Skip to content
Back to announcement

20241211_NEST_Laporan Informasi dan Fakta Material_31818324_lamp1.pdf

Other Text extracted NEST

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 2

Page 1
Siaran Pers: GACC Apresiasi Komitmen PT Esta Indonesia Tbk (NEST)
pada Inovasi dan Standar Keamanan Pangan
Semarang, Jawa Tengah, 9 Desember 2024 – Tim auditor General Administration of Customs
of the People's Republic of China (GACC) memberikan apresiasinya pada PT Esta Indonesia Tbk
(NEST). Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan dan ekspor sarang burung walet
(SBW), NEST dirasa memiliki komitmen tinggi pada inovasi maupun standar keamanan pangan
(food safety). Hal itu diungkapkan Direktur Ekspor & Compliance NEST, Dian Rochayati Sri Utami
dalam siaran pers kepada awak media, Senin (9/12).
Dian menjelaskan bahwa GACC adalah lembaga kepabeanan yang menjadi representasi penting
dari Tiongkok, sebagai salah satu negara pengimpor SBW Tanah Air terbesar di dunia. Lembaga
ini memiliki agenda tiga tahunan untuk melakukan evaluasi dan monitoring secara langsung (on
site) pada perusahaan di negara pengekspor, dimana agenda di Indonesia tahun ini berlangsung
pada 14 – 19 Oktober lalu. Sebanyak delapan perusahaan pun dipilih sebagai representasi dalam
agenda kali ini dimana salah satunya adalah NEST.
Adapun tim auditor GACC yang datang ke Indonesia tahun ini terdiri dari lima personil dan
diketuai Direktur Tingkat 1, Chen Yu. Empat personil lainnya ialah Kepala Divisi Satuan
Administrasi Bawah Bidang, Zeng Yu, Wakil Kepala Divisi, Cai Shaoxin, Wakil Kepala Divisi, Wang
Yichen, dan Ahli Senior, Li Dan. Kelima personil tersebut kemudian bekerja dalam dua tim untuk
melakukan audit secara langsung di pabrik pengolahan SBW yang ada di Jawa Tengah, Jawa Timur,
Tangerang, dan Jawa Barat.
Sebagaimana dijelaskan Dian, proses audit GACC pada dasarnya mencakup beberapa aspek
seperti dokumen legalitas, inovasi dan penelitian, hingga manajemen produksi perusahaan. NEST
sendiri selama ini telah diakui oleh lembaga sertifikasi Hazard Analysis Critical Control Point
(HACCP) PT SGS Indonesia, dan terdaftar sebagai pioner ekspor SBW ke Tingkok sejak November
2014 di The Certification and Accreditation Administration (CNCA) atau yang kemudian menjadi
GACC. Selain itu, NEST juga memiliki registrasi Produk Hewan Dalam Negeri (PHD) dan Nomor
Kontrol Veteriner (NKV) yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian, serta tercatat sebagai
Eskportir Terdaftar di Kementerian Perdagangan, sekaligus memiliki sertifikat halal.
“Nah pada saat audit ke NEST, kami sampaikan performa NEST dari sejak disetujui oleh CNCA
pada November 2014 yang kemudian kami menjadi perusahaan ekspor SBW resmi pertama
kalinya ke Tiongkok pada 13 Januari 2015. Kami sampaikan juga peningkatan ekspornya, dari
dulu yang kapasitasnya hanya sekitar 4,5 ton sekarang bisa mencapai
28,5 ton. Kemudian kami sampaikan bahwa selain ekspor ke Tiongkok kami juga dapat
melakukan pengiriman ke beberapa negara lain seperti Amerika Serikat, Australia, Hong
Kong, Singapura, dan Jepang,” terang Dian.
Dalam hal penelitian, Dian menjelaskan bahwa NEST berkolaborasi dengan Badan Riset dan
Inovasi Nasional (BRIN), Badan Karantina Indonesia (Barantin), dan importir SBW ternama asal
Tiongkok yakni Xiamen Yan Palace. Kolaborasi ini dilakukan untuk mendalami berbagai macam
manfaat, kandungan, maupun nutrisi SBW, selain juga dalam rangka memetakan SBW yang
dihasilkan dari berbagai daerah di Indonesia. Menurut Dian kolaborasi ini cukup menarik
perhatian auditor GACC, dimana mereka kemudian menitipkan satu penelitian terkait studi
komparasi SBW yang dipanen dari gua, dengan SBW yang dihasilkan secara budidaya dari rumah



                      Terboyo Industri II/2, Terboyo Megah Industri
                               Semarang 50112 - Indonesia
                       telp. +62 24 658 2804, fax. +62 24 658 2806
Page 2
burung. GACC meminta laporan hasil penelitian ini nantinya dikirim secara resmi melalui
pemerintah Indonesia.
“Setelah memeriksa dokumen, mereka juga melakukan inspeksi ke lapangan. Auditor melihat
secara langsung pabrik NEST, baik dari segi sanitasi, higienitas bahan baku, pencucian, cabut,
pencetakan, sampai pengeringan. Kemudian untuk finishing produk mulai dari pemanasan
sampai packing dan sebagainya. Mereka berkomentar bahwa pabriknya cukup bagus. Kondisi
sanitasi dan higienitas juga bagus, kemudian karyawannya juga banyak. Bahkan mereka cukup
kaget ternyata ada perusahaan walet yang karyawannya sangat banyak sekali. Mereka juga cukup
berkesan karena perusahaannya bisa di-maintenance dengan baik, dilengkapi sistem yang
terkomputerisasi dengan baik untuk tracebility-nya dalam sistem logistik dan produksi yang
kemudian diintegrasikan melalui label di setiap produk SBW yang diekspor,” imbuhnya.
Pada intinya, lanjut Dian, auditor GACC sangat terkesan melihat pabrik SBW di Indonesia yang kini
sudah sangat jauh berkembang. Secara khusus mereka juga memberikan kredit pada dua
perusahaan dalam hal penggunaan teknologi terbaru, yakni pada NEST yang juga memanfaatkan
kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) di rumah burung untuk memantau populasi dan
sarang walet, kemudian pada PT Waleta Asia Jaya yang turut menggunakan AI dalam proses
pemilahan (grading) bahan baku.
“Kami mengapresiasi pelaku usaha SBW Indonesia yang telah menerapkan teknologi baru dengan
pemanfaatan AI dalam tahap pemilahan bahan baku dan perhitungan populasi burung walet yang
nantinya akan berpengaruh terhadap jumlah produksi dan kualitas SBW. GACC berharap hal ini
dapat diikuti oleh unit usaha SBW Indonesia lainnya guna meningkatkan kualitas manajemen dan
produk,” kata Chen Yu.
Menurut Dian, hasil audit ini nantinya akan disampaikan Chen Yu dan tim ke GACC Pusat di Beijing,
Tiongkok. Setelahnya mereka akan mengeluarkan laporan hasil kunjungan yang kemudian
dikirimkan secara resmi ke pemerintah Indonesia. Sebelum pulang, Chen Yu dan tim juga sempat
memberikan apresiasi kepada Barantin karena telah melakukan tugasnya sebagai otoritas dengan
sangat baik terkait ekspor SBW ke Tiongkok.


Tentang PT. Esta Indonesia Tbk

PT Esta Indonesia Tbk selama lebih dari dua dekade, telah berpengalaman menyediakan sarang
burung walet kualitas terbaik ke seluruh dunia. Seiring dengan tingginya permintaan sarang
burung walet dunia & ketatnya persyaratan pemerintah Tiongkok tentang standar keamanan
pangan, perusahaan mengembangkan kapasitas & fasilitas produksi yang modern yang berlokasi
di Terboyo Industri, Semarang.




                       Terboyo Industri II/2, Terboyo Megah Industri
                                Semarang 50112 - Indonesia
                        telp. +62 24 658 2804, fax. +62 24 658 2806

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.18 MB
Published11 Dec 2024
Pages2
Characters6,518
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 8 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Esta Indonesia Tbk p.1 ×11
linked person Dian Rochayati Sri p.1
unresolved org PT SGS Indonesia p.1
unresolved org Kementerian Pertanian p.1
unresolved org Kementerian Perdagangan p.1
unresolved org Riset p.1
unresolved org Karantina Indonesia p.1
unresolved org PT Waleta Asia Jaya p.2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 1

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result