Skip to content
Back to announcement

20250319_ADHI_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31869874_lamp1.pdf

Other Text extracted ADHI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 8

Page 1 OCR 0.936
beyond construction

Nomor :150/SP-1II/2025
Lampiran 11 Bundie

Jakarta, 19 Maret 2025

Kepada Yth.

Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2
Bursa Efek Indonesia

Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1
Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53,

Jakarta Selatan 12190

Perihal: Penyampaian Tanggapan atas Permintaan Penjelasan

Dengan Hormat,

Menindaklanjuti Surat PT Bursa Efek Indonesia Nomor S-02698/BEI.PP2/03-2025 tanggal 17 Maret
2025 perihal Permintaan Penjelasan atas Penyampaian:
1. Surat PT Adhi Karya (Persero) Tbk (“Perseroan”) nomor 095/SP-III/2025 tanggal 3 Maret 2025
perihal Penyampian Laporan Keuangan Audited Tahun 2024 PT Adhi Karya (Persero) Tbk.:
2. Surat Perseroan nomor 107/SP-III/2025 tanggal 7 Maret 2025 perihal Laporan Bulanan
Registrasi Pemegang Efek, dan
3. Keterbukaan Informasi Perseroan nomor 103/SP-III/2025 perihal ADHI membukukan Laba
Bersih sebesar Rp252 miliar di tahun 2024, tumbuh 184 dibandingkan tahun lalu.
Bersama ini kami sampaikan tanggapan sebagai berikut (terlampir).

Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Hormat Kami,
ARHI KARYA (Persero) Tbk.

Corporate Secretary

P. 62-21 7975312 F. 62-21 7975311 E.adhi@adhi.co.id

PT ADHI KARYA (Persero) Tbk. Head Office Jl. Raya Pasar Minggu Km. 18 Jakarta 12510, Indonesi:
Page 2 OCR 0.954
ILampiran

Agar pertanyaan nomor I s.d nomor 14 dapat dijawab melalui Form E023— Tanggapan Permintaan
Penjelasan Bursa (publish)

1

Berdasarkan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) nomor 8 tentang Persediaan, dimana Perseroan
membukukan Persediaan per 31 Desember 2024 sebesar Rp5,97 triliun atau mengalami peningkatan
sebesar 5,11”o YoY. Atas hal tersebut agar dijelaskan:
a. Penjelasan mengenai Persediaan Tanah Sedang Dikembangkan berupa Urban Signature dan
Oase Park berturut-turut memiliki realisasi rendah sebesar 56 dan 896.
Jawaban:
Realisasi penjualan yang rendah di Urban Signature (LRT CITY Ciracas) dan Oase Park terjadi
karena penurunan daya beli masyarakat khususnya kelas menengah di 2024 dan 2025 ini.
Padahal, pembeli utama dengan tujuan dihuni mayoritas merupakan kelas menengah, namun
terkendala ekonomi yang tidak stabil, inflasi, dan kenaikan suku bunga yang membuat kredit
kepemilikan properti menjadi menurun.
Konsumen juga lebih selektif terkait gaya hidup baru, dan menginginkan unit yang siap huni
dengan fasilitas kawasan yang siap digunakan. Sehingga hal ini menurunkan tingkat penjualan
di Urban Signature (LRT CITY Ciracas) dan Oase Park.
Di sisi lain, konversi penjualan menjadi cash in juga menjadi tantangan di 2024-2025. Selain
suku bunga yang tinggi, peningkatan risk appetite oleh bank tercermin dari syarat-syarat
dokumen yang dipersulit sehingga banyak konsumen yang tidak bankable. Ini semakin
memperburuk realisasi cash in. Adanya insentif PPN dari pemerintah juga belum bisa
dimanfaatkan oleh Urban Signature (LRT CITY Ciracas) dan Oase Park karena kedua kawasan
tersebut belum siap huni.

b. Strategi Perseroan untuk meningkatkan realisasi penjualan atas persediaan real estat di masa
mendatang.
Jawaban:
Untuk unit ready seperti LRT CITY Bekasi Eastern Green, LRT CITY Jatibening, LRT CITY
Sentul dan ADHI CITY Sentul, digunakan tangga harga special dan sehingga bisa memperbesar
market share. Kami juga mendorong unit ready untuk bisa terkonversi menjadi bisnis hotel
dengan skema bulk sale maupun rental management khususnya di LRT CITY Sentul yang
berlokasi strategis untuk menjadi hotel. Sehingga selama proses penjualan bulk, unit
mendapatkan penghasilan berulang.
Selain itu, kawasan yang memiliki lahan pengembangan jangka panjang dapat digunakan untuk
peningkatan recurring income menjadi park and ride dan kawasan komersial, mengingat
tingginya traffic dan mobilitas di kawasan ADCP. Untuk tanah dan kavling juga menggunakan
Strategi harga special dan skema long lease untuk dimanfaatkan sebagai peningkatan value di
kawasan.

c. Kendala yang dihadapi dan tindak lanjut yang telah dan akan dilakukan untuk meningkatkan

penjualan persediaan real estat milik Perseroan.

Jawaban:

1. Overprice Akibat Jangka Waktu Penjualan: Harga properti yang ditetapkan menjadi tidak
kompetitif seiring berjalannya waktu, terutama jika pasar mengalami perubahan. Hal ini
dapat disebabkan oleh kenaikan biaya pembangunan yang tidak diantisipasi serta jangka
waktu penjualan yang bertambah sehingga menambah biaya umum yang dibebankan ke
harga jual. Upaya yang dilakukan adalah dengan menyesuaikan harga special, sehingga
lebih mudah terserap oleh konsumen.

2. Unit Besar Harga Tinggi: Unit-unit dengan ukuran besar dan harga tinggi seperti unit 2BR
lebih sulit penjualan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil, padahal unit
besar menjadi mayoritas unit di unit ready di LRT CITY Bekasi Eastern Green, LRT CITY
Jatibening, dan ADHI CITY Sentul |. Upaya yang dilakukan adalah memecah unit dari
2BR, menjadi dua studio, dan meningkatkan value dari Studio menjadi IBR dengan

ak
Page 3 OCR 0.946
menambah sekat unit. Secara promosi, iklan digital fokus pada pasar keluarga yang
menyasar unit-unit besar.

Penjualan Stabil, Namun Pembatalan Tinggi: Meskipun penjualan terlihat stabil, tingkat
pembatalan yang tinggi semakin tinggi ekonomi yang tidak stabil, inflasi, dan kenaikan
suku bunga yang membuat kredit kepemilikan properti menjadi menurun. Upaya yang
dilakukan meliputi menambah opsi perbankan sehingga mempermudah konsumen dalam
kredit properti. Selain itu, peningkatan target market pada iklan digital, serta program Home
Ownership Program (HOP) terhadap perusahaan sepanjang jalur LRT Jabodebek.

w

2. Berdasarkan CALK nomor 18 tentang Aset Tetap, Perseroan membukukan aset tetap sebesar

Rp2,18 triliun per 31 Desember 2024, meningkat 6,446 dibandingkan per 31 Desember 2023

sebesar Rp2,04 triliun. Atas hal tersebut agar dijelaskan:

a. Latar belakang kenaikan aset tetap per 31 September 2024 dibandingkan 31 Desember 2023.
Jawaban:
Aset tetap mengalami kenaikan terbesar per 31 Desember 2024 jika dibandingkan dengan 31
Desember 2023 utamanya akibat adanya surplus revaluasi tanah yang terjadi

b. Progres terkini atas aset tetap dalam pembangunan seniai Rp54,04 miliar per 31 Desember
2024.
Jawaban:
Aset tetap dalam pembangunan didominasi dari Bangunan Gedung Adhi Tower. Aset tersebut
merupakan biaya pembangunan Adhi tower dimana biaya pembangunan menjadi nilai tambah
aset tersebut sesuai dengan progres pekerjaan.

€. Waktu penyelesaian aset tetap dalam pembangunan sehingga dapat digunakan oleh Perseroan.
Jawaban:
Rencana aset dalam pembangunan akan selesai pada tahun 2025 dan akan direklasifikasi saat
progress pekerjaan telah 100Y6.

d. Penjelasan Perseroan memilih menggunakan model revaluasi untuk pengakuan aset tetap
berupa tanah.
Jawaban:
Metode revaluasi dilakukan perusahaan untuk pengakuan aset tetap tanah karena bertujuan
untuk mencerminkan nilai pasar aset tanah yang dimiliki perseroan. Revaluasi aset tetap dapat
dilakukan karena kenaikan nilai aset tetap di pasaran atau karena rendahnya nilai aset tetap
dalam laporan keuangan.

Berdasarkan CALK nomor 24 tentang Utang Bruto Subkontraktor, Perseroan membukukan utang bruto
pihak ketiga sebesar Rp3,00 triliun per31 Desember 2024, menurun dibandingkan per 31 Desember
2023 sebesar Rp4, 12 triliun atau sebesar -27,14”o. Atas hal tersebut agar dijelaskan:
a. Strategi Perseroan untuk melunasi utang bruto subkontraktor yang akan dan telah jatuh tempo
di masa mendatang.
Jawaban:
Untuk melunasi utang bruto subkontraktor harus menjadi utang usaha terlebih dahulu. Sehingga
strategi yang sudah dilakukan melalui sistem pembayaran back to back, dimana pengakuan
utang usaha ketika pekerjaan disetujui atau terbayar oleh pemilik pekerjaan. Untuk menghindari
lebih cepatnya pembayaran ke pihak ketiga dibandingkan dengan penerimaan dari pemilik
pekerjaan
b. Sumber dana yang akan digunakan untuk melunasi utang bruto subkontraktor di masa
mendatang.
Jawaban:
Sumber dana yang akan digunakan di masa mendatang adalah menggunakan penerimaan
pembayaran dari pemilik pekerjaan atas piutang prestasi yang telah dikerjakan, atau
menggunakan fasilitas non cash loan dari perbankan.
c. Perkiraan waktu Perseroan dapat melunasi utang jatuh tempo tersebut.
Jawaban:
Waktu Perseroan dapat melunasi utang jatuh tempo tersebut sangat dipengaruhi oleh
penerimaan pembayaran dari pemilik pekerjaan atas piutang prestasi yang telah dikerjakan.

(es
Page 4 OCR 0.915
Tetapi bila menggunakan fasilitas non cash loan perkiraan perseroan dapat melunasi selama 180
hari.

d. Agar dapat melengkapi aging umur utang bruto Perseroan per 31 Desember 2024 dengan
mengisi tabel berikut:

Jawaban:
Realisasi
Persentase
Keterangan 31 Desemter ea Sisa Utang kn
2025 (2
Belum jatuh 1,900,298 727,453 1,172,845 3840
tempo
1-30 hari 426,442 - 686,612 0Yo
31-60 hari 90,476 - 185,375 096
61-90 hari 226.677 65,180 161,497 2940 |
Lebih dari 90 524,000 - 565,615 04
hari |
| Total | 3,167,893 | 395,949 |. 2,771,944 | 1270 |

4. Perseroan per 31 Desember 2024 membukukan pendapatan sebesar Rp13,35 miliar, menurun -33,48y6

dibanding periode yang sama pada tahun 2023. Laba bersih Perseroan per 31 Desember 2024 sebesar
Rp281, 14 miliar juga menurun -3,01Y6 dibandingkan per 31 Desember 2023 sebesar Rp289,88 miliar.
Atas hal tersebut agar dijelaskan:
a. Latar belakang dan penjelasan penurunan pendapatan per 31 Desember 2024 dibandingkan
31 Desember 2023.
Jawaban:
Pendapatan Usaha yang tercatat sebesar Rp13,35 miliar, merupakan pendapatan NJO yang
mana nilai kontrak baru atas kontribusi proyek NJO mengalami penurunan dan bergeser ke
kontribusi proyek JO.
b. Penjelasan Perseroan mengenai rendahnya realisasi pendapatan atas segmen Teknik dan
Konstruksi per 31 Desember 2024 yang menurun sebesar -34,98Yo YoY.
Jawaban:
Rendahnya pendapatan dari segmen ini tidak terlepas dari kontribusi pendapatan dari proyek
NJO yang mengalami penurunan dan bergeser ke perolehan proyek JO.
Cc. Penjelasan Perseroan mengenai rendahnya realisasi pendapatan atas segmen Properti dan
Pelayanan per 31 Desember 2024 yang menurun sebesar -40,15Ys YoY.
Jawaban:
Penurunan pendapatan properti tahun ini salah satunya akibat pasar properti yang lesu secara
makro, selain itu salah satu anak usaha properti adhi sedang mengalami PKPU yang
berpengaruh pada kinerja penjualan unit properti perusahaan pada periode 2024.
d. Strategi Perseroan untuk meningkatkan pendapatan dan laba bersih di masa mendatang.
Jawaban:
1. Melakukan operational excellent baik dari sisi cost reduction di HPP maupun strategi SCM
(material strategis, dll)
2. Efisiensi beban usaha, meliputi efisiensi penggunaan listrik, perjalanan dinas, dan
tunjangan-tunjangan yang bersifat sementara
3. Optimalisasi cash-in, pengelolaan arus kas baik dari strategi dan percepatan penagihan
piutang dan prioritas dalam pembayaran rekanan/ perbankan.

Berdasarkan CALK nomor 41 tentang Bagian Laba Ventura Bersama, Perseroan membukukan laba
ventura bersama sebesar Rp884.67 miliar per 31 Desember 2024, meningkat 81,40Yo dibandingkan
per 31 Desember 2023 sebesar Rp487,67 miliar. Atas hal tersebut agar dijelaskan:

04
Page 5 OCR 0.923
a.

Latar belakang dan penjelasan peningkatan laba ventura bersama per 31 Desember 2024.
Jawaban:

Peningkatan laba ventura bersama per 31 Desember 2024 diperoleh dari pergeseran segmentasi
kontrak ADHI dari Non Joint Operation ke Joint Operation, proyek yang mendominasi
perolehan laba ventura bersama adalah proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Fase 2 dan
Tol Jakarta Cikampek II

Penjelasan mengenai rendahnya realisasi laba ventura bersama atas proyek Pembangunan Jalan
Tol Bayung Lencir — Tempino Seksi I sebesar Rp11,45 miliar atau menurun sebesar -79,80Y6
YoY.

Jawaban:

Penurunan realisasi laba ventura bersama atas proyek Pembangunan Jalan Tol Bayung Lencir
— Tempino Seksi 1 sebesar Rp1 1,45 miliar atau menurun sebesar -79,80”o YoY disebabkan oleh
telah selesai nya proyek tersebut sehingga terdapat penurunan realisasi laba ventura bersama
pada tahun 2024 dibandingkan 2023.

Mohon dirincikan laba ventura bersama ”lain-lain” sebesar Rp43,96 miliar per 31 Desember
2024.

Jawaban:

Nama Ventura Bersama & Nama Proyek
JV Adhi - PT. Wijaya Karya - Patimban Access Toll Road Construction Project Pacakage 4
JV APG - PEMBANGUNAN DUKUNGAN DORMITORY PSSI DI IKN

JV Adhi - PT Nindya Karya (Pengendalian Banjir Kali Bekasi Paket 1) 8.575.143.001
JV Adhi - PT PP (Construction Works for Mother and Child Health Care Center Konstruksi Gedung) 7.774,742,871
Tol Serang - Panimbang Seksi 3 Fase 2 5.271.556.302
JV Adhi - PT Hutama Karya - PT Bangun Cipta (Pembangunan Pelindung Tumbukan Kapal (Fender) Dan M43545677

Bangunan Pelengkap Jembatan Pulau Balang)

TOTAL — 13,968.257,828

6. Berdasarkan CALK nomor 5 tentang Piutang Usaha, Perseroan membukukan penurunan piutang
usaha sebesar Rp2,44 triliun per 31 Desember 2024, menurun -64,17”4 dibandingkan per 31
Desember 2023 sebesar Rp6,82 triliun. Atas hal tersebut agar dijelaskan:

a.

Penjelasan Perseroan mengenai tingginya realisasi penagihan piutang usaha per 31 Desember 2024
khususnya piutang pihak berelasi.

Jawaban:

Tingginya realisasi penagihan piutang usaha adalah kontribusi dari proyek LRT Jabodebek
(Bowheer PT KAI - Berelasi) dengan total pencairan piutang sebesar 4,1 Triliun pada periode
tahun buku 2024.

Rincian mengenai piutang usaha pihak berelasi lain-lain sebesar Rp106,06 miliar yang mengalami
penurunan signifikan sebesar -97,50Y6 YoY.

Jawaban:

Penurunan yang signifikan disebabkan adanya pembayaran piutang usaha dari PT KAI

atas proyek LRT Jabodebek sebesar 4,1 Triliun.

7. Berdasarkan CALK nomor 42 tentang Beban Keuangan, Perseroan membukukan kenaikan beban
keuangan sebesar Rp837,53 miliar per 31 Desember 2024, meningkat 3,51Y6 dibandingkan per 31
Desember 2023 sebesar Rp809,08 miliar. Atas hal tersebut agar dijelaskan:

a.

Penjelasan singkat mengenai peningkatan beban keuangan Perseroan per 31 Desember 2024.
Jawaban:

Peningkatan beban keuangan diakibatkan adanya penurunan kemampuan perusahaan dalam
mengkapitaliasi beban keuangan ke dalam struktur HPP, khususnya anak usaha properti. Hal
ini linier dengan kondisi anak usaha properti yang sedang mengalami PKPU.

Nilai times interest earned ratio Perseroan selama kurun waktu 5 tahun terakhir.

Jawaban:

Tahun Rasio TIE (x)

2020 171

c$
Page 6 OCR 0.933
Cc.

2021 1.75
2022 1.91
2023 2.24
2024 1.96

Upaya Perseroan yang telah dan akan dilakukan untuk menekan peningkatan beban keuangan di
masa mendatang.

Jawaban:

Upaya perseroan yakni dengan melakukan pembayaran jatuh tempo bank secara tepat waktu

8. Berdasarkan laporan arus kas, Perseroan membukukan arus kas operasi positif dan meningkat
signifikan per 31 Desember 2024 sebesar Rp1,46 triliun atau meningkat sebesar 1.649,54”6 YoY.
Atas hal tersebut agar dijelaskan:

a.

Latar belakang dan penjelasan mengenai perbaikan arus kas operasi pada 31 Desember 2024
dibandingkan tahun sebelumnya.

Jawaban:

Perbaikan arus kas operasi pada 31 Desember 2024 diperoleh dari perolehan termin Light Rail
Transit (LRT) terintegrasi di Wilayah Jabodebek sebesar Rp. 4,l triliun

Sehubungan dengan perbaikan arus kas operasi pada 31 Desember 2024, apakah Perseroan
mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan modal kerja di masa mendatang akan bersumber
dari Kas Internal?

Jawaban:

Perseroan telah memenuhi kebutuhan modal kerja yang bersumber dari perolehan termin dan
pinjaman bank serta obligasi

Strategi Perseroan untuk dapat mempertahankan arus kas operasi positif di masa mendatang.
Jawaban:

Perseroan akan berupaya melindungi arus kas yang sehat dan memastikan keberlanjutan jangka
pendek, menengah dan jangka panjang melalui pengendalian yang proporsional serta
pengelolaan risiko yang terbatas dan terkendali.

Berdasarkan CALK nomor 12 tentang Aset Lancar Lain-Lain, Perseroan membukukan saldo
sebesar Rp1,29 triliun per 31 Desember 2024 atau meningkat sebesar 89,726 YoY dibandingkan
tahun 2023. Agar dapat dijelaskan:

a.

Penjelasan mengenai peningkatan aset lancar lain-lain pada 31 Desember 2024.

Jawaban:

Aset lancar lain-lain merupakan Pekerjaan Dalam Proses Konstruksi yang terdiri dari Klaim atas
pekerjaan yang masih dalam proses Addendum dan proses Mediasi yaitu proyek sesuai rincian

2024 2023
— RP
Pekerjaan dalam Proses Konstruksi 969.618.704,852 425,449.939.429 Construction Work in Progress
Piutang Laindan .323289786.077 Other Receivables
Jumlah Torat
berikut :

Nature Aset Lancar Lain-Lain yang terdiri dari Klaim atas Pekerjaan yang masih dalam proses
addendum dan proses mediasi.

Jawaban:

Klaim atas pekerjaan yang masih addendum dari proyek Pelaksanaan Pembangunan Jalan Tol
Ruas Sigli - Banda Aceh sebesar Rp. 969 miliar.

. Berdasarkan CALK nomor 21 tentang Aset Tidak Lancar Lainnya, Perseroan memiliki saldo

persediaan jangka panjang yang merupakan eks tiang proyek monorail Jakarta sebesar Rp59,04 per
31 Desember 2024 atau menurun sebesar -9,72Y6 YoY dibandingkan tahun 2023. Agar dapat
dijelaskan:
Page 7 OCR 0.949
a. Penjelasan Perseroan mengenai pengelolaan dan pengamanan aset eks tiang proyek monorail.
Jawaban:
Persediaan jangka panjang merupakan persediaan yang berupa eks tiang-tiang monorail atas
pemberhentian pengerjaan Proyek Kereta Jakarta Monorail yang dilakukan penurunan nilai
setiap tahun secara periodik sebesar Rp. 6,3T.

b. Apakah terdapat rencana pemanfaatan aset tersebut agar tidak bersifat idle?
Jawaban:
Pemanfaatan aset monorail telah di dalam proses audiensi kepada pemerintah DKI Jakarta dan
dalam tahap telaah opsi opsi yang akan diambil

11. Berdasarkan CALK nomor 29 tentang Liabilitas Lainnya, Perseroan membukukan saldo kenaikan

Liabilitas Lainnya sebesar Rp451,61 miliar per 31 Desember 2024 atau meningkat sebesar 217,20Y6
YoY dibandingkan tahun 2023. Agar dapat dijelaskan:
a. Penjelasan dan rincian mengenai kenaikan Utang Jangka Pendek Lainnya (pihak ketiga) sebesar
Rp88,33 miliar.
Jawaban:
Kenaikan utang jangka pendel lainnya disebabkan oleh pembukuan akruan bunga pinjaman
bank pada periode 2024
b. Agar dapat dirinci secara detail item Liabilitas Jangka Panjang Lainnya sebesar Rp289,81 miliar
per31 Desember 2024.
Jawaban:
Berikut rincian Liabilitas Jangka Panjang Lainnya sebesar Rp289,81 miliar per 31 Desember
2024
Hutang Lain-lain pihak ketiga 281,768,592,439

Liabilitas Sewa 8,050.357,588
Total 289,819,450,027

12. Berdasarkan CALK nomor 11b tentang Utang Pajak, Perseroan memiliki saldo utang pajak sebesar

Rp620,14 miliar per 31 Desember 2024 atau menurun sebesar -40,55Y6 YoY dibandingkan tahun

2023. Agar dapat dijelaskan:

a. Latar belakang Perseroan belum memenuhi kewajiban utang pajak tersebut terutama atas utang
Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penghasilan.
Jawaban:
Perusahaan melakukan pembayaran atas Pajak Penghasilan berdasarkan Metode Kas Basis, sesuai
dengan Undang Undang Perpajakan, atas Saldo Utang Pajak Penghasilan Desember terbayarkan
Pada Januari 2025, sedangkan untuk Pajak Pertambahan Nilai atas Pajak Keluaran baru terlapor di
31 Januari 2025 dan atas seluruh utang Pajak Pertambahan Nilai terhadap pajak Keluaran telah
terlaporkan melalui SPT Masa Desember. Sehingga perusahaan secara latar belakang tidak ada
tujuan atau indikasi tidak memenuhi kewajiban perpajakan.

b. Estimasi target pembayaran utang pajak tersebut.
Jawaban:
Perusahaan atas utang pajak tersebut telah melakukan pembayaran dan pelaporan sesuai dengan
ketentuan perundang-undangan perpajakan yang beralaku, untuk Pajak Penghasilan tanggal 10
Januari 2025, dan untuk PPN tanggal 31 Januari 2025 atau akhir bulan setelah masa pajak yang
bersangkutan.

€c. Apakah telah terdapat denda/bunga atas keseluruhan utang pajak tersebut?
Jawaban:
Tidak terdapat sanksi bunga atas keseluruhan utang pajak teresebut, hal ini bisa tercermin atas
terbitnya Surat Keterangan Fiskal dengan Nomor : KET-00008/SKF-CT/KPP.1904/2025

d. Sumber pendanaan untuk membayar utang pajak Perseroan.
Jawaban:
Perusahaan menggunakan Sumber pendanaan operasional untuk membayar utang pajak, sesuai
dengan sumber yang telah ditentukan.

13. Menurut Perseroan, faktor-faktor apakah yang dapat menjadi sentimen terkait penurunan harga

saham Perseroan selama satu tahun terakhir?

9
Page 8 OCR 0.945
14,

Jawaban:

Beberapa faktor yang menjadi sentimen penurunan harga saham Perseroan antara lain turunnya
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), konflik geopolitik yang mempengaruhi rantai pasok, dan
Realokasi anggaran Pemerintah.

Informasi / fakta / kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga Efek
Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.

Jawaban:

Adapun sampai dengan saat ini tidak ada informasi/kejadian penting lain yang material sehingga dapat
mempengaruhi kelangsungan hidup Perseroan serta mempengaruhi harga saham perusahaan.

w

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.68 MB
Published19 Mar 2025
Pages8
Characters20,648
Text sourceOCR
OCR confidence0.937

Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT Hutama Karya p.5
possible org Bursa Efek Indonesia p.1 ×3
possible org Adhi Karya (Persero) Tbk p.1 ×8
possible org PT. Wijaya Karya p.5
possible org PT PP p.5
unresolved org ARHI KARYA (Persero) Tbk. p.1
unresolved org PT Nindya Karya p.5
unresolved org PT Bangun Cipta p.5
unresolved org PT KAI p.5 ×2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result