desember tercatat Rp16.865,91/USD; sedangkan China Yuan sebesar
Rp2.412,86/CNY dan terhadap Dollar Singapura sebesar Rp13.134,42/SGD.
Grafik 6. Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Tahun 2025
Sumber: Bank Indonesia, 2025
Halaman 38 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 40
Suku Bunga
Pada Bulan Desember 2025, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate
sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility
sebesar 5,50%. Keputusan ini diambil sejalan dengan fokus kebijakan jangka pendek pada
stabilisasi nilai tukar Rupiah dan menarik aliran masuk investasi portofolio asing dari dampak
meningkatnya ketidakpastian global, dengan tetap memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran
kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini. Hal ini juga akan
berpengaruh terhadap tingkat suku bunga pinjaman yang ditetapkan oleh perbankan. Pada
periode Desember 2025, tingkat suku bunga pinjaman Perseroan untuk modal kerja dan investasi
tercatat turun (mtm) di level 8,12%; 8,44% sedangkan suku bunga konsumsi sedikit mengalami
kenaikan menjadi 8,97%
Tabel 15. Tingkat Suku Bunga Kredit Bank Persero (%)
Bank Persero 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 8,77 8,34 8,29 8,93 8,67 8,12
Pinjaman Investasi Yang Diberikan 8,87 8,49 8,72 9,41 9,21 8,44
Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 10,56 10,14 9,65 9,27 9,09 8,97
Sumber: Bank Indonesia Desember 2025, diolah
Gambaran Perkembangan Industri Pertambangan
Cadangan Mineral dan Batu bara di Indonesia
Saat ini setidaknya terdapat 29 jenis komoditas sumber daya dan cadangan mineral logam yang
tersebar di 2.809 lokasi di Indonesia. Komoditas dengan cadangan tersebar berupa timah yaitu
dengan total cadangan sebesar 6.431 juta ton bijih dan 1,44 juta ton logam. Komoditas dengan
cadangan terbesar selanjutnya adalah nikel yaitu sebesar 5.914 juta ton bijih dan 62 juta ton
logam. Emas primer menjadi komoditas dengan cadangan ketiga terbesar ketiga yaitu mencapai
3.461 juta ton bijih & 3,44 ribu ton logam.
7.000 6.431
5.914
6.000
5.000
4.000 3.461
3.215
2.865 2.858
3.000
1.967
2.000
1.209 1.049
1.000 61 552,3 648
437,1
208,2 136 62,0 224,1 114 21,3
0,0002 0,0034 0,8 0,0 1,4
58,8 2,8
-
Emas Emas Bauksit Besi LateritBesi Primer Kobal Mangan Nikel Pasir Besi Perak Seng Tembaga Timah
Aluvial Primer
Cadangan Bijih (Juta Ton) Cadangan Logam (Juta Ton)
Grafik 7. Cadangan Mineral Indonesia Tahun 2024 (juta Ton)
Sumber: Kementerian ESDM, 2025
Indonesia, sebagai salah satu produsen batu bara terbesar di dunia pada tahun 2024, mampu
memproduksi sebanyak 836 juta ton batu bara. Dari jumlah tersebut, Indonesia menyumbang
sekitar 4.714 TWh energi, atau setara dengan 9,31% dari total energi global yang berasal dari
Halaman 39 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 41
batu bara, yaitu sekitar 58.618 TWh. Cadangan batu bara Indonesia saat ini mencapa 97.960
juta ton yang terdiri dari 69% atau 67.333 juta ton batu bara kalori rendah; 16% atau 15.526
juta ton kalori sedang dan 15% atau 15.101 juta ton kalori tinggi. Total cadangan tersebut tesebar
di 23 provinsi dan 1.660 titik.
Cadangan Batu bara Tahun 2025 30.000
25.000
20.000
12.915
15.000
10.000
5.000 11.144
2.902 1.720
- 1.638 1.636
Kalori Rendah Kalori Sedang Kalori Tinggi
Terkira (Juta Ton) Terbukti (Juta Ton)
Grafik 8. Cadangan Batu Bara Indonesia Tahun 2024 (juta Ton)
Sumber: Kementerian ESDM, 2024
Produksi batu bara Indonesia tahun 2024 naik 7,9% (yoy) dari 775 juta ton pada 2023 menjadi
836,12 juta ton pada tahun 2024. Produksi emas dan perak dalam negeri juga mengalami
kenaikan yaitu sebesar 80,9% (yoy) dari 14,24 juta ton pada 2023 menjadi 25,75 juta ton pada
tahun 2024. Produksi nikel naik 39% (yoy) dari 126,72 ribu ton pada 2023 menjadi 176,08 ribu
ton padatahun 2024. Timah menjadi komoditas yang mengalami trend berbeda yaitu penurunan
sebesar 61% (yoy) dari 50,67 ribu ton menjadi 19,44 ribu ton pada tahun 2024. Kebutuhan
sumber bahan bakar PLN saat ini didominasi batu bara yaitu sekitar 71,72 juta ton pada tahun
2024. Batu bara mampu menghasilkan sekitar 66% dari total listrik yang dihasilkan oleh PLN
pada tahun 2024, sedangkan sisanya sebesar 44% terpenuhi dari bahan bakar BBM, gas alam,
panas bumi, air dan sumber energi lainnya.
836,13
Batubara (juta ton)
775,00
176,08
Nikel (ribu ton)
126,72
19,44
Timah (ribu ton)
50,67
25,75
Emas dan Perak (juta ton)
14,24
0,00 100,00 200,00 300,00 400,00 500,00 600,00 700,00 800,00 900,00
2024 2023
Grafik 9. Produksi Mineral dan Batu bara tahun 2023 – 2024
Sumber: Kementerian ESDM, 2024
Pada tahun 2024 produksi batu bara di Indonesia mencapai 836,13 juta ton dimana 232,64 juta
ton diantaranya digunakan untuk pemenuhan kepentingan dalam negeri. Capaian produksi batu
bara tersebut terpenuhi darti sekitar 934 IUP/IUPPK/KK/IPR batu bara. Sedangkan produksi emas
Halaman 40 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 42
sebesar 25,745 juta ton, perak 26,024 juta ton dan hasil tambang mineral lainnya dipenuhi dari
sekitar 934 IUP/IUPPK/KK/IPR tambang mineral. Dari 934 IUP/IUPPK/KK/IPR tersebut hanya
sekitar 635 yang melengkapi dengan data cadangan kandungan mineral.
1200
938 934
Jumlah Izin
800 635
400
0
Batubara Mineral
IUP/IUPPK/KK/IPR IUP/IUPK/KK/IPR dengan Data
Grafik 10. Perkembangan Jumlah IUP/IUPPK/KK/IPR Tahun 2024
Sumber: Kementerian ESDM, 2024
Kewajiban reklamasi pascatambang merujuk pada tanggung jawab perusahaan pertambangan
usai melakukan kegiatan pertambangan. Pada tahun 2023, kegiatan reklamasi mencapai
7.920,77 hektar melebihi target yang sudah ditetapkan seluas 7.075 Hektar. Sedangkan capaian
reklamasi pada tahun 2024 mencapai 26.538 hektare atau naik 2,35 kali lipat dibandingkan
dengan capaian reklamasi tahun sebelumnya.
26.538
27.000
22.000
17.000
11.084
12.000 9.694 9.344
7.921
7.000
7.000 7.025 7.050 7.075 7.100
2.000
2020 2021 2022 2023 2024
Capaian reklamasi Target
Grafik 11. Perkembangan Reklamasi Pertambangan di Indonesia
Sumber: Kementerian ESDM, 2024
Perkembangan Harga Acuan Mineral dan Batu bara
Emas menjadi mineral dengan pertumbuhan harga acuan tertinggi, meningkat dari USD
2.522/troy ons pada Desember 2024 menjadi USD 4.080/troy ons pada Desember 2025 atau
naik sekitar 61,8% (yoy). Perak sebagai mineral ikutan juga mengalami kenaikan signifikan dari
USD 29/troy ons menjadi USD 51/troy ons pada periode yang sama, atau meningkat sekitar
75,9% (yoy). Di sisi lain, nikel menunjukkan tren pelemahan dari USD 16.175/dmt pada
Desember 2024 menjadi USD 14.667/dmt pada Desember 2025, atau turun sekitar 9,3% (yoy).
Tembaga justru mengalami peningkatan dari USD 9.280/dmt menjadi USD 10.775/dmt, atau
naik sekitar 16,1% (yoy). Sementara itu, batu bara mengalami koreksi harga yang cukup dalam
dari USD 123/ton menjadi USD 98/ton, atau turun sekitar 20,3% (yoy) pada Desember 2025.
Halaman 41 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 43
Grafik 12. Perkembangan Harga Mineral dan Batu bara Acuan Indonesia
Sumber: Kementerian ESDM, 2025
Perkembangan Ekspor Hasil Tambang Mineral
Ekspor hasil tambang emas dan nikel menjadi komoditas dengan nilai ekspor paling berfluksuasi
jika dibandingkan dengantembaga dan perak. Nilai ekspor nikel pada tahun 2024 mencapai
USD 3.177 juta. Pada periode Januari – Agustus 2025 terjadi pelemahan nilai ekspor timah
sebesar 24,3% (yoy) dari USD 2.048 juta menjadi USD1.551 juta. Ekspor emas pada tahun 2024
mencapai USD 1.062, sedangkan produksi pada periode Januari – Agustus 2025 mengalami
kenaikan 1108% (yoy) dibandingkan periode tahun sebelumnya yaitu dari USD 655 juta menjadi
USD 1.365 juta. Ekspor komoditas Tembaga pada tahun 2024 mencapai USD 250 juta. Periode
Januari - Agustus 2025 mengalami kenaikan 30% (yoy) dari USD 163,5 juta menjadi USD 212
juta. Ekspor komoditas perak pada tahun 2024 mencapai USD 104 juta dengan periode Januari
– Agustus 2025 mengalami kenaikan 37,9% (yoy) dari USD 64,2 juta menjadi USD 89 juta.
6.000 5.542
5.000
4.096
4.000
Juta USD
3.177
3.000
2.048
2.000
1.062 1.551
848 1.365
764 655
1.000
250
198 163,5 212
- … 104 64,2 89
2020 2021 2022 2023 2024 Jan-gus Jan - Agus
2024 2025
Nikel Emas Tembaga Perak
Grafik 13. Perkembangan Ekspor Mineral Tahun 2020 – 2025
Sumber: Kementerian ESDM, 2025
Batu bara sebagai komoditas unggulan Indonesia pada tahun 2024 mampu mencatatkan nilai
ekspor sebesar USD 30.490 juta atau turun 11,85% (yoy). Penurunan ini diakibatkan karena
penurunan harga acuan batu bara dari 305,21 USD/ton pada januari 2023 menjadi 122,51
USD/ton pada Desember 2024. Tren Penurunan nilai ekspor batu bara juga berlanjut sampai
Halaman 42 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 44
dengan periode Januari – Agustus 2025 dimana ekspor turun 21% (yoy) dari USD 20.132 juta
menjadi USD 15.906 juta. Penurunan ini masih dipengaruhi oleh tren penuruhan harga acuan
batu bara dari USD 131,17/ton pada Oktober 2024 menjadi 100,69/ton pada Agustus 2025.
100000,0
90000,0
80000,0
70000,0 46.765
60000,0
Juta USD
50000,0 34.592
30.490
40000,0 26.533
30000,0 20.132
14.534 15.906
20000,0
10000,0
-
2020 2021 2022 2023 2024 Jan - Jan -
Agus 2024Agus 2025
Batubara Batubara Kadar Menegah Batubara Kadar Tinggi Total Ekspor Batubara
Grafik 14. Nilai Ekspor Batu bara Indonesia Tahun 2020 – Agustus 2025
Sumber: BPS, 2025
Nilai Impor Mesin dan Alat Berat
Perkembangan impor mesin dan alat berat di Indonesia setelah sempat mengalami kenaikan
yang cukup signifikan pada tahun 2024 cenderung mengalami penurunan sampai dengan Juli
2025. Nilai impor mesin dan alat berat pertambangan turun 6% (yoy) pada tahun 2024 dari USD
2.039 juta menjadi USD 1.923 juta. Tren ini berlanjut sampai dengan Juli 2024 dengan total nilai
impor mencapai USD 1.459 juta. Pada tahun 2023, pertambangan menjadi sektor dengan
market size impor terbesar mencapai 47% dari total mesin dan alat berat yang diimpor di
Indonesia, diikuti sengan sektor konstruksi sebesar 26%; sektor perkebunan sebesar 14% dan
kehutanan sebesar 13%. Penurunan ini menujukkan adanya perlambatan jumlah permintaan
mesin dan peralatan pertambangan yang digunakan untuk ekspansi sektor pertambangan baik
dalam proses penambangan maupun reklamasi lokasi tambang.
3.000 2.660 1
2.500 1
2.039 1.923 1
2.000 1.635 63% 1
Juta USD
1.459
1.500 0
1.000 0
-6% -
500 (0)
-23%
- (0)
2021 2022 2023 2024 Juli 2025
Impor Growth
Grafik 15. Nilai Impor Mesin dan Alat Berat Pertambangan
Sumber: BPS, 2025
Halaman 43 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 45
Perkembangan Pasar Global
Perkembangan harga acuan komoditas global berfluktuasi untuk masing-masing jenis komoditas.
Tiga dari empat komoditas mengalami kenaikan harga acuan dalam kurun waktu satu tahun
terakhir, komoditas tersebut adalah tembaga, emas, dan perak. Sedangkan untuk batu bara
mengalami penurunan. Harga acuan Emas (LBMA) berada pada harga USD 4.026/onz atau naik
51,71% (yoy) pada 10 Oktober 2025. Harga acuan perak juga mengalami kenaikan sebesar
59,22% (yoy) dari USD 31,88/onz menjadi USD 50,76/onz pada 10 Oktober 2025. Tembaga
mengalami kenaikan 7,25% (yoy) dari USD 9.778/ton menjadi USD 10.487/ton pada 10 Oktober
2025. Harga acuan batu bara tidak sejalan dengan harga komoditas lain yang mengalami
penurunan cukup tajam yaitu sebesar 29,63% (yoy) dari USD 148,50/ton menjadi USD
104,50/ton pada 10 Oktober 2025.
Grafik 16. Perkembangan Harga Acuan Emas, Perak, Tembaga dan Batu bara Global
Sumber: S&P Capital IQ, 2025
Permintaan emas global dalam lima tahun terakhir cenderung mengalami kenaikan dengan
CAGR 2020 – 2024 mencapai 5,87%. Pada tahun 2024 permintaan emas global mengalami
kenaikan sebesar 2,2% yaitu dari 4.524 ton di tahun 2023 menjadi 4.624 ton pada tahun 2024.
Kebutuhan emas didominasi untuk kebutuhan perhiasan sebesar 43,8% atau 2.026,8 ton; 7,1%
atau 326,2 ton untuk kebutuhan teknologi; 25,6% atau 1.181,9 ton untuk kebutuhan investasi;
dan 23,6% atau 1.089 ton untuk kebutuhan bank sentral. Kebutuhan batu bara negara maju
diseluruh dunia cenderung mengalami fluktuasi. Setelah sempat mengalami kenaikan kebutuhan
yang tinggi mencapai 1.036,4 juta ton pada tahun 2021, pada tahun 2024 permintaan batu bara
negara maju mengalami penurunan -5,5% (yoy) menjadi 832,7 juta ton. Batu bara masih menjadi
sumber energi listrik utama global dimana pada tahun 2025, produksi energi listrik yang
dihasilkan dari batu bara meencapai 50.618 Twh.
Halaman 44 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 46
5.000 4.729 4.624
4.524
4.046
4.000 3.681
3.000
2.000
946,3 1.036,4 1.000,4 880,9 832,7
1.000
-
2020 2021 2022 2023 2024
Emas (ton) Batubara (juta ton)
Grafik 17. Perkembangan Permintaan Emas dan Batu bara Tahun 2020 - 2024
Sumber: KJPP FDI, diolah
Industri Pembiayaan
Industri perusahaan pembiayaan (multifinance) merupakan salah satu pilar utama sistem
keuangan Indonesia yang berperan penting dalam mendorong pertumbuhan konsumsi
masyarakat, khususnya melalui pembiayaan kendaraan bermotor. Berdasarkan data OJK, total
piutang pembiayaan industri multifinance secara nasional terus mencatat pertumbuhan positif
meskipun dengan laju yang melambat. Pada tahun 2025, total piutang pembiayaan mencapai
Rp534,58 triliun atau tumbuh sebesar 6,55% (yoy) dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp501,72
triliun. Pertumbuhan ini melanjutkan tren perlambatan yang dimulai sejak tahun 2023, di mana
pertumbuhan piutang turun dari 14,17% (yoy) pada 2022 menjadi 13,11% pada 2023 dan
selanjutnya 6,66% pada 2024. Perlambatan ini mencerminkan normalisasi permintaan pasca-
pemulihan ekonomi serta tekanan daya beli konsumen akibat suku bunga yang masih relatif
tinggi.
Dari sisi struktur portofolio, pembiayaan kendaraan bermotor konsisten menjadi segmen terbesar
industri dengan kontribusi antara 63% hingga 66% dari total piutang selama periode 2022–2025.
Kontribusi segmen kendaraan bermotor tercatat sebesar 63% pada tahun 2025, sedikit menurun
dibandingkan puncaknya 66% pada tahun 2024. Segmen pembiayaan multiguna memberikan
kontribusi yang relatif stabil di kisaran 50%–52% sepanjang periode yang sama. Jumlah
perusahaan pembiayaan yang aktif mengalami konsolidasi dari 153 entitas pada tahun 2022
menjadi 143 entitas pada tahun 2024, sebelum sedikit meningkat kembali menjadi 145 entitas
pada tahun 2025, mencerminkan proses konsolidasi industri yang terus berlangsung di tengah
ketatnya regulasi OJK.
Tabel 16. Perkembangan Kinerja Sektor Pembiayaan di Indonesia Tahun 2022-2025
Indikator Industri Pembiayaan 2022 2023 2024 2025
Total Piutang Pembiayaan (Triliun Rp) 415,86 470,39 501,72 534,58
Pertumbuhan Piutang (% yoy) 14,17% 13,11% 6,66% 6,55%
Jumlah Perusahaan Pembiayaan (entitas) 153 147 143 145
Pembiayaan Kendaraan Bermotor (% total) 63% 65% 66% 63%
Pembiayaan Multiguna (% total) 52% 52% 50% 50%
Sumber: OJK, 2025
Berdasarkan data OJK Desember 2025, Profil risiko perusahaan pembiayaan terjaga dengan
rasio Non-Performing Financing (NPF) gross sebesar 2,51% dan NPF net sebesar 0,77%. Gearing
Halaman 45 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 47
ratio perusahaan pembiayaan masih berada pada level yang memadai dan tercatat sebesar 2,18
kali; jauh di bawah batas maksimum 10 kali. Pada industri Pinjaman Daring (Pindar), outstanding
pembiayaan tumbuh 25,44% yoy dengan nominal Rp96,62 triliun dan tingkat risiko kredit macet
secara agregat (Tingkat Wanprestasi 90 hari /TWP90) pada level 4,32%.
Kesimpulan Industri Pertambangan, Industri Alat Berat dan Pembiayaan
Batu bara saat ini masih menjadi salah satu sumber energi utama global. Walaupun kedepan
penggunaan sumber energi terbarukan atau transisi energi menjadi tujuan utama seluruh negara
dunia, tingginya akan penggunaan dan ketergantungan batu bara masih akan berdampak
kepada demand batu bara global yang masih akan tinggi walaupun perlahan cenderung
melemah. Sektor pertambangan lain seperti perak, tembaga, emas, dan nikel cenderung
mengalami kenaikan permintaan. Kenaikan ini akan berdampak pada ekspansi industri di sektor
pertambangan. Prospek industri Perseroan ke depan menghadapi tantangan akibat penurunan
harga dan ekspor batu bara, namun outlook jangka panjang tetap solid berkat diversifikasi ke
sektor logam bernilai tinggi yang produksinya meningkat dan harganya naik signifikan. Kenaikan
harga emas dan perak memperkuat potensi pendapatan lini tambang UT, sementara sektor alat
berat masih mendapat dukungan dari proyek konstruksi dan infrastruktur domestik. Dengan
strategi diversifikasi dan pergeseran fokus dari batu bara ke mineral strategis, UT berpeluang
tetap kuat dan adaptif menghadapi perubahan tren energi dan dinamika pasar global.
Sedangkan Industri pembiayaan (multifinance) Indonesia mencatat pertumbuhan berkelanjutan
namun melambat sepanjang 2022–2025, dengan total piutang pembiayaan mencapai Rp534,58
triliun pada 2025 dan laju pertumbuhan yang menyusut dari 14,17% menjadi 6,55% (yoy),
mencerminkan normalisasi permintaan pasca-pemulihan ekonomi serta tekanan daya beli akibat
suku bunga yang relatif tinggi. Struktur portofolio masih didominasi segmen kendaraan bermotor
(63%–66%) dan multiguna (50%–52%), sementara jumlah perusahaan aktif terkonsolidasi dari
153 menjadi 145 entitas akibat ketatnya regulasi OJK. Profil risiko industri tetap terjaga dengan
NPF gross 2,51%, gearing ratio 2,18 kali; dan segmen Pinjaman daring tumbuh agresif 25,44%
yoy meski dengan TWP90 sebesar 4,32% yang memerlukan perhatian dalam pengelolaan risiko
ke depan.
3.1.3 Analisis Operasional & Prospek Perusahaan
Analisa Operasional
Segmen operasi perusahaan terbagi menjadi empat segmen usaha utama yaitu: Mesin Konstruksi,
Kontraktor Penambangan, Pertambangan, dan Segmen Lainnya. Analisis dan kinerja operasional
dari masing-masing segmen usaha disajikan sebagai berikut:
Mesin Konstruksi
Segmen usaha mesin konstruksi dijalankan oleh perusahaan induk yaitu Perseroan serta anak
usahanya yaitu PT Bina Pertiwi dan UT Heavy Industry (S) Pte Ltd. PT United Tractors Pandu
Engineering (UTPE), dan PT Triatra Sinergia Pratama (TRIATRA). Segmen usaha ini berfokus pada
penjualan alat berat dan kendaraan transportasi untuk berbagai sektor, seperti pertambangan,
perkebunan, konstruksi, kehutanan, material handling, dan transportasi.
Halaman 46 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 48
Tabel 17. Mesin Konstruksi
Mesin Konstruksi 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Penjualan Alat Berat Komatsu (Unit) 1.564 3.088 5.753 5270 4420 4515
Penjualan UD Trucks (Unit) 224 375 429 272 234 155
Penjualan Scania (Unit) 217 545 233 715 436 466
Penjualan Suku Cadang dan Jasa Pemeliharaan
6 8 10 12 12 11
(triliun Rupiah)
Pendapatan Bersih Mesin Konstruksi
13 23 36 37 37 36
(triliun Rupiah)
Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah
Segmen usaha Mesin Konstruksi pada tahun 2025 mencatat peningkatan pada penjualan alat
berat Komatsu sebesar 2% menjadi 4.515 unit dibanding pada tahun sebelumnya pada tahun
2024. Kenaikan ini terutama didorong oleh meningkatnya permintaan dari sektor kehutanan dan
perkebunan yang mana membuat Komatsu memiliki pangsa pasar sebesar 20% dan tetap
mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar alat berat di sektor pertambangan.
Di sisi lain, penjualan Scania mengalami peningkatan dari 436 unit menjadi 466 unit, sementara
penjualan UD Trucks menurun cukup signifikan dari 234 unit menjadi 155 unit. Penurunan juga
tercatat pada pendapatan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat yang
turun sebesar 3% menjadi Rp11 triliun. Secara keseluruhan, total pendapatan bersih dari segmen
Mesin Konstruksi mengalami penurunan sebesar 2% menjadi Rp36 triliun, yang menunjukkan
bahwa peningkatan penjualan unit alat berat belum sepenuhnya mampu mengimbangi
penurunan pada pendapatan layanan dan komponen pendukung lainnya.
Kontraktor Penambangan
Layanan yang tercakup pada segmen usaha kontraktor penambangan adalah diantaranya:
desain dan implementasi pertambangan, penilaian dan studi kelayakan, pembangunan
infrastruktur dan fasilitas tambang, pemindahan tanah, pengelolaan limbah, eksplorasi,
pengangkutan, serta jasa terkait kontraktor penambangan lain.
Tabel 18. Kontraktor Penambangan
Kontraktor Penambangan 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Produksi Batu Bara (juta ton) 115 116 116 129 148 148
Volume Pemindahan Tanah (juta bcm) 825 852 954 1158 1217 1100
Pendapatan Bersih Kontraktor Penambangan
29 33 47 54 58 54
(triliun Rupiah)
Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah
Segmen usaha Kontraktor Penambangan dijalankan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA)
beserta anak perusahaannya, PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining). Kedua entitas yang
tergabung dalam PAMA Grup ini menyediakan layanan jasa pertambangan bagi pemegang
konsesi tambang, terutama dalam kegiatan pemindahan lapisan tanah penutup (overburden
removal) serta produksi batu bara dan mineral lainnya.
Pada tahun 2024, segmen kontraktor penambangan mencatatkan kinerja yang positif. PAMA
Grup membukukan peningkatan produksi batu bara sebesar 15% atau sekitar 19 juta ton
dibandingkan tahun 2023. Selain itu, volume pekerjaan pemindahan tanah juga meningkat
sebesar 5% atau sekitar 59 juta bcm dibandingkan tahun sebelumnya. Sejalan dengan
peningkatan aktivitas operasional tersebut, pendapatan bersih dari segmen kontraktor
Halaman 47 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 49
penambangan pada tahun 2024 juga mengalami kenaikan sebesar 8% atau sekitar Rp4 triliun
dibandingkan tahun 2023.
Namun demikian, hingga triwulan IV tahun 2025, PAMA Grup mencatatkan penurunan volume
pekerjaan pemindahan tanah sebesar 10% menjadi 1.100 juta bcm. Sementara itu, volume
produksi batu bara untuk para klien tercatat relatif stabil pada level 148 juta ton dengan rata-rata
stripping ratio sebesar 7,4 kali. Penurunan volume pemindahan tanah ini terutama dipengaruhi
oleh tingginya curah hujan serta penurunan stripping ratio pada beberapa kontrak klien. Sejalan
dengan perkembangan tersebut, total pendapatan bersih dari segmen Kontraktor Penambangan
tercatat menurun sebesar 7% menjadi Rp54 triliun.
Pertambangan
Grup perusahaan menjalankan usaha pertambangan pada dua lini bisnis, yaitu: batu bara termal
dan metalurgi serta emas dan mineral Lainnya. Grup perusahaan menjalankan lini bisnis
pertambangan batu bara lewat perusahaan induk lini bisnis batu bara yaitu PT Tuah Turangga
Agung. Pada segmen usaha pertambangan emas dan mineral lainnya, PT Agincourt Resources,
PT Sumbawa jutaraya, dan PT Stargate Pacific Resources menjadi entitas yang menjalankan lini
bisnis ini.
Tabel 19. Kinerja Operasional Batu Bara dan Metalurgi
Batu Bara Termal dan Metalurgi 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Volume Penjualan Batu Bara (juta ton) 9 9 10 12 13 14
Jumlah Pendapatan Bersih Pertambangan Batu
9 14 31 30 26 24
Bara (triliun Rupiah)
Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah
Pada lini bisnis pertambangan batu bara, grup perusahaan pada 2024 mencatat volume
penjualan yang meningkat sebesar 11% atau sebesar 13 juta ton dibandingkan tahun 2023.
Meski begitu, jumlah pendapatan bersih pertambangan batu bara grup perusahaan pada 2024
tercatat sebesar 26 triliun Rupiah atau turun sebesar 15% dari pendapatan bersih tahun 2023
sebesar 31 triliun Rupiah. Penurunan pendapatan bersih tersebut didorong oleh penurunan harga
batu bara global sejak awal tahun 2024 sehingga meskipun volume penjualan dicatatkan
meningkat, Nilai penjualan bersih grup perusahaan mengalami penurunan.
Memasuki tahun 2025, perseroan mencatatkan peningkatan volume penjualan batu bara menjadi
14 juta ton. Meskipun demikian, pendapatan dari segmen usaha pertambangan batu bara
tercatat turun sebesar 7% menjadi Rp24 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya rata-rata
harga jual batu bara di pasar, yang terus menekan nilai pendapatan meskipun volume penjualan
mengalami peningkatan.
Tabel 20. Kinerja Emas dan Mineral Lainnya
Emas dan Mineral Lainnya 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Penjualan Setara Emas (ribu ons) 320 330 286 175 232 277
Jumlah Pendapatan (triliun Rupiah) Bersih
7 8 8 5 10 14
Pertambangan Emas dan Mineral Lainnya
Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah
Pada lini bisnis pertambangan emas dan mineral lainnya, grup perusahaan pada 2024
mencatatkan kenaikan volume penjualan sebesar 32% atau sebesar 57 ribu ons dibanding tahun
2023. Dari sisi pendapatan bersih, grup perusahaan pada 2024 mencatatkan total pendapatan
Halaman 48 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 50
bersih pertambangan emas dan mineral lainnya sebesar 10 triliun Rupiah atau kenaikan sebesar
90% dibanding tahun 2023. Pada tahun 2025 tercatatat peningkatan pendapatan sebesar 41%
menjadi Rp14 triliun, terutama disebabkan oleh peningkatan harga emas.
Segmen Lainnya
Segmen usaha lainnya terdiri dari usaha konstruksi dan energi. Segmen ini dijalankan oleh PT
Acset Indonusa Tbk dan EPN dimana EPN berjalan sebagai perusahaan induk dalam
pengembangan energi baru terbarukan dan ramah lingkungan. EPN sebagai anak usaha UNTR
mendirikan perusahaan patungan PT Jabar Environmental Solutions untuk membangun
pembangkit listrik tenaga sampah di Jawa Barat.
Prospek Perusahaan
Prospek industri pertambangan dan alat berat Indonesia saat ini ditopang oleh fundamental yang
kuat dari sisi cadangan sumber daya alam dan tren produksi nasional yang terus meningkat.
Indonesia memiliki 29 jenis komoditas mineral logam yang tersebar di 2.809 lokasi, dengan
cadangan terbesar berasal dari timah 6.431 juta ton bijih, nikel 5.914 juta ton bijih, dan emas
3.461 juta ton bijih. Produksi nasional juga menunjukkan pertumbuhan positif, di mana pada
tahun 2024 produksi batu bara naik 7,9% menjadi 836 juta ton, nikel meningkat 39%, serta emas
dan perak melonjak hingga 80,9% (yoy). Meskipun harga batu bara terkoreksi hingga 29,6%
(yoy), harga emas, perak, dan tembaga justru meningkat tajam masing-masing sebesar 51,7%,
59,2%, dan 7,2%. Pergeseran tren ini menandakan potensi pertumbuhan yang lebih besar pada
sektor logam bernilai tinggi dan mineral strategis, sejalan dengan kebijakan hilirisasi dan
peningkatan nilai tambah industri nasional. Peningkatan ekspor mineral seperti emas, perak, dan
tembaga juga menunjukkan kuatnya permintaan global yang membuka peluang bagi ekspansi
industri pertambangan nasional menuju arah yang lebih modern dan berkelanjutan.
Prospek usaha Perseroan ke depan berada dalam fase transisi strategis di tengah pelemahan
pasar batu bara global. Penurunan permintaan dan harga batu bara akibat berkurangnya
konsumsi global terutama di Amerika, Eropa serta meningkatnya penetrasi energi terbarukan
menekan ekspor dan margin kontraktor tambang seperti PAMA. Meski demikian, tingginya
ketergantungan domestik terhadap batu bara untuk kebutuhan listrik dan pembangunan PLTU
baru masih membuka peluang penjualan di pasar dalam negeri.
Di sisi lain, diversifikasi bisnis menjadi kunci utama pertumbuhan Perseroan. PAMA mulai
memperluas portofolio ke proyek tambang nikel seperti blok Pomalaa, sementara lini
pertambangan milik sendiri melalui Martabe, Doup (ASA), dan Stargate memperkuat eksposur
Perseroan terhadap komoditas emas dan nikel yang harganya tengah naik tajam. Segmen alat
berat menghadapi perlambatan dari sektor tambang, namun tetap ditopang oleh aktivitas
konstruksi dan hilirisasi mineral nasional, dengan potensi pendapatan stabil dari layanan purna
jual dan digitalisasi sistem (UT Connect). Sementara itu, segmen konstruksi ACSET dan energi
baru EPN mendukung integrasi antarunit bisnis serta peluang investasi di sektor energi terbarukan.
Dengan kombinasi diversifikasi portofolio, fokus pada efisiensi operasional, dan kesiapan
memasuki era energi bersih, Perseroan berpotensi tetap tumbuh solid dan relevan di tengah
perubahan arah pasar global.
3.1.4 Alasan Dan Latar Belakang Rencana Transaksi
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi dilakukan
untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan, dimana KAF selaku penerima pinjaman akan
Halaman 49 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 51
menggunakan dana yang diperoleh untuk mendukung pembiayaan pembelian alat-alat berat
oleh konsumen Perseroan. Dengan adanya dukungan pembiayaan tersebut, Perseroan
diharapkan dapat menjaga dan meningkatkan aktivitas penjualan alat beratnya.
3.1.5 Analisis Keuntungan & Kerugian Kualitatif
Keuntungan dan kerugian dari adanya Rencana Transaksi bagi Perseroan dapat ditinjau dari
beberapa aspek.
Keuntungan yang dapat diperoleh dari adanya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
1. Rencana Transaksi diharapkan dapat memperkuat sinergi usaha antara Perseroan dan KAF
dalam mendukung kegiatan pembiayaan pelanggan alat berat Perseroan.
2. Dengan adanya perubahan syarat dan ketentuan dalam Perjanjian Pinjaman, Perseroan
diharapkan dapat mendukung fleksibilitas pendanaan KAF sehingga dapat meningkatkan
daya saing penjualan alat berat Perseroan di tengah persaingan industri yang ketat.
3. Rencana Transaksi diharapkan dapat mendukung keberlangsungan operasional Perseroan
melalui peningkatan penjualan alat berat serta memberikan tambahan pendapatan bunga
atas fasilitas pinjaman yang diberikan kepada KAF.
Kerugian yang dapat diperoleh dari adanya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
1. Rencana Transaksi dapat meningkatkan ketergantungan Perseroan terhadap kinerja
pembiayaan KAF dalam mendukung penjualan alat berat Perseroan
2. Terdapat risiko apabila kondisi industri alat berat mengalami perlambatan sehingga target
penjualan alat berat Perseroan tidak tercapai secara optimal.
3. Risiko gagal bayar dari konsumen KAF dapat mempengaruhi kemampuan pembayaran
kewajiban KAF kepada Perseroan serta mempengaruhi efektivitas pelaksanaan Rencana
Transaksi.
3.1.6 Dampak Leverage Terhadap Keuangan (Dibanding Industri Sejenis)
Leverage perusahaan diukur melalui rasio Debt to Equity dan rasio Debt to Assets. Rasio Debt to
Equity dan rasio Debt to Assets pada Perseroan secara historis sejak 2021 sampai 31 Desember
2025 disajikan pada tabel berikut:
Tabel 21. Leverage Perseroan – Historis
2021 2022 2023 2024 2025
Leverage
Audited Audited Audited Audited Audited
Debt to Equity Ratio 0,13X 0,03X 0,22X 0,21X 0,18X
Long Term Debt to Equity Ratio 0,04X 0,01X 0,21X 0,16X 0,07X
Debt to Assets Ratio 0,08X 0,02X 0,12X 0,12X 0,11X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Adanya Rencana Transaksi tidak mengubah rasio leverage perusahaan secara signifikan karena
pinjaman yang diberikan kepada KAF bersumber dari dana internal kas perusahaan. dengan
begitu Rencana Transaksi tidak merubah struktur leverage perusahaan secara signifikan dilihat
dari rasio Debt to Equity, Long-Term Debt to Equity, dan rasio Debt to Assets. Leverage perusahaan
setelah Rencana Transaksi dilakukan disajikan pada tabel berikut:
Halaman 50 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 52
Tabel 22. Leverage Perseroan – Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi
Dampak Leverage Sebelum Transaksi Setelah Transaksi
Debt to Equity Ratio 0,1834178X 0,1834178X
Long Term Debt to Equity Ratio 0,0709025X 0,0709025X
Debt to Assets Ratio 0,1064925X 0,1064925X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Industri sejenis merupakan perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia yang memiliki kesamaan
klasifikasi industri dengan Perseroan. Perusahaan sejenis yang disebandingkan dipilih
menggunakan penentuan kesebandingan karakteristik yang terdiri dari klasifikasi industri,
pertumbuhan pendapatan, pertumbuhan laba, margin laba bersih, total aset, dan pangsa pasar.
Perusahaan dengan kriteria yang sebelumnya sudah ditentukan dan memenuhi minimum 4
kriteria selanjutnya digunakan sebagai benchmark leverage.
Ringkasan penentuan perusahaan pada industri sejenis disajikan pada tabel berikut:
Tabel 23. Penentuan Perusahaan Industri Sejenis
Pertumbuhan Pertumbuhan Margin Laba Total Pangsa
Perusahaan Industri
Pendapatan Laba Bersih Aset Pasar
PT Alamtri Resources
√ √ √ √
Indonesia Tbk (IDX:ADRO)
PT Bayan Resources Tbk.
√ √ √ √
(IDX:BYAN)
PT Bukit Asam (Persero) Tbk
√ √ √ √
(IDX:PTBA)
PT Dian Swastatika Sentosa
√ √ √ √
Tbk (IDX:DSSA)
PT Golden Energy Mines Tbk
√ √ √ √
(IDX:GEMS)
PT Indo Tambangraya Megah
√ √ √ √
Tbk (IDX:ITMG)
Sumber: S&P Capital IQ, diolah.
Rasio leverage historis pada perusahaan di industri sejenis dengan proksi berupa rasio Debt to
Equity dan Debt to Assets disajikan pada tabel berikut:
Tabel 24. Rasio Debt to Equity Perusahaan Pembanding
Debt to Equity Ratio Dec 2021 Dec 2022 Dec 2023 Dec 2024 Sep 2025
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
0,36 0,24 0,19 0,11 0,16
(IDX:ADRO)
PT Bayan Resources Tbk. (IDX:BYAN) - - 0,20 0,15 -
PT Bukit Asam (Persero) Tbk (IDX:PTBA) 0,04 0,05 0,06 0,10 0,17
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (IDX:DSSA) 0,36 0,54 0,47 0,63 0,66
PT Golden Energy Mines Tbk (IDX:GEMS) 0,36 0,24 0,38 0,43 0,19
PT Indo Tambangraya Megah Tbk
0,04 0,03 0,03 0,04 0,05
(IDX:ITMG)
Average 0,20 0,18 0,22 0,24 0,20
Sumber: S&P Capital IQ, diolah.
Rata-rata historis Debt to Equity perusahaan pembanding pada industri sejenis berkisar pada 0,18
sampai 0,24. Rasio Debt to Equity yang tinggi menggambarkan bahwa pendanaan perusahaan
lebih banyak bersumber dari Utang ketimbang Ekuitas.
Halaman 51 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 53
Tabel 25. Rasio Debt to Assets Perusahaan Pembanding
Debt to Asset Ratio Dec 2021 Dec 2022 Dec 2023 Dec 2024 Sep 2025
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
0,21 0,15 0,14 0,09 0,12
(IDX:ADRO)
PT Bayan Resources Tbk. (IDX:BYAN) - - 0,12 0,10 -
PT Bukit Asam (Persero) Tbk (IDX:PTBA) 0,03 0,03 0,03 0,05 0,09
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (IDX:DSSA) 0,21 0,25 0,26 0,33 0,34
PT Golden Energy Mines Tbk (IDX:GEMS) 0,14 0,12 0,19 0,23 0,11
PT Indo Tambangraya Megah Tbk
0,03 0,02 0,02 0,03 0,04
(IDX:ITMG)
Average 0,10 0,09 0,13 0,14 0,12
Sumber: S&P Capital IQ, diolah.
Rata-rata historis Debt to Assets perusahaan pembanding pada industri sejenis berkisar pada 0,09
sampai 0,14.
Debt to Equity Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi sebesar 0,18 masih berada
pada rentan perusahaan pada industri sejenis sebesar 0,18 sampai 0,24. Hal ini menunjukkan
bahwa Rencana Transaksi tidak memberikan dampak yang dapat membuat Perseroan memiliki
leverage diluar rentan perusahaan pada industri sejenis.
Debt to Assets Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi sebesar 0,10 masih berada
pada rentan perusahaan pada industri sejenis sebesar 0,09 sampai 0,14. Hal ini menunjukkan
Rencana Transaksi pemberian pinjaman oleh Perseroan ke KAF tidak berdampak pada leverage
perusahaan yang dilihat dari proksi Debt to Assets.
3.1.7 Dampak Likuiditas & Kemampuan Melunasi Pinjaman Saat Jatuh Tempo
Dampak likuiditas dan kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo dilihat dari perubahan
rasio likuiditas perusahaan sebelum dan setelah Rencana Transaksi dilakukan. Proksi yang dapat
digunakan pada analisis dampak likuiditas adalah current ratio atau rasio lancar, quick ratio atau
rasio cepat, dan cash ratio atau rasio kas. Selanjutnya analisis kemampuan melunasi pinjaman
saat jatuh tempo dapat dilihat dari kinerja dan kondisi keuangan KAF serta hal-hal lain yang
dapat mendukung debitur dalam pelunasan saat jatuh tempo.
Rasio likuiditas Perseroan dengan proksi current ratio, quick ratio, dan cash ratio sebelum dan
setelah Rencana Transaksi disajikan pada tabel berikut:
Tabel 26. Rasio Likuiditas Perseroan
Rasio Likuiditas Sebelum Transaksi Setelah Transaksi Selisih Perubahan
Current Ratio 1,36X 1,35X 0,01X
Quick Ratio 1,04X 1,03X 0,01X
Cash Ratio 0,50X 0,49X 0,01X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Rencana Transaksi terhadap rasio likuiditas perusahaan memberikan dampak yang tidak
signifikan dilihat dari nilai rasio likuidasi sebelum dan setelah rencana transaksi. Hal tersebut
diakibatkan dari besaran nilai Rencana Transaksi seluruhnya yang jumlahnya sebesar 2,63% dari
total kas dan setara kas perusahaan per tanggal pendapat kewajaran. Dengan begitu dampak
yang ditimbulkan Rencana Transaksi terhadap likuiditas perusahaan tidak signifikan.
Halaman 52 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 54
Pada analisis kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo, digunakan proksi KAF sebagai
penerima pinjaman berupa kinerja keuangan historis dan rasio keuangan terkait pemenuhan
regulasi dan kesehatan perusahaan.
Tabel 27. Rasio Profitabilitas KAF
Rasio Profitabilitas KAF 2021 2022 2023 2024 2025
Rasio Profitabilitas (%)
Net Profit Margin 35,71% 17,77% 27,66% 21,83% 22,23%
Return on Assets 2,02% 1,22% 2,17% 2,08% 2,00%
Return on Equity 4,71% 3,91% 7,49% 7,13% 5,72%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Perusahaan mencatatkan kinerja margin laba bersih dalam rentang 17,77% pada tahun 2022
hingga 35,71% pada tahun 2021 dengan tren berfluktuatif selama 5 tahun. Menggunakan proksi
pendapatan berbanding aset, perusahaan mencatatkan perolehan sebesar 2,02% pada tahun
2021 hingga sebesar 2,00% pada tahun 2025. Menggunakan proksi pendapatan berbanding
ekuitas, perusahaan mencatatkan perolehan sebesar 4,71% pada tahun 2021 hingga sebesar
5,72% pada tahun 2025 selama 5 tahun.
Tabel 28. Rasio Keuangan Dan Kesehatan KAF
Rasio Keuangan Dan Kesehatan
2021 2022 2023 2024 2025
Perusahaan
Non-performing Financing Ratio
0,26% 0,17% 0,15% 0,00% 0,00%
(NPF) Net
Financing to Assets Ratio 95% 95% 95% 95% 94%
Financing to Borrowing Ratio 174% 143% 142% 139% 149%
Equity to Paid-Up-Capital Ratio 230% 235% 250% 262% 278%
Equity to Assets Ratio 84% 62% 29% 29% 35%
Productive Financing Ratio :
Investment Financing and Working 1X 1X 1X 1X 1X
Capital Financing
Sumber: Laporan Keuangan KAF 2021-2025
Pada rasio keuangan dan tingkat kesehata perusahaan, perusahaan mencatatkan pemenuhan
ketentuan regulator dan pemenuhan tingkat kesehatan perusahaan yang diatur pada POJK No.
35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan yang berkaitan
dengan ketentuan pemenuhan gearing ratio, rasio Saldo Piutang Pembiayaan (Outstanding
Principal) untuk Pembiayaan Investasi dan Pembiayaan Modal Kerja dibandingkan dengan total
Saldo Piutang Pembiayaan (Outstanding Principal), pemenuhan ekuitas, rasio Ekuitas terhadap
Modal Disetor, rasio permodalan, dan pemenuhan ketentuan lainnya yang diatur pada POJK No.
35/POJK.05/2018.
Secara keseluruhan, hasil analisis rasio keuangan dan kesehatan perusahaan KAF selama periode
2021–2025 menunjukkan bahwa perusahaan memenuhi ketentuan yang diatur dalam POJK No.
35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan. Indikator kinerja
keuangan dan pemenuhan regulasi terkait perusahaan pembiayaan dapat menjadi salah satu
proksi kemampuan melunasi pinjaman terkait rencana transaksi.
Halaman 53 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 55
3.1.8 Dampak Jika Proyek Dibiayai Gagal
Terdapat dampak pada Perseroan jika pinjaman yang diberikan KAF tidak dapat dilunasi atau
mengalami kegagalan. Tidak dilunasinya pinjaman oleh KAF akan menghilangkan potensi
pendapatan bunga yang akan diterima dan menghilangkan hak penerimaan pokok atas
pinjaman. Hal tersebut berdampak pada penurunan proyeksi laba rugi dan penurunan proyeksi
perolehan kas Perseroan.
Tabel 29. Analisis Cash Management
(dalam juta Rupiah)
Analisis Cash Management 31 Desember 2025
Kas dan Setara Kas Perseroan 26.570.772
Nilai Rencana Transaksi 167.820
Nilai Rencana Transaksi terhadap Kas 2,63%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Merujuk pada analisis cash management, rasio nilai Rencana Transaksi terhadap kas dan setara
kas Perseroan per tanggal Pendapat Kewajaran adalah sebesar 2,63% sehingga dampak yang
timbul jika terjadi gagal bayar tidak akan mengganggu aktivitas operasional Perseroan secara
keseluruhan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, penyaluran dana dalam
Rencana Transaksi antara Perseroan dan KAF dilakukan untuk mendukung pembiayaan
pembelian alat berat oleh konsumen Perseroan. Dengan demikian, penyaluran fasilitas pinjaman
kepada KAF pada dasarnya akan disesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan atas penjualan alat
berat Perseroan. Sementara itu, atas dana yang telah disalurkan kepada KAF dan dalam hal
terjadi gagal bayar dari konsumen KAF, maka KAF akan tetap melakukan proses penagihan
kepada konsumen sesuai dengan mekanisme dan prosedur pembiayaan yang berlaku. Lebih
lanjut, mengingat hubungan antara Perseroan dan KAF merupakan hubungan afiliasi,
Manajemen Perseroan memiliki keyakinan terhadap kelancaran pembayaran kewajiban KAF atas
Rencana Transaksi ini.
3.2 Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi
3.2.1 Kinerja Historis
Analisis kinerja historis bertujuan untuk menilai kondisi keuangan dan kinerja operasional
perusahaan dalam beberapa tahun terakhir sebelum dilakukannya Rencana Transaksi. Analisis
ini memberikan gambaran mengenai stabilitas pendapatan, efisiensi operasional, serta
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan arus kas.
Kinerja Historis Perseroan
• Laporan Keuangan
Data laporan keuangan yang digunakan dalam analisis ini adalah laporan keuangan audited
Perseroan periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.
Halaman 54 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 56
Laporan keuangan tersebut menjadi dasar dalam penilaian kinerja historis dan posisi
keuangan perusahaan, meliputi Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, serta Laporan
Arus Kas pada masing-masing periode.
Laporan Posisi Keuangan
Tabel 30. Laporan Posisi Keuangan Perseroan Periode 31 Desember 2021–31 Desember 2025
(dalam miliar Rupiah)
Audited Audited Audited Audited Audited
Laporan Posisi Keuangan
Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Aset
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 33.322 38.282 18.597 25.093 26.571
Piutang Usaha
Pihak Ketiga 11.640 17.118 18.953 18.918 18.560
Pihak Berelasi 512 515 1.321 1.071 1.358
Piutang Non Usaha
Pihak Ketiga 904 1.042 833 780 493
Pihak Berelasi 964 973 1.208 1.383 1.203
Persediaan 9.454 15.390 17.184 16.994 16.730
Proyek dalam Pelaksanaan 0 0 0 159 29
Pihak Ketiga 59 37 111 0 0
Pihak Berelasi 0 0 0 0
Pajak Dibayar Dimuka
Pajak Penghasilan Badan 1.145 806 910 782 1.654
Pajak Lain-lain 1.753 3.412 2.197 2.939 3.644
Uang Muka dan Biaya Dibayar
775 1.256 1.103 1.470 1.543
Dimuka
Aset Lancar Lain-lain 77 99 249 391 357
Total Aset Lancar 60.604 78.930 62.667 69.979 72.141
Aset Tidak Lancar
Kas dan Deposito Berjangka Yang
776 519 561 629 788
Dibatasi Penggunaannya
Piutang Usaha
Pihak Ketiga 56 0 108 477 453
Pihak Berelasi 0 17 18 19
Piutang Non Usaha
Pihak Ketiga 385 458 312 180 88
Pihak Berelasi 2.087 2.811 2.868 3.407 3.104
Persediaan 206 255 82 99 106
Pajak Dibayar Dimuka
Pajak Penghasilan Badan 19 9 76 792 1.447
Pajak Lain-Lain 222 266 1.732 1.913 1.650
Uang Muka Dan Biaya Dibayar
109 569 1.299 428 794
Dimuka
Investasi Pada Entitas Asosiasi
Investments In Associates Dan 2.517 5.146 14.853 17.822 17.224
Ventura Bersama
Halaman 55 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 57
Audited Audited Audited Audited Audited
Laporan Posisi Keuangan
Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Investasi Jangka Panjang 764 1.114 1.243 1.376 3.176
Aset Tetap 20.457 23.678 36.002 40.952 45.297
Properti Pertambangan 11.925 11.905 17.846 15.712 14.809
Properti Investasi 222 222 228 216 244
Beban Eksplorasi dan
2.162 2.389 2.374 2.494 2.769
Pengembangan Tangguhan
Aset Tambang Berproduksi 4.456 4.836 4.489 4.216 3.958
Beban Tangguhan 917 1.715 1.449 1.301 1.169
Aset Pajak Tangguhan 2.250 2.981 3.537 4.021 4.891
Goodwill 2.428 2.676 2.287 3.448 3.511
Total Aset Tidak Lancar 51.957 61.548 91.361 99.501 105.496
Total Aset 112.561 140.478 154.028 169.481 177.637
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha
Pihak Ketiga 14.299 24.591 28.883 28.749 29.095
Pihak Berelasi 219 258 228 236 214
Utang Non-Usaha
Pihak Ketiga 389 508 604 863 1.133
Pihak Berelasi 51 76 52 70 88
Utang Pajak
Pajak Penghasilan Badan 1.868 2.940 2.390 1.042 826
Pajak Lain-Lain 378 642 779 478 585
Akrual 5.188 8.856 6.569 6.787 6.693
Uang Muka Pelanggan
Pihak Ketiga 774 784 691 1.004 857
Pihak Berelasi 11 111 53 46 44
Pendapatan Tangguhan 440 600 705 972 1.021
Liabilitas Imbalan Kerja 633 658 791 852 1.054
Pinjaman Bank Jangka Pendek 175 1.029 294 402 560
Bagian Jangka Pendek Dari Utang
Jangka Panjang
Pinjaman Bank 5.351 8 2.294 9.683
Liabilitas Sewa 651 940 989 907 801
Pinjaman Lain-Lain 29 19 3 600 560
Pinjaman Bank Jangka Pendek Dari
Liabilitas Keuangan Jangka 32 29 0 0
Panjang Lain-Lain
Total Liabilitas Jangka Pendek 30.489 42.037 43.038 45.303 53.213
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas Pajak Tangguhan 3.165 3.241 4.462 4.022 3.768
Provisi Rehabilitasi, Reklamasi, dan
634 794 865 1.029 1.155
Penutupan Tambang
Liabilitas Imbalan Kerja 3.316 3.708 4.047 4.989 5.498
Halaman 56 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 58
Audited Audited Audited Audited Audited
Laporan Posisi Keuangan
Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Utang Jangka Panjang, Setelah
Dikurangi Bagian Jangka Pendek
Pinjaman Bank 2.497 0 16.573 14.862 6.055
Liabilitas Sewa 462 897 842 758 976
Pinjaman Lain-Lain 22 117 165 343 282
Liabilitas Keuangan Jangka
154 169 0 0 3.555
Panjang Lain-Lain
Total Liabilitas Jangka Panjang 10.249 8.927 26.954 26.003 21.288
Total Liabilitas 40.739 50.964 69.993 71.305 74.501
Ekuitas
Ekuitas Yang Diatribusikan Kepada
Entitas Induk
Modal Disetor 933 933 933 933 933
Tambahan Modal Disetor 9.704 9.704 9.704 9.704 9.704
Saham Tresuri 0 (3.191) (3.191) (3.191) (4.902)
Saldo Laba
Dicadangkan 187 187 187 187 187
Belum Dicadangkan 56.487 71.137 66.685 77.976 85.548
Selisih Kurs Dari Penjabaran
2.712 5.962 5.188 7.399 9.227
Laporan Keuangan
Cadangan Lindung Nilai (818) 612 549 745 (2.065)
Cadangan Penyesuaian Nilai Wajar
20 20 20 19 19
Aset Tetap
Transaksi Dengan Kepentingan
(664) (664) (824) (824) (876)
Nonpengendali
Total Ekuitas Yang Diatribusikan
68.560 84.698 79.251 92.947 97.774
Kepada Entitas Induk
Kepentingan Nonpengandali 3.263 4.816 4.785 5.228 5.363
Total Ekuitas 71.823 89.514 84.036 98.175 103.136
Total Liabilitas Dan Ekuitas 112.561 140.478 154.028 169.481 177.637
Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
Aset Lancar
Pertumbuhan aset lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR sebesar
4,45% . Pada tahun 2021 aset lancar tercatat sebesar Rp60.604 miliar. Pada tahun 2022 aset
lancar mengalami peningkatan sebesar 30,24% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp78.930 miliar. Pada tahun 2023 aset lancar mengalami penurunan sebesar 20,60% secara
year on year atau tercatat sebesar Rp62.667 miliar. Pada tahun 2024 aset lancar mengalami
peningkatan sebesar 11,67% secara year on year atau tercatat sebesar Rp69.979 miliar. Serta
Pada tahun 2025 aset lancar mengalami peningkatan sebesar 3,09% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp72.141miliar.
Halaman 57 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 59
Aset Tidak Lancar
Pertumbuhan aset tidak lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan
31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR
sebesar 19,37% . Pada tahun 2021 aset tidak lancar tercatat sebesar Rp51.957 miliar. Pada
tahun 2022 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 18,46% secara year on year
atau tercatat sebesar Rp61.548 miliar. Pada tahun 2023 aset tidak lancar mengalami
peningkatan sebesar 48,44% secara year on year atau tercatat sebesar Rp91.361 miliar. Pada
tahun 2024 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 8,91% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp99.501 miliar. Serta Pada tahun 2025 aset tidak lancar mengalami
peningkatan sebesar 6,02% secara year on year atau tercatat sebesar Rp105.496 miliar.
Total Aset
Pertumbuhan total aset Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang terus meningkat setiap tahunnya dengan rata-
rata CAGR sebesar 12,08%. Pada tahun 2021 total aset tercatat sebesar Rp112.561 miliar.
Pada tahun 2022 total aset mengalami peningkatan sebesar 24,80% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp140.478 miliar. Pada Tahun 2023 total aset mengalami peningkatan
sebesar 9,65% secara year on year atau tercatat sebesar Rp154.028 miliar. Pada tahun 2024
total aset mengalami peningkatan sebesar 10,03% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp169.481 miliar. Serta Pada tahun 2025 total aset mengalami peningkatan sebesar 4,81%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp177.637 miliar.
Liabilitas Jangka Pendek
Pertumbuhan liabilitas jangka pendek Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai
dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata
CAGR sebesar 14,94%. Pada tahun 2021 liabilitas jangka pendek tercatat sebesar Rp30.489
miliar. Pada tahun 2022 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 37,88%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp42.037 miliar. Pada Tahun 2023 liabilitas jangka
pendek mengalami peningkatan sebesar 2,38% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp43.038 miliar. Pada tahun 2024 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar
5,26% secara year on year atau tercatat sebesar Rp45.303 miliar. Serta Pada tahun 2025
liabiitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 17,46% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp53.213 miliar.
Liabilitas Jangka Panjang
Pertumbuhan liabilitas jangka panjang Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai
dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata
CAGR sebesar 20,05%. Pada tahun 2021 liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp10.249
miliar. Pada tahun 2022 liabilitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar 12,90%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp8.927 miliar. Pada Tahun 2023 liabilitas jangka
panjang mengalami peningkatan sebesar 201,94% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp26.954 miliar. Pada tahun 2024 liabilitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar
3,53% secara year on year atau tercatat sebesar Rp26.003 miliar. Serta Pada tahun 2025
liabiitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar 18,13% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp21.288 miliar.
Halaman 58 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 60
Total Liabilitas
Pertumbuhan total liabilitas Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang meningkat setiap tahunnya dengan rata-rata
CAGR sebesar 16,29%. Pada tahun 2021 total liabilitas tercatat sebesar Rp40.739 miliar. Pada
tahun 2022 total liabilitas mengalami peningkatan sebesar 25,10% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp50.964 miliar. Pada Tahun 2023 total liabilitas mengalami peningkatan
sebesar 37,34% secara year on year atau tercatat sebesar Rp69.993 miliar. Pada tahun 2024
total liabilitas mengalami peningkatan sebesar 1,88% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp71.305 miliar. Serta Pada tahun 2025 total liabiitas mengalami peningkatan sebesar 4,48%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp74.501 miliar.
Total Ekuitas
Pertumbuhan total ekuitas Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR sebesar
9,47%. Pada tahun 2021 total ekuitas tercatat sebesar Rp71.823 miliar. Pada tahun 2022 total
ekuitas mengalami peningkatan sebesar 24,63% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp89.514 miliar. Pada Tahun 2023 total ekuitas mengalami penurunan sebesar 6,12% secara
year on year atau tercatat sebesar Rp84.036 miliar. Pada tahun 2024 total ekuitas mengalami
peningkatan sebesar 16,83% secara year on year atau tercatat sebesar Rp98.175 miliar. Serta
Pada tahun 2025 total ekuitas mengalami peningkatan sebesar 5,05% secara year on year
atau tercatat sebesar Rp103.136 miliar.
Laporan Laba Rugi
Tabel 31. Laporan Laba Rugi Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
(dalam miliar Rupiah)
Audited Audited Audited Audited Audited
Laporan Laba Rugi
Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Pendapatan bersih 79.461 123.607 128.583 134.427 131.301
Beban pokok pendapatan (59.796) (88.849) (92.797) (100.595) (101.597)
Laba bruto 19.665 34.759 35.786 33.832 29.704
Beban penjualan (1.126) (1.065) (1.321) (1.056) (1.598)
Beban umum dan
(3.664) (4.561) (4.742) (5.594) (6.040)
administrasi
Beban lain-lain, bersih (980) (561) (885) (421) (256)
Penghasilan keuangan 872 998 1.127 1.150 1.244
Biaya keuangan (754) (760) (1.879) (2.651) (2.626)
Bagian atas laba bersih
entitas asosiasi dan ventura 449 636 635 637 (246)
bersama
Laba sebelum pajak
14.462 29.446 28.720 25.897 20.182
penghasilan
Beban pajak penghasilan (3.854) (6.452) (6.590) (5.779) (5.005)
Laba tahun berjalan 10.608 22.994 22.130 20.119 15.177
Laba bersih 10.280 21.005 20.612 19.531 14.810
Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
Halaman 59 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 61
Pendapatan Bersih
Pertumbuhan pendapatan bersih Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai
dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang fluktuatif dengan rata-rata CAGR
sebesar 13,38%. Pada tahun 2021 pendapatan bersih tercatat sebesar Rp79.461 miliar. Pada
tahun 2022 pendapatan bersih mengalami peningkatan sebesar 55,56% secara year on year
atau tercatat sebesar Rp123.607 miliar. Pada tahun 2023 pendapatan bersih mengalami
peningkatan sebesar 4,03% secara year on year atau tercatat sebesar Rp128.583 miliar. Pada
tahun 2024 pendapatan bersih mengalami peningkatan sebesar negatif 4,54% secara year on
year atau tercatat sebesar Rp134.427 miliar. Serta Pada tahun 2025 pendapatan bersih
mengalami penurunan sebesar 2,33% secara year on year atau tercatat sebesar Rp131.301
miliar.
Laba Bruto
Pertumbuhan laba bruto Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang fluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
10,86%. Pada tahun 2021 laba bruto tercatat sebesar Rp19.665 miliar. Pada tahun 2022 laba
bruto mengalami peningkatan sebesar 76,75% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp34.759 miliar. Pada tahun 2023 laba bruto mengalami peningkatan sebesar 2,96% secara
year on year atau tercatat sebesar Rp35.786 miliar. Pada tahun 2024 laba bruto mengalami
penurunan sebesar 5,46% secara year on year atau tercatat sebesar Rp33.832 miliar. Serta
Pada tahun 2025 laba bruto mengalami penurunan sebesar 12,20% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp29.704 miliar.
Laba Sebelum Pajak Penghasilan
Pertumbuhan laba sebelum pajak penghasilan Perseroan selama periode 31 Desember 2021
sampai dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang fluktuatif dengan rata-rata
CAGR sebesar 8,69%. Pada tahun 2021 laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar
Rp14.462 miliar. Pada tahun 2022 laba sebelum pajak penghasilan mengalami peningkatan
sebesar 103,61% secara year on year atau tercatat sebesar Rp29.446 miliar. Pada tahun 2023
laba sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan sebesar 2,46% secara year on year
atau tercatat sebesar Rp28.720 miliar. Pada tahun 2024 laba sebelum pajak penghasilan
mengalami penurunan sebesar 9,83% secara year on year atau tercatat sebesar Rp25.897
miliar. Serta Pada tahun 2025 laba sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan sebesar
22,07% secara year on year atau tercatat sebesar Rp20.182 miliar.
Laba Tahun Berjalan
Pertumbuhan laba tahun berjalan Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai
dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata
CAGR sebesar 9,37%. Pada tahun 2021 laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp10.608 miliar.
Pada tahun 2022 laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 116,75% secara year
on year atau tercatat sebesar Rp22.994 miliar. Pada tahun 2023 laba tahun berjalan
mengalami penurunan sebesar 3,76% secara year on year atau tercatat sebesar Rp22.130
miliar. Pada tahun 2024 laba tahun berjalan mengalami penurunan sebesar 9,09% secara
year on year atau tercatat sebesar Rp20.119 miliar. Serta Pada tahun 2025 laba tahun berjalan
mengalami penurunan sebesar 24,56% secara year on year atau tercatat sebesar Rp15.177
miliar.
Halaman 60 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 62
Laba Bersih
Pertumbuhan laba bersih Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR sebesar
9,56%. Pada tahun 2021 laba bersih tercatat sebesar Rp10.280 miliar. Pada tahun 2022 laba
bersih mengalami peningkatan sebesar 104,34% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp21.005 miliar. Pada tahun 2023 laba bersih mengalami penurunan sebesar 1,87% secara
year on year atau tercatat sebesar Rp20.612 miliar. Pada tahun 2024 laba bersih mengalami
penurunan sebesar 5,24% secara year on year atau tercatat sebesar Rp19.531 miliar. Serta
Pada tahun 2025 laba bersih mengalami penurunan sebesar 24,17% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp14.810 miliar.
Laporan Arus Kas
Tabel 32. Laporan Arus Kas Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
(dalam miliar Rupiah)
Audited Audited Audited Audited Audited
Laporan Arus Kas
Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Arus kas dari aktivitas
operasi
Penerimaan dari pelanggan 77.191 118.488 125.717 134.591 130.663
Pembayaran kepada
(43.653) (70.639) (79.769) (83.213) (84.052)
pemasok dan lain-lain
Pembayaran kepada
(8.375) (9.307) (10.881) (12.232) (12.574)
karyawan
Kas yang dihasilkan dari
25.163 38.542 35.068 39.146 34.037
operasi
Pembayaran biaya
(753) (724) (2.098) (2.758) (2.558)
keuangan
Penerimaan bunga 747 822 952 978 1.112
Pembayaran pajak
(2.826) (6.560) (8.886) (8.791) (7.502)
penghasilan badan
Penerimaan dari kelebihan
749 288 1.126 1.088 1.833
pembayaran pajak lain-lain
Penerimaan dari kelebihan
pembayaran pajak 205 523 186 381 222
penghasilan badan
Arus kas bersih yang
diperoleh dari aktivitas 23.285 32.892 26.347 30.045 27.143
operasi
Arus kas dari aktivitas
investasi
Perolehan aset tetap (2.654) (7.768) (18.012) (12.212) (12.975)
Perolehan properti investasi - - - - -
Pembayaran beban
eksplorasi dan (407) (397) (331) (313) (350)
pengembangan tangguhan
Pembayaran aset tambang
(315) (435) (327) (442) (223)
berproduksi
Pembayaran beban
(50) (1.151) (85) (64) (90)
tangguhan
Halaman 61 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 63
Audited Audited Audited Audited Audited
Laporan Arus Kas
Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Uang muka perolehan aset
(79) (686) (476) (719) (552)
tetap
Uang Muka Perolehan
- - (804) - -
Saham
Penambahan investasi pada
entitas asosiasi dan ventura (0) (264) (9.377) (1.464) (207)
bersama
Penambahan investasi
(114) - - - (1.500)
jangka panjang
Akuisisi entitas anak (4.331) (83) (500)
Penerimaan dari penjualan
280 341 143 420 456
aset tetap
Penerimaan dari penjualan
- - - - 564
Entitas Anak
Penambahan pinjaman
(1.179) (1.336) (1.533) (1.662) (726)
kepada pihak berelasi
Penambahan pinjaman
(492) (503) (430) (338) (111)
kepada pihak ketiga
Penerimaan dari pinjaman
1.055 932 1.415 1.321 2.001
kepada pihak berelasi
Penerimaan dari pinjaman
486 427 434 410 466
kepada pihak ketiga
Penarikan kas dan deposito
yang dibatasi 272 317 - - -
penggunaannya
Penerimaan dividen 39 124 273 943 302
Arus kas bersih yang
digunakan untuk aktivitas (3.159) (10.401) (33.440) (14.203) (13.446)
investasi
Arus kas dari aktivitas
pendanaan
Penerimaan pinjaman bank
481 888 162 1.078 1.269
jangka pendek
Penerimaan pinjaman bank
- - 19.630 5.656 8.220
jangka Panjang
Pembayaran pinjaman bank
(1.007) (90) (260) (977) (1.115)
jangka pendek
Pembayaran pinjaman bank
(2.508) (8.216) (3.650) (5.529) (10.005)
jangka panjang
Pembayaran pokok liabilitas
(1.060) (962) (1.106) (1.149) (1.168)
sewa
Penerimaan Pinjaman Lain-
- 114 51 3.037 1.639
lain
Pembayaran pinjaman lain-
(53) (29) (19) (3.164) (1.742)
lain
Penambahan modal dari
- 18 37 2 9
kepentingan nonpengendali
Penerimaan dari Pelepasan
Kepentingan pada Entitas - - 15 - -
Anak
Halaman 62 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 64
Audited Audited Audited Audited Audited
Laporan Arus Kas
Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Pembayaran untuk akuisisi
kepentingan nonpengendali (20) - (51) - -
pada entitas anak
Pembayaran untuk
- (3.191) - - (1.590)
pembelian saham tresuri
Pembayaran dividen
kepada:
Pemilik Entitas Induk (3.013) (6.365) (25.001) (8.118) (7.446)
Kepentingan Nonpengendali (239) (819) (2.038) (304) (542)
Arus kas bersih yang
digunakan untuk aktivitas (7.420) (18.653) (12.230) (9.468) (12.470)
pendanaan
Kenaikan bersih kas dan
12.706 3.837 (19.323) 6.374 1.228
setara kas
Kas dan setara kas pada
20.499 33.322 38.282 18.597 25.093
awal tahun
Dampak perubahan selisih
kurs terhadap kas dan 117 1.123 (362) 122 251
setara kas
Kas dan setara kas pada
33.322 38.282 18.597 25.093 26.571
akhir tahun
Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Arus kas dari aktivitas operasi mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan kas
dari kegiatan usaha utamanya. Sepanjang periode 2021 hingga 2022, arus kas dari aktivitas
operasi menunjukkan tren peningkatan.
Pada tahun 2021 arus kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp23.285 miliar. Pada tahun
2022 arus kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp32.892 miliar. Pada tahun 2023 arus
kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp26.347 miliar. Pada tahun 2024 arus kas dari
aktivitas operasi tercatat sebesar Rp30.045 miliar. Serta pada periode 31 Desember 2025 arus
kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp27.143 miliar.
Arus Kas untuk Aktivitas Investasi
Sepanjang periode 2021 hingga 2023, arus kas dari aktivitas operasi Perseroan menunjukkan
tren peningkatan, hal tersebut sejalan dengan peningkatan perolehan aset tetap, penambahan
investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama serta penambahan pinjaman kepada
pihak berelasi.
Pada tahun 2021 arus kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp3.159 miliar. Pada tahun
2022 arus kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp10.401 miliar. Pada tahun 2023 arus
kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp33.440 miliar. Pada tahun 2024 arus kas untuk
aktivitas investasi tercatat sebesar Rp14.203 miliar. Serta pada periode 31 Desember 2025
arus kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp13.446 miliar.
Halaman 63 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 65
Arus Kas untuk Aktivitas Pendanaan
Arus kas untuk aktivitas pendanaan Perseroan mengalami penurunan dan peningkatan yang
fluktuatif setiap tahunnya, hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor utama antara lain,
pembayaran pinjaman bank jangka pendek, pembayaran pinjaman bank jangka panjang,
pembayaran pokok liabilitas sewa serta pembayaran dividen.
Pada tahun 2021 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp7.420 miliar. Pada
tahun 2022 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp18.653 miliar. Pada tahun
2023 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp12.230 miliar. Pada tahun 2024
arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp9.468 miliar. Serta pada periode 31
Desember 2025 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp12.470 miliar.
Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas
Kenaikan bersih kas dan setara kas Perseroan mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi
setiap tahunnya sejalan dengan perubahan pada arus kas operasional, investasi, dan
pendanaan.
Pada tahun 2021 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp12.706 miliar. Pada
tahun 2022 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp3.837 miliar. Pada tahun
2023 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar negatif Rp 19.323 miliar. Pada tahun
2024 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp6.374 miliar. Serta pada periode
31 Desember 2025 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp1.228 miliar.
Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun
Berdasarkan laporan arus kas Perseroan periode 31 Desember 2021 hingga 30 Juni 2025,
kas dan setara kas pada akhir tahun menunjukkan fluktuasi seiring perubahan aktivitas
operasi, investasi, dan pendanaan.
PaPada tahun 2021 kas dan setara kas pada akhir tahun mengalami peningkatan sebesar
sebesar Rp33.322 miliar. Pada tahun 2022 kas dan setara kas pada akhir tahun mengalami
peningkatan sebesar Rp38.282 miliar. Pada tahun 2023 kas dan setara kas pada akhir tahun
mengalami penurunan sebesar Rp18.597 miliar. Pada tahun 2024 kas dan setara kas pada
akhir tahun mengalami peningkatan sebesar Rp25.093 miliar. Serta pada periode 31
Desember 2025 kas dan setara kas pada akhir tahun mengalami kenaikan sebesar Rp 26.571
miliar.
• Analisis Common Size (Common Size Analysis)
Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan keuangan
Perusahaan untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset terhadap
total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta komposisi biaya biaya
atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil analisis laporan keuangan
Perseroan dengan menggunakan metode common size statement analysis:
Halaman 64 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 66
Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan
Tabel 33. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%)
Laporan Posisi Keuangan Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Total Aset Lancar 53,84% 56,19% 40,69% 41,29% 40,61%
Total Aset Tidak Lancar 46,16% 43,81% 59,31% 58,71% 59,39%
Total Aset 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Total Liabilitas Jangka Pendek 27,09% 29,92% 27,94% 26,73% 29,96%
Total Liabilitas Jangka Panjang 9,11% 6,35% 17,50% 15,34% 11,98%
Total Liabilitas 36,19% 36,28% 45,44% 42,07% 41,94%
Total Ekuitas 63,81% 63,72% 54,56% 57,93% 58,06%
Total Liabilitas dan Ekuitas 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Mengacu pada laporan posisi keuangan Perseroan, berdasarkan analisis common size
statement, selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025,
rata-rata proporsi aset lancar terhadap rata-rata total aset sebesar 46,52% lebih kecil
dibandingkan dengan rata-rata proporsi aset tidak lancar terhadap rata-rata total aset
sebesar 53,48%. Pada periode 31 Desember 2025 proporsi aset lancar terhadap total aset
sebesar 40,61%, dan proporsi aset tidak lancar terhadap total aset sebesar 59,39%.
Kemudian selama 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025, rata-
rata proporsi liabilitas terhadap rata-rata total aset sebesar 40,39% lebih kecil
dibandingkan dengan rata-rata proporsi ekuitas terhadap rata-rata total aset sebesar
59,61%. Pada periode 31 Desember 2025 proporsi total liabilitas terhadap total aset
sebesar 41,94%, dan proporsi ekuitas terhadap total aset sebesar 58,06%.
Analisis Commonsize Statement – Laporan Laba Rugi
Tabel 34. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%)
Laporan Laba Rugi Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Pendapatan bersih 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Laba bruto 24,75% 28,12% 27,83% 25,17% 22,62%
Laba sebelum pajak
18,20% 23,82% 22,34% 19,26% 15,37%
penghasilan
Laba tahun berjalan 13,35% 18,60% 17,21% 14,97% 11,56%
Laba bersih 12,94% 16,99% 16,03% 14,53% 11,28%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Berdasarkan analisis common size statement, rata-rata proporsi laba bruto terhadap rata-
rata pendapatan bersih selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember
2025 adalah sebesar 25,70%, dan proporsi laba bruto terhadap pendapatan bersih pada
periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 22,62%.
Rata-rata proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap rata-rata pendapatan bersih
selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar
19,80%, dan proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap pendapatan bersih pada
periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 15,37%.
Halaman 65 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 67
Rata-rata proporsi laba tahun berjalan terhadap rata-rata pendapatan bersih selama
periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar 15,14%,
dan proporsi laba tahun berjalan terhadap pendapatan bersih pada periode 31 Desember
2025 adalah sebesar 11,56%.
Rata-rata proporsi laba bersih terhadap rata-rata pendapatan bersih selama periode 31
Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar 14,35%, dan proporsi
laba bersih terhadap pendapatan bersih pada periode 31 Desember 2025 adalah sebesar
11,28%.
Kinerja Historis KAF
• Laporan Keuangan
Data laporan keuangan yang digunakan dalam analisis ini adalah laporan keuangan audited
KAF periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.
Laporan keuangan tersebut menjadi dasar dalam penilaian kinerja historis dan posisi
keuangan perusahaan, meliputi Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, serta Laporan
Arus Kas pada masing-masing periode.
Laporan Posisi Keuangan
Tabel 35. Laporan Posisi Keuangan KAF Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
(dalam juta Rupiah)
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
2021 2022 2023 2024 2025
Aset
Kas Dan Setara Kas 155.388 236.605 279.642 254.713 264.592
Investasi Bersih Dalam Sewa
3.983.826 6.130.331 6.940.173 7.498.900 6.843.813
Pembiayaan
Pembayaran Di Muka
3.258 8.076 6.466 8.754 53.152
(Prepayments)
Aset Tetap - Bersih 17.865 23.796 21.410 20.176 21.815
Aset Derivatif 4.669 44.053 18.731 111.310 106.124
Aset Pajak Tangguhan 5.432 8.172 7.850 18.556 9.062
Aset Lain-Lain 1.822 2.008 1.968 2.063 2.142
Jumlah Aset 4.172.260 6.453.041 7.276.240 7.914.472 7.300.700
Liabilitas
Utang Usaha (Account
36.852 76.647 175.520 112.036 40.140
Payable)
Pinjaman Bank 1.534.829 3.258.115 3.688.049 4.177.495 3.603.262
Pinjaman Dari Pihak Berelasi 752.649 1.025.077 1.185.833 1.204.655 987.578
Utang Pajak Penghasilan 9.222 11.221 9.752 15.815 4.775
Beban Akrual Dan Liabilitas
37.265 55.969 87.326 81.180 105.163
Lain-Lain
Liabilitas Derivatif 5.514 - 14.351 5.256 4.399
Liabilitas Imbalan
2.709 2.941 6.751 6.594 6.010
Pascakerja
Jumlah Liabilitas 2.379.040 4.429.970 5.167.582 5.603.031 4.751.327
Halaman 66 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 68
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
2021 2022 2023 2024 2025
Ekuitas
Modal Saham 436.300 436.300 436.300 436.300 436.300
Cadangan Translasi Mata
491.810 677.397 637.339 742.258 833.672
Uang Asing
Saldo Laba 865.110 909.374 1.035.019 1.132.883 1.279.401
Jumlah Ekuitas 1.793.220 2.023.071 2.108.658 2.311.441 2.549.373
Jumlah Liabilitas Dan
4.172.260 6.453.041 7.276.240 7.914.472 7.300.700
Ekuitas
Sumber: Laporan Keuangan Audit KAF Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
Jumlah Aset
Pertumbuhan jumlah aset KAF selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
15,01%. Pada tahun 2021 jumlah aset tercatat sebesar Rp4.172.260juta. Pada tahun 2022
jumlah aset mengalami peningkatan sebesar 54,67% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp6.453.041juta. Pada Tahun 2023 jumlah aset mengalami peningkatan sebesar 12,76%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp.7.276.240 juta. Pada tahun 2024 jumlah aset
mengalami peningkatan sebesar 8,77% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp7.914.472juta. Pada tahun 2025 jumlah aset mengalami penurunan sebesar 7,76% secara
year on year atau tercatat sebesar Rp7.300.700juta.
Jumlah Liabilitas
Pertumbuhan jumlah liabilitas KAF selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
18,88%. Pada tahun 2021 jumlah liabilitas tercatat sebesar Rp2.379.040 juta. Pada tahun
2022 jumlah liabilitas mengalami peningkatan sebesar 86,21% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp4.429.970 juta. Pada Tahun 2023 jumlah liabilitas mengalami peningkatan
sebesar 16,65% secara year on year atau tercatat sebesar Rp5.167.582 juta. Pada tahun 2024
jumlah liabilitas mengalami peningkatan sebesar 8,43% secara year on year atau tercatat
sebesar Rp5.603.031 juta. Pada tahun 2025 jumlah liabilitas mengalami penurunan sebesar
15,20% secara year on year atau tercatat sebesar Rp4.751.327 juta.
Jumlah Ekuitas
Pertumbuhan jumlah ekuitas KAF selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan rata-rata CAGR sebesar
9,19%. Pada tahun 2021 jumlah ekuitas tercatat sebesar Rp1.793.220 juta. Pada tahun 2022
jumlah ekuitas mengalami peningkatan sebesar 12,82% secara year on year atau tercatat
sebesar Rp2.023.071 juta. Pada Tahun 2023 jumlah ekuitas mengalami peningkatan sebesar
4,23% secara year on year atau tercatat sebesar Rp2.108.658 juta. Pada tahun 2024 jumlah
ekuitas mengalami peningkatan sebesar 9,62% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp2.311.441 juta. Pada tahun 2025 jumlah ekuitas mengalami peningkatan sebesar 10,29%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp2.549.373 juta.
Halaman 67 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 69
Laporan Laba Rugi
Tabel 36. Laporan Laba Rugi KAF Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
(dalam juta Rupiah)
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
2021 2022 2023 2024 2025
Pendapatan
Pendapatan Sewa
230.412 399.828 603.623 648.409 657.270
Pembiayaan
Pendapatan Bunga 1.803 2.561 5.844 7.150 7.094
Keuntungan (Kerugian)
Perubahan Nilai Wajar 4.215 42.464 (38.337) 99.517 (8.242)
Derivatif, Bersih
Jumlah Pendapatan 236.430 444.853 571.130 755.076 656.122
Beban
Biaya Keuangan (Finance
(83.104) (169.036) (285.004) (319.554) (334.110)
Cost)
Beban Personalia (33.764) (38.375) (49.033) (55.081) (60.200)
Pembalikan (Penambahan)
16.514 (18.264) (45.000) (5.711) 19.032
Kerugian Penurunan Nilai
Transportasi Dan
(6.710) (8.427) (10.684) (11.556) (12.540)
Komunikasi
Penyusutan Aset Tetap (4.708) (4.761) (6.452) (7.909) (9.173)
Perbaikan Dan
(2.065) (2.688) (2.607) (3.231) (3.757)
Pemeliharaan
Biaya Profesional (5.255) (4.605) (3.694) (3.081) (3.152)
Sewa (3.582) (1.778) (1.777) (1.812) (1.862)
Kerugian Selisih Kurs, Bersih (283) (87.069) 41.918 (127.115) (54.563)
Lain-Lain (3.564) (7.926) (4.986) (7.441) (7.502)
Jumlah Beban (126.521) (342.929) (367.319) (542.491) (467.827)
Laba Sebelum Pajak
109.909 101.924 203.811 212.585 188.295
Penghasilan
Pajak Penghasilan
Beban Pajak Penghasilan (25.471) (22.892) (45.840) (47.741) (42.436)
Laba Tahun Berjalan 84.438 79.032 157.971 164.844 145.859
Sumber: Laporan Keuangan Audit KAF Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
Pendapatan Bersih
Pertumbuhan penjualan KAF selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember
2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar 29,07%.
Pada tahun 2021 penjualan tercatat sebesar Rp236.430 juta. Pada tahun 2022 penjualan
mengalami peningkatan sebesar 88,15% secara year on year atau tercatat sebesar Rp444.853
juta. Pada Tahun 2023 penjualan mengalami peningkatan sebesar 28,39% secara year on
year atau tercatat sebesar Rp571.130 juta. Pada tahun 2024 penjualan mengalami
peningkatan sebesar 32,21% secara year on year atau tercatat sebesar Rp755.076 juta. Pada
tahun 2025 penjualan mengalami penurunan sebesar 13,11% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp656.122 juta.
Laba Sebelum Pajak Penghasilan
Pertumbuhan laba sebelum pajak penghasilan KAF selama periode 31 Desember 2021
sampai dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-
Halaman 68 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 70
rata CAGR sebesar 14,41%. Pada tahun 2021 laba sebelum pajak penghasilan tercatat
sebesar Rp109.909 juta. Pada tahun 2022 laba sebelum pajak penghasilan mengalami
penurunan sebesar 7,27% secara year on year atau tercatat sebesar Rp101.924 juta. Pada
Tahun 2023 laba sebelum pajak penghasilan mengalami peningkatan sebesar 99,96% secara
year on year atau tercatat sebesar Rp203.811 juta. Pada tahun 2024 laba sebelum pajak
penghasilan mengalami peningkatan sebesar 4,30% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp212.585 juta. Pada tahun 2025 laba sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan
sebesar 11,43% secara year on year atau tercatat sebesar Rp188.295 juta.
Laba Tahun Berjalan
Pertumbuhan laba tahun berjalan KAF selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
14,64%. Pada tahun 2021 laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp84.438 juta. Pada tahun
2022 laba tahun berjalan mengalami penurunan sebesar 6,40% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp79.032 juta. Pada Tahun 2023 laba tahun berjalan mengalami
peningkatan sebesar 99,88% secara year on year atau tercatat sebesar Rp157.971 juta. Pada
tahun 2024 laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 4,35% secara year on year
atau tercatat sebesar Rp164.844 juta. Pada tahun 2025 laba tahun berjalan mengalami
penurunan sebesar 11,52% secara year on year atau tercatat sebesar Rp145.859 juta.
Laporan Arus Kas
Tabel 37. Laporan Arus Kas KAF Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
(dalam juta Rupiah)
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025
Arus Kas Bersih - Aktivitas
(456.488) (1.708.157) (543.320) (289.128) 948.910
Operasi
Arus Kas Bersih - Aktivitas
(7.276) (8.255) (4.409) (6.675) (10.812)
Investasi
Arus Kas Bersih - Aktivitas
410.174 1.787.488 595.236 257.906 (919.190)
Pendanaan
Kenaikan (Penurunan)
(53.590) 71.076 47.507 (37.897) 18.908
Bersih Kas Dan Setara Kas
Efek Translasi (Translation
1.508 10.141 (4.470) 12.968 (9.029)
Effect)
Kas Dan Setara Kas Awal
207.470 155.388 236.605 279.642 254.713
Tahun
Kas Dan Setara Kas Akhir
155.388 236.605 279.642 254.713 264.592
Tahun
Sumber: Laporan Keuangan Audit KAF Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
Berikut adalah macam-macam arus kas KAF berdasarkan data historis laporan keuangan KAF
per 31 Desember 2025:
▪ Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasional KAF per 31 Desember 2025
adalah sebesar Rp948.910 juta. Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan operasional KAF
menghasilkan arus kas positif.
▪ Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi KAF per 31 Desember 2025
adalah sebesar negatif Rp10.812 juta. Arus kas investasi bernilai negatif karena
perusahaan melakukan pembelian aset tetap.
▪ Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan KAF per 31 Desember 2025
adalah sebesar negatif Rp919.190 juta. Aktivitas pendanaan dicatatkan negatif karena
terdapat pembayaran pinjaman bank dan pembayaran pinjaman pihak berelasi.
Halaman 69 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 71
• Analisis Common Size (Common Size Analysis)
Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan keuangan
Perusahaan untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset terhadap
total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta komposisi biaya biaya
atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil analisis laporan keuangan
perusahaan dengan menggunakan metode common size statement analysis:
Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan
Tabel 38. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%)
Laporan Posisi Keuangan 2021 2022 2023 2024 2025
Jumlah Aset 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Jumlah Liabilitas 57,02% 68,65% 71,02% 70,79% 65,08%
Jumlah Ekuitas 42,98% 31,35% 28,98% 29,21% 34,92%
Jumlah Liabilitas Dan Ekuitas 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Mengacu pada laporan posisi keuangan KAF, berdasarkan analisis common size statement,
selama 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025, rata-rata proporsi
liabilitas terhadap rata-rata total aset lebih besar sebesar 66,51% dibandingkan dengan
rata-rata proporsi ekuitas terhadap rata-rata total aset sebesar 33,49%. Pada periode 31
Desember 2025 proporsi total liabilitas terhadap total aset lebih besar sebesar 65,08%
dibandingkan dengan proporsi ekuitas terhadap total aset sebesar 34,92%.
Analisis Commonsize Statement – Laporan Laba Rugi
Tabel 39. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%)
Laporan Laba Rugi Dan
2021 2022 2023 2024 2025
Penghasilan
Jumlah Pendapatan 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Laba Sebelum Pajak
46,49% 22,91% 35,69% 28,15% 28,70%
Penghasilan
Laba Tahun Berjalan 35,71% 17,77% 27,66% 21,83% 22,23%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Rata-rata proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap rata-rata pendapatan bersih
selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar
32,39%, dan proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap pendapatan bersih pada
periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 28,70%.
Rata-rata proporsi laba tahun berjalan terhadap rata-rata pendapatan bersih selama
periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar 25,04%,
dan proporsi laba tahun berjalan terhadap pendapatan bersih pada periode 31 Desember
2025 adalah sebesar 22,23%.
3.2.2 Penilaian Atas Proyeksi Keuangan
Proyeksi penjualan Perseroan disusun spesifik terhadap tambahan penjualan alat berat yang
didukung dari penyaluran pinjaman kepada KAF.
Halaman 70 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 72
Tabel 40. Proyeksi Penjualan Setelah Rencana Transaksi
Periode Jul-26 Aug-26 Sep-26 Oct-26 Nov-26 Dec-26
Periode Start 01/07/2026 01/08/2026 01/09/2026 01/10/2026 01/11/2026 01/12/2026
Periode End 31/07/2026 31/08/2026 30/09/2026 31/10/2026 30/11/2026 31/12/2026
Total Penjualan Unit 21 23 22 26 30 28
Total Pendapatan
Penjualan (dalam 38.214 44.304 35.989 45.986 51.877 51.376
jutaan)
Target Laba Bersih 7.477 9.004 8.533 9.802 8.644 12.680
Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan
Tabel 41. Proyeksi Penjualan Setelah Rencana Transaksi (lanjutan)
Periode Jan-27 Feb-27 Mar-27 Apr-27 May-27 Jun-27
Periode Start 01/01/2027 01/02/2027 01/03/2027 01/04/2027 01/05/2027 01/06/2027
Periode End 31/01/2027 28/02/2027 31/03/2027 30/04/2027 31/05/2027 30/06/2027
Total Penjualan Unit 32 36 22 29 26 21
Total Pendapatan
Penjualan (dalam 55.701 60.019 36.827 46.909 48.058 37.244
jutaan)
Target Laba Bersih 9.364 9.757 12.140 9.708 11.912 10.558
Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan
Proyeksi terdiri dari tambahan jumlah penjualan unit, jenis unit alat berat, harga jual unit, total
pendapatan, dan target laba bersih. Basis target laba bersih pada proyeksi diasumsikan sebesar
10% dari total penjualan.
Tabel 42. Margin Laba Bersih Perseroan
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025
Margin Laba Bersih 12,94% 16,99% 16,03% 14,53% 11,28%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Secara historis, Perseroan mencatatkan margin laba bersih selama 5 tahun dengan rentan 11,28%
pada tahun 2025 hingga sebesar 16,94% pada tahun 2022. Secara rata-rata, margin laba bersih
Perseroan selama 5 tahun adalah sebesar 14,35%.
Basis asumsi margin laba bersih sebesar 10% dari proyeksi tambahan penjualan diperoleh dari
asumsi konservatif rata-rata margin laba bersih Perseroan periode 5 tahun sejak tahun 2021
hingga 2025.
3.2.3 Analisis Rasio Keuangan
Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) - Perseroan
Analisis rasio keuangan atau Financial Ratio Analysis merupakan salah satu bentuk teknis analisis
laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos pos tertentu dari
laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya.
Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang digunakan dalam analisis rasio
keuangan Perseroan.
Halaman 71 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 73
Tabel 43. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis)
Rasio Keuangan Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Rasio Profitabilitas (%)
Gross Profit Margin 24,75% 28,12% 27,83% 25,17% 22,62%
Operating Profit Margin 18,72% 23,57% 23,12% 20,22% 16,81%
Net Profit Margin 12,94% 16,99% 16,03% 14,53% 11,28%
Return On Assets 9,13% 14,95% 13,38% 11,52% 8,34%
Return On Equity 14,31% 23,47% 24,53% 19,89% 14,36%
Rasio Likuiditas (X)
Current Ratio 1,99X 1,88X 1,46X 1,54X 1,36X
Quick Ratio 1,68X 1,51X 1,06X 1,17X 1,04X
Cash Ratio 1,09X 0,91X 0,43X 0,55X 0,50X
Rasio Solvabilitas (X)
Debt to Equity Ratio 0,13X 0,03X 0,22X 0,21X 0,18X
Debt to Assets Ratio 0,08X 0,02X 0,12X 0,12X 0,11X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan
operasionalnya. Rasio ini menunjukkan efisiensi manajemen dalam mengelola sumber daya
perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Rasio yang digunakan antara lain:
1. Gross Profit Margin (GPM)
Gross Profit Margin adalah rasio yang menggambarkan tingkat laba kotor terhadap penjualan
bersih setelah dikurangi harga pokok penjualan atau rasi laba kotor atas penjualan
perusahaan. Rata-rata rasio Gross Profit Margin Perseroan selama periode 31 Desember 2021
hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 25,70%, dan pada periode 31 Desember 2025
tercatat sebesar 22,62%.
2. Operating Profit Margin (OPM)
Operating Profit Margin adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan
menghasilkan laba dari kegiatan operasional utama sebelum beban bunga dan pajak. Rata-
rata rasio Operating Profit Margin Perseroan selama periode 31 Desember 2021 hingga 31
Desember 2025 adalah sebesar 20,49%, dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat
sebesar 16,81%.
3. Net Profit Margin (NPM)
Net Profit Margin adalah rasio untuk mengukur besarnya laba bersih yang dihasilkan dari
setiap satuan penjualan. Rata-rata rasio Net Profit Margin Perseroan selama periode 31
Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 14,35%, dan pada periode 31
Desember 2025 tercatat sebesar 11,28%.
Halaman 72 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 74
4. Return on Assets (ROA)
Return on Assets adalah rasio yang menunjukkan kemampuan aset perusahaan dalam
menghasilkan laba bersih. Rata-rata rasio Return on Assets Perseroan selama periode 31
Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 11,47%, dan pada periode 31
Desember 2025 tercatat sebesar 8,34%.
5. Return on Equity (ROE)
Return on Equity adalah rasio untuk mengukur tingkat pengembalian atas modal yang
diinvestasikan oleh pemegang saham. Rata-rata rasio Return on Equity Perseroan selama
periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 19,31%, dan pada
periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 14,36%.
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki. Rasio ini menilai tingkat keamanan
keuangan perusahaan dalam menghadapi kewajiban lancar. Rasio yang digunakan antara lain:
1. Current Ratio
Current Ratio adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar utang lancar
menggunakan aset lancar. Rata-rata rasio aset lancar terhadap kewajiban lancar Perseroan
selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 1,64 kali dan
pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 1,36 kali.
2. Quick Ratio
Quick Ratio adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban
lancar tanpa mengandalkan persediaan. Rata-rata rasio aset lancar tanpa persedian terhadap
kewajiban lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025
adalah sebesar 1,29 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 1,04 kali.
3. Cash Ratio
Cash Ratio adalah rasio untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan melunasi kewajiban
lancar hanya dengan kas dan setara kas. Rata-rata rasio kas dan setara kas dibandingkan
kewajiban lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025
adalah sebesar 0,70 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 0,50 kali.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban
jangka panjang serta menilai struktur pendanaan perusahaan. Rasio ini menunjukkan sejauh
mana aset perusahaan dibiayai oleh utang dan ekuitas. Indikator yang digunakan antara lain:
1. Debt to Equity Ratio (DER)
Debt to Equity Ratio adalah rasio yang menunjukkan besarnya aset perusahaan yang dibiayai
oleh utang. Rata-rata rasio total utang terhadap total aset Perseroan selama periode 31
Halaman 73 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 75
Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,15 kali dan pada periode 31
Desember 2025 tercatat sebesar 0,18 kali.
2. Debt to Assets Ratio (DAR)
Debt to Assets Ratio adalah rasio yang menggambarkan proporsi antara total utang terhadap
ekuitas perusahaan. Rata-rata rasio total utang terhadap total ekuitas Perseroan selama
periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,09 kali dan pada
periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 0,11 kali.
Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) - KAF
Analisis rasio keuangan atau Financial Ratio Analysis merupakan salah satu bentuk teknis analisis
laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos pos tertentu dari
laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya.
Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang digunakan dalam analisis rasio
keuangan perusahaan.
Tabel 44. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis)
Rasio Keuangan Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Rasio Profitabilitas (%)
Net Profit Margin 35,71% 17,77% 27,66% 21,83% 22,23%
Return On Assets 2,02% 1,22% 2,17% 2,08% 2,00%
Return On Equity 4,71% 3,91% 7,49% 7,13% 5,72%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan
operasionalnya. Rasio ini menunjukkan efisiensi manajemen dalam mengelola sumber daya
perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Rasio yang digunakan antara lain:
1. Net Profit Margin (NPM)
Net Profit Margin adalah rasio untuk mengukur besarnya laba bersih yang dihasilkan dari
setiap satuan penjualan. Rata-rata rasio Net Profit Margin Perseroan selama periode 31
Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 25,09%, dan pada periode 31
Desember 2025 tercatat sebesar 22,23%.
2. Return on Assets (ROA)
Return on Assets adalah rasio yang menunjukkan kemampuan aset perusahaan dalam
menghasilkan laba bersih. Rata-rata rasio Return on Assets Perseroan selama periode 31
Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 1,90%, dan pada periode 31
Desember 2025 tercatat sebesar 2,00%.
3. Return on Equity (ROE)
Return on Equity adalah rasio untuk mengukur tingkat pengembalian atas modal yang
diinvestasikan oleh pemegang saham. Rata-rata rasio Return on Equity Perseroan selama
Halaman 74 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 76
periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 5,79%, dan pada
periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 5,72%.
Tabel 45. Rasio Keuangan Dan Kesehatan Perusahaan
Rasio Keuangan dan Kesehatan Perusaaan 2021 2022 2023 2024 2025
Non-performing Financing Ratio (NPF) Net 0,26% 0,17% 0,15% 0,00% 0,00%
Financing to Assets Ratio 95% 95% 95% 95% 94%
Financing to Borrowing Ratio 174% 143% 142% 139% 149%
Equity to Paid-Up-Capital Ratio 230% 235% 250% 262% 278%
Equity to Assets Ratio 84% 62% 29% 29% 35%
Productive Financing Ratio
Investment Financing and Working Capital
1X 1X 1X 1X 1X
Financing
Gearing Ratio 1,28X 2,12X 2,45X 1,8X 1,8X
Sumber: Informasi Laporan Keuangan KAF 2021-2025
Secara keseluruhan, hasil analisis rasio keuangan dan kesehatan perusahaan KAF selama periode
2021–2025 menunjukkan bahwa perusahaan telah memenuhi ketentuan yang diatur dalam POJK
No. 35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan. Pemenuhan
ini tidak hanya bersifat formal-regulatoris, namun juga mencerminkan kinerja keuangan yang
fundamental sehat.
3.2.4 Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi
Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi dapat dilihat dari perubahan
keuangan pada pos-pos yang terdampak. Pada Rencana Transaksi ini, dampak keuangan atas
Rencana Transaksi disajikan pada tabel berikut:
Tabel 46. Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi
(dalam juta Rupiah)
Audited Proforma
Laporan Posisi Keuangan 31 Desember Penyesuaian 31 Desember
2025 2025
Aset
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 26.570.772 (552.504) 26.018.268
Piutang Usaha
Pihak Ketiga 18.559.795 18.559.795
Pihak Berelasi 1.357.868 1.357.868
Piutang Non Usaha
Pihak Ketiga 492.811 492.811
Pihak Berelasi 1.203.084 1.203.084
Persediaan 16.729.809 16.729.809
Proyek dalam Pelaksanaan 28.698 28.698
Pihak Ketiga
Pihak Berelasi
Pajak Dibayar Dimuka
Pajak Penghasilan Badan 1.653.543 1.653.543
Pajak Lain-lain 3.643.857 3.643.857
Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka 1.543.309 1.543.309
Halaman 75 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 77
Audited Proforma
Laporan Posisi Keuangan 31 Desember Penyesuaian 31 Desember
2025 2025
Aset Lancar Lain-lain 357.480 357.480
Total Aset Lancar 72.141.026 (552.504) 71.588.522
Aset Tidak Lancar
Kas dan deposito berjangka yang
787.806 787.806
dibatasi penggunaannya
Piutang usaha
Pihak Ketiga 453.411 453.411
Pihak Berelasi 18.957 18.957
Piutang Non Usaha
Pihak Ketiga 88.336 88.336
Pihak Berelasi 3.103.936 552.504 3.656.440
Persediaan 105.530 105.530
Pajak dibayar dimuka
Pajak Penghasilan Badan 1.446.559 1.446.559
Pajak Lain-lain 1.650.429 1.650.429
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 793.619 793.619
Investasi pada entitas asosiasi
Investments in associates dan ventura 17.223.562 17.223.562
bersama
Investasi jangka panjang 3.175.766 3.175.766
Aset tetap 45.296.550 45.296.550
Properti pertambangan 14.809.384 14.809.384
Properti investasi 244.469 244.469
Beban eksplorasi dan pengembangan
2.768.518 2.768.518
tangguhan
Aset tambang berproduksi 3.958.340 3.958.340
Beban tangguhan 1.169.123 1.169.123
Aset pajak tangguhan 4.891.419 4.891.419
Goodwill 3.510.559 3.510.559
Total Aset Tidak Lancar 105.496.273 552.504 106.048.777
Total Aset 177.637.299 0 177.637.299
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha
Pihak Ketiga 29.095.249 29.095.249
Pihak Berelasi 213.679 213.679
Utang non-usaha
Pihak Ketiga 1.132.969 1.132.969
Pihak Berelasi 87.548 87.548
Utang pajak
Pajak Penghasilan Badan 825.803 825.803
Pajak Lain-lain 584.846 584.846
Akrual 6.692.531 6.692.531
Uang muka pelanggan
Pihak Ketiga 857.034 857.034
Halaman 76 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 78
Audited Proforma
Laporan Posisi Keuangan 31 Desember Penyesuaian 31 Desember
2025 2025
Pihak Berelasi 44.175 44.175
Pendapatan tangguhan 1.021.152 1.021.152
Liabilitas imbalan kerja 1.053.575 1.053.575
Pinjaman bank jangka pendek 560.000 560.000
Bagian jangka pendek dari utang
jangka panjang
Pinjaman Bank 9.682.666 9.682.666
Liabilitas Sewa 801.430 801.430
Pinjaman Lain-lain 560.318 560.318
Pinjaman bank jangka pendek dari
Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
Lain-lain
Total Liabilitas Jangka Pendek 53.212.975 0 53.212.975
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas pajak tangguhan 3.768.016 3.768.016
Provisi rehabilitasi, reklamasi, dan
1.154.627 1.154.627
penutupan tambang
Liabilitas imbalan kerja 5.497.626 5.497.626
Utang jangka panjang, setelah
dikurangi bagian jangka pendek
Pinjaman Bank 6.054.620 6.054.620
Liabilitas Sewa 976.309 976.309
Pinjaman Lain-lain 281.698 281.698
Liabilitas keuangan jangka panjang
3.555.105 3.555.105
lain-lain
Total Liabilitas Jangka Panjang 21.288.001 0 21.288.001
Total Liabilitas 74.500.976 0 74.500.976
Ekuitas
Ekuitas yang diatribusikan kepada
entitas induk
Modal Disetor 932.534 932.534
Tambahan Modal Disetor 9.703.937 9.703.937
Saham Tresuri (4.902.237) (4.902.237)
Saldo Laba
Dicadangkan 186.507 186.507
Belum Dicadangkan 85.547.627 85.547.627
Selisih kurs dari penjabaran Laporan
9.227.066 9.227.066
keuangan
Cadangan lindung nilai (2.065.280) (2.065.280)
Cadangan penyesuaian nilai wajar aset
19.386 19.386
tetap
Transaksi dengan Kepentingan
(875.920) (875.920)
Nonpengendali
Total Ekuitas yang diatribusikan
97.773.620 0 97.773.620
kepada entitas induk
Kepentingan Nonpengandali 5.362.703 5.362.703
Total Ekuitas 103.136.323 0 103.136.323
Halaman 77 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 79
Audited Proforma
Laporan Posisi Keuangan 31 Desember Penyesuaian 31 Desember
2025 2025
Total Liabilitas dan Ekuitas 177.637.299 0 177.637.299
Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi – 31 Desember 2025
Tabel 47. Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi
(dalam juta Rupiah)
Audited Proforma
Laporan Laba Rugi 31 Desember Penyesuaian 31 Desember
2025 2025
Pendapatan bersih 131.300.810 131.300.810
Beban pokok pendapatan (101.597.306) (101.597.306)
Laba bruto 29.703.504 0 29.703.504
Beban penjualan (1.597.792) (1.597.792)
Beban umum dan administrasi (6.040.414) (6.040.414)
Beban lain-lain, bersih (256.226) (256.226)
Penghasilan keuangan 1.244.489 1.244.489
Biaya keuangan (2.625.818) (2.625.818)
Bagian atas laba bersih entitas asosiasi
(245.576) (245.576)
dan ventura bersama
Laba sebelum pajak penghasilan 20.182.167 0 20.182.167
Beban pajak penghasilan (5.005.403) (5.005.403)
Laba tahun berjalan 15.176.764 0 15.176.764
Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi - 31 Desember 2025
Analisis proforma dari Rencana Transaksi terhadap keuangan Perseroan diantaranya:
• Terdapat penyesuaian penurunan pada pos kas dan setara kas sebesar Rp552.504 miliar
akibat rencana pemberian pinjaman kepada KAF yang bersumber dari dana internal
Perseroan.
• Terdapat penyesuaian kenaikan pada pos piutang non usaha pihak berelasi sebesar
Rp552.504 miliar akibat rencana pemberian pinjaman kepada KAF dimana rencana pinjaman
yang diberikan merupakan pinjaman non usaha dan KAF yang merupakan perusahaan yang
terafiliasi dengan Perseroan.
• Pada proforma laba rugi, tidak ada penyesuaian yang merubah pos-pos keuangan sebelum
dan setelah rencana transaksi pemberian pinjaman.
Secara garis besar, Rencana Transaksi berdampak pada pengurangan kas akibat penggunaan
dana internal Perseroan sebagai pinjaman yang diberikan kepada KAF dan kenaikan piutang non
usaha pihak berelasi sebagai pencatatan piutang atas pinjaman yang diberikan Perseroan ke
KAF.
3.2.5 Analisis Kemampuan Bayar Sampai Saat Jatuh Tempo
Pada analisis kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo, digunakan proksi KAF sebagai
penerima pinjaman berupa kinerja keuangan historis dan rasio keuangan terkait pemenuhan
regulasi dan kesehatan perusahaan.
Tabel 48. Rasio Profitabilitas KAF
Rasio Profitabilitas KAF 2021 2022 2023 2024 2025
Rasio Profitabilitas (%)
Halaman 78 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 80
Rasio Profitabilitas KAF 2021 2022 2023 2024 2025
Net Profit Margin 35,71% 17,77% 27,66% 21,83% 22,23%
Return on Assets 2,02% 1,22% 2,17% 2,08% 2,00%
Return on Equity 4,71% 3,91% 7,49% 7,13% 5,72%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Perusahaan mencatatkan kinerja margin laba bersih dalam rentang 17,77% pada tahun 2022
hingga 35,71% pada tahun 2021 dengan tren berfluktuatif selama 5 tahun. Menggunakan proksi
pendapatan berbanding aset, perusahaan mencatatkan perolehan sebesar 2,02% pada tahun
2021 hingga sebesar 2,00% pada tahun 2025. Menggunakan proksi pendapatan berbanding
ekuitas, perusahaan mencatatkan perolehan sebesar 4,71% pada tahun 2021 hingga sebesar
5,72% pada tahun 2025 selama 5 tahun.
Tabel 49. Rasio Keuangan dan Kesehatan KAF
Rasio Keuangan KAF 2021 2022 2023 2024 2025
Non-performing Financing Ratio
0,26% 0,17% 0,15% 0,00% 0,00%
(NPF) Net
Financing to Assets Ratio 95% 95% 95% 95% 94%
Financing to Borrowing Ratio 174% 143% 142% 139% 149%
Equity to Paid-Up-Capital Ratio 230% 235% 250% 262% 278%
Equity to Assets Ratio 84% 62% 29% 29% 35%
Productive Financing Ratio :
Investment Financing and Working 1X 1X 1X 1X 1X
Capital Financing
Sumber: Laporan Keuangan KAF 2021-2025
Pada rasio keuangan dan tingkat kesehata perusahaan, perusahaan mencatatkan pemenuhan
ketentuan regulator dan pemenuhan tingkat kesehatan perusahaan yang diatur pada POJK No.
35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan yang berkaitan
dengan ketentuan pemenuhan gearing ratio, rasio Saldo Piutang Pembiayaan (Outstanding
Principal) untuk Pembiayaan Investasi dan Pembiayaan Modal Kerja dibandingkan dengan total
Saldo Piutang Pembiayaan (Outstanding Principal), pemenuhan ekuitas, rasio Ekuitas terhadap
Modal Disetor, rasio permodalan, dan pemenuhan ketentuan lainnya yang diatur pada POJK No.
35/POJK.05/2018.
Secara keseluruhan, hasil analisis rasio keuangan dan kesehatan perusahaan KAF selama periode
2021–2025 menunjukkan bahwa perusahaan memenuhi ketentuan yang diatur dalam POJK No.
35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan. Indikator kinerja
keuangan dan pemenuhan regulasi terkait perusahaan pembiayaan dapat menjadi salah satu
proksi kemampuan melunasi pinjaman terkait rencana transaksi.
3.2.6 Analisis Cash Management Dan Financial Covenant
Analisis cash management dari Rencana Transaksi dapat dianalisis dari sumber pendanaan
pinjaman, besaran nilai Rencana Transaksi terhadap kas dan setara kas Perusahaan, dan rasio
kas Perusahaan sebelum dan setelah Rencana Transaksi.
Halaman 79 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 81
Tabel 50. Analisis Cash Management
(dalam juta Rupiah)
Analisis Cash Management 31 Desember 2025
Kas dan Setara Kas PT United Tractors Tbk 26.570.772
Nilai Rencana Transaksi 700.000
Nilai Rencana Transaksi terhadap Kas 2,63%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Tabel 51. Rasio Kas
Cash Ratio Sebelum Transaksi Setelah Transaksi Selisih Perubahan
Cash Ratio 0,4993 0,4889 0,0104
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Analisis cash management dengan menganalisis sumber pendanaan pinjaman dimana sumber
dana Rencana Transaksi menurut keterangan manajemen bersumber dari internal perusahaan.
Membandingkan nilai Rencana Transaksi dengan nilai kas dan setara kas per tanggal pendapat
kewajaran sebesar 2,63% memberikan informasi bahwa Rencana Transaksi tidak memberikan
dampak signifikan terhadap posisi kas dan setara kas perusahaan.
Analisis cash management dengan proksi cash ratio sebelum dan setelah Rencana Transaksi
menunjukkan selisih perubahan rasio sebesar 0,0104 kali yang menggambarkan dampak
Rencana Transaksi terhadap kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan kewajiban jangka
pendek menggunakan kas.
Berdasarkan draf perjanjian pinjaman, tidak terdapat informasi mengenai ketentuan financial
covenant terkait pinjam-meminjam antara Perseroan dan KAF.
3.2.7 Analisis Yield Dibanding Instrumen Sejenis (Obligasi/Kredit Bank)
Analisis yield dibanding instrument sejenis dilakukan dengan membandingkan yield dari Rencana
Transaksi pinjam-meminjam antara Perseroan dan KAF dengan instrumen surat utang dan suku
bunga kredit bank.
Tabel 52. Yield Pinjaman Perseroan - KAF
Yield Pinjaman Perseroan - KAF Keterangan
Suku bunga pinjaman per tahun 5% - 6,75%
Tambahan potensi laba penjualan unit
Potensi laba dari penjualan unit alat berat
alat berat
5% - 6,75% dan tambahan potensi laba
Yield Ekonomi Total
penjualan unit alat berat
Sumber: Draf Perjanjian Perseroan - KAF
Berdasarkan perjanjian pinjaman antara Perseroan dan KAF, Tingkat suku bunga yang dikenakan
atas pinjaman yang diberikan adalah sebesar tidak kurang dari 5% dan maksimal sebesar 6,75%.
Selain itu, salah satu tujuan dari Rencana Transaksi adalah untuk mendukung penjualan alat berat
Perseroan. Sehingga total yield ekonomi dari Rencana Transaksi adalah tingkat bunga yang
dikenakan sebesar 5% - 6,75% dan tambahan potensi laba penjualan unit alat berat.
Halaman 80 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 82
Tabel 53. Yield Surat Utang Pasar Pembanding
Jenis Surat Coupon at
No Nama Penerbit Deskripsi Klasifikasi Industri
Utang Issuance
PT Adira Dinamika PTADI 6.65 05/03/2029 FIX Corporate Specialty Finance:
1 6,65%
Multi Finance Tbk IDR Corporate Bond Consumer Focused
PT Adira Dinamika PTADI 6.8 10/10/2029 FIX Corporate Specialty Finance:
2 6,80%
Multi Finance Tbk IDR Corporate Bond Consumer Focused
PT Astra Sedaya ASTRSED 6.65 04/23/2029 Corporate Specialty Finance:
3 6,65%
Finance FIX IDR Corporate Bond Consumer Focused
PT Mandiri Tunas PTMAN 7.25 05/28/2029 FIX Corporate Specialty Finance:
4 7,25%
Finance IDR Corporate Bond Consumer Focused
Average 6,84%
Sumber: S&P Global Capital IQ, diolah
Surat Utang Korporasi pada industri sejenis digunakan sebagai acuan tingkat yield pasar surat
utang dan digunakan sebagai salah satu pembanding yield dari Rencana Transaksi. Industri
specialty finance merepresentasikan industri KAF sebagai perusahaan pembiayaan. Diperoleh
bahwa rata-rata yield dari surat utang perusahaan pembanding dengan tenor 4 tahun adalah
sebesar 6,84% per 31 Desember 2025. Dengan begitu, rata-rata yield pasar dari surat utang
korporasi pada industri sejenis adalah sebesar 6,84%.
Dengan begitu, rata-rata yield pasar dari surat utang pada industri sejenis dan tenor 4 tahun
berada di atas rentang suku bunga Rencana Transaksi antara Perseroan dan KAF sebesar 5%
sampai 6,75%. Meski begitu, belum termasuk dalam perhitungan bahwa total yield ekonomi
rencana pinjaman Perseroan dan KAF adalah suku bunga sebesar 5% sampai 6,75% + tambahan
potensi laba penjualan unit alat berat.
Dengan begitu, untuk menentukan perbandingan yield antara total yield ekonomi pada Rencana
Transaksi pinjaman antara Perseroan dan KAF sebesar 5% sampai 6,75% + tambahan potensi
laba penjualan unit alat berat dibandingkan yield dari suku bunga pinjaman modal kerja, analisis
tembahan dilakukan pada analisis nilai tambah (incremental).
Tabel 54. Analisis Yield Dibandingkan dengan Kredit Modal Kerja Perbankan
No Tingkat Suku Bunga Pinjaman BI Bank Persero
1 Working Capital Loans 8,12%
Sumber: SEKI BI - Desember 2025
Suku Bunga pinjaman Rupiah di Indonesia dapat digunakan sebagai acuan perbandingan tingkat
suku bunga instrumen sejenis. Pada data yang diperoleh, tingkat suku bunga kredit bank di
Indonesia untuk kredit modal kerja adalah sebesar 8,12%. Dengan begitu, untuk menentukan
perbandingan yield antara total yield ekonomi pada Rencana Transaksi pinjaman antara
Perseroan dan KAF sebesar 5% sampai 6,75% + tambahan potensi laba penjualan unit alat berat
dibandingkan yield dari suku bunga pinjaman modal kerja, analisis tembahan dilakukan pada
analisis nilai tambah (incremental).
3.2.8 Incremental Analysis (Nilai Tambah)
Analisis nilai tambah dilakukan dengan membandingkan proyeksi Rencana Transaksi berupa
pendapatan bunga ditambah potensi laba dari penjualan alat berat, pendapatan bunga pada
surat utang pasar, dan pendapatan bunga kredit modal kerja perbankan.
Halaman 81 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 83
Tabel 55. Incremental Analysis (Nilai Tambah)
(dalam juta Rupiah)
Keterangan Jumlah
Total Pendapatan Bunga 61.689
Nilai Kini Tambahan Laba Penjualan Alat Berat 45.682
Total Pendapatan Ekonomi Rencana Transaksi 107.371
Akumulasi Pendapatan Bunga Surat Utang Pasar 79.525
Selisih lebih (kurang) dengan Total Pendapatan Ekonomi Rencana Transaksi (27.846)
Akumulasi Pendapatan Bunga Pinjaman Kredit Modal Kerja Perbankan 89.958
Selisih lebih (kurang) dengan Total Pendapatan Ekonomi Rencana Transaksi (17.413)
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Pada analisis nilai tambah, perolehan total pendapatan ekonomi Rencana Transaksi adalah
sebesar Rp107.371 juta yang terdiri dari pendapatan bunga ditambah akumulasi nilai kini laba
penjualan alat berat akibat Rencana Transaksi. Nilai tersebut lebih besar dibandingkan dengan
akumulasi pendapatan bunga surat utang pasar sebesar Rp79.525 juta dan lebih besar dari
akumulasi pendapatan bunga pinjaman kredit modal kerja perbankan sebesar Rp89.958 juta.
Selisih antara total pendapatan ekonomi rencana transaksi dengan akumulasi pendapatan bunga
surat utang pasar adalah sebesar Rp27.846 juta, dimana nilai tambah Rencana Transaksi
memiliki nilai tambah yang lebih tinggi. Selisih antara total pendapatan ekonomi rencana
transaksi dengan akumulasi pendapatan bunga pinjaman kredit modal kerja perbankan adalah
sebesar Rp17.413 juta, dimana nilai tambah Rencana Transaksi memiliki nilai tambah yang lebih
tinggi.
Dari analisis nilai tambah yang dilakukan, disimpulkan bahwa Rencana Transaksi memiliki nilai
tambah berupa perolehan laba setelah pajak pada Perseroan yang berasal dari perolehan
pendapatan bunga dan akumulasi nilai kini laba penjualan alat berat.
Tabel 56. Weighted Average Cost of Capital (WACC)
Uraian Jumlah Keterangan
Weighted Debt 79,96% Damodaran
Weighted Equity 20,04% Damodaran
Cost of Equity:
Risk Free 5,70% Surat Utang Negara RI – 5 Tahun
Beta 1,56 Damodaran
Risk Premium 6,69% Damodaran
Country Default Spread 1,62% Damodaran
Total 14,50%
Cost of Debt:
Interest Rate 8,44% Suku bunga Kredit Investasi – SEKI BI
Tax Rate 22,00% UU No. 7 Tahun 2021
Total 6,58%
Weighted Cost of Equity 11,59%
Weighted Cost of Debt 1,32%
Weighted Avg. Cost of Capital 12,91%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Halaman 82 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 84
3.2.9 Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas dilakukan dengan melakukan perubahan pada variabel margin laba bersih.
Sensitivitas diaplikasikan sebesar rentang 5% sampai 15% pada proyeksi margin laba bersih
Perseroan. Selanjutnya diperoleh sensitivitas jumlah pendapatan bunga dan laba dari penjualan
alat berat hasil aplikasi sensitivitas.
Tabel 57. Analisis Sensitivitas
(dalam juta Rupiah)
Akumulasi Nilai Kini Jumlah Pendapatan
Sensitivitas Margin Laba Pendapatan Bunga
laba atas penjualan Bunga dan Laba dari
Bersih Rencana Transaksi
unit alat berat Penjualan Alat Berat
5% 23.023 61.689 84.712
7,5% 34.535 61.689 96.223
10% 45.682 61.689 107.371
12,5% 57.558 61.689 119.247
15% 69.069 61.689 130.758
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Dari analisis sensitivitas yang diperoleh, jumlah pendapatan bunga dan laba dari penjualan alat
berat berada pada rentang Rp84.712 juta untuk margin laba bersih 5% hingga sebesar
Rp130.758 juta untuk margin laba bersih 15%.
Dari analisis yang dilakukan, diperoleh kesimpulan:
b. Sensitivitas margin laba bersih 5% menghasilkan penurunan sebesar 21% jumlah pendapatan
bunga dan laba dari penjualan alat berat dari basis margin yang digunakan sebesar 10%.
c. Sensitivitas margin laba bersih 7,5% menghasilkan penurunan sebesar 10% jumlah
pendapatan bunga dan laba dari penjualan alat berat dari basis margin yang digunakan
sebesar 10%.
d. Sensitivitas margin laba bersih 12,5% menghasilkan kenaikan sebesar 11% jumlah
pendapatan bunga dan laba dari penjualan alat berat dari basis margin yang digunakan
sebesar 10%.
e. Sensitivitas margin laba bersih 15% menghasilkan kenaikan sebesar 22% jumlah pendapatan
bunga dan laba dari penjualan alat berat dari basis margin yang digunakan sebesar 10%.
3.3 Analisis Kelayakan Penggunaan Dana
3.3.1 Analisis Kelayakan Investasi
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi berupa
perubahan syarat dan ketentuan dalam Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF dilakukan
dalam rangka mendukung kegiatan pembiayaan pembelian alat berat oleh konsumen Perseroan.
Penggunaan dana pinjaman oleh KAF diharapkan dapat mendukung peningkatan penjualan alat
berat Perseroan serta mempertahankan pangsa pasar Perseroan di tengah tingkat persaingan
industri yang ketat. Selain itu, Perseroan juga diharapkan memperoleh tambahan pendapatan
bunga atas fasilitas pinjaman yang diberikan kepada KAF, sehingga Rencana Transaksi dinilai
dapat memberikan nilai tambah bagi kegiatan usaha Perseroan.
Halaman 83 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 85
3.3.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, kemampuan pelunasan
kewajiban KAF atas fasilitas pinjaman kepada Perseroan didukung oleh hubungan afiliasi antara
Perseroan dan KAF serta adanya keyakinan manajemen terhadap kelancaran pembayaran dari
KAF. Selain itu, dana pinjaman akan digunakan untuk mendukung pembiayaan konsumen alat
berat Perseroan yang diharapkan dapat menghasilkan arus kas bagi KAF untuk memenuhi
kewajibannya kepada Perseroan. Dengan demikian, Manajemen Perseroan memandang bahwa
risiko kegagalan pembayaran atas Rencana Transaksi relatif dapat dikelola.
3.3.3 Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap dokumen dan informasi yang diberikan oleh Manajemen
Perseroan, tidak terdapat faktor lain yang relevan yang dapat memengaruhi pelaksanaan maupun
kewajaran atas Rencana Transaksi selain faktor-faktor yang telah dianalisis sebelumnya. Dengan
demikian, tidak ada kondisi atau keadaan tambahan yang secara material berpotensi
memengaruhi hasil analisis kewajaran atas Rencana Transaksi dimaksud.
Halaman 84 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 86
BAB IV
KESIMPULAN
4.1 Analisis Objek Rencana Transaksi
Besaran Dana dari Objek Rencana Transaksi
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan serta dokumen pendukung
yang diberikan, diketahui bahwa besaran dana dalam objek Rencana Transaksi berupa
perubahan syarat dan ketentuan dalam Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF adalah
sebesar Rp700.000.000.000 (tujuh ratus miliar rupiah).
Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi
Secara garis besar, Rencana Transaksi berdampak terhadap penurunan posisi kas dan setara kas
Perseroan sebesar Rp552.504 miliar akibat penggunaan dana internal Perseroan untuk
pemberian pinjaman kepada KAF, serta peningkatan pada pos piutang non usaha pihak berelasi
sebesar Rp552.504 miliar sebagai pencatatan atas fasilitas pinjaman yang diberikan kepada KAF.
Sementara itu, berdasarkan proforma laporan laba rugi, tidak terdapat penyesuaian yang secara
material mengubah pos-pos keuangan Perseroan sebelum dan setelah pelaksanaan Rencana
Transaksi.
Pertimbangan Bisnis Manajemen atas Rencana Transaksi
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi dilakukan
sebagai bagian dari upaya Perseroan dalam mendukung kegiatan penjualan alat berat Perseroan
melalui dukungan pembiayaan kepada KAF. Selain itu, pelaksanaan Rencana Transaksi
diharapkan dapat meningkatkan serta mempertahankan pangsa pasar alat berat Perseroan di
tengah tingkat persaingan industri yang semakin ketat.
4.2 Analisis Pengaruh atas Rencana Transaksi
Berdasarkan analisis atas laporan keuangan proforma sebelum dan setelah pelaksanaan
Rencana Transaksi, rencana pemberian pinjaman oleh Perseroan kepada KAF secara umum tidak
memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi keuangan Perseroan. Hal tersebut
tercermin dari perubahan rasio likuiditas yang relatif kecil serta tidak adanya perubahan pada
rasio solvabilitas Perseroan setelah Rencana Transaksi dilaksanakan. Dengan demikian,
penggunaan dana internal Perseroan untuk pemberian pinjaman kepada KAF pada saat ini masih
dinilai dapat dikelola dengan baik dan tidak mengganggu kemampuan keuangan maupun
keberlangsungan operasional Perseroan.
4.3 Identifikasi Dan Hubungan Antara Pihak Dalam Hal Transaksi
Berdasarkan hasil identifikasi hubungan para pihak dari struktur kepengurusan dan kepemilikan,
pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi adalah Perseroan (selaku pemberi pinjaman) dan KAF
(selaku penerima pinjaman).
Hasil identifikasi hubungan para pihak dari struktur kepengurusan per tanggal 31 Desember 2025
memiliki hubungan afiliasi yaitu:
Halaman 85 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 87
• Franciscus Xaverius Laksana Kesuma selaku Presiden Direktur Perseroan dan juga menjabat
sebagai Presiden Komisaris KAF.
Hasil identifikasi hubungan para pihak dari struktur kepemilikan memiliki hubungan afiliasi yaitu:
• 59,50% saham Perseroan dimiliki oleh ASII, sedangkan 50,00% saham KAF dimiliki oleh SMI
yang 99,99% sahamnya dimiliki oleh ASII.
• Sehingga Perseroan dan KAF memiliki hubungan afiliasi karena kedua perusahaan ini
tergabung dalam Grup dari PT Astra International Tbk “Group ASTRA”.
Oleh karena itu berdasarkan analisis hubungan para pihak dari struktur kepengurusan dan
kepemilikan, Rencana Transaksi ini memenuhi kriteria transaksi afiliasi menurut POJK 42/2020.
Selanjutnya berdasarkan informasi manajemen yang mengacu pada Surat Pernyataan
No.LUT/098/9960/VI/2026 tanggal 10 Juni 2026 perihal Informasi atas Benturan Kepentingan
dalam transaksi afiliasi antara Perseroan dan KAF berupa Rencana Transaksi perubahan syarat
dan ketentuan dalam perjanjian pinjama, bahwa Rencana Transaksi tidak mengandung transaksi
benturan kepentingan.
Selain itu berdasarkan laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2025, ekuitas Perseroan
tercatat sebesar Rp103.136.323.000.000. Dengan mempertimbangkan nilai transaksi sebesar
Rp700.000.000.000, maka transaksi tersebut setara dengan 0,68% dari ekuitas Perseroan. Oleh
karena itu, transaksi dimaksud tidak termasuk sebagai transaksi material sebagaimana yang
diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020
tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17/2020”).
4.4 Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Disepakati Oleh Pihak Dalam Rencana Transaksi
Berdasarkan analisis atas Perjanjian Pinjaman beserta seluruh amendemennya sejak tahun 2016
hingga draf Amandemen XI, diketahui bahwa Perseroan dan KAF telah memiliki hubungan
transaksi pinjam meminjam dana yang berlangsung secara berkelanjutan dan dilakukan melalui
mekanisme perubahan syarat dan ketentuan yang disepakati oleh kedua belah pihak. Secara
umum, perubahan dalam setiap amandemen terutama berkaitan dengan perpanjangan periode
ketersediaan fasilitas, perubahan jumlah fasilitas pinjaman, penyesuaian tenor pinjaman, serta
penyesuaian suku bunga sesuai kondisi pasar dan kebutuhan bisnis para pihak. Rencana
Transaksi dalam Amandemen XI pada dasarnya merupakan perpanjangan periode ketersediaan
fasilitas pinjaman hingga 30 Juni 2027, sehingga tidak mengubah substansi utama hubungan
pinjam meminjam antara Perseroan dan KAF. Dengan demikian, syarat dan ketentuan dalam
Rencana Transaksi dinilai masih sejalan dengan tujuan pembiayaan untuk mendukung kegiatan
usaha dan penjualan alat berat Perseroan melalui pembiayaan yang diberikan oleh KAF kepada
konsumennya.
4.5 Analisis Likuiditas Rencana Transaksi
Berdasarkan analisis likuiditas sebelum dan setelah pelaksanaan Rencana Transaksi, diketahui
bahwa Rencana Transaksi memberikan dampak penurunan yang relatif kecil terhadap current
ratio, quick ratio, dan cash ratio Perseroan, masing-masing sebesar 0,01 kali. Penurunan tersebut
terutama disebabkan oleh penggunaan dana internal Perseroan yang berasal dari kas dan setara
kas untuk pemberian pinjaman kepada KAF, sehingga terjadi perpindahan pencatatan dari pos
kas dan setara kas ke pos piutang non usaha pihak berelasi. Meskipun demikian, perubahan rasio
likuiditas tersebut tidak bersifat signifikan dan pada saat ini masih menunjukkan bahwa kondisi
Halaman 86 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 88
likuiditas Perseroan tetap berada pada tingkat yang memadai untuk mendukung kegiatan
operasional Perseroan.
4.6 Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Rencana Transaksi
Berdasarkan analisis manfaat dan risiko atas Rencana Transaksi, diketahui bahwa Rencana
Transaksi diharapkan dapat memberikan manfaat bagi Perseroan berupa tambahan pendapatan
bunga atas fasilitas pinjaman yang diberikan kepada KAF serta mendukung peningkatan
penjualan alat berat Perseroan melalui dukungan pembiayaan kepada konsumen. Di sisi lain,
Rencana Transaksi juga memiliki risiko berupa tidak tercapainya target penjualan alat berat
Perseroan serta risiko gagal bayar dari konsumen KAF yang dapat mempengaruhi kemampuan
pembayaran kewajiban KAF kepada Perseroan. Meskipun demikian, dengan mempertimbangkan
hubungan afiliasi antara Perseroan dan KAF serta pengawasan manajemen dalam pelaksanaan
transaksi, risiko tersebut pada saat ini masih dinilai dapat dikelola dalam tingkat yang wajar.
4.7 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
Berdasarkan hasil analisis kualitatif atas Rencana Transaksi antara Perseroan dan KAF, dapat
disimpulkan bahwa transaksi yang dilakukan memiliki dasar bisnis yang jelas dan mendukung
kegiatan operasional Perseroan, khususnya dalam meningkatkan pembiayaan pembelian alat
berat oleh konsumen. Prospek usaha Perseroan dinilai masih positif seiring kuatnya fundamental
sektor pertambangan, alat berat, dan mineral strategis, meskipun terdapat tantangan dari
pelemahan harga batu bara global. Strategi diversifikasi usaha Perseroan ke sektor emas, nikel,
energi baru terbarukan, serta penguatan layanan pendukung dinilai mampu menjaga
keberlanjutan pertumbuhan usaha. Dari sisi keuangan, Rencana Transaksi tidak memberikan
dampak material terhadap leverage maupun likuiditas Perseroan karena pendanaan berasal dari
kas internal dan nilainya relatif kecil dibanding total kas dan setara kas Perseroan. Selain itu, KAF
sebagai penerima pinjaman juga menunjukkan tingkat kesehatan keuangan dan kepatuhan
terhadap ketentuan regulator yang memadai sehingga mendukung kemampuan pelunasan
kewajiban pada saat jatuh tempo. Dengan demikian, Rencana Transaksi dinilai dapat
memberikan manfaat strategis dan operasional bagi Perseroan dengan tingkat risiko yang masih
dapat dikelola.
4.8 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
Berdasarkan hasil analisis kuantitatif terhadap kinerja keuangan Perseroan dan KAF selama
periode 2021–2025, dapat disimpulkan bahwa Perseroan menunjukkan fundamental keuangan
yang relatif kuat dan stabil meskipun mengalami fluktuasi sejalan dengan dinamika industri. Total
aset Perseroan tumbuh dengan CAGR sebesar 12,08% dan total ekuitas meningkat dengan CAGR
sebesar 9,47%, yang mencerminkan kemampuan Perseroan dalam mempertahankan
pertumbuhan usaha dan memperkuat struktur permodalan. Di sisi profitabilitas, Perseroan masih
mampu mencatatkan rata-rata Net Profit Margin sebesar 15,14%, ROA sebesar 12,11%, dan ROE
sebesar 20,40%, meskipun pada tahun 2025 terjadi penurunan margin akibat tekanan harga
komoditas dan peningkatan biaya operasional. Dari sisi likuiditas dan solvabilitas, Perseroan tetap
berada pada tingkat yang memadai dengan current ratio sebesar 1,36 kali serta DER sebesar
0,18 kali pada tahun 2025, yang menunjukkan kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek
maupun jangka panjang masih tergolong baik.
Sementara itu, KAF juga menunjukkan kinerja keuangan yang cukup sehat dengan pertumbuhan
aset, ekuitas, dan laba yang positif selama periode analisis, serta didukung gearing ratio yang
masih berada dalam batas ketentuan regulator. Berdasarkan proyeksi penjualan setelah Rencana
Halaman 87 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 89
Transaksi, tambahan pembiayaan kepada KAF diperkirakan dapat meningkatkan penjualan alat
berat dan memberikan tambahan laba bersih bagi Perseroan dengan asumsi margin laba bersih
konservatif sebesar 10%, sehingga secara keseluruhan Rencana Transaksi dinilai tidak
memberikan dampak negatif yang material terhadap kondisi keuangan Perseroan dan justru
berpotensi mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
4.9 Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi
Analisis Kelayakan Investasi
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi berupa
perubahan syarat dan ketentuan dalam Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF dilakukan
dalam rangka mendukung kegiatan pembiayaan pembelian alat berat oleh konsumen Perseroan.
Penggunaan dana pinjaman oleh KAF diharapkan dapat mendukung peningkatan penjualan alat
berat Perseroan serta mempertahankan pangsa pasar Perseroan di tengah tingkat persaingan
industri yang ketat. Selain itu, Perseroan juga diharapkan memperoleh tambahan pendapatan
bunga atas fasilitas pinjaman yang diberikan kepada KAF, sehingga Rencana Transaksi dinilai
dapat memberikan nilai tambah bagi kegiatan usaha Perseroan.
Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, kemampuan pelunasan
kewajiban KAF atas fasilitas pinjaman kepada Perseroan didukung oleh hubungan afiliasi antara
Perseroan dan KAF serta adanya keyakinan manajemen terhadap kelancaran pembayaran dari
KAF. Selain itu, dana pinjaman akan digunakan untuk mendukung pembiayaan konsumen alat
berat Perseroan yang diharapkan dapat menghasilkan arus kas bagi KAF untuk memenuhi
kewajibannya kepada Perseroan. Dengan demikian, Manajemen Perseroan memandang bahwa
risiko kegagalan pembayaran atas Rencana Transaksi relatif dapat dikelola.
Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap dokumen dan informasi yang diberikan oleh Manajemen
Perseroan, tidak terdapat faktor lain yang relevan yang dapat memengaruhi pelaksanaan maupun
kewajaran atas Rencana Transaksi selain faktor-faktor yang telah dianalisis sebelumnya. Dengan
demikian, tidak ada kondisi atau keadaan tambahan yang secara material berpotensi
memengaruhi hasil analisis kewajaran atas Rencana Transaksi dimaksud.
4.10 Opini Kewajaran atas Rencana Transaksi
Berdasarkan analisis yang telah kami lakukan terhadap informasi, data, serta asumsi-asumsi yang
disampaikan oleh manajemen Perseroan, dan dengan mempertimbangkan kondisi serta faktor-
faktor yang relevan, kami berpendapat bahwa transaksi afiliasi antara Perseroan dan KAF berupa
Rencana Transaksi perubahan syarat dan ketentuan dalam perjanjian pinjaman adalah wajar.
Halaman 88 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 90
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
1. Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai Bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
proses analisis pendapat kewajaran.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya ke akuratannya.
4. Penilai mengunakan proyeksi keuangan yang mencerminkan kewajaran proyeksi yang dibuat oleh
manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
5. Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik.
6. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan pendapat kewajaran telah
disusun sesuai dengan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018
Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
35/POJK.04/2020 (POJK 35/2020), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
Nomor 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK 17/2020) tentang Pedoman Penilaian serta Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan kesimpulan opini akhir.
8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek pendapat kewajaran dari pemberi
tugas.
9. Semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam maupun di luar
pengadilan) yang berkaitan dengan objek pendapat kewajaran tidak menjadi tanggung jawab
kami.
10. Kami ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara khusus
hanya terbatas pada aspek opini kewajaran atas objek pendapat kewajaran, diluar dari aspek
perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada diluar lingkup penugasan kami.
11. Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah maupun swasta yang berkaitan
dengan kondisi objek penilaian, dalam hal ini kondisi pasar dan sebagainya bukan menjadi
tanggung jawab kami.
12. Laporan pendapat kewajaran ini disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di
dalam laporan dan tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak
bertanggung jawab jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
13. Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran
dalam mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar
penentu suatu keputusan yang berakibat hukum, karena laporan pendapat kewajaran ini semata-
mata dibuat berdasarkan kajian disiplin ilmu dan kemampuan yang kami miliki.
14. Laporan pendapat kewajaran ini tidak berlaku dan tidak sah apabila tidak terdapat tanda tangan
penilai berijin beserta stempel perusahaan (corporate seal) yang resmi dari KJPP Ferdinand,
Danar, Ichsan & Rekan.
15. Laporan pendapat kewajaran ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai
dengan maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan pendapat kewajaran.
Halaman 89 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 91
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang bertanda
tangan di bawah ini menerangkan bahwa :
1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan pendapat kewajaran adalah benar sesuai
dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang, maupun
memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap objek pendapat kewajaran.
4. Imbalan Jasa pendapat kewajaran tidak berkaitan dengan hasil pendapat kewajaran yang
dilaporkan.
5. Pendapat kewajaran dilakukan dengan memenuhi ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI),
Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), serta POJK Nomor 35 Tahun 2020 tentang Pedoman Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi objek pendapat
kewajaran.
8. Penilai telah melakukan kunjungan kepada pihak manajemen perseroan.
9. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
dalam laporan pendapat kewajaran ini.
10. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan pendapat
kewajaran.
11. Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran yang telah kami susun berdasarkan
data yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat serta
lengkap. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data, dokumen dan
informasi dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal sehingga menjadi tidak
lengkap atau menyesatkan.
12. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan terhadap objek pendapat kewajaran pada
tanggal pendapat kewajaran (cut off date)
13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
pendapat kewajaran.
14. Opini kewajaran yang dihasilkan dalam penugasan pendapat kewajaran profesional telah
disajikan sebagai kesimpulan nilai.
15. Penilai melakukan sesuai dengan lingkup penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
16. Kesimpulan pendapat kewajaran telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
17. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan ini kami peroleh dari sumber yang
telah terpublikasi dan diyakini kebenarannya.
Halaman 90 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 92
Page 93
LAMPIRAN-LAMPIRAN Halaman 92 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 94
Halaman 93 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 95
Halaman 94 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 96
Halaman 95 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 97
Halaman 96 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 98
Halaman 97 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 99
Halaman 98 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 100
Halaman 99 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 101
Halaman 100 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 102
Halaman 101 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 103
Halaman 102 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 104
Halaman 103 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 105
Halaman 104 00113/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 106
Names mentioned 94 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Ferdinand
p.2 ×5
unresolved
org
Ichsan dan Rekan
p.2 ×4
unresolved
org
KJPP FDI
p.2 ×29
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×5
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.11 ×3
unresolved
person
Yudistira
p.11
unresolved
person
Djojo Muljadi
p.14 ×3
unresolved
person
H. Akta Pendirian
p.14 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.14 ×3
unresolved
person
Jose Dima Satria
· Notaris
p.14 ×11
unresolved
org
Menteri Hukum Republik Indonesia
p.14 ×8
unresolved
person
Angkawijaya
p.15 ×5
unresolved
org
PT Utama Leasing Indonesia.
p.16
unresolved
person
Bandoro Raden Ayu Mahyastoeti Notonegoro
p.16
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. C
p.16
unresolved
person
Aulia Taufani
p.16
unresolved
person
Sutjipto
p.16
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.16 ×2
unresolved
person
BenHard Sihite
p.16
unresolved
org
Kementerian Hukum Republik Indonesia No. AHU.
p.16
unresolved
—
Rendih
· Corporate Treasury
p.16
unresolved
—
Raci Annisa
· Corporate Treasury
p.16
unresolved
org
Bertransaksi A. Perseroan Riwayat Singkat Perseroan Tbk
p.23
unresolved
org
PT Inter Astra Motor Works
p.23 ×2
unresolved
org
Carriage Ltd.
p.24 ×4
unresolved
org
Jardine Matheson Holdings Ltd.
p.24 ×2
unresolved
—
Loudy Irwanto Elli
· Direktur
p.25 ×2
unresolved
org
PT Sedaya Multi Investama
p.25
unresolved
org
Komatsu Ltd
p.25
unresolved
org
PT Komatsu Indonesia
p.26
unresolved
org
PT Sedaya Multi Investasi
p.26
unresolved
person
Benjamin Herrenden Birks
· Komisaris
p.27 ×4
unresolved
—
Kengo Kagawa
p.27
unresolved
—
Mitondho
p.28
unresolved
—
Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
· Presiden Direktur
p.28 ×8
unresolved
org
PT Sedaya Multi Investama Halaman
p.28
unresolved
org
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
p.30
unresolved
org
Riwayat Singkat Perseroan Perseroan Tbk
p.35
unresolved
org
Pusat Statistik
p.37
unresolved
org
Bank Indonesia
p.38 ×5
unresolved
org
Kementerian ESDM
p.40 ×7
unresolved
org
Pte Ltd.
p.47
unresolved
org
PT Kalimantan Prima Persada
p.48
unresolved
org
PT Sumbawa
p.49
unresolved
org
PT Stargate Pacific Resources
p.49
unresolved
org
PT Jabar Environmental Solutions
p.50
unresolved
org
Indonesia Tbk
p.52
unresolved
org
PT Adira Dinamika
p.82 ×2
unresolved
org
Multi Finance Tbk
p.82 ×2
unresolved
org
PT Astra Sedaya
p.82
unresolved
org
PT Mandiri Tunas
p.82
unresolved
org
Ichsan & Rekan
p.90
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.182
18498 ms
12 Sep 2026 21:55
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '20'}