Back to announcement
20250319_ADHI_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31869874_lamp1.pdf
Other Text extracted ADHISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 8
Page 1 OCR 0.936
beyond construction Nomor :150/SP-1II/2025 Lampiran 11 Bundie Jakarta, 19 Maret 2025 Kepada Yth. Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 Bursa Efek Indonesia Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1 Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53, Jakarta Selatan 12190 Perihal: Penyampaian Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Dengan Hormat, Menindaklanjuti Surat PT Bursa Efek Indonesia Nomor S-02698/BEI.PP2/03-2025 tanggal 17 Maret 2025 perihal Permintaan Penjelasan atas Penyampaian: 1. Surat PT Adhi Karya (Persero) Tbk (“Perseroan”) nomor 095/SP-III/2025 tanggal 3 Maret 2025 perihal Penyampian Laporan Keuangan Audited Tahun 2024 PT Adhi Karya (Persero) Tbk.: 2. Surat Perseroan nomor 107/SP-III/2025 tanggal 7 Maret 2025 perihal Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek, dan 3. Keterbukaan Informasi Perseroan nomor 103/SP-III/2025 perihal ADHI membukukan Laba Bersih sebesar Rp252 miliar di tahun 2024, tumbuh 184 dibandingkan tahun lalu. Bersama ini kami sampaikan tanggapan sebagai berikut (terlampir). Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih. Hormat Kami, ARHI KARYA (Persero) Tbk. Corporate Secretary P. 62-21 7975312 F. 62-21 7975311 E.adhi@adhi.co.id PT ADHI KARYA (Persero) Tbk. Head Office Jl. Raya Pasar Minggu Km. 18 Jakarta 12510, Indonesi:
Page 2 OCR 0.954
ILampiran Agar pertanyaan nomor I s.d nomor 14 dapat dijawab melalui Form E023— Tanggapan Permintaan Penjelasan Bursa (publish) 1 Berdasarkan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) nomor 8 tentang Persediaan, dimana Perseroan membukukan Persediaan per 31 Desember 2024 sebesar Rp5,97 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 5,11”o YoY. Atas hal tersebut agar dijelaskan: a. Penjelasan mengenai Persediaan Tanah Sedang Dikembangkan berupa Urban Signature dan Oase Park berturut-turut memiliki realisasi rendah sebesar 56 dan 896. Jawaban: Realisasi penjualan yang rendah di Urban Signature (LRT CITY Ciracas) dan Oase Park terjadi karena penurunan daya beli masyarakat khususnya kelas menengah di 2024 dan 2025 ini. Padahal, pembeli utama dengan tujuan dihuni mayoritas merupakan kelas menengah, namun terkendala ekonomi yang tidak stabil, inflasi, dan kenaikan suku bunga yang membuat kredit kepemilikan properti menjadi menurun. Konsumen juga lebih selektif terkait gaya hidup baru, dan menginginkan unit yang siap huni dengan fasilitas kawasan yang siap digunakan. Sehingga hal ini menurunkan tingkat penjualan di Urban Signature (LRT CITY Ciracas) dan Oase Park. Di sisi lain, konversi penjualan menjadi cash in juga menjadi tantangan di 2024-2025. Selain suku bunga yang tinggi, peningkatan risk appetite oleh bank tercermin dari syarat-syarat dokumen yang dipersulit sehingga banyak konsumen yang tidak bankable. Ini semakin memperburuk realisasi cash in. Adanya insentif PPN dari pemerintah juga belum bisa dimanfaatkan oleh Urban Signature (LRT CITY Ciracas) dan Oase Park karena kedua kawasan tersebut belum siap huni. b. Strategi Perseroan untuk meningkatkan realisasi penjualan atas persediaan real estat di masa mendatang. Jawaban: Untuk unit ready seperti LRT CITY Bekasi Eastern Green, LRT CITY Jatibening, LRT CITY Sentul dan ADHI CITY Sentul, digunakan tangga harga special dan sehingga bisa memperbesar market share. Kami juga mendorong unit ready untuk bisa terkonversi menjadi bisnis hotel dengan skema bulk sale maupun rental management khususnya di LRT CITY Sentul yang berlokasi strategis untuk menjadi hotel. Sehingga selama proses penjualan bulk, unit mendapatkan penghasilan berulang. Selain itu, kawasan yang memiliki lahan pengembangan jangka panjang dapat digunakan untuk peningkatan recurring income menjadi park and ride dan kawasan komersial, mengingat tingginya traffic dan mobilitas di kawasan ADCP. Untuk tanah dan kavling juga menggunakan Strategi harga special dan skema long lease untuk dimanfaatkan sebagai peningkatan value di kawasan. c. Kendala yang dihadapi dan tindak lanjut yang telah dan akan dilakukan untuk meningkatkan penjualan persediaan real estat milik Perseroan. Jawaban: 1. Overprice Akibat Jangka Waktu Penjualan: Harga properti yang ditetapkan menjadi tidak kompetitif seiring berjalannya waktu, terutama jika pasar mengalami perubahan. Hal ini dapat disebabkan oleh kenaikan biaya pembangunan yang tidak diantisipasi serta jangka waktu penjualan yang bertambah sehingga menambah biaya umum yang dibebankan ke harga jual. Upaya yang dilakukan adalah dengan menyesuaikan harga special, sehingga lebih mudah terserap oleh konsumen. 2. Unit Besar Harga Tinggi: Unit-unit dengan ukuran besar dan harga tinggi seperti unit 2BR lebih sulit penjualan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil, padahal unit besar menjadi mayoritas unit di unit ready di LRT CITY Bekasi Eastern Green, LRT CITY Jatibening, dan ADHI CITY Sentul |. Upaya yang dilakukan adalah memecah unit dari 2BR, menjadi dua studio, dan meningkatkan value dari Studio menjadi IBR dengan ak
Page 3 OCR 0.946
menambah sekat unit. Secara promosi, iklan digital fokus pada pasar keluarga yang menyasar unit-unit besar. Penjualan Stabil, Namun Pembatalan Tinggi: Meskipun penjualan terlihat stabil, tingkat pembatalan yang tinggi semakin tinggi ekonomi yang tidak stabil, inflasi, dan kenaikan suku bunga yang membuat kredit kepemilikan properti menjadi menurun. Upaya yang dilakukan meliputi menambah opsi perbankan sehingga mempermudah konsumen dalam kredit properti. Selain itu, peningkatan target market pada iklan digital, serta program Home Ownership Program (HOP) terhadap perusahaan sepanjang jalur LRT Jabodebek. w 2. Berdasarkan CALK nomor 18 tentang Aset Tetap, Perseroan membukukan aset tetap sebesar Rp2,18 triliun per 31 Desember 2024, meningkat 6,446 dibandingkan per 31 Desember 2023 sebesar Rp2,04 triliun. Atas hal tersebut agar dijelaskan: a. Latar belakang kenaikan aset tetap per 31 September 2024 dibandingkan 31 Desember 2023. Jawaban: Aset tetap mengalami kenaikan terbesar per 31 Desember 2024 jika dibandingkan dengan 31 Desember 2023 utamanya akibat adanya surplus revaluasi tanah yang terjadi b. Progres terkini atas aset tetap dalam pembangunan seniai Rp54,04 miliar per 31 Desember 2024. Jawaban: Aset tetap dalam pembangunan didominasi dari Bangunan Gedung Adhi Tower. Aset tersebut merupakan biaya pembangunan Adhi tower dimana biaya pembangunan menjadi nilai tambah aset tersebut sesuai dengan progres pekerjaan. €. Waktu penyelesaian aset tetap dalam pembangunan sehingga dapat digunakan oleh Perseroan. Jawaban: Rencana aset dalam pembangunan akan selesai pada tahun 2025 dan akan direklasifikasi saat progress pekerjaan telah 100Y6. d. Penjelasan Perseroan memilih menggunakan model revaluasi untuk pengakuan aset tetap berupa tanah. Jawaban: Metode revaluasi dilakukan perusahaan untuk pengakuan aset tetap tanah karena bertujuan untuk mencerminkan nilai pasar aset tanah yang dimiliki perseroan. Revaluasi aset tetap dapat dilakukan karena kenaikan nilai aset tetap di pasaran atau karena rendahnya nilai aset tetap dalam laporan keuangan. Berdasarkan CALK nomor 24 tentang Utang Bruto Subkontraktor, Perseroan membukukan utang bruto pihak ketiga sebesar Rp3,00 triliun per31 Desember 2024, menurun dibandingkan per 31 Desember 2023 sebesar Rp4, 12 triliun atau sebesar -27,14”o. Atas hal tersebut agar dijelaskan: a. Strategi Perseroan untuk melunasi utang bruto subkontraktor yang akan dan telah jatuh tempo di masa mendatang. Jawaban: Untuk melunasi utang bruto subkontraktor harus menjadi utang usaha terlebih dahulu. Sehingga strategi yang sudah dilakukan melalui sistem pembayaran back to back, dimana pengakuan utang usaha ketika pekerjaan disetujui atau terbayar oleh pemilik pekerjaan. Untuk menghindari lebih cepatnya pembayaran ke pihak ketiga dibandingkan dengan penerimaan dari pemilik pekerjaan b. Sumber dana yang akan digunakan untuk melunasi utang bruto subkontraktor di masa mendatang. Jawaban: Sumber dana yang akan digunakan di masa mendatang adalah menggunakan penerimaan pembayaran dari pemilik pekerjaan atas piutang prestasi yang telah dikerjakan, atau menggunakan fasilitas non cash loan dari perbankan. c. Perkiraan waktu Perseroan dapat melunasi utang jatuh tempo tersebut. Jawaban: Waktu Perseroan dapat melunasi utang jatuh tempo tersebut sangat dipengaruhi oleh penerimaan pembayaran dari pemilik pekerjaan atas piutang prestasi yang telah dikerjakan. (es
Page 4 OCR 0.915
Tetapi bila menggunakan fasilitas non cash loan perkiraan perseroan dapat melunasi selama 180 hari. d. Agar dapat melengkapi aging umur utang bruto Perseroan per 31 Desember 2024 dengan mengisi tabel berikut: Jawaban: Realisasi Persentase Keterangan 31 Desemter ea Sisa Utang kn 2025 (2 Belum jatuh 1,900,298 727,453 1,172,845 3840 tempo 1-30 hari 426,442 - 686,612 0Yo 31-60 hari 90,476 - 185,375 096 61-90 hari 226.677 65,180 161,497 2940 | Lebih dari 90 524,000 - 565,615 04 hari | | Total | 3,167,893 | 395,949 |. 2,771,944 | 1270 | 4. Perseroan per 31 Desember 2024 membukukan pendapatan sebesar Rp13,35 miliar, menurun -33,48y6 dibanding periode yang sama pada tahun 2023. Laba bersih Perseroan per 31 Desember 2024 sebesar Rp281, 14 miliar juga menurun -3,01Y6 dibandingkan per 31 Desember 2023 sebesar Rp289,88 miliar. Atas hal tersebut agar dijelaskan: a. Latar belakang dan penjelasan penurunan pendapatan per 31 Desember 2024 dibandingkan 31 Desember 2023. Jawaban: Pendapatan Usaha yang tercatat sebesar Rp13,35 miliar, merupakan pendapatan NJO yang mana nilai kontrak baru atas kontribusi proyek NJO mengalami penurunan dan bergeser ke kontribusi proyek JO. b. Penjelasan Perseroan mengenai rendahnya realisasi pendapatan atas segmen Teknik dan Konstruksi per 31 Desember 2024 yang menurun sebesar -34,98Yo YoY. Jawaban: Rendahnya pendapatan dari segmen ini tidak terlepas dari kontribusi pendapatan dari proyek NJO yang mengalami penurunan dan bergeser ke perolehan proyek JO. Cc. Penjelasan Perseroan mengenai rendahnya realisasi pendapatan atas segmen Properti dan Pelayanan per 31 Desember 2024 yang menurun sebesar -40,15Ys YoY. Jawaban: Penurunan pendapatan properti tahun ini salah satunya akibat pasar properti yang lesu secara makro, selain itu salah satu anak usaha properti adhi sedang mengalami PKPU yang berpengaruh pada kinerja penjualan unit properti perusahaan pada periode 2024. d. Strategi Perseroan untuk meningkatkan pendapatan dan laba bersih di masa mendatang. Jawaban: 1. Melakukan operational excellent baik dari sisi cost reduction di HPP maupun strategi SCM (material strategis, dll) 2. Efisiensi beban usaha, meliputi efisiensi penggunaan listrik, perjalanan dinas, dan tunjangan-tunjangan yang bersifat sementara 3. Optimalisasi cash-in, pengelolaan arus kas baik dari strategi dan percepatan penagihan piutang dan prioritas dalam pembayaran rekanan/ perbankan. Berdasarkan CALK nomor 41 tentang Bagian Laba Ventura Bersama, Perseroan membukukan laba ventura bersama sebesar Rp884.67 miliar per 31 Desember 2024, meningkat 81,40Yo dibandingkan per 31 Desember 2023 sebesar Rp487,67 miliar. Atas hal tersebut agar dijelaskan: 04
Page 5 OCR 0.923
a. Latar belakang dan penjelasan peningkatan laba ventura bersama per 31 Desember 2024. Jawaban: Peningkatan laba ventura bersama per 31 Desember 2024 diperoleh dari pergeseran segmentasi kontrak ADHI dari Non Joint Operation ke Joint Operation, proyek yang mendominasi perolehan laba ventura bersama adalah proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Fase 2 dan Tol Jakarta Cikampek II Penjelasan mengenai rendahnya realisasi laba ventura bersama atas proyek Pembangunan Jalan Tol Bayung Lencir — Tempino Seksi I sebesar Rp11,45 miliar atau menurun sebesar -79,80Y6 YoY. Jawaban: Penurunan realisasi laba ventura bersama atas proyek Pembangunan Jalan Tol Bayung Lencir — Tempino Seksi 1 sebesar Rp1 1,45 miliar atau menurun sebesar -79,80”o YoY disebabkan oleh telah selesai nya proyek tersebut sehingga terdapat penurunan realisasi laba ventura bersama pada tahun 2024 dibandingkan 2023. Mohon dirincikan laba ventura bersama ”lain-lain” sebesar Rp43,96 miliar per 31 Desember 2024. Jawaban: Nama Ventura Bersama & Nama Proyek JV Adhi - PT. Wijaya Karya - Patimban Access Toll Road Construction Project Pacakage 4 JV APG - PEMBANGUNAN DUKUNGAN DORMITORY PSSI DI IKN JV Adhi - PT Nindya Karya (Pengendalian Banjir Kali Bekasi Paket 1) 8.575.143.001 JV Adhi - PT PP (Construction Works for Mother and Child Health Care Center Konstruksi Gedung) 7.774,742,871 Tol Serang - Panimbang Seksi 3 Fase 2 5.271.556.302 JV Adhi - PT Hutama Karya - PT Bangun Cipta (Pembangunan Pelindung Tumbukan Kapal (Fender) Dan M43545677 Bangunan Pelengkap Jembatan Pulau Balang) TOTAL — 13,968.257,828 6. Berdasarkan CALK nomor 5 tentang Piutang Usaha, Perseroan membukukan penurunan piutang usaha sebesar Rp2,44 triliun per 31 Desember 2024, menurun -64,17”4 dibandingkan per 31 Desember 2023 sebesar Rp6,82 triliun. Atas hal tersebut agar dijelaskan: a. Penjelasan Perseroan mengenai tingginya realisasi penagihan piutang usaha per 31 Desember 2024 khususnya piutang pihak berelasi. Jawaban: Tingginya realisasi penagihan piutang usaha adalah kontribusi dari proyek LRT Jabodebek (Bowheer PT KAI - Berelasi) dengan total pencairan piutang sebesar 4,1 Triliun pada periode tahun buku 2024. Rincian mengenai piutang usaha pihak berelasi lain-lain sebesar Rp106,06 miliar yang mengalami penurunan signifikan sebesar -97,50Y6 YoY. Jawaban: Penurunan yang signifikan disebabkan adanya pembayaran piutang usaha dari PT KAI atas proyek LRT Jabodebek sebesar 4,1 Triliun. 7. Berdasarkan CALK nomor 42 tentang Beban Keuangan, Perseroan membukukan kenaikan beban keuangan sebesar Rp837,53 miliar per 31 Desember 2024, meningkat 3,51Y6 dibandingkan per 31 Desember 2023 sebesar Rp809,08 miliar. Atas hal tersebut agar dijelaskan: a. Penjelasan singkat mengenai peningkatan beban keuangan Perseroan per 31 Desember 2024. Jawaban: Peningkatan beban keuangan diakibatkan adanya penurunan kemampuan perusahaan dalam mengkapitaliasi beban keuangan ke dalam struktur HPP, khususnya anak usaha properti. Hal ini linier dengan kondisi anak usaha properti yang sedang mengalami PKPU. Nilai times interest earned ratio Perseroan selama kurun waktu 5 tahun terakhir. Jawaban: Tahun Rasio TIE (x) 2020 171 c$
Page 6 OCR 0.933
Cc. 2021 1.75 2022 1.91 2023 2.24 2024 1.96 Upaya Perseroan yang telah dan akan dilakukan untuk menekan peningkatan beban keuangan di masa mendatang. Jawaban: Upaya perseroan yakni dengan melakukan pembayaran jatuh tempo bank secara tepat waktu 8. Berdasarkan laporan arus kas, Perseroan membukukan arus kas operasi positif dan meningkat signifikan per 31 Desember 2024 sebesar Rp1,46 triliun atau meningkat sebesar 1.649,54”6 YoY. Atas hal tersebut agar dijelaskan: a. Latar belakang dan penjelasan mengenai perbaikan arus kas operasi pada 31 Desember 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Jawaban: Perbaikan arus kas operasi pada 31 Desember 2024 diperoleh dari perolehan termin Light Rail Transit (LRT) terintegrasi di Wilayah Jabodebek sebesar Rp. 4,l triliun Sehubungan dengan perbaikan arus kas operasi pada 31 Desember 2024, apakah Perseroan mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan modal kerja di masa mendatang akan bersumber dari Kas Internal? Jawaban: Perseroan telah memenuhi kebutuhan modal kerja yang bersumber dari perolehan termin dan pinjaman bank serta obligasi Strategi Perseroan untuk dapat mempertahankan arus kas operasi positif di masa mendatang. Jawaban: Perseroan akan berupaya melindungi arus kas yang sehat dan memastikan keberlanjutan jangka pendek, menengah dan jangka panjang melalui pengendalian yang proporsional serta pengelolaan risiko yang terbatas dan terkendali. Berdasarkan CALK nomor 12 tentang Aset Lancar Lain-Lain, Perseroan membukukan saldo sebesar Rp1,29 triliun per 31 Desember 2024 atau meningkat sebesar 89,726 YoY dibandingkan tahun 2023. Agar dapat dijelaskan: a. Penjelasan mengenai peningkatan aset lancar lain-lain pada 31 Desember 2024. Jawaban: Aset lancar lain-lain merupakan Pekerjaan Dalam Proses Konstruksi yang terdiri dari Klaim atas pekerjaan yang masih dalam proses Addendum dan proses Mediasi yaitu proyek sesuai rincian 2024 2023 — RP Pekerjaan dalam Proses Konstruksi 969.618.704,852 425,449.939.429 Construction Work in Progress Piutang Laindan .323289786.077 Other Receivables Jumlah Torat berikut : Nature Aset Lancar Lain-Lain yang terdiri dari Klaim atas Pekerjaan yang masih dalam proses addendum dan proses mediasi. Jawaban: Klaim atas pekerjaan yang masih addendum dari proyek Pelaksanaan Pembangunan Jalan Tol Ruas Sigli - Banda Aceh sebesar Rp. 969 miliar. . Berdasarkan CALK nomor 21 tentang Aset Tidak Lancar Lainnya, Perseroan memiliki saldo persediaan jangka panjang yang merupakan eks tiang proyek monorail Jakarta sebesar Rp59,04 per 31 Desember 2024 atau menurun sebesar -9,72Y6 YoY dibandingkan tahun 2023. Agar dapat dijelaskan:
Page 7 OCR 0.949
a. Penjelasan Perseroan mengenai pengelolaan dan pengamanan aset eks tiang proyek monorail. Jawaban: Persediaan jangka panjang merupakan persediaan yang berupa eks tiang-tiang monorail atas pemberhentian pengerjaan Proyek Kereta Jakarta Monorail yang dilakukan penurunan nilai setiap tahun secara periodik sebesar Rp. 6,3T. b. Apakah terdapat rencana pemanfaatan aset tersebut agar tidak bersifat idle? Jawaban: Pemanfaatan aset monorail telah di dalam proses audiensi kepada pemerintah DKI Jakarta dan dalam tahap telaah opsi opsi yang akan diambil 11. Berdasarkan CALK nomor 29 tentang Liabilitas Lainnya, Perseroan membukukan saldo kenaikan Liabilitas Lainnya sebesar Rp451,61 miliar per 31 Desember 2024 atau meningkat sebesar 217,20Y6 YoY dibandingkan tahun 2023. Agar dapat dijelaskan: a. Penjelasan dan rincian mengenai kenaikan Utang Jangka Pendek Lainnya (pihak ketiga) sebesar Rp88,33 miliar. Jawaban: Kenaikan utang jangka pendel lainnya disebabkan oleh pembukuan akruan bunga pinjaman bank pada periode 2024 b. Agar dapat dirinci secara detail item Liabilitas Jangka Panjang Lainnya sebesar Rp289,81 miliar per31 Desember 2024. Jawaban: Berikut rincian Liabilitas Jangka Panjang Lainnya sebesar Rp289,81 miliar per 31 Desember 2024 Hutang Lain-lain pihak ketiga 281,768,592,439 Liabilitas Sewa 8,050.357,588 Total 289,819,450,027 12. Berdasarkan CALK nomor 11b tentang Utang Pajak, Perseroan memiliki saldo utang pajak sebesar Rp620,14 miliar per 31 Desember 2024 atau menurun sebesar -40,55Y6 YoY dibandingkan tahun 2023. Agar dapat dijelaskan: a. Latar belakang Perseroan belum memenuhi kewajiban utang pajak tersebut terutama atas utang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penghasilan. Jawaban: Perusahaan melakukan pembayaran atas Pajak Penghasilan berdasarkan Metode Kas Basis, sesuai dengan Undang Undang Perpajakan, atas Saldo Utang Pajak Penghasilan Desember terbayarkan Pada Januari 2025, sedangkan untuk Pajak Pertambahan Nilai atas Pajak Keluaran baru terlapor di 31 Januari 2025 dan atas seluruh utang Pajak Pertambahan Nilai terhadap pajak Keluaran telah terlaporkan melalui SPT Masa Desember. Sehingga perusahaan secara latar belakang tidak ada tujuan atau indikasi tidak memenuhi kewajiban perpajakan. b. Estimasi target pembayaran utang pajak tersebut. Jawaban: Perusahaan atas utang pajak tersebut telah melakukan pembayaran dan pelaporan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan perpajakan yang beralaku, untuk Pajak Penghasilan tanggal 10 Januari 2025, dan untuk PPN tanggal 31 Januari 2025 atau akhir bulan setelah masa pajak yang bersangkutan. €c. Apakah telah terdapat denda/bunga atas keseluruhan utang pajak tersebut? Jawaban: Tidak terdapat sanksi bunga atas keseluruhan utang pajak teresebut, hal ini bisa tercermin atas terbitnya Surat Keterangan Fiskal dengan Nomor : KET-00008/SKF-CT/KPP.1904/2025 d. Sumber pendanaan untuk membayar utang pajak Perseroan. Jawaban: Perusahaan menggunakan Sumber pendanaan operasional untuk membayar utang pajak, sesuai dengan sumber yang telah ditentukan. 13. Menurut Perseroan, faktor-faktor apakah yang dapat menjadi sentimen terkait penurunan harga saham Perseroan selama satu tahun terakhir? 9
Page 8 OCR 0.945
14, Jawaban: Beberapa faktor yang menjadi sentimen penurunan harga saham Perseroan antara lain turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), konflik geopolitik yang mempengaruhi rantai pasok, dan Realokasi anggaran Pemerintah. Informasi / fakta / kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga Efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik. Jawaban: Adapun sampai dengan saat ini tidak ada informasi/kejadian penting lain yang material sehingga dapat mempengaruhi kelangsungan hidup Perseroan serta mempengaruhi harga saham perusahaan. w
Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
ARHI KARYA (Persero) Tbk.
p.1
unresolved
org
PT Nindya Karya
p.5
unresolved
org
PT Bangun Cipta
p.5
unresolved
org
PT KAI
p.5 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.