Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 63
Page 1
Page 2
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (Mata Uang Rupiah Indonesia)
Page 3
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
Laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit
Tanggal 31 Maret 2025
dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
Halaman
Daftar Isi
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Interim tidak diaudit ............................................................. 1
Laporan Laba Rugi Konsolidasian Interim tidak diaudit ………………………………………….………….. 2
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Interim tidak diaudit …………………………………………… 3
Laporan Arus Kas Konsolidasian Interim tidak diaudit ………………………………………………………. 4
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim tidak diaudit …………………………………… 5 - 56
***************************
Page 4
Page 5
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Catatan
(Tidak diaudit) (Diaudit)
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 123,875,637,628 5 149,972,058,552
Piutang usaha - bersih 6
Pihak ketiga 344,309,630,031 456,136,885,379
Pihak berelasi 2,769,607,326 25 3,997,989,355
Piutang lain-lain 7
Pihak ketiga 35,574,880,589 32,396,834,682
Pihak berelasi 159,770,784 25 130,206,079
Persediaan - bersih 2,980,867,533,907 8 3,066,675,992,197
Biaya dibayar di muka 4,374,957,978 5,932,952,214
Pajak dibayar di muka 44,864,446,904 17 92,058,739,964
Uang muka pembelian 986,589,261,177 9 987,074,358,644
Pinjaman ke pihak berelasi 163,924,028,841 25 161,812,520,809
Tagihan pajak - 32,724,981,497
Jumlah Aset Lancar 4,687,309,755,165 4,988,913,519,372
ASET TIDAK LANCAR
Uang muka pembelian 229,177,353,805 9 247,373,036,647
Penyertaan saham 4,904,400,000 10 4,904,400,000
Investasi pada entitas asosiasi 44,419,134,784 11 36,798,183,027
Aset tetap - bersih 2,188,313,307,578 12 2,165,118,541,006
Properti investasi 237,719,939,700 12 237,719,939,700
Aset hak guna - bersih 23,287,527,544 16 31,682,618,732
Aset lain-lain - bersih 114,352,786,290 13 114,102,730,359
Taksiran tagihan pajak 4,942,999,766 2,659,320,960
Aset pajak tangguhan 11,419,148,843 11,419,148,843
Jumlah Aset Tidak Lancar 2,858,536,598,310 2,851,777,919,274
JUMLAH ASET 7,545,846,353,475 7,840,691,438,646
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan
Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
1
Page 6
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Catatan
(Tidak diaudit) (Diaudit)
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank dan lembaga
keuangan bukan bank 2,154,534,290,950 14 2,069,376,479,283
Utang usaha 15
Pihak ketiga 75,837,628,168 131,270,063,337
Pihak berelasi 48,307,500 25 -
Utang lain-lain
Pihak ketiga 104,204,234,241 40,349,576,832
Pihak berelasi 2,149,333,329 25 1,891,325,922
Beban akrual 19
Pihak ketiga 47,807,169,783 34,646,979,688
Pihak berelasi 1,719,777,778 25 1,719,777,778
Utang pajak 22,386,600,024 17 19,231,362,173
Liabilitas kontrak 18
Pihak ketiga 13,549,627,305 168,846,518,833
Pihak berelasi 405,405,405 25 -
Utang jangka panjang
yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun
Utang bank dan lembaga
keuangan bukan bank 73,770,777,872 14 73,458,821,379
Liabilitas sewa 4,500,978,909 6,914,419,158
Utang Obligasi - 19 197,326,083,357
Sukuk Mudharabah - 19 83,800,000,000
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 2,500,914,131,264 2,828,831,407,740
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang, setelah
dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun :
Utang bank dan lembaga
keuangan bukan bank 242,695,598,475 14 260,992,571,548
Liabilitas sewa 1,366,121,975 1,850,084,024
Utang obligasi 52,344,407,100 19 52,321,241,303
Sukuk mudharabah 25,230,000,000 19 25,230,000,000
Pinjaman dari pihak berelasi 100,000,000,000 25 100,000,000,000
Liabilitas imbalan kerja 34,910,154,948 32,550,252,661
Liabilitas pajak tangguhan 61,484,869,161 62,170,198,323
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 518,031,151,659 535,114,347,859
JUMLAH LIABILITAS 3,018,945,282,923 3,363,945,755,599
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan
Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
1a
Page 7
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Catatan
(Tidak diaudit) (Diaudit)
EKUITAS
Ekuitas yang Dapat
Didistribusikan kepada
Pemilik Perusahaan
Modal saham - nilai nominal
Rp 100 per saham
Modal dasar -
20.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan
disetor penuh -
6.437.500.000 saham 643,750,000,000 20 643,750,000,000
Tambahan modal disetor 314,163,016,890 20 314,163,016,890
Saham treasuri (89,957,290,800) 20 (89,957,290,800)
Komponen ekuitas lainnya 236,828,827,991 236,828,827,991
Penghasilan Komprehensif lain 1,170,097,017,189 1,169,656,989,277
Saldo laba
Belum ditentukan
penggunaannya 1,375,460,165,635 1,325,000,567,640
Ditentukan penggunaannya 792,735,214,664 20 792,735,214,664
Jumlah Ekuitas yang dapat
Diatribusikan kepada Pemilik
Perusahaan 4,443,076,951,569 4,392,177,325,662
Kepentingan non-pengendali 83,824,118,983 21 84,568,357,385
JUMLAH EKUITAS 4,526,901,070,552 4,476,745,683,047
JUMLAH LIABILITAS DAN
7,545,846,353,475 7,840,691,438,646
EKUITAS
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan
Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
1b
Page 8
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
31 Maret 2025 31 Maret 2024
(Tidak diaudit) Catatan (Tidak diaudit)
PENJUALAN BERSIH 773,507,387,650 22,25 641,310,882,085
BEBAN POKOK PENJUALAN 595,178,618,363 23,25 473,270,934,253
LABA BRUTO 178,328,769,287 168,039,947,832
BEBAN USAHA
Beban Penjualan (43,160,203,734) 24 (32,236,606,356)
Beban umum dan administrasi (36,820,677,444) 24,25 (38,841,194,904)
Total Beban Usaha (79,980,881,178) (71,077,801,260)
LABA USAHA 98,347,888,109 96,962,146,572
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Beban keuangan (54,020,760,044) 14,19,25 (64,838,612,001)
Laba (rugi) selisih kurs - bersih 4,826,597,969 9,007,693,906
Penghasilan bunga 2,639,211,458 25 8,101,533,289
Laba (rugi) pelepasan aset tetap (2,965,978,322) 12 166,606,297
Lain - lain bersih 16,615,244,826 5,532,064,669
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 65,442,203,996 54,931,432,732
BEBAN PAJAK PENGHASILAN - BERSIH (17,079,801,738) (14,453,079,516)
LABA TAHUN BERJALAN 48,362,402,258 40,478,353,216
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN - -
JUMLAH PENGHASILAN KOMPREHENSIF
48,362,402,258 40,478,353,216
TAHUN BERJALAN
Laba tahun berjalan yang
dapat diatribusikan kepada:
Pemilik Perusahaan 49,502,606,012 42,137,197,912
Kepentingan non-pengendali (1,140,203,754) (1,658,844,696)
JUMLAH 48,362,402,258 40,478,353,216
LABA PER SAHAM DASAR YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK
ENTITAS INDUK
Dasar dan dilusian 7.75 25 6.60
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan
Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
2
Page 9
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Perusahaan
Saldo laba
Catatan Modal saham Tambahan modal Saham treasuri Komponen ekuitas Penghasilan Belum ditentukan Ditentukan Sub-jumlah Kepentingan Jumlah ekuitas
disetor lainnya komprehensif lain penggunaannya penggunaannya non-pengendali
Saldo 1 Januari 2024 643,750,000,000 314,163,016,890 (89,957,290,800) 238,898,344,827 1,179,693,702,812 1,148,023,933,477 792,735,214,664 4,227,306,921,870 84,553,644,899 4,311,860,566,769
Transfer surplus revaluasi
ke saldo laba 12
- - - - (843,099,869) 843,099,869 - - - -
Setoran modal kepentingan
non-pengendali 1d
- - - - - - - - 100,000,000 100,000,000
Laba tahun berjalan
- - - - - 42,137,197,912 - 42,137,197,912 (1,658,844,696) 40,478,353,216
Saldo 31 Maret 2024 643,750,000,000 314,163,016,890 (89,957,290,800) 238,898,344,827 1,178,850,602,943 1,191,004,231,258 792,735,214,664 4,269,444,119,782 82,994,800,203 4,352,438,919,985
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Perusahaan
Saldo laba
Catatan Modal saham Tambahan modal Saham treasuri Komponen ekuitas Penghasilan Belum ditentukan Ditentukan Sub-jumlah Kepentingan Jumlah ekuitas
disetor lainnya komprehensif lain penggunaannya penggunaannya non-pengendali
Saldo 1 Januari 2025
643,750,000,000 314,163,016,890 (89,957,290,800) 236,828,827,991 1,169,656,989,277 1,325,000,567,640 792,735,214,664 4,392,177,325,662 84,568,357,385 4,476,745,683,047
Transfer surplus revaluasi
ke saldo laba 12
- - - - (956,991,983) 956,991,983 - - - -
Selisih kurs atas penjabaran
akun-akun kegiatan usaha
luar negeri 20
- - - - 1,397,019,895 - - 1,397,019,895 395,965,352 1,792,985,247
Laba tahun berjalan
- - - - - 49,502,606,012 - 49,502,606,012 (1,140,203,754) 48,362,402,258
Saldo 31 Maret 2025 643,750,000,000 314,163,016,890 (89,957,290,800) 236,828,827,991 1,170,097,017,189 1,375,460,165,635 792,735,214,664 4,443,076,951,569 83,824,118,983 4,526,901,070,552
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
3
Page 10
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
31 Maret 2025 31 Maret 2024
(Tidak diaudit) Catatan (Tidak diaudit)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 732,208,026,212 500,699,835,805
Pembayaran kas kepada
pemasok, direksi, karyawan
dan lain-lain (496,201,424,332) (362,836,174,595)
Kas yang diperoleh dari
(digunakan untuk) operasi 236,006,601,880 137,863,661,210
Penerimaan pajak 32,724,981,497 10,375,285,831
Penerimaan bunga 2,639,211,458 8,101,533,289
Pembayaran bunga (52,750,694,430) (64,032,079,646)
Pembayaran pajak (14,762,141,022) (14,596,973,574)
Lain-lain - bersih 10,230,795,120 5,180,569,851
Kas Bersih yang Diperoleh
dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Operasi 214,088,754,503 82,891,996,961
ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS
INVESTASI
Hasil pelepasan aset tetap 437,789,345 12 595,082,251
Pembayaran uang muka
pembelian aset tetap (11,547,303,972) (1,022,344,000)
Perolehan aset tetap (8,170,803,957) 12 (1,371,410,086)
Perolehan aset lain-lain (622,552,318) (25,849,514,007)
Kas Bersih yang Digunakan
untuk Aktivitas Investasi (19,902,870,902) (27,648,185,842)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Penerimaan dari utang bank dan lembaga
keuangan bukan bank jangka pendek 1,961,273,770,810 1,478,848,920,887
Penerimaan pinjaman dari pihak berelasi - 200,000,000,000
Penambahan setoran modal oleh non-pengendali - 100,000,000
Pembayaran utang obligasi (197,470,000,000) 19 -
Pembayaran sukuk mudharabah (83,800,000,000) 19 -
Pembayaran utang bank dan lembaga
keuangan bukan bank jangka pendek (1,874,674,327,133) (1,669,515,383,617)
Pembayaran utang bank dan lembaga
keuangan bukan bank jangka panjang (18,348,216,580) 14 (29,343,489,009)
Pembayaran pokok liabilitas sewa (2,897,402,299) (4,516,799,517)
Kas Bersih yang Diperoleh dari (Digunakan
untuk Aktivitas Pendanaan) (215,916,175,202) (24,426,751,256)
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan
Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
4
Page 11
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
31 Maret 2025 31 Maret 2024
(Tidak diaudit) Catatan (Tidak diaudit)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS,
SETARA KAS DAN CERUKAN (21,730,291,601) 30,817,059,863
DAMPAK BERSIH PERUBAHAN NILAI
TUKAR ATAS KAS DAN SETARA KAS 1,078,867,016 (1,678,569,002)
KAS, SETARA KAS DAN
CERUKAN AWAL TAHUN 39,772,427,682 130,274,413,894
KAS, SETARA KAS DAN
CERUKAN AKHIR TAHUN 19,121,003,097 159,412,904,755
Kas, setara kas dan cerukan terdiri dari:
Kas 52,850,632,217 5 1,000,267,984
Bank 55,626,996,851 5 100,760,580,835
Deposito berjangka 15,398,008,560 5 99,175,536,000
Cerukan (104,754,634,531) 14 (41,523,480,064)
JUMLAH 159,412,904,755
19,121,003,097
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan
Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
4a
Page 12
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
1. UMUM
a. Pendirian Perusahaan
PT Integra Indocabinet, Tbk (“Perusahaan” atau “ITG”) didirikan berdasarkan akta notaris Soetjipto, S.H., No. 147
tanggal 19 Mei 1989. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan No. C2-320.HT.01.01.th’90 tanggal 20 Januari 1990.
Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan akta notaris Dyah
Ayu Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 6 tanggal 20 Juli 2022 menyetujui perubahan pasal 3 mengenai maksud dan
tujuan Perusahaan. Perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan Surat Keputusan No. AHU-0055698.AH.01.02.Tahun 2022 tanggal 8 Agustus 2022. Sampai dengan
Approved by: tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, amandemen tersebut belum dipublikasikan dalam Berita
Negara.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah berusaha dalam
bidang industri dan perdagangan besar. Perusahaan saat ini bergerak di bidang industri mebel kayu dan produk
kayu lainnya.
Perusahaan berkedudukan di Jalan Raya Industri No. 678, Betro, Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur.
Perusahaan mulai melakukan kegiatan operasinya pada tahun 1989.
Entitas induk langsung dan entitas induk utama Perseroan adalah PT Integra Indo Lestari yang didirikan dan
berdomisili di Indonesia.
b. Penawaran Umum Saham Perusahaan
Berdasarkan Surat Otoritas Jasa Keuangan No. S-307/D.04/2017, tanggal 14 Juni 2017, Pernyataan Pendaftaran
Perusahaan dalam rangka Penawaran Umum Perdana telah dinyatakan efektif. Pada tanggal 21 Juni 2017,
Perusahaan mencatatkan 1.250.000.000 lembar sahamnya dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai
nominal Rp 100 per saham di Bursa Efek Indonesia dengan harga penawaran perdana sebesar Rp 260 per saham.
c. Penawaran Umum Efek Utang Perusahaan
Berdasarkan Surat Otoritas Jasa Keuangan No. S-52/D.04/2021, tanggal 8 April 2021, Perusahaan memperoleh
pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan untuk melakukan penawaran umum berkelanjutan Obligasi dan
Sukuk Mudharabah dengan total penawaran umum masing-masing sebesar Rp 700.000.000.000 dan Rp
300.000.000.000.
Perusahaan telah mencatatkan di Bursa Efek Indonesia Obligasi dan Sukuk Mudharabah Tahap I masing masing
sebesar Rp 450.000.000.000 dan Rp 150.000.000.000 pada tanggal 15 April 2021.
Selanjutnya, pada tanggal 28 Maret 2022, Perusahaan telah mencatatkan di Bursa Efek Indonesia Obligasi dan
Sukuk Mudharabah Tahap II masing masing sebesar Rp 250.000.000.000 dan Rp 109.030.000.000.
d. Entitas Anak
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan memiliki Entitas Anak sebagai berikut:
Persentase Jumlah aset sebelum
Kepemilikan eliminasi (dalam jutaan rupiah)
Aktivitas Tahun
Bisnis Operasi 31 Maret 2025
Entitas Anak Domisili Komersial
31 Mar, 2025 31 Des, 2024 31 Mar, 2025 31 Des, 2024
____________ _____________ ______
Entitas Anak Langsung
PT Belayan River Timber (BRT) Kalimantan Timur a 1972 81.44% 81.44% 510,824 534,104
PT Intertrend Utama (ITR) Sidoarjo b 1993 99.79% 99.79% 2,421,121 2,409,066
PT Interkraft (ITK) Sidoarjo b 2002 99.53% 99.53% 1,269,516 1,287,110
PT Intera Indonesia (INT) Sidoarjo b 2012 99.89% 99.89% 1,415,950 1,455,929
PT Inter Kayu Mandiri (IKM) Sidoarjo c 2015 80.00% 80.00% 16,598 16,598
Carbon Resources Alliance Aps (CRA) Denmark d - 60.00% 60.00% 116,120 113,138
Entitas Anak Tidak Langsung
Melalui PT Intertrend Utama (ITR)
PT Superalam Mas (SAM) Tulungagung D d - 100.00% 100.00% 14,995 14,969
Melalui PT Belayan River Timber (BRT)
PT Narkata Rimba (NKT) Kalimantan Timur a 1978 99.00% 99.00% 51,848 52,979
PT Kandelia Alam (KAN) Kalimantan Barat d - 80.00% 80.00% 20,857 20,756
PT Borneo Forestama Lestari Kalimantan Timur d - 100.00% 100.00% 9,543 9,543
(BFL)
PT Borneo Wana Utama (BWU) Kalimantan Timur d - 100.00% 100.00% 40,399 40,405
PT Ekosistem Alam Sejahtera Kalimantan Timur d - 70.00% 70.00% 27,194 27,194
(EAS)
5
Page 13
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
1. UMUM (Lanjutan)
d. Entitas Anak (Lanjutan)
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan memiliki Entitas Anak sebagai berikut:
(Lanjutan)
Persentase Jumlah aset sebelum
Kepemilikan eliminasi (dalam jutaan rupiah)
Aktivitas Tahun
Bisnis Operasi 31 Maret 2025
Entitas Anak Domisili Komersial
31 Mar, 2025 31 Des, 2024 31 Mar, 2025 31 Des, 2024
____________ _____________ ______
Approved by: Entitas Anak Tidak Langsung (Lanjutan)
Melalui PT Belayan River Timber (BRT) (Lanjutan)
PT Indika Ekosistem Khatulistiwa Kalimantan Timur d - 70.00% 70.00% 45,026 45,020
(IEK)
PT Ananda Anugerah Agung (AAA) Pekanbaru d - 90.00% - 4,813 4,813
PT Bakau Bina Usaha (BBU) Aceh d - 95.00% - 571 562
Melalui PT Belayan River Timber (BRT) dan PT Narkata Rimba (NKT)
PT Nala WIjaya Amerta (NWA) Surabaya d - 100.00% 100.00% 4,046 4,046
PT Renjana Amerta Lestari (RAL) Surabaya d - 100.00% 100.00% 6,187 6,187
Melalui PT Borneo Forestama Lestari (BFL) dan PT Renjana Amerta Lestari (RAL)
PT Ekosistem Alas Lestari (EAL) Surabaya D d - 100.00% 100.00% 3,235 3,325
Melalui PT Borneo Wana Utama (BWU) dan PT Renjana Amerta Lestari (RAL)
PT Wana Kelola Utama (WKU) Surabaya d - 100.00% 100.00% 724 724
Melalui PT Nala Wijaya Amerta (NWA) dan PT Renjana Amerta Lestari (RAL)
PT Arya Harita Wanantara (AHW) Surabaya d - 100.00% 100.00% 3,258 3,258
PT Askara Wana Utama (AWU) Surabaya d - 100.00% 100.00% 713 713
PT Bhumi Nawasena Sejahtera Surabaya d - 100.00% 100.00% 506 506
(BWS)
Aktivitas Bisnis Entitas Anak
a. Industri Hak Pengelolaan Hutan
b. Industri Mebel
c. Perusahaan Induk
d. Belum beroperasi secara komersial
Perubahan dalam entitas anak selama periode berjalan adalah sebagai berikut:
PT Intertrend Utama
Berdasarkan keputusan rapat umum para pemegang saham ITR yang diaktakan dengan akta notaris Dyah Ayu
Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 18 tanggal 28 Juni 2024, para pemegang saham telah menyetujui antara lain
pembagian dividen sebesar Rp 225.000.000.000 untuk tahun buku 2023.
PT Intera Indonesia
Berdasarkan keputusan rapat umum para pemegang saham INT yang diaktakan dengan akta notaris Dyah Ayu
Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 19 tanggal 28 Juni 2024, para pemegang saham telah menyetujui antara lain
pembagian dividen sebesar Rp 75.000.000.000 untuk tahun buku 2023.
PT Kandelia Alam
Berdasarkan akta notaris Dyah Ayu Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 10 tanggal 24 Desember 2024, para pemegang
saham KAN menyetujui peningkatan modal dasar, ditempatkan dan disetor penuh dari Rp 4.000.000.000 menjadi
Rp 35.500.000.000.
PT Ananda Anugerah Agung
Berdasarkan akta notaris Dyah Ayu Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 3 tanggal 11 Januari 2024, BRT memiliki
penyertaan saham sebesar 900 lembar saham dengan nilai nominal Rp 1.000.000 per lembar saham pada
AAA. Persentase kepemilikan BRT sebesar 90%.
PT Bakau Bina Usaha
Berdasarkan akta notaris Dyah Ayu Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 2 tanggal 5 Februari 2024, BRT memiliki
penyertaan saham sebesar 475 lembar saham dengan nilai nominal Rp 1.000.000 per lembar saham pada BBU.
Persentase kepemilikan BRT sebesar 95%.
6
Page 14
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
1. UMUM (Lanjutan)
e. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
Susunan dewan komisaris dan direksi Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama (Independen) : Bing Hartono Poernomosidi*
Komisaris : Stephanie Kane Ilham
Direksi
Direktur Utama : Halim Rusli
Approved by: Direktur : Widjaja Karli
: Syany Tjandra
Direktur Independen : Wang Sutrisno
Komite Audit
Ketua : Bing Hartono Poernomosidi*
Anggota : Benny Bachtiar
Dian Prameswari
*merangkap sebagai Komisaris Independen
Perusahaan dan Entitas Anaknya (bersama-sama disebut “Grup”) memiliki 1.546 dan 1.590 orang karyawan tetap
masing-masing pada tanggal 31 Maret 2025 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2024.
f. Persetujuan dan Penerbitan Laporan Keuangan Konsolidasian
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan konsolidasian ini, sesuai
dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, yang diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi
Perusahaan pada 28 April 2025
2. PENERAPAN STANDAR BARU DAN REVISI
a. Perubahan Nomenklatur Standar Akuntansi Keuangan Indonesia
Sejalan dengan pengesahan Kerangka Standar Pelaporan Keuangan Indonesia, Dewan Standar Akuntansi
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) menyetujui perubahan nomenklatur Standar Akuntansi Keuangan
Indonesia yang mengatur penomoran Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi atas
Standar Akuntansi Keuangan (ISAK). Hal ini bertujuan untuk membedakan antara PSAK dan ISAK yang diadopsi
dari International Financial Reporting Standards (IFRS) dan yang tidak. Perubahan nomenklatur Standar Akuntansi
Keuangan Indonesia yang berlaku efektif pada 1 Januari 2024, tidak akan mempengaruhi isi masing-masing PSAK
dan ISAK.
b. Amandemen/Penyesuaian Standar yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan
Dalam tahun berjalan, Grup telah menerapkan sejumlah amendemen/penyesuaian PSAK yang relevan dengan
operasinya dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024. Penerapan atas
PSAK revisi tidak mengakibatkan perubahan atas kebijakan akuntansi Grup dan tidak memiliki dampak material
terhadap jumlah yang dilaporkan pada tahun berjalan atau tahun-tahun sebelumnya.
PSAK 201 (Amendemen), “Penyajian Laporan Keuangan”: Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau
Jangka Panjang
Amendemen ini hanya mempengaruhi penyajian liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka panjang dalam
laporan posisi keuangan dan bukan jumlah atau waktu pengakuan aset, liabilitas, penghasilan atau beban, atau
informasi yang diungkapkan mengenai pos-pos tersebut.
Amendemen tersebut mengklarifikasi bahwa klasifikasi liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka panjang
didasarkan pada hak yang ada pada akhir periode pelaporan, menetapkan bahwa klasifikasi tersebut tidak
dipengaruhi oleh ekspektasi apakah entitas akan menggunakan haknya untuk menunda penyelesaian suatu
liabilitas, menjelaskan bahwa hak tersebut ada jika kovenan dipatuhi pada akhir periode pelaporan, dan
memperkenalkan definisi 'penyelesaian' untuk memperjelas bahwa penyelesaian mengacu pada pengalihan ke
pihak lain atas kas, instrumen ekuitas, aset dan jasa lainnya.
PSAK 201 (Amendemen), “Penyajian Laporan Keuangan”: Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan
Amendemen tersebut menetapkan bahwa hanya perjanjian yang harus dipatuhi entitas pada atau sebelum
akhir periode pelaporan yang memengaruhi hak entitas untuk menunda penyelesaian liabilitas setidaknya
selama dua belas bulan setelah tanggal pelaporan (dan karenanya harus dipertimbangkan dalam menilai
klasifikasi liabilitas sebagai lancar atau tidak lancar).
7
Page 15
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
2. PENERAPAN STANDAR BARU DAN REVISI (Lanjutan)
b. Amandemen/Penyesuaian Standar yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan (Lanjutan)
PSAK 201 (Amendemen), “Penyajian Laporan Keuangan”: Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan
(Lanjutan)
Perjanjian tersebut memengaruhi apakah hak tersebut ada pada akhir periode pelaporan, bahkan jika
kepatuhan terhadap perjanjian dinilai hanya setelah tanggal pelaporan (misalnya perjanjian berdasarkan posisi
keuangan entitas pada tanggal pelaporan yang dinilai kepatuhannya hanya setelah tanggal pelaporan).
DSAK-IAI juga menetapkan bahwa hak untuk menunda penyelesaian liabilitas setidaknya selama dua belas
Approved by: bulan setelah tanggal pelaporan tidak terpengaruh jika entitas hanya harus mematuhi perjanjian setelah
periode pelaporan. Namun, jika hak entitas untuk menunda penyelesaian liabilitas bergantung pada
kepatuhan entitas terhadap perjanjian dalam waktu dua belas bulan setelah periode pelaporan, entitas
mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan memahami risiko liabilitas yang
harus dibayar kembali dalam waktu dua belas bulan setelah periode pelaporan. Ini akan mencakup informasi
tentang perjanjian (termasuk sifat perjanjian dan kapan entitas diharuskan untuk mematuhinya), jumlah tercatat
liabilitas terkait dan fakta serta keadaan, jika ada, yang menunjukkan bahwa entitas mungkin mengalami
kesulitan dalam mematuhi perjanjian.
PSAK 207 (Amendemen), “Laporan Arus Kas” dan PSAK 107 (Amendemen), “Instrumen Keuangan:
Pengungkapan”: Pengaturan Pembiayaan Pemasok
Amendemen tersebut menambahkan tujuan pengungkapan pada PSAK 207 yang menyatakan bahwa suatu
entitas diharuskan untuk mengungkapkan informasi tentang pengaturan keuangan pemasoknya yang
memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk menilai dampak pengaturan tersebut terhadap liabilitas dan
arus kas entitas. Selain itu, PSAK 107 diamendemen untuk menambahkan pengaturan keuangan pemasok
sebagai contoh dalam persyaratan untuk mengungkapkan informasi tentang paparan entitas terhadap
konsentrasi risiko likuiditas.
Amendemen tersebut berisi ketentuan transisi khusus untuk periode pelaporan tahunan pertama di mana Grup
menerapkan amendemen tersebut. Berdasarkan ketentuan transisi, suatu entitas tidak diharuskan untuk
mengungkapkan:
informasi komparatif untuk setiap periode pelaporan yang disajikan sebelum awal periode pelaporan tahunan
di mana entitas pertama kali menerapkan amendemen tersebut.
informasi yang diwajibkan oleh PSAK 207:44H(b)(ii)-(iii) pada awal periode pelaporan tahunan di mana entitas
pertama kali menerapkan amendemen tersebut.
PSAK 116 (Amendemen), “Sewa”: Liabilitas Sewa dalam Jual dan Sewa-Balik
Amendemen PSAK 116 menambahkan persyaratan pengukuran selanjutnya untuk transaksi jual dan sewa-
balik yang memenuhi persyaratan dalam PSAK 115 Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan untuk dicatat
sebagai penjualan. Amendemen tersebut mengharuskan penjual-penyewa untuk menentukan 'pembayaran
sewa' atau 'pembayaran sewa yang direvisi' sehingga penjual-penyewa tidak mengakui keuntungan atau
kerugian yang terkait dengan hak penggunaan yang dimiliki oleh penjual- penyewa, setelah tanggal
dimulainya.
Amendemen tersebut tidak memengaruhi keuntungan atau kerugian yang diakui oleh penjual-penyewa
terkait dengan penghentian sebagian atau seluruh sewa. Tanpa persyaratan baru ini, penjual-penyewa bisa
mengakui keuntungan atas hak penggunaan yang dimilikinya semata-mata karena pengukuran ulang liabilitas
sewa (misalnya, setelah modifikasi sewa atau perubahan jangka waktu sewa) dengan menerapkan
persyaratan umum dalam PSAK 116. Hal ini khususnya dapat terjadi dalam sewa-balik yang mencakup
pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau suku bunga.
Sebagai bagian dari amendemen, DSAK-IAI mengubah Contoh Ilustrasi dalam PSAK 116 dan menambahkan
contoh baru untuk mengilustrasikan pengukuran selanjutnya atas aset hak-guna dan liabilitias sewa dalam
transaksi jual dan sewa-balik dengan pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau suku
bunga. Contoh ilustrasi tersebut juga mengklarifikasi bahwa liabilitas yang timbul dari transaksi jual dan sewa-
balik yang memenuhi syarat sebagai penjualan dengan menerapkan PSAK 115 adalah liabilitas sewa.
Penjual-penyewa menerapkan amendemen secara retrospektif sesuai dengan PSAK 208 terhadap transaksi
jual dan sewa-balik yang dilakukan setelah tanggal penerapan awal, yang didefinisikan sebagai awal periode
pelaporan tahunan di mana entitas pertama kali menerapkan PSAK 116.
8
Page 16
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
2. PENERAPAN STANDAR BARU DAN REVISI (Lanjutan)
c. Standar dan Amandemen/Penyesuaian Standar Telah Diterbitkan Tapi Belum Diterapkan
Pada tanggal persetujuan laporan keuangan konsolidasian, standar dan amendemen- amendemen atas PSAK
yang relevan bagi Grup, yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif, dengan penerapan dini diijinkan,
adalah sebagai berikut:
Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2025
PSAK 117, “Kontrak Asuransi”
PSAK 117 mengatur relaksasi beberapa ketentuan antara lain berupa penambahan pengecualian ruang lingkup,
Approved by:
penyesuaian penyajian laporan keuangan, penerapan opsi mitigasi risiko dan beberapa modifikasi pada
ketentuan transisi. PSAK 117 juga mensyaratkan pemisahan yang jelas antara pendapatan yang dihasilkan
dari bisnis asuransi dengan yang berasal dari kegiatan investasi.
PSAK 117 (Amendemen), “Kontrak Asuransi”, Penerapan Awal PSAK 117 dan PSAK 109-Informasi Komparatif
Amendemen ini memperjelas pengaturan bagi entitas industri asuransi yang akan melakukan penerapan awal
PSAK 117 dan PSAK 109 dalam periode bersamaan. Amendemen ini juga mengatasi isu penerapan yang
terkait dengan informasi komparatif yang akan disajikan pada penerapan awal untuk aset keuangan.
PSAK 221 (Amendemen), “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing”: Kekurangan Ketertukaran”
Amendemen ini mensyaratkan entitas untuk menerapkan pendekatan yang konsisten dalam menilai apakah
suatu mata uang dapat ditukar dengan mata uang lain dan, jika tidak, dalam menentukan nilai tukar yang akan
digunakan dan pengungkapan yang harus diberikan.
Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2026
Amendemen PSAK 109, “Instrumen Keuangan” dan PSAK 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”:
Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen Keuangan
Amendemen tersebut mengklarifikasi persyaratan yang terkait dengan tanggal penghentian pengakuan aset
keuangan dan liabilitas keuangan, dengan pengecualian untuk penghentian pengakuan liabilitas keuangan yang
diselesaikan melalui transfer elektronik; persyaratan untuk menilai karakteristik arus kas kontraktual dari aset
keuangan, dengan panduan tambahan tentang penilaian fitur kontinjensi; dan karakteristik pinjaman non-course
dan instrumen yang terkait secara kontraktual. Amendemen tersebut juga memperkenalkan persyaratan
pengungkapan tambahan untuk instrumen ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain dan untuk instrumen keuangan dengan fitur kontinjensi.
Penyesuaian Tahunan 2024 terhadap PSAK 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”, PSAK 109,
“Instrumen Keuangan”, PSAK 110, “Laporan Keuangan Konsolidasian” dan PSAK 207, “Laporan Arus Kas”
Penyesuaian tahunan ini terbatas pada amendemen yang mengklarifikasi susunan kata (wording) atau
pembetulan minor atas konsekuensi yang tidak diintensikan, kekeliruan, atau persyaratan yang bertentangan
dalam standar.
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, dampak dari penerapan standar dan
amendemen tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian tidak dapat diketahui atau diestimasi oleh
manajemen.
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia (“SAK”), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia
(“DSAK-IAI”) serta Peraturan No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten dan
Perusahaan Publik yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah selaras dengan
kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup untuk periode yang
berakhir pada tanggal 31 Maret 2025, kecuali bagi penerapan beberapa SAK yang telah direvisi. Seperti yang telah
diungkapkan dalam Catatan 2, beberapa standar akuntansi yang telah direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif
tanggal 1 Januari 2025.
Grup telah menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan dasar bahwa Grup akan terus mempertahankan
kelangsungan usaha.
9
Page 17
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian (Lanjutan)
Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun berdasarkan dasar akrual
dengan menggunakan konsep harga perolehan, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran
lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus
kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Untuk tujuan laporan arus kas konsolidasian, kas mencakup kas, bank dan deposito yang jatuh tempo dalam waktu
tiga bulan atau kurang dan tidak dijaminkan setelah dikurangi cerukan.
Approved by:
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah, yang
merupakan mata uang fungsional Grup.
b. Klasifikasi Lancar/Jangka Pendek dan Tidak Lancar/Jangka Panjang
Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan klasifikasi
lancar/tidak lancar atau jangka pendek/jangka panjang.
Suatu aset disajikan lancar bila:
(i) akan direalisasi, dijual atau digunakan dalam siklus operasi normal,
(ii) untuk diperdagangkan,
(iii) akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali yang dibatasi
penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah
periode pelaporan.
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
Suatu liabilitas disajikan sebagai jangka pendek bila:
(i) akan dilunasi dalam siklus operasi normal,
(ii) untuk diperdagangkan,
(iii) akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
(iv) tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya selama paling tidak 12 bulan setelah periode
pelaporan.
Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar dan liabilitas jangka panjang.
c. Prinsip-prinsip Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas- entitas yang dikendalikan
secara langsung ataupun tidak langsung oleh Perusahaan.
Secara spesifik, Grup mengendalikan investee jika dan hanya jika Grup memiliki seluruh hal berikut ini:
• Kekuasaan atas investee, yaitu hak yang ada saat ini yang memberi investor kemampuan kini untuk
mengarahkan aktivitas relevan dari investee;
• Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan
• Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil investor.
Grup menilai kembali apakah investor mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan adanya
perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian.
Ketika Grup memiliki kurang dari hak suara mayoritas, Perusahaan dapat mempertimbangkan semua fakta dan
keadaan yang relevan dalam menilai apakah memiliki kekuasaan atas investee, termasuk:
• Pengaturan kontraktual dengan pemegang hak suara yang lain;
• Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain; dan
• Hak suara dan hak suara potensial Grup.
Konsolidasi atas entitas anak dimulai ketika Grup memiliki pengendalian atas entitas anak dan berhenti ketika Grup
kehilangan pengendalian atas entitas anak. Aset, liabilitas, pendapatan dan beban atas entitas anak yang diakuisisi
atau dilepas selama periode termasuk dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
dari tanggal Grup memperoleh pengendalian sampai dengan tanggal Grup menghentikan pengendalian atas entitas
anak.
10
Page 18
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
c. Prinsip-prinsip Konsolidasi (Lanjutan)
Laporan keuangan entitas anak disusun dengan periode pelaporan yang sama dengan Perusahaan. Kebijakan
akuntansi yang digunakan dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian telah diterapkan secara konsisten oleh
Grup, kecuali dinyatakan lain.
Semua aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas berkaitan dengan transaksi antar anggota
Grup juga akan dieliminasi secara penuh dalam proses konsolidasi.
Kepentingan non-pengendali mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto dari entitas anak yang tidak
dapat diatribusikan, secara langsung maupun tidak langsung, pada Perusahaan, yang masing-masing disajikan
Approved by: dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan dalam ekuitas pada laporan posisi
keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik Perusahaan.
Kepentingan non-pengendali pada awalnya dapat diukur sebesar nilai wajar atau bagian proporsional kepentingan
non-pengendali atas nilai wajar aset neto teridentifikasi pihak yang diakuisisi. Pilihan pengukuran dibuat untuk
masing-masing akuisisi. Kepentingan non-pengendali lain awalnya diukur sebesar nilai wajar. Setelah akuisisi,
jumlah tercatat kepentingan non-pengendali adalah jumlah kepentingan tersebut pada pengakuan awal ditambah
bagian kepentingan non-pengendali dari perubahan selanjutnya di ekuitas.
Laba atau rugi dan setiap komponen atas penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada pemegang saham
entitas induk Perusahaan dan pada kepentingan non-pengendali, walaupun hasil di kepentingan non-pengendali
mempunyai saldo defisit.
Perubahan kepemilikan pada entitas anak, tanpa kehilangan pengendalian, dihitung sebagai transaksi ekuitas.
Jumlah tercatat dari kepemilikan Grup dan kepentingan non- pengendali disesuaikan untuk mencerminkan
perubahan kepentingan relatifnya dalam entitas anak. Selisih antara jumlah tercatat kepentingan non-pengendali
yang disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas dan
diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
Jika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka Grup:
a. menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak;
b. menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap kepentingan non-pengendali;
c. menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas, bila ada;
d. mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima;
e. mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya;
f. mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian sebagai laba rugi; dan
g. mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan dan kerugian yang telah diakui sebelumnya dalam
penghasilan komprehensif lain atau saldo laba, begitu pula menjadi persyaratan jika Grup akan melepas secara
langsung aset atau liabilitas yang terkait.
Nilai wajar setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian dianggap sebagai
nilai wajar pada saat pengakuan awal untuk perlakuan akuntansi berikutnya dalam PSAK 109, “Instrumen
Keuangan”, ketika berlaku, biaya perolehan pada saat pengakuan awal dari investasi pada entitas asosiasi atau
ventura bersama.
d. Kombinasi Bisnis
Kombinasi bisnis dicatat menggunakan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis
diukur pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar tanggal akuisisi atas seluruh aset
yang dialihkan oleh Grup, liabilitas yang diakui oleh Grup kepada pemilik sebelumnya dari pihak yang diakuisisi dan
kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Grup dalam pertukaran pengendalian dari pihak yang diakuisisi. Biaya
akuisisi yang terjadi dibiayakan dan dicatat sebagai beban pada periode berjalan.
Pada tanggal akuisisi, aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambilalih diakui pada nilai wajar
kecuali untuk aset dan liabilitas tertentu yang diukur sesuai dengan standar yang relevan.
Selisih lebih antara penjumlahan imbalan yang dialihkan dan jumlah yang diakui untuk kepentingan non-pengendali
dan nilai wajar kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi (jika ada)
atas jumlah neto pada tanggal akuisisi atas aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih pada
tanggal akuisisi dicatat sebagai goodwill.
Jika nilai wajar aset neto yang diperoleh melebihi jumlah gabungan imbalan yang dialihkan, Grup menilai
kembali apakah telah mengidentifikasi dengan tepat seluruh aset yang diperoleh dan seluruh liabilitas yang diambil
alih dan menelaah prosedur yang digunakan untuk mengukur jumlah yang akan diakui pada tanggal akuisisi. Jika
penilaian kembali masih menghasilkan selisih lebih nilai wajar aset neto yang diperoleh atas jumlah gabungan
imbalan yang dialihkan, maka keuntungan diakui dalam laba rugi.
11
Page 19
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
d. Kombinasi Bisnis (Lanjutan)
Bila imbalan yang dialihkan oleh Grup dalam suatu kombinasi bisnis termasuk aset atau liabilitas yang berasal dari
pengaturan imbalan kontinjensi (contingent consideration arrangement), imbalan kontinjensi tersebut diukur pada
nilai wajar pada tanggal akuisisi dan termasuk sebagai bagian dari imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi
bisnis. Perubahan dalam nilai wajar atas imbalan kontinjensi yang memenuhi syarat sebagai penyesuaian periode
pengukuran disesuaikan secara retrospektif, dengan penyesuaian terkait terhadap goodwill. Penyesuaian periode
pengukuran adalah penyesuaian yang berasal dari informasi tambahan yang diperoleh selama periode pengukuran
(yang tidak melebihi satu tahun sejak tanggal akuisisi) tentang fakta-fakta dan kondisi yang ada pada tanggal
akuisisi.
Approved by: Perlakuan akuntansi selanjutnya untuk perubahan nilai wajar dari imbalan kontinjensi yang tidak memenuhi syarat
sebagai penyesuaian periode pengukuran tergantung pada bagaimana imbalan kontinjensi diklasifikasikan. Imbalan
kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur kembali pada setiap tanggal pelaporan dan
penyelesaian selanjutnya diperhitungkan dalam ekuitas. Imbalan kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai aset atau
liabilitas yang merupakan instrumen keuangan dan termasuk dalam ruang lingkup PSAK 109 diukur pada nilai wajar
dengan perubahan atas nilai wajar diakui dalam laba rugi sesuai dengan PSAK 109. Imbalan kontinjensi lain yang
tidak termasuk dalam ruang lingkup PSAK 109 diukur pada nilai wajar pada setiap tanggal pelaporan dengan
perubahan atas nilai wajar diakui dalam laba rugi.
Bila suatu kombinasi bisnis dilakukan secara bertahap, kepemilikan terdahulu Grup atas pihak diakuisisi diukur
kembali ke nilai wajar pada tanggal akuisisi dan keuntungan atau kerugian dihasilkan, jika ada, diakui dalam laba
rugi. Jumlah yang berasal dari kepemilikan sebelum tanggal akuisisi yang sebelumnya telah diakui dalam
penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi dimana perlakuan tersebut akan sesuai jika kepemilikan
tersebut dilepas/dijual.
Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat kombinasi terjadi, Grup
melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses akuntansinya belum selesai dalam laporan keuangannya.
Selama periode pengukuran, pihak pengakuisisi menyesuaikan secara retrospektif, aset atau liabilitas tambahan
yang diakui, untuk mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal
akuisisi dan, jika diketahui, akan berdampak pada jumlah yang diakui pada tanggal tersebut.
e. Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali
Kombinasi bisnis antara entitas sepengendali diperlakukan sesuai dengan PSAK 338. Berdasarkan PSAK ini,
transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, berupa pengalihan bisnis yang dilakukan dalam rangka
reorganisasi entitas-entitas yang berada di dalam suatu Grup yang sama, bukan merupakan perubahan
kepemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi tersebut tidak menimbulkan laba atau rugi bagi Grup
secara keseluruhan ataupun bagi entitas individu dalam Grup tersebut.
Kombinasi bisnis sepengendali dicatat dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan.
Metode penyatuan kepemilikan diterapkan seolah-olah entitas-entitas tersebut telah bergabung sejak periode
dimana entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian. Selisih antara imbalan yang dialihkan dan nilai
tercatat aset neto pihak yang diakuisisi disajikan dalam “tambahan modal disetor” dan tidak direklasifikasi ke laba
rugi atau direklasifikasi ke saldo laba ketika pengendalian hilang.
f. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Grup:
a. Orang atau anggota keluarga dekatnya yang mempunyai relasi dengan Grup jika orang tersebut:
(i) Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas Grup;
(ii) Memiliki pengaruh signifikan atas Grup; atau
(iii) personil manajemen kunci Grup atau entitas induk Grup.
b. Suatu entitas berelasi dengan Grup jika memenuhi salah satu hal berikut:
(i) entitas dan Grup adalah anggota dari grup yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak
berikutnya saling berelasi dengan entitas lainnya).
(ii) satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau
ventura bersama yang merupakan anggota suatu grup, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).
(iii) kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
(iv) satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari
entitas ketiga.
(v) entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari Grup atau entitas yang
terkait dengan Grup.
(vi) entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf a).
(vii) orang yang diidentifikasi dalam huruf a.(i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan
personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
12
Page 20
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
f. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi (Lanjutan)
b. Suatu entitas berelasi dengan Grup jika memenuhi salah satu hal berikut: (Lanjutan)
(viii) entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut,
menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada Grup atau kepada entitas induk dari Grup.
(ix) entitas yang merupakan entitas anak dari entitas asosiasi atau ventura bersama dari Grup.
Transaksi signifikan yang dilakukan dengan pihak-pihak berelasi, baik dilakukan dengan kondisi dan persyaratan
yang sama dengan pihak ketiga maupun tidak, diungkapkan pada laporan keuangan konsolidasian.
g. Instrumen Keuangan
Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan liabilitas
Approved by: keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lain. Aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui pada laporan
posisi keuangan konsolidasian pada saat Grup menjadi salah satu pihak dalam ketentuan kontraktual instrumen
tersebut.
Klasifikasi
i. Aset keuangan
Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada (i) biaya perolehan
diamortisasi, (ii) nilai wajar melalui laba rugi (“FVTPL”), dan (iii) nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
lain (“FVTOCI”).
Grup mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut dipenuhi:
Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka
mendapatkan arus kas kontraktual; dan
Persyaratan kontraktual dari aset keuangan pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari
pembayaran pokok dan bunga (“SPPI”) dari jumlah pokok terutang.
Grup mengklasifikasikan instrumen utang pada FVTOCI jika kedua kondisi berikut dipenuhi:
Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan mendapatkan arus kas
kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang semata
dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
Agar dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau FVTOCI, aset keuangan harus
memiliki arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Pengujian ini
dikenal sebagai SPPI testing dan dilakukan pada tingkat instrumen.
Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana Grup mengelola aset
keuangan untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan dihasilkan dari
memperoleh arus kas kontraktual, menjual aset keuangan atau keduanya.
Pada saat pengakuan awal, Grup dapat membuat pilihan yang tidak dapat dibatalkan untuk menyajikan
instrumen ekuitas yang bukan dimiliki untuk diperdagangkan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
lain.
Aset keuangan lainnya yang tidak memenuhi persyaratan untuk diklasifikasikan sebagai aset keuangan diukur
pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, diklasifikasikan
sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Saat pengakuan awal, Grup dapat membuat penetapan yang tidak dapat dibatalkan untuk mengukur aset yang
memenuhi persyaratan untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain pada nilai wajar melalui laba rugi, apabila penetapan tersebut mengeliminasi atau secara
signifikan mengurangi inkonsistensi pengukuran atau pengakuan (kadang disebut sebagai “accounting
mismatch”).
Aset keuangan yang diukur pada FVTPL mencakup aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan, aset
keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal pada nilai wajar melalui laba rugi, atau aset keuangan
yang disyaratkan untuk diukur pada nilai wajarnya.
Aset keuangan tersedia untuk diperdagangkan jika:
diperoleh untuk tujuan dijual dalam waktu dekat; atau
pada pengakuan awal, merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan yang diidentifikasi dimana
dikelola bersama oleh Grup dan memiliki bukti pola pengambilan actual laba jangka pendek; atau
merupakan derivatif (kecuali untuk derivatif yang merupakan kontrak jaminan keuangan atau lindung nilai
yang ditunjuk dan efektif)
Aset keuangan Grup terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang lain- lain diklasifikasikan sebagai
aset yang diukur dengan biaya diamortisasi dan penyertaan saham yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan
diukur pada FVTOCI.
Grup tidak memiliki aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada FVTPL.
13
Page 21
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
g. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
Klasifikasi (Lanjutan)
ii. Liabilitas keuangan
Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangannya pada pengakuan awal sebagai (i) liabilitas keuangan diukur
pada FVTPL atau (ii) liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL termasuk liabilitas keuangan untuk diperdagangkan dan
liabilitas keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diperdagangkan jika perolehannya
Approved by:
ditujukan untuk dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Kategori ini mencakup juga instrumen yang tidak
ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai. Derivatif melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan sebagai
diperdagangkan kecuali instrumen sebagai instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan efektif. Keuntungan dan
kerugian yang timbul diakui pada laba rugi.
Penentuan liabilitas keuangan untuk dapat ditetapkan diukur pada FVTPL ditentukan pada saat pengakuan
awal, dan hanya jika kriteria-kriteria yang terdapat dalam PSAK 109 terpenuhi.
Liabilitas keuangan Grup terdiri dari utang bank dan lembaga keuangan bukan bank, utang usaha, utang lain-
lain, beban akrual, liabilitas sewa, utang obligasi dan sukuk mudharabah diklasifikasikan sebagai liabilitas
keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Grup tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada
FVTPL.
Pengakuan dan Pengukuran
Aset keuangan, kecuali piutang usaha yang diukur sesuai harga transaksi, dan liabilitas keuangan pada awalnya
diukur pada nilai wajar. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau
penerbitan aset keuangan dan liabilitas keuangan ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar aset keuangan
dan liabilitas keuangan, jika diperlukan, pada pengakuan awal. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara
langsung dengan perolehan aset keuangan dan liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi diakui
langsung pada laba rugi.
i. Aset keuangan
Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu yang telah
ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang lazim) diakui pada tanggal
perdagangan, yaitu tanggal Grup berkomitmen untuk membeli atau menjual aset tersebut.
Semua aset keuangan yang diakui selanjutnya diukur secara keseluruhan pada biaya perolehan yang
diamortisasi atau nilai wajar, tergantung pada klasifikasi aset keuangan tersebut sebagai berikut:
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi setelah pengakuan awal diukur menggunakan
metode suku bunga efektif dan merupakan subjek penurunan nilai. Keuntungan dan kerugian diakui pada
laba rugi saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau mengalami penurunan nilai.
Instrumen ekuitas ditetapkan pada FVTOCI tanpa fitur reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif saat
penghentian pengakuan
Selanjutnya, nilai wajar tersebut diukur pada nilai wajar dengan mengakui keuntungan dan kerugian yang
timbul dari perubahan nilai wajar dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasi dalam cadangan
aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Keuntungan atau
kerugian kumulatif tidak direklasifikasi ke laba rugi atas pelepasan investasi ekuitas, melainkan dialihkan ke
saldo laba. Dividen diakui sebagai penghasilan investasi lainnya pada laba rugi ketika hak untuk menerima
pembayaran dividen telah ditetapkan, kecuali dividen secara jelas mewakili bagian terpulihkan dari biaya
investasi, di mana keuntungan tersebut dicatat dalam penghasilan komprehensif lain. Instrumen ekuitas yang
ditetapkan pada FVTOCI tidak terpengaruh pada persyaratan penurunan nilai.
ii. Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi
Liabilitas keuangan yang bukan merupakan 1) imbalan kontinjen dari pihak pengakuisisi dalam kombinasi
bisnis, 2) dimiliki untuk diperdagangkan, atau 3) ditetapkan sebagai FVTPL, selanjutnya diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
14
Page 22
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
g. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
Metode Suku Bunga Efektif
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan dalam menghitung biaya perolehan diamortisasi dari
aset keuangan atau liabilitas keuangan dan dalam pengalokasian dan pengkuan pendapatan bunga atau beban
bunga pada laporan laba rugi selama periode relevan.
Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan
kas masa depan selama perkiraan umur dari aset atau liabilitas keuangan dengan jumlah tercatat bruto aset
keuangan atau biaya perolehan diamortisasi dari liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif,
entitas mengestimasi arus kas ekspektasian dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dari
Approved by: instrumen keuangan tersebut (sebagai contoh, percepatan pelunasan, perpanjangan, opsi beli dan opsi- opsi
serupa), tetapi tidak mempertimbangkan keruagian kredit ekspektasian. Perhitungan mencakup seluruh fee
(imbalan) dan komisi yang dibayarkan atau diterima oleh pihak-pihak yang terlibat dalam kontrak yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan seluruh premium atau diskonto lainnya.
Saling Hapus dari Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya dilaporkan dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas
jumlah yang telah diakui dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk
menyelesaikan dengan menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya
secara bersamaan.
Hak saling hapus harus ada pada saat ini dan tidak bersifat kontinjen atas terjadinya suatu peristiwa di masa depan
dan harus dapat dieksekusi oleh pihak lawan, baik dalam situasi bisnis normal dan dalam peristiwa gagal bayar,
peristiwa kepailitan atau kebangkrutan.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Grup mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) atas instrumen utang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi atau pada FVTOCI.
Pengukuran kerugian kredit ekspektasian merupakan fungsi dari probability of default, loss given default (yaitu
besarnya kerugian jika terjadi gagal bayar) dan eksposur pada gagal bayar. Penilaian probability of default dan
loss given default berdasarkan data historis yang disesuaikan dengan informasi masa depan. Adapun eksposur
atas gagal bayar, untuk aset keuangan, diwakili oleh nilai tercatat bruto aset pada tanggal pelaporan; untuk kontrak
jaminan keuangan, eksposur mencakup jumlah yang ditarik pada tanggal pelaporan, ditambah dengan jumlah yang
diperkirakan akan ditarik di masa depan sebelum tanggal gagal bayar yang ditentukan berdasarkan tren historis,
pemahaman Grup mengenai kebutuhan pembiayaan masa depan yang spesifik dari debiturnya, dan informasi
perkiraan masa depan lainnya yang relevan.
ECL didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang tertuang dalam kontrak dan seluruh arus kas
yang diharapkan akan diterima Grup, didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal. Arus kas yang
diharapkan akan diterima tersebut mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perluasan
perbaikan risiko-kredit lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak.
ECL diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang tidak mengalami peningkatan
secara signifikan sejak pengakuan awal, ECL dilakukan untuk kerugian kredit yang diakibatkan oleh peristiwa gagal
bayar yang mungkin terjadi dalam 12 bulan ke depan (ECL 12 bulan). Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan
yang mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian dilakukan sepanjang
sisa umurnya, terlepas dari waktu terjadinya gagal bayar (ECL sepanjang umurnya).
Karena piutang usaha tidak memiliki komponen pembiayaan signifikan, Grup menerapkan pendekatan yang
disederhanakan dalam perhitungan ECL. Oleh karena itu, Grup tidak menelusuri perubahan dalam risiko kredit,
namun justru mengakui penyisihan kerugian berdasarkan ECL sepanjang umurnya pada setiap tanggal pelaporan.
Grup membentuk matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit masa lampau, disesuaikan dengan
perkiraan masa depan (forward-looking) atas faktor yang spesifik untuk debitur dan lingkungan ekonomi.
Peningkatan risiko kredit secara signifikan
Dalam menilai apakah risiko kredit pada instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan
awal, Grup membandingkan risiko gagal bayar yang terjadi pada instrumen keuangan pada tanggal pelaporan
dengan risiko gagal bayar yang terjadi pada instrumen keuangan pada tanggal pengakuan awal. Dalam
melakukan penilaian, Grup mempertimbangkan baik informasi kuantitatif maupun kualitatif yang wajar dan
mendukung, termasuk pengalaman historis dan informasi bersifat perkiraan masa depan, yang tersedia tanpa biaya
atau upaya berlebihan. Informasi masa depan yang dipertimbangkan mencakup prospek masa depan industri di
mana debitur Grup beroperasi, yang diperoleh dari laporan ahli ekonomi, analis keuangan, badan pemerintah,
lembaga terkait, dan organisasi serupa lainnya, serta pertimbangan berbagai sumber eksternal aktual dan prakiraan
informasi ekonomi yang terkait dengan operasi inti Grup.
15
Page 23
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
g. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
Penurunan Nilai Aset Keuangan (Lanjutan)
Peningkatan risiko kredit secara signifikan (Lanjutan)
Secara khusus, informasi berikut diperhitungkan ketika menilai apakah risiko kredit telah meningkat secara
signifikan sejak pengakuan awal: (a) indikasi pihak peminjam atau kelompok pihak peminjam mengalami kesulitan
keuangan signifikan, (b) wanprestasi atau tunggakan pembayaran bunga atau pokok, (c) kemungkinan bahwa
mereka akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya dan (d) di mana data yang dapat
diobservasi mengindikasikan bahwa ada terukur penurunan arus kas estimasi masa mendatang, seperti perubahan
Approved by: tunggakan atau kondisi ekonomi yang berkorelasi dengan wanprestasi.
Definisi gagal bayar
Grup menganggap hal-hal berikut ini merupakan peristiwa gagal bayar untuk tujuan manajemen risiko kredit internal
karena pengalaman historis menunjukkan bahwa aset keuangan yang memenuhi salah satu kriteria berikut
umumnya tidak dapat dipulihkan:
ketika terdapat pelanggaran persyaratan keuangan oleh debitur; atau
informasi yang dikembangkan secara internal atau diperoleh dari sumber eksternal menunjukkan bahwa debitur
kemungkinan tidak akan membayar kreditornya, termasuk Grup, secara penuh (tanpa memperhitungkan jaminan
yang dimiliki oleh Grup).
Terlepas dari analisis di atas, Grup menganggap bahwa gagal bayar telah terjadi ketika aset keuangan tertunggak
lebih dari 90 hari kecuali jika Grup memiliki informasi yang wajar dan terdukung untuk menunjukkan bahwa
kriteria yang lebih panjang lebih tepat.
Aset keuangan memburuk
Aset keuangan mengalami penurunan nilai kredit ketika satu atau lebih peristiwa yang memiliki dampak buruk
pada estimasi arus kas masa depan dari aset keuangan tersebut telah terjadi. Bukti bahwa aset keuangan
mengalami penurunan nilai termasuk data yang dapat diobservasi tentang peristiwa berikut:
kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau peminjam;
pelanggaran kontrak, seperti peristiwa gagal bayar atau tunggakan;
pihak pemberi pinjaman, untuk alasan ekonomik atau kontraktual sehubungan dengan kesulitan keuangan yang
dialami pihak peminjam, telah memberikan konsesi pada pihak peminjam yang tidak mungkin diberikan jika
pihak peminjam tidak mengalami kesulitan tersebut;
terjadi kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan
lainnya;
hilangnya pasar aktif untuk aset keuangan itu akibat kesulitan keuangan; atau
pembelian atau penerbitan aset keuangan dengan diskon sangat besar yang mencerminkan kerugian kredit
yang terjadi.
Kebijakan penghapusan
Grup menghapuskan aset keuangan ketika ada informasi yang menunjukkan bahwa pihak lawan berada dalam
kesulitan keuangan yang buruk dan tidak ada prospek pemulihan yang realistis, contoh ketika pihak lawan
dalam proses likuidasi atau telah memasuki proses kebangkrutan, atau untuk hal piutang usaha, ketika jumlahnya
sudah lebih dari 120 hari tertunggak, mana yang terjadi lebih dulu. Aset keuangan yang dihapuskan dapat
menjadi subjek aktivitas penagihan dalam prosedur pemulihan Grup, dengan mempertimbangkan nasihat hukum
yang sesuai. Setiap pemulihan yang terjadi diakui dalam laba rugi.
Grup mengakui keuntungan atau kerugian penurunan nilai dalam laba rugi untuk semua instrumen keuangan
dengan penyesuaian terkait ke jumlah tercatat melalui akun cadangan kerugian, kecuali untuk investasi pada
instrumen utang yang diukur pada FVTOCI, dimana penyisihan kerugian diakui dalam penghasilan komprehensif
lain dan diakumulasi dalam “cadangan aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain”, dan tidak mengurangi nilai tercatat aset keuangan pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
Penghentian Pengakuan
i. Aset keuangan
Suatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset
keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat:
16
Page 24
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
g. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
Penghentian Pengakuan (Lanjutan)
i. Aset keuangan (Lanjutan)
Suatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset
keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat: (Lanjutan)
a. hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
b. Grup mengalihkan hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau
menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tanpa penundaan yang material kepada
Approved by:
pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan dan (i) secara substansial mengalihkan seluruh risiko
dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (ii) secara substansial tidak mengalihkan dan
tidak mempertahankan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah
mengalihkan pengendalian atas aset keuangan tersebut.
Ketika Grup telah mengalihkan hak untuk menerima arus kas dari suatu aset atau telah menandatangani
kesepakatan pelepasan (pass-through arrangement), dan secara substansial tidak mengalihkan dan tidak
mempertahankan seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, maupun tidak mengalihkan pengendalian atas
aset, aset tersebut diakui sejauh keterlibatan berkelanjutan Grup terhadap aset keuangan tersebut.
Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang ditransfer diukur sebesar jumlah
terendah dari jumlah tercatat aset dan jumlah maksimal dari pembayaran yang diterima yang mungkin harus
dibayar kembali.
Dalam hal ini, Grup juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang dialihkan dan liabilitas terkait diukur dengan dasar
yang mencerminkan hak dan liabilitas yang masih dipertahankan Grup.
Pada penghentian pengakuan aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, perbedaan antara
nilai tercatat aset dan jumlah imbalan yang diterima dan piutang diakui dalam laba rugi. Sebaliknya, pada
penghentian pengakuan investasi dalam instrumen ekuitas yang telah dipilih Grup pada pengakuan awal
untuk diukur di FVTOCI, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakumulasi dalam cadangan
revaluasi investasi tidak direklasifikasi ke laba rugi, tetapi dipindahkan ke saldo laba.
ii. Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau
dibatalkan atau kedaluwarsa.
Ketika liabilitas keuangan saat ini digantikan dengan yang lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan
persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas ketentuan liabilitas
keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan liabilitas
keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru.
Selisih antara jumlah tercatat liabilitas keuangan yang dihentikan pengakuannya dan imbalan yang dibayarkan
dan utang diakui dalam laba rugi.
h. Pengukuran Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayarkan untuk
mentransfer suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran.
Pengukuran nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
terjadi di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut atau jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling
menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut. Grup harus memiliki akses ke pasar utama.
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan
harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi
terbaiknya.
Grup menggunakan teknik penilaian yang tepat sesuai keadaan dan di mana tersedia kecukupan data untuk
mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalisir
penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Seluruh aset dan liabilitas, baik yang diukur pada nilai wajar, atau dimana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut
diungkapkan, dikategorikan dalam hirarki nilai wajar, berdasarkan tingkat input terendah yang signifikan terhadap
keseluruhan pengukuran, sebagai berikut:
17
Page 25
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
h. Pengukuran Nilai Wajar (Lanjutan)
Seluruh aset dan liabilitas, baik yang diukur pada nilai wajar, atau dimana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut
diungkapkan, dikategorikan dalam hirarki nilai wajar, berdasarkan tingkat input terendah yang signifikan terhadap
keseluruhan pengukuran, sebagai berikut: (Lanjutan)
Tingkat 1: Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) dipasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik;
Tingkat 2: Teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar dapat
diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung;
Approved by: Tingkat 3: Teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar tidak
dapat diobservasi.
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, Grup menentukan
apakah terjadi transfer antara tingkat di dalam hirarki dengan cara mengevaluasi kategori (berdasarkan input tingkat
terendah yang signifikan dalam pengukuran nilai wajar) setiap akhir periode pelaporan.
Untuk tujuan pengungkapan nilai wajar, Grup telah menentukan kelas aset dan liabilitas berdasarkan sifat,
karakteristik, dan risiko aset atau liabilitas dan tingkat hirarki nilai wajar seperti dijelaskan di atas.
i. Kas dan Setara Kas
Dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, kas dan setara kas terdiri dari kas (yaitu kas di tangan dan rekening
giro) dan setara kas. Setara kas adalah investasi jangka pendek (umumnya dengan jatuh tempo awal tiga bulan atau
kurang), sangat likuid yang dengan cepat dapat segera dikonversi ke jumlah kas yang diketahui dan memiliki risiko
perubahan nilai yang tidak signifikan. Setara kas dimiliki untuk tujuan pemenuhan komitmen kas jangka pendek bukan
untuk investasi atau tujuan lainnya.
Untuk tujuan laporan arus kas konsolidasian, kas dan setara kas terdiri dari kas dan setara kas sebagaimana
dijelaskan di atas, setelah dikurangi saldo cerukan bank yang harus dibayar kembali sesuai permintaan dan
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan kas Grup. Cerukan tersebut disajikan sebagai pinjaman
jangka pendek pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
j. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto.
Biaya perolehan ditetapkan berdasarkan metode rata-rata yang meliputi harga pembelian, biaya konversi dan biaya-
biaya lainnya yang terjadi untuk memperoleh persediaan tersebut, serta membawanya ke lokasi dan kondisinya yang
sekarang. Barang jadi dan barang dalam proses meliputi alokasi beban pabrikasi tetap dan variabel, sebagai
tambahan atas bahan baku dan tenaga kerja langsung.
Nilai realisasi neto adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal setelah dikurangi dengan taksiran biaya
untuk menyelesaikan dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan.
Grup menetapkan penyisihan untuk nilai realisasi neto persediaan berdasarkan hasil penelaahan berkala atas kondisi
fisik dan nilai realisasi neto persediaan.
k. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus.
l. Investasi pada Entitas Asosiasi
Entitas asosiasi adalah suatu entitas yang mana Grup mempunyai pengaruh yang signifikan. Pengaruh signifikan
adalah kekuasaan untuk berpartipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional investee tetapi tidak
mengendalikan atau mengendalikan bersama atas kebijakan tersebut.
Penghasilan dan aset dan liabilitas dari entitas asosiasi dicatat dalam laporan keuangan konsolidasian dengan
menggunakan metode ekuitas, kecuali ketika investasi diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual, sesuai dengan
PSAK 105, “Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan”.
Dengan metode ekuitas, investasi pada entitas asosiasi diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian sebesar
biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk perubahan dalam bagian kepemilikan Grup atas laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain dari entitas asosiasi yang terjadi setelah perolehan. Ketika bagian Grup atas kerugian
entitas asosiasi melebihi kepentingan Grup pada entitas asosiasi (yang mencakup semua kepentingan jangka
panjang, yang secara substansi, membentuk bagian dari investasi neto Grup dalam entitas asosiasi), Grup
menghentikan pengakuan bagiannya atas kerugian selanjutnya. Kerugian selanjutnya diakui hanya apabila Grup
mempunyai kewajiban bersifat hukum atau konstruktif atau melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi.
18
Page 26
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
l. Investasi pada Entitas Asosiasi (Lanjutan)
Investasi pada entitas asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas sejak tanggal saat investee menjadi
entitas asosiasi. Setiap kelebihan biaya perolehan investasi atas bagian Grup atas nilai wajar neto dari aset yang
teridentifikasi dan liabilitas dari entitas asosiasi yang diakui pada tanggal akuisisi diakui sebagai goodwill. Goodwill
termasuk dalam jumlah tercatat investasi, dan diuji penurunan nilainya sebagai bagian dari investasi. Setiap kelebihan
kepemilikan Grup dari nilai wajar neto aset yang teridentifikasi dan liabilitas atas biaya perolehan investasi, sesudah
pengujian kembali, segera diakui di dalam laba rugi pada periode diperolehnya investasinya.
Persyaratan dalam PSAK 236, “Penurunan Nilai”, diterapkan untuk menentukan apakah perlu untuk mengakui setiap
Approved by: penurunannilai sehubungan dengan investasi pada entitas asosiasi. Bila diperlukan, jumlah tercatat investasi
(termasuk goodwill) diuji penurunan nilai sesuai dengan PSAK 236 sebagai suatu aset tunggal dengan
membandingkan antara jumlah terpulihkan (mana yang lebih tinggi antara nilai pakai dan nilai wajar dikurangi biaya
pelepasan) dengan jumlah tercatatnya. Rugi penurunan nilai diakui langsung pada nilai tercatat investasi. Setiap
pembalikan dari penurunan nilai diakui sesuai dengan PSAK 48 sepanjang jumlah terpulihkan dari investasi tersebut
kemudian meningkat.
Grup menghentikan penggunaan metode ekuitas sejak tanggal saat investasinya berhenti menjadi investasi pada
entitas asosiasi atau ketika investasi diklasifikasi sebagai dimiliki untuk dijual. Ketika Grup mempertahankan
kepemilikan dalam entitas yang sebelumnya merupakan entitas asosiasi dan sisa investasi tersebut merupakan aset
keuangan, Grup mengukur setiap sisa investasi pada nilai wajar pada tanggal tersebut dan nilai wajar tersebut
dianggap sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal sesuai dengan PSAK 109. Selisih antara jumlah tercatat
pada asosiasi pada tanggal metode ekuitas dihentikan.
Nilai wajar dari setiap bunga yang ditahan dan hasilkan dari pelepasan sebagian kepentingan dalam asosiasi
termasuk dalam penentuan keuntungan atau kerugian pada pelepasan asosiasi. Selanjutnya, Grup mencatat seluruh
jumlah yang sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan entitas asosiasi
tersebut dengan menggunakan dasar perlakuan yang sama dengan yang disyaratkan jika entitas asosiasi telah
melepaskan secara langsung aset dan liabilitas yang terkait. Seluruh jumlah yang diakui dalam penghasilan
komprehensif lain yang terkait dengan entitas asosiasi direklasifikasi ke laba rugi (sebagai penyesuaian reklasifikasi)
pada saat penghentian metode ekuitas.
Grup melanjutkan penerapan metode ekuitas jika investasi pada entitas asosiasi menjadi investasi pada ventura
bersama atau investasi pada ventura bersama menjadi investasi pada entitas asosiasi. Tidak terdapat pengukuran
kembali ke nilai wajar pada saat perubahan kepentingan.
Jika Grup mengurangi bagian kepemilikan pada entitas asosiasi tetapi Grup tetap menerapkan metode ekuitas, Grup
mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan atau kerugian yang telah diakui sebelumnya dalam penghasilan
komprehensif lain yang terkait dengan pengurangan bagian kepemilikan (jika keuntungan atau kerugian tersebut akan
direklasifikasi ke laba rugi atas pelepasan aset atau liabilitas yang terkait.)
Ketika Grup melakukan transaksi dengan entitas asosiasi, keuntungan dan kerugian yang timbul dari transaksi
dengan entitas asosiasi diakui dalam laporan keuangan konsolidasian Grup hanya sebesar kepemilikan dalam entitas
asosiasi yang tidak terkait dengan Grup.
Grup menerapkan PSAK 109, termasuk persyaratan penurunan nilai, untuk kepentingan jangka panjang dalam
entitas asosiasi ketika metode ekuitas tidak diterapkan dan yang merupakan bagian dari investasi neto pada investee.
Selanjutnya, dalam menerapkan PSAK 109 untuk kepentingan jangka panjang, Grup tidak memperhitungkan
penyesuaian nilai tercatat yang disyaratkan oleh PSAK 228 (misalnya, penyesuaian nilai tercatat kepentingan jangka
panjang yang timbul dari alokasi kerugian investee atau penilaian penurunan nilai berdasarkan PSAK 228).
m. Aset Tetap
Tanah dan bangunan dinyatakan sebesar nilai revaluasian, yaitu nilai wajar pada tanggal revaluasi, dikurangi
akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai setelah tanggal revaluasi, kecuali untuk tanah yang tidak
disusutkan. Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang cukup reguler untuk memastikan bahwa nilai wajar aset
yang direvaluasi tidak berbeda secara material dengan jumlah tercatatnya pada tanggal pelaporan.
Setiap kenaikan revaluasi yang berasal dari revaluasi tanah dan bangunan dikreditkan ke akun ‟keuntungan dari
revaluasi aset tetap” pada penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk pembalikan penurunan revaluasi, atas aset
yang sama yang sebelumnya diakui dalam laporan laba rugi, dalam hal ini kenaikan tersebut dikreditkan ke laba rugi
sebesar penurunan yang dibebankan sebelumnya. Penurunan jumlah tercatat yang berasal dari revaluasi tanah dan
bangunan dibebankan dalam laporan laba rugi hingga melebihi nilainya, jika ada, yang dicatat dalam keuntungan dari
revaluasi aset tetap terkait dengan revaluasi tanah dan bangunan sebelumnya.
Cadangan revaluasi yang dipindahkan secara periodik ke saldo laba adalah sebesar perbedaan antara jumlah
penyusutan berdasarkan nilai revaluasian aset dengan jumlah penyusutan berdasarkan biaya perolehan aset
tersebut.
19
Page 27
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
m. Aset Tetap (Lanjutan)
Selain itu, akumulasi penyusutan pada tanggal revaluasian dieliminasi terhadap nilai tercatat bruto aset dan nilai aset
neto disajikan kembali sebesar jumlah revaluasian dari aset tersebut. Pada saat pelepasan, cadangan revaluasi atas
aset yang dijual dipindahkan ke saldo laba.
Aset tetap lainnya dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai.
Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap pada saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi
kriteria pengakuan. Demikian pula, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam
jumlah tercatat aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya perbaikan dan
Approved by: pemeliharaan lainnya yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi pada saat terjadinya.
Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset
tetap, sebagai berikut:
Tahun
Bangunan 10-30
Sarana dan prasarana 10
Instalasi listrik 8-20
Mesin dan peralatan 4-16
Alat-alat berat 8
Kendaraan dan inventaris 4-8
Biaya pengurusan legal hak atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya
perolehan aset tanah. Biaya pengurusan perpanjangan atau pembaharuan legal hak atas tanah diakui sebagai aset
takberwujud dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak atau umur ekonomis tanah, mana yang lebih pendek.
Grup menganalisis fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis hak atas tanah dalam menentukan akuntansi untuk
masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan tepat suatu kejadian atau
transaksi ekonomik yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan pengendalian atas aset
pendasar kepada Grup, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset pendasar, Grup menerapkan
perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK 116, “Sewa”. Jika hak atas tanah
secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka Grup menerapkan PSAK 216, “Aset Tetap”.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis
masa depan yang diharapkan dari penggunaannya. Ketika aset tetap dijual atau dihentikan, biaya perolehan, beban
akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai dieliminasi dari akun. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari
penghentian pengakuan aset diakui dalam laporan laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Aset dalam penyelesaian dicatat sebesar harga perolehan, dikurangi kerugian penurunan nilai yang diakui. Biaya
perolehan termasuk biaya profesional dan untuk aset kualifikasian, biaya pinjaman yang dikapitalisasi sesuai dengan
kebijakan akuntansi Grup. Penyusutan aset dimulai saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai dengan
tujuannya, yaitu pada saat aset tersebut berada pada lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan
sesuai dengan keinginan dan maksud manajemen.
Nilai residu, estimasi masa manfaat dan metode penyusutan direviu dan disesuaikan, setiap akhir tahun, bila
diperlukan.
n. Properti Investasi
Properti investasi Grup merupakan tanah yang dikuasai Grup untuk menghasilkan sewa atau untuk kenaikan nilai
atau keduanya, dan bukan untuk digunakan dalam kegiatan produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk
tujuan administratif atau dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Properti investasi – tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan termasuk biaya transaksi dikurangi penurunan nilai,
jika ada, dan tidak disusutkan. Jumlah tercatat termasuk bagian biaya penggantian dari properti investasi yang ada
pada saat terjadinya biaya, jika kriteria pengakuan terpenuhi, dan tidak termasuk biaya harian penggunaan properti
investasi. Penambahan selanjutnya dikapitalisasi ke nilai tercatat aset hanya ketika ada keuntungan ekonomi di masa
yang akan datang dapat dinikmati oleh Grup dari penambahan tersebut dan hal tersebut dapat diukur secara andal.
Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika properti investasi tersebut tidak
digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan pada
saat pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi diakui
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dalam tahun terjadinya penghentian atau
pelepasan tersebut.
20
Page 28
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
n. Properti Investasi (Lanjutan)
Pengalihan ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan
dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik, dimulainya sewa operasi ke pihak lain atau selesainya pembangunan
atau pengembangan.
Pengalihan dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan
dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik atau dimulainya pengembangan untuk dijual.
Untuk pengalihan dari properti investasi ke properti yang digunakan sendiri, Grup menggunakan metode biaya pada
tanggal perubahan penggunaan. Jika properti yang digunakan Grup menjadi properti investasi, Grup mencatat
Approved by:
properti investasi tersebut sesuai dengan kebijakan aset tetap sampai dengan saat tanggal terakhir perubahan
penggunaannya.
o. Biaya Ditangguhkan atas Hak Pengusahaan Hutan
Biaya/iuran yang terjadi untuk memperoleh “Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (“IUPHHK”)”; seperti biaya
Hak Pengusahaan Hutan (“HPH”), analisis mengenai dampak lingkungan, foto udara dan rencana karya
pengusahaan hutan, ditangguhkan dan diamortisasi selama sisa masa manfaat masing- masing IUPHHK tersebut
dengan menggunakan metode garis lurus selama jangka waktu IUPHHK.
p. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai.
Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian penurunan nilai aset diperlukan, maka Grup membuat
estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
Jumlah terpulihkan suatu aset adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset atau unit penghasil kas
dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya, dan ditentukan untuk aset individual, kecuali aset tersebut tidak
menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset atau kelompok aset lain. Jika nilai
tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset atau unit penghasil kas tersebut mengalami
penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya dan rugi penurunan nilai
segera diakui dalam laba rugi, kecuali aset tersebut disajikan pada jumlah revaluasian, di mana kerugian
penurunan nilai diperlakukan sebagai penurunan revaluasi.
Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan
tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar terkini atas nilai waktu dari uang dan risiko
spesifik dari aset. Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar
terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Grup menggunakan model penilaian yang sesuai untuk
menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikasi nilai wajar
yang tersedia.
Penilaian dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan
nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill mungkin tidak ada lagi atau mungkin
telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka Grup mengestimasi jumlah terpulihkan aset atau unit
penghasil kas tersebut.
Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik hanya jika
terdapat perubahan estimasi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi
penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya.
Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah
tercatat, neto setelah penyusutan atau amortisasi, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui
untuk aset tersebut pada tahun- tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian, kecuali aset yang bersangkutan disajikan pada jumlah
revaluasian, dalam hal ini pembalikan kerugian penurunan nilai diperlakukan sebagai kenaikan revaluasi. Setelah
pembalikan tersebut, penyusutan atau amortisasi aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk
mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama
sisa umur manfaatnya.
q. Sewa
Sebagai Penyewa
Grup menilai apakah sebuah kontrak mengandung sewa, pada tanggal insepsi kontrak. Grup mengakui aset hak-
guna dan liabilitas sewa terkait sehubungan dengan seluruh kesepakatan sewa di mana Grup merupakan
penyewa, kecuali untuk sewa jangka-pendek (yang didefinisikan sebagai sewa yang memiliki masa sewa 12 bulan
atau kurang) dan sewa yang aset pendasarnya bernilai-rendah. Untuk sewa-sewa tersebut, Grup mengakui
pembayaran sewa sebagai beban operasi secara garis lurus selama masa sewa kecuali dasar sistematis lainnya
lebih merepresentasikan pola konsumsi manfaat penyewa dari aset sewa.
21
Page 29
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
q. Sewa (Lanjutan)
Sebagai Penyewa (Lanjutan)
Liabilitas sewa awalnya diukur pada nilai kini pembayaran sewa masa depan yang belum dibayarkan pada tanggal
permulaan, yang didiskontokan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa. Jika suku bunga ini tidak dapat
ditentukan, Grup menggunakan suku bunga pinjaman inkremental khusus untuk penyewa.
Bunga pinjaman inkremental bergantung pada jangka waktu, mata uang dan tanggal mulai sewa, dan ditentukan
berdasarkan serangkaian input, termasuk: tingkat bebas risiko berdasarkan suku bunga obligasi pemerintah;
penyesuaian risiko khusus negara; penyesuaian risiko kredit berdasarkan imbal hasil obligasi; dan penyesuaian
Approved by:
khusus entitas ketika profil risiko entitas yang melakukan perjanjian sewa berbeda dengan grup dan sewa tersebut
tidak memperoleh manfaat atas jaminan dari Grup.
Pembayaran sewa yang diperhitungkan dalam pengukuran liabilitas sewa terdiri atas:
pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara-substansi), dikurangai insentif sewa;
pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada awalnya diukur dengan
menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dalam jaminan nilai residual;
harga eksekusi opsi beli jika penyewa cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
pembayaran penalty karena penghentian sewa, jika masa sewa merefleksikan penyewa mengeksekusi opsi
untuk menghentikan sewa.
Liabilitas sewa disajikan sebagai pos terpisah dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
Liabilitas sewa selanjutnya diukur dengan meningkatkan jumlah tercatat untuk merefleksikan bunga atas liabilitas
sewa (menggunakan metode suku bunga efektif) dan dengan mengurangi jumlah tercatat untuk merefleksikan sewa
yang telah dibayar.
Setiap pembayaran sewa dialokasikan antara liabilitas dan biaya keuangan. Biaya keuangan dibebankan pada laba
rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo
liabilitas untuk setiap periode.
Grup mengukur kembali liabilitas sewa (dan melakukan penyesuaian terkait terhadap aset hak-guna) jika:
terdapat perubahan dalam masa sewa atau perubahan dalam penilaian atas eksekusi opsi pembelian, di
mana liabilitas sewa diukur dengan mendiskontokan pembayaran sewa revision menggunakan tingkat diskonto
revisian;
terdapat perubahan sewa masa depan sebagai akibat dari perubahan indeks atau perubahan perkiraan
pembayaran berdasarkan nilai residual jaminan di mana liabilitas sewa diukur kembali dengan mendiskontokan
pembayaran sewa revisian menggunakan tingkat diskonto awal (kecuali jika pembayaran sewa berubah karena
perubahan suku bunga mengambang, di mana tingkat diskonto revisian digunakan); atau
kontrak sewa dimodifikasi dan modifikasi sewa tidak dicatat sebagai sewa terpisah, di mana liabilitas sewa
diukur dengan mendiskontokan pembayaran sewa revisian menggunakan tingkat diskonto revisian.
Aset hak-guna terdiri dari pengukuran awal atas liabilitas sewa, pembayaran sewa yang dilakukan pada saat atau
sebelum permulaan sewa dan biaya langsung awal. Aset hak-guna selanjutnya diukur sebesar biaya dikurangi
akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai.
Jika Grup dibebankan kewajiban atas biaya membongkar dan memindahkan aset sewa, merestorasi tempat di mana
aset berada atau merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan oleh syarat dan ketentuan sewa, provisi
diakui dan diukur sesuai PSAK 237. Biaya tersebut diperhitungkan dalam aset hak- guna terkait, kecuali jika biaya
tersebut terjadi untuk memproduksi persediaan.
Aset hak-guna disusutkan secara garis lurus selama jangka waktu sewa yang lebih pendek dan estimasi masa
manfaat aset, sebagai berikut:
Tahun
Mesin dan peralatan 16
Kendaraan 8
Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar atau jika biaya perolehan aset hak- guna merefleksikan Grup
akan mengeksekusi opsi beli, aset hak-guna disusutkan selama masa manfaat aset pendasar. Penyusutan dmulai
pada tanggal permulaan sewa.
Aset hak-guna disajikan sebagai pos terpisah di laporan posisi keuangan konsolidasian.
22
Page 30
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
q. Sewa (Lanjutan)
Grup menerapkan PSAK 236 untuk menentukan apakah aset hak-guna mengalami penurunan nilai dan mencatat
kerugian penurunan nilai yang teridentifikasi sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan penurunan nilai aset non
keuangan.
Sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau suku bunga tidak diperhitungkan dalam pengukuran liabilitas
sewa dan aset hak- guna. Pembayaran terkait diakui sebagai beban dalam periode di mana peristiwa atau kondisi
yang memicu pembayaran tersebut terjadi dan dicatat dalam pos "Beban umum dan administrasi" dalam laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Approved by:
Sebagai cara praktis, PSAK 116 mengijinkan penyewa untuk tidak memisahkan komponen nonsewa, dan mencatat
masing-masing komponen sewa dan komponen nonsewa sebagai kesepakatan sewa tunggal. Grup tidak
menggunakan cara praktis ini. Untuk kontrak yang memiliki komponen sewa dan satu atau lebih sewa tambahan
atau komponen non sewa, Grup mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke setiap komponen sewa dengan dasar
harga jual relatif berdiri sendiri dari komponen sewa dan jumlah agregat masing- masing dari komponen non sewa.
r. Pajak Penghasilan
Beban pajak terdiri dari pajak kini dan tangguhan. Beban pajak diakui dalam laporan laba rugi kecuali untuk
transaksi yang berhubungan dengan transaksi diakui diluar laba atau rugi, baik dalam penghasilan komprehensif lain
atau langsung pada ekuitas atau kombinasi bisnis.
Pajak Kini
Beban pajak kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan keuangan, dan
ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan. Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi
yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) sehubungan dengan situasi di mana aturan pajak yang
berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang diharapkan
akan dibayar kepada otoritas pajak.
Kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan dicatat sebagai bagian dari beban pajak dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Bunga dan denda yang timbul dari ketetapan pajak dan kurang bayar atau lebih bayar pajak lainnya disajikan
sebagai bagian dari penghasilan atau beban operasi lain karena tidak dianggap sebagai bagian dari beban pajak
penghasilan.
Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima. Jika Grup mengajukan
keberatan, Grup mempertimbangkan apakah besar kemungkinan otoritas pajak akan menerima keberatan tersebut
dan merefleksikan dampaknya terhadap liabilitas perpajakan Grup.
Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan diukur dengan metode liabilitas atas beda waktu pada tanggal pelaporan antara dasar pengenaan
pajak untuk aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya untuk tujuan pelaporan keuangan. Liabilitas pajak tangguhan
diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dengan beberapa pengecualian. Aset pajak tangguhan diakui
untuk perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal apabila terdapat kemungkinan besar bahwa
jumlah laba kena pajak pada masa mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer dan rugi
fiskal. Aset dan liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal (selain
dari kombinasi bisnis atau transaksi yang tidak menimbulkan perbedaan temporer kena pajak dan perbedaan
temporer dapat dikurangkan dalam jumlah yang sama) dari aset dan liabilitas suatu transaksi yang tidak
memengaruhi laba kena pajak atau laba akuntansi. Selain itu, liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan
temporer timbul dari pengakuan awal goodwill.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan dihitung berdasarkan tarif yang akan dikenakan pada periode saat aset
direalisasikan atau liabilitas tersebut diselesaikan, berdasarkan undang-undang pajak yang berlaku atau berlaku
secara substantif pada akhir periode laporan keuangan. Pengaruh pajak terkait dengan penyisihan dan/atau
pemulihan semua perbedaan temporer selama tahun berjalan, termasuk pengaruh perubahan tarif pajak, dikreditkan
atau dibebankan pada periode operasi berjalan, untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah dibebankan atau
dikreditkan ke penghasilan komprehensif lain atau langsung ke ekuitas.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada setiap akhir periode pelaporan, dan mengurangi jumlah
tercatat jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk
mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang belum diakui dinilai
kembali pada setiap akhir periode pelaporan dan diakui sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak mendatang
akan memungkinkan aset pajak tangguhan tersedia untuk dipulihkan.
23
Page 31
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
r. Pajak Penghasilan (Lanjutan)
Pajak Tangguhan (Lanjutan)
Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus saat hak yang dapat dipaksakan secara hukum
ada untuk saling hapus aset pajak kini dan liabilitas pajak kini, dan aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak
tangguhan berkaitan dengan entitas kena pajak yang sama, atau Grup bermaksud untuk menyelesaikan liabilitas
dan aset pajak kini dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan,
pada setiap periode masa depan di mana jumlah signifikan atas liabilitas atau aset pajak tangguhan diharapkan
untuk diselesaikan atau dipulihkan.
s. Imbalan Kerja
Approved by:
Imbalan Kerja Jangka Pendek
Imbalan kerja jangka pendek adalah imbalan kerja yang jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas bulan setelah
akhir periode pelaporan dan diakui pada saat pekerja telah memberikan jasa kerjanya. Kewajiban diakui ketika
karyawan memberikan jasa kepada Grup dimana semua perubahan pada nilai bawaan dari kewajiban diakui pada
laba rugi.
Hak karyawan atas cuti tahunan diakui ketika karyawan mendapat hak. Provisi dibuat untuk liabilitas cuti tahunan
akibat jasa yang diserahkan oleh karyawan sampai tanggal periode pelaporan.
Imbalan Pascakerja Program Imbalan Pasti
Grup mengakui kewajiban imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Undang-Undang No. 6 tahun 2023
tentang tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- Undang No. 2 tahun 2022 Cipta Kerja.
Beban pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti Grup ditentukan melalui perhitungan aktuaria
secara periodik dengan menggunakan metode projected-unit credit dan menerapkan asumsi atas tingkat diskonto
dan tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun tahunan.
Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, dampak perubahan pada batas atas aset (jika
ada) dan imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga), yang tercermin langsung dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian yang dibebankan atau dikreditkan diakui dalam penghasilan komprehensif lain pada
periode terjadinya untuk mencerminkan aset atau liabilitas pensiun neto yang diakui pada laporan keuangan
konsolidasian untuk mencerminkan nilai penuh dari defisit dan surplus program. Pengukuran kembali diakui sebagai
pos terpisah pada penghasilan komprehensif lain di ekuitas dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.
Biaya jasa lalu diakui dalam laba rugi ketika terjadi amendemen program atau kurtailmen, atau ketika Grup
mengakui biaya restrukturisasi terkait atau pesangon, jika lebih dahulu.
Bunga neto dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto terhadap liabilitas atau aset imbalan pasti neto. Biaya
imbalan pasti dikategorikan sebagai berikut:
Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian kurtailmen dan
penyelesaian)
Beban atau pendapatan bunga neto
Pengukuran kembali
Grup menyajikan dua komponen pertama dari biaya imbalan pasti di laba rugi, Keuntungan dan kerugian
kurtailmen dicatat sebagai biaya jasa lalu.
Kewajiban imbalan pensiun yang diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian merupakan defisit atau surplus
aktual dalam program imbalan pasti Grup. Surplus yang dihasilkan dari perhitungan ini terbatas pada nilai kini
manfaat ekonomis yang tersedia dalam bentuk pengembalian dana program dan pengurangan iuran masa depan
atas program.
t. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi lima langkah
analisa sebagai berikut:
Identifikasi kontrak dengan pelanggan;
Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam
kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan;
Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu entitas
sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang
dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Grup membuat estimasi jumlah
imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang
dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama
periode kontrak;
24
Page 32
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
t. Pengakuan Pendapatan dan Beban (Lanjutan)
Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi lima langkah
analisa sebagai berikut: (Lanjutan)
Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri
sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara
langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin;
Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau jasa
yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut).
Approved by:
Pendapatan diukur berdasarkan imbalan yang Grup perkirakan menjadi haknya dalam kontrak dengan pelanggan
dan tidak termasuk jumlah yang ditagih atas nama pihak ketiga. Grup mengakui pendapatan ketika mengalihkan
pengendalian barang atau jasa kepada pelanggan
Untuk penjualan barang, kewajiban pelaksanaan umumnya terpenuhi, dan pendapatan diakui, pada saat
pengendalian atas barang telah berpindah kepada pelanggan yaitu saat penyerahan barang kepada pelanggan
sesuai dengan ketentuan penjualan.
Liabilitas Kontrak
Liabilitas kontrak diakui jika pembayaran diterima atau pembayaran jatuh tempo (mana yang lebih awal) dari
pelanggan sebelum Grup mengalihkan barang atau jasa terkait. Liabilitas kontrak diakui sebagai pendapatan
ketika Grup memenuhi kontrak tersebut (yaitu, mengalihkan kendali atas barang dan jasa terkait kepada
pelanggan). Liabilitas kontrak disajikan terpisah di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
Beban
Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basic)
Penghasilan/Beban Bunga
Untuk semua instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, penghasilan atau biaya bunga
dicatat dengan menggunakan metode SBE, yaitu suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi
pembayaran atau penerimaan kas di masa yang akan datang selama umur yang diharapkan dari instrumen
keuangan, atau jika lebih tepat, selama periode yang lebih singkat, terhadap nilai tercatat neto dari aset keuangan
atau liabilitas keuangan.
u. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing dan Translasi Saldo
Mata uang penyajian yang digunakan pada laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah, yang juga merupakan
mata uang fungsional setiap entitas dalam Grup, kecuali entitas anak tertentu, yaitu CRA yang memiliki mata uang
fungsional Krona Denmark. Tiap entitas dalam Grup menentukan mata uang fungsionalnya masing-masing dan
laporan keuangannya masing-masing diukur menggunakan mata uang fungsional tersebut.
Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi
dilakukan. Pada setiap akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan
sesuai dengan rata-rata kurs jual dan beli yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal transaksi
perbankan terakhir untuk periode yang bersangkutan, dan laba atau rugi kurs yang timbul, dikreditkan atau
dibebankan pada operasi periode yang bersangkutan.
Pos-pos non-moneter yang diukur pada nilai wajar dalam valuta asing dijabarkan kembali pada kurs yang
berlaku pada tanggal ketika nilai wajar ditentukan. Pos non-moneter yang diukur dalam biaya historis dalam
valuta asing tidak dijabarkan kembali.
Selisih kurs diakui dalam laba rugi pada periode saat terjadinya kecuali untuk:
Selisih kurs atas pinjaman dalam valuta asing yang berkaitan dengan aset dalam konstruksi untuk penggunaan
yang produktif di masa depan, termasuk dalam biaya perolehan aset tersebut ketika dianggap sebagai
penyesuaian atas biaya bunga atas pinjaman dalam valuta asing;
Selisih kurs atas pos moneter piutang atau utang dari kegiatan usaha luar negeri yang penyelesaiannya tidak
direncanakan atau tidak mungkin terjadi (karenanya membentuk bagian dari investasi neto dalam kegiatan usaha
luar negeri), yang pada awalnya diakui pada penghasilan komprehensif lain dan direklasifikasi dari ekuitas ke laba
rugi pada pelepasan atau pelepasan sebagian dari investasi neto; dan
Selisih nilai tukar yang muncul dari penjabaran kembali pos-pos non-moneter, di mana keuntungan atau kerugian
diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Untuk pos-pos non-moneter tersebut, setiap keuntungan atau
kerugian dari komponen pertukaran tersebut juga diakui dalam penghasilan komprehensif lain.
25
Page 33
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
u. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing dan Translasi Saldo (Lanjutan)
Kurs yang digunakan untuk menjabarkan ke mata uang Rupiah, mata uang penyajian Grup, pada tanggal 31
Maret 2025 dan 2024, adalah sebagai berikut:
Mata uang 31 Maret 2025 31 Desember 2024
US$ 1 16,588 16,162
EUR 1 17,893 16,851
RMB 1 2,284 2,214
Approved by: Akun-akun dari entitas anak luar negeri dijabarkan dari mata uang pelaporannya menjadi Rupiah dengan dasar
sebagai berikut:
a. Aset dan liabilitas, baik moneter maupun non-moneter, dijabarkan dengan menggunakan kurs penutup.
b. Pendapatan dan beban dijabarkan dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi atau,
bila memenuhi syarat, kurs rata-rata periode tersebut.
c. Selisih kurs yang terjadi disajikan sebagai “Penghasilan Komprehensif Lain – Selisih Kurs atas Penjabaran
Akun-akun Kegiatan Usaha Luar Negeri” sebagai bagian dari ekuitas sampai pelepasan investasi neto yang
bersangkutan.
Pada pelepasan kegiatan usaha luar negeri (yaitu pelepasan dari seluruh kepentingan Grup pada kegiatan usaha
luar negeri, atau pelepasan yang melibatkan hilangnya pengendalian pada entitas anak yang mencakup kegiatan
usaha luar negeri, atau pelepasan parsial atas kepentingan dalam pengaturan bersama atau entitas asosiasi yang
mencakup kegiatan operasi luar negeri, merupakan aset keuangan yang mencakup kegiatan usaha luar negeri),
seluruh selisih kurs terakumulasi di ekuitas yang terkait dengan kegiatan usaha luar negeri yang telah diatribusikan
ke pemilik Perusahaan direklasifikasi ke laba rugi.
Selanjutnya, dalam pelepasan sebagian dari entitas anak yang mencakup kegiatan usaha luar negeri, yang tidak
mengakibatkan hilangnya pengendalian Grup atas entitas anak, bagian proporsional dari akumulasi selisih kurs
diatribusikan kembali kepada kepentingan non- pengendali dan tidak diakui dalam laba rugi. Untuk seluruh
pelepasan sebagian kepentingan lainnya (yaitu pelepasan sebagian dari entitas asosiasi atau pengaturan bersama
yang tidak mengakibatkan hilangnya pengaruh signifikan atau pengendalian bersama Grup), bagian proporsional
dari jumlah kumulatif selisih kurs direklasifikasi ke laba rugi.
Pada konsolidasi, selisih kurs yang berasal dari penjabaran atas investasi neto entitas luar negeri (termasuk pos-
pos moneter yang secara substansi membentuk bagian investasi neto entitas luar negeri), diakui dalam
penghasilan komprehensif lain dan diakumulasikan dalam komponen ekuitas yang terpisah di bawah judul
“cadangan selisih kurs atas penjabaran akun- akun kegiatan usaha luar negeri”.
Goodwill dan penyesuaian nilai wajar yang timbul dari akuisisi dari kegiatan usaha luar negeri diperlakukan
sebagai aset dan liabilitas dari kegiatan usaha luar negeri dan dijabarkan pada kurs tutup buku. Selisih kurs yang
timbul diakui pada penghasilan komprehensif lain.
v. Informasi Segmen
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Grup yang secara regular
direviu oleh “pengambil keputusan operasional” dalam rangka mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja
segmen operasi.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
a. yang terlibat dalam aktivitas bisnis untuk memeroleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk
pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama);
b. yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat
keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
c. di mana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya dan penilaian
kinerja mereka terfokus pada kategori dari setiap produk.
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk hal-hal yang dapat diatribusikan secara langsung
kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang memadai untuk segmen tersebut.
Segmen ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar grup dieliminasi sebagai bagian dari proses konsolidasi.
w. Laba per Saham Dasar
Jumlah laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada
pemilik Perusahaan dengan rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar pada periode yang
bersangkutan.
26
Page 34
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
x. Biaya Emisi Saham
Biaya-biaya emisi yang terjadi sehubungan dengan penerbitan saham Perusahaan dikurangkan langsung dari
“Tambahan Modal Disetor”.
y. Provisi dan Kontinjensi
Provisi diakui ketika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) sebagai akibat
peristiwa masa lalu, kemungkinan besar Grup diharuskan menyelesaikan kewajiban dan estimasi yang andal
mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.
Approved by:
Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk
menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian
yang meliputi kewajibannya. Apabila suatu provisi diukur menggunakan arus kas yang diperkirakan untuk
menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas (ketika pengaruh nilai waktu
uang bersifat material).
Tingkat diskonto yang digunakan untuk menentukan nilai kini adalah tingkat sebelum pajak yang mencerminkan
penilaian pasar saat ini atas nilai waktu uang dan risiko spesifik terhadap liabilitas. Peningkatan provisi karena
berlalunya waktu diakui sebagai beban bunga.
Ketika beberapa atau seluruh manfaat ekonomi untuk penyelesaian provisi yang diharapkan dapat dipulihkan dari
pihak ketiga, piutang diakui sebagai aset apabila terdapat kepastian bahwa penggantian akan diterima dan jumlah
piutang dapat diukur secara andal.
Aset dan liabilitas kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian. Liabilitas kontinjensi
diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian, kecuali kemungkinan arus keluar sumber daya yang
mewujudkan manfaat ekonomi bersifat kecil. Aset kontinjensi diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian
di mana kemungkinan besar terjadi arus masuk manfaat ekonomi.
z. Saham Treasuri
Saham treasuri diakui dengan menggunakan metode nilai nominal dan dikurangi dari ekuitas. Keuntungan atau
kerugian yang timbul dari pembelian, penjualan, penerbitan, atau pembatalan instrumen ekuitas Perusahaan
tidak diakui dalam laba rugi. Selisih antara jumlah tercatat dan penerimaan dari penjualan saham treasuri di
masa yang akan datang, diakui sebagai bagian dari tambahan modal disetor pada ekuitas.
aa. Peristiwa setelah Periode Pelaporan
Peristiwa setelah periode pelaporan yang memberikan informasi tambahan tentang posisi Grup pada periode
pelaporan (menyesuaikan peristiwa) tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian. Peristiwa setelah periode
pelaporan yang tidak menyesuaikan peristiwa, jika ada, diungkapkan ketika material terhadap laporan keuangan
konsolidasian.
4. PERTIMBANGAN KRISIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi
dan asumsi yang memengaruhi jumlah yang dilaporkan dalam laporan dan pengungkapan yang terkait, pada akhir
periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material
terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.
a. Pertimbangan
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup, manajemen telah membuat pertimbangan berikut, yang
memiliki pengaruh paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:
Penilaian Model Bisnis
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan bergantung pada hasil SPPI testing dan uji model bisnis. Grup
menentukan model bisnis pada tingkat yang mencerminkan bagaimana kelompok aset keuangan dikelola bersama
untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. Penilaian ini mencakup penilaian yang mencerminkan semua bukti yang
relevan termasuk bagaimana kinerja aset dievaluasi dan kinerjanya diukur, risiko yang memengaruhi kinerja aset
dan bagaimana hal ini dikelola dan bagaimana manajer aset diberi kompensasi. Grup memantau aset keuangan
yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain yang
dihentikan pengakuannya sebelum jatuh tempo untuk memahami alasan pelepasannya dan apakah alasan
tersebut konsisten dengan tujuan bisnis di mana aset tersebut dimiliki. Pemantauan adalah bagian dari penilaian
berkelanjutan Grup atas apakah model bisnis di mana aset keuangan yang tersisa dimiliki tetap sesuai dan jika
tidak sesuai apakah telah terjadi perubahan dalam model bisnis dan dengan demikian terdapat perubahan
prospektif terhadap klasifikasi aset keuangan tersebut. Tidak ada perubahan yang diperlukan selama periode yang
disajikan.
27
Page 35
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
4. PERTIMBANGAN KRISIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (Lanjutan)
a. Pertimbangan (Lanjutan)
Peningkatan Risiko Kredit yang Signifikan
Sebagaimana dijelaskan dalam Catatan 3g, kerugian kredit ekspektasian diukur sebagai cadangan yang setara
dengan ECL 12 bulan untuk aset tahap 1, atau ECL sepanjang umur untuk aset tahap 2 atau tahap 3. Suatu aset
bergerak ke tahap 2 ketika risiko kreditnya telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. PSAK 109
tidak menjelaskan apa yang merupakan peningkatan risiko kredit yang signifikan. Dalam menilai apakah risiko
kredit suatu aset telah meningkat secara signifikan, Grup mempertimbangkan informasi masa depan yang wajar
dan dapat didukung secara kualitatif dan kuantitatif.
Approved by: Penentuan Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional Grup adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer di mana entitas beroperasi. Mata
uang tersebut adalah mata uang yang memengaruhi pendapatan dan beban dari jasa yang diberikan. Berdasarkan
penilaian manajemen Grup, mata uang fungsional Grup adalah Rupiah.
Menentukan Waktu Pemenuhan Kewajiban Pelaksanaan
Grup menyimpulkan bahwa penjualan barang yang diberikan harus suatu titik waktu karena pelanggan secara
bersamaan menerima dan menikmati manfaat yang diberikan Grup. Pendapatan dari penjualan produk-produk
Grup diakui pada saat pengendalian atas barang berpindah kepada pembeli, yang pada umumnya terjadi pada
saat yang bersamaan dengan pengiriman dan penerimaan barang.
Pendapatan diakui bila besar kemungkinan bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan diperoleh Grup dan
jumlahnya dapat diukur secara handal. Pendapatan diukur pada nilai wajar pembayaran yang diterima.
b. Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama masa depan dan ketidakpastian sumber estimasi utama yang lain pada tanggal pelaporan yang
memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun
berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada
saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan
mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Grup. Perubahan tersebut dicerminkan dalam
asumsi terkait pada saat terjadinya.
Penurunan Nilai Piutang Usaha
Grup menggunakan matriks provisi untuk menghitung ECL piutang usaha. Tingkat provisi didasarkan pada hari
lewat jatuh tempo untuk pengelompokan berbagai segmen pelanggan yang memiliki pola kerugian yang serupa.
Matriks provisi awalnya didasarkan pada tingkat gagal bayar yang diamati secara historis Grup. Grup akan
mengkalibrasi matriks untuk menyesuaikan pengalaman kerugian kredit historis dengan informasi berwawasan
ke depan. Misalnya, jika prakiraan kondisi ekonomi diperkirakan akan memburuk selama tahun depan yang dapat
menyebabkan peningkatan jumlah gagal bayar, maka tingkat gagal bayar historis disesuaikan. Pada setiap tanggal
pelaporan, tingkat gagal bayar yang diamati secara historis diperbarui dan perubahan dalam estimasi berwawasan
ke depan dianalisis.
Penilaian korelasi antara tingkat gagal bayar yang diamati secara historis, prakiraan kondisi ekonomi, dan ECL
adalah estimasi signifikan. Jumlah ECL sensitif terhadap perubahan keadaan dan prakiraan kondisi ekonomi.
Pengalaman kerugian kredit historis Grup dan prakiraan kondisi ekonomi mungkin tidak mewakili gagal bayar
aktual pelanggan di masa depan. Informasi mengenai ECL pada piutang usaha Grup.
Penilaian Instrumen Keuangan
Grup menggunakan teknik penilaian yang meliputi input yang tidak didasarkan pada data pasar yang dapat
diobservasi untuk mengestimasi nilai wajar dari beberapa jenis instrumen keuangan.
Direksi berpendapat bahwa teknik penilaian yang dipilih dan asumsi yang digunakan adalah tepat dalam
menentukan nilai wajar dari instrumen keuangan.
Revaluasi Aset Tetap
Pengukuran nilai tanah dan bangunan pada nilai revaluasi dengan perubahan nilai wajar diakui dalam penghasilan
komprehensif lain. Grup menggunakan spesialis penilai independen untuk menentukan nilai wajar pada tanggal 31
Desember 2023.
Untuk aset tetap, penilai menggunakan pendekatan perbandingan pasar untuk tanah dan pendekatan biaya untuk
bangunan.
28
Page 36
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
4. PERTIMBANGAN KRISIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (Lanjutan)
b. Estimasi dan Asumsi (Lanjutan)
Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan (selain Goodwill)
Penurunan nilai muncul saat nilai tercatat aset atau unit penghasil kas melebihi nilai terpulihkannya, yang lebih
besar antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya. Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual
didasarkan pada ketersediaan data dari perjanjian penjualan yang mengikat yang dibuat dalam transaksi normal
atas aset serupa atau harga pasar yang dapat diamati dikurangi dengan biaya tambahan yang dapat diatribusikan
dengan pelepasan aset. Perhitungan nilai pakai didasarkan pada model arus kas yang didiskontokan.
Data arus kas diambil dari anggaran untuk lima tahun yang akan datang dan tidak termasuk aktivitas
Approved by:
restrukturisasi yang belum dilakukan oleh Grup atau investasi signifikan di masa datang yang akan memutakhirkan
kinerja aset dari unit penghasil kas yang diuji. Nilai terpulihkan paling dipengaruhi oleh tingkat diskonto yang
digunakan dalam model arus kas yang didiskontokan, sebagaimana juga jumlah arus kas masuk di masa datang
yang diharapkan dan tingkat pertumbuhan yang digunakan untuk tujuan ekstrapolasi.
Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi atas penurunan nilai aset non-keuangan pada tanggal 31
Desember 2024 dan 2023.
Imbalan Pasca-Kerja dan Pensiun
Penentuan utang dan biaya pensiun dan liabilitas imbalan kerja Grup bergantung pada pemilihan asumsi yang
digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara
lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan,
umur pensiun dan tingkat kematian.
Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Grup diakui segera pada laporan posisi keuangan
konsolidasian dengan debit atau kredit ke saldo laba melalui penghasilan komprehensif lain dalam periode
terjadinya. Sementara Grup berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan
pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Grup dapat memengaruhi secara
material liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto.
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi
dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti dalam kegiatan usaha normal. Grup
mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak
penghasilan badan.
Aset Pajak Tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan seluruh rugi fiskal yang
belum digunakan sepanjang besar kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga rugi
fiskal tersebut dapat digunakan. Estimasi signifikan oleh manajemen diharuskan dalam menentukan jumlah aset
pajak tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak serta
strategi perencanaan pajak masa depan.
Penyisihan Penurunan Nilai Pasar dan Keusangan Persediaan
Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi terbaik
yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar,
estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Provisi dievaluasi kembali dan
disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang memengaruhi jumlah yang diestimasi.
Estimasi IBR untuk Sewa
Grup tidak dapat langsung menentukan tingkat bunga implisit dalam sewa, oleh karena itu, Grup menggunakan
suku bunga pinjaman inkremental (“IBR”) untuk mengukur kewajiban sewa. IBR adalah tingkat bunga yang harus
dibayar Grup untuk meminjam dalam jangka waktu yang sama, dan dengan jaminan serupa, dana yang diperlukan
untuk memeroleh aset dengan nilai yang sama dengan aset hak guna dalam lingkungan ekonomi yang sama. Oleh
karena itu, IBR mencerminkan apa yang 'harus dibayar' oleh Grup, yang memerlukan perkiraan ketika tidak ada
tarif yang tersedia sebagai acuan atau ketika perlu disesuaikan untuk mencerminkan syarat dan ketentuan sewa.
Grup memperkirakan IBR menggunakan input yang dapat diamati (seperti suku bunga pasar) jika tersedia dan
membuat estimasi spesifik untuk entitas tertentu jika diperlukan (seperti peringkat kredit).
29
Page 37
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
4. PERTIMBANGAN KRISIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (Lanjutan)
b. Estimasi dan Asumsi (Lanjutan)
Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap dan Aset Hak-Guna
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
manfaat ekonomisnya. Masa manfaat setiap aset tetap dan aset hak-guna Grup ditentukan berdasarkan periode
kegunaan yang diharapkan dari aset tersebut. Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan
pengalaman atas aset sejenis. Masa manfaat setiap aset direviu secara periodik dan disesuaikan apabila prakiraan
berbeda dengan estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan
lainnya atas pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi di masa mendatang dapat
dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas jumlah serta periode pencatatan beban yang diakibatkan
Approved by:
karena perubahan faktor yang disebutkan di atas.
Perubahan masa manfaat aset tetap dan aset hak-guna dapat memengaruhi jumlah beban penyusutan dan
amortisasi yang diakui dan penurunan nilai tercatat aset tersebut.
5. KAS DAN SETARA KAS
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Kas 52,850,632,217 832,078,316
Bank - pihak ketiga
Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 365,010,517 8,563,296,517
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 10,138,949,023 5,735,527,282
PT Bank Pembangunan Daerah Khusus Ibukota Jakarta 3,607,429 1,692,424,962
PT Bank Central Asia Tbk 3,499,018,041 1,097,307,852
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 3,493,250,479 1,003,166,902
PT Bank ICBC Indonesia 16,059,630 16,094,051
PT Bank Syariah Indonesia 4,246,261 4,366,261
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk 2,430,621 3,928,157
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 23,148,574,735 39,595,324,851
PT Bank Central Asia Tbk 5,795,170,077 38,704,752,590
Ringkobing Landbobank 7,357,391,756 7,168,444,994
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1,745,045,325 2,067,255,722
PT Bank ICBC Indonesia 16,931,372 17,009,535
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 41,311,585 -
Sub-Jumlah 108,477,629,068 105,668,899,676
Deposito Berjangka - pihak ketiga
Rupiah
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 468,808,560 27,868,808,560
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk - 5,000,000,000
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 14,929,200,000 10,602,272,000
Sub-Jumlah 15,398,008,560 43,471,080,560
Jumlah 123,875,637,628 149,972,058,552
Deposito berjangka memperoleh tingkat bunga sebesar 3%-3.5% dan 3%-5,9% per tahun masing-masing pada tahun
2025 dan 2024.
30
Page 38
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
6. PIUTANG USAHA – BERSIH
Akun ini terdiri dari:
a. Berdasarkan pelanggan
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Pihak ketiga
Ekspor
Approved by:
348,908,576,910 461,137,918,215
Lokal 545,627,768 673,148,775
Sub-jumlah 349,454,204,678 461,811,066,990
Penyisihan atas ECL (5,144,574,647) (5,674,181,611)
Pihak ketiga - bersih 344,309,630,031 456,136,885,379
Pihak berelasi
PT Integriya Dekorindo 2,488,025,847 3,800,070,303
PT Alam Mentari Sejahtera 288,345,274 211,563,194
Sub Jumlah 2,776,371,121 4,011,633,497
Penyisihan atas ECL (6,763,795) (13,644,142)
Pihak berelasi - bersih 2,769,607,326 3,997,989,355
Piutang usaha - bersih 347,079,237,357 460,134,874,734
Jangka waktu rata-rata kredit penjualan barang adalah 90 hari.
Penyisihan atas ECL untuk piutang usaha telah diukur sejumlah ECL sepanjang umur. ECL pada piutang usaha
diestimasi berdasarkan matriks provisi dengan mengacu pada pengalaman gagal bayar debitur masa lalu dan analisis
posisi keuangan debitur saat ini, disesuaikan dengan faktor-faktor yang spesifik dari debitur dan kondisi ekonomi umum
industri di mana debitur beroperasi.
Tidak ada perubahan dalam teknik estimasi atau asumsi signifikan yang dibuat selama periode pelaporan berjalan.
b. Berdasarkan mata uang
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Dolar Amerika Serikat 343,788,718,588 455,483,184,347
Rupiah 3,290,518,769 4,651,690,387
Sub Jumlah 347,079,237,357 460,134,874,734
c. Berdasarkan umur
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak diaudit) (Diaudit)
1 - 30 hari 307,769,836,151 390,130,254,277
31 - 60 hari 10,620,816,498 19,718,091,625
61 – 90 hari 13,527,457,557 7,137,081,138
> 90 hari 15,161,127,151 43,149,447,694
Sub Jumlah 347,079,237,357 460,134,874,734
31
Page 39
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
6. PIUTANG USAHA – BERSIH (Lanjutan)
d. Mutasi penyisihan atas ECL piutang usaha adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Saldo awal 5,687,825,753 4,584,570,978
Penyisihan tahun berjalan 427,354,893 3,100,684,979
Pemulihan tahun berjalan (963,842,204) (1,997,430,204)
Approved by:
Saldo akhir 5,151,338,442 5,687,825,753
Pada tanggal 31 Desember 2024, piutang usaha sebesar Rp 848.674.716.392 dijadikan jaminan utang bank dan
lembaga keuangan bukan bank dan utang obligasi dan sukuk mudharabah.
Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan atas ECL tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian dari
tidak tertagihnya piutang usaha.
7. PIUTANG LAIN-LAIN
Piutang lain-lain terdiri dari:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Pihak ketiga 35,574,880,589 32,396,834,682
Pihak berelasi
PT Integriya Dekorindo 158,760,784 129,196,079
PT Alam Mentari Sejahtera 1,010,000 1,010,000
Sub-jumlah 159,770,784 130,206,079
Jumlah 35,734,651,373 32,527,040,761
Manajemen menilai risiko gagal bayar piutang lain- lain adalah rendah atau kecil, sehingga tidak ada penyisihan atas
ECL yang diakui.
8. PERSEDIAAN – BERSIH
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Manufaktur
Bahan baku dan pembantu 1,488,671,980,695 1,553,303,578,804
Barang dalam proses 665,188,138,875 662,592,842,391
Barang jadi 829,715,454,354 854,762,621,281
Kehutanan
Persediaan kayu bulat 7,765,758,021 6,490,747,759
Sub-Jumlah 2,991,341,331,945 3,077,149,790,235
Penyisihan penurunan nilai pasar
dan keusarangan persediaan (10,473,798,038) (10,473,798,038)
Jumlah 2,980,867,533,907 3,066,675,992,197
32
Page 40
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
8. PERSEDIAAN – BERSIH (Lanjutan)
Mutasi penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Saldo awal 10,473,798,038 8,941,907,326
Penyisihan tahun berjalan - 1,531,890,712
Saldo akhir 10,473,798,038 10,473,798,038
Approved by:
Pada tanggal 31 Desember 2024, persediaan sebesar Rp 2.086.468.959.221 digunakan sebagai jaminan atas utang
bank dan lembaga keuangan bukan bank dan utang obligasi dan sukuk mudharabah.
Berdasarkan penelaahan terhadap kondisi fisik dan tingkat perputaran persediaan pada akhir tahun, manajemen
berpendapat bahwa penyisihan atas penurunan nilai persediaan di atas cukup untuk menutup kemungkinan kerugian
atas nilai persediaan tersebut.
9. UANG MUKA PEMBELIAN
Akun ini terdiri dari uang muka pembelian atas:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Pihak ketiga
Persediaan 976,847,399,203 987,074,358,644
Aset tetap 10,495,732,362 29,297,889,917
Lain-lain 228,423,483,417 218,075,146,730
Jumlah 1,215,766,614,982 1,234,447,395,291
Uang muka pembelian disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai:
Aset lancar 986,589,261,177 987,074,358,644
Aset tidak lancar 229,177,353,805 247,373,036,647
Jumlah 1,215,766,614,982 1,234,447,395,291
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024, Perusahaan memiliki uang muka pembelian aset tetap – tanah yang berlokasi di
Lingkar Timur, Sidoarjo seluas ± 3.045 m2 dengan nilai sebesar Rp 7.808.551.562.
10. PENYERTAAN SAHAM
Penurunan atas
Persentase
Biaya perolehan perubahan nilai Nilai wajar
kepemilikan
wajar
31 Maret 2025 dan 2024
PT Integriya Dekorindo (ITD) 18.49% 15,990,782,486 (15,990,782,486) -
PT Teknologi Optimal Prima
8.92% 3,004,400,000 - 3,004,400,000
(TOP)
PT Interkreasi Kerja Aji (IKA) 19% 1,900,000,000 - 1,900,000,000
Jumlah
20,895,182,486 (15,990,782,486) 4,904,400,000
33
Page 41
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
11. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Saldo awal 36,798,183,027 -
Reklasifikasi investasi pada
entitas asosiasi - 21,368,470,988
Bagian laba 6,015,044,836 13,536,335,505
Bagian pada penghasilan
Approved by: komprehensif lain 1,605,906,921 1,893,376,534
Saldo akhir 44,419,134,784 36,798,183,027
Persentase kepemilikan
Nama entitas asosiasi Aktivitas utama Tempat kedudukan dan hak suara yang
dimiliki Grup
PT WoodOne Intega Indonesia Manufaktur pintu kayu Indonesia 25%
12. ASET TETAP – BERSIH
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2025
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya perolehan atau
jumlah revaluasian
Tanah 1,225,979,335,867 - - - 1,225,979,335,867
Bangunan 604,394,407,001 - - 2,160,144,789 606,554,551,790
Sarana prasarana 170,922,449,849 - - - 170,922,449,849
Instalasi listrik 52,743,593,086 - - - 52,743,593,086
Mesin dan peralatan 485,957,611,387 42,491,982,144 8,478,665,552 1,040,108,632 521,011,036,611
Alat-alat berat 3,192,500,000 - - - 3,192,500,000
Kendaraan 79,418,083,040 3,578,634,000 - - 82,996,717,040
Inventaris 31,556,081,483 652,024,750 - - 32,208,106,233
Sub-jumlah 2,654,164,061,713 46,722,640,894 8,478,665,552 3,200,253,421 2,695,608,290,476
Aset dalam
penyelesaian 3,002,090,996 3,956,024,251 - (3,200,253,421) 3,757,861,826
Jumlah 2,657,166,152,709 50,678,665,145 8,478,665,552 - 2,699,366,152,302
Akumulasi penyusutan
Bangunan 49,965,065,565 10,303,110,229 - - 60,268,175,794
Sarana prasarana 72,481,814,435 1,939,496,398 - - 74,421,310,833
Instalasi listrik 37,545,741,748 415,985,163 - - 37,961,726,911
Mesin dan peralatan 237,530,354,445 9,281,874,499 5,074,897,886 - 241,737,331,058
Alat-alat berat 3,192,500,000 - - - 3,192,500,000
Kendaraan 64,018,188,622 1,656,157,455 - - 65,674,346,077
Inventaris 27,313,946,888 483,507,163 - - 27,797,454,051
Jumlah 492,047,611,703 24,080,130,907 5,074,897,886 - 511,052,844,724
Nilai Buku 2,165,118,541,006 2,188,313,307,578
34
Page 42
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
12. ASET TETAP – BERSIH (Lanjutan)
Akun ini terdiri dari: (Lanjutan)
31 Desember 2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya perolehan atau
jumlah revaluasian
Tanah 1,225,979,335,867 - - - 1,225,979,335,867
Bangunan 598,978,096,678 160,000,000 - 5,256,310,323 604,394,407,001
Sarana prasarana 170,922,449,849 - - - 170,922,449,849
Approved by:
Instalasi listrik 52,715,665,158 27,927,928 - - 52,743,593,086
Mesin dan peralatan 461,314,012,099 27,386,284,940 6,503,421,441 3,760,735,789 485,957,611,387
Alat-alat berat 3,192,500,000 - - - 3,192,500,000
Kendaraan 75,980,860,828 5,812,423,161 2,375,200,949 - 79,418,083,040
Inventaris 30,385,641,863 1,760,471,282 590,031,662 - 31,556,081,483
Sub-jumlah 2,619,468,562,342 35,147,107,311 9,468,654,052 9,017,046,112 2,654,164,061,713
Aset dalam
penyelesaian 8,396,404,884 4,274,369,057 651,636,833 (9,017,046,112) 3,002,090,996
Jumlah 2,627,864,967,226 39,421,476,368 10,120,290,885 - 2,657,166,152,709
Akumulasi penyusutan
Bangunan 8,841,055,430 41,124,010,135 - - 49,965,065,565
Sarana prasarana 64,090,117,345 8,391,697,090 - - 72,481,814,435
Instalasi listrik 34,896,860,151 2,648,881,597 - - 37,545,741,748
Mesin dan peralatan 210,551,835,497 31,567,319,325 4,588,800,377 - 237,530,354,445
Alat-alat berat 3,192,500,000 - - - 3,192,500,000
Kendaraan 59,229,840,554 6,853,279,973 2,064,931,905 - 64,018,188,622
Inventaris 25,910,254,890 1,990,692,789 587,000,791 - 27,313,946,888
Jumlah 406,712,463,867 92,575,880,909 7,240,733,073 - 492,047,611,703
Nilai Buku 2,221,152,503,359 2,165,118,541,006
Pada periode Maret 2025 dan 2024, penambahan aset tetap termasuk reklasifikasi dari aset hak-guna dengan biaya
perolehan masing-masing sebesar Rp 10.628.122.948 dan Rp 29.684.131.648 dan akumulasi penyusutan masing-
masing sebesar Rp 2.829.764.581 dan Rp 7.293.151.002.
Pada periode 2024, penambahan aset tetap termasuk reklasifikasi dari uang muka pembelian sebesar Rp 4.151.351.
Beban penyusutan dibebankan dan dialokasikan sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Beban pokok penjualan 17,723,067,042 66,890,944,550
Beban umum dan administrasi 3,527,299,284 18,391,785,357
Jumlah 21,250,366,326 85,282,729,907
Jika tanah dan bangunan diukur menggunakan model biaya, nilai tercatatnya akan menjadi sebesar Rp
652.062.696.407 pada tanggal 31 Desember 2024. Keuntungan revaluasi aset tetap yang diakui dalam penghasilan
komprehensif lain dan terakumulasi dalam ekuitas sebesar Rp 992.937.671.636 untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024.
35
Page 43
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
12. ASET TETAP – BERSIH (Lanjutan)
Nilai wajar tanah dan bangunan ditentukan dengan menggunakan metode pendekatan pasar dan biaya dengan nilai
sebesar Rp 1.792.924.490.467. Hal ini berarti penilaian yang dilakukan oleh penilai didasarkan pada harga pasar aktif,
yang disesuaikan secara signifikan untuk perbedaan pada sifat, lokasi dan kondisi dari tanah dan bangunan yang dinilai.
Nilai wajar tanah dan bangunan didasarkan pada penilaian yang dilakukan oleh:
Penilai Independen Tanggal Nama Penilai Independen Nomor Ijin
Laporan Penilai
PT Integra Indocabinet KJPP Pung’s Zulkarnain & 18 Januari Fahmi Hassan, M.Ec.Dev, MAPPI
P-1.13.00378
Tbk Rekan 2024 (Cert.)
PT Intertrend Utama
Approved by:
KJPP Sarwono, Indriassari & 15 Januari
Anhar Armansyah,ST.MAPPI (Cert) P-1.12.00326
Rekan 2024
PT Interkraft KJPP Ruddy Barus Yenny & Dr. Ruddy Tri Santoso, M.M., MAPPI
30 Maret 2023 P-1.17.00472
Rekan (Cert)
KJPP Sarwono, Indriassari & 15 Januari
Anhar Armansyah,ST.MAPPI (Cert) P-1.12.00326
Rekan 2024
KJPP Pung’s Zulkarnain &
PT Intera Indonesia 8 Maret 2024
Rekan Fahmi Hassan, M.Ec.Dev, MAPPI
P-1.13.00378
KJPP Pung’s Zulkarnain & 18 Januari (Cert.)
Rekan 2024
Hirarki nilai wajar atas tanah dan bangunan adalah tingkat 2.
Tidak terdapat perpindahan antar atas pengukuran nilai wajar selama tahun berjalan.
Pada tahun 2024 saldo surplus revaluasi aset tetap yang direklasifikasi ke saldo laba sebesar Rp 15.866.390.255.
Grup memiliki aset tetap tanah dengan Hak Guna Bangunan (“HGB”) dengan jangka waktu 20-30 tahun. Pada
tanggal 31 Maret 2025, HGB Grup masih memiliki sisa jangka waktu 3-28 tahun. Manajemen berpendapat bahwa
jangka waktu HGB tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang saat jatuh tempo.
Aset dalam penyelesaian terdiri dari:
31 Maret 2025
Perkiraan % Nilai Tahun perkiraan
penyelesaian tercatat penyelesaian
Bangunan, Sarana dan
Prasarana 72% 3,619,773,109 April - Mei 2025
Mesin dan Peralatan 95% 138,088,717 April 2025
Jumlah 3,757,861,826
31 Desember 2024
Perkiraan % Nilai Tahun perkiraan
penyelesaian tercatat penyelesaian
Bangunan, Sarana dan
Prasarana 49% 1,972,142,224 Februari - Maret 2025
Mesin dan Peralatan 90% 1,029,948,772 Februari 2025
Jumlah 3,002,090,996
Pada tahun 2024, terdapat pembebanan aset dalam penyelesaian sebesar Rp 651.636.833.
Pada tanggal 31 Desember 2024, aset tetap berupa tanah, bangunan dan mesin dan peralatan sebesar Rp
1.931.378.000.000 digunakan sebagai jaminan atas utang bank dan lembaga keuangan bukan bank dan utang obligasi
dan sukuk mudharabah.
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan
yang mengindikasikan penurunan nilai aset tetap pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024.
36
Page 44
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
12. ASET TETAP – BERSIH (Lanjutan)
Properti Investasi
Properti investasi merupakan tanah yang belum digunakan oleh Grup yang berlokasi di Wedoroklurak, Sidoarjo.
Hirarki nilai wajar atas properti investasi – tanah adalah tingkat 2.
Tidak terdapat perpindahan antar tingkat atas pengukuran nilai wajar selama tahun berjalan.
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan
keadaan yang mengindikasikan penurunan nilai properti investasi pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024.
Pada tanggal 31 Desember 2024 properti investasi sebesar Rp 91.400.000.000 digunakan sebagai jaminan atas utang
bank dan lembaga keuangan bukan bank dan utang obligasi dan sukuk mudharabah .
13. by:
Approved ASET LAIN-LAIN – BERSIH
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Biaya ditangguhkan atas hak
pengusahaan hutan dan
proyek kredit karbon, bersih 98,719,016,718 98,251,268,242
Aset tidak berwujud - bersih 2,978,101,250 3,171,078,500
Biaya emisi ditangguhkan
atas utang sukuk, bersih 86,678,624 139,708,919
Lain-lain 12,568,989,698 12,540,674,698
Jumlah 114,352,786,290 114,102,730,359
Beban amortisasi aset tidak berwujud pada periode Maret 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp 192.977.250
dan Rp 737.220.000 dibebankan pada “Beban umum dan administrasi – lain-lain”
Grup memiliki hak pengelolaan hutan (“HPH”) dengan jangka waktu 43-53 tahun. Pada tanggal 31 Maret 2025, HPH
Grup masih memiliki sisa jangka waktu 26-29 tahun. Manajemen berpendapat bahwa jangka waktu HPH tersebut dapat
diperbaharui/diperpanjang saat jatuh tempo.
14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK
a. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Pihak ketiga
Perusahaan
PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk
Kredit modal kerja
plafon tranche B 378,083,000,000 380,000,000,000
RC terbatas tranche B 226,842,000,000 225,349,378,500
Kredit modal kerja plafon 90,000,000,000 90,000,000,000
Kredit modal kerja RC terbatas 19,984,000,000 19,950,000,000
PT Bank Maspion Indonesia Tbk
Demand loan 27,000,000,000 27,000,000,000
Rekening koran 14,893,353,400 14,622,747,697
PT Bank Central Asia Tbk
Rekening koran 28,838,318,011 28,525,229,737
Sub-jumlah 785,640,671,411 785,447,355,934
37
Page 45
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)
a. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari: (Lanjutan)
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Pihak ketiga
Entitas Anak
PT Bank Maspion Indonesia Tbk
Approved by:
Demand loan 309,200,000,000 310,000,000,000
Fixed loan 85,000,000,000 85,000,000,000
Rekening koran 40,984,380,146 42,748,334,239
PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk
Kredit modal kerja
plafon tranche B 170,000,000,000 170,000,000,000
Kredit modal kerja plafon 75,000,000,000 75,000,000,000
RC terbatas tranche B 84,996,148,032 83,270,571,271
Letter of credit
(US$ 3.026.801 pada Mar 2025
dan US$ 3.236.686 pada 2024) 50,208,577,974 52,311,321,880
RC terbatas 15,000,000,000 14,990,044,811
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Pre export financing
(US$ 4.283.750 dan Rp 129.000.000.014
pada Mar 2025 dan US$ 6.560.250
dan Rp 15.000.000.006 pada 2024) 200,058,845,014 123,927,839,506
Kredit modal kerja revolving 49,900,000,000 49,900,000,000
Letter of credit
(US$ 361.397 pada Mar 2025
dan US$ 754.650 pada 2024) 5,994,847,132 12,196,663,320
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk
Kredit modal kerja CO. tetap 99,642,087,378 99,512,513,399
Kredit modal withdrawal approval
pre financing 100,000,000,000 77,500,000,000
PT Bank Central Asia Tbk
Fasilitas kredit ekspor 30,000,000,000 30,000,000,000
Rekening koran 20,038,582,974 24,303,319,197
Time loan 15,000,000,000 15,000,000,000
Kredit multi 10,000,000,000 10,000,000,000
Letter of credit usance
(US$ 474.448 pada Mar 2025
dan US$ 511.602 pada 2024) 7,870,150,889 8,268,515,726
Sub-jumlah 1,368,893,619,539 1,283,929,123,349
Jumlah 2,154,534,290,950 2,069,376,479,283
38
Page 46
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)
a. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari: (Lanjutan)
Perusahaan
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Perusahaan memeroleh fasilitas kredit modal kerja berupa RC terbatas, kredit modal kerja plafon, RC terbatas tranche
B, kredit modal kerja plafon tranche B, letter of credit/SKBDN dan treasury line (untuk Perusahaan, ITR, ITK dan INT)
dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 20 miliar, Rp 90 miliar, Rp 230 miliar, Rp 380 miliar, US$ 6 juta
dan US$ 2 juta. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8%-8,25% per tahun untuk fasilitas selain letter of credit/SKBDN
dan 5,5% per tahun untuk fasilitas letter of credit/SKBDN masing-masing pada tahun 2025 dan 2024. Fasilitas ini akan
Approved by:
jatuh tempo pada tanggal 16 September 2025 dan diperpanjang setiap tahun serta dijamin dengan aset tetap tertentu
milik Perusahaan, ITR dan INT serta piutang usaha dan persediaan milik Perusahaan dan ITR.
Grup wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
Rasio lancar minimum 1x.
Rasio debt service coverage minimum 100%.
Rasio debt to equity maksimum 2,5x.
PT Bank Maspion Indonesia Tbk
Pada tanggal 12 Maret 2021, Perusahaan memeroleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran dan demand loan
dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 5 miliar dan Rp 25 miliar. Pada tanggal 25 Januari 2023,
Perusahaan merubah batas maksimum fasilitas rekening koran dan demand loan masing-masing menjadi sebesar Rp
15 miliar dan Rp 35 miliar.
Fasilitas ini dibebani bunga dan 8,5% per tahun masing-masing pada tahun 2025 dan 2024 dan akan jatuh tempo pada
tanggal 13 November 2025 dan diperpanjang setiap tahunnya. Fasilitas ini dijamin dengan persediaan milik INT, ITR
dan ITK, aset tetap tertentu milik INT dan SAM serta corporate guarantee dari Perusahaan.
Grup wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
Rasio lancar minimum 1x.
Rasio debt service coverage minimum 1,25x.
Rasio debt to equity maksimum 2,5x.
PT Bank Central Asia Tbk
Pada tanggal 8 Januari 2021, Perusahaan memeroleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran dengan batas
maksimum sebesar Rp 30 miliar. Pada tanggal 27 Desember 2022, Perusahaan memeroleh tambahan fasilitas kredit
berupa fasilitas time loan revolving dengan batas maksimum sebesar Rp 40 miliar. Pada tanggal 11 April 2023,
Perusahaan memeroleh tambahan fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran dengan batas maksimum sebesar Rp
300 miliar. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 0,6% per tahun untuk fasilitas kredit time loan revolving pada tahun
2023 dan 8,5% per tahun untuk fasilitas rekening koran masing-masing pada tahun 2025 dan 2024. Fasilitas ini akan
jatuh tempo masing-masing pada tanggal 13 Oktober 2025 dan 12 April 2024. Fasilitas time loan revolving dan rekening
koran dengan batas maksimum Rp 300 miliar telah dilunasi masing-masing pada bulan Januari 2023 dan September
2023.
Fasilitas ini dijamin dengan rekening giro milik Perusahaan dan IIL, persediaan dan aset tetap tertentu milik
Perusahaan, ITR, INT, IIL dan sebagian dari direksi Perusahaan.
Perusahaan terikat dengan beberapa batasan, antara lain:
Rasio lancar minimum 1x.
Rasio debt service coverage minimum 1x.
Rasio debt to equity maksimum 1x.
Rasio EBITDA/(Installment+interest) minimum 1x.
Entitas anak
PT Bank Maspion Indonesia Tbk
Pada tanggal 5 November 2020, INT, entitas anak, memeroleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran, fixed loan
dan demand loan dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 15 miliar, Rp 30 miliar dan Rp 30 miliar. Pada
tanggal 25 Januari 2023, INT merubah batas maksimum fasilitas fixed loan dan demand loan masing-masing menjadi
sebesar Rp 50 miliar dan Rp 110 miliar.
39
Page 47
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)
a. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari: (Lanjutan)
Entitas anak (Lanjutan)
PT Bank Maspion Indonesia Tbk (Lanjutan)
Pada tanggal 12 November 2021, ITR, entitas anak, memeroleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran, fixed
loan dan demand loan dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 25 miliar, Rp 30 miliar dan Rp 120 miliar.
Pada tanggal 25 Januari 2023, ITR merubah batas maksimum fasilitas demand loan menjadi sebesar Rp 170 miliar.
Pada tanggal 3 Februari 2021, ITK, entitas anak, memeroleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran dan fixed
loan dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 5 miliar. Pada tanggal 25 Januari 2023, ITK memeroleh
Approved by:
tambahan fasilitas kredit berupa fasilitas demand loan dengan batas maksimum sebesar Rp 30 miliar.
Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8,5% per tahun pada tahun 2025 dan 2024. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada
tanggal 13 November 2025.
Fasilitas ini dijamin dengan persediaan milik INT, ITR dan ITK, aset tetap tertentu milik INT dan SAM, properti investasi
tertentu milik ITG, ITD dan ITR serta corporate guarantee dari Perusahaan.
Grup wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
Rasio lancar minimum 1x.
Rasio debt service coverage minimum 1,25x.
Rasio debt to equity maksimum 2,5x.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Pada tanggal 6 September 2021, ITR, entitas anak, memeroleh fasilitas kredit modal kerja berupa RC terbatas, RC
terbatas tranche B, kredit modal kerja plafon, kredit modal kerja plafon tranche B, letter of credit/SKBDN dan treasury
line (untuk Perusahaan, ITR, ITK dan INT) dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 15 miliar, Rp 85 miliar,
Rp 75 miliar, Rp 170 miliar, US$ 6 juta dan US$ 2 juta. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8%-8,25% per tahun untuk
fasilitas selain letter of credit/SKBDN dan 5,5%-5,85% per tahun untuk fasilitas letter of credit/SKBDN masing-masing
pada tahun 2025 dan 2024. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 16 September 2025.
Fasilitas ini dijamin dan memiliki ketentuan atau rasio keuangan yang sama dengan fasilitas yang diterima oleh
Perusahaan.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Pada tanggal 22 November 2022, ITR, entitas anak, memeroleh fasilitas kredit berupa fasilitas kredit modal kerja
revolving, pre export financing, non-cash loan (LC/SKBDN) dan treasury line dengan batas maksimum masing-masing
sebesar Rp 100 miliar, US$ 10 juta, US$ 3 juta dan US$ 5 juta. Pada tanggal 24 Desember 2024 Perusahaan dan ITR,
entitas anak memeroleh fasilitas kredit modal kerja pre export financing dengan batas maksimum sebesar Rp 200
miliar. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8%-8,5% per tahun masing-masing pada tahun 2025 dan 2024. Fasilitas
kredit modal kerja pre export financing dengan batas maksimum sebesar Rp 200 miliar akan jatuh tempo pada tanggal
21 Juni 2025 dan untuk fasilitas lainnya pada tanggal 21 Desember 2025.
Fasilitas ini dijamin dengan aset tetap tertentu milik direksi Perusahaan, piutang dan persediaan milik Perusahaan, ITR
dan INT serta corporate guarantee dari NKT, BRT, ITK, INT dan ITR.
Grup wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
Rasio lancar minimum 1x.
Debt/EBITDA maksimum 4,5x.
EBITDA to interest ratio minimum 1,25x.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Pada tahun 2024, INT, entitas anak, memeroleh fasilitas kredit modal kerja WA pre financing dan kredit modal kerja Co.
Tetap dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 100.000.000.000. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar
8,75% per tahun masing-masing pada tahun 2025 dan 2024 dan akan jatuh tempo pada tanggal 20 November 2025.
Fasilitas ini dijamin dengan piutang usaha, persediaan dan aset tetap tertentu milik ITK.
INT wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
EBITDA selalu positif.
Laba bersih selalu positif.
Rasio Debt to Equity Rasio (DER) maksimal sebesar 300%.
Rasio Interest Coverage Ratio (ICR) maksimal sebesar 150%.
40
Page 48
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)
a. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari: (Lanjutan)
Entitas anak (Lanjutan)
PT Bank Central Asia Tbk
Pada tanggal 12 April 2019, INT, entitas anak, memeroleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran, time loan
revolving dan kredit ekspor dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 15 miliar, Rp 15 miliar dan Rp 30
miliar. Pada tanggal 8 Januari 2021, INT memeroleh tambahan batas maksimum fasilitas rekening koran menjadi Rp 25
miliar dan fasilitas time loan revolving dialihkan menjadi fasilitas kredit multi sebesar Rp 25 miliar.
Pada bulan Agustus 2020, ITR, entitas anak, memeroleh fasilitas letter of credit usance dengan batas maksimum
Approved by:
sebesar US$ 1.000.000. Pada tanggal 12 Juli 2021, ITR memeroleh tambahan batas maksimum menjadi US$
3.500.000.
Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 13 Oktober 2025 dan dibebani bunga sebesar 8,5% per tahun masing-
masing pada tahun 2024 dan 2023. Fasilitas ini dijamin dengan jaminan yang sama dengan fasilitas yang diterima oleh
Perusahaan kecuali jaminan rekening giro.
Entitas anak terikat dengan beberapa batasan, antara lain:
Rasio lancar minimum 1x.
Rasio debt service coverage minimum 1x.
Rasio debt to equity maksimum 1x.
Rasio EBITDA/(Installment+interest) minimum 1x.
b. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka panjang terdiri dari:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Pihak ketiga
Perusahaan
PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk
Kredit investasi refinancing 177,187,500,000 187,031,250,000
PT BCA Finance - 485,086,763
408,873,281
Sub-jumlah 177,596,373,281 187,516,336,763
Pihak ketiga
Entitas Anak
PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk
Kredit investasi refinancing 106,840,000,000 112,780,000,000
PT Bank Maspion Indonesia Tbk
Fixed loan anuitas 31,469,496,517 33,879,214,325
PT BCA Finance 560,506,549 275,841,839
Sub-jumlah 138,870,003,066 146,935,056,164
Jumlah 316,466,376,347 334,451,392,927
Bagian jatuh tempo dalam
waktu satu tahun (73,770,777,872) (73,458,821,379)
Bagian Jangka Panjang 242,695,598,475 260,992,571,548
41
Page 49
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)
b. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka panjang terdiri dari: (Lanjutan)
Perusahaan
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Pada tanggal 6 September 2021, Perusahaan memeroleh fasilitas kredit investasi refinancing dan kredit skema PEN
dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 315 miliar dan Rp 100 miliar. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar
8% per tahun pada tahun 2025 dan 2024.
Fasilitas ini terutang dalam angsuran bulanan masing-masing sampai dengan September 2029 dan November 2024.
Fasilitas ini dijamin dan memiliki ketentuan atau rasio keuangan yang sama dengan fasilitas jangka pendek.
Approved by:
Pembayaran pokok pinjaman pada tahun 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp 9.843.750.000 dan Rp
76.375.000.000. Fasilitas kredit skema PEN telah dlunasi pada bulan November 2024.
PT BCA Finance
Pada tahun 2020-2021 dan 2024, Perusahaan mengadakan perjanjian kredit kepemilikan kendaraan yang terutang
dalam angsuran bulanan sampai dengan 2023-2026. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 3,75%-4,49% per tahun pada
tahun 2025 dan 2024.
Pembayaran pokok pinjaman pada tahun 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp 76.213.482 dan Rp 515.380.327.
Entitas anak
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Pada tanggal 6 September 2021, ITR, entitas anak, memeroleh fasilitas kredit investasi refinancing dengan batas
maksimum sebesar Rp 190 miliar. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8% per tahun pada tahun 2025 dan 2024.
Fasilitas ini terutang dalam angsuran bulanan sampai dengan September 2029. Fasilitas ini dijamin dan memiliki
ketentuan atau rasio keuangan yang sama dengan fasilitas jangka pendek.
Pembayaran pokok pinjaman pada tahun 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp 5.940.000.000 dan Rp
23.760.000.000.
PT Bank Maspion Indonesia Tbk
Pada tanggal 25 Januari 2023, ITR memeroleh fasilitas kredit berupa fasilitas fixed loan anuitas dengan batas
maksimum sebesar Rp 50 miliar. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8,5% per tahun pada tahun 2025 dan 2024 dan
terutang dalam angsuran bulanan sampai dengan Februari 2028. Fasilitas ini dijamin dengan jaminan yang sama
dengan fasilitas jangka pendek.
Pembayaran pokok pinjaman pada tahun 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp 2.409.717.808 dan Rp
9.094.291.215.
ITR wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
Rasio lancar minimum 1x.
Rasio debt service coverage minimum 100%.
Rasio debt to equity maksimum 2,5x.
PT BCA Finance
Pada tahun 2021-2023, ITR, ITK dan INT, entitas anak, mengadakan perjanjian kredit kepemilikan kendaraan dengan
angsuran bulanan hingga tahun 2026. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 2,99%-5,72% per tahun pada tahun 2025
dan 2024.
Pembayaran pokok pinjaman pada tahun 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp 78.535.290 dan Rp 726.399.142.
Kepatuhan atas Syarat-syarat Pinjaman
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024, Grup telah memenuhi semua persyaratan pinjaman-pinjaman tersebut di atas
seperti disebutkan dalam perjanjian kredit terkait.
42
Page 50
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
15. UTANG USAHA
a. Akun ini terdiri dari utang kepada pemasok sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Pihak ketiga
Lokal 63,133,894,972 123,850,274,550
Approved Impor
by: 12,703,733,196 7,419,788,787
Sub-jumlah 75,837,628,168 131,270,063,337
Pihak berelasi
PT Integriya Dekorindo 48,307,500 -
Sub-jumlah 48,307,500 -
Jumlah 75,885,935,668 131,270,063,337
b. Berdasarkan mata uang
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Rupiah 63,182,202,472 123,850,274,550
Dolar Amerika Serikat 12,028,112,794 6,844,635,468
Ren Min Bi 538,339,761 395,294,347
Euro 137,280,641 179,858,972
Jumlah 75,885,935,668 131,270,063,337
c. Berdasarkan umur
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak diaudit) (Diaudit)
1 - 30 hari 71,262,208,294 126,912,693,885
31 - 60 hari 2,798,300,768 4,098,551,962
61 – 90 hari 1,822,541,405 253,895,044
> 90 hari 2,885,201 4,922,446
Jumlah 75,885,935,668 131,270,063,337
Utang usaha merupakan utang tanpa jaminan dan tidak dikenakan bunga.
16. ASET HAK GUNA – BERSIH
31 Maret 2025
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Mesin dan peralatan 35,060,129,747 - - (9,584,622,948) 25,475,506,799
Kendaraan 4,035,924,054 - - (1,043,500,000) 2,992,424,054
Jumlah 39,096,053,801 - - (10,628,122,948) 28,467,930,853
43
Page 51
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
16. ASET HAK GUNA – BERSIH (Lanjutan)
31 Maret 2025
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Akumulasi
Penyusutan
Mesin dan peralatan 6,048,060,792 99,388,252 - (2,437,277,069) 3,710,171,975
Kendaraan 1,365,374,277 497,344,569 - (392,487,512) 1,470,231,334
Jumlah 7,413,435,069 596,732,821 - (2,829,764,581) 5,180,403,309
Approved by:
Nilai Buku 31,682,618,732 23,287,527,544
31 Desember 2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Mesin dan peralatan 60,024,423,234 - - (24,964,293,487) 35,060,129,747
Kendaraan 8,755,762,215 - - (4,719,838,161) 4,035,924,054
Jumlah 68,780,185,449 - - (29,684,131,648) 39,096,053,801
Akumulasi
Penyusutan
Mesin dan peralatan 9,224,367,142 2,326,769,330 - (5,503,075,680) 6,048,060,792
Kendaraan 2,488,438,425 667,011,174 - (1,790,075,322) 1,365,374,277
Jumlah 11,712,805,567 2,993,780,504 - (7,293,151,002) 7,413,435,069
Nilai Buku 57,067,379,882 31,682,618,732
Rincian berdasarkan nilai tercatat untuk setiap kelompok aset hak-guna adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Mesin dan peralatan 21,765,334,824 29,012,068,955
Kendaraan 1,522,192,720 2,670,549,777
Jumlah 23,287,527,544 31,682,618,732
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan
yang mengindikasikan penurunan nilai aset hak-guna pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024.
17. PERPAJAKAN
a. Pajak dibayar di muka terdiri dari:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Perusahaan
Pajak Pertambahan Nilai 5,629,362,271 10,661,326,107
Pajak penghasilan:
Pasal 23 - 50,600
Sub-jumlah 5,629,362,271 10,661,376,707
44
Page 52
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
17. PERPAJAKAN (Lanjutan)
a. Pajak dibayar di muka terdiri dari: (Lanjutan)
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Entitas anak
Pajak Pertambahan Nilai 39,228,784,721 81,302,316,665
Pajak penghasilan:
Approved by:
Pasal 21 - 95,046,592
Pasal 23 6,299,912 -
Sub-jumlah 39,235,084,633 81,397,363,257
Jumlah 44,864,446,904 92,058,739,964
b. Utang pajak terdiri dari:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Perusahaan
Pajak penghasilan:
Pasal 4(2) 69,755,040 67,739,577
Pasal 21 630,655,035 8,485,386
Pasal 22 6,587,174 4,217,420
Pasal 23 51,099,499 91,698,766
Pasal 25 313,382,534 313,382,534
Pasal 26 - 16,760,650
Pasal 29 722,480,957 722,480,957
Sub-jumlah 1,793,960,239 1,224,765,290
Entitas anak
Pajak Pertambahan Nilai 1,190,297 3,622,644,242
Pajak penghasilan:
Pasal 4(2) 157,251,129 160,027,108
Pasal 21 1,086,907,448 4,677,776
Pasal 22 76,997,841 124,127,358
Pasal 23 183,534,089 289,778,482
Pasal 25 2,638,657,343 2,638,657,343
Pasal 29 16,448,101,638 11,161,432,954
Lain-lain - 5,251,620
Sub-jumlah 20,592,639,785 18,006,596,883
Jumlah 22,386,600,024 19,231,362,173
45
Page 53
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
17. PERPAJAKAN (Lanjutan)
c. Lain-lain
Pada tahun 2024, Grup memperoleh Surat Ketetapan Pajak sebagai berikut:
2024
Surat
Tanggal Surat
Entitas Ketetapan Jenis Pajak Periode Jumlah
Ketetapan Pajak
Pajak
November - Desember
Perusahaan Lebih Bayar Pajak Pertambahan Nilai 6,561,103,139 Januari - Februari 2024
2023
Approved by: Lebih Bayar Pajak Pertambahan Nilai Januari - Oktober 2024 24,032,994,126 Maret - Desember 2024
PT Intertrend Utama Lebih Bayar Pajak Pertambahan Nilai Oktober - Desember 2023 36,305,797,855 Januari - Februari 2024
Lebih Bayar Pajak Pertambahan Nilai Januari - Oktober 2024 67,902,156,785 Maret - Desember 2024
PT Interkraft Lebih Bayar Pajak Pertambahan Nilai Oktober - Desember 2023 12,580,180,337 Januari - Februari 2024
Maret - April dan Juni -
Lebih Bayar Pajak Pertambahan Nilai 2,890,650,728 Mei - September 2024
Juli 2024
Pajak Penghasilan pasal
Lebih Bayar 1,412,196,736 Februari 2024
29 2022
Pajak Penghasilan pasal
Kurang Bayar 17,831,368 Januari 2024
23 Desember 2022
Pajak Penghasilan pasal
Kurang Bayar 61,426,832 Januari 2024
4 (2) Desember 2022
Kurang Bayar Pajak Pertambahan Nilai Desember 2022 103,247,953 Januari 2024
PT Intera Indonesia Lebih Bayar Pajak Pertambahan Nilai Oktober - Desember 2023 12,086,270,945 Januari - Maret 2024
Lebih Bayar Pajak Pertambahan Nilai Januari - Oktober 2024 26,694,967,956 April - Desember 2024
Pajak Penghasilan pasal
PT Narkata Rimba Kurang Bayar 423,044,672 Juli 2024
29 2022
Pajak Penghasilan pasal
Kurang Bayar 61,570,371 Desember 2024
23 Januari - Desember 2022
Pajak Penghasilan pasal Januari dan Desember
Kurang Bayar 61,902,263 Desember 2024
23 2023
Kurang Bayar Pajak Pertambahan Nilai Desember 2023 123,411,960 Desember 2024
Pajak Penghasilan pasal
Kurang Bayar 64,969,413 Desember 2024
21 Desember 2023
Pajak Penghasilan pasal
Kurang Bayar 251,475,211 Desember 2024
4 (2) Desember 2023
Pajak Penghasilan pasal
Lebih Bayar 1,814,418,406 Desember 2024
4 (2) 2023
Pajak Penghasilan pasal
PT Belayan River Timber Kurang Bayar 1,001,061,395 Oktober 2024
4 (2) Desember 2023
Pajak Penghasilan pasal
Kurang Bayar 11,969,692 Oktober 2024
21 Desember 2023
Pajak Penghasilan pasal
Kurang Bayar 8,334,300 Oktober 2024
23 Desember 2023
Pajak Penghasilan pasal
Kurang Bayar 1,142,055,660 Oktober 2024
29 2023
18. LIABILITAS KONTRAK
Akun ini terdiri dari uang muka yang diterima dari pelanggan yang berasal dari penjualan furniture:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Pihak ketiga
Ekspor 13,536,113,791 168,826,263,333
Lokal 13,513,514 20,255,500
Sub-jumlah 13,549,627,305 168,846,518,833
Pihak berelasi
PT Integriya Dekorindo 405,405,405
Sub-jumlah 405,405,405 -
Jumlah 13,955,032,710 168,846,518,833
46
Page 54
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
19. UTANG OBLIGASI DAN SUKUK MUDHARABAH
a. Utang obligasi terdiri dari
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Nilai nominal 52,530,000,000 250,000,000,000
Dikurangi biaya emisi obligasi
ditangguhkan yang belum diamortisasi (185,592,900) (352,675,340)
Approved Utang
by: obligasi - bersih 52,344,407,100 249,647,324,660
Bagian Jatuh Tempo dalam
waktu satu tahun - 197,326,083,357
Bagian jangka panjang 52,344,407,100 52,321,241,303
b. Sukuk mudharabah terdiri dari:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Nilai nominal 25,230,000,000 109,030,000,000
Bagian jatuh tempo
dalam waktu satu tahun - 83,800,000,000
Bagian jangka panjang 25,230,000,000 25,230,000,000
“Obligasi Berkelanjutan I Integra Indocabinet Tahap II Tahun 2022 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I
Integra Indocabinet Tahap II Tahun 2022” (“Sukuk Mudharabah”)
Pada tanggal 28 Maret 2022, Perusahaan telah mencatatkan di Bursa Efek Indonesia untuk “Obligasi Berkelanjutan I
Integra Indocabinet Tahap II Tahun 2022 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Integra Indocabinet Tahap
II Tahun 2022” (“Sukuk Mudharabah”) masing-masing sebesar Rp 250.000.000.000 dan Rp 109.030.000.000.
Obligasi Perusahaan yang dikeluarkan terdiri dari dua (2) seri, yaitu Obligasi Seri A dan Obligasi Seri B dengan
penawaran masing-masing 100% dari jumlah pokok Obligasi. Rincian Obligasi yang telah didistribusikan kepada
masyarakat adalah sebagai berikut:
- Seri A sebesar Rp 197.470.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9% per tahun yang dibagikan per tiga
(3) bulan, berjangka waktu tiga (3) tahun; dan
- Seri B sebesar Rp 52.530.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,75% per tahun yang dibagikan per tiga
(3) bulan, berjangka waktu lima (5) tahun.
Sukuk Mudharabah Perusahaan yang dikeluarkan terdiri dari dua (2) seri, yaitu Sukuk Mudharabah Seri A dan Sukuk
Mudharabah Seri B dengan penawaran masing-masing 100% dari jumlah pokok Sukuk Mudharabah. Rincian Sukuk
Mudharabah yang telah didistribusikan kepada masyarakat adalah sebagai berikut:
- Seri A sebesar Rp 83.800.000.000 dengan indikasi pendapatan bagi hasil sebesar 9% per tahun yang dibagikan
per tiga (3) bulan, berjangka waktu tiga (3) tahun; dan
- Seri B sebesar Rp 25.230.000.000 dengan indikasi pendapatan bagi hasil sebesar 9,75% per tahun yang
dibagikan per tiga (3) bulan, berjangka waktu lima (5) tahun.
Berdasarkan pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (“Pefindo”), Perusahaan memperoleh peringkat idA
(Single A) untuk Obligasi dan idA(sy) (Single A Syariah) untuk Sukuk Mudharabah.
Obligasi dan Sukuk Mudharabah di atas tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta
kekayaan Perusahaan baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan
ada di kemudian hari sesuai dengan ketentuan dalam pasal 1131 dan 1132 Kitab Undang-undang Hukum Perdata.
Perusahaan menggunakan dana Obligasi dan Sukuk Mudharabah tersebut, setelah dikurangi dengan biaya emisi,
sebagai modal kerja Perusahaan dan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dengan wali amanat PT Bank
Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.
47
Page 55
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
19. UTANG OBLIGASI DAN SUKUK MUDHARABAH (Lanjutan)
“Obligasi Berkelanjutan I Integra Indocabinet Tahap I Tahun 2021 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I
Integra Indocabinet Tahap I Tahun 2021” (“Sukuk Mudharabah”)
Pada tanggal 15 April 2021, Perusahaan telah mencatatkan di Bursa Efek Indonesia untuk “Obligasi Berkelanjutan I
Integra Indocabinet Tahap I Tahun 2021 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Integra Indocabinet Tahap I
Tahun 2021” (“Sukuk Mudharabah”) masing-masing sebesar Rp 450.000.000.000 dan Rp 150.000.000.000.
Obligasi Perusahaan yang dikeluarkan terdiri dari dua (2) seri, yaitu Obligasi Seri A dan Obligasi Seri B dengan
penawaran masing-masing 100% dari jumlah pokok Obligasi. Rincian Obligasi yang telah didistribusikan kepada
masyarakat adalah sebagai berikut:
Approved by:
- Seri A sebesar Rp 42.180.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9% per tahun yang dibagikan per tiga (3)
bulan, berjangka waktu 370 hari; dan
- Seri B sebesar Rp 407.820.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,25% per tahun yang dibagikan per
tiga (3) bulan, berjangka waktu tiga (3) tahun.
Sukuk Mudharabah Perusahaan yang dikeluarkan terdiri dari dua (2) seri, yaitu Sukuk Mudharabah Seri A dan Sukuk
Mudharabah Seri B dengan penawaran masing-masing 100% dari jumlah pokok Sukuk Mudharabah. Rincian Sukuk
Mudharabah yang telah didistribusikan kepada masyarakat adalah sebagai berikut:
- Seri A sebesar Rp 52.500.000.000 dengan indikasi pendapatan bagi hasil sebesar 9% per tahun yang dibagikan
per tiga (3) bulan, berjangka waktu 370 hari; dan
- Seri B sebesar Rp 97.500.000.000 dengan indikasi pendapatan bagi hasil sebesar 10,25% per tahun yang
dibagikan per tiga (3) bulan, berjangka waktu tiga (3) tahun.
Berdasarkan pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (“Pefindo”), Perusahaan memperoleh peringkat idA-
(Single A Minus) untuk Obligasi dan idA-(sy) (Single A Minus Syariah) untuk Sukuk Mudharabah.
Obligasi dan Sukuk Mudharabah di atas dijamin dengan Hak Guna Bangunan milik ITK, piutang usaha dan persediaan
tertentu milik Perusahaan.
Perusahaan menggunakan dana Obligasi dan Sukuk Mudharabah tersebut, setelah dikurangi dengan biaya emisi, untuk
melakukan pelunasan utang entitas anak, ITK dan INT, pada Indonesia Eximbank dan sisanya dipergunakan sebagai
modal kerja Perusahaan dan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dengan wali amanat PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk.
Obligasi dan Sukuk Mudharabah yang diterbitkan Perusahaan mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan
(negative covenants) antara lain untuk tidak melakukan hal-hal tertentu tanpa persetujuan tertulis Wali Amanat
sebagaimana diatur dalam Perjanjian Wali Amanat, antara lain:
- Melakukan penggabungan atau peleburan dengan perusahaan lain yang akan menyebabkan bubarnya
Perusahaan atau yang akan mempunya dampak negatif yang material.
- Mengurangi modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor Perusahaan.
- Menjaminkan dan/atau membebani dengan caraapapun asset Grup.
- Mengalihkan aset tetap yang jumlahnya melebihi 20% dari total aset Perusahaan.
- Mengubah bidang usaha utama.
- Mengajukan permohonan pailit atau permohonan penundaan kewajiban pembayaranutang.
- Mengeluarkan obligasi, sukuk atau efek-efek lainnya melalui Pasar Modal yang dijamin secara khusus.
Di samping itu, Perusahaan juga diwajibkan untuk memelihara beberapa rasio keuangan sebagai berikut:
- EBITDA terhadap jumlah beban bunga minimal 1,25x.
- Rasio debt to equity maksimum 3x.
Pada tanggal pelaporan, Perusahaan telah memenuhi seluruhnya persyaratan rasio-rasio keuangan yang ditentukan
pada perjanjian penerbitan Obligasi dan Sukuk Mudharabah.
Saldo beban bunga terutang pada Maret 2025 dan 2024 sebesar Rp 5.538.692.500 dan Rp 639.642.500 yang dicatat
sebagai bagian dari “Beban akrual” pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
48
Page 56
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
20. MODAL SAHAM DAN TAMBAHAN MODAL DISETOR
a. Modal Saham
Rincian pemegang saham Perusahaan dan persentase kepemilikannya pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31
Desember 2024 berdasarkan catatan yang dibuat PT Datindo Entrycom, Biro Administrasi Efek adalah sebagai
berikut:
Persentase
Jumlah saham Jumlah
Kepemilikan
PT Integra Indo Lestari 4,573,835,000 71.05% 457,383,500,000
Approved by:
Komisaris
Stephanie Kane Ilham 10,000,000 0.15% 1,000,000,000
Direksi
Halim Rusli 25,000,000 0.39% 2,500,000,000
Widjaja Karli 20,000,000 0.31% 2,000,000,000
Sjany Tjandra 10,000,000 0.15% 1,000,000,000
Wang Sutrisno 10,000,000 0.15% 1,000,000,000
Masyarakat (masing-masing
kurang dari 5% 1,615,121,900 25.09% 161,512,190,000
Sub-jumlah 6,263,956,900 97.29% 626,395,690,000
Saham treasuri 173,543,100 2.71% 17,354,310,000
Jumlah 6,437,500,000 100% 643,750,000,000
Berdasarkan program MESOP yang tercatat di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.03-
0007286 tanggal 16 Januari 2023, modal ditempatkan dan disetor penuh meningkat dari Rp 636.250.000.000
menjadi Rp 643.750.000.000
Saham Treasuri
Pada tanggal 8 Maret 2023, Perusahaan melalui surat No. 007/WOOD/03/2023 mengajukan permohonan
persetujuan pembelian kembali saham Perusahaan (saham treasuri) kepada Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”)
sebanyak-banyaknya sebesar Rp 50.000.000.000. Pembelian kembali tersebut dilakukan dalam jangka waktu 3
bulan, dari tanggal 9 Maret 2023 hingga 9 Juni 2023 dan dilakukan dalam beberapa kali transaksi.
Pada tahun 2023, jumlah saham yang dibeli adalah sebanyak 98.393.900 lembar (nilai nominal Rp 100 per lembar)
dengan nilai sebesar Rp 40.313.928.800. Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah saham treasuri 173.543.100
lembar dengan nilai Rp 89.957.290.800.
Pembentukan saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya
Dalam rangka memenuhi Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007, yang mengharuskan
perusahaan-perusahaan secara bertahap mencadangkan sekurang-kurangnya 20% dari modal yang ditempatkan
sebagai cadangan dana umum, para pemegang saham menyetujui pencadangan sebagian dari saldo laba
Perusahaan sebagai cadangan dana umum sebesar Rp 494.268.062.435 pada tahun 2022 yang diputuskan dalam
RUPS pada tanggal 15 Juli 2022.
Cadangan selisih kurs atas penjabaran akun-akun kegiatan usaha luar negeri
Selisih kurs yang berkaitan dengan penjabaran dari aset neto dari kegiatan usaha luar negeri Grup dari mata uang
fungsional mereka ke mata uang penyajian Grup (yaitu Rupiah) diakui langsung dalam penghasilan komprehensif
lain dan diakumulasikan dalam cadangan selisih kurs atas penjabaran akun-akun kegiatan usaha luar negeri.
Selisih kurs sebelumnya diakumulasi dalam cadangan selisih kurs atas penjabaran akun-akun kegiatan usaha luar
negeri direklasifikasi ke laba rugi saat dilepaskan atau pelepasan sebagian kegiatan usaha luar negeri.
49
Page 57
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
20. MODAL SAHAM DAN TAMBAHAN MODAL DISETOR (Lanjutan)
b. Tambahan modal disetor
Rincian akun tambahan modal disetor adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Tambahan modal disetor
di atas nilai nominal 236,412,562,853 236,412,562,853
Biaya emisi saham (6,142,500,000) (6,142,500,000)
Approved by: Selisih transaksi kombinasi
bisnis antar entitas 82,846,704,551 82,846,704,551
sepengendali
Pengampunan pajak 1,046,249,486 1,046,249,486
Jumlah 314,163,016,890 314,163,016,890
Saldo tambahan modal disetor di atas nilai nominal berasal dari selisih antara hasil penerimaan dari Penawaran
Umum Perdana Saham tahun 2017 atas 1.250.000.000 lembar saham kepada masyarakat dengan nilai
nominalnya dan MESOP.
c. Kombinasi bisnis entitas sepengendali
Pada tahun 2012, Perusahaan melakukan transaksi penyertaan saham pada BRT, ITR dan ITK, entitas anak. Pada
tahun 2020, ITR, entitas anak, melakukan transaksi penyertaan saham pada SAM. Pada tahun 2021, Perusahaan
melakukan pelepasan penyertaan saham pada ITD
Transaksi tersebut di atas dilakukan antara entitas sepengendali dalam rangka kombinasi bisnis sehingga
diperlakukan dengan metode penyatuan kepemilikan sesuai dengan PSAK No. 38 (Revisi 2012) mengenai
“Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”.
Selisih neto nilai transaksi kombinasi bisnis dengan entitas sepengendali yang dicatat sebagai “Tambahan modal
disetor” sehubungan dengan transaksi penyertaan saham di entitas anak, dengan rincian sebagai berikut:
Tahun akuisisi Aset bersih yang
Harga beli (harga jual) Selisih
(pelepasan) diperoleh (dilepas)
Entitas anak
ITD 2021 (123,300,000,000) (61,702,637,678) 61,597,362,322
SAM 2020 6,750,000,000 3,953,644,773 (2,796,355,227)
BRT 2012 13,125,600,000 27,736,469,667 14,610,869,667
ITR 2012 7,524,000,000 9,096,469,925 1,572,469,925
ITK 2012 4,653,000,000 12,515,357,864 7,862,357,864
Jumlah (91,247,400,000) (8,400,695,449) 82,846,704,551
21. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Saldo awal 84,568,357,385 84,553,644,899
Bagian rugi tahun berjalan (1,140,203,754) (6,539,639,262)
Bagian penghasilan komprehensif
tahun berjalan - 266,382,026
Dividen - (557,202,862)
Setoran modal - 6,400,000,000
Selisih translasi 321,181,385 308,023,834
Selisih kurs atas penjabaran
akun-akun kegiatan usaha
luar negeri 74,783,967 137,148,750
Jumlah 83,824,118,983 84,568,357,385
50
Page 58
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
22. PENJUALAN BERSIH
Rincian penjualan bersih adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Maret 2024
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit)
Ekspor
Manufaktur
Building component 684,640,512,864 418,066,536,713
Set up 47,458,243,733 91,700,961,583
Approved by: Knock down 37,090,215,205 126,281,056,022
Lokal
Manufaktur
Building component 2,446,376,460 1,412,559,112
Set up 1,861,768,448 1,957,631,336
Knock down 10,270,940 1,892,137,319
Jumlah 773,507,387,650 641,310,882,085
Rincian pelanggan yang memiliki transaksi penjualan lebih dari 10% dari jumlah penjualan bersih konsolidasian untuk
periode 31 Maret 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Maret 2024
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit)
Persentase Persentase
Jumlah terhadap jumlah Jumlah terhadap jumlah
penjualan bersih penjualan bersih
Novo Building 275,073,521,338 35.56% - -
Starbright Forever, Llc 156,904,922,734 20.28% 187,435,273,005 29.23%
The Empire Company - - 95,950,575,175 14.96%
US Lumber 90,598,283,132 11.71% - -
Penjualan berdasarkan pelanggan adalah adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Maret 2024
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit)
Pihak ketiga 770,766,265,052 638,104,936,939
Pihak berelasi 2,741,122,598 3,205,945,146
Jumlah 773,507,387,650 641,310,882,085
23. BEBAN POKOK PENJUALAN
Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Maret 2024
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit)
Pemakaian bahan baku
dan pembantu 356,029,749,102 302,141,996,452
Upah buruh langsung 78,360,853,593 74,373,163,952
Beban pabrikasi 138,299,239,245 104,459,069,822
Jumlah beban produksi 572,689,841,940 480,974,230,226
51
Page 59
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
23. BEBAN POKOK PENJUALAN (Lanjutan)
Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut: (Lanjutan)
31 Maret 2025 31 Maret 2024
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit)
Barang dalam proses
Awal tahun 662,592,842,391 654,658,569,385
Akhir tahun (665,188,138,875) (675,382,000,809)
Approved by:
Jumlah beban pokok produksi 570,094,545,456 460,250,798,802
Persediaan barang jadi
Awal tahun 854,762,621,282 649,679,368,123
Pembelian barang jadi 36,905,979 6,777,540,291
Akhir tahun (829,715,454,354) (643,436,772,963)
Jumlah beban pokok penjualan 595,178,618,363 473,270,934,253
24. BEBAN USAHA
Rincian beban usaha adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Maret 2024
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit)
Beban penjualan
Kurir dan ekspor 29,673,478,752 21,958,814,748
Komisi 9,412,169,717 4,184,794,458
Gaji dan tunjangan 841,844,575 1,384,542,827
Riset dan pengembangan 363,133,848 892,066,887
Promosi 191,956,736 -
Ongkos angkut 1,058,724,960 1,834,857,132
Lain-lain (masing-
masing dibawah Rp 2 miliar) 1,618,895,146 1,981,530,304
Jumlah 43,160,203,734 32,236,606,356
Beban umum dan administrasi
Gaji dan tunjangan 18,629,601,186 15,673,531,869
Jasa manajemen 4,071,389,729 3,866,075,424
Penyusutan 3,720,276,534 2,017,930,441
Jamuan dan sumbangan 3,034,699,017 5,425,802,757
Pajak 377,410,815 323,656,270
Imbalan Kerja 1,396,537,081 2,942,715,613
Jasa profesional 1,236,985,788 3,402,620,476
Asuransi 1,091,989,089 1,173,351,424
Keperluan kantor 524,490,371 1,127,277,292
Transportasi 334,444,787 588,287,596
Perbaikan dan pemeliharaan 919,101,388 420,833,787
Sewa 189,901,608 39,153,957
Lain-lain (masing-
masing dibawah Rp 2 miliar) 1,293,850,051 1,839,957,998
Jumlah 36,820,677,444 38,841,194,904
52
Page 60
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
25. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan usaha normal, Grup melakukan transaksi usaha dan non usaha dengan pihak-pihak berelasi.
Transaksi-transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, dimana persyaratan
tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.
Saldo dan transaksi antara entitas induk dan entitas anaknya, yang merupakan pihak berelasi, telah dieliminasi pada
saat konsolidasi dan tidak diungkapkan dalam catatan ini.
a. Sifat hubungan dan transaksi
Pihak-pihak berelasi Hubungan Jenis transaksi
Approved by:
PT Integra Indo Lestari (IIL) Induk Perusahaan Jasa professional, beban sewa, dan beban
keuangan
PT Alam Mentari Sejahtera (AMS) Perusahaan Afiliasi Penjualan
PT Integriya Dekorindo (ITD) Perusahaan Afiliasi Penjualan, Pembelian, Penjualan aset tetap
penghasilan bunga, dan beban sewa
b. Transaksi
Penjualan bersih ke pihak berelasi (sebagai persentase terhadap jumlah penjualan bersih):
31 Maret 2025 31 Maret 2024
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit)
Penjualan Bersih - ITD 1,991,910,698 2,588,675,216
Penjualan Bersih - AMS 749,211,900 617,180,200
Penjualan Bersih - IIL - 89,730
Jumlah 2,741,122,598 3,205,945,146
Persentase terhadap
penjualan bersih 0.35% 0.50%
Pembelian dari pihak berelasi (sebagai persentase terhadap jumlah beban pokok penjualan):
31 Maret 2025 31 Maret 2024
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit)
Pembelian - ITD 34,854,628 533,011,360
Jumlah 34,854,628 533,011,360
Persentase terhadap
beban pokok penjualan 0.01% 0.11%
Beban (sebagai persentase terhadap jumlah beban pokok penjualan):
31 Maret 2025 31 Maret 2024
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit)
Beban sewa - IIL 5,061,386,139 4,083,168,317
Jumlah 5,061,386,139 4,083,168,317
Persentase terhadap
beban pokok penjualan 0.85% 0.86%
53
Page 61
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
25. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan)
b. Transaksi (Lanjutan)
Beban (sebagai persentase terhadap jumlah beban umum dan administrasi):
31 Maret 2025 31 Maret 2024
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit)
Jasa manajemen - IIL 4,071,389,729 3,866,075,424
Beban sewa - ITD 45,412,845 45,412,845
Approved by:
Jumlah 4,116,802,574 3,911,488,269
Persentase terhadap
beban umum dan
administrasi 11.18% 10.07%
Jasa manajemen
IIL memberikan jasa manajemen di bidang akuntansi, keuangan, pajak, sumber daya manusia dan dukungan jasa
teknologi informasi kepada Perusahaan, ITR, ITK, dan INT.
Saldo terutang pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024 masing-masing adalah Rp 1.447.333.329 dan Rp
1.444.925.922 yang dicatat sebagai bagian dari “Utang lain-lain – jangka pendek” pada laporan posisi keuangan
konsolidasian.
Pinjaman Pihak Berelasi
Perusahaan memberikan pinjaman kepada ITD pada tahun 2025 dan 2024. Saldo piutang yang timbul dari
transaksi tersebut pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024, disajikan sebagai “Pinjaman ke pihak berekasi” di
laporan posisi keuangan konsolidasian. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 14,12% per tahun dan memiliki
jangka waktu selama 1 tahun. Jumlah penghasilan bunga dari transaksi tersebut sebesar Rp 2.317.529.413 dan
Rp 2.124.921.568 masing-masing pada 31 Maret 2025 dan 2024 dan dicatat sebagai bagian dari “Penghasilan
bunga” di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan saldo piutang bunga disajikan
sebagai bagian dari “Piutang lain-lain” di laporan posisi keuangan konsolidasian.
Pada bulan Oktober 2024, Perusahaan menerima pinjaman dari IIL sebesar Rp 100 miliar. Saldo utang yang timbul
dari transaksi tersebut pada 31 Maret 2025 dan 2024, disajikan sebagai “Pinjaman dari pihak berelasi” di laporan
posisi keuangan konsolidasian. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 8,72% per tahun dan memiliki jangka waktu
selama 5 tahun.
c. Saldo
Aset (sebagai persentase terhadap jumlah aset):
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Piutang usaha 2,769,607,326 3,997,989,355
Piutang lain-lain 159,770,784 130,206,079
Pinjaman ke pihak berelasi 163,924,028,841 161,812,520,809
Jumlah 166,853,406,951 165,940,716,243
Persentase terhadap
aset 2.21% 2.12%
54
Page 62
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
25. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan)
c. Saldo (Lanjutan)
Liabilitas (sebagai persentase terhadap jumlah liabilitas):
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Utang Usaha 48,307,500 -
Utang lain-lain 2,149,333,329 1,891,325,922
Approved by: Beban akrual 1,719,777,778 1,719,777,778
Liabilitas kontrak 405,405,405 -
Pinjaman dari pihak berelasi 100,000,000,000 100,000,000,000
Jumlah 104,322,824,012 103,611,103,700
Persentase terhadap
liabilitas 3.46% 3.08%
26. LABA PER SAHAM
Perhitungan laba per saham dasar adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Maret 2024
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit)
Laba tahun berjalan yang
dapat diatribusikan pada
pemilik perusahaan 49,502,606,012 42,137,197,912
Jumlah rata-rata tertimbang
saham yang beredar 6,388,303,350 6,388,303,350
Laba per saham dasar
dan dilusi 7.75 6.60
27. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Grup memiliki aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
sebagai berikut:
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) 31 Desember 2024 (Diaudit)
Mata Uang Asing Ekuivalen Rupiah Mata Uang Asing Ekuivalen Rupiah
ASET
Kas dan setara kas US$ 3,197,108 53,033,624,850 US$ 6,073,200 98,155,059,692
Piutang usaha US$ 20,725,146 343,788,718,588 US$ 28,182,353 455,483,184,347
Jumlah 396,822,343,438 553,638,244,039
LIABILITAS
Utang bank dan lembaga
keuangan bukan bank US$ 8,146,396 135,132,420,995 US$ 11,242,688 181,704,340,426
Utang usaha US$ 725,109 12,028,112,794 US$ 423,502 6,844,635,468
EUR 7,672 137,280,641 RMB 178,529 395,294,347
RMB 232,825 538,339,761 EUR 10,673 179,858,972
Jumlah 147,836,154,191 189,124,129,213
Aset - bersih 248,986,189,247 364,514,114,826
Aset dan liabilitas moneter di atas dijabarkan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada periode 31 Maret 2025
dan Tahun 2024.
55
Page 63
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2025
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
28. PERISTIWA SETELAH TANGGAL PELAPORAN
Pada April 2025, Perusahaan, menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atas Pajak Pertambahan Nilai untuk masa
Februari 2025 sebesar Rp 1.347.016.390
Pada April 2025, ITR, Entitas Anak, menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atas Pajak Pertambahan Nilai untuk
masa Januari - Februari 2025 sebesar Rp 19.014.605.445
Pada April 2025, INT, Entitas Anak, menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atas Pajak Pertambahan Nilai untuk
masa Februari 2025 sebesar Rp 1.648.059.093
Pada April 2025, ITK, Entitas Anak, menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atas Pajak Pertambahan Nilai untuk
masa Februari 2025 sebesar Rp 2.278.170.044
Approved by:
56
Names mentioned 64 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Soetjipto
p.12
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.12
unresolved
person
Dyah Ayu Ambarwati
p.12 ×6
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.12
unresolved
org
PT Belayan River Timber
p.12 ×5
unresolved
org
PT Intertrend Utama
p.12 ×4
unresolved
org
PT Interkraft
p.12 ×3
unresolved
org
PT Intera Indonesia
p.12 ×4
unresolved
org
PT Inter Kayu Mandiri
p.12
unresolved
org
PT Superalam Mas
p.12
unresolved
org
PT Narkata Rimba
p.12 ×3
unresolved
org
PT Kandelia Alam
p.12 ×2
unresolved
org
PT Borneo Forestama Lestari
p.12 ×2
unresolved
org
PT Borneo Wana Utama
p.12 ×2
unresolved
org
PT Ekosistem Alam Sejahtera
p.12
unresolved
org
PT Indika Ekosistem Khatulistiwa
p.13
unresolved
org
PT Ananda Anugerah Agung
p.13 ×2
unresolved
org
PT Bakau Bina
p.13 ×2
unresolved
org
PT Nala WIjaya Amerta
p.13 ×2
unresolved
org
PT Renjana Amerta Lestari
p.13 ×4
unresolved
org
PT Ekosistem Alas Lestari
p.13
unresolved
org
PT Wana Kelola Utama
p.13
unresolved
org
PT Arya Harita Wanantara
p.13
unresolved
org
PT Askara Wana Utama
p.13
unresolved
org
PT Bhumi Nawasena Sejahtera
p.13
unresolved
org
Bank Indonesia
p.32 ×2
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Khusus Ibukota
p.37
unresolved
org
PT Bank ICBC Indonesia
p.37 ×2
unresolved
org
Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk
p.37 ×2
unresolved
org
PT Integriya Dekorindo
p.38 ×6
unresolved
org
PT Alam Mentari Sejahtera
p.38 ×3
unresolved
org
PT Teknologi Optimal Prima
p.40
unresolved
org
PT Interkreasi Kerja Aji
p.40
unresolved
org
PT WoodOne Intega Indonesia
p.41
unresolved
org
KJPP Pung’s Zulkarnain
p.43 ×3
unresolved
person
Fahmi Hassan
p.43 ×2
unresolved
org
PT Intertrend Utama Approved
p.43
unresolved
org
KJPP Sarwono
p.43 ×2
unresolved
org
KJPP Ruddy Barus Yenny
p.43
unresolved
person
Dr. Ruddy Tri Santoso
p.43 ×2
unresolved
org
PT BCA Finance
p.48 ×4
unresolved
org
PT Pemeringkat Efek Indonesia
p.54 ×2
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat
p.54
unresolved
org
Banten Tbk.
p.54
unresolved
org
PT Datindo Entrycom
p.56
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.
p.56
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.