Skip to content
Back to announcement

20241202_INOV_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31803782_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review INOV

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 11

Page 1
   LAPORAN STUDI KELAYAKAN
   FEASIBILITY STUDY REPORT

 Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

                        Oleh

  PT Inocycle Technology Group, Tbk.
 Kawasan Industri Pasar Kemis, Jl. Putera Utama No.10,
Sukaasih, Pasar Kemis, Tangerang Regency, Banten 15560
Page 2
                                                                                                     02 Desember 2024

Kepada Yth,
PT Inocycle Technology Group, Tbk.
Kawasan Industri Pasar Kemis
Jl. Putera Utama No.10, Sukaasih
Pasar Kemis, Tangerang Regency
Banten 15560

No. Laporan       : 00206/2.0131-09/BS-FS/04/0532/1/XII/2024
Hal               : Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

Dengan hormat,

Dalam rangka memenuhi kontrak penugasan penilaian yang dilakukan berdasarkan surat penawaran yang telah disetujui
sekaligus menjadi kontrak kerja penugasan Nomor: 00275/2.0131-09/KJPPSPR/FS-ITG/VIII/2024 tanggal 30 Agustus 2024.
Dengan ini kami menyatakan bahwa kami telah melakukan proses penilaian atas Objek Penilaian. Kami telah melakukan
Investigasi yang terdiri dari Inspeksi, penelaahan, penghitungan, analisis, dan memastikan bahwa Proses Penilaian sudah
dilakukan dengan cara yang benar.

Dengan diterbitkannya laporan ini sebagai revisi dalam pengungkapan analisa, kami menegaskan bahwa laporan dengan No.
00180/2.0131-09/PI-FS/04/0532/1/X/2024 dibatalkan atau sudah tidak berlaku lagi.

• STATUS KONSULTAN
  • Penilai Publik yang bertanda tangan didalam Laporan Penilaian ini yaitu Ginanjar Rizki Tarekat, S.T, M.Ec.Dev,
     MAPPI (Cert) merupakan Penilai Publik Properti dan Bisnis dengan Nomor Izin No. P-1.18.00532 berdasarkan
     Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 782/KM.1/2018 Tanggal 17 Desember 2018 dan Nomor Izin Penilai Publik
     No. B-1.23.00643 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 214/KM.1/2023 Tanggal 17 Mei 2023,
     bertindak atas nama Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Sugianto Prasodjo dan Rekan yang memperoleh Izin Usaha
     dari Kementrian Keuangan No. 2.15.0131 berdasarkan Kepmenkeu No. 722/KM.1/2015 tanggal 9 September 2015.
  • Penilai Publik terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal dengan nomor izin STTD.PPB-47/PM.02/2023 tanggal
     17 Juli 2023 yang tergabung dalam KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi
     Penunjang Pasar Modal No. S-859/PM.223/2015 tanggal 17 November 2015.
  • Penilai dalam posisi untuk memberikan penilaian secara obyektif dan tidak memihak.
  • Penilai tidak memiliki potensi benturan kepentingan dengan subjek dan/atau objek penilaian.
  • Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian sehingga tidak memerlukan bantuan tenaga ahli untuk
     melengkapi pelaksanaan tugas sebagaimana yang dimaksud dalam Lingkup Penugasan.
  • Seluruh Penilai, ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini dibawah koordinator Penilai berizin atau Penilai Publik
     pada laporan penilaian.




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                            ii
Page 3
• PEMBERI TUGAS
  Pemberi Tugas adalah PT Inocycle Technology Group, Tbk. yang berlalamat di Kawasan Industri Pasar Kemis, Jl.
  Putera Utama No.10, Sukaasih, Pasar Kemis, Tangerang Regency, Banten 15560.

• PENGGUNA LAPORAN
  Pengguna Laporan adalah PT Inocycle Technology Group, Tbk. yang berlalamat di Kawasan Industri Pasar Kemis, Jl.
  Putera Utama No.10, Sukaasih, Pasar Kemis, Tangerang Regency, Banten 15560.

• OBJEK STUDI KELAYAKAN
  Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha “Perakitan Peralatan Industri Mesin Tekstil” dengan rincian
  rencana penambahan KBLI oleh PT Inocycle Technology Group Tbk sebagai berikut:
  a. Menjalankan usaha dalam bidang Perdagangan Besar, meliputi:
        1. KBLI 46591: “perdagangan besar mesin kantor dan industri pengolahan, suku cadang dan perlengkapannya”
        2. KBLI 46599: “perdagangan besar mesin, peralatan dan perlengkapan lainnya”
  b. Menjalankan usaha dalam Bidang Industri, meliputi:
        1. KBLI 28263: “industri mesin tekstil”
        2. KBLI 28299: “industri mesin keperluan khusus lainnya”
  c. Menjalankan usaha dalam Bidang Jasa, meliputi
        1. KBLI 74909: “Aktivitas Profesional, Ilmiah dan Teknis Lainnya YTDL”
        2. KBLI 70204: “Aktivitas Konsultansi Manajemen Industri”
        3. KBLI 71102: “Aktivitas Keinsinyuran dan Konsultasi Teknis YBDI”
        4. KBLI 70209: “Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya”
        5. KBLI 71024: “Jasa Inspeksi Teknik Instalasi”
        6. KBLI 33122: “Reparasi Mesin Untuk Keperluan Khusus”

• JENIS MATA UANG YANG DIGUNAKAN
  Objek Penilaian dinilai dengan menggunakan mata uang Rupiah. Sebagai tambahan informasi, nilai kurs tengah Bank
  Indonesia pada tanggal penilaian adalah USD 1 = Rp16.320.

• MAKSUD DAN TUJUAN STUDI KELAYAKAN
  Maksud dan tujuan adalah memberikan pendapat kelayakan atas rencana kegiatan usaha baru oleh PT Inocycle
  Technology Group Tbk, untuk kepentingan Pasar Modal dengan lingkup indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate
  of Return (IRR), Profitability Index (PI), dan Payback Period.

   Studi Kelayakan dilakukan dengan mengacu POJK No. 35/POJK.04/2020 tentang penilaian dan penyajian laporan
   penilaian bisnis di pasar modal dan SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang pedoman penilaian dan penyajian laporan
   bisnis di pasar modal.

• METODOLOGI STUDI KELAYAKAN
  Metodologi yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini yaitu:
  • Pengumpulan data-data primer dari Perusahaan yang terkait dengan proyek yang meliputi data data identitas,
       perizinan, rencana usaha serta data-data lainnya yang terkait dengan rencana proyek.
  • Analisis makroekonomi dan industri.
  • Dalam melakasanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan proyek. Analisis ini dilakukan dengan
       menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), dan Payback
       Period.

• TANGGAL STUDI KELAYAKAN
  Tanggal studi kelayakan per 30 Juni 2024. Sehubungan dengan kemungkinan perubahan yang terjadi terhadap kondisi
  pasar dan kondisi objek tersebut, maka laporan penilaian ini hanya dapat mempresentasikan tentang opini kelayakan pada
  tanggal studi kelayakan.

Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                             iii
Page 4
• TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
  Dalam studi kelayakan ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang memadai diantaranya
  dengan melakukan wawancara terhadap Manajemen Perseroan, yaitu Erwin Prayudi Suyudono selaku Corporate
  Secretary Perseroan, Suyanto selaku Accounting Senior Manager dan Desi Susanti, Legal Manager.

• SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN
  Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi, dapat disetujui untuk digunakan sepanjang sumber
  data tersebut dipublikasikan pada tingkat nasional maupun internasional. Sumber data tersebut antara lain:
   • Badan Indonesia atau bank sentral negara lain
   • Bursa efek Indonesia atau bursa lainnya
   • Badan Pusat Statistik atau Lembaga statistik lain
   • Data riset dari Lembaga independent, namun tidak terbatas pada Bloomberg, IMF, dan Bank Dunia
   • Informasi dari media elektronik dan media cetak

• ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
   • Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
   • Perusahaan diasumsikan sebagai perusahaan yang sedang berjalan dan akan melanjutkan kegiatan usahanya di
      masa yang akan datang.
   • Perusahaan diasumsikan telah memenuhi seluruh aspek legal dan perundang-undangan yang berlaku secara umum
      maupun spesifik terhadap industrinya agar dapat melakukan kegiatan operasional.
   • Laporan keuangan audit yang digunakan sebagai dasar dalam analisis penilaian ini diasumsikan akurat dan benar
      serta tidak ada informasi disembunyikan atau sengaja disembunyikan.
   • Studi Kelayakan dilakukan dengan adanya akses untuk pelaksanaan investigasi yang memadai
   • Studi kelayakan didasarkan atas proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi
      keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaian (fiduciary duty).
   • Proyeksi harga, volume penjualan, dan informasi keuangan lainnya didasarkan atas informasi keuangan prospektif
      yang disiapkan oleh manajemen yang telah disesuaikan dan diasumsikan dapat dicapai.
   • Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
   • Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat
      mempengaruhi operasional perusahaan.
   • Untuk tujuan Studi Kelayakan, telah dilengkapi data yang disediakan oleh manajemen Perusahaan serta data verbal
      yang didapatkan selama investigasi dan data tersebut diasumsikan akurat dan benar.

• PERSYARATAN DAN PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI
  Laporan studi kelayakan ini bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi rahasia yang dapat mempengaruhi
  operasional perusahaan. Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan studi kelayakan ini sebagaimana yang disebutkan dalam
  lingkup penugasan, menginformasikan bahwa tidak terdapat informasi rahasia yang dapat mempengaruhi operasional
  perusahaan di dalam laporan ini. Penggunaan Laporan di luar dari ketentuan yang disebutkan dalam lingkup Penugasan
  Laporan ini harus mendapatkan persetujuan tertulis dari KJPP SPR serta Pemberi Tugas.

   Tanda tangan Penilai Publik dan cap KJPP SPR yang resmi merupakan syarat mutlak Laporan Studi Kelayakan yang
   dihasilkan.

• KONFIRMASI DILAKUKAN BERDASARKAN PERATURAN OJK SERTA KEPI & SPI
  Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan telah dibuat dengan memenuhi ketentuan POJK
  No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat SEOJK No.
  17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Kode Etik
  Penilai Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII-2018 beserta Edisi Revisi SPI 330 Tahun
  2020.


Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                          iv
Page 5
• ANALISA KELAYAKAN
  1.     Analisis Kelayakan Pasar;
      a. Kondisi Pasar
          • Ekonomi Indonesia triwulan II-2024 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 3,79
              persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Pertanian,
              Kehutanan dan Perikanan sebesar 23,43 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran
              Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 19,58 persen. Ekonomi Indonesia
              triwulan II-2024 terhadap triwulan II-2023 tumbuh sebesar 5,05 persen (y-on-y).
          • Secara finansial, Perusahaan telah menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan. Hingga semester pertama
              tahun 2024, Perusahaan mencatat penjualan sebesar Rp307 miliar, di mana produk Re-PSF menyumbang
              75% dari total tersebut. Selain itu, Perusahaan berhasil mencatatkan peningkatan penjualan ekspor yang
              mengesankan sebesar 122% YoY, dengan berkontribusi sebesar 20% dari total penjualan.
          • Perusahaan juga mengoptimalkan jaringan yang ada . Rantai pasokan Inocycle merupakan landasan
              operasi, yang ditandai dengan jaringan yang kuat dari lima fasilitas pencucian yang berlokasi strategis di
              seluruh Indonesia, belum lagi Perusahaan dan Grupnya yang hadir di lebih dari 20 lokasi di seluruh
              Indonesia, meningkatkan kemampuannya untuk mengamankan bahan baku (limbah PET). Kapasitas
              fasilitas pencucian Inocycle mencapai sekitar 37.000 MT dengan tingkat utilisasi saat ini sekitar 45%, yang
              menunjukkan potensi peningkatan yang signifikan. Selain itu, lonjakan penjualan ekspor INOV
              menandakan potensi permintaan, terutama dari merek global yang berfokus pada pencapaian target emisi
              nol bersih mereka. Dengan memanfaatkan kapasitas, jaringan, pengetahuan, dan teknologinya, INOV
              berada pada posisi yang tepat untuk memenuhi permintaan ini.
          • Dengan adanya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini maka akan menambah keragaman usaha
              sehingga tidak tergantung hanya di bisnis industri tekstil baik woven dan non-woven yang selama ini
              digeluti. Perusahaan telah membangun dan mengoperasikan aset berwujud dan tidak berwujud yang
              substansial di seluruh Indonesia selama periode yang panjang. Perusahaan telah mengumpulkan
              pengetahuan yang luas dalam memilih dan membeli lokasi pabrik, memperkenalkan dan menyiapkan
              peralatan, merekrut dan mengelola personel, serta menangani penjualan dan logistik produk. Berdasarkan
              keahlian ini, Perusahaan memberanikan diri untuk berkecimplung di dunia perakitan peralatan industri
              mesin tekstil, termasuk pemilihan peralatan untuk pengenalan/penggantian, negosiasi harga pembelian
              peralatan, perhitungan waktu tunggu, dan perencanaan relokasi/pemanfaatan peralatan yang ada.
          • Melalui perhitungan yang cermat, Perusahaan meyakini bahwa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini
              akan memberikan kontribusi yang positif yang akan menambah pendapatan Perseroan.
          • Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini maka akan menambah pangsa pasar untuk kegiatan usaha
              selain industri tekstil baik woven dan non-woven, Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini juga bisa
              merambah pangsa pasar dalam perakitan peralatan industri mesin tekstil.
          • Potensi permintaan yang di analisa dapat di peroleh Perusahaan dalam kurun waktu 10 tahun adalah
              sekitar USD 90 juta yang diperoleh dari perakitan peralatan industri mesin tekstil dari sekitar 9-10 pabrik
              dari berbagai pelanggan di dalam negeri.
          • Sasaran pasar dalam 10 tahun kedepan difokuskan pada berbagai perusahaan tekstil non-woven dan
              perusahaan manufacture tekstil yang ada di Indonesia. Tercatat Perusahaan tekstil yang ada di Indonesia
              yang terdaftar di BEI sedikitnya ada 15 perusahaan, diantara limanya adalah: PT Argo Pantes Tbk –
              ARGO; PT Trisula Textile Industries Tbk – BELL; PT Century Textile Industry Tbk – CNTX; PT Ever Shine
              Tex Tbk – ESTI; PT Panasia Indo Resources Tbk – HDTX.
      b. Pesaing Usaha;
          • Bisnis perakitan peralatan industri mesin tekstil ini merupakan suatu keahlian yang sangat spesifik
              sehingga Perseroan berani untuk berasumsi bahwa di dalam negeri Indonesia, Inocycle tidak memliki
              pesaing yang berarti. Namun bila di kawasan Asia khususnya dari China dan Korea, diketahui beberapa
              Perusahaan yang menawarkan bisnis serupa diatas seperti antara lain: Jiangsu Yingyang Nonwoven
              Machinery Co., Ltd, Jiangsu, China; Samill Machinery Co, Ltd, Dalseo-Gu, Daegu, Korea.




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                             v
Page 6
           c.   Strategi Pemasaran;
                • Berhubung sampai saat ini belum ada Perusahaan Pesaing lokal maka Perseroan akan fokus dalam
                     menawarkan jasa ini ke berbagai perusahaan tekstil non woven dan perusahaan manufacture tekstil yang
                     ada di Indonesia.
                • Selain itu Perusahaan berstrategi untuk senantiasa belajar untuk menambahan pengatuan mengenai
                     perakitan peralatan industri mesin tekstil khususnya dengan cepatnya perubahan teknologi yang ada di
                     bidang ini

        Dengan memperhatikan analisis kelayakan pasar, Penambahan Kegiatan Usaha secara pasar layak.

   2.         Analisis Kelayakan Teknis;
           a.  Kapasitas;
               • Berdasarkan informasi dari manajemen, kapasitas dan pendapatan atas Rencana Penambahan Kegiatan
                   Usaha terdiri dari Penjualan Mesin, Penjualan Sparepart, dan Jasa Service. Dalam Penjualan Mesin,
                   Perusahaan mampu merakit 15-20 mesin, dalam Penjualan Sparepart Perusahaan mampu menyediakan
                   100-150 sparepart, dan dalam Jasa Service mampu menyelesaikan 5-10 unit, masing-masing dalam satu
                   tahun.
           b. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya, Termasuk Bahan Baku Mentah, Pekerja, Dan Ahli Profesional;
               • Dalam menjalankan bisnisnya, ketersediaan material merupakan hal yang harus diperhatikan. Rencana
                   Penambahan Kegiatan Usaha ini, mesin yang dirakit untuk dijual dan sparepart di datangkan dari luar
                   negeri atau import. Hal ini disebabkan mesin yang dijual belum diproduksi di dalam negeri.
               • Sementara itu, berkaitan dengan pekerja dan tenaga ahli profesional, Perusahaan selalu memilih tenaga
                   kerja dengan kualitas yang baik. Perusahaan memandang sumber daya manusia yang kompeten dan
                   profesional merupakan aset utama dalam mewujudkan visi dan misinya dan harus dikembangkan secara
                   berkesinambungan. Oleh karena itu, Perusahaan memberikan motivasi agar dapat berperan aktif disertai
                   dengan kesempatan untuk mengembangkan kualitasnya agar memiliki etos kerja yang unggul,
                   berkompetensi tinggi, dan berkualitas.
               • Dalam merekrut sumber daya manusia, Perusahaan menyesuaikan dengan rencana bisnis dan
                   operasional Perusahaan dari tahun ke tahun. Perusahaan juga senantiasa menyediakan program
                   pelatihan dan pengembangan kompetensi yang relevan di bidang usaha Perusahaan termasuk sertifikasi
                   yang sesuai bagi masing-masing unit kerja. Ketersediaan Pekerja dan Ahli Profesional yang dibutuhkan
                   dalam Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini memerlukan tambahan tenaga kerja. Adapun jumlah
                   tenaga kerja yang dibutuhkan untuk kegiatan ini adalah sejumlah 3 orang Leader dan 28 orang Operator.
                   Perusahaan akan merekut tenaga kerja baru untuk menggantikan ke 31 tenaga kerja diatas
           c. Proses Produksi;




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                            vi
Page 7
                •   Proses produksi dari perakitan peralatan industri mesin tekstil ini bermula dari pesanan order dari
                    pelanggan. Pesanan ini akan dipelajari dengan cermat dari segi teknis. Bila dianggap feasible, akan
                    dibuatkan design, layout serta schedule dari pemasangan mesin. Setelah design, layout, schedule serta
                    berbagai perhitungan komersial termasuk harga disetujui pelanggan, maka dimulai pemesanan mesin dan
                    material. Setelah pemasangan selesai di lakukan pengujian dan diakhiri dengan Berita Acara Serah terima
                    barang bila semua berjalan sesuai dengan pemesanan. Pekerjaan perakitan peralatan industri mesin
                    tekstil dianggap selesai.

        Dengan memperhatikan analisis kelayakan teknis, Penambahan Kegiatan Usaha secara teknis layak.

   3.         Analisis Kelayakan Pola Bisnis;
           a.  Keunggulan Kompetitif karena Keunikan Dari Pola Bisnis;
               • Perusahaan memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan perusahaan yang bergerak di bidang sejenis.
                   Keunggulan Perusahaan antara lain adalah sebagai berikut: Mesin yang dijual belum dijual di dalam;
                   negeri; Mesin yang dijual memiliki produktifitas yang lebih baik; Mesin yang dijual memiliki efisiensi
                   energi yang lebih baik.
           b. Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk;
               • Secara umum, pesaing lokal kecil kemungkinan dapat meniru jenis usaha yang akan dimiliki Perusahaan
                   ini . Hal ini karena Perusahaan mempunyai keunggulan dalam melakukan kegiatan usahanya, dimana
                   keunikan yang dimiliki Perusahaan merupakan bisnis yang berkesinambungan. Maka, pesaing sulit untuk
                   dapat mereplika produk yang dimiliki Perusahaan.
           c. Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai;
               • Perusahaan mampu menciptakan nilai tambah terhadap bisnis perakitan peralatan industri mesin tekstil ini
                   menjadi barang dan jasa yang ekonomis. Sehingga mendorong Perusahaan untuk terus melakukan
                   pengembangan produk yang memiliki nilai tambah sesuai dengan perkembangan teknologi terkini. Hal ini
                   tentu saja memberikan peluang yang besar bagi Perusahaan dalam meningkatkan nilai perusahaan
                   dan mempertahankan kelangsungan usaha ke depannya.

        Dengan memperhatikan analisis kelayakan pola bisnis, Penambahan Kegiatan Usaha secara pola bisnis layak.

   4.         Analisis Kelayakan Model Manajemen;
           a. Ketersediaan Tenaga Kerja;
               • Dalam Penambahan Kegiatan Usaha ini, Perusahaan merencanakan adanya penambahan tenaga kerja
                   dari yang telah dimiliki saat ini.
           b. Manajemen Kekayaan Intelektual (Intellectual Property);
               • Usaha untuk melindungi kekayaan intelektual, Perusahaan sudah memiliki sertifikat merek “Inocycle” yang
                   beralamat di Kawasan Industri Pasar Kemis, Jl. Putera Utama No. 10, Desa. Suka Asih, Kec. Pasar Kemis,
                   Tangerang, 15560 Banten dengan nomor pendaftaran IDM000836276 tanggal penerimaan 05 Juli 2019
                   yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sebagaimana
                   tercantum dalam sertifikat tersebut, perlindungan atas merek tersebut diberikan untuk jangka waktu 10
                   tahun sejak tanggal penerimaan, yakni sampai tanggal 5 Juli 2029 dan jangka waktu tersebut dapat
                   diperpanjang.
           c. Manajemen Risiko;
               • Risiko Umum, terkait dengan perubahan peraturan dan/atau kebijakan pemerintahan, legalitas dan
                   perizinan, melambatnya pertumbuhan ekonomi atau pertumbuhan ekonomi negatif di Indonesia, kondisi
                   politik Indonesia, dan fluktuasi kurs valuta asing. Secara khusus kebijakan pemerintah terhadap ijin impor
                   mesin-mesin tekstil merupakan resiko yang harus sangat diperhatikan.
               • Risiko Terkait Kegiatan Usaha Perseroan, terkait dengan persaingan usaha, fluktuasi harga, dan
                   peningkatan biaya operasional.
           d. Kapasitas Dan Kemampuan Manajemen;
               • Kompetensi sumber daya manusia yang unggul diyakini Perusahaan adalah kunci yang akan mengantar
                   Perusahaan dalam mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Kesuksesan bisnis Perusahaan



Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                                vii
Page 8
                  tidak hanya ditentukan oleh kualitas produknya, namun juga karena didukung penuh oleh sumber daya
                  manusia yang terampil dan kompeten di setiap level.
              • Menyadari hal tersebut, Perusahaan senantiasa meningkatkan pengelolaan sumber daya manusia melalui
                  penciptaan iklim kerja yang mampu menginspirasi dan memotivasi setiap karyawannya untuk memberikan
                  kinerja yang lebih baik dari waktu ke waktu. Perusahaan memberikan kesempatan yang sama kepada
                  setiap karyawannya untuk mengembangkan karir dengan tidak membeda-bedakan suku, agama, ras
                  maupun golongan.
              • Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini memerlukan tambahan tenaga kerja. Adapun jumlah tenaga
                  kerja yang dibutuhkan untuk kegiatan ini adalah sejumlah 3 orang Leader dan 28 orang Operator.
                  Perusahaan akan merekut tenaga kerja baru untuk menggantikan ke 31 tenaga kerja diatas
         e.   Kesesuaian Struktur Organisasi Dan Manajemen;
              • Dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian tugas yang disesuaikan dengan bagan
                  organisasi, pendelegasian wewenang yang jelas dan koordinasi kerja yang terpadu. Penempatan tenaga
                  kerja yang sesuai dengan pengalaman, keahlian dan keterampilannya merupakan faktor yang penting
                  dalam menerapkan kebijaksanaan perusahaan. Hal ini juga akan memperlancar pendelegasian tugas
                  kepada unit di bawahnya atau sebaliknya, yang pada akhirnya akan memperlancar kerja perusahaan.

     Dengan memperhatikan analisis kelayakan model manajemen, Penambahan Kegiatan Usaha secara model manajemen
     layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                      viii
Page 9
   5.         Analisis Kelayakan Keuangan;
         a.    Biaya Pendirian (Start Up Costs);
                                                                                                      Dalam Satuan Rupiah (.000)
                            Rincian Mesin Set                  Kurs       Harga / Unit (USD) Unit          Total (IDR)
                            Electricity Management                16.320            120.000            3         5.875.200
                            Energy Monitoring System              16.320              14.333           3           701.760
                            Overall Equipment Effectiveness       16.320              73.333           3         3.590.400
                            Heating & Relaxing Oven               16.320            172.667            3         8.453.760
                                                        Total Investasi Mesin                                  18.621.120
                                                                                            Dalam Satuan Rupiah (.000)
                                                                               Tahun ke-1           Tahun ke-2
                                  Investasi
                                  Tanah                                                     -                   -
                                  Bangunan                                                  -                   -
                                  Mesin Set Tahap 1                                12.414.080                   -
                                  Mesin Set Tahap 2                                         -           6.207.040
                                  Peralatan Pabrik                                          -                   -
                                  Investasi Tahun Berjalan                         12.414.080           6.207.040
                                  Total Investasi Mesin                                                18.621.120
                                                                                            Dalam Satuan Rupiah (.000)
                                  Struktur Investasi                           Porsi                Nilai Investasi
                                  Modal Kerja (Pendanaan Sendiri)                          9%             1.862.112
                                  Investasi (Pendanaan Pihak Ketiga)                      91%           18.621.120
                                  Total Investasi                                                       20.483.232
              •   Berdasarkan informasi dari manajemen penjualan sudah dimulai pada tahun ke-1 setelah mesin yang dibeli
                  pada tahun ke-1 selesai dilakukan instalasi, produksi sendiri masih berkisar 9-11 unit. Pada tahun ke-2
                  setalah mesin yang dibeli pada tahun ke-2 selesai dilakukan instalasi, produksi naik 15-20 unit.
              • Lokasi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha berada di area yang sudah dimiliki Perusahaan yang
                  berlokasi di:
                   • Pabrik Tangerang: Kawasan Industri Pasar Kemis, Jl. Putera Utama No.10, Sukaasih, Pasar Kemis,
                        Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Electricity Management dengan jumlah 1 mesin, Energy
                        Monitoring System dengan jumlah 1 mesin, Overall Equipment Effectiveness dengan jumlah 1 mesin,
                        dan Heating & Relaxing Oven dengan jumlah 1 mesin.
                   • Pabrik Karanganyar: Dusun Selorejo RT.002 RW. 009, Desa. Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo,
                        Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Electricity Management dengan jumlah 1 mesin,
                        Energy Monitoring System dengan jumlah 1 mesin, Overall Equipment Effectiveness dengan jumlah
                        1 mesin, dan Heating & Relaxing Oven dengan jumlah 1 mesin.
                   • Pabrik Mojokerto: Dusun Madyopuro RT.001 RW 001, Desa Kalipuro, Kecamatan Pungging,
                        Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Electricity Management dengan jumlah 1 mesin, Energy
                        Monitoring System dengan jumlah 1 mesin, Overall Equipment Effectiveness dengan jumlah 1 mesin,
                        dan Heating & Relaxing Oven dengan jumlah 1 mesin.
              • Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dengan investasi berupa pembelian mesin Electricity Management
                  dengan jumlah 3 mesin, Energy Monitoring System dengan jumlah 3 mesin, Overall Equipment
                  Effectiveness dengan jumlah 3 mesin, dan Heating & Relaxing Oven dengan jumlah 3 mesin.
                  • Mesin tersebut berasal dari Jiangsu Feng Te Technology Co, Ltd, Lianyungang City,Jiangsu, China
                       dan Asia Kingdom Machinery Industry, Co, Ltd, Lu Jwu District, Tao Yuan City, Taiwan
         b.   Modal Kerja
              • Modal kerja yang dibutuhkan terdiri dari Piutang, Persediaan, dan Utang Usaha. Modal kerja sebesar
                  Rp2,3 Miliar – 4 Miliar / tahun selama tahun proyeksi
         c.   Sumber Pembiayaan;
              • Sumber pembiayaan 9% Pendanaan Sendiri dan 91% Pendanaan Pihak Ketiga Perbankan.
         d.   Proyeksi Penjualan
              • Berdasarkan informasi dari manajemen, Penjualan Mesin 10-18 unit selama tahun proyeksi, Penjualan
                  Sparepart 100-145 unit selama tahun proyeksi, Jasa service 5-6 kali selama tahun proyeksi.

Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                                         ix
Page 10
              •   Berdasarkan informasi dari manajemen, harga per unit mesin 4,5 Miliar yang naik selama 3 tahun sebesar
                  3%. Harga sparepart rata-rata 150 juta yang naik selama 3 tahun sebesar 3%. Biaya jasa service rata-rata
                  50 juta yang naik selama 3 tahun sebesar 3%.
         e.   Biaya Operasional
              • Beban Penjualan Umum dan Administrasi terdiri dari Biaya Gaji 10% dari total penjualan, Biaya Profesional
                  5% dari total penjualan, Biaya Transportasi 7% dari total penjualan, Biaya Peralatan Kantor 3% dari total
                  penjualan, dan Biaya Lain-lain 2% dari total penjualan. Beban Penjualan Umum dan Administrasi sebesar
                  Rp16,2 Miliar – Rp27,8 Miliar selama tahun proyeksi.
         f.   Biaya Bahan Baku Mentah
              • Beban Pokok Penjualan terdiri dari Biaya Material 45% dari total penjualan, Biaya Tenaga Kerja Langsung
                  8% dari total penjualan, dan Biaya Overhead 12% dari total penjualan. Beban Penjualan sebesar Rp39,1
                  Miliar – Rp66,9 Miliar selama tahun proyeksi.
         g.   Proyeksi Laporan Keuangan
              • Proyeksi Laba Rugi, Pada tahun proyeksi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perusahaan
                  diproyeksikan mendapatkan EBIT (Earning Before Interest dan Tax) berkisar 4,04 Miliar – 6,9 Miliar. Beban
                  pajak penghasilan diasumsikan berkisar 22%, sehingga Perusahaan mendapatkan EAT (Earning After
                  Tax) berkisar 2,9 Miliar – 4,8 Miliar.
              • Metodologi Analisa, Metodologi dilakukan dengan menganalisa potensi keuntungan ekonomis yang dapat
                  diperoleh dari Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.
              • Model Arus Kas yang Digunakan, Untuk melakukan analisis keuangan dalam studi kelayakan dengan
                  menggunakan metode diskonto arus kas, dengan menggunakan arus kas terhadap proyek Free Cash Flow
                  to Firm (FCFF). Kami menggunakan metode FCFF karena perusahaan bergerak di bidang industri
                  pengelolaan bukan tenunan dan industri serat stapel buatan sehingga FCFF lebih tepat untuk
                  mengakomodir arus kas proyek.
              • Penetapan Tingkat Diskonto, Tingkat diskonto diestimasikan dengan menggunakan metode Weighted
                  Average Cost of Capital (WACC). Biaya Ekuitas (Ke) diestimasikan dengan metode Capital Asset Pricing
                  Model (CAPM). Tingkat diskonto yang digunakan adalah sebesar 11,2%.
              • Analisis Kelayakan Investasi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha oleh Perusahaan dianalisa dengan
                  menggunakan 4 (empat) indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability
                  Index (PI), dan Payback Period dengan ringkasan sebagai berikut:

                  •      Net Present Value (NPV)                                  : 9.182.011.000
                  •      Internal Rate of Return (IRR)                            : 20,47%
                  •      Profitability Index (PI)                                 : 1,45
                  •      Payback Period                                           : 4 Tahun 0 Bulan

                  Berdasarkan analisa kelayakan di atas, NPV menunjukkan nilai positif, IRR lebih tinggi daripada Discount
                  Rate dan PI lebih dari 1, dengan demikian investasi tersebut layak.
              •   Analisis Break Even Point dan Profitabilitas

                                            Tahun ke-1     Tahun ke-2     Tahun ke-3     Tahun ke-4     Tahun ke-5     Tahun ke-6     Tahun ke-7     Tahun ke-8     Tahun ke-9     Tahun ke-10
                                             Jan-Des        Jan-Des        Jan-Des        Jan-Des        Jan-Des        Jan-Des        Jan-Des        Jan-Des        Jan-Des         Jan-Des
                        Tambahan Analisis
                   BEP Unit                          0,9            0,9            0,9            0,9            0,9            0,9            0,9            0,9            0,9             0,9
                   BEP Cost                     482.000        638.531        564.048        491.134        484.807        468.883        482.949        507.646        446.868         446.868
                   Cross Margin                   35,0%          35,0%          35,0%          35,0%          35,0%          35,0%          35,0%          35,0%          35,0%           35,0%
                   Profit Margin                   6,6%           6,7%           6,8%           6,6%           6,6%           6,4%           6,4%           6,4%           6,1%            6,1%
                   Return on Investment            7,1%           7,2%           7,3%           7,0%           7,0%           6,8%           6,8%           6,8%           6,5%            6,5%

                  Return on Investment yang normal berada di angka 5%-7%, dengan demikian Return on Investment
                  penambahan kegiatan usaha yang berada di kisaran 6,5%-7,3% dalam rasio yang normal. Cross margin
                  yang normal berada di atas 10%, dengan demikian Cross margin penambahan kegiatan usaha yang
                  berada di kisaran 35% dalam rasio yang normal. Profit margin yang normal berada di angka 5%-10%,
                  dengan demikian Profit margin penambahan kegiatan usaha yang berada di kisaran 6,1%-6,8% dalam
                  rasio yang normal.




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                                                                                                   x
Page 11

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.5 MB
Published2 Dec 2024
Pages11
Characters36,475
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 17 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT Inocycle Technology Group p.1 ×31
linked org Argo Pantes Tbk p.5 ×2
linked org Trisula Textile Industries Tbk p.5 ×2
linked org Century Textile Industry Tbk p.5 ×2
linked org Panasia Indo Resources Tbk p.5 ×2
possible org Bursa efek Indonesia p.4
unresolved person Ginanjar Rizki Tarekat p.2
unresolved org Menteri Keuangan p.2 ×2
unresolved org Sugianto Prasodjo dan Rekan p.2 ×2
unresolved org KJPP Sugianto Prasodjo p.2
unresolved org Bank Indonesia p.3
unresolved org Indonesia p.4
unresolved org Pusat Statistik p.4
unresolved org KJPP SPR p.4 ×2
unresolved org Ever Shine Tex Tbk p.5 ×2
unresolved org Jiangsu Yingyang Nonwoven Machinery Co., Ltd p.5
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sebagaimana p.7

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 3128 ms 12 Sep 2026 22:55
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result