Back to announcement
20260623_OBAT_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32103549_lamp1.pdf
Other Text extracted OBATSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 33
Page 1 OCR 0.943
tiai b b 7 PT BRIGIT BIOFARMAKA TEKNOLOGI Tbk No.: 029/VI/PR/2026 12 Juni 2026 Perihal: Tanggapan atas Surat Permintaan Penjelasan Kepada Yth. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower 1, Lantai 6 Jl. Jendral Sudirman Kav 52-53 Jakarta Selatan 12190 Up : Divisi Penilaian Perusahaan 3 u.p.: Yth Bapak Teguh Dengan hormat, Sehubungan dengan: 1. Surat PT. Bursa Efek Indonesia (BEI) nomor S-06700/BEI.PP3/06-2026 tanggal 9 Juni 2026 perihal Permintaan Penjelasan. Dengan ini Perseroan menyampaikan tanggapan atas permintaan penjelasan kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) atas beberapa hal sebagaimana terlampir pada surat PT. Bursa Efek Indonesia (BEI) nomor S- 06700/BEI.PP3/06-2026 tanggal 9 Juni 2026 perihal Permintaan Penjelasan. Tanggapan atas permintaan penjelasan terlampir. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. Hormat Kami PT BRIGIT BIOFARMAKA TEKNOLOGI Tbk r IS HERIYANTO S.H. Direktur Utama Rejosari, RT O1, RW 07, Kateguhan, Tawangsari, Sukoharjo, Jawa Tengah 57561 Tlpn. 0271 5992141
Page 2 OCR 0.950
Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa 1. Berdasarkan rincian kas dan bank per 31 Maret 2026 terdapat penempatan dana sebesar Rp 1 miliar pada PT Bank Salabim. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan: a. Konfirmasi mengenai nama badan hukum resmi dari PT Bank Salabim, mengingat berdasarkan pengecekan awal yang kami lakukan pada data perbankan yang terdaftar dan diawasi OJK tidak ditemukan nama PT Bank Salabim. Tanggapan : Sehubungan dengan permintaan konfirmasi mengenai nama badan hukum resmi atas penyebutan PT Bank Salabim, Perseroan menyampaikan bahwa pencatatan tersebut terjadi pada entitas cucu Perseroan, yaitu PT Algae Bioteknologi Internasional. Entitas cucu mengklarifikasi bahwa berdasarkan dokumen legalitas dan administrasi yang berlaku, nama badan hukum resmi yang benar adalah Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Salabim Syariah Indonesia. Entitas cucu Perseroan memahami bahwa berdasarkan pengecekan pada data perbankan yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tidak ditemukan entitas dengan nama PT Bank Salabim. Hal tersebut dikarenakan penyebutan PT Bank Salabim bukan merupakan nama badan hukum resmi yang terdaftar sebagai bank, melainkan merupakan penyebutan administratif/internal yang digunakan pada beberapa dokumen dan belum disesuaikan dengan nama badan hukum yang berlaku. Response: In relation to the reguest for confirmation regarding the official legal entity name for the mention of PT Bank Salabim, the Company stated that the registration occurred in the Company's subsidiary entity, namely PT Algae Bioteknologi Internasional. The subsidiary entity clarified that based on the applicable legal and administrative documents, the correct Official legal entity name is Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Salabim Syariah Indonesia. The Company's subsidiary entity understands that based on checking the banking data registered and supervised by the Financial Services Authority (OJK), no entity with the name PT Bank Salabim was found. This is because the mention of PT Bank Salabim is not the name of the official legal entity registered as a bank, but rather an administrative/internal designation used in several documents and has not been adjusted to the applicable legal entity name. Konfirmasi dan klarifikasi dari Perseroan mengenai apakah Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Salabim Syariah Indonesia yang berlokasi di Jalan Kateguhan RT. 01 RW. 01 Tawangsari, Sukoharjo merupakan entitas yang sama dengan PT Bank Salabim. Tanggapan : Entitas cucu Perseroan yaitu PT Algae Bioteknologi Internasional dengan ini memberikan konfirmasi dan klarifikasi bahwa Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Salabim Syariah Indonesia yang beralamat di Jalan Kateguhan RT. 01 RW. 01, Tawangsari, Sukoharjo merupakan entitas yang sama dengan pihak yang pada beberapa dokumen atau laporan sebelumnya tertulis sebagai PT Bank Salabim. Perbedaan penyebutan nama tersebut terjadi karena penyebutan administratif yang digunakan secara internal dan/atau historis dalam proses penyusunan dokumen, sehingga pada beberapa dokumen masih tercantum nama PT Bank Salabim dan belum disesuaikan dengan nama resmi badan hukum yang berlaku. Response: The subsidiary entity of the Company, namely PT Algae Bioteknologi Internasional, hereby provides confirmation and clarification that the Sharia Savings and Loans and Financing Cooperative (KSPPS) BMT Salabim Syariah Indonesia, located at Jalan Kateguhan RT. 01 RW. 01, Tawangsari, Sukoharjo, is the same entity as the party that in several previous
Page 3 OCR 0.943
documents or reports was written as PT Bank Salabim. The difference in the mention of the name occurred due to the administrative mention used internally and/or historically in the document preparation process, s0 that in several documents the name PT Bank Salabim is still listed and has not been adjusted to the official name of the applicable legal entity. c. Latar belakang dan penyebab Perseroan menuliskan PT Bank Salabim dalam laporan keuangan dan tidak menuliskan sesuai nama resminya yaitu KSPPS BMT Salabim Syariah Indonesia. Tanggapan : Penulisan nama PT Bank Salabim dalam laporan keuangan terjadi karena adanya kelalaian administratif pada saat proses penyusunan dokumen laporan keuangan pada entitas cucu Perseroan yaitu PT Algae Bioteknologi Internasional. Nama tersebut digunakan sebagai referensi internal yang belum diperbarui sehingga tidak mencerminkan nama badan hukum yang resmi dan berlaku saat ini. Adapun nama resmi yang seharusnya dicantumkan dalam laporan keuangan adalah KSPPS BMT Salabim Syariah Indonesia sesuai dengan dokumen legalitas dan perizinan yang berlaku. Response: The use of the name PT Bank Salabim in the financial statements occurred due to administrative negligence during the preparation of the financial statements for the Company's subsidiary, PT Algae Bioteknologi Internasional. The name was used as an internal reference that has not been updated and therefore does not reflect the current official legal entity name. The official name that should be included in the financial statements is KSPPS BMT Salabim Syariah Indonesia, in accordance with applicable legal documents and permits. d. Informasi mengenai nama dan jenis produk atas penempatan dana pada Bank Salabim sebesar Rp1,00 miliar tersebut. Tanggapan : Adapun penempatan dana sebesar Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) tersebut dilakukan pada produk simpanan yang disediakan oleh KSPPS BMT Salabim Syariah Indonesia. Response: The placement of funds amounting to IDR 1,000,000,000.00 (one billion rupiah) was made in savings products provided by KSPPS BMT Salabim Syariah Indonesia. e. Latar belakang dan urgensi Perseroan melakukan penempatan dana pada Bank Salabim tersebut. Tanggapan: Entitas cucu Perseroan melakukan penyimpanan dana pada KSPPS BMT Salabim Syariah Indonesia dengan mempertimbangkan utama penyimpanan dana tersebut adalah bahwa fasilitas penyimpanan yang diberikan tidak membebankan biaya administrasi sehingga tidak menimbulkan tambahan beban operasional bagi Perseroan. Selain itu, skema tanpa bunga dipandang sesuai dengan tujuan penempatan yang berorientasi pada keamanan penyimpanan dan kemudahan akses dana, bukan sebagai instrumen investasi atau optimalisasi pendapatan keuangan. Response: The Company's subsidiary entity deposits funds at KSPPS BMT Salabim Syariah Indonesia, primarily considering that the deposit facility does not incur administrative fees, thus not creating additional operational burdens for the Company. Furthermore, the interesi-free scheme is deemed appropriate for the placement objective, which prioritizes safekeeping and easy access to funds, rather than as an investment instrument or for optimizing financial income. Informasi mengenai nama dan jenis produk reksadana atas penempatan reksadana sebesar Rp26,50 miliar tersebut. Tanggapan: Perusahaan menempatkan dana dalam deposito, BSI investasi terikat, dan reksa dana, sebagai berikut: - BSI Investasi Terikat No. LD2418588087/7275278844 pada tanggal 3 Juli 2025, dengan nilai Rp200.000.000, jatuh tempo pada tanggal 25 Juli 2026, dengan nisbah investor sebesar 50,00Y6 dan nisbah bank sebesar 50,0096. - Deposito No. A364728 pada tanggal 28 Juli 2025, dengan nilai Rp3.000.000.000, berjangka waktu
Page 4 OCR 0.932
6 (enam) bulan sampai dengan tanggal 28 Januari 2026, dengan bunga sebesar 5,50Yo kepada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah. Deposito ini telah dicairkan pada tanggal 28 Januari 2026. - Reksa dana No. Referensi 454691106 pada tanggal 14 Agustus 2025, dengan nilai Rp5.000.000.000 kepada PT Sucorinvest Asset Management. - Reksa dana No. Referensi 488610473 pada tanggal 23 September 2025, dengan nilai Rp5.000.000.000 kepada PT Sucorinvest Asset Management. - Deposito No. Bilyet AB00345647 pada tanggal 30 September 2025, dengan nilai Rp120.000.000, berjangka waktu 1 (satu) tahun sampai dengan tanggal 30 September 2026, dengan nisbah nasabah sebesar 26,00Y6 dan nisbah bank sebesar Rp74,0076. - Reksa dana No. Referensi 627191252 pada tanggal 26 Januari 2026, dengan nilai Rp8.500.000.000 kepada PT Trimegah Asset Management. - Reksa dana pada tanggal 8 Januari 2026 dan 22 Januari 2026 masing-masing sebesar Rp6.000.000.000 dan Rp4.000.000.000 pada produk Sucorinvest Sharia Money Market Fund yang dikelola oleh PT Sucorinvest Asset Management. - Reksa dana per 5 Februari 2026 sebesar Rp4.500.000.000 pada produk Batavia Dana Kas Maxima, berdasarkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) sesuai portfolio investasi dari PT Bank Central Asia Tbk. Response: The Company placed funds in time deposits, BSI restricted investments, and mutual funds, as follows: - BSI Restricted Investment No. LD2418588087/7275278844 on July 3, 2025, with a value of Rp200,000,000, maturing on July 25, 2026, with an investor ratio of 50.006 and a bank ratio of 50.0046. - Deposit No. A364728 on July 28, 2025, with a value of Rp3,000,000,000, with a term of 6 (six) months until January 28, 2026, with an interest rate of 5.5096 to PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah. This deposit was withdrawn on January 28, 2026. - Mutual Fund No. Reference No. 454691106 on August 14, 2025, with a value of Rp5,000,000,000 to PT Sucorinvest Asset Management. - Mutual Fund Reference No. 488610473 on September 23, 2025, with a value of Rp5,000,000,000 to PT Sucorinvest Asset Management. - Deposit No. Bilyet AB00345647 on September 30, 2025, with a value of Rp120,000,000, with a term of 1 (one) year until September 30, 2026, with a customer ratio of 26.0046 and a bank ratio of Rp74.0046. - Mutual Fund Reference No. Reference No. 627191252 on January 26, 2026, for a total of Rp8,500,000,000 to PT Trimegah Asset Management. - Mutual fund investments on January 8, 2026, and January 22, 2026, amounted to Rp6,000,000,000 and Rp4,000,000,000, respectively, in the Sucorinvest Sharia Money Market Fund product managed by PT Sucorinvest Asset Management. - Mutual fund investments as of February 5, 2026, amounted to Rp4,500,000,000 in the Batavia Dana Kas Maxima product, based on the Net Asset Value (NAV) of the investment portfolio of PT Bank Central Asia Tbk.
Page 5 OCR 0.951
3. Informasi mengenai luas tanah, nilai kesepakatan pembelian dan rencana penggunaan atas tanah yang akan dibeli oleh entitas anak Perseroan sebagaimana telah tercatat sebagai uang muka pembelian tanah Perseroan. Tanggapan: Entitas anak Perseroan melakukan pembelian tanah ditengah kota Kabupaten Sukoharjo dengan luas total 579 m2 dan didalamnya terdapat bangunan dua lantai dengan luas 701 m2. Entitas anak Perseroan membeli tanah dan bangunan tersebut dengan nilai 4.800.000.000, dimana akan dipergunakan sebagai kantor dan gudang entitas anak Perseroan. Namun bagunan tersebut perlu dilakukan renovasi agar dapat digunakan sebagai kantor dan gudang. Response: The Company's subsidiary purchased land in the city center of Sukoharjo Regency with a total area of 579 m2 and inside there is a two-story building with an area of 701 m2. The Company's subsidiary purchased the land and building for 4,800,000,000, which will be used as an office and warehouse for the Company's subsidiary. However, the building needs to be renovated s0 that it can be used as an office and warehouse. 4. Berdasarkan tanggapan atas permintaan penjelasan, Perseroan menyampaikan bahwa terdapat piutang kepada pihak berelasi yang tidak dikenakan bunga dan tidak terdapat tanggal jatuh tempo. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan: a. Transaksi yang menyebabkan Perseroan membukukan piutang kepada pihak berelasi yang tidak dikenakan bunga dan tidak terdapat tanggal jatuh tempo tersebut. Tanggapan: Latar belakang alasan Perseroan memberikan piutang kepada pihak berelasi tersebut dengan tidak mengenakan bunga dan tidak terdapat tanggal jatuh tempo. Tanggapan: Latar Belakang dan Alasan Pemberian Piutang kepada Pihak Berelasi Perseroan memberikan piutang kepada pihak berelasi tanpa pengenaan bunga dan tanpa penetapan tanggal jatuh tempo dengan mempertimbangkan bahwa transaksi tersebut dilakukan dalam lingkup hubungan usaha yang berada dalam satu kelompok usaha (group), serta dalam rangka mendukung kegiatan operasional dan pengembangan usaha entitas terkait. Piutang tersebut terutama timbul dari transaksi yang bersifat non-komersial, antara lain terkait dengan kebutuhan modal kerja, pengalihan saham, dan restrukturisasi internal, sehingga tidak sepenuhnya mencerminkan transaksi pinjaman pada umumnya. Kebijakan tanpa bunga dan tanpa jatuh tempo ditetapkan dengan mempertimbangkan efisiensi pengelolaan keuangan secara konsolidasi serta fleksibilitas arus kas dalam grup, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati- hatian, kemampuan pengembalian pihak berelasi, dan tingkat risiko yang dapat dikendalikan. Perseroan menegaskan bahwa seluruh transaksi dengan pihak berelasi telah dilakukan sesuai dengan prinsip kewajaran dan kelaziman usaha, serta mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, Perseroan secara berkala melakukan pemantauan dan evaluasi atas saldo piutang tersebut untuk memastikan keterpulihan dan tidak adanya dampak material terhadap kondisi keuangan Perseroan. Response: Background and Reasons for Granting Receivables to Related Parties The Company granis receivables to related parties without interest and without setting a maturity date by considering that the transactions are carried out within the scope of business relationships within one business group, and in order to support the operational activities and business development of the related entities. These receivables primarily arise from non-commercial transactions, including those related to working capital needs, share transfers, and internal restructuring, so they do not fully reflect loan transactions in general. The no-interest and no- maturity policy is established by considering the efficiency of consolidated financial management and the flexibility of cash flow within the group, while still paying attention to the principle of prudence, the repayment capacity of related parties, and the level of risk that can be controlled. The Company confirms that all transactions with related parties have been carried out in accordance with the principles of fairness and business customs, and refer to the provisions of applicable laws and regulations. In addition, the Company periodically monitors and evaluates the balance of these receivables to ensure recoverability and the absence of a material impact on the Company's financial condition.
Page 6 OCR 0.947
b. Strategi dan upaya Perseroan memastikan pemberian piutang kepada pihak berelasi tersebut telah dilakukan secara wajar dan tidak merugikan Perseroan dan pihak lainnya. Tanggapan: Perseroan memastikan bahwa pemberian piutang kepada pihak berelasi telah dilakukan secara wajar dan tidak merugikan Perseroan maupun pihak lainnya melalui penerapan langkah-langkah sebagai berikut: Perseroan menerapkan prinsip kewajaran dan kelaziman usaha (arm's length principle secara substansi) dalam setiap transaksi dengan pihak berelasi, dengan mempertimbangkan manfaat ekonomi bagi Perseroan dan kelompok usaha. Seluruh transaksi dengan pihak berelasi dilakukan dengan mengacu pada ketentuan PSAK 7 mengenai pengungkapan pihak berelasi serta peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Perseroan memiliki mekanisme pengendalian internal yang memadai, termasuk proses review dan persetujuan manajemen, untuk memastikan tidak terdapat benturan kepentingan yang dapat merugikan Perseroan. Perseroan secara berkala melakukan pemantauan dan evaluasi atas saldo serta keterpulihan piutang dengan mengacu pada PSAK 71 terkait penurunan nilai instrumen keuangan (expected credit loss), guna memastikan risiko kredit tetap terkendali. Manajemen menilai bahwa pemberian piutang kepada pihak berelasi tersebut memberikan manfaat strategis bagi pengembangan usaha dan tidak menimbulkan dampak material yang merugikan terhadap kondisi keuangan Perseroan. Response: The Company ensures that the granting of receivables to related parties has been conducted fairly and does not harm the Company or other parties by implementing the following steps: The Company applies the arm's length principle in substance in every transaction with related parties, taking into account the economic benefits to the Company and the business group. All transactions with related parties are conducted in accordance with PSAK 7 regarding related party disclosures and applicable laws and regulations, including the principles of good corporate governance. The Company has adeguate internal control mechanisms, including management review and approval processes, to ensure there are no conflicts of interest that could harm the Company. The Company periodically monitors and evaluates the balance and recoverability of receivables, referring to PSAK 71 regarding impairment of financial instruments (expected credit loss), to ensure credit risk remains under control. Management assesses that the granting of receivables to related parties provides strategic benefits for business development and does not have a material adverse impact on the Company's financial condition. 5. Berdasarkan tanggapan atas permintaan penjelasan poin 5.a, Perseroan menyampaikan rincian piutang berelasi terkait piutang atas pengalihan saham sebagaimana tabel berikut: Tuan Is Heriyanto 990. 990.000. Tuan Sidig Nur Pambudi 495.000.000 495.000.000 Tuan Muhammad Zusron 22.500.000 22.500.000 Tuan Aditya Aji Prakosa 3.000.000 3.000.000 Selanjutnya berdasarkan tanggapan atas permintaan penjelasan poin 23.e, Perseroan menyampaikan bahwa pada tahun 2025 penerimaan kas dari konversi waran dicatat pada akun piutang lain-lain pihak berelasi. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan: a. Transaksi yang menyebabkan Perseroan membukukan piutang kepada pihak berelasi tersebut. Tanggapan: adapun transaksi yang menyebabkan pembukuan tersebut adalah penjualan barang yang belum terbayar, piutang setoran modal, dan piutang atas pengalihan kepemilikan saham.
Page 7 OCR 0.949
Response: The transactions that caused this bookkeeping were the sale of goods that had not been paid for. capital contribution receivables, and receivables for the transfer of share ownership. Informasi mengenai saldo per 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 atas pencatatan konversi waran yang telah dicatat Perseroan pada akun piutang lain-lain pihak berelasi. Tanggapan : Saldo per 31 Maret 2026 akun piutang lain — lain pihak berelasi adalah Rp. 22.320.884.542, sedangkan saldo per 31 Desember 2025 adalah Rp. 11.239.407.028. Hal ini menandakan bahwa Laporan Keuangan O1 sudah ada penyesuaian atau reklasifikasi pencatatan warrant yang pada awalnya tercatat di akun piutang lain — lain pihak berelasi sudah di reklas ke akun tambahan modal di setor sesuai ketentuan Response: The balance as of March 31, 2026, of the other receivables from related parties account was Rp. 22,320,884,542, while the balance as of December 31, 2025, was Rp. 11,239,407,028. This indicates that the O1 Financial Report has adjusted or reclassified the recording of warranis which were initially recorded in the other receivables from related parties account and has been reclassified to the additional paid-in capital account in accordance with the provisions. Latar belakang dan alasan Perseroan mencatatkan transaksi tersebut pada akun piutang lain-lain pihak berelasi bukan pada akun lainnya. Tanggapan: Latar belakang dan alasan Perseroan mencatat transaksi tersebut pada akun piutang lain-lain pihak berelasi dan bukan pada akun lainnya adalah karena pada saat penyusunan laporan keuangan tahun buku 2025, periode pelaksanaan Waran masih berlangsung dan baru berakhir pada bulan Januari 2026, sehingga proses pelaksanaan Waran beserta penyelesaian administrasi terkait peningkatan modal Perseroan masih dalam tahap finalisasi. Dalam rangka mengakomodasi penerimaan dana hasil pelaksanaan Waran selama periode tersebut, Perseroan melakukan pencatatan sementara pada akun piutang lain-lain pihak berelasi. Sehubungan dengan telah berakhirnya periode pelaksanaan Waran pada bulan Januari 2026 dan telah terselesaikannya seluruh proses administrasi yang terkait dengan peningkatan modal Perseroan, Perseroan melakukan evaluasi atas klasifikasi akun dimaksud dan selanjutnya melakukan penyesuaian penyajian sesuai dengan substansi ekonomi transaksi. Dengan demikian, seluruh penerimaan dana hasil pelaksanaan Waran telah direklasifikasi dan disajikan sebagai bagian dari tambahan modal disetor pada laporan keuangan interim Perseroan per 31 Maret 2026. Perseroan menegaskan bahwa penggunaan akun piutang lain-lain pihak berelasi pada laporan keuangan tahun buku 2025 dimaksudkan sebagai pencatatan sementara selama periode pelaksanaan Waran masih berlangsung dan tidak dimaksudkan untuk mencerminkan klasifikasi akhir transaksi tersebut. Penyesuaian klasifikasi yang dilakukan pada tahun 2026 tidak mempengaruhi jumlah kas yang diterima Perseroan maupun posisi ekuitas Perseroan secara keseluruhan, melainkan semata-mata merupakan penyesuaian penyajian guna memastikan bahwa laporan keuangan Perseroan telah mencerminkan substansi transaksi secara tepat serta disusun sesuai dengan prinsip penyajian yang berlaku. Pemilihan akun piutang lain-lain pihak berelasi pada saat itu mempertimbangkan bahwa transaksi dimaksud melibatkan pihak yang memiliki hubungan berelasi dengan Perseroan dan digunakan sebagai akun penampung sementara (temporary account) selama keseluruhan proses pelaksanaan Waran belum selesai. Setelah jumlah peningkatan modal dapat ditentukan secara final dan seluruh proses pelaksanaan Waran berakhir pada Januari 2026, Perseroan melakukan reklasifikasi ke akun tambahan modal disetor sesuai dengan substansi dan karakteristik transaksi tersebut. Response: The background and reason for the Company recording the transaction in the other receivables from related parties account and not in other accounis is because at the time of preparing the financial statements for the 2025 fiscal year, the Warrant implementation period was still ongoing and only ended in January 2026, s0 that the Warrant implementation process and the administrative settlement related to the increase in the Company's capital were still in the finalization stage. In order to accommodate the receipt of funds from the exercise of the Warranis during that period, the Company made a temporary recording in the other receivables
Page 8 OCR 0.938
Jtom related parties account. In connection with the end of the Warrant implementation period in January 2026 and the completion of all administrative processes related to the increase in the Company's capital, the Company conducted an evaluation of the classification of the said account and then made adjustments to the presentation in accordance with the economic substance of the transaction. Therefore, all proceeds from the exercise of the Warrants have been reclassified and presented as part of additional paid-in capital in the Company's interim financial statements as of March 31, 2026. The Company confirms that the use of the other receivables from related parties account in the 2025 financial statements is intended as a temporary record during the Warrant exercise period and is not intended to reflect the final classification of the transaction. The classification adjustment made in 2026 does not affect the amount of cash received by the Company or the Company's overall eguity position, but is solely a presentation adjustment to ensure that the Company/'s financial statements accurately reflect the substance of the transaction and are prepared in accordance with applicable presentation principles. The selection of the other receivables from related parties account at that time took into account that the transaction involved a party that had a related relationship with the Company and was used as a temporary account while the entire Warrant exercise process was not yet completed. After the amount of the capital increase could be finally determined and the entire Warrant exercise process ended in January 2026, the Company reclassified the account 10 the additional paid-in capital account in accordance with the substance and characteristics of the transaction.
Page 9 OCR 0.949
6. Berdasarkan tanggapan atas permintaan penjelasan poin 9, Perseroan menyampaikan bahwa terdapat beban penyusutan sekitar Rp6,25 juta yang belum dicatat Perseroan. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan: a Latar belakang dan penyebab Perseroan belum mencatat beban penyusutan sekitar Rp6,25 juta. Tanggapan: Pada saat penyusunan laporan keuangan interim untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2026, Perseroan belum membebankan penyusutan atas aset tertentu sehingga terdapat beban penyusutan sekitar Rp6,25 juta yang belum diakui dalam periode tersebut. Kondisi ini terjadi karena adanya kekeliruan administratif dalam proses rekonsiliasi dan pembaruan daftar aset tetap yang digunakan sebagai dasar perhitungan penyusutan pada periode berjalan. Response: When preparing the interim financial statements for the period ended March 31, 2026, the Company had not yet charged depreciation on certain assets, resulting in approximately Rp6.25 million in unrecognized depreciation expense during the period. This occurred due to an administrative error in the reconciliation and updating of the fixed asset list used as the basis for calculating depreciation in the current period. Perseroan agar menyampaikan dampak belum dicatatnya beban penyusutan sekitar Rp6,25 juta pada penyajian laporan keuangan periode 31 Maret 2026 dengan mengisi informasi saldo setelah adanya penyesuaian atas pengakuan beban penyusutan sekitar Rp6,25 juta tersebut pada tabel berikut: Tanggapan/Response: Total aset/ Total assets Total liabilitas/ Total liabilities 23.644.236.837 23.644.236.837 Saldo laba/ Retained earning 31.800.056.063 31.793.806.063 Total ekuitas/ Total eguity 143.021.276.315 143.015.026.315 Laba sebelum pajak/ Profit before tax 4.874.277.878 4.868.027.878 Laba tahun berjalan/ Current year profit 4.874.277.878 4.868.027.878 7. Berdasarkan tanggapan atas permintaan penjelasan poin 12, Perseroan menyampaikan bahwa terdapat kekeliruan pencatatan atas pembayaran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan: a Informasi mengenai nilai atas kekeliruan pencatatan pembayaran BPJS beserta akun yang terdampak atas pencatatan tersebut. Tanggapan: Perseroan menyampaikan bahwa terdapat kekeliruan klasifikasi pencatatan pembayaran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 17.188.674, yang semula dicatat pada akun Beban Gaji dan Upah dan seharusnya dicatat pada akun Beban Asuransi dan BPJS. Response: The Company stated that there was an error in the classification of BPJS Health and BPJS Employment payments amounting to Rp. 17,188,674, which was originally recorded in the
Page 10 OCR 0.946
Salary and Wage Expense account and should have been recorded in the Insurance and BPJS Expense account. b. Perseroan agar menyampaikan dampak kekeliruan pencatatan pembayaran BPJS tersebut pada penyajian laporan keuangan periode 31 Maret 2026 dengan mengisi informasi saldo setelah adanya penyesuaian dari adanya kekeliruan pencatatan atas pembayaran BPJS tersebut pada tabel berikut: Total aset/ Total assets 166.665.513.152 166.648.324.478 Total liabilitas/ Total liabilities 23.644.236.837 23.661.425.511 Saldo laba/ Retained earning 31.800.056.063 31.782.867.389 Total ekuitas/ Total eguity 143.021.276.315 142.986.898.967| Laba sebelum pajak/ Profit before tax 4.874.277.878 4.857.089.204 Laba tahun berjalan/ Current year profit 4.874.277.878 4.857.089.204| Tanggapan: Penyesuaian tersebut mengakibatkan penurunan total aset dan laba tahun berjalan masing-masing sebesar Rp17.188.674, serta peningkatan total liabilitas sebesar Rp17.188.674. Response: The adjustment resulted in a decrease in total assets and profit for the year of Rp17, 188,674, respectively, and an increase in total liabilities af Rp17, 188,674. 8. Berdasarkan tanggapan atas permintaan penjelasan, Perseroan menyampaikan bahwa tidak menemukan contoh perusahaan tercatat yang menggunakan akta perubahan modal sebagai dasar pencatatan jumlah saham dalam laporan keuangan. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan: a. Latar belakang dan alasan Perseroan tetap menggunakan akta perubahan modal sebagai dasar penentuan jumlah saham atau nilai modal saham pada laporan keuangan meskipun Perseroan tidak menemukan contoh perusahaan tercatat yang menggunakan akta perubahan modal Perseroan sebagai dasar pencatatan jumlah saham dalam laporan keuangan. b. Perbedaan pengakuan atas penentuan jumlah saham atau nilai modal saham pada laporan keuangan yang dilakukan Perseroan dibandingkan yang dilakukan oleh perusahaan tercatat lain seperti BAIK, MEJA, HAJJ, dan NAIK. c. Dampak perbedaan dasar penentuan jumlah saham atau nilai modal saham pada laporan keuangan tersebut pada penyajian pada laporan keuangan Perseroan. Tanggapan/Response: a. Perseroan mengakui penambahan modal saham dan tambahan modal disetor yang berasal dari pelaksanaan waran setelah diterbitkannya dan disahkannya Akta Perubahan Modal Perseroan, yang menjadi dasar hukum atas perubahan struktur permodalan Perseroan. Sehubungan dengan hal tersebut, pelaksanaan waran yang terjadi dalam periode 14 Juli 2025 sampai dengan 12 Januari 2026 belum diakui dalam laporan keuangan per 31 Desember 2025, mengingat pada tanggal tersebut Akta Perubahan Modal Perseroan belum diterbitkan dan memperoleh pengesahan yang diperlukan sebagai dasar pencatatan perubahan modal. Perlakuan akuntansi tersebut mengacu pada ketentuan PSAK 232 paragraf 16 yang mengatur bahwa suatu instrumen keuangan diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas apabila penyelesaiannya dilakukan melalui penerbitan instrumen ekuitas tanpa adanya kewajiban kontraktual bagi entitas untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lainnya. Dengan demikian, pelaksanaan waran diperlakukan sebagai transaksi ekuitas dengan pemilik yang berdampak pada peningkatan modal saham dan tambahan modal disetor Perseroan.
Page 11 OCR 0.948
Cc. The Company recognizes the increase in share capital and additional paid-in capital resulting Jtom the exercise of warrants after the issuance and ratification of the Company's Capital Change Deed, which serves as the legal basis for changes in the Company's capital structure. In this regard, the exercise of warrants that occurred in the period from July 14, 2025 to January 12, 2026 has not been recognized in the financial statements as of December 31, 2025, considering that on that date the Company's Capital Change Deed has not been issued and obtained the necessary ratification as the basis for recording changes in capital. This accounting treatment refers to the provisions of PSAK 232 paragraph 16 which stipulates that a financial instrument is classified as an eguity instrument if its settlement is carried out through the issuance of an eguity instrument without any contractual obligation for the entity to deliver cash or other Jinancial assets. Therefore, the exercise of warrants is treated as an eguity transaction with the owner that has an impact on the increase in the Company's share capital and additional paid-in capital. Berikut pengakuan atas penentuan jumlah saham pada BAIK, MEJA, HAJJ, dan NAIK per 31 Desember 2025/The following is an acknowledgement of the determination of the number of shares in BAIK, MEJA, HAJJ, and NAIK as of December 31, 2025: Kode Nama Perusahaan/ Company Penyajian Waran pada / nam Code € Laporan Keuangan/ Presentation of Warrants in Financial Statements MEJA | PT Harta Djaya Karya Tbk Tambahan modal disetor/ Additional paid- in capital BAIK | PT Bersama Mencapai Puncak Tbk | Modal saham dan tambahan modal dan Entitas Anak disetor/ Share capital and additional paid- in capital HAJJ | PT Arsy Buana Travelindo Tbk Modal saham dan tambahan modal disetor/ Share capital and additional paid- in capital NAIK | PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk Modal saham dan tambahan modal disetor/ Share capital and additional paid- in capital Perbedaan dasar penentuan jumlah saham atau nilai modal saham tersebut berdampak pada waktu pengakuan (timing of recognition) atas akun ekuitas dalam laporan keuangan Perseroan. Dengan menggunakan Akta Perubahan Modal yang telah diterbitkan dan memperoleh pengesahan sebagai dasar pencatatan, pelaksanaan waran yang terjadi sampai dengan tanggal 31 Desember 2025 belum diakui sebagai peningkatan modal saham dan tambahan modal disetor pada tanggal pelaporan tersebut. Akibatnya, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh, saldo modal saham, serta saldo tambahan modal disetor yang disajikan dalam laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2025 berbeda dengan penyajian yang dilakukan oleh perusahaan tercatat lain yang mengakui pelaksanaan waran pada saat transaksi pelaksanaan waran terjadi. Dengan demikian, jumlah saham beredar dan nilai ekuitas yang disajikan pada laporan posisi keuangan per 31 Desember 2025 belum mencerminkan pelaksanaan waran yang terjadi dalam periode 14 Juli 2025 sampai dengan 31 Desember 2025. Perseroan menerapkan pendekatan konservatif dengan mengakui peningkatan modal saham dan tambahan modal disetor setelah diterbitkannya Akta Perubahan Modal yang telah memperoleh pengesahan sesuai ketentuan yang berlaku. Perseroan memahami bahwa terdapat perbedaan praktik penyajian dengan beberapa emiten lain. Oleh karena itu Perseroan telah melakukan penyesuaian dan reklasifikasi pada laporan keuangan interim per 31 Maret 2026 sehingga substansi ekonomi transaksi pelaksanaan waran telah tercermin secara memadai dalam akun ekuitas Perseroan.
Page 12 OCR 0.940
c. The difference in the basis for determining the number of shares or the value of' share capital has an impact on the timing of recognition of eguity accounis in the Company's financial statements. By using the Deed of Change of Capital that has been issued and obtained approval as the basis for recording, the exercise of warrants that occurred up to December 31, 2025 has not been recognized as an increase in share capital and additional paid-in capital on the reporting date. As a result, the number of'shares issued and fully paid, the balance of share capital, and the balance of additional paid-in capital presented in the Company's financial statements as of December 31, 2025 differs from the presentation made by other listed companies that recognize the exercise of warranis at the time the warrant exercise transaction occurs. Therefore, the number of'shares outstanding and the value of eguity presented in the statement of financial position as of December 31, 2025 does not reflect the exercise of warrants that occurred in the period from July 14, 2025 to December 31, 2025. The Company applies a conservative approach by recognizing the increase in share capital and additional paid-in capital after the issuance of the Deed of Change of Capital that has been approved in accordance with applicable regulations. The Company understands that presentation practices differ from those of several other issuers. Therefore, the Company has made adjustments and reclassifications in the interim financial statements as of March 31, 2026, s0 that the economic substance of the warrant exercise transaction is adeguately reflected in the Company's eguity account. 9. Berdasarkan tanggapan atas permintaan penjelasan mengenai perpajakan, Perseroan menyampaikan bahwa saldo utang PPh pasal 29 tidak mengalami perubahan karena tidak terdapat pembayaran selama periode tersebut dan Perseroan belum membukukan beban pajak dalam laporan laba rugi meskipun sudah melakukan perhitungan berdasarkan rekonsiliasi fiskal. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan: a. Informasi terkini mengenai pembayaran utang PPh pasal 29 tersebut. Perseroan agar menyampaikan jumlah yang dibayar beserta tanggal pembayarannya. Tanggapan: Berdasarkan perhitungan kewajiban Pajak Penghasilan (PPh) Tahun Pajak 2025, total kewajiban PPh Perseroan tercatat sebesar Rp 7.337.895.762. Sepanjang Tahun Pajak 2025, Perseroan telah melakukan pembayaran angsuran pajak dengan total sebesar Rp 4.007.292.938. Adapun sisa kewajiban pajak yang masih harus dibayarkan sebesar Rp 3.330.602.824 telah dilunasi oleh Perseroan pada bulan Mei 2026. Response: Based on the calculation of Income Tax (PPh) obligations for the 2025 Tax Year, the Company's total PPh obligations were recorded at Rp 7,337,895,762. Throughout the 2025 Tax Year, the Company has made tax installment payments totaling Rp 4,007,292,938. The remaining tax obligations still to be paid amounting to Rp 3,330,602,824 have been paid by the Company in May 2026. b. Perseroan agar menyampaikan dampak belum diakuinya beban pajak penghasilan pada penyajian laporan keuangan periode 31 Maret 2026 dengan mengisi informasi saldo setelah adanya penyesuaian dari temuan pencatatan atas beban pajak penghasilan sebagaimana telah dihitung Perseroan dalam CALK 19.c tersebut pada tabel berikut: To' aset/ Total assets 166.665.513.152 166.659.263.152| Total liabilitas/ Total liabilities 23.644.236.837 23.644.236.837 Saldo laba/ Retain earning 31.800.056.063 31.793.806.063|
Page 13 OCR 0.943
Total ekuitas/ Total eguity 143.021.276.315 143.015.026.315| Laba sebelum pajak/ Profit before tax 4.874.277.878 4.868.027.878 Laba tahun berjalan/ Current year profit 4.874.277.878 4.868.027.878 10. Berdasarkan tanggapan atas permintaan penjelasan poin 15, Perseroan menyampaikan bahwa rincian tambahan modal disetor per 31 Maret 2026 berasal dari saldo awal per 31 Desember 2025 sebesar Rp48,04 miliar ditambah pelaksanaan waran sebesar Rp28,13 miliar sehingga saldo per 31 Maret 2026 menjadi sebesar Rp76,18 miliar. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan: a Dasar penentuan nilai sebesar Rp18,29 miliar atas penambahan modal disetor yang berasal dari penerimaan konversi waran. Dasar penentuan nilai reklasifikasi penerimaan konversi waran yang tercatat pada piutang lain- lain pihak berelasi sebesar Rp9,83 miliar. Informasi mengenai saldo per 31 Desember 2025 atas akun piutang lain-lain pihak berelasi yang mencatatkan nilai konversi Waran Seri I. Informasi mengenai saldo per 31 Maret 2026 atas akun piutang lain-lain pihak berelasi yang mencatatkan nilai konversi Waran Seri I. Informasi mengenai mutasi (penambahan, pengurangan atau penyesuaian) atas akun piutang lain- lain pihak berelasi selama 1 Januari sampai 31 Maret 2026 beserta akun lain yang terdampak atas perubahan akun piutang lain-lain pihak berelasi tersebut. Rekonsiliasi antara perubahan piutang lain-lain pihak berelasi dan tambahan modal disetor. Tanggapan/Response: a Jumlah pelaksanaan waran pada bulan Januari 2026 adalah sebanyak 52.267.068 saham dengan nilai sebesar Rp18.293.473.800. Sementara itu, jumlah dana yang diterima dari konversi waran pada bulan Januari 2026 sebesar Rp18.359.061.000, terdapat selisih sebesar Rp65.587.200 dibandingkan dengan nilai pelaksanaan waran pada bulan yang sama. Selisih tersebut berasal dari pelaksanaan waran pada 30 Desember 2025 sebanyak 187.392 saham, yang dana hasil konversinya baru diterima pada 2 Januari 2026, dengan rincian sebagai berikut/ The number of' warrants exercised in January 2026 was 52,267,068 shares with a value of Rp18,293,473,800. Meanwhile, the amount of funds received from the conversion of warrants in January 2026 was Rp18,359,061,000, a difference of Rp65,587,200 compared to the value of the exercise of warranits in the same month. This difference comes from the exercise of warrants on December 30, 2025, amounting to 187,392 shares, the proceeds of which were only received on January 2, 2026, with the following details:
Page 14 OCR 0.902
Nilai f Nominal Excercise per Waran Dokumen (Lembar)/ lembar Jumlah Peer No. Pendukung/ FAN (Rp)/ (Rp)/ Amount mesantla. Supporting documents Wa Nominal (Rp) Kantata eren Value per (Sheet) an (Rp) 1 | Laporan Biro 187.392 350 65.587.200 | PT Bank Administrasi Efek No. Negara 118/OBAT-W 1/1/2026 Indonesia tanggal 2 Januari 2026 (Persero) Tbk. 2 | Laporan Biro 3.726.385 350 PT Bank Administrasi Efek No. 1.304.234.750 | Negara 119/OBAT-W1/1/2026 Indonesia tanggal 5 Januari 2026 (Persero) Tbk. 3 | Laporan Biro 350 PT Bank Administrasi Efek No. 1.731.316 605.960.600 Negara 120/OBAT-W 1/1/2026 Indonesia tanggal 6 Januari 2026 (Persero) Tbk. 4 | Laporan Biro 11.619.590 350 PT Bank Administrasi Efek No. 4.066.856.500 | Negara 121/OBAT-W1/1/2026 Indonesia tanggal 7 Januari 2026 (Persero) Tbk. 5 | Laporan Biro 3.474.590 350 PT Bank Administrasi Efek No. 1.216.106.500 | Negara 122/OBAT-W 1/1/2026 Indonesia tanggal 8 Januari 2026 (Persero) Tbk. 6 | Laporan Biro 20.307.067 350 PT Bank Administrasi Efek No. 7.107.473.450 | Negara 123/OBAT-W 1/1/2026 Indonesia tanggal 9 Januari 2026 (Persero) Tbk. 7 | Laporan Biro 5.658.500 350 PT Bank Administrasi Efek No. 1.980.475.000 | Negara 124/OBAT-W1/1/2026 Indonesia tanggal 12 Januari (Persero) Tbk. 2026 8 | Laporan Biro 5.749.620 350 PT Bank Administrasi Efek No. 2.012.367.000 | Negara 125/OBAT-W 1/1/2026 Indonesia tanggal 13 Januari (Persero) Tbk. 2026
Page 15 OCR 0.922
Nilai 4 Nominal Excercise aa Waran Dokumen lembar Jumlah « No. Pendukung/ gen (Rp)! | (Rp)/Amount Bemae Supporting documents Nominal (Rp) Ta Panen Value per ena) sheet (Rp) Jumlah 18.359.061.000 b. Jumlah pelaksanaan waran pada tahun 2025 adalah sebanyak 28.109.507 saham dengan nilai sebesar Rp9.838.327.450. Sementara itu, jumlah dana yang diterima dari konversi waran pada tahun 2025 sebesar Rp9.772.740.250, terdapat selisih sebesar Rp65.587.200 dibandingkan dengan nilai pelaksanaan waran pada bulan yang sama. Selisih tersebut berasal dari pelaksanaan waran pada 30 Desember 2025 sebanyak 187.392 saham, yang dana hasil konversinya baru diterima pada 2 Januari 2026. Nilai yang direklasifikasi dari akun piutang lain-lain pihak berelasi adalah sebesar Rp9.772.740.250, yaitu sebesar dana yang telah diterima Perseroan sampai dengan 31 Desember 2025. Dasar penentuan nilai reklasifikasi waran yang tercatat pada akun piutang lain-lain pihak berelasi adalah Laporan Biro Administrasi Efek selama tahun 2025. b. The number of warrants exercised in 2025 was 28,109,507 shares with a value of Rp9,838,327,450. Meanwhile, the amount of funds received from the conversion of warranis in 2025 was Rp9,772,740,250, a difference of Rp65,587,200 compared to the value of the exercise of warrants in the same month. The difference came from the exercise of warrants on December 30, 2025, amounting to 187,392 shares, the proceeds of which were only received on January 2, 2026. The reclassified value of other receivables from related parties was Rp9,772,740,250, which was the amount of funds received by the Company up to December 31, 2025. The basis for determining the reclassified value of warrants recorded in the other receivables from related parties account is the Securities Administration Bureau Report for 2025. c. Saldo piutang lain-lain pada laporan posisi keuangan per 31 Desember 2025 sebesar Rp11.239.407.028, didalamnya termasuk Rp9.772.740.250 yang berasal dari penerimaan dana atas pelaksanaan Waran Seri I selama tahun 2025. c. The balance of other receivables in the statement of financial position as of December 31, 2025 amounted to Rp11,239,407,028, including Rp9,772,740,250 originating from the receipt of funds for the implementation of Series I Warrants during 2025. d. Per 31 Maret 2026 tidak terdapat nilai konversi Waran Seri I yang tercatat pada akun piutang lain-lain pihak berelasi, seluruh penerimaan dari konversi Waran Seri I telah tercatat pada akun tambahan modal disetor sehubungan dengan telah selesainya proses pelaksanaan Waran Seri I. Pelaksanaan Waran Seri I tahun 2025 telah direklasifikasi ke tambahan modal disetor per 31 Maret 2026. d. As of March 31, 2026, there was no conversion value of Series I Warrants recorded in other receivables from related parties, all receipis from the conversion of Series I Warrants have been recorded in the additional paid-in capital account in connection with the completion of the exercise process of Series I Warrants. The exercise of Series I Warrants in 2025 has been reclassified to additional paid-in capital as of March 31, 2026. e. Berikut informasi mengenai mutasi atas akun piutang lain-lain pihak berelasi selama 1 Januari sampai 31 Maret 2026/ The following information is regarding mutations in other receivables accounts from related parties for January 1 to March 31, 2026:
Page 16 OCR 0.939
Saldo piutang lain-lain per 1 Januari 2026/ Other receivables balance as of 11.239.407.028 January 1, 2026 Mutasi 1 Januari - 31 Maret 2026/ Mutation January 1 - March 31, 2026: Penambahan/ Addition 2.260.296.491 Pengurangan/ Subtraction (951.559.227) Penyesuaian atas penerimaan dana atas pelaksanaan Waran Seri I tahun 2025/ Adjustmenis to proceeds from the exercise of Series I Warrants in 2025 9.772.740.250 Jumlah Perubahan/ Number of Changes 11.081.477.514 Saldo piutang lain-lain per 31 Maret 2026/ Other receivables balance as of 22.320.884.542 March 31, 2026 Akun lain yang terdampak atas perubahan akun piutang lain-lain sebagai berikut/ Other accounts affected by changes in other receivables accounts are as follows: Nama Akun/ Account Name Debit/Debit Kredit/Credit Kas Kecil/ Petty cash - 1.001.021.900 PT Bank Central Asia 96.817.500 239.330.000 PT Bank Mandiri 500.000.000 836.000.000 PT Bank Syariah Indonesia 18.171.900 57.228.630 Uang Muka Pembelian/ Down payment - 12.928.275 Persediaan/ Supply - 5.768.602 Pajak Pertambahan Nilai — Masukan/ Value - Added Tax - Input 133.876.143 Tambahan Modal Disetor — Waran Seri I tahun 2025/ Additional Paid-in Capital — Series I Warrants in 2025 - 9.772.740.250
Page 17 OCR 0.929
Nama Akun/ Account Name Debit/Debit Kredit/Credit Utang Usaha Pihak Berelasi / Related Party Accounts Payable 34.953.014 9.729.252 Utang Usaha Pihak Ketiga/ Third Party - Accounts Payable 47.435.736 Penjualan Produk/ Product Sales - 67.930.500 Harga Pokok Penjualan/ Cost of goods sold - 5.768.602 Beban Pemasaran/ Marketing Expenses 120.600.000 49.396.000 Beban Iklan/ Advertising Expenses - 13.000.000 Pendapatan Keuangan Lainnya/ Other - Financial Income 27.000 Jumlah/ Amount 970.622.895 12.052.100.409 Perubahan/ Change (11.081.477.514) f£ Berikut rekonsiliasi antara perubahan piutang lain-lain pihak berelasi dan tambahan modal disetor/ The following is a reconciliation between changes in other receivables from related parties and additional paid-in capital: Piutang lain-lain pihak berelasi/ Other receivables from related parties Keterangan/ Information Saldo (Rp)/ Balance (Rp) Penerimaan dana hasil pelaksanaan Waran Seri I (9.772.740.250) tahun 2025 yang dicatat sebagai Piutang Lain-lain Pihak Berelasi per 31 Desember 2025/ Receipt of funds from the exercise of Series I Warrants in 2025 recorded as Other Receivables from Related Parties as of December 31, 2025 Reklasifikasi ke Tambahan Modal Disetor pada 9.772.740.250 tahun 2026 sehubungan dengan selesainya proses pelaksanaan Waran Seri I/ Reclassification to Additional Paid-in Capital in 2026 in connection with the completion of the Series I Warrant exercise process Saldo Piutang Lain-lain Pihak Berelasi terkait - pelaksanaan Waran Seri I setelah reklasifikasi/ Other Receivables Balance from Related
Page 18 OCR 0.947
Parties related to the exercise of Series I Warrants after reclassification Tambahan modal disetor/ Additional paid-in capital Keterangan/ Information Saldo (Rp)/ Balance (Rp) Saldo per 1 Januari 2025/ Balance as of January 1, 48.049.087.862 2025 Reklasifikasi dari Piutang Lain-lain Pihak Berelasi 9.772.140.250 pada tahun 2026 sehubungan dengan selesainya proses pelaksanaan Waran Seri I/ Reclassification of Other Receivables from Related Parties in 2026 in connection with the completion of the Series I Warrant exercise process Penerimaan pelaksanaan Waran Seri I bulan 18.359.061.000 Januari 2026/ Acceptance of implementation of Series I Warrants in January 2026 Saldo Tambahan Modal Disetor per 31 Maret 76.180.889.112 2026/ Additional Paid-in Capital Balance as of March 31, 2026 11. Berdasarkan laporan arus kas pendanaan, Perseroan membukukan penempatan investasi pada entitas asosiasi sebesar Rp51 juta untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025, dan Rp143 juta untuk periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2025. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan latar belakang dan penyebab nilai investasi selama periode 12 bulan justru lebih kecil dibandingkan periode 3 bulan. Tanggapan: Penurunan saldo investasi pada entitas asosiasi per 31 Desember 2025 dibandingkan dengan posisi per 31 Maret 2025 terutama disebabkan oleh perubahan status investasi Perseroan pada PT Algae Bioteknologi Internasional. Berdasarkan Akta Notaris No. 20 tanggal 10 Mei 2025 yang dibuat oleh Notaris Yoerista Arya Megasari, S.H., M.Kn., di Kabupaten Sukoharjo, kepemilikan saham PT Algaepark Indonesia Mandiri pada PT Algae Bioteknologi Internasional meningkat dari 44,00Y6 menjadi 99,9596. Sehubungan dengan peningkatan kepemilikan tersebut, sejak tanggal efektif transaksi PT Algae Bioteknologi Internasional tidak lagi dicatat sebagai entitas asosiasi, melainkan telah dikonsolidasikan sebagai entitas anak PT Algaepark Indonesia Mandiri. Selain faktor tersebut, penurunan saldo investasi pada entitas asosiasi juga dipengaruhi oleh meningkatnya bagian rugi entitas asosiasi yang diakui Perseroan, terutama yang berasal dari PT Bens Inovasi Indonesia dan PT Bio Alga Internasional, pada periode yang berakhir pada 31 Desember 2025 dibandingkan dengan posisi per 31 Maret 2025. Akumulasi pengakuan bagian rugi tersebut mengakibatkan penurunan nilai tercatat investasi pada kedua entitas asosiasi dimaksud. Response: The decrease in the investment balance in associated entities as of December 31, 2025, compared to the position as of March 31, 2025, was primarily due to the change in the Company's investment status in PT Algae Bioteknologi Internasional. Based on Notarial Deed No. 20 dated May 10, 2025, drawn up by Notary Yoerista Arya Megasari, S.H., M.Kn., in Sukoharjo Regency, PT Algaepark Indonesia Mandiri's share ownership in PT Algae Bioteknologi Internasional increased from 44.0046
Page 19 OCR 0.945
E25 to 99.954. In connection with this increase in ownership, as of the effective date of the transaction, PT Algae Bioteknologi Internasional is no longer recorded as an associated entity but has been consolidated as a subsidiary of PT Algaepark Indonesia Mandiri. In addition to these factors, the decrease in the investment balance in associated entities was also influenced by the increase in the Company's share of losses recognized by the associated entities, especially those from PT Bens Inovasi Indonesia and PT Bio Alga Internasional, in the period ending December 31, 2025 compared to the position as of March 31, 2025. The accumulated recognition of the share of losses resulted in a decrease in the carrying value of investments in the two associated entities. Berdasarkan laporan arus kas pendanaan, Perseroan mencatatkan penerimaan pinjaman dari pihak berelasi sebesar Rp6,7 miliar untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025, sementara untuk periode yang berakhir 31 Maret 2025 tercatat sebesar Rp7,4 miliar sebagaimana tabel berikut di bawah ini: Penerimaan pinjaman pihak berelasi (7.451.529.861) (6.727.298.994) Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan: a. Latar belakang dan penyebab Perseroan membukukan penerimaan pinjaman pihak berelasi bersaldo negatif. b. Latar belakang dan penyebab penerimaan pinjaman pihak berelasi untuk periode 12 bulan nilainya lebih kecil dibandingkan penerimaan pinjaman pihak berelasi untuk periode 3 bulan. c. Perseroan agar menyampaikan informasi pembayaran kepada pihak berelasi dan penerimaan dari pihak berelasi secara bruto dengan mengisi tabel berikut: Penerimaan pinjaman pihak berelasi Pembayaran pinjaman pihak berelasi 'Tanggapan/Response: a. Saldo negatif pada akun penerimaan pinjaman pihak berelasi mencerminkan posisi arus kas neto dari transaksi pinjaman dengan pihak berelasi selama periode berjalan. Meskipun Perseroan memperoleh penerimaan pinjaman dari pihak berelasi, jumlah pembayaran atau pelunasan pinjaman yang dilakukan kepada pihak berelasi pada periode tersebut lebih besar dibandingkan dengan jumlah pinjaman yang diterima. Oleh karena itu, transaksi pinjaman pihak berelasi secara neto menghasilkan arus kas keluar, sehingga disajikan sebagai saldo negatif pada akun dimaksud. The negative balance in the related party loan receipts account reflects the net cash flow position Jtom loan transactions with related parties during the current period. Although the Company received loan receipts from related parties, the amount of payments or repayment of loans made to related parties during the period was greater than the amount of loans received. Therefore, related party loan transactions on a net basis resulted in a cash outflow, s0 they are presented as a negative balance in the account. b. Nilai penerimaan pinjaman pihak berelasi untuk periode 12 bulan yang berakhir pada 31 Desember 2025 lebih rendah dibandingkan dengan nilai yang tercatat untuk periode 3 bulan yang berakhir pada 31 Maret 2025 karena akun tersebut disajikan secara neto, yaitu dengan memperhitungkan seluruh transaksi penerimaan dan pembayaran pinjaman pihak berelasi yang terjadi selama masing-masing periode pelaporan. Selama tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025, Perseroan melakukan pembayaran atau pelunasan pinjaman kepada pihak berelasi dalam
Page 20 OCR 0.932
jumlah yang relatif lebih besar dibandingkan dengan penerimaan pinjaman yang diperoleh. Kondisi tersebut menyebabkan saldo neto penerimaan pinjaman pihak berelasi pada periode 12 bulan yang berakhir pada 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp6.727.298.994, lebih rendah dibandingkan saldo neto sebesar Rp7.451.529.861 yang tercatat untuk periode 3 bulan yang berakhir pada 31 Maret 2025. Dengan demikian, penurunan nilai akun tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya aktivitas pembayaran pinjaman kepada pihak berelasi selama tahun 2025. b. The value of related party loan receipts for the 12-month period ended December 31, 2025, is lower than the value recorded for the 3-month period ended March 31, 2025, because the account is presented on a net basis, namely by taking into account all related party loan receipt and payment transactions that occurred during each reporting period. During the year ended December 31, 2025, the Company made payments or repayments of loans to related parties ina relatively larger amount compared to the loan receipts obtained. This condition caused the net balance of related party loan receipts for the 12-month period ended December 31, 2025 to be recorded at Rp6,727,298,994, lower than the net balance of Rp7,451,529,861 recorded for the 3- month period ended March 31, 2025. Thus, the decrease in the value of the account was primarily due to the increase in loan payment activities to related parties during 2025. Berikut informasi pembayaran kepada pihak berelasi dan penerimaan dari pihak berelasi secara bruto/ The following information shows payments to related parties and receipts from related parties on a gross basis: Laporan Arus Kas Untuk Periode yang Untuk Tahun yang Aktivitas Pendanaan/ Cash Flow Berakhir pada 31 Berakhir pada 31 Statement Maret 2025/ Forthe | Desember 2025/ For aa Period Ending March the Year Ending Financing Adhi 31, 2025 December 31, 2025 Daun pin nan pilek basis 4.808.531.100 82.987.699.003 Receipt of related party loans Pembayaran pinjaman pihak berelasi/ Related party loan payments (12.260.060.961) (89.714.997.997) Jumlah Penerimaan (Pembayaran) Pihak Berelasi/ Amount of Receipts (Payments) from Related Parties (7.451.529.861) (6.727.298.994) 13. Berdasarkan tanggapan atas permintaan penjelasan poin 15, Perseroan menyampaikan bahwa sebagian dana hasil konversi waran dicatat pada akun piutang lain-lain pihak berelasi selanjutnya setelah seluruh proses pelaksanaan konversi waran selesai transaksi tersebut direklasifikasi dan diakui sebagai tambahan modal disetor dan seluruh penerimaan kas atas konversi waran sebesar Rp28, 13 miliar disajikan pada laporan keuangan per 31 Maret 2026 sebagai tambahan modal disetor. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan: a Informasi mengenai nilai per 31 Desember 2025 atas dana hasil konversi waran yang dicatat pada akun piutang lain-lain pihak berelasi. Informasi mengenai nilai per 31 Maret 2026 atas dana hasil konversi waran yang dicatat pada akun piutang lain-lain pihak berelasi. Informasi mengenai standar akuntansi yang mendasari dana hasil konversi waran dicatat pada akun piutang lain-lain pihak berelasi.
Page 21 OCR 0.942
Tanggapan/Response: a. Per 31 Desember 2025, dana hasil konversi Waran Seri I yang tercatat pada akun piutang lain- lain pihak berelasi adalah sebesar Rp9.772.740.250. Nilai tersebut merupakan dana hasil pelaksanaan waran yang telah diterima Perseroan sampai dengan 31 Desember 2025. Adapun jumlah pelaksanaan waran selama tahun 2025 adalah sebesar Rp9.838.327.450, terdapat selisih sebesar Rp65.587.200 yang berasal dari pelaksanaan waran pada 30 Desember 2025 sebanyak 187.392 saham. Dana atas pelaksanaan waran tersebut baru diterima Perseroan pada 2 Januari 2026 sehingga tidak termasuk dalam saldo yang tercatat pada akun piutang lain-lain pihak berelasi per 31 Desember 2025. a. As of December 31, 2025, the proceeds from the conversion of Series I Warrants recorded in the other receivables from related parties account amounted to Rp9,772,740,250. This amount represents the proceeds from the exercise of warrants that have been received by the Company up to December 31, 2025. The amount of warrant exercise during 2025 amounted to Rp9,838,327,450, there was a difference of Rp65,587,200 originating from the exercise of warranits on December 30, 2025 amounting to 187,392 shares. The proceeds from the exercise of' these warrants were only received by the Company on January 2, 2020, therefore they are not included in the balance recorded in the other receivables from related parties account as of December 31, 2025. b. Per31 Maret 2026 tidak terdapat nilai konversi Waran Seri I yang tercatat pada akun piutang lain- lain pihak berelasi, seluruh penerimaan dari konversi Waran Seri I telah tercatat pada akun tambahan modal disetor sehubungan dengan telah selesainya proses pelaksanaan Waran Seri I. Pelaksanaan Waran Seri I tahun 2025 telah direklasifikasi ke tambahan modal disetor per 31 Maret 2026. b. As of March 31, 2026, there was no conversion value of Series I Warrants recorded in other receivables from related parties, all receipts from the conversion of Series I Warrants have been recorded in the additional paid-in capital account in connection with the completion of the exercise process of Series I Warrants. The exercise of Series I Warrants in 2025 has been reclassified to additional paid-in capital as of March 31, 2026. c. Perlakuan akuntansi atas dana hasil pelaksanaan konversi Waran Seri I yang dicatat sementara pada akun piutang lain-lain pihak berelasi didasarkan pada ketentuan PSAK 232 paragraf 16 yang menyatakan bahwa suatu instrumen keuangan diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas apabila penyelesaiannya dilakukan melalui penerbitan instrumen ekuitas dan tidak terdapat kewajiban kontraktual bagi entitas untuk menyerahkan kas atau aset keuangan kepada pihak lain. Pada tanggal pelaporan, proses pelaksanaan waran masih berlangsung sehingga penerbitan saham sebagai penyelesaian transaksi belum sepenuhnya diselesaikan, sehingga dana yang telah diterima sehubungan dengan pelaksanaan waran belum diakui sebagai bagian dari ekuitas dan untuk sementara dicatat pada akun piutang lain-lain pihak berelasi sampai seluruh proses pelaksanaan waran dan penerbitan saham terkait diselesaikan. Setelah proses tersebut selesai, saldo tersebut direklasifikasi ke akun ekuitas. d. The accounting treatment for the proceeds from the exercise of the conversion of Series I Warrants recorded temporarily in the other receivables account of related parties is based on the provisions of PSAK 232 paragraph 16 which states that a financial instrument is classified as an eguity instrument if the settlement is made through the issuance of eguity instruments and there is no contractual obligation for the entity to deliver cash or financial assets to another party. At the reporting date, the warrant exercise process is still ongoing so that the issuance of shares as ad transaction settlement has not been fully completed, so that the funds received in connection with the exercise of warranis have not been recognized as part of eguity and are temporarily recorded in the other receivables account of related parties until the entire process of exercising warrants and the issuance of related shares is completed. After the process is completed, the balance is reclassified to the eguity account.
Page 22 OCR 0.915
14. Sehubungan dengan adanya pelaksanaan Waran Seri I yang telah dilaksanakan menjadi saham Perseroan selama periode 14 Juli 2025 sampai dengan 12 Januari 2026, agar dijelaskan: a. Informasi mengenai jumlah dana yang diterima Perseroan dan pencatatannya dalam laporan keuangan Perseroan atas konversi Waran Seri I dengan mengisi tabel berikut: b. Dana Pencatatan transaksi oleh Perseroan No.| Bulan Diterima (— ega peni IAI Sei Kredit rekening koran T (Jurz025 2 | Agustus 2025 3 September 2025 4 Oktober 2025 5 | November 2025 6 | Desember 2025 7 | Januar 2026 Informasi mengenai rincian kas dan setara kas Perseroan per 31 Maret 2026 dengan mengisi tabel berikut: Saldo dalam Saldo dalam No Nama Bank aa sman (Dalam rupiah) (Dalam rupiah) 1 | PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 7.695.243.122 2 | PT Bank Central Asia Tbk 6.097.913.948 3 | PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk 1.984.713.047 4 | PT Bank Salabim 1.000.000.000 5 | PT BPD Jawa Tengah 68.067.467 6 | PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 13.643.996 7 | PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 11.616.447 #) Dalam hal Perseroan memiliki lebih dari satu rekening pada bank tersebut, Perseroan agar menyampaikan saldo dari masing-masing rekening tanpa perlu menyampaikan nomor rekeningnya. Informasi mengenai rincian kas dan setara kas Perseroan per 31 Desember 2025 dengan mengisi tabel berikut: Saldo dalam Saldo dalam Laporan Rekening No Nama Bank K Koran ") (Dalam rupiah) (Dalam rupiah) 1 | PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk 7.199.097.971 2 | PT Bank Central Asia Tbk 7.716.931.167 3 | PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 7.184.650.649 4 | PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 6.511.673.772 5 | PT BPD Jawa Tengah 57.293.152 6 | PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 9.278.065 “) Dalam hal Perseroan memiliki lebih dari satu rekening pada bank tersebut, Perseroan agar
Page 23 OCR 0.817
menyampaikan saldo dari masing-masing rekening tanpa perlu menyampaikan nomor rekeningnya. d. Perseroan agar melampirkan penjelasan beserta dokumen rekonsiliasi jika terdapat perbedaan nilai antara saldo di rekening koran dengan saldo yang tercatat pada laporan keuangan. Tanggapan/Response: a. Informasi mengenai jumlah dana yang diterima Perseroan dan pencatatannya dalam laporan keuangan Perseroan atas konversi Waran Seri I sebagai berikut/ Information regarding the amount of funds received by the Company and its recording in the Company's financial report regarding the conversion of Series I Warrants as follows: Dana Diterima Pencatatan transaksi oleh Perseroan Sisi Debit Sisi Kredit No. Bulan 33 SN ai Akun Nilai Akun Nilai rekening koran IT | Juh205 53.703.150fBank BNI | 53.763.150|Piutang 53.763.150 Pihak Berelasi 2 |'Agustus2025| — 428.62855UlBank BNI | 428.628.550|Piutang 428.628.550 Pihak Berelasi AN Ian aanter 1075.427.500(Bank BNI |1.075.427.50 Piutang 1.075.427.50 O|Pihak 0 Berelasi 4 TOktober2025 — 978.434.100|Bank BNI | 978.434.100 |Piutang 978.434.100 Pihak Berelasi 5 |Xggmber | T199460.15UlBank BNI (1.199460.15(Piutang — 11.199.460.15 O(Pihak 0 Berelasi o (Desember | 6.057026500fBank BNI (6.037.02680|Piutang — (6.037.026.80 O|Pihak 0 Berelasi T (Januar 2020 | T8.359061.000Bank BNI |18.359.061.0(Piutang 18.359.061.0 00|Pihak 00 Berelasi b. Berikut informasi mengenai rincian kas dan setara kas Perseroan per 31 Maret 2026: No. Nama Bank Saldo dalam Saldo dalam Laporan Rekening Keuangan Koran (Dalam Rupiah) | (Dalam Rupiah) 1 | PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 7.695.243.122 938.997.862 20.423.162 1.607.434 17.158.042 15.917.367
Page 24 OCR 0.959
No. Nama Bank Saldo dalam Laporan Keuangan (Dalam Rupiah) Saldo dalam Rekening Koran (Dalam Rupiah) 3.376.429 6.316.299.047 37.954.251 343.184.528 PT Bank Central Asia Tbk 6.097.913.948 1.118.469.484 33.453.678 521.868.068 264.006.477 5.398.027 1.479.388 155.000 1.559.161 79.389.562 3.423.442.000 228.894.868 419.798.233 PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk 1.984.713.047 994.262.539 8.368.914 734.996.849 239.068.874 8.015.871 Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Salabim Syariah Indonesia 1.000.000.000 1.000.000.000 PT BPD Jawa Tengah 68.067.467 68.067.467 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 13.643.996 13.643.996 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 11.616.447 11.616.447
Page 25 OCR 0.950
c. Berikut informasi mengenai rincian kas dan setara kas Perseroan per 31 Desember 2025: 7.716.931.167 No. Nama Bank Saldo dalam Saldo dalam Laporan Rekening Keuangan Koran “) (Dalam Rupiah) | (Dalam Rupiah) 1 PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk 7.199.097.971 6.950.480.311 7.827.474 702.887.778 127.289.435 10.612.974 2 | PT Bank Central Asia Tbk 1.006.206.586 1.028.223.585 1.556.365.449 8.628.891 136.915.519 11.929.632 8.611.005 6.099.034 370.000 13.604.145 3.050.532.000 355.974.427
Page 26 OCR 0.951
No. Nama Bank Saldo dalam Saldo dalam Laporan Rekening Keuangan Koran “) (Dalam Rupiah) | (Dalam Rupiah) 533.410.894 3 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 7.184.650.649 7.192.593.666 4 | PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 6.511.673.772 | 2.249.335.774 1.172.557.346 32.899.200 7.683.950 6.598.908 31.207.289 2.527.318.082 109.134.899 374.938.325 5 | PT BPD Jawa Tengah 57.293.152 57.293.152 6 | PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 9.278.065 9.278.065 d. Berikut penjelasan beserta dokumen rekonsiliasi atas perbedaan nilai antara saldo di rekening koran dengan saldo yang tercatat pada laporan keuangan/ The following is an explanation along with a reconciliation document for the difference in value between the balance in the bank statement and the balance recorded in the financial report: Per 31 Maret 2026 terdapat perbedaan saldo antara yang disajikan di laporan keuangan dan rekening koran pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Akumulasi saldo yang disajikan pada laporan keuangan sebesar Rp7.695.243.122 sedangkan akumulasi saldo rekening koran sebesar Rp7.694.918.122 selisih sebesar Rp325.000, lebih besar pencatatan pada laporan keuangan. Selisih tersebut disebabkan Perseroan tidak melakukan pencatatan atas pembayaran fee marketing pada tanggal 2 Maret 2026 dengan akumulasi sebesar Rp300.000 dan beban administrasi bank pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp25.000. Atas perbedaan tersebut akan
Page 27 OCR 0.935
dilakukan penyesuaian pencatatan pada laporan keuangan interim untuk periode berikutnya. Per 31 Desember 2025 terdapat perbedaan saldo antara yang disajikan dalam laporan keuangan dan saldo berdasarkan rekening koran pada PT Bank Central Asia Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Pada rekening PT Bank Central Asia Tbk, akumulasi saldo yang disajikan dalam laporan keuangan sebesar Rp7.716.931.167, sedangkan akumulasi saldo berdasarkan rekening koran sebesar Rp7.716.871.166, sehingga terdapat selisih sebesar Rp60.001. Selisih tersebut berasal dari beban administrasi bank masing-masing sebesar Rp30.000 pada tanggal 30 November 2025 dan 30 Desember 2025 yang belum tercermin dalam pembukuan. Pada rekening PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, saldo yang disajikan dalam laporan keuangan sebesar Rp7.184.650.649, sedangkan saldo berdasarkan rekening koran sebesar Rp7.192.593.666, sehingga terdapat selisih sebesar Rp7.943.017. Selisih tersebut berasal dari pendapatan jasa giro tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp7.943.017 yang belum tercermin dalam pembukuan. Atas perbedaan tersebut telah dilakukan penyesuaian pencatatan pada laporan keuangan interim untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2026. As of March 31, 2026, there is a difference in the balance between those presented in the financial statements and bank statements at PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. The accumulated balance presented in the financial statements is Rp7,695,243,122 while the accumulated balance of the bank statement is Rp7,694,918,122, a difference of Rp325,000, greater than the recording in the financial statements. The difference is due to the Company not recording the payment of marketing fees on March 2, 2026 with an accumulation of Rp300,000 and bank administration expenses on March 31, 2026 of Rp25,000. For this difference, adjustments will be made to the recording in the interim financial statements for the next period. As of December 31, 2025, there is a difference in the balance between those presented in the financial statements and the balance based on bank statements at PT Bank Central Asia Tbk and PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. In the account of PT Bank Central Asia Tbk, the accumulated balance presented in the Jinancial statements is Rp7,716,931,167, while the accumulated balance based on the bank statement is Rp7,716,871,166, resulting in a difference of Rp60,001. This difference comes from bank administration expenses of Rp30,000 on November 30, 2025 and December 30, 2025, respectively, which have not been reflected in the books. In the account of PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, the balance presented in the financial statements is Rp7, 184,650,649, while the balance based on the bank statement is Rp7,192,593,660, resulting in a difference of Rp7,943,017. This difference comes from giro service income on December 31, 2025, amounting to Rp7,943,017, which has not been reflected in the books. Due to these differences, adjustments have been made to the recording in the interim financial statements for the period ending March 31, 2026. 15. Berdasarkan tanggapan atas permintaan penjelasan, Perseroan menyampaikan informasi rekonsiliasi antara penerimaan kas dalam rekening koran, pencatatan transaksi akuntansi, laporan arus kas yaitu sebagai berikut: Pr Desember | Rp9.838.327.450,00 (Rp11.239.407.028,00| pihak eni 2 | Januari 2026 Rp18.293.473.800,0 (Rp28.131.801.250,00| P nerimaan Lam 0 an waran Sehubungan dengan tanggapan tersebut, agar dijelaskan mengenai:
Page 28 OCR 0.940
a. Latar belakang dan penyebab terdapat perbedaan antara total dana diterima berdasarkan rekening koran dengan nilai transaksi yang dicatatkan dalam laporan keuangan. b. Informasi mengenai nilai pengakuan penerimaan kas sebanyak Rp9.838.327.450,00 pada laporan arus kas aktivitas pendanaan untuk periode 31 Desember 2025. c. Informasi mengenai nilai pengakuan penerimaan kas sebanyak Rp18.293.473.800,00 pada laporan arus kas aktivitas pendanaan untuk laporan keuangan periode 31 Maret 2026. d. Latar belakang dan penyebab terdapat perbedaan antara jumlah yang diterima atas konversi waran berdasarkan rekening koran pada tahun 2025 sebesar Rp9.838.327.450,00 dengan nilai yang disajikan dalam laporan keuangan sebagaimana tangkapan layar berikut: (ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan dari penawaran umum perdana 1c,28 59.500.000.000 Biaya emisi saham (3.456.619.571) - Penambahan modal 28 . 19.500.000.000 Penambahan aset keuangan lainnya 15 # (3.800.000.000) Penerimaan pinjaman bank 24 3.000.000.000 7.975.000.000 Pembayaran kepada bank 24 (4.940.947.621) (588.431.390) Penerimaan pinjaman pihak berelasi 13,26 (6.727.298.994) 235.046.819 Pembayaran dividen 30 (13.424.000.000) (25.050.000.000) Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan 33.951.133.814 (1.728.384.571) e. Latar belakang dan penyebab terdapat perbedaan antara jumlah yang diterima atas konversi waran berdasarkan rekening koran periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 sebesar Rp18.293.473.800,00 dengan nilai yang disajikan dalam laporan keuangan sebesar Rp28.131.801.250,00 sebagaimana tangkapan layar berikut: ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan pelaksanaan waran 29 28.131.801.250 - Pembayaran kepada bank 24 (362.527.615) (360.060.085) Penerimaan pinjaman pihak berelasi 13, 26 (11.109.399.086) (7.451.529.861) Penerimaan dari penawaran umum perdana 1c,28 - '59.500.000.000 Biaya emisi saham - (3.456.619.571) Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan 16.659.374.549 48.231.790.483 f£ Informasi mengenai dasar dan sumber informasi atas jumlah penerimaan kas atas pelaksanaan waran sebesar Rp28,13 miliar tersebut. g. Perseroan agar melampirkan penjelasan beserta dokumen rekonsiliasi jika terdapat perbedaan nilai antara mutasi pada rekening koran dengan nilai yang tercantum pada laporan arus kas. Tanggapan/Response: a. Nilai yang tercatat pada laporan keuangan merupakan saldo piutang lain-lain pihak berelasi per 31 Desember 2025, yang merupakan saldo konsolidasian sebesar Rp11.239.407.028. Nilai sebesar Rp9.838.327.450 merupakan nilai pelaksanaan Waran Seri I selamatahun 2025 sebanyak 28.109.507 saham berdasarkan Laporan Biro Administrasi Efek (BAE). Namun, dana yang telah diterima Perseroan sampai dengan 31 Desember 2025 dari pelaksanaan Waran Seri I adalah sebesar Rp9.772.740.250. Terdapat selisih sebesar Rp65.587.200 yang berasal dari pelaksanaan waran pada 30 Desember 2025 sebanyak 187.392 saham, dimana dana hasil pelaksanaan waran tersebut baru diterima oleh Perseroan pada 2 Januari 2026. Nilai penerimaan kas yang telah
Page 29 OCR 0.941
dicatat dan diterima Perseroan sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp9.772.740.250, sedangkan nilai sebesar Rp9.838.327.450 mencerminkan total pelaksanaan Waran Seri I selama tahun 2025 berdasarkan data BAE. a. The value recorded in the financial statements represents the balance of other receivables from related parties as of December 31, 2025, which is a consolidated balance of Rp11,239,407,028. The value of Rp9,838,327,450 represents the exercise value of Series I Warrants during 2025 mounting to 28,109,507 shares based on the Securities Administration Bureau (BAE) Report. However. the funds received by the Company up to December 31, 2025 from the exercise of Series I Warrants amounted to Rp9,772,740,250. There is a difference of Rp65,587, 200 originating from the exercise of warrants on December 30, 2025 amounting to 187,392 shares, where the proceeds Jrom the exercise of the warrants were only received by the Company on January 2, 2026. The value of cash receipts that have been recorded and received by the Company up to December 31, 2025 is Rp9,772,740,250, while the value of Rp9,838,327,450 reflects the total exercise of Series I Warrants during 2025 based on BAE data. Nilai sebesar Rp9.838.327.450 merupakan nilai pelaksanaan Waran Seri I selama tahun 2025 sebanyak 28.109.507 saham berdasarkan Laporan Biro Administrasi Efek (BAE). Namun, dana yang telah diterima Perseroan sampai dengan 31 Desember 2025 dari pelaksanaan Waran Seri I adalah sebesar Rp9.772.740.250. Terdapat selisih sebesar Rp65.587.200 yang berasal dari pelaksanaan waran pada 30 Desember 2025 sebanyak 187.392 saham, dimana dana hasil pelaksanaan waran tersebut baru diterima oleh Perseroan pada 2 Januari 2026. Nilai penerimaan kas yang telah dicatat dan diterima Perseroan sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp9.772.740.250, sedangkan nilai sebesar Rp9.838.327.450 mencerminkan total pelaksanaan Waran Seri I selama tahun 2025 berdasarkan data BAE. b. The value of Rp9,838,327,450 represents the exercise value of Series I Warrants during 2025 amounting to 28,109,507 shares based on the Securities Administration Bureau (BAE) Report. However, the funds received by the Company up to December 31, 2025 from the exercise of Series I Warrants amounted to Rp9,772,740,250. There is a difference of Rp65,587,200 originating from the exercise of warrants on December 30, 2025 amounting to 187,392 shares, where the proceeds tom the exercise of the warrants were only received by the Company on January 2, 2026. The value of cash receipts that have been recorded and received by the Company up to December 31, 2025 is Rp9,772,740,250, while the value of Rp9,838, 327,450 reflects the total exercise of Series I Warrants during 2025 based on BAE data. Jumlah pelaksanaan waran pada bulan Januari 2026 adalah sebanyak 52.267.068 saham dengan nilai sebesar Rp18.293.473.800. Sementara itu, jumlah dana yang diterima dari konversi waran pada bulan Januari 2026 sebesar Rp18.359.061.000, terdapat selisih sebesar Rp65.587.200 dibandingkan dengan nilai pelaksanaan waran pada bulan yang sama. Selisih tersebut berasal dari pelaksanaan waran pada 30 Desember 2025 sebanyak 187.392 saham, yang dana hasil konversinya baru diterima pada 2 Januari 2026, dengan rincian sebagai berikut/ The number of warrants exercised in January 2026 was 52,267,068 shares with a value of Rp18,293,473,800. Meanwhile, the amount of funds received from the conversion of warrants in January 2026 was Rp18,359,061,000, a difference of Rp65,587,200 compared to the value of the exercise of warrants in the same month. This difference comes from the exercise of warrants on December 30, 2025, amounting to 187,392 shares, the proceeds of which were only received on January 2, 2026, with the following details:
Page 30 OCR 0.905
Nilai Excercise spena Dokumen Waran Pendukung/ (Lembar)/ lembar Timah Penerimaan/ No. 1 £ (Rp)/ (Rp)/ Amount . Supporting Exercise £ Reception Nominal (Rp) documents Warrant (Sheet) Value per sheet (Rp) 3! Laporan Biro 187.392 350 65.587.200 | PT Bank Administrasi Efek No. Negara 118/OBAT-W1/1/2026 Indonesia tanggal 2 Januari 2026 (Persero) Tbk. 2 | Laporan Biro 3.726.385 350 PT Bank Administrasi Efek No. 1.304.234.750 | Negara 119/OBAT-W 1/1/2026 Indonesia tanggal 5 Januari 2026 (Persero) Tbk. 3 | Laporan Biro 350 PT Bank Administrasi Efek No. 1.731.316 605.960.600 Negara 120/OBAT-W 1/1/2026 Indonesia tanggal 6 Januari 2026 (Persero) Tbk. 4 | Laporan Biro 11.619.590 350 PT Bank Administrasi Efek No. 4.066.856.500 | Negara 121/OBAT-W1/1/2026 Indonesia tanggal 7 Januari 2026 (Persero) Tbk. 5 | Laporan Biro 3.474.590 350 PT Bank Administrasi Efek No. 1.216.106.500 | Negara 122/OBAT-W1/1/2026 Indonesia tanggal 8 Januari 2026 (Persero) Tbk. 6 | Laporan Biro 20.307.067 350 PT Bank Administrasi Efek No. 7.107.473.450 | Negara 123/OBAT-W1/1/2026 Indonesia tanggal 9 Januari 2026 (Persero) Tbk. 7 | Laporan Biro 5.658.500 350 PT Bank Administrasi Efek No. 1.980.475.000 | Negara 124/OBAT-W1/1/2026 Indonesia tanggal 12 Januari (Persero) Tbk. 2026 8 | Laporan Biro 5.749.620 350 PT Bank Administrasi Efek No. 2.012.367.000 | Negara 125/OBAT-W 1/1/2026 Indonesia tanggal 13 Januari (Persero) Tbk. 2026 Jumlah/ Amount 18.359.061.000
Page 31 OCR 0.941
d. Perbedaan tersebut disebabkan karena dana yang diterima dari pelaksanaan waran sebesar Rp 9.772.740.250 dicatat sebagai bagian dari piutang lain-lain pihak berelasi sehubungan dengan proses pelaksanaan waran yang masih berlangsung pada tanggal pelaporan. Akun piutang lain- lain pihak berelasi juga mencakup transaksi lain dengan pihak berelasi selama periode berjalan. Nilai yang disajikan dalam laporan arus kas pada pos "Penerimaan Pinjaman Pihak Berelasi" merupakan hasil mutasi neto seluruh transaksi yang terkait dengan akun tersebut. d. The difference is due to the funds received from the exercise of warrants amounting to Rp 9,772,740,250 recorded as part of other receivables from related parties in connection with the warrant exercise process that is still ongoing at the reporting date. Other receivables from related parties also include other transactions with related parties during the current period. The amount presented in the cash flow statement under "Related Party Loan Receipts" is the net result ofall transactions related to the account. e. Penerimaan dana dari pelaksanaan Konversi Waran Seri I per 31 Maret 2026 tercatat sebesar Rp18.359.061.000. Namun demikian, nilai yang disajikan pada laporan arus kas sebesar Rp28.131.801.250 karena mencakup reklasifikasi penerimaan dana hasil pelaksanaan Konversi Waran Seri I yang diterima pada tahun 2025 sebesar Rp9.772.740.250. e. Receipt offunds from the implementation of the Series I Warrant Conversion as of March 31, 2026, was recorded at Rp 18,359,061,000. However, the value presented in the cash flow statement is Rp 28,131,801,250 because it includes the reclassification of proceeds from the implementation of the Series 1 Warrant Conversion received in 2025 amounting to Rp 9,772,740,250. £ Dasar dan sumber informasi atas jumlah penerimaan kas dari pelaksanaan Waran Seri I sebesar Rp 28.131.801.250 adalah laporan pelaksanaan Waran Seri I yang diterbitkan oleh Biro Administrasi Efek (BAE). £ The basis and source of information for the amount of cash receipis from the exercise of Series I Warrants amounting to Rp 28,131,801,250 is the exercise report of Series I Warranis issued by the Securities Administration Bureau (BAE). g. Perbedaan nilai antara mutasi pada rekening koran dengan nilai yang tercantum pada laporan arus kas pada bagian penerimaan pinjaman pihak berelasi per 31 Maret 2026 disebabkan nilai yang disajikan pada laporan arus kas sebesar Rp 28.131.801.250 mencakup dengan reklasifikasi penerimaan dana hasil pelaksanaan Konversi Waran Seri I yang diterima pada tahun 2025 sebesar Rp 9.772.740.250. Dasar dan sumber informasi adalah laporan pelaksanaan Waran Seri I yang diterbitkan oleh Biro Administrasi Efek (BAE). & The difference in value between the mutations in ihe bank statement and the value listed in the cash flow report in the related party loan receipis section as of March 31, 2026, is due to the value presented in the cash flow report of Rp 28, 131,801,250 including the reclassification of proceeds from the implementation of the Series I Warrant Conversion received in 2025 amounting 10 Rp 9,772,740,250. The basis and source of information is the Series I Warrant implementation report issued by the Securities Administration Bureau (BAE). 16. Berdasarkan tanggapan penjelasan Perseroan, penerimaan kas dari konversi waran dicatat oleh sebagai arus kas masuk dari aktivitas pendanaan. Namun berdasarkan penelaahan kami menunjukkan adanya perbedaan nilai antara mutasi rekening koran dengan data pada laporan arus kas. Selain itu, sebagian dana hasil konversi waran dicatat pada akun piutang lain-lain pihak berelasi serta baru direklasifikasi dan diakui sebagai tambahan modal disetor setelah seluruh proses pelaksanaan konversi waran selesai. Penerimaan kas pada rekening koran juga ditemukan tidak sama dengan yang disajikan dalam laporan keuangan. Selanjutnya dalam hal pengakuan dan penyajian atas transaksi konversi waran tersebut terindikasi belum diakui atau belum dicatatkan oleh Perseroan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Sehubungan dengan hal tersebut:
Page 32 OCR 0.926
a Perseroan agar menyampaikan dampak temuan tersebut pada penyajian laporan keuangan periode 31 Desember 2025 dengan mengisi informasi saldo setelah adanya penyesuaian dari temuan tersebut pada tabel berikut: Total aset 131.004.086.117 Total liabilitas 20.988.888.930 Modal saham 30.000.000.000 Tambahan modal disetor 48.049.087.862 Total ekuitas 110.015.197.187 Arus kas pendanaan 33.951.133.814 b. Perseroan agar menyampaikan dampak temuan tersebut pada penyajian laporan keuangan periode 31 Maret 2026 dengan mengisi informasi saldo setelah adanya penyesuaian dari temuan tersebut pada tabel berikut: Total aset 166.665.513.152 Total liabilitas 23.644.236.837 Modal saham 30.000.000.000 Tambahan modal disetor 76.180.889.112 Total ekuitas 143.021.276.315 Arus kas pendanaan 16.659.374.549 Tanggapan/Response: a. Berikut dampak temuan tersebut pada penyajian laporan keuangan periode 31 Desember 2025/ The following is the impact of these findings on the presentation of financial statements for the period December 31, 2025: Total aset “181.004.086.117 | 131.004.086.117 Total liabilitas 20.988.888.930 20.988.888.930| Modal saham 30.000.000.000 30.000.000.000| Tambahan modal disetor 48.049.087.862 48.049.087.862| Total ekuitas 110.015.197.187 110.015.197.187| Arus kas pendanaan 33.951.133.814 33.951.133.814 b. Berikut dampak temuan tersebut pada penyajian laporan keuangan periode 31 Maret 2026/ The Jollowing is the impact of these findings on the presentation of financial statements for the period March 31, 2026: Total aset 166.665.513.152 166.665.513.152| Total liabilitas 23.644.236.837 23.644.236.837 Modal saham 30.000.000.000 30.000.000.000) Tambahan modal disetor 76.180.889.112 76.180.889.112 Total ekuitas 143.021.276.315 143.021.276.315| Arus kas pendanaan 16.659.374.549 16.659.374.549
Page 33 OCR 0.949
17. Berdasarkan tanggapan atas permintaan penjelasan, Perseroan menyampaikan bahwa penempatan sisa dana hasil penawaran umum belum dilakukan sesuai POJK nomor 40 tahun 2025 dan Perseroan akan segera memindahkan dana sisa hasil konversi waran pada rekening yang seharusnya. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan: 18. a. Latar belakang dan alasan Perseroan melakukan penempatan sisa dana hasil penawaran umum tidak dilakukan sesuai POJK Nomor 40 tahun 2025 Tanggapan: Alasan Perseroan dikarenakan transaksi umum pembelian menggunakan rekening bank yang berbeda dari rekening penampungan. Response: The Company's reason is that general purchasing transactions use a bank account Ihat is different from the escrow account. Informasi mengenai rencana waktu Perseroan untuk memindahkan dana sisa hasil konversi waran pada rekening yang seharusnya. Tanggapan: Perseroan akan memindahkan sisa dana, dan akan tampil pada laporan 02. Response: The Company will transfer the remaining funds, and will appear in the 02 report. Penjelasan mengenai informasi/kejadian penting lainnya yang material yang akan dilakukan Perseroan pada masa yang datang dan dapat mempengaruhi keberlangsungan usaha Perseroan. Tanggapan: Perseroan Tengah berfokus menyelesaikan pemvangunan pabrik baru yang diperkirakan selesai tahun 2027. Response: The Company is currently focusing on completing the construction ofa new factory, which is estimated to be completed in 2027. Penjelasan mengenai informasi/kejadian penting lainnya yang material yang berkaitan dengan penyajian laporan keuangan dan dana hasil konversi Waran Seri I. Tanggapan : Perseroan tidak memiliki informasi/kejadian penting lainnya yang material Response: The Company does not have any other material information'evenis.
Names mentioned 44 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Teguh
p.1
unresolved
person
IS HERIYANTO S.H.
· Direktur Utama
p.1
unresolved
person
H. Direktur Utama Rejosari
p.1
unresolved
org
PT Bank Salabim. Sehubungan
p.2
unresolved
org
PT Bank Salabim
p.2 ×15
unresolved
org
PT Bank Salabim. Tanggapan
p.2 ×2
unresolved
org
PT Algae Bioteknologi Internasional. Entitas
p.2
unresolved
org
Koperasi Simpan Pinjam
p.2 ×5
unresolved
org
PT Bank Salabim. Hal
p.2
unresolved
org
PT Algae Bioteknologi Internasional.
p.2 ×8
unresolved
org
Financial Services Authority
p.2
unresolved
org
PT Bank Salabim. Perbedaan
p.2
unresolved
org
PT Algae Bioteknologi Internasional. Nama
p.3
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah. Deposito
p.4
unresolved
org
PT Sucorinvest Asset Management.
p.4 ×6
unresolved
org
PT Trimegah Asset Management.
p.4 ×2
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah. This
p.4
unresolved
person
Sidig Nur Pambudi
p.6
unresolved
person
Muhammad Zusron
p.6
unresolved
person
Aditya Aji Prakosa
p.6
unresolved
org
PT Algae Bioteknologi Internasional. Berdasarkan Akta
p.18
unresolved
org
PT Algaepark Indonesia Mandiri
p.18
unresolved
org
PT Algaepark Indonesia Mandiri. Selain
p.18
unresolved
org
PT Bens Inovasi Indonesia
p.18 ×2
unresolved
org
PT Bio Alga Internasional
p.18 ×2
unresolved
org
PT Algae Bioteknologi Internasional. Based
p.18
unresolved
person
Notary Yoerista Arya Megasari
p.18 ×2
unresolved
org
PT Algaepark Indonesia Mandiri's
p.18
unresolved
org
PT Algaepark Indonesia Mandiri. In
p.19
unresolved
org
PT BPD Jawa Tengah
p.22 ×4
unresolved
org
Bank K Koran
p.22
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.