Back to announcement
Audit Report PT Idea Indonesia Akademi Tbk - 2024.pdf
Financial statement Text extracted IDEASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 48
Page 1
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER TANGGAL 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Page 2
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
DAFTAR ISI
Halaman
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Auditor Independen
Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 3
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4
Laporan Arus Kas Konsolidasian 5
Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian 6 - 40
Page 3
Page 4
·-~
Graha Mandiri 24th Floor
JI. Imam Bonjol 61
Joachim Adhi Piter Poltak & Rekan Jakarta Pusat 10310
Telp.: (+6221) 392 7208, 2301058
Registered Public Accountant & Business Advisers Fax : (+6221) 392 7192
leading edge alliance Website : www.lea-id.com
Innovation • qualit)'• excellence License No: 679/KM.1/2020
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
No.: 00039/2.1318/AU.1/10/1573·1/1/lll/2025
Pemegang Saham, Komisaris , dan Direksi
PT Idea IndonesiaAkademi Tbk
Opini
Kami telah mengaudit laporan keuangan konsolidasian PT Idea Indonesia Akademi Tbk dan Entitas.
Anaknya ("Grup"), yang terdiri dari laporan posisi keuangan konsolidasian tanggal 31 Desember 2024,
serta laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas, dan laporan
arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, serta catatan atas laporan
keuangan konsolidasian, termasuk ikhtisar kebijakan akuntansi material.
Menurut opini kami, laporan keuangan konsolidasian terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua
hal yang material, posisi keuangan konsolidasian Grup tanggal 31 Desember 2024, serta kinerja
keuangan dan arus kas konsolidasiannya untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai
dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Basis Opini
Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh lnstitut Akuntan
Publik Indonesia. Tanggung jawab kami menurut standar tersebut diuraikan lebih lanjut dalam paragraf
Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan Konsolidasian pada laporan kami.
Kami independen terhadap Grup berdasarkan ketentuan etika yang relevan dalam audit kami atas
laporan keuangan konsolidasian di Indonesia, dan kami telah memenuhi tanggung jawab etika lainnya
berdasarkan ketentuan tersebut. Kami yakin bahwa bukti audit yang telah kami peroleh adalah cukup
dan tepat untuk menyediakan suatu basis baoi opini audit kami.
Hal Audit Utama
Hal audit utama adalah hal-hal yang, menurut pertimbangan profesional kami, merupakan hal yang
paling signifikan dalam audit kami atas laporan keuangan periode kini. Hal-hal tersebut disampaikan
dalam konteks audit kami atas laporan keuangan secara keseluruhan, dan dalam merumuskan opini
kami atas laporan keuangan terkait, kami tidak menyatakan suatu opini terpisah atas hal audit utama
Hal audit utama yang teridentifikasi dalam audit kami diuraikan sebagai berikut.
1. Pengakuan Pendapatan
Lihak catatan 2.q untuk kebijakan akuntansi yang berkaitan dengan pendapatan dan catatan 24
untuk pengungkapan yang relevan.
Untuk tahun yang berakhir pada tang'gal 31 Desember 2024, pendapatan neto konsolidasian Grup
sebesar Rp 22.345.047.806 terutama berasal dari pendaftaran siswa dengan total pendapatan
sebesar Rp 13.588.983.109 atau 61 % dari total penjualan neto konsolidasian. l'
Page 5
·-~
Graha Mandiri 24th Floor
JI. Imam Bonjol 61
Joachim Adhi Piter Poltak & Rekan Jakarta Pusat 10310
Telp.: (+6221) 392 7208, 2301058
Registered Public Accountant & BusinessAdvisers Fax . ( +6221) 392 7192
leading edge alliance Website : www.lea-id.com
innovation• quality • excellence License No : 6 79 /KM 1/2020
Hal Audit Utama (lanjutan)
1. Pengakuan Pendapatan (lanjutan)
Kami mengidentifikasi pengakuan pendapatan sebagai hal audit utama karena pendapatan adalah
salah satu indikator utama dalam penilaian kinerja Grup, sehingga memiliki risiko atas kecurangan
saat maupun jumlah dan waktu pendapatan yang diakui oleh manajemen untuk mencapai target
atau ekspektasi tertentu.
Prosedur audit kami dalam menganalisis pengakuan pendapatan antara lain:
- Mengevaluasi desain, implementasi, dan efektivitas operasional atas pengendalian internal yang
mengatur pengakuan dan pengukuran pendapatan;
- Membandingkan, berdasarkan uji petik, transaksi pendapatan yang dicatat selama tahun berjalan
dengan dokumen pendukung yang relevan untuk saldo yang telah dibayar dan menilai apakah
pendapatan tersebut telah diakui sesuai kebijakan pengakuan pendapatan Grup; dan
- Membandingkan, berdasarkan uji petik, transaksi pendapatan spesifik yang dicatat sebelum dan
sesudah tutup buku dengan pendukung dokumen yang relevan untuk menentukan apakah
pendapatan tersebut telah diakui pada periode pelaporan yang tepat.
- Menginspeksi perjanjian pendapatan, berdasarkan uji petik, untuk setiap aliran pendapatan
utama untuk memahami ketentuan-ketentuan yang berlaku dan klasifikasi pengakuan,
pengukuran, dan penyajian pendapatan yang mengacu pada persyaratan standar akuntansi yang
- Mempertimbangakan kecukupan pengungkapan dalam laporan keuangan "Group" sesuai dengan
standar akuntansi yang berlaku
2. Penyisihan untuk Kerugian Kredit Ekspektasian (KKE) atas Piutang Usaha
Pada tanggal 31 Desember 2024, piutang usaha bruto Grup adalah sebesar Rp4.245.056.389
(2023: Rp2.529.269.564) naik sebesar 60% dibandingkan dengan periode sebelumnya, dengan
cadangan KKE pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp346.958.218
(2023: RpB0.925.640).
Sesuai dengan PSAK 109 lnstrumen Keuangan, Entitas menentukan KKE dengan menerapkan
pendekatan yang disederhanakan, yang menggunakan kerugian ekspektasian sepanjang umur
dengan basis masa depan, tingkat kredit ekspektasian adalah dengan mempertimbangkan semua
informasi yang wajar dan terdukung, termasuk status tunggakan kelompok segmen pelanggan
yang memiliki risiko kredit yang sama, disesuaikan dengan informasi masa depan.
Kami menentukan bahwa penyisihan untuk kerugian kredit ekspektasian atas piutang usaha
sebagai hal audit utama, kami fokus pada area ini karena kenaikan signifikansi nilai tercatat atas
piutang dan penentuan cadangan KKE yang dibentuk.
Bagaimana Audit Kami Merespon Hal Audit Utama
- Kami melaksanakan prosedur dengan memahami dan mengevaluasi desain dan implementasi
dari pengendalian internal manajemen yang relevan sehubungan dengan cadangan KKE atas
piutang usaha;
- Kami memeriksa keakuratan dan kelenqkapan data yang digunakan dalam model KKE dan
memeriksa keakuratan matematis dari perhitungan terse'but;
Kami menilai dan menguji metodologi dan asumsi pemodelan siqniflkan yang digunakan dalam
model KKE, termasuk penentuan probability of default, loss given default dan exposure at
default, yang diterapkan terhadap persyaratan PSAK 109, seperti evaluasi model dan metodologi
yang digunakan manajemen dalam perhitungan cadangan KKE. y
Page 6
·-~
Graha Mandiri 24th Floor
JI. Imam Bonjol 61
Joachim Adhi Piter Poltak & Rekan Jakarta Pusat 10310
Telp.: (+6221) 392 7208, 2301058
Registered Public Accountant & Business Advisers Fax : ( +6221) 392 7192
leading edge alliance Website : www.lea-id.com
Innovation• quality• excellence License No: 679/KM.1/2020
Hal Lain
Laporan keuangan PT Idea Indonesia Akademi Tbk pada tanggal 31 Desember 2023 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal tersebut, diaudit oleh auditor independen lain yang menyatakan opini wajar
tanpa pengecualian atas laporan keuangan tersebut pada tanggal 27 Maret 2024.
lnformasi Lain
Manajemen bertanggung jawab atas informasi lain. lnformasi lain terdiri dari informasi yang tercantum
dalam laporan tahunan, tetapi tidak termasuk laporan keuangan konsolidasian dan laporan auditor
kami. Laporan tahunan diharapkan akan tersedia bagi kami setelah tanggal laporan auditor ini.
Opini kami atas laporan keuangan konsolidasian tidak mencakup informasi lain, dan oleh karena itu,
kami tidak menyatakan bentuk keyakinan apapun atas informasi lain tersebut.
Sehubungan dengan audit kami atas laporan keuangan konsolidasian, tanggung jawab kami adalah
untuk membaca informasi lain yang teridentifikasi di atas, jika tersedia dan, dalam melaksanakannya,
mempertimbangkan apakah informasi lain mengandung ketidakkonsistensian material dengan laporan
keuangan konsolidasian atau pemahaman yang kami peroleh selama audit, atau mengandung
kesalahan penyajian material.
Ketika kami membaca laporan tahunan, jika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu kesalahan
penyajian material di dalamnya, kami diharuskan untuk mengomunikasikan hal tersebut kepada pihak
yang bertanggung jawab atas tata kelola dan mengambil tindakan tepat berdasarkan Standar Audit
yang ditetapkan oleh lnstitut Akuntan Publik lndonesla.
Tanggung Jawab Manajemen dan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata Kelola terhadap
Laporan Keuangan Konsolidasian
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan
konsolidasian tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dan atas
pengendalian internal yang dianggap perlu oleh manajemen untuk memungkinkan penyusunan
laporan keuangan konsolidasian yang bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan
oleh kecurangan maupun kesalahan.
Dalarn penyusunan laporan keuangan konsolidasian, manajemen bertanggung jawab untuk menilai
kemampuan Grup dalam mempertahankan kelangsungan usahanya, mengungkapkan, sesuai dengan
kondisinya, hal-hal yang berkaitan dengan kelangsungan usaha, dan menggunakan basis akuntansi
kelangsungan usaha, kecuali manajemen memiliki intensi untuk melikuidasi Grup atau menghentikan
operasi, atau tidak memiliki alternatif yang realistis selain melaksanakannya.
Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bertanggung jawab untuk mengawasi proses
pelaporan keuangan Grup . .l ·
Page 7
·-~
Graha Mandiri 24th Floor
JI. Imam Boruol 61
Joachim Adhi Piter Poltak & Rekan Jakarta Pusat 10310
Telp.: (+6221) 392 7208, 2301058
Registered Public Accountant & Business Advisers Fax : ( +6221) 392 7192
leading edge alliance Website : www.lea-id.com
Innovation• quality• excellence License No: 679/KM.1/2020
Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Tujuan kami adalah untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan
oleh kecurangan maupun kesalahan, dan untuk menerbitkan laporan auditor yang mencakup opini
kami. Keyakinan memadai merupakan suatu tingkat keyakinan tinggi, namun bukan merupakan suatu
jaminan bahwa audit yang dilaksanakan berdasarkan Standar Audit akan selalu mendeteksi kesalahan
penyajian material ketika hal tersebut ada. Kesalahan penyajian dapat disebabkan oleh kecurangan
maupun kesalahan dan dianggap material jika, baik secara individual maupun secara agregat, dapat
diekspektasikan secara wajar akan memengaruhi keputusan ekonomi yang diambil oleh pengguna
berdasarkan laporan keuanqan konsolidasian tersebut.
Sebagai bagian dari suatu audit berdasarkan Standar Audit, kami menerapkan pertimbangan
profesional dan mempertahankan skeptisisme profesional selama audit. Kami juga:
• Mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan
konsolidasian, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, mendesain dan
melaksanakan prosedur audit yang responsif terhadap risiko tersebut, serta memperoleh bukti audit
yang cukup dan tepat untuk menyediakan basis bagi opini kami. Risiko tidak terdeteksinya
kesalahan penyajian material yang disebabkan oleh kecurangan lebih tinggi dari yang disebabkan
oleh kesalahan, karena kecurangan dapat melibatkan kolusi, pemalsuan, penghilangan secara
senqaia, pernyataan salah, atau pengabaian pengendalian internal.
• Memperoleh suatu pemahaman tentang pengendalian internal yang relevan dengan audit untuk
mendesain prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan untuk tujuan
menyatakan opini atas keefektivitasan penqendalian internal Grup.
• Mengevaluasi ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan serta kewajaran estimasi akuntansi
dan pengungkapan terkait yang dibuat oleh manajemen.
• Menyimpulkan ketepatan penggunaan basis akuntansi kelangsungan usaha oleh manajemen dan,
berdasarkan bukti audit yang diperoleh, apakah terdapat suatu ketidakpastian material yang terkait
dengan peristiwa atau kondisi yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan Grup
untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Ketika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu
ketidakpastian material, kami diharuskan untuk menarik perhatian dalam laporan auditor kami ke
pengungkapan terkait dalam laporan keuangan konsolidasian atau, jika pengungkapan tersebut tidak
memadai, harus menentukan apakah perlu untuk memodifikasi opini kami. Kesimpulan kami
didasarkan pada bukti audit yang diperoleh hingga tanggal laporan auditor kami. Namun, peristiwa
atau kondisi masa depan dapat menyebabkan Grup tidak dapat mempertahankan kelangsungan
usaha.
• Mengevaluasi penyajian, struktur, dan isi laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan,
termasuk pengungkapannya, dan apakah laporan keuangan konsolidasion mencerminkan transaksi
dan peristiwa yang mendasarinya dengan suatu cara yang mencapai penyajian wajar.
• Memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat terkait informasi keuangan Entitas atau aktivitas dalam
Grup untuk menyatakan opini atas laporan keuangan konsolidasian. Kami bertanggung jawab atas
arahan, supervisi dan pelaksanaan audit Grup. Kami bertanggung jawab sepenuhnya atas opini audit
kami.1'
Page 8
·-~
Graha Mandiri 24th Floor
JI. Imam Bonjol 61
Joachim Adhi Piter Poltak & Rekan Jakarta Pusat 10310
Telp.: (+6221) 392 7208, 2301058
Registered Public Accountant & Business Advisers Fax : ( +6221) 392 7192
leading edge alliance Website www.lea-id.com
Innovation• qual ty • u.cellenee License No 679/KM.1/2020
Kami mengomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola rnenqenai, antara
lain, ruang lingkup dan saat yang direncanakan atas audit, serta temuan audit signifikan, termasuk
setiap defisiensi signifikan dalam pengendalian internal yang teridentifikasi oleh kami selama audit.
Kami juga memberikan suatu pernyataan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola
bahwa kami telah mematuhi ketentuan etika yang relevan mengenai independensi, dan
mengomunikasikan seluruh hubungan, serta hal-hal lain yang dianggap secara wajar berpengaruh
terhadap independensi kami, dan, jika relevan, pengamanan terkait.
Dari hal-hal yang dikomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, kami
menentukan hal-hal tersebut yang paling signifikan dalam audit atas laporan keuangan periode kini
dan oleh karenanya menjadi hal audit utama. Kami menguraikan hal audit utama dalam laporan
auditor kami, kecuali peraturan perundang-undangan melarang pengungkapan publik tentang hal
tersebut atau ketika, dalam kondisi yang sangat jarang terjadi, kami menentukan bahwa suatu hal tidak
boleh dikomunikasikan dalam laporan kami karena konsekuensi merugikan dari mengomunikasikan
hal tersebut akan diekspektasikan secara wajar melebihi manfaat kepentingan publik atas komunikasi
terse but.
Kantor Akuntan Publik
Joachim Adhi Plter Poltak & Rekan
Joachirn A~oltak & Rekan
Ryanto Piter, CA, CPA
NRAP: AP. 1573 / Licence No: AP. 1573
25 Maret 2025
Page 9
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Desember 2024 31 Desember 2023
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 4 1.531.890.163 3.047.197.821
Piutang usaha 5 3.898.098.171 2.448.343.924
Piutang lain-lain 6 58.926.798 643.509.846
Persediaan 7 111.055.170 128.769.003
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 8 50.000.000 232.486.145
Jumlah Aset Lancar 5.649.970.302 6.500.306.739
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - net 9 68.155.922.347 71.863.561.902
Aset tak berwujud 10 719.029.090 965.553.349
Aset pajak tangguhan 14c 78.310.907 14.847.291
Jumlah Aset Tidak Lancar 68.953.262.344 72.843.962.542
JUMLAH ASET 74.603.232.646 79.344.269.281
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan
bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
1
Page 10
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Desember 2024 31 Desember 2023
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek 11 2.865.147.736 2.861.458.912
Utang usaha 12 77.382.127 133.930.959
Utang lain-lain 13 137.787.800 1.634.692.043
Utang pajak 14a 367.924.469 283.073.792
Pendapatan diterima dimuka 15 14.899.333 184.900.000
Biaya masih harus dibayar 16 327.422.569 297.181.167
Bagian lancar liabilitas jangka panjang:
Utang pembiayaan konsumen 17 131.362.822 131.362.822
Utang bank jangka panjang 18 2.373.626.376 2.373.626.376
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 6.295.553.232 7.900.226.071
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pembiayaan konsumen 17 155.442.632 320.339.932
Utang bank jangka panjang 18 6.725.274.714 9.098.901.090
Liabilitas imbalan pascakerja 19 9.000.448 9.778.372
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 6.889.717.794 9.429.019.394
Jumlah Liabilitas 13.185.271.026 17.329.245.465
EKUITAS
Modal saham
Modal dasar - 3.399.800.000 lembar saham
dengan nilai nominal Rp 40,-
Modal ditempatkan dan disetor penuh
- 1.062.437.500 lembar saham 20 42.497.500.000 42.497.500.000
Tambahan modal disetor 21 17.707.968.529 17.707.968.529
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya 200.000.000 100.000.000
Belum ditentukan penggunaannya 1.002.963.752 1.699.674.967
Kerugian aktuaria atas program imbalan pasti 19 7.540.783 8.063.853
Total Ekuitas Yang Dapat Diatribusikan
Kepada Pemilik Ekuitas Induk 61.415.973.064 62.013.207.349
Kepentingan non-pengendali 23 1.988.556 1.816.467
Jumlah Ekuitas 61.417.961.620 62.015.023.816
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 74.603.232.646 79.344.269.281
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan
bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
2
Page 11
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Desember 2024 31 Desember 2023
PENJUALAN NETO 24 22.345.047.806 20.280.739.163
BEBAN POKOK PENJUALAN 25 (7.552.833.156) (7.750.298.010)
LABA BRUTO 14.792.214.650 12.530.441.153
Penghasilan lain-lain 26 335.248.572 146.468.220
Beban penjualan 27 (2.302.321.838) (1.669.470.246)
Beban administrasi dan umum 28 (10.104.745.566) (8.194.009.709)
Beban keuangan 29 (1.330.772.358) (1.582.292.779)
Beban lain-lain 30 (335.901.810) (75.606.767)
LABA SEBELUM PAJAK 1.053.721.652 1.155.529.872
MAMFAAT (BEBAN) PAJAK
Pajak kini 14d (280.840.267) (206.469.070)
Pajak tangguhan 14c 63.316.084 (43.647)
Total beban pajak, neto (217.524.183) (206.512.717)
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN 836.197.469 949.017.154
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak direklasifikasi ke laba rugi:
- Pengukuran kembali atas program imbalan pasti 19 (670.602) (31.087.955)
- Pajak penghasilan terkait 14c 147.532 6.839.350
Jumlah penghasilan (beban) komprehensif lain (523.070) (24.248.605)
LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 835.674.399 924.768.549
Jumlah laba bersih tahun berjalan
yang dapat diatribusikan kepada:
- Pemilik entitas induk 836.025.380 948.990.055
- Kepentingan non-pengendali 23 172.089 27.099
836.197.469 949.017.154
Jumlah laba komprehensif tahun
berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
- Pemilik entitas induk 835.502.285 924.741.436
- Kepentingan non-pengendali 23 172.114 27.113
835.674.399 924.768.549
LABA BERSIH PER SAHAM YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA ENTITAS INDUK 32 0,79 0,89
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan
bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
3
Page 12
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Keuntungan
(Kerugian)
Saldo laba Aktuaria atas Total Ekuitas
Tambahan Belum ditentukan Sudah ditentukan Program Pemilik Kepentingan
Catatan Modal Disetor Modal disetor Penggunaannya Penggunaannya Imbalan pasti Entitas induk Non-pengendali Total Ekuitas
Saldo per 31 Desember 2022 42.497.500.000 17.707.968.529 1.913.122.412 - 32.312.472 62.150.903.413 1.789.354 62.152.692.767
Dana cadangan (100.000.000) 100.000.000 - - - -
Dividen 22 - - (1.062.437.500) - - (1.062.437.500) - (1.062.437.500)
laba bersih tahun berjalan - - 948.990.055 - - 948.990.055 27.113 949.017.168
Kerugian aktuaria - imbalan kerja 14d, 19 - - - - (24.248.619) (24.248.619) - (24.248.619)
Saldo per 31 Desember 2023 42.497.500.000 17.707.968.529 1.699.674.967 100.000.000 8.063.853 62.013.207.349 1.816.467 62.015.023.816
Dana cadangan - - (100.000.000) 100.000.000 - - - -
Dividen 22 - - (1.432.736.595) - - (1.432.736.595) - (1.432.736.595)
Laba bersih tahun berjalan - - 836.025.380 - - 836.025.380 172.089 836.197.469
Kerugian aktuaria - imbalan kerja 14d, 19 - - - - (523.070) (523.070) - (523.070)
Saldo per 31 Desember 2024 42.497.500.000 17.707.968.529 1.002.963.752 200.000.000 7.540.783 61.415.973.064 1.988.556 61.417.961.620
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan
bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
4
Page 13
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2024 31 Desember 2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 20.725.292.892 23.638.847.767
Pembayaran kepada pemasok dan beban operasi lain (11.680.188.537) (11.074.827.986)
Pembayaran gaji direksi dan karyawan (4.899.683.924) (3.484.410.602)
Pembayaran pajak penghasilan (280.840.267) (238.415.637)
Kas neto diperoleh dari aktivitas operasi 3.864.580.164 8.841.193.542
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Pembelian aset tetap (1.412.316.376) (6.028.016.366)
Perolehan aset tak berwujud - (986.097.037)
Pencairan deposito - 3.000.000.000
Kas neto digunakan untuk aktivitas investasi (1.412.316.376) (4.014.113.403)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran utang bank jangka panjang (2.373.626.376) (2.373.626.376)
Penerimaan pinjaman jangka pendek 3.688.824 229.983.815
Pembayaran utang pembiayaan konsumen (164.897.300) (131.220.000)
Pembayaran deviden (1.432.736.595) (1.062.437.500)
Penerimaan utang pembiayaan konsumen - 157.477.856
Penerimaan utang pihak berelasi - 72.250.000
Kas neto digunakan untuk aktivitas pendanaan (3.967.571.446) (3.107.572.206)
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN BANK (1.515.307.658) 1.719.507.934
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 3.047.197.821 1.327.689.887
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 1.531.890.163 3.047.197.821
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan
bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
5
Page 14
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
1. INFORMASI UMUM
a. Pendirian Perusahaan
PT Idea Indonesia Akademi Tbk ("Perusahaan") didirikan dengan akta No. 24, tanggal 13 Agustus 2019
dari Panji Kresna, SH., M.Kn., Notaris di Kota Bekasi. Anggaran Dasar Perusahaan tersebut telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan
No.AHU-0039874.AH.01.01.Tahun 2019 tanggal 13 Agustus 2019, serta diumumkan dalam Tambahan
Berita Negara Republik Indonesia No. 24541 tahun 2019, Berita Negara Republik Indonesia No. 68
tanggal 23 Agustus 2019.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami perubahan, terakhir dengan Akta No. 56 tanggal 30 Mei
2024, dari Rini Yulianti S.H., Notaris di Jakarta, mengenai perubahan susunan Dewan Komisaris dan
Direksi Perusahaan, Perubahan ini telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia Nomor AHU-AH.01.09-0209026.Tahun 2024 tanggal 3 Juni 2024.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi Pendidikan lainnya
swasta, Konsultasi Manajemen lainnya dan Penyediaan akomodasi lainnya. Selain kegiatan usaha
utama, Perusahaan dapat melakukan kegiatan usaha pendukung untuk melakukan segala kegiatan-
kegiatan yang diperlukan untuk mendukung terlaksananya kegiatan usaha utama Perusahaan.
Perusahaan berdomisili di Jakarta Selatan di Jl. Wr. Sila No.1, RT.1/RW.5 Cipedak, Kecamatan
Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Perusahaan beroperasi secara
komersil pada tahun 2019.
b. Penawaran Umum Saham
Pada tanggal 31 Agustus 2021, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Dewan Komisioner
Otoritas Jasa Keuangan No. S-154/D.04/2021 untuk melakukan Penawaran Umum Perdana (Initial
Public Offering / IPO). Penawaran Umum Perdana ini terdiri dari 212.487.500 (dua ratus dua belas juta
empat ratus delapan puluh tujuh ribu lima ratus) Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp40
(empat puluh rupiah) setiap saham dan harga penawaran Rp140 (seratus empat puluh rupiah) per
saham. Penawaran Umum Perdana tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 9
September 2021.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, seluruh saham Perusahaan atau sejumlah masing-masing
1.062.437.500 saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.
c. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit dan Karyawan
Berdasarkan Akta Notaris No. 56 dari notaris Rini Yulianti, S.H., tanggal 30 Mei 2024 dan Akta Notaris
No. 59 tanggal 22 Mei 2023, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31
Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama : Teuku Chairul Wisal Achmad Machlus Sadat
Komisaris Independen : Wendy Isnandar Wendy Isnandar
Dewan Direksi:
Direktur utama : Eko Desriyanto Eko Desriyanto
Direktur : Qonita -
Direktur : Muhammad Rino Alpassa Yusuf Nur Fauzan
6
Page 15
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
1. INFORMASI UMUM (lanjutan)
c. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit dan Karyawan (lanjutan)
Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 berdasarkan Keputusan
Dewan Komisaris, adalah sebagai berikut:
Komite Audit:
Ketua : Wendy Isnandar
Anggota : Lukman Prasetyo
: Yuki Ariawan
Pada tahun 2024, Grup mempunyai 2 orang karyawan tetap dan 71 orang karyawan tidak tetap [2023: 4
orang karyawan tetap dan 65 karyawan tidak tetap (tidak diaudit)]. Jumlah gaji dan tunjangan karyawan
pada tahun 2024 sebesar Rp 2.720.767.643 (2023: Rp 2.057.023.638).
d. Entitas Anak yang Dikonsolidasi
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Entitas Anak yang dikonsolidasikan dengan persentase
kepemilikan secara langsung lebih dari 50% adalah sebagai berikut:
Total Aset
Persentase Sebelum Sebelum
Tahun Kepemilikan Eliminasi Eliminasi
Entitas Anak Jenis Usaha Operasi 2024 2023 2024 2023
PT Aidia Indonesia Propertindo Hotel 2019 99,99 99,99 49.135.233.730 52.677.584.698
PT Idea Hospitallity Management Jasa Manajemen 2020 99,80 99,80 841.352.308 569.233.939
PT Aidia Indonesia Propertindo ("AIP")
PT Aidia Indonesia Propertindo didirikan di Kota Metro Lampung berdasarkan Akta Notaris No. 48,
tanggal 20 Agustus 2019 dibuat oleh Panji Kresna, SH., M.Kn. Akta pendirian tersebut telah disahkan
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No.AHU-
0041950.AH.01.01.Tahun 2019 tanggal 23 Agustus 2019 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia No. 70 Tambahan No.26358 tanggal 30 Agustus 2019.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar AIP, ruang lingkup kegiatan AIP adalah berusaha dalam bidang
jasa hotel bintang lima, hotel bintang empat, hotel bintang tiga, hotel bintang dua, hotel bintang satu,
apartemen hotel, penyedia akomodasi dan penyedia akomodasi jangka pendek. AIP mulai melakukan
kegiatan usaha secara komersial pada tahun 2019.
PT Idea Hospitallity Management ("IHM")
PT Idea Hospitality Management, didirikan pada tanggal 15 September 2020 di Kota Metro berdasarkan
akta notaris No. 03 dari Karamia Dwi Monica, S.H.,M.Kn. Anggaran Dasar tersebut telah mendapat
pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Keputusannya No.AHU-0047135.AH.01.01.Tahun 2020 tanggal 17 September 2020.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar IHM, ruang lingkup kegiatan IHM dalam bidang aktivitas
profesional, ilmiah dan teknis. IHM mulai melakukan kegiatan usaha secara komersil pada tahun 2023.
7
Page 16
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
1. INFORMASI UMUM (lanjutan)
e. Persetujuan Penerbitan Laporan Keuangan Konsolidasian
Dewan Direksi Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan
konsolidasian Grup, yang telah diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan
pada tanggal 25 Maret 2025
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
a. Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan konsolidasian ini telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia, yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia serta Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan ("BAPEPAM-LK") No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan
Emiten atau Perusahaan Publik, yang terlampir dalam surat keputusan No. KEP-347/BL/2012. Peraturan
tersebut sekarang merupakan regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan ("OJK").
b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep harga perolehan (historical cost)
menggunakan dasar akrual, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian. Beberapa akun disajikan
dengan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun
tersebut.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan
mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang yang digunakan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian adalah
mata uang Rupiah yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
c. PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU DAN REVISI ("PSAK") DAN INTERPRETASI
STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ("ISAK")
Dalam tahun berjalan, Perusahaan telah menerapkan, sejumlah amendemen dan interpretasi PSAK
yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan dari Ikatan Akuntan Indonesia yang relevan
dengan operasinya dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada atau setelah
1 Januari 2024.
▪ Amendemen PSAK 201 "Penyajian laporan keuangan" tentang klasifikasi liabilitas sebagai jangka
pendek atau jangka panjang.
▪ Amendemen PSAK 116 "Sewa" tentang liabilitas sewa pada transaksi jual dan sewa-balik.
▪ Amendemen PSAK 201 "Penyajian Laporan Keuangan" tentang liabilitas jangka panjang dengan
kovenan.
▪ Amendemen PSAK 207 "Laporan Arus Kas" dan amendemen PSAK 107 "Instrumen Keuangan:
Pengungkapan" tentang pengaturan pembiayaan pemasok.
Grup telah menganalisa penerapan standar dan interpretasi akuntansi tersebut di atas dan penerapan
tersebut tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian.
8
Page 17
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
c. PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU DAN REVISI ("PSAK") DAN INTERPRETASI
STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ("ISAK") (lanjutan)
Standar baru sudah diterbitkan tapi belum diterapkan
Standar baru dan amendemen standar yang berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau
setelah 1 Januari 2025, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu sebagai berikut:
▪ PSAK 117 "Kontrak Asuransi".
▪ PSAK 117 "Kontrak Asuransi" tentang penerapan awal PSAK 117 dan PSAK 109 - informasi
komparatif.
▪ Amendemen PSAK 221 "Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing" tentang kekurangan ketertukaran.
Efektif pada 1 Januari 2026:
▪ Penyesuaian tahunan PSAK 107 "Instrumen Keuangan: Pengungkapan", PSAK 109 "Instrumen
Keuangan", PSAK 110 "Laporan Keuangan", dan PSAK 207 "Laporan Arus Kas".
▪ Amendemen PSAK 109 "Instrumen Keuangan" dan PSAK 107 "Instrumen Keuangan: Pengungkapan"
tentang klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan.
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, dampak dari standar dan
interpretasi tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian tidak dapat diketahui atau diestimasi oleh
manajemen Grup.
d. Prinsip-prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan laporan keuangan Perusahaan dan Perusahaan yang
dikendalikan oleh Grup (termasuk Perusahaan terstruktur). Pengendalian tercapai jika Perusahaan
memiliki kekuasaan atas investee; eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya
dengan investee; dan kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk
mempengaruhi jumlah imbal hasil investor.
Perusahaan menilai kembali apakah Perusahaan tersebut mengendalikan investee jika fakta dan
keadaan yang mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen
pengendalian yang disebutkan di atas.
Ketika Perusahaan memiliki hak suara kurang dari mayoritas di-investee, ia memiliki kekuasaan atas
investee ketika hak suara investor cukup untuk memberinya kemampuan praktis untuk mengarahkan
aktivitas relevan secara sepihak. Perusahaan mempertimbangkan seluruh fakta dan keadaan yang
relevan dalam menilai apakah hak suara Perusahaan cukup untuk memberikan Perusahaan kekuasaan,
termasuk (i) ukuran kepemilikan hak suara Perusahaan relatif terhadap ukuran dan penyebaran
kepemilikan pemilik hak suara lain; (ii) hak suara potensial yang dimiliki oleh Perusahaan, pemegang
suara lain atau pihak lain; (iii) hak yang timbul dari pengaturan kontraktual lain; dan (iv) setiap fakta dan
keadaan tambahan apapun mengindikasikan bahwa Perusahaan memiliki, atau tidak memiliki,
kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas yang relevan pada saat keputusan perlu dibuat, termasuk
pola pemungutan suara pemilikan dalam RUPS sebelumnya.
Konsolidasi Perusahaan Anak dimulai ketika Perusahaan memperoleh pengendalian atas Perusahaan
Anak dan akan dihentikan ketika Perusahaan kehilangan pengendalian pada Perusahaan Anak. Secara
khusus, pendapatan dan beban Perusahaan Anak diakuisisi atau dijual selama tahun berjalan termasuk
dalam laporan laba rugi konsolidasian dan penghasilan komprehensif lain dari tanggal diperolehnya
pengendalian Perusahaan sampai tanggal ketika Perusahaan berhenti mengendalikan Perusahaan
9
Page 18
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
d. Prinsip-prinsip Konsolidasian (lanjutan)
Laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik Perusahaan
Induk dan untuk kepentingan nonpengendali. Perusahaan juga mengatribusikan total laba komprehensif
Perusahaan Anak kepada pemilik Perusahaan Induk dan kepentingan non-pengendali meskipun hal
tersebut mengakibatkan kepentingan non-pengendali memiliki saldo defisit.
Jika diperlukan, penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan Perusahaan Anak agar
kebijakan akuntansi sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup.
Seluruh aset dan liabilitas dalam intra kelompok usaha, ekuitas, pendapatan, biaya dan arus kas yang
berkaitan dengan transaksi dalam kelompok usaha dieliminasi secara penuh pada saat konsolidasian.
Perubahan kepemilikan Perusahaan Induk pada Perusahaan Anak yang tidak mengakibatkan kehilangan
pengendalian Perusahaan Induk atas Perusahaan Anak dicatat sebagai transaksi ekuitas. Jumlah
tercatat dari kepemilikan Grup dan kepentingan nonpengendali disesuaikan untuk mencerminkan
perubahan kepentingan relatifnya dalam Perusahaan Anak. Selisih antara jumlah tercatat kepentingan
nonpengendali yang disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau diterima diakui secara
langsung dalam ekuitas dan diatribusikan dengan pemilik Perusahaan Induk.
Ketika Grup kehilangan pengendalian pada Perusahaan Anak, keuntungan atau kerugian diakui dalam
laba rugi dan dihitung sebagai perbedaan antara (i) agregat nilai wajar pembayaran yang diterima dan
nilai wajar sisa kepemilikan dan (ii) jumlah tercatat sebelumnya dari aset (termasuk goodwill), dan
liabilitas dari Perusahaan Anak dan setiap kepentingan non-pengendali. Seluruh jumlah yang diakui
sebelumnya dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan Perusahaan Anak yang dicatat
seolah-olah Grup telah melepaskan secara langsung aset atau liabilitas terkait Perusahaan Anak (yaitu
direklasifikasi ke laba rugi atau ditransfer ke kategori lain dari ekuitas sebagaimana ditentukan diizinkan
oleh standar akuntansi yang berlaku). Nilai wajar setiap sisa investasi pada Perusahaan Anak terdahulu
pada tanggal hilangnya pengendalian dianggap sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal untuk
akuntansi berikutnya dalam PSAK No. 109, Instrumen Keuangan, atau, ketika berlaku, biaya perolehan
pada saat pengakuan awal dari investasi pada Perusahaan asosiasi atau ventura bersama.
e. Penjabaran Mata Uang Asing
Manajemen Grup menentukan mata uang fungsional adalah Rupiah dan memilih menggunakan mata
uang Rupiah sebagai mata uang penyajian laporan keuangan.
Transaksi dan Saldo
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang
berlaku pada tanggal transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam
mata uang asing dijabarkan dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal laporan
posisi keuangan (Dolar AS 1 = Rp 16.162 dan Rp 15.416, masing-masing pada tanggal 31 Desember
2024 dan 2023). Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari transaksi dalam mata uang asing
dari penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing, diakui pada laporan laba rugi.
10
Page 19
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
f. Transaksi Pihak Berelasi
Orang atau entitas dikategorikan sebagai pihak berelasi Grup apabila memenuhi definisi pihak berelasi
berdasarkan PSAK No. 224 “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
Semua transaksi signifikan dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam laporan keuangan
konsolidasian.
g. Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar
Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan klasifikasi
lancar/tidak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:
• akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal,
• untuk diperdagangkan, atau
• akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas, kecuali yang
dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12
bulan setelah tanggal pelaporan.
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
Suatu liabilitas disajikan jangka pendek bila:
• akan dilunasi dalam siklus operasi normal,
• untuk diperdagangkan,
• akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
• tidak ada hak pada akhir periode pelaporan untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12
bulan setelah tanggal pelaporan.
Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.
h. Kas dan Bank
Kas dan bank terdiri dari kas, bank dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam waktu 3 (tiga) bulan
atau kurang sejak tanggal penempatannya.
Deposito berjangka yang jatuh temponya kurang dari tiga bulan pada saat penempatan namun
dijaminkan, atau dibatasi pencairannya, dan deposito berjangka yang jatuh temponya lebih dari 3 (tiga)
bulan pada saat penempatan disajikan sebagai investasi jangka pendek, dan disajikan sebesar nilai
nominal.
i. Instrumen Keuangan
Grup menerapkan PSAK No. 109, Instrumen Keuangan, mengenai pengaturan instrumen keuangan
terkait klasifikasi dan pengukuran, penurunan nilai atas instrumen keuangan dan akuntansi lindung nilai.
Aset Keuangan
Grup mengklasifikasikan aset keuangan sesuai dengan PSAK No. 109, Instrumen Keuangan, sehingga
setelah pengakuan awal aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain atau nilai wajar melalui laba rugi, dengan menggunakan dua dasar, yaitu:
• Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan; dan
• Karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan.
11
Page 20
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
i. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Grup hanya memiliki instrumen keuangan dalam kategori
aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi.
Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
• Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam
rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
• Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang semata
dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat pengakuan awal
dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan
metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya, dan
dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, kategori ini meliputi kas dan setara kas, piutang usaha,
piutang lain-lain serta jaminan yang termasuk dalam akun aset lain-lain yang dimiliki oleh Grup.
Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas
Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas Grup diklasifikasikan berdasarkan substansi perjanjian
kontraktual serta definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. Kebijakan akuntansi yang diterapkan
atas instrumen keuangan tersebut diungkapkan berikut ini.
Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai berikut: (i) liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
diamortisasi, (ii) liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi. Grup menentukan
klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.
Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang,
termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dan selanjutnya diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Amortisasi suku bunga efektif
disajikan sebagai bagian dari beban keuangan dalam laba rugi.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Grup memiliki instrumen keuangan dalam kategori liabilitas
keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Liabilitas Keuangan yang Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi
Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat pengakuan
awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan
metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, kategori ini meliputi utang bank jangka pendek, utang
usaha, utang lain-lain, beban dibayar dimuka, utang bank jangka panjang dan utang pembiayaan
konsumen yang dimiliki oleh Grup.
12
Page 21
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
i. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, Grup saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan berniat untuk menyelesaikan secara
neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Reklasifikasi Instrumen Keuangan
Grup mereklasifikasi seluruh aset keuangan dalam kategori yang terpengaruh, jika dan hanya jika, Grup
mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan tersebut. Sedangkan, liabilitas keuangan tidak
direklasifikasi.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Grup selalu mengakui kerugian kredit ekspektasian (ECL) sepanjang umur untuk piutang usaha.
Kerugian kredit ekspetasian atas aset keuangan diestimasi menggunakan pendekatan tingkat kerugian
berdasarkan pengalaman kerugian kredit historis Grup, disesuaikan dengan kondisi ekonomi umum dan
penilaian baik atas kondisi kini maupun perkiraan masa depan pada tanggal pelaporan, termasuk nilai
waktu atas uang jika tepat.
Untuk semua instrumen keuangan lainnya, Grup mengakui ECL sepanjang umur ketika telah ada
peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal. Jika sebaliknya, risiko kredit pada
instrumen keuangan tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, Grup mengukur
penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah ECL 12 bulan. Penilaian apakah ECL
sepanjang umur harus diakui didasarkan pada peningkatan signifikan dalam kemungkinan terjadinya
atau pada risiko gagal bayar sejak pengakuan awal dan bukan didasarkan bukti aset keuangan yang
mengalami kerugian kredit pada tanggal pelaporan atau kejadian gagal bayar sebenarnya. ECL
sepanjang umur merupakan kerugian kredit ekspetasian yang timbul dari seluruh kemungkinan peristiwa
gagal bayar selama perkiraan umur instrumen keuangan. Sebaliknya, ECL 12 bulan mewakili porsi ECL
sepanjang umur yang timbul dari peristiwa gagal bayar pada instrumen keuangan yang mungkin terjadi
dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan
• Aset Keuangan
Penghentian pengakuan atas suatu aset keuangan, atau, bila dapat diterapkan untuk bagian dari aset
keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa, terjadi apabila:
a. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir atau aset telah
dialihkan;
b. Grup tetap mengalihkan hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut
atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tersebut tanpa penundaan
yang signifikan terhadap pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan dan (i) Grup secara
substansial mengalihkan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut,
atau (ii) Grup secara substansial tidak mengalihkan maupun tidak mempertahankan seluruh risiko
dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah mengalihkan pengendalian
atas aset keuangan tersebut.
13
Page 22
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
i. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan (lanjutan)
• Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas keuangan tersebut berakhir, dibatalkan,
atau telah kadaluarsa.
j. Pengukuran Nilai Wajar
Pengukuran nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan
liabilitas akan terjadi:
• di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut atau;
• jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas
Grup harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan pada tanggal
pengukuran
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan
terbaiknya, atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut
dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya
Ketika Grup menggunakan teknik penilaian, maka Grup memaksimalkan penggunaan input yang dapat
diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Seluruh aset dan liabilitas yang mana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut diukur atau diungkapkan,
dikategorikan dalam hirarki nilai wajar sebagai berikut:
• Level 1 – harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik;
• Level 2 – teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar
dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung;
• Level 3 – teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar
tidak dapat diobservasi.
Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang dalam laporan keuangan
konsolidasian, maka Grup menentukan apakah telah terjadi transfer di antara level hirarki dengan menilai
kembali pengkategorian level nilai wajar pada setiap akhir periode pelaporan.
14
Page 23
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
k. Persediaan
Persediaan dinyatakan berdasarkan jumlah terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto.
Biaya persediaan terdiri dari seluruh biaya pembelian, biaya konversi dan biaya lain yang timbul sampai
persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-
rata tertimbang. Nilai realisasi neto merupakan taksiran harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi
estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk membuat penjualan.
Setiap penurunan nilai persediaan di bawah biaya perolehan menjadi nilai realisasi neto dan seluruh
kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian tersebut.
Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai realisasi neto,
diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban persediaan pada periode terjadinya pemulihan
tersebut.
Barang dan perlengkapan hotel terdiri dari makanan, minuman, perlengkapan teknik dan perlengkapan
hotel.
l. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka dibebankan selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan
metode garis lurus.
m. Aset Tetap
Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan (pengakuan awal) setelah dikurangi akumulasi
penyusutan dan akumulasi penurunan nilai aset. Biaya perolehan awal aset tetap meliputi harga
perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh dikreditkan dan biaya-biaya yang
dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan sesuai
dengan tujuan penggunaan yang ditetapkan.
Setelah pengakuan awal, aset tetap diukur dengan model biaya.
Nilai residu, estimasi umur ekonomis dan metode penyusutan aset tetap ditelaah dan disesuaikan jika
lebih tepat, pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, untuk memastikan bahwa nilai sisa, estimasi
umur ekonomis dan metode penyusutan tersebut telah mencerminkan manfaat ekonomi yang
diharapkan dari aset tersebut.
Aset tetap disusutkan sejak aset mulai atau siap digunakan, dengan menggunakan metode garis lurus
berdasarkan estimasi umur masa manfaat ekonomis sebagai berikut:
Masa Manfaat
Bangunan dan prasarana 20
Perlengkapan dan Perabot 4-8
Kendaraan 4
Peralatan Kantor 4-8
15
Page 24
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
m. Aset Tetap (lanjutan)
Tanah dinyatakan pada harga perolehan dan tidak disusutkan. Biaya legal awal untuk mendapatkan hak
legal dan biaya terkait dengan pembaruan hak atas tanah, diakui sebagai bagian biaya akuisisi tanah,
dan biaya-biaya tersebut tidak didepresiasikan.
Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif tahun berjalan;
sedangkan renovasi dan penambahan yang jumlahnya signifikan dan memperpanjang masa manfaat
dikapitalisasi ke aset tetap yang bersangkutan. Nilai tercatat serta akumulasi penyusutan atas aset tetap
yang tidak digunakan lagi atau yang dijual, dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan, dan
keuntungan atau kerugian yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi tahun berjalan.
Apabila aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual, maka nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya
dikeluarkan dari laporan posisi keuangan, dan keuntungan atau kerugian yang terjadi diakui dalam
laporan laba rugi tahun berjalan.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat
ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang
timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan
dan nilai tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan
pengakuannya.
Pada akhir periode pelaporan, Grup melakukan penelaahan berkala atas masa manfaat ekonomis aset,
nilai sisa aset, metode penyusutan dan sisa umur pemakaian berdasarkan kondisi teknis.
n. Aset tak berwujud
Perangkat lunak
Perangkat lunak pada awalnya dinyatakan sebesar harga perolehan. Setelah pengakuan awal, aset tak
berwujud diukur menggunakan model biaya, dicatat sebesar biaya perolehannya dikurangi akumulasi
amortisasi dan akumulasi kerugian penurunan nilai.
Pengeluaran selanjutnya untuk perangkat lunak akan dikapitalisasi hanya jika pengeluaran tersebut
menambah manfaat ekonomi di masa mendatang untuk aset yang bersangkutan. Semua pengeluaran
lainnya dibebankan pada saat terjadinya.
Amortisasi diakui dalam laporan laba rugi dengan menggunakan metode garis lurus sepanjang estimasi
masa manfaatnya, dimulai dari tanggal perangkat lunak tersebut tersedia untuk dipakai. Estimasi masa
manfaat perangkat lunak adalah lima tahun.
Metode amortisasi, estimasi masa manfaat dan nilai residual ditelaah pada setiap akhir tahun pelaporan
dan disesuaikan jika dianggap tepat
o. Sewa
Grup menilai pada awal kontrak apakah suatu kontrak adalah, atau berisi, sewa. Artinya, jika kontrak
memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset teridentifikasi untuk suatu periode waktu
sebagai imbalan untuk imbalan.
16
Page 25
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
o. Sewa (lanjutan)
Sebagai penyewa
Grup menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk seluruh sewa, kecuali untuk
sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah. Perusahaan mengakui liabilitas sewa untuk
melakukan pembayaran sewa dan aset hak guna yang mewakili hak untuk menggunakan aset pendasar.
(i) Aset Hak-Guna
Grup mengakui aset hak-guna pada tanggal dimulainya sewa (yaitu tanggal aset tersedia untuk
digunakan). Aset hak-guna diukur pada harga perolehan, dikurangi akumulasi penyusutan dan
penurunan nilai, dan disesuaikan untuk setiap pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya perolehan
aset hak-guna mencakup jumlah liabilitas sewa yang diakui, biaya langsung yang timbul di awal, dan
pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal mulai dikurangi setiap insentif sewa
yang diterima. Aset hak-guna disusutkan dengan metode garis lurus selama periode yang lebih
pendek antara sewa dan estimasi masa manfaat aset.
Jika kepemilikan aset sewaan beralih ke Grup pada akhir masa sewa atau biaya perolehan
mencerminkan pelaksanaan opsi beli, penyusutan dihitung dengan menggunakan estimasi masa
manfaat aset. Aset hak-guna juga mengalami penurunan nilai (Catatan 2m).
(ii) Liabilitas Sewa
Pada tanggal dimulainya sewa, Grup mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini
pembayaran sewa yang harus dilakukan selama masa sewa. Pembayaran sewa mencakup
pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara substansi) dikurangi piutang insentif sewa,
pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau tarif, dan jumlah yang diharapkan
akan dibayar di bawah jaminan nilai residu. Pembayaran sewa juga mencakup harga pelaksanaan
dari opsi beli yang cukup pasti akan dilaksanakan oleh Perusahaan, dan pembayaran denda untuk
penghentian sewa, jika masa sewa merefleksikan Perusahaan melaksanakan opsi untuk
menghentikan sewa. Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau tarif diakui
sebagai beban (kecuali terjadi untuk menghasilkan persediaan) pada periode di mana peristiwa atau
kondisi yang memicu terjadinya pembayaran.
Dalam menghitung nilai kini dari pembayaran sewa, Grup menggunakan suku bunga pinjaman
inkremental penyewa pada tanggal dimulainya sewa karena suku bunga implisit dalam sewa tidak
dapat ditentukan. Setelah tanggal dimulainya sewa, jumlah liabilitas sewa ditingkatkan untuk
mencerminkan pertambahan bunga dan dikurangi pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu,
jumlah tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika terdapat modifikasi, perubahan jangka waktu sewa,
perubahan pembayaran sewa, atau perubahan dalam penilaian opsi untuk membeli aset pendasar.
Grup menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek untuk sewa mesin dan peralatan
jangka pendeknya (yaitu, sewa yang memiliki jangka waktu sewa 12 bulan atau kurang, dari tanggal
permulaan dan tidak mengandung opsi beli). Hal ini juga berlaku untuk pengecualian pengakuan
sewa aset bernilai rendah untuk sewa peralatan kantor yang dianggap bernilai rendah. Pembayaran
sewa untuk sewa jangka pendek dan sewa dari aset bernilai rendah diakui sebagai beban dengan
metode garis lurus selama masa sewa.
17
Page 26
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
o. Sewa (lanjutan)
Sebagai pesewa
Ketika Grup bertindak sebagai pesewa, Grup mengklasifikasi masing-masing sewanya baik sewa operasi
atau sewa pembiayaan.
Untuk mengklasifikasi masing-masing sewa, Grup membuat penilaian secara keseluruhan atas apakah
sewa mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset
pendasar. Jika penilaian membuktikan hal tersebut, maka sewa diklasifikasikan sebagai sewa
pembiayaan; jika tidak maka, merupakan sewa operasi. Sebagai bagian dari penilaian ini, Grup
mempertimbangkan beberapa indikator seperti apakah masa sewa adalah sebagian besar dari umur
ekonomik aset pendasar.
p. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Grup mengakui rugi penurunan nilai aset apabila taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali
(recoverable amount) dari suatu aset lebih rendah dari nilai tercatatnya. Pada setiap tanggal laporan
posisi keuangan, Perusahaan melakukan penelaahan untuk menentukan apakah terdapat indikasi
pemulihan penurunan nilai. Pemulihan penurunan nilai diakui sebagai laba pada periode terjadinya
pemulihan.
q. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pengakuan Pendapatan
Grup menerapkan PSAK No. 115 yang mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi 5
langkah analisa sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi kontrak dengan pelanggan, dimana Grup mencatat kontrak dengan pelanggan
hanya jika seluruh kriteria berikut terpenuhi:
i. Kontrak telah disetujui oleh para pihak dalam kontrak
ii. Perusahaan dapat mengindentifikasi hak dari para pihak dan jangka waktu pembayaran atas
barang yang akan dialihkan
iii. Kontrak memiliki subtansi komersial
iv. Kemungkinan besar Perusahaan akan menerima imbalan atas barang yang dialihkan
2. Mengindentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-
janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke
pelanggan;
3. Menentukan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh
suatu Perusahaan sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke
pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel,
maka Grup membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak
diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan
estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak;
4. Mengalokasikan harga transaksi pada setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar
harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin;
5. Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang
atau jasa ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut (pada suatu waktu
tertentu atau sepanjang waktu).
18
Page 27
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
q. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)
Kriteria lainnya
Pendapatan diakui ketika Grup telah memenuhi kewajiban pelaksanaan dengan mengalihkan barang
atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan, yaitu ketika pelanggan memperoleh pengendalian atas
barang atau jasa tersebut. Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi pada suatu waktu tertentu atau dari
sepanjang waktu. Jumlah pendapatan yang diakui adalah jumlah yang dialokasikan untuk kewajiban
pelaksanaan yang dipenuhi.
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan diakui pada saat kepemilikan aset dialihkan kepada
pelanggan, umumnya pada saat penyerahan aset kepada pelanggan. Uang muka yang diperoleh dari
pelangan diakui sebagai liabilitas kontrak.
Pengakuan Beban
Biaya penambahan yang secara langsung berhubungan untuk mendapatkan kontrak ("biaya untuk
memperoleh") dan diharapkan dapat dipulihkan, biaya tersebut dengan demikian memenuhi syarat
kapitalisasi berdasarkan PSAK No. 115 dan dicatat sebagai bagian dari akun “Biaya dibayar dimuka”.
Beban tersebut diamortisasi dengan cara sistematis sejalan dengan penyerahan barang atau jasa yang
terkait dengan aset tersebut.
Beban pokok penjualan diakui pada saat terjadinya (metode akrual). Termasuk didalam beban pokok
penjualan adalah taksiran beban untuk pengembangan prasarana di masa yang akan datang atas tanah
yang telah terjual.
Beban bunga dari instrumen keuangan diakui dalam laba rugi secara akrual menggunakan metode suku
bunga efektif.
Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).
r. Distribusi Dividen
Distribusi dividen kepada pemegang saham Grup diakui sebagai liabilitas dalam laporan keuangan
konsolidasian dalam periode saat dividen tersebut disetujui oleh pemegang saham Grup.
s. Informasi Segmen
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal komponen-komponen Grup yang secara
berkala dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya ke
dalam segmen dan penilaian kinerja Grup
t. Pajak Penghasilan
Pajak kini
Pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung
berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
19
Page 28
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
t. Pajak Penghasilan (lanjutan)
Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan diakui sebagai liabilitas jika terdapat perbedaan temporer kena pajak yang timbul dari
perbedaan antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan jumlah tercatatnya pada tanggal
pelaporan.
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal
yang dapat dikompensasikan. Aset pajak tangguhan diakui dan direviu pada setiap tanggal pelaporan
atau diturunkan jumlah tercatatnya, sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak tersedia untuk
pemanfaatan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal yang dapat dikompensasikan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku
ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (atau peraturan pajak) yang
telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.
Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus jika dan hanya jika, terdapat hak yang
dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan
pajak tangguhan tersebut terkait dengan entitas kena pajak yang sama dan dikenakan oleh otoritas
perpajakan yang sama.
u. Imbalan Kerja
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek
Imbalan kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah yang tidak terdiskonto sebagai liabilitas pada laporan
posisi keuangan setelah dikurangi jumlah yang telah dibayar dan sebagai beban dalam laba rugi.
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang merupakan manfaat pasti yang dibentuk dengan pendanaan
khusus melalui program dana pensiun dan didasarkan pada masa kerja dan jumlah penghasilan
karyawan pada saat pensiun yang dihitung menggunakan metode Projected Unit Credit. Pengukuran
kembali liabilitas imbalan pasti langsung diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dan
penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi, namun
menjadi bagian dari saldo laba. Biaya liabilitas imbalan pasti lainnya terkait dengan program imbalan
pasti diakui dalam laba rugi.
Pada tanggal 2 Februari 2021, Pemerintah mengundangkan dan memberlakukan Peraturan Pemerintah
Nomor 35 Tahun 2021 (PP 35/2021) untuk melaksanakan ketentuan Pasal 81 dan Pasal 185 (b) UU No.
11/2020 mengenai Cipta Kerja yang bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja yang seluas-luasnya.
20
Page 29
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
u. Imbalan Kerja (lanjutan)
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang (lanjutan)
Presiden Republik Indonesia telah menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2
Tahun 2022 tentang Cipta Kerja (Perppu Cipta Kerja 2/2022) pada tanggal 30 Desember 2022 yang
merupakan pelaksanaan dari Putusan MK Nomor 91/PUU-XVIII/2020. Dengan berlakunya Perppu ini, UU
No. 11/2020 tentang Cipta Kerja dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Perppu Cipta Kerja 2/2022 telah
ditetapkan menjadi Undang-Undang pada tanggal 31 Maret 2023 berdasarkan Undang-Undang No. 6
Tahun 2023.
v. Laba per Saham Dasar
Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih residual dengan jumlah rata-rata
tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
w. Saling Hapus antar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Aset dan liabilitas keuangan Perusahaan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
keuangan jika dan hanya jika,
• Saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah
diakui tersebut; dan
• Berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan
liabilitasnya secara simultan.
3. PENGGUNAAN ESTIMASI, PERTIMBANGAN, DAN ASUMSI MANAJEMEN
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Grup, seperti yang diungkapkan dalam Catatan 2 pada laporan
keuangan konsolidasian, manajemen harus membuat estimasi, pertimbangan, dan asumsi atas nilai tercatat
aset dan liabilitas yang tidak tersedia oleh sumber-sumber lain. Estimasi dan asumsi tersebut, berdasarkan
pengalaman historis dan faktor lain yang dipertimbangkan relevan.
Manajemen berkeyakinan bahwa pengungkapan berikut telah mencakup ikhtisar estimasi, pertimbangan dan
asumsi signifikan yang dibuat oleh manajemen, yang berpengaruh terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan
serta pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasian.
Pertimbangan
Pertimbangan-pertimbangan berikut dibuat oleh manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi
Grup yang memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan
keuangan konsolidasian:
a. Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Grup menentukan klasifikasi aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan
dengan menilai apakah aset dan liabilitas tersebut memenuhi definisi yang ditetapkan dalam PSAK No.
109. Aset keuangan dan liabilitas keuangan dicatat sesuai dengan informasi kebijakan akuntansi
sebagaimana material diungkapkan Catatan 2.
21
Page 30
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
3. PENGGUNAAN ESTIMASI, PERTIMBANGAN, DAN ASUMSI MANAJEMEN (lanjutan)
Pertimbangan (lanjutan)
Pertimbangan-pertimbangan berikut dibuat oleh manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi
Grup yang memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan
keuangan konsolidasian (lanjutan):
b. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai
Grup mengakui ECL sepanjang umur ketika telah ada peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak
pengakuan awal. Jika sebaliknya, risiko kredit pada instrumen keuangan tidak meningkat secara
signifikan sejak pengakuan awal, Grup mengukur penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan
tersebut sejumlah ECL 12 bulan. Penilaian apakah ECL sepanjang umur harus diakui didasarkan pada
peningkatan signifikan dalam kemungkinan terjadinya atau pada risiko gagal bayar sejak pengakuan
awal dan bukan didasarkan bukti aset keuangan yang mengalami kerugian kredit pada tanggal
pelaporan atau kejadian gagal bayar sebenarnya. ECL sepanjang umur merupakan kerugian kredit
ekspetasian yang timbul dari seluruh kemungkinan peristiwa gagal bayar selama perkiraan umur
instrumen keuangan. Sebaliknya, ECL 12 bulan mewakili porsi ECL sepanjang umur yang timbul dari
peristiwa gagal bayar pada instrumen keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah tanggal
Suatu evaluasi yang bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah cadangan kerugian ekspektasian yang
harus dibentuk, dilakukan secara berkala pada setiap periode pelaporan. Oleh karena itu, saat dan
besaran jumlah cadangan kerugian kredit ekspektasian yang tercatat pada setiap periode dapat berbeda
tergantung pada pertimbangan atas informasi yang tersedia atau berlaku pada saat itu.
c. Pajak Penghasilan
Pertimbangan yang signifikan dibutuhkan untuk menentukan jumlah pajak penghasilan. Terdapat
sejumlah transaksi dan perhitungan yang menimbulkan ketidakpastian penentuan jumlah pajak
penghasilan karena interpretasi atas peraturan pajak yang berbeda. Jika hasil pemeriksaan pajak
berbeda dengan jumlah yang sebelumnya telah dibukukan, maka selisih tersebut akan berdampak
terhadap aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan dalam periode dimana hasil pemeriksaan tersebut
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber utama lain dalam mengestimasi ketidakpastian pada
tanggal pelaporan yang mempunyai risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian material
terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup
mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia saat laporan keuangan konsolidasian
disusun. Kondisi yang ada dan asumsi mengenai perkembangan masa depan dapat berubah karena
perubahan situasi pasar yang berada di luar kendali Grup. Perubahan tersebut tercermin dalam asumsi
ketika keadaan tersebut terjadi:
a. Estimasi Masa Manfaat dan Penyusutan Aset Tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4
tahun sampai dengan 20 tahun, yang merupakan umur yang secara umum diharapkan dalam industri
yang sama dan pengalaman aset yang sejenis. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan
teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya
penyusutan masa depan mungkin direvisi.
22
Page 31
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
3. PENGGUNAAN ESTIMASI, PERTIMBANGAN, DAN ASUMSI MANAJEMEN (lanjutan)
Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber utama lain dalam mengestimasi ketidakpastian pada
tanggal pelaporan yang mempunyai risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian material
terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup
mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia saat laporan keuangan konsolidasian
disusun. Kondisi yang ada dan asumsi mengenai perkembangan masa depan dapat berubah karena
perubahan situasi pasar yang berada di luar kendali Grup. Perubahan tersebut tercermin dalam asumsi
ketika keadaan tersebut terjadi (lanjutan):
b. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Penelaahan atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai aset tertentu.
Penentuan nilai wajar aset membutuhkan estimasi arus kas yang diharapkan akan dihasilkan dari
pemakaian berkelanjutan dan pelepasan akhir atas aset tersebut. Perubahan signifikan dalam asumsi-
asumsi yang digunakan untuk menentukan nilai wajar dapat berdampak signifikan pada nilai terpulihkan
dan jumlah kerugian penurunan nilai yang terjadi mungkin berdampak material pada hasil operasi Grup.
c. Imbalan Kerja Jangka Panjang
Penentuan liabilitas imbalan kerja jangka panjang dipengaruhi oleh asumsi tertentu yang digunakan oleh
aktuaris dalam menghitung jumlah tersebut. Asumsi asumsi tersebut dijelaskan dalam Catatan 19 dan
mencakup, antara lain, tingkat kenaikan gaji dan tingkat diskonto yang ditentukan dengan mengacu pada
imbal hasil pasar atas bunga obligasi pemerintah dalam mata uang yang sama dengan mata uang
pembayaran imbalan dan memiliki jangka waktu yang mendekati estimasi jangka waktu liabilitas imbalan
kerja jangka panjang tersebut. Hasil aktual yang berbeda dengan asumsi Grup dibukukan pada
penghasilan komprehensif lain dan dengan demikian, berdampak pada jumlah penghasilan komprehensif
lain yang diakui dan liabilitas yang tercatat pada periode-periode mendatang. Manajemen berkeyakinan
bahwa asumsi-asumsi yang digunakan adalah tepat dan wajar, namun demikian, perbedaan signifikan
pada hasil aktual, atau perubahan signifikan dalam asumsi-asumsi tersebut dapat berdampak signifikan
pada jumlah liabilitas imbalan kerja jangka panjang.
23
Page 32
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
4. KAS DAN BANK
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Kas 137.199.844 66.138.818
Bank
PT Bank Central Asia Tbk 1.308.005.275 2.666.829.619
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 55.404.494 245.387.468
PT Bank CIMB Niaga Tbk. 15.837.374 16.429.038
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 8.418.299 32.009.252
PT Bank Pembangunan Daerah Lampung 7.024.877 6.218.581
PT Bank Syariah Indonesia Tbk - 14.185.045
Jumlah 1.531.890.163 3.047.197.821
5. PIUTANG USAHA
▪ Berdasarkan Segmen:
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga:
Piutang program 4.079.949.333 2.385.025.000
Kamar, makanan dan minuman, dan lain-lain 165.107.056 144.244.564
4.245.056.389 2.529.269.564
Dikurangi:
cadangan kerugian kredit ekspektasian (346.958.218) (80.925.640)
Jumlah 3.898.098.171 2.448.343.924
▪ Berdasarkan Analisis Umur Piutang Usaha:
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Belum jatuh tempo 1.358.718.682 378.161.464
Telah jatuh tempo:
< 30 hari 2.753.077.717 536.924.272
31 - 60 hari 82.589.990 490.600.495
61 - 90 hari - 389.833.333
> 90 hari 50.670.000 733.750.000
4.245.056.389 2.529.269.564
Dikurangi:
cadangan kerugian kredit ekspektasian (346.958.218) (80.925.640)
Jumlah 3.898.098.171 2.448.343.924
Mutasi cadangan kerugian kredit ekspektasian adalah sebagai berikut:
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Saldo awal 80.925.640 54.206.616
Penambahan (Catatan 30) 266.032.578 26.719.024
Saldo akhir 346.958.218 80.925.640
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian kredit ekspektasian pada tanggal 31 Desember 2024
dan 2023 adalah cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas menurunnya nilai piutang.
24
Page 33
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
6. PIUTANG LAIN-LAIN
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Pihak berelasi
PT Idea Asia Investama - 617.314.845
Pihak ketiga:
Karyawan 58.926.798 26.195.001
Jumlah 58.926.798 643.509.846
7. PERSEDIAAN
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Perlengkapan 54.801.590 63.957.092
Makanan dan minuman 38.994.762 44.882.711
Peralatan dapur 17.258.818 19.929.200
Jumlah 111.055.170 128.769.003
Grup tidak membentuk penyisihan penurunan nilai persediaan, karena Manajemen berkeyakinan bahwa
tidak ada persediaan barang usang dan lambat bergerak pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.
8. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Uang muka
Sewa 50.000.000 -
Proyek - 100.987.125
Biaya dibayar dimuka
Sistem penunjang - 25.327.350
Sewa - 4.995.000
Lain-lain - 101.176.670
Jumlah 50.000.000 232.486.145
9. ASET TETAP
31 Desember 2024
1 Jan 2023 Penambahan Pengurangan 31 Des 2023
Harga Perolehan:
Perolehan langsung:
Tanah 12.315.263.667 - - 12.315.263.667
Bangunan & prasarana 56.414.644.180 1.257.881.167 - 57.672.525.347
Kendaraan 1.143.520.000 - - 1.143.520.000
Peralatan kantor 1.890.693.221 118.813.209 - 2.009.506.430
Perlengkapan dan perabot 12.922.869.950 35.622.000 - 12.958.491.950
84.686.991.018 1.412.316.376 - 86.099.307.394
Akumulasi Penyusutan:
Pemilikan langsung:
Bangunan & prasarana 6.139.599.296 2.916.990.086 - 9.056.589.382
Kendaraan 155.237.919 157.940.000 - 313.177.919
Peralatan kantor 1.091.019.756 285.005.136 - 1.376.024.893
Perlengkapan dan perabot 5.437.572.145 1.760.020.709 - 7.197.592.854
12.823.429.116 5.119.955.931 - 17.943.385.047
Nilai tercatat bersih 71.863.561.902 68.155.922.347
25
Page 34
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
9. ASET TETAP (lanjutan)
31 Desember 2023
1 Jan 2023 Penambahan Pengurangan 31 Des 2023
Harga Perolehan:
Perolehan langsung:
Tanah 12.315.263.667 - - 12.315.263.667
Bangunan & prasarana 41.457.044.016 14.957.600.164 - 56.414.644.180
Kendaraan 947.640.000 195.880.000 - 1.143.520.000
Peralatan kantor 1.869.250.921 21.442.300 - 1.890.693.221
Perlengkapan dan perabot 12.662.223.127 260.646.823 - 12.922.869.950
69.251.421.731 15.435.569.287 - 84.686.991.018
Akumulasi Penyusutan:
Pemilikan langsung:
Bangunan & prasarana 3.868.444.077 2.271.155.219 - 6.139.599.296
Kendaraan 34.742.502 120.495.417 - 155.237.919
Peralatan kantor 794.303.076 296.716.680 - 1.091.019.756
Perlengkapan dan perabot 3.734.876.961 1.702.695.184 - 5.437.572.145
8.432.366.616 4.391.062.500 - 12.823.429.116
Nilai tercatat bersih 60.819.055.115 71.863.561.902
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Beban penyusutan dialokasikan pada:
Beban umum dan administrasi (Catatan 28) 5.119.955.931 4.391.062.500
Jumlah 5.119.955.931 4.391.062.500
Tanah merupakan hak atas tanah Perusahaan dan entitas anak yang sebagaimana ternyata dalam Sertifikat
Hak Guna Bangunan Hak Guna Bangunan (HGB) No. 1057-1060 yang berlaku sampai tanggal 20
November 2039, Hak Guna Bangunan (HGB) No. 1062-1070 yang berlaku sampai tanggal 18 Mei 2040 dan
Hak Guna Bangunan (HGB) No.1110/Metro yang berlaku sampai tanggal 26 Agustus 2040.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Grup mengasuransikan aset tetapnya, kecuali tanah, kepada PT
Asuransi Dayin Mitra Tbk, pihak ketiga, dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 25.241.500.000.
Tanah dan bangunan digunakan sebagai jaminan atas fasilitas kredit dari PT Bank Ganesha Tbk.
Berdasarkan hasil penelaahan manajemen, tidak terdapat indikasi penurunan nilai aset tetap sehingga Grup
tidak melakukan penyisihan penurunan nilai untuk aset tetap.
10. ASET TAK BERWUJUD
31 Desember 2024
1 Jan 2024 Penambahan Pengurangan 31 Des 2024
Harga Perolehan:
System 986.097.037 - - 986.097.037
986.097.037 - - 986.097.037
Akumulasi amortisasi :
System 20.543.688 246.524.259 - 267.067.947
20.543.688 246.524.259 - 267.067.947
Nilai tercatat 965.553.349 719.029.090
26
Page 35
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
10. ASET TAK BERWUJUD (lanjutan)
31 Desember 2023
1 Jan 2023 Penambahan Pengurangan 31 Des 2023
Harga Perolehan:
System - 986.097.037 - 986.097.037
- 986.097.037 - 986.097.037
Akumulasi amortisasi :
System - 20.543.688 - 20.543.688
- 20.543.688 - 20.543.688
Nilai tercatat - 965.553.349
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Beban amortisasi dialokasikan pada:
Beban umum dan administrasi (Catatan 28) 246.524.259 20.543.688
Jumlah 246.524.259 20.543.688
11. UTANG BANK JANGKA PENDEK
31 Desember 2024 31 Desember 2023
PT Bank Ganesha Tbk 2.865.147.736 2.861.458.912
Berdasarkan Perjanjian Perpanjangan Kredit No. 015/PJPK/KRD/KCU/2024 Pada tanggal 6 Maret 2024,
Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dalam bentuk pinjaman rekening koran dari PT Bank Ganesa Tbk
dengan plafon sebesar Rp 2.900.000.000 dengan tingkat bunga 10% pertahun dengan jangka waktu 12
bulan, yang akan jatuh tempo pada tanggal 20 Maret 2025.
Jaminan atas fasilitas kredit ini sama dengan utang bank jangka panjang (Catatan 18)
12. UTANG USAHA
▪ Berdasarkan Segmen:
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga:
Supplier 75.082.127 131.880.959
Refund program 2.300.000 2.050.000
Jumlah 77.382.127 133.930.959
▪ Berdasarkan Analisis Umur Utang Usaha:
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Belum Jatuh Tempo - 62.289.806
Jatuh Tempo:
1 - 30 Hari 75.082.127 71.641.153
> 31 Hari 2.300.000
Jumlah 77.382.127 133.930.959
27
Page 36
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
13. UTANG LAIN-LAIN
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Pihak yang berelasi:
PT Idea Asia Investama - 1.534.442.758
Pihak ketiga:
Deposit 137.787.800 100.249.285
Jumlah 137.787.800 1.634.692.043
14. PERPAJAKAN
a. Utang Pajak
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Entitas induk
Pajak penghasilan pasal 21 - 3.200.000
Pajak penghasilan pasal 23 1.720.000 -
Pajak penghasilan pasal 29 151.632.967 165.740.190
Entitas anak
Pajak penghasilan pasal 21 - 281.760
Pajak penghasilan pasal 23 431.621 1.265.433
Pajak penghasilan pasal 29 122.709.346 23.929.579
Pajak restoran - PB 1 91.430.536 88.656.830
Jumlah 367.924.469 283.073.792
b. Pajak Kini
Rekonsiliasi laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian dengan taksiran laba fiskal yang dihitung oleh Entitas untuk tahun yang berakhir pada 31
Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Laba sebelum pajak penghasilan menurut laporan
laba rugi konsolidasian 1.053.721.652 1.155.529.871
Dikurangi: Laba sebelum taksiran
pajak penghasilan Entitas Anak (563.498.533) (145.932.028)
Eliminasi konsolidasisan 432.940.087 -
Laba sebelum pajak penghasilan Entitas Induk 923.163.206 1.009.597.843
Koreksi fiskal terdiri dari:
Beda tetap:
Laba anak usaha (432.940.088) -
Pajak 8.181.250 8.351.635
Jamuan dan sumbangan 24.120.471 19.847.399
Pendapatan bunga (1.378.114) (69.700.361)
Lain-lain 45.998.073 28.805.874
Jumlah (356.018.408) (12.695.453)
Beda temporer:
Beban penyisihan penurunan nilai 266.032.578 26.719.024
Imbalan kerja (1.448.526) (31.865.653)
Jumlah 264.584.052 (5.146.629)
28
Page 37
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
14. PERPAJAKAN (lanjutan)
b. Pajak Kini (lanjutan)
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Estimasi laba kena pajak 831.728.850 991.754.857
Taksiran pajak penghasilan badan:
31 Desember 2024 31 Desember 2023
279.421.406 476.781.000 11% 30.736.355 52.445.910
552.307.444 514.974.000 22% 121.507.638 113.294.280
831.728.850 991.755.000 152.243.992 165.740.190
Taksiran pajak penghasilan badan 152.243.992 165.740.190
Pajak dibayar di muka:
Pajak penghasilan pasal 25 - -
Utang pajak penghasilan badan 152.243.992 165.740.190
c. Pajak Tangguhan
31 Des 2024
Dikreditkan (Dibebankan) ke
Penghasilan
Laporan Komprehensif
1 Jan 2024 Laba dan Rugi Lain 31 Des 2024
Entitas induk
Imbalan kerja (3.997.268) 5.481.372 - 1.484.104
Penyisihan penurunan nilai 17.803.641 58.527.167 - 76.330.808
13.806.373 64.008.539 - 77.814.912
Entitas anak 1.040.918 (692.455) 147.532 495.995
Jumlah 14.847.291 63.316.084 147.532 78.310.907
31 Des 2023
Dikreditkan (Dibebankan) ke
Penghasilan
Laporan Komprehensif
1 Jan 2023 Laba dan Rugi Lain 31 Des 2023
Imbalan kerja (3.973.707) (7.010.444) 6.986.883 (3.997.268)
Penyisihan penurunan nilai 11.925.456 5.878.185 - 17.803.641
7.951.749 (1.132.258) 6.986.883 13.806.373
Entitas anak 99.839 1.088.612 (147.532) 1.040.918
Jumlah 8.051.588 (43.647) 6.839.350 14.847.291
29
Page 38
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
14. PERPAJAKAN (lanjutan)
d. Beban Pajak, Neto
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Pajak kini:
Perusahaan (151.632.967) (165.740.190)
Entitas Anak (129.207.300) (40.728.880)
Jumlah pajak kini (280.840.267) (206.469.070)
Pajak tangguhan:
Perusahaan 64.008.539 (1.132.258)
Entitas Anak (692.455) 1.088.611
Jumlah manfaat pajak tangguhan, neto 63.316.084 (43.647)
Jumlah (217.524.183) (206.512.717)
Rekonsiliasi antara jumlah penghasilan pajak dan jumlah yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak
yang berlaku adalah sebagai berikut:
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Laba sebelum pajak penghasilan menurut laporan
laba rugi konsolidasian 1.053.721.652 1.155.529.871
Dikurangi: Laba sebelum taksiran
pajak penghasilan Entitas Anak (563.498.533) 145.932.028
Eliminasi konsolidasian 432.940.087 -
Laba sebelum pajak penghasilan Entitas Induk 923.163.206 1.009.597.843
Koreksi fiskal terdiri dari:
Beda tetap:
Laba anak usaha (432.940.088) -
Pajak 8.181.250 8.351.635
Jamuan dan sumbangan 24.120.471 19.847.399
Pendapatan bunga (1.378.114) (69.700.361)
Lain-lain 45.998.073 28.805.874
Jumlah (356.018.408) (12.695.453)
Beda temporer:
Beban penyisihan penurunan nilai 266.032.578 26.719.024
Imbalan kerja (1.448.526) (31.865.653)
Jumlah 264.584.052 (5.146.629)
Estimasi laba kena pajak 831.728.850 991.755.761
Beban pajak Perusahaan 87.624.428 166.872.448
Beban pajak Entitas Anak 129.899.755 39.640.269
Jumlah pajak penghasilan 217.524.183 206.512.717
e. Administrasi
Berdasarkan Undang-Undang Perpajakan yang berlaku di Indonesia, Perusahaan menghitung,
menetapkan dan membayar sendiri (self assessment) jumlah pajak yang terutang. Direktorat Jenderal
Pajak dapat menetapkan dan mengubah liabilitas pajak dalam batas waktu 5 tahun sejak tanggal
terutangnya pajak.
30
Page 39
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
14. PERPAJAKAN (lanjutan)
e. Administrasi (lanjutan)
Berdasarkan Undang-Undang No. 7 Tahun 2021 tentang "Harmonisasi Peraturan Perpajakan",
Pemerintah menetapkan tarif tunggal pajak penghasilan badan mulai Tahun Pajak 2022 menjadi 22%
dan Perusahaan Terbuka dalam negeri yang memenuhi kriteria tertentu dapat memperoleh tarif pajak 3%
lebih rendah dari tarif pajak yang disebutkan di atas.
15. PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Pendaftaran siswa 14.899.333 184.900.000
Pendapatan diterima dimuka merupakan pendaftaran program siswa diterima dimuka oleh perusahaan untuk
program ditahun 2025.
16. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Insentif jasa layanan 129.774.071 73.898.440
Jasa profesional 114.350.000 119.137.500
Listrik, air dan telepon 61.496.838 74.484.923
Laundry 12.441.678 14.400.968
Gaji dan tunjangan - 5.879.336
Lain-lain < Rp 5.000.000 9.359.982 9.380.000
Jumlah 327.422.569 297.181.167
17. UTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN
31 Desember 2024 31 Desember 2023
PT Mandiri Tunas Finance 352.740.000 517.620.000
Dikurangi : bunga tahun berjalan (65.934.546) (65.917.246)
Nilai sekarang atas pembayaran minimum 286.805.454 451.702.754
Dikurangi: Bagian lancar < 12 bulan (131.362.822) (131.362.822)
Bagian jangka panjang 155.442.632 320.339.932
Pada tahun 2023, Perusahaan memperoleh dua Fasilitas Pembiayaan Multiguna 1 unit kendaraan Wuling
dari PT Mandiri Tunas Finance dengan keseluruhan nilai aset yang diperoleh sebesar Rp 197.000.000, di
mana total nilai yang dibiayai oleh fasilitas ini adalah sebesar Rp 146.800.000, dengan jangka waktu 48
bulan dengan tingkat bunga sebesar 8,57% per tahun.
Pada tahun 2022, Perusahaan memperoleh dua Fasilitas Pembiayaan Multiguna 3 unit kendaraan Wuling
dari PT Mandiri Tunas Finance dengan keseluruhan nilai aset yang diperoleh sebesar Rp 587.640.000, di
mana total nilai yang dibiayai oleh fasilitas ini adalah masing-masing sebesar Rp 512.640.000, dengan
jangka waktu 48 bulan dengan tingkat bunga sebesar 8,53% per tahun.
31
Page 40
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
18. UTANG BANK JANGKA PANJANG
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Entitas anak
PT Bank Ganesa Tbk
Kredit investasi - I 4.549.450.545 5.736.263.733
Kredit investasi - II 4.549.450.545 5.736.263.733
Jumlah 9.098.901.090 11.472.527.466
Dikurangi:
Bagian lancar < 12 bulan (2.373.626.376) (2.373.626.376)
Utang bank jangka panjang 6.725.274.714 9.098.901.090
PT Bank Ganesa Tbk - Kredit investasi I
Berdasarkan surat persetujuan dan pengalihan fasilitas kredit (novasi) dari PT Idea Asia Investama untuk
menjadi PT Aidia Indonesia Propertindo No.060/KCU-ADK/III/2021 tanggal 29 Maret 2021 dan akta
perjanjian kredit No. 06 tanggal 01 Juli 2021, entitas anak memperoleh fasilitas Pinjaman Kredit Investasi 1
(KI 1) sebesar Rp 9.000.000.000, untuk tujuan investasi pembangunan hotel, asrama dan sarana penunjang
dari PT Bank Ganesha Tbk dengan bunga sebesar 10,75% dan akan jatuh tempo pada tanggal 23 Oktober
2028.
PT Bank Ganesa Tbk - Kredit investasi II
Berdasarkan surat persetujuan dan pengalihan fasilitas kredit (novasi) dari PT Idea Asia Investama untuk
menjadi PT Aidia Indonesia Propertindo No.060/KCU-ADK/III/2021 tanggal 29 Maret 2021 dan akta
perjanjian kredit No. 07 tanggal 01 Juli 2021, entitas anak memperoleh fasilitas Pinjaman Kredit Investasi 2
(KI 2) sebesar Rp16.750.000.000, untuk tujuan investasi pembangunan hotel, asrama dan sarana penunjang
lainnya dari PT Bank Ganesha Tbk dengan bunga 10,75% dan akan jatuh tempo pada tanggal 23 Oktober
2028.
Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan:
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1066/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02011/2020, seluas 484 m2 atas nama PT Aidia Indonesia Propertindo;
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1063/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02016/2020, seluas 496 m2 atas nama PT Aidia Indonesia Propertindo;
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1070/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02013/2020, seluas 474 m2 atas nama PT Aidia Indonesia Propertindo;
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1067/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02017/2020, seluas 1.471 m2 atas nama PT Aidia Indonesia
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1064/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02015/2020, seluas 963 m2 atas nama PT Aidia Indonesia Propertindo;
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1065/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02018/2020, seluas 2.973 m2 atas nama PT Aidia Indonesia
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1069/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02012/2020, seluas 236 m2 atas nama PT Aidia Indonesia Propertindo;
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1062/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02019/2020, seluas 239 m2 atas nama PT Aidia Indonesia Propertindo;
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1068/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02014/2020, seluas 1.689 m2 atas nama PT Aidia Indonesia
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1057/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 15 November 2019, No.01926/2019, seluas 195 m2 atas nama PT Aidia Indonesia
Propertindo;
32
Page 41
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
18. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)
Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan (lanjutan):
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1058/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 15 November 2019, No.01929/2019, seluas 188 m2 atas nama PT Aidia Indonesia
Propertindo;
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1059/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 15 November 2019, No.01928/2019, seluas 242 m2 atas nama PT Aidia Indonesia
Propertindo;
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1060/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 15 November 2019, No.01927/2019, seluas 200 m2 atas nama PT Aidia Indonesia
Propertindo;
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1110/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 24 Agustus 2020, No.02102/2020, seluas 974 m2, terletak di Letjend Alamsyah Ratu
Prawira Negara, kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Propinsi Lampung, tertulis atas
nama PT Idea Indonesia Akademi.
› Corporate guarantee atas nama PT Idea Asia Investama.
19. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA
Liabilitas imbalan kerja dihitung berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No.6 tahun 2023 sesuai
PSAK 219 dengan pendekatan IFRIC, yang antara lain mengatur kembali uang pesangon dan atau uang
penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima karyawan dalam hal terjadi
pemutusan hubungan kerja.
Perhitungan aktuaris atas liabilitas imbalan kerja untuk 2 karyawan tetap pada tahun 2024, dilakukan oleh
Kantor Konsultan Aktuaria Budi Ramdani, dengan menggunakan metode "Projected Unit Credit" dengan
asumsi-asumsi utama sebagai berikut:
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Tingkat diskonto 6.80% 6,64% - 6,85%
Tingkat kenaikan gaji 5% 8%
Tingkat kematian TMI 2019 TMI 2019
Tingkat cacat 10% dari TMI IV 10% dari TMI IV
Usia pensiun normal 55 Tahun 55 Tahun
Tingkat pengunduran diri
17 - 29 Tahun 10% 10%
30 - 39 Tahun 5% 5%
40 - 44 Tahun 3% 3%
45 - 49 Tahun 2% 2%
50 - 54 Tahun 1% 1%
≥ 55 0% 0%
▪ Mutasi estimasi liabilitas imbalan pascakerja adalah sebagai berikut:
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Saldo awal tahun 9.778.372 5.607.835
Beban (pendapatan) tahun berjalan (1.448.526) (26.917.418)
Pengukuran kembali yang dicatat di OCI 670.602 31.087.955
Saldo akhir tahun 9.000.448 9.778.372
33
Page 42
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
19. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA (lanjutan)
▪ Beban imbalan pascakerja
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Beban jasa kini 4.590.038 5.639.206
Biaya Bunga - 193.024
Pengakuan Segera dari Biaya Jasa Lalu yang Vested 4.410.410 1.958.225
Dampak Kurtailmen / Penyelesaian (10.448.974) (34.707.873)
Beban (pendapatan) yang diakui dalam laba rugi (1.448.526) (26.917.418)
20. MODAL SAHAM
Berdasarkan Akta Christina Dwi Utami, S.H., M.H.,M.Kn., No. 111 tanggal 14 September 2021, modal dasar
Perusahaan adalah sebesar Rp 135.992.000.000, terdiri dari 3.399.800.000 lembar saham dengan nilai
nominal Rp 40 per lembar saham. Dari modal dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor penuh sebesar
Rp 42.497.500.000 oleh para pemegang saham, terdiri dari 1.062.437.500 lembar saham dengan nilai
nominal Rp 40.
Susunan pemegang saham Entitas pada tanggal 31 Desember 2024 berdasarkan daftar yang dikeluarkan
oleh PT Adimitra Jasa Korpora, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:
Lembar Persentase Total
Pemegang saham Saham Kepemilikan Modal Disetor
% Rp
PT Idea Asia Investama 434.549.100 41 17.381.964.000
Eko Desriyanto 411.746.400 39 16.469.856.000
Masyarakat 216.142.000 20 8.645.680.000
Jumlah 1.062.437.500 100 42.497.500.000
Susunan pemegang saham Entitas pada tanggal 31 Desember 2023 berdasarkan daftar yang dikeluarkan
oleh PT Adimitra Jasa Korpora, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:
Lembar Persentase Total
Pemegang saham Saham Kepemilikan Modal Disetor
% Rp
PT Idea Asia Investama 434.549.100 41 17.381.964.000
Eko Desriyanto 379.819.600 36 15.192.784.000
Eka Murniasih 69.855.900 7 2.794.236.000
Masyarakat 178.212.900 17 7.128.516.000
Jumlah 1.062.437.500 100 42.497.500.000
21. TAMBAHAN MODAL DISETOR, NETO
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Tambahan modal disetor saat
Penawaran Umum Saham Perdana 21.248.750.000 21.248.750.000
Biaya emisi saham (3.271.122.780) (3.271.122.780)
Selisih nilai transaksi kombinasi bisnis
entitas sepengendali (269.658.691) (269.658.691)
Jumlah 17.707.968.529 17.707.968.529
34
Page 43
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
22. DIVIDEN
Berdasarkan Surat Keputusan Sirkuler Direksi No. 01.251/AG/SK/IIA/XI/2024, tanggal 14 November 2024
yang sudah mendapatkan persetujuan dari Dewan Komisaris berdasarkan Surat Keputusan Sirkuler Dewan
Komisaris No. 003/SK.KOM/XI/2024, tanggal 15 November 2024 memutuskan dan menyetujui membagi
dividen interim sebesar Rp 903.071.875 atau Rp 0,85 per lembar saham dan akan dibayarkan secara tunai
pada tanggal 18 Desember 2024.
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Akta No. 55, tanggal 30 Mei 2024,
Pemegang saham menyetujui menetapkan pembagian dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp
531.218.750 atau sebesar Rp 0,5 per saham dan dibayarkan secara tunai pada tanggal 3 Juli 2024.
23. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI
Bagian Laba
(Rugi) Perusahaan
Perusahaan Anak 1 Januari 2024 Anak/ 31 Desember 2024
PT Aidia Indonesia Propertindo 917.029 24.576 941.605
PT Idea Hospitality Management 899.438 147.513 1.046.951
Jumlah 1.816.467 172.089 1.988.556
Bagian Laba
(Rugi) Perusahaan
Perusahaan Anak 1 Januari 2023 Anak/ 31 Desember 2023
PT Aidia Indonesia Propertindo 892.460 24.569 917.029
PT Idea Hospitality Management 896.894 2.544 899.438
Jumlah 1.789.354 27.113 1.816.467
24. PENJUALAN NETO
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Program siswa 13.588.983.109 9.984.511.008
Makanan dan minuman 4.327.910.152 4.478.949.736
Sewa kamar 4.220.716.489 5.497.903.029
Lain-lain 207.438.056 319.375.390
Jumlah 22.345.047.806 20.280.739.163
25. BEBAN POKOK PENJUALAN
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Bahan dan perlengkapan 3.374.926.607 3.989.107.669
Makanan dan minuman 1.306.408.676 1.244.088.649
Gaji dan tunjangan 1.398.791.914 1.093.340.575
Listrik dan air 853.609.891 874.383.942
Pendaftaran / Pelayanan 97.036.118 46.066.667
Transportasi 45.777.120 4.579.625
Hotel 22.749.849 33.557.182
Perbaikan dan pemeliharaan 10.128.547 10.691.153
Departemen lain 443.404.434 454.482.549
Jumlah 7.552.833.156 7.750.298.010
35
Page 44
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
26. PENGHASILAN LAIN-LAIN
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Pengelola gedung 227.631.543 -
Jasa giro 1.378.114 74.207.707
Lain-lain 106.238.915 72.260.512
Jumlah 335.248.572 146.468.220
27. BEBAN PENJUALAN
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Gaji dan tunjangan 1.143.241.246 591.166.823
Promosi dan Iklan 594.483.291 767.864.690
Perjalanan dinas 397.761.255 159.704.186
Entertainment 7.203.717 1.795.340
Lain-lain 159.632.328 148.939.207
Jumlah 2.302.321.838 1.669.470.246
28. BEBAN ADMINISTRASI DAN UMUM
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Penyusutan dan amortisasi 5.364.505.016 4.411.606.189
Gaji dan tunjangan 2.357.650.764 1.799.903.204
Biaya kantor 479.212.455 53.967.977
Jasa profesional 422.139.850 522.803.008
Listrik, telephone dan air 376.200.999 342.007.407
Perjalanan dinas 240.306.381 151.584.584
Perijinan 237.619.430 190.473.911
Perbaikan dan pemeliharaan 201.768.974 244.195.578
Pajak 201.059.478 77.987.339
Trasportasi 135.613.420 102.815.981
Jamuan dan sumbangan 50.459.036 46.736.850
Imbalan kerja 3.903.705 (26.917.418)
Lain-lain < Rp 20.000.000 34.306.058 276.845.099
Jumlah 10.104.745.566 8.194.009.709
29. BEBAN KEUANGAN
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Bunga pinjaman 1.313.045.620 1.563.265.271
Administrasi bank 17.726.738 19.027.508
Jumlah 1.330.772.358 1.582.292.779
30. BEBAN LAIN-LAIN
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Penyisihan penurunan nilai (catatan 5) 266.032.578 26.719.024
Zakat 34.031.531 28.805.874
Lain-lain 35.837.700 20.081.870
Jumlah 335.901.810 75.606.767
36
Page 45
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
31. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK-PIHAK YANG BERELASI
Sifat Hubungan Istimewa
Pihak yang Berelasi Sifat transaksi Transaksi
PT Idea Asia Investama Pemegang saham Pembiayaan Operasional
Transaksi kepada Pihak Berelasi
▪ Kompensasi Manajemen Kunci
Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah merupakan personal manajemen kunci.
Perusahaan melakukan pembayaran remunerasi kepada Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan
dengan rincian sebagai berikut:
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Dewan Komisaris 243.461.538 240.000.000
Dewan Direksi 559.000.000 384.000.000
Jumlah 802.461.538 624.000.000
▪ Saldo dan transaksi signifikan dengan pihak-pihak berelasi disajikan sebagai berikut:
- Piutang lain-lain
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Pihak yang berelasi:
PT Idea Asia Investama - 617.314.845
- Utang lain-lain
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Pihak yang berelasi:
PT Idea Asia Investama - 1.534.442.758
32. LABA BERSIH PER SAHAM DASAR
Laba bersih per saham dihitung dengan membagi laba bersih yang tersedia bagi pemegang saham dengan
jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar pada tahun bersangkutan.
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik 836.025.380 948.990.055
Perusahaan induk
Rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar 1.062.437.500 1.062.437.500
Laba per saham dasar 0,79 0,89
37
Page 46
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
33. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Dalam aktivitasnya Grup dipengaruhi oleh berbagai risiko keuangan, termasuk risiko kredit dan risiko
likuiditas.
Tujuan manajemen risiko Grup secara keseluruhan adalah untuk secara efektif mengendalikan risiko-risiko
ini dan meminimalkan pengaruh merugikan yang dapat terjadi terhadap kinerja keuangan. Direksi menelaah
dan menyetujui kebijakan untuk mengendalikan setiap risiko yang dirangkum di bawah ini, dan juga
memantau harga pasar semua instrumen keuangan.
Risiko Suku Bunga
Grup memiliki risiko suku bunga yang signifikan, terutama karena sebagian pinjaman bank dilakukan dengan
menggunakan suku bunga mengambang. Perusahaan melakukan pengawasan terhadap tingkat suku bunga
untuk meminimalisasi dampak negatif yang mungkin timbul.
Risiko Kredit
Risiko kredit adalah bahwa Grup akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan atau pihak lawan
akibat gagal memenuhi kewajiban kontraktualnya. Perusahaan mengendalikan risiko kredit dengan cara
melakukan hubungan usaha dengan pihak lain yang memiliki kredibilitas, menetapkan kebijakan verifikasi
dan otorisasi kredit, serta memantau kolektibilitas piutang secara berkala untuk mengurangi jumlah piutang
tak tertagih.
Berikut adalah eksposur laporan posisi keuangan yang terkait risiko kredit pada tanggal 31 Desember 2024
dan 2023:
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Aset
Kas dan bank 1.531.890.163 3.047.197.821
Piutang usaha 3.898.098.171 2.448.343.924
Piutang lain-lain 58.926.798 643.509.846
Jumlah 5.488.915.132 6.139.051.591
Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko yang timbul dari kemungkinan Grup mengalami kesulitan pendanaan untuk
memenuhi komitmen dan liabilitas Grup kepada pihak kreditur pada saat jatuh tempo pembayaran.
Dalam pengelolaan risiko likuiditas, manajemen memantau dan menjaga jumlah kas dan setara kas yang
dianggap memadai untuk membiayai operasional Grup dan untuk mengatasi dampak fluktuasi arus kas.
Manajemen juga melakukan evaluasi berkala atas proyeksi arus kas dan arus kas aktual, termasuk jadwal
jatuh tempo utang, dan terus-menerus melakukan penelaahan pasar keuangan untuk mendapatkan sumber
pendanaan yang optimal.
Tabel di bawah ini menganalisa liabilitas keuangan Grup yang dikelompokkan berdasarkan periode yang
tersisa sampai dengan tanggal jatuh tempo kontraktual. Jumlah yang diungkapkan dalam tabel merupakan
arus kas kontraktual yang tidak didiskontokan:
38
Page 47
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
33. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
Risiko Likuiditas (lanjutan)
31 Desember 2024
Jatuh tempo kontraktual liabilitas keuangan/
Kurang dari Antara Lebih dari
1 Tahun 1 dan 2 Tahun 2 Tahun Total
Utang bank jangka pendek 2.865.147.736 - - 2.865.147.736
Utang usaha 77.382.127 - - 77.382.127
Utang lain-lain 137.787.800 - - 137.787.800
Beban masih harus dibayar 327.422.569 - - 327.422.569
Utang pembiayaan konsumen 131.362.822 155.442.632 - 286.805.454
Utang bank jangka panjang 2.373.626.376 2.373.626.376 4.351.648.338 9.098.901.090
Jumlah 5.912.729.430 2.529.069.008 4.351.648.338 12.793.446.776
31 Desember 2023
Jatuh tempo kontraktual liabilitas keuangan/
Kurang dari Antara Lebih dari
1 Tahun 1 dan 2 Tahun 2 Tahun Total
Utang bank jangka pendek 2.861.458.912 - - 2.861.458.912
Utang usaha 133.930.959 - - 133.930.959
Utang lain-lain 1.634.692.043 - - 1.634.692.043
Beban masih harus dibayar 297.181.167 - - 297.181.167
Utang pembiayaan konsumen 131.362.822 320.339.932 - 451.702.754
Utang jangka panjang 2.373.626.376 2.373.626.376 6.725.274.714 11.472.527.466
Jumlah 7.432.252.278 2.693.966.308 6.725.274.714 16.851.493.300
34. INFORMASI SEGMEN
Informasi segmen Grup dikelompokkan berdasarkan segmen usaha yaitu lembaga pendidikan, hotel dan
restoran dan jasa manajemen, berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen usaha:
31 Desember 2024
Lembaga Jasa
Pendidikan Hotel Manajemen Total
Laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain
Pendapatan usaha 13.588.983.109 8.646.888.700 109.175.997 22.345.047.806
Beban pokok pendapatan (5.494.836.676) (1.981.823.697) (76.172.783) (7.552.833.156)
Laba bruto 8.094.146.433 6.665.065.003 33.003.214 14.792.214.650
Beban usaha (7.618.577.662) (4.862.817.984) (191.704.336) (12.673.099.982)
Laba usaha 475.568.771 1.802.247.019 (158.701.122) 2.119.114.669
Penghasilan (beban) neto 14.654.346 (1.309.661.800) 229.614.436 (1.065.393.017)
Laba sebelum pajak 490.223.118 492.585.219 70.913.314 1.053.721.652
Pajak kini (87.624.428) (121.787.184) (8.112.571) (217.524.182)
Laba tahun berjalan 402.598.690 370.798.035 62.800.743 836.197.470
Laporan posisi keuangan
Konsolidasian
Aset segmen dilaporkan 25.423.978.151 49.135.233.730 44.020.765 74.603.232.646
Liabilitas segmen dilaporkan 599.971.677 12.566.617.046 18.682.300 13.185.271.023
39
Page 48
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2024
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
34. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)
31 Desember 2023
Lembaga Jasa
Pendidikan Hotel Manajemen Total
Laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain
Pendapatan usaha 9.984.511.008 10.103.707.155 192.521.000 20.280.739.163
Beban pokok pendapatan (3.687.774.580) (3.989.460.430) (73.063.000) (7.750.298.010)
Laba bruto 6.296.736.428 6.114.246.725 119.458.000 12.530.441.153
Beban usaha (5.352.659.907) (4.432.231.574) (105.307.498) (9.890.198.979)
Laba usaha 944.076.521 1.682.015.151 14.150.502 2.640.242.174
Penghasilan (beban) neto 65.521.322 (1.549.619.358) (614.267) (1.484.712.303)
Laba sebelum pajak 1.009.597.843 132.395.793 13.536.235 1.155.529.871
Pajak kini (166.872.448) (38.381.660) (1.258.609) (206.512.717)
Laba tahun berjalan 842.725.395 94.014.133 12.277.626 949.017.154
Laporan posisi keuangan
Konsolidasian
Aset segmen dilaporkan 26.206.450.644 52.638.584.698 499.233.939 79.344.269.281
Liabilitas segmen dilaporkan 1.069.072.630 16.236.874.131 23.298.704 17.329.245.464
35. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA
Entitas Anak - PT Aidia Indonesia Properti
Berdasarkan Surat Permberitahuan Persetujuan Kredit (SPPK) No. 012/CBC-JKT2/SPPK/2025 pada tanggal
10 Februari 2025, Perusahaan memeroleh fasilitas kredit dari PT Bank Mega Tbk dengan rincian sebagai
berikut :
a. Fasilitas Kredit
- Pinjaman Rekening Koran (PRK) dengan plafon maksimum sebesar Rp 2.900.000.000
- Time Loan (TL 1) dengan plafon maksimum sebesar Rp 9.500.000.000
- Time Loan (TL 2) dengan plafon maksimum sebesar Rp 10.749.000.000
b. Tujuan Kredit
- Kredit Modal Kerja
- Kredit investasi I (untuk take over 2 fasilitas KI di Bank Ganesa)
- Kredit investasi II (untuk pembangunan dan renovasi hotel Aidia Grande)
c. Jangka waktu dan bunga
- Pinjaman rekening koran (PRK) selama 12 Bulan, dengan bunga 9,75% per annum.
- Kredit investasi I selama 120 bulan, dengan bunga 9,75% per annum.
- Kredit investasi II selama 120 bulan dengan bunga 9,75% per annum.
d. Jaminan Kredit
- Tanah dan bangunan "Aidia Grande Hotel " dan "Idea Indonesia Akademi dengan total 13 SHGB atas
nama PT Aidia Indonesia Propertindo. (Catatan 18)
- Jaminan Perusahaan (Corporate Guanrantee) dari PT Idea Indonesia Akademi
40
Names mentioned 48 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Joachim Adhi Piter Poltak & Rekan
p.4 ×5
unresolved
org
Idea IndonesiaAkademi Tbk
p.4 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Joachim Adhi Plter Poltak & Rekan
p.8
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Joachim Adhi Plter Poltak
p.8
unresolved
org
Rekan Ryanto Piter
p.8
unresolved
person
Panji Kresna
p.14 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.14 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-AH.
p.14
unresolved
person
Rini Yulianti
p.14
unresolved
org
PT Aidia Indonesia Propertindo Hotel
p.15
unresolved
org
PT Idea Hospitallity Management Jasa Manajemen
p.15
unresolved
org
PT Aidia Indonesia Propertindo
p.15 ×17
unresolved
org
PT Idea Hospitallity Management
p.15
unresolved
org
PT Idea Hospitality Management
p.15 ×3
unresolved
person
Karamia Dwi Monica
p.15
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.16
unresolved
org
BAPEPAM-LK
p.16 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.18
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Lampung
p.32
unresolved
org
Bank Ganesa Tbk
p.35 ×9
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.38
unresolved
org
PT Aidia Indonesia
p.40 ×3
unresolved
person
Akta Christina Dwi Utami
p.42
unresolved
org
PT Adimitra Jasa Korpora
p.42 ×2
unresolved
org
PT Aidia Indonesia Properti Berdasarkan Surat Permberitahuan Persetujuan
p.48
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.