Back to announcement
20260626_BYAN_Informasi Transaksi Afiliasi_32105019_lamp5.pdf
Asset transaction Needs review BYANSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 64
Page 1
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
PT BAYAN RESOURCES TBK
No. 00024/2.0120-04/BS/02/0627/1/VI/2026
Tanggal: 17 Juni 2026
Tanggal Pendapat Kewajaran 31 Desember 2025
Page 2
Kantor Cabang Jakarta Selatan
The AKKAS Commercial Building Lt. 2
Jl. T.B. Simatupang No. 23, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan
Telp. : +62 21 78343013 | Wilayah Kerja Seluruh Indonesia
No. Laporan: 00024/2.0120-04/BS/02/0627/1/VI/2026 Jakarta, 17 Juni 2026
Kepada Yth.
Direksi
PT Bayan Resources Tbk
Gedung Office 8 Lt. 37, Unit A-H
Jl. Senopati No. 8B, Senayan, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan, 12190
Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Afiliasi
Sesuai penugasan dari PT Bayan Resources Tbk kepada Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki
dan Rekan (”HMR” atau ”Penilai” atau ”kami”) untuk keperluan Pendapat Kewajaran dalam rangka
memenuhi salah satu syarat keterbukaan informasi sebagaimana telah diatur dalam POJK 42/2020
mengenai Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan oleh PT Bayan Resources Tbk (”Perseroan” atau
”BYAN”) atas Rencana Transaksi yang tertuang dalam Surat Penawaran No. 036/SP/HMR-
JKSL/B/III/2026 tanggal 26 Maret 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan, maka dengan ini
kami telah melakukan pekerjaan pendapat kewajaran secara independen dengan tanggal pendapat
kewajaran 31 Desember 2025.
Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan pendapat kewajaran ini adalah:
Nama : PT Bayan Resources Tbk (“Perseroan”)
Bidang Usaha : Aktivitas Perusahaan Holding, Pengangkutan, dan Penjualan Batu bara dan
Pengelolaan Terminal Khusus Batu bara
Alamat : Gedung Office 8 Lt. 37, Unit A-H, Jl. Senopati No. 8B, Senayan, Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan, 12190
Telepon dan Faks. : (021) 29356888 dan (021) 29356999
E-mail : corporate.secretary@bayan.com.sg
Alasan dan Latar Belakang Transaksi
Rencana transaksi pengadaan jasa pekerjaan konstruksi untuk proyek pembangunan pondasi
perkantoran di Tabang, Kalimantan Timur dilatarbelakangi oleh kebutuhan Perseroan untuk
meningkatkan efektivitas koordinasi, pengawasan, dan efisiensi operasional kegiatan pertambangan
yang terus berkembang. Saat ini, kantor-kantor anak perusahaan dan subkontraktor utama masih
tersebar di beberapa lokasi area tambang sehingga koordinasi dan komunikasi operasional belum dapat
dilakukan secara optimal. Selain itu, kapasitas kantor yang digunakan saat ini telah menjadi kurang
memadai untuk mengakomodasi peningkatan jumlah karyawan seiring dengan berkembangnya aktivitas
operasional pertambangan yang dijalankan oleh anak perusahaan Perseroan. Oleh karena itu, Perseroan
berencana membangun gedung perkantoran beserta fasilitas pendukungnya untuk mengintegrasikan
aktivitas administrasi dan operasional dalam satu lokasi yang terpusat. Pembangunan gedung
perkantoran tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas koordinasi antar entitas dalam grup
usaha, mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas yang tersedia, meningkatkan efisiensi operasional, serta
mendukung keberlangsungan dan pengembangan kegiatan usaha Perseroan dan entitas anak di masa
mendatang.
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | i
Page 3
Status Penilai
Penilai Publik yang bertandatangan dalam laporan ini yaitu Willyams, S.E., MAPPI (Cert.), merupakan
Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.22.00627 sebagai Rekan di KJPP Herman Meirizki dan Rekan
dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120, domisili Kota Jakarta Selatan dengan wilayah kerja di seluruh
Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan merupakan KJPP resmi yang telah mendapatkan izin dari
Kementerian Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No.
66/KM.1/2014 tanggal 10 Februari 2014. Kami juga telah terdaftar sebagai Kantor Jasa Profesi Penunjang
Sektor Jasa Keuangan pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, Penilai Publik telah memperoleh
Tanda Terdaftar sebagai Profesi Penunjang Penilai Publik Sektor Jasa Keuangan berdasarkan Keputusan
Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-66/KS.13/2026 pada sektor Pasar Modal,
Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon dengan ruang lingkup kegiatan Penilai Bisnis dan Perasuransian,
Penjaminan dan Dana Pensiun. Penugasan dilakukan sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI)
Edisi VII-2018 dan Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 321, SPI 330, serta Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal (“POJK 35/2020”), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17/2020”), dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”).
Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini kami telah bertindak secara independen, tidak
ada benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam rencana
transaksi. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan atau
kerugian pada pihak manapun. Biaya jasa tidak mempengaruhi opini pendapat kewajaran yang terdapat
dalam laporan ini.
Objek Pendapat Kewajaran
Objek Pendapat Kewajaran adalah rencana transaksi afiliasi terkait jasa konstruksi untuk proyek
pembangunan pondasi perkantoran di Tabang, Kalimantan Timur antara PT Bayan Resources Tbk dengan
PT Nirmala Matranusa (selanjutnya disebut ”Rencana Transaksi”).
Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran
Maksud dan tujuan pendapat kewajaran ini adalah untuk memberikan opini kewajaran atas Rencana
Transaksi. Laporan pendapat kewajaran ini dipergunakan sebagai salah satu bahan keterbukaan
informasi sebagaimana telah diatur dalam POJK 42/2020 mengenai Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan.
Tanggal Pendapat Kewajaran
Tanggal pendapat kewajaran dalam laporan pendapat kewajaran ini adalah per tanggal 31 Desember
2025.
Ruang Lingkup Penugasan
Ruang lingkup penugasan meliputi:
• Pengumpulan data dan wawancara sehubungan dengan Rencana Transaksi;
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | ii
Page 4
• Analisis transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif, analisis inkremental, dan analisis atas kewajaran
harga transaksi;
• Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan;
• Penulisan laporan pendapat kewajaran.
Identifikasi dan Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• PT Bayan Resources Tbk (“Perseroan”)
Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang aktivitas perusahaan holding,
pengangkutan, dan penjualan batu bara dan pengelolaan terminal khusus batu bara. Dalam Rencana
Transaksi ini, Perseroan bertindak sebagai pihak pengguna jasa/pemberi pekerjaan dalam rencana
transaksi pengadaan jasa pekerjaan konstruksi untuk proyek pembangunan pondasi perkantoran di
Tabang, Kalimantan Timur.
• PT Nirmala Matranusa (“NMN”)
NMN merupakan perusahaan yang bergerak di bidang aktivitas pembangunan antara lain konstruksi
gedung, bangunan sipil, dan konstruksi khusus. Dalam Rencana Transaksi ini, NMN bertindak sebagai
pihak penyedia jasa/kontraktor pelaksana pekerjaan konstruksi untuk proyek pembangunan pondasi
perkantoran di Tabang, Kalimantan Timur.
Materialitas atas Transaksi
Jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audit konsolidasi per 31 Desember 2025 oleh
Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan Nomor 00203/2.1457/AU.1/02/0241-1/1/II/2026
tanggal 27 Februari 2025 tercatat sebesar USD 2.694.584.284 sedangkan harga Rencana Transaksi
adalah sebesar Rp35.603.178.000,- atau ekuivalen dengan USD2.121.510,- berdasarkan kurs Tengah
Bank Indonesia untuk mata uang USD per 31 Desember 2025 yaitu sebesar Rp16.782,-. Nilai transaksi
adalah sebesar 0,08% dari ekuitas Perseroan per 31 Desember 2025. Dengan demikian Rencana
Transaksi ini bukan termasuk transaksi material sebagaimana dimaksud dalam POJK No.
17/POJK.04/2020.
Sifat dan Hubungan Afiliasi
Hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi berdasarkan jabatan yaitu:
• Dato’ DR. Low Tuck Kwong menjabat sebagai Direktur Utama Perseroan dan Komisaris NMN;
• Jenny Quantero menjabat sebagai Direktur Perseroan dan Direktur NMN.
Hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi berdasarkan kepemilikan saham
dikendalikan oleh pihak yang sama yakni Dato’ DR. Low Tuck Kwong.
Asumsi dan Kondisi Pembatas
Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini dibatasi oleh asumsi
dan kondisi pembatas sebagai berikut:
• Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion;
• Proyeksi laporan keuangan berasal dari manajemen Perseroan dan telah disesuaikan untuk
mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | iii
Page 5
• Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan opini atas laporan pendapat
kewajaran;
• HMR mengasumsikan bahwa setelah tanggal diterbitkannya laporan pendapat kewajaran ini tidak
terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap Rencana Transaksi;
• Dalam melakukan analisis, HMR merujuk pada data-data dari pihak manajemen atau pemberi tugas
baik dari data keuangan, legalitas, informasi dalam draft perjanjian terkait Rencana Transaksi, serta
data dari sumber-sumber eksternal yang menurut pertimbangan HMR dapat dipercaya;
• HMR telah melakukan penelaahan yang diperlukan atas data-data yang diterima dari pihak
manajemen untuk analisis transaksi ini. Kebenaran, kehandalan, dan keakuratan atas data-data
tersebut adalah tanggung jawab pihak manajemen;
• Setiap perubahan atas data dan informasi yang baru diketahui setelah tanggal laporan pendapat
kewajaran yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran secara material bukan merupakan
tanggung jawab kami. Jika terdapat fakta atau informasi lainnya yang baru diketahui setelah
diterbitkannya laporan pendapat kewajaran yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran
secara material, maka Penilai tidak bertanggung jawab untuk memperbaharui hasil pendapat
kewajaran ini di kemudian hari;
• Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal pendapat kewajaran ini;
• Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian dari analisis
dan informasi, tanpa mempertimbangkan isi pendapat kewajaran ini secara keseluruhan dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran ini;
• Data keuangan historis Perseroan kami peroleh dari laporan keuangan yang telah diaudit oleh
Akuntan Publik Independen yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, oleh karena itu kami tidak
melakukan konfirmasi dan verifikasi atas kebenaran data yang disajikan pada laporan keuangan
tersebut;
• Kami tidak melakukan due diligence atas perpajakan Perseroan ataupun implikasinya atas
dilakukannya Rencana Transaksi;
• Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali untuk informasi yang bersifat rahasia
yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
• Pekerjaan kami tidak dapat ditafsirkan atau dimaksudkan sebagai suatu penelaahan audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu dan juga tidak dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
dan/atau pelanggaran hukum.
Pendekatan dan Prosedur Pendapat Kewajaran
Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, kami melakukan prosedur analisis sebagai berikut:
1. Analisis transaksi;
2. Analisis kualitatif dan kuantitatif;
3. Analisis kewajaran transaksi;
4. Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan.
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | iv
Page 6
Subsequent Event
Dari tanggal penilaian yaitu tanggal 31 Desember 2025 sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan
ini, terdapat subsequent event atau kejadian penting yaitu perubahan susunan pemegang saham PT
Nirmala Matranusa berdasarkan Akta Nomor 03 tanggal 12 Februari 2026 oleh Notaris Ratna Sari Utama,
S.H., M.Kn., M.M. Perubahan tersebut telah dilaporkan dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan
Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-AH.01.09-0131265
tanggal 12 Maret 2026 sebagai berikut:
Jumlah Lembar Persentase
Pemegang Saham Jumlah (Rp)
Saham Kepemilikan
Dato’ DR. Low Tuck Kwong 440.000.000 880 80,00%
PT Kutai Energi Pratama 55.000.000 110 10,00%
Tjin Silvia Mairanda 55.000.000 110 10,00%
Total 550.000.000 1.100 100,00%
Perubahan ini tidak mempengaruhi hasil pendapat kewajaran.
Publikasi atas Laporan Pendapat Kewajaran
Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik, kecuali untuk informasi yang bersifat rahasia yang
dapat mempengaruhi operasional Perseroan. Publikasi ataupun penggunaan laporan pendapat
kewajaran ditujukan hanya untuk maksud dan tujuan pendapat kewajaran yang dinyatakan dalam
laporan ini. Laporan pendapat kewajaran hanya untuk digunakan oleh pengguna laporan yang dinyatakan
dalam laporan. HMR tidak bertanggung jawab atas tuntutan baik saat ini ataupun di masa depan terkait
dengan penyalahgunaan ataupun penggunaan sebagian atau keseluruhan informasi dalam laporan
pendapat kewajaran ini oleh pihak selain dari pengguna laporan dan untuk tujuan selain yang telah
dinyatakan dalam laporan pendapat kewajaran ini.
Pendapat kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
Rencana Transaksi, tidak untuk digunakan oleh pihak lain. Pendapat kewajaran ini merupakan salah satu
bahan pertimbangan kepada Pemegang Saham untuk mengetahui kewajaran dari Rencana Transaksi.
Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian dari analisis dan
informasi, tanpa mempertimbangkan isi pendapat kewajaran ini secara keseluruhan dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran ini.
Pendapat kewajaran ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan yang berwenang dan stempel dari
KJPP Herman Meirizki dan Rekan.
Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi
Berdasarkan kajian-kajian yang telah diungkapkan di atas, berikut adalah analisis atas kewajaran
Rencana Transaksi:
1. Rencana transaksi pengadaan jasa pekerjaan konstruksi pembangunan pondasi perkantoran di
Tabang, Kalimantan Timur seiring kebutuhan Perseroan untuk meningkatkan efektivitas koordinasi,
pengawasan, dan efisiensi operasional kegiatan pertambangan yang terus berkembang;
2. Berdasarkan analisis hubungan afiliasi Perseroan, hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam
Rencana Transaksi berdasarkan jabatan yaitu:
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | v
Page 7
h filf• Herman Meirizki & Rekan
KAKTOR JASA PLNILAI PLBI IK NO I/IN 2 14 0110
- Business & Propl'rty Appraisers
• Dato' DR. Low Tuck Kwong menjabat sebagai Direktur Utama Perseroan dan Komisaris NMN;
• Jenny Quantero menjabat sebagai Direktur Perseroan dan Direktur NMN.
Hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi berdasarkan kepemilikan
saham dikendalikan oleh pihak yang sama yakni Dato' DR. Low Tuck Kwong;
3. Analisis harga menunjukkan Rencana Transaksi Dengan Pihak Afiliasi lebih menguntungkan bagi
Perseroan dari segi penghematan biaya jasa konstruksi dibandingkan pihak ketiga;
4. Analisis inkremental menunjukkan Dengan Rencana Transaksi akan meningkatkan Laba sebelum
pajak, Laba setelah pajak, total aset, dan total ekuitas Perseroan sebagai bentuk nilai tambah dari
dilakukannya Rencana Transaksi sehubungan dengan penghematan biaya dari jasa konstruksi;
5. Berdasarkan analisis kualitatif, Rencana Transaksi memberikan manfaat yaitu sentralisasi lokasi
untuk menunjang kegiatan operasional anak Perseroan dan subkontraktor sehingga koordinasi di
lapangan akan lebih cepat dan efisien. Dari sisi risiko, Rencana Transaksi ini menggunakan
pembiayaan dana sendiri sehingga memberikan dampak pada arus kas operasional Perseroan.
Kesimpulan
Berdasarkan analisis yang kami lakukan terhadap kewajaran Rencana Transaksi yang meliputi analisis
transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif, analisis kewajaran transaksi, dan analisis atas faktor
faktor lain yang relevan, HMR berpendapat bahwa rencana transaksi terkait jasa konstruksi untuk proyek
pembangunan pondasi perkantoran di Tabang, Kalimantan Timur antara PT Bayan Resources Tbk dengan
PT Nirmala Matranusa adalah Wajar.
�--I� ....
r::,"' . • -.��i!J
&:Ir.••• �.r::,
.
..,:-
00,. - ·. ., .
No. MAPPI ,. : 13-S-04028
No. Register : RMK-2017.01124
No. OJK Sektor Jasa Keuangan : KEP-66/KS.13/2026
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk I vi
Page 8
Page 9
DAFTAR ISI
PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI.............................................................................................. vii
DAFTAR ISI..................................................................................................................................... viii
DAFTAR TABEL .................................................................................................................................. x
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................................................. xi
1. PENDAHULUAN .........................................................................................................................1
1.1. Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ...........................................................1
1.2. Alasan dan Latar Belakang Transaksi ...............................................................................1
1.3. Status Penilai .................................................................................................................1
1.4. Independensi Penilai.......................................................................................................2
1.5. Objek Pendapat Kewajaran .............................................................................................2
1.6. Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran .........................................................................2
1.7. Tanggal Pendapat Kewajaran ...........................................................................................2
1.8. Ruang Lingkup Penugasan ...............................................................................................2
1.9. Identifikasi dan Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi .................................................2
1.10. Asumsi dan Kondisi Pembatas .........................................................................................3
1.11. Pendekatan dan Prosedur Pendapat Kewajaran................................................................4
1.12. Sumber Data dan Informasi .............................................................................................4
1.13. Subsequent Event ...........................................................................................................5
1.14. Publikasi atas Laporan Pendapat Kewajaran ....................................................................5
2. ANALISIS TRANSAKSI ................................................................................................................6
2.1. Identifikasi Pendirian Pihak-Pihak yang Bertransaksi ........................................................6
2.1.1. PT Bayan Resources Tbk (“Perseroan”) ............................................................................6
2.1.2. PT Nirmala Matranusa (“NMN”) .......................................................................................7
2.2. Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi ........................................................................8
2.3. Materialitas atas Transaksi ..............................................................................................9
2.4. Perjanjian dan Persyaratan Yang Disepakati Dalam Transaksi ......................................... 10
2.4.1. Para Pihak .................................................................................................................... 10
2.4.2. Objek Perjanjian ........................................................................................................... 10
2.4.3. Harga Transaksi ............................................................................................................ 10
2.4.4. Syarat Pembayaran ....................................................................................................... 10
2.4.5. Kerangka Waktu Proyek dan Penyelesaian...................................................................... 10
2.5. Penilaian Atas Risiko dan Manfaat dari Transaksi ............................................................ 11
2.5.1. Manfaat Transaksi......................................................................................................... 11
2.5.2. Risiko Transaksi ............................................................................................................ 11
3. ANALISIS KUALITATIF .............................................................................................................. 12
3.1. Tinjauan Ekonomi ......................................................................................................... 12
3.1.1. Indeks Harga Saham Gabungan ..................................................................................... 12
3.1.2. Nilai Tukar Rupiah ......................................................................................................... 12
3.1.3. Suku Bunga .................................................................................................................. 13
3.1.4. Inflasi ....................................................................................................................... 14
3.2. Analisis Industri Batu Bara ............................................................................................. 15
3.2.1. Perkembangan Sektor Pertambangan Batu Bara ............................................................. 15
3.3. Analisis Operasional dan Prospek Perseroan .................................................................. 19
3.4. Analisis SWOT .............................................................................................................. 20
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | viii
Page 10
3.5. Pertimbangan dan Alasan dilakukannya Transaksi .......................................................... 21
3.6. Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif ........................................................... 22
4. ANALISIS KUANTITATIF ............................................................................................................ 23
4.1. Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban, dan Kondisi Keuangan Perseroan ......................... 23
4.1.1. Laporan Posisi Keuangan Historis .................................................................................. 23
4.1.2. Laporan Laba Rugi Historis ............................................................................................ 25
4.1.3. Laporan Arus Kas Historis.............................................................................................. 26
4.1.4. Analisis Rasio Keuangan ............................................................................................... 27
4.2. Analisis Kewajaran Harga .............................................................................................. 28
4.3. Analisis Proforma.......................................................................................................... 29
4.4. Penilaian Atas Proyeksi Laporan Keuangan .................................................................... 30
4.5. Analisis Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi ...................................... 33
4.6. Analisis Inkremental ..................................................................................................... 33
4.7. Biaya atau Pendapatan yang Relevan ............................................................................. 34
4.8. Informasi Non Keuangan yang Relevan .......................................................................... 34
4.9. Prosedur Pengambilan Keputusan oleh Perseroan.......................................................... 34
5. KESIMPULAN .......................................................................................................................... 35
5.1. Analisis atas Kewajaran Transaksi ................................................................................. 35
5.2. Pendapat Kewajaran ..................................................................................................... 35
6. LAMPIRAN ................................................................................................................................... 36
7. REFERENSI.................................................................................................................................. 37
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | ix
Page 11
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Struktur Kepemilikan Saham NMR Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran ................................ 5
Tabel 2. Susunan Pemegang Saham Perseroan .................................................................................. 7
Tabel 3. Susunan Pemegang Saham NMN .......................................................................................... 8
Tabel 4. Laporan Posisi Keuangan ................................................................................................... 23
Tabel 5. Laporan Laba Rugi ............................................................................................................. 25
Tabel 6. Laporan Arus Kas ............................................................................................................... 26
Tabel 7. Analisis Rasio Keuangan..................................................................................................... 28
Tabel 8. Perbandingan Harga Penawaran ......................................................................................... 29
Tabel 9. Proforma Posisi Keuangan .................................................................................................. 29
Tabel 10. Proyeksi Laba Rugi Tanpa Rencana Transaksi .................................................................... 30
Tabel 11. Proyeksi Laba Rugi Dengan Rencana Transaksi .................................................................. 30
Tabel 12. Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi .......................................................... 31
Tabel 13. Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Rencana Transaksi ........................................................ 32
Tabel 14. Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi ........................... 33
Tabel 15. Analisis Inkremental......................................................................................................... 33
Tabel 16. Analisis Biaya dan Pendapatan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi ............................... 34
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | x
Page 12
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Alur Rencana Transaksi .................................................................................................... 9
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | xi
Page 13
1. PENDAHULUAN
1.1. Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan dalam pendapat kewajaran ini adalah:
Nama : PT Bayan Resources Tbk (“Perseroan”)
Bidang Usaha : Aktivitas Perusahaan Holding, Pengangkutan, dan Penjualan Batu bara dan
Pengelolaan Terminal Khusus Batu bara
Alamat : Gedung Office 8 Lt. 37, Unit A-H , Jl. Senopati No. 8B, Senayan, Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan, 12190
Telepon dan Faks. : (021) 29356888 dan (021) 29356999
E-mail : corporate.secretary@bayan.com.sg
1.2. Alasan dan Latar Belakang Transaksi
Rencana transaksi pengadaan jasa pekerjaan konstruksi untuk proyek pembangunan pondasi
perkantoran di Tabang, Kalimantan Timur dilatarbelakangi oleh kebutuhan Perseroan untuk
meningkatkan efektivitas koordinasi, pengawasan, dan efisiensi operasional kegiatan pertambangan
yang terus berkembang. Saat ini, kantor-kantor anak perusahaan dan subkontraktor utama masih
tersebar di beberapa lokasi area tambang sehingga koordinasi dan komunikasi operasional belum dapat
dilakukan secara optimal. Selain itu, kapasitas kantor yang digunakan saat ini telah menjadi kurang
memadai untuk mengakomodasi peningkatan jumlah karyawan seiring dengan berkembangnya aktivitas
operasional pertambangan yang dijalankan oleh anak perusahaan Perseroan. Oleh karena itu, Perseroan
berencana membangun gedung perkantoran beserta fasilitas pendukungnya untuk mengintegrasikan
aktivitas administrasi dan operasional dalam satu lokasi yang terpusat. Pembangunan gedung
perkantoran tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas koordinasi antar entitas dalam grup
usaha, mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas yang tersedia, meningkatkan efisiensi operasional, serta
mendukung keberlangsungan dan pengembangan kegiatan usaha Perseroan dan entitas anak di masa
mendatang.
1.3. Status Penilai
Penilai Publik Willyams merupakan Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.22.00627 sebagai Rekan di
KJPP Herman Meirizki dan Rekan dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120, domisili Kota Jakarta Selatan
dengan wilayah kerja di seluruh Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan merupakan KJPP resmi yang
telah mendapatkan izin dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri
Keuangan No. 66/KM.1/2014 tanggal 10 Februari 2014. Kami juga telah terdaftar sebagai Kantor Jasa
Profesi Penunjang Sektor Jasa Keuangan pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, Penilai Publik
telah memperoleh Tanda Terdaftar sebagai Profesi Penunjang Penilai Publik Sektor Jasa Keuangan
berdasarkan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-66/KS.13/2026 pada
sektor Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon dengan ruang lingkup kegiatan Penilai Bisnis
dan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun. Penugasan dilakukan sesuai dengan Standar
Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII-2018 dan Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 321, SPI 330, serta
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35/2020”), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17/2020”), dan
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 1
Page 14
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”).
1.4. Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini kami telah bertindak secara independen, tidak
ada benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam rencana
transaksi. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan atau
kerugian pada pihak manapun. Biaya jasa tidak mempengaruhi opini pendapat kewajaran yang terdapat
dalam laporan ini.
1.5. Objek Pendapat Kewajaran
Objek Pendapat Kewajaran adalah rencana transaksi afiliasi terkait jasa konstruksi untuk proyek
pembangunan pondasi perkantoran di Tabang, Kalimantan Timur antara PT Bayan Resources Tbk dengan
PT Nirmala Matranusa (selanjutnya disebut ”Rencana Transaksi”).
1.6. Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran
Maksud dan tujuan pendapat kewajaran ini adalah untuk memberikan opini kewajaran atas Rencana
Transaksi. Laporan pendapat kewajaran ini dipergunakan sebagai salah satu bahan keterbukaan
informasi sebagaimana telah diatur dalam POJK 42/2020 mengenai Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan.
1.7. Tanggal Pendapat Kewajaran
Tanggal pendapat kewajaran dalam laporan pendapat kewajaran ini adalah per tanggal 31 Desember
2025.
1.8. Ruang Lingkup Penugasan
Ruang lingkup penugasan meliputi:
• Pengumpulan data dan wawancara sehubungan dengan Rencana Transaksi;
• Analisis transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif, analisis inkremental, dan analisis atas kewajaran
harga transaksi;
• Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan;
• Penulisan laporan pendapat kewajaran.
1.9. Identifikasi dan Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• PT Bayan Resources Tbk (“Perseroan”)
Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang aktivitas perusahaan holding,
pengangkutan, dan penjualan batu bara dan pengelolaan terminal khusus batu bara. Dalam Rencana
Transaksi ini, Perseroan bertindak sebagai pihak pengguna jasa/pemberi pekerjaan dalam rencana
transaksi pengadaan jasa pekerjaan konstruksi untuk proyek pembangunan pondasi perkantoran di
Tabang, Kalimantan Timur.
• PT Nirmala Matranusa (“NMN”)
NMN merupakan perusahaan yang bergerak di bidang aktivitas pembangunan antara lain konstruksi
gedung, bangunan sipil, dan konstruksi khusus. Dalam Rencana Transaksi ini, NMN bertindak sebagai
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 2
Page 15
pihak penyedia jasa/kontraktor pelaksana pekerjaan konstruksi untuk proyek pembangunan pondasi
perkantoran di Tabang, Kalimantan Timur.
1.10. Asumsi dan Kondisi Pembatas
Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini dibatasi oleh asumsi
dan kondisi pembatas sebagai berikut:
• Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion;
• Proyeksi laporan keuangan berasal dari manajemen Perseroan dan telah disesuaikan untuk
mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
• Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan opini atas laporan pendapat
kewajaran;
• HMR mengasumsikan bahwa setelah tanggal diterbitkannya laporan pendapat kewajaran ini tidak
terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap Rencana Transaksi;
• Dalam melakukan analisis, HMR merujuk pada data-data dari pihak manajemen atau pemberi tugas
baik dari data keuangan, legalitas, informasi dalam draft perjanjian terkait Rencana Transaksi, serta
data dari sumber-sumber eksternal yang menurut pertimbangan HMR dapat dipercaya;
• HMR telah melakukan penelaahan yang diperlukan atas data-data yang diterima dari pihak
manajemen untuk analisis transaksi ini. Kebenaran, kehandalan, dan keakuratan atas data-data
tersebut adalah tanggung jawab pihak manajemen;
• Setiap perubahan atas data dan informasi yang baru diketahui setelah tanggal laporan pendapat
kewajaran yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran secara material bukan merupakan
tanggung jawab kami. Jika terdapat fakta atau informasi lainnya yang baru diketahui setelah
diterbitkannya laporan pendapat kewajaran yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran
secara material, maka Penilai tidak bertanggung jawab untuk memperbaharui hasil pendapat
kewajaran ini di kemudian hari;
• Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal pendapat kewajaran ini;
• Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian dari analisis
dan informasi, tanpa mempertimbangkan isi pendapat kewajaran ini secara keseluruhan dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran ini;
• Data keuangan historis Perseroan kami peroleh dari laporan keuangan yang telah diaudit oleh
Akuntan Publik Independen yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, oleh karena itu kami tidak
melakukan konfirmasi dan verifikasi atas kebenaran data yang disajikan pada laporan keuangan
tersebut;
• Kami tidak melakukan due diligence atas perpajakan Perseroan ataupun implikasinya atas
dilakukannya Rencana Transaksi;
• Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali untuk informasi yang bersifat rahasia
yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
• Pekerjaan kami tidak dapat ditafsirkan atau dimaksudkan sebagai suatu penelaahan audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu dan juga tidak dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
dan/atau pelanggaran hukum.
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 3
Page 16
1.11. Pendekatan dan Prosedur Pendapat Kewajaran
Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, kami melakukan prosedur analisis sebagai berikut:
1. Analisis transaksi;
2. Analisis kualitatif dan kuantitatif;
3. Analisis atas kewajaran transaksi;
4. Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan.
1.12. Sumber Data dan Informasi
Dalam memberikan pendapat kewajaran ini kami menggunakan data dan informasi berikut:
1. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Bayan Resources Tbk untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2020 oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan
dengan Nomor 00448/2.1025/AU.1/02/1130-1/1/III/2021 tanggal 30 Maret 2021 dengan opini wajar
yang ditandatangani oleh Daniel Kohar, S.E., CPA., selaku penanggung jawab audit;
2. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Bayan Resources Tbk untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2021 oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan
dengan Nomor 00463/2.1025/AU.1/02//1130-2/1/III/2022 tanggal 30 Maret 2022 dengan opini
wajar yang ditandatangani oleh Daniel Kohar, S.E., CPA., selaku penanggung jawab audit;
3. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Bayan Resources Tbk untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2022 oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan
dengan Nomor 00268/2.1025/AU.1/02//1130-3/1/III/2023 tanggal 09 Maret 2023 dengan opini
wajar yang ditandatangani oleh Daniel Kohar, S.E., CPA., selaku penanggung jawab audit;
4. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Bayan Resources Tbk untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2023 oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan
dengan Nomor 00219/2.1025/AU.1/02/1122-1/1/II/2024 tanggal 29 Februari 2024 dengan opini
wajar yang ditandatangani oleh Toto Harsono, S.E., selaku penanggung jawab audit;
5. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Bayan Resources Tbk untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024 oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan Nomor
00185/2.1457/AU.1/02/1122-2/1/II/2025 tanggal 28 Februari 2025 dengan opini wajar yang
ditandatangani oleh Toto Harsono, S.E., selaku penanggung jawab audit;
6. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Bayan Resources Tbk untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2025 oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan Nomor
00203/2.1457/AU.1/02/0241-1/1/II/2026 tanggal 27 Februari 2026 dengan opini wajar yang
ditandatangani oleh Yanto, S.E., Ak., M.Ak., CPA., selaku penanggung jawab audit;
7. Proforma laporan keuangan Perseroan sebelum dan sesudah dilakukannya transaksi per 31
Desember 2025;
8. Proposal penawaran harga PT Sinar Sakti Jaya No. Q-102/QT/SSJ/IV/2026 untuk Pekerjaan Culvert
Mejuk – New Tabang Office tanggal 24 April 2026;
9. Proposal penawaran harga PT Sinarsakti Mandiri untuk Pekerjaan Culvert Mejuk – New Tabang
Office tanggal 23 April 2026;
10. Proposal penawaran harga PT Sinar Sakti Jaya No. Q-101/QT/SSJ/IV/2026 untuk pekerjaan Power
House – New Tabang Office tanggal 24 April 2026;
11. Proposal penawaran harga PT Sinarsakti Mandiri untuk Pekerjaan Power House – New Tabang Office
tanggal 20 April 2026;
12. Proposal penawaran harga PT Jagat Baja Prima Utama No. 19/SW/JBP-PH/IV/26 untuk pekerjaan
Package 1B – Piling Works tanggal 22 April 2026;
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 4
Page 17
13. Proposal penawaran harga PT Rei Multi Cemerlang No. 003/Pen/REI/IV/2026 untuk pekerjaan
Package 1B – Piling Works tanggal 20 April 2026;
14. Proposal penawaran harga PT Jagat Baja Prima Utama No. 18/SW/JBP-PH/IV/26 untuk pekerjaan
Bore Pile-General Facilities Tabang tanggal 22 April 2026;
15. Proposal penawaran harga PT Rei Multi Cemerlang No. 004/Pen/REI/IV/2026 untuk pekerjaan Bore
Pile-General Facilities Tabang tanggal 20 April 2026;
16. Proyeksi laporan keuangan Perseroan tahun 2026-2031 Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan
Rencana Transaksi, yang disusun oleh manajemen Perseroan;
17. Draft Perjanjian kesepakatan kontrak antara Perseroan dengan NMN mengenai Pekerjaan Sipil
untuk Fasilitas Kantor Baru Tabang di Tabang, Kutai Kartanegara – Kalimantan Timur;
18. Legalitas lainnya yang terkait dengan Perseroan dan pihak-pihak yang bertransaksi;
19. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan mengenai alasan, latar belakang, dan hal-
hal lainnya terkait dengan Rencana Transaksi;
20. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan pihak-pihak lain yang relevan dalam rangka
penugasan ini.
1.13. Subsequent Event
Dari tanggal penilaian yaitu tanggal 31 Desember 2025 sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan
ini, terdapat subsequent event atau kejadian penting yaitu perubahan pemegang saham PT Nirmala
Matranusa berdasarkan Akta Nomor 03 tanggal 12 Februari 2026 oleh Notaris Ratna Sari Utama, S.H.,
M.Kn., M.M. Perubahan tersebut telah dilaporkan dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-AH.01.09-0131265 tanggal
12 Maret 2026 sebagai berikut:
Tabel 1. Struktur Kepemilikan Saham NMN Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran
Jumlah Lembar Persentase
Pemegang Saham Jumlah (Rp)
Saham Kepemilikan
Dato’ DR. Low Tuck Kwong 440.000.000 880 80,00%
PT Kutai Energi Pratama 55.000.000 110 10,00%
Tjin Silvia Mairanda 55.000.000 110 10,00%
Total 550.000.000 1.100 100,00%
Sumber: Akta Nomor 03 tanggal 12 Februari 2026
Perubahan ini tidak mempengaruhi hasil pendapat kewajaran.
1.14. Publikasi atas Laporan Pendapat Kewajaran
Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik, kecuali untuk informasi yang bersifat rahasia yang
dapat mempengaruhi operasional Perseroan. Publikasi ataupun penggunaan laporan pendapat
kewajaran ditujukan hanya untuk maksud dan tujuan pendapat kewajaran yang dinyatakan dalam
laporan ini. Laporan pendapat kewajaran hanya untuk digunakan oleh pengguna laporan yang dinyatakan
dalam laporan. HMR tidak bertanggung jawab atas tuntutan baik saat ini ataupun di masa depan terkait
dengan penyalahgunaan ataupun penggunaan sebagian atau keseluruhan informasi dalam laporan
pendapat kewajaran ini oleh pihak selain dari pengguna laporan dan untuk tujuan selain yang telah
dinyatakan dalam laporan pendapat kewajaran ini.
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 5
Page 18
Pendapat kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
Rencana Transaksi, tidak untuk digunakan oleh pihak lain. Pendapat kewajaran ini merupakan salah satu
bahan pertimbangan kepada Pemegang Saham untuk mengetahui kewajaran dari Rencana Transaksi.
Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian dari analisis dan
informasi, tanpa mempertimbangkan isi pendapat kewajaran ini secara keseluruhan dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran ini.
Pendapat kewajaran ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan yang berwenang dan stempel dari
KJPP Herman Meirizki dan Rekan.
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 6
Page 19
2. ANALISIS TRANSAKSI
2.1. Identifikasi Pihak-Pihak yang Bertransaksi
2.1.1. PT Bayan Resources Tbk (“Perseroan”)
Gambaran Umum
PT Bayan Resources Tbk (“Perseroan”) didirikan pada tanggal 7 Oktober 2004, berdasarkan Akta Notaris
No. 12 tanggal 7 Oktober 2004 yang dibuat di hadapan Yani Indrawaty Wibawa, S.H., Notaris di Jakarta.
Akta Notaris tersebut mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-30690 HT.01.01.TH.2004 tanggal 21 Desember 2004.
Akta Perseroan berisi Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
akta terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 86 tanggal 25 Juni 2025 yang dibuat di hadapan Mala Mukti,
S.H., LL.M., Notaris di Jakarta. Akta Notaris tersebut telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana dikonfirmasi telah diterima melalui surat No. AHU-
AH.01.09-0306665 tanggal 4 Juli 2025.
Pada tanggal 12 Agustus 2008, Perseroan melakukan Penawaran Umum Perdana (“IPO”) sebanyak
833.333.500 lembar saham biasa yang terdiri dari 500.000.000 lembar saham biasa atas nama milik
Pemegang Saham Penjual (saham divestasi) dan 333.500.000 lembar saham biasa yang baru
ditempatkan (saham baru). Penawaran saham kepada masyarakat tersebut dicatat di Bursa Efek
Indonesia (“BEI”) pada tanggal 12 Agustus 2008.
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan tanggal 17 November 2022 telah menyetujui
rencana stock split saham dengan satu lembar saham lama dipecah menjadi sepuluh lembar saham baru
dari sejumlah 3.333.333.500 saham dengan nilai nominal sebesar Rp100 per lembar saham menjadi
sejumlah 33.333.335.000 saham dengan nilai nominal sebesar Rp10 per lembar saham dengan nilai
nominal keseluruhan sebesar Rp333.333.350.000. Berdasarkan surat dari BEI No. S-10001/BEI.PP1/11-
2022 tanggal 23 November 2022, BEI menyetujui permohonan persetujuan prinsip rencana stock split
atas saham Perseroan dan menyatakan efektif sejak tanggal 2 Desember 2022 jumlah saham Perseroan
setelah stock split menjadi sejumlah 33.333.335.000 saham dengan nilai nominal Rp10 per saham.
Perubahan Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan adanya perubahan jumlah saham dan nilai
nominal saham setelah stock split tersebut telah diaktakan melalui Akta Notaris No. 35 tanggal 13
Desember 2022 yang dibuat di hadapan Mala Mukti, S.H., Notaris di Jakarta. Akta Notaris tersebut telah
diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan diterbitkannya
Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0327808 tanggal 19 Desember 2022.
Aktivitas utama Perseroan adalah holding, perdagangan dan jasa. Perseroan memulai operasi
komersialnya pada Januari 2005. Kantor pusat Perseroan berlokasi di Gedung Office 8, lantai 37, Unit A-
H, Jl. Senopati No. 8B, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Perseroan didirikan dan berdomisili di
Indonesia.
Susunan Pengurus dan Pemegang Saham Perseroan
Berdasarkan Akta No. 86 tanggal 25 Juni 2025 yang dibuat di hadapan Notaris Mala Mukti, S.H, LL.M,
susunan pengurus dan pemegang saham Perseroan per 31 Desember 2025 sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 6
Page 20
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Independen : Hendarman
Komisaris : Lifransyah Gumay
Komisaris : Moermahadi Soerja Djanegara
Komisaris Independen : Timur Pradopo
Komisaris Independen : Budiman
Dewan Direksi
Direktur Utama : Dato’ DR. Low Tuck Kwong
Direktur : Lim Chai Hock
Direktur : Jenny Quantero
Direktur : Low Yi Ngo
Direktur : Alastair McLeod
Direktur : Russell John Neil
Direktur : Alexander Ery Wibowo
Direktur : Oliver Khaw Kar Heng
Direktur : Siyoung Park
Direktur : Merlin
Direktur : Ulina Fitriani
Pemegang saham Perseroan per 31 Desember 2025 berdasarkan catatan yang dibuat PT Kustodian
Sentral Efek Indonesia, biro administrasi efek , sebagai berikut:
Tabel 2. Susunan Pemegang Saham Perseroan
Jumlah Lembar Persentase
Pemegang Saham Jumlah (Rp)
Saham Kepemilikan
Dato’ DR. Low Tuck Kwong 13.406.640.470 14.352.804 40,22%
Elaine Low 7.333.833.700 7.851.413 22,00%
PT Sumber Suryadaya Prima 3.333.380.000 3.568.631 10,00%
(“SSP”)
Lainnya/Others 9.259.480.830 9.912.961 27,78%
Total 33.333.335.000 35.685.809 100,00%
Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan per 31 Desember 2025
2.1.2. PT Nirmala Matranusa (“NMN”)
Gambaran Umum
PT Nirmala Matranusa (NMN), didirikan di Jakarta berdasarkan akta No. 28 di hadapan Samsul Hadi, S.H.,
Notaris di Jakarta, tanggal 17 Oktober 1994. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-211 HT.01.01. tahun 1998. Anggaran
Dasar NMN telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 02 di hadapan Ratna
Sari Utama S.H., M.Kn., M.M, Notaris di Banten, pada tanggal 12 Desember 2025, mengenai perubahan
susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Perubahan tersebut telah dilaporkan dan dicatat dalam Sistem
Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Nomor
AHU-AH.01.09-0364559 tanggal 22 Desember 2025.
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 7
Page 21
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar, kegiatan utama NMN adalah aktivitas pertambangan dan
penggalian lainnya, pembangunan, pengangkutan, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan
minum, real estate, sewa guna usaha, dan perdagangan besar. Entitas berkedudukan di Gedung Office 8
Lantai 23 Unit H, Jl. Senopati No. 8B, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Susunan Pengurus dan Pemegang Saham NMN
Susunan pengurus NMN per 31 Desember 2025 berdasarkan Akta Notaris No. 02 tanggal 12 Desember
2025 yang dibuat di hadapan Ratna Sari Utama S.H., M.Kn., M.M adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris dan Direksi
Komisaris : Dato’ DR. Low Tuck Kwong
Direktur : Jenny Quantero
Pemegang saham NMN per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 3. Susunan Pemegang Saham NMN
Jumlah Lembar Persentase
Pemegang Saham Jumlah (Rp)
Saham Kepemilikan
Dato’ DR. Low Tuck Kwong 440.000.000 880 80,00%
Jenny Quantero 55.000.000 110 10,00%
Tjin Silvia Mairanda 55.000.000 110 10,00%
Total 550.000.000 1.100 100,00%
Sumber: Akta No. 02 tanggal 12 Desember 2025
*Pada tanggal laporan pendapat kewajaran ini dikeluarkan, susunan pemegang saham NMN mengalami perubahan, namun
tidak terdapat perubahan jumlah lembar saham, persentase kepemilikan, dan jumlah nominal saham sebagaimana
tercantum dalam bagian 1.13 Subsequent Events.
2.2. Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Sesuai dengan POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan, Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh
perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari
anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, termasuk setiap
aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk
kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris,
pemegang saham utama, atau pengendali.
Hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi berdasarkan jabatan yaitu:
• Dato’ DR. Low Tuck Kwong menjabat sebagai Direktur Utama Perseroan dan Komisaris NMN;
• Jenny Quantero menjabat sebagai Direktur Perseroan dan Direktur NMN.
Hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi berdasarkan kepemilikan saham
dikendalikan oleh pihak yang sama yakni Dato’ DR. Low Tuck Kwong.
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 8
Page 22
Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh manajemen Perseroan, tidak terdapat benturan
kepentingan atas Rencana Transaksi yang akan dilakukan. Berdasarkan informasi di atas, dapat
disimpulkan bahwa transaksi antara Perseroan dengan NMN dapat dikategorikan sebagai Transaksi
Afiliasi sebagaimana dimaksud dengan POJK No. 42/POJK.04/2020 yaitu transaksi yang dilakukan oleh
Perseroan dengan pihak afiliasi salah satunya jabatan dan pemegang saham. Alur rencana transaksi
adalah sebagai berikut:
Gambar 1. Alur Rencana Transaksi
NMN Perseroan
Memberikan jasa untuk melakukan pengadaan
jasa pekerjaan konstruksi untuk proyek
pembangunan perkantoran di Tabang, Kalimantan
Timur
Sumber: Manajemen Perseroan
2.3. Materialitas atas Transaksi
Sesuai dengan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha,
transaksi material adalah setiap:
a. Penyertaan dalam badan usaha, proyek, dan/atau kegiatan usaha tertentu;
b. Pembelian, penjualan, pengalihan, tukar menukar aset atau segmen operasi;
c. Perolehan, pelepasan, dan/atau penggunaan jasa;
d. Sewa menyewa aset;
e. Pinjam meminjam dana termasuk pengalihannya;
f. Menjaminkan aset perusahaan terbuka dan/atau perusahaan terkendali atas pinjaman dari pihak lain;
dan
g. Memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee).
Suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama dengan 20% (dua
puluh persen) atau lebih dari ekuitas perusahaan terbuka.
Transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen operasi dikategorikan sebagai
transaksi material dalam hal:
a. Nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas perusahaan terbuka;
b. Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset perusahaan terbuka nilainya sama dengan
atau lebih dari 20% (dua puluh persen);
c. Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih perusahaan terbuka nilainya sama dengan atau
lebih dari 20% (dua puluh persen);
d. Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha perusahaan terbuka nilainya
sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen).
Dalam hal perusahaan terbuka mempunyai ekuitas negatif, transaksi dikategorikan sebagai transaksi
material apabila nilai transaksi sama dengan 10% (sepuluh persen) atau lebih dari total aset perusahaan
terbuka.
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 9
Page 23
Jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audit konsolidasi per 31 Desember 2025 oleh
Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan Nomor 00203/2.1457/AU.1/02/0241-1/1/II/2026
tanggal 27 Februari 2025 tercatat sebesar USD 2.694.584.284 sedangkan harga Rencana Transaksi
adalah sebesar Rp35.603.178.000,- atau ekuivalen dengan USD2.121.510,- berdasarkan kurs Tengah
Bank Indonesia untuk mata uang USD per 31 Desember 2025 yaitu sebesar Rp16.782,-. Nilai transaksi
adalah sebesar 0,08% dari ekuitas Perseroan per 31 Desember 2025. Dengan demikian Rencana
Transaksi ini bukan termasuk transaksi material sebagaimana dimaksud dalam POJK No.
17/POJK.04/2020.
2.4. Perjanjian dan Persyaratan Yang Disepakati Dalam Transaksi
Berdasarkan perjanjian kesepakatan kontrak antara Perseroan dengan NMN dan informasi dari pihak
manajemen, informasi dalam perjanjian tersebut adalah sebagai berikut:
2.4.1. Para Pihak
Pihak-pihak yang melakukan Transaksi adalah:
1. Perseroan selaku pihak pemberi kerja kepada NMN;
2. NMN selaku pihak penyedia jasa atau ”kontraktor” kepada Perseroan.
2.4.2. Objek Perjanjian
Objek perjanjian adalah jasa konstruksi untuk proyek pembangunan pondasi perkantoran di Tabang,
Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (selanjutnya disebut “Proyek”).
2.4.3. Harga Transaksi
Total harga kontrak senilai Rp35.603.178.000 (Tiga Puluh Lima Miliar Enam Ratus Tiga Juta Seratus Tujuh
Puluh Delapan Ribu Rupiah) sebagai “Jumlah Harga Kontrak”, belum termasuk PPN 11% akan tetapi
sudah termasuk PPh.
2.4.4. Syarat Pembayaran
• 30% dari Jumlah Harga Kontrak sebagai Uang Muka akan dibayarkan kepada kontraktor setelah
Perjanjian ditandatangani;
• 65% dari Jumlah Harga Kontrak dibayarkan secara bertahap sebagai pembayaran kemajuan pekerjaan
bulanan hingga Proyek mencapai 99% dibuktikan dengan Sertifikat Kemajuan Proyek yang
ditandatangani oleh kedua belah pihak;
• 5% dari Jumlah Harga Kontrak akan dibayarkan setelah berakhirnya Periode Tanggung Jawab Atas
Cacat dan Proyek dinyatakan selesai, sebagaimana dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima.
Setelah klaim laporan kemajuan disetujui, tagihan diserahkan dengan semua dokumentasi pendukung
yang sesuai, tagihan akan dibayarkan oleh Pemberi Kerja kepada kontraktor selambat-lambatnya 30 hari
sejak tanggal diterimanya tagihan secara lengkap dan benar.
2.4.5. Kerangka Waktu Proyek dan Penyelesaian
a. Kontraktor diwajibkan menyelesaikan Proyek sesuai dengan jadwal pelaksanaan Proyek yang telah
ditentukan oleh Pemberi Kerja selama 12 (dua belas) bulan setelah dimulainya pekerjaan di lapangan;
b. Dalam hal kontraktor tidak melaksanakan pekerjaan selambat-lambatnya dalam 7 (tujuh) hari setelah
menerima pembayaran Uang Muka sebagaimana diatur dalam Pasal 3, maka Pemberi Kerja dapat
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 10
Page 24
melakukan pengakhiran Perjanjian secara sepihak dan Kontraktor wajib mengembalikan seluruh Uang
Muka yang telah diterimanya kepada Pemberi Kerja selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sejak
pengakhiran Perjanjian;
c. Penyerahan Proyek dapat dilakukan secara parsial, atau bertahap untuk masing masing fasilitas;
d. Para Pihak dengan ini setuju bahwa apabila Kontraktor lalai menyelesaikan Proyek tepat waktu dengan
alasan yang tidak bisa diterima oleh Pemberi Kerja, maka Kontraktor dikenakan denda keterlambatan
untuk setiap hari keterlambatan sebesar 0,10% dari Jumlah Harga Kontrak per hari sampai dengan
maksimum 5% dari Jumlah Harga Kontrak. Dalam hal denda keterlambatan telah mencapai
maksimum namun Pekerjaan belum selesai, maka Kontraktor tidak berhak atas sisa pembayaran dan
wajib mengembalikan pembayaran yang diterima dari Pemberi Kerja secara proporsional dengan
kemajuan pekerjaan berikut dengan denda keterlambatannya. Ketentuan ini tidak berlaku dalam hal
keterlambatan disebabkan oleh tindakan atau kelalaian Pemberi Kerja, maka Kontraktor diberikan
tambahan waktu untuk menyelesaikan Proyek sesuai dengan jumlah hari keterlambatan tersebut.
2.5. Penilaian Atas Risiko dan Manfaat dari Transaksi
2.5.1. Manfaat Transaksi
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi ini terdapat beberapa manfaat yang diterima Perseroan yaitu
sentralisasi lokasi menunjang kegiatan operasional anak Perseroan dan subkontraktor sehingga
koordinasi di lapangan akan lebih cepat dan efisien.
2.5.2. Risiko Transaksi
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi ini risiko yang akan ditanggung sebagai berikut:
1. Lokasi pembangunan yang cukup jauh dan terisolasi (remote) dari pusat kota membuat pengiriman
material dalam proses pembangunan dapat terhambat, yang mungkin dapat menyebabkan
tertundanya target penyelesaian;
2. Transaksi ini menggunakan pembiayaan dana sendiri sehingga memberikan dampak pada arus kas
operasional Perseroan.
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 11
Page 25
3. ANALISIS KUALITATIF
3.1. Tinjauan Ekonomi
3.1.1. Indeks Harga Saham Gabungan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan akhir Desember ditutup di level 8.646,94.
Berdasarkan data RTI Business, pergerakan saham menunjukkan 346 saham mengalami penguatan, 317
saham melemah, dan 146 saham bergerak stagnan. Aktivitas perdagangan mencatatkan volume sebesar
39,54 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,60 juta kali dan nilai transaksi mencapai Rp
20,61 triliun. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tercatat sebanyak tujuh sektor mengalami penguatan,
dengan kinerja terbaik ditunjukkan oleh sektor infrastruktur yang meningkat sebesar 2,30%. Penguatan
tersebut diikuti oleh sektor barang konsumen non-primer yang naik 2,12% serta sektor industri yang
mencatatkan kenaikan sebesar 0,71%. Sementara itu, empat sektor lainnya mengalami pelemahan,
dengan sektor kesehatan mencatatkan penurunan terdalam sebesar 1,81%. Pelemahan juga terjadi
pada sektor barang baku dan sektor teknologi yang masing-masing terkoreksi sebesar 0,84% dan 0,47%.
Sepanjang tahun 2025 hingga 29 Desember 2025, IHSG mencatatkan kinerja positif dengan
pertumbuhan sebesar 22,10% secara year-to-date dan ditutup di level 8.644,26, serta beberapa kali
mencapai level tertinggi sepanjang masa (all-time high). Sejalan dengan penguatan indeks tersebut,
kapitalisasi pasar juga tercatat telah melampaui target yang ditetapkan dalam roadmap pengembangan
pasar modal. Berikut pergerakan IHSG akhir bulan Desember tahun 2020-2025:
Grafik 1. IHSG Per 31 Desember Tahun 2020 – 2025
IHSG
9.000,00
8.646,94
8.700,00
8.400,00
8.100,00
7.800,00
7.500,00 7.323,59
7.200,00
6.900,00
6.850,62 7.079,90
6.600,00
6.300,00 6.581,48
6.000,00
5.700,00 5.979,07
5.400,00
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Close Price
3.1.2. Nilai Tukar Rupiah
Kurs tengah Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat pada 31 Desember 2025 berada pada level
Rp16.782,00. Berikut pergerakan nilai tukar kurs tengah Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat dari
Desember 2020-2025:
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 12
Page 26
Grafik 2. Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Per 31 Desember Tahun 2020-2025
Kurs Tengah BI
17.000,00
16.500,00 16.162,00 16.782,00
16.000,00 15.731,00
15.500,00
15.000,00 15.439,00
14.500,00 14.105,00
14.000,00 14.269,00
13.500,00
13.000,00
12.500,00
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Kurs Tengah BI/ BI Middle Rate
Sumber: Bank Indonesia
3.1.3. Suku Bunga
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang diselenggarakan pada 16–17 Desember 2025
memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate pada level 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar
3,75%, serta suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%. Kebijakan tersebut sejalan dengan upaya Bank
Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah masih tingginya ketidakpastian global,
sekaligus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial yang
telah diterapkan guna menopang stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Ke depan, Bank Indonesia akan terus mengevaluasi peluang penurunan lanjutan suku bunga BI-Rate
dengan mempertimbangkan proyeksi inflasi tahun 2026 yang tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1%,
serta kebutuhan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Pelonggaran kebijakan
makroprudensial juga diperkuat melalui peningkatan efektivitas penyaluran likuiditas kepada perbankan
guna mempercepat penurunan suku bunga dan mendorong pertumbuhan kredit atau pembiayaan ke
sektor riil, khususnya sektor-sektor prioritas Pemerintah. Sementara itu, kebijakan sistem pembayaran
tetap diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui perluasan penggunaan
pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan ketahanan
infrastruktur sistem pembayaran.
Selain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem
Keuangan (KSSK) dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan. Sinergi kebijakan antara Bank
Indonesia dan Pemerintah juga semakin ditingkatkan guna menjaga stabilitas serta mendorong
pertumbuhan ekonomi yang selaras dengan agenda Asta Cita Pemerintah.
Pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2025 diperkirakan berada di kisaran 3,2%, didorong oleh
penguatan ekonomi Jepang dan India yang didukung oleh konsumsi rumah tangga serta kebijakan
stimulus fiskal. Prospek ekonomi kawasan Eropa dipandang tetap solid seiring dukungan konsumsi,
investasi, dan kondisi pasar tenaga kerja yang relatif baik. Di sisi lain, perekonomian Amerika Serikat (AS)
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 13
Page 27
pada 2025 diperkirakan mengalami perlambatan akibat dampak sementara penghentian operasional
pemerintah serta melemahnya pasar tenaga kerja, sementara pertumbuhan ekonomi Tiongkok juga
diprakirakan terus melambat seiring masih lemahnya permintaan domestik.
Pada tahun 2026, pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan menurun menjadi sekitar 3,0%,
dipengaruhi oleh dampak lanjutan kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat serta meningkatnya
kerentanan rantai pasok global. Di pasar keuangan global, suku bunga acuan The Federal Reserve (Fed
Funds Rate) diturunkan sebesar 25 basis poin pada Desember 2025, dengan ruang penurunan yang
semakin terbatas ke depan. Imbal hasil US Treasury tenor 2 tahun cenderung meningkat, sementara yield
tenor 10 tahun tetap berada pada level tinggi sejalan dengan tingginya beban utang Pemerintah AS.
Kondisi tersebut menyebabkan indeks dolar AS (DXY) bertahan tinggi dan membatasi aliran modal asing
ke negara berkembang.
Ke depan, tingkat ketidakpastian perekonomian global diperkirakan tetap tinggi di tengah prospek
pertumbuhan ekonomi dunia yang masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan kewaspadaan serta
penguatan respons kebijakan guna meningkatkan ketahanan ekonomi domestik terhadap dampak
pengaruh global sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.
3.1.4. Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Desember 2025 berada pada angka 2,92%. Berdasarkan
Grafik 3, tingkat inflasi cenderung mengalami peningkatan signifikan dari tahun 2020 hingga ke 2022,
tetapi pada tahun 2023 mengalami penurunan yang disebabkan penurunan pada komponen inti
penyumbang inflasi. Pada tahun 2024, inflasi kembali turun dibandingkan dengan tahun 2023 karena
melandainya harga pokok pangan. Inflasi pada 31 Desember 2025 meningkat 2,92% akibat kenaikan
harga pangan serta kenaikan harga emas, BBM, dan tarif transportasi udara. Berikut merupakan Grafik
inflasi bulan Desember tahun 2020-2025:
Grafik 3. Inflasi Periode Desember 2020-2025
Inflasi
6,00% 5,51%
5,00%
4,00%
3,00% 2,92%
2,61%
2,00%
1,87%
1,68% 1,57%
1,00%
0,00%
Des-20 Des-21 Des-22 Des-23 Des-24 Des-25
Sumber: Bank Indonesia
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 14
Page 28
3.2. Analisis Industri Batu Bara
3.2.1. Perkembangan Sektor Pertambangan Batu Bara
Grafik 4. Produk Domestik Bruto (ADHB) Pertambangan & Industri Batu Bara
1.400.000 140,00%
120,00%
1.200.000
100,00%
1.000.000
80,00%
Miliar Rp
800.000 60,00%
600.000 40,00%
20,00%
400.000
0,00%
200.000
-20,00%
- -40,00%
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Pertambangan Batu Bara dan Lignit Pertumbuhan
Sumber: Badan Pusat Statistik, 2025
Produk domestik bruto (atas dasar harga berlaku) sektor pertambangan batu bara dan lignit cenderung
berfluktuasi dengan rata-rata kenaikan sebesar 14,41% (CAGR) dari tahun 2020 ke 2025. Pada tahun
2022, PDB sektor pertambangan batu bara mencapai Rp1.296,9 triliun seiring peningkatan harga batu
bara dunia yang didorong oleh peningkatan permintaan terutama dari negara-negara seperti India,
Tiongkok, dan beberapa negara Eropa. Peningkatan permintaan tersebut disebabkan oleh pertumbuhan
ekonomi, kebutuhan listrik yang lebih tinggi, dan juga akibat adanya gangguan pasokan energi alternatif
lainnya. Pada tahun 2024, PDB sektor pertambangan batu bara dan lignit sebesar Rp850,5 triliun dan
pada tahun 2025 sebesar Rp827,36 triliun.
Grafik 5. Harga Batu Bara Acuan Per 31 Desember Tahun 2020-2025
300,00 200,00%
250,00 150,00%
200,00 100,00%
USD/Ton
150,00 50,00%
100,00 0,00%
50,00 -50,00%
- -100,00%
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Harga Batu Bara Pertumbuhan
Sumber: Kementerian ESDM, 2025
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 15
Page 29
Harga batu bara acuan cenderung berfluktuasi dari tahun 2020-2025 dengan rata-rata kenaikan sebesar
7,23% (CAGR). Pada bulan Desember 2020 harga batu bara acuan sebesar 59,65 USD/ton. Harga acuan
di bulan tersebut cukup rendah akibat krisis energi yang masih berlangsung yang diikuti lemahnya
permintaan komoditas energi fosil lain di luar komoditas batu bara. Harga batu bara acuan Desember
2022 mencapai 281,48 USD/ton seiring krisis energi yang terjadi di Eropa akibat pembatasan pasokan
gas alam dari Rusia ke Eropa yang menyebabkan negara-negara Eropa mencari alternatif energi lain salah
satunya batu bara. Selain itu, adanya lonjakan permintaan batu bara dari negara-negara di Asia seperti
Tiongkok, India, dan Korea Selatan meningkatkan kebutuhan listrik yang sebagian besar dipenuhi oleh
pembangkit listrik tenaga batu bara. Pada bulan Desember tahun 2024, harga batu bara acuan mencapai
122,51 USD/ton, dan pada bulan Desember 2025 harga batu bara acuan mencapai 100,91 USD/ton,
turun 17,71% dari tahun 2024.
Grafik 6. Produksi Batu Bara di Indonesia Tahun 2020-2025
900,00 15,00%
800,00
700,00 10,00%
600,00
5,00%
Juta Ton
500,00
400,00
0,00%
300,00
200,00 -5,00%
100,00
- -10,00%
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Produksi Batu Bara Pertumbuhan
Sumber: Kementerian ESDM, 2025
Produksi batu bara di Indonesia cenderung berfluktuasi dari tahun 2020-2025 dengan rata-rata kenaikan
sebesar 5,10% (CAGR). Pada tahun 2020, produksi batu bara turun 8,52% akibat pandemi Covid-19 dan
krisis energi yang menekan pasar dan harga batu bara yang berdampak terhadap realisasi produksi. Pada
tahun 2023, produksi batu bara naik sebesar 12,77% dibandingkan tahun sebelumnya seiring kenaikan
permintaan dalam negeri maupun ekspor. Peningkatan permintaan domestik dipicu oleh tambahan PLTU
baru, sedangkan permintaan ekspor naik karena adanya gangguan pasokan energi alternatif di beberapa
negara tujuan ekspor. Produksi batu bara tahun 2024 mencapai 836,13 juta ton, naik 7,86% dari tahun
2023 seiring kenaikan permintaan untuk kelistrikan dan smelter di dalam negeri. Pada tahun 2025,
produksi batu bara turun sekitar 5,50% menjadi 790,14 juta ton.
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 16
Page 30
Grafik 7. Konsumsi Batu Bara Dalam Negeri (DMO) Tahun 2020-2025
300,00 70,00%
60,00%
250,00
50,00%
200,00
40,00%
Juta Ton
150,00 30,00%
20,00%
100,00
10,00%
50,00
0,00%
- -10,00%
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Konsumsi Batu Bara (DMO) Pertumbuhan
Sumber: Kementerian ESDM, 2025
Konsumsi batu bara di Indonesia cenderung berfluktuasi dari tahun 2020-2025 dengan rata-rata
kenaikan sebesar 10,12% (CAGR). Pada tahun 2020, konsumsi batu bara dalam negeri turun 4,76%
akibat dampak pandemi Covid-19 yang menyebabkan penurunan aktivitas ekonomi dan permintaan
listrik, serta perubahan struktural dalam berbagai sektor industri. Pada tahun 2023, konsumsi batu bara
dalam negeri turun 1,36% akibat adanya penurunan permintaan seiring kebijakan Pemerintah Indonesia
untuk melakukan transisi energi yang berkontribusi pada peningkatan produksi energi terbarukan. Pada
tahun 2024, konsumsi batu bara di Indonesia mencapai 232,64 juta ton dengan kenaikan 9,29% dari
tahun 2023. Pada tahun 2025 konsumsi batu bara naik sekitar 6,12% membuat konsumsi batu bara
mencapai 246,88 juta ton.
Grafik 8. Capaian Konsumsi Batu Bara untuk PLTU di Indonesia
160 120,00%
140
100,00%
120
80,00%
100
Juta Ton
80 60,00%
60
40,00%
40
20,00%
20
- 0,00%
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Target Kebutuhan Batu Bara untuk PLTU
Realisasi Batu Bara untuk PLTU
% Capaian terhadap Kebutuhan
Sumber: Kementerian ESDM, 2025
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 17
Page 31
Secara umum, tren peningkatan realisasi dari tahun 2020 hingga 2025, dengan CAGR sebesar 6,17%,
menunjukkan adanya pertumbuhan kebutuhan energi listrik yang diimbangi dengan ketersediaan
pasokan batu bara yang memadai. Meskipun pada tahun 2023 sempat terjadi penurunan capaian
menjadi 94,69% akibat berbagai faktor seperti fluktuasi permintaan dan kondisi operasional, kinerja
kembali meningkat signifikan pada tahun 2024 dan tetap kuat pada tahun 2025 dengan capaian
109,61%. Kondisi ini mengindikasikan bahwa mekanisme pemenuhan kebutuhan dalam negeri,
termasuk melalui kebijakan Domestic Market Obligation (DMO), berjalan efektif dalam memastikan
prioritas pasokan batu bara untuk sektor ketenagalistrikan. Selain itu, peningkatan aktivitas ekonomi
pasca pandemi turut mendorong kenaikan kebutuhan listrik, yang secara langsung berdampak pada
meningkatnya konsumsi batu bara untuk PLTU. Dengan demikian, keberlanjutan pasokan batu bara
domestik tetap menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas energi nasional.
Grafik 9. Nilai Ekspor Komoditas Batu Bara Indonesia Tahun 2020-2025
50.000 100,00%
45.000
80,00%
40.000
35.000 60,00%
30.000
Juta USD
40,00%
25.000
20,00%
20.000
15.000 0,00%
10.000
-20,00%
5.000
- -40,00%
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Nilai Ekspor Batu Bara Pertumbuhan
Sumber: Badan Pusat Statistik, 2025
Nilai ekspor batu bara Indonesia cenderung berfluktuasi dari tahun 2019-2025 dengan rata-rata kenaikan
sebesar 4,36% (CAGR). Pada tahun 2020, nilai ekspor batu bara turun 23,33% seiring penurunan
produksi akibat pandemi Covid-19 dan krisis energi. Pada tahun 2024, nilai ekspor batu bara sebesar
USD30,49 miliar, turun 11,86% dari tahun 2023 yang mampu mencapai USD34,59 miliar. Pada tahun
2025, nilai ekspor turun kembali sebesar 19,70% membuat nilai ekspor batu bara menjadi USD 24,48
miliar.
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 18
Page 32
Grafik 10. Volume Ekspor Batu Bara Indonesia Tahun 2020-2025
420.000 8,00%
400.000 6,00%
4,00%
380.000
Ribu Ton
2,00%
360.000
0,00%
340.000
-2,00%
320.000 -4,00%
300.000 -6,00%
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Axis Title
Volume Ekspor Pertumbuhan
Sumber: Badan Pusat Statistik, 2025
Volume ekspor batu bara Indonesia cenderung naik dari tahun 2020-2024 dengan rata-rata kenaikan
sebesar 2,74% (CAGR). Negara utama tujuan ekspor batu bara Indonesia adalah India, Tiongkok, Jepang,
dan Korea Selatan. Pada tahun 2024, ekspor batu bara Indonesia didominasi oleh Tiongkok dan India
dimana Tiongkok menjadi negara tujuan terbesar dengan porsi 43,4% atau sekitar 241,7 juta ton, diikuti
negara India dengan porsi 27% atau 110 juta ton. Secara total, volume ekspor batu bara Indonesia pada
tahun 2024 adalah 405,76 juta ton, naik 6,86% dibandingkan tahun 2023. Namun demikian, pada tahun
2025 volume ekspor mengalami penurunan menjadi 390,93 juta ton atau turun sebesar 3,66%
dibandingkan tahun 2024. Penurunan ini mengindikasikan adanya potensi normalisasi permintaan global
atau penyesuaian kebijakan energi di negara tujuan ekspor, termasuk peningkatan transisi ke energi
terbarukan.
3.3. Analisis Operasional dan Prospek Perseroan
Perseroan merupakan salah satu produsen batu bara nasional yang memiliki kegiatan usaha terintegrasi,
termasuk didukung oleh infrastruktur logistik dan fasilitas pendukung yang memadai. Dalam
menjalankan operasional usahanya, Perseroan terus melakukan pengembangan kapasitas produksi dan
infrastruktur guna mendukung target pertumbuhan jangka panjang.
Pada tahun 2025, Proyek Tabang kembali menunjukkan peningkatan produksi yang signifikan dengan
total produksi mencapai sekitar 62,5 juta metrik ton atau meningkat sekitar 23,8% dibandingkan tahun
sebelumnya. Perseroan menargetkan peningkatan kapasitas produksi hingga lebih dari 80 juta metrik ton
per tahun (mtpa). Untuk mendukung target tersebut, Perseroan telah melakukan investasi infrastruktur
dengan nilai lebih dari USD0,5 miliar selama beberapa tahun terakhir.
Dalam mendukung keberlangsungan operasional, Perseroan juga bekerja sama dengan beberapa
kontraktor pertambangan terkemuka di Indonesia guna memastikan ketersediaan alat berat, tenaga
kerja, dan sumber daya operasional lainnya sehingga risiko operasional dapat diminimalkan. Selain itu,
Perseroan memiliki fleksibilitas logistik yang dinilai cukup baik dalam menghadapi risiko operasional,
khususnya yang berkaitan dengan kondisi cuaca dan tingkat permukaan air sungai. Perseroan telah
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 19
Page 33
mengembangkan alternatif fasilitas barge loading di Sungai Mahakam dan fasilitas Muara Pahu sebagai
mitigasi terhadap potensi hambatan distribusi melalui Sungai Kedang Kepala dan fasilitas Senyiur pada
kondisi cuaca tertentu.
Di sisi lain, Perseroan tetap menghadapi beberapa tantangan operasional, antara lain:
• Kebijakan pemerintah yang berpotensi meningkatkan biaya operasional industri batu bara;
• Potensi kenaikan biaya akibat inflasi;
• Perubahan kondisi cuaca yang dapat mempengaruhi aktivitas produksi dan distribusi; serta
• Ketidakpastian kondisi geopolitik global yang dapat mempengaruhi pasar energi dunia.
Namun demikian, Perseroan menilai bahwa posisi biaya produksi Perseroan yang relatif rendah
dibandingkan pelaku industri lainnya memberikan daya tahan yang lebih baik terhadap tekanan biaya dan
fluktuasi pasar.
Prospek usaha Perseroan ke depan diperkirakan masih dipengaruhi oleh dinamika permintaan dan
penawaran batu bara global. Pasar batu bara pada tahun 2026 diperkirakan berada dalam kondisi sedikit
kelebihan pasokan, namun kondisi tersebut tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal yang dapat
mempengaruhi harga batu bara secara signifikan. Beberapa faktor utama yang diperkirakan
mempengaruhi prospek industri batu bara dan Perseroan antara lain:
• Kebijakan pemerintah Indonesia terkait sektor pertambangan dan energi;
• Perkembangan impor batu bara Tiongkok sebagai salah satu pasar utama dunia;
• Kondisi cuaca global seperti El Nino dan La Nina yang dapat mempengaruhi pasokan dan distribusi
batu bara;
• Kondisi geopolitik global yang dapat mempengaruhi pasar energi, khususnya minyak dan gas; serta
• Tingkat inflasi global dan domestik yang berdampak terhadap biaya operasional industri.
Meskipun demikian, Perseroan tetap optimis terhadap prospek usaha jangka panjang industri batu bara.
Perseroan menilai bahwa apabila harga batu bara berada pada level rendah dalam jangka panjang, maka
sebagian produsen dengan struktur biaya tinggi berpotensi mengurangi produksi atau menghentikan
operasionalnya, sehingga dapat mendukung keseimbangan pasar dan stabilisasi harga batu bara.
Dengan struktur biaya yang relatif rendah, dukungan infrastruktur operasional yang memadai, serta
strategi ekspansi produksi yang masih berlanjut, Perseroan dinilai memiliki posisi yang cukup baik untuk
mempertahankan kinerja operasional dan bersaing di industri batu bara ke depan.
3.4. Analisis SWOT
Berikut adalah analisis SWOT Perseroan:
Kekuatan
• Pengintegrasian anak Perseroan pemilik konsesi beserta subkontraktor yang terlibat dalam
pengoperasian tambang ke dalam satu lokasi membuat koordinasi dan pengelolaan rencana, serta
kontrol operasional dapat berjalan lebih mudah dan efektif;
• Pembangunan proyek perkantoran baru beserta fasilitasnya yang lebih lengkap dapat menunjang
kebutuhan fungsional dan teknikal dalam menjalankan operasional di lapangan;
• Pembangunan fasilitas perkantoran dan sarana pendukungnya yang terintegrasi membuat biaya
operasional penunjang administratif dapat lebih efisien dan terkontrol dengan baik.
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 20
Page 34
Kelemahan
• Ketergantungan pada stabilitas harga komoditas batu bara dan permintaan batu bara di pasar global
membuat fluktuasi yang dapat mempengaruhi profitabilitas Perseroan;
• Pembangunan berskala besar memiliki resiko pembiayaan yang cukup tinggi jika melihat kondisi
pasar batu bara yang fluktuatif;
• Pembangunan di lokasi tambang yang terpencil (remote area) membuat pengiriman material yang
dibutuhkan dalam proses pembangunan dapat terhambat, meningkatkan biaya, serta mempengaruhi
target penyelesaian proyek
Peluang
• Kebijakan Pemerintah dalam hal hilirisasi dan ketahanan energi nasional yang saat ini sedang
digencarkan dapat memberikan dampak positif dalam hal kemudahan perizinan ataupun pemberian
insentif guna mendukung pengembangan infrastruktur energi dan logistik di dalam negeri;
• Dalam jangka menengah dan panjang, masih ada peluang pertumbuhan yang cukup besar dalam
permintaan batu bara di pasar global, terlebih untuk pasar Asia yang terus berkembang;
• Pembangunan fasilitas perkantoran yang lengkap dapat menciptakan pendapatan tambahan
sehubungan fasilitas dan sarana perkantoran yang dapat disewakan kepada subkontraktor yang
terlibat dalam operasional di lokasi pertambangan;
• Pembangunan proyek fasilitas perkantoran beserta sarana prasarana pendukungnya dapat
menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar baik dalam pengerjaan proyek
konstruksi nya maupun dalam hal pengoperasian setelah infrastruktur dibangun.
Ancaman
• Persaingan di industri produsen batu bara internasional (seperti India, China, Australia) dimana dalam
setiap perubahan kebijakan dapat mempengaruhi fluktuasi harga batu bara yang dapat berimbas
pada profitabilitas Perseroan;
• Dinamika gejolak geopolitik yang akhir-akhir ini terjadi secara global dapat memberikan
ketidakpastian yanag dapat mempengaruhi harga komoditas batu bara sewaktu-waktu. Hal ini
dikarenakan komoditas batu bara sendiri merupakan subtitusi dari komoditas energi utama seperti
minyak bumi dan gas alam;
• Industri pertambangan batu bara dihadapkan pada tekanan mematuhi regulasi lingkungan yang
semakin ketat, yang dapat menimbulkan biaya tambahan dan memunculkan kendala operasional.
3.5. Pertimbangan dan Alasan dilakukannya Transaksi
Rencana transaksi pengadaan jasa pekerjaan konstruksi untuk proyek pembangunan pondasi
perkantoran di Tabang, Kalimantan Timur dilatarbelakangi oleh kebutuhan Perseroan untuk
meningkatkan efektivitas koordinasi, pengawasan, dan efisiensi operasional kegiatan pertambangan
yang terus berkembang. Saat ini, kantor-kantor anak perusahaan dan subkontraktor utama masih
tersebar di beberapa lokasi area tambang sehingga koordinasi dan komunikasi operasional belum dapat
dilakukan secara optimal. Selain itu, kapasitas kantor yang digunakan saat ini telah menjadi kurang
memadai untuk mengakomodasi peningkatan jumlah karyawan seiring dengan berkembangnya aktivitas
operasional pertambangan yang dijalankan oleh anak perusahaan Perseroan. Oleh karena itu, Perseroan
berencana membangun gedung perkantoran beserta fasilitas pendukungnya pada lahan strategis yang
dimiliki di wilayah Tabang untuk mengintegrasikan aktivitas administrasi dan operasional dalam satu
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 21
Page 35
lokasi yang terpusat. Pembangunan gedung perkantoran tersebut diharapkan dapat meningkatkan
efektivitas koordinasi antar entitas dalam grup usaha, mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas yang
tersedia, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendukung keberlangsungan dan pengembangan
kegiatan usaha Perseroan dan entitas anak di masa mendatang.
3.6. Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi memberikan keuntungan bagi Perseroan yaitu:
1. Mengintegrasikan tempat untuk anak Perseroan dan subkontraktor dalam satu Lokasi sehingga lebih
efektif dan mudah untuk berkoordinasi;
2. Membuat sentralisasi lokasi agar lebih efisien.
Sedangkan kerugian yang timbul atas dilakukannya Rencana Transaksi bagi Perseroan yaitu transaksi ini
menggunakan pembiayaan dana sendiri sehingga memberikan dampak pada arus kas operasional
Perseroan.
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 22
Page 36
4. ANALISIS KUANTITATIF
4.1. Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban, dan Kondisi Keuangan Perseroan
4.1.1. Laporan Posisi Keuangan Historis
Berikut merupakan laporan posisi keuangan audit konsolidasi Perseroan per 31 Desember tahun 2021-
2025 (dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 4. Laporan Posisi Keuangan
Audited Audited Audited Audited Audited
31-Des-21 31-Des-22 31-Des-23 31-Des-24 31-Des-25
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 980.507.356 1.826.876.780 917.343.776 912.152.046 574.566.067
Kas dan setara kas yang dibatasi penggunaanya, bagian - - - - -
lancar
Piutang usaha-net 215.449.936 400.703.566 319.063.755 307.007.330 258.247.903
Piutang non usaha-net 2.148.079 4.640.139 9.761.045 7.636.746 8.486.573
Piutang Derivatif 34.776.540 6.863.655 1.535.660 - -
Persediaan-net 94.776.525 118.194.855 201.810.803 248.039.850 233.675.990
Pajak Dibayar Dimuka, bagian lancar 72.348.606 32.114.430 423.707.435 244.287.531 256.199.941
Uang muka dan biaya dibayar dimuka, bagian lancar
18.425.747 11.029.812 27.971.641 46.440.326 44.000.157
Aset lancar lain-lain - - - - 73.593.616
Total aset lancar 1.418.432.789 2.400.423.237 1.901.194.115 1.765.563.829 1.448.770.247
Aset Tak Lancar
Kas dan setara kas yang dibatasi penggunaanya, bagian
tidak lancar 14.260.030 14.737.172 21.651.318 31.835.070 36.366.699
Piutang non usaha-net 21.528 30.188 26.470 93.517 75.454
Uang muka dan biaya dibayar dimuka, bagian tidak
lancar 65.805.882 64.325.705 53.388.961 38.078.195 16.844.182
Pajak dibayar dimuka, bagian tidak lancar 82.499.570 419.487.164 275.545.288 414.654.607 375.690.098
Investasi obligasi 178.762.960
Aset tetap 424.546.437 564.693.088 718.143.919 797.637.797 859.433.252
Aset hak-guna - - - - -
Aset eksplorasi dan evaluasi - - - - -
Aset pajak tangguhan 26.694.787 60.004.786 47.310.870 44.208.944 37.927.619
Properti pertambangan 389.994.706 393.096.867 400.117.235 408.493.115 405.751.634
Aset tidak lancar lainnya 11.456.462 28.660.658 26.941.640 20.890.860 15.422.299
Total aset tak lancar 1.015.279.402 1.545.035.628 1.543.125.701 1.755.892.105 1.926.274.197
Total Aset 2.433.712.191 3.945.458.865 3.444.319.816 3.521.455.934 3.375.044.444
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 88.093.701 122.205.849 193.432.921 235.357.040 241.097.886
Utang pajak 273.285.334 451.681.772 118.313.347 87.081.720 74.403.355
Utang derivatif, jangka pendek - 77.498.638 657.650 - -
Liabilitas sewa, jangka pendek - - - - -
Akrual 81.759.225 174.642.700 119.828.259 109.831.760 116.686.629
Pinjaman bank jangka pendek - - 396.874.323 337.541.757 -
Uang muka dari pelanggan - - - - -
Liabilitas kontrak 7.193.516 1.123.726 436.040 103.713 8.831.435
Utang lain-lain 2.650.024 4.367.890 9.055.601 6.382.915 2.191.578
Deposito terkait penjualan aset - - - - 80.000.000
Liabilitas atas kelompok lepasan dimiliki untuk dijual - - - - 21.062.628
Utang dividen - 1.000.000.050 500.000.025 300.000.015 -
Total liabilitas jangka pendek 452.981.800 1.831.520.625 1.338.598.166 1.076.298.920 544.273.511
Liabilitas Jangka Panjang
Senior Notes - - - - -
Liabilitas imbalan kerja, jangka panjang 10.867.900 10.091.142 12.182.702 11.922.930 12.705.954
Utang derivatif, jangka panjang - - - - -
Liabilitas pajak tangguhan 82.024.178 81.929.483 82.785.822 81.938.691 82.643.547
Liabilitas sewa, jangka panjang - - - - -
Provisi untuk pembongkaran, pemindahan, reklamasi
dan restorasi 24.931.939 26.627.068 31.934.924 37.452.982 40.837.148
Total Liabilitas jangka panjang 117.824.017 118.647.693 126.903.448 131.314.603 136.186.649
Total Liabilitas 570.805.817 1.950.168.318 1.465.501.614 1.207.613.523 680.460.160
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 23
Page 37
Audited Audited Audited Audited Audited
31-Des-21 31-Des-22 31-Des-23 31-Des-24 31-Des-25
Ekuitas
Modal ditempatkan dan disetor penuh 35.685.809 35.685.809 35.685.809 35.685.809 35.685.809
Tambahan modal disetor 200.202.189 200.202.189 191.683.185 191.683.185 191.683.185
Modal donasi 48.466 48.466 - - -
Komponen ekuitas lain 1.886.148 1.886.148 1.934.614 1.886.148 1.886.148
Cadangan lindung nilai arus kas 26.693.433 (57.100.920) - - -
Cadangan lain-lain (106.274.977) (106.274.977) (106.274.977) (106.274.977) (106.274.977)
Saldo laba:
-dicadangkan 8.176.536 8.176.536 8.176.536 8.176.536 8.176.536
-tidak dicadangkan 1.633.761.316 1.811.923.690 1.750.131.799 2.072.968.622 2.440.477.588
1.800.178.920 1.894.546.941 1.881.336.966 2.204.125.323 2.571.634.289
Kepentingan non-pengendali 62.727.454 100.743.606 97.481.236 109.717.088 122.949.995
Total Ekuitas 1.862.906.374 1.995.290.547 1.978.818.202 2.313.842.411 2.694.584.284
Total Liabilitas dan Ekuitas 2.433.712.191 3.945.458.865 3.444.319.816 3.521.455.934 3.375.044.444
Sumber: Laporan Keuangan Audit Konsolidasi Perseroan 31 Desember 2021-2025
Kas dan Setara Kas
Total kas dan setara kas Perseroan per 31 Desember tahun 2021-2024 masing-masing USD980,51 juta,
USD1,83 miliar, USD917,34 juta, USD912,15 juta, dan USD574,57 juta. Perseroan memiliki rasio kas
tahun 2021-2025 masing-masing sebesar 2,16 kali, 1,00 kali, 0,69 kali, 0,85 kali, dan 1,06 kali.
Aset Lancar
Total aset lancar Perseroan per 31 Desember tahun 2021-2025 masing-masing sebesar USD1,42 miliar,
USD2,40 miliar, USD1,90 miliar, USD1,77 miliar, USD1,45 miliar. Sebagian besar aset lancar terdiri dari
kas dan setara kas, piutang usaha, dan persediaan. Current ratio Perseroan per 31 Desember tahun
2021-2025 masing-masing sebesar 3,13 kali, 1,31 kali, 1,42 kali, 1,64 kali, dan 2,66 kali.
Piutang Usaha
Total piutang usaha Perseroan per 31 Desember tahun 2021-2025 yang tercatat pada aset lancar
Perseroan masing-masing sebesar USD215,45 juta, USD400,70 juta, USD319,06 juta, USD307,01 juta,
USD258,25 juta. Hari piutang usaha per 31 Desember tahun 2021-2025 masing-masing sebesar 27 hari,
31 hari, 32 hari, 32 hari, dan 27 hari. Rata-rata hari piutang usaha Perseroan dari 31 Desember tahun
2021-2025 adalah sebesar 30 hari.
Persediaan
Persediaan Perseroan per 31 Desember tahun 2021-2025 masing-masing sebesar USD94,78 juta,
USD118,19 juta, USD201,81 juta, USD248,04 juta, USD233,68 juta. Hari persediaan per 31 Desember
tahun 2021-2025 masing-masing sebesar 31 hari, 28 hari, 38 hari, 42 hari, dan 36 hari.
Aset Tetap
Perseroan mencatatkan aset tetap per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar USD424,55
juta, USD564,69 juta, USD718,14 juta, USD797,64 juta, dan USD859,43 juta atau berkisar 14,31% -
25,46% dari total aset per 31 Desember 2021-2025. Aset tetap Perseroan berupa tanah, bangunan dan
infrastruktur, fasilitas pelabuhan, alat pengangkutan, peralatan dan perlengkapan kantor, mesin dan
peralatan, tanaman produktif, peralatan lain, dan aset dalam penyelesaian.
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 24
Page 38
Utang Usaha
Utang usaha Perseroan per per 31 Desember tahun 2021-2025 masing-masing sebesar USD88,09 juta,
USD122,21 juta, USD193,43 juta, USD235,36 juta, dan USD241,10 juta. Hari utang usaha per 31
Desember tahun 2021-2025 masing-masing sebesar 29 hari, 29 hari, 36 hari, 40 hari, dan 37 hari.
Liabilitas Jangka Pendek
Total liabilitas jangka pendek Perseroan per 31 Desember tahun 2021-2025 masing-masing sebesar
USD452,98 juta, USD1,83 miliar, USD1,34 miliar, USD1,08 miliar, dan USD544,27 juta. Liabilitas jangka
pendek Perseroan terdiri dari utang usaha, utang pajak, akrual, liabilitas kontrak, dan utang lain-lain.
Liabilitas Jangka Panjang
Total liabilitas jangka panjang Perseroan per 31 Desember tahun 2021-2025 masing-masing sebesar
USD117,82 juta, USD118,65 juta, USD126,90 juta, USD131,31 juta, dan USD136,19 juta. Liabilitas
jangka panjang Perseroan terdiri dari liabilitas imbalan kerja, liabilitas pajak tangguhan, dan provisi untuk
pembongkaran, pemindahan, reklamasi dan restorasi.
Total Ekuitas
Total ekuitas Perseroan per 31 Desember tahun 2021-2025 masing-masing sebesar USD1,86 miliar,
USD2,00 miliar, USD1,98 miliar, USD2,31 miliar, dan USD2,69 miliar. Modal saham Perseroan per 31
Desember tahun 2021-2025 masing-masing sebesar USD35,69 juta.
4.1.2. Laporan Laba Rugi Historis
Berikut merupakan laporan laba rugi Perseroan yang telah diaudit periode 12 bulan yang berakhir 31
Desember 2021-2025 (dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 5. Laporan Laba Rugi
Audited Audited Audited Audited Audited
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Pendapatan 2.852.219.928 4.703.622.038 3.581.375.403 3.446.214.954 3.427.576.485
Beban pokok pendapatan (1.105.766.702) (1.543.553.155) (1.917.152.140) (2.113.429.456) (2.321.274.978)
Laba bruto 1.746.453.226 3.160.068.883 1.664.223.263 1.332.785.498 1.106.301.507
Beban penjualan (30.000.319) (140.417.246) 28.442.512 (38.792.502) (31.121.554)
Beban umum dan administrasi (38.177.057) (77.495.451) (85.491.675) (81.260.038) (72.805.449)
Penghasilan keuangan 4.110.636 14.791.554 25.388.234 27.805.486 27.953.090
Beban keuangan (50.549.536) (2.673.938) (6.630.453) (17.838.242) (8.699.105)
(Beban)/pendapatan lain-lain, neto (4.263.209) (8.963.741) 7.036.615 (17.177.673) (9.609.227)
Laba sebelum pajak 1.627.573.741 2.945.310.061 1.632.968.496 1.205.522.529 1.012.019.262
Beban pajak penghasilan (361.616.399) (643.704.514) (353.387.654) (262.147.463) (227.968.076)
Laba tahun berjalan 1.265.957.342 2.301.605.547 1.279.580.842 943.375.066 784.051.186
Sumber: Laporan Keuangan Audit Konsolidasi Perseroan 31 Desember 2021-2025
Pendapatan
Total penjualan Perseroan pada 31 Desember tahun 2021-2025 masing-masing sebesar USD2,85 miliar,
USD4,70 miliar, USD3,58 miliar, USD3,45 miliar, USD3,43 miliar. Pendapatan Perseroan terdiri dari
pendapatan batu bara dan non batu bara.
Beban Pokok Penjualan
Total beban pokok penjualan pada 31 Desember tahun 2021-2025 masing-masing sebesar USD1,11
miliar, USD1,54 miliar, USD1,92 miliar, USD2,11 miliar, dan USD2,32 miliar. Persentase beban pokok
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 25
Page 39
penjualan terhadap total penjualan neto per 31 Desember tahun 2021-2025 masing-masing sebesar
38,77%, 32,82%, 53,53%, 61,33%, dan 67,72%.
Laba Bruto
Perseroan membukukan laba bruto pada 31 Desember tahun 2021-2025 masing-masing sebesar
USD1,75 miliar, USD3,16 miliar, USD1,66 miliar, USD1,33 miliar, dan USD1,11 miliar dengan gross profit
(loss) margin masing-masing sebesar 61,23%, 67,18%, 46,47%, 38,67%, dan 32,28%.
Laba Tahun Berjalan
Perseroan membukukan laba tahun berjalan pada 31 Desember tahun 2021-2025 masing-masing
sebesar USD1,27 miliar, USD2,30 miliar, USD1,28 miliar, USD943,38 juta, dan USD784,05 juta dengan
net profit margin masing-masing sebesar 44,38%, 48,93%, 35,73%, 27,37%, dan 22,87%.
4.1.3. Laporan Arus Kas Historis
Berikut merupakan laporan audit arus kas konsolidasi Perseroan periode 12 bulan Januari-Desember
tahun 2021-2025 (dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 6. Laporan Arus Kas
Audited Audited Audited Audited Audited
FY 2021 FY 2022 FY 2023 FY 2024 FY 2025
AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 2.790.210.217 4.512.298.618 3.662.327.528 3.457.939.052 3.470.780.862
Pembayaran kepada pemasok (1.005.766.006) (1.402.847.641) (1.677.016.868) (1.901.610.160) (2.120.200.990)
Pembayaran kepada direktur dan karyawan (70.170.221) (118.494.152) (186.088.288) (155.649.024) (138.846.733)
Pembayaran beban keuangan (31.294.079) (1.687.500) (3.670.431) (17.460.143) (7.821.530)
Pembayaran royalti/iuran eksploitasi (164.741.919) (347.168.117) (379.714.908) (259.430.636) (263.453.271)
Pembayaran pajak penghasilan (119.701.026) (590.496.773) (848.022.911) (422.670.121) (320.754.584)
Penerimaan pengembalian pajak 112.344.053 78.674.548 164.251.416 359.344.186 358.596.573
Pembayaran lain-lain (790.087) (646.957) (661.547) (619.530) (744.765)
Kas dihasilkan (digunakan) untuk aktivitas operasi 1.510.090.932 2.129.632.026 731.403.991 1.059.843.624 977.555.562
AKTIVITAS INVESTASI
Pembelian aset tetap (174.142.189) (193.514.292) (204.492.815) (163.942.800) (165.404.387)
Pembayaran atas penambahan properti pertambangan (3.062.236) (4.485.843) (11.276.507) (15.663.454) (5.529.266)
Pembayaran kas atas akuisisi bisnis - - - (6.760.242) -
Pembayaran kas atas akuisisi entitas sepengendali - - (9.197.064) - -
Hasil penjualan aset tetap 256.145 1.125.886 1.318.799 2.233.787 1.790.582
Penerimaan uang muka dari penjualan aset tetap - - - - 80.000.000
Penempatan investasi obligasi (179.083.094)
Penerimaan penghasilan keuangan 4.110.636 14.791.554 25.388.234 27.805.486 27.953.090
Penerimaan/(penempatan) kas dan setara kas yang
dibatasi penggunaannya 8.417.557 (477.142) (6.914.146) (10.183.752) (8.857.131)
Kas dihasilkan (digunakan) untuk aktivitas investasi (164.420.087) (182.559.837) (205.173.499) (166.510.975) (249.130.206)
AKTIVITAS PENDANAAN
Perolehan kas dari pinjaman bank jangka pendek 100.000.000 100.000.000 545.000.000 400.000.000 -
Pembayaran kembali atas pinjaman bank (100.000.000) (100.000.000) (145.000.000) (460.000.000) (340.000.000)
Pembayaran biaya perolehan pinjaman (1.025.000) (1.083.958) (2.975.000) (700.000) (1.500.000)
Pembayaran dividen kepada pemilik entitas induk (300.000.015) (1.000.000.050) - (10.239.758) (700.000.035)
Pembayaran dividen kepada non pengendali (20.578.183) (85.114.774) (1.800.000.090) (800.000.040) (2.931.629)
Akuisisi kepentingan pada entitas anak nonpengendali - - (44.260.126) (8.496.345) -
Perolehan kas dari penerbitan Senior Notes - - - - -
Pembayaran kembali atas Senior Notes (400.000.000) - - - -
Premi pembayaran atas pembayaran kembali Senior
Notes (26.501.789) - - - -
Pembayaran Liabilitas sewa (562.336) - - - -
Kas dihasilkan (digunakan) untuk aktivitas pendanaan (748.667.323) (1.086.198.782) (1.447.235.216) (879.436.143) (1.044.431.664)
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 26
Page 40
Audited Audited Audited Audited Audited
FY 2021 FY 2022 FY 2023 FY 2024 FY 2025
Kenaikan (penurunan) bersih kas dan setara kas 597.003.522 860.873.407 (921.004.724) 13.896.506 (316.006.308)
Kas dan setara kas awal tahun 383.810.000 980.507.356 1.826.876.780 917.343.776 912.152.046
Pelepasan kas atas klasifikasi aset yang dimiliki untuk
dijual - - - - (14.205.337)
Dampak perubahan selisih kurs terhadap kas dan setara
kas (306.166) (14.503.983) 11.471.720 (19.088.236) (7.374.334)
Kas dan setara kas akhir tahun 980.507.356 1.826.876.780 917.343.776 912.152.046 574.566.067
Sumber: Laporan Keuangan Audit Konsolidasi Perseroan 31 Desember 2021-2025
Aktivitas Operasi
Selama periode 12 bulan Januari-Desember tahun 2021-2025 Perseroan mencatat arus kas yang
dihasilkan dari aktivitas operasi masing masing sebesar USD1,51 miliar, USD2,13 miliar, USD731,40
juta, USD1,06 miliar, dan USD977,56 juta.
Aktivitas Investasi
Selama periode 12 bulan Januari-Desember tahun 2021-2025 Perseroan mencatat arus kas yang
digunakan dalam aktivitas investasi masing-masing sebesar USD164,42 juta, USD182,56 juta,
USD205,17 juta, USD166,51 juta, dadn USD249,13 juta. Aktivitas investasi sebagian besar adalah berupa
pembelian aset tetap dan pembayaran atas penambahan properti pertambangan.
Aktivitas Pendanaan
Pada periode 12 bulan Januari-Desember tahun 2021-2025 Perseroan mencatat arus kas yang digunakan
dalam aktivitas pendanaan masing-masing sebesar USD748,67 juta, USD1,09 miliar, USD1,45 miliar,
USD879,44 juta, dan USD1,04 miliar. Aktivitas pendanaan sebagian besar digunakan untuk pembayaran
kembali atas pinjaman bank, pembayaran biaya perolehan pinjaman, dan pembayaran dividen kepada
pemilik entitas induk dan non pengendali.
4.1.4. Analisis Rasio Keuangan
Likuiditas
Likuiditas dihitung berdasarkan perbandingan antara aset lancar dibandingkan dengan liabilitas lancar,
yang mencerminkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi liabilitas-liabilitas jangka pendeknya.
Rasio lancar Perseroan per 31 Desember tahun 2021-2025 masing-masing sebesar 3,13 kali, 1,31 kali,
1,42 kali, 1,64 kali, dan 2,66 kali. Rasio cepat Perseroan per 31 Desember tahun 2021-2025 masing-
masing sebesar 2,92 kali, 1,25 kali, 1,27 kali, 1,41 kali, dan 2,23 kali. Rasio kas Perseroan per 31
Desember 2021-2025 masing-masing sebesar 2,16 kali, 1,00 kali, 0,69 kali, 0,85 kali, dan 1,06 kali.
Profitabilitas
Rasio profitabilitas adalah rasio atau perbandingan untuk mengetahui kemampuan Perseroan untuk
mendapatkan laba dari pendapatan, aset, dan ekuitas berdasarkan dasar pengukuran tertentu. Rata-rata
marjin laba kotor Perseroan per 31 Desember tahun 2021-2025 adalah sebesar 49,17%. Sementara itu,
rata-rata marjin laba (rugi) bersih yang berhasil dicapai Perseroan selama tahun 2021-2025 adalah
sebesar 33,86%.
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 27
Page 41
Aktivitas
Berdasarkan analisis atas rasio aktivitas Perseroan 31 Desember tahun 2021-2025 rata-rata hari
perputaran piutang usaha di 30 hari, hari perputaran persediaan di 35 hari, dan hari perputaran utang
usaha di 34 hari.
Solvabilitas
Rasio solvabilitas adalah rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan Perseroan dalam membayar
seluruh utangnya baik utang jangka pendek maupun utang jangka panjang. Perseroan memiliki rata-rata
debt to asset ratio per 31 Desember tahun 2021-2025 sebesar 4,22% dan rata-rata debt to equity ratio
sebesar 6,93%.
Berikut merupakan analisis rasio keuangan Perseroan per 31 Desember tahun 2021-2025:
Tabel 7. Analisis Rasio Keuangan
Audited Audited Audited Audited Audited Average
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025 Historis
LIQUIDITY RATIOS
Current ratio 3,13 1,31 1,42 1,64 2,66 2,03
Quick ratio 2,92 1,25 1,27 1,41 2,23 1,82
Cash ratio 2,16 1,00 0,69 0,85 1,06 1,15
PROFITABILITY RATIOS
Gross profit margin 61,23% 67,18% 46,47% 38,67% 32,28% 49,17%
Net profit margin 44,38% 48,93% 35,73% 27,37% 22,87% 35,86%
ACTIVITY RATIOS
Acc. Receivable turnover 13 12 11 11 13 12
Inventory turnover 12 13 9 9 10 11
Acc. Payable turnover 13 13 10 9 10 11
Days of Acc. Receivable 27 31 32 32 27 30
Days of Inventory 31 28 38 42 36 35
Days of Acc. Payable 29 29 36 40 37 34
SOLVENCY RATIOS
Debt to Equity 0,00% 0,00% 20,06% 14,59% 0,00% 6,93%
Debt to Assets 0,00% 0,00% 11,52% 9,59% 0,00% 4,22%
Total Liabilities to Total Assets 23,45% 49,43% 42,55% 34,29% 20,16% 33,98%
Total Liabilities to Total Equity 30,64% 97,74% 74,06% 52,19% 25,25% 55,98%
Sumber: Data Olahan
4.2. Analisis Kewajaran Harga
Analisis kewajaran dilakukan dengan membandingkan harga penawaran antara NMN dan vendor pihak
ketiga sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 28
Page 42
Tabel 8. Perbandingan Harga Penawaran
Pihak Afiliasi Pihak Ketiga
Keterangan
PT Nirmala Matranusa PT Sinar Sakti Jaya PT Sinarsakti Mandiri
Culvert Mejuk Rp5.165.743.569 Rp5.488.503.802 Rp5.349.302.925
Power House Rp7.993.845.654 Rp8.552.583.654 Rp8.313.123.880
Bore Pile-New Main Office Rp9.290.429.987 Rp9.940.760.085 Rp9.662.047.186
Bore Pile-General Facilities Rp13.153.158.800 Rp14.073.879.916 Rp13.810.816.741
Total Rp35.603.178.010 Rp38.055.727.457 Rp37.135.290.732
Sumber: Data Olahan
Berdasarkan perbandingan harga, harga yang ditawarkan oleh NMN lebih rendah dari harga yang
ditawarkan oleh vendor pihak ketiga.
4.3. Analisis Proforma
Pelaksanaan Rencana Transaksi akan menyebabkan beberapa perubahan pada laporan posisi keuangan
Perseroan. Laporan proforma posisi keuangan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana Transaksi
memberikan gambaran mengenai efek dari Rencana Transaksi tersebut. Laporan posisi keuangan Tanpa
Rencana Transaksi diambil dari Laporan keuangan audit konsolidasi PT Bayan Resources Tbk untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan
Nomor 00203/2.1457/AU.1/02/0241-1/1/II/2026 tanggal 27 Februari 2026, sedangkan laporan
keuangan proforma dipersiapkan oleh manajemen Perseroan. Berikut merupakan proforma laporan
posisi keuangan dengan dan tanpa dilakukannya Rencana Transaksi (dalam USD, kecuali dinyatakan
lain):
Tabel 9. Proforma Posisi Keuangan
Audit Penyesuaian Proforma
31-Des-25 Dr. Cr. 31-Des-25
Aset Lancar 1.448.770.247 117.072.255 1.331.697.992
Aset Tidak Lancar 1.926.274.197 117.072.255 2.043.346.452
Total Aset 3.375.044.444 117.072.255 117.072.255 3.375.044.444
Liabilitas Jangka Pendek 544.273.511 544.273.511
Liabilitas Jangka Panjang 136.186.649 136.186.649
Total Liabilitas 680.460.160 - - 680.460.160
Total Ekuitas 2.694.584.284 2.694.584.284
Total Liabilitas dan Ekuitas 3.375.044.444 - - 3.375.044.444
Sumber: Data Olahan
Secara keseluruhan efek Rencana Transaksi terhadap laporan posisi keuangan Perseroan adalah:
• Meningkatkan aset tetap sebesar USD117.072.255 dimana sebesar USD2.121.510 atau setara
dengan Rp35.603.178.000 merupakan biaya jasa pekerjaan konstruksi yang menjadi objek pendapat
kewajaran;
• Dimasukkannya biaya material terkait pengadaan jasa pekerjaan konstruksi untuk proyek
pembangunan perkantoran di Tabang, Kalimantan Timur antara PT Bayan Resources Tbk dengan PT
Nirmala Matranusa dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang melengkapi analisis proyeksi
laporan keuangan;
• Kas berkurang dikarenakan pembayaran terkait biaya material dan biaya jasa konstruksi pada
Rencana Transaksi;
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 29
Page 43
• Objek pendapat kewajaran hanya jasa konstruksi sebesar USD2.121.510 atau setara dengan
Rp35.603.178.000 dengan menggunakan kurs tengah per 31 Desember 2025.
4.4. Penilaian Atas Proyeksi Laporan Keuangan
Proyeksi laporan keuangan telah dipersiapkan oleh manajemen Perseroan. Penilaian atas proyeksi
laporan keuangan dilakukan dengan membandingkan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana
Transaksi. Untuk kepentingan analisis, maka kurs menggunakan kurs tengah Rupiah terhadap Dolar
Amerika Serikat pada 31 Desember 2025 sebesar Rp16.782,- sesuai dengan tanggal laporan keuangan
dan tanggal pendapat kewajaran yang digunakan.
Proyeksi Laporan Laba Rugi
Berikut adalah proyeksi laba rugi Perseroan periode 12 bulan dari bulan Januari-Desember tahun 2026-
2031 (dalam USD, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 10. Proyeksi Laba Rugi Tanpa Rencana Transaksi
Projection Projection Projection Projection Projection Projection
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031
Pendapatan 3.824.632.884 4.745.569.186 4.776.149.232 4.845.001.503 4.910.905.946 4.729.971.491
Beban pokok pendapatan (2.822.671.826) (3.360.932.244) (3.408.750.903) (3.388.588.062) (3.433.767.158) (3.489.857.969)
Laba bruto 1.001.961.058 1.384.636.942 1.367.398.329 1.456.413.441 1.477.138.788 1.240.113.522
Beban penjualan (43.139.968) (46.427.258) (37.687.484) (37.985.248) (38.762.154) (37.665.407)
Beban umum dan administrasi (108.193.778) (107.999.566) (130.776.693) (135.578.111) (138.329.466) (141.126.321)
Penghasilan keuangan 25.052.466 35.847.207 55.125.496 8.499.271 9.048.847 10.439.820
Beban keuangan (11.613.144) (4.474.022) (4.810.134) (4.463.668) (4.487.047) (4.487.047)
(Beban)/pendapatan lain-lain, neto 11.019.654 11.761.718 12.055.697 12.357.089 12.666.017 13.289.198
Laba sebelum pajak 875.086.288 1.273.345.021 1.261.305.211 1.299.242.774 1.317.274.985 1.080.563.764
Beban pajak penghasilan (173.201.871) (249.127.970) (246.960.122) (255.022.371) (258.021.178) (207.941.474)
Laba tahun berjalan 701.884.417 1.024.217.051 1.014.345.089 1.044.220.403 1.059.253.807 872.622.290
Sumber: Manajemen Perseroan
Tabel 11. Proyeksi Laba Rugi Dengan Rencana Transaksi
Projection Projection Projection Projection Projection Projection
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031
Pendapatan 3.824.632.884 4.745.569.186 4.776.149.232 4.845.001.503 4.910.905.946 4.729.971.491
Beban pokok pendapatan (2.822.671.826) (3.360.932.244) (3.408.750.903) (3.388.588.062) (3.433.767.158) (3.489.857.969)
Laba bruto 1.001.961.058 1.384.636.942 1.367.398.329 1.456.413.441 1.477.138.788 1.240.113.522
Beban penjualan (43.139.968) (46.427.258) (37.687.484) (37.985.248) (38.762.154) (37.665.407)
Beban umum dan administrasi (108.193.778) (107.997.283) (130.772.129) (135.573.547) (138.324.902) (141.121.757)
Penghasilan keuangan 25.052.466 35.847.207 55.125.496 8.499.271 9.048.847 10.439.820
Beban keuangan (11.613.144) (4.474.022) (4.810.134) (4.463.668) (4.487.047) (4.487.047)
(Beban)/pendapatan lain-lain, neto 11.019.654 11.761.718 12.055.697 12.357.089 12.666.017 13.289.198
Laba sebelum pajak 875.086.288 1.273.347.304 1.261.309.776 1.299.247.339 1.317.279.550 1.080.568.329
Beban pajak penghasilan (173.201.871) (249.127.970) (246.960.122) (255.022.371) (258.021.178) (207.941.474)
Laba tahun berjalan 701.884.417 1.024.219.334 1.014.349.654 1.044.224.968 1.059.258.372 872.626.855
Sumber: Manajemen Perseroan
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi akan berpotensi meningkatkan laba Perseroan yang dihasilkan
atas selisih penghematan biaya jasa yang dikeluarkan kepada pihak afiliasi dibandingkan dengan pihak
ketiga.
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Berikut adalah proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan
Rencana Transaksi per 31 Desember tahun 2025-2031 (dalam USD, kecuali dinyatakan lain):
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 30
Page 44
Tabel 12. Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi
Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 31-Dec-30 31-Dec-31
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 764.193.567 866.502.404 499.971.364 383.693.993 734.608.913 684.131.874
Piutang usaha-net 279.522.787 313.061.117 313.995.311 319.351.749 323.639.022 317.591.010
Piutang non usaha-net 8.445.987 8.741.596 7.443.549 7.629.638 7.820.379 8.015.379
Persediaan-net 391.714.335 417.046.505 446.121.924 458.388.528 469.952.186 510.920.941
Pajak Dibayar Dimuka, bagian lancar 405.829.402 323.722.852 310.926.777 380.236.091 377.402.663 289.142.808
Uang muka dan biaya dibayar dimuka, 51.614.731 28.177.112 16.485.310 16.593.583 16.704.563 16.818.318
bagian lancar
Total aset lancar 1.901.320.809 1.957.251.586 1.594.944.235 1.565.893.582 1.930.127.726 1.826.620.330
Aset Tak Lancar
Kas dan setara kas yang dibatasi
penggunaanya, bagian tidak lancar 36.366.699 36.366.699 36.366.699 36.366.699 36.366.699 36.366.699
Pajak dibayar dimuka, bagian tidak 193.473.052 344.779.912 518.413.781 331.729.186 219.228.719 199.932.535
lancar
Investasi obligasi 178.762.960 178.762.960 178.762.960 178.762.960 178.762.960 178.762.960
Aset tetap 1.045.073.513 1.075.370.296 1.077.561.784 968.670.607 869.600.449 778.729.891
Aset pajak tangguhan 50.071.821 48.728.106 48.555.696 189.418.794 80.465.948 158.239.669
Properti pertambangan 395.218.233 384.684.832 374.151.431 363.618.030 353.084.629 342.551.228
Aset tidak lancar lainnya 15.422.299 15.422.299 15.422.299 15.422.299 15.422.299 15.422.299
Total aset tak lancar 1.914.388.577 2.084.115.104 2.249.234.650 2.083.988.575 1.752.931.703 1.710.005.281
Total Aset 3.815.709.386 4.041.366.690 3.844.178.885 3.649.882.157 3.683.059.428 3.536.625.612
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 297.213.767 288.535.911 291.361.556 288.339.690 293.005.478 300.551.298
Utang pajak 172.636.018 356.687.792 157.651.814 134.663.096 152.578.665 166.149.210
Akrual 229.098.899 264.435.980 265.400.492 264.228.848 269.523.314 276.719.894
Utang lain-lain 9.258.797 10.024.547 10.275.161 10.532.040 10.795.341 10.906.877
Total liabilitas jangka pendek 708.207.481 919.684.230 724.689.023 697.763.674 725.902.798 754.327.279
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja, jangka panjang 17.279.006 18.159.349 16.515.467 17.301.835 17.818.675 17.229.927
Liabilitas pajak tangguhan 82.651.823 82.651.823 82.651.823 82.651.823 82.651.823 82.651.823
Provisi untuk pembongkaran, 37.480.671 38.792.494 34.749.708 35.618.450 36.508.911 28.329.461
pemindahan, reklamasi dan restorasi
Total Liabilitas jangka panjang 137.411.500 139.603.666 133.916.998 135.572.108 136.979.409 128.211.211
Total Liabilitas 845.618.981 1.059.287.896 858.606.021 833.335.782 862.882.207 882.538.490
Ekuitas
Modal ditempatkan dan disetor penuh 35.685.809 35.685.809 35.685.809 35.685.809 35.685.809 35.685.809
Tambahan modal disetor 191.683.185 191.683.185 191.683.185 191.683.185 191.683.185 191.683.185
Komponen ekuitas lain 1.886.148 1.886.148 1.886.148 1.886.148 1.886.148 1.886.148
Cadangan lain-lain (106.274.977) (106.274.977) (106.274.977) (106.274.977) (106.274.977) (106.274.977)
Saldo laba:
-dicadangkan 8.176.536 8.176.536 8.176.536 8.176.536 8.176.536 8.176.536
-tidak dicadangkan 2.716.049.204 2.701.869.384 2.678.187.687 2.483.261.223 2.469.471.333 2.276.046.464
2.847.205.905 2.833.026.085 2.809.344.388 2.614.417.924 2.600.628.034 2.407.203.165
Kepentingan non-pengendali 122.884.500 149.052.709 176.228.476 202.128.451 219.549.187 246.883.957
Ekuitas 2.970.090.405 2.982.078.794 2.985.572.864 2.816.546.375 2.820.177.221 2.654.087.122
Total Liabilitas dan Ekuitas 3.815.709.386 4.041.366.690 3.844.178.885 3.649.882.157 3.683.059.428 3.536.625.612
Sumber: Manajemen Perseroan
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 31
Page 45
Tabel 13. Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Rencana Transaksi
Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 31-Dec-30 31-Dec-31
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 764.239.215 866.593.699 500.062.659 383.785.288 734.700.208 684.223.169
Piutang usaha-net 279.522.787 313.061.117 313.995.311 319.351.749 323.639.022 317.591.010
Piutang non usaha-net 8.445.987 8.741.596 7.443.549 7.629.638 7.820.379 8.015.379
Persediaan-net 391.714.335 417.046.505 446.121.924 458.388.528 469.952.186 510.920.941
Pajak Dibayar Dimuka, bagian lancar 405.829.402 323.722.852 310.926.777 380.236.091 377.402.663 289.142.808
Uang muka dan biaya dibayar dimuka, 51.614.731 28.177.112 16.485.310 16.593.583 16.704.563 16.818.318
bagian lancar
Total aset lancar 1.901.366.457 1.957.342.881 1.595.035.530 1.565.984.877 1.930.219.021 1.826.711.625
Aset Tak Lancar
Kas dan setara kas yang dibatasi
penggunaanya, bagian tidak lancar 36.366.699 36.366.699 36.366.699 36.366.699 36.366.699 36.366.699
Pajak dibayar dimuka, bagian tidak 193.473.052 344.779.912 518.413.781 331.729.186 219.228.719 199.932.535
lancar
Investasi obligasi 178.762.960 178.762.960 178.762.960 178.762.960 178.762.960 178.762.960
Aset tetap 1.045.027.865 1.075.281.284 1.077.477.336 968.590.724 869.525.130 778.659.138
Aset pajak tangguhan 50.071.821 48.728.106 48.555.696 189.418.794 80.465.948 158.239.669
Properti pertambangan 395.218.233 384.684.832 374.151.431 363.618.030 353.084.629 342.551.228
Aset tidak lancar lainnya 15.422.299 15.422.299 15.422.299 15.422.299 15.422.299 15.422.299
Total aset tak lancar 1.914.342.929 2.084.026.092 2.249.150.202 2.083.908.692 1.752.856.384 1.709.934.528
Total Aset 3.815.709.386 4.041.368.973 3.844.185.732 3.649.893.569 3.683.075.405 3.536.646.153
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 297.213.767 288.535.911 291.361.556 288.339.690 293.005.478 300.551.298
Utang pajak 172.636.018 356.687.792 157.651.814 134.663.096 152.578.665 166.149.210
Akrual 229.098.899 264.435.980 265.400.492 264.228.848 269.523.314 276.719.894
Utang lain-lain 9.258.797 10.024.547 10.275.161 10.532.040 10.795.341 10.906.877
Total liabilitas jangka pendek 708.207.481 919.684.230 724.689.023 697.763.674 725.902.798 754.327.279
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja, jangka panjang 17.279.006 18.159.349 16.515.467 17.301.835 17.818.675 17.229.927
Liabilitas pajak tangguhan 82.651.823 82.651.823 82.651.823 82.651.823 82.651.823 82.651.823
Provisi untuk pembongkaran, 37.480.671 38.792.494 34.749.708 35.618.450 36.508.911 28.329.461
pemindahan, reklamasi dan restorasi
Total Liabilitas jangka panjang 137.411.500 139.603.666 133.916.998 135.572.108 136.979.409 128.211.211
Total Liabilitas 845.618.981 1.059.287.896 858.606.021 833.335.782 862.882.207 882.538.490
Ekuitas
Modal ditempatkan dan disetor penuh 35.685.809 35.685.809 35.685.809 35.685.809 35.685.809 35.685.809
Tambahan modal disetor 191.683.185 191.683.185 191.683.185 191.683.185 191.683.185 191.683.185
Komponen ekuitas lain 1.886.148 1.886.148 1.886.148 1.886.148 1.886.148 1.886.148
Cadangan lain-lain (106.274.977) (106.274.977) (106.274.977) (106.274.977) (106.274.977) (106.274.977)
Saldo laba: - - - - - -
-dicadangkan 8.176.536 8.176.536 8.176.536 8.176.536 8.176.536 8.176.536
-tidak dicadangkan 2.716.049.204 2.701.871.581 2.678.194.277 2.483.272.207 2.469.486.711 2.276.066.235
2.847.205.905 2.833.028.282 2.809.350.978 2.614.428.908 2.600.643.412 2.407.222.936
Kepentingan non-pengendali 122.884.500 149.052.795 176.228.733 202.128.879 219.549.786 246.884.727
Ekuitas 2.970.090.405 2.982.081.077 2.985.579.711 2.816.557.787 2.820.193.198 2.654.107.663
Total Liabilitas dan Ekuitas 3.815.709.386 4.041.368.973 3.844.185.732 3.649.893.569 3.683.075.405 3.536.646.153
Sumber: Manajemen Perseroan
Berdasarkan analisis proyeksi laporan posisi keuangan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana
Transaksi, terdapat penambahan di akun aset tetap sehubungan dengan dibangunnya gedung kantor dan
laba yang lebih tinggi bila pada analisis posisi keuangan Dengan Rencana Transaksi dibandingkan dengan
Tanpa Rencana Transaksi yang disebabkan oleh biaya jasa konstruksi yang lebih kecil.
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 32
Page 46
4.5. Analisis Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
Di bawah ini merupakan perbandingan analisis proyeksi rasio keuangan dengan membandingkan antara
Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana Transaksi.
Tabel 14. Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031
LIQUIDITY RATIO:
CURRENT RATIO
Current ratio (dengan transaksi) 2,68 2,13 2,20 2,24 2,66 2,42
Current ratio (tanpa transaksi) 2,68 2,13 2,20 2,24 2,66 2,42
Selisih 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
CASH RATIO
Cash ratio (dengan transaksi) 1,08 0,94 0,69 0,55 1,01 0,91
Cash ratio (tanpa transaksi) 1,08 0,94 0,69 0,55 1,01 0,91
Selisih 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
PROFITABILITY RATIO:
NET PROFIT MARGIN
Net profit margin (dengan transaksi) 18,35% 21,58% 21,24% 21,55% 21,57% 18,45%
Net profit margin (tanpa transaksi) 18,35% 21,58% 21,24% 21,55% 21,57% 18,45%
Selisih 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Sumber: Data Olahan
Berdasarkan hasil analisis proyeksi rasio keuangan tahun 2026-2031, tidak terdapat perbedaan
signifikan sehubungan dengan dilakukannya Rencana Transaksi karena penghematan jasa konstruksi
yang relatif tidak besar.
4.6. Analisis Inkremental
Berdasarkan analisis terhadap proyeksi laporan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana
Transaksi, berikut adalah analisis inkremental yang digunakan untuk analisis kontribusi nilai tambah
yang dapat dilihat pada tabel berikut (dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 15. Analisis Inkremental
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031
PENDAPATAN
Pendapatan (dengan transaksi) 3.824.632.884 4.745.569.186 4.776.149.232 4.845.001.503 4.910.905.946 4.729.971.491
Pendapatan (tanpa transaksi) 3.824.632.884 4.745.569.186 4.776.149.232 4.845.001.503 4.910.905.946 4.729.971.491
Selisih - - - - - -
LABA SEBELUM PAJAK
Laba Sebelum Pajak (dengan transaksi) 875.086.288 1.273.347.304 1.261.309.776 1.299.247.339 1.317.279.550 1.080.568.329
Laba Sebelum Pajak (tanpa transaksi) 875.086.288 1.273.345.021 1.261.305.211 1.299.242.774 1.317.274.985 1.080.563.764
Selisih - 2.282 4.565 4.565 4.565 4.565
LABA SETELAH PAJAK
Laba Setelah Pajak (dengan transaksi) 701.884.417 1.024.219.334 1.014.349.654 1.044.224.968 1.059.258.372 872.626.855
Laba Setelah Pajak (tanpa transaksi) 701.884.417 1.024.217.051 1.014.345.089 1.044.220.403 1.059.253.807 872.622.290
Selisih - 2.282 4.565 4.565 4.565 4.565
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 33
Page 47
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031
TOTAL ASET
Total Aset (dengan transaksi) 3.815.709.386 4.041.368.973 3.844.185.732 3.649.893.569 3.683.075.405 3.536.646.153
Total Aset (tanpa transaksi) 3.815.709.386 4.041.366.690 3.844.178.885 3.649.882.157 3.683.059.428 3.536.625.612
Selisih - 2.282 6.847 11.412 15.977 20.541
TOTAL EKUITAS
Total Ekuitas (dengan transaksi) 2.970.090.405 2.982.081.077 2.985.579.711 2.816.557.787 2.820.193.198 2.654.107.663
Total Ekuitas (tanpa transaksi) 2.970.090.405 2.982.078.794 2.985.572.864 2.816.546.375 2.820.177.221 2.654.087.122
Selisih - 2.282 6.847 11.412 15.977 20.541
Sumber: Data Olahan
Berdasarkan analisis inkremental antara Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana Transaksi laba
sebelum pajak, laba setelah pajak, total aset, dan total ekuitas Perseroan akan mengalami peningkatan
sebagai bentuk nilai tambah dari dilakukannya Rencana Transaksi sehubungan dengan penghematan
biaya dari jasa konstruksi.
4.7. Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Biaya yang relevan dengan Rencana Transaksi adalah penurunan beban umum & adminstrasi yang
diakibatkan oleh penghematan biaya dari jasa konstruksi. Perbandingan pendapatan, beban pokok
pendapatan, dan beban umum & administrasi antara dengan dan tanpa Rencana Transaksi adalah
sebagai berikut (dalam USD, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 16. Analisis Biaya dan Pendapatan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031
PENDAPATAN
Pendapatan (dengan transaksi) 3.824.632.884 4.745.569.186 4.776.149.232 4.845.001.503 4.910.905.946 4.729.971.491
Pendapatan (tanpa transaksi) 3.824.632.884 4.745.569.186 4.776.149.232 4.845.001.503 4.910.905.946 4.729.971.491
Selisih - - - - - -
BEBAN POKOK PENDAPATAN (HPP)
HPP (dengan transaksi) (2.822.671.826) (3.360.932.244) (3.408.750.903) (3.388.588.062) (3.433.767.158) (3.489.857.969)
HPP (tanpa transaksi) (2.822.671.826) (3.360.932.244) (3.408.750.903) (3.388.588.062) (3.433.767.158) (3.489.857.969)
Selisih - - - - - -
BEBAN UMUM & ADMINISTRASI
Beban umum & administrasi (dengan transaksi) (108.193.778) (107.997.283) (130.772.129) (135.573.547) (138.324.902) (141.121.757)
Beban umum & administrasi (tanpa transaksi) (108.193.778) (107.999.566) (130.776.693) (135.578.111) (138.329.466) (141.126.321)
Selisih - (2.282) (4.565) (4.565) (4.565) (4.565)
Sumber: Data Olahan
4.8. Informasi Non Keuangan yang Relevan
Tidak terdapat informasi non keuangan yang relevan lainnya terkecuali dari analisis kualitatif dan
kuantitatif yang telah dijelaskan dalam laporan pendapat kewajaran ini.
4.9. Prosedur Pengambilan Keputusan oleh Perseroan
Manajemen Perseroan telah melakukan upaya untuk membandingkan penawaran dari pihak afiliasi dan
pihak ketiga serta menunjuk KJPP Herman Meirizki dan Rekan untuk melihat kewajaran atas Rencana
Transaksi.
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 34
Page 48
5. KESIMPULAN
5.1. Analisis atas Kewajaran Transaksi
Berdasarkan kajian-kajian yang telah diungkapkan di atas, berikut adalah analisis atas kewajaran
Rencana Transaksi:
1. Rencana transaksi pengadaan jasa pekerjaan konstruksi pembangunan pondasi perkantoran di
Tabang, Kalimantan Timur seiring kebutuhan Perseroan untuk meningkatkan efektivitas koordinasi,
pengawasan, dan efisiensi operasional kegiatan pertambangan yang terus berkembang;
2. Berdasarkan analisis hubungan afiliasi Perseroan, hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam
Rencana Transaksi berdasarkan jabatan yaitu:
• Dato’ DR. Low Tuck Kwong menjabat sebagai Direktur Utama Perseroan dan Komisaris NMN;
• Jenny Quantero menjabat sebagai Direktur Perseroan dan Direktur NMN.
Hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi berdasarkan kepemilikan
saham dikendalikan oleh pihak yang sama yakni Dato’ DR. Low Tuck Kwong;
3. Analisis harga menunjukkan Rencana Transaksi Dengan Pihak Afiliasi lebih menguntungkan bagi
Perseroan dari segi penghematan biaya jasa konstruksi dibandingkan pihak ketiga;
4. Analisis inkremental menunjukkan Dengan Rencana Transaksi akan meningkatkan laba sebelum
pajak, laba setelah pajak, total aset, dan total ekuitas Perseroan sebagai bentuk nilai tambah dari
dilakukannya Rencana Transaksi sehubungan dengan penghematan biaya dari jasa konstruksi;
5. Berdasarkan analisis kualitatif, Rencana Transaksi memberikan manfaat yaitu sentralisasi lokasi
untuk menunjang kegiatan operasional anak Perseroan dan subkontraktor sehingga koordinasi di
lapangan akan lebih cepat dan efisien. Dari sisi risiko, Rencana Transaksi ini menggunakan
pembiayaan dana sendiri sehingga memberikan dampak pada arus kas operasional Perseroan.
5.2. Pendapat Kewajaran
Berdasarkan analisis yang kami lakukan terhadap kewajaran Rencana Transaksi yang meliputi analisis
transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif, analisis kewajaran harga transaksi, dan analisis atas
faktor-faktor lain yang relevan, HMR berpendapat bahwa rencana transaksi jasa konstruksi untuk proyek
pembangunan pondasi perkantoran di Tabang, Kalimantan Timur antara PT Bayan Resources Tbk dengan
PT Nirmala Matranusa adalah Wajar.
Kesimpulan Pendapat Kewajaran di atas berlaku apabila tidak terdapat perubahan yang berdampak
material terhadap transaksi, seperti perubahan kondisi perekonomian secara umum, peraturan-
peraturan pemerintah, serta kondisi internal Perseroan maupun faktor-faktor lainnya. Perubahan-
perubahan sebagai akibat dari faktor-faktor tersebut setelah tanggal dikeluarkannya Laporan Pendapat
Kewajaran ini mungkin dapat memberikan hasil yang berbeda terhadap kesimpulan pendapat kewajaran.
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 35
Page 49
6. LAMPIRAN
1. Laporan Posisi Keuangan per 31 Desember 2021-2025;
2. Laporan Laba Rugi Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-Desember Tahun 2021-2025;
3. Laporan Arus Kas Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-Desember Tahun 2021-2025;
4. Analisis Rasio Keuangan;
5. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi per 31 Desember 2026-2031;
6. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Dengan Rencana Transaksi per 31 Desember 2026-2031;
7. Proyeksi Laporan Laba Rugi Tanpa Rencana Transaksi Periode 12 bulan dari bulan Januari-
Desember Tahun 2026-2031;
8. Proyeksi Laporan Laba Rugi Dengan Rencana Transaksi Periode 12 bulan dari bulan Januari-
Desember Tahun 2026-2031;
9. Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi;
10. Proforma Laporan Posisi Keuangan;
11. Analisis Inkremental;
12. Analisis Biaya dan Pendapatan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi.
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 36
Page 50
7. REFERENSI
1. Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII Tahun 2018 (KEPI & SPI Edisi VII-
2018) dan Edisi Revisi SPI 300, 310, dan 330;
2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK No. 35/POJK.04/2020”);
3. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha;
4. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan (“POJK No. 42/POJK.04/2020”);
5. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
6. Media online lainnya.
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 37
Page 51
LAMPIRAN
Page 52
Lampiran 1
Laporan Posisi Keuangan per 31 Desember 2021-2025
Audited Audited Audited Audited Audited
31-Des-21 31-Des-22 31-Des-23 31-Des-24 31-Des-25
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 980.507.356 1.826.876.780 917.343.776 912.152.046 574.566.067
Kas dan setara kas yang dibatasi penggunaanya, bagian - - - - -
lancar
Piutang usaha-net 215.449.936 400.703.566 319.063.755 307.007.330 258.247.903
Piutang non usaha-net 2.148.079 4.640.139 9.761.045 7.636.746 8.486.573
Piutang Derivatif 34.776.540 6.863.655 1.535.660 - -
Persediaan-net 94.776.525 118.194.855 201.810.803 248.039.850 233.675.990
Pajak Dibayar Dimuka, bagian lancar 72.348.606 32.114.430 423.707.435 244.287.531 256.199.941
Uang muka dan biaya dibayar dimuka, bagian lancar
18.425.747 11.029.812 27.971.641 46.440.326 44.000.157
Aset lancar lain-lain - - - - 73.593.616
Total aset lancar 1.418.432.789 2.400.423.237 1.901.194.115 1.765.563.829 1.448.770.247
Aset Tak Lancar
Kas dan setara kas yang dibatasi penggunaanya, bagian
tidak lancar 14.260.030 14.737.172 21.651.318 31.835.070 36.366.699
Piutang non usaha-net 21.528 30.188 26.470 93.517 75.454
Uang muka dan biaya dibayar dimuka, bagian tidak
lancar 65.805.882 64.325.705 53.388.961 38.078.195 16.844.182
Pajak dibayar dimuka, bagian tidak lancar 82.499.570 419.487.164 275.545.288 414.654.607 375.690.098
Investasi obligasi 178.762.960
Aset tetap 424.546.437 564.693.088 718.143.919 797.637.797 859.433.252
Aset hak-guna - - - - -
Aset eksplorasi dan evaluasi - - - - -
Aset pajak tangguhan 26.694.787 60.004.786 47.310.870 44.208.944 37.927.619
Properti pertambangan 389.994.706 393.096.867 400.117.235 408.493.115 405.751.634
Aset tidak lancar lainnya 11.456.462 28.660.658 26.941.640 20.890.860 15.422.299
Total aset tak lancar 1.015.279.402 1.545.035.628 1.543.125.701 1.755.892.105 1.926.274.197
Total Aset 2.433.712.191 3.945.458.865 3.444.319.816 3.521.455.934 3.375.044.444
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 88.093.701 122.205.849 193.432.921 235.357.040 241.097.886
Utang pajak 273.285.334 451.681.772 118.313.347 87.081.720 74.403.355
Utang derivatif, jangka pendek - 77.498.638 657.650 - -
Liabilitas sewa, jangka pendek - - - - -
Akrual 81.759.225 174.642.700 119.828.259 109.831.760 116.686.629
Pinjaman bank jangka pendek - - 396.874.323 337.541.757 -
Uang muka dari pelanggan - - - - -
Liabilitas kontrak 7.193.516 1.123.726 436.040 103.713 8.831.435
Utang lain-lain 2.650.024 4.367.890 9.055.601 6.382.915 2.191.578
Deposito terkait penjualan aset - - - - 80.000.000
Liabilitas atas kelompok lepasan dimiliki untuk dijual - - - - 21.062.628
Utang dividen - 1.000.000.050 500.000.025 300.000.015 -
Total liabilitas jangka pendek 452.981.800 1.831.520.625 1.338.598.166 1.076.298.920 544.273.511
Liabilitas Jangka Panjang
Senior Notes - - - - -
Liabilitas imbalan kerja, jangka panjang 10.867.900 10.091.142 12.182.702 11.922.930 12.705.954
Utang derivatif, jangka panjang - - - - -
Liabilitas pajak tangguhan 82.024.178 81.929.483 82.785.822 81.938.691 82.643.547
Liabilitas sewa, jangka panjang - - - - -
Provisi untuk pembongkaran, pemindahan, reklamasi
dan restorasi 24.931.939 26.627.068 31.934.924 37.452.982 40.837.148
Total Liabilitas jangka panjang 117.824.017 118.647.693 126.903.448 131.314.603 136.186.649
Total Liabilitas 570.805.817 1.950.168.318 1.465.501.614 1.207.613.523 680.460.160
Page 53
Audited Audited Audited Audited Audited
31-Des-21 31-Des-22 31-Des-23 31-Des-24 31-Des-25
Ekuitas
Modal ditempatkan dan disetor penuh 35.685.809 35.685.809 35.685.809 35.685.809 35.685.809
Tambahan modal disetor 200.202.189 200.202.189 191.683.185 191.683.185 191.683.185
Modal donasi 48.466 48.466 - - -
Komponen ekuitas lain 1.886.148 1.886.148 1.934.614 1.886.148 1.886.148
Cadangan lindung nilai arus kas 26.693.433 (57.100.920) - - -
Cadangan lain-lain (106.274.977) (106.274.977) (106.274.977) (106.274.977) (106.274.977)
Saldo laba:
-dicadangkan 8.176.536 8.176.536 8.176.536 8.176.536 8.176.536
-tidak dicadangkan 1.633.761.316 1.811.923.690 1.750.131.799 2.072.968.622 2.440.477.588
1.800.178.920 1.894.546.941 1.881.336.966 2.204.125.323 2.571.634.289
Kepentingan non-pengendali 62.727.454 100.743.606 97.481.236 109.717.088 122.949.995
Total Ekuitas 1.862.906.374 1.995.290.547 1.978.818.202 2.313.842.411 2.694.584.284
Total Liabilitas dan Ekuitas 2.433.712.191 3.945.458.865 3.444.319.816 3.521.455.934 3.375.044.444
Page 54
Lampiran 2
Laporan Laba Rugi Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-Desember Tahun 2021-2025
Audited Audited Audited Audited Audited
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Pendapatan 2.852.219.928 4.703.622.038 3.581.375.403 3.446.214.954 3.427.576.485
Beban pokok pendapatan (1.105.766.702) (1.543.553.155) (1.917.152.140) (2.113.429.456) (2.321.274.978)
Laba bruto 1.746.453.226 3.160.068.883 1.664.223.263 1.332.785.498 1.106.301.507
Beban penjualan (30.000.319) (140.417.246) 28.442.512 (38.792.502) (31.121.554)
Beban umum dan administrasi (38.177.057) (77.495.451) (85.491.675) (81.260.038) (72.805.449)
Penghasilan keuangan 4.110.636 14.791.554 25.388.234 27.805.486 27.953.090
Beban keuangan (50.549.536) (2.673.938) (6.630.453) (17.838.242) (8.699.105)
(Beban)/pendapatan lain-lain, neto (4.263.209) (8.963.741) 7.036.615 (17.177.673) (9.609.227)
Laba sebelum pajak 1.627.573.741 2.945.310.061 1.632.968.496 1.205.522.529 1.012.019.262
Beban pajak penghasilan (361.616.399) (643.704.514) (353.387.654) (262.147.463) (227.968.076)
Laba tahun berjalan 1.265.957.342 2.301.605.547 1.279.580.842 943.375.066 784.051.186
Page 55
Lampiran 3
Laporan Arus Kas Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-Desember Tahun 2021-2025
Audited Audited Audited Audited Audited
FY 2021 FY 2022 FY 2023 FY 2024 FY 2025
AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 2.790.210.217 4.512.298.618 3.662.327.528 3.457.939.052 3.470.780.862
Pembayaran kepada pemasok (1.005.766.006) (1.402.847.641) (1.677.016.868) (1.901.610.160) (2.120.200.990)
Pembayaran kepada direktur dan karyawan (70.170.221) (118.494.152) (186.088.288) (155.649.024) (138.846.733)
Pembayaran beban keuangan (31.294.079) (1.687.500) (3.670.431) (17.460.143) (7.821.530)
Pembayaran royalti/iuran eksploitasi (164.741.919) (347.168.117) (379.714.908) (259.430.636) (263.453.271)
Pembayaran pajak penghasilan (119.701.026) (590.496.773) (848.022.911) (422.670.121) (320.754.584)
Penerimaan pengembalian pajak 112.344.053 78.674.548 164.251.416 359.344.186 358.596.573
Pembayaran lain-lain (790.087) (646.957) (661.547) (619.530) (744.765)
Kas dihasilkan (digunakan) untuk aktivitas operasi 1.510.090.932 2.129.632.026 731.403.991 1.059.843.624 977.555.562
AKTIVITAS INVESTASI
Pembelian aset tetap (174.142.189) (193.514.292) (204.492.815) (163.942.800) (165.404.387)
Pembayaran atas penambahan properti pertambangan (3.062.236) (4.485.843) (11.276.507) (15.663.454) (5.529.266)
Pembayaran kas atas akuisisi bisnis - - - (6.760.242) -
Pembayaran kas atas akuisisi entitas sepengendali - - (9.197.064) - -
Hasil penjualan aset tetap 256.145 1.125.886 1.318.799 2.233.787 1.790.582
Penerimaan uang muka dari penjualan aset tetap - - - - 80.000.000
Penempatan investasi obligasi (179.083.094)
Penerimaan penghasilan keuangan 4.110.636 14.791.554 25.388.234 27.805.486 27.953.090
Penerimaan/(penempatan) kas dan setara kas yang
dibatasi penggunaannya 8.417.557 (477.142) (6.914.146) (10.183.752) (8.857.131)
Kas dihasilkan (digunakan) untuk aktivitas investasi (164.420.087) (182.559.837) (205.173.499) (166.510.975) (249.130.206)
AKTIVITAS PENDANAAN
Perolehan kas dari pinjaman bank jangka pendek 100.000.000 100.000.000 545.000.000 400.000.000 -
Pembayaran kembali atas pinjaman bank (100.000.000) (100.000.000) (145.000.000) (460.000.000) (340.000.000)
Pembayaran biaya perolehan pinjaman (1.025.000) (1.083.958) (2.975.000) (700.000) (1.500.000)
Pembayaran dividen kepada pemilik entitas induk (300.000.015) (1.000.000.050) - (10.239.758) (700.000.035)
Pembayaran dividen kepada non pengendali (20.578.183) (85.114.774) (1.800.000.090) (800.000.040) (2.931.629)
Akuisisi kepentingan pada entitas anak nonpengendali - - (44.260.126) (8.496.345) -
Perolehan kas dari penerbitan Senior Notes - - - - -
Pembayaran kembali atas Senior Notes (400.000.000) - - - -
Premi pembayaran atas pembayaran kembali Senior
Notes (26.501.789) - - - -
Pembayaran Liabilitas sewa (562.336) - - - -
Audited Audited Audited Audited Audited
Kas dihasilkan (digunakan) untuk aktivitas pendanaan (748.667.323) (1.086.198.782) (1.447.235.216) (879.436.143) (1.044.431.664)
FY 2021 FY 2022 FY 2023 FY 2024 FY 2025
Kenaikan (penurunan) bersih kas dan setara kas 597.003.522 860.873.407 (921.004.724) 13.896.506 (316.006.308)
Kas dan setara kas awal tahun 383.810.000 980.507.356 1.826.876.780 917.343.776 912.152.046
Pelepasan kas atas klasifikasi aset yang dimiliki untuk
dijual - - - - (14.205.337)
Dampak perubahan selisih kurs terhadap kas dan setara
kas (306.166) (14.503.983) 11.471.720 (19.088.236) (7.374.334)
Kas dan setara kas akhir tahun 980.507.356 1.826.876.780 917.343.776 912.152.046 574.566.067
Page 56
Lampiran 4
Analisis Rasio Keuangan
Audited Audited Audited Audited Audited Average
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025 Historis
LIQUIDITY RATIOS
Current ratio 3,13 1,31 1,42 1,64 2,66 2,03
Quick ratio 2,92 1,25 1,27 1,41 2,23 1,82
Cash ratio 2,16 1,00 0,69 0,85 1,06 1,15
PROFITABILITY RATIOS
Gross profit margin 61,23% 67,18% 46,47% 38,67% 32,28% 49,17%
Net profit margin 44,38% 48,93% 35,73% 27,37% 22,87% 35,86%
ACTIVITY RATIOS
Acc. Receivable turnover 13 12 11 11 13 12
Inventory turnover 12 13 9 9 10 11
Acc. Payable turnover 13 13 10 9 10 11
Days of Acc. Receivable 27 31 32 32 27 30
Days of Inventory 31 28 38 42 36 35
Days of Acc. Payable 29 29 36 40 37 34
SOLVENCY RATIOS
Debt to Equity 0,00% 0,00% 20,06% 14,59% 0,00% 6,93%
Debt to Assets 0,00% 0,00% 11,52% 9,59% 0,00% 4,22%
Total Liabilities to Total Assets 23,45% 49,43% 42,55% 34,29% 20,16% 33,98%
Total Liabilities to Total Equity 30,64% 97,74% 74,06% 52,19% 25,25% 55,98%
Page 57
Lampiran 5
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi per 31 Desember 2026-2031
Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 31-Dec-30 31-Dec-31
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 764.193.567 866.502.404 499.971.364 383.693.993 734.608.913 684.131.874
Piutang usaha-net 279.522.787 313.061.117 313.995.311 319.351.749 323.639.022 317.591.010
Piutang non usaha-net 8.445.987 8.741.596 7.443.549 7.629.638 7.820.379 8.015.379
Persediaan-net 391.714.335 417.046.505 446.121.924 458.388.528 469.952.186 510.920.941
Pajak Dibayar Dimuka, bagian lancar 405.829.402 323.722.852 310.926.777 380.236.091 377.402.663 289.142.808
Uang muka dan biaya dibayar dimuka, 51.614.731 28.177.112 16.485.310 16.593.583 16.704.563 16.818.318
bagian lancar
Total aset lancar 1.901.320.809 1.957.251.586 1.594.944.235 1.565.893.582 1.930.127.726 1.826.620.330
Aset Tak Lancar
Kas dan setara kas yang dibatasi
penggunaanya, bagian tidak lancar 36.366.699 36.366.699 36.366.699 36.366.699 36.366.699 36.366.699
Pajak dibayar dimuka, bagian tidak 193.473.052 344.779.912 518.413.781 331.729.186 219.228.719 199.932.535
lancar
Investasi obligasi 178.762.960 178.762.960 178.762.960 178.762.960 178.762.960 178.762.960
Aset tetap 1.045.073.513 1.075.370.296 1.077.561.784 968.670.607 869.600.449 778.729.891
Aset pajak tangguhan 50.071.821 48.728.106 48.555.696 189.418.794 80.465.948 158.239.669
Properti pertambangan 395.218.233 384.684.832 374.151.431 363.618.030 353.084.629 342.551.228
Aset tidak lancar lainnya 15.422.299 15.422.299 15.422.299 15.422.299 15.422.299 15.422.299
Total aset tak lancar 1.914.388.577 2.084.115.104 2.249.234.650 2.083.988.575 1.752.931.703 1.710.005.281
Total Aset 3.815.709.386 4.041.366.690 3.844.178.885 3.649.882.157 3.683.059.428 3.536.625.612
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 297.213.767 288.535.911 291.361.556 288.339.690 293.005.478 300.551.298
Utang pajak 172.636.018 356.687.792 157.651.814 134.663.096 152.578.665 166.149.210
Akrual 229.098.899 264.435.980 265.400.492 264.228.848 269.523.314 276.719.894
Utang lain-lain 9.258.797 10.024.547 10.275.161 10.532.040 10.795.341 10.906.877
Total liabilitas jangka pendek 708.207.481 919.684.230 724.689.023 697.763.674 725.902.798 754.327.279
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja, jangka panjang 17.279.006 18.159.349 16.515.467 17.301.835 17.818.675 17.229.927
Liabilitas pajak tangguhan 82.651.823 82.651.823 82.651.823 82.651.823 82.651.823 82.651.823
Provisi untuk pembongkaran, 37.480.671 38.792.494 34.749.708 35.618.450 36.508.911 28.329.461
pemindahan, reklamasi dan restorasi
Total Liabilitas jangka panjang 137.411.500 139.603.666 133.916.998 135.572.108 136.979.409 128.211.211
Total Liabilitas 845.618.981 1.059.287.896 858.606.021 833.335.782 862.882.207 882.538.490
Ekuitas
Modal ditempatkan dan disetor penuh 35.685.809 35.685.809 35.685.809 35.685.809 35.685.809 35.685.809
Tambahan modal disetor 191.683.185 191.683.185 191.683.185 191.683.185 191.683.185 191.683.185
Komponen ekuitas lain 1.886.148 1.886.148 1.886.148 1.886.148 1.886.148 1.886.148
Cadangan lain-lain (106.274.977) (106.274.977) (106.274.977) (106.274.977) (106.274.977) (106.274.977)
Saldo laba:
-dicadangkan 8.176.536 8.176.536 8.176.536 8.176.536 8.176.536 8.176.536
-tidak dicadangkan 2.716.049.204 2.701.869.384 2.678.187.687 2.483.261.223 2.469.471.333 2.276.046.464
2.847.205.905 2.833.026.085 2.809.344.388 2.614.417.924 2.600.628.034 2.407.203.165
Kepentingan non-pengendali 122.884.500 149.052.709 176.228.476 202.128.451 219.549.187 246.883.957
Ekuitas 2.970.090.405 2.982.078.794 2.985.572.864 2.816.546.375 2.820.177.221 2.654.087.122
Total Liabilitas dan Ekuitas 3.815.709.386 4.041.366.690 3.844.178.885 3.649.882.157 3.683.059.428 3.536.625.612
Page 58
Lampiran 6
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Dengan Rencana Transaksi per 31 Desember 2026-2031
Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 31-Dec-30 31-Dec-31
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 764.239.215 866.593.699 500.062.659 383.785.288 734.700.208 684.223.169
Piutang usaha-net 279.522.787 313.061.117 313.995.311 319.351.749 323.639.022 317.591.010
Piutang non usaha-net 8.445.987 8.741.596 7.443.549 7.629.638 7.820.379 8.015.379
Persediaan-net 391.714.335 417.046.505 446.121.924 458.388.528 469.952.186 510.920.941
Pajak Dibayar Dimuka, bagian lancar 405.829.402 323.722.852 310.926.777 380.236.091 377.402.663 289.142.808
Uang muka dan biaya dibayar dimuka, 51.614.731 28.177.112 16.485.310 16.593.583 16.704.563 16.818.318
bagian lancar
Total aset lancar 1.901.366.457 1.957.342.881 1.595.035.530 1.565.984.877 1.930.219.021 1.826.711.625
Aset Tak Lancar
Kas dan setara kas yang dibatasi
penggunaanya, bagian tidak lancar 36.366.699 36.366.699 36.366.699 36.366.699 36.366.699 36.366.699
Pajak dibayar dimuka, bagian tidak 193.473.052 344.779.912 518.413.781 331.729.186 219.228.719 199.932.535
lancar
Investasi obligasi 178.762.960 178.762.960 178.762.960 178.762.960 178.762.960 178.762.960
Aset tetap 1.045.027.865 1.075.281.284 1.077.477.336 968.590.724 869.525.130 778.659.138
Aset pajak tangguhan 50.071.821 48.728.106 48.555.696 189.418.794 80.465.948 158.239.669
Properti pertambangan 395.218.233 384.684.832 374.151.431 363.618.030 353.084.629 342.551.228
Aset tidak lancar lainnya 15.422.299 15.422.299 15.422.299 15.422.299 15.422.299 15.422.299
Total aset tak lancar 1.914.342.929 2.084.026.092 2.249.150.202 2.083.908.692 1.752.856.384 1.709.934.528
Total Aset 3.815.709.386 4.041.368.973 3.844.185.732 3.649.893.569 3.683.075.405 3.536.646.153
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 297.213.767 288.535.911 291.361.556 288.339.690 293.005.478 300.551.298
Utang pajak 172.636.018 356.687.792 157.651.814 134.663.096 152.578.665 166.149.210
Akrual 229.098.899 264.435.980 265.400.492 264.228.848 269.523.314 276.719.894
Utang lain-lain 9.258.797 10.024.547 10.275.161 10.532.040 10.795.341 10.906.877
Total liabilitas jangka pendek 708.207.481 919.684.230 724.689.023 697.763.674 725.902.798 754.327.279
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja, jangka panjang 17.279.006 18.159.349 16.515.467 17.301.835 17.818.675 17.229.927
Liabilitas pajak tangguhan 82.651.823 82.651.823 82.651.823 82.651.823 82.651.823 82.651.823
Provisi untuk pembongkaran, 37.480.671 38.792.494 34.749.708 35.618.450 36.508.911 28.329.461
pemindahan, reklamasi dan restorasi
Total Liabilitas jangka panjang 137.411.500 139.603.666 133.916.998 135.572.108 136.979.409 128.211.211
Total Liabilitas 845.618.981 1.059.287.896 858.606.021 833.335.782 862.882.207 882.538.490
Ekuitas
Modal ditempatkan dan disetor penuh 35.685.809 35.685.809 35.685.809 35.685.809 35.685.809 35.685.809
Tambahan modal disetor 191.683.185 191.683.185 191.683.185 191.683.185 191.683.185 191.683.185
Komponen ekuitas lain 1.886.148 1.886.148 1.886.148 1.886.148 1.886.148 1.886.148
Cadangan lain-lain (106.274.977) (106.274.977) (106.274.977) (106.274.977) (106.274.977) (106.274.977)
Saldo laba: - - - - - -
-dicadangkan 8.176.536 8.176.536 8.176.536 8.176.536 8.176.536 8.176.536
-tidak dicadangkan 2.716.049.204 2.701.871.581 2.678.194.277 2.483.272.207 2.469.486.711 2.276.066.235
2.847.205.905 2.833.028.282 2.809.350.978 2.614.428.908 2.600.643.412 2.407.222.936
Kepentingan non-pengendali 122.884.500 149.052.795 176.228.733 202.128.879 219.549.786 246.884.727
Ekuitas 2.970.090.405 2.982.081.077 2.985.579.711 2.816.557.787 2.820.193.198 2.654.107.663
Total Liabilitas dan Ekuitas 3.815.709.386 4.041.368.973 3.844.185.732 3.649.893.569 3.683.075.405 3.536.646.153
Page 59
Lampiran 7
Proyeksi Laporan Laba Rugi Tanpa Rencana Transaksi Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-
Desember Tahun 2026-2031
Projection Projection Projection Projection Projection Projection
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031
Pendapatan 3.824.632.884 4.745.569.186 4.776.149.232 4.845.001.503 4.910.905.946 4.729.971.491
Beban pokok pendapatan (2.822.671.826) (3.360.932.244) (3.408.750.903) (3.388.588.062) (3.433.767.158) (3.489.857.969)
Laba bruto 1.001.961.058 1.384.636.942 1.367.398.329 1.456.413.441 1.477.138.788 1.240.113.522
Beban penjualan (43.139.968) (46.427.258) (37.687.484) (37.985.248) (38.762.154) (37.665.407)
Beban umum dan administrasi (108.193.778) (107.999.566) (130.776.693) (135.578.111) (138.329.466) (141.126.321)
Penghasilan keuangan 25.052.466 35.847.207 55.125.496 8.499.271 9.048.847 10.439.820
Beban keuangan (11.613.144) (4.474.022) (4.810.134) (4.463.668) (4.487.047) (4.487.047)
(Beban)/pendapatan lain-lain, neto 11.019.654 11.761.718 12.055.697 12.357.089 12.666.017 13.289.198
Laba sebelum pajak 875.086.288 1.273.345.021 1.261.305.211 1.299.242.774 1.317.274.985 1.080.563.764
Beban pajak penghasilan (173.201.871) (249.127.970) (246.960.122) (255.022.371) (258.021.178) (207.941.474)
Laba tahun berjalan 701.884.417 1.024.217.051 1.014.345.089 1.044.220.403 1.059.253.807 872.622.290
Page 60
Lampiran 8
Proyeksi Laporan Laba Rugi Dengan Rencana Transaksi Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-
Desember Tahun 2026-2031
Projection Projection Projection Projection Projection Projection
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031
Pendapatan 3.824.632.884 4.745.569.186 4.776.149.232 4.845.001.503 4.910.905.946 4.729.971.491
Beban pokok pendapatan (2.822.671.826) (3.360.932.244) (3.408.750.903) (3.388.588.062) (3.433.767.158) (3.489.857.969)
Laba bruto 1.001.961.058 1.384.636.942 1.367.398.329 1.456.413.441 1.477.138.788 1.240.113.522
Beban penjualan (43.139.968) (46.427.258) (37.687.484) (37.985.248) (38.762.154) (37.665.407)
Beban umum dan administrasi (108.193.778) (107.997.283) (130.772.129) (135.573.547) (138.324.902) (141.121.757)
Penghasilan keuangan 25.052.466 35.847.207 55.125.496 8.499.271 9.048.847 10.439.820
Beban keuangan (11.613.144) (4.474.022) (4.810.134) (4.463.668) (4.487.047) (4.487.047)
(Beban)/pendapatan lain-lain, neto 11.019.654 11.761.718 12.055.697 12.357.089 12.666.017 13.289.198
Laba sebelum pajak 875.086.288 1.273.347.304 1.261.309.776 1.299.247.339 1.317.279.550 1.080.568.329
Beban pajak penghasilan (173.201.871) (249.127.970) (246.960.122) (255.022.371) (258.021.178) (207.941.474)
Laba tahun berjalan 701.884.417 1.024.219.334 1.014.349.654 1.044.224.968 1.059.258.372 872.626.855
Page 61
Lampiran 9
Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031
LIQUIDITY RATIO:
CURRENT RATIO
Current ratio (dengan transaksi) 2,68 2,13 2,20 2,24 2,66 2,42
Current ratio (tanpa transaksi) 2,68 2,13 2,20 2,24 2,66 2,42
Selisih 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
CASH RATIO
Cash ratio (dengan transaksi) 1,08 0,94 0,69 0,55 1,01 0,91
Cash ratio (tanpa transaksi) 1,08 0,94 0,69 0,55 1,01 0,91
Selisih 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
PROFITABILITY RATIO:
NET PROFIT MARGIN
Net profit margin (dengan transaksi) 18,35% 21,58% 21,24% 21,55% 21,57% 18,45%
Net profit margin (tanpa transaksi) 18,35% 21,58% 21,24% 21,55% 21,57% 18,45%
Selisih 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Page 62
Lampiran 10
Proforma Laporan Posisi Keuangan
Audit Penyesuaian Proforma
31-Des-25 Dr. Cr. 31-Des-25
Aset Lancar 1.448.770.247 117.072.255 1.331.697.992
Aset Tidak Lancar 1.926.274.197 117.072.255 2.043.346.452
Total Aset 3.375.044.444 117.072.255 117.072.255 3.375.044.444
Liabilitas Jangka Pendek 544.273.511 544.273.511
Liabilitas Jangka Panjang 136.186.649 136.186.649
Total Liabilitas 680.460.160 - - 680.460.160
Total Ekuitas 2.694.584.284 2.694.584.284
Total Liabilitas dan Ekuitas 3.375.044.444 - - 3.375.044.444
Page 63
Lampiran 11
Analisis Inkremental
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031
PENDAPATAN
Pendapatan (dengan transaksi) 3.824.632.884 4.745.569.186 4.776.149.232 4.845.001.503 4.910.905.946 4.729.971.491
Pendapatan (tanpa transaksi) 3.824.632.884 4.745.569.186 4.776.149.232 4.845.001.503 4.910.905.946 4.729.971.491
Selisih - - - - - -
LABA SEBELUM PAJAK
Laba Sebelum Pajak (dengan transaksi) 875.086.288 1.273.347.304 1.261.309.776 1.299.247.339 1.317.279.550 1.080.568.329
Laba Sebelum Pajak (tanpa transaksi) 875.086.288 1.273.345.021 1.261.305.211 1.299.242.774 1.317.274.985 1.080.563.764
Selisih - 2.282 4.565 4.565 4.565 4.565
LABA SETELAH PAJAK
Laba Setelah Pajak (dengan transaksi) 701.884.417 1.024.219.334 1.014.349.654 1.044.224.968 1.059.258.372 872.626.855
Laba Setelah Pajak (tanpa transaksi) 701.884.417 1.024.217.051 1.014.345.089 1.044.220.403 1.059.253.807 872.622.290
Selisih - 2.282 4.565 4.565 4.565 4.565
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031
TOTAL ASET
Total Aset (dengan transaksi) 3.815.709.386 4.041.368.973 3.844.185.732 3.649.893.569 3.683.075.405 3.536.646.153
Total Aset (tanpa transaksi) 3.815.709.386 4.041.366.690 3.844.178.885 3.649.882.157 3.683.059.428 3.536.625.612
Selisih - 2.282 6.847 11.412 15.977 20.541
TOTAL EKUITAS
Total Ekuitas (dengan transaksi) 2.970.090.405 2.982.081.077 2.985.579.711 2.816.557.787 2.820.193.198 2.654.107.663
Total Ekuitas (tanpa transaksi) 2.970.090.405 2.982.078.794 2.985.572.864 2.816.546.375 2.820.177.221 2.654.087.122
Selisih - 2.282 6.847 11.412 15.977 20.541
Page 64
Lampiran 12
Analisis Biaya dan Pendapatan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031
PENDAPATAN
Pendapatan (dengan transaksi) 3.824.632.884 4.745.569.186 4.776.149.232 4.845.001.503 4.910.905.946 4.729.971.491
Pendapatan (tanpa transaksi) 3.824.632.884 4.745.569.186 4.776.149.232 4.845.001.503 4.910.905.946 4.729.971.491
Selisih - - - - - -
BEBAN POKOK PENDAPATAN (HPP)
HPP (dengan transaksi) (2.822.671.826) (3.360.932.244) (3.408.750.903) (3.388.588.062) (3.433.767.158) (3.489.857.969)
HPP (tanpa transaksi) (2.822.671.826) (3.360.932.244) (3.408.750.903) (3.388.588.062) (3.433.767.158) (3.489.857.969)
Selisih - - - - - -
BEBAN UMUM & ADMINISTRASI
Beban umum & administrasi (dengan transaksi) (108.193.778) (107.997.283) (130.772.129) (135.573.547) (138.324.902) (141.121.757)
Beban umum & administrasi (tanpa transaksi) (108.193.778) (107.999.566) (130.776.693) (135.578.111) (138.329.466) (141.126.321)
Selisih - (2.282) (4.565) (4.565) (4.565) (4.565)
Names mentioned 55 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki dan Rekan
p.2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki
p.2
unresolved
org
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk
p.2 ×6
unresolved
person
Willyams
p.3
unresolved
org
KJPP Herman Meirizki dan Rekan
p.3 ×5
unresolved
org
KJPP Herman Meirizki
p.3 ×7
unresolved
org
Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan
p.3 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.3 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.3 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Rintis
p.4 ×5
unresolved
org
Rianto & Rekan
p.4 ×5
unresolved
org
Bank Indonesia
p.4 ×9
unresolved
person
DR. Low Tuck Kwong. Asumsi
p.4
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-AH.
p.6 ×2
unresolved
org
PT Kutai Energi Pratama
p.6 ×2
unresolved
org
Herman Meirizki & Rekan
p.7
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja
p.16 ×4
unresolved
org
Rintis & Rekan
p.16 ×4
unresolved
person
Daniel Kohar
p.16 ×3
unresolved
person
Toto Harsono
p.16 ×2
unresolved
org
PT Sinar Sakti Jaya No. Q-
p.16 ×2
unresolved
org
PT Sinarsakti Mandiri
p.16 ×2
unresolved
org
PT Jagat Baja Prima Utama
p.16 ×2
unresolved
org
PT Rei Multi Cemerlang
p.17 ×2
unresolved
person
Yani Indrawaty Wibawa
· Notaris
p.19
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.19 ×3
unresolved
person
Mala Mukti
· Notaris
p.19 ×4
unresolved
org
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
p.20
unresolved
org
PT Sumber Suryadaya Prima
p.20
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.20
unresolved
person
Ratna Sari Utama S.H.
· Notaris
p.20 ×7
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.20
unresolved
person
DR. Low Tuck Kwong. Pendapat Kewajaran PT Bayan
· Direktur Utama
p.21 ×29
unresolved
org
Pusat Statistik
p.28 ×3
unresolved
org
Kementerian ESDM
p.28 ×4
unresolved
org
PT Sinar Sakti Jaya
p.42
unresolved
org
PT Sinarsakti Mandiri Culvert Mejuk
p.42
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.50
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.500
6814 ms
12 Sep 2026 22:02
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': 'dibagi total aset perusahaan terbuka nilainya '
'sama dengan'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': 'dibagi total aset perusahaan terbuka nilainya sama dengan',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': '2025-12-31',
'value': '20'}