Skip to content
Back to announcement

20260630_BYAN_Informasi Transaksi Afiliasi_32106604_lamp4.pdf

Asset transaction Needs review BYAN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 96

Page 1
      LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
         PT BAYAN RESOURCES TBK
  No. 00030/2.0120-04/BS/02/0627/1/VI/2026
            Tanggal: 23 Juni 2026

Tanggal Pendapat Kewajaran 31 Desember 2025
Page 2
                                                                                                   Kantor Cabang Jakarta Selatan
                                                                                             The AKKAS Commercial Building Lt. 2
                                                             Jl. T.B. Simatupang No. 23, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan
                                                                        Telp. : +62 21 78343013 | Wilayah Kerja Seluruh Indonesia


No. Laporan: 00030/2.0120-04/BS/02/0627/1/VI/2026                                       Jakarta, 23 Juni 2026

Kepada Yth.
Direksi
PT Bayan Resources Tbk
Gedung Office 8 Lt. 37, Unit A-H
Jl. Senopati No. 8B, Senayan, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan, 12190

Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Afiliasi

Sesuai penugasan dari PT Bayan Resources Tbk kepada Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki
dan Rekan (”HMR” atau ”Penilai” atau ”kami”) untuk keperluan Pendapat Kewajaran dalam rangka
memenuhi salah satu syarat keterbukaan informasi sebagaimana telah diatur dalam POJK 42/2020
mengenai Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan oleh PT Bayan Resources Tbk (”Perseroan” atau
”BYAN”) atas Rencana Transaksi yang tertuang dalam Surat Penawaran No. 035/SP/HMR-
JKSL/B/III/2026 tanggal 26 Maret 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan, maka dengan ini
kami telah melakukan pekerjaan pendapat kewajaran secara independen dengan tanggal pendapat
kewajaran 31 Desember 2025.

Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan pendapat kewajaran ini adalah:
Nama               : PT Bayan Resources Tbk (“Perseroan”)
Bidang Usaha       : Aktivitas Perusahaan Holding, Pengangkutan, dan Penjualan Batu bara dan
                      Pengelolaan Terminal Khusus Batu bara
Alamat             : Gedung Office 8 Lt. 37, Unit A-H
                      Jl. Senopati No. 8B, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 12190
Telepon dan Faks. : (021) 29356888 dan (021) 29356999
E-mail             : corporate.secretary@bayan.com.sg

Alasan dan Latar Belakang Transaksi
Rencana Transaksi dilakukan dalam rangka pengalihan sejumlah aset berupa Dermaga 3A Terminal
Khusus Batu Bara Muara Pahu (Muara Pahu Jetty) beserta infrastruktur dan fasilitas pendukungnya dari
PT Fajar Sakti Prima kepada PT Bayan Resources Tbk (“Perseroan”). Transaksi ini dilaksanakan sebagai
bagian dari strategi optimalisasi operasional dan pengembangan infrastruktur logistik Perseroan secara
terintegrasi di lingkungan grup usaha Bayan.

Dengan dialihkannya Muara Pahu Jetty kepada Perseroan, fasilitas tersebut selanjutnya dapat
dimanfaatkan secara lebih optimal oleh Perseroan maupun entitas anak dalam grup usaha yang
beroperasi di wilayah yang sama, antara lain PT Bara Tabang, PT Fajar Sakti Prima, PT Tiwa Abadi, dan PT
Tanur Jaya. Pemanfaatan fasilitas secara terintegrasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi
operasional, memperkuat sinergi antar entitas dalam grup, serta memberikan dampak positif terhadap
peningkatan profitabilitas Perseroan secara konsolidasi.




                                                                Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | i
Page 3
Selain itu, pengembangan dan penambahan fasilitas pengangkutan Muara Pahu Jetty diharapkan dapat
meningkatkan kapasitas dan kelancaran distribusi logistik batu bara Perseroan. Peningkatan kapasitas
fasilitas tersebut sejalan dengan rencana peningkatan produksi batu bara grup usaha Bayan serta upaya
Perseroan dalam memenuhi permintaan pasar dan target penjualan yang terus berkembang.

Keberadaan fasilitas pengangkutan yang lebih memadai juga diharapkan dapat meminimalkan potensi
keterlambatan pengiriman batu bara kepada pelanggan, sehingga dapat meningkatkan keandalan
operasional dan kualitas layanan Perseroan. Di samping itu, penambahan fasilitas tersebut dapat
menjadi langkah mitigasi risiko operasional apabila salah satu fasilitas pengangkutan mengalami
kendala teknis, sehingga kegiatan distribusi batu bara tetap dapat berjalan secara berkesinambungan.
Rencana Transaksi ini juga merupakan bagian dari strategi investasi jangka panjang Perseroan dalam
mendukung pengembangan infrastruktur operasional yang berkelanjutan guna memperkuat posisi
Perseroan dan grup usaha Bayan dalam industri pertambangan batu bara.

Status Penilai
Penilai Publik yang bertandatangan dalam laporan ini yaitu Willyams, S.E., MAPPI (Cert.), merupakan
Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.22.00627 sebagai Rekan di KJPP Herman Meirizki dan Rekan
dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120, domisili Kota Jakarta Selatan dengan wilayah kerja di seluruh
Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan merupakan KJPP resmi yang telah mendapatkan izin dari
Kementerian Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No.
66/KM.1/2014 tanggal 10 Februari 2014. Kami juga telah terdaftar sebagai Kantor Jasa Profesi Penunjang
Sektor Jasa Keuangan pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, Penilai Publik telah memperoleh
Tanda Terdaftar sebagai Profesi Penunjang Penilai Publik Sektor Jasa Keuangan berdasarkan Keputusan
Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-66/KS.13/2026 pada sektor Pasar Modal,
Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon dengan ruang lingkup kegiatan Penilai Bisnis dan Perasuransian,
Penjaminan dan Dana Pensiun. Penugasan dilakukan sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI)
Edisi VII-2018 dan Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 321, SPI 330, serta Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal (“POJK 35/2020”), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17/2020”), dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”).

Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini kami telah bertindak secara independen, tidak
ada benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam rencana
transaksi. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan atau
kerugian pada pihak manapun. Biaya jasa tidak mempengaruhi opini pendapat kewajaran yang terdapat
dalam laporan ini.

Objek Pendapat Kewajaran
Objek Pendapat Kewajaran adalah rencana transaksi afiliasi pembelian sejumlah aset berupa dermaga
3A Terminal Khusus Batu Bara Muara Pahu (Muara Pahu Jetty) beserta infrastruktur dan fasilitas
pendukungnya antara PT Bayan Resources Tbk dengan pihak afiliasi yaitu PT Fajar Sakti Prima
(selanjutnya disebut ”Rencana Transaksi”).



                                                                 Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | ii
Page 4
Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran
Maksud dan tujuan pendapat kewajaran ini adalah untuk memberikan opini kewajaran atas Rencana
Transaksi. Laporan pendapat kewajaran ini dipergunakan sebagai salah satu bahan keterbukaan
informasi sebagaimana telah diatur dalam POJK 42/2020 mengenai Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan.

Tanggal Pendapat Kewajaran
Tanggal pendapat kewajaran dalam laporan pendapat kewajaran ini adalah per tanggal 31 Desember
2025.

Ruang Lingkup Penugasan
Ruang lingkup penugasan meliputi:
• Pengumpulan data dan wawancara sehubungan dengan Rencana Transaksi;
• Analisis transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif, analisis inkremental, dan analisis atas kewajaran
  harga transaksi;
• Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan;
• Penulisan laporan pendapat kewajaran.

Identifikasi dan Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• PT Bayan Resources Tbk (“Perseroan”)
  Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang aktivitas perusahaan holding,
  pengangkutan, dan penjualan batu bara dan pengelolaan terminal khusus batu bara. Dalam Rencana
  Transaksi ini, Perseroan bertindak sebagai pembeli aset dermaga beserta infrastruktur dan fasilitas
  pendukungnya.
• PT Fajar Sakti Prima (“FSP”)
  FSP bergerak di bidang pertambangan batu bara. Dalam Rencana Transaksi ini, bertindak sebagai
  penjual aset dermaga beserta infrastruktur dan fasilitas pendukungnya.

Materialitas atas Transaksi
Jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audit konsolidasi per 31 Desember 2025 oleh
Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan Nomor 00203/2.1457/AU.1/02/0241-1/1/II/2026
tanggal 27 Februari 2025 tercatat sebesar USD2.694.584.284 sedangkan harga Rencana Transaksi
adalah sebesar Rp163.917.844.000,- atau ekuivalen dengan USD9.767.479,68,- berdasarkan kurs
tengah Bank Indonesia untuk mata uang USD terhadap Rupiah per 31 Desember 2025 yaitu sebesar
Rp16.782,-. Nilai transaksi adalah sebesar 0,36% dari ekuitas Perseroan per 31 Desember 2025. Dengan
demikian Rencana Transaksi ini bukan termasuk transaksi material sebagaimana dimaksud dalam POJK
No. 17/POJK.04/2020.

Sifat dan Hubungan Afiliasi
Hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi berdasarkan jabatan yaitu:
• Dato’ DR. Low Tuck Kwong menjabat sebagai Direktur Utama Perseroan dan Komisaris Utama FSP;
• Low Yi Ngo menjabat sebagai Direktur Perseroan dan Direktur Utama FSP;
• Jenny Quantero menjabat sebagai Direktur Perseroan dan Direktur FSP;
• Alexander Ery Wibowo menjabat sebagai Direktur Perseroan dan Direktur FSP;



                                                                 Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | iii
Page 5
• Merlin menjabat sebagai Direktur Perseroan dan Direktur FSP.


Hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi berdasarkan kepemilikan saham
yaitu Perseroan merupakan pemegang saham pengendali pada FSP dengan kepemilikan sebesar 90,00%
saham FSP.

Asumsi dan Kondisi Pembatas
Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini dibatasi oleh asumsi
dan kondisi pembatas sebagai berikut:
• Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion;
• Proyeksi laporan keuangan berasal dari manajemen Perseroan dan telah disesuaikan untuk
    mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
• Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan opini atas laporan pendapat
    kewajaran;
• HMR mengasumsikan bahwa setelah tanggal diterbitkannya laporan pendapat kewajaran ini tidak
    terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap Rencana Transaksi;
• Dalam melakukan analisis, HMR merujuk pada data-data dari pihak manajemen atau pemberi tugas
    baik dari data keuangan, legalitas, informasi dalam draft perjanjian terkait Rencana Transaksi, serta
    data dari sumber-sumber eksternal yang menurut pertimbangan HMR dapat dipercaya;
• HMR telah melakukan penelaahan yang diperlukan atas data-data yang diterima dari pihak
    manajemen untuk analisis transaksi ini. Kebenaran, kehandalan, dan keakuratan atas data-data
    tersebut adalah tanggung jawab pihak manajemen;
• Setiap perubahan atas data dan informasi yang baru diketahui setelah tanggal laporan pendapat
    kewajaran yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran secara material bukan merupakan
    tanggung jawab kami. Jika terdapat fakta atau informasi lainnya yang baru diketahui setelah
    diterbitkannya laporan pendapat kewajaran yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran
    secara material, maka Penilai tidak bertanggung jawab untuk memperbaharui hasil pendapat
    kewajaran ini di kemudian hari;
• Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
    dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal pendapat kewajaran ini;
• Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian dari analisis
    dan informasi, tanpa mempertimbangkan isi pendapat kewajaran ini secara keseluruhan dapat
    menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran ini;
• Data keuangan historis Perseroan kami peroleh dari laporan keuangan yang telah diaudit oleh
    Akuntan Publik Independen yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, oleh karena itu kami tidak
    melakukan konfirmasi dan verifikasi atas kebenaran data yang disajikan pada laporan keuangan
    tersebut;
• Kami tidak melakukan due diligence atas perpajakan Perseroan ataupun implikasinya atas
    dilakukannya Rencana Transaksi;
• Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali untuk informasi yang bersifat rahasia
    yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
• Pekerjaan kami tidak dapat ditafsirkan atau dimaksudkan sebagai suatu penelaahan audit atau
    pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu dan juga tidak dimaksudkan untuk mengungkapkan




                                                                Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | iv
Page 6
    kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
    dan/atau pelanggaran hukum.

Pendekatan dan Prosedur Pendapat Kewajaran
Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, kami melakukan prosedur analisis sebagai berikut:
1. Analisis transaksi;
2. Analisis kualitatif dan kuantitatif;
3. Analisis kewajaran transaksi;
4. Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan.

Subsequent Event
Dari tanggal pendapat kewajaran yaitu tanggal 31 Desember 2025 sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan ini, terdapat perubahan pengurus Perseroan, dimana Merlin tidak lagi menjabat sebagai Direktur
Perseroan. Perubahan tersebut masih dalam proses pembuatan Akta di Notaris dan tidak mempengaruhi
penilaian secara signifikan.

Publikasi atas Laporan Pendapat Kewajaran
Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik, kecuali untuk informasi yang bersifat rahasia yang
dapat mempengaruhi operasional Perseroan. Publikasi ataupun penggunaan laporan pendapat
kewajaran ditujukan hanya untuk maksud dan tujuan pendapat kewajaran yang dinyatakan dalam
laporan ini. Laporan pendapat kewajaran hanya untuk digunakan oleh pengguna laporan yang dinyatakan
dalam laporan. HMR tidak bertanggung jawab atas tuntutan baik saat ini ataupun di masa depan terkait
dengan penyalahgunaan ataupun penggunaan sebagian atau keseluruhan informasi dalam laporan
pendapat kewajaran ini oleh pihak selain dari pengguna laporan dan untuk tujuan selain yang telah
dinyatakan dalam laporan pendapat kewajaran ini.

Pendapat kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
Rencana Transaksi, tidak untuk digunakan oleh pihak lain. Pendapat kewajaran ini merupakan salah satu
bahan pertimbangan kepada Pemegang Saham untuk mengetahui kewajaran dari Rencana Transaksi.
Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian dari analisis dan
informasi, tanpa mempertimbangkan isi pendapat kewajaran ini secara keseluruhan dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran ini.
Pendapat kewajaran ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan yang berwenang dan stempel dari
KJPP Herman Meirizki dan Rekan.

Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi
Berdasarkan kajian-kajian yang telah diungkapkan di atas, berikut adalah analisis atas kewajaran
Rencana Transaksi:
1. Rencana transaksi adalah pembelian sejumlah aset berupa Dermaga 3A Terminal Khusus Batu Bara
   Muara Pahu (Muara Pahu Jetty) beserta infrastruktur dan fasilitas pendukungnya antara PT Bayan
   Resources Tbk dengan pihak afiliasi yaitu PT Fajar Sakti Prima;
2. Berdasarkan hasil penilaian aset yang dilakukan oleh KJPP Herman Meirizki dan Rekan, nilai pasar
   objek transaksi adalah sebesar Rp163.917.844.000,- atau ekuivalen dengan USD9.767.479,68,-
   berdasarkan kurs Tengah Bank Indonesia untuk mata uang USD terhadap Rupiah per 31 Desember




                                                               Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | v
Page 7
   2025 yaitu sebesar Rp16.782,- yang berarti berada dalam kisaran batas atas dan batas bawah Nilai
   Pasar Objek Transaksi sebesar 7,5% sesuai POJK 35/2020 Pasal 48.b;
3. Berdasarkan analisis hubungan afiliasi Perseroan, hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam
   Rencana Transaksi berdasarkan jabatan yaitu:
   • Dato’ DR. Low Tuck Kwong menjabat sebagai Direktur Utama Perseroan dan Komisaris Utama FSP;
   • Low Yi Ngo menjabat sebagai Direktur Perseroan dan Direktur Utama FSP;
   • Jenny Quantero menjabat sebagai Direktur Perseroan dan Direktur FSP;
   • Alexander Ery Wibowo menjabat sebagai Direktur Perseroan dan Direktur FSP;
   • Merlin menjabat sebagai Direktur Perseroan dan Direktur FSP.
   Sedangkan hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi berdasarkan
   kepemilikan saham yaitu Perseroan merupakan pemegang saham pengendali pada FSP dengan
   kepemilikan saham sebesar 90,00%.
4. Analisis inkremental menunjukkan Dengan Rencana Transaksi, laba sebelum pajak, laba setelah
   pajak, total aset, dan total ekuitas Perseroan diproyeksikan mengalami peningkatan sebagai bentuk
   nilai tambah dari pelaksanaan Rencana Transaksi sehubungan dengan diperolehnya manfaat
   ekonomi dari kepemilikan dan pemanfaatan aset dermaga beserta infrastruktur dan fasilitas
   pendukungnya yang menghasilkan tambahan pendapatan bagi Perseroan;
5. Berdasarkan analisis kualitatif, Rencana Transaksi memberikan manfaat yaitu:
    • Memperpanjang nilai ekonomis dari Fasilitas Pengangkutan Batu bara yang dibangun di Muara
       Pahu Jetty;
    • Menunjang kegiatan Operasional Perseroan dan Entitas Anak Perseroan untuk supply chain
       transshipment guna kelancaran operasional kegiatan pertambangan;
    • Menunjang kegiatan distribusi logistik batu bara yang menjadi komoditas utama dari grup dengan
       segala situasi kondisi.

   Sedangkan risiko yang akan ditanggung Perseroan sehubungan dengan pelaksanaan Rencana
   Transaksi ini adalah penggunaan dana internal Perseroan sebagai sumber pembiayaan sehingga
   memberikan dampak pada arus kas operasional Perseroan.




                                                             Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | vi
Page 8

          
Page 9

          
Page 10
DAFTAR ISI
PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI............................................................................................. viii
DAFTAR ISI....................................................................................................................................... ix
DAFTAR TABEL ................................................................................................................................. xi
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................................................ xii
1. PENDAHULUAN .........................................................................................................................1
    1.1. Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ...........................................................1
    1.2. Alasan dan Latar Belakang Transaksi ...............................................................................1
    1.3. Status Penilai .................................................................................................................1
    1.4. Independensi Penilai.......................................................................................................2
    1.5. Objek Pendapat Kewajaran .............................................................................................2
    1.6. Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran .........................................................................2
    1.7. Tanggal Pendapat Kewajaran ...........................................................................................2
    1.8. Ruang Lingkup Penugasan ...............................................................................................2
    1.9. Identifikasi dan Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi .................................................3
    1.10. Asumsi dan Kondisi Pembatas .........................................................................................3
    1.11. Pendekatan dan Prosedur Pendapat Kewajaran................................................................4
    1.12. Sumber Data dan Informasi .............................................................................................4
    1.13. Subsequent Event ...........................................................................................................5
    1.14. Publikasi atas Laporan Pendapat Kewajaran ....................................................................5
2. ANALISIS TRANSAKSI ................................................................................................................6
    2.1. Identifikasi Pihak-Pihak yang Bertransaksi........................................................................6
    2.1.1. PT Bayan Resources Tbk (“Perseroan”) ............................................................................6
    2.1.2. PT Fajar Sakti Prima (“FSP”) ............................................................................................7
    2.2. Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi ........................................................................8
    2.3. Materialitas atas Transaksi ..............................................................................................9
    2.4. Perjanjian dan Persyaratan Yang Disepakati Dalam Transaksi ......................................... 10
    2.4.1. Perjanjian Jual Beli Construction In Progress .................................................................. 10
    2.4.2. Perjanjian Jual Beli Mesin, Peralatan, Alat Berat, dan Kendaraan ..................................... 11
    2.4.3. Perjanjian Pengalihat Aset Infrastruktur Penunjang Kegiatan Pemuatan Batu Bara ........... 11
    2.5. Penilaian Atas Risiko dan Manfaat dari Transaksi ............................................................ 12
    2.5.1. Manfaat Transaksi......................................................................................................... 12
    2.5.2. Risiko Transaksi ............................................................................................................ 12
3. ANALISIS KUALITATIF .............................................................................................................. 13
    3.1. Tinjauan Ekonomi ......................................................................................................... 13
    3.1.1. Indeks Harga Saham Gabungan ..................................................................................... 13
    3.1.2. Nilai Tukar Rupiah ......................................................................................................... 13
    3.1.3. Suku Bunga .................................................................................................................. 14
    3.1.4. Inflasi ....................................................................................................................... 15
    3.2. Analisis Industri Batu Bara ............................................................................................. 16
    1.2.1. Perkembangan Sektor Pertambangan Batu Bara ............................................................. 16
    1.3. Analisis Operasional dan Prospek Perseroan .................................................................. 20
    1.4. Analisis SWOT .............................................................................................................. 21
    1.5. Pertimbangan dan Alasan dilakukannya Transaksi .......................................................... 22
    1.6. Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif ........................................................... 23


                                                                                          Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | ix
Page 11
4.   ANALISIS KUANTITATIF ............................................................................................................ 24
     4.1. Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban, dan Kondisi Keuangan Perseroan ......................... 24
     4.1.1. Laporan Posisi Keuangan Historis .................................................................................. 24
     4.1.2. Laporan Laba Rugi Historis ............................................................................................ 26
     4.1.3. Laporan Arus Kas Historis.............................................................................................. 27
     4.1.4. Analisis Rasio Keuangan ............................................................................................... 28
     4.2. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi ................................................................................. 29
     4.3. Analisis Proforma.......................................................................................................... 30
     4.4. Penilaian Atas Proyeksi Laporan Keuangan .................................................................... 30
     4.5. Analisis Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi ...................................... 34
     4.6. Analisis Inkremental ..................................................................................................... 35
     4.7. Biaya atau Pendapatan yang Relevan ............................................................................. 36
     4.8. Informasi Non Keuangan yang Relevan .......................................................................... 37
     4.9. Prosedur Pengambilan Keputusan oleh Perseroan.......................................................... 37
5. KESIMPULAN .......................................................................................................................... 38
     5.1. Analisis atas Kewajaran Transaksi ................................................................................. 38
     5.2. Pendapat Kewajaran ..................................................................................................... 39
6. LAMPIRAN ................................................................................................................................... 40
7. REFERENSI.................................................................................................................................. 41




                                                                                         Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | x
Page 12
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Susunan Pemegang Saham Perseroan .................................................................................. 7
Tabel 2. Susunan Pemegang Saham FSP............................................................................................ 8
Tabel 3. Laporan Posisi Keuangan ................................................................................................... 24
Tabel 4. Laporan Laba Rugi ............................................................................................................. 26
Tabel 5. Laporan Arus Kas ............................................................................................................... 27
Tabel 6. Analisis Rasio Keuangan..................................................................................................... 29
Tabel 7. Perbandingan Harga Penawaran ......................................................................................... 30
Tabel 8. Proforma Posisi Keuangan .................................................................................................. 30
Tabel 9. Proyeksi Laba Rugi Tanpa Rencana Transaksi ...................................................................... 31
Tabel 10. Proyeksi Laba Rugi Dengan Rencana Transaksi .................................................................. 31
Tabel 11. Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi .......................................................... 32
Tabel 12. Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Rencana Transaksi ........................................................ 33
Tabel 13. Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi ........................... 35
Tabel 14. Analisis Inkremental......................................................................................................... 36
Tabel 15. Analisis Biaya dan Pendapatan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi ............................... 37




                                                                                     Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | xi
Page 13
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Alur Rencana Transaksi .................................................................................................... 9




                                                                                  Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | xii
Page 14
1.    PENDAHULUAN

1.1. Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan dalam pendapat kewajaran ini adalah:
Nama                : PT Bayan Resources Tbk (“Perseroan”)
Bidang Usaha        : Aktivitas Perusahaan Holding, Pengangkutan, dan Penjualan Batu bara dan
                      Pengelolaan Terminal Khusus Batu bara
Alamat              : Gedung Office 8 Lt. 37, Unit A-H
                      Jl. Senopati No. 8B, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 12190
Telepon dan Faks. : (021) 29356888 dan (021) 29356999
E-mail              : corporate.secretary@bayan.com.sg

1.2. Alasan dan Latar Belakang Transaksi
Rencana Transaksi dilakukan dalam rangka pengalihan sejumlah aset berupa Dermaga 3A Terminal
Khusus Batu Bara Muara Pahu (Muara Pahu Jetty) beserta infrastruktur dan fasilitas pendukungnya dari
PT Fajar Sakti Prima kepada PT Bayan Resources Tbk (“Perseroan”). Transaksi ini dilaksanakan sebagai
bagian dari strategi optimalisasi operasional dan pengembangan infrastruktur logistik Perseroan secara
terintegrasi di lingkungan grup usaha Bayan.

Dengan dialihkannya Muara Pahu Jetty kepada Perseroan, fasilitas tersebut selanjutnya dapat
dimanfaatkan secara lebih optimal oleh Perseroan maupun entitas anak dalam grup usaha yang
beroperasi di wilayah yang sama, antara lain PT Bara Tabang, PT Fajar Sakti Prima, PT Tiwa Abadi, dan PT
Tanur Jaya. Pemanfaatan fasilitas secara terintegrasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi
operasional, memperkuat sinergi antar entitas dalam grup, serta memberikan dampak positif terhadap
peningkatan profitabilitas Perseroan secara konsolidasi.

Selain itu, pengembangan dan penambahan fasilitas pengangkutan Muara Pahu Jetty diharapkan dapat
meningkatkan kapasitas dan kelancaran distribusi logistik batu bara Perseroan. Peningkatan kapasitas
fasilitas tersebut sejalan dengan rencana peningkatan produksi batu bara grup usaha Bayan serta upaya
Perseroan dalam memenuhi permintaan pasar dan target penjualan yang terus berkembang.

Keberadaan fasilitas pengangkutan yang lebih memadai juga diharapkan dapat meminimalkan potensi
keterlambatan pengiriman batu bara kepada pelanggan, sehingga dapat meningkatkan keandalan
operasional dan kualitas layanan Perseroan. Di samping itu, penambahan fasilitas tersebut dapat
menjadi langkah mitigasi risiko operasional apabila salah satu fasilitas pengangkutan mengalami
kendala teknis, sehingga kegiatan distribusi batu bara tetap dapat berjalan secara berkesinambungan.
Rencana Transaksi ini juga merupakan bagian dari strategi investasi jangka panjang Perseroan dalam
mendukung pengembangan infrastruktur operasional yang berkelanjutan guna memperkuat posisi
Perseroan dan grup usaha Bayan dalam industri pertambangan batu bara.

1.3. Status Penilai
Penilai Publik yang bertandatangan dalam laporan ini yaitu Willyams, S.E., MAPPI (Cert.), merupakan
Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.22.00627 sebagai Rekan di KJPP Herman Meirizki dan Rekan
dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120, domisili Kota Jakarta Selatan dengan wilayah kerja di seluruh



                                                               Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 1
Page 15
Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan merupakan KJPP resmi yang telah mendapatkan izin dari
Kementerian Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No.
66/KM.1/2014 tanggal 10 Februari 2014. Kami juga telah terdaftar sebagai Kantor Jasa Profesi Penunjang
Sektor Jasa Keuangan pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, Penilai Publik telah memperoleh
Tanda Terdaftar sebagai Profesi Penunjang Penilai Publik Sektor Jasa Keuangan berdasarkan Keputusan
Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-66/KS.13/2026 pada sektor Pasar Modal,
Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon dengan ruang lingkup kegiatan Penilai Bisnis dan Perasuransian,
Penjaminan dan Dana Pensiun. Penugasan dilakukan sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI)
Edisi VII-2018 dan Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 321, SPI 330, serta Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal (“POJK 35/2020”), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17/2020”), dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”).

1.4. Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini kami telah bertindak secara independen, tidak
ada benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam rencana
transaksi. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan atau
kerugian pada pihak manapun. Biaya jasa tidak mempengaruhi opini pendapat kewajaran yang terdapat
dalam laporan ini.

1.5. Objek Pendapat Kewajaran
Objek Pendapat Kewajaran adalah rencana transaksi afiliasi pembelian sejumlah aset berupa dermaga
3A Terminal Khusus Batu Bara Muara Pahu (Muara Pahu Jetty) beserta infrastruktur dan fasilitas
pendukungnya antara PT Bayan Resources Tbk dengan pihak afiliasi yaitu PT Fajar Sakti Prima
(selanjutnya disebut ”Rencana Transaksi”).

1.6. Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran
Maksud dan tujuan pendapat kewajaran ini adalah untuk memberikan opini kewajaran atas Rencana
Transaksi. Laporan pendapat kewajaran ini dipergunakan sebagai salah satu bahan keterbukaan
informasi sebagaimana telah diatur dalam POJK 42/2020 mengenai Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan.

1.7. Tanggal Pendapat Kewajaran
Tanggal pendapat kewajaran dalam laporan pendapat kewajaran ini adalah per tanggal 31 Desember
2025.

1.8. Ruang Lingkup Penugasan
Ruang lingkup penugasan meliputi:
• Pengumpulan data dan wawancara sehubungan dengan Rencana Transaksi;
• Analisis transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif, analisis inkremental, dan analisis atas kewajaran
   harga transaksi;
• Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan;
• Penulisan laporan pendapat kewajaran.



                                                                  Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 2
Page 16
1.9. Identifikasi dan Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• PT Bayan Resources Tbk (“Perseroan”)
  Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang aktivitas perusahaan holding,
  pengangkutan, dan penjualan batu bara dan pengelolaan terminal khusus batu bara. Dalam Rencana
  Transaksi ini, Perseroan bertindak sebagai pembeli aset dermaga beserta infrastruktur dan fasilitas
  pendukungnya.
• PT Fajar Sakti Prima (“FSP”)
  FSP bergerak di bidang pertambangan batu bara. Dalam Rencana Transaksi ini, bertindak sebagai
  penjual aset dermaga beserta infrastruktur dan fasilitas pendukungnya.

1.10. Asumsi dan Kondisi Pembatas
Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini dibatasi oleh asumsi
dan kondisi pembatas sebagai berikut:
• Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion;
• Proyeksi laporan keuangan berasal dari manajemen Perseroan dan telah disesuaikan untuk
    mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
• Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan opini atas laporan pendapat
    kewajaran;
• HMR mengasumsikan bahwa setelah tanggal diterbitkannya laporan pendapat kewajaran ini tidak
    terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap Rencana Transaksi;
• Dalam melakukan analisis, HMR merujuk pada data-data dari pihak manajemen atau pemberi tugas
    baik dari data keuangan, legalitas, informasi dalam draft perjanjian terkait Rencana Transaksi, serta
    data dari sumber-sumber eksternal yang menurut pertimbangan HMR dapat dipercaya;
• HMR telah melakukan penelaahan yang diperlukan atas data-data yang diterima dari pihak
    manajemen untuk analisis transaksi ini. Kebenaran, kehandalan, dan keakuratan atas data-data
    tersebut adalah tanggung jawab pihak manajemen;
• Setiap perubahan atas data dan informasi yang baru diketahui setelah tanggal laporan pendapat
    kewajaran yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran secara material bukan merupakan
    tanggung jawab kami. Jika terdapat fakta atau informasi lainnya yang baru diketahui setelah
    diterbitkannya laporan pendapat kewajaran yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran
    secara material, maka Penilai tidak bertanggung jawab untuk memperbaharui hasil pendapat
    kewajaran ini di kemudian hari;
• Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
    dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal pendapat kewajaran ini;
• Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian dari analisis
    dan informasi, tanpa mempertimbangkan isi pendapat kewajaran ini secara keseluruhan dapat
    menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran ini;
• Data keuangan historis Perseroan kami peroleh dari laporan keuangan yang telah diaudit oleh
    Akuntan Publik Independen yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, oleh karena itu kami tidak
    melakukan konfirmasi dan verifikasi atas kebenaran data yang disajikan pada laporan keuangan
    tersebut;
• Kami tidak melakukan due diligence atas perpajakan Perseroan ataupun implikasinya atas
    dilakukannya Rencana Transaksi;




                                                                Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 3
Page 17
•   Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali untuk informasi yang bersifat rahasia
    yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
•   Pekerjaan kami tidak dapat ditafsirkan atau dimaksudkan sebagai suatu penelaahan audit atau
    pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu dan juga tidak dimaksudkan untuk mengungkapkan
    kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
    dan/atau pelanggaran hukum.

1.11. Pendekatan dan Prosedur Pendapat Kewajaran
Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, kami melakukan prosedur analisis sebagai berikut:
1. Analisis transaksi;
2. Analisis kualitatif dan kuantitatif;
3. Analisis atas kewajaran transaksi;
4. Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan.

1.12. Sumber Data dan Informasi
Dalam memberikan pendapat kewajaran ini kami menggunakan data dan informasi berikut:
1. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Bayan Resources Tbk untuk tahun yang berakhir pada
     tanggal 31 Desember 2020 oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan
     dengan Nomor 00448/2.1025/AU.1/02/1130-1/1/III/2021 tanggal 30 Maret 2021 dengan opini wajar
     yang ditandatangani oleh Daniel Kohar, S.E., CPA., selaku penanggung jawab audit;
2. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Bayan Resources Tbk untuk tahun yang berakhir pada
     tanggal 31 Desember 2021 oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan
     dengan Nomor 00463/2.1025/AU.1/02//1130-2/1/III/2022 tanggal 30 Maret 2022 dengan opini
     wajar yang ditandatangani oleh Daniel Kohar, S.E., CPA., selaku penanggung jawab audit;
3. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Bayan Resources Tbk untuk tahun yang berakhir pada
     tanggal 31 Desember 2022 oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan
     dengan Nomor 00268/2.1025/AU.1/02//1130-3/1/III/2023 tanggal 09 Maret 2023 dengan opini
     wajar yang ditandatangani oleh Daniel Kohar, S.E., CPA., selaku penanggung jawab audit;
4. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Bayan Resources Tbk untuk tahun yang berakhir pada
     tanggal 31 Desember 2023 oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan
     dengan Nomor 00219/2.1025/AU.1/02/1122-1/1/II/2024 tanggal 29 Februari 2024 dengan opini
     wajar yang ditandatangani oleh Toto Harsono, S.E., selaku penanggung jawab audit;
5. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Bayan Resources Tbk untuk tahun yang berakhir pada
     tanggal 31 Desember 2024 oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan Nomor
     00185/2.1457/AU.1/02/1122-2/1/II/2025 tanggal 28 Februari 2025 dengan opini wajar yang
     ditandatangani oleh Toto Harsono, S.E., selaku penanggung jawab audit;
6. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Bayan Resources Tbk untuk tahun yang berakhir pada
     tanggal 31 Desember 2025 oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan Nomor
     00203/2.1457/AU.1/02/0241-1/1/II/2026 tanggal 27 Februari 2026 dengan opini wajar yang
     ditandatangani oleh Yanto, S.E., Ak., M.Ak., CPA., selaku penanggung jawab audit;
7. Proyeksi laporan keuangan Perseroan tahun 2026-2030 Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan
     Rencana Transaksi, yang disusun oleh manajemen Perseroan;
8. Proforma laporan keuangan Perseroan sebelum dan sesudah dilakukannya Rencana Transaksi per
     31 Desember 2025;




                                                              Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 4
Page 18
9.  Laporan penilaian aset No. 00656/2.0120-00/PP/02/0374/1/VI/2026 oleh KJPP Herman Meirizki
    dan Rekan tanggal 19 Juni 2026;
10. Draft Perjanjian Jual Beli Construction in Progress antara Perseroan dengan FSP;
11. Draft Perjanjian Jual Beli Mesin, Peralatan, Alat Berat, dan Kendaraan antara Perseroan dengan FSP;
12. Draft Perjanjian Pengalihan Aset Infrastruktur Penunjang Kegiatan Pemuatan Batu Bara antara
    Perseroan dengan FSP;
13. Legalitas lainnya yang terkait dengan Perseroan dan pihak-pihak yang bertransaksi;
14. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan mengenai alasan, latar belakang, dan hal-
    hal lainnya terkait dengan Rencana Transaksi;
15. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan pihak-pihak lain yang relevan dalam rangka
    penugasan ini.

1.13. Subsequent Event
Dari tanggal pendapat kewajaran yaitu tanggal 31 Desember 2025 sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan ini, terdapat perubahan pengurus Perseroan, dimana Merlin tidak lagi menjabat sebagai Direktur
Perseroan. Perubahan tersebut masih dalam proses pembuatan Akta di Notaris dan tidak mempengaruhi
penilaian secara signifikan.

1.14. Publikasi atas Laporan Pendapat Kewajaran
Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik, kecuali untuk informasi yang bersifat rahasia yang
dapat mempengaruhi operasional Perseroan. Publikasi ataupun penggunaan laporan pendapat
kewajaran ditujukan hanya untuk maksud dan tujuan pendapat kewajaran yang dinyatakan dalam
laporan ini. Laporan pendapat kewajaran hanya untuk digunakan oleh pengguna laporan yang dinyatakan
dalam laporan. HMR tidak bertanggung jawab atas tuntutan baik saat ini ataupun di masa depan terkait
dengan penyalahgunaan ataupun penggunaan sebagian atau keseluruhan informasi dalam laporan
pendapat kewajaran ini oleh pihak selain dari pengguna laporan dan untuk tujuan selain yang telah
dinyatakan dalam laporan pendapat kewajaran ini.

Pendapat kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
Rencana Transaksi, tidak untuk digunakan oleh pihak lain. Pendapat kewajaran ini merupakan salah satu
bahan pertimbangan kepada Pemegang Saham untuk mengetahui kewajaran dari Rencana Transaksi.
Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian dari analisis dan
informasi, tanpa mempertimbangkan isi pendapat kewajaran ini secara keseluruhan dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran ini.
Pendapat kewajaran ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan yang berwenang dan stempel dari
KJPP Herman Meirizki dan Rekan.




                                                               Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 5
Page 19
2.    ANALISIS TRANSAKSI

2.1. Identifikasi Pihak-Pihak yang Bertransaksi
2.1.1. PT Bayan Resources Tbk (“Perseroan”)
Gambaran Umum
PT Bayan Resources Tbk (“Perseroan”) didirikan pada tanggal 7 Oktober 2004, berdasarkan Akta Notaris
No. 12 tanggal 7 Oktober 2004 yang dibuat di hadapan Yani Indrawaty Wibawa, S.H., Notaris di Jakarta.
Akta Notaris tersebut mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-30690 HT.01.01.TH.2004 tanggal 21 Desember 2004.

Akta Perseroan berisi Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
akta terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 86 tanggal 25 Juni 2025 yang dibuat di hadapan Mala Mukti,
S.H., LL.M., Notaris di Jakarta. Akta Notaris tersebut telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana dikonfirmasi telah diterima melalui surat No. AHU-
AH.01.09-0306665 tanggal 4 Juli 2025.

Pada tanggal 12 Agustus 2008, Perseroan melakukan Penawaran Umum Perdana (“IPO”) sebanyak
833.333.500 lembar saham biasa yang terdiri dari 500.000.000 lembar saham biasa atas nama milik
Pemegang Saham Penjual (saham divestasi) dan 333.333.500 lembar saham biasa yang baru
ditempatkan (saham baru). Penawaran saham kepada masyarakat tersebut dicatat di Bursa Efek
Indonesia (“BEI”) pada tanggal 12 Agustus 2008.

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan tanggal 17 November 2022 telah menyetujui
rencana stock split saham dengan satu lembar saham lama dipecah menjadi sepuluh lembar saham baru
dari sejumlah 3.333.333.500 saham dengan nilai nominal sebesar Rp100 per lembar saham menjadi
sejumlah 33.333.335.000 saham dengan nilai nominal sebesar Rp10 per lembar saham dengan nilai
nominal keseluruhan sebesar Rp333.333.350.000. Berdasarkan surat dari BEI No. S-10001/BEI.PP1/11-
2022 tanggal 23 November 2022, BEI menyetujui permohonan persetujuan prinsip rencana stock split
atas saham Perseroan dan menyatakan efektif sejak tanggal 2 Desember 2022 jumlah saham Perseroan
setelah stock split menjadi sejumlah 33.333.335.000 saham dengan nilai nominal Rp10 per saham.
Perubahan Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan adanya perubahan jumlah saham dan nilai
nominal saham setelah stock split tersebut telah diaktakan melalui Akta Notaris No. 35 tanggal 13
Desember 2022 yang dibuat di hadapan Mala Mukti, S.H., Notaris di Jakarta. Akta Notaris tersebut telah
diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan diterbitkannya
Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0327808 tanggal 19 Desember 2022.

Aktivitas utama Perseroan adalah holding, pengangkutan, dan penjualan batu bara dan pengelolaan
terminal khusus batu bara. Perseroan memulai operasi komersialnya pada Januari 2005. Kantor pusat
Perseroan berlokasi di Gedung Office 8, lantai 37, Unit A-H, Jl. Senopati No. 8B, Senayan, Kebayoran Baru,
Jakarta Selatan. Perseroan didirikan dan berdomisili di Indonesia.

Susunan Pengurus dan Pemegang Saham Perseroan
Berdasarkan Akta No. 86 tanggal 25 Juni 2025 yang dibuat di hadapan Notaris Mala Mukti, S.H, LL.M,
susunan pengurus dan pemegang saham Perseroan per 31 Desember 2025 sebagai berikut:



                                                                Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 6
Page 20
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Independen                  : Hendarman
Komisaris                                   : Lifransyah Gumay
Komisaris                                   : Moermahadi Soerja Djanegara
Komisaris Independen                        : Timur Pradopo
Komisaris Independen                        : Budiman

Dewan Direksi
Direktur Utama                              : Dato’ DR. Low Tuck Kwong
Direktur                                    : Lim Chai Hock
Direktur                                    : Jenny Quantero
Direktur                                    : Low Yi Ngo
Direktur                                    : Alastair McLeod
Direktur                                    : Russell John Neil
Direktur                                    : Alexander Ery Wibowo
Direktur                                    : Oliver Khaw Kar Heng
Direktur                                    : Siyoung Park
Direktur                                    : Merlin
Direktur                                    : Ulina Fitriani

Pemegang saham Perseroan per 31 Desember 2025 berdasarkan catatan yang dibuat PT Kustodian
Sentral Efek Indonesia, biro administrasi efek, sebagai berikut:

                          Tabel 1. Susunan Pemegang Saham Perseroan
                                    Jumlah Lembar                                           Persentase
        Pemegang Saham                                   Jumlah (USD)
                                        Saham                                               Kepemilikan
 Dato’ DR. Low Tuck Kwong             13.406.640.470           14.352.804                        40,22%
 Elaine Low                            7.333.833.700            7.851.413                        22,00%
 PT Sumber Suryadaya Prima             3.333.380.000            3.568.631                        10,00%
 (“SSP”)
 Lainnya/Others                        9.259.480.830            9.912.961                          27,78%
 Total                                33.333.335.000           35.685.809                         100,00%
                        Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan per 31 Desember 2025


2.1.2. PT Fajar Sakti Prima (“FSP”)
Gambaran Umum
PT Fajar Sakti Prima (“FSP”) berkedudukan di Balikpapan, suatu perseroan terbatas yang didirikan
berdasarkan hukum negara Republik Indonesia dengan Akta No. 72 tanggal 23 September 1987, dibuat
di hadapan Laden Mering, S.H., Notaris di Samarinda, yang seluruh anggaran dasarnya telah disesuaikan
dengan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, sebagaimana tercantum dalam
Akta No. 1 tanggal 1 September 2007 dan telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia No. C-03913.HT.01.01.TH.2007 tanggal 21 November 2007. Anggaran
Dasar FSP telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir berdasarkan Akta No. 15
tanggal 1 Oktober 2025 yang dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, terkait
dengan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris FSP, dan telah mendapat pengesahan dari




                                                                   Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 7
Page 21
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.09-0347229 tanggal 7
Oktober 2025.

Kegiatan usaha utama FSP bergerak di bidang pertambangan batu bara. FSP bagian dari Bayan Group dan
berdomisili Kabupaten Kutai Kartanegara.

Susunan Pengurus dan Pemegang Saham FSP
Berdasarkan Akta No. 15 tanggal 1 Oktober 2025 oleh Notaris Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., susunan
pengurus dan pemegang saham FSP per 31 Desember 2025 sebagai berikut:

Dewan Komisaris
Komisaris Utama                            : Dato’ DR. Low Tuck Kwong
Komisaris                                  : Siska Kasmara
Komisaris                                  : Fajar Haryadi

Dewan Direksi
Direktur Utama                             : Low Yi Ngo
Direktur                                   : Jenny Quantero
Direktur                                   : Furdianto AS
Direktur                                   : Alexander Ery Wibowo
Direktur                                   : Merlin

Pemegang saham FSP per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                               Tabel 2. Susunan Pemegang Saham FSP
                                                            Jumlah Lembar                   Persentase
       Pemegang Saham                    Jumlah (Rp)
                                                               Saham                        Kepemilikan
 PT Bayan Resources Tbk                      4.500.000.000          900.000                       90,00%
 PT Mineral Energi Pratama                     400.000.000           80.000                         8,00%
 Furdianto AS                                   90.000.000           18.000                         1,80%
 Fajar Haryadi                                  10.000.000            2.000                         0,20%
 Total                                       5.000.000.000       1.000.000                       100,00%
                                 Sumber: Akta No. 15 tanggal 1 Oktober 2025


2.2. Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Sesuai dengan POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan, Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh
perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari
anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, termasuk setiap
aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk
kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris,
pemegang saham utama, atau pengendali.

Hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi berdasarkan jabatan yaitu:
• Dato’ DR. Low Tuck Kwong menjabat sebagai Direktur Utama Perseroan dan Komisaris Utama FSP;
• Low Yi Ngo menjabat sebagai Direktur Perseroan dan Direktur Utama FSP;




                                                                   Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 8
Page 22
• Jenny Quantero menjabat sebagai Direktur Perseroan dan Direktur FSP;
• Alexander Ery Wibowo menjabat sebagai Direktur Perseroan dan Direktur FSP;
• Merlin menjabat sebagai Direktur Perseroan dan Direktur FSP.


Hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi berdasarkan kepemilikan saham
yaitu Perseroan merupakan pemegang saham pengendali pada FSP dengan kepemilikan saham sebesar
90,00%.

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh manajemen Perseroan, tidak terdapat benturan
kepentingan atas Rencana Transaksi yang akan dilakukan. Berdasarkan informasi di atas, dapat
disimpulkan bahwa transaksi antara Perseroan dengan FSP dapat dikategorikan sebagai Transaksi
Afiliasi sebagaimana dimaksud dengan POJK No. 42/POJK.04/2020 yaitu transaksi yang dilakukan oleh
Perseroan dengan pihak afiliasi salah satunya jabatan dan pemegang saham. Alur rencana transaksi
adalah sebagai berikut:

                                 Gambar 1. Alur Rencana Transaksi

            FSP                                                                       Perseroan
                              Menjual sejumlah aset berupa dermaga beserta
                              infrastruktur dan fasilitas pendukungnya

                                     Sumber: Manajemen Perseroan


2.3. Materialitas atas Transaksi
Sesuai dengan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha,
transaksi material adalah setiap:
a. Penyertaan dalam badan usaha, proyek, dan/atau kegiatan usaha tertentu;
b. Pembelian, penjualan, pengalihan, tukar menukar aset atau segmen operasi;
c. Perolehan, pelepasan, dan/atau penggunaan jasa;
d. Sewa menyewa aset;
e. Pinjam meminjam dana termasuk pengalihannya;
f. Menjaminkan aset perusahaan terbuka dan/atau perusahaan terkendali atas pinjaman dari pihak lain;
   dan
g. Memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee).
Suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama dengan 20% (dua
puluh persen) atau lebih dari ekuitas perusahaan terbuka.

Transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen operasi dikategorikan sebagai
transaksi material dalam hal:
a. Nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas perusahaan terbuka;
b. Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset perusahaan terbuka nilainya sama dengan
   atau lebih dari 20% (dua puluh persen);
c. Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih perusahaan terbuka nilainya sama dengan atau
   lebih dari 20% (dua puluh persen);
d. Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha perusahaan terbuka nilainya
   sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen).




                                                                Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 9
Page 23
Dalam hal perusahaan terbuka mempunyai ekuitas negatif, transaksi dikategorikan sebagai transaksi
material apabila nilai transaksi sama dengan 10% (sepuluh persen) atau lebih dari total aset perusahaan
terbuka.

Jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audit konsolidasi per 31 Desember 2025 oleh
Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan Nomor 00203/2.1457/AU.1/02/0241-1/1/II/2026
tanggal 27 Februari 2025 tercatat sebesar USD2.694.584.284 sedangkan harga Rencana Transaksi
adalah sebesar Rp163.917.844.000,- atau ekuivalen dengan USD9.767.479,68,- berdasarkan kurs
Tengah Bank Indonesia untuk mata uang USD terhadap Rupiah per 31 Desember 2025 yaitu sebesar
Rp16.782,-. Nilai transaksi adalah sebesar 0,36% dari ekuitas Perseroan per 31 Desember 2025. Dengan
demikian Rencana Transaksi ini bukan termasuk transaksi material sebagaimana dimaksud dalam POJK
No. 17/POJK.04/2020.

2.4. Perjanjian dan Persyaratan Yang Disepakati Dalam Transaksi
Berdasarkan tiga draft perjanjian kontrak antara Perseroan dan FSP serta informasi yang diperoleh dari
manajemen Perseroan, total nilai Rencana Transaksi adalah sebesar USD9.767.479,68,-. Adapun rincian
nilai dan informasi terkait Rencana Transaksi sebagaimana tercantum dalam masing-masing draft
perjanjian tersebut adalah sebagai berikut:

2.4.1. Perjanjian Jual Beli Construction In Progress
A. Para Pihak
Pihak-pihak yang melakukan transaksi adalah:
1. PT Bayan Resources Tbk bertindak sebagai Pembeli;
2. PT Fajar Sakti Prima bertindak sebagai Penjual.

B. Objek Perjanjian
Objek perjanjian adalah Construction In Progress pada Proyek Pembangunan yang terletak di Desa
Sebelang, Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur, antara lain
berupa:
• 7 (tujuh) unit Proyek Pembangunan warehouse/workshop di Jetty Muara Pahu;
• 5 (lima) unit Proyek Pembangunan Mess Non Staff dengan kapasitas 10 kamar per unit;
• 5 (lima) unit Mess dengan kapasitas 20 kamat per unit;
• 1 (satu) unit workshop CHP Mechanical;
• 2 (dua) unit Fuel Tank kapasitas @500KL;
• 3 (tiga) unit Fuel Tank kapasitas @200KL;
• Proyek Pembangunan Jetty dan Dermaga Muara Pahu BL3A.

C. Nilai Jual Beli
Nilai jual beli yang wajib dibayarkan oleh Pembeli kepada Penjual adalah sebesar USD3.874.482,48,-
(Tiga Juta Delapan Ratus Tujuh Puluh Empat Ribu Empat Ratus Delapan Puluh Dua Koma Empat Puluh
Delapan Dollar Amerika Serikat). Nilai Jual Beli tersebut belum termasuk PPN.

D. Tata Cara Pembayaran
Pembayaran akan dilakukan oleh Pembeli kepada Penjual secara penuh sesuai dengan jumlah
sebagaimana ditetapkan dalam Nilai Jual Beli dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs tengah yang




                                                              Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 10
Page 24
diterbitkan oleh Bank Indonesia pada hari tanggal transaksi. Setiap Pihak akan bertanggung jawab atas
biaya sendiri atas ketentuan perpajakan yang berlaku sehubungan dengan Harga Jual Beli di atas.

2.4.2. Perjanjian Jual Beli Mesin, Peralatan, Alat Berat, dan Kendaraan
A. Para Pihak
Pihak-pihak yang melakukan transaksi adalah:
1. PT Bayan Resources Tbk bertindak sebagai Pembeli;
2. PT Fajar Sakti Prima bertindak sebagai Penjual.

B. Objek Perjanjian
Objek perjanjian adalah mesin, peralatan, alat berat dan kendaraan yang terletak di Desa Sebelang,
Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur, antara lain berupa:
• 4 (empat) unit Alat Berat;
• 3 (tiga) unit Kapal Operasional/Speed Boat;
• 92 (sembilan puluh dua) unit Kendaraan Operasional;
• 465 (dua ratus delapan puluh tujuh) unit Peralatan Kantor;
• 1163 (seribu dua ratus lima puluh) unit Peralatan Ringan Lainnya.

C. Nilai Jual Beli
Nilai jual beli yang wajib dibayarkan oleh Pembeli kepada Penjual adalah sebesar USD5.836.999,58
(Lima Juta Delapan Ratus Tiga Puluh Enam Ribu Sembilan Ratus Sembilan Puluh Sembilan Koma Lima
Puluh Delapan Dollar Amerika Serikat), yang terdiri dari:
• Alat Berat seharga USD427.237,52 (Empat Ratus Dua Puluh Tujuh Ribu Dua Ratus Tiga Puluh Tujuh
   Koma Lima Puluh Dua Dollar Amerika Serikat);
• Kapal Operasional seharga USD9.497,26 (Sembilan Ribu Empat Ratus Sembilan Puluh Tujuh Koma
   Dua Puluh Enam Dollar Amerika Serikat);
• Kendaraan Operasional seharga USD967.502,50 (Sembilan Ratus Enam Puluh Tujuh Ribu Lima Ratus
   Dua Koma Lima Puluh Dollar Amerika Serikat);
• Peralatan Kantor seharga USD427.199,32 (Empat Ratus Dua Puluh Tujuh Ribu Serratus Sembilan
   Puluh Sembilan Koma Tiga Puluh Dua Dollar Amerika Serikat);
• Peralatan Ringan Lainnya seharga USD4.005.562,98 (Empat Juta Lima Ribu Lima Ratus Enam Puluh
   Dua Koma Sembilan Puluh Delapan Dollar Amerika Serikat).

Nilai Jual Beli tersebut belum termasuk PPN.

D. Tata Cara Pembayaran
Pembayaran akan dilakukan oleh Pembeli kepada Penjual secara penuh sesuai dengan jumlah
sebagaimana ditetapkan dalam Nilai Jual Beli dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs tengah yang
diterbitkan oleh Bank Indonesia pada hari tanggal transaksi. Setiap Pihak akan bertanggung jawab atas
biaya sendiri atas ketentuan perpajakan yang berlaku sehubungan dengan Harga Jual Beli di atas.

2.4.3. Perjanjian Pengalihat Aset Infrastruktur Penunjang Kegiatan Pemuatan Batu Bara
A. Para Pihak
Pihak-pihak yang melakukan transaksi adalah:
1. PT Bayan Resources Tbk bertindak sebagai Pembeli;



                                                             Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 11
Page 25
2. PT Fajar Sakti Prima bertindak sebagai Penjual.

B. Objek Perjanjian
Objek perjanjian adalah infrastruktur penunjang kegiatan pemuatan batubara milik Penjual yang terletak
di Desa Sebelang, Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur, berupa:
• 1 (satu) unit water tank 1x200KL;
• 1 (satu) unit Helipad No. 4 Jetty Muara Pahu.

C. Nilai Jual Beli
Nilai jual beli Obyek Perjanjian yang wajib dibayarkan oleh Pembeli kepada Penjual adalah sebesar
USD55.997,62 (Lima Puluh Lima Ribu Sembilan Ratus Sembilan Puluh Tujuh Koma Enam Puluh Dua
Dollar Amerika Serikat), yang terdiri dari:
• Water Tank seharga USD52.735,07 (Lima Puluh Dua Ribu Tujuh Ratus Tiga Puluh Lima Koma Nol Tujuh
   Dollar Amerika Serikat);
• Helipad No. 4 Jetty Muara Pahu seharga USD3.262,54 (Tiga Ribu Dua Ratus Enam Puluh Dua Koma
   Lima Puluh Empat Dollar Amerika Serikat).

Nilai Jual Beli tersebut belum termasuk PPN.

D. Tata Cara Pembayaran
Pembayaran akan dilakukan oleh Pembeli kepada Penjual secara penuh sesuai dengan jumlah
sebagaimana ditetapkan dalam Nilai Jual Beli dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs tengah yang
diterbitkan oleh Bank Indonesia pada hari tanggal transaksi. Setiap Pihak akan bertanggung jawab atas
biaya sendiri atas ketentuan perpajakan yang berlaku sehubungan dengan Harga Jual Beli di atas.

2.5. Penilaian Atas Risiko dan Manfaat dari Transaksi
2.5.1. Manfaat Transaksi
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi ini terdapat beberapa manfaat yang diterima Perseroan:
1. Memperpanjang nilai ekonomis dari Fasilitas Pengangkutan Batu bara yang di bangun di Muara Pahu
   Jetty;
2. Menunjang kegiatan Operasional Perseroan dan Anak Perseroan untuk supply chain transshipment
   guna kelancaran operasional kegiatan pertambangan;
3. Menunjang kegiatan distribusi logistik batu bara yang menjadi komoditas utama dari grup dengan
   segala situasi kondisi.

2.5.2. Risiko Transaksi
Risiko yang akan ditanggung Perseroan sehubungan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi ini adalah
penggunaan dana internal Perseroan sebagai sumber pembiayaan sehingga memberikan dampak pada
arus kas operasional Perseroan.




                                                             Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 12
Page 26
3.    ANALISIS KUALITATIF

3.1. Tinjauan Ekonomi
3.1.1. Indeks Harga Saham Gabungan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan akhir Desember 2025 ditutup di level 8.646,94.
Berdasarkan data RTI Business, pergerakan saham menunjukkan 346 saham mengalami penguatan, 317
saham melemah, dan 146 saham bergerak stagnan. Aktivitas perdagangan mencatatkan volume sebesar
39,54 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,60 juta kali dan nilai transaksi mencapai Rp
20,61 triliun. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tercatat sebanyak tujuh sektor mengalami penguatan,
dengan kinerja terbaik ditunjukkan oleh sektor infrastruktur yang meningkat sebesar 2,30%. Penguatan
tersebut diikuti oleh sektor barang konsumen non-primer yang naik 2,12% serta sektor industri yang
mencatatkan kenaikan sebesar 0,71%. Sementara itu, empat sektor lainnya mengalami pelemahan,
dengan sektor kesehatan mencatatkan penurunan terdalam sebesar 1,81%. Pelemahan juga terjadi
pada sektor barang baku dan sektor teknologi yang masing-masing terkoreksi sebesar 0,84% dan 0,47%.

Sepanjang tahun 2025 hingga 29 Desember 2025, IHSG mencatatkan kinerja positif dengan
pertumbuhan sebesar 22,10% secara year-to-date dan ditutup di level 8.644,26, serta beberapa kali
mencapai level tertinggi sepanjang masa (all-time high). Sejalan dengan penguatan indeks tersebut,
kapitalisasi pasar juga tercatat telah melampaui target yang ditetapkan dalam roadmap pengembangan
pasar modal. Berikut pergerakan IHSG akhir bulan Desember tahun 2020-2025:

                              Grafik 1. IHSG Per 31 Desember Tahun 2020 – 2025

                                                 IHSG
          9.000,00
                                                                                          8.646,94
          8.700,00
          8.400,00
          8.100,00
          7.800,00
          7.500,00                                              7.323,59
          7.200,00
          6.900,00
                                                    6.850,62               7.079,90
          6.600,00
          6.300,00                    6.581,48
          6.000,00
          5.700,00     5.979,07
          5.400,00
                       2020        2021          2022           2023         2024          2025

                                                  Close Price



3.1.2. Nilai Tukar Rupiah
Kurs tengah Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat pada 31 Desember 2025 berada pada level
Rp16.782,00. Berikut pergerakan nilai tukar kurs tengah Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat dari
Desember 2020-2025:




                                                                  Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 13
Page 27
                  Grafik 2. Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Per 31 Desember Tahun 2020-2025

                                              Kurs Tengah BI
          17.000,00
          16.500,00                                                            16.162,00      16.782,00
          16.000,00                                  15.731,00
          15.500,00
          15.000,00                                                15.439,00

          14.500,00     14.105,00
          14.000,00                      14.269,00
          13.500,00
          13.000,00
          12.500,00
                          2020         2021          2022           2023          2024          2025

                                              Kurs Tengah BI/ BI Middle Rate

                                                Sumber: Bank Indonesia


3.1.3. Suku Bunga
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang diselenggarakan pada 16–17 Desember 2025
memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate pada level 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar
3,75%, serta suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%. Kebijakan tersebut sejalan dengan upaya Bank
Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah masih tingginya ketidakpastian global,
sekaligus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial yang
telah diterapkan guna menopang stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Ke depan, Bank Indonesia akan terus mengevaluasi peluang penurunan lanjutan suku bunga BI-Rate
dengan mempertimbangkan proyeksi inflasi tahun 2026 yang tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1%,
serta kebutuhan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Pelonggaran kebijakan
makroprudensial juga diperkuat melalui peningkatan efektivitas penyaluran likuiditas kepada perbankan
guna mempercepat penurunan suku bunga dan mendorong pertumbuhan kredit atau pembiayaan ke
sektor riil, khususnya sektor-sektor prioritas Pemerintah. Sementara itu, kebijakan sistem pembayaran
tetap diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui perluasan penggunaan
pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan ketahanan
infrastruktur sistem pembayaran.

Selain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem
Keuangan (KSSK) dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan. Sinergi kebijakan antara Bank
Indonesia dan Pemerintah juga semakin ditingkatkan guna menjaga stabilitas serta mendorong
pertumbuhan ekonomi yang selaras dengan agenda Asta Cita Pemerintah.

Pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2025 diperkirakan berada di kisaran 3,2%, didorong oleh
penguatan ekonomi Jepang dan India yang didukung oleh konsumsi rumah tangga serta kebijakan
stimulus fiskal. Prospek ekonomi kawasan Eropa dipandang tetap solid seiring dukungan konsumsi,
investasi, dan kondisi pasar tenaga kerja yang relatif baik. Di sisi lain, perekonomian Amerika Serikat (AS)



                                                                    Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 14
Page 28
pada 2025 diperkirakan mengalami perlambatan akibat dampak sementara penghentian operasional
pemerintah serta melemahnya pasar tenaga kerja, sementara pertumbuhan ekonomi Tiongkok juga
diprakirakan terus melambat seiring masih lemahnya permintaan domestik.

Pada tahun 2026, pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan menurun menjadi sekitar 3,0%,
dipengaruhi oleh dampak lanjutan kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat serta meningkatnya
kerentanan rantai pasok global. Di pasar keuangan global, suku bunga acuan The Federal Reserve (Fed
Funds Rate) diturunkan sebesar 25 basis poin pada Desember 2025, dengan ruang penurunan yang
semakin terbatas ke depan. Imbal hasil US Treasury tenor 2 tahun cenderung meningkat, sementara yield
tenor 10 tahun tetap berada pada level tinggi sejalan dengan tingginya beban utang Pemerintah AS.
Kondisi tersebut menyebabkan indeks dolar AS (DXY) bertahan tinggi dan membatasi aliran modal asing
ke negara berkembang.

Ke depan, tingkat ketidakpastian perekonomian global diperkirakan tetap tinggi di tengah prospek
pertumbuhan ekonomi dunia yang masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan kewaspadaan serta
penguatan respons kebijakan guna meningkatkan ketahanan ekonomi domestik terhadap dampak
pengaruh global sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.

3.1.4. Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Desember 2025 berada pada angka 2,92%. Berdasarkan
Grafik 3, tingkat inflasi cenderung mengalami peningkatan signifikan dari tahun 2020 hingga ke 2022,
tetapi pada tahun 2023 mengalami penurunan yang disebabkan penurunan pada komponen inti
penyumbang inflasi. Pada tahun 2024, inflasi kembali turun dibandingkan dengan tahun 2023 karena
melandainya harga pokok pangan. Inflasi pada 31 Desember 2025 meningkat 2,92% akibat kenaikan
harga pangan serta kenaikan harga emas, BBM, dan tarif transportasi udara. Berikut merupakan Grafik
inflasi bulan Desember tahun 2020-2025:

                            Grafik 3. Inflasi Periode Desember 2020-2025

                                             Inflasi
         6,00%                             5,51%

         5,00%


         4,00%


         3,00%                                                                          2,92%
                                                            2,61%

         2,00%
                                   1,87%
                   1,68%                                               1,57%
         1,00%


         0,00%
                   Des-20      Des-21      Des-22      Des-23         Des-24      Des-25

                                             Sumber: Bank Indonesia




                                                                Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 15
Page 29
3.2.   Analisis Industri Batu Bara
1.2.1. Perkembangan Sektor Pertambangan Batu Bara

            Grafik 4. Produk Domestik Bruto (ADHB) Pertambangan & Industri Batu Bara
                         1.400.000                                                                    140,00%
                                                                                                      120,00%
                         1.200.000
                                                                                                      100,00%
                         1.000.000
                                                                                                      80,00%
             Miliar Rp




                          800.000                                                                     60,00%

                          600.000                                                                     40,00%
                                                                                                      20,00%
                          400.000
                                                                                                      0,00%
                          200.000
                                                                                                      -20,00%
                                  -                                                                   -40,00%
                                        2020      2021      2022       2023       2024      2025

                                       Pertambangan Batu Bara dan Lignit             Pertumbuhan

                                               Sumber: Badan Pusat Statistik, 2025


Produk domestik bruto (atas dasar harga berlaku) sektor pertambangan batu bara dan lignit cenderung
berfluktuasi dengan rata-rata kenaikan sebesar 14,41% (CAGR) dari tahun 2020 ke 2025. Pada tahun
2022, PDB sektor pertambangan batu bara mencapai Rp1.296,9 triliun seiring peningkatan harga batu
bara dunia yang didorong oleh peningkatan permintaan terutama dari negara-negara seperti India,
Tiongkok, dan beberapa negara Eropa. Peningkatan permintaan tersebut disebabkan oleh pertumbuhan
ekonomi, kebutuhan listrik yang lebih tinggi, dan juga akibat adanya gangguan pasokan energi alternatif
lainnya. Pada tahun 2024, PDB sektor pertambangan batu bara dan lignit sebesar Rp850,5 triliun dan
pada tahun 2025 sebesar Rp827,36 triliun.

                         Grafik 5. Harga Batu Bara Acuan Per 31 Desember Tahun 2020-2025
                         300,00                                                                      200,00%

                         250,00                                                                      150,00%

                         200,00                                                                      100,00%
             USD/Ton




                         150,00                                                                      50,00%

                         100,00                                                                      0,00%

                          50,00                                                                      -50,00%

                             -                                                                       -100,00%
                                      2020      2021      2022       2023        2024       2025

                                                 Harga Batu Bara           Pertumbuhan

                                               Sumber: Kementerian ESDM, 2025



                                                                              Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 16
Page 30
Harga batu bara acuan cenderung berfluktuasi dari tahun 2020-2025 dengan rata-rata kenaikan sebesar
7,23% (CAGR). Pada bulan Desember 2020 harga batu bara acuan sebesar 59,65 USD/ton. Harga acuan
di bulan tersebut cukup rendah akibat krisis energi yang masih berlangsung yang diikuti lemahnya
permintaan komoditas energi fosil lain di luar komoditas batu bara. Harga batu bara acuan Desember
2022 mencapai 281,48 USD/ton seiring krisis energi yang terjadi di Eropa akibat pembatasan pasokan
gas alam dari Rusia ke Eropa yang menyebabkan negara-negara Eropa mencari alternatif energi lain salah
satunya batu bara. Selain itu, adanya lonjakan permintaan batu bara dari negara-negara di Asia seperti
Tiongkok, India, dan Korea Selatan meningkatkan kebutuhan listrik yang sebagian besar dipenuhi oleh
pembangkit listrik tenaga batu bara. Pada bulan Desember tahun 2024, harga batu bara acuan mencapai
122,51 USD/ton, dan pada bulan Desember 2025 harga batu bara acuan mencapai 100,91 USD/ton,
turun 17,71% dari tahun 2024.

                            Grafik 6. Produksi Batu Bara di Indonesia Tahun 2020-2025
                        900,00                                                                 15,00%
                        800,00
                        700,00                                                                 10,00%

                        600,00
                                                                                               5,00%
             Juta Ton




                        500,00
                        400,00
                                                                                               0,00%
                        300,00
                        200,00                                                                 -5,00%
                        100,00
                            -                                                                  -10,00%
                                  2020     2021      2022      2023         2024     2025

                                          Produksi Batu Bara       Pertumbuhan

                                           Sumber: Kementerian ESDM, 2025


Produksi batu bara di Indonesia cenderung berfluktuasi dari tahun 2020-2025 dengan rata-rata kenaikan
sebesar 5,10% (CAGR). Pada tahun 2020, produksi batu bara turun 8,52% akibat pandemi Covid-19 dan
krisis energi yang menekan pasar dan harga batu bara yang berdampak terhadap realisasi produksi. Pada
tahun 2023, produksi batu bara naik sebesar 12,77% dibandingkan tahun sebelumnya seiring kenaikan
permintaan dalam negeri maupun ekspor. Peningkatan permintaan domestik dipicu oleh tambahan PLTU
baru, sedangkan permintaan ekspor naik karena adanya gangguan pasokan energi alternatif di beberapa
negara tujuan ekspor. Produksi batu bara tahun 2024 mencapai 836,13 juta ton, naik 7,86% dari tahun
2023 seiring kenaikan permintaan untuk kelistrikan dan smelter di dalam negeri. Pada tahun 2025,
produksi batu bara turun sekitar 5,50% menjadi 790,14 juta ton.




                                                                      Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 17
Page 31
                         Grafik 7. Konsumsi Batu Bara Dalam Negeri (DMO) Tahun 2020-2025
                         300,00                                                                        70,00%

                                                                                                       60,00%
                         250,00
                                                                                                       50,00%
                         200,00
                                                                                                       40,00%
              Juta Ton


                         150,00                                                                        30,00%

                                                                                                       20,00%
                         100,00
                                                                                                       10,00%
                          50,00
                                                                                                       0,00%

                               -                                                                       -10,00%
                                     2020       2021       2022        2023       2024       2025

                                            Konsumsi Batu Bara (DMO)             Pertumbuhan

                                                Sumber: Kementerian ESDM, 2025


Konsumsi batu bara di Indonesia cenderung berfluktuasi dari tahun 2020-2025 dengan rata-rata
kenaikan sebesar 10,12% (CAGR). Pada tahun 2020, konsumsi batu bara dalam negeri turun 4,76%
akibat dampak pandemi Covid-19 yang menyebabkan penurunan aktivitas ekonomi dan permintaan
listrik, serta perubahan struktural dalam berbagai sektor industri. Pada tahun 2023, konsumsi batu bara
dalam negeri turun 1,36% akibat adanya penurunan permintaan seiring kebijakan Pemerintah Indonesia
untuk melakukan transisi energi yang berkontribusi pada peningkatan produksi energi terbarukan. Pada
tahun 2024, konsumsi batu bara di Indonesia mencapai 232,64 juta ton dengan kenaikan 9,29% dari
tahun 2023. Pada tahun 2025 konsumsi batu bara naik sekitar 6,12% membuat konsumsi batu bara
mencapai 246,88 juta ton.

                           Grafik 8. Capaian Konsumsi Batu Bara untuk PLTU di Indonesia
                         160                                                                          120,00%
                         140
                                                                                                      100,00%
                         120
                                                                                                      80,00%
                         100
              Juta Ton




                          80                                                                          60,00%
                          60
                                                                                                      40,00%
                          40
                                                                                                      20,00%
                          20
                           -                                                                          0,00%
                                   2020       2021       2022       2023         2024       2025

                                                Target Kebutuhan Batu Bara untuk PLTU
                                                Realisasi Batu Bara untuk PLTU
                                                % Capaian terhadap Kebutuhan

                                                Sumber: Kementerian ESDM, 2025




                                                                              Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 18
Page 32
Secara umum, tren peningkatan realisasi dari tahun 2020 hingga 2025, dengan CAGR sebesar 6,17%,
menunjukkan adanya pertumbuhan kebutuhan energi listrik yang diimbangi dengan ketersediaan
pasokan batu bara yang memadai. Meskipun pada tahun 2023 sempat terjadi penurunan capaian
menjadi 94,69% akibat berbagai faktor seperti fluktuasi permintaan dan kondisi operasional, kinerja
kembali meningkat signifikan pada tahun 2024 dan tetap kuat pada tahun 2025 dengan capaian
109,61%. Kondisi ini mengindikasikan bahwa mekanisme pemenuhan kebutuhan dalam negeri,
termasuk melalui kebijakan Domestic Market Obligation (DMO), berjalan efektif dalam memastikan
prioritas pasokan batu bara untuk sektor ketenagalistrikan. Selain itu, peningkatan aktivitas ekonomi
pasca pandemi turut mendorong kenaikan kebutuhan listrik, yang secara langsung berdampak pada
meningkatnya konsumsi batu bara untuk PLTU. Dengan demikian, keberlanjutan pasokan batu bara
domestik tetap menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas energi nasional.

                 Grafik 9. Nilai Ekspor Komoditas Batu Bara Indonesia Tahun 2020-2025
                        50.000                                                                  100,00%
                        45.000
                                                                                                80,00%
                        40.000
                        35.000                                                                  60,00%

                        30.000
             Juta USD




                                                                                                40,00%
                        25.000
                                                                                                20,00%
                        20.000
                        15.000                                                                  0,00%
                        10.000
                                                                                                -20,00%
                         5.000
                            -                                                                   -40,00%
                                 2020     2021       2022        2023       2024      2025

                                        Nilai Ekspor Batu Bara          Pertumbuhan

                                         Sumber: Badan Pusat Statistik, 2025

Nilai ekspor batu bara Indonesia cenderung berfluktuasi dari tahun 2019-2025 dengan rata-rata kenaikan
sebesar 4,36% (CAGR). Pada tahun 2020, nilai ekspor batu bara turun 23,33% seiring penurunan
produksi akibat pandemi Covid-19 dan krisis energi. Pada tahun 2024, nilai ekspor batu bara sebesar
USD30,49 miliar, turun 11,86% dari tahun 2023 yang mampu mencapai USD34,59 miliar. Pada tahun
2025, nilai ekspor turun kembali sebesar 19,70% membuat nilai ekspor batu bara menjadi USD 24,48
miliar.




                                                                        Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 19
Page 33
                         Grafik 10. Volume Ekspor Batu Bara Indonesia Tahun 2020-2025
                        420.000                                                                   8,00%

                        400.000                                                                   6,00%

                                                                                                  4,00%
                        380.000
             Ribu Ton
                                                                                                  2,00%
                        360.000
                                                                                                  0,00%
                        340.000
                                                                                                  -2,00%
                        320.000                                                                   -4,00%

                        300.000                                                                   -6,00%
                                  2020     2021       2022       2023          2024     2025
                                                         Axis Title

                                           Volume Ekspor           Pertumbuhan

                                         Sumber: Badan Pusat Statistik, 2025


Volume ekspor batu bara Indonesia cenderung naik dari tahun 2020-2024 dengan rata-rata kenaikan
sebesar 2,74% (CAGR). Negara utama tujuan ekspor batu bara Indonesia adalah India, Tiongkok, Jepang,
dan Korea Selatan. Pada tahun 2024, ekspor batu bara Indonesia didominasi oleh Tiongkok dan India
dimana Tiongkok menjadi negara tujuan terbesar dengan porsi 43,4% atau sekitar 241,7 juta ton, diikuti
negara India dengan porsi 27% atau 110 juta ton. Secara total, volume ekspor batu bara Indonesia pada
tahun 2024 adalah 405,76 juta ton, naik 6,86% dibandingkan tahun 2023. Namun demikian, pada tahun
2025 volume ekspor mengalami penurunan menjadi 390,93 juta ton atau turun sebesar 3,66%
dibandingkan tahun 2024. Penurunan ini mengindikasikan adanya potensi normalisasi permintaan global
atau penyesuaian kebijakan energi di negara tujuan ekspor, termasuk peningkatan transisi ke energi
terbarukan.

1.3. Analisis Operasional dan Prospek Perseroan
Perseroan merupakan salah satu produsen batu bara nasional yang memiliki kegiatan usaha terintegrasi,
termasuk didukung oleh infrastruktur logistik dan fasilitas pendukung yang memadai. Dalam
menjalankan operasional usahanya, Perseroan terus melakukan pengembangan kapasitas produksi dan
infrastruktur guna mendukung target pertumbuhan jangka panjang.

Pada tahun 2025, Proyek Tabang kembali menunjukkan peningkatan produksi yang signifikan dengan
total produksi mencapai sekitar 62,5 juta metrik ton atau meningkat sekitar 23,8% dibandingkan tahun
sebelumnya. Perseroan menargetkan peningkatan kapasitas produksi hingga lebih dari 80 juta metrik ton
per tahun (mtpa). Untuk mendukung target tersebut, Perseroan telah melakukan investasi infrastruktur
dengan nilai lebih dari USD0,5 miliar selama beberapa tahun terakhir.

Dalam mendukung keberlangsungan operasional, Perseroan juga bekerja sama dengan beberapa
kontraktor pertambangan terkemuka di Indonesia guna memastikan ketersediaan alat berat, tenaga
kerja, dan sumber daya operasional lainnya sehingga risiko operasional dapat diminimalkan. Selain itu,
Perseroan memiliki fleksibilitas logistik yang dinilai cukup baik dalam menghadapi risiko operasional,
khususnya yang berkaitan dengan kondisi cuaca dan tingkat permukaan air sungai. Perseroan telah


                                                                        Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 20
Page 34
mengembangkan alternatif fasilitas barge loading di Sungai Mahakam dan fasilitas Muara Pahu sebagai
mitigasi terhadap potensi hambatan distribusi melalui Sungai Kedang Kepala dan fasilitas Senyiur pada
kondisi cuaca tertentu.

Di sisi lain, Perseroan tetap menghadapi beberapa tantangan operasional, antara lain:
• Kebijakan pemerintah yang berpotensi meningkatkan biaya operasional industri batu bara;
• Potensi kenaikan biaya akibat inflasi;
• Perubahan kondisi cuaca yang dapat mempengaruhi aktivitas produksi dan distribusi; serta
• Ketidakpastian kondisi geopolitik global yang dapat mempengaruhi pasar energi dunia.


Namun demikian, Perseroan menilai bahwa posisi biaya produksi Perseroan yang relatif rendah
dibandingkan pelaku industri lainnya memberikan daya tahan yang lebih baik terhadap tekanan biaya dan
fluktuasi pasar.

Prospek usaha Perseroan ke depan diperkirakan masih dipengaruhi oleh dinamika permintaan dan
penawaran batu bara global. Pasar batu bara pada tahun 2026 diperkirakan berada dalam kondisi sedikit
kelebihan pasokan, namun kondisi tersebut tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal yang dapat
mempengaruhi harga batu bara secara signifikan. Beberapa faktor utama yang diperkirakan
mempengaruhi prospek industri batu bara dan Perseroan antara lain:
• Kebijakan pemerintah Indonesia terkait sektor pertambangan dan energi;
• Perkembangan impor batu bara Tiongkok sebagai salah satu pasar utama dunia;
• Kondisi cuaca global seperti El Nino dan La Nina yang dapat mempengaruhi pasokan dan distribusi
   batu bara;
• Kondisi geopolitik global yang dapat mempengaruhi pasar energi, khususnya minyak dan gas; serta
• Tingkat inflasi global dan domestik yang berdampak terhadap biaya operasional industri.


Meskipun demikian, Perseroan tetap optimis terhadap prospek usaha jangka panjang industri batu bara.
Perseroan menilai bahwa apabila harga batu bara berada pada level rendah dalam jangka panjang, maka
sebagian produsen dengan struktur biaya tinggi berpotensi mengurangi produksi atau menghentikan
operasionalnya, sehingga dapat mendukung keseimbangan pasar dan stabilisasi harga batu bara.
Dengan struktur biaya yang relatif rendah, dukungan infrastruktur operasional yang memadai, serta
strategi ekspansi produksi yang masih berlanjut, Perseroan dinilai memiliki posisi yang cukup baik untuk
mempertahankan kinerja operasional dan bersaing di industri batu bara ke depan.

1.4. Analisis SWOT
Berikut adalah analisis SWOT Perseroan:

Kekuatan
• Peningkatan kapasitas pengangkutan batu bara berikut dengan fasilitas pendukungnya yang
  dibangun, dapat memberikan manfaat lebih besar serta efisiensi biaya operasional sehingga dapat
  menambah profitabilitas Perseroan;
• Penambahan fasilitas pendukung dan pengangkutan batu bara dapat mengurangi waktu tunggu kapal
  untuk bongkar muat, yang mana akan menurunkan biaya operasional pengiriman dan
  mempertahankan keunggulan Perseroan sebagai produsen batu bara dengan biaya produksi terendah
  di Indonesia;


                                                              Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 21
Page 35
• Pembangunan proyek fasilitas pendukung dan pengangkutan batu bara dapat menciptakan lapangan
  pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar baik dalam pengerjaan proyek konstruksi nya maupun dalam
  hal pengoperasian setelah infrastruktur dibangun.

Kelemahan
• Ketergantungan pada stabilitas harga komoditas batu bara dan permintaan batu bara di pasar global
   membuat fluktuasi yang dapat mempengaruhi profitabilitas Perseroan.

Peluang
• Kebijakan Pemerintah dalam hal hilirisasi dan ketahanan energi nasional yang saat ini sedang
   digencarkan dapat memberikan dampak positif dalam hal kemudahan perizinan ataupun pemberian
   insentif guna mendukung pengembangan infrastruktur energi dan logistik di dalam negeri;
• Dalam jangka menengah dan panjang, masih ada peluang pertumbuhan yang cukup besar dalam
   permintaan batu bara di pasar global, terlebih untuk pasar Asia yang terus berkembang.

Ancaman
• Persaingan di industri produsen batu bara internasional (seperti India, China, Australia) dimana dalam
  setiap perubahan kebijakan dapat mempengaruhi fluktuasi harga batu bara yang dapat berimbas
  pada profitabilitas Perseroan;
• Dinamika gejolak geopolitik yang akhir-akhir ini terjadi secara global dapat memberikan
  ketidakpastian yanag dapat mempengaruhi harga komoditas batu bara sewaktu-waktu. Hal ini
  dikarenakan komoditas batu bara sendiri merupakan subtitusi dari komoditas energi utama seperti
  minyak bumi dan gas alam;
• Industri pertambangan batu bara dihadapkan pada tekanan mematuhi regulasi lingkungan yang
  semakin ketat, yang dapat menimbulkan biaya tambahan dan memunculkan kendala operasional.

1.5. Pertimbangan dan Alasan dilakukannya Transaksi
Rencana Transaksi dilakukan dalam rangka pengalihan sejumlah aset berupa Dermaga 3A Terminal
Khusus Batu Bara Muara Pahu (Muara Pahu Jetty) beserta infrastruktur dan fasilitas pendukungnya dari
PT Fajar Sakti Prima kepada PT Bayan Resources Tbk (“Perseroan”). Transaksi ini dilaksanakan sebagai
bagian dari strategi optimalisasi operasional dan pengembangan infrastruktur logistik Perseroan secara
terintegrasi di lingkungan grup usaha Bayan.

Dengan dialihkannya Muara Pahu Jetty kepada Perseroan, fasilitas tersebut selanjutnya dapat
dimanfaatkan secara lebih optimal oleh Perseroan maupun entitas anak dalam grup usaha yang
beroperasi di wilayah yang sama, antara lain PT Bara Tabang, PT Fajar Sakti Prima, PT Tiwa Abadi, dan PT
Tanur Jaya. Pemanfaatan fasilitas secara terintegrasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi
operasional, memperkuat sinergi antar entitas dalam grup, serta memberikan dampak positif terhadap
peningkatan profitabilitas Perseroan secara konsolidasi.

Selain itu, pengembangan dan penambahan fasilitas pengangkutan Muara Pahu Jetty diharapkan dapat
meningkatkan kapasitas dan kelancaran distribusi logistik batu bara Perseroan. Peningkatan kapasitas
fasilitas tersebut sejalan dengan rencana peningkatan produksi batu bara grup usaha Bayan serta upaya
Perseroan dalam memenuhi permintaan pasar dan target penjualan yang terus berkembang.



                                                              Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 22
Page 36
Keberadaan fasilitas pengangkutan yang lebih memadai juga diharapkan dapat meminimalkan potensi
keterlambatan pengiriman batu bara kepada pelanggan, sehingga dapat meningkatkan keandalan
operasional dan kualitas layanan Perseroan. Di samping itu, penambahan fasilitas tersebut dapat
menjadi langkah mitigasi risiko operasional apabila salah satu fasilitas pengangkutan mengalami
kendala teknis, sehingga kegiatan distribusi batu bara tetap dapat berjalan secara berkesinambungan.
Rencana Transaksi ini juga merupakan bagian dari strategi investasi jangka panjang Perseroan dalam
mendukung pengembangan infrastruktur operasional yang berkelanjutan guna memperkuat posisi
Perseroan dan grup usaha Bayan dalam industri pertambangan batu bara.

1.6. Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi memberikan keuntungan bagi Perseroan yaitu:
1. Biaya operasional Perseroan akan menjadi lebih efisien dan efektif dalam supply chain
    transshipment batu bara sebagai salah satu penunjang utama kegiatan operasional, yang menjadi
    bagian dari alur distribusi batu bara yang menjadi komoditas utama dari grup;
2. Menyelaraskan bisnis usaha Perseroan dan Anak Perseroan sebagai produsen Batu bara dan
    pengelola layanan Terminal Pengangkutan Batu bara.

Sedangkan kerugian yang timbul atas dilakukannya Rencana Transaksi bagi Perseroan yaitu memerlukan
waktu yang cukup panjang dalam pembangunan perluasan Terminal sehingga berdampak pada
kapasitas transshipment yang diharapkan.




                                                            Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 23
Page 37
4.        ANALISIS KUANTITATIF

4.1. Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban, dan Kondisi Keuangan Perseroan
4.1.1. Laporan Posisi Keuangan Historis
Berikut merupakan laporan posisi keuangan audit konsolidasi Perseroan per 31 Desember tahun 2021-
2025 (dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain):

                                                         Tabel 3. Laporan Posisi Keuangan
                                                              Audited         Audited             Audited         Audited         Audited
                                                             31-Des-21       31-Des-22           31-Des-23       31-Des-24       31-Des-25
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas                                            980.507.356    1.826.876.780        917.343.776     912.152.046     574.566.067
Kas dan setara kas yang dibatasi penggunaanya, bagian                   -                -                  -               -               -
lancar
Piutang usaha-net                                             215.449.936     400.703.566         319.063.755     307.007.330     258.247.903
Piutang non usaha-net                                           2.148.079       4.640.139           9.761.045       7.636.746       8.486.573
Piutang Derivatif                                              34.776.540       6.863.655           1.535.660               -               -
Persediaan-net                                                 94.776.525     118.194.855         201.810.803     248.039.850     233.675.990
Pajak Dibayar Dimuka, bagian lancar                            72.348.606      32.114.430         423.707.435     244.287.531     256.199.941
Uang muka dan biaya dibayar dimuka, bagian lancar
                                                                18.425.747      11.029.812          27.971.641      46.440.326      44.000.157
Aset lancar lain-lain                                                    -               -                   -               -      73.593.616
Total aset lancar                                            1.418.432.789   2.400.423.237       1.901.194.115   1.765.563.829   1.448.770.247

Aset Tak Lancar
Kas dan setara kas yang dibatasi penggunaanya, bagian
tidak lancar                                                   14.260.030      14.737.172          21.651.318      31.835.070      36.366.699
Piutang non usaha-net                                              21.528          30.188              26.470          93.517          75.454
Uang muka dan biaya dibayar dimuka, bagian tidak
lancar                                                         65.805.882      64.325.705          53.388.961      38.078.195       16.844.182
Pajak dibayar dimuka, bagian tidak lancar                      82.499.570     419.487.164         275.545.288     414.654.607      375.690.098
Investasi obligasi                                                                                                                 178.762.960
Aset tetap                                                     424.546.437     564.693.088         718.143.919     797.637.797     859.433.252
Aset hak-guna                                                            -               -                   -               -               -
Aset eksplorasi dan evaluasi                                             -               -                   -               -               -
Aset pajak tangguhan                                            26.694.787      60.004.786          47.310.870      44.208.944      37.927.619
Properti pertambangan                                          389.994.706     393.096.867         400.117.235     408.493.115     405.751.634
Aset tidak lancar lainnya                                       11.456.462      28.660.658          26.941.640      20.890.860      15.422.299
Total aset tak lancar                                        1.015.279.402   1.545.035.628       1.543.125.701   1.755.892.105   1.926.274.197
Total Aset                                                   2.433.712.191   3.945.458.865       3.444.319.816   3.521.455.934   3.375.044.444

Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha                                                    88.093.701      122.205.849         193.432.921     235.357.040    241.097.886
Utang pajak                                                   273.285.334      451.681.772         118.313.347      87.081.720     74.403.355
Utang derivatif, jangka pendek                                          -       77.498.638             657.650               -              -
Liabilitas sewa, jangka pendek                                          -                -                   -               -              -
Akrual                                                         81.759.225      174.642.700         119.828.259     109.831.760    116.686.629
Pinjaman bank jangka pendek                                             -                -         396.874.323     337.541.757              -
Uang muka dari pelanggan                                                -                -                   -               -              -
Liabilitas kontrak                                              7.193.516        1.123.726             436.040         103.713      8.831.435
Utang lain-lain                                                 2.650.024        4.367.890           9.055.601       6.382.915      2.191.578
Deposito terkait penjualan aset                                         -                -                   -               -     80.000.000
Liabilitas atas kelompok lepasan dimiliki untuk dijual                  -                -                   -               -     21.062.628
Utang dividen                                                           -    1.000.000.050         500.000.025     300.000.015              -
Total liabilitas jangka pendek                                452.981.800    1.831.520.625       1.338.598.166   1.076.298.920    544.273.511

Liabilitas Jangka Panjang
Senior Notes                                                            -               -                   -               -               -
Liabilitas imbalan kerja, jangka panjang                       10.867.900      10.091.142          12.182.702      11.922.930      12.705.954
Utang derivatif, jangka panjang                                         -               -                   -               -               -
Liabilitas pajak tangguhan                                     82.024.178      81.929.483          82.785.822      81.938.691      82.643.547
Liabilitas sewa, jangka panjang                                         -               -                   -               -               -
Provisi untuk pembongkaran, pemindahan, reklamasi
dan restorasi                                                  24.931.939       26.627.068          31.934.924      37.452.982     40.837.148
Total Liabilitas jangka panjang                               117.824.017      118.647.693         126.903.448     131.314.603    136.186.649
Total Liabilitas                                              570.805.817    1.950.168.318       1.465.501.614   1.207.613.523    680.460.160




                                                                                             Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 24
Page 38
                                               Audited          Audited            Audited          Audited          Audited
                                              31-Des-21        31-Des-22          31-Des-23        31-Des-24        31-Des-25
Ekuitas
Modal ditempatkan dan disetor penuh              35.685.809       35.685.809         35.685.809       35.685.809       35.685.809
Tambahan modal disetor                          200.202.189      200.202.189        191.683.185      191.683.185      191.683.185
Modal donasi                                         48.466           48.466                  -                -                -
Komponen ekuitas lain                             1.886.148        1.886.148          1.934.614        1.886.148        1.886.148
Cadangan lindung nilai arus kas                  26.693.433      (57.100.920)                 -                -                -
Cadangan lain-lain                             (106.274.977)    (106.274.977)      (106.274.977)    (106.274.977)    (106.274.977)
Saldo laba:
-dicadangkan                                      8.176.536        8.176.536          8.176.536        8.176.536        8.176.536
-tidak dicadangkan                            1.633.761.316    1.811.923.690      1.750.131.799    2.072.968.622    2.440.477.588
                                              1.800.178.920    1.894.546.941      1.881.336.966    2.204.125.323    2.571.634.289
Kepentingan non-pengendali                       62.727.454      100.743.606         97.481.236      109.717.088      122.949.995
Total Ekuitas                                 1.862.906.374    1.995.290.547      1.978.818.202    2.313.842.411    2.694.584.284
Total Liabilitas dan Ekuitas                  2.433.712.191    3.945.458.865      3.444.319.816    3.521.455.934    3.375.044.444


                         Sumber: Laporan Keuangan Audit Konsolidasi Perseroan 31 Desember 2021-2025


Kas dan Setara Kas
Total kas dan setara kas Perseroan per 31 Desember tahun 2021-2024 masing-masing USD980,51 juta,
USD1,83 miliar, USD917,34 juta, USD912,15 juta, dan USD574,57 juta. Perseroan memiliki rasio kas
tahun 2021-2025 masing-masing sebesar 2,16 kali, 1,00 kali, 0,69 kali, 0,85 kali, dan 1,06 kali.

Aset Lancar
Total aset lancar Perseroan per 31 Desember tahun 2021-2025 masing-masing sebesar USD1,42 miliar,
USD2,40 miliar, USD1,90 miliar, USD1,77 miliar, USD1,45 miliar. Sebagian besar aset lancar terdiri dari
kas dan setara kas, piutang usaha, dan persediaan. Current ratio Perseroan per 31 Desember tahun
2021-2025 masing-masing sebesar 3,13 kali, 1,31 kali, 1,42 kali, 1,64 kali, dan 2,66 kali.

Piutang Usaha
Total piutang usaha Perseroan per 31 Desember tahun 2021-2025 yang tercatat pada aset lancar
Perseroan masing-masing sebesar USD215,45 juta, USD400,70 juta, USD319,06 juta, USD307,01 juta,
USD258,25 juta. Hari piutang usaha per 31 Desember tahun 2021-2025 masing-masing sebesar 27 hari,
31 hari, 32 hari, 32 hari, dan 27 hari. Rata-rata hari piutang usaha Perseroan dari 31 Desember tahun
2021-2025 adalah sebesar 30 hari.

Persediaan
Persediaan Perseroan per 31 Desember tahun 2021-2025 masing-masing sebesar USD94,78 juta,
USD118,19 juta, USD201,81 juta, USD248,04 juta, USD233,68 juta. Hari persediaan per 31 Desember
tahun 2021-2025 masing-masing sebesar 31 hari, 28 hari, 38 hari, 42 hari, dan 36 hari.

Aset Tetap
Perseroan mencatatkan aset tetap per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar USD424,55
juta, USD564,69 juta, USD718,14 juta, USD797,64 juta, dan USD859,43 juta atau berkisar 14,31% -
25,46% dari total aset per 31 Desember 2021-2025. Aset tetap Perseroan berupa tanah, bangunan dan
infrastruktur, fasilitas pelabuhan, alat pengangkutan, peralatan dan perlengkapan kantor, mesin dan
peralatan, tanaman produktif, peralatan lain, dan aset dalam penyelesaian.




                                                                                Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 25
Page 39
Utang Usaha
Utang usaha Perseroan per per 31 Desember tahun 2021-2025 masing-masing sebesar USD88,09 juta,
USD122,21 juta, USD193,43 juta, USD235,36 juta, dan USD241,10 juta. Hari utang usaha per 31
Desember tahun 2021-2025 masing-masing sebesar 29 hari, 29 hari, 36 hari, 40 hari, dan 37 hari.

Liabilitas Jangka Pendek
Total liabilitas jangka pendek Perseroan per 31 Desember tahun 2021-2025 masing-masing sebesar
USD452,98 juta, USD1,83 miliar, USD1,34 miliar, USD1,08 miliar, dan USD544,27 juta. Liabilitas jangka
pendek Perseroan terdiri dari utang usaha, utang pajak, akrual, liabilitas kontrak, dan utang lain-lain.

Liabilitas Jangka Panjang
Total liabilitas jangka panjang Perseroan per 31 Desember tahun 2021-2025 masing-masing sebesar
USD117,82 juta, USD118,65 juta, USD126,90 juta, USD131,31 juta, dan USD136,19 juta. Liabilitas
jangka panjang Perseroan terdiri dari liabilitas imbalan kerja, liabilitas pajak tangguhan, dan provisi untuk
pembongkaran, pemindahan, reklamasi dan restorasi.

Total Ekuitas
Total ekuitas Perseroan per 31 Desember tahun 2021-2025 masing-masing sebesar USD1,86 miliar,
USD2,00 miliar, USD1,98 miliar, USD2,31 miliar, dan USD2,69 miliar. Modal saham Perseroan per 31
Desember tahun 2021-2025 masing-masing sebesar USD35,69 juta.

4.1.2. Laporan Laba Rugi Historis
Berikut merupakan laporan laba rugi Perseroan yang telah diaudit periode 12 bulan yang berakhir 31
Desember 2021-2025 (dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain):

                                              Tabel 4. Laporan Laba Rugi
                                                Audited            Audited              Audited            Audited            Audited
                                                FY2021             FY2022               FY2023             FY2024             FY2025
Pendapatan                                    2.852.219.928      4.703.622.038        3.581.375.403      3.446.214.954      3.427.576.485
Beban pokok pendapatan                       (1.105.766.702)    (1.543.553.155)      (1.917.152.140)    (2.113.429.456)    (2.321.274.978)
Laba bruto                                    1.746.453.226      3.160.068.883        1.664.223.263      1.332.785.498      1.106.301.507
Beban penjualan                                  (30.000.319)     (140.417.246)           28.442.512        (38.792.502)       (31.121.554)
Beban umum dan administrasi                      (38.177.057)       (77.495.451)         (85.491.675)       (81.260.038)       (72.805.449)
Penghasilan keuangan                               4.110.636         14.791.554           25.388.234         27.805.486         27.953.090
Beban keuangan                                   (50.549.536)        (2.673.938)          (6.630.453)       (17.838.242)        (8.699.105)
(Beban)/pendapatan lain-lain, neto                (4.263.209)        (8.963.741)           7.036.615        (17.177.673)        (9.609.227)
Laba sebelum pajak                            1.627.573.741      2.945.310.061        1.632.968.496      1.205.522.529      1.012.019.262
Beban pajak penghasilan                        (361.616.399)      (643.704.514)        (353.387.654)      (262.147.463)      (227.968.076)
Laba tahun berjalan                           1.265.957.342      2.301.605.547        1.279.580.842        943.375.066        784.051.186


                         Sumber: Laporan Keuangan Audit Konsolidasi Perseroan 31 Desember 2021-2025


Pendapatan
Total penjualan Perseroan pada 31 Desember tahun 2021-2025 masing-masing sebesar USD2,85 miliar,
USD4,70 miliar, USD3,58 miliar, USD3,45 miliar, USD3,43 miliar. Pendapatan Perseroan terdiri dari
pendapatan batu bara dan non batu bara.

Beban Pokok Penjualan
Total beban pokok penjualan pada 31 Desember tahun 2021-2025 masing-masing sebesar USD1,11
miliar, USD1,54 miliar, USD1,92 miliar, USD2,11 miliar, dan USD2,32 miliar. Persentase beban pokok


                                                                                   Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 26
Page 40
penjualan terhadap total penjualan neto per 31 Desember tahun 2021-2025 masing-masing sebesar
38,77%, 32,82%, 53,53%, 61,33%, dan 67,72%.

Laba Bruto
Perseroan membukukan laba bruto pada 31 Desember tahun 2021-2025 masing-masing sebesar
USD1,75 miliar, USD3,16 miliar, USD1,66 miliar, USD1,33 miliar, dan USD1,11 miliar dengan gross profit
(loss) margin masing-masing sebesar 61,23%, 67,18%, 46,47%, 38,67%, dan 32,28%.

Laba Tahun Berjalan
Perseroan membukukan laba tahun berjalan pada 31 Desember tahun 2021-2025 masing-masing
sebesar USD1,27 miliar, USD2,30 miliar, USD1,28 miliar, USD943,38 juta, dan USD784,05 juta dengan
net profit margin masing-masing sebesar 44,38%, 48,93%, 35,73%, 27,37%, dan 22,87%.

4.1.3. Laporan Arus Kas Historis
Berikut merupakan laporan audit arus kas konsolidasi Perseroan periode 12 bulan Januari-Desember
tahun 2021-2025 (dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain):

                                                       Tabel 5. Laporan Arus Kas
                                                          Audited            Audited            Audited            Audited            Audited
                                                          FY 2021            FY 2022            FY 2023            FY 2024            FY 2025
AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan                                2.790.210.217      4.512.298.618      3.662.327.528      3.457.939.052      3.470.780.862
Pembayaran kepada pemasok                               (1.005.766.006)    (1.402.847.641)    (1.677.016.868)    (1.901.610.160)    (2.120.200.990)
Pembayaran kepada direktur dan karyawan                     (70.170.221)     (118.494.152)      (186.088.288)      (155.649.024)      (138.846.733)
Pembayaran beban keuangan                                   (31.294.079)        (1.687.500)        (3.670.431)       (17.460.143)        (7.821.530)
Pembayaran royalti/iuran eksploitasi                      (164.741.919)      (347.168.117)      (379.714.908)      (259.430.636)      (263.453.271)
Pembayaran pajak penghasilan                              (119.701.026)      (590.496.773)      (848.022.911)      (422.670.121)      (320.754.584)
Penerimaan pengembalian pajak                              112.344.053         78.674.548        164.251.416        359.344.186        358.596.573
Pembayaran lain-lain                                           (790.087)          (646.957)          (661.547)          (619.530)          (744.765)
Kas dihasilkan (digunakan) untuk aktivitas operasi       1.510.090.932      2.129.632.026        731.403.991      1.059.843.624        977.555.562

AKTIVITAS INVESTASI
Pembelian aset tetap                                     (174.142.189)       (193.514.292)      (204.492.815)     (163.942.800)       (165.404.387)
Pembayaran atas penambahan properti pertambangan           (3.062.236)         (4.485.843)       (11.276.507)      (15.663.454)         (5.529.266)
Pembayaran kas atas akuisisi bisnis                                 -                   -                  -        (6.760.242)                  -
Pembayaran kas atas akuisisi entitas sepengendali                   -                   -         (9.197.064)                -                   -
Hasil penjualan aset tetap                                    256.145           1.125.886          1.318.799         2.233.787           1.790.582
Penerimaan uang muka dari penjualan aset tetap                      -                   -                  -                 -          80.000.000
Penempatan investasi obligasi                                                                                                         (179.083.094)
Penerimaan penghasilan keuangan                              4.110.636        14.791.554         25.388.234         27.805.486          27.953.090
Penerimaan/(penempatan) kas dan setara kas yang
dibatasi penggunaannya                                      8.417.557           (477.142)         (6.914.146)       (10.183.752)        (8.857.131)
Kas dihasilkan (digunakan) untuk aktivitas investasi     (164.420.087)      (182.559.837)      (205.173.499)      (166.510.975)      (249.130.206)

AKTIVITAS PENDANAAN
Perolehan kas dari pinjaman bank jangka pendek            100.000.000         100.000.000        545.000.000       400.000.000                   -
Pembayaran kembali atas pinjaman bank                    (100.000.000)       (100.000.000)      (145.000.000)     (460.000.000)       (340.000.000)
Pembayaran biaya perolehan pinjaman                        (1.025.000)         (1.083.958)        (2.975.000)         (700.000)         (1.500.000)
Pembayaran dividen kepada pemilik entitas induk          (300.000.015)     (1.000.000.050)                 -       (10.239.758)       (700.000.035)
Pembayaran dividen kepada non pengendali                  (20.578.183)        (85.114.774)    (1.800.000.090)     (800.000.040)         (2.931.629)
Akuisisi kepentingan pada entitas anak nonpengendali                -                   -        (44.260.126)       (8.496.345)                  -
Perolehan kas dari penerbitan Senior Notes                          -                   -                  -                 -                   -
Pembayaran kembali atas Senior Notes                     (400.000.000)                  -                  -                 -                   -
Premi pembayaran atas pembayaran kembali Senior
Notes                                                      (26.501.789)                 -                  -                 -                   -
Pembayaran Liabilitas sewa                                    (562.336)                 -                  -                 -                   -
Kas dihasilkan (digunakan) untuk aktivitas pendanaan     (748.667.323)     (1.086.198.782)    (1.447.235.216)     (879.436.143)     (1.044.431.664)




                                                                                         Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 27
Page 41
                                                          Audited         Audited            Audited        Audited          Audited
                                                          FY 2021         FY 2022            FY 2023        FY 2024          FY 2025
Kenaikan (penurunan) bersih kas dan setara kas            597.003.522     860.873.407       (921.004.724)    13.896.506     (316.006.308)
Kas dan setara kas awal tahun                             383.810.000     980.507.356      1.826.876.780    917.343.776      912.152.046
Pelepasan kas atas klasifikasi aset yang dimiliki untuk
dijual                                                              -                 -                -               -     (14.205.337)
Dampak perubahan selisih kurs terhadap kas dan setara
kas                                                          (306.166)      (14.503.983)     11.471.720      (19.088.236)     (7.374.334)
Kas dan setara kas akhir tahun                            980.507.356    1.826.876.780      917.343.776     912.152.046     574.566.067


                          Sumber: Laporan Keuangan Audit Konsolidasi Perseroan 31 Desember 2021-2025


Aktivitas Operasi
Selama periode 12 bulan Januari-Desember tahun 2021-2025 Perseroan mencatat arus kas yang
dihasilkan dari aktivitas operasi masing masing sebesar USD1,51 miliar, USD2,13 miliar, USD731,40
juta, USD1,06 miliar, dan USD977,56 juta.

Aktivitas Investasi
Selama periode 12 bulan Januari-Desember tahun 2021-2025 Perseroan mencatat arus kas yang
digunakan dalam aktivitas investasi masing-masing sebesar USD164,42 juta, USD182,56 juta,
USD205,17 juta, USD166,51 juta, dadn USD249,13 juta. Aktivitas investasi sebagian besar adalah berupa
pembelian aset tetap dan pembayaran atas penambahan properti pertambangan.

Aktivitas Pendanaan
Pada periode 12 bulan Januari-Desember tahun 2021-2025 Perseroan mencatat arus kas yang digunakan
dalam aktivitas pendanaan masing-masing sebesar USD748,67 juta, USD1,09 miliar, USD1,45 miliar,
USD879,44 juta, dan USD1,04 miliar. Aktivitas pendanaan sebagian besar digunakan untuk pembayaran
kembali atas pinjaman bank, pembayaran biaya perolehan pinjaman, dan pembayaran dividen kepada
pemilik entitas induk dan non pengendali.

4.1.4. Analisis Rasio Keuangan
Likuiditas
Likuiditas dihitung berdasarkan perbandingan antara aset lancar dibandingkan dengan liabilitas lancar,
yang mencerminkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi liabilitas-liabilitas jangka pendeknya.
Rasio lancar Perseroan per 31 Desember tahun 2021-2025 masing-masing sebesar 3,13 kali, 1,31 kali,
1,42 kali, 1,64 kali, dan 2,66 kali. Rasio cepat Perseroan per 31 Desember tahun 2021-2025 masing-
masing sebesar 2,92 kali, 1,25 kali, 1,27 kali, 1,41 kali, dan 2,23 kali. Rasio kas Perseroan per 31
Desember 2021-2025 masing-masing sebesar 2,16 kali, 1,00 kali, 0,69 kali, 0,85 kali, dan 1,06 kali.

Profitabilitas
Rasio profitabilitas adalah rasio atau perbandingan untuk mengetahui kemampuan Perseroan untuk
mendapatkan laba dari pendapatan, aset, dan ekuitas berdasarkan dasar pengukuran tertentu. Rata-rata
marjin laba kotor Perseroan per 31 Desember tahun 2021-2025 adalah sebesar 49,17%. Sementara itu,
rata-rata marjin laba (rugi) bersih yang berhasil dicapai Perseroan selama tahun 2021-2025 adalah
sebesar 33,86%.




                                                                                      Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 28
Page 42
Aktivitas
Berdasarkan analisis atas rasio aktivitas Perseroan 31 Desember tahun 2021-2025 rata-rata hari
perputaran piutang usaha di 30 hari, hari perputaran persediaan di 35 hari, dan hari perputaran utang
usaha di 34 hari.

Solvabilitas
Rasio solvabilitas adalah rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan Perseroan dalam membayar
seluruh utangnya baik utang jangka pendek maupun utang jangka panjang. Perseroan memiliki rata-rata
debt to asset ratio per 31 Desember tahun 2021-2025 sebesar 4,22% dan rata-rata debt to equity ratio
sebesar 6,93%.

Berikut merupakan analisis rasio keuangan Perseroan per 31 Desember tahun 2021-2025:

                                       Tabel 6. Analisis Rasio Keuangan
                                    Audited         Audited        Audited        Audited        Audited        Average
                                    FY2021          FY2022         FY2023         FY2024         FY2025         Historis
LIQUIDITY RATIOS
Current ratio                             3,13            1,31           1,42           1,64           2,66           2,03
Quick ratio                               2,92            1,25           1,27           1,41           2,23           1,82
Cash ratio                                2,16            1,00           0,69           0,85           1,06           1,15

PROFITABILITY RATIOS
Gross profit margin                    61,23%          67,18%         46,47%         38,67%         32,28%         49,17%
Net profit margin                      44,38%          48,93%         35,73%         27,37%         22,87%         35,86%

ACTIVITY RATIOS
Acc. Receivable turnover                      13              12             11             11             13              12
Inventory turnover                            12              13              9              9             10              11
Acc. Payable turnover                         13              13             10              9             10              11
Days of Acc. Receivable                       27              31             32             32             27              30
Days of Inventory                             31              28             38             42             36              35
Days of Acc. Payable                          29              29             36             40             37              34

SOLVENCY RATIOS
Debt to Equity                          0,00%           0,00%         20,06%         14,59%          0,00%          6,93%
Debt to Assets                          0,00%           0,00%         11,52%          9,59%          0,00%          4,22%
Total Liabilities to Total Assets      23,45%          49,43%         42,55%         34,29%         20,16%         33,98%
Total Liabilities to Total Equity      30,64%          97,74%         74,06%         52,19%         25,25%         55,98%
                                                   Sumber: Data Olahan


4.2. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
Kewajaran Nilai Transaksi berdasarkan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 (“POJK. 35/2020”) tentang
Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Usaha di Pasar Modal, menyatakan bahwa batas
atas dan batas bawah pada kisaran nilai tidak melebihi 7,50% dari nilai hasil penilaian. Berdasarkan
laporan penilaian aset PT Bayan Resources Tbk No. 00656/2.0120-00/PP/02/0374/1/VI/2026 tanggal 19
Juni 2026 oleh KJPP Herman Meirizki dan Rekan, menyatakan bahwa nilai pasar aset Perseroan per 31
Desember 2025 yaitu sebesar Rp163.917.844.000,- atau ekuivalen dengan USD9.767.479,68,-
berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia untuk mata uang USD terhadap Rupiah per 31 Desember yaitu
sebesar Rp16.782,-. Berikut analisis kewajaran nilai transaksi atas Rencana Transaksi (dalam USD,
kecuali dinyatakan lain):




                                                                         Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 29
Page 43
                               Tabel 7. Perbandingan Harga Penawaran
    Batas Bawah              Hasil               Batas Atas
                                                                   Rencana Transaksi           Kewajaran
       7,5%                Penilaian               7,5%
          9.034.919         9.767.479,68            10.500.041            9.767.479,68            Wajar
                                             Sumber: Data Olahan


Rencana Transaksi dilakukan pada harga USD9.767.479,68 atau berada pada rentang batas atas 7,5%
dan batas bawah 7,5% dari hasil penilaian.

4.3. Analisis Proforma
Pelaksanaan Rencana Transaksi akan menyebabkan beberapa perubahan pada laporan posisi keuangan
Perseroan. Laporan proforma posisi keuangan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana Transaksi
memberikan gambaran mengenai efek dari Rencana Transaksi tersebut. Laporan posisi keuangan Tanpa
Rencana Transaksi diambil dari Laporan keuangan audit konsolidasi PT Bayan Resources Tbk untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan
Nomor 00203/2.1457/AU.1/02/0241-1/1/II/2026 tanggal 27 Februari 2026, sedangkan laporan
keuangan proforma dipersiapkan oleh manajemen Perseroan. Berikut merupakan proforma laporan
posisi keuangan dengan dan tanpa dilakukannya Rencana Transaksi (dalam USD, kecuali dinyatakan
lain):

                                     Tabel 8. Proforma Posisi Keuangan
                                              Audit             Penyesuaian                Proforma
                                            31-Des-25          Dr.        Cr.              31-Des-25
      Aset Lancar                          1.448.770.247               9.767.480         1.439.002.767
      Aset Tidak Lancar                    1.926.274.197    9.767.480                    1.936.041.677
      Total Aset                           3.375.044.444    9.767.480 9.767.480          3.375.044.444
      Liabilitas Jangka Pendek               544.273.511                                   544.273.511
      Liabilitas Jangka Panjang              136.186.649                                   136.186.649
      Total Liabilitas                       680.460.160              -             -      680.460.160
      Total Ekuitas                        2.694.584.284                                 2.694.584.284
      Total Liabilitas dan Ekuitas         3.375.044.444              -             -    3.375.044.444

                                             Sumber: Data Olahan


Secara keseluruhan efek Rencana Transaksi terhadap laporan posisi keuangan Perseroan adalah:
 • Aset tetap meningkat sebesar USD9.767.480 sehubungan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi;
 • Kas dan setara kas menurun sebagai akibat pembayaran pembelian aset tetap dalam Rencana
    Transaksi.

4.4. Penilaian Atas Proyeksi Laporan Keuangan
Proyeksi laporan keuangan telah dipersiapkan oleh manajemen Perseroan. Penilaian atas proyeksi
laporan keuangan dilakukan dengan membandingkan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana
Transaksi. Untuk kepentingan analisis, maka kurs menggunakan kurs tengah Rupiah terhadap Dolar
Amerika Serikat pada 31 Desember 2025 sebesar Rp16.782,- sesuai dengan tanggal laporan keuangan
dan tanggal pendapat kewajaran yang digunakan.




                                                                   Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 30
Page 44
Proyeksi Laporan Laba Rugi
Berikut adalah proyeksi laba rugi Perseroan periode 12 bulan dari bulan Januari-Desember tahun 2026-
2030 (dalam USD, kecuali dinyatakan lain):

                          Tabel 9. Proyeksi Laba Rugi Tanpa Rencana Transaksi
                                         Proyeksi       Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi
                                          FY 2026        FY 2027         FY 2028         FY 2029         FY 2030
PENDAPATAN                            3.824.632.884 4.743.334.649 4.771.680.158 4.840.085.522 4.905.989.965
BEBAN POKOK PENDAPATAN               (2.822.671.826) (3.360.932.244) (3.408.750.903) (3.388.588.062) (3.433.767.158)
LABA BRUTO                            1.001.961.058 1.382.402.405 1.362.929.255 1.451.497.460 1.472.222.807
BEBAN PENJUALAN                          (43.139.968)   (46.427.258)    (37.687.484)    (37.985.248)    (38.762.154)
BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI            (108.193.778) (104.244.592) (123.266.746) (128.068.164) (130.819.519)
BEBAN KEUANGAN                           (11.613.144)     (4.474.022)     (4.810.134)     (4.463.668)     (4.487.047)
PENGHASILAN KEUANGAN                      25.052.466     35.847.207      55.125.496        8.499.271       9.048.847
PENDAPATAN/(BEBAN) LAIN-LAIN, NETO        11.019.654     11.761.718      12.055.697      12.357.089      12.666.017
LABA SEBELUM PAJAK                      875.086.288 1.274.865.458 1.264.346.084 1.301.836.740 1.319.868.951
BEBAN PAJAK PENGHASILAN                (173.201.871) (249.127.970) (246.960.122) (255.022.371) (258.021.178)
LABA TAHUN BERJALAN                     701.884.417 1.025.737.488 1.017.385.962 1.046.814.369 1.061.847.773

                                        Sumber: Manajemen Perseroan


                        Tabel 10. Proyeksi Laba Rugi Dengan Rencana Transaksi
                                        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi
                                         FY 2026         FY 2027         FY 2028         FY 2029         FY 2030
PENDAPATAN                            4.061.562.649 5.217.194.179     5.245.539.688 5.313.945.052     5.379.849.495
BEBAN POKOK PENDAPATAN               (2.982.442.789) (3.678.634.611) (3.726.453.270) (3.706.290.429) (3.751.469.525)
LABA BRUTO                            1.079.119.860 1.538.559.569 1.519.086.419       1.607.654.624   1.628.379.971
BEBAN PENJUALAN                          (45.509.266)   (51.165.853)    (42.426.079)     (42.723.843)    (43.500.749)
BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI            (108.193.778)   (104.244.592)   (123.266.746)   (128.068.164)   (130.819.519)
BEBAN KEUANGAN                           (11.613.144)     (4.474.022)     (4.810.134)     (4.463.668)     (4.487.047)
PENGHASILAN KEUANGAN                      25.052.466     35.847.207      55.125.496        8.499.271       9.048.847
PENDAPATAN/(BEBAN) LAIN-LAIN, NETO        11.019.654     11.761.718      12.055.697       12.357.089      12.666.017
LABA SEBELUM PAJAK                      949.875.792 1.426.284.026 1.415.764.652       1.453.255.308   1.471.287.519
BEBAN PAJAK PENGHASILAN                (190.176.807)   (283.482.546)   (281.314.698)   (289.376.947)   (292.375.754)
LABA TAHUN BERJALAN                     759.698.985 1.142.801.480 1.134.449.954       1.163.878.361   1.178.911.765


                                        Sumber: Manajemen Perseroan


Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, Perseroan berpotensi meningkatkan laba melalui peningkatan
pendapatan dan efisiensi kegiatan operasional yang didukung oleh kepemilikan dermaga beserta
infrastruktur dan fasilitas pendukungnya.

Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Berikut adalah proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan
Rencana Transaksi per 31 Desember tahun 2026-2030 (dalam USD, kecuali dinyatakan lain):




                                                                    Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 31
Page 45
                  Tabel 11. Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi
                                       Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi
                                      31-Dec-26       31-Dec-27       31-Dec-28       31-Dec-29       31-Dec-30
ASET
ASET LANCAR
KAS DAN SETARA KAS                    851.197.055     974.965.295     925.492.075     939.071.015    1.175.957.166
PIUTANG USAHA
   - PIHAK KETIGA                     279.522.787     313.061.117     313.995.311     319.351.749     323.639.022
   - PIHAK BERELASI                           -               -               -               -               -
PIUTANG NON USAHA                       8.445.987       8.741.596       7.443.549       7.629.638       7.820.379
PERSEDIAAN                            391.714.335     417.046.505     446.121.924     458.388.528     469.952.186
PAJAK DIBAYAR DIMUKA,
     BAGIAN LANCAR                    405.829.402     323.722.852     310.926.777     380.236.091     377.402.663
UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR
     DI MUKA, BAGIAN LANCAR            51.614.731      28.177.112      16.485.310      16.593.583      16.704.563
ASET ATAS KELOMPOK LEPASAN
     DIMILIKI UNTUK DIJUAL                     -               -               -               -               -
JUMLAH ASET LANCAR                   1.988.324.297   2.065.714.477   2.020.464.946   2.121.270.604   2.371.475.979

ASET TIDAK LANCAR
KAS DAN SETARA KAS YANG DIBATASI
     PENGGUNAANNYA                     40.637.276      40.637.276      40.637.276      40.637.276      40.637.276
PIUTANG NON USAHA                             -               -               -               -               -
PAJAK DIBAYAR DIMUKA,
     BAGIAN TIDAK LANCAR              193.473.052     344.779.912     518.413.781     331.729.186     219.228.719
UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA
     BAGIAN TIDAK LANCAR                       -               -               -               -               -
INVESTASI OBLIGASI                     178.762.960     178.762.960     178.762.960     178.762.960     178.762.960
ASET TETAP                           1.006.003.780   1.000.159.920   1.008.209.585     905.176.586     811.964.605
ASET PAJAK TANGGUHAN                    50.071.821      48.728.106      48.555.696     189.418.794      80.465.948
PROPERTI PERTAMBANGAN                  340.755.202     383.942.496     392.330.268     367.043.994     386.492.365
ASET TIDAK LANCAR LAINNYA               17.254.242      57.288.012         915.706         938.598         962.063
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR             1.826.958.333   2.054.298.682   2.187.825.272   2.013.707.394   1.718.513.936
JUMLAH ASET                          3.815.282.630   4.120.013.159   4.208.290.218   4.134.977.998   4.089.989.915

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
UTANG USAHA
-PIHAK KETIGA                         282.421.932     273.583.500     275.701.055     272.472.009     276.470.377
-PIHAK BERELASI                        14.791.835      14.952.411      15.660.501      15.867.681      16.535.101
UTANG PAJAK
-PAJAK PENGHASILAN BADAN              129.448.724     264.435.980     157.651.814     134.663.096     152.578.665
-PAJAK LAIN-LAIN                       43.187.294      92.251.812             -               -               -
AKRUAL                                229.098.899     264.435.980     265.400.492     264.228.848     269.523.314
PINJAMAN BANK                                 -               -               -               -               -
LIABILITAS KONTRAK                            -               -               -               -               -
DEPOSIT TERKAIT PENJUALAN ASET
DIMILIKI UNTUK DIJUAL                          -               -               -               -               -
LIABILITAS ATAS KELOMPOK LEPASAN
DIMILIKI UNTUK DIJUAL                         -               -                -               -               -
UTANG LAIN-LAIN                         9.258.797      10.024.547       10.275.161      10.532.040      10.795.341
UTANG DIVIDEN                                 -        77.979.544      360.830.291     479.647.589     458.989.723
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK       708.207.481     997.663.774    1.085.519.314   1.177.411.263   1.184.892.521

LIABILITAS JANGKA PANJANG
LIABILITAS IMBALAN KERJA JANGKA
PANJANG                                17.279.006      18.159.349      16.515.467      17.301.835      17.818.675
LIABILITAS PAJAK TANGGUHAN             82.651.823      82.651.823      82.651.823      82.651.823      82.651.823
PROVISI UNTUK PEMBONGKARAN,
PEMINDAHAN, REKLAMASI DAN              37.480.671       38.792.494      34.749.708      35.618.450      36.508.911
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG      137.411.500      139.603.666     133.916.998     135.572.108     136.979.409
JUMLAH LIABILITAS                     845.618.981    1.137.267.440   1.219.436.312   1.312.983.371   1.321.871.930




                                                                     Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 32
Page 46
                                       Proyeksi         Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi
                                      31-Dec-26        31-Dec-27         31-Dec-28         31-Dec-29         31-Dec-30
EKUITAS
MODAL SAHAM                             35.685.809       35.685.809        35.685.809        35.685.809        35.685.809
TAMBAHAN MODAL DISETOR                 191.683.185      191.683.185       191.683.185       191.683.185       191.683.185
KOMPONEN EKUITAS LAINNYA                 1.886.148        1.886.148         1.886.148         1.886.148         1.886.148
CADANGAN LAIN-LAIN                    (106.274.977)    (106.274.977)     (106.274.977)     (106.274.977)     (106.274.977)
SALDO LABA :
- DICADANGKAN                            8.176.536        8.176.536        8.176.536         8.176.536          8.176.536
- TIDAK DICADANGKAN                  2.715.622.448    2.728.735.349    2.734.843.536     2.514.300.144      2.460.423.502
                                     2.846.779.149    2.859.892.050    2.866.000.237     2.645.456.845      2.591.580.203
KEPENTINGAN NON-PENGENDALI             122.884.500      122.853.669      122.853.669       176.537.782        176.537.782
JUMLAH EKUITAS                       2.969.663.649    2.982.745.719    2.988.853.906     2.821.994.627      2.768.117.985
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS        3.815.282.630    4.120.013.159    4.208.290.218     4.134.977.998      4.089.989.915


                                        Sumber: Manajemen Perseroan


                     Tabel 12. Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Rencana Transaksi
                                              Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi         Proyeksi
                                             31-Dec-26       31-Dec-27       31-Dec-28       31-Dec-29        31-Dec-30
ASET
ASET LANCAR
KAS DAN SETARA KAS                           930.069.084   1.194.606.445   1.268.522.706    1.405.491.128    1.765.766.760
PIUTANG USAHA
   - PIHAK KETIGA                            279.522.787     313.061.117     313.995.311      319.351.749     327.635.466
   - PIHAK BERELASI                                  -               -               -                -               -
PIUTANG NON USAHA                              8.445.987       8.741.596       7.443.549        7.629.638       7.820.379
PERSEDIAAN                                   391.714.335     417.046.505     446.121.924      458.388.528     469.952.186
PAJAK DIBAYAR DIMUKA,
     BAGIAN LANCAR                           405.829.402     323.722.852     310.926.777      380.236.091     377.402.663
UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR
     DI MUKA, BAGIAN LANCAR                   51.614.731      28.177.112      16.485.310       16.593.583      16.704.563
ASET ATAS KELOMPOK LEPASAN
     DIMILIKI UNTUK DIJUAL                           -               -               -                -                -
JUMLAH ASET LANCAR                         2.067.196.326   2.285.355.627   2.363.495.577    2.587.690.717    2.965.282.017

ASET TIDAK LANCAR
KAS DAN SETARA KAS YANG DIBATASI
     PENGGUNAANNYA                            40.637.276      40.637.276      40.637.276       40.637.276      40.637.276
PIUTANG NON USAHA                                    -               -               -                -               -
PAJAK DIBAYAR DIMUKA,
     BAGIAN TIDAK LANCAR                     193.473.052     344.779.912     518.413.781      331.729.186     219.228.719
UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA
     BAGIAN TIDAK LANCAR                             -             -             -             -             -
INVESTASI OBLIGASI                           178.762.960   178.762.960   178.762.960   178.762.960   178.762.960
ASET TETAP                                 1.004.290.553   996.859.800 1.003.322.571   898.702.678   803.903.803
ASET PAJAK TANGGUHAN                          50.071.821    48.728.106    48.555.696   189.418.794    80.465.948
PROPERTI PERTAMBANGAN                        340.755.202   383.942.496   392.330.268   367.043.994   386.492.365
ASET TIDAK LANCAR LAINNYA                     17.254.242    57.288.012       915.706       938.598       962.063
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR                   1.825.245.106 2.050.998.562 2.182.938.258 2.007.233.486 1.710.453.134
JUMLAH ASET                                3.892.441.432 4.336.354.188 4.546.433.835 4.594.924.203 4.675.735.151




                                                                       Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 33
Page 47
                                                    Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi
                                                   31-Dec-26       31-Dec-27       31-Dec-28       31-Dec-29       31-Dec-30
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
UTANG USAHA
-PIHAK KETIGA                                      301.766.166     298.071.033     287.547.543     289.057.093     276.470.377
-PIHAK BERELASI                                     14.791.835      14.952.411      15.660.501      15.867.681      16.535.101
UTANG PAJAK
-PAJAK PENGHASILAN BADAN                           129.448.724     281.410.916     192.006.390     169.017.672     152.578.665
-PAJAK LAIN-LAIN                                    43.187.294      92.251.812             -               -               -
AKRUAL                                             229.098.899     264.435.980     265.400.492     264.228.848     269.523.314
PINJAMAN BANK                                              -               -               -               -               -
LIABILITAS KONTRAK                                         -               -               -               -               -
DEPOSIT TERKAIT PENJUALAN ASET DIMILIKI UNTUK
DIJUAL                                                      -               -               -               -               -
LIABILITAS ATAS KELOMPOK LEPASAN DIMILIKI UNTUK
DIJUAL                                                     -             -             -             -             -
UTANG LAIN-LAIN                                      9.258.797    10.024.547    10.275.161    10.532.040    10.795.341
UTANG DIVIDEN                                              -      77.979.544   360.830.291   479.647.589   458.989.723
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK                    727.551.715 1.039.126.243 1.131.720.378 1.228.350.923 1.184.892.521

LIABILITAS JANGKA PANJANG
LIABILITAS IMBALAN KERJA JANGKA PANJANG             17.279.006      18.159.349      16.515.467      17.301.835      17.818.675
LIABILITAS PAJAK TANGGUHAN                          82.651.823      82.651.823      82.651.823      82.651.823      82.651.823
PROVISI UNTUK PEMBONGKARAN, PEMINDAHAN,
REKLAMASI DAN RESTORASI                             37.480.671    38.792.494    34.749.708    35.618.450    36.508.911
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG                   137.411.500   139.603.666   133.916.998   135.572.108   136.979.409
JUMLAH LIABILITAS                                  864.963.215 1.178.729.909 1.265.637.376 1.363.923.031 1.321.871.930

EKUITAS
MODAL SAHAM                                          35.685.809      35.685.809      35.685.809      35.685.809      35.685.809
TAMBAHAN MODAL DISETOR                              191.683.185     191.683.185     191.683.185     191.683.185     191.683.185
KOMPONEN EKUITAS LAINNYA                              1.886.148       1.886.148       1.886.148       1.886.148       1.886.148
CADANGAN LAIN-LAIN                                 (106.274.977)   (106.274.977)   (106.274.977)   (106.274.977)   (106.274.977)
SALDO LABA :
- DICADANGKAN                                         8.176.536     8.176.536     8.176.536     8.176.536     8.176.536
- TIDAK DICADANGKAN                               2.773.437.016 2.903.613.909 3.026.786.089 2.923.306.689 3.046.168.738
                                                  2.904.593.717 3.034.770.610 3.157.942.790 3.054.463.390 3.177.325.439
KEPENTINGAN NON-PENGENDALI                          122.884.500   122.853.669   122.853.669   176.537.782   176.537.782
JUMLAH EKUITAS                                    3.027.478.217 3.157.624.279 3.280.796.459 3.231.001.172 3.353.863.221
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                     3.892.441.432 4.336.354.188 4.546.433.835 4.594.924.203 4.675.735.151


                                              Sumber: Manajemen Perseroan


Berdasarkan analisis proyeksi laporan posisi keuangan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana
Transaksi, terdapat penambahan pada akun aset tetap sehubungan dengan perolehan aset dermaga
beserta infrastruktur dan fasilitas pendukungnya melalui Rencana Transaksi dan terdapat peningkatan
pada akun saldo laba yang berasal dari kenaikan laba tahun berjalan.

4.5. Analisis Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
Di bawah ini merupakan perbandingan analisis proyeksi rasio keuangan dengan membandingkan antara
Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana Transaksi.




                                                                            Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 34
Page 48
           Tabel 13. Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
                                        FY2026      FY2027      FY2028     FY2029      FY2030
LIQUIDITY RATIO
Liquidity ratio (dengan transaksi)           2,84        2,20       2,09        2,11       2,50
Liquidity ratio (tanpa transaksi)            2,81        2,07       1,86        1,80       2,00
Selisih                                      0,03        0,13       0,23        0,30       0,50

QUICK RATIO
Quick ratio (dengan transaksi)               2,30          1,80            1,69           1,73           2,11
Quick ratio (tanpa transaksi)                2,25          1,65            1,45           1,41           1,60
Selisih                                      0,05          0,15            0,24           0,32           0,50

CASH RATIO
Cash ratio (dengan transaksi)                1,28          1,15            1,12           1,14           1,49
Cash ratio (tanpa transaksi)                 1,20          0,98            0,85           0,80           0,99
Selisih                                      0,08          0,17            0,27           0,35           0,50

NET PROFIT MARGIN
Net profit margin (dengan transaksi)       18,70%        21,90%         21,63%         21,90%          21,91%
Net profit margin (tanpa transaksi)        18,35%        21,62%         21,32%         21,63%          21,64%
Selisih                                     0,35%         0,28%          0,31%          0,27%           0,27%

                                            Sumber: Data Olahan


Berdasarkan hasil analisis proyeksi rasio keuangan tahun 2026–2030, Rencana Transaksi memberikan
dampak positif terhadap kinerja keuangan Perseroan yang tercermin dari peningkatan rasio likuiditas,
yaitu Liquidity Ratio, Quick Ratio, dan Cash Ratio, serta peningkatan rasio profitabilitas yang ditunjukkan
oleh Net Profit Margin dibandingkan kondisi Tanpa Rencana Transaksi. Peningkatan tersebut
menunjukkan bahwa Rencana Transaksi berpotensi memperkuat kemampuan Perseroan dalam
memenuhi kewajiban jangka pendeknya serta meningkatkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba.

4.6. Analisis Inkremental
Berdasarkan analisis terhadap proyeksi laporan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana
Transaksi, berikut adalah analisis inkremental yang digunakan untuk analisis kontribusi nilai tambah
yang dapat dilihat pada tabel berikut (dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain):




                                                                  Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 35
Page 49
                                         Tabel 14. Analisis Inkremental
                                          FY2026           FY2027          FY2028          FY2029          FY2030
PENDAPATAN
Pendapatan (dengan transaksi)           4.061.562.649    5.217.194.179   5.245.539.688   5.313.945.052   5.379.849.495
Pendapatan (tanpa transaksi)            3.824.632.884    4.743.334.649   4.771.680.158   4.840.085.522   4.905.989.965
Selisih                                   236.929.765      473.859.530     473.859.530     473.859.530     473.859.530

LABA SEBELUM PAJAK
Laba Sebelum Pajak (dengan transaksi)    949.875.792     1.426.284.026   1.415.764.652   1.453.255.308   1.471.287.519
Laba Sebelum Pajak (tanpa transaksi)     875.086.288     1.274.865.458   1.264.346.084   1.301.836.740   1.319.868.951
Selisih                                   74.789.504       151.418.568     151.418.568     151.418.568     151.418.568

LABA SETELAH PAJAK
Laba Setelah Pajak (dengan transaksi)    759.698.985     1.142.801.480   1.134.449.954   1.163.878.361   1.178.911.765
Laba Setelah Pajak (tanpa transaksi)     701.884.417     1.025.737.488   1.017.385.962   1.046.814.369   1.061.847.773
Selisih                                   57.814.568       117.063.992     117.063.992     117.063.992     117.063.992

TOTAL ASET
Total Aset (dengan transaksi)           3.892.441.432    4.336.354.188   4.546.433.835   4.594.924.203   4.675.735.150
Total Aset (tanpa transaksi)            3.815.282.630    4.120.013.159   4.208.290.218   4.134.977.998   4.089.989.915
Selisih                                    77.158.802      216.341.029     338.143.617     459.946.205     585.745.235

TOTAL EKUITAS
Total Ekuitas (dengan transaksi)        3.027.478.217    3.157.624.279   3.280.796.459   3.231.001.172   3.353.863.221
Total Ekuitas (tanpa transaksi)         2.969.663.649    2.982.745.719   2.988.853.906   2.821.994.627   2.768.117.985
Selisih                                    57.814.568      174.878.560     291.942.553     409.006.545     585.745.236

                                                   Sumber: Data Olahan


Berdasarkan analisis inkremental antara kondisi Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana
Transaksi, laba sebelum pajak, laba setelah pajak, total aset, dan total ekuitas Perseroan diproyeksikan
mengalami peningkatan sebagai bentuk nilai tambah dari pelaksanaan Rencana Transaksi. Peningkatan
tersebut didorong oleh manfaat ekonomi yang dihasilkan dari kepemilikan aset dermaga beserta
infrastruktur dan fasilitas pendukungnya yang memberikan kontribusi positif terhadap kinerja
operasional dan profitabilitas Perseroan.

4.7. Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Pendapatan dan biaya yang relevan dengan Rencana Transaksi berasal dari pengoperasian dan
pemanfaatan aset dermaga beserta infrastruktur dan fasilitas pendukungnya yang diperoleh Perseroan
melalui Rencana Transaksi. Pelaksanaan Rencana Transaksi mengakibatkan peningkatan pendapatan
Perseroan, yang diikuti dengan peningkatan beban pokok pendapatan sehubungan dengan biaya
operasional aset yang diperoleh. Namun demikian, peningkatan pendapatan yang dihasilkan lebih besar
dibandingkan peningkatan beban pokok pendapatan, sehingga memberikan nilai tambah bagi Perseroan
yang tercermin dari peningkatan laba sebelum pajak dan laba setelah pajak. Perbandingan pendapatan
dan beban pokok pendapatan antara kondisi Dengan Rencana Transaksi dan Tanpa Rencana Transaksi
adalah sebagai berikut (dalam USD, kecuali dinyatakan lain):




                                                                         Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 36
Page 50
           Tabel 15. Analisis Biaya dan Pendapatan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
                                  FY2026          FY2027          FY2028          FY2029           FY2030
PENDAPATAN
Pendapatan (dengan transaksi)   4.061.562.649 5.217.194.179 5.245.539.688 5.313.945.052 5.379.849.495
Pendapatan (tanpa transaksi)    3.824.632.884 4.743.334.649 4.771.680.158 4.840.085.522 4.905.989.965
Selisih                           236.929.765   473.859.530   473.859.530   473.859.530   473.859.530

BEBAN POKOK PENDAPATAN (HPP)
HPP (dengan transaksi)       2.982.442.789 3.678.634.611 3.726.453.270 3.706.290.429 3.751.469.525
HPP (tanpa transaksi)        2.822.671.826 3.360.932.244 3.408.750.903 3.388.588.062 3.433.767.158
Selisih                       (159.770.963) (317.702.367) (317.702.367) (317.702.367) (317.702.367)

                                           Sumber: Data Olahan


4.8. Informasi Non Keuangan yang Relevan
Tidak terdapat informasi non keuangan yang relevan lainnya terkecuali dari analisis kualitatif dan
kuantitatif yang telah dijelaskan dalam laporan pendapat kewajaran ini.

4.9. Prosedur Pengambilan Keputusan oleh Perseroan
Manajemen Perseroan telah melakukan upaya untuk membandingkan penawaran dari pihak afiliasi dan
pihak ketiga serta menunjuk KJPP Herman Meirizki dan Rekan untuk melihat kewajaran atas Rencana
Transaksi.




                                                                 Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 37
Page 51
5.     KESIMPULAN

5.1. Analisis atas Kewajaran Transaksi
Berdasarkan kajian-kajian yang telah diungkapkan di atas, berikut adalah analisis atas kewajaran
Rencana Transaksi:
1. Rencana transaksi adalah pembelian sejumlah aset berupa Dermaga 3A Terminal Khusus Batu Bara
   Muara Pahu (Muara Pahu Jetty) beserta infrastruktur dan fasilitas pendukungnya antara PT Bayan
   Resources Tbk dengan pihak afiliasi yaitu PT Fajar Sakti Prima;
2. Berdasarkan hasil penilaian aset yang dilakukan oleh KJPP Herman Meirizki dan Rekan, nilai pasar
   objek transaksi adalah sebesar Rp163.917.844.000,- atau ekuivalen dengan USD9.767.479,68,-
   berdasarkan kurs Tengah Bank Indonesia untuk mata uang USD terhadap Rupiah per 31 Desember
   2025 yaitu sebesar Rp16.782,- yang berarti berada dalam kisaran batas atas dan batas bawah Nilai
   Pasar Objek Transaksi sebesar 7,5% sesuai POJK 35/2020 Pasal 48.b;
3. Berdasarkan analisis hubungan afiliasi Perseroan, hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam
   Rencana Transaksi berdasarkan jabatan yaitu:
   • Dato’ DR. Low Tuck Kwong menjabat sebagai Direktur Utama Perseroan dan Komisaris Utama FSP;
   • Low Yi Ngo menjabat sebagai Direktur Perseroan dan Direktur Utama FSP;
   • Jenny Quantero menjabat sebagai Direktur Perseroan dan Direktur FSP;
   • Alexander Ery Wibowo menjabat sebagai Direktur Perseroan dan Direktur FSP;
   • Merlin menjabat sebagai Direktur Perseroan dan Direktur FSP.
   Sedangkan hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi berdasarkan
   kepemilikan saham yaitu Perseroan merupakan pemegang saham pengendali pada FSP dengan
   kepemilikan saham sebesar 90,00%.
4. Analisis inkremental menunjukkan Dengan Rencana Transaksi, laba sebelum pajak, laba setelah
   pajak, total aset, dan total ekuitas Perseroan diproyeksikan mengalami peningkatan sebagai bentuk
   nilai tambah dari pelaksanaan Rencana Transaksi sehubungan dengan diperolehnya manfaat
   ekonomi dari kepemilikan dan pemanfaatan aset dermaga beserta infrastruktur dan fasilitas
   pendukungnya yang menghasilkan tambahan pendapatan bagi Perseroan;
5. Berdasarkan analisis kualitatif, Rencana Transaksi memberikan manfaat yaitu:
    • Memperpanjang nilai ekonomis dari Fasilitas Pengangkutan Batu bara yang dibangun di Muara
       Pahu Jetty;
    • Menunjang kegiatan Operasional Perseroan dan Entitas Anak Perseroan untuk supply chain
       transshipment guna kelancaran operasional kegiatan pertambangan;
    • Menunjang kegiatan distribusi logistik batu bara yang menjadi komoditas utama dari grup dengan
       segala situasi kondisi.

     Sedangkan risiko yang akan ditanggung Perseroan sehubungan dengan pelaksanaan Rencana
     Transaksi ini adalah penggunaan dana internal Perseroan sebagai sumber pembiayaan sehingga
     memberikan dampak pada arus kas operasional Perseroan.




                                                            Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 38
Page 52
5.2. Pendapat Kewajaran
Berdasarkan analisis yang kami lakukan terhadap kewajaran Rencana Transaksi yang meliputi analisis
transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif, analisis kewajaran harga transaksi, dan analisis atas
faktor-faktor lain yang relevan, HMR berpendapat rencana transaksi pembelian sejumlah aset berupa
dermaga 3A Terminal Khusus Batu Bara Muara Pahu (Muara Pahu Jetty) beserta infrastruktur dan fasilitas
pendukungnya antara PT Bayan Resources Tbk dengan pihak afiliasi yaitu PT Fajar Sakti Prima adalah
Wajar.




                                                                Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 39
Page 53
6. LAMPIRAN

1.  Laporan Ringkas Penilaian Aset PT Bayan Resources Tbk per 31 Desember 2025;
2.  Laporan Posisi Keuangan per 31 Desember 2021-2025;
3.  Laporan Laba Rugi Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-Desember Tahun 2021-2025;
4.  Laporan Arus Kas Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-Desember Tahun 2021-2025;
5.  Analisis Rasio Keuangan;
6.  Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi per 31 Desember 2026-2030;
7.  Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Dengan Rencana Transaksi per 31 Desember 2026-2030;
8.  Proyeksi Laporan Laba Rugi Tanpa Rencana Transaksi Periode 12 bulan dari bulan Januari-
    Desember Tahun 2026-2030;
9. Proyeksi Laporan Laba Rugi Dengan Rencana Transaksi Periode 12 bulan dari bulan Januari-
    Desember Tahun 2026-2030;
10. Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi;
11. Proforma Laporan Posisi Keuangan;
12. Analisis Inkremental;
13. Analisis Biaya dan Pendapatan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi.




                                                       Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 40
Page 54
7. REFERENSI

1. Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII Tahun 2018 (KEPI & SPI Edisi VII-
   2018) dan Edisi Revisi SPI 300, 310, dan 330;
2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
   Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK No. 35/POJK.04/2020”);
3. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
   Perubahan Kegiatan Usaha;
4. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
   Benturan Kepentingan (“POJK No. 42/POJK.04/2020”);
5. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman
   Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
6. Media online lainnya.




                                                                Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 41
Page 55
LAMPIRAN
Page 56
       EXECUTIVE SUMMARY
BANGUNAN, SERTA MESIN DAN PERALATAN

              TERLETAK DI :
       JETTY BAYAN MUARA PAHU
          DESA TANJUNG PAGAR
       KECAMATAN MUARA PAHU
        KABUPATEN KUTAI BARAT
      PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

    DISIAPKAN UNTUK KEPENTINGAN
    PT BAYAN RESOURCES Tbk
Page 57
                    KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
                    Herman Meirizki dan Rekan
                    Kantor Pusat Jakarta ; Kep. Menkeu No. 350/Km.1/2016
                    Bidang Jasa : Penilai Properti ; Wilayah Kerja : Republik Indonesia
                    The Akkas Commercial Building Lt.6, Jl. TB. Simatupang No. 23 , RT 11 RW 04,
                    Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12530



                                                   PENDAHULUAN

Jakarta, 19 Juni 2026

No. File    :   00656/2.0120-00/PP/02/0374/1/VI/2026
Perihal     :   Penilaian Aset

Kepada Yth.
PT BAYAN RESOURCES Tbk
Gedung Office 8, Lantai 37 Unit A-H,
Jalan Senopati No.8B,
Kelurahan Senayan, Kecamatan Kebayoran Baru,
Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta 12190

Dengan hormat,

Berdasarkan Surat Proposal Penawaran Jasa Penilaian Aset No. 032603/SP/HMR-JKT/PP-
LR/2026 yang telah disetujui pada tanggal 13 April 2026, tentang Pekerjaan Konsultan
untuk Jasa Penilaian Aset, untuk itu kami telah melakukan inspeksi ke lokasi aset yang
dimaksud dalam rangka penilaian terhadap aset tersebut, sesuai dengan dokumen-
dokumen, pernyataan-pernyataan, dan keterangan-keterangan yang diberikan oleh
Pemberi Tugas.

Adapun aset yang dimaksud sebagai objek penilaian adalah:

Bangunan, serta Mesin dan Peralatan, Muara Pahu - Kutai Barat

Objek penilaian berupa real properti yang meliputi bangunan jetty dan bangunan-
bangunan pendukung lain dengan luas bangunan keseluruhan kurang lebih 13.844 meter
persegi, sarana pelengkap lainnya, serta mesin dan peralatan berupa sarana dan prasarana,
kapal operasional, alat berat, kendaraan dan peralatan ringan lainnya, serta peralatan
kantor. Aset tersebut terletak di Jetty Bayan Muara Pahu, Desa Tanjung Pagar, Kecamatan
Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur.

Objek penilaian tersebut berada di atas tanah milik PT Bayan Resources Tbk berdasarkan
Pelepasan Hak Atas Tanah No.01 tanggal 25 Juni 2025 dengan total tanah 527,7979 Ha,
dimana dalam penilaian ini sesuai lingkup penugasan tanah tidak termasuk objek
penilaian.




____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY                                  PT BAYAN RESOURCES Tbk                              1

                            (021) 2940 7271     hmrvaluation@gmail.com          www.hmr.co.id
                       Cabang : Tangerang Selatan (B); Surabaya (PS); Jakarta Selatan (B); Bogor (P)
Page 58
STATUS PENILAI

Penilai Publik sebagai penanggung jawab pekerjaan ini adalah :

• Susi Meirizki, S.T., MAPPI (Cert.)

  -   No. MAPPI                   : 08-S-02197
  -   No. Register Penilai        : STTD.PP-08/PJ-1/PM.02/2023
  -   No. Ijin Penilai Publik     : P-1.13.00374
  -   Klasifikasi Bidang Jasa     : Penilaian Properti (P)
  -   No. STTD                    : STTD.PP-08/PJ-1/PM.02/2023

Bertindak dalam kapasitasnya sebagai Penilai Publik dalam proses penilaian properti dan
sebagai Pemimpin Rekan dalam Persekutuan Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki
& Rekan selaku penyedia jasa penilaian independen. Dalam proses penilaian properti
yang dilakukan oleh Persekutuan Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki dan Rekan
akan melibatkan Penilai yang terdiri dari Penilai Publik dan Tenaga Penilai serta dibantu
oleh Tenaga Pendukung yang kesemuanya merupakan karyawan Persekutuan Kantor Jasa
Penilai Publik Herman Meirizki dan Rekan.

Seluruh Penilai, ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan tim
penugasan di bawah kordinator Penilai Publik. Penilai tidak sedang memiliki atau
memiliki potensi benturan kepentingan dengan Pemberi Tugas ataupun dengan Objek
Penilaian. Oleh karena itu, Penilai berada dalam posisi untuk memberikan penilaian
Obyektif dan tidak memihak. Penilai merupakan Penilai yang berkompeten untuk
melakukan penilaian atas Objek Penilaian, tanpa menggunakan tenaga ahli dari luar.


PEMBERI TUGAS

Pemberi Tugas            :      PT BAYAN RESOURCES Tbk
Bidang Usaha             :      Aktivitas Perusahaan Holding, Pengangkutan dan Penjualan
                                Batu Bara dan Pengelolaan Terminal Khusus Batu Bara
Alamat Kantor            :      Gedung Office 8, Lantai 37 Unit A-H, Jalan Senopati No.8B,
                                Kelurahan Senayan, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta
                                Selatan, Provinsi DKI Jakarta 12190
Telp.                    :      (6221) 2935 6888
Website                  :      www.bayan.com.sg

Pemberi tugas memastikan bahwa dalam waktu yang bersamaan (dalam kurun waktu 2
bulan), aset atau objek penilaian tersebut tidak sedang atau telah dilakukan penilaian lain,
untuk maksud, tujuan, pengguna laporan dan tanggal penilaian yang sama atau
berdekatan.



____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY                      PT BAYAN RESOURCES Tbk                              2
Page 59
PENGGUNA LAPORAN

Pengguna Laporan       :   PT BAYAN RESOURCES Tbk
Bidang Usaha           :   Aktivitas Perusahaan Holding, Pengangkutan dan Penjualan
                           Batu Bara dan Pengelolaan Terminal Khusus Batu Bara
Alamat Kantor          :   Gedung Office 8, Lantai 37 Unit A-H, Jalan Senopati No.8B,
                           Kelurahan Senayan, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta
                           Selatan, Provinsi DKI Jakarta 12190
Telp.                  :   (6221) 2935 6888
Website                :   www.bayan.com.sg


MAKSUD DAN TUJUAN PENILAIAN

Maksud penilaian ini adalah untuk melakukan verifikasi antara dokumen dan kondisi fisik
di lapangan, memperoleh dan memberikan opini independen atas Nilai Pasar dari properti
dimaksud sesuai lingkup penugasan yang dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan
untuk tujuan kepentingan Jual - Beli dalam rangka rencana transaksi afiliasi pembelian
sejumlah aset dan oleh karenanya tidak direkomendasikan untuk penggunaan lainnya.

Atas permintaan Pemberi Tugas kami cantumkan Nilai Pasar dengan satuan USD sebagai
informasi tambahan.
Penilaian ini dilaksanakan untuk kepentingan Pasar Modal. Oleh karena itu, dalam
penilaian ini Laporan disusun sesuai Peraturan OJK Nomor 28/POJK.04/2021 tentang
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Properti di Pasar Modal dan SE OJK Nomor
33/SEOJK.04/2021 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Properti
di Pasar Modal serta mengikuti dan berpedoman kepada Standar Penilaian Indonesia (SPI)
2018 serta Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).

DASAR NILAI

Dasar Nilai menjelaskan premis fundamental yang mendasari nilai yang dilaporkan,
sebagaimana diatur dalam SPI 101 dan SPI 102. Adalah suatu hal yang kritikal bahwa
Dasar Nilai sesuai dengan persyaratan dan tujuan dari penugasan penilaian, dikarenakan
Dasar Nilai dapat mempengaruhi Penilai dalam menentukan pemilihan metode penilaian,
data masukan dan asumsi serta opini nilai akhir (SPI 2018, KPUP Butir 9-1). Dasar nilai
yang sesuai dengan tujuan penilaian adalah Nilai Pasar. (SPI 2018, SPI 103 Tabel Rujukan
A.1)




____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY                 PT BAYAN RESOURCES Tbk                               3
Page 60
NILAI PASAR (MARKET VALUE)

Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar dari hasil
penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat
membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak masing - masing bertindak
atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan. (Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 28/POJK.04/2021).

Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar untuk
penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat
membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas
dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa paksaan. (SPI 2018, SPI 101
Butir 3.1).

Konsep Nilai Pasar tidak harus tergantung pada transaksi sebenarnya yang terjadi pada
tanggal penilaian. Nilai Pasar lebih merupakan estimasi harga yang mungkin terjadi dalam
penjualan pada tanggal penilaian sesuai dengan persyaratan definisi Nilai Pasar. Nilai
Pasar merupakan representasi atas harga yang disepakati pembeli dan penjual pada waktu
itu sesuai definisi Nilai Pasar, yang sebelumnya masing-masing pihak telah mempunyai
cukup waktu untuk menguji kemungkinan dan kesempatan lain serta menyadari bahwa
kemungkinan akan diperlukan waktu untuk menyiapkan kontrak formal dan dokumentasi
lainnya. (SPI 2018, SPI 101 Butir 6.2).

TANGGAL PENILAIAN

Penilaian dilakukan berdasarkan atas Nilai Pasar dengan tanggal penilaian 31 Desember
2025 dan inspeksi lapangan dilaksanakan pada tanggal 16-19 April 2026. Penulisan dan
analisa dalam laporan ini berdasarkan tanggal penilaian dan pengamatan pada tanggal
inspeksi.


KESIMPULAN NILAI

Laporan Penilaian ini disusun dan dikeluarkan berdasarkan beberapa asumsi atas semua
dokumen, pernyataan dan keterangan baik lisan maupun tulisan, berikut dokumen dalam
bentuk fotokopi, turunan dan/atau salinan yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang
dari pihak pemberi tugas atau pihak ketiga kepada kami untuk tujuan pekerjaan penilaian
ini adalah benar, akurat, lengkap, dan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, serta
didukung oleh kemampuan, keahlian, data-data statistik dan data lainnya yang
berhubungan dengan laporan penilaian ini yang kami miliki. Oleh sebab itu kami tidak
bertanggung jawab jika data/ informasi tersebut yang diberikan kepada kami tidak sesuai
dengan keadaan yang sebenarnya, sehingga hasil penilaian yang dihasilkan menjadi tidak
valid/ tidak akurat dan oleh karenanya harus dilakukan penilaian ulang.

____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY                  PT BAYAN RESOURCES Tbk                               4
Page 61
Penilaian ini bergantung pada hal-hal sebagai berikut :
 1. Menghasilkan laporan penilaian properti yang bersifat non-disclaimer opinion .
 2. Mencerminkan bahwa penilai properti telah melakukan penelaahan atas dokumen -
    dokumen yang digunakan dalam proses penilaian.
 3. Mencerminkan bahwa data dan informasi yang diperoleh bersumber dari atau
    divalidasi oleh Asosiasi Profesi Penilai.
 4. Menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
    kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
    pencapaiannya (fiduciary duty).
 5. Mencerminkan bahwa penilai properti bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian
    dan kewajaran proyeksi keuangan.

 6. Menghasilkan laporan penilaian properti yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
    informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
 7. Mencerminkan bahwa penilai properti bertanggung jawab atas laporan penilaian
 8. properti dan kesimpulan
    Mencerminkan            nilai akhir.
                    bahwa penilai   properti telah melakukan penelaahan atas status
     hukum obyek penilaian.
 9. Aset dimaksud dilengkapi dengan dokumen yang berlaku dan sah secara hukum,
    dapat dialihkan dan bebas dari ikatan, tuntutan atau halangan apapun juga selain
    yang dikemukakan dalam laporan ini. Aset yang dinilai seolah-olah bebas dan bersih
    dibawah tanggung jawab (milik) pemberi tugas.

 10. Aset dimaksud tetap dikelola dan dirawat secara wajar selama masa pemakaian.
 11. Aset dimaksud tidak terjadi perubahan kondisi fisik secara signifikan dan/atau tidak
     terjadi penyerobotan oleh pihak lain selama pemakaian.
 12. Nilai Aset dimaksud dianggap dimiliki dengan cara dibeli secara tunai sehingga cara
     pembelian dan progres pembayaran / cicilan angsuran yang masih tersisa saat ini
     tidak mempengaruhi nilai yang kami rekomendasikan.
 13. Asumsi-asumsi dan Syarat-syarat Pembatasan Umum, kondisi, komentar, dan detail
     yang tertulis di dalam laporan ini.

Berdasarkan Standar Penilaian Indonesia (SPI), dan dengan mempertimbangkan seluruh
informasi yang relevan serta mengamati kondisi pasar makro perekonomian Indonesia
yang ada, maka kami berpendapat sesuai dengan asumsi-asumsi, metode penilaian, syarat-
syarat dan/atau pembatasan-pembatasan tertentu, serta kami mengasumsikan bahwa
semua data dan informasi yang kami terima adalah benar dan akurat, bahwa nilai aset
tersebut pada tanggal penilaian, adalah sebagai berikut :




____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY                   PT BAYAN RESOURCES Tbk                              5
Page 62

          
Page 63
                                   DAFTAR ISI

                                                                       Halaman

SURAT PENGANTAR                                                              1
DAFTAR ISI                                                                   7
PERNYATAAN PENILAI                                                           9
RINGKASAN NILAI                                                             12

  I. DEFINISI & LINGKUP PENUGASAN                                        I - 1
     I.1    Status Penilai                                               I - 1
     I.2    Pemberi Tugas                                                I - 1
     I.3    Pengguna Laporan                                             I - 2
     I.4    Objek Penilaian                                              I - 2
     I.5    Hak Kepemilikan                                              I - 2
     I.6    Jenis Mata Uang Yang Digunakan                               I - 3
     I.7    Maksud dan Tujuan Penilaian                                  I - 3
     I.8    Dasar Nilai                                                  I - 3
     I.9    Tanggal Penilaian                                            I - 4
     I.10   Tingkat Kedalaman Investigasi                                I - 4
     I.11   Sifat dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan             I - 5
     I.12   Definisi dan Istilah Yang Digunakan Dalam Penilaian          I - 5
     I.13   Asumsi Umum                                                  I - 7
     I.14   Asumsi Khusus                                                I - 7
     I.15   Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi                 I - 8
     I.16   Konfirmasi Dasar Penilaian                                   I - 8
     I.17   Kejadian Penting Setelah Penilaian                           I - 8
     I.18   Ruang Lingkup dan Proses Penilaian                           I - 8
     I.19   Pendekatan Penilaian dan Metode Penilaian yang Digunakan     I - 9
     I.20   Kesimpulan Penilaian                                         I - 13




____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY               PT BAYAN RESOURCES Tbk                            7
Page 64
                                 PERNYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, maka kami yang bertanda
tangan di bawah ini menyatakan bahwa :

 1. Memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.28/POJK.04/2021 tentang
    Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Properti di Pasar Modal menyatakan
    bahwa:
       a)   Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap objek penilaian pada
            tanggal penilaian (Cut Off Date);
       b)   Analisis telah dilakukan untuk tujuan penilaian yang diungkapkan dalam
            Laporan Penilaian Properti;
       c)   Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
            perundang-undangan yang berlaku;
       d) Telah dilakukan inspeksi terhadap objek penilaian;
       e) Perkiraan Nilai yang di hasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah
          disajikan sebagai kesimpulan Nilai;
       f)   Lingkup pekerjaan dan data yang di analisa telah diungkapkan;
       g)   Kesimpulan Nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatasan;
       h)   Seluruh data dan informasi yang diungkapkan dalam Laporan dapat di
            pertanggung jawabkan; dan
       i)   Besaran Imbalan Jasa Penilaian tidak tergantung pada hasil penilaian.

 2. Pernyataan dalam laporan Penilaian ini, sebatas pengetahuan kami, adalah benar dan
    akurat.

 3. Analisis, opini, dan kesimpulan yang dinyatakan di dalam Laporan Penilaian ini
    dibatasi oleh asumsi dan batasan-batasan yang diungkapkan di dalam Laporan
    Penilaian, yang mana merupakan hasil analisis, opini dan kesimpulan Penilai yang
    tidak berpihak dan tidak memiliki benturan kepentingan.

 4. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang
    terhadap properti yang dinilai, maupun memiliki kepentingan pribadi atau
    keberpihakan kepada pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan terhadap properti
    yang dinilai.

 5. Penunjukan dalam penugasan ini tidak berhubungan dengan opini Penilaian yang
    telah disepakati sebelumnya dengan Pemberi Tugas.

 6. Biaya jasa profesional tidak dikaitkan dengan nilai yang telah ditentukan sebelumnya
    atau gambaran nilai yang diinginkan oleh Pemberi Tugas, besaran opini nilai,
    pencapaian hasil yang dinyatakan, atau adanya kondisi yang terjadi kemudian
    (subsequent event ) yang berhubungan secara langsung dengan penggunaan dimaksud.


____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY                   PT BAYAN RESOURCES Tbk                                  8
Page 65

          
Page 66

          
Page 67
RINGKASAN NILAI
PENILAIAN ASET UNTUK KEPENTINGAN PT BAYAN RESOURCES Tbk
TANGGAL PENILAIAN : 31 DESEMBER 2025

BANGUNAN, SERTA MESIN DAN PERALATAN, MUARA PAHU - KUTAI BARAT

                                                       INDIKASI NILAI               INDIKASI
NO.            URAIAN                KODE ASET             PASAR                   NILAI PASAR
                                                            (Rp)                      (USD)

 A. BANGUNAN
     A.1 Workshop (7 Unit) (±           11000400              33.330.169.000,-*)      1.986.066,56
         9.982 m²)
       A.2 Mess Non Staff (5 Unit)      11000400               4.293.523.000,-*)       255.840,96
           (± 800 m²)
       A.3 Mess Staff (5 Unit) (±       11000400                 246.253.000,-*)        14.673,64
           1.600 m²)
       A.4 CHP Mechanical (± 315        11000400                 178.605.000,-          10.642,65
           m²)
       A.5 Jetty BL3A (± 1.147 m²)      11000430              20.204.015.000,-*)      1.203.909,84
       A.6 FSP - Fuel Tank 2 unit                               6.769.000.000           403.348,83
           @500 KL & 3 unit @ 200

                SUB TOTAL A                                   65.021.565.000,-        3.874.482,48

  B. SARANA PELENGKAP LAINNYA
      B.1 Helipad 4             11000140                        54.752.000,-             3.262,54
      B.2 Water Tank 1 x 200 KL                                885.000.000,-            52.735,07
             SUB TOTAL B                                       939.752.000,-            55.997,62

 C. MESIN DAN PERALATAN
    C.1 Kapal Operasional               11000200            159.383.000,-                9.497,26
    C.2 Alat Berat                      11000230          7.169.900.000,-              427.237,52
    C.3 Peralatan Ringan                11000250         67.221.358.000,-            4.005.562,98
        Lainnya
       C.4 Kendaraan Operasional        11000260         16.236.627.000,-              967.502,50
       C.5 Peralatan Kantor             11000280          7.169.259.000,-              427.199,32
              SUB TOTAL C                                97.956.527.000,-             5.836.999,58

        TOTAL (A + B + C)                               163.917.844.000,-             9.767.479,68



____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY                    PT BAYAN RESOURCES Tbk                                      11
Page 68
Catatan :
-    Nilai kurs pada tanggal penilaian adalah 1 USD = Rp 16.782,-
-    Nilai Pasar diatas untuk pengguna tertentu yaitu PT Bayan Resources Tbk.
-    Aset berupa jetty dan dermaga muara pahu development phase 2 pada tanggal
     penilaian masih dalam proses pembangunan, dalam penilaian kami sudah
     mempertimbangkan kondisi progress pembangunan per tanggal penilaian.
-    Untuk pengelompokan aset berdasarkan pencatatan kategori aset pada laporan
      keuangan.
*)    Objek penilaian berupa bangunan yang diantara beberapa bangunan seperti
      Bangunan Workshop, Mess Non Staff, Mess Staff dan Jetty BL3A biaya investasi
      pembangunannya dibangun secara bersamaan oleh PT Bayan Resources Tbk dan PT
      Fajar Sakti Prima dan merupakan satu kesatuan fisik. Namun, Nilai yang dinyatakan
      dalam laporan penilaian ini hanya mencerminkan porsi kepemilikan dan hak atas
      bangunan milik PT Fajar Sakti Prima, tidak mencakup porsi milik PT Bayan
      Resources Tbk. Penilai mengasumsikan bahwa pemisahan porsi PT Fajar Sakti Prima
      berdasarkan persentase biaya investasi dari pemberi tugas.




____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY                 PT BAYAN RESOURCES Tbk                             12
Page 69
I. DEFINISI & LINGKUP PENUGASAN

I. 1 STATUS PENILAI

Penilai Publik sebagai penanggung jawab pekerjaan ini adalah :

• Susi Meirizki, S.T., MAPPI (Cert.)
  -   No. MAPPI                 : 08-S-02197
  -   No. Register Penilai      : STTD.PP-08/PJ-1/PM.02/2023
  -   No. Ijin Penilai Publik : P-1.13.00374
  -   Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti (P)
  -   No. STTD                  : STTD.PP-08/PJ-1/PM.02/2023

Bertindak dalam kapasitasnya sebagai Penilai Publik dalam proses penilaian properti dan
sebagai Pemimpin Rekan dalam Persekutuan Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki
& Rekan selaku penyedia jasa penilaian independen. Dalam proses penilaian properti yang
dilakukan oleh Persekutuan Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki dan Rekan akan
melibatkan Penilai yang terdiri dari Penilai Publik dan Tenaga Penilai serta dibantu oleh
Tenaga Pendukung yang kesemuanya merupakan karyawan Persekutuan Kantor Jasa
Penilai Publik Herman Meirizki dan Rekan.

Seluruh Penilai, ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan tim
penugasan di bawah kordinator Penilai Publik. Penilai tidak sedang memiliki atau
memiliki potensi benturan kepentingan dengan Pemberi Tugas ataupun dengan Objek
Penilaian. Oleh karena itu, Penilai berada dalam posisi untuk memberikan penilaian
obyektif dan tidak memihak. Penilai merupakan Penilai yang berkompeten untuk
melakukan penilaian atas Objek Penilaian, tanpa menggunakan tenaga ahli dari luar.


I. 2 PEMBERI TUGAS
Pemberi Tugas          :     PT BAYAN RESOURCES Tbk
Bidang Usaha           :     Aktivitas Perusahaan Holding, Pengangkutan dan Penjualan
                             Batu Bara dan Pengelolaan Terminal Khusus Batu Bara
Alamat Kantor          :     Gedung Office 8, Lantai 37 Unit A-H, Jalan Senopati No.8B,
                             Kelurahan Senayan, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta
                             Selatan, Provinsi DKI Jakarta 12190
Telp.                  :     (6221) 2935 6888
Website                :     www.bayan.com.sg

Pemberi tugas memastikan bahwa dalam waktu yang bersamaan (dalam kurun waktu 2
bulan), aset atau objek penilaian tersebut tidak sedang atau telah dilakukan penilaian lain,
untuk maksud, tujuan, pengguna laporan dan tanggal penilaian yang sama atau
berdekatan.
____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY                      PT BAYAN RESOURCES Tbk                             I-1
Page 70
I. 3 PENGGUNA LAPORAN

Pemberi Tugas       :   PT BAYAN RESOURCES Tbk
Bidang Usaha        :   Aktivitas Perusahaan Holding, Pengangkutan dan Penjualan
                        Batu Bara dan Pengelolaan Terminal Khusus Batu Bara
Alamat Kantor       :   Gedung Office 8, Lantai 37 Unit A-H, Jalan Senopati No.8B,
                        Kelurahan Senayan, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta
                        Selatan, Provinsi DKI Jakarta 12190
Telp.               :   (6221) 2935 6888
Website             :   www.bayan.com.sg


I. 4 OBJEK PENILAIAN

Objek penilaian berupa bangunan, mesin dan peralatan berupa sarana dan prasarana,
kapal operasional, alat berat, kendaraan dan peralatan ringan lainnya, serta peralatan
kantor yang terletak di Jetty Bayan Muara Pahu, Desa Tanjung Pagar, Kecamatan Muara
Pahu, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur.

Objek berupa bangunan workshop, mess non staff, mess staff, CHP Mechanical, dan Jetty
BL3A dalam kondisi terawat, mesin dan peralatan serta kendaraan dalam kondisi baik dan
beroperasi. Pada saat inspeksi di lapangan, objek digunakan sebagai pengolahan hasil
tambang oleh PT Bayan Resources Tbk.

I. 5 HAK KEPEMILIKAN
Objek berupa bangunan, serta mesin dan peralatan berupa sarana dan prasarana, kapal
operasional, alat berat, kendaraan dan peralatan ringan lainnya, serta peralatan kantor.
Aset yang dinilai berdasarkan pada daftar aset yang diberikan oleh pemberi tugas.
Kepemilikan aset tersebut merupakan milik PT Fajar Sakti Prima. Berdasarkan informasi
dilapangan diketahui PT Fajar Sakti Prima merupakan anak perusahaan dari Bayan
Group.

Objek penilaian berupa bangunan yang diantara beberapa bangunan seperti Bangunan
Workshop, Mess Non Staff, Mess Staff dan Jetty BL3A biaya investasi pembangunannya
dibangun secara bersamaan oleh PT Bayan Resources Tbk dan PT Fajar Sakti Prima dan
merupakan satu kesatuan fisik. Namun, Nilai yang dinyatakan dalam laporan penilaian ini
hanya mencerminkan porsi kepemilikan dan hak atas bangunan milik PT Fajar Sakti Prima,
tidak mencakup porsi milik PT Bayan Resources Tbk. Penilai mengasumsikan bahwa
pemisahan porsi PT Fajar Sakti Prima berdasarkan persentase biaya investasi dari pemberi
tugas.

Objek penilaian tersebut berada di atas tanah milik PT Bayan Resources Tbk berdasarkan
Pelepasan Hak Atas Tanah No.01 tanggal 25 Juni 2025 dengan total tanah 527,7979 Ha,
dimana dalam penilaian ini sesuai lingkup penugasan tanah tidak termasuk objek
penilaian.
____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY                 PT BAYAN RESOURCES Tbk                              I-2
Page 71
I. 6 JENIS MATA UANG YANG DIGUNAKAN

Kami menilai aset dimaksud dengan menggunakan Mata Uang Rupiah. Kami
mengingatkan bahwa penggunaan nilai tukar selain yang tercantum dalam laporan ini
tidak berlaku. Untuk informasi tambahan, nilai kurs tengah mata uang dolar AS terhadap
Rupiah pada tanggal penilaian adalah 1 USD = Rp 16.782.


I. 7 MAKSUD DAN TUJUAN PENILAIAN

Maksud penilaian ini adalah untuk melakukan verifikasi antara dokumen dan kondisi fisik
di lapangan, memperoleh dan memberikan opini independen atas Nilai Pasar dari properti
dimaksud sesuai lingkup penugasan yang dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan
untuk tujuan kepentingan Jual - Beli dalam rangka rencana transaksi afiliasi pembelian
sejumlah aset dan oleh karenanya tidak direkomendasikan untuk penggunaan lainnya.

Atas permintaan Pemberi Tugas kami cantumkan Nilai Pasar dengan satuan USD sebagai
informasi tambahan.

Penilaian ini dilaksanakan untuk kepentingan Pasar Modal. Oleh karena itu, dalam
penilaian ini Laporan disusun sesuai Peraturan OJK Nomor 28/POJK.04/2021 tentang
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Properti di Pasar Modal dan SE OJK Nomor
33/SEOJK.04/2021 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Properti
di Pasar Modal serta mengikuti dan berpedoman kepada Standar Penilaian Indonesia (SPI)
2018 serta Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).


I. 8 DASAR NILAI

Dasar Nilai menjelaskan premis fundamental yang mendasari nilai yang dilaporkan,
sebagaimana diatur dalam SPI 101 dan SPI 102. Adalah suatu hal yang kritikal bahwa
Dasar Nilai sesuai dengan persyaratan dan tujuan dari penugasan penilaian, dikarenakan
Dasar Nilai dapat mempengaruhi Penilai dalam menentukan pemilihan metode penilaian,
data masukan dan asumsi serta opini nilai akhir (SPI 2018, KPUP Butir 9-1). Dasar nilai
yang sesuai dengan tujuan penilaian adalah Nilai Pasar. (SPI 2018, SPI 103 Tabel Rujukan
A.1)


NILAI PASAR (MARKET VALUE)

Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar dari hasil
penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat
membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak masing - masing bertindak
atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan. (Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 28/POJK.04/2021).

____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY                  PT BAYAN RESOURCES Tbk                              I-3
Page 72
Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar untuk
penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat
membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas
dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa paksaan. (SPI 2018, SPI 101
Butir 3.1).

Konsep Nilai Pasar tidak harus tergantung pada transaksi sebenarnya yang terjadi pada
tanggal penilaian. Nilai Pasar lebih merupakan estimasi harga yang mungkin terjadi dalam
penjualan pada tanggal penilaian sesuai dengan persyaratan definisi Nilai Pasar. Nilai
Pasar merupakan representasi atas harga yang disepakati pembeli dan penjual pada waktu
itu sesuai definisi Nilai Pasar, yang sebelumnya masing-masing pihak telah mempunyai
cukup waktu untuk menguji kemungkinan dan kesempatan lain serta menyadari bahwa
kemungkinan akan diperlukan waktu untuk menyiapkan kontrak formal dan dokumentasi
lainnya. (SPI 2018, SPI 101 Butir 6.2).


I. 9 TANGGAL PENILAIAN

Penilaian dilakukan berdasarkan atas Nilai Pasar dengan tanggal penilaian 31 Desember
2025 dan inspeksi lapangan dilaksanakan pada tanggal 16-19 April 2026. Penulisan dan
analisa dalam laporan ini berdasarkan tanggal penilaian dan pengamatan pada tanggal
inspeksi.


I. 10 TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Investigasi lapangan merupakan bagian kegiatan investigasi. Investigasi lapangan
ditujukan untuk melakukan verifikasi data dengan kondisi sebenarnya objek penilaian.
Pelaksanaan investigasi lapangan telah kami laksanakan dan selama melakukan investigasi
lapangan kami didampingi langsung oleh Bapak Danny selaku perwakilan dari Pemberi
Tugas.

Pendamping menunjukan aset yang dijadikan objek penilaian serta memberikan informasi
dan penjelasan berkaitan spesifikasi dan kondisi aset yang dijadikan objek penilaian.

Dalam penilaian ini kami melakukan verifikasi kesesuaian antara data objek penilaian dari
pemberi tugas dengan kondisi objek penilaian dari investigasi lapangan berdasarkan daftar
aset yang diberikan oleh pemberi tugas.




____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY                  PT BAYAN RESOURCES Tbk                              I-4
Page 73
Dalam melakukan kegiatan penilaian ini, kami melakukan inspeksi terhadap seluruh aset-
aset yang disepakati oleh pemberi tugas, yang termasuk kedalam ruang lingkup penilaian,
namun demikian kami tidak melakukan inspeksi terhadap aset / sarana atau instalasi
yang tertutup, tidak dapat dijangkau dan membahayakan, serta bagian yang tertanam.
Oleh karenanya kami tidak memberikan pendapat umum atas kondisi aset tersebut yang
dalam perhitungannya berdasarkan pengamatan visual dan dianggap dalam kondisi yang
masih dapat berjalan dan akan diperhitungkan secara wajar sesuai dengan fungsinya.

Dalam melakukan investigasi lapangan, penelaah, perhitungan dan analisa terhadap objek
penilaian kami memiliki keterbatasan dalam beberapa hal antara lain disebabkan oleh
instalasi yang tertutup, tidak dapat dijangkau dan membahayakan, serta bagian yang
tertanam. Selain itu kami tidak meneliti secara detil aspek hukum dari surat tanah
tersebut.

I. 11 SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN

Semua informasi dan data (dokumen) yang diberikan oleh Pemberi Tugas dan/ atau dari
pihak ketiga beserta salinannya adalah sah, benar, lengkap dan telah sesuai dengan kondisi
saat ini serta tidak mengalami perubahan sampai dengan tanggal penilaian. Data-data
tersebut dianggap benar dan sesuai aslinya. Data dan informasi lain yang dianggap dapat
dipercaya dalam mendukung pelaksanaan penilaian bersumber dari Lembaga resmi
pemerintah atau swasta yang mempublikasikan data informasi terkait dengan properti,
seperti Badan Pertanahan Nasional, Dinas Tata Ruang, KEPI dan SPI Edisi VII Tahun 2018,
MAPPI, dan sumber lainnya yang dapat dipercaya.


I.12 DEFINISI DAN ISTILAH YANG DIGUNAKAN DALAM PENILAIAN

Dalam penilaian ini kami berpedoman pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
28/POJK.04/2021, SE OJK Nomor 33/SEOJK.04/2021 dan Kode Etik Penilai Indonesia
(KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII Tahun 2018. Dalam Standar
Penilaian Indonesia didefinisikan sebagai berikut :
 a. Personal Properti
Personal Properti adalah adalah segala jenis properti atau barang yang tidak melekat secara
permanen pada suatu real estat dan sifatnya bisa dipindahkan. Konsep ini mencakup
semua hak, kepentingan, dan manfaat dari kepemilikan suatu properti di luar real properti
(tanah dan bangunan). (SE OJK Nomor 33/SEOJK.04/2021).

 b. Real Properti
Real Properti adalah penguasaan yuridis atas tanah yang mencakup semua hak atas tanah
termasuk hubungan hukum dengan bidang tanah tertentu, semua kepentingan, dan
manfaat yang berkaitan dengan kepemilikan real estat. (SE OJK Nomor
33/SEOJK.04/2021).


____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY                  PT BAYAN RESOURCES Tbk                                I-5
Page 74
  c. Aset Operasional
Aset Operasional adalah aset yang digunakan dalam operasional perusahaan yang
digunakan secara berkelanjutan. (SE OJK NOMOR 33 /SEOJK.04/2021)

 d. Nilai (Value )
Nilai adalah suatu opini dari manfaat ekonomi atas kepemilikan aset atau harga yang
paling mungkin dibayarkan untuk suatu aset dalam pertukaran pada tanggal Penilaian.
(SE OJK Nomor 33/SEOJK.04/2021).

 e. Harga (Price)
Harga adalah sejumlah uang yang diminta, ditawarkan, atau dibayarkan untuk suatu aset.
Karena kemampuan keuangan, motivasi atau kepentingan khusus dari pembeli atau
penjual, harga yang dibayarkan mungkin berbeda dengan nilai dari aset tersebut
berdasarkan anggapan pihak lain. (SPI 2018, KPUP Butir 4.2).

  f. Nilai Pasar (Market Value )
Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar dari hasil
penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal Penilaian, antara pembeli yang
berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas
ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak masing-
masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa
paksaan. (Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 28/POJK.04/2021)
 g. Metode Biaya Pengganti
Metode Biaya Pengganti dikenal juga dengan metode Biaya Pengganti Terdepresiasi
(Depreciated Replacement Cost Method /Metode DRC) adalah metode yang
mengindikasikan nilai dengan menghitung biaya untuk membuat aset yang serupa dengan
utilitas yang setara.

Biaya Pengganti Baru (Replacement Cost New) adalah estimasi biaya untuk membuat
suatu properti baru yang setara dengan properti yang dinilai, berdasarkan harga pasaran
setempat pada Tanggal Penilaian.

Dalam penilaian ini untuk Biaya Pengganti Baru bersumber dari Biaya Teknis Bangunan
MAPPI.

 h. Penggunaan Terbaik dan Tertinggi (Highest and Best Use )
Penggunaan Terbaik dan Tertinggi didefinisikan sebagai penggunaan yang paling layak
dan optimal dari suatu aset, yang secara fisik dimungkinkan, dapat dibenarkan secara
wajar, secara hukum sah, secara finansial layak, dan menghasilkan nilai tertinggi.




____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY                  PT BAYAN RESOURCES Tbk                            I-6
Page 75
I. 13 ASUMSI UMUM

  -   Nilai yang dicantumkan dalam laporan ini dan setiap nilai dalam laporan yang
      merupakan bagian dari objek penilaian hanya berlaku sesuai dengan maksud dan
      tujuan penilaian. Nilai dalam laporan penilaian ini tidak boleh digunakan untuk
      tujuan penilaian lain yang dapat mengakibatkan terjadinya kesalahan.

  -   Objek penilaian dilengkapi dengan dokumen atas hak kepemilikan/ penguasaan
      tanah yang sah secara hukum, dapat dialihkan dan bebas dari ikatan, tuntutan atau
      halangan apapun juga.


I. 14 ASUMSI KHUSUS
  -   Tanggal penilaian sebelum tanggal inspeksi di lapangan, oleh karena itu kami
      mempunyai asumsi bahwa tidak ada perubahan yang signifikan pada kondisi
      properti yang dinilai antara tanggal penilaian dan tanggal inspeksi di lapangan.
      Apabila terdapat perubahan maka laporan penilaian ini tidak berlaku.
  -   Dokumen-dokumen, pernyataan-pernyataan dan keterangan-keterangan yang
      diberikan oleh pemberi tugas atau pihak ketiga kepada kami untuk tujuan penilaian
      properti ini adalah benar, akurat, lengkap dan sesuai dengan keadaan sebenarnya,
      serta tidak mengalami perubahan sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan
      penilaian ini.

  -   Bahwa objek penilaian yang ditunjukkan kepada kami adalah benar merupakan
      properti dalam penilaian.

  -   Bahwa objek penilaian yang dinilai tidak mempunyai masalah hukum dan hak
      kepemilikannya adalah sah, bebas dari sengketa, kewajiban atas pajak, biaya-biaya
      yang terkait dengan historis transaksi penjualan, persengketaan dan premi serta
      biaya lain yang belum diselesaikan serta dapat dialihkan haknya.

  -   Semua tuntutan hukum dan ikatan, jika ada, telah diabaikan karena properti yang
      dinilai dianggap dilindungi oleh hak milik yang sah.

  -   Mesin dan peralatan dinilai satu kesatuan, ditempat (in-situ) dan bagian dari bisnis
      yang berjalan (going concern ).

  -   Objek penilaian berupa bangunan yang diantara beberapa bangunan seperti
      Bangunan Workshop, Mess Non Staff, Mess Staff dan Jetty BL3A biaya investasi
      pembangunannya dibangun secara bersamaan oleh PT Bayan Resources Tbk dan PT
      Fajar Sakti Prima dan merupakan satu kesatuan fisik. Namun, Nilai yang dinyatakan
      dalam laporan penilaian ini hanya mencerminkan porsi kepemilikan dan hak atas
      bangunan milik PT Fajar Sakti Prima, tidak mencakup porsi milik PT Bayan Resources
      Tbk. Penilai mengasumsikan bahwa pemisahan porsi PT Fajar Sakti Prima
      berdasarkan persentase biaya investasi dari pemberi tugas.

____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY                   PT BAYAN RESOURCES Tbk                               I-7
Page 76
  -   Aset berupa jetty dan dermaga muara pahu development phase 2 pada tanggal
      penilaian masih dalam proses pembangunan, dalam penilaian kami sudah
      mempertimbangkan kondisi progress pembangunan per tanggal penilaian.

  -   Bila dikemudian hari setelah diterbitkannya laporan penilaian terdapat informasi-
      informasi ataupun fakta-fakta lain yang dapat mempengaruhi hasil penilaian secara
      signifikan atau material, maka kami tidak berkewajiban untuk memperbaharui hasil
      penilaian.


I.15 PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI

Laporan Penilaian ini dan referensi yang melampirinya hanya ditujukan kepada Pemberi
Tugas dan Pengguna Laporan yang tercantum dalam laporan ini dan Laporan ini tidak
boleh digunakan untuk tujuan penilaian selain yang telah disetujui. Kami tidak
bertanggung jawab kepada pihak lain yang menggunakan maupun mempublikasikan,
terhadap keseluruhan atau sebagian dari laporan, atau sebagai rujukan untuk digunakan
dalam dokumen, pernyataan ataupun untuk dikomunikasikan ke pihak lain. Penggunaan
sebagian atau keseluruhan dari laporan ini harus mendapatkan persetujuan tertulis dari
KJPP Herman Meirizki dan Rekan.


I.16 KONFIRMASI DASAR PENILAIAN

Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penilaian telah
dibuat dengan memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 28/POJK.04/2021 serta
ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi
VII Tahun 2018.


I. 17 KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENILAIAN

Kejadian - kejadian penting setelah tanggal penilaian (subsequent events) tidak dapat
digunakan untuk memutakhirkan hasil penilaian.


I. 18 RUANG LINGKUP DAN PROSES PENILAIAN

Proses penilaian merupakan tahapan-tahapan penentuan properti yang didasarkan pada
tujuan untuk memahami permasalahan, merencanakan hal-hal yang perlu dilakukan
dalam rangka pemecahan masalah tersebut, mendapatkan data-data, mengklasifikasikan
data, menganalisis selanjutnya menghasilkan opini nilai. Tahapan-tahapan tersebut adalah
sebagai berikut :

1.  Identifikasi permasalahan
2.  Analisis Pendahuluan
3.  Inspeksi lapangan
4.  Pengumpulan data dan analisis
____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY                 PT BAYAN RESOURCES Tbk                              I-8
Page 77
5.   Penerapan Metoda Penilaian
6.   Rekonsiliasi Nilai (Bila menggunakan lebih dari satu pendekatan)
7.   Kesimpulan Nilai dan Laporan Penilaian


I. 19 PENDEKATAN PENILAIAN DAN METODE PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Pendekatan dan metode penilaian serta prosedur penilaian yang digunakan sesuai dengan
dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
28/POJK.04/2021, tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Properti di Pasar
Modal.
Terdapat beberapa metode yang lazim digunakan dalam penilaian suatu aset yaitu
Pendekatan Pasar, Pendekatan Pendapatan dan Pendekatan Biaya. Prinsipnya semua
metode dapat diaplikasikan terhadap semua jenis aset, tetapi pada kenyataannya ada
beberapa metode yang kurang sesuai atau terpaksa tidak dapat digunakan sehubungan
dengan data-data yang disyaratkan oleh metode bersangkutan tidak terpenuhi atau lebih
disebabkan oleh tujuan dari pada penilaian itu sendiri.

Berdasarkan profil objek penilaian, aset yang dinilai dimiliki oleh objek berupa bangunan,
serta mesin dan peralatan berupa sarana dan prasarana, kapal operasional, alat berat,
kendaraan dan peralatan ringan lainnya, serta peralatan kantor. Kepemilikan aset tersebut
merupakan milik PT Fajar Sakti Prima. Objek penilaian berupa bangunan yang diantara
beberapa bangunan seperti Bangunan Workshop, Mess Non Staff, Mess Staff dan Jetty
BL3A biaya investasi pembangunannya dibangun secara bersamaan oleh PT Bayan
Resources Tbk dan PT Fajar Sakti Prima dan merupakan satu kesatuan fisik. Namun, Nilai
yang dinyatakan dalam laporan penilaian ini hanya mencerminkan porsi kepemilikan dan
hak atas bangunan milik PT Fajar Sakti Prima, tidak mencakup porsi milik PT Bayan
Resources Tbk. Penilai mengasumsikan bahwa pemisahan porsi PT Fajar Sakti Prima
berdasarkan persentase biaya investasi dari pemberi tugas. Berdasarkan jenis dan
karakteristik aset, maka jenis aset dapat digolongkan sebagai penilaian properti berupa
bangunan, serta mesin dan peralatan.

Aset yang dinilai merupakan Aset Operasional. Sesuai dengan jenis dan karakteristik objek
penilaian tersebut dan dengan mempertimbangkan jenis Objek Penilaian, Tujuan Penilaian
dan Pendekatan Penilaian yang dapat digunakan serta memperhatikan Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan No. 28/POJK.04/2021, maka dalam penilaian ini untuk menentukan Nilai
Pasar digunakan pendekatan penilaian dapat dijelaskan sebagai berikut :
Bangunan, mesin dan peralatan, serta kendaraan hanya menggunakan satu pendekatan
yakni pendekatan biaya dikarenakan penilaian properti industri termasuk mesin dan
peralatan yang tidak memiliki data pasar, serta untuk kendaraan dan alat berat hanya
menggunakan satu pendekatan yakni pendekatan pasar dikarenakan objek bukan
merupakan properti yang menghasilkan pendapatan berdasarkan SE OJK Nomor
33/SEOJK.04/2021, terdiri dari :



____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY                  PT BAYAN RESOURCES Tbk                               I-9
Page 78
     a.     Bangunan menggunakan Metode Biaya Pengganti atau dikenal dengan metode
            Biaya Pengganti Terdepresiasi (Depreciated Replacement Cost / DRC).
     b.     Mesin dan peralatan Metode Biaya Reproduksi Baru dan Biaya Pengganti
            Baru.
     c.     Kendaraan dan Alat Berat menggunakan Metode Perbandingan Data Pasar.
Pemilihan pendekatan dalam penilaian sangat tergantung dari jenis objek yang dinilai dan
ketersediaan data di lapangan. Sesuai maksud dan tujuan penilaian, dasar nilai, jenis dan
karakteristik objek penilaian serta ketersediaan data pasar di lapangan, maka pendekatan
penilaian berbasis pasar untuk real properti dan personal properti menurut KEPI & SPI
Edisi VII Tahun 2018 (KPUP) dalam penilaian ini pendekatan yang digunakan adalah :

a.   Pendekatan Pasar (Market Approach) , SPI 2018 – KPUP 15.0
Pendekatan Pasar menghasilkan indikasi nilai dengan cara membandingkan aset yang
dinilai dengan aset yang identik atau sebanding, dimana informasi harga transaksi atau
penawaran tersedia (SPI 2018 - KPUP 15.1).

Dalam Pendekatan Pasar, langkah pertama adalah mempertimbangkan harga yang baru
terjadi di pasar dari transaksi aset yang identik atau sebanding. Jika transaksi terakhir yang
telah terjadi hanya sedikit atau tidak ada, dapat dipertimbangkan dengan menggunakan
harga yang ditawarkan (untuk dijual) atau yang terdaftar (listed) dari aset yang identik
atau sebanding, relevansinya dengan informasi ini perlu diketahui secara jelas dan dengan
seksama dianalisis. Dalam hal ini perlu dilakukan penyesuaian atas informasi harga
transaksi atau penawaran apabila terdapat perbedaan dengan transaksi yang sebenarnya,
sesuai dengan Dasar Nilai dan asumsi yang akan digunakan dalam penilaian. Perbedaan
dapat juga meliputi karakteristik hukum, ekonomi atau fisik dari aset yang ditransaksikan
(aset pembanding) dan yang dinilai (SPI 2018 - KPUP 15.2).

Untuk penilaian kendaraan dan alat berat tersebut di atas kami menggunakan Pendekatan
Pasar (Market Approach ). Pemilihan pendekatan penilaian ini dilakukan dengan
mempertimbangkan bahwa objek penilaian merupakan kendaraan dan alat berat.
Mengingat karakteristik dari aset tersebut dimana tersedia data pasar yang memadai,
setara dan sepadan dengan objek penilaian untuk dijadikan sebagai pembanding dan tidak
adanya data arus pendapatan aktual maupun proxy yang dapat diidentifikasi yang
didapatkan dari pemilik.

Penyesuaian data pembanding mencakup perbedaan umur kronologis dan umur efektif,
kondisi, kapasitas, lokasi, ukuran, tanggal penjualan, kondisi penjualan, kesesuaian
lingkungan, kesesuaian keamanan, dan faktor lainya yang mempengaruhi harga jual.

b.   Pendekatan Biaya (Cost Approach) , SPI 2018 – KPUP 17.0
Pendekatan Biaya menghasilkan indikasi nilai dengan menggunakan prinsip ekonomi,
dimana pembeli tidak akan membayar suatu aset lebih daripada biaya untuk memperoleh
aset dengan kegunaan yang sama atau setara, pada saat pembelian atau konstruksi (SPI
2018 - KPUP 17.1).
____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY                   PT BAYAN RESOURCES Tbk                                 I-10
Page 79
Pendekatan ini berdasarkan pada prinsip harga yang akan dibayar pembeli di pasar untuk
aset yang akan dinilai, tidak lebih dari biaya untuk membeli atau membangun untuk aset
yang setara, kecuali ada faktor waktu yang tidak wajar, ketidaknyamanan, risiko atau
faktor lainnya. Umumnya aset yang dinilai akan kurang menarik dikarenakan faktor usia
atau sudah usang, dibandingkan dengan aset alternatif yang baru dibeli atau dibangun.
Untuk hal ini, diperlukan penyesuaian karena adanya perbedaan biaya dengan aset
alternatif, tergantung pada Dasar Nilai yang diperlukan (SPI 2018 - KPUP 17.2).
“Faktor Penyusutan (Depreciations )“ atas metode Cost Approach pada umumnya disebabkan
oleh 3 ( tiga ) faktor yaitu :

a.       Kemunduran Fisik ( Phisical Deteriorations )
         Yaitu penyusutan nilai yang disebabkan oleh umur pemakaian, keausan serta
         perawatan dan lain-lain. Pertimbangan-pertimbangan disesuaikan dengan umur dan
         kondisi fisik yang ada.

b.       Keusangan Fungsional ( Functional Obsolescence )
         Yaitu penyusutan Nilai diakibatkan perencanaan yang kurang baik, ketidak
         seimbangan yang bertalian dengan ukuran, kapasitas, model, bentuk dan lain-lain.

c.       Keusangan Ekonomis ( Economical Obsolescence )
         Yaitu penyusutan nilai dipengaruhi oleh faktor-faktor : perubahan sosial, peraturan
         pemerintah dan peraturan-peraturan lain yang membatasi, peruntukan dan lain-lain.
Untuk penilaian aset tersebut di atas kami menggunakan Pendekatan Biaya (Cost Approach )
terhadap objek penilaian mesin dan peralatan, serta kendaraan. Pemilihan pendekatan
penilaian ini dilakukan dengan mempertimbangkan bahwa objek penilaian merupakan
mesin dan peralatan, serta kendaraan. Mengingat karakteristik dari aset tersebut dimana
tidak tersedia data pasar yang memadai, sebanding dan sepadan dengan objek penilaian
untuk dijadikan sebagai pembanding dan tidak adanya data arus pendapatan aktual
maupun proxy yang dapat diidentifikasi yang didapatkan dari pemilik.
Setelah menentukan pendekatan penilaian mesin dan peralatan, serta kendaraan, penilai
menentukan metode yang dipergunakan untuk melakukan perhitungan dalam rangka
menentukan Nilai Pasar properti. Menurut pendapat kami, metode yang sesuai untuk
dipergunakan dalam penilaian aset tersebut adalah metode Biaya Pengganti Terdepresiasi/
Depreciated Replacement Cost /DRC (SPI 310 - 5.10.c.2), yaitu metode penerapan dari
Pendekatan Biaya, yang digunakan untuk menentukan indikasi nilai dengan menghitung
Biaya Reproduksi Baru atau Biaya Pengganti Baru dari properti, dikurangi dengan
penyusutan fisik dan segala bentuk keusangan.

Metode yang dipergunakan dalam penilaian ini adalah sebagai berikut :
     -   Metode Biaya Reproduksi Baru (Reproduction Cost New )
         Biaya Reproduksi Baru adalah estimasi biaya untuk mereproduksi suatu properti baru
         yang sama atau identik dengan properti yang dinilai, berdasarkan harga pasaran
         setempat pada Tanggal Penilaian.
____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY                       PT BAYAN RESOURCES Tbk                           I-11
Page 80
     -   Metode Biaya Pengganti Baru (Replacement Cost New )
         Biaya Pengganti Baru adalah estimasi biaya untuk membuat suatu properti baru yang
         setara dengan properti yang dinilai, berdasarkan harga pasaran setempat pada
         Tanggal Penilaian.

Penyusutan untuk mesin dan peralatan yang sudah digunakan, mencakup penyusutan
fisik, keusangan fungsional/ teknis dan keusangan ekonomi bila ada.
  > Penyusutan Fisik
    Penyusutan fisik adalah hilangnya nilai atau kegunaan dari properti karena
    penggunaan atau berkurangnya usia penggunaan, disebabkan keausan, kerusakan,
    kelelahan bahan dan faktor - faktor yang sejenis. Untuk menentukan besarnya
    penyusutan fisik, digunakan beberapa metode, yaitu:
    1.    Metode Observasi (Observation Method ); besar penyusutan ditentukan dalam
          bentuk persentase, diperoleh penilai berdasarkan pengalaman yang dimilikinya,
          dengan melakukan pengamatan atas kondisi obyek penilaian dibandingkan
          dengan mesin dan peralatan yang masih baru.
         2.   Metode Age/Life ; mengestimasi penyusutan fisik berdasarkan umur efektif
              obyek penilaian dibandingkan dengan umur ekonomi mesin dan peralatan.

Dari pendekatan penilaian tersebut, berdasarkan pertimbangan sebagai berikut :

1.       Properti dalam penilaian adalah berupa bangunan, serta mesin dan peralatan
2.       Data pembanding yang tersedia dilapangan.

Maka sesuai dengan KEPI & SPI Edisi VII Tahun 2018 – SPI 106 dan 310 dalam penilaian
ini digunakan Pendekatan sebagai berikut :

         PENDEKATAN                        METODE YANG DIGUNAKAN
- Pendekatan Biaya           - Bangunan                        : Biaya Pengganti atau Biaya
                                                                 Pengganti Terdepresiasi
                             - Sarana Pelengkap Lainnya : Biaya Pengganti atau Biaya
                                                          Pengganti Terdepresiasi
                             - Mesin dan Peralatan, serta : Biaya Reproduksi Baru dan
                               Kendaraan                    Biaya Pengganti Baru
- Pendekatan Pasar           - Kendaraan dan Alat Berat : Perbandingan Data Pasar


Kami menegaskan bahwa dalam penilaian ini, kami tidak memperhitungkan biaya pajak
yang terjadi karena adanya transaksi jual-beli, sesuai dengan yang diatur di dalam Standar
Penilaian Indonesia (SPI 101 butir 3.3).




____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY                     PT BAYAN RESOURCES Tbk                                  I-12
Page 81
I. 20 KESIMPULAN PENILAIAN
Laporan Penilaian ini disusun dan dikeluarkan berdasarkan beberapa asumsi atas semua
dokumen, pernyataan dan keterangan baik lisan maupun tulisan, berikut dokumen dalam
bentuk fotokopi, turunan dan/atau salinan yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang
dari pihak pemberi tugas atau pihak ketiga kepada kami untuk tujuan pekerjaan penilaian
ini adalah benar, akurat, lengkap, dan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, serta
didukung oleh kemampuan, keahlian, data-data statistik dan data lainnya yang
berhubungan dengan laporan penilaian ini yang kami miliki. Oleh sebab itu kami tidak
bertanggung jawab jika data/ informasi tersebut yang diberikan kepada kami tidak sesuai
dengan keadaan yang sebenarnya, sehingga hasil penilaian yang dihasilkan menjadi tidak
valid/ tidak akurat dan oleh karenanya harus dilakukan penilaian ulang.

Penilaian ini bergantung pada hal-hal sebagai berikut :

1.   Aset dimaksud dilengkapi dengan dokumen yang berlaku dan sah secara hukum,
     dapat dialihkan dan bebas dari ikatan, tuntutan atau halangan apapun juga selain
     yang dikemukakan dalam laporan ini. Aset yang dinilai seolah-olah bebas dan bersih
     dibawah tanggung jawab (milik) pemberi tugas.

2.   Aset dimaksud tetap dikelola dan dirawat secara wajar selama masa pemakaian.
3.   Aset dimaksud tidak terjadi perubahan kondisi fisik secara signifikan dan/atau tidak
     terjadi penyerobotan oleh pihak lain selama pemakaian.

4.   Nilai Aset dimaksud dianggap dimiliki dengan cara dibeli secara tunai sehingga cara
     pembelian dan progres pembayaran / cicilan angsuran yang masih tersisa saat ini
     tidak mempengaruhi nilai yang kami rekomendasikan.

5.   Asumsi-asumsi dan Syarat-syarat Pembatasan Umum, kondisi, komentar, dan detail
     yang tertulis di dalam laporan ini.

Berdasarkan Standar Penilaian Indonesia (SPI), dan dengan mempertimbangkan seluruh
informasi yang relevan serta mengamati kondisi pasar makro perekonomian Indonesia
yang ada, maka kami berpendapat sesuai dengan asumsi-asumsi, metode penilaian, syarat-
syarat dan/atau pembatasan-pembatasan tertentu, serta kami mengasumsikan bahwa
semua data dan informasi yang kami terima adalah benar dan akurat, bahwa nilai aset
tersebut pada tanggal penilaian, adalah sebagai berikut :

Nilai Pasar :
                                     Rp 163.917.844.000,-
(SERATUS ENAM PULUH TIGA MILIAR SEMBILAN RATUS TUJUH BELAS JUTA DELAPAN
                 RATUS EMPAT PULUH EMPAT RIBU RUPIAH)




____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY                   PT BAYAN RESOURCES Tbk                            I-13
Page 82
                                                                                                                         Lampiran 2

                                       Laporan Posisi Keuangan per 31 Desember 2021-2025
                                                          Audited         Audited         Audited         Audited          Audited
                                                         31-Des-21       31-Des-22       31-Des-23       31-Des-24        31-Des-25
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas                                        980.507.356    1.826.876.780    917.343.776     912.152.046      574.566.067
Kas dan setara kas yang dibatasi penggunaanya, bagian               -                -              -               -                -
lancar
Piutang usaha-net                                         215.449.936     400.703.566     319.063.755     307.007.330      258.247.903
Piutang non usaha-net                                       2.148.079       4.640.139       9.761.045       7.636.746        8.486.573
Piutang Derivatif                                          34.776.540       6.863.655       1.535.660               -                -
Persediaan-net                                             94.776.525     118.194.855     201.810.803     248.039.850      233.675.990
Pajak Dibayar Dimuka, bagian lancar                        72.348.606      32.114.430     423.707.435     244.287.531      256.199.941
Uang muka dan biaya dibayar dimuka, bagian lancar
                                                            18.425.747      11.029.812      27.971.641      46.440.326       44.000.157
Aset lancar lain-lain                                                -               -               -               -       73.593.616
Total aset lancar                                        1.418.432.789   2.400.423.237   1.901.194.115   1.765.563.829    1.448.770.247

Aset Tak Lancar
Kas dan setara kas yang dibatasi penggunaanya, bagian
tidak lancar                                               14.260.030      14.737.172      21.651.318      31.835.070       36.366.699
Piutang non usaha-net                                          21.528          30.188          26.470          93.517           75.454
Uang muka dan biaya dibayar dimuka, bagian tidak
lancar                                                     65.805.882      64.325.705      53.388.961      38.078.195        16.844.182
Pajak dibayar dimuka, bagian tidak lancar                  82.499.570     419.487.164     275.545.288     414.654.607       375.690.098
Investasi obligasi                                                                                                          178.762.960
Aset tetap                                                 424.546.437     564.693.088     718.143.919     797.637.797      859.433.252
Aset hak-guna                                                        -               -               -               -                -
Aset eksplorasi dan evaluasi                                         -               -               -               -                -
Aset pajak tangguhan                                        26.694.787      60.004.786      47.310.870      44.208.944       37.927.619
Properti pertambangan                                      389.994.706     393.096.867     400.117.235     408.493.115      405.751.634
Aset tidak lancar lainnya                                   11.456.462      28.660.658      26.941.640      20.890.860       15.422.299
Total aset tak lancar                                    1.015.279.402   1.545.035.628   1.543.125.701   1.755.892.105    1.926.274.197
Total Aset                                               2.433.712.191   3.945.458.865   3.444.319.816   3.521.455.934    3.375.044.444

Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha                                                88.093.701      122.205.849     193.432.921     235.357.040     241.097.886
Utang pajak                                               273.285.334      451.681.772     118.313.347      87.081.720      74.403.355
Utang derivatif, jangka pendek                                      -       77.498.638         657.650               -               -
Liabilitas sewa, jangka pendek                                      -                -               -               -               -
Akrual                                                     81.759.225      174.642.700     119.828.259     109.831.760     116.686.629
Pinjaman bank jangka pendek                                         -                -     396.874.323     337.541.757               -
Uang muka dari pelanggan                                            -                -               -               -               -
Liabilitas kontrak                                          7.193.516        1.123.726         436.040         103.713       8.831.435
Utang lain-lain                                             2.650.024        4.367.890       9.055.601       6.382.915       2.191.578
Deposito terkait penjualan aset                                     -                -               -               -      80.000.000
Liabilitas atas kelompok lepasan dimiliki untuk dijual              -                -               -               -      21.062.628
Utang dividen                                                       -    1.000.000.050     500.000.025     300.000.015               -
Total liabilitas jangka pendek                            452.981.800    1.831.520.625   1.338.598.166   1.076.298.920     544.273.511

Liabilitas Jangka Panjang
Senior Notes                                                        -               -               -               -                -
Liabilitas imbalan kerja, jangka panjang                   10.867.900      10.091.142      12.182.702      11.922.930       12.705.954
Utang derivatif, jangka panjang                                     -               -               -               -                -
Liabilitas pajak tangguhan                                 82.024.178      81.929.483      82.785.822      81.938.691       82.643.547
Liabilitas sewa, jangka panjang                                     -               -               -               -                -
Provisi untuk pembongkaran, pemindahan, reklamasi
dan restorasi                                              24.931.939       26.627.068      31.934.924      37.452.982      40.837.148
Total Liabilitas jangka panjang                           117.824.017      118.647.693     126.903.448     131.314.603     136.186.649
Total Liabilitas                                          570.805.817    1.950.168.318   1.465.501.614   1.207.613.523     680.460.160
Page 83
                                       Audited          Audited          Audited          Audited          Audited
                                      31-Des-21        31-Des-22        31-Des-23        31-Des-24        31-Des-25
Ekuitas
Modal ditempatkan dan disetor penuh      35.685.809       35.685.809       35.685.809       35.685.809       35.685.809
Tambahan modal disetor                  200.202.189      200.202.189      191.683.185      191.683.185      191.683.185
Modal donasi                                 48.466           48.466                -                -                -
Komponen ekuitas lain                     1.886.148        1.886.148        1.934.614        1.886.148        1.886.148
Cadangan lindung nilai arus kas          26.693.433      (57.100.920)               -                -                -
Cadangan lain-lain                     (106.274.977)    (106.274.977)    (106.274.977)    (106.274.977)    (106.274.977)
Saldo laba:
-dicadangkan                              8.176.536        8.176.536        8.176.536        8.176.536        8.176.536
-tidak dicadangkan                    1.633.761.316    1.811.923.690    1.750.131.799    2.072.968.622    2.440.477.588
                                      1.800.178.920    1.894.546.941    1.881.336.966    2.204.125.323    2.571.634.289
Kepentingan non-pengendali               62.727.454      100.743.606       97.481.236      109.717.088      122.949.995
Total Ekuitas                         1.862.906.374    1.995.290.547    1.978.818.202    2.313.842.411    2.694.584.284
Total Liabilitas dan Ekuitas          2.433.712.191    3.945.458.865    3.444.319.816    3.521.455.934    3.375.044.444
Page 84
                                                                                                                 Lampiran 3

            Laporan Laba Rugi Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-Desember Tahun 2021-2025
                                        Audited            Audited            Audited            Audited            Audited
                                        FY2021             FY2022             FY2023             FY2024             FY2025
Pendapatan                            2.852.219.928      4.703.622.038      3.581.375.403      3.446.214.954      3.427.576.485
Beban pokok pendapatan               (1.105.766.702)    (1.543.553.155)    (1.917.152.140)    (2.113.429.456)    (2.321.274.978)
Laba bruto                            1.746.453.226      3.160.068.883      1.664.223.263      1.332.785.498      1.106.301.507
Beban penjualan                          (30.000.319)     (140.417.246)         28.442.512        (38.792.502)       (31.121.554)
Beban umum dan administrasi              (38.177.057)       (77.495.451)       (85.491.675)       (81.260.038)       (72.805.449)
Penghasilan keuangan                       4.110.636         14.791.554         25.388.234         27.805.486         27.953.090
Beban keuangan                           (50.549.536)        (2.673.938)        (6.630.453)       (17.838.242)        (8.699.105)
(Beban)/pendapatan lain-lain, neto        (4.263.209)        (8.963.741)         7.036.615        (17.177.673)        (9.609.227)
Laba sebelum pajak                    1.627.573.741      2.945.310.061      1.632.968.496      1.205.522.529      1.012.019.262
Beban pajak penghasilan                (361.616.399)      (643.704.514)      (353.387.654)      (262.147.463)      (227.968.076)
Laba tahun berjalan                   1.265.957.342      2.301.605.547      1.279.580.842        943.375.066        784.051.186
Page 85
                                                                                                                                      Lampiran 4

             Laporan Arus Kas Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-Desember Tahun 2021-2025
                                                            Audited            Audited            Audited            Audited            Audited
                                                            FY 2021            FY 2022            FY 2023            FY 2024            FY 2025
AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan                                  2.790.210.217      4.512.298.618      3.662.327.528      3.457.939.052      3.470.780.862
Pembayaran kepada pemasok                                 (1.005.766.006)    (1.402.847.641)    (1.677.016.868)    (1.901.610.160)    (2.120.200.990)
Pembayaran kepada direktur dan karyawan                       (70.170.221)     (118.494.152)      (186.088.288)      (155.649.024)      (138.846.733)
Pembayaran beban keuangan                                     (31.294.079)        (1.687.500)        (3.670.431)       (17.460.143)        (7.821.530)
Pembayaran royalti/iuran eksploitasi                        (164.741.919)      (347.168.117)      (379.714.908)      (259.430.636)      (263.453.271)
Pembayaran pajak penghasilan                                (119.701.026)      (590.496.773)      (848.022.911)      (422.670.121)      (320.754.584)
Penerimaan pengembalian pajak                                112.344.053         78.674.548        164.251.416        359.344.186        358.596.573
Pembayaran lain-lain                                             (790.087)          (646.957)          (661.547)          (619.530)          (744.765)
Kas dihasilkan (digunakan) untuk aktivitas operasi         1.510.090.932      2.129.632.026        731.403.991      1.059.843.624        977.555.562

AKTIVITAS INVESTASI
Pembelian aset tetap                                       (174.142.189)       (193.514.292)      (204.492.815)     (163.942.800)       (165.404.387)
Pembayaran atas penambahan properti pertambangan             (3.062.236)         (4.485.843)       (11.276.507)      (15.663.454)         (5.529.266)
Pembayaran kas atas akuisisi bisnis                                   -                   -                  -        (6.760.242)                  -
Pembayaran kas atas akuisisi entitas sepengendali                     -                   -         (9.197.064)                -                   -
Hasil penjualan aset tetap                                      256.145           1.125.886          1.318.799         2.233.787           1.790.582
Penerimaan uang muka dari penjualan aset tetap                        -                   -                  -                 -          80.000.000
Penempatan investasi obligasi                                                                                                           (179.083.094)
Penerimaan penghasilan keuangan                                4.110.636        14.791.554         25.388.234         27.805.486          27.953.090
Penerimaan/(penempatan) kas dan setara kas yang
dibatasi penggunaannya                                        8.417.557           (477.142)         (6.914.146)       (10.183.752)        (8.857.131)
Kas dihasilkan (digunakan) untuk aktivitas investasi       (164.420.087)      (182.559.837)      (205.173.499)      (166.510.975)      (249.130.206)

AKTIVITAS PENDANAAN
Perolehan kas dari pinjaman bank jangka pendek              100.000.000         100.000.000        545.000.000       400.000.000                   -
Pembayaran kembali atas pinjaman bank                      (100.000.000)       (100.000.000)      (145.000.000)     (460.000.000)       (340.000.000)
Pembayaran biaya perolehan pinjaman                          (1.025.000)         (1.083.958)        (2.975.000)         (700.000)         (1.500.000)
Pembayaran dividen kepada pemilik entitas induk            (300.000.015)     (1.000.000.050)                 -       (10.239.758)       (700.000.035)
Pembayaran dividen kepada non pengendali                    (20.578.183)        (85.114.774)    (1.800.000.090)     (800.000.040)         (2.931.629)
Akuisisi kepentingan pada entitas anak nonpengendali                  -                   -        (44.260.126)       (8.496.345)                  -
Perolehan kas dari penerbitan Senior Notes                            -                   -                  -                 -                   -
Pembayaran kembali atas Senior Notes                       (400.000.000)                  -                  -                 -                   -
Premi pembayaran atas pembayaran kembali Senior
Notes                                                        (26.501.789)                 -                  -                 -                   -
Pembayaran Liabilitas sewa                                      (562.336)                 -                  -                 -                   -
                                                            Audited             Audited            Audited           Audited             Audited
Kas dihasilkan (digunakan) untuk aktivitas pendanaan       (748.667.323)     (1.086.198.782)    (1.447.235.216)     (879.436.143)     (1.044.431.664)
                                                            FY 2021             FY 2022            FY 2023           FY 2024             FY 2025
Kenaikan (penurunan) bersih kas dan setara kas              597.003.522         860.873.407       (921.004.724)       13.896.506        (316.006.308)
Kas dan setara kas awal tahun                               383.810.000         980.507.356      1.826.876.780       917.343.776         912.152.046
Pelepasan kas atas klasifikasi aset yang dimiliki untuk
dijual                                                                  -                  -                  -                  -       (14.205.337)
Dampak perubahan selisih kurs terhadap kas dan setara
kas                                                            (306.166)        (14.503.983)       11.471.720         (19.088.236)        (7.374.334)
Kas dan setara kas akhir tahun                              980.507.356      1.826.876.780        917.343.776        912.152.046        574.566.067
Page 86
                                                                                                               Lampiran 5

                                              Analisis Rasio Keuangan
                                    Audited        Audited        Audited        Audited        Audited         Average
                                    FY2021         FY2022         FY2023         FY2024         FY2025          Historis
LIQUIDITY RATIOS
Current ratio                             3,13           1,31           1,42           1,64           2,66            2,03
Quick ratio                               2,92           1,25           1,27           1,41           2,23            1,82
Cash ratio                                2,16           1,00           0,69           0,85           1,06            1,15

PROFITABILITY RATIOS
Gross profit margin                    61,23%         67,18%         46,47%         38,67%         32,28%          49,17%
Net profit margin                      44,38%         48,93%         35,73%         27,37%         22,87%          35,86%

ACTIVITY RATIOS
Acc. Receivable turnover                      13             12             11             11             13               12
Inventory turnover                            12             13              9              9             10               11
Acc. Payable turnover                         13             13             10              9             10               11
Days of Acc. Receivable                       27             31             32             32             27               30
Days of Inventory                             31             28             38             42             36               35
Days of Acc. Payable                          29             29             36             40             37               34

SOLVENCY RATIOS
Debt to Equity                          0,00%          0,00%         20,06%         14,59%          0,00%           6,93%
Debt to Assets                          0,00%          0,00%         11,52%          9,59%          0,00%           4,22%
Total Liabilities to Total Assets      23,45%         49,43%         42,55%         34,29%         20,16%          33,98%
Total Liabilities to Total Equity      30,64%         97,74%         74,06%         52,19%         25,25%          55,98%
Page 87
                                                                                                           Lampiran 6

Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi per 31 Desember 2026-2030
                                       Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi
                                      31-Dec-26       31-Dec-27       31-Dec-28       31-Dec-29       31-Dec-30
ASET
ASET LANCAR
KAS DAN SETARA KAS                    851.197.055     974.965.295     925.492.075     939.071.015    1.175.957.166
PIUTANG USAHA
   - PIHAK KETIGA                     279.522.787     313.061.117     313.995.311     319.351.749     323.639.022
   - PIHAK BERELASI                           -               -               -               -               -
PIUTANG NON USAHA                       8.445.987       8.741.596       7.443.549       7.629.638       7.820.379
PERSEDIAAN                            391.714.335     417.046.505     446.121.924     458.388.528     469.952.186
PAJAK DIBAYAR DIMUKA,
     BAGIAN LANCAR                    405.829.402     323.722.852     310.926.777     380.236.091     377.402.663
UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR
     DI MUKA, BAGIAN LANCAR            51.614.731      28.177.112      16.485.310      16.593.583      16.704.563
ASET ATAS KELOMPOK LEPASAN
     DIMILIKI UNTUK DIJUAL                     -               -               -               -               -
JUMLAH ASET LANCAR                   1.988.324.297   2.065.714.477   2.020.464.946   2.121.270.604   2.371.475.979

ASET TIDAK LANCAR
KAS DAN SETARA KAS YANG DIBATASI
     PENGGUNAANNYA                     40.637.276      40.637.276      40.637.276      40.637.276      40.637.276
PIUTANG NON USAHA                             -               -               -               -               -
PAJAK DIBAYAR DIMUKA,
     BAGIAN TIDAK LANCAR              193.473.052     344.779.912     518.413.781     331.729.186     219.228.719
UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA
     BAGIAN TIDAK LANCAR                       -               -               -               -               -
INVESTASI OBLIGASI                     178.762.960     178.762.960     178.762.960     178.762.960     178.762.960
ASET TETAP                           1.006.003.780   1.000.159.920   1.008.209.585     905.176.586     811.964.605
ASET PAJAK TANGGUHAN                    50.071.821      48.728.106      48.555.696     189.418.794      80.465.948
PROPERTI PERTAMBANGAN                  340.755.202     383.942.496     392.330.268     367.043.994     386.492.365
ASET TIDAK LANCAR LAINNYA               17.254.242      57.288.012         915.706         938.598         962.063
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR             1.826.958.333   2.054.298.682   2.187.825.272   2.013.707.394   1.718.513.936
JUMLAH ASET                          3.815.282.630   4.120.013.159   4.208.290.218   4.134.977.998   4.089.989.915

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
UTANG USAHA
-PIHAK KETIGA                         282.421.932     273.583.500     275.701.055     272.472.009     276.470.377
-PIHAK BERELASI                        14.791.835      14.952.411      15.660.501      15.867.681      16.535.101
UTANG PAJAK
-PAJAK PENGHASILAN BADAN              129.448.724     264.435.980     157.651.814     134.663.096     152.578.665
-PAJAK LAIN-LAIN                       43.187.294      92.251.812             -               -               -
AKRUAL                                229.098.899     264.435.980     265.400.492     264.228.848     269.523.314
PINJAMAN BANK                                 -               -               -               -               -
LIABILITAS KONTRAK                            -               -               -               -               -
DEPOSIT TERKAIT PENJUALAN ASET
DIMILIKI UNTUK DIJUAL                          -               -               -               -               -
LIABILITAS ATAS KELOMPOK LEPASAN
DIMILIKI UNTUK DIJUAL                         -               -                -               -               -
UTANG LAIN-LAIN                         9.258.797      10.024.547       10.275.161      10.532.040      10.795.341
UTANG DIVIDEN                                 -        77.979.544      360.830.291     479.647.589     458.989.723
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK       708.207.481     997.663.774    1.085.519.314   1.177.411.263   1.184.892.521

LIABILITAS JANGKA PANJANG
LIABILITAS IMBALAN KERJA JANGKA
PANJANG                                17.279.006      18.159.349      16.515.467      17.301.835      17.818.675
LIABILITAS PAJAK TANGGUHAN             82.651.823      82.651.823      82.651.823      82.651.823      82.651.823
PROVISI UNTUK PEMBONGKARAN,
PEMINDAHAN, REKLAMASI DAN              37.480.671       38.792.494      34.749.708      35.618.450      36.508.911
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG      137.411.500      139.603.666     133.916.998     135.572.108     136.979.409
JUMLAH LIABILITAS                     845.618.981    1.137.267.440   1.219.436.312   1.312.983.371   1.321.871.930
Page 88
                                  Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi
                                 31-Dec-26        31-Dec-27        31-Dec-28        31-Dec-29        31-Dec-30
EKUITAS
MODAL SAHAM                        35.685.809       35.685.809       35.685.809       35.685.809       35.685.809
TAMBAHAN MODAL DISETOR            191.683.185      191.683.185      191.683.185      191.683.185      191.683.185
KOMPONEN EKUITAS LAINNYA            1.886.148        1.886.148        1.886.148        1.886.148        1.886.148
CADANGAN LAIN-LAIN               (106.274.977)    (106.274.977)    (106.274.977)    (106.274.977)    (106.274.977)
SALDO LABA :
- DICADANGKAN                       8.176.536        8.176.536        8.176.536        8.176.536        8.176.536
- TIDAK DICADANGKAN             2.715.622.448    2.728.735.349    2.734.843.536    2.514.300.144    2.460.423.502
                                2.846.779.149    2.859.892.050    2.866.000.237    2.645.456.845    2.591.580.203
KEPENTINGAN NON-PENGENDALI        122.884.500      122.853.669      122.853.669      176.537.782      176.537.782
JUMLAH EKUITAS                  2.969.663.649    2.982.745.719    2.988.853.906    2.821.994.627    2.768.117.985
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS   3.815.282.630    4.120.013.159    4.208.290.218    4.134.977.998    4.089.989.915
Page 89
                                                                                                                  Lampiran 7

Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Dengan Rencana Transaksi per 31 Desember 2026-2030
                                                    Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi
                                                   31-Dec-26       31-Dec-27       31-Dec-28       31-Dec-29       31-Dec-30
ASET
ASET LANCAR
KAS DAN SETARA KAS                                 930.069.084    1.194.606.445   1.268.522.706   1.405.491.128   1.765.766.760
PIUTANG USAHA
   - PIHAK KETIGA                                  279.522.787     313.061.117     313.995.311     319.351.749     327.635.466
   - PIHAK BERELASI                                        -               -               -               -               -
PIUTANG NON USAHA                                    8.445.987       8.741.596       7.443.549       7.629.638       7.820.379
PERSEDIAAN                                         391.714.335     417.046.505     446.121.924     458.388.528     469.952.186
PAJAK DIBAYAR DIMUKA,
     BAGIAN LANCAR                                 405.829.402     323.722.852     310.926.777     380.236.091     377.402.663
UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR
     DI MUKA, BAGIAN LANCAR                         51.614.731      28.177.112      16.485.310      16.593.583      16.704.563
ASET ATAS KELOMPOK LEPASAN
     DIMILIKI UNTUK DIJUAL                                  -               -               -               -               -
JUMLAH ASET LANCAR                                2.067.196.326   2.285.355.627   2.363.495.577   2.587.690.717   2.965.282.017

ASET TIDAK LANCAR
KAS DAN SETARA KAS YANG DIBATASI
     PENGGUNAANNYA                                  40.637.276      40.637.276      40.637.276      40.637.276      40.637.276
PIUTANG NON USAHA                                          -               -               -               -               -
PAJAK DIBAYAR DIMUKA,
     BAGIAN TIDAK LANCAR                           193.473.052     344.779.912     518.413.781     331.729.186     219.228.719
UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA
     BAGIAN TIDAK LANCAR                                    -             -             -             -             -
INVESTASI OBLIGASI                                  178.762.960   178.762.960   178.762.960   178.762.960   178.762.960
ASET TETAP                                        1.004.290.553   996.859.800 1.003.322.571   898.702.678   803.903.803
ASET PAJAK TANGGUHAN                                 50.071.821    48.728.106    48.555.696   189.418.794    80.465.948
PROPERTI PERTAMBANGAN                               340.755.202   383.942.496   392.330.268   367.043.994   386.492.365
ASET TIDAK LANCAR LAINNYA                            17.254.242    57.288.012       915.706       938.598       962.063
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR                          1.825.245.106 2.050.998.562 2.182.938.258 2.007.233.486 1.710.453.134
JUMLAH ASET                                       3.892.441.432 4.336.354.188 4.546.433.835 4.594.924.203 4.675.735.151

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
UTANG USAHA
-PIHAK KETIGA                                      301.766.166     298.071.033     287.547.543     289.057.093     276.470.377
-PIHAK BERELASI                                     14.791.835      14.952.411      15.660.501      15.867.681      16.535.101
UTANG PAJAK
-PAJAK PENGHASILAN BADAN                           129.448.724     281.410.916     192.006.390     169.017.672     152.578.665
-PAJAK LAIN-LAIN                                    43.187.294      92.251.812             -               -               -
AKRUAL                                             229.098.899     264.435.980     265.400.492     264.228.848     269.523.314
PINJAMAN BANK                                              -               -               -               -               -
LIABILITAS KONTRAK                                         -               -               -               -               -
DEPOSIT TERKAIT PENJUALAN ASET DIMILIKI UNTUK
DIJUAL                                                      -               -               -               -               -
LIABILITAS ATAS KELOMPOK LEPASAN DIMILIKI UNTUK
DIJUAL                                                     -             -             -             -             -
UTANG LAIN-LAIN                                      9.258.797    10.024.547    10.275.161    10.532.040    10.795.341
UTANG DIVIDEN                                              -      77.979.544   360.830.291   479.647.589   458.989.723
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK                    727.551.715 1.039.126.243 1.131.720.378 1.228.350.923 1.184.892.521

LIABILITAS JANGKA PANJANG
LIABILITAS IMBALAN KERJA JANGKA PANJANG             17.279.006      18.159.349      16.515.467      17.301.835      17.818.675
LIABILITAS PAJAK TANGGUHAN                          82.651.823      82.651.823      82.651.823      82.651.823      82.651.823
PROVISI UNTUK PEMBONGKARAN, PEMINDAHAN,
REKLAMASI DAN RESTORASI                             37.480.671    38.792.494    34.749.708    35.618.450    36.508.911
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG                   137.411.500   139.603.666   133.916.998   135.572.108   136.979.409
JUMLAH LIABILITAS                                  864.963.215 1.178.729.909 1.265.637.376 1.363.923.031 1.321.871.930
Page 90
                                  Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi
                                 31-Dec-26       31-Dec-27       31-Dec-28       31-Dec-29       31-Dec-30
EKUITAS
MODAL SAHAM                        35.685.809      35.685.809      35.685.809      35.685.809      35.685.809
TAMBAHAN MODAL DISETOR            191.683.185     191.683.185     191.683.185     191.683.185     191.683.185
KOMPONEN EKUITAS LAINNYA            1.886.148       1.886.148       1.886.148       1.886.148       1.886.148
CADANGAN LAIN-LAIN               (106.274.977)   (106.274.977)   (106.274.977)   (106.274.977)   (106.274.977)
SALDO LABA :
- DICADANGKAN                       8.176.536     8.176.536     8.176.536     8.176.536     8.176.536
- TIDAK DICADANGKAN             2.773.437.016 2.903.613.909 3.026.786.089 2.923.306.689 3.046.168.738
                                2.904.593.717 3.034.770.610 3.157.942.790 3.054.463.390 3.177.325.439
KEPENTINGAN NON-PENGENDALI        122.884.500   122.853.669   122.853.669   176.537.782   176.537.782
JUMLAH EKUITAS                  3.027.478.217 3.157.624.279 3.280.796.459 3.231.001.172 3.353.863.221
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS   3.892.441.432 4.336.354.188 4.546.433.835 4.594.924.203 4.675.735.151
Page 91
                                                                                                       Lampiran 8

     Proyeksi Laporan Laba Rugi Tanpa Rencana Transaksi Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-
                                   Desember Tahun 2026-2030
                                         Proyeksi       Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi
                                          FY 2026        FY 2027         FY 2028         FY 2029         FY 2030
PENDAPATAN                            3.824.632.884 4.743.334.649 4.771.680.158 4.840.085.522 4.905.989.965
BEBAN POKOK PENDAPATAN               (2.822.671.826) (3.360.932.244) (3.408.750.903) (3.388.588.062) (3.433.767.158)
LABA BRUTO                            1.001.961.058 1.382.402.405 1.362.929.255 1.451.497.460 1.472.222.807
BEBAN PENJUALAN                          (43.139.968)   (46.427.258)    (37.687.484)    (37.985.248)    (38.762.154)
BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI            (108.193.778) (104.244.592) (123.266.746) (128.068.164) (130.819.519)
BEBAN KEUANGAN                           (11.613.144)     (4.474.022)     (4.810.134)     (4.463.668)     (4.487.047)
PENGHASILAN KEUANGAN                      25.052.466     35.847.207      55.125.496        8.499.271       9.048.847
PENDAPATAN/(BEBAN) LAIN-LAIN, NETO        11.019.654     11.761.718      12.055.697      12.357.089      12.666.017
LABA SEBELUM PAJAK                      875.086.288 1.274.865.458 1.264.346.084 1.301.836.740 1.319.868.951
BEBAN PAJAK PENGHASILAN                (173.201.871) (249.127.970) (246.960.122) (255.022.371) (258.021.178)
LABA TAHUN BERJALAN                     701.884.417 1.025.737.488 1.017.385.962 1.046.814.369 1.061.847.773
Page 92
                                                                                                       Lampiran 9

    Proyeksi Laporan Laba Rugi Dengan Rencana Transaksi Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-
                                  Desember Tahun 2026-2030
                                        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi
                                         FY 2026         FY 2027         FY 2028         FY 2029         FY 2030
PENDAPATAN                            4.061.562.649 5.217.194.179     5.245.539.688 5.313.945.052     5.379.849.495
BEBAN POKOK PENDAPATAN               (2.982.442.789) (3.678.634.611) (3.726.453.270) (3.706.290.429) (3.751.469.525)
LABA BRUTO                            1.079.119.860 1.538.559.569 1.519.086.419       1.607.654.624   1.628.379.971
BEBAN PENJUALAN                          (45.509.266)   (51.165.853)    (42.426.079)     (42.723.843)    (43.500.749)
BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI            (108.193.778)   (104.244.592)   (123.266.746)   (128.068.164)   (130.819.519)
BEBAN KEUANGAN                           (11.613.144)     (4.474.022)     (4.810.134)     (4.463.668)     (4.487.047)
PENGHASILAN KEUANGAN                      25.052.466     35.847.207      55.125.496        8.499.271       9.048.847
PENDAPATAN/(BEBAN) LAIN-LAIN, NETO        11.019.654     11.761.718      12.055.697       12.357.089      12.666.017
LABA SEBELUM PAJAK                      949.875.792 1.426.284.026 1.415.764.652       1.453.255.308   1.471.287.519
BEBAN PAJAK PENGHASILAN                (190.176.807)   (283.482.546)   (281.314.698)   (289.376.947)   (292.375.754)
LABA TAHUN BERJALAN                     759.698.985 1.142.801.480 1.134.449.954       1.163.878.361   1.178.911.765
Page 93
                                                                                       Lampiran 10

                 Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi
                                         FY2026     FY2027      FY2028      FY2029       FY2030
LIQUIDITY RATIO
Liquidity ratio (dengan transaksi)           2,84       2,20        2,09        2,11         2,50
Liquidity ratio (tanpa transaksi)            2,81       2,07        1,86        1,80         2,00
Selisih                                      0,03       0,13        0,23        0,30         0,50

QUICK RATIO
Quick ratio (dengan transaksi)           2,30         1,80         1,69        1,73          2,11
Quick ratio (tanpa transaksi)            2,25         1,65         1,45        1,41          1,60
Selisih                                  0,05         0,15         0,24        0,32          0,50

CASH RATIO
Cash ratio (dengan transaksi)            1,28         1,15         1,12        1,14          1,49
Cash ratio (tanpa transaksi)             1,20         0,98         0,85        0,80          0,99
Selisih                                  0,08         0,17         0,27        0,35          0,50

NET PROFIT MARGIN
Net profit margin (dengan transaksi)   18,70%       21,90%      21,63%       21,90%        21,91%
Net profit margin (tanpa transaksi)    18,35%       21,62%      21,32%       21,63%        21,64%
Selisih                                 0,35%        0,28%       0,31%        0,27%         0,27%
Page 94
                                                                                    Lampiran 11

                               Proforma Laporan Posisi Keuangan
                                        Audit            Penyesuaian          Proforma
                                      31-Des-25         Dr.        Cr.        31-Des-25
Aset Lancar                          1.448.770.247              9.767.480   1.439.002.767
Aset Tidak Lancar                    1.926.274.197   9.767.480              1.936.041.677
Total Aset                           3.375.044.444   9.767.480 9.767.480    3.375.044.444
Liabilitas Jangka Pendek               544.273.511                            544.273.511
Liabilitas Jangka Panjang              136.186.649                            136.186.649
Total Liabilitas                       680.460.160          -           -     680.460.160
Total Ekuitas                        2.694.584.284                          2.694.584.284
Total Liabilitas dan Ekuitas         3.375.044.444          -           -   3.375.044.444
Page 95
                                                                                                        Lampiran 12

                                               Analisis Inkremental
                                          FY2026          FY2027          FY2028          FY2029          FY2030
PENDAPATAN
Pendapatan (dengan transaksi)           4.061.562.649   5.217.194.179   5.245.539.688   5.313.945.052   5.379.849.495
Pendapatan (tanpa transaksi)            3.824.632.884   4.743.334.649   4.771.680.158   4.840.085.522   4.905.989.965
Selisih                                   236.929.765     473.859.530     473.859.530     473.859.530     473.859.530

LABA SEBELUM PAJAK
Laba Sebelum Pajak (dengan transaksi)    949.875.792    1.426.284.026   1.415.764.652   1.453.255.308   1.471.287.519
Laba Sebelum Pajak (tanpa transaksi)     875.086.288    1.274.865.458   1.264.346.084   1.301.836.740   1.319.868.951
Selisih                                   74.789.504      151.418.568     151.418.568     151.418.568     151.418.568

LABA SETELAH PAJAK
Laba Setelah Pajak (dengan transaksi)    759.698.985    1.142.801.480   1.134.449.954   1.163.878.361   1.178.911.765
Laba Setelah Pajak (tanpa transaksi)     701.884.417    1.025.737.488   1.017.385.962   1.046.814.369   1.061.847.773
Selisih                                   57.814.568      117.063.992     117.063.992     117.063.992     117.063.992

TOTAL ASET
Total Aset (dengan transaksi)           3.892.441.432   4.336.354.188   4.546.433.835   4.594.924.203   4.675.735.150
Total Aset (tanpa transaksi)            3.815.282.630   4.120.013.159   4.208.290.218   4.134.977.998   4.089.989.915
Selisih                                    77.158.802     216.341.029     338.143.617     459.946.205     585.745.235

TOTAL EKUITAS
Total Ekuitas (dengan transaksi)        3.027.478.217   3.157.624.279   3.280.796.459   3.231.001.172   3.353.863.221
Total Ekuitas (tanpa transaksi)         2.969.663.649   2.982.745.719   2.988.853.906   2.821.994.627   2.768.117.985
Selisih                                    57.814.568     174.878.560     291.942.553     409.006.545     585.745.236
Page 96
                                                                                         Lampiran 13

                 Analisis Biaya dan Pendapatan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
                                  FY2026         FY2027        FY2028        FY2029        FY2030
PENDAPATAN
Pendapatan (dengan transaksi)   4.061.562.649 5.217.194.179 5.245.539.688 5.313.945.052 5.379.849.495
Pendapatan (tanpa transaksi)    3.824.632.884 4.743.334.649 4.771.680.158 4.840.085.522 4.905.989.965
Selisih                           236.929.765   473.859.530   473.859.530   473.859.530   473.859.530

BEBAN POKOK PENDAPATAN (HPP)
HPP (dengan transaksi)       2.982.442.789 3.678.634.611 3.726.453.270 3.706.290.429 3.751.469.525
HPP (tanpa transaksi)        2.822.671.826 3.360.932.244 3.408.750.903 3.388.588.062 3.433.767.158
Selisih                       (159.770.963) (317.702.367) (317.702.367) (317.702.367) (317.702.367)

File

File Open PDF
Source IDX
Size4.08 MB
Published30 Jun 2026
Pages96
Characters260,901
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 58 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org BAYAN RESOURCES TBK p.1 ×371
linked org Dana Pensiun. p.3 ×2
linked person Low Yi Ngo · Direktur p.4 ×9
linked person Jenny Quantero · Direktur p.4 ×9
linked org Alexander Ery Wibowo · Direktur p.4 ×9
linked person Lifransyah Gumay p.20
linked person Timur Pradopo p.20
linked person Lim Chai Hock p.20
linked person Oliver Khaw Kar p.20
linked person Ulina Fitriani p.20
linked — Elaine Low p.20
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.3 ×20
possible person DR. Low Tuck Kwong · Direktur Utama p.4 ×16
possible — Merlin · Direktur p.5 ×4
possible person Yanto p.17
possible org Bursa Efek Indonesia p.19
possible person Moermahadi Soerja Djanegara p.20
possible org negara Republik Indonesia p.20
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki dan Rekan p.2 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki p.2 ×5
unresolved org PT Fajar Sakti Prima p.2 ×34
unresolved org PT Bara Tabang p.2 ×3
unresolved org PT Tiwa Abadi p.2 ×3
unresolved org PT Tanur Jaya. Pemanfaatan p.2 ×3
unresolved org Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk p.2 ×4
unresolved person Willyams p.3 ×2
unresolved org KJPP Herman Meirizki dan Rekan p.3 ×10
unresolved org KJPP Herman Meirizki p.3 ×12
unresolved org Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan p.3 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan Republik Indonesia p.3 ×2
unresolved org Menteri Keuangan p.3 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Rintis p.4 ×5
unresolved org Rianto & Rekan p.4 ×5
unresolved org Bank Indonesia p.4 ×15
unresolved org Kantor Akuntan Publik Tanudiredja p.17 ×4
unresolved org Rintis & Rekan p.17 ×4
unresolved person Daniel Kohar p.17 ×3
unresolved person Toto Harsono p.17 ×2
unresolved person Yani Indrawaty Wibawa · Notaris p.19
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.19 ×3
unresolved person Mala Mukti · Notaris p.19 ×4
unresolved org PT Kustodian Sentral Efek Indonesia p.20
unresolved org PT Sumber Suryadaya Prima p.20
unresolved person Laden Mering · Notaris p.20
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C- p.20
unresolved person Jose Dima Satria · Notaris p.20 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH. p.21
unresolved org PT Mineral Energi Pratama p.21
unresolved org Pusat Statistik p.29 ×3
unresolved org Kementerian ESDM p.29 ×4
unresolved — Ringk · Penilai p.53
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.54 ×4
unresolved person Susi Meirizki p.58 ×2
unresolved org Persekutuan Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki & Rekan p.58 ×2
unresolved org Persekutuan Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki dan Rekan p.58 ×4
unresolved person Danny p.72
unresolved org Pertanahan Nasional p.73

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.364 6001 ms 12 Sep 2026 21:58
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'adalah sebesar Rp163.917.844.000,- atau ekuivalen '
                            'dengan USD9.767.479,68,-'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'adalah sebesar Rp163.917.844.000,- atau ekuivalen dengan '
                'USD9.767.479,68,-',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '0.36'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result