Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 16
Page 1
LAPORAN SUSTAINABILITY SUKUK JANUARI 2025 PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk
Page 2
Page 3
Daftar Isi
Pendahuluan 2
Ringkasan Kerangka Kerja dan Penerbitan Sustainability Sukuk BSI 3
Laporan Alokasi 7
Laporan Dampak 9
Kesimpulan 11
Laporan Sustainability Sukuk
Januari 2025
1
Page 4
PENDAHULUAN
Pendahuluan
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) sebagai bank syariah dapat memberikan manfaat kepada masyarakat secara inklusif
terbesar di Indonesia terus berupaya dalam pengembangan sekaligus memberikan edukasi bagi setiap pegawai untuk
usaha sektor berkelanjutan. Hal tersebut dilakukan melalui mengedepankan prinsip keuangan berkelanjutan pada kegiatan
implementasi aktivitas bisnis ramah lingkungan yang diantaranya operasional perbankan.
meliputi (1) penyediaan program pembiayaan ramah lingkungan,
(2) kegiatan operasional bank ramah lingkungan, dan (3) BSI berkomitmen untuk mengimplementasikan kebijakan
penerapan ekonomi hijau berdasarkan peraturan Otoritas Jasa keuangan berkelanjutan dalam kegiatan usaha sebagai upaya
Keuangan (OJK). Pada aktivitas bisnis sosial, sejak didirikan pada perbaikan kualitas hidup bagi ekosistem syariah. Sebagai wujud
tahun 2021, BSI telah memiliki perhatian pada pengembangan dari peran nyata komitmen BSI tersebut, BSI menjadi pionir
pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah syariah. dalam aktivitas keuangan berkelanjutan syariah di Indonesia
dengan melakukan penerbitan Sukuk Mudharabah Berlandaskan
BSI mengimplementasikan program untuk mencapai sasaran Keberlanjutan Berkelanjutan I Bank BSI Tahap I Tahun 2024
kegiatan usaha berkelanjutan sejalan dengan dokumen (Sustainability Sukuk) sebesar Rp3 triliun pada bulan Juni 2024
Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) yang dimiliki untuk mendukung pendanaan pembiayaan yang akan membantu
oleh bank. Program tersebut termasuk upaya penyediaan mewujudkan Indonesia yang lebih berwawasan lingkungan di
produk dan layanan keuangan berkelanjutan syariah yang masa depan.
dirancang sesuai dengan kebutuhan pasar di Indonesia. BSI
berkomitmen untuk menjadi salah satu dari 5 (lima) top bank Adapun inisiatif penerbitan Sustainability Sukuk ini sejalan
penyedia produk dan layanan keuangan berkelanjutan disertai dengan POJK Nomor 18 Tahun 2023 tentang Penerbitan dan
pula oleh pengembangan program Corporate Social Responsibility Persyaratan Efek Bersifat Utang dan Sukuk Berlandaskan
(CSR) secara berkesinambungan. Diharapkan upaya tersebut Berkelanjutan yang diterbitkan pada tanggal 10 Oktober 2023.
Laporan Sustainability Sukuk
2 Januari 2025
Page 5
RINGKASAN KERANGKA KERJA
DAN PENERBITAN SUSTAINABILITY SUKUK BSI
Ringkasan Kerangka Kerja
Penerbitan Sustainability Sukuk BSI
A. Kerangka Kerja Sustainability Sukuk BSI
Sebelum Penerbitan Sustainability Sukuk pada bulan Sukuk tersebut telah mengacu pada ketentuan Peraturan
Juni 2024, BSI telah mengembangkan Kerangka Kerja Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (POJK) Nomor 18 Tahun
Sustainability Sukuk yang telah memperoleh opini “Ramah 2023 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat
Lingkungan/Berkelanjutan” dari SDGs Hub Universitas Utang dan Sukuk Berlandaskan Berkelanjutan.
Indonesia. Proses penyelarasan kerangka Sustainability
Berikut merupakan ringkasan Kerangka Kerja Sustainability Sukuk:
Penggunaan Dana Hasil Penerbitan
Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL)
Energi Terbarukan Transportasi Ramah Lingkungan
Efisiensi Energi Pengelolaan Air dan Air Limbah berkelanjutan
Pencegahan dan Pengendalian Polusi Adaptasi Perubahan Iklim
Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati & Produk yang Dapat Mengurangi Penggunaan Sumber
Penggunaan Lahan yang Berkelanjutan Daya dan Menghasilkan Lebih Sedikit Polusi
Konservasi Keanekaragaman
Bangunan Berwawasan Lingkungan
Hayati Darat dan Air
Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS)
Layanan Infrastruktur Dasar yang Terjangkau
Penciptaan Lapangan Kerja
Baik dari Segi Akses Maupun Harga
Ketahanan Pangan dan Sistem Pangan
Akses terhadap Layanan Esensial
Berkelanjutan
Perumahan yang Terjangkau Peningkatan dan Pemberdayaan Sosio-Ekonomi
Laporan Sustainability Sukuk
Januari 2025
3
Page 6
RINGKASAN KERANGKA KERJA
DAN PENERBITAN SUSTAINABILITY SUKUK BSI
Proses Evaluasi dan Seleksi Proyek Sustainability Sukuk BSI
Proses seleksi dilakukan dengan pendekatan Two Step Approach sebagai berikut:
Langkah Langkah
Pertama Kedua
Penetapan Pembiayaan Proses Seleksi
Oleh Unit Bisnis Terkait dan Evaluasi Proyek
Proses asesmen awal kategori pembiayaan Proses penetapan parameter, seleksi dan
eksisting atau pembiayaan baru dalam kategori evaluasi atas potensial proyek sebagai underlying
Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) Sustainability Sukuk melalui mekanisme Komite
dan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS). Bisnis (Kombis).
1. Portofolio KUBL Mengacu pada POJK Nomor 18 Tahun 2023
Pembiayaan Korporasi
2. Portofolio KUBS
Pembiayaan Korporasi, Komersial, Konsumer,
Small and Medium Enterprise (SME), dan Mikro
Asesmen kelayakan pembiayaan baru diproses menyesuaikan kebijakan internal bank berdasarkan segmentasi pembiayaan.
B. Manajemen Dana yang Diperoleh dari Hasil Penerbitan Sustainability Sukuk BSI
Pengelolaan dana hasil penerbitan Sustainability Sukuk BSI dikelola oleh 3 (tiga) unit kerja diantaranya dengan uraian sebagai berikut:
Treasury dan Corporate Finance Operations
Global Market Group Accounting Group Development Group
• Melakukan pengelolaan terhadap • Melaksanakan perhitungan imbal hasil • Memproses pembukuan pencadangan
jumlah bagi hasil dan pokok Sukuk setiap bulan, bagi hasil setiap bulan.
Sustainability Sukuk yang akan • Melaksanakan pembentukan cadangan • Melaksanakan pembayaran bagi hasil
dibayarkan. imbal hasil Sukuk secara periodik dan/atau pokok Sustainability Sukuk
• Memastikan penyaluran dana bulanan. kepada KSEI sebelum tanggal jatuh
Sustainability Sukuk agar sesuai • Melaksanakan rekapitulasi perhitungan tempo pembayaran.
dengan kriteria yang telah ditetapkan. bagi hasil Sustainability Sukuk.
• Memastikan ketersediaan underlying
pembiayaan KUBL dan KUBS hingga
Sukuk jatuh tempo.
Laporan Sustainability Sukuk
4 Januari 2025
Page 7
RINGKASAN KERANGKA KERJA
DAN PENERBITAN SUSTAINABILITY SUKUK BSI
C. Pelaporan Sustainability Sukuk BSI
Laporan Alokasi
BSI akan menerbitkan laporan Sustainability Sukuk setiap tahun, dimulai selambat-lambatnya pada tanggal yang jatuh satu
tahun setelah dana dari hasil penerbitan pertama diperoleh oleh BSI, untuk memberikan transparansi kepada investor dan
regulator sehubungan dengan penerapan Kerangka Kerja.
Laporan Dampak
BSI akan menerbitkan laporan dampak lingkungan dan/atau sosial dari aset yang memenuhi syarat yang dibiayai dari
Sustainability Sukuk yang diterbitkan. Adapun dampak positif kuantitatif dalam laporan Sustainability Sukuk BSI meliputi
indikator-indikator sebagai berikut:
Kategori Hijau
Jenis KUBL Indikator
1. Estimasi pembangkitan energi terbarukan per tahun dalam MWh/GWh (listrik).
Energi Terbarukan 2. Estimasi emisi Gas Rumah Kaca per tahun yang dikurangi/dihindari dalam ton ekuivalen CO2.
3. Kapasitas energi terbarukan yang dipasang dalam MW.
1. Estimasi penghematan energi per tahun dalam MWh/GWh (listrik) dan GJ/TJ (energi lainnya).
Efisiensi Energi
2. Estimasi emisi Gas Rumah Kaca per tahun yang dikurangi/dihindari dalam ton ekuivalen CO2.
Pencegahan dan Pengendalian Polusi Jumlah ton atau m3 limbah yang dicegah, dikurangi, didaur ulang, dan digunakan kembali.
Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati dan 1. Estimasi jumlah 14 asyara yang dilindungi dan/atau disertifikasi.
Penggunaan Lahan yang Berkelanjutan 2. Estimasi jumlah pohon yang ditanam dalam proyek reboisasi bersertifikasi FSC/PEFC.
Konservasi Keanekaragaman Hayati Darat 1. Estimasi jumlah mil laut yang dilindungi dan/atau disertifikasi.
dan Air 2. Estimasi jumlah hektare yang dibeli/dilindungi dan disertifikasi .
1. Estimasi emisi Gas Rumah Kaca per tahun yang dikurangi/dihindari dalam ton ekuivalen CO2.
2. Jumlah kendaraan ramah lingkungan yang diluncurkan.
Transportasi Ramah Lingkungan
3. Estimasi kilometer dari jalur kereta/jalur khusus Bus, BRT, koridor LRT, dan jalur sepeda baru atau
yang disempurnakan.
1. Pengurangan konsumsi air dalam aktivitas ekonomi.
2. Air limbah yang diolah menurut standar yang tepat, persentase total limbah yang dicegah,
Pengelolaan Air dan Air Limbah yang
diminimalkan, digunakan kembali, atau didaur ulang.
Berkelanjutan
3. Jumlah absolut penggunaan air per tahun sebelum dan sesudah proyek dilaksanakan.
4. Jumlah populasi dengan akses air minum bersih.
Adaptasi Perubahan Iklim Jumlah fasilitas, sistem, dan peralatan baru yang digunakan untuk mendukung ketahanan iklim.
Produk yang Dapat Mengurangi Penggunaan 1. Jumlah limbah yang didaur ulang.
Sumber Daya dan Menghasilkan Lebih 2. Estimasi emisi Gas Rumah Kaca per tahun yang dikurangi/dihindari dalam ton ekuivalen CO2.
Sedikit Polusi (Eco-efficient) 3. Jumlah bangunan berwawasan lingkungan yang memiliki sertifikasi bangunan hijau.
Bangunan Berwawasan Lingkungan yang
Memenuhi Standar atau Sertifikasi yang 1. Estimasi emisi Gas Rumah Kaca per tahun yang dihindari/dikurangi dalam ton ekuivalen CO2.
Diakui Secara Nasional, Regional, atau 2. Persentase penggunaan energi yang dikurangi/dihindari.
Internasional
Laporan Sustainability Sukuk
Januari 2025
5
Page 8
RINGKASAN KERANGKA KERJA
DAN PENERBITAN SUSTAINABILITY SUKUK BSI
Kategori Sosial
KUBS Indikator
Layanan Infrastruktur Dasar yang Terjangkau
Jumlah rumah tangga yang memiliki akses jaringan jalan, listrik, air, dan layanan sanitasi.
Baik dari Segi Akses maupun Harga
1. Jumlah fasilitas layanan masyarakat yang diberikan pembiayaan.
2. Jumlah penduduk yang memiliki akses terhadap layanan kesehatan dengan harga terjangkau.
Akses terhadap Layanan Esensial
3. Jumlah fasilitas masyarakat yang dibiayai.
4. Jumlah siswa yang dibantu.
Jumlah kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang memperoleh bantuan finansial untuk
Perumahan yang Terjangkau
pembiayaan rumah yang terjangkau.
Penciptaan Lapangan Kerja, dan Program
yang Dirancang untuk Mencegah dan/ 1. Jumlah UMKM yang diberikan pembiayaan.
atau Mengurangi Pengangguran, Termasuk 2. Jumlah pekerja dari UMKM yang diberikan pembiayaan.
Pembiayaan Usaha Kecil, Menengah, dan 3. Portofolio pembiayaan UMKM berdasarkan distribusi sektor.
Pembiayaan Mikro
1. Jumlah area lahan dalam km2 dan persentase pertumbuhan lahan atau wilayah yang digunakan
Ketahanan Pangan dan Sistem Pangan bagi pertanian atau kegiatan pemenuhan pangan ramah lingkungan.
Berkelanjutan 2. Jumlah UMKM sektor pengolahan sistem dan pengelolaan pangan berkelanjutan dan/atau ramah
lingkungan.
Peningkatan dan Pemberdayaan Sosio-
Jumlah UMKM atau individu yang dibiayai melalui program KUR.
Ekonomi
Kegiatan Usaha dan/atau Kegiatan Lain Memberikan dampak positif secara sosial mengacu pada parameter POJK atau ketentuan yang
yang Berwawasan Sosial Lainnya relevan lainnya.
D. Penerbitan Sustainability Sukuk BSI
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) telah melakukan Penerbitan Sustainability Sukuk tersebut memberikan
penerbitan Sukuk Mudharabah Berlandaskan Keberlanjutan beberapa milestone bagi BSI, antara lain sebagai berikut:
Berkelanjutan I Bank BSI Tahap I Tahun 2024 (Sustainability • Penerbitan Sustainability Sukuk yang pertama yang
Sukuk) pada tanggal 14 Juni 2024 dengan jumlah nominal dilakukan oleh Bank di Indonesia.
pokok sebesar Rp3.000.000.000.000,- (tiga triliun rupiah) yang • Sustainability Sukuk BSI diminati oleh investor pada saat
terdiri atas 3 (tiga) seri jangka waktu: Seri A untuk tenor 370 bookbuilding, hal tersebut dibuktikan dengan perolehan
hari, Seri B untuk tenor 2 tahun, dan seri C untuk tenor 3 tahun. oversubscribe sebesar 3 (tiga) kali.
Struktur Sustainability Sukuk BSI
Nama Instrumen : Sukuk Mudharabah Berlandaskan Keberlanjutan Berkelanjutan I Bank BSI Tahap I Tahun 2024
Struktur Akad : Mudharabah
Mata Uang : Diterbitkan dalam mata uang rupiah
Rp3.000.000.000.000,- (tiga triliun rupiah)
• Seri A : Tenor 370 hari sebesar Rp1.700.000.000.000,- ekuivalen 6,65% pa.
Total Penerbitan : • Seri B : Tenor 2 tahun sebesar Rp220.000.000.000,- ekuivalen 6,70% pa.
• Seri C : Tenor 3 tahun sebesar Rp1.080.000.000.000,- ekuivalen 6,80% pa.
• Seri A : 24 Juni 2025
Tanggal Jatuh tempo : • Seri B : 14 Juni 2026
• Seri C : 14 Juni 2027
Rating : idAAA(sy) Pefindo Final Rating
Penyaluran dana pembiyaan kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) dan Kegiatan
Tujuan Penggunaan : Usaha Berwawasan Sosial (KUBS)
Listing : PT Bursa Efek Indonesia
Laporan Sustainability Sukuk
6 Januari 2025
Page 9
LAPORAN
ALOKASI
Laporan
Alokasi
Pada posisi akhir bulan Desember 2024, BSI telah mengalokasikan BSI yang mengacu pada ketentuan Peraturan Otoritas Jasa
seluruhnya (100%) dana hasil alokasi penerbitan Sustainability Keuangan (POJK) Nomor 18 Tahun 2023 tentang Penerbitan
Sukuk. Total dana hasil penerbitan Sustainability Sukuk telah dan Persyaratan Efek Bersifat Utang dan Sukuk Berlandaskan
disalurkan pada 3 (tiga) dari 10 (sepuluh) kategori Kegiatan Berkelanjutan yang diterbitkan pada tanggal 10 Oktober 2023.
Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) dan 4 (empat) dari 6
(enam) kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS) Berikut adalah detail alokasi penggunaan dana hasil penerbitan
berdasarkan Kerangka Kerja penerbitan Sustainability Sukuk Sustainability Sukuk dapat disampaikan sebagai berikut
Kategori Berkelanjutan Kategori Segmen Pembiayaan
4%
25%
60% 40% 40%
31%
Kegiatan Usaha Kegiatan Usaha Small and Medium
Korporasi Komersial Mikro
Berwawasan Sosial Berwawasan Lingkungan Enterprise (SME)
Uraian penyaluran per segmen pembiayaan berdasarkan underlying Sukuk mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)
periode 2024 diuraikan sebagai berikut:
Dalam Rupiah
A. Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS)
1. Akses terhadap Layanan Esensial 1.124.845.667.482
Penciptaan Lapangan Kerja dan Program yang Dirancang untuk Mencegah dan/atau Mengurangi
2. 383.961.326.807
Pengangguran, termasuk pembiayaan usaha kecil, menengah, dan pembiayaan Mikro
3. Ketahanan Pangan dan Sistem Pangan Berkelanjutan 173.054.629.439
4. Peningkatan dan Pemberdayaan Sosio-Ekonomi 105.372.586.056
Total KUBS 1.787.234.209.784
B. Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan
Produk yang Dapat Mengurangi Penggunaan Sumber Daya dan Menghasilkan Lebih Sedikit Polusi
1. 763.967.438.036
(Eco-Efficient)
2. Energi Terbarukan 422.335.787.085
3. Pengelolaan Air dan Air Limbah Berkelanjutan 26.462.565.095
Total KUBL 1.212.765.790.216
Laporan Sustainability Sukuk
Januari 2025
7
Page 10
LAPORAN
ALOKASI
Uraian keterangan penyaluran pembiayaan mengacu pada Sustainable Development Goals (SDGs) dan BSI Sukuk Sustainability Framework
diuraikan sebagai berikut:
Kunci Sustainable Development
Kategori Pembiayaan Eligible yang Telah Dibiayai oleh Bank
Goals (SDGs)
Produk yang Dapat Mengurangi Penggunaan Sumber Daya dan Menghasilkan Lebih Sedikit Polusi (Eco-Efficient)
Berupa penyaluran pembiayaan pada segmen Korporasi dengan akad Musyarakah pada industri yang telah
menghasilkan lebih sedikit polusi (eco-efficient) melalui pengenalan produk ramah lingkungan dengan eco-label
atau sertifikasi lingkungan serta kemasan dan distribusi hemat sumber daya. Nasabah pembiayaan penerima
dana diantaranya perusahaan pengolahan kertas dan perusahaan industri pupuk.
Energi Terbarukan
Berupa penyaluran pembiayaan pada segmen Korporasi dengan akad Musyarakah pada industri pembangkit
listrik energi terbaharukan. Nasabah pembiayaan penerima dana berupa perusahaan pembangkit listrik
tenaga minihidro.
Pengelolaan Air dan Air Limbah Berkelanjutan
Berupa penyaluran pembiayaan pada segmen Korporasi dengan akad Musyarakah pada industri pengelolaan
air dan air limbah yang berkelanjutan. Nasabah pembiayaan penerima dana berupa perusahaan pengolahan
dan penyediaan air minum.
Akses Terhadap Layanan Esensial
Berupa penyaluran pembiayaan pada segmen Komersial dan Small and Medium Enterprise (SME) dengan akad
musyarakah yang bertujuan pada kesetaraan akses kesehatan, perawatan kesehatan, dan aktivitas usaha
berkaitan dengan pendidikan. Nasabah pembiayaan penerima dana diantaranya rumah sakit, yayasan yang
bergerak pada bidang kesehatan, perusahaan farmasi dan alat kesehatan, universitas, yayasan pemberdayaan
masyarakat, pesantren, dan lembaga pendidikan.
Penciptaan Lapangan Kerja dan Program yang Dirancang Untuk Mencegah dan/atau Mengurangi
Pengangguran, Termasuk Pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah
Berupa penyaluran pembiayaan pada segmen Komersial, Konsumer, dan Small and Medium Enterprise (SME)
dengan akad Musyarakah yang bertujuan untuk penciptaan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran.
Ketahanan Pangan dan Sistem Pangan Berkelanjutan
Berupa penyaluran pembiayaan pada segmen Komersial dan Small and Medium Enterprise (SME) dengan
akad Musyarakah yang bertujuan dalam upaya ketahanan pangan dan sistem pangan berkelanjutan. Nasabah
pembiayaan penerima dana, dintaranya perusahaan pengolahan makanan dan perusahaan tata niaga makanan.
Peningkatan dan Pemberdayaan Sosio-Ekonomi
Berupa penyaluran pembiayaan pada segmen Komersial, Small and Medium Enterprise (SME), dan Mikro
dengan akad Musyarakah yang bertujuan pada kesetaraan akses dan penguasaan atas aset, layanan, sumber
daya dan kesempatan serta kesetaraan partisipasi dan integrasi pada pasar dan masyarakat. Penyaluran dana
khususnya bertujuan bagi kebutuhan usaha mikro, kecil, dan menengah.
Laporan Sustainability Sukuk
8 Januari 2025
Page 11
LAPORAN
DAMPAK
Laporan
Dampak
Estimasi dampak lingkungan dan sosial dari pembiayaan eligible yang diantaranya dibiayai dari dana hasil penerbitan Sustainability
Sukuk diuraikan sebagai berikut:
% Komposisi
Segmen
No Kategori Pembiayaan Underlying Deskripsi & Indikator Dampak
Pembiayaan
Sukuk
1. Akses Terhadap Layanan 37.49% Pembiayaan pada Penyaluran pembiayaan segmen Komersial dan Small and Medium
Esensial segmen Komersial Enterprise (SME) dengan akad Musyarakah khususnya pada kegiatan
dan Small and usaha penyediaan (1) akses kesehatan dan (2) pendidikan.
Medium Enterprise Hasil dari penyaluran dana dapat diinformasikan sebagai berikut:
(SME) dengan akad a. Jumlah instansi yang telah memperoleh fasilitas sebanyak 152
Musyarakah instansi yang terdiri atas 74 instansi pendidikan diantaranya dari
tingkat TK, SD, MTS, SMP, SMA, Perguruan Tinggi dan bentuk
fasilitas pendidikan lainnya dan 78 intansi kesehatan, diantaranya
rumah sakit, klinik, dan bentuk fasilitas kesehatan lainnya.
b. Jumlah penduduk yang memiliki layanan akses layanan kesehatan
diperkirakan sebanyak 168.032 orang/bulan.
c. Jumlah siswa atau penerima fasilitas pendidikan per Desember
2024 diperkirakan sebanyak 80.222 siswa.
2. Penciptaan Lapangan 12,80% Pembiayaan pada Penyaluran pembiayaan pada sektor Komersial dan Small and Medium
Kerja dan Program yang segmen Komersial, Enterprise (SME) dengan akad Musyarakah pada kegiatan usaha
Dirancang Untuk Mencegah dan Small and dengan penyediaan lapangan kerja baik pada sektor pertanian,
dan/atau Mengurangi Medium Enterprise pengolahan, perdagangan dan penyediaan layanan jasa dengan
Pengangguran termasuk (SME), dengan akad keterangan sebagai berikut:
Pembiayaan Usaha Kecil, Musyarakah a. Penyaluran dana diantaranya disalurkan kepada 77 UMKM.
Menengah, dan Pembiayaan b. Prognosa jumlah pegawai yang dipekerjakan dari hasil penyaluran
Mikro pembiayaan per Desember 2024 diperkirakan sebanyak 1.914 orang.
c. Portfolio pembiayaan yang disalurkan pada penciptaan lapangan
kerja dan program untuk mencegah dan/atau mengurangi
pengangguran sebesar Rp.383.961.326.807,- yang terdiri atas
sektor Komersial dan Small and Medium Enterprise (SME) masing-
masing sebesar Rp 81.752.687.673,- dan Rp 302.208.639.134,-.
3. Ketahanan Pangan 5,77% Pembiayaan pada Penyaluran pembiayaan segmen Small and Medium Enterprise (SME)
dan Sistem Pangan segmen Small and dengan akad Musyarakah khususnya pada nasabah pembiayaan yang
Berkelanjutan Medium Enterprise bergerak dalam bidang penyediaan dan pengolahan pangan.
(SME) dengan akad a. Jumlah lahan peternakan, perikanan, dan industri pengolahan
Musyarakah makanan serta kapasitas produksi per Desember 2024 dapat
diuraikan sebagai berikut:
1) Lahan tambak udang dengan luas lahan +/- 10 hektar atau setara
dengan 0,1 km2 berlokasi di provinsi Aceh. Kapasitas produksi
diperkirakan sebesar 4,6 juta ton udang/tahun.
2) Lahan usaha ayam petelur dengan luas lahan +/- 7 hektar atau
setara dengan 0,07 km2 berlokasi di provinsi Sumatera Barat.
Kapasitas produksi diperkirakan sebesar 1,2 ton per bulan.
3) Lahan usaha pengolahan minyak goreng dengan luas lahan +/-
10 hektar atau setara dengan 0,1 km2 berlokasi di provinsi Jawa
Timur. Kapasitas produksi diperkirakan sebesar 72.000 liter
minyak goreng.
b. Jumlah UMKM diperkirakan lebih dari 100 UMKM yang bergerak
dalam bidang perikanan, ayam petelur, dan tatakelola minyak goreng.
4. Peningkatan dan 3,51% Pembiayaan pada a. Penyaluran pembiayaan segmen Mikro pada pembiayaan BSI
Pemberdayaan Sosio- segmen Mikro Usaha Mikro (BUM) dan Kredit Usaha Rakyar (KUR) dengan akad
Ekonomi dengan akad Musyarakah.
Musyarakah b. Penyaluran kepada 557 penerima yang terdiri atas 209 NOA BSI
Usaha Mikro (BUM) dan 348 NOA Pembiayaan Kredit Usaha
Rakyat (KUR).
Laporan Sustainability Sukuk
Januari 2025
9
Page 12
LAPORAN
DAMPAK
% Komposisi
Segmen
No Kategori Pembiayaan Underlying Deskripsi & Indikator Dampak
Pembiayaan
Sukuk
5. Energi Terbarukan 14,08% Pembiayaan pada Penyaluran pembiayaan pada 1 (satu) perusahaan Pembangkit Listrik
segmen Korporasi Tenaga Minihidro (PLTMH) dan 1 (satu) perusahaan Pembangkit
dengan akad Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan uraian sebagai berikut:
Musyarakah a. Estimasi pembangkit energi terbarukan per tahun dalam MWh/
GWh (listrik) dengan uraian sebagai berikut:
1) Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTMH) berlokasi
di provinsi Bengkulu dengan perkiraan energi listrik yang
dihasilkan per tahun 63.955 Mwh.
2) Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berlokasi di provinsi
Bengkulu dengan perkiraan energi listrik yang dihasilkan per
tahun 84.519 Mwh.
b. Estimasi emisi Gas Rumah Kaca per tahun yang dikurangi/dihindari
dalam ton ekuivalen CO2 dengan uraian sebagai berikut:
1) Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTMH) berlokasi di
provinsi Bengkulu dengan perkiraan pengurangan emisi gas
rumah kaca tahunan dari pembangkit listrik 56.920 Ton CO2/
MWh - eq per tahun.
2) Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berlokasi di provinsi
Bengkulu dengan perkiraan pengurangan emisi gas rumah kaca
tahunan dari pembangkit listrik 75.222 Ton CO2/MWh - eq per
tahun.
c. Kapasitas energi terbarukan yang dipasang dalam MW, dengan
uraian sebagai berikut:
1) Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) berlokasi di
provinsi Bengkulu dengan Instalasi kapasitas terpasang 3 x 3,33
MW.
2) Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berlokasi di provinsi
Bengkulu dengan Instalasi kapasitas terpasang 4 x 4 MW.
6. Pengelolaan Air dan Air 0.88% Pembiayaan pada a. Penyaluran pembiayaan pada 2 (dua) perusahaan dengan aktivitas
Limbah Berkelanjutan segmen Korporasi usaha sistem penyediaan air minum.
dengan akad b. Jumlah air yang disalurkan diperkirakan sebesar 13.564 meter
Musyarakah kubik/hari atau 157 liter/detik.
c. Jumlah rumah yang terlayani atas instalasi penyediaan air minum
diperkirakan sebesar 28.210 rumah. Dengan asumsi tersebut
maka diperkirakan instalasi dapat memenuhi kebutuhan 84.630
masyarakat.
7. Produk yang Dapat 25.47% Pembiayaan pada a. Penyaluran pembiayaan segmen Korporasi dengan akad
Mengurangi Penggunaan segmen Korporasi Musyarakah bagi nasabah di mana dalam proses usahanya telah
Sumber Daya dan dengan akad memiliki sumber daya dan teknologi untuk menghasilkan lebih
Menghasilkan Lebih Sedikit Musyarakah sedikit polusi (eco-efficient). Penyaluran pada 2 (dua) nasabah yang
Polusi (Eco-Efficient) masing–masing bergerak pada bidang industri pengolahan kertas
di provinsi Sumatera Selatan dan industri pupuk di provinsi Aceh.
b. Jenis energi terbarukan yang digunakan oleh nasabah yang
bergerak dalam bidang pengelolaan kertas berasal dari Pembangkin
Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dan Pembangkin Listrik Tenaga Surya
(PLTS).
c. Estimasi penurunan timbunan limbah berbahaya dari proses
operasional pabrik pupuk sebesar 37,65 ton/tahun.
d. Estimasi emisi Gas Rumah Kaca per tahun yang dapat dihindari
adalah sebanyak 45.149.820.294 tonCO2 eq yang terdiri dari
nasabah yang bergerak dalam bidang pengolahan kertas sebesar
12.541.621 tonCO2 eq dan nasabah yang bergerak dalam bidang
industri pupuk sebesar 19.814 tonCO2 eq.
e. Pada saat ini kedua nasabah belum memiliki bangunan yang
memiliki sertifikasi bangunan hijau.
Laporan Sustainability Sukuk
10 Januari 2025
Page 13
KESIMPULAN
Kesimpulan
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyadari pentingnya dekarbonisasi dan mengubah operasi nasabah menjadi bisnis
mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan ke dalam visi dan misi yang lebih bertanggung jawab, ramah lingkungan, dan lebih
Bank. Dengan menerapkan nilai-nilai Lingkungan, Sosial, dan sedikit memiliki jejak karbon.
Tata Kelola pada kegiatan usaha, BSI bercita-cita berkontribusi
terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Sebagai bagian dari komitmen kami untuk berkontribusi lebih
banyak terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan
Sebagai salah satu penggerak keuangan berkelanjutan utama menyediakan pertanggungjawaban atas Sustainability Sukuk
dalam industri keuangan syariah di Indonesia, BSI senantiasa yang diterbitkan, BSI akan terus melakukan pemantauan untuk
terus berkembang untuk mempromosikan praktik keuangan memastikan transparansi penggunaan dana dan kredibilitas
syariah berkelanjutan, termasuk upaya untuk membantu laporan tahunan. Terakhir, untuk menjamin kredibilitas Laporan
mencapai perekonomian rendah karbon. Komitmen tersebut Sustainability Sukuk, BSI menunjuk SDGs Hub Universitas
ditunjukkan melalui dukungan BSI terhadap nasabah yang Indonesia untuk memberikan tinjauan eksternal yang
bergerak pada bidang sektor padat karbon dengan memberikan independen.
solusi keuangan yang mendorong nasabah untuk melakukan
Laporan Sustainability Sukuk
Januari 2025
11
Page 14
Lampiran
Lampiran 1. Key Asumsi Penghitungan
Kategori KUBL/KUBS Tipe Projek Asumsi Data
Energi Terbarukan Pembangkit Listrik Perhitungan emisi Gas Rumah Kaca minimum yang dapat dihindari menggunakan
Tenaga Mini Hidro asumsi dari sumber yang tersedia untuk umum di bawah ini:
(PLTMH) dan a. Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTMH) berlokasi di provinsi Bengkulu
Pembangkit Listrik dengan Faktor Emisi Kelistrikan ESDM 2019 adalah 0,89 dan jumlah energi yang
Tenaga Air (PLTA) dihasilkan sebesar 63.955 Mwh sehingga estimasi emisi Gas Rumah Kaca yang
dikurangi/dihindari sebesar 56.920 tonCO2eq per tahun.
b. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berlokasi di provinsi Bengkulu faktor emisi
Kelistrikan ESDM 2019 adalah 0,89 dan jumlah energi yang dihasilkan sebesar
84.519 Mwh sehingga estimasi emisi Gas Rumah Kaca yang dikurangi/dihindari
sebesar 75.222 tonCO2eq yang dihindari.
Pengelolaan Air dan Air Limbah Pengelolaan air Minum Jumlah populasi dengan akses air minum bersih sesuai dengan data jumlah pelanggan
Berkelanjutan yang tercatat di perusahaan.
Produk yang Dapat Mengurangi Pengurangan Polusi • Pada nasabah yang bergerak dalam bidang Pengolahan Kertas yang beroperasi di
Penggunaan Sumber Daya dan provinsi Sumatera Selatan adalah 0,86 dan jumlah energi yang dihasilkan sebesar
Menghasilkan Lebih Sedikit Polusi 52.499.768 gigajoule atau setara dengan 14.583.278 watt-hour, sehingga estimasi
(Eco-Efficient) jumlah emisi Gas Rumah Kaca yang dikurangi/dihindari sebesar 12.541.621 tonCO2
eq.
• Pada nasabah yang bergerak dalam industri pupuk yang beroperasi di provinsi Aceh
jenis pupuk yang dihasilkan adalah Pupuk Urea (CH4N2O) dan NPK. Estimasi jumlah
emisi Gas Rumah Kaca diperhitungkan dengan mengurangi jumlah emisi business
as usual pada industri sejenis dengan realisasi emisi di pabrik pupuk tersebut
(perhitungan tersebut dilakukan oleh Biro Klasifikasi Indonesia).
Hasil perhitungan sebagai berikut:
= 839.651 tonCO2 eq – 819.837 tonCO2 eq
= 19.814 tonCO2 eq.
Laporan Sustainability Sukuk
12 Januari 2025
Page 15
Tim
Penyusun
Kemal Aldi Windy Noviar Azelia
Aditya Rahardhika Noermala Yulianti Sarah Yusufa
Abdul Ricky Novreyna Muh Akram
Hamim Chandrawan H Ludmilla Alda Baharuddin
Rizky Saputra Nia Ayu Winda Mega Erri
Nugraha Aditya Anggraeni Permata Fitrawan
Nanda Nana Adriann Greget
Zulkarnain
Putra Suryana Wiryana Kalla Buana
Laporan Sustainability Sukuk
Januari 2025
13
Page 16
LAPORAN SUSTAINABILITY SUKUK JANUARI 2025 Kontak BSI Call - 14040 Telp. 62081584114040 contactus@bankbsi.co.id Bank Syariah Indonesia @banksyariahindonesia Bank Syariah Indonesia bankbsi_id
Names mentioned 5 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank BSI Tahap I Tahun
p.4 ×3
unresolved
org
Bank Goals
p.10
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.