Back to announcement
20250321_BBTN_Informasi Transaksi Afiliasi_31870304_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review BBTNSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 12
Page 1
LAPORAN FINAL
PENDAPAT KEWAJARAN (FAIRNESS OPINION) ATAS
TRANSAKSI PEMBANGUNAN LEARNING CENTER DI
LAHAN CIBURIAL, DAGO PAKAR, KOTA BANDUNG
Kepada:
Kantor Pusat, Menara bank BTN
Jl. Gajah Mada No. 1
Jakarta Pusat, 10130
Property & Business Appraisal and Consulting
Jl. RS. Fatmawati 15, Jakarta 12320
Phone: +62217659717-18 Fax: +62217659721
Page 2
Page 3
Penilaian dilakukan berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia. tahun
2018 edisi VII (KEPI & SPI Edisi VII-2018).
Pendapat Kewajaran juga berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)
No. 2/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan, dan Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha.
Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Rencana Transaksi, dilakukan analisis dengan tahapan
sebagai berikut:
1. Analisis Transaksi berupa identifikasi dan hubungan antara pihak yang bertransaksi, perjanjian
dan persyaratan yang disepakati dalam transaksi, dan penilaian atas risiko dan manfaat dari
transaksi yang dilakukan;
2. Analisis Kualitatif berupa riwayat perusahaan dan sifat kegiatan usaha, analisis industri dan
lingkungan, analisis operasional dan prospek perusahaan, alasan dilakukannya transaksi, dan
keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif atas transaksi yang akan dilakukan;
3. Analisis Kuantitatif berupa penilaian atas potensi pendapatan, aset, liabilitas dan kondisi
keuangan perusahaan, dan melakukan analisis incremental untuk mengukur nilai tambah dari
transaksi; dan
4. Analisis atas kewajaran nilai transaksi berupa perbandingan antara transaksi dengan hasil
Penilaian atas transaksi yang akan dilakukan, analisis untuk memastikan bahwa nilai transaksi
memberikan nilai tambah dari transaksi yang akan dilakukan, dan analisis untuk meyakini bahwa
nilai transaksi berada dalam kisaran Nilai yang didapatkan dari hasil Penilaian.
Penilai melakukan analisis atas nilai dari objek yang ditransaksikan, dampak keuangan dari transaksi
yang akan dilakukan terhadap kepentingan pemegang saham, dan pertimbangan bisnis yang
digunakan oleh manajemen perusahaan terkait dengan rencana transaksi yang akan dilakukan
terhadap kepentingan pemegang saham. Pendapat Kewajaran diberikan atas keseluruhan rencana
transaksi dan unsur analisis rencana transaksi.
Uji Kewajaran Harga Rencana Transaksi dilakukan dengan membandingkan Nilai Pasar atas
Pembangunan Learning Center dan Harga Transaksi atas Pembangunan Learning Center
berdasarkan Surat Perjanjian Pengadaan antara Bank BTN dan PT BA (Selanjutnya disebut
“Transaksi”).
i. Nilai Pasar Kajian Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang merujuk kepada Laporan Kajian Rencana
Anggaran Biaya (RAB) Pembangunan Learning Center Dago dengan Dasar Estimasi Nilai Pasar
RAB dengan No. 00448/2.0051-00/PI/07/0152/1/XII/penulisann2024 tanggal 18 Desember
2024 dengan Nilai Pasar sebesar Rp101.935.700.000,- (Seratus Satu Miliar Sembilan Ratus Tiga
Puluh Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah), yang dikeluarkan oleh KJPP Abdullah Fitriantoro dan
Rekan.
ii. Nominal Transaksi Pembangunan Learning Center di Lahan Ciburial, Dago Pakar, Kota Bandung
antara Bank BTN dan PT BA sebagai Kontraktor, didasarkan pada Surat Perjanjian Pengadaan No.
012/SPP/PFAD/X/2024 tanggal 14 Oktober 2024 dengan Nilai kontrak sebesar
Rp100.500.000.000,- (Seratus Miliar Lima Ratus Juta Rupiah).
PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK ii
PENDAPAT KEWAJARAN TRANSAKSI
Page 4
Tabel 1. Analisis Uji Kewajaran Harga
dalam
Range Kewajaran Transaksi Batas
Nilai Pasar atas Selisih Nilai wajar
Harga Transaksi atas
Pembangunan Pasar Dengan
No. Uraian Pembangunan
Learning Center Harga
Learning Center (Rp.)
(Rp) Transaksi (%)
7,50% -7,50% (Ya/Tidak)
Pembangunan
I Learning Center 101.935.700.000 100.500.000.000 -1,41% 108.037.500.000 92.962.500.000 Ya
Dago
Sumber: Penilai, 2024
Merujuk pada POJK Nomor 35 /POJK.04/2020 Pasal 48 butir (b) “batas atas dan batas bawah pada
kisaran nilai tidak boleh melebihi 7,5% dari Nilai yang dijadikan acuan kisaran”. Selisih harga
Transaksi tersebut berada didalam batas kisaran nilai yaitu sebesar -1,41% di bawah Nilai Pasar
Kajian Rencana Anggaran Biaya (RAB). Berdasarkan analisis tersebut diatas, kami berkesimpulan
bahwa nilai Transaksi adalah “Wajar” karena selisih nilai transaksi masih berada didalam kisaran
-7,5%.
Berdasarkan hasil Pendapat Kewajaran di atas, terdapat kesimpulan dengan berbagai indikator yang
menyatakan bahwa analisis Rencana Transaksi yang akan dilakukan oleh Bank BTN wajar untuk
dilaksanakan, diantaranya:
I. Dengan mempertimbangkan analisis kewajaran atas Transaksi yang dilakukan meliputi analisis
transaksi, analisis kualitatif dan analisis kuantitatif, didapatkan hasil antara lain sebagai berikut:
a. Analisis Transaksi
i. Analisis Para Pihak
Pihak-pihak yang terlibat dalam Transaksi yaitu:
- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai Pemilik Learning Center;
- PT Brantas Abipraya (Persero) sebagai Kontraktor Pembangunan Learning
Center.
ii. Sifat Transaksi
Sifat Transaksi dianalisis dari sisi Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan,
dengan hasil sebagai berikut:
a. Transaksi Afiliasi
Tidak terdapat hubungan afiliasi antara Bank BTN sebagai pihak Pemilik
Learning Center dan PT BA sebagai pihak Kontraktor Pembangunan Learning
Center jika dilihat dari sisi susunan pengurus, sedangkan dari sisi pengendalian
perusahaan, maupun pemegang sahamnya, baik dari sisi Bank BTN sebagai
pihak Pemilik Learning Center dan PT BA sebagai pihak Kontraktor
PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK iii
PENDAPAT KEWAJARAN TRANSAKSI
Page 5
Pembangunan Learning Center, terdapat hubungan afiliasi, dimana saham
masing masing entitas dimiliki oleh Negara Republik Indonesia, sehingga
Transaksi dikategorikan sebagai “Transaksi Afiliasi”
b. Benturan Kepentingan
Menurut informasi manajemen yang mengacu pada Surat Pernyataan Bank
BTN dengan No. 1810/S/PFAD/FAM/XII/2024 tanggal 16 Desember 2024
perihal Informasi atas Benturan Kepentingan dalam rangka Transaksi
pembangunan Learning Center oleh Bank BTN, tidak Mengandung Benturan
Kepentingan.
iii. Analisa Perjanjian Dan Persyaratan Yang Disepakati Dalam Transaksi Antara Bank
BTN Dan PT BA
Bank BTN telah melakukan kerjasama dengan PT BA sebagai Jasa Kontraktor
Pekerjaan Pembangunan Learning Center di lahan Ciburial, Dago Pakar, Kota
Bandung dengan Surat Perjanjian No. 012/SPP/PFAD/X/2024 tanggal 14 Oktober
2024. Pembangunan tahap 1 akan dilaksanakan selama 7 (tujuh) bulan dengan start
pembangunan pada 14 Oktober 2024 dan Commercial Operation Date (COD) pada
01 Mei 2025. Poin-Poin dan Persyaratan Yang Disepakati dalam Transaksi adalah
“Wajar”
iv. Analisis Manfaat dan Risiko dari Transaksi yang akan Dilakukan,
1. Manfaat Transaksi
Manfaat dari Transaksi adalah :
● Meningkatkan kompetensi dan kinerja pegawai serta dalam mendukung
perkembangan organisasi di masa depan, kebutuhan akan fasilitas dan
infrastruktur pelatihan yang memadai dan terintegrasi menjadi semakin
penting.
● Dengan adanya potensi aset berupa tanah milik perusahaan yang belum
termanfaatkan secara optimal sehingga perusahaan dapat menghemat
biaya operasional jangka panjang serta meningkatkan nilai aset secara
keseluruhan.
2. Risiko Transaksi
Dalam pembangunan Learning Center oleh Bank BTN terdapat beberapa
kemungkinan risiko yang akan dihadapi, risiko tersebut diantaranya:
● Risiko Keuangan,
● Risiko Penggunaan Yang Tidak Optimal, dan
● Risiko Over Budget
PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK iv
PENDAPAT KEWAJARAN TRANSAKSI
Page 6
Dari Hasil analisis didapatkan kesimpulan bahwa Manfaat dan Risiko yang
diterima oleh BTN dengan dilakukannya Transaksi adalah “Wajar”.
b. Analisis Kualitatif
i. Analisis Alasan dilakukannya Transaksi,
Learning Center Dago - Bandung dilakukan untuk pemanfaatan lahan serta
optimalisasi aset BTN yang berada di Dago - Bandung. Pembangunan Gedung ini
diperuntukan sebagai pusat pengembangan pegawai menjadi salah satu solusi yang
tepat untuk memenuhi kebutuhan pelatihan yang efektif dan efisien, sekaligus
mengoptimalkan pemanfaatan aset tanah perusahaan. Saat ini BTN baru memiliki
satu lokasi infrastruktur learning center yang berada Graha Exitama di Jl. Prof.
Dr.Soepomo Tebet, Jakarta Selatan yang digunakan untuk pelaksanaan pendidikan
dan pelatihan secara tatap muka. Gedung tersebut disewa sampai dengan tahun
2027. Sedangkan area learning center di Tanah Abang dialihfungsikan dan sedang
dilakukan pembangunan/renovasi yang akan diperuntukan untuk kantor BTN
Syariah., sehingga berdasarkan Latar Belakang tersebut maka Transaksi adalah
“Wajar”.
ii. Analisis Industri
Dari Hasil analisis industri Kinerja Bank Umum per triwulan II-2024 Secara
umumnya cukup terjaga, hal tersebut tercermin dari tingkat permodalan bank yang
cukup solid dan ditopang ketersediaan likuiditas yang memadai dengan rasio
AL/NCD dan AL/DPK tercatat jauh di atas threshold meskipun tercatat menurun,
utamanya dipengaruhi oleh penyaluran kredit yang tumbuh melebihi
penghimpunan dana., Aset Bank Umum tumbuh 9,01% (yoy), meningkat
dibandingkan tahun sebelumnya yang tumbuh 7,21% (yoy). Jika dilihat dari jenis
usaha bank, BUS masih tumbuh tinggi 2 digit sebesar 12,16% (yoy), namun turun
dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, aset BUK hanya tumbuh 8,85% (yoy),
namun meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 6,72% (yoy), dan mendorong
pertumbuhan aset secara umum. Sebagian besar (62,07%) dana perbankan
disalurkan dalam bentuk kredit kepada pihak ketiga bukan bank diikuti
penempatan dalam bentuk surat berharga (18,70%) dan penempatan pada Bank
Indonesia (6,62%). Kredit Bank Umum tumbuh 12,36% (yoy), meningkat dibanding
tahun sebelumnya yang tumbuh 7,76% (yoy). Jika dilihat per jenis usaha, kredit BUK
tumbuh 12,29% (yoy), meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tumbuh
7,08% (yoy). Sementara itu, pembiayaan BUS tumbuh 13,55% (yoy), melambat dari
tahun sebelumnya yang tumbuh tinggi 21,87% (yoy), meskipun dengan porsi relatif
kecil (5,21%). Berdasarkan valuta, kredit kepada pihak ketiga bukan bank
didominasi dalam bentuk rupiah dengan porsi 84,78%, sedangkan kredit valas
sebesar 15,22%. Secara umum, peningkatan pertumbuhan kredit didorong oleh
PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK v
PENDAPAT KEWAJARAN TRANSAKSI
Page 7
pertumbuhan kredit rupiah yang tumbuh 10,79% (yoy) dari 9,18% (yoy) pada tahun
sebelumnya. Selain itu, kredit valas juga tercatat tumbuh meningkat 21,94% (yoy)
setelah tahun sebelumnya terkontraksi -0,20% (yoy). Jika menggunakan kurs tetap,
kredit valas juga tercatat meningkat tumbuh 11,58% (yoy) dari terkontraksi -1,39%
(yoy) pada tahun sebelumnya.
sehingga menimbang pertumbuhan industri yang ada Bank BTN memiliki tekad
kuat untuk membentuk karyawan dengan pengetahuan, keterampilan, keahlian,
dan kesanggupan yang baik, oleh karena itu BTN membuat Learning &
Development yang berlokasi di Dago, Kota Bandung atas hal tersebut didapatkan
kesimpulan bahwa Transaksi adalah “Wajar”.
iii. Analisis Operasional dan Prospek Usaha,
Dari Hasil analisis didapatkan bahwa Bank BTN merupakan Bank umum dengan
Total Aset per 31 Desember 2023 sebesar Rp438,75 triliun lebih tinggi dari tahun
sebelumnya sebesar Rp402,15 triliun, Pemerintah Republik Indonesia. Bank BTN
per 31 Desember 2023 memiliki 631 jaringan kantor konvensional dan 109 jaringan
kantor syariah dan terus melakukan transformasi Bisnis dan Digiralisasi berbasis
ekosistem Perumahan dengan model operasional cabang, mengembangkan
struktur Strategic Business Unit (SBU) dan menyusun transformasi human capital
untuk mendukung rencana bisnis dan meningkatkan kapabilitas pegawai dalam
rangka mencapai visi di tahun 2025 serta mengembangkan KPS di segmen milenial
dengan pengembangan konsep Transit Oriented Development (TOD), atas hal
tersebut dapat disimpulkan bahwa Transaksi adalah “Wajar”.
iv. Analisis Keuntungan dan Kerugian dari Transaksi yang akan Dilakukan,
1. Keuntungan Transaksi :
Keuntungan dari pembangunan Learning Center di Lokasi Dago - Bandung
adalah terdapat penghematan biaya yang perlu dikeluarkan dalam setiap
kegiatan Pelatihan karyawan Bank BTN, penghematan yang dimaksud dapat
berupa berkurangnya cost sewa gedung, cost penginapan, dll.
Keuntungan lainnya adalah dapat menciptakan pegawai yang kompeten,
inovatif dan siap menghadapi tantangan perbankan yang semakin dinamis
dengan program yang akan diterapkan dalam Learning Center.
2. Kerugian Transaksi :
Kerugian yang akan timbul dari pembangunan Learning Center di Lokasi Dago
- Bandung adalah bangunan tidak termanfaatkan dengan optimal dan tidak
menghasilkan pendapatan yang signifikan dikarenakan sebagian besar
Operasional dari Learning Center hanya digunakan oleh Internal Perusahaan
dan tidak 100% untuk disewakan kepada pihak Luar. Adapun hal tersebut
PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK vi
PENDAPAT KEWAJARAN TRANSAKSI
Page 8
menyebabkan, investasi yang cukup besar yang dikeluarkan oleh Bank BTN
untuk pembangunan Learning Center tidak menghasilkan keuntungan dalam
segi Pengembalian Investasi atas Modal Investasi yang dikeluarkan dalam
bentuk Finansial.
Dari Hasil analisis didapatkan kesimpulan bahwa Keuntungan dan Kerugian
yang diterima oleh BTN dengan dilakukannya Transaksi adalah “Wajar”.
c. Analisis Kuantitatif
i. Uji Kewajaran Harga
dalam Batas
Selisih Nilai Pasar Dengan Harga wajar
No. Uraian
Transaksi (%)
(Ya/Tidak)
Pembangunan Learning Center
I -1,41% Ya
Dago
Dari Hasil Analisis Uji Kewajaran Harga didapatkan Hasil Transaksi berada di dalam
kisaran nilai ± 7,5% yang merujuk kepada POJK Nomor 35 /POJK.04/2020 Pasal 48
butir (b) “batas atas dan batas bawah pada kisaran nilai tidak boleh melebihi 7,5%
dari Nilai yang dijadikan acuan kisaran”. Atas hasil tersebut maka dapat disimpulkan
bahwa Transaksi adalah “Wajar”.
ii. Analisis Transaksi Material
Nominal Objek Transaksi
Transaksi
Dibandingkan dengan Ekuitas Bank
No. Keterangan Material
BTN
(Ya/Tidak)
(%)
1 Nilai Transaksi dibandingkan dengan
Ekuitas Perusahaan Terbuka 0,33% Tidak
Berdasarkan POJK No. 17/POJK.04/2020 Bagian kedua Pasal 3 ayat 2 berbunyi Suatu
Transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama
dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka. Dari
Hasil Analisis Transaksi Material didapatkan Perbandingan Nilai Transaksi adalah
sebesar 0,33% jika dibandingkan dengan Ekuitas BTN, atas hasil tersebut maka
dapat disimpulkan bahwa Transaksi adalah “Wajar”.
PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK vii
PENDAPAT KEWAJARAN TRANSAKSI
Page 9
iii. Analisis Inkremental
Analisis Inkremental dilakukan dengan dengan melakukan Analisis Kewajaran
Keuangan yang diperhitungkan menggunakan Split Analysis, dengan fokus analisis
kepada Cost Benefit dari dilakukannya transaksi. Hasil analisis kewajaran keuangan
antara lain sebagai berikut:
Akumulasi Nilai Kini Arus bersih (NPV) Rp. 79.061.390.463
Internal Rate of Return (IRR) 16,05%
Benefit Cost Ratio (BCR) 1,79
Payback Periode (PP) 8 Tahun 1 Bulan
Atas hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Transaksi adalah “Wajar”.
Dikarenakan NPV > 0, IRR > Tingkat Diskonto (10,22%), dan BCR > 1.
iv. Proforma Laporan Keuangan Bank BTN Sebelum dan Setelah Transaksi
Dari Hasil Analisis Proforma Laporan Keuangan Bank BTN Sebelum dan setelah
Transaksi, dapat dilihat penyesuaian pada akun penyertaan langsung di Laporan
Posisi Keuangan setelah Transaksi yang merupakan perpindahan Dana dari akun Kas
dan dicatatkan lagi sebagai Aset Tetap atas dilakukannya Transaksi, atas hal
tersebut dapat disimpulkan bahwa Transaksi adalah “Wajar”.
v. Analisis Dampak Transaksi Terhadap Proyeksi Keuangan Perusahaan Sebelum dan
Setelah Transaksi
1. Analisis Dampak Transaksi Terhadap Proyeksi Keuangan - Selisih Neraca
Sebelum dan Setelah Dilaksanakan Transaksi
(Dalam Rp Juta) 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Proyeksi Aset Setelah Transaksi 468.362.518 498.844.216 538.601.137 595.391.931 664.260.965 751.504.514
Proyeksi Aset Sebelum Transaksi 468.362.518 498.844.216 538.590.202 595.369.202 664.225.149 751.455.087
Selisih Aset - - 10.935 22.729 35.816 49.427
Proyeksi Liabilitas Setelah Transaksi 435.203.131 462.467.571 498.221.929 549.344.638 611.984.451 691.769.354
Proyeksi Liabilitas Sebelum 435.203.131 462.467.571 498.221.929 549.344.638 611.984.451 691.769.354
Transaksi
Selisih Liabilitas - - - - - -
Proyeksi Ekuitas Setelah Transaksi 33.159.387 36.376.645 40.379.208 46.047.293 52.276.513 59.735.160
Proyeksi Ekuitas Sebelum Transaksi 33.159.387 36.376.645 40.368.273 46.024.564 52.240.698 59.685.734
Selisih Ekuitas - - 10.935 22.729 35.816 49.427
Terdapat Selisih Positif atas selisih Neraca sebelum dan setelah
dilaksanakannya Transaksi.
PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK viii
PENDAPAT KEWAJARAN TRANSAKSI
Page 10
2. Analisis Dampak Transaksi Terhadap Proyeksi Keuangan- Selisih Laba Rugi
Sebelum dan Setelah Dilaksanakan Transaksi
1 Okt - 31
(Dalam Rp Juta) Des 2025 2026 2027 2028 2029
2024
Proyeksi Pendapatan Setelah Transaksi 7.541.654 32.295.792 35.066.752 39.007.378 44.055.943 50.015.413
Proyeksi Pendapatan Sebelum Transaksi 7.541.654 32.295.792 35.066.752 39.007.378 44.055.943 50.015.413
Selisih Pendapatan - - - - - -
Proyeksi Beban Bunga Setelah Transaksi (2.753.580) (16.486.060) (16.907.915) (17.160.671) (18.688.299) (20.516.307)
Proyeksi Beban Bunga Sebelum Transaksi (2.753.580) (16.486.060) (16.907.915) (17.160.671) (18.688.299) (20.516.307)
Selisih Beban Bunga - - - - - -
Proyeksi Pendapatan Operasional Lainnya Setelah 1.195.152 4.268.628 4.902.886 5.898.611 6.849.264 7.964.759
Transaksi
Proyeksi Pendapatan Operasional Lainnya 1.195.152 4.268.628 4.902.886 5.898.611 6.849.264 7.964.759
Sebelum Transaksi
Selisih Pendapatan (Beban) Operasional Lainnya - - - - - -
Proyeksi Beban Operasional Lainnya Setelah (2.180.704) (10.997.213) (12.230.390) (13.949.846) (16.051.960) (18.483.343)
Transaksi
Proyeksi Beban Operasional Lainnya Sebelum (2.180.704) (10.997.213) (12.240.957) (13.961.262) (16.064.656) (18.496.553)
Transaksi
Selisih Pendapatan (Beban) Operasional Lainnya - - 10.567 11.415 12.696 13.209
Proyeksi Laba Operasional Setelah Transaksi 1.765.896 5.082.278 6.484.113 8.992.245 10.796.518 12.934.490
Proyeksi Laba Operasional Sebelum Transaksi 1.765.896 5.082.278 6.473.546 8.980.830 10.783.822 12.921.281
Selisih Laba Operasional - - 10.567 11.415 12.696 13.209
Proyeksi Pendapatan (Beban) Non Operasional 29.152 - 368 379 390 402
Lainnya Setelah Transaksi
Proyeksi Pendapatan (Beban) Non Operasional 29.152 - - - - -
Lainnya Sebelum Transaksi
Selisih Pendapatan (Beban) Non Operasional - - 368 379 390 402
Lainnya
Proyeksi Laba (Rugi) Tahun Berjalan Sebelum 1.795.048 5.082.278 6.484.481 8.992.624 10.796.908 12.934.892
Beban Pajak Setelah Transaksi
Proyeksi Laba (Rugi) Tahun Sebelum Beban Pajak 1.795.048 5.082.278 6.473.546 8.980.830 10.783.822 12.921.281
Berjalan Sebelum Transaksi
Selisih Laba (Rugi) Tahun Berjalan - - 10.935 11.794 13.086 13.611
Proyeksi Laba (Rugi) Bersih Tahun Berjalan Setelah 606.114 3.893.344 4.975.899 6.909.326 8.298.480 9.944.265
Pajak Bersih Setelah Transaksi
Proyeksi Laba (Rugi) Bersih Tahun Berjalan Setelah 606.114 3.893.344 4.964.964 6.897.532 8.285.394 9.930.654
Pajak Bersih Transaksi
PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK ix
PENDAPAT KEWAJARAN TRANSAKSI
Page 11
1 Okt - 31
(Dalam Rp Juta) Des 2025 2026 2027 2028 2029
2024
Selisih Laba (Rugi) Bersih Tahun Berjalan Setelah - - 10.935 11.794 13.086 13.611
Pajak Bersih
Terdapat Selisih Positif atas selisih Laba Rugi sebelum dan setelah
dilaksanakannya Transaksi.
3. Analisis Dampak Transaksi Terhadap Proyeksi Keuangan- Selisih Rasio
Keuangan Sebelum dan Setelah DIlaksanakan Transaksi
RASIO BTN
Rata-rata
Rasio Keuangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029 terhadap standar
(2024 - 2029)
Bank Indonesia
ROA Setelah 0,72% 0,78% 0,92% 1,16% 1,25% 1,32% 1,03% Cukup Sehat
Transaksi
ROA Sebelum 0,72% 0,78% 0,92% 1,16% 1,25% 1,32% 1,03% Cukup Sehat
Transaksi
Selisih ROA 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
ROE Setelah 10,19% 10,70% 12,32% 15,01% 15,88% 16,65% 13,46% Sehat
Transaksi
ROE Sebelum 10,19% 10,70% 12,30% 14,99% 15,86% 16,64% 13,45% Sehat
Transaksi
Selisih ROE 0,00% 0,00% 0,03% 0,02% 0,01% 0,01% 0,01%
NIM Setelah 11,30% 12,06% 14,19% 17,71% 18,84% 19,88% 15,66% Sangat Sehat
Transaksi
NIM Sebelum 11,30% 12,06% 14,16% 17,68% 18,81% 19,86% 15,64% Sangat Sehat
Transaksi
Selisih NIM 0,00% 0,00% 0,03% 0,03% 0,03% 0,03% 0,02%
LDR Setelah 96,31% 96,97% 96,57% 96,55% 96,36% 95,30% 96,34% cukup sehat
Transaksi
LDR Sebelum 96,31% 96,97% 96,57% 96,55% 96,36% 95,30% 96,34% cukup sehat
Transaksi
Selisih LDR 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
BOPO Setelah 77,07% 75,16% 72,90% 69,28% 68,24% 67,26% 71,65% Sangat Sehat
Transaksi
BOPO Sebelum 77,07% 75,16% 72,93% 69,30% 68,27% 67,29% 71,67% Sangat Sehat
Transaksi
Selisih BOPO 0,00% 0,00% -0,03% -0,03% -0,03% -0,02% -0,02%
Terdapat Selisih Positif atas selisih Rasio Keuangan sebelum dan setelah
dilaksanakannya Transaksi.
atas tercatatnya selisih positif ini maka Transaksi adalah “Wajar”.
vi. Analisis atas Faktor-Faktor Lain yang Relevan
Tidak ada faktor lain yang relevan yang dapat mempengaruhi Transaksi.
PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK x
PENDAPAT KEWAJARAN TRANSAKSI
Page 12
Names mentioned 11 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT BA
p.3 ×5
unresolved
org
KJPP Abdullah Fitriantoro dan Rekan
p.3
unresolved
org
KJPP Abdullah Fitriantoro
p.3
unresolved
org
PT Brantas Abipraya (Persero)
p.4
unresolved
org
PT BA Bank BTN
p.5
unresolved
org
Bank Indonesia
p.6 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia ROA
p.11
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.273
2877 ms
12 Sep 2026 22:52
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': 'Transaksi'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': 'Transaksi',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}