Skip to content
Back to announcement

20250325_JATI_Rencana Transaksi Material Dengan Persetujuan RUPS_31871048_lamp1.pdf

Asset transaction Needs review JATI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 77

Page 1 OCR 0.951
LAPORAN STUDI KELAYAKAN
FEASIBILITY STUDY REPORT

PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA (KBLI No. 82200)

PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk

Jl. Mampang Prapatan Raya No. 3, Jakarta Selatan 12790

@ Jatis Mobile

Page 2 OCR 0.938
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK

y S PR SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

Bidang Jasa Penilaian Properti dan Bisnis

Wilayah Kerja Seluruh Indonesia

No. KMK : 722/KM.1/2015 Izin Usaha : 2.15.0131

No. : 00350/2.0131-00/BS-FS/06/0375/1/111/2025 Jakarta, 27 Maret 2025
Hal : Penyusunan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha

Yth.

Direktur

PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk
Gedung Graha Orange, Jl. Mampang Prapatan Raya No. 3,
Jakarta Selatan 12790

Penilai Publik yang bertanggung jawab sekaligus yang bertanda tangan di dalam laporan studi kelayakan ini
adalah Ir. Budi Prasodjo, M.Ec.Dev, MAPPI (Cert.), merupakan Penilai Publik Properti & Bisnis
dengan Nomor Izin Penilai Publik No. PB-1.13.00375 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan
Nomor 511/KM.1/2013 Tanggal 23 Juli 2013. Penilai Publik juga telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang
Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan/OJK (d/h Bapepam-LK) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi
Penunjang Pasar Modal No. STTD.PPB-09/PJ-1/PM.2/2023 Tanggal 20 Maret 2023.

Penilai Publik bertindak atas nama Kantor Jasa Penilai Publik SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN
(selanjutnya disebut “KJPP SPR" atau "Kami”) yang beralamat di 18 Office Park Lantai 3 Unit A-3E, Jl. TB
Simatupang, Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasar Minggu, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI
Jakarta. Studi kelayakan ini kami lakukan sesuai dengan kapasitas kami sebagai Kantor Jasa Penilai Publik
resmi sesuai dengan Izin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik dari Kementerian Keuangan No. 2.15.0131
berdasarkan Kepmenkeu No. 722/KM.1/2015 tanggal 9 September 2015 dari Menteri Keuangan Republik
Indonesia. KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan adalah perusahaan penilai independen yang terdaftar di
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan/OJK (d/h Bapepam-
LK) berdasarkan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. S-859/PM.223/2015 tanggal 17
November 2015.

Studi kelayakan ini disusun atas permintaan PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (“Perseroan”)
berdasarkan persetujuan proposal pekerjaan studi kelayakan No. 00064/2.0131-00/KJPPSPR/FS-JATI/1/2025
tanggal 10 Januari 2025 dengan maksud dan tujuan untuk memberikan pendapat mengenai kelayakan atas
penambahan kegiatan usaha yaitu KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia)
No. 82200 (Aktivitas Ca// Centre).

Studi kelayakan ini merupakan hasil kajian dan analisis yang dilakukan dengan meninjau kelayakan atas
penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan oleh Perseroan, ditinjau dari berbagai aspek yang
meliputi: Aspek Makro Indonesia, Aspek Pasar, Aspek Teknis, Aspek Pola Bisnis, Aspek Model Manajemen,
dan Aspek Keuangan.

Studi kelayakan ini dilakukan dengan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”)
No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal,
POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Surat Edaran
Otoritas Jasa Keuangan (“SEOJK”) Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian
Indonesia (“SPI”) Edisi VII-2018 dan Revisi SPI 330 Tahun 2020.

Head Office : 18 Office Park 3rd floor Unit A-3E, Jl. TB Simatupang, No. 18 Jakarta 12520
Telp. (021) 22708555, 22708666, 22708777 Fax (021) 22708288
Website : www.kipp-spr.co.id
E-mail : admin.pusat@kjpp-spr.co.id : sugiantodanrekan@yahoo.co.id
Branch Office : Denpasar (PS), Makassar (P), Semarang (P), Pontianak (PS), Surabaya (PS), Bandung (P),
Cirebon (PS), Lampung (P), Palembang (P), Sukoharjo - Solo (PS), Serang (P), Karawang (P), Manado (PS), Medan (PS).
Page 3 OCR 0.941
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK

@
) S PR SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN
Public Appraisers and Consultants

2.

5.

6.

KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan (“KJPP SPR") adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di
Kementerian Keuangan dan Pasar Modal serta memiliki kompetensi untuk melakukan studi kelayakan
ini.

Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan ini kami bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas, objek studi kelayakan ataupun pihak-
pihak yang terafiliasi dengan pemberi tugas dan objek studi kelayakan. KJPP SPR juga tidak memiliki
kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

Laporan studi kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.

Identitas Pemberi Tugas

Nama Perusahaan : PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk

Jenis Usaha : Bergerak dalam bidang Perdagangan Teknologi Informasi

Alamat : Gedung Graha Orange, Jl. Mampang Prapatan Raya No. 3, Mampang
Prapatan, Jakarta Selatan 12790

Telepon 1 #62 (21) 7940946

Website : www,jatismobile.com

Email : Corporatesecretary@jatis.com

Pengguna Laporan
Pengguna laporan adalah PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk.
Objek Studi Kelayakan

Objek studi kelayakan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pemberi tugas adalah jasa studi
kelayakan penambahan kegiatan usaha pada KBLI No. 82200 (Aktivitas Ca// Centre).

Jenis Mata Uang yang Digunakan
Dalam penugasan ini perhitungan kelayakan dinyatakan dalam mata uang Rupiah.
Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan

Maksud dan tujuan penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat kelayakan atas penambahan
kegiatan usaha yang digunakan untuk kepentingan pasar modal dan tidak digunakan di luar konteks
atau tujuan penugasan tersebut. Studi kelayakan ini dilakukan dengan mengacu kepada Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan ("POJK”) No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK) No. 17/POJK.04/2020
tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
("SEOJK") Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia ("SPI") Edisi
VII-2018 dan Revisi SPI 330 Tahun 2020.

Metodologi Studi Kelayakan

Metodologi yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini yaitu:

# Pengumpulan data-data primer dari Perseroan yang meliputi data-data identitas, perizinan,
rencana tisaha serta data-data lainnya yang terkait dengan rencana penambahan kegiatan usaha.

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha — PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk ii
Page 4 OCR 0.950
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK

@
V SP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN
Public Appraisers and Consultants

10.

11,

12.

Dalam melaksanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan penambahan kegiatan
usaha. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Profitability
Index (PI), Internal Rate of Return (IRR), Break Even Point (BEP), Payback Period, dan Return on
investment (ROI).

e Dalam studi kelayakan ini kami melakukan analisis pada aspek makro Indonesia, aspek pasar,
aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen, dan aspek keuangan.

Tanggal Studi Kelayakan dan Waktu Pelaporan

Tanggal studi kelayakan adalah per 31 Desember 2024 dimana batas tersebut diambil atas dasar
pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.

Tingkat kedalaman Investigasi

Dalam studi kelayakan ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang
memadai diantaranya dengan melakukan wawancara terhadap Manajemen Perseroan, yaitu Ibu Yuliani
selaku Direktur Perseroan.

Sifat Dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

Tinjauan terhadap kondisi fundamental objek studi kelayakan yang menyangkut sejarah singkatnya,
struktur modal, susunan pengurus dan deskripsi bidang usaha, serta memperhatikan kondisi makro
yang ada. Data-data lain sebagai informasi pendukung adalah sebagai berikut:

- Data-data legalitas (Akta Pendirian dan Perubahan, NIB, NPWP dan lain-lain),
- Laporan Keuangan Audited 31 Desember tahun 2019 — 2024

- Business Plan Eksisting dan Stand Alone,

- Rencana Anggaran Biaya.

Asumsi Dan Kondisi Pembatas

Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam laporan ini adalah sebagai berikut:

1) Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.

2) Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses penilaian.

3) Kami berasumsi bahwasannya data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat
dipercaya keakuratannya.

4) Studi kelayakan didasarkan atas proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaian
(iduciary duty).

5) Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan yang telah
disesuaikan.

6) Laporan studi kelayakan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia
yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.

7) Kami bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan Nilai.

8) Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari pemberi tugas.

Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi

Laporan studi kelayakan ini bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi rahasia yang dapat
mempengaruhi operasional perusahaan. Pemberi tugas dan pengguna laporan studi kelayakan ini
sebagaimana yang disebutkan dalam lingkup penugasan, menginformasikan bahwa tidak terdapat
informasi rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan di dalam laporan ini. Penggunaan
laporan di luar dari ketentuan yang disebutkan dalam lingkup penugasan laporan ini harus mendapatkan
persetujuan tertulis dari KJPP SPR serta pemberi tugas.

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha — PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk iii
Page 5 OCR 0.942
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK

@
, S PR SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN
Public Appraisers and Consultants

13.

14.

Tanda tangan Penilai Publik dan cap KJPP SPR yang resmi merupakan syarat mutlak laporan studi
kelayakan yang dihasilkan.

Konfirmasi Bahwa Penilaian Dilakukan Berdasarkan Peraturan OJK serta KEPI & SPI

Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan telah dibuat dengan memenuhi
ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK) No.
17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Surat Edaran Otoritas
Jasa Keuangan (“SEOJK”) Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian
Indonesia (“SPI”) Edisi VII-2018 dan Revisi SPI 330 Tahun 2020.

Analisa Kelayakan

1) Aspek Pasar

e Selama ini layanan jasa telekomunikasi khususnya bisnis short message service/SMS AZP -
Application to Person Messaging di indonesia masih relatif sedikit dibandingkan negara-neraga
lain. Hal inilah yang membuka pangsa pasar, potensi pasar, sasaran, dan potensi nilai pasar
yang lebih besar untuk pelanggan jasa telekomunikasi.

# Penambahan kegiatan usaha ini membuat Perseroan bisa memberikan nilai tambah dalam
layanan yang dijual, sehingga potensi nilai pasar dari Layanan menjadi lebih tinggi dan pada
akhirnya akan memberikan keuntungan lebih bagi Perseroan. Selain itu, akan meluaskan
jangkauan konsumen dari Perseroan karena produk yang ditawarkan semakin efisien.
Perseroan juga menyasar eksisting customer yang nantinya diharapkan dapat menambah
jumlah customer Perseroan.

e Perseroan harus terus melakukan penelaahaan, perumusan yang tepat, serta melaksanakan
peningkatan dan pengembangan terkait keberlanjutan secara konsisten. Adapun strategi yang
Perseroan lakukan untuk mengelola tantangan adalah melakukan pengkajian terkait
keberlanjutan secara intensif, menelaah dan mematuhi peraturan terkait keberlanjutan
dengan baik, serta melakukan adaptasi dan pengkajian terkait penerapan keberlanjutan pada
industri sejenis.

e Perseroan menghadapi tantangan dari sisi eksternal, seperti jika terdapat gejolak
perekonomian global, tekanan terhadap nilai tukar Rupiah yang berdampak pada sektor
usaha, ditambah dengan adanya perubahan peraturan ataupun kebijakan yang berkaitan
dengan aktivitas bisnis Perseroan. Hal tersebut akan berdampak pada penerapan
keberlanjutan. Untuk mengelola tantangan ini, Manajemen Perseroan ataupun pihak yang
terkait senantiasa mengikuti perkembangan peraturan dan menyesuaikannya dengan kondisi
bisnis perusahaan, serta terus-menerus memperbarui informasi terkait perubahan peraturan
yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Meski demikian, dibalik sejumlah tantangan tersebut
Perseroan juga memiliki peluang, terutama dengan dilakukannya penambahan kegiatan usaha
ini karena adanya sinergi dengan bisnis yang eksisting yang mana dengan memperluas
layanan yang ditawarkan Perseroan menjadi nilai tambah. Perseroan memiliki kesempatan
untuk memperoleh pendapatan yang lebih besar.

Dengan memperhatikan perkembangan usaha dan potensi pasar, maka rencana penambahan
kegiatan usaha Perseroan secara pasar layak untuk dilaksanakan.

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha — PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk iv
Page 6 OCR 0.925
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK

()
S PR SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants
2) Aspek Teknis

Sesuai dengan arahan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terkait proses izin
lanjutan, saat ini izin usaha terkait bisnis A2P SMS (Application-to-Person SMS) masuk ke dalam
KBLI No. 82200 (Aktivitas Ca// centre). Berikut adalah rincian penambahan kegiatan usaha yang
dilakukan Perseroan:

No Keterangan Uraian

Pj mana Jatis Mobile

“Jatis Mobile" merupakan sebuah merek dagang dari Perseroan yang sudah
terdaftar dan memiliki sertifikat merek. Pemakaian merek ini bertujuan untuk
mengingatkan konsumen dengan produk atau layanan eksisting Perseroan.

Pihak yang akan
2 melakukan PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk
kegiatan produksi
3 Biaya yang
dibutuhkan

4 | Pendapatan yang
akan diperoleh

424.215:000.000

Alur proses
produksi

Dengan memperhatikan alur proses bisnis dan ketersediaan sumber daya, maka rencana
penambahan kegiatan usaha Perseroan secara teknis layak untuk dilaksanakan.

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha — PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk v

Page 7 OCR 0.947
Public Appraisers and Consultants

@ KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

3) Aspek Pola Bisnis

a.

b.

Dengan keunggulan kompetitif yang telah dimiliki, Perseroan dapat menciptakan nilai yang
diantaranya pengembangan kegiatan usaha baru dan penambahan sumber pendapatan baru.

Perseroan sudah mendapatkan sertifikat ISO 27001 - Information Security Management
System for The Provision of Messaging Solution, Mobile Application, IT Solution and
Omnichannel dan ISO 9001 - Provision of Digital Communication, Mobile Application and IT
Solution yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi Bureau Veritas untuk menjaga kualitas
produk dan layanan yang diberikan.

Langkah yang diambil oleh Perseroan sebagai strategi yang dapat membuat produk menjadi
unggul yakni dengan positioning merek dagang "Jatis Mobile ” dipasar industri sejenis.
Dengan pengalaman dan rekam jejak yang telah dirintis lebih dari satu dekade, Perseroan
berkeyakinan bahwa dengan merek dagang yang telah terbentuk dijadikan keunggulan
Perseroan dalam bersaing di industri sejenis.

. Perseroan memiliki kesempatan dan kemudahan dalam penjualan produk kepada para

pelanggan lama yang telah menjalin baik dengan Perseroan selama ini melalui jaringan
distribusi Perseroan yang telah tersebar di seluruh Indonesia.

. Perseroan menyadari adanya persaingan yang ketat dalam menjalankan bisnis dalam bidang

teknologi informasi. Hal ini terlihat dari banyaknya perusahaan yang menjalankan kegiatan
usaha serupa dengan Perseroan. Seiring dengan persaingan usaha tersebut yang mungkin
terjadi, Perseroan akan terus berupaya melakukan berbagai pengembangan strategi pada
setiap segmen usaha yang dimiliki agar terus memiliki daya saing dengan perusahaan lain
yang sejenis.

Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh Perseroan dalam penambahan
kegiatan usaha, maka rencana penambahan kegiatan usaha tersebut secara pola bisnis layak untuk
dilaksanakan.

4) Aspek Model Manajemen

Berdasarkan struktur organisasi, jumlah tenaga kerja, dan pengelolaan manajemen Perseroan,
maka secara umum hal tersebut telah cukup mendukung operasional kerja Perseroan dalam
rencana penambahan kegiatan usaha, sehingga dapat disimpulkan secara pola bisnis layak untuk
dilaksanakan.

5) Aspek Keuangan

a.

Biaya Investasi

Biaya Investasi Penambahan Kegiatan Usaha

5.415.584.811

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha — PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk vi
Page 8 OCR 0.912
/sPR

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

b. Sumber Pembiayaan

Total biaya investasi penambahan kegiatan usaha Perseroan yaitu sebesar Rp5.415.584.811
berupa investasi software yang sudah dikeluarkan pada investasi awal oleh Perseroan.

Berdasarkan laporan audit Perseroan per 31 Desember 2024, kas dan setara kas Perseroan
dibukukan sebesar Rp27.272.887.784, sehingga masih mencukupi untuk mendanai investasi
tersebut.

Analisa Kelayakan Proyek
Kelayakan investasi penambahan kegiatan usaha dihitung dengan menggunakan empat

indikator yaitu Met Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI),
dan Payback Period dengan ringkasan sebagai berikut:

«Net Present Value (NPV) : Rp219.625.525.599
e Internal Rate of Return (IRR) 2 137,75Y0

e  Profitability Index (PI) 1 41,55

e  Payback Period : 2 tahun 6 bulan

« WACC 1 9,55Yo

Berdasarkan analisa kelayakan di atas, NPV menunjukkan nilai positif, IRR lebih tinggi daripada
WACC dan PI lebih dari 1, dengan demikian investasi tersebut layak.

Analisa Sensitivitas
Berdasarkan analisa sensitivitas diketahui bahwa rencana Perseroan dalam penambahan

kegiatan usaha tidak sensitif terhadap kenaikan investasi melainkan sensitif terhadap
penurunan pendapatan usaha serta kenaikan beban pokok pendapatan.

Berdasarkan analisa pada kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola bisnis, kelayakan model
manajemen, dan kelayakan keuangan, maka dapat disimpulkan bahwa rencana penambahan kegiatan usaha
yang akan dilaksanakan oleh PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk adalah layak.

Demikian hasil studi kelayakan yang kami lakukan dengan tetap mengacu pada standar dan kode etik yang

berlaku.

Hormat kami,
KJPP SUGIANTO PRASODJO & REKAN
Public Appraisers and Consultants

Ir, Budi P jo, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
Managing Partner

Penilai Properti & Bisnis Izin Men. Keu. No. PB-1.13.00375
STTD.PPB-09/PJ-1/PM.2/2023

MAPPI No. 92-5-00208

RMK-2017.00333

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha — PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk vii
Page 9 OCR 0.890
)

le

SP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK

Public Appraisers and Consultants

DAFTAR ISI

SURAT PENGANTAR
DAFTAR ISI
PERNYATAAN PENILAI

BABI PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Maksud dan Tujuan

1.3 Metodologi
14 Kondisi, Syarat dan Pembatasan

BABII GAMBARAN UMUM PERSEROAN
21 Profil PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk
2.2 Legalitas dan Perizinan
2.3 Tenaga Kerja

2.4 Tinjauan Kinerja Keuangan
2.5 Informasi Investigasi Lapangan

BAB III ASPEK MAKRO INDONESIA

3.1  Makroekonomi Indonesia
3.2 Kesimpulan Analisa Kelayakan Aspek Makro Indonesia

BAB IV ASPEK PASAR
4.1 Industri Teknologi Informasi di Indonesia

4.2 Kondisi Pasar Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
4.3 Kesimpulan Analisa Kelayakan Pasar

BAB V ASPEK TEKNIS
5.1 Bisnis Perseroan

5.2 Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
5.3 Kesimpulan Analisa Kelayakan Teknis

BAB VI ASPEK POLA BISNIS
6.1 Pola Bisnis Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan
6.2 Kesimpulan Analisa Kelayakan Pola Bisnis

BAB VII ASPEK MODEL MANAJEMEN

7.1 Sumber Daya Manusia dan Kemampuan Manajemen
7.2 Ketersediaan Tenaga Kerja

vili

I-1
I-1

Ioi

II-1
1I-2
1I-3
1I-3
1I-9

III-1
1II-7

IV-1
IV-1
IV-5

aa.
PN

VI-1
VI-2

VII-1
VTI-2

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha — PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk

viti
Page 10 OCR 0.896
,

le KANTOR JASA PENILAI PUBLIK

SP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

7.3 Manajemen Kekayaan Intelektual (Intellectual Property) VII-3
74 Manajemen Risiko VII-3
7.5 Kesimpulan Analisa Kelayakan Model Manajemen VII-5
BAB VIII ASPEK KEUANGAN
8.1 Rencana Perseroan VITI-1
8.2 Metodologi Analisa VITI-1
8.3 Cut Off Date dalam Analisa VIII-1
8.4 Arus Kas Bersih yang Digunakan VIII-1
8.5 Penetapan Tingkat Diskonto VIII-2
8.6 Proyeksi Keuangan VIII-5
8.7 Analisis Kelayakan Investasi VIII-10
8.8 Analisis Sensitivitas VITI-11
8.9 Kesimpulan Analisa Kelayakan Aspek Keuangan VIII-12
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha — PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk ix
Page 11 OCR 0.938
Ysp

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

PERNYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di bawah ini
pada tanggal penilaian menyatakan bahwa:

1s

&

»

11.

12.

13.

14.
15.
16.

17,

Pernyataan dalam laporan penugasan ini, yang mana berdasarkan pada analisis, opini, dan

kesimpulan yang digambarkan di dalamnya, adalah benar dan akurat.

Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang terhadap

perusahaan dalam laporan ini, maupun kepentingan pribadi atau keberpihakan sehubungan dengan

hal-hal dalam laporan ini atau pihak-pihak terkait.

Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan.

Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap objek penugasan pada tanggal penilaian

(Cut Off Date).

Penilai telah melakukan analisis untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan studi

kelayakan.

Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.

Kesimpulan Pendapat telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.

Data ekonomi dan industri dalam laporan studi kelayakan diperoleh dari berbagai sumber yang

diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan.

Biaya profesional tidak berhubungan dengan pendapat kewajaran yang terdapat dalam laporan ini.

Penilai telah menyelesaikan persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan/dilaksanakan oleh

Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).

Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan perusahaan dan/atau jenis industri

yang dinilai.

Hasil penugasan ini tidak tergantung pada pengembangan atau indikasi nilai awal atau arahan

analisa untuk menghasilkan nilai yang subjektif, besaran nilai, penentuan pencapaian nilai, atau

peristiwa yang terjadi di kemudian hari yang berkaitan langsung yang ditujukan untuk penggunaan

laporan ini.

Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut:

# Identifikasi masalah (identifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi penilaian, dan tanggal
penilaian)

# Pengumpulan data dan wawancara

# Analisis data

# Penulisan laporan

Penilai telah melakukan analisis terhadap objek penugasan pada tanggal penilaian.

Penugasan ini telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Tidak ada penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
dalam laporan studi kelayakan ini.

Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penugasan telah dibuat
dengan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan SPI Edisi VII Tahun 2018
tentang Kode Etik Penilai Indonesia dan Stadar Penilaian Indonesia dan Revisi SPI 330 Tahun 2020,
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020, No. 17/POJK.04/2020, dan Surat Edaran
Otoritas Jasa Keuangan ("SEOJK") No. 17/SEOJK.04/2020 dengan mencantumkan nama, kualifikasi
profesional dan tanda tangan penilai berikut tim pelaksananya (jika ada) dengan konfirmasi bahwa:

a. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui pemerintah yakni MAPPI.
. Penilai melakukan wawancara dengan pihak manajemen.
Cc. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan telah menyediakan bantuan
profesional dalam menyiapkan laporan.

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha — PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk Xx
Page 12 OCR 0.917
ysp

Public Appraisers and Consultants

Nama

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Kualifikasi Tanda Tangan

Penanggung Jawab:

Ir. Budi Prasodjo, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
Izin Penilai Publik No. PB-1.13.00375

No. STTD.PPB-09/PJ-1/PM.2/2023

MAPPI No. S-92-00208

RMK-2017.00333

Reviewer:

Ruli Citrarini, SE
MAPPI No. 15-T-05474
RMK-2017.00792

Penilai:

Fitya Shabrina, SE
MAPPI No. 19-P-09465
RMK-2023.04816

Echa Tania Mulyani, SM
MAPPI No. 22-P-11210
RMK-2023.04818

Asisten Penilai:

Septhiana Husoseini, SE
MAPPI No. 24-A-12865

Penilai Properti & Bisnis
Bersertifikat

Penilai Bisnis
Terakreditasi

Penilai Bisnis
Peserta

Penilai Bisnis
Peserta

Pelaksana Inspeksi

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha — PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk xi
Page 13 OCR 0.949
sp

11

1.2

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

BABI
PENDAHULUAN

Latar Belakang

PT Informasi Teknologi Indonesia (JATI) (“Perseroan”), dikenal sebagai Jatis Mobile,
merupakan sebuah Perseroan Terbatas berstatus perusahaan terbuka di Indonesia yang
didirikan pada tahun 2002 dan mulai beroperasi di tahun 2003. Saat ini, kegiatan Perseroan
adalah menjalankan usaha dalam bidang perdagangan teknologi informasi yang selama 20
tahun telah mendapatkan kepercayaan lebih dari 500 Perusahaan, baik multinasional
maupun nasional di Indonesia meliputi berbagai sektor industri seperti Telekomunikasi,
Layanan Finansial (Perbankan, Asuransi, Multi Finance, Fin-Tech), Distribusi Ritel, Barang
Konsumsi, Perdagangan Elektronik, Trave/ Services, Perhotelan, Pemerintahan, Logistik,
serta Otomotif.

Berdasarkan informasi yang kami terima dari manajemen, sesuai dengan arahan dari
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terkait proses izin lanjutan, bisnis A2P SMS
(Application-to-Person SMS) saat ini masuk ke dalam KBLI No. 82200 (Aktivitas Ca// Centre),
oleh karena itu penambahan KBLI perlu dilakukan.

Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, rencana Perseroan berupa penambahan
kegiatan usaha ini memerlukan studi kelayakan dengan mengacu Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (“POJK”) Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK)
Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Surat
Edaran Otoritas Jasa Keuangan (“SEOJK”) Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Kode Etik Penilai
Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII-2018 dan Revisi SPI
330 Tahun 2020, maka Perseroan menunjuk penilai untuk melaksanakan penyusunan studi
kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha (“studi kelayakan”) tersebut.

Maksud dan Tujuan

Laporan studi kelayakan ini bertujuan untuk memberikan pendapat mengenai kelayakan atas
rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan yang selanjutnya akan digunakan Perseroan
untuk memenuhi ketentuan dari Peraturan No. 35/POJK.04/2020 dan 17/POJK.04/2020.
Studi kelayakan ini ditinjau dari berbagai aspek, meliputi aspek makro Indonesia, aspek
pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen, dan aspek keuangan.

Hasil studi kelayakan ini dapat dijadikan sebagai pegangan bagi para pengelola perusahaan
dan bahan pertimbangan untuk kebijaksanaan maupun pengambilan keputusan, baik yang
bersifat administratif maupun operasional di kemudian hari, sehingga diharapkan target
pelaksanaan proyek dapat direalisasikan sesuai dengan rencana. Penugasan ini dilakukan

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk | ah
Page 14 OCR 0.952
VspR

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

dengan mengacu kepada ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar
Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan Revisi SPI 330 Tahun 2020.

1.3 Metodologi

Metode yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini adalah:

Pengumpulan data-data primer dari Perseroan terkait dengan rencana penambahan
kegiatan usaha yang meliputi data-data identitas, perizinan, rencana usaha serta
data-data lainnya yang terkait dengan rencana penambahan kegiatan usaha.

Dalam melaksanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan
penambahan kegiatan usaha. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan indikator
Net Present Value (NPV), Profitability Index (PI), Internal Rate of Return (IRR),
Payback Period, Break Even Point (BEP), dan Return on Investment (ROI).

Dalam studi kelayakan ini kami melakukan analisis pada aspek makro Indonesia,
aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen, dan aspek
keuangan.

14 Kondisi, Syarat dan Pembatasan

Kondisi, syarat dan pembatasan dibuat sebagai kode etik profesional dan batasan
kewenangan konsultan antara lain:

Lk

Laporan studi kelayakan merupakan hasil analisis KJPP SPR atas rencana Perseroan
yang juga dimaksudkan untuk digunakan sebagai pemenuhan Kode Etik Penilai
Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan
Revisi SPI 330 Tahun 2020 serta POJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.

Nilai investasi yang digunakan dalam proyeksi merujuk pada rencana dan pertimbangan
manajemen dan data pasar.

Penyusunan laporan studi kelayakan ini merupakan interpretasi kami atas data dan
informasi yang diperoleh dan tersedia yang kami anggap benar pada saat penyusunan
laporan ini dilakukan. Asumsi-asumsi yang digunakan mungkin tidak lagi berlaku apabila
terjadi sesuatu atau kondisi tertentu yang mempengaruhi ketepatan asumsi-asumsi
tersebut, seperti diberlakukannya peraturan-peraturan Pemerintah yang baru maupun
perubahan-perubahan penting di manajemen, bidang politik, sosial dan ekonomi.

Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian sebagai akibat dari kesalahan opini atau
kesimpulan yang terjadi karena adanya data atau informasi Perseroan yang relevan dan
berpengaruh signifikan terhadap opini atau kesimpulan kami, yang tidak dan/atau
belum kami terima dari Perseroan.

Kami berasumsi bahwa Perseroan menaati semua peraturan yang ditetapkan
Pemerintah, khususnya yang terkait dengan operasional perusahaan, baik di masa lalu
maupun di masa mendatang.

Kami tidak melaksanakan pemeriksaan terhadap legalitas aset yang dimiliki oleh
Perseroan. Kami berasumsi bahwa tidak ada masalah legalitas berkenaan dengan aset-
aset Perseroan, baik saat ini maupun di masa yang akan datang.

Kami berasumsi bahwa Perseroan telah dan akan memenuhi kewajiban berkenaan
dengan perpajakan, retribusi pungutan-pungutan, dan/atau kewajiban lainnya sesuai

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk I-2
Page 15 OCR 0.936
ysp

10.

EL.

12.

13.

14.

15.

16.
17.

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

dengan peraturan yang berlaku.

Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses
penyusunan studi kelayakan.

Kami mengandalkan sepenuhnya data-data dari manajemen, adapun laporan keuangan
audit per cut off date, kami peroleh dari manajemen.

Data dan informasi diperoleh dari sumber dan data yang dapat dipercaya.

Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
pencapaian (fiduciary duty).

Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan studi kelayakan dan kewajaran
proyeksi.

Laporan ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang
dapat mempengaruhi operasional perusahaan.

Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari pemberi tugas.
Kami bukan konsultan yang berkompetensi masalah lingkungan hidup, dan karenanya
tidak bertanggung jawab terhadap setiap kewajiban aktual atau potensial yang terkait
dengan permasalahan lingkungan.

Laporan studi kelayakan ini bersifat non disclaimer opinion.

Penilai bertanggung jawab pada laporan studi kelayakan ini dan kesimpulan akhir dari
laporan ini.

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk IT-3
Page 16 OCR 0.947
JsPR

21

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

BAB II
GAMBARAN UMUM PERSEROAN

Profil PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk
21.1 Pendirian

PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (“Perseroan”) didirikan berdasarkan Akta No. 127
tanggal 11 April 2002 dari Iman Immanuel Sinaga S.H., C.N., notaris pengganti Dr. Irawan
Soerodjo, S.H., M.S.i., Akta pendirian ini disetujui oleh Kementerian Kehakiman dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C-10834
HT.01.01.TH.2002 tanggal 18 Juni 2002 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia No. 23 Tambahan No. 2247 tanggal 21 Maret 2003.

Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dalam akta
No. 12 tanggal 10 Desember 2024 dari Rudy Siswanto, S.H., notaris di Jakarta Utara,
mengenai perubahan anggaran dasar terkait maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
Perseroan. Perubahan ini telah disetujui dan dicatat dalam Database Sistem Administrasi
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. AHU-0084683.AH.01.02.TAHUN 2024 yang ditetapkan tanggal 23 Desember 2024.

Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2003. Perseroan berkedudukan di
Jakarta Selatan dan kantor operasional terletak di Gedung Graha Orange, Jl. Mampang
Prapatan Raya No. 3, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Entitas induk langsung langsung dan entitas induk terakhir Perseroan adalah PT Jati Piranti
Solusindo dan PT Indivara Sejahtera Mandiri. Pihak pengendali Perseroan adalah Jusuf
Sjariffudin.

2.1.2 Kegiatan Usaha

Sesuai dengan Pasal 3 dari Akta Perubahan Anggaran Dasar terakhir, maksud dan tujuan
dari Perseroan ialah berusaha dalam bidang aktivitas jasa informasi, aktivitas pemrogaman,
konsultasi komputer dan kegiatan YBDI (yang berhubungan dengan itu), telekomunikasi,
perdagangan eceran komputer dan perlengkapannya, dan perdagangan eceran piranti lunak
(software).

2.1.3 Struktur Permodalan

Berdasarkan catatan pada Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2024, struktur
permodalan Perseroan dan komposisi kepemilikan saham Perseroan adalah sebagai berikut:

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk 41
Page 17 OCR 0.935
Vsp

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

PT Jati Piranti Solusindo 2.088.000.000 41.760.000.000 64Yo
PT Amanah Ayah Anak 522.000.000 10.440.000.000 16Y6
Masyarakat (masing-masing «5Y6) 652.520.106 13.050.402.120 20Yo

Jumlah 3.262.520.106 | 65.250.402.120 10040

Sumber: Catatan Laporan Keuangan per 31 Desember 2024

2.1.4 Susunan Pengurus

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk No. 06
tanggal 5 April 2024 yang dibuat di hadapan Notaris Rudy Siswanto, S.H., susunan Dewan
Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama : Jusuf Sjariffudin
Komisaris Independen : Hendri Mulya Syam
Direksi

Direktur Utama : Erik Rivai Ridzal

Wakil Direktur Utama : Asrul Abdillah Ali
Direktur : Adrianus Yose Hartono
Direktur : Yuliana Theodora

2.2 Legalitas dan Perizinan

Pada saat ini Perseroan telah memperoleh dokumen-dokumen dan perizinan yang diperlukan
dari instansi yang berwenang berkaitan dengan kegiatan usahanya sebagai berikut:

k

Nomor Pokok Wajib Pajak 02.139.745.0-058.000 atas nama PT Informasi Teknologi
Indonesia Tbk.

Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Nomor 908 Tahun
2014 tentang Izin Penyelenggaraan Jasa Penyediaan Konten PT Informasi Teknologi
Indonesia.

Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dengan Nomor Induk Berusaha: 9120406801697
yang diterbitkan tanggal 19 Agustus 2019 dengan perubahan ke-39 tanggal: 9 Januari
2023.

Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dengan Nomor Sertifikat Standar:
91204068016970005 yang diterbitkan tanggal 9 Oktober 2023.

Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dengan Nomor Sertifikat Standar:
91204068016970010 yang diterbitkan tanggal 6 Oktober 2023 dengan perubahan ke-4,
Tanggal: 27 September 2022.

Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dengan Nomor Izin: 91204068016970008 yang
diterbitkan tanggal: 19 Desember 2022 dengan Perubahan ke-3 tanggal: 26 Oktober
2022.

Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik (TD PSE) Domestik dengan Nomor PB-
UMKU: 912040680169700120001 yang diterbitkan tanggal 17 Oktober 2022.

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk 1-2

Page 18 OCR 0.952
Vsp

10.

1

12.

13.

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

Salinan Akta Pendirian Perseroan PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk No. 127 tanggal
11 April 2002 oleh Iman Immanuel Sinaga S.H., C.N., notaris pengganti Dr. Irawan
Soerodjo, S.H., M.S.i. yang telah disahkan melalui Keputusan Menteri Kehakiman dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: C-10834 HT.01.01.TH.2002 yang
ditetapkan tanggal 18 Juni 2022.

Salinan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan No. 21 tanggal 24
Juli 2023 oleh Rudy Siswanto, S.H., notaris di Jakarta Utara.

Salinan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 22 tanggal 24 Juli 2023 oleh Rudy
Siswanto, S.H., notaris di Jakarta Utara yang telah diterima oleh Kementerian Hukum
Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat nomor AHU-AH.01.09-0153148
tanggal 18 Agustus 2023.

Salinan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 06 tanggal 5 April 2024 oleh Rudy
Siswanto, S.H., notaris di Jakarta Utara.

Salinan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 07 tanggal 5 April 2024 oleh Rudy
Siswanto, S.H., notaris di Jakarta Utara, mengenai perubahan susunan Dewan Komisaris
dan Direksi yang telah diterima oleh Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan surat nomor AHU-AH.01.09-0157855 tanggal 24 April 2024.
Salinan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 12 tanggal 10 Desember 2024 oleh Rudy
Siswanto, S.H., notaris di Jakarta Utara, mengenai perubahan anggaran dasar terkait
maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan yang telah diterima oleh
Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat nomor
No. AHU-0084683.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 23 Desember 2024.

23 Tenaga Kerja

Dalam menjalankan kegiatan usaha eksisting, PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk memiliki
ketersediaan tenaga kerja sebagai berikut:

Figur 2.2 Jumlah Tenaga Kerja

Karyawan Tetap 69
Karyawan Kontrak 132

Sumber: Manajemen

24 Tinjauan Kinerja Keuangan

Tinjauan kinerja keuangan historis didasarkan atas laporan keuangan auditor dengan
ringkasan sebagai berikut:

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk 1-3
Page 19 OCR 0.824
YSP

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

00135/2.1035/AU.1/05/1164-4/1/111/2025
tanggal 25 Maret 2025
100018/2.1035/AU.1/05/1164-3/1/11/2024
tanggal 29 Februari 2024
100243/2.1035/AU.1/05/1164-2/1/V/2023
tanggal 16 Mei 2023
00100/2.1035/AU.1/05/1164-1/1/111/2022
tanggal 29 Maret 2022
00104/3-0351/AU.1/05/003-3/1/V/2021
tanggal 21 Mei 2021

31 Desember 2024 dan 2023

KAP Anwar & Rekan

Christiadi Tjahnadi

31 Desember2023dan2022 | KAP Anwar & Rekan

Christiadi Tjahnadi

Laporan keuangan tersebut
menyajikan secara wajar dalam
semua hal yang material

31Desember2022dan2021 | KAPAnwar& Rekan | Christiadi Tjahnadi

31 Desember 2021dan2020 | KAP Anwar & Rekan

Christiadi Tjahnadi

31 Desember 2020 dan 2019

KAP Mirawati Sensi Idris

Suharsono

PENDAPATAN USAHA

Figur 2.3 Laporan Laba (Rugi) Perseroan
(dalam rupiah)

| “268858.185:503 | 346.897.198.520

507.347.976.514 | 468.953.507.777 | 534.453.966,633
Jasa pengiriman pesan singkat 224.927.162.074 | 261.796.089.287 | 360.558.589,363 | 326.338.658.219 | 357.986.813.290
Jasa pengiriman WhatsApp 21.485114.008 | 64.639.492.194| 117.337.339.567| 131.621,351,634| 165.222.430.408
Jasa lainnya 22.445.909.511 | 20.461.617.039| 29.452.047.584| 10.993.497.924| 11.244.722.935
BEBAN POKOK PENDAPATAN 1226.081.435.949)| (284.741.806.392)| (420.409.811.266)| (406.384.845.121)| (465.872.610.216)
Jasa pengiriman pesan singkat (195.411.613.206)| (233.959.636.686)| (316.483.988.709)| (290.727.263.720)| (319.942.611.379)|
Jasa pengiriman WhatsApp (12.648.535917)| (36.823.598.798)| (86.567.023.437)| (107.282.103.222)| (139.862.440.949)|
Penjualan Voucher - : - 2 s
Jasa lainnya (18.021.286.826)| (13.958.570.908)| (17.358.799.120)|  (8.375.478.179))  (6.067.557.888)|
LABA KOTOR 42.776.749.644 | ”62.155.392.128 | 86.938.165248 | “62.568.662.656 | ”68.581.356.417
Beban Usaha
Beban umum dan administrasi (36.926.560.553)| (44.903.294.764)| (54.055.057.441)| (57.740.116.403)| (58.110.987.494)
Gaji dan tunjangan karyawan 22.424484.584| 32.071.750.884| 41.497521589| 43.579.224.7a7| 42.313.016.418
Telekomunikasi 3.417.146.469 4.750.387.518 5.625.214.888 4.875.811.489 4.765.976.513
Penyusutan dan Amortisasi 3.450.275.905 2.516.694.980 2.467.255.480 2.856.113.519 4.168.944.194
Imbalan kerja 1.341.808.717 1.336.342.289 (705.375.000)| — 1.323.605.000 1.032.487.000
Jasa profesional 605.458.522 770.117.625 1.461.905.011 1.036.149.675 2.660.122.506
Jasa manajemen 1.073.242.115 916.000.000 912.000.000 916.000.000 487.000.000
Tenaga kerja lepas 1.765.878.710 847.871.765 883.751.880 822.940.285 52.202.140
Entertainment 558.155.281 557.786.440 579.427.614 521.303.010 426.728.195

Pemulihan nilai piutang - bersih

Lain-lain 2.290.110.250 1.136.343.263 1.333.355.979 1.808.968.678 2.204.480.528
Beban usaha lainnya-neto (91.575.284) (577.442.826) (668.654.056) (681.583.814)| (2.631.899.614)
LABA USAHA 5.808.613.807 | 16.674.654.538 | 32.214.453.751 4.146.962.439 7.838.469.309
Penghasilan keuangan 766.402.086 1.004.661.783 641.344.584 1.128.772.537 631.578.944
Biaya keuangan (400.302.648) (127.326.814) (77a.466172)| (1.580.792.533) — (1.354.958.304)
Keuntungan penjualan aset tetap - - - - -
Keuntungan selisih kurs mata uang asing -
bersih - - - -
Lain-lain - bersih - 5 & 3 Pt
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 6.174.713.245 | 17.551.989.507 | 32.081.332.163 3.694.942.443 7.115.089.949
Beban Pajak Penghasilan — Neto (2.183.871.279) (4062.713315)| (7.514861791)| (1013.668.062)| (2.037.013.003)
LABA NETO TAHUN BERJALAN 3.990.841.966 | 13.489.276.192 | 24.566.470.372 2.681.274.381 5.078.046.051

Sumber: Laporan Keuangan Perseroan

Pendapatan usaha Perseroan secara historis diperoleh dari jasa pengiriman pesan singkat, jasa
pengiriman whatsapp, dan jasa lainnya. Rata-rata laba kotor terhadap pendapatan usaha
selama periode historis adalah sebesar 15,43Y6 dengan persentase terendah pada periode
31 Desember 2024 sebesar 12,83Yo dan tertinggi pada tahun 2021 sebesar 17,92,

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk 1-4
Page 20 OCR 0.922
yspR

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

sementara rata-rata laba usaha terhadap pendapatan usaha selama periode 31 Desember
2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 3.13Y6.

Selama tahun 2020 hingga 2022, Perseroan terus mengalami peningkatan laba neto tahun
berjalan, sementara terjadi penurunan yang sangat signifikan pada tahun 2023 sebesar
89,09Yo. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh adanya peningkatan beban umum
dan administrasi yang tidak iringi dengan peningkatan pendapatan usaha. Pada 31
Desember 2024, Perseroan mencatatkan laba neto tahun berjalan sebesar Rp5.078.046.051.

Tinjauan Posisi Keuangan

Figur 2.4 Laporan Posisi Keuangan Perseroan

(dalam rupiah)

ASET LANCAR 115.168.915.543 | 126.113.251.727 | 212.104.062.956 | 220.392.221.174 | 208.354.665.856
ASET TIDAK LANCAR 17.922.013.038 | 17.350.582.808 | 46.099.545.297| 95.265.118.025 | 107.409.365.266
(TOTAL ASET 133.090.928.581 | 143.463.834.535 | 258.203.608.253 | 315.657.339.199 | 315.764.031.122

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK 102.702.734.868 | 99.176.251.451 | 148.915.165.352 | 138.028.150.791 | 136.952,524.599
LIABILITAS JANGKA PANJANG 9.859.129.928 | 10.750.957.245 | 12.637.405.441 | 16.587.577.499 9.494.392.404

TOTAL LIABILITAS 112.561.864.796 | 109.927.208.696 | 161.552.570.793 | 154.615.728.290 | 146.446.917.003

EKUITAS

20.529.063.785 | 33.536.625.839 | 96.651.037.460 | 161.041.610.909 | 169.317.114.119

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS | 133.090.928.581 | 143.463.834.535 | 258.203.608.253 | 315.657.339.199 | 315.764.031.122

Sumber: Laporan Keuangan Perseroan

Berdasarkan tabel di atas, total aset dan ekuitas Perseroan selama periode historis kian
meningkat hingga tahun 2024, sementara liabilitas mengalami fluktuasi. Berikut ini adalah
penjelasan dari masing-masing akun:

a. Aset

Rata-rata kenaikan total aset selama periode historis sebesar 27,516. Total aset
Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 tercatat sebesar Rp315,77 miliar, naik
sebesar 0,03Yb secara year on year (yoy) jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya
yang tercatat sebesar Rp315,66 miliar.

Aset Lancar

Berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan, yang masuk ke dalam klasifikasi aset lancar
adalah jika dapat diselesaikan dalam waktu kurang atau sama dengan dua belas bulan.
Selama periode historis, rata-rata kenaikan aset lancar Perseroan sebesar 27,036. Pada
tahun 2024, total aset lancar Perseroan mengalami peningkatan sebesar 3,91Yo atau
sejumlah Rp208,35 miliar dibandingkan tahun 2022 terutama disebabkan oleh
peningkatan piutang usaha dan pajak dibayar di muka.

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk 1-5
Page 21 OCR 0.933
Vsp

b.

Cc

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

Aset Tidak Lancar

Berbanding lurus dengan aset lancar, aset tidak lancar perseroan pada tahun 2024
mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2022. Perseroan membukukan
aset tidak lancar sebesar Rp107,4 miliar pada tahun 2024 atau meningkat sebesar
12,75Yo dibandingkan tahun sebelumnya yang utama disebabkan oleh taksiran tagihan
pajak penghasilan dan penambahan aset takberwujud.

Liabilitas

Liabilitas terdiri dari liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang. Hingga tahun
2024, jumlah liabilitas mencapai Rp146,44 miliar, mengalami sedikit penurunan sebesar
5,28Yo dibandingkan tahun 2023 yang tercatat Rp154,61 miliar.

Liabilitas Jangka Pendek

Liabilitas jangka pendek terdiri dari utang bank jangka pendek, utang usaha, utang lain-
lain, utang pajak, beban akrual, pendapatan diterima di muka dan utang jangka panjang
yang jatuh tempo dalam 1 tahun.

Pada tahun 2024, liabilitas jangka pendek Perseroan mengalami penurunan sebesar
0,78Yo dari Rp138,03 miliar menjadi Rp136,95 miliar, Hal ini terutama disebabkan
adanya penurunan beban akrual.

Liabilitas Jangka Panjang

Akun liabilitas jangka panjang terdiri dari liabilitas imbalan kerja jangka panjang dan
utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam 1 tahun.

Liabilitas jangka panjang pada tahun 2024 tercatat sebesar 9,50 miliar mengalami
penurunan sebesar 42,76Y6 dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar
Rp16,59 miliar.

Ekuitas
Total ekuitas Perseroan pada tahun 2024 mencapai Rp169,32 miliar di mana mengalami

peningkatan sebesar 5,1496 dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp161,04
miliar.

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk II -6
Page 22 OCR 0.540
@ KANTOR JASA PENILAI PUBLIK

y SP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN
y Public Appraisers and Consultants

TANUS KAS DAR UNTUK AKTIVITAS OPERASI aon 19207 Wasssans oo sominan 120362325550) Dena
#eneriuan ar pelanggan sasansasinas| oo asnsnss0na0s 2605072137 Sonta 7.000
Penerimaan ari erahastan bunga (ossac2ce0) 1.006.017 sena san 128772537 ina
Penerimaan dai takan taghan pajak penebusan musaso2an 8520x0201 270173 -

Pembayaran untk bar kesangan (400302 as) (0 sasa Ga.66 172 sn san) (asass0.201|
Pembayaran egada pemasok pamaansn — Uetmsssaa) tawosrasanonl —— pssas2tess1|
Pembavatan kas tuk kanyasan Grswseosau| ——pezeamesal “20001 (e.o0 724201)
Pembayaran kas untuk pajak erehaslan Go1sss2eg) marsasnl —— acsseaseal m0252 @7mnasaaa
Penerimaan (pembayaran) ar un Doban inna | gasmamam| — susan 14306:526200 pasa 0170|
as Nata Digunakan untuk Aktirtas Operasi (AT) Ipsasysasgi9)— son 1a227 1D0262525.s0) Desnso22.1se)
(ARUS KAS DAR AKTIVITAS INVESTASI. |

Penerimaan dat pembayaran kecada hal pihak berelsi-bersh 5 . . .
Perolehan asetteag (1m s02 40) Bowaseas| oo Gareneas) tenun) @eer2asan)
Perolehan asettabersngd 15a.sexan0) Grmasa 622s08ar tesssae22)| @.ssxccooo0|
asi penjualan aset tetap #3207.500 aso377esi | #ssassa5s aan | -
Penurunan (enoian dana yang batas erggurs" O07.smco0) snasanan | -

Kas Neto Diguakan untuk Akivtas Investasi Tasoeosa sa) Tatan) rotan) Tas serasosa RESET A)
IARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDAHAAN |

Penerimaan (pembayaran tang pak berlas-reto saman (sasarasza) : 2snnansa
Penerimaan (pembayaran dan senawatan saham perdana - ssasavano0n -
Tambahan modaidetor : 5 10000000010

Pembaratan beban beng da kesangan : 5

penerimaan darutang bank samowan 10210000.000 Isoe1asa -
Pembayaran uang bani (asnssnnc) 2 maan @raworrow) (oeson620|
Pembayaran drden (wancono00 oonrsna| os naas)
Penerimaan hasi alasansan aran 2 & 2232000 2701200
Kas Not Diperoleh dari Aktivasi 331207) Inisias Tar Tali mam Baznas
aan nun Mere Dan sera as mao Tosnyasa| mutan PETA) Tasasan
PENURUNAN METO PAMAN CERUKAN BANK - "sroesocs| szmass10s
AS DAN SETARA KASAWAL TAHUN 2asasen1na susana | asasi su.sapssna05 rasa1s7a01a
TAS IN BETA KAS AKAN TAHUN Hernia Dansa Ina mena Dana

Sumber: Laporan Keuangan Perseroan

Dari laporan keuangan yang diperoleh, aktivitas cash flow pada periode yang berakhir pada
31 Desember 2024 diantaranya sebagai berikut:

# Arus kas bersih dari (untuk) aktivitas operasi Perseroan menunjukan arus kas keluar
sebesar Rp36,11 miliar pada periode 31 Desember 2024 yang berasal dari penerimaan
dari pelanggan, penerimaan dari penghasilan bunga, pembayaran untuk biaya
keuangan, pembayaran kepada pemasok, pembayaran kas untuk karyawan,
pembayaran kas untuk pajak penghasilan, dan pembayaran untuk beban operasional
lainnya.

e Arus kas bersih untuk aktivitas investasi Perseroan pada periode 31 Desember 2024
menunjukkan arus kas keluar sebesar Rp5,25 miliar yang berasal dari perolehan aset
tetap dan aset takberwujud.

e Arus kas bersih untuk aktivitas pendanaan Perseroan menunjukkan arus kas keluar
sebesar Rp9,14 miliar pada 31 Desember 2024. Arus kas bersih tersebut berasal dari

penerimaan utang pihak berelasi, pembayaran utang bank, pembyaran dividen dan
penerimaan hasil pelaksanaan waran.

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk 1-7
Page 23 OCR 0.849
Vsp

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

Rasio Keuangan

LIKUIDITAS

Current Ratio x 112 1,27| 1,42 1,60) 1,52
@uick Ratio x 1,09 1,21) 1,39| 157) 1,51
Cash Ratio x 043| 0,24 0,55) 0,53 0,20
/AKTIVITAS

(Rata-rata umur piutang days 79,43 87,46 85,30 105,13 107,95
(Rata-rata umur utang usaha days 57,87 35,94 59,32 36,66 85,79
Rata-rata umur persediaan days 4,50 8,37 4,54| 3,64 1,18|
Rata-rata umur aset tetap days 11,28| 9,86 30,15| 31,55 2863|
SOLVABILITAS

(Total Liabilitas terhadap Total Aset x 84,589) 76,621) 62574) 48,98) 46,381
(Total Liabilitas terhadap Total Ekuitas x 548,305) 327,781 167,154, 96,011, 86,495)
PROFITABILITAS

Gross Margin x 15,914 17,9256| 17,1a96 13,3496| 12,831)
Operating Profit Margin x 2,1696| 4,811 6,351) 0,881, LA7K
Profit Margin P3 1485| 3,897 4,8254| 0,575) 0954|
Return On Asset x 3,001| 94016 9514| 0,855) 1615
Return On Eguity x 19,4ag| 40,221 2521| 16696 3,0016|

Sumber: Laporan keuangan Perseroan, diolah

Rasio Likuiditas

Tingkat Likuiditas Perseroan secara rata-rata dalam periode 31 Desember 2020 sampai 31
Desember 2024 yang dilihat dari rasio lancar (current ratio) dan rasio cepat (guick ratio)
menunjukkan keadaan yang baik dimana nilai keduanya lebih dari 1 yang artinya aset
lancar maupun aset lancar dikurangi oleh persediaan, nilainya masih sangat cukup untuk
menutupi kewajiban lancar. Sementara untuk cash ratio, menunjukkan nilai rasio rata-rata
di bawah 1, di mana kas yang dimiliki masih lebih rendah dari jumlah utang lancar.

Rasio Aktivitas

Rasio aktivitas menunjukkan efektif atau tidaknya Perusahaan dalam menggunakan
sumber-sumber dana yang tersedia atau melihat efisensi perusahaan dalam memanfaatkan
asetnya yang tersedia atau melihat efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan asetnya
untuk menghasilkan kas dan pendapatan. Jika dilihat dari rata-rata selama periode historis,
secara berturut-turut rata-rata umur piutang usaha, umur utang usaha, umur persediaan,
dan umur aset tetap yaitu sebesar 93 hari: 55 hari kalis 4 hari dan 22 hari.

Ivabilitas

Rasio ini menilai kemampuan dalam melunasi semua kewajibannya, baik jangka pendek
maupun jangka panjang dengan jaminan aset yang dimiliki perusahaan hingga perusahaan
tutup atau likuidiasi. Rasio utang terhadap total aset rata-rata selama periode historis adalah
sebesar 63,83Yo, sedangkan rasio utang terhadap total ekuitas yaitu sebesar 245,156.

Rasio Profitabilitas
Rasio ini diperlukan untuk pencatatan transaksi keuangan. Biasanya dinilai oleh investor dan
kreditur untuk menilai jumlah laba investasi yang akan diperoleh investor dan besaran laba

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk 1-8
Page 24 OCR 0.911
| KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

y Public Appraisers and Consultants

perusahaan untuk menilai kemampuan perusagaan membayar utang kepada kreditur
berdasarkan tingkat pemakaian aset dan sumber daya lainnya sehingga terlihat tingkat
efisiensi perusahaan. Rata-rata marjin laba kotor selama periode historis mencapai 15,43Y6,
margin laba usaha sebesar 3,13Y6, margin laba bersih sebesar 2,3596, rasio pengembalian
aset sebesar 4,87Yo dan untuk rata-rata rasio pengembalian ekuitas adalah sebesar
17,950.

2.5 Informasi Investigasi Lapangan

Kami telah melakukan investigasi lapangan dalam rangka memperoleh informasi yang
relevan dalam penugasan penambahan kegiatan usaha Perseroan.

Berikut informasi terkait pelaksanaan investigasi lapangan:

No. Surat Tugas : 0435A/KJPPSPR-ST/III/2024

Tanggal Inspeksi : 18 Maret 2025

Lokasi : Gedung Graha Orange, Jl. Mampang Prapatan Raya No. 3,
Jakarta Selatan 12790.

Pelaksana : Ruli Citrarini, SE: Fitya Shabrina, SE: Echa Tania Mulyani,

SM, dan Septhiana Husoseini, SE.

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk 1-9
Page 25 OCR 0.886
Vsp

3.1

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

BAB III
ASPEK MAKRO INDONESIA

Makroekonomi Indonesia
3.1.1 Kondisi Perekonomian Indonesia

Pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat di tengah ketidakpastian pasar keuangan global
yang masih tinggi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan ekonomi triwulan IV 2024
tumbuh sebesar 5,02Y6 (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada
triwulan sebelumnya sebesar 4,95Yo. Dengan perkembangan tersebut, ekonomi Indonesia
secara keseluruhan tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03Yo (yoy). Ke depan, pertumbuhan
ekonomi 2025 diprakirakan tetap baik dalam kisaran 4,7Yo-5,5Y6 (yoy), sejalan berbagai
respons kebijakan yang akan ditempuh guna terus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Figur 3.1 Laju Pertumbuhan dan Sumber Pertumbuhan PDB Menurut Pengeluaran

dalam persen (90)

Triw III-2024 TriwIV-2024 Triw III-2024 Triw IV-2024
terhadap — terhadap terhadapTriw terhadap
Triw!!-2024 Triwlll-2024 IN-2023  TriwiV-2023
(A-to-O) (@-to-g) (YonYY ati

Laju Sumber
Pertumbuhan Pertumbuhan
2024

. Pengeluaran Konsumsi
Rumah Tangga

. Pengeluaran Konsumsi “015 6,36 1146 606 1248 0.16
LNPRT

. Pengeluaran Konsumsi 447 38,58 462 447 661 048
Pemerintah

.. Pembentukan Modal Tetap 8,35 244 546 5,03 461 143
Bruto

5. Perubahan Inventori - — - - - sg

0 »

6. Ekspor Barang dan Jasa 7,78 4,63 8,79 7.63 6,51 1,53
7. Dikurangi Impor Barang dan 9,37 3,23 11,92 10,36 7,95 1,54
Jasa

Catatan: '9-to-9 : PDB atas dasar harga konstan pada suatu triwulan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya
2Y-on-Y : PDB atas dasar harga konstan pada suatu triwulan dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

Pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2024 didukung oleh aktivitas ekonomi domestik yang
terjaga. Konsumsi rumah tangga meningkat dengan tumbuh sebesar 4,98Y6 (yoy) seiring
dengan aktivitas perekonomian dan mobilitas masyarakat yang tinggi selama periode Hari
Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pertumbuhan investasi
tetap kuat sebesar 5,03Yo (yoy) didukung oleh realisasi penanaman modal yang meningkat.
Konsumsi Pemerintah melanjutkan pertumbuhan sebesar 4,17Yo (yoy) seiring dengan
penyelesaian belanja akhir tahun. Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk MI-1
Page 26 OCR 0.743
u

YSP

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

(LNPRT) tumbuh tinggi sebesar 6,06Y6 (yoy) sejalan dengan peningkatan aktivitas pada
periode Pilkada 2024. Sementara itu, ekspor tumbuh sebesar 7,63Yo (yoy) ditopang oleh
permintaan mitra dagang utama yang tetap tumbuh positif, kenaikan harga beberapa
komoditas utama ekspor Indonesia, dan peningkatan ekspor jasa yang didorong oleh kenaikan
jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.

Figur 3.2 Laju Pertumbuhan dan Sumber Pertumbuhan PDB Menurut
Lapangan Usaha
dalam persen (Yo)

Triw IV-2024
terhadap
Triw IV-202

Laju Sumber
Pertumbuhan Pertumbuhan

2024 2024

aa menaati Naa 107 502 342 47 0s

& Pengadaan Ak, -094 250 003 108 156 -»
Pengelolaan Sampah,
Limbah dan Daur

£ Kasad 606 419 748 sat 702 087

ka era gear 213 009 a22 519 age os
Mobil dan Sepeda
Motor

MH Transportasi dan oga 147 844 792 899 039
Pergudangan

I PenyedimanAkomodasi O49 288 832 661 856 027
(an Makan Minum

3 Informasidan os1 235 632 745 757 0.50
Komunikasi

Ko Jasa Keuangan dan “81 2091 549 174 474 019
Asuransi

Lo ReslEstat 141 033 232 297 250 007

WI: Jenafanenihaan “006 232 793 8pg 838 0x6

bener 1687 1609 aga 116 s0 020
Pertahanan dan
Jaminan Sosial Wajib

K: “Jus Penlidikan “641 raga 256 295 375 o11

@ Jasa Kesehatandan 097 6a9 765 520 811 041
Kegiatan Sosial

RITA, Jasa tampar “101 840 995 1136 9.80 019

Catatan 19:to-9: PDB atas dasar harga konstan pada suatu triwulan dibandingkan dengan tiwulan sebeluranya
Dan: PD as dasar harga konstan pda suatu Wiwulan handingkan Gengan tiwulan Yang Len lahun sebelumnya
1 Data sangat kecil/mendekati nol

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

Pertumbuhan ekonomi yang tetap baik juga tercemin dari sisi Lapangan Usaha (LU) dan
spasial. Dari sisi LU, seluruh LU pada triwulan IV 2024 menunjukkan kinerja positif. LU
Industri Pengolahan dan LU Perdagangan sebagai kontibutor utama pertumbuhan juga

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk III-2
Page 27 OCR 0.908
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

tumbuh baik seiring dengan permintaan domestik yang terjaga. LU Akomodasi dan Makan
Minum serta LU Transportasi dan Pegudangan juga tumbuh positif seiring dengan tingginya
mobilitas pada momen HBKN Nataru. Sementara itu, dari sisi spasial, pertumbuhan ekonomi
triwulan IV 2024 di sebagian besar wilayah Indonesia lebih tinggi dibandingkan triwulan
sebelumnya, kecuali di wilayah Bali-Nusa Tenggara (Balinusra). Pertumbuhan ekonomi
tertinggi tercatat di wilayah Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua), diikuti Kalimantan, Jawa,
Sumatera, dan Balinusra.

Figur 3.3 Pertumbuhan & Kontribusi PDRB Menurut Pulau Triwulan IV-2024

SUMATERA KALIMANTAN SULAWESI MALUKU DAN PAPUA
isa h Jar @712x @2e9K
aasx 1 552 Acisn A01

@kontibusi JAWA
dk Pertumbuhan (c-to-c) @ ox
AN BALI DAN NUSA TENGGARA
@ 22x
dk son

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

Kelompok provinsi di Pulau Jawa masih mewarnai struktur perekonomian Indonesia secara
spasial selama tahun 2024 dengan kontribusi sebesar 57,02 persen, diikuti Pulau Sumatera
sebesar 22,12 persen, Pulau Kalimantan sebesar 8,24 persen: Pulau Sulawesi sebesar 7,12
persen, Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 2,81 persen, serta Pulau Maluku dan Papua
sebesar 2,69 persen. Pada tahun 2024, pertumbuhan ekonomi semua kelompok pulau
tercatat kondusif walaupun dibayangi tekanan global geopolitik dan internal dalam negeri.
Secara kumulatif, pertumbuhan tertinggi (c-to-c) tercatat di kelompok Pulau Maluku dan
Papua yang tumbuh sebesar 7,81 persen, diikuti Pulau Sulawesi sebesar 6,18 persen, Pulau
Kalimantan sebesar 5,52 persen, Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 5,04 persen: dan
Pulau Jawa sebesar 4,92 Persen. Selanjutnya, kelompok provinsi di Pulau Sumatera tumbuh
sebesar 4,45 persen.

3.1.2 Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap sehat sehingga mendukung ketahanan eksternal.
Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Desember 2024 yang tercatat 2,2 miliar dolar AS
dipengaruhi oleh kinerja ekspor komoditas utama Indonesia yang kuat, seperti bahan bakar
mineral, lemak dan minyak hewan nabati, serta besi dan baja. Perkembangan ini
mendukung transaksi berjalan 2024 tetap sehat dan diprakirakan dalam kisaran defisit

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk 1-3
Page 28 OCR 0.818
Vsp

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

rendah 0,1Yo sampai dengan 0,9Yo dari PDB. Sementara itu, tingginya ketidakpastian pasar
keuangan global menurunkan aliran masuk modal asing ke SBN dan SRBI masing-masing
hanya mencatat /nflows 19 juta dolar AS dan 288 juta dolar AS pada awal tahun 2025
(hingga 13 Januari 2025). Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2024
tercatat tinggi sebesar 155,7 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor
atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas
standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Figur 3.4 Perkembangan Neraca Pembayaran Indonesia
Dalam miliar USD

Transaksi Berjalan
aa)

“Baper

“Inget

2 Nrimps

bps

B jsapsa

(Pendapatan Primer

D Pendapatan Sekunder
Transaksi Modal dan Finansial
1 es Lanang.
Lime Polo

3 Inestas Lannya

Waca Keseluruhan
Wercardim

« Cadangan Densa 1690 1 3 182 121 1519 II AM 16 MM 109 WI
Dem bulan ngardan pumbayaan ULNPenerntah 878 17I Bil ST S9 59 82 &0 60 65 85 62 &1
-Tnnsaksi Berjalan (PDB) AL AW AB AT IN AK AM UK AN AD AB AK AN AB AI
Sumber: Bank Indonesia.

52
42 4
3tt
38
19
18 &
14 32
at AR 38
16 48 11 48
K0 ST 48 $

Ke depan, NPI pada 2025 diprakirakan tetap sehat seiring dengan surplus transaksi modal
dan finansial yang berlanjut dan defisit transaksi berjalan yang terjaga dalam kisaran defisit
0,5Yo sampai dengan 1,3Yo dari PDB.

3.1.3 Nilai Tukar Rupiah

Nilai tukar Rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global yang tinggi, didukung oleh
kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS pada Januari 2025
(hingga 14 Januari 2025) hanya melemah sebesar 1,00Y6 (ptp) dari level nilai tukar akhir
2024. Perkembangan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS juga relative lebih baik
dibandingkan dengan mata uang regional lainnya, seperti rupee India, peso Filipina, dan
baht Thailand yang masing-masing melemah sebesar 1,20Yo:1,33Yo dan 1,92Yo. Sebaliknya,
nilai tukar Rupiah tercatat menguat terhadap mata uang kelompok negara maju di luar dolar
AS, dan stabil terhadap mata uang kelompok negara berkembang. Perkembangan tersebut
sejalan dengan kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta didukung oleh aliran masuk modal
asing yang masih berlanjut, imbal hasil instrument keuangan domestik yang menarik, serta
prospek ekonomi Indonesia yang tetap baik.

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk 1-4
Page 29 OCR 0.819
,

le KANTOR JASA PENILAI PUBLIK

SP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

Figur 3.5 Nilai Tukar 2025 VS 2024

Nilai Tukar 2025 vs 2024

mM point-to-point rerata
Tue 002 BENERAN dia
PHP pp ARA
INR oo BA
Na 1
Ora MM
al —
sy . | ca...
CNY KA |
TRY - 252 M
scD . . 022 H
AUD — Lars
KRW . BEN a72
MXN Z5 ' MEA 02
MA tanin MEAN 2.22
140 20 100 80 -..0 -“.0 2.0 00 20 “0

Sumber: Reuters dan Bloomberg. Data s.d 14 Januari 2025

Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil didukung komitmen Bank Indonesia menjaga
stabilitas nilai tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek
pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik. Seluruh instrument moneter akan terus
dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-market melalui optimalisasi
instrument SRBI, SVBI, dan SUVBI, untuk memperkuat efektivitas kebijakan dalam menarik
aliran masuk investasi protofolio asing dan mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah.

3.1.4 Inflasi

Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Desember 2024 tetap terjaga sebesar 1,5746
(yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali pada level 2,26Yo (yoy)
sejalan dengan konsistensi suku bunga Bank Indonesia (BI-Rate) untuk mengarahkan
ekspetasi inflasi sesuai dengan sasarannya. Sementara itu, kelompok volatile food (VF)
mencatat inflasi 0,12Yo (yoy) didukung oleh peningkatan pasokan pangan seiring
berlanjutnya musim panen, serta eratnya sinergi pengendalian inflasi TPIP/TPID melalui
GNPIP. Secara spasial, inflasi IHK di berbagai daerah juga terkendali dalam kisaran sasaran
inflasi nasional. Ke depan Bank Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam
sasarannya. Inflasi inti diprakirakan terjaga seiring ekspetasi inflasi yang terjangkar dalam
sasaran, kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan
domestik, imported inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar
Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif berkembangnya digitalisasi.

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk II - 5
Page 30 OCR 0.676
ma

AI

le KANTOR JASA PENILAI PUBLIK

h SP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN
v Public Appraisers and Consultants

Figur 3.7 Inflasi IHK dan Komponen

Administered

Volatile Food

0,12

135791135791135 7911135 7911135791

2020 2021 2022 2023 2024
Sumber: BPS, diolah BI (Tinjauan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2024)

Inflasi VF diprakirakan terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia
dan Pemerintah Pusat dan Daerah. Bank Indonesia terus berkomitmen memperkuat
efektivitas kebijakan moneter guna menjaga inflasi tahun 2025 dan 2026 terkendali dalam

sasaran 2,5#1Yo, dengan tetap mendukung upaya penguatan pertumbuhan ekonomi.

Figur 3.8 Inflasi Daerah

Yo, Avg yoy
SUMATERA KALIMANTAN
kah Kau 201 Buana SULAWESI
Serena 212 Begkak Ot -esnat ee Garsso 219
. tabel 075 Paaat-ampi: Sulawesi Yara Ot
Semprit 08) Semata Sela 120 Kakan eng AI Sulawesi tergah 129
Kaartan Utara 129 aayudani
Sidmes Sl 12)
4 Sedan tengga 108

,
| Lu 'BALI-NUSA TENGGARA (4
Masi citata Barter 28 tai Mpu tan P
Mantan aan Tergah 167 - ha psonbaadadl
tera raman Pupabant25) Papa Pegangan Sak

Di Vogyatara 128

Sumber: BPS, diolah BI (Tinjauan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2024)

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk
Page 31 OCR 0.917
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK

y SP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

3.1.5 Suku Bunga

Suku bunga pasar uang (IndONIA) bergerak di sekitar BI-Rate, yaitu 6,03Yo pada 14 Januari
2025. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan tanggal 10 Januari 2025 tercatat
menarik untuk mendukung aliran masuk modal aisng masing-masing pada level 7,06Yo:
7,10Yo, dan 7,23Yo. Imbal hasil SBN tenor 2 tahun dan 10 tahun per 14 Januari 2025,
masing-masing meningkat menjadi 6,98Yo dan 7,25Yo sehingga juga tetap menjaga daya
tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik di tengah berlanjutnya ketidakpastian global.
Sementara itu, suku bunga perbankan tetap terjaga ditopang likuiditas perbankan dalam
pembentukan harga yang makin baik dengan transparansi SBDK. Suku bunga deposito 1
bulan dan suku bunga kredit pada Desember 2024 tercatat masing-masing sebesar 4,87Yo
dan 9,20Yo, relatif stabil dibandingkan dengan level bulan sebelumnya.

Figur 3.9 Suku Bunga Perbankan

Suku Bunga Kredit 1
" 320

NN Oam
Suku Bunga Kredit KMK 362 8

Suku Bunga Deposito 1 Bulan

Sumber: BI, Tinjauan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2024

3.2 Kesimpulan Analisa Kelayakan Aspek Makro Indonesia

Dengan memperhatikan kondisi perekonomian Indonesia yang sedang tumbuh, maka
rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek makro layak untuk dilaksanakan.

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk 1-7
Page 32 OCR 0.948
Vsp

4.2

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

BAB IV
ASPEK PASAR

Industri Teknologi Informasi di Indonesia

Industri teknologi informasi menjadi salah satu industri yang berkembang pesat mengingat
derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang meningkat dari hari ke hari.
Industri teknologi informasi dan komunikasi juga mempunyai peluang untuk
memperkenalkan produk industri teknologi informasi dan komunikasi Indonesia ke dunia.
Taiwan, terutama Taipei secara khusus telah memiliki ekosistem industri TIK yang sangat
kuat dan terdepan dalam inovasi teknologi melalui keikutsertaan di ajang InnoVEX 2024.
Pameran ini fokus menampilkan perusahaan rintisan (startup), khususnya di bidang
kecerdasan buatan (artificia/ interlligence), teknologi ramah lingkungan (green technology),
mobilitas pintar, dan aplikasi semikonduktor.

Ke depan, Kemenperin mendorong industri teknologi informasi dalam negeri agar dapat
menghasilkan produk/jasa. Guna mencapai sasaran tersebut, beberapa langkah yang perlu
dijalankan, antara lain pemberian insentif kepada pelaku usaha padat karya berupa
infrasturktur industri, melakukan kolaborasi dengan kementerian komunikasi dan informatika
dalam optimalisasi bandwidth.

Kondisi Pasar Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
4.21 Pangsa Pasar, Potensi Pasar, Sasaran, dan Potensi Nilai Pasar

Perseroan didirikan pada tahun 2002, bergerak dalam penyediaan solusi pengiriman
pesan kelas dunia dan distribusi digital untuk semua industri. Perseroan
berpengalaman selama 20 tahun fokus pada messaging solution dan application
development. Setiap bulan nya Perseroan mengelola lebih dari 90 juta volume
messaging service. Lengkap dengan beragam solusi seperti Omni Channel, teknologi
Al, Chatbot, Message Re-route, Chat Commerce, Sales Interactive Messaging,
integrase aplikasi pihak ketiga — Interoperability, dan First-class Customer Service
24x7, sebagai bagian wor/d est standard bagi klien-klien perseroan.

Seiring semakin berkembangnya industri teknologi dalam negeri, kebutuhan atas
penggunaan internet dan transaksi online dan meningkatkan kepuasan pelanggan ke
depannya. Saat ini, layanan telekomunikasi khususnya bisnis short message
service/SMS AZP - Application to Person Messaging di Indonesia masih relatif sedikit
dibandingkan negara-negara lain. Hal ini menjadikan sebuah potensi dan pangsa
pasar yang menjanjikan bagi Perseroan sehingga Perseroan dapat membuka pangsa
pasar, potensi pasar, sasaran, dan potensi nilai pasar yang lebih besar untuk
pelanggan layanan telekomunikasi.

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk IV-1
Page 33 OCR 0.953
,

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK

e
| SP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

4.2.2

Salah satu pangsa pasar Perseroan adalah mitra corporate dan perbankan, sebagai
instansi yang diwajibkan untuk menggunakan produk dalam negeri sesuai dengan
peraturan tersebut di atas. Pengalaman dan kualitas pelayanan yang diberikan oleh
Perseroan, tergambar dengan jumlah klien yang lebih daari 500 perusahaan, meliputi
bidang-bidang seperti Telekomunikasi, Layanan Finansial (Perbankan, Asuransi, Multi
Finance, Fin-Tech), Distribusi Ritel, Barang Konsumsi, Perdaganan Elektronik, Trave/
Service, Perhotelan, Pemerintahan, Logistik, serta Otomotif.

Perseroan membuktikan komitmennya sebagai perusahaan berstandar internasional
dengan didukung dua sertifikasi ISO yaitu ISO 9001 untuk Sistem Manajemen Mutu
dan ISO 27001 untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Selain itu, dengan adanya penambahan kegiatan usaha ini membuat Perseroan bisa
memberikan nilai tambah dalam layanan yang dijual, sehingga potensi nilai pasar
dari layanan menjadi lebih tinggi dan pada akhirnya akan memberikan keuntungan
lebih bagi Perseroan. Kemudian, jangkauan konsumen akan menjadi luas karena
layanan yang ditawarkan semakin efisien. Perseroan juga menyasar eksisting
customer yang nantinya diharapkan dapat menambah jumlah customer Perseroan.

Kesinambungan (Sustainability)

Perseroan menyadari bahwa mengintegrasikan aspek-aspek keberlanjutan ke dalam
seluruh proses bisnis yang akan dijalankan perseroan dari adanya penambahan
kegiatan usaha ini merupakan proses yang panjang dan memerlukan partisipasi
semua pihak. Perseroan memaknai arti keberlanjutan dengan terus memaksimalkan
dan memenuhi kebutuhan akan layanan telekomunikasi, khususnya di Indonesia.
dengan strategi keberlanjutan (sustainability strategy) Perseroan berupaya untuk
menjaga keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang dengan menerapkan strategi
keberlanjutan yang berfokus pada inisiatif strategis di bidang operasional maupun
pengelolaan organisasi sehingga Perseroan mampu memberi manfaat terbaik bagi
kesejahteraan sosial masyarakat serta berpatisipasi pada upaya menjaga kelestarian
beberapa aspek yaitu aspek sosial, aspek ekonomi, dan aspek lingkungan.

Pelaksanaan program Perseroan tersebut berpedoman pada:

1. Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen:

2. Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan:

3. Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas:

4. Peraturan Pemerintah No. 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan
Lingkungan Perseroan Terbatas,

5. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan
Keuangan Bekelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan
Publik,

6. Pedoman CSR Bidang Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup: dan

7. ISO 9001 untuk Sistem Manajemen Mutu dan ISO 27001 untuk Sistem
Manajemen Keamanan Informasi.

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk IV-2
Page 34 OCR 0.952
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK

Public Appraisers and Consultants

Vsp SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

4.2.3

Perseroan berkomitmen untuk menerapkan strategi keberlanjutan (sustainability
strategy) yang sesuai dengan Visi, Misi, dan Nilai Perusahaan, serta senantiasa
melakukan proses adaptasi dan komunikasi yang aktif dalam meningkatkan dan
mengembangkan aspek keberlanjutan, terutama dalam proses produksi yang baik
dan bertanggung jawab, pengelolaan sumber daya manusia (SDM), pemenuhan
peraturan dan perundang-undangan, serta pelaksanaan praktik tanggung jawab
sosial dan lingkungan yang konsisten melalui kesadaran penuh dari seluruh insan
perusahaan.

Dengan adanya penambahan kegiatan usaha serta adanya penerapan keberlanjutan
yang merupakan sebuah proses yang baru bagi Perseroan, Perseroan harus terus
melakukan penelaahaan, perumusan yang tepat, serta melaksanakan peningkatan
dan pengembangan terkait keberlanjutan secara konsisten. Adapun strategi yang
Perseroan lakukan untuk mengelola tantangan tersebut adalah melakukan
pengkajian terkait keberlanjutan secara intensif, menelaah dan mematuhi peraturan
terkait keberlanjutan dengan baik, serta melakukan adaptasi dan pengkajian terkait
penerapan keberlanjutan pada industri sejenis.

Tantangan dan Peluang Penambahan Kegiatan Usaha

Dalam penambahan kegiatan usaha, Perseroan menghadapi tantangan yang
mencakup permasalahan operasional serta kondisi eksternal. Pada kegiatan
operasional, Perseroan perlu terus menerus berinovasi menciptakan produk atau
layanan yang baru. Upaya yang telah dilakukan Perseroan dalam menghadapi
permasalahan tersebut, yakni dengan beradaptasi pada perubahan melalui
peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih unggul baik secara
soft skill maupun hard Skill, serta melakukan riset dan inovasi.

Perseroan juga menghadapi tantangan dari sisi eksternal, seperti jika terdapat
gejolak perekonomian global, tekanan terhadap nilai tukar Rupiah yang berdampak
pada sektor usaha, ditambah dengan adanya perubahan peraturan ataupun
kebijakan yang berkaitan dengan aktivitas bisnis Perseroan. Hal tersebut akan
berdampak pada penerapan keberlanjutan. Untuk mengelola tantangan ini,
manajemen Perseroan ataupun pihak yang terkait senantiasa mengikuti
perkembangan peraturan dan menyesuaikannya dengan kondisi bisnis perusahaan,
serta terus-menerus memperbarui informasi terkait perubahan peraturan yang dapat
terjadi sewaktu-waktu.

Meski demikian, dibalik sejumlah tantangan tersebut Perseroan juga memiliki
peluang, terutama dengan dilakukannya penambahan kegiatan usaha ini karena
adanya sinergi dengan bisnis yang eksisting yang mana dengan memperluas layanan
yang ditawarkan Perseroan menjadi nilai tambah. Perseroan memiliki kesempatan
untuk memperoleh pendapatan yang lebih besar.

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk N-3
Page 35 OCR 0.934
Vsp

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

424

4.2.5

4.2.6

Jalur Distribusi Perseroan dan Rencana Area Penjualan

Berdasarkan informasi dari manajemen, Perseroan berencana melayani kegiatan
bisnis Application to Person SMS (A2P SMS) pada seluruh area di Indonesia. Adapun
klien Perseroan yang sudah bekerja sama dengan Perseroan, sebagai berikut:

. PT Bank Syariah Indonesia Tbk

. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
. PT Bank Rakyat Indonesia

. PT Bank UOB Indonesia

. Pt Bank CIMB Niaga Tbk

. PT Matahari Department Store Tbk
. PT Infinitium Solutions

. PT Bank Danamon Indonesia Tbk

. PT Indodax Nasional Indonesia
10.PT Pertamina (Persero)

11.PT Bank Mega Tbk

ON DAUN WN

Strategi Pemasaran

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen, dalam rangka
pengembangan kegiatan usaha ini, Perseroan berencana melakukan berinovasi
mengambangkan solusi digital dan messaging sesuai dengan tren permintaan pasar,
membangun jaringan kemitraan yang kuat di seluruh Indonesia, Perseroan terus
menggarap pasar korporasi yang masih sangat luas dalam hal layanan solusi digital
dan messaging yang masih belum tergarap oleh Perseroan saat ini, sehingga perlu
melakukan sharing product knowledge baik secara online maupun Offline. Jaringan
kemitraan ini dilakukan sebagai strategi untuk mengembangkan bisnisnya dengan
cepat dan besar lagi. Selain itu, strategi ini juga nantinya akan membantu Perseroan
untuk memasarkan solusi-solusi yang Perseroan miliki dan juga membantu proses
akuisisi target market dari Perseroan.

Rencana Harga Jual

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen, rencana harga jual atau tarif
yang diberikan Perseroan adalah sebagai berikut:

Figur 4.1 Rencana Harga Jual Kegiatan Usaha

Operator Telkomsel
Operator Indosat
Operator XL
Operator Smartfren

Operator Three
Sumber: Manajemen

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk IV-4
Page 36 OCR 0.915
| KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

14 Public Appraisers and Consultants

4.2.7 Pesaing Usaha
Persaingan dalam usaha tentunya tidak terlepas dari kompetitor. Berdasarkan
informasi yang diperoleh dari Manajemen, berikut adalah kompetitor Perseroan pada

Industri teknologi informasi yang tumbuh dan berkembang di beberapa wilayah:

Figur 4.2 Daftar Pesaing Perseroan

1 | PT Digital Teknologi Terbaik Bekasi Messaging Service SMS
2 | PT Nadyne Media Tama Jakarta Messaging Service SMS
3 | PT Sprint Asia Technology Jakarta Messaging Service SMS
4 | PT Integra Mitra Sejati Jakarta Messaging Service SMS
. Messaging Service WhatsApp
5 | PT YesBoss Group Indonesia Jakarta Business API
PT Solusi Pembayaran Messaging Service WhatsApp
6 | Elektronik Tangerang Business API
Jakarta, Surabaya, si ”
7 | PT Mid Solusi Nusantara Bandung, dan na Service WhatsApp
usiness API
Medan
. Messaging Service WhatsApp
8 | PT Kokatto Teknologi Global Jakarta Business API
$ $ Messaging Service WhatsApp
9 | PT infomedia Nusantara Jakarta Business API
10 | PT Invonesia Solusi Data Jakarta Messaging Service WhatsApp

Business API

Sumber: Manajemen

Adapun upaya Perseroan dalam menghadapi persaingan yaitu melakukan penetrasi
ke pasar dengan menawarkan harga jual/tarif yang bersaing dengan kompetitor.

43 Kesimpulan Analisa Kelayakan Pasar

Dengan memperhatikan perkembangan usaha dan potensi pasar, maka rencana
penambahan kegiatan usaha Perseroan secara pasar layak untuk dilaksanakan.

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk IV-5
Page 37 OCR 0.856
,

sp

51

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

BAB V
ASPEK TEKNIS

Bisnis Perseroan

PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (“Perseroan”) dikenal sebagai Jatis Mobile adalah
perusahaan teknologi di bawah Indivara Group, salah satu perusahaan IT tersebar di
kawasan Asia Tenggara yang berfokus pada bisnis konsultasi, pengembangan perangkat
lunak, dan p/atform. Sampai saat ini kegiatan utama Perseroan yaitu menjual jasa pada
segmen bisnis Enterprise Business, AI (Artificial Intelligence), dan Small Medium Business.

Adapun produk dari segmen usaha Perseroan antara lain:

e Produk Enterprise Business Solution yaitu Whatsapp business playform, SMS Broadcast,
Email Marketing, AI and Omnichannel, Apps Development, CPRO, Jessie, dan Mobile
Advertising.

e Produk AI (Artificial Intelligence) yaitu ngobrol.ai dan Coster Omnichannel

# Produk Small Medium Business yaitu BerandaToko

Figur 5.1 Jenis Produk Perseroan

(BD ngobrol.ai € coster GE

Al chatoot & Chat GPT

d Jessie

solraaas

Chat Commerce

Sumber: Manajemen

Teleo acis (Custom Development

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk V-1
Page 38 OCR 0.947
)

y

le

SP

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

5.2 Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

Sejak tahun 2003, Perseroan mengawali kegiatan bisnisnya sebagai perusahaan teknologi.
Perseroan resmi mencatatkan saham perdana pada Mei 2023 dengan kode emiten JATI.
Perseroan mengembangkan bisnisnya secara fokus kepada segmen bisnis yaitu Enterprise
Business, AI (Artificial Intelligence), dan Small Medium Business.

Seiring berkembangnya usaha dan semakin meningkatnya kebutuhan teknologi, Perseroan
terus melakukan peningkatan kinerja usahanya sehingga dapat meningkatkan optimalisasi
pendapatan Perseroan. Perseroan berencana untuk menambah kegiatan usaha baru yaitu
Aktivitas Ca// Centre (KBLI 82220) sesuai dengan arahan dari Kementerian Komunikasi dan
Digital (Komdigi) terkait proses izin lanjutan pada bisnis A2P SMS (Application-to-Person

SMS).

Rencana penambahan kegiatan usaha ini mengacu pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
Indonesia (KBLI) 2020. Adapun produk KBLI tersebut yaitu:

Figur 5.2 Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

1 | Aktivitas Call Centre

KBLI 82200, Kelompok ini mencakup usaha jasa ca//
centre, seperti inbound call centre (panggilan ke dalam),
menjawab panggilan dari pelanggan oleh operator manusia,
distribusi panggilan otomatis, integrasi telepon dan
komputer, sistem respon suara interaktif atau metode yang
sejenis untuk menerima permintaan, menyediakan produk.
informasi yang berkaitan dengan permintaan bantuan
pelanggan atau menyalurkan keluhan atau komplain dari
pelanggan: outbond call centre (panggilan ke luar),
menggunakan metode yang sejenis untuk menjual atau
memasarkan barang atau jasa kepada pelanggan potensial,
melakukan penelitian pasar atau jajak pendapat masyarakat
dan kegiatan yang sejenis kepada pelanggan.

Sumber: Manajemen

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk V-2
Page 39 OCR 0.794
ta

Vsp

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

Figur 5.3 Rincian Penambahan Kegiatan Usaha

No Keterangan Uraian
1 Logo & Merek
“Jatis Mobile" merupakan sebuah merek dagang dari
Perseroan yang sudah terdaftar dan memiliki sertifikat merek.
Pemakaian merek ini bertujuan untuk mengingatkan
konsumen dengan produk atau layanan eksisting Perseroan.
Pihak yang akan : si
2 melakukari kegiatan PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk
operasional
" Biaya Investasi dengan Penambahan Kegiatan Usaha:
3 Biaya yang i
dibutuhkan
4 Pendapatan yang Proyeksi Penjualan Penambahan Kegiatan Usaha
akan diperoleh
PO OwATan Usa Tenan | maasaaoo | kosereonaoo | seseronoooo | #inz1sooneeo
ima pergamanpesansngat | atsasscmoooo | aszasy0wa | asasmoooo0n | sesesaamona | daw21scoco0
5 Alur Proses Bisnis Alur Proses Bisnis
1

Sumber: Manajemen

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk V-3

Page 40 OCR 0.953
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK

Public Appraisers and Consultants

) SP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

5.21

5.2.2

5.2.3

Kapasitas

Dalam menjalankan bisnisnya, Perseroan bergerak dalam bidang jasa teknologi yang
mana penambahan kegiatan usaha yang dilakukan oleh Perseroan ini tidak termasuk
ke dalam industri manufaktur sehingga penjelasan mengenai kapasitas tidak relevan.

Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
Bahan Baku Mentah, Pekerja, dan Tenaga Ahli Profesional

Sehubungan dengan adanya penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan tidak
memerlukan bahan baku mentah agar bisa berjalan. Sementara itu, berkaitan
dengan pekerja dan tenaga ahli profesional, Perseroan selalu memilih tenaga kerja
dengan kualitas yang baik. Perseroan memandang sumber daya manusia yang
kompeten dan profesional merupakan aset utama dalam mewujudkan visi dan
misinya dan harus dikembangkan secara berkesinambungan. Oleh karena itu,
Perseroan memberikan motivasi agar dapat berperan aktif disertai dengan
kesempatan untuk mengembangkan kualitasnya agar memiliki etos kerja yang
unggul, berkompetensi tinggi, dan berkualitas. Dalam merekrut sumber daya
manusia, Perseroan menyesuaikan dengan rencana bisnis dan operasional Perseroan
dari tahun ke tahun. Perseroan juga senantiasa menyediakan program pelatihan dan
pengembangan kompetensi yang relevan di bidang usaha Perseroan termasuk
sertifikasi yang sesuai bagi masing-masing unit kerja.

Berdasarkan informasi dari Manajemen, sehubungan dengan penambahan kegiatan
usaha ini, Perseroan telah memiliki tenaga kerja yang kompeten di bidangnya terkait
dengan kegiatan usaha tersebut, sehingga Perseroan belum berencana untuk
menambah tenaga kerja. Perseroan juga telah memiliki tenaga ahli yang kompeten
di bidangnya, yaitu sebagai berikut:

Figur 5.3 Tenaga Ahli Penambahan Kegiatan Usaha

1, Ahmad 620102513400008182021 Junior Web Badan Nasional
Syarifudin Developer Sertifikasi Profesi

2. Bagus Satya 631112511500136712021 | Associate Data Badan Nasional
Mas Scientist Sertifikasi Profesi

3. Muhammad 582002514400748692021 Junior Badan Nasional
Daffa Hazadin Programmer Sertifikasi Profesi

Alur Proses Bisnis

Perseroan memasarkan produk/layanan lainnya kepada klien melalui direct sales,
kemitraan usaha, sosia/ media marketing dan event marketing. Melalui aktivitas-
aktivitas ini, diharapkan kepercayaan pelaku bisnis terhadap produk/layanan yang

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk V-4
Page 41 OCR 0.817
Public Appraisers and Consultants

| KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
y SP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

ditawarkan Perseroan dapat menigkat. Adapun alur proses bisnis Perseroan adalah
sebagai berikut:

Figur 5.4 Alur Proses Bisnis
Akuisisi Baru
Calvemail/
Mencari leads || awal Pa
Iwebinar
Referral, F — Ken wa
Account Cal/Email Opportunity
coverage I
Meeting
| Guotation/Pitching
| Tender
Negotiation
Ke
Deal / PKS an Invoicing |
Sumber: Manajemen

5.3 Kesimpulan Analisa Kelayakan Teknis

Dengan memperhatikan alur proses bisnis dan ketersediaan sumber daya, maka rencana
penambahan kegiatan usaha Perseroan secara teknis layak untuk dilaksanakan.

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk
Page 42 OCR 0.944
ysp

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

BAB VI
ASPEK POLA BISNIS

Pola Bisnis Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan

6.1.1 Kemampuan Menciptakan Nilai

Kemampuan Perseroan dalam menciptakan nilai dari kegiatan usahanya dapat
diukur melalui pelayanan yang diberikan kepada konsumen, yaitu dengan
menghadirkan produk-produk berkualitas yang aman dan nyaman digunakan sehari-
hari. Perseroan sudah mendapatkan sertifikat ISO 27001 - Information Security
Management System for The Provision of Messaging Solution, Mobile Applicatiion, IT
Solution and Omnichannel dan ISO 9001 - Provision of Digital Communication,
Mobile Application and IT Solution yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi Bureau
Veritas dengan tujuan untuk menjaga kualitas produk dan layanan yang diberikan.

Dengan keunggulan kompetitif yang telah dimiliki, Perseroan dapat menciptakan
nilai yang diantaranya:

- Pengembangan kegiatan usaha baru

- Menambah sumber pendapatan baru

Kedua hal tersebut dapat memberikan kontribusi yang positif dan nilai tambah bagi
Perseroan.

6.1.2 Keunggulan Kompetitif

Berdasarkan informasi dari manajemen, Perseroan merupakan perusahaan publik
yang telah berdiri cukup lama dan berpengalaman dibidang industri jasa teknologi
informasi. Langkah yang diambil oleh Perseroan sebagai strategi yang dapat
membuat produk menjadi unggul yakni dengan positioning merek dagang
"Jatis Mobile” dipasar industri sejenis. Dengan pengalaman dan rekam jejak yang
telah dirintis lebih dari satu dekade, Perseroan berkeyakinan bahwa dengan merek
dagang yang telah terbentuk dapat dijadikan keunggulan Perseroan dalam bersaing
di industri sejenis. "Jatis Mobile” sudah memiliki sertifikat HAKI dengan nomor
pendaftaran IDM000429626 yang berlaku selama 10 (sepuluh) tahun sampai dengan
tanggal 12 Mei 2031.

Selain itu, Perseroan telah memiliki sertifikasi ISO 27001 dan ISO 9001 dengan
tujuan untuk menjaga kualitas produk dan-layanan yang diberikan. Hal tersebut
merupakan suatu keunggulan kompetitif yang dimiliki Perseroan dalam menjalankan
kegiatan usahanya. Perseroan juga memiliki jaringan pemasaran yang cukup besar
di seluruh Indonesia, hal ini merupakan suatu peluang dan keunggulan kompetitif
yang dimiliki oleh Perseroan dalam menjalankan penambahan kegiatan usaha baru.

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VI-1
Page 43 OCR 0.938
VSPR

6.2

6.1.3

6.1.4

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

Kemampuan Pesaing Dalam Meniru Produk

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen, Perseroan menyadari adanya
persaingan yang ketat dalam menjalankan bisnis dalam bidang teknologi informasi
ini. Hal ini terlihat dari banyaknya perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha
serupa dengan Perseroan. Seiring dengan persaingan usaha tersebut yang mungkin
terjadi, Perseroan akan terus berupaya melakukan berbagai pengembangan strategi
pada setiap segmen usaha yang dimiliki agar terus memiliki daya saing dengan
perusahaan lain yang sejenis. Selain itu, Perseroan akan senantiasa memberikan
pelayanan yang terbaik untuk mencapai kepuasan para pelanggannya.

Analisis SWOT

Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, and threat) terdiri atas faktor
internal yang bisa dikontrol dan faktor eksternal atau lingkungan yang
mungkin sulit untuk dikontrol. Kedua sisi dianalisis agar dapat disusun suatu
strategi sehingga tercapai keberhasilan dan mempunyai daya saing. Dari faktor
internal bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan (strength and weakness)
sedangkan dari faktor eksternal berupa peluang dan ancaman (opportunity and
threat). Berikut adalah analisa SWOT Perseroan setelah melakukan penambahan
kegiatan usaha baru:

Strength

e Perseroan memiliki keahlian di bidang mobile solutions, sehingga menyediakan
layanan yang beragam

e Perseroan telah memiliki berbagai sertifikasi dalam menjalankan kegiatan
usahanya

Weakness
Perseroan masih kurang melakukan ekspansi ke pasar internasional, sehingga bisa
menghambat pertumbuhan jangka panjang

Opportunity
# pertumbuhan teknologi mobile yang semakin meningkat
« peningkatan digitalisasi di berbagai sektor

Threat

e Persaingan yang ketat di industri sejenis

« Serangan siber yang semakin tinggi

« Regulasi pemerintah terakit teknologi dan keaman dapat berubah

Kesimpulan Analisa Kelayakan Pola Bisnis

Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh Perseroan, maka rencana
penambahan kegiatan usaha Perseroan secara pola bisnis layak untuk dilaksanakan.

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VI-2
Page 44 OCR 0.949
le

SPR SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN
Public Appraisers and Consultants

7.1

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK

BAB VII
ASPEK MODEL MANAJEMEN

Sumber Daya Manusia dan Kemampuan Manajemen

Sumber daya manusia merupakan hal yang vital bagi Perseroan untuk mencapai
keberhasilan pada setiap kegiatan usahanya. Perseroan menempatkan pengembangan
sumber daya manusia sebagai bagian yang sangat penting untuk mendorong pertumbuhan
perseroan. Khususnya di industri yang digital, kualitas sumber daya manusia krusial untuk
memenangkan persaingan, sehingga manajemen menaruh perhatian besar terhadap sumber
daya manusia dengan memberikan perlatihan dasar mencakup keahlian individu hingga kerja
sama tim.

Perseroan juga menunjang sumber daya manusia dengan memenuhi peraturan-peraturan
terkait yang berlaku seperti pemberian gaji yang sesuai Upah Minimum Regional, Biaya
Pengobatan serta Jaminan Sosial Tenaga Kerja hingga mengembangkan kemampuan
sumber daya manusia dengan pelatihan

Untuk menopang serta melancarkan rencana penambahan kegiatan usaha yang akan
dilakukan, maka PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk harus mampu menyediakan sumber
daya manusia yang berkompeten dan berkualitas.

Berikut susunan pengurus PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk:

Figur 7.1 Susunan Manajemen Perseroan

Sumber: Manajemen

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VI -1
Page 45 OCR 0.955
JSPR

7.2

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

Dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian tugas yang disesuaikan
dengan bagan organisasi, pendelegasian wewenang yang jelas dan koordinasi kerja yang
terpadu. Penempatan tenaga kerja yang sesuai dengan pengalaman, keahlian dan
keterampilannya merupakan faktor yang penting dalam menerapkan kebijaksanaan
perusahaan. Hal ini juga akan memperlancar pendelegasian tugas kepada unit di bawahnya
atau sebaliknya, yang pada akhirnya akan memperlancar kerja perusahaan.

Ketersediaan Tenaga Kerja

Berdasarkan informasi dari manajemen, tidak ada penambahan tenaga kerja untuk
penambahan kegiatan usaha baru, saat ini Perseroan memiliki ketersediaan tenaga kerja
sebagai berikut:

Figur 7.2 Jumlah Tenaga Kerja

Sumber: Manajemen

Adapun tanggung jawab pada setiap posisi/jabatan tenaga kerja dalam Perseroan adalah
sebagai berikut:

1. Direksi (Board of Directors), bertanggung jawab atas kebijakan strategis dan arah
perusahaan secara keseluruhan, mengambil keputusan besar terkait visi, misi, ekspansi,
investasi, dan keuangan perusahaan, dan mengawasi kinerja eksekutif dan memastikan
perusahaan berjalan sesuai dengan regulasi dan kepentingan pemegang saham.

2. VP (Vice President), bertanggung jawab atas divisi atau departemen tertentu dalam
perusahaan, menerjemahkan strategi dari direksi menjadi kebijakan operasional untuk
divisinya, mengawasi kinerja manajer dan memastikan pencapaian target divisi dan
melaporkan perkembangan divisinya kepada direksi.

3. Manajer (Manager), bertanggung jawab atas operasional harian di dalam departemen
atau tim yang dipimpinnya, mengatur pekerjaan dan sumber daya untuk memastikan
efisiensi dan produktivitas, memimpin dan membimbing staf dalam timnya, serta
berkoordinasi dengan VP atau direksi terkait kinerja dan kendala yang dihadapi.

4. Staf (Staff), bertanggung jawab melaksanakan tugas harian sesuai dengan job
description mereka, melaporkan pekerjaan kepada manajer atau atasan langsung,
bekerja sesuai prosedur dan target yang telah ditetapkan, serta berkontribusi dalam
menyelesaikan proyek atau tugas dalam timnya.

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VII-2
Page 46 OCR 0.952
Vsp

7.3

7.4

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

Manajemen Kekayaan Intelektual (Inte/lectual Property)

Manajemen hak atas kekayaan intelektual adalah pengelolaan dan pengaturan penggunaan
gagasan-gagasan dan ekspresi yang diciptakannya oleh sumber daya manusia yang dimiliki
untuk jangka waktu tertentu. Dalam pengelolaan hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki
sumber daya manusia diharapkan akan lahirnya inovasi-inovasi baru yang muaranya
bertujuan untuk mengefisienkan dan mengefektifkan pekerjaan.

Dalam kaitannya dengan hal ini, Perseroan akan memastikan sumber daya manusia memiliki
kompetensi teknis yang diperlukan. Usaha untuk melindungi kekayaan intelektual, Perseroan
sudah memiliki sertifikat merek PT Informasi Teknologi Indonesia “Jatis Mobile” yang
beralamat di Gedung Graha Orange, Jl. Mampang Prapatan Raya No. 3, Kel. Mampang
Prapatan, Jakarta Selatan, Indonesia yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia. Sebagaimana tercantum dalam sertifikat tersebut,
perlindungan atas merek tersebut diberikan untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun sejak
tanggal penerimaan dan jangka waktu tersebut dapat diperpanjang.

Manajemen Risiko

Manajemen risiko dalam Perseroan sangat penting untuk memastikan perusahaan dapat
mengatasi risiko-risiko yang berkaitan dengan kegiatan bisnis mereka Perseroan menerapkan
sistem manajemen risiko yang memiliki tujuan utama untuk mengidentifikasi, mengantisiasi,
serta merumuskan langkah-langkah mitigasi yang tepat untuk setiap risiko yang dihadapi
oleh Perseroan dalam menjalankan usahanya. Beberapa riisko yang mungkin dihadapi oleh
perusahaan teknologi termasuk riisko keamanan informasi, risiko kegagalan teknologi, risiko
komplikasi regulasi, dan riisko pasar.

Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan Perseroan dalam mengelola risiko-risiko yang
timbul dalam kegiatan usaha Perseroan:

1. Risiko Teknologi Informasi
Salah satu strategi Perseroan untuk memitigasi risiko Teknologi Informasi adalah dengan
memperkuat dan memperbaharui secara berkala infrastruktur teknologi perseroan,
merupakan komitmen Perseroan dalam memaksimalkan kinerja infrastruktur teknologi.
Perseroan juga memandang bahwa perlunya melakukan riset dan development untuk
mengantisipasi kebutuhan klien Perseroan dan trend pasar serta kebutuhan di berbagai
industri.

2. Risiko Persaingan Usaha
Salah satu strategi Perseroan untuk memitigasi risiko persaingan usaha adalah dengan
meningkatkan kualitas produk dan layanan dari perseroan serta dengan selalu konsisten
mengeluarkan produk yang dapat mengikuti trend perkembangan teknologi di pasar dan
kebutuhan klien perseroan.

3. Risiko Sumber Daya Manusia
Dalam meminimalisir Risiko Sumber Daya Manusia, Perseroan menciptakan suasana
kerja yang nyaman bagi seluruh karyawan di setiap level dengan membangun budaya
kerja sesuai dengan filosofi Peseroan yaitu SPORTIF. Pengertian dari filosofi tersebut

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VII - 3
Page 47 OCR 0.950
Vsp

10.

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

adalah S : Smart, P : Professional, O : Organization of Learning, R : Result Oriented, T :
Team Work, I : Integrity, F : Fun & Openness.

Risiko Keamanan Informasi

Seiring dengan cepatnya perkembangan teknologi perseroan telah melakukan mitigasi
dengan terus meningkatkan keamanan pada sistem informasi, meningkatkan
perlindungan data, meningkatkan edukasi keamanan siber sumber daya manusia (SDM),
dan adopsi teknologi terkini. Perseroan mengambil sertifikasi ISO 9001 dan ISO 27001.

Risiko Reputasi

Perseroan melakukan survei kepuasan pelanggan dan melakukan peningkatan layanan
sesuai hasil survei. Perseroan juga membangun komunikasi-komunikasi yang positif
secara terus menerus untuk penyelesaian permasalahan yang terjadi terhadap layanan
yang diberikan.

Risiko Kondisi Perekonomian Secara Makro atau Global

Apabila terjadi penurunan permintaan akibat kondisi perekonomian makro atau global,
Perseroan akan senantiasa berupaya melakukan pengelolaan keuangan yang efisien dan
efektif serta secara disiplin menjalankan operasi sesuai dengan Standar Opersaional
Prosedur. Perseroan juga melakukan pemberdayaan yang optimal terhadap masing-
masing sumber daya sesuai kemampuan serta kapasitasnya.

Risiko atas Kebijakan atau Peraturan Pemerintah Terkait Bidang Usaha
Perseroan

Dalam hal Kebijakan terhadap Peraturan Pemerintah Perseroan tunduk pada Kebijakan
pemerintah dan senantiasa melakukan komunikasi kepada seluruh stake holder
Perseroan sehubungan dengan terjadinya perubahan terhadap Kebijakan pemerintah
tersebut. Perseroan juga melakukan komunikasi sejak awal kepada Pengguna Layanan,
terkait Kebijakan pemerintah agar Pengguna Layanan mengikuti dan mematuhi
Kebijakan tersebut.

Risiko Tuntutan atau Gugatan Hukum

Perseroan mencantumkan ketentuan-ketentuan mengenai hak dan kewajiban secara
detail serta ketentuan tentang cara penyelesaian jika terjadi perselisihan dalam
perjanjian dengan mengutamakan memilih arbitrase dan alternatif penyelesaian
sengketa lainnya sebagai tempat penyelesaian sengketa.

Risiko Perubahan Kurs Valuta Asing

Dalam mengantisipasi Risiko Perubahan Kurs Valuta Asing, Perseroan di dalam setiap
Kontrak Kerjasama mengatur agar setiap pembayaran dilakukan dengan mata uang
Rupiah.

Risiko Peraturan Internasional

Perseroan mengatasi risiko ini dengan cara mengikutsertakan pihak konsultan hukum
independen yang mempunyai afiliasi dan memiliki pengetahuan hukum terkait sistem
dan substansi hukum negara dimana Perseroan menjalankan kegiatan usahanya.

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VII -4
Page 48 OCR 0.915
le KANTOR JASA PENILAI PUBLIK

| SP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

y Public Appraisers and Consultants

7.5 Kesimpulan Analisa Kelayakan Model Manajemen

Berdasarkan struktur organisasi, jumlah karyawan, dan manajemen risiko Perseroan, maka
secara umum hal tersebut telah cukup mendukung operasional kerja perusahaan dalam
rencana penambahan kegiatan usaha, sehingga dapat disimpulkan secara pola bisnis layak
untuk dilaksanakan.

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VII - 5
Page 49 OCR 0.947
VsPR

8.1

8.2

8.3

8.4

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

BAB VIII
ASPEK KEUANGAN

Rencana Perseroan

PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk adalah sebuah perusahaan yang menawarkan jasa
konsultasi teknologi informasi serta pengembangan sistem telekomunikasi, perbankan,
asuransi, e-commerce, fintech, reseller, consumer goods, retail dan transportasi. Perseroan
juga memiliki produk aplikasi innovative platform yang diperkaya dengan fungsi PPOB
(Payment Point Online Banking) yang merupakan suatu mekanisme tagihan pembayaran
yang bekerja sama dengan perbankan yang terkoneksi secara online real time sehingga
rekonsiliasi data terjadi sangat cepat dengan akurasi data yang sangat akurat. Saat ini,
Perseroan berencana untuk menambah kegiatan usaha baru yaitu KBLI No. 82200 (Aktivitas
Call Centre) berkaitan dengan arahan dari Komdigi terkait proses izin lanjutan bisnis A2P SMS
(Application-to-Person SMS).

Metodologi Analisa

Metodologi dilakukan dengan membandingkan keuntungan ekonomis yang dapat diperoleh
dari rencana penambahan kegiatan usaha berupa penghematan biaya, peningkatan
pendapatan dari adanya sumber pendapatan yang baru melalui perbandingan dengan
pengorbanan ekonomis atas rencana penambahan kegiatan usaha berupa nominal investasi
yang dikeluarkan.

Cut Off Date dalam Analisa

Dalam melakukan analisa studi kelayakan penambahan kegiatan usaha Perseroan, kami
menggunakan cut off date 31 Desember 2024 di mana batas tersebut diambil atas dasar
pertimbangan kepentingan dan tujuan dilaksanakan studi kelayakan.

Arus Kas Bersih yang Digunakan

Untuk melakukan analisis keuangan dalam studi kelayakan dengan menggunakan metode
diskonto arus kas, terdapat 3 (tiga) pilihan pendapatan ekonomi untuk didiskonto yaitu
dividen, arus kas bersih (AKB) untuk ekuitas (free cash flow to eguity), dan AKB untuk kapital
(free cash flow to invested capital) atau AKB untuk perusahaan (free cash flow to firm).

Dalam studi kelayakan, pendapatan ekonomi yang akan didiskonto dalam analisis kelayakan
adalah AKB untuk kapital. Pemilihan arus kas bersih untuk kapital yang digunakan sebagai
basis perhitungan kelayakan didasarkan pada kondisi proyeksi perusahaan yang
mencerminkan kondisi struktur kapital yang cukup vo/atile (yang terlihat dari pergerakan debt
yang berubah selama periode proyeksi).

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VIII - 1
Page 50 OCR 0.922
|
|

)

"4

sp

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari kewajiban
penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk mempertahankan
operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan untuk penggantian (reserve for
replacement), modal kerja, dan untuk pertumbuhan melalui penyediaan dana tambahan
pengeluaran barang modal, yang dihitung sebagai berikut:

Laba (rugi) setelah pajak

# Bunga setelah pajak
#- Penyusutan
- Capex

- Kenaikan (atau # penurunan) modal kerja bersih
- Arus kas bersih untuk kapital

Penetapan Tingkat Diskonto

Penentuan Biaya Modal untuk Ekuitas

Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capita/ Asset
Pricing Model (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko

ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari sekuritas saham, dengan
menggunakan persamaan sebagai berikut:

k, SR, #(Bx RP,,) - Reps

di mana:

Ke 1 Balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu, atau biaya modal
ekuitas/saham biasa

Rr 1 Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk free rate)

B 1 Beta

RPm Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (eguity risk premium)

RBDS : Rating Based Default Spread

Tingkat Suku Bunga Bebas Risiko (Rf)

Adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki
kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah
tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang (SUN). Sesuai dengan cut off date
studi kelayakan per 31 Desember 2024, tingkat suku bunga bebas risiko yang digunakan
yaitu per 30 Desember 2024 yang merupakan obligasi pemerintah RI dalam mata uang
rupiah dengan tenor 30 tahun. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Penilai Harga Efek
Indonesia (PHEI) maka yie/d SUN yang digunakan adalah 7,11 Yo.

Eguity Risk Premium (RPm)
Adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat balikan investasi

dalam bentuk penyertaan. Penentuan eguity risk premium adalah dengan memasukkan
premi untuk risiko spesifik Negara (country-specific risk premiums) seperti votalitas harga

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VIII - 2
Page 51 OCR 0.920
|

Vsp

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

saham untuk menghasilkan base eguity market risk premium. Dengan mengikutsertakan
risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-perubahan
sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara berkembang (emerging market).

Eguity Risk Premium (Rpm) ditentukan menggunakan rujukan dari hasil Damodaran per 1
Juli 2024 dengan risk premium untuk pasar negara berkembang seperti Indonesia adalah
sekitar 6,440/o. Dengan Rating Based Default Spread sebesar 1,79Yo.

Beta (B)

Beta (B) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan dikalikan
dengan market risk premium untuk mendapatkan eguity risk premium.

Untuk memperoleh faktor beta yang sesuai kami menggunakan un/evered beta sebesar 0,61
yang diperoleh dari rata-rata perusahaan pembanding dari perusahaan yang bergerak dalam
bidang usaha Te/lecommunication Services untuk negara-negara berkembang yang kami
peroleh dari hasil riset Aswath Damodaran Januari 2024.

Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk
menghitung cost of eguity Perseroan, di mana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered
beta. Cara ini dilakukan untuk menetralisir pengaruh /everage yang ada di masing-masing
perusahaan terhadap beta. Perusahaan yang sama dengan /everage yang berbeda akan
memiliki cost of eguity yang berbeda pula, oleh karena itu pengaruh /everage yang ada di
tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta.

Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini
kemudian di-relevered dengan tingkat /everage pasar pada industri sejenis untuk
memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto Perseroan tersebut dengan formula
sebagai berikut:

BAB xl 4 -T)x DER)

PL — 0,61 X (1#(1-2296) X 43,5596)
-082

Di mana:

Bl: Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
secara objektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
portofolio pasar dengan pengaruh utang.

Bu Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
secara objektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
portofolio pasar tanpa pengaruh utang.

DER : Debt to Eguity Ratio

T : Tax, Tingkat Pajak

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VIII - 3
Page 52 OCR 0.928
Vsp

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

Sama halnya dengan data unlevered beta, data DER juga diperoleh dari rata-rata
perusahaan pembanding dari perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha
Telecommunication Services untuk negara-negara berkembang yang kami peroleh dari hasil
riset Aswath Damodaran yang dikeluarkan Januari 2024. Dari data tersebut nilai DER adalah
43,55Yo. Dengan memasukkan persamaan di atas, diperoleh nilai BL sebesar 0,82.

Cost of Eguity (Ke)

Pada perhitungan WACC, digunakan data yang bersumber dari Damodaran, di mana data
yang digunakan adalah Tota/ Eguity Risk Premium yang juga telah mempertimbangkan
risiko, maka diperlukan penyesuaian pada CAPM dengan memperhatikan Rating Based
Default Spread dari Damodaran di mana Cost of Eguity dikurangkan dengan Rating Based
Default Spread sebesar 1,79Yo, sehingga biaya modal ekuitas Perseroan adalah sebagai
berikut:

Figur 8.1 Cost of Eguity/ Biaya Modal Ekuitas

gkat Bunga Bebas Risiko 71196
Risk Premium 6,44
Beta 0,82
RBDS 1,799
Biaya Modal untuk Ekuitas 10,584

Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang (WACC - Weighted Average Cost of Capital)

Dalam menghitung analisa studi kelayakan Perseroan dilakukan dengan mendiskonto tingkat
kembalian terhadap keseluruhan modal, maka tingkat diskonto yang digunakan adalah
tingkat diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari
pinjaman jangka panjang maupun yang berasal dari penyertaan.

Penentuan posisi tingkat /everage yang optimal adalah mencari titik dimana tambahan
penghematan pajak yang berasal dari tambahan utang akan sama dengan tambahan biaya
bunga sebagai akibat dari risiko gagal bayar yang diantisipasi dari keberadaan keseluruhan
utang.

Dalam analisa studi kelayakan ini, untuk biaya bunga untuk utang digunakan tingkat bunga
pinjaman investasi yang diberikan dari Bank Persero dalam mata uang Rupiah periode
Desember 2024, yaitu 9,21”/o. Berdasarkan biaya bunga tersebut maka diperoleh biaya
modal pada Desember 2024 sampai akhir proyeksi sebesar 7,18Yo, dengan tarif pajak (T)
22Yo, dengan perhitungan sebagai berikut:

Kd 1-7)
Kd 9,214 x (1-2211)
Kd 7,189

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk

VIII -4
Page 53 OCR 0.945
,

le

SPR SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN
Public Appraisers and Consultants

8.6

8.6.1

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK

Untuk kepentingan analisa studi kelayakan, komposisi pendanaan dihitung berdasarkan
kinerja perbandingan jnterest bearing debt dengan ekuitasnya, dimana komposisi struktur
permodalan Perseroan diasumsikan mengikuti struktur permodalan pasar dari hasil riset
Aswath Damodaran. Dengan demikian struktur utang sebesar 30Yo, sedangkan sisanya yaitu
sebesar 70Yo akan dipenuhi dengan modal sendiri. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor
dan kekuatan/kelebihan serta risiko yang dihadapi, kami berpendapat bahwa tingkat
diskonto sebesar 9,55Y/o untuk Perseroan adalah wajar untuk mendiskonto arus kas bersih
terkait penambahan KBLI baru Perseroan dengan perhitungan sebagai berikut:

Figur 8.2 Weighted Average Cost of Capital (WACC)

Ekuitas

WACC 9,554

Proyeksi Keuangan

Perhitungan analisis keuangan dalam studi kelayakan dilakukan dengan metode diskonto arus
kas yang didasarkan pada proyeksi keuangan yang disusun oleh manajemen Perseroan. Kami
telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi tersebut agar dapat menggambarkan kondisi
operasi dan kinerja Perseroan dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian
yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.

Analisa proyeksi disusun sampai 2029 dengan pertimbangan untuk melihat apakah rasio IRR,
NPV dan Payback Period masih dalam jangka waktu yang bankable (dibawah 6 tahun). Selain
itu, mengacu pada POJK 35 Pasal 87 dan SPI 330 Poin 5.28 disebutkan bahwa proyeksi
keuangan wajib disajikan minimal 5 tahun ke depan untuk perusahaan dengan asumsi going
concern.

Selama periode proyeksi, diasumsikan tidak ada perubahan pada peraturan perpajakan.
Selain itu juga diasumsikan tidak ada perubahan pada manajemen dan kebijakan akuntansi.

Biaya Pendirian (Start up Costs)/Biaya Investasi

Berikut adalah rincian biaya investasi yang dibutuhkan dalam penambahan kegiatan usaha
Aktivitas Ca// Centre (KBLI 82200):

Figur 8.3 Biaya Investasi Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan

5.415.584.811

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VIII - 5
Page 54 OCR 0.870
JSPR

8.6.2

8.6.3

8.6.4

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

Modal kerja

Modal kerja adalah ukuran likuiditas suatu perusahaan, termasuk efisiensi operasional dan
kesehatan keuangan dalam jangka pendek yang merujuk pada perbedaan aset lancar
perusahaan dan kewajiban yang ditanggung dalam periode berjalan. Modal Kerja Bersih//et
Working Capital (NWC) adalah selisih jumlah aset lancar/current assets (CA) dikurangi
liabilitas lancar/ current Iiabilities (CL).

Modal Kerja Rencana Penambahan Kegiatan Usah:

Figur berikut menunjukkan proyeksi modal kerja penambahan kegiatan usaha Perseroan
mulai tahun 2025 sampai dengan tahun 2029:

Figur 8.4 Modal Kerja Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan
Dalam Rupiah

JAset Lancar 42.612.749.352  51.135.264.217  61.362.352.066  67.498.569.770  74.248.426.746
Utang Lancar 34.507.637.229  41409.136.328  49.690.991941  54.660.076.961  60.126.084.657
Modal Kerja Bersih 8.105.112.123 9.726.127.889  11.671.360.125 1.838.492.808  14.122.342.089
Perubahan Modal Kerja 8.105.112.123 1.621.015.766  1.945.232236 — 1.167.132.683 1.283.849.281

Sumber Pembiayaan

Total biaya investasi penambahan kegiatan usaha Perseroan yaitu sebesar
Rp5.415.584.811 berupa investasi software yang sudah dikeluarkan pada investasi awal
oleh Perseroan.

Berdasarkan laporan audit Perseroan per 31 Desember 2024, kas dan setara kas Perseroan
dibukukan sebesar Rp27.272.887.784, sehingga masih mencukupi untuk mendanai investasi
tersebut.

Biaya Operasional (Beban Usaha)

Beban usaha/beban penambahan kegiatan usaha terdiri dari beban umum dan administasi
dan beban usaha lainnya yang meliputi gaji dan tunjangan karyawan, telekomunikasi,
penyusutan dan amortisasi, imbalan kerja, jasa profesional, jasa manajemen, tenaga kerja
lepas, dan jamuan. Adapun rincian proyeksi beban usaha mulai tahun 2025 sampai dengan
tahun 2029 sebagai berikut:

Figur 8.5 Beban Operasional (Beban Usaha) Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan

Beban Usaha

Beban umum dan administrasi (24.411.524.802)| (26.131.571.570)| (28.091.552.913)| (28.752.065.735)| (27.904,425.171)
Gajidantunjangan karyawan | 17.630.927.125 | 18.265.638.05s | 18.923.207.479| 18.802.277.605 | 18.448.944.053
Telekomunikasi 2.699.426.491| 3.239.309.572| 3.887.173.703| 4.275.889.965 | 4.703.478.962
Penyusutan dan Amortisasi 1.353.896.203 | 1.353.896.203| 1.353.896.203| 1.353.896.203 -
Imbalan kerja 687.174.335 824.608.638 989.530.930 | 1.088.483.740| 1.197.332.115
Jasa profesional 548.276.275 657.931.080 789.517.746 868.469.205 955.316.225
Jasa manajemen 549.964.488 659.956.933 791.948.772 871.143.423 958.257.765
Tenaga kerja lepas 613.858.069 736.629.178 883.955.518 972.350.818 | 1.069.585.900
Entertainment 328.001.817 393.601.911 472.322.562 519.554.684 571.510.152

Beban usaha lainnya-neto (353.857.007)| (424.628.118)|  (509.554.032)| (560.509.290)

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VIII -6 ,
Page 55 OCR 0.819
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK

e
SP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN
y Public Appraisers and Consultants

8.6.5 Tarif Layanan

Berikut rincian harga jual atau tarif yang diberikan Perseroan adalah sebagai berikut:

Figur 8.6 Rincian Harga Jual

1 | Operator Telkomsel 475 527.25,-
2 | Operator Indosat 495 549.45,-
3 | Operator XL 565 627.15,-
5 | Operator Smartfren 595 660.45.,-
6 | Operator Three 495 549.45,-

Sumber: Manajemen

8.6.6 Proyeksi Keuangan

Figur berikut menunjukkan proyeksi laba rugi penambahan kegiatan usaha mulai tahun 2025
sampai dengan tahun 2029.

Figur 8.7 Proyeksi Laba Rugi Penambahan Kegiatan Usaha

Dalam Rupiah

PENDAPATAN USAHA 243.66.000.000 | 292.159.000.000 | 350.591.000.000 | 385.650.000.000 | 424.215.000.000
BEBAN POKOK PENDAPATAN (209.921.459.811)| (251.905.579.329)| (302.286.867.638)| (332.515.68.180)| (365.767.014.998)
Jasa pengiriman pesan singkat (209.921.s9.811)| (251.905.579.329)| (302.286.867.638)| (332.515.468.180)| (365.767.014.998)|
LABA KOTOR 33.544.540.189 | 40.253.420.671 | 48.304.132.362 | 53.134.531.820| 58.447.985.002
Beban Usaha
Beban umum dan administrasi (2a.411.524.802)| (26.131.571.570)| (28.091.552.913)| (28.752.065.735)| (27.904.425.171)
Gaji dan tunjangan karyawan 17.630.927.125| 18.265:638055| 18923.207479| 18.802.277.606|  18.448.944.053
Telekomunikasi 2.699.426.491 3.239.309.572 3.887.173.703 4.275.889.965 4.703.478.962
Penyusutan dan Amortisasi 1.353.896.203 1.353.896.203 1.353.896.203 1.353.896.203 -
Imbalan kerja 687.174.335 824.608.638 989.530.930 1.088.483.740 1.197.332.115
Jasa profesional 548.276.275 657.931.080 789.517.746 868.469.295 955.316.225
Jasa manajemen 549.964.488 659.956.933 791.948.772 871.143.423 958.257.765
Tenaga kerja lepas 613.858.069 736.629.178 883.955.518 972.350.818 1.069.585.900
Entertainment 328.001.817 393.601.911 472.322.562 519.554.684 571.510.152
Pemulihan nilai piutang - bersih - - - - -
Lain-lain - - - - -
Beban usaha lainnya-neto (353.857.007) (424.628.118) (509.554.032) (560.509.290) (616.560.219)
LABA USAHA 8.779.158.380 |  13.697.220.984 | 19.703.025.416| 23.821.956.795 | 29.926.999.611
Pendapatan/Beban Lainnya “ -
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 8.779.158.380 |  13.697.220.984 | 19.703.025.416 | 23.821.956.795 | 29.926.999.611
Beban Pajak Penghasilan — Neto (wosnara.saa)| oo (no123sse6ne)| o(43346e5502)| (5240830495)| (6.583.939.914)
LABA NETO TAHUN BERJALAN 6.847.743.536 | 10.683.832.367 | 15.368.359.825| 18.581.126.300| 23.343.059.697

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VIII - 7
Page 56 OCR 0.925
|
|
|

|
1
1

Vsp

8.6.7

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

Proyeksi penjualan selama tahun proyeksi terus mengalami peningkatan dengan rata-rata
peningkatan sebesar 15,00Yo mulai tahun 2026 hingga 2029, kemudian persentase rata-rata
beban pokok penjualan terhadap penjualan diproyeksikan sebesar 86,226 selama tahun
proyeksi (2025-2029).

Laba kotor perubahan kegiatan usaha mengalami peningkatan rata-rata sebesar 15,00Y6
selama tahun 2025-2029. Kemudian, beban usaha mengalami peningkatan secara perlahan
pada setiap tahun proyeksi mengikuti dengan adanya kenaikan penjualan. Rata-rata
persentase beban usaha terhadap penjualan selama tahun proyeksi (2025-2029) adalah
sebesar 8,35Y9.

Laba sebelum pajak mengalami peningkatan rata-rata sebesar 36,60Yb selama tahun 2026-
2029 (full year), linear dengan peningkatan laba tahun berjalan yang juga terus mengalami
peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 36,60Y0.

Analisis Titik Impas

Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak memperoleh
laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha dikatakan impas jika jumlah
pendapatan (revenue) sama dengan jumlah biaya, atau apabila laba kontribusi hanya dapat
digunakan untuk menutup biaya tetap saja. BEP dalam Rupiah dapat diformulasikan sebagai
berikut:

BEP - Total Biaya Tetap
1 - Total Biaya Variabel
Pendapatan

Berdasarkan persamaan BEP dalam Rupiah, diperoleh BEP dalam Rupiah untuk masing-masing
periode selama masa proyeksi. Nilai BEP dalam rupiah mencerminkan pendapatan minimal
yang diperlukan agar terjadi BEP. Perhitungan BEP untuk Rupiah pada proyeksi rencana
penambahan kegiatan usaha Perseroan adalah sebagai berikut:

Figur 8.8 Analisis BEP Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan
Dalam Rupiah

Pendapatan Usaha 243.466.000.000 | 292.159.000.000 | 350.591.000.000 .650.000.000 | 424.215.000.000
Beban Pokok Pendapatan (Fixed Cost) | 209.921.459.811 | 251.905.579.329 | 302.286.867.638 | 332.515.468.180 | 365.767.014.998
Beban Usaha (Variable Cost) 26.119.278.012 | 27.910.095.891| 29.955.003148 | 30.666.471.228 | 28.520.985.391
Break Even Point 235.148.419.386 | 278.511.967.340 | 330.527.627.131 | 361.240.958.833 | 392.130.910.599

8.6.8 Analisis Profitabilitas

Analisis profitabilitas adalah analisis untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam
usahanya mendapatkan laba (profit) dari pendapatan (earning) terkait pendapatan. Jenis-

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VIII - 8
Page 57 OCR 0.928
Vsp

8.7

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

jenis rasio profitabilitas dipakai untuk memperlihatkan seberapa besar laba atau keuntungan
yang diperoleh dari kinerja suatu perusahaan. Sebagai gambaran bagaimana Perseroan
dalam usahanya mendapatkan laba terdapat pada figur berikut ini:

Analisis Profitabilitas Penambahan Kegiatan Usaha

Figur 8.9 Analisis Profitabilitas Kegiatan Usaha

Gross Profit 13,7896 13,7896 13,7846 13,7846

Operating Profit 3,6196 4,69Y6 6,1846 7,054
Net Profit 2,814 3,6696 4,824 5,509
Return on Eguity 55,84 46,564 32,664 29,096
Return on Investment 126454| 197,284 343,10x|  431,0396

Dalam figur di atas, dapat terlihat bahwa profitabilitas Perseroan yang digambarkan dalam
persentase laba kotor terhadap pendapatan (gross profit margin), persentase laba operasi
terhadap pendapatan (operating profit margin), persentase laba bersih terhadap pendapatan
(net profit margin), ROE dan ROI menunjukkan bahwa Perseroan memiliki kemampuan
dalam menghasilkan laba.

Analisis Kelayakan Investasi

Untuk mengevaluasi kelayakan investasi pada Rencana Proyek sesuai SEOJK 17/2020
digunakan 4 (empat) indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR),
Profitability Index (PI) dan Payback Period, yang didasarkan pada nilai kini arus kas bersih
yang diproyeksikan hingga tahun 2029. Penggunaan NPV berarti mengukur nilai kini dari
pengeluaran investasi dan manfaat bisnis yang digambarkan oleh proyeksi manfaat neto.

Nilai NPV mencerminkan selisih dari nilai sekarang arus kas masa datang dengan nilai
investasi. Dengan membandingkan antara total investasi yang dikeluarkan pada awal periode
proyek dan total arus kas yang akan diterima setiap tahun, maka dapat diketahui nilai NPV
yang dihasilkan oleh proyek tersebut. Jika nilai NPV positif maka investasi tersebut layak
dilaksanakan sedangkan jika nilai NPV negatif, investasi tersebut sebaiknya tidak
dilaksanakan.

Nilai IRR mencerminkan besarnya tingkat bunga yang apabila digunakan untuk mendiskonto
seluruh selisih kas masuk akan menghasilkan jumlah kas yang sama dengan jumlah
investasi. IRR merupakan nilai tingkat pengembalian investasi pada saat NPV Perseroan
sama dengan 0, yang artinya tingkat pengembalian dan risiko dari total investasi pada saat
ini adalah sama dengan tingkat pengembalian dan risiko pasar. Sehingga apabila IRR proyek
lebih besar dari WACC (Discount Rate), maka proyek ini layak dilaksanakan dan apabila IRR
proyek lebih kecil dari WACC maka proyek ini sebaiknya tidak dilaksanakan.

Untuk menganalisis keseluruhan profitabilitas dapat menggunakan Profitability Index (PI),
dimana PI merupakan teknik penilaian investasi yang dihitung dengan membagi nilai

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VIII - 9
Page 58 OCR 0.923
Ysp

8.8

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

sekarang dari arus kas bersih yang akan datang suatu proyek dengan nilai investasi awal
yang dibutuhkan untuk proyek tersebut. Apabila PI yang dihasilkan dari suatu proyek sama
dengan 1 maka arus kas dari proyek tidak menghasilkan nilai tambah, apabila PI lebih besar
dari 1, maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek menghasilkan nilai tambah bagi
Perseroan, sedangkan apabila PI lebih kecil dari 1, maka nilai arus kas yang dihasilkan dari
proyek tidak menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan. Dalam menganalisis PI suatu proyek
maka kelayakan dapat dinilai apabila nilai PI lebih dari 1. Jika PI lebih besar dari 1, maka
investasi tersebut dapat disimpulkan layak untuk dilaksanakan.

Payback period atau periode pengembalian modal adalah waktu yang dibutuhkan untuk
mencapai break even point atau titik impas. Payback Period menentukan berapa lama waktu
yang diperlukan untuk menutup biaya awal yang terkait dengan investasi. Semakin pendek
pengembalian maka investasi semakin diinginkan.

Kelayakan dari perubahan kegiatan usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis yang
diantisipasi di masa mendatang dengan free Cash Flow to Firm yang selanjutnya
dibandingkan dengan pengorbanan ekonomisnya. Setelah dilakukan perhitungan untuk KBLI
baru didapatkan IRR yang sangat besar karena investasi untuk KBLI baru sangat rendah dan
Perseroan tidak melakukan investasi tambahan pada aset tetap seperti tanah, bangunan,
kendaraan, komputer dan perlengkapan, peralatan kantor, dan perabotan.

Kelayakan investasi penambahan kegiatan usaha dihitung dengan menggunakan empat
indikator yaitu Net Present Value, Internal Rate of Return, Profitability Index (PI) dan Payback
Period dengan ringkasan sebagai berikut:

e Net Present Value (NPV) : Rp219.625.525.599
e Internal Rate of Return (IRR) 1 137,75Yo

e Profitability Index (PI) 1 41,55

e Payback Period 1 2 tahun 6 bulan

» WACC 1 9,55Yo

Berdasarkan analisa kelayakan di atas, NPV menunjukkan nilai positif, IRR lebih tinggi
daripada WACC dan PI lebih dari 1, dengan demikian investasi tersebut layak.

Analisis Sensitivitas

nalisis Sensitivitas Ren: Penambahan Kegii

Untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya,
maka berikut ini disajikan analisa sensitivitas terhadap kelayakan proyek, yaitu:

e Investasi naik dengan perubahan kondisi kenaikan 3,00Y6, 5,00Yo, dan 10,00Yo.

« Penjualan turun dengan perubahan kondisi penurunan 3,00Y6: 5,00Y6: dan 10,00Y6.

e Harga Pokok Penjualan naik dengan perubahan kondisi kenaikan 3,00Yo: 5,00Yo: dan
10,00Y0.

Berdasarkan uji sensitivitas tersebut, kondisi parameter kelayakan proyek akan terlihat seperti
figur di bawah ini:

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VIII - 10
Page 59 OCR 0.801
Vsp

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN

Public Appraisers and Consultants

Figur 8.10 Analisis Sensitivitas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan

Normal 137,751| 219.625.525.599 41,55 Layak
2 3002| — 1358856) 219.463.058.055 40,34 Layak
Investasi 2 5,0096| 134,67x| 219.354.746.359 39,58 Layak
Cal 100086| — 131,8056| 219.083.967.118 37,78 Layak
v -3,001 84,951| 115.719.235.535 2237 Layak
Pendapatan Usaha v -5,0056 45,201|  45.721.413.388 9,44 Layak
La -10,0056) n/a| (158.996.045.062) (28,36)| Tidak Layak
2 3,005) 9069x| 127.574.468.557 24,56 Layak
Beban Pokok Pendapatan Hj 5,005) 574116)  65.862.296.341 13,16 Layak
bol 10,005) wa| (107.706.106.432)| (as,89)| — Tidak Layak

Dari ketiga variabel yang diukur, rencana penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan
oleh Perseroan tidak sensitif terhadap kenaikan investasi, namun sensitif terhadap

penurunan pendapatan usaha serta kenaikan beban pokok pendapatan.

8.9 Kesimpulan Analisa Kelayakan Aspek Keuangan

Berdasarkan kajian, evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan
syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa
penambahan kegiatan usaha yang akan dilaksanakan oleh PT Informasi Teknologi Indonesia

Tbk adalah layak.

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk

VIII - 11

Page 60 OCR 0.949
LAMPIRAN KEUANGAN

LAPORAN STUDI KELAYAKAN
PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk

@ Jatis Mobile

Page 61 OCR 0.381
|

cg

aa no ....

aa mn Ja no...

pa

LAMPIRAN -1
(PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegatan Usaha
LAPORAN POSISI KEUANGAN

(Dalam Rupiah)

laser
laser tancan
Ikas dan setara kas #n20027sasa pasmina #nst2ssnn2s msars7a01a Ipang
loana yang dibatasi penggunaannya 924521275 - - -
Piutang usaha -neto sesuanesa B1301525 118572085774 198:987770168 15807035810
Piutang lan-ain Isas316.ses t0e72sna.1a 205128910 ser3s577a an7seaana
persediaan 2700354523 6525.479.108 S22071033 K051.350.614 1501470985
Ivang muka 260.645051 176292820 Iasgana 2656 045.640 861-754,5t9
ajak dibayar di muka 2951532 1985985310 1817130330 sanannow 201254.857,724
(beban dibayar di muka 22005670 20505.230 2612378352 n426s.290 28.001.050
Totai Aset tamcar TiSisa91ssa3 TaSias1727 Tiz2010012 556 1030222 aa Tonsa.ces.ase
laser moar Lancan
Itksian tagihan pajak penghasian sa52g1530 4290722.126 Den006.142 6652775427 194270793
|Aset pajak tangguhan -neto 2902721596 naas 2536250743 2004.291-240 3417372301
Aset tetap - neto 230701183 9368405920 41905575503 40.530.219.4a9 angnn3s1.css
Aset takberwulud » neto s7aco2nes 657120509 misrsang as.072.901.901 48431923744
Aset tdak lancar Iainnya, £ 3s . - .
Total Aset Tidak Lancar Tenonoa PA KO Tae Tans TON A05 305.265
(TOTAL ASET Taro00222 51 Tae anasas 350-205 600-253 T1s.e57 329.199 25764001121
luneturas oAn EKUMAS
#00n000000 7510050054 1a74as05a19
asaamasan 201226 6832558573 a0g12.m02226 12001192.875.257
@oss3ng01 2874256350 3aen3as.as6 11692567129 2208:506.379
#en02534n 27nannas7 117.622 2127 60028 Jasaa7nan9
s2e1s270se6 46:310.209.667 sr10215001 7824872452 201015461
endupatan diterima muka smoaasz 2amas901 9420352307 1389352807 2346015203
(utang kepada pihak beela auagnasan - - - -
tang langka panjang yang jatuh tempo dalam L tahun
Utang bank: 3773 10870195158 Ganyanyano
Utang pembelian ate tetap - - - - 394200711
ata Uabtas langka Pend Tenan Desa Tania Tasgnaisorot 131952524595”
- . @amsmana96 #e2sasn2sa 9469225245
Utang pembelian aset tetap - - - - 225:167.159
 uabitas imbalan krja jangka panjang. sasa1ass1a 101750957245 aanos7a2as 955.752a5 -
(tai Vablitas jangka Panjang Sasaaas91s 10.750557-285” 12.657 205 A1 16587577259 Dasas0za0a
(TOTAL ABuUTAS: Ti2:561.204750 100.927.208.696: 1s1ss1570703 154.615.728.290 Tas.ta6:917.005:
12200002000 12200000000 52202000000 65250128000 6525002120
- anagaconoca anss71761a
akasganase axasan7as6 33307.701.816
- 1728604265 3160810508 2985:332:505 42411122365
2315062785 19.601.021.514 101125 700.080 12807.983.470 312080711.370
ITorat EKUTAS- 10.529.062.785: 3253625.339 SessLo57.160 T61.041.610.905” Tenany ansang
(TOTAL LABILITAS DAN EKUTTAS- 132.090522511 Tas. 265. 231535 251205.608-253 315.657. 3391199 315764051122

Page 62 OCR 0.340
- ad GC

—

—

— G3

Ko Ia

LAMPIRAN -2
PTINFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
Stud Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
LAPORAN LABA (RUGI)

(Dolom Rupian)

162258125555 50734797651 z Saras 966033
Jasa pengiriman pesan singkat 224977162011 261796089227 3401558582 363 326.338.6sa219 357.986.213.250
Jasa pengiriman WhatiApp 2ans.tn4000 sesamanasa 117397339567 mrenasaa 16522243008
asa lainnya asas 20161517059 29452047584 10983 497524 1244722955

BEBAN POKOK PENDAPATAN (@as011 435.2.) (na7an20301) (x20.405211.265) Wesar.croa210)
Jasa pengilman pesan singkat (ss.at1.s13.200) (na asn cae.cag) (G1s.a03s98700)| 1090727-261-720| 1029342. c11.375)
Jasa pengiriman Whatsapp (aassa (eapassn7on) (66 s67022.a37| 007:222.103.222)| (129.62.10545)
Penjualan Voucher 2 2 - - -
Jasa lainnya ino 26220) (12558570901) (073587991201 na7sa7narng (6.007.557.201

TURA KOTOR: anna CERIA Tesnneana Dara Gesatasean

(beban Usaha”

Beban umum dan administrasi esasseossa) (un 902.254.704)| (se055057.xa1) (sn340a1s20n)| (s.a1o.ae7 a04)
af dan tunjangan karyawan 32071750214 41491521589 157224747 @ns1ossana
kasi 2417.146.449 47503875518 Sexs21d2n0 “7519 4765.076.513

Penyusutan dan Amorisasi 2516c01580 2461255480 2856113519 dasso1a9t
(imbalan kerja 1341200717 1326342259 005375.oo0)| 1323605.000 11022. 417.000
asa protesoool sosasas2 m312625 1461505011 1006289.675 2660122506
Jasa manajemen 0722115 16000000 912000000 916.000.000 asz.oo0.ooo
Tenaga kerja lepas 176527730 ane ses7s1an0 2x2 sx0215 52.200.140
sseass2mn 557.786a10 sman 521302010 #2789

taintain 2290110250 1156313263 Lamassa7 108.060.c7n 2204.400.520
Beban usaha ainnya-neto yansy5an)| 1577 ax2a20) ses, (681.se5. 214) (2.631.200.614)

TA usana S200s12.207. Tesntssesn Tantan Daae62ta9 DAA A60200:

penahanan keua 16s.x02.086 1001661703 Getas Lazay7asa7 @s7asm

aya keuangan (ooa02 san) (pangan (rn ase.ara| (1.510.792 san (354550301)

keuntungan penjualan aset tetap

keuntungan selisih kurs mata uang sing bersih .

Lana bersih : : “ « 2

TUBA SEBELUM PALAK PENGHASILAN. inynas ens mona Tenan

beban pajak Penghasilan —Neto Dasar Wosanaans) @sswsen0n) (ons cesoa|

UAN Pun BERUAK Tonona ses Dane Taseaman PATI

Page 63 OCR 0.374
nan MK senen MN sem |

-

Te |

ma Oo KR LE

sz

Daasrsann) 052325555) (as.a1a 032-150)
penerimaan dar pelanggan 2267851790 asa1nsc00306 as0s507.a21378 500912731002
penerimaan dari penghasilan bunga 11001661749 sargansn 1428772537 G31s7nsaa
Penerimaan dari taksiran tagihan palak penghasilan tes209na0a 2010011473
pembayaran untuk biaya keuangan Uapa2sana) Trnaaseara) (1swo7o2s5a)| (3sass0a0|
embayaran kepada pemasok (502759237 5e7| (96o21.s59 399) (eta057 354.00) (ae a2.x9a.con|
(pembayaran kas untuk karyawan (naxs.ce. sa) 128.242.207.650) las.ze0.co5.113) laso05.72t201)
tembayarar kas untuk pajak penghas Ganas) (30ss02.se2)| 1.017.295.225) (9a4 35an)
Penerimaan (oembayaran! dar (untuk) beban operasional lainnya ta2eya2n a07) esa cac.01) 4306526200 pe asaa7oa7o)
Tas Mato Digunakan untuk Aktiitas Operasi 13357 san 219) B0.021.152-273 1Do.262:925.550) Gede cas)
lanus Kas DARI AKT1TAS INVESTASI.
Penerimaan dari (pembayaran kendal piak pihak berelai- bersih 2
perolehan aset tetap (re1as02300) (onr sasa) anansasa (asas aan 273 (2.067.236a57|
Perolehan aset takborwujud (sap asnan0) (272ss2n Gan sosara) Waosa a67 230 (a.ssa.coo.oon|
asi penjualan aset tetap 232.087.500 190377651 ans.a95.95 da5 A1 AAL -
eenutunan (kenaikan) dana yang dibatasi penggunaar (aan 971 oo0 922391275 2 :
1Kas Nato Di untuk Aktivitas 1.206.554 750) Tao ses.t2) PAI Tensi ae oo) Ganas
IAMUS KAS DAHI AKTIVITAS PENDANAAN
(penerimaan (pembayaran) utang pihak beriasi- neto: waansn (anarasan - 2sm41sa8g
Penerimaan (oembayarani dari penawaran saham perdana - : . #s25000o0o0 .
Itambahan modal sisetor - 10000000000 -
- 002000000 10.000.000000 mao enasa -
(us7oss1no20) (8302 05261) (2 12007.0ag) (10265.076.2851
(IA Gensenssa - - (80.310.151)
- - - aasoo0 2701500
TEE) Tana erni EF 1e183277.015)
IKENYUKAN (PENURUNAN NETO KAS DAN SETARA KAS monroa Posner san Sean (asa 730215) 1502 545-305)
(PENURUNAN NETO PIAMAN CERUKAN BANK - - - @sroesoesa) sznassass
IKA DAN SETANA KAS AWAL TAHUN 254561124 sesen7sase Isnsnso sisurssasns Tasansreona
TAS DAN SETARA KAS AKA TAHUN. mara Dena Tenan Tesarsnaona Tanam

Page 64

          
Page 65 OCR 0.517
(yojdny wnjog)

(M3LNIO TIVI) LO3IFONd MIN - ISVLSIANI VAVI9
eyesn ueJei3oy ueyegweuad ueyeAejay IpnIS
49L VISINOANI IDOTONN3L ISVWMOJNI Ld

5 - NVYIdNYI

Soo oo ono oo DO 5 hb Do Do AA

Page 66 OCR 0.162
4 r

P2 NN 2-7 IN "222 TE “—— MIN — BN 7 MANA MA “527 DI 57215 MN MN TM 2 HI 51 BA 2205|

PTIMGAMAS EOLOLOGI WOnESIN Tak
Stud Kooyaan Penambahan Ketan Uang

(Ootom funin

Samsu ea0n sean
Sasana 5152292250
2n125ease1 Saman
#snsa08501 “312406501
masa Basa
Iman Tmanas
akamaan 16877377
sena ensuen
@ensaansae0 Mean sara
asa 20052
serasa @esata
sinuasa sman
#sicoco eesoooo
TN mana
tusmanaai| tmesamem| towmsam| @esmssl —asewa

soox|
2 son nsssawul asesarm| useswaral ouserazm| —oatann
5 2001| masal @ssisol seamsoa tsmas -
Go mom Oasensa)
2n00n| “Ionsns 261 £ :
8 soxl uses
moneeun| pansnsam) asem rara ,
& mox| tisasnseil Gisasseil Gisasnses| rona :
2 son)
8 200
4 mom) asas) asas - :
a00
Maen mon mena mna edan
peseamanu| anesmezo| msowassen pesan paras
wesnssn| asmaul namomem| massusam| Gasanas|
amunosa| amora esosuraa| kanssoesoul Waseso
erasaoiwen| Gzesaosam| Grasaosm| Gpsarun| Grasan|
Grmawam| amsawasul pomasasi| tzmawasl a7nasw)
Gammam| “tumam| temon taro tenar)
W mann mi)
massassos| Gasamen| samaan Wear) Wes)
emasen| “masan| ' osasem| — Gmasan| " onasen)
ssenail o“asssasol o“uswnaw) “seng usus)
uno) winsasul cina winsen| cmn
misooonl “wssmocal —usiracoal — erooaoal Wes)
Paniai rentan ganamariaa asesmen aa pan Bea ana
tamat
mete suusssase| aonsaman | mo1sanns0n | csetsemu | saran
Tanah Sasussaaso| oSasuasasol Sasasnaso| oSasasaso | daseasn2so
mangan basemasa| somonaw| sassisam| asemma| dang
tera 2assasasa | asmoruesa| — wernasi
un gerergapan
Petaatan ereetapan
metaderruna msasoznan : £
Nemo etatan stasaasi | 22stosna0s : :
intens
WES anna taman 5 . : p
Len maroon
mama asem | memsnl canuni sesene)
3) sassumi| sasswan| sawsusu | sasa
susswai| sasa sessum| susul susu
Sansean | asus) —sassun |—sassman
aoo1| :
80 ma)
aa ren
2001| : : :
as)
Wassane2on @ssasea0s 5
4 2s0n| asas) asn soon)
asn a30) 2
Wasnane2an) Wosssanton| sasssmau| sasssea
Gomusl « assmul Sassuas)
Usa) Carn7nas) Goseei) Gassesi| Bai sean)
tsnsncos | ammzncoe| 1s5sanan
2301722105 2 .
Kasussaso| —270n7msos| 1353256301 3 z

Page 67 OCR 0.273
TL6'SE9 9trb”99 BBO'S6 E98"EP BOT”TLT PPG TE 'BEO'16E”866'6T B01816'SETL NVTV7438 NNHVL OLIN VAVI|
(p98'85€Tv1'81) (876 188”11€ 71) (2951661676) (pzsE1S'Ov9'S) (0z0”s£9'6z0') OJON — uejiseyBuag yefeg uegag
VEB 66 Z8T'SB LEO 18 SETIS TER GL09ETTP T9S'O16'BE9'SZ BL ET9 STT6 NYIISVHONIS NVrVd WN13GIS VEVI|
ehuujey uegag/uezedepuag yejunr
PER VGG L8T'S8 LEO 128 SET9S TER GZ0 JET T9S'016 BE9'ST S2LET9STT6 VHVSN VEVI|
(2912208115) (609'187'EZ6"7) Irssteszezt) o (lorcostuzse) oo (loesooerose'z) Oyau-efuulej eyesn uegag
TBT'080'6LP”P TES 9ES9S8'£ 18988h”T9E'€ B5TE10 08 pee-T9O'SEE'Z
- - ka 2 . yisJag - Buegnid 1 |
LEEYOVL16 TB IT B6L S9T'986'569 SEE886'615 TEBEL EBP Juawujeyajug
9T4/ETW'ETT BEb705916 OLL OpT'S8 9zg'ose'o1 PSS'STT6S sedaj efiay edeuoi
901/050'850T 165166'016 LT B8 V6L Z98'906'199 9SE'68S TSS uawafeuew eser
851999 9LEE GE9 IPE'106"7 567968 YES S60'ETPTITT STT'SPE 09LT leuorsayoud eser
GOT 9ES PER TE9 PLB'OvP'T Sb8'BETBZTT OE9 Bbb'ELLT 49 VL8'LLYT eliay uejegun
BLT'BPT'9GT 6S6'6DT'SBS TT Ebt/E9EB6STT 901/Yb1/6p8'ET OLT'ETL/069'LT Isesruowy uep uejnsnAuag
EE6'00S"pSE'OT Tr LEE'ST6'8 PE9ETTELLL SC6”789'110'9 p1/ELO'B6E'5 iseyjunwowaja,
LEE TL8'16Y'05 ISO 6TT Eb1/Bb CTL TPE 6PO'LP B9V EC VI SP 6BO'9LE 9ES Eb uemehsey ueduelung uep fe9
(rrutuguesrer) oo (teervorrsssrog)  (tvzoreosrtzorci)  |(socreeorzozre) — |Istorvavzesrec) Iseaasjutupe uep tunwin uegag
eyesn uegag
Etcseyenzyot | 91esteviZTwi o| seroesossecr | crssissezor | cre'soe'ge1's8 WO101 vavi|
(rstrorzrerage) (lozrocrsoezoc) (lsoscerovtosz) (tvoszowoswerz) (loe9tveszsc11) @huurey eser
(seragtrsecT9w) oNerezexcorerc) (lsrsorzoxeet) (lev9rzerresorgsT) |ir9t'oo9'0vz"TE1) ddysreym ueuyaiuad eser
(scorrozo1's9e) (losrsorstscee) (lseozososzcoe) ((czeecsssostsz) |tvrsreswrtzer6ot) 1x8us uesad uewpiSuad eser
(usu"toervoroee) (tbzzrte9rovorsse) (leozreovrver'swc) |(recrvvzrsvwrezg) |es9-too'sEsreTs) NVLVAVANId XOXOd NV939
Ooooooesrzar Joooooosewase Jooo'oootzozez |ooorooo'esszvz | o00'000-00e"902 ehuuey eser
ooo'oootstrcoe Jooooooazguse ooooooezowz |ooorooogs9sst —|o00-00011s'ss1 Odusreum uewp|uad eser
Ooo'ooostzvtr |ooo'oooosgrsee Jooo'ooo'tes'ose |ooo'oooest'zez | o00-00099wEv 10x8uis uesad uewp/Buad eser
Ooorooo'gvt-rgTT | ooo'ooo'toz'66e | oooroooss9"tz8 | oo0rooo'vor'ozz | o00'0001zEe”s09 VHVSN NYLVAVANId
(yojdny wong)
(isepyosuox) eyesn uee18oy ueyegweuag ueduag
6207 - szoz unye1 (13ny) ege1 uesodey Isyahoig
eyesn vezei3oy ueyegweuad UeyeAejay IPNIS
YAL VISINOANI IDOTONYIL ISVWYOJNI Ld
L- NYAIA NYI
E L a | —| CC €C | | 3 4 - | -| |...) Ce Aa CA E (8)

Page 68 OCR 0.266
Tic1eseesves | orzcez1te see | csctortzosee | Zsvososoezer | sorczwotersez SWIING NVa Svinisvn WVLOI|

Kercenssweze | ssseswirsset | Zzeceoeisazt Swan 1v01)
PST 622 61T11 210069 SIT PT egej ops)
SOETET Ina : (au - url jsunyaudwoy ueyseyduag|
OtS'T01'106'6€ (degan yase isenyenai snjdans apyes|
B0ILV LEE BP Jonasip jepow ueyegwej|
Ozr'z0p'osts9 : Oer20rosts9 eyes tepow|
sun
Ozreowtecvet | sewsidTose: | Gvrsswsnssst | ceroercerser | suvvarereein Svamiavn 1vio1|
vovzerver6 | vovzerwewe | vowzervere | vorzsevewe | vovusevowe Tuelueg erBuer seugern (2101|
: : : - : Buelued enguef Coy uejegwi seajaen|
L9VSTE GSTUST TE esri9Tsze GSTL9Tsze era yase veyjagwnd Bueyn
6916 swesreore o|sveszresre | svesecesre yueg duein
uunyen1|
(egep odwag ynyel HueA uerBeg (Bueanyyp yejanas Buefued exBuef Buean|
ONVINVA VAONVI SVATISVNI
OTEGTOEEP SET SL IV LO 9WT 010 266 818601 Mapuag enduer semjaern e1O1|
TTL 607 p68 TTL 607 V63 TI7 607 ye3 Telan yose Uejogwnd Tuein
OTT 11wEE89 OTT LIP EE89 Orr1irees9 veg Buearn
unyerT wejep odway relued extuef Bue3n|
EeRETOgpET Kes EroET ewyayp ueyedepuag|
1Sp/8TO 862 Torsrosez yenaye uegag|
6L6' 146 PET! xeled suean)
Bp yewd - ure-ujei Buean|
cyesn Buran)|
SKB'SOS'PPLZ ypuad exduet yura Buean|
yaanga VIONVI SVANISVTI|
SWAINY NYA SVANISVN|
Trenestenves | G07terTie Ove Tsv widi)
GORSVTGETTS | BIGEGESBETS TESUEN YepIL sy IOI
kal g Onau - prfnwungyei YaSV|
conau - deran 1asy|
(o19u -ueyngBuen yefed yasv|
veyseusuad yefed uey3e uesisye1|
NYONVI VOL L35V|
SEE EvGOSL Ice | GOR BLIGEV ST | GOT S2 LIT DOZ Toure 3osv rol
OS9TSO 88 05918083 OSSTS0Es NU p sefegip ega
sussyatoz |ercuseyaroz | vecesevaroz mu ip sekeayp yefea|
"S1 198 695 452198 9S pSL198 anu Juen|
sescstre oJersuwosesi | esrvsooses ueotpasag|
Iiegos102 #TEBOS 102 ptegose2 PTEBOSLSL urey-ugei Bueyrig|
oegortererz | oovosetoseez | zewoeetussoe | terzseesower | seroroososei (oyau -eyesn Bucanig|
eroturezsrtet eoseewwowetr |escoorrsees Jorstewisees Jusssswseree se esenas uep sey|
WONVI L35YI
Jasv)

(yong woyoa)
(isepyosuoy) eyesn ueserdan ueyegweuag ueBuag
6Z02-5701 unyeL NYONVNIN ISISOd NVWOSVT ISX3AOUG
es uesedlay eyegweuad veyekejay Ips

AAL VISINOGNI IDO1ONYLISVWYOSNI Ld

8 - Nyanyi

, Donvon DD Do DOD bo 3. BI

Page 69 OCR 0.261
Gretcrecotdi | cowesrtoveci |escoovtozts | o1stovtsces | Zesaswsecee NOVI BIHNV SVI VEVIBS NVO Sva)
sogeserzowezt | coc'oovtszz8 | ozstevtsres | usseswsewee | vewusseuza INNHVLIVMY SV VEVLIS NYA SVAI
Orresetctaw | orecerovitw | soreocozesz | veezeorswaroz | toso1s296s SYA VAVLIS NVG HISUIG SVX INYNNUNN3G) NVNIVNID|

Weeuepuag senany Dimun ueyeundhaj Yajosadig Wsog sex

NYWNYONIA SVLIALIV ANANN SV SNAV|

Besanur SENAR ARUN UEjeunaG Uasg 501

Tuelueg eyduer yueg Tucin)

peninuvagyen yasv veyeuay / ueurunua, |

dero y9sy ueyreuay / ucununuag|

ISVASIANI SVLIALNY binuNn) tiwa Svx snuv)

Berado senam Pimun uereunaha Pep Weroindra Wasa F0

Cgesn Yuran|

ueeipassag|

.o1au -eyesn Juranig|

ISVA34O NYNIVNDN/NVNNWNNGd |

Cat vaZ 20305

SPO S60GN1 55

PI PA

Cuean dna/egen yel

BLU SPT OET
LG SE9 9499

GS6ELT SEBTT
9BOSP6 E9GEP

Ep ESE BEST
got 10 yeee

SOLpeL6PEET | OZTETLO69LT
8e0162'86661 | 901816561”

Besmouy g sesadag|
“siag nu/ege)|
ISvW3GO SVLIALIV binuwn) java SvY SNIV|

(woydny wojoa)

AAL VISINOONI ISOTONYAL ISVWHOANI Ld
6 NYANYI

| —. ta

| c— |

3 ODv Oo Oo oo

Page 70 OCR 0.307
sosecretZeiw | viwsogozsec oTeeouigeroze | Ztorz10woz91 588106 TvP'S (698”1Z6”108 88) aNgoA Juasa1d
£9'o 690 910 €8'o T6'0 oo 10p04 3uno2s1g
00's oo'y oo'e Oo'z 00 - uonegnoyeo yeap
KS56 2655'6 16556 96356 9655" 96S5"6 axew 1UnO3S1G/2IVM
£OT'0bb/9b6'ET9 (ey LELIN
OTT BBE TTT'Bb ovszse9ptTw oo | serreocezegu | veerzeo9voroz £08'015196'5 (698'126'108'88) Yislag Sey Snay
(ceogsetawer) Ilsozercrzoovt) (tereseszasgr) |to9x80r'zoger) (s101z1-v2681) - eliay jepow ueyegnuag
: - - 5 . (698”116'108'88) iseasanu
: i g 2 (1-1) , e3ung
BLVBYT'9GL es6'GpT'ss8TT oo |erwesesesir | 9ox'vry'evsrer OLYELL069'LT Isesiuowy uep isejsaidag
TL6'SE9 9b4”99 ssosverostw oo sowcbrvvete | se06er86eret 801/816'56T'L awo3uj 32N
(uoyany wnjog)
ISVANOSNON - ueyekejoy esIjeuw
eyesn uereToy ueyegueuad ueyeAeja) IPS
YAL VISINOANI IDOTONNIL ISVWNOANI Ld
OT -NVANANYI

 E ca Aa Doo ho KG r aa II

—

mma

Page 71 OCR 0.559
—

Tn

|

—

r

aa av aa

aa

LAMPIRAN -11

PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha

ANALISIS BEP, Profitabilitas, Sensitivitas, dan ROI - KONSOLIDASI
(Dalam Rupiah)

Break Even Point
(Pendapatan Usaha 605337.000.000| 726404000000) 871685.000.000| 989.761.000.000 | 1161.148.000.000
(Beban Pokok Pendapatan (Fixed Cost) 519538001658 | 623445244781 | zasasaas9262| sssoa6es1220| 905404301287
|Beban Usaha (Variable Cost) 94264097784| 91169520363) sasi2s143s1 | oo7362c41698|  79:751.852.056
Break Even Point 615363432381| 712522771864 | 838468650422 | 950.625.132239 | 1.069.888.0902.196
Profitabilitas
Gross Profit 1417 14,171 1417| 19,199)
(Operating Profit 1s2x| 3530| 5621 7,341
|Net profit 1199| 2751| 4391| 572
Return on Eguity 4,081 10,18) 16,051 19,561
Return on Investment 8101| 22,521 49,401 74,831
Analisis Sensitivitas
Normal 50,361)  403.672.950.584 5,55 Layak

7 3.00) a85ax| —398.264913.177 523 Layak

7 5,00x)| 47,38K|  394570.752.978 5,03 Layak

bad 10,001) Ag61n|  385.024.545.732 4,58 Layak

v -3,00x| 26,591) 130.193.110.346 247 Layak
(Pendapatan Usaha v -5.001x| “,79x| (5.198.875.950) o38| — Tidaktayak

v -10,00x n/a| (587.687.573.750) (562)| Tidak tayak

- 3,0006| 294216| 157.446.534.795 27 Layak
Beban Pokok Pendapatan a 5,00n| 6,321) (8.953.949.063) 0,90 Tidak Layak

7 10,001) ma| (465.776.728.458) (s25)| Tidak ayak

Page 72 OCR 0.316
169650 EPE ET O0E'9ZT TBS'BT S78/6SEBIEST 19E”TE8'E89'OT GES'EbLLP8'9 NYIvr43g NNHVL OLIN VSVI
(vT6'6£6'£85'9) (S6v”0E8'0v7'S) (ces's99'beep) (orgrgse'eto'e) (pv3'vtvTE6T) O1ON — uejiseySuad yefed Uegag
TT9'666”9Z6'6Z S6L 956 TZB ET 9TpSCO'EOLGT PBG'OTT L69ET OBEBST6LL'8 NYIISVHONII NVrVd WN13GIS VOVI
- - - - - ehuujej uegag/ueyedepuag
TI9'666'9Z6'6Z SL 9S6 TZ8"EZ OTP'SZ0'E0L6T VB6'OZT 169 ET OBEBST 6118 VHVSN VEvI
(Grt'o9s-919) Tosz'cos-o9s) (ero'vss'cos) (errsc9ven) (x00'z58”ese) O1ou-eAUule| EYesn URgag
2 " - « : ej-uteT
- - - - - yisuag - Bueynid fejju ueyunwag
TST'OTS TLS p89 PSS'CTS T9sT1ev TT6'TO9 EGE L18'TOO'8ZE Juawujeyayu3
006'585'690'T BIB'OSE 146 BTS'SS6 688 BLV6T9 9EL 690'858'E19 sedaj eliay eBeuaL
SOLLST8S6 EPL TL8 TLL/8Y6 T6L 226956659 881496'GPS uawafeuew eser
St1'9LE'SS6 567694/898 Ob LS6BL 080 TE6'1S9 SLT9LT BPS Jeuoysajoud eser
STT'ZEEL6TT ObL/E8W'B80T 026'0E5”686 8E9/809"pZ8 SEEYLT189 eliay uejegwi
: EOT'968'ESET OT 968 ESET EOT'968 ESET E07'968 ES€T isesioLuy uep ueansnAuad
196BLP EOLY 96'688'SLC'P EOL/ELT188"€ TLS/60E GET'E TGY'9ZP”669T iselunwoya|aL
ES0/v66 Bbb'BT 909 4L7”708'8T GLpL02'£Z6'8T SSO'BE9'S9T'8T SCT'176'029'1T veme/iey ueJuelung uep (fe
(ter'sawvosrza) — |lsersoorzsust) oo |erezssrteosz) oo |(ocstustergt) —|(cogvzsTrwvvz) Iseasjujupe uep Winwn uegag
eyesn uegag
T00'S86 Lpb'BS 028 TES 'PETES T9E CET YOE Bp ILY Op ESC Ob GBT'OpS PPS EE WOLON VAVI,
(ses'vto'191/592) |lostgowststee) oIlsegcowosccor) Iezeszsssostse) |(resresr'tzereo) 101Juis uesad ueua|Buad eser
(eservtorzox"s9e) o(losrrsowstscee) |leeocosroszrzoe) |(ezec1srso6tsz) |(rrerest"Tzeeoz) NYLVAVANJd XONOd NVO39
ooorooorstz'vzp  |oooroooosasee |ooo'ooo'tessose —|ooo'ooorest'zez | o00-00099wErT 1exSujs uesad uewyu|Suad eser
Ooo'ooostz'vzw | ooorooorosg'see | ooorooortes'ose | ooo'ooorest'zez | o00-000/99b-Eb2 VHVSN NVLVAVANId
(yoidny wnjoa)
(warowa man) eyesn uere13oy ueyegweuag edue,
6102 - szoz unye1 (13ny) ege1 uesoden ISjaAoid
eyes ueyer3ay ueyegweuag ueyeAejay IPMS
Y9L VISINOGNI IDOTONY3L ISVWYOJNI Ld
TE - NYSIAINYI
E ) Ce | —. E CC —. — DD ta J — S5 |. rr —n
Page 73 OCR 0.278
an | ae mna wa vina wo
Sidosiusere | Lenceescer sviina 1vioi|
POSSISTESIT | ES EL AS

tigvesstrs | nrevesstrs | rievesstws | rrevesstws | rrevesstws “eyes repo
swunsa|
Tenvanseros |nosstosews | wetesocrer | #eesereoris | ertestasn Svimev vii
wan uief BueA ueiteg Hueinyp yeayas Buefura eyduef Bucan
owvinva wonvr svaridwn|

Tenvanseros | tocooosaws | Wwetesosian “| seesereowiw | see teszoswe
“ - - - Biyang yenid - urer-ujey 3uean|
LSI PBO9TT/09 196'910”099”YS TPGT66 D69 Gb BTE9EV6OP TP eyesn Bueang
: 2 - topuad erduefyueg Bean
NIONId VXONVI SVLNIGVIN/
SYAINYI NYO SVLNISVNN|
Tao
Tue ep ya ro

TER Emoay senuny
asemuyos wewyatosad oh

terterssrow | oogeecosstit | Lzrsnoessoa | Leswosunata | sogo1zeottw
WEpSr his sogyseoere

« 2 Urer-utel Bueinid|

092166 TE9'45 (oyau -eyesn Sueanid|

Tr por osrse s0) eiryas uep sey|

AwoNv1 135)

(uoydny woroa)

(uaroua man) euesn ueserdoy veyegweuag eduei.
(6102-5102 unue1 NYONVNN ISISOA NYUOAVI ISNJAOU
(eyes ueerBoy ueyegweuag veyeAejay Pns

AAL VISINOANI ISOIONYEL ISVINYOINI Ld

ET - Nyala

|...

Ce €

CA

Ea
Page 74 OCR 0.259
Tewvoeltoo | teovstssoww | ercvsrosesc |ozworeeisor | 191506 NAHVL BIHNV SVA VAVLIS NVA SUN
teovsrssowp oJarvarosesa |ozwoveersor | rgeesas NOHVLIVMY SYA VBVL3S NVG SVA|
Siworcesoze | orwosezoret | vorezociror | voszrwsrwot | Zrszesn6 SVA VEV3S NYO HISU38 SVA (NVNNGNNSd) NVATVN3D|
TIS yessiPS Ueruepuag seyAhIV Dimun Ueyeundha) Wejosadia Wsiag se1|

TIRYESSTPS Pipuos teporn|

NYUNYANI4 SVLIALLNV NNANN SVA SNUV|

Te vessTiS) Iensanuj Syam amun UENcungIa sig Sex)

- Toelueg erAUer Yuea Tucan|

(risvesstvs) iuad|

- dera1 yasy uenjeuay / ueununuad|

ISVASIANI SVLIALLNY DinuaNn) Isva SWX STW

SIWOTT 650 TT yostiZsrwot | 11911596 IsejadO seyniiv Dimun weyeundia) Hep yajoJodig Wissog sex)
969100 99Y/5 660661069 | GRC LE9LOGYE Cuean Buah
|teze-vow ore) (660 981/815) |(Eet'tweoes'z) veeipasiag
(ssozsweee9) (swscewoos) —Nerzsostzoor) .O1au - eyesn Bucanid|
ISVW34O NVYIVNIN/NYNNUNN3A|

zeyesoeveec | costewsecer | Izowsezcior | ozseccueoi | cecergtoze eyesn @nu/egen ie1ol|
2 EOT 968 ESET EOT 96B ESET koT9GgEsel oo | CO O6KESET memuowy 8 persada
xeyesoesett oJooesertsser |szmesesorsr |uoezewesoor |oesercvan wssog ny/egen)

Ia Ae Ae No Aan an

(wordny woyoa)

(uDarowa man) euesn uesertay ueyegweuad eduri.
620-510 sex stay toyahong

uesn uesejtoy ueyegweuag vegehejay IPms

AAL VISINOGNI IDOTONYAL ISVNHOSNI Ld

#1 Nyaanya

ad | —.i

|

Aa AA an

— bed |... i | | sc

| s—.|

r

maa |

C

Page 75 OCR 0.354
981ӣE8"000Z6T

£9'0
19655 6

GLE 180 PSB'08T
OTP OTT/6S0 17

(ret'6rsesz"1)

8b6'S9L TEOET

690
KSS 6

6181688”19L/8T

(es9rzer 911)

OT 968 SET

BEb'86Z'00Z'TT

910
9556

TOL ETOLLL OT

(or zez'sv6'T)

EOZ 968 SET

£0S”160”089'8

£8'0
96556

OB'ZTL"9Tb'OT

(99x'sro'tz9"1)

EOT 9GB ESET

SEL DIT 88
T6'0
KSS"6
LT LT596

(ezrzrt'sot's)

£OT'968 SET

(rrs'v8s'stv's)
001
19556

(rte”v8s'sTv'S)

(rts'ves'str's)

segag sey snay jupi

IN

o1uoysip Jonye4IT
O1uoysip 3eySu,|

TON PETI)
segag sey snavy|

efiay jepow ueyegnuag
ISeJSAMU|

(xe1 - 1) edung|
isespJowe uep jseisaidag

LCY GSO EPEET OOE9TT TSS BT | STB 6SEBIESI | /9ETEBESYOT | 9ESEp/1b89 uejefjag unyej egej|

(yoyany woyog)

LDITONd MIN - UeyeAejay eSIjeUY

eyesn uerejSay ueyegweuad ueyeAejay IpnaS
A9L VISINOANI IDOTONY3L ISVWWOJINI Ld
SL - NVSIJWVI

CO CO

AA Aa

AI

se BE “ee BBG 25: BE: RE 2)

Page 76 OCR 0.558
| -——.|

—— MN — BN — BAE — MN —— IG — MIN — |

ma In no, Ko Ko Ko

LAMPIRAN -16

PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tok
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
ANALISIS BEP, Profitabilitas, Sensitivitas, dan ROI -NEW PROJECT

(Dalam Rupiah)

Break Even Point

Pendapatan Usaha 243465.00.00| 292.159.000.000 | 350591.00.000 385.650.000.000 | 424.215.000.000
Beban Pokok Pendapatan (Fixed Cost) | 20952149811 | 251505.579325| 302286867.638 332515468180 | 365:767.014558
(Beban Usaha (Variable Cost) 28119278012) 27910005851) 20955002148 30666471228 | 28520985391
Break Even Point 235148419386 | 278511967340 | 330.527.627.131 361.240.958.833 | 352.130.910.599
Profitabilitas
(Gross Profit 13,78 13,781 13,78x| 13,781| 13,78N
lOperating Profit 3615| 4691| 5621| G1sx 1051|
(Net Profit 2815| 3,s6x| 4381| azan s,sox|
|Return on Eguity 55,8416| 46,561) “0115| 32,661 29,031
IReturn on Investment 126,5x| 197,281 283,781) 343,101) 431,031)
'Analisis Sensitivitas
Normal 137758) 219.625.525.599 4155 Layak

# 3001| 13588x| 219463058055 40,34 Layak
Investasi - s.oox| 13467x| 219354746359 39,58 Layak

2 10,001) 131,80) 219.083.967.118 37,78 Layak

7 3001| sassx| 1571235535 2237 Layak
(Pendapatan Usaha “ -s.00x| 4520| 45721413388 944 Layak

La -10,00x| "/a| (158.996.045.062) (2836)| Tidak Layak

- 3,00x| 90,59x| 127.574.468.557 24,56 Layak
Beban Pokok Pendapatan 7 5.00x| s74ix| 65.862.256341 1316 Layak

ea 10,001| af (107.706.r05.452)| (us89)| Tidak Layak

Page 77 OCR 0.194
P3. T 5g
G/osli-tIp).ung

Saouas wasojai pebe Jaguasag siopdn

ende 10 150 aileiany panyaomn,

Iksss (ox.tasalya) « tx.tasa)/alj

Kunb3 yo1s09
(ex sayu) aga yo 159
(peasds unejoa pasca

16S5'6 IM (esstor samu-ya-una).0) «ya

Ole 85/01 1499/69 seunyaj Pest tea
keakd SBTL 96vE'0£ Buegng Dec

AA Me Rn

sss'or Seung imun epow CAeig) fsoc

agag unag Hun jeaca.

ve anta

Iga Jo 150

(houdoo fo 3803 abniany paNyBIOMI IIVM

File

File Open PDF
Source IDX
Size10.44 MB
Published27 Mar 2025
Pages77
Characters155,026
Text sourceOCR
OCR confidence0.783

Names mentioned 69 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk · Nama Perusahaan p.1 ×160
linked org PT Jati Piranti Solusindo p.16 ×3
linked person Jusuf Sjariffudin. · Komisaris Utama p.16 ×2
linked org PT Amanah Ayah Anak p.17
linked person Hendri Mulya Syam · Komisaris Independen p.17
linked person Erik Rivai Ridzal · Direktur Utama p.17
linked person Asrul Abdillah Ali · Wakil Direktur Utama p.17 ×2
linked person Adrianus Yose Hartono · Direktur p.17
linked org Bank Syariah Indonesia Tbk p.35 ×2
linked org PT Bank UOB Indonesia p.35
linked org Pt Bank CIMB Niaga Tbk p.35 ×2
linked org Bank Danamon Indonesia Tbk p.35 ×2
linked org Bank Mega Tbk p.35 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×16
possible person Ruli Citrarini p.12 ×3
possible person Dr. Irawan Soerodjo p.16 ×5
possible org Negara Republik Indonesia p.16
possible org PT Bank Rakyat Indonesia p.35
possible org PT Pertamina (Persero) p.35
possible org Bank Persero p.52
unresolved person Ir. Budi Prasodjo p.2 ×4
unresolved org Menteri Keuangan p.2
unresolved org Bapepam-LK p.2 ×4
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN p.2
unresolved org KJPP SPR p.2 ×6
unresolved org Kementerian Keuangan p.2
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia. KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan p.2
unresolved org KJPP Sugianto Prasodjo p.2 ×3
unresolved org KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan p.3
unresolved org Kementerian Keuangan dan Pasar Modal p.3
unresolved person Yuliani · Direktur p.4
unresolved org Kementerian Komunikasi dan Digital p.6 ×2
unresolved org KJPP SUGIANTO PRASODJO & REKAN p.8
unresolved person Fitya Shabrina p.12 ×2
unresolved person Septhiana Husoseini p.12 ×2
unresolved org Kementerian Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.16
unresolved person Rudy Siswanto p.16 ×7
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.16 ×4
unresolved org PT Indivara Sejahtera Mandiri. Pihak p.16
unresolved person Yuliana Theodora · Direktur p.17
unresolved org PT Informasi Teknologi Indonesia. Perizinan Berusaha Berbasis Risiko p.17
unresolved org Menteri Kehakiman p.18
unresolved org Anwar & Rekan p.19 ×3
unresolved org Anwar p.19 ×3
unresolved org KAPAnwar& Rekan p.19
unresolved org Mirawati Sensi Idris Suharsono PENDAPATAN USAHA Figur p.19
unresolved org Pusat Statistik p.25 ×4
unresolved org Bank Indonesia p.28 ×9
unresolved org Kementerian Lingkungan Hidup p.33
unresolved org Matahari Department Store Tbk p.35 ×2
unresolved org PT Infinitium Solutions p.35
unresolved org PT Indodax Nasional Indonesia p.35
unresolved org PT Digital Teknologi Terbaik Bekasi Messaging Service SMS p.36
unresolved org PT Nadyne Media Tama Jakarta Messaging Service SMS p.36
unresolved org PT Sprint Asia Technology Jakarta Messaging Service SMS p.36
unresolved org PT Integra Mitra Sejati Jakarta Messaging Service SMS p.36
unresolved org PT YesBoss Group Indonesia Jakarta Business API p.36
unresolved org PT Solusi Pembayaran Messaging Service WhatsApp p.36
unresolved org PT Mid Solusi Nusantara Bandung p.36
unresolved org PT Kokatto Teknologi Global Jakarta Business API p.36
unresolved org PT Invonesia Solusi Data Jakarta Messaging Service WhatsApp p.36
unresolved org Kementerian Komunikasi p.38
unresolved org Nasional Syarifudin Developer Sertifikasi p.40
unresolved org Nasional Mas Scientist Sertifikasi p.40
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sebagaimana p.46
unresolved org PTINFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk p.62
unresolved person ILY Op ESC Ob GBT'OpS PPS EE p.72
unresolved org PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tok Studi Kelayakan Penambahan p.76

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.182 4509 ms 13 Sep 2026 15:39
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': 'JATI.',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result