Back to announcement
20250325_JATI_Rencana Transaksi Material Dengan Persetujuan RUPS_31871048_lamp1.pdf
Asset transaction Needs review JATISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 77
Page 1 OCR 0.951
LAPORAN STUDI KELAYAKAN FEASIBILITY STUDY REPORT PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA (KBLI No. 82200) PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk Jl. Mampang Prapatan Raya No. 3, Jakarta Selatan 12790 @ Jatis Mobile
Page 2 OCR 0.938
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK y S PR SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants Bidang Jasa Penilaian Properti dan Bisnis Wilayah Kerja Seluruh Indonesia No. KMK : 722/KM.1/2015 Izin Usaha : 2.15.0131 No. : 00350/2.0131-00/BS-FS/06/0375/1/111/2025 Jakarta, 27 Maret 2025 Hal : Penyusunan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha Yth. Direktur PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk Gedung Graha Orange, Jl. Mampang Prapatan Raya No. 3, Jakarta Selatan 12790 Penilai Publik yang bertanggung jawab sekaligus yang bertanda tangan di dalam laporan studi kelayakan ini adalah Ir. Budi Prasodjo, M.Ec.Dev, MAPPI (Cert.), merupakan Penilai Publik Properti & Bisnis dengan Nomor Izin Penilai Publik No. PB-1.13.00375 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 511/KM.1/2013 Tanggal 23 Juli 2013. Penilai Publik juga telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan/OJK (d/h Bapepam-LK) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PPB-09/PJ-1/PM.2/2023 Tanggal 20 Maret 2023. Penilai Publik bertindak atas nama Kantor Jasa Penilai Publik SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN (selanjutnya disebut “KJPP SPR" atau "Kami”) yang beralamat di 18 Office Park Lantai 3 Unit A-3E, Jl. TB Simatupang, Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasar Minggu, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Studi kelayakan ini kami lakukan sesuai dengan kapasitas kami sebagai Kantor Jasa Penilai Publik resmi sesuai dengan Izin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik dari Kementerian Keuangan No. 2.15.0131 berdasarkan Kepmenkeu No. 722/KM.1/2015 tanggal 9 September 2015 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia. KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan adalah perusahaan penilai independen yang terdaftar di Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan/OJK (d/h Bapepam- LK) berdasarkan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. S-859/PM.223/2015 tanggal 17 November 2015. Studi kelayakan ini disusun atas permintaan PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (“Perseroan”) berdasarkan persetujuan proposal pekerjaan studi kelayakan No. 00064/2.0131-00/KJPPSPR/FS-JATI/1/2025 tanggal 10 Januari 2025 dengan maksud dan tujuan untuk memberikan pendapat mengenai kelayakan atas penambahan kegiatan usaha yaitu KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) No. 82200 (Aktivitas Ca// Centre). Studi kelayakan ini merupakan hasil kajian dan analisis yang dilakukan dengan meninjau kelayakan atas penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan oleh Perseroan, ditinjau dari berbagai aspek yang meliputi: Aspek Makro Indonesia, Aspek Pasar, Aspek Teknis, Aspek Pola Bisnis, Aspek Model Manajemen, dan Aspek Keuangan. Studi kelayakan ini dilakukan dengan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (“SEOJK”) Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII-2018 dan Revisi SPI 330 Tahun 2020. Head Office : 18 Office Park 3rd floor Unit A-3E, Jl. TB Simatupang, No. 18 Jakarta 12520 Telp. (021) 22708555, 22708666, 22708777 Fax (021) 22708288 Website : www.kipp-spr.co.id E-mail : admin.pusat@kjpp-spr.co.id : sugiantodanrekan@yahoo.co.id Branch Office : Denpasar (PS), Makassar (P), Semarang (P), Pontianak (PS), Surabaya (PS), Bandung (P), Cirebon (PS), Lampung (P), Palembang (P), Sukoharjo - Solo (PS), Serang (P), Karawang (P), Manado (PS), Medan (PS).
Page 3 OCR 0.941
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
@
) S PR SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN
Public Appraisers and Consultants
2.
5.
6.
KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan (“KJPP SPR") adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di
Kementerian Keuangan dan Pasar Modal serta memiliki kompetensi untuk melakukan studi kelayakan
ini.
Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan ini kami bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas, objek studi kelayakan ataupun pihak-
pihak yang terafiliasi dengan pemberi tugas dan objek studi kelayakan. KJPP SPR juga tidak memiliki
kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
Laporan studi kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.
Identitas Pemberi Tugas
Nama Perusahaan : PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk
Jenis Usaha : Bergerak dalam bidang Perdagangan Teknologi Informasi
Alamat : Gedung Graha Orange, Jl. Mampang Prapatan Raya No. 3, Mampang
Prapatan, Jakarta Selatan 12790
Telepon 1 #62 (21) 7940946
Website : www,jatismobile.com
Email : Corporatesecretary@jatis.com
Pengguna Laporan
Pengguna laporan adalah PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk.
Objek Studi Kelayakan
Objek studi kelayakan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pemberi tugas adalah jasa studi
kelayakan penambahan kegiatan usaha pada KBLI No. 82200 (Aktivitas Ca// Centre).
Jenis Mata Uang yang Digunakan
Dalam penugasan ini perhitungan kelayakan dinyatakan dalam mata uang Rupiah.
Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Maksud dan tujuan penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat kelayakan atas penambahan
kegiatan usaha yang digunakan untuk kepentingan pasar modal dan tidak digunakan di luar konteks
atau tujuan penugasan tersebut. Studi kelayakan ini dilakukan dengan mengacu kepada Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan ("POJK”) No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK) No. 17/POJK.04/2020
tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
("SEOJK") Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia ("SPI") Edisi
VII-2018 dan Revisi SPI 330 Tahun 2020.
Metodologi Studi Kelayakan
Metodologi yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini yaitu:
# Pengumpulan data-data primer dari Perseroan yang meliputi data-data identitas, perizinan,
rencana tisaha serta data-data lainnya yang terkait dengan rencana penambahan kegiatan usaha.
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha — PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk ii
Page 4 OCR 0.950
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK @ V SP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants 10. 11, 12. Dalam melaksanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan penambahan kegiatan usaha. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Profitability Index (PI), Internal Rate of Return (IRR), Break Even Point (BEP), Payback Period, dan Return on investment (ROI). e Dalam studi kelayakan ini kami melakukan analisis pada aspek makro Indonesia, aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen, dan aspek keuangan. Tanggal Studi Kelayakan dan Waktu Pelaporan Tanggal studi kelayakan adalah per 31 Desember 2024 dimana batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Tingkat kedalaman Investigasi Dalam studi kelayakan ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang memadai diantaranya dengan melakukan wawancara terhadap Manajemen Perseroan, yaitu Ibu Yuliani selaku Direktur Perseroan. Sifat Dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan Tinjauan terhadap kondisi fundamental objek studi kelayakan yang menyangkut sejarah singkatnya, struktur modal, susunan pengurus dan deskripsi bidang usaha, serta memperhatikan kondisi makro yang ada. Data-data lain sebagai informasi pendukung adalah sebagai berikut: - Data-data legalitas (Akta Pendirian dan Perubahan, NIB, NPWP dan lain-lain), - Laporan Keuangan Audited 31 Desember tahun 2019 — 2024 - Business Plan Eksisting dan Stand Alone, - Rencana Anggaran Biaya. Asumsi Dan Kondisi Pembatas Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam laporan ini adalah sebagai berikut: 1) Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion. 2) Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses penilaian. 3) Kami berasumsi bahwasannya data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya. 4) Studi kelayakan didasarkan atas proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaian (iduciary duty). 5) Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan. 6) Laporan studi kelayakan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan. 7) Kami bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan Nilai. 8) Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari pemberi tugas. Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi Laporan studi kelayakan ini bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan. Pemberi tugas dan pengguna laporan studi kelayakan ini sebagaimana yang disebutkan dalam lingkup penugasan, menginformasikan bahwa tidak terdapat informasi rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan di dalam laporan ini. Penggunaan laporan di luar dari ketentuan yang disebutkan dalam lingkup penugasan laporan ini harus mendapatkan persetujuan tertulis dari KJPP SPR serta pemberi tugas. Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha — PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk iii
Page 5 OCR 0.942
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK @ , S PR SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants 13. 14. Tanda tangan Penilai Publik dan cap KJPP SPR yang resmi merupakan syarat mutlak laporan studi kelayakan yang dihasilkan. Konfirmasi Bahwa Penilaian Dilakukan Berdasarkan Peraturan OJK serta KEPI & SPI Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan telah dibuat dengan memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (“SEOJK”) Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII-2018 dan Revisi SPI 330 Tahun 2020. Analisa Kelayakan 1) Aspek Pasar e Selama ini layanan jasa telekomunikasi khususnya bisnis short message service/SMS AZP - Application to Person Messaging di indonesia masih relatif sedikit dibandingkan negara-neraga lain. Hal inilah yang membuka pangsa pasar, potensi pasar, sasaran, dan potensi nilai pasar yang lebih besar untuk pelanggan jasa telekomunikasi. # Penambahan kegiatan usaha ini membuat Perseroan bisa memberikan nilai tambah dalam layanan yang dijual, sehingga potensi nilai pasar dari Layanan menjadi lebih tinggi dan pada akhirnya akan memberikan keuntungan lebih bagi Perseroan. Selain itu, akan meluaskan jangkauan konsumen dari Perseroan karena produk yang ditawarkan semakin efisien. Perseroan juga menyasar eksisting customer yang nantinya diharapkan dapat menambah jumlah customer Perseroan. e Perseroan harus terus melakukan penelaahaan, perumusan yang tepat, serta melaksanakan peningkatan dan pengembangan terkait keberlanjutan secara konsisten. Adapun strategi yang Perseroan lakukan untuk mengelola tantangan adalah melakukan pengkajian terkait keberlanjutan secara intensif, menelaah dan mematuhi peraturan terkait keberlanjutan dengan baik, serta melakukan adaptasi dan pengkajian terkait penerapan keberlanjutan pada industri sejenis. e Perseroan menghadapi tantangan dari sisi eksternal, seperti jika terdapat gejolak perekonomian global, tekanan terhadap nilai tukar Rupiah yang berdampak pada sektor usaha, ditambah dengan adanya perubahan peraturan ataupun kebijakan yang berkaitan dengan aktivitas bisnis Perseroan. Hal tersebut akan berdampak pada penerapan keberlanjutan. Untuk mengelola tantangan ini, Manajemen Perseroan ataupun pihak yang terkait senantiasa mengikuti perkembangan peraturan dan menyesuaikannya dengan kondisi bisnis perusahaan, serta terus-menerus memperbarui informasi terkait perubahan peraturan yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Meski demikian, dibalik sejumlah tantangan tersebut Perseroan juga memiliki peluang, terutama dengan dilakukannya penambahan kegiatan usaha ini karena adanya sinergi dengan bisnis yang eksisting yang mana dengan memperluas layanan yang ditawarkan Perseroan menjadi nilai tambah. Perseroan memiliki kesempatan untuk memperoleh pendapatan yang lebih besar. Dengan memperhatikan perkembangan usaha dan potensi pasar, maka rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan secara pasar layak untuk dilaksanakan. Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha — PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk iv
Page 6 OCR 0.925
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK () S PR SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants 2) Aspek Teknis Sesuai dengan arahan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terkait proses izin lanjutan, saat ini izin usaha terkait bisnis A2P SMS (Application-to-Person SMS) masuk ke dalam KBLI No. 82200 (Aktivitas Ca// centre). Berikut adalah rincian penambahan kegiatan usaha yang dilakukan Perseroan: No Keterangan Uraian Pj mana Jatis Mobile “Jatis Mobile" merupakan sebuah merek dagang dari Perseroan yang sudah terdaftar dan memiliki sertifikat merek. Pemakaian merek ini bertujuan untuk mengingatkan konsumen dengan produk atau layanan eksisting Perseroan. Pihak yang akan 2 melakukan PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk kegiatan produksi 3 Biaya yang dibutuhkan 4 | Pendapatan yang akan diperoleh 424.215:000.000 Alur proses produksi Dengan memperhatikan alur proses bisnis dan ketersediaan sumber daya, maka rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan secara teknis layak untuk dilaksanakan. Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha — PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk v
Page 7 OCR 0.947
Public Appraisers and Consultants @ KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN 3) Aspek Pola Bisnis a. b. Dengan keunggulan kompetitif yang telah dimiliki, Perseroan dapat menciptakan nilai yang diantaranya pengembangan kegiatan usaha baru dan penambahan sumber pendapatan baru. Perseroan sudah mendapatkan sertifikat ISO 27001 - Information Security Management System for The Provision of Messaging Solution, Mobile Application, IT Solution and Omnichannel dan ISO 9001 - Provision of Digital Communication, Mobile Application and IT Solution yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi Bureau Veritas untuk menjaga kualitas produk dan layanan yang diberikan. Langkah yang diambil oleh Perseroan sebagai strategi yang dapat membuat produk menjadi unggul yakni dengan positioning merek dagang "Jatis Mobile ” dipasar industri sejenis. Dengan pengalaman dan rekam jejak yang telah dirintis lebih dari satu dekade, Perseroan berkeyakinan bahwa dengan merek dagang yang telah terbentuk dijadikan keunggulan Perseroan dalam bersaing di industri sejenis. . Perseroan memiliki kesempatan dan kemudahan dalam penjualan produk kepada para pelanggan lama yang telah menjalin baik dengan Perseroan selama ini melalui jaringan distribusi Perseroan yang telah tersebar di seluruh Indonesia. . Perseroan menyadari adanya persaingan yang ketat dalam menjalankan bisnis dalam bidang teknologi informasi. Hal ini terlihat dari banyaknya perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha serupa dengan Perseroan. Seiring dengan persaingan usaha tersebut yang mungkin terjadi, Perseroan akan terus berupaya melakukan berbagai pengembangan strategi pada setiap segmen usaha yang dimiliki agar terus memiliki daya saing dengan perusahaan lain yang sejenis. Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh Perseroan dalam penambahan kegiatan usaha, maka rencana penambahan kegiatan usaha tersebut secara pola bisnis layak untuk dilaksanakan. 4) Aspek Model Manajemen Berdasarkan struktur organisasi, jumlah tenaga kerja, dan pengelolaan manajemen Perseroan, maka secara umum hal tersebut telah cukup mendukung operasional kerja Perseroan dalam rencana penambahan kegiatan usaha, sehingga dapat disimpulkan secara pola bisnis layak untuk dilaksanakan. 5) Aspek Keuangan a. Biaya Investasi Biaya Investasi Penambahan Kegiatan Usaha 5.415.584.811 Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha — PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk vi
Page 8 OCR 0.912
/sPR KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants b. Sumber Pembiayaan Total biaya investasi penambahan kegiatan usaha Perseroan yaitu sebesar Rp5.415.584.811 berupa investasi software yang sudah dikeluarkan pada investasi awal oleh Perseroan. Berdasarkan laporan audit Perseroan per 31 Desember 2024, kas dan setara kas Perseroan dibukukan sebesar Rp27.272.887.784, sehingga masih mencukupi untuk mendanai investasi tersebut. Analisa Kelayakan Proyek Kelayakan investasi penambahan kegiatan usaha dihitung dengan menggunakan empat indikator yaitu Met Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), dan Payback Period dengan ringkasan sebagai berikut: «Net Present Value (NPV) : Rp219.625.525.599 e Internal Rate of Return (IRR) 2 137,75Y0 e Profitability Index (PI) 1 41,55 e Payback Period : 2 tahun 6 bulan « WACC 1 9,55Yo Berdasarkan analisa kelayakan di atas, NPV menunjukkan nilai positif, IRR lebih tinggi daripada WACC dan PI lebih dari 1, dengan demikian investasi tersebut layak. Analisa Sensitivitas Berdasarkan analisa sensitivitas diketahui bahwa rencana Perseroan dalam penambahan kegiatan usaha tidak sensitif terhadap kenaikan investasi melainkan sensitif terhadap penurunan pendapatan usaha serta kenaikan beban pokok pendapatan. Berdasarkan analisa pada kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola bisnis, kelayakan model manajemen, dan kelayakan keuangan, maka dapat disimpulkan bahwa rencana penambahan kegiatan usaha yang akan dilaksanakan oleh PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk adalah layak. Demikian hasil studi kelayakan yang kami lakukan dengan tetap mengacu pada standar dan kode etik yang berlaku. Hormat kami, KJPP SUGIANTO PRASODJO & REKAN Public Appraisers and Consultants Ir, Budi P jo, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.) Managing Partner Penilai Properti & Bisnis Izin Men. Keu. No. PB-1.13.00375 STTD.PPB-09/PJ-1/PM.2/2023 MAPPI No. 92-5-00208 RMK-2017.00333 Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha — PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk vii
Page 9 OCR 0.890
) le SP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN KANTOR JASA PENILAI PUBLIK Public Appraisers and Consultants DAFTAR ISI SURAT PENGANTAR DAFTAR ISI PERNYATAAN PENILAI BABI PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Maksud dan Tujuan 1.3 Metodologi 14 Kondisi, Syarat dan Pembatasan BABII GAMBARAN UMUM PERSEROAN 21 Profil PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk 2.2 Legalitas dan Perizinan 2.3 Tenaga Kerja 2.4 Tinjauan Kinerja Keuangan 2.5 Informasi Investigasi Lapangan BAB III ASPEK MAKRO INDONESIA 3.1 Makroekonomi Indonesia 3.2 Kesimpulan Analisa Kelayakan Aspek Makro Indonesia BAB IV ASPEK PASAR 4.1 Industri Teknologi Informasi di Indonesia 4.2 Kondisi Pasar Rencana Penambahan Kegiatan Usaha 4.3 Kesimpulan Analisa Kelayakan Pasar BAB V ASPEK TEKNIS 5.1 Bisnis Perseroan 5.2 Rencana Penambahan Kegiatan Usaha 5.3 Kesimpulan Analisa Kelayakan Teknis BAB VI ASPEK POLA BISNIS 6.1 Pola Bisnis Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan 6.2 Kesimpulan Analisa Kelayakan Pola Bisnis BAB VII ASPEK MODEL MANAJEMEN 7.1 Sumber Daya Manusia dan Kemampuan Manajemen 7.2 Ketersediaan Tenaga Kerja vili I-1 I-1 Ioi II-1 1I-2 1I-3 1I-3 1I-9 III-1 1II-7 IV-1 IV-1 IV-5 aa. PN VI-1 VI-2 VII-1 VTI-2 Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha — PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk viti
Page 10 OCR 0.896
, le KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants 7.3 Manajemen Kekayaan Intelektual (Intellectual Property) VII-3 74 Manajemen Risiko VII-3 7.5 Kesimpulan Analisa Kelayakan Model Manajemen VII-5 BAB VIII ASPEK KEUANGAN 8.1 Rencana Perseroan VITI-1 8.2 Metodologi Analisa VITI-1 8.3 Cut Off Date dalam Analisa VIII-1 8.4 Arus Kas Bersih yang Digunakan VIII-1 8.5 Penetapan Tingkat Diskonto VIII-2 8.6 Proyeksi Keuangan VIII-5 8.7 Analisis Kelayakan Investasi VIII-10 8.8 Analisis Sensitivitas VITI-11 8.9 Kesimpulan Analisa Kelayakan Aspek Keuangan VIII-12 Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha — PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk ix
Page 11 OCR 0.938
Ysp
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN
Public Appraisers and Consultants
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di bawah ini
pada tanggal penilaian menyatakan bahwa:
1s
&
»
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17,
Pernyataan dalam laporan penugasan ini, yang mana berdasarkan pada analisis, opini, dan
kesimpulan yang digambarkan di dalamnya, adalah benar dan akurat.
Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang terhadap
perusahaan dalam laporan ini, maupun kepentingan pribadi atau keberpihakan sehubungan dengan
hal-hal dalam laporan ini atau pihak-pihak terkait.
Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan.
Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap objek penugasan pada tanggal penilaian
(Cut Off Date).
Penilai telah melakukan analisis untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan studi
kelayakan.
Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
Kesimpulan Pendapat telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
Data ekonomi dan industri dalam laporan studi kelayakan diperoleh dari berbagai sumber yang
diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan.
Biaya profesional tidak berhubungan dengan pendapat kewajaran yang terdapat dalam laporan ini.
Penilai telah menyelesaikan persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan/dilaksanakan oleh
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan perusahaan dan/atau jenis industri
yang dinilai.
Hasil penugasan ini tidak tergantung pada pengembangan atau indikasi nilai awal atau arahan
analisa untuk menghasilkan nilai yang subjektif, besaran nilai, penentuan pencapaian nilai, atau
peristiwa yang terjadi di kemudian hari yang berkaitan langsung yang ditujukan untuk penggunaan
laporan ini.
Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut:
# Identifikasi masalah (identifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi penilaian, dan tanggal
penilaian)
# Pengumpulan data dan wawancara
# Analisis data
# Penulisan laporan
Penilai telah melakukan analisis terhadap objek penugasan pada tanggal penilaian.
Penugasan ini telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Tidak ada penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
dalam laporan studi kelayakan ini.
Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penugasan telah dibuat
dengan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan SPI Edisi VII Tahun 2018
tentang Kode Etik Penilai Indonesia dan Stadar Penilaian Indonesia dan Revisi SPI 330 Tahun 2020,
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020, No. 17/POJK.04/2020, dan Surat Edaran
Otoritas Jasa Keuangan ("SEOJK") No. 17/SEOJK.04/2020 dengan mencantumkan nama, kualifikasi
profesional dan tanda tangan penilai berikut tim pelaksananya (jika ada) dengan konfirmasi bahwa:
a. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui pemerintah yakni MAPPI.
. Penilai melakukan wawancara dengan pihak manajemen.
Cc. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan telah menyediakan bantuan
profesional dalam menyiapkan laporan.
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha — PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk Xx
Page 12 OCR 0.917
ysp Public Appraisers and Consultants Nama KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Kualifikasi Tanda Tangan Penanggung Jawab: Ir. Budi Prasodjo, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.) Izin Penilai Publik No. PB-1.13.00375 No. STTD.PPB-09/PJ-1/PM.2/2023 MAPPI No. S-92-00208 RMK-2017.00333 Reviewer: Ruli Citrarini, SE MAPPI No. 15-T-05474 RMK-2017.00792 Penilai: Fitya Shabrina, SE MAPPI No. 19-P-09465 RMK-2023.04816 Echa Tania Mulyani, SM MAPPI No. 22-P-11210 RMK-2023.04818 Asisten Penilai: Septhiana Husoseini, SE MAPPI No. 24-A-12865 Penilai Properti & Bisnis Bersertifikat Penilai Bisnis Terakreditasi Penilai Bisnis Peserta Penilai Bisnis Peserta Pelaksana Inspeksi Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha — PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk xi
Page 13 OCR 0.949
sp 11 1.2 KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants BABI PENDAHULUAN Latar Belakang PT Informasi Teknologi Indonesia (JATI) (“Perseroan”), dikenal sebagai Jatis Mobile, merupakan sebuah Perseroan Terbatas berstatus perusahaan terbuka di Indonesia yang didirikan pada tahun 2002 dan mulai beroperasi di tahun 2003. Saat ini, kegiatan Perseroan adalah menjalankan usaha dalam bidang perdagangan teknologi informasi yang selama 20 tahun telah mendapatkan kepercayaan lebih dari 500 Perusahaan, baik multinasional maupun nasional di Indonesia meliputi berbagai sektor industri seperti Telekomunikasi, Layanan Finansial (Perbankan, Asuransi, Multi Finance, Fin-Tech), Distribusi Ritel, Barang Konsumsi, Perdagangan Elektronik, Trave/ Services, Perhotelan, Pemerintahan, Logistik, serta Otomotif. Berdasarkan informasi yang kami terima dari manajemen, sesuai dengan arahan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terkait proses izin lanjutan, bisnis A2P SMS (Application-to-Person SMS) saat ini masuk ke dalam KBLI No. 82200 (Aktivitas Ca// Centre), oleh karena itu penambahan KBLI perlu dilakukan. Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, rencana Perseroan berupa penambahan kegiatan usaha ini memerlukan studi kelayakan dengan mengacu Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK) Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (“SEOJK”) Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII-2018 dan Revisi SPI 330 Tahun 2020, maka Perseroan menunjuk penilai untuk melaksanakan penyusunan studi kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha (“studi kelayakan”) tersebut. Maksud dan Tujuan Laporan studi kelayakan ini bertujuan untuk memberikan pendapat mengenai kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan yang selanjutnya akan digunakan Perseroan untuk memenuhi ketentuan dari Peraturan No. 35/POJK.04/2020 dan 17/POJK.04/2020. Studi kelayakan ini ditinjau dari berbagai aspek, meliputi aspek makro Indonesia, aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen, dan aspek keuangan. Hasil studi kelayakan ini dapat dijadikan sebagai pegangan bagi para pengelola perusahaan dan bahan pertimbangan untuk kebijaksanaan maupun pengambilan keputusan, baik yang bersifat administratif maupun operasional di kemudian hari, sehingga diharapkan target pelaksanaan proyek dapat direalisasikan sesuai dengan rencana. Penugasan ini dilakukan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk | ah
Page 14 OCR 0.952
VspR KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants dengan mengacu kepada ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan Revisi SPI 330 Tahun 2020. 1.3 Metodologi Metode yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini adalah: Pengumpulan data-data primer dari Perseroan terkait dengan rencana penambahan kegiatan usaha yang meliputi data-data identitas, perizinan, rencana usaha serta data-data lainnya yang terkait dengan rencana penambahan kegiatan usaha. Dalam melaksanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan penambahan kegiatan usaha. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Profitability Index (PI), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period, Break Even Point (BEP), dan Return on Investment (ROI). Dalam studi kelayakan ini kami melakukan analisis pada aspek makro Indonesia, aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen, dan aspek keuangan. 14 Kondisi, Syarat dan Pembatasan Kondisi, syarat dan pembatasan dibuat sebagai kode etik profesional dan batasan kewenangan konsultan antara lain: Lk Laporan studi kelayakan merupakan hasil analisis KJPP SPR atas rencana Perseroan yang juga dimaksudkan untuk digunakan sebagai pemenuhan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan Revisi SPI 330 Tahun 2020 serta POJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal. Nilai investasi yang digunakan dalam proyeksi merujuk pada rencana dan pertimbangan manajemen dan data pasar. Penyusunan laporan studi kelayakan ini merupakan interpretasi kami atas data dan informasi yang diperoleh dan tersedia yang kami anggap benar pada saat penyusunan laporan ini dilakukan. Asumsi-asumsi yang digunakan mungkin tidak lagi berlaku apabila terjadi sesuatu atau kondisi tertentu yang mempengaruhi ketepatan asumsi-asumsi tersebut, seperti diberlakukannya peraturan-peraturan Pemerintah yang baru maupun perubahan-perubahan penting di manajemen, bidang politik, sosial dan ekonomi. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian sebagai akibat dari kesalahan opini atau kesimpulan yang terjadi karena adanya data atau informasi Perseroan yang relevan dan berpengaruh signifikan terhadap opini atau kesimpulan kami, yang tidak dan/atau belum kami terima dari Perseroan. Kami berasumsi bahwa Perseroan menaati semua peraturan yang ditetapkan Pemerintah, khususnya yang terkait dengan operasional perusahaan, baik di masa lalu maupun di masa mendatang. Kami tidak melaksanakan pemeriksaan terhadap legalitas aset yang dimiliki oleh Perseroan. Kami berasumsi bahwa tidak ada masalah legalitas berkenaan dengan aset- aset Perseroan, baik saat ini maupun di masa yang akan datang. Kami berasumsi bahwa Perseroan telah dan akan memenuhi kewajiban berkenaan dengan perpajakan, retribusi pungutan-pungutan, dan/atau kewajiban lainnya sesuai Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk I-2
Page 15 OCR 0.936
ysp 10. EL. 12. 13. 14. 15. 16. 17. KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants dengan peraturan yang berlaku. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan studi kelayakan. Kami mengandalkan sepenuhnya data-data dari manajemen, adapun laporan keuangan audit per cut off date, kami peroleh dari manajemen. Data dan informasi diperoleh dari sumber dan data yang dapat dipercaya. Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaian (fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan studi kelayakan dan kewajaran proyeksi. Laporan ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari pemberi tugas. Kami bukan konsultan yang berkompetensi masalah lingkungan hidup, dan karenanya tidak bertanggung jawab terhadap setiap kewajiban aktual atau potensial yang terkait dengan permasalahan lingkungan. Laporan studi kelayakan ini bersifat non disclaimer opinion. Penilai bertanggung jawab pada laporan studi kelayakan ini dan kesimpulan akhir dari laporan ini. Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk IT-3
Page 16 OCR 0.947
JsPR 21 KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants BAB II GAMBARAN UMUM PERSEROAN Profil PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk 21.1 Pendirian PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (“Perseroan”) didirikan berdasarkan Akta No. 127 tanggal 11 April 2002 dari Iman Immanuel Sinaga S.H., C.N., notaris pengganti Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.S.i., Akta pendirian ini disetujui oleh Kementerian Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C-10834 HT.01.01.TH.2002 tanggal 18 Juni 2002 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 23 Tambahan No. 2247 tanggal 21 Maret 2003. Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dalam akta No. 12 tanggal 10 Desember 2024 dari Rudy Siswanto, S.H., notaris di Jakarta Utara, mengenai perubahan anggaran dasar terkait maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan. Perubahan ini telah disetujui dan dicatat dalam Database Sistem Administrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-0084683.AH.01.02.TAHUN 2024 yang ditetapkan tanggal 23 Desember 2024. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2003. Perseroan berkedudukan di Jakarta Selatan dan kantor operasional terletak di Gedung Graha Orange, Jl. Mampang Prapatan Raya No. 3, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Entitas induk langsung langsung dan entitas induk terakhir Perseroan adalah PT Jati Piranti Solusindo dan PT Indivara Sejahtera Mandiri. Pihak pengendali Perseroan adalah Jusuf Sjariffudin. 2.1.2 Kegiatan Usaha Sesuai dengan Pasal 3 dari Akta Perubahan Anggaran Dasar terakhir, maksud dan tujuan dari Perseroan ialah berusaha dalam bidang aktivitas jasa informasi, aktivitas pemrogaman, konsultasi komputer dan kegiatan YBDI (yang berhubungan dengan itu), telekomunikasi, perdagangan eceran komputer dan perlengkapannya, dan perdagangan eceran piranti lunak (software). 2.1.3 Struktur Permodalan Berdasarkan catatan pada Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2024, struktur permodalan Perseroan dan komposisi kepemilikan saham Perseroan adalah sebagai berikut: Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk 41
Page 17 OCR 0.935
Vsp KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants PT Jati Piranti Solusindo 2.088.000.000 41.760.000.000 64Yo PT Amanah Ayah Anak 522.000.000 10.440.000.000 16Y6 Masyarakat (masing-masing «5Y6) 652.520.106 13.050.402.120 20Yo Jumlah 3.262.520.106 | 65.250.402.120 10040 Sumber: Catatan Laporan Keuangan per 31 Desember 2024 2.1.4 Susunan Pengurus Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk No. 06 tanggal 5 April 2024 yang dibuat di hadapan Notaris Rudy Siswanto, S.H., susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Komisaris Utama : Jusuf Sjariffudin Komisaris Independen : Hendri Mulya Syam Direksi Direktur Utama : Erik Rivai Ridzal Wakil Direktur Utama : Asrul Abdillah Ali Direktur : Adrianus Yose Hartono Direktur : Yuliana Theodora 2.2 Legalitas dan Perizinan Pada saat ini Perseroan telah memperoleh dokumen-dokumen dan perizinan yang diperlukan dari instansi yang berwenang berkaitan dengan kegiatan usahanya sebagai berikut: k Nomor Pokok Wajib Pajak 02.139.745.0-058.000 atas nama PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk. Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Nomor 908 Tahun 2014 tentang Izin Penyelenggaraan Jasa Penyediaan Konten PT Informasi Teknologi Indonesia. Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dengan Nomor Induk Berusaha: 9120406801697 yang diterbitkan tanggal 19 Agustus 2019 dengan perubahan ke-39 tanggal: 9 Januari 2023. Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dengan Nomor Sertifikat Standar: 91204068016970005 yang diterbitkan tanggal 9 Oktober 2023. Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dengan Nomor Sertifikat Standar: 91204068016970010 yang diterbitkan tanggal 6 Oktober 2023 dengan perubahan ke-4, Tanggal: 27 September 2022. Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dengan Nomor Izin: 91204068016970008 yang diterbitkan tanggal: 19 Desember 2022 dengan Perubahan ke-3 tanggal: 26 Oktober 2022. Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik (TD PSE) Domestik dengan Nomor PB- UMKU: 912040680169700120001 yang diterbitkan tanggal 17 Oktober 2022. Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk 1-2
Page 18 OCR 0.952
Vsp 10. 1 12. 13. KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants Salinan Akta Pendirian Perseroan PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk No. 127 tanggal 11 April 2002 oleh Iman Immanuel Sinaga S.H., C.N., notaris pengganti Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.S.i. yang telah disahkan melalui Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: C-10834 HT.01.01.TH.2002 yang ditetapkan tanggal 18 Juni 2022. Salinan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan No. 21 tanggal 24 Juli 2023 oleh Rudy Siswanto, S.H., notaris di Jakarta Utara. Salinan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 22 tanggal 24 Juli 2023 oleh Rudy Siswanto, S.H., notaris di Jakarta Utara yang telah diterima oleh Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat nomor AHU-AH.01.09-0153148 tanggal 18 Agustus 2023. Salinan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 06 tanggal 5 April 2024 oleh Rudy Siswanto, S.H., notaris di Jakarta Utara. Salinan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 07 tanggal 5 April 2024 oleh Rudy Siswanto, S.H., notaris di Jakarta Utara, mengenai perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi yang telah diterima oleh Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat nomor AHU-AH.01.09-0157855 tanggal 24 April 2024. Salinan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 12 tanggal 10 Desember 2024 oleh Rudy Siswanto, S.H., notaris di Jakarta Utara, mengenai perubahan anggaran dasar terkait maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan yang telah diterima oleh Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat nomor No. AHU-0084683.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 23 Desember 2024. 23 Tenaga Kerja Dalam menjalankan kegiatan usaha eksisting, PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk memiliki ketersediaan tenaga kerja sebagai berikut: Figur 2.2 Jumlah Tenaga Kerja Karyawan Tetap 69 Karyawan Kontrak 132 Sumber: Manajemen 24 Tinjauan Kinerja Keuangan Tinjauan kinerja keuangan historis didasarkan atas laporan keuangan auditor dengan ringkasan sebagai berikut: Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk 1-3
Page 19 OCR 0.824
YSP KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants 00135/2.1035/AU.1/05/1164-4/1/111/2025 tanggal 25 Maret 2025 100018/2.1035/AU.1/05/1164-3/1/11/2024 tanggal 29 Februari 2024 100243/2.1035/AU.1/05/1164-2/1/V/2023 tanggal 16 Mei 2023 00100/2.1035/AU.1/05/1164-1/1/111/2022 tanggal 29 Maret 2022 00104/3-0351/AU.1/05/003-3/1/V/2021 tanggal 21 Mei 2021 31 Desember 2024 dan 2023 KAP Anwar & Rekan Christiadi Tjahnadi 31 Desember2023dan2022 | KAP Anwar & Rekan Christiadi Tjahnadi Laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material 31Desember2022dan2021 | KAPAnwar& Rekan | Christiadi Tjahnadi 31 Desember 2021dan2020 | KAP Anwar & Rekan Christiadi Tjahnadi 31 Desember 2020 dan 2019 KAP Mirawati Sensi Idris Suharsono PENDAPATAN USAHA Figur 2.3 Laporan Laba (Rugi) Perseroan (dalam rupiah) | “268858.185:503 | 346.897.198.520 507.347.976.514 | 468.953.507.777 | 534.453.966,633 Jasa pengiriman pesan singkat 224.927.162.074 | 261.796.089.287 | 360.558.589,363 | 326.338.658.219 | 357.986.813.290 Jasa pengiriman WhatsApp 21.485114.008 | 64.639.492.194| 117.337.339.567| 131.621,351,634| 165.222.430.408 Jasa lainnya 22.445.909.511 | 20.461.617.039| 29.452.047.584| 10.993.497.924| 11.244.722.935 BEBAN POKOK PENDAPATAN 1226.081.435.949)| (284.741.806.392)| (420.409.811.266)| (406.384.845.121)| (465.872.610.216) Jasa pengiriman pesan singkat (195.411.613.206)| (233.959.636.686)| (316.483.988.709)| (290.727.263.720)| (319.942.611.379)| Jasa pengiriman WhatsApp (12.648.535917)| (36.823.598.798)| (86.567.023.437)| (107.282.103.222)| (139.862.440.949)| Penjualan Voucher - : - 2 s Jasa lainnya (18.021.286.826)| (13.958.570.908)| (17.358.799.120)| (8.375.478.179)) (6.067.557.888)| LABA KOTOR 42.776.749.644 | ”62.155.392.128 | 86.938.165248 | “62.568.662.656 | ”68.581.356.417 Beban Usaha Beban umum dan administrasi (36.926.560.553)| (44.903.294.764)| (54.055.057.441)| (57.740.116.403)| (58.110.987.494) Gaji dan tunjangan karyawan 22.424484.584| 32.071.750.884| 41.497521589| 43.579.224.7a7| 42.313.016.418 Telekomunikasi 3.417.146.469 4.750.387.518 5.625.214.888 4.875.811.489 4.765.976.513 Penyusutan dan Amortisasi 3.450.275.905 2.516.694.980 2.467.255.480 2.856.113.519 4.168.944.194 Imbalan kerja 1.341.808.717 1.336.342.289 (705.375.000)| — 1.323.605.000 1.032.487.000 Jasa profesional 605.458.522 770.117.625 1.461.905.011 1.036.149.675 2.660.122.506 Jasa manajemen 1.073.242.115 916.000.000 912.000.000 916.000.000 487.000.000 Tenaga kerja lepas 1.765.878.710 847.871.765 883.751.880 822.940.285 52.202.140 Entertainment 558.155.281 557.786.440 579.427.614 521.303.010 426.728.195 Pemulihan nilai piutang - bersih Lain-lain 2.290.110.250 1.136.343.263 1.333.355.979 1.808.968.678 2.204.480.528 Beban usaha lainnya-neto (91.575.284) (577.442.826) (668.654.056) (681.583.814)| (2.631.899.614) LABA USAHA 5.808.613.807 | 16.674.654.538 | 32.214.453.751 4.146.962.439 7.838.469.309 Penghasilan keuangan 766.402.086 1.004.661.783 641.344.584 1.128.772.537 631.578.944 Biaya keuangan (400.302.648) (127.326.814) (77a.466172)| (1.580.792.533) — (1.354.958.304) Keuntungan penjualan aset tetap - - - - - Keuntungan selisih kurs mata uang asing - bersih - - - - Lain-lain - bersih - 5 & 3 Pt LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 6.174.713.245 | 17.551.989.507 | 32.081.332.163 3.694.942.443 7.115.089.949 Beban Pajak Penghasilan — Neto (2.183.871.279) (4062.713315)| (7.514861791)| (1013.668.062)| (2.037.013.003) LABA NETO TAHUN BERJALAN 3.990.841.966 | 13.489.276.192 | 24.566.470.372 2.681.274.381 5.078.046.051 Sumber: Laporan Keuangan Perseroan Pendapatan usaha Perseroan secara historis diperoleh dari jasa pengiriman pesan singkat, jasa pengiriman whatsapp, dan jasa lainnya. Rata-rata laba kotor terhadap pendapatan usaha selama periode historis adalah sebesar 15,43Y6 dengan persentase terendah pada periode 31 Desember 2024 sebesar 12,83Yo dan tertinggi pada tahun 2021 sebesar 17,92, Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk 1-4
Page 20 OCR 0.922
yspR KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants sementara rata-rata laba usaha terhadap pendapatan usaha selama periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 3.13Y6. Selama tahun 2020 hingga 2022, Perseroan terus mengalami peningkatan laba neto tahun berjalan, sementara terjadi penurunan yang sangat signifikan pada tahun 2023 sebesar 89,09Yo. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh adanya peningkatan beban umum dan administrasi yang tidak iringi dengan peningkatan pendapatan usaha. Pada 31 Desember 2024, Perseroan mencatatkan laba neto tahun berjalan sebesar Rp5.078.046.051. Tinjauan Posisi Keuangan Figur 2.4 Laporan Posisi Keuangan Perseroan (dalam rupiah) ASET LANCAR 115.168.915.543 | 126.113.251.727 | 212.104.062.956 | 220.392.221.174 | 208.354.665.856 ASET TIDAK LANCAR 17.922.013.038 | 17.350.582.808 | 46.099.545.297| 95.265.118.025 | 107.409.365.266 (TOTAL ASET 133.090.928.581 | 143.463.834.535 | 258.203.608.253 | 315.657.339.199 | 315.764.031.122 LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS JANGKA PENDEK 102.702.734.868 | 99.176.251.451 | 148.915.165.352 | 138.028.150.791 | 136.952,524.599 LIABILITAS JANGKA PANJANG 9.859.129.928 | 10.750.957.245 | 12.637.405.441 | 16.587.577.499 9.494.392.404 TOTAL LIABILITAS 112.561.864.796 | 109.927.208.696 | 161.552.570.793 | 154.615.728.290 | 146.446.917.003 EKUITAS 20.529.063.785 | 33.536.625.839 | 96.651.037.460 | 161.041.610.909 | 169.317.114.119 TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS | 133.090.928.581 | 143.463.834.535 | 258.203.608.253 | 315.657.339.199 | 315.764.031.122 Sumber: Laporan Keuangan Perseroan Berdasarkan tabel di atas, total aset dan ekuitas Perseroan selama periode historis kian meningkat hingga tahun 2024, sementara liabilitas mengalami fluktuasi. Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing akun: a. Aset Rata-rata kenaikan total aset selama periode historis sebesar 27,516. Total aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 tercatat sebesar Rp315,77 miliar, naik sebesar 0,03Yb secara year on year (yoy) jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp315,66 miliar. Aset Lancar Berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan, yang masuk ke dalam klasifikasi aset lancar adalah jika dapat diselesaikan dalam waktu kurang atau sama dengan dua belas bulan. Selama periode historis, rata-rata kenaikan aset lancar Perseroan sebesar 27,036. Pada tahun 2024, total aset lancar Perseroan mengalami peningkatan sebesar 3,91Yo atau sejumlah Rp208,35 miliar dibandingkan tahun 2022 terutama disebabkan oleh peningkatan piutang usaha dan pajak dibayar di muka. Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk 1-5
Page 21 OCR 0.933
Vsp b. Cc KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants Aset Tidak Lancar Berbanding lurus dengan aset lancar, aset tidak lancar perseroan pada tahun 2024 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2022. Perseroan membukukan aset tidak lancar sebesar Rp107,4 miliar pada tahun 2024 atau meningkat sebesar 12,75Yo dibandingkan tahun sebelumnya yang utama disebabkan oleh taksiran tagihan pajak penghasilan dan penambahan aset takberwujud. Liabilitas Liabilitas terdiri dari liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang. Hingga tahun 2024, jumlah liabilitas mencapai Rp146,44 miliar, mengalami sedikit penurunan sebesar 5,28Yo dibandingkan tahun 2023 yang tercatat Rp154,61 miliar. Liabilitas Jangka Pendek Liabilitas jangka pendek terdiri dari utang bank jangka pendek, utang usaha, utang lain- lain, utang pajak, beban akrual, pendapatan diterima di muka dan utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam 1 tahun. Pada tahun 2024, liabilitas jangka pendek Perseroan mengalami penurunan sebesar 0,78Yo dari Rp138,03 miliar menjadi Rp136,95 miliar, Hal ini terutama disebabkan adanya penurunan beban akrual. Liabilitas Jangka Panjang Akun liabilitas jangka panjang terdiri dari liabilitas imbalan kerja jangka panjang dan utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam 1 tahun. Liabilitas jangka panjang pada tahun 2024 tercatat sebesar 9,50 miliar mengalami penurunan sebesar 42,76Y6 dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp16,59 miliar. Ekuitas Total ekuitas Perseroan pada tahun 2024 mencapai Rp169,32 miliar di mana mengalami peningkatan sebesar 5,1496 dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp161,04 miliar. Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk II -6
Page 22 OCR 0.540
@ KANTOR JASA PENILAI PUBLIK y SP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN y Public Appraisers and Consultants TANUS KAS DAR UNTUK AKTIVITAS OPERASI aon 19207 Wasssans oo sominan 120362325550) Dena #eneriuan ar pelanggan sasansasinas| oo asnsnss0na0s 2605072137 Sonta 7.000 Penerimaan ari erahastan bunga (ossac2ce0) 1.006.017 sena san 128772537 ina Penerimaan dai takan taghan pajak penebusan musaso2an 8520x0201 270173 - Pembayaran untk bar kesangan (400302 as) (0 sasa Ga.66 172 sn san) (asass0.201| Pembayaran egada pemasok pamaansn — Uetmsssaa) tawosrasanonl —— pssas2tess1| Pembavatan kas tuk kanyasan Grswseosau| ——pezeamesal “20001 (e.o0 724201) Pembayaran kas untuk pajak erehaslan Go1sss2eg) marsasnl —— acsseaseal m0252 @7mnasaaa Penerimaan (pembayaran) ar un Doban inna | gasmamam| — susan 14306:526200 pasa 0170| as Nata Digunakan untuk Aktirtas Operasi (AT) Ipsasysasgi9)— son 1a227 1D0262525.s0) Desnso22.1se) (ARUS KAS DAR AKTIVITAS INVESTASI. | Penerimaan dat pembayaran kecada hal pihak berelsi-bersh 5 . . . Perolehan asetteag (1m s02 40) Bowaseas| oo Gareneas) tenun) @eer2asan) Perolehan asettabersngd 15a.sexan0) Grmasa 622s08ar tesssae22)| @.ssxccooo0| asi penjualan aset tetap #3207.500 aso377esi | #ssassa5s aan | - Penurunan (enoian dana yang batas erggurs" O07.smco0) snasanan | - Kas Neto Diguakan untuk Akivtas Investasi Tasoeosa sa) Tatan) rotan) Tas serasosa RESET A) IARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDAHAAN | Penerimaan (pembayaran tang pak berlas-reto saman (sasarasza) : 2snnansa Penerimaan (pembayaran dan senawatan saham perdana - ssasavano0n - Tambahan modaidetor : 5 10000000010 Pembaratan beban beng da kesangan : 5 penerimaan darutang bank samowan 10210000.000 Isoe1asa - Pembayaran uang bani (asnssnnc) 2 maan @raworrow) (oeson620| Pembayaran drden (wancono00 oonrsna| os naas) Penerimaan hasi alasansan aran 2 & 2232000 2701200 Kas Not Diperoleh dari Aktivasi 331207) Inisias Tar Tali mam Baznas aan nun Mere Dan sera as mao Tosnyasa| mutan PETA) Tasasan PENURUNAN METO PAMAN CERUKAN BANK - "sroesocs| szmass10s AS DAN SETARA KASAWAL TAHUN 2asasen1na susana | asasi su.sapssna05 rasa1s7a01a TAS IN BETA KAS AKAN TAHUN Hernia Dansa Ina mena Dana Sumber: Laporan Keuangan Perseroan Dari laporan keuangan yang diperoleh, aktivitas cash flow pada periode yang berakhir pada 31 Desember 2024 diantaranya sebagai berikut: # Arus kas bersih dari (untuk) aktivitas operasi Perseroan menunjukan arus kas keluar sebesar Rp36,11 miliar pada periode 31 Desember 2024 yang berasal dari penerimaan dari pelanggan, penerimaan dari penghasilan bunga, pembayaran untuk biaya keuangan, pembayaran kepada pemasok, pembayaran kas untuk karyawan, pembayaran kas untuk pajak penghasilan, dan pembayaran untuk beban operasional lainnya. e Arus kas bersih untuk aktivitas investasi Perseroan pada periode 31 Desember 2024 menunjukkan arus kas keluar sebesar Rp5,25 miliar yang berasal dari perolehan aset tetap dan aset takberwujud. e Arus kas bersih untuk aktivitas pendanaan Perseroan menunjukkan arus kas keluar sebesar Rp9,14 miliar pada 31 Desember 2024. Arus kas bersih tersebut berasal dari penerimaan utang pihak berelasi, pembayaran utang bank, pembyaran dividen dan penerimaan hasil pelaksanaan waran. Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk 1-7
Page 23 OCR 0.849
Vsp KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants Rasio Keuangan LIKUIDITAS Current Ratio x 112 1,27| 1,42 1,60) 1,52 @uick Ratio x 1,09 1,21) 1,39| 157) 1,51 Cash Ratio x 043| 0,24 0,55) 0,53 0,20 /AKTIVITAS (Rata-rata umur piutang days 79,43 87,46 85,30 105,13 107,95 (Rata-rata umur utang usaha days 57,87 35,94 59,32 36,66 85,79 Rata-rata umur persediaan days 4,50 8,37 4,54| 3,64 1,18| Rata-rata umur aset tetap days 11,28| 9,86 30,15| 31,55 2863| SOLVABILITAS (Total Liabilitas terhadap Total Aset x 84,589) 76,621) 62574) 48,98) 46,381 (Total Liabilitas terhadap Total Ekuitas x 548,305) 327,781 167,154, 96,011, 86,495) PROFITABILITAS Gross Margin x 15,914 17,9256| 17,1a96 13,3496| 12,831) Operating Profit Margin x 2,1696| 4,811 6,351) 0,881, LA7K Profit Margin P3 1485| 3,897 4,8254| 0,575) 0954| Return On Asset x 3,001| 94016 9514| 0,855) 1615 Return On Eguity x 19,4ag| 40,221 2521| 16696 3,0016| Sumber: Laporan keuangan Perseroan, diolah Rasio Likuiditas Tingkat Likuiditas Perseroan secara rata-rata dalam periode 31 Desember 2020 sampai 31 Desember 2024 yang dilihat dari rasio lancar (current ratio) dan rasio cepat (guick ratio) menunjukkan keadaan yang baik dimana nilai keduanya lebih dari 1 yang artinya aset lancar maupun aset lancar dikurangi oleh persediaan, nilainya masih sangat cukup untuk menutupi kewajiban lancar. Sementara untuk cash ratio, menunjukkan nilai rasio rata-rata di bawah 1, di mana kas yang dimiliki masih lebih rendah dari jumlah utang lancar. Rasio Aktivitas Rasio aktivitas menunjukkan efektif atau tidaknya Perusahaan dalam menggunakan sumber-sumber dana yang tersedia atau melihat efisensi perusahaan dalam memanfaatkan asetnya yang tersedia atau melihat efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan asetnya untuk menghasilkan kas dan pendapatan. Jika dilihat dari rata-rata selama periode historis, secara berturut-turut rata-rata umur piutang usaha, umur utang usaha, umur persediaan, dan umur aset tetap yaitu sebesar 93 hari: 55 hari kalis 4 hari dan 22 hari. Ivabilitas Rasio ini menilai kemampuan dalam melunasi semua kewajibannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang dengan jaminan aset yang dimiliki perusahaan hingga perusahaan tutup atau likuidiasi. Rasio utang terhadap total aset rata-rata selama periode historis adalah sebesar 63,83Yo, sedangkan rasio utang terhadap total ekuitas yaitu sebesar 245,156. Rasio Profitabilitas Rasio ini diperlukan untuk pencatatan transaksi keuangan. Biasanya dinilai oleh investor dan kreditur untuk menilai jumlah laba investasi yang akan diperoleh investor dan besaran laba Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk 1-8
Page 24 OCR 0.911
| KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN y Public Appraisers and Consultants perusahaan untuk menilai kemampuan perusagaan membayar utang kepada kreditur berdasarkan tingkat pemakaian aset dan sumber daya lainnya sehingga terlihat tingkat efisiensi perusahaan. Rata-rata marjin laba kotor selama periode historis mencapai 15,43Y6, margin laba usaha sebesar 3,13Y6, margin laba bersih sebesar 2,3596, rasio pengembalian aset sebesar 4,87Yo dan untuk rata-rata rasio pengembalian ekuitas adalah sebesar 17,950. 2.5 Informasi Investigasi Lapangan Kami telah melakukan investigasi lapangan dalam rangka memperoleh informasi yang relevan dalam penugasan penambahan kegiatan usaha Perseroan. Berikut informasi terkait pelaksanaan investigasi lapangan: No. Surat Tugas : 0435A/KJPPSPR-ST/III/2024 Tanggal Inspeksi : 18 Maret 2025 Lokasi : Gedung Graha Orange, Jl. Mampang Prapatan Raya No. 3, Jakarta Selatan 12790. Pelaksana : Ruli Citrarini, SE: Fitya Shabrina, SE: Echa Tania Mulyani, SM, dan Septhiana Husoseini, SE. Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk 1-9
Page 25 OCR 0.886
Vsp 3.1 KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants BAB III ASPEK MAKRO INDONESIA Makroekonomi Indonesia 3.1.1 Kondisi Perekonomian Indonesia Pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan ekonomi triwulan IV 2024 tumbuh sebesar 5,02Y6 (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada triwulan sebelumnya sebesar 4,95Yo. Dengan perkembangan tersebut, ekonomi Indonesia secara keseluruhan tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03Yo (yoy). Ke depan, pertumbuhan ekonomi 2025 diprakirakan tetap baik dalam kisaran 4,7Yo-5,5Y6 (yoy), sejalan berbagai respons kebijakan yang akan ditempuh guna terus mendorong pertumbuhan ekonomi. Figur 3.1 Laju Pertumbuhan dan Sumber Pertumbuhan PDB Menurut Pengeluaran dalam persen (90) Triw III-2024 TriwIV-2024 Triw III-2024 Triw IV-2024 terhadap — terhadap terhadapTriw terhadap Triw!!-2024 Triwlll-2024 IN-2023 TriwiV-2023 (A-to-O) (@-to-g) (YonYY ati Laju Sumber Pertumbuhan Pertumbuhan 2024 . Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga . Pengeluaran Konsumsi “015 6,36 1146 606 1248 0.16 LNPRT . Pengeluaran Konsumsi 447 38,58 462 447 661 048 Pemerintah .. Pembentukan Modal Tetap 8,35 244 546 5,03 461 143 Bruto 5. Perubahan Inventori - — - - - sg 0 » 6. Ekspor Barang dan Jasa 7,78 4,63 8,79 7.63 6,51 1,53 7. Dikurangi Impor Barang dan 9,37 3,23 11,92 10,36 7,95 1,54 Jasa Catatan: '9-to-9 : PDB atas dasar harga konstan pada suatu triwulan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya 2Y-on-Y : PDB atas dasar harga konstan pada suatu triwulan dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2024 didukung oleh aktivitas ekonomi domestik yang terjaga. Konsumsi rumah tangga meningkat dengan tumbuh sebesar 4,98Y6 (yoy) seiring dengan aktivitas perekonomian dan mobilitas masyarakat yang tinggi selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pertumbuhan investasi tetap kuat sebesar 5,03Yo (yoy) didukung oleh realisasi penanaman modal yang meningkat. Konsumsi Pemerintah melanjutkan pertumbuhan sebesar 4,17Yo (yoy) seiring dengan penyelesaian belanja akhir tahun. Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk MI-1
Page 26 OCR 0.743
u YSP KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants (LNPRT) tumbuh tinggi sebesar 6,06Y6 (yoy) sejalan dengan peningkatan aktivitas pada periode Pilkada 2024. Sementara itu, ekspor tumbuh sebesar 7,63Yo (yoy) ditopang oleh permintaan mitra dagang utama yang tetap tumbuh positif, kenaikan harga beberapa komoditas utama ekspor Indonesia, dan peningkatan ekspor jasa yang didorong oleh kenaikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. Figur 3.2 Laju Pertumbuhan dan Sumber Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha dalam persen (Yo) Triw IV-2024 terhadap Triw IV-202 Laju Sumber Pertumbuhan Pertumbuhan 2024 2024 aa menaati Naa 107 502 342 47 0s & Pengadaan Ak, -094 250 003 108 156 -» Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur £ Kasad 606 419 748 sat 702 087 ka era gear 213 009 a22 519 age os Mobil dan Sepeda Motor MH Transportasi dan oga 147 844 792 899 039 Pergudangan I PenyedimanAkomodasi O49 288 832 661 856 027 (an Makan Minum 3 Informasidan os1 235 632 745 757 0.50 Komunikasi Ko Jasa Keuangan dan “81 2091 549 174 474 019 Asuransi Lo ReslEstat 141 033 232 297 250 007 WI: Jenafanenihaan “006 232 793 8pg 838 0x6 bener 1687 1609 aga 116 s0 020 Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib K: “Jus Penlidikan “641 raga 256 295 375 o11 @ Jasa Kesehatandan 097 6a9 765 520 811 041 Kegiatan Sosial RITA, Jasa tampar “101 840 995 1136 9.80 019 Catatan 19:to-9: PDB atas dasar harga konstan pada suatu triwulan dibandingkan dengan tiwulan sebeluranya Dan: PD as dasar harga konstan pda suatu Wiwulan handingkan Gengan tiwulan Yang Len lahun sebelumnya 1 Data sangat kecil/mendekati nol Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Pertumbuhan ekonomi yang tetap baik juga tercemin dari sisi Lapangan Usaha (LU) dan spasial. Dari sisi LU, seluruh LU pada triwulan IV 2024 menunjukkan kinerja positif. LU Industri Pengolahan dan LU Perdagangan sebagai kontibutor utama pertumbuhan juga Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk III-2
Page 27 OCR 0.908
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants tumbuh baik seiring dengan permintaan domestik yang terjaga. LU Akomodasi dan Makan Minum serta LU Transportasi dan Pegudangan juga tumbuh positif seiring dengan tingginya mobilitas pada momen HBKN Nataru. Sementara itu, dari sisi spasial, pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2024 di sebagian besar wilayah Indonesia lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya, kecuali di wilayah Bali-Nusa Tenggara (Balinusra). Pertumbuhan ekonomi tertinggi tercatat di wilayah Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua), diikuti Kalimantan, Jawa, Sumatera, dan Balinusra. Figur 3.3 Pertumbuhan & Kontribusi PDRB Menurut Pulau Triwulan IV-2024 SUMATERA KALIMANTAN SULAWESI MALUKU DAN PAPUA isa h Jar @712x @2e9K aasx 1 552 Acisn A01 @kontibusi JAWA dk Pertumbuhan (c-to-c) @ ox AN BALI DAN NUSA TENGGARA @ 22x dk son Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Kelompok provinsi di Pulau Jawa masih mewarnai struktur perekonomian Indonesia secara spasial selama tahun 2024 dengan kontribusi sebesar 57,02 persen, diikuti Pulau Sumatera sebesar 22,12 persen, Pulau Kalimantan sebesar 8,24 persen: Pulau Sulawesi sebesar 7,12 persen, Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 2,81 persen, serta Pulau Maluku dan Papua sebesar 2,69 persen. Pada tahun 2024, pertumbuhan ekonomi semua kelompok pulau tercatat kondusif walaupun dibayangi tekanan global geopolitik dan internal dalam negeri. Secara kumulatif, pertumbuhan tertinggi (c-to-c) tercatat di kelompok Pulau Maluku dan Papua yang tumbuh sebesar 7,81 persen, diikuti Pulau Sulawesi sebesar 6,18 persen, Pulau Kalimantan sebesar 5,52 persen, Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 5,04 persen: dan Pulau Jawa sebesar 4,92 Persen. Selanjutnya, kelompok provinsi di Pulau Sumatera tumbuh sebesar 4,45 persen. 3.1.2 Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap sehat sehingga mendukung ketahanan eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Desember 2024 yang tercatat 2,2 miliar dolar AS dipengaruhi oleh kinerja ekspor komoditas utama Indonesia yang kuat, seperti bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, serta besi dan baja. Perkembangan ini mendukung transaksi berjalan 2024 tetap sehat dan diprakirakan dalam kisaran defisit Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk 1-3
Page 28 OCR 0.818
Vsp KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants rendah 0,1Yo sampai dengan 0,9Yo dari PDB. Sementara itu, tingginya ketidakpastian pasar keuangan global menurunkan aliran masuk modal asing ke SBN dan SRBI masing-masing hanya mencatat /nflows 19 juta dolar AS dan 288 juta dolar AS pada awal tahun 2025 (hingga 13 Januari 2025). Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2024 tercatat tinggi sebesar 155,7 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Figur 3.4 Perkembangan Neraca Pembayaran Indonesia Dalam miliar USD Transaksi Berjalan aa) “Baper “Inget 2 Nrimps bps B jsapsa (Pendapatan Primer D Pendapatan Sekunder Transaksi Modal dan Finansial 1 es Lanang. Lime Polo 3 Inestas Lannya Waca Keseluruhan Wercardim « Cadangan Densa 1690 1 3 182 121 1519 II AM 16 MM 109 WI Dem bulan ngardan pumbayaan ULNPenerntah 878 17I Bil ST S9 59 82 &0 60 65 85 62 &1 -Tnnsaksi Berjalan (PDB) AL AW AB AT IN AK AM UK AN AD AB AK AN AB AI Sumber: Bank Indonesia. 52 42 4 3tt 38 19 18 & 14 32 at AR 38 16 48 11 48 K0 ST 48 $ Ke depan, NPI pada 2025 diprakirakan tetap sehat seiring dengan surplus transaksi modal dan finansial yang berlanjut dan defisit transaksi berjalan yang terjaga dalam kisaran defisit 0,5Yo sampai dengan 1,3Yo dari PDB. 3.1.3 Nilai Tukar Rupiah Nilai tukar Rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global yang tinggi, didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS pada Januari 2025 (hingga 14 Januari 2025) hanya melemah sebesar 1,00Y6 (ptp) dari level nilai tukar akhir 2024. Perkembangan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS juga relative lebih baik dibandingkan dengan mata uang regional lainnya, seperti rupee India, peso Filipina, dan baht Thailand yang masing-masing melemah sebesar 1,20Yo:1,33Yo dan 1,92Yo. Sebaliknya, nilai tukar Rupiah tercatat menguat terhadap mata uang kelompok negara maju di luar dolar AS, dan stabil terhadap mata uang kelompok negara berkembang. Perkembangan tersebut sejalan dengan kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta didukung oleh aliran masuk modal asing yang masih berlanjut, imbal hasil instrument keuangan domestik yang menarik, serta prospek ekonomi Indonesia yang tetap baik. Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk 1-4
Page 29 OCR 0.819
, le KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants Figur 3.5 Nilai Tukar 2025 VS 2024 Nilai Tukar 2025 vs 2024 mM point-to-point rerata Tue 002 BENERAN dia PHP pp ARA INR oo BA Na 1 Ora MM al — sy . | ca... CNY KA | TRY - 252 M scD . . 022 H AUD — Lars KRW . BEN a72 MXN Z5 ' MEA 02 MA tanin MEAN 2.22 140 20 100 80 -..0 -“.0 2.0 00 20 “0 Sumber: Reuters dan Bloomberg. Data s.d 14 Januari 2025 Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil didukung komitmen Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik. Seluruh instrument moneter akan terus dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-market melalui optimalisasi instrument SRBI, SVBI, dan SUVBI, untuk memperkuat efektivitas kebijakan dalam menarik aliran masuk investasi protofolio asing dan mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah. 3.1.4 Inflasi Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Desember 2024 tetap terjaga sebesar 1,5746 (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali pada level 2,26Yo (yoy) sejalan dengan konsistensi suku bunga Bank Indonesia (BI-Rate) untuk mengarahkan ekspetasi inflasi sesuai dengan sasarannya. Sementara itu, kelompok volatile food (VF) mencatat inflasi 0,12Yo (yoy) didukung oleh peningkatan pasokan pangan seiring berlanjutnya musim panen, serta eratnya sinergi pengendalian inflasi TPIP/TPID melalui GNPIP. Secara spasial, inflasi IHK di berbagai daerah juga terkendali dalam kisaran sasaran inflasi nasional. Ke depan Bank Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti diprakirakan terjaga seiring ekspetasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan domestik, imported inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif berkembangnya digitalisasi. Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk II - 5
Page 30 OCR 0.676
ma AI le KANTOR JASA PENILAI PUBLIK h SP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN v Public Appraisers and Consultants Figur 3.7 Inflasi IHK dan Komponen Administered Volatile Food 0,12 135791135791135 7911135 7911135791 2020 2021 2022 2023 2024 Sumber: BPS, diolah BI (Tinjauan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2024) Inflasi VF diprakirakan terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia dan Pemerintah Pusat dan Daerah. Bank Indonesia terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan moneter guna menjaga inflasi tahun 2025 dan 2026 terkendali dalam sasaran 2,5#1Yo, dengan tetap mendukung upaya penguatan pertumbuhan ekonomi. Figur 3.8 Inflasi Daerah Yo, Avg yoy SUMATERA KALIMANTAN kah Kau 201 Buana SULAWESI Serena 212 Begkak Ot -esnat ee Garsso 219 . tabel 075 Paaat-ampi: Sulawesi Yara Ot Semprit 08) Semata Sela 120 Kakan eng AI Sulawesi tergah 129 Kaartan Utara 129 aayudani Sidmes Sl 12) 4 Sedan tengga 108 , | Lu 'BALI-NUSA TENGGARA (4 Masi citata Barter 28 tai Mpu tan P Mantan aan Tergah 167 - ha psonbaadadl tera raman Pupabant25) Papa Pegangan Sak Di Vogyatara 128 Sumber: BPS, diolah BI (Tinjauan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2024) Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk
Page 31 OCR 0.917
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK y SP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants 3.1.5 Suku Bunga Suku bunga pasar uang (IndONIA) bergerak di sekitar BI-Rate, yaitu 6,03Yo pada 14 Januari 2025. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan tanggal 10 Januari 2025 tercatat menarik untuk mendukung aliran masuk modal aisng masing-masing pada level 7,06Yo: 7,10Yo, dan 7,23Yo. Imbal hasil SBN tenor 2 tahun dan 10 tahun per 14 Januari 2025, masing-masing meningkat menjadi 6,98Yo dan 7,25Yo sehingga juga tetap menjaga daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik di tengah berlanjutnya ketidakpastian global. Sementara itu, suku bunga perbankan tetap terjaga ditopang likuiditas perbankan dalam pembentukan harga yang makin baik dengan transparansi SBDK. Suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada Desember 2024 tercatat masing-masing sebesar 4,87Yo dan 9,20Yo, relatif stabil dibandingkan dengan level bulan sebelumnya. Figur 3.9 Suku Bunga Perbankan Suku Bunga Kredit 1 " 320 NN Oam Suku Bunga Kredit KMK 362 8 Suku Bunga Deposito 1 Bulan Sumber: BI, Tinjauan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2024 3.2 Kesimpulan Analisa Kelayakan Aspek Makro Indonesia Dengan memperhatikan kondisi perekonomian Indonesia yang sedang tumbuh, maka rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek makro layak untuk dilaksanakan. Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk 1-7
Page 32 OCR 0.948
Vsp 4.2 KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants BAB IV ASPEK PASAR Industri Teknologi Informasi di Indonesia Industri teknologi informasi menjadi salah satu industri yang berkembang pesat mengingat derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang meningkat dari hari ke hari. Industri teknologi informasi dan komunikasi juga mempunyai peluang untuk memperkenalkan produk industri teknologi informasi dan komunikasi Indonesia ke dunia. Taiwan, terutama Taipei secara khusus telah memiliki ekosistem industri TIK yang sangat kuat dan terdepan dalam inovasi teknologi melalui keikutsertaan di ajang InnoVEX 2024. Pameran ini fokus menampilkan perusahaan rintisan (startup), khususnya di bidang kecerdasan buatan (artificia/ interlligence), teknologi ramah lingkungan (green technology), mobilitas pintar, dan aplikasi semikonduktor. Ke depan, Kemenperin mendorong industri teknologi informasi dalam negeri agar dapat menghasilkan produk/jasa. Guna mencapai sasaran tersebut, beberapa langkah yang perlu dijalankan, antara lain pemberian insentif kepada pelaku usaha padat karya berupa infrasturktur industri, melakukan kolaborasi dengan kementerian komunikasi dan informatika dalam optimalisasi bandwidth. Kondisi Pasar Rencana Penambahan Kegiatan Usaha 4.21 Pangsa Pasar, Potensi Pasar, Sasaran, dan Potensi Nilai Pasar Perseroan didirikan pada tahun 2002, bergerak dalam penyediaan solusi pengiriman pesan kelas dunia dan distribusi digital untuk semua industri. Perseroan berpengalaman selama 20 tahun fokus pada messaging solution dan application development. Setiap bulan nya Perseroan mengelola lebih dari 90 juta volume messaging service. Lengkap dengan beragam solusi seperti Omni Channel, teknologi Al, Chatbot, Message Re-route, Chat Commerce, Sales Interactive Messaging, integrase aplikasi pihak ketiga — Interoperability, dan First-class Customer Service 24x7, sebagai bagian wor/d est standard bagi klien-klien perseroan. Seiring semakin berkembangnya industri teknologi dalam negeri, kebutuhan atas penggunaan internet dan transaksi online dan meningkatkan kepuasan pelanggan ke depannya. Saat ini, layanan telekomunikasi khususnya bisnis short message service/SMS AZP - Application to Person Messaging di Indonesia masih relatif sedikit dibandingkan negara-negara lain. Hal ini menjadikan sebuah potensi dan pangsa pasar yang menjanjikan bagi Perseroan sehingga Perseroan dapat membuka pangsa pasar, potensi pasar, sasaran, dan potensi nilai pasar yang lebih besar untuk pelanggan layanan telekomunikasi. Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk IV-1
Page 33 OCR 0.953
, KANTOR JASA PENILAI PUBLIK e | SP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants 4.2.2 Salah satu pangsa pasar Perseroan adalah mitra corporate dan perbankan, sebagai instansi yang diwajibkan untuk menggunakan produk dalam negeri sesuai dengan peraturan tersebut di atas. Pengalaman dan kualitas pelayanan yang diberikan oleh Perseroan, tergambar dengan jumlah klien yang lebih daari 500 perusahaan, meliputi bidang-bidang seperti Telekomunikasi, Layanan Finansial (Perbankan, Asuransi, Multi Finance, Fin-Tech), Distribusi Ritel, Barang Konsumsi, Perdaganan Elektronik, Trave/ Service, Perhotelan, Pemerintahan, Logistik, serta Otomotif. Perseroan membuktikan komitmennya sebagai perusahaan berstandar internasional dengan didukung dua sertifikasi ISO yaitu ISO 9001 untuk Sistem Manajemen Mutu dan ISO 27001 untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi. Selain itu, dengan adanya penambahan kegiatan usaha ini membuat Perseroan bisa memberikan nilai tambah dalam layanan yang dijual, sehingga potensi nilai pasar dari layanan menjadi lebih tinggi dan pada akhirnya akan memberikan keuntungan lebih bagi Perseroan. Kemudian, jangkauan konsumen akan menjadi luas karena layanan yang ditawarkan semakin efisien. Perseroan juga menyasar eksisting customer yang nantinya diharapkan dapat menambah jumlah customer Perseroan. Kesinambungan (Sustainability) Perseroan menyadari bahwa mengintegrasikan aspek-aspek keberlanjutan ke dalam seluruh proses bisnis yang akan dijalankan perseroan dari adanya penambahan kegiatan usaha ini merupakan proses yang panjang dan memerlukan partisipasi semua pihak. Perseroan memaknai arti keberlanjutan dengan terus memaksimalkan dan memenuhi kebutuhan akan layanan telekomunikasi, khususnya di Indonesia. dengan strategi keberlanjutan (sustainability strategy) Perseroan berupaya untuk menjaga keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang dengan menerapkan strategi keberlanjutan yang berfokus pada inisiatif strategis di bidang operasional maupun pengelolaan organisasi sehingga Perseroan mampu memberi manfaat terbaik bagi kesejahteraan sosial masyarakat serta berpatisipasi pada upaya menjaga kelestarian beberapa aspek yaitu aspek sosial, aspek ekonomi, dan aspek lingkungan. Pelaksanaan program Perseroan tersebut berpedoman pada: 1. Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen: 2. Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan: 3. Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas: 4. Peraturan Pemerintah No. 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas, 5. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Bekelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik, 6. Pedoman CSR Bidang Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup: dan 7. ISO 9001 untuk Sistem Manajemen Mutu dan ISO 27001 untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi. Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk IV-2
Page 34 OCR 0.952
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK Public Appraisers and Consultants Vsp SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN 4.2.3 Perseroan berkomitmen untuk menerapkan strategi keberlanjutan (sustainability strategy) yang sesuai dengan Visi, Misi, dan Nilai Perusahaan, serta senantiasa melakukan proses adaptasi dan komunikasi yang aktif dalam meningkatkan dan mengembangkan aspek keberlanjutan, terutama dalam proses produksi yang baik dan bertanggung jawab, pengelolaan sumber daya manusia (SDM), pemenuhan peraturan dan perundang-undangan, serta pelaksanaan praktik tanggung jawab sosial dan lingkungan yang konsisten melalui kesadaran penuh dari seluruh insan perusahaan. Dengan adanya penambahan kegiatan usaha serta adanya penerapan keberlanjutan yang merupakan sebuah proses yang baru bagi Perseroan, Perseroan harus terus melakukan penelaahaan, perumusan yang tepat, serta melaksanakan peningkatan dan pengembangan terkait keberlanjutan secara konsisten. Adapun strategi yang Perseroan lakukan untuk mengelola tantangan tersebut adalah melakukan pengkajian terkait keberlanjutan secara intensif, menelaah dan mematuhi peraturan terkait keberlanjutan dengan baik, serta melakukan adaptasi dan pengkajian terkait penerapan keberlanjutan pada industri sejenis. Tantangan dan Peluang Penambahan Kegiatan Usaha Dalam penambahan kegiatan usaha, Perseroan menghadapi tantangan yang mencakup permasalahan operasional serta kondisi eksternal. Pada kegiatan operasional, Perseroan perlu terus menerus berinovasi menciptakan produk atau layanan yang baru. Upaya yang telah dilakukan Perseroan dalam menghadapi permasalahan tersebut, yakni dengan beradaptasi pada perubahan melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih unggul baik secara soft skill maupun hard Skill, serta melakukan riset dan inovasi. Perseroan juga menghadapi tantangan dari sisi eksternal, seperti jika terdapat gejolak perekonomian global, tekanan terhadap nilai tukar Rupiah yang berdampak pada sektor usaha, ditambah dengan adanya perubahan peraturan ataupun kebijakan yang berkaitan dengan aktivitas bisnis Perseroan. Hal tersebut akan berdampak pada penerapan keberlanjutan. Untuk mengelola tantangan ini, manajemen Perseroan ataupun pihak yang terkait senantiasa mengikuti perkembangan peraturan dan menyesuaikannya dengan kondisi bisnis perusahaan, serta terus-menerus memperbarui informasi terkait perubahan peraturan yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Meski demikian, dibalik sejumlah tantangan tersebut Perseroan juga memiliki peluang, terutama dengan dilakukannya penambahan kegiatan usaha ini karena adanya sinergi dengan bisnis yang eksisting yang mana dengan memperluas layanan yang ditawarkan Perseroan menjadi nilai tambah. Perseroan memiliki kesempatan untuk memperoleh pendapatan yang lebih besar. Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk N-3
Page 35 OCR 0.934
Vsp KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants 424 4.2.5 4.2.6 Jalur Distribusi Perseroan dan Rencana Area Penjualan Berdasarkan informasi dari manajemen, Perseroan berencana melayani kegiatan bisnis Application to Person SMS (A2P SMS) pada seluruh area di Indonesia. Adapun klien Perseroan yang sudah bekerja sama dengan Perseroan, sebagai berikut: . PT Bank Syariah Indonesia Tbk . PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk . PT Bank Rakyat Indonesia . PT Bank UOB Indonesia . Pt Bank CIMB Niaga Tbk . PT Matahari Department Store Tbk . PT Infinitium Solutions . PT Bank Danamon Indonesia Tbk . PT Indodax Nasional Indonesia 10.PT Pertamina (Persero) 11.PT Bank Mega Tbk ON DAUN WN Strategi Pemasaran Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen, dalam rangka pengembangan kegiatan usaha ini, Perseroan berencana melakukan berinovasi mengambangkan solusi digital dan messaging sesuai dengan tren permintaan pasar, membangun jaringan kemitraan yang kuat di seluruh Indonesia, Perseroan terus menggarap pasar korporasi yang masih sangat luas dalam hal layanan solusi digital dan messaging yang masih belum tergarap oleh Perseroan saat ini, sehingga perlu melakukan sharing product knowledge baik secara online maupun Offline. Jaringan kemitraan ini dilakukan sebagai strategi untuk mengembangkan bisnisnya dengan cepat dan besar lagi. Selain itu, strategi ini juga nantinya akan membantu Perseroan untuk memasarkan solusi-solusi yang Perseroan miliki dan juga membantu proses akuisisi target market dari Perseroan. Rencana Harga Jual Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen, rencana harga jual atau tarif yang diberikan Perseroan adalah sebagai berikut: Figur 4.1 Rencana Harga Jual Kegiatan Usaha Operator Telkomsel Operator Indosat Operator XL Operator Smartfren Operator Three Sumber: Manajemen Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk IV-4
Page 36 OCR 0.915
| KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN 14 Public Appraisers and Consultants 4.2.7 Pesaing Usaha Persaingan dalam usaha tentunya tidak terlepas dari kompetitor. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen, berikut adalah kompetitor Perseroan pada Industri teknologi informasi yang tumbuh dan berkembang di beberapa wilayah: Figur 4.2 Daftar Pesaing Perseroan 1 | PT Digital Teknologi Terbaik Bekasi Messaging Service SMS 2 | PT Nadyne Media Tama Jakarta Messaging Service SMS 3 | PT Sprint Asia Technology Jakarta Messaging Service SMS 4 | PT Integra Mitra Sejati Jakarta Messaging Service SMS . Messaging Service WhatsApp 5 | PT YesBoss Group Indonesia Jakarta Business API PT Solusi Pembayaran Messaging Service WhatsApp 6 | Elektronik Tangerang Business API Jakarta, Surabaya, si ” 7 | PT Mid Solusi Nusantara Bandung, dan na Service WhatsApp usiness API Medan . Messaging Service WhatsApp 8 | PT Kokatto Teknologi Global Jakarta Business API $ $ Messaging Service WhatsApp 9 | PT infomedia Nusantara Jakarta Business API 10 | PT Invonesia Solusi Data Jakarta Messaging Service WhatsApp Business API Sumber: Manajemen Adapun upaya Perseroan dalam menghadapi persaingan yaitu melakukan penetrasi ke pasar dengan menawarkan harga jual/tarif yang bersaing dengan kompetitor. 43 Kesimpulan Analisa Kelayakan Pasar Dengan memperhatikan perkembangan usaha dan potensi pasar, maka rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan secara pasar layak untuk dilaksanakan. Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk IV-5
Page 37 OCR 0.856
, sp 51 KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants BAB V ASPEK TEKNIS Bisnis Perseroan PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (“Perseroan”) dikenal sebagai Jatis Mobile adalah perusahaan teknologi di bawah Indivara Group, salah satu perusahaan IT tersebar di kawasan Asia Tenggara yang berfokus pada bisnis konsultasi, pengembangan perangkat lunak, dan p/atform. Sampai saat ini kegiatan utama Perseroan yaitu menjual jasa pada segmen bisnis Enterprise Business, AI (Artificial Intelligence), dan Small Medium Business. Adapun produk dari segmen usaha Perseroan antara lain: e Produk Enterprise Business Solution yaitu Whatsapp business playform, SMS Broadcast, Email Marketing, AI and Omnichannel, Apps Development, CPRO, Jessie, dan Mobile Advertising. e Produk AI (Artificial Intelligence) yaitu ngobrol.ai dan Coster Omnichannel # Produk Small Medium Business yaitu BerandaToko Figur 5.1 Jenis Produk Perseroan (BD ngobrol.ai € coster GE Al chatoot & Chat GPT d Jessie solraaas Chat Commerce Sumber: Manajemen Teleo acis (Custom Development Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk V-1
Page 38 OCR 0.947
) y le SP KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants 5.2 Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Sejak tahun 2003, Perseroan mengawali kegiatan bisnisnya sebagai perusahaan teknologi. Perseroan resmi mencatatkan saham perdana pada Mei 2023 dengan kode emiten JATI. Perseroan mengembangkan bisnisnya secara fokus kepada segmen bisnis yaitu Enterprise Business, AI (Artificial Intelligence), dan Small Medium Business. Seiring berkembangnya usaha dan semakin meningkatnya kebutuhan teknologi, Perseroan terus melakukan peningkatan kinerja usahanya sehingga dapat meningkatkan optimalisasi pendapatan Perseroan. Perseroan berencana untuk menambah kegiatan usaha baru yaitu Aktivitas Ca// Centre (KBLI 82220) sesuai dengan arahan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terkait proses izin lanjutan pada bisnis A2P SMS (Application-to-Person SMS). Rencana penambahan kegiatan usaha ini mengacu pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2020. Adapun produk KBLI tersebut yaitu: Figur 5.2 Rencana Penambahan Kegiatan Usaha 1 | Aktivitas Call Centre KBLI 82200, Kelompok ini mencakup usaha jasa ca// centre, seperti inbound call centre (panggilan ke dalam), menjawab panggilan dari pelanggan oleh operator manusia, distribusi panggilan otomatis, integrasi telepon dan komputer, sistem respon suara interaktif atau metode yang sejenis untuk menerima permintaan, menyediakan produk. informasi yang berkaitan dengan permintaan bantuan pelanggan atau menyalurkan keluhan atau komplain dari pelanggan: outbond call centre (panggilan ke luar), menggunakan metode yang sejenis untuk menjual atau memasarkan barang atau jasa kepada pelanggan potensial, melakukan penelitian pasar atau jajak pendapat masyarakat dan kegiatan yang sejenis kepada pelanggan. Sumber: Manajemen Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk V-2
Page 39 OCR 0.794
ta Vsp KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants Figur 5.3 Rincian Penambahan Kegiatan Usaha No Keterangan Uraian 1 Logo & Merek “Jatis Mobile" merupakan sebuah merek dagang dari Perseroan yang sudah terdaftar dan memiliki sertifikat merek. Pemakaian merek ini bertujuan untuk mengingatkan konsumen dengan produk atau layanan eksisting Perseroan. Pihak yang akan : si 2 melakukari kegiatan PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk operasional " Biaya Investasi dengan Penambahan Kegiatan Usaha: 3 Biaya yang i dibutuhkan 4 Pendapatan yang Proyeksi Penjualan Penambahan Kegiatan Usaha akan diperoleh PO OwATan Usa Tenan | maasaaoo | kosereonaoo | seseronoooo | #inz1sooneeo ima pergamanpesansngat | atsasscmoooo | aszasy0wa | asasmoooo0n | sesesaamona | daw21scoco0 5 Alur Proses Bisnis Alur Proses Bisnis 1 Sumber: Manajemen Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk V-3
Page 40 OCR 0.953
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK Public Appraisers and Consultants ) SP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN 5.21 5.2.2 5.2.3 Kapasitas Dalam menjalankan bisnisnya, Perseroan bergerak dalam bidang jasa teknologi yang mana penambahan kegiatan usaha yang dilakukan oleh Perseroan ini tidak termasuk ke dalam industri manufaktur sehingga penjelasan mengenai kapasitas tidak relevan. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya Bahan Baku Mentah, Pekerja, dan Tenaga Ahli Profesional Sehubungan dengan adanya penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan tidak memerlukan bahan baku mentah agar bisa berjalan. Sementara itu, berkaitan dengan pekerja dan tenaga ahli profesional, Perseroan selalu memilih tenaga kerja dengan kualitas yang baik. Perseroan memandang sumber daya manusia yang kompeten dan profesional merupakan aset utama dalam mewujudkan visi dan misinya dan harus dikembangkan secara berkesinambungan. Oleh karena itu, Perseroan memberikan motivasi agar dapat berperan aktif disertai dengan kesempatan untuk mengembangkan kualitasnya agar memiliki etos kerja yang unggul, berkompetensi tinggi, dan berkualitas. Dalam merekrut sumber daya manusia, Perseroan menyesuaikan dengan rencana bisnis dan operasional Perseroan dari tahun ke tahun. Perseroan juga senantiasa menyediakan program pelatihan dan pengembangan kompetensi yang relevan di bidang usaha Perseroan termasuk sertifikasi yang sesuai bagi masing-masing unit kerja. Berdasarkan informasi dari Manajemen, sehubungan dengan penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan telah memiliki tenaga kerja yang kompeten di bidangnya terkait dengan kegiatan usaha tersebut, sehingga Perseroan belum berencana untuk menambah tenaga kerja. Perseroan juga telah memiliki tenaga ahli yang kompeten di bidangnya, yaitu sebagai berikut: Figur 5.3 Tenaga Ahli Penambahan Kegiatan Usaha 1, Ahmad 620102513400008182021 Junior Web Badan Nasional Syarifudin Developer Sertifikasi Profesi 2. Bagus Satya 631112511500136712021 | Associate Data Badan Nasional Mas Scientist Sertifikasi Profesi 3. Muhammad 582002514400748692021 Junior Badan Nasional Daffa Hazadin Programmer Sertifikasi Profesi Alur Proses Bisnis Perseroan memasarkan produk/layanan lainnya kepada klien melalui direct sales, kemitraan usaha, sosia/ media marketing dan event marketing. Melalui aktivitas- aktivitas ini, diharapkan kepercayaan pelaku bisnis terhadap produk/layanan yang Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk V-4
Page 41 OCR 0.817
Public Appraisers and Consultants | KANTOR JASA PENILAI PUBLIK y SP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN ditawarkan Perseroan dapat menigkat. Adapun alur proses bisnis Perseroan adalah sebagai berikut: Figur 5.4 Alur Proses Bisnis Akuisisi Baru Calvemail/ Mencari leads || awal Pa Iwebinar Referral, F — Ken wa Account Cal/Email Opportunity coverage I Meeting | Guotation/Pitching | Tender Negotiation Ke Deal / PKS an Invoicing | Sumber: Manajemen 5.3 Kesimpulan Analisa Kelayakan Teknis Dengan memperhatikan alur proses bisnis dan ketersediaan sumber daya, maka rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan secara teknis layak untuk dilaksanakan. Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk
Page 42 OCR 0.944
ysp KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants BAB VI ASPEK POLA BISNIS Pola Bisnis Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan 6.1.1 Kemampuan Menciptakan Nilai Kemampuan Perseroan dalam menciptakan nilai dari kegiatan usahanya dapat diukur melalui pelayanan yang diberikan kepada konsumen, yaitu dengan menghadirkan produk-produk berkualitas yang aman dan nyaman digunakan sehari- hari. Perseroan sudah mendapatkan sertifikat ISO 27001 - Information Security Management System for The Provision of Messaging Solution, Mobile Applicatiion, IT Solution and Omnichannel dan ISO 9001 - Provision of Digital Communication, Mobile Application and IT Solution yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi Bureau Veritas dengan tujuan untuk menjaga kualitas produk dan layanan yang diberikan. Dengan keunggulan kompetitif yang telah dimiliki, Perseroan dapat menciptakan nilai yang diantaranya: - Pengembangan kegiatan usaha baru - Menambah sumber pendapatan baru Kedua hal tersebut dapat memberikan kontribusi yang positif dan nilai tambah bagi Perseroan. 6.1.2 Keunggulan Kompetitif Berdasarkan informasi dari manajemen, Perseroan merupakan perusahaan publik yang telah berdiri cukup lama dan berpengalaman dibidang industri jasa teknologi informasi. Langkah yang diambil oleh Perseroan sebagai strategi yang dapat membuat produk menjadi unggul yakni dengan positioning merek dagang "Jatis Mobile” dipasar industri sejenis. Dengan pengalaman dan rekam jejak yang telah dirintis lebih dari satu dekade, Perseroan berkeyakinan bahwa dengan merek dagang yang telah terbentuk dapat dijadikan keunggulan Perseroan dalam bersaing di industri sejenis. "Jatis Mobile” sudah memiliki sertifikat HAKI dengan nomor pendaftaran IDM000429626 yang berlaku selama 10 (sepuluh) tahun sampai dengan tanggal 12 Mei 2031. Selain itu, Perseroan telah memiliki sertifikasi ISO 27001 dan ISO 9001 dengan tujuan untuk menjaga kualitas produk dan-layanan yang diberikan. Hal tersebut merupakan suatu keunggulan kompetitif yang dimiliki Perseroan dalam menjalankan kegiatan usahanya. Perseroan juga memiliki jaringan pemasaran yang cukup besar di seluruh Indonesia, hal ini merupakan suatu peluang dan keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh Perseroan dalam menjalankan penambahan kegiatan usaha baru. Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VI-1
Page 43 OCR 0.938
VSPR 6.2 6.1.3 6.1.4 KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants Kemampuan Pesaing Dalam Meniru Produk Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen, Perseroan menyadari adanya persaingan yang ketat dalam menjalankan bisnis dalam bidang teknologi informasi ini. Hal ini terlihat dari banyaknya perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha serupa dengan Perseroan. Seiring dengan persaingan usaha tersebut yang mungkin terjadi, Perseroan akan terus berupaya melakukan berbagai pengembangan strategi pada setiap segmen usaha yang dimiliki agar terus memiliki daya saing dengan perusahaan lain yang sejenis. Selain itu, Perseroan akan senantiasa memberikan pelayanan yang terbaik untuk mencapai kepuasan para pelanggannya. Analisis SWOT Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, and threat) terdiri atas faktor internal yang bisa dikontrol dan faktor eksternal atau lingkungan yang mungkin sulit untuk dikontrol. Kedua sisi dianalisis agar dapat disusun suatu strategi sehingga tercapai keberhasilan dan mempunyai daya saing. Dari faktor internal bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan (strength and weakness) sedangkan dari faktor eksternal berupa peluang dan ancaman (opportunity and threat). Berikut adalah analisa SWOT Perseroan setelah melakukan penambahan kegiatan usaha baru: Strength e Perseroan memiliki keahlian di bidang mobile solutions, sehingga menyediakan layanan yang beragam e Perseroan telah memiliki berbagai sertifikasi dalam menjalankan kegiatan usahanya Weakness Perseroan masih kurang melakukan ekspansi ke pasar internasional, sehingga bisa menghambat pertumbuhan jangka panjang Opportunity # pertumbuhan teknologi mobile yang semakin meningkat « peningkatan digitalisasi di berbagai sektor Threat e Persaingan yang ketat di industri sejenis « Serangan siber yang semakin tinggi « Regulasi pemerintah terakit teknologi dan keaman dapat berubah Kesimpulan Analisa Kelayakan Pola Bisnis Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh Perseroan, maka rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan secara pola bisnis layak untuk dilaksanakan. Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VI-2
Page 44 OCR 0.949
le SPR SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants 7.1 KANTOR JASA PENILAI PUBLIK BAB VII ASPEK MODEL MANAJEMEN Sumber Daya Manusia dan Kemampuan Manajemen Sumber daya manusia merupakan hal yang vital bagi Perseroan untuk mencapai keberhasilan pada setiap kegiatan usahanya. Perseroan menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian yang sangat penting untuk mendorong pertumbuhan perseroan. Khususnya di industri yang digital, kualitas sumber daya manusia krusial untuk memenangkan persaingan, sehingga manajemen menaruh perhatian besar terhadap sumber daya manusia dengan memberikan perlatihan dasar mencakup keahlian individu hingga kerja sama tim. Perseroan juga menunjang sumber daya manusia dengan memenuhi peraturan-peraturan terkait yang berlaku seperti pemberian gaji yang sesuai Upah Minimum Regional, Biaya Pengobatan serta Jaminan Sosial Tenaga Kerja hingga mengembangkan kemampuan sumber daya manusia dengan pelatihan Untuk menopang serta melancarkan rencana penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan, maka PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk harus mampu menyediakan sumber daya manusia yang berkompeten dan berkualitas. Berikut susunan pengurus PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk: Figur 7.1 Susunan Manajemen Perseroan Sumber: Manajemen Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VI -1
Page 45 OCR 0.955
JSPR 7.2 KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants Dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian tugas yang disesuaikan dengan bagan organisasi, pendelegasian wewenang yang jelas dan koordinasi kerja yang terpadu. Penempatan tenaga kerja yang sesuai dengan pengalaman, keahlian dan keterampilannya merupakan faktor yang penting dalam menerapkan kebijaksanaan perusahaan. Hal ini juga akan memperlancar pendelegasian tugas kepada unit di bawahnya atau sebaliknya, yang pada akhirnya akan memperlancar kerja perusahaan. Ketersediaan Tenaga Kerja Berdasarkan informasi dari manajemen, tidak ada penambahan tenaga kerja untuk penambahan kegiatan usaha baru, saat ini Perseroan memiliki ketersediaan tenaga kerja sebagai berikut: Figur 7.2 Jumlah Tenaga Kerja Sumber: Manajemen Adapun tanggung jawab pada setiap posisi/jabatan tenaga kerja dalam Perseroan adalah sebagai berikut: 1. Direksi (Board of Directors), bertanggung jawab atas kebijakan strategis dan arah perusahaan secara keseluruhan, mengambil keputusan besar terkait visi, misi, ekspansi, investasi, dan keuangan perusahaan, dan mengawasi kinerja eksekutif dan memastikan perusahaan berjalan sesuai dengan regulasi dan kepentingan pemegang saham. 2. VP (Vice President), bertanggung jawab atas divisi atau departemen tertentu dalam perusahaan, menerjemahkan strategi dari direksi menjadi kebijakan operasional untuk divisinya, mengawasi kinerja manajer dan memastikan pencapaian target divisi dan melaporkan perkembangan divisinya kepada direksi. 3. Manajer (Manager), bertanggung jawab atas operasional harian di dalam departemen atau tim yang dipimpinnya, mengatur pekerjaan dan sumber daya untuk memastikan efisiensi dan produktivitas, memimpin dan membimbing staf dalam timnya, serta berkoordinasi dengan VP atau direksi terkait kinerja dan kendala yang dihadapi. 4. Staf (Staff), bertanggung jawab melaksanakan tugas harian sesuai dengan job description mereka, melaporkan pekerjaan kepada manajer atau atasan langsung, bekerja sesuai prosedur dan target yang telah ditetapkan, serta berkontribusi dalam menyelesaikan proyek atau tugas dalam timnya. Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VII-2
Page 46 OCR 0.952
Vsp 7.3 7.4 KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants Manajemen Kekayaan Intelektual (Inte/lectual Property) Manajemen hak atas kekayaan intelektual adalah pengelolaan dan pengaturan penggunaan gagasan-gagasan dan ekspresi yang diciptakannya oleh sumber daya manusia yang dimiliki untuk jangka waktu tertentu. Dalam pengelolaan hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki sumber daya manusia diharapkan akan lahirnya inovasi-inovasi baru yang muaranya bertujuan untuk mengefisienkan dan mengefektifkan pekerjaan. Dalam kaitannya dengan hal ini, Perseroan akan memastikan sumber daya manusia memiliki kompetensi teknis yang diperlukan. Usaha untuk melindungi kekayaan intelektual, Perseroan sudah memiliki sertifikat merek PT Informasi Teknologi Indonesia “Jatis Mobile” yang beralamat di Gedung Graha Orange, Jl. Mampang Prapatan Raya No. 3, Kel. Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Indonesia yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sebagaimana tercantum dalam sertifikat tersebut, perlindungan atas merek tersebut diberikan untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun sejak tanggal penerimaan dan jangka waktu tersebut dapat diperpanjang. Manajemen Risiko Manajemen risiko dalam Perseroan sangat penting untuk memastikan perusahaan dapat mengatasi risiko-risiko yang berkaitan dengan kegiatan bisnis mereka Perseroan menerapkan sistem manajemen risiko yang memiliki tujuan utama untuk mengidentifikasi, mengantisiasi, serta merumuskan langkah-langkah mitigasi yang tepat untuk setiap risiko yang dihadapi oleh Perseroan dalam menjalankan usahanya. Beberapa riisko yang mungkin dihadapi oleh perusahaan teknologi termasuk riisko keamanan informasi, risiko kegagalan teknologi, risiko komplikasi regulasi, dan riisko pasar. Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan Perseroan dalam mengelola risiko-risiko yang timbul dalam kegiatan usaha Perseroan: 1. Risiko Teknologi Informasi Salah satu strategi Perseroan untuk memitigasi risiko Teknologi Informasi adalah dengan memperkuat dan memperbaharui secara berkala infrastruktur teknologi perseroan, merupakan komitmen Perseroan dalam memaksimalkan kinerja infrastruktur teknologi. Perseroan juga memandang bahwa perlunya melakukan riset dan development untuk mengantisipasi kebutuhan klien Perseroan dan trend pasar serta kebutuhan di berbagai industri. 2. Risiko Persaingan Usaha Salah satu strategi Perseroan untuk memitigasi risiko persaingan usaha adalah dengan meningkatkan kualitas produk dan layanan dari perseroan serta dengan selalu konsisten mengeluarkan produk yang dapat mengikuti trend perkembangan teknologi di pasar dan kebutuhan klien perseroan. 3. Risiko Sumber Daya Manusia Dalam meminimalisir Risiko Sumber Daya Manusia, Perseroan menciptakan suasana kerja yang nyaman bagi seluruh karyawan di setiap level dengan membangun budaya kerja sesuai dengan filosofi Peseroan yaitu SPORTIF. Pengertian dari filosofi tersebut Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VII - 3
Page 47 OCR 0.950
Vsp 10. KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants adalah S : Smart, P : Professional, O : Organization of Learning, R : Result Oriented, T : Team Work, I : Integrity, F : Fun & Openness. Risiko Keamanan Informasi Seiring dengan cepatnya perkembangan teknologi perseroan telah melakukan mitigasi dengan terus meningkatkan keamanan pada sistem informasi, meningkatkan perlindungan data, meningkatkan edukasi keamanan siber sumber daya manusia (SDM), dan adopsi teknologi terkini. Perseroan mengambil sertifikasi ISO 9001 dan ISO 27001. Risiko Reputasi Perseroan melakukan survei kepuasan pelanggan dan melakukan peningkatan layanan sesuai hasil survei. Perseroan juga membangun komunikasi-komunikasi yang positif secara terus menerus untuk penyelesaian permasalahan yang terjadi terhadap layanan yang diberikan. Risiko Kondisi Perekonomian Secara Makro atau Global Apabila terjadi penurunan permintaan akibat kondisi perekonomian makro atau global, Perseroan akan senantiasa berupaya melakukan pengelolaan keuangan yang efisien dan efektif serta secara disiplin menjalankan operasi sesuai dengan Standar Opersaional Prosedur. Perseroan juga melakukan pemberdayaan yang optimal terhadap masing- masing sumber daya sesuai kemampuan serta kapasitasnya. Risiko atas Kebijakan atau Peraturan Pemerintah Terkait Bidang Usaha Perseroan Dalam hal Kebijakan terhadap Peraturan Pemerintah Perseroan tunduk pada Kebijakan pemerintah dan senantiasa melakukan komunikasi kepada seluruh stake holder Perseroan sehubungan dengan terjadinya perubahan terhadap Kebijakan pemerintah tersebut. Perseroan juga melakukan komunikasi sejak awal kepada Pengguna Layanan, terkait Kebijakan pemerintah agar Pengguna Layanan mengikuti dan mematuhi Kebijakan tersebut. Risiko Tuntutan atau Gugatan Hukum Perseroan mencantumkan ketentuan-ketentuan mengenai hak dan kewajiban secara detail serta ketentuan tentang cara penyelesaian jika terjadi perselisihan dalam perjanjian dengan mengutamakan memilih arbitrase dan alternatif penyelesaian sengketa lainnya sebagai tempat penyelesaian sengketa. Risiko Perubahan Kurs Valuta Asing Dalam mengantisipasi Risiko Perubahan Kurs Valuta Asing, Perseroan di dalam setiap Kontrak Kerjasama mengatur agar setiap pembayaran dilakukan dengan mata uang Rupiah. Risiko Peraturan Internasional Perseroan mengatasi risiko ini dengan cara mengikutsertakan pihak konsultan hukum independen yang mempunyai afiliasi dan memiliki pengetahuan hukum terkait sistem dan substansi hukum negara dimana Perseroan menjalankan kegiatan usahanya. Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VII -4
Page 48 OCR 0.915
le KANTOR JASA PENILAI PUBLIK | SP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN y Public Appraisers and Consultants 7.5 Kesimpulan Analisa Kelayakan Model Manajemen Berdasarkan struktur organisasi, jumlah karyawan, dan manajemen risiko Perseroan, maka secara umum hal tersebut telah cukup mendukung operasional kerja perusahaan dalam rencana penambahan kegiatan usaha, sehingga dapat disimpulkan secara pola bisnis layak untuk dilaksanakan. Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VII - 5
Page 49 OCR 0.947
VsPR 8.1 8.2 8.3 8.4 KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants BAB VIII ASPEK KEUANGAN Rencana Perseroan PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk adalah sebuah perusahaan yang menawarkan jasa konsultasi teknologi informasi serta pengembangan sistem telekomunikasi, perbankan, asuransi, e-commerce, fintech, reseller, consumer goods, retail dan transportasi. Perseroan juga memiliki produk aplikasi innovative platform yang diperkaya dengan fungsi PPOB (Payment Point Online Banking) yang merupakan suatu mekanisme tagihan pembayaran yang bekerja sama dengan perbankan yang terkoneksi secara online real time sehingga rekonsiliasi data terjadi sangat cepat dengan akurasi data yang sangat akurat. Saat ini, Perseroan berencana untuk menambah kegiatan usaha baru yaitu KBLI No. 82200 (Aktivitas Call Centre) berkaitan dengan arahan dari Komdigi terkait proses izin lanjutan bisnis A2P SMS (Application-to-Person SMS). Metodologi Analisa Metodologi dilakukan dengan membandingkan keuntungan ekonomis yang dapat diperoleh dari rencana penambahan kegiatan usaha berupa penghematan biaya, peningkatan pendapatan dari adanya sumber pendapatan yang baru melalui perbandingan dengan pengorbanan ekonomis atas rencana penambahan kegiatan usaha berupa nominal investasi yang dikeluarkan. Cut Off Date dalam Analisa Dalam melakukan analisa studi kelayakan penambahan kegiatan usaha Perseroan, kami menggunakan cut off date 31 Desember 2024 di mana batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan dilaksanakan studi kelayakan. Arus Kas Bersih yang Digunakan Untuk melakukan analisis keuangan dalam studi kelayakan dengan menggunakan metode diskonto arus kas, terdapat 3 (tiga) pilihan pendapatan ekonomi untuk didiskonto yaitu dividen, arus kas bersih (AKB) untuk ekuitas (free cash flow to eguity), dan AKB untuk kapital (free cash flow to invested capital) atau AKB untuk perusahaan (free cash flow to firm). Dalam studi kelayakan, pendapatan ekonomi yang akan didiskonto dalam analisis kelayakan adalah AKB untuk kapital. Pemilihan arus kas bersih untuk kapital yang digunakan sebagai basis perhitungan kelayakan didasarkan pada kondisi proyeksi perusahaan yang mencerminkan kondisi struktur kapital yang cukup vo/atile (yang terlihat dari pergerakan debt yang berubah selama periode proyeksi). Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VIII - 1
Page 50 OCR 0.922
| | ) "4 sp KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari kewajiban penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk mempertahankan operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan untuk penggantian (reserve for replacement), modal kerja, dan untuk pertumbuhan melalui penyediaan dana tambahan pengeluaran barang modal, yang dihitung sebagai berikut: Laba (rugi) setelah pajak # Bunga setelah pajak #- Penyusutan - Capex - Kenaikan (atau # penurunan) modal kerja bersih - Arus kas bersih untuk kapital Penetapan Tingkat Diskonto Penentuan Biaya Modal untuk Ekuitas Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capita/ Asset Pricing Model (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari sekuritas saham, dengan menggunakan persamaan sebagai berikut: k, SR, #(Bx RP,,) - Reps di mana: Ke 1 Balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu, atau biaya modal ekuitas/saham biasa Rr 1 Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk free rate) B 1 Beta RPm Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (eguity risk premium) RBDS : Rating Based Default Spread Tingkat Suku Bunga Bebas Risiko (Rf) Adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang (SUN). Sesuai dengan cut off date studi kelayakan per 31 Desember 2024, tingkat suku bunga bebas risiko yang digunakan yaitu per 30 Desember 2024 yang merupakan obligasi pemerintah RI dalam mata uang rupiah dengan tenor 30 tahun. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) maka yie/d SUN yang digunakan adalah 7,11 Yo. Eguity Risk Premium (RPm) Adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan eguity risk premium adalah dengan memasukkan premi untuk risiko spesifik Negara (country-specific risk premiums) seperti votalitas harga Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VIII - 2
Page 51 OCR 0.920
| Vsp KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants saham untuk menghasilkan base eguity market risk premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara berkembang (emerging market). Eguity Risk Premium (Rpm) ditentukan menggunakan rujukan dari hasil Damodaran per 1 Juli 2024 dengan risk premium untuk pasar negara berkembang seperti Indonesia adalah sekitar 6,440/o. Dengan Rating Based Default Spread sebesar 1,79Yo. Beta (B) Beta (B) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan eguity risk premium. Untuk memperoleh faktor beta yang sesuai kami menggunakan un/evered beta sebesar 0,61 yang diperoleh dari rata-rata perusahaan pembanding dari perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha Te/lecommunication Services untuk negara-negara berkembang yang kami peroleh dari hasil riset Aswath Damodaran Januari 2024. Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk menghitung cost of eguity Perseroan, di mana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara ini dilakukan untuk menetralisir pengaruh /everage yang ada di masing-masing perusahaan terhadap beta. Perusahaan yang sama dengan /everage yang berbeda akan memiliki cost of eguity yang berbeda pula, oleh karena itu pengaruh /everage yang ada di tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta. Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian di-relevered dengan tingkat /everage pasar pada industri sejenis untuk memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto Perseroan tersebut dengan formula sebagai berikut: BAB xl 4 -T)x DER) PL — 0,61 X (1#(1-2296) X 43,5596) -082 Di mana: Bl: Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan portofolio pasar dengan pengaruh utang. Bu Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan portofolio pasar tanpa pengaruh utang. DER : Debt to Eguity Ratio T : Tax, Tingkat Pajak Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VIII - 3
Page 52 OCR 0.928
Vsp KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants Sama halnya dengan data unlevered beta, data DER juga diperoleh dari rata-rata perusahaan pembanding dari perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha Telecommunication Services untuk negara-negara berkembang yang kami peroleh dari hasil riset Aswath Damodaran yang dikeluarkan Januari 2024. Dari data tersebut nilai DER adalah 43,55Yo. Dengan memasukkan persamaan di atas, diperoleh nilai BL sebesar 0,82. Cost of Eguity (Ke) Pada perhitungan WACC, digunakan data yang bersumber dari Damodaran, di mana data yang digunakan adalah Tota/ Eguity Risk Premium yang juga telah mempertimbangkan risiko, maka diperlukan penyesuaian pada CAPM dengan memperhatikan Rating Based Default Spread dari Damodaran di mana Cost of Eguity dikurangkan dengan Rating Based Default Spread sebesar 1,79Yo, sehingga biaya modal ekuitas Perseroan adalah sebagai berikut: Figur 8.1 Cost of Eguity/ Biaya Modal Ekuitas gkat Bunga Bebas Risiko 71196 Risk Premium 6,44 Beta 0,82 RBDS 1,799 Biaya Modal untuk Ekuitas 10,584 Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang (WACC - Weighted Average Cost of Capital) Dalam menghitung analisa studi kelayakan Perseroan dilakukan dengan mendiskonto tingkat kembalian terhadap keseluruhan modal, maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari pinjaman jangka panjang maupun yang berasal dari penyertaan. Penentuan posisi tingkat /everage yang optimal adalah mencari titik dimana tambahan penghematan pajak yang berasal dari tambahan utang akan sama dengan tambahan biaya bunga sebagai akibat dari risiko gagal bayar yang diantisipasi dari keberadaan keseluruhan utang. Dalam analisa studi kelayakan ini, untuk biaya bunga untuk utang digunakan tingkat bunga pinjaman investasi yang diberikan dari Bank Persero dalam mata uang Rupiah periode Desember 2024, yaitu 9,21”/o. Berdasarkan biaya bunga tersebut maka diperoleh biaya modal pada Desember 2024 sampai akhir proyeksi sebesar 7,18Yo, dengan tarif pajak (T) 22Yo, dengan perhitungan sebagai berikut: Kd 1-7) Kd 9,214 x (1-2211) Kd 7,189 Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VIII -4
Page 53 OCR 0.945
, le SPR SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants 8.6 8.6.1 KANTOR JASA PENILAI PUBLIK Untuk kepentingan analisa studi kelayakan, komposisi pendanaan dihitung berdasarkan kinerja perbandingan jnterest bearing debt dengan ekuitasnya, dimana komposisi struktur permodalan Perseroan diasumsikan mengikuti struktur permodalan pasar dari hasil riset Aswath Damodaran. Dengan demikian struktur utang sebesar 30Yo, sedangkan sisanya yaitu sebesar 70Yo akan dipenuhi dengan modal sendiri. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor dan kekuatan/kelebihan serta risiko yang dihadapi, kami berpendapat bahwa tingkat diskonto sebesar 9,55Y/o untuk Perseroan adalah wajar untuk mendiskonto arus kas bersih terkait penambahan KBLI baru Perseroan dengan perhitungan sebagai berikut: Figur 8.2 Weighted Average Cost of Capital (WACC) Ekuitas WACC 9,554 Proyeksi Keuangan Perhitungan analisis keuangan dalam studi kelayakan dilakukan dengan metode diskonto arus kas yang didasarkan pada proyeksi keuangan yang disusun oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja Perseroan dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan. Analisa proyeksi disusun sampai 2029 dengan pertimbangan untuk melihat apakah rasio IRR, NPV dan Payback Period masih dalam jangka waktu yang bankable (dibawah 6 tahun). Selain itu, mengacu pada POJK 35 Pasal 87 dan SPI 330 Poin 5.28 disebutkan bahwa proyeksi keuangan wajib disajikan minimal 5 tahun ke depan untuk perusahaan dengan asumsi going concern. Selama periode proyeksi, diasumsikan tidak ada perubahan pada peraturan perpajakan. Selain itu juga diasumsikan tidak ada perubahan pada manajemen dan kebijakan akuntansi. Biaya Pendirian (Start up Costs)/Biaya Investasi Berikut adalah rincian biaya investasi yang dibutuhkan dalam penambahan kegiatan usaha Aktivitas Ca// Centre (KBLI 82200): Figur 8.3 Biaya Investasi Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan 5.415.584.811 Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VIII - 5
Page 54 OCR 0.870
JSPR 8.6.2 8.6.3 8.6.4 KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants Modal kerja Modal kerja adalah ukuran likuiditas suatu perusahaan, termasuk efisiensi operasional dan kesehatan keuangan dalam jangka pendek yang merujuk pada perbedaan aset lancar perusahaan dan kewajiban yang ditanggung dalam periode berjalan. Modal Kerja Bersih//et Working Capital (NWC) adalah selisih jumlah aset lancar/current assets (CA) dikurangi liabilitas lancar/ current Iiabilities (CL). Modal Kerja Rencana Penambahan Kegiatan Usah: Figur berikut menunjukkan proyeksi modal kerja penambahan kegiatan usaha Perseroan mulai tahun 2025 sampai dengan tahun 2029: Figur 8.4 Modal Kerja Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan Dalam Rupiah JAset Lancar 42.612.749.352 51.135.264.217 61.362.352.066 67.498.569.770 74.248.426.746 Utang Lancar 34.507.637.229 41409.136.328 49.690.991941 54.660.076.961 60.126.084.657 Modal Kerja Bersih 8.105.112.123 9.726.127.889 11.671.360.125 1.838.492.808 14.122.342.089 Perubahan Modal Kerja 8.105.112.123 1.621.015.766 1.945.232236 — 1.167.132.683 1.283.849.281 Sumber Pembiayaan Total biaya investasi penambahan kegiatan usaha Perseroan yaitu sebesar Rp5.415.584.811 berupa investasi software yang sudah dikeluarkan pada investasi awal oleh Perseroan. Berdasarkan laporan audit Perseroan per 31 Desember 2024, kas dan setara kas Perseroan dibukukan sebesar Rp27.272.887.784, sehingga masih mencukupi untuk mendanai investasi tersebut. Biaya Operasional (Beban Usaha) Beban usaha/beban penambahan kegiatan usaha terdiri dari beban umum dan administasi dan beban usaha lainnya yang meliputi gaji dan tunjangan karyawan, telekomunikasi, penyusutan dan amortisasi, imbalan kerja, jasa profesional, jasa manajemen, tenaga kerja lepas, dan jamuan. Adapun rincian proyeksi beban usaha mulai tahun 2025 sampai dengan tahun 2029 sebagai berikut: Figur 8.5 Beban Operasional (Beban Usaha) Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan Beban Usaha Beban umum dan administrasi (24.411.524.802)| (26.131.571.570)| (28.091.552.913)| (28.752.065.735)| (27.904,425.171) Gajidantunjangan karyawan | 17.630.927.125 | 18.265.638.05s | 18.923.207.479| 18.802.277.605 | 18.448.944.053 Telekomunikasi 2.699.426.491| 3.239.309.572| 3.887.173.703| 4.275.889.965 | 4.703.478.962 Penyusutan dan Amortisasi 1.353.896.203 | 1.353.896.203| 1.353.896.203| 1.353.896.203 - Imbalan kerja 687.174.335 824.608.638 989.530.930 | 1.088.483.740| 1.197.332.115 Jasa profesional 548.276.275 657.931.080 789.517.746 868.469.205 955.316.225 Jasa manajemen 549.964.488 659.956.933 791.948.772 871.143.423 958.257.765 Tenaga kerja lepas 613.858.069 736.629.178 883.955.518 972.350.818 | 1.069.585.900 Entertainment 328.001.817 393.601.911 472.322.562 519.554.684 571.510.152 Beban usaha lainnya-neto (353.857.007)| (424.628.118)| (509.554.032)| (560.509.290) Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VIII -6 ,
Page 55 OCR 0.819
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK e SP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN y Public Appraisers and Consultants 8.6.5 Tarif Layanan Berikut rincian harga jual atau tarif yang diberikan Perseroan adalah sebagai berikut: Figur 8.6 Rincian Harga Jual 1 | Operator Telkomsel 475 527.25,- 2 | Operator Indosat 495 549.45,- 3 | Operator XL 565 627.15,- 5 | Operator Smartfren 595 660.45.,- 6 | Operator Three 495 549.45,- Sumber: Manajemen 8.6.6 Proyeksi Keuangan Figur berikut menunjukkan proyeksi laba rugi penambahan kegiatan usaha mulai tahun 2025 sampai dengan tahun 2029. Figur 8.7 Proyeksi Laba Rugi Penambahan Kegiatan Usaha Dalam Rupiah PENDAPATAN USAHA 243.66.000.000 | 292.159.000.000 | 350.591.000.000 | 385.650.000.000 | 424.215.000.000 BEBAN POKOK PENDAPATAN (209.921.459.811)| (251.905.579.329)| (302.286.867.638)| (332.515.68.180)| (365.767.014.998) Jasa pengiriman pesan singkat (209.921.s9.811)| (251.905.579.329)| (302.286.867.638)| (332.515.468.180)| (365.767.014.998)| LABA KOTOR 33.544.540.189 | 40.253.420.671 | 48.304.132.362 | 53.134.531.820| 58.447.985.002 Beban Usaha Beban umum dan administrasi (2a.411.524.802)| (26.131.571.570)| (28.091.552.913)| (28.752.065.735)| (27.904.425.171) Gaji dan tunjangan karyawan 17.630.927.125| 18.265:638055| 18923.207479| 18.802.277.606| 18.448.944.053 Telekomunikasi 2.699.426.491 3.239.309.572 3.887.173.703 4.275.889.965 4.703.478.962 Penyusutan dan Amortisasi 1.353.896.203 1.353.896.203 1.353.896.203 1.353.896.203 - Imbalan kerja 687.174.335 824.608.638 989.530.930 1.088.483.740 1.197.332.115 Jasa profesional 548.276.275 657.931.080 789.517.746 868.469.295 955.316.225 Jasa manajemen 549.964.488 659.956.933 791.948.772 871.143.423 958.257.765 Tenaga kerja lepas 613.858.069 736.629.178 883.955.518 972.350.818 1.069.585.900 Entertainment 328.001.817 393.601.911 472.322.562 519.554.684 571.510.152 Pemulihan nilai piutang - bersih - - - - - Lain-lain - - - - - Beban usaha lainnya-neto (353.857.007) (424.628.118) (509.554.032) (560.509.290) (616.560.219) LABA USAHA 8.779.158.380 | 13.697.220.984 | 19.703.025.416| 23.821.956.795 | 29.926.999.611 Pendapatan/Beban Lainnya “ - LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 8.779.158.380 | 13.697.220.984 | 19.703.025.416 | 23.821.956.795 | 29.926.999.611 Beban Pajak Penghasilan — Neto (wosnara.saa)| oo (no123sse6ne)| o(43346e5502)| (5240830495)| (6.583.939.914) LABA NETO TAHUN BERJALAN 6.847.743.536 | 10.683.832.367 | 15.368.359.825| 18.581.126.300| 23.343.059.697 Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VIII - 7
Page 56 OCR 0.925
| | | | 1 1 Vsp 8.6.7 KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants Proyeksi penjualan selama tahun proyeksi terus mengalami peningkatan dengan rata-rata peningkatan sebesar 15,00Yo mulai tahun 2026 hingga 2029, kemudian persentase rata-rata beban pokok penjualan terhadap penjualan diproyeksikan sebesar 86,226 selama tahun proyeksi (2025-2029). Laba kotor perubahan kegiatan usaha mengalami peningkatan rata-rata sebesar 15,00Y6 selama tahun 2025-2029. Kemudian, beban usaha mengalami peningkatan secara perlahan pada setiap tahun proyeksi mengikuti dengan adanya kenaikan penjualan. Rata-rata persentase beban usaha terhadap penjualan selama tahun proyeksi (2025-2029) adalah sebesar 8,35Y9. Laba sebelum pajak mengalami peningkatan rata-rata sebesar 36,60Yb selama tahun 2026- 2029 (full year), linear dengan peningkatan laba tahun berjalan yang juga terus mengalami peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 36,60Y0. Analisis Titik Impas Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak memperoleh laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha dikatakan impas jika jumlah pendapatan (revenue) sama dengan jumlah biaya, atau apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja. BEP dalam Rupiah dapat diformulasikan sebagai berikut: BEP - Total Biaya Tetap 1 - Total Biaya Variabel Pendapatan Berdasarkan persamaan BEP dalam Rupiah, diperoleh BEP dalam Rupiah untuk masing-masing periode selama masa proyeksi. Nilai BEP dalam rupiah mencerminkan pendapatan minimal yang diperlukan agar terjadi BEP. Perhitungan BEP untuk Rupiah pada proyeksi rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan adalah sebagai berikut: Figur 8.8 Analisis BEP Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan Dalam Rupiah Pendapatan Usaha 243.466.000.000 | 292.159.000.000 | 350.591.000.000 .650.000.000 | 424.215.000.000 Beban Pokok Pendapatan (Fixed Cost) | 209.921.459.811 | 251.905.579.329 | 302.286.867.638 | 332.515.468.180 | 365.767.014.998 Beban Usaha (Variable Cost) 26.119.278.012 | 27.910.095.891| 29.955.003148 | 30.666.471.228 | 28.520.985.391 Break Even Point 235.148.419.386 | 278.511.967.340 | 330.527.627.131 | 361.240.958.833 | 392.130.910.599 8.6.8 Analisis Profitabilitas Analisis profitabilitas adalah analisis untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam usahanya mendapatkan laba (profit) dari pendapatan (earning) terkait pendapatan. Jenis- Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VIII - 8
Page 57 OCR 0.928
Vsp 8.7 KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants jenis rasio profitabilitas dipakai untuk memperlihatkan seberapa besar laba atau keuntungan yang diperoleh dari kinerja suatu perusahaan. Sebagai gambaran bagaimana Perseroan dalam usahanya mendapatkan laba terdapat pada figur berikut ini: Analisis Profitabilitas Penambahan Kegiatan Usaha Figur 8.9 Analisis Profitabilitas Kegiatan Usaha Gross Profit 13,7896 13,7896 13,7846 13,7846 Operating Profit 3,6196 4,69Y6 6,1846 7,054 Net Profit 2,814 3,6696 4,824 5,509 Return on Eguity 55,84 46,564 32,664 29,096 Return on Investment 126454| 197,284 343,10x| 431,0396 Dalam figur di atas, dapat terlihat bahwa profitabilitas Perseroan yang digambarkan dalam persentase laba kotor terhadap pendapatan (gross profit margin), persentase laba operasi terhadap pendapatan (operating profit margin), persentase laba bersih terhadap pendapatan (net profit margin), ROE dan ROI menunjukkan bahwa Perseroan memiliki kemampuan dalam menghasilkan laba. Analisis Kelayakan Investasi Untuk mengevaluasi kelayakan investasi pada Rencana Proyek sesuai SEOJK 17/2020 digunakan 4 (empat) indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI) dan Payback Period, yang didasarkan pada nilai kini arus kas bersih yang diproyeksikan hingga tahun 2029. Penggunaan NPV berarti mengukur nilai kini dari pengeluaran investasi dan manfaat bisnis yang digambarkan oleh proyeksi manfaat neto. Nilai NPV mencerminkan selisih dari nilai sekarang arus kas masa datang dengan nilai investasi. Dengan membandingkan antara total investasi yang dikeluarkan pada awal periode proyek dan total arus kas yang akan diterima setiap tahun, maka dapat diketahui nilai NPV yang dihasilkan oleh proyek tersebut. Jika nilai NPV positif maka investasi tersebut layak dilaksanakan sedangkan jika nilai NPV negatif, investasi tersebut sebaiknya tidak dilaksanakan. Nilai IRR mencerminkan besarnya tingkat bunga yang apabila digunakan untuk mendiskonto seluruh selisih kas masuk akan menghasilkan jumlah kas yang sama dengan jumlah investasi. IRR merupakan nilai tingkat pengembalian investasi pada saat NPV Perseroan sama dengan 0, yang artinya tingkat pengembalian dan risiko dari total investasi pada saat ini adalah sama dengan tingkat pengembalian dan risiko pasar. Sehingga apabila IRR proyek lebih besar dari WACC (Discount Rate), maka proyek ini layak dilaksanakan dan apabila IRR proyek lebih kecil dari WACC maka proyek ini sebaiknya tidak dilaksanakan. Untuk menganalisis keseluruhan profitabilitas dapat menggunakan Profitability Index (PI), dimana PI merupakan teknik penilaian investasi yang dihitung dengan membagi nilai Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VIII - 9
Page 58 OCR 0.923
Ysp 8.8 KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants sekarang dari arus kas bersih yang akan datang suatu proyek dengan nilai investasi awal yang dibutuhkan untuk proyek tersebut. Apabila PI yang dihasilkan dari suatu proyek sama dengan 1 maka arus kas dari proyek tidak menghasilkan nilai tambah, apabila PI lebih besar dari 1, maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan, sedangkan apabila PI lebih kecil dari 1, maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek tidak menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan. Dalam menganalisis PI suatu proyek maka kelayakan dapat dinilai apabila nilai PI lebih dari 1. Jika PI lebih besar dari 1, maka investasi tersebut dapat disimpulkan layak untuk dilaksanakan. Payback period atau periode pengembalian modal adalah waktu yang dibutuhkan untuk mencapai break even point atau titik impas. Payback Period menentukan berapa lama waktu yang diperlukan untuk menutup biaya awal yang terkait dengan investasi. Semakin pendek pengembalian maka investasi semakin diinginkan. Kelayakan dari perubahan kegiatan usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis yang diantisipasi di masa mendatang dengan free Cash Flow to Firm yang selanjutnya dibandingkan dengan pengorbanan ekonomisnya. Setelah dilakukan perhitungan untuk KBLI baru didapatkan IRR yang sangat besar karena investasi untuk KBLI baru sangat rendah dan Perseroan tidak melakukan investasi tambahan pada aset tetap seperti tanah, bangunan, kendaraan, komputer dan perlengkapan, peralatan kantor, dan perabotan. Kelayakan investasi penambahan kegiatan usaha dihitung dengan menggunakan empat indikator yaitu Net Present Value, Internal Rate of Return, Profitability Index (PI) dan Payback Period dengan ringkasan sebagai berikut: e Net Present Value (NPV) : Rp219.625.525.599 e Internal Rate of Return (IRR) 1 137,75Yo e Profitability Index (PI) 1 41,55 e Payback Period 1 2 tahun 6 bulan » WACC 1 9,55Yo Berdasarkan analisa kelayakan di atas, NPV menunjukkan nilai positif, IRR lebih tinggi daripada WACC dan PI lebih dari 1, dengan demikian investasi tersebut layak. Analisis Sensitivitas nalisis Sensitivitas Ren: Penambahan Kegii Untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya, maka berikut ini disajikan analisa sensitivitas terhadap kelayakan proyek, yaitu: e Investasi naik dengan perubahan kondisi kenaikan 3,00Y6, 5,00Yo, dan 10,00Yo. « Penjualan turun dengan perubahan kondisi penurunan 3,00Y6: 5,00Y6: dan 10,00Y6. e Harga Pokok Penjualan naik dengan perubahan kondisi kenaikan 3,00Yo: 5,00Yo: dan 10,00Y0. Berdasarkan uji sensitivitas tersebut, kondisi parameter kelayakan proyek akan terlihat seperti figur di bawah ini: Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VIII - 10
Page 59 OCR 0.801
Vsp KANTOR JASA PENILAI PUBLIK SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers and Consultants Figur 8.10 Analisis Sensitivitas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan Normal 137,751| 219.625.525.599 41,55 Layak 2 3002| — 1358856) 219.463.058.055 40,34 Layak Investasi 2 5,0096| 134,67x| 219.354.746.359 39,58 Layak Cal 100086| — 131,8056| 219.083.967.118 37,78 Layak v -3,001 84,951| 115.719.235.535 2237 Layak Pendapatan Usaha v -5,0056 45,201| 45.721.413.388 9,44 Layak La -10,0056) n/a| (158.996.045.062) (28,36)| Tidak Layak 2 3,005) 9069x| 127.574.468.557 24,56 Layak Beban Pokok Pendapatan Hj 5,005) 574116) 65.862.296.341 13,16 Layak bol 10,005) wa| (107.706.106.432)| (as,89)| — Tidak Layak Dari ketiga variabel yang diukur, rencana penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan oleh Perseroan tidak sensitif terhadap kenaikan investasi, namun sensitif terhadap penurunan pendapatan usaha serta kenaikan beban pokok pendapatan. 8.9 Kesimpulan Analisa Kelayakan Aspek Keuangan Berdasarkan kajian, evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha yang akan dilaksanakan oleh PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk adalah layak. Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VIII - 11
Page 60 OCR 0.949
LAMPIRAN KEUANGAN LAPORAN STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk @ Jatis Mobile
Page 61 OCR 0.381
| cg aa no .... aa mn Ja no... pa LAMPIRAN -1 (PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk Studi Kelayakan Penambahan Kegatan Usaha LAPORAN POSISI KEUANGAN (Dalam Rupiah) laser laser tancan Ikas dan setara kas #n20027sasa pasmina #nst2ssnn2s msars7a01a Ipang loana yang dibatasi penggunaannya 924521275 - - - Piutang usaha -neto sesuanesa B1301525 118572085774 198:987770168 15807035810 Piutang lan-ain Isas316.ses t0e72sna.1a 205128910 ser3s577a an7seaana persediaan 2700354523 6525.479.108 S22071033 K051.350.614 1501470985 Ivang muka 260.645051 176292820 Iasgana 2656 045.640 861-754,5t9 ajak dibayar di muka 2951532 1985985310 1817130330 sanannow 201254.857,724 (beban dibayar di muka 22005670 20505.230 2612378352 n426s.290 28.001.050 Totai Aset tamcar TiSisa91ssa3 TaSias1727 Tiz2010012 556 1030222 aa Tonsa.ces.ase laser moar Lancan Itksian tagihan pajak penghasian sa52g1530 4290722.126 Den006.142 6652775427 194270793 |Aset pajak tangguhan -neto 2902721596 naas 2536250743 2004.291-240 3417372301 Aset tetap - neto 230701183 9368405920 41905575503 40.530.219.4a9 angnn3s1.css Aset takberwulud » neto s7aco2nes 657120509 misrsang as.072.901.901 48431923744 Aset tdak lancar Iainnya, £ 3s . - . Total Aset Tidak Lancar Tenonoa PA KO Tae Tans TON A05 305.265 (TOTAL ASET Taro00222 51 Tae anasas 350-205 600-253 T1s.e57 329.199 25764001121 luneturas oAn EKUMAS #00n000000 7510050054 1a74as05a19 asaamasan 201226 6832558573 a0g12.m02226 12001192.875.257 @oss3ng01 2874256350 3aen3as.as6 11692567129 2208:506.379 #en02534n 27nannas7 117.622 2127 60028 Jasaa7nan9 s2e1s270se6 46:310.209.667 sr10215001 7824872452 201015461 endupatan diterima muka smoaasz 2amas901 9420352307 1389352807 2346015203 (utang kepada pihak beela auagnasan - - - - tang langka panjang yang jatuh tempo dalam L tahun Utang bank: 3773 10870195158 Ganyanyano Utang pembelian ate tetap - - - - 394200711 ata Uabtas langka Pend Tenan Desa Tania Tasgnaisorot 131952524595” - . @amsmana96 #e2sasn2sa 9469225245 Utang pembelian aset tetap - - - - 225:167.159 uabitas imbalan krja jangka panjang. sasa1ass1a 101750957245 aanos7a2as 955.752a5 - (tai Vablitas jangka Panjang Sasaaas91s 10.750557-285” 12.657 205 A1 16587577259 Dasas0za0a (TOTAL ABuUTAS: Ti2:561.204750 100.927.208.696: 1s1ss1570703 154.615.728.290 Tas.ta6:917.005: 12200002000 12200000000 52202000000 65250128000 6525002120 - anagaconoca anss71761a akasganase axasan7as6 33307.701.816 - 1728604265 3160810508 2985:332:505 42411122365 2315062785 19.601.021.514 101125 700.080 12807.983.470 312080711.370 ITorat EKUTAS- 10.529.062.785: 3253625.339 SessLo57.160 T61.041.610.905” Tenany ansang (TOTAL LABILITAS DAN EKUTTAS- 132.090522511 Tas. 265. 231535 251205.608-253 315.657. 3391199 315764051122
Page 62 OCR 0.340
- ad GC — — — G3 Ko Ia LAMPIRAN -2 PTINFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk Stud Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha LAPORAN LABA (RUGI) (Dolom Rupian) 162258125555 50734797651 z Saras 966033 Jasa pengiriman pesan singkat 224977162011 261796089227 3401558582 363 326.338.6sa219 357.986.213.250 Jasa pengiriman WhatiApp 2ans.tn4000 sesamanasa 117397339567 mrenasaa 16522243008 asa lainnya asas 20161517059 29452047584 10983 497524 1244722955 BEBAN POKOK PENDAPATAN (@as011 435.2.) (na7an20301) (x20.405211.265) Wesar.croa210) Jasa pengilman pesan singkat (ss.at1.s13.200) (na asn cae.cag) (G1s.a03s98700)| 1090727-261-720| 1029342. c11.375) Jasa pengiriman Whatsapp (aassa (eapassn7on) (66 s67022.a37| 007:222.103.222)| (129.62.10545) Penjualan Voucher 2 2 - - - Jasa lainnya ino 26220) (12558570901) (073587991201 na7sa7narng (6.007.557.201 TURA KOTOR: anna CERIA Tesnneana Dara Gesatasean (beban Usaha” Beban umum dan administrasi esasseossa) (un 902.254.704)| (se055057.xa1) (sn340a1s20n)| (s.a1o.ae7 a04) af dan tunjangan karyawan 32071750214 41491521589 157224747 @ns1ossana kasi 2417.146.449 47503875518 Sexs21d2n0 “7519 4765.076.513 Penyusutan dan Amorisasi 2516c01580 2461255480 2856113519 dasso1a9t (imbalan kerja 1341200717 1326342259 005375.oo0)| 1323605.000 11022. 417.000 asa protesoool sosasas2 m312625 1461505011 1006289.675 2660122506 Jasa manajemen 0722115 16000000 912000000 916.000.000 asz.oo0.ooo Tenaga kerja lepas 176527730 ane ses7s1an0 2x2 sx0215 52.200.140 sseass2mn 557.786a10 sman 521302010 #2789 taintain 2290110250 1156313263 Lamassa7 108.060.c7n 2204.400.520 Beban usaha ainnya-neto yansy5an)| 1577 ax2a20) ses, (681.se5. 214) (2.631.200.614) TA usana S200s12.207. Tesntssesn Tantan Daae62ta9 DAA A60200: penahanan keua 16s.x02.086 1001661703 Getas Lazay7asa7 @s7asm aya keuangan (ooa02 san) (pangan (rn ase.ara| (1.510.792 san (354550301) keuntungan penjualan aset tetap keuntungan selisih kurs mata uang sing bersih . Lana bersih : : “ « 2 TUBA SEBELUM PALAK PENGHASILAN. inynas ens mona Tenan beban pajak Penghasilan —Neto Dasar Wosanaans) @sswsen0n) (ons cesoa| UAN Pun BERUAK Tonona ses Dane Taseaman PATI
Page 63 OCR 0.374
nan MK senen MN sem | - Te | ma Oo KR LE sz Daasrsann) 052325555) (as.a1a 032-150) penerimaan dar pelanggan 2267851790 asa1nsc00306 as0s507.a21378 500912731002 penerimaan dari penghasilan bunga 11001661749 sargansn 1428772537 G31s7nsaa Penerimaan dari taksiran tagihan palak penghasilan tes209na0a 2010011473 pembayaran untuk biaya keuangan Uapa2sana) Trnaaseara) (1swo7o2s5a)| (3sass0a0| embayaran kepada pemasok (502759237 5e7| (96o21.s59 399) (eta057 354.00) (ae a2.x9a.con| (pembayaran kas untuk karyawan (naxs.ce. sa) 128.242.207.650) las.ze0.co5.113) laso05.72t201) tembayarar kas untuk pajak penghas Ganas) (30ss02.se2)| 1.017.295.225) (9a4 35an) Penerimaan (oembayaran! dar (untuk) beban operasional lainnya ta2eya2n a07) esa cac.01) 4306526200 pe asaa7oa7o) Tas Mato Digunakan untuk Aktiitas Operasi 13357 san 219) B0.021.152-273 1Do.262:925.550) Gede cas) lanus Kas DARI AKT1TAS INVESTASI. Penerimaan dari (pembayaran kendal piak pihak berelai- bersih 2 perolehan aset tetap (re1as02300) (onr sasa) anansasa (asas aan 273 (2.067.236a57| Perolehan aset takborwujud (sap asnan0) (272ss2n Gan sosara) Waosa a67 230 (a.ssa.coo.oon| asi penjualan aset tetap 232.087.500 190377651 ans.a95.95 da5 A1 AAL - eenutunan (kenaikan) dana yang dibatasi penggunaar (aan 971 oo0 922391275 2 : 1Kas Nato Di untuk Aktivitas 1.206.554 750) Tao ses.t2) PAI Tensi ae oo) Ganas IAMUS KAS DAHI AKTIVITAS PENDANAAN (penerimaan (pembayaran) utang pihak beriasi- neto: waansn (anarasan - 2sm41sa8g Penerimaan (oembayarani dari penawaran saham perdana - : . #s25000o0o0 . Itambahan modal sisetor - 10000000000 - - 002000000 10.000.000000 mao enasa - (us7oss1no20) (8302 05261) (2 12007.0ag) (10265.076.2851 (IA Gensenssa - - (80.310.151) - - - aasoo0 2701500 TEE) Tana erni EF 1e183277.015) IKENYUKAN (PENURUNAN NETO KAS DAN SETARA KAS monroa Posner san Sean (asa 730215) 1502 545-305) (PENURUNAN NETO PIAMAN CERUKAN BANK - - - @sroesoesa) sznassass IKA DAN SETANA KAS AWAL TAHUN 254561124 sesen7sase Isnsnso sisurssasns Tasansreona TAS DAN SETARA KAS AKA TAHUN. mara Dena Tenan Tesarsnaona Tanam
Page 64
Page 65 OCR 0.517
(yojdny wnjog) (M3LNIO TIVI) LO3IFONd MIN - ISVLSIANI VAVI9 eyesn ueJei3oy ueyegweuad ueyeAejay IpnIS 49L VISINOANI IDOTONN3L ISVWMOJNI Ld 5 - NVYIdNYI Soo oo ono oo DO 5 hb Do Do AA
Page 66 OCR 0.162
4 r P2 NN 2-7 IN "222 TE “—— MIN — BN 7 MANA MA “527 DI 57215 MN MN TM 2 HI 51 BA 2205| PTIMGAMAS EOLOLOGI WOnESIN Tak Stud Kooyaan Penambahan Ketan Uang (Ootom funin Samsu ea0n sean Sasana 5152292250 2n125ease1 Saman #snsa08501 “312406501 masa Basa Iman Tmanas akamaan 16877377 sena ensuen @ensaansae0 Mean sara asa 20052 serasa @esata sinuasa sman #sicoco eesoooo TN mana tusmanaai| tmesamem| towmsam| @esmssl —asewa soox| 2 son nsssawul asesarm| useswaral ouserazm| —oatann 5 2001| masal @ssisol seamsoa tsmas - Go mom Oasensa) 2n00n| “Ionsns 261 £ : 8 soxl uses moneeun| pansnsam) asem rara , & mox| tisasnseil Gisasseil Gisasnses| rona : 2 son) 8 200 4 mom) asas) asas - : a00 Maen mon mena mna edan peseamanu| anesmezo| msowassen pesan paras wesnssn| asmaul namomem| massusam| Gasanas| amunosa| amora esosuraa| kanssoesoul Waseso erasaoiwen| Gzesaosam| Grasaosm| Gpsarun| Grasan| Grmawam| amsawasul pomasasi| tzmawasl a7nasw) Gammam| “tumam| temon taro tenar) W mann mi) massassos| Gasamen| samaan Wear) Wes) emasen| “masan| ' osasem| — Gmasan| " onasen) ssenail o“asssasol o“uswnaw) “seng usus) uno) winsasul cina winsen| cmn misooonl “wssmocal —usiracoal — erooaoal Wes) Paniai rentan ganamariaa asesmen aa pan Bea ana tamat mete suusssase| aonsaman | mo1sanns0n | csetsemu | saran Tanah Sasussaaso| oSasuasasol Sasasnaso| oSasasaso | daseasn2so mangan basemasa| somonaw| sassisam| asemma| dang tera 2assasasa | asmoruesa| — wernasi un gerergapan Petaatan ereetapan metaderruna msasoznan : £ Nemo etatan stasaasi | 22stosna0s : : intens WES anna taman 5 . : p Len maroon mama asem | memsnl canuni sesene) 3) sassumi| sasswan| sawsusu | sasa susswai| sasa sessum| susul susu Sansean | asus) —sassun |—sassman aoo1| : 80 ma) aa ren 2001| : : : as) Wassane2on @ssasea0s 5 4 2s0n| asas) asn soon) asn a30) 2 Wasnane2an) Wosssanton| sasssmau| sasssea Gomusl « assmul Sassuas) Usa) Carn7nas) Goseei) Gassesi| Bai sean) tsnsncos | ammzncoe| 1s5sanan 2301722105 2 . Kasussaso| —270n7msos| 1353256301 3 z
Page 67 OCR 0.273
TL6'SE9 9trb”99 BBO'S6 E98"EP BOT”TLT PPG TE 'BEO'16E”866'6T B01816'SETL NVTV7438 NNHVL OLIN VAVI| (p98'85€Tv1'81) (876 188”11€ 71) (2951661676) (pzsE1S'Ov9'S) (0z0”s£9'6z0') OJON — uejiseyBuag yefeg uegag VEB 66 Z8T'SB LEO 18 SETIS TER GL09ETTP T9S'O16'BE9'SZ BL ET9 STT6 NYIISVHONIS NVrVd WN13GIS VEVI| ehuujey uegag/uezedepuag yejunr PER VGG L8T'S8 LEO 128 SET9S TER GZ0 JET T9S'016 BE9'ST S2LET9STT6 VHVSN VEVI| (2912208115) (609'187'EZ6"7) Irssteszezt) o (lorcostuzse) oo (loesooerose'z) Oyau-efuulej eyesn uegag TBT'080'6LP”P TES 9ES9S8'£ 18988h”T9E'€ B5TE10 08 pee-T9O'SEE'Z - - ka 2 . yisJag - Buegnid 1 | LEEYOVL16 TB IT B6L S9T'986'569 SEE886'615 TEBEL EBP Juawujeyajug 9T4/ETW'ETT BEb705916 OLL OpT'S8 9zg'ose'o1 PSS'STT6S sedaj efiay edeuoi 901/050'850T 165166'016 LT B8 V6L Z98'906'199 9SE'68S TSS uawafeuew eser 851999 9LEE GE9 IPE'106"7 567968 YES S60'ETPTITT STT'SPE 09LT leuorsayoud eser GOT 9ES PER TE9 PLB'OvP'T Sb8'BETBZTT OE9 Bbb'ELLT 49 VL8'LLYT eliay uejegun BLT'BPT'9GT 6S6'6DT'SBS TT Ebt/E9EB6STT 901/Yb1/6p8'ET OLT'ETL/069'LT Isesruowy uep uejnsnAuag EE6'00S"pSE'OT Tr LEE'ST6'8 PE9ETTELLL SC6”789'110'9 p1/ELO'B6E'5 iseyjunwowaja, LEE TL8'16Y'05 ISO 6TT Eb1/Bb CTL TPE 6PO'LP B9V EC VI SP 6BO'9LE 9ES Eb uemehsey ueduelung uep fe9 (rrutuguesrer) oo (teervorrsssrog) (tvzoreosrtzorci) |(socreeorzozre) — |Istorvavzesrec) Iseaasjutupe uep tunwin uegag eyesn uegag Etcseyenzyot | 91esteviZTwi o| seroesossecr | crssissezor | cre'soe'ge1's8 WO101 vavi| (rstrorzrerage) (lozrocrsoezoc) (lsoscerovtosz) (tvoszowoswerz) (loe9tveszsc11) @huurey eser (seragtrsecT9w) oNerezexcorerc) (lsrsorzoxeet) (lev9rzerresorgsT) |ir9t'oo9'0vz"TE1) ddysreym ueuyaiuad eser (scorrozo1's9e) (losrsorstscee) (lseozososzcoe) ((czeecsssostsz) |tvrsreswrtzer6ot) 1x8us uesad uewpiSuad eser (usu"toervoroee) (tbzzrte9rovorsse) (leozreovrver'swc) |(recrvvzrsvwrezg) |es9-too'sEsreTs) NVLVAVANId XOXOd NV939 Ooooooesrzar Joooooosewase Jooo'oootzozez |ooorooo'esszvz | o00'000-00e"902 ehuuey eser ooo'oootstrcoe Jooooooazguse ooooooezowz |ooorooogs9sst —|o00-00011s'ss1 Odusreum uewp|uad eser Ooo'ooostzvtr |ooo'oooosgrsee Jooo'ooo'tes'ose |ooo'oooest'zez | o00-00099wEv 10x8uis uesad uewp/Buad eser Ooorooo'gvt-rgTT | ooo'ooo'toz'66e | oooroooss9"tz8 | oo0rooo'vor'ozz | o00'0001zEe”s09 VHVSN NYLVAVANId (yojdny wong) (isepyosuox) eyesn uee18oy ueyegweuag ueduag 6207 - szoz unye1 (13ny) ege1 uesodey Isyahoig eyesn vezei3oy ueyegweuad UeyeAejay IPNIS YAL VISINOANI IDOTONYIL ISVWYOJNI Ld L- NYAIA NYI E L a | —| CC €C | | 3 4 - | -| |...) Ce Aa CA E (8)
Page 68 OCR 0.266
Tic1eseesves | orzcez1te see | csctortzosee | Zsvososoezer | sorczwotersez SWIING NVa Svinisvn WVLOI| Kercenssweze | ssseswirsset | Zzeceoeisazt Swan 1v01) PST 622 61T11 210069 SIT PT egej ops) SOETET Ina : (au - url jsunyaudwoy ueyseyduag| OtS'T01'106'6€ (degan yase isenyenai snjdans apyes| B0ILV LEE BP Jonasip jepow ueyegwej| Ozr'z0p'osts9 : Oer20rosts9 eyes tepow| sun Ozreowtecvet | sewsidTose: | Gvrsswsnssst | ceroercerser | suvvarereein Svamiavn 1vio1| vovzerver6 | vovzerwewe | vowzervere | vorzsevewe | vovusevowe Tuelueg erBuer seugern (2101| : : : - : Buelued enguef Coy uejegwi seajaen| L9VSTE GSTUST TE esri9Tsze GSTL9Tsze era yase veyjagwnd Bueyn 6916 swesreore o|sveszresre | svesecesre yueg duein uunyen1| (egep odwag ynyel HueA uerBeg (Bueanyyp yejanas Buefued exBuef Buean| ONVINVA VAONVI SVATISVNI OTEGTOEEP SET SL IV LO 9WT 010 266 818601 Mapuag enduer semjaern e1O1| TTL 607 p68 TTL 607 V63 TI7 607 ye3 Telan yose Uejogwnd Tuein OTT 11wEE89 OTT LIP EE89 Orr1irees9 veg Buearn unyerT wejep odway relued extuef Bue3n| EeRETOgpET Kes EroET ewyayp ueyedepuag| 1Sp/8TO 862 Torsrosez yenaye uegag| 6L6' 146 PET! xeled suean) Bp yewd - ure-ujei Buean| cyesn Buran)| SKB'SOS'PPLZ ypuad exduet yura Buean| yaanga VIONVI SVANISVTI| SWAINY NYA SVANISVN| Trenestenves | G07terTie Ove Tsv widi) GORSVTGETTS | BIGEGESBETS TESUEN YepIL sy IOI kal g Onau - prfnwungyei YaSV| conau - deran 1asy| (o19u -ueyngBuen yefed yasv| veyseusuad yefed uey3e uesisye1| NYONVI VOL L35V| SEE EvGOSL Ice | GOR BLIGEV ST | GOT S2 LIT DOZ Toure 3osv rol OS9TSO 88 05918083 OSSTS0Es NU p sefegip ega sussyatoz |ercuseyaroz | vecesevaroz mu ip sekeayp yefea| "S1 198 695 452198 9S pSL198 anu Juen| sescstre oJersuwosesi | esrvsooses ueotpasag| Iiegos102 #TEBOS 102 ptegose2 PTEBOSLSL urey-ugei Bueyrig| oegortererz | oovosetoseez | zewoeetussoe | terzseesower | seroroososei (oyau -eyesn Bucanig| eroturezsrtet eoseewwowetr |escoorrsees Jorstewisees Jusssswseree se esenas uep sey| WONVI L35YI Jasv) (yong woyoa) (isepyosuoy) eyesn ueserdan ueyegweuag ueBuag 6Z02-5701 unyeL NYONVNIN ISISOd NVWOSVT ISX3AOUG es uesedlay eyegweuad veyekejay Ips AAL VISINOGNI IDO1ONYLISVWYOSNI Ld 8 - Nyanyi , Donvon DD Do DOD bo 3. BI
Page 69 OCR 0.261
Gretcrecotdi | cowesrtoveci |escoovtozts | o1stovtsces | Zesaswsecee NOVI BIHNV SVI VEVIBS NVO Sva) sogeserzowezt | coc'oovtszz8 | ozstevtsres | usseswsewee | vewusseuza INNHVLIVMY SV VEVLIS NYA SVAI Orresetctaw | orecerovitw | soreocozesz | veezeorswaroz | toso1s296s SYA VAVLIS NVG HISUIG SVX INYNNUNN3G) NVNIVNID| Weeuepuag senany Dimun ueyeundhaj Yajosadig Wsog sex NYWNYONIA SVLIALIV ANANN SV SNAV| Besanur SENAR ARUN UEjeunaG Uasg 501 Tuelueg eyduer yueg Tucin) peninuvagyen yasv veyeuay / ueurunua, | dero y9sy ueyreuay / ucununuag| ISVASIANI SVLIALNY binuNn) tiwa Svx snuv) Berado senam Pimun uereunaha Pep Weroindra Wasa F0 Cgesn Yuran| ueeipassag| .o1au -eyesn Juranig| ISVA34O NYNIVNDN/NVNNWNNGd | Cat vaZ 20305 SPO S60GN1 55 PI PA Cuean dna/egen yel BLU SPT OET LG SE9 9499 GS6ELT SEBTT 9BOSP6 E9GEP Ep ESE BEST got 10 yeee SOLpeL6PEET | OZTETLO69LT 8e0162'86661 | 901816561” Besmouy g sesadag| “siag nu/ege)| ISvW3GO SVLIALIV binuwn) java SvY SNIV| (woydny wojoa) AAL VISINOONI ISOTONYAL ISVWHOANI Ld 6 NYANYI | —. ta | c— | 3 ODv Oo Oo oo
Page 70 OCR 0.307
sosecretZeiw | viwsogozsec oTeeouigeroze | Ztorz10woz91 588106 TvP'S (698”1Z6”108 88) aNgoA Juasa1d £9'o 690 910 €8'o T6'0 oo 10p04 3uno2s1g 00's oo'y oo'e Oo'z 00 - uonegnoyeo yeap KS56 2655'6 16556 96356 9655" 96S5"6 axew 1UnO3S1G/2IVM £OT'0bb/9b6'ET9 (ey LELIN OTT BBE TTT'Bb ovszse9ptTw oo | serreocezegu | veerzeo9voroz £08'015196'5 (698'126'108'88) Yislag Sey Snay (ceogsetawer) Ilsozercrzoovt) (tereseszasgr) |to9x80r'zoger) (s101z1-v2681) - eliay jepow ueyegnuag : - - 5 . (698”116'108'88) iseasanu : i g 2 (1-1) , e3ung BLVBYT'9GL es6'GpT'ss8TT oo |erwesesesir | 9ox'vry'evsrer OLYELL069'LT Isesiuowy uep isejsaidag TL6'SE9 9b4”99 ssosverostw oo sowcbrvvete | se06er86eret 801/816'56T'L awo3uj 32N (uoyany wnjog) ISVANOSNON - ueyekejoy esIjeuw eyesn uereToy ueyegueuad ueyeAeja) IPS YAL VISINOANI IDOTONNIL ISVWNOANI Ld OT -NVANANYI E ca Aa Doo ho KG r aa II — mma
Page 71 OCR 0.559
— Tn | — r aa av aa aa LAMPIRAN -11 PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha ANALISIS BEP, Profitabilitas, Sensitivitas, dan ROI - KONSOLIDASI (Dalam Rupiah) Break Even Point (Pendapatan Usaha 605337.000.000| 726404000000) 871685.000.000| 989.761.000.000 | 1161.148.000.000 (Beban Pokok Pendapatan (Fixed Cost) 519538001658 | 623445244781 | zasasaas9262| sssoa6es1220| 905404301287 |Beban Usaha (Variable Cost) 94264097784| 91169520363) sasi2s143s1 | oo7362c41698| 79:751.852.056 Break Even Point 615363432381| 712522771864 | 838468650422 | 950.625.132239 | 1.069.888.0902.196 Profitabilitas Gross Profit 1417 14,171 1417| 19,199) (Operating Profit 1s2x| 3530| 5621 7,341 |Net profit 1199| 2751| 4391| 572 Return on Eguity 4,081 10,18) 16,051 19,561 Return on Investment 8101| 22,521 49,401 74,831 Analisis Sensitivitas Normal 50,361) 403.672.950.584 5,55 Layak 7 3.00) a85ax| —398.264913.177 523 Layak 7 5,00x)| 47,38K| 394570.752.978 5,03 Layak bad 10,001) Ag61n| 385.024.545.732 4,58 Layak v -3,00x| 26,591) 130.193.110.346 247 Layak (Pendapatan Usaha v -5.001x| “,79x| (5.198.875.950) o38| — Tidaktayak v -10,00x n/a| (587.687.573.750) (562)| Tidak tayak - 3,0006| 294216| 157.446.534.795 27 Layak Beban Pokok Pendapatan a 5,00n| 6,321) (8.953.949.063) 0,90 Tidak Layak 7 10,001) ma| (465.776.728.458) (s25)| Tidak ayak
Page 72 OCR 0.316
169650 EPE ET O0E'9ZT TBS'BT S78/6SEBIEST 19E”TE8'E89'OT GES'EbLLP8'9 NYIvr43g NNHVL OLIN VSVI (vT6'6£6'£85'9) (S6v”0E8'0v7'S) (ces's99'beep) (orgrgse'eto'e) (pv3'vtvTE6T) O1ON — uejiseySuad yefed Uegag TT9'666”9Z6'6Z S6L 956 TZB ET 9TpSCO'EOLGT PBG'OTT L69ET OBEBST6LL'8 NYIISVHONII NVrVd WN13GIS VOVI - - - - - ehuujej uegag/ueyedepuag TI9'666'9Z6'6Z SL 9S6 TZ8"EZ OTP'SZ0'E0L6T VB6'OZT 169 ET OBEBST 6118 VHVSN VEvI (Grt'o9s-919) Tosz'cos-o9s) (ero'vss'cos) (errsc9ven) (x00'z58”ese) O1ou-eAUule| EYesn URgag 2 " - « : ej-uteT - - - - - yisuag - Bueynid fejju ueyunwag TST'OTS TLS p89 PSS'CTS T9sT1ev TT6'TO9 EGE L18'TOO'8ZE Juawujeyayu3 006'585'690'T BIB'OSE 146 BTS'SS6 688 BLV6T9 9EL 690'858'E19 sedaj eliay eBeuaL SOLLST8S6 EPL TL8 TLL/8Y6 T6L 226956659 881496'GPS uawafeuew eser St1'9LE'SS6 567694/898 Ob LS6BL 080 TE6'1S9 SLT9LT BPS Jeuoysajoud eser STT'ZEEL6TT ObL/E8W'B80T 026'0E5”686 8E9/809"pZ8 SEEYLT189 eliay uejegwi : EOT'968'ESET OT 968 ESET EOT'968 ESET E07'968 ES€T isesioLuy uep ueansnAuad 196BLP EOLY 96'688'SLC'P EOL/ELT188"€ TLS/60E GET'E TGY'9ZP”669T iselunwoya|aL ES0/v66 Bbb'BT 909 4L7”708'8T GLpL02'£Z6'8T SSO'BE9'S9T'8T SCT'176'029'1T veme/iey ueJuelung uep (fe (ter'sawvosrza) — |lsersoorzsust) oo |erezssrteosz) oo |(ocstustergt) —|(cogvzsTrwvvz) Iseasjujupe uep Winwn uegag eyesn uegag T00'S86 Lpb'BS 028 TES 'PETES T9E CET YOE Bp ILY Op ESC Ob GBT'OpS PPS EE WOLON VAVI, (ses'vto'191/592) |lostgowststee) oIlsegcowosccor) Iezeszsssostse) |(resresr'tzereo) 101Juis uesad ueua|Buad eser (eservtorzox"s9e) o(losrrsowstscee) |leeocosroszrzoe) |(ezec1srso6tsz) |(rrerest"Tzeeoz) NYLVAVANJd XONOd NVO39 ooorooorstz'vzp |oooroooosasee |ooo'ooo'tessose —|ooo'ooorest'zez | o00-00099wErT 1exSujs uesad uewyu|Suad eser Ooo'ooostz'vzw | ooorooorosg'see | ooorooortes'ose | ooo'ooorest'zez | o00-000/99b-Eb2 VHVSN NVLVAVANId (yoidny wnjoa) (warowa man) eyesn uere13oy ueyegweuag edue, 6102 - szoz unye1 (13ny) ege1 uesoden ISjaAoid eyes ueyer3ay ueyegweuag ueyeAejay IPMS Y9L VISINOGNI IDOTONY3L ISVWYOJNI Ld TE - NYSIAINYI E ) Ce | —. E CC —. — DD ta J — S5 |. rr —n
Page 73 OCR 0.278
an | ae mna wa vina wo Sidosiusere | Lenceescer sviina 1vioi| POSSISTESIT | ES EL AS tigvesstrs | nrevesstrs | rievesstws | rrevesstws | rrevesstws “eyes repo swunsa| Tenvanseros |nosstosews | wetesocrer | #eesereoris | ertestasn Svimev vii wan uief BueA ueiteg Hueinyp yeayas Buefura eyduef Bucan owvinva wonvr svaridwn| Tenvanseros | tocooosaws | Wwetesosian “| seesereowiw | see teszoswe “ - - - Biyang yenid - urer-ujey 3uean| LSI PBO9TT/09 196'910”099”YS TPGT66 D69 Gb BTE9EV6OP TP eyesn Bueang : 2 - topuad erduefyueg Bean NIONId VXONVI SVLNIGVIN/ SYAINYI NYO SVLNISVNN| Tao Tue ep ya ro TER Emoay senuny asemuyos wewyatosad oh terterssrow | oogeecosstit | Lzrsnoessoa | Leswosunata | sogo1zeottw WEpSr his sogyseoere « 2 Urer-utel Bueinid| 092166 TE9'45 (oyau -eyesn Sueanid| Tr por osrse s0) eiryas uep sey| AwoNv1 135) (uoydny woroa) (uaroua man) euesn ueserdoy veyegweuag eduei. (6102-5102 unue1 NYONVNN ISISOA NYUOAVI ISNJAOU (eyes ueerBoy ueyegweuag veyeAejay Pns AAL VISINOANI ISOIONYEL ISVINYOINI Ld ET - Nyala |... Ce € CA Ea
Page 74 OCR 0.259
Tewvoeltoo | teovstssoww | ercvsrosesc |ozworeeisor | 191506 NAHVL BIHNV SVA VAVLIS NVA SUN teovsrssowp oJarvarosesa |ozwoveersor | rgeesas NOHVLIVMY SYA VBVL3S NVG SVA| Siworcesoze | orwosezoret | vorezociror | voszrwsrwot | Zrszesn6 SVA VEV3S NYO HISU38 SVA (NVNNGNNSd) NVATVN3D| TIS yessiPS Ueruepuag seyAhIV Dimun Ueyeundha) Wejosadia Wsiag se1| TIRYESSTPS Pipuos teporn| NYUNYANI4 SVLIALLNV NNANN SVA SNUV| Te vessTiS) Iensanuj Syam amun UENcungIa sig Sex) - Toelueg erAUer Yuea Tucan| (risvesstvs) iuad| - dera1 yasy uenjeuay / ueununuad| ISVASIANI SVLIALLNY DinuaNn) Isva SWX STW SIWOTT 650 TT yostiZsrwot | 11911596 IsejadO seyniiv Dimun weyeundia) Hep yajoJodig Wissog sex) 969100 99Y/5 660661069 | GRC LE9LOGYE Cuean Buah |teze-vow ore) (660 981/815) |(Eet'tweoes'z) veeipasiag (ssozsweee9) (swscewoos) —Nerzsostzoor) .O1au - eyesn Bucanid| ISVW34O NVYIVNIN/NYNNUNN3A| zeyesoeveec | costewsecer | Izowsezcior | ozseccueoi | cecergtoze eyesn @nu/egen ie1ol| 2 EOT 968 ESET EOT 96B ESET koT9GgEsel oo | CO O6KESET memuowy 8 persada xeyesoesett oJooesertsser |szmesesorsr |uoezewesoor |oesercvan wssog ny/egen) Ia Ae Ae No Aan an (wordny woyoa) (uDarowa man) euesn uesertay ueyegweuad eduri. 620-510 sex stay toyahong uesn uesejtoy ueyegweuag vegehejay IPms AAL VISINOGNI IDOTONYAL ISVNHOSNI Ld #1 Nyaanya ad | —.i | Aa AA an — bed |... i | | sc | s—.| r maa | C
Page 75 OCR 0.354
981”£E8"000Z6T £9'0 19655 6 GLE 180 PSB'08T OTP OTT/6S0 17 (ret'6rsesz"1) 8b6'S9L TEOET 690 KSS 6 6181688”19L/8T (es9rzer 911) OT 968 SET BEb'86Z'00Z'TT 910 9556 TOL ETOLLL OT (or zez'sv6'T) EOZ 968 SET £0S”160”089'8 £8'0 96556 OB'ZTL"9Tb'OT (99x'sro'tz9"1) EOT 9GB ESET SEL DIT 88 T6'0 KSS"6 LT LT596 (ezrzrt'sot's) £OT'968 SET (rrs'v8s'stv's) 001 19556 (rte”v8s'sTv'S) (rts'ves'str's) segag sey snay jupi IN o1uoysip Jonye4IT O1uoysip 3eySu,| TON PETI) segag sey snavy| efiay jepow ueyegnuag ISeJSAMU| (xe1 - 1) edung| isespJowe uep jseisaidag LCY GSO EPEET OOE9TT TSS BT | STB 6SEBIESI | /9ETEBESYOT | 9ESEp/1b89 uejefjag unyej egej| (yoyany woyog) LDITONd MIN - UeyeAejay eSIjeUY eyesn uerejSay ueyegweuad ueyeAejay IpnaS A9L VISINOANI IDOTONY3L ISVWWOJINI Ld SL - NVSIJWVI CO CO AA Aa AI se BE “ee BBG 25: BE: RE 2)
Page 76 OCR 0.558
| -——.| —— MN — BN — BAE — MN —— IG — MIN — | ma In no, Ko Ko Ko LAMPIRAN -16 PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tok Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha ANALISIS BEP, Profitabilitas, Sensitivitas, dan ROI -NEW PROJECT (Dalam Rupiah) Break Even Point Pendapatan Usaha 243465.00.00| 292.159.000.000 | 350591.00.000 385.650.000.000 | 424.215.000.000 Beban Pokok Pendapatan (Fixed Cost) | 20952149811 | 251505.579325| 302286867.638 332515468180 | 365:767.014558 (Beban Usaha (Variable Cost) 28119278012) 27910005851) 20955002148 30666471228 | 28520985391 Break Even Point 235148419386 | 278511967340 | 330.527.627.131 361.240.958.833 | 352.130.910.599 Profitabilitas (Gross Profit 13,78 13,781 13,78x| 13,781| 13,78N lOperating Profit 3615| 4691| 5621| G1sx 1051| (Net Profit 2815| 3,s6x| 4381| azan s,sox| |Return on Eguity 55,8416| 46,561) “0115| 32,661 29,031 IReturn on Investment 126,5x| 197,281 283,781) 343,101) 431,031) 'Analisis Sensitivitas Normal 137758) 219.625.525.599 4155 Layak # 3001| 13588x| 219463058055 40,34 Layak Investasi - s.oox| 13467x| 219354746359 39,58 Layak 2 10,001) 131,80) 219.083.967.118 37,78 Layak 7 3001| sassx| 1571235535 2237 Layak (Pendapatan Usaha “ -s.00x| 4520| 45721413388 944 Layak La -10,00x| "/a| (158.996.045.062) (2836)| Tidak Layak - 3,00x| 90,59x| 127.574.468.557 24,56 Layak Beban Pokok Pendapatan 7 5.00x| s74ix| 65.862.256341 1316 Layak ea 10,001| af (107.706.r05.452)| (us89)| Tidak Layak
Page 77 OCR 0.194
P3. T 5g G/osli-tIp).ung Saouas wasojai pebe Jaguasag siopdn ende 10 150 aileiany panyaomn, Iksss (ox.tasalya) « tx.tasa)/alj Kunb3 yo1s09 (ex sayu) aga yo 159 (peasds unejoa pasca 16S5'6 IM (esstor samu-ya-una).0) «ya Ole 85/01 1499/69 seunyaj Pest tea keakd SBTL 96vE'0£ Buegng Dec AA Me Rn sss'or Seung imun epow CAeig) fsoc agag unag Hun jeaca. ve anta Iga Jo 150 (houdoo fo 3803 abniany paNyBIOMI IIVM
Names mentioned 69 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Ir. Budi Prasodjo
p.2 ×4
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2
unresolved
org
Bapepam-LK
p.2 ×4
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN
p.2
unresolved
org
KJPP SPR
p.2 ×6
unresolved
org
Kementerian Keuangan
p.2
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia. KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan
p.2
unresolved
org
KJPP Sugianto Prasodjo
p.2 ×3
unresolved
org
KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan
p.3
unresolved
org
Kementerian Keuangan dan Pasar Modal
p.3
unresolved
person
Yuliani
· Direktur
p.4
unresolved
org
Kementerian Komunikasi dan Digital
p.6 ×2
unresolved
org
KJPP SUGIANTO PRASODJO & REKAN
p.8
unresolved
person
Fitya Shabrina
p.12 ×2
unresolved
person
Septhiana Husoseini
p.12 ×2
unresolved
org
Kementerian Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.16
unresolved
person
Rudy Siswanto
p.16 ×7
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.16 ×4
unresolved
org
PT Indivara Sejahtera Mandiri. Pihak
p.16
unresolved
person
Yuliana Theodora
· Direktur
p.17
unresolved
org
PT Informasi Teknologi Indonesia. Perizinan Berusaha Berbasis Risiko
p.17
unresolved
org
Menteri Kehakiman
p.18
unresolved
org
Anwar & Rekan
p.19 ×3
unresolved
org
Anwar
p.19 ×3
unresolved
org
KAPAnwar& Rekan
p.19
unresolved
org
Mirawati Sensi Idris Suharsono PENDAPATAN USAHA Figur
p.19
unresolved
org
Pusat Statistik
p.25 ×4
unresolved
org
Bank Indonesia
p.28 ×9
unresolved
org
Kementerian Lingkungan Hidup
p.33
unresolved
org
Matahari Department Store Tbk
p.35 ×2
unresolved
org
PT Infinitium Solutions
p.35
unresolved
org
PT Indodax Nasional Indonesia
p.35
unresolved
org
PT Digital Teknologi Terbaik Bekasi Messaging Service SMS
p.36
unresolved
org
PT Nadyne Media Tama Jakarta Messaging Service SMS
p.36
unresolved
org
PT Sprint Asia Technology Jakarta Messaging Service SMS
p.36
unresolved
org
PT Integra Mitra Sejati Jakarta Messaging Service SMS
p.36
unresolved
org
PT YesBoss Group Indonesia Jakarta Business API
p.36
unresolved
org
PT Solusi Pembayaran Messaging Service WhatsApp
p.36
unresolved
org
PT Mid Solusi Nusantara Bandung
p.36
unresolved
org
PT Kokatto Teknologi Global Jakarta Business API
p.36
unresolved
org
PT Invonesia Solusi Data Jakarta Messaging Service WhatsApp
p.36
unresolved
org
Kementerian Komunikasi
p.38
unresolved
org
Nasional Syarifudin Developer Sertifikasi
p.40
unresolved
org
Nasional Mas Scientist Sertifikasi
p.40
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sebagaimana
p.46
unresolved
org
PTINFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
p.62
unresolved
person
ILY Op ESC Ob GBT'OpS PPS EE
p.72
unresolved
org
PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tok Studi Kelayakan Penambahan
p.76
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.182
4509 ms
13 Sep 2026 15:39
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': 'JATI.',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}