Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 64
Page 1
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2024
SERTA UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PERIODE 31 DESEMBER 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
ASET
ASET LANCAR 2b
Kas dan Setara Kas 2g,2i, 2r,4 2.946.522.627 16.869.959.323
Investasi Jangka Pendek 2g,5 94.160.000 120.910.000
Piutang Usaha - Pihak ketiga - neto 2g,2r,6 44.411.865.461 39.259.889.094
Piutang Lain - Lain - Pihak ketiga 2g,2n.7 1.084.210.198 1.149.556.055
Persediaan 2j, 8 7.731.315.474 9.732.225.207
Biaya Dibayar Di Muka 2k,2o, 9 71.811.919 93.133.336
Pajak Dibayar Di Muka 2t, 15a 2.544.173.909 3.620.791.264
Jumlah Aset Lancar 58.884.059.588 70.846.464.279
Aset Tidak Lancar 2b
Uang Muka 10 13.190.855.346 11.215.466.058
Piutang Lain - Lain - Pihak ketiga - neto 7 4.560.000.000 4.559.999.999
Aset Tetap - Neto 11
Setelah dikurangi Akumulasi
Penyusutan masing-masing sebesar
Rp 12.670,339,429,- dan Rp 2l, 11 14.896.890.023 15.550.862.319
11.454.575.757,- pada 31 Desember
2024 dan 31 Desember 2023
Aset Pajak Tangguhan 2t, 15d 674.383.001 2.380.027.205
Jumlah Aset Tidak Lancar 33.322.128.370 33.706.355.581
JUMLAH ASET 92.206.187.958 104.552.819.860
Lihat Catatan Atas Laporan Keuangan yang Merupakan
Bagian yang Tidak Terpisahkan dari Laporan Keuangan Secara Keseluruhan
1
Page 10
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PERIODE 31 DESEMBER 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha - pihak ketiga 2g,2n, 12 2.325.425.949 1.256.633.238
Utang Lain - Lain - pihak ketiga 2g,2n, 13 2.074.150.000 1.937.600.010
- pihak berelasi 2f,2g,2n, 13,31 - 3.800.000.000
Utang Pajak 2t, 15b 799.453.360 1.754.262.526
Utang Bank dan lembaga Keuangan lainnya 2n, 17 2.000.000.000 7.420.000.000
Beban Masih Harus Dibayar 2q, 16 470.844.437 99.862.800
Uang Muka Penjualan 2q 2.064.200 1.989.600
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 7.671.937.947 16.270.348.174
Liabilitas Jangka Panjang
Utang Bank dan lembaga Keuangan lainnya 2g,2n,17 10.092.806.974 11.470.706.687
Utang Lain - Lain - pihak ketiga 2g,2n,13 2.679.905.065 4.984.470.490
Liabilitas Imbalan Pascakerja 2p, 14 6.326.723.847 5.418.592.439
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 19.099.435.886 21.873.769.616
JUMLAH LIABILITAS 26.771.373.833 37.720.639.233
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp. 100,-
per saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh
Modal dasar - 2.500.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh
116.666.670.000 116.666.670.000
1.166.666.700 saham pada 31 18
Desember 2024 dan 31 Desember 2023
Tambahan modal disetor 18 1.465.526.994 1.465.526.994
Agio saham 19 18.179.427.165 18.179.427.165
Defisit (68.439.273.861) (67.042.161.509)
Jumlah ekuitas yang dapat
67.872.350.298 69.269.462.650
didistribusikan kepada pemilik entitas
Kepentingan nonpengendali 2d, 21 (2.437.536.173) (2.437.282.023)
JUMLAH EKUITAS 65.434.814.125 66.832.180.627
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 92.206.187.958 104.552.819.860
Lihat Catatan Atas Laporan Keuangan yang Merupakan
Bagian yang Tidak Terpisahkan dari Laporan Keuangan Secara Keseluruhan
2
Page 11
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
PERIODE 31DESEMBER 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
PENJUALAN NETO 2q, 22 246.983.652.207 273.941.926.884
BEBAN POKOK PENJUALAN 2q, 23 (220.657.394.660) (234.460.133.312)
LABA BRUTO 26.326.257.547 39.481.793.572
BEBAN OPERASI
Beban Penjualan 2q, 24 (6.923.969.113) (4.636.300.751)
Beban Umum dan Administrasi 2q, 25 (20.058.290.582) (24.516.502.204)
Pendapatan Lain - Lain 2q, 26 (12.194.338) (42.325.863)
Laba Selisih Kurs 2.203.662.701 (1.004.699.250)
Jumlah Beban (24.790.791.332) (30.199.828.068)
LABA (RUGI) USAHA 1.535.466.215 9.281.965.504
Penghasilan Keuangan 28 133.330.392 166.066.578
Beban Keuangan 29 (1.245.510.817) (954.625.705)
RUGI SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 423.285.790 8.493.406.377
Pajak kini (865.669.394) (771.691.440)
Manfaat (Beban) pajak penghasilan - neto 93.398.660 1.482.388.996
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN (348.984.944) 9.204.103.933
Penghasilan (rugi) komprehensif lain
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi:
Kerugian belum terealisasi atas nilai wajar
(26.750.000) (53.500.000)
portofolio efek tersedia untuk dijual
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti 777.411.146 (57.893.222)
Pajak penghasilan terkait (162.242.864) 12.362.900
Jumlah Penghasilan (rugi) komprehensif lain 588.418.282 (99.030.322)
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN
239.433.339 9.105.073.611
BERJALAN
Jumlah Laba (rugi) Tahun Berjalan yang Dapat
Distribusikan Kepada:
Pemilik Entitas Induk (348.920.404) 9.203.977.250
Kepentingan nonpengendali 2d, 21 (64.540) 126.683
Jumlah (348.984.944) 9.204.103.933
Pemilik Entitas Induk 239.485.694 9.104.947.914
Kepentingan nonpengendali 2d, 21 (52.355) 125.697
Jumlah 239.433.339 9.105.073.611
Laba (rugi) per saham dasar 0,21 7,80
Lihat Catatan Atas Laporan Keuangan yang Merupakan
Bagian yang Tidak Terpisahkan dari Laporan Keuangan Secara Keseluruhan
3
Page 12
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PERIODE 31 DESEMBER 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Tambahan Agio Saham Penghasilan Kepentingan Jumlah (Defisiensi)
Modal Modal Disetor Neto Defisit Komprehensif Lain Jumlah Non Pengendali Ekuitas
Saldo 31 Desember 2022 116.666.670.000 1.465.526.994 18.179.427.165 (72.981.618.500) 285.444.304 63.615.449.963 (2.437.096.034) 61.178.353.929
Koreksi rugi tahun Lalu - - - (3.450.935.227) - (3.450.935.227) (311.692) (3.451.246.919)
Laba (Rugi) tahun berjalan - - - 9.203.977.250 - 9.203.977.250
- 126.683 9.204.103.933
Rugi komprehensif lain tahun berjalan - - - (99.029.336) (99.029.336) (980) (99.030.316)
Saldo 31 Desember 2023 116.666.670.000 1.465.526.994 18.179.427.165 (67.228.576.477) 186.414.968 69.269.462.650 (2.437.282.023) 66.832.180.627
Koreksi rugi tahun Lalu - - - (1.636.598.044) - (1.636.598.044) (201.795) (1.636.799.839)
-
Laba (Rugi) Tahun Berjalan - - - (348.920.404) - (348.920.404) (64.539) (348.984.943)
Laba komprehensif lain tahun berjalan - - - 588.406.096 588.406.096 12.184 588.418.280
Saldo 31 Desember 2024 116.666.670.000 1.465.526.994 18.179.427.165 (69.214.094.925) 774.821.064 67.872.350.298 (2.437.536.173) 65.434.814.125
Catatan atas Laporan Keuangan konsolidasian merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.
4
Page 13
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
PERIODE 31DESEMBER 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 244.035.413.141 260.310.896.404
Pembayaran kepada pemasok (219.497.735.648) (225.779.986.096)
Pembayaran untuk beban produksi dan usaha (10.266.443.594) (8.578.357.290)
Pembayaran kepada karyawan (11.606.185.759) (10.360.707.410)
Kas digunakan untuk operasi 2.665.048.141 15.591.845.608
Penerimaan penghasilan keuangan 133.330.392 166.066.578
Pembayaran pajak - neto (1.779.281.401) (2.925.305.422)
Pembayaran beban keuangan (1.245.510.817) (954.625.705)
Pembayaran Imbalan Kerja - neto (442.153.798) (524.424.121)
Penerimaan (Pembayaran) Lainnya (12.194.339) (42.325.861)
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Operasi (680.761.822) 11.311.231.077
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (743.391.377) (312.400.498)
Pelepasan aset tetap 36.216.216 34.739.583
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi (707.175.161) (277.660.915)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran utang Lain-lain (5.737.600.000) (3.715.929.510)
Pembayaran utang bank (31.572.899.713) (7.050.399.742)
Penerimaan utang bank 24.775.000.000 11.929.821.696
Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan Untuk)
(12.535.499.713) 1.163.492.444
Aktivitas Pendanaan
KENAIKAN / PENURUNAN NETO KAS DAN
SETARA KAS (13.923.436.696) 12.197.062.606
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 16.869.959.323 4.672.896.717
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 2.946.522.627 16.869.959.323
Catatan atas Laporan Keuangan konsolidasian merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.
5
Page 14
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian Perusahaan
PT Prima Cakrawala Abadi Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan Akta No. 111 tanggal 29 Januari
2014 dari Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta. Akta pendirian telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-08990.AH.01.01. Tahun
2014 tanggal 03 Maret 2014.
Akta Pendirian Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, sebagaimana tercantum dalam Akta
Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 2 tanggal 9 Januari 2018, yang dibuat di hadapan Rini
Yulianti, S.H., notaris di Jakarta. Akta perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0008394 tanggal
10 Januari 2018.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 4 tanggal 16 Juni 2023, yang dibuat di
hadapan Retno Hertiyanti, S.H., M.Kn, notaris di Semarang. Dilakukan penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan
Usaha Indonesia (KBLI) dari KBLI 2017 menjadi KBLI 2020. Akta perubahan tersebut telah memperoleh
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. AHU - 0039804.AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 13 Juli 2023.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha Perusahaan adalah meliputi
pengolahan dan pengawetan hasil perikanan (rajungan), industri pengolahan hasil perikanan melalui proses
pembekuan(cold storage), menjalankan usaha pengawetan crustacea dan biota perairan lainnya melalui proses
pembekuan, serta dalam bidang perdagangan termasuk impor, ekspor, interinsuler dan lokal dari segala jenis
barang atau jasa yang dapat diperdagangkan baik untuk perhitungan sendiri maupun pihak lain secara komisi,
grosir, pemasok, distributor dan keagenan serta perwakilan baik dari dalam maupun luar negeri dari segala jenis
barang dagangan dan jasa, baik hasil produksi pihak lain maupun hasil produksi sendiri, termasuk di antaranya
meliputi perdagangan besar hasil perikanan serta perdagangan besar hasil olahan perikanan.
Perusahaan berdomisili di Semarang dengan alamat di Jl. KRT. Wongsonegoro No. 39, Kelurahan Wonosari
Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia.
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Pada tahun 2017 Perusahaan melakukan penawaran umum perdana sejumlah 466.666.700 saham dengan nilai
nominal sebesar Rp100, per saham yang mewakili sebesar 40% dari total modal ditempatkan dan disetor
penuh dalam Perusahaan melalui Bursa Efek Indonesia dengan harga penawaran sebesar Rp150, per
saham. Perusahaan telah mendapat Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran dalam Rangka
Penawaran Umum Perdana Saham Perusahaan dari Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dengan Surat
No. S471/D.04/2017 tanggal 21 Desember 2017. Pada tanggal 29 Desember 2017 seluruh saham Perusahaan
telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.
6
Page 15
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (LANJUTAN)
c. Entitas Anak
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023, informasi mengenai entitas anak yang
dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan Perusahaan adalah sebagai berikut:
31 DESEMBER 2024
Bidang Tahun Persentase Jumlah
Nama Perusahaan Domisili Usaha Operasi Kepemilikan Sebelum
Utama Komersial Efektif Eliminasi Aset
Budidaya hasil laut,
PT Nuansa Cipta perdagangan umum,
Makasar 2012 99,997% 42.011.297.948
Magello pengangkutan, dan
kontraktor
PT Karya Persada
Indramayu Pengolahan rajungan 2014 99,997% 35.775.028.134
Khatulistiwa
31 DESEMBER 2023
Bidang Tahun Persentase Jumlah
Nama Perusahaan Domisili Usaha Operasi Kepemilikan Sebelum
Utama Komersial Efektif Eliminasi Aset
Budidaya hasil laut,
PT Nuansa Cipta perdagangan umum,
Makasar 2012 99,997% 52.725.712.918
Magello pengangkutan, dan
kontraktor
PT Karya Persada
Indramayu Pengolahan rajungan 2014 99,997% 36.979.437.052
Khatulistiwa
PT Nuansa Cipta Magello (NCM)
Didirikan berdasarkan Akta No. 17 tanggal 7 Desember 2000 dibuat di hadapan Notaris Hendrik Jaury S.H,
notaris di Makassar. Berdasarkan Akta No. 109 tanggal 24 Juli 2014 dari Nisa Rochmasari, S.H., M.Kn., notaris
di Semarang mengenai persetujuan atas penjualan sebagian saham NCM kepada PT Prima Cakrawala Abadi
Tbk, yang telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
berdasarkan Surat keputusan No. AHU-06661.40.21.TH.2014 tanggal 25 September 2014. Perusahaan memiliki
kepemilikan 80% di NCM.
Berdasarkan Akta No.5 tanggal 11 September 2017 yang dibuat di hadapan Harra Mieltuani Lubis S.H., notaris
di Kotamadya Daerah Tingkat II Tangerang, yang telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0171504
tanggal 14 September 2017, kepemilikan saham PT Prima Cakrawala Abadi Tbk di NCM berubah menjadi
99,90%.
Perubahan terakhir dengan Akta No. 11 tanggal 23 Juli 2022 dari Retno Hertiyanti, S.H., M.H., notaris di
Semarang, tentang perubahan maksud dan tujuan perseroan sesuai pasal 3 dan penambahan modal disetor
menjadi Rp33.000.000.000 sesuai pasal 4 ayat 2, dengan mengkonversi sebagian hutang Perseroan sebesar
Rp29.560.026.787.
Perubahan tersebut, telah mendapatan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia melalui Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahaan Data Perseroan No. AHU-0053249.AH.01.02
Tahun 2022 tanggal 29 Juli 2022. Perusahaan memiliki kepemilikan 99,997% di PT Nuansa Cipta Magello.
7
Page 16
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (LANJUTAN)
PT Karya Persada Khatulistiwa (KPK)
Didirikan berdasarkan Akta No.203 tanggal 18 Maret 2014 yang dibuat di hadapan Notaris Jimmy Tanal, S.H.,
M.Kn., notaris di Jakarta Selatan. Berdasarkan Akta No.4 tanggal 1 Agustus 2016 yang dibuat di hadapan Abdul
Rasyid,S.H., M.Kn., notaris di Jakarta Selatan, yang telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-
0071434 tanggal 13 Agustus 2016, kepemilikan saham PT Prima Cakrawala Abadi Tbk di NCM berubah menjadi
99,98%.
Perubahan terakhir berdasarkan Akta No. 10 tanggal 22 Juli 2022 dari Retno Hertiyanti, S.H., M.H., notaris di
Semarang, tentang perubahan maksud dan tujuan perseroan sesuai pasal 3 dan penambahan modal disetor
menjadi Rp35.000.000.000 sesuai pasal 4 ayat 2, dengan mengkonversi sebagian utang Perseroan sebesar
Rp30.000.000.000. Perubahan tersebut, telah mendapatan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia melalui Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahaan Data Perseroan No. AHU-
0054008.01.02.Tahun 2022 tanggal 2 Agustus 2022. Perusahaan memiliki kepemilikan 99,997% di PT Karya
Persada Khatulistiwa.
d. Komisaris, Direksi, Komite Audit, Sekretaris Perusahaan, dan Karyawan
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan tahun 2021 diatur dalam akta Pernyataan Keputusan Rapat
no. 06 tanggal 19 Agustus 2020.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham PT Prima Cakrawala Abadi Tbk, sesuai Akta no. 07 tanggal 22
Juli 2022, telah dilakukan pengangkatan kembali Direksi dan Dewan Komisaris untuk periode tahun 2022 - 2027.
Dan pada tanggal 8 Desember 2023 dilakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, sesuai Akta no.17
tanggal 8 Desember 2023, sebagai persetujuan pengunduran diri bapak Muhammad Reagy Sukmana sebagai
komisaris Perseroan. Selanjutnya berdasar Rapat Umum Pemegang Saham Akta no.13 tanggal 25 Juni 2024
telah dilakukan perubahan susunan dewan komisaris, sehingga Direksi dan Dewan Komisaris yang menjabat
pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Tn. A. Sunu Widyatmoko
Komisaris Independen : Tn. Ida Bagus Oka Nila
Direksi
Direktur Utama : Tn. Raditya Wardhana
Direktur : Tn. Lim Tony
Direktur : Ny. Titi Indah Susilowati
Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris nomor 003/Kom.PCA/VIII/2022 tanggal 9 Agustus 2022
dilakukan perubahan anggota Komite Audit, sehingga susunan Komite Audit adalah sebagai berikut sejak 2022
hingga 31 Desember 2024 :
Komite Audit
Ketua : Tn. Ida Bagus Oka Nila
Anggota : Tn. Djunggu H. Sitorus
Anggota : Tn. Hendra Wardana
Jabatan Sekretaris Perusahaan dirangkap oleh salah satu Direksi Perseroan sejak 2022 hingga 31 Desember
2024, yaitu Titi Indah Susilowati, berdasarkan Surat Pengangkatan Sekretaris Perusahan nomor
045/Dir.PCA/III/2022 tanggal 24 Maret 2022.
Jumlah karyawan tetap Perusahaan dan entitas anak ("Grup") (tidak diaudit):
2024 2023
PT Prima Cakrawala Abadi 34 29
PT Karya Persada Khatulistiwa 21 27
PT Nuansa Cipta Magello 26 28
Jumlah 81 84
8
Page 17
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
e. Otorisasi Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian ini telah diotorisasi untuk diterbitkan oleh Direksi Grup, selaku pihak yang
bertanggungjawab atas penyusunan dan penyelesaian laporan keuangan konsolidasian pada tanggal 26 Maret
2025.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
a. Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
Laporan keuangan konsolidasian ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan SAK di Indonesia yang meliputi
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang
diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntansi Indonesia (DSAK- IAI) serta peraturan
terkait yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), khususnya Peraturan No. VIII.G.7, Lampiran No.
Kep-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau
Grup Publik”.
b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha (bab 3 poin 09-Kerangka Konseptual
Pelaporan keuangan), dan konsep biaya perolehan
Laporan keuangan disusun berdasarkan PSAK 201 , “Penyajian Laporan Keuangan”.
Laporan keuangan disusun dengan menggunakan dasar akrual (Bab 1 poin 17- Kerangka Konseptual
Pelaporan keuangan), kecuali arus kas. Laporan arus kas disajikan sesuai PSAK 207 : Laporan Arus Kas,
dengan menggunakan metode langsung (PSAK 207 poin 18 a) , dengan mengelompokkan penerimaan dan
pengeluaran kas dan setara kas ke dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
Mata Uang Fungsional
Seluruh angka dalam laporan keuangan dibulatkan dan dinyatakan dalam Rupiah (“Rp”) sebagai mata uang
fungsional , kecuali dinyatakan lain.
Lingkungan ekonomi utama di mana entitas beroperasi adalah lingkungan entitas tersebut utamanya
menghasilkan dan mengeluarkan kas. Entitas menpertimbangkan faktor berikut dalam menentukan mata uang
fungsionalnya PSAK 221 poin 9):
a. yang paling memengaruhi harga jual barang dan jasa (mata uang ini seringkali menjadi mata uang yang
harga jual barang dan jasanya didenominasikan dan diselesaikan) dan dari negara yang kekuatan
persaingan dan peraturannya sebagian besar menentukan harga jual barang dan jasa entitas; dan
b. mata uang yang paling memengaruhi biaya tenaga kerja, bahan baku, dan biaya lain dari pengadaan
barang atau jasa (mata uang ini seringkali menjadi mata uang yang mana biaya tersebut didenominasikan
dan diselesaikan)
Faktor-faktor berikut juga dapat memberikan bukti mengenai mata uang fungsionalnya (PSAK 221 poin 10):
a. mata uang yang mana dana dari aktivitas pendanaan dihasilkan (yaitu penerbitan instrumen utang dan
instrumen ekuitas); dan
b. mata uang yang mana penerimaan dari aktivitas operasi pada umumnya ditahan
Rupiah memenuhi seluruh kriteria di atas sebagai mata uang fungsional
9
Page 18
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian (Lanjutan)
Klasifikasi lancar dan tidak lancar
Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan berdasarkan klasifikasi lancar/tak lancar.
Suatu aset disajikan lancar bila (PSAK 201 poin 66):
a. akan direalisasi, dijual, atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal;
b. untuk diperdagangkan; dan
c. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali yang dibatasi
penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah
tanggal pelaporan.
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
Suatu liabilitas disajikan lancar bila (PSAK 201 poin 67):
a. akan dilunasi dalam siklus operasi normal;
b. untuk diperdagangkan; dan
c. akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan; atau
d. tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan setelah tanggal
pelaporan.
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
Kewajiban dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset dan liabilitas tidak lancar.
c. Standar dan Interpretasi Baru serta Amandemen dan Penyesuaian terhadap SAK
Grup telah menerapkan sejumlah amandemen dan penyesuaian standar akuntansi yang relevan dengan
pelaporan keuangan konsolidasian dan efektif untuk tahun periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari
2024 sebagai berikut:
Amandemen PSAK 201 (sebelumnya dirujuk sebagai PSAK 1): Penyajian Laporan Keuangan tentang
Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang dan Liabilitas Jangka Panjang
dengan Kovenan
Amendemen ini menentukan persyaratan untuk mengklasifikasikan suatu liabilitas sebagai jangka pendek atau
jangka panjang dan menjelaskan: hal yang dimaksud sebagai hak untuk menangguhkan pelunasan, hak untuk
menangguhkan pelunasan harus ada pada akhir periode pelaporan, klasifikasi tersebut tidak dipengaruhi oleh
kemungkinan entitas akan menggunakan haknya untuk menangguhkan liabilitas, dan hanya jika derivatif
melekat pada liabilitas konversi tersebut adalah suatu instrumen ekuitas, maka syarat dan ketentuan dari suatu
liabilitas konversi tidak akan berdampak pada klasifikasinya.
Selain itu, persyaratan telah diperkenalkan untuk mewajibkan pengungkapan ketika suatu kewajiban timbul dari
pinjaman perjanjian diklasifikasikan sebagai tidak lancar dan hak entitas untuk menunda penyelesaian
bergantung pada kepatuhan terhadap persyaratan di masa depan dalam waktu dua belas bulan.
Amendemen PSAK 207 (sebelumnya dirujuk sebagai PSAK 2) dan PSAK 107 (sebelumnya dirujuk
sebagai PSAK 60): Pengaturan Pembiayaan Pemasok
Amendemen PSAK 207 dan PSAK 107 mengklarifikasi karakteristik pengaturan pembiayaan pemasok dan
mensyaratkan pengungkapan tambahan atas pengaturan pembiayaan pemasok tersebut. Persyaratan
pengungkapan dalam amendemen ini dimaksudkan untuk membantu pengguna laporan keuangan dalam
memahami dampak pengaturan pembiayaan pemasok terhadap liabilitas, arus kas, dan eksposur terhadap
risiko likuiditas suatu entitas.
Penerapan PSAK di atas tidak berdampak material terhadap pelaporan keuangan dan pengungkapan dalam
laporan keuangan konsolidasian.
10
Page 19
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
c. Standar dan Interpretasi Baru serta Amandemen dan Penyesuaian terhadap SAK (lanjutan)
Standar baru yang berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2025, dengan
penerapan dini diperkenankan yaitu:
- PSAK 74: Kontrak Asuransi
- Amendemen PSAK 74: Kontrak Asuransi tentang Penerapan Awal PSAK 74 dan PSAK 71 - Informasi
Komparatif.
Namun, standar baru tersebut diestimasikan tidak memengaruhi akuntansi laporan keuangan konsolidasian
Grup di masa depan
Berlaku efektif pada atau setelah 1 Januari 2026
PSAK 109, Instrumen Keuangan dan PSAK 107 Instrumen Keuangan Pengungkapan tentang Klasifikasi dan
Pengukuran Instrumen Keuangan. Amendemen ini menambahkan dan mengklarifikasi ketentuan dalam PSAK
109 terkait penghentian pengakuan liabilitas keuangan, serta mengklarifikasi penilaian karakteristik arus kas
untuk aset keuangan dengan fitur ESG-linked, aset keuangan dengan fitur non-recourse, dan instrumen yang
terikat secara kontraktual seperti tranche. Amendemen ini juga mengubah ketentuan dalam PSAK 107 terkait
persyaratan pengungkapan investasi pada instrumen ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain dan menambah ketentuan terkait instrumen keuangan dengan persyaratan kontraktual yang
mengubah waktu atau jumlah arus kas kontraktual.
Hingga tanggal laporan keuangan ini diotorisasi, Grup masih melakukan evaluasi atas dampak potensial dari
penerapan standar baru, amandemen standar, dan interpretasi standar tersebut.
Mulai 1 Januari 2024, referensi terhadap masing masing PSAK dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan
telah diubah sesuai dengan penerbitan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia,
namun tidak mengubah materi dan tidak berdampak pada akuntansi laporan keuangan konsolidasian
d. Prinsip-prinsip Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan, selaku entitas induk dan entitas
anak, sebagai suatu entitas ekonomi tunggal. Entitas anak adalah entitas yang dikendalikan oleh Grup dan
pengendalian tersebut timbul ketika Grup terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari
keterlibatannya dengan entitas anak dan memiliki kemampuan untuk memengaruhi imbal hasil tersebut melalui
kekuasaannya atas entitas anak. Dengan demikian, investor mengendalikan investee jika dan hanya jika
investor memiliki seluruh hal berikut ini (PSAK 110 poin 7):
a. kekuasaan atas investee, yaitu hak yang ada saat ini yang memberi investor kemampuan kini untuk
mengarahkan aktivitas relevan dari investee
b. eksposur atau hak atas timbal balik hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee , dan
c. kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk memengaruhi jumlah imbal hasil.
Konsolidasi atas entitas-entitas anak dimulai sejak Entitas dan Entitas Anak memperoleh pengendalian atas
entitas anak dan berhenti pada saat Entitas dan Entitas Anak kehilangan pengendalian atas Entitas dan Entitas
Anak (PSAK 110 poin 20). Aset, liabilitas, penghasilan,dan beban dari Entitas Anak yang diakuisisi pada tahun
tertentu disertakan dalam laporan keuangan konsolidasian sejak tanggal Entitas dan Entitas Anak memperoleh
kendali sampai tanggal Entitas dan Entitas Anak tidak lagi mengendalikan entitas anak tersebut.
Entitas dan Entitas Anak menilai kembali apakah mereka mengendalikan investee bila fakta dan keadaan
mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu/ lebih dari ketiga elemen dari pengendalian (PSAK 110 poin
8).
11
Page 20
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
d. Prinsip-prinsip Konsolidasi (lanjutan)
Jika terdapat perubahan dalam bagaimana kekuasaan atas investee dapat dilaksanakan, maka perubahan
tersebut harus tercermin dalam bagaimana investor menilai kekuasaan atas investee. Contoh, perubahan hak
pengambilan keputusan berarti aktivitas relevan tidak lagi diarahkan melalui hak suara, melainkan berdasarkan
perjanjian lain, seperti kontrak, yang memberikan pihak lain kemampuan mengarahkan aktivitas relevan
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk terhadap entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya
pengendalian, dicatat sebagai transaksi ekuitas (PSAK 110 poin 23). Bila kehilangan pengendalian atas suatu
entitas anak, maka Entitas dan Entitas anak menghentikan pengakuan atas aset (termasuk goodwill), liabilitas
dan komponen lain dari ekuitas terkait, sementara rugi atau laba yang dihasilkan diakui pada laba rugi. Bagian
dari investasi yang tersisa diakui pada nilai wajar.
Jika Perusahaan kehilangan pengendalian atas Entitas Anak maka Grup:
a. menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas Entitas Anak
b. menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap kepentingan nonpengendali
c. menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas, bila ada
d. mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima
e. mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya
f. mengakui perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain dan
g. mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan dan kerugian yang telah diakui sebelumnya dalam
penghasilan komprehensif lain.
PT Prima Cakrawala Abadi telah memenuhi syarat-syarat sebagaimana dijelaskan di atas sebagai induk dan
oleh karena itu telah menyusun laporan keuangan konsolidasian ini. Hingga per 31 Desember 2024, belum ada
perubahan terhadap pengendalian/kehilangan kekuasaan dan lainnya
Kepentingan Non Pengendali
Entitas induk menyajikan kepentingan non pengendali di ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian,
terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk (PSAK 110 poin 22)
Seluruh laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada pemilik entitas induk
dan pada kepentingan non-pengendali (“KNP”), walaupun hal ini akan menyebabkan saldo KNP yang defisit.
Bila dipandang perlu, penyesuaian dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak untuk diselaraskan
dengan kebijakan akuntansi Entitas dan Entitas Anak (PSAK 110 poin PP94).
Ketika proporsi ekuitas yang dimiliki oleh kepentingan non pengendali berubah, entitas menyesuaikan jumlah
tercatat kepentingan pengendali dan kepentingan non pengendali untuk mencerminkan perubahan kepemilikan
relatifnya dalam entitas anak. Entitas tersebut mengakui secara langsung dalam ekuitas setiap perbedaan
antara jumlah tercatat kepentingan non pengendali yang disesuaikan dengan nilai wajar imbalan yang dibayar
atau diterima, dan mengatribusikannya kepada pemilik entitas induk (PSAK 110 poin PP 96).
KNP mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset bersih dari Entitas anak yang tidak dapat diatribusikan,
secara langsung maupun tidak langsung, pada Grup, yang masing-masing disajikan dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan
konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
12
Page 21
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
d. Prinsip-prinsip Konsolidasi (lanjutan)
Prosedur Konsolidasi (PSAK 110 poin PP86)
PP 86. Laporan Konsolidasian :
a. menggabungkan aset, liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban, dan arus kas sejenis dari entitas induk
dengan entitas anaknya
b. menghapus (mengeliminasi) jumlah tercatat dari investasi entitas induk di setiap entitas anak dan bagian
entitas induk pada ekuitas setiap entitas anak (PSAK 103: Kombinasi Bisnis menjelaskan bagaimana
menghitung setiap goodwill terkait)
c. mengeliminasi secara penuh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban, dan arus kas dalam intra
kelompok usaha terkait dengan transaksi antar entitas dalam kelompok usaha (laba atau rugi yang timbul
dari transaksi dalam kelompok usaha yang diakui dalam aset, seperti persediaan dan aset tetap, dieliminasi
seluruhnya). Kerugian dalam kelompok usaha mengindikasikan adanya penurunan nilai yang mensyaratkan
pengakuan dalam laporan keuangan konsolidasian. PSAK 46: Pajak Penghasilan diterapkan untuk
perbedaan temporer sebagai akibat penghapusan laba dan rugi yang timbul dari transaksi dalam kelompok
usaha.
e. Kombinasi Bisnis
Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas
yang diambil alih pada awalnya diukur sebesar nilai wajar pada tanggal akuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis,
Grup memilih untuk mengukur KNP pada entitas yang diakuisisi pada tanggal akuisisi, yang menyajikan bagian
kepemilikan dan memberikan hak atas bagian proporsional dari aset neto entitas dalam hal terjadi likuidasi,
sebesar bagian proporsional kepemilikan KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari pihak diakuisisi. Biaya-
biaya terkait akuisisi yang timbul diakui sebagai beban pada periode saat biaya tersebut terjadi dan jasa
diterima.
Selisih lebih (jika ada) atas jumlah dari nilai wajar imbalan yang dialihkan dalam kombinasi bisnis, jumlah KNP
pada pihak yang diakuisisi, dan nilai wajar dari kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh Grup pada
pihak yang diakuisisi (jika ada), terhadap nilai wajar neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas
yang diambil alih dicatat sebagai goodwill. Apabila nilai wajar neto tersebut melebihi jumlah yang disebutkan
pada bagian awal di atas, selisih tersebut diakui sebagai keuntungan pembelian dengan diskon dalam laba rugi
pada tanggal akuisisi.
Goodwill pada awalnya diukur sebesar biaya perolehan. Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada biaya
perolehan dikurangi akumulasi kerugian penurunan nilai.
Dalam pengakuisisian saham atas PT Karya Persada Khatulistiwa dan PT Nuansa Cipta Magello tidak terdapat
selisih lebih atas jumlah dari nilai wajar imbalan yang dialihkan dalam kombinasi bisnis, sehingga tidak nampak
akun goodwill dalam laporan konsolidasi ini
f. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Sesuai dengan PSAK No. 224 , “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”, suatu pihak dianggap berelasi jika salah
satu pihak memiliki kemampuan untuk mengendalikan (dengan cara kepemilikan, secara langsung atau tidak
langsung) atau mempunyai pengaruh signifikan (dengan cara partisipasi dalam kebijakan keuangan dan
operasional) atas pihak lain dalam mengambil keputusan keuangan dan operasional.
Seluruh transaksi dan saldo signifikan dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan atas Laporan
Keuangan Konsolidasian.
13
Page 22
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
f. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi (lanjutan)
Grup melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi sebagaimana didefinisikan di dalam PSAK No. 224 ):
“Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”. Berdasarkan PSAK tersebut,
1. Orang atau anggota keluarga terdekatnya dikatakan memiliki relasi dengan Grup jika orang tersebut:
a. memiliki pengendalian ataupun pengendalian bersama terhadap Grup
b. memiliki pengaruh signifikan terhadap Grup atau
c. merupakan personil manajemen kunci dari Grup ataupun entitas induk dari Grup.
2. Suatu entitas dikatakan memiliki relasi dengan Grup jika memenuhi salah satu dari hal berikut ini:
a. entitas tersebut merupakan entitas asosiasi atau ventura bersama dari Grup (atau entitas asosiasi atau
ventura bersama tersebut merupakan anggota suatu kelompok usaha di mana Grup adalah anggota dari
kelompok usaha tersebut)
b. entitas tersebut dan Grup adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama
c. entitas yang merupakan ventura bersama dari Grup dan entitas lain yang merupakan asosiasi dari Grup
d. entitas yang merupakan suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari Grup atau entitas
yang terkait dengan Grup
e. entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam angka (1) di
atas
f. orang yang diidentifikasi dalam angka (1) (a) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan
personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas)
g. entitas, atau anggota dari kelompok di mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut,
menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada Grup atau kepada entitas induk dari Grup.
Seluruh transaksi dan saldo signifikan dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan atas
Laporan Keuangan Konsolidasian.
g. Instrumen Keuangan
Efektif 1 Januari 2020, PSAK No.109, Instrumen Keuangan, yang menggantikan PSAK No. 55, Instrumen
Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, mengenai pengaturan instrumen keuangan terkait klasifikasi dan
pengukuran, penurunan nilai atas instrumen keuangan dan akuntansi lindung nilai.
Klasifikasi :
a. Aset Keuangan
Entitas mengklasifikasikan aset keuangan sehingga setelah pengakuan awal aset keuangan diukur pada :
biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, atau nilai wajar melalui laba
rugi dengan menggunakan dua dasar (PSAK 109 poin 4.1.1), yaitu :
a. model bisnis entitas dalam mengelola aset keuangan, dan
b. karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan.
Klasifikasi aset keuangan didasarkan pada bisnis model dan arus kas kontraktual - apakah semata dari
pembayaran pokok dan bunga (SPPI).
14
Page 23
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
g. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
Pengujian SPPI
Sebagai langkah pertama dari proses klasifikasi, Entitas dan Entitas Anak menilai persyaratan kontraktual
keuangan untuk mengidentifikasi apakah mereka memenuhi pengujian SPPI.
Nilai pokok untuk tujuan pengujian itu didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan pada pengakuan
awal dan dapat berubah selama umur aset keuangan (misalnya, jika ada pembayaran pokok atau amortisasi
premi/diskonto).
Elemen bunga yang paling signifikan dalam perjanjian biasanya adalah pertimbangan atas nilai waktu dari uang
dan risiko kredit. Untuk membuat penilaian SPPI, Entitas dan Entitas Anak menerapkan pertimbangan dan
memperhatikan faktor-faktor yang relevan seperti mata uang di mana aset keuangan didenominasikan dan
periode pada saat suku bunga ditetapkan.
Aset keuangan Grup terdiri dari kas di tangan dan bank, piutang usaha, dan piutang lain-lain yang diukur
berdasar biaya perolehan tanpa amortisasi mengingat tidak ada objek yang diamortisasi, dan investasi saham
(reksadana) yang diukur berdasar nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
b. Liabilitas keuangan
Entitas mengklasifikasikan liabilitas keuangan sehingga setelah pengakuan awal aset keuangan diukur pada
biaya perolehan diamortisasi kecuali (a) nilai wajar melalui laba rugi (PSAK 109 poin 4.2.1)
Grup menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.
Liabilitas keuangan Grup diukur pada biaya perolehan tanpa diamortisasi (mengingat tidak ada objek yang
diamortisasi) yang terdiri atas utang usaha, beban akrual, dan utang lain-lain
Pengukuran
a. Aset Keuangan
Pengukuran awal
Kecuali untuk piutang dagang , pada saat pengakuan awal, entitas mengukur aset keuangan atau liabilitas
keuangan pada nilai wajar ditambah atau dikurangi, biaya transaksi yang terkait langsung dengan perolehan
atau penerbitan aset keuangan atau liabilitas keuangan, dalam hal aset keuangan dan liabilitas keuangan yang
tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.(PSAK 109 poin 5.1.1). Grup tidak memiliki aset dan liabilitas
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi sehingga piutang lain-lain dan utang lain-lain pada
penguruan awal dicatat sebesar nilai wajar saat itu tidak termasuk biaya transaksinya (sebesar kas yang
diperoleh atau dibayarkan saat awal transaksi)
Pengukuran Selanjutnya
Setelah pengakuan awal, entitas mengukur aset keuangan pada (PSAK 109 poin 5.2.1) :
- biaya perolehan diamortisasi
- nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dan
- nilai wajar melalui laba rugi
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi (PSAK 109 poin
4.1.2) :
- aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan mendapatkan arus
kas kontraktual dan menjual aset keuangan dan
- persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang semata
dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang
15
Page 24
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
g. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
Aset keuangan Grup terdiri dari kas di tangan dan bank, piutang usaha, dan piutang lain-lain yang diukur
berdasar biaya perolehan tanpa amortisasi mengingat tidak ada objek yang diamortisasi. Aset-aset keuangan
tersebut telah memenuhi kriteria di atas
Investasi pada instrumen ekuitas, saat pengakuan awal, entitas dapat membuat pilihan yang tak terbatalkan
untuk menyajikan dalam penghasilan komprehensif lain perubahan selanjutnya pada nilai wajar investasi dalam
instrumen ekuitas dan bukan merupakan instrumen ekuitas dimiliki untuk diperdagangkan maupun imbalan
kontingensi yang diakui oleh pihak pengakuisisi dalam kombinasi bisnis (PSAK 109 poin 5.7.5)
Investasi saham (reksadana) yang diukur berdasar nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain sesuai
dengan kriteria di atas
b. Liabilitas Keuangan
Pengukuran awal dan selanjutnya
Entitas mengklasifikasikan seluruh liabilitas keuangan sehingga setelah pengakuan awal liabilitas keuangan
diukur pada biaya perolehan diamortisasi (PSAK 109 poin 4.2.1 dan poin 5.2 ):
Seluruh liabiltas keuangan yang dimiliki Grup : utang usaha, akrual, dan utang lain-lain diukur berdasarkan
harga perolehan tanpa amortisasi mengingat tidak ada objek yang harus diamortisasi.
h. Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap tanggal pelaporan, entitas mengukur penyisihan kerugian instrumen keuangan sejumlah kerugian
ekspektasian sepanjang umurnya, jika risiko kredit atas instrumen keuangan tersebut telah meningkat secara
signifikan sejak pengakuan awal (PSAK 109 poin 5.5.3)
Jika pada tanggal pelaporan, risiko kredit atas instrumen keuangan tidak meningkat secara signifikan sejak
pengakuan awal, entitas mengukur penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah kerugian
kredit ekspektasian 12 bulan (PSAK 109 poin 5.5.5.)
Jika dalam periode pelaporan sebelumnya entitas telah mengukur penyisihan kerugian untuk instrumen
keuangan sejumlah kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya, tetapi pada tanggal pelaporan periode
kini ditentukan bahwa persyaratan tidak lagi terpenuhi, maka entitas mengukur penyisihan kerugian sejumlah
kerugian kredit ekspektasian 12 bulan pada tanggal pelaporan periode kini (PSAK 109 poin 5.5.7)
Menentukan peningkatan risiko kredit signifikan
Jika informasi bersifat perkiraan masa depan yang wajar dan terdukung tersedia tanpa biaya atau upaya
berlebihan, entitas tidak hanya bergantung pada informasi tunggakan dalam menentukan apakah risiko kredit
telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Terdapat praduga bahwa risiko kredit suatu aset
keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal ketika pembayaran kontraktual tertunggak
lebih dari 30 hari (PSAK 109 poin 5.5.11)
Pendekatan yang disederhanakan
Entitas selalu mengukur penyisihan kerugian sejumlah kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya untuk
(PSAK 109 poin 5.15) :
- piutang dagang, dan
- piutang sewa
Grup telah membentuk penyisihan penurunan nilai atas piutang usaha dan piutang lain-lain, dengan
menggunakan pendekatan ekspektasian kerugian sepanjang umurnya karena terdapat penunggakan lebih dari
30 hari
16
Page 25
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
i. Kas dan setara kas dan bank yang dibatasi
Kas dan setara kas terdiri dari kas tunai, bank, dan setara kas yang tidak digunakan sebagai jaminan atas
pinjaman, serta tidak dibatasi penggunaannya.
Setara kas dimiliki untuk tujuan memenuhi komitmen kas jangka pendek, bukan untuk investasi atau tujuan
lain. Untuk memenuhi kualifikasi sebagai setara kas, suatu investasi harus segera dapat dikonversikan menjadi
kas dalam jumlah yang dapat ditentukan dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak signifikan. Oleh karena
itu, suatu investasi umumnya memenuhi kualifikasi sebagai setara kas hanya jika akan segera jatuh tempo
dalam waktu, sebagai contoh, tiga bulan atau kurang sejak tanggal perolehannya. Investasi dalam bentuk
ekuitas tidak termasuk setara kas, kecuali substansi investasi dalam bentuk ekuitas tersebut adalah setara kas.
(PSAK 207 poin 7). Grup memiliki setara kas dalam bentuk deposito.
Pinjaman bank (jika ada) umumnya dipertimbangkan sebagai aktivitas pendanaan. Akan tetapi, di beberapa
negara, cerukan (bank overdraft) yang dibayarkan lagi berdasarkan permintaan merupakan bagian yang tak
terpisahkan dari pengelolaan kas entitas. Dalam keadaan tersebut, cerukan termasuk komponen kas dan
setara kas. Karakterisitik dari pengaturan perbankan tersebut mengakibatkan saldo bank sering berfluktuasi
dari saldo positif menjadi negatif (overdrawn). (PSAK 207 Poin 8)
j. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto (PSAK
202 poin 9). Biaya perolehan persediaan meliputi seluruh biaya yang timbul sampai persediaan berada dalam
kondisi dan lokasi saat ini di mana ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang (weighted average method ).
Nilai realisasi neto adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha normal dikurangi estimasi biaya
penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.
Ketika persediaan dijual, jumlah tercatat persediaan tersebut diakui sebagai beban pada tahun di mana
pendapatan terkait diakui.
Penyisihan penurunan nilai persediaan karena keusangan, kerusakan, kehilangan, dan lambatnya
perputaran ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan masing-masing persediaan untuk
mencerminkan nilai realisasi neto pada akhir tahun. Nilai penyisihan penurunan nilai persediaan ke nilai
realisasi neto dan seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode penurunan nilai atau
kerugian terjadi.
k. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode
garis lurus.
l. Aset Tetap
Pada saat pengakuan awal, aset tetap diukur pada biaya perolehan yang meliputi harga pembelian, biaya
pinjaman, dan biaya lainnya yang dapat di distribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan
kondisi yang diperlukan. Setelah pengakuan awal, Grup menggunakan model biaya di mana seluruh aset tetap
diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai (jika
ada) - PSAK 216- poin 30)
17
Page 26
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
l. Aset Tetap (Lanjutan)
Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset yang terpisah,
mana yang lebih tepat, apabila kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset
tersebut akan mengalir ke Grup dan biaya tersebut dapat diukur secara andal. Jumlah tercatat komponen yang
diganti tidak diakui selama tahun berjalan pada saat terjadinya. Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan
ke dalam laba rugi.
Penyusutan aset dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud penggunaannya (PSAK
216 poin 55) dan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi umur manfaat
ekonomis.
Keterangan Tahun
Bangunan 20
Peralatan kantor 4
Peralatan pabrik 4-8
Kendaraan 4-8
Tanah dinyatakan sebesar harga perolehan dan tidak disusutkan
Masa manfaat ekonomis, nilai residu, dan metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan pengaruh dari
setiap perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif.
Suatu aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak ada manfaat ekonomis masa
depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian
pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset
tetap) diakui dalam laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
m. Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Aset yang diamortisasi diuji untuk penurunan nilai apabila terdapat peristiwa atau perubahan keadaan yang
mengindikasikan bahwa jumlah tercatat aset tidak dapat diperoleh kembali. Penurunan nilai diakui untuk jumlah
di mana jumlah tercatat aset melebihi jumlah terpulihkannya. Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih
tinggi antara nilai wajar aset dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakai. Untuk tujuan pengujian terhadap
penurunan nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang dapat teridentifikasi dalam menghasilkan arus
kas terpisah (Unit Penghasil Kas atau UPK). Aset nonkeuangan yang mengalami penurunan nilai kemudian
ditelaah untuk kemungkinan pembalikan atas penurunan nilai pada tiap tanggal pelaporan.
n. Pinjaman
Pada saat pengakuan awal, pinjaman diakui sebesar nilai wajar, dikurangi dengan biaya-biaya transaksi yang
terjadi. Selanjutnya, pinjaman diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi, selisih antara penerimaan
(dikurangi biaya transaksi) dan nilai pelunasan dicatat pada laba rugi selama periode pinjaman dengan
menggunakan metode bunga efektif.
Biaya yang dibayar untuk memperoleh fasilitas pinjaman diakui sebagai biaya transaksi pinjaman sepanjang
besar kemungkinan sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik. Dalam hal ini, biaya memperoleh pinjaman
ditangguhkan sampai penarikan pinjaman terjadi. Sepanjang tidak terdapat bukti bahwa besar kemungkinan
sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik, biaya memperoleh pinjaman dikapitalisasi sebagai pembayaran di
muka untuk jasa likuiditas dan diamortisasi selama periode fasilitas yang terkait.
18
Page 27
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
o. Transaksi Sewa
Mulai tanggal 1 Januari 2020, PSAK No. 116 wajib diterapkan, yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa
sehubungan dengan sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Kebijakan ini berlaku untuk
kontrak yang disepakati atau berubah, pada atau setelah 1 Januari 2020.
Pada tanggal permulaan kontrak, Grup menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung sewa. Suatu
kontrak merupakan, atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan
penggunaan aset selama jangka waktu tertentu untuk dipertukarkan dengan imbalan (PSAK 116 - poin 9)
Grup merupakan pihak penyewa
Grup (jika) menyewa aset tetap tertentu dengan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa (PSAK 116 poin
22). Aset hak-guna diakui sebesar biaya perolehan, dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan penurunan
nilai (PSAK 116 poin 30). Aset hakguna disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara umur
manfaat aset hak-guna atau masa sewa. Aset hak-guna disajikan sebagai bagian dari “Aset tetap”.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar (PSAK 116 poin 26). Setiap
pembayaran sewa dialokasikan antara porsi pelunasan liabilitas dan biaya keuangan. Liabilitas sewa, disajikan
sebagai liabilitas jangka panjang kecuali untuk bagian yang jatuh tempo dalam waktu 12 bulan atau kurang
yang disajikan sebagai liabilitas jangka pendek. Unsur bunga dalam biaya keuangan dibebankan ke laba rugi
selama masa sewa yang menghasilkan tingkat suku bunga konstan atas saldo liabilitas.
Namun, untuk transaksi sewa yang jatuh temponya 1 (satu) tahun atau kurang, Grup tidak mengakui aset hak-
guna dan liabilitas sewa untuk: - sewa jangka-pendek yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang atau -
sewa yang asetnya bernilai rendah.
Pembayaran yang dilakukan untuk sewa tersebut dibebankan ke laba rugi dengan dasar garis lurus selama
masa sewa.
Grup menyewa tanah dan mess dengan periode sewa 1 (satu) tahun yang diakui sebagai sewa dibayar di muka
dengan pembebanan secara garis lurus.
Grup merupakan pihak pesewa (jika ada)
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh
risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Dengan demikian, pembayaran sewa operasi diakui
sebagai beban dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dengan dasar garis
lurus (straight-line basis) selama masa sewa.
Sebagai pihak pemberi sewa, Grup mengklasifikasi masing-masing sewanya baik sebagai sewa operasi atau
sewa pembiayaan (PSAK 116 poin 61)
Apakah suatu sewa merupakan sewa pembiayaan atau sewa operasi bergantung pada substansi transaksi
daripada bentuk kontraknya. Contoh situasi yang secara individual atau gabungan yang pada umumnya akan
menyebabkan sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan adalah (PSAK 116 poin 63):
1. sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada penyewa pada akhir masa sewa
2. penyewa memiliki opsi untuk membeli aset pendasar pada harga yang diperkirakan cukup rendah dari nilai
wajar pada tanggal opsi tersebut mulai dapat dieksekusi sehingga menjadi cukup pasti, pada tanggal
insepsi, bahwa opsi tersebut akan dieksekusi
3. masa sewa adalah sebagian besar umur ekonomik dari aset pendasar meski hak kepemilikan tidak dialihkan
4. pada tanggal insepsi, nilai sekarang dari pembayaran sewa setidaknya mencakup secara substansial
seluruh nilai wajar aset pendasar dan
5. aset pendasar bersifat khusus sehingga hanya penyewa yang dapat menggunakannya tanpa modifikasi
signifikan.
19
Page 28
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
o. Transaksi Sewa (Lanjutan)
Grup merupakan pihak pesewa (jika ada)
Indikator situasi yang secara individual atau gabungan juga dapat menyebabkan sewa diklasifikasikan sebagai
sewa pembiayaan adalah (PSAK 116 poin 64):
1. jika penyewa dapat membatalkan sewa, maka kerugian pesewa yang terkait dengan pembatalan tersebut
ditanggung oleh penyewa
2. keuntungan atau kerugian dari fluktuasi nilai wajar residual terutang pada penyewa (sebagai contoh, dalam
bentuk potongan harga rental yang sama dengan sebagian besar hasil penjualan pada akhir sewa); dan
3. penyewa memiliki kemampuan untuk melanjutkan sewa untuk periode kedua pada harga rental yang secara
substansial lebih rendah daripada rental pasar.
Perusahaan belum melakukan transaksi sewa apapun sebagai pesewa.
p. Liabilitas Imbalan Pascakerja
Grup menerapkan PSAK No. 219: “Imbalan Kerja”, dalam mengakui liabilitas imbalan pascakerja kepada
karyawan sesuai dengan ketentuan minimum di dalam Undang-Undang No. 13/2003 tentang
“Ketenagakerjaan”. Perhitungan liabilitas imbalan pascakerja tersebut didasarkan pada metode aktuarial
Projected Unit Credit setelah memperhitungkan kontribusi yang dibuat oleh Grup terkait dengan program (jika
ada).
Presiden Republik Indonesia telah menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2 Tahun
2022 tentang Cipta Kerja (Perpu Cipta Kerja 2/2022) pada tanggal 30 Desember 2022 yang merupakan
pelaksanaan dari Putusan MK Nomor 91/PUU-XVIII/2020 (kemudian diganti dengan UU nomor 4 tahun 2023).
Dengan berlakunya Perpu ini, UU No.11/2020 tentang Cipta Kerja dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang Grup merupakan imbalan pasca-kerja manfaat pasti yang dibentuk
tanpa pendanaan khusus dan didasarkan pada masa kerja dan jumlah penghasilan karyawan saat pensiun,
yang dihitung menggunakan metode Projected Unit Credit . Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti
langsung diakui dalam laporan posisi keuangan pada periode terjadinya dan tidak akan direklasifikasi ke laba
rugi. Biaya liabilitas imbalan pasti lainnya terkait dengan program imbalan pasti diakui dalam laba rugi.
Akuntansi oleh entitas untuk program imbalan pasti meliputi tahap berikut: (PSAK 219 poin 57)
a. menentukan defisit atau surplus. Hal ini termasuk:
i menggunakan teknik aktuarial, metode Projected Unit Credit, untuk membuat estimasi andal atas biaya
akhir entitas dari imbalan yang menjadi hak pekerja sebagai pengganti jasa mereka pada periode
berjalan dan periode sebelumnya. Hal ini mensyaratkan entitas untuk menentukan besarnya imbalan
yang dapat diatribusikan kepada periode berjalan dan periode sebelumnya, dan untuk membuat
estimasi (asumsi aktuarial) tentang variabel demografik (seperti tingkat perputaran pekerja dan tingkat
mortalitas) dan variabel keuangan (seperti tingkat kenaikan gaji dan biaya kesehatan) yang akan
memengaruhi biaya atas imbalan tersebut);
ii mendiskontokan imbalan tersebut untuk menentukan nilai sekarang kewajiban imbalan pasti dan biaya
jasa kini; dan
iii mengurangi nilai wajar aset program dari nilai sekarang kewajiban imbalan pasti.
b. menentukan jumlah liabilitas (aset) imbalan pasti neto sebagai jumlah defisit atau surplus yang ditentukan
dalam huruf (a), disesuaikan untuk setiap dampak dari pembatasan aset imbalan pasti neto dari batas atas
aset .
c. menentukan jumlah yang diakui dalam laba rugi:
i biaya jasa kini
ii setiap biaya jasa lalu dan keuntungan atau kerugian atas penyelesaian.
iii bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto.
20
Page 29
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
p. Liabilitas Imbalan Pascakerja (lanjutan)
Akuntansi oleh entitas untuk program imbalan pasti meliputi tahap berikut: (PSAK 219 poin 57) - lanjutan
d. menentukan pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto, yang akan diakui sebagai
penghasilan komprehensif lain, yang terdiri atas:
i keuntungan dan kerugian aktuarial;
ii imbal hasil atas aset program, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas liabilitas
(aset) imbalan pasti neto; dan
iii setiap perubahan dampak batas atas aset, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto
atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto.
q. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan diukur pada nilai wajar dari imbalan yang diterima atau piutang atas penjualan barang dari aktivitas
normal Grup. Pendapatan disajikan setelah dikurangi pajak pertambahan nilai, retur, potongan harga dan
diskon. Pendapatan diakui apabila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan mengalir kepada Grup dan
pendapatan tersebut dapat diukur secara andal. Kriteria pengakuan tertentu berikut harus dipenuhi sebelum
pengakuan pendapatan diakui:
I. Penjualan barang dagang
Pendapatan dari penjualan barang diakui pada saat risiko dan manfaat kepemilikan secara signifikan telah
dialihkan kepada pelanggan. Hal ini biasanya terjadi pada saat barang diserahkan dan pelanggan telah
menerima barang tersebut.
II. Penghasilan bunga
Pendapatan bunga diakui atas dasar proporsi waktu dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Sejak 1 Januari 2020, Perusaan telah menerapkan PSAK 115 yang membutuhkan pengakuan dan pengukuran
pendapatan untuk memenuhi 5 langkah penilaian:
1. identifikasi kontrak dengan pelanggan;
2. identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan adalah janji dalam kontrak untuk
mentransfer barang atau jasa yang berbeda kepada pelanggan;
3. Menentukan harga transaksi. Harga transaksi adalah jumlah imbalan yang diharapkan menjadi hak Grup
sebagai imbalan untuk mentransfer barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan. Jika yang
dijanjikan dalam kontrak mencakup jumlah variabel, Grup memperkirakan jumlah imbalan yang diharapkan
sebagai imbalan atas pengalihan barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan dikurangi perkiraan
jumlah jaminan tingkat layanan yang akan dibayarkan selama masa kontrak;
4. alokasikan harga transaksi untuk setiap kewajiban pelaksanaan atas dasar harga jual berdiri sendiri relatif
dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak. Jika hal ini tidak dapat diamati secara
langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diestimasi berdasarkan biaya ekspektasian ditambah marjin; dan
5. mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan dipenuhi dengan mentransfer barang atau jasa yang
dijanjikan kepada pelanggan (yaitu ketika pelanggan memperoleh kendali atas barang atau jasa tersebut).
Identifikasi kontrak dengan pelanggan
(PSAK 115 poin 9) Entittas mencatat kontrak dengan pelanggan dalam ruang lingkup pernyataan ini jika
seluruh kriteria berikut terpenuhi:
1. para pihak dengan kontrak telah menyetujui kontrak (secara tertulis, lisan atau sesuai dengan praktik bisnis
pada umumnya) dan berkomitmen untuk melaksanakan kewajiban mereka masing-masing
Grup telah menyetujui kontrak secara tertulis
2. entitas dapat mengidentifikasi hak setiap pihak mengenai barang atau jasa yang akan dialihkan
Hak pelanggan adalah menerima barang (umumnya rajungan dalam kemasan), sedangkan hak Grup
adalah menerima pembayaran atas jasa yang telah dilaksanakan
21
Page 30
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
q. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)
(PSAK 115 poin 9) Entittas mencatat kontrak dengan pelanggan dalam ruang lingkup pernyataan ini jika
seluruh kriteria berikut terpenuhi (lanjutan):
3. entitas dapat mengidentifikasi jangka waktu pembayaran barang atau jasa yang akan dialihkan
Jangka waktu pembayaran sesuai kesepakatan dalam kontrak yaitu rata-rata maksimal 3 bulan dari tanggal
invoice
4. kontrak memiliki substansi komersial yaitu risikio, waktu, atau jumlah arus kas masa depan entitas
diperkirakan berubah sebagai akibat dari kontrak; dan
5. kemungkinan besar (probable) entitas akan menagih imbalan yang akan menjadi haknya dalam pertukaran
barang atau jasa yang akan dialihkan ke pelanggan. Dalam mengevaluasi apakah kolektibilitas dari jumlah
imbalan kemungkinan besar terjadi, entitas hanya mempertimbangkan kemampuan dan intensi pelanggan
untuk membayar jumlah imbalan ketika jatuh tempo. Jumlah imbalan yang akan menjadi hak entitas
mungkin lebih kecil dari harga yang tercatat dalam kontrak jika imbalan bersifat variabel karena entitas
dapat menawarkan suatu konsesi harga kepada pelanggan.
Kelima kriteria kontrak di atas telah terpenuhi oleh Grup
Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak
Sesuai PSAK 115 poin 27, barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan bersifat dapat dibedakan jika
kedua kriteria berikut terpenuhi :
- pelanggan memperoleh manfaat dari barang atau jasa baik barang atau jasa itu sendiri atau bersama
dengan sumber daya lain yang siap tersedia kepada pelangggan (yaitu barang atau jasa yang bersifat dapat
dibedakan); dan
- janji entitas untuk mengalihkan barang atau jasa kepada pelanggan dapat diidentifikasi secara terpisah dari
janji lain dalam kontrak (yaitu janji utuk mengalihkan barang atau jasa yang bersifat dapat dibedakan dalam
konteks kontrak tersebut)
Grup menyediakan produk rajungan dengan berbagai kemasan yang dapat diidentifikasi secara terpisah karena
antar kemasan tidak memiliki ketergantungan yang tinggi. Oleh karenanya kewajiaban pelaksanaan Grup
bersifat dapat dipisahkan (bukan kewajiban pelaksanaan tunggal)
Penentuan harga dan alokasinya
Harga berdasar kesepakatan di mana tiap kemasan memiliki harga tersendiri. Oleh karena itu tidak diperlukan
pengalokasian harga ke masing-masing kemasan
Pengakuan pendapatan/pemenuhan kewajiban pelaksanaan
Dalam memenuhi kewajiban pelaksanaan, Grup tidak memenuhi kriteria satupun dari berikut sebagai kewajiban
pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu (oleh karena itu pemenuhan kewajiban pelaksanaan Grup
berdasarkan pemenuhan kewajiban pada waktu tertentu) :
- pelanggan secara simultan menerima dan mengonsumsi manfaat yang disediakan dari pelaksanaan entitas
selama entitas melaksanakan kewajibannya
- pelaksanaan entitas menimbulkan atau meningkatkan aset (sebagai contoh pekerjaan dalam proses ) yang
dikendalikan pelanggan selama aset tersebut ditimbulkan atau ditingkatkan
- pelaksanaan entitas tidak menimbulkan suatu aset dengan penggunaan alternatif bagi entitas dan entitas
memiliki hak atas pembayaran yang dapat dipaksakan atas pelaksanaan yang telah diselesaikan sampai
saat ini
Selama pemenuhan kewajiban pelaksanaana pada waktu tertentu, Grup menerapkan kebijakan praktisnya
dalam pengakuan pendapatan yaitu pendapatan diakui pada saat pelanggan memiliki risiko dan manfaat
signifikan atas kepemilikan aset ( saat barang telah dikirim)
Beban diakui pada saat terjadinya (basis akrual).
22
Page 31
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
r. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Sebagaimana dinyatakan dalam PSAK 221 poin 21, pada pengakuan awal, transaksi Grup dalam mata uang
asing dicatat ke dalam mata uang fungsional (Rupiah) berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi
dilakukan. PSAK 221 poin 23, pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas moneter
dijabarkan dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal
neraca, sedangkan pos nonmoneter yang diukur dalam biaya historis dalam valuta asing dijabarkan
menggunakan kurs pada tanggal transaksi. PSAK 221 poin 28, laba atau rugi kurs yang timbul dikreditkan atau
dibebankan pada usaha tahun berjalan.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023 , nilai tukar Rupiah untuk masing-masing mata uang
asing 1 Dolar Amerika Serikat masing-masing sebesar Rp 16.162,- dan Rp 15.416,-
s. Provisi
Provisi diakui ketika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun konstruktif) sebagai akibat
peristiwa masa lalu, kemungkinan besar Grup diharuskan menyelesaikan liabilitas dan estimasi andal
mengenai jumlah liabilitas tersebut dapat dibuat.
Jumlah yang diakui sebagai provisi merupakan estimasi terbaik dari pertimbangan yang diperlukan untuk
menyelesaikan liabilitas kini pada akhir periode pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan
ketidakpastian yang meliputi liabilitasnya. Apabila suatu provisi diukur menggunakan arus kas yang
diperkirakan untuk menyelesaikan liabilitas kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas.
Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang
paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan liabilitas kemungkinan besar tidak terjadi, maka
provisi dibatalkan.
t. Perpajakan
i. Pajak Penghasilan Kini
Aset (liabilitas) pajak kini ditentukan sebesar jumlah ekspektasi restitusi dari (atau dibayarkan kepada)
otoritas perpajakan yang dihitung menggunakan tarif pajak (dan peraturan perpajakan) yang telah berlaku
atau secara substantif telah berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian.
Pajak kini diakui atas laba kena pajak dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif konsolidasian
tahun berjalan kecuali apabila pajak tersebut terkait dengan transaksi yang diakui di luar laba rugi (baik
diakui pada penghasilan komprehensif lain ataupun dibebankan secara langsung ke ekuitas).
ii. Pajak Tangguhan
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari
perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan konsolidasian dengan dasar
pengenaan pajak aset dan liabilitas kecuali perbedaan yang berhubungan dengan pajak penghasilan final.
Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan
diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat
dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang.
23
Page 32
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
t. Perpajakan (Lanjutan)
ii. Pajak Tangguhan (lanjutan)
Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah
berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian, kecuali pajak tangguhan yang
dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara
hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan ketika aset pajak
tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas
perpajakan yang sama serta Grup yang berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas
pajak kini dengan dasar neto.
Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba atau rugi, kecuali
sepanjang pajak penghasilan yang berasal dari transaksi atau kejadikan yang diakui, di luar laba atau rugi
(baik dalam penghasilan komprehensif lain maupun secara langsung di ekuitas), dalam hal tersebut pajak
juga diakui di luar laba atau rugi yang timbul dari akuntansi awal untuk kombinasi bisnis, pengaruh pajak
termasuk dalam akuntansi kombinasi bisnis.
Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara dasar
pajak aset dan liabilitas dengan jumlah tercatatnya pada tiap tanggal pelaporan.
Liabilitas pajak tangguhan diakui atas seluruh perbedaan temporer kena pajak. Aset pajak tangguhan
diakui atas seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan, serta atas kredit pajak dan akumulasi rugi
fiskal yang belum digunakan sepanjang masih dapat dimanfaatkan. Jumlah tercatat aset pajak tangguhan
ditelaah setiap akhir tanggal pelaporan dan dikurangi ketika tidak terdapat kemungkinan bahwa laba kena
pajak akan tersedia dalam jumlah yang memadai untuk memanfaatkan seluruh atau sebagian aset pajak
tangguhan tersebut.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diekspektasikan akan
berlaku ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak (dan peraturan
perpajakan) yang berlaku atau secara substansial telah diberlakukan pada tanggal laporan posisi keuangan
konsolidasian.
Pajak tangguhan diakui atas laba kena pajak di dalam laba rugi tahun berjalan kecuali apabila pajak
tersebut terkait dengan transaksi yang diakui di luar laba rugi (baik diakui pada penghasilan komprehensif
lain ataupun dibebankan secara langsung ke ekuitas).
Aset dan liabilitas pajak tangguhan dapat saling hapus, jika dan hanya jika, 1) terdapat hak yang dapat
dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus antara aset dan liabilitas pajak kini dan 2) aset
serta liabilitas pajak tangguhan tersebut terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas
perpajakan yang sama.
24
Page 33
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
t. Perpajakan (Lanjutan)
iii. Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak
Sesuai dengan PSAK No. 70: “Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak”, aset dan liabilitas
pengampunan pajak diakui apabila memenuhi ketentuan mengenai pengakuan dalam SAK.
Pada pengakuan awal, aset pengampunan pajak diukur sebesar nilai aset berdasarkan Surat Keterangan
Pengampunan Pajak (SKPP) sedangkan liabilitas pengampunan pajak diukur sebesar kewajiban
kontraktual untuk menyerahkan kas dan setara kas dalam rangka menyelesaikan kewajiban yang berkaitan
langsung dengan perolehan aset pengampunan pajak. Pengukuran setelah pengakuan awal dan
penghentian pengakuan aset dan liabilitas pengampunan pajak mengacu pada ketentuan SAK yang relevan
untuk masing-masing aset dan liabilitas yang terkait.
Selisih antara aset dan liabilitas pengampunan pajak diakui sebagai bagian dari akun “Tambahan Modal
Disetor” pada ekuitas. Selisih tersebut tidak dapat diakui sebagai laba rugi direalisasi atau direklasifikasi ke
saldo laba. Saling hapus antara aset dan liabilitas pengampunan pajak tidak dapat dilakukan.
Uang tebusan yang dibayarkan diakui dalam laba rugi pada periode SKPP diterbitkan dan disajikan sebagai
bagian dari beban usaha. Seluruh saldo klaim atas kelebihan pembayaran pajak, aset pajak tangguhan atas
akumulasi rugi pajak yang belum dikompensasi dan provisi pajak sebelum pengampunan pajak,
disesuaikan ke laba rugi pada periode SKPP diterbitkan.
Grup mengikuti program Tax Amnesty yang diakui sebagai tambahan modal disetor sebesar
Rp1.465.526.994. (Catatan 18)
u. Laba Per Saham
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba atau rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada
pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada periode yang bersangkutan.
v. Segmen Operasi
Segmen operasi disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian
laporan keuangan konsolidasian. Identifikasi segmen operasi berdasarkan laporan internal komponen-
komponen Grup yang secara berkala dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional dalam rangka
alokasi sumber daya ke dalam segmen dan penilaian kinerja Grup.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
a. yang terlibat dalam aktivitas bisnis untuk memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk
pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama)
b. hasil operasinya dikaji ulang secara reguler oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat
keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
c. tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
Informasi yang dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional untuk tujuan alokasi sumber daya dan
penilaian kinerjanya lebih difokuskan pada kategori masing-masing produk.
w. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Peristiwa setelah periode pelaporan yang memberikan bukti kondisi yang ada pada akhir periode pelaporan
(adjusting events) tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian. Peristiwa setelah periode pelaporan yang
tidak berdampak pada laporan keuangan konsolidasian diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan
Konsolidasian apabila jumlahnya material.
25
Page 34
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI, DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi,
dan asumsi yang akan memengaruhi jumlah-jumlah pendapatan, beban, aset, dan liabilitas yang dilaporkan, serta
pengungkapan atas liabilitas kontinjensi pada akhir periode pelaporan. Adanya ketidakpastian terkait dengan asumsi
dan estimasi dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas pada periode
pelaporan berikutnya.
Usaha yang berkelanjutan
Manajemen Perusahaan telah melakukan penilaian atas kemampuan Perusahaan untuk melanjutkan kelangsungan
usahanya dan berkeyakinan bahwa Perusahaan memiliki sumber daya untuk melanjutkan usahanya di masa
mendatang.
Manajemen mengetahui adanya ketidakpastian material yang dapat menimbulkan keraguan yang siginifikan terhadap
kemampuan Perusahaan untuk melanjutkan kelangsungan usahanya, namun manajemen percaya bahwa dengan
dukungan penuh dari pemegang saham dan atas sumber daya yang dimiliki saat ini serta prospek bisnis yang terus
membaik, Grup akan mampu bertahan dan melanjutkan usahanya. Oleh karena itu, laporan keuangan telah disusun
atas dasar usaha yang berkelanjutan.
Pertimbangan dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Grup mengklasifikasikan aset dan liabilitas keuangan sesuai dengan ketentuan di dalam PSAK No. 109. Tiap-tiap
kelompok aset dan liabilitas keuangan memiliki dampak perlakuan akuntansi yang berbeda.
Pengakuan Aset Pajak Tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui untuk akumulasi rugi fiskal yang belum dikompensasi sepanjang kemungkinan besar
bahwa laba kena pajak masa depan akan tersedia untuk dimanfaatkan dengan rugi pajak yang belum
dikompensasikan tersebut.
Pertimbangan yang signifikan dari manajemen diperlukan untuk menentukan pengakuan terhadap aset pajak
tangguhan, berdasarkan rentang waktu dan tingkat laba kena pajak masa depan serta perencanaan strategi pajak
masa depan. Sehubungan dengan hal ini, manajamen melakukan pengujian terhadap kemungkinan besaran laba
kena pajak Grup di masa depan berdasarkan rencana bisnis 5 tahun ke depan (masa daluwarsa pajak).
Sumber Estimasi Ketidakpastian
Asumsi dan sumber utama dari estimasi ketidakpastian pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi
penyesuaian yang material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan di bawah
ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada tolok ukur yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun.
Keadaan dan asumsi mengenai perkembangan masa depan yang ada saat ini dapat berubah akibat perubahan pasar
atau situasi di luar kendali Grup. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian dari piutang usaha dan piutang lain-lain
Grup telah membentuk penyisihan penurunan nilai untuk piutang usaha dan piutang lain-lain. Penyisihan awalnya
didasarkan pada tarif default yang diamati secara historis Grup. Grup akan menyesuaikan pengalaman kerugian
kredit historis dengan informasi berwawasan ke depan, misalnya dengan berdiskusi dengan pengacara (penagihan
piutang lain-lain melalui somasi) untuk mengestimasikan berapa jumlah yang masih mungkin bisa ditagihkan.
Penyusutan Aset Tetap
Aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis dari
aset yang bersangkutan yang berkisar antara 4 hingga 20 tahun, suatu kisaran yang umumnya diperkirakan.
Perubahan dalam pola pemakaian dan tingkat perkembangan teknologi dapat memengaruhi masa manfaat ekonomis
serta nilai residu dari aset tetap dan karenanya biaya penyusutan masa depan memiliki kemungkinan untuk direvisi.
Jumlah tercatat aset tetap pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing adalah sebesar
Rp 14.896.890.023,- dan Rp 15.550.862.319,- (catatan 2l dan 11).
26
Page 35
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI, DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
Liabilitas Imbalan Pascakerja
Penentuan liabilitas dan beban imbalan pascakerja Grup bergantung pada pemilihan asumsi aktuarial yang
digunakan. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat
pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun, dan tingkat kematian. Hasil aktual yang
berbeda dari asumsi yang ditetapkan sebelumnya, diperlakukan sesuai dengan kebijakan akuntansi sebagaimana
diuraikan dalam Catatan 2p atas Laporan Keuangan konsolidasian.
Meskipun Grup berkeyakinan bahwa asumsi pada tanggal pelaporan tersebut wajar dan telah sesuai, perbedaan
signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Grup dapat memengaruhi
secara material liabilitas dan beban imbalan pascakerja.
Perpajakan
Grup selaku wajib pajak menghitung liabilitas perpajakannya secara self assessment berdasarkan pada peraturan
yang berlaku. Sehubungan dengan pengampunan pajak (Catatan 2t), perhitungan pajak sampai dengan tanggal 31
Desember 2015 dianggap benar. Untuk tahun berikutnya perhitungan pajak dianggap benar selama belum terdapat
ketetapan dari Direktorat Jenderal Pajak atas jumlah pajak yang terutang atau ketika sampai dengan jangka waktu
lima (5) tahun (masa daluwarsa pajak) tidak terdapat ketetapan pajak yang diterbitkan. Perbedaan jumlah pajak yang
terutang dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti pemeriksaan pajak, penemuan bukti-bukti pajak baru, dan
perbedaan interpretasi antara manajemen dan pejabat kantor pajak terhadap peraturan pajak tertentu. Perbedaan
hasil aktual dan jumlah tercatat tersebut dapat memengaruhi jumlah aset pajak tangguhan, utang pajak dan beban
pajak. Saldo utang pajak pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing adalah sebesar
Rp799.453.361, dan Rp1.754.262.526,- (Catatan 15b).
27
Page 36
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. KAS DAN SETARA KAS
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
Kas di tangan (Rupiah) 114.356.552 85.112.085
Bank (Rupiah)
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 2.018.977.157 32.563.781
- PT Bank Central Asia Tbk 527.918.092 2.727.954.583
- PT Bank Negara Indonesia Tbk 132.340.971 131.504.521
- PT Bank Danamon Indonesia Tbk 8.535.709 963.396
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk 4.274.655 2.078.701
- PT Bank Central Asia Tbk (Reksus) 4.802.307 4.647.307
- PT Bank CIMB Niaga Tbk 1.578.388 2.228.388
Bank (Dolar Amerika Serikat)
- PT Bank Central Asia Tbk 19.418.481 21.297.004
- PT Bank Central Asia Tbk (Reksus) 18.894.671 9.200.729.430
- PT Bank CIMB Niaga Tbk 10.697.663 14.057.771
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Reksus) 4.848.600 4.642.882.968
- PT Bank Negara Indonesia Tbk 2.779.379 3.124.344
- PT Bank Panin Indonesia Tbk - 815.044
Deposito (Rupiah)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 77.100.000 -
Saldo Kas dan Setara Kas 2.946.522.627 16.869.959.323
Berdasarkan mata uang Dolar Amerika Serikat (USD) :
- PT Bank Central Asia Tbk $1.201,49 $1.381,49
- PT Bank Central Asia Tbk (Reksus) $1.169,08 $596.829,88
- PT Bank CIMB Niaga Tbk $661,90 $911,89
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Reksus) $300,00 $301.173,00
- PT Bank Negara Indonesia Tbk $171,97 $202,67
- PT Bank Panin Indonesia Tbk $0,00 $52,87
$3.504,44 $900.551,80
Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 36 Tahun 2023 serta Peraturan Bank Indonesia nomor 7 tahun 2023
tentang pengaturan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), dana masuk dalam mata uang asing wajib
ditempatkan dalam Rekening Khusus (Reksus) sebesar 30% dari nilai PPE (Pemberitahuan Pabean Ekspor) selama
3 bulan, yang diawasi oleh Bank Indonesia.
Deposito ditempatkan pada PT Bank Mandiri (Persero), Tbk yang merupakan syarat kredit, namun bisa ditarik sesuai
jatuh temponya. Deposito berbunga 2,25% setahun dengan tanggal penerbitan 11 Juli 2024 berjangka waktu 1 bulan
yang bisa diperpanjang otomatis.
Seluruh kas dan setara kas telah ditempatkan pada pihak ketiga, tidak dibatasi penggunaannya, dan tidak dijaminkan.
28
Page 37
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. INVESTASI JANGKA PENDEK
31 DESEMBER 2024
Saham
Keterangan Harga Perolehan Laba (Rugi) Harga Pasar
(lembar)
- Investasi Reksadana pada PT Artha 1.070.000 395.900.000
Securitas Indonesia tgl.31 Des 2023 (274.990.000) 120.910.000
- Harga pasar investasi
- tgl. 31 Jan 2024 (7.490.000) 113.420.000
- tgl. 28 Feb 2024 (3.210.000) 110.210.000
- tgl. 31 Mar 2024 (12.840.000) 97.370.000
- tgl. 30 April 2024 (2.140.000) 95.230.000
- tgl. 31 Mei 2024 6.420.000 101.650.000
- tgl. 30 Juni 2024 (9.630.000) 92.020.000
- tgl. 31 Juli 2024 8.560.000 100.580.000
- tgl. 31 Agust 2024 7.490.000 108.070.000
- tgl. 30 Sept 2024 4.280.000 112.350.000
- tgl. 31 Okt 2024 (6.420.000) 105.930.000
- tgl. 30 Nov 2024 (8.560.000) 97.370.000
- tgl. 31 Des 2024 (3.210.000) 94.160.000
31 DESEMBER 2023
Saham
Keterangan Harga Perolehan Laba (Rugi) Harga Pasar
(lembar)
- Investasi Reksadana pada PT Artha 1.070.000 395.900.000
Securitas Indonesia tgl.31 Des 2022 (221.490.000) 174.410.000
Harga pasar investasi
- tgl. 31 Jan 2023 (49.220.000) 125.190.000
- tgl. 28 Feb 2023 (14.980.000) 110.210.000
- tgl. 31 Mar 2023 4.280.000 114.490.000
- tgl. 30 April 2023 (27.820.000) 86.670.000
- tgl. 31 Mei 2023 (18.190.000) 68.480.000
- tgl. 30 Juni 2023 2.140.000 70.620.000
- tgl. 31 Juli 2023 (5.350.000) 65.270.000
- tgl. 31 Agust 2023 6.420.000 71.690.000
- tgl. 30 Sept 2023 (4.280.000) 67.410.000
- tgl. 31 Okt 2023 109.140.000 176.550.000
- tgl. 30 Nov 2023 (31.030.000) 145.520.000
- tgl. 31 Des 2023 (24.610.000) 120.910.000
6. PIUTANG USAHA
Akun ini terdiri dari:
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
Pihak krtiga
Piutang Ekspor 44.544.653.870 39.426.420.000
Piutang Lokal 43.472.078 1.593.810
Jumlah 44.588.125.948 39.428.013.810
Cadangan Piutang Tidak Tertagih (176.260.487) (168.124.716)
Total 44.411.865.461 39.259.889.094
29
Page 38
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG USAHA (lanjutan)
Rincian saldo piutang usaha berdasarkan Umur piutang adalah sebagai berikut:
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
Belum jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan nilai 36.901.478.410 39.426.420.000
Telah jatuh tempo
1 - 30 hari 6.320.023.279 1.593.810
31 - 60 hari 9.095.501 -
61 - 90 hari 340.000 -
Lebih dari 90 hari 1.357.188.758 -
Jumlah 44.588.125.948 39.428.013.810
Cadangan Piutang Tidak Tertagih
(176.260.487) (168.124.716)
44.411.865.461 39.259.889.094
31 DESEMBER 2024
Cadangan piutang tidak tertagih sebesar $10.906 yang dikurskan menjadi Rp176.260.487, dijelaskan berikut:
Saldo awal (168.124.716)
Selisih kurs (8.135.771)
Penghapusan piutang -
Saldo akhir (176.260.487)
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
Berdasarkan mata uang Dolar Amerika Serikat (USD) :
Piutang Ekspor 2.756.135 2.557.500
Jumlah 2.756.135 2.557.500
Cadangan Piutang Tidak Tertagih $ (10.906) $ (10.906)
Total $2.745.229 $2.546.594
Manajemen mencadangkan kerugian piutang dagang sebesar 1% dari nilai invoice, untuk piutang dengan umur 180
hari setelah barang diterima (240 hari dari tanggal invoice). Hal tersebut berdasar termin pembayaran salah satu
pelanggan dengan estimasi lama pengiriman ekspor berkisar 45 - 60 hari. Selama penjualan 2024 tidak terdapat
piutang yang berumur 240 hari lebih
7. PIUTANG LAIN-LAIN
Akun ini terdiri dari:
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
a. Piutang Lancar (pihak ketiga)
Pemasok daging 1.046.028.199 1.122.176.250
Karyawan 31.499.999 27.379.805
Lainnya 6.682.000 -
Jumlah 1.084.210.198 1.149.556.055
30
Page 39
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. PIUTANG TIDAK LANCAR (LANJUTAN)
b. Piutang Tidak Lancar (Pihak ketiga)
Adalah piutang kepada PT Tandikek Asri Lestari dan PT Anugrah Semesta Investama, sebagai berikut:
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
Jatuh Tempo
PT Tandikek Asri Lestari 1158 hari 9.000.000.000 9.000.000.000
PT Anugrah Semesta 1706 hari 3.000.000.000 3.000.000.000
Investama 12.000.000.000 12.000.000.000
Cadangan Kerugian Piutang (7.440.000.000) (7.440.000.001)
Jumlah 4.560.000.000 4.559.999.999
Piutang tersebut diklasifikasikan sebagai piutang tidak lancar dan sudah dilakukan pencadangkan kerugian sebesar
62% sejak semester kedua tahun 2022 sampai dengan 31 Desember tahun 2024 yang menurut manajemen
(berdasarkan diskusi dengan pengacara) memadai untuk menutup kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya
piutang lain-lain tersebut.
Manajemen telah melakukan upaya penagihan terhadap Piutang PT Tandikek Asri Lestari dan PT Anugrah Semesta
Investama melalui Kantor Advokat Infiniti & Co, dan selanjutnya pengurusan sengketa dilanjutkan melalui Kantor
Advokat Prisma & Co. Lihat Catatan 38.
PT Anugerah Semesta
No Keterangan PT Tandikek Asri Lestari
Investama
1 Perjanjian utang Piutang
- Tanggal Perjanjian Kredit 30-Oct-19 30-Oct-19
- Jangka waktu 6 bulan, jatuh tempo 30 April 2 tahun, jatuh tempo 30 Okt
- Keperluan Modal Kerja Modal Kerja
- Bunga 17% 17%
- Jumlah pinjaman Rp.3.000.000.000,- Rp. 9.000.000.000
2 Realisasi pemberian pinjaman
- Tanggal Transfer 30-Oct-19 30-Oct-19
- Bank BCA BCA
3 Pembayaran Bunga
- Tanggal 31-Dec-19 Periode 1: 31 Desember
- Jumlah Bunga Rp. 97.750.000,- Rp.293.250.000
- Tanggal 31-Dec-20 Periode 2: 31 Desember
Belum dilakukan Belum dilakukan
pembayaran bunga pembayaran bunga
Periode 3: 31 Oktober 2021
8. PERSEDIAAN
Akun ini terdiri dari:
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
Barang jadi 3.501.920.030 7.245.792.134
Barang dalam proses
- Kaleng 449.266.359 244.731.466
- Sortir 10.341.361 7.214.467
Bahan baku 397.110.526 349.624.694
Bahan pembantu 3.372.677.198 1.884.862.446
Jumlah 7.731.315.474 9.732.225.207
31
Page 40
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. PERSEDIAAN (LANJUTAN)
Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah tercatat persediaan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
tidak melampaui nilai realisasi netonya sehingga tidak diperlukan cadangan penurunan nilai atas persediaan dan
seluruh persediaan diasuransikan oleh manajemen.
Persediaan telah diasuransikan kepada AXA dengan jatuh tempo per 10 Juni 2025 dengan jumlah pertanggungan
sebesar Rp2.000.000.000, yang menurut manajemen cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang akan terjadi.
9. BIAYA DIBAYAR DI MUKA
Akun ini terdiri dari:
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
Asuransi 42.181.934 48.503.351
Sewa 29.629.985 44.629.985
Jumlah 71.811.919 93.133.336
Rincian asuransi :
Nilai
Nama
No No Polis Jenis Asuransi Jangka Waktu Nilai Polis (Rp) Pertanggungan
Asuransi
(Rp)
Asuransi 20 Feb 2024- 20
1 TAKAFUL 11301010324000064 2.243.796 1.902.685.500
Kebakaran Feb 2025
Asuransi 20 Feb 2024- 20
2 TAKAFUL 11301010324000076 2.166.260 1.835.438.000
Kebakaran Feb 2025
Asuransi 20 Feb 2024- 20
3 TAKAFUL 11301010324000049 5.722.760 4.920.000.000
Kebakaran Feb 2025
bangunan
1.184.612 2.834.000.000
berikut sarana
10 Juni 2024- 10
4 AXA 1050101062400020 bangunan
Juni 2025 2.850.000.000
berikut sarana 4.719.050
stock 2.000.000.000
002.4050.301.2023.0 06 Oktober 2023-
5 ASWATA All Risk & TJH 4.440.775 155.000.000
00814 06 Oktober 2024
7 Januari 2025- 7
6 CHUBB 107020125010001004 All Risk & TJH 2.718.050 90.000.000
Januari 2026
7 Januari 2025- 7
7 CHUBB 10702012501000093 All Risk & TJH 3.547.400 120.000.000
Januari 2026
Asuransi 22 April 2022-22
8 010602021200001 All Risk & TJH 17.958.875 180.990.000
Umum BCA Maret 2026
16 Januari 2025-
9 ASM 121500000097060 All Risk & TJH 2.638.937 98.000.000
16 Januari 2026
24 Agustus 2023-
10 OTORANSI 80.0229.23.007609 All Risk & TJH 5.609.620 483.300.000
24 Agusuts 2024
22 September
11 ASM 02.005.2021.005.08 All Risk & TJH 2021-22 3.144.300 141.000.000
September 2025
Comprehensive
(Jaminan 21 Desember
12 OTORANSI 021221526554 Kerugian 2021 - 21 17.977.500 235.000.000
sebagian & Desember 2025
Kerugian Total)
32
Page 41
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. BIAYA DIBAYAR DI MUKA (LANJUTAN)
Nilai
Nama
No No Polis Jenis Asuransi Jangka Waktu Nilai Polis (Rp) Pertanggungan
Asuransi
(Rp)
Comprehensive
(Jaminan 21 Desember
13 OTORANSI 021221527321 Kerugian 2021 - 21 12.546.000 164.000.000
sebagian & Desember 2025
Kerugian Total)
22 September
14 ASM 02.005.2021.005.07 All Risk & TJH 2021-22 3.144.300 141.000.000
September 2025
Comprehensive
(Jaminan
27 Juli 2023 - 27
15 OTORANSI ACN131587284523 Kerugian 10.000.000 471.800.000
Juli 2027
sebagian &
Kerugian Total)
-
Rincian Perjanjian sewa :
- PT Nuansa Cipta Magello menyewa tanah dari Hendrawan untuk tempat tinggal dan kegiatan usaha mini plant
dengan ukuran mini plant kembar 01 Seluas 9 X 12 meter, mini plant kembar 02 seluas 6,5 X 10 meter,
kontrakan tempat tinggal seluas 4 X 4 meter, lokasi di Lingkungan IV Kelurahan Tinangga kec. Tinangga Kab.
Koname selatan, Sulawesi Tenggara. Untuk jangka waktu 1(satu) tahun dengan jangka waktu 01 November
2023 s/d 30 Oktober 2024.Perjanjian dilakukan pada bulan oktober 2023 dengan nomor perjanjian 241
HRD&Legal NCM/X/2023.
- PT Nuansa Cipta Magello dengan Findarman Iskandar dengan Nomor 287/HRD&Legal/NCM/XI/2023 pada
tanggal 27/11/2023. PT NCM menyewa rumah di jalan Abdullah Silondae, Tinanggea, Konawe Selatan, Sulsel,
Luas tana 525M, Luas Bangunan 8X 18. Jangka waktu 01 Desember 2023 s/d 30 November 2024.
- PT Nuansa Cipta Magello menyewa tanah dsri Hendrawan untuk tempat tinggal dan kegiatan usaha mini plant
degan ukuran mini plant kembar 01 Seluas 9 X 12 meter, mini plant kembar 02 seluas 6,5 X 10 meter,
kontrakan tempat tinggal seluas 4 X 4 meter, lokasi di Lingkungan IV Kelurahan Tinangga kec. Tinangga Kab.
Koname selatan, Sulawesi Tenggara. Untuk jangka waktu 1(satu) tahun dengan jangka waktu 01 November
2024 s/d 30 Oktober 2025.Perjanjian dilakukan pada bulan Oktober 2024 dengan nomor perjanjian
209/HRD&Legal NCM/X/2024.
10. UANG MUKA
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
- Pembelian Barang Dagang 13.190.855.346 11.215.466.058
Jumlah 13.190.855.346 11.215.466.058
11. ASET TETAP
Mutasi Per 31 Desember 2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Harga Perolehan :
Tanah 5.836.990.636 - - 5.836.990.636
Bangunan 11.487.151.401 - - 11.487.151.401
Peralatan Pabrik 5.762.313.380 389.360.000 - 6.151.673.380
Kendaraan 2.726.306.140 262.890.148 181.600.000 2.807.596.288
Peralatan Kantor 1.192.676.518 91.141.229 - 1.283.817.747
Jumlah 27.005.438.075 743.391.377 181.600.000 27.567.229.452
33
Page 42
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP (lanjutan)
Mutasi Per 31 Desember 2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 5.504.737.876 531.775.884 - 6.036.513.760
Peralatan Pabrik 3.768.311.386 457.700.872 - 4.226.012.258
Kendaraan 1.195.752.017 277.938.930 145.383.784 1.328.307.163
Peralatan Kantor 985.774.478 93.731.770 - 1.079.506.248
Jumlah 11.454.575.757 1.361.147.456 145.383.784 12.670.339.429
Nilai Buku 15.550.862.318 14.896.890.023
Mutasi Per 31 Desember 2023
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Harga Perolehan :
Tanah 5.836.990.636 - - 5.836.990.636
Bangunan 11.487.151.401 - - 11.487.151.401
Peralatan Pabrik 5.905.189.421 64.710.089 207.586.130 5.762.313.380
Kendaraan 1.821.250.513 905.055.627 - 2.726.306.140
Peralatan Kantor 1.134.399.450 95.336.443 37.059.375 1.192.676.518
Jumlah 26.184.981.421 1.065.102.159 244.645.505 27.005.438.076
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 4.974.090.695 530.647.181 - 5.504.737.876
Peralatan Pabrik 3.513.043.725 424.579.624 169.311.963 3.768.311.386
Kendaraan 953.431.271 245.855.329 3.534.583 1.195.752.017
Peralatan Kantor 947.509.915 75.323.938 37.059.375 985.774.478
Jumlah 10.388.075.606 1.276.406.073 209.905.921 11.454.575.757
Nilai Buku 15.796.905.815 15.550.862.319
Grup tidak memiliki aset kualifikasian sehingga tidak terdapat biaya pinjaman dan tarif kapitalisasi yang dikapitalisasi
selama tahun berjalan.
Tidak terdapat perbedaan nilai wajar aset tetap dari jumlah tercatat karena aset dinilai dengan nilai historis (historical
cost ), tidak terdapat aset tetap yang dihentikan pengakuannya, dan tidak terdapat jumlah aset yang tidak dipakai
sementara yang dipakai oleh Grup.
Pada tahun 2024, Perusahaan menjual sebagian kendaraan dengan rincian sebagai berikut:
- Harga jual 36.216.216
- Harga perolehan 181.600.000
- Akumulasi penyusutan (145.383.784)
- Nilai buku 36.216.216
- Untung dari penjualan aset tetap -
Untung penjualan aset tetap sebesar Rp0 diakui sebagai penjualan lain-lain (catatan 22) dan sekaligus beban lain-lain
(catatan 26) masing-masing dengan jumlah Rp36.216.216
Harga perolehan yang telah disusutkan penuh namun masih tercatat dalam daftar asert tetap yaitu sejumlah
Rp5.368.194.537 (2024).
34
Page 43
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP (lanjutan)
Beban penyusutan aset tetap yang dialokasikan adalah sebagai berikut :
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
Beban Pokok Penjualan (Cat. 23) 955.286.639 856.952.734
Beban Umum dan Administrasi (Cat 25) 405.860.818 465.705.985
Koreksi - (46.252.646)
Jumlah 1.361.147.456 1.276.406.073
Manajemen mengasuransikan seluruh aset tetap dengan rincian sebagai berikut :
Objek Pertanggungan Nilai Pertanggungan
Gedung
- Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngalian, Semarang, Jawa Tengah 7.754.000.000
- Jl. Mina Ayu D/H Jl. Tanggul RT.13/ RW.04, Desa Limbangan, Kec. Juntinyuat, Indramayu. 4.752.685.500
- Jl Kima 3 No.5A Kav. K-48, Kel. Daya, Kec. Birinkanaya, Makassar 1.835.438.000
Kendaraan
- All Risk dan TJH 2.280.090.000
Jumlah Nilai Pertanggungan 16.622.213.500
Manajemen berpendapat bahwa jumlah pertanggungan atas asuransi tersebut cukup memadai untuk menutupi
kerugian yang mungkin terjadi.
Manajemen berpendapat bahwa jumlah tercatat dari seluruh aset tetap Grup dapat dipulihkan, sehingga tidak
diperlukan adanya penurunan nilai atas aset tetap tersebut.
Tanah dan bangunan atas nama PT Nuansa Cipta Magello telah dijaminkan untuk utang kapada PT Pool Advista
Finance, Tbk. Catatan 17
12. UTANG USAHA
Akun ini merupakan utang usaha kepada suplier pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023 masing-
masing sebesar Rp 2.325.425.949,- dan Rp 1.256.633.239,-
Akun ini terdiri:
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
Pihak ketiga
Cometa can 523.394.913 298.709.158
PT Samudera Naga Global 321.131.667 103.785.151
PT Raahayu Perdana Trans 143.348.051
PT MIP Logistik Indonesia 134.538.953
Jojo - Gebang 120.159.649
PT Gigan Trans Logistic 102.145.145
Lain-lain di bawah 100 juta 1.082.852.716 751.993.785
Total 2.325.425.949 1.256.633.239
35
Page 44
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. UTANG LAIN-LAIN
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
Pihak Berelasi
Tn. Erry Firmansyah - 3.800.000.000
Pihak ketiga (Jangka Pendek)
Utang kendaraan 136.550.000 -
Astro Media Indonesia 1.937.600.000 1.937.600.010
Pihak Ketiga (Jangka Panjang)
Astro Media Indonesia 1.937.600.000 4.984.470.490
Lain-lain - Jk. Panjang 742.305.065 -
Jumlah 4.754.055.065 10.722.070.500
Utang lain-lain merupakan pinjaman dana ke pihak berelasi dan pihak ketiga untuk keperluan operasional.
Pada tanggal 15 Februari 2022 telah dilakukan perjanjian Restrukturisasi utang Erry Firmansyah dan PT Astro Media
Indonesia di hadapan Notaris Retno Hertiyanti, Sarjana Hukum, notaris di kota Semarang yang telah ditandatangani
dua perjanjian restrukturisasi utang, yaitu:
1. Surat Perjanjian Utang nomor 6, mengenai restrukturisasi utang PT Prima Cakrawala Abadi dengan Erry
Firmansyah.
- Kreditur akan mengembalikan kepada debitur seluruh jaminan berupa sertifikat tanah yang diagunkan
kepada kreditur.
- Pasal 1, pinjaman sebesar Rp7.750.000.000 dan selama jangka waktu pinjaman tidak dikenakan bunga.
- Pasal 2, Debitur akan mengembalikan sebagian pinjaman sebesar Rp3.000.000.000 pada bulan Juli 2022.
Sisa pinjaman Rp 4.750.000.000 akan dibayarkan Rp 950.000.000 pada 30 Desember 2023 dan Rp
3.800.000.000 pada 30 Desember 2024.
Pada tanggal 31 Desember 2024 utang kepada Tn. Erry Firmansyah sudah lunas.
2. Surat Perjanjian Utang nomor 7, mengenai restrukturisasi utang PT Prima Cakrawala Abadi dengan PT Astro
Media Indonesia.
- Kreditur akan mengembalikan kepada debitur seluruh jaminan berupa sertifikat tanah yang diagunkan
- Pasal 1, pinjaman sebesar Rp12.688.000.000 dan selama jangka waktu pinjaman tidak dikenakan bunga.
- Pasal 2, Debitur akan mengembalikan sebagian pinjaman sebesar Rp3.000.000.000 pada bulan Juli 2022.
Sisa pinjaman Rp9.688.000.000 akan dibayarkan beberapa tahap dalam lima tahun, mulai tahun 2022
sampai dengan tahun 2026. Masing-masing tahap jatuh tempo setiap tahun pada tanggal 30 Desember,
sebesar Rp1.937.600.000.
Berdasarkan perjanjian tersebut, pinjaman wajib dikembalikan oleh Debitur secara bertahap, yaitu dengan 2 (dua) kali
pembayaran, yaitu tanggal 31 Desember 2020 dan pelunasan pada tanggal 31 Desember 2021. Pinjaman tidak
dikenakan bunga. Perjanjian berlaku sejak tanggal 12 Desember 2017 dan berakhir pada saat pengembalian
pinjaman dari Debitur. Para pihak sepakat bahwa jaminan atas utang tersebut adalah sebagai berikut:
a. Sebidang tanah Hak Milik Nomor 44/Wonosari berikut bangunan di atasnya yang terletak di Kel. Beringin, Kec.
Tugu, Kota Semarang, Jawa Tengah, selias ± 4.628 m2 (lebih kurang empat ribu enam ratus dua puluh delapan
meter persegi) yang diterbitkan oleh Kepala Kantor Agraria Kotamadya Semarang, tercatat atas nama Yana
Heriyana Rochman,S.E. berdasarkan Akta Pengikatan Jual Beli No. 48 tanggal 30 Oktober 2014 yang dibuat di
hadapan Hari Bagyo, S.H., M.H., notaris di Semarang.
b. Sebidang tanah Hak Milik Nomor 578/Wonosari berikut bangunanya yang terletak di Kel. Beringin, Kec.
Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, seluas ± 4.537 m2 (lebih kurang empat ribu lima ratus tiga puluh tujuh
meter persegi) yang diterbitkan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kota Semarang, tercatat atas nama Yana
Heriyana Rochman,S.E., berdasarkan Akta Pengikatan Jual Beli No. 49 tanggal 30 Oktober 2014 yang dibuat di
hadapan Hari Bagyo, S.H., M.H., Notaris di Semarang.
c. Sebidang tanah Hak Milik Nomor 05914/Wonosari berikut bangunannya yang terletak di Kel. Beringin, Kec.
Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, seluas ± 3.826 m2 (lebih kurang tiga ribu delapan ratus dua puluh
enam meter persegi) yang diterbitkan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kota Semarang, tercatat atas nama Yana
Heriyana Rochman,S.E., berdasarkan Akta Pengikatan Jual Beli No. 50 tanggal 30 Oktober 2014 yang dibuat di
hadapan Hari Bagyo, S.H., M.H., Notaris di Semarang. Perjanjian ini dan segala akibatnya kedua belah pihak
memilih domisili (tempat kedudukan hukum) yang tetap dan tidak berubah di kantor Kepaniteraan Pengadilan
Negeri Jakarta Selatan.
36
Page 45
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA
Grup memberikan imbalan bagi karyawan yang mencapai usia pensiun yaitu usia 55 tahun sesuai dengan Undang-
Undang ketenagakerjaan No. 13/2003 tentang “Ketenagakerjaan” tanggal 25 Maret 2003.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 Grup mencatat liabilitas imbalan pascakerja berdasarkan perhitungan
yang dilakukan oleh Aktuaris Independen yaitu Kantor Konsultan Aktuaria Steven & Mourits, sebagaimana
diungkapkan dalam Laporan Aktuaris Independen yang masing-masing tertanggal 18 Februari 2025 dan 14 Februari
2024 , perhitungan dilakukan dengan menggunakan metode “Projected Unit Credit” dan asumsi-asumsi utama
sebagai berikut:
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
Tingkat diskonto 7,00% 7,10%
1% di 2022 dan
Tingkat kenaikan gaji rata-rata 5% setelahnya 5%
per tahun/
Usia pensiun normal 55 tahun 55 tahun
Tingkat mortalitas 100% TMI4 100% TMI4
Tingkat pengunduran diri 5,00% sampai dengan 5,00% sampai dengan
usia 35 dan berkurang usia 35 dan berkurang
secara linear sampai secara linear sampai
dengan 0,00% pada usia dengan 0,00% pada
55 tahun dan setelahnya. usia 55 tahun dan
setelahnya.
Rekonsiliasi nilai kini dari liabilitas imbalan pascakerja pada awal dan akhir tahun adalah sebagai berikut:
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
Aset Neto Awal Periode (2.898.592.439) (2.894.462.089)
Pembayaran Imbalan oleh Perusahaan 350.368.356 77.154.771
(Beban) Pendapatan di Laba Rugi (790.660.910) (34.056.899)
(Beban) Pendapatan pada PKL 777.411.146 (57.893.222)
Biaya Terminasi - 10.665.000
Saldo Akhir (2.561.473.847) (2.898.592.439)
Rincian beban imbalan kerja karyawan adalah sebagai berikut:
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
Biaya jasa kini 610.637.963 524.469.709
Beban bunga 178.406.863 153.587.253
Penyesuaian atas koreksi data - (673.683.845)
Pengakuan Liabilitas Masa Kerja Lalu 1.616.084 19.018.782
Jumlah 790.660.910 23.391.899
Mutasi liabilitas imbalan pascakerja selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
Saldo awal (2.898.592.439) (2.894.462.089)
Beban imbalan pascakerja tahun berjalan (790.660.910) (23.391.899)
Pembayaran imbalan pascakerja yang dibayarkan
350.368.356 77.154.771
tahun berjalan
Jumlah yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain 777.411.146 (57.893.222)
Saldo Akhir (2.561.473.847) (2.898.592.439)
37
Page 46
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA (LANJUTAN)
Mutasi liabilitas imbalan pascakerja selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
Saldo akhir mutasi imbalan pascakerja' (2.561.473.847) (2.898.592.439)
Cadangan Imbalan Pascakerja Lainnya (3.765.250.000) (2.520.000.000)
Jumlah Utang Imbalan Kerja (6.326.723.847) (5.418.592.439)
15. PERPAJAKAN
a. Pajak Dibayar di Muka
Akun ini terdiri dari:
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
Pajak Penghasilan
- Pasal 21 - 25.832.928
- Pasal 22 1.406.675 -
- Pasal 25 255.055.842 -
PPN (Vat In) 2.287.711.392 3.594.958.336
Jumlah 2.544.173.909 3.620.791.264
b. Utang Pajak
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
Pajak Penghasilan
- Pasal 21 79.822.683 95.598.640
- Pasal 22 41.221.794 61.625.309
- Pasal 23 41.796.786 26.087.499
- Pasal 25 46.065.910 1.070.293.829
- PPH pasal 29 526.266.279 423.478.557
PPN (Vat Out) 64.279.908 77.178.692
Jumlah 799.453.360 1.754.262.526
c. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
Beban pajak kini
- Induk 259.141.714 312.697.300
- Entitas anak 606.527.680 458.994.140
Subjumlah 865.669.394 771.691.440
Beban/Manfaat pajak tangguhan
- Perusahaan (21.949.446) 37.414.822
- Entitas anak (71.449.214) (1.509.138.818)
Subjumlah (93.398.660) (1.471.723.996)
Neto 772.270.734 (700.032.556)
38
Page 47
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. PERPAJAKAN (LANJUTAN)
c. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan (Lanjutan)
Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian dan taksiran penghasilan kena pajak tahun berjalan adalah sebagai berikut:
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
Laba (rugi) sebelum pajak menurut laporan laba (rugi)
423.285.790 8.493.406.377
dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
Laba (rugi) sebelum pajak (entitas anak) (1.348.078.355) 3.295.935.691
Laba (rugi) sebelum pajak (Induk) 1.771.364.145 5.197.470.686
Beda temporer
- Imbalan Pascakerja (194.465.045) (45.326.055)
- Pembayaran Pensiun - (75.797.031)
Beda tetap
- Beban yang tidak dapat dikurangkan untuk tujuan
380.246.718 816.491.866
fiskal
- Penghasilan yang telah dikenakan pajak bersifat final
(110.732.992) (147.054.294)
Taksiran Penghasilan Kena Pajak Tahun Berjalan -
1.846.412.826 5.745.785.172
Induk
Kompensasi Kerugian Fiskal 2018 - (766.390.077)
Kompensasi Kerugian Fiskal 2019 - (2.417.235.341)
Kompensasi Kerugian Fiskal 2020 - (471.137.761)
Jumlah Penghasilah Kena Pajak 1.846.412.826 2.091.021.993
Jumlah Penghasilah Kena Pajak (pembulatan) 1.846.412.000 2.091.021.000
Beban Pajak Kini (Induk) 259.141.714 312.697.300
Dikurangi Pajak Penghasilan dibayar di muka
- Pasal 23 179.865.767 218.900.511
- Pasal 25 70.347.591 -
Jumlah Taksiran Utang Pajak
(pajak dibayar di muka) penghasilan 8.928.356 93.796.789
Induk – Pasal 29/28A
Rp Rp
Beban Pajak Kini (Induk) 259.141.714 312.697.300
Beban Pajak Kini (KPK) 606.527.680 118.919.680
Beban Pajak Kini (NCM) - 340.074.460
Jumlah beban pajak kini konsolidasi 865.669.394 771.691.440
Dikurangi Pajak Penghasilan dibayar di muka
- Induk 250.213.358 218.900.511
- KPK 89.189.757 89.189.757
- NCM - 40.122.615
Jumlah kredit pajak konsolidasi 339.403.115 348.212.883
Jumlah Taksiran Utang Pajak 526.266.279 423.478.557
(pajak dibayar di muka) penghasilan
Konsolidasi – Pasal 29/28A
39
Page 48
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. PERPAJAKAN (LANJUTAN)
d. Pajak Penghasilan Tangguhan
Rincian mutasi aset (liabilitas) pajak tangguhan adalah sebagai berikut:
Periode yang berakhir 31 Desember 2024
Dibebankan ke
Dikreditkan ke
Saldo Awal Penghasilan Penyesuaian Saldo Akhir
Laba Rugi
Komprehensif
Rugi fiskal 483.307 - - - 483.307
Beban imbalan kerja 1.468.348.607 (68.844.204) - - 1.399.504.402
Penghasilan komprehensif
(762.592.147) - - - (762.592.147)
lain
Penyisihan Piutang Lain-
1.673.787.438 (1.636.800.000) 36.987.438
& Usaha
Jumlah Aset
(Liabilitas) 2.380.027.205 (68.844.204) - (1.636.800.000) 674.383.001
Pajak
Periode yang berakhir 31 Desember 2023
Dibebankan ke
Dikreditkan ke
Saldo Awal Penghasilan Penyesuaian Saldo Akhir
Laba Rugi
Komprehensif
Rugi fiskal 5.977.209.958 - - (5.976.726.651) 483.307
Penyusutan aset tetap (9.375.000) - - 9.375.000 -
Beban imbalan kerja 1.460.346.438 (3.573.928) 13.922.397 (2.346.300) 1.468.348.607
Penghasilan komprehensif
(761.032.650) - (1.559.497) - (762.592.147)
lain
Penyisihan Piutang Lain-
1.477.644.224 196.143.214 1.673.787.438
& Usaha
Jumlah Aset
(Liabilitas) Pajak 6.667.148.746 1.474.070.296 12.362.900 (5.773.554.737) 2.380.027.205
Tangguhan
e. Pengampunan Pajak
Grup telah mengikuti program pengampunan pajak sebagaimana diatur di dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2016
tentang “Pengampunan Pajak” (UU) yang berlaku efektif 1 Juli 2016. Pengampunan pajak adalah penghapusan pajak
yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan,
dengan cara mengungkap aset dan membayar uang tebusan sebagaimana diatur di dalam UU.
Grup telah mengikuti program pengampunan pajak berdasarkan Surat Pernyataan Harta No. 50300001897 tanggal 22
Desember 2016 dengan nilai keseluruhan sebesar Rp 1.465.526.994,-
16. BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR
Akun ini terdiri dari:
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
Gaji karyawan 407.722.086 36.811.521
Jamsostek 60.888.117 60.817.045
utang Biaya Lainya 2.234.234 2.234.234
Jumlah 470.844.437 99.862.800
40
Page 49
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA
Akun ini terdiri dari:
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
Utang Jangka Pendek
- PT Pool Advista Finance Tbk. - 3.000.000.000
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 2.000.000.000 4.420.000.000
Utang Jangka Panjang
- PT Pool Advista Finance Tbk. 10.092.806.974 11.470.706.687
Jumlah 12.092.806.974 18.890.706.687
Utang Jangka Pendek
PT POOL ADVISTA FINANCE Tbk.
Bedasarkan Perjanjian Pembiayaan Murabahah Nomor 002/PK Murabahah/VI/2023 tertanggal 26 Juni 2023
menerangkan bahwa PT Pool Advista Finance Tbk. selaku Kreditur dan PT Karya Persada Khatulistiwa selaku
Debitur. Dalam perjanjian kredit tersebut menerangkan pihak kreditur telah memberian fasilitas kredit kepada
debitur terinci sebagai berikut:
Fasilitas Pembiayaan Multiguna
1. Jenis Pembiayaan : Jual Beli
2. Jenis Akad : Line Facility - Akad Murabahah
3. Tujuan Penggunaan : Pembelian Bahan Baku Kepiting Rajungan Berdasarkan Purchase Order
4. Plafond Line Facility : Rp. 15.000.000.000,-
5. Jangka Waktu Line Facility : 24 (Dua Puluh Emapat) bulan terhitung sejak tanggal perjanjian
6. Tenor per Akad : 4 (Bulan) bulan terhitung sejak tanggal pencairan
7. Avaibility Period : 20 (Dua Puluh) bulan terhitung sejak tanggal perjanjian Line Facility
8. Margin Per Akad : Setara dengan 12% p.a
9. Pembayaran Kembali : Sesuai dengan jadwal angsuran
10. Biaya Administrasi : Rp 120.000.000,- (seratur dua puluh juta rupiah) atau setara 0,8% dan
dibayarkan pada saat penandatanganan Perjanjian Line Facility
11. Biaya Notaris dan/atau Asuransi: Sesuai tagihan dan dibayarkan langsung ke Notaris dan/atau Asuransi
12. Denda/Ta'jir : 2% per bulan dari kewajiban tertunggak
13. Pelunasan dipercepat : Diperkenankan
14. Pengikatan Pembiayaan : Notariil
15. Pengikatan Agunan : Notariil
15. Asuransi : Jaminan yang insurable wajib diasuransikan di Asuransi rekanan PAF
selama jangka waktu Pembiayaan.
16 Agunan : Tanah dan Bangunan dengan sertifikat No: 4218 & 4221 yang terletak di
Jl. Beringin Raya No.37 RT 010 RW 04 Kel. Wonosari Kec. Ngaliyan
Kota Semarang.
Berdasarkan Adendum no 003/PK-ADDENDUM/IX/2023 tanggal 29 September 2023, terkait perubahan struktur
jaminan utang PT Karya Persada Khatulistiwa pada PT Pool Advista Finance. Adendum no 003/PK-
ADDENDUM/IX/2023 tanggal 29 September 2023 adalah Adendum Pertama dari Perjanjian Pemberian Line
Facility Akad Murabahah Nomor 002/PK Murabahah/VI/2023 tertanggal 26 Juni 2023, terinci sebagai berikut :
Agunan : Tanah dan Bangunan atas nama PT Prima Cakrawala Abadi dengan
sertifikat SHGB No: 01640 & 01641 yang terletak di Jl. Beringin Raya
No.37 RT 010 RW 04 Kel. Wonosari Kec. Ngaliyan Kota Semarang.
Tanah dan bangunan atas PT Karya Persada Khatulistiwa dengan
sertifikat SHGB no. 00018 dan 00019, LT 2.796 terletak di Desa
Limbangan, Kecamatan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Jantinyuat
41
Page 50
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA (lanjutan)
Utang Jangka Pendek
Fasilitas pinjaman PT. Karya Persada Khatulistiwa ini telah ditutup pada tanggal 6 Juni tahun 2024 berdasarkan
surat no. S.014/DIR.PAF/VI/2024.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Pada tanggal 10 Juni 2024 telah ditandatangani Perjanjian Kredit Modal Kerja nomor
RCO.SMG/0168/KMK/2024, Akta no. 10 atas nama PT. Karya Persada Khatulistiwa dihadapan Notaris Maria
Dwi Hartati, SH,M.Kn, berdasar SPPK nomor SME.Ar-07.SPW.SPPK/140/2024 tanggal 21 Mei 2024. Terinci
sebagai berikut :
1. Jenis Fasilitas : Kredit Modal Kerja
2. Plafond : Rp 10.000.000.000,-
3. Skema Kredit : Revolving - Transaksional
4. Tujuan Penggunaan : Tambahan modal kerja usaha perdagangan hasil olahan perikanan
(rajungan)
5. Jangka Waktu Fasilitas : 12 bulan
6. Jangka Waktu per Penarikan : 2 bulan sejak tanggal pencairan kredit
7. Suku Bunga : 9,25% pa. dan besarnya bunga dapat berubah sewaktu - waktu
8. Angsuran : dibayarkan setiap bulan setiap tanggal 15
10. Provisi : 0,1% dari plafond
11. Servicing fee : 0,4% dari plafond
12. Biaya Administrasi : Rp.4.500.000,-
13. Biaya Pengelolaan Rekening : Rp.50.000,- per bulan
14. Biaya Asuransi : Rp. 5.948.662,-
15. Biaya Notaris : Rp. 35.000.000,-
16. Denda Keterlambatan : 5% pa. diatas suku bunga kredit untuk setiap keterlambatan
17. Penalty Pre-payment : 3% dari limit kredit apabila kredit dilunasi sebelum tanggal jatuh tempo
Utang Jangka Panjang
PT POOL ADVISTA FINANCE Tbk.
Bedasarkan Akta Perjanjian Pembiayaan Anjak Piutang Nomor 175 tertanggal 30 Agustus 2019 di hadapan Notaris
Yulia, S.H., menerangkan bahwa PT Pool Advista Finance Tbk. selaku Kreditur dan PT Nuansa Cipta Mugello selaku
Debitur. Dalam perjanjian kredit tersebut menerangkan pihak kreditur telah memberian fasilitas kredit kepada debitur
terinci sebagai berikut:
Fasilitas Multiguna
1 Jenis Fasilitas : Pembiayaan investasi - restruktur
2 Skema Fasilitas : Pembayaran secara angsurang
3 Sifat Pembiayaan : Uncommited
4 Limit Kredit : Rp12.000.000.000,- (dua belas milyar rupiah)
5 Tujuan Penggunaan : Restrukturisasi pembiayaan modal kerja
6 Jangka Waktu : 36 Bulan terhitung sejak tanggal 30 September 2020 s/d 30 September
2023
7 Pembayaran kembali : Bulan 1-35 : Rp. 35.463.708
Bulan 36 : Rp. 11.829.915.952,-
8 Suku Bunga : 3% p.a dan differed bunga 10% dibayar saat jatuh tempo fasilitas.
9 Biaya Provisi : Sebesar 0,25% Flat dibayar dimuka pada saat pencairan Pembiayaan.
10 Biaya Administrasi : Rp. 2.500.000,-
11 Biaya Asuransi : Sesuai tagihan
12 Biaya Notaris : Sesuai tagihan
42
Page 51
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA (lanjutan)
Utang Jangka Panjang (lanjutan)
PT POOL ADVISTA FINANCE Tbk.
13 Denda Keterlambatan : 5% diatas suku bunga berlaku akan dibebankan untuk seluruh jumlah
tunggakan pinjaman tidak dibayar pada saat jatuh tempo terhitung dari
tanggal jatuh tempo tak terbayar sampai dengan tanggal dilakukan
pembayaran.
14 Penalty Pre-payment : Tidak dikenakan pinalty
15 Asuransi : Jaminan atas pembiayaan diasuransikan di perusahaan asuransi
rekanan PAF dan terdaftar di OJK, dan diasuransikan selama jangka
waktu pembiayaan
16 Agunan : a. Klien mengikatkan diri serta menjamin kreditur, bahwa piutang-
piutang yang dialihkan kepada kreditur adalah piutang-piutang
yang timbul dan memenuhi syarat sebagai berikut:
- Akan dibayar penuh dan tepat waktu oleh pihak tertagih.
- Pihak tertagih mampu membayar utang setiap saat.
- Pihak tertagih tidak akan menerbitkan dan/atau menarik cheque
atau surat berharga lain yang tidak ada dananya, tidak sah,
cacat hukum atau kadaluarsa.
- Pihak tertagih tidak dalam keadaan pailit.
- Pihak tertagih tidak dalam keadaan di bawah pengampunan.
- Pihak tertagih tidak akan melakukan tindakan-tindakan yang
tidak disetujui kreditur.
- Pihak tertagi tidak dalam keadaan terlibat dalam suatu perkara.
- Pihak tertagih tidak akan menghentikan usahanya dengan
alasan apapun.
b. Klien juga menjamin bahwa :
- Klien harus menyerahkan dan mengalihkan seluruh faktur-faktur
dari pihak tertagih yang telah disetujui kepada kreditur.
- Kreditur adalah satu-satunya pihak yang ditunjukan memperoleh
hak untuk membeli piutang-piutang yang dimiliki klien.
- Berkenaan dengan pengalihan piutang-piutang kepada kreditur
dengan tidak mengesampingkan ketentuan-ketentuan termuat
dalam perjanjian ini.
- Dalam hal kreditur memberi pengecualian tertentu kepada klien
maupun pihak tertagih.
- Segalah tuntutan yang timbul dari pihak tertagih menjadi beban
tanggung jawab serta resiko klien sendiri.
- Kreditur berhak untuk mendebet rekening (rekening factoring
dan atau rekening penampungan) klien untuk jumlah sesuai
perhitungan kreditur.
PT POOL ADVISTA FINANCE Tbk.
Bedasarkan Akta Perjanjian Pembiayaan Multiguna Kredit Nomor 176 tertanggal 30 Agustus 2019 di hadapan Notaris
Yulia, S.H., menerangkan bahwa PT Pool Advista Finance Tbk.selaku Kreditur dan PT Nuansa Cipta Magello selaku
Debitur. Dalam perjanjian kredit tersebut menerangkan pihak kreditur telah memberian fasilitas kredit kepada debitur
terinci sebagai berikut:
Fasilitas Multiguna
1 Jenis fasilitas : Multiguna
2 Skema Fasilitas : Ballon Payment
3 Sifat Pembiayaan : Non Revolving
4 Limit Kredit : Rp. 4.000.000.000,- (empat milyar rupiah)
43
Page 52
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA (lanjutan)
Utang Jangka Panjang (lanjutan)
PT POOL ADVISTA FINANCE Tbk.
5 Tujuan Penggunaan : Lainnya
6 Jangka Waktu : 36 Bulan terhitung sejak tanggal ditetapkan
7 Suku bunga : 14% p.a atau sesuai dengan tarif bunga yang berlaku di PT Pool Advista
Finance Tbk.
8 Biaya Provisi : Sebesar 0,7% Flat dibayar dimuka pada saat pencairan Pembiayaan.
9 Biaya Administrasi : Sebesar 0,125% Flat dibayar dimuka pada saat penandatanganan akta
perjanjian.
10 Angsuran Per Bulan : Rp 75.000.000,- sisa ballon payment
11 Biaya Asuransi : Sesuai tagihan
12 Biaya Notaris : Sesuai tagihan
13 Denda Keterlambatan : 5% diatas suku bunga berlaku akan dibebankan untuk seluruh jumlah
tunggakan pinjaman tidak dibayar pada saat jatuh tempo terhitung dari
tanggal jatuh tempo tak terbayar sampai dengan tanggal dilakukan
pembayaran.
14 Penalty Pre-payment : Tidak dikenakan pinalty
15 Asuransi : Jaminan atas pembiayaan diasuransikan di perusahaan asuransi
rekanan PAF dan terdaftar di OJK, dan diasuransikan selama jangka
waktu pembiayaan
16 Agunan : a. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 018/Limbangan, Surat ukur
tertanggal 22 Desember 2017 Nomor 00048/Limbangan/2017
seluas 2.300 m2 terletak di Desa Limbangan, Kecamatan
Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat atas nama
PT Karya Persada Khatulistiwa.
b. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 019/Limbangan, Surat ukur
tertanggal 28 Desember 2018 Nomor 00054/Limbangan/2018
seluas 496 m2 terletak di Desa Limbangan, Kecamatan Juntinyuat,
Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat atas nama PT Karya
Persada Khatulistiwa.
c. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 21085/Daya, Surat ukur
tertanggal 23 Desember 2002 Nomor 00665/Daya/2018 seluas
2.435 m2 terletak di Desa Daya, Kecamatan Biringkanaya,
Kabupaten Makasar, Provinsi Sulawesi Selatan atas nama PT
Nuansa Cipta Mugello.
d. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 21082/Daya, Surat ukur
tertanggal 23 Desember 2002 Nomor 00666/Daya/2018 seluas
2.367 m2 terletak di Desa Daya, Kecamatan Biringkanaya,
Kabupaten Makasar, Provinsi Sulawesi Selatan atas nama PT
Nuansa Cipta Mugello.
e. Cessie atas tagihan minimal 110%.
Pada tanggal 30 Agustus 2021 dilakukan restrukturisasi utang PT Pool Advista Finance. Berdasarkan Akta
no.14 tanggal 6 September 2021 di hadapan Notaris Dewi Ramasari, S.H., mengenai Adendum Pertama
Perjanjian pembiayaan Investasi (Restrukturisasi) Rp12.000.000.000 dengan outstanding per tanggal 6
September 2021 sebesar Rp. 11.944.744.137, terinci sebagai berikut :
Fasilitas Pembiayaan Investasi
1. Jenis Fasilitas : Pembiayaan Investasi
2. Skema Pembiayaan : Pembayaran secara angsuran
3. Plafond : Rp. 12.000.000.000,-
4. Outstanding : Rp. 11.944.744.137,-
5. tujuan Penggunaan : Restrukturasi Pembiayaan ke-2
6. Jangka Waktu Restruktur : 30 Agustus 2021 sd 30 September 2023
44
Page 53
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA (lanjutan)
Utang Jangka Panjang (lanjutan)
PT POOL ADVISTA FINANCE Tbk.
7. Pembayaran kembali : Aug'21 - Aug'23 Rp 35.463.708
Sept'23 Rp 11.829.915.951,58
8. Suku Bunga : 3% p.a. dan deffered bunga 7% dibayar saat jatuh tempo fasilitas
9. Provisi : Rp 0
10. Biaya Administrasi : Rp 2.500.000
11. Biaya Asuransi : Sesuai tagihan
12. Biaya Notaris : Sesuai tagihan
13. Denda Keterlambatan : 5% diatas suku bunga berlaku akan dibebankan untuk seluruh jumlah
tunggakan pinjaman tidak dibayarkan pada saat jatuh tempo terhitung
dari tanggal jatuh tempo tak terbayar sampai dengan tanggal
pembayaran dilakukan
14. Penalty Pre-payment : Tidak dikenakan pinalty
15. Asuransi : Jaminan atas pembiayaan diasuransikan di perusahaan asuransi
rekanan PAF dan terdaftar di OJK, dan diasuransikan selama jangka
waktu pembiayaan
16 Agunan : Nilai Agunan tidak berubah sesuai dengan pembiayaan kredit Nomor 175
Berdasarkan Akta no.15 tanggal 6 September 2021 di hadapan Notaris Dewi Ramasari, S.H., mengenai
Perjanjian Perubahan (restrukturisasi) dan Penegasan Kembali Terhadap Perjanjian Pembiayaan Multiguna,
terinci sebagai berikut :
Fasilitas Pembiayaan Multiguna
1. Jenis Fasilitas : Pembiayaan Multiguna
2. Skema Pembiayaan : Pembayaran secara angsuran
3. Plafond : Rp. 4.000.000.000,-
4. Outstanding : Rp. 3.257.456.243,-
5. tujuan Penggunaan : Restrukturasi Pembiayaan ke-2
6. Jangka Waktu Restruktur : 30 Agustus 2021 sd 30 Agustus 2022
7. Pembayaran kembali : Aug'21 - Jul'22 Rp 75.000.000
Aug'22 Rp 2.450.166.325,36
8. Suku Bunga : 3% p.a. dan deffered bunga 7% dibayar saat jatuh tempo fasilitas
9. Provisi : Rp 0
10. Biaya Administrasi : Rp 2.500.000
11. Biaya Asuransi : Sesuai tagihan
12. Biaya Notaris : Sesuai tagihan
13. Denda Keterlambatan : 5% diatas suku bunga berlaku akan dibebankan untuk seluruh jumlah
tunggakan pinjaman tidak dibayarkan pada saat jatuh tempo terhitung
dari tanggal jatuh tempo tak terbayar sampai dengan tanggal
pembayaran dilakukan
14. Penalty Pre-payment : Tidak dikenakan pinalty
15. Asuransi : Jaminan atas pembiayaan diasuransikan di perusahaan asuransi
rekanan PAF dan terdaftar di OJK, dan diasuransikan selama jangka
waktu pembiayaan
16 Agunan : Nilai Agunan tidak berubah sesuai dengan pembiayaan kredit Nomor 176
45
Page 54
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK (LANJUTAN)
Utang Jangka Panjang
PT POOL ADVISTA FINANCE Tbk.
Pada tanggal 29 September 2023 dilakukan restrukturisasi utang PT Nuansa Cipta Magello pada PT. Pool
Advista Finance, yaitu Adendum kedua no 002/PK-ADDENDUM/IX/2023 tanggal 29 September 2023 dihadapan
Notaris Dewi Ramasari, S.H., plafond Rp. 12.000.000.000, dengan outstanding per tanggal 27 September 2023
sebesar Rp. 11.800.414.914, Tersebut merupakan perubahan dari Adendum Pertama atas Perjanjian
pembiayaan Investasi (Restrukturisasi) no. 14 tanggal 6 September 2021. Terinci sebagai berikut :
Fasilitas Pembiayaan Investasi
1. Jenis Fasilitas : Pembiayaan Investasi
2. Skema Pembiayaan : Pembayaran secara angsuran
3. Plafond : Rp. 12.000.000.000,-
4. Outstanding : Rp. 11.800,414,914,-
5. tujuan Penggunaan : Restrukturasi (Perpanjangan Jangka Waktu Pembiayaan)
6. Jangka Waktu Restruktur : 84 bulan (30 September 2023 sd 30 September 2030)
7. Suku Bunga : 7% eff p.a
8. Angsuran : Rp 178.099.886,-/bulan
10. Biaya Administrasi : Rp 15.000.000,-
11. Biaya Asuransi : Sesuai tagihan
12. Biaya Notaris : Sesuai tagihan
13. Denda Keterlambatan : 2% per bulan dari angsuran tertunggak
14. Penalty Pre-payment : Tidak dikenakan pinalty
15. Asuransi : Jaminan atas pembiayaan diasuransikan di perusahaan asuransi
rekanan PAF, dan diasuransikan selama jangka waktu pembiayaan
16. Agunan Tanah dan bangunan atas nama PT Nuansa Cipta Magello, sertifikat
SHGB no. 21082 dan 21085, yaitu tanah dan bangunan yang terletak di
:
Jl. Kima 3 No. 5A Kav K-48 Kel Daya Kec. Biringkanaya, Makassar
2 2
dengan LT 4.803 m LB 1.431 m .
18. MODAL SAHAM
Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut:
31 DESEMBER 2024
Jumlah Saham
Persentase
Pemegang Saham Ditempatkan dan Disetor Jumlah
Kepemilikan (%)
Penuh
PT ASABRI (Persero) 293.285.543 25,14% 29.328.554.300
PT Bahari Istana Alkausar 58.360.000 5,00% 5.836.000.000
Masyarakat (masing-masing
815.021.157 69,86% 81.502.115.700
dibawah 5%)
Jumlah 1.166.666.700 100,00% 116.666.670.000
31 DESEMBER 2023
Jumlah Saham
Persentase
Pemegang Saham Ditempatkan dan Disetor Jumlah
Kepemilikan (%)
Penuh
PT ASABRI (Persero) 293.285.543 25,14% 29.328.554.300
PT Bahari Istana Alkausar 58.360.000 5,00% 5.836.000.000
Masyarakat (masing-masing
815.021.157 69,86% 81.502.115.700
dibawah 5%)
Jumlah 1.166.666.700 100,00% 116.666.670.000
46
Page 55
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. MODAL SAHAM (lanjutan)
Berdasarkan Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT Prima Cakrawala Abadi Tbk No. 2 tanggal 9 Januari
2018, mengenai peningkatan modal di tempatkan dan modal disetor Perseroan dari sebesar Rp 70.000.000.000
menjadi sebesar Rp 116.666.670.000. Perubahan tersebut telah diterima oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia melalui surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-
AH.01.03-0008394 tanggal 10 Januari 2018.
Pada tahun 2017 Perusahaan melakukan Penawaran Umum Perdana sejumlah 466.666.700 saham dengan nilai
nominal sebesar Rp 100,- setiap saham yang mewakili sebesar 40% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh
dalam Perusahaan melalui Bursa Efek Indonesia dengan harga penawaran sebesar Rp 150,- setiap saham.
Perusahaan telah mendapat Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran dalam Rangka Penawaran Umum
Perdana Saham Perusahaan dari Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Surat No. S-
471/D.04/2017 tanggal 21 Desember 2017. Pada tanggal 29 Desember 2017 seluruh saham Perusahaan telah
dicatatkan di Bursa Efek Indonesia. Namun penambahan modal disetor baru diaktakan tanggal 9 Januari 2018.
Tambahan Modal Disetor
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
Akun ini terdiri :
- Pengampunan Pajak 1.465.526.994 1.465.526.994
Jumlah 1.465.526.994 1.465.526.994
Pengelolaan Modal
Tujuan utama dari pengelolaan modal Grup adalah memastikan bahwa manajemen mempertahankan peringkat kredit
yang baik dan rasio modal yang sehat untuk mendukung bisnis dan memaksimalkan nilai bagi pemegang saham.
Rasio utang terhadap modal dihitung berdasarkan pembagian antara liabilitas neto dengan jumlah ekuitas. Liabilitas
neto meliputi seluruh liabilitas dikurangi dengan kas dan bank. Jumlah modal meliputi seluruh ekuitas sebagaimana
yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
Perhitungan rasio utang terhadap ekuitas (Debt Equity Ratio/DER ) adalah sebagai berikut:
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
Jumlah Liabilitas 27.027.770.853 37.720.639.233
Dikurangi:
- Kas dan Setara Kas (lihat Catatan 4) 2.946.522.627 16.869.959.323
- Liabilitas Neto 24.081.248.226 20.850.679.910
Jumlah Ekuitas 65.178.417.101 66.832.180.627
Rasio Liabilitas Neto Terhadap Modal 36,9% 31,2%
Tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023 Group lebih banyak menggunakan modal kerja sendiri dibanding
utang, dan mempertahankan dana kas dan bank 31 Desember 2024 sebesar Rp 2.946.522.627,-
19. AGIO SAHAM
Saldo agio saham pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp. 18.179.427.165,- dan
Rp. 18.179.427.165,- merupakan jumlah agio setelah dikurangi dengan biaya emisi dalam penawaran umum saham
47
Page 56
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. SALDO LABA (RUGI)
Saldo laba (rugi) ditahan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023 adalah:
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
Saldo awal (67.228.576.477) (72.981.618.500)
Perubahan:
Laba (rugi) tahun berjalan (348.920.404) 9.203.977.250
Koreksi saldo laba (rugi) (1.636.598.044) (3.450.935.227)
2024 (atas koreksi perhitungan pajak tangguhan)
Saldo akhir (69.214.094.925) (67.228.576.477)
21. KEPENTINGAN NONPENGENDALI
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
Saldo awal (2.437.282.024) (2.437.096.034)
Jumlah modal yang didistribusikan ke entitas anak (201.795) (311.686)
Rugi komprehensif periode berjalan konsolidasian yang
(59.681) 125.696
distribusikan ke entitas anak
Jumlah (2.437.543.500) (2.437.282.024)
31 DESEMBER 2024
Laba Rugi Tahun
Jumlah Aset Jumlah Liabilitas Pendapatan Neto
Berjalan
NCM 42.011.297.948 19.119.943.296 (5.398.543.490) 97.312.571.514
KPK 35.775.028.134 8.154.559.400 3.636.893.057 149.577.762.203
Jumlah 77.786.326.082 27.274.502.696 (1.761.650.433) 246.890.333.717
31 DESEMBER 2023
Laba Rugi Tahun
Jumlah Aset Jumlah Liabilitas Pendapatan Neto
Berjalan
NCM 52.725.712.918 22.799.014.937 1.288.349.948 115.272.884.696
KPK 36.979.437.052 12.995.861.362 3.032.952.540 158.493.325.146
Jumlah 89.705.149.971 35.794.876.300 4.321.302.488 273.766.209.842
22. PENJUALAN NETO
Akun ini terdiri dari :
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
Penjualan ekspor 245.723.420.573 272.130.594.071
Penjualan lokal 1.202.612.068 282.535.328
Penjualan Lain-lain 57.619.567 1.528.797.485
Jumlah 246.983.652.207 273.941.926.884
Untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan melakukan
semua transaksi penjualan kepada pihak ketiga,
48
Page 57
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. PENJUALAN NETO (lanjutan)
Untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 terdapat pendapatan dari pelanggan yang
jumlahnya di atas 10% dari jumlah pendapatan bersih sebagai berikut:
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
NIT 148.870.458.083 158.456.893.658
CSC 96.852.962.490 113.674.005.809
Jumlah 245.723.420.573 272.130.899.467
Persentase terhadap Penjualan 99% 99%
23. BEBAN POKOK PENJUALAN
Akun ini terdiri dari:
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
Persediaan Bahan Baku & Packing
Awal 2.234.487.154 3.132.933.803
Pembelian 188.849.589.459 209.493.168.135
Akhir (3.769.787.722) (2.234.487.138)
Pemakaian bahan baku & bahan pembantu 187.314.288.891 210.391.614.801
Biaya tenaga kerja langsung 20.192.332.515 14.187.140.932
Beban Overhead 5.536.809.325 4.520.570.958
Beban Utilitas 3.122.466.971 2.400.250.299
Beban Depresiasi 955.286.639 856.952.733
Barang Setengah Jadi Awal 251.945.934 122.537.731
Barang Setengah Jadi Akhir (459.607.720) (251.945.934)
Harga Pokok Produksi 216.913.522.555 232.227.121.521
Persediaan Barang Jadi
Awal 7.245.792.134 9.478.803.925
Akhir (3.501.920.030) (7.245.792.134)
Beban Pokok Penjualan 220.657.394.660 234.460.133.312
Untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023, tidak terdapat pembelian dari
pemasok yang jumlahnya di atas 10% dari pembelian Perusahaan.
24. BEBAN PENJUALAN
Akun ini terdiri dari :
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
Kargo 6.248.772.468 3.929.554.119
Surveyor 125.600.250 106.012.821
Stuffing ekspor 89.629.800 87.573.200
Promosi dan Pameran 79.785.353 65.584.288
Ekspedisi 1.843.710 (6.029.950)
Lain-lain 378.337.533 453.606.273
Jumlah 6.923.969.113 4.636.300.751
49
Page 58
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Akun ini terdiri dari:
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
Gaji dan tunjangan karyawan 11.606.185.759 10.321.979.899
Imbalan pascakerja (Catatan 14) 2.127.696.352 1.555.161.249
Pajak 1.458.898.753 1.228.229.327
Perjalanan dinas 1.138.468.645 1.102.125.934
Jasa profesional 896.672.649 892.248.047
Pemeliharaan 585.197.402 401.659.560
Penyusutan (Catatan 11) 405.860.818 465.705.985
Rumah tangga kantor 361.695.364 328.016.454
Transportasi 202.103.837 231.165.566
Perlengkapan kantor 212.806.703 200.063.446
Listrik dan air 199.547.939 193.316.246
Perijinan 153.074.900 92.153.150
Administrasi OJK dan BEI 126.000.002 171.738.030
Amortisasi 115.835.376 104.878.920
Telepon 105.096.967 67.176.673
Jamuan 85.481.865 54.773.927
Sewa 51.908.548 17.950.000
Beban RUPS 17.259.918 31.132.000
Asuransi 8.330.563 70.263.837
Beban CSR 198.000 -
Beban Kerugian Piutang - 6.720.000.000
Beban Pengembangan dan Pelatihan SDM - 38.727.511
Lain-lain 199.970.222 228.036.441
Jumlah 20.058.290.582 24.516.502.204
26. PENDAPATAN LAIN-LAIN
Akun ini terdiri dari:
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
Pendapatan (beban) lainnya 24.021.878 (8.058.998)
Laba (Rugi) Penjualan Aset Tetap (36.216.216) (34.739.583)
Pendapatan Bunga Lainnya - 472.719
Jumlah (12.194.338) (42.325.863)
27. PENGHASILAN KEUANGAN
Akun ini terdiri dari:
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
Pendapatan Bunga Bank dan Lembaga
133.330.392 166.066.578
Pembiayaan dan Jasa Giro
Jumlah 133.330.392 166.066.578
50
Page 59
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. BEBAN KEUANGAN
Akun ini terdiri dari:
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
Beban pajak jasa giro 5.147.325 6.582.058
Beban Bunga Bank dan Lembaga Pembiayaan 1.095.301.405 714.217.664
Beban Administrasi Bank 145.062.087 233.825.983
Jumlah 1.245.510.817 954.625.705
29. LABA (RUGI) PER SAHAM DASAR
Akun ini terdiri dari:
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
Laba (rugi) komprehensif tahun berjalan 239.433.339 9.105.073.611
Rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar selama
1.166.666.700 1.166.666.700
tahun berjalan
Laba (Rugi) Bersih per Saham Dasar 0,21 7,80
30. SEGMEN OPERASI
a. Segmen Primer
Untuk kepentingan manajemen, kegiatan usaha Grup diklasifikasikan menjadi 1 (satu) segmen usaha, yaitu
perdagangan hasil olahan jenis rajungan. Informasi mengenai segmen usaha adalah sebagai berikut :
Hasil laut 31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
Penjualan eksternal 246.983.652.207 273.941.926.884
Beban pokok penjualan (220.657.394.660) (234.460.133.312)
Retur yang tidak dapat dialokasikan - -
Laba Segmen 26.326.257.547 39.481.793.572
b. Segmen Geografis
Informasi mengenai segmen usaha geografis grup adalah sebagai berikut :
Hasil laut 31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
Penjualan
Ekspor 245.723.420.573 272.130.899.966
Lokal 1.202.612.068 1.652.244.956
Jumlah 246.926.032.641 273.783.144.921
31. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan usahanya, Grup melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi. Entitas dianggap berelasi jika
entitas tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mengendalikan atau mengendalikan bersama,
atau memiliki pengaruh signifikan atas Grup dalam pengambilan keputusan keuangan dan operasional. Entitas juga
dianggap berelasi jika entitas tersebut sepengendalian dengan Grup.
51
Page 60
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
Transaksi dan saldo dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
31 DESEMBER 2024 31 DESEMBER 2023
Utang Lain-lain
Tn. Ery Firmansyah - 3.800.000.000
Jumlah - 3.800.000.000
Pihak Berelasi Jenis Hubungan Sifat Transaksi
Tn. Ery Firmansyah Anggota keluarga manajemen kunci Utang lain-lain (pinjaman
modal kerja)
Oleh karena sifat dari hubungan pihak berelasi, terdapat kemungkinan bahwa syarat dan kondisi dari transaksi di atas
tidak sama dengan transaksi-transaksi yang terjadi dengan pihak yang tidak berelasi.
Kompensasi Manajemen Kunci
Manajemen kunci adalah orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan,
memimpin, dan mengendalikan kegiatan Perusahaan, termasuk direktur Perusahaan yang tercantum pada Catatan 1
atas Laporan Keuangan Konsolidasian.
32. INSTRUMEN KEUANGAN
Jumlah tercatat aset dan liabilitas keuangan yang diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian telah
mendekati nilai wajarnya karena seluruhnya merupakan instrumen keuangan berjangka pendek.
33. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan Grup adalah risiko mata uang, risiko kredit dan risiko likuiditas.
Kebijakan manajemen terhadap risiko keuangan dimaksudkan untuk meminimalkan potensi dan dampak keuangan
yang mungkin timbul dari risiko-risiko tersebut. Dalam kaitannya dengan hal ini, manajemen tidak memperkenankan
adanya transaksi derivatif yang bertujuan spekulatif.
Berikut ini adalah ikhtisar tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Grup:
a. Risiko Mata Uang
Perusahaan melakukan transaksi bisnis dalam beberapa mata uang dan karena itu terekspos risiko mata uang. Grup
tidak memiliki kebijakan khusus terhadap lindung nilai atas mata uang asing. Namun manajemen senantiasa
memantau eksposur mata uang dan akan mempertimbangkan untuk melakukan lindung nilai manakala timbul risiko
mata uang yang signifikan.
b. Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko di mana salah satu pihak akan gagal memenuhi liabilitas dalam suatu instrumen keuangan
atau kontrak konsumen yang menyebabkan pihak lain mengalami kerugian keuangan. Risiko kredit yang dihadapi
Grup berasal dari kredit yang diberikan kepada pelanggan tertentu dan simpanan di bank.
Manajemen meminimalkan risiko kredit dengan menempatkan dana hanya pada bank yang memiliki reputasi baik
serta melakukan hubungan usaha hanya dengan pihak ketiga yang memiliki kondisi usaha yang baik.
52
Page 61
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
b. Risiko Kredit (Lanjutan)
Grup memiliki kebijakan yang jelas dalam pemilihan pelanggan, perjanjian yang mengikat secara hukum dan secara
historis mempunyai tingkat yang rendah atas piutang usaha yang bermasalah. Sebagai tambahan, jumlah piutang
dipantau secara terus menerus untuk mengurangi risiko piutang yang tidak tertagih. Jumlah maksimum eksposur
risiko kredit adalah sebesar jumlah tercatat sebagaimana diungkapkan pada Catatan 4, 6 dan 7.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023, rincian aset keuangan adalah sebagai berikut :
31 DESEMBER 2024
Belum Jatuh Tempo Kurang Dari 1 Lebih Dari 1
Jumlah
Tahun Tahun
Aset Keuangan :
- Kas dan bank 2.946.522.627 - - 2.946.522.627
- Piutang usaha 36.901.478.410 340.000 - 36.901.818.410
- Piutang lain-lain 1.084.210.198 - - 1.084.210.198
Jumlah 40.932.211.235 340.000 - 40.932.551.235
31 DESEMBER 2023
Belum Jatuh Tempo Kurang Dari 1 Lebih Dari 1
Jumlah
Tahun Tahun
Aset Keuangan :
- Kas dan bank 16.869.959.323 - - 16.869.959.323
- Piutang usaha 39.259.889.094 17.130.016.695 2.370.132.265 58.760.038.053
- Piutang lain-lain 1.149.556.055 - - 1.149.556.055
Jumlah 57.279.404.472 17.130.016.695 2.370.132.265 76.779.553.431
c. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas (risiko pendanaan) adalah risiko di mana Perusahaan akan mengalami kesulitan memperoleh dana
tunai ketika memenuhi komitmennya atas instrumen keuangan. Tujuan pengelolaan terkait dengan risiko ini terutama
adalah untuk menjaga tingkat kas dalam besaran yang memadai guna mendanai kebutuhan operasional dan menutup
liabilitas (terutama liabilitas dalam jangka pendek).
Pengelolaan kas tersebut mencakup proyeksi hingga beberapa periode ke depan, menjaga profil jatuh tempo aset
dan liabilitas keuangan serta memantau rencana dan realisasi arus kas. Sebagai bagian dari upaya tersebut,
manajemen juga senantiasa mengupayakan penagihan kepada pelanggan secara tepat waktu dan sedapat mungkin
mengurangi transaksi pembelian yang dilakukan secara tunai.
Tabel di bawah merangkum profil jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan berdasarkan pembayaran kontraktual
yang tidak didiskontokan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023.
31 DESEMBER 2024
Belum Jatuh Tempo Kurang Dari 1 Lebih Dari 1
Jumlah
Tahun Tahun
Utang usaha 2.325.425.949 - - 2.325.425.949
Utang lain-lain 136.550.000 - - 136.550.000
Beban harus dibayar 470.844.437 - - 470.844.437
Jumlah 2.932.820.386 - - 2.932.820.386
53
Page 62
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
c. Risiko Likuiditas (Lanjutan)
31 DESEMBER 2023
Belum Jatuh Tempo Kurang Dari 1 Lebih Dari 1
Jumlah
Tahun Tahun
Utang usaha 1.256.633.238 - - 1.256.633.238
Utang lain-lain 5.737.600.010 - - 5.737.600.010
Beban harus dibayar 99.862.800 - - 99.862.800
Jumlah 7.094.096.048 - - 7.094.096.048
34. PERJANJIAN PENTING
Tanggal 30 Desember 2022 dilakukan perjanjian kerja sama operasi antara PT Nuansa Cipta Magello dengan PT
Prima Cakrawala Abadi, Tbk nomor 249/Dir.NCM/XII/2022, dengan jangka waktu 6 bulan terhitung sejak 1 Januari
2023 s/d 30 Juni 2023, berupa marketing fee sebesar 5% dari penjualan (include pajak). Pada tanggal 19 Juni 2023
diperbaharui dengan addendum nomor 332/Dir.NCM/VI/2023 mengenai perpanjangan jangka waktu perjanjian sampai
dengan 31 Desember 2023
Tanggal 30 Desember 2022 dilakukan perjanjian kerja sama operasi antara PT Karya Persada Khatulistiwa dengan
PT Prima Cakrawala Abadi, Tbk nomor 250/Dir.KPK/XII/2022, dengan jangka waktu 6 bulan terhitung sejak 1 Januari
2023 s/d 30 Juni 2023, berupa marketing fee sebesar 5% dari penjualan (include pajak). Pada tanggal 19 Juni 2023
diperbaharui dengan addendum nomor 323/Dir.KPK/VI/2023 mengenai perpanjangan jangka waktu perjanjian sampai
dengan 31 Desember 2023
Tanggal 02 Januari 2024 dilakukan perjanjian kerja sama operasi antara PT Karya Persada Khatulistiwa dengan PT
Prima Cakrawala Abadi, Tbk nomor 326/KSO/PCA-KPK/I/2024, dengan jangka waktu 6 bulan terhitung sejak 2
Januari 2024 s/d 30 Juni 2024, berupa marketing fee sebesar 4% dari penjualan (include pajak). Mengenai
perpanjangan jangka waktu perjanjian akan diperbaharui setiap 6 bulan. Pembayaran marketing fee dilakukan setiap
3 bulan, yaitu maksimal 1 bulan setelah masa jatuh temponya.
Tanggal 02 Januari 2024 dilakukan perjanjian kerja sama operasi antara PT Nuansa Cipta Magello dengan PT Prima
Cakrawala Abadi, Tbk nomor 327/KSO/PCA-NCM/I/2024, dengan jangka waktu 6 bulan terhitung sejak 2 Januari
2024 s/d 30 Juni 2024, berupa marketing fee sebesar 4% dari penjualan (include pajak). Mengenai perpanjangan
jangka waktu perjanjian akan diperbaharui setiap 6 bulan. Pembayaran marketing fee dilakukan setiap 3 bulan, yaitu
maksimal 1 bulan setelah masa jatuh temponya
Tanggal 28 Juni 2024 dilakukan perjanjian kerja sama operasi antara PT Karya Persada Khatulistiwa dengan PT
Prima Cakrawala Abadi, Tbk nomor 130/KSO/PCA-KPK/VI/2024, dengan jangka waktu 6 bulan terhitung sejak 1 Juli
2024 s/d 31 Desember 2024, berupa marketing fee sebesar 3% dari penjualan (include pajak). Mengenai
perpanjangan jangka waktu perjanjian akan diperbaharui setiap 6 bulan. Pembayaran marketing fee dilakukan setiap
3 bulan, yaitu maksimal 1 bulan setelah masa jatuh temponya.
Tanggal 28 Juni 2024 dilakukan perjanjian kerja sama operasi antara PT Nuansa Cipta Magello dengan PT Prima
Cakrawala Abadi, Tbk nomor 129/KSO/PCA-NCM/VI/2024, dengan jangka waktu 6 bulan terhitung sejak 1 Juli 2024
s/d 31 Desember 2024, berupa marketing fee sebesar 3% dari penjualan (include pajak). Mengenai perpanjangan
jangka waktu perjanjian akan diperbaharui setiap 6 bulan. Pembayaran marketing fee dilakukan setiap 3 bulan, yaitu
maksimal 1 bulan setelah masa jatuh temponya. Pada tanggal 24 September 2024 diperbaharui dengan addendum
nomor 230/KSO/PCA-NCM/IX/2024 mengenai pembebasan dari kewajiban membayar marketing fee kepada PCA
untuk periode 1 Oktober 2024 s/d 31 Desember 2024.
54
Page 63
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. KELANGSUNGAN USAHA
Grup mengalami defisit per 31 Desember 2024 sebesar Rp69.214.925, meskipun dalam beberapa tahun belakangan
sudah menunjukan hasil positif di mana laporan lab rugi telah menghasilkan laba.
Perusahaan tidak mendapatkan Izin Usaha Industri (IUI) dari Instansi terkait karena kantor dan pabrik yang berlokasi
di Semarang berada dikawasan pemukiman/perumahan. Kondisi ini menyebabkan Perusahaan berhenti dalam
melakukan kegiatan proses produksi serta banyaknya pengunduran diri sebagian karyawan/tenaga kerja ahli yang
bekerja di Perusahaan. Oleh karena itu, kelangsungan hidup Perusahaan bergantung sepenuhnya pada operasional
anak perusahaan serta dukungan keuangan eksternal agar Perusahaan mematuhi kewajibannya pada saat jatuh
tempo. Untuk masalah ini, dewan pengurus Perusahaan percaya bahwa prinsip mengenai mayoritas pemegang
saham telah berkomitmen untuk memberikan dukungan finansial kepada Perusahaan dan akan menjamin untuk
memenuhi semua kewajiban Perusahaan.
Dalam upaya mengatasi hal tersebut manajemen perusahaan akan melakukan langkah - langkah sebgai berikut :
1. Perseroan berencana untuk menjual asset tanah dan pabrik yang berlokasi di Semarang sebagai modal untuk
relokasi pabrik perseroan ke lokasi yang diizinkan untuk kegiatan industri.
2. Meningkatkan modal kerja maupun modal investasi Perseroan melalui kerjasama dengan lembaga keuangan.
3. Berupaya untuk meningkatkan volume produksi dan penjualan dari anak usaha.
4. Memperluas jaringan supply bahan baku mulai dari Indonesia bagian barat sampai dengan bagian timur
5. Membuka dan memperluas pasar lokal untuk meningkatkan rasio penjualan lokal dibandingkan dengan ekspor
Dengan dukungan penuh dari pemegang saham dan sumber daya yang dimiliki saat ini, manajemen meyakini bahwa
Grup akan tetap dapat mempertahankan kelangsungan usahanya di masa depan
36. REMUNERASI DIREKSI DAN KOMISARIS
Remunerasi dan pemberian fasilitas bagi Direksi dan Dewan Komisaris PT Prima Cakrawala Abadi Tbk ditetapkan
dalam Surat Keputusan No. 002/Kom.PCA/VIII/2020 tanggal 24 Agustus 2020 berdasar Berita Acara Rapat Umum
Pemegang Saham no. 05 tanggal 19 Agustus 2020 dan mengacu kepada Akta no. 20 tanggal 19 September 2017
mengenai pengangkatan direksi dan komisaris dan pemberian remunerasi beserta fasilitas.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham PT. Prima Cakrawala Abadi Tbk yang dituangkan dalam Akta no. 07
tanggal 22 Juli 2022, dilakukan pengangkatan kembali Direksi dan Dewan Komisaris. Remunerasi beserta fasilitas
Direksi dan Dewan Komisaris diatur dalam Surat Ketetapan No.004/ Kom.PCA/IX/2022 tgl. 9 September 2022
Pada tanggal 22 Juli 2024 diterbitkan Surat Keputusan No. 005/ Kom.PCA/ VII/ 2024 mengenai Penetapan
Remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris tahun 2024. Remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris yang telah
mendapat persetujuan pemegang saham dalam RUPS pada tanggal 25 Juni 2024, yang tertuang dalam Berita Acara
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan nomor 12 tanggal 25 Juni 2024.
37. PERKEMBANGAN PERKARA PT ASI DAN PT TAL
Berdasarkan surat perjanjian antara PT Nuansa Cipta Magello dan PT Tandikek Asri Lestari tertanggal 30 Oktober
2019. isi dari surat perjanjiannya ialah, bahwa Pihak pertama (PT NCM) meminjamkan uang kepada pihak kedua (PT
TAL) sebesar Rp9.000.000.000,- (Sembilan Milyar rupiah) dengan jangka waktu 2 (dua) tahun terhitung dari
penandatanganan kontrak.
Berdasarkan surat perjanjian antara PT Nuansa Cipta Magello dan PT Anugrah Semesta Investama tertanggal 30
Oktober 2019. isi dari surat perjanjiannya ialah, Bahwa Pihak pertama (PT NCM) meminjamkan uang kepada pihak ke
dua (PT ASI) sebesar Rp3.000.000.000,- (Tiga Milyar rupiah) dengan jangka waktu 6 (enam) bulan terhitung dari
penandatanganan kontrak.
55
Page 64
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. PERKEMBANGAN PERKARA PT ASI DAN PT TAL (lanjutan)
Perseroan telah menandatangani perjanjian dengan Prisma & Co no. 043/PRISMA-NCM/KH/VI/2023 pada tanggal 30
Juni 2023 untuk melanjutkan pengurusan sengketa PT Tandikek Asri Lestari dan PT Anugerah Semesta Investama.
1. Berdasarkan Progress Report no. 074/PRISMA-NCM/REPORT/XI/2023 dan 075/PRISMA-
NCM/REPORT/XI/2023 tanggal 21 November 2023, perkembangan pengurusan sengketa adalah sebagai
berikut :
- Pada tanggal 31 Juli 2023 dikirimkan Somasi pertama kepada PT ASI dan PT TAL melalui Prisma & Co
- Pada tanggal 12 September 2023 dikirimkan Somasi kedua kepada PT. ASI dan PT TAL melalui Prisma &
- Pada tanggal 30 Oktober 2023 dikirimkan Somasi ketiga kepada PT. ASI dan PT TAL melalui Prisma & Co
2. Pada tanggal 27 Desember 2023 dilakukan permohonan Arbitrase ke BANI terhadap PT ASI melalui surat
nomor 082/NCM-ASI-BANI/XII/2023. Dan permohonan Arbitrase terhadap PT TAL melalui surat nomor
084/NCM-TAL-BANI/XII/2023.
3. Berdasarkan permohonan Perkara PT NCM terhadap PT ASI tersebut, BANI mengeluarkan Penetapan Biaya
Arbitrase Perkara Nomor 47002/I/ARB-BANI/2024 pada tanggal 10 Januari 2024, namun belum mendapatkan
tanggapan dari PT ASI. Selanjutnya Selanjutnya dikarenakan tidak adanya respon atas permohonan BANI dan
telah lewatnya batas waktu pembayaran BANI sampai waktu yang telah ditentukan, berdasarkan Surat BANI
Nomor 24.1559/VIII/BANI/A WR-Lq tanggal 7 Agustus 2024 Perihal Penghapusan Perkara, bahwa Perkara
tersebut dihapus dari daftar register perkara BANI dikarenakan belum diterimanya pembayaran atas Biaya
Administrasi. Perkara akan dilanjutkan setelah adanya pembayaran tersebut
4. Berdasarkan permohonan Perkara PT NCM terhadap PT TAL, BANI mengeluarkan Penetapan Biaya Arbitrase
Perkara Nomor 47002/I/ARB-BANI/2024 pada tanggal 10 Januari 2024, namun belum mendapatkan tanggapan
dari PT. TAL. Selanjutnya dikarenakan tidak adanya respon atas permohonan BANI dan telah lewatnya batas
waktu pembayaran BANI sampai waktu yang telah ditentukan, berdasarkan Surat BANI Nomor
24.1560/VIII/BANI/A WR-Lq tanggal 7 Agustus 2024 Perihal Penghapusan Perkara dikarenakan belum
diterimanya pembayaran atas Biaya Administrasi, Biaya Pemeriksaan dan Biaya Arbiter tersebut sampai
dengan jangka waktu yang telah ditentukan. Perkara akan dilanjutkan setelah adanya pembayaran tersebut
5. Selanjutnya Perseroan mengupayakan penagihan piutang PT ASI dan P TAL, serta mendiskusikan dengan
Pengacara Perseroan, yaitu Prisma & Co, terkait penyelesaikan masalah tersebut. Atas diskusi tersebut,
manajemen meyakini sebagian piutang masih dapat ditagihkan
56
Names mentioned 66 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Hasbullah Abdul Rasyid
p.14 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.14 ×7
unresolved
person
Rini Yulianti
p.14
unresolved
person
Retno Hertiyanti
p.14 ×3
unresolved
org
Domisili
· Nama Perusahaan
p.15 ×2
unresolved
org
PT Nuansa Cipta
p.15 ×2
unresolved
org
PT Karya Persada Indramayu
p.15 ×2
unresolved
org
PT Nuansa Cipta Magello
p.15 ×16
unresolved
person
Nisa Rochmasari
p.15
unresolved
org
PT Karya Persada Khatulistiwa
p.16 ×14
unresolved
person
Jimmy Tanal
p.16
unresolved
org
Menteri
p.16
unresolved
person
A. Sunu Widyatmoko
p.16
unresolved
person
Raditya Wardhana
p.16
unresolved
person
Lim Tony
p.16
unresolved
person
Titi Indah Susilowati
p.16
unresolved
person
H. Sitorus
p.16
unresolved
person
Hendra Wardana
p.16
unresolved
org
Bank Indonesia
p.31 ×3
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.35
unresolved
org
Bank CIMB Niaga Tbk | 1.578.388 | 2.228.388
Bank
p.36
unresolved
org
Bank Panin Indonesia Tbk
p.36 ×4
unresolved
org
Bank Indonesia. Deposito
p.36
unresolved
org
PT Artha
p.37 ×2
unresolved
org
PT Tandikek Asri Lestari
p.39 ×5
unresolved
org
PT Anugrah Semesta Investama
p.39 ×3
unresolved
org
PT Anugerah Semesta
p.39
unresolved
org
PT Tandikek Asri Lestari Investama
p.39
unresolved
org
PT NCM
p.41 ×5
unresolved
org
PT Samudera Naga Global
p.43
unresolved
org
PT Raahayu Perdana Trans
p.43
unresolved
org
PT MIP Logistik Indonesia
p.43
unresolved
org
PT Gigan Trans Logistic
p.43
unresolved
person
Erry Firmansyah
p.44 ×2
unresolved
org
PT Astro Media Indonesia
p.44 ×2
unresolved
person
Yana Heriyana Rochman
p.44 ×3
unresolved
person
Hari Bagyo
· Notaris
p.44 ×4
unresolved
org
PT Pool Advista Finance. Adendum
p.49
unresolved
person
Maria Dwi Hartati
p.50
unresolved
person
Yulia
p.50 ×2
unresolved
org
PT Nuansa Cipta Mugello
p.50 ×3
unresolved
org
PT Pool Advista Finance. Berdasarkan Akta
p.52
unresolved
person
Dewi Ramasari
p.52 ×3
unresolved
org
PT Bahari Istana Alkausar
p.54 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.55
unresolved
person
Ery Firmansyah
p.60 ×2
unresolved
org
PT ASI
p.63 ×9
unresolved
org
PT TAL
p.63 ×8
unresolved
org
PT Anugerah Semesta Investama.
p.64
unresolved
org
PT ASI. Selanjutnya Selanjutnya
p.64
unresolved
org
PT. TAL. Selanjutnya
p.64
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.