Back to announcement
20241211_SRAJ_Keterbukaan Informasi terkait Aksi Korporasi_31818507_lamp4.pdf
Asset transaction Needs review SRAJSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 52
Page 1
Licence No. 2.12.0110
Licence No. 2.12.0110
LAPORAN
No. 00198/2.0110-00/BS/05/0113/1/XII/2024
PENDAPAT KEWAJARAN
ATAS RENCANA TRANSAKSI
PT SEJAHTERARAYA ANUGRAHJAYA Tbk
Excellence in business and asset values appraisal
with work areas all over Indonesia
Page 2
HEAD OFFICE BRANCH OFFICE BRANCH OFFICE
Graha ROI Formula 3rd Floor Suite 302 Komplek Villa Malina Indah Rukan Shibuya Blok B No. 20
Jl. Sultan Iskandar Muda No. 222 Jl. Deli Bunga No. 3 Kel. Lemo, Kec, Teluk Naga
Jakarta 12240 Kel. Tanjung Sari, Kec. Medan Selayang PIK 2 Tangerang- Banten
Ph. +62 21 7245677 / 6611883 Kota Medan Ph. +62 21 39720167
Licence No. 2.12.0110
Fax. +62 21 7253689 / 6622016 Ph. +62 61 8216806
Ref. No. 00198/2.0110-00/BS/05/0113/1/XII/2024 Jakarta, 10 Desember 2024
Kepada Yth,
Direksi
PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk
Jl. Honoris Raya Kav. 6
Modernland, Tangerang
Banten 15117
Perihal : Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi
Dengan hormat,
PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (“Perseroan”) telah menunjuk KJPP Ihot Dollar & Raymond (“ID&R”),
sebagai Penilai Independen sesuai dengan Surat Penugasan No. 047R/IX/FO/24/KJPPID&R tertanggal
18 September 2024, untuk memberikan pendapat kewajaran atas rencana penerbitan Surat Utang tanpa
bunga (untuk selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”), dengan tanggal pisah batas (cut off date) pendapat
kewajaran adalah per 30 September 2024.
ID&R merupakan kantor jasa penilai publik yang terdaftar sebagai profesi penunjang di pasar modal
berdasarkan Surat Izin Usaha dari Menteri Keuangan No. 1408/KM.1/2012 tanggal 27 November 2012.
Rekan telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan oleh
asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah dengan No. MAPPI: 03-S-01751 dan No. Izin: STTD.PB-13/PJ-
1/PM.02/2023.
Identitas Pemberi Tugas
Nama : PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk
Bidang usaha : Aktivitas rumah sakit swasta
Alamat : Jl. Honoris Raya Kav. 6, Modernland, Tangerang, Banten 15117
Telepon : (62-21) 557 81888
Faksimili : (62-21) 552 9036
Web site : https://mayapadahospital.com/
Identitas Pengguna Laporan
Pengguna laporan ini mencakup Perseroan, Instansi Pemerintah dan Masyarakat.
Maksud dan Tujuan Penilaian
Maksud penilaian adalah untuk menyusun pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi. Tujuan penilaian
adalah untuk memenuhi persyaratan transaksi di pasar modal sesuai Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020.
Para Pihak dalam Transaksi
a) PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (“Perseroan”);
b) BCSS Maverick Holdings I, L.P. dan BCSS Maverick Holdings II, L.P.
Excellence in business and asset values appraisal
with work areas all over Indonesia
Page 3
Obyek Transaksi
Memberikan pendapat kewajaran bagi Perseroan atas rencana penerbitan Surat Utang tanpa bunga
(selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”).
Asumsi-asumsi dan Syarat Pembatas
a) Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.
b) Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami juga menggunakan beberapa asumsi lainnya,
seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak yang terlibat dalam
Rencana Transaksi, akan dilaksanakannya sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan, serta
keakuratan informasi mengenai Rencana Transaksi yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan.
c) Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran ini sampai dengan
tanggal terjadinya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara
material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini.
Pendekatan dan Metode Penilaian
1. Analisis Transaksi
2. Analisis Kualitatif
3. Analisis Kuantitatif
4. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
Analisis Kewajaran Transaksi
Berikut ini adalah ringkasan analisis Kewajaran Transaksi :
1. Analisis Kewajaran Tingkat Diskonto
Analisis kewajaran dilakukan dengan membandingkan tingkat diskonto yang digunakan untuk
mendiskonto pokok dan premium Surat Utang untuk menghasilkan total nilai kini dari Surat Utang
dengan besaran tingkat kupon Surat Utang pembanding.
2. Analisis Kelayakan Pelunasan Surat Utang
Analisis Cash Flow Available For Debt Service (CFADS) ini dilakukan berdasarkan proyeksi keuangan
Perseroan terhadap Rencana Transaksi selama tahun 2024-2033 untuk melihat kas yang tersedia
untuk memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan premium dari hasil penerbitan Surat Utang.
3. Analisis Posisi Proforma Keseluruhan Rencana Transaksi
Analisis kewajaran atas keseluruhan Rencana Transaksi dengan membandingkan antara posisi
proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan sebelum dilaksanakannya Rencana Transaksi dan
sesudah dilaksanakannya Rencana Transaksi. Berdasarkan analisa posisi proforma keseluruhan
Rencana Transaksi, Rencana Transaksi menyebabkan peningkatan posisi keuangan Perseroan.
4. Analisis Inkremental dan Profitabilitas
Analisa inkremental dan profitabilitas atas keseluruhan Rencana Transaksi dilakukan untuk melihat
kemampuan menghasilkan pendapatan dan laba yang lebih baik bagi Perseroan dengan
membandingkan antara proyeksi keuangan Perseroan (potensi manfaat ekonomis) sebelum
dilaksanakannya Rencana Transaksi dengan sesudah dilaksanakannya Rencana Transaksi.
Berdasarkan analisa inkremental dan profitabilitas atas keseluruhan Rencana Transaksi di atas terlihat
bahwa Rencana Transaksi yang akan dilakukan Perseroan memiliki prospek dan tingkat profitabilitas
yang baik.
Page 4
Tanggal Penilaian Tanggal penilaian (cut off date) penilaian adalah per 30 September 2024, dimana batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Kesimpulan Berdasarkan pertimbangan analisis kualitatif dan kuantitatif terhadap Rencana Transaksi, analisis kewajaran transaksi dan faktor-faktor yang relevan dalam memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi yang dilakukan oleh Perseroan adalah wajar. Hormat kami, KJPP Ihot Dollar & Raymond Raymond Yoranouw, MBT, MAPPI (Cert.) Senior Partner Ijin Penilai : B-1.09.00113 MAPPI : 03-S-01751 STTD OJK : STTD.PB-13/PJ-1/PM.02/2023
Page 5
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ....................................................................................................................................... i
1. Identitas Pemberi Tugas ......................................................................................................... 1
2. Pendahuluan ............................................................................................................................ 1
2.1 Maksud Dan Tujuan .......................................................................................................... 1
2.2 Asumsi-Asumsi Dan Kondisi Pembatas ............................................................................ 1
3. Pendekatan Dan Metode Penilaian ........................................................................................ 2
4. Analisis Transaksi ................................................................................................................... 3
4.1 Identifikasi Para Pihak Terlibat Transaksi ......................................................................... 3
4.2 Analisis Perjanjian dan Persyaratan Disepakati Dalam Transaksi .................................... 3
4.3 Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi........................................................ 6
4.4 Analisis Pengaruh Transaksi terhadap Keuangan Perseroan ........................................... 7
4.5 Analisis Likuiditas .............................................................................................................. 7
5. Pernyataan Penilai .................................................................................................................. 8
6. Ruang Lingkup (Data, Informasi, Dan Prosedur Yang Digunakan) ..................................... 8
7. Asumsi-Asumsi Pokok.......................................................................................................... 10
8. Analisis Kualitatif Dan Kuantitatif ........................................................................................ 10
8.1 Analisis Kualitatif ............................................................................................................. 10
8.2 Analisis Kuantitatif ........................................................................................................... 20
9. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi...................................................................................... 31
9.1 Pendekatan dan Analisis Kewajaran ............................................................................... 31
9.2 Analisis Kewajaran Transaksi ......................................................................................... 32
10. Kesimpulan ............................................................................................................................ 36
11. Distribusi Pendapat Kewajaran Ini ....................................................................................... 37
LAMPIRAN
Halaman i
Page 6
1. Identitas Pemberi Tugas
Berikut adalah keterangan singkat mengenai pemberi tugas:
Nama : PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk
Bidang usaha : Aktivitas rumah sakit swasta
Alamat : Jl. Honoris Raya Kav. 6, Modernland, Tangerang, Banten 15117
Telepon : (62-21) 557 81888
Faksimili : (62-21) 552 9036
Web site : https://mayapadahospital.com/
2. Pendahuluan
2.1 Maksud Dan Tujuan
Laporan ini bertujuan untuk memberikan pendapat kewajaran atas rencana penerbitan
Surat Utang tanpa bunga.
Terkait dengan Rencana Transaksi tersebut di atas, maka Perseroan wajib mengikuti
ketentuan yang diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 (“POJK 17/2020”)
tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” yang diundangkan oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tanggal 21 April 2020. Dalam
POJK 17/2020 tersebut, disebutkan bahwa yang dimaksud dengan transaksi material
adalah setiap penyertaan dalam badan usaha, proyek, dan/atau kegiatan usaha tertentu;
pembelian, penjualan, pengalihan, penggunaan, tukar-menukar aset atau segmen operasi;
perolehan, pelepasan, dan/atau penggunaan jasa; sewa-menyewa aset; pinjam-meminjam
dana termasuk pengalihannya; menjaminkan aset perusahaan terbuka dan/atau
perusahaan terkendali atas pinjaman dari pihak lain; dan memberikan jaminan perusahaan
(corporate guarantee), dengan nilai transaksi sama dengan 20% atau lebih dari ekuitas
perusahaan terbuka.
Rencana Transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material karena nilai transaksi
penerbitan Surat Utang adalah sebesar USD 125.000.000,- atau ekuivalen dengan
Rp 1.892.250 juta (menggunakan kurs tengah BI per 30 September 2024 yang sebesar
Rp 15.138/USD) dimana jumlahnya melebihi 20% ekuitas Perseroan atau sekitar 101,61%
ekuitas Perseroan, sebagaimana tercantum dalam Laporan Keuangan Konsolidasian
Perseroan per tanggal 30 September 2024 yang telah direviu oleh KAP Amir Abadi Jusuf,
Aryanto, Mawar & Rekan, dimana ekuitas Perseroan tercatat sebesar Rp 1.862.207 juta.
Tujuan dari pemberian pendapat kewajaran ini adalah untuk memberikan opini apakah
Rencana Transaksi tersebut merupakan transaksi yang wajar, sebagaimana diatur dalam
POJK 17/2020. Selanjutnya dalam analisa terhadap Rencana Transaksi tersebut, kami
mempertimbangkan sisi kualitatif maupun kuantitatif serta dampak bagi Perseroan dan
Pemegang Saham Perseroan, termasuk risiko keuangan.
2.2 Asumsi-Asumsi Dan Kondisi Pembatas
1. Menghasilkan laporan yang bersifat non-disclaimer opinion.
Halaman 1
Page 7
2. Kami telah melakukan penelaahan atas data dan informasi yang digunakan dalam
proses penilaian yang disiapkan oleh manajemen Perseroan.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
keakuratannya.
4. Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).
5. Kami bertanggungjawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
keuangan yang telah disesuaikan dalam laporan pendapat kewajaran ini.
6. Kami menghasilkan laporan pendapat kewajaran yang terbuka untuk publik, kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional
perusahaan.
7. Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan kesimpulan dari
penilaian yang dilakukan.
8. Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari Perseroan.
3. Pendekatan Dan Metode Penilaian
Dalam menganalisis kewajaran keseluruhan Rencana Transaksi, kami melakukan
pendekatan dan prosedur sebagai berikut:
Analisis Transaksi
Analisis transaksi meliputi identifikasi para pihak yang terlibat transaksi, analisis
perjanjian dan persyaratan yang disepakati dalam transaksi, analisis manfaat dan
risiko dari rencana transaksi, analisis pengaruh transaksi terhadap keuangan
Perseroan dan analisis likuiditas.
Analisis Kualitatif
Analisis atas kualitatif meliputi riwayat singkat dan kegiatan usaha, riwayat transaksi
pinjam meminjam dana, analisis industri dan bisnis, analisis operasional dan prospek
usaha, alasan dan latar belakang rencana transaksi, analisis kualitatif atas
keuntungan dan kerugian rencana transaksi, analisis dampak leverage pada
keuangan serta analisis dampak likuiditas pada keuangan.
Analisis Kuantitatif
Analisis kuantitatif meliputi penilaian kinerja historis, penilaian atas proyeksi keuangan,
analisis rasio keuangan, analisis laporan keuangan sebelum rencana transaksi dan
proforma laporan keuangan setelah rencana transaksi dilakukan, analisis kemampuan
perseroan untuk melunasi transaksi pinjam meminjam dana dan/atau penjaminan
sampai saat jatuh tempo, analisis cash management dan financial covenant atas
rencana transaksi, kontribusi nilai tambah bagi Perseroan, perkiraan biaya atau
pendapatan yang relevan, informasi non keuangan yang relevan serta prosedur
pengambilan keputusan atas rencana transaksi;
Halaman 2
Page 8
Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
Analisis kewajaran nilai transaksi meliputi analisis kewajaran tingkat diskonto, analisis
kelayakan pelunasan surat utang dan analisis posisi proforma keseluruhan rencana
transaksi serta analisis inkremental dan profitabilitas.
4. Analisis Transaksi
4.1 Identifikasi Para Pihak Terlibat Transaksi
Adapun para pihak yang terlibat Transaksi antara lain:
1. PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (“Perseroan”), suatu perseroan terbatas (dahulu
bernama PT Sejahtera Raya Anugrah) yang didirikan berdasarkan Akta No. 210 tanggal
20 Mei 1991, yang dibuat di hadapan Misahardi Wilamarta S.H., Notaris di Jakarta. Akta
pendirian tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik
Indonesia melalui Surat Keputusan No. C2-3786.HT.01.01-Th’93 tanggal 26 Mei 1993
dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 104 Tambahan
No. 10967 tanggal 31 Desember 1994. Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami
beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta No. 102 tanggal 22 Juni 2023,
yang dibuat di hadapan Buntario Tigris, S.H., S.E., M.H., Notaris di Jakarta, mengenai
perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi. Akta Perubahan tersebut telah
disimpan dalam sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dalam Surat No. AHU-AH.01.09-0138536 tanggal 11 Juli
2023. Berdasarkan pasal 3 anggaran dasar, ruang lingkup kegiatan Perseroan adalah di
bidang penyedia layanan kesehatan. Perseroan dan entitas anak menjalankan 6 rumah
sakit yang berlokasi di Jakarta, Tangerang, Bogor, Bandung dan Surabaya. Perseroan
berkedudukan di Jl. Honoris Raya Kav. 6, Modernland, Tangerang, Banten 15117.
2. BCSS Maverick Holdings I, L.P. dan BCSS Maverick Holdings II, L.P. (Investor),
suatu persekutuan perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum kepulauan
Cayman dengan kantor terdaftar di Maples Corporate Services Limited PO Box 309,
Ugland House, Grand Cayman, KY1-1104, Kepulauan Cayman.
4.2 Analisis Perjanjian dan Persyaratan Disepakati Dalam Transaksi
Obyek Transaksi
Dalam hal ini obyek Transaksi adalah sebagai berikut:
Penerbitan Surat Utang Tanpa Bunga dalam mata uang asing dengan nilai pokok sebesar
USD 125.000.000,- atau ekuivalen dengan Rp 1.892.250 juta (menggunakan kurs tengah
BI per 30 September 2024 yang sebesar Rp 15.138/USD) (selanjutnya disebut “Rencana
Transaksi”);
Berikut adalah keterangan singkat mengenai Surat Utang yang akan diterbitkan:
Perjanjian Perjanjian Pembelian Surat Utang (Bond Subscription Agreement/
“BSA”) tanggal 29 November 2024 yang mengatur mengenai syarat
dan ketentuan serta hak dan kewajiban para pihak sehubungan
dengan penerbitan Surat Utang oleh Perseroan kepada Investor.
Para Pihak a. Perseroan sebagai penerbit Surat Utang.
Halaman 3
Page 9
b. Investor sebagai pembeli Surat Utang.
Jumlah Pokok Surat Utang USD 125.000.000 (atau setara dengan Rp 1.892.250 juta dengan
menggunakan asumsi Kurs Bank Indonesia).
Jatuh Tempo Hari terakhir di bulan ke-84 (7 tahun) sejak bulan dimana Surat Utang
diterbitkan (atau tanggal lain yang disepakati antara para pihak).
Bunga Surat Utang tidak dikenakan bunga.
Para pihak telah sepakat bahwa jumlah pelunasan Surat Utang adalah
sebesar nilai pokok Surat Utang ditambah dengan suatu jumlah
premium (“Jumlah Premium”). Jumlah Premium akan dihitung dengan
menggunakan formula sebagai berikut:
Jumlah Premium = [(A)-(B)] x (C) x (D)
A : Jumlah EBITDA Perseroan dalam mata uang Rupiah pada
hari terakhir dari periode 12 bulan berturut-turut sesuai
dengan laporan keuangan terakhir yang tersedia sebelum
tanggal penentuan Jumlah Premium, dikalikan dengan
baseline kelipatan EBITDA.
B : Utang Bersih (Net Debt)
Utang bersih (net debt) Perseroan dalam mata uang Rupiah
pada hari terakhir dari periode 12 bulan berturut-turut sesuai
dengan laporan keuangan terakhir yang tersedia sebelum
tanggal penentuan Jumlah Premium.
C : 0,125.
D : 0,5 (untuk Jumlah Premium sehubungan dengan pelunasan
sebagian sebesar 50% oleh para investor dan Jumlah
Premium setelah dilakukannya pelunasan sebagian oleh
para investor) atau 1 (apabila tidak terdapat pelunasan
sebagian sebesar 50% oleh para investor).
Baseline kelipatan EBITDA 17.5x.
Pelunasan Sebagian Para investor berhak (namun tidak memiliki kewajiban) untuk meminta
pelunasan sebagian atas 50% dari Surat Utang pada salah satu waktu
berikut:
i. hari terakhir pada bulan ke-60 setelah bulan dimana Surat Utang
diterbitkan;
ii. akhir bulan ke-66 setelah bulan dimana Surat Utang diterbitkan;
atau
iii. akhir bulan ke-72 (akhir tahun ke-6) setelah bulan dimana Surat
Utang diterbitkan;
dengan ketentuan bahwa Investor harus menyampaikan
pemberitahuan tertulis atas Pelunasan Sebagian kepada Perseroan
paling kurang 180 hari sebelumnya.
Jaminan Surat Utang tidak dijamin dengan jaminan tertentu oleh Perseroan dan
entitas anak Perseroan.
Persyaratan Pendahuluan a. Salinan resmi dari dokumen konstitusi Perseroan;
b. Salinan resmi keputusan Dewan Komisaris Perseroan yaitu:
- menyetujui, antara lain, syarat-syarat dan transaksi-
transaksi yang dimaksud dalam BSA dan memutuskan
bahwa Perseroan menandatangani, menyampaikan dan
melaksanakan BSA;
- menyetujui penerbitan Surat Utang oleh Perseroan;
- memberikan wewenang kepada orang atau beberapa
orang tertentu untuk menandatangani BSA atas nama
Halaman 4
Page 10
Perseroan;
- memberikan wewenang kepada seseorang atau beberapa
orang tertentu, atas nama Perseroan, untuk
menandatangani dan/atau mengirimkan seluruh dokumen
dan pemberitahuan yang akan ditandatangani dan/atau
dikirimkan oleh Perseroan berdasarkan atau sehubungan
dengan BSA;
c. Salinan resmi dari persetujuan pemegang saham (dalam
bentuk akta notaris dan sebaliknya cukup memuaskan bagi
Investor) yang diperoleh dari kuorum pemegang saham
Perseroan pada RUPS yang menyetujui rencana penerbitan
Surat Utang sebagai disyaratkan berdasarkan POJK No. 17
dan yang, antara lain, (A) menyetujui ketentuan-ketentuan dan
transaksi-transaksi yang dimaksud dalam BSA dan (B)
memutuskan bahwa Perseroan menandatangani,
menyampaikan dan melaksanakan BSA;
d. Konfirmasi tertulis dari Perseroan bahwa telah melakukan
keterbukaan informasi (mencakup seluruh revisi atau
perubahan sebagaimana disyaratkan oleh OJK) atas rencana
penerbitan Surat Utang sebagaimana disyaratkan dalam POJK
No. 17/2020;
e. Konfirmasi tertulis dari Perseroan bahwa telah memperoleh
surat pernyataan pelepasan hak dari PT Indonesia
Infrastructure Finance sebagaimana disyaratkan dalam
perjanjian pinjaman tanggal 28 September 2023 sehubungan
dengan penerbitan Surat Utang, disertai dengan salinan surat
pernyataan pelepasan hak tersebut;
f. Konfirmasi tertulis dari Perseroan bahwa pihaknya telah
mengirimkan pemberitahuan kepada PT Bank Bukopin Tbk
sebagaimana disyaratkan dalam Perjanjian Pinjaman Bukopin
sekurang-kurangnya 10 Hari Kerja sebelum Tanggal
Penyelesaian sehubungan dengan penerbitan Surat Utang,
disertai dengan salinan pemberitahuan tersebut;
g. Sertifikat Perseroan yang ditandatangani oleh direktur
Perseroan:
- yang memberikan contoh tanda tangan setiap orang yang
diberi kuasa oleh Perseroan;
- menegaskan bahwa penerbitan Surat Utang tidak akan
menyebabkan terlampauinya penerbitan utang atau
batasan serupa yang mengikatnya;
- mengkonfirmasikan bahwa setiap salinan dokumen yang
berkaitan dengannya yang disebutkan dalam Persyaratan
Pendahuluan ini adalah benar, lengkap dan memiliki
kekuatan penuh serta berlaku pada tanggal yang tidak
lebih awal dari tanggal BSA.
Batas Akhir Pemenuhan Syarat Tanggal enam bulan setelah tanggal BSA atau tanggal lain yang
(Longstop Date) disepakati secara tertulis oleh para pihak
Pembatasan Tidak terdapat ketentuan khusus mengenai pembatasan
Hukum yang Berlaku Hukum Inggris
Penyelesaian Perselisihan Arbitrase yang bertempat di Singapura sesuai dengan aturan
Singapore International Arbitration Centre
Berdasarkan analisis kami atas perjanjian dan persyaratan yang dirangkum di atas, bahwa
tidak terdapat hal-hal material yang dapat mempengaruhi Rencana Transaksi.
Halaman 5
Page 11
4.3 Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi
Tujuan dan manfaat dari adanya Rencana Transaksi tersebut, antara lain:
Meningkatkan Pendapatan
Dengan adanya Rencana Transaksi, akan meningkatkan pendapatan serta laba bersih
Perseroan di masa depan yang merupakan kapasitas keuangan Perseroan, sehingga
mendukung pertumbuhan investasi dan usaha Perseroan di masa depan.
Menunjang Kebutuhan Pendanaan
Dana hasil penerbitan Surat Utang akan digunakan untuk belanja modal Perseroan.
Pengaturan pendanaan ini memungkinkan Perseroan memperoleh pendanaan yang
dibutuhkan untuk memperluas grup rumah sakit Mayapada sehingga dapat menunjang
keberlangsungan usaha Perseroan.
Meningkatkan Keunggulan Bersaing
Rencana Transaksi ini dapat memperkuat daya saing Perseroan melalui perluasan
jaringan rumah sakit Mayapada, termasuk Mayapada Apollo Batam International
Hospital, Mayapada Hospital Surabaya 2 dan Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Tower 3. Langkah ini akan memberikan dampak positif terhadap posisi keuangan
Perseroan serta mendukung peningkatan keunggulan kompetitif secara berkelanjutan.
Memberikan Manfaat bagi Pemegang Saham
Dengan adanya Rencana Transaksi, Perseroan dapat meningkatkan branding dan
menjaga likuiditas. Dengan demikian dapat memperkuat arus kas Perseroan, sehingga
akan membuat saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia menjadi semakin menarik
dan likuid. Perhitungan Jumlah Premium juga didasarkan pada kinerja Perseroan,
sehingga menciptakan kepentingan bersama bagi seluruh pemangku kepentingan untuk
meningkatkan valuasi Perseroan. Hal ini memberikan dampak positif bagi semua
pemegang saham, termasuk pemegang saham minoritas.
Memberikan Opsi Pendanaan
Masuknya investasi asing ke Perseroan berpotensi meningkatkan kepercayaan dari
pihak ketiga, seperti lembaga keuangan dan kreditur. Hal ini dapat membuka akses ke
lebih banyak opsi pendanaan serta memperkuat posisi negosiasi untuk mendapatkan
suku bunga yang lebih kompetitif, sehingga mendukung efisiensi biaya dan
pengembangan bisnis yang lebih optimal.
Peningkatan Operasional dan Tata Kelola
Investor membawa pengalaman operasional dan praktik tata kelola yang sudah terbukti
berhasil. Hal ini dapat membantu Perseroan untuk meningkatkan efisiensi operasional,
memperkuat sistem manajemen dan memastikan penerapan tata kelola yang lebih baik,
transparan dan berkelanjutan. Langkah ini mencakup peningkatan pengawasan dan
akuntabilitas, perbaikan komunikasi serta pelaporan kepada pemangku kepentingan,
serta penerapan praktik yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab secara sosial.
Perubahan ini bertujuan untuk selaras dengan standar global, membangun
kepercayaan, dan memastikan pertumbuhan serta ketahanan jangka panjang.
Halaman 6
Page 12
Inovasi dan Digitalisasi dalam Manajemen Rumah Sakit
Masuknya investor juga diharapkan mendorong adanya terobosan dalam manajemen
rumah sakit, termasuk dalam hal pengelolaan fasilitas, penanganan pasien dan
optimalisasi sumber daya. Investor yang memiliki pengalaman di sektor terkait dapat
memberikan wawasan dan solusi baru dalam menghadapi tantangan operasional rumah
sakit dan berdampak pada efisiensi biaya serta peningkatan patient experience dan
patient safety. Investor mungkin memiliki teknologi atau pengalaman dalam digitalisasi,
yang dapat diadopsi Perseroan untuk meningkatkan efisiensi serta kualitas layanan.
Digitalisasi bisa mencakup penerapan teknologi informasi dalam manajemen data
pasien, pemantauan perawatan, serta administrasi rumah sakit. Hal ini dapat
memperbaiki pengalaman pasien sekaligus meningkatkan kualitas perawatan yang
diberikan.
Memanfaatkan Jaringan Komersial Investor
Investor akan mendukung manajemen dalam memanfaatkan sepenuhnya peluang
strategis dan operasional yang tersedia. Kolaborasi untuk mengidentifikasi dan mengisi
kesenjangan talenta di bidang fungsional dan sub-fungsional untuk memperkuat
manajemen. Sistem manajemen terpusat dan proses dasar untuk memungkinkan
konsistensi dalam penyampaian, efisiensi operasional dan kecepatan pengambilan
keputusan. Dukungan strategis untuk memandu perluasan jangkauan layanan,
manajemen pendapatan (misalnya rujukan silang, meningkatkan pendapatan rata-rata
per pasien), strategi digital, proyek manajemen biaya dan transformasi pengadaan,
serta inisiatif merger dan akuisisi.
Risiko terkait dengan adanya Rencana Transaksi antara lain sebagai berikut:
Risiko gagal bayar (default)
Risiko gagal bayar disebabkan kegagalan Perseroan untuk melakukan pembayaran
pokok utang pada waktu yang telah ditetapkan atau kegagalan Perseroan untuk
memenuhi ketentuan lain sebagaimana yang diatur dalam Surat Utang yang diterbitkan.
4.4 Analisis Pengaruh Transaksi terhadap Keuangan Perseroan
Berdasarkan analisis Proforma Informasi Keuangan Konsolidasian Interim Perseroan per
tanggal 30 September 2024 yang dibuat oleh manajemen, Rencana Transaksi
mengakibatkan Perseroan mengalami peningkatan total aset sebesar Rp 2.376.666 juta,
peningkatan total liabilitas sebesar Rp 2.718.623 juta dan penurunan total ekuitas sebesar
Rp 341.957 juta.
4.5 Analisis Likuiditas
Analisis likuiditas bertujuan mengukur kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban
jangka pendeknya. Semakin tinggi rasio likuiditas Perseroan, maka semakin besar tingkat
kemampuan Perseroan dalam memenuhi liabilitas jangka pendeknya.
Berdasarkan likuiditas Perseroan tahun 2021 – 30 September 2024, rasio lancar (current
ratio) berkisar antara 0,89-1,68 sementara rasio cepat (quick ratio) berkisar antara 0,82-
1,56. Berdasarkan rasio likuiditas historis tersebut, Perseroan memiliki kapasitas likuiditas
Halaman 7
Page 13
yang cukup baik dikarenakan total aset lancar yang dimiliki lebih besar dibandingkan
dengan liabilitas jangka pendek yang harus dipenuhi dalam jangka pendek.
5. Pernyataan Penilai
Berdasarkan pengetahuan kami atas penugasan penilaian, dengan ini kami menyatakan
bahwa:
Seluruh pendapat yang kami nyatakan dalam laporan ini, baik mengenai perhitungan
dan analisis, kesimpulan atau pendapat, telah dilakukan dengan benar;
Kami bertanggung jawab atas Laporan ini;
Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap obyek penilaian pada
tanggal penilaian (cut off date);
Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku;
Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
sebagai kesimpulan nilai;
Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisa telah diungkapkan;
Kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas;
Data ekonomi dan data industri dalam Laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang
diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan.
6. Ruang Lingkup (Data, Informasi, Dan Prosedur Yang Digunakan)
Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai
berikut:
1. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 - 2022 diaudit oleh KAP Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo &
Rekan, untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 diaudit oleh KAP
Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, seluruhnya dengan pendapat wajar tanpa
modifikasian, serta untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 direviu
oleh KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan;
2. Proforma atas Informasi Keuangan Konsolidasian Perseroan yang dibuat oleh
manajemen untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2024;
3. Proyeksi keuangan Perseroan;
4. Data legalitas Perseroan;
5. Perjanjian Pembelian Surat Utang (Bond Subscription Agreement/ “BSA”) tanggal
29 November 2024 antara Perseroan dengan BCSS Maverick Holdings I, L.P. dan
BCSS Maverick Holdings II, L.P.;
6. Draft Keterbukaan informasi berkaitan dengan Rencana Transaksi;
Halaman 8
Page 14
7. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi;
8. Hasil wawancara dengan manajemen Perseroan mengenai alasan, latar belakang dan
hal-hal lain yang terkait dengan Rencana Transaksi.
Selanjutnya disebut “Dokumen-dokumen Rencana Transaksi”.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum. Kami juga bergantung
kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta
yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap
atau menyesatkan.
Kami juga tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi.
Jasa-jasa yang kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Rencana Transaksi
hanya merupakan evaluasi keuangan atas kewajaran Rencana Transaksi saja dan bukan
jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami juga tidak menganalisa kewajaran atas
transaksi-transaksi lain yang mungkin tersedia atau pun yang dapat dilaksanakan oleh
Perseroan.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak mencoba mendapatkan bentuk transaksi-
transaksi lainnya yang ada untuk Perseroan.
Prosedur Yang Digunakan
Laporan dan fakta yang terkandung di dalam Laporan adalah berdasarkan informasi dan
representasi yang disediakan oleh Perseroan dan dikompilasi oleh ID&R. Informasi yang
terkandung dalam Laporan ini adalah benar dan akurat dalam semua hal yang material,
tidak menyesatkan, dan bahwa tidak ada fakta lainnya, yang mana jika dihilangkan dapat
membuat Laporan ini dan informasi atau pernyataan di dalamnya menjadi menyesatkan.
Selain itu informasi lainnya seperti informasi pasar, industri, dan data lainnya yang
diperoleh dari data riset dari publik domain.
Dalam penyusunan laporan ini, telah dilakukan prosedur sebagai berikut : (i) Perseroan
telah diberikan kesempatan untuk meminta dan mereview, dan telah menerima semua
informasi yang diperlukan untuk memeriksa kembali keakuratan informasi atau untuk
melengkapi informasi di dalamnya (ii) Perseroan tidak bergantung kepada Penilai atau
seseorang yang memiliki hubungan afiliasi dengan Penilai atau pihak lain yang berafiliasi
dengan Penilai sehubungan dengan pemeriksaan keakuratan informasi atau keputusan.
Penyampaian dari Laporan ini atau setiap negosiasi yang dibuat berdasarkan laporan ini,
dalam kondisi apapun, tidak dapat diimplikasikan bahwa informasi yang terkandung adalah
benar setelah tanggal Laporan ini.
Prosedur lain yang Penilai lakukan adalah memeriksa dan menganalisa seluruh Dokumen
Rencana Transaksi, Laporan Keuangan, Proforma Laporan Keuangan Perseroan sesudah
Rencana Transaksi dan tiap bagian dari Rencana Transaksi dalam hal kewajarannya baik
Halaman 9
Page 15
secara individu maupun secara keseluruhan sebagai satu kesatuan Rencana Transaksi.
7. Asumsi-Asumsi Pokok
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal Pendapat
Kewajaran ini diterbitkan.
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami juga menggunakan beberapa asumsi
lainnya, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak
yang terlibat dalam Rencana Transaksi, yang akan dilaksanakan sesuai dengan jangka
waktu yang telah ditetapkan, serta keakuratan informasi mengenai Rencana Transaksi yang
diungkapkan oleh manajemen Perseroan.
Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran ini sampai
dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan
Pendapat Kewajaran ini
8. Analisis Kualitatif Dan Kuantitatif
8.1 Analisis Kualitatif
8.1.1 Riwayat Singkat dan Kegiatan Usaha
Perseroan (dahulu bernama PT Sejahtera Raya Anugrah) didirikan berdasarkan Akta
No. 210 tanggal 20 Mei 1991, yang dibuat di hadapan Misahardi Wilamarta S.H., Notaris di
Jakarta. Akta pendirian tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman
Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. C2-3786.HT.01.01-Th’93 tanggal 26 Mei
1993 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 104 Tambahan
No. 10967 tanggal 31 Desember 1994.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
berdasarkan Akta No. 102 tanggal 22 Juni 2023, yang dibuat di hadapan Buntario Tigris,
S.H., S.E., M.H., Notaris di Jakarta, mengenai perubahan susunan Dewan Komisaris dan
Direksi. Akta Perubahan tersebut telah disimpan dalam sistem Administrasi Badan Hukum
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat No. AHU-
AH.01.09-0138536 tanggal 11 Juli 2023.
Berdasarkan pasal 3 anggaran dasar, ruang lingkup kegiatan Perseroan adalah di bidang
penyedia layanan kesehatan. Perseroan dan entitas anak menjalankan 6 rumah sakit yang
berlokasi di Jakarta, Tangerang, Bogor, Bandung dan Surabaya.
Perseroan berkedudukan di Jl. Honoris Raya Kav. 6, Modernland, Tangerang, Banten
15117. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada bulan Juli 1995.
Modal dasar Perseroan adalah sebesar Rp 4.800.000.000.000 yang terdiri dari
48.000.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Modal ditempatkan dan
disetor sebesar Rp 1.200.073.544.500 atau sebanyak 12.000.735.445 saham, dengan
komposisi pemegang saham sebagai berikut:
Halaman 10
Page 16
Jumlah Jumlah
Nama Pemegang Saham %
Saham (Rp)
Modal Dasar 48.000.000.000 4.800.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
PT Surya Cipta Inti Cemerlang 7.199.214.743 719.921.474.300 59,99
High Pro Investment Limited 2.179.993.002 217.999.300.200 18,17
Wing Harvest Limited 1.275.665.754 127.566.575.400 10,63
Jonathan Tahir 58.282.800 5.828.280.000 0,49
Jane Dewi Tahir 50.000.000 5.000.000.000 0,42
Dato' Sri Prof DR Tahir, MBA 2.500.000 250.000.000 0,02
Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) 1.235.079.146 123.507.914.600 10,28
Jumlah 12.000.735.445 1.200.073.544.500 100,00
Saham dalam Portepel 35.999.264.555 3.599.926.455.500
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan per 30 September 2024 adalah sebagai
berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Jonathan Tahir
Komisaris : H.R. Agung Laksono
Komisaris : dr. Daniel Tjen, Sp.S
Komisaris Independen : Prof. Dr. drg. Melani Hendriaty Sadono Djamil, M. Biomed,
Ph.D
Komisaris Independen : dr. Antonius Indrajana Soediono, Sp.S.
Direksi
Direktur Utama : Grace Dewi Riady
Direktur : Jane Dewi Tahir
Direktur : Jon Lie Sarpin
Berikut adalah rincian entitas anak Perseroan per tanggal 30 September 2024:
Anak Kegiatan Persentase Tahun Operasi
Perusahaan Usaha Kepemilikan Komersial
PT Nirmala Kencana Mas ("NKM") Rumah Sakit 99,81% 2013
PT Fajar Kharisma Nusantara ("FKN") Perdagangan 98,83% -
PT Sejahtera inti Sentosa ("SIS") Rumah Sakit 99,99% 2020
PT Sejahtera Abadi Solusi ("SAS") Rumah Sakit 99,99% 2021
Pembangunan, Perdagangan,
PT Karya Kharisma Sentosa ("KKS") 99,99% -
Jasa Kesehatan
Pembangunan, Perdagangan,
PT Anugrah Inti Karya ("AIK") 99,96% -
Jasa Kesehatan
PT Nusa Sejahtera Kharisma ("NSK") Rumah Sakit 99,99% 2023
PT Mayapada Surabaya Pratama ("MSP") Rumah Sakit 99,59% -
PT Anugrah Inti Bahagia ("AIB") Rumah Sakit 99,00% -
PT Sejahtera Karunia Semesta ("SKS") Rumah Sakit 99,00% -
PT Anugrahsukses Utama Sejahtera
Rumah Sakit 99,00% -
("AUS")
8.1.2 Riwayat Transaksi Pinjam Meminjam Dana
Perseroan sebelumnya menerbitkan Obligasi I Tahun 2022 dengan jumlah pokok sebesar
Rp 950.000.000.000,-, sebagai berikut:
Halaman 11
Page 17
• Seri A : Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,75% per tahun, berjangka waktu
3 tahun sejak Tanggal Emisi. Jumlah Pokok Obligasi Seri A yang ditawarkan adalah
sebesar Rp 407.900.000.000,- Pembayaran Pokok Obligasi secara penuh dilakukan
pada tanggal jatuh tempo Obligasi yaitu tanggal 7 Oktober 2025.
• Seri B : Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,50% per tahun, berjangka
waktu 5 tahun sejak Tanggal Emisi. Jumlah Pokok Obligasi Seri B yang ditawarkan
adalah sebesar Rp 542.100.000.000,- Pembayaran Pokok Obligasi secara penuh
dilakukan pada tanggal jatuh tempo Obligasi yaitu tanggal 7 Oktober 2027.
Perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan atas obligasi dari PT Pemeringkat Efek
Indonesia (“PEFINDO”) yaitu idA (Single A).
Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan
untuk didaftarkan atas nama KSEI sebagai bukti utang untuk kepentingan Pemegang
Obligasi. Obligasi ini didaftarkan atas nama KSEI untuk kepentingan Pemegang Rekening
di KSEI yang selanjutnya untuk kepentingan Pemegang Obligasi dan didaftarkan pada
tanggal diserahkannya Sertifikat Jumbo Obligasi oleh Perseroan kepada KSEI. Bukti
kepemilikan Obligasi bagi Pemegang Obligasi adalah konfirmasi tertulis yang diterbitkan
oleh KSEI, Perusahaan Efek atau Bank Kustodian.
Obligasi ini tidak dijamin dengan suatu jaminan khusus, namun dijamin dengan seluruh
harta kekayaan Perseroan baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang
telah ada maupun yang akan ada di kemudian hari sesuai dengan ketentuan dalam Pasal
1131 dan Pasal 1132 Kitab Undang-undang Hukum Perdata Indonesia. Hak Pemegang
Obligasi adalah pari passu tanpa preferen dengan hak-hak kreditur Perseroan lainnya, baik
yang ada sekarang maupun di kemudian hari, kecuali hak-hak kreditur Perseroan yang
dijamin secara khusus dengan kekayaan Perseroan, baik yang telah ada, maupun yang
akan ada di kemudian hari sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 bulan sejak Tanggal Emisi, sesuai dengan tanggal
pembayaran masing-masing Bunga Obligasi. Pembayaran Bunga Obligasi pertama akan
dilakukan pada tanggal 7 Januari 2023, sedangkan pembayaran Bunga Obligasi terakhir
sekaligus jatuh tempo Obligasi masing-masing adalah pada tanggal 7 Oktober 2025 untuk
Obligasi seri A dan tanggal 7 Oktober 2027 untuk Obligasi seri B.
8.1.3 Analisis Industri dan Bisnis
Industri Kesehatan dan Rumah Sakit di Dunia
Berdasarkan Survei Global Medical Trends 2024 yang dirilis Willis Tower Watson, terjadi
kenaikan yang cukup signifikan terhadap biaya medis global di tahun 2023, dari yang
sebelumnya 7,4% menjadi 10,7%. Tren kenaikan biaya medis diprediksi akan turun di
tahun 2024 menjadi 9,9%. Hal itu disebabkan karena menurunnya intensitas pemanfaatan
fasilitas pelayanan kesehatan dari masa pandemi, dan ramalan tentang meredanya inflasi
global [sumber: https://www.cnbcindonesia.com/mymoney/20240424100046-72-
532891/inflasi-biaya-berobat-tembus-10-orang-sakit-bisa-makin-miskin, 24 April 2024].
Menurut Willis Tower Watson, ada berbagai faktor yang dinilai berkontribusi meningkatkan
inflasi biaya medis di sejumlah negara. Perkembangan teknologi medis adalah salah satu
Halaman 12
Page 18
di antaranya. Seperti diketahui, perkembangan teknologi seperti penggunaan artifisial
buatan dan lain sebagainya cukup marak terjadi di wilayah Asia Pasifik.
Selain itu, masalah overtreatment di fasilitas kesehatan juga turut menjadi penyebab terjadi
inflasi biaya medis. Overtreatment itu sendiri adalah kondisi di mana pasien menerima
layanan berlebih baik yang diberikan klinik atau rumah sakit, efek dari peristiwa ini adalah
membengkaknya tagihan rumah sakit yang berimbas pada peningkatan klaim asuransi
kesehatan. Tak hanya overtreatment, banyak pula terjadi proses pengobatan yang tidak
sesuai prosedur yang pada akhirnya mengacaukan rencana pengobatan pasien.
Meski seringkali disebut bahwa asuransi kesehatan bisa membantu melindungi keuangan
dari musibah sakit, namun dengan adanya inflasi, tidak menutup kemungkinan terjadi
kenaikan premi asuransi kesehatan. Dan hal tersebut tentu akan meningkatkan
pengeluaran nasabah terkait proteksi finansial ini. Nasabah tentu harus menyesuaikan
pengeluaran tersebut dengan pemasukan rutin yang diterima secara bulanan maupun
tahunan.
Ketika premi asuransi naik, bukan tidak mungkin pengeluaran untuk menabung dan
investasi juga akan berkurang. Bedah polis asuransi adalah hal yang mesti dilakukan untuk
meninjau manfaat-manfaat asuransi yang didapat. Alokasi aset investasi juga bisa
dilakukan agar nasabah bisa menghasilkan pendapatan pasif yang nantinya bisa
digunakan untuk membayar premi asuransi.
Berikut adalah inflasi biaya medis global tahun 2022- 2024:
Wilayah 2022 2023 2024*)
Global 7,40% 10,70% 9,90%
Amerika Latin 10,50% 12,40% 11,60%
Amerika Utara 8,00% 9,80% 9,40%
Asia Pasifik 7,20% 9,90% 9,90%
Eropa 6,70% 10,90% 9,30%
Timur Tengah & Afrika Utara 9,80% 11,30% 12,10%
Inflasi yang tertera bersifat gross (kotor) - Wilayah Amerika Latin tidak termasuk Argentina & Venezuela
*) prediksi
Sumber: Willis Tower Watson
Berikut adalah inflasi biaya medis negara ASEAN tahun 2023 - 2024:
Wilayah 2023 2024*)
Indonesia 11,50% 12,74%
Malaysia 12,07% 13,36%
Singapura 10,33% 10,67%
Filipina 13,67% 13,94%
Thailand 10,67% 9,27%
Vietnam 10,25% 11,33%
*) prediksi
Sumber: Willis Tower Watson
Industri Kesehatan dan Rumah Sakit di Indonesia
"Indonesia Sehat" merupakan salah satu target dalam transformasi sosial menuju
Indonesia Emas 2045. Melalui program ini, pemerintah berfokus pada pembangunan
sistem kesehatan yang kuat dan responsif untuk memastikan masyarakat hidup sehat dan
Halaman 13
Page 19
panjang umur, dengan target stunting di bawah 5% serta eliminasi TBC dan kusta [sumber:
https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/5811/dukung-transformasi-di-sektor-kesehatan-
menko-airlangga-ajak-semua-pihak-untuk-ciptakan-sistem-kesehatan-yang-inklusif-efisien-
dan-berkelanjutan, 6 Juni 2024].
Strategi utamanya meliputi penguatan tenaga medis, pengembangan layanan kesehatan
hingga ke desa, peningkatan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan, pendidikan dokter
spesialis berbasis rumah sakit, serta pengendalian konsumsi produk berbahaya bagi
kesehatan masyarakat.
Berbagai perkembangan yang signifikan pada industri layanan kesehatan Indonesia turut
mendukung layanan yang lebih efisien dan terjangkau. Peningkatan adopsi teknologi dalam
layanan kesehatan, seperti telemedicine, big data, dan penggunaan kecerdasan buatan
(AI) untuk diagnosis dan perawatan. Perkembangan ini diikuti dengan upaya Pemerintah
dalam meningkatkan kualitas tenaga kesehatan melalui pelatihan dan pendidikan
berkelanjutan.
Pemerintah terus memberikan dukungan melalui anggaran kesehatan dalam APBN
sebesar Rp 186,4 triliun, naik 8,1% dari tahun sebelumnya. Kebijakan ini mencakup inisiatif
untuk mendorong industri farmasi, meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan,
serta mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Selain itu, ada fokus pada
transformasi sistem kesehatan dan pencegahan stunting yang menunjukkan komitmen
berkelanjutan Pemerintah dalam memperkuat sektor kesehatan nasional. Pemerintah juga
terus memberikan dukungan melalui insentif fiskal untuk mendorong investasi industri
pionir dan strategis, termasuk industri farmasi dan alat kesehatan (alkes).
Fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah terus meningkat dan membaik. Kondisi ini
menjadi tantangan yang dihadapi perusahaan pelayanan kesehatan di Indonesia pada
tahun 2024 [sumber: https://www.rri.co.id/kesehatan/538956/meningkatnya-layanan-
kesehatan-pemerintah-jadi-tantangan-sektor-swasta, 1 Februari 2024].
Dengan meningkatnya anggaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
dan kualitas pelayanannya, masyarakat cenderung untuk memanfaatkan jaminan sosial
dari pemerintah tersebut. Meningkatnya anggaran BPJS Kesehatan dan kualitas layanan
fasilitas kesehatan (faskes) BPJS mampu mengubah perilaku pelanggan, yang semula out
of pocket expense ke arah kecenderungan menggunakan fasilitas BPJS yang semakin
baik.
Selain itu, pertumbuhan positif industri kesehatan di Indonesia membuat investor mulai
tertarik berinvestasi. Banyak investor yang mulai melirik dan mempertimbangkan untuk
berinvestasi di industri kesehatan, terlebih di bidang healthcare. Sebab, industri kesehatan
dipandang sebagai sektor bisnis yang memiliki potensi pasar besar. Alhasil, banyak
bermunculan pemain baru bisnis laboratorium kesehatan, rumah sakit, hingga klinik
swasta. Pelaku industri didorong untuk memaksimalkan kualitas dan kapabilitasnya agar
dapat bersaing.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), industri kesehatan di Indonesia
untuk sektor alkes berhasil tumbuh 80%. Kemudian, sektor farmasi tumbuh 300%,
khususnya untuk produk vaksin.
Halaman 14
Page 20
Seiring ekonomi yang bertumbuh positif, tren industri alkes di Indonesia pun menunjukkan
perkembangan pesat. Hingga Juni 2024, sebagaimana diungkapkan oleh Plt Direktur
Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE), tercatat
sebanyak 1.199 industri manufaktur alkes telah terdaftar di dalam negeri [sumber:
https://indonesia.go.id/kategori/editorial/8548/industri-alat-kesehatan-melesat-produk-
dalam-negeri-kini-kuasai-48-persen-pasar?lang=1, 30 Agustus 2024].
Perkembangan industri alkes ini juga beriringan dengan meningkatnya penyerapan produk
alat kesehatan dalam negeri (AKD), yang pada tahun 2024 mencapai 48%, dibandingkan
12% pada tahun 2019. Tren ini menjadi indikasi positif bagi Indonesia dalam mencapai
kemandirian di sektor alkes, sebuah langkah yang sangat penting di tengah dinamika
global yang terus berubah.
Dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN), industri alkes merupakan
salah satu sektor andalan. RIPIN itu sendiri memasok target pengembangan 10 jenis
kelompok produk hingga tahun 2035. Selain itu, industri alkes juga masuk ke dalam
kelompok industri berteknologi menengah tinggi dalam Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045.
Pemerintah terus berkomitmen untuk meningkatkan anggaran kesehatan, sebagai bagian
dari upaya untuk menciptakan sumber daya manusia yang sehat dan produktif. Untuk
tahun 2024, anggaran kesehatan direncanakan sebesar Rp 186,4 triliun atau sebesar 5,6%
dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Jumlah ini meningkat 8,1% atau
Rp 13,9 triliun, dibandingkan dengan anggaran pada tahun 2023 [sumber:
https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20230816/0643661/anggaran-
kesehatan-2024-ditetapkan-sebesar-5-6-dari-apbn-naik-8-1-dibanding-2023/, 16 Agustus
2023].
Indonesia menjadi salah satu negara yang berhasil menangani krisis kesehatan dan
memulihkan ekonomi dengan cepat dan baik setelah guncangan hebat pandemi COVID-
19. Pertumbuhan ekonomi selama 7 kuartal terakhir, sejak akhir tahun 2021, secara
konsisten berada di atas 5,0%. Pemulihan ekonomi yang cepat dan kuat telah membawa
Indonesia naik kelas, masuk kembali ke dalam kelompok negara berpendapatan
menengah atas di tahun 2022.
Dalam 5 tahun terakhir anggaran kesehatan terus mengalami kenaikan. Dari sebesar
Rp 119,9 triliun pada tahun 2020, menjadi Rp 124,4 triliun pada tahun 2021, menjadi
Rp 134,8 triliun pada tahun 2022, menjadi Rp 172,5 triliun pada tahun 2023 dan sebesar
Rp 186,4 triliun pada tahun 2024.
Dengan adanya kenaikan anggaran, tentunya menjadi pekerjaan rumah bagi Kemenkes
untuk sesegera mungkin menyelesaikan target-target dari Presiden, terutama untuk
menjalankan program promotif dan preventif, yaitu menjaga masyarakat agar tidak jatuh
sakit.
Anggaran kesehatan pada tahun 2024 juga dialokasikan untuk transformasi sistem
kesehatan, mendorong industri farmasi yang kuat dan kompetitif, meningkatkan akses dan
kualitas layanan primer dan rujukan, serta menjamin tersedianya fasilitas layanan
kesehatan yang andal dari hulu ke hilir. Selain itu, alokasi juga untuk mengefektifkan
Halaman 15
Page 21
program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), serta mempercepat penurunan prevalensi
stunting agar mencapai 14% di tahun 2024 yang dilakukan melalui perluasan cakupan
pencegahan untuk seluruh kabupaten/kota di Indonesia dengan penguatan sinergi
berbagai institusi.
Pandemi Covid-19 telah membuka mata semua orang tentang pentingnya kekuatan dan
kemandirian pada sektor kesehatan. Hal ini membuat negara-negara di dunia, termasuk
Indonesia, semakin memprioritaskan sektor kesehatan dengan meningkatkan ketersediaan
sarana dan prasarana yang mumpuni [sumber:
https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/5587/pemerintah-dorong-peningkatan-sarana-dan-
prasarana-mumpuni-dalam-layanan-kesehatan-di-indonesia, 10 Januari 2024].
Adanya rumah sakit yang jumlahnya mencukupi di masing-masing kota/kabupaten
merupakan hal yang sangat penting, karena ini dapat membantu meningkatkan kapasitas
pelayanan kesehatan di dalam negeri. Selain itu, ketersediaan tempat tidur serta fasilitas
lain seperti IGD, ruang isolasi, dan ruang perawatan intensif, termasuk perawatan jantung
dan kebidanan, juga perlu diperhatikan lebih lanjut.
Pembukaan rumah sakit baru tidak hanya menjadi tambahan dukungan untuk fasilitas
kesehatan yang sudah ada, namun juga memberikan kesempatan kerja yang lebih luas
untuk masyarakat di sekitarnya. Hal ini juga akan dapat memberikan multiplier effect yakni
di antaranya penurunan tingkat pengangguran dan pergerakan sektor Usaha Mikro Kecil
dan Menengah (UMKM) di sekitar rumah sakit. Pembukaan rumah sakit juga menjadi
wujud nyata kepedulian untuk meningkatkan akses terhadap fasilitas kesehatan yang lebih
baik bagi masyarakat sekitar dan dapat memberi manfaat untuk kehidupan masyarakat
yang lebih sehat dan bersih.
Jumlah rumah sakit di seluruh Indonesia hingga tahun 2023 mencapai 3.155 unit, baik itu
rumah sakit milik pemerintah ataupun swasta. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) dalam
Statistik Indonesia 2024, Jumlah tersebut terdiri atas 2.636 rumah sakit umum dan 519
rumah sakit khusus [sumber:
https://lestari.kompas.com/read/2024/03/18/140000686/jumlah-rumah-sakit-di-indonesia-
meningkat-tapi-masih-belum-merata, 18 Maret 2024].
Untuk diketahui, rumah sakit umum adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan
kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit. Sedangkan rumah sakit khusus adalah
rumah sakit yang memberikan pelayanan utama pada satu bidang atau satu jenis penyakit
tertentu berdasarkan disiplin ilmu, golongan umur, organ, jenis penyakit, atau kekhususan
lainnya.
Jumlah rumah sakit di Indonesia pada tahun 2023 mengalami peningkatan bila
dibandingkan tahun 2022. Pada tahun 2022, jumlah rumah sakit lebih sedikit yaitu 3.072
unit yang terdiri atas 2.561 rumah sakit umum dan 511 rumah sakit khusus. Di sisi lain,
persebaran rumah sakit di Indonesia masih belum merata, baik untuk rumah sakit umum
maupun rumah sakit khusus.
Jawa menjadi wilayah dengan jumlah rumah sakit terbanyak yakni sebanyak 1.586 unit
yang terdiri atas 1.299 rumah sakit umum dan 287 rumah sakit khusus, yang berarti lebih
dari separuh dari total rumah sakit di Indonesia menumpuk di Jawa. Dengan kata lain,
Halaman 16
Page 22
1.569 rumah sakit tersebar di berbagai wilayah mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi,
Nusa Tenggara, hingga Papua. Kehadiran rumah sakit di 6 provinsi di Jawa masing-masing
adalah DKI Jakarta, 196 rumah sakit; Jawa Barat, 414 rumah sakit; Jawa Tengah, 345
rumah sakit; DI Yogyakarta, 80 rumah sakit; Jawa Timur, 423 rumah sakit; dan Banten, 128
rumah sakit.
Di sisi lain, kawasan Indonesia timur terutama Maluku dan Papua hanya memiliki kehadiran
rumah sakit yang sangat sedikit. Di Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara, jumlah
rumah sakit masing-masing 30 dan 23. Sedangkan di Papua, jumlah rumah sakit secara
total ada 72 unit. Dari jumlah itu, mayoritas merupakan rumah sakit umum, hanya ada 1
rumah sakit khusus. Kehadiran rumah sakit di 6 provinsi di Papua masing-masing adalah
Papua Barat, 12 rumah sakit; Papua Barat Daya, 12 rumah sakit; Papua, 19 rumah sakit;
Papua Selatan, 8 rumah sakit; Papua Tengah, 13 rumah sakit; Papua Pegunungan,
9 rumah sakit.
Kemenkes menargetkan pembangunan 4 rumah sakit baru di 4 provinsi tuntas pada tahun
2024. Keempat rumah sakit baru yang kini dalam proses pembangunan tersebut adalah
Rumah Sakit UPT Vertikal Surabaya di Jawa Timur, Rumah Sakit UPT Vertikal Makassar di
Sulawesi Selatan, Rumah Sakit Vertikal Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur dan
Rumah Sakit Vertikal Jayapura di Papua [sumber:
https://nasional.kompas.com/read/2024/02/01/21005401/kemenkes-targetkan-
pembangunan-rs-baru-di-4-provinsi-selesai-tahun-ini, 1 Februari 2024].
Rumah sakit baru tersebut akan menjadi sentra layanan kesehatan terlengkap, khususnya
untuk menangani kanker, jantung, strok dan uronefrologi atau ginjal (KJSU). 4 rumah sakit
tersebut mulai dibangun pada tahun 2023 dan ditargetkan rampung tahun 2024. Misalnya,
Rumah Sakit Vertikal di IKN mulai dibangun pada 20 Desember 2023, ditargetkan selesai
pada Juli 2024. Sementara Rumah Sakit Vertikal di Jayapura mulai dibangun pada
3 September 2023 dan ditargetkan selesai pada November 2024, Rumah Sakit Vertikal
Surabaya dan Makassar juga ditargetkan mulai beroperasi tahun 2024.
Kedua rumah sakit vertikal di Papua dan Makassar direncanakan menjadi rumah sakit
superhub pusat layanan rujukan akhir untuk wilayah Indonesia tengah dan timur seperti
Maluku, Papua, Sulawesi dan Kalimantan. Rumah Sakit UPT Vertikal Surabaya didesain
untuk dapat memberikan layanan komprehensif. Khususnya untuk penyakit katastropik,
mulai dari diagnostik, terapetik, hingga rehabilitatif. Rumah sakit UPT vertikal juga
bertujuan untuk bersaing dengan rumah sakit lain di Asia.
Tahun 2023, Kemenkes juga sudah mengoperasikan rumah sakit vertikal baru yakni
Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) dr Ben Mboi, di Kupang, Nusa Tenggara Timur
(NTT). Rumah sakit tersebut dibangun agar pasien kanker, jantung, strok dan uronefrologi
tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah yang membuat keluarga pasien harus mengeluarkan
biaya tinggi. Selain membangun rumah sakit baru, Kemenkes juga membangun
infrastruktur tambahan untuk melayani ibu dan anak pada 6 rumah sakit vertikal di 5
provinsi.
Pembangunan infrastruktur tambahan itu dilakukan dengan cara melakukan ekspansi
infrastruktur di 6 rumah sakit vertikal milik Kemenkes di 5 provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa
Barat, DI Yogyakarta, Bali dan Makassar. 6 rumah sakit tersebut, yakni Rumah Sakit
Halaman 17
Page 23
Kanker Dharmais dan Rumah Sakit Persahabatan Provinsi DKI Jakarta, Rumah Sakit Dr
Hasan Sadikin Bandung di Jawa Barat, RSUP Dr Sardjito di Provinsi DI Yogyakarta, RSUP
Prof.I.G.N.G. Ngoerah Denpasar di Provinsi Bali dan RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo
Makassar di Provinsi Sulawesi Selatan.
8.1.4 Analisis Operasional dan Prospek Usaha
Perseroan merupakan perusahaan terbuka yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (“BEI”)
dengan kode saham SRAJ. Perseroan menjalankan usaha di bidang aktivitas rumah sakit
swasta. Perseroan merupakan bagian dari Mayapada Group dan mengelola jaringan
rumah sakit dengan nama Mayapada Hospital.
Pada tahun 2008, Perseroan mengambil alih Rumah Sakit Honoris di Tangerang dan
mengubah namanya menjadi Mayapada Hospital. Perseroan telah mengelola 6 rumah sakit
yang dilengkapi center of excellences yaitu Mayapada Hospital Tangerang (MHTG),
Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS), Mayapada Hospital Bogor (MHBG),
Mayapada Hospital Kuningan (MHKN), Mayapada Hospital Surabaya (MHSB), dan
Mayapada Hospital Bandung (MHBD) yang merupakan rumah sakit hijau tersertifikasi
pertama di Indonesia dan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko
Widodo, pada tanggal 6 Maret 2023.
Pada tahun 2023, Perseroan turut serta dalam pengembangan Ibu Kota Nusantara dengan
dilakukannya groundbreaking pembangunan Mayapada Hospital Nusantara (MHNS) oleh
Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo. Seperti MHBD, MHNS merupakan rumah
sakit hijau tersertifikasi sehingga menyediakan area hijau, mengusung efisiensi dan
menggunakan material ramah lingkungan yang sejalan dengan konsep Ibu Kota Nusantara
sebagai forest city.
Di akhir tahun 2023, Perseroan melalui MHJS, meraih akreditasi internasional dari Joint
Commission International (JCI) yang membuktikan pengakuan internasional atas layanan
kesehatan Perseroan.
Sebagai salah satu bentuk komitmen dalam menyediakan pelayanan kesehatan berstandar
internasional, Mayapada Hospital bekerjasama dengan National Healthcare Group (NHG)
Singapore. Ahli dalam bidang manajemen rumah sakit, NHG Group bertanggung jawab
dalam manajemen rumah sakit – rumah sakit peringkat teratas seperti National University
Hospital (NUH), Tan Tock Seng Hospital dan juga John Hopkins Singapore.
Dengan para dokter dan profesional kesehatan terbaik yang berkompeten dalam
bidangnya masing-masing, Mayapada Hospital telah mempunyai nama dan reputasi yang
baik dan telah terpercaya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas tinggi.
Mayapada Hospital dilengkapi center of excellence dengan pelayanan berbagai kelas
kesehatan, mulai dari pelayanan pasien BPJS Kesehatan hingga layanan VVIP. Mayapada
Hospital bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan berkualitas internasional bagi
setiap masyarakat Indonesia maupun ekspatriat tanpa harus melakukan perjalanan ke luar
negeri.
Perseroan menjadi anggota dari asosiasi atau lembaga yang relevan dengan kegiatan
bisnis Utama Perseroan yaitu Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia dan Asosiasi
Halaman 18
Page 24
Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI), sehingga dapat mengikuti perkembangan
informasi terbaru terkait industri dan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta
turut berkontribusi kepada anggota asosiasi lainnya.
Visi Perseroan adalah menjadi pilihan utama untuk pelayanan kesehatan yang dikenal
dalam kualitas pelayanan. Misi Perseroan adalah menjalankan satu jaringan yang
terintegrasi untuk memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh; dan memberikan
pengalaman terbaik dan keselamatan pada setiap pasien melalui sikap belas kasih dan
profesionalisme yang ditunjang oleh sistem dan teknologi yang berkualitas.
8.1.5 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
Perseroan merupakan perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia. Dalam rangka
mempercepat pertumbuhan dan perkembangan, meningkatkan infrastruktur perawatan
dan jasa kesehatan yang disediakan serta memperkuat keadaan keuangan grup
Perseroan, maka Perseroan berencana menerbitkan Surat Utang yang akan
dialokasikan oleh Perseroan untuk membantu pengembangan bisnis usaha Perseroan
melalui pembangunan beberapa proyek seperti perluasan Mayapada Hospital Jakarta
Selatan dan juga pembangunan rumah sakit baru seperti Mayapada Apollo Batam
International Hospital di Batam dan Mayapada Hospital Surabaya 2.
Dengan diterbitkannya Surat Utang, Perseroan dapat mengoptimalkan penggunaan arus
kas untuk pengembangan usaha. Dengan dilakukannya pengembangan usaha tersebut,
maka Perseroan akan mampu memberikan layanan yang lebih komprehensif kepada
pasien serta meningkatkan nilai Perseroan untuk berbagai pemangku kepentingan
seperti tenaga medis, karyawan, masyarakat sekitar serta penanam modal. Hal ini akan
berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan dan keuntungan Perseroan di
masa yang akan datang, yang nantinya juga diharapkan akan memperkuat struktur
permodalan Perseroan.
Manajemen Perseroan berkeyakinan bahwa latar belakang Rencana Transaksi tersebut
merupakan bagian dari rencana jangka panjang Perseroan dan akan menjadikan
Perseroan sebagai perusahaan yang baik dan memiliki potensi pengembangan usaha di
masa mendatang.
8.1.6 Analisis Kualitatif atas Keuntungan dan Kerugian Rencana Transaksi
Berikut adalah keuntungan Rencana Transaksi, termasuk tujuan dan manfaat yang telah
dipaparkan pada bagian 4.3:
1. Peningkatan nilai Total Aset Perseroan yang lebih cepat secara konsolidasi setelah
pengembangan usaha khususnya aset tetap rumah sakit yang dibangun dalam
4 tahun pertama setelah Rencana Transaksi;
2. Peningkatan likuiditas Perseroan untuk kebutuhan investasi dan modal kerja;
3. Meningkatkan kinerja keuangan khususnya pendapatan dan EBITDA Perseroan yang
lebih cepat melalui prospek usaha yang menjanjikan, di samping tidak adanya
pembayaran bunga tahunan atas Surat Utang;
4. Surat Utang tidak memerlukan jaminan.
Halaman 19
Page 25
Berikut adalah kerugian Rencana Transaksi:
1. Biaya pelaksanaan terkait Rencana Transaksi yang harus dikeluarkan Perseroan;
2. Timbulnya premium atas Surat Utang dalam jumlah signifikan.
8.1.7 Analisis Dampak Leverage pada Keuangan
Analisis dampak leverage pada keuangan Perseroan dilakukan dengan menggunakan
rasio solvabilitas yaitu liabilitas terhadap aset dan liabilitas terhadap ekuitas Perseroan.
Liabilitas terhadap aset historis Perseroan selama tahun 2021 – 30 September 2024
berkisar antara 0,60-0,67. Liabilitas terhadap aset Perseroan tanpa terjadinya Rencana
Transaksi berkisar antara 0,20-0,67 selama periode proyeksi dan dengan adanya Rencana
Transaksi berkisar antara 0,45-0,80 selama periode proyeksi, yang artinya bahwa utang
Perseroan dapat dipenuhi oleh aset Perseroan.
Liabilitas terhadap ekuitas historis Perseroan selama tahun 2021 – 30 September 2024
berkisar antara 1,53-2,03. Liabilitas terhadap ekuitas Perseroan tanpa terjadinya Rencana
Transaksi berkisar antara 0,24-2,00 selama periode proyeksi dan dengan adanya Rencana
Transaksi berkisar antara 0,83-4,10 selama periode proyeksi.
8.1.8 Analisis Dampak Likuiditas pada Keuangan
Current Ratio historis Perseroan selama tahun 2021 – 30 September 2024 berkisar antara
0,89-1,68. Current Ratio Perseroan tanpa terjadinya Rencana Transaksi berkisar antara
1,44-2,94 selama periode proyeksi dan dengan adanya Rencana Transaksi berkisar antara
1,39-5,68 selama periode proyeksi. Berdasarkan rasio likuiditas tersebut, Perseroan
memiliki kapasitas likuiditas yang membaik dikarenakan aset lancar yang dimiliki cukup
besar dibandingkan dengan liabilitas jangka pendek yang harus dipenuhi dalam jangka
pendek.
8.2 Analisis Kuantitatif
8.2.1 Potensi Pendapatan, Aset, Liabilitas dan Kondisi Keuangan Perusahaan
8.2.1.1 Penilaian Kinerja Historis
Berikut ini merupakan tabel ikhtisar laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk
periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 - 2022 diaudit oleh KAP Kosasih,
Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan, untuk periode yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 diaudit oleh KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan,
seluruhnya dengan pendapat wajar tanpa modifikasian, serta untuk periode yang berakhir
pada tanggal 30 September 2024 direviu oleh KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar &
Rekan, yang disajikan sebagai berikut:
(dalam jutaan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Audited Audited Audited Review
Keterangan
2021 2022 2023 30 September 2024
Operating Highlight
Pendapatan 1.924.453 1.934.164 2.503.174 2.331.425
Laba Bruto 705.033 557.055 718.020 673.912
Laba Usaha 226.484 31.014 106.261 142.470
Halaman 20
Page 26
Audited Audited Audited Review
Keterangan
2021 2022 2023 30 September 2024
EBITDA 407.675 264.548 395.538 381.006
Laba (Rugi) Bersih Periode Berjalan 165.604 (44.187) (38.313) 8.370
Total Laba (Rugi) Komprehensif Periode Berjalan 172.666 (32.265) (37.681) 4.750
Financial Position
Aset 4.871.807 5.749.600 5.606.291 5.649.858
Aset Lancar 1.021.455 1.445.614 998.249 845.807
Aset Tidak Lancar 3.850.352 4.303.986 4.608.042 4.804.051
Liabilitas 2.944.404 3.854.462 3.748.834 3.787.651
Liabilitas Jangka Pendek 2.659.181 2.602.766 2.105.526 2.113.066
Liabilitas Jangka Panjang 285.223 1.251.696 1.643.308 1.674.585
Ekuitas 1.927.403 1.895.138 1.857.457 1.862.207
Key Performance Ratio
Marjin Laba Bruto 36,64% 28,80% 28,68% 28,91%
Marjin Laba Usaha 11,77% 1,60% 4,25% 6,11%
Marjin Laba (Rugi) Bersih Periode Berjalan 8,61% -2,28% -1,53% 0,36%
Marjin EBITDA 21,18% 13,68% 15,80% 16,34%
Return on Assets (ROA) 3,40% -0,77% -0,68% 0,15%
Return on Equity (ROE) 8,59% -2,33% -2,06% 0,45%
Current Ratio 0,89 1,33 1,68 1,41
Rasio Liabilitas terhadap Aset 0,60 0,67 0,67 0,67
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 1,53 2,03 2,02 2,03
Aset
Total aset di dalam posisi keuangan Perseroan per 30 September 2024, mengalami
peningkatan sekitar 0,78% atau sebesar Rp 43.567 juta dibandingkan dengan total aset
per 31 Desember 2023. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan pada
akun piutang usaha sebesar Rp 42.321 juta dan persediaan sebesar Rp 1.272 juta.
Total aset di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2023, mengalami
penurunan sekitar 2,49% atau sebesar Rp 143.309 juta dibandingkan dengan total aset per
31 Desember 2022. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan pada akun
kas dan setara kas sebesar Rp 603.069 juta dan uang muka pembelian aset tetap sebesar
Rp 40.858 juta serta peningkatan pada akun aset tetap sebesar Rp 345.170 juta, piutang
usaha sebesar Rp 152.339 juta dan biaya dibayar dimuka sebesar Rp 3.979 juta.
Total aset di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2022, mengalami
peningkatan sekitar 18,02% atau sebesar Rp 877.793 juta dibandingkan dengan total aset
per 31 Desember 2021. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan pada
akun aset tetap sebesar Rp 437.366 juta, kas dan setara kas sebesar Rp 417.332 juta,
aset pajak tangguhan – bersih sebesar Rp 20.859 juta dan uang muka sebesar Rp 1.411
juta.
Liabilitas
Total liabilitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 30 September 2024, mengalami
peningkatan sekitar 1,04% atau sebesar Rp 38.817 juta dibandingkan dengan total
liabilitas per 31 Desember 2023. Peningkatan tersebut terutama disebabkan adanya
peningkatan pada akun liabilitas imbalan pascakerja sebesar Rp 25.498 juta, utang
kontraktor sebesar Rp 23.281 juta, liabilitas pajak tangguhan – bersih sebesar Rp 8.187
juta dan utang lain-lain sebesar Rp 474 juta serta penurunan pada akun pinjaman jangka
panjang sebesar Rp 17.471 juta dan utang pembiayaan sebesar Rp 1.783 juta.
Halaman 21
Page 27
Total liabilitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2023, mengalami
penurunan sekitar 2,74% atau sebesar Rp 105.628 juta dibandingkan dengan total liabilitas
per 31 Desember 2022. Penurunan tersebut terutama disebabkan adanya penurunan pada
akun pinjaman bank sebesar Rp 80.771 juta, utang kontraktor sebesar Rp 33.613 juta dan
utang pembiayaan sebesar Rp 1.821 juta serta peningkatan pada akun liabilitas imbalan
pascakerja sebesar Rp 9.640 juta dan utang obligasi sebesar Rp 1.423 juta.
Total liabilitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2022, mengalami
peningkatan sekitar 30,91% atau sebesar Rp 910.058 juta dibandingkan dengan total
liabilitas per 31 Desember 2021. Peningkatan tersebut terutama disebabkan adanya
peningkatan pada akun utang obligasi sebesar Rp 943.302 juta dan utang pajak sebesar
Rp 10.738 juta serta penurunan pada akun utang usaha sebesar Rp 30.310 juta, utang
lain-lain sebesar Rp 8.052 juta dan liabilitas imbalan pascakerja sebesar Rp 5.111 juta.
Ekuitas
Total ekuitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 30 September 2024, mengalami
penurunan sekitar 0,26%, yaitu sebesar Rp 4.750 juta dibandingkan dengan total ekuitas
per 31 Desember 2023. Penurunan tersebut terutama disebabkan adanya penurunan pada
pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja sebesar Rp 3.620 juta dan akumulasi
rugi sebesar Rp 8.240 juta serta peningkatan pada kepentingan nonpengendali sebesar
Rp 130 juta.
Total ekuitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2023, mengalami
penurunan sekitar 1,99%, yaitu sebesar Rp 37.681 juta dibandingkan dengan total ekuitas
per 31 Desember 2022. Penurunan tersebut terutama disebabkan adanya peningkatan
pada akumulasi rugi sebesar Rp 38.490 juta, pengukuran kembali liabilitas imbalan
pascakerja sebesar Rp 632 juta dan kepentingan nonpengendali sebesar Rp 177 juta.
Total ekuitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2022, mengalami
penurunan sekitar 1,67%, yaitu sebesar Rp 32.265 juta dibandingkan dengan total ekuitas
per 31 Desember 2021. Penurunan tersebut terutama disebabkan adanya peningkatan
pada akumulasi rugi sebesar Rp 44.315 juta, pengukuran kembali liabilitas imbalan
pascakerja sebesar Rp 11.915 juta dan kepentingan nonpengendali sebesar Rp 135 juta.
Berikut adalah penjelasan analisis rasio historis Perseroan:
Marjin laba bruto pada 30 September 2024 mengalami peningkatan sekitar 0,22% jika
dibandingkan dengan tahun 2023, terutama disebabkan adanya penurunan beban
langsung. Marjin laba bruto pada tahun 2023 mengalami penurunan sekitar 0,12%,
jika dibandingkan dengan tahun 2022, terutama disebabkan adanya peningkatan
beban langsung. Marjin laba bruto pada tahun 2022 mengalami penurunan sekitar
7,83%, jika dibandingkan dengan tahun 2021, terutama disebabkan adanya
peningkatan beban langsung.
Marjin laba usaha pada 30 September 2024 mengalami peningkatan sekitar 1,87%,
jika dibandingkan dengan tahun 2023, sehubungan dengan peningkatan marjin laba
bruto. Marjin laba usaha pada tahun 2023 mengalami peningkatan sekitar 2,64%, jika
dibandingkan dengan tahun 2022, terutama disebabkan adanya peningkatan laba
Halaman 22
Page 28
usaha. Marjin laba usaha pada tahun 2022 mengalami penurunan sekitar 10,17%, jika
dibandingkan dengan tahun 2021 sehubungan dengan penurunan marjin laba bruto.
Marjin laba (rugi) bersih periode berjalan pada 30 September 2024 mengalami
peningkatan sekitar 1,87%, jika dibandingkan dengan tahun 2023, sehubungan
dengan peningkatan marjin laba usaha. Marjin laba (rugi) bersih periode berjalan
pada tahun 2023 mengalami peningkatan sekitar 0,75%, jika dibandingkan dengan
tahun 2022, sehubungan dengan peningkatan marjin laba usaha. Marjin laba (rugi)
bersih periode berjalan pada tahun 2022 mengalami penurunan sekitar 10,89%, jika
dibandingkan dengan tahun 2021, sehubungan dengan penurunan marjin laba usaha.
Marjin EBITDA pada 30 September 2024 mengalami peningkatan sekitar 0,54%, jika
dibandingkan dengan tahun 2023, sehubungan dengan peningkatan marjin laba
usaha. Marjin EBITDA pada tahun 2023 mengalami peningkatan sekitar 2,12%, jika
dibandingkan dengan tahun 2022, sehubungan dengan peningkatan marjin laba
usaha. Marjin EBITDA pada tahun 2022 mengalami penurunan sekitar 7,51%, jika
dibandingkan dengan tahun 2021, sehubungan dengan penurunan marjin laba usaha.
Rasio lancar turun menjadi 1,41 pada 30 September 2024 dari 1,68 pada tahun 2023,
terutama disebabkan penurunan aset lancar. Rasio lancar naik menjadi 1,68 pada
tahun 2023 dari 1,33 pada tahun 2022, terutama disebabkan penurunan liabilitas
jangka pendek. Rasio lancar naik menjadi 1,33 pada tahun 2022 dari 0,89 pada tahun
2021, terutama disebabkan peningkatan aset lancar.
Rasio liabilitas terhadap aset pada 30 September 2024 serta tahun 2023 dan 2022
adalah sebesar 0,67. Rasio liabilitas terhadap aset naik menjadi 0,67 pada tahun
2022 dari 0,60 pada tahun 2021, terutama disebabkan adanya peningkatan pada
liabilitas jangka panjang.
Rasio liabilitas terhadap ekuitas naik menjadi 2,03 pada 30 September 2024 dari 2,02
pada tahun 2023, terutama disebabkan peningkatan pada liabilitas jangka panjang.
Rasio liabilitas terhadap ekuitas turun menjadi 2,02 pada tahun 2023 dari 2,03 pada
tahun 2022, terutama disebabkan penurunan liabilitas jangka pendek. Rasio liabilitas
terhadap ekuitas naik menjadi 2,03 pada tahun 2022 dari 1,53 pada tahun 2021,
terutama disebabkan oleh peningkatan pada liabilitas jangka panjang.
Arus Kas
(dalam jutaan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Keterangan 31-Des-21 31-Des-22 31-Des-23 30-Sep-24
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Penerimaan kas dari pelanggan 1.917.035 1.932.446 2.365.859 2.274.940
Pembayaran kas kepada pemasok (782.054) (789.221) (1.058.144) (1.007.245)
Pembayaran kas kepada karyawan (700.717) (858.868) (1.126.223) (1.014.088)
Kas yang dihasilkan dari operasi 434.264 284.357 181.492 253.607
Pembayaran beban keuangan (115.125) (80.405) (145.447) (90.134)
Penerimaan bunga 23.941 19.405 29.050 10.651
Pembayaran beban pajak penghasilan (6.293) (12.882) (9.178) (13.900)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi 336.787 210.475 55.917 160.224
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Aset tetap
Pelepasan 313 295 3.208 280
Pembelian (399.834) (569.713) (482.225) (347.526)
Pembayaran untuk uang muka pembelian aset tetap (64.190) (85.834) (12.833) (51.070)
Pembayaran utang kontraktor untuk pembelian aset tetap - - (88.474) -
Aset takberwujud
Pembelian (3.166) (4.344) (5.066) (2.736)
Pembayaran untuk piutang lain-lain kepada pihak berelasi (1.404) (18.626) - -
Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi (468.280) (678.222) (585.390) (401.052)
Halaman 23
Page 29
Keterangan 31-Des-21 31-Des-22 31-Des-23 30-Sep-24
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pinjaman bank jangka pendek
Penerimaan 390.000 36.827 11.525 33.841
Pembayaran (20.000) (142.490) (477.247) (22.544)
Pinjaman bank jangka panjang
Penerimaan 220.000 100.000 - 264.653
Pembayaran (839.428) (57.661) (80.956) (234.556)
Pinjaman jangka panjang
Penerimaan - - 481.631 -
Pembayaran - - (6.021) (18.063)
Penerimaan dari penerbitan obligasi - 950.000 - -
Penerimaan dari utang lain-lain kepada pihak berelasi 464.869 - - -
Pembayaran utang lain-lain kepada pihak berelasi (36.027) - - -
Pembayaran utang pembiayaan (175) (1.597) (1.821) (1.783)
Pembayaran liabilitas sewa - - (707) (707)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan 179.238 885.079 (73.596) 20.841
(Penurunan) Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas 47.745 417.332 (603.069) (219.987)
Kas dan Setara Kas Awal Periode 653.178 700.922 1.118.254 515.185
Kas dan Setara Kas Akhir Periode 700.922 1.118.254 515.185 295.198
Kas dan setara kas untuk periode yang berakhir pada 30 September 2024 mengalami
penurunan sebesar Rp 219.987 juta atau turun sekitar 42,70% dibandingkan dengan kas
dan setara kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2023. Hal tersebut
disebabkan adanya penurunan kas bersih dari aktivitas investasi sebesar Rp 401.052 juta
yang terutama berasal dari pembelian aset tetap, peningkatan kas bersih dari aktivitas
operasi sebesar Rp 160.224 juta yang terutama berasal dari penerimaan kas dari
pelanggan dan peningkatan kas bersih dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 20.841 juta
yang terutama berasal dari penerimaan pinjaman bank jangka panjang.
Kas dan setara kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2023 mengalami
penurunan sebesar Rp 603.069 juta atau turun sekitar 53,93% dibandingkan dengan kas
dan setara kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2022. Hal tersebut
disebabkan adanya penurunan kas bersih dari aktivitas investasi sebesar Rp 585.390 juta
yang terutama berasal dari pembelian aset tetap, penurunan kas bersih dari aktivitas
pendanaan sebesar Rp 73.596 juta yang terutama berasal dari pembayaran pinjaman bank
jangka pendek dan peningkatan kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp 55.917 juta
yang terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan.
Kas dan setara kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2022 mengalami
peningkatan sebesar Rp 417.332 juta atau naik sekitar 59,54% dibandingkan dengan kas
dan setara kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2021. Hal tersebut
disebabkan adanya peningkatan kas bersih dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 885.079
juta yang terutama berasal dari penerimaan dari penerbitan obligasi, peningkatan kas
bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp 210.475 juta yang terutama berasal dari
penerimaan kas dari pelanggan dan penurunan kas bersih dari aktivitas investasi sebesar
Rp 678.222 juta yang terutama berasal dari pembelian aset tetap.
8.2.1.2 Penilaian atas Proyeksi Keuangan
Selama periode proyeksi, diasumsikan tidak ada perubahan pada peraturan perpajakan.
Selain itu juga diasumsikan tidak ada perubahan pada manajemen dan kebijakan
akuntansi.
Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasi Perseroan tanpa terjadinya Rencana Transaksi
selama tahun 2024-2033 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
Halaman 24
Page 30
(dalam jutaan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 399.407 181.951 293.015 151.443 169.139 324.148 119.685 338.556 288.957 934.577
Kas yang dibatasi penggunaannya 6.517 6.517 6.517 6.517 6.517 6.517 6.517 6.517 6.517 6.517
Piutang usaha 381.566 422.802 450.711 480.658 503.415 521.408 536.847 552.811 572.014 587.584
Piutang lain-lain 8.942 8.942 8.942 8.942 8.942 8.942 8.942 8.942 8.942 8.942
Persediaan 90.204 99.405 105.209 111.418 115.700 118.786 121.132 123.479 126.407 128.331
Uang muka 14.564 14.564 14.564 14.564 14.564 14.564 14.564 14.564 14.564 14.564
Biaya dibayar dimuka 8.381 8.381 8.381 8.381 8.381 8.381 8.381 8.381 8.381 8.381
Pajak dibayar dimuka 399 399 399 399 399 399 399 399 399 399
Total Aset Lancar 909.980 742.961 887.739 782.321 827.057 1.003.145 816.467 1.053.649 1.026.180 1.689.295
Aset Tidak Lancar
Uang muka pembelian aset tetap 17.269 17.269 17.269 17.269 17.269 17.269 17.269 17.269 17.269 17.269
Aset tetap 4.182.273 4.259.251 4.009.403 3.765.939 3.573.750 3.774.046 4.436.650 4.672.082 4.857.418 4.846.507
Properti investasi 40.010 40.010 40.010 40.010 40.010 40.010 40.010 40.010 40.010 40.010
Aset hak guna 200.100 172.946 145.793 118.640 91.487 64.334 37.180 10.027 390.172 363.019
Aset takberwujud 11.773 11.773 11.773 11.773 11.773 11.773 11.773 11.773 11.773 11.773
Taksiran tagihan pajak penghasilan 12.673 12.673 12.673 12.673 12.673 12.673 12.673 12.673 12.673 12.673
Aset pajak tangguhan - bersih 107.400 107.400 107.400 107.400 107.400 107.400 107.400 107.400 107.400 107.400
Goodwill 237.771 237.771 237.771 237.771 237.771 237.771 237.771 237.771 237.771 237.771
Aset tidak lancar lainnya 1.581 1.581 1.581 1.581 1.581 1.581 1.581 1.581 1.581 1.581
Total Aset Tidak Lancar 4.810.849 4.860.675 4.583.673 4.313.057 4.093.714 4.266.857 4.902.307 5.110.586 5.676.067 5.638.002
Total Aset 5.720.830 5.603.635 5.471.412 5.095.378 4.920.771 5.270.002 5.718.774 6.164.235 6.702.248 7.327.297
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 156.067 171.314 181.576 192.620 200.868 207.359 212.769 218.265 224.862 230.009
Utang kontraktor 143.657 143.657 143.657 143.657 143.657 143.657 143.657 143.657 143.657 143.657
Utang lain-lain 1.514.389 1.514.389 1.314.389 1.314.389 814.389 762.515 762.515 762.515 762.515 762.515
Utang pajak 31.481 31.481 31.481 31.481 31.481 31.481 31.481 31.481 31.481 31.481
Akrual 158.668 158.668 158.668 158.668 158.668 158.668 158.668 158.668 158.668 158.668
Bagian lancar atas liabilitas jangka panjang
Pendapatan sewa diterima dimuka 8.693 8.693 8.693 8.693 8.693 8.693 8.693 8.693 8.693 8.693
Utang pembiayaan 656 656 656 656 656 656 656 656 656 656
Liabilitas sewa 614 614 614 614 614 614 614 614 614 614
Total Liabilitas Jangka Pendek 2.014.225 2.029.472 1.839.734 1.850.778 1.359.026 1.313.643 1.319.053 1.324.549 1.331.146 1.336.293
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian jangka pendek
Pinjaman bank 747.181 927.855 812.306 698.825 589.356 470.625 335.971 192.362 55.807 -
Utang pembiayaan 274 274 274 274 274 274 274 274 274 274
Liabilitas sewa 3.277 3.277 3.277 3.277 3.277 3.277 3.277 3.277 3.277 3.277
Utang obligasi 946.149 539.673 541.096 - - - - - - -
Liabilitas pajak tangguhan - bersih 14.432 14.432 14.432 14.432 14.432 14.432 14.432 14.432 14.432 14.432
Liabilitas imbalan pascakerja 86.578 86.578 86.578 86.578 86.578 86.578 86.578 86.578 86.578 86.578
Total Liabilitas Jangka Panjang 1.797.891 1.572.089 1.457.964 803.386 693.917 575.186 440.532 296.923 160.368 104.561
Total Liabilitas 3.812.116 3.601.561 3.297.697 2.654.164 2.052.943 1.888.829 1.759.585 1.621.471 1.491.514 1.440.854
Ekuitas
Modal saham 1.200.071 1.200.071 1.200.071 1.200.071 1.200.071 1.200.071 1.200.071 1.200.071 1.200.071 1.200.071
Tambahan modal disetor - bersih 1.124.817 1.124.817 1.124.817 1.124.817 1.124.817 1.124.817 1.124.817 1.124.817 1.124.817 1.124.817
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja 49.353 49.353 49.353 49.353 49.353 49.353 49.353 49.353 49.353 49.353
Akumulasi rugi (466.929) (373.568) (201.928) 65.571 492.184 1.005.530 1.583.546 2.167.121 2.835.091 3.510.800
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 1.907.312 2.000.673 2.172.313 2.439.812 2.866.425 3.379.771 3.957.787 4.541.362 5.209.332 5.885.041
Kepentingan nonpengendali 1.402 1.402 1.402 1.402 1.402 1.402 1.402 1.402 1.402 1.402
Total Ekuitas 1.908.714 2.002.075 2.173.715 2.441.214 2.867.827 3.381.173 3.959.189 4.542.764 5.210.734 5.886.443
Total Liabilitas dan Ekuitas 5.720.830 5.603.635 5.471.412 5.095.378 4.920.771 5.270.002 5.718.774 6.164.235 6.702.248 7.327.297
0,57
Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasi Perseroan dengan terjadinya Rencana Transaksi
selama tahun 2024-2033 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
(dalam jutaan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 2.328.715 1.408.280 631.970 89.098 718.830 1.849.852 295.238 990.710 568.399 1.683.073
Kas yang dibatasi penggunaannya 6.517 6.517 6.517 6.517 6.517 6.517 6.517 6.517 6.517 6.517
Piutang usaha 383.725 439.676 482.236 520.439 570.611 609.941 646.261 678.360 713.818 736.699
Piutang lain-lain 8.942 8.942 8.942 8.942 8.942 8.942 8.942 8.942 8.942 8.942
Persediaan 90.671 103.207 112.476 120.621 131.322 139.187 146.029 151.537 157.302 159.755
Uang muka 14.564 14.564 14.564 14.564 14.564 14.564 14.564 14.564 14.564 14.564
Biaya dibayar dimuka 8.381 8.381 8.381 8.381 8.381 8.381 8.381 8.381 8.381 8.381
Pajak dibayar dimuka 399 399 399 399 399 399 399 399 399 399
Total Aset Lancar 2.841.914 1.989.967 1.265.484 768.961 1.459.566 2.637.783 1.126.330 1.859.409 1.478.322 2.618.329
Halaman 25
Page 31
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Aset
Aset Tidak Lancar
Uang muka pembelian aset tetap 17.269 17.269 17.269 17.269 17.269 17.269 17.269 17.269 17.269 17.269
Aset tetap 4.207.038 5.086.792 5.924.261 5.987.263 5.615.807 5.254.604 4.912.404 4.586.958 4.353.234 4.153.911
Properti investasi 40.010 40.010 40.010 40.010 40.010 40.010 40.010 40.010 40.010 40.010
Aset hak guna 200.100 172.946 145.793 118.640 91.487 64.334 37.180 10.027 390.172 363.019
Aset takberwujud 11.773 11.773 11.773 11.773 11.773 11.773 11.773 11.773 11.773 11.773
Taksiran tagihan pajak penghasilan 12.673 12.673 12.673 12.673 12.673 12.673 12.673 12.673 12.673 12.673
Aset pajak tangguhan - bersih 107.400 107.400 107.400 107.400 107.400 107.400 107.400 107.400 107.400 107.400
Goodwill 237.771 237.771 237.771 237.771 237.771 237.771 237.771 237.771 237.771 237.771
Aset tidak lancar lainnya 1.581 1.581 1.581 1.581 1.581 1.581 1.581 1.581 1.581 1.581
Total Aset Tidak Lancar 4.835.615 5.688.215 6.498.532 6.534.380 6.135.770 5.747.414 5.378.061 5.025.462 5.171.883 4.945.407
Total Aset 7.677.529 7.678.182 7.764.016 7.303.341 7.595.337 8.385.198 6.504.391 6.884.871 6.650.205 7.563.736
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 156.943 178.271 194.364 208.525 227.297 241.973 255.405 267.125 279.809 287.559
Utang kontraktor 143.657 143.657 143.657 143.657 143.657 143.657 143.657 143.657 143.657 143.657
Utang lain-lain 1.060.249 1.060.249 1.060.249 1.060.249 1.060.249 1.060.249 1.060.249 1.060.249 1.060.249 1.060.249
Utang pajak 31.481 31.481 31.481 31.481 31.481 31.481 31.481 31.481 31.481 31.481
Akrual 158.668 158.668 158.668 158.668 158.668 158.668 158.668 158.668 158.668 158.668
Bagian lancar atas liabilitas jangka panjang
Pendapatan sewa diterima dimuka 8.693 8.693 8.693 8.693 8.693 8.693 8.693 8.693 8.693 8.693
Utang pembiayaan 656 656 656 656 656 656 656 656 656 656
Liabilitas sewa 614 614 614 614 614 614 614 614 614 614
Total Liabilitas Jangka Pendek 1.560.961 1.582.289 1.598.382 1.612.543 1.631.315 1.645.991 1.659.423 1.671.143 1.683.827 1.691.577
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian jangka pendek
Pinjaman bank 747.181 927.855 812.306 698.825 589.356 470.625 335.971 192.362 55.807 -
Utang pembiayaan 274 274 274 274 274 274 274 274 274 274
Liabilitas sewa 3.277 3.277 3.277 3.277 3.277 3.277 3.277 3.277 3.277 3.277
Utang obligasi 3.664.772 3.482.582 3.726.796 3.448.520 3.733.022 4.503.807 2.487.018 2.490.727 1.619.436 1.623.145
Liabilitas pajak tangguhan - bersih 14.432 14.432 14.432 14.432 14.432 14.432 14.432 14.432 14.432 14.432
Liabilitas imbalan pascakerja 86.578 86.578 86.578 86.578 86.578 86.578 86.578 86.578 86.578 86.578
Total Liabilitas Jangka Panjang 4.516.514 4.514.998 4.643.663 4.251.905 4.426.940 5.078.993 2.927.549 2.787.649 1.779.804 1.727.706
Total Liabilitas 6.077.475 6.097.287 6.242.045 5.864.449 6.058.255 6.724.984 4.586.972 4.458.792 3.463.631 3.419.283
Ekuitas
Modal saham 1.684.487 1.684.487 1.684.487 1.684.487 1.684.487 1.684.487 1.684.487 1.684.487 1.684.487 1.684.487
Tambahan modal disetor - bersih 298.444 298.444 298.444 298.444 298.444 298.444 298.444 298.444 298.444 298.444
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja 49.353 49.353 49.353 49.353 49.353 49.353 49.353 49.353 49.353 49.353
Akumulasi rugi (433.632) (452.791) (511.715) (594.793) (496.605) (373.472) (116.267) 392.393 1.152.888 2.110.767
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 1.598.652 1.579.493 1.520.569 1.437.491 1.535.679 1.658.812 1.916.017 2.424.677 3.185.172 4.143.051
Kepentingan nonpengendali 1.402 1.402 1.402 1.402 1.402 1.402 1.402 1.402 1.402 1.402
Total Ekuitas 1.600.054 1.580.895 1.521.971 1.438.893 1.537.081 1.660.214 1.917.419 2.426.079 3.186.574 4.144.453
Total Liabilitas dan Ekuitas 7.677.529 7.678.182 7.764.016 7.303.341 7.595.337 8.385.198 6.504.391 6.884.871 6.650.205 7.563.736
0,57
Proyeksi Laba Rugi Konsolidasi Perseroan tanpa terjadinya Rencana Transaksi selama
tahun 2024-2033 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
(dalam jutaan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan Okt-Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Pendapatan 762.725 3.579.697 3.972.501 4.416.722 4.823.132 5.217.163 5.620.890 6.065.194 6.584.188 7.108.600
Beban Langsung (495.604) (2.474.366) (2.726.026) (2.996.698) (3.215.057) (3.448.734) (3.710.635) (4.049.852) (4.374.003) (4.785.774)
Laba Bruto 267.120 1.105.331 1.246.475 1.420.024 1.608.075 1.768.429 1.910.255 2.015.342 2.210.185 2.322.825
Beban Usaha (187.283) (816.639) (884.094) (951.457) (1.002.392) (1.066.384) (1.137.066) (1.249.190) (1.353.595) (1.478.973)
Laba Usaha 79.838 288.692 362.381 468.566 605.683 702.045 773.188 766.152 856.590 843.853
Penghasilan (Beban) Lain-lain (38.386) (168.998) (142.330) (125.619) (58.743) (43.909) (32.142) (17.979) (218) 22.442
Laba Sebelum Pajak 41.452 119.694 220.051 342.948 546.940 658.136 741.046 748.173 856.372 866.294
Manfaat (Beban) Pajak 1.434 (26.333) (48.411) (75.448) (120.327) (144.790) (163.030) (164.598) (188.402) (190.585)
Laba Bersih Periode Berjalan 42.886 93.361 171.640 267.499 426.613 513.346 578.016 583.575 667.970 675.710
93.361 171.640 267.499 426.613 513.346 578.016 583.575 667.970 675.710
Penyusutan dan amortisasi 89.727 387.722 393.002 404.503 368.816 367.634 397.666 492.358 508.903 593.572
EBITDA 169.565 676.415 755.383 873.070 974.499 1.069.679 1.170.855 1.258.510 1.365.493 1.437.425
Halaman 26
Page 32
Proyeksi Laba Rugi Konsolidasi Perseroan dengan terjadinya Rencana Transaksi selama
tahun 2024-2033 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
(dalam jutaan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan Okt-Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
19,29% 14,24% 12,55% 14,36% 11,68% 47,12%
Pendapatan 778.490 3.709.956 4.238.294 4.770.315 5.455.171 6.092.393 6.757.763 7.441.821 8.237.964 8.963.168
Beban Langsung (505.910) (2.564.460) (2.973.184) (3.357.470) (3.760.834) (4.150.547) (4.553.367) (4.968.684) (5.402.490) (5.835.839)
Laba Bruto 272.580 1.145.496 1.265.110 1.412.845 1.694.336 1.941.845 2.204.396 2.473.136 2.835.474 3.127.329
Beban Usaha (188.639) (834.483) (970.220) (1.113.017) (1.234.954) (1.343.784) (1.450.881) (1.559.936) (1.661.903) (1.767.945)
Laba Usaha 83.941 311.013 294.890 299.828 459.382 598.061 753.515 913.200 1.173.570 1.359.384
Penghasilan (Beban) Lain-lain 200 (330.172) (353.814) (382.907) (333.499) (440.199) (423.764) (261.072) (198.577) (131.334)
Laba Sebelum Pajak 84.141 (19.159) (58.924) (83.078) 125.883 157.862 329.751 652.128 974.994 1.228.050
Manfaat (Beban) Pajak (7.957) - - - (27.694) (34.730) (72.545) (143.468) (214.499) (270.171)
Laba (Rugi) Bersih Periode Berjalan 76.184 (19.159) (58.924) (83.078) 98.189 123.132 257.206 508.660 760.495 957.879
(19.159) (58.924) (83.078) 98.189 123.132 257.206 508.660 760.495 957.879
Penyusutan dan amortisasi 90.727 417.809 486.674 576.828 555.430 569.022 577.315 589.204 530.884 526.420
EBITDA 174.668 728.821 781.564 876.657 1.014.813 1.167.083 1.330.830 1.502.404 1.704.454 1.885.804
Proyeksi Arus Kas Konsolidasi Perseroan tanpa terjadinya Rencana Transaksi selama
tahun 2024-2033 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
(dalam jutaan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan Okt-Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Penerimaan kas dari pelanggan 832.966 3.538.461 3.944.591 4.386.776 4.800.375 5.199.170 5.605.451 6.049.229 6.564.986 7.093.029
Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan (520.992) (2.870.082) (3.185.507) (3.511.664) (3.817.514) (4.116.926) (4.419.818) (4.776.382) (5.595.170) (5.640.799)
Pembayaran beban pajak penghasilan (557) (26.333) (48.411) (75.448) (120.327) (144.790) (163.030) (164.598) (188.402) (190.585)
Pembayaran beban keuangan (75.688) (167.575) (140.906) (124.615) (58.743) (43.909) (32.142) (17.979) (218) 22.442
Kas Bersih dari Aktivitas Operasi 235.728 474.471 569.767 675.049 803.791 893.545 990.461 1.090.270 781.196 1.284.087
474.471 569.767 675.049 803.791 893.545 990.461 1.090.270 781.196 1.284.087
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Pembelian aset tetap dan pembayaran untuk uang muka pembelian as (159.907) (464.701) (143.154) (161.040) (176.627) (567.930) (1.060.270) (727.790) (694.240) (582.661)
Pelepasan (Perolehan) aset takberwujud 2.736 - - - - - - - - -
Kas Bersih untuk Aktivitas Investasi (157.171) (464.701) (143.154) (161.040) (176.627) (567.930) (1.060.270) (727.790) (694.240) (582.661)
(464.701) (143.154) (161.040) (176.627) (567.930) (1.060.270) (727.790) (694.240) (582.661)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Penerimaan pinjaman bank 51.040 319.000 50.000 - - - - - - -
Pembayaran pinjaman bank (26.095) (138.326) (165.549) (113.481) (109.468) (118.731) (134.654) (143.609) (136.555) (55.807)
Penerimaan liabilitas sewa 707 - - - - - - - - -
Pembayaran utang obligasi - (407.900) - (542.100) - - - - - -
Pembayaran utang lain-lain - - (200.000) - (500.000) (51.874) - - - -
Kas Bersih dari (untuk) Aktivitas Pendanaan 25.652 (227.226) (315.549) (655.581) (609.468) (170.605) (134.654) (143.609) (136.555) (55.807)
1.783 (227.226) (315.549) (655.581) (609.468) (170.605) (134.654) (143.609) (136.555) (55.807)
Peningkatan (Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas 104.209 (217.456) 111.064 (141.573) 17.696 155.009 (204.463) 218.871 (49.598) 645.619
1.783 (217.456) 111.064 (141.573) 17.696 155.009 (204.463) 218.871 (49.598) 645.619
Kas dan Setara Kas, Awal 295.198 399.407 181.951 293.015 151.443 169.139 324.148 119.685 338.556 288.957
Kas dan Setara Kas, Akhir 399.407 181.951 293.015 151.443 169.139 324.148 119.685 338.556 288.957 934.577
Proyeksi Arus Kas Konsolidasi Perseroan dengan terjadinya Rencana Transaksi selama
tahun 2024-2033 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
(dalam jutaan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan Okt-Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
19,29% 14,24% 12,55% 14,36% 11,68% 47,12%
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Penerimaan kas dari pelanggan 846.571 3.654.005 4.195.735 4.732.111 5.404.999 6.053.063 6.721.443 7.409.722 8.202.506 8.940.287
Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan (531.245) (2.945.189) (3.422.752) (3.860.489) (4.405.134) (4.891.346) (5.393.190) (5.906.052) (6.906.736) (7.044.914)
Pembayaran beban pajak penghasilan (9.948) - - - (27.694) (34.730) (72.545) (143.468) (214.499) (270.171)
Pembayaran beban keuangan (37.102) (104.462) (109.601) (119.083) (48.996) (1.204.743) (1.494.428) (257.363) (194.867) (127.625)
Kas Bersih dari Aktivitas Operasi 268.275 604.354 663.382 752.540 923.174 (77.756) (238.721) 1.102.840 886.404 1.497.578
604.354 663.382 752.540 923.174 (77.756) (238.721) 1.102.840 886.404 1.497.578
Halaman 27
Page 33
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan Okt-Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
19,29% 14,24% 12,55% 14,36% 11,68% 47,12%
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Pembelian aset tetap dan pembayaran untuk uang muka pembelian as (185.673) (1.297.562) (1.324.144) (639.830) (183.974) (207.819) (235.115) (263.759) (297.160) (327.097)
Penjualan aset tetap 2.736 - - - - - - - - -
Kas Bersih untuk Aktivitas Investasi (182.937) (1.297.562) (1.324.144) (639.830) (183.974) (207.819) (235.115) (263.759) (297.160) (327.097)
(1.297.562) (1.324.144) (639.830) (183.974) (207.819) (235.115) (263.759) (297.160) (327.097)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Penerimaan pinjaman bank 51.040 319.000 50.000 - - - - - - -
Pembayaran pinjaman bank (26.095) (138.326) (165.549) (113.481) (109.468) (118.731) (134.654) (143.609) (136.555) (55.807)
Penerimaan liabilitas sewa 707 - - - - - - - - -
Penerimaan utang obligasi 1.892.250 - - - - 2.481.454 - - - -
Pembayaran utang obligasi - (407.900) - (542.100) - (946.125) (946.125) - (875.000) -
Pembayaran utang lain-lain (454.140) - - - - - - - - -
Setoran modal 484.416 - - - - - - - - -
Kas Bersih dari (untuk) Aktivitas Pendanaan 1.948.178 (227.226) (115.549) (655.581) (109.468) 1.416.597 (1.080.779) (143.609) (1.011.555) (55.807)
(227.226) (115.549) (655.581) (109.468) 1.416.597 (1.080.779) (143.609) (1.011.555) (55.807)
Peningkatan (Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas 2.033.517 (920.434) (776.310) (542.872) 629.732 1.131.022 (1.554.615) 695.472 (422.310) 1.114.673
(920.434) (776.310) (542.872) 629.732 1.131.022 (1.554.615) 695.472 (422.310) 1.114.673
Kas dan Setara Kas, Awal 295.198 2.328.715 1.408.280 631.970 89.098 718.830 1.849.852 295.238 990.710 568.399
Kas dan Setara Kas, Akhir 2.328.715 1.408.280 631.970 89.098 718.830 1.849.852 295.238 990.710 568.399 1.683.073
8.2.1.3 Analisis Rasio Keuangan
Berikut adalah rasio keuangan Perseroan untuk periode 2021-2033 tanpa adanya Rencana
Transaksi:
Audited Audited Audited Reviewed Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2021 2022 2023 Jan-Sept 2024 Okt-Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033
-2 -1 0 0 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Operasi
Marjin laba bruto 36,64% 28,80% 28,68% 28,91% 35,02% 30,88% 31,38% 32,15% 33,34% 33,90% 33,98% 33,23% 33,57% 32,68%
Marjin laba usaha 11,77% 1,60% 4,25% 6,11% 10,47% 8,06% 9,12% 10,61% 12,56% 13,46% 13,76% 12,63% 13,01% 11,87%
Marjin laba (rugi) periode berjalan 8,61% -2,28% -1,53% 0,36% 5,62% 2,61% 4,32% 6,06% 8,85% 9,84% 10,28% 9,62% 10,15% 9,51%
Marjin EBITDA 21,18% 13,68% 15,80% 16,34% 22,23% 18,90% 19,02% 19,77% 20,20% 20,50% 20,83% 20,75% 20,74% 20,22%
Imbal hasil aset (ROA) 3,40% -0,77% -0,68% 0,15% 0,75% 1,67% 3,14% 5,25% 8,67% 9,74% 10,11% 9,47% 9,97% 9,22%
Imbal hasil ekuitas (ROE) 8,59% -2,33% -2,06% 0,45% 2,25% 4,66% 7,90% 10,96% 14,88% 15,18% 14,60% 12,85% 12,82% 11,48%
Likuiditas
Rasio Lancar 0,89 1,33 1,68 1,41 1,81 1,44 1,69 1,46 1,52 1,82 1,47 1,87 1,80 2,94
Quick Ratio 0,82 1,27 1,56 1,27 1,59 1,20 1,45 1,21 1,26 1,56 1,21 1,61 1,54 2,68
Solvabilitas
Rasio Liabilitas terhadap Aset 0,60 0,67 0,67 0,67 0,67 0,64 0,60 0,52 0,42 0,36 0,31 0,26 0,22 0,20
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 1,53 2,03 2,02 2,03 2,00 1,80 1,52 1,09 0,72 0,56 0,44 0,36 0,29 0,24
Berikut adalah rasio keuangan Perseroan untuk periode 2021-2033 dengan adanya
Rencana Transaksi:
Audited Audited Audited Reviewed Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2021 2022 2023 Jan-Sept 2024 Okt-Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033
-2 -1 0 0 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Operasi
Marjin laba bruto 36,64% 28,80% 28,68% 28,91% 35,01% 30,88% 29,85% 29,62% 31,06% 31,87% 32,62% 33,23% 34,42% 34,89%
Marjin laba usaha 11,77% 1,60% 4,25% 6,11% 10,78% 8,38% 6,96% 6,29% 8,42% 9,82% 11,15% 12,27% 14,25% 15,17%
Marjin laba (rugi) periode berjalan 8,61% -2,28% -1,53% 0,36% 9,79% -0,52% -1,39% -1,74% 1,80% 2,02% 3,81% 6,84% 9,23% 10,69%
Marjin EBITDA 21,18% 13,68% 15,80% 16,34% 22,44% 19,65% 18,44% 18,38% 18,60% 19,16% 19,69% 20,19% 20,69% 21,04%
Imbal hasil aset (ROA) 3,40% -0,77% -0,68% 0,15% 0,99% -0,25% -0,76% -1,14% 1,29% 1,47% 3,95% 7,39% 11,44% 12,66%
Imbal hasil ekuitas (ROE) 8,59% -2,33% -2,06% 0,45% 4,76% -1,21% -3,87% -5,77% 6,39% 7,42% 13,41% 20,97% 23,87% 23,11%
Likuiditas
Rasio Lancar 0,89 1,33 1,68 1,41 5,68 3,81 2,35 1,39 2,56 4,50 1,88 3,04 2,37 4,15
Quick Ratio 0,82 1,27 1,56 1,27 5,45 3,57 2,10 1,13 2,29 4,23 1,60 2,76 2,08 3,86
Solvabilitas
Rasio Liabilitas terhadap Aset 0,60 0,67 0,67 0,67 0,79 0,79 0,80 0,80 0,80 0,80 0,71 0,65 0,52 0,45
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 1,53 2,03 2,02 2,03 3,80 3,86 4,10 4,08 3,94 4,05 2,39 1,84 1,09 0,83
Berdasarkan analisis rasio keuangan Perseroan, seperti yang dirangkum pada tabel di
atas, proyeksi marjin laba (rugi) periode berjalan Perseroan pada periode Oktober 2024 -
2033 tanpa adanya Rencana Transaksi akan berkisar antara 2,61%-10,28%, sedangkan
dengan adanya Rencana Transaksi akan berkisar antara (1,74%)-10,69%. Proyeksi marjin
EBITDA Perseroan pada periode Oktober 2024 - 2033 tanpa adanya Rencana Transaksi
akan berkisar antara 18,90%-22,23%, sedangkan dengan adanya Rencana Transaksi akan
Halaman 28
Page 34
berkisar antara 18,38%-22,44%. Proyeksi rasio lancar Perseroan pada periode Juli 2024 -
2033 tanpa adanya Rencana Transaksi akan berkisar antara 1,44-2,94, sedangkan dengan
adanya Rencana Transaksi akan berkisar antara 1,39-5,68. Proyeksi rasio liabilitas
terhadap aset Perseroan pada periode Oktober 2024 - 2033 tanpa adanya Rencana
Transaksi akan berkisar antara 0,20-0,67, sedangkan dengan adanya Rencana Transaksi
akan berkisar antara 0,45-0,80.
8.2.1.4 Analisis Laporan Keuangan Sebelum Rencana Transaksi dan Proforma Laporan
Keuangan Setelah Rencana Transaksi Dilakukan
Berdasarkan analisis posisi proforma Perseroan atas keseluruhan Rencana Transaksi per
tanggal 30 September 2024 yang disiapkan oleh manajemen Perseroan, dimana terdapat
penyesuaian antara lain:
1. Peningkatan total aset sebesar Rp 2.376.666 juta, yang terutama berasal dari
peningkatan kas dan setara kas.
2. Peningkatan total liabilitas sebesar Rp 2.718.623 juta, yang terutama berasal dari utang
obligasi.
3. Penurunan total ekuitas sebesar Rp 341.957 juta, yang terutama berasal dari
peningkatan modal saham sebesar Rp 484.416 juta serta penurunan pada tambahan
modal disetor - bersih sebesar Rp 826.373 juta.
8.2.1.5 Analisis Kemampuan Perseroan untuk Melunasi Transaksi Pinjam Meminjam Dana
dan/atau Penjaminan Sampai Saat Jatuh Tempo
Berdasarkan analisis terhadap arus kas yang tersedia Perseroan sebelum Rencana
Transaksi, arus kas bersih dari aktivitas operasi periode Januari - September 2024 sebesar
Rp 160.224 juta. Dengan demikian, jumlah kas dan setara kas Perseroan pada akhir
periode September 2024 tersisa sejumlah Rp 295.198 juta.
Berikut adalah proyeksi arus kas Perseroan dengan adanya Rencana Transaksi:
(dalam jutaan Rp)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan Okt-Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
19,29% 14,24% 12,55% 14,36% 11,68% 47,12%
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Penerimaan kas dari pelanggan 846.571 3.654.005 4.195.735 4.732.111 5.404.999 6.053.063 6.721.443 7.409.722 8.202.506 8.940.287
Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan (531.245) (2.945.189) (3.422.752) (3.860.489) (4.405.134) (4.891.346) (5.393.190) (5.906.052) (6.906.736) (7.044.914)
Pembayaran beban pajak penghasilan (9.948) - - - (27.694) (34.730) (72.545) (143.468) (214.499) (270.171)
Pembayaran beban keuangan (37.102) (104.462) (109.601) (119.083) (48.996) (1.204.743) (1.494.428) (257.363) (194.867) (127.625)
Kas Bersih dari Aktivitas Operasi 268.275 604.354 663.382 752.540 923.174 (77.756) (238.721) 1.102.840 886.404 1.497.578
604.354 663.382 752.540 923.174 (77.756) (238.721) 1.102.840 886.404 1.497.578
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Pembelian aset tetap dan pembayaran untuk uang muka pembelian as (185.673) (1.297.562) (1.324.144) (639.830) (183.974) (207.819) (235.115) (263.759) (297.160) (327.097)
Penjualan aset tetap 2.736 - - - - - - - - -
Kas Bersih untuk Aktivitas Investasi (182.937) (1.297.562) (1.324.144) (639.830) (183.974) (207.819) (235.115) (263.759) (297.160) (327.097)
(1.297.562) (1.324.144) (639.830) (183.974) (207.819) (235.115) (263.759) (297.160) (327.097)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Penerimaan pinjaman bank 51.040 319.000 50.000 - - - - - - -
Pembayaran pinjaman bank (26.095) (138.326) (165.549) (113.481) (109.468) (118.731) (134.654) (143.609) (136.555) (55.807)
Penerimaan liabilitas sewa 707 - - - - - - - - -
Penerimaan utang obligasi 1.892.250 - - - - 2.481.454 - - - -
Pembayaran utang obligasi - (407.900) - (542.100) - (946.125) (946.125) - (875.000) -
Pembayaran utang lain-lain (454.140) - - - - - - - - -
Setoran modal 484.416 - - - - - - - - -
Kas Bersih dari (untuk) Aktivitas Pendanaan 1.948.178 (227.226) (115.549) (655.581) (109.468) 1.416.597 (1.080.779) (143.609) (1.011.555) (55.807)
(227.226) (115.549) (655.581) (109.468) 1.416.597 (1.080.779) (143.609) (1.011.555) (55.807)
Peningkatan (Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas 2.033.517 (920.434) (776.310) (542.872) 629.732 1.131.022 (1.554.615) 695.472 (422.310) 1.114.673
(920.434) (776.310) (542.872) 629.732 1.131.022 (1.554.615) 695.472 (422.310) 1.114.673
Kas dan Setara Kas, Awal 295.198 2.328.715 1.408.280 631.970 89.098 718.830 1.849.852 295.238 990.710 568.399
Kas dan Setara Kas, Akhir 2.328.715 1.408.280 631.970 89.098 718.830 1.849.852 295.238 990.710 568.399 1.683.073
Halaman 29
Page 35
Sepanjang proyeksi keuangan terlihat adanya kecukupan arus kas bersih (dari kegiatan
operasi, investasi dan pendanaan) untuk pemenuhan seluruh kewajiban pembayaran
pokok dan premium Surat Utang hingga saat pelunasan dalam tahun 2029-2030, dimana
diasumsikan akan dapat diperoleh kembali pendanaan dari pinjaman baru saat itu.
8.2.1.6 Analisis Cash Management dan Financial Covenant atas Rencana Transaksi
Berdasarkan analisis Cash Management, dari Rencana Transaksi sebesar Rp 1.892.250
juta, maka dapat digunakan Perseroan untuk modal kerja dan mendukung kebutuhan dana
dalam pengembangan proyek rumah sakit grup Perseroan, sehingga dapat memberikan
peningkatan laba bagi Perseroan. Untuk Rencana Transaksi ini, tidak terdapat persyaratan
financial covenant tertentu.
8.2.2 Analisis Inkremental
8.2.2.1 Kontribusi Nilai Tambah Bagi Perseroan
Dengan adanya Rencana Transaksi, total aset Perseroan diproyeksikan akan mengalami
tingkat pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) sekitar 3,20% atau mencapai
Rp 7.563.736 juta pada tahun 2033, dibandingkan dengan total aset Perseroan per
30 September 2024 yang sebesar Rp 5.649.858 juta. Tanpa adanya Rencana Transaksi,
total aset Perseroan diproyeksikan akan mengalami CAGR sekitar 2,85% atau mencapai
Rp 7.327.297 juta pada tahun 2033.
Dengan adanya Rencana Transaksi, total liabilitas Perseroan diproyeksikan akan mengalami
penurunan CAGR sekitar 1,10% atau mencapai Rp 3.419.283 juta pada tahun 2033,
dibandingkan dengan total liabilitas Perseroan per 30 September 2024 yang sebesar
Rp 3.787.651 juta. Tanpa adanya Rencana Transaksi, total liabilitas Perseroan diproyeksikan
akan mengalami penurunan CAGR sekitar 9,92% atau mencapai Rp 1.440.854 juta pada
tahun 2033.
Dengan adanya Rencana Transaksi, total ekuitas Perseroan diproyeksikan akan mengalami
CAGR sekitar 9,03% atau mencapai Rp 4.144.453 juta pada tahun 2033, dibandingkan
dengan total ekuitas Perseroan per 30 September 2024 yang sebesar Rp 1.862.207 juta.
Tanpa adanya Rencana Transaksi, total ekuitas Perseroan diproyeksikan akan mengalami
CAGR sekitar 13,25% atau mencapai Rp 5.886.443 juta pada tahun 2033.
8.2.2.2 Perkiraan Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Perkiraan biaya-biaya yang relevan sehubungan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi
adalah sebesar Rp 50.000 juta atau 2,50%.
8.2.2.3 Informasi Non Keuangan yang Relevan
Untuk menjaga kelangsungan usaha Perseroan, pemegang saham dan manajemen
Perseroan berupaya menyusun rencana strategis, antara lain:
Pendayagunaan keahlian dan pengetahuan investor dalam perencanaan dan
implementasi pengembangan dan pembangunan rumah sakit baru maupun specialty
clinic;
Halaman 30
Page 36
Benchmarking terhadap portofolio investasi lain yang dimiliki oleh investor di sektor
kesehatan untuk mengoptimalkan biaya serta meningkatkan service excellence dan
keamanan pasien;
Memperluas jaringan melalui investor ke universitas kedokteran di luar negeri;
Kolaborasi dengan portofolio investasi kesehatan milik investor di Tiongkok, India dan
negara lain;
Meningkatkan lebih lanjut portofolio usaha Perseroan yang komprehensif;
Meningkatkan branding dan kerja sama Mayapada Hospital Grup sehingga menarik
bagi institusi finansial dan non-finansial untuk memberikan kebutuhan pendanaan
rumah sakit di masa depan, serta semakin dipercaya oleh pasien, tenaga medis dan
tenaga profesional. Branding yang kuat juga dapat mendukung Perseroan dalam
menarik dan mempertahankan tenaga medis dan tenaga profesional andal, dimana
ada rasa bangga untuk bekerja dengan jaringan rumah sakit Mayapada yang telah
masuk dalam portfolio investasi global.
8.2.2.4 Prosedur Pengambilan Keputusan Atas Rencana Transaksi
Sehubungan dengan Rencana Transaksi, Perseroan telah memperhatikan dan menaati
peraturan dan ketentuan yang berlaku sesuai kapasitasnya sebagai perusahaan publik.
Persetujuan awal atas Rencana Transaksi telah disetujui oleh Dewan Komisaris dan
Direksi, untuk selanjutnya memperoleh persetujuan dari RUPSLB.
9. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
9.1 Pendekatan dan Analisis Kewajaran
Dalam menganalisis kewajaran keseluruhan Transaksi, kami melakukan pendekatan dan
prosedur sebagai berikut:
Analisis Kewajaran Tingkat Diskonto
Analisis kewajaran dilakukan dengan membandingkan tingkat diskonto yang
digunakan untuk mendiskonto pokok dan premium Surat Utang untuk menghasilkan
total nilai kini dari Surat Utang dengan besaran tingkat kupon Surat Utang
pembanding.
Analisis Kelayakan Pelunasan Surat Utang
Analisis Cash Flow Available For Debt Service (CFADS) ini dilakukan berdasarkan
proyeksi keuangan Perseroan terhadap Rencana Transaksi selama tahun 2024-2033
untuk melihat kas yang tersedia untuk memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan
premium dari hasil penerbitan Surat Utang.
Analisis Posisi Proforma Keseluruhan Rencana Transaksi
Analisis kewajaran atas keseluruhan Rencana Transaksi dengan membandingkan
antara posisi proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan sebelum dilaksanakannya
Rencana Transaksi dan sesudah dilaksanakannya Rencana Transaksi. Berdasarkan
analisa posisi proforma keseluruhan Rencana Transaksi, Rencana Transaksi
menyebabkan peningkatan posisi keuangan Perseroan.
Halaman 31
Page 37
Analisis Inkremental dan Profitabilitas
Analisa inkremental dan profitabilitas atas keseluruhan Rencana Transaksi dilakukan
untuk melihat kemampuan menghasilkan pendapatan dan laba yang lebih baik bagi
Perseroan dengan membandingkan antara proyeksi keuangan Perseroan (potensi
manfaat ekonomis) sebelum dilaksanakannya Rencana Transaksi dengan sesudah
dilaksanakannya Rencana Transaksi.
Kami tidak dapat melakukan analisis yield dari transaksi surat berharga (Surat Utang) yang
sejenis dan sebanding sebagaimana disyaratkan oleh SEOJK 17/2020 bab IV sub 3.d.2,
karena tidak adanya peringkat yang diberikan atas Surat Utang yang dikeluarkan
Perseroan dalam transaksinya dengan pihak Investor yang tidak didaftarkan pada KSEI.
9.2 Analisis Kewajaran Transaksi
Analisis kewajaran dilakukan secara komprehensif dengan memperhatikan obyektif
transaksi secara keseluruhan dan kemudian masing-masing komponen transaksi juga
ditelaah untuk dinilai kewajarannya. Penilaian kewajaran dilakukan dengan tetap
memperhatikan keterkaitan antara masing-masing transaksi dan obyektif transaksi secara
keseluruhan, Pendapat kewajaran atas keseluruhan Transaksi disampaikan pada bab 10.
Kesimpulan.
Berikut ini adalah ringkasan analisis Kewajaran Transaksi :
1. Analisis Kewajaran Tingkat Diskonto
Analisis kewajaran dilakukan dengan membandingkan tingkat diskonto yang digunakan
untuk mendiskonto pokok dan premium Surat Utang untuk menghasilkan total nilai kini
dari Surat Utang dengan besaran tingkat kupon Surat Utang pembanding.
Perseroan sebelumnya pernah mengeluarkan Surat Utang dalam mata uang Rupiah
yang memperoleh rating A oleh Pefindo, dimana Surat Utang PLN memperoleh rating
AAA. Jika diperbandingkan demikian maka dalam hal rating atas Surat Utang PLN
dalam mata uang USD yang diberi rating BBB oleh S&P dan Fitch, Perseroan
asumsikan rating untuk Surat Utang Tanpa Bunga Perseroan sesuai Rencana
Transaksi akan memperoleh rating B (8 notch di bawah rating PLN).
Jadi dengan dasar asumsi tersebut maka data pembanding Surat Utang yang kami
gunakan juga merupakan data dari Surat Utang sejenis dengan rating +/- 1 notch dalam
mata uang USD yang memiliki jatuh tempo berkisar antara 4-7 tahun, yang disajikan
dalam tabel di bawah ini:
Nominal Tanggal Tanggal Jatuh Kupon
Penerbit Rating
(USD) Penerbitan Tempo (%)
MGM China B1/B+/BB- 500.000.000 17 Jun 2024 26 Juni 2031 7,13
Karoon Energy -/B+/B+ 350.000.000 7 Mei 2024 14 Mei 2029 10,50
Continuum Energy Aura -/B+/B+ 435.000.000 14 Agustus 2023 24 Februari 2027 9,50
Nickel Industries B1/-/B+ 400.000.000 11 April 2023 21 Oktober 2026 11,25
Jababeka -/CCC+/B- 186.000.000 9 Desember 2022 15 Desember 2027 7,50
Japfa Comfeed -/B+/B+ 350.000.000 16 Maret 2021 23 Maret 2026 5,38
Gajah Tunggal B3/B-/- 175.000.000 16 Juni 2021 23 Juni 2026 8,96
Azure Power -/-/B 309.000.000 11 Agustus 2021 19 Agustus 2026 3,58
Rata-rata 7,97%
Halaman 32
Page 38
Nominal Tanggal Tanggal Jatuh Kupon
Penerbit Rating
(USD) Penerbitan Tempo (%)
Median 8,23%
High 11,25%
Low 3,58%
Sumber: bloomberg
Ket: *) Pemeringkatan (rating) oleh Moody’s, S&P dan Fitch Ratings
Berdasarkan pendekatan pasar, tingkat diskonto yang digunakan Perseroan dalam
menghasilkan nilai kini dari pokok dan premium Surat Utang yang diterbitkan
Perseroan, yaitu sebesar 8,25% adalah wajar karena berada di dalam kisaran kupon
surat utang pembanding dengan rating serupa, dalam mata uang USD dan jatuh tempo
berkisar antara 4-7 tahun yang berkisar antara 3,58% - 11,25% per tahun.
2. Analisis Kelayakan Pelunasan Surat Utang
Analisis Cash Flow Available For Debt Service (CFADS) ini dilakukan berdasarkan
proyeksi keuangan Perseroan terhadap Rencana Transaksi selama tahun 2024-2033
untuk melihat kas yang tersedia untuk memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan
premium sehubungan dengan penerbitan Surat Utang, dimana CFADS tersebut telah
memperhitungkan pemenuhan kewajiban pinjaman lainnya.
Berdasarkan analisis tersebut, Perseroan memiliki CFADS yang cukup untuk
memenuhi kewajiban porsi pembayaran pokok dan premium sehubungan dengan
Rencana Transaksi. Pada tahun 2029 diproyeksikan Perseroan memiliki CFADS
sebesar Rp 3.870.351 juta serta porsi pembayaran pokok dan premium sebesar
Rp 2.020.498 juta sehingga Perseroan memiliki rasio CFADS sebesar 1,92x pada
tahun tersebut. Rasio ini menunjukkan bahwa kas yang tersedia untuk melakukan
kewajiban porsi pembayaran pokok dan premium Surat Utang adalah lebih besar 1,92x
dari jumlah porsi pembayaran pokok dan premium.
Perseroan diproyeksikan memiliki CFADS sebesar 1,14x pada tahun 2030, yang
menandakan Perseroan mampu untuk membayar Surat Utang yang akan jatuh tempo
pada tahun tersebut beserta premiumnya sebesar Rp 2.186.499 juta, hal ini
dikarenakan Perseroan diproyeksikan akan memiliki CFADS yang cukup dengan
jumlah sebesar Rp 2.481.736 juta. Apabila Perseroan memiliki rasio CFADS dengan
nilai lebih besar dari 1x, maka Perseroan dinyatakan layak dalam melunasi seluruh
utangnya.
3. Analisis Posisi Proforma Keseluruhan Rencana Transaksi
Berikut ini adalah ringkasan proforma Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Perseroan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi yang disiapkan oleh manajemen
Perseroan per 30 September 2024:
Halaman 33
Page 39
(dalam jutaan Rp)
Sebelum Transaksi Setelah Transaksi
Keterangan (Reviewed) Penyesuaian (Proforma)
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 295.198 2.376.666 2.671.864
Kas yang dibatasi penggunaannya 6.528 - 6.528
Piutang usaha 437.642 - 437.642
Piutang lain-lain 21.387 - 21.387
Persediaan 50.212 - 50.212
Uang muka 14.428 - 14.428
Biaya dibayar dimuka 14.416 - 14.416
Pajak dibayar dimuka 5.996 - 5.996
Total Aset Lancar 845.807 2.376.666 3.222.473
Aset Tidak Lancar
Uang muka pembelian aset tetap 51.070 - 51.070
Aset tetap 4.127.014 - 4.127.014
Properti investasi 40.010 - 40.010
Aset hak guna 206.381 - 206.381
Aset takberwujud 9.940 - 9.940
Taksiran tagihan pajak penghasilan 5.236 - 5.236
Aset pajak tangguhan - bersih 125.055 - 125.055
Goodwill 237.771 - 237.771
Aset tidak lancar lainnya 1.574 - 1.574
Total Aset Tidak Lancar 4.804.051 - 4.804.051
Total Aset 5.649.858 2.376.666 8.026.524
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 123.450 - 123.450
Utang kontraktor 166.938 - 166.938
Utang lain-lain 1.514.863 - 1.514.863
Pinjaman bank jangka pendek 29.111 - 29.111
Utang pajak 21.091 - 21.091
Akrual 150.060 - 150.060
Bagian lancar atas liabilitas jangka panjang
Pinjaman bank 73.501 - 73.501
Pendapatan sewa diterima dimuka 8.656 - 8.656
Utang pembiayaan 656 - 656
Liabilitas sewa 657 - 657
Pinjaman jangka panjang 24.083 - 24.083
Total Liabilitas Jangka Pendek 2.113.066 - 2.113.066
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian jangka pendek
Pinjaman bank 164.701 - 164.701
Pendapatan sewa diterima dimuka - - -
Utang pembiayaan 274 - 274
Liabilitas sewa 2.605 - 2.605
Pinjaman jangka panjang 426.369 - 426.369
Utang obligasi 945.941 2.718.623 3.664.564
Liabilitas pajak tangguhan - bersih 22.619 - 22.619
Liabilitas imbalan pascakerja 112.076 - 112.076
Total Liabilitas Jangka Panjang 1.674.585 2.718.623 4.393.208
Total Liabilitas 3.787.651 2.718.623 6.506.274
0,67 0,81
Ekuitas 2,03 4,28
Modal saham 1.200.071 484.416 1.684.487
Tambahan modal disetor - bersih 1.124.817 (826.373) 298.444
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja 45.733 - 45.733
Akumulasi rugi (509.946) - (509.946)
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 1.860.675 (341.957) 1.518.718
Kepentingan nonpengendali 1.532 - 1.532
Total Ekuitas 1.862.207 (341.957) 1.520.250
Total Liabilitas dan Ekuitas 5.649.858 2.376.666 8.026.524
Analisis terhadap Proforma Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan per
tanggal 30 September 2024, menunjukkan dengan dilakukannya Rencana Transaksi,
dimana terdapat penyesuaian antara lain:
1. Kas dan setara kas sebesar Rp 2.376.666 juta merupakan kas yang diterima dari
penerbitan Surat Utang sebesar Rp 1.892.250 juta dan penerbitan saham baru
sebesar Rp 826.373 juta;
Halaman 34
Page 40
2. Utang obligasi sebesar Rp 2.718.623 juta merupakan nilai kini dari pokok dan
premium Surat Utang;
3. Peningkatan modal saham sebesar Rp 484.416 juta dari penerbitan saham baru;
4. Penyesuaian tambahan modal disetor - bersih sebesar Rp 826.373 juta atas selisih
antara penerbitan Surat Utang dan nilai kini dari pokok dan premium Surat Utang.
Berikut ini adalah ringkasan Proforma Laporan Laba Rugi Konsolidasian Perseroan
sebelum dan sesudah Rencana Transaksi yang disiapkan oleh manajemen Perseroan
per 30 September 2024:
(dalam jutaan Rp)
Sebelum Transaksi Setelah Transaksi
Keterangan (Reviewed) Penyesuaian (Proforma)
Pendapatan 2.331.425 - 2.331.425
Beban Langsung (1.657.513) - (1.657.513)
Laba Bruto 673.912 - 673.912
Beban Usaha (531.442) - (531.442)
Laba Usaha 142.470 - 142.470
Pendapatan (Beban) Lain-lain (118.209) - (118.209)
Laba Sebelum Pajak 24.261 - 24.261
Manfaat (Beban) Pajak (15.891) - (15.891)
Laba Bersih Periode Berjalan 8.370 - 8.370
Rencana Transaksi tidak menyebabkan peningkatan atau penurunan kinerja
operasional Perseroan dikarenakan tidak adanya perubahan pos-pos pada laba rugi
Perseroan.
4. Analisis Inkremental dan Profitabilitas
Analisa profitabilitas dan inkremental atas keseluruhan Rencana Transaksi dilakukan
untuk melihat kemampuan menghasilkan pendapatan dan laba yang positif bagi
Perseroan dengan membandingkan antara proyeksi keuangan Perseroan (potensi
manfaat ekonomis) sebelum dilaksanakannya Rencana Transaksi dengan sesudah
dilaksanakannya Rencana Transaksi.
Berikut adalah kinerja konsolidasian Perseroan tanpa terjadinya Rencana Transaksi
selama periode proyeksi tahun 2024-2033:
(dalam jutaan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Keterangan Okt-Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033
Aset 5.720.830 5.603.635 5.471.412 5.095.378 4.920.771 5.270.002 5.718.774 6.164.235 6.702.248 7.327.297
Liabilitas 3.812.116 3.601.561 3.297.697 2.654.164 2.052.943 1.888.829 1.759.585 1.621.471 1.491.514 1.440.854
Ekuitas 1.908.714 2.002.075 2.173.715 2.441.214 2.867.827 3.381.173 3.959.189 4.542.764 5.210.734 5.886.443
Pendapatan 762.725 3.579.697 3.972.501 4.416.722 4.823.132 5.217.163 5.620.890 6.065.194 6.584.188 7.108.600
Laba Usaha 79.838 288.692 362.381 468.566 605.683 702.045 773.188 766.152 856.590 843.853
Laba Periode Berjalan 42.886 93.361 171.640 267.499 426.613 513.346 578.016 583.575 667.970 675.710
EBITDA 169.565 676.415 755.383 873.070 974.499 1.069.679 1.170.855 1.258.510 1.365.493 1.437.425
*) EBITDA= Earning Before Interest Tax Depreciation Amortisation
Berikut adalah kinerja konsolidasian Perseroan dengan terjadinya Rencana Transaksi
selama periode proyeksi tahun 2024-2033:
Halaman 35
Page 41
(dalam jutaan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Keterangan Okt-Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033
Aset 7.677.529 7.678.182 7.764.016 7.303.341 7.595.337 8.385.198 6.504.391 6.884.871 6.650.205 7.563.736
Liabilitas 6.077.475 6.097.287 6.242.045 5.864.449 6.058.255 6.724.984 4.586.972 4.458.792 3.463.631 3.419.283
Ekuitas 1.600.054 1.580.895 1.521.971 1.438.893 1.537.081 1.660.214 1.917.419 2.426.079 3.186.574 4.144.453
Pendapatan 778.490 3.709.956 4.238.294 4.770.315 5.455.171 6.092.393 6.757.763 7.441.821 8.237.964 8.963.168
Laba Usaha 83.941 311.013 294.890 299.828 459.382 598.061 753.515 913.200 1.173.570 1.359.384
Laba Periode Berjalan 76.184 (19.159) (58.924) (83.078) 98.189 123.132 257.206 508.660 760.495 957.879
EBITDA 174.668 728.821 781.564 876.657 1.014.813 1.167.083 1.330.830 1.502.404 1.704.454 1.885.804
Tanpa terjadinya Rencana Transaksi, pendapatan Perseroan diproyeksikan akan
mengalami tingkat pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) sebesar 12,81% atau
mencapai Rp 7.108.600 juta pada tahun 2033, dibandingkan dengan pendapatan
Perseroan per 30 September 2024. Dengan adanya Rencana Transaksi, pendapatan
Perseroan diproyeksikan akan mengalami CAGR sebesar 15,67% atau mencapai
Rp 8.963.168 juta pada tahun 2033, dibandingkan dengan pendapatan Perseroan per
30 September 2024.
Tanpa terjadinya Rencana Transaksi, laba periode berjalan Perseroan diproyeksikan
akan mengalami CAGR sebesar 60,76% atau mencapai Rp 675.710 juta pada tahun
2033, dibandingkan dengan laba periode berjalan Perseroan per 30 September 2024.
Dengan adanya Rencana Transaksi, laba periode berjalan Perseroan diproyeksikan
akan mengalami CAGR sebesar 66,94% atau mencapai Rp 957.879 juta pada tahun
2033, dibandingkan dengan laba periode berjalan Perseroan per 30 September 2024.
Tanpa terjadinya Rencana Transaksi, EBITDA Perseroan diproyeksikan akan
mengalami CAGR sebesar 15,44% atau mencapai Rp 1.437.425 juta pada tahun 2033,
dibandingkan dengan EBITDA Perseroan per 30 September 2024. Dengan adanya
Rencana Transaksi, EBITDA Perseroan diproyeksikan akan mengalami CAGR
sebesar 18,87% atau mencapai Rp 1.885.804 juta pada tahun 2033, dibandingkan
dengan EBITDA Perseroan per 30 September 2024. Pertumbuhan tersebut dapat
dicapai dengan asumsi seluruh usaha Perseroan memiliki prospek yang baik.
Walaupun Rencana Transaksi akan mengeluarkan premium Surat Utang dalam jumlah
besar ((17,5 x EBITDA) – Net Debt) x 12,5% dimana jumlahnya diproyeksikan dapat
mencapai lebih dari nilai pokok Surat Utang, terlihat dari analisa di atas bahwa
keuntungan secara kuantitatif melalui pengembangan usaha Perseroan selama
6 tahun periode Surat Utang akan baik yang mana terjadi percepatan masa
pembangunan 3 unit rumah sakit baru.
Berdasarkan analisa inkremental dan profitabilitas atas keseluruhan Rencana
Transaksi di atas terlihat bahwa Rencana Transaksi yang akan dilakukan Perseroan
memiliki prospek dan tingkat profitabilitas yang baik.
10. Kesimpulan
Berdasarkan pertimbangan analisis kualitatif dan kuantitatif terhadap Rencana Transaksi,
analisis kewajaran transaksi dan faktor-faktor yang relevan dalam memberikan Pendapat
Kewajaran atas Rencana Transaksi Perseroan, maka kami berpendapat bahwa Rencana
Transaksi yang akan dilakukan Perseroan adalah wajar.
Halaman 36
Page 42
Mengingat bahwa ada kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan ini
disusun dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, maka kesimpulan di atas berlaku bila
tidak ada perubahan yang memiliki dampak yang signifikan terhadap nilai dan hubungan
manajemen Perseroan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, yang meliputi pencapaian
target nilai transaksi, kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan
dan peraturan Pemerintah Indonesia setelah tanggal laporan ini dikeluarkan. Pendapat
Kewajaran atas Rencana Transaksi mungkin akan berbeda jika setelah tanggal laporan
dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas.
11. Distribusi Pendapat Kewajaran Ini
Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik, yang harus dipandang sebagai satu
kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan
isi Pendapat Kewajaran ini secara keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran ini.
Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi ekonomi dan peraturan yang
ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi
Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal
Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda
tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan (corporate seal) dari ID&R.
Halaman 37
Page 43
LAMPIRAN
Page 44
Apendiks 1a
PT SEJAHTERARAYA ANUGRAHJAYA Tbk
Posisi Keuangan Konsolidasian Historis
Per 31 Desember 2021 - 30 September 2024
(dalam jutaan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Audited Audited Audited Reviewed
Keterangan 2021 2022 2023 Sep-24
-2 -1 0
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 700.922 1.118.254 515.185 295.198
Kas yang dibatasi penggunaannya - - 6.517 6.528
Piutang usaha 233.901 242.982 395.321 437.642
Piutang lain-lain 8.198 25.938 8.942 21.387
Persediaan 70.409 49.622 48.940 50.212
Uang muka 2.901 4.312 14.564 14.428
Biaya dibayar dimuka 3.823 4.402 8.381 14.416
Pajak dibayar dimuka 1.300 104 399 5.996
Total Aset Lancar 1.021.455 1.445.614 998.249 845.807
Aset Tidak Lancar
Uang muka pembelian aset tetap 36.492 58.127 17.269 51.070
Aset tetap 3.169.776 3.607.142 3.952.312 4.127.014
Properti investasi 40.010 40.010 40.010 40.010
Aset hak guna 280.850 253.671 227.253 206.381
Aset takberwujud 18.017 12.824 11.773 9.940
Taksiran tagihan pajak penghasilan 1.292 7.437 12.673 5.236
Aset pajak tangguhan - bersih 66.145 87.004 107.400 125.055
Goodwill 237.771 237.771 237.771 237.771
Aset tidak lancar lainnya - - 1.581 1.574
Total Aset Tidak Lancar 3.850.352 4.303.986 4.608.042 4.804.051
Total Aset 4.871.807 5.749.600 5.606.291 5.649.858
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 192.301 161.991 140.702 123.450
Utang kontraktor 140.007 177.270 143.657 166.938
Utang lain-lain 1.544.563 1.536.511 1.514.389 1.514.863
Pinjaman bank jangka pendek 589.153 483.536 17.814 29.111
Utang pajak 14.970 25.708 31.481 21.091
Akrual 123.381 139.580 158.668 150.060
Bagian lancar atas liabilitas jangka panjang
Pinjaman bank 52.298 74.790 63.114 73.501
Pendapatan sewa diterima dimuka 938 1.287 8.693 8.656
Utang pembiayaan 1.570 2.093 2.311 656
Liabilitas sewa - - 614 657
Pinjaman jangka panjang - - 24.083 24.083
Total Liabilitas Jangka Pendek 2.659.181 2.602.766 2.105.526 2.113.066
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian jangka pendek
Pinjaman bank 199.591 219.149 150.054 164.701
Pendapatan sewa diterima dimuka - 213 - -
Utang pembiayaan 3.583 2.441 402 274
Liabilitas sewa - - 3.277 2.605
Pinjaman jangka panjang - - 443.840 426.369
Utang obligasi - 943.302 944.725 945.941
Liabilitas pajak tangguhan - bersih - 9.653 14.432 22.619
Liabilitas imbalan pascakerja 82.049,27 76.938 86.578 112.076
Total Liabilitas Jangka Panjang 285.223 1.251.696 1.643.308 1.674.585
Total Liabilitas 2.944.404 3.854.462 3.748.834 3.787.651
Ekuitas
Modal saham 1.200.071 1.200.071 1.200.071 1.200.071
Tambahan modal disetor - bersih 1.124.817 1.124.817 1.124.817 1.124.817
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja 36.806 48.721 49.353 45.733
Akumulasi rugi (435.381) (479.696) (518.186) (509.946)
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 1.926.313 1.893.913 1.856.055 1.860.675
Kepentingan nonpengendali 1.090 1.225 1.402 1.532
Total Ekuitas 1.927.403 1.895.138 1.857.457 1.862.207
Total Liabilitas dan Ekuitas 4.871.807 5.749.600 5.606.291 5.649.858
Page 45
Apendiks 1b
PT SEJAHTERARAYA ANUGRAHJAYA Tbk
Laba Rugi Konsolidasian Historis
Untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2021 - 30 September 2024
(dalam jutaan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Audited Audited Audited Reviewed
Keterangan 2021 2022 2023 Jan-Sept 2024
-2 -1 0
Pendapatan 1.924.453 1.934.164 2.503.174 2.331.425
Beban Langsung (1.219.420) (1.377.109) (1.785.154) (1.657.513)
Laba Bruto 705.033 557.055 718.020 673.912
Beban Usaha (478.548) (526.041) (611.759) (531.442)
Laba Usaha 226.484 31.014 106.261 142.470
Penghasilan (Beban) Lain-lain (70.065) (73.100) (137.552) (118.209)
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 156.420 (42.086) (31.291) 24.261
Manfaat (Beban) Pajak 9.185 (2.101) (7.022) (15.891)
Laba (Rugi) Bersih Periode Berjalan 165.604 (44.187) (38.313) 8.370
Penghasilan (Rugi) Komprehensif Lain 7.062 11.922 632 (3.620)
Total Laba (Rugi) Komprehensif Periode Berjalan 172.666 (32.265) (37.681) 4.750
Penyusutan dan amortisasi 181.191 233.534 289.277 238.536
EBITDA 407.675 264.548 395.538 381.006
Page 46
Apendiks 1c
PT SEJAHTERARAYA ANUGRAHJAYA Tbk
Common Size - Posisi Keuangan
Per 31 Desember 2021 - 30 September 2024
Audited Audited Audited Reviewed
Keterangan 2021 2022 2023 Sep-24
-2 -1 0
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 14,39% 19,45% 9,19% 5,22%
Kas yang dibatasi penggunaannya 0,00% 0,00% 0,12% 0,12%
Piutang usaha 4,80% 4,23% 7,05% 7,75%
Piutang lain-lain 0,17% 0,45% 0,16% 0,38%
Persediaan 1,45% 0,86% 0,87% 0,89%
Uang muka 0,06% 0,07% 0,26% 0,26%
Biaya dibayar dimuka 0,08% 0,08% 0,15% 0,26%
Pajak dibayar dimuka 0,03% 0,00% 0,01% 0,11%
Total Aset Lancar 20,97% 25,14% 17,81% 14,97%
Aset Tidak Lancar
Uang muka pembelian aset tetap 0,75% 1,01% 0,31% 0,90%
Aset tetap 65,06% 62,74% 70,50% 73,05%
Properti investasi 0,82% 0,70% 0,71% 0,71%
Aset hak guna 5,76% 4,41% 4,05% 3,65%
Aset takberwujud 0,37% 0,22% 0,21% 0,18%
Taksiran tagihan pajak penghasilan 0,03% 0,13% 0,23% 0,09%
Aset pajak tangguhan - bersih 1,36% 1,51% 1,92% 2,21%
Goodwill 4,88% 4,14% 4,24% 4,21%
Aset tidak lancar lainnya 0,00% 0,00% 0,03% 0,03%
Total Aset Tidak Lancar 79,03% 74,86% 82,19% 85,03%
Total Aset 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 3,95% 2,82% 2,51% 2,19%
Utang kontraktor 2,87% 3,08% 2,56% 2,95%
Utang lain-lain 31,70% 26,72% 27,01% 26,81%
Pinjaman bank jangka pendek 12,09% 8,41% 0,32% 0,52%
Utang pajak 0,31% 0,45% 0,56% 0,37%
Akrual 2,53% 2,43% 2,83% 2,66%
Bagian lancar atas liabilitas jangka panjang
Pinjaman bank 1,07% 1,30% 1,13% 1,30%
Pendapatan sewa diterima dimuka 0,02% 0,02% 0,16% 0,15%
Utang pembiayaan 0,03% 0,04% 0,04% 0,01%
Liabilitas sewa 0,00% 0,00% 0,01% 0,01%
Pinjaman jangka panjang 0,00% 0,00% 0,43% 0,43%
Total Liabilitas Jangka Pendek 54,58% 45,27% 37,56% 37,40%
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian jangka pendek
Pinjaman bank 4,10% 3,81% 2,68% 2,92%
Pendapatan sewa diterima dimuka 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Utang pembiayaan 0,07% 0,04% 0,01% 0,00%
Liabilitas sewa 0,00% 0,00% 0,06% 0,05%
Pinjaman jangka panjang 0,00% 0,00% 7,92% 7,55%
Utang obligasi 0,00% 16,41% 16,85% 16,74%
Liabilitas pajak tangguhan - bersih 0,00% 0,17% 0,26% 0,40%
Liabilitas imbalan pascakerja 1,68% 1,34% 1,54% 1,98%
Total Liabilitas Jangka Panjang 5,85% 21,77% 29,31% 29,64%
Total Liabilitas 60,44% 67,04% 66,87% 67,04%
Ekuitas
Modal saham 24,63% 20,87% 21,41% 21,24%
Tambahan modal disetor - bersih 23,09% 19,56% 20,06% 19,91%
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja 0,76% 0,85% 0,88% 0,81%
Akumulasi rugi -8,94% -8,34% -9,24% -9,03%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 39,54% 32,94% 33,11% 32,93%
Kepentingan nonpengendali 0,02% 0,02% 0,03% 0,03%
Total Ekuitas 39,56% 32,96% 33,13% 32,96%
Total Liabilitas dan Ekuitas 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Page 47
Apendiks 1d
PT SEJAHTERARAYA ANUGRAHJAYA Tbk
Common Size - Laba Rugi
Untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2021 - 30 September 2024
Audited Audited Audited Reviewed
Keterangan 2021 2022 2023 Jan-Sept 2024
-2 -1 0
Pendapatan 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Beban Langsung -63,36% -71,20% -71,32% -71,09%
Laba Bruto 36,64% 28,80% 28,68% 28,91%
Beban Usaha -24,87% -27,20% -24,44% -22,79%
Laba Usaha 11,77% 1,60% 4,25% 6,11%
Penghasilan (Beban) Lain-lain -3,64% -3,78% -5,50% -5,07%
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 8,13% -2,18% -1,25% 1,04%
Manfaat (Beban) Pajak 0,48% -0,11% -0,28% -0,68%
Laba (Rugi) Bersih Periode Berjalan 8,61% -2,28% -1,53% 0,36%
Penghasilan (Rugi) Komprehensif Lain 0,37% 0,62% 0,03% -0,16%
Total Laba (Rugi) Komprehensif Periode Berjalan 8,97% -1,67% -1,51% 0,20%
Penyusutan dan amortisasi 9,42% 12,07% 11,56% 10,23%
EBITDA 21,18% 13,68% 15,80% 16,34%
Page 48
Apendiks 2.1a
PT SEJAHTERARAYA ANUGRAHJAYA Tbk
Proyeksi Neraca - Sebelum Rencana Transaksi
2024 - 2030
(dalam jutaan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 399.407 181.951 293.015 151.443 169.139 324.148 119.685 338.556 288.957 934.577
Kas yang dibatasi penggunaannya 6.517 6.517 6.517 6.517 6.517 6.517 6.517 6.517 6.517 6.517
Piutang usaha 381.566 422.802 450.711 480.658 503.415 521.408 536.847 552.811 572.014 587.584
Piutang lain-lain 8.942 8.942 8.942 8.942 8.942 8.942 8.942 8.942 8.942 8.942
Persediaan 90.204 99.405 105.209 111.418 115.700 118.786 121.132 123.479 126.407 128.331
Uang muka 14.564 14.564 14.564 14.564 14.564 14.564 14.564 14.564 14.564 14.564
Biaya dibayar dimuka 8.381 8.381 8.381 8.381 8.381 8.381 8.381 8.381 8.381 8.381
Pajak dibayar dimuka 399 399 399 399 399 399 399 399 399 399
Total Aset Lancar 909.980 742.961 887.739 782.321 827.057 1.003.145 816.467 1.053.649 1.026.180 1.689.295
Aset Tidak Lancar
Uang muka pembelian aset tetap 17.269 17.269 17.269 17.269 17.269 17.269 17.269 17.269 17.269 17.269
Aset tetap 4.182.273 4.259.251 4.009.403 3.765.939 3.573.750 3.774.046 4.436.650 4.672.082 4.857.418 4.846.507
Properti investasi 40.010 40.010 40.010 40.010 40.010 40.010 40.010 40.010 40.010 40.010
Aset hak guna 200.100 172.946 145.793 118.640 91.487 64.334 37.180 10.027 390.172 363.019
Aset takberwujud 11.773 11.773 11.773 11.773 11.773 11.773 11.773 11.773 11.773 11.773
Taksiran tagihan pajak penghasilan 12.673 12.673 12.673 12.673 12.673 12.673 12.673 12.673 12.673 12.673
Aset pajak tangguhan - bersih 107.400 107.400 107.400 107.400 107.400 107.400 107.400 107.400 107.400 107.400
Goodwill 237.771 237.771 237.771 237.771 237.771 237.771 237.771 237.771 237.771 237.771
Aset tidak lancar lainnya 1.581 1.581 1.581 1.581 1.581 1.581 1.581 1.581 1.581 1.581
Total Aset Tidak Lancar 4.810.849 4.860.675 4.583.673 4.313.057 4.093.714 4.266.857 4.902.307 5.110.586 5.676.067 5.638.002
Total Aset 5.720.830 5.603.635 5.471.412 5.095.378 4.920.771 5.270.002 5.718.774 6.164.235 6.702.248 7.327.297
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 156.067 171.314 181.576 192.620 200.868 207.359 212.769 218.265 224.862 230.009
Utang kontraktor 143.657 143.657 143.657 143.657 143.657 143.657 143.657 143.657 143.657 143.657
Utang lain-lain 1.514.389 1.514.389 1.314.389 1.314.389 814.389 762.515 762.515 762.515 762.515 762.515
Utang pajak 31.481 31.481 31.481 31.481 31.481 31.481 31.481 31.481 31.481 31.481
Akrual 158.668 158.668 158.668 158.668 158.668 158.668 158.668 158.668 158.668 158.668
Bagian lancar atas liabilitas jangka panjang
Pendapatan sewa diterima dimuka 8.693 8.693 8.693 8.693 8.693 8.693 8.693 8.693 8.693 8.693
Utang pembiayaan 656 656 656 656 656 656 656 656 656 656
Liabilitas sewa 614 614 614 614 614 614 614 614 614 614
Total Liabilitas Jangka Pendek 2.014.225 2.029.472 1.839.734 1.850.778 1.359.026 1.313.643 1.319.053 1.324.549 1.331.146 1.336.293
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian jangka pendek
Pinjaman bank 747.181 927.855 812.306 698.825 589.356 470.625 335.971 192.362 55.807 0
Utang pembiayaan 274 274 274 274 274 274 274 274 274 274
Liabilitas sewa 3.277 3.277 3.277 3.277 3.277 3.277 3.277 3.277 3.277 3.277
Utang obligasi 946.149 539.673 541.096 0 0 0 0 0 0 0
Liabilitas pajak tangguhan - bersih 14.432 14.432 14.432 14.432 14.432 14.432 14.432 14.432 14.432 14.432
Liabilitas imbalan pascakerja 86.578 86.578 86.578 86.578 86.578 86.578 86.578 86.578 86.578 86.578
Total Liabilitas Jangka Panjang 1.797.891 1.572.089 1.457.964 803.386 693.917 575.186 440.532 296.923 160.368 104.561
Total Liabilitas 3.812.116 3.601.561 3.297.697 2.654.164 2.052.943 1.888.829 1.759.585 1.621.471 1.491.514 1.440.854
Ekuitas
Modal saham 1.200.071 1.200.071 1.200.071 1.200.071 1.200.071 1.200.071 1.200.071 1.200.071 1.200.071 1.200.071
Tambahan modal disetor - bersih 1.124.817 1.124.817 1.124.817 1.124.817 1.124.817 1.124.817 1.124.817 1.124.817 1.124.817 1.124.817
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja 49.353 49.353 49.353 49.353 49.353 49.353 49.353 49.353 49.353 49.353
Akumulasi rugi (466.929) (373.568) (201.928) 65.571 492.184 1.005.530 1.583.546 2.167.121 2.835.091 3.510.800
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 1.907.312 2.000.673 2.172.313 2.439.812 2.866.425 3.379.771 3.957.787 4.541.362 5.209.332 5.885.041
Kepentingan nonpengendali 1.402 1.402 1.402 1.402 1.402 1.402 1.402 1.402 1.402 1.402
Total Ekuitas 1.908.714 2.002.075 2.173.715 2.441.214 2.867.827 3.381.173 3.959.189 4.542.764 5.210.734 5.886.443
Total Liabilitas dan Ekuitas 5.720.830 5.603.635 5.471.412 5.095.378 4.920.771 5.270.002 5.718.774 6.164.235 6.702.248 7.327.297
0,57
Page 49
Apendiks 2.1b
PT SEJAHTERARAYA ANUGRAHJAYA Tbk
Proyeksi Laba Rugi - Sebelum Rencana Transaksi
2024 - 2030
(dalam jutaan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan Okt-Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Pendapatan 762.725 3.579.697 3.972.501 4.416.722 4.823.132 5.217.163 5.620.890 6.065.194 6.584.188 7.108.600
Beban Langsung (495.604) (2.474.366) (2.726.026) (2.996.698) (3.215.057) (3.448.734) (3.710.635) (4.049.852) (4.374.003) (4.785.774)
Laba Bruto 267.120 1.105.331 1.246.475 1.420.024 1.608.075 1.768.429 1.910.255 2.015.342 2.210.185 2.322.825
Beban Usaha (187.283) (816.639) (884.094) (951.457) (1.002.392) (1.066.384) (1.137.066) (1.249.190) (1.353.595) (1.478.973)
Laba Usaha 79.838 288.692 362.381 468.566 605.683 702.045 773.188 766.152 856.590 843.853
Penghasilan (Beban) Lain-lain (38.386) (168.998) (142.330) (125.619) (58.743) (43.909) (32.142) (17.979) (218) 22.442
Laba Sebelum Pajak 41.452 119.694 220.051 342.948 546.940 658.136 741.046 748.173 856.372 866.294
Manfaat (Beban) Pajak 1.434 (26.333) (48.411) (75.448) (120.327) (144.790) (163.030) (164.598) (188.402) (190.585)
Laba Bersih Periode Berjalan 42.886 93.361 171.640 267.499 426.613 513.346 578.016 583.575 667.970 675.710
93.361 171.640 267.499 426.613 513.346 578.016 583.575 667.970 675.710
Penyusutan dan amortisasi 89.727 387.722 393.002 404.503 368.816 367.634 397.666 492.358 508.903 593.572
EBITDA 169.565 676.415 755.383 873.070 974.499 1.069.679 1.170.855 1.258.510 1.365.493 1.437.425
Apendiks 2.1c
PT SEJAHTERARAYA ANUGRAHJAYA Tbk
Proyeksi Arus Kas - Sebelum Rencana Transaksi
2024 - 2030
(dalam jutaan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan Okt-Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Penerimaan kas dari pelanggan 832.966 3.538.461 3.944.591 4.386.776 4.800.375 5.199.170 5.605.451 6.049.229 6.564.986 7.093.029
Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan (520.992) (2.870.082) (3.185.507) (3.511.664) (3.817.514) (4.116.926) (4.419.818) (4.776.382) (5.595.170) (5.640.799)
Pembayaran beban pajak penghasilan (557) (26.333) (48.411) (75.448) (120.327) (144.790) (163.030) (164.598) (188.402) (190.585)
Pembayaran beban keuangan (75.688) (167.575) (140.906) (124.615) (58.743) (43.909) (32.142) (17.979) (218) 22.442
Kas Bersih dari Aktivitas Operasi 235.728 474.471 569.767 675.049 803.791 893.545 990.461 1.090.270 781.196 1.284.087
474.471 569.767 675.049 803.791 893.545 990.461 1.090.270 781.196 1.284.087
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Pembelian aset tetap dan pembayaran untuk uang muka pembelian aset tetap (159.907) (464.701) (143.154) (161.040) (176.627) (567.930) (1.060.270) (727.790) (694.240) (582.661)
Pelepasan (Perolehan) aset takberwujud 2.736 - - - - - - - - -
Kas Bersih untuk Aktivitas Investasi (157.171) (464.701) (143.154) (161.040) (176.627) (567.930) (1.060.270) (727.790) (694.240) (582.661)
(464.701) (143.154) (161.040) (176.627) (567.930) (1.060.270) (727.790) (694.240) (582.661)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Penerimaan pinjaman bank 51.040 319.000 50.000 - - - - - - -
Pembayaran pinjaman bank (26.095) (138.326) (165.549) (113.481) (109.468) (118.731) (134.654) (143.609) (136.555) (55.807)
Penerimaan liabilitas sewa 707 - - - - - - - - -
Pembayaran utang obligasi - (407.900) - (542.100) - - - - - -
Pembayaran utang lain-lain - - (200.000) - (500.000) (51.874) - - - -
Kas Bersih dari (untuk) Aktivitas Pendanaan 25.652 (227.226) (315.549) (655.581) (609.468) (170.605) (134.654) (143.609) (136.555) (55.807)
1.783 (227.226) (315.549) (655.581) (609.468) (170.605) (134.654) (143.609) (136.555) (55.807)
Peningkatan (Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas 104.209 (217.456) 111.064 (141.573) 17.696 155.009 (204.463) 218.871 (49.598) 645.619
1.783 (217.456) 111.064 (141.573) 17.696 155.009 (204.463) 218.871 (49.598) 645.619
Kas dan Setara Kas, Awal 295.198 399.407 181.951 293.015 151.443 169.139 324.148 119.685 338.556 288.957
Kas dan Setara Kas, Akhir 399.407 181.951 293.015 151.443 169.139 324.148 119.685 338.556 288.957 934.577
Page 50
Apendiks 2.2a
PT SEJAHTERARAYA ANUGRAHJAYA Tbk
Proyeksi Neraca - Setelah Rencana Transaksi
2024 - 2030
(dalam jutaan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 2.328.715 1.408.280 631.970 89.098 718.830 1.849.852 295.238 990.710 568.399 1.683.073
Kas yang dibatasi penggunaannya 6.517 6.517 6.517 6.517 6.517 6.517 6.517 6.517 6.517 6.517
Piutang usaha 383.725 439.676 482.236 520.439 570.611 609.941 646.261 678.360 713.818 736.699
Piutang lain-lain 8.942 8.942 8.942 8.942 8.942 8.942 8.942 8.942 8.942 8.942
Persediaan 90.671 103.207 112.476 120.621 131.322 139.187 146.029 151.537 157.302 159.755
Uang muka 14.564 14.564 14.564 14.564 14.564 14.564 14.564 14.564 14.564 14.564
Biaya dibayar dimuka 8.381 8.381 8.381 8.381 8.381 8.381 8.381 8.381 8.381 8.381
Pajak dibayar dimuka 399 399 399 399 399 399 399 399 399 399
Total Aset Lancar 2.841.914 1.989.967 1.265.484 768.961 1.459.566 2.637.783 1.126.330 1.859.409 1.478.322 2.618.329
Aset Tidak Lancar
Uang muka pembelian aset tetap 17.269 17.269 17.269 17.269 17.269 17.269 17.269 17.269 17.269 17.269
Aset tetap 4.207.038 5.086.792 5.924.261 5.987.263 5.615.807 5.254.604 4.912.404 4.586.958 4.353.234 4.153.911
Properti investasi 40.010 40.010 40.010 40.010 40.010 40.010 40.010 40.010 40.010 40.010
Aset hak guna 200.100 172.946 145.793 118.640 91.487 64.334 37.180 10.027 390.172 363.019
Aset takberwujud 11.773 11.773 11.773 11.773 11.773 11.773 11.773 11.773 11.773 11.773
Taksiran tagihan pajak penghasilan 12.673 12.673 12.673 12.673 12.673 12.673 12.673 12.673 12.673 12.673
Aset pajak tangguhan - bersih 107.400 107.400 107.400 107.400 107.400 107.400 107.400 107.400 107.400 107.400
Goodwill 237.771 237.771 237.771 237.771 237.771 237.771 237.771 237.771 237.771 237.771
Aset tidak lancar lainnya 1.581 1.581 1.581 1.581 1.581 1.581 1.581 1.581 1.581 1.581
Total Aset Tidak Lancar 4.835.615 5.688.215 6.498.532 6.534.380 6.135.770 5.747.414 5.378.061 5.025.462 5.171.883 4.945.407
Total Aset 7.677.529 7.678.182 7.764.016 7.303.341 7.595.337 8.385.198 6.504.391 6.884.871 6.650.205 7.563.736
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 156.943 178.271 194.364 208.525 227.297 241.973 255.405 267.125 279.809 287.559
Utang kontraktor 143.657 143.657 143.657 143.657 143.657 143.657 143.657 143.657 143.657 143.657
Utang lain-lain 1.060.249 1.060.249 1.060.249 1.060.249 1.060.249 1.060.249 1.060.249 1.060.249 1.060.249 1.060.249
Utang pajak 31.481 31.481 31.481 31.481 31.481 31.481 31.481 31.481 31.481 31.481
Akrual 158.668 158.668 158.668 158.668 158.668 158.668 158.668 158.668 158.668 158.668
Bagian lancar atas liabilitas jangka panjang
Pendapatan sewa diterima dimuka 8.693 8.693 8.693 8.693 8.693 8.693 8.693 8.693 8.693 8.693
Utang pembiayaan 656 656 656 656 656 656 656 656 656 656
Liabilitas sewa 614 614 614 614 614 614 614 614 614 614
Total Liabilitas Jangka Pendek 1.560.961 1.582.289 1.598.382 1.612.543 1.631.315 1.645.991 1.659.423 1.671.143 1.683.827 1.691.577
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian jangka pendek
Pinjaman bank 747.181 927.855 812.306 698.825 589.356 470.625 335.971 192.362 55.807 0
Utang pembiayaan 274 274 274 274 274 274 274 274 274 274
Liabilitas sewa 3.277 3.277 3.277 3.277 3.277 3.277 3.277 3.277 3.277 3.277
Utang obligasi 3.664.772 3.482.582 3.726.796 3.448.520 3.733.022 4.503.807 2.487.018 2.490.727 1.619.436 1.623.145
Liabilitas pajak tangguhan - bersih 14.432 14.432 14.432 14.432 14.432 14.432 14.432 14.432 14.432 14.432
Liabilitas imbalan pascakerja 86.578 86.578 86.578 86.578 86.578 86.578 86.578 86.578 86.578 86.578
Total Liabilitas Jangka Panjang 4.516.514 4.514.998 4.643.663 4.251.905 4.426.940 5.078.993 2.927.549 2.787.649 1.779.804 1.727.706
Total Liabilitas 6.077.475 6.097.287 6.242.045 5.864.449 6.058.255 6.724.984 4.586.972 4.458.792 3.463.631 3.419.283
Ekuitas
Modal saham 1.684.487 1.684.487 1.684.487 1.684.487 1.684.487 1.684.487 1.684.487 1.684.487 1.684.487 1.684.487
Tambahan modal disetor - bersih 298.444 298.444 298.444 298.444 298.444 298.444 298.444 298.444 298.444 298.444
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja 49.353 49.353 49.353 49.353 49.353 49.353 49.353 49.353 49.353 49.353
Akumulasi rugi (433.632) (452.791) (511.715) (594.793) (496.605) (373.472) (116.267) 392.393 1.152.888 2.110.767
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 1.598.652 1.579.493 1.520.569 1.437.491 1.535.679 1.658.812 1.916.017 2.424.677 3.185.172 4.143.051
Kepentingan nonpengendali 1.402 1.402 1.402 1.402 1.402 1.402 1.402 1.402 1.402 1.402
Total Ekuitas 1.600.054 1.580.895 1.521.971 1.438.893 1.537.081 1.660.214 1.917.419 2.426.079 3.186.574 4.144.453
Total Liabilitas dan Ekuitas 7.677.529 7.678.182 7.764.016 7.303.341 7.595.337 8.385.198 6.504.391 6.884.871 6.650.205 7.563.736
0,57
Page 51
Apendiks 2.2b
PT SEJAHTERARAYA ANUGRAHJAYA Tbk
Proyeksi Laba Rugi - Setelah Rencana Transaksi
2024 - 2030
(dalam jutaan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan Okt-Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
19,29% 14,24% 12,55% 14,36% 11,68% 47,12%
Pendapatan 778.490 3.709.956 4.238.294 4.770.315 5.455.171 6.092.393 6.757.763 7.441.821 8.237.964 8.963.168
Beban Langsung (505.910) (2.564.460) (2.973.184) (3.357.470) (3.760.834) (4.150.547) (4.553.367) (4.968.684) (5.402.490) (5.835.839)
Laba Bruto 272.580 1.145.496 1.265.110 1.412.845 1.694.336 1.941.845 2.204.396 2.473.136 2.835.474 3.127.329
Beban Usaha (188.639) (834.483) (970.220) (1.113.017) (1.234.954) (1.343.784) (1.450.881) (1.559.936) (1.661.903) (1.767.945)
Laba Usaha 83.941 311.013 294.890 299.828 459.382 598.061 753.515 913.200 1.173.570 1.359.384
Penghasilan (Beban) Lain-lain 200 (330.172) (353.814) (382.907) (333.499) (440.199) (423.764) (261.072) (198.577) (131.334)
Laba Sebelum Pajak 84.141 (19.159) (58.924) (83.078) 125.883 157.862 329.751 652.128 974.994 1.228.050
Manfaat (Beban) Pajak (7.957) - - - (27.694) (34.730) (72.545) (143.468) (214.499) (270.171)
Laba (Rugi) Bersih Periode Berjalan 76.184 (19.159) (58.924) (83.078) 98.189 123.132 257.206 508.660 760.495 957.879
(19.159) (58.924) (83.078) 98.189 123.132 257.206 508.660 760.495 957.879
Penyusutan dan amortisasi 90.727 417.809 486.674 576.828 555.430 569.022 577.315 589.204 530.884 526.420
EBITDA 174.668 728.821 781.564 876.657 1.014.813 1.167.083 1.330.830 1.502.404 1.704.454 1.885.804
Apendiks 2.2c
PT SEJAHTERARAYA ANUGRAHJAYA Tbk
Proyeksi Arus Kas - Setelah Rencana Transaksi
2024 - 2030
(dalam jutaan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan Okt-Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Penerimaan kas dari pelanggan 846.571 3.654.005 4.195.735 4.732.111 5.404.999 6.053.063 6.721.443 7.409.722 8.202.506 8.940.287
Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan (531.245) (2.945.189) (3.422.752) (3.860.489) (4.405.134) (4.891.346) (5.393.190) (5.906.052) (6.906.736) (7.044.914)
Pembayaran beban pajak penghasilan (9.948) - - - (27.694) (34.730) (72.545) (143.468) (214.499) (270.171)
Pembayaran beban keuangan (37.102) (104.462) (109.601) (119.083) (48.996) (1.204.743) (1.494.428) (257.363) (194.867) (127.625)
Kas Bersih dari Aktivitas Operasi 268.275 604.354 663.382 752.540 923.174 (77.756) (238.721) 1.102.840 886.404 1.497.578
604.354 663.382 752.540 923.174 (77.756) (238.721) 1.102.840 886.404 1.497.578
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Pembelian aset tetap dan pembayaran untuk uang muka pembelian aset tetap (185.673) (1.297.562) (1.324.144) (639.830) (183.974) (207.819) (235.115) (263.759) (297.160) (327.097)
Penjualan aset tetap 2.736 - - - - - - - - -
Kas Bersih untuk Aktivitas Investasi (182.937) (1.297.562) (1.324.144) (639.830) (183.974) (207.819) (235.115) (263.759) (297.160) (327.097)
(1.297.562) (1.324.144) (639.830) (183.974) (207.819) (235.115) (263.759) (297.160) (327.097)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Penerimaan pinjaman bank 51.040 319.000 50.000 - - - - - - -
Pembayaran pinjaman bank (26.095) (138.326) (165.549) (113.481) (109.468) (118.731) (134.654) (143.609) (136.555) (55.807)
Penerimaan liabilitas sewa 707 - - - - - - - - -
Penerimaan utang obligasi 1.892.250 - - - - 2.481.454 - - - -
Pembayaran utang obligasi - (407.900) - (542.100) - (946.125) (946.125) - (875.000) -
Pembayaran utang lain-lain (454.140) - - - - - - - - -
Setoran modal 484.416 - - - - - - - - -
Kas Bersih dari (untuk) Aktivitas Pendanaan 1.948.178 (227.226) (115.549) (655.581) (109.468) 1.416.597 (1.080.779) (143.609) (1.011.555) (55.807)
(227.226) (115.549) (655.581) (109.468) 1.416.597 (1.080.779) (143.609) (1.011.555) (55.807)
Peningkatan (Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas 2.033.517 (920.434) (776.310) (542.872) 629.732 1.131.022 (1.554.615) 695.472 (422.310) 1.114.673
(920.434) (776.310) (542.872) 629.732 1.131.022 (1.554.615) 695.472 (422.310) 1.114.673
Kas dan Setara Kas, Awal 295.198 2.328.715 1.408.280 631.970 89.098 718.830 1.849.852 295.238 990.710 568.399
Kas dan Setara Kas, Akhir 2.328.715 1.408.280 631.970 89.098 718.830 1.849.852 295.238 990.710 568.399 1.683.073
Page 52
Apendiks 3a
PT SEJAHTERARAYA ANUGRAHJAYA Tbk
Rasio Keuangan - Sebelum Rencana Transaksi
2021-2033
Audited Audited Audited Reviewed Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2021 2022 2023 Sep-24 Des-24 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033
-2 -1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Operasi
Marjin laba bruto 36,64% 28,80% 28,68% 28,91% 35,02% 30,88% 31,38% 32,15% 33,34% 33,90% 33,98% 33,23% 33,57% 32,68%
Marjin laba usaha 11,77% 1,60% 4,25% 6,11% 10,47% 8,06% 9,12% 10,61% 12,56% 13,46% 13,76% 12,63% 13,01% 11,87%
Marjin laba (rugi) periode berjalan 8,61% -2,28% -1,53% 0,36% 5,62% 2,61% 4,32% 6,06% 8,85% 9,84% 10,28% 9,62% 10,15% 9,51%
Marjin EBITDA 21,18% 13,68% 15,80% 16,34% 22,23% 18,90% 19,02% 19,77% 20,20% 20,50% 20,83% 20,75% 20,74% 20,22%
Imbal hasil aset (ROA) 3,40% -0,77% -0,68% 0,15% 0,75% 1,67% 3,14% 5,25% 8,67% 9,74% 10,11% 9,47% 9,97% 9,22%
Imbal hasil ekuitas (ROE) 8,59% -2,33% -2,06% 0,45% 2,25% 4,66% 7,90% 10,96% 14,88% 15,18% 14,60% 12,85% 12,82% 11,48%
Likuiditas
Rasio Lancar 0,89 1,33 1,68 1,41 1,81 1,44 1,69 1,46 1,52 1,82 1,47 1,87 1,80 2,94
Quick Ratio 0,82 1,27 1,56 1,27 1,59 1,20 1,45 1,21 1,26 1,56 1,21 1,61 1,54 2,68
Solvabilitas
Rasio Liabilitas terhadap Aset 0,60 0,67 0,67 0,67 0,67 0,64 0,60 0,52 0,42 0,36 0,31 0,26 0,22 0,20
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 1,53 2,03 2,02 2,03 2,00 1,80 1,52 1,09 0,72 0,56 0,44 0,36 0,29 0,24
Pertumbuhan
Pendapatan 0,50% 29,42% n.a 23,61% 15,69% 10,97% 11,18% 9,20% 8,17% 7,74% 7,90% 8,56% 7,96%
Laba (Rugi) Bersih Periode Berjalan -126,68% -13,29% n.a -233,78% 82,15% 83,85% 55,85% 59,48% 20,33% 12,60% 0,96% 14,46% 1,16%
Aset 18,02% -2,49% n.a 2,04% -2,05% -2,36% -6,87% -3,43% 7,10% 8,52% 7,79% 8,73% 9,33%
Liabilitas 30,91% -2,74% n.a 1,69% -5,52% -8,44% -19,51% -22,65% -7,99% -6,84% -7,85% -8,01% -3,40%
Ekuitas -1,67% -1,99% n.a 2,76% 4,89% 8,57% 12,31% 17,48% 17,90% 17,10% 14,74% 14,70% 12,97%
Apendiks 3b
PT SEJAHTERARAYA ANUGRAHJAYA Tbk
Rasio Keuangan - Setelah Rencana Transaksi
2021-2033
Audited Audited Audited Reviewed Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2021 2022 2023 Sep-24 Des-24 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033
-2 -1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Operasi
Marjin laba bruto 36,64% 28,80% 28,68% 28,91% 35,01% 30,88% 29,85% 29,62% 31,06% 31,87% 32,62% 33,23% 34,42% 34,89%
Marjin laba usaha 11,77% 1,60% 4,25% 6,11% 10,78% 8,38% 6,96% 6,29% 8,42% 9,82% 11,15% 12,27% 14,25% 15,17%
Marjin laba (rugi) periode berjalan 8,61% -2,28% -1,53% 0,36% 9,79% -0,52% -1,39% -1,74% 1,80% 2,02% 3,81% 6,84% 9,23% 10,69%
Marjin EBITDA 21,18% 13,68% 15,80% 16,34% 22,44% 19,65% 18,44% 18,38% 18,60% 19,16% 19,69% 20,19% 20,69% 21,04%
Imbal hasil aset (ROA) 3,40% -0,77% -0,68% 0,15% 0,99% -0,25% -0,76% -1,14% 1,29% 1,47% 3,95% 7,39% 11,44% 12,66%
Imbal hasil ekuitas (ROE) 8,59% -2,33% -2,06% 0,45% 4,76% -1,21% -3,87% -5,77% 6,39% 7,42% 13,41% 20,97% 23,87% 23,11%
Likuiditas
Rasio Lancar 0,89 1,33 1,68 1,41 5,68 3,81 2,35 1,39 2,56 4,50 1,88 3,04 2,37 4,15
Quick Ratio 0,82 1,27 1,56 1,27 5,45 3,57 2,10 1,13 2,29 4,23 1,60 2,76 2,08 3,86
Solvabilitas
Rasio Liabilitas terhadap Aset 0,60 0,67 0,67 0,67 0,79 0,79 0,80 0,80 0,80 0,80 0,71 0,65 0,52 0,45
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 1,53 2,03 2,02 2,03 3,80 3,86 4,10 4,08 3,94 4,05 2,39 1,84 1,09 0,83
Pertumbuhan
Pendapatan 0,50% 29,42% n.a 24,24% 19,29% 14,24% 12,55% 14,36% 11,68% 10,92% 10,12% 10,70% 8,80%
Laba (Rugi) Bersih Periode Berjalan -126,68% -13,29% n.a -320,69% -122,66% 207,55% 40,99% -218,19% 25,40% 108,89% 97,76% 49,51% 25,95%
Aset 18,02% -2,49% n.a 36,94% 0,01% 1,12% -5,93% 4,00% 10,40% -22,43% 5,85% -3,41% 13,74%
Liabilitas 30,91% -2,74% n.a 62,12% 0,33% 2,37% -6,05% 3,30% 11,01% -31,79% -2,79% -22,32% -1,28%
Ekuitas -1,67% -1,99% n.a -13,86% -1,20% -3,73% -5,46% 6,82% 8,01% 15,49% 26,53% 31,35% 30,06%
Names mentioned 54 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Ihot Dollar
p.2 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2
unresolved
—
Web site
p.2 ×2
unresolved
person
Raymond Yoranouw, MBT, MAPPI (Cert.)
· Senior Partner
p.4
unresolved
person
MBT
p.4
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.6
unresolved
org
Mawar & Rekan
p.6 ×5
unresolved
org
PT Sejahtera Raya Anugrah
p.8 ×2
unresolved
person
Misahardi Wilamarta S.H.
· Notaris
p.8 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.8 ×2
unresolved
person
Buntario Tigris
· Notaris
p.8 ×3
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.8 ×2
unresolved
org
Maples Corporate Services Limited
p.8
unresolved
org
Bank Indonesia
p.9
unresolved
org
Bank Bukopin Tbk
p.10 ×2
unresolved
org
Tjahjo & Rekan
p.13 ×2
unresolved
org
PT Surya Cipta Inti Cemerlang
p.16
unresolved
person
Dato' Sri Prof DR Tahir
p.16 ×2
unresolved
person
dr. Daniel Tjen
p.16
unresolved
person
Prof. Dr. drg. Melani Hendriaty Sadono Djamil
p.16
unresolved
person
M. Biomed
p.16
unresolved
person
dr. Antonius Indrajana Soediono
p.16
unresolved
org
PT Nirmala Kencana Mas
p.16
unresolved
org
PT Fajar Kharisma Nusantara
p.16
unresolved
org
PT Sejahtera
p.16
unresolved
org
PT Sejahtera Abadi Solusi
p.16
unresolved
org
PT Karya Kharisma Sentosa
p.16
unresolved
org
PT Anugrah Inti Karya
p.16
unresolved
org
PT Nusa Sejahtera Kharisma
p.16
unresolved
org
PT Mayapada Surabaya Pratama
p.16
unresolved
org
PT Anugrah Inti Bahagia
p.16
unresolved
org
PT Sejahtera Karunia Semesta
p.16
unresolved
org
PT Anugrahsukses Utama Sejahtera Rumah Sakit
p.16
unresolved
org
PT Pemeringkat Efek Indonesia
p.17
unresolved
org
Bank Kustodian. Obligasi
p.17
unresolved
org
Penyelenggara Jaminan Sosial
p.19
unresolved
org
Kementerian Kesehatan
p.19
unresolved
org
Pusat Statistik
p.21
unresolved
org
Kota Nusantara
p.22 ×3
unresolved
person
Prof.I.G.N.G. Ngoerah Denpasar
p.23
unresolved
person
Ir. H. Joko Widodo. Seperti MHBD
p.23 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.182
8006 ms
12 Sep 2026 22:55
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '31'}