Skip to content
Back to announcement

LK Des 24.pdf

Financial statement Text extracted GRPH

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 46

Page 1
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk

LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2024 DAN 2023
SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
Page 2
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
DAFTAR ISI



                                                       Halaman


Surat Pernyataan Direksi

Laporan Auditor Independen

Laporan Keuangan

 Laporan Posisi Keuangan                                  1

 Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain      2

 Laporan Perubahan Ekuitas                                3

 Laporan Arus Kas                                         4

 Catatan atas Laporan Keuangan                            5
Page 3

          
Page 4
                                                                              Kantor Akuntan Publik
                                                                   Maurice Ganda Nainggolan & Rekan
                                                            Epiwalk Office Suites 7th Floor Unit B 708, Komplek Rasuna Epicentrum
                                                                               Jl. HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, 12940
                                                                                          Tel : +62 21 299 122 72 , +62 21 299 124 73
                                                                       E-mail : mgnainggolan@kapmgn.co.id , kapmgn@gmail.com
                                                                                                            Web : www.kapmgn.co.id




                                  LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN


Nomor: 00010/2.1104/AU.1/05/1292-2/1/III/2025

Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi

PT Griptha Putra Persada Tbk


Opini

Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Griptha Putra Persada Tbk (”Perusahaan”), yang terdiri dari
laporan posisi keuangan 31 Desember 2024, serta laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain,
laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, serta
catatan atas laporan keuangan, termasuk informasi kebijakan akuntansi material.

Menurut opini kami, laporan keuangan terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material,
posisi keuangan Perusahaan tanggal 31 Desember 2024, serta kinerja keuangan dan arus kasnya untuk
tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

Basis Opini

Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik
Indonesia. Tanggung jawab kami menurut standar tersebut diuraikan lebih lanjut dalam paragraf Tanggung
Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan pada laporan kami. Kami independen terhadap
Perusahaan berdasarkan ketentuan etika yang relevan dalam audit kami atas laporan keuangan di Indonesia,
dan kami telah memenuhi tanggung jawab etika lainnya berdasarkan ketentuan tersebut. Kami yakin bahwa
bukti audit yang telah kami peroleh adalah cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi opini audit
kami.

Hal Audit Utama

Hal audit utama adalah hal-hal yang menurut pertimbangan profesional kami, merupakan hal yang paling
signifikan dalam audit kami atas laporan keuangan periode kini. Hal-hal tersebut disampaikan dalam konteks
audit kami atas laporan keuangan secara keseluruhan, dan dalam merumuskan opini kami atas laporan
keuangan terkait, kami tidak menyatakan suatu opini terpisah atas hal audit utama tersebut.




                                                                    Maurice Ganda Nainggolan & Rekan
                                                                                            Registered Public Accountants
                                                                                        License : KMK No. 300/KM.1/2017
Page 5
Hal audit utama yang teridentifikasi dalam audit kami diuraikan sebagai berikut:

Cadangan Kerugian Nilai Persediaan

Pada tanggal 31 Desember 2024, nilai persediaan jangka panjang sebesar Rp 1.180.037.156 dan cadangan
kerugian penurunan nilai sebesar (Rp 10.000.000).

Sesuai dengan PSAK 202 – Persediaan, Perusahaan menentukan penurunan nilai persediaan dengan
menerapkan pendekatan nilai realisasi bersih (Net Realizable Value/NRV), yang mempertimbangkan harga
jual masa depan dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan penjualan. Tingkat penurunan nilai persediaan
didasarkan pada analisis historis terhadap perubahan nilai persediaan, tingkat usang, serta tren pasar untuk
setiap kategori produk yang memiliki karakteristik risiko serupa, disesuaikan dengan informasi masa depan
sebagaimana diungkapkan pada Catatan 2g dalam laporan keuangan. Penilaian ini melibatkan estimasi
manajemen yang signifikan. Pengungkapan Perusahaan mengenai persediaan dijelaskan dalam Catatan 6
atas laporan keuangan.

Respon kami atas Hal Audit Utama:

 • Kami memahami dan mengevaluasi kebijakan manajemen dalam menentukan penurunan nilai persediaan
   untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar akuntansi yang berlaku;
 • Kami menguji asumsi dan estimasi yang digunakan manajemen, termasuk analisis harga pasar, tingkat
   usang, serta nilai realisasi bersih persediaan;
 • Kami melakukan prosedur audit substantif, seperti pemeriksaan fisik persediaan dan analisis tren harga
   untuk menilai kewajaran estimasi penurunan nilai;
 • Kami memastikan kecukupan pengungkapan terkait penurunan nilai persediaan dalam laporan keuangan
   serta dampaknya terhadap opini audit.

Informasi Lain

Manajemen bertanggung jawab atas informasi lain. Informasi lain terdiri dari informasi yang tercantum dalam
Laporan Tahunan 2024 (“Laporan Tahunan”), tetapi tidak mencantumkan laporan keuangan dan laporan
auditor kami. Laporan Tahunan diharapkan akan tersedia bagi kami setelah tanggal laporan auditor ini.

Opini kami atas laporan keuangan tidak mencakup informasi lain, dan oleh karena itu, kami tidak menyatakan
bentuk keyakinan apapun atas Laporan Tahunan tersebut.

Sehubungan dengan audit kami atas laporan keuangan, tanggung jawab kami adalah untuk membaca
Laporan Tahunan ketika tersedia dan, dalam melaksanakannya, mempertimbangkan apakah Laporan
Tahunan mengandung ketidakkonsistenan material dengan laporan keuangan atau pemahaman yang kami
peroleh selama audit, atau mengandung kesalahan penyajian material.

Ketika kami membaca Laporan Tahunan, jika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu kesalahan penyajian
material di dalamnya, kami diharuskan untuk mengomunikasikan hal tersebut kepada pihak yang bertanggung
jawab atas tata kelola dan mengambil tindakan tepat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.

Tanggung Jawab Manajemen dan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata Kelola terhadap Laporan
Keuangan

Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan tersebut sesuai
dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dan atas pengendalian internal yang dianggap perlu oleh
manajemen untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan yang bebas dari kesalahan penyajian
material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.
Page 6
Dalam penyusunan laporan keuangan, manajemen bertanggung jawab untuk menilai kemampuan
Perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan usahanya, mengungkapkan, sesuai dengan kondisinya,
hal-hal yang berkaitan dengan kelangsungan usaha, dan menggunakan basis akuntansi kelangsungan usaha,
kecuali manajemen memiliki intensi untuk melikuidasi Perusahaan atau menghentikan operasi, atau tidak
memiliki alternatif yang realistis selain melaksanakannya.

Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bertanggung jawab untuk mengawasi proses pelaporan
keuangan Perusahaan.

Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan

Tujuan kami adalah untuk memeroleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan secara
keseluruhan bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun
kesalahan, dan untuk menerbitkan laporan auditor yang mencakup opini kami. Keyakinan memadai
merupakan suatu tingkat keyakinan tinggi, namun bukan merupakan suatu jaminan bahwa audit yang
dilaksanakan berdasarkan Standar Audit akan selalu mendeteksi kesalahan penyajian material ketika hal
tersebut ada. Kesalahan penyajian dapat disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan dan dianggap
material jika, baik secara individual maupun secara agregat, dapat diekspektasikan secara wajar akan
memengaruhi keputusan ekonomi yang diambil oleh pengguna berdasarkan laporan keuangan tersebut.

Sebagai bagian dari suatu audit berdasarkan Standar Audit, kami menerapkan pertimbangan profesional dan
mempertahankan skeptisisme profesional selama audit. Kami juga:

•   Mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan, baik yang
    disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, mendesain dan melaksanakan prosedur audit yang
    responsif terhadap risiko tersebut, serta memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk
    menyediakan basis bagi opini kami. Risiko tidak terdeteksinya kesalahan penyajian material yang
    disebabkan oleh kecurangan lebih tinggi dari yang disebabkan oleh kesalahan, karena kecurangan dapat
    melibatkan kolusi, pemalsuan, penghilangan secara sengaja, pernyataan salah, atau pengabaian
    pengendalian internal.
•   Memeroleh suatu pemahaman tentang pengendalian internal yang relevan dengan audit untuk
    mendesain prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi untuk tujuan menyatakan opini
    atas keefektivitasan pengendalian internal Perusahaan.
•   Mengevaluasi ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan serta kewajaran estimasi akuntansi dan
    pengungkapan terkait yang dibuat oleh manajemen.
•   Menyimpulkan ketepatan pengguna basis akuntansi kelangsungan usaha oleh manajemen dan,
    berdasarkan bukti audit yang diperoleh, apakah terdapat suatu ketidakpastian material yang terkait
    dengan peristiwa atau kondisi yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan
    Perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Ketika kami menyimpulkan bahwa
    terdapat suatu ketidakpastian material, kami diharuskan untuk menarik perhatian dalam laporan auditor
    kami ke pengungkapan terkait dalam laporan keuangan atau, jika pengungkapan tersebut tidak
    memadai, harus menentukan apakah perlu untuk memodifikasi opini kami. Kesimpulan kami didasarkan
    pada bukti audit yang diperoleh hingga tanggal laporan audit auditor kami. Namun, peristiwa atau kondisi
    masa depan dapat menyebabkan Perusahaan tidak dapat mempertahankan kelangsungan usaha.
•   Mengevaluasi penyajian, struktur, dan isi laporan keuangan secara keseluruhan, termasuk
    pengungkapannya, dan apakah laporan keuangan mencerminkan transaksi-transaksi dan peristiwa yang
    mendasarinya dengan suatu cara yang mencapai penyajian wajar.

Kami mengomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola mengenai, antara lain, ruang
lingkup dan saat yang direncanakan atas audit, serta temuan audit signifikan, termasuk setiap defisiensi
signifikan dalam pengendalian internal yang teridentifikasi oleh kami selama audit.

Kami juga memberikan suatu pernyataan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bahwa kami
telah mematuhi ketentuan etika yang relevan mengenai independensi, dan mengomunikasikan seluruh
hubungan, serta hal-hal lain yang dianggap secara wajar berpengaruh terhadap independensi kami, dan, jika
relevan, pengamanan terkait.
Page 7
Dari hal-hal yang dikomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, kami
menentukan hal-hal tersebut yang paling signifikan dalam audit atas laporan keuangan periode kini dan
oleh karenanya menjadi hal audit utama. Kami menguraikan hal audit utama dalam laporan auditor kami,
kecuali peraturan perundang-undangan melarang pengungkapan publik tentang hal tersebut atau ketika,
dalam kondisi yang sangat jarang terjadi, kami menentukan bahwa suatu hal tidak boleh dikomunikasikan
dalam laporan kami karena konsekuensi merugikan dari mengomunikasikan hal tersebut akan
diekspektasikan secara wajar melebihi manfaat kepentingan publik atas komunikasi tersebut.


Kantor Akuntan Publik
Maurice Ganda Nainggolan & Rekan




Dr. Ahalik, S.E., Ak., M.Si., CPA, CPSAK, CPMA, CA
Izin Akuntan Publik No. AP.1292
Jakarta, 20 Maret 2025
Page 8
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

                                                        Catatan             2024                   2023
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Bank                                                4           3.604.180.842            606.573.516
Piutang Usaha dari Pihak Ketiga                             5             176.331.912            137.273.282
Persediaan                                                  6           1.379.082.594            546.584.504
Uang Muka                                                   7             943.786.014          2.010.865.077
Aset Lancar Lainnya                                         8             385.265.334            263.845.680
Jumlah Aset Lancar                                                      6.488.646.696          3.565.142.059
ASET TIDAK LANCAR
Persediaan                                                  6           1.170.037.156            564.509.924
Aset Tetap                                                  9          85.000.286.285         67.260.283.047
Aset Hak-Guna                                              10           3.178.010.492          2.158.333.333
Jumlah Aset Tidak Lancar                                               89.348.333.933         69.983.126.304
JUMLAH ASET                                                            95.836.980.629         73.548.268.363
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Usaha kepada Pihak Ketiga                             11            737.760.729            737.690.712
Pendapatan Diterima Dimuka                                  12            806.725.702          1.601.214.525
Utang Pajak                                                13a            526.745.157            572.167.687
Beban Akrual                                                14            334.370.456            353.356.213
Bagian Lancar Liabilitas Jangka Panjang
  Utang Bank                                               15           3.826.954.346          2.053.869.197
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                         6.232.556.390          5.318.298.334
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas Jangka Panjang Dikurangi
Bagian Lancar
  Utang Bank                                               15          12.198.966.281         12.213.966.578
Liabilitas Imbalan Pascakerja                              16           1.740.154.304          1.483.045.667
Liabilitas Pajak Tangguhan                                 13c          1.369.138.316          1.755.351.768
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                       15.308.258.901         15.452.364.013
JUMLAH LIABILITAS                                                      21.540.815.291         20.770.662.347
EKUITAS
Modal Saham - Nilai Nominal
Rp 25,- Per Saham Pada 31 Desember
2024 dan 2023
  Modal Dasar Ditempatkan dan Disetor
  1.000.000.000 Saham
  Pada 31 Desember 2024,
  serta 800.000.000 Saham
  Pada 31 Desember 2023                                    17a         25.000.000.000         20.000.000.000
Tambahan Modal Disetor                                      18         13.318.507.863                      -
Penghasilan Komprehensif Lain                               19         32.601.704.070         32.626.020.019
Saldo Laba
  Ditentukan Penggunannya                                  17b             30.000.000                      -
  Tidak Ditentukan Penggunaannya                           17b          3.345.953.405            151.585.997
JUMLAH EKUITAS                                                         74.296.165.338         52.777.606.016
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                          95.836.980.629         73.548.268.363

       Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

                                                     -1-
Page 9
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
LAPORAN LABA RUGI dan PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

                                                    Catatan              2024                     2023

PENDAPATAN USAHA                                       20            29.069.027.670          26.212.236.062
BEBAN LANGSUNG                                         21           (15.318.281.918)        (13.032.005.597)
LABA BRUTO                                                           13.750.745.752          13.180.230.465
Beban Umum dan Administrasi                            22            (9.669.504.685)         (9.319.990.674)
Pendapatan Lain-Lain - Bersih                          23               284.653.933             166.986.602

LABA USAHA                                                            4.365.895.000           4.027.226.393
Beban Bunga dan Keuangan                               24              (904.869.815)         (1.673.626.770)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                                        3.461.025.185           2.353.599.623
Beban Pajak Penghasilan:
  Beban Pajak Kini                                     13b             (627.256.072)            (453.155.562)
  Manfaat (Beban) Pajak Tanggguhan                     13c              390.598.295             (629.884.538)
Beban Pajak Penghasilan - Bersih                                       (236.657.777)         (1.083.040.100)
LABA TAHUN BERJALAN                                                   3.224.367.408           1.270.559.523
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
  Surplus Revaluasi Aset Tetap                         19                          -         33.521.467.342
  Pengukuran Kembali Imbalan Pasti                     19                (19.931.106)           (16.022.537)
  Pajak Penghasilan Terkait                            19                 (4.384.843)          (841.561.642)
LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN                                      3.200.051.459          33.934.442.686

LABA PER SAHAM                                         25                        3,25                      3,59




      Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

                                                    -2-
Page 10
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

                                                                                                                             Saldo Laba
                                                                       Tambahan             Penghasilan            Ditentukan       Tidak Ditentukan
                                                Modal Saham           Modal Disetor       Komprehensif Lain      Penggunaannya       Penggunaannya        Jumlah Ekuitas
Saldo per 1 Januari 2023                           450.000.000                        -         (37.863.144)                      -     (1.118.973.526)      (706.836.670)
Laba Tahun Berjalan                                          -                        -                   -                       -     1.270.559.523       1.270.559.523
Setoran Modal                                   19.550.000.000                        -                   -                       -                 -      19.550.000.000
Selisih Revaluasi Aset Tetap                                 -                        -      33.521.467.342                       -                 -      33.521.467.342
Pengukuran Kembali Imbalan Pasti                             -                        -        (857.584.179)                      -                 -        (857.584.179)
Saldo per 31 Desember 2023                      20.000.000.000                        -      32.626.020.019                       -       151.585.997      52.777.606.016
Cadangan Umum                                                  -                      -                     -          30.000.000         (30.000.000)                -
Laba Tahun Berjalan                                            -                      -                     -                   -       3.224.367.408       3.224.367.408
Setoran Modal Melalui Penawaran
Umum Perdana Saham                               5.000.000.000                        -                     -                     -                  -      5.000.000.000
Penerimaan Agio Saham Sehubungan
dengan Penawaran Umum Perdana Saham                            -      15.600.000.000                      -                       -                  -     15.600.000.000
Biaya Emisi Saham                                              -      (2.281.492.137)                     -                       -                  -     (2.281.492.137)
Pengukuran Kembali Imbalan Pasti                               -                   -            (24.315.949)                      -                  -        (24.315.949)
Saldo per 31 Desember 2024                      25.000.000.000        13.318.507.863         32.601.704.070            30.000.000       3.345.953.405      74.296.165.338




                                   Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

                                                                                 -3-
Page 11
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

                                                       Catatan             2024                   2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Kas dari Pelanggan                           5,12,20       28.235.480.217          27.035.580.418
Pembayaran Kas kepada Karyawan                        8,19,21,22      (4.797.739.265)         (4.956.681.968)
                                                       6,7,9,10,
Pembayaran Kas kepada Pemasok                        11,14,19,21     (12.761.069.292)        (11.084.166.763)
Pembayaran Kas untuk Beban                             8,13,19,
Operasional Lainnya                                      22,23         (5.945.273.626)        (5.467.576.234)
Kas Dihasilkan dari Operasi                                             4.731.398.034          5.527.155.453
Pembayaran Beban Bunga dan Keuangan                       24             (904.869.815)        (1.978.173.208)
Pembayaran Pajak Penghasilan                              13             (665.125.411)          (493.387.671)
Kas Bersih Diperoleh dari
Aktivitas Operasi                                                       3.161.402.808          3.055.594.574
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Hasil Penjualan Aset Tetap                                 9                       -              80.020.558
Perolehan Aset Tetap                                       9         (20.240.388.197)         (4.920.113.453)
Kas Bersih Digunakan Untuk
Aktivitas Investasi                                                  (20.240.388.197)         (4.840.092.895)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan Pinjaman Bank                                  15            5.000.000.000            794.528.128
Pembayaran Pinjaman Bank                                  15           (3.241.915.148)        (2.033.869.198)
Pembayaran Liabilitas Sewa                                                          -         (2.300.000.000)
Pembayaran Utang Pemegang Saham                                                     -        (13.674.338.943)
Setoran Modal                                             17a           5.000.000.000         19.550.000.000
Penerimaan atas Agio Saham sehubungan
Penawaran Umum Perdana Saham                              18          15.600.000.000                       -
Pembayaran Biaya Emisi Saham                              18          (2.281.492.137)                      -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas
Pendanaan                                                             20.076.592.715           2.336.319.987
KENAIKAN KAS DAN BANK                                                   2.997.607.326            551.821.666
KAS DAN BANK AWAL TAHUN                                                   606.573.516             54.751.850
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN                                                3.604.180.842            606.573.516




      Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

                                                    -4-
Page 12
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

1.   UMUM

     1.a. Pendirian dan Informasi Umum

          PT Griptha Putra Persada Tbk (“Perusahaan“) didirikan di Jakarta berdasarkan akta No. 26
          tanggal 14 April 2010 dari Drs. Ika Slamet Riyono S.H., Notaris di Kudus. Akta pendirian ini
          telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan
          Surat Keputusan No. AHU-33984.AH.01.01.Tahun 2010, tanggal 7 Juli 2010.

          Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir Akta No. 47
          tanggal 29 Mei 2024 dari Rini Yulianti S.H., Notaris di Kota Jakarta Timur, mengenai
          perubahan susunan direksi perseroan, serta persetujuan perubahan Anggaran Dasar
          Perseroan disesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 29/POJK.04/2016
          tentang Laporan Tahunan Emiten. Akta Perubahan ini telah disetujui Menteri Hukum dan Hak
          Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-
          0129667 Tahun 2024 tanggal 3 Juni 2024.

          Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan maksud dan tujuan Perusahaan adalah
          bidang perdagangan dan jasa. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut Perusahaan
          melaksanakan kegiatan usaha yaitu Hotel Bintang, Restoran dan MICE. Perusahaan mulai
          beroperasi secara komersial sejak 1 Juli 2015 dengan menggunakan nama Hotel Griptha yang
          berlokasi di Kudus, Jawa Tengah.

          Perusahaan adalah pemilik dan pengelola Hotel Griptha yang berdomisili di Kudus dengan
          kantor beralamat di Jl. R. Agil Kusumadya, Jati Wetan, Kec. Jati, Kab. Kudus, Jawa Tengah.

          Pada saat ini kegiatan utama Perusahaan adalah menjalankan usaha dalam bidang
          perhotelan yaitu mengelola Hotel Griptha dan yang berlokasi di Jl. R. AKBP Agil Kusumadya
          100, Kudus, Jawa Tengah.

          Jumlah karyawan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing
          adalah 70 dan 67 (tidak diaudit).

          Perusahaan tergabung dalam kelompok usaha PT Mulia Jaya Palma, dengan Tn. Samuel
          Jeffrey Christiawan Soegeng sebagai pengendali terakhir.

     1.b. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi

          Susunan pengurus Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai
          berikut:

                                                      2024                            2023
          Dewan Komisaris
          Komisaris Utama               : Antanius Feliks Santoso         Antanius Feliks Santoso
          Komisaris Independen          : Ivarianie Virgiana              Ivarianie Virgiana
          Komisaris                     : Wira Tjahaja                    Wira Tjahaja

          Dewan Direksi
          Direktur Utama                : Oei, Aqulia Jemmy Priyanto      Alexius Kenny Putra Wijaya
          Direktur                      : Oei, Selima Ivena Wijaya        Oei, Selima Ivena Wijaya
          Direktur                      : -                               Yelina Ivone Chandra

          Pada Akta terakhir No.47 tanggal 29 Mei 2024 dari Rini Yulianti S.H., Notaris di Kota Jakarta
          Timur. Dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0129667 Tahun 2024 tanggal 3 Juni 2024
          terdapat perubahan susunan direksi perusahaan.




                                               -5-
Page 13
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

          Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris PT Griptha Putra Persada Tbk
          No. 001/GPP/KOM/SPen/IX/2023 tanggal 27 September 2023, Perusahaan mengangkat
          Komite Audit adalah sebagai berikut:

          Komite Audit
          Ketua Komite Audit        : Ivarianie Virgiana
          Anggota Komite Audit      : Rossy Ronita
          Anggota Komite Audit      : Feliks Kurniawan

          Berdasarkan       Surat   Keputusan      Direksi   PT     Griptha     Putra     Persada    Tbk
          No. 005/GPP/DIR/SPen/IX/2023 tanggal 27 September 2023, Perusahaan mengangkat Herlin
          Listiyani sebagai Kepala Unit Audit Internal Perusahaan, efektif sejak tanggal Surat Keputusan
          Direksi tersebut.

          Berdasarkan     Surat   Keputusan     Direksi   PT     Griptha    Putra   Persada    Tbk
          No. 194/GPP/DIR/SPb/III/2024 tanggal 01 Maret 2024, Perusahaan mengangkat Fransiska
          Bella Yunita sebagai Sekretaris Perusahaan, efektif sejak tanggal Surat Keputusan Direksi
          tersebut.

          Manajemen Kunci Perusahaan meliputi jabatan Direksi.

     1.c. Penawaran Umum Pemegang Saham

          Pada tanggal 10 Januari 2024 Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Dewan
          Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan suratnya No. S-4/D.04/2024 untuk
          melakukan penawaran umum perdana 200.000.000 saham kepada masyarakat. Pada tanggal
          18 Januari 2024, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.

          Pada tanggal 18 Januari 2024, 800.000.000 saham milik Pemegang Saham pendiri telah
          tercatat pada Bursa Efek Indonesia.

     1.d. Penyelesaian Laporan Keuangan

          Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan ini yang
          telah diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan pada tanggal
          20 Maret 2025.


2.   INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL

     2.a. Pernyataan Kepatuhan

          Laporan Keuangan Perusahaan disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
          Keuangan di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan
          Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar
          Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI), dan peraturan pasar modal antara
          lain Peraturan Otoritas Jasa Keuangan/Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
          Keuangan (OJK/Bapepam-LK) No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan
          Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.

     2.b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan

          Laporan keuangan Perusahaan, kecuali laporan arus kas, disusun berdasarkan konsep akrual
          dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali seperti yang disebutkan dalam catatan
          atas laporan keuangan yang relevan.

          Laporan arus kas disajikan dengan metode langsung, menyajikan penerimaan dan
          pengeluaran kas dan bank yang diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi, investasi dan
          pendanaan.


                                                -6-
Page 14
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

          Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan adalah Rupiah yang
          merupakan mata uang fungsional Perusahaan. Seluruh angka dalam laporan keuangan ini
          disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali bila dinyatakan lain.

     2.c. Perubahan atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)

          Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK-IAI”) telah
          menerbitkan amendemen dan interpretasi yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2024 sebagai
          berikut:
          • Kerangka Standar Pelaporan Keuangan Indonesia ("KSPKI") dan perubahan nomenklatur
               PSAK dan ISAK dalam Standar Akuntansi Keuangan Indonesia (sebelumnya Standar
               Akuntansi Keuangan), berlaku efektif tanggal 1 Januari 2024. KSPKI mengatur pilar SAK
               yang berlaku di Indonesia, kriteria, dan perpindahan antar pilar SAK, sedangkan
               perubahan nomenklatur mengatur ketentuan penomoran PSAK dan ISAK yang mengacu
               pada IFRS Accounting Standards.
          • Amendemen PSAK 201: “Penyajian Laporan Keuangan” terkait klasifikasi liabilitas
               sebagai jangka pendek atau jangka panjang;
          • Amendemen PSAK 116: “Sewa” terkait liabilitas sewa pada transaksi jual dan sewa-balik;
          • Amendemen PSAK 207, “Laporan Arus Kas” dan PSAK 107, “Instrumen Keuangan:
               Pengungkapan” terkait “Pengaturan Pembiayaan Pemasok”.

           Penerapan dari amendemen atas standar di atas tidak menimbulkan perubahan substansial
           atas kebijakan akuntansi Perusahaan dan tidak memiliki dampak signifikan terhadap laporan
           keuangan pada tahun berjalan atau tahun sebelumnya.

     2.d. Instrumen Keuangan

          Instrumen keuangan adalah kontrak yang menimbulkan aset keuangan bagi suatu entitas dan
          liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas bagi entitas yang lain.

          (i). Aset Keuangan

              Pengakuan awal

              Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus
              kas kontraktual - apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.

              Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
              1) Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi;
              2) Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui
                  penghasilan komprehensif lain.

              Perusahaan menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan tidak
              bisa melakukan perubahan setelah penerapan awal tersebut.

              Semua aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah dengan biaya-
              biaya transaksi, kecuali aset keuangan dicatat pada nilai wajar melalui laba rugi.

              Aset keuangan Perusahaan meliputi kas dan bank dan piutang usaha dari pihak ketiga.

              Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan,
              jika tidak maka aset keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.




                                                -7-
Page 15
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

              Pengukuran setelah pengakuan awal

              Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai
              berikut:
              1)   Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
                   Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi selanjutnya diukur dengan
                   menggunakan metode suku bunga efektif (Effective Interest Rate) (“EIR”), setelah
                   dikurangi dengan penurunan nilai. Biaya perolehan yang diamortisasi dihitung dengan
                   memperhitungkan diskonto atau premi atas biaya akuisisi atau biaya yang merupakan
                   bagian integral dari EIR tersebut. Amortisasi EIR dicatat dalam laporan laba rugi.
                   Kerugian yang timbul dari penurunan nilai juga diakui pada laporan laba rugi.
                   Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi Perusahaan terdiri dari kas dan
                   bank, dan piutang usaha.
              2)   Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
                   komprehensif lain.
                   Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
                   komprehensif lain selanjutnya disajikan dalam laporan posisi keuangan sebesar nilai
                   wajar, dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi atau penghasilan
                   komprehensif lain.
                   Perusahaan tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
                   atau melalui penghasilan komprehensif lain.
                   Penghentian pengakuan
                   Aset keuangan (atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari
                   kelompok aset keuangan sejenis) dihentikan pengakuannya pada saat:

                   1)    Hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset tersebut telah berakhir; atau
                   2)    Perusahaan telah mentransfer hak mereka untuk menerima arus kas yang berasal
                         dari aset atau berkewajiban untuk membayar arus kas yang diterima secara penuh
                         tanpa penundaan yang material kepada pihak ketiga dalam perjanjian
                         “passthrough”, dan salah satu diantara (a) Perusahaan telah mentransfer secara
                         substansial seluruh risiko dan manfaat dari aset, atau (b) Perusahaan tidak
                         mentransfer atau mempertahankan secara substansial seluruh risiko dan manfaat
                         atas aset, namun telah mentransfer kendali atas aset tersebut.

          (ii). Liabilitas Keuangan

              Pengakuan awal
              Tidak terdapat perubahan dalam klasifikasi dan pengukuran liabilitas keuangan.
              Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK 109 diklasifikasikan sebagai berikut:
              1)   Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
              2)   Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui
                   penghasilan komprehensif lain.

              Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.
              Pengukuran setelah pengakuan awal

              Setelah pengakuan awal, yaitu pada nilai wajar ditambah biaya transaksi, Perusahaan
              mengukur seluruh liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi dengan
              menggunakan metode suku bunga efektif.
              Penghentian pengakuan
              Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas keuangan telah berakhir.



                                                 -8-
Page 16
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

            (iii). Instrumen keuangan disalinghapus

                Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapus dan jumlah netonya dilaporkan pada
                laporan posisi keuangan ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan
                saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk menyelesaikan
                secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
                Hak yang berkekuatan hukum tidak boleh tergantung pada kejadian di masa yang akan
                datang dan harus dapat dilaksanakan dalam kondisi bisnis yang normal dan dalam keadaan
                lalai, tidak dapat membayar atau kebangkrutan Perusahaan atau pihak lawan.

     2.e. Transaksi Pihak Berelasi

            Perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak berelasi, sebagaimana yang diuraikan dalam
            PSAK 224: ”Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi”.

            Seluruh transaksi yang material dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam Catatan 27
            atas Laporan Keuangan.

     2.f.   Dana Cadangan Untuk Penggantian Perabotan dan Perlengkapan Hotel

            Pemasukan yang diperoleh dari hasil pengelolaan hotel harus diambil sebagian terlebih dahulu
            untuk dimasukkan sebagai Dana Cadangan yang diperlukan untuk penggantian, penambahan
            perabotan dan semua perlengkapan yang tidak dapat digunakan lagi dalam pengelolaan hotel.

            Besar Dana Cadangan tersebut adalah 1% dari Pendapatan Total (Total Revenue).

            Dana Cadangan secara khusus disisihkan untuk menutupi cadangan dan disimpan dalam
            rekening bank.

            Dana Cadangan yang tidak digunakan dalam tahun-tahun yang bersangkutan dapat
            digunakan pada tahun-tahun berikutnya.

            Dana secara khusus disisihkan untuk menutupi cadangan dan disimpan dalam rekening bank.
            Bunga yang diperoleh dari rekening bank tersebut merupakan bagian dari dana cadangan.

            Beban penggantian dan penambahan perabotan dan perlengkapan hotel mengurangi saldo
            dana cadangan.

     2.g. Persediaan

            Persediaan dinyatakan menurut nilai terendah antara harga perolehan dan nilai realisasi neto.
            Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang.

            Nilai realisasi neto adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi
            biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan.

            Penyisihan persediaan usang ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan atau penjualan,
            masing-masing jenis persediaan pada masa mendatang.

     2.h. Kas dan Bank

            Kas dan bank terdiri atas saldo kas (cash on hand) dan bank yang tidak dijadikan sebagai
            jaminan atau tidak dibatasi penggunaannya.




                                                      -9-
Page 17
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

     2.i.   Transaksi Sewa

            Perlakuan akuntansi sebelum penerapan PSAK 116: Sewa

            Penentuan apakah suatu perjanjian mengandung suatu sewa

            Pada tanggal permulaan kontrak, Perusahaan menilai apakah kontrak merupakan, atau
            mengandung sewa. Suatu kontrak merupakan, atau mengandung sewa jika kontrak tersebut
            memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset selama jangka waktu tertentu untuk
            dipertukarkan dengan imbalan.

            Perusahaan menyewa aset tetap tertentu. Sewa aset tetap dimana Perusahaan, sebagai
            lessee, memiliki sebagian besar risiko dan manfaat kepemilikan diklasifikasikan sebagai sewa
            pembiayaan. Sewa pembiayaan dikapitalisasi pada awal masa sewa sebesar yang lebih
            rendah antara nilai wajar aset sewaan dan nilai kini pembayaran sewa minimum.

            Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar. Setiap
            pembayaran sewa dialokasikan antara porsi pelunasan liabilitas dan biaya keuangan. Liabilitas
            sewa, disajikan sebagai liabilitas jangka panjang kecuali untuk bagian yang jatuh tempo dalam
            waktu 12 bulan atau kurang yang disajikan sebagai liabilitas jangka pendek. Unsur bunga
            dalam biaya keuangan dibebankan ke laba rugi selama masa sewa yang menghasilkan tingkat
            suku bunga konstan atas saldo liabilitas.

            Pembayaran yang dilakukan untuk sewa tersebut dibebankan ke laba rugi dengan dasar garis
            lurus selama masa sewa.

            Perlakuan akuntansi setelah penerapan PSAK 116: Sewa

            Pada tanggal insepsi suatu kontrak, Perusahaan menilai apakah suatu kontrak merupakan,
            atau mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan, atau mengandung sewa jika kontrak
            tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan suatu aset identifikasian selama
            suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan. Untuk menilai apakah suatu kontrak
            memberikan hak untuk mengendalikan suatu aset identifikasian, Perusahaan menilai apakah:

            a. Kontrak melibatkan penggunaan suatu aset identifikasian – ini dapat ditentukan secara
               eksplisit atau implisit dan secara fisik dapat dibedakan atau mewakili secara substantial
               seluruh kapasitas aset yang secara fisik dapat dibedakan. Jika pemasok memiliki hak
               substitusi substantif, maka aset tersebut tidak teridentifikasi;
            b. Perusahaan memiliki hak untuk memperoleh secara substansial seluruh manfaat ekonomi
               dari penggunaan aset selama periode penggunaan; dan
            c. Perusahaan memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian.
               Perusahaan memiliki hak ini ketika hak pengambilan keputusan yang paling relevan untuk
               mengubah bagaimana dan untuk tujuan apa aset tersebut digunakan. Dalam kondisi
               tertentu di mana semua keputusan tentang bagaimana dan untuk tujuan apa aset
               digunakan telah ditentukan sebelumnya, Perusahaan memiliki hak untuk mengarahkan
               penggunaan aset tersebut jika:

               •    Perusahaan memiliki hak untuk mengoperasikan aset; atau
               •    Perusahaan mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan
                    untuk tujuan apa aset akan digunakan.

            Pada tanggal insepsi atau pada saat penilaian kembali suatu kontrak yang mengandung suatu
            komponen sewa, Perusahaan mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing
            komponen sewa berdasarkan harga tersendiri relatif dari komponen sewa.

            Perusahaan mengakui aset hak-guna dan utang sewa pada tanggal dimulainya sewa.
            Pembayaran atas kontrak yang termasuk ke dalam pengecualian, yakni pembayaran atas
            sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah diakui pada metode garis lurus dan
            dibebankan pada laba rugi. Pembayaran sewa terkait dengan sewa yang dikecualikan tersebut
            diakui sebagai beban dengan menggunakan metode garis lurus selama masa sewa.
                                                 - 10 -
Page 18
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

            Sewa jangka pendek adalah sewa dengan masa sewa kurang dari atau sama dengan 12
            bulan. Sewa aset bernilai rendah adalah sewa untuk perlengkapan umum seperti komputer,
            laptop, telepon genggam, dan perlengkapan kantor lainnya, serta aset lain yang harga barunya
            tidak lebih dari plafon nilai rendah yang ditetapkan oleh Perusahaan.

     2.j.   Aset Tetap

            Berdasarkan PSAK 216, “Aset Tetap”, pada saat pengakuan awal, aset tetap diukur pada
            biaya perolehan yang meliputi harga pembelian, biaya pinjaman dan biaya lainnya yang dapat
            diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diperlukan.

            Setelah pengakuan awal, Perusahaan menggunakan model biaya dimana seluruh aset tetap
            selain tanah dan bangunan diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan
            dan akumulasi kerugian penurunan nilai (jika ada). Tanah dan bangunan dicatat menggunakan
            model revaluasi yang nilai wajarnya diukur secara andal pada jumlah revaluasian, yaitu nilai
            wajar pada tanggal revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan
            nilai setelah tanggal revaluasi. Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang cukup regular
            untuk memastikan jumlah tercatat tidak berbeda secara material dengan jumlah yang
            ditentukan dengan menggunakan nilai wajar pada akhir periode pelaporan.

            Frekuensi revaluasi bergantung pada perubahan nilai wajar dari aset tetap yang direvaluasi.
            Aset tetap yang mengalami perubahan nilai wajar secara signifikan dan fluktuatif perlu
            direvaluasi secara tahunan. Revaluasi tahunan tersebut tidak perlu dilakukan untuk aset tetap
            yang perubahan nilai wajarnya tidak signifikan. Sebaliknya aset tetap tersebut mungkin perlu
            direvaluasi tiga atau lima tahun sekali.

            Tanah dan bangunan disajikan sebesar nilai wajar berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh
            penilai independen eksternal yang terdaftar di OJK, dan disusutkan (Model Revaluasi). Model
            revaluasi pada tanah dan bangunan baru berlaku sejak 31 Juli 2023. Revaluasi dilakukan
            secara berkala untuk memastikan bahwa nilai wajar aset yang direvaluasi tidak berbeda
            secara material dengan jumlah tercatatnya. Kenaikan nilai tercatat yang timbul dari revaluasi
            dikreditkan pada surplus revaluasi aset tetap sebagai bagian dari penghasilan komprehensif
            lain. Jika aset yang direvaluasi dijual, jumlah yang dicatat didalam ekuitas dipindahkan ke
            saldo laba.

            Jika jumlah tercatat aset tanah dan bangunan meningkat akibat revaluasi, maka kenaikan
            tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan terakumulasi dalam ekuitas pada
            bagian surplus revaluasi. Akan tetapi, kenaikan tersebut diakui dalam laba rugi hingga sebesar
            jumlah penurunan nilai aset yang sama akibat revaluasi yang pernah diakui sebelumnya dalam
            laba rugi.

            Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset
            yang terpisah, mana yang lebih tepat, ketika terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi di
            masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Perusahaan dan biaya
            tersebut dapat diukur secara andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti dihentikan
            pengakuannya pada tahun dimana pada saat penggantian tersebut terjadi. Seluruh biaya
            perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laporan laba rugi dan penghasilan
            komprehensif lain.

            Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus untuk mencatat jumlah penyusutan
            selama estimasi manfaat ekonomi aset tetap adalah sebagai berikut:

                                                                            Tahun         Persentase
            Bangunan dan Prasarana                                           40              2,5%
            Peralatan Hotel                                                4 dan 8       25 dan 12,5%
            Peralatan Kantor                                                  4              25%




                                                 - 11 -
Page 19
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

          Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan
          komprehensif lain pada saat terjadinya, renovasi perbaikan yang signifikan dikapitalisasi.
          Ketika aset tidak digunakan lagi atau dilepas, biaya dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan
          dari kelompok aset tetap dan laba atau rugi yang dihasilkan tercermin dalam laporan laba rugi
          dan penghasilan komprehensif lain untuk periode tersebut.

          Perusahaan memiliki keyakinan masa manfaat bangunan hotel dapat mencapai 40 tahun
          sehubungan dengan perawatan gedung, sarana dan prasarana hotel dilakukan secara rutin.

          Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi
          masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang
          timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil
          pelepasan dan jumlah tercatat dari aset tetap) diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
          komprehensif lain pada tahun aset tersebut itu dihentikan pengakuannya.

     2.k. Aset Hak-Guna

          Berdasarkan PSAK 116, “Sewa”, aset hak- guna diakui pada tanggal dimulainya sewa (yaitu,
          tanggal aset pendasar tersedia untuk digunakan). Pada pengukuran awal, aset hak-guna
          diukur pada biaya perolehan yang meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa, biaya
          langsung awal yang dikeluarkan, pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum
          tanggal mulai dikurangi insentif sewa yang diterima dan estimasi biaya dalam membongkar
          dan memindahkan aset pendasar.

          Setelah pengakuan awal, aset hak-guna diukur dengan menggunakan model biaya dimana
          aset hak-guna diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi
          kerugian penuruan nilai.

          Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus untuk mencatat jumlah penyusutan
          selama estimasi manfaat ekonomi aset hak-guna adalah sebagai berikut:

                     Jenis Aset Hak-Guna                     Masa Manfaat
              Tanah dan Bangunan                               30 tahun

          Liabilitas Sewa

          Pada tanggal dimulainya sewa, Perusahaan mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai
          kini dari pembayaran sewa yang akan dilakukan selama masa sewa.

          Dalam menghitung nilai sekarang dari pembayaran sewa, Perusahaan menggunakan suku
          bunga yang ditetapkan Perusahaan sebagai tingkat diskonto kerja pada tanggal dimulainya
          sewa.

          Setelah tanggal dimulainya, jumlah kewajiban sewa ditingkatkan untuk mencerminkan
          pertambahan bunga dan dikurangi untuk pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu, nilai
          tercatat kewajiban sewa diukur kembali jika ada modifikasi, perubahan jangka waktu sewa,
          perubahan pembayaran sewa.

          Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi:

          •     Pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara-substansi;
          •     Pembayaran sewa variabel yang bergantung pada suatu indeks atau suku bunga, yang
                pada awalnya diukur dengan menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal
                permulaan;
          •     Jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan dalam jaminan nilai residual;
          •     Harga eksekusi opsi beli dimana Perusahaan cukup pasti untuk mengeksekusi opsi
                tersebut, pembayaran sewa dalam periode perpanjangan opsional jika Perusahaan cukup
                pasti untuk mengeksekusi opsi perpanjangan; dan
          •     Penalti untuk penghentian dini dari sewa kecuali jika Perusahaan cukup pasti untuk tidak
                mengakhiri lebih dini.
                                                - 12 -
Page 20
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

            Liabilitas sewa diukur kembali ketika ada perubahan pembayaran sewa masa depan yang
            timbul dari perubahan indeks atau suku bunga, jika ada perubahan estimasi Perusahaan atas
            jumlah yang diperkirakan akan dibayar dalam jaminan nilai residual, atau jika Perusahaan
            mengubah penilaiannya apakah akan mengeksekusi opsi beli, perpanjangan atau
            penghentian.

            Sewa Jangka Pendek dan Sewa Aset Bernilai Rendah

            Perusahaan menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek (untuk sewa yang
            memiliki jangka waktu selama 12 bulan atau kurang dari tanggal dimulainya dan tidak
            mengandung opsi pembelian). Pembayaran sewa untuk sewa jangka pendek dan sewa untuk
            aset bernilai rendah diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.

            Perusahaan sebagai Pesewa

            Sewa dimana Perusahaan tidak mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat
            yang terkait dengan kepemilikan suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi.
            Pendapatan sewa yang timbul dicatat secara garis lurus selama masa sewa dan termasuk
            dalam pendapatan dalam laporan laba rugi karena sifat operasinya.

     2.l.   Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

            Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menelaah nilai tercatat aset non-keuangan
            untuk menentukan apakah terdapat indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami penurunan
            nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, jumlah terpulihkan dari aset diestimasi untuk menentukan
            tingkat kerugian penurunan nilai (jika ada). Bila tidak memungkinkan untuk mengestimasi
            jumlah terpulihkan atas suatu aset individual, Perusahaan mengestimasi jumlah terpulihkan
            dari unit penghasil kas atas aset.

            Estimasi jumlah terpulihkan adalah nilai tertinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan
            dan nilai pakai. Dalam menilai nilai pakai, estimasi arus kas masa depan didiskontokan ke nilai
            kini menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini
            dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset yang mana estimasi arus kas masa depan
            belum disesuaikan.

            Jika jumlah terpulihkan dari aset non-keuangan (unit penghasil kas) kurang dari nilai
            tercatatnya, nilai tercatat aset (unit penghasil kas) dikurangi menjadi sebesar jumlah
            terpulihkan dan rugi penurunan nilai diakui langsung ke laba rugi.

            Kebijakan akuntansi untuk penurunan nilai aset keuangan dijelaskan dalam Catatan 3.

     2.m. Imbalan Pascakerja

            Perusahaan memberikan imbalan pascakerja imbalan pasti untuk semua karyawan tetapnya
            sesuai dengan Undang - Undang Cipta Kerja No. 6/2023. Perusahaan telah menerapkan
            panduan dalam siaran pers dan klarifikasi pengatribusian imbalan pada periode jasa untuk
            program pensiun berbasis undang-undang ketenagakerjaan atau undang-undang cipta kerja
            beserta peraturan pelaksanaan (UU Ketenagakerjaan) sesuai dengan yang diterbitkan oleh
            DSAK-IAI pada April 2022. Perseroan telah menerapkan panduan dalam siaran pers dan
            menerapkan perubahan yang diperlukan atas kebijakan akuntansi secara prospektif. Tidak
            terdapat pendanaan yang disisihkan oleh Perusahaan sehubungan dengan imbalan
            pascakerja ini.




                                                  - 13 -
Page 21
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

          Biaya penyediaan imbalan ditentukan dengan menggunakan metode projected unit credit
          dengan penilaian aktuaria yang dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan tahunan.
          Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, perubahan dampak batas
          atas aset (jika ada) dan dari imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga), yang
          tercermin langsung dalam laporan posisi keuangan yang dibebankan atau dikreditkan dalam
          penghasilan komprehensif lain periode terjadinya. Pengukuran kembali diakui dalam
          penghasilan komprehensif lain tercermin segera sebagai pos terpisah pada penghasilan
          komprehensif lain di ekuitas dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi. Biaya jasa lalu diakui
          dalam laba rugi pada periode amendemen program.

          Bunga neto dihitung dengan mengalikan tingkat diskonto pada awal periode imbalan pasti
          dengan liabilitas atau aset imbalan pasti neto. Biaya imbalan pasti dikategorikan sebagai
          berikut:

          • Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian
            kurtailmen dan penyelesaian).
          • Beban atau pendapatan bunga neto.
          • Pengukuran kembali.

          Perusahaan menyajikan dua komponen pertama dari biaya imbalan pasti di laba rugi.
          Keuntungan dan kerugian kurtailmen dicatat sebagai biaya jasa lalu.

          Liabilitas imbalan pensiun yang diakui pada laporan posisi keuangan merupakan defisit atau
          surplus aktual dalam program imbalan pasti Perusahaan. Surplus yang dihasilkan dari
          perhitungan ini terbatas pada nilai kini manfaat ekonomis yang tersedia dalam bentuk
          pengembalian dana program dan pengurangan iuran masa depan ke program.

     2.n. Biaya Pinjaman

          Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan, konstruksi atau
          pembuatan aset kualifikasian, merupakan aset yang membutuhkan waktu yang cukup lama
          agar siap untuk digunakan atau dijual, ditambahkan pada biaya perolehan aset tersebut,
          sampai dengan saat selesainya aset secara substansial siap untuk digunakan atau dijual.

          Penghasilan investasi diperoleh atas investasi sementara dari pinjaman yang secara spesifik
          belum digunakan untuk pengeluaran aset kualifikasian dikurangi dari biaya pinjaman yang
          dikapitalisasi.
          Semua biaya pinjaman lainnya diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya.

          Kapitalisasi biaya pinjaman dimulai pada saat aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan
          aset agar dapat digunakan sesuai dengan maksudnya dan pengeluaran untuk aset tersebut
          dan biaya pinjaman telah terjadi. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan pada saat selesainya
          secara substansial yang diperlukan untuk mempersiapkan aset kualifikasian agar dapat
          digunakan sesuai dengan maksudnya.

     2.o. Pengakuan Pendapatan dan Beban

          Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan

          Perusahaan menerapkan PSAK 115 “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan”.
          Berdasarkan PSAK ini, pengakuan pendapatan dapat dilakukan secara bertahap sepanjang
          umur kontrak (overtime) atau pada waktu tertentu (at a point in time).

          Perusahaan mengakui pendapatan ketika (atau selama) entitas memenuhi kewajiban
          pelaksanaan dengan mengalihkan barang atau jasa yang dijanjikan (yaitu aset) kepada
          pelanggan. Aset dialihkan ketika (atau selama) pelanggan memperoleh pengendalian atas
          aset tersebut.




                                                - 14 -
Page 22
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

          Pendapatan diakui sepanjang waktu (overtime), jika satu dari kriteria berikut ini terpenuhi:

           1. Pelanggan secara simultan menerima dan mengkonsumsi manfaat yang disediakan dari
              pelaksanaan entitas selama entitas melaksanakan kewajiban pelaksanaannya;
           2. Pelaksanaan entitas menimbulkan atau meningkatkan aset yang dikendalikan pelanggan
              selama aset tersebut ditimbulkan atau ditingkatkan; atau
           3. Pelaksanaan entitas tidak menimbulkan suatu aset dengan penggunaan alternatif bagi
              entitas dan entitas memiliki hak atas pembayaran yang dapat dipaksakan atas
              pelaksanaan yang telah diselesakan sampai saat ini.

          Jika suatu kewajiban pelaksanaan tidak memenuhi kriteria tersebut, maka entitas memenuhi
          kewajiban pelaksanaan pada suatu waktu tertentu (at a point in time) dimana pelanggan
          memperoleh pengendalian atas aset yang dijanjikan dan entitas memenuhi kewajiban
          pelaksanaan dengan mempertimbangkan indikator pengalihan pengendalian antara lain:

          1.   Entitas memiliki hak kini atas pembayaran aset.
          2.   Pelanggan memiliki hak kepemilikan legal atas aset.
          3.   Entitas telah mengalihkan kepemilikan fisik atas aset.
          4.   Pelanggan memilliki risiko dan manfaat signifikan atas kepemilikan aset.
          5.   Pelanggan telah menerima aset.

          Beban

          Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).

     2.p. Pendapatan Diterima Dimuka

          Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, pendapatan diterima dimuka yang diklasifikasikan
          sebagai liabilitas jangka pendek merupakan uang muka tamu, uang muka event atau agen
          travel.

     2.q. Pajak Penghasilan

          Pajak saat terutang berdasarkan laba kena pajak untuk suatu tahun. Laba kena pajak berbeda
          dari laba sebelum pajak seperti yang dilaporkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan
          komprehensif lain karena pos pendapatan atau beban yang dikenakan pajak atau dikurangkan
          pada tahun berbeda dan pos-pos yang tidak pernah dikenakan pajak atau tidak dapat
          dikurangkan.

          Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan
          yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.

          Pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan liabilitas
          dalam laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak yang digunakan dalam perhitungan
          laba kena pajak. Liabilitas pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh perbedaan
          temporer kena pajak.

          Aset pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat
          dikurangkan sepanjang kemungkinan besar bahwa laba kena pajak akan tersedia sehingga
          perbedaan temporer dapat dimanfaatkan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika
          perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal (bukan kombinasi bisnis) dari aset dan
          liabilitas suatu transaksi yang tidak mempengaruhi laba kena pajak atau laba akuntansi. Selain
          itu, liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal
          goodwill.

          Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang
          diekspektasikan berlaku dalam periode ketika liabilitas diselesaikan atau aset dipulihkan
          dengan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah
          berlaku pada akhir periode pelaporan.


                                                - 15 -
Page 23
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

            Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi
            jumlah tercatatnya jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah
            yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan
            tersebut.

            Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat
            dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas
            pajak kini dan ketika aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak
            penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama serta Perusahaan yang
            berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto.

            Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba atau rugi,
            kecuali sepanjang pajak penghasilan yang berasal dari transaksi atau kejadian yang diakui,
            diluar laba atau rugi (baik dalam pendapatan komprehensif lain maupun secara langsung di
            ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga diakui di luar laba atau rugi yang timbul dari akuntansi
            awal untuk kombinasi bisnis. Dalam kasus kombinasi bisnis, pengaruh pajak termasuk dalam
            akuntansi kombinasi bisnis.

     2.r. Laba Per Saham

            Berdasarkan PSAK 233, “Laba per Saham”, laba per saham dasar dihitung dengan membagi
            laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas dengan jumlah rata-rata tertimbang dari
            saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan yang disesuaikan dengan jumlah saham
            biasa yang dibeli kembali.

     2.s. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan

            Peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang menyediakan tambahan
            informasi mengenai posisi keuangan Perusahaan pada tanggal laporan posisi keuangan
            (Peristiwa Penyesuaian), jika ada, telah tercermin dalam laporan keuangan. Peristiwa-
            peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang tidak memerlukan penyesuaian
            (Peristiwa Non Penyesuaian), apabila jumlahnya material, telah diungkapkan dalam laporan
            keuangan.

     2.t.   Biaya Emisi Saham

            Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan modal saham Perusahaan kepada
            publik dikurangkan langsung dengan hasil emisi dan disajikan sebagai pengurang akun
            tambahan modal disetor dalam laporan posisi keuangan.

     2.u. Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka

            Uang muka disajikan sebesar nilai harga perolehannya dan biaya dibayar dimuka diamortisasi
            dan dibebankan selama masa manfaat masing-masing beban dengan menggunakan metode
            garis lurus.


3.   PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI YANG MATERIAL

      Dalam penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan, yang dijelaskan dalam Catatan 2, direksi
      diwajibkan untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi tentang jumlah tercatat aset dan
      liabilitas yang tidak tersedia dari sumber lain. Estimasi dan asumsi yang terkait didasarkan pada
      pengalaman historis dan faktor-faktor lain yang dianggap relevan. Hasil aktualnya mungkin berbeda
      dari estimasi tersebut.

      Estimasi dan asumsi yang mendasari ditelaah secara berkelanjutan. Revisi estimasi akuntansi
      diakui dalam periode dimana estimasi tersebut direvisi jika revisi hanya mempengaruhi periode itu,
      atau pada periode revisi dan periode masa depan jika revisi mempengaruhi kedua periode tersebut.



                                                  - 16 -
Page 24
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

      Pertimbangan Kritis dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi

      Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi yang dijelaskan dalam Catatan 2, tidak terdapat
      pertimbangan kritis yang memiliki dampak signifikan pada jumlah yang diakui dalam laporan
      keuangan, selain dari penyajian perkiraan yang diatur dibawah ini:

      Sumber Estimasi Ketidakpastian

      Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber estimasi ketidakpastian utama lainnya pada
      akhir periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material
      terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya dijelaskan dibawah
      ini:

      Penurunan Nilai Aset

      Pengujian atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai. Penentuan nilai
      pakai aset memerlukan estimasi mengenai arus kas yang diharapkan untuk dihasilkan dari
      penggunaan aset (unit penghasil kas) dan penjualan aset tersebut serta tingkat diskonto yang
      sesuai untuk menentukan nilai sekarang.

      Walaupun asumsi yang digunakan dalam mengestimasi nilai pakai aset yang tercermin dalam
      laporan keuangan dianggap telah sesuai dan wajar, namun perubahan signifikan atas asumsi ini
      akan berdampak material terhadap penentuan jumlah yang dapat dipulihkan dan akibatnya
      kerugian penurunan nilai yang timbul akan berdampak terhadap hasil usaha.

      Berdasarkan pertimbangan manajemen, tidak terdapat indikator penurunan nilai atas aset
      Perusahaan.

      Imbalan Kerja

      Nilai kini dari kewajiban imbalan pasti tergantung pada sejumlah faktor yang ditentukan
      berdasarkan basis aktuarial dengan menggunakan sejumlah asumsi. Asumsi yang digunakan
      dalam menentukan biaya untuk imbalan pascakerja termasuk tingkat diskonto dan kenaikan gaji
      dimasa datang. Setiap perubahan dalam asumsi ini akan berdampak pada nilai tercatat atas
      kewajiban imbalan pensiun. Perusahaan menentukan tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji
      dimasa datang yang sesuai pada akhir periode pelaporan. Dalam menentukan tingkat suku bunga
      yang sesuai, Perusahaan mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang
      didenominasikan dalam mata uang dimana imbalan akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang
      serupa dengan jangka waktu liabilitas terkait. Dalam menentukan tingkat kenaikan gaji masa
      datang, Perusahaan mengumpulkan data historis mengenai perubahan gaji dasar pekerja dan
      menyesuaikan dengan perencanaan bisnis masa mendatang.

      Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap dan Aset Hak-Guna

      Berdasarkan PSAK 216 dan PSAK 116, masa manfaat setiap aset tetap dan aset hak-guna
      Perusahaan ditentukan berdasarkan kegunaan yang diharapkan dari penggunaan aset tersebut.
      Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan pengalaman atas aset sejenis.
      Masa manfaat setiap aset direviu secara periodik dan disesuaikan apabila perkiraan berbeda
      dengan estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau
      keterbatasan lainnya atas pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi
      dimasa mendatang dapat dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas jumlah serta periode
      pencatatan beban yang diakibatkan karena perubahan faktor yang disebutkan di atas.

      Perubahan masa manfaat aset tetap dan aset hak-guna dapat mempengaruhi jumlah beban
      penyusutan yang diakui dan penurunan nilai tercatat aset tetap dan aset hak-guna.

      Nilai tercatat aset tetap dan aset hak-guna diungkapkan dalam Catatan 9 dan 10.




                                                - 17 -
Page 25
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

4.   KAS DAN BANK

                                                                    2024              2023
     Kas                                                          155.052.586        32.316.402
     Bank
      Bank Rakyat Indonesia                                     2.219.513.227         1.906.558
      Bank Mandiri                                              1.503.402.083       540.094.369
      Bank Central Asia                                            80.159.949       284.322.495
      Bank Maybank Indonesia                                       22.524.571         2.575.242
      Bank CIMB Niaga                                               6.402.460         6.512.830
      Bank BPD Jawa Tengah                                          2.391.300         2.691.300
     Jumlah                                                     3.989.446.176       870.419.196
     Dana/cadangan untuk Penggantian Perabotan dan
     Perlengkapan Hotel (Catatan 8)                              (385.265.334)     (263.845.680)
     Bersih                                                     3.604.180.842       606.573.516

     Dana cadangan untuk penggantian perabotan dan perlengkapan hotel merupakan dana yang
     secara khusus disisihkan untuk pembelian perabotan dan perlengkapan hotel. Dana ini dicatat
     sebagai aset lancar lainnya (Catatan 8).

     Perusahaan membentuk cadangan untuk penggantian perabotan dan perlengkapan hotel dengan
     persentase sebesar 1% dari pendapatan hotel yang kemudian dikurangi oleh pembelian peralatan
     dan perlengkapan operasional hotel pada tahun berjalan.

     Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 saldo kas dan bank ditempatkan pada pihak ketiga dan
     tidak dijaminkan.


5.   PIUTANG USAHA DARI PIHAK KETIGA

                                                                    2024              2023
     Mesin EDC                                                     71.803.280        16.596.346
     Korporasi                                                     60.564.981        53.945.660
     Biro Perjalanan                                               24.106.900        45.231.276
     Banquet                                                       19.856.751        21.500.000
     Jumlah Piutang Usaha                                         176.331.912       137.273.282

     Rincian Pihak Ketiga sebagai berikut:

                                                                    2024              2023
     Savoria Catering                                              24.906.946                 -
     PT Nojorono Tobacco International                             20.650.000         8.925.000
     PT Djarum                                                     20.198.730        11.996.380
     PT Trinusa Travelindo (Traveloka)                             19.375.800                 -
     GBI Rock                                                      12.975.000                 -
     PT Bukit Muria Jaya                                            8.774.810         3.625.000
     PT Semarang Autocomp Manufacturing Indonesia                   8.680.000                 -
     PT Sucofindo                                                   5.000.001                 -
     Travel Singapore Pte. Ltd (Trip.com)                           4.215.500        10.846.250
     PT Hartono Istana Teknologi                                    3.623.200                 -
     PT Haryono                                                     2.750.000                 -
     PT Pura                                                        1.700.000        22.520.000
     Bayu Buana Travel                                                      -        18.800.000
     PT Hwaseung Indonesia                                                  -         7.166.280
     Agoda Company Pte. Ltd (Agoda)                                         -         3.920.980
     Lain-lain                                                     43.481.925        49.473.392
     Jumlah Piutang Usaha                                         176.331.912       137.273.282
     Rincian Umur Piutang Usaha sebagai berikut:


                                             - 18 -
Page 26
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

                                                                       2024             2023
     Berdasarkan Umur:
     Belum Jatuh Tempo                                               123.849.598      110.955.766
     Jatuh Tempo:
     1-30 Hari                                                        47.908.593       22.373.785
     31-60 Hari                                                        4.573.721        3.943.731
     Jumlah                                                          176.331.912      137.273.282

     Penurunan nilai piutang Perusahaan menggunakan model kerugian kredit ekspektasian, yang
     menggantikan model kerugian kredit yang terjadi, untuk mengukur penyisihan penurunan nilai
     piutang usaha.

     Apabila ada pembayaran atas piutang yang telah dilakukan penurunan nilai, dilakukan pemulihan
     dan dicatat sebagai penghasilan lain-lain.


6.   PERSEDIAAN

                                                                       2024             2023
     Jangka Pendek
       Perlengkapan operasional hotel                               1.087.912.141     261.230.890
       Bahan baku                                                     291.170.453     285.353.614
     Sub Jumlah                                                     1.379.082.594     546.584.504
     Jangka Panjang
       Peralatan operasional hotel                                  1.180.037.156     564.509.924
       Kerugian Penurunan Nilai                                       (10.000.000)              -
     Sub Jumlah                                                     1.170.037.156     564.509.924
     Jumlah                                                         2.549.119.750    1.111.094.428

     Mutasi Cadangan Penurunan Nilai:

                                                                       2024             2023
     Saldo Awal                                                                  -               -
     Pencadangan Selama Tahun Berjalan (Catatan 23)                  (10.000.000)                -
     Saldo Akhir                                                     (10.000.000)                -

     Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai persediaan jangka
     panjang di atas adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas berkurangnya tamu hotel
     yang menginap.

     Persediaan yang diakui sebagai beban adalah sebagai berikut:

                                                                       2024             2023
     Beban Langsung (Catatan 21)                                    7.419.114.151    6.783.834.422
     Jumlah                                                         7.419.114.151    6.783.834.422

     Persediaan perlengkapan operasional hotel merupakan persediaan berupa linen dan barang
     pecah belah serta perangkat pendukung operasional hotel lainnya.

     Persediaan bahan baku merupakan persediaan berupa bahan baku yang digunakan untuk
     operasional restoran.

     Berdasarkan penelaahan pada akhir tahun berjalan, pihak manajemen berkeyakinan bahwa
     semua jenis persediaan masih dalam kondisi baik dan masih dapat digunakan.
                                              - 19 -
Page 27
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

7.   UANG MUKA

                                                                        2024               2023
     Pembelian Perlengkapan                                           621.221.906         85.002.000
     Sewa                                                             261.453.100                  -
     Jasa Profesional                                                           -      1.925.863.077
     Lain-lain                                                         61.111.008                  -
     Jumlah                                                           943.786.014      2.010.865.077

     Uang muka pembelian adalah uang muka yang digunakan untuk pembelian perlengkapan
     operasional hotel seperti fasilitas pendukung dalam kamar hotel, peralatan katering dan restoran,
     dan fasilitas pendukung operasional hotel lainnya.

     Uang muka jasa profesional pada 31 Desember 2023 merupakan uang muka atas pembayaran
     jasa profesi dalam rangka proses penawaran umum perdana saham Perusahaan.

     Uang muka lain - lain pada 31 Desember 2024 merupakan uang muka atas uang jaminan deposit
     untuk pembukaan tenant di foodcourt Ciputra Mall Semarang dan security deposit Queen City.


8.   ASET LANCAR LAINNYA

     Aset lancar lainnya berupa dana cadangan untuk penggantian perabotan dan perlengkapan hotel
     merupakan dana yang secara khusus disisihkan untuk pembelian perabotan dan perlengkapan
     hotel.

     Perusahaan membentuk cadangan untuk penggantian perabotan dan perlengkapan hotel dengan
     persentase sebesar 1% dari pendapatan hotel yang kemudian dikurangi oleh pembelian peralatan
     dan perlengkapan operasional hotel tahun berjalan.

     Dana secara khusus disisihkan untuk menutupi cadangan dan disimpan dalam rekening bank.
     Bunga yang diperoleh dari rekening bank tersebut merupakan bagian dari dana cadangan
     (Catatan 4).

                                                                        2024               2023
     Saldo Awal                                                       263.845.680          71.467.841
     Pembentukan Dana Cadangan                                         290.690.277       262.122.361
     Penggunaan Dana Cadangan                                        (169.270.623)       (69.744.522)
     Saldo Akhir                                                      385.265.334         263.845.680




                                               - 20 -
Page 28
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

9.   ASET TETAP

                                                                  31 Desember 2024
                                         Saldo Awal           Penambahan   Pengurangan               Saldo Akhir
     Biaya Perolehan
     Tanah                              37.092.000.000                     -                 -       37.092.000.000
     Bangunan dan Prasarana             30.286.307.525         9.577.512.178                 -       39.863.819.703
     Peralatan Hotel                     7.422.403.403         4.036.544.966                 -       11.458.948.369
     Peralatan Kantor                      250.593.171             6.410.102                 -          257.003.273
     Sub Jumlah                         75.051.304.099        13.620.467.246                 -       88.671.771.345
     Aset Dalam Penyelesaian                              -    6.619.920.951                 -        6.619.920.951
     Jumlah                             75.051.304.099        20.240.388.197                 -       95.291.692.296
     Akumulasi Penyusutan
     Bangunan dan Prasarana              3.446.335.858           872.548.169                 -        4.318.884.027
     Peralatan Hotel                     4.174.386.720         1.576.198.473                 -        5.750.585.193
     Peralatan Kantor                      170.298.474            51.638.317                 -          221.936.791
     Sub Jumlah                          7.791.021.052         2.500.384.959                 -       10.291.406.011
     Nilai Buku                         67.260.283.047                                               85.000.286.285

                                                                31 Desember 2023
                                Saldo Awal      Penambahan        Pengurangan        Revaluasi          Saldo Akhir
     Biaya Perolehan
     Tanah                      8.346.529.000               -                 -    28.745.471.000      37.092.000.000
     Bangunan dan Prasarana    22.005.377.261   3.504.933.922                 -     4.775.996.342      30.286.307.525
     Peralatan Hotel            5.820.539.391   1.689.228.869        87.364.857                 -       7.422.403.403
     Peralatan Kantor             220.096.071      30.497.100                 -                 -         250.593.171
     Sub Jumlah                36.392.541.723   5.224.659.891        87.364.857    33.521.467.342      75.051.304.099
     Akumulasi Penyusutan
     Bangunan dan Prasarana     2.786.473.378     659.862.480                 -                  -      3.446.335.858
     Peralatan Hotel            2.728.163.166   1.496.419.874        50.196.320                  -      4.174.386.720
     Peralatan Kantor             115.366.960      54.931.514                 -                  -        170.298.474
     Sub Jumlah                 5.630.003.504   2.211.213.868        50.196.320                  -      7.791.021.052
     Nilai Buku                30.762.538.219                                                          67.260.283.047


     Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:

                                                                               2024                      2023
     Beban Langsung (Catatan 21)                                            872.548.169                659.862.480
     Beban Umum dan Administrasi (Catatan 22)                             1.627.836.790              1.551.351.388
     Jumlah                                                               2.500.384.959              2.211.213.868

     Perusahaan memiliki sebidang tanah dan bangunan dengan kepemilikan berupa Hak Guna-
     Bangunan (HGB) No. 00065, seluas 8.620 m 2 yang berlokasi di Kel. Jati Wetan, Kec. Jati, Kab.
     Kudus, Jawa Tengah dengan masa berlaku selama 30 tahun yang akan berakhir pada tahun 2045.
     Pada tanah tersebut didirikan bangunan yang digunakan sebagai hotel dan tanah tersebut atas
     nama perusahaan.

     Aset milik Perusahaan berupa bangunan dan prasarana diasuransikan kepada PT BRI Asuransi
     Indonesia terhadap risiko kerusakan material dengan jumlah pertanggungan sebesar
     Rp 29.670.114.795 dan Rp 25.787.847.340 pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.

     Bangunan Hotel yang berada di Jl. R. AKBP Agil Kusumadya 100, Kudus, Jawa Tengah
     diasuransikan kepada BRI Insurance terhadap risiko kerusakan dan risiko lainya dengan jumlah
     pertanggungan sebesar Rp 7.500.000.000 pada tanggal 1 November 2024 sampai dengan
     1 November 2025.


                                                 - 21 -
Page 29
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

      Perhitungan keuntungan penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:

                                                                                  2023                    2022
       Harga Jual                                                                             -          80.020.558
       Dikurangi Nilai Buku
        Biaya Perolehan                                                                       -           87.364.858
        Akumulasi Penyusutan                                                                  -         (50.196.320)
       Nilai Buku                                                                             -          37.168.538
        Laba atas Penjualan Aset Tetap - Bersih (Catatan 23)                                  -          42.852.020

      Pada tahun 2023, penilaian atas nilai wajar tanah dan bangunan milik Perusahaan dilakukan oleh
      Kantor Jasa Penilai Publik Kusno Raharjo dan Rekan dengan nama penilai Kusno Raharjo berlaku
      efektif untuk periode laporan keuangan yang berakhir 31 Desember 2023 sesuai dengan laporannya
      Nomor: 02106/2.0167-00/PI/09/0002/1/VIII/2023 tertanggal 4 Agustus 2023 dengan rincian sebagai
      berikut:

                                                                                                          Surplus
          Nomor Sertiifikat     Lokasi    Luas (m²)            Nilai Buku           Nilai Wajar          Revaluasi
      I. Tanah
         SHGB No. 65            Kudus    8.620 m²            8.346.529.000        37.092.000.000       28.745.471.000
      II. Bangunan dan
          Prasarana
          648/559/2001          Kudus    1.210,43 m²
          644/73/15.04/2023     Kudus    561,00 m²
          644/93/15.04/2023     Kudus    2.065,15 m²         21.502.003.658       26.278.000.000        4.775.996.342
          644.1/72/15.04/2023   Kudus    68,42 m²
          644/17/15.04/2023     Kudus    368,00 m²
      Total                                                   29.848.532.658        63.370.000.000       33.521.467.342


      Jika tanah dan bangunan dicatat sebesar nilai buku, nilai tercatatnya adalah Rp 29.848.532.658.
      Perusahaan menggunakan model revaluasian pada tanah dan bangunan dengan mencatat nilai
      tanah dan bangunan pada jumlah revaluasian, yaitu sebesar nilai wajar pada tanggal revaluasian
      dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai yang terjadi setelah tanggal
      revaluasi. Metode penilaian yang digunakan adalah metode pendekatan pasar dan metode
      pendekatan pendapatan, tidak ada perpindahan level selama periode berjalan.


10.   ASET HAK-GUNA

                                                                                 2024                    2023
      Harga Perolehan                                                         4.178.161.017          3.000.000.000
      Akumulasi Amortisasi                                                  (1.000.150.525)           (841.666.667)
      Jumlah                                                                  3.178.010.492          2.158.333.333

      Perusahaan mengadakan perjanjian sewa-menyewa pada tanggal 1 Juli 2015 dengan Tn. Samuel
      Jeffrey Christiawan Soegeng atas 10 bidang tanah dengan luas masing-masing sebesar 293 m2 dan
      bangunan dengan Sertipikat Hak Milik (SHM) N0. 3354, 556, 1838, 139, 1911, 1857, 1835, 1837,
      1836, 1839 yang digunakan sebagai hotel dan kantor operasional, yang terletak di Desa Jati Wetan,
      Kudus, Jawa Tengah. Sewa tersebut untuk periode 30 tahun dengan total nilai sewa sebesar
      Rp 3.000.000.000 (Catatan 28). Dalam kegiatan sewa-menyewa antara Tn Samuel Jeffrey Christian
      Soegeng dengan Persero terdapat persyaratan penting yaitu:
       - Perseroan tidak diperbolehkan untuk mengoper hak sewanya atau menyewakan lagi kepada
           pihak lain, kecuali mendapatkan persetujuan tertulis dari Tn. Samuel Jeffrey Christian Soegeng.
       - Perseroan tidak diperbolehkan meninggalkan tanah dan bangunan selama 6 bulan berturut-
           turut tanpa ada suatu pemberitahuan kepada pihak kedua.




                                                    - 22 -
Page 30
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

      Berdasarkan pasal 4 pada perjanjian tersebut yang menyatakan bahwa:
      - Perseroan wajib atas biayanya sendiri memelihara Tanah dan Bangunan dan memperbaiki
         segala kerusakan yang menurut hukum.
      - Jika perjanjian telah berakhir, Perseroan wajib mengembalikan Tanah dan Bangunan dalam
         keadaan utuh dan berfungsi.
      - Perseroan diperbolehkan untuk melakukan perubahan-perubahan atau tambahan-tambahan
         yang bersifat perbaikan maupun menambah fungsi bangunan atas Tanah dan Bangunan.
      - Perseroan diperbolehkan untuk melakukan penambahan daya listrik.

      Rincian tanah yang digunakan sebagai aset hak-guna adalah sebagai berikut:

           Nomor              Nama                            Harga                          Nilai Saldo
          Sertifikat          Objek          Luas           Perolehan     Amortisasi     31 Desember 2024
            3354              Tanah         293 M2         417.816.102    100.015.052       317.801.049
            556               Tanah         293 M2         417.816.102    100.015.052       317.801.049
            1838              Tanah         293 M2         417.816.102    100.015.052       317.801.049
            139               Tanah         293 M2         417.816.102    100.015.052       317.801.049
            1911              Tanah         293 M2         417.816.102    100.015.052       317.801.049
            1857              Tanah         293 M2         417.816.102    100.015.052       317.801.049
            1835              Tanah         293 M2         417.816.102    100.015.052       317.801.049
            1837              Tanah         293 M2         417.816.102    100.015.052       317.801.049
            1836              Tanah         293 M2         417.816.102    100.015.052       317.801.049
            1893              Tanah         293 M2         417.816.102    100.015.052       317.801.049
                       Total Nilai Sewa                    4.178.161.017 1.000.150.525     3.178.010.492


11.   UTANG USAHA KEPADA PIHAK KETIGA

                                                                          2024                 2023
      Toko Ibu Siti                                                      229.458.950         277.050.500
      Toko Morodadi                                                       97.181.320          64.477.578
      Toko Lestari Jaya                                                   55.343.451          51.632.532
      Toko Al Fiil                                                        41.737.000          85.960.000
      Toko Anugrah Semarang                                               37.845.000          36.974.750
      PT Java Energi Semesta                                              29.555.220                   -
      Toko Buah "ABC"                                                     27.704.736          15.391.820
      Toko Sakura Krakatau                                                19.132.750                   -
      Toko Best One                                                       17.940.002          14.161.034
      Toko Omah Sabun                                                     17.829.000                   -
      PT Sinar Sosro                                                      16.640.519                   -
      Toko Prayogo Utama                                                  16.459.000                   -
      Toko Bu Giarto                                                      15.662.000          12.179.500
      UD Oteha                                                                     -          35.380.000
      PT Kridha Muti Maga Prima                                                    -          26.452.619
      CV Mitra Sejati                                                              -          12.149.000
      PT Multi Kimia Raya Nusantara                                                -                   -
      Lain-Lain (Dibawah Rp10.000.000)                                   115.271.781         105.881.379
      Jumlah                                                             737.760.729         737.690.712

      Utang usaha di atas tidak dikenakan bunga. Utang usaha lain-lain merupakan utang pembelian
      bahan baku restoran. Tidak ada surat jaminan yang diberikan maupun diterima untuk utang usaha.

      Rincian umur utang usaha sebagai berikut:

                                                                          2024                 2023
      Belum Jatuh Tempo                                                  634.640.504         634.011.621
      Jatuh Tempo:
        1-30 Hari                                                         67.438.517          56.792.387
        31-60 Hari                                                        35.681.708          46.886.704
      Jumlah Bersih                                                      737.760.729         737.690.712

                                                  - 23 -
Page 31
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

12.   PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA

                                                               2024            2023
      Deposit Agen Perjalanan                                464.131.719     544.058.881
      Restoran                                               180.145.030     438.966.822
      Sewa Ruangan                                           104.434.533     304.124.715
      Kamar                                                   58.014.420     314.064.107
      Jumlah                                                 806.725.702    1.601.214.525


13.   PERPAJAKAN

      a. Utang Pajak

                                                               2024            2023
         Pajak Penghasilan:
          Pasal 4 Ayat 2                                        1.951.920               -
          Pasal 21                                             13.984.100      12.841.250
          Pasal 23                                              1.092.874         327.711
          Pasal 25                                             36.017.371      91.738.879
          Pasal 29
            2024                                             206.412.675               -
            2023                                                       -     188.560.506
         Pajak Hotel dan Restoran                            267.286.217     278.699.341
         Jumlah                                              526.745.157     572.167.687

      b. Pajak Penghasilan Badan

                                                               2024            2023
         Laba sebelum Pajak
         menurut laporan laba rugi:                         3.461.025.185   2.353.599.623
         Koreksi Fiskal:
         Beda Temporer:
          Beban Imbalan Pascakerja                            237.177.531     252.627.683
          Penyusutan Aset Tetap                             (724.898.176)   (512.212.484)
         Beda Tetap:
          Sumbangan                                           30.855.820      12.095.000
          Lain-lain                                          103.586.194     161.292.292
         Jumlah Koreksi Fiskal Bersih                       (353.278.631)    (86.197.509)
         Laba Kena Pajak                                    3.107.746.554   2.267.402.114
         Pembulatan                                         3.107.746.000   2.267.402.000
         Beban Pajak:
         Dengan Fasilitas                                     56.448.049      45.672.878
         Non Fasilitas                                       570.808.023     407.482.684
         Taksiran Beban Pajak Kini                           627.256.072     453.155.562
         Dikurangi Pajak Penghasilan
         Dibayar Dimuka:
         Pasal 23                                             22.770.169      20.947.110
         Pasal 25                                            398.073.228     243.647.946
         Jumlah                                              420.843.397     264.595.056
         Taksiran Utang Pajak Kini                           206.412.675     188.560.506




                                             - 24 -
Page 32
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

         Laba kena pajak hasil rekonsiliasi pada tahun 2024 dan 2023 menjadi dasar dalam pengisian
         SPT Tahunan Pajak Penghasilan Badan dan tidak terdapat sengketa atau permasalahan terkait
         perpajakan yang memiliki dampak terhadap laporan keuangan.

      c. Liabilitas Pajak Tangguhan

                                                                               Dikreditkan
                                                                              (Dibebankan)
                                                         Dikreditkan         ke Penghasilan
                                                        (Dibebankan)         Komprehensif         31 Desember
                                  1 Januari 2024         ke laba rugi             Lain                2024
         Aset Hak-Guna             (474.833.333)               474.833.333                    -                -
         Penyusutan Aset Tetap     (112.686.746)             (796.863.990)                    -    (909.550.736)
         Liabilitas Imbalan
         Pascakerja                (326.270.047)              709.103.994                     -     382.833.947
         Penghasilan
         Komprehensif Lain dari
         Revaluasi Aset Tetap      (838.036.684)                         -                    -    (838.036.684)
         Penghasilan
         Komprehensif Lain dari
         Imbalan Pascakerja           (3.524.958)               3.524.958         (4.384.843)        (4.384.843)
         Jumlah Aset Pajak
         Tangguhan                (1.755.351.768)             390.598.295         (4.384.843)     (1.369.138.316)

                                                                               Dikreditkan
                                                                              (Dibebankan)
                                                         Dikreditkan         ke Penghasilan
                                                        (Dibebankan)         Komprehensif         31 Desember
                                  1 Januari 2023         ke laba rugi             Lain                2023
         Aset Hak-Guna             (496.833.333)               22.000.000                     -    (474.833.333)
         Penyusutan Aset Tetap     (560.239.253)              447.552.507                     -    (112.686.746)
         Liabilitas Imbalan
         Pascakerja                 267.166.998              (593.437.045)                    -    (326.270.047)
         Penghasilan
         Komprehensif Lain dari
         Revaluasi Aset Tetap                   -                        -     (838.036.684)       (838.036.684)
         Penghasilan
         Komprehensif Lain dari
         Imbalan Pascakerja                     -                        -        (3.524.958)        (3.524.958)
         Liabilitas Sewa kepada
         Pihak Berelasi             506.000.000              (506.000.000)                    -                 -
         Jumlah Liabilitas
         Pajak Tangguhan           (283.905.588)             (629.884.538)      (841.561.642)     (1.755.351.768)



14.   BEBAN AKRUAL

                                                                               2024                  2023
      Binatu                                                                 171.070.592           167.957.828
      Listrik                                                                163.299.864           185.398.385
      Jumlah                                                                 334.370.456           353.356.213




                                                    - 25 -
Page 33
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

15.   UTANG BANK

                                                                         2024                 2023
      Bank Rakyat Indonesia                                           9.045.548.325      10.994.748.325
      Bank Rakyat Indonesia Refinancing                               5.000.000.000                   -
      Bank KB Bukopin                                                 1.980.372.302       3.273.087.450
      Sub Jumlah                                                     16.025.920.627      14.267.835.775
      Dikurangi Bagian yang Jatuh Tempo Dalam Waktu
      Satu Tahun
      Bank Rakyat Indonesia                                           1.653.600.000        1.317.999.999
      Bank Rakyat Indonesia Refinancing                               1.459.068.632                    -
      Bank KB Bukopin                                                   714.285.714          735.869.198
      Utang Bank Jangka Panjang                                      12.198.966.281      12.213.966.578

      Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 rincian angsuran di masa mendatang atas utang jangka
      panjang dari bank adalah sebagai berikut:

                                                                         2024                 2023
      Jatuh tempo dalam tahun:
        2024                                                                     -        2.053.869.197
        2025                                                         3.826.954.346        3.112.668.632
        2026 – 2030                                                 12.198.966.281        9.101.297.946
      Jumlah                                                        16.025.920.627       14.267.835.775

      Bank Rakyat Indonesia

      Berdasarkan akta kredit No. 32 tanggal 23 Desember 2024 dihadapan Haji Sugeng Budiman, SH,
      M.Kn notaris di Kota Semarang dengan ini diberitahukan bahwa permohonan kredit tersebut telah
      diputus/disetujui Fasilitas Baru KI Refinancing PT Griptha Putra Persada sebesar Rp 5.000.000.000
      (Lima Miliar Rupiah). Dengan Tipe, Struktur dan Syarat Kredit sebagai berikut:

      A. Subjek Kredit:

          Nama Peminjam          : PT Griptha Putra Persada
          Penjamin               : 1. Samuel Jeffrey Christiawan Soegeng
                                   2. Yohana Astri Winarto (Istri Samuel Jeffrey Christiawan Soegeng)

      B. Tipe dan Struktur Kredit

          Jumlah Fasilitas       :   Rp 5.000.000.000 (Lima Miliar Rupiah)
          Jenis Kredit           :   KI Refinancing
          Keperluan              :   Refinancing Hotel Griptha yang terdiri dari SHM Nomor 3354, 556,
                                     1838, 139, 1911, 1857, 1835, 1836, 1837 dan 1839 An. Samuel
                                     Jeffrey Christiawan Soegeng untuk membiayai kembali Renovasi
                                     Hotel
          Bentuk Kredit          :   KI Dinamis dengan Co. Menurun
          Jangka Waktu           :   84 (delapan puluh empat) bulan sejak akad kredit
          Suku Bunga             :   Batas terendah 10,20%/Tahun
                                     Batas tertinggi 12,00%/Tahun
          Provisi                :   Rp 12.500.000 (Dua Belas Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) dibayar
                                     sekaligus lunas sebelum akad perjanjian kredit ditandatangani
          Penalty                :   50% dari suku bunga yang berlaku atas tunggakan bunga dan atau
                                     tunggakan pokok




                                                 - 26 -
Page 34
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

        Agunan yang diserahkan:

        1. Agunan Pokok dan Pengikatan
           Tanah dan Bangunan atas SHM No.3354, 556, 1838, 139, 1911, 1857, 1835, 1837, 1836 dan
           1839 An. Samuel Jeffrey Christiawan Soegeng di Jl. AKBP R Agil Kusumadya no. 100 Kudus
           diikat HT I No.00416/2024 sebesar Rp 5.000.000.000.

        2. Agunan Kerugian
           Bangunan di atas SHM No.3354, 556, 1838, 139, 1911, 1857, 1835, 1837, 1836 dan 1839 An.
           Samuel Jeffrey Christiawan Soegeng di Jl. AKBP R Agil Kusumadya no. 100 Kudus
           diasuransikan minimal sebesar Rp 19.527.000.000.

    •       Hal – hal yang tidak boleh dilakukan (Negative Covenants) :
            Tanpa terlebih dahulu mendapat persetujuan dari bank, Perusahaan tidak diperkenankan antara
            lain tetapi tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut:
            a. Mengikatkan diri sebagai penjamin kepada pihak lain dan atau menjaminkan kekayaan
                 perusahaan kepada pihak lain, terkecuali telah disetujui oleh bank.
            b. Menerima pinjaman/kredit baru dari bank lain atau lembaga keuangan lainnya kecuali yang
                 sudah saat ini.
            c. Mengadakan transaksi dengan seseorang atau sesuatu pihak, dengan cara – cara yang
                 berada diluar praktek dan kebiasaan yang wajar dan melakukan pembelian yang lebih mahal
                 dan melakukan penjualan lebih murah dari harga pasar.
            d. Mengajukan permohonan pernyataan pailit kepada Pengadilan Niaga untuk menyatakan
                 pailit diri nasabah sendiri.
            e. Menyewakan aset yang diagunkan di BRI kepada pihak lain.

        Berdasarkan Akta Kredit No. 63 tanggal 17 April 2013 yang dibuat dihadapan Haji Sugeng
        Budiman, S.H., Sp.N., M.H., Notaris di Kota Semarang, Perusahaan memperoleh Kredit Investasi
        dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Sebagaimana diubah menjadi perjanjian terakhir berdasarkan
        Adendum Perjanjian Restrukturisasi Kredit No. 86 tanggal 25 September 2023 sebagai berikut:

        Plafon Kredit              :   Rp 11.155.000.000
        Bentuk Kredit              :   Kredit Investasi
        Jangka Waktu               :   84 Bulan s/d 29 Juni 2030
        Suku Bunga                 :   11,5% p.a

        Agunan yang diserahkan:

        •   Sebidang tanah dengan Sertipikat Hak-Guna Bangunan (SHGB) No. 00065/Jati Wetan yang
            berlokasi di Kel. Jati Wetan, Kec. Jati, Kab. Kudus, Jawa Tengah atas nama PT Griptha Putra
            Persada Tbk.
        •   10 (Sepuluh) bidang tanah dengan Sertipikat Hak Milik (SHM) No. 3354, 556,1838, 139, 1911,
            1857, 1835, 1837, 1836, 1839 yang berlokasi di Kel. Jati Wetan, Kec. Jati, Kab. Kudus, Jawa
            Tengah atas nama Samuel Jeffrey Christiawan Soegeng.

        Berikut syarat dan ketentuan covenant:

        •   Hal-hal yang harus dilaksanakan (Affirmative Covenants):

             a. Debitur wajib menyalurkan minimal sebesar 50% dari seluruh transaksi keuangan usaha
                melalui rekening di Bank, dan menggunakan jasa-jasa perbankan Bank antara lain SMS
                banking, SMS notification, mobile banking, internet banking dan produk e-channel Bank;
             b. Debitur wajib menyerahkan laporan keuangan tahunan diserahkan kepada Bank selambat-
                lambatnya 90 hari setelah tutup tahun buku yang bersangkutan; dan laporan keuangan
                (neraca dan rugi/laba) bulanan, yang diserahkan kepada Bank selambat-lambatnya 30 hari
                setelah tanggal akhir triwulan yang bersangkutan;
             c. Secara berkala Bank akan melaksanakan pemeriksaan lapangan minimal 3 (tiga) bulan
                sekali dan setiap saat Debitur bersedia untuk dilakukan pemeriksaan terhadap administrasi
                pembukuan serta kondisi perusahaan oleh Bank atau pihak lain yang ditunjuk oleh Bank;

                                                  - 27 -
Page 35
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

         d. Debitur harus sudah memenuhi peraturan-peraturan pemerintah termasuk ijin-ijin yang
            harus dimiliki dan disampaikan kepada Bank sebelum akta perjanjian kredit dan pengakuan
            hutang ditandatangani;
         e. Debitur wajib membayar kewajiban pajak dan biaya-biaya yang relevan dalam rangka
            pemberian kredit ini;
         f. Debitur harus segera memberitahu Bank mengenai sengketa dengan pemerintah dan atau
            pihak lainnya, tuntutan atas kerusakan yang diderita, dan tuntutan hukum terhadap debitur
            atau penjamin.

     •   Hal-hal yang tidak boleh dilakukan (Negative Covenants):

         Tanpa terlebih dahulu mendapat persetujuan dari bank, Perusahaan tidak diperkenankan antara
         lain tetapi tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut:

         a) Mengajukan permohonan pernyataan pailit kepada Pengadilan Niaga untuk menyatakan
            pailit dari pihak Debitur;
         b) Mengikatkan diri sebagai penjamin terhadap pihak lain, dan atau menjaminkan
            kekayaannya/kekayaan perusahaan kepada pihak lain, kecuali yang sudah ada saat ini;
         c) Melakukan perubahan anggaran dasar atau merubah susunan pengurus, perubahan/
            pengalihan kepemilikan saham dan komposisi permodalan;
         d) Melunasi dan atau membayar hutang kepada pemegang saham atau pihak ketiga lainnya
            sebelum hutang di pihak Bank dilunasi terlebih dahulu;
         e) Memberikan piutang kepada pemegang saham dengan alasan apapun;
         f) Mengadakan transaksi dengan seseorang atau sesuatu pihak, termasuk tetapi tidak
            terbatas pada perusahaan afiliasinya, dengan cara-cara yang berada di luar praktek-
            praktek dan kebiasaan yang wajar dan melakukan pembelian yang lebih mahal dan
            melakukan penjualan lebih murah dari harga pasar;
         g) Melakukan pembayaran atas bunga pinjaman kepada pemegang saham;
         h) Menerima pinjaman/kredit baru dari Bank lain atau lembaga keuangan lainnya, kecuali
            transaksi dagang yang lazim dan fasilitas Bank lain yang sudah ada saat ini;
         i) Menyewakan aset yang diagunkan di pihak Bank kepada pihak lain tanpa persetujuan dari
            Bank;
         j) Melakukan penyertaan saham ke anak perusahaan atau perusahaan lain, kecuali yang
            sudah ada saat ini, dan sepanjang cash flow tidak terganggu serta Nett Working Capital
            (NWC) masih positif;
         k) Menjual mulai jumlah Rp 100.000.000 atau ekuivalennya/menggadaikan dan/atau
            menjaminkan harta kekayaan debitur baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak
            kepada pihak lainnya, terkecuali yang telah disetujui Bank;
         l) Melakukan investasi, perluasan usaha dan penjualan aset debitur melebihi
            Rp 10.000.000.000 dalam 1 tahun;
         m) Melunasi dan/atau membayar hutang kepada pemegang saham sebelum hutang di Bank
            dilunasi terlebih dahulu;
         n) Jika terjadi penurunan usaha dan kemampuan menyelesaikan hutang jangka pendek mulai
            terganggu, maka debitur wajib memprioritaskan pembayaran hutang-hutang kepada Bank
            dibandingkan melunasi hutang pihak ke-3 (tiga) sebelum kredit kepada Bank lunas;
         o) Memberikan pinjaman kepada pemegang saham dan melakukan penyertaan saham
            kepada Perusahaan lain melebihi Rp 5.000.000.000.

     Perusahaan telah memperoleh persetujuan dari Bank Rakyat Indonesia melalui surat No. B.351/KC-
     VIII/ADK/09/2023 tanggal 27 September 2023, sehubungan dengan persetujuan perubahan status
     Perusahaan menjadi Perusahaan Terbuka dan untuk selanjutnya Perseroan hanya wajib
     melaporkan kepada Bank Rakyat Indonesia apabila terdapat perubahan kepengurusan, struktur
     permodalan, pembagian deviden kepada para pemegang saham selama terdapat perjanjian kredit
     dengan Bank Rakyat Indonesia, perubahan pemegang saham, pengambilan prive serta melakukan
     penyertaan modal pada Perusahaan lain. Dengan demikian, Perseroan tidak memerlukan
     persetujuan Bank Rakyat Indonesia apabila terdapat perubahan-perubahan tersebut, serta
     persetujuan mengenai Penawaran Umum Perdana Saham (IPO).




                                               - 28 -
Page 36
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

     Bank KB Bukopin

     Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit dengan memakai jaminan Nomor 30 tanggal 27 Juni 2019 yang
     dibuat dihadapan Sugiyanto S.H., Notaris di Pati, Perusahaan memperoleh Kredit Investasi dari
     Bank KB Bukopin. Sebagaimana diubah menjadi perjanjian terakhir berdasarkan Adendum
     Perjanjian Kredit No. LI/038/KB BUKI – BA JKT KGD/ ADD-PK – RESTRUKTUR-1/VII/2021 dan
     No. LI/039/KB BUKI – BA JKT KGD/ ADD-PK – RESTRUKTUR-1/VII/2021 antara Perusahaan
     dengan Bank KB Bukopin tanggal 8 Juli 2021 sebagai berikut:

     Fasilitas Kredit Investasi 1

      Plafon                   :    Rp 3.476.500.992
      Bentuk Kredit            :    Kredit Investasi
      Jangka Waktu             :    60 bulan sejak tanggal restrukturisasi sampai dengan 27 Mei 2026
      Suku Bunga               :    12 % p.a

     Fasilitas Kredit Investasi 2

      Plafon                   :    Rp 1.943.485.171
      Bentuk Kredit            :    Kredit Investasi
      Jangka Waktu             :    60 bulan sejak tanggal restrukturisasi sampai dengan 27 Mei 2026
      Suku Bunga               :    12 % p.a efektif

     Agunan yang diserahkan:

     Berdasarkan Perjanjian Kredit dengan nilai jaminan tanah Rp 9.345.000.000,- dengan rincian
     agunan sebagai berikut:

      1. Sertipikat Hak Milik (“SHM”) No. 00362/Sokokulon, terletak di Provinsi Jawa Tengah,
         Kabupaten Pati yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pati tanggal
         03 November 2014 terdaftar atas nama Tn. Samuel Jeffrey Christiawan Soegeng seluas 2.631
         m2 (dua ribu enam ratus tiga puluh satu meter persegi) sebagaimana diuraikan dalam Surat
         Ukur No. 00890/2014 tanggal 16 Oktober 2014;
      2. SHM No. 00443/Sokokulon, terletak di Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Pati seluas 3.359 m2
         (tiga ribu tiga ratus lima puluh sembilan meter persegi) sebagaimana diuraikan dalam Surat
         Ukur No. 00891/2014 tanggal 16 Oktober 2014 terdaftar atas nama Tn. Samuel Jeffrey
         Christiawan Soegeng;
      3. SHM No. 00444/Sokokulon, terletak di Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Pati seluas 2.732 m2
         (dua ribu tujuh ratus tiga puluh dua meter persegi) sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur
         No. 00889/2014 tanggal 16 Oktober 2014 atas nama Tn. Samuel Jeffrey Christiawan Soegeng.

     Berikut syarat dan ketentuan covenant:

      1.   Menyerahkan seluruh asli Sertifikat Hak Kepemilikan Atas Tanah dan dilakukan pengecekkan
           sertifikat terlebih dahulu pada Kantor Pertanahan setempat. Asli Sertipikat Hak Kepemilikan
           Atas Tanah disimpan di Bank KB Bukopin sampai dengan fasilitas kredit selesai.
      2.   Sepanjang sertifikat obyek dapat langsung dibebani dengan Hak Tanggungan Peringkat Kedua
           untuk kepentingan Bank.
      3.   Dilakukan taksasi/penilaian jaminan sesuai ketentuan. Akan tetapi apabila akan diberikan
           fasilitas kredit dengan plafond dimana jaminan dilakukan penilaian oleh Perusahaan Appraisal
           lndependen, rekanan Bank, disarankan agar terhadap fisik obyek tetap dilakukan pengecekkan
           fisik ke lapangan serta dilakukan wawancara dengan pemilik jaminan oleh Cl Internal Bank.
      4.   Menyerahkan ljin Mendirikan Bangunan apabila terdapat bangunan di atas tanah.
      5.   Obyek bangunan (apabila terdapat bangunan di atas tanah) diasuransikan secara Banker's
           Clause Bank melalui perusahaan asuransi rekanan Bank (selama jangka waktu fasilitas kredit).
      6.   Menyerahkan copy Akta Nikah, Kartu Keluarga dan KTP Pemilik Jaminan dan pasangan kawin.
      7.   Pemilik Jaminan hadir bersama dengan pasangan kawin saat menandatangani dokumen
           pembebanan jaminan dengan membawa asli KTP, KK dan Akta Nikah.



                                                 - 29 -
Page 37
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

      Perusahaan telah memperoleh persetujuan dari Bank KB Bukopin melalui surat No. 387/BUKI-
      KGD/XII/2022 tanggal 6 Desember 2022, sehubungan dengan persetujuan perubahan Perusahaan
      menjadi Perusahaan Terbuka dan serta persetujuan anggaran dasar Perusahaan yang meliputi
      perubahan modal, susuan pengurus dan pemegang saham, serta persetujuan mengenai
      Penawaran Umum Perdana Saham (IPO).


16.   LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA

      Besarnya imbalan kerja jangka panjang dihitung berdasarkan peraturan yang berlaku, yakni
      Undang-Undang No. 11 tahun 2020 tentang “Cipta Kerja”. Tidak terdapat pendanaan khusus yang
      disisihkan sehubungan dengan imbalan kerja jangka panjang tersebut.

      Perhitungan imbalan pascakerja dihitung oleh aktuaris independen Kantor Konsultan Aktuaria Azwir
      Arifin dan Rekan untuk tanggal 31 Desember 2024 dengan nomor laporan 250191/LAA-AAR/I/2025
      tanggal 23 Januari 2025.

      Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan pascakerja tersebut adalah 70 dan 67 karyawan pada
      tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.

      Program pensiun imbalan pasti memberikan eksposur Perusahaan terhadap risiko aktuarial seperti
      risiko tingkat bunga, risiko harapan hidup, dan risiko gaji.

      Risiko Tingkat Bunga

      Penurunan suku bunga obligasi akan meningkatkan liabilitas program.

      Risiko Harapan Hidup

      Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada estimasi terbaik dari mortalitas
      peserta program baik selama dan setelah kontrak kerja. Peningkatan harapan hidup peserta
      program akan meningkatkan liabilitas program.

      Risiko Gaji

      Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada gaji masa depan peserta program.
      Dengan demikian, kenaikan gaji peserta program akan meningkatkan liabilitas program itu.

      Beban imbalan pascakerja yang diakui di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
      adalah sebagai berikut:

                                                                      2024                2023
      Saldo Awal                                                   1.483.045.667       1.214.395.447
      Biaya Jasa Kini                                                200.367.272         183.765.496
      Biaya Bunga                                                     76.672.471          68.862.187
      Jumlah yang diakui di Laba Rugi                              1.760.085.410       1.467.023.130
      Jumlah yang Diakui di Penghasilan
      Komprehensif Lain                                             (19.931.106)          16.022.537
      Liabilitas Imbalan Pasti - Akhir                             1.740.154.304       1.483.045.667

      Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan penilaian aktuarial adalah sebagai berikut:

                                                                      2024                2023
      Tingkat diskonto per tahun                                  6,88% - 7,14%      6,37% - 7,10%
      Tingkat kenaikan gaji per tahun                                8,00%               8,00%
      Tingkat pensiun normal                                        55 Tahun            55 Tahun
      Tabel mortalitas                                            TMI IV / 2019       TMI IV / 2019

                                               - 30 -
Page 38
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

      Asumsi aktuarial yang signifikan untuk penentuan liabilitas imbalan pasti adalah tingkat diskonto,
      kenaikan gaji yang diharapkan dan mortalitas.

      Tidak ada perubahan dalam metode dan asumsi yang digunakan dalam penyusunan analisis
      sensitivitas dari tahun sebelumnya.

      Perubahan sebesar satu persen pada tingkat diskonto akan berdampak pada nilai kini liabilitas
      imbalan kerja dan biaya jasa kini:

                                                                                2024                 2023
      Kenaikan 1%
      Nilai kini                                                             1.629.609.044        1.381.901.453
      Penurunan 1%
      Nilai kini                                                             1.868.012.555        1.600.111.186

      Perubahan sebesar satu persen pada tingkat kenaikan gaji akan berdampak pada nilai kini liabilitas
      imbalan kerja dan biaya jasa kini:

                                                                                2024                 2023
      Kenaikan 1%
      Nilai kini                                                             1.865.157.344        1.597.203.596
      Penurunan 1%
      Nilai kini                                                             1.629.928.717        1.382.376.979


17.   MODAL SAHAM DAN SALDO LABA

      a) Modal Saham

                                                                             31 Desember 2024
                                                                      Nilai Nominal Rp 25,- Per Saham
                                                               Jumlah          Persentase         Jumlah Modal
                   Nama Pemegang Saham                         Saham          Pemilikan (%)          Disetor
          PT Mulia Jaya Palma                              796.000.000             79,60%        19.900.000.000
          Tn. Samuel Jeffrey Christiawan Soegeng             5.000.000              0,50%           125.000.000
          Masyarakat                                       199.000.000             19,90%         4.975.000.000
          Jumlah                                          1.000.000.000              100%        25.000.000.000

         Berdasarkan Akta No. 10 tanggal 18 Januari 2024 dari Notaris Rini Yulianti S.H., Notaris di
         Jakarta Timur, yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
         Indonesia No. AHU-AH.01.03-0017139. Akta ini mengenai perubahan-perubahan sebagai
         berikut:

         •      Menyetujui perubahan permodalan, terdiri dari peningkatan modal ditempatkan dan disetor
                Perusahaan melalui pengeluaran saham baru yang dikeluarkan dari portepel Perusahaan
                yaitu sebesar Rp 200.000.000 dengan nilai nominal saham Rp 25,- yang akan ditawarkan
                kepada masyarakat melalui penawaran umum.
         •      Meningkatkan modal ditempatkan dan modal disetor perseroan dari sebesar
                Rp 20.000.000.000 menjadi sebesar Rp 25.000.000.000.

                                                                              31 Desember 2023
                                                                       Nilai Nominal Rp 25,- Per Saham
                                                                                Persentase
                                                                Jumlah           Pemilikan        Jumlah Modal
                      Nama Pemegang Saham                       Saham               (%)              Disetor
             PT Mulia Jaya Palma                               796.000.000             99,5%      19.900.000.000
             Tn. Samuel Jeffrey Christiawan Soegeng              4.000.000              0,5%         100.000.000
             Jumlah                                            800.000.000             100%       20.000.000.000


                                                      - 31 -
Page 39
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

        Berdasarkan Akta No. 23 tanggal 27 Juli 2023 dari Notaris Rini Yulianti S.H., Notaris di Kudus,
        yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
        0043378.AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 27 Juli 2023. Akta ini mengenai perubahan-perubahan
        sebagai berikut:

        • Perubahan nilai nominal saham dari sebesar Rp 500.000, menjadi sebesar Rp 25.
        • Meningkatkan Modal Dasar dari Rp 15.450.000.000, menjadi Rp 80.000.000.000.
        • Meningkatkan Modal Ditempatkan dan Disetor dari Rp 15.450.000.000, menjadi
          Rp 20.000.000.000.
        • Mengeluarkan 182.000.000 saham baru oleh Perseroan, masing-masing bernilai nominal
          Rp 25 atau sebesar Rp 4.550.000.000 yang seluruhnya diambil bagian oleh PT Mulia Jaya
          Palma melalui setoran tunai sehingga pembagian menjadi sebagai berikut:
          – PT Mulia Jaya Palma sebanyak 796.000.000 saham dengan nilai nominal
             Rp 19.900.000.000.
          – Tn. Samuel Jeffrey Christiawan Soegeng sebanyak 4.000.000 saham dengan nilai nominal
             sebesar Rp 100.000.000.

        Berdasarkan No. 12 tanggal 14 Juni 2023 dari Notaris Drs. Ika Slamet Riyono S.H., Notaris di
        Kudus, yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
        No. AHU-0039578.AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 12 Juli 2023. Akta ini mengenai perubahan-
        perubahan sebagai berikut:

        • Penjualan saham milik Tn. Samuel Jeffrey Christiawan Soegeng sejumlah 385 saham dengan
          nilai nominal sebesar Rp 192.500.000 kepada PT Mulia Jaya Palma, sehingga dari Modal
          Dasar yang telah disetor penuh sebagaimana dinyatakan sebesar 900 Saham dengan nilai
          nominal Rp 450.000.000 dengan pembagian sebagai berikut:
          – PT Mulia Jaya Palma sebanyak 700 saham dengan nilai nominal Rp 350.000.000.
          – Tn Samuel Jeffrey Christiawan Soegeng sebanyak 200 saham dengan nilai nominal
              sebesar Rp 100.000.000.

        • Memberikan persetujuan Peningkatan Modal Ditempatkan dan Disetor yang sebelumnya
          sebesar Rp 450.000.000 terbagi atas 900 saham dengan nilai nominal Rp 500.000 menjadi
          Rp 15.450.000.000 terbagi atas 30.900 saham dengan nilai nominal Rp 500.000.

        • PT Mulia Jaya Palma bersedia untuk mengambil seluruh saham dari peningkatan modal
          Perseroan tersebut sehingga pembagian menjadi sebagai berikut:
          – PT Mulia Jaya Palma sebanyak 30.700 saham dengan nilai nominal Rp 15.350.000.000.
          – Tn. Samuel Jeffrey Christiawan Soegeng sebanyak 200 saham dengan nilai nominal
             sebesar Rp 100.000.000.

    b) Saldo Laba

        Ditentukan Penggunaannya

        Sesuai dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perusahaan Terbatas
        mengharuskan setiap Perusahaan untuk membentuk cadangan wajib dari laba bersih sampai
        cadangan mencapai paling sedikit 20% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh.
        Tidak terdapat batas waktu yang ditetapkan atas pemenuhan kewajiban tersebut. Perusahaan
        telah membentuk cadangan wajib sampai dengan 31 Desember 2023 sebesar Rp 30.000.000.

        Berdasarkan Akta Rapat Umum Pemegang Saham Nomor 46 tanggal 29 Mei 2024 yang dibuat
        oleh Notaris Rini Yulianti, S.H bahwa rapat tersebut memutuskan dan memberikan persetujuan
        penggunaan laba bersih Perusahaan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2023
        sebesar Rp 1.270.559.523, dipergunakan sebagai berikut :
         1. Mengalokasikan laba bersih sebesar Rp 30.000.000 sebagai cadangan umum sesuai
             dengan ketentuan Anggaran Dasar Perusahaan.
         2. Sisanya laba bersih tahun 2023 digunakan untuk kegiatan usaha perusahaan dan dicatat
             sebagai saldo laba.


                                               - 32 -
Page 40
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

         Tidak Ditentukan Penggunaannya

         Merupakan Saldo Laba yang belum ditentukan penggunaannya oleh Perusahaan

                                                                       2024                   2023
         Saldo Laba                                                 3.345.953.405            151.585.997


18.   TAMBAHAN MODAL DISETOR-BERSIH

                                                                       2024                   2023
      Tambahan Modal Disetor dari Initial Public Offering (IPO)
      Penawaran Perdana Saham Sebesar 200.000.000
      Saham dengan Nilai Nominal Rp 25 yang ditawarkan
      Rp 103                                                      15.600.000.000                        -
      Dikurangi dengan biaya emisi saham                          (2.281.492.137)                       -
      Jumlah                                                       13.318.507.863                       -


19.   PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN

                                                                       2024                   2023
      Saldo Awal                                                   32.626.020.019           (37.863.144)
      Pengukuran Kembali atas Kewajiban Imbalan Pascakerja
      (Catatan 16)                                                   (19.931.106)            (16.022.537)
      Pajak Penghasilan                                               (4.384.843)          (841.561.642)
      Surplus Revaluasi Aset Tetap (Catatan 9)                                  -         33.521.467.342
      Jumlah                                                       32.601.704.070         32.626.020.019

      Pada tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024, Perusahaan mengalami keuntungan
      komprehensif atas pengukuran imbalan pasti. Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2023,
      Perusahaan mengalami keuntungan komprehensif atas pengukuran imbalan pasti dan surplus
      revaluasi aset tetap.


20.   PENDAPATAN USAHA

                                                                       2024                   2023
      Kamar                                                        13.981.908.294         11.882.365.943
      Restoran                                                     11.953.177.338         11.474.989.425
      Sewa Ruangan                                                  3.128.217.038          2.825.826.149
      Lain-Lain                                                         5.725.000             29.054.545
      Jumlah                                                       29.069.027.670         26.212.236.062

      Pendapatan usaha lain-lain merupakan pendapatan atas denda kerusakan dan kehilangan yang
      diakibatkan oleh pengunjung hotel yang harus dibayarkan kepada manejemen.

      Tidak ada transaksi penjualan dari satu pelanggan yang penjualan kumulatifnya melebihi 10% dari
      penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.

      Tidak terdapat penjualan dan pendapatan usaha yang diperoleh dari pihak berelasi.




                                                - 33 -
Page 41
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

21.   BEBAN LANGSUNG

                                                                        2024                 2023
      Bahan Baku (Catatan 6)                                        7.419.114.151        6.783.834.422
      Keperluan Hotel                                               3.093.188.070        2.168.411.861
      Gaji dan Tunjangan                                            1.920.720.000        1.490.682.774
      Listrik                                                       1.448.681.204        1.407.887.323
      Penyusutan Bangunan (Catatan 9)                                 872.548.169          659.862.480
      Keperluan Gedung                                                405.546.466          421.326.737
      Biaya Amortisasi Aset Hak-Guna (Catatan 10)                     158.483.858          100.000.000
      Jumlah                                                       15.318.281.918       13.032.005.597

      Tidak ada transaksi pembelian dari satu suplier yang pembelian kumulatifnya melebihi 10% dari total
      beban langsung untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.


22.   BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

                                                                        2024                 2023
      Gaji dan Tunjangan                                             3.637.122.000       3.595.993.560
      Penyusutan Aset Tetap (Catatan 9)                              1.627.836.790       1.551.351.388
      Pemeliharaan                                                     968.393.257         798.698.338
      Utilitas                                                         759.219.472         519.309.039
      BPJS                                                             474.385.902         472.161.363
      Sewa                                                             442.133.279          33.704.492
      Jasa Profesional                                                 297.095.319         388.791.166
      Alat Tulis dan Perlengkapan                                      280.025.276         242.671.059
      Perjalanan Dinas                                                 259.170.609         312.502.500
      Imbalan Pascakerja (Catatan 16)                                  237.177.531         252.627.683
      Iklan dan Pemasaran                                              209.034.458         191.742.501
      Asuransi                                                         136.700.000                   -
      Biaya Pajak                                                      121.717.708         188.836.797
      Sumbangan                                                         30.855.820          45.799.492
      Perijinan                                                          5.994.000         468.630.501
      Lain-Lain                                                        182.643.264         257.170.795
      Jumlah                                                         9.669.504.685       9.319.990.674


23.   PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN

                                                                        2024                 2023
      Pendapatan Lain                                                 367.607.322           265.585.619
      Beban Administrasi Bank                                         (72.953.389)        (141.451.037)
      Beban Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Persediaan              (10.000.000)                    -
      Laba atas Penjualan Aset Tetap (Catatan 9)                                 -           42.852.020
      Jumlah                                                          284.653.933          166.986.602

      Pendapatan lain-lain merupakan pendapatan atas penjualan barang bekas, member fitness dan
      renang, mini market pool, salon dan tiket renang harian.


24.   BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN

                                                                        2024                 2023
      Pendapatan Bunga                                                  28.131.514            1.962.433
      Biaya Bunga Pinjaman Bank                                      (933.001.329)      (1.675.589.203)
      Jumlah                                                         (904.869.815)      (1.673.626.770)
                                                - 34 -
Page 42
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

25.    LABA PER SAHAM

                                                                                          2024                   2023
      Laba untuk Perhitungan
      Laba Per Saham                                                                3.224.367.408            1.270.559.523
      Jumlah Saham                                                                    Lembar                    Lembar
      Jumlah Saham untuk perhitungan Laba
      per Saham                                                                       992.876.712               354.367.123
      Laba per saham                                                                             3,25                   3,59


26.    REKONSILIASI LIABILITAS YANG TIMBUL DARI AKTIVITAS PENDANAAN

                                                    Arus Kas (untuk) dari Aktivitas
                                                             Pendanaan

                                                                                             Perubahan          Saldo Akhir
                                 Saldo Awal                                                Transaksi Non-       31 Desember
                               1 Januari 2024      Penerimaan           Pembayaran              Kas                 2024
      Utang Bank               14.267.835.775       5.000.000.000       (3.241.915.148)                  -      16.025.920.627
      Jumlah                   14.267.835.775       5.000.000.000       (3.241.915.148)                  -      16.025.920.627

                                                    Arus Kas (untuk) dari Aktivitas
                                                             Pendanaan

                                                                                             Perubahan          Saldo Akhir
                                 Saldo Awal                                                Transaksi Non-       31 Desember
                               1 Januari 2023      Penerimaan           Pembayaran              Kas                 2023
      Utang Bank               15.507.176.845        794.528.128        (2.033.869.198)                  -      14.267.835.775
      Utang Kepada
      Pemegang Saham           13.674.338.943                   -      (13.674.338.943)                  -                     -
      Liabilitas Sewa Kepada
      Pihak Berelasi            2.300.000.000                   -       (2.300.000.000)                  -                     -
      Jumlah                   31.481.515.788        794.528.128       (18.008.208.141)                  -      14.267.835.775



27.    SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI

       Perusahaan melakukan transaksi usaha kepada pihak-pihak berelasi dimana menurut manajemen
       dilakukan dengan persyaratan dan kondisi normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak
       ketiga.

       Saldo dari transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

                Pihak Berelasi                  Sifat Pihak Berelasi                          Sifat Transaksi
       Tn. Samuel Jeffrey Christiawan           Pemegang Saham              Liabilitas Sewa


28.    IKATAN

       a. PT Djarum

            Perjanjian kontrak Nomor 001/MKT-CR/HG/I/2024 tanggal 1 Januari 2024 antara Perseroan
            dengan PT Djarum, dimana Hotel Griptha menyediakan kamar bagi Djarum sesuai dengan
            harga yang telah disepakati oleh para pihak. Perjanjian ini berlaku mulai 1 Januari 2024 sampai
            dengan 31 Desember 2024.




                                                          - 35 -
Page 43
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

      b. Polytron Kudus

           Perjanjian kontrak Nomor 011/MKT-CR/HG/I/2024 tanggal 1 Januari 2024 Perseroan dengan
           Polytron Kudus, dimana Hotel Griptha menyediakan kamar bagi Polytron sesuai dengan harga
           yang telah disepakati oleh Para Pihak. Perjanjian ini berlaku mulai 1 Januari 2024 sampai
           dengan 31 Desember 2024.

      c. Rumah Sakit Mardi Rahayu

           Perjanjian kontrak Nomor 021/MKT-CR/HG/I/2024 tanggal 1 Juli 2024 antara Perseroan dengan
           Rumah Sakit Mardi Rahayu, dimana Hotel Griptha menyediakan kamar bagi tamu sesuai
           dengan harga yang telah disepakati oleh Para Pihak. Perjanjian ini berlaku mulai 1 Juli 2024
           sampai dengan 30 Desember 2024.

      d. Pura Grup

           Perjanjian kontrak Nomor 002/MKT-CR/HG/I/2024 tanggal 1 Januari 2024 antara Perseroan
           dengan Pura Grup, dimana Hotel Griptha menyediakan kamar bagi tamu sesuai dengan harga
           yang telah disepakati oleh Para Pihak. Perjanjian ini berlaku mulai 1 Januari 2024 sampai
           dengan 30 Juni 2024.

      e. PT Semarang Autocomp Manufacturing Indonesia

           Perjanjian kontrak Nomor 005/MKT-CR/HG/I/2024 tanggal 1 Januari 2024 antara Perseroan
           dengan PT Semarang Autocomp Manufacturing Indonesia, dimana Hotel Griptha menyediakan
           kamar bagi Tamu sesuai dengan harga yang telah disepakati oleh Para Pihak. Perjanjian ini
           berlaku mulai 1 Januari 2024 sampai dengan 30 Juni 2024.

      f.   Bank Mandiri Kudus

           Perjanjian kontrak Nomor 007/MKT-CR/HG/I/2024 tanggal 1 Januari 2024 antara Perseroan
           dengan Bank Mandiri Kudus, dimana Hotel Griptha menyediakan kamar bagi tamu sesuai
           dengan harga yang telah disepakati oleh Para Pihak. Perjanjian ini berlaku mulai 1 Januari 2024
           sampai dengan 30 Juni 2024.

      g. PT Graha Lumbung Terpadu

           Perjanjian kontrak Nomor 010/MKT-CR/HG/I/2024 tanggal 1 Januari 2024 antara Perseroan
           dengan PT Graha Lumbung Terpadu, dimana Hotel Griptha menyediakan kamar bagi Tamu
           sesuai dengan harga yang telah disepakati oleh Para Pihak. Perjanjian ini berlaku mulai
           1 Januari 2024 sampai dengan 30 Juni 2024.

      h. Perjanjian Sewa - Menyewa

           Perjanjian Sewa-Menyewa tanggal 1 Juni 2024 oleh dan antara CV Anugerah Karya Abadi
           dengan Oei Aqulia Jemmy Priyanto selaku Direktur PT Griptha Putra Persada Tbk dengan
           obyek sewa berupa bangunan ruko Kompleks Aksara Kudus yang berdiri diatasnya yang
           terletak di Jl. Kend. Ahmad Yani, Krajan, Panjunan, Kudus, Jawa Tengah. Perjanjian ini berlaku
           sah untuk jangka waktu 1 tahun, terhitung sejak tanggal 1 Juni 2024 sampai dengan tanggal
           31 Mei 2025 dengan harga sewa ruko Rp 77.000.000 untuk jangka waktu 1 tahun.

           Perjanjian Sewa-Menyewa tanggal 20 September 2024 oleh dan antara CV Anugerah Karya
           Abadi dengan Oei Aqulia Jemmy Priyanto selaku Direktur PT Griptha Putra Persada Tbk
           dengan obyek sewa berupa bangunan ruko B yang berdiri diatasnya yang terletak di
           Jl. Pawiyatan Luhur, Semarang. Perjanjian ini berlaku sah untuk jangka waktu 1 tahun, terhitung
           sejak tanggal 1 Oktober 2024 sampai dengan tanggal 30 September 2025 dengan harga sewa
           ruko Rp 177.310.800 untuk jangka waktu 1 tahun.




                                                 - 36 -
Page 44
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

           Perjanjian Sewa-Menyewa tanggal 16 Maret 2024 oleh PT Sriratu Megahtama dengan objek
           sewa berupa ruangan di Queen City Mall yang beralamat di Jalan Pemuda, Semarang.
           Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu 1 tahun dengan total harga sewa Rp 194.328.000.

      i.   Perjanjian Fasilitas Pinjaman

           Perjanjian Fasilitas Pinjaman Nomor 001/GPP/DIR/VIII/2017 tanggal 1 Agustus 2017 antara
           Perseroan dengan Tn. Samuel Jeffrey Christiawan Soegeng dimana Perseroan memerlukan
           tambahan dana untuk modal kerja dan investasi dan bermaksud untuk meminjam sejumlah
           dana kepada Tn. Samuel Jeffrey Christiawan Soegeng yang merupakan pemegang saham
           Perseroan. Jangka waktu perjanjian dimulai pada 1 Agustus 2017 sampai 1 Agustus 2027.
           Perjanjian ini telah dilunasi pada 14 Juni 2023.


29.   KATEGORI DAN KELAS INSTRUMEN KEUANGAN

                                                                                     Biaya
                                                                                   Perolehan
                                                                                  Diamortisasi
                                                                                31 Desember 2024
      Aset Keuangan Lancar
      Kas di Bank                                                                    3.989.446.176
      Piutang Usaha dari Pihak Ketiga                                                  176.331.912
      Jumlah Aset Keuangan                                                           4.165.778.088

      Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
      Utang Bank                                                                     3.826.954.346
      Utang Usaha kepada Pihak Ketiga                                                  737.760.729
      Beban Akrual                                                                     334.370.456
      Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
      Utang Bank                                                                    12.198.966.281
      Jumlah Liabilitas Keuangan                                                    17.098.051.812

                                                                                     Biaya
                                                                                   Perolehan
                                                                                  Diamortisasi
                                                                                31 Desember 2023
      Aset Keuangan Lancar
      Kas di Bank                                                                      870.419.196
      Piutang Usaha dari Pihak Ketiga                                                  137.273.282
      Jumlah Aset Keuangan                                                           1.007.692.478

      Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
      Utang Bank                                                                     2.053.869.197
      Utang Usaha kepada Pihak Ketiga                                                  737.690.712
      Beban Akrual                                                                     353.356.213
      Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
      Utang Bank                                                                    12.213.966.578
      Jumlah Liabilitas Keuangan                                                    15.358.882.700




                                              - 37 -
Page 45
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

30.   INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL

      a. Manajemen Risiko Modal

         Perusahaan mengelola risiko modal untuk memastikan bahwa mereka akan mampu untuk
         melanjutkan keberlangsungan hidup, selain memaksimalkan keuntungan para pemegang
         saham melalui optimalisasi saldo utang dan ekuitas.

         Struktur modal Perusahaan terdiri dari kas dan bank dan ekuitas yang terdiri dari modal
         ditempatkan dan disetor. Direksi Perusahaan secara berkala akan melakukan reviu struktur
         permodalan Perusahaan. Sebagai bagian dari reviu ini, Direksi akan mempertimbangkan biaya
         permodalan dan risiko yang berhubungan.

         Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan

         Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Perusahaan adalah untuk memastikan
         bahwa sumber daya keuangan yang memadai tersedia untuk operasi dan pengembangan
         bisnis, serta untuk mengelola risiko kredit Perusahaan beroperasi dengan pedoman yang telah
         ditentukan oleh Dewan Direksi.

      b. Manajemen Risiko Likuiditas

         Tanggung jawab utama manajemen risiko likuiditas terletak pada dewan direksi, yang telah
         membentuk kerangka manajemen risiko likuiditas yang sesuai untuk persyaratan manajemen
         likuiditas dan pendanaan jangka pendek, menengah dan jangka panjang Perusahaan.
         Perusahaan mengelola risiko likuiditas dengan menjaga kecukupan simpanan, fasilitas bank
         dan fasilitas simpan pinjam dengan terus - menerus memonitor perkiraan dan arus kas aktual
         dan mencocokkan profil jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan.

         Tabel Risiko Likuiditas dan Suku Bunga

         Tabel berikut merinci sisa jatuh tempo kontrak untuk liabilitas keuangan non-derivatif dengan
         periode pembayaran yang disepakati Perusahaan. Tabel telah disusun berdasarkan arus kas
         yang tidak didiskontokan dari liabilitas keuangan berdasarkan tanggal terawal di mana
         Perusahaan dapat diminta untuk membayar. Tabel mencakup arus kas bunga dan pokok.
         Sepanjang arus bunga tingkat mengambang jumlah tidak didiskontokan berasal dari kurva suku
         bunga pada akhir periode pelaporan. Jatuh tempo kontrak didasarkan pada tanggal terawal
         dimana Perusahaan mungkin akan diminta untuk membayar.

                                                                   31 Desember 2024
                                                  Kurang dari          Lebih dari
                                                   1 Tahun              1 Tahun          Jumlah
          Tanpa Bunga
            Beban Akrual                             334.370.456                   -      334.370.456
          Dengan Bunga
           Utang Bank                              3.826.954.346                   -    3.826.954.346
          Jumlah                                   4.161.324.802                   -    4.161.324.802

                                                                   31 Desember 2023
                                                  Kurang dari          Lebih dari
                                                   1 Tahun              1 Tahun          Jumlah
          Tanpa Bunga
            Beban Akrual                             353.356.213                   -      353.356.213
          Dengan Bunga
           Utang Bank                              2.053.869.197      12.213.966.578   14.267.835.775
          Jumlah                                   2.407.225.410      12.213.966.578   14.621.191.988




                                               - 38 -
Page 46
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

     c. Nilai Wajar Instrumen Keuangan

         Direksi menganggap bahwa nilai tercatat aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui dalam
         laporan keuangan mendekati nilai wajarnya karena jatuh tempo dalam jangka pendek atau
         menggunakan tingkat bunga pasar.




                                             - 39 -

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.77 MB
Published21 Mar 2025
Pages46
Characters159,650
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 66 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk p.1 ×148
linked person Maurice Ganda Nainggolan p.4 ×3
linked org PT Mulia Jaya Palma p.12 ×18
linked org Bank Mandiri p.25 ×3
linked org Bank Central Asia p.25
linked org Bank CIMB Niaga p.25
linked org Bayu Buana p.25
linked org Bank KB Bukopin p.33 ×11
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.12 ×3
possible org Bursa Efek Indonesia p.13 ×2
possible org Bank Bank Rakyat Indonesia p.25
possible org Bank Rakyat Indonesia p.25 ×18
possible person Sugiyanto S.H. · Notaris p.36
possible person Ahmad Yani p.43
unresolved org Kantor Akuntan Publik Maurice Ganda Nainggolan & Rekan p.4 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Maurice Ganda Nainggolan p.4 ×2
unresolved org Maurice Ganda Nainggolan & Rekan p.4
unresolved org Rekan Dr. Ahalik p.7
unresolved person Dr. Ahalik p.7
unresolved person CPMA p.7
unresolved person Drs. Ika Slamet Riyono S.H. p.12 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.12 ×2
unresolved — Herlin Listiyani · Kepala Unit Audit Internal p.13
unresolved — Fransiska Bella Yunita · Sekretaris Perusahaan p.13
unresolved org Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan p.13
unresolved org Bapepam-LK p.13 ×2
unresolved org Bank BPD Jawa Tengah p.25
unresolved org PT Nojorono Tobacco International p.25
unresolved org PT Djarum p.25 ×2
unresolved org PT Trinusa Travelindo p.25
unresolved org PT Bukit Muria Jaya p.25
unresolved org PT Semarang Autocomp Manufacturing Indonesia p.25 ×2
unresolved org PT Sucofindo p.25
unresolved org Travel Singapore Pte. Ltd p.25
unresolved org PT Hartono Istana Teknologi p.25
unresolved org PT Haryono p.25
unresolved org PT Pura p.25
unresolved org PT Hwaseung Indonesia p.25
unresolved org Agoda Company Pte. Ltd p.25
unresolved org PT BRI Asuransi Indonesia p.28
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Kusno Raharjo dan Rekan p.29
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Kusno Raharjo p.29
unresolved person Samuel Jeffrey Christian Soegeng. p.29
unresolved person Siti p.30
unresolved org PT Java Energi Semesta p.30
unresolved org PT Sinar Sosro p.30
unresolved org PT Kridha Muti Maga Prima p.30
unresolved org PT Multi Kimia Raya Nusantara p.30
unresolved org Bank Rakyat Indonesia Refinancing p.33 ×2
unresolved person Haji Sugeng Budiman · Notaris p.33 ×2
unresolved org PT Griptha Putra Persada Penjamin p.33
unresolved org Bank KB Bukopin Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit p.36
unresolved org Bank KB Bukopin. Sebagaimana p.36
unresolved person Samuel Jeffrey Christiawan Soegeng. Berikut p.36 ×36
unresolved org Kantor Konsultan Aktuaria Azwir Arifin dan Rekan p.37
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH. p.38
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- p.39 ×2
unresolved person Rini Yulianti p.39
unresolved org PT Djarum Perjanjian p.42
unresolved org PT Semarang Autocomp Manufacturing Indonesia Perjanjian p.43
unresolved org Bank Mandiri Kudus Perjanjian p.43
unresolved org Bank Mandiri Kudus p.43
unresolved org PT Graha Lumbung Terpadu Perjanjian p.43
unresolved org PT Graha Lumbung Terpadu p.43
unresolved — Oei Aqulia Jemmy Priyanto · Direktur p.43 ×2
unresolved org PT Sriratu Megahtama p.44

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result