Back to announcement
20241202_INOV_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31803782_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review INOVSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 11
Page 1
LAPORAN STUDI KELAYAKAN
FEASIBILITY STUDY REPORT
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Oleh
PT Inocycle Technology Group, Tbk.
Kawasan Industri Pasar Kemis, Jl. Putera Utama No.10,
Sukaasih, Pasar Kemis, Tangerang Regency, Banten 15560
Page 2
02 Desember 2024
Kepada Yth,
PT Inocycle Technology Group, Tbk.
Kawasan Industri Pasar Kemis
Jl. Putera Utama No.10, Sukaasih
Pasar Kemis, Tangerang Regency
Banten 15560
No. Laporan : 00206/2.0131-09/BS-FS/04/0532/1/XII/2024
Hal : Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Dengan hormat,
Dalam rangka memenuhi kontrak penugasan penilaian yang dilakukan berdasarkan surat penawaran yang telah disetujui
sekaligus menjadi kontrak kerja penugasan Nomor: 00275/2.0131-09/KJPPSPR/FS-ITG/VIII/2024 tanggal 30 Agustus 2024.
Dengan ini kami menyatakan bahwa kami telah melakukan proses penilaian atas Objek Penilaian. Kami telah melakukan
Investigasi yang terdiri dari Inspeksi, penelaahan, penghitungan, analisis, dan memastikan bahwa Proses Penilaian sudah
dilakukan dengan cara yang benar.
Dengan diterbitkannya laporan ini sebagai revisi dalam pengungkapan analisa, kami menegaskan bahwa laporan dengan No.
00180/2.0131-09/PI-FS/04/0532/1/X/2024 dibatalkan atau sudah tidak berlaku lagi.
• STATUS KONSULTAN
• Penilai Publik yang bertanda tangan didalam Laporan Penilaian ini yaitu Ginanjar Rizki Tarekat, S.T, M.Ec.Dev,
MAPPI (Cert) merupakan Penilai Publik Properti dan Bisnis dengan Nomor Izin No. P-1.18.00532 berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 782/KM.1/2018 Tanggal 17 Desember 2018 dan Nomor Izin Penilai Publik
No. B-1.23.00643 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 214/KM.1/2023 Tanggal 17 Mei 2023,
bertindak atas nama Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Sugianto Prasodjo dan Rekan yang memperoleh Izin Usaha
dari Kementrian Keuangan No. 2.15.0131 berdasarkan Kepmenkeu No. 722/KM.1/2015 tanggal 9 September 2015.
• Penilai Publik terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal dengan nomor izin STTD.PPB-47/PM.02/2023 tanggal
17 Juli 2023 yang tergabung dalam KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi
Penunjang Pasar Modal No. S-859/PM.223/2015 tanggal 17 November 2015.
• Penilai dalam posisi untuk memberikan penilaian secara obyektif dan tidak memihak.
• Penilai tidak memiliki potensi benturan kepentingan dengan subjek dan/atau objek penilaian.
• Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian sehingga tidak memerlukan bantuan tenaga ahli untuk
melengkapi pelaksanaan tugas sebagaimana yang dimaksud dalam Lingkup Penugasan.
• Seluruh Penilai, ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini dibawah koordinator Penilai berizin atau Penilai Publik
pada laporan penilaian.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. ii
Page 3
• PEMBERI TUGAS
Pemberi Tugas adalah PT Inocycle Technology Group, Tbk. yang berlalamat di Kawasan Industri Pasar Kemis, Jl.
Putera Utama No.10, Sukaasih, Pasar Kemis, Tangerang Regency, Banten 15560.
• PENGGUNA LAPORAN
Pengguna Laporan adalah PT Inocycle Technology Group, Tbk. yang berlalamat di Kawasan Industri Pasar Kemis, Jl.
Putera Utama No.10, Sukaasih, Pasar Kemis, Tangerang Regency, Banten 15560.
• OBJEK STUDI KELAYAKAN
Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha “Perakitan Peralatan Industri Mesin Tekstil” dengan rincian
rencana penambahan KBLI oleh PT Inocycle Technology Group Tbk sebagai berikut:
a. Menjalankan usaha dalam bidang Perdagangan Besar, meliputi:
1. KBLI 46591: “perdagangan besar mesin kantor dan industri pengolahan, suku cadang dan perlengkapannya”
2. KBLI 46599: “perdagangan besar mesin, peralatan dan perlengkapan lainnya”
b. Menjalankan usaha dalam Bidang Industri, meliputi:
1. KBLI 28263: “industri mesin tekstil”
2. KBLI 28299: “industri mesin keperluan khusus lainnya”
c. Menjalankan usaha dalam Bidang Jasa, meliputi
1. KBLI 74909: “Aktivitas Profesional, Ilmiah dan Teknis Lainnya YTDL”
2. KBLI 70204: “Aktivitas Konsultansi Manajemen Industri”
3. KBLI 71102: “Aktivitas Keinsinyuran dan Konsultasi Teknis YBDI”
4. KBLI 70209: “Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya”
5. KBLI 71024: “Jasa Inspeksi Teknik Instalasi”
6. KBLI 33122: “Reparasi Mesin Untuk Keperluan Khusus”
• JENIS MATA UANG YANG DIGUNAKAN
Objek Penilaian dinilai dengan menggunakan mata uang Rupiah. Sebagai tambahan informasi, nilai kurs tengah Bank
Indonesia pada tanggal penilaian adalah USD 1 = Rp16.320.
• MAKSUD DAN TUJUAN STUDI KELAYAKAN
Maksud dan tujuan adalah memberikan pendapat kelayakan atas rencana kegiatan usaha baru oleh PT Inocycle
Technology Group Tbk, untuk kepentingan Pasar Modal dengan lingkup indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate
of Return (IRR), Profitability Index (PI), dan Payback Period.
Studi Kelayakan dilakukan dengan mengacu POJK No. 35/POJK.04/2020 tentang penilaian dan penyajian laporan
penilaian bisnis di pasar modal dan SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang pedoman penilaian dan penyajian laporan
bisnis di pasar modal.
• METODOLOGI STUDI KELAYAKAN
Metodologi yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini yaitu:
• Pengumpulan data-data primer dari Perusahaan yang terkait dengan proyek yang meliputi data data identitas,
perizinan, rencana usaha serta data-data lainnya yang terkait dengan rencana proyek.
• Analisis makroekonomi dan industri.
• Dalam melakasanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan proyek. Analisis ini dilakukan dengan
menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), dan Payback
Period.
• TANGGAL STUDI KELAYAKAN
Tanggal studi kelayakan per 30 Juni 2024. Sehubungan dengan kemungkinan perubahan yang terjadi terhadap kondisi
pasar dan kondisi objek tersebut, maka laporan penilaian ini hanya dapat mempresentasikan tentang opini kelayakan pada
tanggal studi kelayakan.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. iii
Page 4
• TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
Dalam studi kelayakan ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang memadai diantaranya
dengan melakukan wawancara terhadap Manajemen Perseroan, yaitu Erwin Prayudi Suyudono selaku Corporate
Secretary Perseroan, Suyanto selaku Accounting Senior Manager dan Desi Susanti, Legal Manager.
• SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN
Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi, dapat disetujui untuk digunakan sepanjang sumber
data tersebut dipublikasikan pada tingkat nasional maupun internasional. Sumber data tersebut antara lain:
• Badan Indonesia atau bank sentral negara lain
• Bursa efek Indonesia atau bursa lainnya
• Badan Pusat Statistik atau Lembaga statistik lain
• Data riset dari Lembaga independent, namun tidak terbatas pada Bloomberg, IMF, dan Bank Dunia
• Informasi dari media elektronik dan media cetak
• ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
• Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
• Perusahaan diasumsikan sebagai perusahaan yang sedang berjalan dan akan melanjutkan kegiatan usahanya di
masa yang akan datang.
• Perusahaan diasumsikan telah memenuhi seluruh aspek legal dan perundang-undangan yang berlaku secara umum
maupun spesifik terhadap industrinya agar dapat melakukan kegiatan operasional.
• Laporan keuangan audit yang digunakan sebagai dasar dalam analisis penilaian ini diasumsikan akurat dan benar
serta tidak ada informasi disembunyikan atau sengaja disembunyikan.
• Studi Kelayakan dilakukan dengan adanya akses untuk pelaksanaan investigasi yang memadai
• Studi kelayakan didasarkan atas proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi
keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaian (fiduciary duty).
• Proyeksi harga, volume penjualan, dan informasi keuangan lainnya didasarkan atas informasi keuangan prospektif
yang disiapkan oleh manajemen yang telah disesuaikan dan diasumsikan dapat dicapai.
• Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
• Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat
mempengaruhi operasional perusahaan.
• Untuk tujuan Studi Kelayakan, telah dilengkapi data yang disediakan oleh manajemen Perusahaan serta data verbal
yang didapatkan selama investigasi dan data tersebut diasumsikan akurat dan benar.
• PERSYARATAN DAN PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI
Laporan studi kelayakan ini bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi rahasia yang dapat mempengaruhi
operasional perusahaan. Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan studi kelayakan ini sebagaimana yang disebutkan dalam
lingkup penugasan, menginformasikan bahwa tidak terdapat informasi rahasia yang dapat mempengaruhi operasional
perusahaan di dalam laporan ini. Penggunaan Laporan di luar dari ketentuan yang disebutkan dalam lingkup Penugasan
Laporan ini harus mendapatkan persetujuan tertulis dari KJPP SPR serta Pemberi Tugas.
Tanda tangan Penilai Publik dan cap KJPP SPR yang resmi merupakan syarat mutlak Laporan Studi Kelayakan yang
dihasilkan.
• KONFIRMASI DILAKUKAN BERDASARKAN PERATURAN OJK SERTA KEPI & SPI
Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan telah dibuat dengan memenuhi ketentuan POJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat SEOJK No.
17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Kode Etik
Penilai Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII-2018 beserta Edisi Revisi SPI 330 Tahun
2020.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. iv
Page 5
• ANALISA KELAYAKAN
1. Analisis Kelayakan Pasar;
a. Kondisi Pasar
• Ekonomi Indonesia triwulan II-2024 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 3,79
persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Pertanian,
Kehutanan dan Perikanan sebesar 23,43 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran
Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 19,58 persen. Ekonomi Indonesia
triwulan II-2024 terhadap triwulan II-2023 tumbuh sebesar 5,05 persen (y-on-y).
• Secara finansial, Perusahaan telah menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan. Hingga semester pertama
tahun 2024, Perusahaan mencatat penjualan sebesar Rp307 miliar, di mana produk Re-PSF menyumbang
75% dari total tersebut. Selain itu, Perusahaan berhasil mencatatkan peningkatan penjualan ekspor yang
mengesankan sebesar 122% YoY, dengan berkontribusi sebesar 20% dari total penjualan.
• Perusahaan juga mengoptimalkan jaringan yang ada . Rantai pasokan Inocycle merupakan landasan
operasi, yang ditandai dengan jaringan yang kuat dari lima fasilitas pencucian yang berlokasi strategis di
seluruh Indonesia, belum lagi Perusahaan dan Grupnya yang hadir di lebih dari 20 lokasi di seluruh
Indonesia, meningkatkan kemampuannya untuk mengamankan bahan baku (limbah PET). Kapasitas
fasilitas pencucian Inocycle mencapai sekitar 37.000 MT dengan tingkat utilisasi saat ini sekitar 45%, yang
menunjukkan potensi peningkatan yang signifikan. Selain itu, lonjakan penjualan ekspor INOV
menandakan potensi permintaan, terutama dari merek global yang berfokus pada pencapaian target emisi
nol bersih mereka. Dengan memanfaatkan kapasitas, jaringan, pengetahuan, dan teknologinya, INOV
berada pada posisi yang tepat untuk memenuhi permintaan ini.
• Dengan adanya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini maka akan menambah keragaman usaha
sehingga tidak tergantung hanya di bisnis industri tekstil baik woven dan non-woven yang selama ini
digeluti. Perusahaan telah membangun dan mengoperasikan aset berwujud dan tidak berwujud yang
substansial di seluruh Indonesia selama periode yang panjang. Perusahaan telah mengumpulkan
pengetahuan yang luas dalam memilih dan membeli lokasi pabrik, memperkenalkan dan menyiapkan
peralatan, merekrut dan mengelola personel, serta menangani penjualan dan logistik produk. Berdasarkan
keahlian ini, Perusahaan memberanikan diri untuk berkecimplung di dunia perakitan peralatan industri
mesin tekstil, termasuk pemilihan peralatan untuk pengenalan/penggantian, negosiasi harga pembelian
peralatan, perhitungan waktu tunggu, dan perencanaan relokasi/pemanfaatan peralatan yang ada.
• Melalui perhitungan yang cermat, Perusahaan meyakini bahwa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini
akan memberikan kontribusi yang positif yang akan menambah pendapatan Perseroan.
• Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini maka akan menambah pangsa pasar untuk kegiatan usaha
selain industri tekstil baik woven dan non-woven, Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini juga bisa
merambah pangsa pasar dalam perakitan peralatan industri mesin tekstil.
• Potensi permintaan yang di analisa dapat di peroleh Perusahaan dalam kurun waktu 10 tahun adalah
sekitar USD 90 juta yang diperoleh dari perakitan peralatan industri mesin tekstil dari sekitar 9-10 pabrik
dari berbagai pelanggan di dalam negeri.
• Sasaran pasar dalam 10 tahun kedepan difokuskan pada berbagai perusahaan tekstil non-woven dan
perusahaan manufacture tekstil yang ada di Indonesia. Tercatat Perusahaan tekstil yang ada di Indonesia
yang terdaftar di BEI sedikitnya ada 15 perusahaan, diantara limanya adalah: PT Argo Pantes Tbk –
ARGO; PT Trisula Textile Industries Tbk – BELL; PT Century Textile Industry Tbk – CNTX; PT Ever Shine
Tex Tbk – ESTI; PT Panasia Indo Resources Tbk – HDTX.
b. Pesaing Usaha;
• Bisnis perakitan peralatan industri mesin tekstil ini merupakan suatu keahlian yang sangat spesifik
sehingga Perseroan berani untuk berasumsi bahwa di dalam negeri Indonesia, Inocycle tidak memliki
pesaing yang berarti. Namun bila di kawasan Asia khususnya dari China dan Korea, diketahui beberapa
Perusahaan yang menawarkan bisnis serupa diatas seperti antara lain: Jiangsu Yingyang Nonwoven
Machinery Co., Ltd, Jiangsu, China; Samill Machinery Co, Ltd, Dalseo-Gu, Daegu, Korea.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. v
Page 6
c. Strategi Pemasaran;
• Berhubung sampai saat ini belum ada Perusahaan Pesaing lokal maka Perseroan akan fokus dalam
menawarkan jasa ini ke berbagai perusahaan tekstil non woven dan perusahaan manufacture tekstil yang
ada di Indonesia.
• Selain itu Perusahaan berstrategi untuk senantiasa belajar untuk menambahan pengatuan mengenai
perakitan peralatan industri mesin tekstil khususnya dengan cepatnya perubahan teknologi yang ada di
bidang ini
Dengan memperhatikan analisis kelayakan pasar, Penambahan Kegiatan Usaha secara pasar layak.
2. Analisis Kelayakan Teknis;
a. Kapasitas;
• Berdasarkan informasi dari manajemen, kapasitas dan pendapatan atas Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha terdiri dari Penjualan Mesin, Penjualan Sparepart, dan Jasa Service. Dalam Penjualan Mesin,
Perusahaan mampu merakit 15-20 mesin, dalam Penjualan Sparepart Perusahaan mampu menyediakan
100-150 sparepart, dan dalam Jasa Service mampu menyelesaikan 5-10 unit, masing-masing dalam satu
tahun.
b. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya, Termasuk Bahan Baku Mentah, Pekerja, Dan Ahli Profesional;
• Dalam menjalankan bisnisnya, ketersediaan material merupakan hal yang harus diperhatikan. Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha ini, mesin yang dirakit untuk dijual dan sparepart di datangkan dari luar
negeri atau import. Hal ini disebabkan mesin yang dijual belum diproduksi di dalam negeri.
• Sementara itu, berkaitan dengan pekerja dan tenaga ahli profesional, Perusahaan selalu memilih tenaga
kerja dengan kualitas yang baik. Perusahaan memandang sumber daya manusia yang kompeten dan
profesional merupakan aset utama dalam mewujudkan visi dan misinya dan harus dikembangkan secara
berkesinambungan. Oleh karena itu, Perusahaan memberikan motivasi agar dapat berperan aktif disertai
dengan kesempatan untuk mengembangkan kualitasnya agar memiliki etos kerja yang unggul,
berkompetensi tinggi, dan berkualitas.
• Dalam merekrut sumber daya manusia, Perusahaan menyesuaikan dengan rencana bisnis dan
operasional Perusahaan dari tahun ke tahun. Perusahaan juga senantiasa menyediakan program
pelatihan dan pengembangan kompetensi yang relevan di bidang usaha Perusahaan termasuk sertifikasi
yang sesuai bagi masing-masing unit kerja. Ketersediaan Pekerja dan Ahli Profesional yang dibutuhkan
dalam Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini memerlukan tambahan tenaga kerja. Adapun jumlah
tenaga kerja yang dibutuhkan untuk kegiatan ini adalah sejumlah 3 orang Leader dan 28 orang Operator.
Perusahaan akan merekut tenaga kerja baru untuk menggantikan ke 31 tenaga kerja diatas
c. Proses Produksi;
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. vi
Page 7
• Proses produksi dari perakitan peralatan industri mesin tekstil ini bermula dari pesanan order dari
pelanggan. Pesanan ini akan dipelajari dengan cermat dari segi teknis. Bila dianggap feasible, akan
dibuatkan design, layout serta schedule dari pemasangan mesin. Setelah design, layout, schedule serta
berbagai perhitungan komersial termasuk harga disetujui pelanggan, maka dimulai pemesanan mesin dan
material. Setelah pemasangan selesai di lakukan pengujian dan diakhiri dengan Berita Acara Serah terima
barang bila semua berjalan sesuai dengan pemesanan. Pekerjaan perakitan peralatan industri mesin
tekstil dianggap selesai.
Dengan memperhatikan analisis kelayakan teknis, Penambahan Kegiatan Usaha secara teknis layak.
3. Analisis Kelayakan Pola Bisnis;
a. Keunggulan Kompetitif karena Keunikan Dari Pola Bisnis;
• Perusahaan memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan perusahaan yang bergerak di bidang sejenis.
Keunggulan Perusahaan antara lain adalah sebagai berikut: Mesin yang dijual belum dijual di dalam;
negeri; Mesin yang dijual memiliki produktifitas yang lebih baik; Mesin yang dijual memiliki efisiensi
energi yang lebih baik.
b. Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk;
• Secara umum, pesaing lokal kecil kemungkinan dapat meniru jenis usaha yang akan dimiliki Perusahaan
ini . Hal ini karena Perusahaan mempunyai keunggulan dalam melakukan kegiatan usahanya, dimana
keunikan yang dimiliki Perusahaan merupakan bisnis yang berkesinambungan. Maka, pesaing sulit untuk
dapat mereplika produk yang dimiliki Perusahaan.
c. Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai;
• Perusahaan mampu menciptakan nilai tambah terhadap bisnis perakitan peralatan industri mesin tekstil ini
menjadi barang dan jasa yang ekonomis. Sehingga mendorong Perusahaan untuk terus melakukan
pengembangan produk yang memiliki nilai tambah sesuai dengan perkembangan teknologi terkini. Hal ini
tentu saja memberikan peluang yang besar bagi Perusahaan dalam meningkatkan nilai perusahaan
dan mempertahankan kelangsungan usaha ke depannya.
Dengan memperhatikan analisis kelayakan pola bisnis, Penambahan Kegiatan Usaha secara pola bisnis layak.
4. Analisis Kelayakan Model Manajemen;
a. Ketersediaan Tenaga Kerja;
• Dalam Penambahan Kegiatan Usaha ini, Perusahaan merencanakan adanya penambahan tenaga kerja
dari yang telah dimiliki saat ini.
b. Manajemen Kekayaan Intelektual (Intellectual Property);
• Usaha untuk melindungi kekayaan intelektual, Perusahaan sudah memiliki sertifikat merek “Inocycle” yang
beralamat di Kawasan Industri Pasar Kemis, Jl. Putera Utama No. 10, Desa. Suka Asih, Kec. Pasar Kemis,
Tangerang, 15560 Banten dengan nomor pendaftaran IDM000836276 tanggal penerimaan 05 Juli 2019
yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sebagaimana
tercantum dalam sertifikat tersebut, perlindungan atas merek tersebut diberikan untuk jangka waktu 10
tahun sejak tanggal penerimaan, yakni sampai tanggal 5 Juli 2029 dan jangka waktu tersebut dapat
diperpanjang.
c. Manajemen Risiko;
• Risiko Umum, terkait dengan perubahan peraturan dan/atau kebijakan pemerintahan, legalitas dan
perizinan, melambatnya pertumbuhan ekonomi atau pertumbuhan ekonomi negatif di Indonesia, kondisi
politik Indonesia, dan fluktuasi kurs valuta asing. Secara khusus kebijakan pemerintah terhadap ijin impor
mesin-mesin tekstil merupakan resiko yang harus sangat diperhatikan.
• Risiko Terkait Kegiatan Usaha Perseroan, terkait dengan persaingan usaha, fluktuasi harga, dan
peningkatan biaya operasional.
d. Kapasitas Dan Kemampuan Manajemen;
• Kompetensi sumber daya manusia yang unggul diyakini Perusahaan adalah kunci yang akan mengantar
Perusahaan dalam mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Kesuksesan bisnis Perusahaan
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. vii
Page 8
tidak hanya ditentukan oleh kualitas produknya, namun juga karena didukung penuh oleh sumber daya
manusia yang terampil dan kompeten di setiap level.
• Menyadari hal tersebut, Perusahaan senantiasa meningkatkan pengelolaan sumber daya manusia melalui
penciptaan iklim kerja yang mampu menginspirasi dan memotivasi setiap karyawannya untuk memberikan
kinerja yang lebih baik dari waktu ke waktu. Perusahaan memberikan kesempatan yang sama kepada
setiap karyawannya untuk mengembangkan karir dengan tidak membeda-bedakan suku, agama, ras
maupun golongan.
• Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini memerlukan tambahan tenaga kerja. Adapun jumlah tenaga
kerja yang dibutuhkan untuk kegiatan ini adalah sejumlah 3 orang Leader dan 28 orang Operator.
Perusahaan akan merekut tenaga kerja baru untuk menggantikan ke 31 tenaga kerja diatas
e. Kesesuaian Struktur Organisasi Dan Manajemen;
• Dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian tugas yang disesuaikan dengan bagan
organisasi, pendelegasian wewenang yang jelas dan koordinasi kerja yang terpadu. Penempatan tenaga
kerja yang sesuai dengan pengalaman, keahlian dan keterampilannya merupakan faktor yang penting
dalam menerapkan kebijaksanaan perusahaan. Hal ini juga akan memperlancar pendelegasian tugas
kepada unit di bawahnya atau sebaliknya, yang pada akhirnya akan memperlancar kerja perusahaan.
Dengan memperhatikan analisis kelayakan model manajemen, Penambahan Kegiatan Usaha secara model manajemen
layak.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. viii
Page 9
5. Analisis Kelayakan Keuangan;
a. Biaya Pendirian (Start Up Costs);
Dalam Satuan Rupiah (.000)
Rincian Mesin Set Kurs Harga / Unit (USD) Unit Total (IDR)
Electricity Management 16.320 120.000 3 5.875.200
Energy Monitoring System 16.320 14.333 3 701.760
Overall Equipment Effectiveness 16.320 73.333 3 3.590.400
Heating & Relaxing Oven 16.320 172.667 3 8.453.760
Total Investasi Mesin 18.621.120
Dalam Satuan Rupiah (.000)
Tahun ke-1 Tahun ke-2
Investasi
Tanah - -
Bangunan - -
Mesin Set Tahap 1 12.414.080 -
Mesin Set Tahap 2 - 6.207.040
Peralatan Pabrik - -
Investasi Tahun Berjalan 12.414.080 6.207.040
Total Investasi Mesin 18.621.120
Dalam Satuan Rupiah (.000)
Struktur Investasi Porsi Nilai Investasi
Modal Kerja (Pendanaan Sendiri) 9% 1.862.112
Investasi (Pendanaan Pihak Ketiga) 91% 18.621.120
Total Investasi 20.483.232
• Berdasarkan informasi dari manajemen penjualan sudah dimulai pada tahun ke-1 setelah mesin yang dibeli
pada tahun ke-1 selesai dilakukan instalasi, produksi sendiri masih berkisar 9-11 unit. Pada tahun ke-2
setalah mesin yang dibeli pada tahun ke-2 selesai dilakukan instalasi, produksi naik 15-20 unit.
• Lokasi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha berada di area yang sudah dimiliki Perusahaan yang
berlokasi di:
• Pabrik Tangerang: Kawasan Industri Pasar Kemis, Jl. Putera Utama No.10, Sukaasih, Pasar Kemis,
Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Electricity Management dengan jumlah 1 mesin, Energy
Monitoring System dengan jumlah 1 mesin, Overall Equipment Effectiveness dengan jumlah 1 mesin,
dan Heating & Relaxing Oven dengan jumlah 1 mesin.
• Pabrik Karanganyar: Dusun Selorejo RT.002 RW. 009, Desa. Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo,
Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Electricity Management dengan jumlah 1 mesin,
Energy Monitoring System dengan jumlah 1 mesin, Overall Equipment Effectiveness dengan jumlah
1 mesin, dan Heating & Relaxing Oven dengan jumlah 1 mesin.
• Pabrik Mojokerto: Dusun Madyopuro RT.001 RW 001, Desa Kalipuro, Kecamatan Pungging,
Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Electricity Management dengan jumlah 1 mesin, Energy
Monitoring System dengan jumlah 1 mesin, Overall Equipment Effectiveness dengan jumlah 1 mesin,
dan Heating & Relaxing Oven dengan jumlah 1 mesin.
• Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dengan investasi berupa pembelian mesin Electricity Management
dengan jumlah 3 mesin, Energy Monitoring System dengan jumlah 3 mesin, Overall Equipment
Effectiveness dengan jumlah 3 mesin, dan Heating & Relaxing Oven dengan jumlah 3 mesin.
• Mesin tersebut berasal dari Jiangsu Feng Te Technology Co, Ltd, Lianyungang City,Jiangsu, China
dan Asia Kingdom Machinery Industry, Co, Ltd, Lu Jwu District, Tao Yuan City, Taiwan
b. Modal Kerja
• Modal kerja yang dibutuhkan terdiri dari Piutang, Persediaan, dan Utang Usaha. Modal kerja sebesar
Rp2,3 Miliar – 4 Miliar / tahun selama tahun proyeksi
c. Sumber Pembiayaan;
• Sumber pembiayaan 9% Pendanaan Sendiri dan 91% Pendanaan Pihak Ketiga Perbankan.
d. Proyeksi Penjualan
• Berdasarkan informasi dari manajemen, Penjualan Mesin 10-18 unit selama tahun proyeksi, Penjualan
Sparepart 100-145 unit selama tahun proyeksi, Jasa service 5-6 kali selama tahun proyeksi.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. ix
Page 10
• Berdasarkan informasi dari manajemen, harga per unit mesin 4,5 Miliar yang naik selama 3 tahun sebesar
3%. Harga sparepart rata-rata 150 juta yang naik selama 3 tahun sebesar 3%. Biaya jasa service rata-rata
50 juta yang naik selama 3 tahun sebesar 3%.
e. Biaya Operasional
• Beban Penjualan Umum dan Administrasi terdiri dari Biaya Gaji 10% dari total penjualan, Biaya Profesional
5% dari total penjualan, Biaya Transportasi 7% dari total penjualan, Biaya Peralatan Kantor 3% dari total
penjualan, dan Biaya Lain-lain 2% dari total penjualan. Beban Penjualan Umum dan Administrasi sebesar
Rp16,2 Miliar – Rp27,8 Miliar selama tahun proyeksi.
f. Biaya Bahan Baku Mentah
• Beban Pokok Penjualan terdiri dari Biaya Material 45% dari total penjualan, Biaya Tenaga Kerja Langsung
8% dari total penjualan, dan Biaya Overhead 12% dari total penjualan. Beban Penjualan sebesar Rp39,1
Miliar – Rp66,9 Miliar selama tahun proyeksi.
g. Proyeksi Laporan Keuangan
• Proyeksi Laba Rugi, Pada tahun proyeksi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perusahaan
diproyeksikan mendapatkan EBIT (Earning Before Interest dan Tax) berkisar 4,04 Miliar – 6,9 Miliar. Beban
pajak penghasilan diasumsikan berkisar 22%, sehingga Perusahaan mendapatkan EAT (Earning After
Tax) berkisar 2,9 Miliar – 4,8 Miliar.
• Metodologi Analisa, Metodologi dilakukan dengan menganalisa potensi keuntungan ekonomis yang dapat
diperoleh dari Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.
• Model Arus Kas yang Digunakan, Untuk melakukan analisis keuangan dalam studi kelayakan dengan
menggunakan metode diskonto arus kas, dengan menggunakan arus kas terhadap proyek Free Cash Flow
to Firm (FCFF). Kami menggunakan metode FCFF karena perusahaan bergerak di bidang industri
pengelolaan bukan tenunan dan industri serat stapel buatan sehingga FCFF lebih tepat untuk
mengakomodir arus kas proyek.
• Penetapan Tingkat Diskonto, Tingkat diskonto diestimasikan dengan menggunakan metode Weighted
Average Cost of Capital (WACC). Biaya Ekuitas (Ke) diestimasikan dengan metode Capital Asset Pricing
Model (CAPM). Tingkat diskonto yang digunakan adalah sebesar 11,2%.
• Analisis Kelayakan Investasi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha oleh Perusahaan dianalisa dengan
menggunakan 4 (empat) indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability
Index (PI), dan Payback Period dengan ringkasan sebagai berikut:
• Net Present Value (NPV) : 9.182.011.000
• Internal Rate of Return (IRR) : 20,47%
• Profitability Index (PI) : 1,45
• Payback Period : 4 Tahun 0 Bulan
Berdasarkan analisa kelayakan di atas, NPV menunjukkan nilai positif, IRR lebih tinggi daripada Discount
Rate dan PI lebih dari 1, dengan demikian investasi tersebut layak.
• Analisis Break Even Point dan Profitabilitas
Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 Tahun ke-6 Tahun ke-7 Tahun ke-8 Tahun ke-9 Tahun ke-10
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Tambahan Analisis
BEP Unit 0,9 0,9 0,9 0,9 0,9 0,9 0,9 0,9 0,9 0,9
BEP Cost 482.000 638.531 564.048 491.134 484.807 468.883 482.949 507.646 446.868 446.868
Cross Margin 35,0% 35,0% 35,0% 35,0% 35,0% 35,0% 35,0% 35,0% 35,0% 35,0%
Profit Margin 6,6% 6,7% 6,8% 6,6% 6,6% 6,4% 6,4% 6,4% 6,1% 6,1%
Return on Investment 7,1% 7,2% 7,3% 7,0% 7,0% 6,8% 6,8% 6,8% 6,5% 6,5%
Return on Investment yang normal berada di angka 5%-7%, dengan demikian Return on Investment
penambahan kegiatan usaha yang berada di kisaran 6,5%-7,3% dalam rasio yang normal. Cross margin
yang normal berada di atas 10%, dengan demikian Cross margin penambahan kegiatan usaha yang
berada di kisaran 35% dalam rasio yang normal. Profit margin yang normal berada di angka 5%-10%,
dengan demikian Profit margin penambahan kegiatan usaha yang berada di kisaran 6,1%-6,8% dalam
rasio yang normal.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. x
Page 11
Names mentioned 17 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Ginanjar Rizki Tarekat
p.2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2 ×2
unresolved
org
Sugianto Prasodjo dan Rekan
p.2 ×2
unresolved
org
KJPP Sugianto Prasodjo
p.2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.3
unresolved
org
Indonesia
p.4
unresolved
org
Pusat Statistik
p.4
unresolved
org
KJPP SPR
p.4 ×2
unresolved
org
Ever Shine Tex Tbk
p.5 ×2
unresolved
org
Jiangsu Yingyang Nonwoven Machinery Co., Ltd
p.5
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sebagaimana
p.7
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
3128 ms
12 Sep 2026 22:55
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}