Skip to content
Back to announcement

20250203_BMHS_Laporan Informasi dan Fakta Material_31848982_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review BMHS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 71

Page 1
No. : 00005/2.0162-00/BS/10/0382/1/I/2025                                     31 Januari 2025



Kepada Yth.

PT BUNDAMEDIK Tbk
Jl. Teuku Cik Ditiro No. 28, Menteng
Jakarta Pusat 10350

U.p. : Direksi

Hal : Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pemberian Jaminan


Dengan hormat,

Pada tanggal 30 Maret 2024, PT Bundamedik Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”),
PT Bunda Ipiti Investasma (selanjutnya disebut “BII”), PT Morula Indonesia (selanjutnya
disebut “MI”), Jinxin Fertility Group Limited (selanjutnya disebut “JFG”), dan Jinxin Life Asia
Healthcare Investment Group Pte. Ltd. (selanjutnya disebut “JLAH”) telah menandatangani
Shares Subscription and Purchase Agreement sebagaimana telah diubah berdasarkan
Amendment Agreement to The Shares Subscription and Purchase Agreement tanggal
1 April 2024 (selanjutnya disebut “SSPA”).

Berdasarkan SSPA, Perseroan dalam kapasitasnya selaku Company Guarantor
(sebagaimana didefinisikan dalam SSPA) telah sepakat untuk, secara tanpa syarat dan
tanpa dapat ditarik kembali, menjamin pelaksanaan dan pemenuhan seluruh kewajiban,
janji, jaminan dan kewajiban pemberian ganti rugi MI berdasarkan SSPA serta untuk
memberikan ganti rugi kepada JLAH atas seluruh kerugian, kerusakan, biaya dan
pengeluaran yang wajar (termasuk biaya dan imbalan jasa hukum) yang mungkin dialami
oleh Investor yang timbul dari atau sehubungan dengan atau sebagai akibat dari
pelanggaran dalam bentuk apapun yang dilakukan oleh MI atas kewajiban-kewajiban,
janji-janji, jaminan-jaminan dan/atau pemberian ganti rugi MI berdasarkan SSPA, sesuai
dengan syarat dan ketentuan sebagaimana diatur dalam SSPA (selanjutnya disebut
“Kewajiban Yang Ditanggung”).

Sehubungan dengan Kewajiban Yang Ditanggung, pada tanggal 31 Januari 2025,
Perseroan dan BII telah menandatangani Perjanjian Kesanggupan (selanjutnya disebut
“PK”), dimana Perseroan dan BII sepakat untuk bersama-sama menanggung dan menjamin
pemenuhan dan pelaksanaan Kewajiban Yang Ditanggung sesuai dengan proporsi
penanggungan Perseroan dan BII, masing-masing sebesar 63,00% dan 37,00%
(selanjutnya disebut “Transaksi Pemberian Jaminan”).
Page 2
Sehubungan dengan Transaksi Pemberian Jaminan tersebut, manajemen Perseroan telah
menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan
(selanjutnya disebut “KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen atas kewajaran Transaksi Pemberian Jaminan sesuai dengan surat penugasan
No. KR/240802-002 tanggal 2 Agustus 2024 yang telah disetujui oleh manajemen
Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri
Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi
penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan
Surat     Tanda      Terdaftar    Profesi   Penunjang   Pasar     Modal    dari  OJK
No. STTD.PB-02/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), menyampaikan pendapat kewajaran
(fairness opinion) (selanjutnya disebut “Pendapat Kewajaran”) atas Transaksi Pemberian
Jaminan.


ALASAN DAN LATAR BELAKANG TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang pengelolaan rumah sakit.
Perseroan memulai kegiatan operasi komersialnya pada tahun 1978. Perseroan berdomisili
di Jalan Teuku Cik Ditiro Nomor 28, Menteng, Jakarta Pusat 10350, dengan nomor telepon:
(021) 3192 3344, nomor faksimile: (021) 3190 5915, dan email: corsec@bmhs.co.id.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, sebelum penyertaan
dan pembelian saham MI oleh JLAH, Perseroan dan BII memiliki penyertaan saham pada
MI masing-masing dengan kepemilikan sebesar 63,00% dan 37,00%. Berdasarkan Akta
Notaris Isadora, S.H., M.Kn., No. 7 tanggal 21 Maret 2024, Perseroan dan BII telah
menyetujui peningkatan modal dasar saham MI serta peningkatan modal ditempatkan dan
disetor MI. Selanjutnya, berdasarkan Akta Notaris Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., No. 106
tanggal 19 Juli 2024, Perseroan dan BII telah menyetujui peningkatan modal ditempatkan
dan disetor MI yang seluruhnya telah diambil bagian dan disetor penuh oleh JLAH dan
perpindahan kepemilikan saham BII kepada JLAH (selanjutnya disebut “Restrukturisasi
MI”). Setelah Restrukturisasi MI menjadi efektif, struktur pemegang saham MI adalah
sebagai berikut:


                Perseroan                 BII                   JLAH


                     47,25%                 22,75%                 30,00%

                                          MI



MI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha MI terutama bergerak dalam aktivitas kantor pusat dan konsultasi
manajemen. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, MI dapat melaksanakan kegiatan
usaha aktivitas kehumasan dan aktivitas konsultasi manajemen lainnya.



                                           2
Page 3
Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan terus mendorong
pertumbuhan ekonomi kesehatan global yang positif. Pasar laboratorium medis dan industri
kesehatan di kawasan Asia Tenggara pada tahun mendatang diperkirakan meningkat pesat
seiring peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya layanan pengujian medis.
Hal ini turut mendorong peningkatan pasar laboratorium medis di Indonesia, yang
memotivasi MI untuk menangkap peluang pasar dengan pengembangan usaha kesehatan
untuk meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian MI. Dengan demikian, Perseroan
melakukan Restrukturisasi MI.

Sehubungan dengan Restrukturisasi MI, SSPA mensyaratkan Perseroan untuk melakukan
Transaksi Pemberian Jaminan. Setelah Reskrukturisasi MI menjadi efektif, MI
mengharapkan dapat menggunakan dana yang diperoleh dari Restrukturisasi MI untuk
dapat menambah modal kerja MI sehingga dapat mendukung kebutuhan dana MI dan/atau
entitas anak MI dalam menunjang kegiatannya untuk dapat melakukan kegiatan operasional
pada masa yang akan datang dan diharapkan memberikan kontribusi positif untuk
meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian MI, yang pada akhirnya dapat memberikan
nilai tambah bagi Perseroan sebagai entitas induk MI.

JFG memiliki reputasi yang luar biasa dalam bidang Teknologi Reproduksi Berbantu dan
layanan kesehatan wanita dan anak, yang telah menjadi penyedia layanan Teknologi
Reproduksi Berbantu swasta terbesar di Tiongkok dan Pantai Barat (West Coast) Amerika
Serikat. Sebagai perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Hong Kong, sebagai bagian dari
rencana    untuk lebih    mengembangkan kehadiran          internasionalnya,  termasuk
mengembangkan pasar ke Asia Tenggara, dengan mengambil bagian dalam Restrukturisasi
MI. Dengan keunggulan MI dalam bidang In Vitro Fertilization, kolaborasi MI dan JFG
diharapkan dapat menciptakan sinergi yang strategis dengan memanfaatkan keahlian dan
kekuatan dalam bidang layanan untuk bersama-sama menggali potensi besar yang belum
dimanfaatkan di pasar Indonesia, yang memiliki prospek pasar dengan potensi tingginya
pertumbuhan ekonomi seiring berkembangnya populasi Indonesia, yang pada akhirnya
diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian MI pada masa yang akan
datang.

Dengan kehadiran JLAH sebagai pemegang saham MI, sebagai salah satu perusahaan
yang bergerak dalam bidang layanan kesehatan khusus wanita dan anak swasta terbesar di
Indonesia, Perseroan mengharapkan dapat bekerja sama dan bersinergi dengan JFG dalam
bidang layanan kesehatan wanita dan anak yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.




                                           3
Page 4
Alasan dilakukannya Transaksi Pemberian Jaminan adalah sebagai berikut:

•   Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan terus mendorong
    pertumbuhan ekonomi kesehatan global yang positif. Pasar laboratorium medis dan
    industri kesehatan di kawasan Asia Tenggara pada tahun mendatang diperkirakan
    meningkat pesat seiring peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya layanan
    pengujian medis. Hal ini turut mendorong peningkatan pasar laboratorium medis di
    Indonesia, yang memotivasi MI untuk menangkap peluang pasar dengan
    pengembangan usaha kesehatan untuk meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
    MI. Dengan demikian, Perseroan melakukan Restrukturisasi MI.

•   Sehubungan dengan Restrukturisasi MI, SSPA mensyaratkan Perseroan untuk
    melakukan Transaksi Pemberian Jaminan. Setelah Restrukturisasi MI menjadi efektif, MI
    mengharapkan dapat menggunakan dana yang diperoleh dari Restrukturisasi MI untuk
    dapat menambah modal kerja MI sehingga dapat mendukung kebutuhan dana MI
    dan/atau entitas anak MI dalam menunjang kegiatannya untuk dapat melakukan
    kegiatan operasional pada masa yang akan datang dan diharapkan memberikan
    kontribusi positif untuk meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian MI, yang pada
    akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan sebagai entitas induk MI.

•   JFG memiliki reputasi yang luar biasa dalam bidang Teknologi Reproduksi Berbantu dan
    layanan kesehatan wanita dan anak, yang telah menjadi penyedia layanan Teknologi
    Reproduksi Berbantu swasta terbesar di Tiongkok dan Pantai Barat (West Coast)
    Amerika Serikat. Sebagai perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Hong Kong, sebagai
    bagian dari rencana untuk lebih mengembangkan kehadiran internasionalnya, termasuk
    mengembangkan pasar ke Asia Tenggara, dengan mengambil bagian dalam
    Restrukturisasi MI. Dengan keunggulan MI dalam bidang In Vitro Fertilization, kolaborasi
    MI dan JFG diharapkan dapat menciptakan sinergi yang strategis dengan
    memanfaatkan keahlian dan kekuatan dalam bidang layanan untuk bersama-sama
    menggali potensi besar yang belum dimanfaatkan di pasar Indonesia, yang memiliki
    prospek pasar dengan potensi tingginya pertumbuhan ekonomi seiring berkembangnya
    populasi Indonesia, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja
    keuangan konsolidasian MI pada masa yang akan datang.

•   Dengan kehadiran JLAH sebagai pemegang saham MI, sebagai salah satu perusahaan
    yang bergerak dalam bidang layanan kesehatan khusus wanita dan anak swasta
    terbesar di Indonesia, Perseroan mengharapkan dapat bekerja sama dan bersinergi
    dengan JFG dalam bidang layanan kesehatan wanita dan anak yang diharapkan dapat
    meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat pada
tanggal 31 Juli 2024, MI merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan sebesar
47,25% dan terdapat kesamaan pengurus Perseroan dan MI, maka Transaksi Pemberian
Jaminan merupakan transaksi afiliasi sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).




                                             4
Page 5
Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
(selanjutnya disebut “KAP”) Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang dan Rekan (selanjutnya
disebut “TSFBR”), jumlah ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp 1.800,04 miliar.
Selanjutnya, berdasarkan SSPA, nilai transaksi atas Transaksi Pemberian Jaminan tersebut
adalah setara dengan Rp 221,57 miliar.

Dengan demikian, jumlah nilai transaksi dari Transaksi Pemberian Jaminan tersebut
mencerminkan kurang dari 20,00% ekuitas Perseroan per tanggal 31 Desember 2023,
sehingga berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Transaksi
Pemberian Jaminan bukan merupakan transaksi material sebagaimana diatur dalam
Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha”.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
mensyaratkan adanya laporan pendapat kewajaran atas transaksi tersebut, yang disiapkan
oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Transaksi Pemberian Jaminan tersebut, maka
Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas
Transaksi Pemberian Jaminan.

Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan
Transaksi Pemberian Jaminan dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya.
Pendapat Kewajaran ini juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk
menyetujui atau tidak menyetujui Transaksi Pemberian Jaminan atau mengambil tindakan
tertentu atas Transaksi Pemberian Jaminan.


OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN

Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pemberian Jaminan adalah
transaksi dimana Perseroan dan BII sepakat untuk bersama-sama menanggung dan
menjamin pemenuhan dan pelaksanaan Kewajiban Yang Ditanggung sesuai dengan
proporsi penanggungan Perseroan dan BII, masing-masing sebesar 63,00% dan 37,00%.




                                           5
Page 6
MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN

Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi Pemberian
Jaminan adalah untuk memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai
kewajaran Transaksi Pemberian Jaminan dari aspek keuangan dan untuk memenuhi
ketentuan yang berlaku, yaitu POJK 42/2020.

Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 330 (selanjutnya
disebut “SPI”).


TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN

Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pemberian Jaminan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran diperhitungkan pada tanggal 31 Juli 2024. Tanggal ini dipilih atas dasar
pertimbangan kepentingan dan tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi
Pemberian Jaminan.


JENIS LAPORAN

Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pemberian Jaminan ini merupakan
laporan terinci.




                                          6
Page 7
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Transaksi Pemberian Jaminan yang
   disusun oleh manajemen Perseroan;

2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode tujuh bulan yang berakhir
   pada tanggal 31 Juli 2024 yang telah direviu oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang
   dalam laporannya No. 001/3.B1285/SB.4/07.24 tanggal 22 Januari 2025;

3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00047/3.0423/AU.1/10/1042-3/1/III/2024 tanggal 27 Maret 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00034/3.0423/AU.1/10/1836-1/1/III/2023 tanggal 30 Maret 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00037/3.0423/AU.1/10/1042-2/1/IV/2022 tanggal 1 April 2022 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
   tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 yang telah diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana
   tertuang dalam laporannya No. 00054/3.0423/AU.1/10/1042-1/1/IV/2021 tanggal 6 April
   2021 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain;

7. Laporan keuangan konsolidasian MI untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada
   tanggal 31 Juli 2024 yang telah direviu oleh KAP Liana Ramon Xenia & Rekan
   (selanjutnya  disebut  “LRXR”)    sebagaimana     tertuang  dalam   laporannya
   No. SR25-0001/REV/MI/KAL tanggal 21 Januari 2025;

8. Laporan keuangan konsolidasian MI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00017/3.0423/AU.1/10/1042-4/1/II/2024 tanggal 29 Februari 2024
   dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;




                                           7
Page 8
9. Laporan keuangan konsolidasian MI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00026/3.0423/AU.1/10/1836-1/1/III/2023 tanggal 28 Maret 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

10. Laporan keuangan konsolidasian MI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang dalam
    laporannya No. 00025/3.0423/AU.1/10/1042-2/1/III/2022 tanggal 25 Maret 2022 dengan
    pendapat wajar tanpa modifikasian;

11. Laporan keuangan konsolidasian MI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang dalam
    laporannya No. 00041/3.0423/AU.1/10/1042-1/1/III/2021 tanggal 15 Maret 2021 dengan
    pendapat wajar tanpa modifikasian;

12. Laporan keuangan konsolidasian MI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang dalam
    laporannya No. 00230/3.0366/AU.1/05/1422-1/1/VIII/2020 tanggal 14 Agustus 2020
    dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal lain;

13. Laporan keuangan konsolidasian proforma Perseroan untuk periode tujuh bulan yang
    berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 sehubungan dengan Transaksi Pemberian Pinjaman
    yang telah disusun oleh manajemen Perseroan;

14. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
    Pemberian Pinjaman untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember
    2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2029
    yang disusun oleh manajemen Perseroan;

15. SSPA;

16. PK;

17. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 159
    tanggal 30 Mei 2024 dari Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, mengenai
    perubahan susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perseroan;

18. Anggaran dasar MI yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 106 tanggal
    19 Juli 2024 dari Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, mengenai perubahan
    susunan Dewan Komisaris dan Direksi MI, peralihan saham MI, perubahan peningkatan
    modal ditempatkan/disetor penuh MI dan perubahan anggaran dasar MI;

19. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu CuncunWijaya dengan
    posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait
    dengan Transaksi Pemberian Jaminan;

20. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di
    masa mendatang;




                                            8
Page 9
21. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Transaksi Pemberian Jaminan;

22. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg;

23. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg;

24. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg;

25. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan
    untuk penugasan; dan

26. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pemberian Jaminan dipersiapkan
menggunakan data dan informasi sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi
mana telah kami telaah. Dalam melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan, informasi atas status hukum
Perseroan dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau
yang tersedia secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-
informasi tersebut. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi
hasil akhir pendapat kami secara material. Kami juga bergantung kepada jaminan dari
manajemen Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Oleh karenanya, kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat
Kewajaran kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut.

Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
Pemberian Jaminan disusun oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan
penelaahan atas proyeksi laporan keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan
tersebut telah menggambarkan kondisi operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar,
tidak ada penyesuaian yang signifikan yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja
Perseroan.




                                           9
Page 10
Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Transaksi Pemberian Jaminan.
Jasa-jasa yang kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Transaksi Pemberian
Jaminan hanya merupakan pemberian Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pemberian
Jaminan dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami tidak melakukan
penelitian atas keabsahan Transaksi Pemberian Jaminan dari aspek hukum dan implikasi
aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pemberian Jaminan hanya ditinjau
dari segi ekonomis dan keuangan. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pemberian
Jaminan bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik
kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional
Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum
Perseroan dan MI berdasarkan anggaran dasar Perseroan dan MI.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi Pemberian Jaminan tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan
dan menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Transaksi Pemberian
Jaminan yang ada dan mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-
transaksi tersebut terhadap Transaksi Pemberian Jaminan.

Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Transaksi
Pemberian Jaminan pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.

Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat
dalam Transaksi Pemberian Jaminan. Transaksi Pemberian Jaminan akan dilaksanakan
seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan serta
keakuratan informasi mengenai Transaksi Pemberian Jaminan yang diungkapkan oleh
manajemen Perseroan.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan
melalui analisis yang tidak lengkap.




                                             10
Page 11
Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Transaksi Pemberian Jaminan ini tidak terjadi perubahan apapun
yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam
penyusunan Pendapat Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan
kembali atau melengkapi, memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi
dan kondisi, serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan
dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar
dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.

Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang
memiliki dampak material terhadap Transaksi Pemberian Jaminan. Perubahan tersebut
termasuk, namun tidak terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada
Perseroan maupun secara eksternal, yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis, perdagangan dan keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan
peraturan terkait lainnya setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan.
Bilamana setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi
perubahan-perubahan tersebut di atas, maka Pendapat Kewajaran atas Transaksi
Pemberian Jaminan mungkin berbeda.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pemberian Jaminan, KR
diberikan kesempatan untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan
Laporan Pendapat Kewajaran.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pemberian Jaminan,
KR bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi
dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak
memilki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya,
Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi
oleh kewajaran kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan
KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/240802-002 tanggal
2 Agustus 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.




                                            11
Page 12
KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 31 Juli 2024, sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan
Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat Kewajaran
(subsequent events), yang secara signifikan dapat mempengaruhi Pendapat Kewajaran.


PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI PEMBERIAN JAMINAN

Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pemberian Jaminan ini, kami telah
melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi
Pemberian Jaminan dari hal-hal sebagai berikut:

I. Analisis atas Transaksi Pemberian Jaminan;
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Transaksi Pemberian Jaminan; dan
III. Analisis atas Kewajaran Transaksi Pemberian Jaminan.




                                             12
Page 13
I.         ANALISIS TRANSAKSI PEMBERIAN JAMINAN

           Berdasarkan pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi
           Pemberian Jaminan sebagaimana diuraikan di atas, analisis Transaksi
           Pemberian Jaminan adalah sebagai berikut:

I.A.       Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi

I.A.1.     PT Bundamedik Tbk

           Dalam Transaksi Pemberian Jaminan, Perseroan merupakan pihak yang
           bersama-sama dengan BII sepakat untuk bersama-sama menanggung dan
           menjamin pemenuhan dan pelaksanaan Kewajiban Yang Ditanggung sesuai
           dengan proporsi penanggungan Perseroan dan BII, masing-masing sebesar
           63,00% dan 37,00%. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen
           Perseroan, pada tanggal 31 Juli 2024, Perseroan merupakan entitas induk MI
           dengan kepemilikan sebesar 47,25%. Latar belakang, manajemen, kepemilikan
           saham, dan kegiatan usaha Perseroan adalah sebagai berikut:

I.A.1.a.   Latar Belakang

           Perseroan didirikan pada tanggal 13 April 1978 berdasarkan Akta No. 21 dari
           Notaris Adlan Yulizar, S.H.. Akta pendirian tersebut telah mendapatkan
           pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat
           Keputusan No. Y.A.5/160/18 tanggal 28 September 1978.

           Anggaran dasar Perseroan mengalami perubahan terakhir dengan Akta
           No. 159 tanggal 30 Mei 2024 dari Jose Dima Satria, S.H. M.Kn., Notaris di
           Jakarta, mengenai perubahan susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi
           Perseroan. Perubahan Akta tersebut telah diterima dan dicatat di dalam Sistem
           Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
           Republik    Indonesia   dengan      Surat      Penerimaan      Pemberitahuan
           No. AHU-AH.01.09-0213527 tanggal 12 Juni 2024.

           Perseroan berdomisili di Jalan Teuku Cik Ditiro Nomor 28, Menteng, Jakarta
           Pusat 10350. Perseroan memulai kegiatan operasi komersialnya pada tahun
           1978.




                                          13
Page 14
I.A.1.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal 31 Juli 2024
           adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama                          :        Ivan Rizal Sini
           Wakil Komisaris Utama                    :        Wishnutama Kusubandio
           Komisaris                                :        Mesha Rizal Sini
           Komisaris                                :        Sunata Tjiterosampurno
           Komisaris Independen                     :        Chairul Radjab Nasution
           Komisaris Independen                     :        Wishnutama Kusubandio

           Direksi
           Direktur Utama                           :        Agus Heru Darjono
           Direktur                                 :        Emilia Rouli
           Direktur                                 :        Cuncun Wijaya

I.A.1.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
           tanggal 31 Juli 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                                                    (Dalam Rupiah)
                                                                                Persentase
                       Pemegang Saham                        Jumlah Saham                        Jumlah Modal
                                                                                Kepemilikan
           PT Bunda Investama Indonesia                         4.935.430.900           57,37%     98.708.618.000
           Akasya Investment                                      421.416.176            4,90%      8.428.323.520
           dr. Ivan Rizal Sini, SpOG                              278.600.000            3,24%      5.572.000.000
           Ir. Mesha Rizal Sini, M. Eng. Sc.                      278.600.000            3,24%      5.572.000.000
           Rito Alam Rizal Sini, S.E.                             278.600.000            3,24%      5.572.000.000
           Renobulan Rizal Sini Suheimi, S.Psi.                   207.786.000            2,42%      4.155.720.000
           Ietje Ika S. Rizal Sini                                157.865.000            1,83%      3.157.300.000
           Masyarakat (masing-masing di bawah 1%)               2.045.118.100           23,77%     40.902.362.000
           Jumlah                                               8.603.416.176          100,00%    172.068.323.520



I.A.1.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang
           pengelolaan rumah sakit.




                                                        14
Page 15
I.A.1.e.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang
           pengelolaan rumah sakit.

           Sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas pembangunan dalam
           Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2024.
           Pemerintah telah menganggarkan Rp 186,40 triliun untuk akselerasi penurunan
           stunting dan melanjutkan transformasi sistem kesehatan. Adapun terkait
           transformasi sistem kesehatan, Pemerintah Indonesia akan melakukan
           peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan primer dan rujukan,
           peningkatan kualitas dan distribusi tenaga kesehatan, penguatan teknologi
           kesehatan dan kemandirian farmasi dalam negeri, serta penguatan program
           Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

           Perseroan melalui entitas anaknya, memfokuskan pemeriksaan laboratorium
           pada pengujian genom, yang berkontribusi signifikan pada pendapatannya di
           tahun 2023, dan diproyeksikan akan terus meningkat di tahun mendatang.
           Potensi ini sejalan dengan pilar transformasi primer Kementerian Kesehatan.
           Pengujian genom dapat mengidentifikasi kondisi janin sejak dini, sehingga
           dapat dilakukan tindakan preventif untuk mengoptimalkan masa tumbuh
           kembang anak dan meminimalkan gangguan kesehatan masa pediatri.
           Sementara, pada sektor wisata medis, Perseroan melihat prospek
           pertumbuhan wisata medis, yang ditandai dengan peningkatan kesadaran
           masyarakat akan pentingnya upaya preventif untuk menjaga kondisi
           kesehatan. Melalui Indonesia Medical Tourism Board (IMTB), Perseroan
           menawarkan wisata medis, yakni layanan kesehatan yang sekaligus
           melakukan perjalanan wisata.

           Kemudian, melalui MI, Perseroan menyediakan layanan bayi tabung yang
           merupakan bagian dari obstetrik. Berbagai layanan fertilitas yang disediakan
           meliputi invitro fertilization, egg banking, insemination, PGT-A, Microsurgical
           Epididymal Sperm Aspiration, Percutaneous Epididymal Sperm Aspiration,
           Testicular Sperm Aspiration, dan Testicular Sperm Extraction. Tingkat
           keberhasilan layanan bayi tabung di MI terus meningkat dan mampu bersaing
           dengan tingkat keberhasilan layanan sejenis di luar Indonesia.




                                          15
Page 16
Perseroan memandang positif prospek usaha pelayanan jasa kesehatan di
tahun 2024 dengan terus meningkatkan fondasi bisnis utamanya, salah
satunya dengan meningkatkan layanan center of excellence. Perseroan terus
mengembangkan teknologi enterprise data management, di samping teknologi
bedah robotik dan advanced laparoscopy yang telah menjadi keunggulan
Perseroan. Laboratorium Diagnos telah mengadopsi teknologi Biomedical and
Genome Science Initiative, yakni teknologi yang mampu mendeteksi dan
memprediksi penyakit yang lebih presisi. Teknologi ini mengandalkan
pengumpulan informasi genetik (genom) dari manusia maupun patogen seperti
virus dan bakteri atau bisa disebut dengan whole genome sequencing. Adapun
Diagnos telah memfokuskan pemeriksaan laboratorium pada pengujian genom,
yang berkontribusi signifikan pada pendapatannya di tahun 2023, yang
diproyeksikan akan terus meningkat di tahun mendatang.

Perseroan juga terus melakukan kemitraan dengan beberapa platform digital
sektor kesehatan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Untuk menangkap
peluang pasar digital yang lebih luas, sekaligus memberikan kenyamanan dan
kemudahan pada pasar utamanya, Perseroan meluncurkan OneBunda di tahun
2023. Sementara pada sektor wisata medis, Perseroan melihat prospek
pertumbuhan wisata medis, yang ditandai dengan peningkatan kesadaran
masyarakat akan pentingnya upaya preventif untuk menjaga kondisi
kesehatan. Melalui Indonesian Medical Tourism Board (IMTB), Perseroan
menawarkan wisata medis, layanan kesehatan yang sekaligus memfasilitasi
penggunanya untuk melakukan perjalanan wisata.

Penguatan fondasi bisnis utama juga dilakukan dengan memperkuat pusat
keunggulan (Strengthening Our Center of Excellences) dan memastikan proses
kualitas standar (Ensuring Standardised Quality Process). Perseroan telah
mengalokasikan capital expenditure senilai Rp 209,40 miliar, untuk menunjang
kemutakhiran peralatan medis dan membangun infrastruktur sistem teknologi
informasi. Sementara proses kualitas standar terus dilaksanakan melalui
akreditasi dan sertifikasi.

Memasuki tahun 2024, Perseroan memandang optimis seiring dengan kondisi
pertumbuhan perekonomian. Melalui strategi yang direncanakan dan
asumsi-asumsi yang mendasarinya, Perseroan menargetkan pendapatan
meningkat 20%, EBITDA dan laba meningkat double digit growth, dan rasio
pembayaran dividen hingga 30% dari laba tahun 2023. Pada tahun 2024,
Perseroan tidak memiliki rencana untuk melakukan perubahan terhadap
struktur modal, termasuk kebijakannya.




                              16
Page 17
I.A.2.     PT Morula Indonesia

           Dalam Transaksi Pemberian Jaminan, MI merupakan pihak bersama-sama
           dengan Perseroan sepakat untuk bersama-sama menanggung dan menjamin
           pemenuhan dan pelaksanaan Kewajiban Yang Ditanggung sesuai dengan
           proporsi penanggungan Perseroan dan BII, masing-masing sebesar 63,00%
           dan 37,00%. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen
           Perseroan, pada tanggal 31 Juli 2024, MI merupakan anak Perseroan dan BII
           dengan kepemilikan masing-masing sebesar 47,25% dan 22,75%. Latar
           belakang, manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha MI adalah
           sebagai berikut:

I.A.2.a.   Latar Belakang

           MI yang berkedudukan di Jakarta, didirikan berdasarkan Akta No. 102 tanggal
           30 Oktober 2012 oleh Notaris Martinef, S.H., M.Si. Akta pendirian tersebut telah
           mendapat pengesahan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia
           Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-13981.AH.01.01 tanggal
           19 Maret 2013.

           Anggaran dasar MI telah mengalami perubahan, terakhir dengan Akta No. 106
           tanggal 19 Juli 2024 dari Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta,
           mengenai perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi MI, peralihan
           saham MI, perubahan peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh MI
           dan perubahan anggaran dasar MI. Perubahan tersebut telah mendapatkan
           pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
           dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0229360 tanggal 22 Juli 2024 dan
           Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0174462 tanggal 22 Juli 2024.

           MI berdomisili di Indonesia, kantor pusatnya beralamat di Jalan Teuku Cik
           Ditiro No. 10, 12, dan 14, Gondangdia, Menteng, Jakarta 10350.

I.A.2.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi MI pada tanggal 31 Juli 2024 adalah
           sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama                :        Mesha Rizal Sini
           Komisaris                      :        Yang Dong
           Komisaris                      :        Niki Rasta Joenoes

           Direksi
           Direktur Utama                 :        Ivan Rizal Sini
           Wakil Direktur Utama           :        Agus Heru Darjono
           Direktur                       :        Yang Zhang
           Direktur                       :        Arief Boediono
           Direktur                       :        Sonny Adi Nugroho




                                              17
Page 18
I.A.2.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham MI berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           31 Juli 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                                   (Dalam Rupiah)
                                                                Persentase
                       Pemegang Saham          Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                Kepemilikan
           Perseroan                                   91.350           47,25%     91.350.000.000
           JLAH                                        58.000           30,00%     58.000.000.000
           BII                                         43.983           22,75%     43.983.000.000
           Jumlah                                     193.333          100,00%    193.333.000.000



I.A.2.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha MI terutama bergerak dalam aktivitas kantor
           pusat dan konsultasi manajemen. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut,
           MI dapat melaksanakan kegiatan usaha aktivitas kehumasan dan aktivitas
           konsultasi manajemen lainnya.

I.A.3.     Jinxin Life Asia Healthcare Investment Group Pte. Ltd.

           Dalam Transaksi Pemberian Jaminan, JLAH merupakan pihak yang menerima
           pemenuhan dan pelaksanaan Kewajiban Yang Ditanggung sesuai dengan
           proporsi penanggungan Perseroan dan BII, masing-masing sebesar 63,00%
           dan 37,00%. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen
           Perseroan, JLAH merupakan pihak ketiga yang tidak terafiliasi dengan
           Perseroan dan MI. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham dan
           kegiatan usaha JLAH adalah sebagai berikut:

I.A.3.a    Latar Belakang

           JLAH didirkan pada tanggal 8 Juli 2024 dan berkedudukan di Republik
           Singapura.

           Alamat kantor terdaftar dan tempat bisnis utama JLAH adalah 9 Raffles Place,
           #26-01, Republic Plaza, Singapore 048619.




                                          18
Page 19
I.A.3.b.   Manajemen

           Susunan Direksi JLAH pada tanggal 31 Juli 2024 adalah sebagai berikut:

           Direksi
           Direktur                      :        Yang Dong
           Direktur                      :        Yulan Fan
           Direktur                      :        Yong Zhong
           Direktur                      :        Xiaoqing Yan
           Direktur                      :        Rong LV

I.A.3.c.   Kepemilikan Saham

           Pemegang saham JLAH adalah Jinxin Asia Investment Ltd. dengan jumlah
           lembar saham sebanyak 1 lembar saham dengan nilai nominal sebesar USD 1
           per lembar saham.

I.A.3.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha JLAH adalah bergerak dalam bidang
           perusahaan investasi lainnya.

I.A.4.     PT Bunda Ipiti Investasma

           Dalam Transaksi Pemberian Jaminan, BII merupakan pihak yang bersama-
           sama dengan Perseroan sepakat untuk bersama-sama menanggung dan
           menjamin pemenuhan dan pelaksanaan Kewajiban Yang Ditanggung sesuai
           dengan proporsi penanggungan Perseroan dan BII, masing-masing sebesar
           63,00% dan 37,00%. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen
           Perseroan, BII merupakan pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. Latar
           belakang, manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha BII adalah
           sebagai berikut:

I.A.4.a    Latar Belakang

           BII didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 25 tanggal 23 Agustus 2016,
           dibuat di hadapan Martinef, S.H., M.Si., Notaris di Kabupaten Bekasi, yang
           telah memperoleh pengesahan dari Menkumham berdasarkan Surat
           Keputusan       No.    AHU-0039050.AH.01.01.Tahun       2016     tertanggal
           1 September 2016.




                                             19
Page 20
           Anggaran dasar BII telah mengalami perubahan, terakhir dengan Akta
           Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Di Luar Rapat (Sirkular) BII No. 02
           tanggal 16 Agustus 2023 yang dibuat oleh dan di hadapan Artina Letaresia
           Panggabean, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan, yang telah mendapatkan
           Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor:
           AHU-0051001.ah.01.02.Tahun 2023 tanggal 29 Agustus 2023 tentang
           Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas BII, yang
           pemberitahuannya telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi
           Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
           berdasarkan Surat Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
           Nomor: AHU-AH.01.03-0110665 tanggal 29 Agustus 2023 Perihal: Penerimaan
           Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar BII, dan Surat Menteri Hukum dan
           Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU-AH.01.09-0156517
           tanggal 29 Agustus 2023 Perihal: Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data
           Perseroan BII.

I.A.4.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi BII pada tanggal 31 Juli 2024 adalah
           sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama                :        Mesha Rizal Sini
           Komisaris                      :        Rito Alam Rizal Sini

           Direksi
           Direktur Utama                 :        Ivan Rizal Sini
           Direktur                       :        Renobulan Rizal Sini Suheimi

I.A.4.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham BII berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           31 Juli 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                                       (Dalam Rupiah)
                                                                    Persentase
                       Pemegang Saham              Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                    Kepemilikan
           PT Bunda Investama Indonesia                     2.500           50,00%      2.500.000.000
           PT Ipiti Investama Sejahtera                     1.500           30,00%      1.500.000.000
           PT Imani Radika Hutama                             250            5,00%        250.000.000
           PT MSC Multi Investama                             250            5,00%        250.000.000
           PT Oaka Satwa Medika                               250            5,00%        250.000.000
           Itje Ika Suwarsi Rizal Sini                        250            5,00%        250.000.000
           Jumlah                                           5.000          100,00%      5.000.000.000



I.A.4.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha BII adalah bergerak dalam bidang konsultasi
           manajemen lainnya.




                                              20
Page 21
I.B.   Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi
       Pemberian Jaminan

       Pada tanggal 31 Januari 2025, Perseroan dan BII telah menandatangani PK
       sehubungan dengan Transaksi Pemberian Jaminan. Pokok-pokok kesepakatan
       penting dalam PK adalah sebagai berikut:

       •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

           Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PK adalah Perseroan dan BII.

       •   Objek dan Nilai Transaksi Pemberian Jaminan

           Objek transaksi berdasarkan PK adalah transaksi dimana Perseroan dan
           BII sepakat untuk bersama-sama menanggung dan menjamin pemenuhan
           dan pelaksanaan Kewajiban Yang Ditanggung sesuai dengan proporsi
           penanggungan Perseroan dan BII, masing-masing sebesar 63,00% dan
           37,00%.

           Berdasarkan SSPA, jumlah maksimum Kewajiban Yang Ditanggung adalah
           sebesar 100,00% dari jumlah yang diterima MI, yaitu sebesar
           Rp 351,69 miliar, bilamana terdapat pelanggaran atas salah satu
           Fundamental Warranties sebagaimana diatur dalam SSPA atau sebesar
           40,00% dari jumlah yang diterima MI, bilamana terdapat pelanggaran atas
           selain Fundamental Warranties sebagaimana diatur dalam SSPA.

       •   Jangka Waktu

           Berdasarkan PK, jangka waktu perjanjian adalah sebagai berikut:

           -   PK ini berlaku efektif terhitung sejak tanggal penyelesaian dan akan
               terus berlaku dan mengikat Perseroan dan BII sampai dengan
               berakhirnya PK ini sebagaimana diatur dalam PK.

           -   Perjanjian ini akan secara otomatis dan demi hukum berakhir dalam hal
               timbulnya salah satu peristiwa di bawah ini:

               •   Disepakati bersama secara tertulis oleh Perseroan dan BII;

               •   Berakhirnya jangka waktu pengajuan klaim oleh JLAH kepada
                   Perseroan sebagaimana diatur dalam SSPA;

               •   Perseroan telah melaksanakan seluruh kewajibannya sehubungan
                   dengan Kewajiban Yang Ditanggung berdasarkan SSPA.




                                       21
Page 22
       •   Hukum yang Mengatur

           Berdasarkan PK, hukum yang mengatur adalah hukum Negara Republik
           Indonesia.

I.C.   Analisis atas Manfaat dan Risiko dari Transaksi Pemberian Jaminan

       Manfaat Transaksi Pemberian Jaminan adalah sebagai berikut:

       •   Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan terus
           mendorong pertumbuhan ekonomi kesehatan global yang positif. Pasar
           laboratorium medis dan industri kesehatan di kawasan Asia Tenggara pada
           tahun mendatang diperkirakan meningkat pesat seiring peningkatan
           kesadaran masyarakat tentang pentingnya layanan pengujian medis. Hal ini
           turut mendorong peningkatan pasar laboratorium medis di Indonesia, yang
           memotivasi MI untuk menangkap peluang pasar dengan pengembangan
           usaha kesehatan untuk meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian MI.
           Dengan demikian, Perseroan melakukan Restrukturisasi MI.

       •   Sehubungan dengan Restrukturisasi MI, SSPA mensyaratkan Perseroan
           untuk melakukan Transaksi Pemberian Jaminan. Setelah Restrukturisasi MI
           menjadi efektif, MI mengharapkan dapat menggunakan dana yang
           diperoleh dari Restrukturisasi MI untuk dapat menambah modal kerja MI
           sehingga dapat mendukung kebutuhan dana MI dan/atau entitas anak MI
           dalam menunjang kegiatannya untuk dapat melakukan kegiatan
           operasional pada masa yang akan datang dan diharapkan memberikan
           kontribusi positif untuk meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian MI,
           yang pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan
           sebagai entitas induk MI.




                                     22
Page 23
•   JFG memiliki reputasi yang luar biasa dalam bidang Teknologi Reproduksi
    Berbantu dan layanan kesehatan wanita dan anak, yang telah menjadi
    penyedia layanan Teknologi Reproduksi Berbantu swasta terbesar di
    Tiongkok dan Pantai Barat (West Coast) Amerika Serikat. Sebagai
    perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Hong Kong, sebagai bagian dari
    rencana untuk lebih mengembangkan kehadiran internasionalnya, termasuk
    mengembangkan pasar ke Asia Tenggara, dengan mengambil bagian
    dalam Restrukturisasi MI. Dengan keunggulan MI dalam bidang In Vitro
    Fertilization, kolaborasi MI dan JFG diharapkan dapat menciptakan sinergi
    yang strategis dengan memanfaatkan keahlian dan kekuatan dalam bidang
    layanan untuk bersama-sama menggali potensi besar yang belum
    dimanfaatkan di pasar Indonesia, yang memiliki prospek pasar dengan
    potensi tingginya pertumbuhan ekonomi seiring berkembangnya populasi
    Indonesia, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja
    keuangan konsolidasian MI pada masa yang akan datang.

•   Dengan kehadiran JLAH sebagai pemegang saham MI, sebagai salah satu
    perusahaan yang bergerak dalam bidang layanan kesehatan khusus wanita
    dan anak swasta terbesar di Indonesia, Perseroan mengharapkan dapat
    bekerja sama dan bersinergi dengan JFG dalam bidang layanan kesehatan
    wanita dan anak yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan
    konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.

Risiko Transaksi Pemberian Jaminan adalah sebagai berikut:

•   Terdapat kemungkinan dimana sinergi kegiatan usaha Perseroan, MI, dan
    JFG tidak dapat sepenuhnya terlaksana secara maksimal dan pada
    akhirnya berpotensi berdampak pada proyeksi kinerja keuangan
    konsolidasian Perseroan.

•   Dalam pengembangan usaha bidang aktivitas kesehatan manusia melalui
    aktivitas rumah sakit swasta, bilamana MI tidak maksimal dalam
    penggunaan dana hasil Restrukturisasi MI, maka berpotensi mempengaruhi
    pada penurunan kinerja MI, sehingga hal tersebut berpotensi memberikan
    dampak bagi Perseroan.

•   Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang aktivitas kesehatan
    manusia melalui aktivitas rumah sakit swasta, MI tidak terlepas dari
    berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara lain kebijakan/peraturan
    Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak bagi kelangsungan
    usaha MI.




                               23
Page 24
II.       ANALISIS KUALITATIF ATAS TRANSAKSI PEMBERIAN JAMINAN

II.A.     PT Morula Indonesia

II.A.1.   Latar Belakang

          MI yang berkedudukan di Jakarta, didirikan berdasarkan Akta No. 102 tanggal
          30 Oktober 2012 oleh Notaris Martinef, S.H., M.Si. Akta pendirian tersebut telah
          mendapat pengesahan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia
          Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-13981.AH.01.01 tanggal
          19 Maret 2013.

          Anggaran dasar MI telah mengalami perubahan, terakhir dengan Akta No. 106
          tanggal 19 Juli 2024 dari Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta,
          mengenai perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi MI, peralihan
          saham MI, perubahan peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh MI
          dan perubahan anggaran dasar MI. Perubahan tersebut telah mendapatkan
          pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
          dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0229360 tanggal 22 Juli 2024 dan
          Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0174462 tanggal 22 Juli 2024.

          MI berdomisili di Indonesia, kantor pusatnya beralamat di Jalan Teuku Cik
          Ditiro No. 10, 12, dan 14, Gondangdia, Menteng, Jakarta 10350.

II.A.2.   Kegiatan Usaha

          Ruang lingkup kegiatan usaha MI terutama bergerak dalam aktivitas kantor
          pusat dan konsultasi manajemen. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut,
          MI dapat melaksanakan kegiatan usaha aktivitas kehumasan dan aktivitas
          konsultasi manajemen lainnya.




                                          24
Page 25
II.B.     Tinjauan Industri Laboratorium Kesehatan

II.B.1.   Tinjauan Industri Laboratorium Kesehatan di Dunia

          Laboratorium kesehatan dunia terus berkembang secara dinamis didukung
          oleh kemajuan teknologi dan peningkatan permintaan untuk layanan uji klinis
          kesehatan yang inovatif. Peningkatan penyakit kronis dan menular di seluruh
          dunia mendorong industri laboratorium kesehatan untuk terus berinovasi dalam
          menciptakan layanan serta peralatan diagnostik terkini sebagai upaya
          mendapatkan diagnosa yang akurat untuk penyakit tertentu yang
          membutuhkan obat-obatan yang dipersonalisasi.

          Berdasarkan data yang diperoleh dari dari Presedence Research, dalam
          laporannya dengan judul Clinical Laboratory Service Market Size, Share, and
          Trends 2024 to 2034, pangsa pasar laboratorium kesehatan di dunia pada
          tahun 2023 adalah sebesar USD 222,87 miliar mengalami peningkatan sebesar
          USD 12,87 miliar atau setara dengan 6,13% dibandingkan dengan tahun 2022.
          Peningkatan ini terutama terjadi di wilayah Amerika Utara dengan pangsa
          pasar terbesar yaitu sebesar 41,33%. Hal ini dikarenakan wilayah tersebut
          memiliki infrastruktur perawatan kesehatan yang berkualitas tinggi, tingkat
          adopsi teknologi yang canggih, peningkatan investasi Pemerintah Amerika
          Serikat untuk mengembangkan fasilitas farmasi dan perawatan kesehatan, dan
          peningkatan jumlah pusat penelitian, yang berkontribusi terhadap pertumbuhan
          dan pengembangan pasar layanan laboratorium klinis di wilayah tersebut.

          Proyeksi Pendapatan Diagnostik In Vitro di Dunia
          Tahun 2024 – 2029
          (Dalam miliar USD)

                       110

                         90

                         70

                         50

                         30

                         10
                              2024    2025        2026    2027    2028      2029
                Pendapatan    88,98   90,29       92,75   95,61   99,06     102,70

          Sumber: Statista




                                             25
Page 26
          Diagnostik in vitro merupakan alat uji laboratorium untuk mendeteksi penyakit
          menggunakan tabung reaksi dan merupakan alat yang biasa digunakan dalam
          laboratorium kesehatan, Menurut data dari Statista, jumlah pendapatan
          diagnostik in vitro dunia pada tahun 2025 diproyeksikan mengalami
          peningkatan sebesar USD 1,31 miliar atau setara dengan 1,47% dibandingkan
          dengan tahun sebelumnya. Selanjutnya, diperkirakan pada tahun 2026 – 2029
          pendapatan diagnostik in vitro dunia akan terus mengalami kenaikan
          masing-masing sebesar USD 2,46 miliar, USD 2,86 miliar, USD 3,45 miliar, dan
          USD 3,64 miliar atau masing-masing setara dengan 2,72%, 3,08%, 3,61%, dan
          3,67%. Alat diagnostik in vitro diminati karena tingginya kebutuhan tes
          diagnostik yang akurat, efisien, mudah digunakan, dan dapat memberikan hasil
          tes yang dalam waktu singkat.

          Selanjutnya, mengutip data Mordor Intelligence dalam laporannya dengan judul
          Clinical Laboratory Services Market Size & Share Analysis – Growth Trends &
          Forecast (2024 – 2029), pangsa pasar industri laboratorium kesehatan dunia
          diperkirakan mencapai USD 380,65 miliar pada tahun 2029 dengan jumlah
          tingkat pertumbuhan majemuk tahunan (compound annual growth rate/CAGR)
          sebesar 6,49% dihitung sejak tahun 2024 hingga tahun 2029. Hal ini dipicu
          oleh penyakit menular dan gangguan kronis yang meningkat secara global, dan
          uji diagnostik klinis merupakan salah satu metode paling akurat untuk
          mengidentifikasi dan mengkarakterisasi berbagai molekul biologis penyakit
          kronis.

          Selain itu, pertumbuhan laboratorium kesehatan turut didukung oleh data
          Technavio, dimana pasar laboratorium klinis diperkirakan akan mengalami
          peningkatan secara signifikan dikarenakan meningkatnya populasi penduduk
          usia lanjut dan meningkatnya penerapan tindakan perawatan kesehatan yang
          preventif, layanan kesehatan preventif berfokus pada pencegahan penyakit
          melalui tes kesehatan klinis.

II.B.2.   Tinjauan Industri Laboratorium Kesehatan di Indonesia

          Peluang perkembangan suatu negara maju salah satunya ada pada kesehatan.
          Sebuah potensi untuk Indonesia menjadi negara maju karena adanya
          perolehan demografi dan sektor kesehatan yang memiliki peran yang sangat
          penting untuk mewujudkan hal tersebut. Salah satu pilar transformasi
          kesehatan yang telah dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik
          Indonesia adalah dengan melakukan penataan ulang laboratorium kesehatan
          yang ada di Indonesia. Laboratorium Kesehatan diklasifikasi menjadi
          laboratorium Kesehatan Medis dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat
          (Labkesmas). Berbagai upaya tata ulang yang dilakukan oleh pemerintah
          adalah dengan menambah jumlah laboratorium hingga menambah
          kelengkapan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan di Labkesmas.




                                         26
Page 27
Pendapatan Alat Kesehatan di Indonesia
Tahun 2023 - 2024

                                                (Dalam jutaan USD)
             Deskripsi                   2023          2024

Cardiology Devices                         289,90            324,10
Dental Devices                              17,26             19,19
Diabetes Care Devices                      162,60            186,00
Diagnostic Imaging Devices                 217,40            231,60
Drug Delivery Devices                      132,10            139,90
Endoscopic Devices                         114,40            124,80
General & Plastic Surgery Devices          112,80            121,30
Ophthalmic Devices                         163,30            179,30
Orthopedic Devices                         190,90            206,90
Other Medical Devices                      606,20            656,00

Sumber: Statista


Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pendapatan alat kesehatan di
Indonesia pada tahun 2024 mengalami peningkatan terutama pada
pendapatan alat pengecekan gula darah yakni mengalami kenaikan sebesar
14,39% diikuti dengan pendapatan alat kesehatan kardiologi yang mengalami
peningkatan sebesar 11,80%. Indonesia mengalami peningkatan permintaan
terhadap perangkat medis inovatif, didorong oleh perluasan infrastruktur
perawatan kesehatan dan meningkatnya fokus pada peningkatan hasil tes
pasien.

Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian Kesehatan,
penyakit demam berdarah (DBD) di Indonesia pada September 2024 mencapai
186.324 kasus dengan kasus kematian akibat DBD sebesar 1.120 kasus. Kota
dengan kasus tertinggi pada Q/3 2024 yaitu Bandung, Tangerang, dan Gianyar
masing-masing dengan jumlah kasus sebesar 6.632 kasus, 4.367 kasus, dan
4.012 kasus.

Proyeksi Pendapatan Alat Kesehatan di Indonesia
Tahun 2025 – 2029
(Dalam jutaan USD)

        4.000,00
        3.000,00
        2.000,00
        1.000,00
                   -
                         2025        2026             2027             2028       2029
       Pendapatan      2.371,85     2.562,77        2.764,98          2.971,44   3.189,55

Sumber : Statista




                                     27
Page 28
        Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pangsa pasar industri
        laboratorium kesehatan Indonesia diproyeksikan akan menjadi sebesar
        USD 3,19 miliar pada tahun 2029, mengalami pertumbuhan pada tingkat CAGR
        sebesar 7,82% dihitung sejak tahun 2024 sampai dengan tahun 2029.
        Faktor-faktor yang mendukung pertumbuhan industri laboratorium diagnostik
        Indonesia antara lain preferensi pelanggan yang semakin menyukai perangkat
        yang berteknologi canggih, efisien, dan memberikan hasil yang akurat,
        meningkatnya tren pasar untuk mengadopsi teknologi kesehatan digital seperti
        wearable devices. Sementara itu, populasi penduduk Indonesia yang cukup
        besar dan bertumbuh dengan cepat merupakan peluang bagi pasar
        laboratorium kesehatan Indonesia dengan adanya pasar yang luas.

        Salah satu aspek yang terpenting dalam membangun sistem kesehatan
        Indonesia adalah dengan ketersediaan alat kesehatan yang mutakhir dan
        terkini sehingga dapat melakukan diagnosa dan tindakan kuratif yang tepat dan
        cepat. Adanya kemungkinan akan peningkatan penyakit yang muncul pada
        musim-musim tertentu maupun penyakit kronis secara umum menimbulkan
        kebutuhan yang tinggi akan laboratorium medis dan diagnostik untuk dapat
        mempercepat penanganan penyakit, sehingga industri laboratorium kesehatan
        akan terus bertumbuh dan memberikan kontribusi yang optimal bagi
        perekonomian dan kesehatan nasional.

II.C.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

        Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang
        pengelolaan rumah sakit.

        Sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas pembangunan dalam
        Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2024.
        Pemerintah telah menganggarkan Rp 186,40 triliun untuk akselerasi penurunan
        stunting dan melanjutkan transformasi sistem kesehatan. Adapun terkait
        transformasi sistem kesehatan, Pemerintah Indonesia akan melakukan
        peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan primer dan rujukan,
        peningkatan kualitas dan distribusi tenaga kesehatan, penguatan teknologi
        kesehatan dan kemandirian farmasi dalam negeri, serta penguatan program
        Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).




                                       28
Page 29
Perseroan melalui entitas anaknya, memfokuskan pemeriksaan laboratorium
pada pengujian genom, yang berkontribusi signifikan pada pendapatannya di
tahun 2023, dan diproyeksikan akan terus meningkat di tahun mendatang.
Potensi ini sejalan dengan pilar transformasi primer Kementerian Kesehatan.
Pengujian genom dapat mengidentifikasi kondisi janin sejak dini, sehingga
dapat dilakukan tindakan preventif untuk mengoptimalkan masa tumbuh
kembang anak dan meminimalkan gangguan kesehatan masa pediatri.
Sementara, pada sektor wisata medis, Perseroan melihat prospek
pertumbuhan wisata medis, yang ditandai dengan peningkatan kesadaran
masyarakat akan pentingnya upaya preventif untuk menjaga kondisi
kesehatan. Melalui Indonesia Medical Tourism Board (IMTB), Perseroan
menawarkan wisata medis, yakni layanan kesehatan yang sekaligus
melakukan perjalanan wisata.

Kemudian, melalui MI, Perseroan menyediakan layanan bayi tabung yang
merupakan bagian dari obstetrik. Berbagai layanan fertilitas yang disediakan
meliputi invitro fertilization, egg banking, insemination, PGT-A, Microsurgical
Epididymal Sperm Aspiration, Percutaneous Epididymal Sperm Aspiration,
Testicular Sperm Aspiration, dan Testicular Sperm Extraction. Tingkat
keberhasilan layanan bayi tabung di MI terus meningkat dan mampu bersaing
dengan tingkat keberhasilan layanan sejenis di luar Indonesia.

Perseroan memandang positif prospek usaha pelayanan jasa kesehatan di
tahun 2024 dengan terus meningkatkan fondasi bisnis utamanya, salah
satunya dengan meningkatkan layanan center of excellence. Perseroan terus
mengembangkan teknologi enterprise data management, di samping teknologi
bedah robotik dan advanced laparoscopy yang telah menjadi keunggulan
Perseroan. Laboratorium Diagnos telah mengadopsi teknologi Biomedical and
Genome Science Initiative, yakni teknologi yang mampu mendeteksi dan
memprediksi penyakit yang lebih presisi. Teknologi ini mengandalkan
pengumpulan informasi genetik (genom) dari manusia maupun patogen seperti
virus dan bakteri atau bisa disebut dengan whole genome sequencing. Adapun
Diagnos telah memfokuskan pemeriksaan laboratorium pada pengujian genom,
yang berkontribusi signifikan pada pendapatannya di tahun 2023, yang
diproyeksikan akan terus meningkat di tahun mendatang.

Perseroan juga terus melakukan kemitraan dengan beberapa platform digital
sektor kesehatan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Untuk menangkap
peluang pasar digital yang lebih luas, sekaligus memberikan kenyamanan dan
kemudahan pada pasar utamanya, Perseroan meluncurkan OneBunda di tahun
2023. Sementara pada sektor wisata medis, Perseroan melihat prospek
pertumbuhan wisata medis, yang ditandai dengan peningkatan kesadaran
masyarakat akan pentingnya upaya preventif untuk menjaga kondisi
kesehatan. Melalui Indonesian Medical Tourism Board (IMTB), Perseroan
menawarkan wisata medis, layanan kesehatan yang sekaligus memfasilitasi
penggunanya untuk melakukan perjalanan wisata.




                               29
Page 30
        Penguatan fondasi bisnis utama juga dilakukan dengan memperkuat pusat
        keunggulan (Strengthening Our Center of Excellences) dan memastikan proses
        kualitas standar (Ensuring Standardised Quality Process). Perseroan telah
        mengalokasikan capital expenditure senilai Rp 209,40 miliar, untuk menunjang
        kemutakhiran peralatan medis dan membangun infrastruktur sistem teknologi
        informasi. Sementara proses kualitas standar terus dilaksanakan melalui
        akreditasi dan sertifikasi.

        Memasuki tahun 2024, Perseroan memandang optimis seiring dengan kondisi
        pertumbuhan perekonomian. Melalui strategi yang direncanakan dan
        asumsi-asumsi yang mendasarinya, Perseroan menargetkan pendapatan
        meningkat 20%, EBITDA dan laba meningkat double digit growth, dan rasio
        pembayaran dividen hingga 30% dari laba tahun 2023. Pada tahun 2024,
        Perseroan tidak memiliki rencana untuk melakukan perubahan terhadap
        struktur modal, termasuk kebijakannya.

II.D.   Alasan Dilakukan Transaksi Pemberian Jaminan

        Alasan dilakukannya Transaksi Pemberian Jaminan adalah sebagai berikut:

        •   Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan terus
            mendorong pertumbuhan ekonomi kesehatan global yang positif. Pasar
            laboratorium medis dan industri kesehatan di kawasan Asia Tenggara pada
            tahun mendatang diperkirakan meningkat pesat seiring peningkatan
            kesadaran masyarakat tentang pentingnya layanan pengujian medis. Hal ini
            turut mendorong peningkatan pasar laboratorium medis di Indonesia, yang
            memotivasi MI untuk menangkap peluang pasar dengan pengembangan
            usaha kesehatan untuk meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian MI.
            Dengan demikian, Perseroan melakukan Resktruturisasi MI.

        •   Sehubungan dengan Resktruturisasi MI, SSPA mensyaratkan Perseroan
            untuk melakukan Transaksi Pemberian Jaminan. Setelah Restrukturisasi MI
            menjadi efektif, MI mengharapkan dapat menggunakan dana yang
            diperoleh dari Restrukturisasi MI untuk dapat menambah modal kerja MI
            sehingga dapat mendukung kebutuhan dana MI dan/atau entitas anak MI
            dalam menunjang kegiatannya untuk dapat melakukan kegiatan
            operasional pada masa yang akan datang dan diharapkan memberikan
            kontribusi positif untuk meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian MI,
            yang pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan
            sebagai entitas induk MI.




                                      30
Page 31
        •   JFG memiliki reputasi yang luar biasa dalam bidang Teknologi Reproduksi
            Berbantu dan layanan kesehatan wanita dan anak, yang telah menjadi
            penyedia layanan Teknologi Reproduksi Berbantu swasta terbesar di
            Tiongkok dan Pantai Barat (West Coast) Amerika Serikat. Sebagai
            perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Hong Kong, sebagai bagian dari
            rencana untuk lebih mengembangkan kehadiran internasionalnya, termasuk
            mengembangkan pasar ke Asia Tenggara, dengan mengambil bagian
            dalam Restrukturisasi MI. Dengan keunggulan MI dalam bidang In Vitro
            Fertilization, kolaborasi MI dan JFG diharapkan dapat menciptakan sinergi
            yang strategis dengan memanfaatkan keahlian dan kekuatan dalam bidang
            layanan untuk bersama-sama menggali potensi besar yang belum
            dimanfaatkan di pasar Indonesia, yang memiliki prospek pasar dengan
            potensi tingginya pertumbuhan ekonomi seiring berkembangnya populasi
            Indonesia, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja
            keuangan konsolidasian MI pada masa yang akan datang.

        •   Dengan kehadiran JLAH sebagai pemegang saham MI, sebagai salah satu
            perusahaan yang bergerak dalam bidang layanan kesehatan khusus wanita
            dan anak swasta terbesar di Indonesia, Perseroan mengharapkan dapat
            bekerja sama dan bersinergi dengan JFG dalam bidang layanan kesehatan
            wanita dan anak yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan
            konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.

II.E.   Analisis Keuntungan dan Kerugian dari Transaksi Pemberian Jaminan

        Keuntungan Transaksi Pemberian Jaminan adalah sebagai berikut:

        •   Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan terus
            mendorong pertumbuhan ekonomi kesehatan global yang positif. Pasar
            laboratorium medis dan industri kesehatan di kawasan Asia Tenggara pada
            tahun mendatang diperkirakan meningkat pesat seiring peningkatan
            kesadaran masyarakat tentang pentingnya layanan pengujian medis. Hal ini
            turut mendorong peningkatan pasar laboratorium medis di Indonesia, yang
            memotivasi MI untuk menangkap peluang pasar dengan pengembangan
            usaha kesehatan untuk meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian MI.
            Dengan demikian, Perseroan melakukan Restrukturisasi MI.

        •   Sehubungan dengan Restrukturisasi MI, SSPA mensyaratkan Perseroan
            untuk melakukan Transaksi Pemberian Jaminan. Setelah Restrukturisasi MI
            menjadi efektif, MI mengharapkan dapat menggunakan dana yang
            diperoleh dari Restrukturisasi MI untuk dapat menambah modal kerja MI
            sehingga dapat mendukung kebutuhan dana MI dan/atau entitas anak MI
            dalam menunjang kegiatannya untuk dapat melakukan kegiatan
            operasional pada masa yang akan datang dan diharapkan memberikan
            kontribusi positif untuk meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian MI,
            yang pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan
            sebagai entitas induk MI.




                                       31
Page 32
•   JFG memiliki reputasi yang luar biasa dalam bidang Teknologi Reproduksi
    Berbantu dan layanan kesehatan wanita dan anak, yang telah menjadi
    penyedia layanan Teknologi Reproduksi Berbantu swasta terbesar di
    Tiongkok dan Pantai Barat (West Coast) Amerika Serikat. Sebagai
    perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Hong Kong, sebagai bagian dari
    rencana untuk lebih mengembangkan kehadiran internasionalnya, termasuk
    mengembangkan pasar ke Asia Tenggara, dengan mengambil bagian
    dalam Restrukturisasi MI. Dengan keunggulan MI dalam bidang In Vitro
    Fertilization, kolaborasi MI dan JFG diharapkan dapat menciptakan sinergi
    yang strategis dengan memanfaatkan keahlian dan kekuatan dalam bidang
    layanan untuk bersama-sama menggali potensi besar yang belum
    dimanfaatkan di pasar Indonesia, yang memiliki prospek pasar dengan
    potensi tingginya pertumbuhan ekonomi seiring berkembangnya populasi
    Indonesia, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja
    keuangan konsolidasian MI pada masa yang akan datang.

•   Dengan kehadiran JLAH sebagai pemegang saham MI, sebagai salah satu
    perusahaan yang bergerak dalam bidang layanan kesehatan khusus wanita
    dan anak swasta terbesar di Indonesia, Perseroan mengharapkan dapat
    bekerja sama dan bersinergi dengan JFG dalam bidang layanan kesehatan
    wanita dan anak yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan
    konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.

Kerugian Transaksi Pemberian Jaminan adalah sebagai berikut:

•   Terdapat kemungkinan dimana sinergi kegiatan usaha Perseroan, MI, dan
    JFG tidak dapat sepenuhnya terlaksana secara maksimal dan pada
    akhirnya berpotensi berdampak pada proyeksi kinerja keuangan
    konsolidasian Perseroan.

•   Dalam pengembangan usaha bidang aktivitas kesehatan manusia melalui
    aktivitas rumah sakit swasta, bilamana MI tidak maksimal dalam
    penggunaan dana hasil Restrukturisasi MI, maka berpotensi mempengaruhi
    pada penurunan kinerja MI, sehingga hal tersebut berpotensi memberikan
    dampak bagi Perseroan.

•   Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang aktivitas kesehatan
    manusia melalui aktivitas rumah sakit swasta, MI tidak terlepas dari
    berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara lain kebijakan/peraturan
    Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak bagi kelangsungan
    usaha MI.




                               32
Page 33
III.       ANALISIS KUANTITATIF ATAS TRANSAKSI PEMBERIAN JAMINAN

III.A.     Analisis atas Kinerja Historis Perseroan

           Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode tujuh bulan yang
           berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 telah direviu oleh KAP TSFBR. Laporan
           keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, dan 2021 telah diaudit oleh KAP
           TSFBR masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian. Laporan
           keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 telah diaudit oleh KAP TSFBR
           masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lainnya.

           Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:

III.A.1.   Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
                                                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)

                                Keterangan       31/07/24       31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                         935.172     622.058      629.278      829.761      624.987        100.255
           Aset keuangan lancar lainnya                 4.764       5.766        8.645       22.125            -              -
           Piutang usaha
             Pihak berelasi                                 -           -            -            -           53             54
             Pihak ketiga                             137.749     110.469      114.644      156.760      123.077         61.795
           Piutang lain-lain
             Pihak berelasi                            19.652      15.240       16.045       46.889       29.780         28.936
             Pihak ketiga                               8.400      11.452       19.859        5.023        7.160          8.263
           Persediaan                                  39.886      42.198       39.449       38.895       18.986         16.229
           Biaya dibayar di muka dan uang muka        106.642      60.886       58.382       29.086        9.576          8.303
           Pajak dibayar di muka                        9.021         977        1.530        2.567        2.116          7.262
           Jumlah Aset Lancar                     1.261.286       869.046      887.830     1.131.106     815.734        231.097
           ASET TIDAK LANCAR
           Aset pajak tangguhan                      28.400         22.631       15.498       15.237       11.811         8.920
           Investasi saham                           83.196         83.196       78.690       21.495       48.543        22.765
           Aset tetap - neto                      1.935.812      1.863.254    1.757.540    1.499.198    1.248.770     1.124.340
           Aset hak guna - neto                      78.076        102.986       86.574       60.480       24.249             -
           Properti investasi - neto                  5.619              -            -            -            -             -
           Goodwill                                  94.794         94.794       94.794       50.812            -             -
           Biaya dibayar di muka dan uang muka        4.746         13.100        8.241            -            -             -
           Aset tidak lancar lainnya                 51.281         34.156        9.444       35.368       13.430        13.636
           Jumlah Aset Tidak Lancar               2.281.922      2.214.116    2.050.780    1.682.591    1.346.802     1.169.661
           JUMLAH ASET                            3.543.208      3.083.162    2.938.610    2.813.697    2.162.537     1.400.758




                                                 33
Page 34
                                                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                              31/07/24        31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang bank jangka pendek                                            454.936      411.753      391.718      391.718      391.718               -
           Utang usaha
             Pihak berelasi                                                          -            -            -            -       26.709         15.963
             Pihak ketiga                                                       51.855       55.771       91.788      119.160       93.416         58.716
           Utang lain-lain
             Pihak berelasi                                                          -          460            -        3.243        5.105         32.342
             Pihak ketiga                                                       22.820       16.450        6.772        4.731       12.651         10.969
           Pendapatan diterima di muka                                          34.002       16.129       23.573       32.837       61.107         40.687
           Beban akrual                                                         25.193       30.345       27.025       43.396       28.134          9.362
           Utang pajak                                                          11.823       18.954       21.247       90.493       29.949         15.656
           Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun:
             Utang bank                                                          1.516        4.428       60.502       28.275       21.295         74.633
             Sewa                                                               12.567       15.342       21.237       22.644       13.131            253
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                     614.712      569.632      643.862      736.497      683.216        258.582
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Liabilitas pajak tangguhan                                              184            -           18          136          115              -
           Utang obligasi konversi                                                   -            -            -            -      301.000              -
           Liabilitas imbalan pasca-kerja                                       25.268       25.064       28.535       51.410       43.498         33.368
           Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
             jatuh tempo dalam satu tahun:                                           -            -            -            -            -              -
             Utang bank                                                        709.151      610.997      402.936      193.498       76.775        442.987
             Sewa                                                               43.782       77.433       55.027       35.938        8.234            227
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                    778.385      713.495      486.516      280.983      429.622        476.582
           JUMLAH LIABILITAS                                               1.393.097       1.283.126    1.130.378    1.017.481    1.112.837       735.164
           EKUITAS
           Modal saham                                                         172.068      172.068      172.068      172.068      150.000          1.000
           Tambahan modal disetor                                              561.639      437.383      437.383      449.168       74.441         74.441
           Komponen ekuitas lainnya                                             (2.384)      (2.384)           -            -            -              -
           Penghasilan komprehensif lain                                       684.017      684.895      683.405      687.436      687.055        560.191
           Saldo laba                                                          299.331      297.851      303.295      242.067       83.742        (17.049)
           Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
             induk                                                         1.714.671       1.589.813    1.596.151    1.550.740     995.237        618.582
           Kepentingan non-pengendali                                        435.440         210.223      212.082      245.476      54.462         47.012
           JUMLAH EKUITAS                                                  2.150.111       1.800.036    1.808.232    1.796.216    1.049.699       665.594
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                   3.543.208       3.083.162    2.938.610    2.813.697    2.162.537     1.400.758




III.A.2.   Aset

           Jumlah aset Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Juli 2024, 31 Desember 2023,
           2022,   2021,     2020,    dan   2019      masing-masing adalah       sebesar
           Rp 3.543,21 miliar, Rp 3.083,16 miliar, Rp 2.938,61 miliar, Rp 2.813,70 miliar,
           Rp 2.162,54 miliar, dan Rp 1.400,76 miliar.

           Pada tanggal 31 Juli 2024, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 460,05 miliar atau setara dengan 14,92% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas, biaya dibayar di muka dan uang
           muka, serta aset tetap – neto masing-masing sebesar Rp 313,11 miliar,
           Rp 45,76 miliar, dan Rp 72,56 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 144,55 miliar atau setara dengan 4,92% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan aset tetap – neto, aset hak guna – neto, dan aset
           tidak lancar lainnya masing-masing sebesar Rp 105,71 miliar, Rp 16,41 miliar,
           dan Rp 24,71 miliar.




                                                                          34
Page 35
           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 124,91 miliar atau setara dengan 4,44% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan investasi saham, aset tetap – neto, dan goodwill
           masing-masing sebesar Rp 57,20 miliar, Rp 258,34 miliar, dan Rp 43,98 miliar
           yang disertai dengan penurunan kas dan setara kas serta piutang usaha –
           pihak ketiga masing-masing sebesar Rp 200,48 miliar dan Rp 42,12 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 651,16 miliar atau setara dengan 30,11% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas serta aset tetap – neto
           masing-masing sebesar Rp 204,77 miliar dan Rp 250,43 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 761,78 miliar atau setara dengan 54,38% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas serta aset tetap – neto
           masing-masing sebesar Rp 524,73 miliar dan Rp 124,43 miliar.

III.A.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Juli 2024,
           31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah
           sebesar Rp 1.393,10 miliar, Rp 1.283,13 miliar, Rp 1.130,38 miliar,
           Rp 1.017,48 miliar, Rp 1.112,84 miliar, dan Rp 735,16 miliar.

           Pada tanggal 31 Juli 2024, jumlah liabilitas Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 109,97 miliar atau setara dengan 8,57% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang bank jangka pendek dan utang bank
           masing-masing sebesar Rp 43,18 miliar dan Rp 95,24 miliar yang disertai
           dengan penurunan sewa sebesar Rp 36,43 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 152,75 miliar atau setara dengan 13,51% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan utang bank sebesar Rp 151,99 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 112,90 miliar atau setara dengan 11,10% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan utang bank sebesar Rp 241,66 miliar yang
           disertai dengan penurunan utang usaha – pihak ketiga, utang pajak, dan
           liabilitas imbalan pasca-kerja masing-masing sebesar Rp 27,37 miliar,
           Rp 69,25 miliar, dan Rp 22,88 miliar.




                                         35
Page 36
           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 95,36 miliar atau setara dengan 8,57% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh penurunan utang obligasi konversi sebesar
           Rp 301,00 miliar yang disertai dengan kenaikan utang pajak, utang bank, dan
           sewa masing-masing sebesar Rp 60,54 miliar, Rp 123,70 miliar, dan
           Rp 37,22 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 377,67 miliar atau setara dengan 51,37% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan utang bank jangka pendek dan utang
           obligasi konversi masing-masing sebesar Rp 391,72 miliar dan
           Rp 301,00 miliar yang disertai dengan penurunan utang bank sebesar Rp
           419,55 miliar.

III.A.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Juli 2024,
           31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah
           sebesar Rp 2.150,11 miliar, Rp 1.800,04 miliar, Rp 1.808,23 miliar,
           Rp 1.796,22 miliar, Rp 1,049,70 miliar, dan Rp 665,59 miliar.

           Pada tanggal 31 Juli 2024, jumlah ekuitas Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 350,08 miliar atau setara dengan 19,45% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan tambahan modal disetor, setoran modal dari pihak
           non-pengendali, dan laba periode berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
           masing-masing sebesar Rp 124,26 miliar, Rp 99,95 miliar, dan Rp 11,32 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 8,20 miliar atau setara dengan 0,45% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh pembagian dividen kas sebesar Rp 12,91 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 12,02 miliar atau setara dengan 0,67% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 128,93 miliar yang disertai dengan pembagian dividen kas pada entitas
           anak sebesar Rp 118,28 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 746,52 miliar atau setara dengan 71,12% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan tambahan modal disetor dan laba tahun berjalan
           yang dibukukan oleh Perseroan masing-masing sebesar Rp 374,73 miliar dan
           Rp 354,65 miliar.




                                          36
Page 37
           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 384,11 miliar atau setara dengan 57,71% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan modal saham, penghasilan komprehensif lain, dan
           laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan masing-masing sebesar
           Rp 149,00 miliar, Rp 126,86 miliar, dan Rp 118,46 miliar.

III.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
                                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                   31/07/24         31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20      31/12/19
                                  Keterangan
                                                                  (7 Bulan)        (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Pendapatan neto                                             914.862      1.488.197     1.658.688     1.890.800      1.148.144       964.893
           Beban pokok pendapatan                                      503.767        792.385       894.135       916.779        654.994       507.768
           Laba bruto                                                   411.094       695.813       764.553       974.021        493.151       457.124
           Beban usaha                                                 (361.781)     (605.261)     (549.454)     (510.648)      (336.875)     (326.262)
           Penghasilan keuangan                                           7.186         8.424         8.363        10.178          4.734         2.041
           Beban keuangan                                               (37.987)      (57.764)      (47.120)      (28.016)       (53.120)      (58.393)
           Bagian atas laba neto entitas asosiasi                             -             -             -             -         25.816         4.545
           Penghasilan (beban) operasi lain - neto                       (3.342)         (889)          448        11.603         11.286       (33.614)
           Laba sebelum pajak                                           15.171         40.323       176.790       457.139       144.992         45.441
           Beban pajak penghasilan                                      (3.850)       (24.094)      (47.858)     (102.490)      (26.532)       (14.124)
           Laba periode/tahun berjalan                                  11.321         16.229       128.932       354.649       118.460         31.317
           Penghasilan (rugi) komprehensif lain                         (1.204)         1.081        (5.808)         (124)      127.307        116.631
           Jumlah laba komprehensif periode/tahun berjalan              10.117         17.311       123.124       354.525       245.767        147.948
           Laba periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
             kepada:
             Pemilik entitas induk                                        6.298         7.461        83.228       214.489         88.791        19.895
             Kepentingan non-pengendali                                   5.022         8.768        45.704       140.160         29.669        11.422




III.A.6    Pendapatan Neto

           Pendapatan neto Perseroan untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada
           tanggal 31 Juli 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah
           sebesar Rp 914,86 miliar, Rp 1.488,20 miliar, Rp 1.658,69 miliar,
           Rp 1.890,80 miliar, Rp 1.148,14 miliar, dan Rp 964,89 miliar.

           Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 170,49 miliar atau
           setara dengan 10,28% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar Rp 232,11 miliar atau
           setara dengan 12,28% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 742,66 miliar atau setara
           dengan 64,68% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.




                                                                  37
Page 38
           Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 mengalami kenaikan sebesar Rp 183,25 miliar atau setara
           dengan 18,99% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.

III.A.7.   Laba Periode/Tahun Berjalan

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada
           tanggal 31 Juli 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah
           sebesar Rp 11,32 miliar, Rp 16,23 miliar, Rp 128,93 miliar, Rp 354,65 miliar,
           Rp 118,46 miliar, dan Rp 31,32 miliar.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 112,70 miliar atau
           setara dengan 87,41% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar Rp 225,72 miliar atau
           setara dengan 63,65% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 236,19 miliar atau setara
           dengan 199,38% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 mengalami kenaikan sebesar Rp 87,14 miliar atau setara
           dengan 278,26% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.




                                          38
Page 39
III.A.8.   Laporan Arus Kas Konsolidasian
                                                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                31/07/24         31/12/23      31/12/22       31/12/21       31/12/20      31/12/19
                                 Keterangan
                                                                (7 Bulan)        (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan dari pelanggan                                  905.455     1.284.422      1.777.236      1.673.630     1.108.387       968.070
           Pembayaran kepada pemasok dan beban usaha                 (654.084)     (777.550)    (1.152.050)    (1.027.849)     (488.995)     (505.844)
           Pembayaran kepada pegawai                                 (203.591)     (377.149)      (353.478)      (255.619)     (377.416)     (149.705)
           Penerimaan dari penghasilan keuangan                         7.186         8.424          8.363         10.178         4.734         2.041
           Pembayaran beban keuangan                                  (37.987)      (57.764)       (47.120)       (28.016)      (52.762)      (58.393)
           Pembayaran pajak penghasilan                               (10.504)      (28.055)      (102.316)       (34.489)      (14.875)      (17.214)
           Penerimaan (pembayaran) dari operasi lain - neto            (3.793)         (889)           448         11.603        11.286       (33.614)
           Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi                  2.683        51.439       131.084        349.438        190.359       205.341
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Perolehan aset tetap                                      (137.358)     (209.353)     (301.730)      (298.175)       (49.607)     (188.379)
           Hasil penjualan aset tetap                                   1.226         1.638            25              -            228            54
           Peningkatan investasi saham                                      -        (4.506)     (136.329)       (21.495)             -       (11.508)
           Penurunan aset tidak lancar lainnya                              -             -             -              -            206         7.917
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi            (136.132)     (212.222)     (438.034)      (319.670)       (49.172)     (191.915)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Pembayaran liabilitas sewa                                (31.820)             -             -              -              -              -
           Penerimaan pinjaman bank                                  144.117      1.152.656       297.955        143.796              -         15.664
           Pembayaran pinjaman bank                                   (5.692)      (976.306)      (56.291)       (20.093)       (27.832)       (31.168)
           Pembayaran sewa                                                 -              -             -              -              -            (54)
           Pembayaran dividen kas                                    (63.347)       (22.787)     (140.280)       (40.855)       (10.541)       (14.642)
           Setoran modal dari pihak non-pengendali                         -              -         5.082              3              -             60
           Penerbitan (pelunasan) utang obligasi konversi                  -              -             -       (157.719)       301.000              -
           Penerimaan dari (pembayaran kepada) pihak berelasi              -              -             -          7.246        (28.082)        14.335
           Setoran modal                                             403.305              -             -        226.089        149.000              -
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Pendanaan                                      446.563        153.563       106.466        158.468        383.546        (15.805)
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                               313.114         (7.220)     (200.483)       188.236        524.732         (2.379)
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                        622.058        629.278       829.761        641.525        100.255       102.634
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                       935.172        622.058       629.278        829.761        624.987       100.255




           Arus Kas Dari Aktivitas Operasi

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk periode
           tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 dan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019
           masing-masing adalah sebesar Rp 2,68 miliar, Rp 51,44 miliar,
           Rp 131,08 miliar, Rp 349,44 miliar, Rp 190,36 miliar, dan Rp 205,34 miliar

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk periode
           tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 sebesar Rp 2,68 miliar
           terutama berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 905,46 miliar
           yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok dan beban usaha,
           pembayaran kepada pegawai, serta pembayaran beban keuangan
           masing-masing sebesar Rp 654,08 miliar, Rp 203,59 miliar, dan
           Rp 37,99 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 51,44 miliar
           terutama berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 1.284,42 miliar
           yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok dan beban usaha,
           pembayaran kepada pegawai, serta pembayaran beban keuangan masing-
           masing sebesar Rp 777,55 miliar, Rp 377,15 miliar, dan Rp 57,76 miliar.




                                                                39
Page 40
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 131,08 miliar
terutama berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 1.777,24 miliar
yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok dan beban usaha,
pembayaran kepada pegawai, serta pembayaran pajak penghasilan masing-
masing sebesar Rp 1.152,05 miliar, Rp 353,48 miliar, dan Rp 102,32 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 349,44 miliar
terutama berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 1.673,63 miliar
yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok dan beban usaha serta
pembayaran kepada pegawai masing-masing sebesar Rp 1.027,85 miliar dan
Rp 255,62 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 190,36 miliar
terutama berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 1.108,39 miliar
yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok dan beban usaha serta
pembayaran kepada pegawai masing-masing sebesar Rp 489,00 miliar dan
Rp 377,42 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 205,34 miliar
terutama berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 968,07 miliar
yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok dan beban usaha serta
pembayaran kepada pegawai masing-masing sebesar Rp 505,84 miliar dan
Rp 149,71 miliar.

Arus Kas Untuk Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan
2019 masing-masing adalah sebesar Rp 136,13 miliar, Rp 212,22 miliar,
Rp 438,03 miliar, Rp 319,67 miliar, Rp 49,17 miliar, dan Rp 191,92 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 sebesar
Rp 136,13 miliar terutama berasal dari perolehan aset tetap sebesar
Rp 137,36 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 212,22 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 209,35 miliar.




                              40
Page 41
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 438,03 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap dan peningkatan investasi saham
masing-masing sebesar Rp 301,73 miliar dan Rp 136,33 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 319,67 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 298,18 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 49,17 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 49,61 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 191,92 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 188,38 miliar.

Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk
periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, dan 2020
masing-masing adalah sebesar Rp 446,56 miliar, Rp 153,56 miliar,
Rp 106,47 miliar, Rp 158,47 miliar, dan Rp 383,55 miliar. Arus kas bersih yang
digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebesar Rp 15,81 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk
periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 sebesar
Rp 446,56 miliar terutama berasal dari setoran modal sebesar Rp 403,31 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 153,56 miliar
terutama berasal dari penerimaan pinjaman bank sebesar Rp 1.152,66 miliar
yang disertai dengan pembayaran pinjaman bank sebesar Rp 976,31 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 106,47 miliar
terutama berasal dari penerimaan pinjaman bank sebesar Rp 297,96 miliar
yang disertai dengan pembayaran pinjaman bank dan pembayaran dividen kas
masing-masing sebesar Rp 56,29 miliar dan Rp 140,28 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 158,47 miliar
terutama berasal dari penerimaan pinjaman bank dan setoran modal
masing-masing sebesar Rp 143,80 miliar dan Rp 226,09 miliar yang disertai
dengan pelunasan utang obligasi konversi sebesar Rp 157,72 miliar.




                               41
Page 42
            Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 383,55 miliar
            terutama berasal dari penerbitan utang obligasi konversi dan setoran modal
            masing-masing sebesar Rp 301,00 miliar dan Rp 149,00 miliar yang disertai
            dengan pembayaran pinjaman bank dan pembayaran kepada pihak berelasi
            masing-masing sebesar Rp 27,83 miliar dan Rp 28,08 miliar.

            Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
            tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 15,81 miliar
            terutama berasal dari pembayaran pinjaman bank dan pembayaran dividen kas
            masing-masing sebesar Rp 31,17 miliar dan Rp 14,64 miliar yang disertai
            dengan penerimaan pinjaman bank dan penerimaan dari pihak berelasi
            masing-masing sebesar Rp 15,66 miliar dan Rp 14,34 miliar.

III.A.9.    Rasio-rasio Keuangan

                                    Keterangan       31/07/24      31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                         2,05         1,53        1,38        1,54        1,19        0,89
            Rasio Pengelolaan Aset
            Perputaran jumlah aset                         0,44         0,48        0,56        0,67        0,53        0,69
            Ekuitas terhadap jumlah aset                   0,61         0,58        0,62        0,64        0,49        0,48
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset         0,39         0,42        0,38        0,36        0,51        0,52
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas             0,65         0,71        0,63        0,57        1,06        1,10
            Rasio Profitabilitas
            Marjin laba kotor                             44,94%      46,76%      46,09%      51,51%      42,95%      47,38%
            Marjin laba bersih                             1,24%       1,09%       7,77%      18,76%      10,32%       3,25%
            Imbal hasil aset                               0,55%       0,53%       4,39%      12,60%       5,48%       2,24%
            Imbal hasil ekuitas                            0,90%       0,90%       7,13%      19,74%      11,29%       4,71%




III.A.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi Perseroan. Pada
            tanggal-tanggal 31 Juli 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019,
            rasio perputaran jumlah aset masing-masing adalah 0,44; 0,48; 0,56; 0,67;
            0,53; dan 0,69.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
            Perseroan terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal-tanggal 31 Juli 2024,
            31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019, rasio ekuitas terhadap jumlah
            aset masing-masing adalah 0,61; 0,58; 0,62; 0,64; 0,49; dan 0,48.




                                                     42
Page 43
III.A.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 31 Juli 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan
            2019, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,39;
            0,42; 0,38; 0,36; 0,51; dan 0,52, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap
            ekuitas masing-masing adalah 0,65; 0,71; 0,63; 0,57; 1,06; dan 1,10.

III.A.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk
            periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 dan untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan
            2019 masing-masing adalah sebesar 0,55%, 0,53%, 4,39%, 12,60%, 5,48%,
            dan 2,24%.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
            untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 dan untuk
            tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021,
            2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar 0,90%, 0,90%, 7,13%, 19,74%,
            11,29%, dan 4,71%.




                                           43
Page 44
III.B.     Analisis atas Kinerja Historis MI

           Laporan keuangan konsolidasian MI untuk periode tujuh bulan yang berakhir
           pada tanggal 31 Juli 2024 telah direviu oleh KAP LRXR. Laporan keuangan
           konsolidasian MI untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2023, 2022, 2021, dan 2020 telah diaudit oleh KAP TSFBR
           masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian. Laporan keuangan
           konsolidasian MI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
           telah diaudit oleh KAP TSFBR dengan pendapat wajar tanpa modifikasian
           dengan penekanan suatu hal dan hal lain.

           Ikhtisar data keuangan penting MI adalah sebagai berikut:

III.B.1.   Laporan Posisi Keuangan
                                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                     31/07/24       31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20       31/12/19

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                                         381.503      37.307      58.846     110.387      57.549         48.686
           Aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui
             penghasilan komprehensif lain                              1.401       1.696       2.543       6.507              -              -
           Piutang usaha
             Pihak berelasi                                            16.910      21.777       3.838       8.163       1.319         24.476
             Pihak ketiga                                              15.607       3.148       4.143       6.996         814          1.008
           Piutang lain-lain - neto                                    19.742      16.083      11.280      17.197      30.669         18.012
           Biaya dibayar di muka                                       10.061       7.655       4.412       1.870         121          1.266
           Pajak dibayar di muka                                        2.593         112          14           -           -              -
           Uang muka                                                    5.755      19.255      25.866      17.589      14.068         14.602
           Aset lancar lainnya                                            117       1.702       2.160         544         101             96
           Persediaan                                                  18.490           -           -           -           -              -
           Jumlah Aset Lancar                                         472.179     108.734     113.102     169.252     104.640        108.145
           ASET TIDAK LANCAR
           Aset pajak tangguhan                                         6.305       6.231       2.155       1.672       1.056            938
           Aset tetap - neto                                          383.002     393.630     346.108     211.669     164.041        154.248
           Aset hak guna - neto                                        36.596      64.030      59.676      34.174       9.964              -
           Biaya dibayar di muka                                        3.058       7.048       6.672       3.335           -              -
           Goodwill                                                    59.288      59.288      59.288      50.812           -              -
           Aset tidak lancar lainnya                                   39.307      21.190       5.218      34.821      11.995          3.544
           Properti investasi                                           5.619           -           -           -           -              -
           Klaim atas pengembalian pajak                                3.729           -           -           -           -              -
           Jumlah Aset Tidak Lancar                                   536.903     551.417     479.118     336.483     187.056        158.730
           JUMLAH ASET                                            1.009.082       660.151     592.219     505.735     291.696        266.875




                                                                 44
Page 45
                                                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                              31/07/24       31/12/23    31/12/22       31/12/21       31/12/20       31/12/19

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang bank jangka pendek                                             29.471      19.753              -              -              -              -
           Utang usaha
             Pihak berelasi                                                     15.960      12.449       4.469         23.399         35.411         67.102
             Pihak ketiga                                                       18.249      12.136      25.875         14.386          6.227          5.529
           Utang non-usaha                                                       4.703       4.992      28.548          2.596          1.746         17.943
           Uang muka pelanggan                                                  13.083       9.907      19.339         27.490         36.747         28.115
           Beban akrual                                                          3.921       4.307       7.788         20.717          6.922          5.913
           Utang pajak                                                           3.349       4.416       8.840         21.423         14.973          9.592
           Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun:
             Utang bank                                                            499         787      39.695         19.831         15.990          7.459
             Sewa                                                               10.202      12.382      10.969         10.273          7.185              -
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                      99.437      81.129     145.523        140.115        125.200        141.652
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Liabilitas pajak tangguhan                                                -           -          18             70              -              -
           Pinjaman pemegang saham                                               5.002       5.002       6.714         16.531          1.531              -
           Liabilitas imbalan pasca-kerja                                        6.663       6.918       5.262          9.214          5.535          4.104
           Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
             jatuh tempo dalam satu tahun:
             Utang bank                                                        290.608     275.752     161.465        143.634         60.902         76.534
             Sewa                                                               21.711      55.833      52.017         25.310          3.298              -
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                    323.983     343.504     225.475        194.758         71.266         80.638
           JUMLAH LIABILITAS                                                   423.421     424.633     370.998        334.873        196.467        222.290
           EKUITAS
           Modal saham                                                         193.333       5.500       5.500          1.000          1.000          1.000
           Tambahan modal disetor                                              326.980      23.623      24.762         27.597          4.921          4.921
           Penghasilan komprehensif lain                                         5.938       6.233       8.149         10.629         11.037            593
           Saldo laba                                                           34.936     176.605     161.702        119.497         56.565         21.818
           Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
             induk                                                             561.187     211.961     200.113        158.723         73.523         28.332
           Kepentingan non-pengendali                                           24.475      23.557      21.108         12.139         21.707         16.253
           JUMLAH EKUITAS                                                      585.662     235.518     221.221        170.862         95.229         44.585
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                   1.009.082       660.151     592.219        505.735        291.696        266.875




III.B.2.   Aset

           Jumlah aset MI pada tanggal-tanggal 31 Juli 2024, 31 Desember 2023, 2022,
           2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 1.009,08 miliar,
           Rp 660,15 miliar, Rp 592,22 miliar, Rp 505,74 miliar, Rp 291,70 miliar, dan
           Rp 266,88 miliar.

           Pada tanggal 31 Juli 2024, jumlah aset MI mengalami kenaikan sebesar
           Rp 348,93 miliar atau setara dengan 52,86% dibandingkan dengan jumlah aset
           pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
           kenaikan kas dan setara kas sebesar Rp 344,20 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset MI mengalami kenaikan sebesar
           Rp 67,93 miliar atau setara dengan 11,47% dibandingkan dengan jumlah aset
           pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
           kenaikan piutang usaha – pihak berelasi, aset tetap – neto, dan aset tidak
           lancar lainnya masing-masing sebesar Rp 17,94 miliar, Rp 47,52 miliar, dan
           Rp 15,97 miliar yang disertai dengan penurunan kas dan setara kas sebesar
           Rp 21,54 miliar.




                                                                          45
Page 46
           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset MI mengalami kenaikan sebesar
           Rp 86,48 miliar atau setara dengan 17,10% dibandingkan dengan jumlah aset
           pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
           kenaikan aset tetap – neto sebesar Rp 134,44 miliar yang disertai dengan
           penurunan kas dan setara kas sebesar Rp 51,54 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset MI mengalami kenaikan sebesar
           Rp 214,04 miliar atau setara dengan 73,38% dibandingkan dengan jumlah aset
           pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
           kenaikan kas dan setara kas, aset tetap – neto, serta goodwill masing-masing
           sebesar Rp 52,84 miliar, Rp 47,63 miliar, dan Rp 50,81 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset MI mengalami kenaikan sebesar
           Rp 24,82 miliar atau setara dengan 9,30% dibandingkan dengan jumlah aset
           pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
           kenaikan kas dan setara kas, piutang lain-lain – neto, aset tetap – neto, aset
           hak guna – neto, serta aset tidak lancar lainnya masing-masing sebesar
           Rp 8,86 miliar, Rp 12,66 miliar, Rp 9,79 miliar, Rp 9,96 miliar, dan
           Rp 8,45 miliar yang disertai dengan penurunan piutang usaha – pihak berelasi
           sebesar Rp 23,16 miliar.

III.B.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas MI pada tanggal-tanggal 31 Juli 2024, 31 Desember 2023,
           2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 423,42 miliar,
           Rp 424,63 miliar, Rp 371,00 miliar, Rp 334,87 miliar, Rp 196,47 miliar, dan
           Rp 222,29 miliar.

           Pada tanggal 31 Juli 2024, jumlah liabilitas MI mengalami penurunan sebesar
           Rp 1,21 miliar atau setara dengan 0,29% dibandingkan dengan jumlah liabilitas
           pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
           penurunan liabilitas sewa sebesar Rp 36,30 miliar yang disertai dengan
           kenaikan utang bank jangka pendek, utang usaha – pihak ketiga, dan utang
           bank masing-masing sebesar Rp 9,72 miliar, Rp 6,11 miliar, dan
           Rp 14,57 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas MI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 53,64 miliar atau setara dengan 14,46% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang bank sebesar Rp 75,38 miliar yang disertai
           dengan penurunan utang non-usaha sebesar Rp 23,56 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas MI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 36,13 miliar atau setara dengan 10,79% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang bank sebesar Rp 37,70 miliar.




                                          46
Page 47
           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas MI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 138,41 miliar atau setara dengan 70,45% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang bank sebesar Rp 86,57 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas MI mengalami penurunan
           sebesar Rp 25,82 miliar atau setara dengan 11,62% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan utang usaha – pihak berelasi dan utang non-usaha
           masing-masing sebesar Rp 31,69 miliar dan Rp 16,20 miliar yang disertai
           dengan kenaikan uang muka pelanggan dan sewa masing-masing sebesar
           Rp 8,63 miliar dan Rp 10,48 miliar.

III.B.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas MI pada tanggal-tanggal 31 Juli 2024, 31 Desember 2023,
           2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 585,66 miliar,
           Rp 235,52 miliar, Rp 221,22 miliar, Rp 170,86 miliar, Rp 95,23 miliar, dan
           Rp 44,59 miliar.

           Pada tanggal 31 Juli 2024, jumlah ekuitas MI mengalami kenaikan sebesar
           Rp 350,14 miliar atau setara dengan 148,67% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh tambahan modal disetor sebesar Rp 303,36 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas MI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 14,30 miliar atau setara dengan 6,46% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh MI sebesar
           Rp 27,37 miliar yang disertai dengan pembagian dividen kas sebesar
           Rp 9,98 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas MI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 50,36 miliar atau setara dengan 29,47% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini teruama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh MI sebesar
           Rp 63,01 miliar yang disertai dengan pembagian dividen kas sebesar
           Rp 15,39 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas MI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 75,63 miliar atau setara dengan 79,42% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan tambahan modal disetor dan laba tahun berjalan
           yang dibukukan oleh MI masing-masing sebesar Rp 22,68 miliar dan
           Rp 83,34 miliar yang disertai dengan pembagian dividen kas sebesar
           Rp 30,75 miliar.




                                        47
Page 48
           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah ekuitas MI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 50,64 miliar atau setara dengan 113,59% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh MI sebesar
           Rp 52,07 miliar.

III.B.5.   Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
                                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                   31/07/24         31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20      31/12/19
                                  Keterangan
                                                                  (7 Bulan)        (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Pendapatan neto                                             281.403        469.506       548.955       507.625       359.770        339.194
           Beban pokok pendapatan                                      146.986        221.157       299.465       254.484       195.837        216.899
           Laba bruto                                                   134.416       248.348       249.490       253.141       163.933        122.295
           Beban usaha                                                 (113.933)     (175.143)     (131.087)     (126.761)      (90.079)       (78.147)
           Penghasilan keuangan                                               -           741         1.094         1.407         1.028          1.495
           Beban keuangan                                               (15.596)      (28.033)      (22.635)      (12.291)      (11.530)       (10.326)
           Penghasilan (beban) operasi lain - neto                        1.504           436        (5.317)       (4.547)        3.875         (4.963)
           Laba sebelum pajak                                             6.391        46.349        91.544       110.949         67.227        30.354
           Beban pajak                                                   (3.814)      (18.976)      (28.535)      (26.605)       (15.154)       (9.476)
           Laba tahun berjalan                                            2.577        27.373        63.010        84.344         52.072        20.878
           Penghasilan (rugi) komprehensif lain                            (295)       (1.962)       (2.463)         (639)         4.224           159
           Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                        2.282        25.411        60.547        83.705         56.296        21.037
           Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
             Pemilik entitas induk                                       (2.169)       19.902        55.668        70.854         46.620        18.687
             Kepentingan non-pengendali                                   4.746         7.470         7.342        13.490          5.453         2.191




III.B.6    Pendapatan Neto

           Pendapatan neto MI untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal
           31 Juli 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah
           sebesar Rp 281,40 miliar, Rp 469,51 miliar, Rp 548,96 miliar, Rp 507,63 miliar,
           Rp 359,77 miliar, dan Rp 339,19 miliar.

           Pendapatan neto MI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 79,45 miliar atau setara
           dengan 14,47% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Pendapatan neto MI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 41,33 miliar atau setara
           dengan 8,14% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Pendapatan neto MI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 147,86 miliar atau setara
           dengan 41,10% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

           Pendapatan neto MI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 mengalami kenaikan sebesar Rp 20,58 miliar atau setara
           dengan 6,07% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.




                                                                  48
Page 49
III.B.7.   Laba Tahun Berjalan

           Laba tahun berjalan MI untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal
           31 Juli 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah
           sebesar Rp 2,58 miliar, Rp 27,37 miliar, Rp 63,01 miliar, Rp 84,34 miliar,
           Rp 52,07 miliar, dan Rp 20,88 miliar.

           Laba tahun berjalan MI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 35,64 miliar atau setara
           dengan 56,56% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Laba tahun berjalan MI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar Rp 21,33 miliar atau setara
           dengan 25,29% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Laba tahun berjalan MI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 32,27 miliar atau setara
           dengan 61,97% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

           Laba tahun berjalan MI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 mengalami kenaikan sebesar Rp 31,19 miliar atau setara
           dengan 149,41% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.




                                         49
Page 50
III.B.8.   Laporan Arus Kas Konsolidasian
                                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)
                                                             31/07/24         31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20      31/12/19
                                Keterangan
                                                            (7 Bulan)        (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan dari pelanggan                              293.033       466.987       550.182       503.650        328.461       347.974
           Pembayaran kepada pemasok dan beban usaha             (210.621)     (356.684)     (341.514)     (288.013)      (230.083)     (265.122)
           Pembayaran kepada karyawan                                   -       (72.069)      (58.333)      (54.254)       (36.188)      (33.380)
           Pembayaran beban keuangan                              (13.493)      (28.033)      (18.186)       (2.212)        (9.660)      (10.326)
           Pembayaran penghasilan keuangan                              -           741         1.094         1.407          1.028         1.868
           Pembayaran pajak penghasilan                           (13.418)      (10.482)      (22.921)      (20.570)        (3.594)       (2.439)
           Pembayaran kepada direksi dan karyawan                 (61.887)            -             -             -              -             -
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Operasi                                      (6.386)         461        110.322       140.008         49.964        38.575
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Perolehan aset tetap                                   (12.463)      (74.614)     (156.586)      (63.703)       (12.336)      (34.093)
           Hasil penjualan aset tetap                                 129             -             -             -            228            14
           Uang muka pembelian aset tetap                          (5.755)      (15.971)            -       (34.821)             -             -
           Peningkatan investasi pada anak perusahaan                   -             -        (8.477)      (62.299)             -             -
           Peningkatan investasi jangka pendek                          -             -             -        (5.000)             -             -
           Pembayaran kepada pihak berelasi                             -             -             -             -              -        (8.900)
           Penerimaan bunga                                           123             -             -             -              -             -
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi         (17.966)      (90.586)     (165.063)     (165.822)       (12.108)      (42.978)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Pembayaran dividen kas                                 (3.828)        (5.000)      (15.393)      (30.748)       (12.000)            -
           Pinjaman dari pemegang saham                                -              -             -        15.000              -             -
           Uang muka setoran modal pemegang saham                      -              -        (2.835)       26.964              -             -
           Pembayaran pinjaman bank                                 (664)      (279.157)      (36.118)      (22.134)        (7.101)       (5.541)
           Penerimaan pinjaman bank                               24.951        374.289        73.814       101.420              -        10.664
           Pembayaran liabilitas sewa                             (3.600)       (21.546)      (16.267)      (11.849)        (9.897)            -
           Setoran modal dari pihak non-pengendali                     -              -             -             -              5            60
           Penerimaan penambahan modal disetor                   303.357              -             -             -              -             -
           Hasil dari penerbitan modal saham                      48.333              -             -             -              -             -
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Pendanaan                                  368.548         68.586         3.201        78.652        (28.993)        5.183
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                           344.196        (21.539)      (51.540)       52.838          8.864           780
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                     37.307         58.846       110.387        57.549         48.686        47.906
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                   381.503         37.307        58.846       110.387         57.549        48.686




           Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Operasi

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MI untuk periode tujuh
           bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 sebesar Rp 6,39 miliar. Arus kas
           bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MI untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-
           masing adalah sebesar Rp 0,46 miliar, Rp 110,32 miliar, Rp 140,01 miliar,
           Rp 49,96 miliar, dan Rp 38,58 miliar.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MI untuk periode tujuh
           bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 sebesar Rp 6,39 miliar terutama
           berasal dari pembayaran kepada pemasok dan beban usaha, pembayaran
           kepada direksi dan karyawan, dan pembayaran pajak penghasilan masing-
           masing sebesar Rp 210,62 miliar, Rp 13,49 miliar, dan Rp 61,89 miliar yang
           disertai dengan penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 293, 03 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MI untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 0,46 miliar terutama
           berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 466,99 miliar yang disertai
           dengan pembayaran kepada pemasok dan beban usaha, pembayaran kepada
           karyawan, serta pembayaran beban keuangan masing-masing sebesar
           Rp 356,68 miliar, Rp 72,07 miliar, dan Rp 28,03 miliar.



                                                            50
Page 51
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 110,32 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 550,18 miliar yang disertai
dengan pembayaran kepada pemasok dan beban usaha serta pembayaran
kepada karyawan masing-masing sebesar Rp 341,51 miliar dan
Rp 58,33 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi untuk tahun MI yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 140,01 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 503,65 miliar yang disertai
dengan pembayaran kepada pemasok dan beban usaha serta pembayaran
kepada karyawan masing-masing sebesar Rp 288,01 miliar dan
Rp 54,25 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 49,96 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 328,46 miliar yang disertai
dengan pembayaran kepada pemasok dan beban usaha serta pembayaran
kepada karyawan masing-masing sebesar Rp 230,08 miliar dan
Rp 36,19 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 38,58 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 347,97 miliar yang disertai
dengan pembayaran kepada pemasok dan beban usaha serta pembayaran
kepada karyawan masing-masing sebesar Rp 265,12 miliar dan
Rp 33,38 miliar.

Arus Kas Untuk Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MI untuk periode tujuh
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 dan tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-
masing adalah sebesar Rp 17,97 miliar, Rp 90,59 miliar, Rp 165,06 miliar,
Rp 165,82 miliar, Rp 12,11 miliar, dan Rp 42,98 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MI untuk periode tujuh
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 sebesar Rp 17,97 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 12,46 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 90,59 miliar terutama
berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 74,61 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 165,06 miliar terutama
berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 156,59 miliar.




                               51
Page 52
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 165,82 miliar terutama
berasal dari perolehan aset tetap, uang muka pembelian aset tetap, dan
peningkatan investasi pada anak perusahaan masing-masing sebesar
Rp 63,70 miliar, Rp 34,82 miliar, dan Rp 62,30 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 12,11 miliar terutama
berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 12,34 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 42,98 miliar terutama
berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 34,09 miliar.

Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MI untuk periode tujuh
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, dan 2019 masing-
masing adalah sebesar Rp 368,55 miliar, Rp 68,59 miliar, Rp 3,20 miliar,
Rp 78,65 miliar, dan Rp 5,18 miliar. Arus kas bersih yang digunakan untuk
aktivitas pendanaan MI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2019 adalah sebesar Rp 28,99 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MI untuk periode tujuh
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 sebesar Rp 368,55 miliar
terutama berasal dari penerimaan pinjaman bank, penerimaan penambahan
modal disetor, dan hasil dari penerbitan modal saham masing-masing sebesar
Rp 24,95 miliar, Rp 303,36 miliar, dan Rp 48,33 miliar yang disertai dengan
pembayaran deviden kas sebesar Rp 3,83 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 68,59 miliar terutama
berasal dari penerimaan pinjaman bank sebesar Rp 374,29 miliar yang disertai
dengan pembayaran pinjaman bank sebesar Rp 279,16 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 3,20 miliar terutama
berasal dari penerimaan pinjaman bank sebesar Rp 73,81 miliar yang disertai
dengan pembayaran dividen kas, pembayaran pinjaman bank, dan
pembayaran liabilitas sewa masing-masing sebesar Rp 15,39 miliar,
Rp 36,12 miliar, dan Rp 16,27 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 78,65 miliar terutama
berasal dari penerimaan pinjaman bank sebesar Rp 101,42 miliar yang disertai
dengan pembayaran dividen kas sebesar Rp 30,75 miliar.




                               52
Page 53
            Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan MI untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 28,99 miliar
            terutama berasal dari pembayaran dividen kas, pembayaran pinjaman bank,
            dan pembayaran liabilitas sewa masing-masing sebesar Rp 12,00 miliar,
            Rp 7,10 miliar, dan Rp 9,90 miliar.

            Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MI untuk tahun yang
            berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 5,18 miliar terutama
            berasal dari penerimaan pinjaman bank sebesar Rp 10,66 miliar yang disertai
            dengan pembayaran pinjaman bank sebesar Rp 5,54 miliar.

III.B.9.    Rasio-rasio Keuangan

                                    Keterangan       31/07/24      31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                         4,75         1,34        0,78        1,21        0,84        0,76
            Rasio Pengelolaan Aset
            Perputaran jumlah aset                         0,28         0,71        0,93        1,00        1,23        1,27
            Ekuitas terhadap jumlah aset                   0,58         0,36        0,37        0,34        0,33        0,17
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset         0,42         0,64        0,63        0,66        0,67        0,83
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas             0,72         1,80        1,68        1,96        2,06        4,99
            Rasio Profitabilitas
            Marjin laba bruto                             47,77%      52,90%      45,45%      49,87%      45,57%      36,05%
            Marjin laba bersih                             0,92%       5,83%      11,48%      16,62%      14,47%       6,16%
            Imbal hasil aset                               0,44%       4,15%      10,64%      16,68%      17,85%       7,82%
            Imbal hasil ekuitas                            0,75%      11,62%      28,48%      49,36%      54,68%      46,83%




III.B.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan MI dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi MI. Pada periode tanggal-
            tanggal 31 Juli 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019, rasio
            perputaran jumlah aset masing-masing adalah 0,28; 0,71; 0,93; 1,00; 1,23; dan
            1,27.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
            Perseroan terhadap jumlah aset MI. Pada tanggal-tanggal 31 Juli 2024,
            31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019, rasio ekuitas terhadap jumlah
            aset masing-masing adalah 0,58; 0,36; 0,37; 0,34; 0,33; 0,17.

III.B.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan MI untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 31 Juli 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan
            2019, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,42;
            0,64; 0,63; 0,66; 0,67; 0,83, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
            masing-masing adalah 0,72; 1,80; 1,68; 1,96; 2,06; 4,99.



                                                     53
Page 54
III.B.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan MI dalam menghasilkan
            laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk tahun yang
            berakhir pada tanggal-tanggal 31 Juli 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021,
            2020, dan 2019, masing-masing adalah sebesar 0,44%; 4,15%; 10,64%;
            16,68%; 17,85%; dan 7,82%.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan MI dalam menghasilkan
            laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas untuk tahun yang
            berakhir pada tanggal-tanggal 31 Juli 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021,
            2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar 0,75%; 11,62%; 28,48%;
            49,36%; 54,68%; dan 46,83%.

III.C.      Analisis atas Laporan Proforma

            Analisis atas Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum
            dan Setelah Transaksi Pemberian Jaminan.

            Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi
            keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi Pemberian
            Jaminan yang disusun oleh manajemen Perseroan.

            Ikhtisar data keuangan penting proforma pada tanggal 31 Juli 2024:

                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                       Setelah
                                                                                     Transaksi
                                 Keterangan            31/07/24      Penyesuaian
                                                                                    Pemberian
                                                                                     Jaminan
            ASET
            ASET LANCAR
            Kas dan setara kas                             935.172             -           935.172
            Aset keuangan lancar lainnya                     4.764             -             4.764
            Piutang usaha pihak ketiga - neto              137.749             -           137.749
            Piutang lain-lain
              Pihak berelasi                                19.652             -            19.652
              Pihak ketiga                                   8.400             -             8.400
            Persediaan                                      39.886             -            39.886
            Biaya dibayar di muka dan uang muka            106.642             -           106.642
            Pajak dibayar di muka                            9.021             -             9.021
            Jumlah Aset Lancar                           1.261.286             -         1.261.286
            ASET TIDAK LANCAR
            Aset pajak tangguhan                            28.400             -            28.400
            Investasi saham                                 83.196             -            83.196
            Aset tetap - neto                            1.935.812             -         1.935.812
            Aset hak guna - neto                            78.076             -            78.076
            Properti investasi - neto                        5.619             -             5.619
            Goodwill                                        94.794             -            94.794
            Biaya dibayar di muka dan uang muka              4.746             -             4.746
            Aset tidak lancar lainnya                       51.281             -            51.281
            Jumlah Aset Tidak Lancar                     2.281.922             -         2.281.922
            JUMLAH ASET                                  3.543.208             -         3.543.208




                                                  54
Page 55
                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                Setelah
                                                                                                Transaksi
                       Keterangan                              31/07/24       Penyesuaian
                                                                                                Pemberian
                                                                                                Jaminan
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                           454.936                  -       454.936
Utang usaha pihak ketiga                                            51.855                  -        51.855
Utang lain-lain                                                     22.820                  -        22.820
Pendapatan diterima di muka                                         34.002                  -        34.002
Beban akrual                                                        25.193                  -        25.193
Utang pajak                                                         11.823                  -        11.823
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun:
  Utang bank                                                         1.516                  -         1.516
  Sewa                                                              12.567                  -        12.567
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                    614.712                  -       614.712
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan                                             184                  -           184
Liabilitas imbalan pasca-kerja                                      25.268                  -        25.268
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam satu tahun:
  Utang bank                                                       709.151                  -       709.151
  Sewa                                                              43.782                  -        43.782
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                   778.385                  -       778.385
JUMLAH LIABILITAS                                                1.393.097                  -      1.393.097
EKUITAS
Modal saham                                                        172.068                  -       172.068
Tambahan modal disetor                                             561.639                  -       561.639
Komponen ekuitas lainnya                                            (2.384)                 -        (2.384)
Penghasilan komprehensif lain                                      684.017                  -       684.017
Saldo laba                                                         299.331                  -       299.331
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  Induk                                                          1.714.671                  -      1.714.671
Kepentingan non-pengendali                                         435.440                  -        435.440
JUMLAH EKUITAS                                                   2.150.111                  -      2.150.111
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                    3.543.208                  -      3.543.208




                                                 55
Page 56
                                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                                              Setelah
                                                                                                                               Transaksi
                                         Keterangan                            31/07/24               Penyesuaian
                                                                                                                               Pemberian
                                                                                                                                Jaminan
           Pendapatan neto                                                              914.862                       -                914.862
           Beban pokok pendapatan                                                       503.767                       -                503.767
           Laba kotor                                                                   411.094                       -                 411.094
           Beban usaha                                                                 (361.781)                      -                (361.781)
           Penghasilan keuangan                                                           7.186                       -                   7.186
           Beban keuangan                                                               (37.987)                      -                 (37.987)
           Penghasilan (beban) operasi lain - neto                                       (3.342)                      -                  (3.342)
           Laba sebelum pajak                                                            15.171                       -                 15.171
           Beban pajak penghasilan                                                       (3.850)                      -                 (3.850)
           Laba bersih periode berjalan                                                  11.321                       -                 11.321
           Penghasilan komprehensif lain                                                 (1.204)                      -                 (1.204)
           Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                                       10.117                       -                 10.117
           Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
             Pemilik entitas induk                                                        6.298                       -                   6.298
             Kepentingan non-pengendali                                                   5.022                       -                   5.022



III.D.     Analisis Inkremental

           Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pemberian Jaminan ini,
           kami juga melakukan analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal
           antara lain sebagai berikut:

           •     Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi
                 yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
                 Perseroan;
           •     Biaya atau pendapatan yang relevan;
           •     Informasi non-keuangan yang relevan; dan
           •     Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
                 rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.

III.E.1.   Kontribusi Nilai Tambah terhadap Perseroan

           Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
           periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2029:

           Sebelum Transaksi Pemberian Jaminan
                                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                                            31/12/24       31/12/25       31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29
                                  Keterangan
                                                           (5 Bulan)      (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Pendapatan neto                                     575.858     1.578.562      1.656.945     1.749.942         1.849.212     1.965.710
           Beban pokok pendapatan                              327.663       846.913        884.766       930.278           979.552     1.037.053
           Laba kotor                                          248.196       731.649        772.179       819.664          869.660       928.657
           Beban usaha                                         202.955       654.076        686.560       733.865          764.229       798.244
           Laba usaha                                           45.241        77.572         85.619        85.799          105.431       130.413
           Beban lain-lain                                     (36.083)      (51.978)       (47.360)      (44.290)         (43.709)      (42.174)
           Laba sebelum pajak                                    9.158        25.595         38.258        41.509            61.722        88.239
           Beban pajak penghasilan                              (1.502)       (5.631)        (8.417)       (9.132)          (13.579)      (19.413)
           Laba bersih periode/tahun berjalan                    7.655        19.964         29.842        32.377           48.143        68.826




                                                          56
Page 57
           Setelah Transaksi Pemberian Jaminan
                                                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)
                                                 31/12/24        31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29
                                  Keterangan
                                                (5 Bulan)       (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Pendapatan neto                           639.645     1.679.314     1.701.450     1.809.305      1.917.086     2.038.632
           Beban pokok pendapatan                    345.802       865.052       902.905       948.417        997.691     1.055.192
           Laba kotor                                293.843       814.262       798.544       860.888       919.395        983.439
           Beban usaha                               232.155       704.330       725.125       779.238       798.568        828.849
           Laba usaha                                 61.689       109.932        73.419        81.650       120.827        154.590
           Beban lain-lain                           (39.741)      (55.635)      (51.018)      (47.948)      (47.366)       (45.832)
           Laba sebelum pajak                         21.948        54.297        22.402        33.702         73.461       108.759
           Beban pajak penghasilan                    (4.316)      (11.945)       (4.928)       (7.414)       (16.161)      (23.927)
           Laba bersih periode/tahun berjalan         17.632        42.351        17.473        26.288         57.299        84.832




           Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan neto dan
           laba bersih periode/tahun berjalan Perseroan sebelum Transaksi Pemberian
           Jaminan masing-masing adalah sebesar Rp 9,38 triliun dan Rp 0,21 triliun.

           Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan neto dan laba bersih periode/tahun
           berjalan Perseroan setelah Transaksi Pemberian Jaminan masing-masing
           adalah sebesar Rp 9,79 triliun dan Rp 0,25 triliun.

           Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
           tersebut di atas, setelah Transaksi Pemberian Jaminan menjadi efektif,
           Perseroan berpotensi memperoleh tambahan laba bersih periode/tahun
           berjalan untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2025 – 2029, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja
           keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.

III.E.2.   Biaya atau Pendapatan yang Relevan

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak
           terdapat biaya atau pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan
           Transaksi Pemberian Jaminan, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan
           Pendapat Kewajaran.




                                                57
Page 58
III.E.3.     Informasi Non-Keuangan yang Relevan

III.E.3.a.   Jasa yang dihasilkan

             MI merupakan perusahaan yang bergerak dalam aktivitas kantor pusat dan
             konsultasi manajemen. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, MI dapat
             melaksanakan kegiatan usaha aktivitas kehumasan dan aktivitas konsultasi
             manajemen lainnya. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen
             Perseroan, MI menjalankan aktivitas kesehatan manusia dan rumah sakit
             swasta. Dengan demikian, jasa yang dihasilkan oleh MI adalah sebagai berikut:

             •   Pelayanan IGD
             •   Rawat Inap
             •   Rawat Jalan
             •   Klinik Teknologi Reproduksi Berbantu (Klinik Bayi Tabung)
             •   Penunjang (Kamar Operasi, Radiologi).

III.E.3.b.   Pasar Geografis

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis MI meliputi Jakarta,
             Makassar, Depok, Bandung, dan Yogyakarta.

III.E.3.c.   Pesaing Usaha

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha MI adalah sebagai
             berikut:

             •   PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk;
             •   Rumah Sakit Ibu dan Anak Ferina;
             •   Tiara IVF; dan
             •   Asha IVF.

III.E.3.d.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan MI
             adalah sebagai berikut:

             •   Menerapkan diferensiasi sebagai salah satu strategi MI dalam
                 meningkatkan daya saing untuk menyerap lebih banyak pasien yang
                 membutuhkan program bayi tabung;

             •   Memperluas kerja sama dengan para dokter ahli dalam bidang bayi tabung
                 untuk meningkatkan kapasitas cycle bayi tabung; dan

             •   Meningkatkan utlitasi pelayanan dan fasilitas kesehatan yang memadai
                 bagi para pasien MI yang membutuhkan pelayanan IGD, rawat inap, rawat
                 jalan, dan tindakan lainnya.




                                            58
Page 59
III.E.3.e.   Prosedur Pengambilan Keputusan atas Transaksi Pemberian Jaminan

             Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses
             pengambilan keputusan atas Transaksi Pemberian Jaminan telah dilakukan
             melalui proses yang sesuai prosedur internal Perseroan. Setelah menentukan
             rencana atas Transaksi Pemberian Jaminan, Direktur harus memperoleh
             persetujuan dari Direktur Utama dan Dewan Komisaris. Sebelum Direktur
             mengusulkan usulan rencana atas Transaksi Pemberian Jaminan, Direktur
             telah melalui tahapan proses analisis internal, sebagaimana konfirmasi dengan
             manajemen Perseroan. Dengan demikian, manajemen telah mengikuti
             prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana
             dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.




                                            59
Page 60
IV.   ANALISIS ATAS KEWAJARAN TRANSAKSI PEMBERIAN JAMINAN

      Analisis kewajaran Transaksi Pemberian Jaminan secara lengkap adalah
      sebagai berikut:

      1. Sebagaimana tercantum dalam SSPA, MI dan BII menyatakan, menjamin
         dan menyanggupi JFG bahwa jaminan yang diberikan berdasarkan SSPA
         adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan dalam segala hal.
         Sepengetahuan MI dan BII, tidak terdapat proses hukum, perselisihan atau
         kewajiban perpajakan, fakta atau keadaan yang diperkirakan dapat
         menyebabkan dampak merugikan secara material dalam operasional,
         tuntutan atau litigasi, klaim, arbitrase atau proses administratif di
         pengadilan, badan atau lembaga arbitrase mana pun terhadap MI dan
         entitas anak MI.

         Dengan demikian, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen
         Perseroan, tidak terdapat potensi terjadinya klaim apa pun yang diajukan
         terhadap MI sehingga Perseroan mengharapkan dapat dibebaskan dari
         Kewajiban Yang Ditanggung sehubungan dengan Transaksi Pemberian
         Jaminan.

      2. Sebagaimana tercantum dalam SSPA, bilamana jumlah Kewajiban Yang
         Ditanggung tidak melebihi USD 3,00 juta, maka MI bertanggung jawab
         untuk membayarkannya kepada JLAH.

         Bilamana jumlah Kewajiban Yang Ditanggung sama dengan atau melebihi
         USD 3,00 juta, maka MI bertanggung jawab untuk membayarkannya
         kepada JLAH terlebih dahulu, dengan ketentuan bilamana MI gagal untuk
         membayar seluruh atau sebagian dari Kewajiban Yang Ditanggung tersebut
         dalam waktu tiga puluh hari kerja, maka Perseroan akan bertanggung
         jawab atas Kewajiban Yang Ditanggung tersebut secara tanggung renteng
         dengan MI.

         Berdasarkan proyeksi laporan keuangan MI yang disusun oleh manajemen
         MI, saldo kas dan setara kas MI per tanggal 31 Desember 2024 – 2029
         adalah sebagai berikut:
                                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                Proyeksi
                                Keterangan
                                                                31/12/24      31/12/25     31/12/26     31/12/27      31/12/28      31/12/29
                                                                (5 bulan)    (1 tahun)    (1 tahun)    (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)
          Kas dan setara kas, awal tahun                           381.503      385.673      408.553       448.996      502.596        567.235
          Kenaikan (penurunan) bersih kas dan setara kas             4.170       22.879       40.444        53.600       64.639         82.354
          Kas dan setara kas, akhir tahun                          385.673      408.553      448.996       502.596      567.235        649.589




         Berdasarkan proyeksi laporan posisi keuangan MI tersebut di atas, MI
         diperkirakan memiliki kemampuan atas pelaksanaan dan pemenuhan
         Kewajiban Yang Ditanggung.




                                                           60
Page 61
3. Berdasarkan PK, Perseroan dan BII sepakat untuk bersama-sama
   menanggung dan menjamin pemenuhan dan pelaksanaan Kewajiban Yang
   Ditanggung sesuai dengan proporsi penanggungan Perseroan dan BII,
   masing-masing sebesar 63,00% dan 37,00%, persentase mana sesuai
   dengan persentase kepemilikan Perseroan dan BII sebelum penyertaan
   dan pembelian saham MI oleh JLAH.

   Dengan demikian, dengan pertimbangan pemenuhan dan pelaksanaan
   Kewajiban Yang Ditanggung sesuai dengan proporsi penanggungan
   Perseroan dan BII, masing-masing sebesar 63,00% dan 37,00%, maka
   Transaksi Pemberian Jaminan adalah wajar.

4. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
   periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2029:

   Sebelum Transaksi Pemberian Jaminan
                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                              31/12/24      31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29
                          Keterangan
                                             (5 Bulan)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
   Pendapatan neto                              575.858     1.578.562     1.656.945     1.749.942      1.849.212     1.965.710
   Beban pokok pendapatan                       327.663       846.913       884.766       930.278        979.552     1.037.053
   Laba kotor                                   248.196       731.649       772.179       819.664        869.660       928.657
   Beban usaha                                  202.955       654.076       686.560       733.865        764.229       798.244
   Laba usaha                                    45.241        77.572        85.619        85.799        105.431       130.413
   Beban lain-lain                              (36.083)      (51.978)      (47.360)      (44.290)       (43.709)      (42.174)
   Laba sebelum pajak                             9.158        25.595        38.258        41.509         61.722         88.239
   Beban pajak penghasilan                       (1.502)       (5.631)       (8.417)       (9.132)       (13.579)       (19.413)
   Laba bersih periode/tahun berjalan             7.655        19.964        29.842        32.377         48.143        68.826




   Setelah Transaksi Pemberian Jaminan
                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                              31/12/24      31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29
                          Keterangan
                                             (5 Bulan)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
   Pendapatan neto                              639.645     1.679.314     1.701.450     1.809.305      1.917.086     2.038.632
   Beban pokok pendapatan                       345.802       865.052       902.905       948.417        997.691     1.055.192
   Laba kotor                                   293.843       814.262       798.544       860.888       919.395        983.439
   Beban usaha                                  232.155       704.330       725.125       779.238       798.568        828.849
   Laba usaha                                    61.689       109.932        73.419        81.650       120.827        154.590
   Beban lain-lain                              (39.741)      (55.635)      (51.018)      (47.948)      (47.366)       (45.832)
   Laba sebelum pajak                            21.948        54.297        22.402        33.702         73.461       108.759
   Beban pajak penghasilan                       (4.316)      (11.945)       (4.928)       (7.414)       (16.161)      (23.927)
   Laba bersih periode/tahun berjalan            17.632        42.351        17.473        26.288         57.299        84.832




   Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan neto dan
   laba bersih periode/tahun berjalan Perseroan sebelum Transaksi
   Pemberian Jaminan masing-masing adalah sebesar Rp 9,38 triliun dan
   Rp 0,21 triliun.

   Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan neto dan laba bersih
   periode/tahun berjalan Perseroan setelah Transaksi Pemberian Jaminan
   masing-masing adalah sebesar Rp 9,79 triliun dan Rp 0,25 triliun.




                                        61
Page 62
   Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
   tersebut di atas, setelah Transaksi Pemberian Jaminan menjadi efektif,
   Perseroan berpotensi memperoleh tambahan laba bersih periode/tahun
   berjalan untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2025 – 2029, sehingga diharapkan dapat meningkatkan
   kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.

5. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba bersih periode/tahun
   berjalan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
   Pemberian Jaminan untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2025 – 2029 masing-masing adalah sebesar Rp 0,15 triliun
   dan Rp 0,18 triliun. Dengan demikian, jumlah nilai kini dari proyeksi laba
   tahun berjalan konsolidasian Perseroan setelah Transaksi Pemberian
   Jaminan untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember
   2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember
   2025 – 2029 lebih besar dari pada jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun
   berjalan konsolidasian Perseroan sebelum Transaksi Pemberian Jaminan
   untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
   dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 –
   2029. Dalam perhitungan nilai kini, digunakan tingkat diskonto sebesar
   9,87%, yang merupakan biaya modal ekuitas Perseroan, yang ditentukan
   dengan menggunakan formula sebagai berikut:

   ke    =        Rf + ( β x RPm ) – RBDS

   dimana:

   ke        =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
                 atau biaya modal ekuitas/saham biasa
   Rf        =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
                 (risk free rate)
   β         =   Beta
   RPm       =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                 premium)

   Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
   tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas
   risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk
   jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
   31 Juli 2024, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu obligasi
   Indonesia berjangka panjang dalam mata uang Rupiah dengan jangka
   waktu 10 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 6,94%, yang
   diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) dan angka tersebut
   akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.




                                  62
Page 63
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity
market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
(country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk
menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan
risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar
negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat
premi risiko sebesar 6,45%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2023 yang diterbitkan pada
bulan Juli 2024.

Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas.
Beta akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity
risk premium.

Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding sebesar 0,73 diperoleh
dari perusahaan publik sejenis, yaitu sebagai berikut:

•    Perseroan;
•    PT Charlie Hospital Semarang Tbk;
•    PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk;
•    PT Murni Sadar Tbk;
•    PT Siloam International Hospitals Tbk;
•    Cengild Medical Berhad;
•    Focus Point Holdings Berhad; dan
•    IHH Healthcare Berhad.

Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
1,79% diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak
dalam perhitungan di bawah ini:

ke    =       Rf + ( β x RPm ) – RBDS
      =       6,94% + ( 0,73 x 6,45% ) – 1,79%
      =       9,87%




                             63
Page 64
   Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba bersih periode/tahun
   berjalan Perseroan untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2025 – 2029 adalah sebagai berikut:

   Sebelum Transaksi Pemberian Jaminan
                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                              Proyeksi
                           Keterangan         31/12/24     31/12/25     31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29
                                              (5 Bulan)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
    Laba bersih periode/tahun berjalan             7.655       19.964       29.842       32.377       48.143        68.826
    Faktor diskonto                               0,9615       0,8751       0,7965       0,7250       0,6599        0,6006
    Nilai kini                                     7.361       17.470       23.769       23.473       31.770        41.337
    Jumlah nilai kini                            145.180




   Setelah Transaksi Pemberian Jaminan
                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                              Proyeksi
                           Keterangan         31/12/24     31/12/25     31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29
                                              (5 Bulan)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
    Laba bersih periode/tahun berjalan            17.632       42.351       17.473       26.288       57.299        84.832
    Faktor diskonto                               0,9615       0,8751       0,7965       0,7250       0,6599        0,6006
    Nilai kini                                    16.953       37.062       13.917       19.058       37.812        50.950
    Jumlah nilai kini                            175.753




6. Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan terus
   mendorong pertumbuhan ekonomi kesehatan global yang positif. Pasar
   laboratorium medis dan industri kesehatan di kawasan Asia Tenggara pada
   tahun mendatang diperkirakan meningkat pesat seiring peningkatan
   kesadaran masyarakat tentang pentingnya layanan pengujian medis. Hal ini
   turut mendorong peningkatan pasar laboratorium medis di Indonesia, yang
   memotivasi MI untuk menangkap peluang pasar dengan pengembangan
   usaha kesehatan untuk meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian MI.
   Dengan demikian, Perseroan melakukan Restrukturisasi MI.

   Sehubungan dengan Restrukturisasi MI, SSPA mensyaratkan Perseroan
   untuk melakukan Transaksi Pemberian Jaminan.

7. Setelah Restrukturisasi MI menjadi efektif, MI mengharapkan dapat
   menggunakan dana yang diperoleh dari Restrukturisasi MI untuk dapat
   menambah modal kerja MI sehingga dapat mendukung kebutuhan dana MI
   dan/atau entitas anak MI dalam menunjang kegiatannya untuk dapat
   melakukan kegiatan operasional pada masa yang akan datang dan
   diharapkan memberikan kontribusi positif untuk meningkatkan kinerja
   keuangan konsolidasian MI, yang pada akhirnya dapat memberikan nilai
   tambah bagi Perseroan sebagai entitas induk MI.




                                         64
Page 65
             8. JFG memiliki reputasi yang luar biasa dalam bidang Teknologi Reproduksi
                Berbantu dan layanan kesehatan wanita dan anak, yang telah menjadi
                penyedia layanan Teknologi Reproduksi Berbantu swasta terbesar di
                Tiongkok dan Pantai Barat (West Coast) Amerika Serikat. Sebagai
                perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Hong Kong, sebagai bagian dari
                rencana untuk lebih mengembangkan kehadiran internasionalnya, termasuk
                mengembangkan pasar ke Asia Tenggara, dengan mengambil bagian
                dalam Restrukturisasi MI. Dengan keunggulan MI dalam bidang In Vitro
                Fertilization, kolaborasi MI dan JFG diharapkan dapat menciptakan sinergi
                yang strategis dengan memanfaatkan keahlian dan kekuatan dalam bidang
                layanan untuk bersama-sama menggali potensi besar yang belum
                dimanfaatkan di pasar Indonesia, yang memiliki prospek pasar dengan
                potensi tingginya pertumbuhan ekonomi seiring berkembangnya populasi
                Indonesia, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja
                keuangan konsolidasian MI pada masa yang akan datang.

             9. Dengan kehadiran JLAH sebagai pemegang saham MI, sebagai salah satu
                perusahaan yang bergerak dalam bidang layanan kesehatan khusus wanita
                dan anak swasta terbesar di Indonesia, Perseroan mengharapkan dapat
                bekerja sama dan bersinergi dengan JFG dalam bidang layanan kesehatan
                wanita dan anak yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan
                konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.

             10. JFG adalah sebuah perusahaan publik yang sahamnya telah
                 diperdagangkan pada Bursa Efek Hongkong, yang memiliki akses terhadap
                 dana keuangan global. Hal ini akan memberikan keuntungan bagi MI
                 dimana, bilamana diperlukan, JFG memiliki kemampuan untuk melakukan
                 pendanaan atau pinjaman dengan biaya keuangan yang lebih kompetitif,
                 bilamana dibutuhkan, yang dapat digunakan untuk melakukan investasi,
                 sehingga pada akhirnya dapat memberi kontribusi positif bagi Perseroan
                 sebagai induk perusahaan MI.


KESIMPULAN

Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh
dari manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Transaksi Pemberian Jaminan sebagaimana diungkapkan dalam
Laporan Pendapat Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Transaksi Pemberian Jaminan
adalah wajar.




                                           65
Page 66
DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI

Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Transaksi Pemberian Jaminan dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk
kepentingan lain. Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang
saham untuk menyetujui Transaksi Pemberian Jaminan atau melakukan tindakan lainnya
dalam kaitan dengan Transaksi Pemberian Jaminan dan tidak dapat digunakan secara
demikian oleh pemegang saham.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang
mendasari Pendapat Kewajaran ini.

Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak
sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan
(corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.



Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Andi Wijaya
Rekan

Izin Penilai     : B-1.13.00382
STTD             : STTD.PB-02/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 08-S-02223




                                            66
Page 67
                                                                             Lampiran A

                                PERNYATAAN PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
   pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
   dengan Perseroan.

4. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
   merugikan pihak manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.

6. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
   dengan benar dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.




                                           67
Page 68
                                                                                                                        Lampiran B
PT Bundamedik Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Transaksi Pemberian Jaminan
Untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2029

                                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                        31/12/24       31/12/25       31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29
                       Keterangan
                                                       (5 Bulan)      (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
Pendapatan neto                                            575.858      1.578.562     1.656.945     1.749.942      1.849.212     1.965.710
Beban pokok pendapatan                                     327.663        846.913       884.766       930.278        979.552     1.037.053
Laba kotor                                                 248.196       731.649        772.179       819.664       869.660        928.657
Beban usaha                                                202.955       654.076        686.560       733.865       764.229        798.244
Laba usaha                                                  45.241         77.572        85.619        85.799       105.431        130.413
Beban lain-lain                                            (36.083)       (51.978)      (47.360)      (44.290)      (43.709)       (42.174)
Laba sebelum pajak                                           9.158        25.595         38.258        41.509         61.722        88.239
Beban pajak penghasilan                                     (1.502)       (5.631)        (8.417)       (9.132)       (13.579)      (19.413)
Laba bersih periode/tahun berjalan                           7.655        19.964         29.842        32.377         48.143        68.826



PT Bundamedik Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Transaksi Pemberian Jaminan
Untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2029

                                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                        31/12/24       31/12/25       31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29
                       Keterangan
                                                       (5 Bulan)      (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
Pendapatan neto                                            639.645      1.679.314     1.701.450     1.809.305      1.917.086     2.038.632
Beban pokok pendapatan                                     345.802        865.052       902.905       948.417        997.691     1.055.192
Laba kotor                                                 293.843       814.262        798.544       860.888       919.395        983.439
Beban usaha                                                232.155       704.330        725.125       779.238       798.568        828.849
Laba usaha                                                  61.689       109.932         73.419        81.650       120.827        154.590
Beban lain-lain                                            (39.741)      (55.635)       (51.018)      (47.948)      (47.366)       (45.832)
Laba sebelum pajak                                          21.948         54.297        22.402        33.702         73.461       108.759
Beban pajak penghasilan                                     (4.316)       (11.945)       (4.928)       (7.414)       (16.161)      (23.927)
Laba bersih periode/tahun berjalan                          17.632        42.351         17.473        26.288         57.299        84.832




                                                                   68
Page 69
                                                                                                                       Lampiran C
PT Bundamedik Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Transaksi Pemberian Jaminan
Untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2029

                                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                             Proyeksi
                       Keterangan                         31/12/24        31/12/25     31/12/26    31/12/27      31/12/28     31/12/29
                                                         (5 Bulan)     (1 Tahun)       (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
Laba bersih periode/tahun berjalan                             7.655          19.964       29.842       32.377       48.143        68.826
Faktor diskonto                                               0,9615          0,8751       0,7965       0,7250       0,6599        0,6006
Nilai kini                                                     7.361          17.470       23.769       23.473       31.770        41.337
Jumlah nilai kini                                            145.180



PT Bundamedik Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Transaksi Pemberian Jaminan
Untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2029

                                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                             Proyeksi
                       Keterangan                         31/12/24        31/12/25     31/12/26    31/12/27      31/12/28     31/12/29
                                                         (5 Bulan)     (1 Tahun)       (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
Laba bersih periode/tahun berjalan                            17.632          42.351       17.473       26.288       57.299        84.832
Faktor diskonto                                               0,9615          0,8751       0,7965       0,7250       0,6599        0,6006
Nilai kini                                                    16.953          37.062       13.917       19.058       37.812        50.950
Jumlah nilai kini                                            175.753




                                                                     69
Page 70
                                                                              Lampiran D

Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi Pemberian Jaminan

Pada tanggal 31 Januari 2025, Perseroan dan BII telah menandatangani PK sehubungan
dengan Transaksi Pemberian Jaminan. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam PK adalah
sebagai berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PK adalah Perseroan dan BII.

•   Objek dan Nilai Transaksi Pemberian Jaminan

    Objek transaksi berdasarkan PK adalah transaksi dimana Perseroan dan BII sepakat
    untuk bersama-sama menanggung dan menjamin pemenuhan dan pelaksanaan
    Kewajiban Yang Ditanggung sesuai dengan proporsi penanggungan Perseroan dan BII,
    masing-masing sebesar 63,00% dan 37,00%.

    Berdasarkan SSPA, jumlah maksimum Kewajiban Yang Ditanggung adalah sebesar
    100,00% dari jumlah yang diterima MI, yaitu sebesar Rp 351,69 miliar, bilamana
    terdapat pelanggaran atas salah satu Fundamental Warranties sebagaimana diatur
    dalam SSPA atau sebesar 40,00% dari jumlah yang diterima MI, bilamana terdapat
    pelanggaran atas selain Fundamental Warranties sebagaimana diatur dalam SSPA.

•   Jangka Waktu

    Berdasarkan PK, jangka waktu perjanjian adalah sebagai berikut:

    -   PK ini berlaku efektif terhitung sejak tanggal penyelesaian dan akan terus berlaku
        dan mengikat Perseroan dan BII sampai dengan berakhirnya PK ini sebagaimana
        diatur dalam PK.

    -   Perjanjian ini akan secara otomatis dan demi hukum berakhir dalam hal timbulnya
        salah satu peristiwa di bawah ini:

        •   Disepakati bersama secara tertulis oleh Perseroan dan BII;

        •   Berakhirnya jangka waktu pengajuan klaim oleh JLAH kepada Perseroan
            sebagaimana diatur dalam SSPA;

        •   Perseroan telah melaksanakan seluruh kewajibannya sehubungan dengan
            Kewajiban Yang Ditanggung berdasarkan SSPA.




                                             70
Page 71
•   Hukum yang Mengatur

    Berdasarkan PK, hukum yang mengatur adalah hukum Negara Republik Indonesia.




                                         71

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.97 MB
Published3 Feb 2025
Pages71
Characters203,403
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 57 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked person Menteng Jakarta Pusat p.1 ×3
linked person Wishnutama Kusubandio p.14 ×2
linked person Sunata Tjiterosampurno p.14
linked person Chairul Radjab Nasution p.14
linked person Agus Heru Darjono p.14 ×2
linked person dr. Ivan Rizal Sini p.14 ×4
linked person Ir. Mesha Rizal Sini p.14 ×4
linked person Rito Alam Rizal Sini p.14 ×2
linked person Renobulan Rizal Sini Suheimi p.14 ×2
linked — Ietje Ika S. Rizal Sini p.14
linked org Asia Investment p.19
linked org Mitra Keluarga Karyasehat Tbk p.58 ×5
linked org Charlie Hospital Semarang Tbk p.63 ×2
linked org Murni Sadar Tbk p.63 ×2
possible org BUNDAMEDIK Tbk p.1 ×14
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2
possible org Bursa Efek Indonesia p.9 ×3
possible org PT Bunda Investama Indonesia p.14 ×3
possible person Adi Nugroho p.17
possible org Negara Republik Indonesia p.22 ×2
possible person Andi Wijaya · Rekan p.66
unresolved org PT Bunda Ipiti Investasma p.1
unresolved org PT Morula Indonesia p.1
unresolved org Jinxin Fertility Group Limited p.1
unresolved org Jinxin Life Asia Healthcare Investment Group Pte. Ltd. p.1 ×2
unresolved org Menteri Keuangan p.2
unresolved person Akta Notaris Isadora p.2
unresolved person Akta Notaris Jose Dima Satria p.2 ×6
unresolved org Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang dan Rekan p.5
unresolved org TSFBR p.7 ×15
unresolved org Liana Ramon Xenia & Rekan p.7
unresolved org Liana Ramon Xenia p.7
unresolved org Bank Indonesia p.9 ×3
unresolved person Adlan Yulizar p.13
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.13
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik p.13
unresolved org Kementerian Kesehatan. Pengujian p.15 ×2
unresolved org PT Morula Indonesia Dalam Transaksi Pemberian Jaminan p.17
unresolved person Martinef · Notaris p.17 ×3
unresolved org Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.17 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.17 ×4
unresolved org Jinxin Asia Investment Ltd. p.19
unresolved org PT Bunda Ipiti Investasma Dalam Transaksi Pemberian Jaminan p.19
unresolved person Artina Letaresia Panggabean · Notaris p.20
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.20
unresolved org Menteri p.20
unresolved org PT Ipiti Investama Sejahtera p.20
unresolved org PT Imani Radika Hutama p.20
unresolved org PT MSC Multi Investama p.20
unresolved org PT Oaka Satwa Medika p.20
unresolved org PT Morula Indonesia II. p.24
unresolved org Kementerian Kesehatan Republik Indonesia p.26
unresolved org Kementerian Kesehatan p.27
unresolved org LRXR. p.44
unresolved org KJPP Kusnanto p.66 ×2
unresolved org KJPP KUSNANTO & REKAN p.66

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.364 7123 ms 12 Sep 2026 22:54
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'GUARANTEE',
             'description': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pemberian '
                            'Jaminan adalah'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pemberian Jaminan '
                'adalah',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result