Skip to content
Back to announcement

20260625_CYBR_Laporan Informasi dan Fakta Material_32104495_lamp3.pdf

Other Text extracted CYBR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 130

Page 1
kantor jasa penilai publik
febriman siregar dan rekan
Ijin Kementrian Keuangan RI No. 2.12.0109




    STUDI KELAYAKAN ATAS RENCANA PENAMBAHAN
            KEGIATAN USAHA PENUNJANG
                            milik
                   PT ITSEC ASIA TBK
             Gedung Noble House Lt. 11, Unit 2 & 3
         Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Kav. E.4.2
          Mega Kuningan, Kuningan Timur, Setiabudi
                         Jakarta Selatan
    No. Laporan : 00507/2.0109-05/BS/06/0069/1/VI/2026




                                                         1
Page 2
        Ijin Kementerian Keuangan RI No. 2.12.0109



Bogor, 23 Juni 2026
No. Laporan : 00507/2.0109-05/BS/06/0069/1/VI/2026

Kepada Yth,
PT ITSEC ASIA Tbk
Gedung Noble House Lt. 11, Unit 2 & 3
Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Kav. E.4.2
Mega Kuningan, Kuningan Timur, Setiabudi
Jakarta Selatan

Perihal : Revisi Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
          Penunjang milik PT ITSEC Asia Tbk

Dengan Hormat,
Sehubungan dengan tanggapan surat Otoritas Jasa Keuangan, kami Kantor Jasa Penilai
Publik Febriman Siregar dan Rekan (“FSR”) telah memperoleh izin usaha dari Menteri
Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 459/KM.1/2020 tanggal 17 September
2020 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-
838/PM.223/2019 tanggal 31 Juli 2019 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang
Pasar Modal (Pendaftaran Ulang) No. STTD.PPB-41/PJ-1/PM.021/2024 tanggal 31 Juli
2024 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal. Mengeluarkan revisi laporan
Studi Kelayakan untuk mengganti laporan No. 00380/2.0109-05/BS/06/0069/1/V/2026
tanggal 22 Mei 2026.


Memenuhi permintaan PT ITSEC Asia Tbk dan sesuai dengan Proposal Penawaran
Nomor 0174A/PNW/PB-BGR-FSR/III/2026 tanggal 17 Maret 2026, bersama ini kami
sampaikan hasil penyusunan Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha Penunjang milik PT ITSEC Asia Tbk.


Studi ini merupakan hasil kajian dan analisis yang dilakukan dengan meninjau kelayakan
atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang dilakukan oleh PT ITSEC Asia Tbk,
ditinjau dari berbagai aspek yang meliputi aspek makro, aspek pasar, aspek teknis, aspek
pola bisnis, aspek model manajemen, dan aspek keuangan.




                                                                                                       Kantor Cabang Bogor
                                                                                     Jl. Perumahan Bogor Baru Blok D-I No.19
                                                                                                RT.007, RW.001, Kel. Tegallega
                                                                                               Kec. Bogor Tengah, Kota Bogor
                                                                                                               Jawa Barat 16129
                                                                                                            Telp. : 0251-8397671
                                                                                                     Email : fsr.bogor@fsr.co.id
                                                                                                         Website : www.fsr.co.id
                                      Cabang : Pekanbaru (P) ; Medan (PS) ; Surabaya (B) ; Sidoarjo (P) ; Bandar Lampung
                                                                                                                      i     (PS) ;
                                                              Bogor (PB) ; Makassar (P) ; Tangerang Selatan (P) ; Semarang (P)
Page 3
     Studi ini dilakukan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
     17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan
     Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
     Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa
     Keuangan Republik Indonesia No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan
     Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia
     (KEPI) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI Edisi
     Revisi Tahun 2020.

1.   Status Penilai

     Penilai adalah partner dari KJPP Febriman Siregar dan Rekan dengan kualifikasi sebagai
     berikut:

     Nama Penilai                   : Ir. Yohn PS. Napitupulu, M.Sc., MAPPI (Cert.)
     Izin Penilai Publik            : PB-1.08.00069
     STTD Penunjang Pasar Modal     : STTD.PPB-41/PJ-1/PM.021/2024
     MAPPI                          : 92-S-00252
     Register                       : RMK-2017.00069

     KJPP Febriman Siregar dan Rekan (“FSR”) adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang
     terdaftar di Kementrian Keuangan dan Pasar Modal serta memiliki kompetensi untuk
     melakukan penugasan ini. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami
     bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi
     dengan Pemberi Tugas, Obyek Studi Kelayakan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
     dengan pemberi tugas dan obyek Studi Kelayakan. FSR juga tidak memiliki kepentingan
     ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

     Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
     merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi
     oleh nilai yang dihasilkan.

2.   Identitas Pemberi Tugas

     Nama Perusahaan                : PT ITSEC Asia, Tbk.
     Alamat                         : Noble House Lt. 11, Unit 2 & 3, Jl. Dr. Ide Anak Agung
                                      Gde Agung Kav. E.4.2, Mega Kuningan,
                                      Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan
     Telepon                        : (021) 29783050
     E-mail                         : corpsec@itsecasia.com
     Website                        : www.itsec.asia.




                                                                                           ii
Page 4
3.   Identitas Pengguna Laporan

     Nama Perusahaan                : PT ITSEC Asia, Tbk.
     Alamat                         : Noble House Lt. 11, Unit 2 & 3, Jl. Dr. Ide Anak Agung
                                      Gde Agung Kav. E.4.2, Mega Kuningan,
                                      Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan
     Telepon                        : (021) 29783050
     E-mail                         : corpsec@itsecasia.com
     Website                        : www.itsec.asia.

4.   Objek Studi Kelayakan

     Bahwa Objek Studi Kelayakan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh Pemberi Tugas adalah
     Jasa Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.

5.   Jenis Mata Uang Yang Digunakan

     Dalam penugasan ini Studi Kelayakan dinyatakan dalam mata uang Rupiah.

6.   Maksud dan Tujuan Penilaian

     Maksud dan tujuan dari penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat mengenai
     kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha penunjang milik Perseroan dalam
     rangka memenuhi POJK No. 17/2020 dan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang
     Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Surat Edaran OJK
     No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
     Bisnis di Pasar Modal. Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha tidak digunakan di
     luar maksud atau tujuan disusunnya studi tersebut dan bukan untuk penggunaan laporan
     dalam bidang lainnya.

7.   Pendekatan dan Metodologi Studi Kelayakan

     Untuk melakukan studi kelayakan ini, kami menggunakan pendekatan dan metodologi
     yang mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang
     Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
     Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
     Pasar Modal dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No.
     17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
     di Pasar Modal.

8.   Tanggal Studi Kelayakan dan Waktu Pelaporan

     Tanggal penilaian adalah per 31 Desember 2025 di mana batas tersebut diambil atas
     dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Masa berlaku laporan ini adalah 6
     (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026.



                                                                                           iii
Page 5
9.   Tingkat Kedalaman Investigasi

     Dalam penilaian ini, kami melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang
     memadai di antaranya dengan melakukan wawancara terhadap Manajemen yang kami
     anggap layak dan relevan guna mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi
     untuk keperluan proses penilaian Perusahaan sehubungan dengan penilaian Objek
     Penilaian.


10. Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan

     Dalam melakukan penilaian ini, FSR juga menggunakan sumber informasi relevan yang
     handal tanpa perlu melakukan verifikasi :

      • Data-data laporan keuangan historis;
      • Dokumen hukum yang terkait dengan Studi Kelayakan;
      • Data-data ekonomi yang diperoleh dari S&P;
      • Data-data ekonomi baik yang bersifat makro maupun mikro yang diperoleh dari
        instansi terkait seperti Bank Indonesia;
      • Data statistik dari Badan Pusat Statistik.
     Dalam melakukan penilaian ini, FSR juga menggunakan sumber informasi relevan yang
     perlu melakukan verifikasi :

      • Data-data laporan keuangan historis yang tidak diaudit;
      • Diskusi dengan pihak manajemen baik Pemberi Tugas maupun Objek Studi
        Kelayakan;
      • Data finansial terkait dengan Objek Studi Kelayakan;
      • Tinjauan terhadap kondisi fundamental objek studi kelayakan yang menyangkut
        sejarah singkatnya, struktur modal dan susunan pengurus, deskripsi bidang usaha
        dan kinerja keuangan, serta memperhatikan kondisi makro yang ada;
      • Data-data lainnya sebagai informasi pendukung, seperti Rencana Anggaran Biaya.

11. Asumsi dan Asumsi Khusus

     Asumsi dan asumsi khusus yang akan digunakan dalam penugasan merupakan asumsi
     dan asumsi khusus yang wajar dan relevan dengan memperhatikan tujuan dimana Studi
     Kelayakan diperlukan.

     Asumsi khusus adalah asumsi yang berbeda dari fakta sebenarnya pada tanggal studi
     kelayakan atau hal yang tidak akan dibuat oleh sebagian kecil pelaku pasar dalam suatu
     transaksi pada tanggal studi kelayakan.




                                                                                         iv
Page 6
   Asumsi khusus sering digunakan untuk menggambarkan efek dari suatu situasi yang akan
   memengaruhi nilai.

   Dalam pelaksanaan penugasan, Penilai akan menggunakan asumsi yang wajar untuk
   diterima sebagai fakta dalam konteks penugasan.

12. Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi

   Laporan Studi Kelayakan ini bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi
   rahasia yang dapat memengaruhi operasional perusahaan. Pemberi Tugas dan
   Pengguna Laporan studi kelayakan ini sebagaimana yang disebutkan dalam lingkup
   penugasan, menginformasikan bahwa tidak ada informasi rahasia yang dapat
   memengaruhi operasional perusahaan di dalam laporan ini. Pengguna laporan di luar dari
   ketentuan yang disebutkan dalam lingkup Penugasan Laporan ini harus mendapatkan
   persetujuan tertulis dari KJPP Febriman Siregar dan Rekan serta Pemberi Tugas.

   Tanda tangan Penilai Publik dan cap FSR yang resmi merupakan syarat mutlak Laporan
   Studi Kelayakan yang dihasilkan.

13. Konfirmasi Bahwa Penilaian dilakukan berdasarkan Peraturan OJK dan KEPI & SPI

   Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat penilai, serta laporan penilaian telah dibuat
   dengan mematuhi ketentuan kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
   17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan
   Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
   Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa
   Keuangan Republik Indonesia No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan
   Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia
   (KEPI) serta SPI Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.




                                                                                         v
Page 7
14. Kesimpulan

  Berdasarkan kajian, evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan
  syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan
  bahwa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan dengan mempertimbangkan
  aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen, serta aspek
  keuangan, sehingga dapat disimpulkan rencana ini layak.

  Demikian hasil Studi Kelayakan yang kami lakukan dengan tetap mengacu pada standar
  dan kode etik yang berlaku.


  Hormat kami,
  KJPP Febriman Siregar & Rekan




  Ir. Yohn PS Napitupulu, M.Sc., MAPPI (Cert.)
  Rekan
  Penilai Properti dan Bisnis (PB)
  Anggota MAPPI               :    92-S-00252
  Register                    :    RMK-2017.00069
  Izin Penilai Publik         :    PB-1.08.00069
  Izin OJK                    :    STTD.PPB-41/PJ-1/PM.021/2024




                                                                                        vi
Page 8
                    PERNYATAAN PENYUSUN

Dalam batas kemampuan dan keyakinan serta pemahaman kami sebagai penilai,
yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa :


1. Kami telah mematuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan
   dan/atau diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.
2. Keterangan-keterangan dan pernyataan        dalam    laporan   ini,   sebatas
   pengetahuan kami adalah benar dan akurat.
3. Analisis dan kesimpulan dalam laporan ini hanya dibatasi dan telah sesuai
   dengan asumsi-asumsi dan syarat-syarat pembatas serta kondisi yang
   dilaporkan.
4. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup penilaian meliputi : identifikasi
   masalah, inspeksi lapangan, pengumpulan data & wawancara, analisis data,
   estimasi nilai menggunakan pendekatan penilaian dan penulisan laporan.
5. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan properti
   dan/atau jenis industri yang dinilai.
6. Kami tidak mempunyai kepentingan apapun terhadap obyek yang dinilai dan
   imbalan jasa yang kami terima tidak terkait dengan hasil penilaian yang
   dilaporkan.
7. Laporan ini disusun mengacu pada Standar Penilaian Indonesia (SPI EDISI VII-
   2018) dan telah memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
8. Penunjukan dalam penugasan ini tidak berhubungan dengan opini Penilaian
   yang telah disepakati sebelumnya dengan Pemberi Tugas.
9. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah
   menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian.


Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan
yang memengaruhi analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan
ini.




                                                                              vii
Page 9
NAMA                                                KUALIFIKASI                    TANDA TANGAN




Penanggung Jawab Proyek :


Ir. Yohn PS Napitupulu, M.Sc. MAPPI (Cert.)         Penilai Bisnis Bersertifikat   ...............................
Rekan
Ijin Penilai Publik      : PB-1.08.00069
MAPPI No.                : 92-S-00252
Register No.             : RMK-2017.00069
STTD No.                 : STTD.PPB-41/PJ-1/PM.021/2024



Pemeriksa :


Didiek Agus Priatmiko, S.Komp.                       Penilai Bisnis                ...............................
MAPPI No.             : 11-T-03266
Register No.          : RMK-2017.00838




Penilai :


Yaumil Husna Khair, S.Si., M.M                       Penilai Bisnis                  ...............................
MAPPI No.             : 11-P-03270




                                                                                                            viii
Page 10
                                            BAB I
                                     PENDAHULUAN


1.    UMUM
1.1. Latar Belakang
      PT ITSEC Asia, Tbk. (selanjutnya disebut “Perseroan” atau “Perusahaan”)
      merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (public
      company) yang didirikan di Indonesia. Kegiatan usaha utama Perseroan meliputi
      aktivitas konsultasi keamanan informasi (KBLI 62021) yang mencakup kegiatan
      layanan       konsultasi   perencanaan    dan   pengawasan   keamanan     informasi,
      pemeriksaan atau penjamin (assurance) keamanan informasi, dan pembangunan
      dan penerapan keamanan informasi.


      Kegiatan usaha penunjang Perseroan meliputi aktivitas konsultasi komputer dan
      manajemen fasilitas komputer lainnya (KBLI 62029), aktivitas teknologi informasi dan
      jasa komputer lainnya (KBLI 62090), aktivitas pemrograman komputer lainnya (KBLI
      62019), aktivitas perdagangan besar komputer dan perlengkapan komputer (KBLI
      46511) dan aktivitas perdagangan besar piranti lunak (KBLI 46512).


      Perseroan berdomisili di Gedung Noble House Lt. 11, Unit 2 & 3, Jl. Dr. Ide Anak
      Agung Gde Agung Kav. E.4.2, Mega Kuningan, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta
      Selatan dengan nomor telepon (021) 29783050, email corpsec@itsecasia.com dan
      alamat website www.itsec.asia.


      Berdasarkan informasi yang kami terima dari manajemen Perseroan, Perseroan
      merencanakan untuk menambah kegiatan usaha penunjang yaitu sebagai berikut:

                          Tabel 1.1 Rincian Penambahan Kegiatan Usaha
          No.                         Nama KBLI                         Kode KBLI

            1         Aktivitas Teknologi Informasi dan Jasa               62090
                      Komputer lainnya

            2         Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya               62019

            3         Perdagangan Besar Komputer dan                       46511
                      Perlengkapan Komputer


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                     I-9
Page 11
            4        Perdagangan Besar Piranti Lunak                        46512



            5        Aktivitas Pemrograman Berbasis                         62015
                     Kecerdasan Artifisial

            6        Penerbitan Piranti Lunak (Software)                    58200



            7        Aktivitas Pengolahan Data                              63111




      Rencana tersebut berupa penambahan kegiatan usaha penunjang yang belum
      tertera di dalam anggaran dasar Perseroan, sebagaimana dimaksud dalam Peraturan
      Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia (“OJK”) No. 17/POJK.04/2020 tentang
      Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK No. 17/2020”).


      Untuk penambahan kegiatan usaha penunjang, POJK No. 17/2020 mensyaratkan
      adanya laporan studi kelayakan tentang perubahan kegiatan usaha penunjang yang
      disusun oleh penilai independen, maka Perseroan perlu menunjuk penilai untuk
      melaksanakan penyusunan studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan
      Usaha Penunjang (“Studi Kelayakan”).


1.2. Status Penilai
      Penilai adalah KJPP Febriman Siregar dan Rekan (“KJPP FSR”), selaku Penilai
      Independen dengan identifikasi Penilai yang bertanggung jawab pada laporan
      penilaian ini adalah sebagai berikut:

      Nama                       : Ir. Yohn PS Napitupulu, M.Sc., MAPPI (Cert.)
      Anggota MAPPI              : 92-S-00252
      Register                   : RMK-2017.00069
      No. Izin Penilai Publik    : PB-1.08.00069
      No. Izin OJK               : STTD.PPB-41/PJ-1/PM.021/2024
      Klasifikasi bidang jasa    : Penilai Properti dan Bisnis

      KJPP Febriman Siregar dan Rekan memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian
      atas obyek studi dan tidak memiliki benturan kepentingan dengan subyek atau obyek
      studi kelayakan, sehingga dalam posisi untuk memberikan penilaian objektif dan tidak
      memihak.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                     I - 10
Page 12
1.3. Pemberi Tugas Dan Pengguna Laporan
      Pemberi tugas dan Pengguna Laporan adalah:
      Nama Perusahaan             : PT ITSEC Asia, Tbk.
      Alamat                      : Noble House Lt. 11, Unit 2 & 3, Jl. Dr. Ide Anak Agung
                                    Gde Agung Kav. E.4.2, Mega Kuningan, Kuningan
                                    Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan
      Telepon                     : (021) 29783050
      E-mail                      : corpsec@itsecasia.com
      Website                     : www.itsec.asia.

1.4. Maksud Dan Tujuan Penilaian
      Maksud dan tujuan dari penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat mengenai
      kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha penunjang milik Perseroan
      dalam     rangka   memenuhi   POJK    No.   17/2020       dan   Peraturan   OJK   No.
      35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
      Modal dan Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian
      dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal. Studi Kelayakan Perubahan
      Kegiatan Usaha tidak digunakan di luar maksud atau tujuan disusunnya studi tersebut
      dan bukan untuk penggunaan laporan dalam bidang lainnya.

1.5. Tanggal Penilaian dan Masa Berlaku Laporan
      Tanggal penilaian adalah per 31 Desember 2025 dimana batas tersebut diambil atas
      dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian dengan masa berlaku laporan
      studi kelayakan ini berakhir pada tanggal 30 Juni 2026.

1.6. Obyek Studi Kelayakan
      Obyek Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha pada laporan studi kelayakan ini
      adalah kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha penunjang milik
      Perseroan melalui penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia dalam
      Anggaran Dasar Perseroan.

      Berikut adalah rencana penambahan KBLI oleh Perseroan:
       No.                      Nama KBLI                              Kode KBLI

        1     Aktivitas Teknologi Informasi dan Jasa Komputer            62090
              lainnya

        2     Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya                     62019

        3     Perdagangan Besar Komputer dan Perlengkapan                46511
              Komputer




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                       I - 11
Page 13
        4     Perdagangan Besar Piranti Lunak                             46512



        5     Aktivitas Pemrograman Berbasis Kecerdasan                   62015
              Artifisial

        6     Penerbitan Piranti Lunak (Software)                         58200



        7     Aktivitas Pengolahan Data                                   63111


      Catatan atas Penggunaan KBLI dalam Laporan Studi Kelayakan:
      Dalam Laporan Studi Kelayakan ini, nomor dan uraian KBLI yang digunakan
      mengacu       pada   KBLI   2020.   Penggunaan    KBLI    2020   dilakukan    dengan
      mempertimbangkan        bahwa,      berdasarkan   Surat   Menteri     Investasi   dan
      Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor B-69.S/PI.08/A.1/2026
      tanggal 27 Maret 2026 perihal penyampaian Surat Edaran Bersama tentang
      Implementasi Penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia 2025 dalam
      Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, penyesuaian KBLI 2025
      dalam Sistem OSS dan Sistem Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum
      dilakukan oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dan Kementerian Hukum
      paling lambat pada tanggal 18 Juni 2026.

      Sampai dengan diimplementasikannya penyesuaian KBLI 2025 tersebut dalam
      Sistem OSS dan Sistem Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, pemrosesan
      perizinan berusaha dan pengesahan atau pelaporan perubahan Anggaran Dasar
      masih dilakukan dengan menggunakan KBLI 2020. Oleh karena itu, penggunaan
      KBLI 2020 dalam Laporan Studi Kelayakan ini merupakan penggunaan yang bersifat
      transisional dan administratif, agar rencana perubahan Anggaran Dasar dan
      pemutakhiran perizinan berusaha Perseroan tetap selaras dengan sistem yang
      berlaku pada saat penyusunan laporan.

      Dalam pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham sehubungan dengan Rencana
      Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan akan meminta persetujuan pemegang
      saham untuk memberikan kuasa kepada Direksi Perseroan, dengan hak substitusi,
      untuk melakukan penyesuaian nomenklatur, uraian, dan/atau kode KBLI ke KBLI
      2025 apabila Sistem OSS dan Sistem Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum
      telah mengimplementasikan penyesuaian KBLI 2025. Penyesuaian tersebut akan
      dilakukan sepanjang tidak mengubah substansi maksud dan tujuan serta ruang
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                       I - 12
Page 14
      lingkup kegiatan usaha Perseroan yang telah disetujui oleh RUPS.

      Produk/jasa yang akan dihasilkan melalui penambahan kegiatan usaha tersebut
      adalah:

         a. IntelliBroń Orion

             IntelliBroń Orion merupakan extended detection and response (XDR) platform
             yang berfungsi mendeteksi ancaman keamanan siber yang dapat membantu
             perusahaan memetakan postur keamanan siber mereka saat ini sehingga
             dapat secara yakin menetapkan tindakan yang tepat untuk merespon,
             memitigasi, dan meminimalisir kerugian yang diakibatkan oleh serangan
             keamanan siber tanpa perlu terlibat pada kompleksitas kontrol keamanan
             siber.

         b. IntelliBroń AMAN

             Produk ini berperan memberikan proteksi terhadap perangkat seluler milik
             pelanggan melalui pemblokiran terhadap berbagai ancaman keamanan siber
             dengan proses setup yang simpel dan ringkas.

         c. IntelliBroń Threat Intelligence

             Layanan ini menyediakan perlindungan secara proaktif terhadap ancaman
             dan kerentanan eksternal.

1.7. Bentuk Kepemilikan
      Bentuk kepemilikan atas Obyek Studi Kelayakan adalah Kepemilikan Tunggal yakni
      milik Perseroan.

1.8. Metode Studi Kelayakan
      Metodologi yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini yaitu :
     ●   Pengumpulan data-data primer dari Perseroan yang terkait dengan penambahan
         kegiatan usaha yang meliputi data-data identitas, perizinan, rencana usaha serta
         data-data lainnya yang terkait dengan rencana perubahan kegiatan usaha.
     ●   Analisis makro ekonomi, analisis industri untuk mengevaluasi pengaruh dari faktor
         tersebut terhadap kinerja Perseroan di masa mendatang.
     ●   Dalam melaksanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan
         penambahan kegiatan usaha. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan
         indikator Net Present Value (NPV), Profitability Index (PI), dan Internal Rate of
         Return (IRR), dan Payback Period.


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                     I - 13
Page 15
1.9. Tanggal Studi Kelayakan
      Tanggal studi kelayakan (cut-off date) per 31 Desember 2025.


1.10. Tingkat Kedalaman Investigasi
      Investigasi dengan melakukan inspeksi, wawancara dengan pihak manajemen.


1.11. Alasan Perseroan Menambah Kegiatan Usaha
      Alasan Perseroan menambah kegiatan usaha di bidang Aktivitas Teknologi Informasi
      dan Jasa Komputer lainnya (62090), Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya
      (62019), Perdagangan Besar Komputer dan Perlengkapan Komputer (46511),
      Perdagangan Besar Piranti Lunak (46512), Aktivitas Pemrograman Berbasis
      Kecerdasan Artifisial (62015), Penerbitan Piranti Lunak (Software) (58200), Aktivitas
      Pengolahan Data (63111) adalah untuk meningkatkan penjualan berupa layanan nilai
      tambah dari kegiatan usaha yang telah dimiliki oleh Perseroan. Dimana hal ini sejalan
      dengan strategi bisnis Perseroan dalam menambah diversifikasi produk untuk
      meningkatkan pemasaran guna memenuhi kebutuhan konsumen seiring dengan
      perkembangan dunia teknologi dan digital yang mengharuskan konsumen mobile
      atau terkoneksi dengan internet dimanapun dan kapanpun.


1.12. Sifat Dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan
     1. Anggaran Dasar dan Perubahan Perseroan
     2. Business plan penambahan usaha.
     3. Tinjauan terhadap kondisi fundamental Perseroan, yang menyangkut sejarah
         singkat Perseroan, struktur modal dan susunan pengurus, deskripsi bidang usaha
         dan kinerja keuangan, serta memperhatikan kondisi makro yang ada.
     4. Informasi ekonomi dan industri yang dikeluarkan oleh pihak ketiga, baik
         berdasarkan media cetak, elektronik, dan hasil analisis lain dari pihak independen
         yang kami anggap relevan.


1.13. Studi Kelayakan Dilakukan Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
      Republik Indonesia
      Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
      Kegiatan Usaha, Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
      Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan Surat Edaran OJK No.
      17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
      Bisnis di Pasar Modal.


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                      I - 14
Page 16
1.14. Asumsi Dan Asumsi Khusus
      1.    KJPP FSR berasumsi bahwa asumsi dan asumsi khusus yang akan digunakan
            dalam penugasan merupakan asumsi dan asumsi khusus yang wajar dan
            relevan dengan memperhatikan tujuan dimana studi kelayakan diperlukan.
      2.    KJPP FSR berasumsi bahwa asumsi khusus adalah asumsi yang berbeda dari
            fakta yang sebenarnya pada tanggal studi kelayakan atau hal yang tidak akan
            dibuat oleh sebagian kecil pelaku pasar dalam suatu transaksi pada tanggal studi
            kelayakan.
      3.    KJPP FSR berasumsi bahwa asumsi khusus sering digunakan untuk
            menggambarkan efek dari suatu situasi yang akan memengaruhi nilai.


      Dalam pelaksanaan penugasan, KJPP FSR akan menggunakan asumsi yang wajar
      untuk diterima sebagai fakta dalam konteks penugasan tanpa penyelidikan tertentu
      atau verifikasi.


1.15. Tenaga Ahli
      Mengingat KJPP FSR memiliki pengalaman yang cukup, maka di dalam melakukan
      penilaian ini KJPP FSR tidak menggunakan tenaga ahli pada bidang lain.


1.16. Syarat Pembatas

     ●     Laporan ini bersifat non-disclaimer opinion.
     ●     KJPP FSR telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
           dalam proses penilaian.
     ●     Data-data dan informasi yang diperoleh KJPP FSR berasal dari sumber yang
           dapat dipercaya keakuratannya.
     ●     KJPP FSR menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
           mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
           dengan kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty).
     ●     KJPP FSR bertanggung jawab atas atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran
           proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
     ●     KJPP FSR menghasilkan Laporan Penilaian Bisnis yang terbuka untuk publik,
           kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat memengaruhi
           operasional perusahaan.
     ●     KJPP FSR bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Bisnis dan Kesimpulan.
     ●     KJPP FSR telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari
           pemberi tugas.

Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                       I - 15
Page 17
     ●   KJPP FSR mengasumsikan bahwa sejak Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
         hingga penerbitan kesimpulan studi kelayakan ini tidak terjadi perubahan apapun
         yang berpengaruh secara material terhadap Rencana Penambahan Kegiatan
         Usaha.
     ●   KJPP FSR berasumsi bahwa Perseroan mentaati semua peraturan yang
         ditetapkan pemerintah, khususnya yang terkait dengan operasional Perseroan,
         baik di masa lalu maupun di masa mendatang.
     ●   KJPP FSR berasumsi bahwa legalitas yang dimiliki oleh Perseroan tidak ada
         masalah baik secara hukum atau masalah lainnya baik sebelum maupun setelah
         Rencana Transaksi.
     ●   KJPP FSR berasumsi bahwa Perseroan telah dan akan memenuhi kewajiban
         yang berkenaan dengan perpajakan, retribusi dan pungutan-pungutan lainnya
         sesuai dengan peraturan yang berlaku.
     ●   KJPP FSR telah memperoleh informasi atas syarat-syarat dan ketentuan-
         ketentuan dalam perjanjian-perjanjian yang terkait dengan Rencana Transaksi
         dari Perseroan.
     ●   Laporan disusun hanya untuk maksud dan tujuan sesuai dengan yang
         dicantumkan pada laporan. Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak lain
         selain pemberi tugas dimaksud. Pihak lain yang menggunakan laporan ini
         bertanggung jawab atas segala risiko yang timbul.
     ●   Penilai tidak melakukan penelitian dan penyelidikan yang ada hubungannya
         dengan kebenaran legalitas serta utang piutang yang mengakibatkan kerugian
         atas kegiatan usaha penunjang, proyeksi keuangan, legalitas usaha, teknologi,
         pasar, dan manajemen yang dinilai karena bukan merupakan ruang lingkup
         pekerjaan penilai. Kami berasumsi bahwa obyek yang dinilai tersebut telah bebas
         dari segala tuntutan hukum.
     ●   Inspeksi lapangan yang kami lakukan hanyalah terhadap kondisi aset yang
         dikemukakan dalam laporan ini adalah merupakan kondisi yang terlihat. Sehingga
         tidak dimaksudkan untuk memeriksa kegiatan usaha penunjang, proyeksi
         keuangan, legalitas usaha, teknologi, pasar, dan manajemen.
     ●   Kami tidak melakukan penyelidikan atas masalah lingkungan yang berkaitan
         dengan pencemaran. Apabila tidak diinformasikan lain. Penilaian kami didasarkan
         pada asumsi mengenai tidak adanya pencemaran yang dapat berpengaruh
         terhadap nilai.
     ●   KJPP FSR tidak berkewajiban untuk memberikan kesaksian atau hadir di depan
         pengadilan atau pejabat pemerintah jika hal tersebut tidak terkait dengan maksud
         dan tujuan laporan ini serta di luar ruang lingkup dari penugasan.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                    I - 16
Page 18
     ●   Jika di kemudian hari Penilai diminta untuk memberikan penjelasan dan
         pemaparan yang dilakukan di luar wilayah kerja kantor kami maupun kepada pihak
         selain pemberi tugas dan pengguna jasa maka segala bentuk biaya yang timbul
         menjadi beban pemberi tugas.
     ●   Laporan ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan Pimpinan dan stempel
         kantor (office seal) dari KJPP FSR.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                  I - 17
Page 19
                                         BAB II
                                   ASPEK HUKUM

2.1. Profil Perseroan
      Perseroan didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 7 tanggal 12 April 2010 oleh notaris
      Refizal, S.H., M.Hum., di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
      Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-
      23544.AH.01.01.Tahun 2010 tanggal 7 Mei 2010.


      Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
      dengan Akta Notaris No. 91 tanggal 29 April 2026 oleh Dr. Sugih Haryati, S.H., M.Kn.,
      mengenai Persetujuan Perubahan Pengurus Perseroan.


      Perseroan berdomisili di Gedung Noble House Lt. 11, Unit 2 & 3, Jl. Dr. Ide Anak
      Agung Gde Agung Kav. E.4.2, Mega Kuningan, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta
      Selatan.


2.2. Akta Pendirian dan Akta Perubahan
      Perseroan didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 7 tanggal 12 April 2010 oleh notaris
      Refizal, S.H., M.Hum., di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
      Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-
      23544.AH.01.01.Tahun 2010 tanggal 7 Mei 2010.


      Anggaran Dasar Perseroan mengalami perubahan terakhir berdasarkan Akta
      Pernyataan Keputusan Rapat No. 91 Tanggal 29 April 2026.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                      II - 18
Page 20
2.3. Struktur Permodalan

      Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan per 31 Desember 2025
      yang telah diaudit oleh KAP Morhan dan Rekan, komposisi kepemilikan saham
      Perseroan adalah sebagai berikut:

      Tabel 2.1 Daftar Pemegang Saham dan Struktur Kepemilikan Modal

                                                                          Nilai Nominal
       No                    Uraian                                 Rp. 25,- per lembar saham
                                                         Lembar Saham          %                Total (Rp.)
       1.   INV Management Pte., Ltd.                     2.622.536.397        39,280       65.563.409.925
       2.   MB Investment Management Pte., Ltd.           1.710.500.057        25,620       42.762.501.425
       3.   UBS Switzerland Ag-Client Assets               557.423.302          8,349       13.935.582.550
       4.   Patrick Rudolf Dannacher                        29.471.000          0,441           736.775.000
       5.   Bambang Susilo                                  23.200.200          0,347           580.005.000
       6.   Andri Hutama Putra                              19.352.100          0,290           483.802.500
       7.   Bima Kurniawan                                  16.963.700          0,254           424.092.500
       8.   Eko Prasudi Widianto                            12.744.400          0,191           318.610.000
       9.   Doni Mora, S.E                                   2.987.100          0,045            74.677.500
      10.   Richardus Eko Indrajit                                 200          0,001                  5.000
      11.   Masyarakat (masing-masing di bawah 5%)        1.681.279.168        25,182       42.031.979.200
            Jumlah                                        6.676.457.624    100,000%        166.911.440.600



      Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Audited Perseroan tanggal 31 Desember 2025
2.4. Susunan Pengurus
      Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar
      Biasa No. 91 Tanggal 29 April 2026, susunan Dewan Komisaris dan Direksi
      Perseroan adalah sebagai berikut:

      Dewan Komisaris
      Presiden Komisaris                             :        Richardus Eko Indrajit
      Komisaris Independen                           :        Agustinus Nicholas L. Tobing
      Komisaris                                      :        Andri Hutama Putra

      Direksi
      Presiden Direktur                              :        Patrick Rudolf Dannacher
      Wakil Presiden Direktur                        :        Marek Bialoglowy
      Direktur                                       :        Bambang Susilo
      Direktur                                       :        Doni Mora, SE
      Direktur                                       :        Eko Prasudi Widianto
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                                       II - 19
Page 21
      Susunan Komite Audit Perseroan sebagaimana termuat dalam Surat Keputusan
      Dewan Komisaris No. 197/ADM/ITSECASIA/III/2023 tanggal 9 Maret 2023 adalah
      sebagai berikut:
      Ketua                                 :   Agustinus Nicholas L. Tobing
      Anggota                               :   Arini Imamawati
      Anggota                               :   Tjeppy Kustiwa


      Susunan Komite Nominasi dan Remunerasi sebagaimana termuat dalam Surat
      Keputusan Dewan Komisaris No. 005/SPDK/LGL/ITSEC/VI/2025 tanggal 2 Juni 2025
      adalah sebagai berikut:
      Ketua                                 :   Agustinus Nicholas L. Tobing
      Anggota                               :   Richardus Eko Indrajit
      Anggota                               :   Gunawan Basri


      Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 199/ADM/ITSECASIA/III/2023 tanggal 9
      Maret 2023, Direksi menyetujui penunjukan Donny Utama sebagai Audit Internal
      Perusahaan.


      Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 198/ADM/ITSECASIA/III/2023 tanggal 9
      Maret 2023, Direksi menyetujui penunjukan Viko Setiyawan sebagai Corporate
      Secretary Perusahaan.


2.5. Kegiatan Usaha

      Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan, kegiatan usaha Perseroan bergerak dalam
      bidang keamanan informasi dan teknologi informasi. Kegiatan usaha tersebut
      dijalankan secara terintegrasi, dengan fokus utama pada penyediaan solusi
      keamanan siber, layanan konsultasi keamanan informasi, layanan teknologi
      informasi, serta pengembangan solusi digital yang mendukung kebutuhan
      pelanggan.
      Dalam praktik operasional, layanan Perseroan tidak selalu berdiri sebagai satu
      produk tunggal. Satu penugasan kepada pelanggan dapat mencakup penilaian
      keamanan, konsultasi, desain solusi, implementasi, integrasi sistem, penyediaan
      piranti lunak dan/atau perangkat pendukung, pengolahan data keamanan, dukungan
      teknis, serta pemeliharaan layanan.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                               II - 20
Page 22
2.5.1. Kegiatan Usaha yang Telah Dijalankan Perseroan
      Kegiatan usaha yang telah dijalankan oleh Perseroan adalah sebagai berikut:
      a. Kegiatan Usaha Utama:
         Aktivitas konsultasi keamanan informasi (KBLI 62021) yang mencakup kegiatan
         layanan konsultasi perencanaan dan pengawasan keamanan informasi,
         pemeriksaan atau penjamin (assurance) keamanan informasi, dan pembangunan
         dan penerapan keamanan informasi.
      b. Kegiatan Usaha Penunjang:
         1) Aktivitas konsultasi komputer dan manajemen fasilitas komputer lainnya (KBLI
            62029) meliputi:
            -   Layanan konsultasi terkait konfigurasi perangkat keras dan perangkat
                lunak, baik secara terpisah maupun sebagai satu kesatuan sistem.
                Layanan    ini   mencakup    analisis   kebutuhan    teknologi   informasi,
                perancangan sistem yang terintegrasi serta rekomendasi solusi yang
                sesuai bagi pengguna.
            -   Menyediakan komponen sistem secara langsung atau melalui Kerjasama
                dengan mitra vendor.
            -   Layanan instalasi sistem, pelatihan bagi pengguna dan dukungan teknis
                guna memastikan operasional berjalan lancar.
         2) Aktivitas teknologi informasi dan jasa komputer lainnya (KBLI 62090) meliputi:
            -   Layanan teknologi informasi yang tidak termasuk dalam kategori lain,
                seperti pemulihan sistem yang mengalami gangguan, instalasi perangkat
                lunak dan perangkat keras dan manajemen insiden siber.
            -   Layanan digital forensik untuk menganalisis dan mengatasi potensi
                ancaman terhadap sistem.
         3) Aktivitas pemrograman komputer lainnya (KBLI 62019) meliputi:
            -   Layanan konsultasi dalam analisis, desain dan pengembangan perangkat
                lunak. Layanan ini mencakup pembuatan perangkat lunak sistem dan
                aplikasi, pengelolaan basis data serta pengembangan laman web.
            -   Layanan penyesuaian perangkat lunak agar dapat berfungsi secara
                optimal sesuai dengan lingkungan sistem informasi yang digunakan.
         4) Aktivitas perdagangan besar komputer dan perlengkapan komputer (KBLI
            46511) meliputi distribusi perangkat komputer dan perlengkapannya.
         5) Aktivitas perdagangan besar piranti lunak (KBLI 46512) meliputi layanan dan
            berbagai solusi digital yang dapat menunjang kebutuhan bisnis dan
            operasional.


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                      II - 21
Page 23
2.5.2. Kegiatan Usaha yang Akan Ditambahkan

     Sehubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan akan
     menambahkan kegiatan usaha berikut ke dalam Anggaran Dasar Perseroan.
     Penambahan tersebut dimaksudkan untuk memberikan dasar hukum yang memadai
     bagi    Perseroan     dalam   mengembangkan,      menerbitkan,     mendistribusikan,
     mengimplementasikan, mengoperasikan, dan mendukung produk serta jasa berbasis
     teknologi informasi dan keamanan siber.

      Kegiatan Usaha tambahan yang akan diajukan:

                             Tabel 2.2 Rincian Kegiatan Usaha
 No Kegiatan Usaha yang        Kode Kegiatan Usaha yang Akan Dihasilkan
    Akan Ditambahkan           KBLI
 1  Aktivitas Teknologi        62090 Layanan implementasi, konfigurasi, integrasi,
    Informasi dan Jasa               instalasi, pemulihan sistem, dukungan operasional,
    Komputer Lainnya                 manajemen insiden siber, digital forensic, serta
                                     layanan teknis lain yang mendukung
                                     pengoperasian produk dan solusi keamanan siber
                                     Perseroan.
 2    Aktivitas                62019 Pengembangan, penyesuaian, pemeliharaan, dan
      Pemrograman                    peningkatan software, aplikasi, basis data, API,
      Komputer Lainnya               dashboard, web portal, dan sistem pendukung lain
                                     yang digunakan dalam produk dan layanan
                                     keamanan siber Perseroan.
 3    Perdagangan Besar        46511 Penyediaan perangkat jaringan, server, endpoint,
      Komputer dan                   atau perangkat pendukung lainnya apabila
      Perlengkapan                   diperlukan sebagai bagian dari solusi teknologi
      Komputer                       informasi dan keamanan siber yang ditawarkan
                                     kepada pelanggan.
 4    Perdagangan Besar        46512 Penjualan, distribusi, lisensi, subscription, dan/atau
      Piranti Lunak                  penyediaan piranti lunak, baik piranti lunak yang
                                     dikembangkan oleh Perseroan maupun piranti
                                     lunak pendukung yang digunakan dalam
                                     implementasi solusi kepada pelanggan.
 5    Aktivitas                62015 Pengembangan modul, fitur, atau sistem berbasis
      Pemrograman                    kecerdasan artifisial untuk mendukung analisis data
      Berbasis Kecerdasan            keamanan, otomasi deteksi, pemeringkatan risiko,
      Artifisial                     pengayaan threat intelligence, korelasi indikator
                                     ancaman, dan fungsi analitik lain dalam produk
                                     keamanan siber Perseroan.
 6    Penerbitan Piranti       58200 Penerbitan, komersialisasi, pembaruan, patch,
      Lunak (Software)               lisensi, subscription, software-as-a-service, dan
                                     pengembangan lanjutan atas software yang
                                     dikembangkan dan/atau dioperasikan oleh
                                     Perseroan.
 7    Aktivitas Pengolahan     63111 Pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, korelasi,
      Data                           visualisasi, analisis, dan pelaporan data keamanan,
                                     data log, indikator ancaman, dan data operasional
                                     lain yang diperlukan dalam penyediaan produk dan
                                     layanan keamanan siber Perseroan.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                   II - 22
Page 24
      Produk/jasa yang akan dihasilkan melalui penambahan kegiatan usaha tersebut
      secara umum meliputi software dan/atau platform keamanan siber, aplikasi
      keamanan digital berbasis lisensi atau subscription, layanan threat intelligence,
      layanan analitik keamanan, pengolahan data keamanan, pengembangan dan
      penyesuaian software, penerbitan piranti lunak, distribusi piranti lunak, integrasi
      sistem, serta layanan dukungan teknis pasca-implementasi:

         a. IntelliBroń Orion

              IntelliBroń Orion merupakan extended detection and response (XDR)
             platform yang berfungsi mendeteksi ancaman keamanan siber yang dapat
             membantu perusahaan memetakan postur keamanan siber mereka saat ini
             sehingga dapat secara yakin menetapkan tindakan yang tepat untuk
             merespon, memitigasi, dan meminimalisir kerugian yang diakibatkan oleh
             serangan keamanan siber tanpa perlu terlibat pada kompleksitas control
             keamanan siber.

         b. IntelliBroń AMAN

             Produk ini berperan memberikan proteksi terhadap perangkat seluler milik
             pelanggan melalui pemblokiran terhadap berbagai ancaman keamanan siber
             dengan proses setup yang simpel dan ringkas.

         c. IntelliBroń Threat Intelligence

             Layanan ini menyediakan perlindungan secara proaktif terhadap ancaman
             dan kerentanan eksternal.



2.5.3. Keterkaitan antara Kegiatan Usaha Existing dan Kegiatan Usaha yang Akan
       Ditambahkan
       Rencana penambahan kegiatan usaha tersebut memiliki keterkaitan langsung
       dengan kegiatan usaha yang telah dijalankan oleh Perseroan. Perseroan selama ini
       bergerak dalam bidang keamanan informasi dan teknologi informasi, sehingga
       penambahan kegiatan usaha dimaksud bukan merupakan diversifikasi ke sektor
       yang tidak berhubungan. Penambahan tersebut merupakan penguatan dasar
       hukum bagi Perseroan untuk mengembangkan dan mengomersialisasikan produk
       serta layanan berbasis perangkat lunak/software, pengolahan data, kecerdasan
       artifisial, dan dukungan teknologi informasi yang masih berada dalam ekosistem
       keamanan siber Perseroan.



Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                   II - 23
Page 25
       Secara bisnis, kegiatan usaha yang akan ditambahkan memperluas kemampuan
       Perseroan dari penyedia jasa konsultasi dan layanan keamanan informasi menjadi
       penyedia solusi yang memiliki produk dan platform teknologi sendiri. Dengan
       demikian, Perseroan dapat menawarkan solusi yang lebih lengkap kepada
       pelanggan, mulai dari konsultasi, desain, implementasi, integrasi, pengolahan data,
       pemantauan, dukungan teknis, sampai dengan pemeliharaan dan pembaruan
       perangkat lunak/software.


2.6. Legalitas dan Perizinan
      Pada saat ini Perseroan telah memperoleh dokumen-dokumen dan perizinan yang
      diperlukan dari instansi yang berwenang berkaitan dengan kegiatan usahanya yang
      berupa:
      1. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 31.191.675.3-013.000;
      2. Nomor Induk Berusaha (NIB) 8120110222003;
      3. Salinan Akta Pendirian No. 7 tanggal 12 April 2010 oleh notaris Refizal, S.H.,
         M.Hum., di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum
         dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-
         23544.AH.01.01.Tahun 2010 tanggal 7 Mei 2010.
      4. Salinan Akta Perubahan Anggaran Dasar terakhir No. 91 Tanggal 29 April 2026.
      5. Salinan Akta Perubahan Modal Perseroan terakhir No. 77 Tanggal 28 Februari
         2023.
      6. Salinan Akta Susunan Pengurus Perseroan terakhir No. 91 Tanggal 29 April 2026.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                    II - 24
Page 26
                                         BAB III
                       ANALISIS KELAYAKAN PASAR

3.1.     Perekonomian Dunia
         Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) pada 2026 diprakirakan meningkat
         dipengaruhi dorongan investasi sektor teknologi termasuk artificial intelligence (Al)
         dan stimulus pemotongan pajak. Pertumbuhan ekonomi Jepang, Tiongkok, dan
         India pada 2026 diprakirakan melambat akibat pelemahan permintaan domestik
         dan ekspor di tengah investasi Al yang juga meningkat. Dari pasar keuangan
         global, ruang penurunan Fed Funds Rate (FFR) berkurang dan disertai masih
         tingginya yield UST sejalan defisit fiskal AS yang masih besar. Ketidakpastian
         pasar keuangan global juga meningkat terutama dipicu oleh kebijakan tarif
         resiprokal AS serta meluasnya eskalasi ketegangan geopolitik. Perkembangan ini
         mendorong penguatan indeks mata uang dolar AS terhadap mata uang negara
         maju (DXY) dan mengakibatkan peningkatan aliran modal ke emerging market
         (EM) tertahan.


                                              Tabel 3.1.
                                     Pertumbuhan PDB Dunia




                    Sumber: IMF WEO dan *Proyeksi Bank Indonesia dalam Laporan
                                        Kebijakan Moneter Triwulan IV 2025




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                       III - 1
Page 27
                                              Grafik 3.1.
                                          Inflasi Global




                    Sumber: Bloomberg dan IMF dalam Laporan Kebijakan Moneter
                           Triwulan IV 2025


3.2.     Perekonomian Indonesia
         Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan makin perlu ditingkatkan agar
         sesuai dengan kapasitas perekonomian. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025
         diprakirakan lebih tinggi ditopang oleh kenaikan permintaan domestik sejalan
         dengan membaiknya keyakinan pelaku ekonomi dan peningkatan stimulus fiskal.
         Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), LU utama seperti LU Industri Pengolahan, LU
         Perdagangan Besar dan Eceran, serta LU Informasi dan Komunikasi menunjukkan
         kinerja positif. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tercatat di
         wilayah Bali-Nusa Tenggara (Balinusra), diikuti Jawa dan Kalimantan didorong
         kenaikan permintaan domestik.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                               III - 2
Page 28
                                         Tabel 3.2.
           Pertumbuhan PDB Domestik & Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha




                Sumber : BPS dalam Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2025


                                         Tabel 3.3.
            Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran




                Sumber : BPS dalam Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2025




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                               III - 3
Page 29
         Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)
         Neraca     Pembayaran   Indonesia    (NPI) perlu   terus   diperkuat di tengah
         meningkatnya ketidakpastian global. NPI triwulan IV 2025 diprakirakan tetap baik
         ditopang neraca perdagangan yang pada November 2025 kembali mencatat
         surplus sebesar 2,7 miliar dolar AS didukung oleh ekspor nonmigas berbasis
         sumber daya alam seperti logam mulia dan perhiasan/permata, nikel dan barang
         daripadanya, serta bahan bakar mineral.


         Sementara itu, aliran modal triwulan IV 2025 mencatat net inflows terutama
         ditopang kenaikan cukup tinggi pada bulan Desember 2025 yang bersumber dari
         penerbitan global bond setelah sebelumnya pada bulan Oktober dan November
         2025 tercatat rendah sejalan dengan ketidakpastian global yang masih tinggi.
         Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Desember 2025 meningkat menjadi
         sebesar 156,5 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau
         6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di
         atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.


                                             Tabel 3.4.
                                 Neraca Pembayaran Indonesia




         Sumber : Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2025
                      *Angka Sementara; **Angka Sangat Sementara



Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                   III - 4
Page 30
         Nilai Tukar Rupiah
         Kebijakan nilai tukar Bank Indonesia terus diperkuat untuk menjaga stabilitas nilai
         tukar Rupiah dari dampak peningkatan ketidakpastian global. Nilai tukar Rupiah
         pada 20 Januari 2026 tercatat sebesar Rp16.945 per dolar AS, melemah 1,53%
         (ptp) bila dibandingkan dengan level akhir Desember 2025. Pelemahan nilai tukar
         tersebut    dipengaruhi   aliran   keluar   modal   asing   akibat   meningkatnya
         ketidakpastian pasar keuangan global. Selain itu, kenaikan permintaan valas oleh
         perbankan dan korporasi domestik sejalan dengan kegiatan ekonomi turut
         memengaruhi kinerja Rupiah. Guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, Bank
         Indonesia menempuh intensitas langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar
         NDF baik di off-shore maupun on-shore (DNDF) dan pasar spot. Respons
         kebijakan ini dapat menjaga volatilitas nilai tukar Rupiah dan tetap konsisten
         dengan upaya pencapaian sasaran inflasi 2,5±1% pada 2026.


                                              Grafik 3.2.
                    Indeks Rupiah terhadap USD, Negara Maju kecuali AS, dan
                                       Negara Berkembang




             Sumber: Bloomberg dalam Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2025
                        (Data s.d 20 Januari 2026)


         Inflasi
         Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2025 terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%,
         dengan Inflasi IHK Desember 2025 sebesar 2,92% (yoy). Inflasi inti tetap terjaga
         rendah sebesar 2,38% (yoy), sejalan pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                      III - 5
Page 31
         kapasitas serta didukung konsistensi suku bunga kebijakan moneter Bank
         Indonesia dalam menjangkar ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya dan
         imported inflation yang tetap terkendali. Inflasi kelompok administered prices (AP)
         terjaga rendah sebesar 1,93% (yoy). Sementara itu, inflasi kelompok volatile food
         (VF) masih relatif tinggi sebesar 6,21% (yoy) disumbang terutama oleh komoditas
         bawang merah seiring pasokan yang terbatas akibat gangguan cuaca dan
         kenaikan harga benih.


                                           Grafik 3.3.
                                  Inflasi IHK dan Komponen




                Sumber: BPS dalam Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2025


         Proyeksi Perekonomian Indonesia Tahun 2026
         Prospek perekonomian Indonesia tetap baik dengan pertumbuhan ekonomi yang
         diprakirakan meningkat disertai stabilitas makroekonomi yang terus diperkuat.
         Pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun 2025 diprakirakan berada di kisaran
         4,7-5,5%. Pada 2026, pertumbuhan ekonomi diprakirakan meningkat dalam
         kisaran 4,9-5,7%, ditopang kenaikan permintaan domestik sejalan dengan
         berbagai kebijakan Pemerintah dan berlanjutnya dampak positif dari bauran
         kebijakan Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Efektivitas
         berbagai program stimulus Pemerintah pada tahun 2026 perlu diperkuat untuk
         mendorong konsumsi rumah tangga dan penyerapan tenaga kerja. Investasi juga
         diprakirakan lebih tinggi ditopang oleh berlanjutnya program prioritas Pemerintah,
         termasuk hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA), sehingga diharapkan makin dapat

Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                      III - 6
Page 32
         meningkatkan produktivitas dan kapasitas perekonomian, Bank Indonesia terus
         memperkuat bauran kebijakan melalui penguatan bauran kebijakan moneter,
         makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan
         stimulus fiskal dan sektor riil Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan yang
         lebih tinggi dan berdaya tahan.


3.3.     Perkembangan Bisnis Industri Keamanan Siber
         Menurut Mordor Intelligence, pasar cyber security Indonesia diperkirakan
         mencapai USD 1,35 miliar pada tahun 2025, dan diharapkan mencapai USD 3,48
         miliar pada tahun 2030, dengan CAGR sebesar 20,79% selama periode perkiraan
         (2025-2030). Cybersecurity mencakup strategi dan langkah-langkah yang
         diterapkan untuk melindungi organisasi, personel, dan aset mereka dari ancaman
         siber. Karena serangan siber menjadi lebih sering dan canggih, dan karena
         jaringan perusahaan menjadi semakin rumit, permintaan akan berbagai solusi
         keamanan siber untuk melawan risiko ini secara efektif telah melonjak.


         Digitalisasi dan kebutuhan akan infrastruktur TI yang dapat diskalakan merupakan
         pendorong utama pasar keamanan siber. Dengan sebagian besar penduduk yang
         online, baik bisnis maupun pemerintah di Indonesia beralih ke platform digital
         untuk meningkatkan efisiensi dan meningkatkan layanan pelanggan. Peningkatan
         keterlibatan internet ini, dikombinasikan dengan pesatnya perluasan ekonomi
         digital negara ini, menggarisbawahi perlunya infrastruktur TI yang kuat untuk
         mengelola data besar yang dihasilkan.


         Di ranah Internet of Things (IoT), cybersecurity adalah yang terpenting. Satu
         pelanggaran    dapat   membahayakan      seluruh   jaringan   atau,   yang   lebih
         mengkhawatirkan, memberikan akses tanpa batas kepada penjahat dunia maya.
         Sektor-sektor seperti pemerintahan dan pertahanan, yang menangani data yang
         sangat sensitif melalui IoT, sangat rentan. Titik masuk yang lemah yang
         dieksploitasi atau perangkat yang disusupi dapat memungkinkan peretas untuk
         mengekstrak informasi penting atau bahkan menyebabkan kerusakan fisik.
         Dengan demikian, keamanan dunia maya IoT menekankan perlindungan terhadap
         perangkat dan jaringan, serta data yang ditransmisikannya.


         Indonesia merupakan rumah bagi empat perusahaan teknologi unicorn, yang
         masing-masing memiliki pendapatan yang melampaui USD 1 miliar. Perusahaan-


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                     III - 7
Page 33
         perusahaan startup ini memanfaatkan cloud publik, menuai manfaat seperti
         percepatan masuk pasar dan integrasi AI dan pembelajaran mesin yang lancar,
         yang memfasilitasi ekspansi yang cepat.


         Sementara     organisasi-organisasi   Indonesia    memanfaatkan       keunggulan
         komputasi cloud, mereka bergulat dengan tantangan yang lebih tinggi dalam
         pendeteksian dan pencegahan ancaman, yang menuntut lebih banyak waktu dan
         sumber daya. Laporan tahun 2024 dari Palo Alto Networks mengungkapkan
         bahwa 98% organisasi menyimpan data sensitif di berbagai lokasi, mulai dari
         server lokal dan cloud publik hingga aplikasi SaaS dengan penyimpanan lokal,
         cloud pribadi yang dihosting pihak ketiga, dan beberapa titik akhir. Keragaman ini
         menggarisbawahi tantangan keamanan substansial yang ada.


         Ekonomi yang berkembang pesat di Indonesia meningkatkan investasi dalam
         infrastruktur TI bersamaan dengan lonjakan penggunaan ponsel pintar dan
         internet. Namun, negara ini bergulat dengan tantangan keamanan siber yang
         signifikan, yang sering kali menjadi mangsa para peretas. Kerentanan ini semakin
         diperbesar oleh meningkatnya jumlah koneksi IoT, yang mendorong permintaan
         akan langkah-langkah keamanan siber yang ketat. Namun, kekurangan
         profesional keamanan siber yang mengancam dapat menghambat pertumbuhan
         pasar. Dengan penetrasi internet yang tinggi dan pengeluaran keamanan siber
         yang relatif sederhana, Indonesia menonjol sebagai target utama para penjahat
         siber.


         Di Indonesia, teknologi cloud menjadi landasan jaringan perusahaan dan
         infrastruktur teknologi, yang mendorong ekspansi cepat di sektor TI negara ini.
         Saat entitas Indonesia mentransisikan operasi mereka ke cloud, mereka
         menghadapi kerentanan yang meningkat. Ini termasuk potensi pelanggaran
         keamanan, kesalahan konfigurasi yang tidak disengaja pada platform cloud, dan
         cakupan yang tidak merata dalam manajemen akses identitas (IAM) dan
         manajemen akses istimewa (PAM) di berbagai hyperscaler dan layanan cloud.


         Perusahaan Indonesia bergulat dengan ancaman siber dan serangan ransomware
         yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tantangan ini membahayakan integritas
         organisasi dan dapat menyebabkan dampak buruk, seperti kehilangan data yang
         signifikan dan terungkapnya informasi sensitif. Data dari Badan Siber dan Sandi


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                     III - 8
Page 34
         Negara menyoroti tingkat keparahannya: Agustus 2023 menandai puncaknya bagi
         Indonesia, dengan anomali lalu lintas terkait serangan siber mencapai sekitar
         78,46 juta.


         Mengingat risiko yang meningkat, memerangi ancaman digital ini menjadi hal yang
         mendesak. Tantangan yang meningkat tersebut siap untuk menarik investasi yang
         lebih tinggi dari penyedia cloud terkemuka dan perusahaan keamanan siber
         regional. Seiring dengan meningkatnya ketergantungan pada layanan cloud,
         permintaan akan langkah-langkah keamanan siber yang tangguh pun melonjak.
         Laporan dari CBN Cloud IT menunjukkan bahwa sektor cloud Indonesia telah
         mengalami     tingkat   pertumbuhan       tahunan   gabungan    (CAGR)      yang
         mencengangkan, yakni lebih dari 45% selama lima tahun terakhir, melampaui rata-
         rata global. Pertumbuhan eksplosif ini tidak hanya menyoroti kebangkitan cloud di
         Indonesia, tetapi juga menandakan pasar yang sedang berkembang pesat untuk
         solusi keamanan siber. Dengan semakin banyaknya organisasi yang bermigrasi
         ke cloud, keharusan untuk protokol keamanan tingkat lanjut guna melindungi data
         sensitif menjadi sangat penting. Tren ini menonjolkan perlunya memperkuat
         infrastruktur keamanan siber untuk menangkal potensi ancaman.


         Seiring dengan semakin populernya lingkungan hybrid dan multi-cloud di
         Indonesia, kerumitan dalam mengelola keamanan pun semakin meningkat.
         Organisasi mendiversifikasi pilihan platform cloud mereka, beralih ke raksasa
         seperti AWS, Google Cloud, dan Microsoft Azure, yang masing-masing
         menghadirkan serangkaian tantangan keamanannya sendiri. Skenario yang rumit
         ini memperkuat permintaan akan solusi keamanan cloud yang komprehensif, yang
         mencakup enkripsi, kontrol akses, dan alat pemantauan untuk memastikan
         perlindungan data di berbagai platform.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                    III - 9
Page 35
                                           Grafik 3.4.
              Anomali Lalu Lintas Bulanan yang terkait dengan Serangan Cyber




                                   Sumber: Mordor Intelligence
         Selain TI, telekomunikasi, BFSI, dan ritel, sektor pemerintah dan pertahanan
         semakin banyak mengadopsi solusi keamanan siber yang canggih. Tren ini
         didorong oleh inisiatif digitalisasi pemerintah dan lanskap ancaman yang
         berkembang pesat, yang mendorong pertumbuhan pasar.


         Seiring pemerintah meluncurkan teknologi digital untuk layanan publik, permintaan
         akan solusi keamanan siber akan melonjak. Dengan semakin banyaknya layanan
         yang beralih ke daring, ada kebutuhan yang meningkat untuk perlindungan data
         yang kuat dan infrastruktur digital yang aman. Data dari Bursa Data Anti-Phishing
         Indonesia menyoroti urgensi ini: pada Q4 2023, lembaga pemerintah merupakan
         0,65% dari target serangan phishing. Hal ini menekankan meningkatnya
         permintaan akan solusi keamanan—baik itu keamanan cloud, perlindungan data,
         atau manajemen akses identitas—yang semuanya penting untuk melindungi data
         pemerintah yang sensitif dan informasi warga negara dari ancaman siber. Dalam
         langkah yang signifikan, pemerintah Indonesia, pada bulan Januari 2024,
         meluncurkan rencana untuk sembilan aplikasi super, yang akan diluncurkan pada
         Q3 2024. Aplikasi super ini akan mencakup layanan publik yang vital, termasuk ID
         digital, perawatan kesehatan, pendidikan, dan bantuan sosial. Inisiatif semacam
         itu menggarisbawahi komitmen pemerintah terhadap strategi digitalnya, yang
         selanjutnya memperkuat permintaan akan solusi keamanan siber untuk melawan
         ancaman dan melindungi data sensitif.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                   III - 10
Page 36
                                            Grafik 3.5.
               Industri yang Paling Banyak Menjadi Sasaran Serangan Phishing




                                   Sumber: Mordor Intelligence
         Menyadari urgensi ini, ada penekanan yang jelas pada investasi keamanan yang
         kuat, yang tidak hanya mendukung masing-masing lembaga tetapi juga
         mengkatalisasi pertumbuhan pasar secara keseluruhan. Sektor pertahanan
         mencerminkan tren ini, mencari solusi keamanan siber yang beragam untuk
         melindungi infrastruktur penting dan data sensitif. Alat yang dibutuhkan termasuk
         sistem deteksi intrusi, VPN untuk keamanan jaringan yang ditingkatkan, dan
         mekanisme deteksi dan respons titik akhir yang canggih.


3.3.1.   Pangsa Pasar Keamanan Siber
         Pasar keamanan siber global adalah industri yang berkembang pesat yang
         menjadi semakin penting dalam lanskap digital saat ini. Pasar terutama dibagi
         menjadi dua segmen: produk dan jasa.
                                            Grafik 3.6.
              Total Pasar Keamanan Siber Global, menurut Produk dan Layanan
                                  CY 2019 – CY 2030 (Rp Tn.)




                                 Sumber: Prospectus Perseroan

Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                   III - 11
Page 37
         Pasar keamanan siber global sebagian besar didorong oleh segmen produk, yang
         menyumbang 81,2% (Rp2.572,7 Tn.) dari total pasar keamanan siber pada tahun
         2022. Hal ini terutama disebabkan oleh tingginya permintaan akan produk
         keamanan siber dalam melindungi dari jumlah ancaman siber yang semakin
         meningkat. Namun, pangsa segmen produk diperkirakan akan menurun secara
         bertahap menjadi 76,1% pada tahun 2030, seiring dengan peningkatan
         penerimaan atas segmen jasa.


         Pangsa pasar segmen jasa diperkirakan akan meningkat dari 18,8% pada tahun
         2022 menjadi 23,9% pada tahun 2030. Pertumbuhan ini terutama akan didorong
         oleh meningkatnya kompleksitas ancaman siber ditambah dengan kurangnya
         tenaga profesional keamanan siber yang terampil dalam memenuhi kebutuhan
         keamanan siber. Bisnis akan memanfaatkan penyedia layanan pihak ketiga dalam
         memenuhi kebutuhan TI dan keamanan yang semakin meningkat selagi berfokus
         pada bisnis inti mereka.


         Dalam hal laju pertumbuhan, segmen produk diproyeksikan tumbuh pada CAGR
         12,8% selama periode perkiraan 2022-2030. Di sisi lain, segmen jasa diperkirakan
         akan tumbuh lebih cepat, dengan CAGR 17,2% selama periode yang sama.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                  III - 12
Page 38
3.3.2.   Potensi Pasar Keamanan SIber
         Pada tahun 2025, pasar keamanan siber global diperkirakan bernilai lebih dari
         AS$311,1 Miliar, menggambarkan laju pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR)
         yang kuat sebesar 14,3%. Dalam jangka panjang, pertumbuhan akan tetap stabil
         dan kuat pada CAGR 13,7% selama periode perkiraan dari 2022 hingga 2030
         hingga mencapai AS$583,1 Miliar pada tahun 2030.


                                          Grafik 3.7.
              Total Pasar Keamanan Siber Global, Menurut Produk dan Layanan
                                 CY 2019 – CY 2030 (Rp Tn.)




                                Sumber: Prospectus Perseroan


         Segmen jasa keamanan siber dapat dibagi lagi menjadi Managed Security
         Services (MSS) dan Professional Security Services (PSS). MSS mencakup
         Pemantauan dan Manajemen Aset Keamanan (Security Asset Monitoring and
         Management/SAMM), Penelitian Ancaman, Intelligence, Deteksi, dan Remediasi
         (Threat Research, Intelligence, Detection and Remediation/TRIDR) serta MSS
         Tingkat Lanjut dan Berkembang (Advanced and Emerging MSS/AEM), sedangkan
         PSS terdiri atas empat komponen utama– Penasihat Keamanan (Security
         Advisory/SA), Tata Kelola dan Kepatuhan Keamanan (Security Governance and
         Compliance/SGC), Layanan Implementasi (Implementation Service/IS), dan
         Layanan Teknis (Technical Services/TS).




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                               III - 13
Page 39
                                            Grafik 3.8.
                    Total Pasar Keamanan Siber Global, Menurut MSS dan PSS
                                   CY 2019 – CY 2030 (Rp Tn.)




                                 Sumber: Prospectus Perseroan


         Pada tahun 2022, pasar MSS global berukuran Rp305,3 triliun dan diperkirakan
         akan bertumbuh menjadi Rp1.130,5 triliun pada tahun 2030. Di sisi lain, pasar PSS
         global berukuran Rp291,1 triliun pada tahun 2022 dan diharapkan untuk tumbuh
         menjadi Rp991,6 triliun pada tahun 2030. MSS diperkirakan akan melihat
         pertumbuhan yang signifikan di tahun-tahun mendatang tumbuh dengan CAGR
         17,8% selama periode perkiraan 2022 hingga 2030. Pertumbuhan ini didorong
         oleh faktor-faktor seperti meningkatnya kompleksitas ancaman siber dan
         kebutuhan akan kemampuan pemantauan dan respons 24/7, PSS diperkirakan
         dapat melihat pertumbuhan yang sedikit lebih lambat pada CAGR 16,6%, didorong
         oleh kebutuhan akan solusi keamanan yang disesuaikan.


         Indonesia merupakan salah satu pasar keamanan siber dengan pertumbuhan
         terpesat di ASEAN dan di kawasan Asia Pasifik. Pertumbuhan ini terutama
         didorong oleh peningkatan keseriusan CIO dan CISO yang dipadukan dengan
         peraturan/inisiatif industri yang baru-baru ini mulai dilakukan pemerintah
         Indonesia. Usaha kecil sangat menyadari bahwa serangan siber hanya
         menargetkan perusahaan besar dan bukan UKM (usaha kecil dan menengah)
         merupakan mitos belaka.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                   III - 14
Page 40
         Pada tahun 2025, pasar keamanan siber Indonesia kemungkinan akan bernilai
         lebih dari AS$1 miliar (persisnya Rp17,3 triliun), tumbuh pada CAGR sebesar
         21,2%. Dalam jangka panjang (2022-2030), pertumbuhan diperkirakan berada
         pada rentang 21,5%.
                                            Grafik 3.9.
              Total Pasar Keamanan Siber Indonesia, CY 2019 – CY 2030 (Rp Tn.)




                                   Sumber: Prospectus Perseroan


         Pasar keamanan siber Indonesia sangat berorientasi pada produk. Terhitung
         tahun 2022, 86,7% dari total pendapatan keamanan siber berasal dari produk dan
         hanya 13,3% dari jasa. Sebaliknya, dalam skenario lingkup global, produk dan
         solusi keamanan memberikan kontribusi sebesar 81,2%. Meski demikian, bisnis
         jasa (yang sebagian besar mencakup MSS dan PSS) diperkirakan akan tumbuh
         lebih cepat daripada pasar produk/solusi keamanan baik dalam jangka pendek
         (2025) serta jangka panjang (2030). Pasar produk dan solusi keamanan siber di
         Indonesia bernilai Rp 8,5 triliun dan kemungkinan akan tumbuh hingga Rp40,0
         triliun pada akhir dekade ini.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                III - 15
Page 41
                                          Grafik 3.10.
            Total Pasar Keamanan Siber Indonesia, Menurut Produk dan Layanan
                                  CY 2019 – CY 2030 (Rp Tn.)




                                 Sumber: Prospectus Perseroan


         Jaringan keamanan adalah segmen produk keamanan siber yang paling matang
         dan terbesar di Indonesia. Saat ini nilainya berada di angka Rp1,7 triliun dan
         diperkirakan akan tumbuh dengan CAGR 13,4% hingga tahun 2030. Jaringan
         keamanan mencakup firewall jaringan, IDS/IPS dan SSL VPN. Sejak pandemi
         COVID-19, para pelaku usaha telah meminta karyawannya untuk bekerja dari
         rumah (WFH) sehingga menciptakan permintaan solusi SSL VPN yang tinggi.
         Permintaan terhadap keamanan endpoint juga mengalami peningkatan sejak
         lockdown diberlakukan. Terlihat adanya kenaikan serangan siber yang menyasar
         perangkat endpoint sehingga segmen tersebut tumbuh sebesar 17,3% pada tahun
         2021. Pelanggan mencari solusi keamanan endpoint berbasis cloud dan SaaS dari
         para pemasok keamanan. Solusi Keamanan Cloud juga mengalami pertumbuhan
         eksponensial selama beberapa tahun terakhir, terutama karena segmen yang
         spesifik seperti Secure Web Gateway (SWG), Perlindungan Beban Kerja Cloud
         (Cloud Workload Protection/CWP), CASB, dan Keamanan Surel.


         Menurut proyeksi Frost & Sullivan, SWG dan Keamanan Surel diperkirakan akan
         mencapai lebih dari Rp1 triliun pada akhir dekade ini. Threat Intelligence yang
         mencakup SIEM, Platform Inteligensi tentang Ancaman, UEBA, Analisis
         Keamanan, dsb. akan tumbuh pada 12,4% selama periode prakiraan. Segmen
         yang sensitif seperti Keamanan Pembayaran mungkin akan menyentuh Rp1 triliun
         pada tahun 2024. Secara singkat, pasar produk keamanan siber di Indonesia

Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                 III - 16
Page 42
         diperkirakan akan tetap sangat bersaing karena peluang pertumbuhan di sebagian
         besar segmen tetap menguntungkan.


         Pasar MSS Indonesia saat ini bernilai Rp0.8 triliun dan diperkirakan akan tumbuh
         dengan CAGR 24,9% hingga 2025, dan dengan CAGR 23,2% hingga 2030.
         Pertumbuhan pada tahun 2022 diperkirakan akan mencapai 23,2%, atau mungkin
         lebih tinggi. Pasar PSS sebaliknya bernilai Rp0,5 triliun pada akhir tahun lalu dan
         kemungkinan akan tumbuh dengan CAGR 19,7% selama periode prakiraan.
         Penyedia MSS dan PSS di Indonesia menganggap pertumbuhan pasar di atas
         rata-rata sebagai peluang untuk dijajaki dan para penyedia MSS dan PSS tersebut
         memperkuat portofolio layanan keamanan mereka.
                                            Grafik 3.11.
                Total Pasar Keamanan Siber Indonesia, Menurut MSS dan PSS
                                   CY 2019 – CY 2030 (Rp Tn.)




                                  Sumber: Prospectus Perseroan
3.3.3.   Sasaran Pasar Keamanan Siber
         Sejalan dengan program pemerintah Indonesia yang saat ini sedang mendorong
         perkembangan industri digital, Perseroan memandang pertumbuhan industri
         teknologi keamanan siber di Indonesia juga akan meningkat dengan pesat.
         Tingkat digitalisasi yang tinggi juga meningkatkan risiko serangan siber. Menurut
         data dari Frost & Sullivan, sebanyak 49% organisasi di Indonesia pernah
         mengalami serangan siber, merugikan Indonesia sebesar US $ 43,2 miliar, atau
         3,7% dari total PDB Indonesia. Untuk Indonesia, diperlukan strategi dan taktik
         keamanan siber yang efektif, karena Indonesia merupakan negara ketiga yang
         paling rentan terhadap serangan malware. Keamanan siber harus menjadi bagian
         dari rencana transformasi digital pada setiap organisasi di Indonesia, dimana
         disinilah peran dan sekaligus menjadi peluang pertumbuhan bisnis perusahaan.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                     III - 17
Page 43
         Transformasi digital telah meningkatkan penggunaan teknologi seperti cloud, IoT,
         dan aplikasi berbasis web dan mobile applications pada perusahaan-perusahaan
         yang ingin meningkatkan efisiensi di setiap area operasi bisnis. Namun, tingkat
         adopsi teknologi yang cepat menyebabkan infrastruktur TI pada perusahaan
         menjadi lebih kompleks dan ancaman siber bertumbuh lebih luas dan canggih,
         sehingga keamanan semakin sulit untuk dikelola. Hal ini membuat perusahaan-
         perusahaan menjadi semakin rentan terhadap serangan siber.


         Kombinasi dari adopsi penggunaan teknologi yang sangat cepat, potensi serangan
         siber yang semakin canggih, dan kurangnya tenaga profesional keamanan siber
         yang berkualitas di industri saat ini, telah memaksa Perusahaan untuk menunjuk
         penyedia layanan keamanan siber untuk membantu mengatasi tantangan ini.
         Dengan mengalihdayakan operasi keamanan mereka, organisasi mendapatkan
         akses ke berbagai Managed Security Services (MSS) dan Professional Security
         Services (PSS) seperti pemantauan keamanan 24x7x365, threat management,
         respon insiden dan manajemen kepatuhan, serta wawasan dari ahli-ahli
         keamanan siber yang berpengalaman.


         Banyak perusahaan memutuskan untuk bermitra dengan Managed Security
         Services Providers (MSSP) terutama disebabkan oleh kurangnya jumlah
         karyawan dan keahlian internal. MSSP memberikan skala ekonomi yang
         memungkinkan organisasi yang mereka layani dapat lebih efisien dengan
         mengizinkan MSSP untuk mengelola, memelihara, merekrut, melatih, dan
         mempertahankan tenaga profesional keamanan siber yang berpengalaman.


         Adopsi PSS telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir karena
         perusahaan-perusahaan semakin sadar akan risiko yang ditimbulkan oleh
         ancaman siber. Seiring dengan banyaknya bisnis yang menyimpan data sensitif
         dan menjalankan operasinya secara daring, kebutuhan akan langkah-langkah
         keamanan siber yang kokoh menjadi sangat penting. PSS menyediakan berbagai
         layanan yang dirancang untuk mengidentifikasi kerentanan dalam sistem dan
         mencegah serangan siber. Melalui kemitraan dengan penyedia PSS, perusahaan-
         perusahaan dapat memperoleh manfaat dari teknologi dan keahlian keamanan
         canggih tanpa harus membangun dan mengelola tim keamanan siber secara
         internal.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                  III - 18
Page 44
         Kedepannya, persyaratan kepatuhan akan tetap menjadi pendorong utama pasar
         PSS. Pemberlakuan undang-undang privasi data atau peraturan keamanan siber
         yang diperbarui di banyak negara secara global mendorong perusahaan untuk
         memanfaatkan PSS mengingat PSS menyediakan akses terhadap ahli eksternal
         untuk menilai kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan terbaru.
         Pengujian penetrasi dan tata kelola serta kepatuhan risiko dapat membantu
         perusahaan dalam menghindari sanksi yang dikarenakan terjadinya pembobolan
         data. Penilaian keamanan yang menyeluruh, termasuk pengujian penetrasi
         menggunakan mesin dan secara manual, serta penawaran CISO-as-a-service,
         muncul sebagai generasi baru layanan keamanan profesional.


         Perseroan memiliki portofolio penawaran MSS yang mendalam. Perseroan tidak
         hanya berkonsentrasi pada MSS tradisional, tetapi juga pada layanan threat
         intelligence serta MSS Tingkat Lanjut/Berkembang. MSS tradisional mencakup
         layanan managed firewall, managed IDS/IPS, managed SIEM, manajemen log,
         pengumpulan log, serta vulnerability management/scanning. Sebagai bagian dari
         layanan threat intelligence, Perseroan telah mengembangkan lini bisnis Managed
         Detection and Response (MDR). Mengidentifikasi peluang pendapatan dengan
         pertumbuhan tinggi di dalam MSS tingkat lanjut/berkembang, penyelenggara
         layanan keamanan siber ini mulai menjajaki jasa keamanan endpoint/EDR dan
         keamanan cloud.


         Seperti halnya portofolio MSS, Perseroan memiliki fokus PSS yang terdiversifikasi.
         Perseroan memiliki tim tenaga profesional khusus yang memiliki keahlian dalam
         pengujian penetrasi. Tim tersebut memanfaatkan metode pengujian penetrasi
         yang telah disetujui CREST yang menggabungkan pendekatan kotak hitam atau
         black box (tanpa pengetahuan tentang sistem target) dan kotak putih atau white
         box (dengan pengetahuan parsial atas sistem). Pengujian penetrasi tersebut, yang
         juga dikenal sebagai pen-testing, merupakan metode penting dalam mengevaluasi
         keamanan sistem informasi atau jaringan melalui simulasi serangan terhadap
         sistem oleh peretas jahat.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                    III - 19
Page 45
3.3.4.   Kelayakan dan Potensi Nilai Pasar Atas Penambahan Kegiatan Usaha Baru
         Rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan memiliki dasar pasar yang
         relevan dengan arah pertumbuhan industri keamanan siber, digitalisasi bisnis, dan
         meningkatnya kebutuhan pelanggan terhadap solusi keamanan yang terintegrasi,
         berkelanjutan, dan dapat dioperasikan secara efisien. Pasar yang menjadi sasaran
         bukan pasar yang sepenuhnya baru bagi Perseroan. Perseroan telah memiliki
         rekam jejak, basis pelanggan, kanal penjualan, serta kompetensi teknis dalam
         layanan keamanan informasi, sehingga komersialisasi 3 produk/jasa software baru
         merupakan perluasan yang wajar dari portofolio yang dimiliki Perseroan.

         Berdasarkan data yang telah digunakan dalam studi kelayakan ini, pasar
         keamanan siber Indonesia diperkirakan bernilai sekitar Rp17,3 triliun pada 2025
         dan tumbuh menuju sekitar Rp46,3 triliun pada 2030. Pasar tersebut juga masih
         sangat berorientasi pada produk, dengan kontribusi produk sebesar 86,7% dari
         total pendapatan keamanan siber pada 2022. Kondisi ini memperlihatkan ruang
         komersialisasi yang rasional bagi produk software milik sendiri, khususnya produk
         yang dapat dipadukan dengan layanan managed security dan professional
         security Perseroan. Perseroan diproyeksikan mencatatkan tambahan pendapatan
         yang dihasilkan dari produk keamanan siber. Atas adanya kontribusi pendapatan
         dari penambahan kegiatan usaha tersebut, menjadi potensi penambahan pada
         nilai pasar bagi Perseroan.

         Kemudian potensi pasar terkait penambahan kegiatan usaha di Indonesia
         menunjukkan pertumbuhan yang kuat karena didorong oleh beberapa faktor
         utama:
            a. Percepatan transformasi digital di sektor perbankan, pemerintahan,
                manufaktur, energi, telekomunikasi, dan kesehatan.
            b. Meningkatnya frekuensi dan kompleksitas serangan siber seperti
                ransomware, phishing, data breach, dan advanced persistent threat (APT).
            c. Kewajiban kepatuhan terhadap regulasi seperti yang ditetapkan oleh Badan
                Siber dan Sandi Negara, Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, dan
                penerapan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi.
            d. Masih rendahnya tingkat kematangan keamanan siber pada sebagian
                besar organisasi di Indonesia, sehingga kebutuhan terhadap solusi dan
                layanan keamanan siber masih sangat besar.

         Kegiatan usaha baru yang akan ditambahkan Perseroan memiliki sasaran pasar
         seperti korporasi, institusi pemerintahan, BUMN, lembaga keuangan, perusahaan
         teknologi, sektor telekomunikasi, sektor kesehatan, ritel, energi, serta organisasi
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                     III - 20
Page 46
         lain yang mengelola data, sistem elektronik, jaringan, aplikasi, dan infrastruktur
         digital. Segmen pelanggan tersebut pada umumnya memiliki kebutuhan yang
         berulang terhadap perlindungan sistem, pemantauan keamanan, dukungan
         teknis, dan pemenuhan kewajiban kepatuhan di bidang teknologi informasi dan
         keamanan data. Dengan jumlah organisasi potensial mencapai puluhan ribu
         perusahaan dan institusi, pasar keamanan siber Indonesia masih memiliki ruang
         pertumbuhan yang luas dan belum mencapai tingkat kejenuhan.

         Dari sisi produk dan jasa yang akan dihasilkan, kegiatan usaha baru Perseroan
         secara umum akan menghasilkan software dan/atau platform keamanan siber,
         aplikasi keamanan digital berbasis lisensi atau subscription, layanan threat
         intelligence dan analitik keamanan, layanan pengolahan data keamanan, layanan
         implementasi dan integrasi sistem, serta dukungan teknis pasca-implementasi.
         Produk dan jasa tersebut memiliki kesesuaian dengan kebutuhan pelanggan yang
         memerlukan solusi keamanan yang dapat digunakan secara berkelanjutan, dapat
         dikembangkan sesuai kebutuhan, dan dapat diintegrasikan dengan sistem yang
         telah dimiliki pelanggan.
3.3.5.   Kesinambungan Bisnis (Sustainability)
         Dari perspektif kesinambungan usaha, kegiatan usaha di bidang keamanan siber
         memiliki karakteristik pasar yang mendukung pertumbuhan jangka panjang
         dengan pertimbangan sebagai berikut:
         a. Kebutuhan terhadap keamanan siber saat ini tidak lagi bersifat opsional,
            melainkan telah menjadi bagian dari kebutuhan operasional utama bagi
            organisasi yang menjalankan proses bisnis secara digital, mengelola data
            pelanggan, menggunakan infrastruktur cloud, atau terhubung dengan sistem
            pihak ketiga.
         b. Rencana     Penambahan      Kegiatan    Usaha     Perseroan     juga   memiliki
            kesinambungan yang kuat karena produk dan layanan yang akan
            dikembangkan dapat ditawarkan dengan model pendapatan berulang
            (recurring revenue), antara lain melalui lisensi, subscription, managed service,
            pemeliharaan, dukungan teknis, dan pengembangan lanjutan. Model tersebut
            memungkinkan Perseroan memperoleh basis pendapatan yang lebih stabil
            dibandingkan penjualan yang bersifat satu kali, dengan tetap membuka
            peluang tambahan pendapatan dari implementasi, integrasi, peningkatan fitur,
            dan layanan pendukung lainnya.
         c. Tingkat retensi pelanggan dalam industri keamanan siber cenderung didukung
            oleh karakteristik layanan yang berkelanjutan. Setelah suatu solusi keamanan
            siber terintegrasi dengan sistem pelanggan, proses perpindahan ke penyedia
            lain umumnya memerlukan waktu, biaya, pengujian ulang, migrasi data atau
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                     III - 21
Page 47
            konfigurasi, serta pengelolaan risiko operasional. Kondisi tersebut memberikan
            peluang bagi Perseroan untuk mempertahankan hubungan jangka panjang
            dengan pelanggan, sepanjang Perseroan mampu menjaga kualitas layanan,
            keandalan sistem, keamanan produk, dan respons teknis yang memadai.
         d. Kesinambungan permintaan juga didukung oleh sifat ancaman siber yang terus
            berkembang.        Perubahan   pola   serangan,    peningkatan    kompleksitas
            infrastruktur teknologi informasi, penggunaan cloud, aplikasi digital, endpoint,
            dan integrasi sistem menyebabkan kebutuhan terhadap monitoring, deteksi,
            analisis, dan respons keamanan tetap relevan secara berkelanjutan. Dengan
            demikian, produk dan layanan keamanan siber Perseroan tidak hanya
            menjawab kebutuhan sesaat, tetapi juga mendukung kebutuhan pelanggan
            untuk melakukan perlindungan, pemantauan, dan peningkatan keamanan
            secara terus-menerus.
         e. Dari sisi regulasi dan tata kelola, peningkatan perhatian terhadap perlindungan
            data, keamanan sistem elektronik, kepatuhan teknologi informasi, dan
            manajemen risiko digital juga menjadi faktor pendorong yang memperkuat
            kesinambungan pasar. Organisasi yang bergerak di sektor keuangan,
            telekomunikasi, pemerintahan, kesehatan, energi, ritel, dan sektor lain yang
            mengelola data serta sistem digital akan semakin membutuhkan solusi
            keamanan yang dapat mendukung pemenuhan kewajiban kepatuhan dan
            mitigasi risiko.
         Secara keseluruhan, bisnis keamanan siber di Indonesia sangat layak untuk
         dijalankan dan memiliki tingkat sustainability yang tinggi. Permintaan pasar
         diperkirakan akan terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi digital,
         peningkatan ancaman siber, serta penguatan regulasi perlindungan data dan
         keamanan informasi. Model bisnis berbasis lisensi, managed service, SOC, threat
         monitoring, penetration testing, GRC, dan DFIR memberikan peluang pendapatan
         berulang yang kuat dan menjadikan sektor ini sebagai salah satu industri teknologi
         dengan prospek pertumbuhan terbaik di Indonesia dalam 10–15 tahun ke depan.

3.3.6.   Persaingan Usaha Pada Jasa Keamanan Siber
         Pasar jasa keamanan siber diperkirakan akan mengungguli pasar produk dan
         solusi baik dalam jangka pendek (2025) maupun jangka panjang (2030).
         Berdasarkan definisi, jasa keamanan siber meliputi Managed Security Services
         (MSS) dan Professional Security Services (PSS).


         Pasar MSS dan PSS di Indonesia menghadapi persaingan yang ketat dengan
         hadirnya beberapa jenis pemain. Setiap pemain ini memiliki diferensiasi yang unik

Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                     III - 22
Page 48
         dan berupaya mengungguli pesaing lainnya melalui penawaran nilainya masing-
         masing. Jenis penyedia layanan keamanan yang menawarkan MSS dan PSS di
         Indonesia disajikan di bawah ini.


                                             Tabel 3.5.
                    Pemain Besar yang Menawarkan MSS dan PSS di Indonesia




                                    Sumber: Prospectus Perseroan


         PT Digital Aplikasi Solusi atau Digiserve by Telkom Indonesia, merupakan
         perusahaan IT yang bergerak dalam bidang ICT Managed Solutions. Setelah
         kepemilikannya berpindah secara penuh kepada PT Telkom Indonesia (Persero)
         melalui TelkomMetra di tahun 2021, Digiserve semakin didukung dalam
         mengembangkan pelayanan terbaik dengan keyakinan untuk memperkuat bisnis
         Anda dalam mencapai hasil yang lebih baik. Digiserve akan menjalankan ini
         dengan integrated Managed Solutions yang dimiliki, dengan memanfaatkan
         jangkauan jaringan yang luas, kapabilitas kelas dunia, dan keahlian lokal.


         Tech Mahindra (TechM) adalah perusahaan India dan merupakan spesialis global
         dalam transformasi digital, konsultasi, dan rekayasa ulang bisnis, dengan
         kompetensi digital yang luas yang mencakup teknologi generasi berikutnya.
         Dengan memanfaatkan keahlian ini, dilengkapi dengan kompetensi mitra strategis,
         TechM memberikan pengalaman digital yang inovatif dan berpusat pada pelanggan
         yang   merevolusi    bisnis,   memberdayakan        karyawan,    dan      memperkaya
         masyarakat.


         NTT Ltd merupakan perusahaan infrastruktur dan layanan TI terkemuka. Melalui
         teknologi dan inovasi, NTT Ltd menghadirkan masa depan yang aman dan
         terhubung yang memberdayakan karyawan, klien, dan komunitas. Untuk
         membantu      organisasi    memenuhi    prioritas    bisnis     mereka,    NTT       Ltd
         mentransformasikan bisnis dan teknologi mereka sesuai dengan kecepatan yang
         mereka inginkan, mendorong hasil yang mereka inginkan dengan layanan yang
         mereka butuhkan. Sebagai pemimpin industri dalam jaringan, pusat data, cloud,
         keamanan, dan layanan terkelola, serta inovator dalam Private 5G, kami melayani
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                         III - 23
Page 49
         65% dari Fortune Global 500 dan lebih dari 75% dari Fortune Global 100. NTT Ltd
         juga bekerja sama erat dengan organisasi olahraga terkemuka, termasuk UEFA,
         INDYCAR, dan Tour de France.


         Mitra Integrasi Informatika (“MII”) didirikan pada tanggal 1 Maret 1996 sebagai
         anak perusahaan dari PT Metrodata Electronics, Tbk yang terdaftar secara publik.
         Dikenal secara luas karena konsistensinya terhadap segmen Enterprise dan
         Korporat, penawaran layanan ICT, MII berfokus pada Transformasi Digital, mulai
         dari Infrastruktur hingga Layanan Terkelola ICT, dari Integrasi Sistem hingga
         implementasi Enterprise Resource Planning (ERP) berukuran penuh, dan dari
         Manajemen ICT hingga layanan Konsultasi berdasarkan Praktik Terbaik industri.


         Lintasarta adalah anak perusahaan dari PT Indosat Tbk dan merupakan
         perusahaan penyedia solusi end-to-end dalam bidang Teknologi Informasi dan
         Komunikasi (ICT) yang telah berdiri sejak tahun 1988. Pengalaman selama lebih
         dari tiga dekade menjadikan Lintasarta pionir dalam menyediakan layanan
         teknologi informasi dan komunikasi untuk berbagai sektor industri termasuk
         sumber daya alam, keuangan, manufaktur, ritel dan distribusi, dan sektor publik
         lainnya.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                  III - 24
Page 50
         Accenture merupakan perusahaan global management consulting, servis
         teknologi, dan outsourcing. Accenture melayani industri seperti Operating Groups,
         produk utama (berbagai produk barang konsumen dan peralatan industri),
         komunikasi dan Teknologi Tinggi ('CHT'), perusahaan finansial (seperti bank dan
         asuransi), penghasilan (seperti kegunaan, kimia, energi) dan Pemerintahan. Pada
         tahun 1989, Accenture merupakan anggota Andersen Consulting.


         IBM/Kyndryl adalah sebuah perusahaan yang merupakan hasil pemisahan (spin-
         off) dari International Business Machines Corporation (IBM) yang fokus pada
         layanan TI untuk bisnis, merancang, membangun, mengelola, dan memodernisasi
         sistem infrastruktur TI perusahaan.


         Defender Nusa Semesta (“DNS”) menyediakan layanan keamanan TI (IT security)
         bagi bisnis agar mereka dapat mengamankan aset bisnis, dengan nama merk
         Defenxor. Hal ini dicapai dengan meningkatkan level information security ke
         tingkat yang lebih tinggi dan seusai standar. DNS adalah mitra security bagi
         Computrade Technology Indonesia, sebuah perusahaan yang fokus terhadap IT
         serta salah satu mitra solusi infrastruktur TI terbesar di Indonesia.


         Horangi Cyber Security (“HCS”) adalah sebuah perusahaan keamanan siber
         (cybersecurity) asal Singapura yang menyediakan solusi keamanan siber,
         termasuk platform keamanan cloud dan layanan keamanan siber strategis serta
         ofensif. HCS memperluas ketersediaan layanan keamanan siber mereka di
         platform Amazon Web Services (AWS Marketplace).


         Xynexis International (“XI”) adalah pelopor lokal dalam layanan jaminan keamanan
         di Indonesia dan telah berkembang menjadi pemain utama di bidang ini. XI
         menekankan pada upaya untuk mengikuti perkembangan kerangka kerja dan
         teknologi Jaminan Informasi generasi berikutnya guna memastikan bisnis klien
         kami aman, stabil, tangguh, dan dipantau secara efektif.


         Iproteksi Telematika merupakan perusahaan Indonesia yang bergerak dibidang
         keamanan siber.


         NOOSC awalnya dimulai sebagai Managed Security Service Provider (MSSP).
         Sebagai MSSP pertama di Indonesia, kami telah memperoleh banyak


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                   III - 25
Page 51
         pengalaman di pasar MSSP dan Security Operations Centre (SOC) dan setelah
         kurang lebih 3 tahun bekerja sama dengan lembaga Perbankan, Telekomunikasi,
         Asuransi, dan Pemerintah, NOOSC menemukan bahwa MSSP atau SOC saja
         tidak dapat mengisi kekosongan di ruang bisnis klien. Pada tahun 2018, NOOSC
         memulai perjalanan transformasi dari MSSP klasik menjadi Penyedia Layanan
         Analisis Operasional. Ada begitu banyak informasi/data di dalam server, jaringan
         (file log adalah harta karun) - tidak hanya informasi tentang sistem tetapi juga data
         tentang transaksi bisnis tetapi kurangnya pemahaman dan eksploitasi, karena
         untuk mengungkap harta karun di bawahnya memerlukan kerja keras, sumber
         daya manusia yang berdedikasi, dan teknologi yang tepat.


         KPMG adalah salah satu firma akuntansi terbesar di dunia, yang terkenal karena
         profesionalismenya. Firma ini terbentuk pada 1 Januari 1987 dari penggabungan
         dua perusahaan besar, Peat Marwick International dan Klynveld Main Goerdeler,
         sehingga diberi nama KPMG. Berkantor pusat di Belanda, KPMG memiliki jaringan
         luas yang mencakup 144 negara dengan lebih dari 104.000 karyawan di seluruh
         dunia. KPMG menawarkan tiga layanan utama, yaitu audit, konsultasi (advisory),
         dan perpajakan. Di Indonesia, KPMG terkenal karena pendekatannya yang teliti
         dan terstruktur dalam memberikan layanan audit dan konsultasi. Mereka fokus
         pada efisiensi operasional, kepatuhan terhadap aturan, dan inovasi. Dengan
         reputasi yang kuat di industri ini, KPMG Indonesia menjadi mitra terpercaya bagi
         perusahaan-perusahaan besar yang ingin berkembang di pasar global dan lokal.


         Deloitte Touche Tohmatsu Limited (“Deloitte”) adalah salah satu penyedia layanan
         akuntansi global terbesar dan tertua di dunia. Didirikan pada tahun 1845 di
         London, Inggris oleh William Welch Deloitte, perusahaan ini telah berkembang
         menjadi raksasa dalam industri akuntansi dan konsultasi. Nama perusahaan ini
         berasal dari penggabungan beberapa firma, termasuk Touche Ross dan Deloitte
         Haskins & Sells, serta Tohmatsu Aoki & Co, yang bergabung pada tahun 1975.
         Deloitte menawarkan berbagai layanan, termasuk audit, perpajakan, konsultasi
         strategi dan manajemen, penilaian, serta penasehat hukum. Sebagai bagian dari
         Big 4, Deloitte memiliki jaringan yang kuat di berbagai sektor industri, baik di
         tingkat nasional maupun internasional.


         Ernst & Young (“EY”), adalah salah satu perusahaan akuntansi terbesar di dunia
         yang didirikan di Inggris pada tahun 1849. Seperti banyak perusahaan besar


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                       III - 26
Page 52
         lainnya, EY terbentuk melalui serangkaian merger, termasuk penggabungan
         antara Ernst & Whinney dengan Arthur Young pada tahun 1989, yang melahirkan
         nama Ernst & Young. Di Indonesia, EY membantu perusahaan-perusahaan besar
         dalam menangani audit, perpajakan, serta konsultasi bisnis. EY Indonesia dikenal
         karena inovasinya dalam layanan audit dan konsultasi, serta memiliki reputasi
         tinggi dalam memberikan solusi perpajakan yang canggih dan tepat waktu. Selain
         itu, EY juga berperan penting dalam mendukung kesuksesan berbagai
         perusahaan besar di Indonesia dengan menyediakan nasihat strategis dan solusi
         yang komprehensif.


         PricewaterhouseCoopers (“PwC”) adalah salah satu perusahaan akuntansi
         terbesar di dunia. PwC terbentuk pada tahun 1998 melalui penggabungan dua
         perusahaan besar, yaitu Price Waterhouse dan Coopers & Lybrand. Hasil merger
         ini menjadikan PwC sebagai salah satu pemain utama dalam industri akuntansi
         global. Di Indonesia, PwC mulai beroperasi pada tahun 1990. PwC Indonesia
         menawarkan berbagai layanan mulai dari audit, konsultasi, hingga solusi
         perpajakan, yang sangat dihargai terutama di sektor keuangan dan asuransi.
         Dengan jaringan yang tersebar di 158 negara, PwC memiliki kemampuan untuk
         membantu kliennya menghadapi tantangan global dan lokal dengan strategi yang
         terintegrasi, menjadikannya mitra yang terpercaya bagi banyak perusahaan besar
         di Indonesia.


3.3.7.   Strategi Pemasaran
         Perseroan mendistribusikan solusi dan layanan keamanan sibernya langsung ke
         klien. Semua penjualan dilakukan melalui Tim Penjualan dan Pengembangan
         Bisnis internal Perseroan.


         Selain itu, Grup CYBR (Perseroan) memiliki branding komprehensif yang
         mencakup logo perusahaan, profil media sosial yang khas, merchandise korporat
         yang disesuaikan, serta presentasi bermerek dan templat dokumen. Hal ini
         memastikan kehadiran merek yang melekat dan dapat dikenali secara konsisten
         dengan klien di seluruh platform media.


         Perseroan mempertahankan kehadiran media yang baik untuk mempromosikan
         merek dan layanan Perseroan melalui media dan wawancara. Pada tahun 2022,
         Perseroan tampil di lebih dari 300 total program media, artikel pers dan artikel


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                   III - 27
Page 53
         media online termasuk TV, radio, artikel pers dan surat kabar, Instagram,
         YouTube, LinkedIn, dan situs web perusahaan.


         Pada Januari 2023 bertempat di JW Marriott - Jakarta, Perseroan telah
         menyelenggarakan pertemuan keamanan siber dan acara klien bernilai tambah,
         termasuk Cyber Security Indonesia Summit 2023 dengan lebih dari 300 peserta.
         Selanjutnya, Perseroan mengadakan simposium pendidikan yang bekerjasama
         dengan universitas dan institut pendidikan tinggi di Indonesia dan menjalankan
         program magang bagi mahasiswa Indonesia.

3.4.     Kesimpulan Analisis Kelayakan Pasar dan Sustainability

         Berdasarkan analisis kondisi pasar, tren digitalisasi, regulasi, tingkat ancaman
         siber, serta pola pengeluaran perusahaan di Indonesia, bisnis cyber security
         memiliki prospek yang sangat layak dan berkelanjutan untuk jangka panjang.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                  III - 28
Page 54
                                           BAB IV
                        ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS


Perseroan berdomisili di Gedung Noble House Lt. 11, Unit 2 & 3, Jl. Dr. Ide Anak Agung
Gde Agung Kav. E.4.2, Mega Kuningan, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Berikut Informasi mengenai penambahan usaha yang akan dilakukan Perseroan:


4.1. Data Produk Tambahan yang Ditawarkan
      Dalam rangka penambahan kegiatan usaha penunjang Perseroan, maka Perseroan
      melakukan penambahan produk berupa software, dengan rincian sebagai berikut:


                    Tabel 4.1 Data Produk Tambahan Yang Ditawarkan
        No.                         Item                     Harga Jual (Rp.)
          1     IntelliBroń Orion                         10.000.000 per bulan
          2     IntelliBroń AMAN                          20.000 per bulan
          3     IntelliBroń Threat Intelligence          Berdasarkan asumsi proyek

    A. IntelliBroń Orion

        IntelliBroń Orion merupakan extended detection and response (XDR) platform yang
        berfungsi mendeteksi cyber security threat yang dapat membantu perusahaan
        memetakan cyber security posture mereka saat ini sehingga dapat secara yakin
        menetapkan tindakan yang tepat untuk merespon, memitigasi, dan meminimalisir
        kerugian yang diakibatkan oleh serangan cyber security tanpa perlu terlibat pada
        kompleksitas cyber security controls. Dibekali dengan lebih dari 300 ribu detection
        rules, sejauh ini Orion telah membantu customer mendeteksi dan menganalisis
        sebanyak lebih dari 8,3 juta cyber security alerts. Produk ini beroperasi secara real
        time 24/7 sehingga customer selalu mendapat visibility terhadap environment yang
        dipantau, terutama terkait dengan critical alerts yang mengancam perusahaan.

    B. IntelliBroń AMAN

        Produk ini berperan memberikan proteksi terhadap mobile device milik customer
        melalui pemblokiran terhadap berbagai cyber security threats dengan proses setup
        yang simpel dan ringkas. Customer akan selalu terlindungi selama melakukan
        aktivitas di dunia maya seperti browsing dan pemanfaatan layanan online lainnya.
        Setiap traffic internet dianalisis real time dan pemblokiran dilakukan secara instan
        terhadap akses ke website yang berbahaya. Produk ini berjalan secara background
        tanpa mengorbankan performa mobile device milik customer.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                      IV - 1
Page 55
    C. IntelliBroń Threat Intelligence

        Layanan ini menyediakan perlindungan secara proaktif terhadap ancaman dan
        kerentanan eksternal. Didukung oleh berbagai sumber threat intelligence yang
        dipadukan dengan kapabilitas cyber security expert yang kompeten, layanan ini
        memastikan customer menerima informasi threat intelligence yang termuktahir
        beserta strategi mitigasi yang perlu dilakukan. Key elements pada layanan ini
        meliputi: 1) digital risk protection, berupa laporan hasil identifikasi relevant threats;
        2) dark web monitoring, berupa laporan yang berisikan stolen data yang
        diperjualbelikan di dark web; dan 3) external surface management, berupa laporan
        potensi external vulnerability. Deliverable tersedia melalui channel digital dengan
        metode pelaporan yang dapat dikostumisasi sesuai kebutuhan customer.


4.2. Rincian Kegiatan Usaha
      Berdasarkan informasi Perseroan, berikut kegiatan usaha yang bisa dilakukan Perseroan:
      a. Kegiatan Usaha Utama:
         Aktivitas konsultasi keamanan informasi (KBLI 62021) yang mencakup kegiatan
         layanan konsultasi perencanaan dan pengawasan keamanan informasi,
         pemeriksaan atau penjamin (assurance) keamanan informasi, dan pembangunan
         dan penerapan keamanan informasi.


      b. Kegiatan Usaha Penunjang:
         1)   Aktivitas konsultasi komputer dan manajemen fasilitas komputer lainnya (KBLI
              62029) meliputi:
              -   Layanan konsultasi terkait konfigurasi perangkat keras dan perangkat
                  lunak, baik secara terpisah maupun sebagai satu kesatuan sistem.
                  Layanan   ini   mencakup      analisis   kebutuhan     teknologi   informasi,
                  perancangan sistem yang terintegrasi serta rekomendasi solusi yang
                  sesuai bagi pengguna.
              -   Menyediakan komponen sistem secara langsung atau melalui Kerjasama
                  dengan mitra vendor.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                          IV - 2
Page 56
              -   Layanan instalasi sistem, pelatihan bagi pengguna dan dukungan teknis
                  guna memastikan operasional berjalan lancar.
         2)   Aktivitas teknologi informasi dan jasa komputer lainnya (KBLI 62090) meliputi:
              -   Layanan teknologi informasi yang tidak termasuk dalam kategori lain,
                  seperti pemulihan sistem yang mengalami gangguan, instalasi perangkat
                  lunak dan perangkat keras dan manajemen insiden siber.
              -   Layanan digital forensik untuk menganalisis dan mengatasi potensi
                  ancaman terhadap sistem.
         3)   Aktivitas pemrograman komputer lainnya (KBLI 62019) meliputi:
              -   Layanan konsultasi dalam analisis, desain dan pengembangan perangkat
                  lunak. Layanan ini mencakup pembuatan perangkat lunak sistem dan
                  aplikasi, pengelolaan basis data serta pengembangan laman web.
              -   Layanan penyesuaian perangkat lunak agar dapat berfungsi secara
                  optimal sesuai dengan lingkungan sistem informasi yang digunakan.
         4)   Aktivitas perdagangan besar komputer dan perlengkapan komputer (KBLI
              46511) meliputi distribusi perangkat komputer dan perlengkapannya.
         5)   Aktivitas perdagangan besar piranti lunak (KBLI 46512) meliputi layanan dan
              berbagai solusi digital yang dapat menunjang kebutuhan bisnis dan
              operasional.


4.3. Rincian Penambahan Kegiatan Usaha
      Berdasarkan informasi Perseroan, berikut penambahan kegiatan usaha yang
      akan dilakukan:

                         Tabel 4.2 Rincian Penambahan Kegiatan Usaha
        No.                         Nama KBLI                          Kode KBLI

         1        Aktivitas    Teknologi   Informasi   dan   Jasa         62090
                  Komputer lainnya

         2        Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya                  62019

         3        Perdagangan        Besar     Komputer      dan          46511
                  Perlengkapan Komputer

         4        Perdagangan Besar Piranti Lunak                         46512

         5        Aktivitas Pemrograman Berbasis Kecerdasan               62015
                  Artifisial


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                      IV - 3
Page 57
           No.                      Nama KBLI                           Kode KBLI

           6      Penerbitan Piranti Lunak (Software)                      58200

           7      Aktivitas Pengolahan Data                                63111



4.4. Kapasitas Penjualan
      Sejalan dengan rencana penambahan kegiatan usaha tersebut, kapasitas penjualan
      per bulan dari aktivitas kegiatan usaha penunjang ini adalah sekitar minimum 100
      pelanggan per bulan dan diasumsikan meningkat per tahunnya.


4.5. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya Manusia
      Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha tersebut, saat ini
      Perseroan telah memiliki sumber daya manusia yang dinilai cukup dan kompeten
      untuk menjalankan kegiatan usaha yang baru (lihat Bab VI – Aspek Model
      Manajemen, poin 6.2 – Ketersediaan Tenaga Kerja).


4.6. Ketersediaan Peralatan
      Penambahan kegiatan usaha Perseroan membutuhkan dukungan peralatan yang
      memadai untuk memastikan keberhasilan operasional dan kelangsungan bisnis ke
      depan. Rincian aspek kelayakan teknis dari sisi peralatan dijelaskan sebagai berikut:
      a.    Peralatan yang Dibutuhkan
            Untuk mendukung kegiatan usaha yang direncanakan), maka Perseroan
            membutuhkan peralatan tambahan, antara lain:
            ●    Server dan penyimpanan        data (storage)     untuk menunjang      sistem
                 pengolahan dan penyimpanan data.
            ●    Peralatan keamanan siber seperti firewall, intrusion detection and prevention
                 system (IDS/IPS), serta endpoint security.
            ●    Cloud computing platform serta virtualisasi / virtual machines untuk
                 pengelolaan sumber daya TI yang efisien.
            ●    Perangkat lunak pengembangan (software development tools) dan sistem
                 manajemen konten.
            ●    Perangkat lunak desain (design software).
            ●    Perangkat keras (hardware) yang meliputi laptop, desktop, dan monitor yang
                 berskala enterprise untuk mendukung performa pemrosesan yang cepat.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                        IV - 4
Page 58
      b.   Ketersediaan Peralatan yang Ada
           Saat ini Perseroan telah memiliki infrastruktur teknologi dan fasilitas pendukung
           berupa perangkat keras dan perangkat lunak keamanan serta sistem
           pengelolaan data yang mumpuni. Kondisi ini memungkinkan sebagian besar
           peralatan eksisting untuk dioptimalkan dalam mendukung kegiatan usaha
           tambahan.


      c.   Ketersediaan Teknologi
           Teknologi pendukung yang dibutuhkan tersedia secara luas di pasaran dan
           dapat diperoleh melalui penyedia teknologi global maupun lokal yang telah
           menjalin kerjasama dengan Perseroan. Selain itu, Perseroan juga memiliki
           kapabilitas internal untuk melakukan pengembangan perangkat lunak secara
           mandiri.


      d.   Dukungan Infrastruktur dan Integrasi Sistem
           Perseroan memiliki infrastruktur jaringan dan sistem teknologi informasi yang
           terintegrasi, yang   mendukung konektivitas       data   dan sistem     informasi
           perusahaan. Dengan demikian, peralatan baru yang akan digunakan dapat
           dengan mudah diintegrasikan dengan sistem yang telah ada.


      e.   Pemeliharaan dan Pengelolaan Peralatan
           Perseroan memiliki tim internal yang bertanggung jawab dalam pemeliharaan
           sistem dan perangkat teknologi informasi, serta menjalin kerja sama dengan
           vendor dan mitra teknis untuk memastikan ketersediaan layanan purna jual dan
           suku cadang. Perseroan juga memiliki prosedur pengadaan dan penggantian
           peralatan berdasarkan siklus penggunaan dan efisiensi operasional.



      f.   Uraian Teknis Terkait
           1. Kesiapan Produk
              Produk dan layanan yang akan dijalankan pada KBLI baru saat ini telah
              mencapai status production grade dan telah siap secara penuh untuk tujuan
              operasional dan utilisasi. Setiap produk dan layanan telah melewati fase riset,
              desain, pengembangan, uji coba, validasi, dan deployment berdasarkan good
              practice proses pengembangan software perusahaan. Selain itu, kapabilitas
              untuk di-deploy ke lingkungan produksi juga didukung oleh prosedur
              operasional dan pemeliharaan. Kesiapan produk dan layanan mencakup
              berbagai hal berikut:
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                      IV - 5
Page 59
           • Kesiapan Fungsional
              −     fungsionalitas inti dan pendukung telah dikembangkan dan diuji
                    berdasarkan spesifikasi kebutuhan dan desain;
              −     kapabilitas fungsi tersebut telah siap untuk dijalankan di lingkungan
                    operasional;
           • Kesiapan Operasional
              −     produk dan layanan dapat di-deploy, dikonfigurasi, dioperasikan, dan
                    dipantau di lingkungan produksi;
              −     prosedur operasional, panduan deployment, dan dokumentasi teknis
                    telah tersedia untuk mendukung implementasi dan dukungan;
           • Kesiapan Keamanan
              −     kontrol keamanan telah diterapkan pada keseluruhan arsitektur produk
                    dan proses pengembangan;
              −     proses pengujian keamanan, mitigasi kerentanan, dan pengelolaan patch
                    telah dilakukan untuk memelihara keamanan produk;
           • Kesiapan Pemeliharaan dan Operasional
              −     perusahaan menyediakan tim operasional dan pemeliharaan yang
                    bertanggung jawab untuk pemantauan produk, resolusi isu, pemeliharaan
                    (korektif dan preventif), serta software update;
              −     mekanisme untuk bug fixing, security patching, dan version upgrade telah
                    tersedia untuk memastikan product sustainability;
           • Kesiapan Jaminan Kualitas
              −     produk dan layanan telah melalui proses verifikasi dan validasi, termasuk
                    pengujian fungsional, integration, dan operasional;
              −     rilis produk merupakan menjadi subyek inti untuk prosedur quality control
                    sebelum dilakukan deployment;
           • Kesiapan Pengembangan Berkelanjutan
             Perusahaan memiliki unit bisnis R&D yang bertanggung jawab terhadap
             peningkatan produk secara berkelanjutan, pengembangan fitur, peningkatan
             performa, dan adaptasi terhadap perkembangan ancaman cybersecurity dan
             tuntutan pasar.
          2. Kapasitas Sistem
              Kapasitas sistem untuk produk IntelliBroń AMAN dapat melayani di rentang
              50.000 - 70.000 concurrent mobile devices. Sedangkan kapasitas untuk
              produk IntelliBroń Orion dan IntelliBroń Threat Intelligence secara fleksibel
              dapat mengikuti jumlah customers.

Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                       IV - 6
Page 60
          3. Infrastruktur Cloud/Server
              Infrastruktur yang digunakan untuk mendukung pengembangan dan
              operasional produk dan layanan sesuai dengan gambar berikut:

                            Gambar 4.1 Infrastruktur Produk dan Layanan




           4. Service Level Agreement
              a. Service Level Agreement (SLA) IntelliBroń Orion
              Service Level Agreement (SLA) mendefinisikan tingkat layanan yang
              diberikan kepada pelanggan, termasuk waktu respons, waktu penyelesaian
              masalah, eskalasi teknis, serta cakupan layanan sesuai paket support yang
              dipilih IntelliBroń Orion.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                 IV - 7
Page 61
              b. Service Legal Agreement (SLA) IntelliBroń AMAN
                    Service Level Agreement (SLA) mendefinisikan tingkat layanan yang
                    diberikan     kepada    pelanggan,     termasuk     waktu      respons,     waktu
                    penyelesaian masalah, eskalasi teknis, serta cakupan layanan sesuai
                    paket support yang dipilih.
                      Severity     Severity Level                     Response        Resolution
                       Level                                            Time            Time
                                    Critical business and
                                    security impact. Partner
                                    operations are completely
                                    down or a core
                                    application/service is
                                    unavailable with no
                                    workaround.

                                    IB AMAN Specific
                                    Examples:
                                    • Total DNS resolution failure
                      P1 -
                                    (users cannot access the          15 minutes      4 hours
                      Critical
                                    internet).
                                    • Global failure of firewall
                                    protection.
                                    • The Web Portal is
                                    completely inaccessible,
                                    preventing admins from
                                    managing the system.
                                    • Massive login failures
                                    affecting all users across both
                                    the Mobile App and Web
                                    Portal.
                      P2 - High     Significant business              1 hour          8 hours
                                    impact. A major security or
                                    management feature is
                                    broken, causing severe
                                    operational degradation,
                                    but a temporary
                                    workaround exists.

                                    IB AMAN Specific
                                    Examples:
                                    • Access Control (Blocklist
                                    and Allowlist) features fail
                                    to function or apply to
                                    devices.
                                    • The "Turn on/off
                                    protection" toggle or PIN
                                    input feature on the Mobile
                                    App is unresponsive.
                                    • Errors in User Access
                                    Management (RBAC) or
                                    Device Access
                                    Management preventing
                                    admins from adding,
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                                IV - 8
Page 62
                                   removing, or modifying
                                   access.
                      P3 -         Moderate business               4 hours      3 business
                      Medium       impact. Non-critical feature                 days
                                   failure or general
                                   operational questions.
                                   Work is impeded but not
                                   halted (core DNS protection
                                   remains active).

                                   IB AMAN Specific
                                   Examples:
                                   • Dashboard statistics or
                                   history logs are delayed or
                                   failing to display recent
                                   data.
                                   • Individual users (not
                                   system-wide) face issues
                                   with Profile Management.
                                   • Admins are unable to view
                                   or export reports from the
                                   Web Portal.
                                   • Noticeable delays in
                                   syncing the protection
                                   status on the Mobile App.
                      P4 - Low     Minimal business impact.        24 hours     Next
                                   Minor bugs, cosmetic                         release
                                   (UI/UX) issues, or feature                   cycle
                                   requests.

                                   IB AMAN Specific
                                   Examples:
                                   • Typographical errors on
                                   the Mobile App or Web
                                   Portal.
                                   • Misaligned icons or
                                   buttons that do not affect
                                   functionality.
                                   • Feature requests, such as
                                   adding custom charts to the
                                   dashboard or requesting
                                   new login methods.

              c. Service Level Agreement (SLA) IntelliBroń Threat Intelligence
                    Service Level Agreement (SLA) mendefinisikan tingkat layanan yang
                    diberikan    kepada    pelanggan,   termasuk     waktu    respons,    waktu
                    penyelesaian masalah jika terjadi incident atau permasalahan pada portal
                    IntelliBron Threat Intelligence.
               Severity Level     Description             Response Time        Resolution Time
               P1 – Critical      Critical business       15 minutes           4 hours
                                  impact. Customer
                                  operations are
                                  completely
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                         IV - 9
Page 63
                                interrupted, or a core
                                application is
                                unavailable with no
                                workaround.
               P2 – High        Significant business     1 hour           8 hours
                                impact. A major
                                feature is broken,
                                causing severe
                                operational
                                degradation, but a
                                temporary
                                workaround exists.
               P3 – Medium      Moderate business        4 hours          3 business days
                                impact. Non-critical
                                feature failure or
                                general operational
                                questions. Work is
                                impeded but not
                                halted.
               P4 – Low         Minimal business         24 hours         Next release
                                impact. Minor bugs,                       cycle
                                cosmetic issues, or
                                feature requests.



              a. Service Level Agreement (SLA) IntelliBroń Aman.

          5. Cybersecurity Control
              Perusahaan telah menerapkan berbagai cybersecurity controls pada product
              lifecycle untuk memastikan aspek kerahasiaan, integritas, ketersediaan,
              keaslian, dan akuntabilitas produk dan lingkungan pendukung terkait.
              Cybersecurity controls yang telah diimplementasi meliputi domain berikut:
              • Identity and Access Management
                    − implementasi role-based access control (RBAC) berdasarkan perang
                      dan tanggung jawab yang telah ditetapkan;
                    − implementasi multi factor authentication (MFA) untuk autentikasi
                      pengguna;
               • Data Protection Controls
                    − data sensitif diproteksi menggunakan mekanisme enkripsi selama
                      transmisi dan penyimpanan;
                    − akses ke data hanya diberikan untuk individu yang berhak dengan
                      proses yang telah disepakati;
               • Network Security Controls
                    − segmentasi network dan mekanisme kontrol akses diimplementasi
                      untuk melindungi layanan dan sistem kritikal;
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                   IV - 10
Page 64
                    −
                    − secure communication protocols digunakan untuk interaksi sistem dan
                        pertukaran data;
               • Secure Development Controls
                    − praktek secure software developlement lifecycle (SSDLC) telah
                        terintegrasi ke aktivitas pengembangan produk;
                    − security     requirements     dipertimbangkan     pada    fase      desain,
                        pengembangan, pengujian, dan deployment;
               • Vulnerability and Patch Management
                    − vulnerability assessment dilakukan secara periodik terhadap produk
                        dan infrastruktur pendukung;
                    − vulnerabilities yang teridentifikasi dievaluasi, diprioritaskan, dan
                        diremediasi berdasarkan tingkat risiko;
               • Logging and Monitoring Controls
                    − security events direkam melalui mekanisme logging;
                    − aktivitas pemantauan dilakukan untuk mengidentifikasi aktivitas yang
                        mencurigakan dan tidak terotorisasi;
               • Incident Management Controls
                    − terdapat proses untuk deteksi, pelaporan, analisis, respon, dan
                        pemulihan insiden cybersecurity;
                    − prosedur penanganan insiden menetapkan peran, tanggung jawab,
                        escalation path, dan mekanisme komunikasi;
               • Configuration and Change Management Controls
                    − konfigurasi sistem dikelola melalui prosedur yang terdokumentasi;
                    − perubahan terhadap produk, infrastruktur, dan security controls di-
                        review,     disetujui,    diuji,   dan     didokumentasi       sebelum
                        diimplementasikan;
               • Availability and Resilience Controls
                    − mekanisme backup dan recovery diimplementasi untuk mendukung
                        service continuity;
                    − pertimbangan business continuity dan disaster recovery menjadi
                        bagian dari perencanaan operasional;
               • Operational Security Controls
                    − aktivitas    operasional    dilakukan    berdasarkan     prosedur     yang
                        terdokumentasi dan proses yang disetujui;
                    − aktivitas administratif selalu ter-log dan terpantau;


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                           IV - 11
Page 65
               • Compliance and Governance Controls
                    − risiko security dinilai dan dikelola secara periodik;
                    − pengawasan manajemen rutin dilakukan untuk memastikan efektifitas
                       dari pelaksanaan cybersecurity.

          6. Disaster Recovery Plan
              Rencana keberlanjutan sistem saat terjadi bencana meliputi 3 (tiga) hal
              berikut:
               • IntelliBroń Redundancy
                    Terdapat redundansi sistem seperti pada gambar berikut:

                                        Gambar 4.2 System Redundancy




                    Sistem IntelliBroń terdistribusi pada 3 (tiga) lokasi yang berbeda. Setiap
                    layanan tersedia pada masing-masing lokasi. Mekanisme redundansi ini
                    menggunakan teknologi Kubernetes.



               • IntelliBroń Data Replication

                    Replikasi data terjadi melalui mekanisme sesuai gambar berikut:




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                       IV - 12
Page 66
                                          Gambar 4.3 Data Replication




                    Data pada setiap system node direplikasi ke seluruh system nodes di
                    seluruh lokasi lainnya secara real time. Dengan kondisi ini recovery point
                    objective (RPO) mendekati 0 (nol).

               • IntelliBroń System Recovery
                    Ketika terjadi kegagalan sistem, mekanisme pemulihannya sesuai
                    gambar berikut:

                                         Gambar 4.4 System Recovery




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                       IV - 13
Page 67
                    Kegagalan sistem yang terjadi pada satu system node di lokasi tertentu
                    akan memicu proses pemulihan layanan terdampak pada system node
                    yang tersedia di lokasi lain. Proses pemulihan ini berlangsung secara real
                    time sehingga recovery time mendekati 0 (nol).


          7. Proses Pengembangan Software
               Pengembangan software yang diajukan untuk KBLI baru mengikuti proses
               standar perusahaan seperti pada gambar berikut:
                                Gambar 4.5 Proses Pengembangan Software




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                       IV - 14
Page 68
               Proses diawali dengan pengumpulan requirements yang akan di-review
               untuk dilanjutkan ke proses penulisan kode. Produk yang dihasilkan
               kemudian diuji coba secara fungsi dan keamanan oleh tim terkait yang
               selanjutnya diserahkan ke pengguna untuk diuji ulang secara kesesuaian
               penggunaan. Jika produk memenuhi seluruh syarat yang telah ditentukan
               sebelumnya maka selanjutnya dilakukan deployment ke lingkungan produksi
               untuk dioperasionalkan oleh pengguna.



           8. Roadmap Produk
               a. Roadmap Produk IntelliBroń Orion

                    Roadmap produk menggambarkan rencana pengembangan
                    Intellibron Orion dalam jangka panjang untuk meningkatkan
                    kapabilitas platform dan memperluas cakupan layanan.

                Tahun       Produk                        Revenue Model
                2026        Orion NDR                     License + Support
                2027        Orion NDR + UEBA              Subscription
                2028        Orion AI Analytics            Subscription + Add-on
                2028        Orion XDR                     Premium License
                2029        Orion SOAR                    Add-on
                2030        Orion Sovereign Security      Enterprise Platform
                            Platform                      License

                    2026 – Orion NDR

                    Fokus pada kemampuan Network Detection and Response untuk
                    meningkatkan visibilitas dan deteksi ancaman pada jaringan
                    perusahaan.
                    2027 – Orion NDR + UEBA

                    Penambahan kapabilitas User and Entity Behavior Analytics
                    (UEBA) untuk mendeteksi perilaku anomali pengguna dan
                    perangkat.
                    2028 – Orion AI Analytics

                    Pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence untuk meningkatkan
                    kemampuan analitik dan investigasi ancaman.
                    2028 – Orion XDR

                    Perluasan platform menjadi Extended Detection and Response
                    (XDR) dengan kemampuan korelasi lintas domain keamanan.


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                IV - 15
Page 69
                    2029 – Orion SOAR

                    Penambahan Security Orchestration, Automation and Response
                    (SOAR) untuk otomatisasi proses keamanan dan respons insiden.
                    2030 – Orion Sovereign Security Platform
                    Transformasi menjadi platform keamanan siber terpadu yang mendukung
                    kebutuhan digital sovereignty, cloud nasional, dan lingkungan dengan
                    tingkat keamanan tinggi.

               b. Roadmap Produk IntelliBroń AMAN

                    Roadmap produk menggambarkan arah pengembangan IntelliBroń
                    AMAN dalam meningkatkan kemampuan perlindungan perangkat
                    bergerak hingga menjadi platform endpoint security enterprise.

                        Tahun      Produk                             Revenue Model
                        2026       AMAN Mobile Protection             Subscription
                        2027       AMAN Mobile Threat                 Subscription
                                   Defense (MTD)
                        2028       AMAN Mobile EDR                    Premium Subscription
                        2029       AMAN Unified Endpoint              Enterprise Subscription
                                   Protection
                        2030       AMAN Enterprise EDR                Enterprise License
                                   Platform
                        2031       AMAN UEM / MDM                     Enterprise Platform
                                   Platform                           License
                    Untuk Roadmap B2C diarahkan sebagai berikut:

                    •   2026 AMAN Mobile Protection

                        Fokus pada perlindungan dasar perangkat mobile terhadap malware,
                        phishing, malicious application, dan unsafe browsing.

                    •   2027 AMAN Mobile Threat Defense (MTD)

                        Penambahan kemampuan deteksi ancaman berbasis perilaku serta
                        analisis risiko perangkat secara real-time.

                    •   2028 AMAN Mobile EDR

                        Pengembangan kemampuan Endpoint Detection and Response pada
                        perangkat mobile dengan fitur threat investigation dan incident
                        response




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                           IV - 16
Page 70
                    Untuk Roadmap B2B diarahkan sebagai berikut:

                    •   2027 AMAN Enterprise Mobile Security

                        Penyediaan dashboard terpusat untuk pengelolaan keamanan
                        perangkat organisasi.

                    •   2028 AMAN Mobile EDR for Enterprise

                        Penambahan kemampuan threat detection, incident investigation, dan
                        response untuk perangkat perusahaan.

                    •   2029 AMAN Unified Endpoint Protection

                        Integrasi perlindungan perangkat mobile, laptop, desktop, dan
                        endpoint lainnya dalam satu platform.

                    •   2030 AMAN Enterprise EDR Platform

                        Pengembangan platform EDR enterprise yang mendukung deteksi
                        ancaman lintas endpoint secara terintegrasi.

                    •   2031 AMAN UEM / MDM Platform

                        Transformasi menjadi platform Unified Endpoint Management (UEM)
                        dan Mobile Device Management (MDM) dengan kemampuan
                        endpoint security, compliance management, remote device control,
                        application management, dan EDR terintegrasi



            9. Biaya Infrastruktur

               Biaya infrastruktur untuk lingkungan produksi produk IntelliBroń AMAN
               berkisar Rp 20.000.000/bulan dan untuk lingkungan pengembangan
               keseluruhan produk berkisar € 5.000-7.000/bulan. Sedangkan biaya
               infrastruktur produk IntelliBroń Orion dan IntelliBroń Threat Intelligence secara
               fleksibel mengikuti jumlah customer, sesuai yang dijelaskan pada poin 2
               "Kapasitas Sistem" di atas.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                         IV - 17
Page 71
           10. Hasil Uji Teknis Produk dan Layanan

               Produk dan layanan menjalani serangkaian proses uji teknis sebelum dirilis
               ke lingkungan produksi. Uji teknis tersebut meliputi:

               • Functional Test

                    Pengujian terhadap aspek fungsional sesuai requirements produk
                    dengan mengikuti skenario tertentu. Hasil pengujian menunjukkan
                    seluruh fitur berfungsi sesuai kebutuhan.

               • Security Test

                    Pengujian terhadap aspek keamanan produk sesuai security baseline
                    yang dijadikan acuan. Hasl pengujian menunjukkan bahwa security
                    controls telah diterapkan secara sesuai.

               • User Acceptance Test

                    Pengujian terhadap aspek penggunaan yang dilakukan oleh (perwakilan)
                    pengguna. Hasil pengujian menunjukkan bahwa produk telah memenuhi
                    kebutuhan pengguna.

               • Stress Test

                    Pengujian terhadap kapasitas hardware sensor yang terlibat pada
                    operasional layanan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor dapat
                    mencapai kapasitas 6.5 Gbps tanpa mengalami bottleneck.


4.7. Proses Produksi
      Dalam rangka mendukung penambahan kegiatan usaha berdasarkan KBLI baru yang
      telah direncanakan, Perseroan telah menyiapkan sistem dan struktur produksi yang
      terintegrasi untuk menunjang pengembangan produk dan layanan secara optimal.
      Proses produksi disusun untuk menjamin efisiensi operasional dan kualitas hasil,
      mencakup beberapa tahapan berikut:
      a.   Perencanaan dan Riset Produk
           Tahapan ini merupakan fondasi awal dari proses produksi, yang melibatkan tim
           Research and Development serta Product Management. Fokus utama berada
           pada identifikasi kebutuhan pasar melalui riset dan analisis tren teknologi terkini.
           Hasil dari proses ini menjadi dasar dalam perumusan fitur produk, perencanaan
           teknologi yang digunakan, serta desain arsitektur sistem dan platform.



Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                        IV - 18
Page 72
         b.   Pengembangan Teknologi dan Produk
              Pada tahap ini, tim Product Engineering dan Infrastructure & Platform mulai
              melakukan pengembangan teknologi, baik untuk perangkat lunak (software),
              pengolahan data digital, maupun platform berbasis web. Kegiatan ini meliputi
              penulisan kode (coding), pengujian fungsional (functional testing), integrasi
              sistem, serta validasi performa (performance test) sebelum diluncurkan kepada
              pengguna. Semua pengembangan dilakukan dengan pendekatan berorientasi
              keamanan, sesuai dengan karakteristik utama bisnis Perseroan.

         c.   Implementasi Operasional dan Pengolahan Data
              Untuk layanan berbasis digital seperti web portal dan aktivitas pengolahan data,
              proses produksi mencakup pengelolaan infrastruktur cloud, deployment platform,
              serta monitoring performa sistem secara real-time. Tim Operation & Maintenance
              bertanggung jawab atas kelangsungan operasional sistem dan kestabilan
              layanan.

         d.   Produksi dan Distribusi Barang Cetak
              Perseroan berfokus pada penerbitan buku digital sehingga alat atau perangkat
              yang digunakan dalam pengolahan produksi penerbitannya mencakup berbagai
              perangkat lunak dan perangkat keras yang mendukung proses dari penulisan,
              penyuntingan, desain, hingga distribusi digital. Tim penyunting terdiri dari
              eksisting tim User Interface / User Experience (UI/UX Team).

         e.   Kendali Mutu dan Inovasi Berkelanjutan
              Setiap tahapan produksi diawasi oleh bagian-bagian teknis dalam divisi
              Research and Development / R&D yang memiliki tanggung jawab terhadap
              pengendalian kualitas, inovasi produk, dan peningkatan berkelanjutan.
              Perseroan menerapkan prosedur audit internal dan quality control untuk
              menjamin standar mutu, serta mendorong inovasi melalui kolaborasi lintas divisi.


4.8.    Kesimpulan Analisa Kelayakan Teknis
        Dengan memperhatikan kegiatan usaha Aktivitas Teknologi Informasi dan Jasa
        Komputer lainnya (62090), Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya (62019),
        Perdagangan Besar Komputer dan Perlengkapan Komputer (46511), Perdagangan
        Besar Piranti Lunak (46512), Aktivitas Pemrograman Berbasis Kecerdasan Artifisial
        (62015), Penerbitan Piranti Lunak (Software) (58200), Aktivitas Pengolahan Data
        (63111) maka Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang secara teknis layak
        untuk dilaksanakan.

   Studi Kelayakan
   PT ITSEC Asia Tbk                                                                     IV - 19
Page 73
                                           BAB V
                    ANALISIS KELAYAKAN POLA BISNIS

5.1.     Kegiatan Usaha Utama dan Penunjang
         Sejak didirikan pada 12 April 2010, berdasarkan Perubahan Anggaran Dasar
         terakhir pada Akta No. 91 Tanggal 29 April 2026, Perseroan bergerak dalam
         bidang:


         Kegiatan Usaha Utama
         Aktivitas konsultasi keamanan informasi (KBLI 62021) yang mencakup kegiatan
         layanan konsultasi perencanaan dan pengawasan keamanan informasi,
         pemeriksaan atau penjamin (assurance) keamanan informasi, dan pembangunan
         dan penerapan keamanan informasi.


         Kegiatan Usaha Penunjang
         1)   Aktivitas konsultasi komputer dan manajemen fasilitas komputer lainnya (KBLI
              62029) meliputi:
              -    Layanan konsultasi terkait konfigurasi perangkat keras dan perangkat
                   lunak, baik secara terpisah maupun sebagai satu kesatuan sistem.
                   Layanan   ini   mencakup    analisis   kebutuhan   teknologi   informasi,
                   perancangan sistem yang terintegrasi serta rekomendasi solusi yang
                   sesuai bagi pengguna.
              -    Menyediakan komponen sistem secara langsung atau melalui Kerjasama
                   dengan mitra vendor.
              -    Layanan instalasi sistem, pelatihan bagi pengguna dan dukungan teknis
                   guna memastikan operasional berjalan lancar.
         2)   Aktivitas teknologi informasi dan jasa komputer lainnya (KBLI 62090) meliputi:
              -    Layanan teknologi informasi yang tidak termasuk dalam kategori lain,
                   seperti pemulihan sistem yang mengalami gangguan, instalasi perangkat
                   lunak dan perangkat keras dan manajemen insiden siber.
              -    Layanan digital forensik untuk menganalisis dan mengatasi potensi
                   ancaman terhadap sistem.
         3)   Aktivitas pemrograman komputer lainnya (KBLI 62019) meliputi:
              -    Layanan konsultasi dalam analisis, desain dan pengembangan perangkat
                   lunak. Layanan ini mencakup pembuatan perangkat lunak sistem dan
                   aplikasi, pengelolaan basis data serta pengembangan laman web.

Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                       V-1
Page 74
              -   Layanan penyesuaian perangkat lunak agar dapat berfungsi secara
                  optimal sesuai dengan lingkungan sistem informasi yang digunakan.
         4)   Aktivitas perdagangan besar komputer dan perlengkapan komputer (KBLI
              46511) meliputi distribusi perangkat komputer dan perlengkapannya.
         5)   Aktivitas perdagangan besar piranti lunak (KBLI 46512) meliputi layanan dan
              berbagai solusi digital yang dapat menunjang kebutuhan bisnis dan
              operasional.


5.2.     Kegiatan Penambahan Usaha
         Perseroan merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
         (public company) yang terletak di Gedung Noble House Lt. 11, Unit 2 & 3, Jl. Dr.
         Ide Anak Agung Gde Agung Kav. E.4.2, Mega Kuningan, Kuningan Timur,
         Setiabudi, Jakarta Selatan.

         Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Perseroan merencanakan
         untuk melakukan penambahan kegiatan usaha yaitu sebagai berikut:


                           Tabel 5.1 Rincian Penambahan Kegiatan Usaha
       No.                         Nama KBLI                        Kode KBLI

        1     Aktivitas Teknologi Informasi dan Jasa Komputer         62090
              lainnya

        2     Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya                  62019

        3     Perdagangan Besar Komputer dan                          46511
              Perlengkapan Komputer

        4     Perdagangan Besar Piranti Lunak                         46512

        5     Aktivitas Pemrograman Berbasis Kecerdasan               62015
              Artifisial

        6     Penerbitan Piranti Lunak (Software)                     58200

        7     Aktivitas Pengolahan Data                               63111



         Dari pelanggan Perseroan yang ada saat ini, diharapkan kegiatan penambahan
         usaha yang akan dijalankan dapat meningkatkan pelayanan yang maksimal


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                     V-2
Page 75
         kepada pelanggan existing. Dengan harga yang bersaing dan kinerja pelayanan
         yang maksimal diharapkan diperoleh pelanggan baru, sehingga Perseroan secara
         perlahan dapat meningkatkan pangsa pasar diantara para pesaing.


5.2.1.   Segmen Usaha Perseroan
         Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Perseroan merencanakan
         penambahan kegiatan usaha yaitu, Aktivitas Teknologi Informasi dan Jasa
         Komputer lainnya (62090), Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya (62019),
         Perdagangan     Besar    Komputer     dan    Perlengkapan     Komputer    (46511),
         Perdagangan Besar Piranti Lunak (46512), Aktivitas Pemrograman Berbasis
         Kecerdasan Artifisial (62015), Penerbitan Piranti Lunak (Software) (58200),
         Aktivitas Pengolahan Data (63111).


5.3.     Model Bisnis Produk dan Layanan IntelliBroń
         Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan                    akan   mendukung
         komersialisasi produk dan layanan berbasis keamanan siber yang dikembangkan
         oleh Perseroan, termasuk produk dalam kelompok IntelliBroń. Secara komersial,
         produk dan layanan tersebut tidak hanya ditawarkan sebagai penjualan software,
         tetapi juga dapat dikombinasikan dengan layanan implementasi, integrasi,
         managed security services, pelatihan, pemeliharaan, dan dukungan teknis.
         Model bisnis tersebut dinilai relevan dengan karakteristik industri keamanan siber,
         karena pelanggan pada umumnya membutuhkan solusi yang tidak berhenti pada
         tahap instalasi. Setelah solusi keamanan diimplementasikan, pelanggan tetap
         membutuhkan pemantauan, pembaruan, konfigurasi, analisis, dukungan teknis,
         serta respons terhadap ancaman siber yang berkembang. Dengan demikian,
         model bisnis Perseroan diarahkan untuk menghasilkan pendapatan berulang
         melalui lisensi, subscription, managed services, maintenance, product support,
         serta pendapatan proyek dari implementasi dan integrasi. Model bisnis IntelliBroń
         Orion terdiri dari beberapa komponen berikut:
5.3.1.   Lisensi Penggunaan Platform
         Lisensi merupakan komponen utama yang memberikan hak kepada pelanggan
         untuk menggunakan platform IntelliBroń Orion selama jangka waktu tertentu.
         Lisensi dapat diberikan dalam bentuk subscription bulanan atau tahunan, dengan
         parameter komersial yang disesuaikan berdasarkan ruang lingkup penggunaan
         oleh pelanggan.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                      V-3
Page 76
         Model lisensi IntelliBroń Orion terdiri dari:
           a. License Based on Sensor Deployment
              Model lisensi ini didasarkan pada jumlah sensor yang dipasang pada
              jaringan pelanggan. Sensor digunakan untuk melakukan monitoring dan
              analisis trafik jaringan.
           b. License Based on Agent Installation
              Model lisensi ini didasarkan pada jumlah agent yang diinstal pada perangkat
              atau aset teknologi informasi pelanggan yang akan dimonitor oleh platform
              IntelliBroń Orion. Agent digunakan untuk mendukung monitoring endpoint,
              pengumpulan data keamanan, dan deteksi aktivitas mencurigakan pada
              perangkat yang dimonitor.
5.3.2.   Professional Services
         Professional services merupakan layanan implementasi dan konsultasi yang
         diperlukan agar solusi dari IntelliBroń Orion dapat beroperasi secara optimal pada
         lingkungan teknologi informasi pelanggan. Pendapatan dari professional services
         pada umumnya bersifat project-based atau one-time fee, kecuali apabila layanan
         tersebut disepakati sebagai retainer atau bagian dari managed service.
         Professional services meliputi:
           a. Deployment/Implementation Services
              Layanan instalasi, konfigurasi, dan aktivasi sistem sesuai kebutuhan
              operasional pelanggan.
           b. Integration Services
              Layanan integrasi dengan sistem keamanan dan infrastruktur yang telah
              dimiliki pelanggan seperti SIEM, firewall, endpoint security, dan platform
              keamanan lainnya.
           c. Training Services
              Pelatihan teknis kepada administrator, operator SOC, dan tim keamanan
              pelanggan agar platform dapat digunakan secara efektif.
         Biaya implementasi dibebankan kepada pelanggan berdasarkan ruang lingkup
         pekerjaan, kompleksitas sistem, jumlah lokasi, jumlah sensor atau agent,
         kebutuhan integrasi, kebutuhan dokumentasi, serta kebutuhan onsite support.
         Dalam hal implementasi ditawarkan sebagai bagian dari paket subscription, biaya
         implementasi dapat dibebankan di awal atau diamortisasi ke dalam biaya
         berlangganan sesuai kesepakatan komersial.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                      V-4
Page 77
5.3.3.   Managed Services
         Managed Services merupakan layanan operasional keamanan yang disediakan
         secara berkelanjutan untuk membantu pelanggan dalam melakukan monitoring
         dan respons terhadap ancaman siber. Komponen ini memberikan peluang
         pendapatan berulang bagi Perseroan karena layanan diberikan selama periode
         kontrak dan dapat diperpanjang berdasarkan kebutuhan pelanggan.
         a. SOC Monitoring
             Layanan pemantauan keamanan secara berkelanjutan untuk mendeteksi
             aktivitas mencurigakan dan potensi insiden keamanan.
         b. Threat Hunting
             Layanan proaktif untuk mencari indikasi ancaman yang mungkin belum
             terdeteksi oleh mekanisme keamanan konvensional.
         c. Incident Response
             Layanan bantuan investigasi, analisis, dan penanganan insiden keamanan
             siber yang terjadi pada lingkungan pelanggan.
         Basis pricing managed services dapat ditentukan berdasarkan jam layanan,
         jumlah aset yang dimonitor, tingkat eskalasi, kebutuhan analis, SLA, serta
         kebutuhan pelaporan berkala. Biaya impementasi dan managed services
         mencakup biaya tenaga analis SOC, biaya monitoring tools, biaya infrastruktur,
         biaya eskalasi teknis, serta biaya pengelolaan layanan.


5.3.4.   Ruang Lingkup Implementasi
         a. Installation
             Pemasangan dan aktivasi perangkat lunak, sensor, agent, maupun appliance
             Orion pada lingkungan pelanggan.
         b. Configuration
             Penyesuaian konfigurasi sistem sesuai kebutuhan operasional dan kebijakan
             keamanan pelanggan.
         c. Dashboard Setup
             Pembuatan      dashboard    monitoring   dan   pelaporan      untuk kebutuhan
             operasional, teknis, dan manajemen.
         d. Use Case Tuning
             Penyesuaian skenario deteksi agar relevan dengan karakteristik jaringan,
             pola trafik, profil risiko, dan kebutuhan bisnis pelanggan.
         e. SIEM Integration
             Integrasi dengan Security Information and Event Management untuk
             memperluas kemampuan monitoring, korelasi data, dan pelaporan insiden.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                     V-5
Page 78
         f.    Threat Hunting Use Case
               Pengembangan use case yang mendukung aktivitas threat hunting dan
               investigasi ancaman.
         g. Playbook Creation
               Penyusunan prosedur operasional dan workflow respons terhadap insiden
               keamanan agar proses eskalasi dan penanganan insiden lebih terstruktur.
         Ruang lingkup implementasi tersebut menjadi dasar penentuan biaya
         implementasi. Semakin kompleks sistem pelanggan, maka semakin besar
         kebutuhan konfigurasi, integrasi, dokumentasi, dan dukungan teknis yang
         diperlukan.
5.3.5.   Product Support
         Product Support merupakan layanan pemeliharaan dan dukungan teknis untuk
         memastikan        platform   tetap   beroperasi   secara     optimal   selama      masa
         berlangganan. Product Support juga menjadi bagian penting dalam menjaga
         retensi pelanggan, karena solusi keamanan siber membutuhkan pembaruan,
         patch, troubleshooting, serta respons teknis yang tepat waktu.
         Product Support terdiri dari tiga bentuk sebagai berikut:
                  Paket               Target Pelanggan                  Cakupan Layanan
                 Support
              Essential       Pelanggan yang membutuhkan          • 8x5 technical support
              Support         dukungan standar selama jam         • Software update
                              kerja                               • Security patch
                                                                  • Email support
                                                                  • Portal support
              Enterprise      Pelanggan       enterprise   yang     • 24x7 Technical Support
              Support         membutuhkan tingkat dukungan          • Quarterly Health Check
                              lebih tinggi dan respons lebih        • Technical    Assistance
                              cepat                                   Manager
                                                                    • Priority Escalation
              Premium         Pelanggan dengan kebutuhan            • 24x7 Priority Support
              Support         operasional       kritikal   yang     • Monthly Service Review
                              memerlukan dukungan prioritas         • Architecture Advisory
                              tertinggi                             • Onsite Support
                                                                      Allocation
                                                                    • Direct Engineering
                                                                      Escalation

Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                            V-6
Page 79
         Biaya support dapat dibebankan sebagai bagian dari subscription atau sebagai
         paket tambahan, tergantung tingkat layanan yang dipilih pelanggan. Essential
         Support dapat menjadi dukungan standar, sedangkan Enterprise dan Premium
         dapat dikenakan biaya tambahan karena membutuhkan alokasi sumber daya
         yang lebih besar, termasuk technical assistance manager, health check berkala,
         onsite support, dan eskalasi langsung kepada engineering team.
5.3.6.   Margin dan Struktur Biaya
         Margin usaha atas produk dan layanan IntelliBroń Orion terutama dipengaruhi
         oleh kombinasi antara pendapatan lisensi/subscription, biaya infrastruktur, biaya
         implementasi, biaya tenaga teknis, biaya support, serta biaya pengembangan
         produk berkelanjutan. Karena platform dikembangkan oleh Perseroan, Perseroan
         memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam mengelola harga, konfigurasi,
         roadmap produk, dan biaya pengembangan dibandingkan apabila Perseroan
         sepenuhnya bergantung pada principal pihak ketiga.
         Pada komponen lisensi dan subscription, margin dapat terbentuk dari skala
         penggunaan platform. Setelah biaya pengembangan awal dan infrastruktur dasar
         tersedia, tambahan pelanggan dapat memberikan kontribusi margin yang lebih
         baik sepanjang kapasitas cloud/server, storage, monitoring, dan support masih
         dapat      dikelola   secara   efisien.   Namun   demikian,   margin   tetap   perlu
         memperhitungkan biaya pemeliharaan platform, pengembangan fitur, security
         patch, peningkatan kapasitas, dan dukungan teknis.
         Pada komponen professional services, margin ditentukan oleh kompleksitas
         implementasi, durasi proyek, jumlah personel yang dialokasikan, kebutuhan
         onsite, dan kebutuhan integrasi dengan sistem pelanggan. Layanan ini dapat
         menghasilkan pendapatan proyek pada tahap awal implementasi, tetapi karakter
         pendapatannya tidak seluruhnya berulang.
         Pada komponen managed services dan product support, margin dipengaruhi oleh
         intensitas layanan. Semakin tinggi SLA, semakin besar kebutuhan alokasi analis,
         engineer, technical assistance manager, health check, service review, dan
         eskalasi engineering. Karena itu, paket Enterprise dan Premium Support perlu
         dikenakan harga yang berbeda dari Essential Support.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                        V-7
Page 80
5.3.7.   Ketergantungan pada Principal atau Vendor
         Platform IntelliBroń dikembangkan oleh Perseroan sehingga Perseroan tidak
         bergantung pada principal pihak ketiga untuk pengembangan, lisensi, perubahan
         fitur, roadmap produk, maupun dukungan teknis utama. Kondisi ini memberikan
         fleksibilitas   kepada   Perseroan   dalam   menentukan   pricing,   melakukan
         penyesuaian fitur, mengelola kualitas layanan, serta mengembangkan produk
         secara modular sesuai kebutuhan pelanggan.
         Dalam pelaksanaan operasional, Perseroan tetap dapat menggunakan vendor
         cloud, server, perangkat jaringan, endpoint, appliance, tools monitoring, atau
         perangkat pendukung lain. Namun, penggunaan vendor tersebut bersifat
         pendukung operasional dan bukan ketergantungan utama terhadap principal
         tertentu. Perseroan dapat melakukan substitusi vendor sepanjang memenuhi
         standar keamanan, kapasitas, SLA, biaya, dan kompatibilitas teknis yang
         diperlukan.
         Dengan demikian, risiko ketergantungan terhadap principal/vendor dapat
         dimitigasi melalui kepemilikan hak atas kekayaan intelektual oleh Perseroan,
         kapabilitas pengembangan internal, arsitektur produk yang modular, serta
         prosedur pengadaan dan pengelolaan vendor yang kompetitif.


5.4.     Model Bisnis IntelliBroń AMAN
         IntelliBroń AMAN merupakan solusi Mobile Device Protection yang dirancang
         untuk melindungi perangkat bergerak, termasuk smartphone dan tablet, dari
         berbagai ancaman siber, antara lain malware, phishing, aplikasi berbahaya,
         kebocoran data, akses tidak sah, dan aktivitas mencurigakan lainnya. Produk ini
         dikembangkan untuk menjawab kebutuhan perlindungan keamanan digital pada
         perangkat mobile, baik untuk pengguna individu maupun pelanggan korporasi.


         Secara komersial, IntelliBroń AMAN memiliki dua segmen utama, yaitu IntelliBroń
         AMAN for B2C dan IntelliBroń AMAN for B2B. Segmen B2C ditujukan untuk
         pengguna individu dan keluarga, sedangkan segmen B2B ditujukan untuk
         perusahaan dan organisasi yang membutuhkan perlindungan perangkat mobile
         karyawan serta pengelolaan keamanan endpoint secara terpusat.


         Model bisnis IntelliBroń AMAN disusun berdasarkan kombinasi license
         subscription, professional services, managed services, product support, dan
         pengembangan fitur lanjutan. Dengan model tersebut, Perseroan dapat
         memperoleh pendapatan berulang dari subscription, serta pendapatan tambahan
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                   V-8
Page 81
         dari implementasi, integrasi, migrasi, pelatihan, dukungan teknis, dan layanan
         pengelolaan keamanan perangkat.


5.4.1.   IntelliBroń AMAN for B2C
         IntelliBroń AMAN for B2C ditujukan bagi pengguna individu yang membutuhkan
         perlindungan perangkat smartphone dan tablet dari ancaman keamanan digital.
         Model Subscription untuk B2C adalah sebagai berikut:
          Model Subscription             Penjelasan
          Individual                     Model berlangganan bulanan atau tahunan
          Subscription                   berdasarkan jumlah perangkat yang dilindungi.
                                         Model ini ditujukan untuk pengguna individu yang
                                         membutuhkan perlindungan atas smartphone
                                         atau tablet.
          Family Subscription            Model berlangganan untuk beberapa anggota
                                         keluarga dalam satu paket perlindungan. Model
                                         ini memberikan fleksibilitas bagi pelanggan
                                         untuk melindungi lebih dari satu perangkat
                                         dalam satu akun atau paket keluarga.
          Telco Bundling                 Model     kerja    sama      dengan     operator
          Subscription                   telekomunikasi, di mana layanan IntelliBroń
                                         AMAN dapat dibundel dengan paket data,
                                         layanan digital, atau penawaran lain dari
                                         operator telekomunikasi.


         Pada segmen B2C, pricing dapat ditentukan berdasarkan jumlah perangkat
         mobile device, durasi subscription, paket fitur, kanal distribusi, dan skema kerja
         sama dengan mitra distribusi atau operator telekomunikasi. Untuk telco bundling,
         harga akhir kepada pengguna dapat mengikuti struktur komersial yang disepakati
         antara Perseroan dan pelanggan.


5.4.2.   IntelliBroń AMAN for B2B
         IntelliBroń AMAN for B2B ditujukan bagi perusahaan dan organisasi yang
         membutuhkan perlindungan perangkat mobile karyawan serta pengelolaan
         keamanan endpoint secara terpusat.
         Model lisensi untuk B2B adalah sebagai berikut:
            Model Lisensi               Penjelasan



Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                      V-9
Page 82
            License     Based      on Model lisensi berdasarkan jumlah perangkat
            Number of Devices           yang dikelola dan dilindungi oleh platform.
                                        Model ini sesuai untuk pelanggan yang ingin
                                        mengontrol biaya berdasarkan jumlah aset
                                        perangkat mobile
            License     Based      on Model lisensi berdasarkan jumlah pengguna
            Number of Users             yang terdaftar dalam sistem. Model ini sesuai
                                        untuk    organisasi   yang    mengelola    akses
                                        berdasarkan identitas pengguna
            Enterprise Subscription     Model berlangganan tahunan yang mencakup
                                        fitur   keamanan,     pengelolaan    perangkat,
                                        dashboard administrasi dan dukungan teknis
                                        sesuai kebutuhan pelanggan.


         Basis pricing B2B dapat ditentukan berdasarkan jumlah perangkat, jumlah
         pengguna, cakupan fitur, kebutuhan integrasi, SLA, paket support, durasi kontrak,
         serta kebutuhan managed services. Semakin besar jumlah perangkat mobile dan
         semakin tinggi kebutuhan dukungan, maka pricing akan disesuaikan untuk
         mencerminkan kompleksitas layanan dan biaya operasional yang diperlukan.


5.4.3.   Professional Services
         Professional Services merupakan layanan implementasi dan konsultasi yang
         diperlukan agar IntelliBroń AMAN dapat beroperasi secara optimal di lingkungan
         pelanggan.
         Professional Services mencakup sebagai berikut:
            Jenis Layanan                        Penjelasan
            Deployment / Implementation          Layanan instalasi dan konfigurasi sistem
            Services                             sesuai kebutuhan pelanggan
            Integration Services                 Layanan      integrasi   dengan    Active
                                                 Directory, Identity Management, SIEM,
                                                 SOC, dan platform keamanan lainnya
            Migration Services                   Layanan migrasi dari solusi Mobile
                                                 Device Management, Mobile Threat
                                                 Defense, atau endpoint security lain
                                                 yang telah digunakan sebelumnya oleh
                                                 pelanggan



Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                     V - 10
Page 83
            Training Services                  Pelatihan kepada administrator, operator
                                               keamanan, dan tim teknologi informasi
                                               pelanggan     agar     platform      dapat
                                               digunakan secara efekti


         Pendapatan dari Professional Services pada umumnya bersifat project-based
         atau one-time fee. Biaya implementasi dapat dibebankan secara terpisah kepada
         pelanggan atau dimasukkan ke dalam paket enterprise subscription, bergantung
         pada kesepakatan komersial.


5.4.4.   Managed Services
         Managed Services merupakan layanan operasional yang membantu pelanggan
         dalam mengelola keamanan perangkat secara berkelanjutan. Layanan ini
         memberikan nilai tambah bagi pelanggan yang tidak memiliki sumber daya
         internal yang cukup untuk memantau status keamanan perangkat, melakukan
         analisis temuan, dan menangani insiden endpoint secara mandiri.
            Jenis Layanan                      Penjelasan
            Device Security Monitoring         Pemantauan        status      keamanan
                                               perangkat secara terpusat
            Threat Detection Monitoring        Pemantauan ancaman yang terdeteksi
                                               pada perangkat pengguna, termasuk
                                               indikasi   malware,   phishing,    aplikasi
                                               berbahaya, atau aktivitas mencurigakan
                                               lainnya
            Incident Response Assistance       Bantuan investigasi, analisis, , dan
                                               penanganan atas insiden keamanan
                                               endpoint
            Device Compliance Monitoring       Pemantauan      kepatuhan     perangkat
                                               terhadap       kebijakan      keamanan
                                               perusahaan


         Managed Services dapat menghasilkan pendapatan berulang karena layanan
         diberikan selama masa kontrak. Pricing dapat ditentukan berdasarkan jumlah
         perangkat mobile, jumlah pengguna, jam layanan, SLA, volume alert, kebutuhan
         pelaporan, serta tingkat dukungan analis dan engineer yang diperlukan.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                     V - 11
Page 84
5.4.5.   Ruang Lingkup Implementasi
         Ruang lingkup implementasi IntelliBroń AMAN mencakup aktivitas sebagai
         berikut:
         a. Installation
              Instalasi server, cloud platform, web portal, atau aplikasi mobile sesuai model
              deployment yang dipilih
         b. Configuration
              Konfigurasi kebijakan keamanan dan parameter operasional
         c. User Enrollment
              Registrasi pengguna dan perangkat ke dalam sistem
         d. Device Registration
              Pendaftaran perangkat yang akan dipantau dan dilindungi
         e. Security Policy Configuration
              Konfigurasi kebijakan keamanan perangkat
         f.   Dashboard Setup
              Pembuatan dashboard monitoring dan pelaporan
         g. Alert Configuration
              Konfigurasi notifikasi dan mekanisme peringatan keamanan
         h. Integration Services
              Integrasi dengan sistem keamanan dan identitas pelanggan
         i.   User Acceptance Testing
              Pengujian sistem untuk memastikan seluruh fungsi berjalan sesuai kebutuhan
         Ruang lingkup implementasi tersebut menjadi dasar penentuan biaya
         implementasi. Semakin kompleks integrasi, jumlah pengguna, jumlah perangkat,
         dan kebutuhan konfigurasi pelanggan, semakin besar biaya implementasi yang
         perlu diperhitungkan dalam pricing.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                       V - 12
Page 85
5.4.6.   Product Support
         Product Support merupakan layanan pemeliharaan dan dukungan teknis untuk
         memastikan IntelliBroń AMAN tetap beroperasi secara optimal selama masa
         subscription. Product Support juga penting untuk menjaga retensi pelanggan,
         karena     produk    keamanan        mobile   membutuhkan     pembaruan,       patch,
         troubleshooting, dan respons teknis secara berkelanjutan.
         Product Support terdiri dari tiga paket sebagai berikut:
          Paket Support          Target Pelanggan                    Cakupan
                                                                     Layanan
          Essential Support      Pelanggan yang membutuhkan          • 8x5 Technical
                                 dukungan standar selama jam           Support
                                 kerja                               • Software Update
                                                                     • Security Patch
                                                                     • Email & Portal
                                                                       Support
          Enterprise             Pelanggan enterprise yang           • 24x7 Technical
          Support                membutuhkan dukungan lebih           Support
                                 tinggi dan respons lebih cepat      • Quarterly Health
                                                                      Check
                                                                     • Technical Assistance
                                                                      Manager
                                                                     • Priority Escalation
          Premium Support        Pelanggan dengan kebutuhan          • 24x7 Priority Support
                                 operasional kritikal yang           • Monthly Service
                                 memerlukan dukungan prioritas        Review
                                 tertinggi                           • Architecture Advisory
                                                                     • Onsite Support
                                                                      Allocation
                                                                     • Direct Engineering
                                                                      Escalation


         Biaya support dapat dibebankan sebagai bagian dari subscription atau sebagai
         paket tambahan. Paket Essential dapat menjadi paket dukungan standar,
         sedangkan Enterprise Support dan Premium Support dapat dikenakan biaya
         tambahan karena membutuhkan tingkat respons, alokasi sumber daya, dan
         eskalasi teknis yang lebih tinggi.

Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                         V - 13
Page 86
5.4.7.   Margin, Struktur Biaya dan Ketergantungan Principal/Vendor
         Margin IntelliBroń AMAN dipengaruhi oleh model pelanggan yang dilayani. Pada
         segmen B2C, margin terutama dipengaruhi oleh volume pelanggan, biaya
         distribusi, biaya cloud/platform, biaya customer support, biaya payment channel,
         serta skema komersial dengan mitra distribusi atau operator telekomunikasi
         apabila menggunakan telco bundling. Pada segmen B2B, margin dipengaruhi
         oleh jumlah perangkat atau pengguna, kebutuhan implementasi, integrasi,
         migrasi, SLA, paket support, managed services, dan kebutuhan pengembangan
         khusus.
         Biaya implementasi terutama timbul pada pelanggan B2B, meliputi biaya instalasi,
         konfigurasi, integrasi, migrasi, user enrollment, device registration, security policy
         configuration, dashboard setup, user acceptance testing, pelatihan, dan
         dokumentasi.
         Biaya support mencakup biaya technical support, software update, security patch,
         dukungan portal, health check, service review, technical assistance manager,
         onsite support apabila diperlukan, serta eskalasi kepada engineering team.
         Semakin tinggi paket support yang dipilih pelanggan, semakin tinggi pula biaya
         support yang perlu diperhitungkan dalam pricing.
         Perseroan tidak bergantung pada satu principal software pihak ketiga untuk
         pengembangan inti IntelliBroń AMAN karena core platform dikembangkan oleh
         Perseroan. Dalam pelaksanaan operasional, Perseroan dapat menggunakan
         cloud provider, mobile distribution platform, operator telekomunikasi, sistem
         identitas pelanggan, SIEM, SOC, atau tools pendukung lain. Namun penggunaan
         pihak ketiga tersebut bersifat pendukung operasional dan dapat disubstitusi
         sepanjang    memenuhi      standar   keamanan,      kapasitas,   SLA,    biaya,   dan
         kompatibilitas teknis yang diperlukan.


5.5.     Model Bisnis IntelliBroń Threat Intelligence
         IntelliBroń Threat Intelligence (TI) merupakan layanan berbasis subscription yang
         dirancang untuk membantu pelanggan meningkatkan kemampuan monitoring,
         deteksi, dan respon suatu perusahaan. Layanan ini memberikan informasi
         mengenai ancaman siber, eksposure siber, aktor ancaman siber, aktifitas
         ancaman siber baik di surface web, deep web, dan dark web.
         Model bisnis IntelliBroń Threat Intelligence disusun sebagai kombinasi antara
         penggunaan platform, layanan onboarding, managed threat intelligence services,
         pelaporan berkala, dan dukungan teknis selama masa subscription. Dengan
         struktur tersebut, pendapatan Perseroan tidak hanya berasal dari penggunaan
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                          V - 14
Page 87
         platform, tetapi juga dari layanan bernilai tambah yang diberikan secara
         berkelanjutan kepada pelanggan.
         Bisnis model IntelliBroń Threat Intelligence mencakup aspek berikut:
             a. License Subscription
                    Lisensi merupakan komponen utama yang memberikan hak penggunaan
                    platform IntelliBroń Threat Intelligence kepada pelanggan:
                    1) Jumlah Top Level domain Perusahaan pelanggan yang akan
                       dimonitor oleh layanan IntelliBroń Threat Intelligence.
                    2) Jumlah asset Perusahaan pelanggan yang akan dimonitor oleh
                       layanan IntelliBron Threat Intelligence. Assets ini dapat berupa sub
                       domains, alamat IP yang di publish ke Internet, alamat email, dan
                       daftar Very Important Person (VIP).
                    Basis penentuan harga license subscription disusun berdasarkan
                    beberapa parameter seperti jumlah top level domain pelanggan, jumlah
                    aset digital pelanggan, cakupan monitoring, level subscription hingga
                    apabila terdapat permintaan tambahan dari pelanggan, sehingga harga
                    final kepada pelanggan dapat berbeda-beda berdasarkan parameter
                    tersebut.
             b. Kerjasama Intelligence Dengan Pihak Ke-3
                    Selain menggunakan sumber intelligence proprietary, Perusahaan juga
                    dapat bekerja sama dengan sumber pihak ketiga untuk memperkaya
                    informasi intelligence yang diberikan kepada pelanggan. Sumber
                    intelligence pihak ketiga dapat mencakup informasi ancaman, informasi
                    risiko digital, dan informasi dari deep web serta dark web. Kombinasi
                    informasi intelligence proprietary dan informasi sumber intelligence dari
                    pihak ketiga menjadikan layanan IntelliBroń Threat Intelligence menjadi
                    layanan unik di ekosistem siber serta memberikan cakupan informasi
                    yang lebih luas dan relevan bagi pelanggan..


5.5.1.   Onboarding Services
         Onboarding services merupakan fase layanan konsultasi awal untuk memulai
         layanan subscription IntelliBroń Threat Intelligence. Onboarding services
         memerlukan informasi mengenai pelanggan seperti nama domain, alamat IP,
         daftar VIP dan informasi lain mengenai pelanggan untuk dikonfigurasi di platform
         IntelliBroń Threat Intelligence. Setelah semua informasi berhasil dikonfigurasi
         dalam platform, Perusahaan akan menginformasikan tanggal dimulainya layanan
         subscription IntelliBroń Threat Intelligence.


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                       V - 15
Page 88
5.5.2.   Managed Services
         Managed Services merupakan layanan operasional keamanan yang disediakan
         secara berkelanjutan untuk membantu pelanggan dalam meningkatkan efisiensi
         penggunaan platform. Layanan ini dimulai dari tanggal dimulainya layanan
         subscription IntelliBroń Threat Intelligence, sampai dengan berakhirnya masa
         layanan subscription tersebut. Secara umum layanan Managed Services adalah
         layanan per satu tahun (annual). Layanan Managed Threat Intelligence Services
         ini mencakup:
         a. Monitoring
              Monitoring secara remote 24/7 terkait dengan informasi mengenai ancaman
              siber, aktor ancaman siber, dan aktifitas ancaman siber yang berada di luar
              perimeter pelanggan seperti website atau forum underground, repositori
              publik, layanan file sharing publik, dan deep/dark web.
         b. Optimasi Monitoring
              Peningkatan efektifitas pemantauan secara berkelanjutan dengan membantu
              pelanggan secara terus menerus memperbaiki dan mengoptimasi konfigurasi
              obyek monitoring platform IntelliBroń Threat Intelligence.
         j.   Permintaan Layanan Intelligence
              Pelanggan dapat meminta bantuan pencarian informasi intelligence siber
              terkait dengan ancaman, celah keamanan, aktor ancaman, atau mitigasi
              ancaman dalam jumlah tertentu sesuai dengan kontrak kerja sama.
         k. Briefing Laporan Bulanan
              Sebagai media komunikasi verbal, briefing laporan bulanan diadakan dengan
              Pelanggan IntelliBroń Threat Intelligence.
         Basis pricing managed services ini dapat ditentukan berdasarkan level
         subscription, permintaan pelanggan dan tingkat kompleksitas pelanggan. Biaya
         layanan ini mencakup biaya analis threat intelligence, biaya platform, biaya
         sumber intelligence pihak ketiga, biaya pelaporan, dan biaya dukungan
         pelanggan.


5.5.3.   Ruang Lingkup Implementasi
         Ruang lingkup penyediaan IntelliBron Threat Intelligence meliputi aktivitas berikut:
         a. Onboarding
              Proses aktivasi subscription layanan IntelliBron Threat Intelligence dan
              menyepakati tanggal layanan dimulai.



Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                       V - 16
Page 89
         b. Continuous Monitoring
            Monitoring, deteksi, dan hunting informasi intelijen secara terus menerus
            selama dalam jangka waktu license aktif.
         c. Reporting dan Briefing
            Penyusunan laporan dan presentasi berkala kepada pelanggan mengenai
            hasil pemantauan, temuan dan rekomendasi.
         d. Take Down
            Take down adalah salah satu upaya memitigasi ancaman sehingga ancaman
            tersebut tidak bisa tersedia secara online. Ruang lingkup “take down” diukur
            dalam satuan “kredit” yang menentukan jumlah take down yang dapat diminta
            oleh Pelanggan.
         Ruang lingkup tersebut menjadi dasar penentuan biaya implementasi dan biaya
         layanan. Semakin besar jumlah aset yang dimonitor, semakin luas cakupan
         sumber intelligence, dan semakin tinggi kebutuhan analisis, maka semakin besar
         kebutuhan sumber daya dan biaya yang perlu diperhitungkan dalam pricing.


5.5.4.   Subscription Level
         Layanan IntelliBroń Threat Intelligence memiliki beberapa level subscription
         dengan cakupan fitur yang berbeda. Struktur ini memberikan fleksibilitas bagi
         pelanggan untuk memilih layanan sesuai kebutuhan.


          Level Subscription         Cakupan Layanan
          Bronze                     Credentials Leakage
          Silver                 ➢ Digital Risk Protection
                                        • Leaked Credentials Monitoring
                                        • Sensitive Data Leakage Monitoring
                                        • Malicious Mobile App Identification
                                        • Phishing Domain Identification
                                        • VIP and Executive Protection
                                        • Social Media Monitoring
                                        • Suspicious Web Content
                                        • Public Code Repository Monitoring
          Gold                       1. Digital Risk Protection
                                       • Leaked Credentials Monitoring
                                       • Sensitive Data Leakage Monitoring
                                       • Malicious Mobile App Identification


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                   V - 17
Page 90
                       • Phishing Domain Identification
                       • VIP and Executive Protection
                       • Social Media Monitoring
                       • Suspicious Web Content
                       • Public Code Repository Monitoring


                     2. Dark Web Monitoring
                       • Compromised credentials / brokered access –
                          dark-web-specific intelligence
                       • Compromised employee devices
                       • Third-party dark web data leaks
                       • Activities of digital threat actors
                       • Dark web VIP/Executive Intelligence
                     3. Lima (5) Take Down Credits
          Platinum   1. Digital Risk Protection
                       • Leaked Credentials Monitoring
                       • Sensitive Data Leakage Monitoring
                       • Malicious Mobile App Identification
                       • Phishing Domain Identification
                       • VIP and Executive Protection
                       • Social Media Monitoring
                       • Suspicious Web Content
                       • Public Code Repository Monitoring


                     2. Dark Web Monitoring
                       • Compromised credentials / brokered access –
                          dark-web-specific intelligence
                       • Compromised employee devices
                       • Third-party dark web data leaks
                       • Activities of digital threat actors
                       • Dark web VIP/Executive Intelligence


                     3. Attack Surface Management
                       • Assess High-Velocity Exploit Impact
                       • Assess Misconfigurations
                       • Identify Unsanctioned Resources
                       • Digital Supply Chain Monitoring


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                V - 18
Page 91
                                      • Subsidiary Monitoring
                                      • Facilitate Secure Mergers & Acquisitions


                                    4. Network Traffic Flow Intelligence
                                    5. Sepuluh (10) Take Down Credits


5.5.5.   Basis Margin, Biya Implementasi dan Ketergantungan Principal/Vendor
         Margin atas IntelliBroń Threat Intelligence dipengaruhi oleh level subscription,
         jumlah objek monitoring, kebutuhan analisis dan permintaan yang diberikan oleh
         pelanggan. Komponen subscription berpotensi menghasilkan pendapatan
         berulang, sementara onboarding services dan intelligence request tertentu dapat
         menghasilkan pendapatan tambahan berdasarkan ruang lingkup pekerjaan.
         Biaya implementasi timbul pada tahap onboarding, meliputi biaya pengumpulan
         dan validasi data pelanggan, konfigurasi objek monitoring, aktivasi platform, dan
         penyusunan baseline monitoring. Biaya support timbul selama masa subscription,
         antara lain biaya analis threat intelligence, pemantauan berkelanjutan, optimasi
         monitoring, penyusunan laporan, eskalasi teknis, dan biaya sumber intelligence
         pihak ketiga apabila digunakan.
         Perseroan tidak bergantung pada satu principal atau vendor tertentu dalam
         penyediaan layanan IntelliBroń Threat Intelligence. Penggunaan sumber
         intelligence pihak ketiga bersifat pendukung untuk memperkaya kualitas
         informasi. Perseroan tetap memegang kendali atas desain layanan, konfigurasi
         pelanggan, analisis, pelaporan, briefing, dan hubungan kontraktual dengan
         pelanggan. Risiko ketergantungan vendor dapat dimitigasi melalui kombinasi
         sumber proprietary, kapabilitas analis internal, penggunaan lebih dari satu sumber
         intelligence, dan kemampuan Perseroan untuk mengganti penyedia pendukung
         apabila diperlukan.


5.6.     Keunggulan Kompetitif

         Rekam Jejak yang Kuat dalam Melayani Klien Tingkat Atas
         Perseroan telah membangun basis klien yang kuat selama 13 tahun beroperasi,
         melayani lebih dari 60 pelanggan blue-chip di berbagai industri seperti
         telekomunikasi,   media,   transportasi,   energi,   pemerintahan,   e-commerce,
         perbankan, dan layanan keuangan.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                     V - 19
Page 92
         Beragam Layanan dan Penawaran Solusi
         Penawaran jasa Perseroan yang beragam, mulai dari Managed Security Services
         (MSS) hingga Risiko dan Kepatuhan, Keamanan Aplikasi, dan Digital Forensic &
         Incident Response, memastikan kemampuan Perseroan untuk memenuhi
         kebutuhan klien yang berbeda ketika menawarkan berbagai peluang keamanan
         siber.


         Peningkatan Berkesinambungan dalam Kemampuan Layanan Klien
         Investasi Perseroan yang stabil dalam kapabilitas layanan keamanan siber
         terbaru, termasuk Fraud Management dan Critical Infrastructure Security,
         memastikan bahwa Perseroan dapat memenuhi kebutuhan klien yang terus
         berkembang dan secara konsisten meningkatkan pendapatan di atas tren pasar.


         Menjalin Kemitraan dengan Penyedia Perangkat Lunak Keamanan Siber
         Terbaik
         Perseroan telah menjalin kemitraan jangka panjang dengan vendor perangkat
         lunak internasional. Hal ini akan menciptakan efisiensi biaya dan kualitas dari
         pelayanan Perseroan untuk dapat bersaing pada tingkat pasar internasional.


         Inovasi Teknologi Keamanan Siber
         Grup terlibat dalam beberapa inisiatif pengembangan teknologi keamanan siber.
         Manajemen memiliki peluang untuk mengembangkan dan memonetisasi teknologi
         keamanan siber untuk perusahaan secara eksklusif sehingga dapat menciptakan
         aliran pendapatan jangka panjang yang baru.


         Investasi dalam Sumber Daya Manusia untuk Meningkatkan Kualitas
         Layanan
         Perseroan berinvestasi untuk sertifikasi dan akreditasi Perusahaan dan sumber
         daya manusia untuk meningkatkan keterampilan dan kualifikasi karyawan yang
         akan menghasilkan layanan terbaik di Industri keamanan siber untuk klien dan
         churn staf yang rendah.


         Branding dan Pemasaran yang Unik
         Grup telah melakukan investasi yang signifikan dalam pemasaran untuk
         membangun kesadaran melalui branding yang khas, melalui aktif dalam kegiatan
         di forum keamanan siber dan aktif sebagai guest speaker untuk acara klien. Selain
         itu, Perseroan mengadakan aktivitas pendidikan melalui bekerja sama dengan

Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                     V - 20
Page 93
         universitas-universitas di Indonesia dan institut pendidikan tinggi di Indonesia dan
         aktif dalam menjalankan program magang bagi mahasiswa Indonesia.


         Tim Kepemimpinan yang Berpengalaman
         Tim manajemen Perseroan yang berpengalaman di Indonesia, Singapura dan
         Australia, berkomitmen membangun Grup Perseroan untuk menjadi Perusahaan
         keamanan siber internasional.



5.7.     Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk Penambahan Kegiatan Usaha
         Produk Perseroan bersaing dengan produk-produk MSS dan PSS di Indonesia.
         Tidak ada jaminan bahwa Perseroan dapat mempertahankan atau meningkatkan
         daya saing dan posisi pasar Perseroan. Kondisi bisnis, keuangan, dan hasil
         operasional Perseroan dapat terpengaruh secara material dan merugikan jika
         Perseroan gagal mempertahankan posisi Perseroan relatif terhadap penyedia jasa
         lain dalam industri ini.


         Agar dapat bersaing dengan sukses di pasar, dalam penambahan kegiatan
         usahanya Perseroan telah memastikan bahwa produk dan layanan yang
         ditawarkan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan.


         Dalam hal ini, Perseroan sudah melakukan riset pasar dan analisis pesaing secara
         teratur untuk memahami tren pasar dan mengetahui bagaimana produk dan
         layanan yang ditawarkan dapat menjadi lebih unggul dibandingkan pesaing. Selain
         itu, Perseroan juga terus menerus berinovasi dan meningkatkan produk atau
         layanan yang dimiliki dengan cara terus mengembangkan teknologi baru dan
         meningkatkan kualitas produk atau layanan yang ada. Perseroan juga berupaya
         membangun citra merek yang kuat dan meningkatkan promosi produk atau
         layanan agar lebih dikenal oleh pasar.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                       V - 21
Page 94
5.8.     Pengaruh Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang pada Kondisi Keuangan
         Perseroan
         Secara garis besar, penambahan kegiatan usaha penunjang diproyeksikan
         memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan Perseroan, khususnya
         melalui peningkatan pendapatan dan penguatan daya saing bisnis Perseroan.
         Dengan adanya pengembangan produk dan layanan berbasis teknologi milik
         sendiri (own product), Perseroan memiliki peluang untuk meningkatkan recurring
         revenue melalui penyediaan layanan konektivitas, keamanan jaringan, monitoring
         infrastruktur, dan managed services kepada pelanggan korporasi maupun institusi
         pemerintah.


         Selain meningkatkan penjualan Perseroan, pengembangan solusi milik sendiri
         (own product) juga memberikan nilai tambah dari sisi efisiensi operasional dan
         margin usaha karena Perseroan tidak hanya bertindak sebagai penyedia jasa
         implementasi, namun juga sebagai pemilik produk dan platform teknologi. Model
         bisnis tersebut memungkinkan Perseroan memperoleh pendapatan yang lebih
         berkelanjutan melalui lisensi, subscription, maintenance, technical support, dan
         pengembangan layanan lanjutan sesuai kebutuhan pelanggan.


         Dalam jangka menengah dan panjang, penambahan kegiatan usaha ini
         diharapkan dapat memperluas pangsa pasar Perseroan, meningkatkan kontribusi
         pendapatan dari sektor digital dan teknologi informasi, serta memperkuat
         fundamental bisnis Perseroan sehingga memberikan dampak positif terhadap
         pertumbuhan laba dan keberlanjutan usaha Perseroan


5.9.     Ketersediaan Tenaga Ahli
         Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha tersebut, saat ini
         Perseroan telah memiliki tenaga ahli yang dinilai cukup dan kompeten untuk
         menjalankan kegiatan usaha yang baru (lihat Bab VI – Aspek Model Manajemen,
         poin 6.2 – Ketersediaan Tenaga Kerja).


5.10.    Analisis Kemampuan Perseroan Menciptakan Nilai
         Perseroan meyakini bahwa dengan penambahan kegiatan usaha penunjang baru
         dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan di antaranya:
         ●   Pengembangan produk dan layanan konektivitas;
         ●   Pengembangan kegiatan usaha;
         ●   Meningkatkan pendapatan Perseroan terhadap jasa layanan; dan

Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                   V - 22
Page 95
         ●   Terpenuhinya kepuasan pelanggan atas layanan yang diberikan dengan
             harga kompetitif dan kualitas terbaik.


         Berdasarkan proyeksi sebelum dan sesudah adanya penambahan kegiatan usaha
         yang disusun oleh manajemen Perseroan, yaitu Aktivitas Teknologi Informasi dan
         Jasa Komputer lainnya (62090), Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya
         (62019), Perdagangan Besar Komputer dan Perlengkapan Komputer (46511),
         Perdagangan Besar Piranti Lunak (46512), Aktivitas Pemrograman Berbasis
         Kecerdasan Artifisial (62015), Penerbitan Piranti Lunak (Software) (58200),
         Aktivitas Pengolahan Data (63111) dapat mencerminkan nilai tambah bagi
         Perseroan.


5.11. Kesimpulan Analisa Kelayakan Pola Bisnis
      Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh Perseroan dalam
      Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang, maka Rencana Penambahan
      Kegiatan Usaha Penunjang secara pola bisnis layak untuk dilaksanakan.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                 V - 23
Page 96
                                        BAB VI
         ANALISIS KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN

Sistem organisasi dan manajemen yang baik sangat diperlukan untuk mendukung
terciptanya suatu perusahaan yang sistematis dalam pengendalian internal sehingga dapat
membentuk perusahaan yang mapan dan untuk mencapai tujuannya. Struktur organisasi
dan manajemen yang baik sangat erat hubungannya dengan koordinasi kerja yang terpadu
dan terarah.


Dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian tugas yang disesuaikan
dengan bagan organisasi, pendelegasian wewenang yang jelas dan koordinasi kerja yang
terpadu. Penempatan tenaga kerja yang sesuai dengan pengalaman, keahlian dan
keterampilannya merupakan faktor yang penting dalam menerapkan kebijaksanaan
perusahaan. Hal ini juga akan memperlancar pendelegasian tugas kepada unit di
bawahnya atau sebaliknya, yang pada akhirnya akan memperlancar kerja perusahaan.


Perseroan sebagai yang bergerak dalam bidang konsultasi keamanan informasi, akan terus
mengembangkan usahanya pada masa yang akan datang. Oleh sebab itu, struktur
organisasi Perseroan harus dijadikan pegangan dalam menjalankan kegiatan usahanya.


6.1. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
      Dalam memenuhi kebutuhan layanan tambahan ini, tidak membutuhkan tenaga
      profesional tambahan. Sumber pendanaan atas penambahan kegiatan usaha yang
      baru akan menggunakan dana internal yang diambil dari Kas. Perseroan juga telah
      memiliki tenaga kerja dan tenaga ahli yang berpengalaman dalam bidangnya.
      Investasi awal sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha berupa
      biaya analisis bisnis, biaya administrasi legalitas perusahaan, biaya upgrade sistem
      serta biaya pengurusan atas perizinan teknis pendaftaran dan sertifikasi.


6.2. Ketersediaan Tenaga Kerja
      Penambahan kegiatan usaha merupakan bentuk respon Perseroan terhadap
      pengembangan produk dan layanan keamanan siber, Perseroan akan menggunakan
      tenaga kerja dan tenaga ahli pendukung yang memiliki kemampuan berdasarkan
      pengalaman dan pelatihan-pelatihan yang telah diikuti. Dengan pengalaman dan
      pelatihan yang pernah diikuti serta kinerja selama bekerja di Perseroan, tenaga kerja


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                     VI - 1
Page 97
      yang dimiliki diyakini merupakan figur yang tepat untuk menjalankan dan mengawasi
      pelaksanaan kegiatan pengembangan usaha yang akan dijalankan oleh Perseroan.


      Tenaga Kerja kunci yang mendukung penambahan kegiatan usaha adalah:
      1.   Head of Research and Development sebanyak 1 orang
      2.   Product Engineering Manager sebanyak 1 orang
      3.   IT Infrastructure and System Engineering Manager sebanyak 1 orang
      4.   Operation & Maintenance Manager sebanyak 1 orang
      5.   Senior Backend Engineer sebanyak 1 orang
      6.   Principal sebanyak 1 orang


      Berikut adalah profil dan kualifikasi tenaga kerja terkait dengan penambahan
      kegiatan usaha:
      1.   Head of Research and Development
           Nama          : Muhammad Rasyid Sahputra
           Pendidikan : S1 Teknik Informasi – Universitas Telkom
           Pengalaman :
           - Chief Executive Officer – PT Mahapatih Sibernusa Teknologi
           - Subscriber Data Specialist – Nokia Qatar
           - NT-HLR Consultant – Nokia Siemens Network Kuwait
           - Information Security Consultant – Bellua Asia Pasifik
           - NT-HLR Consultant – Nokia Siemens Network
           Sertifikasi   :
           - Cisco Networking Academy Program - Inform IT
           - Sun Solaris Advanced System Administration - Inixindo
           - HLRi System Configuration and Administration - Siemens
           - GPRS / UMTS CN PS Introduction and System Arch – Siemens
           - CAMEL Phase 4 Signaling Protocol - Siemens
           - HLRi 3.0 Compact Overview – NSN
           - NSN@vantage Commander-Operation - NSN
           - C-NTDB Basics – NSN
           - NTHLR FE Operation - NSN
           - PGW – Provisioning Gateway Operation 2.0 – NSN
           - IMS 10.x CFX/CMS installation and commissioning - Nokia
           - Project Management Professional – PMI AGC – Qatar PCRF
           - PCRF v8 Operation, Maintenance, and Policy Writing - Nokia

Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                VI - 2
Page 98
      2.   Product Engineering Manager
           Nama          : Candra
           Pendidikan : S1 Computer Science – Universitas Bina Nusantara
           Pengalaman :
           - Senior Team Leader – PT Harmoni Dinamik Indonesia
           - Chief Engineer – Docotel Group
           - Chief Technology Officer – PT Fintek Visi Nusa
           Sertifikasi   :
           - ISMS ISO/IEC 27001:2022 Lead Auditor – Issued by TÜV SÜD

      3.   IT Infrastructure and System Engineering Manager
           Nama          : Aditya Widyanto
           Pendidikan : S1 Sistem Komputer – Universitas Gunadarma
           Pengalaman :
           - Network and Security Manager – PT Juke Solutions
           - Project Manager – PT Bank Permata
           - Security Consultant – PT Tech Mahindra Indonesia
           - Cybersecurity Consultant – PT Dimension Data Indonesia
           - Professional Service – PT BT Communication Indonesia
           Sertifikasi   :
           - CCNA (Cisco Certified Network Associate)
           - CCNA VOICE - McAfee ePolicy Orchestrator
           - CCSA (Checkpoint Certified Security Administrator)
           - CCSE (Checkpoint Certified Security Expert)
           - McAfee Network Security Platform
           - Mcafee Firewall Enterprise
           - Mcafee Email and Web Security
           - Prince2 Foundation
           - ITIL4 Foundation
           - Cisco ID : CSCO11793893
           - Check Point ID : CP0000084305
           - Palo Alto ID : PANW00005306

      4.   Operation & Maintenance Manager
           Nama          : Sintya Nopiani
           Pendidikan : S1 Sistem Informasi – Universitas Bina Nusantara


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                          VI - 3
Page 99
           Pengalaman                :
           - Application Support Specialist – PT Indonesia Comnets Plus
           - Application Support Lead – PT Sinbad Karya Perdagangan
           - Application Support Lead – PT Docotel Teknologi
           - Master Data – PT Teladan Prima Group
           Sertifikasi   :
           - Introduction to Scrum Master Profession – SkillUp EdTech

      5.   Senior Backend Engineer
           Nama              : Astandro Koesriputranto
           Pendidikan : S1 Teknik Informatika – Institut Teknologi Sepuluh Nopember
           Pengalaman                :
           - Sr. Engineering Manager – Bukalapak | Gaming B2B
           - Sr. Engineering Manager – Bukalapak | Commerce & Omnichannel
           - Sr. Engineering Manager – Bukalapak | Store & Market
           - Engineering Manager – Bukalapak Merchant Ops
           - Software Engineer – Bukalapak | Virtual Products
           - Software Engineer – Bukalapak | Core Notifications
           - .Net Developer – PT AstraGraphia IT
           Sertifikasi       :
           - AWS Certified Cloud Practitioner

      6.   Principal
           Nama              : M. Rizky Satrio Utomo
           Pendidikan : S2 Enterprise Engineering – Université BORDEAUX
                                 S2 Information Technology – Universitas Indonesia
                                 S1 Engineering – Universitas Indonesia
           Pengalaman :
           - Technical Consultant – Line Indonesia
           - VP Application Engineering – Tilaka
           - IT Assistant Manager – PT Archi Indonesia
           - Application Support Manager – PT Prima Wahana Solusindo
           - VAS Senior Engineer – PT Huawei Services
           Sertifikasi:
           -   Oracle Certified Professional for Java 11
           -   Oracle Certified Associate DBA
           -   Sun Certified JavaProgrammer
           -   Sun Solaris System Administrator
           -   CompTIA Project+
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                    VI - 4
Page 100
6.3. Manajemen Perseroan
6.3.1. Struktur Organisasi Perseroan




      Jika dilihat dari struktur organisasi Perseroan diatas, penambahan kegiatan usaha
      utama ini masih dapat diakomodir dengan struktur yang ada mengingat kegiatan
      usaha yang dijalankan saat ini juga termasuk produk keamanan informasi.


      Dewan Komisaris
      Anggota Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh RUPS. Setiap anggota
      Dewan Komisaris memiliki keahlian dalam bisnis dan keuangan yang sesuai dengan
      operasional Perseroan. Dewan Komisaris melaksanakan fungsi pengawasan, dan
      memberikan nasihat kepada Direksi terkait perencanaan, pengelolaan, serta
      pelaksanaan bisnis dan isu-isu Perseroan.


      Dewan Komisaris memiliki kewenangan dan tanggung jawab sebagai berikut:
     1. Dewan Komisaris bertugas melakukan pengawasan dan bertanggungjawab atas
         pengawasan terhadap kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan pada
         umumnya baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan dan memberi
         nasihat kepada Direksi,
     2. Memberikan persetujuan atas rencana kerja tahunan Perseroan selambat-
         lambatnya sebelum dimulainya tahun buku yang akan datang,


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                VI - 5
Page 101
     3. Melakukan tugas yang secara khusus diberikan kepadanya menurut Anggaran
         Dasar Perseroan, peraturan perundang-undangan yang berlaku dan/atau
         berdasarkan keputusan RUPS,
     4. Melakukan tugas, wewenang dan tanggung jawab sesuai dengan ketentuan
         Anggaran Dasar Perseroan dan keputusan RUPS,
     5. Meneliti dan menelaah laporan tahunan yang dipersiapkan oleh Direksi serta
         menandatangani laporan tahunan tersebut,
     6. Mematuhi Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan serta wajib
         melaksanakan      prinsip-prinsip   profesionalisme,   efisiensi,   transparansi,
         kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban serta kewajaran,
     7. Melaksanakan fungsi nominasi dan remunerasi sesuai dengan peraturan
         perundang-undangan yang berlaku,
     8. Dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya
         dalam pengawasan tersebut Dewan Komisaris wajib membentuk maupun
         menentukan susunan komite audit maupun komite lainnya.
     9. Mengawasi pelaksanaan rencana kerja tahunan Perseroan,
     10. Mengikuti perkembangan kegiatan Perseroan dan dalam hal Perseroan
         menunjukkan gejala kemunduran yang mencolok segera melaporkan kepada
         RUPS dengan disertai saran mengenai langkah perbaikan yang harus ditempuh,
     11. Memberikan pendapat dan saran kepada RUPS mengenai setiap persoalan
         lainnya yang dianggap penting bagi pengelolaan Perseroan,
     12. Melakukan tugas pengawasan lainnya yang ditentukan oleh RUPS,
     13. Memberikan tanggapan atas laporan berkala Direksi dan pada setiap waktu yang
         diperlukan mengenai perkembangan Perseroan.


      Dewan Komisaris melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka sebagaimana
      diatur dalam Anggaran Dasar dan perundang-undangan yang berlaku, seperti
      Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan
      Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.


      Berdasarkan Akta No. 91 Tanggal 29 April 2026, susunan Dewan Komisaris
      Perseroan adalah sebagai berikut:
      Presiden Komisaris                     :     Richardus Eko Indrajit
      Komisaris Independen                   :     Agustinus Nicholas L. Tobing
      Komisaris                              :     Andri Hutama Putra



Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                   VI - 6
Page 102
      Direksi
      Direksi adalah organ Perseroan yang mengemban tanggung jawab untuk
      menjalankan operasional dan bisnis Perseroan sehari-hari. Anggota Direksi diangkat
      dan diberhentikan oleh RUPS.


      Direksi memiliki kewenangan dan tanggung jawab sebagai berikut:
      1. Direksi bertugas menjalankan dan bertanggung jawab atas pengurusan
          Perseroan untuk kepentingan Perseroan sesuai dan dalam mencapai maksud
          dan tujuan Perseroan.
      2. Setiap anggota Direksi wajib melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya
          dengan itikad baik, penuh tanggung jawab, dan kehati-hatian, dengan
          mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Anggaran
          Dasar Perseroan.
      3. Tugas pokok Direksi, adalah:
           a. Memimpin, mengurus dan mengendalikan Perseroan sesuai dengan
                maksud dan tujuan Perseroan serta senantiasa berusaha meningkatkan
                efisiensi dan efektivitas Perseroan.
           b. Menguasai, memelihara dan mengurus kekayaan Perseroan.
           c. Menyusun rencana kerja tahunan yang memuat anggaran tahunan
                Perseroan dan wajib disampaikan kepada Dewan Komisaris untuk
                memperoleh persetujuan dari Dewan Komisaris, sebelum dimulainya tahun
                buku yang akan datang.
      4. Dalam      menjalankan     tugas    dan       tanggung   jawabnya,   Direksi   wajib
          menyelenggarakan RUPS tahunan dan RUPS lainnya sebagaimana diatur
          dalam peraturan perundang-undangan dan Anggaran Dasar Perseroan.
      5. Segala tindakan dari para anggota Direksi yang bertentangan dengan Anggaran
          Dasar Perseroan adalah tidak sah.
      6. Direksi dalam mengurus dan/atau mengelola Perseroan bertindak sesuai dengan
          keputusan yang ditetapkan oleh RUPS.
      7. Menyelenggarakan        fungsi   Sekretaris     Perusahaan   serta   menjaga      dan
          mengevaluasi kualitas fungsi Sekretaris Perusahaan.
      8. Dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung
          jawabnya, Direksi dapat membentuk komite dan berkewajiban melakukan
          evaluasi terhadap kinerja komite tersebut sekurang-kurangnya sekali dalam buku
          Perseroan, serta untuk mendukung pelaksanaan prinsip tata kelola perusahaan
          yang baik oleh Perseroan, Direksi berkewajiban membentuk, serta


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                       VI - 7
Page 103
          berwenang untuk mengangkat dan memberhentikan sekretaris perusahaan atau
          susunan unit kerja sekretaris perusahaan berikut penanggung jawabnya.
      9. Menyelenggarakan pengawasan internal yakni dengan membentuk Unit Audit
          Internal dan membuat Piagam Audit Internal.
      10. Menyelenggarakan pengawasan internal, yakni dengan membentuk Satuan
          Pengawasan Intern dan Membuat Piagam Pengawasan Internal.
      11. Bersama-sama dengan Dewan Komisaris memastikan bahwa auditor eksternal,
          auditor internal, dan Komite Audit, serta komite penunjang lainnya, memiliki
          akses terhadap catatan akuntansi, data penunjang, dan informasi mengenai
          Perseroan, sepanjang diperlukan untuk melaksanakan tugasnya.
      12. Menetapkan tata kelola teknologi informasi yang efektif, menjaga dan
          mengevaluasi kualitas fungsi tatakelola teknologi informasi di Perseroan, serta
          secara periodik menyampaikan laporan pelaksanaan tata kelola teknologi
          informasi kepada Dewan Komisaris.
      13. Memastikan bahwa aset dan lokasi usaha serta fasilitas Perseroan lainnya,
          memenuhi peraturan perundang-undangan berkenaan dengan kesehatan dan
          keselamatan kerja serta pelestarian lingkungan.
      14. Menyediakan lingkungan kerja yang bebas dari segala bentuk tekanan
          (pelecehan) yang mungkin timbul sebagai akibat perbedaan hak, keadaan
          pribadi, dan latar belakang kebudayaan seseorang.
      15. Memastikan bahwa aset dan lokasi usaha serta fasilitas Perseroan lainnya,
          memenuhi peraturan perundang-undangan berkenaan dengan kesehatan dan
          keselamatan kerja serta pelestarian lingkungan.
      16. Menyusun Laporan Tahunan dan menyampaikan rencana kerja tahunan yang
          memuat juga anggaran tahunan Perseroan kepada Dewan Komisaris untuk
          mendapat persetujuan dari Dewan Komisaris, sebelum dimulainya tahun buku
          yang akan datang. Rencana kerja tahunan tersebut disampaikan, sebelum
          dimulainya tahun buku yang akan datang, dengan memperhatikan peraturan
          perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di bidang pasar modal.

     Berdasarkan Akta No.91 Tanggal 29 April 2026, susunan Direksi Perseroan adalah
     sebagai berikut:
      Presiden Direktur                    :       Patrick Rudolf Dannacher
      Wakil Presiden Direktur              :       Marek Bialoglowy
      Direktur                             :       Bambang Susilo
      Direktur                             :       Doni Mora, SE
      Direktur                             :       Eko Prasudi Widianto

Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                  VI - 8
Page 104
      Komite Audit
      Dalam melaksanakan tugas pengawasan terhadap pengelolaan Perseroan, Dewan
      Komisaris didukung oleh Komite Audit. Komite ini adalah organ untuk melaksanakan
      audit atas laporan yang disiapkan oleh Direksi, melakukan analisis atas laporan yang
      dibuat oleh Akuntan Publik dan Unit Audit Internal serta laporan keuangan yang
      diterbitkan oleh Perseroan. Dalam proses audit, Komite Audit melakukan pertemuan
      dengan semua pihak yang mewakili divisi/departemen yang terlibat dalam
      operasional, pembukuan, serta kontrol dan pengawasan aset. Meskipun Komite Audit
      hadir untuk membantu Dewan Komisaris, keputusan akhir tetap merupakan tanggung
      jawab Dewan Komisaris.

      Komite Audit bertanggung jawab langsung kepada Dewan Komisaris. Lingkup tugas
      dan tanggung jawab Komite Audit adalah sebagai berikut:
      1.   Penelaahan dan Klarifikasi atas Informasi Keuangan
      2.   Seleksi, Penunjukan, dan Pengawasan Pekerjaan Auditor Independen
           a. Seleksi dan Penunjukan Auditor Independen
           b. Pengawasan Independen Pekerjaan Auditor
           c. Evaluasi Efektivitas Fungsi Internal Audit Pelaksanaan
           d. Efektivitas Pengendalian Internal
           e. Kepatuhan Perundang-undangan terhadap Peraturan
           f.   Manajemen Risiko
           g. Pelaksanaan Tugas Khusus


      Susunan Komite Audit Perseroan sebagaimana termuat dalam Surat Keputusan
      Dewan Komisaris No. 197/ADM/ITSECASIA/III/2023 tanggal 9 Maret 2023 adalah
      sebagai berikut:
      Ketua                                 :      Agustinus Nicholas L. Tobing
      Anggota                               :      Arini Imamawati
     Anggota                                :      Tjeppy Kustiwa


      Sekretaris Perusahaan
      Dengan menyediakan data dan informasi yang akurat dan relevan tentang kegiatan
      Perseroan. Perseroan membangun fungsi Sekretaris Perusahaan untuk mematuhi
      Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2014 tentang Sekretaris
      Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                   VI - 9
Page 105
      Secara umum, Sekretaris Perusahaan melapor langsung kepada Direksi dan
      berperan sebagai penghubung komunikasi antara Perseroan dengan para
      Pemegang Saham, investor, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya. Tugas
      dan tanggung jawab Sekretaris Perusahaan adalah sebagai berikut:
      1. Mengikuti perkembangan Pasar Modal khususnya peraturan perundang –
          undangan yang berlaku di bidang Pasar Modal;
      2. Memberikan masukan kepada Direksi dan Dewan Komisaris untuk mematuhi
          ketentuan peraturan perundang – undangan di bidang Pasar Modal;
      3. Membantu Direksi dan Dewan Komisaris dalam pelaksanaan tata kelola
          perusahaan yang meliputi:
           a.   Keterbukaan   informasi    kepada    masyarakat,    termasuk    ketersediaan
                informasi pada Situs Web Perusahaan;
           b.   Penyampaian laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan tepat waktu;
           c.   Penyelenggaraan dan dokumentasi Rapat Umum Pemegang Saham;
           d.   Penyelenggaraan    dan dokumentasi       rapat   Direksi    dan/atau   Dewan
                Komisaris; serta
           e.   Pelaksanaan program orientasi terhadap perusahaan bagi Direksi dan/atau
                Dewan Komisaris.
     4.    Sebagai penghubung antara Perusahaan dengan pemegang saham, Otoritas
           Jasa Keuangan, dan pemangku kepentingan umum lainnya;


      Audit Internal
      Unit Audit Internal merupakan organ pendukung Direksi yang bertanggung jawab
      melaksanakan pengawasan internal dengan melakukan audit kinerja secara berkala
      di seluruh jenjang organisasi perusahaan. Pengawasan tersebut mencakup
      pelaporan keuangan, kepatuhan terhadap hukum, peraturan yang berlaku,
      manajemen risiko, serta efektivitas dan efisiensi operasional Perseroan. Unit Audit
      Internal melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan berpedoman pada
      Piagam Audit Internal (Internal Audit Charter) yang ditetapkan pada 25 September
      2019      sebagaimana   ditentukan    oleh    Peraturan    Otoritas   Jasa   Keuangan
      No.56/POJK.04/2015 tentang Pembentukan Dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit
      Audit Internal.

      Tugas dan Tanggung jawab Unit Audit Internal meliputi:
      1. Menyusun dan melaksanakan rencana Unit Audit Internal tahunan berbasis risiko;




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                      VI - 10
Page 106
      2. Menguji dan mengevaluasi pelaksanaan pengendalian internal dan sistem
         manajemen risiko sesuai dengan kebijakan Perusahaan;
      3. Melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efisiensi dan efektivitas di bidang
         keuangan, akuntansi, operasional, sumber daya manusia, pemasaran, teknologi
         informasi dan kegiatan lainnya;
      4. Memberikan saran perbaikan dan informasi yang objektif tentang kegiatan yang
         diperiksa pada semua tingkat manajemen;
      5. Membuat laporan hasil audit dan menyampaikan laporan tersebut kepada Direktur
         Utama dan Dewan Komisaris;
      6. Memantau, menganalisis dan melaporkan pelaksanaan tindak lanjut perbaikan
         yang telah disarankan;
      7. Bekerja sama dengan Komite Audit;
      8. Menyusun program untuk mengevaluasi mutu kegiatan Unit Audit Internal yang
         dilakukannya;
      9. Melakukan pemeriksaan khusus apabila diperlukan.


6.3.2. Struktur Organisasi Penambahan Kegiatan Usaha
      Kemampuan untuk mengelola suatu perusahaan memerlukan manajemen dan SDM
      yang profesional agar kegiatan operasional Perseroan berjalan efektif dan efisien.
      Berikut adalah struktur organisasi penambahan kegiatan usaha.
                                       Gambar 6.1
                     Struktur Organisasi Penambahan Kegiatan Usaha
                                        (Bagian 1)




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                 VI - 11
Page 107
                    (Bagian 2)




                     (Bagian 3)




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                 VI - 12
Page 108
                           (Bagian 4)




                            (Bagian 5)




                    Sumber: Manajemen Perseroan




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                 VI - 13
Page 109
      Berikut penjelasan key working unit pada struktur organisasi di atas:
      1. Product Management (dipimpin oleh Product Manager)
         Unit kerja Product Management merupakan penanggung jawab utama
         pengembangan produk yang berinteraksi dengan stakeholders internal dan
         eksternal guna memastikan aktivitas riset dan engineering dapat ditranslasikan
         menjadi fitur produk yang bernilai maksimal dan bersifat scalable. Juga bertugas
         dalam penyelasaran strategi pengembangan produk dengan visi ITSEC Asia serta
         memastikan konektivitas antara arahan riset dan ide inovasi dari pengguna. Selain
         itu, bagian ini berperan menjembatani rencana strategis dan eksekusi teknis di
         internal divisi Research & Development.
      2. Operation and Maintenance (dipimpin oleh Operation and Maintenance Manager)
         Unit kerja Operation and Maintenance bertanggung jawab terhadap manajemen
         operasional, pemeliharaan, pemantauan, support, dan peningkatan berkelanjutan
         terhadap sistem, aplikasi, platform, infrastruktur dan layanan yang dikembangkan
         dan dikelola oleh divisi Research & Development. Bagian ini memastikan aset
         teknologi selalu tersedia, aman, andal, dan selaras dengan kebutuhan bisnis dan
         customer di sepanjang lifecycle operasional. Selain itu, bagian ini juga
         menjembatani pengembangan produk dan operasional layanan guna memastikan
         solusi yang disediakan tetap stabil, aman, dan berfungsi optimal setelah proses
         deployment.
      3. Foundry (dipimpin oleh Plt. Koordinator)
         Unit kerja Foundry bertanggung jawab menghasilkan insiatif inovasi cyber security.
         Hal   tersebut   dilakukan   melalui   riset mendalam    terkait     cyber   security,
         mengembangkan teknik deteksi dan pencegahan, dan mentransformasikan hasil
         riset menjadi solusi dan fitur security yang dapat diimplentasikan. Unit ini juga
         menentukan arahan teknis, riset, dan berkontribusi menentukan visi produk
         perusahaan.
      4. Product Engineering (dipimpin oleh Product Engineering Manager)
         Unit kerja Product Engineering bertanggung jawab memastikan produk yang di-
         deliver memiliki fitur yang berkualitas tinggi, aman, scalable, dan maintainable
         melalui eksekusi teknis yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Juga
         berperan menyelaraskan prioritas roadmap, penanganan insiden, pengelolaan isu
         teknis dengan tetap mengutamakan kompetensi teknis. Unit ini juga mengelola
         risiko legal dan compliance yang terkait dengan teknologi yang digunakan.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                       VI - 14
Page 110
6.3.3. Komposisi Karyawan
      Per tanggal 31 Desember 2025, sesuai dengan yang telah disajikan dalam Laporan
      Tahunan 2025, Perseroan memiliki sumber daya manusia sebanyak 365 orang
      karyawan. Sehubungan dengan penambahan kegiatan usaha, Perseroan akan
      mengoptimalkan sumber daya yang ada sehingga tidak ada penambahan tenaga
      kerja.

               Tabel 6.1 Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkatan Jabatan
                                  Jenjang Jabatan        Jumlah
                             Direktur                        17
                             Manajer / Setingkat             53
                             Manajer
                             Supervisor / Setingkat          145
                             Supervisor
                             Staff Lainnya                   150


      Untuk kegiatan usaha baru dialokasikan 51 orang dari divisi Research & Development
      (R&D) dengan komposisi sesuai tabel berikut:

               Tabel 6.2 Jumlah Karyawan Divisi R&D Berdasarkan Tingkatan Jabatan
                            Jenjang Jabatan           Jumlah
                         Head                           1
                         Manajer / Setingkat            5

                         Manajer
                         Leader / Setingkat             5

                         Leader
                         Staff Lainnya                  40



     Rencana Penambahan kegiatan usaha tidak memerlukan pembentukan entitas baru
     atau struktur organisasi yang terpisah dari Perseroan. Kegiatan pengembangan,
     komersialisasi, dan operasional produk atau layanan atas penambahan kegiatan
     usaha akan ditempatkan dalam struktur existing yang relevan, khususnya fungsi
     CTO, Research and Development, Sales/Business Development, Legal/Compliance,
     dan Corporate Secretary.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                 VI - 15
Page 111
6.4. Kesimpulan Analisa Kelayakan Model Manajemen
      Berdasarkan struktur organisasi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan,
      jumlah personel, dan pengelolaan manajemen Perseroan, maka secara umum hal
      tersebut telah cukup mendukung operasional kerja perusahaan dalam Rencana
      Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan secara model manajemen layak untuk
      dilaksanakan.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                           VI - 16
Page 112
                                       BAB VII
                       ANALISIS KELAYAKAN RISIKO

Penambahan kegiatan usaha baru yang akan dilakukan oleh Perseroan tidak terlepas dari
beberapa risiko yang timbul dalam proses menjalankan usaha. Risiko yang muncul bisa
dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal maupun internal. Oleh karena itu, perlu adanya
upaya dalam pengelolaan risiko tersebut yaitu dengan analisa sistematis dan berkelanjutan
mengenai peluang munculnya risiko, dampak dari risiko, serta cara menekan dan
meminimalkan risiko usaha yang dihadapi.


Dalam rangka penambahan kegiatan usaha, Perseroan telah melakukan identifikasi dan
klasifikasi risiko-risiko yang dihadapi dalam menjalankan usahanya. Risiko-risiko tersebut
adalah sebagai berikut:


7.1. Risiko Ketergantungan Terhadap Pelanggan
      Risiko ketergantungan terhadap pelanggan adalah kondisi dimana sebagian besar
      atau semua pendapatan Perseroan berasal dari satu atau beberapa pelanggan
      utama. Risiko ini dapat memengaruhi keberlangsungan bisnis Perseroan dan
      menyebabkan ketidakstabilan keuangan yang signifikan. Risiko yang dapat timbul
      akibat ketergantungan terhadap pelanggan antara lain kehilangan pelanggan,
      persaingan, harga, dan pengembangan produk/layanan. Perseroan telah berusaha
      untuk mengurangi risiko ketergantungan terhadap pelanggan dengan cara
      diversifikasi produk atau layanan, mencari pelanggan baru dan meningkatkan
      kualitas produk atau layanan untuk menarik pelanggan potensial.


7.2. Risiko Reputasi
      Risiko reputasi dalam Perseroan dapat timbul akibat berbagai faktor, seperti
      kegagalan sistem, pelanggaran data, ketidakpatuhan terhadap peraturan, dan
      serangan siber. Risiko ini dapat mengancam keberlangsungan bisnis perusahaan,
      merugikan pelanggan, dan menimbulkan kerugian finansial yang signifikan. Oleh
      karena itu, Perseroan memperkuat sistem keamanan dan privasi data, meningkatkan
      transparansi dan akuntabilitas, serta membangun hubungan yang baik dengan
      pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya. Perseroan sudah siap menghadapi
      risiko reputasi dan merespons dengan cepat dan tepat ketika terjadi kejadian yang
      dapat memengaruhi reputasi perusahaan. Hal ini dilakukan dengan mengembangkan
      strategi manajemen risiko yang kuat, mempersiapkan rencana

Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                   VII - 1
Page 113
      tanggap darurat, dan melakukan evaluasi secara teratur untuk memperbaiki
      kelemahan yang ada. Dengan cara ini, Perseroan dapat mengurangi risiko reputasi
      dan mempertahankan reputasi dalam jangka panjang.


7.3. Risiko Kegagalan Produk/ Layanan Baru
      Terdapat risiko dimana setiap produk/layanan baru yang dikembangkan oleh
      Perseroan tidak diperkenalkan secara tepat waktu atau hemat biaya dan juga tidak
      mencapai penerimaan pasar secara luas yang diperlukan untuk menghasilkan
      pendapatan yang signifikan. Keberhasilan produk-produk yang baru dikembangkan
      oleh Perseroan bergantung pada beberapa faktor yakni harga yang kompetitif,
      penyelesaian dan pengiriman yang tepat waktu, teknologi yang kompetitif, kualitas
      yang memadai, integrasi dengan teknologi yang ada, dan penerimaan pasar yang
      luas. Apabila Perseroan tidak berhasil mengembangkan atau menyempurnakan
      produk untuk memenuhi harapan pelanggan, hal tersebut dapat berdampak negatif
      terhadap keuangan dan operasi Perseroan.


7.4. Risiko Kegagalan Implementasi
      Berbagai faktor dapat menyebabkan implementasi solusi oleh Perseroan tertunda
      atau tidak berhasil. Keberhasilan bisnis solusi keamanan Perseroan bergantung pada
      implementasi solusi keamanan yang efektif. Namun, beberapa faktor dapat
      menyebabkan implementasi menjadi tidak efisien, tertunda, atau gagal, seperti
      perubahan persyaratan pelanggan, penundaan proyek, atau kesalahan dari
      perencanaan proyek yang diterima. Apabila implementasi memakan waktu lebih lama
      dari yang diharapkan atau gagal memenuhi harapan pelanggan, penagihan
      pembayaran dapat tertunda dan berpotensi mengakibatkan pembatalan. Proyek
      implementasi yang tidak berhasil atau mahal dapat menimbulkan klaim dari
      pelanggan sehingga dapat merusak reputasi Perseroan. Hal ini memberikan peluang
      bagi pesaing untuk menggeser posisi Perseroan di pasar yang dapat berdampak
      negatif terhadap operasi dan kondisi keuangan Perseroan.


7.5. Risiko Perubahan Teknologi
      Perseroan dapat menghadapi risiko teknologi seperti perubahan tren pasar,
      munculnya teknologi baru yang menggantikan produk atau layanan yang sudah ada,
      serta risiko keamanan data dan privasi yang terkait dengan penggunaan teknologi.
      Selain itu, Perseroan juga dapat menghadapi risiko ketergantungan pada teknologi
      tertentu, yang dapat menghambat kemampuan perusahaan untuk beradaptasi


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                 VII - 2
Page 114
      dengan perubahan pasar atau teknologi baru. Perseroan terus memperhatikan
      perkembangan teknologi dan mempersiapkan rencana bisnis yang tepat untuk
      menghadapi risiko perubahan teknologi dan memastikan kemampuan perusahaan
      untuk bersaing di pasar.


7.6. Risiko Ketenagakerjaan
      Dengan peraturan ketenagakerjaan yang terus berubah, Perseroan wajib menjalin
      hubungan yang baik dengan para karyawan dengan mengedepankan aturan yang
      berlaku dan konsistensi, agar dapat diketahui secara dini apabila ada gejolak yang
      berpotensi menimbulkan gangguan operasional Perseroan. Gangguan terhadap
      hubungan industrial dapat memengaruhi kegiatan operasional, biaya, dan reputasi
      Perseroan yang pada akhirnya akan dapat memengaruhi kinerja Perseroan.


7.7. Risiko Perubahan Kurs Valuta Asing (Depresiasi Nilai Tukar Rupiah)
      Perseroan melakukan kegiatan usaha dari luar negeri dan berkewajiban untuk
      membayar biaya operasi dengan menggunakan mata uang asing yang menyebabkan
      Perseroan terpapar pada pergerakan nilai kurs mata uang. Pendapatan Perseroan
      sebagian diperoleh dalam mata uang asing seperti USD, SGD dan AUD dan
      sebagian diperoleh dalam Rupiah. Dalam melakukan pengeluaran, Perseroan
      sebagian dilakukan dengan menggunakan mata uang asing tersebut, khususnya
      USD. Perubahan kurs mata uang tersebut dapat berdampak material dan dapat
      berdampak negatif terhadap hasil operasional Perseroan. Paparan yang signifikan
      pada mata uang negara-negara berkembang juga dapat membuat Perseroan rentan
      terhadap ketidakstabilan kurs mata uang.


7.8. Risiko Persaingan
      Banyak dari pesaing besar internasional yang berinvestasi lebih banyak untuk
      program penelitian dan pengembangan, sementara yang lain mungkin diakuisisi oleh
      perusahaan besar yang memiliki sumber daya lebih besar untuk dialokasikan ke
      penelitian dan pengembangan. Apabila Perseroan tidak mempertahankan penelitian
      dan pengembangan yang memadai atau tidak dapat bersaing secara efektif dalam
      hal ini, kompetitor dapat memperoleh keuntungan atas hal tersebut dimana hal ini
      dapat berdampak negatif terhadap operasional dan keuangan Perseroan.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                 VII - 3
Page 115
7.9. Analisis SWOT
7.9.1. Strength (Kekuatan)
      1.   Perseroan mengutamakan kepuasan pelanggan melalui layanan yang maksimal
           (service oriented).
      2.   Memberikan harga yang bersaing dengan pesaing-pesaing lainnya, sehingga
           Perseroan secara perlahan memiliki pangsa pasar tersendiri di antara para
           pesaing.
      3.   Kecepatan pemenuhan kebutuhan, Perseroan menjamin distribusi dan aktivasi
           layanan tambahan tepat waktu.
      4.   Perseroan memiliki kemampuan untuk menyediakan solusi teknologi dengan
           harga yang kompetitif dibandingkan dengan penyedia solusi sejenis, sehingga
           secara bertahap mampu membangun pangsa pasar tersendiri.
      5.   Perseroan memiliki kecepatan dalam pemenuhan kebutuhan pelanggan,
           termasuk proses implementasi, distribusi, aktivasi layanan, serta dukungan
           purna jual secara tepat waktu.
      6.   Perseroan memiliki produk dan platform teknologi milik sendiri (own product)
           sehingga memberikan fleksibilitas dalam pengembangan fitur, penyesuaian
           kebutuhan pelanggan, dan pengendalian kualitas layanan.
      7.   Kepemilikan intellectual property (IP) dan kapabilitas pengembangan internal
           memungkinkan Perseroan untuk meningkatkan efisiensi biaya operasional serta
           mengurangi ketergantungan terhadap principal atau vendor pihak ketiga.
      8.   Karena Solusi produk milik sendiri maka dapat dikembangkan secara modular
           dan scalable untuk mendukung kebutuhan pelanggan enterprise, pemerintahan,
           BUMN, maupun industri strategis lainnya.
      9.   Perseroan memiliki kemampuan integrasi layanan konektivitas, keamanan siber,
           monitoring jaringan, dan managed services dalam satu ekosistem solusi yang
           terintegrasi.
      10. Perseroan didukung oleh tenaga ahli dan sumber daya teknis yang memiliki
           kompetensi dalam pengembangan produk digital, infrastruktur teknologi
           informasi, dan layanan keamanan siber


7.9.2. Weakness (Kelemahan)
      1.   Perlu sosialisasi kepada pelanggan mengenai produk yang tergolong baru dalam
           layanan yang ditawarkan.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                   VII - 4
Page 116
      2.   Perseroan masih memerlukan kegiatan sosialisasi, edukasi pasar, dan
           penguatan branding terhadap produk IntelliBroń karena merupakan produk yang
           relatif baru dalam industri teknologi dan keamanan siber.
      3.   Produk dan layanan berbasis teknologi memerlukan proses pengembangan
           berkelanjutan agar tetap relevan terhadap perkembangan ancaman siber dan
           kebutuhan pasar.
      4.   Perseroan masih membutuhkan peningkatan penetrasi pasar dan perluasan
           jaringan pemasaran untuk mempercepat adopsi produk IntelliBroń di berbagai
           sektor industri.
      5.   Perseroan memerlukan investasi berkelanjutan pada aspek penelitian dan
           pengembangan (research and development), sertifikasi, serta peningkatan
           kapabilitas sumber daya manusia.
      6.   Perseroan menghadapi tantangan dalam membangun brand awareness dan
           positioning produk lokal agar dapat bersaing dengan produk global yang telah
           lebih dahulu dikenal di pasar.


7.9.3. Opportunity (Peluang)
      1.   Dengan prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang meningkat, dan
           pertumbuhan bisnis industri digital yang terus meningkat, diharapkan permintaan
           terhadap layanan akan meningkat.
      2.   Perkembangan teknologi, untuk memberikan layanan yang sangat mudah dan
           fleksibel.
      3.   Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, transformasi digital nasional, dan
           peningkatan kebutuhan keamanan siber diperkirakan akan terus meningkatkan
           permintaan terhadap layanan teknologi informasi dan solusi keamanan jaringan.
      4.   Tingginya kebutuhan sektor enterprise, pemerintahan, BUMN, serta industri
           strategis terhadap solusi monitoring jaringan, Network Detection & Response
           (NDR), keamanan siber, dan managed security services menjadi peluang bagi
           Perseroan untuk memperluas pasar.
      5.   Perkembangan teknologi cloud, artificial intelligence (AI), big data analytics, dan
           otomasi keamanan siber membuka peluang pengembangan fitur dan layanan
           IntelliBroń yang lebih inovatif dan kompetitif.
      6.   Kebijakan pemerintah terkait peningkatan penggunaan produk dalam negeri
           (PDN/TKDN) dan penguatan ekosistem digital nasional dapat menjadi peluang
           strategis bagi produk milik sendiri (own product) sebagai solusi teknologi lokal.



Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                       VII - 5
Page 117
      7.   Meningkatnya kesadaran organisasi terhadap risiko serangan siber dan
           pentingnya kepatuhan terhadap regulasi keamanan informasi mendorong
           kebutuhan terhadap solusi keamanan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
      8.   Model bisnis berbasis subscription dan managed services memberikan peluang
           recurring revenue yang lebih stabil dan berkelanjutan bagi Perseroan.


7.9.4. Threat (Ancaman)
      1.   Kompetisi dari perusahaan lainnya dari segi harga. Sebagai salah satu cara
           untuk memitigasi ancaman ini adalah dengan mengoptimalkan proses distribusi
           layanan yang sudah ada.
      2.   Sebagai perusahaan yang berorientasi terhadap profit, Perseroan juga harus
           menjaga likuiditas kas agar tetap dapat memenuhi kebutuhan operasional
           perusahaan. Salah satu cara untuk memitigasi adalah dengan menjaga margin
           keuntungan yang optimal.
      3.   Tingginya tingkat persaingan dari perusahaan teknologi dan keamanan siber
           lainnya, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, khususnya dalam aspek
           harga, inovasi teknologi, dan penguasaan pasar.
      4.   Persaingan dengan produk global yang memiliki brand awareness, jaringan
           distribusi, dan kapasitas investasi yang lebih besar dapat memengaruhi
           penetrasi pasar Perseroan.
      5.   Perkembangan teknologi dan ancaman siber yang sangat cepat mengharuskan
           Perseroan untuk terus melakukan pembaruan teknologi dan inovasi produk
           secara berkelanjutan.
      6.   Risiko gangguan operasional, serangan siber, maupun kegagalan sistem pada
           infrastruktur teknologi dapat memengaruhi kualitas layanan dan tingkat
           kepercayaan pelanggan.
      7.   Fluktuasi kondisi ekonomi dan efisiensi anggaran pelanggan, khususnya pada
           sektor korporasi dan pemerintahan, dapat memengaruhi realisasi pengadaan
           dan investasi teknologi informasi


7.10. Kesimpulan
      Berdasarkan analisis risiko yang telah diuraikan tersebut maka risiko yang akan
      timbul dalam Perseroan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, baik risiko
      internal maupun eksternal agar dapat diprediksikan sejak dini, sehingga manajemen
      dapat dengan cepat menyiapkan langkah antisipasinya.



Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                    VII - 6
Page 118
                                     BAB VIII
               ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN

Analisis keuangan dalam Studi Kelayakan menggunakan metode diskonto arus kas
(discounted cash flow) dengan mengacu pada kriteria net present value (NPV), dimana
Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang Perseroan dapat dikatakan layak atau
menguntungkan jika NPV lebih besar dari nol, analisa internal rate of return (IRR)
perubahan menunjukkan jumlah yang lebih besar dari pada diskonto yang digunakan, serta
profitability index (PI) adalah teknik penganggaran modal untuk mengevaluasi proyek-
proyek investasi untuk kelangsungan hidup atau profitabilitas, menunjukkan perhitungan
lebih besar dari pada satu.


Proyeksi keuangan yang digunakan dalam Studi Kelayakan didasarkan pada proyeksi
keuangan yang disusun oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penyesuaian
terhadap proyeksi tersebut berdasarkan kondisi pasar, pengalaman, dan ketentuan-
ketentuan yang berlaku secara umum, agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan
kinerja Perseroan dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang
signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.


8.1.   Arus Kas Bersih yang Digunakan
       Untuk melakukan analisis keuangan dalam Studi Kelayakan dengan menggunakan
       metode diskonto arus kas, terdapat 3 (tiga) pilihan pendapatan ekonomi untuk
       didiskonto yaitu dividen, arus kas bersih (AKB) untuk ekuitas (free cash flow to
       equity), dan AKB untuk kapital (free cash flow to invested capital) atau AKB untuk
       perusahaan (free cash flow to firm).


       Dalam Studi Kelayakan, pendapatan ekonomi yang akan didiskonto dalam analisis
       kelayakan adalah AKB untuk kapital.


       Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari kewajiban
       penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk
       mempertahankan operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan untuk
       penggantian (reserve for replacement), modal kerja, dan untuk pertumbuhan
       melalui penyediaan dana tambahan pengeluaran barang modal, yang dihitung
       sebagai berikut:

Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                  VIII - 1
Page 119
       Laba (rugi) setelah pajak
       + Bunga setelah pajak
       + Penyusutan
       – Capex
       – Kenaikan (atau + penurunan) modal kerja bersih
       = Arus kas bersih untuk kapital


8.2.   Penentuan Tingkat Diskonto
       Untuk mendiskonto arus kas bersih tiap-tiap tahun, tingkat diskonto yang digunakan
       adalah biaya modal ekuitas (cost of equity) digunakan capital asset pricing model
       (CAPM) dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:




        dimana:
       ke     = Balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu, atau biaya modal
              ekuitas/saham biasa
       Rf     = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk free
              rate)
       β      = Beta
       RPm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk premium)
       RBDS = Rating-based default spread


       Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
       memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat
       dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang. Terkait
       dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2025, maka
       instrumen bebas risiko yang dipakai adalah Indonesia Government Securities Yield
       Curve dalam mata uang rupiah dengan tenor 30 tahun dengan yield sebesar 6,70%
       yang diperoleh dari PHEI, dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat
       balikan bebas risiko.


       RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
       balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium
       memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
       seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
       premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                    VIII - 2
Page 120
       yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas
       pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan
       tingkat premi risiko sebesar 6,69%, yang diolah dari hasil penelitian Aswath
       Damodaran tanggal 05 Januari 2026


       Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
       dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.


       Untuk penilaian ini, kami menggunakan unlevered beta perusahaan yang bergerak
       di bidang Computer Services sebesar 1,02 yang diperoleh dan diolah dari hasil
       penelitian Aswath Damodaran yang diterbitkan tanggal 05 Januari 2026.


       Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai
       beta untuk menghitung cost of equity Perseroan, dimana beta tersebut dihitung dari
       rata-rata unlevered beta. Cara ini dilakukan untuk menetralisir pengaruh leverage
       yang ada di masing-masing perusahaan terhadap beta. Perusahaan yang sama
       dengan leverage yang berbeda akan memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh
       karena itu pengaruh leverage yang ada di tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan
       cara menghitung unlevered beta.


       Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan
       ini kemudian di-relevered dengan tingkat leverage pasar pada industri sejenis untuk
       memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto Perseroan tersebut dengan
       formula sebagai berikut:
                                𝛽L = 𝛽U × (1 + (1 — 𝑇) × 𝐷𝐸𝑅)
       dimana:
       T      : Tingkat pajak
       DER    : Debt to equity ratio
       𝛽L     :Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
              secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
              pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
              portofolio pasar dengan pengaruh utang.
       𝛽U     : Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
              secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
              pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
              portofolio pasar tanpa pengaruh utang.


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                    VIII - 3
Page 121
       Sama halnya dengan data unlevered beta, data DER juga diperoleh dari rata-rata
       perusahaan pembanding dari perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha
       Computer Services yang diperoleh yang diolah dari hasil penelitian Aswath
       Damodaran yang diterbitkan tanggal 05 Januari 2026. Dari data tersebut nilai DER
       adalah 10,19%. Dengan memasukkan persamaan di atas, diperoleh nilai βL
       sebesar 1,10.


       Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian terhadap
       biaya modal ekuitas mengingat dalam perhitungan biaya modal ekuitas ini
       digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran, dimana RBDS
       sebesar 1,62% digunakan untuk mengurangi besaran biaya modal ekuitas.


       Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM
       diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan adalah:


                                          Tabel 8.1
                              Biaya Modal/Ekuitas Perseroan
                        Keterangan                            Persentase
         -   Tingkat Bunga Bebas Risiko                         6,70%
         -   Premi Risiko Market                                6,69%
         -   Beta                                                1,10
         -   RDBS                                               1,62%
                Biaya Modal untuk Ekuitas                      12,47%


       Biaya Modal Tertimbang
       Menghitung analisis studi kelayakan Perseroan dilakukan dengan mendiskonto
       tingkat kembalian terhadap keseluruhan modal, maka tingkat diskonto yang
       digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya
       modal, baik yang berasal dari pinjaman jangka panjang maupun yang berasal dari
       penyertaan.


       Penentuan posisi tingkat leverage yang optimal adalah mencari titik dimana
       tambahan penghematan pajak yang berasal dari tambahan utang akan sama
       dengan tambahan biaya bunga sebagai akibat dari risiko gagal bayar yang
       diantisipasi dari keberadaan keseluruhan utang.



Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                VIII - 4
Page 122
       Dalam analisis studi kelayakan ini, untuk biaya bunga untuk utang digunakan tingkat
       bunga pinjaman rata-rata dalam mata uang Rupiah dari bank pemerintah periode
       Desember 2025, yaitu 8,44%. Berdasarkan biaya bunga tersebut maka diperoleh
       biaya modal pada Desember 2025 sampai akhir proyeksi sebesar 6,58%, dengan
       tarif pajak (T) 22%, dengan perhitungan sebagai berikut:


         Kd            = i x (1-T)

         Kd            = 8,44% x (1-22%)
                       = 6,58%


       Untuk kepentingan analisis studi kelayakan, komposisi pendanaan dihitung
       berdasarkan kinerja perbandingan interest bearing debt dengan ekuitasnya, dimana
       komposisi struktur permodalan Perseroan diasumsikan mengikuti struktur
       permodalan pasar dari data yang diolah dari hasil penelitian Aswath Damodaran.
       Dengan demikian struktur utang sebesar 9,25%, sedangkan sisanya yaitu sebesar
       90,75% akan dipenuhi dengan modal sendiri. Dengan mempertimbangkan faktor-
       faktor di atas dan kekuatan/kelebihan serta risiko yang dihadapi, kami berpendapat
       bahwa tingkat diskonto sebesar 11,93% untuk Perseroan adalah wajar untuk
       mendiskonto arus kas bersih dengan perhitungan sebagai berikut:


                                          Tabel 8.2
                                     Perhitungan WACC




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                   VIII - 5
Page 123
8.3.   Proyeksi Keuangan
       Perhitungan analisis keuangan dalam Studi Kelayakan dilakukan dengan metode
       diskonto arus kas yang didasarkan pada proyeksi keuangan yang disusun oleh
       manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi
       tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja Perseroan dengan
       lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang kami
       lakukan terhadap target kinerja Perseroan.


       Mengingat bahwa terdapat dua skenario proyeksi keuangan, yaitu proyeksi
       keuangan tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang dan proyeksi
       keuangan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang, maka
       analisis kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang harus
       didasarkan pada analisis inkremental dari dua skenario proyeksi keuangan tersebut.


       Untuk menentukan kelayakan, digunakan analisis NPV, IRR dan PI inkremental
       yang dihitung dengan mengurangkan NPV dari AKB untuk ekuitas tanpa Rencana
       Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang terhadap NPV dari AKB untuk ekuitas
       dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang.


8.3.1. Proyeksi Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan
       Proyeksi keuangan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha disusun
       dengan memperhatikan bahwa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha telah
       dilaksakan dan Perseroan memperoleh dana dari hasil tersebut. Dengan
       dilaksanakannya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan mendapatkan
       tambahan pendapatan yang berasal dari penjualan paket data.


       Asumsi-asumsi yang mendasari penyusunan proyeksi keuangan adalah sebagai
       berikut:
        ●   Pendapatan diproyeksikan berdasarkan pendapatan dari penjualan produk
            dengan mempertimbangkan asumsi dan rencana bisnis yang disusun oleh
            manajemen.
       ●    Biaya Investasi atau Capex sebesar Rp 11 Miliar rupiah diproyeksikan dari kas
            operasional Perseroan. Penambahan atau perluasan aset hak pakai (yang
            berupa perluasan ruangan kantor) dengan total biaya penambahan adalah
            senilai kurang lebih Rp 3 milyar dengan masa sewa selama 3 tahun dengan
            opsi    perpanjangan   kembali.   Penambahan     perlengkapan    kantor      dan
            perlengkapan komputer dengan nilai kurang lebih Rp 8 milyar Semua investasi
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                     VIII - 6
Page 124
            tersebut mulai diadakan secara bertahap di tahun 2026 dan akan terlengkapi di
            akhir tahun 2026
        ●   Harga Pokok Penjualan (HPP) diproyeksikan berdasarkan beban pokok produk
            dengan mengacu pada asumsi dan estimasi yang disusun oleh manajemen.
        ●   Beban operasional diproyeksikan berdasarkan beban pemasaran dengan
            mempertimbangkan rencana dan strategi yang disusun oleh manajemen.
        ●   Asumsi pajak penghasilan badan adalah tarif pajak yang berlaku di Indonesia,
            yaitu 22%.


     Berikut adalah penjelasan mengenai hal-hal pokok dalam proyeksi keuangan dengan
     Rencana Penambahan Kegiatan Usaha:


     1. Proyeksi Pendapatan dan Beban Pokok Pendapatan
        Perseroan berencana akan melakukan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
        dengan menambah usaha sehingga ada pendapatan tambahan dari kegiatan
        usaha tambahan tersebut, sebagai berikut:


                                           Tabel 8.3
                            Rincian Penambahan Kegiatan Usaha
            No.                       Nama KBLI                       Kode KBLI

            1       Aktivitas Teknologi Informasi dan Jasa Komputer     62090
                    lainnya

            2       Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya              62019

            3       Perdagangan Besar Komputer dan                      46511
                    Perlengkapan Komputer

            4       Perdagangan Besar Piranti Lunak                     46512

            5       Aktivitas Pemrograman Berbasis Kecerdasan           62015
                    Artifisial

            6       Penerbitan Piranti Lunak (Software)                 58200

            7       Aktivitas Pengolahan Data                           63111


        Gambar berikut menunjukkan proyeksi pendapatan dan beban pokok pendapatan
        Perseroan dengan Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan mulai Tahun 2026
        sampai dengan tahun 2031.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                  VIII - 7
Page 125
                                            Gambar 8.1
           Proyeksi Pendapatan dan Beban Pokok Pendapatan Tahun 2026 - 2031
          Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang Perseroan (dalam juta)




        Sumber: Manajemen Perseroan, data diolah


     2. Proyeksi Beban Usaha
        Beban usaha terdiri dari beban gaji dan tunjangan, beban perijinan, beban umum
        dan administrasi, serta beban penyusutan.Gambar berikut menunjukkan proyeksi
        beban usaha mulai Tahun 2026 sampai dengan tahun 2031.

                                         Gambar 8.2
                         Proyeksi Beban Usaha Tahun 2022–2031
                    Dengan Penambahan Kegiatan Usaha (dalam juta)




        Sumber: Manajemen Perseroan, data diolah


     3. Proyeksi Laba Sebelum Pajak dan Laba Bersih
        Gambar berikut menunjukkan proyeksi laba sebelum pajak dan laba bersih
        Perseroan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha mulai Nov-Des tahun
        2022 sampai dengan tahun 2031.

Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                               VIII - 8
Page 126
                                          Gambar 8.3
          Proyeksi Laba Sebelum Pajak dan Laba Bersih Tahun Tahun 2026–2031
          Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang (Dalam juta)




        Sumber: Manajemen Perseroan, data diolah


     4. Biaya Penambahan Usaha dan Sumber Pembiayaan
        Dalam merealisasikan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan berupa
        Penjualan Produk dengan biaya diperoleh dari kas Perseroan. Dengan demikian
        Rencana Penambahan Kegiatan Usaha tidak memerlukan sumber pembiayaan
        dari pihak bank atau dari pemegang saham Perseroan.


8.3.2. Nilai Terminal (Terminal Value)
       Sebagai dasar dalam menentukan nilai kekal (terminal value) atau nilai pada
       periode kekal (perpetuity period), kami menggunakan growth sebesar rata-rata
       inflasi selama 5 tahun yaitu sebesar 2,90%. Terminal value yang digunakan sebesar
       Rp. 5.707.771.492.204,-


8.3.3. Analisis Titik Impas
       Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak
       memperoleh laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha
       dikatakan impas jika jumlah pendapatan (revenue) sama dengan jumlah biaya, atau
       apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja. BEP
       dalam Rupiah dapat diformulasikan sebagai berikut:


       BEP = Total Biaya Tetap / (1- [Total Biaya Variabel])
                                            Penjualan



Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                 VIII - 9
Page 127
       Berdasarkan persamaan BEP dalam Rupiah diperoleh BEP dalam Rupiah untuk
       masing-masing periode selama masa proyeksi. Nilai BEP dalam rupiah
       mencerminkan pendapatan minimal yang diperlukan agar terjadi BEP. Perhitungan
       BEP untuk Rupiah pada proyeksi Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
       adalah sebagai berikut.
                                            Tabel 8.4
             Analisis Titik Impas Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha




8.3.4. Analisis Profitabilitas
       Analisis profitabilitas adalah analisis untuk mengetahui kemampuan perusahaan
       dalam usahanya mendapatkan laba (profit) dari pendapatan (earning) terkait
       penjualan. Jenis-jenis rasio profitabilitas dipakai untuk memperlihatkan seberapa
       besar laba atau keuntungan yang diperoleh dari kinerja suatu perusahaan. Sebagai
       gambaran bagaimana Perseroan dalam usahanya mendapatkan laba terdapat pada
       tabel di bawah ini.
                                            Tabel 8.5
            Analisis Profitabilitas Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

          Analisis Profitabilitas   2026   2027   2028    2029    2030     2031    Average

        Gross Profit Margin         52%    64%    75%     81%     86%      89%      74%

        Operating Profit Margin     33%    60%    74%     81%     86%      89%      70%

        Net Profit Margin           26%    46%    57%     63%     67%      70%      55%
        Return On Investment,              876%   2627%   5197%   8168%   11539%   5681%
                                     -
        ROI
        Return On Equity, ROE       1%     8%     27%     46%     56%      57%      33%



       Dalam tabel 8.5 diatas, dapat terlihat bahwa profitabilitas Perseroan yang
       digambarkan dalam persentase laba operasi (Operating Profit Margin) terhadap
       pendapatan dan persentase laba bersih (Net Profit Margin) terhadap pendapatan
       mengalami peningkatan selama masa proyeksi tahun 2026 sampai dengan 2031,

Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                  VIII - 10
Page 128
       yang dapat diartikan bahwa Perseroan memiliki kemampuan dalam menghasilkan
       laba bagi perusahaan semakin baik.


8.3.5. Analisis Tingkat Imbal Balik Investasi (Return On Investment)
       Return on Investment (ROI) merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur
       tingkat pengembalian yang diperoleh atas investasi yang telah dilakukan oleh
       Perseroan. Rasio ini menunjukkan kemampuan investasi dalam menghasilkan
       keuntungan dibandingkan dengan nilai investasi yang ditanamkan. Melalui ROI,
       Perseroan dapat mengetahui tingkat efektivitas dan efisiensi investasi yang
       dilakukan serta memberikan gambaran mengenai tingkat profitabilitas dari investasi
       tersebut. Berdasarkan Tabel 8.5, terlihat bahwa tingkat pengembalian investasi
       Perseroan selama periode proyeksi tahun 2026 sampai dengan 2031 berada pada
       kondisi positif dengan rata-rata sebesar 5.681%. Hal tersebut menunjukkan bahwa
       investasi Perseroan mampu menghasilkan tingkat pengembalian yang baik selama
       masa proyeksi.


8.4.   Kriteria Kelayakan

       Kriteria kelayakan keuangan pada umumnya dilakukan dengan mengacu pada
       parameter investasi seperti NPV, internal rate of return (IRR), profitability index (PI),
       dan payback period.


       Analisis kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan harus didasarkan
       pada analisis inkremental dari dua skenario proyeksi keuangan, yaitu proyeksi
       keuangan tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan dan proyeksi keuangan
       dengan Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan. Pada awal proyeksi terdapat
       pengeluaran dana Biaya Pengurusan Penambahan KBLI baru dan Biaya
       Profesional dalam rangka analisis Penambahan KBLI baru.


       Analisis NPV bertujuan untuk melihat layak-tidaknya Penambahan Kegiatan Usaha
       Penunjang Perseroan di masa depan jika ditinjau pada saat sekarang dari segi
       keuangan. Suatu proyek yang memiliki NPV positif berarti menguntungkan dan
       layak untuk dilaksanakan, begitu pula sebaliknya.


       Analisa internal rate of return (IRR) bertujuan untuk melihat tingkat pengembalian
       dari Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang Perseroan di masa depan jika ditinjau
       pada saat sekarang dari segi keuangan. Suatu proyek yang memiliki IRR lebih
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                       VIII - 11
Page 129
       besar dari pada tingkat diskonto yang digunakan berarti menguntungkan dan layak
       untuk dilaksanakan, begitu pula sebaliknya.


       Analisa Profitability Index (PI) adalah teknik penganggaran modal untuk
       mengevaluasi Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang Perseroan dalam
       kelangsungan usahanya atau profitabilitasnya dari di masa depan jika ditinjau pada
       saat sekarang dari segi keuangan. Suatu proyek yang memiliki PI lebih besar dari
       satu berarti menguntungkan dan layak untuk dilaksanakan, begitu pula sebaliknya.


       Untuk    menentukan     kelayakan,    digunakan   analisis   NPV,   IRR,   dan     PI
       inkremental/perubahan yang dihitung dari hasil selisih AKB untuk kapital (FCFF)
       Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan dengan AKB untuk kapital (FCFF)
       Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan. Tabel perhitungan AKB adalah
       sebagai berikut.
                                             Tabel 8.6
                             Tabel Perhitungan AKB (dalam rupiah)




       Dari hasil perhitungan, diperoleh hasil AKB sebesar Rp.6.777.377.952.760,-.
       Kemudian analisis perhitungan NPV, IRR, dan PI inkremental/perubahan dengan
       diskonto 11,93%, diperoleh sebesar:
        ●   NPV sebesar Rp 6.777.377.952.760,-.
        ●   ProfitabiIity Index sebesar 419,42.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                  VIII - 12
Page 130
8.5.   Analisis Sensitivitas
       Untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor ekonomi, maka
       berikut ini disajikan analisa sensitivitas terhadap rencana yang akan dilakukan oleh
       Perseroan:
                                        Tabel 8.7
                                  Analisis Sensitivitas

                                             Sensitivity Analysis
           Keterangan                  -1%                          0%                    +1%
         Discount Rate
         NPV                       7.488.142.265.567        6.777.377.952.760       6.208.334.678.488
         Payback Periode         0 Tahun dan 0 Bulan      0 Tahun dan 0 Bulan    0 Tahun dan 0 Bulan
         BEP (Average)
                                       2.379.448.318            2.379.448.318             2.379.448.318
         ROE                                    35%                      35%                       35%



         Growth Inflasi
         NPV                       6.158.393.687.410        6.777.377.952.760       7.550.521.131.656
         BEP (Average)
                                       2.379.448.318            2.379.448.318             2.379.448.318
         ROE                                    35%                      35%                       35%



       Dapat dilihat pada tabel diatas, terdapat analisis sensitivitas terhadap dua aspek,
       yaitu Discount Rate dan Pertumbuhan Inflasi.


8.6.   Kesimpulan Hasil Analisis
       Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah diterima dan
       dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi dalam
       analisis kelayakan, maka kami berpendapat bahwa Penambahan Kegiatan Usaha
       Penunjang adalah layak secara finansial. Dengan demikian, dapat disimpulkan
       bahwa Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang layak untuk dilaksanakan.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk                                                                   VIII - 13

File

File Open PDF
Source IDX
Size10.2 MB
Published25 Jun 2026
Pages130
Characters274,746
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 69 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org ITSEC ASIA TBK · Nama Perusahaan p.1 ×394
linked org INV Management p.20
linked person Patrick Rudolf Dannacher p.20 ×3
linked person Bambang Susilo p.20 ×3
linked person Andri Hutama Putra p.20 ×3
linked person Bima Kurniawan p.20
linked person Eko Prasudi Widianto p.20 ×3
linked person Doni Mora p.20 ×5
linked person Richardus Eko Indrajit p.20 ×4
linked person Agustinus Nicholas L. Tobing p.20 ×5
linked person Gunawan Basri p.21
linked person Viko Setiyawan p.21
linked org Negara Maju p.30
linked org PT Metrodata Electronics p.49
linked org PT Bank Permata p.98
linked org PT Archi Indonesia p.99
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×13
possible org MB Investment Management p.20
possible — UBS Switzerland p.20
possible person Arini Imamawati p.21 ×2
possible org PT Telkom Indonesia (Persero) p.48 ×2
possible org Indosat Tbk p.49 ×2
unresolved person Dr. Ide Anak Agung Gde Agung p.1 ×9
unresolved org Kementerian Keuangan RI p.2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Febriman Siregar dan Rekan p.2
unresolved org Menteri Keuangan p.2
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.3 ×5
unresolved org KJPP Febriman Siregar dan Rekan p.3 ×4
unresolved org KJPP Febriman Siregar p.3 ×6
unresolved org Bank Indonesia p.5 ×9
unresolved org Pusat Statistik. p.5
unresolved org KJPP Febriman Siregar & Rekan p.7
unresolved org Rekan Ir. Yohn PS Napitupulu p.7
unresolved person Ir. Yohn PS Napitupulu, M.Sc. MAPPI (Cert.) p.9 ×8
unresolved person Didiek Agus Priatmiko, S.Komp. p.9
unresolved person Yaumil Husna Khair p.9
unresolved org KJPP FSR p.11 ×20
unresolved — MAPPI p.11
unresolved org Bisnis KJPP Febriman Siregar dan Rekan p.11
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal Nomor B- p.13
unresolved org Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum p.13 ×3
unresolved org Kementerian Investasi dan Hilirisasi p.13
unresolved org Kementerian p.13
unresolved person Refizal p.19 ×3
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.19 ×3
unresolved person Dr. Sugih Haryati p.19 ×2
unresolved org Morhan dan Rekan p.20
unresolved org Morhan p.20
unresolved org Siber dan Sandi Negara p.45
unresolved org NTT Ltd p.48 ×3
unresolved org International Business Machines Corporation p.50
unresolved org Deloitte Touche Tohmatsu Limited p.51
unresolved org PT Mahapatih Sibernusa Teknologi p.97
unresolved — Sertifikasi p.97 ×4
unresolved org PT Harmoni Dinamik Indonesia p.98
unresolved org PT Fintek Visi Nusa Sertifikasi p.98
unresolved org PT Juke Solutions p.98
unresolved org PT Tech Mahindra Indonesia p.98
unresolved org PT Dimension Data Indonesia p.98
unresolved org PT BT Communication Indonesia Sertifikasi p.98
unresolved org PT Indonesia Comnets Plus p.99
unresolved org PT Sinbad Karya Perdagangan p.99
unresolved org PT Docotel Teknologi p.99
unresolved org PT Teladan Prima Group Sertifikasi p.99
unresolved — - Sr. Engineering Manager – Bukalapak p.99 ×3
unresolved — - Software Engineer – Bukalapak p.99 ×2
unresolved org PT AstraGraphia IT Sertifikasi p.99
unresolved org PT Prima Wahana Solusindo p.99
unresolved org PT Huawei Services Sertifikasi p.99

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result