Back to announcement
20260625_CYBR_Laporan Informasi dan Fakta Material_32104495_lamp3.pdf
Other Text extracted CYBRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 130
Page 1
kantor jasa penilai publik
febriman siregar dan rekan
Ijin Kementrian Keuangan RI No. 2.12.0109
STUDI KELAYAKAN ATAS RENCANA PENAMBAHAN
KEGIATAN USAHA PENUNJANG
milik
PT ITSEC ASIA TBK
Gedung Noble House Lt. 11, Unit 2 & 3
Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Kav. E.4.2
Mega Kuningan, Kuningan Timur, Setiabudi
Jakarta Selatan
No. Laporan : 00507/2.0109-05/BS/06/0069/1/VI/2026
1
Page 2
Ijin Kementerian Keuangan RI No. 2.12.0109
Bogor, 23 Juni 2026
No. Laporan : 00507/2.0109-05/BS/06/0069/1/VI/2026
Kepada Yth,
PT ITSEC ASIA Tbk
Gedung Noble House Lt. 11, Unit 2 & 3
Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Kav. E.4.2
Mega Kuningan, Kuningan Timur, Setiabudi
Jakarta Selatan
Perihal : Revisi Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Penunjang milik PT ITSEC Asia Tbk
Dengan Hormat,
Sehubungan dengan tanggapan surat Otoritas Jasa Keuangan, kami Kantor Jasa Penilai
Publik Febriman Siregar dan Rekan (“FSR”) telah memperoleh izin usaha dari Menteri
Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 459/KM.1/2020 tanggal 17 September
2020 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-
838/PM.223/2019 tanggal 31 Juli 2019 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang
Pasar Modal (Pendaftaran Ulang) No. STTD.PPB-41/PJ-1/PM.021/2024 tanggal 31 Juli
2024 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal. Mengeluarkan revisi laporan
Studi Kelayakan untuk mengganti laporan No. 00380/2.0109-05/BS/06/0069/1/V/2026
tanggal 22 Mei 2026.
Memenuhi permintaan PT ITSEC Asia Tbk dan sesuai dengan Proposal Penawaran
Nomor 0174A/PNW/PB-BGR-FSR/III/2026 tanggal 17 Maret 2026, bersama ini kami
sampaikan hasil penyusunan Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha Penunjang milik PT ITSEC Asia Tbk.
Studi ini merupakan hasil kajian dan analisis yang dilakukan dengan meninjau kelayakan
atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang dilakukan oleh PT ITSEC Asia Tbk,
ditinjau dari berbagai aspek yang meliputi aspek makro, aspek pasar, aspek teknis, aspek
pola bisnis, aspek model manajemen, dan aspek keuangan.
Kantor Cabang Bogor
Jl. Perumahan Bogor Baru Blok D-I No.19
RT.007, RW.001, Kel. Tegallega
Kec. Bogor Tengah, Kota Bogor
Jawa Barat 16129
Telp. : 0251-8397671
Email : fsr.bogor@fsr.co.id
Website : www.fsr.co.id
Cabang : Pekanbaru (P) ; Medan (PS) ; Surabaya (B) ; Sidoarjo (P) ; Bandar Lampung
i (PS) ;
Bogor (PB) ; Makassar (P) ; Tangerang Selatan (P) ; Semarang (P)
Page 3
Studi ini dilakukan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa
Keuangan Republik Indonesia No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia
(KEPI) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI Edisi
Revisi Tahun 2020.
1. Status Penilai
Penilai adalah partner dari KJPP Febriman Siregar dan Rekan dengan kualifikasi sebagai
berikut:
Nama Penilai : Ir. Yohn PS. Napitupulu, M.Sc., MAPPI (Cert.)
Izin Penilai Publik : PB-1.08.00069
STTD Penunjang Pasar Modal : STTD.PPB-41/PJ-1/PM.021/2024
MAPPI : 92-S-00252
Register : RMK-2017.00069
KJPP Febriman Siregar dan Rekan (“FSR”) adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang
terdaftar di Kementrian Keuangan dan Pasar Modal serta memiliki kompetensi untuk
melakukan penugasan ini. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami
bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi
dengan Pemberi Tugas, Obyek Studi Kelayakan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
dengan pemberi tugas dan obyek Studi Kelayakan. FSR juga tidak memiliki kepentingan
ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi
oleh nilai yang dihasilkan.
2. Identitas Pemberi Tugas
Nama Perusahaan : PT ITSEC Asia, Tbk.
Alamat : Noble House Lt. 11, Unit 2 & 3, Jl. Dr. Ide Anak Agung
Gde Agung Kav. E.4.2, Mega Kuningan,
Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan
Telepon : (021) 29783050
E-mail : corpsec@itsecasia.com
Website : www.itsec.asia.
ii
Page 4
3. Identitas Pengguna Laporan
Nama Perusahaan : PT ITSEC Asia, Tbk.
Alamat : Noble House Lt. 11, Unit 2 & 3, Jl. Dr. Ide Anak Agung
Gde Agung Kav. E.4.2, Mega Kuningan,
Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan
Telepon : (021) 29783050
E-mail : corpsec@itsecasia.com
Website : www.itsec.asia.
4. Objek Studi Kelayakan
Bahwa Objek Studi Kelayakan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh Pemberi Tugas adalah
Jasa Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.
5. Jenis Mata Uang Yang Digunakan
Dalam penugasan ini Studi Kelayakan dinyatakan dalam mata uang Rupiah.
6. Maksud dan Tujuan Penilaian
Maksud dan tujuan dari penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat mengenai
kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha penunjang milik Perseroan dalam
rangka memenuhi POJK No. 17/2020 dan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Surat Edaran OJK
No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal. Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha tidak digunakan di
luar maksud atau tujuan disusunnya studi tersebut dan bukan untuk penggunaan laporan
dalam bidang lainnya.
7. Pendekatan dan Metodologi Studi Kelayakan
Untuk melakukan studi kelayakan ini, kami menggunakan pendekatan dan metodologi
yang mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No.
17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal.
8. Tanggal Studi Kelayakan dan Waktu Pelaporan
Tanggal penilaian adalah per 31 Desember 2025 di mana batas tersebut diambil atas
dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Masa berlaku laporan ini adalah 6
(enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026.
iii
Page 5
9. Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam penilaian ini, kami melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang
memadai di antaranya dengan melakukan wawancara terhadap Manajemen yang kami
anggap layak dan relevan guna mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi
untuk keperluan proses penilaian Perusahaan sehubungan dengan penilaian Objek
Penilaian.
10. Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan
Dalam melakukan penilaian ini, FSR juga menggunakan sumber informasi relevan yang
handal tanpa perlu melakukan verifikasi :
• Data-data laporan keuangan historis;
• Dokumen hukum yang terkait dengan Studi Kelayakan;
• Data-data ekonomi yang diperoleh dari S&P;
• Data-data ekonomi baik yang bersifat makro maupun mikro yang diperoleh dari
instansi terkait seperti Bank Indonesia;
• Data statistik dari Badan Pusat Statistik.
Dalam melakukan penilaian ini, FSR juga menggunakan sumber informasi relevan yang
perlu melakukan verifikasi :
• Data-data laporan keuangan historis yang tidak diaudit;
• Diskusi dengan pihak manajemen baik Pemberi Tugas maupun Objek Studi
Kelayakan;
• Data finansial terkait dengan Objek Studi Kelayakan;
• Tinjauan terhadap kondisi fundamental objek studi kelayakan yang menyangkut
sejarah singkatnya, struktur modal dan susunan pengurus, deskripsi bidang usaha
dan kinerja keuangan, serta memperhatikan kondisi makro yang ada;
• Data-data lainnya sebagai informasi pendukung, seperti Rencana Anggaran Biaya.
11. Asumsi dan Asumsi Khusus
Asumsi dan asumsi khusus yang akan digunakan dalam penugasan merupakan asumsi
dan asumsi khusus yang wajar dan relevan dengan memperhatikan tujuan dimana Studi
Kelayakan diperlukan.
Asumsi khusus adalah asumsi yang berbeda dari fakta sebenarnya pada tanggal studi
kelayakan atau hal yang tidak akan dibuat oleh sebagian kecil pelaku pasar dalam suatu
transaksi pada tanggal studi kelayakan.
iv
Page 6
Asumsi khusus sering digunakan untuk menggambarkan efek dari suatu situasi yang akan
memengaruhi nilai.
Dalam pelaksanaan penugasan, Penilai akan menggunakan asumsi yang wajar untuk
diterima sebagai fakta dalam konteks penugasan.
12. Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi
Laporan Studi Kelayakan ini bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi
rahasia yang dapat memengaruhi operasional perusahaan. Pemberi Tugas dan
Pengguna Laporan studi kelayakan ini sebagaimana yang disebutkan dalam lingkup
penugasan, menginformasikan bahwa tidak ada informasi rahasia yang dapat
memengaruhi operasional perusahaan di dalam laporan ini. Pengguna laporan di luar dari
ketentuan yang disebutkan dalam lingkup Penugasan Laporan ini harus mendapatkan
persetujuan tertulis dari KJPP Febriman Siregar dan Rekan serta Pemberi Tugas.
Tanda tangan Penilai Publik dan cap FSR yang resmi merupakan syarat mutlak Laporan
Studi Kelayakan yang dihasilkan.
13. Konfirmasi Bahwa Penilaian dilakukan berdasarkan Peraturan OJK dan KEPI & SPI
Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat penilai, serta laporan penilaian telah dibuat
dengan mematuhi ketentuan kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa
Keuangan Republik Indonesia No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia
(KEPI) serta SPI Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.
v
Page 7
14. Kesimpulan
Berdasarkan kajian, evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan
syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan
bahwa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan dengan mempertimbangkan
aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen, serta aspek
keuangan, sehingga dapat disimpulkan rencana ini layak.
Demikian hasil Studi Kelayakan yang kami lakukan dengan tetap mengacu pada standar
dan kode etik yang berlaku.
Hormat kami,
KJPP Febriman Siregar & Rekan
Ir. Yohn PS Napitupulu, M.Sc., MAPPI (Cert.)
Rekan
Penilai Properti dan Bisnis (PB)
Anggota MAPPI : 92-S-00252
Register : RMK-2017.00069
Izin Penilai Publik : PB-1.08.00069
Izin OJK : STTD.PPB-41/PJ-1/PM.021/2024
vi
Page 8
PERNYATAAN PENYUSUN
Dalam batas kemampuan dan keyakinan serta pemahaman kami sebagai penilai,
yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa :
1. Kami telah mematuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan
dan/atau diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.
2. Keterangan-keterangan dan pernyataan dalam laporan ini, sebatas
pengetahuan kami adalah benar dan akurat.
3. Analisis dan kesimpulan dalam laporan ini hanya dibatasi dan telah sesuai
dengan asumsi-asumsi dan syarat-syarat pembatas serta kondisi yang
dilaporkan.
4. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup penilaian meliputi : identifikasi
masalah, inspeksi lapangan, pengumpulan data & wawancara, analisis data,
estimasi nilai menggunakan pendekatan penilaian dan penulisan laporan.
5. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan properti
dan/atau jenis industri yang dinilai.
6. Kami tidak mempunyai kepentingan apapun terhadap obyek yang dinilai dan
imbalan jasa yang kami terima tidak terkait dengan hasil penilaian yang
dilaporkan.
7. Laporan ini disusun mengacu pada Standar Penilaian Indonesia (SPI EDISI VII-
2018) dan telah memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
8. Penunjukan dalam penugasan ini tidak berhubungan dengan opini Penilaian
yang telah disepakati sebelumnya dengan Pemberi Tugas.
9. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah
menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian.
Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan
yang memengaruhi analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan
ini.
vii
Page 9
NAMA KUALIFIKASI TANDA TANGAN
Penanggung Jawab Proyek :
Ir. Yohn PS Napitupulu, M.Sc. MAPPI (Cert.) Penilai Bisnis Bersertifikat ...............................
Rekan
Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00069
MAPPI No. : 92-S-00252
Register No. : RMK-2017.00069
STTD No. : STTD.PPB-41/PJ-1/PM.021/2024
Pemeriksa :
Didiek Agus Priatmiko, S.Komp. Penilai Bisnis ...............................
MAPPI No. : 11-T-03266
Register No. : RMK-2017.00838
Penilai :
Yaumil Husna Khair, S.Si., M.M Penilai Bisnis ...............................
MAPPI No. : 11-P-03270
viii
Page 10
BAB I
PENDAHULUAN
1. UMUM
1.1. Latar Belakang
PT ITSEC Asia, Tbk. (selanjutnya disebut “Perseroan” atau “Perusahaan”)
merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (public
company) yang didirikan di Indonesia. Kegiatan usaha utama Perseroan meliputi
aktivitas konsultasi keamanan informasi (KBLI 62021) yang mencakup kegiatan
layanan konsultasi perencanaan dan pengawasan keamanan informasi,
pemeriksaan atau penjamin (assurance) keamanan informasi, dan pembangunan
dan penerapan keamanan informasi.
Kegiatan usaha penunjang Perseroan meliputi aktivitas konsultasi komputer dan
manajemen fasilitas komputer lainnya (KBLI 62029), aktivitas teknologi informasi dan
jasa komputer lainnya (KBLI 62090), aktivitas pemrograman komputer lainnya (KBLI
62019), aktivitas perdagangan besar komputer dan perlengkapan komputer (KBLI
46511) dan aktivitas perdagangan besar piranti lunak (KBLI 46512).
Perseroan berdomisili di Gedung Noble House Lt. 11, Unit 2 & 3, Jl. Dr. Ide Anak
Agung Gde Agung Kav. E.4.2, Mega Kuningan, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta
Selatan dengan nomor telepon (021) 29783050, email corpsec@itsecasia.com dan
alamat website www.itsec.asia.
Berdasarkan informasi yang kami terima dari manajemen Perseroan, Perseroan
merencanakan untuk menambah kegiatan usaha penunjang yaitu sebagai berikut:
Tabel 1.1 Rincian Penambahan Kegiatan Usaha
No. Nama KBLI Kode KBLI
1 Aktivitas Teknologi Informasi dan Jasa 62090
Komputer lainnya
2 Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya 62019
3 Perdagangan Besar Komputer dan 46511
Perlengkapan Komputer
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk I-9
Page 11
4 Perdagangan Besar Piranti Lunak 46512
5 Aktivitas Pemrograman Berbasis 62015
Kecerdasan Artifisial
6 Penerbitan Piranti Lunak (Software) 58200
7 Aktivitas Pengolahan Data 63111
Rencana tersebut berupa penambahan kegiatan usaha penunjang yang belum
tertera di dalam anggaran dasar Perseroan, sebagaimana dimaksud dalam Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia (“OJK”) No. 17/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK No. 17/2020”).
Untuk penambahan kegiatan usaha penunjang, POJK No. 17/2020 mensyaratkan
adanya laporan studi kelayakan tentang perubahan kegiatan usaha penunjang yang
disusun oleh penilai independen, maka Perseroan perlu menunjuk penilai untuk
melaksanakan penyusunan studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha Penunjang (“Studi Kelayakan”).
1.2. Status Penilai
Penilai adalah KJPP Febriman Siregar dan Rekan (“KJPP FSR”), selaku Penilai
Independen dengan identifikasi Penilai yang bertanggung jawab pada laporan
penilaian ini adalah sebagai berikut:
Nama : Ir. Yohn PS Napitupulu, M.Sc., MAPPI (Cert.)
Anggota MAPPI : 92-S-00252
Register : RMK-2017.00069
No. Izin Penilai Publik : PB-1.08.00069
No. Izin OJK : STTD.PPB-41/PJ-1/PM.021/2024
Klasifikasi bidang jasa : Penilai Properti dan Bisnis
KJPP Febriman Siregar dan Rekan memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian
atas obyek studi dan tidak memiliki benturan kepentingan dengan subyek atau obyek
studi kelayakan, sehingga dalam posisi untuk memberikan penilaian objektif dan tidak
memihak.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk I - 10
Page 12
1.3. Pemberi Tugas Dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan Pengguna Laporan adalah:
Nama Perusahaan : PT ITSEC Asia, Tbk.
Alamat : Noble House Lt. 11, Unit 2 & 3, Jl. Dr. Ide Anak Agung
Gde Agung Kav. E.4.2, Mega Kuningan, Kuningan
Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan
Telepon : (021) 29783050
E-mail : corpsec@itsecasia.com
Website : www.itsec.asia.
1.4. Maksud Dan Tujuan Penilaian
Maksud dan tujuan dari penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat mengenai
kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha penunjang milik Perseroan
dalam rangka memenuhi POJK No. 17/2020 dan Peraturan OJK No.
35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal dan Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal. Studi Kelayakan Perubahan
Kegiatan Usaha tidak digunakan di luar maksud atau tujuan disusunnya studi tersebut
dan bukan untuk penggunaan laporan dalam bidang lainnya.
1.5. Tanggal Penilaian dan Masa Berlaku Laporan
Tanggal penilaian adalah per 31 Desember 2025 dimana batas tersebut diambil atas
dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian dengan masa berlaku laporan
studi kelayakan ini berakhir pada tanggal 30 Juni 2026.
1.6. Obyek Studi Kelayakan
Obyek Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha pada laporan studi kelayakan ini
adalah kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha penunjang milik
Perseroan melalui penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia dalam
Anggaran Dasar Perseroan.
Berikut adalah rencana penambahan KBLI oleh Perseroan:
No. Nama KBLI Kode KBLI
1 Aktivitas Teknologi Informasi dan Jasa Komputer 62090
lainnya
2 Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya 62019
3 Perdagangan Besar Komputer dan Perlengkapan 46511
Komputer
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk I - 11
Page 13
4 Perdagangan Besar Piranti Lunak 46512
5 Aktivitas Pemrograman Berbasis Kecerdasan 62015
Artifisial
6 Penerbitan Piranti Lunak (Software) 58200
7 Aktivitas Pengolahan Data 63111
Catatan atas Penggunaan KBLI dalam Laporan Studi Kelayakan:
Dalam Laporan Studi Kelayakan ini, nomor dan uraian KBLI yang digunakan
mengacu pada KBLI 2020. Penggunaan KBLI 2020 dilakukan dengan
mempertimbangkan bahwa, berdasarkan Surat Menteri Investasi dan
Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor B-69.S/PI.08/A.1/2026
tanggal 27 Maret 2026 perihal penyampaian Surat Edaran Bersama tentang
Implementasi Penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia 2025 dalam
Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, penyesuaian KBLI 2025
dalam Sistem OSS dan Sistem Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum
dilakukan oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dan Kementerian Hukum
paling lambat pada tanggal 18 Juni 2026.
Sampai dengan diimplementasikannya penyesuaian KBLI 2025 tersebut dalam
Sistem OSS dan Sistem Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, pemrosesan
perizinan berusaha dan pengesahan atau pelaporan perubahan Anggaran Dasar
masih dilakukan dengan menggunakan KBLI 2020. Oleh karena itu, penggunaan
KBLI 2020 dalam Laporan Studi Kelayakan ini merupakan penggunaan yang bersifat
transisional dan administratif, agar rencana perubahan Anggaran Dasar dan
pemutakhiran perizinan berusaha Perseroan tetap selaras dengan sistem yang
berlaku pada saat penyusunan laporan.
Dalam pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham sehubungan dengan Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan akan meminta persetujuan pemegang
saham untuk memberikan kuasa kepada Direksi Perseroan, dengan hak substitusi,
untuk melakukan penyesuaian nomenklatur, uraian, dan/atau kode KBLI ke KBLI
2025 apabila Sistem OSS dan Sistem Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum
telah mengimplementasikan penyesuaian KBLI 2025. Penyesuaian tersebut akan
dilakukan sepanjang tidak mengubah substansi maksud dan tujuan serta ruang
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk I - 12
Page 14
lingkup kegiatan usaha Perseroan yang telah disetujui oleh RUPS.
Produk/jasa yang akan dihasilkan melalui penambahan kegiatan usaha tersebut
adalah:
a. IntelliBroń Orion
IntelliBroń Orion merupakan extended detection and response (XDR) platform
yang berfungsi mendeteksi ancaman keamanan siber yang dapat membantu
perusahaan memetakan postur keamanan siber mereka saat ini sehingga
dapat secara yakin menetapkan tindakan yang tepat untuk merespon,
memitigasi, dan meminimalisir kerugian yang diakibatkan oleh serangan
keamanan siber tanpa perlu terlibat pada kompleksitas kontrol keamanan
siber.
b. IntelliBroń AMAN
Produk ini berperan memberikan proteksi terhadap perangkat seluler milik
pelanggan melalui pemblokiran terhadap berbagai ancaman keamanan siber
dengan proses setup yang simpel dan ringkas.
c. IntelliBroń Threat Intelligence
Layanan ini menyediakan perlindungan secara proaktif terhadap ancaman
dan kerentanan eksternal.
1.7. Bentuk Kepemilikan
Bentuk kepemilikan atas Obyek Studi Kelayakan adalah Kepemilikan Tunggal yakni
milik Perseroan.
1.8. Metode Studi Kelayakan
Metodologi yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini yaitu :
● Pengumpulan data-data primer dari Perseroan yang terkait dengan penambahan
kegiatan usaha yang meliputi data-data identitas, perizinan, rencana usaha serta
data-data lainnya yang terkait dengan rencana perubahan kegiatan usaha.
● Analisis makro ekonomi, analisis industri untuk mengevaluasi pengaruh dari faktor
tersebut terhadap kinerja Perseroan di masa mendatang.
● Dalam melaksanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan
penambahan kegiatan usaha. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan
indikator Net Present Value (NPV), Profitability Index (PI), dan Internal Rate of
Return (IRR), dan Payback Period.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk I - 13
Page 15
1.9. Tanggal Studi Kelayakan
Tanggal studi kelayakan (cut-off date) per 31 Desember 2025.
1.10. Tingkat Kedalaman Investigasi
Investigasi dengan melakukan inspeksi, wawancara dengan pihak manajemen.
1.11. Alasan Perseroan Menambah Kegiatan Usaha
Alasan Perseroan menambah kegiatan usaha di bidang Aktivitas Teknologi Informasi
dan Jasa Komputer lainnya (62090), Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya
(62019), Perdagangan Besar Komputer dan Perlengkapan Komputer (46511),
Perdagangan Besar Piranti Lunak (46512), Aktivitas Pemrograman Berbasis
Kecerdasan Artifisial (62015), Penerbitan Piranti Lunak (Software) (58200), Aktivitas
Pengolahan Data (63111) adalah untuk meningkatkan penjualan berupa layanan nilai
tambah dari kegiatan usaha yang telah dimiliki oleh Perseroan. Dimana hal ini sejalan
dengan strategi bisnis Perseroan dalam menambah diversifikasi produk untuk
meningkatkan pemasaran guna memenuhi kebutuhan konsumen seiring dengan
perkembangan dunia teknologi dan digital yang mengharuskan konsumen mobile
atau terkoneksi dengan internet dimanapun dan kapanpun.
1.12. Sifat Dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan
1. Anggaran Dasar dan Perubahan Perseroan
2. Business plan penambahan usaha.
3. Tinjauan terhadap kondisi fundamental Perseroan, yang menyangkut sejarah
singkat Perseroan, struktur modal dan susunan pengurus, deskripsi bidang usaha
dan kinerja keuangan, serta memperhatikan kondisi makro yang ada.
4. Informasi ekonomi dan industri yang dikeluarkan oleh pihak ketiga, baik
berdasarkan media cetak, elektronik, dan hasil analisis lain dari pihak independen
yang kami anggap relevan.
1.13. Studi Kelayakan Dilakukan Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Republik Indonesia
Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha, Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan Surat Edaran OJK No.
17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk I - 14
Page 16
1.14. Asumsi Dan Asumsi Khusus
1. KJPP FSR berasumsi bahwa asumsi dan asumsi khusus yang akan digunakan
dalam penugasan merupakan asumsi dan asumsi khusus yang wajar dan
relevan dengan memperhatikan tujuan dimana studi kelayakan diperlukan.
2. KJPP FSR berasumsi bahwa asumsi khusus adalah asumsi yang berbeda dari
fakta yang sebenarnya pada tanggal studi kelayakan atau hal yang tidak akan
dibuat oleh sebagian kecil pelaku pasar dalam suatu transaksi pada tanggal studi
kelayakan.
3. KJPP FSR berasumsi bahwa asumsi khusus sering digunakan untuk
menggambarkan efek dari suatu situasi yang akan memengaruhi nilai.
Dalam pelaksanaan penugasan, KJPP FSR akan menggunakan asumsi yang wajar
untuk diterima sebagai fakta dalam konteks penugasan tanpa penyelidikan tertentu
atau verifikasi.
1.15. Tenaga Ahli
Mengingat KJPP FSR memiliki pengalaman yang cukup, maka di dalam melakukan
penilaian ini KJPP FSR tidak menggunakan tenaga ahli pada bidang lain.
1.16. Syarat Pembatas
● Laporan ini bersifat non-disclaimer opinion.
● KJPP FSR telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
dalam proses penilaian.
● Data-data dan informasi yang diperoleh KJPP FSR berasal dari sumber yang
dapat dipercaya keakuratannya.
● KJPP FSR menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
dengan kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty).
● KJPP FSR bertanggung jawab atas atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran
proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
● KJPP FSR menghasilkan Laporan Penilaian Bisnis yang terbuka untuk publik,
kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat memengaruhi
operasional perusahaan.
● KJPP FSR bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Bisnis dan Kesimpulan.
● KJPP FSR telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari
pemberi tugas.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk I - 15
Page 17
● KJPP FSR mengasumsikan bahwa sejak Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
hingga penerbitan kesimpulan studi kelayakan ini tidak terjadi perubahan apapun
yang berpengaruh secara material terhadap Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha.
● KJPP FSR berasumsi bahwa Perseroan mentaati semua peraturan yang
ditetapkan pemerintah, khususnya yang terkait dengan operasional Perseroan,
baik di masa lalu maupun di masa mendatang.
● KJPP FSR berasumsi bahwa legalitas yang dimiliki oleh Perseroan tidak ada
masalah baik secara hukum atau masalah lainnya baik sebelum maupun setelah
Rencana Transaksi.
● KJPP FSR berasumsi bahwa Perseroan telah dan akan memenuhi kewajiban
yang berkenaan dengan perpajakan, retribusi dan pungutan-pungutan lainnya
sesuai dengan peraturan yang berlaku.
● KJPP FSR telah memperoleh informasi atas syarat-syarat dan ketentuan-
ketentuan dalam perjanjian-perjanjian yang terkait dengan Rencana Transaksi
dari Perseroan.
● Laporan disusun hanya untuk maksud dan tujuan sesuai dengan yang
dicantumkan pada laporan. Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak lain
selain pemberi tugas dimaksud. Pihak lain yang menggunakan laporan ini
bertanggung jawab atas segala risiko yang timbul.
● Penilai tidak melakukan penelitian dan penyelidikan yang ada hubungannya
dengan kebenaran legalitas serta utang piutang yang mengakibatkan kerugian
atas kegiatan usaha penunjang, proyeksi keuangan, legalitas usaha, teknologi,
pasar, dan manajemen yang dinilai karena bukan merupakan ruang lingkup
pekerjaan penilai. Kami berasumsi bahwa obyek yang dinilai tersebut telah bebas
dari segala tuntutan hukum.
● Inspeksi lapangan yang kami lakukan hanyalah terhadap kondisi aset yang
dikemukakan dalam laporan ini adalah merupakan kondisi yang terlihat. Sehingga
tidak dimaksudkan untuk memeriksa kegiatan usaha penunjang, proyeksi
keuangan, legalitas usaha, teknologi, pasar, dan manajemen.
● Kami tidak melakukan penyelidikan atas masalah lingkungan yang berkaitan
dengan pencemaran. Apabila tidak diinformasikan lain. Penilaian kami didasarkan
pada asumsi mengenai tidak adanya pencemaran yang dapat berpengaruh
terhadap nilai.
● KJPP FSR tidak berkewajiban untuk memberikan kesaksian atau hadir di depan
pengadilan atau pejabat pemerintah jika hal tersebut tidak terkait dengan maksud
dan tujuan laporan ini serta di luar ruang lingkup dari penugasan.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk I - 16
Page 18
● Jika di kemudian hari Penilai diminta untuk memberikan penjelasan dan
pemaparan yang dilakukan di luar wilayah kerja kantor kami maupun kepada pihak
selain pemberi tugas dan pengguna jasa maka segala bentuk biaya yang timbul
menjadi beban pemberi tugas.
● Laporan ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan Pimpinan dan stempel
kantor (office seal) dari KJPP FSR.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk I - 17
Page 19
BAB II
ASPEK HUKUM
2.1. Profil Perseroan
Perseroan didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 7 tanggal 12 April 2010 oleh notaris
Refizal, S.H., M.Hum., di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-
23544.AH.01.01.Tahun 2010 tanggal 7 Mei 2010.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
dengan Akta Notaris No. 91 tanggal 29 April 2026 oleh Dr. Sugih Haryati, S.H., M.Kn.,
mengenai Persetujuan Perubahan Pengurus Perseroan.
Perseroan berdomisili di Gedung Noble House Lt. 11, Unit 2 & 3, Jl. Dr. Ide Anak
Agung Gde Agung Kav. E.4.2, Mega Kuningan, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta
Selatan.
2.2. Akta Pendirian dan Akta Perubahan
Perseroan didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 7 tanggal 12 April 2010 oleh notaris
Refizal, S.H., M.Hum., di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-
23544.AH.01.01.Tahun 2010 tanggal 7 Mei 2010.
Anggaran Dasar Perseroan mengalami perubahan terakhir berdasarkan Akta
Pernyataan Keputusan Rapat No. 91 Tanggal 29 April 2026.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk II - 18
Page 20
2.3. Struktur Permodalan
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan per 31 Desember 2025
yang telah diaudit oleh KAP Morhan dan Rekan, komposisi kepemilikan saham
Perseroan adalah sebagai berikut:
Tabel 2.1 Daftar Pemegang Saham dan Struktur Kepemilikan Modal
Nilai Nominal
No Uraian Rp. 25,- per lembar saham
Lembar Saham % Total (Rp.)
1. INV Management Pte., Ltd. 2.622.536.397 39,280 65.563.409.925
2. MB Investment Management Pte., Ltd. 1.710.500.057 25,620 42.762.501.425
3. UBS Switzerland Ag-Client Assets 557.423.302 8,349 13.935.582.550
4. Patrick Rudolf Dannacher 29.471.000 0,441 736.775.000
5. Bambang Susilo 23.200.200 0,347 580.005.000
6. Andri Hutama Putra 19.352.100 0,290 483.802.500
7. Bima Kurniawan 16.963.700 0,254 424.092.500
8. Eko Prasudi Widianto 12.744.400 0,191 318.610.000
9. Doni Mora, S.E 2.987.100 0,045 74.677.500
10. Richardus Eko Indrajit 200 0,001 5.000
11. Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) 1.681.279.168 25,182 42.031.979.200
Jumlah 6.676.457.624 100,000% 166.911.440.600
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Audited Perseroan tanggal 31 Desember 2025
2.4. Susunan Pengurus
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar
Biasa No. 91 Tanggal 29 April 2026, susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Perseroan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Richardus Eko Indrajit
Komisaris Independen : Agustinus Nicholas L. Tobing
Komisaris : Andri Hutama Putra
Direksi
Presiden Direktur : Patrick Rudolf Dannacher
Wakil Presiden Direktur : Marek Bialoglowy
Direktur : Bambang Susilo
Direktur : Doni Mora, SE
Direktur : Eko Prasudi Widianto
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk II - 19
Page 21
Susunan Komite Audit Perseroan sebagaimana termuat dalam Surat Keputusan
Dewan Komisaris No. 197/ADM/ITSECASIA/III/2023 tanggal 9 Maret 2023 adalah
sebagai berikut:
Ketua : Agustinus Nicholas L. Tobing
Anggota : Arini Imamawati
Anggota : Tjeppy Kustiwa
Susunan Komite Nominasi dan Remunerasi sebagaimana termuat dalam Surat
Keputusan Dewan Komisaris No. 005/SPDK/LGL/ITSEC/VI/2025 tanggal 2 Juni 2025
adalah sebagai berikut:
Ketua : Agustinus Nicholas L. Tobing
Anggota : Richardus Eko Indrajit
Anggota : Gunawan Basri
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 199/ADM/ITSECASIA/III/2023 tanggal 9
Maret 2023, Direksi menyetujui penunjukan Donny Utama sebagai Audit Internal
Perusahaan.
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 198/ADM/ITSECASIA/III/2023 tanggal 9
Maret 2023, Direksi menyetujui penunjukan Viko Setiyawan sebagai Corporate
Secretary Perusahaan.
2.5. Kegiatan Usaha
Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan, kegiatan usaha Perseroan bergerak dalam
bidang keamanan informasi dan teknologi informasi. Kegiatan usaha tersebut
dijalankan secara terintegrasi, dengan fokus utama pada penyediaan solusi
keamanan siber, layanan konsultasi keamanan informasi, layanan teknologi
informasi, serta pengembangan solusi digital yang mendukung kebutuhan
pelanggan.
Dalam praktik operasional, layanan Perseroan tidak selalu berdiri sebagai satu
produk tunggal. Satu penugasan kepada pelanggan dapat mencakup penilaian
keamanan, konsultasi, desain solusi, implementasi, integrasi sistem, penyediaan
piranti lunak dan/atau perangkat pendukung, pengolahan data keamanan, dukungan
teknis, serta pemeliharaan layanan.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk II - 20
Page 22
2.5.1. Kegiatan Usaha yang Telah Dijalankan Perseroan
Kegiatan usaha yang telah dijalankan oleh Perseroan adalah sebagai berikut:
a. Kegiatan Usaha Utama:
Aktivitas konsultasi keamanan informasi (KBLI 62021) yang mencakup kegiatan
layanan konsultasi perencanaan dan pengawasan keamanan informasi,
pemeriksaan atau penjamin (assurance) keamanan informasi, dan pembangunan
dan penerapan keamanan informasi.
b. Kegiatan Usaha Penunjang:
1) Aktivitas konsultasi komputer dan manajemen fasilitas komputer lainnya (KBLI
62029) meliputi:
- Layanan konsultasi terkait konfigurasi perangkat keras dan perangkat
lunak, baik secara terpisah maupun sebagai satu kesatuan sistem.
Layanan ini mencakup analisis kebutuhan teknologi informasi,
perancangan sistem yang terintegrasi serta rekomendasi solusi yang
sesuai bagi pengguna.
- Menyediakan komponen sistem secara langsung atau melalui Kerjasama
dengan mitra vendor.
- Layanan instalasi sistem, pelatihan bagi pengguna dan dukungan teknis
guna memastikan operasional berjalan lancar.
2) Aktivitas teknologi informasi dan jasa komputer lainnya (KBLI 62090) meliputi:
- Layanan teknologi informasi yang tidak termasuk dalam kategori lain,
seperti pemulihan sistem yang mengalami gangguan, instalasi perangkat
lunak dan perangkat keras dan manajemen insiden siber.
- Layanan digital forensik untuk menganalisis dan mengatasi potensi
ancaman terhadap sistem.
3) Aktivitas pemrograman komputer lainnya (KBLI 62019) meliputi:
- Layanan konsultasi dalam analisis, desain dan pengembangan perangkat
lunak. Layanan ini mencakup pembuatan perangkat lunak sistem dan
aplikasi, pengelolaan basis data serta pengembangan laman web.
- Layanan penyesuaian perangkat lunak agar dapat berfungsi secara
optimal sesuai dengan lingkungan sistem informasi yang digunakan.
4) Aktivitas perdagangan besar komputer dan perlengkapan komputer (KBLI
46511) meliputi distribusi perangkat komputer dan perlengkapannya.
5) Aktivitas perdagangan besar piranti lunak (KBLI 46512) meliputi layanan dan
berbagai solusi digital yang dapat menunjang kebutuhan bisnis dan
operasional.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk II - 21
Page 23
2.5.2. Kegiatan Usaha yang Akan Ditambahkan
Sehubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan akan
menambahkan kegiatan usaha berikut ke dalam Anggaran Dasar Perseroan.
Penambahan tersebut dimaksudkan untuk memberikan dasar hukum yang memadai
bagi Perseroan dalam mengembangkan, menerbitkan, mendistribusikan,
mengimplementasikan, mengoperasikan, dan mendukung produk serta jasa berbasis
teknologi informasi dan keamanan siber.
Kegiatan Usaha tambahan yang akan diajukan:
Tabel 2.2 Rincian Kegiatan Usaha
No Kegiatan Usaha yang Kode Kegiatan Usaha yang Akan Dihasilkan
Akan Ditambahkan KBLI
1 Aktivitas Teknologi 62090 Layanan implementasi, konfigurasi, integrasi,
Informasi dan Jasa instalasi, pemulihan sistem, dukungan operasional,
Komputer Lainnya manajemen insiden siber, digital forensic, serta
layanan teknis lain yang mendukung
pengoperasian produk dan solusi keamanan siber
Perseroan.
2 Aktivitas 62019 Pengembangan, penyesuaian, pemeliharaan, dan
Pemrograman peningkatan software, aplikasi, basis data, API,
Komputer Lainnya dashboard, web portal, dan sistem pendukung lain
yang digunakan dalam produk dan layanan
keamanan siber Perseroan.
3 Perdagangan Besar 46511 Penyediaan perangkat jaringan, server, endpoint,
Komputer dan atau perangkat pendukung lainnya apabila
Perlengkapan diperlukan sebagai bagian dari solusi teknologi
Komputer informasi dan keamanan siber yang ditawarkan
kepada pelanggan.
4 Perdagangan Besar 46512 Penjualan, distribusi, lisensi, subscription, dan/atau
Piranti Lunak penyediaan piranti lunak, baik piranti lunak yang
dikembangkan oleh Perseroan maupun piranti
lunak pendukung yang digunakan dalam
implementasi solusi kepada pelanggan.
5 Aktivitas 62015 Pengembangan modul, fitur, atau sistem berbasis
Pemrograman kecerdasan artifisial untuk mendukung analisis data
Berbasis Kecerdasan keamanan, otomasi deteksi, pemeringkatan risiko,
Artifisial pengayaan threat intelligence, korelasi indikator
ancaman, dan fungsi analitik lain dalam produk
keamanan siber Perseroan.
6 Penerbitan Piranti 58200 Penerbitan, komersialisasi, pembaruan, patch,
Lunak (Software) lisensi, subscription, software-as-a-service, dan
pengembangan lanjutan atas software yang
dikembangkan dan/atau dioperasikan oleh
Perseroan.
7 Aktivitas Pengolahan 63111 Pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, korelasi,
Data visualisasi, analisis, dan pelaporan data keamanan,
data log, indikator ancaman, dan data operasional
lain yang diperlukan dalam penyediaan produk dan
layanan keamanan siber Perseroan.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk II - 22
Page 24
Produk/jasa yang akan dihasilkan melalui penambahan kegiatan usaha tersebut
secara umum meliputi software dan/atau platform keamanan siber, aplikasi
keamanan digital berbasis lisensi atau subscription, layanan threat intelligence,
layanan analitik keamanan, pengolahan data keamanan, pengembangan dan
penyesuaian software, penerbitan piranti lunak, distribusi piranti lunak, integrasi
sistem, serta layanan dukungan teknis pasca-implementasi:
a. IntelliBroń Orion
IntelliBroń Orion merupakan extended detection and response (XDR)
platform yang berfungsi mendeteksi ancaman keamanan siber yang dapat
membantu perusahaan memetakan postur keamanan siber mereka saat ini
sehingga dapat secara yakin menetapkan tindakan yang tepat untuk
merespon, memitigasi, dan meminimalisir kerugian yang diakibatkan oleh
serangan keamanan siber tanpa perlu terlibat pada kompleksitas control
keamanan siber.
b. IntelliBroń AMAN
Produk ini berperan memberikan proteksi terhadap perangkat seluler milik
pelanggan melalui pemblokiran terhadap berbagai ancaman keamanan siber
dengan proses setup yang simpel dan ringkas.
c. IntelliBroń Threat Intelligence
Layanan ini menyediakan perlindungan secara proaktif terhadap ancaman
dan kerentanan eksternal.
2.5.3. Keterkaitan antara Kegiatan Usaha Existing dan Kegiatan Usaha yang Akan
Ditambahkan
Rencana penambahan kegiatan usaha tersebut memiliki keterkaitan langsung
dengan kegiatan usaha yang telah dijalankan oleh Perseroan. Perseroan selama ini
bergerak dalam bidang keamanan informasi dan teknologi informasi, sehingga
penambahan kegiatan usaha dimaksud bukan merupakan diversifikasi ke sektor
yang tidak berhubungan. Penambahan tersebut merupakan penguatan dasar
hukum bagi Perseroan untuk mengembangkan dan mengomersialisasikan produk
serta layanan berbasis perangkat lunak/software, pengolahan data, kecerdasan
artifisial, dan dukungan teknologi informasi yang masih berada dalam ekosistem
keamanan siber Perseroan.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk II - 23
Page 25
Secara bisnis, kegiatan usaha yang akan ditambahkan memperluas kemampuan
Perseroan dari penyedia jasa konsultasi dan layanan keamanan informasi menjadi
penyedia solusi yang memiliki produk dan platform teknologi sendiri. Dengan
demikian, Perseroan dapat menawarkan solusi yang lebih lengkap kepada
pelanggan, mulai dari konsultasi, desain, implementasi, integrasi, pengolahan data,
pemantauan, dukungan teknis, sampai dengan pemeliharaan dan pembaruan
perangkat lunak/software.
2.6. Legalitas dan Perizinan
Pada saat ini Perseroan telah memperoleh dokumen-dokumen dan perizinan yang
diperlukan dari instansi yang berwenang berkaitan dengan kegiatan usahanya yang
berupa:
1. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 31.191.675.3-013.000;
2. Nomor Induk Berusaha (NIB) 8120110222003;
3. Salinan Akta Pendirian No. 7 tanggal 12 April 2010 oleh notaris Refizal, S.H.,
M.Hum., di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-
23544.AH.01.01.Tahun 2010 tanggal 7 Mei 2010.
4. Salinan Akta Perubahan Anggaran Dasar terakhir No. 91 Tanggal 29 April 2026.
5. Salinan Akta Perubahan Modal Perseroan terakhir No. 77 Tanggal 28 Februari
2023.
6. Salinan Akta Susunan Pengurus Perseroan terakhir No. 91 Tanggal 29 April 2026.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk II - 24
Page 26
BAB III
ANALISIS KELAYAKAN PASAR
3.1. Perekonomian Dunia
Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) pada 2026 diprakirakan meningkat
dipengaruhi dorongan investasi sektor teknologi termasuk artificial intelligence (Al)
dan stimulus pemotongan pajak. Pertumbuhan ekonomi Jepang, Tiongkok, dan
India pada 2026 diprakirakan melambat akibat pelemahan permintaan domestik
dan ekspor di tengah investasi Al yang juga meningkat. Dari pasar keuangan
global, ruang penurunan Fed Funds Rate (FFR) berkurang dan disertai masih
tingginya yield UST sejalan defisit fiskal AS yang masih besar. Ketidakpastian
pasar keuangan global juga meningkat terutama dipicu oleh kebijakan tarif
resiprokal AS serta meluasnya eskalasi ketegangan geopolitik. Perkembangan ini
mendorong penguatan indeks mata uang dolar AS terhadap mata uang negara
maju (DXY) dan mengakibatkan peningkatan aliran modal ke emerging market
(EM) tertahan.
Tabel 3.1.
Pertumbuhan PDB Dunia
Sumber: IMF WEO dan *Proyeksi Bank Indonesia dalam Laporan
Kebijakan Moneter Triwulan IV 2025
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk III - 1
Page 27
Grafik 3.1.
Inflasi Global
Sumber: Bloomberg dan IMF dalam Laporan Kebijakan Moneter
Triwulan IV 2025
3.2. Perekonomian Indonesia
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan makin perlu ditingkatkan agar
sesuai dengan kapasitas perekonomian. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025
diprakirakan lebih tinggi ditopang oleh kenaikan permintaan domestik sejalan
dengan membaiknya keyakinan pelaku ekonomi dan peningkatan stimulus fiskal.
Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), LU utama seperti LU Industri Pengolahan, LU
Perdagangan Besar dan Eceran, serta LU Informasi dan Komunikasi menunjukkan
kinerja positif. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tercatat di
wilayah Bali-Nusa Tenggara (Balinusra), diikuti Jawa dan Kalimantan didorong
kenaikan permintaan domestik.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk III - 2
Page 28
Tabel 3.2.
Pertumbuhan PDB Domestik & Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha
Sumber : BPS dalam Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2025
Tabel 3.3.
Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran
Sumber : BPS dalam Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2025
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk III - 3
Page 29
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) perlu terus diperkuat di tengah
meningkatnya ketidakpastian global. NPI triwulan IV 2025 diprakirakan tetap baik
ditopang neraca perdagangan yang pada November 2025 kembali mencatat
surplus sebesar 2,7 miliar dolar AS didukung oleh ekspor nonmigas berbasis
sumber daya alam seperti logam mulia dan perhiasan/permata, nikel dan barang
daripadanya, serta bahan bakar mineral.
Sementara itu, aliran modal triwulan IV 2025 mencatat net inflows terutama
ditopang kenaikan cukup tinggi pada bulan Desember 2025 yang bersumber dari
penerbitan global bond setelah sebelumnya pada bulan Oktober dan November
2025 tercatat rendah sejalan dengan ketidakpastian global yang masih tinggi.
Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Desember 2025 meningkat menjadi
sebesar 156,5 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau
6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di
atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Tabel 3.4.
Neraca Pembayaran Indonesia
Sumber : Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2025
*Angka Sementara; **Angka Sangat Sementara
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk III - 4
Page 30
Nilai Tukar Rupiah
Kebijakan nilai tukar Bank Indonesia terus diperkuat untuk menjaga stabilitas nilai
tukar Rupiah dari dampak peningkatan ketidakpastian global. Nilai tukar Rupiah
pada 20 Januari 2026 tercatat sebesar Rp16.945 per dolar AS, melemah 1,53%
(ptp) bila dibandingkan dengan level akhir Desember 2025. Pelemahan nilai tukar
tersebut dipengaruhi aliran keluar modal asing akibat meningkatnya
ketidakpastian pasar keuangan global. Selain itu, kenaikan permintaan valas oleh
perbankan dan korporasi domestik sejalan dengan kegiatan ekonomi turut
memengaruhi kinerja Rupiah. Guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, Bank
Indonesia menempuh intensitas langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar
NDF baik di off-shore maupun on-shore (DNDF) dan pasar spot. Respons
kebijakan ini dapat menjaga volatilitas nilai tukar Rupiah dan tetap konsisten
dengan upaya pencapaian sasaran inflasi 2,5±1% pada 2026.
Grafik 3.2.
Indeks Rupiah terhadap USD, Negara Maju kecuali AS, dan
Negara Berkembang
Sumber: Bloomberg dalam Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2025
(Data s.d 20 Januari 2026)
Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2025 terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%,
dengan Inflasi IHK Desember 2025 sebesar 2,92% (yoy). Inflasi inti tetap terjaga
rendah sebesar 2,38% (yoy), sejalan pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk III - 5
Page 31
kapasitas serta didukung konsistensi suku bunga kebijakan moneter Bank
Indonesia dalam menjangkar ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya dan
imported inflation yang tetap terkendali. Inflasi kelompok administered prices (AP)
terjaga rendah sebesar 1,93% (yoy). Sementara itu, inflasi kelompok volatile food
(VF) masih relatif tinggi sebesar 6,21% (yoy) disumbang terutama oleh komoditas
bawang merah seiring pasokan yang terbatas akibat gangguan cuaca dan
kenaikan harga benih.
Grafik 3.3.
Inflasi IHK dan Komponen
Sumber: BPS dalam Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2025
Proyeksi Perekonomian Indonesia Tahun 2026
Prospek perekonomian Indonesia tetap baik dengan pertumbuhan ekonomi yang
diprakirakan meningkat disertai stabilitas makroekonomi yang terus diperkuat.
Pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun 2025 diprakirakan berada di kisaran
4,7-5,5%. Pada 2026, pertumbuhan ekonomi diprakirakan meningkat dalam
kisaran 4,9-5,7%, ditopang kenaikan permintaan domestik sejalan dengan
berbagai kebijakan Pemerintah dan berlanjutnya dampak positif dari bauran
kebijakan Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Efektivitas
berbagai program stimulus Pemerintah pada tahun 2026 perlu diperkuat untuk
mendorong konsumsi rumah tangga dan penyerapan tenaga kerja. Investasi juga
diprakirakan lebih tinggi ditopang oleh berlanjutnya program prioritas Pemerintah,
termasuk hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA), sehingga diharapkan makin dapat
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk III - 6
Page 32
meningkatkan produktivitas dan kapasitas perekonomian, Bank Indonesia terus
memperkuat bauran kebijakan melalui penguatan bauran kebijakan moneter,
makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan
stimulus fiskal dan sektor riil Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan yang
lebih tinggi dan berdaya tahan.
3.3. Perkembangan Bisnis Industri Keamanan Siber
Menurut Mordor Intelligence, pasar cyber security Indonesia diperkirakan
mencapai USD 1,35 miliar pada tahun 2025, dan diharapkan mencapai USD 3,48
miliar pada tahun 2030, dengan CAGR sebesar 20,79% selama periode perkiraan
(2025-2030). Cybersecurity mencakup strategi dan langkah-langkah yang
diterapkan untuk melindungi organisasi, personel, dan aset mereka dari ancaman
siber. Karena serangan siber menjadi lebih sering dan canggih, dan karena
jaringan perusahaan menjadi semakin rumit, permintaan akan berbagai solusi
keamanan siber untuk melawan risiko ini secara efektif telah melonjak.
Digitalisasi dan kebutuhan akan infrastruktur TI yang dapat diskalakan merupakan
pendorong utama pasar keamanan siber. Dengan sebagian besar penduduk yang
online, baik bisnis maupun pemerintah di Indonesia beralih ke platform digital
untuk meningkatkan efisiensi dan meningkatkan layanan pelanggan. Peningkatan
keterlibatan internet ini, dikombinasikan dengan pesatnya perluasan ekonomi
digital negara ini, menggarisbawahi perlunya infrastruktur TI yang kuat untuk
mengelola data besar yang dihasilkan.
Di ranah Internet of Things (IoT), cybersecurity adalah yang terpenting. Satu
pelanggaran dapat membahayakan seluruh jaringan atau, yang lebih
mengkhawatirkan, memberikan akses tanpa batas kepada penjahat dunia maya.
Sektor-sektor seperti pemerintahan dan pertahanan, yang menangani data yang
sangat sensitif melalui IoT, sangat rentan. Titik masuk yang lemah yang
dieksploitasi atau perangkat yang disusupi dapat memungkinkan peretas untuk
mengekstrak informasi penting atau bahkan menyebabkan kerusakan fisik.
Dengan demikian, keamanan dunia maya IoT menekankan perlindungan terhadap
perangkat dan jaringan, serta data yang ditransmisikannya.
Indonesia merupakan rumah bagi empat perusahaan teknologi unicorn, yang
masing-masing memiliki pendapatan yang melampaui USD 1 miliar. Perusahaan-
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk III - 7
Page 33
perusahaan startup ini memanfaatkan cloud publik, menuai manfaat seperti
percepatan masuk pasar dan integrasi AI dan pembelajaran mesin yang lancar,
yang memfasilitasi ekspansi yang cepat.
Sementara organisasi-organisasi Indonesia memanfaatkan keunggulan
komputasi cloud, mereka bergulat dengan tantangan yang lebih tinggi dalam
pendeteksian dan pencegahan ancaman, yang menuntut lebih banyak waktu dan
sumber daya. Laporan tahun 2024 dari Palo Alto Networks mengungkapkan
bahwa 98% organisasi menyimpan data sensitif di berbagai lokasi, mulai dari
server lokal dan cloud publik hingga aplikasi SaaS dengan penyimpanan lokal,
cloud pribadi yang dihosting pihak ketiga, dan beberapa titik akhir. Keragaman ini
menggarisbawahi tantangan keamanan substansial yang ada.
Ekonomi yang berkembang pesat di Indonesia meningkatkan investasi dalam
infrastruktur TI bersamaan dengan lonjakan penggunaan ponsel pintar dan
internet. Namun, negara ini bergulat dengan tantangan keamanan siber yang
signifikan, yang sering kali menjadi mangsa para peretas. Kerentanan ini semakin
diperbesar oleh meningkatnya jumlah koneksi IoT, yang mendorong permintaan
akan langkah-langkah keamanan siber yang ketat. Namun, kekurangan
profesional keamanan siber yang mengancam dapat menghambat pertumbuhan
pasar. Dengan penetrasi internet yang tinggi dan pengeluaran keamanan siber
yang relatif sederhana, Indonesia menonjol sebagai target utama para penjahat
siber.
Di Indonesia, teknologi cloud menjadi landasan jaringan perusahaan dan
infrastruktur teknologi, yang mendorong ekspansi cepat di sektor TI negara ini.
Saat entitas Indonesia mentransisikan operasi mereka ke cloud, mereka
menghadapi kerentanan yang meningkat. Ini termasuk potensi pelanggaran
keamanan, kesalahan konfigurasi yang tidak disengaja pada platform cloud, dan
cakupan yang tidak merata dalam manajemen akses identitas (IAM) dan
manajemen akses istimewa (PAM) di berbagai hyperscaler dan layanan cloud.
Perusahaan Indonesia bergulat dengan ancaman siber dan serangan ransomware
yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tantangan ini membahayakan integritas
organisasi dan dapat menyebabkan dampak buruk, seperti kehilangan data yang
signifikan dan terungkapnya informasi sensitif. Data dari Badan Siber dan Sandi
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk III - 8
Page 34
Negara menyoroti tingkat keparahannya: Agustus 2023 menandai puncaknya bagi
Indonesia, dengan anomali lalu lintas terkait serangan siber mencapai sekitar
78,46 juta.
Mengingat risiko yang meningkat, memerangi ancaman digital ini menjadi hal yang
mendesak. Tantangan yang meningkat tersebut siap untuk menarik investasi yang
lebih tinggi dari penyedia cloud terkemuka dan perusahaan keamanan siber
regional. Seiring dengan meningkatnya ketergantungan pada layanan cloud,
permintaan akan langkah-langkah keamanan siber yang tangguh pun melonjak.
Laporan dari CBN Cloud IT menunjukkan bahwa sektor cloud Indonesia telah
mengalami tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) yang
mencengangkan, yakni lebih dari 45% selama lima tahun terakhir, melampaui rata-
rata global. Pertumbuhan eksplosif ini tidak hanya menyoroti kebangkitan cloud di
Indonesia, tetapi juga menandakan pasar yang sedang berkembang pesat untuk
solusi keamanan siber. Dengan semakin banyaknya organisasi yang bermigrasi
ke cloud, keharusan untuk protokol keamanan tingkat lanjut guna melindungi data
sensitif menjadi sangat penting. Tren ini menonjolkan perlunya memperkuat
infrastruktur keamanan siber untuk menangkal potensi ancaman.
Seiring dengan semakin populernya lingkungan hybrid dan multi-cloud di
Indonesia, kerumitan dalam mengelola keamanan pun semakin meningkat.
Organisasi mendiversifikasi pilihan platform cloud mereka, beralih ke raksasa
seperti AWS, Google Cloud, dan Microsoft Azure, yang masing-masing
menghadirkan serangkaian tantangan keamanannya sendiri. Skenario yang rumit
ini memperkuat permintaan akan solusi keamanan cloud yang komprehensif, yang
mencakup enkripsi, kontrol akses, dan alat pemantauan untuk memastikan
perlindungan data di berbagai platform.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk III - 9
Page 35
Grafik 3.4.
Anomali Lalu Lintas Bulanan yang terkait dengan Serangan Cyber
Sumber: Mordor Intelligence
Selain TI, telekomunikasi, BFSI, dan ritel, sektor pemerintah dan pertahanan
semakin banyak mengadopsi solusi keamanan siber yang canggih. Tren ini
didorong oleh inisiatif digitalisasi pemerintah dan lanskap ancaman yang
berkembang pesat, yang mendorong pertumbuhan pasar.
Seiring pemerintah meluncurkan teknologi digital untuk layanan publik, permintaan
akan solusi keamanan siber akan melonjak. Dengan semakin banyaknya layanan
yang beralih ke daring, ada kebutuhan yang meningkat untuk perlindungan data
yang kuat dan infrastruktur digital yang aman. Data dari Bursa Data Anti-Phishing
Indonesia menyoroti urgensi ini: pada Q4 2023, lembaga pemerintah merupakan
0,65% dari target serangan phishing. Hal ini menekankan meningkatnya
permintaan akan solusi keamanan—baik itu keamanan cloud, perlindungan data,
atau manajemen akses identitas—yang semuanya penting untuk melindungi data
pemerintah yang sensitif dan informasi warga negara dari ancaman siber. Dalam
langkah yang signifikan, pemerintah Indonesia, pada bulan Januari 2024,
meluncurkan rencana untuk sembilan aplikasi super, yang akan diluncurkan pada
Q3 2024. Aplikasi super ini akan mencakup layanan publik yang vital, termasuk ID
digital, perawatan kesehatan, pendidikan, dan bantuan sosial. Inisiatif semacam
itu menggarisbawahi komitmen pemerintah terhadap strategi digitalnya, yang
selanjutnya memperkuat permintaan akan solusi keamanan siber untuk melawan
ancaman dan melindungi data sensitif.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk III - 10
Page 36
Grafik 3.5.
Industri yang Paling Banyak Menjadi Sasaran Serangan Phishing
Sumber: Mordor Intelligence
Menyadari urgensi ini, ada penekanan yang jelas pada investasi keamanan yang
kuat, yang tidak hanya mendukung masing-masing lembaga tetapi juga
mengkatalisasi pertumbuhan pasar secara keseluruhan. Sektor pertahanan
mencerminkan tren ini, mencari solusi keamanan siber yang beragam untuk
melindungi infrastruktur penting dan data sensitif. Alat yang dibutuhkan termasuk
sistem deteksi intrusi, VPN untuk keamanan jaringan yang ditingkatkan, dan
mekanisme deteksi dan respons titik akhir yang canggih.
3.3.1. Pangsa Pasar Keamanan Siber
Pasar keamanan siber global adalah industri yang berkembang pesat yang
menjadi semakin penting dalam lanskap digital saat ini. Pasar terutama dibagi
menjadi dua segmen: produk dan jasa.
Grafik 3.6.
Total Pasar Keamanan Siber Global, menurut Produk dan Layanan
CY 2019 – CY 2030 (Rp Tn.)
Sumber: Prospectus Perseroan
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk III - 11
Page 37
Pasar keamanan siber global sebagian besar didorong oleh segmen produk, yang
menyumbang 81,2% (Rp2.572,7 Tn.) dari total pasar keamanan siber pada tahun
2022. Hal ini terutama disebabkan oleh tingginya permintaan akan produk
keamanan siber dalam melindungi dari jumlah ancaman siber yang semakin
meningkat. Namun, pangsa segmen produk diperkirakan akan menurun secara
bertahap menjadi 76,1% pada tahun 2030, seiring dengan peningkatan
penerimaan atas segmen jasa.
Pangsa pasar segmen jasa diperkirakan akan meningkat dari 18,8% pada tahun
2022 menjadi 23,9% pada tahun 2030. Pertumbuhan ini terutama akan didorong
oleh meningkatnya kompleksitas ancaman siber ditambah dengan kurangnya
tenaga profesional keamanan siber yang terampil dalam memenuhi kebutuhan
keamanan siber. Bisnis akan memanfaatkan penyedia layanan pihak ketiga dalam
memenuhi kebutuhan TI dan keamanan yang semakin meningkat selagi berfokus
pada bisnis inti mereka.
Dalam hal laju pertumbuhan, segmen produk diproyeksikan tumbuh pada CAGR
12,8% selama periode perkiraan 2022-2030. Di sisi lain, segmen jasa diperkirakan
akan tumbuh lebih cepat, dengan CAGR 17,2% selama periode yang sama.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk III - 12
Page 38
3.3.2. Potensi Pasar Keamanan SIber
Pada tahun 2025, pasar keamanan siber global diperkirakan bernilai lebih dari
AS$311,1 Miliar, menggambarkan laju pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR)
yang kuat sebesar 14,3%. Dalam jangka panjang, pertumbuhan akan tetap stabil
dan kuat pada CAGR 13,7% selama periode perkiraan dari 2022 hingga 2030
hingga mencapai AS$583,1 Miliar pada tahun 2030.
Grafik 3.7.
Total Pasar Keamanan Siber Global, Menurut Produk dan Layanan
CY 2019 – CY 2030 (Rp Tn.)
Sumber: Prospectus Perseroan
Segmen jasa keamanan siber dapat dibagi lagi menjadi Managed Security
Services (MSS) dan Professional Security Services (PSS). MSS mencakup
Pemantauan dan Manajemen Aset Keamanan (Security Asset Monitoring and
Management/SAMM), Penelitian Ancaman, Intelligence, Deteksi, dan Remediasi
(Threat Research, Intelligence, Detection and Remediation/TRIDR) serta MSS
Tingkat Lanjut dan Berkembang (Advanced and Emerging MSS/AEM), sedangkan
PSS terdiri atas empat komponen utama– Penasihat Keamanan (Security
Advisory/SA), Tata Kelola dan Kepatuhan Keamanan (Security Governance and
Compliance/SGC), Layanan Implementasi (Implementation Service/IS), dan
Layanan Teknis (Technical Services/TS).
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk III - 13
Page 39
Grafik 3.8.
Total Pasar Keamanan Siber Global, Menurut MSS dan PSS
CY 2019 – CY 2030 (Rp Tn.)
Sumber: Prospectus Perseroan
Pada tahun 2022, pasar MSS global berukuran Rp305,3 triliun dan diperkirakan
akan bertumbuh menjadi Rp1.130,5 triliun pada tahun 2030. Di sisi lain, pasar PSS
global berukuran Rp291,1 triliun pada tahun 2022 dan diharapkan untuk tumbuh
menjadi Rp991,6 triliun pada tahun 2030. MSS diperkirakan akan melihat
pertumbuhan yang signifikan di tahun-tahun mendatang tumbuh dengan CAGR
17,8% selama periode perkiraan 2022 hingga 2030. Pertumbuhan ini didorong
oleh faktor-faktor seperti meningkatnya kompleksitas ancaman siber dan
kebutuhan akan kemampuan pemantauan dan respons 24/7, PSS diperkirakan
dapat melihat pertumbuhan yang sedikit lebih lambat pada CAGR 16,6%, didorong
oleh kebutuhan akan solusi keamanan yang disesuaikan.
Indonesia merupakan salah satu pasar keamanan siber dengan pertumbuhan
terpesat di ASEAN dan di kawasan Asia Pasifik. Pertumbuhan ini terutama
didorong oleh peningkatan keseriusan CIO dan CISO yang dipadukan dengan
peraturan/inisiatif industri yang baru-baru ini mulai dilakukan pemerintah
Indonesia. Usaha kecil sangat menyadari bahwa serangan siber hanya
menargetkan perusahaan besar dan bukan UKM (usaha kecil dan menengah)
merupakan mitos belaka.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk III - 14
Page 40
Pada tahun 2025, pasar keamanan siber Indonesia kemungkinan akan bernilai
lebih dari AS$1 miliar (persisnya Rp17,3 triliun), tumbuh pada CAGR sebesar
21,2%. Dalam jangka panjang (2022-2030), pertumbuhan diperkirakan berada
pada rentang 21,5%.
Grafik 3.9.
Total Pasar Keamanan Siber Indonesia, CY 2019 – CY 2030 (Rp Tn.)
Sumber: Prospectus Perseroan
Pasar keamanan siber Indonesia sangat berorientasi pada produk. Terhitung
tahun 2022, 86,7% dari total pendapatan keamanan siber berasal dari produk dan
hanya 13,3% dari jasa. Sebaliknya, dalam skenario lingkup global, produk dan
solusi keamanan memberikan kontribusi sebesar 81,2%. Meski demikian, bisnis
jasa (yang sebagian besar mencakup MSS dan PSS) diperkirakan akan tumbuh
lebih cepat daripada pasar produk/solusi keamanan baik dalam jangka pendek
(2025) serta jangka panjang (2030). Pasar produk dan solusi keamanan siber di
Indonesia bernilai Rp 8,5 triliun dan kemungkinan akan tumbuh hingga Rp40,0
triliun pada akhir dekade ini.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk III - 15
Page 41
Grafik 3.10.
Total Pasar Keamanan Siber Indonesia, Menurut Produk dan Layanan
CY 2019 – CY 2030 (Rp Tn.)
Sumber: Prospectus Perseroan
Jaringan keamanan adalah segmen produk keamanan siber yang paling matang
dan terbesar di Indonesia. Saat ini nilainya berada di angka Rp1,7 triliun dan
diperkirakan akan tumbuh dengan CAGR 13,4% hingga tahun 2030. Jaringan
keamanan mencakup firewall jaringan, IDS/IPS dan SSL VPN. Sejak pandemi
COVID-19, para pelaku usaha telah meminta karyawannya untuk bekerja dari
rumah (WFH) sehingga menciptakan permintaan solusi SSL VPN yang tinggi.
Permintaan terhadap keamanan endpoint juga mengalami peningkatan sejak
lockdown diberlakukan. Terlihat adanya kenaikan serangan siber yang menyasar
perangkat endpoint sehingga segmen tersebut tumbuh sebesar 17,3% pada tahun
2021. Pelanggan mencari solusi keamanan endpoint berbasis cloud dan SaaS dari
para pemasok keamanan. Solusi Keamanan Cloud juga mengalami pertumbuhan
eksponensial selama beberapa tahun terakhir, terutama karena segmen yang
spesifik seperti Secure Web Gateway (SWG), Perlindungan Beban Kerja Cloud
(Cloud Workload Protection/CWP), CASB, dan Keamanan Surel.
Menurut proyeksi Frost & Sullivan, SWG dan Keamanan Surel diperkirakan akan
mencapai lebih dari Rp1 triliun pada akhir dekade ini. Threat Intelligence yang
mencakup SIEM, Platform Inteligensi tentang Ancaman, UEBA, Analisis
Keamanan, dsb. akan tumbuh pada 12,4% selama periode prakiraan. Segmen
yang sensitif seperti Keamanan Pembayaran mungkin akan menyentuh Rp1 triliun
pada tahun 2024. Secara singkat, pasar produk keamanan siber di Indonesia
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk III - 16
Page 42
diperkirakan akan tetap sangat bersaing karena peluang pertumbuhan di sebagian
besar segmen tetap menguntungkan.
Pasar MSS Indonesia saat ini bernilai Rp0.8 triliun dan diperkirakan akan tumbuh
dengan CAGR 24,9% hingga 2025, dan dengan CAGR 23,2% hingga 2030.
Pertumbuhan pada tahun 2022 diperkirakan akan mencapai 23,2%, atau mungkin
lebih tinggi. Pasar PSS sebaliknya bernilai Rp0,5 triliun pada akhir tahun lalu dan
kemungkinan akan tumbuh dengan CAGR 19,7% selama periode prakiraan.
Penyedia MSS dan PSS di Indonesia menganggap pertumbuhan pasar di atas
rata-rata sebagai peluang untuk dijajaki dan para penyedia MSS dan PSS tersebut
memperkuat portofolio layanan keamanan mereka.
Grafik 3.11.
Total Pasar Keamanan Siber Indonesia, Menurut MSS dan PSS
CY 2019 – CY 2030 (Rp Tn.)
Sumber: Prospectus Perseroan
3.3.3. Sasaran Pasar Keamanan Siber
Sejalan dengan program pemerintah Indonesia yang saat ini sedang mendorong
perkembangan industri digital, Perseroan memandang pertumbuhan industri
teknologi keamanan siber di Indonesia juga akan meningkat dengan pesat.
Tingkat digitalisasi yang tinggi juga meningkatkan risiko serangan siber. Menurut
data dari Frost & Sullivan, sebanyak 49% organisasi di Indonesia pernah
mengalami serangan siber, merugikan Indonesia sebesar US $ 43,2 miliar, atau
3,7% dari total PDB Indonesia. Untuk Indonesia, diperlukan strategi dan taktik
keamanan siber yang efektif, karena Indonesia merupakan negara ketiga yang
paling rentan terhadap serangan malware. Keamanan siber harus menjadi bagian
dari rencana transformasi digital pada setiap organisasi di Indonesia, dimana
disinilah peran dan sekaligus menjadi peluang pertumbuhan bisnis perusahaan.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk III - 17
Page 43
Transformasi digital telah meningkatkan penggunaan teknologi seperti cloud, IoT,
dan aplikasi berbasis web dan mobile applications pada perusahaan-perusahaan
yang ingin meningkatkan efisiensi di setiap area operasi bisnis. Namun, tingkat
adopsi teknologi yang cepat menyebabkan infrastruktur TI pada perusahaan
menjadi lebih kompleks dan ancaman siber bertumbuh lebih luas dan canggih,
sehingga keamanan semakin sulit untuk dikelola. Hal ini membuat perusahaan-
perusahaan menjadi semakin rentan terhadap serangan siber.
Kombinasi dari adopsi penggunaan teknologi yang sangat cepat, potensi serangan
siber yang semakin canggih, dan kurangnya tenaga profesional keamanan siber
yang berkualitas di industri saat ini, telah memaksa Perusahaan untuk menunjuk
penyedia layanan keamanan siber untuk membantu mengatasi tantangan ini.
Dengan mengalihdayakan operasi keamanan mereka, organisasi mendapatkan
akses ke berbagai Managed Security Services (MSS) dan Professional Security
Services (PSS) seperti pemantauan keamanan 24x7x365, threat management,
respon insiden dan manajemen kepatuhan, serta wawasan dari ahli-ahli
keamanan siber yang berpengalaman.
Banyak perusahaan memutuskan untuk bermitra dengan Managed Security
Services Providers (MSSP) terutama disebabkan oleh kurangnya jumlah
karyawan dan keahlian internal. MSSP memberikan skala ekonomi yang
memungkinkan organisasi yang mereka layani dapat lebih efisien dengan
mengizinkan MSSP untuk mengelola, memelihara, merekrut, melatih, dan
mempertahankan tenaga profesional keamanan siber yang berpengalaman.
Adopsi PSS telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir karena
perusahaan-perusahaan semakin sadar akan risiko yang ditimbulkan oleh
ancaman siber. Seiring dengan banyaknya bisnis yang menyimpan data sensitif
dan menjalankan operasinya secara daring, kebutuhan akan langkah-langkah
keamanan siber yang kokoh menjadi sangat penting. PSS menyediakan berbagai
layanan yang dirancang untuk mengidentifikasi kerentanan dalam sistem dan
mencegah serangan siber. Melalui kemitraan dengan penyedia PSS, perusahaan-
perusahaan dapat memperoleh manfaat dari teknologi dan keahlian keamanan
canggih tanpa harus membangun dan mengelola tim keamanan siber secara
internal.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk III - 18
Page 44
Kedepannya, persyaratan kepatuhan akan tetap menjadi pendorong utama pasar
PSS. Pemberlakuan undang-undang privasi data atau peraturan keamanan siber
yang diperbarui di banyak negara secara global mendorong perusahaan untuk
memanfaatkan PSS mengingat PSS menyediakan akses terhadap ahli eksternal
untuk menilai kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan terbaru.
Pengujian penetrasi dan tata kelola serta kepatuhan risiko dapat membantu
perusahaan dalam menghindari sanksi yang dikarenakan terjadinya pembobolan
data. Penilaian keamanan yang menyeluruh, termasuk pengujian penetrasi
menggunakan mesin dan secara manual, serta penawaran CISO-as-a-service,
muncul sebagai generasi baru layanan keamanan profesional.
Perseroan memiliki portofolio penawaran MSS yang mendalam. Perseroan tidak
hanya berkonsentrasi pada MSS tradisional, tetapi juga pada layanan threat
intelligence serta MSS Tingkat Lanjut/Berkembang. MSS tradisional mencakup
layanan managed firewall, managed IDS/IPS, managed SIEM, manajemen log,
pengumpulan log, serta vulnerability management/scanning. Sebagai bagian dari
layanan threat intelligence, Perseroan telah mengembangkan lini bisnis Managed
Detection and Response (MDR). Mengidentifikasi peluang pendapatan dengan
pertumbuhan tinggi di dalam MSS tingkat lanjut/berkembang, penyelenggara
layanan keamanan siber ini mulai menjajaki jasa keamanan endpoint/EDR dan
keamanan cloud.
Seperti halnya portofolio MSS, Perseroan memiliki fokus PSS yang terdiversifikasi.
Perseroan memiliki tim tenaga profesional khusus yang memiliki keahlian dalam
pengujian penetrasi. Tim tersebut memanfaatkan metode pengujian penetrasi
yang telah disetujui CREST yang menggabungkan pendekatan kotak hitam atau
black box (tanpa pengetahuan tentang sistem target) dan kotak putih atau white
box (dengan pengetahuan parsial atas sistem). Pengujian penetrasi tersebut, yang
juga dikenal sebagai pen-testing, merupakan metode penting dalam mengevaluasi
keamanan sistem informasi atau jaringan melalui simulasi serangan terhadap
sistem oleh peretas jahat.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk III - 19
Page 45
3.3.4. Kelayakan dan Potensi Nilai Pasar Atas Penambahan Kegiatan Usaha Baru
Rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan memiliki dasar pasar yang
relevan dengan arah pertumbuhan industri keamanan siber, digitalisasi bisnis, dan
meningkatnya kebutuhan pelanggan terhadap solusi keamanan yang terintegrasi,
berkelanjutan, dan dapat dioperasikan secara efisien. Pasar yang menjadi sasaran
bukan pasar yang sepenuhnya baru bagi Perseroan. Perseroan telah memiliki
rekam jejak, basis pelanggan, kanal penjualan, serta kompetensi teknis dalam
layanan keamanan informasi, sehingga komersialisasi 3 produk/jasa software baru
merupakan perluasan yang wajar dari portofolio yang dimiliki Perseroan.
Berdasarkan data yang telah digunakan dalam studi kelayakan ini, pasar
keamanan siber Indonesia diperkirakan bernilai sekitar Rp17,3 triliun pada 2025
dan tumbuh menuju sekitar Rp46,3 triliun pada 2030. Pasar tersebut juga masih
sangat berorientasi pada produk, dengan kontribusi produk sebesar 86,7% dari
total pendapatan keamanan siber pada 2022. Kondisi ini memperlihatkan ruang
komersialisasi yang rasional bagi produk software milik sendiri, khususnya produk
yang dapat dipadukan dengan layanan managed security dan professional
security Perseroan. Perseroan diproyeksikan mencatatkan tambahan pendapatan
yang dihasilkan dari produk keamanan siber. Atas adanya kontribusi pendapatan
dari penambahan kegiatan usaha tersebut, menjadi potensi penambahan pada
nilai pasar bagi Perseroan.
Kemudian potensi pasar terkait penambahan kegiatan usaha di Indonesia
menunjukkan pertumbuhan yang kuat karena didorong oleh beberapa faktor
utama:
a. Percepatan transformasi digital di sektor perbankan, pemerintahan,
manufaktur, energi, telekomunikasi, dan kesehatan.
b. Meningkatnya frekuensi dan kompleksitas serangan siber seperti
ransomware, phishing, data breach, dan advanced persistent threat (APT).
c. Kewajiban kepatuhan terhadap regulasi seperti yang ditetapkan oleh Badan
Siber dan Sandi Negara, Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, dan
penerapan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi.
d. Masih rendahnya tingkat kematangan keamanan siber pada sebagian
besar organisasi di Indonesia, sehingga kebutuhan terhadap solusi dan
layanan keamanan siber masih sangat besar.
Kegiatan usaha baru yang akan ditambahkan Perseroan memiliki sasaran pasar
seperti korporasi, institusi pemerintahan, BUMN, lembaga keuangan, perusahaan
teknologi, sektor telekomunikasi, sektor kesehatan, ritel, energi, serta organisasi
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk III - 20
Page 46
lain yang mengelola data, sistem elektronik, jaringan, aplikasi, dan infrastruktur
digital. Segmen pelanggan tersebut pada umumnya memiliki kebutuhan yang
berulang terhadap perlindungan sistem, pemantauan keamanan, dukungan
teknis, dan pemenuhan kewajiban kepatuhan di bidang teknologi informasi dan
keamanan data. Dengan jumlah organisasi potensial mencapai puluhan ribu
perusahaan dan institusi, pasar keamanan siber Indonesia masih memiliki ruang
pertumbuhan yang luas dan belum mencapai tingkat kejenuhan.
Dari sisi produk dan jasa yang akan dihasilkan, kegiatan usaha baru Perseroan
secara umum akan menghasilkan software dan/atau platform keamanan siber,
aplikasi keamanan digital berbasis lisensi atau subscription, layanan threat
intelligence dan analitik keamanan, layanan pengolahan data keamanan, layanan
implementasi dan integrasi sistem, serta dukungan teknis pasca-implementasi.
Produk dan jasa tersebut memiliki kesesuaian dengan kebutuhan pelanggan yang
memerlukan solusi keamanan yang dapat digunakan secara berkelanjutan, dapat
dikembangkan sesuai kebutuhan, dan dapat diintegrasikan dengan sistem yang
telah dimiliki pelanggan.
3.3.5. Kesinambungan Bisnis (Sustainability)
Dari perspektif kesinambungan usaha, kegiatan usaha di bidang keamanan siber
memiliki karakteristik pasar yang mendukung pertumbuhan jangka panjang
dengan pertimbangan sebagai berikut:
a. Kebutuhan terhadap keamanan siber saat ini tidak lagi bersifat opsional,
melainkan telah menjadi bagian dari kebutuhan operasional utama bagi
organisasi yang menjalankan proses bisnis secara digital, mengelola data
pelanggan, menggunakan infrastruktur cloud, atau terhubung dengan sistem
pihak ketiga.
b. Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan juga memiliki
kesinambungan yang kuat karena produk dan layanan yang akan
dikembangkan dapat ditawarkan dengan model pendapatan berulang
(recurring revenue), antara lain melalui lisensi, subscription, managed service,
pemeliharaan, dukungan teknis, dan pengembangan lanjutan. Model tersebut
memungkinkan Perseroan memperoleh basis pendapatan yang lebih stabil
dibandingkan penjualan yang bersifat satu kali, dengan tetap membuka
peluang tambahan pendapatan dari implementasi, integrasi, peningkatan fitur,
dan layanan pendukung lainnya.
c. Tingkat retensi pelanggan dalam industri keamanan siber cenderung didukung
oleh karakteristik layanan yang berkelanjutan. Setelah suatu solusi keamanan
siber terintegrasi dengan sistem pelanggan, proses perpindahan ke penyedia
lain umumnya memerlukan waktu, biaya, pengujian ulang, migrasi data atau
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk III - 21
Page 47
konfigurasi, serta pengelolaan risiko operasional. Kondisi tersebut memberikan
peluang bagi Perseroan untuk mempertahankan hubungan jangka panjang
dengan pelanggan, sepanjang Perseroan mampu menjaga kualitas layanan,
keandalan sistem, keamanan produk, dan respons teknis yang memadai.
d. Kesinambungan permintaan juga didukung oleh sifat ancaman siber yang terus
berkembang. Perubahan pola serangan, peningkatan kompleksitas
infrastruktur teknologi informasi, penggunaan cloud, aplikasi digital, endpoint,
dan integrasi sistem menyebabkan kebutuhan terhadap monitoring, deteksi,
analisis, dan respons keamanan tetap relevan secara berkelanjutan. Dengan
demikian, produk dan layanan keamanan siber Perseroan tidak hanya
menjawab kebutuhan sesaat, tetapi juga mendukung kebutuhan pelanggan
untuk melakukan perlindungan, pemantauan, dan peningkatan keamanan
secara terus-menerus.
e. Dari sisi regulasi dan tata kelola, peningkatan perhatian terhadap perlindungan
data, keamanan sistem elektronik, kepatuhan teknologi informasi, dan
manajemen risiko digital juga menjadi faktor pendorong yang memperkuat
kesinambungan pasar. Organisasi yang bergerak di sektor keuangan,
telekomunikasi, pemerintahan, kesehatan, energi, ritel, dan sektor lain yang
mengelola data serta sistem digital akan semakin membutuhkan solusi
keamanan yang dapat mendukung pemenuhan kewajiban kepatuhan dan
mitigasi risiko.
Secara keseluruhan, bisnis keamanan siber di Indonesia sangat layak untuk
dijalankan dan memiliki tingkat sustainability yang tinggi. Permintaan pasar
diperkirakan akan terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi digital,
peningkatan ancaman siber, serta penguatan regulasi perlindungan data dan
keamanan informasi. Model bisnis berbasis lisensi, managed service, SOC, threat
monitoring, penetration testing, GRC, dan DFIR memberikan peluang pendapatan
berulang yang kuat dan menjadikan sektor ini sebagai salah satu industri teknologi
dengan prospek pertumbuhan terbaik di Indonesia dalam 10–15 tahun ke depan.
3.3.6. Persaingan Usaha Pada Jasa Keamanan Siber
Pasar jasa keamanan siber diperkirakan akan mengungguli pasar produk dan
solusi baik dalam jangka pendek (2025) maupun jangka panjang (2030).
Berdasarkan definisi, jasa keamanan siber meliputi Managed Security Services
(MSS) dan Professional Security Services (PSS).
Pasar MSS dan PSS di Indonesia menghadapi persaingan yang ketat dengan
hadirnya beberapa jenis pemain. Setiap pemain ini memiliki diferensiasi yang unik
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk III - 22
Page 48
dan berupaya mengungguli pesaing lainnya melalui penawaran nilainya masing-
masing. Jenis penyedia layanan keamanan yang menawarkan MSS dan PSS di
Indonesia disajikan di bawah ini.
Tabel 3.5.
Pemain Besar yang Menawarkan MSS dan PSS di Indonesia
Sumber: Prospectus Perseroan
PT Digital Aplikasi Solusi atau Digiserve by Telkom Indonesia, merupakan
perusahaan IT yang bergerak dalam bidang ICT Managed Solutions. Setelah
kepemilikannya berpindah secara penuh kepada PT Telkom Indonesia (Persero)
melalui TelkomMetra di tahun 2021, Digiserve semakin didukung dalam
mengembangkan pelayanan terbaik dengan keyakinan untuk memperkuat bisnis
Anda dalam mencapai hasil yang lebih baik. Digiserve akan menjalankan ini
dengan integrated Managed Solutions yang dimiliki, dengan memanfaatkan
jangkauan jaringan yang luas, kapabilitas kelas dunia, dan keahlian lokal.
Tech Mahindra (TechM) adalah perusahaan India dan merupakan spesialis global
dalam transformasi digital, konsultasi, dan rekayasa ulang bisnis, dengan
kompetensi digital yang luas yang mencakup teknologi generasi berikutnya.
Dengan memanfaatkan keahlian ini, dilengkapi dengan kompetensi mitra strategis,
TechM memberikan pengalaman digital yang inovatif dan berpusat pada pelanggan
yang merevolusi bisnis, memberdayakan karyawan, dan memperkaya
masyarakat.
NTT Ltd merupakan perusahaan infrastruktur dan layanan TI terkemuka. Melalui
teknologi dan inovasi, NTT Ltd menghadirkan masa depan yang aman dan
terhubung yang memberdayakan karyawan, klien, dan komunitas. Untuk
membantu organisasi memenuhi prioritas bisnis mereka, NTT Ltd
mentransformasikan bisnis dan teknologi mereka sesuai dengan kecepatan yang
mereka inginkan, mendorong hasil yang mereka inginkan dengan layanan yang
mereka butuhkan. Sebagai pemimpin industri dalam jaringan, pusat data, cloud,
keamanan, dan layanan terkelola, serta inovator dalam Private 5G, kami melayani
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk III - 23
Page 49
65% dari Fortune Global 500 dan lebih dari 75% dari Fortune Global 100. NTT Ltd
juga bekerja sama erat dengan organisasi olahraga terkemuka, termasuk UEFA,
INDYCAR, dan Tour de France.
Mitra Integrasi Informatika (“MII”) didirikan pada tanggal 1 Maret 1996 sebagai
anak perusahaan dari PT Metrodata Electronics, Tbk yang terdaftar secara publik.
Dikenal secara luas karena konsistensinya terhadap segmen Enterprise dan
Korporat, penawaran layanan ICT, MII berfokus pada Transformasi Digital, mulai
dari Infrastruktur hingga Layanan Terkelola ICT, dari Integrasi Sistem hingga
implementasi Enterprise Resource Planning (ERP) berukuran penuh, dan dari
Manajemen ICT hingga layanan Konsultasi berdasarkan Praktik Terbaik industri.
Lintasarta adalah anak perusahaan dari PT Indosat Tbk dan merupakan
perusahaan penyedia solusi end-to-end dalam bidang Teknologi Informasi dan
Komunikasi (ICT) yang telah berdiri sejak tahun 1988. Pengalaman selama lebih
dari tiga dekade menjadikan Lintasarta pionir dalam menyediakan layanan
teknologi informasi dan komunikasi untuk berbagai sektor industri termasuk
sumber daya alam, keuangan, manufaktur, ritel dan distribusi, dan sektor publik
lainnya.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk III - 24
Page 50
Accenture merupakan perusahaan global management consulting, servis
teknologi, dan outsourcing. Accenture melayani industri seperti Operating Groups,
produk utama (berbagai produk barang konsumen dan peralatan industri),
komunikasi dan Teknologi Tinggi ('CHT'), perusahaan finansial (seperti bank dan
asuransi), penghasilan (seperti kegunaan, kimia, energi) dan Pemerintahan. Pada
tahun 1989, Accenture merupakan anggota Andersen Consulting.
IBM/Kyndryl adalah sebuah perusahaan yang merupakan hasil pemisahan (spin-
off) dari International Business Machines Corporation (IBM) yang fokus pada
layanan TI untuk bisnis, merancang, membangun, mengelola, dan memodernisasi
sistem infrastruktur TI perusahaan.
Defender Nusa Semesta (“DNS”) menyediakan layanan keamanan TI (IT security)
bagi bisnis agar mereka dapat mengamankan aset bisnis, dengan nama merk
Defenxor. Hal ini dicapai dengan meningkatkan level information security ke
tingkat yang lebih tinggi dan seusai standar. DNS adalah mitra security bagi
Computrade Technology Indonesia, sebuah perusahaan yang fokus terhadap IT
serta salah satu mitra solusi infrastruktur TI terbesar di Indonesia.
Horangi Cyber Security (“HCS”) adalah sebuah perusahaan keamanan siber
(cybersecurity) asal Singapura yang menyediakan solusi keamanan siber,
termasuk platform keamanan cloud dan layanan keamanan siber strategis serta
ofensif. HCS memperluas ketersediaan layanan keamanan siber mereka di
platform Amazon Web Services (AWS Marketplace).
Xynexis International (“XI”) adalah pelopor lokal dalam layanan jaminan keamanan
di Indonesia dan telah berkembang menjadi pemain utama di bidang ini. XI
menekankan pada upaya untuk mengikuti perkembangan kerangka kerja dan
teknologi Jaminan Informasi generasi berikutnya guna memastikan bisnis klien
kami aman, stabil, tangguh, dan dipantau secara efektif.
Iproteksi Telematika merupakan perusahaan Indonesia yang bergerak dibidang
keamanan siber.
NOOSC awalnya dimulai sebagai Managed Security Service Provider (MSSP).
Sebagai MSSP pertama di Indonesia, kami telah memperoleh banyak
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk III - 25
Page 51
pengalaman di pasar MSSP dan Security Operations Centre (SOC) dan setelah
kurang lebih 3 tahun bekerja sama dengan lembaga Perbankan, Telekomunikasi,
Asuransi, dan Pemerintah, NOOSC menemukan bahwa MSSP atau SOC saja
tidak dapat mengisi kekosongan di ruang bisnis klien. Pada tahun 2018, NOOSC
memulai perjalanan transformasi dari MSSP klasik menjadi Penyedia Layanan
Analisis Operasional. Ada begitu banyak informasi/data di dalam server, jaringan
(file log adalah harta karun) - tidak hanya informasi tentang sistem tetapi juga data
tentang transaksi bisnis tetapi kurangnya pemahaman dan eksploitasi, karena
untuk mengungkap harta karun di bawahnya memerlukan kerja keras, sumber
daya manusia yang berdedikasi, dan teknologi yang tepat.
KPMG adalah salah satu firma akuntansi terbesar di dunia, yang terkenal karena
profesionalismenya. Firma ini terbentuk pada 1 Januari 1987 dari penggabungan
dua perusahaan besar, Peat Marwick International dan Klynveld Main Goerdeler,
sehingga diberi nama KPMG. Berkantor pusat di Belanda, KPMG memiliki jaringan
luas yang mencakup 144 negara dengan lebih dari 104.000 karyawan di seluruh
dunia. KPMG menawarkan tiga layanan utama, yaitu audit, konsultasi (advisory),
dan perpajakan. Di Indonesia, KPMG terkenal karena pendekatannya yang teliti
dan terstruktur dalam memberikan layanan audit dan konsultasi. Mereka fokus
pada efisiensi operasional, kepatuhan terhadap aturan, dan inovasi. Dengan
reputasi yang kuat di industri ini, KPMG Indonesia menjadi mitra terpercaya bagi
perusahaan-perusahaan besar yang ingin berkembang di pasar global dan lokal.
Deloitte Touche Tohmatsu Limited (“Deloitte”) adalah salah satu penyedia layanan
akuntansi global terbesar dan tertua di dunia. Didirikan pada tahun 1845 di
London, Inggris oleh William Welch Deloitte, perusahaan ini telah berkembang
menjadi raksasa dalam industri akuntansi dan konsultasi. Nama perusahaan ini
berasal dari penggabungan beberapa firma, termasuk Touche Ross dan Deloitte
Haskins & Sells, serta Tohmatsu Aoki & Co, yang bergabung pada tahun 1975.
Deloitte menawarkan berbagai layanan, termasuk audit, perpajakan, konsultasi
strategi dan manajemen, penilaian, serta penasehat hukum. Sebagai bagian dari
Big 4, Deloitte memiliki jaringan yang kuat di berbagai sektor industri, baik di
tingkat nasional maupun internasional.
Ernst & Young (“EY”), adalah salah satu perusahaan akuntansi terbesar di dunia
yang didirikan di Inggris pada tahun 1849. Seperti banyak perusahaan besar
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk III - 26
Page 52
lainnya, EY terbentuk melalui serangkaian merger, termasuk penggabungan
antara Ernst & Whinney dengan Arthur Young pada tahun 1989, yang melahirkan
nama Ernst & Young. Di Indonesia, EY membantu perusahaan-perusahaan besar
dalam menangani audit, perpajakan, serta konsultasi bisnis. EY Indonesia dikenal
karena inovasinya dalam layanan audit dan konsultasi, serta memiliki reputasi
tinggi dalam memberikan solusi perpajakan yang canggih dan tepat waktu. Selain
itu, EY juga berperan penting dalam mendukung kesuksesan berbagai
perusahaan besar di Indonesia dengan menyediakan nasihat strategis dan solusi
yang komprehensif.
PricewaterhouseCoopers (“PwC”) adalah salah satu perusahaan akuntansi
terbesar di dunia. PwC terbentuk pada tahun 1998 melalui penggabungan dua
perusahaan besar, yaitu Price Waterhouse dan Coopers & Lybrand. Hasil merger
ini menjadikan PwC sebagai salah satu pemain utama dalam industri akuntansi
global. Di Indonesia, PwC mulai beroperasi pada tahun 1990. PwC Indonesia
menawarkan berbagai layanan mulai dari audit, konsultasi, hingga solusi
perpajakan, yang sangat dihargai terutama di sektor keuangan dan asuransi.
Dengan jaringan yang tersebar di 158 negara, PwC memiliki kemampuan untuk
membantu kliennya menghadapi tantangan global dan lokal dengan strategi yang
terintegrasi, menjadikannya mitra yang terpercaya bagi banyak perusahaan besar
di Indonesia.
3.3.7. Strategi Pemasaran
Perseroan mendistribusikan solusi dan layanan keamanan sibernya langsung ke
klien. Semua penjualan dilakukan melalui Tim Penjualan dan Pengembangan
Bisnis internal Perseroan.
Selain itu, Grup CYBR (Perseroan) memiliki branding komprehensif yang
mencakup logo perusahaan, profil media sosial yang khas, merchandise korporat
yang disesuaikan, serta presentasi bermerek dan templat dokumen. Hal ini
memastikan kehadiran merek yang melekat dan dapat dikenali secara konsisten
dengan klien di seluruh platform media.
Perseroan mempertahankan kehadiran media yang baik untuk mempromosikan
merek dan layanan Perseroan melalui media dan wawancara. Pada tahun 2022,
Perseroan tampil di lebih dari 300 total program media, artikel pers dan artikel
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk III - 27
Page 53
media online termasuk TV, radio, artikel pers dan surat kabar, Instagram,
YouTube, LinkedIn, dan situs web perusahaan.
Pada Januari 2023 bertempat di JW Marriott - Jakarta, Perseroan telah
menyelenggarakan pertemuan keamanan siber dan acara klien bernilai tambah,
termasuk Cyber Security Indonesia Summit 2023 dengan lebih dari 300 peserta.
Selanjutnya, Perseroan mengadakan simposium pendidikan yang bekerjasama
dengan universitas dan institut pendidikan tinggi di Indonesia dan menjalankan
program magang bagi mahasiswa Indonesia.
3.4. Kesimpulan Analisis Kelayakan Pasar dan Sustainability
Berdasarkan analisis kondisi pasar, tren digitalisasi, regulasi, tingkat ancaman
siber, serta pola pengeluaran perusahaan di Indonesia, bisnis cyber security
memiliki prospek yang sangat layak dan berkelanjutan untuk jangka panjang.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk III - 28
Page 54
BAB IV
ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS
Perseroan berdomisili di Gedung Noble House Lt. 11, Unit 2 & 3, Jl. Dr. Ide Anak Agung
Gde Agung Kav. E.4.2, Mega Kuningan, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Berikut Informasi mengenai penambahan usaha yang akan dilakukan Perseroan:
4.1. Data Produk Tambahan yang Ditawarkan
Dalam rangka penambahan kegiatan usaha penunjang Perseroan, maka Perseroan
melakukan penambahan produk berupa software, dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 4.1 Data Produk Tambahan Yang Ditawarkan
No. Item Harga Jual (Rp.)
1 IntelliBroń Orion 10.000.000 per bulan
2 IntelliBroń AMAN 20.000 per bulan
3 IntelliBroń Threat Intelligence Berdasarkan asumsi proyek
A. IntelliBroń Orion
IntelliBroń Orion merupakan extended detection and response (XDR) platform yang
berfungsi mendeteksi cyber security threat yang dapat membantu perusahaan
memetakan cyber security posture mereka saat ini sehingga dapat secara yakin
menetapkan tindakan yang tepat untuk merespon, memitigasi, dan meminimalisir
kerugian yang diakibatkan oleh serangan cyber security tanpa perlu terlibat pada
kompleksitas cyber security controls. Dibekali dengan lebih dari 300 ribu detection
rules, sejauh ini Orion telah membantu customer mendeteksi dan menganalisis
sebanyak lebih dari 8,3 juta cyber security alerts. Produk ini beroperasi secara real
time 24/7 sehingga customer selalu mendapat visibility terhadap environment yang
dipantau, terutama terkait dengan critical alerts yang mengancam perusahaan.
B. IntelliBroń AMAN
Produk ini berperan memberikan proteksi terhadap mobile device milik customer
melalui pemblokiran terhadap berbagai cyber security threats dengan proses setup
yang simpel dan ringkas. Customer akan selalu terlindungi selama melakukan
aktivitas di dunia maya seperti browsing dan pemanfaatan layanan online lainnya.
Setiap traffic internet dianalisis real time dan pemblokiran dilakukan secara instan
terhadap akses ke website yang berbahaya. Produk ini berjalan secara background
tanpa mengorbankan performa mobile device milik customer.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk IV - 1
Page 55
C. IntelliBroń Threat Intelligence
Layanan ini menyediakan perlindungan secara proaktif terhadap ancaman dan
kerentanan eksternal. Didukung oleh berbagai sumber threat intelligence yang
dipadukan dengan kapabilitas cyber security expert yang kompeten, layanan ini
memastikan customer menerima informasi threat intelligence yang termuktahir
beserta strategi mitigasi yang perlu dilakukan. Key elements pada layanan ini
meliputi: 1) digital risk protection, berupa laporan hasil identifikasi relevant threats;
2) dark web monitoring, berupa laporan yang berisikan stolen data yang
diperjualbelikan di dark web; dan 3) external surface management, berupa laporan
potensi external vulnerability. Deliverable tersedia melalui channel digital dengan
metode pelaporan yang dapat dikostumisasi sesuai kebutuhan customer.
4.2. Rincian Kegiatan Usaha
Berdasarkan informasi Perseroan, berikut kegiatan usaha yang bisa dilakukan Perseroan:
a. Kegiatan Usaha Utama:
Aktivitas konsultasi keamanan informasi (KBLI 62021) yang mencakup kegiatan
layanan konsultasi perencanaan dan pengawasan keamanan informasi,
pemeriksaan atau penjamin (assurance) keamanan informasi, dan pembangunan
dan penerapan keamanan informasi.
b. Kegiatan Usaha Penunjang:
1) Aktivitas konsultasi komputer dan manajemen fasilitas komputer lainnya (KBLI
62029) meliputi:
- Layanan konsultasi terkait konfigurasi perangkat keras dan perangkat
lunak, baik secara terpisah maupun sebagai satu kesatuan sistem.
Layanan ini mencakup analisis kebutuhan teknologi informasi,
perancangan sistem yang terintegrasi serta rekomendasi solusi yang
sesuai bagi pengguna.
- Menyediakan komponen sistem secara langsung atau melalui Kerjasama
dengan mitra vendor.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk IV - 2
Page 56
- Layanan instalasi sistem, pelatihan bagi pengguna dan dukungan teknis
guna memastikan operasional berjalan lancar.
2) Aktivitas teknologi informasi dan jasa komputer lainnya (KBLI 62090) meliputi:
- Layanan teknologi informasi yang tidak termasuk dalam kategori lain,
seperti pemulihan sistem yang mengalami gangguan, instalasi perangkat
lunak dan perangkat keras dan manajemen insiden siber.
- Layanan digital forensik untuk menganalisis dan mengatasi potensi
ancaman terhadap sistem.
3) Aktivitas pemrograman komputer lainnya (KBLI 62019) meliputi:
- Layanan konsultasi dalam analisis, desain dan pengembangan perangkat
lunak. Layanan ini mencakup pembuatan perangkat lunak sistem dan
aplikasi, pengelolaan basis data serta pengembangan laman web.
- Layanan penyesuaian perangkat lunak agar dapat berfungsi secara
optimal sesuai dengan lingkungan sistem informasi yang digunakan.
4) Aktivitas perdagangan besar komputer dan perlengkapan komputer (KBLI
46511) meliputi distribusi perangkat komputer dan perlengkapannya.
5) Aktivitas perdagangan besar piranti lunak (KBLI 46512) meliputi layanan dan
berbagai solusi digital yang dapat menunjang kebutuhan bisnis dan
operasional.
4.3. Rincian Penambahan Kegiatan Usaha
Berdasarkan informasi Perseroan, berikut penambahan kegiatan usaha yang
akan dilakukan:
Tabel 4.2 Rincian Penambahan Kegiatan Usaha
No. Nama KBLI Kode KBLI
1 Aktivitas Teknologi Informasi dan Jasa 62090
Komputer lainnya
2 Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya 62019
3 Perdagangan Besar Komputer dan 46511
Perlengkapan Komputer
4 Perdagangan Besar Piranti Lunak 46512
5 Aktivitas Pemrograman Berbasis Kecerdasan 62015
Artifisial
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk IV - 3
Page 57
No. Nama KBLI Kode KBLI
6 Penerbitan Piranti Lunak (Software) 58200
7 Aktivitas Pengolahan Data 63111
4.4. Kapasitas Penjualan
Sejalan dengan rencana penambahan kegiatan usaha tersebut, kapasitas penjualan
per bulan dari aktivitas kegiatan usaha penunjang ini adalah sekitar minimum 100
pelanggan per bulan dan diasumsikan meningkat per tahunnya.
4.5. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya Manusia
Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha tersebut, saat ini
Perseroan telah memiliki sumber daya manusia yang dinilai cukup dan kompeten
untuk menjalankan kegiatan usaha yang baru (lihat Bab VI – Aspek Model
Manajemen, poin 6.2 – Ketersediaan Tenaga Kerja).
4.6. Ketersediaan Peralatan
Penambahan kegiatan usaha Perseroan membutuhkan dukungan peralatan yang
memadai untuk memastikan keberhasilan operasional dan kelangsungan bisnis ke
depan. Rincian aspek kelayakan teknis dari sisi peralatan dijelaskan sebagai berikut:
a. Peralatan yang Dibutuhkan
Untuk mendukung kegiatan usaha yang direncanakan), maka Perseroan
membutuhkan peralatan tambahan, antara lain:
● Server dan penyimpanan data (storage) untuk menunjang sistem
pengolahan dan penyimpanan data.
● Peralatan keamanan siber seperti firewall, intrusion detection and prevention
system (IDS/IPS), serta endpoint security.
● Cloud computing platform serta virtualisasi / virtual machines untuk
pengelolaan sumber daya TI yang efisien.
● Perangkat lunak pengembangan (software development tools) dan sistem
manajemen konten.
● Perangkat lunak desain (design software).
● Perangkat keras (hardware) yang meliputi laptop, desktop, dan monitor yang
berskala enterprise untuk mendukung performa pemrosesan yang cepat.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk IV - 4
Page 58
b. Ketersediaan Peralatan yang Ada
Saat ini Perseroan telah memiliki infrastruktur teknologi dan fasilitas pendukung
berupa perangkat keras dan perangkat lunak keamanan serta sistem
pengelolaan data yang mumpuni. Kondisi ini memungkinkan sebagian besar
peralatan eksisting untuk dioptimalkan dalam mendukung kegiatan usaha
tambahan.
c. Ketersediaan Teknologi
Teknologi pendukung yang dibutuhkan tersedia secara luas di pasaran dan
dapat diperoleh melalui penyedia teknologi global maupun lokal yang telah
menjalin kerjasama dengan Perseroan. Selain itu, Perseroan juga memiliki
kapabilitas internal untuk melakukan pengembangan perangkat lunak secara
mandiri.
d. Dukungan Infrastruktur dan Integrasi Sistem
Perseroan memiliki infrastruktur jaringan dan sistem teknologi informasi yang
terintegrasi, yang mendukung konektivitas data dan sistem informasi
perusahaan. Dengan demikian, peralatan baru yang akan digunakan dapat
dengan mudah diintegrasikan dengan sistem yang telah ada.
e. Pemeliharaan dan Pengelolaan Peralatan
Perseroan memiliki tim internal yang bertanggung jawab dalam pemeliharaan
sistem dan perangkat teknologi informasi, serta menjalin kerja sama dengan
vendor dan mitra teknis untuk memastikan ketersediaan layanan purna jual dan
suku cadang. Perseroan juga memiliki prosedur pengadaan dan penggantian
peralatan berdasarkan siklus penggunaan dan efisiensi operasional.
f. Uraian Teknis Terkait
1. Kesiapan Produk
Produk dan layanan yang akan dijalankan pada KBLI baru saat ini telah
mencapai status production grade dan telah siap secara penuh untuk tujuan
operasional dan utilisasi. Setiap produk dan layanan telah melewati fase riset,
desain, pengembangan, uji coba, validasi, dan deployment berdasarkan good
practice proses pengembangan software perusahaan. Selain itu, kapabilitas
untuk di-deploy ke lingkungan produksi juga didukung oleh prosedur
operasional dan pemeliharaan. Kesiapan produk dan layanan mencakup
berbagai hal berikut:
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk IV - 5
Page 59
• Kesiapan Fungsional
− fungsionalitas inti dan pendukung telah dikembangkan dan diuji
berdasarkan spesifikasi kebutuhan dan desain;
− kapabilitas fungsi tersebut telah siap untuk dijalankan di lingkungan
operasional;
• Kesiapan Operasional
− produk dan layanan dapat di-deploy, dikonfigurasi, dioperasikan, dan
dipantau di lingkungan produksi;
− prosedur operasional, panduan deployment, dan dokumentasi teknis
telah tersedia untuk mendukung implementasi dan dukungan;
• Kesiapan Keamanan
− kontrol keamanan telah diterapkan pada keseluruhan arsitektur produk
dan proses pengembangan;
− proses pengujian keamanan, mitigasi kerentanan, dan pengelolaan patch
telah dilakukan untuk memelihara keamanan produk;
• Kesiapan Pemeliharaan dan Operasional
− perusahaan menyediakan tim operasional dan pemeliharaan yang
bertanggung jawab untuk pemantauan produk, resolusi isu, pemeliharaan
(korektif dan preventif), serta software update;
− mekanisme untuk bug fixing, security patching, dan version upgrade telah
tersedia untuk memastikan product sustainability;
• Kesiapan Jaminan Kualitas
− produk dan layanan telah melalui proses verifikasi dan validasi, termasuk
pengujian fungsional, integration, dan operasional;
− rilis produk merupakan menjadi subyek inti untuk prosedur quality control
sebelum dilakukan deployment;
• Kesiapan Pengembangan Berkelanjutan
Perusahaan memiliki unit bisnis R&D yang bertanggung jawab terhadap
peningkatan produk secara berkelanjutan, pengembangan fitur, peningkatan
performa, dan adaptasi terhadap perkembangan ancaman cybersecurity dan
tuntutan pasar.
2. Kapasitas Sistem
Kapasitas sistem untuk produk IntelliBroń AMAN dapat melayani di rentang
50.000 - 70.000 concurrent mobile devices. Sedangkan kapasitas untuk
produk IntelliBroń Orion dan IntelliBroń Threat Intelligence secara fleksibel
dapat mengikuti jumlah customers.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk IV - 6
Page 60
3. Infrastruktur Cloud/Server
Infrastruktur yang digunakan untuk mendukung pengembangan dan
operasional produk dan layanan sesuai dengan gambar berikut:
Gambar 4.1 Infrastruktur Produk dan Layanan
4. Service Level Agreement
a. Service Level Agreement (SLA) IntelliBroń Orion
Service Level Agreement (SLA) mendefinisikan tingkat layanan yang
diberikan kepada pelanggan, termasuk waktu respons, waktu penyelesaian
masalah, eskalasi teknis, serta cakupan layanan sesuai paket support yang
dipilih IntelliBroń Orion.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk IV - 7
Page 61
b. Service Legal Agreement (SLA) IntelliBroń AMAN
Service Level Agreement (SLA) mendefinisikan tingkat layanan yang
diberikan kepada pelanggan, termasuk waktu respons, waktu
penyelesaian masalah, eskalasi teknis, serta cakupan layanan sesuai
paket support yang dipilih.
Severity Severity Level Response Resolution
Level Time Time
Critical business and
security impact. Partner
operations are completely
down or a core
application/service is
unavailable with no
workaround.
IB AMAN Specific
Examples:
• Total DNS resolution failure
P1 -
(users cannot access the 15 minutes 4 hours
Critical
internet).
• Global failure of firewall
protection.
• The Web Portal is
completely inaccessible,
preventing admins from
managing the system.
• Massive login failures
affecting all users across both
the Mobile App and Web
Portal.
P2 - High Significant business 1 hour 8 hours
impact. A major security or
management feature is
broken, causing severe
operational degradation,
but a temporary
workaround exists.
IB AMAN Specific
Examples:
• Access Control (Blocklist
and Allowlist) features fail
to function or apply to
devices.
• The "Turn on/off
protection" toggle or PIN
input feature on the Mobile
App is unresponsive.
• Errors in User Access
Management (RBAC) or
Device Access
Management preventing
admins from adding,
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk IV - 8
Page 62
removing, or modifying
access.
P3 - Moderate business 4 hours 3 business
Medium impact. Non-critical feature days
failure or general
operational questions.
Work is impeded but not
halted (core DNS protection
remains active).
IB AMAN Specific
Examples:
• Dashboard statistics or
history logs are delayed or
failing to display recent
data.
• Individual users (not
system-wide) face issues
with Profile Management.
• Admins are unable to view
or export reports from the
Web Portal.
• Noticeable delays in
syncing the protection
status on the Mobile App.
P4 - Low Minimal business impact. 24 hours Next
Minor bugs, cosmetic release
(UI/UX) issues, or feature cycle
requests.
IB AMAN Specific
Examples:
• Typographical errors on
the Mobile App or Web
Portal.
• Misaligned icons or
buttons that do not affect
functionality.
• Feature requests, such as
adding custom charts to the
dashboard or requesting
new login methods.
c. Service Level Agreement (SLA) IntelliBroń Threat Intelligence
Service Level Agreement (SLA) mendefinisikan tingkat layanan yang
diberikan kepada pelanggan, termasuk waktu respons, waktu
penyelesaian masalah jika terjadi incident atau permasalahan pada portal
IntelliBron Threat Intelligence.
Severity Level Description Response Time Resolution Time
P1 – Critical Critical business 15 minutes 4 hours
impact. Customer
operations are
completely
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk IV - 9
Page 63
interrupted, or a core
application is
unavailable with no
workaround.
P2 – High Significant business 1 hour 8 hours
impact. A major
feature is broken,
causing severe
operational
degradation, but a
temporary
workaround exists.
P3 – Medium Moderate business 4 hours 3 business days
impact. Non-critical
feature failure or
general operational
questions. Work is
impeded but not
halted.
P4 – Low Minimal business 24 hours Next release
impact. Minor bugs, cycle
cosmetic issues, or
feature requests.
a. Service Level Agreement (SLA) IntelliBroń Aman.
5. Cybersecurity Control
Perusahaan telah menerapkan berbagai cybersecurity controls pada product
lifecycle untuk memastikan aspek kerahasiaan, integritas, ketersediaan,
keaslian, dan akuntabilitas produk dan lingkungan pendukung terkait.
Cybersecurity controls yang telah diimplementasi meliputi domain berikut:
• Identity and Access Management
− implementasi role-based access control (RBAC) berdasarkan perang
dan tanggung jawab yang telah ditetapkan;
− implementasi multi factor authentication (MFA) untuk autentikasi
pengguna;
• Data Protection Controls
− data sensitif diproteksi menggunakan mekanisme enkripsi selama
transmisi dan penyimpanan;
− akses ke data hanya diberikan untuk individu yang berhak dengan
proses yang telah disepakati;
• Network Security Controls
− segmentasi network dan mekanisme kontrol akses diimplementasi
untuk melindungi layanan dan sistem kritikal;
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk IV - 10
Page 64
−
− secure communication protocols digunakan untuk interaksi sistem dan
pertukaran data;
• Secure Development Controls
− praktek secure software developlement lifecycle (SSDLC) telah
terintegrasi ke aktivitas pengembangan produk;
− security requirements dipertimbangkan pada fase desain,
pengembangan, pengujian, dan deployment;
• Vulnerability and Patch Management
− vulnerability assessment dilakukan secara periodik terhadap produk
dan infrastruktur pendukung;
− vulnerabilities yang teridentifikasi dievaluasi, diprioritaskan, dan
diremediasi berdasarkan tingkat risiko;
• Logging and Monitoring Controls
− security events direkam melalui mekanisme logging;
− aktivitas pemantauan dilakukan untuk mengidentifikasi aktivitas yang
mencurigakan dan tidak terotorisasi;
• Incident Management Controls
− terdapat proses untuk deteksi, pelaporan, analisis, respon, dan
pemulihan insiden cybersecurity;
− prosedur penanganan insiden menetapkan peran, tanggung jawab,
escalation path, dan mekanisme komunikasi;
• Configuration and Change Management Controls
− konfigurasi sistem dikelola melalui prosedur yang terdokumentasi;
− perubahan terhadap produk, infrastruktur, dan security controls di-
review, disetujui, diuji, dan didokumentasi sebelum
diimplementasikan;
• Availability and Resilience Controls
− mekanisme backup dan recovery diimplementasi untuk mendukung
service continuity;
− pertimbangan business continuity dan disaster recovery menjadi
bagian dari perencanaan operasional;
• Operational Security Controls
− aktivitas operasional dilakukan berdasarkan prosedur yang
terdokumentasi dan proses yang disetujui;
− aktivitas administratif selalu ter-log dan terpantau;
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk IV - 11
Page 65
• Compliance and Governance Controls
− risiko security dinilai dan dikelola secara periodik;
− pengawasan manajemen rutin dilakukan untuk memastikan efektifitas
dari pelaksanaan cybersecurity.
6. Disaster Recovery Plan
Rencana keberlanjutan sistem saat terjadi bencana meliputi 3 (tiga) hal
berikut:
• IntelliBroń Redundancy
Terdapat redundansi sistem seperti pada gambar berikut:
Gambar 4.2 System Redundancy
Sistem IntelliBroń terdistribusi pada 3 (tiga) lokasi yang berbeda. Setiap
layanan tersedia pada masing-masing lokasi. Mekanisme redundansi ini
menggunakan teknologi Kubernetes.
• IntelliBroń Data Replication
Replikasi data terjadi melalui mekanisme sesuai gambar berikut:
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk IV - 12
Page 66
Gambar 4.3 Data Replication
Data pada setiap system node direplikasi ke seluruh system nodes di
seluruh lokasi lainnya secara real time. Dengan kondisi ini recovery point
objective (RPO) mendekati 0 (nol).
• IntelliBroń System Recovery
Ketika terjadi kegagalan sistem, mekanisme pemulihannya sesuai
gambar berikut:
Gambar 4.4 System Recovery
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk IV - 13
Page 67
Kegagalan sistem yang terjadi pada satu system node di lokasi tertentu
akan memicu proses pemulihan layanan terdampak pada system node
yang tersedia di lokasi lain. Proses pemulihan ini berlangsung secara real
time sehingga recovery time mendekati 0 (nol).
7. Proses Pengembangan Software
Pengembangan software yang diajukan untuk KBLI baru mengikuti proses
standar perusahaan seperti pada gambar berikut:
Gambar 4.5 Proses Pengembangan Software
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk IV - 14
Page 68
Proses diawali dengan pengumpulan requirements yang akan di-review
untuk dilanjutkan ke proses penulisan kode. Produk yang dihasilkan
kemudian diuji coba secara fungsi dan keamanan oleh tim terkait yang
selanjutnya diserahkan ke pengguna untuk diuji ulang secara kesesuaian
penggunaan. Jika produk memenuhi seluruh syarat yang telah ditentukan
sebelumnya maka selanjutnya dilakukan deployment ke lingkungan produksi
untuk dioperasionalkan oleh pengguna.
8. Roadmap Produk
a. Roadmap Produk IntelliBroń Orion
Roadmap produk menggambarkan rencana pengembangan
Intellibron Orion dalam jangka panjang untuk meningkatkan
kapabilitas platform dan memperluas cakupan layanan.
Tahun Produk Revenue Model
2026 Orion NDR License + Support
2027 Orion NDR + UEBA Subscription
2028 Orion AI Analytics Subscription + Add-on
2028 Orion XDR Premium License
2029 Orion SOAR Add-on
2030 Orion Sovereign Security Enterprise Platform
Platform License
2026 – Orion NDR
Fokus pada kemampuan Network Detection and Response untuk
meningkatkan visibilitas dan deteksi ancaman pada jaringan
perusahaan.
2027 – Orion NDR + UEBA
Penambahan kapabilitas User and Entity Behavior Analytics
(UEBA) untuk mendeteksi perilaku anomali pengguna dan
perangkat.
2028 – Orion AI Analytics
Pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence untuk meningkatkan
kemampuan analitik dan investigasi ancaman.
2028 – Orion XDR
Perluasan platform menjadi Extended Detection and Response
(XDR) dengan kemampuan korelasi lintas domain keamanan.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk IV - 15
Page 69
2029 – Orion SOAR
Penambahan Security Orchestration, Automation and Response
(SOAR) untuk otomatisasi proses keamanan dan respons insiden.
2030 – Orion Sovereign Security Platform
Transformasi menjadi platform keamanan siber terpadu yang mendukung
kebutuhan digital sovereignty, cloud nasional, dan lingkungan dengan
tingkat keamanan tinggi.
b. Roadmap Produk IntelliBroń AMAN
Roadmap produk menggambarkan arah pengembangan IntelliBroń
AMAN dalam meningkatkan kemampuan perlindungan perangkat
bergerak hingga menjadi platform endpoint security enterprise.
Tahun Produk Revenue Model
2026 AMAN Mobile Protection Subscription
2027 AMAN Mobile Threat Subscription
Defense (MTD)
2028 AMAN Mobile EDR Premium Subscription
2029 AMAN Unified Endpoint Enterprise Subscription
Protection
2030 AMAN Enterprise EDR Enterprise License
Platform
2031 AMAN UEM / MDM Enterprise Platform
Platform License
Untuk Roadmap B2C diarahkan sebagai berikut:
• 2026 AMAN Mobile Protection
Fokus pada perlindungan dasar perangkat mobile terhadap malware,
phishing, malicious application, dan unsafe browsing.
• 2027 AMAN Mobile Threat Defense (MTD)
Penambahan kemampuan deteksi ancaman berbasis perilaku serta
analisis risiko perangkat secara real-time.
• 2028 AMAN Mobile EDR
Pengembangan kemampuan Endpoint Detection and Response pada
perangkat mobile dengan fitur threat investigation dan incident
response
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk IV - 16
Page 70
Untuk Roadmap B2B diarahkan sebagai berikut:
• 2027 AMAN Enterprise Mobile Security
Penyediaan dashboard terpusat untuk pengelolaan keamanan
perangkat organisasi.
• 2028 AMAN Mobile EDR for Enterprise
Penambahan kemampuan threat detection, incident investigation, dan
response untuk perangkat perusahaan.
• 2029 AMAN Unified Endpoint Protection
Integrasi perlindungan perangkat mobile, laptop, desktop, dan
endpoint lainnya dalam satu platform.
• 2030 AMAN Enterprise EDR Platform
Pengembangan platform EDR enterprise yang mendukung deteksi
ancaman lintas endpoint secara terintegrasi.
• 2031 AMAN UEM / MDM Platform
Transformasi menjadi platform Unified Endpoint Management (UEM)
dan Mobile Device Management (MDM) dengan kemampuan
endpoint security, compliance management, remote device control,
application management, dan EDR terintegrasi
9. Biaya Infrastruktur
Biaya infrastruktur untuk lingkungan produksi produk IntelliBroń AMAN
berkisar Rp 20.000.000/bulan dan untuk lingkungan pengembangan
keseluruhan produk berkisar € 5.000-7.000/bulan. Sedangkan biaya
infrastruktur produk IntelliBroń Orion dan IntelliBroń Threat Intelligence secara
fleksibel mengikuti jumlah customer, sesuai yang dijelaskan pada poin 2
"Kapasitas Sistem" di atas.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk IV - 17
Page 71
10. Hasil Uji Teknis Produk dan Layanan
Produk dan layanan menjalani serangkaian proses uji teknis sebelum dirilis
ke lingkungan produksi. Uji teknis tersebut meliputi:
• Functional Test
Pengujian terhadap aspek fungsional sesuai requirements produk
dengan mengikuti skenario tertentu. Hasil pengujian menunjukkan
seluruh fitur berfungsi sesuai kebutuhan.
• Security Test
Pengujian terhadap aspek keamanan produk sesuai security baseline
yang dijadikan acuan. Hasl pengujian menunjukkan bahwa security
controls telah diterapkan secara sesuai.
• User Acceptance Test
Pengujian terhadap aspek penggunaan yang dilakukan oleh (perwakilan)
pengguna. Hasil pengujian menunjukkan bahwa produk telah memenuhi
kebutuhan pengguna.
• Stress Test
Pengujian terhadap kapasitas hardware sensor yang terlibat pada
operasional layanan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor dapat
mencapai kapasitas 6.5 Gbps tanpa mengalami bottleneck.
4.7. Proses Produksi
Dalam rangka mendukung penambahan kegiatan usaha berdasarkan KBLI baru yang
telah direncanakan, Perseroan telah menyiapkan sistem dan struktur produksi yang
terintegrasi untuk menunjang pengembangan produk dan layanan secara optimal.
Proses produksi disusun untuk menjamin efisiensi operasional dan kualitas hasil,
mencakup beberapa tahapan berikut:
a. Perencanaan dan Riset Produk
Tahapan ini merupakan fondasi awal dari proses produksi, yang melibatkan tim
Research and Development serta Product Management. Fokus utama berada
pada identifikasi kebutuhan pasar melalui riset dan analisis tren teknologi terkini.
Hasil dari proses ini menjadi dasar dalam perumusan fitur produk, perencanaan
teknologi yang digunakan, serta desain arsitektur sistem dan platform.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk IV - 18
Page 72
b. Pengembangan Teknologi dan Produk
Pada tahap ini, tim Product Engineering dan Infrastructure & Platform mulai
melakukan pengembangan teknologi, baik untuk perangkat lunak (software),
pengolahan data digital, maupun platform berbasis web. Kegiatan ini meliputi
penulisan kode (coding), pengujian fungsional (functional testing), integrasi
sistem, serta validasi performa (performance test) sebelum diluncurkan kepada
pengguna. Semua pengembangan dilakukan dengan pendekatan berorientasi
keamanan, sesuai dengan karakteristik utama bisnis Perseroan.
c. Implementasi Operasional dan Pengolahan Data
Untuk layanan berbasis digital seperti web portal dan aktivitas pengolahan data,
proses produksi mencakup pengelolaan infrastruktur cloud, deployment platform,
serta monitoring performa sistem secara real-time. Tim Operation & Maintenance
bertanggung jawab atas kelangsungan operasional sistem dan kestabilan
layanan.
d. Produksi dan Distribusi Barang Cetak
Perseroan berfokus pada penerbitan buku digital sehingga alat atau perangkat
yang digunakan dalam pengolahan produksi penerbitannya mencakup berbagai
perangkat lunak dan perangkat keras yang mendukung proses dari penulisan,
penyuntingan, desain, hingga distribusi digital. Tim penyunting terdiri dari
eksisting tim User Interface / User Experience (UI/UX Team).
e. Kendali Mutu dan Inovasi Berkelanjutan
Setiap tahapan produksi diawasi oleh bagian-bagian teknis dalam divisi
Research and Development / R&D yang memiliki tanggung jawab terhadap
pengendalian kualitas, inovasi produk, dan peningkatan berkelanjutan.
Perseroan menerapkan prosedur audit internal dan quality control untuk
menjamin standar mutu, serta mendorong inovasi melalui kolaborasi lintas divisi.
4.8. Kesimpulan Analisa Kelayakan Teknis
Dengan memperhatikan kegiatan usaha Aktivitas Teknologi Informasi dan Jasa
Komputer lainnya (62090), Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya (62019),
Perdagangan Besar Komputer dan Perlengkapan Komputer (46511), Perdagangan
Besar Piranti Lunak (46512), Aktivitas Pemrograman Berbasis Kecerdasan Artifisial
(62015), Penerbitan Piranti Lunak (Software) (58200), Aktivitas Pengolahan Data
(63111) maka Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang secara teknis layak
untuk dilaksanakan.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk IV - 19
Page 73
BAB V
ANALISIS KELAYAKAN POLA BISNIS
5.1. Kegiatan Usaha Utama dan Penunjang
Sejak didirikan pada 12 April 2010, berdasarkan Perubahan Anggaran Dasar
terakhir pada Akta No. 91 Tanggal 29 April 2026, Perseroan bergerak dalam
bidang:
Kegiatan Usaha Utama
Aktivitas konsultasi keamanan informasi (KBLI 62021) yang mencakup kegiatan
layanan konsultasi perencanaan dan pengawasan keamanan informasi,
pemeriksaan atau penjamin (assurance) keamanan informasi, dan pembangunan
dan penerapan keamanan informasi.
Kegiatan Usaha Penunjang
1) Aktivitas konsultasi komputer dan manajemen fasilitas komputer lainnya (KBLI
62029) meliputi:
- Layanan konsultasi terkait konfigurasi perangkat keras dan perangkat
lunak, baik secara terpisah maupun sebagai satu kesatuan sistem.
Layanan ini mencakup analisis kebutuhan teknologi informasi,
perancangan sistem yang terintegrasi serta rekomendasi solusi yang
sesuai bagi pengguna.
- Menyediakan komponen sistem secara langsung atau melalui Kerjasama
dengan mitra vendor.
- Layanan instalasi sistem, pelatihan bagi pengguna dan dukungan teknis
guna memastikan operasional berjalan lancar.
2) Aktivitas teknologi informasi dan jasa komputer lainnya (KBLI 62090) meliputi:
- Layanan teknologi informasi yang tidak termasuk dalam kategori lain,
seperti pemulihan sistem yang mengalami gangguan, instalasi perangkat
lunak dan perangkat keras dan manajemen insiden siber.
- Layanan digital forensik untuk menganalisis dan mengatasi potensi
ancaman terhadap sistem.
3) Aktivitas pemrograman komputer lainnya (KBLI 62019) meliputi:
- Layanan konsultasi dalam analisis, desain dan pengembangan perangkat
lunak. Layanan ini mencakup pembuatan perangkat lunak sistem dan
aplikasi, pengelolaan basis data serta pengembangan laman web.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk V-1
Page 74
- Layanan penyesuaian perangkat lunak agar dapat berfungsi secara
optimal sesuai dengan lingkungan sistem informasi yang digunakan.
4) Aktivitas perdagangan besar komputer dan perlengkapan komputer (KBLI
46511) meliputi distribusi perangkat komputer dan perlengkapannya.
5) Aktivitas perdagangan besar piranti lunak (KBLI 46512) meliputi layanan dan
berbagai solusi digital yang dapat menunjang kebutuhan bisnis dan
operasional.
5.2. Kegiatan Penambahan Usaha
Perseroan merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
(public company) yang terletak di Gedung Noble House Lt. 11, Unit 2 & 3, Jl. Dr.
Ide Anak Agung Gde Agung Kav. E.4.2, Mega Kuningan, Kuningan Timur,
Setiabudi, Jakarta Selatan.
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Perseroan merencanakan
untuk melakukan penambahan kegiatan usaha yaitu sebagai berikut:
Tabel 5.1 Rincian Penambahan Kegiatan Usaha
No. Nama KBLI Kode KBLI
1 Aktivitas Teknologi Informasi dan Jasa Komputer 62090
lainnya
2 Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya 62019
3 Perdagangan Besar Komputer dan 46511
Perlengkapan Komputer
4 Perdagangan Besar Piranti Lunak 46512
5 Aktivitas Pemrograman Berbasis Kecerdasan 62015
Artifisial
6 Penerbitan Piranti Lunak (Software) 58200
7 Aktivitas Pengolahan Data 63111
Dari pelanggan Perseroan yang ada saat ini, diharapkan kegiatan penambahan
usaha yang akan dijalankan dapat meningkatkan pelayanan yang maksimal
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk V-2
Page 75
kepada pelanggan existing. Dengan harga yang bersaing dan kinerja pelayanan
yang maksimal diharapkan diperoleh pelanggan baru, sehingga Perseroan secara
perlahan dapat meningkatkan pangsa pasar diantara para pesaing.
5.2.1. Segmen Usaha Perseroan
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Perseroan merencanakan
penambahan kegiatan usaha yaitu, Aktivitas Teknologi Informasi dan Jasa
Komputer lainnya (62090), Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya (62019),
Perdagangan Besar Komputer dan Perlengkapan Komputer (46511),
Perdagangan Besar Piranti Lunak (46512), Aktivitas Pemrograman Berbasis
Kecerdasan Artifisial (62015), Penerbitan Piranti Lunak (Software) (58200),
Aktivitas Pengolahan Data (63111).
5.3. Model Bisnis Produk dan Layanan IntelliBroń
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan akan mendukung
komersialisasi produk dan layanan berbasis keamanan siber yang dikembangkan
oleh Perseroan, termasuk produk dalam kelompok IntelliBroń. Secara komersial,
produk dan layanan tersebut tidak hanya ditawarkan sebagai penjualan software,
tetapi juga dapat dikombinasikan dengan layanan implementasi, integrasi,
managed security services, pelatihan, pemeliharaan, dan dukungan teknis.
Model bisnis tersebut dinilai relevan dengan karakteristik industri keamanan siber,
karena pelanggan pada umumnya membutuhkan solusi yang tidak berhenti pada
tahap instalasi. Setelah solusi keamanan diimplementasikan, pelanggan tetap
membutuhkan pemantauan, pembaruan, konfigurasi, analisis, dukungan teknis,
serta respons terhadap ancaman siber yang berkembang. Dengan demikian,
model bisnis Perseroan diarahkan untuk menghasilkan pendapatan berulang
melalui lisensi, subscription, managed services, maintenance, product support,
serta pendapatan proyek dari implementasi dan integrasi. Model bisnis IntelliBroń
Orion terdiri dari beberapa komponen berikut:
5.3.1. Lisensi Penggunaan Platform
Lisensi merupakan komponen utama yang memberikan hak kepada pelanggan
untuk menggunakan platform IntelliBroń Orion selama jangka waktu tertentu.
Lisensi dapat diberikan dalam bentuk subscription bulanan atau tahunan, dengan
parameter komersial yang disesuaikan berdasarkan ruang lingkup penggunaan
oleh pelanggan.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk V-3
Page 76
Model lisensi IntelliBroń Orion terdiri dari:
a. License Based on Sensor Deployment
Model lisensi ini didasarkan pada jumlah sensor yang dipasang pada
jaringan pelanggan. Sensor digunakan untuk melakukan monitoring dan
analisis trafik jaringan.
b. License Based on Agent Installation
Model lisensi ini didasarkan pada jumlah agent yang diinstal pada perangkat
atau aset teknologi informasi pelanggan yang akan dimonitor oleh platform
IntelliBroń Orion. Agent digunakan untuk mendukung monitoring endpoint,
pengumpulan data keamanan, dan deteksi aktivitas mencurigakan pada
perangkat yang dimonitor.
5.3.2. Professional Services
Professional services merupakan layanan implementasi dan konsultasi yang
diperlukan agar solusi dari IntelliBroń Orion dapat beroperasi secara optimal pada
lingkungan teknologi informasi pelanggan. Pendapatan dari professional services
pada umumnya bersifat project-based atau one-time fee, kecuali apabila layanan
tersebut disepakati sebagai retainer atau bagian dari managed service.
Professional services meliputi:
a. Deployment/Implementation Services
Layanan instalasi, konfigurasi, dan aktivasi sistem sesuai kebutuhan
operasional pelanggan.
b. Integration Services
Layanan integrasi dengan sistem keamanan dan infrastruktur yang telah
dimiliki pelanggan seperti SIEM, firewall, endpoint security, dan platform
keamanan lainnya.
c. Training Services
Pelatihan teknis kepada administrator, operator SOC, dan tim keamanan
pelanggan agar platform dapat digunakan secara efektif.
Biaya implementasi dibebankan kepada pelanggan berdasarkan ruang lingkup
pekerjaan, kompleksitas sistem, jumlah lokasi, jumlah sensor atau agent,
kebutuhan integrasi, kebutuhan dokumentasi, serta kebutuhan onsite support.
Dalam hal implementasi ditawarkan sebagai bagian dari paket subscription, biaya
implementasi dapat dibebankan di awal atau diamortisasi ke dalam biaya
berlangganan sesuai kesepakatan komersial.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk V-4
Page 77
5.3.3. Managed Services
Managed Services merupakan layanan operasional keamanan yang disediakan
secara berkelanjutan untuk membantu pelanggan dalam melakukan monitoring
dan respons terhadap ancaman siber. Komponen ini memberikan peluang
pendapatan berulang bagi Perseroan karena layanan diberikan selama periode
kontrak dan dapat diperpanjang berdasarkan kebutuhan pelanggan.
a. SOC Monitoring
Layanan pemantauan keamanan secara berkelanjutan untuk mendeteksi
aktivitas mencurigakan dan potensi insiden keamanan.
b. Threat Hunting
Layanan proaktif untuk mencari indikasi ancaman yang mungkin belum
terdeteksi oleh mekanisme keamanan konvensional.
c. Incident Response
Layanan bantuan investigasi, analisis, dan penanganan insiden keamanan
siber yang terjadi pada lingkungan pelanggan.
Basis pricing managed services dapat ditentukan berdasarkan jam layanan,
jumlah aset yang dimonitor, tingkat eskalasi, kebutuhan analis, SLA, serta
kebutuhan pelaporan berkala. Biaya impementasi dan managed services
mencakup biaya tenaga analis SOC, biaya monitoring tools, biaya infrastruktur,
biaya eskalasi teknis, serta biaya pengelolaan layanan.
5.3.4. Ruang Lingkup Implementasi
a. Installation
Pemasangan dan aktivasi perangkat lunak, sensor, agent, maupun appliance
Orion pada lingkungan pelanggan.
b. Configuration
Penyesuaian konfigurasi sistem sesuai kebutuhan operasional dan kebijakan
keamanan pelanggan.
c. Dashboard Setup
Pembuatan dashboard monitoring dan pelaporan untuk kebutuhan
operasional, teknis, dan manajemen.
d. Use Case Tuning
Penyesuaian skenario deteksi agar relevan dengan karakteristik jaringan,
pola trafik, profil risiko, dan kebutuhan bisnis pelanggan.
e. SIEM Integration
Integrasi dengan Security Information and Event Management untuk
memperluas kemampuan monitoring, korelasi data, dan pelaporan insiden.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk V-5
Page 78
f. Threat Hunting Use Case
Pengembangan use case yang mendukung aktivitas threat hunting dan
investigasi ancaman.
g. Playbook Creation
Penyusunan prosedur operasional dan workflow respons terhadap insiden
keamanan agar proses eskalasi dan penanganan insiden lebih terstruktur.
Ruang lingkup implementasi tersebut menjadi dasar penentuan biaya
implementasi. Semakin kompleks sistem pelanggan, maka semakin besar
kebutuhan konfigurasi, integrasi, dokumentasi, dan dukungan teknis yang
diperlukan.
5.3.5. Product Support
Product Support merupakan layanan pemeliharaan dan dukungan teknis untuk
memastikan platform tetap beroperasi secara optimal selama masa
berlangganan. Product Support juga menjadi bagian penting dalam menjaga
retensi pelanggan, karena solusi keamanan siber membutuhkan pembaruan,
patch, troubleshooting, serta respons teknis yang tepat waktu.
Product Support terdiri dari tiga bentuk sebagai berikut:
Paket Target Pelanggan Cakupan Layanan
Support
Essential Pelanggan yang membutuhkan • 8x5 technical support
Support dukungan standar selama jam • Software update
kerja • Security patch
• Email support
• Portal support
Enterprise Pelanggan enterprise yang • 24x7 Technical Support
Support membutuhkan tingkat dukungan • Quarterly Health Check
lebih tinggi dan respons lebih • Technical Assistance
cepat Manager
• Priority Escalation
Premium Pelanggan dengan kebutuhan • 24x7 Priority Support
Support operasional kritikal yang • Monthly Service Review
memerlukan dukungan prioritas • Architecture Advisory
tertinggi • Onsite Support
Allocation
• Direct Engineering
Escalation
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk V-6
Page 79
Biaya support dapat dibebankan sebagai bagian dari subscription atau sebagai
paket tambahan, tergantung tingkat layanan yang dipilih pelanggan. Essential
Support dapat menjadi dukungan standar, sedangkan Enterprise dan Premium
dapat dikenakan biaya tambahan karena membutuhkan alokasi sumber daya
yang lebih besar, termasuk technical assistance manager, health check berkala,
onsite support, dan eskalasi langsung kepada engineering team.
5.3.6. Margin dan Struktur Biaya
Margin usaha atas produk dan layanan IntelliBroń Orion terutama dipengaruhi
oleh kombinasi antara pendapatan lisensi/subscription, biaya infrastruktur, biaya
implementasi, biaya tenaga teknis, biaya support, serta biaya pengembangan
produk berkelanjutan. Karena platform dikembangkan oleh Perseroan, Perseroan
memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam mengelola harga, konfigurasi,
roadmap produk, dan biaya pengembangan dibandingkan apabila Perseroan
sepenuhnya bergantung pada principal pihak ketiga.
Pada komponen lisensi dan subscription, margin dapat terbentuk dari skala
penggunaan platform. Setelah biaya pengembangan awal dan infrastruktur dasar
tersedia, tambahan pelanggan dapat memberikan kontribusi margin yang lebih
baik sepanjang kapasitas cloud/server, storage, monitoring, dan support masih
dapat dikelola secara efisien. Namun demikian, margin tetap perlu
memperhitungkan biaya pemeliharaan platform, pengembangan fitur, security
patch, peningkatan kapasitas, dan dukungan teknis.
Pada komponen professional services, margin ditentukan oleh kompleksitas
implementasi, durasi proyek, jumlah personel yang dialokasikan, kebutuhan
onsite, dan kebutuhan integrasi dengan sistem pelanggan. Layanan ini dapat
menghasilkan pendapatan proyek pada tahap awal implementasi, tetapi karakter
pendapatannya tidak seluruhnya berulang.
Pada komponen managed services dan product support, margin dipengaruhi oleh
intensitas layanan. Semakin tinggi SLA, semakin besar kebutuhan alokasi analis,
engineer, technical assistance manager, health check, service review, dan
eskalasi engineering. Karena itu, paket Enterprise dan Premium Support perlu
dikenakan harga yang berbeda dari Essential Support.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk V-7
Page 80
5.3.7. Ketergantungan pada Principal atau Vendor
Platform IntelliBroń dikembangkan oleh Perseroan sehingga Perseroan tidak
bergantung pada principal pihak ketiga untuk pengembangan, lisensi, perubahan
fitur, roadmap produk, maupun dukungan teknis utama. Kondisi ini memberikan
fleksibilitas kepada Perseroan dalam menentukan pricing, melakukan
penyesuaian fitur, mengelola kualitas layanan, serta mengembangkan produk
secara modular sesuai kebutuhan pelanggan.
Dalam pelaksanaan operasional, Perseroan tetap dapat menggunakan vendor
cloud, server, perangkat jaringan, endpoint, appliance, tools monitoring, atau
perangkat pendukung lain. Namun, penggunaan vendor tersebut bersifat
pendukung operasional dan bukan ketergantungan utama terhadap principal
tertentu. Perseroan dapat melakukan substitusi vendor sepanjang memenuhi
standar keamanan, kapasitas, SLA, biaya, dan kompatibilitas teknis yang
diperlukan.
Dengan demikian, risiko ketergantungan terhadap principal/vendor dapat
dimitigasi melalui kepemilikan hak atas kekayaan intelektual oleh Perseroan,
kapabilitas pengembangan internal, arsitektur produk yang modular, serta
prosedur pengadaan dan pengelolaan vendor yang kompetitif.
5.4. Model Bisnis IntelliBroń AMAN
IntelliBroń AMAN merupakan solusi Mobile Device Protection yang dirancang
untuk melindungi perangkat bergerak, termasuk smartphone dan tablet, dari
berbagai ancaman siber, antara lain malware, phishing, aplikasi berbahaya,
kebocoran data, akses tidak sah, dan aktivitas mencurigakan lainnya. Produk ini
dikembangkan untuk menjawab kebutuhan perlindungan keamanan digital pada
perangkat mobile, baik untuk pengguna individu maupun pelanggan korporasi.
Secara komersial, IntelliBroń AMAN memiliki dua segmen utama, yaitu IntelliBroń
AMAN for B2C dan IntelliBroń AMAN for B2B. Segmen B2C ditujukan untuk
pengguna individu dan keluarga, sedangkan segmen B2B ditujukan untuk
perusahaan dan organisasi yang membutuhkan perlindungan perangkat mobile
karyawan serta pengelolaan keamanan endpoint secara terpusat.
Model bisnis IntelliBroń AMAN disusun berdasarkan kombinasi license
subscription, professional services, managed services, product support, dan
pengembangan fitur lanjutan. Dengan model tersebut, Perseroan dapat
memperoleh pendapatan berulang dari subscription, serta pendapatan tambahan
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk V-8
Page 81
dari implementasi, integrasi, migrasi, pelatihan, dukungan teknis, dan layanan
pengelolaan keamanan perangkat.
5.4.1. IntelliBroń AMAN for B2C
IntelliBroń AMAN for B2C ditujukan bagi pengguna individu yang membutuhkan
perlindungan perangkat smartphone dan tablet dari ancaman keamanan digital.
Model Subscription untuk B2C adalah sebagai berikut:
Model Subscription Penjelasan
Individual Model berlangganan bulanan atau tahunan
Subscription berdasarkan jumlah perangkat yang dilindungi.
Model ini ditujukan untuk pengguna individu yang
membutuhkan perlindungan atas smartphone
atau tablet.
Family Subscription Model berlangganan untuk beberapa anggota
keluarga dalam satu paket perlindungan. Model
ini memberikan fleksibilitas bagi pelanggan
untuk melindungi lebih dari satu perangkat
dalam satu akun atau paket keluarga.
Telco Bundling Model kerja sama dengan operator
Subscription telekomunikasi, di mana layanan IntelliBroń
AMAN dapat dibundel dengan paket data,
layanan digital, atau penawaran lain dari
operator telekomunikasi.
Pada segmen B2C, pricing dapat ditentukan berdasarkan jumlah perangkat
mobile device, durasi subscription, paket fitur, kanal distribusi, dan skema kerja
sama dengan mitra distribusi atau operator telekomunikasi. Untuk telco bundling,
harga akhir kepada pengguna dapat mengikuti struktur komersial yang disepakati
antara Perseroan dan pelanggan.
5.4.2. IntelliBroń AMAN for B2B
IntelliBroń AMAN for B2B ditujukan bagi perusahaan dan organisasi yang
membutuhkan perlindungan perangkat mobile karyawan serta pengelolaan
keamanan endpoint secara terpusat.
Model lisensi untuk B2B adalah sebagai berikut:
Model Lisensi Penjelasan
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk V-9
Page 82
License Based on Model lisensi berdasarkan jumlah perangkat
Number of Devices yang dikelola dan dilindungi oleh platform.
Model ini sesuai untuk pelanggan yang ingin
mengontrol biaya berdasarkan jumlah aset
perangkat mobile
License Based on Model lisensi berdasarkan jumlah pengguna
Number of Users yang terdaftar dalam sistem. Model ini sesuai
untuk organisasi yang mengelola akses
berdasarkan identitas pengguna
Enterprise Subscription Model berlangganan tahunan yang mencakup
fitur keamanan, pengelolaan perangkat,
dashboard administrasi dan dukungan teknis
sesuai kebutuhan pelanggan.
Basis pricing B2B dapat ditentukan berdasarkan jumlah perangkat, jumlah
pengguna, cakupan fitur, kebutuhan integrasi, SLA, paket support, durasi kontrak,
serta kebutuhan managed services. Semakin besar jumlah perangkat mobile dan
semakin tinggi kebutuhan dukungan, maka pricing akan disesuaikan untuk
mencerminkan kompleksitas layanan dan biaya operasional yang diperlukan.
5.4.3. Professional Services
Professional Services merupakan layanan implementasi dan konsultasi yang
diperlukan agar IntelliBroń AMAN dapat beroperasi secara optimal di lingkungan
pelanggan.
Professional Services mencakup sebagai berikut:
Jenis Layanan Penjelasan
Deployment / Implementation Layanan instalasi dan konfigurasi sistem
Services sesuai kebutuhan pelanggan
Integration Services Layanan integrasi dengan Active
Directory, Identity Management, SIEM,
SOC, dan platform keamanan lainnya
Migration Services Layanan migrasi dari solusi Mobile
Device Management, Mobile Threat
Defense, atau endpoint security lain
yang telah digunakan sebelumnya oleh
pelanggan
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk V - 10
Page 83
Training Services Pelatihan kepada administrator, operator
keamanan, dan tim teknologi informasi
pelanggan agar platform dapat
digunakan secara efekti
Pendapatan dari Professional Services pada umumnya bersifat project-based
atau one-time fee. Biaya implementasi dapat dibebankan secara terpisah kepada
pelanggan atau dimasukkan ke dalam paket enterprise subscription, bergantung
pada kesepakatan komersial.
5.4.4. Managed Services
Managed Services merupakan layanan operasional yang membantu pelanggan
dalam mengelola keamanan perangkat secara berkelanjutan. Layanan ini
memberikan nilai tambah bagi pelanggan yang tidak memiliki sumber daya
internal yang cukup untuk memantau status keamanan perangkat, melakukan
analisis temuan, dan menangani insiden endpoint secara mandiri.
Jenis Layanan Penjelasan
Device Security Monitoring Pemantauan status keamanan
perangkat secara terpusat
Threat Detection Monitoring Pemantauan ancaman yang terdeteksi
pada perangkat pengguna, termasuk
indikasi malware, phishing, aplikasi
berbahaya, atau aktivitas mencurigakan
lainnya
Incident Response Assistance Bantuan investigasi, analisis, , dan
penanganan atas insiden keamanan
endpoint
Device Compliance Monitoring Pemantauan kepatuhan perangkat
terhadap kebijakan keamanan
perusahaan
Managed Services dapat menghasilkan pendapatan berulang karena layanan
diberikan selama masa kontrak. Pricing dapat ditentukan berdasarkan jumlah
perangkat mobile, jumlah pengguna, jam layanan, SLA, volume alert, kebutuhan
pelaporan, serta tingkat dukungan analis dan engineer yang diperlukan.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk V - 11
Page 84
5.4.5. Ruang Lingkup Implementasi
Ruang lingkup implementasi IntelliBroń AMAN mencakup aktivitas sebagai
berikut:
a. Installation
Instalasi server, cloud platform, web portal, atau aplikasi mobile sesuai model
deployment yang dipilih
b. Configuration
Konfigurasi kebijakan keamanan dan parameter operasional
c. User Enrollment
Registrasi pengguna dan perangkat ke dalam sistem
d. Device Registration
Pendaftaran perangkat yang akan dipantau dan dilindungi
e. Security Policy Configuration
Konfigurasi kebijakan keamanan perangkat
f. Dashboard Setup
Pembuatan dashboard monitoring dan pelaporan
g. Alert Configuration
Konfigurasi notifikasi dan mekanisme peringatan keamanan
h. Integration Services
Integrasi dengan sistem keamanan dan identitas pelanggan
i. User Acceptance Testing
Pengujian sistem untuk memastikan seluruh fungsi berjalan sesuai kebutuhan
Ruang lingkup implementasi tersebut menjadi dasar penentuan biaya
implementasi. Semakin kompleks integrasi, jumlah pengguna, jumlah perangkat,
dan kebutuhan konfigurasi pelanggan, semakin besar biaya implementasi yang
perlu diperhitungkan dalam pricing.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk V - 12
Page 85
5.4.6. Product Support
Product Support merupakan layanan pemeliharaan dan dukungan teknis untuk
memastikan IntelliBroń AMAN tetap beroperasi secara optimal selama masa
subscription. Product Support juga penting untuk menjaga retensi pelanggan,
karena produk keamanan mobile membutuhkan pembaruan, patch,
troubleshooting, dan respons teknis secara berkelanjutan.
Product Support terdiri dari tiga paket sebagai berikut:
Paket Support Target Pelanggan Cakupan
Layanan
Essential Support Pelanggan yang membutuhkan • 8x5 Technical
dukungan standar selama jam Support
kerja • Software Update
• Security Patch
• Email & Portal
Support
Enterprise Pelanggan enterprise yang • 24x7 Technical
Support membutuhkan dukungan lebih Support
tinggi dan respons lebih cepat • Quarterly Health
Check
• Technical Assistance
Manager
• Priority Escalation
Premium Support Pelanggan dengan kebutuhan • 24x7 Priority Support
operasional kritikal yang • Monthly Service
memerlukan dukungan prioritas Review
tertinggi • Architecture Advisory
• Onsite Support
Allocation
• Direct Engineering
Escalation
Biaya support dapat dibebankan sebagai bagian dari subscription atau sebagai
paket tambahan. Paket Essential dapat menjadi paket dukungan standar,
sedangkan Enterprise Support dan Premium Support dapat dikenakan biaya
tambahan karena membutuhkan tingkat respons, alokasi sumber daya, dan
eskalasi teknis yang lebih tinggi.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk V - 13
Page 86
5.4.7. Margin, Struktur Biaya dan Ketergantungan Principal/Vendor
Margin IntelliBroń AMAN dipengaruhi oleh model pelanggan yang dilayani. Pada
segmen B2C, margin terutama dipengaruhi oleh volume pelanggan, biaya
distribusi, biaya cloud/platform, biaya customer support, biaya payment channel,
serta skema komersial dengan mitra distribusi atau operator telekomunikasi
apabila menggunakan telco bundling. Pada segmen B2B, margin dipengaruhi
oleh jumlah perangkat atau pengguna, kebutuhan implementasi, integrasi,
migrasi, SLA, paket support, managed services, dan kebutuhan pengembangan
khusus.
Biaya implementasi terutama timbul pada pelanggan B2B, meliputi biaya instalasi,
konfigurasi, integrasi, migrasi, user enrollment, device registration, security policy
configuration, dashboard setup, user acceptance testing, pelatihan, dan
dokumentasi.
Biaya support mencakup biaya technical support, software update, security patch,
dukungan portal, health check, service review, technical assistance manager,
onsite support apabila diperlukan, serta eskalasi kepada engineering team.
Semakin tinggi paket support yang dipilih pelanggan, semakin tinggi pula biaya
support yang perlu diperhitungkan dalam pricing.
Perseroan tidak bergantung pada satu principal software pihak ketiga untuk
pengembangan inti IntelliBroń AMAN karena core platform dikembangkan oleh
Perseroan. Dalam pelaksanaan operasional, Perseroan dapat menggunakan
cloud provider, mobile distribution platform, operator telekomunikasi, sistem
identitas pelanggan, SIEM, SOC, atau tools pendukung lain. Namun penggunaan
pihak ketiga tersebut bersifat pendukung operasional dan dapat disubstitusi
sepanjang memenuhi standar keamanan, kapasitas, SLA, biaya, dan
kompatibilitas teknis yang diperlukan.
5.5. Model Bisnis IntelliBroń Threat Intelligence
IntelliBroń Threat Intelligence (TI) merupakan layanan berbasis subscription yang
dirancang untuk membantu pelanggan meningkatkan kemampuan monitoring,
deteksi, dan respon suatu perusahaan. Layanan ini memberikan informasi
mengenai ancaman siber, eksposure siber, aktor ancaman siber, aktifitas
ancaman siber baik di surface web, deep web, dan dark web.
Model bisnis IntelliBroń Threat Intelligence disusun sebagai kombinasi antara
penggunaan platform, layanan onboarding, managed threat intelligence services,
pelaporan berkala, dan dukungan teknis selama masa subscription. Dengan
struktur tersebut, pendapatan Perseroan tidak hanya berasal dari penggunaan
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk V - 14
Page 87
platform, tetapi juga dari layanan bernilai tambah yang diberikan secara
berkelanjutan kepada pelanggan.
Bisnis model IntelliBroń Threat Intelligence mencakup aspek berikut:
a. License Subscription
Lisensi merupakan komponen utama yang memberikan hak penggunaan
platform IntelliBroń Threat Intelligence kepada pelanggan:
1) Jumlah Top Level domain Perusahaan pelanggan yang akan
dimonitor oleh layanan IntelliBroń Threat Intelligence.
2) Jumlah asset Perusahaan pelanggan yang akan dimonitor oleh
layanan IntelliBron Threat Intelligence. Assets ini dapat berupa sub
domains, alamat IP yang di publish ke Internet, alamat email, dan
daftar Very Important Person (VIP).
Basis penentuan harga license subscription disusun berdasarkan
beberapa parameter seperti jumlah top level domain pelanggan, jumlah
aset digital pelanggan, cakupan monitoring, level subscription hingga
apabila terdapat permintaan tambahan dari pelanggan, sehingga harga
final kepada pelanggan dapat berbeda-beda berdasarkan parameter
tersebut.
b. Kerjasama Intelligence Dengan Pihak Ke-3
Selain menggunakan sumber intelligence proprietary, Perusahaan juga
dapat bekerja sama dengan sumber pihak ketiga untuk memperkaya
informasi intelligence yang diberikan kepada pelanggan. Sumber
intelligence pihak ketiga dapat mencakup informasi ancaman, informasi
risiko digital, dan informasi dari deep web serta dark web. Kombinasi
informasi intelligence proprietary dan informasi sumber intelligence dari
pihak ketiga menjadikan layanan IntelliBroń Threat Intelligence menjadi
layanan unik di ekosistem siber serta memberikan cakupan informasi
yang lebih luas dan relevan bagi pelanggan..
5.5.1. Onboarding Services
Onboarding services merupakan fase layanan konsultasi awal untuk memulai
layanan subscription IntelliBroń Threat Intelligence. Onboarding services
memerlukan informasi mengenai pelanggan seperti nama domain, alamat IP,
daftar VIP dan informasi lain mengenai pelanggan untuk dikonfigurasi di platform
IntelliBroń Threat Intelligence. Setelah semua informasi berhasil dikonfigurasi
dalam platform, Perusahaan akan menginformasikan tanggal dimulainya layanan
subscription IntelliBroń Threat Intelligence.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk V - 15
Page 88
5.5.2. Managed Services
Managed Services merupakan layanan operasional keamanan yang disediakan
secara berkelanjutan untuk membantu pelanggan dalam meningkatkan efisiensi
penggunaan platform. Layanan ini dimulai dari tanggal dimulainya layanan
subscription IntelliBroń Threat Intelligence, sampai dengan berakhirnya masa
layanan subscription tersebut. Secara umum layanan Managed Services adalah
layanan per satu tahun (annual). Layanan Managed Threat Intelligence Services
ini mencakup:
a. Monitoring
Monitoring secara remote 24/7 terkait dengan informasi mengenai ancaman
siber, aktor ancaman siber, dan aktifitas ancaman siber yang berada di luar
perimeter pelanggan seperti website atau forum underground, repositori
publik, layanan file sharing publik, dan deep/dark web.
b. Optimasi Monitoring
Peningkatan efektifitas pemantauan secara berkelanjutan dengan membantu
pelanggan secara terus menerus memperbaiki dan mengoptimasi konfigurasi
obyek monitoring platform IntelliBroń Threat Intelligence.
j. Permintaan Layanan Intelligence
Pelanggan dapat meminta bantuan pencarian informasi intelligence siber
terkait dengan ancaman, celah keamanan, aktor ancaman, atau mitigasi
ancaman dalam jumlah tertentu sesuai dengan kontrak kerja sama.
k. Briefing Laporan Bulanan
Sebagai media komunikasi verbal, briefing laporan bulanan diadakan dengan
Pelanggan IntelliBroń Threat Intelligence.
Basis pricing managed services ini dapat ditentukan berdasarkan level
subscription, permintaan pelanggan dan tingkat kompleksitas pelanggan. Biaya
layanan ini mencakup biaya analis threat intelligence, biaya platform, biaya
sumber intelligence pihak ketiga, biaya pelaporan, dan biaya dukungan
pelanggan.
5.5.3. Ruang Lingkup Implementasi
Ruang lingkup penyediaan IntelliBron Threat Intelligence meliputi aktivitas berikut:
a. Onboarding
Proses aktivasi subscription layanan IntelliBron Threat Intelligence dan
menyepakati tanggal layanan dimulai.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk V - 16
Page 89
b. Continuous Monitoring
Monitoring, deteksi, dan hunting informasi intelijen secara terus menerus
selama dalam jangka waktu license aktif.
c. Reporting dan Briefing
Penyusunan laporan dan presentasi berkala kepada pelanggan mengenai
hasil pemantauan, temuan dan rekomendasi.
d. Take Down
Take down adalah salah satu upaya memitigasi ancaman sehingga ancaman
tersebut tidak bisa tersedia secara online. Ruang lingkup “take down” diukur
dalam satuan “kredit” yang menentukan jumlah take down yang dapat diminta
oleh Pelanggan.
Ruang lingkup tersebut menjadi dasar penentuan biaya implementasi dan biaya
layanan. Semakin besar jumlah aset yang dimonitor, semakin luas cakupan
sumber intelligence, dan semakin tinggi kebutuhan analisis, maka semakin besar
kebutuhan sumber daya dan biaya yang perlu diperhitungkan dalam pricing.
5.5.4. Subscription Level
Layanan IntelliBroń Threat Intelligence memiliki beberapa level subscription
dengan cakupan fitur yang berbeda. Struktur ini memberikan fleksibilitas bagi
pelanggan untuk memilih layanan sesuai kebutuhan.
Level Subscription Cakupan Layanan
Bronze Credentials Leakage
Silver ➢ Digital Risk Protection
• Leaked Credentials Monitoring
• Sensitive Data Leakage Monitoring
• Malicious Mobile App Identification
• Phishing Domain Identification
• VIP and Executive Protection
• Social Media Monitoring
• Suspicious Web Content
• Public Code Repository Monitoring
Gold 1. Digital Risk Protection
• Leaked Credentials Monitoring
• Sensitive Data Leakage Monitoring
• Malicious Mobile App Identification
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk V - 17
Page 90
• Phishing Domain Identification
• VIP and Executive Protection
• Social Media Monitoring
• Suspicious Web Content
• Public Code Repository Monitoring
2. Dark Web Monitoring
• Compromised credentials / brokered access –
dark-web-specific intelligence
• Compromised employee devices
• Third-party dark web data leaks
• Activities of digital threat actors
• Dark web VIP/Executive Intelligence
3. Lima (5) Take Down Credits
Platinum 1. Digital Risk Protection
• Leaked Credentials Monitoring
• Sensitive Data Leakage Monitoring
• Malicious Mobile App Identification
• Phishing Domain Identification
• VIP and Executive Protection
• Social Media Monitoring
• Suspicious Web Content
• Public Code Repository Monitoring
2. Dark Web Monitoring
• Compromised credentials / brokered access –
dark-web-specific intelligence
• Compromised employee devices
• Third-party dark web data leaks
• Activities of digital threat actors
• Dark web VIP/Executive Intelligence
3. Attack Surface Management
• Assess High-Velocity Exploit Impact
• Assess Misconfigurations
• Identify Unsanctioned Resources
• Digital Supply Chain Monitoring
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk V - 18
Page 91
• Subsidiary Monitoring
• Facilitate Secure Mergers & Acquisitions
4. Network Traffic Flow Intelligence
5. Sepuluh (10) Take Down Credits
5.5.5. Basis Margin, Biya Implementasi dan Ketergantungan Principal/Vendor
Margin atas IntelliBroń Threat Intelligence dipengaruhi oleh level subscription,
jumlah objek monitoring, kebutuhan analisis dan permintaan yang diberikan oleh
pelanggan. Komponen subscription berpotensi menghasilkan pendapatan
berulang, sementara onboarding services dan intelligence request tertentu dapat
menghasilkan pendapatan tambahan berdasarkan ruang lingkup pekerjaan.
Biaya implementasi timbul pada tahap onboarding, meliputi biaya pengumpulan
dan validasi data pelanggan, konfigurasi objek monitoring, aktivasi platform, dan
penyusunan baseline monitoring. Biaya support timbul selama masa subscription,
antara lain biaya analis threat intelligence, pemantauan berkelanjutan, optimasi
monitoring, penyusunan laporan, eskalasi teknis, dan biaya sumber intelligence
pihak ketiga apabila digunakan.
Perseroan tidak bergantung pada satu principal atau vendor tertentu dalam
penyediaan layanan IntelliBroń Threat Intelligence. Penggunaan sumber
intelligence pihak ketiga bersifat pendukung untuk memperkaya kualitas
informasi. Perseroan tetap memegang kendali atas desain layanan, konfigurasi
pelanggan, analisis, pelaporan, briefing, dan hubungan kontraktual dengan
pelanggan. Risiko ketergantungan vendor dapat dimitigasi melalui kombinasi
sumber proprietary, kapabilitas analis internal, penggunaan lebih dari satu sumber
intelligence, dan kemampuan Perseroan untuk mengganti penyedia pendukung
apabila diperlukan.
5.6. Keunggulan Kompetitif
Rekam Jejak yang Kuat dalam Melayani Klien Tingkat Atas
Perseroan telah membangun basis klien yang kuat selama 13 tahun beroperasi,
melayani lebih dari 60 pelanggan blue-chip di berbagai industri seperti
telekomunikasi, media, transportasi, energi, pemerintahan, e-commerce,
perbankan, dan layanan keuangan.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk V - 19
Page 92
Beragam Layanan dan Penawaran Solusi
Penawaran jasa Perseroan yang beragam, mulai dari Managed Security Services
(MSS) hingga Risiko dan Kepatuhan, Keamanan Aplikasi, dan Digital Forensic &
Incident Response, memastikan kemampuan Perseroan untuk memenuhi
kebutuhan klien yang berbeda ketika menawarkan berbagai peluang keamanan
siber.
Peningkatan Berkesinambungan dalam Kemampuan Layanan Klien
Investasi Perseroan yang stabil dalam kapabilitas layanan keamanan siber
terbaru, termasuk Fraud Management dan Critical Infrastructure Security,
memastikan bahwa Perseroan dapat memenuhi kebutuhan klien yang terus
berkembang dan secara konsisten meningkatkan pendapatan di atas tren pasar.
Menjalin Kemitraan dengan Penyedia Perangkat Lunak Keamanan Siber
Terbaik
Perseroan telah menjalin kemitraan jangka panjang dengan vendor perangkat
lunak internasional. Hal ini akan menciptakan efisiensi biaya dan kualitas dari
pelayanan Perseroan untuk dapat bersaing pada tingkat pasar internasional.
Inovasi Teknologi Keamanan Siber
Grup terlibat dalam beberapa inisiatif pengembangan teknologi keamanan siber.
Manajemen memiliki peluang untuk mengembangkan dan memonetisasi teknologi
keamanan siber untuk perusahaan secara eksklusif sehingga dapat menciptakan
aliran pendapatan jangka panjang yang baru.
Investasi dalam Sumber Daya Manusia untuk Meningkatkan Kualitas
Layanan
Perseroan berinvestasi untuk sertifikasi dan akreditasi Perusahaan dan sumber
daya manusia untuk meningkatkan keterampilan dan kualifikasi karyawan yang
akan menghasilkan layanan terbaik di Industri keamanan siber untuk klien dan
churn staf yang rendah.
Branding dan Pemasaran yang Unik
Grup telah melakukan investasi yang signifikan dalam pemasaran untuk
membangun kesadaran melalui branding yang khas, melalui aktif dalam kegiatan
di forum keamanan siber dan aktif sebagai guest speaker untuk acara klien. Selain
itu, Perseroan mengadakan aktivitas pendidikan melalui bekerja sama dengan
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk V - 20
Page 93
universitas-universitas di Indonesia dan institut pendidikan tinggi di Indonesia dan
aktif dalam menjalankan program magang bagi mahasiswa Indonesia.
Tim Kepemimpinan yang Berpengalaman
Tim manajemen Perseroan yang berpengalaman di Indonesia, Singapura dan
Australia, berkomitmen membangun Grup Perseroan untuk menjadi Perusahaan
keamanan siber internasional.
5.7. Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk Penambahan Kegiatan Usaha
Produk Perseroan bersaing dengan produk-produk MSS dan PSS di Indonesia.
Tidak ada jaminan bahwa Perseroan dapat mempertahankan atau meningkatkan
daya saing dan posisi pasar Perseroan. Kondisi bisnis, keuangan, dan hasil
operasional Perseroan dapat terpengaruh secara material dan merugikan jika
Perseroan gagal mempertahankan posisi Perseroan relatif terhadap penyedia jasa
lain dalam industri ini.
Agar dapat bersaing dengan sukses di pasar, dalam penambahan kegiatan
usahanya Perseroan telah memastikan bahwa produk dan layanan yang
ditawarkan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan.
Dalam hal ini, Perseroan sudah melakukan riset pasar dan analisis pesaing secara
teratur untuk memahami tren pasar dan mengetahui bagaimana produk dan
layanan yang ditawarkan dapat menjadi lebih unggul dibandingkan pesaing. Selain
itu, Perseroan juga terus menerus berinovasi dan meningkatkan produk atau
layanan yang dimiliki dengan cara terus mengembangkan teknologi baru dan
meningkatkan kualitas produk atau layanan yang ada. Perseroan juga berupaya
membangun citra merek yang kuat dan meningkatkan promosi produk atau
layanan agar lebih dikenal oleh pasar.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk V - 21
Page 94
5.8. Pengaruh Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang pada Kondisi Keuangan
Perseroan
Secara garis besar, penambahan kegiatan usaha penunjang diproyeksikan
memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan Perseroan, khususnya
melalui peningkatan pendapatan dan penguatan daya saing bisnis Perseroan.
Dengan adanya pengembangan produk dan layanan berbasis teknologi milik
sendiri (own product), Perseroan memiliki peluang untuk meningkatkan recurring
revenue melalui penyediaan layanan konektivitas, keamanan jaringan, monitoring
infrastruktur, dan managed services kepada pelanggan korporasi maupun institusi
pemerintah.
Selain meningkatkan penjualan Perseroan, pengembangan solusi milik sendiri
(own product) juga memberikan nilai tambah dari sisi efisiensi operasional dan
margin usaha karena Perseroan tidak hanya bertindak sebagai penyedia jasa
implementasi, namun juga sebagai pemilik produk dan platform teknologi. Model
bisnis tersebut memungkinkan Perseroan memperoleh pendapatan yang lebih
berkelanjutan melalui lisensi, subscription, maintenance, technical support, dan
pengembangan layanan lanjutan sesuai kebutuhan pelanggan.
Dalam jangka menengah dan panjang, penambahan kegiatan usaha ini
diharapkan dapat memperluas pangsa pasar Perseroan, meningkatkan kontribusi
pendapatan dari sektor digital dan teknologi informasi, serta memperkuat
fundamental bisnis Perseroan sehingga memberikan dampak positif terhadap
pertumbuhan laba dan keberlanjutan usaha Perseroan
5.9. Ketersediaan Tenaga Ahli
Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha tersebut, saat ini
Perseroan telah memiliki tenaga ahli yang dinilai cukup dan kompeten untuk
menjalankan kegiatan usaha yang baru (lihat Bab VI – Aspek Model Manajemen,
poin 6.2 – Ketersediaan Tenaga Kerja).
5.10. Analisis Kemampuan Perseroan Menciptakan Nilai
Perseroan meyakini bahwa dengan penambahan kegiatan usaha penunjang baru
dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan di antaranya:
● Pengembangan produk dan layanan konektivitas;
● Pengembangan kegiatan usaha;
● Meningkatkan pendapatan Perseroan terhadap jasa layanan; dan
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk V - 22
Page 95
● Terpenuhinya kepuasan pelanggan atas layanan yang diberikan dengan
harga kompetitif dan kualitas terbaik.
Berdasarkan proyeksi sebelum dan sesudah adanya penambahan kegiatan usaha
yang disusun oleh manajemen Perseroan, yaitu Aktivitas Teknologi Informasi dan
Jasa Komputer lainnya (62090), Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya
(62019), Perdagangan Besar Komputer dan Perlengkapan Komputer (46511),
Perdagangan Besar Piranti Lunak (46512), Aktivitas Pemrograman Berbasis
Kecerdasan Artifisial (62015), Penerbitan Piranti Lunak (Software) (58200),
Aktivitas Pengolahan Data (63111) dapat mencerminkan nilai tambah bagi
Perseroan.
5.11. Kesimpulan Analisa Kelayakan Pola Bisnis
Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh Perseroan dalam
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang, maka Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha Penunjang secara pola bisnis layak untuk dilaksanakan.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk V - 23
Page 96
BAB VI
ANALISIS KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN
Sistem organisasi dan manajemen yang baik sangat diperlukan untuk mendukung
terciptanya suatu perusahaan yang sistematis dalam pengendalian internal sehingga dapat
membentuk perusahaan yang mapan dan untuk mencapai tujuannya. Struktur organisasi
dan manajemen yang baik sangat erat hubungannya dengan koordinasi kerja yang terpadu
dan terarah.
Dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian tugas yang disesuaikan
dengan bagan organisasi, pendelegasian wewenang yang jelas dan koordinasi kerja yang
terpadu. Penempatan tenaga kerja yang sesuai dengan pengalaman, keahlian dan
keterampilannya merupakan faktor yang penting dalam menerapkan kebijaksanaan
perusahaan. Hal ini juga akan memperlancar pendelegasian tugas kepada unit di
bawahnya atau sebaliknya, yang pada akhirnya akan memperlancar kerja perusahaan.
Perseroan sebagai yang bergerak dalam bidang konsultasi keamanan informasi, akan terus
mengembangkan usahanya pada masa yang akan datang. Oleh sebab itu, struktur
organisasi Perseroan harus dijadikan pegangan dalam menjalankan kegiatan usahanya.
6.1. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
Dalam memenuhi kebutuhan layanan tambahan ini, tidak membutuhkan tenaga
profesional tambahan. Sumber pendanaan atas penambahan kegiatan usaha yang
baru akan menggunakan dana internal yang diambil dari Kas. Perseroan juga telah
memiliki tenaga kerja dan tenaga ahli yang berpengalaman dalam bidangnya.
Investasi awal sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha berupa
biaya analisis bisnis, biaya administrasi legalitas perusahaan, biaya upgrade sistem
serta biaya pengurusan atas perizinan teknis pendaftaran dan sertifikasi.
6.2. Ketersediaan Tenaga Kerja
Penambahan kegiatan usaha merupakan bentuk respon Perseroan terhadap
pengembangan produk dan layanan keamanan siber, Perseroan akan menggunakan
tenaga kerja dan tenaga ahli pendukung yang memiliki kemampuan berdasarkan
pengalaman dan pelatihan-pelatihan yang telah diikuti. Dengan pengalaman dan
pelatihan yang pernah diikuti serta kinerja selama bekerja di Perseroan, tenaga kerja
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk VI - 1
Page 97
yang dimiliki diyakini merupakan figur yang tepat untuk menjalankan dan mengawasi
pelaksanaan kegiatan pengembangan usaha yang akan dijalankan oleh Perseroan.
Tenaga Kerja kunci yang mendukung penambahan kegiatan usaha adalah:
1. Head of Research and Development sebanyak 1 orang
2. Product Engineering Manager sebanyak 1 orang
3. IT Infrastructure and System Engineering Manager sebanyak 1 orang
4. Operation & Maintenance Manager sebanyak 1 orang
5. Senior Backend Engineer sebanyak 1 orang
6. Principal sebanyak 1 orang
Berikut adalah profil dan kualifikasi tenaga kerja terkait dengan penambahan
kegiatan usaha:
1. Head of Research and Development
Nama : Muhammad Rasyid Sahputra
Pendidikan : S1 Teknik Informasi – Universitas Telkom
Pengalaman :
- Chief Executive Officer – PT Mahapatih Sibernusa Teknologi
- Subscriber Data Specialist – Nokia Qatar
- NT-HLR Consultant – Nokia Siemens Network Kuwait
- Information Security Consultant – Bellua Asia Pasifik
- NT-HLR Consultant – Nokia Siemens Network
Sertifikasi :
- Cisco Networking Academy Program - Inform IT
- Sun Solaris Advanced System Administration - Inixindo
- HLRi System Configuration and Administration - Siemens
- GPRS / UMTS CN PS Introduction and System Arch – Siemens
- CAMEL Phase 4 Signaling Protocol - Siemens
- HLRi 3.0 Compact Overview – NSN
- NSN@vantage Commander-Operation - NSN
- C-NTDB Basics – NSN
- NTHLR FE Operation - NSN
- PGW – Provisioning Gateway Operation 2.0 – NSN
- IMS 10.x CFX/CMS installation and commissioning - Nokia
- Project Management Professional – PMI AGC – Qatar PCRF
- PCRF v8 Operation, Maintenance, and Policy Writing - Nokia
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk VI - 2
Page 98
2. Product Engineering Manager
Nama : Candra
Pendidikan : S1 Computer Science – Universitas Bina Nusantara
Pengalaman :
- Senior Team Leader – PT Harmoni Dinamik Indonesia
- Chief Engineer – Docotel Group
- Chief Technology Officer – PT Fintek Visi Nusa
Sertifikasi :
- ISMS ISO/IEC 27001:2022 Lead Auditor – Issued by TÜV SÜD
3. IT Infrastructure and System Engineering Manager
Nama : Aditya Widyanto
Pendidikan : S1 Sistem Komputer – Universitas Gunadarma
Pengalaman :
- Network and Security Manager – PT Juke Solutions
- Project Manager – PT Bank Permata
- Security Consultant – PT Tech Mahindra Indonesia
- Cybersecurity Consultant – PT Dimension Data Indonesia
- Professional Service – PT BT Communication Indonesia
Sertifikasi :
- CCNA (Cisco Certified Network Associate)
- CCNA VOICE - McAfee ePolicy Orchestrator
- CCSA (Checkpoint Certified Security Administrator)
- CCSE (Checkpoint Certified Security Expert)
- McAfee Network Security Platform
- Mcafee Firewall Enterprise
- Mcafee Email and Web Security
- Prince2 Foundation
- ITIL4 Foundation
- Cisco ID : CSCO11793893
- Check Point ID : CP0000084305
- Palo Alto ID : PANW00005306
4. Operation & Maintenance Manager
Nama : Sintya Nopiani
Pendidikan : S1 Sistem Informasi – Universitas Bina Nusantara
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk VI - 3
Page 99
Pengalaman :
- Application Support Specialist – PT Indonesia Comnets Plus
- Application Support Lead – PT Sinbad Karya Perdagangan
- Application Support Lead – PT Docotel Teknologi
- Master Data – PT Teladan Prima Group
Sertifikasi :
- Introduction to Scrum Master Profession – SkillUp EdTech
5. Senior Backend Engineer
Nama : Astandro Koesriputranto
Pendidikan : S1 Teknik Informatika – Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Pengalaman :
- Sr. Engineering Manager – Bukalapak | Gaming B2B
- Sr. Engineering Manager – Bukalapak | Commerce & Omnichannel
- Sr. Engineering Manager – Bukalapak | Store & Market
- Engineering Manager – Bukalapak Merchant Ops
- Software Engineer – Bukalapak | Virtual Products
- Software Engineer – Bukalapak | Core Notifications
- .Net Developer – PT AstraGraphia IT
Sertifikasi :
- AWS Certified Cloud Practitioner
6. Principal
Nama : M. Rizky Satrio Utomo
Pendidikan : S2 Enterprise Engineering – Université BORDEAUX
S2 Information Technology – Universitas Indonesia
S1 Engineering – Universitas Indonesia
Pengalaman :
- Technical Consultant – Line Indonesia
- VP Application Engineering – Tilaka
- IT Assistant Manager – PT Archi Indonesia
- Application Support Manager – PT Prima Wahana Solusindo
- VAS Senior Engineer – PT Huawei Services
Sertifikasi:
- Oracle Certified Professional for Java 11
- Oracle Certified Associate DBA
- Sun Certified JavaProgrammer
- Sun Solaris System Administrator
- CompTIA Project+
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk VI - 4
Page 100
6.3. Manajemen Perseroan
6.3.1. Struktur Organisasi Perseroan
Jika dilihat dari struktur organisasi Perseroan diatas, penambahan kegiatan usaha
utama ini masih dapat diakomodir dengan struktur yang ada mengingat kegiatan
usaha yang dijalankan saat ini juga termasuk produk keamanan informasi.
Dewan Komisaris
Anggota Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh RUPS. Setiap anggota
Dewan Komisaris memiliki keahlian dalam bisnis dan keuangan yang sesuai dengan
operasional Perseroan. Dewan Komisaris melaksanakan fungsi pengawasan, dan
memberikan nasihat kepada Direksi terkait perencanaan, pengelolaan, serta
pelaksanaan bisnis dan isu-isu Perseroan.
Dewan Komisaris memiliki kewenangan dan tanggung jawab sebagai berikut:
1. Dewan Komisaris bertugas melakukan pengawasan dan bertanggungjawab atas
pengawasan terhadap kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan pada
umumnya baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan dan memberi
nasihat kepada Direksi,
2. Memberikan persetujuan atas rencana kerja tahunan Perseroan selambat-
lambatnya sebelum dimulainya tahun buku yang akan datang,
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk VI - 5
Page 101
3. Melakukan tugas yang secara khusus diberikan kepadanya menurut Anggaran
Dasar Perseroan, peraturan perundang-undangan yang berlaku dan/atau
berdasarkan keputusan RUPS,
4. Melakukan tugas, wewenang dan tanggung jawab sesuai dengan ketentuan
Anggaran Dasar Perseroan dan keputusan RUPS,
5. Meneliti dan menelaah laporan tahunan yang dipersiapkan oleh Direksi serta
menandatangani laporan tahunan tersebut,
6. Mematuhi Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan serta wajib
melaksanakan prinsip-prinsip profesionalisme, efisiensi, transparansi,
kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban serta kewajaran,
7. Melaksanakan fungsi nominasi dan remunerasi sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku,
8. Dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya
dalam pengawasan tersebut Dewan Komisaris wajib membentuk maupun
menentukan susunan komite audit maupun komite lainnya.
9. Mengawasi pelaksanaan rencana kerja tahunan Perseroan,
10. Mengikuti perkembangan kegiatan Perseroan dan dalam hal Perseroan
menunjukkan gejala kemunduran yang mencolok segera melaporkan kepada
RUPS dengan disertai saran mengenai langkah perbaikan yang harus ditempuh,
11. Memberikan pendapat dan saran kepada RUPS mengenai setiap persoalan
lainnya yang dianggap penting bagi pengelolaan Perseroan,
12. Melakukan tugas pengawasan lainnya yang ditentukan oleh RUPS,
13. Memberikan tanggapan atas laporan berkala Direksi dan pada setiap waktu yang
diperlukan mengenai perkembangan Perseroan.
Dewan Komisaris melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka sebagaimana
diatur dalam Anggaran Dasar dan perundang-undangan yang berlaku, seperti
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan
Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.
Berdasarkan Akta No. 91 Tanggal 29 April 2026, susunan Dewan Komisaris
Perseroan adalah sebagai berikut:
Presiden Komisaris : Richardus Eko Indrajit
Komisaris Independen : Agustinus Nicholas L. Tobing
Komisaris : Andri Hutama Putra
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk VI - 6
Page 102
Direksi
Direksi adalah organ Perseroan yang mengemban tanggung jawab untuk
menjalankan operasional dan bisnis Perseroan sehari-hari. Anggota Direksi diangkat
dan diberhentikan oleh RUPS.
Direksi memiliki kewenangan dan tanggung jawab sebagai berikut:
1. Direksi bertugas menjalankan dan bertanggung jawab atas pengurusan
Perseroan untuk kepentingan Perseroan sesuai dan dalam mencapai maksud
dan tujuan Perseroan.
2. Setiap anggota Direksi wajib melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya
dengan itikad baik, penuh tanggung jawab, dan kehati-hatian, dengan
mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Anggaran
Dasar Perseroan.
3. Tugas pokok Direksi, adalah:
a. Memimpin, mengurus dan mengendalikan Perseroan sesuai dengan
maksud dan tujuan Perseroan serta senantiasa berusaha meningkatkan
efisiensi dan efektivitas Perseroan.
b. Menguasai, memelihara dan mengurus kekayaan Perseroan.
c. Menyusun rencana kerja tahunan yang memuat anggaran tahunan
Perseroan dan wajib disampaikan kepada Dewan Komisaris untuk
memperoleh persetujuan dari Dewan Komisaris, sebelum dimulainya tahun
buku yang akan datang.
4. Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, Direksi wajib
menyelenggarakan RUPS tahunan dan RUPS lainnya sebagaimana diatur
dalam peraturan perundang-undangan dan Anggaran Dasar Perseroan.
5. Segala tindakan dari para anggota Direksi yang bertentangan dengan Anggaran
Dasar Perseroan adalah tidak sah.
6. Direksi dalam mengurus dan/atau mengelola Perseroan bertindak sesuai dengan
keputusan yang ditetapkan oleh RUPS.
7. Menyelenggarakan fungsi Sekretaris Perusahaan serta menjaga dan
mengevaluasi kualitas fungsi Sekretaris Perusahaan.
8. Dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung
jawabnya, Direksi dapat membentuk komite dan berkewajiban melakukan
evaluasi terhadap kinerja komite tersebut sekurang-kurangnya sekali dalam buku
Perseroan, serta untuk mendukung pelaksanaan prinsip tata kelola perusahaan
yang baik oleh Perseroan, Direksi berkewajiban membentuk, serta
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk VI - 7
Page 103
berwenang untuk mengangkat dan memberhentikan sekretaris perusahaan atau
susunan unit kerja sekretaris perusahaan berikut penanggung jawabnya.
9. Menyelenggarakan pengawasan internal yakni dengan membentuk Unit Audit
Internal dan membuat Piagam Audit Internal.
10. Menyelenggarakan pengawasan internal, yakni dengan membentuk Satuan
Pengawasan Intern dan Membuat Piagam Pengawasan Internal.
11. Bersama-sama dengan Dewan Komisaris memastikan bahwa auditor eksternal,
auditor internal, dan Komite Audit, serta komite penunjang lainnya, memiliki
akses terhadap catatan akuntansi, data penunjang, dan informasi mengenai
Perseroan, sepanjang diperlukan untuk melaksanakan tugasnya.
12. Menetapkan tata kelola teknologi informasi yang efektif, menjaga dan
mengevaluasi kualitas fungsi tatakelola teknologi informasi di Perseroan, serta
secara periodik menyampaikan laporan pelaksanaan tata kelola teknologi
informasi kepada Dewan Komisaris.
13. Memastikan bahwa aset dan lokasi usaha serta fasilitas Perseroan lainnya,
memenuhi peraturan perundang-undangan berkenaan dengan kesehatan dan
keselamatan kerja serta pelestarian lingkungan.
14. Menyediakan lingkungan kerja yang bebas dari segala bentuk tekanan
(pelecehan) yang mungkin timbul sebagai akibat perbedaan hak, keadaan
pribadi, dan latar belakang kebudayaan seseorang.
15. Memastikan bahwa aset dan lokasi usaha serta fasilitas Perseroan lainnya,
memenuhi peraturan perundang-undangan berkenaan dengan kesehatan dan
keselamatan kerja serta pelestarian lingkungan.
16. Menyusun Laporan Tahunan dan menyampaikan rencana kerja tahunan yang
memuat juga anggaran tahunan Perseroan kepada Dewan Komisaris untuk
mendapat persetujuan dari Dewan Komisaris, sebelum dimulainya tahun buku
yang akan datang. Rencana kerja tahunan tersebut disampaikan, sebelum
dimulainya tahun buku yang akan datang, dengan memperhatikan peraturan
perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di bidang pasar modal.
Berdasarkan Akta No.91 Tanggal 29 April 2026, susunan Direksi Perseroan adalah
sebagai berikut:
Presiden Direktur : Patrick Rudolf Dannacher
Wakil Presiden Direktur : Marek Bialoglowy
Direktur : Bambang Susilo
Direktur : Doni Mora, SE
Direktur : Eko Prasudi Widianto
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk VI - 8
Page 104
Komite Audit
Dalam melaksanakan tugas pengawasan terhadap pengelolaan Perseroan, Dewan
Komisaris didukung oleh Komite Audit. Komite ini adalah organ untuk melaksanakan
audit atas laporan yang disiapkan oleh Direksi, melakukan analisis atas laporan yang
dibuat oleh Akuntan Publik dan Unit Audit Internal serta laporan keuangan yang
diterbitkan oleh Perseroan. Dalam proses audit, Komite Audit melakukan pertemuan
dengan semua pihak yang mewakili divisi/departemen yang terlibat dalam
operasional, pembukuan, serta kontrol dan pengawasan aset. Meskipun Komite Audit
hadir untuk membantu Dewan Komisaris, keputusan akhir tetap merupakan tanggung
jawab Dewan Komisaris.
Komite Audit bertanggung jawab langsung kepada Dewan Komisaris. Lingkup tugas
dan tanggung jawab Komite Audit adalah sebagai berikut:
1. Penelaahan dan Klarifikasi atas Informasi Keuangan
2. Seleksi, Penunjukan, dan Pengawasan Pekerjaan Auditor Independen
a. Seleksi dan Penunjukan Auditor Independen
b. Pengawasan Independen Pekerjaan Auditor
c. Evaluasi Efektivitas Fungsi Internal Audit Pelaksanaan
d. Efektivitas Pengendalian Internal
e. Kepatuhan Perundang-undangan terhadap Peraturan
f. Manajemen Risiko
g. Pelaksanaan Tugas Khusus
Susunan Komite Audit Perseroan sebagaimana termuat dalam Surat Keputusan
Dewan Komisaris No. 197/ADM/ITSECASIA/III/2023 tanggal 9 Maret 2023 adalah
sebagai berikut:
Ketua : Agustinus Nicholas L. Tobing
Anggota : Arini Imamawati
Anggota : Tjeppy Kustiwa
Sekretaris Perusahaan
Dengan menyediakan data dan informasi yang akurat dan relevan tentang kegiatan
Perseroan. Perseroan membangun fungsi Sekretaris Perusahaan untuk mematuhi
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2014 tentang Sekretaris
Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk VI - 9
Page 105
Secara umum, Sekretaris Perusahaan melapor langsung kepada Direksi dan
berperan sebagai penghubung komunikasi antara Perseroan dengan para
Pemegang Saham, investor, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya. Tugas
dan tanggung jawab Sekretaris Perusahaan adalah sebagai berikut:
1. Mengikuti perkembangan Pasar Modal khususnya peraturan perundang –
undangan yang berlaku di bidang Pasar Modal;
2. Memberikan masukan kepada Direksi dan Dewan Komisaris untuk mematuhi
ketentuan peraturan perundang – undangan di bidang Pasar Modal;
3. Membantu Direksi dan Dewan Komisaris dalam pelaksanaan tata kelola
perusahaan yang meliputi:
a. Keterbukaan informasi kepada masyarakat, termasuk ketersediaan
informasi pada Situs Web Perusahaan;
b. Penyampaian laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan tepat waktu;
c. Penyelenggaraan dan dokumentasi Rapat Umum Pemegang Saham;
d. Penyelenggaraan dan dokumentasi rapat Direksi dan/atau Dewan
Komisaris; serta
e. Pelaksanaan program orientasi terhadap perusahaan bagi Direksi dan/atau
Dewan Komisaris.
4. Sebagai penghubung antara Perusahaan dengan pemegang saham, Otoritas
Jasa Keuangan, dan pemangku kepentingan umum lainnya;
Audit Internal
Unit Audit Internal merupakan organ pendukung Direksi yang bertanggung jawab
melaksanakan pengawasan internal dengan melakukan audit kinerja secara berkala
di seluruh jenjang organisasi perusahaan. Pengawasan tersebut mencakup
pelaporan keuangan, kepatuhan terhadap hukum, peraturan yang berlaku,
manajemen risiko, serta efektivitas dan efisiensi operasional Perseroan. Unit Audit
Internal melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan berpedoman pada
Piagam Audit Internal (Internal Audit Charter) yang ditetapkan pada 25 September
2019 sebagaimana ditentukan oleh Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No.56/POJK.04/2015 tentang Pembentukan Dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit
Audit Internal.
Tugas dan Tanggung jawab Unit Audit Internal meliputi:
1. Menyusun dan melaksanakan rencana Unit Audit Internal tahunan berbasis risiko;
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk VI - 10
Page 106
2. Menguji dan mengevaluasi pelaksanaan pengendalian internal dan sistem
manajemen risiko sesuai dengan kebijakan Perusahaan;
3. Melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efisiensi dan efektivitas di bidang
keuangan, akuntansi, operasional, sumber daya manusia, pemasaran, teknologi
informasi dan kegiatan lainnya;
4. Memberikan saran perbaikan dan informasi yang objektif tentang kegiatan yang
diperiksa pada semua tingkat manajemen;
5. Membuat laporan hasil audit dan menyampaikan laporan tersebut kepada Direktur
Utama dan Dewan Komisaris;
6. Memantau, menganalisis dan melaporkan pelaksanaan tindak lanjut perbaikan
yang telah disarankan;
7. Bekerja sama dengan Komite Audit;
8. Menyusun program untuk mengevaluasi mutu kegiatan Unit Audit Internal yang
dilakukannya;
9. Melakukan pemeriksaan khusus apabila diperlukan.
6.3.2. Struktur Organisasi Penambahan Kegiatan Usaha
Kemampuan untuk mengelola suatu perusahaan memerlukan manajemen dan SDM
yang profesional agar kegiatan operasional Perseroan berjalan efektif dan efisien.
Berikut adalah struktur organisasi penambahan kegiatan usaha.
Gambar 6.1
Struktur Organisasi Penambahan Kegiatan Usaha
(Bagian 1)
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk VI - 11
Page 107
(Bagian 2)
(Bagian 3)
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk VI - 12
Page 108
(Bagian 4)
(Bagian 5)
Sumber: Manajemen Perseroan
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk VI - 13
Page 109
Berikut penjelasan key working unit pada struktur organisasi di atas:
1. Product Management (dipimpin oleh Product Manager)
Unit kerja Product Management merupakan penanggung jawab utama
pengembangan produk yang berinteraksi dengan stakeholders internal dan
eksternal guna memastikan aktivitas riset dan engineering dapat ditranslasikan
menjadi fitur produk yang bernilai maksimal dan bersifat scalable. Juga bertugas
dalam penyelasaran strategi pengembangan produk dengan visi ITSEC Asia serta
memastikan konektivitas antara arahan riset dan ide inovasi dari pengguna. Selain
itu, bagian ini berperan menjembatani rencana strategis dan eksekusi teknis di
internal divisi Research & Development.
2. Operation and Maintenance (dipimpin oleh Operation and Maintenance Manager)
Unit kerja Operation and Maintenance bertanggung jawab terhadap manajemen
operasional, pemeliharaan, pemantauan, support, dan peningkatan berkelanjutan
terhadap sistem, aplikasi, platform, infrastruktur dan layanan yang dikembangkan
dan dikelola oleh divisi Research & Development. Bagian ini memastikan aset
teknologi selalu tersedia, aman, andal, dan selaras dengan kebutuhan bisnis dan
customer di sepanjang lifecycle operasional. Selain itu, bagian ini juga
menjembatani pengembangan produk dan operasional layanan guna memastikan
solusi yang disediakan tetap stabil, aman, dan berfungsi optimal setelah proses
deployment.
3. Foundry (dipimpin oleh Plt. Koordinator)
Unit kerja Foundry bertanggung jawab menghasilkan insiatif inovasi cyber security.
Hal tersebut dilakukan melalui riset mendalam terkait cyber security,
mengembangkan teknik deteksi dan pencegahan, dan mentransformasikan hasil
riset menjadi solusi dan fitur security yang dapat diimplentasikan. Unit ini juga
menentukan arahan teknis, riset, dan berkontribusi menentukan visi produk
perusahaan.
4. Product Engineering (dipimpin oleh Product Engineering Manager)
Unit kerja Product Engineering bertanggung jawab memastikan produk yang di-
deliver memiliki fitur yang berkualitas tinggi, aman, scalable, dan maintainable
melalui eksekusi teknis yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Juga
berperan menyelaraskan prioritas roadmap, penanganan insiden, pengelolaan isu
teknis dengan tetap mengutamakan kompetensi teknis. Unit ini juga mengelola
risiko legal dan compliance yang terkait dengan teknologi yang digunakan.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk VI - 14
Page 110
6.3.3. Komposisi Karyawan
Per tanggal 31 Desember 2025, sesuai dengan yang telah disajikan dalam Laporan
Tahunan 2025, Perseroan memiliki sumber daya manusia sebanyak 365 orang
karyawan. Sehubungan dengan penambahan kegiatan usaha, Perseroan akan
mengoptimalkan sumber daya yang ada sehingga tidak ada penambahan tenaga
kerja.
Tabel 6.1 Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkatan Jabatan
Jenjang Jabatan Jumlah
Direktur 17
Manajer / Setingkat 53
Manajer
Supervisor / Setingkat 145
Supervisor
Staff Lainnya 150
Untuk kegiatan usaha baru dialokasikan 51 orang dari divisi Research & Development
(R&D) dengan komposisi sesuai tabel berikut:
Tabel 6.2 Jumlah Karyawan Divisi R&D Berdasarkan Tingkatan Jabatan
Jenjang Jabatan Jumlah
Head 1
Manajer / Setingkat 5
Manajer
Leader / Setingkat 5
Leader
Staff Lainnya 40
Rencana Penambahan kegiatan usaha tidak memerlukan pembentukan entitas baru
atau struktur organisasi yang terpisah dari Perseroan. Kegiatan pengembangan,
komersialisasi, dan operasional produk atau layanan atas penambahan kegiatan
usaha akan ditempatkan dalam struktur existing yang relevan, khususnya fungsi
CTO, Research and Development, Sales/Business Development, Legal/Compliance,
dan Corporate Secretary.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk VI - 15
Page 111
6.4. Kesimpulan Analisa Kelayakan Model Manajemen
Berdasarkan struktur organisasi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan,
jumlah personel, dan pengelolaan manajemen Perseroan, maka secara umum hal
tersebut telah cukup mendukung operasional kerja perusahaan dalam Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan secara model manajemen layak untuk
dilaksanakan.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk VI - 16
Page 112
BAB VII
ANALISIS KELAYAKAN RISIKO
Penambahan kegiatan usaha baru yang akan dilakukan oleh Perseroan tidak terlepas dari
beberapa risiko yang timbul dalam proses menjalankan usaha. Risiko yang muncul bisa
dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal maupun internal. Oleh karena itu, perlu adanya
upaya dalam pengelolaan risiko tersebut yaitu dengan analisa sistematis dan berkelanjutan
mengenai peluang munculnya risiko, dampak dari risiko, serta cara menekan dan
meminimalkan risiko usaha yang dihadapi.
Dalam rangka penambahan kegiatan usaha, Perseroan telah melakukan identifikasi dan
klasifikasi risiko-risiko yang dihadapi dalam menjalankan usahanya. Risiko-risiko tersebut
adalah sebagai berikut:
7.1. Risiko Ketergantungan Terhadap Pelanggan
Risiko ketergantungan terhadap pelanggan adalah kondisi dimana sebagian besar
atau semua pendapatan Perseroan berasal dari satu atau beberapa pelanggan
utama. Risiko ini dapat memengaruhi keberlangsungan bisnis Perseroan dan
menyebabkan ketidakstabilan keuangan yang signifikan. Risiko yang dapat timbul
akibat ketergantungan terhadap pelanggan antara lain kehilangan pelanggan,
persaingan, harga, dan pengembangan produk/layanan. Perseroan telah berusaha
untuk mengurangi risiko ketergantungan terhadap pelanggan dengan cara
diversifikasi produk atau layanan, mencari pelanggan baru dan meningkatkan
kualitas produk atau layanan untuk menarik pelanggan potensial.
7.2. Risiko Reputasi
Risiko reputasi dalam Perseroan dapat timbul akibat berbagai faktor, seperti
kegagalan sistem, pelanggaran data, ketidakpatuhan terhadap peraturan, dan
serangan siber. Risiko ini dapat mengancam keberlangsungan bisnis perusahaan,
merugikan pelanggan, dan menimbulkan kerugian finansial yang signifikan. Oleh
karena itu, Perseroan memperkuat sistem keamanan dan privasi data, meningkatkan
transparansi dan akuntabilitas, serta membangun hubungan yang baik dengan
pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya. Perseroan sudah siap menghadapi
risiko reputasi dan merespons dengan cepat dan tepat ketika terjadi kejadian yang
dapat memengaruhi reputasi perusahaan. Hal ini dilakukan dengan mengembangkan
strategi manajemen risiko yang kuat, mempersiapkan rencana
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk VII - 1
Page 113
tanggap darurat, dan melakukan evaluasi secara teratur untuk memperbaiki
kelemahan yang ada. Dengan cara ini, Perseroan dapat mengurangi risiko reputasi
dan mempertahankan reputasi dalam jangka panjang.
7.3. Risiko Kegagalan Produk/ Layanan Baru
Terdapat risiko dimana setiap produk/layanan baru yang dikembangkan oleh
Perseroan tidak diperkenalkan secara tepat waktu atau hemat biaya dan juga tidak
mencapai penerimaan pasar secara luas yang diperlukan untuk menghasilkan
pendapatan yang signifikan. Keberhasilan produk-produk yang baru dikembangkan
oleh Perseroan bergantung pada beberapa faktor yakni harga yang kompetitif,
penyelesaian dan pengiriman yang tepat waktu, teknologi yang kompetitif, kualitas
yang memadai, integrasi dengan teknologi yang ada, dan penerimaan pasar yang
luas. Apabila Perseroan tidak berhasil mengembangkan atau menyempurnakan
produk untuk memenuhi harapan pelanggan, hal tersebut dapat berdampak negatif
terhadap keuangan dan operasi Perseroan.
7.4. Risiko Kegagalan Implementasi
Berbagai faktor dapat menyebabkan implementasi solusi oleh Perseroan tertunda
atau tidak berhasil. Keberhasilan bisnis solusi keamanan Perseroan bergantung pada
implementasi solusi keamanan yang efektif. Namun, beberapa faktor dapat
menyebabkan implementasi menjadi tidak efisien, tertunda, atau gagal, seperti
perubahan persyaratan pelanggan, penundaan proyek, atau kesalahan dari
perencanaan proyek yang diterima. Apabila implementasi memakan waktu lebih lama
dari yang diharapkan atau gagal memenuhi harapan pelanggan, penagihan
pembayaran dapat tertunda dan berpotensi mengakibatkan pembatalan. Proyek
implementasi yang tidak berhasil atau mahal dapat menimbulkan klaim dari
pelanggan sehingga dapat merusak reputasi Perseroan. Hal ini memberikan peluang
bagi pesaing untuk menggeser posisi Perseroan di pasar yang dapat berdampak
negatif terhadap operasi dan kondisi keuangan Perseroan.
7.5. Risiko Perubahan Teknologi
Perseroan dapat menghadapi risiko teknologi seperti perubahan tren pasar,
munculnya teknologi baru yang menggantikan produk atau layanan yang sudah ada,
serta risiko keamanan data dan privasi yang terkait dengan penggunaan teknologi.
Selain itu, Perseroan juga dapat menghadapi risiko ketergantungan pada teknologi
tertentu, yang dapat menghambat kemampuan perusahaan untuk beradaptasi
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk VII - 2
Page 114
dengan perubahan pasar atau teknologi baru. Perseroan terus memperhatikan
perkembangan teknologi dan mempersiapkan rencana bisnis yang tepat untuk
menghadapi risiko perubahan teknologi dan memastikan kemampuan perusahaan
untuk bersaing di pasar.
7.6. Risiko Ketenagakerjaan
Dengan peraturan ketenagakerjaan yang terus berubah, Perseroan wajib menjalin
hubungan yang baik dengan para karyawan dengan mengedepankan aturan yang
berlaku dan konsistensi, agar dapat diketahui secara dini apabila ada gejolak yang
berpotensi menimbulkan gangguan operasional Perseroan. Gangguan terhadap
hubungan industrial dapat memengaruhi kegiatan operasional, biaya, dan reputasi
Perseroan yang pada akhirnya akan dapat memengaruhi kinerja Perseroan.
7.7. Risiko Perubahan Kurs Valuta Asing (Depresiasi Nilai Tukar Rupiah)
Perseroan melakukan kegiatan usaha dari luar negeri dan berkewajiban untuk
membayar biaya operasi dengan menggunakan mata uang asing yang menyebabkan
Perseroan terpapar pada pergerakan nilai kurs mata uang. Pendapatan Perseroan
sebagian diperoleh dalam mata uang asing seperti USD, SGD dan AUD dan
sebagian diperoleh dalam Rupiah. Dalam melakukan pengeluaran, Perseroan
sebagian dilakukan dengan menggunakan mata uang asing tersebut, khususnya
USD. Perubahan kurs mata uang tersebut dapat berdampak material dan dapat
berdampak negatif terhadap hasil operasional Perseroan. Paparan yang signifikan
pada mata uang negara-negara berkembang juga dapat membuat Perseroan rentan
terhadap ketidakstabilan kurs mata uang.
7.8. Risiko Persaingan
Banyak dari pesaing besar internasional yang berinvestasi lebih banyak untuk
program penelitian dan pengembangan, sementara yang lain mungkin diakuisisi oleh
perusahaan besar yang memiliki sumber daya lebih besar untuk dialokasikan ke
penelitian dan pengembangan. Apabila Perseroan tidak mempertahankan penelitian
dan pengembangan yang memadai atau tidak dapat bersaing secara efektif dalam
hal ini, kompetitor dapat memperoleh keuntungan atas hal tersebut dimana hal ini
dapat berdampak negatif terhadap operasional dan keuangan Perseroan.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk VII - 3
Page 115
7.9. Analisis SWOT
7.9.1. Strength (Kekuatan)
1. Perseroan mengutamakan kepuasan pelanggan melalui layanan yang maksimal
(service oriented).
2. Memberikan harga yang bersaing dengan pesaing-pesaing lainnya, sehingga
Perseroan secara perlahan memiliki pangsa pasar tersendiri di antara para
pesaing.
3. Kecepatan pemenuhan kebutuhan, Perseroan menjamin distribusi dan aktivasi
layanan tambahan tepat waktu.
4. Perseroan memiliki kemampuan untuk menyediakan solusi teknologi dengan
harga yang kompetitif dibandingkan dengan penyedia solusi sejenis, sehingga
secara bertahap mampu membangun pangsa pasar tersendiri.
5. Perseroan memiliki kecepatan dalam pemenuhan kebutuhan pelanggan,
termasuk proses implementasi, distribusi, aktivasi layanan, serta dukungan
purna jual secara tepat waktu.
6. Perseroan memiliki produk dan platform teknologi milik sendiri (own product)
sehingga memberikan fleksibilitas dalam pengembangan fitur, penyesuaian
kebutuhan pelanggan, dan pengendalian kualitas layanan.
7. Kepemilikan intellectual property (IP) dan kapabilitas pengembangan internal
memungkinkan Perseroan untuk meningkatkan efisiensi biaya operasional serta
mengurangi ketergantungan terhadap principal atau vendor pihak ketiga.
8. Karena Solusi produk milik sendiri maka dapat dikembangkan secara modular
dan scalable untuk mendukung kebutuhan pelanggan enterprise, pemerintahan,
BUMN, maupun industri strategis lainnya.
9. Perseroan memiliki kemampuan integrasi layanan konektivitas, keamanan siber,
monitoring jaringan, dan managed services dalam satu ekosistem solusi yang
terintegrasi.
10. Perseroan didukung oleh tenaga ahli dan sumber daya teknis yang memiliki
kompetensi dalam pengembangan produk digital, infrastruktur teknologi
informasi, dan layanan keamanan siber
7.9.2. Weakness (Kelemahan)
1. Perlu sosialisasi kepada pelanggan mengenai produk yang tergolong baru dalam
layanan yang ditawarkan.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk VII - 4
Page 116
2. Perseroan masih memerlukan kegiatan sosialisasi, edukasi pasar, dan
penguatan branding terhadap produk IntelliBroń karena merupakan produk yang
relatif baru dalam industri teknologi dan keamanan siber.
3. Produk dan layanan berbasis teknologi memerlukan proses pengembangan
berkelanjutan agar tetap relevan terhadap perkembangan ancaman siber dan
kebutuhan pasar.
4. Perseroan masih membutuhkan peningkatan penetrasi pasar dan perluasan
jaringan pemasaran untuk mempercepat adopsi produk IntelliBroń di berbagai
sektor industri.
5. Perseroan memerlukan investasi berkelanjutan pada aspek penelitian dan
pengembangan (research and development), sertifikasi, serta peningkatan
kapabilitas sumber daya manusia.
6. Perseroan menghadapi tantangan dalam membangun brand awareness dan
positioning produk lokal agar dapat bersaing dengan produk global yang telah
lebih dahulu dikenal di pasar.
7.9.3. Opportunity (Peluang)
1. Dengan prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang meningkat, dan
pertumbuhan bisnis industri digital yang terus meningkat, diharapkan permintaan
terhadap layanan akan meningkat.
2. Perkembangan teknologi, untuk memberikan layanan yang sangat mudah dan
fleksibel.
3. Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, transformasi digital nasional, dan
peningkatan kebutuhan keamanan siber diperkirakan akan terus meningkatkan
permintaan terhadap layanan teknologi informasi dan solusi keamanan jaringan.
4. Tingginya kebutuhan sektor enterprise, pemerintahan, BUMN, serta industri
strategis terhadap solusi monitoring jaringan, Network Detection & Response
(NDR), keamanan siber, dan managed security services menjadi peluang bagi
Perseroan untuk memperluas pasar.
5. Perkembangan teknologi cloud, artificial intelligence (AI), big data analytics, dan
otomasi keamanan siber membuka peluang pengembangan fitur dan layanan
IntelliBroń yang lebih inovatif dan kompetitif.
6. Kebijakan pemerintah terkait peningkatan penggunaan produk dalam negeri
(PDN/TKDN) dan penguatan ekosistem digital nasional dapat menjadi peluang
strategis bagi produk milik sendiri (own product) sebagai solusi teknologi lokal.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk VII - 5
Page 117
7. Meningkatnya kesadaran organisasi terhadap risiko serangan siber dan
pentingnya kepatuhan terhadap regulasi keamanan informasi mendorong
kebutuhan terhadap solusi keamanan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
8. Model bisnis berbasis subscription dan managed services memberikan peluang
recurring revenue yang lebih stabil dan berkelanjutan bagi Perseroan.
7.9.4. Threat (Ancaman)
1. Kompetisi dari perusahaan lainnya dari segi harga. Sebagai salah satu cara
untuk memitigasi ancaman ini adalah dengan mengoptimalkan proses distribusi
layanan yang sudah ada.
2. Sebagai perusahaan yang berorientasi terhadap profit, Perseroan juga harus
menjaga likuiditas kas agar tetap dapat memenuhi kebutuhan operasional
perusahaan. Salah satu cara untuk memitigasi adalah dengan menjaga margin
keuntungan yang optimal.
3. Tingginya tingkat persaingan dari perusahaan teknologi dan keamanan siber
lainnya, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, khususnya dalam aspek
harga, inovasi teknologi, dan penguasaan pasar.
4. Persaingan dengan produk global yang memiliki brand awareness, jaringan
distribusi, dan kapasitas investasi yang lebih besar dapat memengaruhi
penetrasi pasar Perseroan.
5. Perkembangan teknologi dan ancaman siber yang sangat cepat mengharuskan
Perseroan untuk terus melakukan pembaruan teknologi dan inovasi produk
secara berkelanjutan.
6. Risiko gangguan operasional, serangan siber, maupun kegagalan sistem pada
infrastruktur teknologi dapat memengaruhi kualitas layanan dan tingkat
kepercayaan pelanggan.
7. Fluktuasi kondisi ekonomi dan efisiensi anggaran pelanggan, khususnya pada
sektor korporasi dan pemerintahan, dapat memengaruhi realisasi pengadaan
dan investasi teknologi informasi
7.10. Kesimpulan
Berdasarkan analisis risiko yang telah diuraikan tersebut maka risiko yang akan
timbul dalam Perseroan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, baik risiko
internal maupun eksternal agar dapat diprediksikan sejak dini, sehingga manajemen
dapat dengan cepat menyiapkan langkah antisipasinya.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk VII - 6
Page 118
BAB VIII
ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN
Analisis keuangan dalam Studi Kelayakan menggunakan metode diskonto arus kas
(discounted cash flow) dengan mengacu pada kriteria net present value (NPV), dimana
Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang Perseroan dapat dikatakan layak atau
menguntungkan jika NPV lebih besar dari nol, analisa internal rate of return (IRR)
perubahan menunjukkan jumlah yang lebih besar dari pada diskonto yang digunakan, serta
profitability index (PI) adalah teknik penganggaran modal untuk mengevaluasi proyek-
proyek investasi untuk kelangsungan hidup atau profitabilitas, menunjukkan perhitungan
lebih besar dari pada satu.
Proyeksi keuangan yang digunakan dalam Studi Kelayakan didasarkan pada proyeksi
keuangan yang disusun oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penyesuaian
terhadap proyeksi tersebut berdasarkan kondisi pasar, pengalaman, dan ketentuan-
ketentuan yang berlaku secara umum, agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan
kinerja Perseroan dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang
signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.
8.1. Arus Kas Bersih yang Digunakan
Untuk melakukan analisis keuangan dalam Studi Kelayakan dengan menggunakan
metode diskonto arus kas, terdapat 3 (tiga) pilihan pendapatan ekonomi untuk
didiskonto yaitu dividen, arus kas bersih (AKB) untuk ekuitas (free cash flow to
equity), dan AKB untuk kapital (free cash flow to invested capital) atau AKB untuk
perusahaan (free cash flow to firm).
Dalam Studi Kelayakan, pendapatan ekonomi yang akan didiskonto dalam analisis
kelayakan adalah AKB untuk kapital.
Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari kewajiban
penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk
mempertahankan operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan untuk
penggantian (reserve for replacement), modal kerja, dan untuk pertumbuhan
melalui penyediaan dana tambahan pengeluaran barang modal, yang dihitung
sebagai berikut:
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk VIII - 1
Page 119
Laba (rugi) setelah pajak
+ Bunga setelah pajak
+ Penyusutan
– Capex
– Kenaikan (atau + penurunan) modal kerja bersih
= Arus kas bersih untuk kapital
8.2. Penentuan Tingkat Diskonto
Untuk mendiskonto arus kas bersih tiap-tiap tahun, tingkat diskonto yang digunakan
adalah biaya modal ekuitas (cost of equity) digunakan capital asset pricing model
(CAPM) dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:
dimana:
ke = Balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu, atau biaya modal
ekuitas/saham biasa
Rf = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk free
rate)
β = Beta
RPm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk premium)
RBDS = Rating-based default spread
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat
dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang. Terkait
dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2025, maka
instrumen bebas risiko yang dipakai adalah Indonesia Government Securities Yield
Curve dalam mata uang rupiah dengan tenor 30 tahun dengan yield sebesar 6,70%
yang diperoleh dari PHEI, dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat
balikan bebas risiko.
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium
memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk VIII - 2
Page 120
yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas
pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan
tingkat premi risiko sebesar 6,69%, yang diolah dari hasil penelitian Aswath
Damodaran tanggal 05 Januari 2026
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.
Untuk penilaian ini, kami menggunakan unlevered beta perusahaan yang bergerak
di bidang Computer Services sebesar 1,02 yang diperoleh dan diolah dari hasil
penelitian Aswath Damodaran yang diterbitkan tanggal 05 Januari 2026.
Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai
beta untuk menghitung cost of equity Perseroan, dimana beta tersebut dihitung dari
rata-rata unlevered beta. Cara ini dilakukan untuk menetralisir pengaruh leverage
yang ada di masing-masing perusahaan terhadap beta. Perusahaan yang sama
dengan leverage yang berbeda akan memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh
karena itu pengaruh leverage yang ada di tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan
cara menghitung unlevered beta.
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan
ini kemudian di-relevered dengan tingkat leverage pasar pada industri sejenis untuk
memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto Perseroan tersebut dengan
formula sebagai berikut:
𝛽L = 𝛽U × (1 + (1 — 𝑇) × 𝐷𝐸𝑅)
dimana:
T : Tingkat pajak
DER : Debt to equity ratio
𝛽L :Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
portofolio pasar dengan pengaruh utang.
𝛽U : Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
portofolio pasar tanpa pengaruh utang.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk VIII - 3
Page 121
Sama halnya dengan data unlevered beta, data DER juga diperoleh dari rata-rata
perusahaan pembanding dari perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha
Computer Services yang diperoleh yang diolah dari hasil penelitian Aswath
Damodaran yang diterbitkan tanggal 05 Januari 2026. Dari data tersebut nilai DER
adalah 10,19%. Dengan memasukkan persamaan di atas, diperoleh nilai βL
sebesar 1,10.
Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian terhadap
biaya modal ekuitas mengingat dalam perhitungan biaya modal ekuitas ini
digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran, dimana RBDS
sebesar 1,62% digunakan untuk mengurangi besaran biaya modal ekuitas.
Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM
diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan adalah:
Tabel 8.1
Biaya Modal/Ekuitas Perseroan
Keterangan Persentase
- Tingkat Bunga Bebas Risiko 6,70%
- Premi Risiko Market 6,69%
- Beta 1,10
- RDBS 1,62%
Biaya Modal untuk Ekuitas 12,47%
Biaya Modal Tertimbang
Menghitung analisis studi kelayakan Perseroan dilakukan dengan mendiskonto
tingkat kembalian terhadap keseluruhan modal, maka tingkat diskonto yang
digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya
modal, baik yang berasal dari pinjaman jangka panjang maupun yang berasal dari
penyertaan.
Penentuan posisi tingkat leverage yang optimal adalah mencari titik dimana
tambahan penghematan pajak yang berasal dari tambahan utang akan sama
dengan tambahan biaya bunga sebagai akibat dari risiko gagal bayar yang
diantisipasi dari keberadaan keseluruhan utang.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk VIII - 4
Page 122
Dalam analisis studi kelayakan ini, untuk biaya bunga untuk utang digunakan tingkat
bunga pinjaman rata-rata dalam mata uang Rupiah dari bank pemerintah periode
Desember 2025, yaitu 8,44%. Berdasarkan biaya bunga tersebut maka diperoleh
biaya modal pada Desember 2025 sampai akhir proyeksi sebesar 6,58%, dengan
tarif pajak (T) 22%, dengan perhitungan sebagai berikut:
Kd = i x (1-T)
Kd = 8,44% x (1-22%)
= 6,58%
Untuk kepentingan analisis studi kelayakan, komposisi pendanaan dihitung
berdasarkan kinerja perbandingan interest bearing debt dengan ekuitasnya, dimana
komposisi struktur permodalan Perseroan diasumsikan mengikuti struktur
permodalan pasar dari data yang diolah dari hasil penelitian Aswath Damodaran.
Dengan demikian struktur utang sebesar 9,25%, sedangkan sisanya yaitu sebesar
90,75% akan dipenuhi dengan modal sendiri. Dengan mempertimbangkan faktor-
faktor di atas dan kekuatan/kelebihan serta risiko yang dihadapi, kami berpendapat
bahwa tingkat diskonto sebesar 11,93% untuk Perseroan adalah wajar untuk
mendiskonto arus kas bersih dengan perhitungan sebagai berikut:
Tabel 8.2
Perhitungan WACC
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk VIII - 5
Page 123
8.3. Proyeksi Keuangan
Perhitungan analisis keuangan dalam Studi Kelayakan dilakukan dengan metode
diskonto arus kas yang didasarkan pada proyeksi keuangan yang disusun oleh
manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi
tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja Perseroan dengan
lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang kami
lakukan terhadap target kinerja Perseroan.
Mengingat bahwa terdapat dua skenario proyeksi keuangan, yaitu proyeksi
keuangan tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang dan proyeksi
keuangan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang, maka
analisis kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang harus
didasarkan pada analisis inkremental dari dua skenario proyeksi keuangan tersebut.
Untuk menentukan kelayakan, digunakan analisis NPV, IRR dan PI inkremental
yang dihitung dengan mengurangkan NPV dari AKB untuk ekuitas tanpa Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang terhadap NPV dari AKB untuk ekuitas
dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang.
8.3.1. Proyeksi Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan
Proyeksi keuangan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha disusun
dengan memperhatikan bahwa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha telah
dilaksakan dan Perseroan memperoleh dana dari hasil tersebut. Dengan
dilaksanakannya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan mendapatkan
tambahan pendapatan yang berasal dari penjualan paket data.
Asumsi-asumsi yang mendasari penyusunan proyeksi keuangan adalah sebagai
berikut:
● Pendapatan diproyeksikan berdasarkan pendapatan dari penjualan produk
dengan mempertimbangkan asumsi dan rencana bisnis yang disusun oleh
manajemen.
● Biaya Investasi atau Capex sebesar Rp 11 Miliar rupiah diproyeksikan dari kas
operasional Perseroan. Penambahan atau perluasan aset hak pakai (yang
berupa perluasan ruangan kantor) dengan total biaya penambahan adalah
senilai kurang lebih Rp 3 milyar dengan masa sewa selama 3 tahun dengan
opsi perpanjangan kembali. Penambahan perlengkapan kantor dan
perlengkapan komputer dengan nilai kurang lebih Rp 8 milyar Semua investasi
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk VIII - 6
Page 124
tersebut mulai diadakan secara bertahap di tahun 2026 dan akan terlengkapi di
akhir tahun 2026
● Harga Pokok Penjualan (HPP) diproyeksikan berdasarkan beban pokok produk
dengan mengacu pada asumsi dan estimasi yang disusun oleh manajemen.
● Beban operasional diproyeksikan berdasarkan beban pemasaran dengan
mempertimbangkan rencana dan strategi yang disusun oleh manajemen.
● Asumsi pajak penghasilan badan adalah tarif pajak yang berlaku di Indonesia,
yaitu 22%.
Berikut adalah penjelasan mengenai hal-hal pokok dalam proyeksi keuangan dengan
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha:
1. Proyeksi Pendapatan dan Beban Pokok Pendapatan
Perseroan berencana akan melakukan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
dengan menambah usaha sehingga ada pendapatan tambahan dari kegiatan
usaha tambahan tersebut, sebagai berikut:
Tabel 8.3
Rincian Penambahan Kegiatan Usaha
No. Nama KBLI Kode KBLI
1 Aktivitas Teknologi Informasi dan Jasa Komputer 62090
lainnya
2 Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya 62019
3 Perdagangan Besar Komputer dan 46511
Perlengkapan Komputer
4 Perdagangan Besar Piranti Lunak 46512
5 Aktivitas Pemrograman Berbasis Kecerdasan 62015
Artifisial
6 Penerbitan Piranti Lunak (Software) 58200
7 Aktivitas Pengolahan Data 63111
Gambar berikut menunjukkan proyeksi pendapatan dan beban pokok pendapatan
Perseroan dengan Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan mulai Tahun 2026
sampai dengan tahun 2031.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk VIII - 7
Page 125
Gambar 8.1
Proyeksi Pendapatan dan Beban Pokok Pendapatan Tahun 2026 - 2031
Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang Perseroan (dalam juta)
Sumber: Manajemen Perseroan, data diolah
2. Proyeksi Beban Usaha
Beban usaha terdiri dari beban gaji dan tunjangan, beban perijinan, beban umum
dan administrasi, serta beban penyusutan.Gambar berikut menunjukkan proyeksi
beban usaha mulai Tahun 2026 sampai dengan tahun 2031.
Gambar 8.2
Proyeksi Beban Usaha Tahun 2022–2031
Dengan Penambahan Kegiatan Usaha (dalam juta)
Sumber: Manajemen Perseroan, data diolah
3. Proyeksi Laba Sebelum Pajak dan Laba Bersih
Gambar berikut menunjukkan proyeksi laba sebelum pajak dan laba bersih
Perseroan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha mulai Nov-Des tahun
2022 sampai dengan tahun 2031.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk VIII - 8
Page 126
Gambar 8.3
Proyeksi Laba Sebelum Pajak dan Laba Bersih Tahun Tahun 2026–2031
Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang (Dalam juta)
Sumber: Manajemen Perseroan, data diolah
4. Biaya Penambahan Usaha dan Sumber Pembiayaan
Dalam merealisasikan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan berupa
Penjualan Produk dengan biaya diperoleh dari kas Perseroan. Dengan demikian
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha tidak memerlukan sumber pembiayaan
dari pihak bank atau dari pemegang saham Perseroan.
8.3.2. Nilai Terminal (Terminal Value)
Sebagai dasar dalam menentukan nilai kekal (terminal value) atau nilai pada
periode kekal (perpetuity period), kami menggunakan growth sebesar rata-rata
inflasi selama 5 tahun yaitu sebesar 2,90%. Terminal value yang digunakan sebesar
Rp. 5.707.771.492.204,-
8.3.3. Analisis Titik Impas
Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak
memperoleh laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha
dikatakan impas jika jumlah pendapatan (revenue) sama dengan jumlah biaya, atau
apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja. BEP
dalam Rupiah dapat diformulasikan sebagai berikut:
BEP = Total Biaya Tetap / (1- [Total Biaya Variabel])
Penjualan
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk VIII - 9
Page 127
Berdasarkan persamaan BEP dalam Rupiah diperoleh BEP dalam Rupiah untuk
masing-masing periode selama masa proyeksi. Nilai BEP dalam rupiah
mencerminkan pendapatan minimal yang diperlukan agar terjadi BEP. Perhitungan
BEP untuk Rupiah pada proyeksi Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
adalah sebagai berikut.
Tabel 8.4
Analisis Titik Impas Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
8.3.4. Analisis Profitabilitas
Analisis profitabilitas adalah analisis untuk mengetahui kemampuan perusahaan
dalam usahanya mendapatkan laba (profit) dari pendapatan (earning) terkait
penjualan. Jenis-jenis rasio profitabilitas dipakai untuk memperlihatkan seberapa
besar laba atau keuntungan yang diperoleh dari kinerja suatu perusahaan. Sebagai
gambaran bagaimana Perseroan dalam usahanya mendapatkan laba terdapat pada
tabel di bawah ini.
Tabel 8.5
Analisis Profitabilitas Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Analisis Profitabilitas 2026 2027 2028 2029 2030 2031 Average
Gross Profit Margin 52% 64% 75% 81% 86% 89% 74%
Operating Profit Margin 33% 60% 74% 81% 86% 89% 70%
Net Profit Margin 26% 46% 57% 63% 67% 70% 55%
Return On Investment, 876% 2627% 5197% 8168% 11539% 5681%
-
ROI
Return On Equity, ROE 1% 8% 27% 46% 56% 57% 33%
Dalam tabel 8.5 diatas, dapat terlihat bahwa profitabilitas Perseroan yang
digambarkan dalam persentase laba operasi (Operating Profit Margin) terhadap
pendapatan dan persentase laba bersih (Net Profit Margin) terhadap pendapatan
mengalami peningkatan selama masa proyeksi tahun 2026 sampai dengan 2031,
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk VIII - 10
Page 128
yang dapat diartikan bahwa Perseroan memiliki kemampuan dalam menghasilkan
laba bagi perusahaan semakin baik.
8.3.5. Analisis Tingkat Imbal Balik Investasi (Return On Investment)
Return on Investment (ROI) merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur
tingkat pengembalian yang diperoleh atas investasi yang telah dilakukan oleh
Perseroan. Rasio ini menunjukkan kemampuan investasi dalam menghasilkan
keuntungan dibandingkan dengan nilai investasi yang ditanamkan. Melalui ROI,
Perseroan dapat mengetahui tingkat efektivitas dan efisiensi investasi yang
dilakukan serta memberikan gambaran mengenai tingkat profitabilitas dari investasi
tersebut. Berdasarkan Tabel 8.5, terlihat bahwa tingkat pengembalian investasi
Perseroan selama periode proyeksi tahun 2026 sampai dengan 2031 berada pada
kondisi positif dengan rata-rata sebesar 5.681%. Hal tersebut menunjukkan bahwa
investasi Perseroan mampu menghasilkan tingkat pengembalian yang baik selama
masa proyeksi.
8.4. Kriteria Kelayakan
Kriteria kelayakan keuangan pada umumnya dilakukan dengan mengacu pada
parameter investasi seperti NPV, internal rate of return (IRR), profitability index (PI),
dan payback period.
Analisis kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan harus didasarkan
pada analisis inkremental dari dua skenario proyeksi keuangan, yaitu proyeksi
keuangan tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan dan proyeksi keuangan
dengan Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan. Pada awal proyeksi terdapat
pengeluaran dana Biaya Pengurusan Penambahan KBLI baru dan Biaya
Profesional dalam rangka analisis Penambahan KBLI baru.
Analisis NPV bertujuan untuk melihat layak-tidaknya Penambahan Kegiatan Usaha
Penunjang Perseroan di masa depan jika ditinjau pada saat sekarang dari segi
keuangan. Suatu proyek yang memiliki NPV positif berarti menguntungkan dan
layak untuk dilaksanakan, begitu pula sebaliknya.
Analisa internal rate of return (IRR) bertujuan untuk melihat tingkat pengembalian
dari Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang Perseroan di masa depan jika ditinjau
pada saat sekarang dari segi keuangan. Suatu proyek yang memiliki IRR lebih
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk VIII - 11
Page 129
besar dari pada tingkat diskonto yang digunakan berarti menguntungkan dan layak
untuk dilaksanakan, begitu pula sebaliknya.
Analisa Profitability Index (PI) adalah teknik penganggaran modal untuk
mengevaluasi Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang Perseroan dalam
kelangsungan usahanya atau profitabilitasnya dari di masa depan jika ditinjau pada
saat sekarang dari segi keuangan. Suatu proyek yang memiliki PI lebih besar dari
satu berarti menguntungkan dan layak untuk dilaksanakan, begitu pula sebaliknya.
Untuk menentukan kelayakan, digunakan analisis NPV, IRR, dan PI
inkremental/perubahan yang dihitung dari hasil selisih AKB untuk kapital (FCFF)
Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan dengan AKB untuk kapital (FCFF)
Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan. Tabel perhitungan AKB adalah
sebagai berikut.
Tabel 8.6
Tabel Perhitungan AKB (dalam rupiah)
Dari hasil perhitungan, diperoleh hasil AKB sebesar Rp.6.777.377.952.760,-.
Kemudian analisis perhitungan NPV, IRR, dan PI inkremental/perubahan dengan
diskonto 11,93%, diperoleh sebesar:
● NPV sebesar Rp 6.777.377.952.760,-.
● ProfitabiIity Index sebesar 419,42.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk VIII - 12
Page 130
8.5. Analisis Sensitivitas
Untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor ekonomi, maka
berikut ini disajikan analisa sensitivitas terhadap rencana yang akan dilakukan oleh
Perseroan:
Tabel 8.7
Analisis Sensitivitas
Sensitivity Analysis
Keterangan -1% 0% +1%
Discount Rate
NPV 7.488.142.265.567 6.777.377.952.760 6.208.334.678.488
Payback Periode 0 Tahun dan 0 Bulan 0 Tahun dan 0 Bulan 0 Tahun dan 0 Bulan
BEP (Average)
2.379.448.318 2.379.448.318 2.379.448.318
ROE 35% 35% 35%
Growth Inflasi
NPV 6.158.393.687.410 6.777.377.952.760 7.550.521.131.656
BEP (Average)
2.379.448.318 2.379.448.318 2.379.448.318
ROE 35% 35% 35%
Dapat dilihat pada tabel diatas, terdapat analisis sensitivitas terhadap dua aspek,
yaitu Discount Rate dan Pertumbuhan Inflasi.
8.6. Kesimpulan Hasil Analisis
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah diterima dan
dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi dalam
analisis kelayakan, maka kami berpendapat bahwa Penambahan Kegiatan Usaha
Penunjang adalah layak secara finansial. Dengan demikian, dapat disimpulkan
bahwa Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang layak untuk dilaksanakan.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk VIII - 13
Names mentioned 69 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Dr. Ide Anak Agung Gde Agung
p.1 ×9
unresolved
org
Kementerian Keuangan RI
p.2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Febriman Siregar dan Rekan
p.2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.3 ×5
unresolved
org
KJPP Febriman Siregar dan Rekan
p.3 ×4
unresolved
org
KJPP Febriman Siregar
p.3 ×6
unresolved
org
Bank Indonesia
p.5 ×9
unresolved
org
Pusat Statistik.
p.5
unresolved
org
KJPP Febriman Siregar & Rekan
p.7
unresolved
org
Rekan Ir. Yohn PS Napitupulu
p.7
unresolved
person
Ir. Yohn PS Napitupulu, M.Sc. MAPPI (Cert.)
p.9 ×8
unresolved
person
Didiek Agus Priatmiko, S.Komp.
p.9
unresolved
person
Yaumil Husna Khair
p.9
unresolved
org
KJPP FSR
p.11 ×20
unresolved
—
MAPPI
p.11
unresolved
org
Bisnis KJPP Febriman Siregar dan Rekan
p.11
unresolved
org
Koordinasi Penanaman Modal Nomor B-
p.13
unresolved
org
Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum
p.13 ×3
unresolved
org
Kementerian Investasi dan Hilirisasi
p.13
unresolved
org
Kementerian
p.13
unresolved
person
Refizal
p.19 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.19 ×3
unresolved
person
Dr. Sugih Haryati
p.19 ×2
unresolved
org
Morhan dan Rekan
p.20
unresolved
org
Morhan
p.20
unresolved
org
Siber dan Sandi Negara
p.45
unresolved
org
NTT Ltd
p.48 ×3
unresolved
org
International Business Machines Corporation
p.50
unresolved
org
Deloitte Touche Tohmatsu Limited
p.51
unresolved
org
PT Mahapatih Sibernusa Teknologi
p.97
unresolved
—
Sertifikasi
p.97 ×4
unresolved
org
PT Harmoni Dinamik Indonesia
p.98
unresolved
org
PT Fintek Visi Nusa Sertifikasi
p.98
unresolved
org
PT Juke Solutions
p.98
unresolved
org
PT Tech Mahindra Indonesia
p.98
unresolved
org
PT Dimension Data Indonesia
p.98
unresolved
org
PT BT Communication Indonesia Sertifikasi
p.98
unresolved
org
PT Indonesia Comnets Plus
p.99
unresolved
org
PT Sinbad Karya Perdagangan
p.99
unresolved
org
PT Docotel Teknologi
p.99
unresolved
org
PT Teladan Prima Group Sertifikasi
p.99
unresolved
—
- Sr. Engineering Manager – Bukalapak
p.99 ×3
unresolved
—
- Software Engineer – Bukalapak
p.99 ×2
unresolved
org
PT AstraGraphia IT Sertifikasi
p.99
unresolved
org
PT Prima Wahana Solusindo
p.99
unresolved
org
PT Huawei Services Sertifikasi
p.99
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.