Skip to content
Back to announcement

Laporan Keuangan Maret 2025.pdf

Financial statement Text extracted WOOD

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 63

Page 1

          
Page 2
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA

Laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit
Tanggal 31 Maret 2025
dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
Page 3
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
Laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit
Tanggal 31 Maret 2025
dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)



                                                                                                                             Halaman
                         Daftar Isi



 Surat Pernyataan Direksi

 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Interim tidak diaudit .............................................................       1

 Laporan Laba Rugi Konsolidasian Interim tidak diaudit ………………………………………….…………..                                                   2

 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Interim tidak diaudit ……………………………………………                                                 3

 Laporan Arus Kas Konsolidasian Interim tidak diaudit ……………………………………………………….                                                     4

 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim tidak diaudit                   ……………………………………                          5 - 56




                                                           ***************************
Page 4

          
Page 5
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)




                                             31 Maret 2025                   31 Desember 2024
                                                                   Catatan
                                             (Tidak diaudit)                     (Diaudit)

  ASET
  ASET LANCAR
  Kas dan setara kas                            123,875,637,628      5         149,972,058,552
  Piutang usaha - bersih                                             6
    Pihak ketiga                                344,309,630,031                456,136,885,379
    Pihak berelasi                                2,769,607,326      25          3,997,989,355
  Piutang lain-lain                                                  7
    Pihak ketiga                                 35,574,880,589                  32,396,834,682
    Pihak berelasi                                  159,770,784      25             130,206,079
  Persediaan - bersih                         2,980,867,533,907      8        3,066,675,992,197
  Biaya dibayar di muka                           4,374,957,978                   5,932,952,214
  Pajak dibayar di muka                          44,864,446,904      17          92,058,739,964
  Uang muka pembelian                           986,589,261,177      9          987,074,358,644
  Pinjaman ke pihak berelasi                    163,924,028,841      25         161,812,520,809
  Tagihan pajak                                               -                  32,724,981,497

  Jumlah Aset Lancar                          4,687,309,755,165               4,988,913,519,372

  ASET TIDAK LANCAR
  Uang muka pembelian                           229,177,353,805      9          247,373,036,647
  Penyertaan saham                                4,904,400,000      10           4,904,400,000
  Investasi pada entitas asosiasi                44,419,134,784      11          36,798,183,027
  Aset tetap - bersih                         2,188,313,307,578      12       2,165,118,541,006
  Properti investasi                            237,719,939,700      12         237,719,939,700
  Aset hak guna - bersih                         23,287,527,544      16          31,682,618,732
  Aset lain-lain - bersih                       114,352,786,290      13         114,102,730,359
  Taksiran tagihan pajak                          4,942,999,766                   2,659,320,960
  Aset pajak tangguhan                           11,419,148,843                  11,419,148,843

  Jumlah Aset Tidak Lancar                    2,858,536,598,310               2,851,777,919,274

  JUMLAH ASET                                 7,545,846,353,475               7,840,691,438,646




  Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
  merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan
  Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.

                                                               1
Page 6
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)




                                                          31 Maret 2025              31 Desember 2024
                                                                           Catatan
                                                         (Tidak diaudit)                (Diaudit)

  LIABILITAS
  LIABILITAS JANGKA PENDEK
  Utang bank dan lembaga
    keuangan bukan bank                             2,154,534,290,950        14      2,069,376,479,283
  Utang usaha                                                                15
    Pihak ketiga                                         75,837,628,168                131,270,063,337
    Pihak berelasi                                           48,307,500      25                      -
  Utang lain-lain
    Pihak ketiga                                        104,204,234,241                 40,349,576,832
    Pihak berelasi                                        2,149,333,329      25          1,891,325,922
  Beban akrual                                                               19
    Pihak ketiga                                         47,807,169,783                 34,646,979,688
    Pihak berelasi                                        1,719,777,778      25          1,719,777,778
  Utang pajak                                            22,386,600,024      17         19,231,362,173
  Liabilitas kontrak                                                         18
    Pihak ketiga                                         13,549,627,305                168,846,518,833
    Pihak berelasi                                          405,405,405      25                      -
  Utang jangka panjang
     yang jatuh tempo dalam
     waktu satu tahun
     Utang bank dan lembaga
       keuangan bukan bank                               73,770,777,872      14         73,458,821,379
     Liabilitas sewa                                      4,500,978,909                  6,914,419,158
     Utang Obligasi                                                   -      19        197,326,083,357
     Sukuk Mudharabah                                                 -      19         83,800,000,000

  Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                   2,500,914,131,264                2,828,831,407,740



  LIABILITAS JANGKA PANJANG
  Utang jangka panjang, setelah
    dikurangi bagian yang jatuh
    tempo dalam waktu satu tahun :
    Utang bank dan lembaga
       keuangan bukan bank                              242,695,598,475      14        260,992,571,548
    Liabilitas sewa                                       1,366,121,975                  1,850,084,024
    Utang obligasi                                       52,344,407,100      19         52,321,241,303
    Sukuk mudharabah                                     25,230,000,000      19         25,230,000,000
  Pinjaman dari pihak berelasi                          100,000,000,000      25        100,000,000,000
  Liabilitas imbalan kerja                               34,910,154,948                 32,550,252,661
  Liabilitas pajak tangguhan                             61,484,869,161                 62,170,198,323

  Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                      518,031,151,659                535,114,347,859

  JUMLAH LIABILITAS                                 3,018,945,282,923                3,363,945,755,599




Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan
Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
                                                                1a
Page 7
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)



                                                           31 Maret 2025              31 Desember 2024
                                                                            Catatan
                                                          (Tidak diaudit)                 (Diaudit)

  EKUITAS
  Ekuitas yang Dapat
    Didistribusikan kepada
    Pemilik Perusahaan

  Modal saham - nilai nominal
    Rp 100 per saham
    Modal dasar -
      20.000.000.000 saham
    Modal ditempatkan dan
      disetor penuh -
      6.437.500.000 saham                              643,750,000,000        20        643,750,000,000
  Tambahan modal disetor                               314,163,016,890        20        314,163,016,890
  Saham treasuri                                       (89,957,290,800)       20        (89,957,290,800)
  Komponen ekuitas lainnya                             236,828,827,991                  236,828,827,991
  Penghasilan Komprehensif lain                      1,170,097,017,189                1,169,656,989,277
  Saldo laba
    Belum ditentukan
      penggunaannya                                  1,375,460,165,635                1,325,000,567,640
    Ditentukan penggunaannya                           792,735,214,664        20        792,735,214,664
  Jumlah Ekuitas yang dapat
    Diatribusikan kepada Pemilik
    Perusahaan                                       4,443,076,951,569                4,392,177,325,662
  Kepentingan non-pengendali                            83,824,118,983        21         84,568,357,385

  JUMLAH EKUITAS                                     4,526,901,070,552                4,476,745,683,047

  JUMLAH LIABILITAS DAN
                                                     7,545,846,353,475                7,840,691,438,646
    EKUITAS




  Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
  merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan
  Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
                                                                1b
Page 8
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)



                                                          31 Maret 2025                    31 Maret 2024
                                                          (Tidak diaudit)       Catatan    (Tidak diaudit)

PENJUALAN BERSIH                                            773,507,387,650      22,25       641,310,882,085
BEBAN POKOK PENJUALAN                                       595,178,618,363      23,25       473,270,934,253
LABA BRUTO                                                  178,328,769,287                  168,039,947,832
BEBAN USAHA
Beban Penjualan                                             (43,160,203,734)      24         (32,236,606,356)
Beban umum dan administrasi                                 (36,820,677,444)     24,25       (38,841,194,904)
Total Beban Usaha                                           (79,980,881,178)                 (71,077,801,260)
LABA USAHA                                                    98,347,888,109                   96,962,146,572
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Beban keuangan                                              (54,020,760,044)    14,19,25     (64,838,612,001)
Laba (rugi) selisih kurs - bersih                              4,826,597,969                    9,007,693,906
Penghasilan bunga                                              2,639,211,458      25            8,101,533,289
Laba (rugi) pelepasan aset tetap                             (2,965,978,322)      12              166,606,297
Lain - lain bersih                                            16,615,244,826                    5,532,064,669

LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                                65,442,203,996                   54,931,432,732
BEBAN PAJAK PENGHASILAN - BERSIH                            (17,079,801,738)                 (14,453,079,516)
LABA TAHUN BERJALAN                                           48,362,402,258                   40,478,353,216

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN                                               -                                -

JUMLAH PENGHASILAN KOMPREHENSIF
                                                             48,362,402,258                   40,478,353,216
  TAHUN BERJALAN


Laba tahun berjalan yang
 dapat diatribusikan kepada:
Pemilik Perusahaan                                           49,502,606,012                   42,137,197,912
Kepentingan non-pengendali                                   (1,140,203,754)                  (1,658,844,696)
JUMLAH                                                       48,362,402,258                   40,478,353,216


LABA PER SAHAM DASAR YANG DAPAT
  DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK
  ENTITAS INDUK
  Dasar dan dilusian                                                    7.75      25                     6.60




  Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
  merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan
  Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
                                                                2
Page 9
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)

                                                                                           Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Perusahaan
                                                                                                                                                                            Saldo laba
                               Catatan   Modal saham       Tambahan modal     Saham treasuri           Komponen ekuitas                 Penghasilan         Belum ditentukan               Ditentukan         Sub-jumlah         Kepentingan       Jumlah ekuitas
                                                               disetor                                       lainnya                komprehensif lain       penggunaannya                penggunaannya                          non-pengendali


Saldo 1 Januari 2024                     643,750,000,000    314,163,016,890   (89,957,290,800)            238,898,344,827              1,179,693,702,812     1,148,023,933,477           792,735,214,664    4,227,306,921,870    84,553,644,899    4,311,860,566,769


Transfer surplus revaluasi

  ke saldo laba                  12
                                                       -                  -                  -                           -                 (843,099,869)          843,099,869                           -                   -                  -                    -
Setoran modal kepentingan

  non-pengendali                 1d
                                                       -                  -                  -                           -                              -                      -                        -                   -      100,000,000          100,000,000
Laba tahun berjalan
                                                       -                  -                  -                           -                              -      42,137,197,912                           -     42,137,197,912    (1,658,844,696)      40,478,353,216


Saldo 31 Maret 2024                      643,750,000,000    314,163,016,890   (89,957,290,800)             238,898,344,827             1,178,850,602,943     1,191,004,231,258           792,735,214,664    4,269,444,119,782    82,994,800,203    4,352,438,919,985




                                                                                           Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Perusahaan
                                                                                                                                                                            Saldo laba
                               Catatan   Modal saham       Tambahan modal     Saham treasuri           Komponen ekuitas                 Penghasilan         Belum ditentukan               Ditentukan         Sub-jumlah         Kepentingan       Jumlah ekuitas
                                                               disetor                                       lainnya                komprehensif lain       penggunaannya                penggunaannya                          non-pengendali


Saldo 1 Januari 2025
                                         643,750,000,000    314,163,016,890   (89,957,290,800)            236,828,827,991              1,169,656,989,277     1,325,000,567,640           792,735,214,664    4,392,177,325,662    84,568,357,385    4,476,745,683,047


Transfer surplus revaluasi

  ke saldo laba                  12
                                                       -                  -                  -                           -                 (956,991,983)          956,991,983                           -                   -                  -                    -
Selisih kurs atas penjabaran
  akun-akun kegiatan usaha

  luar negeri                    20
                                                       -                  -                  -                           -                1,397,019,895                        -                        -      1,397,019,895       395,965,352         1,792,985,247
Laba tahun berjalan
                                                       -                  -                  -                           -                              -      49,502,606,012                           -     49,502,606,012    (1,140,203,754)      48,362,402,258


Saldo 31 Maret 2025                      643,750,000,000    314,163,016,890   (89,957,290,800)             236,828,827,991             1,170,097,017,189     1,375,460,165,635           792,735,214,664    4,443,076,951,569    83,824,118,983    4,526,901,070,552




                Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang
                tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.

                                                                                                                                   3
Page 10
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)



                                                           31 Maret 2025                     31 Maret 2024

                                                           (Tidak diaudit)        Catatan   (Tidak diaudit)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS
  OPERASI
Penerimaan dari pelanggan                                      732,208,026,212                 500,699,835,805
Pembayaran kas kepada
  pemasok, direksi, karyawan
  dan lain-lain                                             (496,201,424,332)                (362,836,174,595)

Kas yang diperoleh dari
  (digunakan untuk) operasi                                    236,006,601,880                137,863,661,210
Penerimaan pajak                                                 32,724,981,497                 10,375,285,831
Penerimaan bunga                                                  2,639,211,458                  8,101,533,289
Pembayaran bunga                                               (52,750,694,430)               (64,032,079,646)
Pembayaran pajak                                               (14,762,141,022)               (14,596,973,574)
Lain-lain - bersih                                               10,230,795,120                  5,180,569,851

Kas Bersih yang Diperoleh
  dari (Digunakan untuk)
  Aktivitas Operasi                                            214,088,754,503                  82,891,996,961

ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS
INVESTASI
Hasil pelepasan aset tetap                                         437,789,345      12             595,082,251
Pembayaran uang muka
  pembelian aset tetap                                         (11,547,303,972)                (1,022,344,000)
Perolehan aset tetap                                            (8,170,803,957)     12         (1,371,410,086)
Perolehan aset lain-lain                                          (622,552,318)               (25,849,514,007)

Kas Bersih yang Digunakan
  untuk Aktivitas Investasi                                    (19,902,870,902)               (27,648,185,842)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Penerimaan dari utang bank dan lembaga
  keuangan bukan bank jangka pendek                         1,961,273,770,810                1,478,848,920,887
Penerimaan pinjaman dari pihak berelasi                                      -                 200,000,000,000
Penambahan setoran modal oleh non-pengendali                                 -                     100,000,000
Pembayaran utang obligasi                                   (197,470,000,000)       19                       -
Pembayaran sukuk mudharabah                                   (83,800,000,000)      19                       -
Pembayaran utang bank dan lembaga
  keuangan bukan bank jangka pendek                        (1,874,674,327,133)              (1,669,515,383,617)
Pembayaran utang bank dan lembaga
  keuangan bukan bank jangka panjang                           (18,348,216,580)     14        (29,343,489,009)
Pembayaran pokok liabilitas sewa                                (2,897,402,299)                (4,516,799,517)

Kas Bersih yang Diperoleh dari (Digunakan
  untuk Aktivitas Pendanaan)                                (215,916,175,202)                 (24,426,751,256)




   Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
   merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan
   Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
                                                           4
Page 11
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)



                                                          31 Maret 2025                 31 Maret 2024

                                                          (Tidak diaudit)     Catatan   (Tidak diaudit)



  KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS,
   SETARA KAS DAN CERUKAN                                  (21,730,291,601)                30,817,059,863

  DAMPAK BERSIH PERUBAHAN NILAI
   TUKAR ATAS KAS DAN SETARA KAS                             1,078,867,016                 (1,678,569,002)

  KAS, SETARA KAS DAN
   CERUKAN AWAL TAHUN                                       39,772,427,682                130,274,413,894

  KAS, SETARA KAS DAN
   CERUKAN AKHIR TAHUN                                      19,121,003,097                159,412,904,755


  Kas, setara kas dan cerukan terdiri dari:

  Kas                                                        52,850,632,217     5            1,000,267,984
  Bank                                                       55,626,996,851     5         100,760,580,835
  Deposito berjangka                                         15,398,008,560     5           99,175,536,000
  Cerukan                                                 (104,754,634,531)     14        (41,523,480,064)
  JUMLAH                                                                                  159,412,904,755
                                                            19,121,003,097




  Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
  merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan
  Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
                                                            4a
Page 12
                                                                         FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                                                        Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 31 Maret 2025
          dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     1.    UMUM
           a.   Pendirian Perusahaan
                PT Integra Indocabinet, Tbk (“Perusahaan” atau “ITG”) didirikan berdasarkan akta notaris Soetjipto, S.H., No. 147
                tanggal 19 Mei 1989. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat
                Keputusan No. C2-320.HT.01.01.th’90 tanggal 20 Januari 1990.
                Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan akta notaris Dyah
                Ayu Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 6 tanggal 20 Juli 2022 menyetujui perubahan pasal 3 mengenai maksud dan
                tujuan Perusahaan. Perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
                dengan Surat Keputusan No. AHU-0055698.AH.01.02.Tahun 2022 tanggal 8 Agustus 2022. Sampai dengan
Approved by:    tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, amandemen tersebut belum dipublikasikan dalam Berita
                Negara.
                Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah berusaha dalam
                bidang industri dan perdagangan besar. Perusahaan saat ini bergerak di bidang industri mebel kayu dan produk
                kayu lainnya.
                Perusahaan berkedudukan di Jalan Raya Industri No. 678, Betro, Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur.
                Perusahaan mulai melakukan kegiatan operasinya pada tahun 1989.
                Entitas induk langsung dan entitas induk utama Perseroan adalah PT Integra Indo Lestari yang didirikan dan
                berdomisili di Indonesia.

           b.   Penawaran Umum Saham Perusahaan
                Berdasarkan Surat Otoritas Jasa Keuangan No. S-307/D.04/2017, tanggal 14 Juni 2017, Pernyataan Pendaftaran
                Perusahaan dalam rangka Penawaran Umum Perdana telah dinyatakan efektif. Pada tanggal 21 Juni 2017,
                Perusahaan mencatatkan 1.250.000.000 lembar sahamnya dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai
                nominal Rp 100 per saham di Bursa Efek Indonesia dengan harga penawaran perdana sebesar Rp 260 per saham.

           c.   Penawaran Umum Efek Utang Perusahaan

                Berdasarkan Surat Otoritas Jasa Keuangan No. S-52/D.04/2021, tanggal 8 April 2021, Perusahaan memperoleh
                pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan untuk melakukan penawaran umum berkelanjutan Obligasi dan
                Sukuk Mudharabah dengan total penawaran umum masing-masing sebesar Rp 700.000.000.000 dan Rp
                300.000.000.000.

                Perusahaan telah mencatatkan di Bursa Efek Indonesia Obligasi dan Sukuk Mudharabah Tahap I masing masing
                sebesar Rp 450.000.000.000 dan Rp 150.000.000.000 pada tanggal 15 April 2021.

                Selanjutnya, pada tanggal 28 Maret 2022, Perusahaan telah mencatatkan di Bursa Efek Indonesia Obligasi dan
                Sukuk Mudharabah Tahap II masing masing sebesar Rp 250.000.000.000 dan Rp 109.030.000.000.

           d.   Entitas Anak
                Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan memiliki Entitas Anak sebagai berikut:
                                                                                                                Persentase                     Jumlah aset sebelum
                                                                                                                Kepemilikan               eliminasi (dalam jutaan rupiah)
                                                                             Aktivitas    Tahun
                                                                              Bisnis      Operasi                                   31 Maret 2025
                          Entitas Anak                   Domisili                        Komersial
                                                                                                     31 Mar, 2025     31 Des, 2024         31 Mar, 2025    31 Des, 2024
                                                                                                                          ____________                     _____________   ______




                Entitas Anak Langsung
                PT Belayan River Timber (BRT)       Kalimantan Timur            a          1972        81.44%             81.44%               510,824             534,104
                PT Intertrend Utama (ITR)                Sidoarjo               b          1993        99.79%             99.79%             2,421,121           2,409,066
                PT Interkraft (ITK)                      Sidoarjo               b          2002        99.53%             99.53%             1,269,516           1,287,110
                PT Intera Indonesia (INT)                Sidoarjo               b          2012        99.89%             99.89%             1,415,950           1,455,929
                PT Inter Kayu Mandiri (IKM)              Sidoarjo               c          2015        80.00%             80.00%                16,598              16,598
                Carbon Resources Alliance Aps (CRA)      Denmark                d            -         60.00%             60.00%               116,120             113,138

                Entitas Anak Tidak Langsung
                Melalui PT Intertrend Utama (ITR)
                PT Superalam Mas (SAM)                 Tulungagung       D      d             -        100.00%            100.00%              14,995                 14,969

                Melalui PT Belayan River Timber (BRT)
                PT Narkata Rimba (NKT)                Kalimantan Timur          a          1978         99.00%             99.00%              51,848                  52,979
                PT Kandelia Alam (KAN)                Kalimantan Barat          d            -          80.00%             80.00%              20,857                  20,756
                PT Borneo Forestama Lestari           Kalimantan Timur          d            -         100.00%            100.00%               9,543                   9,543
                (BFL)
                PT Borneo Wana Utama (BWU)            Kalimantan Timur          d             -        100.00%            100.00%              40,399                  40,405
                PT Ekosistem Alam Sejahtera           Kalimantan Timur          d             -         70.00%             70.00%              27,194                  27,194
                (EAS)
                                                                                          5
Page 13
                                                                         FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                                                    Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 31 Maret 2025
          dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)
     1.    UMUM (Lanjutan)

           d.   Entitas Anak (Lanjutan)
                Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan memiliki Entitas Anak sebagai berikut:
                (Lanjutan)
                                                                                                            Persentase                     Jumlah aset sebelum
                                                                                                            Kepemilikan               eliminasi (dalam jutaan rupiah)
                                                                          Aktivitas     Tahun
                                                                           Bisnis       Operasi                                 31 Maret 2025
                          Entitas Anak                   Domisili                      Komersial
                                                                                                   31 Mar, 2025   31 Des, 2024         31 Mar, 2025    31 Des, 2024
                                                                                                                      ____________                     _____________    ______



Approved by:    Entitas Anak Tidak Langsung (Lanjutan)

                Melalui PT Belayan River Timber (BRT) (Lanjutan)
                PT Indika Ekosistem Khatulistiwa      Kalimantan Timur       d                -       70.00%              70.00%           45,026                  45,020
                (IEK)
                PT Ananda Anugerah Agung (AAA)           Pekanbaru           d                -       90.00%                -               4,813                      4,813
                PT Bakau Bina Usaha (BBU)                   Aceh             d                -       95.00%                -                571                         562

                Melalui PT Belayan River Timber (BRT) dan PT Narkata Rimba (NKT)
                PT Nala WIjaya Amerta (NWA)              Surabaya            d                -      100.00%          100.00%               4,046                      4,046
                PT Renjana Amerta Lestari (RAL)          Surabaya            d                -      100.00%          100.00%               6,187                      6,187

                Melalui PT Borneo Forestama Lestari (BFL) dan PT Renjana Amerta Lestari (RAL)
                PT Ekosistem Alas Lestari (EAL)           Surabaya     D    d               -        100.00%          100.00%               3,235                      3,325

                Melalui PT Borneo Wana Utama (BWU) dan PT Renjana Amerta Lestari (RAL)
                PT Wana Kelola Utama (WKU)            Surabaya           d                    -       100.00%         100.00%                   724                     724

                Melalui PT Nala Wijaya Amerta (NWA) dan PT Renjana Amerta Lestari (RAL)
                PT Arya Harita Wanantara (AHW)          Surabaya           d                  -      100.00%          100.00%               3,258                      3,258
                PT Askara Wana Utama (AWU)              Surabaya           d                  -      100.00%          100.00%                 713                        713
                PT Bhumi Nawasena Sejahtera             Surabaya           d                  -      100.00%          100.00%                 506                        506
                (BWS)

                Aktivitas Bisnis Entitas Anak
                a. Industri Hak Pengelolaan Hutan
                b. Industri Mebel
                c. Perusahaan Induk
                d. Belum beroperasi secara komersial

                Perubahan dalam entitas anak selama periode berjalan adalah sebagai berikut:

                PT Intertrend Utama

                Berdasarkan keputusan rapat umum para pemegang saham ITR yang diaktakan dengan akta notaris Dyah Ayu
                Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 18 tanggal 28 Juni 2024, para pemegang saham telah menyetujui antara lain
                pembagian dividen sebesar Rp 225.000.000.000 untuk tahun buku 2023.

                PT Intera Indonesia

                Berdasarkan keputusan rapat umum para pemegang saham INT yang diaktakan dengan akta notaris Dyah Ayu
                Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 19 tanggal 28 Juni 2024, para pemegang saham telah menyetujui antara lain
                pembagian dividen sebesar Rp 75.000.000.000 untuk tahun buku 2023.

                PT Kandelia Alam

                Berdasarkan akta notaris Dyah Ayu Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 10 tanggal 24 Desember 2024, para pemegang
                saham KAN menyetujui peningkatan modal dasar, ditempatkan dan disetor penuh dari Rp 4.000.000.000 menjadi
                Rp 35.500.000.000.

                PT Ananda Anugerah Agung

                Berdasarkan akta notaris Dyah Ayu Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 3 tanggal 11 Januari 2024, BRT memiliki
                penyertaan saham sebesar 900 lembar saham dengan nilai nominal Rp 1.000.000 per lembar saham pada
                AAA. Persentase kepemilikan BRT sebesar 90%.

                PT Bakau Bina Usaha

                Berdasarkan akta notaris Dyah Ayu Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 2 tanggal 5 Februari 2024, BRT memiliki
                penyertaan saham sebesar 475 lembar saham dengan nilai nominal Rp 1.000.000 per lembar saham pada BBU.
                Persentase kepemilikan BRT sebesar 95%.



                                                                                          6
Page 14
                                                          FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                          Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 31 Maret 2025
          dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)
     1.    UMUM (Lanjutan)
           e.   Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
                Susunan dewan komisaris dan direksi Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 adalah sebagai berikut:
                Dewan Komisaris
                Komisaris Utama (Independen)      :            Bing Hartono Poernomosidi*
                Komisaris                         :               Stephanie Kane Ilham

                Direksi
                Direktur Utama                    :                      Halim Rusli
Approved by:    Direktur                          :                      Widjaja Karli
                                                  :                     Syany Tjandra
                Direktur Independen               :                     Wang Sutrisno

                Komite Audit
                Ketua                             :            Bing Hartono Poernomosidi*
                Anggota                           :                  Benny Bachtiar
                                                                    Dian Prameswari
                *merangkap sebagai Komisaris Independen

                Perusahaan dan Entitas Anaknya (bersama-sama disebut “Grup”) memiliki 1.546 dan 1.590 orang karyawan tetap
                masing-masing pada tanggal 31 Maret 2025 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2024.

           f.   Persetujuan dan Penerbitan Laporan Keuangan Konsolidasian
                Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan konsolidasian ini, sesuai
                dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, yang diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi
                Perusahaan pada 28 April 2025


     2.    PENERAPAN STANDAR BARU DAN REVISI
           a.   Perubahan Nomenklatur Standar Akuntansi Keuangan Indonesia
                Sejalan dengan pengesahan Kerangka Standar Pelaporan Keuangan Indonesia, Dewan Standar Akuntansi
                Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) menyetujui perubahan nomenklatur Standar Akuntansi Keuangan
                Indonesia yang mengatur penomoran Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi atas
                Standar Akuntansi Keuangan (ISAK). Hal ini bertujuan untuk membedakan antara PSAK dan ISAK yang diadopsi
                dari International Financial Reporting Standards (IFRS) dan yang tidak. Perubahan nomenklatur Standar Akuntansi
                Keuangan Indonesia yang berlaku efektif pada 1 Januari 2024, tidak akan mempengaruhi isi masing-masing PSAK
                dan ISAK.
           b.   Amandemen/Penyesuaian Standar yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan
                Dalam tahun berjalan, Grup telah menerapkan sejumlah amendemen/penyesuaian PSAK yang relevan dengan
                operasinya dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024. Penerapan atas
                PSAK revisi tidak mengakibatkan perubahan atas kebijakan akuntansi Grup dan tidak memiliki dampak material
                terhadap jumlah yang dilaporkan pada tahun berjalan atau tahun-tahun sebelumnya.
                    PSAK 201 (Amendemen), “Penyajian Laporan Keuangan”: Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau
                     Jangka Panjang

                     Amendemen ini hanya mempengaruhi penyajian liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka panjang dalam
                     laporan posisi keuangan dan bukan jumlah atau waktu pengakuan aset, liabilitas, penghasilan atau beban, atau
                     informasi yang diungkapkan mengenai pos-pos tersebut.
                     Amendemen tersebut mengklarifikasi bahwa klasifikasi liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka panjang
                     didasarkan pada hak yang ada pada akhir periode pelaporan, menetapkan bahwa klasifikasi tersebut tidak
                     dipengaruhi oleh ekspektasi apakah entitas akan menggunakan haknya untuk menunda penyelesaian suatu
                     liabilitas, menjelaskan bahwa hak tersebut ada jika kovenan dipatuhi pada akhir periode pelaporan, dan
                     memperkenalkan definisi 'penyelesaian' untuk memperjelas bahwa penyelesaian mengacu pada pengalihan ke
                     pihak lain atas kas, instrumen ekuitas, aset dan jasa lainnya.
                    PSAK 201 (Amendemen), “Penyajian Laporan Keuangan”: Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan

                     Amendemen tersebut menetapkan bahwa hanya perjanjian yang harus dipatuhi entitas pada atau sebelum
                     akhir periode pelaporan yang memengaruhi hak entitas untuk menunda penyelesaian liabilitas setidaknya
                     selama dua belas bulan setelah tanggal pelaporan (dan karenanya harus dipertimbangkan dalam menilai
                     klasifikasi liabilitas sebagai lancar atau tidak lancar).
                                                                         7
Page 15
                                                     FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                            Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 31 Maret 2025
          dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     2.    PENERAPAN STANDAR BARU DAN REVISI (Lanjutan)
           b. Amandemen/Penyesuaian Standar yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan (Lanjutan)
                  PSAK 201 (Amendemen), “Penyajian Laporan Keuangan”: Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan
                   (Lanjutan)

                   Perjanjian tersebut memengaruhi apakah hak tersebut ada pada akhir periode pelaporan, bahkan jika
                   kepatuhan terhadap perjanjian dinilai hanya setelah tanggal pelaporan (misalnya perjanjian berdasarkan posisi
                   keuangan entitas pada tanggal pelaporan yang dinilai kepatuhannya hanya setelah tanggal pelaporan).
                   DSAK-IAI juga menetapkan bahwa hak untuk menunda penyelesaian liabilitas setidaknya selama dua belas
Approved by:       bulan setelah tanggal pelaporan tidak terpengaruh jika entitas hanya harus mematuhi perjanjian setelah
                   periode pelaporan. Namun, jika hak entitas untuk menunda penyelesaian liabilitas bergantung pada
                   kepatuhan entitas terhadap perjanjian dalam waktu dua belas bulan setelah periode pelaporan, entitas
                   mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan memahami risiko liabilitas yang
                   harus dibayar kembali dalam waktu dua belas bulan setelah periode pelaporan. Ini akan mencakup informasi
                   tentang perjanjian (termasuk sifat perjanjian dan kapan entitas diharuskan untuk mematuhinya), jumlah tercatat
                   liabilitas terkait dan fakta serta keadaan, jika ada, yang menunjukkan bahwa entitas mungkin mengalami
                   kesulitan dalam mematuhi perjanjian.
                  PSAK 207 (Amendemen), “Laporan Arus Kas” dan PSAK 107 (Amendemen), “Instrumen Keuangan:
                   Pengungkapan”: Pengaturan Pembiayaan Pemasok

                   Amendemen tersebut menambahkan tujuan pengungkapan pada PSAK 207 yang menyatakan bahwa suatu
                   entitas diharuskan untuk mengungkapkan informasi tentang pengaturan keuangan pemasoknya yang
                   memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk menilai dampak pengaturan tersebut terhadap liabilitas dan
                   arus kas entitas. Selain itu, PSAK 107 diamendemen untuk menambahkan pengaturan keuangan pemasok
                   sebagai contoh dalam persyaratan untuk mengungkapkan informasi tentang paparan entitas terhadap
                   konsentrasi risiko likuiditas.
                   Amendemen tersebut berisi ketentuan transisi khusus untuk periode pelaporan tahunan pertama di mana Grup
                   menerapkan amendemen tersebut. Berdasarkan ketentuan transisi, suatu entitas tidak diharuskan untuk
                   mengungkapkan:
                  informasi komparatif untuk setiap periode pelaporan yang disajikan sebelum awal periode pelaporan tahunan
                   di mana entitas pertama kali menerapkan amendemen tersebut.
                  informasi yang diwajibkan oleh PSAK 207:44H(b)(ii)-(iii) pada awal periode pelaporan tahunan di mana entitas
                   pertama kali menerapkan amendemen tersebut.

                  PSAK 116 (Amendemen), “Sewa”: Liabilitas Sewa dalam Jual dan Sewa-Balik

                   Amendemen PSAK 116 menambahkan persyaratan pengukuran selanjutnya untuk transaksi jual dan sewa-
                   balik yang memenuhi persyaratan dalam PSAK 115 Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan untuk dicatat
                   sebagai penjualan. Amendemen tersebut mengharuskan penjual-penyewa untuk menentukan 'pembayaran
                   sewa' atau 'pembayaran sewa yang direvisi' sehingga penjual-penyewa tidak mengakui keuntungan atau
                   kerugian yang terkait dengan hak penggunaan yang dimiliki oleh penjual- penyewa, setelah tanggal
                   dimulainya.

                   Amendemen tersebut tidak memengaruhi keuntungan atau kerugian yang diakui oleh penjual-penyewa
                   terkait dengan penghentian sebagian atau seluruh sewa. Tanpa persyaratan baru ini, penjual-penyewa bisa
                   mengakui keuntungan atas hak penggunaan yang dimilikinya semata-mata karena pengukuran ulang liabilitas
                   sewa (misalnya, setelah modifikasi sewa atau perubahan jangka waktu sewa) dengan menerapkan
                   persyaratan umum dalam PSAK 116. Hal ini khususnya dapat terjadi dalam sewa-balik yang mencakup
                   pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau suku bunga.

                   Sebagai bagian dari amendemen, DSAK-IAI mengubah Contoh Ilustrasi dalam PSAK 116 dan menambahkan
                   contoh baru untuk mengilustrasikan pengukuran selanjutnya atas aset hak-guna dan liabilitias sewa dalam
                   transaksi jual dan sewa-balik dengan pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau suku
                   bunga. Contoh ilustrasi tersebut juga mengklarifikasi bahwa liabilitas yang timbul dari transaksi jual dan sewa-
                   balik yang memenuhi syarat sebagai penjualan dengan menerapkan PSAK 115 adalah liabilitas sewa.

                   Penjual-penyewa menerapkan amendemen secara retrospektif sesuai dengan PSAK 208 terhadap transaksi
                   jual dan sewa-balik yang dilakukan setelah tanggal penerapan awal, yang didefinisikan sebagai awal periode
                   pelaporan tahunan di mana entitas pertama kali menerapkan PSAK 116.



                                                                   8
Page 16
                                                       FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                             Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 31 Maret 2025
          dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     2.    PENERAPAN STANDAR BARU DAN REVISI (Lanjutan)
           c. Standar dan Amandemen/Penyesuaian Standar Telah Diterbitkan Tapi Belum Diterapkan
                Pada tanggal persetujuan laporan keuangan konsolidasian, standar dan amendemen- amendemen atas PSAK
                yang relevan bagi Grup, yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif, dengan penerapan dini diijinkan,
                adalah sebagai berikut:
                Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2025
                   PSAK 117, “Kontrak Asuransi”
                    PSAK 117 mengatur relaksasi beberapa ketentuan antara lain berupa penambahan pengecualian ruang lingkup,
Approved by:
                    penyesuaian penyajian laporan keuangan, penerapan opsi mitigasi risiko dan beberapa modifikasi pada
                    ketentuan transisi. PSAK 117 juga mensyaratkan pemisahan yang jelas antara pendapatan yang dihasilkan
                    dari bisnis asuransi dengan yang berasal dari kegiatan investasi.
                   PSAK 117 (Amendemen), “Kontrak Asuransi”, Penerapan Awal PSAK 117 dan PSAK 109-Informasi Komparatif
                    Amendemen ini memperjelas pengaturan bagi entitas industri asuransi yang akan melakukan penerapan awal
                    PSAK 117 dan PSAK 109 dalam periode bersamaan. Amendemen ini juga mengatasi isu penerapan yang
                    terkait dengan informasi komparatif yang akan disajikan pada penerapan awal untuk aset keuangan.
                   PSAK 221 (Amendemen), “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing”: Kekurangan Ketertukaran”
                    Amendemen ini mensyaratkan entitas untuk menerapkan pendekatan yang konsisten dalam menilai apakah
                    suatu mata uang dapat ditukar dengan mata uang lain dan, jika tidak, dalam menentukan nilai tukar yang akan
                    digunakan dan pengungkapan yang harus diberikan.
                Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2026
                   Amendemen PSAK 109, “Instrumen Keuangan” dan PSAK 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”:
                    Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen Keuangan
                    Amendemen tersebut mengklarifikasi persyaratan yang terkait dengan tanggal penghentian pengakuan aset
                    keuangan dan liabilitas keuangan, dengan pengecualian untuk penghentian pengakuan liabilitas keuangan yang
                    diselesaikan melalui transfer elektronik; persyaratan untuk menilai karakteristik arus kas kontraktual dari aset
                    keuangan, dengan panduan tambahan tentang penilaian fitur kontinjensi; dan karakteristik pinjaman non-course
                    dan instrumen yang terkait secara kontraktual. Amendemen tersebut juga memperkenalkan persyaratan
                    pengungkapan tambahan untuk instrumen ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
                    komprehensif lain dan untuk instrumen keuangan dengan fitur kontinjensi.
                   Penyesuaian Tahunan 2024 terhadap PSAK 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”, PSAK 109,
                    “Instrumen Keuangan”, PSAK 110, “Laporan Keuangan Konsolidasian” dan PSAK 207, “Laporan Arus Kas”

                  Penyesuaian tahunan ini terbatas pada amendemen yang mengklarifikasi susunan kata (wording) atau
                  pembetulan minor atas konsekuensi yang tidak diintensikan, kekeliruan, atau persyaratan yang bertentangan
                  dalam standar.
                Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, dampak dari penerapan standar dan
                amendemen tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian tidak dapat diketahui atau diestimasi oleh
                manajemen.


     3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL

           a.   Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
                Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
                Indonesia (“SAK”), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar
                Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia
                (“DSAK-IAI”) serta Peraturan No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten dan
                Perusahaan Publik yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).
                Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah selaras dengan
                kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup untuk periode yang
                berakhir pada tanggal 31 Maret 2025, kecuali bagi penerapan beberapa SAK yang telah direvisi. Seperti yang telah
                diungkapkan dalam Catatan 2, beberapa standar akuntansi yang telah direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif
                tanggal 1 Januari 2025.
                Grup telah menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan dasar bahwa Grup akan terus mempertahankan
                kelangsungan usaha.

                                                                     9
Page 17
                                                         FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 31 Maret 2025
          dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)
     3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
           a.   Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian (Lanjutan)
                Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun berdasarkan dasar akrual
                dengan menggunakan konsep harga perolehan, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran
                lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
                Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus
                kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
                Untuk tujuan laporan arus kas konsolidasian, kas mencakup kas, bank dan deposito yang jatuh tempo dalam waktu
                tiga bulan atau kurang dan tidak dijaminkan setelah dikurangi cerukan.
Approved by:
                Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah, yang
                merupakan mata uang fungsional Grup.
           b.   Klasifikasi Lancar/Jangka Pendek dan Tidak Lancar/Jangka Panjang
                Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan klasifikasi
                lancar/tidak lancar atau jangka pendek/jangka panjang.
                Suatu aset disajikan lancar bila:
                (i)   akan direalisasi, dijual atau digunakan dalam siklus operasi normal,
                (ii) untuk diperdagangkan,
                (iii) akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali yang dibatasi
                      penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah
                      periode pelaporan.
                Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
                Suatu liabilitas disajikan sebagai jangka pendek bila:
                (i)   akan dilunasi dalam siklus operasi normal,
                (ii) untuk diperdagangkan,
                (iii) akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
                (iv) tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya selama paling tidak 12 bulan setelah periode
                     pelaporan.
                Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.
                Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar dan liabilitas jangka panjang.

           c.   Prinsip-prinsip Konsolidasi

                Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas- entitas yang dikendalikan
                secara langsung ataupun tidak langsung oleh Perusahaan.

                Secara spesifik, Grup mengendalikan investee jika dan hanya jika Grup memiliki seluruh hal berikut ini:
                • Kekuasaan atas investee, yaitu hak yang ada saat ini yang memberi investor kemampuan kini untuk
                   mengarahkan aktivitas relevan dari investee;
                • Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan
                • Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil investor.

                Grup menilai kembali apakah investor mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan adanya
                perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian.
                Ketika Grup memiliki kurang dari hak suara mayoritas, Perusahaan dapat mempertimbangkan semua fakta dan
                keadaan yang relevan dalam menilai apakah memiliki kekuasaan atas investee, termasuk:
                • Pengaturan kontraktual dengan pemegang hak suara yang lain;
                • Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain; dan
                • Hak suara dan hak suara potensial Grup.

                Konsolidasi atas entitas anak dimulai ketika Grup memiliki pengendalian atas entitas anak dan berhenti ketika Grup
                kehilangan pengendalian atas entitas anak. Aset, liabilitas, pendapatan dan beban atas entitas anak yang diakuisisi
                atau dilepas selama periode termasuk dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
                dari tanggal Grup memperoleh pengendalian sampai dengan tanggal Grup menghentikan pengendalian atas entitas
                anak.
                                                                      10
Page 18
                                                       FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                              Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 31 Maret 2025
          dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)
     3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
           c. Prinsip-prinsip Konsolidasi (Lanjutan)
                Laporan keuangan entitas anak disusun dengan periode pelaporan yang sama dengan Perusahaan. Kebijakan
                akuntansi yang digunakan dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian telah diterapkan secara konsisten oleh
                Grup, kecuali dinyatakan lain.
                Semua aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas berkaitan dengan transaksi antar anggota
                Grup juga akan dieliminasi secara penuh dalam proses konsolidasi.
                Kepentingan non-pengendali mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto dari entitas anak yang tidak
                dapat diatribusikan, secara langsung maupun tidak langsung, pada Perusahaan, yang masing-masing disajikan
Approved by:    dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan dalam ekuitas pada laporan posisi
                keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik Perusahaan.
                Kepentingan non-pengendali pada awalnya dapat diukur sebesar nilai wajar atau bagian proporsional kepentingan
                non-pengendali atas nilai wajar aset neto teridentifikasi pihak yang diakuisisi. Pilihan pengukuran dibuat untuk
                masing-masing akuisisi. Kepentingan non-pengendali lain awalnya diukur sebesar nilai wajar. Setelah akuisisi,
                jumlah tercatat kepentingan non-pengendali adalah jumlah kepentingan tersebut pada pengakuan awal ditambah
                bagian kepentingan non-pengendali dari perubahan selanjutnya di ekuitas.
                Laba atau rugi dan setiap komponen atas penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada pemegang saham
                entitas induk Perusahaan dan pada kepentingan non-pengendali, walaupun hasil di kepentingan non-pengendali
                mempunyai saldo defisit.
                Perubahan kepemilikan pada entitas anak, tanpa kehilangan pengendalian, dihitung sebagai transaksi ekuitas.
                Jumlah tercatat dari kepemilikan Grup dan kepentingan non- pengendali disesuaikan untuk mencerminkan
                perubahan kepentingan relatifnya dalam entitas anak. Selisih antara jumlah tercatat kepentingan non-pengendali
                yang disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas dan
                diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
                Jika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka Grup:
                a. menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak;
                b. menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap kepentingan non-pengendali;
                c. menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas, bila ada;
                d. mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima;
                e. mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya;
                f. mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian sebagai laba rugi; dan
                g. mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan dan kerugian yang telah diakui sebelumnya dalam
                   penghasilan komprehensif lain atau saldo laba, begitu pula menjadi persyaratan jika Grup akan melepas secara
                   langsung aset atau liabilitas yang terkait.

                Nilai wajar setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian dianggap sebagai
                nilai wajar pada saat pengakuan awal untuk perlakuan akuntansi berikutnya dalam PSAK 109, “Instrumen
                Keuangan”, ketika berlaku, biaya perolehan pada saat pengakuan awal dari investasi pada entitas asosiasi atau
                ventura bersama.

           d.   Kombinasi Bisnis

                Kombinasi bisnis dicatat menggunakan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis
                diukur pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar tanggal akuisisi atas seluruh aset
                yang dialihkan oleh Grup, liabilitas yang diakui oleh Grup kepada pemilik sebelumnya dari pihak yang diakuisisi dan
                kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Grup dalam pertukaran pengendalian dari pihak yang diakuisisi. Biaya
                akuisisi yang terjadi dibiayakan dan dicatat sebagai beban pada periode berjalan.

                Pada tanggal akuisisi, aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambilalih diakui pada nilai wajar
                kecuali untuk aset dan liabilitas tertentu yang diukur sesuai dengan standar yang relevan.

                Selisih lebih antara penjumlahan imbalan yang dialihkan dan jumlah yang diakui untuk kepentingan non-pengendali
                dan nilai wajar kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi (jika ada)
                atas jumlah neto pada tanggal akuisisi atas aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih pada
                tanggal akuisisi dicatat sebagai goodwill.

                Jika nilai wajar aset neto yang diperoleh melebihi jumlah gabungan imbalan yang dialihkan, Grup menilai
                kembali apakah telah mengidentifikasi dengan tepat seluruh aset yang diperoleh dan seluruh liabilitas yang diambil
                alih dan menelaah prosedur yang digunakan untuk mengukur jumlah yang akan diakui pada tanggal akuisisi. Jika
                penilaian kembali masih menghasilkan selisih lebih nilai wajar aset neto yang diperoleh atas jumlah gabungan
                imbalan yang dialihkan, maka keuntungan diakui dalam laba rugi.
                                                                    11
Page 19
                                                       FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                             Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 31 Maret 2025
          dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)
     3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
           d.   Kombinasi Bisnis (Lanjutan)
                Bila imbalan yang dialihkan oleh Grup dalam suatu kombinasi bisnis termasuk aset atau liabilitas yang berasal dari
                pengaturan imbalan kontinjensi (contingent consideration arrangement), imbalan kontinjensi tersebut diukur pada
                nilai wajar pada tanggal akuisisi dan termasuk sebagai bagian dari imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi
                bisnis. Perubahan dalam nilai wajar atas imbalan kontinjensi yang memenuhi syarat sebagai penyesuaian periode
                pengukuran disesuaikan secara retrospektif, dengan penyesuaian terkait terhadap goodwill. Penyesuaian periode
                pengukuran adalah penyesuaian yang berasal dari informasi tambahan yang diperoleh selama periode pengukuran
                (yang tidak melebihi satu tahun sejak tanggal akuisisi) tentang fakta-fakta dan kondisi yang ada pada tanggal
                akuisisi.
Approved by:    Perlakuan akuntansi selanjutnya untuk perubahan nilai wajar dari imbalan kontinjensi yang tidak memenuhi syarat
                sebagai penyesuaian periode pengukuran tergantung pada bagaimana imbalan kontinjensi diklasifikasikan. Imbalan
                kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur kembali pada setiap tanggal pelaporan dan
                penyelesaian selanjutnya diperhitungkan dalam ekuitas. Imbalan kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai aset atau
                liabilitas yang merupakan instrumen keuangan dan termasuk dalam ruang lingkup PSAK 109 diukur pada nilai wajar
                dengan perubahan atas nilai wajar diakui dalam laba rugi sesuai dengan PSAK 109. Imbalan kontinjensi lain yang
                tidak termasuk dalam ruang lingkup PSAK 109 diukur pada nilai wajar pada setiap tanggal pelaporan dengan
                perubahan atas nilai wajar diakui dalam laba rugi.
                Bila suatu kombinasi bisnis dilakukan secara bertahap, kepemilikan terdahulu Grup atas pihak diakuisisi diukur
                kembali ke nilai wajar pada tanggal akuisisi dan keuntungan atau kerugian dihasilkan, jika ada, diakui dalam laba
                rugi. Jumlah yang berasal dari kepemilikan sebelum tanggal akuisisi yang sebelumnya telah diakui dalam
                penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi dimana perlakuan tersebut akan sesuai jika kepemilikan
                tersebut dilepas/dijual.
                Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat kombinasi terjadi, Grup
                melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses akuntansinya belum selesai dalam laporan keuangannya.
                Selama periode pengukuran, pihak pengakuisisi menyesuaikan secara retrospektif, aset atau liabilitas tambahan
                yang diakui, untuk mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal
                akuisisi dan, jika diketahui, akan berdampak pada jumlah yang diakui pada tanggal tersebut.
           e.   Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali
                Kombinasi bisnis antara entitas sepengendali diperlakukan sesuai dengan PSAK 338. Berdasarkan PSAK ini,
                transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, berupa pengalihan bisnis yang dilakukan dalam rangka
                reorganisasi entitas-entitas yang berada di dalam suatu Grup yang sama, bukan merupakan perubahan
                kepemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi tersebut tidak menimbulkan laba atau rugi bagi Grup
                secara keseluruhan ataupun bagi entitas individu dalam Grup tersebut.
                Kombinasi bisnis sepengendali dicatat dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan.
                Metode penyatuan kepemilikan diterapkan seolah-olah entitas-entitas tersebut telah bergabung sejak periode
                dimana entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian. Selisih antara imbalan yang dialihkan dan nilai
                tercatat aset neto pihak yang diakuisisi disajikan dalam “tambahan modal disetor” dan tidak direklasifikasi ke laba
                rugi atau direklasifikasi ke saldo laba ketika pengendalian hilang.
           f.   Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
                Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Grup:
                a. Orang atau anggota keluarga dekatnya yang mempunyai relasi dengan Grup jika orang tersebut:
                   (i) Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas Grup;
                   (ii) Memiliki pengaruh signifikan atas Grup; atau
                   (iii) personil manajemen kunci Grup atau entitas induk Grup.

                b. Suatu entitas berelasi dengan Grup jika memenuhi salah satu hal berikut:
                   (i) entitas dan Grup adalah anggota dari grup yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak
                         berikutnya saling berelasi dengan entitas lainnya).
                   (ii) satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau
                         ventura bersama yang merupakan anggota suatu grup, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).
                   (iii) kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
                   (iv) satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari
                         entitas ketiga.
                   (v) entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari Grup atau entitas yang
                         terkait dengan Grup.
                   (vi) entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf a).
                   (vii) orang yang diidentifikasi dalam huruf a.(i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan
                         personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).



                                                                   12
Page 20
                                                    FINAL DRAFT
      PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                Date:
      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
      Tanggal 31 Maret 2025
      dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
      (Mata Uang Rupiah Indonesia)
    3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
        f. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi (Lanjutan)
             b. Suatu entitas berelasi dengan Grup jika memenuhi salah satu hal berikut: (Lanjutan)
                (viii) entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut,
                       menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada Grup atau kepada entitas induk dari Grup.
                (ix) entitas yang merupakan entitas anak dari entitas asosiasi atau ventura bersama dari Grup.
             Transaksi signifikan yang dilakukan dengan pihak-pihak berelasi, baik dilakukan dengan kondisi dan persyaratan
             yang sama dengan pihak ketiga maupun tidak, diungkapkan pada laporan keuangan konsolidasian.
          g. Instrumen Keuangan
              Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan liabilitas
Approved by:  keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lain. Aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui pada laporan
              posisi keuangan konsolidasian pada saat Grup menjadi salah satu pihak dalam ketentuan kontraktual instrumen
              tersebut.
             Klasifikasi
             i. Aset keuangan
                 Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada (i) biaya perolehan
                 diamortisasi, (ii) nilai wajar melalui laba rugi (“FVTPL”), dan (iii) nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
                 lain (“FVTOCI”).
                 Grup mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut dipenuhi:
                     Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka
                      mendapatkan arus kas kontraktual; dan
                     Persyaratan kontraktual dari aset keuangan pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari
                      pembayaran pokok dan bunga (“SPPI”) dari jumlah pokok terutang.
                Grup mengklasifikasikan instrumen utang pada FVTOCI jika kedua kondisi berikut dipenuhi:
                  Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan mendapatkan arus kas
                   kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
                  Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang semata
                   dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
                Agar dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau FVTOCI, aset keuangan harus
                memiliki arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Pengujian ini
                dikenal sebagai SPPI testing dan dilakukan pada tingkat instrumen.
                Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana Grup mengelola aset
                keuangan untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan dihasilkan dari
                memperoleh arus kas kontraktual, menjual aset keuangan atau keduanya.
                Pada saat pengakuan awal, Grup dapat membuat pilihan yang tidak dapat dibatalkan untuk menyajikan
                instrumen ekuitas yang bukan dimiliki untuk diperdagangkan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
                lain.
                Aset keuangan lainnya yang tidak memenuhi persyaratan untuk diklasifikasikan sebagai aset keuangan diukur
                pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, diklasifikasikan
                sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
                Saat pengakuan awal, Grup dapat membuat penetapan yang tidak dapat dibatalkan untuk mengukur aset yang
                memenuhi persyaratan untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan
                komprehensif lain pada nilai wajar melalui laba rugi, apabila penetapan tersebut mengeliminasi atau secara
                signifikan mengurangi inkonsistensi pengukuran atau pengakuan (kadang disebut sebagai “accounting
                mismatch”).
                Aset keuangan yang diukur pada FVTPL mencakup aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan, aset
                keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal pada nilai wajar melalui laba rugi, atau aset keuangan
                yang disyaratkan untuk diukur pada nilai wajarnya.
                Aset keuangan tersedia untuk diperdagangkan jika:
                     diperoleh untuk tujuan dijual dalam waktu dekat; atau
                     pada pengakuan awal, merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan yang diidentifikasi dimana
                      dikelola bersama oleh Grup dan memiliki bukti pola pengambilan actual laba jangka pendek; atau
                     merupakan derivatif (kecuali untuk derivatif yang merupakan kontrak jaminan keuangan atau lindung nilai
                      yang ditunjuk dan efektif)
                Aset keuangan Grup terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang lain- lain diklasifikasikan sebagai
                aset yang diukur dengan biaya diamortisasi dan penyertaan saham yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan
                diukur pada FVTOCI.
                Grup tidak memiliki aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada FVTPL.
                                                                13
Page 21
                                                      FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                             Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 31 Maret 2025
          dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)
     3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
           g. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
               Klasifikasi (Lanjutan)
               ii. Liabilitas keuangan
                  Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangannya pada pengakuan awal sebagai (i) liabilitas keuangan diukur
                  pada FVTPL atau (ii) liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
                  Liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL termasuk liabilitas keuangan untuk diperdagangkan dan
                  liabilitas keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
                  Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diperdagangkan jika perolehannya
Approved by:
                  ditujukan untuk dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Kategori ini mencakup juga instrumen yang tidak
                  ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai. Derivatif melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan sebagai
                  diperdagangkan kecuali instrumen sebagai instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan efektif. Keuntungan dan
                  kerugian yang timbul diakui pada laba rugi.
                  Penentuan liabilitas keuangan untuk dapat ditetapkan diukur pada FVTPL ditentukan pada saat pengakuan
                  awal, dan hanya jika kriteria-kriteria yang terdapat dalam PSAK 109 terpenuhi.
                  Liabilitas keuangan Grup terdiri dari utang bank dan lembaga keuangan bukan bank, utang usaha, utang lain-
                  lain, beban akrual, liabilitas sewa, utang obligasi dan sukuk mudharabah diklasifikasikan sebagai liabilitas
                  keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Grup tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada
                  FVTPL.
               Pengakuan dan Pengukuran
               Aset keuangan, kecuali piutang usaha yang diukur sesuai harga transaksi, dan liabilitas keuangan pada awalnya
               diukur pada nilai wajar. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau
               penerbitan aset keuangan dan liabilitas keuangan ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar aset keuangan
               dan liabilitas keuangan, jika diperlukan, pada pengakuan awal. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara
               langsung dengan perolehan aset keuangan dan liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi diakui
               langsung pada laba rugi.
               i. Aset keuangan
                  Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu yang telah
                  ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang lazim) diakui pada tanggal
                  perdagangan, yaitu tanggal Grup berkomitmen untuk membeli atau menjual aset tersebut.
                  Semua aset keuangan yang diakui selanjutnya diukur secara keseluruhan pada biaya perolehan yang
                  diamortisasi atau nilai wajar, tergantung pada klasifikasi aset keuangan tersebut sebagai berikut:
                     Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)
                      Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi setelah pengakuan awal diukur menggunakan
                      metode suku bunga efektif dan merupakan subjek penurunan nilai. Keuntungan dan kerugian diakui pada
                      laba rugi saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau mengalami penurunan nilai.
                     Instrumen ekuitas ditetapkan pada FVTOCI tanpa fitur reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif saat
                      penghentian pengakuan
                      Selanjutnya, nilai wajar tersebut diukur pada nilai wajar dengan mengakui keuntungan dan kerugian yang
                      timbul dari perubahan nilai wajar dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasi dalam cadangan
                      aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Keuntungan atau
                      kerugian kumulatif tidak direklasifikasi ke laba rugi atas pelepasan investasi ekuitas, melainkan dialihkan ke
                      saldo laba. Dividen diakui sebagai penghasilan investasi lainnya pada laba rugi ketika hak untuk menerima
                      pembayaran dividen telah ditetapkan, kecuali dividen secara jelas mewakili bagian terpulihkan dari biaya
                      investasi, di mana keuntungan tersebut dicatat dalam penghasilan komprehensif lain. Instrumen ekuitas yang
                      ditetapkan pada FVTOCI tidak terpengaruh pada persyaratan penurunan nilai.
               ii. Liabilitas keuangan
                     Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi
                      Liabilitas keuangan yang bukan merupakan 1) imbalan kontinjen dari pihak pengakuisisi dalam kombinasi
                      bisnis, 2) dimiliki untuk diperdagangkan, atau 3) ditetapkan sebagai FVTPL, selanjutnya diukur pada biaya
                      perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.




                                                                   14
Page 22
                                                       FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                            Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 31 Maret 2025
          dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)
     3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
           g. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
               Metode Suku Bunga Efektif
               Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan dalam menghitung biaya perolehan diamortisasi dari
               aset keuangan atau liabilitas keuangan dan dalam pengalokasian dan pengkuan pendapatan bunga atau beban
               bunga pada laporan laba rugi selama periode relevan.
               Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan
               kas masa depan selama perkiraan umur dari aset atau liabilitas keuangan dengan jumlah tercatat bruto aset
               keuangan atau biaya perolehan diamortisasi dari liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif,
               entitas mengestimasi arus kas ekspektasian dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dari
Approved by:   instrumen keuangan tersebut (sebagai contoh, percepatan pelunasan, perpanjangan, opsi beli dan opsi- opsi
               serupa), tetapi tidak mempertimbangkan keruagian kredit ekspektasian. Perhitungan mencakup seluruh fee
               (imbalan) dan komisi yang dibayarkan atau diterima oleh pihak-pihak yang terlibat dalam kontrak yang merupakan
               bagian yang tidak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan seluruh premium atau diskonto lainnya.
               Saling Hapus dari Instrumen Keuangan
               Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya dilaporkan dalam laporan posisi keuangan
               konsolidasian jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas
               jumlah yang telah diakui dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk
               menyelesaikan dengan menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya
               secara bersamaan.
               Hak saling hapus harus ada pada saat ini dan tidak bersifat kontinjen atas terjadinya suatu peristiwa di masa depan
               dan harus dapat dieksekusi oleh pihak lawan, baik dalam situasi bisnis normal dan dalam peristiwa gagal bayar,
               peristiwa kepailitan atau kebangkrutan.
               Penurunan Nilai Aset Keuangan
               Grup mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) atas instrumen utang diukur pada biaya
               perolehan diamortisasi atau pada FVTOCI.
               Pengukuran kerugian kredit ekspektasian merupakan fungsi dari probability of default, loss given default (yaitu
               besarnya kerugian jika terjadi gagal bayar) dan eksposur pada gagal bayar. Penilaian probability of default dan
               loss given default berdasarkan data historis yang disesuaikan dengan informasi masa depan. Adapun eksposur
               atas gagal bayar, untuk aset keuangan, diwakili oleh nilai tercatat bruto aset pada tanggal pelaporan; untuk kontrak
               jaminan keuangan, eksposur mencakup jumlah yang ditarik pada tanggal pelaporan, ditambah dengan jumlah yang
               diperkirakan akan ditarik di masa depan sebelum tanggal gagal bayar yang ditentukan berdasarkan tren historis,
               pemahaman Grup mengenai kebutuhan pembiayaan masa depan yang spesifik dari debiturnya, dan informasi
               perkiraan masa depan lainnya yang relevan.
               ECL didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang tertuang dalam kontrak dan seluruh arus kas
               yang diharapkan akan diterima Grup, didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal. Arus kas yang
               diharapkan akan diterima tersebut mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perluasan
               perbaikan risiko-kredit lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak.
               ECL diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang tidak mengalami peningkatan
               secara signifikan sejak pengakuan awal, ECL dilakukan untuk kerugian kredit yang diakibatkan oleh peristiwa gagal
               bayar yang mungkin terjadi dalam 12 bulan ke depan (ECL 12 bulan). Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan
               yang mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian dilakukan sepanjang
               sisa umurnya, terlepas dari waktu terjadinya gagal bayar (ECL sepanjang umurnya).
               Karena piutang usaha tidak memiliki komponen pembiayaan signifikan, Grup menerapkan pendekatan yang
               disederhanakan dalam perhitungan ECL. Oleh karena itu, Grup tidak menelusuri perubahan dalam risiko kredit,
               namun justru mengakui penyisihan kerugian berdasarkan ECL sepanjang umurnya pada setiap tanggal pelaporan.
               Grup membentuk matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit masa lampau, disesuaikan dengan
               perkiraan masa depan (forward-looking) atas faktor yang spesifik untuk debitur dan lingkungan ekonomi.
               Peningkatan risiko kredit secara signifikan
               Dalam menilai apakah risiko kredit pada instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan
               awal, Grup membandingkan risiko gagal bayar yang terjadi pada instrumen keuangan pada tanggal pelaporan
               dengan risiko gagal bayar yang terjadi pada instrumen keuangan pada tanggal pengakuan awal. Dalam
               melakukan penilaian, Grup mempertimbangkan baik informasi kuantitatif maupun kualitatif yang wajar dan
               mendukung, termasuk pengalaman historis dan informasi bersifat perkiraan masa depan, yang tersedia tanpa biaya
               atau upaya berlebihan. Informasi masa depan yang dipertimbangkan mencakup prospek masa depan industri di
               mana debitur Grup beroperasi, yang diperoleh dari laporan ahli ekonomi, analis keuangan, badan pemerintah,
               lembaga terkait, dan organisasi serupa lainnya, serta pertimbangan berbagai sumber eksternal aktual dan prakiraan
               informasi ekonomi yang terkait dengan operasi inti Grup.

                                                                   15
Page 23
                                                       FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                          Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 31 Maret 2025
          dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)
     3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
           g. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
               Penurunan Nilai Aset Keuangan (Lanjutan)
               Peningkatan risiko kredit secara signifikan (Lanjutan)
               Secara khusus, informasi berikut diperhitungkan ketika menilai apakah risiko kredit telah meningkat secara
               signifikan sejak pengakuan awal: (a) indikasi pihak peminjam atau kelompok pihak peminjam mengalami kesulitan
               keuangan signifikan, (b) wanprestasi atau tunggakan pembayaran bunga atau pokok, (c) kemungkinan bahwa
               mereka akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya dan (d) di mana data yang dapat
               diobservasi mengindikasikan bahwa ada terukur penurunan arus kas estimasi masa mendatang, seperti perubahan
Approved by:   tunggakan atau kondisi ekonomi yang berkorelasi dengan wanprestasi.
               Definisi gagal bayar
               Grup menganggap hal-hal berikut ini merupakan peristiwa gagal bayar untuk tujuan manajemen risiko kredit internal
               karena pengalaman historis menunjukkan bahwa aset keuangan yang memenuhi salah satu kriteria berikut
               umumnya tidak dapat dipulihkan:
                  ketika terdapat pelanggaran persyaratan keuangan oleh debitur; atau
                  informasi yang dikembangkan secara internal atau diperoleh dari sumber eksternal menunjukkan bahwa debitur
                   kemungkinan tidak akan membayar kreditornya, termasuk Grup, secara penuh (tanpa memperhitungkan jaminan
                   yang dimiliki oleh Grup).
               Terlepas dari analisis di atas, Grup menganggap bahwa gagal bayar telah terjadi ketika aset keuangan tertunggak
               lebih dari 90 hari kecuali jika Grup memiliki informasi yang wajar dan terdukung untuk menunjukkan bahwa
               kriteria yang lebih panjang lebih tepat.
               Aset keuangan memburuk
               Aset keuangan mengalami penurunan nilai kredit ketika satu atau lebih peristiwa yang memiliki dampak buruk
               pada estimasi arus kas masa depan dari aset keuangan tersebut telah terjadi. Bukti bahwa aset keuangan
               mengalami penurunan nilai termasuk data yang dapat diobservasi tentang peristiwa berikut:
                  kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau peminjam;
                  pelanggaran kontrak, seperti peristiwa gagal bayar atau tunggakan;
                  pihak pemberi pinjaman, untuk alasan ekonomik atau kontraktual sehubungan dengan kesulitan keuangan yang
                   dialami pihak peminjam, telah memberikan konsesi pada pihak peminjam yang tidak mungkin diberikan jika
                   pihak peminjam tidak mengalami kesulitan tersebut;
                terjadi kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan
                  lainnya;
                  hilangnya pasar aktif untuk aset keuangan itu akibat kesulitan keuangan; atau
                  pembelian atau penerbitan aset keuangan dengan diskon sangat besar yang mencerminkan kerugian kredit
                   yang terjadi.
               Kebijakan penghapusan
               Grup menghapuskan aset keuangan ketika ada informasi yang menunjukkan bahwa pihak lawan berada dalam
               kesulitan keuangan yang buruk dan tidak ada prospek pemulihan yang realistis, contoh ketika pihak lawan
               dalam proses likuidasi atau telah memasuki proses kebangkrutan, atau untuk hal piutang usaha, ketika jumlahnya
               sudah lebih dari 120 hari tertunggak, mana yang terjadi lebih dulu. Aset keuangan yang dihapuskan dapat
               menjadi subjek aktivitas penagihan dalam prosedur pemulihan Grup, dengan mempertimbangkan nasihat hukum
               yang sesuai. Setiap pemulihan yang terjadi diakui dalam laba rugi.
               Grup mengakui keuntungan atau kerugian penurunan nilai dalam laba rugi untuk semua instrumen keuangan
               dengan penyesuaian terkait ke jumlah tercatat melalui akun cadangan kerugian, kecuali untuk investasi pada
               instrumen utang yang diukur pada FVTOCI, dimana penyisihan kerugian diakui dalam penghasilan komprehensif
               lain dan diakumulasi dalam “cadangan aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui penghasilan
               komprehensif lain”, dan tidak mengurangi nilai tercatat aset keuangan pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
               Penghentian Pengakuan
               i. Aset keuangan
                   Suatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset
                   keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat:

                                                                    16
Page 24
                                                       FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                               Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 31 Maret 2025
          dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)
     3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
           g. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
               Penghentian Pengakuan (Lanjutan)
               i. Aset keuangan (Lanjutan)
                  Suatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset
                  keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat: (Lanjutan)
                  a. hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
                  b. Grup mengalihkan hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau
                     menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tanpa penundaan yang material kepada
Approved by:
                     pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan dan (i) secara substansial mengalihkan seluruh risiko
                     dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (ii) secara substansial tidak mengalihkan dan
                     tidak mempertahankan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah
                     mengalihkan pengendalian atas aset keuangan tersebut.

                  Ketika Grup telah mengalihkan hak untuk menerima arus kas dari suatu aset atau telah menandatangani
                  kesepakatan pelepasan (pass-through arrangement), dan secara substansial tidak mengalihkan dan tidak
                  mempertahankan seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, maupun tidak mengalihkan pengendalian atas
                  aset, aset tersebut diakui sejauh keterlibatan berkelanjutan Grup terhadap aset keuangan tersebut.
                  Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang ditransfer diukur sebesar jumlah
                  terendah dari jumlah tercatat aset dan jumlah maksimal dari pembayaran yang diterima yang mungkin harus
                  dibayar kembali.
                  Dalam hal ini, Grup juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang dialihkan dan liabilitas terkait diukur dengan dasar
                  yang mencerminkan hak dan liabilitas yang masih dipertahankan Grup.
                  Pada penghentian pengakuan aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, perbedaan antara
                  nilai tercatat aset dan jumlah imbalan yang diterima dan piutang diakui dalam laba rugi. Sebaliknya, pada
                  penghentian pengakuan investasi dalam instrumen ekuitas yang telah dipilih Grup pada pengakuan awal
                  untuk diukur di FVTOCI, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakumulasi dalam cadangan
                  revaluasi investasi tidak direklasifikasi ke laba rugi, tetapi dipindahkan ke saldo laba.
               ii. Liabilitas keuangan
                  Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau
                  dibatalkan atau kedaluwarsa.
                  Ketika liabilitas keuangan saat ini digantikan dengan yang lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan
                  persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas ketentuan liabilitas
                  keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan liabilitas
                  keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru.
                  Selisih antara jumlah tercatat liabilitas keuangan yang dihentikan pengakuannya dan imbalan yang dibayarkan
                  dan utang diakui dalam laba rugi.
           h. Pengukuran Nilai Wajar
               Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayarkan untuk
               mentransfer suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran.
               Pengukuran nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
               terjadi di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut atau jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling
               menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut. Grup harus memiliki akses ke pasar utama.
               Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan
               harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi
               terbaiknya.
               Grup menggunakan teknik penilaian yang tepat sesuai keadaan dan di mana tersedia kecukupan data untuk
               mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalisir
               penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
               Seluruh aset dan liabilitas, baik yang diukur pada nilai wajar, atau dimana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut
               diungkapkan, dikategorikan dalam hirarki nilai wajar, berdasarkan tingkat input terendah yang signifikan terhadap
               keseluruhan pengukuran, sebagai berikut:




                                                                    17
Page 25
                                                       FINAL DRAFT
       PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                    Date:
       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
       Tanggal 31 Maret 2025
       dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
       (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
         h. Pengukuran Nilai Wajar (Lanjutan)
            Seluruh aset dan liabilitas, baik yang diukur pada nilai wajar, atau dimana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut
            diungkapkan, dikategorikan dalam hirarki nilai wajar, berdasarkan tingkat input terendah yang signifikan terhadap
            keseluruhan pengukuran, sebagai berikut: (Lanjutan)
                Tingkat 1: Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) dipasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik;
                Tingkat 2: Teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar dapat
                 diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung;
Approved by:    Tingkat 3: Teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar tidak
                 dapat diobservasi.
            Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, Grup menentukan
            apakah terjadi transfer antara tingkat di dalam hirarki dengan cara mengevaluasi kategori (berdasarkan input tingkat
            terendah yang signifikan dalam pengukuran nilai wajar) setiap akhir periode pelaporan.
            Untuk tujuan pengungkapan nilai wajar, Grup telah menentukan kelas aset dan liabilitas berdasarkan sifat,
            karakteristik, dan risiko aset atau liabilitas dan tingkat hirarki nilai wajar seperti dijelaskan di atas.
         i. Kas dan Setara Kas
            Dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, kas dan setara kas terdiri dari kas (yaitu kas di tangan dan rekening
            giro) dan setara kas. Setara kas adalah investasi jangka pendek (umumnya dengan jatuh tempo awal tiga bulan atau
            kurang), sangat likuid yang dengan cepat dapat segera dikonversi ke jumlah kas yang diketahui dan memiliki risiko
            perubahan nilai yang tidak signifikan. Setara kas dimiliki untuk tujuan pemenuhan komitmen kas jangka pendek bukan
            untuk investasi atau tujuan lainnya.
            Untuk tujuan laporan arus kas konsolidasian, kas dan setara kas terdiri dari kas dan setara kas sebagaimana
            dijelaskan di atas, setelah dikurangi saldo cerukan bank yang harus dibayar kembali sesuai permintaan dan
            merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan kas Grup. Cerukan tersebut disajikan sebagai pinjaman
            jangka pendek pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
         j. Persediaan
            Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto.
            Biaya perolehan ditetapkan berdasarkan metode rata-rata yang meliputi harga pembelian, biaya konversi dan biaya-
            biaya lainnya yang terjadi untuk memperoleh persediaan tersebut, serta membawanya ke lokasi dan kondisinya yang
            sekarang. Barang jadi dan barang dalam proses meliputi alokasi beban pabrikasi tetap dan variabel, sebagai
            tambahan atas bahan baku dan tenaga kerja langsung.
            Nilai realisasi neto adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal setelah dikurangi dengan taksiran biaya
            untuk menyelesaikan dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan.
            Grup menetapkan penyisihan untuk nilai realisasi neto persediaan berdasarkan hasil penelaahan berkala atas kondisi
            fisik dan nilai realisasi neto persediaan.
         k. Biaya Dibayar di Muka
            Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus.
         l. Investasi pada Entitas Asosiasi
            Entitas asosiasi adalah suatu entitas yang mana Grup mempunyai pengaruh yang signifikan. Pengaruh signifikan
            adalah kekuasaan untuk berpartipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional investee tetapi tidak
            mengendalikan atau mengendalikan bersama atas kebijakan tersebut.
            Penghasilan dan aset dan liabilitas dari entitas asosiasi dicatat dalam laporan keuangan konsolidasian dengan
            menggunakan metode ekuitas, kecuali ketika investasi diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual, sesuai dengan
            PSAK 105, “Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan”.
            Dengan metode ekuitas, investasi pada entitas asosiasi diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian sebesar
            biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk perubahan dalam bagian kepemilikan Grup atas laba rugi dan
            penghasilan komprehensif lain dari entitas asosiasi yang terjadi setelah perolehan. Ketika bagian Grup atas kerugian
            entitas asosiasi melebihi kepentingan Grup pada entitas asosiasi (yang mencakup semua kepentingan jangka
            panjang, yang secara substansi, membentuk bagian dari investasi neto Grup dalam entitas asosiasi), Grup
            menghentikan pengakuan bagiannya atas kerugian selanjutnya. Kerugian selanjutnya diakui hanya apabila Grup
            mempunyai kewajiban bersifat hukum atau konstruktif atau melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi.



                                                                    18
Page 26
                                                     FINAL DRAFT
      PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                Date:
      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
      Tanggal 31 Maret 2025
      dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
      (Mata Uang Rupiah Indonesia)

    3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
        l. Investasi pada Entitas Asosiasi (Lanjutan)
           Investasi pada entitas asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas sejak tanggal saat investee menjadi
           entitas asosiasi. Setiap kelebihan biaya perolehan investasi atas bagian Grup atas nilai wajar neto dari aset yang
           teridentifikasi dan liabilitas dari entitas asosiasi yang diakui pada tanggal akuisisi diakui sebagai goodwill. Goodwill
           termasuk dalam jumlah tercatat investasi, dan diuji penurunan nilainya sebagai bagian dari investasi. Setiap kelebihan
           kepemilikan Grup dari nilai wajar neto aset yang teridentifikasi dan liabilitas atas biaya perolehan investasi, sesudah
           pengujian kembali, segera diakui di dalam laba rugi pada periode diperolehnya investasinya.
           Persyaratan dalam PSAK 236, “Penurunan Nilai”, diterapkan untuk menentukan apakah perlu untuk mengakui setiap
Approved by: penurunannilai sehubungan dengan investasi pada entitas asosiasi. Bila diperlukan, jumlah tercatat investasi
           (termasuk goodwill) diuji penurunan nilai sesuai dengan PSAK 236 sebagai suatu aset tunggal dengan
           membandingkan antara jumlah terpulihkan (mana yang lebih tinggi antara nilai pakai dan nilai wajar dikurangi biaya
           pelepasan) dengan jumlah tercatatnya. Rugi penurunan nilai diakui langsung pada nilai tercatat investasi. Setiap
           pembalikan dari penurunan nilai diakui sesuai dengan PSAK 48 sepanjang jumlah terpulihkan dari investasi tersebut
           kemudian meningkat.
           Grup menghentikan penggunaan metode ekuitas sejak tanggal saat investasinya berhenti menjadi investasi pada
           entitas asosiasi atau ketika investasi diklasifikasi sebagai dimiliki untuk dijual. Ketika Grup mempertahankan
           kepemilikan dalam entitas yang sebelumnya merupakan entitas asosiasi dan sisa investasi tersebut merupakan aset
           keuangan, Grup mengukur setiap sisa investasi pada nilai wajar pada tanggal tersebut dan nilai wajar tersebut
           dianggap sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal sesuai dengan PSAK 109. Selisih antara jumlah tercatat
           pada asosiasi pada tanggal metode ekuitas dihentikan.
           Nilai wajar dari setiap bunga yang ditahan dan hasilkan dari pelepasan sebagian kepentingan dalam asosiasi
           termasuk dalam penentuan keuntungan atau kerugian pada pelepasan asosiasi. Selanjutnya, Grup mencatat seluruh
           jumlah yang sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan entitas asosiasi
           tersebut dengan menggunakan dasar perlakuan yang sama dengan yang disyaratkan jika entitas asosiasi telah
           melepaskan secara langsung aset dan liabilitas yang terkait. Seluruh jumlah yang diakui dalam penghasilan
           komprehensif lain yang terkait dengan entitas asosiasi direklasifikasi ke laba rugi (sebagai penyesuaian reklasifikasi)
           pada saat penghentian metode ekuitas.
           Grup melanjutkan penerapan metode ekuitas jika investasi pada entitas asosiasi menjadi investasi pada ventura
           bersama atau investasi pada ventura bersama menjadi investasi pada entitas asosiasi. Tidak terdapat pengukuran
           kembali ke nilai wajar pada saat perubahan kepentingan.
           Jika Grup mengurangi bagian kepemilikan pada entitas asosiasi tetapi Grup tetap menerapkan metode ekuitas, Grup
           mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan atau kerugian yang telah diakui sebelumnya dalam penghasilan
           komprehensif lain yang terkait dengan pengurangan bagian kepemilikan (jika keuntungan atau kerugian tersebut akan
           direklasifikasi ke laba rugi atas pelepasan aset atau liabilitas yang terkait.)
           Ketika Grup melakukan transaksi dengan entitas asosiasi, keuntungan dan kerugian yang timbul dari transaksi
           dengan entitas asosiasi diakui dalam laporan keuangan konsolidasian Grup hanya sebesar kepemilikan dalam entitas
           asosiasi yang tidak terkait dengan Grup.
           Grup menerapkan PSAK 109, termasuk persyaratan penurunan nilai, untuk kepentingan jangka panjang dalam
           entitas asosiasi ketika metode ekuitas tidak diterapkan dan yang merupakan bagian dari investasi neto pada investee.
           Selanjutnya, dalam menerapkan PSAK 109 untuk kepentingan jangka panjang, Grup tidak memperhitungkan
           penyesuaian nilai tercatat yang disyaratkan oleh PSAK 228 (misalnya, penyesuaian nilai tercatat kepentingan jangka
           panjang yang timbul dari alokasi kerugian investee atau penilaian penurunan nilai berdasarkan PSAK 228).
        m. Aset Tetap
           Tanah dan bangunan dinyatakan sebesar nilai revaluasian, yaitu nilai wajar pada tanggal revaluasi, dikurangi
           akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai setelah tanggal revaluasi, kecuali untuk tanah yang tidak
           disusutkan. Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang cukup reguler untuk memastikan bahwa nilai wajar aset
           yang direvaluasi tidak berbeda secara material dengan jumlah tercatatnya pada tanggal pelaporan.
           Setiap kenaikan revaluasi yang berasal dari revaluasi tanah dan bangunan dikreditkan ke akun ‟keuntungan dari
           revaluasi aset tetap” pada penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk pembalikan penurunan revaluasi, atas aset
           yang sama yang sebelumnya diakui dalam laporan laba rugi, dalam hal ini kenaikan tersebut dikreditkan ke laba rugi
           sebesar penurunan yang dibebankan sebelumnya. Penurunan jumlah tercatat yang berasal dari revaluasi tanah dan
           bangunan dibebankan dalam laporan laba rugi hingga melebihi nilainya, jika ada, yang dicatat dalam keuntungan dari
           revaluasi aset tetap terkait dengan revaluasi tanah dan bangunan sebelumnya.
           Cadangan revaluasi yang dipindahkan secara periodik ke saldo laba adalah sebesar perbedaan antara jumlah
           penyusutan berdasarkan nilai revaluasian aset dengan jumlah penyusutan berdasarkan biaya perolehan aset
           tersebut.

                                                                  19
Page 27
                                                    FINAL DRAFT
      PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                               Date:
      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
      Tanggal 31 Maret 2025
      dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
      (Mata Uang Rupiah Indonesia)

    3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
        m. Aset Tetap (Lanjutan)
           Selain itu, akumulasi penyusutan pada tanggal revaluasian dieliminasi terhadap nilai tercatat bruto aset dan nilai aset
           neto disajikan kembali sebesar jumlah revaluasian dari aset tersebut. Pada saat pelepasan, cadangan revaluasi atas
           aset yang dijual dipindahkan ke saldo laba.
             Aset tetap lainnya dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai.
             Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap pada saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi
             kriteria pengakuan. Demikian pula, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam
             jumlah tercatat aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya perbaikan dan
Approved by: pemeliharaan lainnya yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi pada saat terjadinya.

           Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset
           tetap, sebagai berikut:
                                                               Tahun

             Bangunan                                           10-30
             Sarana dan prasarana                                 10
             Instalasi listrik                                   8-20
             Mesin dan peralatan                                 4-16
             Alat-alat berat                                       8
             Kendaraan dan inventaris                            4-8
           Biaya pengurusan legal hak atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya
           perolehan aset tanah. Biaya pengurusan perpanjangan atau pembaharuan legal hak atas tanah diakui sebagai aset
           takberwujud dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak atau umur ekonomis tanah, mana yang lebih pendek.
           Grup menganalisis fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis hak atas tanah dalam menentukan akuntansi untuk
           masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan tepat suatu kejadian atau
           transaksi ekonomik yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan pengendalian atas aset
           pendasar kepada Grup, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset pendasar, Grup menerapkan
           perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK 116, “Sewa”. Jika hak atas tanah
           secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka Grup menerapkan PSAK 216, “Aset Tetap”.
           Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis
           masa depan yang diharapkan dari penggunaannya. Ketika aset tetap dijual atau dihentikan, biaya perolehan, beban
           akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai dieliminasi dari akun. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari
           penghentian pengakuan aset diakui dalam laporan laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
           Aset dalam penyelesaian dicatat sebesar harga perolehan, dikurangi kerugian penurunan nilai yang diakui. Biaya
           perolehan termasuk biaya profesional dan untuk aset kualifikasian, biaya pinjaman yang dikapitalisasi sesuai dengan
           kebijakan akuntansi Grup. Penyusutan aset dimulai saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai dengan
           tujuannya, yaitu pada saat aset tersebut berada pada lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan
           sesuai dengan keinginan dan maksud manajemen.
           Nilai residu, estimasi masa manfaat dan metode penyusutan direviu dan disesuaikan, setiap akhir tahun, bila
           diperlukan.
         n. Properti Investasi
           Properti investasi Grup merupakan tanah yang dikuasai Grup untuk menghasilkan sewa atau untuk kenaikan nilai
           atau keduanya, dan bukan untuk digunakan dalam kegiatan produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk
           tujuan administratif atau dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari.
           Properti investasi – tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan termasuk biaya transaksi dikurangi penurunan nilai,
           jika ada, dan tidak disusutkan. Jumlah tercatat termasuk bagian biaya penggantian dari properti investasi yang ada
           pada saat terjadinya biaya, jika kriteria pengakuan terpenuhi, dan tidak termasuk biaya harian penggunaan properti
           investasi. Penambahan selanjutnya dikapitalisasi ke nilai tercatat aset hanya ketika ada keuntungan ekonomi di masa
           yang akan datang dapat dinikmati oleh Grup dari penambahan tersebut dan hal tersebut dapat diukur secara andal.
           Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika properti investasi tersebut tidak
           digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan pada
           saat pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi diakui
           dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dalam tahun terjadinya penghentian atau
           pelepasan tersebut.



                                                                 20
Page 28
                                                      FINAL DRAFT
         PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                             Date:
         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
         Tanggal 31 Maret 2025
         dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
         (Mata Uang Rupiah Indonesia)

    3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
          n. Properti Investasi (Lanjutan)
               Pengalihan ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan
               dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik, dimulainya sewa operasi ke pihak lain atau selesainya pembangunan
               atau pengembangan.
               Pengalihan dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan
               dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik atau dimulainya pengembangan untuk dijual.
             Untuk pengalihan dari properti investasi ke properti yang digunakan sendiri, Grup menggunakan metode biaya pada
             tanggal perubahan penggunaan. Jika properti yang digunakan Grup menjadi properti investasi, Grup mencatat
Approved by:
             properti investasi tersebut sesuai dengan kebijakan aset tetap sampai dengan saat tanggal terakhir perubahan
             penggunaannya.

          o. Biaya Ditangguhkan atas Hak Pengusahaan Hutan
               Biaya/iuran yang terjadi untuk memperoleh “Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (“IUPHHK”)”; seperti biaya
               Hak Pengusahaan Hutan (“HPH”), analisis mengenai dampak lingkungan, foto udara dan rencana karya
               pengusahaan hutan, ditangguhkan dan diamortisasi selama sisa masa manfaat masing- masing IUPHHK tersebut
               dengan menggunakan metode garis lurus selama jangka waktu IUPHHK.

          p. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
               Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai.
               Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian penurunan nilai aset diperlukan, maka Grup membuat
               estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
               Jumlah terpulihkan suatu aset adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset atau unit penghasil kas
               dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya, dan ditentukan untuk aset individual, kecuali aset tersebut tidak
               menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset atau kelompok aset lain. Jika nilai
               tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset atau unit penghasil kas tersebut mengalami
               penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya dan rugi penurunan nilai
               segera diakui dalam laba rugi, kecuali aset tersebut disajikan pada jumlah revaluasian, di mana kerugian
               penurunan nilai diperlakukan sebagai penurunan revaluasi.
               Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan
               tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar terkini atas nilai waktu dari uang dan risiko
               spesifik dari aset. Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar
               terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Grup menggunakan model penilaian yang sesuai untuk
               menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikasi nilai wajar
               yang tersedia.
               Penilaian dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan
               nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill mungkin tidak ada lagi atau mungkin
               telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka Grup mengestimasi jumlah terpulihkan aset atau unit
               penghasil kas tersebut.
               Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik hanya jika
               terdapat perubahan estimasi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi
               penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya.
               Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah
               tercatat, neto setelah penyusutan atau amortisasi, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui
               untuk aset tersebut pada tahun- tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi
               dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian, kecuali aset yang bersangkutan disajikan pada jumlah
               revaluasian, dalam hal ini pembalikan kerugian penurunan nilai diperlakukan sebagai kenaikan revaluasi. Setelah
               pembalikan tersebut, penyusutan atau amortisasi aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk
               mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama
               sisa umur manfaatnya.
          q.   Sewa
               Sebagai Penyewa
               Grup menilai apakah sebuah kontrak mengandung sewa, pada tanggal insepsi kontrak. Grup mengakui aset hak-
               guna dan liabilitas sewa terkait sehubungan dengan seluruh kesepakatan sewa di mana Grup merupakan
               penyewa, kecuali untuk sewa jangka-pendek (yang didefinisikan sebagai sewa yang memiliki masa sewa 12 bulan
               atau kurang) dan sewa yang aset pendasarnya bernilai-rendah. Untuk sewa-sewa tersebut, Grup mengakui
               pembayaran sewa sebagai beban operasi secara garis lurus selama masa sewa kecuali dasar sistematis lainnya
               lebih merepresentasikan pola konsumsi manfaat penyewa dari aset sewa.
                                                                21
Page 29
                                                      FINAL DRAFT
         PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                         Date:
         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
         Tanggal 31 Maret 2025
         dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
         (Mata Uang Rupiah Indonesia)

    3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
          q. Sewa (Lanjutan)
             Sebagai Penyewa (Lanjutan)
             Liabilitas sewa awalnya diukur pada nilai kini pembayaran sewa masa depan yang belum dibayarkan pada tanggal
             permulaan, yang didiskontokan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa. Jika suku bunga ini tidak dapat
             ditentukan, Grup menggunakan suku bunga pinjaman inkremental khusus untuk penyewa.
             Bunga pinjaman inkremental bergantung pada jangka waktu, mata uang dan tanggal mulai sewa, dan ditentukan
             berdasarkan serangkaian input, termasuk: tingkat bebas risiko berdasarkan suku bunga obligasi pemerintah;
             penyesuaian risiko khusus negara; penyesuaian risiko kredit berdasarkan imbal hasil obligasi; dan penyesuaian
Approved by:
             khusus entitas ketika profil risiko entitas yang melakukan perjanjian sewa berbeda dengan grup dan sewa tersebut
             tidak memperoleh manfaat atas jaminan dari Grup.
             Pembayaran sewa yang diperhitungkan dalam pengukuran liabilitas sewa terdiri atas:
                 pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara-substansi), dikurangai insentif sewa;
                 pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada awalnya diukur dengan
                  menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
                 jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dalam jaminan nilai residual;
                 harga eksekusi opsi beli jika penyewa cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
                 pembayaran penalty karena penghentian sewa, jika masa sewa merefleksikan penyewa mengeksekusi opsi
                  untuk menghentikan sewa.

             Liabilitas sewa disajikan sebagai pos terpisah dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
             Liabilitas sewa selanjutnya diukur dengan meningkatkan jumlah tercatat untuk merefleksikan bunga atas liabilitas
             sewa (menggunakan metode suku bunga efektif) dan dengan mengurangi jumlah tercatat untuk merefleksikan sewa
             yang telah dibayar.
             Setiap pembayaran sewa dialokasikan antara liabilitas dan biaya keuangan. Biaya keuangan dibebankan pada laba
             rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo
             liabilitas untuk setiap periode.
             Grup mengukur kembali liabilitas sewa (dan melakukan penyesuaian terkait terhadap aset hak-guna) jika:
                 terdapat perubahan dalam masa sewa atau perubahan dalam penilaian atas eksekusi opsi pembelian, di
                  mana liabilitas sewa diukur dengan mendiskontokan pembayaran sewa revision menggunakan tingkat diskonto
                  revisian;
                 terdapat perubahan sewa masa depan sebagai akibat dari perubahan indeks atau perubahan perkiraan
                  pembayaran berdasarkan nilai residual jaminan di mana liabilitas sewa diukur kembali dengan mendiskontokan
                  pembayaran sewa revisian menggunakan tingkat diskonto awal (kecuali jika pembayaran sewa berubah karena
                  perubahan suku bunga mengambang, di mana tingkat diskonto revisian digunakan); atau
                 kontrak sewa dimodifikasi dan modifikasi sewa tidak dicatat sebagai sewa terpisah, di mana liabilitas sewa
                  diukur dengan mendiskontokan pembayaran sewa revisian menggunakan tingkat diskonto revisian.
             Aset hak-guna terdiri dari pengukuran awal atas liabilitas sewa, pembayaran sewa yang dilakukan pada saat atau
             sebelum permulaan sewa dan biaya langsung awal. Aset hak-guna selanjutnya diukur sebesar biaya dikurangi
             akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai.
             Jika Grup dibebankan kewajiban atas biaya membongkar dan memindahkan aset sewa, merestorasi tempat di mana
             aset berada atau merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan oleh syarat dan ketentuan sewa, provisi
             diakui dan diukur sesuai PSAK 237. Biaya tersebut diperhitungkan dalam aset hak- guna terkait, kecuali jika biaya
             tersebut terjadi untuk memproduksi persediaan.
             Aset hak-guna disusutkan secara garis lurus selama jangka waktu sewa yang lebih pendek dan estimasi masa
             manfaat aset, sebagai berikut:
                                                              Tahun

              Mesin dan peralatan                16
              Kendaraan                                             8
             Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar atau jika biaya perolehan aset hak- guna merefleksikan Grup
             akan mengeksekusi opsi beli, aset hak-guna disusutkan selama masa manfaat aset pendasar. Penyusutan dmulai
             pada tanggal permulaan sewa.
             Aset hak-guna disajikan sebagai pos terpisah di laporan posisi keuangan konsolidasian.


                                                                22
Page 30
                                                       FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                            Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 31 Maret 2025
          dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
           q. Sewa (Lanjutan)
               Grup menerapkan PSAK 236 untuk menentukan apakah aset hak-guna mengalami penurunan nilai dan mencatat
               kerugian penurunan nilai yang teridentifikasi sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan penurunan nilai aset non
               keuangan.
               Sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau suku bunga tidak diperhitungkan dalam pengukuran liabilitas
               sewa dan aset hak- guna. Pembayaran terkait diakui sebagai beban dalam periode di mana peristiwa atau kondisi
               yang memicu pembayaran tersebut terjadi dan dicatat dalam pos "Beban umum dan administrasi" dalam laporan
               laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Approved by:
               Sebagai cara praktis, PSAK 116 mengijinkan penyewa untuk tidak memisahkan komponen nonsewa, dan mencatat
               masing-masing komponen sewa dan komponen nonsewa sebagai kesepakatan sewa tunggal. Grup tidak
               menggunakan cara praktis ini. Untuk kontrak yang memiliki komponen sewa dan satu atau lebih sewa tambahan
               atau komponen non sewa, Grup mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke setiap komponen sewa dengan dasar
               harga jual relatif berdiri sendiri dari komponen sewa dan jumlah agregat masing- masing dari komponen non sewa.

           r. Pajak Penghasilan
               Beban pajak terdiri dari pajak kini dan tangguhan. Beban pajak diakui dalam laporan laba rugi kecuali untuk
               transaksi yang berhubungan dengan transaksi diakui diluar laba atau rugi, baik dalam penghasilan komprehensif lain
               atau langsung pada ekuitas atau kombinasi bisnis.
               Pajak Kini
               Beban pajak kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan keuangan, dan
               ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan. Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi
               yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) sehubungan dengan situasi di mana aturan pajak yang
               berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang diharapkan
               akan dibayar kepada otoritas pajak.
               Kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan dicatat sebagai bagian dari beban pajak dalam
               laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
               Bunga dan denda yang timbul dari ketetapan pajak dan kurang bayar atau lebih bayar pajak lainnya disajikan
               sebagai bagian dari penghasilan atau beban operasi lain karena tidak dianggap sebagai bagian dari beban pajak
               penghasilan.
               Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima. Jika Grup mengajukan
               keberatan, Grup mempertimbangkan apakah besar kemungkinan otoritas pajak akan menerima keberatan tersebut
               dan merefleksikan dampaknya terhadap liabilitas perpajakan Grup.
               Pajak Tangguhan
               Pajak tangguhan diukur dengan metode liabilitas atas beda waktu pada tanggal pelaporan antara dasar pengenaan
               pajak untuk aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya untuk tujuan pelaporan keuangan. Liabilitas pajak tangguhan
               diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dengan beberapa pengecualian. Aset pajak tangguhan diakui
               untuk perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal apabila terdapat kemungkinan besar bahwa
               jumlah laba kena pajak pada masa mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer dan rugi
               fiskal. Aset dan liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal (selain
               dari kombinasi bisnis atau transaksi yang tidak menimbulkan perbedaan temporer kena pajak dan perbedaan
               temporer dapat dikurangkan dalam jumlah yang sama) dari aset dan liabilitas suatu transaksi yang tidak
               memengaruhi laba kena pajak atau laba akuntansi. Selain itu, liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan
               temporer timbul dari pengakuan awal goodwill.
               Aset dan liabilitas pajak tangguhan dihitung berdasarkan tarif yang akan dikenakan pada periode saat aset
               direalisasikan atau liabilitas tersebut diselesaikan, berdasarkan undang-undang pajak yang berlaku atau berlaku
               secara substantif pada akhir periode laporan keuangan. Pengaruh pajak terkait dengan penyisihan dan/atau
               pemulihan semua perbedaan temporer selama tahun berjalan, termasuk pengaruh perubahan tarif pajak, dikreditkan
               atau dibebankan pada periode operasi berjalan, untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah dibebankan atau
               dikreditkan ke penghasilan komprehensif lain atau langsung ke ekuitas.
               Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada setiap akhir periode pelaporan, dan mengurangi jumlah
               tercatat jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk
               mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang belum diakui dinilai
               kembali pada setiap akhir periode pelaporan dan diakui sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak mendatang
               akan memungkinkan aset pajak tangguhan tersedia untuk dipulihkan.



                                                                   23
Page 31
                                                      FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                          Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 31 Maret 2025
          dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)
     3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
           r. Pajak Penghasilan (Lanjutan)
              Pajak Tangguhan (Lanjutan)
                Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus saat hak yang dapat dipaksakan secara hukum
                ada untuk saling hapus aset pajak kini dan liabilitas pajak kini, dan aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak
                tangguhan berkaitan dengan entitas kena pajak yang sama, atau Grup bermaksud untuk menyelesaikan liabilitas
                dan aset pajak kini dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan,
                pada setiap periode masa depan di mana jumlah signifikan atas liabilitas atau aset pajak tangguhan diharapkan
                untuk diselesaikan atau dipulihkan.
           s.   Imbalan Kerja
Approved by:
                Imbalan Kerja Jangka Pendek
                Imbalan kerja jangka pendek adalah imbalan kerja yang jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas bulan setelah
                akhir periode pelaporan dan diakui pada saat pekerja telah memberikan jasa kerjanya. Kewajiban diakui ketika
                karyawan memberikan jasa kepada Grup dimana semua perubahan pada nilai bawaan dari kewajiban diakui pada
                laba rugi.
                Hak karyawan atas cuti tahunan diakui ketika karyawan mendapat hak. Provisi dibuat untuk liabilitas cuti tahunan
                akibat jasa yang diserahkan oleh karyawan sampai tanggal periode pelaporan.
                Imbalan Pascakerja Program Imbalan Pasti
                Grup mengakui kewajiban imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Undang-Undang No. 6 tahun 2023
                tentang tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- Undang No. 2 tahun 2022 Cipta Kerja.
                Beban pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti Grup ditentukan melalui perhitungan aktuaria
                secara periodik dengan menggunakan metode projected-unit credit dan menerapkan asumsi atas tingkat diskonto
                dan tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun tahunan.
                Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, dampak perubahan pada batas atas aset (jika
                ada) dan imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga), yang tercermin langsung dalam laporan posisi
                keuangan konsolidasian yang dibebankan atau dikreditkan diakui dalam penghasilan komprehensif lain pada
                periode terjadinya untuk mencerminkan aset atau liabilitas pensiun neto yang diakui pada laporan keuangan
                konsolidasian untuk mencerminkan nilai penuh dari defisit dan surplus program. Pengukuran kembali diakui sebagai
                pos terpisah pada penghasilan komprehensif lain di ekuitas dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.
                Biaya jasa lalu diakui dalam laba rugi ketika terjadi amendemen program atau kurtailmen, atau ketika Grup
                mengakui biaya restrukturisasi terkait atau pesangon, jika lebih dahulu.
                Bunga neto dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto terhadap liabilitas atau aset imbalan pasti neto. Biaya
                imbalan pasti dikategorikan sebagai berikut:
                   Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian kurtailmen dan
                    penyelesaian)
                   Beban atau pendapatan bunga neto
                   Pengukuran kembali
                Grup menyajikan dua komponen pertama dari biaya imbalan pasti di laba rugi, Keuntungan dan kerugian
                kurtailmen dicatat sebagai biaya jasa lalu.
                Kewajiban imbalan pensiun yang diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian merupakan defisit atau surplus
                aktual dalam program imbalan pasti Grup. Surplus yang dihasilkan dari perhitungan ini terbatas pada nilai kini
                manfaat ekonomis yang tersedia dalam bentuk pengembalian dana program dan pengurangan iuran masa depan
                atas program.
           t.   Pengakuan Pendapatan dan Beban
                Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi lima langkah
                analisa sebagai berikut:
                   Identifikasi kontrak dengan pelanggan;
                   Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam
                    kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan;
                   Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu entitas
                    sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang
                    dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Grup membuat estimasi jumlah
                    imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang
                    dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama
                    periode kontrak;
                                                                 24
Page 32
                                                       FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                               Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 31 Maret 2025
          dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)
     3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
           t.   Pengakuan Pendapatan dan Beban (Lanjutan)
                Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi lima langkah
                analisa sebagai berikut: (Lanjutan)
                   Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri
                    sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara
                    langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin;
                   Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau jasa
                    yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut).
Approved by:
                Pendapatan diukur berdasarkan imbalan yang Grup perkirakan menjadi haknya dalam kontrak dengan pelanggan
                dan tidak termasuk jumlah yang ditagih atas nama pihak ketiga. Grup mengakui pendapatan ketika mengalihkan
                pengendalian barang atau jasa kepada pelanggan
                Untuk penjualan barang, kewajiban pelaksanaan umumnya terpenuhi, dan pendapatan diakui, pada saat
                pengendalian atas barang telah berpindah kepada pelanggan yaitu saat penyerahan barang kepada pelanggan
                sesuai dengan ketentuan penjualan.
                Liabilitas Kontrak
                Liabilitas kontrak diakui jika pembayaran diterima atau pembayaran jatuh tempo (mana yang lebih awal) dari
                pelanggan sebelum Grup mengalihkan barang atau jasa terkait. Liabilitas kontrak diakui sebagai pendapatan
                ketika Grup memenuhi kontrak tersebut (yaitu, mengalihkan kendali atas barang dan jasa terkait kepada
                pelanggan). Liabilitas kontrak disajikan terpisah di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
                Beban
                Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basic)
                Penghasilan/Beban Bunga
                Untuk semua instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, penghasilan atau biaya bunga
                dicatat dengan menggunakan metode SBE, yaitu suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi
                pembayaran atau penerimaan kas di masa yang akan datang selama umur yang diharapkan dari instrumen
                keuangan, atau jika lebih tepat, selama periode yang lebih singkat, terhadap nilai tercatat neto dari aset keuangan
                atau liabilitas keuangan.
           u.   Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing dan Translasi Saldo
                Mata uang penyajian yang digunakan pada laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah, yang juga merupakan
                mata uang fungsional setiap entitas dalam Grup, kecuali entitas anak tertentu, yaitu CRA yang memiliki mata uang
                fungsional Krona Denmark. Tiap entitas dalam Grup menentukan mata uang fungsionalnya masing-masing dan
                laporan keuangannya masing-masing diukur menggunakan mata uang fungsional tersebut.
                Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi
                dilakukan. Pada setiap akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan
                sesuai dengan rata-rata kurs jual dan beli yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal transaksi
                perbankan terakhir untuk periode yang bersangkutan, dan laba atau rugi kurs yang timbul, dikreditkan atau
                dibebankan pada operasi periode yang bersangkutan.
                Pos-pos non-moneter yang diukur pada nilai wajar dalam valuta asing dijabarkan kembali pada kurs yang
                berlaku pada tanggal ketika nilai wajar ditentukan. Pos non-moneter yang diukur dalam biaya historis dalam
                valuta asing tidak dijabarkan kembali.
                Selisih kurs diakui dalam laba rugi pada periode saat terjadinya kecuali untuk:
                Selisih kurs atas pinjaman dalam valuta asing yang berkaitan dengan aset dalam konstruksi untuk penggunaan
                yang produktif di masa depan, termasuk dalam biaya perolehan aset tersebut ketika dianggap sebagai
                penyesuaian atas biaya bunga atas pinjaman dalam valuta asing;
                Selisih kurs atas pos moneter piutang atau utang dari kegiatan usaha luar negeri yang penyelesaiannya tidak
                direncanakan atau tidak mungkin terjadi (karenanya membentuk bagian dari investasi neto dalam kegiatan usaha
                luar negeri), yang pada awalnya diakui pada penghasilan komprehensif lain dan direklasifikasi dari ekuitas ke laba
                rugi pada pelepasan atau pelepasan sebagian dari investasi neto; dan
                Selisih nilai tukar yang muncul dari penjabaran kembali pos-pos non-moneter, di mana keuntungan atau kerugian
                diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Untuk pos-pos non-moneter tersebut, setiap keuntungan atau
                kerugian dari komponen pertukaran tersebut juga diakui dalam penghasilan komprehensif lain.



                                                                    25
Page 33
                                                        FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                              Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 31 Maret 2025
          dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
           u. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing dan Translasi Saldo (Lanjutan)
                 Kurs yang digunakan untuk menjabarkan ke mata uang Rupiah, mata uang penyajian Grup, pada tanggal 31
                 Maret 2025 dan 2024, adalah sebagai berikut:

                                     Mata uang               31 Maret 2025          31 Desember 2024
                                 US$ 1                          16,588                   16,162
                                 EUR 1                          17,893                   16,851
                                 RMB 1                           2,284                    2,214
Approved by:     Akun-akun dari entitas anak luar negeri dijabarkan dari mata uang pelaporannya menjadi Rupiah dengan dasar
                 sebagai berikut:
                 a. Aset dan liabilitas, baik moneter maupun non-moneter, dijabarkan dengan menggunakan kurs penutup.
                 b. Pendapatan dan beban dijabarkan dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi atau,
                    bila memenuhi syarat, kurs rata-rata periode tersebut.
                 c. Selisih kurs yang terjadi disajikan sebagai “Penghasilan Komprehensif Lain – Selisih Kurs atas Penjabaran
                    Akun-akun Kegiatan Usaha Luar Negeri” sebagai bagian dari ekuitas sampai pelepasan investasi neto yang
                    bersangkutan.
                 Pada pelepasan kegiatan usaha luar negeri (yaitu pelepasan dari seluruh kepentingan Grup pada kegiatan usaha
                 luar negeri, atau pelepasan yang melibatkan hilangnya pengendalian pada entitas anak yang mencakup kegiatan
                 usaha luar negeri, atau pelepasan parsial atas kepentingan dalam pengaturan bersama atau entitas asosiasi yang
                 mencakup kegiatan operasi luar negeri, merupakan aset keuangan yang mencakup kegiatan usaha luar negeri),
                 seluruh selisih kurs terakumulasi di ekuitas yang terkait dengan kegiatan usaha luar negeri yang telah diatribusikan
                 ke pemilik Perusahaan direklasifikasi ke laba rugi.
                 Selanjutnya, dalam pelepasan sebagian dari entitas anak yang mencakup kegiatan usaha luar negeri, yang tidak
                 mengakibatkan hilangnya pengendalian Grup atas entitas anak, bagian proporsional dari akumulasi selisih kurs
                 diatribusikan kembali kepada kepentingan non- pengendali dan tidak diakui dalam laba rugi. Untuk seluruh
                 pelepasan sebagian kepentingan lainnya (yaitu pelepasan sebagian dari entitas asosiasi atau pengaturan bersama
                 yang tidak mengakibatkan hilangnya pengaruh signifikan atau pengendalian bersama Grup), bagian proporsional
                 dari jumlah kumulatif selisih kurs direklasifikasi ke laba rugi.
                 Pada konsolidasi, selisih kurs yang berasal dari penjabaran atas investasi neto entitas luar negeri (termasuk pos-
                 pos moneter yang secara substansi membentuk bagian investasi neto entitas luar negeri), diakui dalam
                 penghasilan komprehensif lain dan diakumulasikan dalam komponen ekuitas yang terpisah di bawah judul
                 “cadangan selisih kurs atas penjabaran akun- akun kegiatan usaha luar negeri”.
                 Goodwill dan penyesuaian nilai wajar yang timbul dari akuisisi dari kegiatan usaha luar negeri diperlakukan
                 sebagai aset dan liabilitas dari kegiatan usaha luar negeri dan dijabarkan pada kurs tutup buku. Selisih kurs yang
                 timbul diakui pada penghasilan komprehensif lain.
           v.   Informasi Segmen
                Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Grup yang secara regular
                direviu oleh “pengambil keputusan operasional” dalam rangka mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja
                segmen operasi.
                Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
                 a. yang terlibat dalam aktivitas bisnis untuk memeroleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk
                    pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama);
                 b. yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat
                    keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
                 c. di mana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
                Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya dan penilaian
                kinerja mereka terfokus pada kategori dari setiap produk.
                Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk hal-hal yang dapat diatribusikan secara langsung
                kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang memadai untuk segmen tersebut.
                Segmen ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar grup dieliminasi sebagai bagian dari proses konsolidasi.
           w. Laba per Saham Dasar
                Jumlah laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada
                pemilik Perusahaan dengan rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar pada periode yang
                bersangkutan.

                                                                     26
Page 34
                                                        FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                             Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 31 Maret 2025
          dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
           x.    Biaya Emisi Saham
                 Biaya-biaya emisi yang terjadi sehubungan dengan penerbitan saham Perusahaan dikurangkan langsung dari
                 “Tambahan Modal Disetor”.

           y.    Provisi dan Kontinjensi
                 Provisi diakui ketika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) sebagai akibat
                 peristiwa masa lalu, kemungkinan besar Grup diharuskan menyelesaikan kewajiban dan estimasi yang andal
                 mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.
Approved by:
                 Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk
                 menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian
                 yang meliputi kewajibannya. Apabila suatu provisi diukur menggunakan arus kas yang diperkirakan untuk
                 menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas (ketika pengaruh nilai waktu
                 uang bersifat material).
                 Tingkat diskonto yang digunakan untuk menentukan nilai kini adalah tingkat sebelum pajak yang mencerminkan
                 penilaian pasar saat ini atas nilai waktu uang dan risiko spesifik terhadap liabilitas. Peningkatan provisi karena
                 berlalunya waktu diakui sebagai beban bunga.
                 Ketika beberapa atau seluruh manfaat ekonomi untuk penyelesaian provisi yang diharapkan dapat dipulihkan dari
                 pihak ketiga, piutang diakui sebagai aset apabila terdapat kepastian bahwa penggantian akan diterima dan jumlah
                 piutang dapat diukur secara andal.
                 Aset dan liabilitas kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian. Liabilitas kontinjensi
                 diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian, kecuali kemungkinan arus keluar sumber daya yang
                 mewujudkan manfaat ekonomi bersifat kecil. Aset kontinjensi diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian
                 di mana kemungkinan besar terjadi arus masuk manfaat ekonomi.
           z.    Saham Treasuri
                 Saham treasuri diakui dengan menggunakan metode nilai nominal dan dikurangi dari ekuitas. Keuntungan atau
                 kerugian yang timbul dari pembelian, penjualan, penerbitan, atau pembatalan instrumen ekuitas Perusahaan
                 tidak diakui dalam laba rugi. Selisih antara jumlah tercatat dan penerimaan dari penjualan saham treasuri di
                 masa yang akan datang, diakui sebagai bagian dari tambahan modal disetor pada ekuitas.

           aa. Peristiwa setelah Periode Pelaporan
                 Peristiwa setelah periode pelaporan yang memberikan informasi tambahan tentang posisi Grup pada periode
                 pelaporan (menyesuaikan peristiwa) tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian. Peristiwa setelah periode
                 pelaporan yang tidak menyesuaikan peristiwa, jika ada, diungkapkan ketika material terhadap laporan keuangan
                 konsolidasian.

     4.     PERTIMBANGAN KRISIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
            Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi
            dan asumsi yang memengaruhi jumlah yang dilaporkan dalam laporan dan pengungkapan yang terkait, pada akhir
            periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material
            terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.
            a.   Pertimbangan
                 Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup, manajemen telah membuat pertimbangan berikut, yang
                 memiliki pengaruh paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:
                 Penilaian Model Bisnis
                 Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan bergantung pada hasil SPPI testing dan uji model bisnis. Grup
                 menentukan model bisnis pada tingkat yang mencerminkan bagaimana kelompok aset keuangan dikelola bersama
                 untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. Penilaian ini mencakup penilaian yang mencerminkan semua bukti yang
                 relevan termasuk bagaimana kinerja aset dievaluasi dan kinerjanya diukur, risiko yang memengaruhi kinerja aset
                 dan bagaimana hal ini dikelola dan bagaimana manajer aset diberi kompensasi. Grup memantau aset keuangan
                 yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain yang
                 dihentikan pengakuannya sebelum jatuh tempo untuk memahami alasan pelepasannya dan apakah alasan
                 tersebut konsisten dengan tujuan bisnis di mana aset tersebut dimiliki. Pemantauan adalah bagian dari penilaian
                 berkelanjutan Grup atas apakah model bisnis di mana aset keuangan yang tersisa dimiliki tetap sesuai dan jika
                 tidak sesuai apakah telah terjadi perubahan dalam model bisnis dan dengan demikian terdapat perubahan
                 prospektif terhadap klasifikasi aset keuangan tersebut. Tidak ada perubahan yang diperlukan selama periode yang
                 disajikan.
                                                                     27
Page 35
                                                      FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                           Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 31 Maret 2025
          dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     4.    PERTIMBANGAN KRISIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (Lanjutan)
           a.   Pertimbangan (Lanjutan)
                Peningkatan Risiko Kredit yang Signifikan
                Sebagaimana dijelaskan dalam Catatan 3g, kerugian kredit ekspektasian diukur sebagai cadangan yang setara
                dengan ECL 12 bulan untuk aset tahap 1, atau ECL sepanjang umur untuk aset tahap 2 atau tahap 3. Suatu aset
                bergerak ke tahap 2 ketika risiko kreditnya telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. PSAK 109
                tidak menjelaskan apa yang merupakan peningkatan risiko kredit yang signifikan. Dalam menilai apakah risiko
                kredit suatu aset telah meningkat secara signifikan, Grup mempertimbangkan informasi masa depan yang wajar
                dan dapat didukung secara kualitatif dan kuantitatif.
Approved by:    Penentuan Mata Uang Fungsional
                Mata uang fungsional Grup adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer di mana entitas beroperasi. Mata
                uang tersebut adalah mata uang yang memengaruhi pendapatan dan beban dari jasa yang diberikan. Berdasarkan
                penilaian manajemen Grup, mata uang fungsional Grup adalah Rupiah.
                Menentukan Waktu Pemenuhan Kewajiban Pelaksanaan
                Grup menyimpulkan bahwa penjualan barang yang diberikan harus suatu titik waktu karena pelanggan secara
                bersamaan menerima dan menikmati manfaat yang diberikan Grup. Pendapatan dari penjualan produk-produk
                Grup diakui pada saat pengendalian atas barang berpindah kepada pembeli, yang pada umumnya terjadi pada
                saat yang bersamaan dengan pengiriman dan penerimaan barang.
                Pendapatan diakui bila besar kemungkinan bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan diperoleh Grup dan
                jumlahnya dapat diukur secara handal. Pendapatan diukur pada nilai wajar pembayaran yang diterima.
           b.   Estimasi dan Asumsi
                Asumsi utama masa depan dan ketidakpastian sumber estimasi utama yang lain pada tanggal pelaporan yang
                memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun
                berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada
                saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan
                mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Grup. Perubahan tersebut dicerminkan dalam
                asumsi terkait pada saat terjadinya.
                Penurunan Nilai Piutang Usaha
                Grup menggunakan matriks provisi untuk menghitung ECL piutang usaha. Tingkat provisi didasarkan pada hari
                lewat jatuh tempo untuk pengelompokan berbagai segmen pelanggan yang memiliki pola kerugian yang serupa.
                Matriks provisi awalnya didasarkan pada tingkat gagal bayar yang diamati secara historis Grup. Grup akan
                mengkalibrasi matriks untuk menyesuaikan pengalaman kerugian kredit historis dengan informasi berwawasan
                ke depan. Misalnya, jika prakiraan kondisi ekonomi diperkirakan akan memburuk selama tahun depan yang dapat
                menyebabkan peningkatan jumlah gagal bayar, maka tingkat gagal bayar historis disesuaikan. Pada setiap tanggal
                pelaporan, tingkat gagal bayar yang diamati secara historis diperbarui dan perubahan dalam estimasi berwawasan
                ke depan dianalisis.
                Penilaian korelasi antara tingkat gagal bayar yang diamati secara historis, prakiraan kondisi ekonomi, dan ECL
                adalah estimasi signifikan. Jumlah ECL sensitif terhadap perubahan keadaan dan prakiraan kondisi ekonomi.
                Pengalaman kerugian kredit historis Grup dan prakiraan kondisi ekonomi mungkin tidak mewakili gagal bayar
                aktual pelanggan di masa depan. Informasi mengenai ECL pada piutang usaha Grup.
                Penilaian Instrumen Keuangan
                Grup menggunakan teknik penilaian yang meliputi input yang tidak didasarkan pada data pasar yang dapat
                diobservasi untuk mengestimasi nilai wajar dari beberapa jenis instrumen keuangan.
                Direksi berpendapat bahwa teknik penilaian yang dipilih dan asumsi yang digunakan adalah tepat dalam
                menentukan nilai wajar dari instrumen keuangan.
                Revaluasi Aset Tetap
                Pengukuran nilai tanah dan bangunan pada nilai revaluasi dengan perubahan nilai wajar diakui dalam penghasilan
                komprehensif lain. Grup menggunakan spesialis penilai independen untuk menentukan nilai wajar pada tanggal 31
                Desember 2023.
                Untuk aset tetap, penilai menggunakan pendekatan perbandingan pasar untuk tanah dan pendekatan biaya untuk
                bangunan.




                                                                  28
Page 36
                                                       FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                             Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 31 Maret 2025
          dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     4.    PERTIMBANGAN KRISIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (Lanjutan)
           b.   Estimasi dan Asumsi (Lanjutan)
                Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan (selain Goodwill)
                Penurunan nilai muncul saat nilai tercatat aset atau unit penghasil kas melebihi nilai terpulihkannya, yang lebih
                besar antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya. Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual
                didasarkan pada ketersediaan data dari perjanjian penjualan yang mengikat yang dibuat dalam transaksi normal
                atas aset serupa atau harga pasar yang dapat diamati dikurangi dengan biaya tambahan yang dapat diatribusikan
                dengan pelepasan aset. Perhitungan nilai pakai didasarkan pada model arus kas yang didiskontokan.
                Data arus kas diambil dari anggaran untuk lima tahun yang akan datang dan tidak termasuk aktivitas
Approved by:
                restrukturisasi yang belum dilakukan oleh Grup atau investasi signifikan di masa datang yang akan memutakhirkan
                kinerja aset dari unit penghasil kas yang diuji. Nilai terpulihkan paling dipengaruhi oleh tingkat diskonto yang
                digunakan dalam model arus kas yang didiskontokan, sebagaimana juga jumlah arus kas masuk di masa datang
                yang diharapkan dan tingkat pertumbuhan yang digunakan untuk tujuan ekstrapolasi.
                Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi atas penurunan nilai aset non-keuangan pada tanggal 31
                Desember 2024 dan 2023.
                Imbalan Pasca-Kerja dan Pensiun
                Penentuan utang dan biaya pensiun dan liabilitas imbalan kerja Grup bergantung pada pemilihan asumsi yang
                digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara
                lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan,
                umur pensiun dan tingkat kematian.
                Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Grup diakui segera pada laporan posisi keuangan
                konsolidasian dengan debit atau kredit ke saldo laba melalui penghasilan komprehensif lain dalam periode
                terjadinya. Sementara Grup berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan
                pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Grup dapat memengaruhi secara
                material liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto.
                Pajak Penghasilan
                Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi
                dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti dalam kegiatan usaha normal. Grup
                mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak
                penghasilan badan.
                Aset Pajak Tangguhan
                Aset pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan seluruh rugi fiskal yang
                belum digunakan sepanjang besar kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga rugi
                fiskal tersebut dapat digunakan. Estimasi signifikan oleh manajemen diharuskan dalam menentukan jumlah aset
                pajak tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak serta
                strategi perencanaan pajak masa depan.
                Penyisihan Penurunan Nilai Pasar dan Keusangan Persediaan
                Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi terbaik
                yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar,
                estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Provisi dievaluasi kembali dan
                disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang memengaruhi jumlah yang diestimasi.
                Estimasi IBR untuk Sewa
                Grup tidak dapat langsung menentukan tingkat bunga implisit dalam sewa, oleh karena itu, Grup menggunakan
                suku bunga pinjaman inkremental (“IBR”) untuk mengukur kewajiban sewa. IBR adalah tingkat bunga yang harus
                dibayar Grup untuk meminjam dalam jangka waktu yang sama, dan dengan jaminan serupa, dana yang diperlukan
                untuk memeroleh aset dengan nilai yang sama dengan aset hak guna dalam lingkungan ekonomi yang sama. Oleh
                karena itu, IBR mencerminkan apa yang 'harus dibayar' oleh Grup, yang memerlukan perkiraan ketika tidak ada
                tarif yang tersedia sebagai acuan atau ketika perlu disesuaikan untuk mencerminkan syarat dan ketentuan sewa.
                Grup memperkirakan IBR menggunakan input yang dapat diamati (seperti suku bunga pasar) jika tersedia dan
                membuat estimasi spesifik untuk entitas tertentu jika diperlukan (seperti peringkat kredit).




                                                                    29
Page 37
                                                        FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                            Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 31 Maret 2025
          dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)
     4.    PERTIMBANGAN KRISIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (Lanjutan)
           b.     Estimasi dan Asumsi (Lanjutan)
                  Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap dan Aset Hak-Guna
                  Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
                  manfaat ekonomisnya. Masa manfaat setiap aset tetap dan aset hak-guna Grup ditentukan berdasarkan periode
                  kegunaan yang diharapkan dari aset tersebut. Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan
                  pengalaman atas aset sejenis. Masa manfaat setiap aset direviu secara periodik dan disesuaikan apabila prakiraan
                  berbeda dengan estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan
                  lainnya atas pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi di masa mendatang dapat
                  dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas jumlah serta periode pencatatan beban yang diakibatkan
Approved by:
                  karena perubahan faktor yang disebutkan di atas.
                  Perubahan masa manfaat aset tetap dan aset hak-guna dapat memengaruhi jumlah beban penyusutan dan
                  amortisasi yang diakui dan penurunan nilai tercatat aset tersebut.
     5.    KAS DAN SETARA KAS
           Akun ini terdiri dari:
                                                                          31 Maret 2025           31 Desember 2024
                                                                          (Tidak diaudit)              (Diaudit)

            Kas                                                              52,850,632,217                832,078,316

            Bank - pihak ketiga
            Rupiah
            PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                       365,010,517              8,563,296,517
            PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                           10,138,949,023              5,735,527,282
            PT Bank Pembangunan Daerah Khusus Ibukota Jakarta                     3,607,429              1,692,424,962
            PT Bank Central Asia Tbk                                          3,499,018,041              1,097,307,852
            PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk                            3,493,250,479              1,003,166,902
            PT Bank ICBC Indonesia                                               16,059,630                 16,094,051
            PT Bank Syariah Indonesia                                             4,246,261                  4,366,261
            PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk                             2,430,621                  3,928,157

            Dolar Amerika Serikat
            PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                           23,148,574,735            39,595,324,851
            PT Bank Central Asia Tbk                                          5,795,170,077            38,704,752,590
            Ringkobing Landbobank                                             7,357,391,756             7,168,444,994
            PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                     1,745,045,325             2,067,255,722
            PT Bank ICBC Indonesia                                               16,931,372                17,009,535
            PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk                               41,311,585                         -

            Sub-Jumlah                                                      108,477,629,068           105,668,899,676

            Deposito Berjangka - pihak ketiga
            Rupiah
            PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                              468,808,560            27,868,808,560
            PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk                                        -             5,000,000,000

            Dolar Amerika Serikat
            PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                           14,929,200,000            10,602,272,000

            Sub-Jumlah                                                       15,398,008,560            43,471,080,560
            Jumlah                                                          123,875,637,628           149,972,058,552

           Deposito berjangka memperoleh tingkat bunga sebesar 3%-3.5% dan 3%-5,9% per tahun masing-masing pada tahun
           2025 dan 2024.
                                                              30
Page 38
                                                   FINAL DRAFT
      PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                            Date:
      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
      Tanggal 31 Maret 2025
      dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
      (Mata Uang Rupiah Indonesia)


    6. PIUTANG USAHA – BERSIH
       Akun ini terdiri dari:
       a. Berdasarkan pelanggan

                                         31 Maret 2025               31 Desember 2024
                                         (Tidak diaudit)                 (Diaudit)

         Pihak ketiga
         Ekspor
Approved by:
                                           348,908,576,910               461,137,918,215
         Lokal                                 545,627,768                   673,148,775

        Sub-jumlah                         349,454,204,678               461,811,066,990
        Penyisihan atas ECL                 (5,144,574,647)               (5,674,181,611)
        Pihak ketiga - bersih              344,309,630,031               456,136,885,379

        Pihak berelasi
        PT Integriya Dekorindo                2,488,025,847                3,800,070,303
        PT Alam Mentari Sejahtera               288,345,274                  211,563,194

        Sub Jumlah                           2,776,371,121                 4,011,633,497
        Penyisihan atas ECL                     (6,763,795)                  (13,644,142)
        Pihak berelasi - bersih              2,769,607,326                 3,997,989,355
        Piutang usaha - bersih             347,079,237,357               460,134,874,734

        Jangka waktu rata-rata kredit penjualan barang adalah 90 hari.
        Penyisihan atas ECL untuk piutang usaha telah diukur sejumlah ECL sepanjang umur. ECL pada piutang usaha
        diestimasi berdasarkan matriks provisi dengan mengacu pada pengalaman gagal bayar debitur masa lalu dan analisis
        posisi keuangan debitur saat ini, disesuaikan dengan faktor-faktor yang spesifik dari debitur dan kondisi ekonomi umum
        industri di mana debitur beroperasi.
        Tidak ada perubahan dalam teknik estimasi atau asumsi signifikan yang dibuat selama periode pelaporan berjalan.


        b. Berdasarkan mata uang

                                        31 Maret 2025                31 Desember 2024
                                        (Tidak diaudit)                  (Diaudit)

        Dolar Amerika Serikat             343,788,718,588               455,483,184,347
        Rupiah                              3,290,518,769                 4,651,690,387

        Sub Jumlah                        347,079,237,357               460,134,874,734


        c. Berdasarkan umur

                                            31 Maret 2025            31 Desember 2024
                                           (Tidak diaudit)              (Diaudit)

        1 - 30 hari                      307,769,836,151                390,130,254,277
        31 - 60 hari                      10,620,816,498                 19,718,091,625
        61 – 90 hari                      13,527,457,557                  7,137,081,138
        > 90 hari                         15,161,127,151                 43,149,447,694

        Sub Jumlah                       347,079,237,357                460,134,874,734
                                                                31
Page 39
                                                       FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                          Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 31 Maret 2025
          dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)
     6. PIUTANG USAHA – BERSIH (Lanjutan)

           d. Mutasi penyisihan atas ECL piutang usaha adalah sebagai berikut:

                                               31 Maret 2025                31 Desember 2024
                                               (Tidak diaudit)                  (Diaudit)

           Saldo awal                               5,687,825,753                  4,584,570,978
           Penyisihan tahun berjalan                  427,354,893                  3,100,684,979
           Pemulihan tahun berjalan                 (963,842,204)                (1,997,430,204)
Approved by:

           Saldo akhir                              5,151,338,442                 5,687,825,753

            Pada tanggal 31 Desember 2024, piutang usaha sebesar Rp 848.674.716.392 dijadikan jaminan utang bank dan
            lembaga keuangan bukan bank dan utang obligasi dan sukuk mudharabah.
            Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan atas ECL tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian dari
            tidak tertagihnya piutang usaha.

     7. PIUTANG LAIN-LAIN

           Piutang lain-lain terdiri dari:

                                               31 Maret 2025             31 Desember 2024
                                               (Tidak diaudit)               (Diaudit)

           Pihak ketiga                           35,574,880,589               32,396,834,682
           Pihak berelasi
           PT Integriya Dekorindo                    158,760,784                  129,196,079
           PT Alam Mentari Sejahtera                   1,010,000                    1,010,000
           Sub-jumlah                                159,770,784                  130,206,079

           Jumlah                                 35,734,651,373               32,527,040,761


            Manajemen menilai risiko gagal bayar piutang lain- lain adalah rendah atau kecil, sehingga tidak ada penyisihan atas
            ECL yang diakui.

     8.    PERSEDIAAN – BERSIH
           Akun ini terdiri dari:

                                                          31 Maret 2025                31 Desember 2024
                                                          (Tidak diaudit)                  (Diaudit)

            Manufaktur
            Bahan baku dan pembantu                         1,488,671,980,695            1,553,303,578,804
            Barang dalam proses                               665,188,138,875              662,592,842,391
            Barang jadi                                       829,715,454,354              854,762,621,281

            Kehutanan
            Persediaan kayu bulat                                7,765,758,021               6,490,747,759

            Sub-Jumlah                                      2,991,341,331,945            3,077,149,790,235
            Penyisihan penurunan nilai pasar
              dan keusarangan persediaan                     (10,473,798,038)              (10,473,798,038)

            Jumlah                                          2,980,867,533,907            3,066,675,992,197

                                                                    32
Page 40
                                                       FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                            Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 31 Maret 2025
          dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)
     8.    PERSEDIAAN – BERSIH (Lanjutan)
           Mutasi penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan adalah sebagai berikut:

                                                               31 Maret 2025               31 Desember 2024
                                                               (Tidak diaudit)                 (Diaudit)

            Saldo awal                                              10,473,798,038                 8,941,907,326
            Penyisihan tahun berjalan                                            -                 1,531,890,712

            Saldo akhir                                             10,473,798,038                10,473,798,038
Approved by:

           Pada tanggal 31 Desember 2024, persediaan sebesar Rp 2.086.468.959.221 digunakan sebagai jaminan atas utang
           bank dan lembaga keuangan bukan bank dan utang obligasi dan sukuk mudharabah.

           Berdasarkan penelaahan terhadap kondisi fisik dan tingkat perputaran persediaan pada akhir tahun, manajemen
           berpendapat bahwa penyisihan atas penurunan nilai persediaan di atas cukup untuk menutup kemungkinan kerugian
           atas nilai persediaan tersebut.

     9. UANG MUKA PEMBELIAN

           Akun ini terdiri dari uang muka pembelian atas:

                                              31 Maret 2025               31 Desember 2024
                                              (Tidak diaudit)                 (Diaudit)

           Pihak ketiga
           Persediaan                          976,847,399,203                987,074,358,644
           Aset tetap                           10,495,732,362                 29,297,889,917
           Lain-lain                           228,423,483,417                218,075,146,730

           Jumlah                            1,215,766,614,982              1,234,447,395,291

           Uang muka pembelian disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai:

           Aset lancar                               986,589,261,177                987,074,358,644
           Aset tidak lancar                         229,177,353,805                247,373,036,647

           Jumlah                                  1,215,766,614,982              1,234,447,395,291


           Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024, Perusahaan memiliki uang muka pembelian aset tetap – tanah yang berlokasi di
           Lingkar Timur, Sidoarjo seluas ± 3.045 m2 dengan nilai sebesar Rp 7.808.551.562.

     10. PENYERTAAN SAHAM

                                                                                            Penurunan atas
                                                 Persentase
                                                                     Biaya perolehan        perubahan nilai        Nilai wajar
                                                 kepemilikan
                                                                                                wajar
            31 Maret 2025 dan 2024
            PT Integriya Dekorindo (ITD)           18.49%              15,990,782,486           (15,990,782,486)                 -
            PT Teknologi Optimal Prima
                                                    8.92%                 3,004,400,000                        -   3,004,400,000
            (TOP)
            PT Interkreasi Kerja Aji (IKA)           19%                  1,900,000,000                        -   1,900,000,000


            Jumlah
                                                                       20,895,182,486           (15,990,782,486)   4,904,400,000




                                                                     33
Page 41
                                                           FINAL DRAFT
      PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                               Date:
      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
      Tanggal 31 Maret 2025
      dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
      (Mata Uang Rupiah Indonesia)
     11. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI

                                                31 Maret 2025                 31 Desember 2024
                                                (Tidak diaudit)                   (Diaudit)

          Saldo awal                               36,798,183,027                                       -
          Reklasifikasi investasi pada
             entitas asosiasi                                      -              21,368,470,988
          Bagian laba                                  6,015,044,836              13,536,335,505
          Bagian pada penghasilan
Approved by: komprehensif lain                         1,605,906,921                   1,893,376,534

         Saldo akhir                               44,419,134,784                 36,798,183,027

                                                                                                                   Persentase kepemilikan
              Nama entitas asosiasi                    Aktivitas utama            Tempat kedudukan                   dan hak suara yang
                                                                                                                        dimiliki Grup

         PT WoodOne Intega Indonesia              Manufaktur pintu kayu                   Indonesia                              25%

     12. ASET TETAP – BERSIH
         Akun ini terdiri dari:
                                                                       31 Maret 2025
                                          Saldo Awal           Penambahan              Pengurangan           Reklasifikasi              Saldo Akhir
          Biaya perolehan atau
          jumlah revaluasian

          Tanah                     1,225,979,335,867                         -                     -                        -         1,225,979,335,867

          Bangunan                       604,394,407,001                      -                     -        2,160,144,789              606,554,551,790

          Sarana prasarana               170,922,449,849                      -                     -                        -          170,922,449,849

          Instalasi listrik               52,743,593,086                      -                     -                        -           52,743,593,086

          Mesin dan peralatan            485,957,611,387       42,491,982,144           8,478,665,552        1,040,108,632              521,011,036,611

          Alat-alat berat                  3,192,500,000                      -                     -                        -            3,192,500,000

          Kendaraan                       79,418,083,040        3,578,634,000                       -                        -           82,996,717,040

          Inventaris                      31,556,081,483          652,024,750                       -                        -           32,208,106,233

         Sub-jumlah                 2,654,164,061,713          46,722,640,894           8,478,665,552        3,200,253,421             2,695,608,290,476
         Aset dalam
         penyelesaian                      3,002,090,996        3,956,024,251                       -       (3,200,253,421)               3,757,861,826

          Jumlah                    2,657,166,152,709          50,678,665,145           8,478,665,552                        -         2,699,366,152,302


          Akumulasi penyusutan

          Bangunan                        49,965,065,565       10,303,110,229                       -                        -           60,268,175,794

          Sarana prasarana                72,481,814,435        1,939,496,398                       -                        -           74,421,310,833

          Instalasi listrik               37,545,741,748          415,985,163                       -                        -           37,961,726,911

          Mesin dan peralatan            237,530,354,445        9,281,874,499           5,074,897,886                        -          241,737,331,058

          Alat-alat berat                  3,192,500,000                      -                     -                        -            3,192,500,000

          Kendaraan                       64,018,188,622        1,656,157,455                       -                        -           65,674,346,077

          Inventaris                      27,313,946,888          483,507,163                       -                        -           27,797,454,051

          Jumlah                         492,047,611,703       24,080,130,907           5,074,897,886                        -          511,052,844,724

          Nilai Buku                2,165,118,541,006                                                                                  2,188,313,307,578




                                                                         34
Page 42
                                                         FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                    Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 31 Maret 2025
        dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)
      12. ASET TETAP – BERSIH (Lanjutan)
         Akun ini terdiri dari: (Lanjutan)
                                                                31 Desember 2024
                                      Saldo Awal             Penambahan          Pengurangan         Reklasifikasi        Saldo Akhir
           Biaya perolehan atau
           jumlah revaluasian

           Tanah                     1,225,979,335,867                     -                    -                    -   1,225,979,335,867

           Bangunan                   598,978,096,678          160,000,000                      -    5,256,310,323        604,394,407,001

           Sarana prasarana           170,922,449,849                      -                    -                    -    170,922,449,849
Approved by:
         Instalasi listrik             52,715,665,158            27,927,928                     -                    -     52,743,593,086

           Mesin dan peralatan        461,314,012,099        27,386,284,940         6,503,421,441    3,760,735,789        485,957,611,387

           Alat-alat berat              3,192,500,000                      -                    -                    -      3,192,500,000

           Kendaraan                   75,980,860,828         5,812,423,161         2,375,200,949                    -     79,418,083,040

           Inventaris                  30,385,641,863         1,760,471,282          590,031,662                     -     31,556,081,483

           Sub-jumlah                2,619,468,562,342       35,147,107,311         9,468,654,052    9,017,046,112       2,654,164,061,713
           Aset dalam
           penyelesaian                 8,396,404,884         4,274,369,057          651,636,833    (9,017,046,112)         3,002,090,996

           Jumlah                    2,627,864,967,226       39,421,476,368        10,120,290,885                    -   2,657,166,152,709


           Akumulasi penyusutan

           Bangunan                     8,841,055,430        41,124,010,135                     -                    -     49,965,065,565

           Sarana prasarana            64,090,117,345         8,391,697,090                     -                    -     72,481,814,435

           Instalasi listrik           34,896,860,151         2,648,881,597                     -                    -     37,545,741,748

           Mesin dan peralatan        210,551,835,497        31,567,319,325         4,588,800,377                    -    237,530,354,445

           Alat-alat berat              3,192,500,000                      -                    -                    -      3,192,500,000

           Kendaraan                   59,229,840,554         6,853,279,973         2,064,931,905                    -     64,018,188,622

           Inventaris                  25,910,254,890         1,990,692,789          587,000,791                     -     27,313,946,888

           Jumlah                     406,712,463,867        92,575,880,909         7,240,733,073                    -    492,047,611,703

           Nilai Buku                2,221,152,503,359                                                                   2,165,118,541,006


           Pada periode Maret 2025 dan 2024, penambahan aset tetap termasuk reklasifikasi dari aset hak-guna dengan biaya
           perolehan masing-masing sebesar Rp 10.628.122.948 dan Rp 29.684.131.648 dan akumulasi penyusutan masing-
           masing sebesar Rp 2.829.764.581 dan Rp 7.293.151.002.
           Pada periode 2024, penambahan aset tetap termasuk reklasifikasi dari uang muka pembelian sebesar Rp 4.151.351.

           Beban penyusutan dibebankan dan dialokasikan sebagai berikut:

                                                 31 Maret 2025                 31 Desember 2024
                                                (Tidak diaudit)                    (Diaudit)


           Beban pokok penjualan                    17,723,067,042                66,890,944,550
           Beban umum dan administrasi               3,527,299,284                18,391,785,357


           Jumlah                                   21,250,366,326                85,282,729,907

           Jika tanah dan bangunan diukur menggunakan model biaya, nilai tercatatnya akan menjadi sebesar Rp
           652.062.696.407 pada tanggal 31 Desember 2024. Keuntungan revaluasi aset tetap yang diakui dalam penghasilan
           komprehensif lain dan terakumulasi dalam ekuitas sebesar Rp 992.937.671.636 untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024.


                                                                      35
Page 43
                                                       FINAL DRAFT
       PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                Date:
       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
       Tanggal 31 Maret 2025
       dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
       (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     12. ASET TETAP – BERSIH (Lanjutan)
        Nilai wajar tanah dan bangunan ditentukan dengan menggunakan metode pendekatan pasar dan biaya dengan nilai
        sebesar Rp 1.792.924.490.467. Hal ini berarti penilaian yang dilakukan oleh penilai didasarkan pada harga pasar aktif,
        yang disesuaikan secara signifikan untuk perbedaan pada sifat, lokasi dan kondisi dari tanah dan bangunan yang dinilai.
        Nilai wajar tanah dan bangunan didasarkan pada penilaian yang dilakukan oleh:
                                      Penilai Independen          Tanggal            Nama Penilai Independen           Nomor Ijin
                                                                  Laporan                                               Penilai
         PT Integra Indocabinet    KJPP Pung’s Zulkarnain &      18 Januari      Fahmi Hassan, M.Ec.Dev, MAPPI
                                                                                                                     P-1.13.00378
         Tbk                               Rekan                    2024                    (Cert.)
         PT Intertrend Utama
Approved by:
                                  KJPP Sarwono, Indriassari &    15 Januari
                                                                                Anhar Armansyah,ST.MAPPI (Cert)      P-1.12.00326
                                           Rekan                    2024
         PT Interkraft            KJPP Ruddy Barus Yenny &                      Dr. Ruddy Tri Santoso, M.M., MAPPI
                                                                30 Maret 2023                                        P-1.17.00472
                                           Rekan                                               (Cert)
                                  KJPP Sarwono, Indriassari &    15 Januari
                                                                                Anhar Armansyah,ST.MAPPI (Cert)      P-1.12.00326
                                           Rekan                    2024
                                   KJPP Pung’s Zulkarnain &
         PT Intera Indonesia                                    8 Maret 2024
                                           Rekan                                 Fahmi Hassan, M.Ec.Dev, MAPPI
                                                                                                                     P-1.13.00378
                                   KJPP Pung’s Zulkarnain &      18 Januari                 (Cert.)
                                           Rekan                    2024

        Hirarki nilai wajar atas tanah dan bangunan adalah tingkat 2.
        Tidak terdapat perpindahan antar atas pengukuran nilai wajar selama tahun berjalan.
        Pada tahun 2024 saldo surplus revaluasi aset tetap yang direklasifikasi ke saldo laba sebesar Rp 15.866.390.255.
        Grup memiliki aset tetap tanah dengan Hak Guna Bangunan (“HGB”) dengan jangka waktu 20-30 tahun. Pada
        tanggal 31 Maret 2025, HGB Grup masih memiliki sisa jangka waktu 3-28 tahun. Manajemen berpendapat bahwa
        jangka waktu HGB tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang saat jatuh tempo.
        Aset dalam penyelesaian terdiri dari:
                                                                    31 Maret 2025
                                          Perkiraan %                  Nilai              Tahun perkiraan
                                          penyelesaian               tercatat              penyelesaian

         Bangunan, Sarana dan
           Prasarana                            72%                  3,619,773,109        April - Mei 2025
         Mesin dan Peralatan                    95%                    138,088,717          April 2025

         Jumlah                                                      3,757,861,826


                                                                   31 Desember 2024
                                          Perkiraan %                  Nilai               Tahun perkiraan
                                          penyelesaian               tercatat                penyelesaian

         Bangunan, Sarana dan
           Prasarana                            49%                  1,972,142,224       Februari - Maret 2025
         Mesin dan Peralatan                    90%                  1,029,948,772          Februari 2025

         Jumlah                                                      3,002,090,996

        Pada tahun 2024, terdapat pembebanan aset dalam penyelesaian sebesar Rp 651.636.833.
        Pada tanggal 31 Desember 2024, aset tetap berupa tanah, bangunan dan mesin dan peralatan sebesar Rp
        1.931.378.000.000 digunakan sebagai jaminan atas utang bank dan lembaga keuangan bukan bank dan utang obligasi
        dan sukuk mudharabah.
        Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan
        yang mengindikasikan penurunan nilai aset tetap pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024.




                                                                   36
Page 44
                                                   FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                               Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 31 Maret 2025
     dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)
    12. ASET TETAP – BERSIH (Lanjutan)
        Properti Investasi
        Properti investasi merupakan tanah yang belum digunakan oleh Grup yang berlokasi di Wedoroklurak, Sidoarjo.
        Hirarki nilai wajar atas properti investasi – tanah adalah tingkat 2.
        Tidak terdapat perpindahan antar tingkat atas pengukuran nilai wajar selama tahun berjalan.
        Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan
        keadaan yang mengindikasikan penurunan nilai properti investasi pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024.
        Pada tanggal 31 Desember 2024 properti investasi sebesar Rp 91.400.000.000 digunakan sebagai jaminan atas utang
        bank dan lembaga keuangan bukan bank dan utang obligasi dan sukuk mudharabah .
     13. by:
Approved ASET LAIN-LAIN – BERSIH
       Akun ini terdiri dari:

                                                 31 Maret 2025             31 Desember 2024
                                                 (Tidak diaudit)               (Diaudit)

       Biaya ditangguhkan atas hak
         pengusahaan hutan dan
         proyek kredit karbon, bersih               98,719,016,718              98,251,268,242
       Aset tidak berwujud - bersih                  2,978,101,250               3,171,078,500
       Biaya emisi ditangguhkan
         atas utang sukuk, bersih                       86,678,624                 139,708,919
       Lain-lain                                    12,568,989,698              12,540,674,698

       Jumlah                                     114,352,786,290              114,102,730,359

        Beban amortisasi aset tidak berwujud pada periode Maret 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp 192.977.250
        dan Rp 737.220.000 dibebankan pada “Beban umum dan administrasi – lain-lain”
        Grup memiliki hak pengelolaan hutan (“HPH”) dengan jangka waktu 43-53 tahun. Pada tanggal 31 Maret 2025, HPH
        Grup masih memiliki sisa jangka waktu 26-29 tahun. Manajemen berpendapat bahwa jangka waktu HPH tersebut dapat
        diperbaharui/diperpanjang saat jatuh tempo.


    14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK
        a. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari:

                                                             31 Maret 2025                31 Desember 2024
                                                             (Tidak diaudit)                  (Diaudit)

        Pihak ketiga
        Perusahaan

        PT Bank Negara
          Indonesia (Persero) Tbk
          Kredit modal kerja
            plafon tranche B                                        378,083,000,000           380,000,000,000
          RC terbatas tranche B                                     226,842,000,000           225,349,378,500
          Kredit modal kerja plafon                                  90,000,000,000            90,000,000,000
          Kredit modal kerja RC terbatas                             19,984,000,000            19,950,000,000
        PT Bank Maspion Indonesia Tbk
          Demand loan                                                27,000,000,000              27,000,000,000
          Rekening koran                                             14,893,353,400              14,622,747,697
        PT Bank Central Asia Tbk
          Rekening koran                                             28,838,318,011            28,525,229,737
        Sub-jumlah                                                  785,640,671,411           785,447,355,934

                                                               37
Page 45
                                                  FINAL DRAFT
      PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                              Date:
      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
      Tanggal 31 Maret 2025
      dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
      (Mata Uang Rupiah Indonesia)
    14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)

         a. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari: (Lanjutan)

                                                                31 Maret 2025            31 Desember 2024
                                                                (Tidak diaudit)              (Diaudit)

          Pihak ketiga
          Entitas Anak
          PT Bank Maspion Indonesia Tbk
Approved by:
             Demand loan                                           309,200,000,000              310,000,000,000
             Fixed loan                                             85,000,000,000               85,000,000,000
             Rekening koran                                         40,984,380,146               42,748,334,239
          PT Bank Negara
             Indonesia (Persero) Tbk
             Kredit modal kerja
             plafon tranche B                                      170,000,000,000              170,000,000,000
             Kredit modal kerja plafon                              75,000,000,000               75,000,000,000
             RC terbatas tranche B                                  84,996,148,032               83,270,571,271
             Letter of credit
               (US$ 3.026.801 pada Mar 2025
               dan US$ 3.236.686 pada 2024)                         50,208,577,974               52,311,321,880
             RC terbatas                                            15,000,000,000               14,990,044,811
          PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
             Pre export financing
               (US$ 4.283.750 dan Rp 129.000.000.014
               pada Mar 2025 dan US$ 6.560.250
               dan Rp 15.000.000.006 pada 2024)                    200,058,845,014              123,927,839,506
             Kredit modal kerja revolving                           49,900,000,000               49,900,000,000
             Letter of credit
               (US$ 361.397 pada Mar 2025
               dan US$ 754.650 pada 2024)                            5,994,847,132               12,196,663,320
          PT Bank Rakyat Indonesia
             (Persero) Tbk
             Kredit modal kerja CO. tetap                           99,642,087,378               99,512,513,399
             Kredit modal withdrawal approval
               pre financing                                       100,000,000,000               77,500,000,000
          PT Bank Central Asia Tbk
             Fasilitas kredit ekspor                                30,000,000,000               30,000,000,000
             Rekening koran                                         20,038,582,974               24,303,319,197
             Time loan                                              15,000,000,000               15,000,000,000
             Kredit multi                                           10,000,000,000               10,000,000,000
             Letter of credit usance
               (US$ 474.448 pada Mar 2025
               dan US$ 511.602 pada 2024)                           7,870,150,889              8,268,515,726
          Sub-jumlah                                            1,368,893,619,539          1,283,929,123,349

         Jumlah                                                 2,154,534,290,950          2,069,376,479,283




                                                              38
Page 46
                                                    FINAL DRAFT
      PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                              Date:
      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
      Tanggal 31 Maret 2025
      dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
      (Mata Uang Rupiah Indonesia)
    14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)

         a. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari: (Lanjutan)

         Perusahaan
         PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

          Perusahaan memeroleh fasilitas kredit modal kerja berupa RC terbatas, kredit modal kerja plafon, RC terbatas tranche
          B, kredit modal kerja plafon tranche B, letter of credit/SKBDN dan treasury line (untuk Perusahaan, ITR, ITK dan INT)
          dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 20 miliar, Rp 90 miliar, Rp 230 miliar, Rp 380 miliar, US$ 6 juta
          dan US$ 2 juta. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8%-8,25% per tahun untuk fasilitas selain letter of credit/SKBDN
          dan 5,5% per tahun untuk fasilitas letter of credit/SKBDN masing-masing pada tahun 2025 dan 2024. Fasilitas ini akan
Approved by:
          jatuh tempo pada tanggal 16 September 2025 dan diperpanjang setiap tahun serta dijamin dengan aset tetap tertentu
          milik Perusahaan, ITR dan INT serta piutang usaha dan persediaan milik Perusahaan dan ITR.

         Grup wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
            Rasio lancar minimum 1x.
            Rasio debt service coverage minimum 100%.
            Rasio debt to equity maksimum 2,5x.

         PT Bank Maspion Indonesia Tbk

         Pada tanggal 12 Maret 2021, Perusahaan memeroleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran dan demand loan
         dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 5 miliar dan Rp 25 miliar. Pada tanggal 25 Januari 2023,
         Perusahaan merubah batas maksimum fasilitas rekening koran dan demand loan masing-masing menjadi sebesar Rp
         15 miliar dan Rp 35 miliar.

         Fasilitas ini dibebani bunga dan 8,5% per tahun masing-masing pada tahun 2025 dan 2024 dan akan jatuh tempo pada
         tanggal 13 November 2025 dan diperpanjang setiap tahunnya. Fasilitas ini dijamin dengan persediaan milik INT, ITR
         dan ITK, aset tetap tertentu milik INT dan SAM serta corporate guarantee dari Perusahaan.

         Grup wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
            Rasio lancar minimum 1x.
            Rasio debt service coverage minimum 1,25x.
            Rasio debt to equity maksimum 2,5x.

         PT Bank Central Asia Tbk

         Pada tanggal 8 Januari 2021, Perusahaan memeroleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran dengan batas
         maksimum sebesar Rp 30 miliar. Pada tanggal 27 Desember 2022, Perusahaan memeroleh tambahan fasilitas kredit
         berupa fasilitas time loan revolving dengan batas maksimum sebesar Rp 40 miliar. Pada tanggal 11 April 2023,
         Perusahaan memeroleh tambahan fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran dengan batas maksimum sebesar Rp
         300 miliar. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 0,6% per tahun untuk fasilitas kredit time loan revolving pada tahun
         2023 dan 8,5% per tahun untuk fasilitas rekening koran masing-masing pada tahun 2025 dan 2024. Fasilitas ini akan
         jatuh tempo masing-masing pada tanggal 13 Oktober 2025 dan 12 April 2024. Fasilitas time loan revolving dan rekening
         koran dengan batas maksimum Rp 300 miliar telah dilunasi masing-masing pada bulan Januari 2023 dan September
         2023.

         Fasilitas ini dijamin dengan rekening giro milik Perusahaan dan IIL, persediaan dan aset tetap tertentu milik
         Perusahaan, ITR, INT, IIL dan sebagian dari direksi Perusahaan.

         Perusahaan terikat dengan beberapa batasan, antara lain:
            Rasio lancar minimum 1x.
            Rasio debt service coverage minimum 1x.
            Rasio debt to equity maksimum 1x.
            Rasio EBITDA/(Installment+interest) minimum 1x.

         Entitas anak
         PT Bank Maspion Indonesia Tbk

         Pada tanggal 5 November 2020, INT, entitas anak, memeroleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran, fixed loan
         dan demand loan dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 15 miliar, Rp 30 miliar dan Rp 30 miliar. Pada
         tanggal 25 Januari 2023, INT merubah batas maksimum fasilitas fixed loan dan demand loan masing-masing menjadi
         sebesar Rp 50 miliar dan Rp 110 miliar.


                                                                 39
Page 47
                                                     FINAL DRAFT
      PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                               Date:
      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
      Tanggal 31 Maret 2025
      dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
      (Mata Uang Rupiah Indonesia)
    14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)

         a. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari: (Lanjutan)

         Entitas anak (Lanjutan)
         PT Bank Maspion Indonesia Tbk (Lanjutan)
         Pada tanggal 12 November 2021, ITR, entitas anak, memeroleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran, fixed
         loan dan demand loan dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 25 miliar, Rp 30 miliar dan Rp 120 miliar.
         Pada tanggal 25 Januari 2023, ITR merubah batas maksimum fasilitas demand loan menjadi sebesar Rp 170 miliar.
          Pada tanggal 3 Februari 2021, ITK, entitas anak, memeroleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran dan fixed
          loan dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 5 miliar. Pada tanggal 25 Januari 2023, ITK memeroleh
Approved by:
          tambahan fasilitas kredit berupa fasilitas demand loan dengan batas maksimum sebesar Rp 30 miliar.
         Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8,5% per tahun pada tahun 2025 dan 2024. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada
         tanggal 13 November 2025.
         Fasilitas ini dijamin dengan persediaan milik INT, ITR dan ITK, aset tetap tertentu milik INT dan SAM, properti investasi
         tertentu milik ITG, ITD dan ITR serta corporate guarantee dari Perusahaan.
         Grup wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
            Rasio lancar minimum 1x.
            Rasio debt service coverage minimum 1,25x.
            Rasio debt to equity maksimum 2,5x.

         PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
         Pada tanggal 6 September 2021, ITR, entitas anak, memeroleh fasilitas kredit modal kerja berupa RC terbatas, RC
         terbatas tranche B, kredit modal kerja plafon, kredit modal kerja plafon tranche B, letter of credit/SKBDN dan treasury
         line (untuk Perusahaan, ITR, ITK dan INT) dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 15 miliar, Rp 85 miliar,
         Rp 75 miliar, Rp 170 miliar, US$ 6 juta dan US$ 2 juta. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8%-8,25% per tahun untuk
         fasilitas selain letter of credit/SKBDN dan 5,5%-5,85% per tahun untuk fasilitas letter of credit/SKBDN masing-masing
         pada tahun 2025 dan 2024. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 16 September 2025.
         Fasilitas ini dijamin dan memiliki ketentuan atau rasio keuangan yang sama dengan fasilitas yang diterima oleh
         Perusahaan.

         PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
         Pada tanggal 22 November 2022, ITR, entitas anak, memeroleh fasilitas kredit berupa fasilitas kredit modal kerja
         revolving, pre export financing, non-cash loan (LC/SKBDN) dan treasury line dengan batas maksimum masing-masing
         sebesar Rp 100 miliar, US$ 10 juta, US$ 3 juta dan US$ 5 juta. Pada tanggal 24 Desember 2024 Perusahaan dan ITR,
         entitas anak memeroleh fasilitas kredit modal kerja pre export financing dengan batas maksimum sebesar Rp 200
         miliar. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8%-8,5% per tahun masing-masing pada tahun 2025 dan 2024. Fasilitas
         kredit modal kerja pre export financing dengan batas maksimum sebesar Rp 200 miliar akan jatuh tempo pada tanggal
         21 Juni 2025 dan untuk fasilitas lainnya pada tanggal 21 Desember 2025.
         Fasilitas ini dijamin dengan aset tetap tertentu milik direksi Perusahaan, piutang dan persediaan milik Perusahaan, ITR
         dan INT serta corporate guarantee dari NKT, BRT, ITK, INT dan ITR.
         Grup wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
            Rasio lancar minimum 1x.
            Debt/EBITDA maksimum 4,5x.
            EBITDA to interest ratio minimum 1,25x.

         PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
         Pada tahun 2024, INT, entitas anak, memeroleh fasilitas kredit modal kerja WA pre financing dan kredit modal kerja Co.
         Tetap dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 100.000.000.000. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar
         8,75% per tahun masing-masing pada tahun 2025 dan 2024 dan akan jatuh tempo pada tanggal 20 November 2025.
         Fasilitas ini dijamin dengan piutang usaha, persediaan dan aset tetap tertentu milik ITK.
         INT wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
            EBITDA selalu positif.
            Laba bersih selalu positif.
            Rasio Debt to Equity Rasio (DER) maksimal sebesar 300%.
            Rasio Interest Coverage Ratio (ICR) maksimal sebesar 150%.




                                                                  40
Page 48
                                                     FINAL DRAFT
       PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                           Date:
       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
       Tanggal 31 Maret 2025
       dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
       (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)

          a. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari: (Lanjutan)
          Entitas anak (Lanjutan)
          PT Bank Central Asia Tbk
          Pada tanggal 12 April 2019, INT, entitas anak, memeroleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran, time loan
          revolving dan kredit ekspor dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 15 miliar, Rp 15 miliar dan Rp 30
          miliar. Pada tanggal 8 Januari 2021, INT memeroleh tambahan batas maksimum fasilitas rekening koran menjadi Rp 25
          miliar dan fasilitas time loan revolving dialihkan menjadi fasilitas kredit multi sebesar Rp 25 miliar.
          Pada bulan Agustus 2020, ITR, entitas anak, memeroleh fasilitas letter of credit usance dengan batas maksimum
Approved by:
          sebesar US$ 1.000.000. Pada tanggal 12 Juli 2021, ITR memeroleh tambahan batas maksimum menjadi US$
          3.500.000.
          Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 13 Oktober 2025 dan dibebani bunga sebesar 8,5% per tahun masing-
          masing pada tahun 2024 dan 2023. Fasilitas ini dijamin dengan jaminan yang sama dengan fasilitas yang diterima oleh
          Perusahaan kecuali jaminan rekening giro.
          Entitas anak terikat dengan beberapa batasan, antara lain:
               Rasio lancar minimum 1x.
               Rasio debt service coverage minimum 1x.
               Rasio debt to equity maksimum 1x.
               Rasio EBITDA/(Installment+interest) minimum 1x.

          b. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka panjang terdiri dari:

                                                         31 Maret 2025             31 Desember 2024
                                                         (Tidak diaudit)               (Diaudit)

          Pihak ketiga
          Perusahaan

          PT Bank Negara
            Indonesia (Persero) Tbk
            Kredit investasi refinancing                    177,187,500,000            187,031,250,000
          PT BCA Finance                                                  -                485,086,763
                                                                408,873,281
          Sub-jumlah                                        177,596,373,281            187,516,336,763

          Pihak ketiga
          Entitas Anak

          PT Bank Negara
            Indonesia (Persero) Tbk
            Kredit investasi refinancing                    106,840,000,000            112,780,000,000
          PT Bank Maspion Indonesia Tbk
            Fixed loan anuitas                                31,469,496,517            33,879,214,325
          PT BCA Finance                                         560,506,549               275,841,839

          Sub-jumlah                                        138,870,003,066            146,935,056,164
          Jumlah                                            316,466,376,347            334,451,392,927

          Bagian jatuh tempo dalam
               waktu satu tahun                             (73,770,777,872)           (73,458,821,379)

          Bagian Jangka Panjang                             242,695,598,475            260,992,571,548


                                                                  41
Page 49
                                                    FINAL DRAFT
      PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                              Date:
      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
      Tanggal 31 Maret 2025
      dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
      (Mata Uang Rupiah Indonesia)
    14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)

         b. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka panjang terdiri dari: (Lanjutan)

         Perusahaan
         PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
         Pada tanggal 6 September 2021, Perusahaan memeroleh fasilitas kredit investasi refinancing dan kredit skema PEN
         dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 315 miliar dan Rp 100 miliar. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar
         8% per tahun pada tahun 2025 dan 2024.
         Fasilitas ini terutang dalam angsuran bulanan masing-masing sampai dengan September 2029 dan November 2024.
          Fasilitas ini dijamin dan memiliki ketentuan atau rasio keuangan yang sama dengan fasilitas jangka pendek.
Approved by:
         Pembayaran pokok pinjaman pada tahun 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp 9.843.750.000 dan Rp
         76.375.000.000. Fasilitas kredit skema PEN telah dlunasi pada bulan November 2024.

         PT BCA Finance
         Pada tahun 2020-2021 dan 2024, Perusahaan mengadakan perjanjian kredit kepemilikan kendaraan yang terutang
         dalam angsuran bulanan sampai dengan 2023-2026. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 3,75%-4,49% per tahun pada
         tahun 2025 dan 2024.
         Pembayaran pokok pinjaman pada tahun 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp 76.213.482 dan Rp 515.380.327.

         Entitas anak
         PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
         Pada tanggal 6 September 2021, ITR, entitas anak, memeroleh fasilitas kredit investasi refinancing dengan batas
         maksimum sebesar Rp 190 miliar. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8% per tahun pada tahun 2025 dan 2024.
         Fasilitas ini terutang dalam angsuran bulanan sampai dengan September 2029. Fasilitas ini dijamin dan memiliki
         ketentuan atau rasio keuangan yang sama dengan fasilitas jangka pendek.
         Pembayaran pokok pinjaman pada tahun 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp 5.940.000.000 dan Rp
         23.760.000.000.

         PT Bank Maspion Indonesia Tbk
         Pada tanggal 25 Januari 2023, ITR memeroleh fasilitas kredit berupa fasilitas fixed loan anuitas dengan batas
         maksimum sebesar Rp 50 miliar. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8,5% per tahun pada tahun 2025 dan 2024 dan
         terutang dalam angsuran bulanan sampai dengan Februari 2028. Fasilitas ini dijamin dengan jaminan yang sama
         dengan fasilitas jangka pendek.
         Pembayaran pokok pinjaman pada tahun 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp 2.409.717.808 dan Rp
         9.094.291.215.
         ITR wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
            Rasio lancar minimum 1x.
            Rasio debt service coverage minimum 100%.
            Rasio debt to equity maksimum 2,5x.

         PT BCA Finance

         Pada tahun 2021-2023, ITR, ITK dan INT, entitas anak, mengadakan perjanjian kredit kepemilikan kendaraan dengan
         angsuran bulanan hingga tahun 2026. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 2,99%-5,72% per tahun pada tahun 2025
         dan 2024.
         Pembayaran pokok pinjaman pada tahun 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp 78.535.290 dan Rp 726.399.142.

         Kepatuhan atas Syarat-syarat Pinjaman

         Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024, Grup telah memenuhi semua persyaratan pinjaman-pinjaman tersebut di atas
         seperti disebutkan dalam perjanjian kredit terkait.




                                                                 42
Page 50
                                                      FINAL DRAFT
      PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                 Date:
      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
      Tanggal 31 Maret 2025
      dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
      (Mata Uang Rupiah Indonesia)

    15. UTANG USAHA
        a. Akun ini terdiri dari utang kepada pemasok sebagai berikut:

                                                 31 Maret 2025                     31 Desember 2024
                                                 (Tidak diaudit)                       (Diaudit)

         Pihak ketiga
         Lokal                                       63,133,894,972                    123,850,274,550
Approved Impor
         by:                                         12,703,733,196                      7,419,788,787
         Sub-jumlah                                  75,837,628,168                    131,270,063,337

        Pihak berelasi
        PT Integriya Dekorindo                           48,307,500                                     -
        Sub-jumlah                                       48,307,500                                     -

        Jumlah                                       75,885,935,668                    131,270,063,337


        b. Berdasarkan mata uang

                                                 31 Maret 2025                     31 Desember 2024
                                                 (Tidak diaudit)                       (Diaudit)

        Rupiah                                       63,182,202,472                   123,850,274,550
        Dolar Amerika Serikat                        12,028,112,794                     6,844,635,468
        Ren Min Bi                                      538,339,761                       395,294,347
        Euro                                            137,280,641                       179,858,972

        Jumlah                                       75,885,935,668                   131,270,063,337


        c. Berdasarkan umur

                                                 31 Maret 2025                     31 Desember 2024
                                                 (Tidak diaudit)                       (Diaudit)

        1 - 30 hari                                  71,262,208,294                   126,912,693,885
        31 - 60 hari                                  2,798,300,768                     4,098,551,962
        61 – 90 hari                                  1,822,541,405                       253,895,044
        > 90 hari                                         2,885,201                         4,922,446

        Jumlah                                       75,885,935,668                   131,270,063,337

    Utang usaha merupakan utang tanpa jaminan dan tidak dikenakan bunga.

    16. ASET HAK GUNA – BERSIH

                                                                   31 Maret 2025
                                    Saldo Awal          Penambahan             Pengurangan        Reklasifikasi        Saldo Akhir


         Biaya Perolehan
         Mesin dan peralatan        35,060,129,747                    -                   -        (9,584,622,948)      25,475,506,799
         Kendaraan                   4,035,924,054                    -                   -        (1,043,500,000)       2,992,424,054
         Jumlah                     39,096,053,801                    -                   -       (10,628,122,948)      28,467,930,853


                                                                     43
Page 51
                                                          FINAL DRAFT
       PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                    Date:
       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
       Tanggal 31 Maret 2025
       dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
       (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     16. ASET HAK GUNA – BERSIH (Lanjutan)

                                                                     31 Maret 2025
                                      Saldo Awal            Penambahan           Pengurangan           Reklasifikasi      Saldo Akhir


          Akumulasi
          Penyusutan
          Mesin dan peralatan         6,048,060,792            99,388,252                      -       (2,437,277,069)      3,710,171,975
          Kendaraan                   1,365,374,277           497,344,569                      -        (392,487,512)       1,470,231,334
          Jumlah                      7,413,435,069           596,732,821                      -       (2,829,764,581)      5,180,403,309
Approved by:
          Nilai Buku                 31,682,618,732                                                                        23,287,527,544




                                                                   31 Desember 2024
                                      Saldo Awal            Penambahan           Pengurangan           Reklasifikasi      Saldo Akhir


          Biaya Perolehan
          Mesin dan peralatan         60,024,423,234                      -                    -      (24,964,293,487)     35,060,129,747
          Kendaraan                    8,755,762,215                      -                    -       (4,719,838,161)       4,035,924,054
          Jumlah                      68,780,185,449                      -                    -      (29,684,131,648)     39,096,053,801


          Akumulasi
          Penyusutan
          Mesin dan peralatan          9,224,367,142         2,326,769,330                     -       (5,503,075,680)      6,048,060,792
          Kendaraan                    2,488,438,425          667,011,174                      -       (1,790,075,322)       1,365,374,277
          Jumlah                      11,712,805,567         2,993,780,504                     -       (7,293,151,002)      7,413,435,069
          Nilai Buku                  57,067,379,882                                                                       31,682,618,732




          Rincian berdasarkan nilai tercatat untuk setiap kelompok aset hak-guna adalah sebagai berikut:

                                                        31 Maret 2025            31 Desember 2024
                                                        (Tidak diaudit)              (Diaudit)

          Mesin dan peralatan                             21,765,334,824              29,012,068,955
          Kendaraan                                        1,522,192,720               2,670,549,777

          Jumlah                                          23,287,527,544              31,682,618,732

        Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan
        yang mengindikasikan penurunan nilai aset hak-guna pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024.

     17. PERPAJAKAN

          a. Pajak dibayar di muka terdiri dari:
                                             31 Maret 2025                    31 Desember 2024
                                             (Tidak diaudit)                      (Diaudit)

          Perusahaan
          Pajak Pertambahan Nilai                      5,629,362,271                 10,661,326,107
          Pajak penghasilan:
            Pasal 23                                               -                         50,600
          Sub-jumlah                                   5,629,362,271                 10,661,376,707



                                                                       44
Page 52
                                                     FINAL DRAFT
      PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                         Date:
      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
      Tanggal 31 Maret 2025
      dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
      (Mata Uang Rupiah Indonesia)

    17. PERPAJAKAN (Lanjutan)

         a. Pajak dibayar di muka terdiri dari: (Lanjutan)
                                            31 Maret 2025             31 Desember 2024
                                            (Tidak diaudit)               (Diaudit)

          Entitas anak
          Pajak Pertambahan Nilai               39,228,784,721             81,302,316,665
          Pajak penghasilan:
Approved by:
             Pasal 21                                        -                 95,046,592
             Pasal 23                                6,299,912                          -
          Sub-jumlah                            39,235,084,633             81,397,363,257

         Jumlah                                 44,864,446,904             92,058,739,964



        b. Utang pajak terdiri dari:

                                              31 Maret 2025            31 Desember 2024
                                              (Tidak diaudit)              (Diaudit)

        Perusahaan
        Pajak penghasilan:
          Pasal 4(2)                                   69,755,040               67,739,577
          Pasal 21                                    630,655,035                8,485,386
          Pasal 22                                      6,587,174                4,217,420
          Pasal 23                                     51,099,499               91,698,766
          Pasal 25                                    313,382,534              313,382,534
          Pasal 26                                              -               16,760,650
          Pasal 29                                    722,480,957              722,480,957
        Sub-jumlah                                  1,793,960,239            1,224,765,290

        Entitas anak
        Pajak Pertambahan Nilai                          1,190,297           3,622,644,242
        Pajak penghasilan:
          Pasal 4(2)                                  157,251,129              160,027,108
          Pasal 21                                  1,086,907,448                4,677,776
          Pasal 22                                     76,997,841              124,127,358
          Pasal 23                                    183,534,089              289,778,482
          Pasal 25                                  2,638,657,343            2,638,657,343
          Pasal 29                                 16,448,101,638           11,161,432,954
          Lain-lain                                             -                5,251,620
        Sub-jumlah                                 20,592,639,785           18,006,596,883

        Jumlah                                     22,386,600,024           19,231,362,173




                                                                 45
Page 53
                                                        FINAL DRAFT
       PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                                Date:
       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
       Tanggal 31 Maret 2025
       dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
       (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     17. PERPAJAKAN (Lanjutan)

        c. Lain-lain

            Pada tahun 2024, Grup memperoleh Surat Ketetapan Pajak sebagai berikut:

                                                                             2024
                                       Surat
                                                                                                                                         Tanggal Surat
                  Entitas            Ketetapan          Jenis Pajak                         Periode                 Jumlah
                                                                                                                                        Ketetapan Pajak
                                       Pajak
                                                                                     November - Desember
         Perusahaan                Lebih Bayar    Pajak Pertambahan Nilai                                           6,561,103,139   Januari - Februari 2024
                                                                                              2023
Approved by:                       Lebih Bayar    Pajak Pertambahan Nilai            Januari - Oktober 2024        24,032,994,126   Maret - Desember 2024
         PT Intertrend Utama       Lebih Bayar    Pajak Pertambahan Nilai           Oktober - Desember 2023        36,305,797,855   Januari - Februari 2024
                                   Lebih Bayar    Pajak Pertambahan Nilai            Januari - Oktober 2024        67,902,156,785   Maret - Desember 2024
         PT Interkraft             Lebih Bayar    Pajak Pertambahan Nilai           Oktober - Desember 2023        12,580,180,337   Januari - Februari 2024
                                                                                     Maret - April dan Juni -
                                   Lebih Bayar    Pajak Pertambahan Nilai                                           2,890,650,728   Mei - September 2024
                                                                                            Juli 2024
                                                  Pajak Penghasilan pasal
                                   Lebih Bayar                                                                      1,412,196,736   Februari 2024
                                                  29                                          2022
                                                  Pajak Penghasilan pasal
                                   Kurang Bayar                                                                       17,831,368    Januari 2024
                                                  23                                    Desember 2022
                                                  Pajak Penghasilan pasal
                                   Kurang Bayar                                                                       61,426,832    Januari 2024
                                                  4 (2)                                 Desember 2022
                                   Kurang Bayar   Pajak Pertambahan Nilai               Desember 2022                 103,247,953   Januari 2024
         PT Intera Indonesia       Lebih Bayar    Pajak Pertambahan Nilai           Oktober - Desember 2023        12,086,270,945   Januari - Maret 2024
                                   Lebih Bayar    Pajak Pertambahan Nilai            Januari - Oktober 2024        26,694,967,956   April - Desember 2024
                                                  Pajak Penghasilan pasal
         PT Narkata Rimba          Kurang Bayar                                                                      423,044,672    Juli 2024
                                                  29                                          2022
                                                  Pajak Penghasilan pasal
                                   Kurang Bayar                                                                       61,570,371    Desember 2024
                                                  23                                Januari - Desember 2022
                                                  Pajak Penghasilan pasal            Januari dan Desember
                                   Kurang Bayar                                                                       61,902,263    Desember 2024
                                                  23                                          2023
                                   Kurang Bayar   Pajak Pertambahan Nilai               Desember 2023                123,411,960    Desember 2024
                                                  Pajak Penghasilan pasal
                                   Kurang Bayar                                                                       64,969,413    Desember 2024
                                                  21                                    Desember 2023
                                                  Pajak Penghasilan pasal
                                   Kurang Bayar                                                                      251,475,211    Desember 2024
                                                  4 (2)                                 Desember 2023
                                                  Pajak Penghasilan pasal
                                   Lebih Bayar                                                                      1,814,418,406   Desember 2024
                                                  4 (2)                                       2023
                                                  Pajak Penghasilan pasal
         PT Belayan River Timber   Kurang Bayar                                                                     1,001,061,395   Oktober 2024
                                                  4 (2)                                 Desember 2023
                                                  Pajak Penghasilan pasal
                                   Kurang Bayar                                                                       11,969,692    Oktober 2024
                                                  21                                    Desember 2023
                                                  Pajak Penghasilan pasal
                                   Kurang Bayar                                                                         8,334,300   Oktober 2024
                                                  23                                    Desember 2023
                                                  Pajak Penghasilan pasal
                                   Kurang Bayar                                                                     1,142,055,660   Oktober 2024
                                                  29                                          2023



     18. LIABILITAS KONTRAK

          Akun ini terdiri dari uang muka yang diterima dari pelanggan yang berasal dari penjualan furniture:

                                                      31 Maret 2025                                  31 Desember 2024
                                                      (Tidak diaudit)                                    (Diaudit)

          Pihak ketiga
          Ekspor                                             13,536,113,791                                168,826,263,333
          Lokal                                                  13,513,514                                     20,255,500
          Sub-jumlah                                         13,549,627,305                                168,846,518,833

          Pihak berelasi
          PT Integriya Dekorindo                                  405,405,405
          Sub-jumlah                                              405,405,405                                                -



          Jumlah                                             13,955,032,710                                168,846,518,833




                                                                            46
Page 54
                                                  FINAL DRAFT
      PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                        Date:
      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
      Tanggal 31 Maret 2025
      dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
      (Mata Uang Rupiah Indonesia)
    19. UTANG OBLIGASI DAN SUKUK MUDHARABAH
        a. Utang obligasi terdiri dari

                                                    31 Maret 2025            31 Desember 2024
                                                    (Tidak diaudit)              (Diaudit)

         Nilai nominal                                 52,530,000,000           250,000,000,000
         Dikurangi biaya emisi obligasi
           ditangguhkan yang belum diamortisasi         (185,592,900)             (352,675,340)
Approved Utang
         by:    obligasi - bersih                      52,344,407,100           249,647,324,660
         Bagian Jatuh Tempo dalam
           waktu satu tahun                                           -         197,326,083,357

        Bagian jangka panjang                          52,344,407,100            52,321,241,303


        b. Sukuk mudharabah terdiri dari:

                                                    31 Maret 2025           31 Desember 2024
                                                    (Tidak diaudit)             (Diaudit)

        Nilai nominal                                  25,230,000,000          109,030,000,000
        Bagian jatuh tempo
          dalam waktu satu tahun                                      -         83,800,000,000

        Bagian jangka panjang                          25,230,000,000           25,230,000,000


       “Obligasi Berkelanjutan I Integra Indocabinet Tahap II Tahun 2022 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I
       Integra Indocabinet Tahap II Tahun 2022” (“Sukuk Mudharabah”)

       Pada tanggal 28 Maret 2022, Perusahaan telah mencatatkan di Bursa Efek Indonesia untuk “Obligasi Berkelanjutan I
       Integra Indocabinet Tahap II Tahun 2022 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Integra Indocabinet Tahap
       II Tahun 2022” (“Sukuk Mudharabah”) masing-masing sebesar Rp 250.000.000.000 dan Rp 109.030.000.000.

       Obligasi Perusahaan yang dikeluarkan terdiri dari dua (2) seri, yaitu Obligasi Seri A dan Obligasi Seri B dengan
       penawaran masing-masing 100% dari jumlah pokok Obligasi. Rincian Obligasi yang telah didistribusikan kepada
       masyarakat adalah sebagai berikut:
         -   Seri A sebesar Rp 197.470.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9% per tahun yang dibagikan per tiga
             (3) bulan, berjangka waktu tiga (3) tahun; dan
         -   Seri B sebesar Rp 52.530.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,75% per tahun yang dibagikan per tiga
             (3) bulan, berjangka waktu lima (5) tahun.

       Sukuk Mudharabah Perusahaan yang dikeluarkan terdiri dari dua (2) seri, yaitu Sukuk Mudharabah Seri A dan Sukuk
       Mudharabah Seri B dengan penawaran masing-masing 100% dari jumlah pokok Sukuk Mudharabah. Rincian Sukuk
       Mudharabah yang telah didistribusikan kepada masyarakat adalah sebagai berikut:
         -   Seri A sebesar Rp 83.800.000.000 dengan indikasi pendapatan bagi hasil sebesar 9% per tahun yang dibagikan
             per tiga (3) bulan, berjangka waktu tiga (3) tahun; dan
         -   Seri B sebesar Rp 25.230.000.000 dengan indikasi pendapatan bagi hasil sebesar 9,75% per tahun yang
             dibagikan per tiga (3) bulan, berjangka waktu lima (5) tahun.

       Berdasarkan pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (“Pefindo”), Perusahaan memperoleh peringkat idA
       (Single A) untuk Obligasi dan idA(sy) (Single A Syariah) untuk Sukuk Mudharabah.

       Obligasi dan Sukuk Mudharabah di atas tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta
       kekayaan Perusahaan baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan
       ada di kemudian hari sesuai dengan ketentuan dalam pasal 1131 dan 1132 Kitab Undang-undang Hukum Perdata.

       Perusahaan menggunakan dana Obligasi dan Sukuk Mudharabah tersebut, setelah dikurangi dengan biaya emisi,
       sebagai modal kerja Perusahaan dan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dengan wali amanat PT Bank
       Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.
                                                         47
Page 55
                                                   FINAL DRAFT
       PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                          Date:
       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
       Tanggal 31 Maret 2025
       dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
       (Mata Uang Rupiah Indonesia)
     19. UTANG OBLIGASI DAN SUKUK MUDHARABAH (Lanjutan)

        “Obligasi Berkelanjutan I Integra Indocabinet Tahap I Tahun 2021 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I
        Integra Indocabinet Tahap I Tahun 2021” (“Sukuk Mudharabah”)

        Pada tanggal 15 April 2021, Perusahaan telah mencatatkan di Bursa Efek Indonesia untuk “Obligasi Berkelanjutan I
        Integra Indocabinet Tahap I Tahun 2021 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Integra Indocabinet Tahap I
        Tahun 2021” (“Sukuk Mudharabah”) masing-masing sebesar Rp 450.000.000.000 dan Rp 150.000.000.000.

        Obligasi Perusahaan yang dikeluarkan terdiri dari dua (2) seri, yaitu Obligasi Seri A dan Obligasi Seri B dengan
        penawaran masing-masing 100% dari jumlah pokok Obligasi. Rincian Obligasi yang telah didistribusikan kepada
        masyarakat adalah sebagai berikut:
Approved by:

           -   Seri A sebesar Rp 42.180.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9% per tahun yang dibagikan per tiga (3)
               bulan, berjangka waktu 370 hari; dan
           -   Seri B sebesar Rp 407.820.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,25% per tahun yang dibagikan per
               tiga (3) bulan, berjangka waktu tiga (3) tahun.

        Sukuk Mudharabah Perusahaan yang dikeluarkan terdiri dari dua (2) seri, yaitu Sukuk Mudharabah Seri A dan Sukuk
        Mudharabah Seri B dengan penawaran masing-masing 100% dari jumlah pokok Sukuk Mudharabah. Rincian Sukuk
        Mudharabah yang telah didistribusikan kepada masyarakat adalah sebagai berikut:
           -   Seri A sebesar Rp 52.500.000.000 dengan indikasi pendapatan bagi hasil sebesar 9% per tahun yang dibagikan
               per tiga (3) bulan, berjangka waktu 370 hari; dan
           -   Seri B sebesar Rp 97.500.000.000 dengan indikasi pendapatan bagi hasil sebesar 10,25% per tahun yang
               dibagikan per tiga (3) bulan, berjangka waktu tiga (3) tahun.
        Berdasarkan pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (“Pefindo”), Perusahaan memperoleh peringkat idA-
        (Single A Minus) untuk Obligasi dan idA-(sy) (Single A Minus Syariah) untuk Sukuk Mudharabah.
        Obligasi dan Sukuk Mudharabah di atas dijamin dengan Hak Guna Bangunan milik ITK, piutang usaha dan persediaan
        tertentu milik Perusahaan.
        Perusahaan menggunakan dana Obligasi dan Sukuk Mudharabah tersebut, setelah dikurangi dengan biaya emisi, untuk
        melakukan pelunasan utang entitas anak, ITK dan INT, pada Indonesia Eximbank dan sisanya dipergunakan sebagai
        modal kerja Perusahaan dan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dengan wali amanat PT Bank Rakyat Indonesia
        (Persero) Tbk.
        Obligasi dan Sukuk Mudharabah yang diterbitkan Perusahaan mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan
        (negative covenants) antara lain untuk tidak melakukan hal-hal tertentu tanpa persetujuan tertulis Wali Amanat
        sebagaimana diatur dalam Perjanjian Wali Amanat, antara lain:
           -   Melakukan penggabungan atau peleburan dengan perusahaan lain yang akan menyebabkan bubarnya
               Perusahaan atau yang akan mempunya dampak negatif yang material.
           -   Mengurangi modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor Perusahaan.
           -   Menjaminkan dan/atau membebani dengan caraapapun asset Grup.
           -   Mengalihkan aset tetap yang jumlahnya melebihi 20% dari total aset Perusahaan.
           -   Mengubah bidang usaha utama.
           -   Mengajukan permohonan pailit atau permohonan penundaan kewajiban pembayaranutang.
           -   Mengeluarkan obligasi, sukuk atau efek-efek lainnya melalui Pasar Modal yang dijamin secara khusus.
        Di samping itu, Perusahaan juga diwajibkan untuk memelihara beberapa rasio keuangan sebagai berikut:
           -   EBITDA terhadap jumlah beban bunga minimal 1,25x.
           -   Rasio debt to equity maksimum 3x.
        Pada tanggal pelaporan, Perusahaan telah memenuhi seluruhnya persyaratan rasio-rasio keuangan yang ditentukan
        pada perjanjian penerbitan Obligasi dan Sukuk Mudharabah.
        Saldo beban bunga terutang pada Maret 2025 dan 2024 sebesar Rp 5.538.692.500 dan Rp 639.642.500 yang dicatat
        sebagai bagian dari “Beban akrual” pada laporan posisi keuangan konsolidasian.




                                                               48
Page 56
                                                     FINAL DRAFT
       PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                            Date:
       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
       Tanggal 31 Maret 2025
       dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
       (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     20. MODAL SAHAM DAN TAMBAHAN MODAL DISETOR
          a.   Modal Saham

               Rincian pemegang saham Perusahaan dan persentase kepemilikannya pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31
               Desember 2024 berdasarkan catatan yang dibuat PT Datindo Entrycom, Biro Administrasi Efek adalah sebagai
               berikut:
                                                                   Persentase
                                            Jumlah saham                                   Jumlah
                                                                  Kepemilikan

               PT Integra Indo Lestari              4,573,835,000            71.05%              457,383,500,000
Approved by:
               Komisaris
                 Stephanie Kane Ilham                  10,000,000             0.15%                 1,000,000,000
               Direksi
                 Halim Rusli                           25,000,000             0.39%                 2,500,000,000
                 Widjaja Karli                         20,000,000             0.31%                 2,000,000,000
                 Sjany Tjandra                         10,000,000             0.15%                 1,000,000,000
                 Wang Sutrisno                         10,000,000             0.15%                 1,000,000,000
               Masyarakat (masing-masing
                 kurang dari 5%                     1,615,121,900            25.09%              161,512,190,000

               Sub-jumlah                           6,263,956,900            97.29%              626,395,690,000
               Saham treasuri                         173,543,100             2.71%               17,354,310,000
               Jumlah                               6,437,500,000             100%               643,750,000,000



               Berdasarkan program MESOP yang tercatat di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.03-
               0007286 tanggal 16 Januari 2023, modal ditempatkan dan disetor penuh meningkat dari Rp 636.250.000.000
               menjadi Rp 643.750.000.000

               Saham Treasuri
               Pada tanggal 8 Maret 2023, Perusahaan melalui surat No. 007/WOOD/03/2023 mengajukan permohonan
               persetujuan pembelian kembali saham Perusahaan (saham treasuri) kepada Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”)
               sebanyak-banyaknya sebesar Rp 50.000.000.000. Pembelian kembali tersebut dilakukan dalam jangka waktu 3
               bulan, dari tanggal 9 Maret 2023 hingga 9 Juni 2023 dan dilakukan dalam beberapa kali transaksi.

               Pada tahun 2023, jumlah saham yang dibeli adalah sebanyak 98.393.900 lembar (nilai nominal Rp 100 per lembar)
               dengan nilai sebesar Rp 40.313.928.800. Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah saham treasuri 173.543.100
               lembar dengan nilai Rp 89.957.290.800.

               Pembentukan saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya
               Dalam rangka memenuhi Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007, yang mengharuskan
               perusahaan-perusahaan secara bertahap mencadangkan sekurang-kurangnya 20% dari modal yang ditempatkan
               sebagai cadangan dana umum, para pemegang saham menyetujui pencadangan sebagian dari saldo laba
               Perusahaan sebagai cadangan dana umum sebesar Rp 494.268.062.435 pada tahun 2022 yang diputuskan dalam
               RUPS pada tanggal 15 Juli 2022.

               Cadangan selisih kurs atas penjabaran akun-akun kegiatan usaha luar negeri
               Selisih kurs yang berkaitan dengan penjabaran dari aset neto dari kegiatan usaha luar negeri Grup dari mata uang
               fungsional mereka ke mata uang penyajian Grup (yaitu Rupiah) diakui langsung dalam penghasilan komprehensif
               lain dan diakumulasikan dalam cadangan selisih kurs atas penjabaran akun-akun kegiatan usaha luar negeri.
               Selisih kurs sebelumnya diakumulasi dalam cadangan selisih kurs atas penjabaran akun-akun kegiatan usaha luar
               negeri direklasifikasi ke laba rugi saat dilepaskan atau pelepasan sebagian kegiatan usaha luar negeri.




                                                                 49
Page 57
                                                       FINAL DRAFT
       PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                                Date:
       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
       Tanggal 31 Maret 2025
       dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
       (Mata Uang Rupiah Indonesia)
     20. MODAL SAHAM DAN TAMBAHAN MODAL DISETOR (Lanjutan)
          b.   Tambahan modal disetor
               Rincian akun tambahan modal disetor adalah sebagai berikut:
                                             31 Maret 2025          31 Desember 2024
                                             (Tidak diaudit)              (Diaudit)

               Tambahan modal disetor
                 di atas nilai nominal          236,412,562,853                   236,412,562,853
               Biaya emisi saham                 (6,142,500,000)                   (6,142,500,000)
Approved by:   Selisih transaksi kombinasi
                 bisnis antar entitas            82,846,704,551                    82,846,704,551
                 sepengendali
               Pengampunan pajak                  1,046,249,486                     1,046,249,486

               Jumlah                           314,163,016,890                   314,163,016,890


               Saldo tambahan modal disetor di atas nilai nominal berasal dari selisih antara hasil penerimaan dari Penawaran
               Umum Perdana Saham tahun 2017 atas 1.250.000.000 lembar saham kepada masyarakat dengan nilai
               nominalnya dan MESOP.
          c.   Kombinasi bisnis entitas sepengendali
               Pada tahun 2012, Perusahaan melakukan transaksi penyertaan saham pada BRT, ITR dan ITK, entitas anak. Pada
               tahun 2020, ITR, entitas anak, melakukan transaksi penyertaan saham pada SAM. Pada tahun 2021, Perusahaan
               melakukan pelepasan penyertaan saham pada ITD
               Transaksi tersebut di atas dilakukan antara entitas sepengendali dalam rangka kombinasi bisnis sehingga
               diperlakukan dengan metode penyatuan kepemilikan sesuai dengan PSAK No. 38 (Revisi 2012) mengenai
               “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”.
               Selisih neto nilai transaksi kombinasi bisnis dengan entitas sepengendali yang dicatat sebagai “Tambahan modal
               disetor” sehubungan dengan transaksi penyertaan saham di entitas anak, dengan rincian sebagai berikut:
                               Tahun akuisisi                                      Aset bersih yang
                                                Harga beli (harga jual)                                             Selisih
                                (pelepasan)                                       diperoleh (dilepas)
                Entitas anak
                ITD                2021                 (123,300,000,000)               (61,702,637,678)            61,597,362,322
                SAM                2020                     6,750,000,000                 3,953,644,773            (2,796,355,227)
                BRT                2012                    13,125,600,000                27,736,469,667             14,610,869,667
                ITR                2012                     7,524,000,000                 9,096,469,925              1,572,469,925
                ITK                2012                     4,653,000,000                12,515,357,864              7,862,357,864


                Jumlah                                   (91,247,400,000)                (8,400,695,449)            82,846,704,551



     21. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI
                                                          31 Maret 2025                        31 Desember 2024
                                                          (Tidak diaudit)                          (Diaudit)

          Saldo awal                                              84,568,357,385                        84,553,644,899
          Bagian rugi tahun berjalan                              (1,140,203,754)                       (6,539,639,262)
          Bagian penghasilan komprehensif
            tahun berjalan                                                          -                        266,382,026
          Dividen                                                                   -                      (557,202,862)
          Setoran modal                                                             -                      6,400,000,000
          Selisih translasi                                               321,181,385                        308,023,834
          Selisih kurs atas penjabaran
            akun-akun kegiatan usaha
            luar negeri                                                    74,783,967                       137,148,750

          Jumlah                                               83,824,118,983                           84,568,357,385
                                                                           50
Page 58
                                                     FINAL DRAFT
      PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                             Date:
      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
      Tanggal 31 Maret 2025
      dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
      (Mata Uang Rupiah Indonesia)
    22. PENJUALAN BERSIH
        Rincian penjualan bersih adalah sebagai berikut:
                                          31 Maret 2025                31 Maret 2024
                                         (Tidak diaudit)               (Tidak diaudit)

          Ekspor
             Manufaktur
              Building component              684,640,512,864              418,066,536,713
              Set up                           47,458,243,733               91,700,961,583
Approved by:  Knock down                       37,090,215,205              126,281,056,022

         Lokal
           Manufaktur
             Building component                 2,446,376,460                1,412,559,112
             Set up                             1,861,768,448                1,957,631,336
             Knock down                            10,270,940                1,892,137,319

         Jumlah                               773,507,387,650              641,310,882,085

        Rincian pelanggan yang memiliki transaksi penjualan lebih dari 10% dari jumlah penjualan bersih konsolidasian untuk
        periode 31 Maret 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:

                                              31 Maret 2025                                  31 Maret 2024
                                              (Tidak diaudit)                                (Tidak diaudit)

                                                          Persentase                                     Persentase
                                       Jumlah          terhadap jumlah              Jumlah            terhadap jumlah
                                                       penjualan bersih                               penjualan bersih

         Novo Building             275,073,521,338               35.56%                       -                        -
         Starbright Forever, Llc   156,904,922,734               20.28%         187,435,273,005                  29.23%
         The Empire Company                      -                     -         95,950,575,175                  14.96%
         US Lumber                  90,598,283,132               11.71%                       -                        -

        Penjualan berdasarkan pelanggan adalah adalah sebagai berikut:

                                   31 Maret 2025           31 Maret 2024
                                   (Tidak diaudit)         (Tidak diaudit)

         Pihak ketiga              770,766,265,052         638,104,936,939
         Pihak berelasi              2,741,122,598           3,205,945,146

         Jumlah                    773,507,387,650         641,310,882,085

    23. BEBAN POKOK PENJUALAN

        Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:
                                              31 Maret 2025                    31 Maret 2024
                                              (Tidak diaudit)                  (Tidak diaudit)

         Pemakaian bahan baku
           dan pembantu                              356,029,749,102             302,141,996,452
         Upah buruh langsung                          78,360,853,593              74,373,163,952
         Beban pabrikasi                             138,299,239,245             104,459,069,822
         Jumlah beban produksi                       572,689,841,940             480,974,230,226


                                                                 51
Page 59
                                                  FINAL DRAFT
      PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                            Date:
      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
      Tanggal 31 Maret 2025
      dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
      (Mata Uang Rupiah Indonesia)

    23. BEBAN POKOK PENJUALAN (Lanjutan)

        Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut: (Lanjutan)

                                               31 Maret 2025               31 Maret 2024
                                               (Tidak diaudit)             (Tidak diaudit)

         Barang dalam proses
             Awal tahun                           662,592,842,391            654,658,569,385
             Akhir tahun                        (665,188,138,875)          (675,382,000,809)
Approved by:
          Jumlah beban pokok produksi             570,094,545,456            460,250,798,802

         Persediaan barang jadi
           Awal tahun                             854,762,621,282            649,679,368,123
           Pembelian barang jadi                       36,905,979              6,777,540,291
           Akhir tahun                          (829,715,454,354)          (643,436,772,963)

         Jumlah beban pokok penjualan             595,178,618,363            473,270,934,253


    24. BEBAN USAHA

        Rincian beban usaha adalah sebagai berikut:
                                               31 Maret 2025               31 Maret 2024
                                               (Tidak diaudit)             (Tidak diaudit)

         Beban penjualan
         Kurir dan ekspor                         29,673,478,752               21,958,814,748
         Komisi                                    9,412,169,717                4,184,794,458
         Gaji dan tunjangan                          841,844,575                1,384,542,827
         Riset dan pengembangan                      363,133,848                  892,066,887
         Promosi                                     191,956,736                            -
         Ongkos angkut                             1,058,724,960                1,834,857,132
         Lain-lain (masing-
           masing dibawah Rp 2 miliar)              1,618,895,146               1,981,530,304

         Jumlah                                   43,160,203,734               32,236,606,356


         Beban umum dan administrasi
         Gaji dan tunjangan                       18,629,601,186               15,673,531,869
         Jasa manajemen                            4,071,389,729                3,866,075,424
         Penyusutan                                3,720,276,534                2,017,930,441
         Jamuan dan sumbangan                      3,034,699,017                5,425,802,757
         Pajak                                       377,410,815                  323,656,270
         Imbalan Kerja                             1,396,537,081                2,942,715,613
         Jasa profesional                          1,236,985,788                3,402,620,476
         Asuransi                                  1,091,989,089                1,173,351,424
         Keperluan kantor                            524,490,371                1,127,277,292
         Transportasi                                334,444,787                  588,287,596
         Perbaikan dan pemeliharaan                  919,101,388                  420,833,787
         Sewa                                        189,901,608                   39,153,957
         Lain-lain (masing-
           masing dibawah Rp 2 miliar)              1,293,850,051               1,839,957,998

         Jumlah                                   36,820,677,444               38,841,194,904
                                                                 52
Page 60
                                                     FINAL DRAFT
       PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                               Date:
       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
       Tanggal 31 Maret 2025
       dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
       (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     25. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
          Dalam kegiatan usaha normal, Grup melakukan transaksi usaha dan non usaha dengan pihak-pihak berelasi.
          Transaksi-transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, dimana persyaratan
          tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.
          Saldo dan transaksi antara entitas induk dan entitas anaknya, yang merupakan pihak berelasi, telah dieliminasi pada
          saat konsolidasi dan tidak diungkapkan dalam catatan ini.
          a.   Sifat hubungan dan transaksi

                       Pihak-pihak berelasi                   Hubungan                            Jenis transaksi
Approved by:
                PT Integra Indo Lestari (IIL)     Induk Perusahaan                   Jasa professional, beban sewa, dan beban
                                                                                     keuangan
                PT Alam Mentari Sejahtera (AMS)   Perusahaan Afiliasi                Penjualan
                PT Integriya Dekorindo (ITD)      Perusahaan Afiliasi                Penjualan, Pembelian, Penjualan aset tetap
                                                                                     penghasilan bunga, dan beban sewa
          b.   Transaksi
               Penjualan bersih ke pihak berelasi (sebagai persentase terhadap jumlah penjualan bersih):

                                                            31 Maret 2025               31 Maret 2024
                                                            (Tidak diaudit)             (Tidak diaudit)

               Penjualan Bersih - ITD                             1,991,910,698              2,588,675,216
               Penjualan Bersih - AMS                               749,211,900                617,180,200
               Penjualan Bersih - IIL                                         -                     89,730

               Jumlah                                             2,741,122,598              3,205,945,146

               Persentase terhadap
                 penjualan bersih                                           0.35%                    0.50%


               Pembelian dari pihak berelasi (sebagai persentase terhadap jumlah beban pokok penjualan):

                                                            31 Maret 2025                31 Maret 2024
                                                            (Tidak diaudit)              (Tidak diaudit)

               Pembelian - ITD                                          34,854,628             533,011,360

               Jumlah                                                   34,854,628             533,011,360

               Persentase terhadap
                 beban pokok penjualan                                      0.01%                    0.11%


               Beban (sebagai persentase terhadap jumlah beban pokok penjualan):

                                                            31 Maret 2025               31 Maret 2024
                                                            (Tidak diaudit)             (Tidak diaudit)

               Beban sewa - IIL                                   5,061,386,139              4,083,168,317

               Jumlah                                             5,061,386,139              4,083,168,317

               Persentase terhadap
                 beban pokok penjualan                                      0.85%                    0.86%


                                                                  53
Page 61
                                                     FINAL DRAFT
       PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                            Date:
       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
       Tanggal 31 Maret 2025
       dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
       (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     25. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan)
          b.   Transaksi (Lanjutan)
               Beban (sebagai persentase terhadap jumlah beban umum dan administrasi):

                                                              31 Maret 2025                 31 Maret 2024
                                                              (Tidak diaudit)               (Tidak diaudit)

               Jasa manajemen - IIL                                   4,071,389,729             3,866,075,424
               Beban sewa - ITD                                          45,412,845                45,412,845
Approved by:

               Jumlah                                                 4,116,802,574             3,911,488,269

               Persentase terhadap
                 beban umum dan
                 administrasi                                               11.18%                    10.07%



               Jasa manajemen
               IIL memberikan jasa manajemen di bidang akuntansi, keuangan, pajak, sumber daya manusia dan dukungan jasa
               teknologi informasi kepada Perusahaan, ITR, ITK, dan INT.
               Saldo terutang pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024 masing-masing adalah Rp 1.447.333.329 dan Rp
               1.444.925.922 yang dicatat sebagai bagian dari “Utang lain-lain – jangka pendek” pada laporan posisi keuangan
               konsolidasian.

               Pinjaman Pihak Berelasi

               Perusahaan memberikan pinjaman kepada ITD pada tahun 2025 dan 2024. Saldo piutang yang timbul dari
               transaksi tersebut pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024, disajikan sebagai “Pinjaman ke pihak berekasi” di
               laporan posisi keuangan konsolidasian. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 14,12% per tahun dan memiliki
               jangka waktu selama 1 tahun. Jumlah penghasilan bunga dari transaksi tersebut sebesar Rp 2.317.529.413 dan
               Rp 2.124.921.568 masing-masing pada 31 Maret 2025 dan 2024 dan dicatat sebagai bagian dari “Penghasilan
               bunga” di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan saldo piutang bunga disajikan
               sebagai bagian dari “Piutang lain-lain” di laporan posisi keuangan konsolidasian.

               Pada bulan Oktober 2024, Perusahaan menerima pinjaman dari IIL sebesar Rp 100 miliar. Saldo utang yang timbul
               dari transaksi tersebut pada 31 Maret 2025 dan 2024, disajikan sebagai “Pinjaman dari pihak berelasi” di laporan
               posisi keuangan konsolidasian. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 8,72% per tahun dan memiliki jangka waktu
               selama 5 tahun.

          c.   Saldo
               Aset (sebagai persentase terhadap jumlah aset):

                                                         31 Maret 2025                31 Desember 2024
                                                         (Tidak diaudit)                  (Diaudit)

               Piutang usaha                                  2,769,607,326               3,997,989,355
               Piutang lain-lain                                159,770,784                 130,206,079
               Pinjaman ke pihak berelasi                   163,924,028,841             161,812,520,809

               Jumlah                                       166,853,406,951             165,940,716,243

               Persentase terhadap
                 aset                                                   2.21%                     2.12%




                                                                 54
Page 62
                                                          FINAL DRAFT
       PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                          Date:
       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
       Tanggal 31 Maret 2025
       dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
       (Mata Uang Rupiah Indonesia)
     25. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan)
          c.   Saldo (Lanjutan)
               Liabilitas (sebagai persentase terhadap jumlah liabilitas):

                                                               31 Maret 2025                   31 Desember 2024
                                                               (Tidak diaudit)                     (Diaudit)

               Utang Usaha                                              48,307,500                                -
               Utang lain-lain                                       2,149,333,329                    1,891,325,922
Approved by:   Beban akrual                                          1,719,777,778                    1,719,777,778
               Liabilitas kontrak                                      405,405,405                                -
               Pinjaman dari pihak berelasi                        100,000,000,000                  100,000,000,000

               Jumlah                                              104,322,824,012                  103,611,103,700

               Persentase terhadap
                 liabilitas                                                      3.46%                           3.08%

     26. LABA PER SAHAM
          Perhitungan laba per saham dasar adalah sebagai berikut:
                                                    31 Maret 2025                           31 Maret 2024
                                                    (Tidak diaudit)                         (Tidak diaudit)

          Laba tahun berjalan yang
            dapat diatribusikan pada
            pemilik perusahaan                                49,502,606,012                    42,137,197,912
          Jumlah rata-rata tertimbang
            saham yang beredar                                 6,388,303,350                      6,388,303,350
          Laba per saham dasar
            dan dilusi                                                     7.75                                 6.60


     27. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING
          Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Grup memiliki aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
          sebagai berikut:
                                            31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)                          31 Desember 2024 (Diaudit)
                                     Mata Uang Asing          Ekuivalen Rupiah             Mata Uang Asing        Ekuivalen Rupiah
          ASET
          Kas dan setara kas       US$        3,197,108            53,033,624,850        US$        6,073,200             98,155,059,692
          Piutang usaha            US$       20,725,146           343,788,718,588        US$       28,182,353            455,483,184,347

          Jumlah                                                  396,822,343,438                                        553,638,244,039

          LIABILITAS
          Utang bank dan lembaga
          keuangan bukan bank      US$        8,146,396           135,132,420,995        US$       11,242,688            181,704,340,426
          Utang usaha              US$          725,109            12,028,112,794        US$          423,502              6,844,635,468
                                   EUR            7,672               137,280,641        RMB          178,529                395,294,347
                                   RMB          232,825               538,339,761        EUR           10,673                179,858,972

          Jumlah                                                  147,836,154,191                                        189,124,129,213

          Aset - bersih                                           248,986,189,247                                        364,514,114,826



          Aset dan liabilitas moneter di atas dijabarkan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada periode 31 Maret 2025
          dan Tahun 2024.



                                                                        55
Page 63
                                                   FINAL DRAFT
       PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                        Date:
       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
       Tanggal 31 Maret 2025
       dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
       (Mata Uang Rupiah Indonesia)
     28. PERISTIWA SETELAH TANGGAL PELAPORAN
          Pada April 2025, Perusahaan, menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atas Pajak Pertambahan Nilai untuk masa
          Februari 2025 sebesar Rp 1.347.016.390
          Pada April 2025, ITR, Entitas Anak, menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atas Pajak Pertambahan Nilai untuk
          masa Januari - Februari 2025 sebesar Rp 19.014.605.445
          Pada April 2025, INT, Entitas Anak, menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atas Pajak Pertambahan Nilai untuk
          masa Februari 2025 sebesar Rp 1.648.059.093
          Pada April 2025, ITK, Entitas Anak, menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atas Pajak Pertambahan Nilai untuk
          masa Februari 2025 sebesar Rp 2.278.170.044
Approved by:




                                                               56

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.92 MB
Published28 Apr 2025
Pages63
Characters289,238
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 64 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org INTEGRA INDOCABINET TBK p.2 ×194
linked person Stephanie Kane Ilham p.14 ×2
linked person Halim Rusli p.14 ×2
linked person Widjaja Karli p.14 ×2
linked person Syany Tjandra p.14 ×2
linked person Wang Sutrisno p.14 ×2
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.37 ×11
linked org Bank Central Asia Tbk p.37 ×17
linked org PT Bank Syariah Indonesia p.37
linked org Bank Maspion Indonesia Tbk p.44 ×20
linked org Indonesia Eximbank p.55
possible org PT Integra Indo Lestari p.12 ×5
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.12 ×5
possible org Bursa Efek Indonesia p.12 ×7
possible person Bing Hartono Poernomosidi p.14 ×2
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk p.37 ×24
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk p.37 ×17
unresolved person Soetjipto p.12
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.12
unresolved person Dyah Ayu Ambarwati p.12 ×6
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.12
unresolved org PT Belayan River Timber p.12 ×5
unresolved org PT Intertrend Utama p.12 ×4
unresolved org PT Interkraft p.12 ×3
unresolved org PT Intera Indonesia p.12 ×4
unresolved org PT Inter Kayu Mandiri p.12
unresolved org PT Superalam Mas p.12
unresolved org PT Narkata Rimba p.12 ×3
unresolved org PT Kandelia Alam p.12 ×2
unresolved org PT Borneo Forestama Lestari p.12 ×2
unresolved org PT Borneo Wana Utama p.12 ×2
unresolved org PT Ekosistem Alam Sejahtera p.12
unresolved org PT Indika Ekosistem Khatulistiwa p.13
unresolved org PT Ananda Anugerah Agung p.13 ×2
unresolved org PT Bakau Bina p.13 ×2
unresolved org PT Nala WIjaya Amerta p.13 ×2
unresolved org PT Renjana Amerta Lestari p.13 ×4
unresolved org PT Ekosistem Alas Lestari p.13
unresolved org PT Wana Kelola Utama p.13
unresolved org PT Arya Harita Wanantara p.13
unresolved org PT Askara Wana Utama p.13
unresolved org PT Bhumi Nawasena Sejahtera p.13
unresolved org Bank Indonesia p.32 ×2
unresolved org PT Bank Pembangunan Daerah Khusus Ibukota p.37
unresolved org PT Bank ICBC Indonesia p.37 ×2
unresolved org Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk p.37 ×2
unresolved org PT Integriya Dekorindo p.38 ×6
unresolved org PT Alam Mentari Sejahtera p.38 ×3
unresolved org PT Teknologi Optimal Prima p.40
unresolved org PT Interkreasi Kerja Aji p.40
unresolved org PT WoodOne Intega Indonesia p.41
unresolved org KJPP Pung’s Zulkarnain p.43 ×3
unresolved person Fahmi Hassan p.43 ×2
unresolved org PT Intertrend Utama Approved p.43
unresolved org KJPP Sarwono p.43 ×2
unresolved org KJPP Ruddy Barus Yenny p.43
unresolved person Dr. Ruddy Tri Santoso p.43 ×2
unresolved org PT BCA Finance p.48 ×4
unresolved org PT Pemeringkat Efek Indonesia p.54 ×2
unresolved org PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat p.54
unresolved org Banten Tbk. p.54
unresolved org PT Datindo Entrycom p.56
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH. p.56

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 5

FinancialStatement-2025-I-WOOD.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result