Skip to content
Back to announcement

20260629_BYAN_Informasi Transaksi Afiliasi_32105780_lamp5.pdf

Asset transaction Needs review BYAN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 52

Page 1
    Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness
  Opinion) atas Rencana Transaksi Pekerjaan
Pembangunan Retaining Wall pada RD19-RD27
  Alur Pengalihan Sungai dan Pembangunan
   Jembatan di Tabang, Kutai Kartanegara,
Kalimantan Timur antara PT Bara Tabang dan PT
              Nirmala Matranusa

       File No. : 001/LPR-DAZ/PDM-BR/VI/2026
Page 2
                                     R e g i s t e re d P r o p e r t y & B u s i n e s s A p p r a i s e r s
                                      No. Izin K J P P 2.15.00128 Wilayah Kerja Seluruh Indonesia


   Jakarta, 15 Juni 2026
   No.        :    001/LPR-DAZ/PDM-BR/VI/2026
   Perihal    :   Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi
                  Pekerjaan Pembangunan Retaining Wall pada RD19-RD27 Alur Pengalihan Sungai
                  dan Pembangunan Jembatan di Tabang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
                  antara PT Bara Tabang dan PT Nirmala Matranusa.

   Kepada Yth,
   PT BAYAN RESOURCES Tbk
   Gedung Office 8, Lantai 37, Unit A-H,
   Jl. Senopati No. 8B
   Senayan, Kebayoran Baru
   Jakarta Selatan – 12190


   Dengan Hormat,
   Berdasarkan permintaan dari PT BAYAN RESOURCES Tbk (selanjutnya disebut “BYAN” atau
   “Perseroan”) untuk memberikan pendapat kewajaran (Fairness Opinion) sehubungan dengan
   rangkaian rencana transaksi pekerjaan pembangunan retaining wall pada RD19-RD27 alur
   pengalihan sungai dan pembangunan jembatan di Tabang, Kutai Kartanegara, Kalimantan
   Timur antara PT BARA TABANG (selanjutnya disebut “BT”) selaku pemberi kerja dan PT NIRMALA
   MATRANUSA (selanjutnya disebut “NMN”) selaku kontraktor, yang tertuang dalam Surat
   Penawaran No. 078/SP-DAZ/PDM-BR/V/2026, tanggal 12 Mei 2026 dari Kantor Jasa Penilai
   Publik Dedy, Arifin, Nazir dan Rekan yang telah disetujui.
   Dengan ini kami menyatakan bahwa kami telah melakukan investigasi dan analisis atas opini
   kewajaran rencana transaksi di atas serta menyampaikan laporan ini untuk keperluan
   pengguna laporan.

   Status Penilai
   Penilai adalah Kantor Jasa Penilai Publik Publik Dedy, Arifin, Nazir dan Rekan (“KJPP DAZ
   REKAN”) dengan izin dari Menteri Keuangan No. 2.15.00128, berdasarkan Keputusan Menteri
   Keuangan No. 391/KM.1/2015, tanggal 15 Mei 2015 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi
   penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi
   Penunjang Pasar Modal No. S-132/PM.223/2022. Indentifikasi Penilai yang bertanggungjawab
   pada laporan kajian ini adalah sebagai berikut :
   Nama                    : Pardomuan, S.T.P, M.M, MAPPI (Cert.)
   Anggota MAPPI           : 08-S-02181
   No. Izin Penilai Publik : P-1.17.00478
                             B-1.12.00327
   No. STTD                : STTD.PPB-46/PJ-1/PM.02/2023
   No.Register             : RMK-2017.00288
   Klasifikasi bidang jasa : Penilai Bisnis dan Properti
   KJPP DAZ REKAN/Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan kajian atas objek rencana
   transaksi pada perihal dimaksud, dan tidak mempunyai benturan kepentingan terhadap
   subjek atau objek kajian, sehingga dalam posisi untuk memberikan kajian objektif dan tidak
   memihak.




JAKARTA BRANCH OFFICE :                                                                                                     HEAD OFFICE :
Apple 1 Condovilla, Unit C/Q/GF/07                                                             The Bellagio Boutique Mall Lt. 1 No. OL2-03
Jl. Jati Padang Raya, Pasar Minggu                                                     Jl. Mega Kuningan Barat Kav. E4.3, Kuningan Timur,
Jakarta Selatan - 12540                                                                                 Setiabudi, Jakarta Selatan - 12950
Phone/fax : (021) 48678706                                                                             Website : www.kjppdazrekan.co.id
Email : contact1kjppdazrekan@gmail.com


       Kantor Pusat : Jakarta Selatan (P)                 Kantor Cabang : Jakarta Selatan (PB); Pekanbaru (P); Medan (P)
Page 3
Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan penguna laporan pendapat kewajaran ini adalah :
Nama Perusahaan          : PT Bayan Resources Tbk
Alamat                   : Gedung Office 8, Lantai 37, Unit A-H,
                          Jl. Senopati No. 8B
                           Senayan, Kebayoran Baru
                           Kota ADM Jakarta Selatan
                           DKI Jakarta – 12190
Bidang usaha             : Holding, Pengangkutan dan Penjualan           Batubara,    dan
                           Pengelolaan Terminal Khusus Batubara.
Telepon/Faks             : (021) 29356888 / (021) 29356999
Email                    : corporate.secretary@bayan.com.sg

Objek Pendapat Kewajaran
Objek pendapat kewajaran adalah rencana transaksi pekerjaan pembangunan retaining
wall pada RD19-RD27 alur pengalihan sungai dan pembangunan jembatan di Tabang, Kutai
Kartanegara, Kalimantan Timur antara BT selaku pemberi kerja dan NMN selaku kontraktor.
Selanjutnya dalam laporan ini rencana transaksi di atas akan disebut sebagai “Rencana
Transaksi”.

Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
Komoditas batubara tidak bisa dipungkiri merupakan salah satu faktor pendorong kemajuan
peradaban sejak era industri dimulai hingga ke masa modern. Terlepas dari reputasinya yang
negatif, batubara tetap menjadi sumber energi utama bagi dunia terutama negara
berkembang agar dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan pasar
yang berkembang. Di sisi lain, BYAN memahami bahwa pelaku industri pertambangan juga
mengemban tanggung jawab yang besar untuk meminimalkan dampak terhadap
lingkungan hidup selama transisi dunia menuju energi terbarukan dan memastikan
pembangunan yang berkelanjutan di dunia untuk waktu yang akan datang.
Alasan dan latar belakang dilakukannya Rencana Transaksi sebagai berikut :
•   Pembangunan Retaining Wall Pada RD19-RD27 Alur Pengalihan Sungai dan
    Pembangunan Jembatan di Tabang :
    - Mencegah terjadinya longsor pada alur sungai baru akibat adanya pengalihan alur
      sungai,
    - Dapat mengoptimalkan perolehan batubara dari cadangan yang berada di dalam
      dan sekitar area sungai sehingga menambah profitabilitas di masa mendatang,
    - Pembangunan jembatan di sepanjang jalur guna menyediakan akses bagi peralatan
      ringan hingga menengah untuk kebutuhan pemeliharaan insidental saluran
      pengalihan, serta untuk mengakomodasi potensi kebutuhan akses lainnya bagi
      pengguna lahan di masa mendatang.

Jenis Mata Uang yang Digunakan
Rencana Transaksi menggunakan mata uang Rupiah.

Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran
Tujuan laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi yang ditujukan dalam rangka
memenuhi ketentuan peraturan OJK Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Benturan Kepentingan, tanggal 1 Juli 2020.




                                                ii
Page 4
Dalam memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, kami berpedoman pada
peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilai Bisnis
di Pasar Modal, tanggal 25 Mei 2020, Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian
Indonesia 2018 (SPI 2018 Edisi VII) serta peraturan perundangan yang berlaku.
Berdasarkan penjelasan dari manajemen BYAN, rencana transaksi di atas memenuhi
ketentuan peraturan tentang transaksi afiliasi, namun bukan transaksi material karena nilai
rencana transaksi di bawah 20% dari ekuitas BYAN per 31 Desember 2025 dan atas rencana
transaksi tersebut tidak terdapat benturan kepentingan.

Tanggal Pendapat Kewajaran dan Tanggal Laporan

• Tanggal pendapat kewajaran adalah per 31 Desember 2025.
• Tanggal laporan pendapat kewajaran adalah 15 Juni 2026.
Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melaksanakan pekerjaan ini kami telah melakukan investigasi untuk mengumpulkan
data dengan cara melakukan inspeksi, wawancara dengan manajemen, serta melakukan
penelaahan, perhitungan dan analisis dari data dan informasi yang diperoleh dari
manajemen maupun sumber-sumber lainnya yang relevan dan dapat diandalkan.

Metode dan Prosedur Penyusunan Pendapat Kewajaran
Untuk dapat memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, kami melakukan
analisis transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif, dan analisis atas kewajaran nilai transaksi.
Analisis dilakukan berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari manajemen BYAN
serta dari berbagai sumber lainnya, yaitu:
1. Laporan keuangan konsolidasian BYAN tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, yang telah
   diaudit oleh KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan, sebagaimana tertuang dalam laporan
   No: 00203/2.1457/AU.1/02/0241-1/1/II/2026 tanggal 27 Februari 2026;
2. Laporan keuangan konsolidasian BYAN tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, yang telah
   diaudit oleh KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan, sebagaimana tertuang dalam laporan
   No: 00185/2.1457/AU.1/02/1122-2/1/II/2025 tanggal 28 Februari 2025;
3. Laporan keuangan konsolidasian BYAN tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, yang telah
   diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, sebagaimana tertuang dalam
   laporan No: 00219/2.1025/AU.1/02/1122-1/1/II/2024 tanggal 29 Februari 2024;
4. Laporan keuangan konsolidasian BYAN tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, yang telah
   diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, sebagaimana tertuang dalam
   laporan No: 00268/2.1025/AU.1/02/1130-3/1/III/2023 tanggal 9 Maret 2023;
5. Laporan keuangan konsolidasian BYAN tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, yang telah
   diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, sebagaimana tertuang dalam
   laporan No: 00463/2.1025/AU.1/02/1130-2/1/III/2022 tanggal 30 Maret 2022;
6. Laporan keuangan BT tanggal 31 Desember 2025, yang telah diaudit oleh KAP Rintis,
   Jumadi,    Rianto   &      Rekan,   sebagaimana      tertuang   dalam     laporan No:
   00205/2.1457/AU.1/02/0241-1/1/II/2026 tanggal 27 Februari 2026;
7. Laporan keuangan BT tanggal 31 Desember 2024, yang telah diaudit oleh KAP Rintis,
   Jumadi,    Rianto   &      Rekan,   sebagaimana      tertuang   dalam     laporan No:
   00210/2.1457/AU.1/02/1122-2/1/II/2025 tanggal 28 Februari 2025;
8. Laporan keuangan BT tanggal 31 Desember 2023, yang telah diaudit oleh KAP
   Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, sebagaimana tertuang dalam laporan No:
   00232/2.1025/AU.1/02/1122-1/1/II/2024 tanggal 29 Februari 2024;
9. Laporan keuangan BT tanggal 31 Desember 2022, yang telah diaudit oleh KAP
   Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, sebagaimana tertuang dalam laporan No:
   00258/2.1025/AU.1/02/1130-3/1/III/2023 tanggal 9 Maret 2023;




                                                    iii
Page 5
10. Laporan keuangan BT tanggal 31 Desember 2021, yang telah diaudit oleh KAP
    Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, sebagaimana tertuang dalam laporan No:
    00393/2.1025/AU.1/02/1130-2/1/III/2022 tanggal 24 Maret 2022;
11. Laporan keuangan NMN tanggal 31 Desember 2025, yang telah diaudit oleh KAP Effendy
    & Rekan, sebagaimana tertuang dalam laporan No: 00091/2.0937/AU.1/03/1791-
    4/1/IV/2026 tanggal 24 April 2026;
12. Laporan keuangan NMN tanggal 31 Desember 2024, yang telah diaudit oleh KAP Effendy
    & Rekan, sebagaimana tertuang dalam laporan No: 00126/2.0937/AU.1/03/1791-
    3/1/IV/2025 tanggal 25 April 2025;
13. Laporan keuangan NMN tanggal 31 Desember 2023, yang telah diaudit oleh KAP Effendy
    & Rekan, sebagaimana tertuang dalam laporan No: 00046/2.0937/AU.1/03/1791-
    2/1/IV/2024 tanggal 15 April 2024;
14. Laporan keuangan NMN tanggal 31 Desember 2022, yang telah diaudit oleh KAP Effendy
    & Rekan, sebagaimana tertuang dalam laporan No: 00042/2.0937/AU.1/03/1791-
    1/1/III/2023 tanggal 31 Maret 2023;
15. Laporan keuangan NMN tanggal 31 Desember 2021, yang telah diaudit oleh KAP Effendy
    & Rekan, sebagaimana tertuang dalam laporan No: 00057/2.0937/AU.1/03/0814-
    1/1/IV/2022 tanggal 18 April 2022;
16. Proyeksi Laporan Keuangan BYAN yang diperoleh dari Manajemen BYAN;
17. Dokumen legal BYAN seperti akta pendirian dan akta perubahannya, SIUP, TDP, NPWP,
    serta dokumen-dokumen penting lainnya;
18. Draft Perjanjian Jasa ” Pekerjaan Pembangunan “Retaining Wall” pada Alur Pengalihan
     Sungai RD19 – RD27 dan Pembangunan Jembatan di Tabang, Kutai Kartanegara –
     Kalimantan Timur”, dan dokumen-dokumen penawaran jasa lainnya;
19. Wawancara dengan manajemen BYAN sehubungan dengan Rencana Transaksi;
20. Berbagai sumber informasi, baik dari media cetak dan elektronik maupun dari hasil analisis
    lainnya yang kami anggap relevan;
21. Review atas data dan informasi yang kami peroleh yang berkaitan dengan Rencana
    Transaksi tersebut yang kami anggap relevan;
Kami berasumsi bahwa data dan informasi yang diberikan telah diungkapkan sepenuhnya,
sejujurnya, benar dan dapat dipertanggung- jawabkan.

Asumsi
Pendapat kewajaran ini bergantung pada hal-hal sebagai berikut:
1. Kami mengasumsikan bahwa Rencana Transaksi tersebut dijalankan seperti yang telah
   dijelaskan oleh manajemen BYAN dan sesuai dengan kesepakatan serta kebenaran
   informasi mengenai Rencana Transaksi tersebut yang diungkap oleh pihak BYAN dalam
   Penjanjian untuk Pekerjaan Pembangunan “Retaining Wall” pada Alur Pengalihan Sungai
   RD19 – RD27 dan Pembangunan Jembatan di Tabang, Kutai Kartanegara – Kalimantan
   Timur.
2. Pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi disusun berdasarkan pertimbangan
   perekonomian, kondisi umum bisnis dan kondisi keuangan serta kondisi usaha BYAN dan
   anak perusahaannya, serta Peraturan OJK. Perubahan atas kondisi-kondisi tertentu yang
   berada di luar kendali BYAN akan dapat memberikan dampak yang tidak dapat
   diprediksi dan dapat berpengaruh terhadap pendapat kewajaran ini.
3. Kami mengasumsikan bahwa sejak tanggal penerbitan Laporan Pendapat Kewajaran
   atas Rencana Transaksi sampai tanggal efektifnya Rencana Transaksi tidak terjadi
   perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang
   digunakan dalam penyusunan pendapat kewajaran ini.
4. Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini disusun untuk kepentingan
   Manajemen BYAN sehubungan dengan rencana tersebut, dan tidak digunakan oleh
   pihak lain. Selanjutnya Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dimaksudkan untuk




                                              iv
Page 6
    memberikan rekomendasi kepada pemegang saham BYAN untuk menyetujui atau tidak
    menyetujui Rencana Transaksi tersebut atau mengambil tindakan-tindakan tertentu atas
    Rencana Transaksi tersebut.
5. Seluruh pernyataan dan data yang terdapat di dalam laporan ini adalah relevan, benar
    dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan prosedur pemberian pendapat
    kewajaran yang umum berlaku dan disampaikan dengan itikad baik.
6. Seluruh asumsi pendapat kewajaran yang digunakan di dalam proses penelaahan
    laporan proyeksi keuangan didasarkan kepada dokumen pendukung yang diterima dari
    Manajemen BYAN.
7. Seluruh data yang diterima sehubungan dengan pemberian pendapat kewajaran ini
    adalah relevan, benar dan dapat dipercaya.
8. Kami telah menelaah informasi atas status hukum objek pendapat kewajaran dari
    pemberi tugas.
9. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap iklim politik, ekonomi dan
    hukum di mana BYAN melakukan bisnisnya.
10. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan atas tarif perpajakan atau tingkat suku
    bunga yang didapat dari Proyeksi Laporan Keuangan yang telah diberikan kepada kami.
11. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap peraturan dan hukum yang
    berlaku di dalam negara di mana BYAN mempunyai bisnis usaha yang mempengaruhi
    pendapatan BYAN.
12. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap tenaga kerja dan biaya lain-
    lain yang signifikan.
13. Tidak ada gangguan yang material dan signifikan terhadap hubungan industrial atau
    asosiasi tenaga kerja.
14. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap kebijakan akuntansi yang
    digunakan oleh Manajemen BYAN.
15. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap teknologi industri dan
    kompetisi pasar di negara di mana BYAN menjalankan bisnisnya.
16. Kami bertanggung jawab atas laporan ini dan kesimpulan nilai akhir.

Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi
Laporan pendapat kewajaran ini beserta lampirannya diterbitkan sesuai dengan tujuan
pendapat kewajaran dan hanya ditujukan untuk pemberi tugas dan pengguna laporan
sebagaimana dimaksud di dalam laporan ini. Penggunaan dan/atau pengutipan untuk
tujuan lain diluar dari ketentuan dalam laporan ini harus mendapat persetujuan tertulis dari
KJPP DAZ REKAN.

Ringkasan Rencana Transaksi
Rencana Transaksi dari pendapat kewajaran ini adalah rencana transaksi pekerjaan
pembangunan retaining wall pada RD19-RD27 alur pengalihan sungai dan pembangunan
jembatan di Tabang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur antara BT selaku pemberi kerja dan
NMN selaku kontraktor, dengan jumlah estimasi harga transaksi sebesar Rp.51.937.996.640
(lima puluh satu miliar sembilan ratus tiga puluh tujuh juta sembilan ratus sembilan puluh enam
ribu enam ratus empat puluh rupiah) belum termasuk PPN.

Objek dan Nilai Rencana Transaksi
Obyek Rencana Transaksi meliputi:
a. Pemberian jasa pekerjaan Pembangunan “Retaining Wall” pada Alur Pengalihan Sungai
   RD19 – RD27 dan Pembangunan Jembatan di Tabang, Kutai Kartanegara – Kalimantan
   Timur, Nomor 178/BT-NMN/VI/2026 tanggal xx Juni 2026;
selanjutnya disebut “Draft Perjanjian Jasa”.




                                               v
Page 7
Ketentuan penting dari Draft Perjanjian Jasa antara BT dengan NMN adalah sebagai berikut:
a. BT selaku Pemberi Kerja menunjuk NMN selaku Kontraktor retaining wall pada RD19-RD27
   alur pengalihan sungai dan pembangunan jembatan yang berlokasi di Tabang, Kutai
   Kartanegara, Kalimantan Timur, dengan tujuan untuk mencegah terjadinya longsor dan
   agar dapat mengoptimalkan perolehan batubara BYAN.
b. Ruang lingkup Perjanjian Jasa meliputi Pekerjaan Pembangunan Retaining Wall pada Alur
   Pengalihan Sungai (RD19 – RD27), Pekerjaan Pembangunan Jembatan, dan Pekerjaan
   Perkuatan Jembatan.
c. Perjanjian Jasa dibuat untuk jangka waktu 12 bulan.
d. Harga Kontrak sebesar Rp.51.937.996.640 (lima puluh satu miliar sembilan ratus tiga puluh
   tujuh juta sembilan ratus sembilan puluh enam ribu enam ratus empat puluh rupiah) belum
   termasuk PPN tetapi sudah termasik PPh, dengan tahapan pembayaran sebagai berikut:
   - Sebesar 30% (tiga puluh persen) dari Jumlah Harga Kontrak sebagai Uang Muka akan
       dibayarkan setelah Perjanjian ditandatangani.
   - Sebesar 65% (enam puluh lima persen) dari Jumlah Harga Kontrak dibayarkan secara
       bertahap sebagai pembayaran kemajuan pekerjaan bulanan hingga Proyek
       mencapai 99% dibuktikan dengan Sertifikat Kemajuan Proyek yang ditandatangani
       oleh kedua belah pihak.
   - Sebesar 5% (lima persen) dari Jumlah Harga Kontrak akan dibayarkan setelah
       berakhirnya Periode Tanggung Jawab Atas Cacat sebagaimana dimaksud dalam
       Pasal 9 Draft Perjanjian Jasa dan Proyek dinyatakan selesai, sebagai mana dibuktikan
       dengan Berita Acara Serah Terima.
e. Kontraktor     akan    bertanggung      jawab    untuk   segera     memperbaiki    setiap
   cacat/kekurangan yang diberitahukan oleh Pemberi Kerja dalam waktu 3 (tiga) bulan
   sejak Sertifikat Kemajuan Proyek mencapai 99% ditandatangani oleh kedua belah pihak.
   Apabila Kontraktor lalai memperbaiki setiap cacat/kekurangan tersebut maka Pemberi
   Kerja berhak melakukan sendiri perbaikan yang perlu atau melibatkan pihak ketiga untuk
   memperbaiki kekurangan dan berhak mengklaim biaya perbaikan kepada Kontraktor.

Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang terlibat dalam rencana transaksi adalah:

•   BYAN sebagai entitas induk dari BT;
•   BT sebagai pihak pemberi kerja;
•   NMN sebagai kontraktor.

Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi
Berdasarkan analisis terhadap dokumen korporasi BYAN, entitas anaknya BT ,dan NMN, serta
informasi yang diperoleh dari Manajemen BYAN, hubungan afiliasi antara pihak-pihak yang
bertransaksi adalah sebagai berikut:
•   Dato’ Dr. Low Tuck Kwong, selain menjabat sebagai Direktur Utama BYAN juga menjabat
    sebagai Komisaris Utama BT dan Komisaris NMN.
•   Jenny Quantero, selain menjabat sebagai Direktur BYAN juga menjabat sebagai Direktur
    BT dan Direktur NMN.
Di samping itu, Dato’ Dr. Low Tuck Kwong merupakan pemegang saham BYAN, di mana BT
merupakan entitas anak BYAN. Dato’ Dr. Low Tuck Kwong juga merupakan pemegang saham
NMN.

Analisis Pendapat Kewajaran
Analisis yang dilakukan dalam menyusun pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
adalah dengan melakukan analisis transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif, dan analisis
atas kewajaran nilai transaksi adalah sebagai berikut:




                                                vi
Page 8
a. Alasan dan latar belakang dilakukannya Rencana Transaksi sebagai berikut :
   • Pembangunan Retaining Wall Pada RD19-RD27 Alur Pengalihan Sungai dan
      Pembangunan Jembatan di Tabang :
      -   Mencegah terjadinya longsor pada alur sungai baru akibat adanya pengalihan
          alur sungai,
      -   Dapat mengoptimalkan perolehan batubara dari cadangan yang berada di
          dalam dan sekitar area sungai sehingga menambah profitabilitas di masa
          mendatang,
      -   Pembangunan jembatan di sepanjang jalur guna menyediakan akses bagi
          peralatan ringan hingga menengah untuk kebutuhan pemeliharaan insidental
          saluran pengalihan, serta untuk mengakomodasi potensi kebutuhan akses lainnya
          bagi pengguna lahan di masa mendatang.
b. Berdasarkan analisis terhadap dokumen korporasi BYAN, entitas anaknya BT, dan NMN,
   serta informasi yang diperoleh dari Manajemen BYAN, hubungan afiliasi antara pihak-
   pihak yang bertransaksi adalah sebagai berikut:
   • Dato’ Dr. Low Tuck Kwong, selain menjabat sebagai Direktur Utama BYAN juga
      menjabat sebagai Komisaris Utama BT dan sebagai Komisaris NMN.
   • Jenny Quantero, selain menjabat sebagai Direktur BYAN juga menjabat sebagai
      Direktur BT dan Direktur NMN.
   Di samping itu, Dato’ Dr. Low Tuck Kwong merupakan pemegang saham BYAN, di mana
   BT merupakan entitas anak BYAN. Dato’ Dr. Low Tuck Kwong juga merupakan pemegang
   saham NMN.
c. Manfaat dan risiko Rencana Transaksi sebagai berikut:
   • Manfaat Rencana Transaksi adalah:
      -   Pembangunan Retaining Wall dapat mencegah terjadinya longsor yang berakibat
          buruk bagi lingkungan dan mengganggu operasional BT,
      -   Pembangunan Jembatan di Tabang dapat mempersingkat jarak tempuh dalam
          mobilisasi,
      -   Dengan adanya pengalihan aliran sungai, BT dapat mengoptimalkan perolehan
          batubara dari cadangan yang berada di dalam dan sekitar area sungai, yang
          pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan BT di masa mendatang.
   • Risiko Rencana Transaksi adalah:
      -   Pembangunan Retaining Wall RD19-RD27 pada alur pengalihan Sungai dan
          Pembangunan Jembatan membutuhkan dana yang besar sehingga dapat
          mengganggu arus kas BT.
      -   Potensi tambahan biaya penyelesaian proyek yang timbul akibat kondisi geologi
          dan faktor cuaca, serta peningkatan durasi penyelesaian proyek sebagai
          dampaknya.
d. Keuntungan dan Kerugian atas Dilakukannya Rencana Transaksi
   • Keuntungan Rencana Transaksi adalah:
      -   Memungkinkan penambangan cadangan batubara dalam jumlah signifikan yang
          sebelumnya tidak dapat diakses karena tertutup atau terhalang oleh aliran sungai.
      -   Mencegah terjadinya longsor pada dinding alur Sungai yang dapat berakibat
          buruk bagi lingkungan.

   • Kerugian Rencana Transaksi adalah:
      -   Pembangunan retaining wall pada RD19-RD27 alur pengalihan sungai dan
          pembangunan jembatan membutuhkan dana yang besar sehingga dapat
          mengganggu arus kas BT.
e. Dari hasil analisis inkremental, secara finansial dapat disimpulkan bahwa dengan
   melakukan Rencana Transaksi, perusahaan akan menghasilkan Nilai Tambah
   (Incremental Value) yang positif.




                                            vii
Page 9
f.   Dari hasil analisis atas kewajaran nilai transaksi, Nilai Rencana Transaksi Perjanjian
     ”Pekerjaan Pembangunan Retaining Wall pada RD19-RD27 Alur Pengalihan Sungai dan
     Pembangunan Jembatan di Tabang, Kutai Kartanegara – Kalimantan Timur antara PT
     Bara Tabang dan PT Nirmala Matranusa” adalah wajar.

Kesimpulan
Atas dasar analisis yang kami lakukan terhadap kewajaran Rencana Transaksi yang meliputi
analisis transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif, dan analisis atas kewajaran nilai transaksi,
maka kami berpendapat bahwa rencana transaksi Pembangunan Retaining Wall pada RD19-
RD27 Alur Pengalihan Sungai dan Pembangunan Jembatan di Tabang, Kutai Kartanegara,
Kalimantan Timur antara PT Bara Tabang dan PT Nirmala Matranusa adalah Wajar.

Independensi penilai
Dalam mempersiapkan laporan ini, kami telah bertindak secara objektif dan independen
tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan BYAN, BT dan NMN ataupun pihak-pihak lain
yang terafiliasi. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan baik sekarang
maupun yang akan datang berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya laporan ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun. Imbalan yang
kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses
pemberian pendapat kewajaran ini.

Penutup
Laporan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian laporan dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dapat menyebabkan pengertian
yang berbeda.
Dalam memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, kami berpedoman pada
peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilai Bisnis
di Pasar Modal, tanggal 25 Mei 2020, Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian
Indonesia 2018 (SPI 2018 Edisi VII) serta peraturan perundangan yang berlaku.
Demikian disampaikan dan atas kepercayaan yang diberikan kepada kami dalam
melakukan pemberian pendapat kewajaran dan menyusun laporan ini, kami ucapkan terima
kasih.


Hormat kami,
Kantor Jasa Penilai Publik
Dedy, Arifin, Nazir dan Rekan




Pardomuan, S.TP. M.M., MAPPI (Cert)
Penilai Bisnis & Properti
No. Ijin Penilai    : B-1.12.00327
No Ijin Penilai     : P-1.17.00478
No. STTD            : STTD.PPB-46/PM.02/2023
No. MAPPI           : S-02181
Kualifikasi         : Penilai Bisnis & Properti




                                                    viii
Page 10
                               KONDISI DAN SYARAT PEMBATAS


1. Laporan ini dilaksanakan sesuai dengan tujuan pendapat kewajaran yang dinyatakan
   dalam laporan, oleh karena itu tidak dapat digunakan dan atau dikutip untuk tujuan lain
   tanpa adanya ijin tertulis dari Kantor Jasa Penilai Publik Dedy, Arifin, Nazir dan Rekan.
2. Informasi yang telah diberikan oleh pemberi tugas kepada penilai seperti yang disebutkan
   dalam laporan ini dianggap layak dan dipercaya. Tetapi Penilai tidak bertanggung
   jawab jika ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak sesuai dengan hal yang
   sesungguhnya. Informasi yang dinyatakan tanpa menyebutkan sumbernya merupakan
   hasil penelaahan kami terhadap data-data yang ada, pemeriksaan atas dokumen
   ataupun keterangan dari instansi pemerintah yang berwenang. Tanggung jawab untuk
   memeriksa kembali kebenaran informasi tersebut sepenuhnya berada di pihak pemberi
   tugas.
3. Laporan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang
   dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
4. Pemberian pendapat kewajaran yang kami lakukan didasarkan pada data dan informasi
   yang diberikan oleh Manajemen BYAN. Mengingat hasil dari pendapat kewajaran kami
   sangat tergantung dari kelengkapan, keakuratan dan penyajian data serta asumsi-
   asumsi yang mendasarinya, perubahan pada data seperti adanya informasi baru dari
   publik, informasi yang merupakan hasil penyelidikan khusus ataupun dari sumber-sumber
   lainnya dapat merubah hasil dari pendapat kewajaran kami. Oleh karena itu, kami
   sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh
   terhadap hasil pendapat kewajaran dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bersifat
   material. Walaupun isi dari laporan ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan cara
   yang profesional, kami tidak bertanggung jawab atas adanya kemungkinan yang
   terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh analisis tambahan ataupun
   adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar pendapat kewajaran.
5. Nilai yang dicantumkan dalam laporan ini serta setiap nilai lain dalam laporan yang
   merupakan bagian dari objek yang dinilai, hanya berlaku sesuai dengan maksud dan
   tujuan pendapat kewajaran. Nilai yang digunakan dalam laporan ini tidak boleh
   digunakan untuk tujuan lain yang dapat mengakibatkan terjadinya kesalahan.
6. Laporan ini disusun berdasarkan pertimbangan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
   kondisi keuangan serta kondisi usaha BYAN. Analisis, pendapat serta kesimpulan yang
   kami buat dalam laporan ini telah sesuai dengan peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2020
   tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilai Bisnis di Pasar Modal, tanggal 25 Mei 2020,
   Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia 2018 (SPI 2018 Edisi VII)
   serta peraturan perundangan yang berlaku.
7. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi penilaian
   ini akibat dari peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan (subsequent
   events).
8. Kantor Jasa Penilai Publik Dedy, Arifin, Nazir dan Rekan maupun para penilai dan
   karyawan lainnya sama sekali tidak mempunyai kepentingan finansial terhadap nilai yang
   diperoleh.
9. Laporan ini dianggap tidak sah apabila tidak tertera cap (seal) Kantor Jasa Penilai Publik
   Dedy, Arifin, Nazir dan Rekan.




                                              ix
Page 11
                                    PERNYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan
di bawah ini menyatakan bahwa:
1. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian kesimpulan nilai akhir telah dilakukan
   dengan benar sesuai dengan pemahaman terbaik dari penilai.
2. Analisis dan kesimpulan nilai akhir hanya dibatasi oleh asumsi-asumsi dan kondisi
   pembatas yang diungkapkan didalam laporan ini.
3. Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap hasil pendapat kewajaran yang dibuat
   dan tidak memiliki kepentingan pribadi maupun keberpihakan kepada pihak-pihak lain
   yang memiliki kepentingan terhadap objek pendapat kewajaran.
4. Imbalan jasa penilai tidak berkaitan dengan hasil pendapat kewajaran yang dilaporkan.
5. Kami telah melakukan pemberian pendapat kewajaran dan menyusun laporan sesuai
   dengan peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
   Penilai Bisnis di Pasar Modal, tanggal 25 Mei 2020, Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan
   Standar Penilaian Indonesia 2018 (SPI 2018 Edisi VII) serta peraturan perundangan yang
   berlaku.
6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan
   diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui pemerintah (MAPPI).
7. Penilai memiliki pemahaman mengenai objek pendapat kewajaran yang dibuat.
8. Data ekonomi dan industri dalam menyusun laporan ini diperoleh dari berbagai sumber
   yang diyakini penilai dapat dipertanggungjawabkan.
9. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan ini, telah menyediakan
   bantuan profesional dalam menyiapkan laporan.
10. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan ini serta
    dipresentasikan dalam laporan ini adalah benar dan akurat sesuai dengan pemahaman
    terbaik dari penilai.
11. Penilai bertanggung jawab atas laporan ini.




                                              x
Page 12
Penanggung Jawab:




Pardomuan, S.T.P., MAPPI (Cert.)                 .................................
No. Ijin Penilai : B-1.12.00327
No Ijin Penilai : P-1.17.00478
No. STTD         : STTD.PPB-46/PM.02/2023
No. MAPPI        : S-02181




Reviewer:




Muhammad Yusuf Fawwaz S.T., S.E.                 .................................
No. MAPPI : 16-T-06766
No. Reg.  : RMK-2018.02347




Penilai:




Ir. Dwi Pudyastuti, M.Ec.Dev.                    .................................
No. MAPPI      : 06-T-01983
No. Reg.       : RMK-2018.02190




                                            xi
Page 13
                                                                     DAFTAR ISI



KATA PENGANTAR .................................................................................................................................. i
PERNYATAAN PENILAI ...........................................................................................................................x
DAFTAR ISI ............................................................................................................................................ xii
DAFTAR TABEL ..................................................................................................................................... xiv
DAFTAR GRAFIK ...................................................................................................................................xv


1.          PENDAHULUAN..........................................................................................................................1
1.1         Dasar Penugasan .................................................................................................................... 1
1.2         Status Penilai ............................................................................................................................. 1
1.3         Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan .............................................................................. 1
1.4         Identifikasi Objek Penilaian ..................................................................................................... 2
1.5         Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi .................................................................. 2
1.6         Jenis Mata Uang yang Digunakan ........................................................................................ 2
1.7         Maksud dan Tujuan Penilaian ................................................................................................ 2
1.8         Tanggal Penilaian .................................................................................................................... 2
1.9         Tingkat Kedalaman Investigasi .............................................................................................. 3
1.10        Metode dan Prosedur Penyusunan Pendapat Kewajaran ................................................ 3
1.11        Asumsi........................................................................................................................................ 4
1.12        Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi ...................................................................... 5
1.13        Ringkasan Rencana Transaksi ................................................................................................ 5
1.14        Kejadian-kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events) .................. 5


2.          ANALISIS YANG DILAKUKAN ...................................................................................................6
2.1         ANALISIS RENCANA TRANSAKSI .............................................................................................. 6
2.1.1       Analisis Pengaruh Rencana Transaksi ................................................................................... 6
2.1.2       Pihak-pihak yang Bertransaksi ................................................................................................ 6
2.1.3       BYAN Sebagai Entitas Induk dari BT ....................................................................................... 6
2.1.4       BT Sebagai Pemberi Kerja ....................................................................................................... 7
2.1.5       NMN Sebagai Kontraktor ........................................................................................................ 7
2.1.6       Hubungan Antara Pihak-Pihak yang Bertransaksi ............................................................... 7
2.1.7       Perjanjian, Alasan dan Persyaratan Rencana Transaksi ..................................................... 8
2.1.8       Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi ................................................................................ 9
2.2         ANALISIS KUALITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI ................................................................ 10
2.2.1       Riwayat Singkat BYAN dan Sifat Kegiatan Usaha.............................................................. 10
2.2.2       Analisis Industri dan Bisnis ...................................................................................................... 11




                                                                            xii
Page 14
2.2.3   Analisis Operasional dan Prospek BYAN ............................................................................. 21
2.2.4   Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi ................................................................ 21
2.2.5   Keuntungan dan Kerugian atas Dilakukannya Rencana Transaksi ................................ 22
2.3     ANALISIS KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI ............................................................. 23
2.3.1   Penilaian Kinerja Historis BYAN .............................................................................................. 23
2.3.2   Analisis Proyeksi Keuangan Tanpa Transaksi dan Dengan Transaksi ............................... 24
2.4     ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI................................................................................ 28


3.      KESIMPULAN ATAS RENCANA TRANSAKSI ............................................................................29




                                                                 xiii
Page 15
                                                      DAFTAR TABEL


Tabel 3.1 Tingkat Perekonomian Dunia (%) ..................................................................................... 11

Tabel 3.2 Indikator Makro Ekonomi Nasional Tahun 2020-2026 ..................................................... 12

Tabel 3.3 Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) Berdasarkan Pengeluaran (%yoy) ..................... 13

Tabel 3.4 Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) Berdasarkan Lapangan Usaha (%yoy) ............. 13

Tabel 3.5 Konsumsi Domestik Batubara per Industri ....................................................................... 19

Tabel 3.6 Negara Tujuan Ekspor Batubara Indonesia (dalam Juta Ton) ..................................... 20




                                                              xiv
Page 16
                                                            DAFTAR GRAFIK



Grafik 3.1 Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2026 ................................................................ 12

Grafik 3.2 Inflasi IHK dan Komponen (%yoy) .................................................................................... 14

Grafik 3.3 Nilai Tukar Rupiah Terhadap USD .................................................................................... 15

Grafik 3.4 Suku Bunga BI-Rate ........................................................................................................... 15

Grafik 3.5 Perkembangan Realisasi Investasi PMA dan PMDN 2021 – 2025 (Rp Triliun) .............. 16

Grafik 3.6 Proyeksi Bauran Energi di Indonesia 2021 - 2030 ........................................................... 17

Grafik 3.7. Persebaran Cadangan Batubara Kalori Sangat Tinggi (>7100kal/g)
            di Indonesia ...................................................................................................................... 17

Grafik 3.8. Tingkat Produksi dan Penjualan Batubara di Indonesia .............................................. 18

Grafik 3.9. Sektor Industri Pengguna Batubara ............................................................................... 18

Grafik 3.10. Proyeksi Permintaan Batubara di ASEAN .................................................................... 19

Grafik 3.11. Negara Tujuan Ekspor Batubara Indonesia ................................................................ 20

Grafik 3.12. Rata-rata harga Batubara 2022 sd 2026 ..................................................................... 21




                                                                       xv
Page 17
1.    PENDAHULUAN
1.1   Dasar Penugasan
      Berdasarkan permintaan dari PT BAYAN RESOURCES Tbk (selanjutnya disebut “BYAN”)
      untuk memberikan pendapat kewajaran (Fairness Opinion) sehubungan dengan
      rencana transaksi pekerjaan pembangunan retaining wall pada RD19-RD27 alur
      pengalihan sungai dan pembangunan jembatan di Tabang, Kutai Kartanegara,
      Kalimantan Timur antara PT BARA TABANG (selanjutnya disebut “BT”) selaku pemberi
      kerja dan PT NIRMALA MATRANUSA (selanjutnya disebut “NMN”) selaku kontraktor, yang
      tertuang dalam Surat Penawaran No. 078/SP-DAZ/PDM-BR/V/2026, tanggal 12 Mei 2026
      dari Kantor Jasa Penilai Publik Dedy, Arifin, Nazir dan Rekan yang telah disetujui.
      Dengan ini kami menyatakan bahwa kami telah melakukan investigasi dan analisis atas
      opini kewajaran rencana transaksi di atas serta menyampaikan laporan ini untuk
      keperluan pengguna laporan.

1.2   Status Penilai
      Penilai adalah Kantor Jasa Penilai Publik Publik Dedy, Arifin, Nazir dan Rekan (“KJPP DAZ
      REKAN”) dengan izin dari Menteri Keuangan No. 2.15.00128, berdasarkan Keputusan
      Menteri Keuangan No. 391/KM.1/2015, tanggal 15 Mei 2015 dan terdaftar sebagai
      kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan dengan Surat
      Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. S-132/PM.223/2022. Indentifikasi
      Penilai yang bertanggungjawab pada laporan kajian ini adalah sebagai berikut :
      Nama                        : Pardomuan, S.T.P, M.M, MAPPI (Cert.)
      Anggota MAPPI               : 08-S-02181
      No. Izin Penilai Publik     : P-1.17.00478
                                    B-1.12.00327
      No. STTD                    : STTD.PPB-46/PJ-1/PM.02/2023
      No.Register                 : RMK-2017.00288
      Klasifikasi bidang jasa     : Penilai Bisnis dan Properti
      KJPP DAZ REKAN/Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan kajian atas objek
      rencana transaksi pada perihal dimaksud, dan tidak mempunyai benturan kepentingan
      terhadap subjek atau objek kajian, sehingga dalam posisi untuk memberikan kajian
      objektif dan tidak memihak.

1.3   Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
      Pemberi tugas dan penguna laporan pendapat kewajaran ini adalah :
      Nama Perusahaan           : PT Bayan Resources Tbk
      Alamat                    : Gedung Office 8, Lantai 37, Unit A-H,
                                  Jl. Senopati No. 8B
                                  Senayan, Kebayoran Baru
                                  Kota ADM Jakarta Selatan
                                  DKI Jakarta – 12190
      Bidang usaha              : Holding, Pengangkutan dan Penjualan         Batubara,    dan
                                  Pengelolaan Terminal Khusus Batubara.
      Telepon/Faks              : (021) 29356888 / (021) 29356999
      Email                     : corporate.secretary@bayan.com.sg




                                                  1
Page 18
1.4   Identifikasi Objek Pendapat Kewajaran
      Objek pendapat kewajaran adalah rencana transaksi pekerjaan pekerjaan
      pembangunan retaining wall pada RD19-RD27 alur pengalihan sungai dan
      pembangunan jembatan di Tabang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur antara BT
      selaku pemberi kerja dan NMN selaku kontraktor.
      Selanjutnya dalam laporan ini rencana transaksi di atas akan disebut sebagai “Rencana
      Transaksi”.

1.5   Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
      Komoditas batubara tidak bisa dipungkiri merupakan salah satu faktor pendorong
      kemajuan peradaban sejak era industri dimulai hingga ke masa modern. Terlepas dari
      reputasinya yang negatif, batubara tetap menjadi sumber energi utama bagi dunia
      terutama negara berkembang agar dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi
      dan pembangunan pasar yang berkembang. Di sisi lain, BYAN memahami bahwa
      pelaku industri pertambangan juga mengemban tanggung jawab yang besar untuk
      meminimalkan dampak terhadap lingkungan hidup selama transisi dunia menuju energi
      terbarukan dan memastikan pembangunan yang berkelanjutan di dunia untuk waktu
      yang akan datang.
      Alasan dan latar belakang dilakukannya Rencana Transaksi sebagai berikut :
      •   Pembangunan Retaining Wall Pada RD19-RD27 Alur Pengalihan Sungai dan
          Pembangunan Jembatan di Tabang :
          - Mencegah terjadinya longsor pada alur sungai baru akibat adanya pengalihan
            alur sungai,
          - Dapat mengoptimalkan perolehan batubara dari cadangan yang berada di
            dalam dan sekitar area sungai sehingga menambah profitabilitas di masa
            mendatang,
          - Pembangunan jembatan di sepanjang jalur guna menyediakan akses bagi
            peralatan ringan hingga menengah untuk kebutuhan pemeliharaan insidental
            saluran pengalihan, serta untuk mengakomodasi potensi kebutuhan akses lainnya
            bagi pengguna lahan di masa mendatang.

1.6   Jenis Mata Uang yang Digunakan
      Rencana Transaksi menggunakan mata uang Rupiah.

1.7   Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran
      Tujuan Laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi yang ditujukan dalam
      rangka memenuhi ketentuan peraturan OJK Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi
      Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan, tanggal 1 Juli 2020.
      Dalam memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, kami berpedoman
      pada peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
      Penilai Bisnis di Pasar Modal, tanggal 25 Mei 2020, Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan
      Standar Penilaian Indonesia 2018 (SPI 2018 Edisi VII) serta peraturan perundangan yang
      berlaku.
      Berdasarkan penjelasan dari manajemen BYAN, rencana transaksi di atas memenuhi
      ketentuan peraturan tentang transaksi afiliasi, namun bukan transaksi material karena
      nilai rencana transaksi di bawah 20% dari ekuitas BYAN per 31 Desember 2025 dan atas
      rencana transaksi tersebut tidak terdapat benturan kepentingan.

1.8   Tanggal Pendapat Kewajaran dan Tanggal Laporan
      • Tanggal pendapat kewajaran adalah per 31 Desember 2025.
      • Tanggal laporan pendapat kewajaran adalah 15 Juni 2026.




                                               2
Page 19
1.9   Tingkat Kedalaman Investigasi
      Dalam melaksanakan pekerjaan ini kami telah melakukan investigasi untuk
      mengumpulkan data dengan cara melakukan inspeksi, wawancara dengan
      manajemen, serta melakukan penelaahan, perhitungan dan analisis dari data dan
      informasi yang diperoleh dari manajemen maupun sumber-sumber lainnya yang
      relevan dan dapat diandalkan.

1.10 Metode dan Prosedur Penyusunan Pendapat Kewajaran
      Untuk dapat memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, kami
      melakukan analisis transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif, dan analisis atas
      kewajaran nilai transaksi.
      Analisis dilakukan berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari manajemen
      BYAN serta dari berbagai sumber lainnya, yaitu:
      1. Laporan keuangan konsolidasian BYAN tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, yang
         telah diaudit oleh KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan, sebagaimana tertuang dalam
         laporan No: 00203/2.1457/AU.1/02/0241-1/1/II/2026 tanggal 27 Februari 2026;
      2. Laporan keuangan konsolidasian BYAN tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, yang
         telah diaudit oleh KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan, sebagaimana tertuang dalam
         laporan No: 00185/2.1457/AU.1/02/1122-2/1/II/2025 tanggal 28 Februari 2025;
      3. Laporan keuangan konsolidasian BYAN tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, yang
         telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, sebagaimana tertuang
         dalam laporan No: 00219/2.1025/AU.1/02/1122-1/1/II/2024 tanggal 29 Februari 2024;
      4. Laporan keuangan konsolidasian BYAN tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, yang
         telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, sebagaimana tertuang
         dalam laporan No: 00268/2.1025/AU.1/02/1130-3/1/III/2023 tanggal 9 Maret 2023;
      5. Laporan keuangan konsolidasian BYAN tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, yang
         telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, sebagaimana tertuang
         dalam laporan No: 00463/2.1025/AU.1/02/1130-2/1/III/2022 tanggal 30 Maret 2022;
      6. Laporan keuangan BT tanggal 31 Desember 2025, yang telah diaudit oleh KAP Rintis,
         Jumadi, Rianto & Rekan, sebagaimana tertuang dalam laporan No:
         00205/2.1457/AU.1/02/0241-1/1/II/2026 tanggal 27 Februari 2026;
      7. Laporan keuangan BT tanggal 31 Desember 2024, yang telah diaudit oleh KAP Rintis,
         Jumadi, Rianto & Rekan, sebagaimana tertuang dalam laporan No:
         00210/2.1457/AU.1/02/1122-2/1/II/2025 tanggal 28 Februari 2025;
      8. Laporan keuangan BT tanggal 31 Desember 2023, yang telah diaudit oleh KAP
         Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, sebagaimana tertuang dalam laporan No:
         00232/2.1025/AU.1/02/1122-1/1/II/2024 tanggal 29 Februari 2024;
      9. Laporan keuangan BT tanggal 31 Desember 2022, yang telah diaudit oleh KAP
         Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, sebagaimana tertuang dalam laporan No:
         00258/2.1025/AU.1/02/1130-3/1/III/2023 tanggal 9 Maret 2023;
      10. Laporan keuangan BT tanggal 31 Desember 2021, yang telah diaudit oleh KAP
          Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, sebagaimana tertuang dalam laporan No:
          00393/2.1025/AU.1/02/1130-2/1/III/2022 tanggal 24 Maret 2022;
      11. Laporan keuangan NMN tanggal 31 Desember 2025, yang telah diaudit oleh KAP
          Effendy    &   Rekan,     sebagaimana      tertuang      dalam laporan No:
          00091/2.0937/AU.1/03/1791-4/1/IV/2026 tanggal 24 April 2026;
      12. Laporan keuangan NMN tanggal 31 Desember 2024, yang telah diaudit oleh KAP
          Effendy    &   Rekan,     sebagaimana      tertuang      dalam laporan No:
          00126/2.0937/AU.1/03/1791-3/1/IV/2025 tanggal 25 April 2025;
      13. Laporan keuangan NMN tanggal 31 Desember 2023, yang telah diaudit oleh KAP
          Effendy    &   Rekan,     sebagaimana      tertuang      dalam laporan No:
          00046/2.0937/AU.1/03/1791-2/1/IV/2024 tanggal 15 April 2024;




                                               3
Page 20
    14. Laporan keuangan NMN tanggal 31 Desember 2022, yang telah diaudit oleh KAP
        Effendy    &   Rekan,     sebagaimana       tertuang     dalam laporan No:
        00042/2.0937/AU.1/03/1791-1/1/III/2023 tanggal 31 Maret 2023;
    15. Laporan keuangan NMN tanggal 31 Desember 2021, yang telah diaudit oleh KAP
        Effendy    &   Rekan,     sebagaimana      tertuang      dalam laporan No:
        00057/2.0937/AU.1/03/0814-1/1/IV/2022 tanggal 18 April 2022;
    16. Proyeksi Laporan Keuangan BYAN yang diperoleh dari Manajemen BYAN;
    17. Dokumen legal BYAN seperti akta pendirian dan akta perubahannya, SIUP, TDP,
        NPWP, serta dokumen-dokumen penting lainnya;
    18. Draft Perjanjian Jasa ”Pekerjaan Pembangunan Retaining Wall pada Alur
        Pengalihan Sungai RD19 – RD27 dan Pembangunan Jembatan di Tabang, Kutai
        Kartanegara –Kalimantan Timur”, dan dokumen-dokumen penawaran jasa lainnya;
    19. Wawancara dengan manajemen BYAN sehubungan dengan Rencana Transaksi;
    20. Berbagai sumber informasi, baik dari media cetak dan elektronik maupun dari hasil
        analisis lainnya yang kami anggap relevan;
    21. Review atas data dan informasi yang kami peroleh yang berkaitan dengan
        Rencana Transaksi tersebut yang kami anggap relevan;
    Kami berasumsi bahwa data dan informasi yang diberikan telah diungkapkan
    sepenuhnya, sejujurnya, benar dan dapat dipertanggung-jawabkan.

1.11 Asumsi
    Pemberian pendapat kewajaran ini bergantung pada hal-hal sebagai berikut:
    1. Kami mengasumsikan bahwa Rencana Transaksi tersebut dijalankan seperti yang
       telah dijelaskan oleh manajemen BYAN dan sesuai dengan kesepakatan serta
       kebenaran informasi mengenai Rencana Transaksi tersebut yang diungkap oleh
       pihak BYAN dalam Penjanjian untuk Pekerjaan Pembangunan Retaining Wall pada
       RD19-RD27 Alur Pengalihan Sungai dan Pembangunan Jembatan di Tabang, Kutai
       Kartanegara – Kalimantan Timur.
    2. Pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi disusun berdasarkan pertimbangan
       perekonomian, kondisi umum bisnis dan kondisi keuangan serta kondisi usaha BYAN
       dan anak perusahaannya, serta Peraturan OJK. Perubahan atas kondisi-kondisi
       tertentu yang berada di luar kendali BYAN akan dapat memberikan dampak yang
       tidak dapat diprediksi dan dapat berpengaruh terhadap pendapat kewajaran ini.
    3. Kami mengasumsikan bahwa sejak tanggal penerbitan Laporan Pendapat
       Kewajaran atas Rencana Transaksi sampai tanggal efektifnya Rencana Transaksi
       tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
       asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan pendapat kewajaran ini.
    4. Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini disusun untuk kepentingan
       manajemen BYAN sehubungan dengan rencana tersebut, dan tidak digunakan
       oleh pihak lain. Selanjutnya Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dimaksudkan
       untuk memberikan rekomendasi kepada pemegang saham BYAN untuk menyetujui
       atau tidak menyetujui Rencana Transaksi tersebut atau mengambil tindakan-
       tindakan tertentu atas Rencana Transaksi tersebut.
    5. Kami mengasumsikan bahwa BYAN merupakan perusahaan yang berkelanjutan
       usahanya dimasa mendatang dan dikelola oleh manajemen yang profesional dan
       kompeten (going concern).
    6. Seluruh pernyataan dan data yang terdapat di dalam laporan ini adalah relevan,
       benar dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan prosedur pemberian
       pendapat kewajaran yang umum berlaku dan disampaikan dengan itikad baik.
    7. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan pendapat kewajaran dan kewajaran
       proyeksi keuangan BYAN.




                                           4
Page 21
     8. Seluruh asumsi pendapat kewajaran yang digunakan di dalam proses penelaahan
        laporan proyeksi keuangan didasarkan kepada dokumen pendukung yang
        diterima dari Manajemen BYAN.
     9. Seluruh data yang diterima sehubungan dengan pemberian pendapat kewajaran
        ini adalah relevan, benar dan dapat dipercaya.
     10. Kami telah menelaah informasi atas status hukum objek pendapat kewajaran dari
         pemberi tugas.
     11. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap iklim politik, ekonomi
         dan hukum dimana BYAN melakukan bisnisnya.
     12. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan atas tarif perpajakan atau
         tingkat suku bunga yang didapat dari Proyeksi Laporan Keuangan yang telah
         diberikan kepada kami.
     13. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap peraturan dan hukum
         yang berlaku di dalam negara dimana BYAN mempunyai bisnis usaha yang
         mempengaruhi pendapatan BYAN.
     14. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap tenaga kerja dan
         biaya lain-lain yang signifikan.
     15. Tidak ada gangguan yang material dan signifikan terhadap hubungan industrial
         atau asosiasi tenaga kerja.
     16. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap kebijakan akuntansi
         yang digunakan oleh Manajemen BYAN.
     17. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap teknologi industri dan
         kompetisi pasar di negara dimana BYAN menjalankan bisnisnya.
     18. Kami bertanggung jawab atas laporan ini dan kesimpulan nilai akhir.

1.12 Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi
     Laporan pendapat kewajaran ini beserta lampirannya diterbitkan sesuai dengan tujuan
     pendapat kewajaran dan hanya ditujukan untuk pemberi tugas dan pengguna laporan
     sebagaimana dimaksud di dalam laporan ini. Penggunaan dan/atau pengutipan untuk
     tujuan lain diluar dari ketentuan dalam laporan ini harus mendapat persetujuan tertulis
     dari KJPP DAZ REKAN.

1.13 Ringkasan Rencana Transaksi
     BT merupakan entitas anak dari BYAN sebagai pemberi kerja, BYAN merupakan entitas
     induk, serta NMN sebagai pihak kontraktor, yang merupakan Perusahaan terafiliasi
     dengan BYAN, yaitu hubungan kepengurusan di BYAN, BT dan di NMN, sepakat untuk
     melakukan rencana transaksi jasa pekerjaan pembangunan retaining wall pada RD19-
     RD27 alur pengalihan sungai dan pembangunan jembatan yang berlokasi di Tabang,
     Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dimana syarat dan ketentuannya telah disetujui
     dalam perjanjian kedua belah pihak.

1.14 Kejadian-kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat kewajaran (Subsequent Events)
     Dari tanggal pendapat kewajaran yaitu tanggal 31 Desember 2025 sampai dengan
     tanggal diterbitkannya laporan ini, terdapat Subsequent Events atau kejadian penting
     yaitu perubahan susunan pemegang saham NMN, sebanyak 110 lembar saham yang
     semula milik Nyonya Jenny Quantero menjadi milik PT Kutai Energi Pratama, berdasarkan
     Akta No.03 tanggal 12 Februari 2026 yang dibuat dihadapan Ratna Sari, S.H., M.Kn.,
     M.M., Notaris di Kabupaten Tangerang. Perubahan ini tidak mempengaruhi hasil
     penilaian.




                                             5
Page 22
2.    ANALISIS YANG DILAKUKAN
2.1   ANALISIS RENCANA TRANSAKSI
2.1.1 Analisis Pengaruh Rencana Transaksi
      Pengaruh Rencana Transaksi adalah sebagai berikut :
      -    Pembangunan retaining wall dan jembatan tersebut dapat mengoptimalkan
           kegiatan operasional BYAN secara grup;
      -    Lebih menguntungkan dari sisi harga dibandingkan dilakukan pihak lain;
      -    NMN sebagai kontraktor memiliki pengalaman untuk proyek Pembangunan retaining
           wall dan jembatan;
      -    NMN memiliki fleksibilitas dari sisi kualitas, design, waktu penyelesaian dan hal-hal
           lainnya yang terkait dengan penyelesaian proyek.

2.1.2 Pihak-pihak yang Bertransaksi
      Pihak-pihak yang terlibat dalam rencana transaksi adalah:

      •     BYAN sebagai entitas induk dari BT;
      •     BT sebagai pemberi kerja;
      •     NMN sebagai kontraktor.

2.1.3 BYAN Sebagai Entitas Induk dari BT
      Susunan pemegang saham BYAN per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
                                                      Jumlah Saham        Nilai
                     Pemegang Saham                      Lembar           (USD)         %

          Dato’ Dr. Low Tuck Kwong                    13.406.640.470    14.352.804     40,22%
          Elaine Low                                   7.333.833.700     7.851.413     22,00%
          Sumber Suryadaya Prima (SSP)                 3.333.380.000     3.568.631     10,00%
          Masyarakat                                   9.259.480.830     9.912.961     27,78%
                          Jumlah                      33.333.335.000    35.685.809    100,00%

      Susunan Dewan Komisaris dan Direksi BYAN per 31 Desember 2025 adalah sebagai
      berikut:
      Dewan Komisaris
      Komisaris Utama             :   Hendarman
      Komisaris                   :   Lifransyah Gumay
      Komisaris                   :   Moermahadi Soerja Djanegara
      Komisaris Independen        :   Timur Pradopo
      Komisaris                   :   Budiman
      Komisaris                   :   Hendarman
      Dewan Direksi
      Direktur Utama              :   Dato’ Dr. Low Tuck Kwong
      Direktur                    :   Lim Chai Hock
      Direktur                    :   Jenny Quantero
      Direktur                    :   Low Yi Ngo
      Direktur                    :   Alastair McLeod
      Direktur                    :   Russell John Neil
      Direktur                    :   Alexander Ery Wibowo
      Direktur                    :   Oliver Khaw Kar Heng




                                                  6
Page 23
     Direktur                    :   Merlin
     Direktur                    :   Ulina Fitriani
     Direktur                    :   Siyoung Park

2.1.4 BT Sebagai Pemberi Kerja
     Susunan pemegang saham BT per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                      Jumlah Saham       Nilai
                  Pemegang Saham                                                         %
                                                         Lembar          (USD)
      PT Bayan Resources Tbk                                  18.000       310.685      90,00%
      PT Mineral Energi Pratama                                1.600         27.617      8,00%
      Adji Shinta Surya Kencana                                  160           2.760     0,80%
      Joniansyah                                                 120           2.067     0,60%
      Rooslina Ningsih                                            80           1.385     0,40%
      Setyo Budiwiwoho                                            40             692     0,20%
                      Jumlah                                  20.000       345.206     100,00%

     Susunan Dewan Komisaris dan Direksi BT per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
     Dewan Komisaris
     Komisaris Utama                 :   Dato’ Dr. Low Tuck Kwong
     Komisaris                       :   Lim Chai Hock
     Direksi
     Direktur Utama                  :   Alexander Ery Wibowo
     Direktur                        :   Jenny Quantero
     Direktur                        :   Lok Han Jian
     Direktur                        :   Low Yi Ngo
     Direktur                        :   Merlin

2.1.5 NMN Sebagai Kontraktor
     Susunan pemegang saham NMN per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                      Jumlah Saham      Nilai
                  Pemegang Saham                                                         %
                                                         Lembar         (Rp.)
      Dato’ Dr. Low Tuck Kwong                             880         440.000.000       80,0%
      Jenny Quantero                                       110          55.000.000       10,0%
      Tjin Silvia Mairanda                                 110          55.000.000       10,0%
                        Jumlah                           1.100         550.000.000      100,0%

     Susunan Dewan Komisaris dan Direksi NMN per 31 Desember 2025 adalah sebagai
     berikut:
     Dewan Komisaris
     Komisaris                       :   Dato’ Dr. Low Tuck Kwong
     Direksi
     Direktur                        :   Jenny Quantero

2.1.6 Hubungan Antara Pihak-Pihak yang Bertransaksi
     Berdasarkan analisis terhadap dokumen korporasi BYAN, entitas anaknya BT, dan NMN,




                                                 7
Page 24
     serta informasi yang diperoleh dari manajemen BYAN, hubungan kepengurusan antara
     pihak-pihak yang bertransaksi adalah sebagai berikut:

                                   BYAN                    BT                    NMN
             URAIAN
                             31 Desember 2025       31 Desember 2025       31 Desember 2025
      Dewan Komisaris
      Komisaris Utama            Hendarman           Dato’ Dr. Low Tuck
                                                           Kwong
      Komisaris                Lifransyah Gumay       Lim Chai Hock        Dato’ Dr. Low Tuck
                                                                                 Kwong
      Komisaris               Moermahadi Soerja
                                  Djanegara
      Komisaris Independen      Timur Pradopo
      Komisaris                    Budiman

      Dewan Direksi
      Direktur Utama           Dato’ Dr. Low Tuck   Alexander Ery Wibowo
                                      Kwong
      Direktur                   Lim Chai Hock        Jenny Quantero        Jenny Quantero
      Direktur                  Jenny Quantero          Lok Han Jian
      Direktur                     Low Yi Ngo            Low Yi Ngo
      Direktur                  Alastair McLeod            Merlin
      Direktur                  Russell John Neil
      Direktur               Alexander Ery Wibowo
      Direktur               Oliver Khaw Kar Heng
      Direktur                         Merlin
      Direktur                     Ulina Fitriani
      Direktur                    Siyoung Park

     Dari tabel Kepengurusan BYAN di atas, hubungan kepengurusan sebagai berikut:

     • Dato’ Dr. Low Tuck Kwong, selain menjabat sebagai Direktur Utama BYAN, juga
       menjabat sebagai Komisaris Utama BT dan sebagai Komisaris NMN.
     • Jenny Quantero, selain menjabat sebagai Direktur BYAN, juga menjabat sebagai
       Direktur BT dan Direktur NMN.
     Di samping itu, Dato’ Dr. Low Tuck Kwong merupakan pemegang saham BYAN, di mana
     BT merupakan entitas anak BYAN. Dato’ Dr. Low Tuck Kwong juga merupakan
     pemegang saham NMN.

2.1.7 Perjanjian, Alasan dan Persyaratan Rencana Transaksi
     Pemberian jasa pekerjaan Pembangunan Retaining Wall pada Alur Pengalihan Sungai
     RD19 – RD27 dan Pembangunan Jembatan di Tabang, Kutai Kartanegara – Kalimantan
     Timur, Nomor 178/BT-NMN/VI/2026 tanggal xx Juni 2026;
     selanjutnya disebut “Draft Perjanjian Jasa”.
     Ketentuan penting dari Perjanjian Jasa antara BT dengan NMN adalah sebagai berikut:
     a. BT selaku Pemberi Kerja menunjuk NMN selaku Kontraktor retaining wall pada RD19-
        R27 alur pengalihan sungai dan pembangunan jembatan yang berlokasi di Tabang,
        Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dengan tujuan untuk mencegah terjadinya
        longsor dan agar dapat mengoptimalkan perolehan batubara BT.
     b. Ruang lingkup Perjanjian Jasa meliputi Pekerjaan Pembangunan Retaining Wall
        pada Alur Pengalihan Sungai (RD19 – RD27), Pekerjaan Pembangunan Jembatan,
        dan Pekerjaan Perkuatan Jembatan.
     c. Perjanjian Jasa dibuat untuk jangka waktu 12 bulan.
     d. Harga Kontrak sebesar Rp.51.937.996.640 (lima puluh satu miliar sembilan ratus tiga




                                              8
Page 25
        puluh tujuh juta sembilan ratus sembilan puluh enam ribu enam ratus empat puluh
        rupiah) belum termasuk PPN tetapi sudah termasik PPh, dengan tahapan
        pembayaran sebagai berikut:
        - Sebesar 30% (tiga puluh persen) dari Jumlah Harga Kontrak sebagai Uang Muka
            akan dibayarkan setelah Perjanjian ditandatangani.
        - Sebesar 65% (enam puluh lima persen) dari Jumlah Harga Kontrak dibayarkan
            secara bertahap sebagai pembayaran kemajuan pekerjaan bulanan hingga
            Proyek mencapai 99% dibuktikan dengan Sertifikat Kemajuan Proyek yang
            ditandatangani oleh kedua belah pihak.
        - Sebesar 5% (lima persen) dari Jumlah Harga Kontrak akan dibayarkan setelah
            berakhirnya Periode Tanggung Jawab Atas Cacat sebagaimana dimaksud
            dalam Pasal 9 Draft Perjanjian Jasa dan Proyek dinyatakan selesai, sebagai
            mana dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima.
        - Setelah klaim Laporan Kemajuan disetujui dan tagihan diserahkan dengan
            semua dokumentasi pendukung yang sesuai, tagihan akan dibayarkan oleh
            Pemberi Kerja kepada Kontraktor selambat-lambatnya 30 hari sejak tanggal
            diterimanya tagihan secara lengkap dan benar.
        - Pemberi Kerja berhak menahan pembayaran hingga Kontraktor menyelesaikan
            kewajibannya yang diatur berdasarkan Perjanjian ini.
     e. Kontraktor akan bertanggung jawab untuk segera memperbaiki setiap
        cacat/kekurangan yang diberitahukan oleh Pemberi Kerja dalam waktu 3 (tiga)
        bulan sejak Sertifikat Kemajuan Proyek mencapai 99% ditandatangani oleh kedua
        belah pihak. Apabila Kontraktor lalai memperbaiki setiap cacat/kekurangan
        tersebut maka Pemberi Kerja berhak melakukan sendiri perbaikan yang perlu atau
        melibatkan pihak ketiga untuk memperbaiki kekurangan dan berhak mengklaim
        biaya perbaikan kepada Kontraktor.

2.1.8 Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi
     Manfaat Rencana Transaksi adalah:
     • Pembangunan Retaining Wall dapat mencegah terjadinya longsor yang berakibat
       buruk bagi lingkungan dan mengganggu kegiatan operasional BT,
     • Pembangunan jembatan dapat mempersingkat jarak tempuh dalam mobilisasi,
     • Pengalihan aliran sungai dapat megoptimalkan perolehan batubara BT sehingga
       dapat meningkatkan pendapatan BT di masa mendatang.
     Risiko Rencana Transaksi adalah:
     • Pembangunan Retaining Wall RD19-RD27 pada alur pengalihan Sungai dan
       Pembangunan Jembatan membutuhkan dana yang besar sehingga dapat
       mengganggu arus kas BT.
     • Adanya potensi penambahan biaya penyelesaian proyek yang timbul akibat kondisi
       geologi dan faktor cuaca serta durasi penyelesaian proyek.




                                             9
Page 26
2.2   ANALISIS KUALITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI
2.2.1 Riwayat Singkat BYAN dan Sifat Kegiatan Usaha
      Uraian Singkat BYAN
      BYAN didirikan pada tanggal 7 Oktober 2004, berdasarkan Akta Notaris No. 12 tanggal
      7 Oktober 2004 yang dibuat di hadapan Yani Indrawaty Wibawa, S.H., notaris di Jakarta.
      Akta Notaris tersebut mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
      Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-30690 HT.01.01.TH.2004
      tanggal 21 Desember 2004.
      Akta Perusahaan berisi Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali
      perubahan. Perubahan Akta terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 86 tanggal 25 Juni
      2025 yang dibuat dihadapan Mala Mukti, S.H., LL.M., notaris di Jakarta. Akta Notaris
      tersebut telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
      Indonesia sebagaimana dikonfirmasi telah diterima melalui surat No. AHU-AH.01.09-
      0306665 tanggal 4 Juli 2025.
      Pada tanggal 12 Agustus 2008, BYAN melakukan Penawaran Umum Perdana (“IPO”)
      sebanyak 833.333.500 lembar saham biasa yang terdiri dari 500.000.000 lembar saham
      biasa atas nama milik Pemegang Saham Penjual (saham divestasi) dan 333.500.000
      lembar saham biasa yang baru ditempatkan (Saham Baru). Penawaran saham kepada
      masyarakat tersebut dicatat di Bursa Efek Indonesia (“BEI”) pada tanggal 12 Agustus
      2008.
      Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa BYAN tanggal 17 November 2022 telah
      menyetujui rencana stock split saham dengan satu lembar saham lama dipecah
      menjadi sepuluh lembar saham baru dari sejumlah 3.333.333.500 saham dengan nilai
      nominal sebesar Rp100 per lembar saham menjadi sejumlah 33.333.335.000 saham
      dengan nilai nominal sebesar Rp10 per lembar saham dengan nilai nominal keseluruhan
      sebesar Rp333.333.350.000. Berdasarkan surat dari     BEI No. S-10001/BEI.PP1/11-2022
      tanggal 23 November 2022, BEI menyetujui permohonan persetujuan prinsip rencana
      stock split atas saham BYAN dan menyatakan efektif sejak tanggal 2 Desember 2022
      jumlah saham BYAN setelah stock split menjadi sejumlah 33.333.335.000 saham dengan
      nilai nominal Rp10 per saham. Perubahan anggaran dasar Perusahaan sehubungan
      dengan adanya perubahan jumlah saham dan nilai nominal saham setelah stock split
      tersebut telah diaktakan melalui Akta Notaris No. 35 tanggal 13 Desember 2022 yang
      dibuat di hadapan Mala Mukti, S.H., notaris di Jakarta. Akta Notaris tersebut telah
      diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
      dengan diterbitkannya Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0327808
      tanggal 19 Desember 2022.
      Aktivitas utama BYAN adalah holding, perdagangan dan jasa. BYAN memulai operasi
      komersialnya pada Januari 2005. Kantor pusat BYAN berlokasi di Gedung Office 8, lantai
      37, Unit A-H, Jl Senopati No. 8B, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. BYAN
      didirikan dan berdomisili di Indonesia. BYAN memiliki 1.305 karyawan pada tanggal 31
      Desember 2025 (tidak diaudit).

      Uraian Singkat BT
      BT didirikan pada tanggal 26 Maret 2004 berdasarkan Akta Notaris No. 164 oleh Bakhtiar,
      S.H., notaris di Tenggarong, yang disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
      Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-26102 HT.01.01.TH.2004 tertanggal 20
      Oktober 2004. Akta Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
      terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 3 tanggal 01 Oktober 2025 yang dibuat
      dihadapan Karina Leoni, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, mengenai perubahan susunan
      Direksi dan Komisaris Perusahaan, yang telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan




                                             10
Page 27
      Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana dikonfirmasi telah diterima melalui
      surat No. AHUAH.01.09-0349015 tanggal 10 Oktober 2025.
      Aktivitas utama BT adalah menjalankan usaha di bidang pertambangan batubara.
      Kantor pusat BT berlokasi di Balikpapan. Entitas induk BT adalah PT Bayan Resources Tbk.,
      sebuah Perseroan yang didirikan di Republik Indonesia.

      Uraian Singkat NMN
      NMN didirikan di Jakarta berdasarkan Akta No. 28 di hadapan Samsul Hadi, S.H., notaris
      di Jakarta, tanggal 17 Oktober 1994. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
      Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-211 HT.01.01. tahun 1998.
      Akta pendirian tersebut telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
      Akta No. 02 di hadapan Ratna Sari Utama S.H.,M.Kn.,M.M. Notaris di Kabupaten
      Tangerang, pada tanggal 12 Desember 2025, mengenai pernyataan keputusan para
      pemegang saham. Perubahan tersebut telah dilaporkan dan dicatat dalam Sistem
      Administrasi Sadan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
      Indonesia, Nomor AHU-0289469.AH.01.11 Tahun 2025 tanggal 22 Desember 2025.
      Aktivitas utama NMN adalah aktivitas pertambangan dan penggalian lainnya,
      pembangunan, pengangkutan, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan
      minum, real estat, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, dan
      perdagangan besar. Kantor pusat NMN berkedudukan di Gedung Office 8 Lantai 23
      unit H, Jl. Senopati No. 8B, Senayan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

2.2.2 Analisis Industri dan Bisnis
   a. Makro Ekonomi Global
      Prospek perekonomian global dalam tren melambat dengan ketidakpastian pasar
      keuangan yang tetap tinggi. Pertumbuhan ekonomi dunia 2026 diprakirakan melambat
      dari 3,3% pada 2025 menjadi 3,2% dan dibarengi dengan divergensi pertumbuhan
      antarnegara. Prospek perlambatan pertumbuhan ekonomi global terutama
      dipengaruhi oleh dampak tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) dan berlanjutnya tensi
      geopolitik, kecuali AS yang diprakirakan meningkat dipengaruhi oleh besarnya stimulus
      fiskal dan tingginya investasi, termasuk investasi terkait artificial intelligence (AI).
      Pertumbuhan ekonomi dunia 2026 diprakirakan melambat dari 3,3% pada 2025 menjadi
      3,2% pada tahun 2026 dan dibarengi dengan divergensi pertumbuhan antarnegara.
                               Tabel 3.1 Tingkat Perekonomian Dunia (%)
                   Wilayah                   2022       2023    2024       2025      2026*
       Dunia                                  3,5        3,3     3,2        3,3       3,2
       Negara Maju                            2,6        1,7     1,8        1,8       1,8
       Amerika Serikat                        1,9        2,9     2,8        2,2       2,3
       Kawasan Eropa                          3,4        0,4     0,8        1,5       1,3
       Jepang                                 1,0        1,9    -0,1        1,1       0,8
       Negara Berkembang                      4,1        4,4     4,1        4,3       4,1
       Tiongkok                               3,0        5,2     4,8        5,0       4,4
       India                                  6,8        7,7     6,6        7,4       6,8
       Asean 5                                5,5        4,0     4,8        4,4       4,3
       Amerika Latin                          4,2        2,2     2,1        2,2       2,2
       Negara Berkembang Eropa                1,2        3,3     3,4        2,2       2,4
       Timur Tengah dan Asia
                                             5,4        2,0      2,4        3,5       3,8
       Tengah
      Sumber : Bank Dunia. IMF *) proyeksi




                                                   11
Page 28
                    Grafik 3.1 Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2026




b. Makro Ekonomi Indonesia
  Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi 2026 meningkat dalam kisaran
  4,9–5,7% (yoy) sejalan dengan berbagai kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia
  untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Bank Indonesia terus memperkuat bauran
  kebijakan melalui kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang
  bersinergi erat dengan kebijakan stimulus fiskal dan sektor riil Pemerintah untuk
  mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dan berdaya tahan. Ketahanan eksternal
  ekonomi Indonesia diprakirakan tetap sehat di tengah ketidakpastian global. NPI 2026
  diprakirakan terjaga didukung oleh defisit transaksi berjalan yang tetap sehat dalam
  kisaran defisit 0,9% sampai dengan 0,1% dari PDB.
  Pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV-2025 tercatat sebesar 5,39% (yoy), lebih tinggi
  dari pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 5,04% (yoy). Peningkatan ini
  terutama ditopang oleh permintaan domestik dari konsumsi rumah tangga dan investasi
  sejalan dengan dampak positif berbagai stimulus kebijakan Pemerintah dan bauran
  kebijakan Bank Indonesia. Dengan perkembangan ini, pertumbuhan ekonomi secara
  keseluruhan tahun 2025 sebesar 5,11% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan
  pertumbuhan pada 2024 sebesar 5,03% (yoy) dan diikuti dengan perbaikan kualitas
  ketenagakerjaan.
                 Tabel 3.2 Indikator Makro Ekonomi Nasional Tahun 2020-2026
            Indikator          Unit       2022     2023      2024     2025            2026*
    Pertumbuhan Ekonomi      % (yoy)       5,01     5,05      5,03     5,11          4,9-5,7
    Inflasi                  % (yoy)       5,51     2,61      1,57     1,57         2,5±1%
    Nilai Tukar Rata-rata    Rp/USD      14.870   15.255    16.095   16.095   16.000-16.900
    Suku Bunga – BI Rate        %          5,50       6,0     6,13     6,13             4,75
   Sumber : Bank Indonesia *) Proyeksi




                                             12
Page 29
         Tabel 3.3 Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) Berdasarkan Pengeluaran (%yoy)
                  Komponen                2022      2023      2024       2025      2026*
     Konsumsi Rumah Tangga                5,31      5,05     4,7-5,5    4,7-5,5    4,8-5,6
     Konsumsi Lembaga NonProfit
                                          4,94      4,93     4,8-5,6    4,5-5,3    4,8-5,6
     Melayani Rumah Tangga
     Konsumsi Pemerintah                  -4,47      2,95    6,3-7,1    4,5-5,3    3,7-4,5
     Investasi (PMTDB)                     3,87      4,40    4,5-5,3    4,4-5,2    4,8-5,6
     Ekspor                               16,23      1,32    5,4-6,2    4,4-5,2    5,4-6,2
     Impor                                15,00     -1,65    6,5-7,3    5,1-5,9    5,8-6,6
    Sumber : Bank Indonesia *) Proyeksi

      Tabel 3.4 Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) Berdasarkan Lapangan Usaha (%yoy)
                  Komponen                  2022     2023      2024      2025        2026*
    Pertanian, Kehutanan dan perikanan       5,31     5,05   4,7-5,5   4,7-5,5      4,8-5,6
    Pertambahan dan Penggalian               2,33     1,27   0,3-1,1   4,2-5,0      5,0-5,8
    Industri Pengolahan                      4,38     6,09   4,4-5,2   4,2-5,0      5,3-6,1
    Pengadaan Listrik dan Gas                4,89     4,64   4,1-4,9   4,2-5,0      4,3-5,1
    Pengadaan Air, Pengelolaan               6,68     4,89   4,7-5,5   2,4-3,2      4,0-4,8
    Sampah, Limbah dan Daur Ulang
    Konstruksi                               3,23     4,91   1,5-2,3   3,8-4,6      4,4-5,2
    Perdagangan Besar dan Eceran;            2,02     4,90   7,1-7,9   5,9-6,7      6,3-7,1
    Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
    Transportasi dan Pergudangan             5,53     4,85   4,3-5,1   4,1-4,9      4,5-5,3
    Penyediaan Akomodasi dan Makan          19,96    14,07   8,6-9,4   8,9-9,7    10,2-11,0
    Minum
    Informasi dan Komunikasi                11,98    10,07   8,1-8,9   5,6-6,4      5,8-6,6
     Jasa Keuangan dan Asuransi              7,72     7,60   7,1-7,9    7,8-8,6   10,3-11,1
     Real Estat                              1,94     4,78   6,1-6,9    6,6-7,4     7,1-7,9
     Jasa Perusahaan                         1,74     1,43   2,0-2,8    1,7-2,5     2,9-3,7
     Administrasi Pemerintahan,              8,77     8,24   8,6-9,4    7,0-7,8     5,6-6,4
     Pertahanan dan Jaminan Sosial           2,85     1,41   8,1-8,9   -1,7-0,9     4,0-4,8
     Wajib
     Jasa Pendidikan                         0,59     1,75   3,9-4,7   3,5-4,3      7,2-8,0
     Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial      2,95     4,76   7,7-8,5   4,4-5,2      4,6-5,4
     Jasa Lainnya                            9,44    10,52   7,6-8,4   5,0-5,8      6,5-7,3
    Sumber : Bank Indonesia *) proyeksi

c. Inflasi
   Bank Indonesia meyakini inflasi tahun 2026 dan 2027 secara tahunan akan menurun
   sehingga tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Inflasi inti diprakirakan tetap
   rendah sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah kapasitas serta
   didukung konsistensi suku bunga kebijakan moneter Bank Indonesia dalam menjangkar
   ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya dan imported inflation yang tetap
   terkendali. Sementara itu, inflasi VF diprakirakan tetap terkendali didukung oleh eratnya
   sinergi antara Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Pusat/Daerah
   (TPIP/TPID) dan penguatan implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan
   Sejahtera (GPIPS).
   Inflasi Indonesia pada awal 2026 (Januari-Februari) menunjukkan tren kenaikan,
   dengan laju year-on-year (yoy) mencapai 4,76% pada Februari 2026, melampaui batas
   atas sasaran Bank Indonesia, terutama dipicu oleh faktor musiman Ramadan, kenaikan
   harga bahan pangan (volatile food), dan penyesuaian harga energi. Lonjakan inflasi




                                           13
Page 30
  Januari-Februari 2026 didorong oleh kenaikan harga pangan seperti daging ayam ras,
  telur, dan cabai, serta efek low base dari penurunan tarif listrik pada awal 2025. Inflasi
  kelompok pangan tinggi, mencapai 4,64% yoy per Februari 2026, dipengaruhi
  gangguan cuaca dan permintaan Ramadan. Inflasi mengalami lonjakan tahunan
  sebesar 12,66% yoy karena efek pembanding rendah (low base effect) dari kebijakan
  diskon listrik sebelumnya. Inflasi tahunan diprediksi akan menurun ke kisaran 3,07% - 3,51%
  yoy memasuki Maret 2026 seiring memudarnya efek low-base, namun tetap dibayangi
  risiko kenaikan harga energi global dan dampak iklim. HLM TPIP juga menetapkan Peta
  Jalan Pengendalian Inflasi 2025-2027 untuk memastikan capaian inflasi tetap berada
  dalam kisaran sasaran sebesar 2,5+1% pada tahun 2025-2027, sebagaimana yang telah
  ditetapkan oleh Pemerintah.
                         Grafik 3.2 Inflasi IHK dan Komponen (%yoy)




                 Sumber : Bank Indonesia

d. Nilai Tukar Rupiah
  Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS (USD) pada Maret 2026 mengalami tekanan
  signifikan, mendekati level Rp17.000 per USD karena sentimen risk-off global,
  ketegangan geopolitik, dan lonjakan harga energi. Meskipun sempat dibuka menguat
  tipis ke Rp16.859 pada 11 Maret 2026, volatilitas tinggi diperkirakan berlanjut. Rupiah
  fluktuatif cenderung melemah, menembus level psikologis Rp17.000 pada awal Maret
  2026.
  Penyebab tekanan pada Rupiah per Maret 2026 adalah Ketegangan di Timur Tengah,
  lonjakan harga energi, dan peningkatan permintaan aset aman (safe haven). Faktor
  domestik juga menyebabkan tekanan pada Rupiah akibat kekhawatiran kebijakan
  fiskal dan pergerakan pasar saham yang mempengaruhi sentimen investor. Bank
  Indonesia mencatat JISDOR (USD-IDR) di kisaran Rp16.879 (10 Maret 2026), dengan inflasi
  IHK per Februari 2026 sebesar 4,76%. Prediksi ke depan analis memperkirakan
  pergerakan fluktuatif di kisaran Rp16.900 hingga Rp17.050, bahkan ada potensi
  pelemahan ke level Rp17.500 per USD pada akhir 2026. Pemerintah dan Bank Indonesia
  diperkirakan terus melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas mata uang di tengah
  tekanan.




                                           14
Page 31
                        Grafik 3.3 Nilai Tukar Rupiah Terhadap USD




                 Sumber : Bank Indonesia

e. Suku Bunga BI-Rate
  Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Februari 2026 memutuskan
  untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar
  3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%. Keputusan ini konsisten dengan
  fokus kebijakan saat ini pada upaya penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah di tengah
  tetap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global guna mendukung pencapaian
  sasaran inflasi 2026-2027 dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
  Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran
  kebijakan moneter dan kebijakan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini
  dengan tetap mencermati ruang penurunan suku bunga BI-Rate lebih lanjut sejalan
  dengan prakiraan inflasi 2026-2027 yang terkendali dalam sasaran 2,5±1% dan upaya
  untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Kebijakan
  makroprudensial Bank Indonesia tetap diarahkan untuk mendorong pertumbuhan
  ekonomi (pro-growth) melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil, khususnya
  sektor-sektor prioritas Pemerintah, serta mempercepat penurunan suku bunga kredit
  perbankan melalui implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM)
  dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian. Kebijakan sistem pembayaran tetap
  diarahkan untuk turut menopang pertumbuhan ekonomi melalui penguatan sinergi
  dalam perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem
  pembayaran, dan peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem
  pembayaran.
                                Grafik 3.4 Suku Bunga BI-Rate




                 Sumber : Bank Indonesia

f. Perkembangan Investasi
  Pada Triwulan III- 2025, realisasi investasi menembus Rp491,4 triliun, meningkat 13,9%
  secara tahunan dan menyumbang 25,8% dari target investasi nasional tahun ini.
  Kemudian, sepanjang tahun 2025, realisasi investasi Indonesia berhasil mencapai




                                           15
Page 32
  Rp1.931,2 triliun, atau 101,3% dari target Presiden Rp1.905,6 triliun. Kontribusi hilirisasi
  mencapai 30,2% dengan dengan nilai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3% secara tahunan. Di
  tengah ketidakpastian ekonomi global, capaian ini menegaskan ketahanan iklim
  investasi nasional sekaligus memperkuat peran investasi sebagai motor pertumbuhan
  ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Secara kumulatif, realisasi investasi Januari–
  Desember 2025 mampu menyerap 2,71 juta tenaga kerja, mencerminkan kontribusi
  nyata terhadap perekonomian nasional. Kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA)
  sebesar Rp900,9 triliun (46,6%), sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)
  Rp1.030,3 triliun (53,4%).
  Untuk capaian realisasi investasi triwulan IV-2025, Kementerian Investasi dan
  Hilirisasi/BKPM mencatat pertumbuhan 9,7%(yoy) yaitu sebesar Rp496,9 triliun atau 26,1%
  dari target tahun 2025. Capaian ini didominasi PMA sebesar Rp256,3 triliun (51,6% dari
  total investasi triwulan IV 2025), sementara PMDN mencapai Rp240,6 triliun (48,4% dari
  total investasi triwulan IV-2025). Berikut ditampilkan perkembangan realisasi investasi dari
  tahun 2020 sampai tahun 2025.
    Grafik 3.5 Perkembangan Realisasi Investasi PMA dan PMDN 2021 – 2025 (Rp Triliun)




    Sumber : BKPM



g. Tinjauan Umum Industri Pertambangan Batubara
  Proyeksi Bauran Energi di Indonesia
  Menurut Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030, bauran energi di
  Indonesia tetap akan didominasi batubara pada 2030. Bauran batubara mencapai
  59,4% jika mengikuti skenario karbon rendah. Melihat dari kapasitasnya, pembangkitan
  listrik batubara nasional diproyeksikan terus bertambah dari 2021 hingga 2030. Nilainya
  meningkat dari 194.558 GigaWatt hours (GWh) pada 2021 menjadi 264.260 GWh pada
  2030.
  Pembangkit listrik bahan bakar minyak (BBM) menjadi satu-satunya sumber energi yang
  akan dikurangi, dengan target pengurangan dari 10.222 GWh pada 2021 menjadi 1.798
  GWh pada 2030. Energi Baru dan terbarukan (EBT) energi air diproyeksikan meningkat
  kapasitasnya dari 16.867 GWh pada 2021 menjadi 42.516 GWh pada 2030. Lalu, panas
  bumi diproyeksikan meningkat dari 16.954 GWh menjadi 36.485 GWh. Sementara itu, EBT
  lainnya diproyeksikan meningkat dari 2.766 GWh pada 2021 menjadi 27.353 GWh pada
  2030. Bauran EBT diproyeksikan mencakup 23,9% total pembangkitan energi pada 2030.
  Berikut ditampilkan Grafik yang menunjukkan proyeksi bauran energi di Indonesia tahun
  2021 sampai dengan 2030.




                                           16
Page 33
                     Grafik 3.6 Proyeksi Bauran Energi di Indonesia 2021 - 2030

                     300
                     250

          Ribu GWh   200
                     150
                     100
                     50
                      0
                             2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030

                           Batubara   Gas    BBM        Air   Panas bumi   EBT lain

        Sumber : Katadata, 2023 (diolah)

Sumberdaya dan Cadangan Batubara di Indonesia
Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai cadangan batubara
terbesar di dunia, Berdasarkan data Neraca Sumber Daya dan Cadangan Mineral dan
Batubara Indonesia tahun 2025, cadangan batubara Indonesia mencapai 31.955,50
juta ton, dengan total sumber daya mencapai 97.960,76 juta ton. Produksi batubara
pada 2025 tercatat sebesar 790 juta ton, turun 5,5% dari 2024, di mana 514 juta ton
diekspor dan 254 juta ton untuk domestik.
Dari total sumber daya 70% merupakan batu bara kualitas rendah dan 30% sisanya batu
bara kualitas tinggi dan menengah. Batubara di Indonesia masih menjadi andalan
sumber energi terutama untuk pembangkit listrik dan sebagian untuk sektor industri.
Dengan demikian, seluruh penyediaan batubara dipenuhi dari produksi dalam negeri,
kecuali beberapa jenis batubara berkalori tinggi yang diperlukan untuk memenuhi
kebutuhan industri baja. Potensi sumberdaya batubara di Indonesia masih cukup besar
hingga beberapa puluh tahun ke depan. Potensi batubara di Indonesia adalah
batubara kalori sangat tinggi (>7100 kal/g), kalori tinggi (6100-7100 kal/gram), kalori
sedang (5100-6100 kal/gram) dan kalori rendah (<5100 kal/gram). Potensi wilayah untuk
cadangan batubara berkalori sangat tinggi terdapat di Provinsi Sumatera Barat, Provinsi
Kalimantan Tengah dan Provinsi Papua Barat. Berikut peta persebaran cadangan
batubara kalori sangat tinggi di Indonesia.

  Grafik 3.7. Persebaran Cadangan Batubara Kalori Sangat Tinggi (>7100kal/g)
                                di Indonesia




Sumber : ESDM,2024 (diolah)




                                                   17
Page 34
Perkembangan Produksi dan Konsumsi Batubara
Realisasi produksi batubara tahun 2025 sebesar 817,48 juta ton atau 115,14% dari target
tahun 2025 sebesar 710 juta ton. Dalam hal DMO, realisasi pemenuhan kebutuhan
batubara tahun 2025 adalah 246,88 juta ton atau sebesar 136,19% dari target sebesar
181,28 juta ton. Kontribusi realisasi produksi batubara tersebut berasal dari IUP sebanyak
584,22 juta ton (71,47%) dan PKP2B sebanyak 233,26 juta ton (28,53%). Adanya
penurunan produksi batubara tahun 2025 dibandingkan tahun 2024 disebabkan
adanya penurunan permintaan batubara dari Cina.
           Grafik 3.8. Tingkat Produksi dan Penjualan Batubara di Indonesia




          Sumber : Kementerian ESDM (diolah)

Proyeksi Permintaan Batubara
Pemenuhan DMO Batubara di Indonesia tahun 2025 didominasi oleh PLTU sebesar
57,27%, matalurgi/smelter sebesar 30,91%, semen 3,56%, kertas 2,2%, pupuk 0,41%, tekstil
0,35% dan industri lainnya 5,31%.


                     Grafik 3.9. Sektor Industri Pengguna Batubara




           Sumber : Kementerian ESDM (diolah)

Konsumsi batubara selama 5 (lima) tahun terakhir, 2021 sampai dengan 2025 masih
berfluktuasi. Tahun 2023, konsumsi batubara domestik mencapai 212,87 juta ton atau
mengalami penurunan sebesar 1,36% dibandingkan konsumsi tahun 2022 yang
mencapai 215,81 juta ton. Pada tahun 2024, konsumsi batubara domestik mencapai
232,60 juta ton atau mengalami kenaikan sebesar 9,27% dibandingkan tahun 2023.
Angka ini merupakan realisasi kewajiban pemenuhan kebutuhan batubara untuk




                                         18
Page 35
kepentingan dalam negeri, dan melebihi target DMO tahun 2024 yang ditetapkan
sebesar 220 juta ton. Pada tahun 2025, konsumsi batubara domestik mencapai 246,88
juta ton atau mengalami kenaikan sebesar 5,96% dibandingkan konsumsi tahun 2024.
Berikut ini ditampilkan konsumsi domestik batubara dari tahun 2021 sampai dengan 2025
dalam Juta ton.
                        Tabel 3.5 Konsumsi Domestik Batubara per Industri
                                                                    Tahun
                          2021                2022                   2023               2024               2025
    Jenis Industri
                      Juta        %       Juta        %         Juta       %       Juta       %       Juta       %
                       ton                 ton                   ton                ton                ton
    Pembangkit       104.83      79.48   129.23      59.88     121,19     56,94   132,44     56,94   141,39     57,27
    Listrik
    Industri Besi,    13.21      10.02    49.38      22.88      60,11    28,24     65,69    28,24     76,31    30,91
    Baja, dan
    Metalurgi
    Semen,             6.51       4.94    13.11       6.08       9,81     4,61     10,72     4,61      8,79     3,56
    Tekstil,
    Pupuk
    Pulp dan           2.00       1.52     6.30       2.92       5,38     2,53      5,88     2,53      7,31     2,96
    Kertas
    Briket             0.05     0.04       0.00     0.00         0,98     0,00      0,98     0,00      0,00     0,00
    Lainnya            5.28     4.00      17.80     8.25        16,37     7,69     17,89     7,69     13,11     5,31
    Total            131.89   100.00     215.81   100.00       212,87   100.00    232,60   100.00    246,88   100.00

 Sumber : Kementerian ESDM, 2023 (diolah) *) data diolah

Berdasarkan Renstra ESDM 2020 sampai dengan 2024, target permintaan energi tahun
2050 masih akan didominasi oleh sektor industri dan transportasi sebagaimana kondisi
pada tahun 2019. Peningkatan aktivitas industri dan aktivitas kendaraan bermotor
memberikan kontribusi yang cukup besar pada peningkatan permintaan energi di
kedua sektor tersebut. Permintaan di sektor industri diproyeksikan sejalan dengan
proyeksi pertumbuhan industri pada “Visi Indonesia 2045” sedangkan permintaan energi
di sektor transportasi dipengaruhi oleh pertumbuhan kendaraan bermotor, program
substitusi kendaraan konvensional (BBM) ke kendaraan listrik, program mandatory
biodiesel dan bioetanol serta beralihnya kendaraan pribadi ke kendaraan masal.
Dalam hal benchmarking DMO di Kawasan ASEAN berdasarkan data analisis dan
prediksi International Energy Agency (2025), Indonesia memimpin di posisi pertama yang
diikuti oleh Vietnam, Filiphina, Malaysia, Thailand dan Laos. Konsumsi Batubara di negara
ASEAN diprediksi mencapai 516 juta ton tahun 2025 dimana sektor pembangkit listrik
masih menjadi penggerak utama konsumsi batubara yaitu sekitar 75% dari total DMO di
negara ASEAN. Konsumsi Batubara di Indonesia dipredksi mencapai 266 juta ton pada
tahun 2025 sedangkan capaian DMO Batubara tahun 2025 periode 31 Desember 2025
sebesar 246,88 juta ton.

                       Grafik 3.10. Proyeksi Permintaan Batubara di ASEAN




                                                          19
Page 36
         Tabel 3.6 Negara Tujuan Ekspor Batubara Indonesia (dalam Juta Ton)
          Negara                                           Tahun
          Tujuan              2021           2022           2023            2024    2025
  India                        98,2           70.8          110.2           108,9   100,2
  Tiongkok                     62,5          108.5           69.7            81,7    81,7
  Jepang                       26,9           23.0           26.4            25,3    27,2
  Korea Selatan                24,8           21.0           25.8            25,3    28,3
  Taiwan                       17,6           16.3           18.2            15,1    15,2
  Malaysia                     26,7           25.5           25.2            28,1    27,6
  Philipina                    28,0           30.1           30.9            36,1    37,7
  Thailand                     16,6           15.2           15.3            11,9    14,4
  Hongkong                     3,8             5.3            5.2             4,9    3,18
  Vietnam                       -             27,2           20,8              -     26,2
  Lainnya                      36,2           29.8           33.0           42,32    29,2
  Total                       341,5          345.5          360.1           379,7   405,8
  Sumber : Badan Pusat Statistik


                  Grafik 3.11. Negara Tujuan Ekspor Batubara Indonesia



                                                       India 107,9 rb ton




                 Sumber : Badan Pusat Statistik, 2025 (diolah)

Harga Batubara Acuan (HBA)
Harga Batubara Acuan (HBA) untuk penjualan batubara untuk periode kedua bulan
Juni 2025 pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut
(FOB Vessel) adalah USD 98,61/Ton.
HBA periode kedua bulan Juni 2025 yang tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan
Sumber Daya Mineral (Kepmen ESDM) No. 209.K/MB.01/MEM.B/2025 turun sebesar USD
2,36 atau turun 2,34% dibandingkan dengan HBA periode pertama Juni 2025 sebesar
USD 100,97.
Bila dibandingkan dengan HBA bulan yang sama pada tahun 2024 yaitu, HBA Juni 2024
USD 123 (year on year), maka HBA periode kedua Juni 2025 turun signifikan sebesar USD
24,39 atau turun 19,83%. HBA periode kedua Juni 2025 digunakan sebagai dasar
perhitungan Harga Patokan Batubara (HPB) untuk periode kedua Juni 2025 untuk
batubara dengan kalori lebih besar dari 6.000 kcal/kg GAR.
Secara rata-rata, harga batu bara global pada 2025 lebih rendah dibandingkan tahun-
tahun sebelumnya karena kelebihan pasokan dan turunnya permintaan. Hal ini
berdampak pada terkoreksinya kinerja keuangan sejumlah emiten tambang batu bara
besar Indonesia. Pada awal Juni 2025, HBA (Harga Batubara Acuan) untuk kalori >6000
pada level USD100,97 per MT atau terjadi penurunan sebesar 17,7% dibandingkan
periode sebelumnya.




                                            20
Page 37
     Harga batu bara global sepanjang 2025 mengalami tren normalisasi, bergerak lebih
     rendah dibandingkan lonjakan ekstrem pada tahun-tahun sebelumnya. Sebagai
     acuan, Harga Batu Bara Acuan (HBA) Indonesia periode Juni 2025 berada di level
     USD100,97/ton, sementara harga pasar global seperti Newcastle sempat berkisar di
     USD120/ton sebelum turun ke kisaran USD90-USD100/ton.
     Harga batu bara global sepanjang tahun 2026 mencatatkan penguatan yang
     signifikan, dengan harga acuan sempat menembus kisaran US$ 131,75 hingga US$
     151,75 per ton pada akhir kuartal kedua. Kenaikan ini didorong oleh gangguan pasokan,
     lonjakan harga energi global, dan peningkatan permintaan di kawasan Asia. Harga
     Batu Bara Acuan (HBA) Indonesia pada 2026 juga mengalami tren penguatan global
     hingga mencapai kisaran $143,00 per ton.

                      Grafik 3.12. Rata-rata harga Batubara 2022 sd 2026




                    Sumber : www.id.tradingeconomics.com

2.2.3 Analisis Operasional dan Prospek BYAN
     Sejak tahun 2021 sampai dengan 2025, Jumlah pendapatan BYAN Konsolidasian
     mengalami peningkatan rata-rata CAGR sebesar 4,7% atau naik dari USD 1,40 miliar
     pada 31 Desember 2020 menjadi USD 3,43 miliar pada 31 Desember 2025.
     Proyeksi pendapatan dan efesiensi biaya operasional BYAN dan Anak Perusahaan akan
     menjadi lebih efisien dan efektif dalam kegiatan pengangkutan batubara yang
     menjadi komoditas utama dari grup.

2.2.4 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
     Komoditas batubara tidak bisa dipungkiri merupakan salah satu faktor pendorong
     kemajuan peradaban sejak era industri dimulai hingga ke masa modern. Terlepas dari
     reputasinya yang negatif, batubara tetap menjadi sumber energi utama bagi dunia
     terutama negara berkembang agar dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi
     dan pembangunan pasar yang berkembang. Di sisi lain, BYAN memahami bahwa
     pelaku industri pertambangan juga mengemban tanggung jawab yang besar untuk
     meminimalkan dampak terhadap lingkungan hidup selama transisi dunia menuju energi
     terbarukan dan memastikan pembangunan yang berkelanjutan di dunia untuk waktu
     yang akan datang.
     Alasan dan latar belakang dilakukannya Rencana Transaksi sebagai berikut :
     •   Pembangunan Retaining Wall Pada RD19-RD27 Alur Pengalihan Sungai dan
         Pembangunan Jembatan di Tabang :
         - Mencegah terjadinya longsor pada alur sungai baru akibat adanya pengalihan
           alur sungai,
         - Dapat mengoptimalkan perolehan batubara dari cadangan yang berada di
           dalam dan sekitar area sungai sehingga menambah profitabilitas di masa
           mendatang.




                                              21
Page 38
2.2.5 Keuntungan dan Kerugian atas Dilakukannya Rencana Transaksi

     • Keuntungan Rencana Transaksi adalah:
      -   Memungkinkan penambangan cadangan batubara dalam jumlah signifikan yang
          sebelumnya tidak dapat diakses karena tertutup atau terhalang oleh aliran sungai.
      -   Mencegah terjadinya longsor pada dinding alur Sungai yang dapat berakibat
          buruk bagi lingkungan.

     • Kerugian Rencana Transaksi adalah:
      -   Pembangunan retaining wall pada RD19-RD27 alur pengalihan sungai dan
          pembangunan jembatan membutuhkan dana yang besar sehingga dapat
          mengganggu arus kas BT.




                                            22
Page 39
2.3   ANALISIS KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI
2.3.1 Analisis Kinerja Historis BYAN
      Berdasarkan data Laporan Keuangan yang kami peroleh dari Manajemen BYAN, kondisi
      keuangan BYAN adalah sebagai berikut:

      • Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
      Dalam Ribu USD

                                       31 Des           31 Des        31 Des             31 Des        31 Des
                    URAIAN
                                        2021             2022          2023               2024          2025

      Aset Lancar                      1.418.433        2.400.423      1901.194          1.765.564     1.448.770
      Aset Tidak Lancar                1.015.279        1.545.036     1.543.126          1.755.892     1.926.274
      Total Aset                       2.433.712        3.945.459     3.444.320          3,521,456     3.375.044
      Liabilitas Jangka Pendek           452.982        1.831.521     1.338.598          1.076.299      554.273
      Liabilitas Jangka Panjang          117.824         118.648           126.903        131.315       136.187
      Total Liabilitas                   570.806        1.950.168     1.465.502          1.207.614      680.460
      Ekuitas                          1.862.906        1.995.291     1.978.818          2.313.842     2.694.584
      Total Liabilitas dan Ekuitas     2.433.712        3.945.459     3.444.320          3.521.456     3.375.044

      Jumlah aset BYAN selama tahun 2021 sampai dengan tahun 2025 mengalami
      peningkatan rata-rata tahunan Compound Annual Growth Rate (“CAGR”) sebesar
      8,52% atau naik dari USD 2,43 miliar pada 31 Desember 2021 menjadi USD 3,38 miliar pada
      31 Desember 2025.
      Jumlah liabilitas BYAN selama tahun 2021 sampai dengan tahun 2025 mengalami
      fluktuasi. Peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 4,49% atau naik dari USD 570,81
      juta pada 31 Desember 2021 menjadi USD 680,46 juta pada 31 Desember 2025.
      Jumlah ekuitas BYAN selama tahun 2021 sampai dengan tahun 2025 mengalami
      peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 9,67% atau naik dari USD 1,86 miliar
      menjadi USD 2,69 miliar.

      • Laporan Laba Rugi Konsolidasian
      Dalam Ribu USD

                                             31 Des          31 Des          31 Des        31 Des       31 Des
                     URAIAN
                                              2021             2022           2023           2024        2025
      Penjualan                              2.852.220       4.703.622      3.581.375      3.446.215   3.427.576
      Harga Pokok Penjualan                  1.105.767       1.543.553      1.917.152      2.113.429   2.321.275
      Laba Kotor                             1.746.453      3.160.069       1.664.223      1.332.786   1.106.301
      Beban penjualan                         (30.000)      (140.417)          28.443       (38.793)    (31.122)
      Beban umum dan administrasi               (38.177)      (77.495)        (85.492)      (81.260)    (72.805)
      Penghasilan keuangan                         4.111         14.792        25.388        27.805       27.953
      Beban keuangan                            (50.549)         (2.674)       (6.630)      (17.838)      (8.699)
      Pendapatan/(beban)lain-lain-neto           (4.263)         (8.964)        7.037       (17.178)      (9.609)
      Laba Sebelum Pajak                     1.627.573      2.945.310       1.632.969      1.205.522   1.012.019
      Beban Pajak Penghasilan                (361.616)       (643.704)      (353.388)      (262.147)   (227.968)
      Laba Bersih                            1.265.957      2.301.606       1.279.581       943.375      784.051




                                                   23
Page 40
     Pendapatan BYAN selama tahun 2021 sampai dengan tahun 2025 mengalami
     peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 4,7% atau naik dari USD 2,85 miliar pada
     31 Desember 2021 menjadi USD 3,43 miliar pada 31 Desember 2025.
     Laba kotor BYAN selama tahun 2021 sampai dengan tahun 2025 rata-rata mencapai
     49,17% dari pendapatan, dengan nilai laba kotor berturut-turut sebesar USD 1,75 miliar,
     USD 3,16 miliar, USD 1,66 miliar, USD 1,33 miliar, dan USD 1,11 miliar.
     Laba setelah pajak BYAN selama tahun 2021 sampai dengan tahun 2025 rata-rata
     mencapai 35,86%. Pada tahun 2021 sampai dengan 2025 BYAN tercatat mengalami
     laba bersih masing-masing sebesar USD 1,27 miliar, USD 2,30 miliar, USD 1,28 miliar, dan
     USD 943,38 juta, dan USD 784,05 juta.

     • Rasio Keuangan
     Sejak tahun 2021 sampai dengan tahun 2025 untuk mendukung kegiatan perusahaan,
     BYAN menggunakan pendanaan yang bersumber dari dana sendiri.

                                                                                                Rata-
                   RASIO                   2021          2022      2023      2024      2025
                                                                                                 rata
      Liquidity Rasio :
      1. Current Ratio                    313,13%    131,06%      142,03%   164,04%   266,18%   203,29%
      2. Quick Ratio                      292,21%    124,61%      126,95%   140,99%   223,25%   181,60%
      Leverage Ratio/Solvability :
      1. Total Debt to Equity Ratio        30,64%        97.74%    74,06%    52,19%    25,25%    55,98%
      2. Total Debt to Total Aset Ratio    23,45%        49,43%    42,55%    34,29%    20,16%    33,98%
      Financial Ratio :
      1. Gross Profit Margin               61,23%     67,18%       46,47%    38,67%    32,28%    49,17%
      2. Net Profit Margin                 44,38%     48,93%       35,73%    27,37%    22,87%    35,86%
      3. ROE                               67,96%    115,35%       64,66%    40,77%    29,10%    63,57%
      4. ROI                               52,02%     58,34%       37,15%    26,79%    23,23%    39,50%


     Rasio Likuiditas
     Selama periode 2021 sampai 2025, current ratio berfluktuatif dengan rata-rata sebesar
     203,29%, dan Quick ratio berfluktuatif dengan rata-rata sebesar 181,60%.
     Selama tahun 2021 sampai 2025 aset lancar secara keseluruhan BYAN mampu
     memenuhi kewajiban jangka pendeknya, karena rasio likuiditas secara keseluruhan
     berada di atas 1.
     Rasio Solvabilitas
     Rasio utang bersih terhadap ekuitas mengalami penurunan dari 30,64% pada tahun
     2021 menjadi 25,25% pada tahun 2025. Rasio utang terhadap total aset mengalami
     penurunan dari 23,45% pada tahun 2021 menjadi 20,16% pada tahun 2025. Selama
     tahun 2021 sampai 2025, porsi utang secara keseluruhan relatif mengalami penurunan.
     Rasio Profitabilitas
     Marjin laba kotor relatif mengalami penurunan dari 61,23% pada tahun 2021 menjadi
     32,28% pada tahun 2025. Selama tahun 2021 sampai dengan 2025, laba bersih relatif
     mengalami penurunan dengan marjin laba bersih dari 52,02% pada tahun 2021 menjadi
     23,23% pada tahun 2025.

2.3.2 Analisis Proyeksi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana Transaksi
     Analisis inkremental dilakukan dengan cara membandingkan kondisi proyeksi
     keuangan jika dilakukan rencana transaksi dengan jika tidak dilakukan rencana
     transaksi, selama periode 2026-2030.




                                                    24
Page 41
1. Analisis atas Proyeksi Laporan Keuangan
Kami melakukan analisis perbandingan atas Proyeksi Laporan Keuangan Tanpa
dilakukannya Rencana Transaksi dan dengan dilakukannya Rencana Transaksi yang
kami peroleh dari Manajemen BYAN sebagai berikut:
Analisis Perbandingan Proyeksi Laporan Laba (Rugi) Dengan Rencana Transaksi dan
Tanpa Rencana Transaksi
Dalam Ribu USD
         URAIAN          FY2026      FY2027      FY2028      FY2029      FY2030      FY2031      FY2032      FY2033      FY2034      FY2035
PENDAPATAN
Dengan Transaksi         3.858.033   5.134.593   5.391.448   5.421.747   5.513.836   5.024.657   5.336.917   5.663.743   6.159.423   5.849.678
Tanpa Transaksi          3.824.633   4.743.335   4.771.680   4.840.086   4.905.990   4.724.564   5.177.930   5.322.895   5.536.055   5.849.678
Selisih                     33.400     391.258     619.768     581.662     607.846     300.093     158.987     340.848     623.367         -

BEBAN POKOK PENDAPATAN
Dengan Transaksi         2.852.451   3.629.388   3.974.946   3.856.230   3.905.715   3.720.873   3.889.683   4.028.593   4.146.598   4.021.375
Tanpa Transaksi          2.822.672   3.360.932   3.408.751   3.388.588   3.433.767   3.489.858   3.776.307   3.801.362   3.749.374   4.021.375
selisih                     29.779     268.456     566.195     467.642     471.948     231.015     113.376     227.231     397.224         -

LABA BRUTO
Dengan Transaksi         1.005.582   1.505.204   1.416.502   1.565.517   1.608.121   1.303.784   1.447.234   1.635.150   2.012.824   1.828.303
Tanpa Transaksi          1.001.961   1.382.402   1.362.929   1.451.497   1.472.223   1.234.706   1.401.623   1.521.532   1.786.681   1.828.303
Selisih                      3.621     122.802      53.573     114.019     135.898      69.078      45.611     113.618     226.143         -

LABA SEBELUM PAJAK
Dengan Transaksi          877.409    1.381.010   1.291.408   1.388.203   1.474.971   1.138.918   1.293.582   1.471.401   1.836.520   1.670.817
Tanpa Transaksi           875.086    1.274.865   1.264.346   1.301.837   1.319.869   1.082.666   1.254.594   1.371.741   1.634.310   1.670.817
Selisih                     2.322      106.145      27.061      86.367     155.102      56.252      38.988      99.660     202.209         -

LABA SETELAH PAJAK
Dengan Transaksi          703.731    1.131.882   1.044.447   1.133.181   1.216.950    918.601    1.042.256   1.082.307   1.512.195   1.340.339
Tanpa Transaksi           701.884    1.025.737   1.017.386   1.046.814   1.061.848    874.725    1.011.846   1.004.572   1.309.986   1.340.339
Selisih                     1.847      106.145      27.061      86.367     155.102     43.877       30.411      77.735     202.209         -




Dengan memperhatikan tabel di atas, selama masa proyeksi tahun 2026 sampai
dengan 2035 dengan Rencana Transaksi dan tanpa Rencana Transaksi, selisih jumlah
Pendapatan konsolidasi BYAN dari tahun 2026 sampai dengan 2035 berturut-turut
sebesar USD 33,40 juta, USD 391,26 juta, USD 619,77 juta, USD 581,66 juta, USD 607,85 juta,
USD 300,09 juta, USD 158,99 juta, USD 340,85 juta, USD 623,37 juta, dan pada tahun 2035
tidak terdapat selisih. Pertumbuhan Pendapatan rata-rata CAGR dengan Rencana
Transaksi sebesar 4,73% per tahun, sedangkan Tanpa Rencana Transaksi sebesar 4,83%
per tahun.
Selisih Laba bruto konsolidasian BYAN dari tahun 2026 sampai dengan 2035 berturut-turut
sebesar USD 3,62 juta, USD 122,80 juta, USD 53,57 juta, USD 114,02 juta, USD 135,90 juta,
USD 69,08 juta, USD 45,61 juta, USD 113,62 juta, USD 226,14 juta, dan pada tahun 2035
tidak terdapat selisih. Pertumbuhan Laba Bruto rata-rata CAGR dengan Rencana
Transaksi sebesar 6,87% per tahun, sedangkan Tanpa Rencana Transaksi sebesar 6,91%
per tahun.
Selisih Laba setelah pajak konsolidasian BYAN dari tahun 2026 sampai dengan 2035
berturut-turut sebesar USD 1,85 juta, USD 106,15 juta, USD 27,06 juta, USD 86,37 juta, USD
155,10 juta, USD 43,88 juta, USD 30,41 juta, USD 77,74 juta, USD 202,21 juta, dan pada
tahun 2035 tidak terdapat selisih. Pertumbuhan Laba setelah pajak rata-rata CAGR
dengan Rencana Transaksi sebesar 7,42% per tahun, sedangkan Tanpa Rencana
Transaksi sebesar 7,45% per tahun.




                                                              25
Page 42
Analisis Perbandingan Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Dengan Rencana Transaksi
dan Tanpa Rencana Transaksi
Dalam Ribu USD
    URAIAN          FY2026      FY2027       FY2028        FY2029        FY2030        FY2031        FY2032        FY2033        FY2034       FY2035
TOTAL ASET
Dengan Transaksi   3.810.528 4.168.642      4.158.858 3.974.603 3.955.025 4.127.394                 4.014.937 3.145.673 3.465.958             3.464.462
Tanpa Transaksi    3.815.283 4.120.013      4.208.290 4.134.978 4.089.990 4.049.426                 4.060.129 3.458.626 3.811.474             3.861.869
Selisih               (4.754)   48.628        (49.432) (160.375) (134.965)   77.968                   (45.192) (312.953) (345.516)             (397.407)

TOTAL LIABILITAS
Dengan Transaksi     839.018 1.077.904 1.034.951   931.188   878.751   885.670   894.020 1.691.636 1.549.104                                  1.416.928
Tanpa Transaksi      845.619 1.137.267 1.219.436 1.312.983 1.321.872 1.270.131 1.445.249 2.166.699 2.258.940                                  2.178.655
Selisih               (6.601)  (59.363) (184.486) (381.795) (443.121) (384.461) (551.229) (475.063) (709.836)                                  (761.727)

TOTAL EKUITAS
Dengan Transaksi   2.971.511   3.090.738    3.123.907     3.043.414     3.076.274     3.241.724     3.120.917     1.454.038     1.916.854     2.047.534
Tanpa Transaksi    2.969.664   2.982.746    2.988.854     2.821.995     2.768.118     2.779.295     2.614.880     1.291.928     1.552.535     1.683.215
Selisih                1.847     107.992      135.053       221.420       308.156       462.430       506.037       162.110       364.319       364.319



Dengan memperhatikan tabel di atas, selama masa proyeksi, dengan Rencana
Transaksi dan tanpa Rencana Transaksi, perusahaan mengalami pertumbuhan yang
berfluktuatif dari sisi Aset, Liabilitas dan Ekuitas.
Dengan Rencana Transaksi, Aset dan Ekuitas mengalami penurunan rata-rata CAGR
secara berturut-turut sebesar 1,05% dan 4,05%, sedangkan Liabilitas mengalami
pertumbuhan sebesar 6,00% per tahun. Jika tanpa Rencana Transaksi, Aset tumbuh rata-
rata CAGR sebesar 0,13%, Liabilitas naik 11,09%, sedangkan Ekuitas mengalami
penurunan sebesar 6,11% per tahun. Dengan Rencana Transaksi, Ekuitas perusahaan
mengalami penurunan lebih rendah dibandingkan dengan Tanpa Rencana Transaksi
karena adanya peningkatan laba yang berasal dari peningkatan pendapatan dan
penghematan biaya.

Analisis Perbandingan Proyeksi Laporan Arus Kas Dengan Rencana Transaksi dan Tanpa
Rencana Transaksi
Dalam Ribu USD
    URAIAN         FY2026      FY2027       FY2028        FY2029         FY2030        FY2031        FY2032        FY2033        FY2034        FY2035
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Dengan Transaksi    812.978   1.234.778      985.895     1.184.442      1.273.476     1.093.335       971.943       441.844      1.758.277    1.569.893
Tanpa Transaksi     817.335   1.281.027    1.052.782     1.270.733      1.336.962     1.123.226       986.982       472.732      1.812.596    1.569.893
Selisih              (4.357)    (46.249)     (66.887)      (86.292)       (63.486)      (29.891)      (15.039)      (30.888)       (54.319)         -

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Dengan Transaksi   (114.326)   (145.030)     (91.404)      (43.908)       (44.453)      (43.370)      (47.934)      131.934        (40.766)     (37.992)
Tanpa Transaksi    (114.326)   (145.030)     (91.404)      (43.908)       (44.453)      (43.370)      (47.934)      131.934        (40.766)     (37.992)
Selisih                  -          -            -             -              -             -             -             -              -            -

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Dengan Transaksi   (426.378) (1.012.229)   (1.010.851)   (1.213.247)    (1.055.623)   (1.038.712)   (1.044.879)   (1.029.863)   (1.048.952)   (1.209.232)
Tanpa Transaksi    (426.378) (1.012.229)   (1.010.851)   (1.213.247)    (1.055.623)   (1.038.712)   (1.044.879)   (1.029.863)   (1.048.952)   (1.209.232)
Selisih                 -           -             -             -              -             -             -             -             -             -


Dari tabel di atas dapat diperoleh informasi bahwa antara Proyeksi Laporan Arus Kas
periode 2021 sampai 2035 antara dengan Rencana Transaksi dan tanpa Rencana
Transaksi, perusahaan mengalami pertumbuhan yang fluktuatif.
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi maupun tanpa Rencana Transaksi, arus kas
dari aktivitas investasi rata-rata CAGR turun sebesar 11,52% per tahun, dan arus kas dari
aktivitas pendanaan rata-rata CAGR naik sebesar 12,28% per tahun. Untuk arus kas dari
aktivitas operasi, jika dengan dilakukannya Rencana Transaksi rata-rata CAGR tumbuh
sebesar 7,59% per tahun, sedangkan tanpa Rencana Transaksi tumbuh sebesar 7,52%
per tahun.




                                                                   26
Page 43
Analisis Perbandingan Proyeksi Rasio Keuangan Dengan Rencana Transaksi dan Tanpa
Rencana Transaksi
        URAIAN              FY2026       FY2027          FY2028           FY2029        FY2030        FY2031        FY2032          FY2033         FY2034            FY2035
LIQUIDITY RATIO
Dengan Transaksi                2,83            2,18           2,18          2,46           2,89           2,76            2,57           1,01           1,41           1,89
Tanpa Transaksi                 2,81            2,07           1,86          1,80           2,00           2,07            1,71           0,92           1,10           1,38
Selisih                         0,03            0,11           0,32          0,66           0,89           0,69            0,86           0,08           0,31           0,51

QUICK RATIO
Dengan Transaksi                2,27            1,71           1,65          1,84           2,22           2,07            1,92            0,66          1,20           1,55
Tanpa Transaksi                 2,25            1,65           1,45          1,41           1,60           1,62            1,34            0,66          0,97           1,17
Selisih                         0,02            0,06           0,20          0,43           0,61           0,45            0,58           (0,01)         0,22           0,38

CASH RATIO
Dengan Transaksi                1,21            0,99           0,90          0,92           1,23           1,21            1,05            0,22          0,72           1,04
Tanpa Transaksi                 1,20            0,98           0,85          0,80           0,99           1,07            0,85            0,34          0,66           0,85
Selisih                         0,01            0,01           0,04          0,13           0,23           0,15            0,20           (0,12)         0,05           0,19

NET PROFIT MARGIN
Dengan Transaksi              18,24%       22,04%             19,37%       20,90%         22,07%        18,28%        19,53%           19,11%           24,55%        22,91%
Tanpa Transaksi               18,35%       21,62%             21,32%       21,63%         21,64%        18,51%        19,54%           18,87%           23,66%        22,91%
Selisih                       -0,11%        0,42%             -1,95%       -0,73%          0,43%        -0,23%        -0,01%            0,24%            0,89%         0,00%



Dari tabel di atas dapat diperoleh informasi bahwa Rasio Likuiditas dengan Rencana
Transaksi dan tanpa Rencana Transaksi berfluktuasi dari tahun 2026 sampai dengan
2035. Selisih Marjin laba bersih dengan Rencana Transaksi dan tanpa Rencana Transaksi
pada tahun 2027, 2030, 2033, 2034 berpengaruh positif sebesar 0,42%, 0,43%, 0,24%, dan
0,89%, sedangkan pada tahun 2026, 2028, 2029, 2031, 2032 berpengaruh negatif
berturut-turut sebesar 0,11%, 1,95%, 0,73%, 0,23%, dan 0,01%.

Kesimpulan:
Berdasarkan perbandingan proyeksi laporan keuangan tersebut di atas, kesimpulan
kami sebagai berikut:
• Rencana Transaksi berpengaruh positif terhadap Proyeksi Laporan Laba Rugi karena
  memberikan peningkatan Pendapatan, sehingga Laba Tahun Berjalan meningkat.
• Rencana Transaksi berpengaruh positif terhadap pertumbuhan Ekuitas dalam
  Proyeksi Laporan Posisi Keuangan perusahaan karena terjadi peningkatan laba.
• Rencana Transaksi berpengaruh negatif terhadap Proyeksi Laporan Arus Kas karena
  menurunkan arus kas perusahaan.
• Rencana Transaksi berpengaruh positif terhadap Net Profit Margin karena terjadi
  peningkatan laba.

2. Analisis Inkremental
Analisis inkremental dilakukan dengan cara menghitung nilai tambah (Incremental
Value) dari selisih proyeksi arus kas bersih bila dilakukan Rencana Transaksi dan tanpa
dilakukannya Rencana Transaksi selama periode proyeksi 10 tahun (2026-2035).
Berikut hasil perhitungan dari nilai tambah (Incremental Value) dari Rencana Transaksi :
PERHITUNGAN NILAI INKREMENTAL
METODE ARUS KAS TERDISKONTO (DISCOUNTED CASH FLOW METHOD )
(dalam Jutaan USD)                                  1,0           2,0         3,0          4,0          5,0         6,0         7,0           8,0          9,0         10,0
                                                 Jan-Des       Jan-Des     Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des       Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des
                  URAIAN
                                                   2026          2027        2028         2029         2030        2031        2032          2033         2034         2035

EBIT                                                   2,32     106,14        27,06        86,37      155,10       56,25          38,99       99,66       202,21          -
 Less : Tax                                          (0,51)      (23,35)       (5,95)      (19,00)     (34,12)     (12,38)       (8,58)       (21,93)     (44,49)          -
 Plus : Depresiasi dan Amortisasi                     0,82         1,51         1,24         0,97        0,70        0,43         0,16         (0,11)       (0,38)       (0,26)
 Less : Changes in NWC                             (10,02)       (79,35)    (154,92)     (174,67)      (66,23)      72,18     (159,91)         65,90     (258,54)         3,84
 Less : Capex                                      (13,11)         0,50         0,77         1,04        1,31        1,58         1,85          2,12         2,40        (3,58)
 Plus : Salvage value                                  -            -            -            -           -           -            -             -            -        364,32
Net Cash Flow                                      (20,50)         5,46     (131,80)     (105,29)       56,77     118,08      (127,49)       145,65       (98,80)      364,32

Discounted Factor                      10,43%     0,9055        0,8200       0,7425       0,6724      0,6088      0,5513       0,4992        0,4521       0,4094       0,3707
Discounted Cash Flow                              (18,56)         4,48       (97,86)      (70,79)      34,56       65,10       (63,65)        65,85       (40,45)      135,05

Present Value (PV)                   USD Juta      13,72        -126,6%    -2514,1%




                                                                            27
Page 44
      Dari tabel di atas, hasil perhitungan selisih arus kas bersih dengan tingkat diskonto
      (discount rate) 10,43%, diperoleh Net Present Value sebesar USD 13.722.080.
      Dari hasil analisis inkremental, secara finansial dapat disimpulkan bahwa dengan
      melakukan Rencana Transaksi, BYAN akan menghasilkan Nilai Tambah (Incremental
      Value) yang positif.

2.4   ANALISIS KEWAJARAN NILAI RENCANA TRANSAKSI
      Dalam hal untuk kewajaran Nilai Rencana Transaksi pembangunan retaining wall pada
      RD19-RD27 alur pengalihan sungai dan pembangunan jembatan di Tabang, Kutai
      Kartanegara, Kalimantan Timur antara BT selaku pemberi kerja dan NMN selaku
      kontraktor, kami tidak melakukan penilaian/pemeriksaan khusus atas Harga Kontrak
      Rencana transaksi. Kami melakukan analisis perbandingan Harga Penawaran Kontrak
      dari beberapa kontraktor dengan perhitungan dan melakukan penyesuaian variable-
      variable pekerjaan yang sama. Kami berasumsi bahwa data-data yang kami terima
      dari pihak Manajemen BYAN adalah benar.
      Berikut Perbandingan Penawaran Harga Kontrak dari beberapa kontraktor untuk
      pembangunan retaining wall pada RD19-RD27 alur pengalihan sungai dan
      pembangunan jembatan yang berlokasi di Tabang, Kutai Kartanegara, Kalimantan
      Timur :
      1. PT Nirmala Matranusa (NMN)

                                                      Total Amount           Percentage
        ITEM               Description
                                                           (Rp)                  (%)
               Construction Works of Retaining
         1                                               34.038.608.715         65,54%
               Wall (RD19-RD27)
          2    Construction Works of Bridge               9.876.354.505        19,02%
          3    Strengthening of Bridges                   8.023.033.420        15,45%
       Total Amount                                      51.937.996.640       100,00%
      Nilai Pekerjaan yang ditawarkan oleh NMN adalah sebesar Rp51.937.996.640,- diluar
      PPN 11%.
      2. PT Sinar Sakti Jaya (SSJ)

                                                       Total Amount          Percentage
        ITEM               Description
                                                            (Rp)                 (%)
               Construction Works of Retaining
          1                                               37.532.061.900        66,14%
               Wall (RD19-RD27)
          2    Construction Works of Bridge               10.520.500.000       18,54%
          3    Strengthening of Bridges                    8.692.935.720       15,32%
       Total Amount                                       56.745.497.620      100,00%
      Nilai Pekerjaan yang ditawarkan oleh SSJ adalah sebesar Rp56.745.497.620,- diluar PPN
      11%.
      3. PT Jagat Baja Prima Utama (JBPU)

                                                       Total Amount           Percentage
        ITEM                Description
                                                            (Rp)                  (%)
               Construction Works of Retaining            38.282.703.138        66,22%
          1
               Wall (RD19-RD27)
          2    Construction Works of Bridge               10.661.264.400        18,44%
          3    Strengthening of Bridges                    8.866.794.434        15,34%
       Total Amount                                       57.810.761.972       100,00%
      Nilai Pekerjaan yang ditawarkan oleh JBPU adalah sebesar Rp57.810.761.972,- diluar PPN
      11%.




                                             28
Page 45
     Berdasarkan analisa dari data perbandingan penawaran harga kontrak dari 3 (tiga)
     Kontaktor di atas, Harga Kontrak yang ditawarkan oleh NMN lebih rendah, sehingga
     dapat disimpulkan bahwa Nilai Rencana Transaksi Draft Perjanjian Jasa ”Pembangunan
     Retaining Wall pada RD19-RD27 Alur Pengalihan Sungai dan Pembangunan Jembatan
     yang Berlokasi di Tabang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur” adalah wajar.

3.   KESIMPULAN ATAS RENCANA TRANSAKSI
     Analisis yang dilakukan dalam menyusun pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
     adalah dengan melakukan analisis transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif, dan
     analisis atas kewajaran nilai transaksi. Hasil analisis adalah sebagai berikut:
     a. Alasan dan latar belakang dilakukannya Rencana Transaksi sebagai berikut :

        •   Pembangunan Retaining Wall Pada RD19-RD27 Alur Pengalihan Sungai dan
            Pembangunan Jembatan di Tabang :
            -   Mencegah terjadinya longsor pada alur sungai baru akibat adanya
                pengalihan alur sungai,
            -   Dapat mengoptimalkan perolehan batubara dari cadangan yang berada di
                dalam dan sekitar area sungai sehingga menambah profitabilitas di masa
                mendatang,
            -   Pembangunan jembatan di sepanjang jalur guna menyediakan akses bagi
                peralatan ringan hingga menengah untuk kebutuhan pemeliharaan
                insidental saluran pengalihan, serta untuk mengakomodasi potensi kebutuhan
                akses lainnya bagi pengguna lahan di masa mendatang.
     b. Berdasarkan analisis terhadap dokumen korporasi BYAN, entitas anaknya BT, dan
        NMN, serta informasi yang diperoleh dari Manajemen BYAN, hubungan afiliasi
        antara pihak-pihak yang bertransaksi adalah sebagai berikut:

        •   Dato’ Dr. Low Tuck Kwong, selain menjabat sebagai Direktur Utama BYAN juga
            menjabat sebagai Komisaris Utama BT dan sebagai Komisaris NMN.

        •   Jenny Quantero, selain menjabat sebagai Direktur BYAN juga menjabat sebagai
            Direktur BT dan Direktur NMN.
        Di samping itu, Dato’ Dr. Low Tuck Kwong merupakan pemegang saham BYAN, di
        mana BT merupakan entitas anak BYAN. Dato’ Dr. Low Tuck Kwong juga merupakan
        pemegang saham NMN.
     c. Manfaat dan risiko Rencana Transaksi sebagai berikut:

        •   Manfaat Rencana Transaksi adalah:
            - Pembangunan Retaining Wall dapat mencegah terjadinya longsor yang
              berakibat buruk bagi lingkungan dan mengganggu kegiatan operasional BT,
            - Pembangunan jembatan dapat mempersingkat jarak tempuh dalam
              mobilisasi,
            - Pengalihan aliran sungai dapat mengoptimalkan perolehan batubara BT
              sehingga dapat meningkatkan pendapatan BT di masa mendatang.

        •   Risiko Rencana Transaksi adalah:
            - Pembangunan Retaining Wall RD19-RD27 pada alur pengalihan Sungai dan
                Pembangunan Jembatan membutuhkan dana yang besar sehingga dapat
                mengganggu arus kas BT.
            - Adanya potensi penambahan biaya penyelesaian proyek yang timbul akibat
                kondisi geologi dan faktor cuaca serta durasi penyelesaian proyek.




                                              29
Page 46
d. Keuntungan dan Kerugian atas Dilakukannya Rencana Transaksi

     •   Keuntungan Rencana Transaksi adalah:
         - Memungkinkan penambangan cadangan batubara dalam jumlah signifikan
           yang sebelumnya tidak dapat diakses karena tertutup atau terhalang oleh
           aliran sungai.
         - Mencegah terjadinya longsor pada dinding alur Sungai yang dapat berakibat
           buruk bagi lingkungan.

     •   Kerugian Rencana Transaksi adalah:
         - Pembangunan Retaining Wall pada RD19-RD27 alur pengalihan sungai dan
           pembangunan jembatan membutuhkan dana yang besar sehingga dapat
           mengganggu arus kas BT.
e. Dari hasil analisis inkremental, secara finansial dapat disimpulkan bahwa dengan
   melakukan Rencana Transaksi, perusahaan akan menghasilkan Nilai Tambah
   (Incremental Value) yang positif.
f.   Dari hasil analisis atas kewajaran nilai transaksi, Nilai Rencana Transaksi Perjanjian
     Jasa ”Pembangunan Retaining Wall pada RD19-RD27 Alur Pengalihan Sungai dan
     Pembangunan Jembatan yang Berlokasi di Tabang, Kutai Kartanegara, Kalimantan
     Timur antara BT dan NMN” adalah wajar.

Kesimpulan
Atas dasar analisis yang kami lakukan terhadap kewajaran Rencana Transaksi yang
meliputi analisis transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif, dan analisis atas
kewajaran nilai transaksi, maka kami berpendapat bahwa rencana transaksi
Pembangunan Retaining Wall pada RD19-RD27 Alur Pengalihan Sungai dan
Pembangunan Jembatan di Tabang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur antara BT dan
NMN adalah Wajar.

Independensi penilai
Dalam mempersiapkan laporan ini, kami telah bertindak secara objektif dan
independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan BYAN, BT dan NMN
ataupun pihak-pihak lain yang terafiliasi. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau
keuntungan baik sekarang maupun yang akan datang berkaitan dengan penugasan
ini. Selanjutnya laporan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian
pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi
oleh nilai yang dihasilkan dari proses pemberian pendapat kewajaran ini.

Penutup
Laporan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian laporan
dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dapat menyebabkan
pengertian yang berbeda.
Di sini kami tegaskan bahwa kami tidak menarik keuntungan, baik sekarang maupun di
masa yang akan datang dari objek yang dinilai atau dari nilai yang dihasilkan.
Demikian disampaikan dan atas kepercayaan yang diberikan kepada kami dalam
melakukan pemberian pendapat kewajaran dan menyusun laporan ini, kami ucapkan
terima kasih.




                                          30
Page 47
31
Page 48
Lampiran 1.1
PROYEKSI 10 TAHUN LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PT BAYAN RESOURCES TBK DAN ENTITAS ANAK
TANPA TRANSAKSI
(dalam Jutaan USD)
                                                                      31 Des      31 Des      31 Des      31 Des      31 Des      31 Des      31 Des      31 Des     31 Des      31 Des
                                  URAIAN                               2026        2027        2028        2029        2030        2031        2032        2033       2034        2035
                                                                     Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi   Proyeksi    Proyeksi
ASET
ASET LANCAR
  KAS DAN SETARA KAS                                                      851         975         925         939       1.176      1.217       1.111         686      1.409       1.732
  PIUTANG USAHA                                                           280         313         314         319         324        318         346         357        371         393
  PIUTANG NON USAHA                                                         8           9           7           8           8          8           8           8          8           9
  PERSEDIAAN                                                              392         417         446         458         470        511         480         527        263         439
  PAJAK DIBAYAR DIMUKA, BAGIAN LANCAR                                     406         324         311         380         377        289         281         283        263         242
  UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DI MUKA, BAGIAN LANCAR                       52          28          17          17          17         17          16          16         16          16
JUMLAH ASET LANCAR                                                      1.989       2.066       2.020       2.121       2.372      2.360       2.242       1.877      2.330       2.831
ASET TIDAK LANCAR
  KAS DAN SETARA KAS YANG DIBATASI PENGGUNAANNYA                           41          41          41          41          41         41          41           41         41          41
  PAJAK DIBAYAR DIMUKA, BAGIAN TIDAK LANCAR                               193         345         518         332         219        200         373         392        354         102
  INVESTASI OBLIGASI                                                      179         179         179         179         179        179         179         -          -           -
  ASET TETAP                                                            1.006       1.000       1.008         905         812        727         655         598        536         303
  ASET PAJAK TANGGUHAN                                                     50          49          49         189          80        158         186         170        172         208
  PROPERTI PERTAMBANGAN                                                   341         384         392         367         386        384         382         381        379         378
  ASET TIDAK LANCAR LAINNYA                                                17          57           3           2           1          1           1            1          1           1
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR                                                1.827       2.055       2.190       2.015       1.718      1.690       1.817       1.583      1.483       1.033
JUMLAH ASET                                                             3.816       4.121       4.210       4.136       4.090      4.050       4.059       3.460      3.813       3.864
                                                                                        0                      (0)         (0)        (0)          0          (0)         0           0
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
   UTANG USAHA                                                           297         289          291         288         293        301         316         325        319         334
   UTANG PAJAK                                                           173         356          158         135         153        166         132         148        192         163
   AKRUAL                                                                229         264          265         263         267        276         290         299        294         307
   UTANG LAIN-LAIN                                                         9          10           10          11          11         11          11         260        319          76
   UTANG DEVIDEN                                                         -            78          361         480         459        388         561       1.000      1.000       1.167
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK                                          708         997        1.085       1.177       1.183      1.142       1.310       2.032      2.124       2.047

LIABILITAS JANGKA PANJANG
   LIABILITAS IMBALAN KERJA JANGKA PANJANG                                17          18          17          17          18          17          18          19         19          18
   LIABILITAS PAJAK TANGGUHAN                                             83          83          83          83          83          83          83          83         83          83
   PROVISI UNTUK PEMBONGKARAN, PEMINDAHAN, REKLAMASI DAN RESTORASI        37          39          35          36          37          28          32          33         34          32
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG                                         137         140         135         136         138         128         133         135        136         133
JUMLAH LIABILITAS                                                        845        1.137       1.220       1.313       1.321      1.270       1.443       2.167      2.260       2.179
EKUITAS
  MODAL SAHAM                                                              36          36          36          36          36          36          36         36          36          36
  TAMBAHAN MODAL DISETOR                                                  192         192         192         192         192         192         192        192         192         192
  KOMPONEN EKUITAS LAINNYA                                                  2           2           2           2           2           2           2          2           2           2
  CADANGAN LAIN-LAIN                                                     (106)       (106)       (106)       (106)       (106)       (106)       (106)      (106)       (106)       (106)
  SALDO LABA :                                                          2.724       2.737       2.743       2.522       2.468       2.474       2.310        987       1.247       1.360
                                                                        2.848       2.861       2.867       2.646       2.592      2.598       2.434       1.111      1.371       1.484
  KEPENTINGAN NON-PENGENDALI                                             123         123         123         177         177         182         182         182        182         200
JUMLAH EKUITAS                                                          2.971       2.984       2.990       2.823       2.769      2.780       2.616       1.293      1.553       1.684

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                           3.816       4.121       4.210       4.136       4.090      4.050       4.059       3.460      3.813       3.864




                                                                            32
Page 49
Lampiran 1.2

PROYEKSI 10 TAHUN LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PT BAYAN RESOURCES TBK DAN ENTITAS ANAK
DENGAN TRANSAKSI

(dalam Jutaan USD)
                                                                     31 Des      31 Des      31 Des      31 Des      31 Des      31 Des     31 Des     31 Des     31 Des     31 Des
                                  URAIAN                              2026        2027        2028        2029        2030        2031       2032       2033       2034       2035
                                                                    Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi   Proyeksi   Proyeksi   Proyeksi   Proyeksi
ASET
ASET LANCAR
  KAS DAN SETARA KAS                                                    847         924         808         735         909         920        799        343       1.012      1.334
  PIUTANG USAHA                                                         281         323         325         325         334         331        360        371         395        393
  PIUTANG NON USAHA                                                       8           9           8           8           8           8          8          8           8          9
  PERSEDIAAN                                                            393         437         478         490         501         526        488        544         295        439
  PAJAK DIBAYAR DIMUKA,BAGIAN LANCAR                                    406         324         327         380         377         289        281        283         263        242
  UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DI MUKA, BAGIAN LANCAR                     52          28          16          17          17          17         16         16          16         16
JUMLAH ASET LANCAR                                                     1.987       2.045       1.962       1.955       2.146      2.091      1.952      1.565      1.989      2.433
ASET TIDAK LANCAR
  KAS DAN SETARA KAS YANG DIBATASI PENGGUNAANNYA                          41          41          41         41          41          41         41          41         41         41
  PAJAK DIBAYAR DIMUKA, BAGIAN TIDAK LANCAR                              193         345         518        332         219         200        373        392        354        102
  INVESTASI OBLIGASI                                                     179         179         179        179         179         179        179        -          -          -
  ASET TETAP                                                           1.018       1.010       1.016        911         816         729        655        596        532        303
  ASET PAJAK TANGGUHAN                                                    50          49          49        189          80         158        186        170        172        208
  PROPERTI PERTAMBANGAN                                                  341         384         392        367         386         384        382        381        379        378
  ASET TIDAK LANCAR LAINNYA                                                1         117           2          2          88         346        247           2          1          1
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR                                               1.823       2.125       2.197       2.021       1.809      2.037      2.063      1.582      1.478      1.033

JUMLAH ASET                                                            3.810       4.170       4.159       3.976       3.955      4.128      4.015      3.147      3.467      3.466
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
  UTANG USAHA                                                           291         290         301         288         299         304        322        331        335        334
  UTANG PAJAK                                                           172         374         158         135         163         165        137        162        217        163
  AKRUAL                                                                229         264         264         264         269         277        290        299        294        307
  UTANG LAIN-LAIN                                                         9           10         10          11           10          11         11       260        319         76
  UTANG DEVIDEN                                                         -           -           166          98         -           -          -          505        249        405
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK                                         701         938         899         796         741         757        760      1.557      1.414      1.285
LIABILITAS JANGKA PANJANG
  LIABILITAS IMBALAN KERJA JANGKA PANJANG                                17          18          17          17          18          17         18         19         19         18
  LIABILITAS PAJAK TANGGUHAN                                             83          83          83          83          83          83         83         83         83         83
  PROVISI UNTUK PEMBONGKARAN, PEMINDAHAN, REKLAMASI DAN RESTORASI        37          39          35          36          37          28         32         33         34         32
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG                                        137         140         135         136         137         128        133        135        136        133
JUMLAH LIABILITAS                                                       838        1.078       1.034        932         878         885        893      1.692      1.550      1.418
EKUITAS
  MODAL SAHAM                                                             36          36          36          36          36         36         36         36         36         36
  TAMBAHAN MODAL DISETOR                                                 192         192         192         192         192        192        192        192        192        192
  KOMPONEN EKUITAS LAINNYA                                                 2           2           2           2           2          2          2          2          2          2
  CADANGAN LAIN-LAIN                                                    (106)       (106)       (106)       (106)       (106)      (106)      (106)      (106)      (106)      (106)
  SALDO LABA :                                                         2.725       2.843       2.876       2.740       2.771      2.931      2.809      1.141      1.600      1.713
                                                                       2.849       2.967       3.000       2.864       2.895      3.055      2.933      1.265      1.724      1.837
 KEPENTINGAN NON-PENGENDALI                                              123         125         125         180         182        188        189        190        193        211
JUMLAH EKUITAS                                                         2.972       3.092       3.125       3.044       3.077      3.243      3.122      1.455      1.917      2.048
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                          3.810       4.170       4.159       3.976       3.955      4.128      4.015      3.147      3.467      3.466




                                                                           33
Page 50
Lampiran 2.1
PROYEKSI LABA-RUGI KONSOLIDASIAN
PT BAYAN RESOURCES TBK DAN ENTITAS ANAK
TANPA TRANSAKSI
(dalam Jutaan USD)
                                            Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des
                URAIAN                        2026         2027         2028         2029         2030         2031        2032        2033        2034        2035
                                            Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi

PENDAPATAN                                      3.825        4.743        4.772        4.840        4.906       4.725       5.178       5.323       5.536       5.850
BEBAN POKOK PENDAPATAN                         (2.823)      (3.361)      (3.409)      (3.389)      (3.434)     (3.490)     (3.776)     (3.801)     (3.749)     (4.021)
LABA BRUTO                                      1.002        1.382        1.363        1.451        1.472       1.235       1.402       1.522       1.787       1.829

BEBAN PENJUALAN                                  (43)         (46)         (38)         (38)         (39)         (38)        (39)        (40)        (41)        (43)
BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI                     (108)        (104)        (123)        (128)        (131)        (134)       (127)       (130)       (135)       (142)
BEBAN KEUANGAN                                   (12)          (4)          (5)          (4)          (4)          (4)         (5)         (5)         (2)         (2)
PENGHASILAN KEUANGAN                              25           36           55            8            9           10          12          13          13          17
PENDAPATAN/(BEBAN) LAIN-LAIN, NETO                11           11           12           13           13           14          12          12          12          11

LABA SEBELUM PAJAK                               875        1.275        1.264        1.302        1.320        1.083       1.255       1.372       1.634       1.670
BEBAN PAJAK PENGHASILAN                         (173)        (249)        (247)        (255)        (258)        (208)       (243)       (367)       (324)       (330)
LABA TAHUN BERJALAN              to sales        702        1.026        1.017        1.047        1.062          875       1.012       1.005       1.310       1.340




Lampiran 2.2

PROYEKSI LABA-RUGI KONSOLIDASIAN
PT BAYAN RESOURCES TBK DAN ENTITAS ANAK
DENGAN TRANSAKSI
(dalam Jutaan USD)
                                            Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des
                URAIAN                        2026         2027         2028         2029         2030         2031        2032        2033        2034        2035
                                            Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi

PENDAPATAN                                      3.858        5.135        5.391        5.422        5.514       5.025       5.337       5.664       6.159       5.850
BEBAN POKOK PENDAPATAN                         (2.852)      (3.629)      (3.975)      (3.856)      (3.906)     (3.721)     (3.890)     (4.029)     (4.147)     (4.021)
LABA BRUTO                                      1.006        1.506        1.416        1.566        1.608       1.304       1.447       1.635       2.012       1.829

BEBAN PENJUALAN                                  (44)         (54)         (50)         (50)         (26)         (44)        (43)        (47)        (53)        (43)
BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI                     (109)        (110)        (133)        (140)        (121)        (139)       (130)       (136)       (145)       (142)
BEBAN KEUANGAN                                   (12)          (5)          (6)          (6)          (5)          (5)         (5)         (5)         (3)         (2)
PENGHASILAN KEUANGAN                              25           37           56           10           10           11          12          13          14          17
PENDAPATAN/(BEBAN) LAIN-LAIN, NETO                12            7            8            8            9           12          12          11          11          11

LABA SEBELUM PAJAK                               878        1.381        1.291        1.388        1.475        1.139       1.293       1.471       1.836       1.670
BEBAN PAJAK PENGHASILAN                         (174)        (249)        (247)        (255)        (258)        (220)       (251)       (389)       (324)       (330)
LABA TAHUN BERJALAN                              704        1.132        1.044        1.133        1.217         919        1.042       1.082       1.512       1.340
                                 to sales




                                                                           34
Page 51
Lampiran 3.1

PROYEKSI ARUS KAS KONSOLIDASIAN
PT BAYAN RESOURCES TBK DAN ENTITAS ANAK
TANPA TRANSAKSI

(dalam Jutaan USD)
                                                                  Jan-Des     Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des     Jan-Des
                               URAIAN
                                                                    2026        2027         2028         2029        2030        2031        2032         2033         2034        2035
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
PENERIMAAN DARI PELANGGAN                                            3.803       4.710        4.771        4.835       4.902       4.731       5.149        5.312        5.522       5.828
PEMBAYARAN KEPADA PEMASOK                                           (2.447)     (2.802)      (2.874)      (2.824)     (2.824)     (2.959)     (3.101)      (3.830)      (2.798)     (3.438)
PEMBAYARAN KEPADA DIREKTUR, KOMISARIS DAN KARYAWAN                    (160)       (135)        (164)        (175)       (180)       (182)       (173)        (183)        (183)       (196)
PEMBAYARAN BEBAN KEUANGAN                                              (12)          (4)          (5)         (4)         (4)         (4)          (5)          (5)         (2)         (2)
PEMBAYARAN ROYALTI/IURAN EKSPLOITASI                                  (326)       (400)        (390)        (400)       (432)       (377)       (441)        (450)        (505)       (535)
PEMBAYARAN PAJAK PENGHASILAN                                           (75)        (88)        (285)        (278)       (240)       (194)       (442)        (371)        (280)       (359)
PENERIMAAN PENGEMBALIAN PAJAK                                           33         -            -            117         115         108         -            -             58         273
KAS BERSIH YANG DIPEROLEH DARI AKTIVITAS OPERASI                       816       1.281        1.053        1.271       1.337       1.123         987          473        1.812       1.571

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
PEMBELIAN ASET TETAP                                                 (285)       (138)         (147)        (52)        (54)        (54)         (60)        (60)         (53)        (55)
PEMBAYARAN ATAS PENAMBAHAN PROPERTI PERTAMBANGAN                      -           (43)          -           -           -           -            -           -            -           -
HASIL PENJUALAN ASET TETAP                                            150         -             -           -           -           -            -           -            -           -
PENEMPATAN INVESTASI OBLIGASI                                         -           -             -           -           -           -            -           179          -           -
PENERIMAAN PENGHASILAN KEUANGAN                                         25          36            55          8           9           10           12          13           13          17
PENEMPATAN DALAM KAS DAN SETARA KAS YANG DIBATASI PENGGUNAANNYA         (4)       -             -           -           -           -            -           -            -           -
KAS BERSIH YANG DIGUNAKAN UNTUK AKTIVITAS INVESTASI                  (114)       (145)          (92)        (44)        (45)        (44)         (48)        132          (40)        (38)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
PEMBAYARAN DIVIDEN KEPADA PEMILIK ENTITAS INDUK                      (400)      (1.000)      (1.000)      (1.200)     (1.033)     (1.033)     (1.033)      (1.000)      (1.000)     (1.167)
PEMBAYARAN DIVIDEN KEPADA NON-PENGENDALI                              (26)         (12)         (11)         (13)        (22)         (5)        (12)         (30)         (49)        (43)
KAS BERSIH YANG DIGUNAKAN UNTUK AKTIVITAS PENDANAAN                  (426)      (1.012)      (1.011)      (1.213)     (1.055)     (1.038)     (1.045)      (1.030)      (1.049)     (1.210)

(PENURUNAN)/KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS                        276         124           (50)         14         237          41        (106)        (425)         723         323
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL PERIODE                                  575         851          975          925         939       1.176       1.217        1.111          686       1.409
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE                                 851         975          925          939       1.176       1.217       1.111          686        1.409       1.732




Lampiran 3.2

PROYEKSI ARUS KAS KONSOLIDASIAN
PT BAYAN RESOURCES TBK DAN ENTITAS ANAK
DENGAN TRANSAKSI

(dalam Jutaan USD)
                                                                  Jan-Des     Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des     Jan-Des
                               URAIAN
                                                                    2026        2027         2028         2029        2030        2031        2032         2033         2034        2035
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
PENERIMAAN DARI PELANGGAN                                            3.803       4.710        4.771        4.835       4.902       4.731       5.149        5.312        5.522       5.828
PEMBAYARAN KEPADA PEMASOK                                           (2.446)     (2.801)      (2.874)      (2.825)     (2.823)     (2.957)     (3.101)      (3.831)      (2.797)     (3.439)
PEMBAYARAN KEPADA DIREKTUR, KOMISARIS DAN KARYAWAN                    (162)       (148)        (184)        (194)       (200)       (192)       (178)        (194)        (203)       (196)
PEMBAYARAN BEBAN KEUANGAN                                              (12)          (4)          (5)         (4)         (4)         (4)          (5)          (5)         (2)         (2)
PEMBAYARAN ROYALTI/IURAN EKSPLOITASI                                  (326)       (430)        (436)        (442)       (475)       (397)       (451)        (470)        (539)       (535)
PEMBAYARAN PAJAK PENGHASILAN                                           (78)        (91)        (285)        (303)       (240)       (194)       (442)        (371)        (280)       (359)
PENERIMAAN PENGEMBALIAN PAJAK                                           33         -            -            117         115         108         -            -             58         273
KAS BERSIH YANG DIPEROLEH DARI AKTIVITAS OPERASI                       813       1.235          986        1.184       1.273       1.093         972          442        1.758       1.570

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
PEMBELIAN ASET TETAP                                                 (285)       (138)         (147)        (52)        (54)        (54)         (60)        (60)         (53)        (55)
PEMBAYARAN ATAS PENAMBAHAN PROPERTI PERTAMBANGAN                      -           (43)          -           -           -           -            -           -            -           -
HASIL PENJUALAN ASET TETAP                                            150         -             -           -           -           -            -           -            -           -
PENEMPATAN INVESTASI OBLIGASI                                         -           -             -           -           -           -            -           179          -           -
PENERIMAAN PENGHASILAN KEUANGAN                                         25          36            55          8           9           10           12          13           13          17
PENEMPATAN DALAM KAS DAN SETARA KAS YANG DIBATASI PENGGUNAANNYA         (4)       -             -           -           -           -            -           -            -           -
KAS BERSIH YANG DIGUNAKAN UNTUK AKTIVITAS INVESTASI                  (114)       (145)          (91)        (44)        (44)        (43)         (48)        132          (41)        (38)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
PEMBAYARAN DIVIDEN KEPADA PEMILIK ENTITAS INDUK                      (400)      (1.000)      (1.000)      (1.200)     (1.033)     (1.033)     (1.033)      (1.000)      (1.000)     (1.167)
PEMBAYARAN DIVIDEN KEPADA NON-PENGENDALI                              (26)         (12)         (11)         (13)        (22)         (5)        (12)         (30)         (49)        (43)
KAS BERSIH YANG DIGUNAKAN UNTUK AKTIVITAS PENDANAAN                  (426)      (1.012)      (1.011)      (1.213)     (1.056)     (1.039)     (1.045)      (1.030)      (1.049)     (1.209)

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS                        272          78         (116)         (73)        173          11        (121)        (456)         669         323
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL PERIODE                                  575         847          924          808         735         909         920          799          343       1.012
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE                                 847         924          808          735         909         920         799          343        1.012       1.334




                                                                              35
Page 52
Lampiran 4

PERHITUNGAN NILAI INKREMENTAL
METODE ARUS KAS TERDISKONTO (DISCOUNTED CASH FLOW METHOD )
(dalam Jutaan USD)                                1,0          2,0         3,0          4,0          5,0         6,0         7,0          8,0         9,0         10,0
                                               Jan-Des      Jan-Des     Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des      Jan-Des     Jan-Des      Jan-Des
                  URAIAN
                                                 2026         2027        2028         2029         2030        2031        2032         2033        2034         2035
EBIT                                               2,32      106,14        27,06        86,37      155,10       56,25        38,99       99,66      202,21          -
 Less : Tax                                        (0,51)     (23,35)       (5,95)      (19,00)     (34,12)     (12,38)       (8,58)     (21,93)     (44,49)         -
 Plus : Depresiasi dan Amortisasi                   0,82        1,51         1,24         0,97        0,70        0,43         0,16       (0,11)       (0,38)      (0,26)
 Less : Changes in NWC                           (10,02)      (79,35)    (154,92)     (174,67)      (66,23)      72,18     (159,91)       65,90     (258,54)        3,84
 Less : Capex                                    (13,11)        0,50         0,77         1,04        1,31        1,58         1,85        2,12         2,40       (3,58)
 Plus : Salvage value                                -           -            -            -           -           -            -           -            -       364,32
Net Cash Flow                                    (20,50)        5,46     (131,80)     (105,29)       56,77     118,08      (127,49)     145,65       (98,80)     364,32
Discounted Factor                    10,43%     0,9055       0,8200       0,7425       0,6724      0,6088      0,5513       0,4992      0,4521      0,4094       0,3707
Discounted Cash Flow                            (18,56)        4,48       (97,86)      (70,79)      34,56       65,10       (63,65)      65,85      (40,45)      135,05

Present Value (PV)                  USD Juta     13,72       -126,6%    -2514,1%




                                                                               36

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.43 MB
Published29 Jun 2026
Pages52
Characters168,045
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 72 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Nirmala Matranusa p.1 ×12
linked org BAYAN RESOURCES Tbk · Nama Perusahaan p.2 ×39
linked person Jenny Quantero · Direktur p.7 ×16
linked — Elaine Low p.22
linked person Lifransyah Gumay · Komisaris p.22 ×2
linked person Timur Pradopo · Komisaris Independen p.22 ×2
linked person Lim Chai Hock · Direktur p.22 ×4
linked person Low Yi Ngo · Direktur p.22 ×4
linked org Alexander Ery Wibowo · Direktur p.22 ×4
linked person Ulina Fitriani · Direktur p.23 ×2
linked org Negara Maju p.27
linked org Pangan Sejahtera p.29
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×2
possible org Effendy p.5 ×10
possible person Dr. Low Tuck Kwong · Direktur Utama p.7 ×41
possible person Moermahadi Soerja Djanegara · Komisaris p.22 ×3
possible person Budiman · Komisaris p.24
possible person Russell John Neil · Direktur p.24
possible person Merlin · Direktur p.24
possible org Bursa Efek Indonesia p.26
possible person Samsul Hadi p.27
unresolved org PT Bara Tabang p.1 ×6
unresolved org PT Nirmala Matranusa File p.1
unresolved org Nazir dan Rekan p.2 ×8
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Publik Dedy p.2 ×2
unresolved org KJPP DAZ REKAN p.2 ×5
unresolved org Menteri Keuangan p.2 ×4
unresolved person Pardomuan p.2 ×3
unresolved — MAPPI p.2 ×2
unresolved — STTD p.2 ×2
unresolved — No.Register p.2 ×2
unresolved org BRANCH OFFICE : p.2
unresolved — Apple 1 Condovilla, Unit C/Q/GF/07 p.2
unresolved — Jati Padang Raya, p.2
unresolved org Rintis p.4 ×8
unresolved org Rianto & Rekan p.4 ×6
unresolved org Tanudiredja p.4 ×12
unresolved org Rintis & Rekan p.4 ×12
unresolved org Effendy & Rekan p.5 ×5
unresolved org KJPP DAZ REKAN. Ringkasan Rencana Transaksi Rencana Transaksi p.6
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Dedy p.9 ×5
unresolved person S.T.P. p.12
unresolved person Muhammad Yusuf Fawwaz S.T. p.12 ×2
unresolved person Ir. Dwi Pudyastuti p.12 ×2
unresolved — Telepon/Faks p.17
unresolved org PT Kutai Energi Pratama p.21
unresolved — Sumber Suryadaya Prima (SSP) p.22
unresolved org PT Mineral Energi Pratama p.23
unresolved person Hendarman · Komisaris Utama p.24
unresolved person Alastair McLeod · Direktur p.24
unresolved person Oliver Khaw Kar Heng · Direktur p.24 ×3
unresolved person Siyoung Park · Direktur p.24
unresolved — BYAN · Komisaris Utama p.24 ×2
unresolved person Yani Indrawaty Wibawa p.26
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.26 ×4
unresolved person Mala Mukti p.26 ×2
unresolved person Bakhtiar p.26
unresolved person Karina Leoni p.26
unresolved org Menteri p.26
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.27
unresolved person Ratna Sari Utama S.H. · Notaris p.27 ×3
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.27
unresolved org Bank Dunia. IMF p.27
unresolved org Bank Indonesia p.28 ×19
unresolved org Kementerian Investasi p.32
unresolved org Kementerian ESDM p.34 ×3
unresolved org Pusat Statistik Grafik p.36
unresolved org Pusat Statistik p.36
unresolved org Menteri Energi p.36
unresolved org PT Sinar Sakti Jaya p.44
unresolved org PT Jagat Baja Prima Utama p.44

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 3966 ms 12 Sep 2026 22:00
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result