Skip to content
Back to announcement

Q1. Reports WEHA Maret 2025.pdf

Financial statement Text extracted WEHA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 47

Page 1

          
Page 2
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAK
DAFTAR ISI




                                                                                   Halaman

Surat Pernyataan Direksi


Laporan Keuangan Konsolidasian (Unaudited) - Untuk Periode-periode yang berakhir
    31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk periode-periode yang berakhir
    31 Maret 2025 dan 2024


    Neraca Konsolidasian                                                             1-2

    Laporan Laba Rugi Konsolidasian                                                   3

    Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian                                           4

    Laporan Arus Kas Konsolidasian                                                    5

    Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian                                     6-44
Page 3

          
Page 4
PT. WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024




                                                                                                          31 Maret 2025              31 Desember 2024
                                                                                      Catatan                  Rp                           Rp

ASET

ASET LANCAR

Kas dan setara kas                                                                        4                 15.846.262.266                 18.555.860.448
Piutang usaha - setelah dikurangi cadangan kerugian
     penurunan nilai masing-masing sebesar Rp 2.943.260.077
     pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
     Pihak berelasi                                                                       5                   7.562.702.685                 7.312.673.435
     Pihak ketiga                                                                         5                   7.097.138.364                 6.979.937.104
Piutang lain-lain                                                                         6                     537.310.770                   470.194.306
Persediaan                                                                                7                   3.979.943.672                 4.168.180.720
Pajak dibayar dimuka                                                                      8                     245.864.437                             -
Uang muka                                                                                 9                   1.978.865.965                   420.067.913
Biaya dibayar dimuka                                                                     10                   1.941.038.899                 2.275.745.313
Piutang dari pihak berelasi-Setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai sebesar Rp 655.842.110 pada tanggal 31 Maret 2025
dan 31 Desember 2024                                                                     11                 13.372.280.986                 13.372.280.994

Jumlah Aset Lancar                                                                                          52.561.408.044                 53.554.940.233


ASET TIDAK LANCAR

Piutang pihak berelasi non-usaha                                                         11                  2.735.667.967                  2.722.634.217
Investasi saham                                                                          12                 41.484.151.184                 41.484.219.375
Biaya dibayar dimuka jangka panjang                                                      10                     57.958.823                     77.278.430
Aset pajak tangguhan                                                                      3                   1.109.218.242                 1.037.130.840
Aset Tetap - setelah dikurangi dengan akumulasi penyusutan                               13                244.738.572.451               232.774.969.127
    sebesar Rp 218.995.270.814 pada tanggal 31 Maret 2025
    dan Rp 212.421.305.531 pada tanggal 31 Desember 2024
Aset Hak Guna-setelah dikurangi amortisasi sebesar                                       14                   6.472.134.906                 6.444.838.408
    Rp 7.823.018.588 dan Rp 6.996.078.947 pada tanggal
    31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
Uang muka                                                                                15                 39.416.312.863                 38.758.631.231
Deposito yang dibatasi penggunaannya                                                                            100.000.000                      100.000.000
Aset lain-lain                                                                           16                   1.287.564.096                      929.730.513

JUMLAH ASET TIDAK LANCAR                                                                                   337.401.580.532               324.329.432.141


JUMLAH ASET                                                                                                389.962.988.576               377.884.372.374




            Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
                                                                           -1-
Page 5
PT. WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024



                                                                                               Catatan         31 Maret 2025              31 Desember 2024
                                                                                                                    Rp                           Rp

LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK

     Pinjaman bank jangka pendek                                                                 17               2.181.225.531                           -
     Utang usaha
         Pihak berelasi                                                                          18                 261.600.000                   261.600.000
         Pihak ketiga                                                                            18               2.278.128.270                 1.824.988.159
     Utang pajak                                                                                 19               1.142.848.638                 1.309.507.354
     Beban akrual                                                                                20               1.754.521.358                 2.066.140.627
     Pendapatan diterima dimuka                                                                  21               4.364.009.411                 5.127.555.773
     Liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo
         dalam waktu satu tahun:
         Pinjaman bank                                                                           17               9.756.604.471                 8.872.999.036
         Pinjaman pembelian aset tetap                                                           23              26.129.564.487                22.839.590.619
         Liabilitas sewa                                                                         22                 386.696.447                   386.696.447
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                                                                  48.255.198.613                42.689.078.015


LIABILITAS JANGKA PANJANG

     Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian
         yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
         Pinjaman bank                                                                           17              35.930.829.039                35.185.094.163
         Pinjaman pembelian aset tetap                                                           23              30.165.070.310                26.735.923.588
         Liabilitas sewa                                                                         22                 159.979.595                   260.377.878
     Liabilitas pajak tangguhan                                                                  35              22.956.594.299                22.851.202.366
     Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                                                     34               2.651.503.693                 2.938.008.037

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                                                                 91.863.976.936                87.970.606.032

JUMLAH LIABILITAS                                                                                               140.119.175.549              130.659.684.047

EKUITAS
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan
     Modal saham-nilai nominal Rp 100 per saham
        Modal dasar- 1.700.000.000 saham
         Modal ditempatkan dan disetor-1.460.554.819 pada
         31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024                                                      25             146.055.481.900              146.055.481.900

     Tambahan modal disetor - neto                                                               26              58.300.853.001                58.300.853.001
     Selisih nilai transaksi dengan kepentingan
          non-pengendali                                                                                          4.885.877.402                 4.885.877.402
     Cadangan umum                                                                               28               1.000.000.000                 1.000.000.000
     Saldo laba                                                                                                  39.283.331.798                36.665.026.860
     Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
          pemilik Perusahaan                                                                                    249.525.544.101              246.907.239.163
     Kepentingan Nonpengendali                                                                   27                 318.268.926                  317.449.164

JUMLAH EKUITAS                                                                                                  249.843.813.027              247.224.688.327

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                                                                   389.962.988.576              377.884.372.374




              Lihat catatan atas laporann keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
                                                                             -2-
Page 6
PT. WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
Untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 2024


                                                                                                          Tiga Bulan

                                                                       Catatan            2025                            2024
                                                                                           Rp                              Rp

PENJUALAN BERSIH                                                         29             70.296.896.318                 63.295.473.631

BEBAN POKOK PENDAPATAN                                                   30            (49.338.507.556)                (40.889.216.605)

LABA BRUTO                                                                              20.958.388.762                 22.406.257.026
                                                                                                   30%                            35%
BEBAN USAHA
Beban penjualan                                                          31             (1.935.788.568)        3%       (2.172.099.751)
Beban umum dan administrasi                                              32            (15.352.515.211)       22%      (13.265.930.283)
Jumlah Beban Usaha                                                                     (17.288.303.779)       25%      (15.438.030.034)

LABA USAHA                                                                               3.670.084.983                  6.968.226.992

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Keuntungan atas penjualan aset tetap dan aset tidak digunakan            13               2.300.920.146                     25.820.708
Pendapatan bunga                                                                            156.036.824                    328.372.626
Ekuitas pada rugi bersih entitas asosiasi                                12                     (68.191)                           -
Beban bunga                                                              33              (2.632.546.983)                (2.381.066.945)
Lainnya - bersih                                                                           (110.786.222)                   207.033.491
Beban lain-lain-bersih                                                                     (286.444.426)                (1.819.840.120)

LABA SEBELUM PAJAK                                                                       3.383.640.557                  5.148.386.872

BEBAN PAJAK                                                                                749.315.857                  1.132.644.752

LABA BERSIH                                                                              2.634.324.700                  4.015.742.120

PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN                                                        (15.200.000)                   (36.706.682)

LABA KOMPREHENSIF                                                                        2.619.124.700                  3.979.035.438

Laba Bersih Yang dapat diatribusikan kepada:
       Pemilik entitas induk                                                             2.633.504.938                  4.014.203.987
       Kepentingan nonpengendali                                         27                    819.762                      1.538.133


        Jumlah                                                                           2.634.324.700                  4.015.742.120

Laba Komprehensif Bersih Yang
       Dapat Diatribusikan Kepada:
       Pemilik entitas induk                                                             2.618.304.938                  4.026.203.987
       Kepentingan nonpengendali                                         27                    819.762                      1.538.133

        Jumlah                                                                           2.619.124.700                  4.027.742.120

LABA BERSIH PER SAHAM                                                    36                           2                                3




  Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
                                                                 -3-
Page 7
PT. WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 dan 2024




                                                                                                                      Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk
                                                                                                                                                                                          Selisih Nilai
                                                                                                                                                                                      Transaksi dengan
                                                                                                 Tambahan                         Saldo Laba                                             Kepentingan                           Kepentingan
                                                       Catatan       Modal saham             Modal Disetor - Bersih              Dicadangkan            Belum Dicadangkan               Nonpengendali         Total           Nonpengendali      Total Ekuitas
                                                                         Rp                           Rp                              Rp                       Rp                              Rp              Rp                  Rp                 Rp


Saldo pada tanggal 1 Januari 2024                                     146.055.481.900               58.300.853.001                   405.000.000              18.200.743.991               4.873.155.023   227.835.233.915         305.391.444    228.140.625.359

Penambahan Modal Saham                                                             -                            -                                                         -                           -                -            15.000.000          15.000.000

Laba (Rugi) komprehensif
    Laba Tahun Berjalan                                                            -                            -                                              4.014.203.987                          -      4.014.203.987           1.538.133      4.015.742.120
    Pendapatan (Beban) Komprehensif Lainnya                                                                                                                       12.000.000                                    12.000.000                 -           12.000.000
Jumlah Laba Komprehensif                                                           -                            -                              -               4.026.203.987                          -      4.026.203.987           1.538.133      4.027.742.120


Saldo pada tanggal 31 Maret 2024                                      146.055.481.900               58.300.853.001                   405.000.000              22.226.947.978               4.873.155.023   231.861.437.902         321.929.577    232.183.367.479


Saldo pada tanggal 1 Januari 2025                                     146.055.481.900               58.300.853.001                 1.000.000.000              36.665.026.860               4.885.877.402   246.907.239.163         317.449.164    247.224.688.327

Laba (Rugi) komprehensif
    Laba Tahun Berjalan                                                            -                            -                              -               2.633.504.938                          -      2.633.504.938             819.762      2.634.324.700
    Pendapatan (Beban) Komprehensif Lainnya                                        -                            -                              -                 (15.200.000)                         -        (15.200.000)                -          (15.200.000)
Jumlah Laba Komprehensif                                                           -                            -                              -               2.618.304.938                          -      2.618.304.938             819.762      2.619.124.700

Saldo pada tanggal 31 Maret 2025                                      146.055.481.900               58.300.853.001                 1.000.000.000              39.283.331.798               4.885.877.402   249.525.544.101         318.268.926    249.843.813.027
                                                                                  -                            -                                                         -                                             -                   -                  -




                                                                      Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
                                                                                                                                     - 4-
Page 8
PT. WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Arus Kas Konsolidasian
Untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 2024



                                                                                                                Tiga Bulan
                                                                                                 2025                               2024
                                                                                                 (Rp)                               (Rp)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Penerimaan tunai dari pelanggan                                                                 69.821.961.556                   59.967.284.070
Pembayaran tunai kepada pemasok dan lainnya                                                    (45.956.101.439)                 (38.908.092.399)
Pembayaran kepada karyawan                                                                     (10.877.453.908)                  (9.923.600.860)
Kas bersih dihasilkan dari operasi                                                              12.988.406.209                   11.135.590.811
Pembayaran bunga                                                                                (2.633.286.393)                  (2.570.901.155)
Kas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas Operasi                                                     10.355.119.816                    8.564.689.656


ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Penerimaan bunga                                                                                    156.036.824                     328.372.626
Penerimaan (Pembayaran) piutang pihak berelasi non-usaha                                            (13.033.742)                 39.441.394.896
Investasi di entitas asosiasi                                                                                 -                 (40.500.000.000)
Pembayaran uang muka                                                                             (6.072.101.511)                 (8.038.991.371)
Perolehan aset tetap                                                                             (3.655.528.677)                   (302.971.810)
Penjualan aset tetap dan aset tetap tidak digunakan                                               2.994.030.208                     715.184.375

Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi                                                   (6.590.596.898)                 (8.357.011.284)


ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penambahan modal di entitas anak oleh kepentingan
   non-pengendali                                                                                           -                        15.000.000
Penerimaan pinjaman bank jangka pendek                                                            2.181.225.531                             -
Pembayaran pinjaman bank jangka panjang                                                          (1.959.809.014)                   (527.156.633)
Pembayaran pinjaman pembelian aset tetap                                                         (5.941.699.761)                 (5.991.532.232)
Pembayaran liabilitas sewa                                                                         (753.837.856)                 (1.588.272.451)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan                                                   (6.474.121.100)                 (8.091.961.316)

PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS                                                              (2.709.598.182)                 (7.884.282.944)


KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE                                                                 18.555.860.448                   31.218.235.612

KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE                                                                15.846.262.266                   23.333.952.668




        Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
                                                                       -5-
Page 9
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


 1.   Umum

      a.   Pendirian dan Informasi Umum

           PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan Akta No. 76 tanggal 11
           September 2001 dari Rachmat Santoso, S.H., notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri
           Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-14822
           HT.01.01.TH.2001 tanggal 3 Desember 2001 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.
           73 tanggal 10 September 2002, Tambahan No. 10454.

           Perusahaan telah menyesuaikan Anggaran Dasarnya dalam rangka memenuhi ketentuan Peraturan
           Otoritas Jasa Keuangan dan Peraturan Bursa Efek Indonesia. Perubahan ini didokumentasikan dalam Akta
           No. 62 tanggal 8 Juli 2015, dari Buntario Tigris Darmawa Ng, S.H., S.E., M.H., notaris di Jakarta dan telah
           dicatatkan ke Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Penerimaan
           Pemberitahuan No. AHU-0939519.AH.01.02 Tahun 2015 tanggal 23 Juli 2015.

           Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir berdasarkan Akta No. 44
           tanggal 22 September 2021 dari Recky Francky Limpele, S.H., notaris di Jakarta, tentang perubahan pasal
           3 Anggaran Dasar mengenai maksud dan tujuan serta kegiatan usaha untuk disesuaikan dengan
           redaksional Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2020 dan penyesuaian terhadap ketentuan
           Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 15/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang Rencana dan
           Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka. Perubahan tersebut telah
           disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.
           AHU-0052303.AH.01.02 Tahun 2021 tanggal 24 September 2021.

           Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama meliputi
           bidang angkutan bus pariwisata. Saat ini Grup bergerak dalam usaha jasa angkutan penumpang, angkutan
           kota dan sewa kendaraan.

           Perusahaan memperoleh izin usaha angkutan wisata dari Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta
           berdasarkan Surat Persetujuan Prinsip Angkutan Kendaraan Pariwisata No. 3415/-1.811.32 tanggal 14
           November 2001 dan Surat Keputusan Gubernur Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta No.
           128/BUA/I/2004 tanggal 21 Agustus 2004. Perusahaan juga memperoleh izin usaha angkutan sewa dari
           Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta berdasarkan Surat Persetujuan Prinsip Pengusahaan Angkutan
           Sewa No. 3453/-1.811.32 tanggal 19 November 2001 dan Surat Keputusan Gubernur Propinsi Daerah
           Khusus Ibukota Jakarta No. 3453/IU/WST/Dishub/I/2003 tanggal 2 Januari 2003. Perusahaan juga
           memperoleh izin usaha penyelenggaraan angkutan pariwisata dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat
           Kementerian Perhubungan Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. 91203018727910004
           tanggal 5 Desember 2022 yang berlaku sampai dengan tanggal 5 Desember 2027.

           Perusahaan dan entitas anak (selanjutnya disebut Grup) tergabung dalam kelompok usaha Panorama
           Leisure. Perusahaan memulai usahanya secara komersial pada tahun 2001. Perusahaan berkantor pusat di
           Jalan Tanjung Selor No 17, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, sedangkan kantor operasional Perusahaan di
           Jl. Husein Sastranegara No. 111, Rawa Bokor - Tangerang.

      b.   Penawaran Umum Efek Perusahaan

           Pada tanggal 22 Mei 2007, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar
           Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) dengan surat No. S.2406/BL/2007 untuk melakukan
           penawaran umum kepada masyarakat atas 128.000.000 saham Perusahaan seharga Rp 245 per saham
           dengan 25.600.000 waran pada harga pelaksanaan sebesar Rp 300 per saham yang dapat dikonversi
           sampai dengan 30 Mei 2012. Pemegang waran dapat menggunakan hak untuk membeli satu saham dalam
           periode 5(lima) tahun sampai dengan 30 Mei 2012. Jika konversi waran tidak dilaksanakan oleh pemegang
           waran, maka waran menjadi kadaluwarsa dan tidak mempunyai nilai. Pada tanggal 31 Mei 2007, seluruh
           saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.




                                                        -6-
Page 10
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


           Pada tanggal 27 Juni 2013, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan
           No.S-196/D.04/2013 untuk Penawaran Umum Terbatas I dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
           kepada Pemegang Saham sebanyak 428.270.270 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham pada
           harga penawaran Rp 175 per saham melekat sebanyak 128.481.081 Waran seri II dimana sebanyak
           98.610.327 waran tidak dikonversi menjadi saham dan telah berakhir pada bulan Juli 2016.

           Pada tanggal 28 Juli 2022, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan dengan
           surat No. S.196/D.04/2013 untuk Penawaran Umum Terbatas II kepada Pemegang Saham dalam rangka
           penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebanyak 574.143.554 saham dengan nilai nominal Rp 100
           per saham pada harga penawaran Rp 125 per saham.

           Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, seluruh saham Perusahaan atau masing-masing
           sejumlah 1.460.554.819 saham telah tercatat di Bursa Efek Indonesia.

      c.   Entitas Anak yang Dikonsolidasikan

           Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, entitas anak yang dikonsolidasikan termasuk
           persentase kepemilikan Perusahaan adalah sebagai berikut:

                                                                                  Tahun                                             Jumlah Aset
                                                                                  Operasi     Persentase Pemilikan              (Sebelum Eliminasi)

                        Anak Perusahaan      Domisili         Jenis Usaha         Komersial   2025          2024      Maret 2025              Desember 2024
                                                                                                                         Rp                        Rp

           PT Kencana Transport (KT)        Yogyakarta     Jasa transportasi        2002      100,000       100,000       7.144.390.791           9.890.516.140

           PT Panorama Primakencana            Bali        Jasa transportasi        1996       99,889        99,889       5.442.727.072           1.594.893.315
            Transindo (PPT)

              PT Rhadana Primakencana          Bali        Jasa transportasi        2005       98,900        98,900                 -                       -
                 Transindo (RPT)
                 dimiliki PPT dengan
                 kepemilikan 99%

           PT Panorama Mitra Sarana (PMS)    Jakarta       Jasa transportasi        2007       98,000        98,000      12.277.503.492          12.280.132.448

           PT Day Trans (DTS)                Jakarta       Jasa transportasi        2008       99,926        99,926     146.864.068.732         135.391.902.629

              PT Day Trans Express           Jakarta        Jasa pengiriman         2024       98,927        98,927        903.702.715            1.063.843.227

           PT Canary Transport (CT)          Jakarta       Jasa transportasi        2012       99,800        99,800            300.000                 300.000

           PT Weha Jalan Jalan               Jakarta     Jasa perjalanan wisata     2018       99,996        99,996       6.059.432.036           5.915.220.939


           Kepentingan nonpengendali di entitas anak dianggap tidak material, sehingga Grup tidak menyajikan
           mengenai pengungkapan yang disyaratkan untuk kepentingan nonpengendali yang material dalam laporan
           keuangan konsolidasian sesuai PSAK No. 67, “Pengungkapan Kepentingan Dalam Entitas Lain”.




                                                                    -7-
Page 11
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


       d.   Karyawan, Komisaris dan Direktur

            Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, berdasarkan Akta No. 62 tanggal 26 Agustus 2021
            dari Racky Francky Limpele , S.H., notaris di Jakarta, susunan pengurus Perusahaan adalah sebagai
            berikut:

            Dewan Komisaris
            Komisaris Utama                                     : Angreta Chandra
            Komisaris Independen                                : Daniel Martinus

            Direksi
            Direktur Utama                                      : Andrianto Putera Tirtawisata
            Direktur                                            : Tiodora Amran Bonardy
                                                                : Romy Firmangustri
                                                                : Edgar Surjadi

            Sebagai Perusahaan publik, Perusahaan telah memiliki Komisaris Independen dan Komite Audit yang
            diwajibkan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Komite Audit Perusahaan terdiri dari 3 orang anggota, dimana
            Komisaris Independen juga menjadi Ketua Komite Audit.

            Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, susunan komite audit adalah sebagai berikut:

            Ketua                                               : Daniel Martinus
            Anggota                                             : Darmawan Nataatmadja
                                                                : Tommy Tan

            Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Corporate Secretary Perusahaan adalah Edgar Surjadi.
            Perusahaan telah membentuk unit internal audit sejak tanggal 29 Desember 2009. Kepala internal audit pada
            tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah Yuly.

            Personal manajemen kunci grup terdiri dari Komisaris dan Direksi.

            Jumlah karyawan Perusahaan (tidak diaudit) pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 masing-
            masing adalah 356 karyawan dan 382 karyawan. Jumlah karyawan Grup (tidak diaudit) pada tanggal 31 Maret
            2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing adalah 903 karyawan dan 980 karyawan.


 2.     Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting

      a. Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan Konsolidasian

        Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan dengan menggunakan Standar Akuntansi Keuangan di
        Indonesia, meliputi pernyataan dan interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan
        Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Dewan Standar Akuntansi Syariah IAI, dan Peraturan OJK No. VIII.G.7
        tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”.

        Dasar pengukuran laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun
        tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain, sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-
        masing akun tersebut. Laporan keuangan konsolidasian ini disusun dengan metode akrual, kecuali laporan arus
        kas konsolidasian.

        Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan
        arus kas dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.

        Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang
        berakhir 31 Maret 2025 adalah konsisten dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan
        laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2024.

        Mata uang yang digunakan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian adalah mata
        uang Rupiah (Rupiah) yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan.




                                                       -8-
Page 12
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


    b. Prinsip Konsolidasian

        Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas-entitas yang dikendalikan
        oleh Perusahaan dan entitas anak (Grup). Pengendalian diperoleh apabila Grup memiliki seluruh hal berikut ini:

         kekuasaan atas investee
         eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan
         kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil Grup.

        Pengkonsolidasian entitas anak dimulai pada saat Grup memperoleh pengendalian atas entitas anak dan
        berakhir pada saat Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Secara khusus, penghasilan dan beban
        entitas anak yang diakuisisi atau dilepaskan selama tahun berjalan termasuk dalam laporan laba rugi dan
        penghasilan komprehensif lain konsolidasian sejak tanggal Grup memperoleh pengendalian sampai dengan
        tanggal Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak.

        Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas dalam intra kelompok usaha terkait dengan
        transaksi antar entitas dalam Grup dieliminasi secara penuh dalam laporan keuangan konsolidasian.

        Laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik Perusahaan dan
        kepentingan nonpengendali (KNP) meskipun hal tersebut mengakibatkan KNP memiliki saldo defisit.
        KNP disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan dalam ekuitas
        pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik
        entitas induk.

        Transaksi dengan KNP yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas.
        Selisih antara nilai wajar imbalan yang dialihkan dengan bagian relatif atas nilai tercatat aset bersih entitas anak
        yang diakuisisi dicatat di ekuitas. Keuntungan atau kerugian dari pelepasan kepada KNP juga dicatat di ekuitas.

    c. Penjabaran Mata Uang Asing

        Mata Uang Fungsional dan Pelaporan

        Akun-akun yang tercakup dalam laporan keuangan setiap entitas dalam Grup diukur menggunakan mata uang
        dari lingkungan ekonomi utama dimana entitas beroperasi (mata uang fungsional). Laporan keuangan
        konsolidasian disajikan dalam Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional dan mata uang penyajian
        Perusahaan.

        Transaksi dan Saldo

        Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan kedalam mata uang fungsional menggunakan kurs pada tanggal
        transaksi. Keuntungan atau kerugian selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dan dari penjabaran
        pada kurs akhir tahun atas aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing diakui dalam laba rugi.

        Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, kurs konversi yakni kurs tengah Bank Indonesia, yang
        digunakan oleh Grup adalah Rp 16.588 dan Rp 16.162 per US$ 1.

    d. Transaksi Pihak Berelasi

        Orang atau entitas dikategorikan sebagai pihak berelasi Grup apabila memenuhi definisi pihak berelasi
        berdasarkan PSAK No. 7 “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.

        Semua transaksi signifikan dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian.

    e. Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar

        Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan klasifikasi lancar dan
        tidak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:
        1. akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal.
        2. untuk diperdagangkan
        3. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan atau kas atau setara kas kecuali yang dibatasi
             penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah
             tanggal pelaporan.




                                                          -9-
Page 13
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


         Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.

         Suatu liabilitas disajikan jangka pendek bila:
         1.   akan dilunasi dalam siklus operasi normal.
         2.   untuk diperdagangkan
         3.   akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
         4.   tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan setelah tanggal
              pelaporan.

         Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.

    f.   Kas dan Setara Kas

         Kas terdiri dari kas dan bank. Setara kas adalah semua investasi yang bersifat jangka pendek dan sangat likuid
         yang dapat segera dikonversikan menjadi kas dengan jatuh tempo dalam waktu tiga (3) bulan atau kurang sejak
         tanggal penempatannya, dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi pencairannya.

     g. Instrumen Keuangan

         Grup menerapkan PSAK No. 71, Instrumen Keuangan, mengenai pengaturan instrumen keuangan terkait
         klasifikasi dan pengukuran dan penurunan nilai atas instrumen keuangan.

         Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Grup memiliki instrumen keuangan dalam kategori aset
         keuangan pada biaya perolehan yang diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
         penghasilan komprehensif lain dan liabiltas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Oleh
         karena itu, kebijakan akuntansi terkait dengan instrumen keuangan dalam kategori aset keuangan dan liabilitas
         keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi tidak diungkapkan.

         Aset Keuangan

         Grup mengklasifikasikan aset keuangan sesuai dengan PSAK No. 71, Instrumen Keuangan, sehingga setelah
         pengakuan awal aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan
         komprehensif lain atau nilai wajar melalui laba rugi, dengan menggunakan dua dasar, yaitu:
               Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan; dan
               Karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan.

         Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, aset keuangan Grup terdiri dari aset keuangan pada biaya
         perolehan diamortisasi dan aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.

             1.   Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi.

                  Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:

                   a)   Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam
                        rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
                   b)   Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang
                        semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.

                  Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat pengakuan
                  awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan
                  métode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya, dan
                  dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai.

                  Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Grup mengklasifikasikan kas dan setara kas,
                  piutang usaha, piutang lain-lain, piutang pihak berelasi dan aset lain-lain (setoran jaminan) dalam
                  kategori ini.




                                                             -10-
Page 14
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


            2.   Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain

                 Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika kedua kondisi berikut
                 terpenuhi:

                 (a) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan mendapatkan
                     arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
                 (b) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang
                     semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.

                 Aset keuangan berupa instrumen ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
                 komprehensif lain selanjutnya diukur pada nilai wajar, dengan keuntungan atau kerugian yang belum
                 direalisasi diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Saat aset keuangan tersebut dihentikan
                 pengakuannya atau direklasifikasi, akumulasi keuntungan atau kerugian direklasifikasi ke saldo laba.

                 Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Grup mengklasifikasikan investasi dalam saham
                 PT Andalan Selaras Abadi (Catatan 12) dalam kategori ini.

       Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas

       Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas Grup diklasifikasikan berdasarkan substansi perjanjian kontraktual
       serta definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. Kebijakan akuntansi yang diterapkan atas instrumen
       keuangan tersebut diungkapkan berikut ini.

       Instrumen Ekuitas

       Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas setelah dikurangi
       dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas dicatat sejumlah hasil yang diterima, setelah dikurangkan
       dengan biaya penerbitan langsung.

       Liabilitas Keuangan

       Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 71 diklasifikasikan sebagai berikut: (i) liabilitas keuangan yang
       diukur dengan biaya diamortisasi, (ii) liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau
       melalui penghasilan komprehensif lain. Grup menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan
       awal.

       Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan dalam hal pinjaman dan utang,
       termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dan selanjutnya diukur pada biaya
       perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Amortisasi suku bunga efektif
       disajikan sebagai bagian dari beban keuangan dalam laba rugi.

       Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi

       Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat pengakuan awal
       dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan métode suku
       bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya.

       Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Grup mengklasifikasikan pinjaman bank jangka pendek
       dan panjang, utang usaha, utang lain lain, beban akrual, pinjaman pembelian aset tetap dan utang pihak berelasi
       dalam kategori ini.

        Saling Hapus Instrumen Keuangan

        Aset keuangan dan Liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
        keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, Grup saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk
        melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan berniat untuk menyelesaikan secara neto
        atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.




                                                        -11-
Page 15
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


        Penurunan Nilai Aset Keuangan pada Biaya Perolehan Diamortisasi

        Manajemen pertama-tama menentukan apakah terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara
        individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang
        jumlahnya tidak signifikan secara individual. Jika manajemen menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai
        penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, baik aset keuangan tersebut signifikan atau
        tidak signifikan, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik
        risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan
        nilainya dinilai secara individual, dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk
        dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif.

        Jika terdapat bukti obyektif bahwa penurunan nilai telah terjadi atas aset dalam kategori pinjaman yang diberikan
        dan piutang atau investasi dimiliki hingga jatuh tempo, maka jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih
        antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa depan (tidak termasuk kerugian kredit di masa
        depan yang belum terjadi) yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset tersebut (yang
        merupakan suku bunga efektif yang dihitung pada saat pengakuan awal). Nilai tercatat aset tersebut langsung
        dikurangi dengan penurunan nilai yang terjadi atau menggunakan akun penyisihan dan jumlah kerugian yang
        terjadi diakui di laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.

        Jika, pada tahun berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai bertambah atau berkurang karena suatu peristiwa
        yang terjadi setelah penurunan nilai tersebut diakui, maka dilakukan penyesuaian atas penyisihan kerugian
        penurunan nilai yang sebelumnya diakui. Pemulihan penurunan nilai selanjutnya diakui dalam laporan laba rugi
        konsolidasi, dengan ketentuan nilai tercatat aset setelah pemulihan penurunan nilai tidak melampaui biaya
        perolehan diamortisasi pada tanggal pemulihan tersebut.

        Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan

         (1)   Aset Keuangan
               Aset keuangan (atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa) dihentikan pengakuannya jika:

               a.    Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir;
               b.    Grup tetap memiliki hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan tersebut, namun juga
                     menanggung Liabilitas kontraktual untuk membayar kepada pihak ketiga atas arus kas yang
                     diterima tersebut secara penuh tanpa adanya penundaan yang signifikan berdasarkan suatu
                     kesepakatan; atau
               c.    Grup telah mentransfer haknya untuk menerima arus kas dari aset keuangan dan (i) telah
                     mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, atau (ii) secara
                     substansial tidak mentransfer atau tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan,
                     namun telah mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut.

         (2)   Liabilitas Keuangan
               Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika Liabilitas keuangan tersebut berakhir, dibatalkan atau
               telah kadaluarsa.

     h. Pengukuran Nilai Wajar

         Pengukuran nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan
         liabilitas akan terjadi:

              di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut atau;
              jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.

         Grup harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan pada tanggal pengukuran.

         Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
         menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
         kepentingan ekonomi terbaiknya.

         Pengukuran nilai wajar aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan
         manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya, atau dengan
         menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan
         terbaiknya.




                                                          -12-
Page 16
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


          Ketika Grup menggunakan teknik penilaian, maka Grup memaksimalkan penggunaan input yang dapat
          diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

          Seluruh aset dan liabilitas yang mana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut diukur atau diungkapkan,
          dikategorikan dalam hirarki nilai wajar sebagai berikut:

              Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik;
              Level 2 - teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar
               dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung;
              Level 3 - teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar
               tidak dapat diobservasi.

          Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang dalam laporan keuangan konsolidasian,
          maka Grup menentukan apakah telah terjadi transfer di antara level hirarki dengan menilai kembali
          pengkategorian level nilai wajar pada setiap akhir periode pelaporan.

     i.   Persediaan

          Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah (the lower of
          cost and net realizable value). Biaya persediaan ditentukan berdasarkan metode rata-rata tertimbang.

     j.   Investasi Pada Entitas Asosiasi

          Hasil usaha dan aset dan liabilitas entitas asosiasi dicatat dalam laporan keuangan konsolidasian
          menggunakan metode ekuitas.

          Dalam metode ekuitas, pengakuan awal investasi pada entitas asosiasi diakui pada laporan posisi keuangan
          konsolidasian sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk mengakui bagian Grup atas laba
          rugi dan penghasilan komprehensif lain dari entitas asosiasi. Jika bagian Grup atas rugi entitas asosiasi adalah
          sama dengan atau melebihi kepentingannya pada entitas asosiasi, maka Grup menghentikan pengakuannya
          atas rugi lebih lanjut. Kerugian lebih lanjut diakui hanya jika Grup memiliki kewajiban konstruktif atau hukum
          atau melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi.

          Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menentukan apakah terdapat penurunan nilai yang harus diakui atas
          investasi Grup pada entitas asosiasi atau ventura bersama.

     k.   Biaya Dibayar Dimuka

          Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis
          lurus.

     l.   Aset Tetap

          Pemilikan Langsung

          Aset tetap pemilikan langsung, kecuali tanah, dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, tetapi tidak termasuk
          biaya perawatan sehari-hari, dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada.
          Tanah tidak disusutkan dan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dikurangi akumulasi rugi penurunan nilai,
          jika ada.

          Biaya perolehan awal aset tetap meliputi harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang
          tidak boleh dikreditkan dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke
          lokasi dan kondisi yang diinginkan sesuai dengan tujuan penggunaan yang ditetapkan.

          Beban-beban yang timbul setelah aset tetap digunakan, seperti beban perbaikan dan pemeliharaan,
          dibebankan ke laba rugi komprehensif konsolidasian pada saat terjadinya. Apabila beban-beban tersebut
          menimbulkan peningkatan manfaat ekonomis di masa datang dari penggunaan aset tetap tersebut yang dapat
          melebihi kinerja normalnya, maka beban-beban tersebut dikapitalisasi sebagai tambahan biaya perolehan aset
          tetap.




                                                         -13-
Page 17
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


          Penyusutan dihitung berdasarkan metode garis lurus (straight-line method) selama masa manfaat aset tetap
          sebagai berikut:

                                                                Tahun

          Bangunan dan prasarana                               15 - 20
          Peralatan dan perlengkapan                            2-8
          Kendaraan bermotor operasional (armada)               2-8
          Kendaraan bermotor non-operasional (dinas)            4–8

          Nilai tercatat aset tetap ditelaah kembali dan dilakukan penurunan nilai apabila terdapat peristiwa atau
          perubahan kondisi tertentu yang mengindikasikan nilai tercatat tersebut tidak dapat dipulihkan sepenuhnya.

          Dalam setiap inspeksi yang signifikan, biaya inspeksi diakui dalam jumlah tercatat aset tetap sebagai suatu
          penggantian apabila memenuhi kriteria pengakuan. Biaya inspeksi signifikan yang dikapitalisasi tersebut
          diamortisasi selama periode sampai dengan saat inspeksi signifikan berikutnya.

          Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya (derecognized) pada saat dilepaskan atau tidak ada
          manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Aset tetap yang dijual
          atau dilepaskan, dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut akumulasi penyusutan dan akumulasi
          penurunan nilai yang terkait dengan aset tetap tersebut. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian
          pengakuan aset tetap ditentukan sebesar perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan, jika ada, dengan
          jumlah tercatat dari aset tetap tersebut, dan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada
          tahun terjadinya penghentian pengakuan.

          Nilai residu, umur manfaat, serta metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan dilakukan penyesuaian
          apabila hasil telaah berbeda dengan estimasi sebelumnya.

          Aset dalam Pembangunan

          Aset dalam pembangunan merupakan aset tetap dalam tahap konstruksi yang dinyatakan pada biaya
          perolehan dan tidak disusutkan. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke akun aset tetap yang
          bersangkutan dan akan disusutkan pada saat konstruksi selesai dan aset tersebut telah siap digunakan sesuai
          dengan tujuannya.

          Aset Tetap dalam Rangka Bangun, Kelola, dan Alih (Build, Operate, and Transfer atau BOT)

          Aset tetap dalam rangka bangun, kelola, dan alih dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi
          akumulasi penyusutan dan penurunan nilai aset, jika ada. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode
          garis lurus selama periode perjanjian BOT, yaitu 20 tahun.

     m.   Sewa

          Grup menerapkan PSAK No. 73 yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa sehubungan dengan sewa
          yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai ‘sewa operasi’. Kebijakan ini berlaku untuk kontrak yang disepakati
          atau yang telah berubah.

          Sebagai penyewa

          Pada tanggal permulaan kontrak, Grup menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung, sewa. Suatu
          kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan
          penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.

          Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian, Grup
          harus menilai apakah:

              Grup memiliki hak untuk mendapatkan secara subtansial seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan aset
               identifikasian; dan
              Grup memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Grup memiliki hak ini ketika Grup
               memiliki hak untuk pengambilan keputusan yang relevan tentang bagaimana dan untuk tujuan apa aset
               digunakan telah ditentukan sebelumnya dan:




                                                        -14-
Page 18
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


               1.   Grup memiliki hak untuk mengoperasikan aset;
               2.   Grup telah mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan apa
                    aset akan digunakan selama periode penggunaan.

          Pada tanggal awal dimulainya kontrak atau pada tanggal penilaian kembali atas kontrak yang mengandung
          sebuah komponen sewa, Grup mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen sewa
          berdasarkan harga tersendiri relatif dari komponen sewa dan harga tersendiri agregat dari komponen
          nonsewa.

          Pada tanggal permulaan sewa, Grup mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak-guna diukur pada
          biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan dengan
          pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan.

          Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga tanggal
          yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.

          Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan,
          didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut tidak
          dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya, Grup
          menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai tingkat bunga diskonto.

          Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran berikut ini:
             pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara substansi;
             pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada awalnya diukur
              dengan menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
             jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dengan jaminan nilai residual;
             harga eksekusi opsi beli jika Grup cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
             penalti karena penghentian awal sewa kecuali jika Grup cukup pasti untuk tidak menghentikan lebih
              awal.

          Pembayaran sewa dialokasikan menjadi bagian pokok dan biaya keuangan. Biaya keuangan dibebankan pada
          laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo
          liabilitas untuk setiap periode.

          Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Grup pada akhir masa sewa atau jika biaya
          perolehan aset hak-guna merefleksikan Grup akan mengeksekusi opsi beli, maka Grup menyusutkan aset
          hak-guna dari tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar. Jika tidak, maka Grup
          menyusutkan aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat
          aset hak-guna atau akhir masa sewa.

          Sewa jangka-pendek

          Grup memutuskan untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka-pendek yang
          memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang. Grup mengakui pembayaran sewa atas sewa tersebut sebagai
          beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.

          Sebagai pesewa

          Ketika Grup bertindak sebagai pesewa, Grup mengklasifikasi masing-masing sewanya baik sewa operasi
          atau sewa pembiayaan.

          Untuk mengklasifikasi masing-masing sewa, Grup membuat penilaian secara keseluruhan atas apakah sewa
          mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset pendasar.
          Jika penilaian membuktikan hal tersebut, maka sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan; jika tidak
          maka, merupakan sewa operasi. Sebagai bagian dari penilaian ini, Grup mempertimbangkan beberapa
          indikator seperti apakah masa sewa adalah sebagian besar dari umur ekonomik aset pendasar.

     n.   Biaya Ditangguhkan

          Biaya yang dibayarkan atas perolehan lisensi untuk mengoperasikan jaringan waralaba sewa kendaraan
          ditangguhkan dan diamortisasi menggunakan metode garis lurus selama periode perjanjian.




                                                      -15-
Page 19
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


     o.   Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

          Pada setiap akhir periode pelaporan tahunan, Grup menelaah apakah terdapat indikasi penurunan nilai. Jika
          terdapat indikasi tersebut atau pada saat uji tahunan nilai aset perlu dilakukan, maka grup membuat estimasi
          jumlah terpulihkan aset tersebut.

          Jika nilai tercatat aset lebih besar dari pada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dinyatakan mengalami
          penurunan nilai dan rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi. Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus
          kas masa depan bersih didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang
          mencerminkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset.

          Penelaahan dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan untuk mengetahui apakah terdapat
          indikasi bahwa rugi penurunan nilai aset yang telah diakui dalam periode sebelumnya mungkin tidak ada lagi
          atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka Grup mengestimasi jumlah terpulihkan
          aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang diakui dalam periode sebelumnya akan dipulihkan apabila nilai
          tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannnya maupun nilai tercatat, neto setelah penyusutan,
          seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun-tahun sebelumnya.
          Setelah pemulihan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk
          mengalokasikan nilai tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama
          sisa umur manfaatnya.

     p.   Pengakuan Pendapatan dan Beban

          Grup menerapkan PSAK No. 72 yang mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah
          analisa sebagai berikut:
          1. Identifikasi kontrak pelanggan
          2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam
              kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan.
          3. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu
              entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan.Jika
              imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka grup membuat
              estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya
              barang dan jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan jasa yang akan
              dibayarkan selama periode kontrak.
          4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri
              sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati
              secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan biaya yang diharapkan ditambah marjin.
          5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau
              jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki pengendalian atas barang atau jasa
              tersebut).

          Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan 2 cara, yakni:

              a.   Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau

              b.   Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban
                   pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Grup memilih ukuran penyelesaian yang
                   sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya kewajiban
                   pelaksanaan.

          Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari
          pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Kewajiban kontrak diakui ketika
          jumlah penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi.

          Pendapatan sewa diakui sejalan dengan berlalunya waktu atau selama periode sewa atau penggunaan aset
          yang bersangkutan.

          Pendapatan bunga dan beban bunga dari instrumen keuangan diakui dalam laba rugi secara akrual
          menggunakan metode suku bunga efektif.

          Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).




                                                         -16-
Page 20
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


     q.   Imbalan Kerja

          Imbalan kerja jangka pendek

          Imbalan kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah yang tak-terdiskonto sebagai liabilitas pada laporan posisi
          keuangan konsolidasian setelah dikurangi dengan jumlah yang telah dibayar dan sebagai beban dalam laba
          rugi.

          Liabilitas Imbalan kerja jangka panjang

          Liabilitas imbalan kerja jangka panjang merupakan imbalan pasca-kerja manfaat pasti yang dibentuk tanpa
          pendanaan khusus dan didasarkan pada masa kerja dan jumlah penghasilan karyawan pada saat pensiun
          yang dihitung menggunakan metode Projected Unit Credit. Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti
          langsung diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dan penghasilan komprehensif lain pada
          periode terjadinya dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi, namun menjadi bagian dari saldo laba. Biaya
          liabilitas imbalan pasti lainnya terkait dengan program imbalan pasti diakui dalam laba rugi.

          Pada tanggal 2 Februari 2021, Pemerintah mengundangkan dan memberlakukan Peraturan Pemerintah
          Nomor 35 tahun 2021 (PP35/2021) untuk melaksanakan ketentuan Pasal 81 dan Pasal 185 (b) UU No.11/2020
          mengenai Cipta Kerja yang bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.

          Presiden Republik Indonesia telah menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2
          Tahun 2022 tentang Cipta Kerja (Perppu Cipta Kerja 2/2022) pada tanggal 30 Desember 2022 yang
          merupakan pelaksanaan dari Putusan MK Nomor 91/PUU-XVIII/2020. Dengan berlakunya perppu ini, UU No.
          11/2020 tentang Cipta Kerja dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

          PP35/2021 mengatur mengenai perjanjian kerja waktu tertentu (karyawan tidak tetap), alih daya, waktu kerja,
          yang dapat mempengaruhi manfaat imbalan minimum yang harus diberikan kepada karyawan.

     r.   Pajak Penghasilan

          Pajak Kini

          Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung
          berdasarkan tarif pajak yang berlaku.

          Pajak Tangguhan

          Pajak tangguhan diakui sebagai liabilitas jika terdapat perbedaan temporer kena pajak yang timbul dari
          perbedaan antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan jumlah tercatatnya pada tanggal
          pelaporan.

          Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan. Aset pajak
          tangguhan diakui dan direviu pada setiap tanggal pelaporan atau diturunkan jumlah tercatatnya, sepanjang
          kemungkinan besar laba kena pajak tersedia untuk pemanfaatan perbedaan temporer yang dapat
          dikurangkan dan rugi fiskal yang dapat dikompensasikan.

          Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku ketika
          aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (atau peraturan pajak) yang telah berlaku
          atau secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.

          Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus jika dan hanya jika, terdapat hak yang
          dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan
          pajak tangguhan tersebut terkait dengan entitas kena pajak yang sama dan dikenakan oleh otoritas
          perpajakan yang sama.

    s.    Laba per Saham

          Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik
          Perusahaan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.




                                                         -17-
Page 21
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


     t.    Segmen Operasi

           Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal komponen-komponen Grup yang secara berkala
           dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya ke dalam segmen
           dan penilaian kinerja Grup.

      u.   Provisi

           Provisi diakui jika Grup mempunyai kewajiban kini (hukum maupun konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa
           lalu, yang memungkinkan Grup harus menyelesaikan kewajiban tersebut dan estimasi yang andal mengenai
           jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.

           Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk
           menyelesaikan kewajiban kini pada tanggal pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian
           terkait kewajiban tersebut.

3.   Penggunaan Estimasi, Pertimbangan dan Asumsi Manajemen

     Dalam penerapan kebijakan akuntansi Grup, seperti yang diungkapkan dalam Catatan 2 pada laporan keuangan
     konsolidasian, manajemen harus membuat estimasi, pertimbangan, dan asumsi atas nilai tercatat aset dan liabilitas
     yang tidak tersedia oleh sumber-sumber lain. Estimasi dan asumsi tersebut, berdasarkan pengalaman historis dan
     faktor lain yang dipertimbangkan relevan.
     Manajemen berkeyakinan bahwa pengungkapan berikut telah mencakup ikhtisar estimasi, pertimbangan dan
     asumsi signifikan yang dibuat oleh manajemen, yang berdampak terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan serta
     pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasian.

     Pertimbangan
     Pertimbangan-pertimbangan berikut dibuat oleh manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup
     yang memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
     konsolidasian:

     a.     Mata Uang Fungsional

            Mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anak adalah mata uang lingkungan ekonomi utama dimana
            masing-masing entitas beroperasi. Mata uang tersebut adalah yang paling menentukan harga jual barang dan
            jasa, dan mata uang dari negara yang kekuatan persaingan dan peraturannya sebagian besar menentukan
            harga barang dan jasa entitas dan merupakan mata uang yang mana dari aktivitas pendanaan dihasilkan.

     b.     Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

            Grup menentukan klasifikasi aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan
            menilai apakah aset dan liabilitas tersebut memenuhi definisi yang ditetapkan dalam PSAK No. 55. Aset
            keuangan dan liabilitas keuangan dicatat sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan seperti yang
            diungkapkan dalam Catatan 2.

     c.     Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan

            Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan Grup menilai apakah risiko kredit atas instrumen keuangan
            telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian tersebut, Grup
            mempertimbangkan perubahan risiko gagal bayar yang terjadi selama umur instrumen keuangan. Dalam
            melakukan penilaian tersebut, Grup membandingkan risiko gagal bayar yang terjadi pada tanggal pelaporan
            dengan risiko gagal bayar pada saat pengakuan awal, serta mempertimbangkan informasi, termasuk
            informasi masa lalu, kondisi saat ini, dan informasi bersifat perkiraan masa depan (forward-looking), yang
            wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan.

            Grup mengukur cadangan kerugian sepanjang umurnya, jika risiko kredit atas instrumen keuangan tersebut
            telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, jika tidak, maka Grup mengukur cadangan
            kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan. Suatu evaluasi
            yang bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah cadangan kerugian ekspektasian yang harus dibentuk,
            dilakukan secara berkala pada setiap periode pelaporan. Oleh karena itu, saat dan besaran jumlah cadangan
            kerugian ekspektasian yang tercatat pada setiap periode dapat berbeda tergantung pada pertimbangan atas
            informasi yang tersedia atau berlaku pada saat itu.




                                                         -18-
Page 22
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


           Nilai tercatat pinjaman yang diberikan dan piutang Grup tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah
           sebagai berikut:

                                                                            31 Maret 2025        31 Desember 2024
                                                                                Rp.                     Rp.
           Pinjaman yang diberikan dan piutang
              Kas dan setara kas                                              15.846.262.266         18.555.860.448
              Piutang usaha                                                   14.659.841.049         14.292.610.539
              Piutang lain-lain                                                  537.310.770            470.194.306
              Piutang pihak berelasi non-usaha                                16.107.948.953         16.094.915.211
              Dana yang dibatasi penggunaannya                                   100.000.000            100.000.000
              Aset lain-lain (setoran jaminan)                                 1.128.339.096            770.505.513

           Jumlah                                                             48.379.702.134         50.284.086.017




    d.    Aset keuangan yang tidak memiliki kuotasi harga di pasar aktif.

           Grup mengukur seluruh aset keuangan berupa investasi dalam instrumen ekuitas pada nilai wajarnya. Akan
           tetapi, pada keadaan terbatas, biaya perolehan dapat merupakan estimasi nilai wajar yang tepat. Hal
           tersebut dapat terjadi jika informasi yang terkini tidak tersedia untuk mengukur nilai wajar, atau terdapat
           rentang kemungkinan yang cukup besar atas nilai wajar, dimana biaya perolehan yang merupakan estimasi
           terbaik nilai wajar dalam rentang tersebut.

           Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, manajemen Grup memutuskan untuk mengukur
           investasi aset keuangan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain yang diungkapkan dalam
           Catatan 12 pada biaya perolehan, karena informasi yang terkini tidak tersedia untuk mengukur nilai wajarnya
           dan dampaknya tidak material terhadap laporan keuangan konsolidasian Grup.

     e.   Komitmen Sewa

           Komitmen Sewa - Grup Sebagai Penyewa

           Grup telah menandatangani sejumlah perjanjian sewa ruangan serta perjanjian sewa tanah. Grup
           menentukan bahwa sewa tersebut memenuhi kriteria pengakuan dan pengukuran aset hak-guna dan
           liabilitas sewa. Grup juga menentukan sejumlah sewa, termasuk sewa jangka pendek dan menerapkan
           ketentuan PSAK No. 73, Sewa, mengenai pengecualian sewa jangka pendek.

           Komitmen Sewa Operasi - Grup Sebagai Pesewa

           Grup telah menandatangani sejumlah perjanjian sewa. Grup menentukan bahwa sewa tersebut adalah sewa
           operasi karena Grup menanggung secara signifikan seluruh risiko dan manfaat dari kepemilikan aset-aset
           tersebut.

     f.    Pajak Penghasilan

           Pertimbangan yang signifikan dibutuhkan untuk menentukan jumlah pajak penghasilan. Terdapat sejumlah
           transaksi dan perhitungan yang menimbulkan ketidakpastian penentuan jumlah pajak penghasilan karena
           interpretasi atas peraturan pajak yang berbeda. Jika hasil pemeriksaan pajak berbeda dengan jumlah yang
           sebelumnya telah dibukukan, maka selisih tersebut akan berdampak terhadap aset dan liabilitas pajak kini
           dan tangguhan dalam periode dimana hasil pemeriksaan tersebut terjadi.

    Estimasi dan Asumsi

    Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber utama lain dalam mengestimasi ketidakpastian pada tanggal
    pelaporan yang mempunyai risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat
    aset dan liabilitas dalam periode berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada
    parameter yang tersedia saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Kondisi yang ada dan asumsi mengenai
    perkembangan masa depan dapat berubah karena perubahan situasi pasar yang berada di luar kendali Grup.
    Perubahan tersebut tercermin dalam asumsi ketika keadaan tersebut terjadi.




                                                       -19-
Page 23
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


    a.   Nilai Wajar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

         Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mensyaratkan pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan
         tertentu pada nilai wajarnya, dan penyajian ini mengharuskan penggunaan estimasi. Komponen pengukuran
         nilai wajar yang signifikan ditentukan berdasarkan bukti-bukti obyektif yang dapat diverifikasi (seperti nilai tukar,
         suku bunga), sedangkan saat dan besaran perubahan nilai wajar dapat menjadi berbeda karena penggunaan
         metode penilaian yang berbeda.

         Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan diungkapkan pada Catatan 24.

    b.   Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap

         Masa manfaat dari masing-masing aset tetap Grup diestimasi sepanjang masa aset tersebut tersedia untuk
         digunakan. Estimasi tersebut didasarkan pada penilaian kolektif berdasarkan bidang usaha yang sama,
         evaluasi teknis internal, dan pengalaman dengan aset sejenis. Estimasi masa manfaat setiap aset ditelaah
         secara berkala dan diperbarui jika estimasi berbeda dari perkiraan sebelumnya yang disebabkan karena
         pemakaian, using secara teknis atau komersial, serta keterbatasan hak atau pembatasan lainnya terhadap
         penggunaan aset. Dengan demikian, hasil operasi di masa mendatang mungkin dapat terpengaruh secara
         signifikan oleh perubahan dalam jumlah dan waktu terjadinya biaya karena perubahan yang disebabkan oleh
         faktor-faktor yang disebutkan di atas. Penurunan estimasi masa manfaat ekonomis setiap aset tetap akan
         menyebabkan kenaikan beban penyusutan dan penurunan nilai tercatat aset tetap.

         Nilai tercatat aset tetap pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 diungkapkan pada Catatan 13.

    c.   Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

         Penelaahan atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai aset tertentu. Penentuan
         nilai wajar aset memerlukan estimasi arus kas yang diharapkan pemakai berkelanjutan dan pelepasan akhir
         aset tersebut. Perubahan signifikan dalam asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan nilai wajar dapat
         berdampak signifikan pada jumlah nilai terpulihkan dan jumlah kerugian penurunan nilai yang terjadi mungkin
         berdampak material pada hasil operasi Grup.

         Nilai tercatat aset non keuangan tersebut pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai
         berikut :

                                                                        31 Maret 2025               31 Desember 2024
                                                                             Rp                            Rp

          Aset tetap                                                     244,738,572,451                 232,774,969,127
          Jumlah                                                         244,738,572,451                 232,774,969,127



    d.   Imbalan Kerja Jangka Panjang

         Penentuan liabilitas dan imbalan kerja jangka panjang dipengaruhi oleh asumsi tertentu yang digunakan oleh
         aktuaris dalam menghitung jumlah tersebut. Asumsi-asumsi tersebut dijelaskan dalam Catatan 34 dan
         mencakup, antara lain, tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji. Hasil aktual yang berbeda dengan asumsi
         Grup diakumulasi dan diamortisasi ke masa depan dan oleh karena itu, secara umum berdampak pada beban
         yang diakui dan liabilitas yang tercatat pada periode-periode mendatang. Manajemen berkeyakinan bahwa
         asumsi-asumsi yang digunakan adalah tepat dan wajar, namun demikian, perbedaan signifikan pada hasil
         aktual, atau perubahan signifikan dalam asumsi-asumsi tersebut dapat berdampak signifikan pada jumlah
         liabilitas imbalan kerja jangka panjang.

         Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, liabilitas imbalan kerja jangka panjang masing-masing
         sebesar Rp 2.651.503.693 dan Rp 2.938.008.037.




                                                           -20-
Page 24
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


     e.    Aset Pajak Tangguhan

           Aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara nilai tercatat aset dan liabilitas pada
           laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak jika besar kemungkinan bahwa jumlah laba kena pajak akan
           memadai untuk pemanfaatan perbedaan temporer yang diakui. Estimasi manajemen yang signifikan diperlukan
           untuk menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang diakui berdasarkan kemungkinan waktu terealisasinya
           dan jumlah laba kena pajak pada masa mendatang serta strategi perencanaan pajak masa depan.


4.   Kas dan Setara Kas

                                                                    31 Maret 2025         31 Desember 2024
                                                                           Rp                      Rp
     Kas-Rupiah                                                          304,125,090              106,420,831
     Bank
       Rupiah
          PT Bank Central Asia Tbk                                     5,811,388,173            6,435,846,618
          PT Bank Pan Indonesia Tbk                                    2,235,918,036            1,242,239,193
          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                         538,997,836                2,022,500
          PT Bank Ina Perdana Tbk                                        235,477,592              235,919,093
          PT Bank Rakyat Indonesia Tbk                                   162,297,081              175,149,303
          PT Bank Danamon Indonesia Tbk                                   93,868,967               76,269,050
          PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                   89,261,649               85,575,432
          PT Bank CIMB Niaga Tbk                                          62,210,589               37,193,424
          PT Bank KEB Hana Indonesia                                               -                9,507,751

          Jumlah Bank - Rupiah                                         9,229,419,923            8,299,722,364

          Dolar Amerika Serikat
             PT Bank Central Asia Tbk                                      6,457,527                 6,457,527
          Jumlah Bank - Dolar Amerika Serikat                              6,457,527                 6,457,527

          Jumlah Bank                                                  9,235,877,450            8,306,179,891

     Deposito berjangka - Rupiah
       PT Bank Capital Indonesia Tbk                                   6,300,000,000            7,500,000,000
       PT Bank Victoria International Tbk                                  6,259,726            2,643,259,726
     Jumlah Deposito Berjangka                                         6,306,259,726           10,143,259,726
     Jumlah                                                           15,846,262,266           18,555,860,448




                                                        -21-
Page 25
 PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


5.   Piutang Usaha
                                                                      31 Maret 2025        31 Desember 2024
                                                                           Rp                     Rp
     a. Berdasarkan Pelanggan

        Pihak yang berelasi (Catatan 38)                                8.511.088.275           8.261.059.025
        Cadangan kerugian penurunan nilai                                (948.385.590)           (948.385.590)
        Pihak berelasi - bersih                                         7.562.702.685           7.312.673.435

        Pihak ketiga - Pelanggan dalam negeri                           9.092.012.851           8.974.811.591
        Cadangan kerugian penurunan nilai                              (1.994.874.487)         (1.994.874.487)
        Jumlah - Bersih                                                 7.097.138.364           6.979.937.104
        Jumlah                                                        14.659.841.049          14.292.610.539

     b. Berdasarkan Umur

        Pihak yang berelasi (Catatan 38)
           Belum jatuh tempo                                            3.193.252.500           1.563.726.740
           Jatuh tempo
              penurunan nilai
               1 - 30 hari                                                353.220.500             245.660.260
              31 - 60 hari                                                257.118.000             589.052.000
              61 - 90 hari                                                100.224.500             722.319.000
              91 - 120 hari                                               253.827.500             798.923.276
              Lebih dari 120 hari                                       4.353.445.275           4.341.377.749
           Jumlah                                                       8.511.088.275           8.261.059.025
           Cadangan kerugian penurunan nilai                             (948.385.590)           (948.385.590)
           Pihak berelasi - bersih                                      7.562.702.685           7.312.673.435



        Pihak ketiga
           Belum jatuh tempo                                            3.091.461.801           2.572.869.453
           Jatuh tempo
               1 - 30 hari                                              2.282.733.737           2.578.328.000
              31 - 60 hari                                              1.569.720.552           1.403.497.990
              61 - 90 hari                                                509.154.939             344.461.000
              91 - 120 hari                                               330.613.000             206.535.000
              Lebih dari 120 hari                                       1.308.328.822           1.869.120.148
           Jumlah                                                       9.092.012.851           8.974.811.591
           Cadangan kerugian penurunan nilai                           (1.994.874.487)         (1.994.874.487)
           Pihak ketiga - bersih                                        7.097.138.364           6.979.937.104

        Jumlah                                                        14.659.841.049          14.292.610.539



     Perubahan dalam cadangan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut:

                                                                  31 Maret 2025          31 Desem ber 2024
                                                                       Rp                       Rp

     Saldo awal tahun                                             2.943.260.077              2.780.105.304
     Penam bahan (catatan 31)                                               -                  163.154.773

     Saldo akhir tahun                                             2.943.260.077              2.943.260.077


     Berdasarkan evaluasi manajemen terhadap kolektibilitas saldo masing-masing piutang pada tanggal
     31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai
     atas piutang dari pihak ketiga memadai untuk menutup kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya piutang
     tersebut, sedangkan terhadap piutang dari pihak berelasi tidak dibentuk cadangan kerugian penurunan nilai
     karena manajemen berpendapat bahwa dapat ditagih piutang tersebut.

     Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko terkonsentrasi secara signifikan atas piutang dari pihak
     ketiga.




                                                        -22-
Page 26
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


6.   Piutang Lain-lain

                                                                         31 Maret 2025        31 Desember 2024
                                                                             Rp                      Rp
       Pihak ketiga
          Piutang dari karyawan                                              328.683.252            270.317.939
          Lain-lain                                                          208.627.518            199.876.367
       Jumlah - neto                                                         537.310.770            470.194.306

     Piutang dari karyawan merupakan piutang tanpa bunga dan dibayar melalui pengurangan gaji bulanan.

     Berdasarkan evaluasi manajemen terhadap kolektibilitas saldo masing-masing piutang tersebut pada
     tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian
     penurunan nilai atas piutang memadai untuk menutup kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya piutang
     tersebut.


7.   Persediaan

     Persediaan merupakan persediaan suku cadang kendaraan.

     Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat persediaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember
     2024 tidak melampaui nilai realisasi bersihnya.


8.   Pajak Dibayar Dimuka

                                                                   31 Maret 2025            31 Desember 2024
                                                                       Rp                          Rp
       Pajak Penghasilan
         PPh pasal 23                                                 245.864.437                                     -


       Jumlah - neto                                                  245.864.437                                     -



9.   Uang Muka

     Akun ini merupakan pembayaran uang muka yang terdiri dari :


                                                             3 1 M a re t 2 0 2 5          31 D esem ber 2024
                                                                    Rp                             Rp

     P e r b a ik a n d a n p e m e lih a r a a n               1 .5 5 0 . 1 4 2 . 3 6 4       3 2 5 .9 8 1 .9 3 6
     L a in - la in                                                4 2 8 .7 2 3 .6 0 1           9 4 . 0 8 5 .9 7 7

     J u m la h                                                 1 .9 7 8 . 8 6 5 . 9 6 5       4 2 0 .0 6 7 .9 1 3




                                                      -23-
Page 27
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


10. Biaya Dibayar Dimuka

                                                                  31 Maret 2025         31 Desem ber 2024
                                                                       Rp                      Rp

      Sewa                                                           407.279.222                570.751.010
      Perizinan                                                      376.664.254                424.752.496
      Asuransi                                                       359.778.589                582.495.445
      Lain-lain                                                      855.275.657                775.024.792
      Jum lah                                                      1.998.997.722              2.353.023.743
      Dikurangi biaya dibayar dim uka
        jangka pendek                                              1.941.038.899              2.275.745.313

      Biaya dibayar dim uka jangka panjang                            57.958.823                 77.278.430


    Biaya dibayar dimuka - perizinan merupakan biaya perolehan izin-izin yang terkait dengan operasi armada di
    Jakarta, Yogyakarta dan Bali yang dibayarkan dimuka untuk periode manfaat ke depan.


11. Piutang Pihak Berelasi

                                                               31 Maret 2025          31 Desember 2024
                                                                    Rp                       Rp
       Aset Lancar - Rupiah
          PT Panorama Investama                               14.028.123.104              14.028.123.104
          PT Panorama Sentrawisata Tbk                                   -                           -
       Jumlah                                                 14.028.123.104              14.028.123.104
       Cadangan kerugian penurunan nilai                         655.842.110                 655.842.110
       Jumlah - Bersih                                        13.372.280.994              13.372.280.994

       Aset Tidak Lancar - Rupiah
          PT Panorama Media                                     1.575.000.000              1.575.000.000
          PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk                      1.081.484.000              1.081.484.000
          PT Andalan Selaras Abadi                                 68.150.217                 66.150.217
          PT Panorama Aplikasi Nusantara                           11.033.750                        -
       Jumlah                                                    2.735.667.967              2.722.634.217

    Piutang pihak berelasi non usaha terutama timbul dari beban-beban pihak berelasi yang dibayarkan terlebih
    dahulu oleh Grup dan/atau sebaliknya. Akun ini tidak dikenakan beban bunga dan tanpa jadwal pengembalian
    yang pasti. Pada 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 saldo utang pihak berelasi adalah nihil.

    Manajemen melakukan transaksi tersebut antara lain untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan agar
    mendapatkan manfaat dari ketersediaan produk vendor tersebut dan sebagai bagian dari rencana strategis
    Perusahaan untuk menjadikan Perusahaan sebagai grup yang terintegrasi.




                                                     -24-
Page 28
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


12.   Investasi Saham
                                                                     31 Maret 2025              31 Desember 2024
      PT Andalan Selaras Abadi                                        41.484.151.184               41.484.219.375
      Jumlah                                                          41.484.151.184               41.484.219.375


      Investasi pada Entitas Asosiasi – Metode Ekuitas

      PT Andalan Selaras Abadi

      Berdasarkan Pernyataan Keputusan Rapat Nomor 51 tanggal 27 Maret 2024 dari Notaris
      Hendra Justin Fu, S.H., M.Kn. Perusahaan memperoleh saham sebanyak 27.000 lembar saham atau sebesar
      Rp 40.500.000.000 melalui penerbitan seluruh saham baru PT Andalan Selaras Abadi sehingga kepemilikan
      Perusahaan di PT Andalan Selaras Abadi berubah dari 1,94% menjadi 35,89%. Perubahan tersebut telah
      disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0078881
      tanggal 1 April 2024.

      Pada tanggal 31 Maret 2025 bagian atas rugi bersih entitas asosiasi yang diakui oleh Perusahaan sebesar
      Rp 68.191.


      Ikhtisar informasi keuangan entitas asosiasi tanpa disesuaikan dengan proporsi kepemilikan grup adalah sebagai
      berikut:

                                                                       PT Andalan Selaras Abadi
                                                                31 Maret 2025           31 Desember 2024

        Aset
            Aset lancar                                               2.262.100                       602.100
            Aset tidak lancar                                   198.693.000.000               198.693.000.000
        Jumlah                                                  198.695.262.100               198.693.602.100

        Liabilitas
              Jangka pendek                                           8.325.000                      8.475.000
              Jangka panjang                                     38.131.350.218                 38.131.350.218
        Jumlah                                                   38.139.675.218                 38.139.825.218

        Pendapatan                                                            -                               -
        Beban - neto                                                   (190.000)                    (21.481.326)
        Rugi bersih                                                    (190.000)                    (21.481.326)




                                                         -25-
Page 29
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


13.     Aset Tetap

                                                                               Perubahan selama 2025

                                        1 Januari 2025               Penambahan                 Pengurangan                 31 Maret 2025
                                             Rp                         Rp                             Rp                        Rp

      Biaya perolehan:
      Pemilikan langsung
        Tanah                                             -                           -                               -                       -
        Kendaraan bermotor
             operasional (armada)           298.623.644.825             23.033.758.438                  (5.650.509.700)         316.006.893.563
         Bangunan dan prasarana              54.369.120.654                 28.712.500                               -           54.397.833.154
         Peralatan dan perlengkapan          47.166.297.516                201.495.469                               -           47.367.792.985
         Kendaraan bermotor
             non-operasional (dinas)          7.499.411.119               866.000.000                                 -           8.365.411.119

         Aset tetap dalam perjanjian

               Bangunan dan Prasarana        34.399.863.544                           -                               -          34.399.863.544

         Aset dalam pembangunan               3.137.937.000                  58.111.900                                           3.196.048.900

      Jumlah                                445.196.274.658             24.188.078.307                  (5.650.509.700)         463.733.843.265

      Akumulasi penyusutan:

      Pemilikan langsung
        Kendaraan bermotor
             operasional (armada)           145.476.528.993              8.638.027.358                  (4.957.399.638)         149.157.156.713
        Bangunan dan prasarana               17.781.078.439                          -                               -           17.781.078.439
         Peralatan dan perlengkapan          34.341.303.584              1.232.369.317                                -          35.573.672.901
         Kendaraan bermotor
             non-operasional (dinas)          5.628.248.128                           -                               -           5.628.248.128
         Aset tetap dalam perjanjian
             Bangunan dan Prasarana           9.194.146.387              1.660.968.246                                -          10.855.114.633
      Jumlah                                212.421.305.531             11.531.364.921                  (4.957.399.638)         218.995.270.814


      Nilai Tercatat                        232.774.969.127                                                                     244.738.572.451




                                                                               Perubahan selama 2024

                                        1 Januari 2024               Penambahan                 Pengurangan                31 Desember 2024
                                             Rp                         Rp                             Rp                        Rp

      Biaya perolehan:
      Pemilikan langsung
        Tanah                                             -                           -                               -                       -
        Kendaraan bermotor
             operasional (armada)           262.659.715.967             52.290.789.096                 (16.326.860.238)         298.623.644.825
         Bangunan dan prasarana              53.372.121.753              1.374.192.451                 (377.193.550,00)          54.369.120.654
         Peralatan dan perlengkapan          46.150.453.989              1.058.583.527                     (42.740.000)          47.166.297.516
         Kendaraan bermotor
             non-operasional (dinas)          8.735.936.119                                             (1.236.525.000)           7.499.411.119

         Aset tetap dalam perjanjian

               Bangunan dan Prasarana        24.652.613.544              9.747.250.000                                           34.399.863.544

         Aset dalam pembangunan                           -              3.137.937.000                                            3.137.937.000

      Jumlah                                395.570.841.372             67.608.752.074                 (17.983.318.788)         445.196.274.658

      Akumulasi penyusutan:

      Pemilikan langsung
        Kendaraan bermotor
             operasional (armada)           124.970.786.656             31.090.191.533                 (10.584.449.196)         145.476.528.993
        Bangunan dan prasarana               15.527.658.222              2.630.613.767                    (377.193.550)          17.781.078.439
         Peralatan dan perlengkapan          29.254.676.526              5.124.186.746                      (37.559.688)         34.341.303.584
         Kendaraan bermotor
             non-operasional (dinas)          6.581.513.167               283.259.961                   (1.236.525.000)           5.628.248.128
         Aset tetap dalam perjanjian
             Bangunan dan Prasarana           6.540.324.421              2.653.821.966                                            9.194.146.387
      Jumlah                                182.874.958.992             41.782.073.973                 (12.235.727.434)         212.421.305.531


      Nilai Tercatat                        212.695.882.380                                                                     232.774.969.127




                                                              -26-
Page 30
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


     Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:

                                                                31 Maret 2025            31 Maret 2024
                                                                     Rp                       Rp

    Beban langsung (catatan 30)                                   8.452.445.114             7.374.774.172
    Beban usaha (catatan 32)                                      3.078.919.807             2.684.599.156

    Jumlah                                                       11.531.364.921            10.059.373.328



   Pengurangan pada 31 Maret 2025 dan 2024 yang merupakan penjualan asset tertentu dengan rincian sebagai
   berikut:
                                                                31 Maret 2025            31 Maret 2024
                                                                     Rp                       Rp

    Harga Jual                                                     2.994.030.208               715.184.375
    Nilai Tercatat                                                   693.110.062               689.363.667

    Keuntungan Penjualan                                           2.300.920.146                25.820.708


   Bangunan dan prasarana dalam rangka BOT merupakan bangunan dan prasarana pool kendaraan operasional
   dan kantor Perusahaan yang didirikan di atas tanah yang disewa di daerah Jakarta, Bandung, Semarang, dan
   Yogyakarta. Dengan jangka waktu antara 2 sampai dengan 20 tahun, dimulai sejak tahun 2006. Bangunan
   tersebut akan diserahkan pada pemilik tanah pada saat berakhirnya masa sewa. Perjanjian sewa menyewa ini
   dapat diperpanjang dan diperbaharui kembali atas persetujuan kedua belah pihak (Catatan 39).

   Aset tetap milik Grup dengan nilai tercatat sebesar Rp 125.131.566.738 dan Rp 101.987.956.148 masing-masing
   pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 digunakan sebagai jaminan atas utang bank, pinjaman
   pembelian aset tetap dan liabilitas sewa pembiayaan.

   Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, estimasi nilai wajar aset tetap kendaraan bermotor
   operasional adalah sebesar Rp 237.524.785.444 dan Rp 230.318.300.000.


   Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, seluruh kendaraan bermotor telah diasuransikan kepada
   pihak ketiga dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 227.596.915.336 dan Rp 196.895.565.431. Manajemen
   berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset
   dipertanggungkan.

   Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai aset tetap pada tanggal 31 Maret 2025 dan
   31 Desember 2024.




                                                      -27-
Page 31
 PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


14. Aset Hak Guna


                                                                     2025
                                 01 Januari 2025     Penambahan              Pengurangan          31 Maret 2025
                                       Rp                Rp                      Rp                    Rp

      Biaya Perolehan
      Sewa Pool dan Counter      13.440.917.355        854.236.139                     -         14.295.153.494
         Jumlah                  13.440.917.355        854.236.139                     -         14.295.153.494

      Akumulasi Penyusutan
      Sewa Pool dan Counter       6.996.078.947        826.939.641                     -          7.823.018.588
        Jumlah                    6.996.078.947        826.939.641                     -          7.823.018.588

      Jumlah                      6.444.838.408                                                   6.472.134.906




                                                                     2024

                                01 Januari 2024     Penambahan              Pengurangan       31 Desember 2024
                                      Rp                Rp                      Rp                   Rp

      Biaya Perolehan
      Sewa Pool dan Counter     10.952.019.588      3.331.257.600            (842.359.833)       13.440.917.355
         Jumlah                 10.952.019.588      3.331.257.600            (842.359.833)       13.440.917.355

      Akumulasi Penyusutan
      Sewa Pool dan Counter       4.777.109.806     3.061.328.974            (842.359.833)        6.996.078.947
        Jumlah                    4.777.109.806     3.061.328.974            (842.359.833)        6.996.078.947
      Jumlah                      6.174.909.782                                                   6.444.838.408



     Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024 beban amortisasi masing-masing sebesar Rp 826.939.641 dan
     Rp 638.367.416. (Catatan 32).


 15. Uang Muka

                                                                    31 Maret 2025            31 Desember 2024
                                                                         Rp                         Rp

      Uang Muka Pembelian Aset Tetap                                 39.416.312.863           38.758.631.231
      Jumlah                                                         39.416.312.863           38.758.631.231


 16. Aset Lain-lain

                                                                31 Maret 2025              31 Desember 2024
                                                                     Rp                           Rp

         Setoran jaminan                                            1.128.339.096                770.505.513
         Lainnya                                                      159.225.000                159.225.000
       Jumlah                                                       1.287.564.096                929.730.513




                                                   -28-
Page 32
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


17. Pinjaman Bank

                                                                       31 Maret 2025       31 Desember 2024
                                                                            Rp                    Rp
     Pinjaman bank jangka panjang
        Perusahaan - Rupiah
           PT Bank Pan Indonesia Tbk                                   34.814.497.370          36.287.655.908
           PT Bank Ina Perdana Tbk                                      4.487.668.439           4.768.574.883
           PT Bank Danamon Indonesia Tbk                                2.743.253.748           2.948.997.780
           PT Bank Central Asia Tbk                                     2.399.197.500                  -

         Jumlah                                                        44.444.617.057          44.005.228.571
         Diskonto yang belum diamortisasi                               1.242.816.453              52.864.628
         Jumlah - bersih                                               45.687.433.510          44.058.093.199
         Dikurangi bagian yang akan jatuh tempo
           dalam waktu satu tahun                                      (9.756.604.471)         (8.872.999.036)
         Bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu
           lebih dari satu tahun                                       35.930.829.039          35.185.094.163



    Pinjaman diterima oleh Perusahaan


    PT. Bank Panin Tbk
    Pada tanggal 23 Mei 2018, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman investasi dari PT Bank Pan Indonesia
    Tbk sebagai berikut:

            Pinjaman Jangka Panjang – PJP 1
             Batas kredit sebesar Rp 22.500.000.000, sengan suku bunga 7,00%-8,50% per tahun pada tahun 2022
             dan 8,50%-9,00% per tahun pada tahun 2021 dengan jangka waktu kredit selama 120 bulan. Pinjaman
             ini digunakan untuk pembiayaan kembali utang pihak berelasi.
            Pinjaman Jangka Panjang – PJP 2
             Batas kredit sebesar Rp 17.500.000.000, dengan suku bunga 7,00%-8,50% per tahun pada tahun
             2022 dan 8,50%-9,00% per tahun pada tahun 2021 dengan jangka waktu kredit selama 96 bulan.
             Pinjaman ini digunakan untuk pembiayaan kembali pembelian unit baru serta renovasi armada Bus
             White Horse.
            Pinjaman Jangka Panjang – PJP 3
             Batas kredit sebesar Rp 10.000.000.000, dengan suku bunga 7,00%-8,50% per tahun pada tahun
             2022 dan 8,50%-9,00% per tahun pada tahun 2021 dengan jangka waktu kredit selama 96 bulan,
             dengan grace period selama 24 bulan. Pinjaman ini digunakan untuk pembelian unit bus baru.

     Pinjaman ini dijamin dengan tanah seluas 12.049 m2 atas nama PT Andalan Selaras Abadi, pihak berelasi, di
     Kp. Poncol, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.

    Pada tanggal 30 Juni 2021, Perusahaan memperoleh persetujuan restruktur fasilitas kredit yang ke-2 dari
    PT Bank Pan Indonesia Tbk terkait kondisi pandemi Covid-19 berupa penundaan pembayaran pokok pinjaman
    sampai dengan bulan Maret 2022 dan pembayaran bunga sebesar 8,50% dengan rincian sebagai berikut:

            3,00% dibayar sejak bulan 1 sampai 6, sedangkan 5,00% dibayar sejak bulan 7 sampai ke 12 sejak
             akad restruktur ke-2.
            5,50% ditangguhkan sejak bulan ke 1 sampai 6 serta 3,50% di bulan ke 7 sampai 12 akan mulai
             diangsur di bulan ke 13 sejak akad restruktur ke-2.

     Pada tanggal 31 Mei 2022, Perusahaan memperoleh persetujuan restruktur fasilitas kredit yang ke-3 dari Panin
     terkait kondisi pandemi Covid-19, dimana diberikan grace period selama 12 bulan sejak akad restruktur (1 Mei
     2022 sampai dengan 1 Mei 2023) dan suku bunga berlaku adalah 7% per tahun, bunga yang ditangguhkan saat
     restruktur 1 dan 2 diangsur selama 24 bulan dengan rincian sebagai berikut:

            70% dibayar selama 23 bulan.
            30% dibayar pada bulan ke 24 dengan ballon payment sejak Mei 2023 sampai April 2025.




                                                       -29-
Page 33
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


     Pinjaman dari Panin mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari
     Panin, antara lain menerima atau memberikan pinjaman selain yang berhubungan dengan usaha Perusahaan,
     menjadi penjamin atas utang pihak ketiga, dan menarik dana melebihi plafon fasilitas kredit. Perusahaan tidak
     diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan tertentu.

     Pembayaran pokok pinjaman adalah sebesar Rp 1.473.158.538 pada 31 Maret 2025 dan Rp 527.156.633 pada
     31 Maret 2024. Sedangkan beban bunga pada 31 Maret 2025 adalah sebesar Rp 1.146.261.850 dan Rp
     801.427.492 pada 31 Maret 2024.


    PT. Bank Keb Haba Indonesia

     Pada tanggal 24 Januari 2025, Perusahaan melakukan perpanjangan atas fasilitas pinjaman kredit modal kerja
     dari PT Bank Keb Hana Indonesia dengan batas kredit sebesar Rp 3.000.000.000, dengan suku bunga 8,50%
     per tahun dengan jangka waktu kredit selama 1 tahun.

     Pinjaman ini dijamin dengan 1 unit apartemen “The Haven”, Seminyak, Bali.
     Pada tanggal 31 Maret 2025 saldo pinjaman PT Bank KEB Hana Indonesia adalah Rp 2.181.225.531
     sedangkan beban bunga pada 31 Maret 2025 adalah sebesar Rp 8.430.782.


     PT Bank Danamon Indonesia Tbk

     Pada tanggal 6 Juni 2024, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman kredit angsuran berjangka dari
     PT Bank Danamon Indonesia Tbk sebesar Rp 30.000.000.000. Fasilitas ini mempunyai jangka waktu 5 tahun
     dengan suku bunga sebesar 8,5% per tahun. Pinjaman ini digunakan untuk pembiayaan atas pembelian unit
     bus.

     Pembayaran pokok pinjaman pada 31 Maret 2025 adalah Rp 205.744.032 sedangkan beban bunga pada 31
     Maret 2025 sebesar Rp 61.208.849.


     PT Bank Ina Perdana Tbk

     Pada tanggal 28 Juni 2024, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman kredit investasi dari
     PT Bank Ina Perdana Tbk sebesar Rp 30.000.000.000, fasilitas ini mempunyai jangka waktu 5 tahun yang mana
     digunakan untuk pembelian armada baru serta rekondisi bus dengan grace period selama 6 bulan dengan suku
     bunga sebesar 8,5% per tahun.

     Pembayaran pokok pinjaman pada 31 Maret 2025 adalah Rp 280.906.444 sedangkan beban bunga pada 31
     Maret 2025 sebesar Rp 99.440.423.


     PT Bank Central Asia Tbk

     Pada tanggal 12 Maret 2025, PT Panorama Primakencana Transindo, entitas anak, memperoleh fasilitas dari
     PT Bank Central Asia Tbk sebagai berikut:

            Fasilitas Kredit Investasi 1 (KI 1)
             Batas kredit sebesar Rp 1.150.000.000 dengan suku bunga 8,25% per tahun dan jangka waktu kredit
             selama 4 tahun. Pinjaman ini digunakan untuk pembelian kendaraan.

            Fasilitas Kredit Investasi 2 (KI 2)
             Batas kredit sebesar Rp 1.560.000.000 dengan suku bunga 8,25% per tahun dan jangka waktu kredit
             selama 4 tahun. Pinjaman ini digunakan untuk pembelian karoseri kendaraan yang dibiayai melalui
             fasilitas Kredit Investasi 1.

     Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan kendaraan.




                                                        -30-
Page 34
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


18. Utang Usaha

      Merupakan hutang Grup terutama untuk biaya kendaraan dan pembelian suku cadang dan pemeliharaan
      kendaraan. Rincian hutang usaha adalah sebagai berikut:

                                                                           31 Maret 2025      31 Desember 2024
                                                                                Rp                   Rp

       Pihak yang berelasi                                                     261.600.000          261.600.000
       Pihak ketiga - pemasok dalam negeri                                   2.278.128.270        1.824.988.159
       Jumlah                                                                2.539.728.270        2.086.588.159

      Analisa umur utang usaha dihitung dari tanggal faktur adalah sebagai berikut:

                                                                         31 Maret 2025       31 Desember 2024
                                                                              Rp                    Rp

       Belum jatuh tempo                                                   2.012.529.769         1.762.059.814
       Sudah jatuh tempo
         < 30 hari                                                           364.711.416           184.042.260
         31 - 60 hari                                                                  -             5.280.000
         > 60 hari                                                           162.487.085           135.206.085
       Jumlah                                                              2.539.728.270         2.086.588.159


19.   Utang Pajak

                                                                        31 Maret 2025        31 Desember 2024
                                                                             Rp                     Rp

      Pajak penghasilan badan                                               888.826.351           737.633.709
      Pajak penghasilan
        Pasal 4 (2)                                                          34.923.338            39.922.129
        Pasal 21                                                            159.761.175           157.579.662
        Pasal 23                                                             53.742.256            79.946.710
        Pasal 25                                                                      -           282.409.344
      Pajak Pertambahan Nilai                                                 5.595.518            12.015.800
      Jumlah                                                              1.142.848.638         1.309.507.354


      Besarnya pajak yang terutang ditetapkan berdasarkan perhitungan pajak yang dilakukan sendiri oleh wajib
      pajak (self-assessment). Berdasarkan Undang-undang No. 28 Tahun 2007 mengenai Perubahan Ketiga atas
      Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, Kantor Pajak dapat melakukan pemeriksaan atas perhitungan
      pajak dalam jangka waktu 5 tahun setelah terutangnya pajak, dengan beberapa pengecualian, sebagaimana
      diatur dalam Undang-undang tersebut.




                                                         -31-
Page 35
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


20. Beban Akrual

                                                                          31 Maret 2025         31 Desember 2024
                                                                               Rp                      Rp

      Bahan Bakar                                                             540.105.024            320.359.889
      Jasa profesional                                                        434.421.677            480.135.677
      Listrik, air dan telekomunikasi                                         255.499.963             33.531.908
      Bunga                                                                   185.239.611            185.979.021
      Gaji dan tunjangan karyawan                                             161.821.591            426.739.615
      Asuransi                                                                  7.226.206            202.736.299
      Perbaikan dan pemeliharaan                                                        -            177.360.902
      Lain-lain                                                               170.207.286            239.297.316
      Jumlah                                                                1.754.521.358          2.066.140.627


21.   Pendapatan Diterima Dimuka

      Merupakan uang muka atas jasa transportasi yang diterima dari pelanggan.


22.   Liabilitas Sewa

      Mutasi dari liabilitas sewa adalah sebagai berikut:
                                                                       31 Maret 2025            31 Desember 2024
                                                                            Rp                        Rp
        Awal tahun                                                           647.074.325              1.759.908.424
        Penambahan (Pengurangan) bersih selama tahun berjalan                (100.398.283)            (1.112.834.099)

        Utang neto                                                           546.676.042                647.074.325



        Berikut adalah pembayaran sewa minimum masa yang akan datang (future minimum lease payment)
        berdasarkan perjanjian sewa:

                                                                       31 Maret 2025             31 Desember 2024
                                                                            Rp                         Rp
        Jatuh tempo:
        2025                                                                     305.657.027               417.999.425
        2026                                                                     240.360.141               240.360.141
        2027                                                                      33.848.780                33.848.780
        Jumlah pembayaran sewa pembiayaan minimum                                579.865.948               692.208.346
        Dikurangi bunga                                                          (33.189.906)              (45.134.021)
        Nilai sekarang pembiayaan sewa minimum                                   546.676.042               647.074.325
        Bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun                        (386.696.447)             (386.696.447)

        Bagian jangka panjang                                                    159.979.595               260.377.878



        Liabilitas sewa diakui apabila transaksi sewa memenuhi kriteria sewa pembiayaan sesuai dengan ketentuan
        PSAK No. 73.

       Beban bunga liabilitas sewa yang dibebankan pada laba rugi tahun 31 Maret 2025 dan 2024 masing-masing
       sebesar Rp 7.337.045 dan Rp 15.151.700. (Catatan 33).




                                                                -32-
Page 36
 PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


 23.    Pinjaman Pembelian Aset Tetap

                                                                         31 Maret 2025         31 Desember 2024
                                                                              Rp                      Rp
          Pihak Ketiga
             PT Toyota Astra Finance                                      23.914.462.458           13.734.610.195
             PT Sunindo Kookmin Best Finance                              22.313.972.244           24.443.296.704
             PT BCA Finance                                                7.069.062.538            7.836.653.087
             PT Astra Sedaya Finance                                       2.448.225.951            3.396.127.359
             PT Clipan Finance Indonesia Tbk                                 407.890.512                      -
             PT Maybank Indonesia Finance                                    141.021.094              164.826.862
          Jumlah                                                          56.294.634.797           49.575.514.207

          Dikurangi bagian hutang yang akan jatuh
             tempo dalam waktu satu tahun
             PT Toyota Astra Finance                                      10.332.119.299            6.232.317.325
             PT Sunindo Kookmin Best Finance                               9.139.071.082            8.888.484.642
             PT BCA Finance                                                3.703.822.223            4.468.689.255
             PT Astra Sedaya Finance                                       2.448.225.951            3.152.964.503
             PT Clipan Finance Indonesia Tbk                                 407.890.512                      -
             PT Maybank Indonesia Finance                                     98.435.420               97.134.894
          Jumlah                                                          26.129.564.487           22.839.590.619

          Hutang pembelian aset tetap yang akan
            jatuh tempo dalam waktu lebih dari
            satu tahun
            PT Toyota Astra Finance                                       13.582.343.159            7.502.292.870
            PT Sunindo Kookmin Best Finance                               13.174.901.162           15.554.812.062
            PT BCA Finance                                                 3.365.240.315            3.367.963.832
            PT Maybank Indonesia Finance                                      42.585.674               67.691.968
            PT Astra Sedaya Finance                                                  -                243.162.856
            PT Clipan Finance Indonesia Tbk                                          -                        -
          Jumlah                                                          30.165.070.310           26.735.923.588
          Tingkat bunga per tahun                                        2,45% - 13,30%         2,45% - 13,30%


        Utang pembelian aset tetap berjangka waktu 3 - 4 tahun dan dijamin dengan aset tetap yang dibeli melalui
        hutang tersebut.

        Pembayaran pokok pinjaman pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024 adalah masing-masing sebesar
        Rp 7.949.013.459 dan Rp 5.991.532.232. Pembayaran bunga masing-masing adalah sebesar Rp
        3.091.515.160 dan Rp 1.564.487.753 pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024.


24.    Nilai Wajar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

       Nilai wajar adalah nilai dimana suatu instrumen keuangan dapat dipertukarkan antara pihak yang memahami
       dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar, dan bukan merupakan nilai penjualan akibat kesulitan
       keuangan atau likuidasi yang dipaksakan.Nilai wajar diperoleh dari kuotasi harga atau model arus kas
       diskonto.

       Berikut adalah nilai tercatat dan estimasi nilai wajar atas aset tertentu dan liabilitas keuangan Grup pada
       tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024:




                                                         -33-
Page 37
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024



                                                                                                     31 Maret 2025
                                                                                                      Pengukuran nilai wajar menggunakan
                                                                                                                                            Input signifikan yang
                                                                                  Harga kuotasian dalam Input signifikan yang dapat tidak dapat di observasi
                                                          Nilai Tercatat           pasar aktif/ (Level 1)    di observasi (Level 2)               (Level 3)
        Aset yang nilai wajarnya disajikan
            Aset tetap - kendaraan bermotor operasional   166.849.736.850                               -                             -        237.524.785.444


        Liabilitas yang nilai wajarnya disajikan
            Utang bank jangka panjang (bagian jangka
            pendek dan bagian jangka panjang)              45.687.433.510                               -            44.444.617.057                             -


            Pinjaman pembelian aset tetap                  56.294.634.797                               -            56.294.634.797                             -




                                                                                                  31 Desember 2024
                                                                                                      Pengukuran nilai wajar menggunakan
                                                                                                                                            Input signifikan yang
                                                                                  Harga kuotasian dalam Input signifikan yang dapat tidak dapat di observasi
                                                          Nilai Tercatat           pasar aktif/ (Level 1)    di observasi (Level 2)               (Level 3)
        Aset yang nilai wajarnya disajikan
            Aset tetap - kendaraan bermotor operasional   153.147.115.832                               -                             -        208.949.600.000


        Liabilitas yang nilai wajarnya disajikan
            Utang bank jangka panjang (bagian jangka
            pendek dan bagian jangka panjang)              44.058.093.199                               -            44.005.228.571                             -


            Pinjaman pembelian aset tetap                  49.575.514.207                               -            49.575.514.207                             -




      Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan menggunakan teknik
      penilaian. Teknik penilaian ini memaksimalkan penggunaan data pasar yang dapat diobservasi yang tersedia
      dan sesedikit mungkin mengandalkan estimasi spesifik yang dibuat oleh entitas. Jika seluruh input signifikan
      yang dibutuhkan untuk menentukan nilai wajar dapat diobservasi, maka instrumen tersebut termasuk dalam
      hirarki Level 2. Instrumen yang termasuk dalam hirarki Level 2. Nilai wajar liabilitas Grup dalam hirarki Level
      2 diestimasi berdasarkan analisa arus kas diskonto menggunakan suku bunga pasar.

      Jika satu atau lebih input signifikan tidak diambil dari data pasar yang dapat diobservasi, maka instrumen
      tersebut termasuk dalam hirarki Level 3. Nilai wajar aset tetap diestimasi menggunakan metode pasar
      pembanding dengan faktor penyesuaian yang relevan.


25.    Modal Saham

       Susunan kepemilikan saham Perusahaan berdasarkan catatan yang dibuat oleh PT Raya Saham Registra,
       Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:

                                                                                     31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                                                                             Jumlah                     Persentase                        Jumlah Modal
                   Nama Pemegang Saham                                       Saham                      Kepemilikan                          Disetor
                                                                                                            %                                  Rp

        PT Panorama Sentrawisata Tbk                                        796.517.000                     54,54%                        79.651.700.000
        PT Weha Investama                                                   211.805.686                     14,50%                        21.180.568.600
        Masyarakat (masing-masing
          kurang dari 5%)                                                   452.232.133                     30,96%                        45.223.213.300

        Jumlah                                                             1.460.554.819                    100%                      146.055.481.900




                                                                           -34-
Page 38
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


      Manajemen Permodalan

      Tujuan utama dari pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan bahwa Grup mempertahankan rasio
      modal yang sehat dalam rangka mendukung bisnis dan memaksimalkan nilai pemegang saham. Grup tidak
      diwajibkan untuk memenuhi syarat-syarat modal tertentu.

      Grup mengelola struktur modal dan membuat penyesuaian terhadap struktur modal sehubungan dengan
      perubahan kondisi ekonomi. Grup memantau modalnya dengan menggunakan analisa gearingratio (rasio
      utang terhadap modal), yakni membagi utang neto terhadap jumlah modal. Kebijakan Grup adalah menjaga
      gearing ratio Grup pada kisaran gearing ratio perusahaan lain dalam industri sejenis di Indonesia. Utang
      bersih adalah jumlah utang (termasuk utang jangka pendek dan jangka panjang di laporan posisi keuangan
      konsolidasian) dikurangi kas dan setara kas. Modal adalah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik
      perusahaan, yang disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.


      Ratio Utang Neto terhadap modal pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                    31 Maret 2025                31 Desember 2024
                                                                         Rp                               Rp
      Jumlah pinjaman dan utang                                         104.709.969.880                    94.280.681.731
      Dikurangi : kas                                                    15.846.262.266                    18.655.860.448
      Utang neto                                                         88.863.707.614                    75.624.821.283


      Jumlah ekuitas                                                    249.843.813.027                   247.224.688.327
      Rasio utang neto terhadap modal                                               35,57%                        30,59%



26.   Tambahan Modal Disetor - Bersih

      Akun ini merupakan tambahan modal disetor sehubungan dengan penjualan saham Perusahaan melalui
      penawaran umum perdana kepada masyarakat dan penerbitan saham sehubungan dengan konversi Waran
      Seri I dan Seri II, selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali serta penambahan modal dengan
      memberikan hak memesan efek terlebih dahulu II sebagai berikut:

      Rincian atas selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali adalah sebagai berikut:


                                                                                                      Jumlah
        Emisi saham perdana (Rp 245 per saham)                                                     31.360.000.000
        Dikurangi biaya emisi saham                                                                (2.070.852.386)
        Hasi penawaran umum perdana                                                                29.289.147.614
        Konversi Waran Seri I (Rp 300 per saham)                                                       81.054.000
        Dikurangi nilai nominal (Rp 100 per saham)                                                (12.827.000.000)
        Reklasifikasi selisih nilai transaksi dari restrukturisasi
            transaksi entitas sepengendali                                                         (1.846.153.568)
        Penawaran Umum Terbatas I tahun 2013                                                       32.120.270.250
        Biaya emisi tahun 2013                                                                     (2.136.025.804)
        Kepentingan nonpengendali pada
           entitas anak yang dilepaskan                                                               601.896.425
        Pelaksanaan konversi Warran seri II                                                           365.296.200
        Saldo pada tanggal 31 Desember 2014                                                        45.648.485.117
        Pelaksanaan konversi waran seri II                                                          1.875.000.000
        Saldo pada tanggal 31 Desember 2015                                                        47.523.485.117
        Pelaksanaan konversi waran seri II                                                                  8.175
        Saldo pada tanggal 31 Maret 2022 dan 31 Desember 2021                                      47.523.493.292
        Penawaran Umum Terbatas II tahun 2022                                                      14.353.588.850
        Biaya emisi tahun 2022                                                                     (3.576.229.141)
        Saldo pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024                                      58.300.853.001




                                                         -35-
Page 39
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


  27. Kepentingan Non Pengendali

      Akun ini merupakan bagian kepemilikan nonpengendali atas aset neto entitas anak dengan rincian sebagai
      berikut:

                                                                                             31 Maret 2025


                                                                                          Selisih nilai transaksi
                                                                                        dengan kepentingan non
                                               Modal saham         Saldo Laba                  pengendali               Laba (rugi)           Jumlah
                                                   Rp                  Rp                            Rp                    Rp                   Rp

        PT Panorama Mitra Sarana                   310.000.000       (310.883.411)                   246.434.560                 (1.079)       245.550.070
        PT Day Tans (DTS)                           43.600.000         31.756.957                     (5.962.006)             1.867.571         71.262.522
        PT. Daytrans Express                        15.000.000         (5.971.871)                           -               (1.482.458)         7.545.671
        PT Panorama Prima Kencana Transindo          5.000.000        (24.887.167)                    19.801.393                426.709            340.935
        PT Canary Transport                          5.000.000         (8.592.201)                                                              (3.592.201)
        PT Rhadana Prima Kencana Transindo           3.000.000        (82.908.475)                    79.908.475                     -                 -
        PT Weha Jalan Jalan                            300.000                -                       (3.147.090)                  9.019        (2.838.071)

        Jumlah                                     381.900.000       (401.486.168)                   337.035.332               819.762         318.268.926


                                                                                       31 Desember 2024


                                                                                       Selisih nilai transaksi
                                                                                     dengan kepentingan non          Penghasilan
                                              Modal saham        Saldo Laba                 pengendali              komprehensif           Jumlah
                                                  Rp                 Rp                         Rp                      Rp                   Rp

        PT Panorama Mitra Sarana                 310.000.000       (311.557.918)                246.434.560                674.507         245.551.149
        PT Day Tans (DTS)                         43.600.000         18.010.039                  (5.962.006)            13.746.918          69.394.951
        PT. Daytrans Express                      15.000.000                -                           -               (5.971.871)          9.028.129
        PT Panorama Prima Kencana Transindo        5.000.000        (25.917.712)                 19.801.393              1.030.545             (85.774)
        PT Canary Transport                        5.000.000         (8.592.201)                        -                      -            (3.592.201)
        PT Rhadana Prima Kencana Transindo         3.000.000        (82.908.475)                 79.908.475                    -                   -
        PT Weha Jalan Jalan                          300.000                -                    (3.147.090)                   -            (2.847.090)

        Jumlah                                   381.900.000       (410.966.267)                337.035.332               9.480.099        317.449.164



   28. Cadangan Umum

       Undang-Undang Perseroan Terbatas Republik Indonesia No. 1/1995 yang diterbitkan di bulan Maret 1995,
       dan telah diubah dengan Undang-Undang No. 40/2007 yang diterbitkan di bulan Agustus 2007, mewajibkan
       pembentukan cadangan umum dari laba bersih sejumlah minimal 20% dari jumlah modal yang ditempatkan
       dan disetor penuh. Tidak ada batasan waktu untuk membentuk cadangan tersebut.

       Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan telah membentuk cadangan umum
       sebesar Rp. 1.000.000.000.




                                                                   -36-
Page 40
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


   29. Penjualan Bersih

       Rincian pendapatan bersih Grup, seluruhnya dalam mata uang Rupiah, adalah sebagai berikut:

        a.      Berdasarkan jenis produk                                                                        a. b.

                                                                 31 Maret 2025         31 Maret 2024
                                                                      Rp                    Rp

                Jasa angkutan antar kota                          41.869.821.448        35.875.576.955
                Jasa angkutan penumpang                           26.585.989.406        25.915.948.529
                Lain-lain                                          1.841.085.464         1.503.948.147

                Jumlah                                            70.296.896.318        63.295.473.631



       b.       Berdasarkan sumber pendapatan

                                                                  31 Maret 2024          31 Maret 2024
                                                                       Rp                     Rp
                Pihak Berelasi
                PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (DTN)                801.375.500          1.081.167.698
                PT Panorama JTB Tours Indonesia                       359.536.500            227.405.000
                PT Panorama Media                                     317.225.000              9.960.000
                Lain-lain (dibawah Rp 100.000.000)                     14.350.000            118.690.000
                Jumlah                                              1.492.487.000          1.437.222.698
                Pihak ketiga                                       68.804.409.318         61.858.250.933
                Jumlah                                             70.296.896.318         63.295.473.631


      Harga dan syarat transaksi yang diberikan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sama
      dengan yang diberikan kepada pihak ketiga.




   30. Beban Pokok Penjualan

                                                                  31 Maret 2025            31 Maret 2024
                                                                       Rp                       Rp

             Beban kendaraan                                        20.798.100.206          14.736.082.828
             Bahan bakar                                            11.690.479.421          10.809.555.081
             Penyusutan (catatan 13)                                 8.452.445.114           7.374.774.172
             Perbaikan dan pemeliharaan                              6.174.275.205           5.600.098.480
             Gaji dan tunjangan karyawan                             1.361.155.335           1.454.785.652
             Asuransi                                                  259.318.797             254.253.679
             Lain-lain                                                 602.733.478             659.666.713

             Jumlah                                                 49.338.507.556          40.889.216.605



      Selama triwulan pertama tahun 2025 dan 2024, beban langsung yang merupakan pembelian dari pihak yang
      mempunyai hubungan istimewa, yaitu dari PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (DTN), masing-masing sebesar
      nihil.

      Pada triwulan pertama tahun 2025 dan 2024, tidak terdapat pembelian dari pemasok tunggal yang jumlahnya
      melebihi 10% dari jumlah pembelian pada tahun-tahun tersebut.




                                                         -37-
Page 41
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


    31. Beban Penjualan

                                                                      31 Maret 2025           31 Maret 2024
                                                                           Rp                      Rp

          Gaji dan tunjangan karyawan                                   1.296.758.264           1.243.459.692
          Pemasaran dan promosi                                           639.030.304             928.640.059
          Jumlah                                                        1.935.788.568           2.172.099.751


    32.   Beban Umum dan Administrasi

                                                                     31 Maret 2025          31 Maret 2024
                                                                          Rp                     Rp

          Gaji dan tunjangan karyawan                                 7.969.387.767           7.104.143.587
          Penyusutan Aset tetap (catatan 13 dan 14)                   3.905.859.448           3.322.966.572
          Perbaikan dan pemeliharaan                                  1.087.281.109             945.920.783
          Administrasi kantor                                           958.458.254             878.213.834
          Pos dan telekomunikasi                                        528.924.822             325.565.504
          Sewa                                                          412.453.403             388.922.449
          Imbalan Jangka Panjang - Bersih                               117.500.000              57.872.000
          Pajak                                                         103.959.784               2.700.000
          Jasa profesional dan Legal                                     64.607.650             132.037.400
          Lain-lain                                                     204.082.974             107.588.155
          Jumlah                                                     15.352.515.211         13.265.930.283


     33. Beban Bunga

          Terdiri dari beban bunga atas:

                                                                       31 Maret 2025           31 Maret 2024
                                                                            Rp                      Rp

          Pinjaman bank jangka pendek                                        8.430.782                     -
          Liabilitas jangka panjang:
             Pinjaman bank                                               1.306.911.123             801.427.492
             Pinjaman pembelian aset tetap                               1.309.868.033           1.564.487.753
             Liabilitas sewa pembiayaan                                      7.337.045              15.151.700
          Jumlah                                                         2.632.546.983           2.381.066.945



      34. Imbalan Kerja Jangka Panjang

           Besarnya imbalan pasca-kerja dihitung berdasarkan peraturan yang berlaku, yakni Undang-undang No. 13
           tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003. Tidak terdapat pendanaan khusus yang disisihkan sehubungan dengan
           imbalan pasca-kerja tersebut.

           Perhitungan aktuaria terakhir atas cadangan imbalan pasti pasca-kerja dilakukan oleh Kantor Konsultan
           Aktuaria Agus Susanto, aktuaris independen, tertanggal 24 Februari 2025.

           Jumlah karyawan Grup yang berhak atas imbalan pasti pasca-kerja tersebut masing-masing sebanyak 202
           karyawan pada 31 Maret 2025 dan 202 karyawan pada 31 Desember 2024.




                                                      -38-
Page 42
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


          Rekonsiliasi jumlah cadangan imbalan pasti pasca-kerja pada neraca konsolidasian adalah sebagai berikut:

                                                                        31 Maret 2025         31 Desember 2024
                                                                             Rp                      Rp

           Saldo awal tahun                                              2.938.008.037            2.630.219.716
           Nilai jasa kini                                                   62.306.811             295.354.661
           Biaya bunga-bersih                                                26.093.189             173.954.593
           Keuntungan (Kerugian) aktuarial yang timbul dari
              perubahan asumsi aktuarial                                     15.200.000             558.959.952
           Pembayaran imbalan                                              (390.104.344)           (720.480.885)
           Cadangan imbalan pasti pasca-kerja                            2.651.503.693            2.938.008.037



         Asumsi-asumsi aktuarial utama yang digunakan dalam perhitungan imbalan pasti pasca-kerja:

                                                                       31 Maret 2025           31 Maret 2024

         Tingkat diskonto                                                 7,10%                   7,10%
         Tingkat kenaikan gaji                                            5,00%                   5,00%
         Tingkat kematian                                           Indonesia IV (2019)     Indonesia IV (2019)


   35. Pajak Penghasilan

         Grup untuk periode berjalan tidak melakukan rekonsiliasi antara laba fiskal dengan laba akuntansi.
         Perhitungan taksiran pajak penghasilan didasarkan atas laba akuntansi yang dikenakan tarif pajak
         penghasilan sesuai dengan undang-undang yang berlaku.


    36. Laba bersih per saham

        Perhitungan laba per saham berdasarkan informasi berikut:


                                                                        31 Maret 2025          31 Maret 2024
                                                                             Rp                     Rp
           Laba Bersih yang dapat diatribusikan kepada
             pemilik perusahaan (dalam Rp)                               2.633.504.938           4.014.203.987

           Jumlah rata-rata tertimbang saham biasa
             untuk perhitungan laba neto per saham dasar                 1.460.554.819           1.460.554.819

           Laba per saham                                                               2                      3



  37. Sifat dan Transaksi Hubungan Berelasi

      Sifat Pihak Berelasi

        a. PT Panorama Sentrawisata Tbk dan PT Weha Investama merupakan pemegang saham mayoritas
           Perusahaan.

        b. Perusahaan yang pemegang sahamnya sama dengan pemegang saham Perusahaan:
              -   PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk
              - PT Panorama Evenindo
              - PT Panorama JTB Tours Indonesia
              - PT Andalan Selaras Abadi




                                                      -39-
Page 43
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


        c. Perusahaan yang sebagian pengurus atau manajemennya sama dengan pengurus atau manajemen
           Perusahaan dan Grup :
              - PT Panorama World
              - PT Panorama Investama
              - PT The 101 Jakarta Airport CBC
              - PT Panorama Media
              - PT Panorama Aplikasi Nusantara


      Transaksi dengan Pihak Berelasi

      Rincian saldo dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut :

                                                                                       Persentase terhadap jumlah
                                                                                              Aset/Liabilitas
                                                  31 Maret           31 Desember       31 Maret         31 Desember
                                                   2025                 2024            2025                2024
                                                    Rp                   Rp               %                     %
          Aset lancar
           Piutang usaha
             PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk    5.911.610.719        5.855.952.719            1,52                 1,55
             Grayline                             979.290.656          964.940.656             0,25                 0,26
             PT Panorama Media                    791.673.300          624.448.300             0,20                 0,17
             PT Panorama Evenindo                 583.222.000          586.617.000             0,15                 0,16
             PT Panorama JTB Tours Indonesia      245.291.600          218.066.600             0,06                 0,06
             Lain-lain (masing-masing
               di bawah Rp 20.000.000)                          -       11.033.750                -                 0,00
           Jumlah                                8.511.088.275        8.261.059.025            2,18                 2,19
           Cadangan Kerugian Penurunan Nilai      (948.385.590)        (948.385.590)          (0,24)                (0,25)

           Jumlah - Bersih                       7.562.702.685        7.312.673.435            1,94                 1,94


           Piutang dari pihak berelasi
             PT Panorama Investama              14.028.123.096       14.028.123.104            3,60                 3,71
           Jumlah                               14.028.123.096       14.028.123.104            3,60                 3,71
           Cadangan kerugian penurunan nilai      (655.842.110)        (655.842.110)          (0,17)                (0,17)
           Jumlah - bersih                      13.372.280.986       13.372.280.994            3,43                 3,54
                                                                                               4,43
          Aset tidak lancar
           Piutang pihak berelasi
             PT Panorama Media                   1.575.000.000        1.575.000.000            0,40                 0,42
             PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk    1.081.484.000        1.081.484.000            0,28                 0,29
             PT Andalan Selaras Abadi              68.150.217           66.150.217             0,02                 0,02
             PT Panorama Aplikasi Nusantara        11.033.750                      -           0,00                     -
             Jumlah                              2.735.667.967        2.722.634.217            0,70                 0,72
                                                                                               1,74
          Liabilitas                                                                           0,00
           Utang usaha
             PT Panorama Sentrawisata Tbk         261.600.000          261.600.000             0,19                 0,20




                                                         -40-
Page 44
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024



   39. Perjanjian Sewa

       Grup telah menandatangani beberapa perjanjian sewa tanah dengan pihak ketiga dengan pendirian
       bangunan di atas tanah sewaan tersebut untuk kemudian dialihkan kepada pemilik tanah pada akhir masa
       sewa (Catatan 12) dan Grup juga telah menandatangani beberapa perjanjian sewa tanah dan bangunan
       dengan pihak ketiga dengan rincian sebagai berikut:


                              Lokasi tanah dan
          Entitas anak/
                           bangunan/ Location of                          Periode perjanjian/Period of agreement
          Subsidiaries
                             land and buildings

          WEHA            Medan *)                 1 Februari 2024 - 1 Februari 2027 (February 1, 2024 - February 1, 2027)
          KT              Yogyakarta *)            1 Februari 2006 - 1 Februari 2026 (February 1, 2006 - February 1, 2026)
          DTS             Jakarta *)               8 Juni 2020 - 31 Januari 2026 (June 8, 2020 - January 31, 2026)
          DTS             Yogyakarta *)            1 Februari 2019 - 31 Januari 2029 (February 1, 2019 - January 31, 2029)
          DTS             Bandung *)
                                                   30 November 2022 - 29 November 2025 (November 30, 2022 - November 29, 2025)
          DTS             Jakarta *)               24 Maret 2020 - 24 Maret 2025 (March 24, 2020 - March 24, 2025)
          DTS             Jakarta *)               1 Agustus 2022 - 31 Juli 2025 (August 1, 2022 - July 31, 2025)
          DTS             Bandung *)               16 September 2020 - 16 September 2028 (September 16, 2020 - September 16,
                                                   2028)
          DTS             Semarang                 15 Oktober 2022 - 14 Oktober 2025 (October 15, 2022 - October 14, 2025)
          DTS             Semarang *)              9 Juni 2021 - 9 Juni 2026 (June 9, 2021 - June 9, 2026)
          DTS             Jakarta                  1 Juli 2024- 30 Juni 2027 (July 1, 2024 - June 30, 2027)
          DTS             Yogyakarta *)            1 September 2021 - 31 Agustus 2028 (September 1, 2021 - August 31, 2028)
          DTS             Bandung *)               16 Oktober 2021 - 16 Oktober 2026 (October 16, 2021 - October 16, 2026)
          DTS             Jakarta                  1 Desember 2024 - 30 April 2025 (December 1, 2024- April 30, 2025)

       Nilai tercatat aset hak-guna dan liabilitas sewa masing-masing diungkapkan pada Catatan 14 dan 22.




                                                             -41-
Page 45
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


   40. Segmen Operasi

       Segmen operasi dilaporkan sesuai dengan pelaporan internal kepada pembuat keputusan operasional, yang
       bertanggung jawab atas lokasi sumber daya ke masing-masing segmen yang dilaporkan serta menilai kinerja
       masing-masing segmen tersebut. Grup memiliki tiga (3) segmen yang dilaporkan meliputi jasa angkutan penumpang,
       jasa angkutan antar kota, dan jasa lainnya.

                                                                                                          31 Maret 2025
                                                       Jasa Angkutan                Jasa Angkutan
                                                        Penumpang                     Antar Kota               Lain-lain         Eliminasi          Konsolidasian
                                                             Rp                          Rp                       Rp                Rp                  Rp

          Pendapatan Usaha                                31.470.108.846                41.983.988.401          1.726.918.511    (4.884.119.440)       70.296.896.318

          Beban pokok penjualan                           22.598.516.676                30.051.150.280          1.572.960.040    (4.884.119.440)       49.338.507.556

          Hasil segmen - laba Kotor Segmen                 8.871.592.170                11.932.838.121            153.958.471                -         20.958.388.762

          Laba Usaha                                       1.434.234.922                 2.553.858.701           (318.008.640)               -          3.670.084.983

          Keuntungan atas penjualan
             aset tetap                                       500.920.146                1.800.000.000                    -                  -          2.300.920.146
          Beban bunga dan keuangan lain                    (2.015.074.712)                (656.472.538)                   -                  -         (2.671.547.250)
          Pendapatan Bunga                                    152.537.755                    3.478.243                 20.826                -            156.036.824
          Ekuitas pada rugi bersih entitas asosiasi               (68.191)                         -                      -                  -                (68.191)
          Pendapatan (beban) lain-lain - bersih               373.559.063                 (446.267.467)               922.449                -            (71.785.955)
          Laba Sebelum Pajak                                  446.108.983                3.254.596.939           (317.065.365)               -          3.383.640.557
          Beban Pajak                                        (105.391.933)                (716.011.327)            72.087.403                -           (749.315.857)

          Laba (Rugi) Bersih                                 340.717.050                 2.538.585.612           (244.977.962)               -          2.634.324.700

          Pendapatan komprehensif lain                        (15.200.000)                          -                      -                 -            (15.200.000)

          Laba (rugi) komprehensif                           325.517.050                 2.538.585.612           (244.977.962)               -          2.619.124.700


          Aset Segmen *)                                 221.788.394.814               149.460.067.594         17.359.443.489                -        388.607.905.897



          Liabilitas Segmen *)                            67.044.983.013                46.824.327.307          2.150.422.292                -        116.019.732.612


          Pengungkapan Tambahan

             Perolehan barang modal                        5.971.982.602                18.216.095.705                     -                 -         24.188.078.307

             Penyusutan & amortisasi                       7.624.389.413                 4.705.962.916             27.952.233                -         12.358.304.562

             Pendapatan berdasarkan lokasi geografis
                     Jawa                                 30.578.196.846                41.983.988.401          1.726.918.511    (4.884.119.440)       69.404.984.318
                     Luar Jawa                               891.912.000                           -                      -                 -             891.912.000

                      Jumlah                              31.470.108.846                41.983.988.401          1.726.918.511    (4.884.119.440)       70.296.896.318


             Aset segmen
                      Jawa                               216.778.053.945               149.460.067.594         17.359.443.489                -        383.597.565.028
                      Luar Jawa                            5.010.340.869                            -                      -                 -          5.010.340.869

                        Jumlah                           221.788.394.814               149.460.067.594         17.359.443.489                -        388.607.905.897


        *) Aset segmen tidak termasuk pajak dibayar dimuka dan aset pajak tangguhan, sedangkan liabilitas segmen tidak termasuk hutang pajak dan liabilitas
           pajak tangguhan.




                                                                             -42-
Page 46
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


                                                                                                          31 Maret 2024
                                                       Jasa Angkutan                Jasa Angkutan
                                                        Penumpang                     Antar Kota               Lain-lain         Eliminasi            Konsolidasian
                                                             Rp                          Rp                       Rp                Rp                    Rp

          Pendapatan Usaha                                30.396.900.529                36.048.651.215          1.330.873.887    (4.480.952.000)        63.295.473.631

          Beban pokok penjualan                           19.968.955.086                24.229.856.780          1.171.356.739    (4.480.952.000)        40.889.216.605

          Hasil segmen - laba Kotor Segmen                10.427.945.443                11.818.794.435            159.517.148                 -         22.406.257.026

          Laba Usaha                                       3.393.611.718                 3.869.588.746           (294.973.471)                -          6.968.226.992

          Keuntungan atas penjualan
             aset tetap                                        25.820.708                          -                      -                   -              25.820.708
          Beban bunga dan keuangan lain                    (1.799.703.967)                (581.362.978)                   -                   -          (2.381.066.945)
          Pendapatan Bunga                                    319.137.229                  510.071.809                 12.108                 -             829.221.146
          Pendapatan (beban) lain-lain - bersih                13.182.385                 (303.832.414)            (3.165.000)                -            (293.815.029)
          Laba Sebelum Pajak                                1.952.048.072                3.494.465.163           (298.126.364)                -           5.148.386.872
          Beban Pajak                                        (430.243.464)                (768.782.336)            66.381.048                 -          (1.132.644.752)

          Laba (Rugi) Bersih                               1.521.804.608                 2.725.682.828           (231.745.315)                -          4.015.742.120

          Pendapatan komprehensif lain                        12.000.000                            -                      -                  -               12.000.000

          Laba (rugi) komprehensif                         1.533.804.608                 2.725.682.828           (231.745.315)                -          4.027.742.120


          Aset Segmen *)                                 228.882.263.300               108.723.051.886         14.066.395.940                 -        351.671.711.126



          Liabilitas Segmen *)                            75.345.516.988                24.654.930.959          1.012.619.965                 -        101.013.067.912


          Pengungkapan Tambahan

             Perolehan barang modal                          164.785.118                 6.418.217.185                     -                  -          6.583.002.303

             Penyusutan & amortisasi                       6.992.587.012                 3.677.449.363             27.704.369                 -         10.697.740.744

             Pendapatan berdasarkan lokasi geografis
                     Jawa                                 29.363.466.029                36.048.651.215          1.330.873.887    (4.480.952.000)        62.262.039.131
                     Luar Jawa                             1.033.434.500                           -                      -                 -            1.033.434.500

                     Jumlah                               30.396.900.529                36.048.651.215          1.330.873.887    (4.480.952.000)        63.295.473.631


             Aset segmen
                      Jawa                               227.754.600.100               108.723.051.886         14.066.395.940                 -        350.544.047.927
                      Luar Jawa                            1.127.663.199                            -                      -                  -          1.127.663.199

                        Jumlah                           228.882.263.300               108.723.051.886         14.066.395.940                 -        351.671.711.126


        *) Aset segmen tidak termasuk pajak dibayar dimuka dan aset pajak tangguhan, sedangkan liabilitas segmen tidak termasuk hutang pajak dan liabilitas
           pajak tangguhan.



  41. Pengungkapan Tambahan Laporan Arus Kas Konsolidasian

      Aktivitas Investasi yang tidak mempengaruhi kas dan setara kas:

                                                                                                           31 Maret 2025                     31 Maret 2024
                                                                                                                Rp                                Rp
      Perolehan aset tetap melalui:
         - pinjaman pembelian aset tetap                                                                       12,660,820,351                     5,263,788,181
         - pinjaman Bank                                                                                        2,399,197,500                                      -
      Realisasi uang muka pembelian untuk
         perolehan aset tetap                                                                                   5,414,419,879                     1,422,891,650
      Liabilitas sewa dari pengakuan aset hak guna                                                                 854,236,139                    1,743,036,139




                                                                             -43-
Page 47
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024


  42. Standar Akuntansi Keuangan Baru

       Perubahan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)

       Diterapkan pada tahun 2023

       Penerapan standar akuntansi keuangan revisi berikut, yang berlaku efektif 1 Januari 2023, relevan bagi Grup namun
       tidak menyebabkan perubahan material terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan
       konsilidasian:

        -    Amandemen PSAK No. 1, “Penyajian Laporan Keuangan” tentang Pengungkapan Kebijakan Akuntansi yang
             Mengubah Istilah “Signifikan” menjadi “Material” dan Memberi Penjelasan mengenai Kebijakan Akuntansi
             Material.
        -    Amendemen PSAK No. 16: Aset Tetap tentang Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan.
        -    Amandemen PSAK No. 25, Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan: Definisi
             Estimasi Akutansi.
        -    Amandemen PSAK No. 46, Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas yang timbul
             dari Transaksi Tunggal.

      Telah diterbitkan namun belum berlaku efektif

      Amandemen standar akuntansi keuangan yang telah diterbitkan yang bersifat wajar untuk tahun buku yang
      diimulai pada atau setelah:

      1 Januari 2024

        -    Amandemen PSAK No. 1, “Penyajian Laporan Keuangan” terkait Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan
        -    Amendemen PSAK No. 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek
             atau Jangka Panjang
        -    Amandemen PSAK No. 73, “Sewa” terkait Liabilitas Sewa pada Transaksi Jual dan Sewa-balik

      1 Januari 2025

        -    PSAK 74 : “Kontrak Asuransi”
        -    Amendemen PSAK No. 74: “Kontrak Asuransi” terkait Penerapan Awal PSAK No. 74 dan PSAK No. 71 –
             Informasi Komparatif


      Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, Grup masih mempelajari dampak yang
      mungkin timbul dari penerapan amandemen PSAK tersebut dan dampak dari penerapan amandemen PSAK
      tersebut pada laporan keuangan konsolidasian belum dapat ditentukan.

      Mulai tanggal 1 Januari 2024, referensi terhadap masing-masing PSAK dan ISAK akan diubah sebagaimana
      diumumkan oleh DSAK-IAI.




                                                             **********




                                                      -44-

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.75 MB
Published29 Apr 2025
Pages47
Characters184,506
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 66 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk. p.2 ×136
linked person Angreta Chandra p.11
linked person Daniel Martinus p.11 ×2
linked person Andrianto Putera Tirtawisata p.11
linked person Tiodora Amran Bonardy p.11
linked person Romy Firmangustri p.11
linked person Edgar Surjadi p.11 ×2
linked org Bank Central Asia Tbk p.24 ×14
linked org Bank Pan Indonesia Tbk p.24 ×8
linked org Bank Ina Perdana Tbk p.24 ×11
linked org Bank Danamon Indonesia Tbk p.24 ×11
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.24 ×2
linked org Bank CIMB Niaga Tbk p.24 ×2
linked org PT Bank KEB Hana Indonesia p.24 ×5
linked org Bank Capital Indonesia Tbk p.24 ×2
linked org Bank Victoria International Tbk p.24 ×2
linked org Panorama Sentrawisata Tbk p.27 ×11
linked org Destinasi Tirta Nusantara Tbk p.27 ×17
linked org PT Astra Sedaya Finance p.36 ×5
linked org Clipan Finance Indonesia Tbk p.36 ×8
linked org PT Weha Investama p.37 ×3
possible org Negara Republik Indonesia p.9
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.9 ×5
possible org Bursa Efek Indonesia p.9 ×3
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk p.24 ×2
possible org Bank Rakyat Indonesia Tbk p.24 ×2
possible org Bank Panin Tbk p.32 ×2
possible person Agus Susanto p.41
unresolved org Transportasi Indonesia Tbk p.9
unresolved person Rachmat Santoso p.9
unresolved org Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.9
unresolved person Buntario Tigris Darmawa Ng p.9
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.9 ×2
unresolved person Recky Francky Limpele p.9
unresolved org Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia p.9
unresolved org Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan p.9
unresolved org Bapepam p.9 ×2
unresolved org PT Kencana Transport p.10
unresolved org PT Panorama Primakencana p.10
unresolved org PT Rhadana Primakencana p.10
unresolved org PT Panorama Mitra Sarana p.10 ×3
unresolved org PT Day Trans p.10
unresolved org PT Day Trans Express p.10
unresolved org PT Canary Transport p.10 ×3
unresolved org PT Weha p.10 ×3
unresolved org Bank Indonesia p.12
unresolved org PT Andalan Selaras Abadi p.14 ×10
unresolved org PT Panorama Investama p.27 ×3
unresolved org PT Panorama Media p.27 ×5
unresolved org PT Panorama Aplikasi Nusantara p.27 ×2
unresolved person Hendra Justin Fu p.28
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.28
unresolved org PT. Bank Keb Haba Indonesia p.33
unresolved org PT Panorama Primakencana Transindo p.33
unresolved org PT Toyota Astra Finance p.36 ×3
unresolved org PT Sunindo Kookmin Best Finance p.36 ×3
unresolved org PT BCA Finance p.36 ×3
unresolved org PT Raya Saham Registra p.37
unresolved org PT Day Tans p.39 ×2
unresolved org PT. Daytrans Express p.39 ×2
unresolved org PT Panorama Prima Kencana Transindo p.39 ×2
unresolved org PT Rhadana Prima Kencana Transindo p.39 ×2
unresolved org PT Panorama JTB Tours Indonesia p.40 ×3
unresolved org PT Panorama Evenindo p.42 ×2
unresolved org PT Panorama World p.43
unresolved org PT Panorama Aplikasi Nusantara Transaksi p.43

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 5

FinancialStatement-2025-I-WEHA.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result