Back to announcement
20241130_INOV_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31803157_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review INOVSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 57
Page 1
LAPORAN STUDI KELAYAKAN
FEASIBILITY STUDY REPORT
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Oleh
PT Inocycle Technology Group, Tbk.
Kawasan Industri Pasar Kemis, Jl. Putera Utama No.10,
Sukaasih, Pasar Kemis, Tangerang Regency, Banten 15560
Page 2
25 Oktober 2024
Kepada Yth,
PT Inocycle Technology Group, Tbk.
Kawasan Industri Pasar Kemis
Jl. Putera Utama No.10, Sukaasih
Pasar Kemis, Tangerang Regency
Banten 15560
No. Laporan : 00180/2.0131-09/BS-FS/04/0532/1/X/2024
Hal : Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Dengan hormat,
Dalam rangka memenuhi kontrak penugasan penilaian yang dilakukan berdasarkan surat penawaran yang telah disetujui
sekaligus menjadi kontrak kerja penugasan Nomor: 00275/2.0131-09/KJPPSPR/FS-ITG/VIII/2024 tanggal 30 Agustus 2024.
Dengan ini kami menyatakan bahwa kami telah melakukan proses penilaian atas Objek Penilaian. Kami telah melakukan
Investigasi yang terdiri dari Inspeksi, penelaahan, penghitungan, analisis, dan memastikan bahwa Proses Penilaian sudah
dilakukan dengan cara yang benar.
Dengan diterbitkannya laporan ini sebagai revisi dalam pengungkapan analisa, kami menegaskan bahwa laporan dengan No.
00179/2.0131-09/PI-FS/04/0532/1/X/2024 dibatalkan atau sudah tidak berlaku lagi.
• STATUS KONSULTAN
• Penilai Publik yang bertanda tangan didalam Laporan Penilaian ini yaitu Ginanjar Rizki Tarekat, S.T, M.Ec.Dev,
MAPPI (Cert) merupakan Penilai Publik Properti dan Bisnis dengan Nomor Izin No. P-1.18.00532 berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 782/KM.1/2018 Tanggal 17 Desember 2018 dan Nomor Izin Penilai Publik
No. B-1.23.00643 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 214/KM.1/2023 Tanggal 17 Mei 2023,
bertindak atas nama Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Sugianto Prasodjo dan Rekan yang memperoleh Izin Usaha
dari Kementrian Keuangan No. 2.15.0131 berdasarkan Kepmenkeu No. 722/KM.1/2015 tanggal 9 September 2015.
• Penilai Publik terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal dengan nomor izin STTD.PPB-47/PM.02/2023 tanggal
17 Juli 2023 yang tergabung dalam KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi
Penunjang Pasar Modal No. S-859/PM.223/2015 tanggal 17 November 2015.
• Penilai dalam posisi untuk memberikan penilaian secara obyektif dan tidak memihak.
• Penilai tidak memiliki potensi benturan kepentingan dengan subjek dan/atau objek penilaian.
• Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian sehingga tidak memerlukan bantuan tenaga ahli untuk
melengkapi pelaksanaan tugas sebagaimana yang dimaksud dalam Lingkup Penugasan.
• Seluruh Penilai, ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini dibawah koordinator Penilai berizin atau Penilai Publik
pada laporan penilaian.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. ii
Page 3
• PEMBERI TUGAS
Pemberi Tugas adalah PT Inocycle Technology Group, Tbk. yang berlalamat di Kawasan Industri Pasar Kemis, Jl.
Putera Utama No.10, Sukaasih, Pasar Kemis, Tangerang Regency, Banten 15560.
• PENGGUNA LAPORAN
Pengguna Laporan adalah PT Inocycle Technology Group, Tbk. yang berlalamat di Kawasan Industri Pasar Kemis, Jl.
Putera Utama No.10, Sukaasih, Pasar Kemis, Tangerang Regency, Banten 15560.
• OBJEK STUDI KELAYAKAN
Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha “Perakitan Peralatan Industri Mesin Tekstil” dengan rincian
rencana penambahan KBLI oleh PT Inocycle Technology Group Tbk sebagai berikut:
a. Menjalankan usaha dalam bidang Perdagangan Besar, meliputi:
1. KBLI 46591: “perdagangan besar mesin kantor dan industri pengolahan, suku cadang dan perlengkapannya”
2. KBLI 46599: “perdagangan besar mesin, peralatan dan perlengkapan lainnya”
b. Menjalankan usaha dalam Bidang Industri, meliputi:
1. KBLI 28263: “industri mesin tekstil”
2. KBLI 28299: “industri mesin keperluan khusus lainnya”
c. Menjalankan usaha dalam Bidang Jasa, meliputi
1. KBLI 74909: “Aktivitas Profesional, Ilmiah dan Teknis Lainnya YTDL”
2. KBLI 70204: “Aktivitas Konsultansi Manajemen Industri”
3. KBLI 71102: “Aktivitas Keinsinyuran dan Konsultasi Teknis YBDI”
4. KBLI 70209: “Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya”
5. KBLI 71024: “Jasa Inspeksi Teknik Instalasi”
6. KBLI 33122: “Reparasi Mesin Untuk Keperluan Khusus”
• JENIS MATA UANG YANG DIGUNAKAN
Objek Penilaian dinilai dengan menggunakan mata uang Rupiah. Sebagai tambahan informasi, nilai kurs tengah Bank
Indonesia pada tanggal penilaian adalah USD 1 = Rp16.320.
• MAKSUD DAN TUJUAN STUDI KELAYAKAN
Maksud dan tujuan adalah memberikan pendapat kelayakan atas rencana kegiatan usaha baru oleh PT Inocycle
Technology Group Tbk, untuk kepentingan Pasar Modal dengan lingkup indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate
of Return (IRR), Profitability Index (PI), dan Payback Period.
Studi Kelayakan dilakukan dengan mengacu POJK No. 35/POJK.04/2020 tentang penilaian dan penyajian laporan
penilaian bisnis di pasar modal dan SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang pedoman penilaian dan penyajian laporan
bisnis di pasar modal.
• METODOLOGI STUDI KELAYAKAN
Metodologi yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini yaitu:
• Pengumpulan data-data primer dari Perusahaan yang terkait dengan proyek yang meliputi data data identitas,
perizinan, rencana usaha serta data-data lainnya yang terkait dengan rencana proyek.
• Analisis makroekonomi dan industri.
• Dalam melakasanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan proyek. Analisis ini dilakukan dengan
menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), dan Payback
Period.
• TANGGAL STUDI KELAYAKAN
Tanggal studi kelayakan per 30 Juni 2024. Sehubungan dengan kemungkinan perubahan yang terjadi terhadap kondisi
pasar dan kondisi objek tersebut, maka laporan penilaian ini hanya dapat mempresentasikan tentang opini kelayakan pada
tanggal studi kelayakan.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. iii
Page 4
• TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
Dalam studi kelayakan ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang memadai diantaranya
dengan melakukan wawancara terhadap Manajemen Perseroan, yaitu Erwin Prayudi Suyudono selaku Corporate
Secretary Perseroan, Suyanto selaku Accounting Senior Manager dan Desi Susanti, Legal Manager.
• SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN
Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi, dapat disetujui untuk digunakan sepanjang sumber
data tersebut dipublikasikan pada tingkat nasional maupun internasional. Sumber data tersebut antara lain:
• Badan Indonesia atau bank sentral negara lain
• Bursa efek Indonesia atau bursa lainnya
• Badan Pusat Statistik atau Lembaga statistik lain
• Data riset dari Lembaga independent, namun tidak terbatas pada Bloomberg, IMF, dan Bank Dunia
• Informasi dari media elektronik dan media cetak
• ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
• Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
• Perusahaan diasumsikan sebagai perusahaan yang sedang berjalan dan akan melanjutkan kegiatan usahanya di
masa yang akan datang.
• Perusahaan diasumsikan telah memenuhi seluruh aspek legal dan perundang-undangan yang berlaku secara umum
maupun spesifik terhadap industrinya agar dapat melakukan kegiatan operasional.
• Laporan keuangan audit yang digunakan sebagai dasar dalam analisis penilaian ini diasumsikan akurat dan benar
serta tidak ada informasi disembunyikan atau sengaja disembunyikan.
• Studi Kelayakan dilakukan dengan adanya akses untuk pelaksanaan investigasi yang memadai
• Studi kelayakan didasarkan atas proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi
keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaian (fiduciary duty).
• Proyeksi harga, volume penjualan, dan informasi keuangan lainnya didasarkan atas informasi keuangan prospektif
yang disiapkan oleh manajemen yang telah disesuaikan dan diasumsikan dapat dicapai.
• Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
• Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat
mempengaruhi operasional perusahaan.
• Untuk tujuan Studi Kelayakan, telah dilengkapi data yang disediakan oleh manajemen Perusahaan serta data verbal
yang didapatkan selama investigasi dan data tersebut diasumsikan akurat dan benar.
• PERSYARATAN DAN PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI
Laporan studi kelayakan ini bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi rahasia yang dapat mempengaruhi
operasional perusahaan. Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan studi kelayakan ini sebagaimana yang disebutkan dalam
lingkup penugasan, menginformasikan bahwa tidak terdapat informasi rahasia yang dapat mempengaruhi operasional
perusahaan di dalam laporan ini. Penggunaan Laporan di luar dari ketentuan yang disebutkan dalam lingkup Penugasan
Laporan ini harus mendapatkan persetujuan tertulis dari KJPP SPR serta Pemberi Tugas.
Tanda tangan Penilai Publik dan cap KJPP SPR yang resmi merupakan syarat mutlak Laporan Studi Kelayakan yang
dihasilkan.
• KONFIRMASI DILAKUKAN BERDASARKAN PERATURAN OJK SERTA KEPI & SPI
Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan telah dibuat dengan memenuhi ketentuan POJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat SEOJK No.
17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Kode Etik
Penilai Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII-2018 beserta Edisi Revisi SPI 330 Tahun
2020.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. iv
Page 5
• ANALISA KELAYAKAN
1. Analisis Kelayakan Pasar;
a. Kondisi Pasar
• Ekonomi Indonesia triwulan II-2024 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 3,79
persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Pertanian,
Kehutanan dan Perikanan sebesar 23,43 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran
Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 19,58 persen. Ekonomi Indonesia
triwulan II-2024 terhadap triwulan II-2023 tumbuh sebesar 5,05 persen (y-on-y).
• Secara finansial, Perusahaan telah menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan. Hingga semester pertama
tahun 2024, Perusahaan mencatat penjualan sebesar Rp307 miliar, di mana produk Re-PSF menyumbang
75% dari total tersebut. Selain itu, Perusahaan berhasil mencatatkan peningkatan penjualan ekspor yang
mengesankan sebesar 122% YoY, dengan berkontribusi sebesar 20% dari total penjualan.
• Perusahaan juga mengoptimalkan jaringan yang ada . Rantai pasokan Inocycle merupakan landasan
operasi, yang ditandai dengan jaringan yang kuat dari lima fasilitas pencucian yang berlokasi strategis di
seluruh Indonesia, belum lagi Perusahaan dan Grupnya yang hadir di lebih dari 20 lokasi di seluruh
Indonesia, meningkatkan kemampuannya untuk mengamankan bahan baku (limbah PET). Kapasitas
fasilitas pencucian Inocycle mencapai sekitar 37.000 MT dengan tingkat utilisasi saat ini sekitar 45%, yang
menunjukkan potensi peningkatan yang signifikan. Selain itu, lonjakan penjualan ekspor INOV
menandakan potensi permintaan, terutama dari merek global yang berfokus pada pencapaian target emisi
nol bersih mereka. Dengan memanfaatkan kapasitas, jaringan, pengetahuan, dan teknologinya, INOV
berada pada posisi yang tepat untuk memenuhi permintaan ini.
• Dengan adanya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini maka akan menambah keragaman usaha
sehingga tidak tergantung hanya di bisnis industri tekstil baik woven dan non-woven yang selama ini
digeluti. Perusahaan telah membangun dan mengoperasikan aset berwujud dan tidak berwujud yang
substansial di seluruh Indonesia selama periode yang panjang. Perusahaan telah mengumpulkan
pengetahuan yang luas dalam memilih dan membeli lokasi pabrik, memperkenalkan dan menyiapkan
peralatan, merekrut dan mengelola personel, serta menangani penjualan dan logistik produk. Berdasarkan
keahlian ini, Perusahaan memberanikan diri untuk berkecimplung di dunia perakitan peralatan industri
mesin tekstil, termasuk pemilihan peralatan untuk pengenalan/penggantian, negosiasi harga pembelian
peralatan, perhitungan waktu tunggu, dan perencanaan relokasi/pemanfaatan peralatan yang ada.
• Melalui perhitungan yang cermat, Perusahaan meyakini bahwa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini
akan memberikan kontribusi yang positif yang akan menambah pendapatan Perseroan.
• Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini maka akan menambah pangsa pasar untuk kegiatan usaha
selain industri tekstil baik woven dan non-woven, Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini juga bisa
merambah pangsa pasar dalam perakitan peralatan industri mesin tekstil.
• Potensi permintaan yang di analisa dapat di peroleh Perusahaan dalam kurun waktu 10 tahun adalah
sekitar USD 90 juta yang diperoleh dari perakitan peralatan industri mesin tekstil dari sekitar 9-10 pabrik
dari berbagai pelanggan di dalam negeri.
• Sasaran pasar dalam 10 tahun kedepan difokuskan pada berbagai perusahaan tekstil non-woven dan
perusahaan manufacture tekstil yang ada di Indonesia. Tercatat Perusahaan tekstil yang ada di Indonesia
yang terdaftar di BEI sedikitnya ada 15 perusahaan, diantara limanya adalah: PT Argo Pantes Tbk –
ARGO; PT Trisula Textile Industries Tbk – BELL; PT Century Textile Industry Tbk – CNTX; PT Ever Shine
Tex Tbk – ESTI; PT Panasia Indo Resources Tbk – HDTX.
b. Pesaing Usaha;
• Bisnis perakitan peralatan industri mesin tekstil ini merupakan suatu keahlian yang sangat spesifik
sehingga Perseroan berani untuk berasumsi bahwa di dalam negeri Indonesia, Inocycle tidak memliki
pesaing yang berarti. Namun bila di kawasan Asia khususnya dari China dan Korea, diketahui beberapa
Perusahaan yang menawarkan bisnis serupa diatas seperti antara lain: Jiangsu Yingyang Nonwoven
Machinery Co., Ltd, Jiangsu, China; Samill Machinery Co, Ltd, Dalseo-Gu, Daegu, Korea.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. v
Page 6
c. Strategi Pemasaran;
• Berhubung sampai saat ini belum ada Perusahaan Pesaing lokal maka Perseroan akan fokus dalam
menawarkan jasa ini ke berbagai perusahaan tekstil non woven dan perusahaan manufacture tekstil yang
ada di Indonesia.
• Selain itu Perusahaan berstrategi untuk senantiasa belajar untuk menambahan pengatuan mengenai
perakitan peralatan industri mesin tekstil khususnya dengan cepatnya perubahan teknologi yang ada di
bidang ini
Dengan memperhatikan analisis kelayakan pasar, Penambahan Kegiatan Usaha secara pasar layak.
2. Analisis Kelayakan Teknis;
a. Kapasitas;
• Berdasarkan informasi dari manajemen, kapasitas dan pendapatan atas Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha terdiri dari Penjualan Mesin, Penjualan Sparepart, dan Jasa Service. Dalam Penjualan Mesin,
Perusahaan mampu merakit 15-20 mesin, dalam Penjualan Sparepart Perusahaan mampu menyediakan
100-150 sparepart, dan dalam Jasa Service mampu menyelesaikan 5-10 unit, masing-masing dalam satu
tahun.
b. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya, Termasuk Bahan Baku Mentah, Pekerja, Dan Ahli Profesional;
• Dalam menjalankan bisnisnya, ketersediaan material merupakan hal yang harus diperhatikan. Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha ini, mesin yang dirakit untuk dijual dan sparepart di datangkan dari luar
negeri atau import. Hal ini disebabkan mesin yang dijual belum diproduksi di dalam negeri.
• Sementara itu, berkaitan dengan pekerja dan tenaga ahli profesional, Perusahaan selalu memilih tenaga
kerja dengan kualitas yang baik. Perusahaan memandang sumber daya manusia yang kompeten dan
profesional merupakan aset utama dalam mewujudkan visi dan misinya dan harus dikembangkan secara
berkesinambungan. Oleh karena itu, Perusahaan memberikan motivasi agar dapat berperan aktif disertai
dengan kesempatan untuk mengembangkan kualitasnya agar memiliki etos kerja yang unggul,
berkompetensi tinggi, dan berkualitas.
• Dalam merekrut sumber daya manusia, Perusahaan menyesuaikan dengan rencana bisnis dan
operasional Perusahaan dari tahun ke tahun. Perusahaan juga senantiasa menyediakan program
pelatihan dan pengembangan kompetensi yang relevan di bidang usaha Perusahaan termasuk sertifikasi
yang sesuai bagi masing-masing unit kerja. Ketersediaan Pekerja dan Ahli Profesional yang dibutuhkan
dalam Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini memerlukan tambahan tenaga kerja. Adapun jumlah
tenaga kerja yang dibutuhkan untuk kegiatan ini adalah sejumlah 3 orang Leader dan 28 orang Operator.
Perusahaan akan merekut tenaga kerja baru untuk menggantikan ke 31 tenaga kerja diatas
c. Proses Produksi;
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. vi
Page 7
• Proses produksi dari perakitan peralatan industri mesin tekstil ini bermula dari pesanan order dari
pelanggan. Pesanan ini akan dipelajari dengan cermat dari segi teknis. Bila dianggap feasible, akan
dibuatkan design, layout serta schedule dari pemasangan mesin. Setelah design, layout, schedule serta
berbagai perhitungan komersial termasuk harga disetujui pelanggan, maka dimulai pemesanan mesin dan
material. Setelah pemasangan selesai di lakukan pengujian dan diakhiri dengan Berita Acara Serah terima
barang bila semua berjalan sesuai dengan pemesanan. Pekerjaan perakitan peralatan industri mesin
tekstil dianggap selesai.
Dengan memperhatikan analisis kelayakan teknis, Penambahan Kegiatan Usaha secara teknis layak.
3. Analisis Kelayakan Pola Bisnis;
a. Keunggulan Kompetitif karena Keunikan Dari Pola Bisnis;
• Perusahaan memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan perusahaan yang bergerak di bidang sejenis.
Keunggulan Perusahaan antara lain adalah sebagai berikut: Mesin yang dijual belum dijual di dalam;
negeri; Mesin yang dijual memiliki produktifitas yang lebih baik; Mesin yang dijual memiliki efisiensi
energi yang lebih baik.
b. Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk;
• Secara umum, pesaing lokal kecil kemungkinan dapat meniru jenis usaha yang akan dimiliki Perusahaan
ini . Hal ini karena Perusahaan mempunyai keunggulan dalam melakukan kegiatan usahanya, dimana
keunikan yang dimiliki Perusahaan merupakan bisnis yang berkesinambungan. Maka, pesaing sulit untuk
dapat mereplika produk yang dimiliki Perusahaan.
c. Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai;
• Perusahaan mampu menciptakan nilai tambah terhadap bisnis perakitan peralatan industri mesin tekstil ini
menjadi barang dan jasa yang ekonomis. Sehingga mendorong Perusahaan untuk terus melakukan
pengembangan produk yang memiliki nilai tambah sesuai dengan perkembangan teknologi terkini. Hal ini
tentu saja memberikan peluang yang besar bagi Perusahaan dalam meningkatkan nilai perusahaan
dan mempertahankan kelangsungan usaha ke depannya.
Dengan memperhatikan analisis kelayakan pola bisnis, Penambahan Kegiatan Usaha secara pola bisnis layak.
4. Analisis Kelayakan Model Manajemen;
a. Ketersediaan Tenaga Kerja;
• Dalam Penambahan Kegiatan Usaha ini, Perusahaan merencanakan adanya penambahan tenaga kerja
dari yang telah dimiliki saat ini.
b. Manajemen Kekayaan Intelektual (Intellectual Property);
• Usaha untuk melindungi kekayaan intelektual, Perusahaan sudah memiliki sertifikat merek “Inocycle” yang
beralamat di Kawasan Industri Pasar Kemis, Jl. Putera Utama No. 10, Desa. Suka Asih, Kec. Pasar Kemis,
Tangerang, 15560 Banten dengan nomor pendaftaran IDM000836276 tanggal penerimaan 05 Juli 2019
yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sebagaimana
tercantum dalam sertifikat tersebut, perlindungan atas merek tersebut diberikan untuk jangka waktu 10
tahun sejak tanggal penerimaan, yakni sampai tanggal 5 Juli 2029 dan jangka waktu tersebut dapat
diperpanjang.
c. Manajemen Risiko;
• Risiko Umum, terkait dengan perubahan peraturan dan/atau kebijakan pemerintahan, legalitas dan
perizinan, melambatnya pertumbuhan ekonomi atau pertumbuhan ekonomi negatif di Indonesia, kondisi
politik Indonesia, dan fluktuasi kurs valuta asing. Secara khusus kebijakan pemerintah terhadap ijin impor
mesin-mesin tekstil merupakan resiko yang harus sangat diperhatikan.
• Risiko Terkait Kegiatan Usaha Perseroan, terkait dengan persaingan usaha, fluktuasi harga, dan
peningkatan biaya operasional.
d. Kapasitas Dan Kemampuan Manajemen;
• Kompetensi sumber daya manusia yang unggul diyakini Perusahaan adalah kunci yang akan mengantar
Perusahaan dalam mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Kesuksesan bisnis Perusahaan
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. vii
Page 8
tidak hanya ditentukan oleh kualitas produknya, namun juga karena didukung penuh oleh sumber daya
manusia yang terampil dan kompeten di setiap level.
• Menyadari hal tersebut, Perusahaan senantiasa meningkatkan pengelolaan sumber daya manusia melalui
penciptaan iklim kerja yang mampu menginspirasi dan memotivasi setiap karyawannya untuk memberikan
kinerja yang lebih baik dari waktu ke waktu. Perusahaan memberikan kesempatan yang sama kepada
setiap karyawannya untuk mengembangkan karir dengan tidak membeda-bedakan suku, agama, ras
maupun golongan.
• Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini memerlukan tambahan tenaga kerja. Adapun jumlah tenaga
kerja yang dibutuhkan untuk kegiatan ini adalah sejumlah 3 orang Leader dan 28 orang Operator.
Perusahaan akan merekut tenaga kerja baru untuk menggantikan ke 31 tenaga kerja diatas
e. Kesesuaian Struktur Organisasi Dan Manajemen;
• Dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian tugas yang disesuaikan dengan bagan
organisasi, pendelegasian wewenang yang jelas dan koordinasi kerja yang terpadu. Penempatan tenaga
kerja yang sesuai dengan pengalaman, keahlian dan keterampilannya merupakan faktor yang penting
dalam menerapkan kebijaksanaan perusahaan. Hal ini juga akan memperlancar pendelegasian tugas
kepada unit di bawahnya atau sebaliknya, yang pada akhirnya akan memperlancar kerja perusahaan.
Dengan memperhatikan analisis kelayakan model manajemen, Penambahan Kegiatan Usaha secara model manajemen
layak.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. viii
Page 9
5. Analisis Kelayakan Keuangan;
a. Biaya Pendirian (Start Up Costs);
Dalam Satuan Rupiah (.000)
Rincian Mesin Set Kurs Harga / Unit (USD) Unit Total (IDR)
Electricity Management 16.320 120.000 3 5.875.200
Energy Monitoring System 16.320 14.333 3 701.760
Overall Equipment Effectiveness 16.320 73.333 3 3.590.400
Heating & Relaxing Oven 16.320 172.667 3 8.453.760
Total Investasi Mesin 18.621.120
Dalam Satuan Rupiah (.000)
Tahun ke-1 Tahun ke-2
Investasi
Tanah - -
Bangunan - -
Mesin Set Tahap 1 12.414.080 -
Mesin Set Tahap 2 - 6.207.040
Peralatan Pabrik - -
Investasi Tahun Berjalan 12.414.080 6.207.040
Total Investasi Mesin 18.621.120
Dalam Satuan Rupiah (.000)
Struktur Investasi Porsi Nilai Investasi
Modal Kerja (Pendanaan Sendiri) 9% 1.862.112
Investasi (Pendanaan Pihak Ketiga) 91% 18.621.120
Total Investasi 20.483.232
• Berdasarkan informasi dari manajemen penjualan sudah dimulai pada tahun ke-1 setelah mesin yang dibeli
pada tahun ke-1 selesai dilakukan instalasi, produksi sendiri masih berkisar 9-11 unit. Pada tahun ke-2
setalah mesin yang dibeli pada tahun ke-2 selesai dilakukan instalasi, produksi naik 15-20 unit.
• Lokasi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha berada di area yang sudah dimiliki Perusahaan yang
berlokasi di:
• Pabrik Tangerang: Kawasan Industri Pasar Kemis, Jl. Putera Utama No.10, Sukaasih, Pasar Kemis,
Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Electricity Management dengan jumlah 1 mesin, Energy
Monitoring System dengan jumlah 1 mesin, Overall Equipment Effectiveness dengan jumlah 1 mesin,
dan Heating & Relaxing Oven dengan jumlah 1 mesin.
• Pabrik Karanganyar: Dusun Selorejo RT.002 RW. 009, Desa. Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo,
Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Electricity Management dengan jumlah 1 mesin,
Energy Monitoring System dengan jumlah 1 mesin, Overall Equipment Effectiveness dengan jumlah
1 mesin, dan Heating & Relaxing Oven dengan jumlah 1 mesin.
• Pabrik Mojokerto: Dusun Madyopuro RT.001 RW 001, Desa Kalipuro, Kecamatan Pungging,
Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Electricity Management dengan jumlah 1 mesin, Energy
Monitoring System dengan jumlah 1 mesin, Overall Equipment Effectiveness dengan jumlah 1 mesin,
dan Heating & Relaxing Oven dengan jumlah 1 mesin.
• Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dengan investasi berupa pembelian mesin Electricity Management
dengan jumlah 3 mesin, Energy Monitoring System dengan jumlah 3 mesin, Overall Equipment
Effectiveness dengan jumlah 3 mesin, dan Heating & Relaxing Oven dengan jumlah 3 mesin.
• Mesin tersebut berasal dari Jiangsu Feng Te Technology Co, Ltd, Lianyungang City,Jiangsu, China
dan Asia Kingdom Machinery Industry, Co, Ltd, Lu Jwu District, Tao Yuan City, Taiwan
b. Modal Kerja
• Modal kerja yang dibutuhkan terdiri dari Piutang, Persediaan, dan Utang Usaha. Modal kerja sebesar
Rp2,3 Miliar – 4 Miliar / tahun selama tahun proyeksi
c. Sumber Pembiayaan;
• Sumber pembiayaan 9% Pendanaan Sendiri dan 91% Pendanaan Pihak Ketiga Perbankan.
d. Proyeksi Penjualan
• Berdasarkan informasi dari manajemen, Penjualan Mesin 10-18 unit selama tahun proyeksi, Penjualan
Sparepart 100-145 unit selama tahun proyeksi, Jasa service 5-6 kali selama tahun proyeksi.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. ix
Page 10
• Berdasarkan informasi dari manajemen, harga per unit mesin 4,5 Miliar yang naik selama 3 tahun sebesar
3%. Harga sparepart rata-rata 150 juta yang naik selama 3 tahun sebesar 3%. Biaya jasa service rata-rata
50 juta yang naik selama 3 tahun sebesar 3%.
e. Biaya Operasional
• Beban Penjualan Umum dan Administrasi terdiri dari Biaya Gaji 10% dari total penjualan, Biaya Profesional
5% dari total penjualan, Biaya Transportasi 7% dari total penjualan, Biaya Peralatan Kantor 3% dari total
penjualan, dan Biaya Lain-lain 2% dari total penjualan. Beban Penjualan Umum dan Administrasi sebesar
Rp16,2 Miliar – Rp27,8 Miliar selama tahun proyeksi.
f. Biaya Bahan Baku Mentah
• Beban Pokok Penjualan terdiri dari Biaya Material 45% dari total penjualan, Biaya Tenaga Kerja Langsung
8% dari total penjualan, dan Biaya Overhead 12% dari total penjualan. Beban Penjualan sebesar Rp39,1
Miliar – Rp66,9 Miliar selama tahun proyeksi.
g. Proyeksi Laporan Keuangan
• Proyeksi Laba Rugi, Pada tahun proyeksi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perusahaan
diproyeksikan mendapatkan EBIT (Earning Before Interest dan Tax) berkisar 4,04 Miliar – 6,9 Miliar. Beban
pajak penghasilan diasumsikan berkisar 22%, sehingga Perusahaan mendapatkan EAT (Earning After
Tax) berkisar 2,9 Miliar – 4,8 Miliar.
• Metodologi Analisa, Metodologi dilakukan dengan menganalisa potensi keuntungan ekonomis yang dapat
diperoleh dari Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.
• Model Arus Kas yang Digunakan, Untuk melakukan analisis keuangan dalam studi kelayakan dengan
menggunakan metode diskonto arus kas, dengan menggunakan arus kas terhadap proyek Free Cash Flow
to Firm (FCFF). Kami menggunakan metode FCFF karena perusahaan bergerak di bidang industri
pengelolaan bukan tenunan dan industri serat stapel buatan sehingga FCFF lebih tepat untuk
mengakomodir arus kas proyek.
• Penetapan Tingkat Diskonto, Tingkat diskonto diestimasikan dengan menggunakan metode Weighted
Average Cost of Capital (WACC). Biaya Ekuitas (Ke) diestimasikan dengan metode Capital Asset Pricing
Model (CAPM). Tingkat diskonto yang digunakan adalah sebesar 11,2%.
• Analisis Kelayakan Investasi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha oleh Perusahaan dianalisa dengan
menggunakan 4 (empat) indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability
Index (PI), dan Payback Period dengan ringkasan sebagai berikut:
• Net Present Value (NPV) : 9.182.011.000
• Internal Rate of Return (IRR) : 20,47%
• Profitability Index (PI) : 1,45
• Payback Period : 4 Tahun 0 Bulan
Berdasarkan analisa kelayakan di atas, NPV menunjukkan nilai positif, IRR lebih tinggi daripada Discount
Rate dan PI lebih dari 1, dengan demikian investasi tersebut layak.
• Analisis Break Even Point dan Profitabilitas
Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 Tahun ke-6 Tahun ke-7 Tahun ke-8 Tahun ke-9 Tahun ke-10
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Tambahan Analisis
BEP Unit 0,9 0,9 0,9 0,9 0,9 0,9 0,9 0,9 0,9 0,9
BEP Cost 482.000 638.531 564.048 491.134 484.807 468.883 482.949 507.646 446.868 446.868
Cross Margin 35,0% 35,0% 35,0% 35,0% 35,0% 35,0% 35,0% 35,0% 35,0% 35,0%
Profit Margin 6,6% 6,7% 6,8% 6,6% 6,6% 6,4% 6,4% 6,4% 6,1% 6,1%
Return on Investment 7,1% 7,2% 7,3% 7,0% 7,0% 6,8% 6,8% 6,8% 6,5% 6,5%
Return on Investment yang normal berada di angka 5%-7%, dengan demikian Return on Investment
penambahan kegiatan usaha yang berada di kisaran 6,5%-7,3% dalam rasio yang normal. Cross margin
yang normal berada di atas 10%, dengan demikian Cross margin penambahan kegiatan usaha yang
berada di kisaran 35% dalam rasio yang normal. Profit margin yang normal berada di angka 5%-10%,
dengan demikian Profit margin penambahan kegiatan usaha yang berada di kisaran 6,1%-6,8% dalam
rasio yang normal.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. x
Page 11
Page 12
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan
bahwa:
1. Pernyataan dalam laporan penilaian ini, yang mana berdasarkan pada analisis, opini, dan kesimpulan yang
digambarkan di dalamnya, adalah benar dan akurat.
2. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang terhadap objek penilaian,
maupun memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan
terhadap objek penilaian.
3. Penilai bertanggung jawab atas Laporan Penilaian.
4. Penugasan penilaian professional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada Tanggal Penilaian (Cut-off Date).
5. Penilai telah melakukan analisis untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Penilaian.
6. Estimasi Nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai kesimpulan Nilai.
7. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan dalam Laporan Penilaian.
8. Kesimpulan Nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
9. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Penilaian diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini Penilai dapat
dipertanggung jawabkan.
10. Biaya profesional tidak berhubungan dengan opini nilai yang terdapat dalam laporan ini.
11. Penilai telah menyelesaikan persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan/dilaksanakan oleh Masyarakat
Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
12. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan objek penilaian dan/atau jenis industri yang
dinilai.
13. Hasil penugasan ini tidak tergantung pada pengembangan atau indikasi nilai awal atau arahan analisa untuk
menghasilkan nilai yang subyektif, besaran nilai, penentuan pencapaian nilai, atau peristiwa yang terjadi di
kemudian hari yang berkaitan langsung yang ditujukan untuk penggunaan laporan ini.
14. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut:
• Identifikasi masalah (identifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi Penilaian, dan tanggal penilaian);
• Pengumpulan data dan informasi:
• Analisis data dan informasi;
• Estimasi nilai dengan menggunakan pendekatan penilaian:
• Penyusunan kertas kerja;
• Penyusunan laporan Penilaian.
15. Penilai telah melakukan analisis terhadap Objek Penilaian pada tanggal penilaian.
16. Penilaian ini telah dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
17. Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penugasan telah dibuat dengan memenuhi
ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan SPI Edisi VII Tahun 2018 tentang Kode Etik Penilai Indonesia
dan Stadar Penilaian Indonesia dan Revisi SPI 330 Tahun 2020, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
35/POJK.04/2020, dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ("SEOJK") No. 17/SEOJK.04/2020 dengan
mencantumkan nama, kualifikasi profesional dan tanda tangan penilai berikut tim pelaksananya (jika ada) dengan
konfirmasi bahwa:
a. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
oleh Asosiasi Penilai yang diakui pemerintah yakni MAPPI.
b. Penilai melakukan wawancara dengan pihak manajemen.
c. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan telah menyediakan bantuan profesional dalam
menyiapkan laporan.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. xii
Page 13
Page 14
DAFTAR ISI
PENDAHULUAN
Lingkup Penugasan.......................................................................................................................................... ii
Analisa Kelayakan ............................................................................................................................................ v
Pernyataan Penilai ........................................................................................................................................... xii
Daftar Isi ........................................................................................................................................................... xiv
Istilah-Istilah Penilaian...................................................................................................................................... xv
PROSES STUDI KELAYAKAN
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ............................................................................................................... 1
Profil Perusahaan ....................................................................................................................................... 1
Bidang Usaha ............................................................................................................................................. 1
Struktur Permodalan dan Pemegang Saham ............................................................................................. 2
Susunan Anggota Direksi dan Dewan Komisaris ....................................................................................... 3
Struktur Organisasi Perusahaan ................................................................................................................ 4
Kinerja Keuangan ....................................................................................................................................... 5
KELAYAKAN PASAR ....................................................................................................................................... 10
Kondisi Pasar.............................................................................................................................................. 10
Pesaing Usaha ........................................................................................................................................... 14
Strategi Pemasaran .................................................................................................................................... 14
STUDI KELAYAKAN ........................................................................................................................................ 15
Analisis Kelayakan Teknis .......................................................................................................................... 15
Analisis Kelayakan Pola Bisnis ................................................................................................................... 18
Analisis Kelayakan Model Manajemen ....................................................................................................... 20
Analisis Kelayakan Keuangan .................................................................................................................... 25
Kesimpulan ................................................................................................................................................. 32
Lampiran-Lampiran
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. xiv
Page 15
ISTILAH-ISTILAH PENILAIAN Penilaian Proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas nilai ekonomi suatu objek penilaian sesuai dengan SPI. Penilai Seseorang yang memiliki kompetensi dalam melakukan kegiatan Penilaian, yang sekurang-kurangnya telah lulus Pendidikan awal Penilaian. Penilai Publik Penilai yang telah memperoleh izin dari Menteri Keuangan untuk memberikan jasa sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan. Penyelia / Reviewer / Quality Control Penilai yang bertindak sebagai pengawas yang bertugas untuk mereview dan memastikan bahwa proses penilaian oleh Pelaksana telah dilakukan dengan benar. Pelaksana / Penilai Tenaga Penilai yang bertugas untuk melaksanakan proses penilaian. Pelaksana Inspeksi / Petugas Inspeksi Pegawai KJPP yang telah mebgikuti Pendidikan tingkat dasar yang diselenggarakan atau diakui oleh Asosiasi Profesi Penilai yang bertugas untuk melaksanakan kegiatan inspeksi. Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Badan usaha yang telah mendapatkan izn usaha dari Menteri Keuangan sebagai wadah bagi Penilai Publik dalam memberikan jasanya. Pemberi Tugas Seorang, kelompok, atau suatu entitas yang penugasan penilaiannya dilakukan. Pengguna Laporan Seorang, kelompok, atau suatu entitas sebagai pengguna hasil Penilaian yang didasarkan dari hasil perikatan penugasan antara Penilai dan Pemberi Tugas. Nilai Suatu opini dari manfaat ekonomi atas kepemilikan aset, atau harga yang paling mungkin dibayarkan untuk suatu aset dalam pertukaran, sehingga nilai bukan merupakan fakta. Dasar Nilai Premis fundamental yang mendasari nilai yang dilaporkan. Tanggal Inspeksi Tanggal pada saat inspeksi terakhir telah selesai dilaksanakan. Tanggal Penilaian Tanggal pada saat opini nilai dinyatakan. Tanggal Laporan Tanggal pada saat laporan Penilaian diterbitkan. Asumsi Umum Asumsi fakta yang konsisten dengan, atau dapat konsisten dengan yang terjadi pada tanggal Penilaian. Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. xv
Page 16
Asumsi Khusus Asumsi fakta yang berbeda dengan yang terjadi pada tanggal Penilaian. Data Masukan Penilaian (Valuation Inputs) Data dan informasi lainnya yang digunakan pada salah satu pendekatan penilaian yang diuraikan dalam SPI. Data masukan ini dapat berupa data yang aktual atau yang diasumsikan. Lingkup Penugasan Dasar dalam pengaturan kesepakatan penugasan penilaian, tingkat kedalaman investigasi, penentuan asumsi dan Batasan penilaian. Implementasi Bagian dari tugas penilaian, merupakan prosedur yang harus dilaksanakan oleh Penilai meliputi tahapan investigas, penerapan pendekatan penilaian dan penyusunan kertas kerja Investigasi Proses pengumpulan data yang cukup dengan cara melakukan inspeksi, penelaahan, penghitungan, dan analisis sesuai tujuan penilaian. Laporan Penilaian Suatu dokumen yang mencantumkan instruksi penugasan, tujuan dan dsar penilaian, dan hasil analisis yang menghasilkan opini nilai. Laporan Penilaian Terinci Laporan penilaian yang secara umum mendeskripsikan informasi secara detil dan komprehensif. Laporan ini seharusnya mengandung seluruh informasi yang signifikan dalam penilaian, termasuk pembahasan secara mendetil atas setiap hal yang dinyatakan dalam laporan. Laporan ini membutuhkan tingkat kedalaman investigasi sesuai yang dimaksud dalam Lingkup Penugasan. Pendekatan Penilaian Landasan proses Penilaian dilengkapi dengan dengan metode Penilaian dari masing-masing pendekatan yang digunakan. Pendekatan Pasar Pendekatan yang memberikan indikasi nilai dengan membandingkan aset dengan aset lainnya yang identik atau sebanding dimana terdapat informasi harga. Pendekatan Pendapatan Pendekatan yang memberikan indikasi nilai dengan mengkonversi arus kas masa depan menjadi satu nilai saat ini. Pendekatan Biaya Pendekatan yang memberikan indikasi nilai menggunakan prinsip ekonomi bahwa pembeli akan membayar aset tidak lebih dari biaya untuk mendapatkan aset dengan utilitas yang sama, baik melalui pembelian atau dengan pembuatan konstruksi dengan mengecualikan factor-faktor seperti waktu yang tidak semestinya, ketidaknyamanan, risiko atau faktor-faktor lainnya. Metode Penilaian Masing-masing pendekatan penilaian mempunyai metode penerapan yang berbeda yang dijelaskan dalam SPI 106. Metode penilaian mengacu pada POJK dan SEOJK yang berlaku. Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. xvi
Page 17
Metode Perbandingan Data Pasar. Menggunakan informasi dari transaksi yang melibatkan aset yang diperdagangkan di bursa yang sama atau sejenis dengan aset yang dinilai untuk mendapatkan indikasi nilai. Metode Arus Kas Terdiskonto (DCF). Arus kas yang diproyeksikan didiskonto Kembali ke tanggal penilaian, menghasilkan nilai kini dari aset. Metode Penjumlahan Metode yang menghitung nilai aset dengan menjumlahkan nilai dari setiap bagian komponennya. Kelangsungan Usaha (Going Concern) Suatu kondisi yang mencerminkan usaha yang sedang beroperasi atau sekurang-kurangnya dalam proses konstruksi atau suatu premis dalam penilaian, dimana Penilai menganggap suatu perusahaan akan terus melanjutkan operasinya secara berkelanjutan. Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. xvii
Page 18
1. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
1.1 PROFIL PERUSAHAAN
PT Inocycle Technology Group Tbk (Perusahaan) sebelumnya PT Hilon Felt didirikan berdasarkan Akta
Pendirian No. 35 tanggal 17 Juli 2001 yang dibuat di hadapan Fransiscus Xaverius Budi Santoso Isbandi,
S.H., Notaris di Jakarta. Akta Pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui
Surat Keputusan No. C-13811 HT.01.01.TH.2001 tanggal 21 November 2001 serta diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia No. 5018 Tambahan tanggal 20 Maret 2002. Anggaran dasar Perusahaan telah
mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 3 tanggal 6 Januari 2022 yang
dibuat di hadapan Bastian Harijanto, S.H., M.Kn., Notaris di Tangerang, mengenai pernyataan keputusan
pemegang saham sirkuler. Perubahan tersebut disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0038250 tanggal 18 Januari 2022.
Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Kawasan Industri Pasar Kemis, Tangerang. Perusahaan mulai
beroperasi secara komersial pada tahun 2003. Entitas induk Perusahaan adalah PT Samudera Industri dan
entitas induk terakhir Perusahaan adalah PT Sambros Invesco International, keduanya didirikan di Indonesia.
1.2 BIDANG USAHA
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi usaha:
Kegiatan usaha utama :
• Industri Persiapan Serat Tekstil, yang mencakup usaha persiapan serat tekstil, seperti reeling
(pilin/menggulung) dan pencucian serat sutera, degreasasi (penghilangan lemak) dan karbonisasi wol
dan pencelupan bulu domba, termasuk proses penyusunan dan penyisiran (carding atau combing) dari
serat rambut hewan serat tumbuhan, dan serat buatan (sintetis dan artifisial), dengan Kode Klasifikasi
Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 13111;
• Industri Bantal dan Sejenisnya, yang mencakup usaha pembuatan bantal dan sejenisnya, seperti bantal
dan guling, selimut kapas, selimut bulu angsa, bantal kursi, kantong tidur dan lain-lain dari kapuk, dakron
dan sejenisnya, dengan Kode KBLI 13923;
• Industri Non Woven (bukan Tenunan), yang mencakup usaha industri kain yang dibuat tanpa dengan
proses anyaman atau perajutan, seperti kain kempa, kain felting dan kain laken. Termasuk industri kain
untuk keperluan pelayanan kesehatan manusia, seperti duk operasi (surgical drape); baju, masker,
penutup kepala dan perlengkapan non woven lain untuk operasi; dan pembalut luka non woven, dengan
Kode KBLI 13993;
• Industri Serat Stapel Buatan, yang mencakup usaha pembuatan serat stapel buatan, seperti poliamida,
poliester, rayon viskosa, akrilik, selulosa asetat dan sebagainya (kecuali serat gelas dan serat optik)
untuk diolah lebih lanjut dalam industri tekstil. Serat stapel adalah serat buatan yang dipotong pendek-
pendek, dengan Kode KBLI 20302;
• Industri Furnitur Lainnya, yang mencakup usaha pembuatan furnitur yang bahan utamanya bukan kayu,
rotan, bambu, logam, plastik dan bukan barang imitasi, seperti bahan pelengkap matras atau kasur,
matras atau kasur dengan per atau pegas atau yang yang diisi atau disumpal atau dilengkapi dengan
bahan pelengkap lainnya (kapok, dakron) dan matras atau kasur plastik atau karet yang tidak dilapisi
dan matras atau kasur sejenisnya. Termasuk kereta restoran dekorasi, seperti kereta desert, kereta
makanan, dengan Kode KBLI 31009;
• Pemulihan Material Barang Bukan Logam, yang mencakup usaha pengolahan barang bekas dari bukan
logam dan sisa-sisa barang bukan logam menjadi bahan baku sekunder. Hasil dari daur
ulang/pemulihan material barang bukan logam adalah bahan baku sekunder berbagai bentuk seperti
potongan-potongan atau serpihan bukan logam dan lainnya. Kegiatan pada kelompok ini mencakup
pemisahan dan pemilihan sampah bukan logam, reklamasi karet dan ban bekas, pemilihan plastik,
pengolahan sampah plastik atau karet menjadi butiran, penghancuran, pembersihan dan pemilihan
kaca, pengolahan minyak dan lemak bekas pakai menjadi bahan sekunder, pengolahan sampah
makanan, minuman dan tembakau dan sampah bukan logam lainnya. Pembuatan barang bukan logam
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 1
Page 19
yang baru dari bahan baku sekunder, barang bekas bukan logam dan sisa-sisa barang bukan logam
dimasukkan dalam kelompok industri yang sesuai, dengan Kode KBLI 38302;
Kegiatan usaha penunjang:
Selain kegiatan usaha utama sebagaimana dimaksud di atas, Perseroan dapat melakukan kegiatan usaha
pendukung untuk melakukan segala kegiatan-kegiatan yang diperlukan, untuk mendukung terlaksananya
kegiatan usaha utama Perseroan sebagaimana dimaksud di atas.
Semua kegiatan usaha yang tercantum dalam pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan sudah Perusahaan
jalankan.
1.3 STRUKTUR PERMODALAN DAN PEMEGANG SAHAM
Dasar hukum yang menjadi dasar pengungkapan Strukur Permodalan dan Pemegang Saham adalah Akta
Pendirian Perseroan nomor 118 tertanggal 15 April 2019 yang dibuat oleh Notaris Chistina Dwi Utami, Sarjana
Hukum, Magister Humaniora, Magister Kenotariatan, dimana sebagai berikut:
Modal Dasar Rp336.750.000.000 (Tiga Ratus Tiga Dengan jumlah lembar saham
Puluh Enam Miliar Tujuh Ratus Lima sebanyak 3.367.500.000 (Tiga Miliar
Puluh Juta Rupiah) Tuga Ratus Enam Puluh Tujuh Juta
Lima Ratus Ribu) atau Nilai Nominal
Rp100 (Seratus Rupiah)
Modal Ditempatkan Rp180.822.190.000 (Seratus Delapan Dengan jumlah lembar saham
Puluh Miliar Delapan Ratus Dua Puluh sebanyak 1.808.221.900 (Satu Miliar
Dua Juta Seratus Sembilan Puluh Delapan Ratus Delapan Juta Dua
Ribu Rupiah) Ratus Dua Puluh Satu Ribu
Sembilan Ratus)
Modal Disetor Rp180.822.190.000 (Seratus Delapan Dengan jumlah lembar saham
Puluh Miliar Delapan Ratus Dua Puluh sebanyak 1.808.221.900 (Satu Miliar
Dua Juta Seratus Sembilan Puluh Delapan Ratus Delapan Juta Dua
Ribu Rupiah) Ratus Dua Puluh Satu Ribu
Sembilan Ratus)
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 2
Page 20
Susunan pemegang saham sesuai dengan Laporan Biro Administrasi Efek, PT Adimitra Jasa Korpora, No
LB-01/INOV/ 112024 tanggal 5 November 2024, sebagai berikut:
Pemegang Saham Jumlah Saham Nominal (Rp) Presentase (%)
PT Samudera Industri 1.200.221.900 120.022.190.000 66,38%
Sandiana Soemarko 201.325.000 20.132.500.000 11,13%
Kepemilikan Masyarakat 406.675.000 40.667.500.000 22,49%
dibawah 5%
Jumlah/ Total 1.808.221.900 180.822.190.000 100%
1.4 SUSUNAN ANGGOTA DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS
Dasar Hukum yang menjadi dasar pengungkapan Susunan Anggota Direksi dan Dewan Komisaris adalah
Berita Acara RUPSLB PT Inocycle Technology Group Tbk Nomor 13 tertanggal 22 Mei 2024 dan dibuat oleh
Notaris Bastian Harijanto, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan, Dimana sebagai berikut :
Komisaris
Komisaris Utama : Jung Hyo Choi
Komisaris Independen : Dr. Ir. Widhyawan Prawiraatmadja
Direksi
Direktur Utama : Jae Hyuk Choi
Direktur : Won Hyuk Choi
Direktur : Victor Seng Hyeok Choi
Direktur : Suhendra Setiadi
Komite Audit
Ketua : Dr. Ir. Widhyawan Prawiraatmadja
Anggota : Bobby Suryo Herlambang
Anggota : Gautama Ashok Kumar
Corporate Secretary Perseroan sampai pada tanggal 1 Oktober 2024 dijabat oleh Erwin Prayudi Suyudono.
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan memiliki karyawan tetap sebanyak 274 dan
265 orang.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 3
Page 21
1.5 STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN
Dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian tugas yang disesuaikan dengan bagan
organisasi, pendelegasian wewenang yang jelas dan koordinasi kerja yang terpadu. Penempatan tenaga
kerja yang sesuai dengan pengalaman, keahlian dan keterampilannya merupakan faktor yang penting dalam
menerapkan kebijaksanaan perusahaan. Hal ini juga akan memperlancar pendelegasian tugas kepada unit
di bawahnya atau sebaliknya, yang pada akhirnya akan memperlancar kerja perusahaan.
Struktur organisasi yang telah dibuat dapat dijadikan pegangan dalam mengelola perusahaan, agar dapat
beroperasi sesuai dengan yang diharapkan. Struktur organisasi perusahaan ini disusun dengan pola yang
sederhana, yang diharapkan dapat mengelola proyek secara efektif dan efisien. Struktur organisasi ini
didasarkan pada kebutuhan operasional perusahaan dengan pembagian tugas yang jelas dari seluruh
personil pengelola perusahaan secara menyeluruh. Struktur organisasi PT Inocycle Technology Group, Tbk.
adalah sebagai berikut:
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 4
Page 22
1.6 KINERJA KEUANGAN PT INOCYCLE TECHNOLOGY GROUP, TBK.
Kinerja keuangan perusahaan ditunjukkan dengan laporan keuangan yang memperlihatkan transaksi atau
perubahan pos-pos keuangan. Adapun laporan PT Inocycle Technology Group, Tbk. pada saat dilakukan
studi kelayakan telah diaudit, yaitu laporan keuangan yang berakhir pada:
1. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 yang
telah diaudit oleh Dr. Ashari.,SE.,MSi.,Ak.,CA.,CPA.,CM.,BKP selaku Akuntan Publik dan Kantor
Akuntan Publik (KAP) Purba Lauddin dan Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan
tersebut disajikan secara wajar tanpa pengecualian.
2. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
dan 2022 yang telah diaudit oleh Eishennoraz selaku Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik
(KAP) Amir Abadi Jusuf, Arjanto, Mawar dan Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan
tersebut disajikan secara wajar tanpa pengecualian.
3. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
dan 2021 yang telah diaudit oleh Eishennoraz selaku Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik
(KAP) Amir Abadi Jusuf, Arjanto, Mawar dan Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan
tersebut disajikan secara wajar tanpa pengecualian.
4. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
dan 2020 yang telah diaudit oleh Eishennoraz selaku Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik
(KAP) Amir Abadi Jusuf, Arjanto, Mawar dan Rekan dengan opini tidak menyatakan pendapat.
5. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
dan 2019 yang telah diaudit oleh Jul Edy Siahaan selaku Akuntan Publik dan Kantor Akuntan
Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Arjanto, Mawar dan Rekan dengan pendapat bahwa laporan
keuangan tersebut disajikan secara wajar tanpa pengecualian.
6. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
dan 2018 yang telah diaudit oleh Lok Budianto.,SE.,Ak.,CPA selaku Akuntan Publik dan Kantor
Akuntan Publik (KAP) Tanudiredja, Wibisana, Rintis dan Rekan dengan pendapat bahwa laporan
keuangan tersebut disajikan secara wajar tanpa pengecualian.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 5
Page 23
1.6.1 Neraca Historis (Common-Size & Trend)
Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Jun
Balance Sheet
Kas Setara Kas 96.814 115.462 62.564 81.096 116.604 93.141
Piutang Usaha 79.510 107.559 117.157 128.152 154.084 165.785
Persediaan 133.711 98.642 143.204 177.788 131.231 129.190
Pajak Dibayar Dimuka 3.196 2.285 2.285 6.924 9.893 4.345
Uang Muka 1.693 6.232 1.221 5.054 3.308 3.403
Biaya Dibayar Dimuka 1.485 4.143 3.332 3.495 2.625 6.158
Dana Dibatasi Penggunaannya - - 11.415 12.585 12.333 13.137
Aset Lancar Lain-Lain 19.028 35.758 19.120 21.915 19.463 20.668
Jumlah Aset Lancar 335.436 370.081 360.299 437.008 449.541 435.826
Aset Tetap 299.964 376.082 479.411 513.405 498.336 483.708
Piutang Kepada Pihak berelasi 13.702 8.460 5.355 2.959 2.959 471
Aset Pajak Tangguhan - 34 - 6.104 13.070 22.784
Investasi pada Entitas Asosiasi 17.936 18.585 22.799 17.319 11.928 16.528
Properti Investasi 19.955 19.087 18.219 17.352 16.484 16.130
Aset Tidak Berwujud 178 216 182 147 124 113
Aset Tidak Lancar Lainnya 4.153 3.969 4.466 5.278 5.685 3.631
Jumlah Aset Tidak Lancar 355.888 426.434 530.432 562.564 548.586 543.364
Jumlah Aset 691.324 796.515 890.732 999.572 998.127 979.190
Utang Usaha 20.202 38.542 26.462 69.333 13.949 41.916
Utang Bank Jangka Pendek 168.156 169.260 277.199 411.343 521.326 558.681
Akrual 39.215 26.570 35.526 39.529 35.441 32.612
Utang Pajak 3.177 734 5.729 655 3.254 5.427
Utang Lain Lain 4.581 13.123 12.766 4.620 32.852 3.465
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek 4.523 5.092 8.170 11.845 10.644 10.235
Bagian Jangka Pendek dari Liabilitas Jangka Panjang 15.226 123.644 60.791 56.584 56.665 56.886
Biaya yang Masih Harus Dibayar - - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 255.079 376.965 426.643 593.908 674.131 709.222
Utang Bank Jangka Panjang 99.748 108.916 123.084 108.637 54.538 30.813
Liabilitas Pajak Tangguhan 2.774 - 2.385 - - -
Utang Pihak Berelasi Non-Usaha 920 - - - - -
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja 1.638 2.755 3.898 3.868 4.646 4.447
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 105.079 111.671 129.368 112.505 59.184 35.261
Jumlah Liabilitas 360.158 488.636 556.010 706.413 733.315 744.483
Modal Dasar 180.822 180.822 180.822 180.822 180.822 180.822
Selisih Kurs (7.087) (7.087) (7.087) (7.087) (7.087) (7.087)
Tambahan Modal Disetor 81.670 81.670 81.670 81.670 81.670 81.670
Komponen Ekuitas Lainnya 2.396 2.396 2.396 2.396 2.396 2.396
Saldo Laba 73.364 50.076 76.919 35.357 7.010 (23.095)
Jumlah Ekuitas 331.166 307.879 334.721 293.159 264.812 234.708
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 691.324 796.515 890.732 999.572 998.127 979.190
Aset terdiri dari Aset Lancar dan Aset Tidak Lancar. Aset Lancar secara historis memiliki porsi 40,45%-
48,52% dengan trend kenaikan historis rata-rata YTD 9,66%. Aset Tidak Lancar secara historis memiliki porsi
51,48%-59,55% dengan trend kenaikan historis rata-rata YTD 16,76%. Secara keseluruhan historis aset
Perusahaan mengalami pertumbuhan 13,09%.
Liabilitas terdiri dari Liabilitas Jangka Pendek dan Liabilitas Jangka Panjang. Liabilitas Jangka Pendek secara
historis memiliki porsi 36,90%-67,54% dengan tred kenaikan historis rata-rata YTD 33,39%. Liabilitas Jangka
Panjang secara historis memiliki porsi 5,93%-15,20% dengan tred kenaikan historis rata-rata YTD 3,03%.
Secara keseluruhan historis liabilitas Perusahaan mengalami pertumbuhan 25,50%.
Ekuitas dalam akun saldo laba secara historis memiliki porsi 0,70%-10,61% dengan trend penurunan historis
rata-rata YTD (10,72%.). Secara keseluruhan historis liabilitas dan ekuitas Perusahaan mengalami
pertumbuhan 13,09%.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 6
Page 24
1.6.2 Laba Rugi Historis (Common Size & Trend)
Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Jun
Income Statement
Pendapatan 494.685 518.652 633.300 691.532 600.210 306.610
Beban Pokok Pendapatan (387.495) (408.755) (476.983) (532.841) (461.987) (240.315)
Laba Bruto 107.190 109.897 156.318 158.691 138.223 66.295
Beban Penjualan Umum dan Adm (59.891) (71.636) (83.839) (99.898) (97.297) (42.711)
Penghasilan (Beban) Lainnya 23.962 (4.867) 7.683 (38.135) 16.264 (22.333)
EBITDA 71.261 33.394 80.162 20.657 57.190 1.250
Depresiasi dan Amortisasi (20.483) (25.877) (30.056) (32.310) (36.267) (19.078)
EBIT 50.779 7.518 50.107 (11.652) 20.923 (17.828)
Biaya Keuangan (22.212) (17.895) (20.068) (27.394) (50.251) (26.590)
Bagian Laba dari Entitas Asosiasi 755 743 4.327 (5.610) (5.064) 4.600
EBT 29.322 (9.633) 34.366 (44.656) (34.392) (39.818)
Beban Pajak Penghasilan (6.787) 399 (7.043) 8.264 6.835 9.714
EAT 22.534 (9.235) 27.323 (36.392) (27.557) (30.104)
Perusahaan membukukan Pendapatan secara trend kenaikan historis rata-rata YTD 12,05%. Beban Pokok
Penjualan 77,30% dari pendapatan dan secara trend kenaikan historis rata-rata YTD 11,30%. Beban
Penjualan Umum dan Adm 13,96% dari pendapatan dan secara trend kenaikan historis rata-rata YTD
18,60%. Penghasilan (Beban) Lainnya 3,04% dari pendapatan dan secara trend penurunan historis rata-rata
YTD (324,84%).
EBITDA 9,20% dari pendapatan dan secara trend kenaikan historis rata-rata YTD 4,23%. EBIT 4,96% dari
pendapatan dan secara trend kenaikan historis rata-rata YTD 119,35%. EBT 5,08% dari pendapatan dan
secara trend penurunan historis rata-rata YTD (273,18%). EAT 4,10% dari pendapatan dan secara trend
kenaikan historis rata-rata YTD (256,68%).
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 7
Page 25
1.6.3 Arus Kas
Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Jun
Cash Flow
ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 444.020 490.569 641.265 679.009 582.112 295.390
Pembayaran kepada pemasok (432.454) (375.562) (563.242) (551.517) (430.535) (234.187)
Pembayaran kepada karyawan (57.258) (69.717) (36.330) (89.417) (87.547) (42.329)
Penerimaan penghasilan bunga 1.804 1.501 343 226 1.830 1.123
Pembayaran pajak penghasilan badan (6.108) (4.581) (2.976) (14.038) (4.580) (1.127)
Penerimaan restitusi pajak - 265 - 2.250 - 6.675
Pembayaran bunga dan beban keuangan (20.178) (32.667) (20.411) (27.620) (52.081) (29.597)
Arus kas bersih yang diperoleh dari kegiatan operasi (70.174) 9.809 18.650 (1.108) 9.199 (4.052)
ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI
Perolehan aset tetap - - - - - -
Penjualan aset tetap 8.204 32.106 90 1.977 456 13.680
Pembayaran uang muka aset tetap (24.523) (96.524) (129.962) (47.952) (42.130) (11.323)
Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan investasi (16.319) (64.418) (129.872) (45.975) (41.674) 2.357
ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
Penerbitan saham biasa 142.046 - - - - -
Penerimaan dividen - (13.562) - (5.425) - -
Pencairan utang bang jangka pendek 110.570 37.040 162.093 137.316 198.618 43.759
Pembayaran utang bank jangka pendek (53.200) (39.713) (53.983) (30.370) (82.672) (39.230)
Pencairan Pinjaman jangka panjang lain-lain - 113.456 - - 4.499 -
Pembayaran Pinjaman jangka panjang lain-lain - (18.117) (39.563) (46.518) (37.598) (19.287)
Liabilitas jangka panjang lain-lain pihak ketiga (21.198) - - - - -
Penerimaan liabilitas sewa 21.222 - - 23.114 - -
Pembayaran liabilitas sewa (5.044) (5.486) (9.857) (12.451) (14.863) (8.196)
Pembayaran ke pihak berelasi (57.784) (920) - - - -
Arus kas bersih yang diperoleh dari kegiatan pendanaan 136.612 72.699 58.690 65.665 67.983 (22.953)
KENAIKAN/(PENURUNAN) KAS DAN SETARA KAS 50.119 18.090 (52.532) 18.583 35.509 (24.647)
Dampak selisih kurs atas kas dan setara kas 1.227 557 (366) (51) (1) 1.184
Kas dan setara kas awal periode 45.468 96.815 115.463 62.565 81.097 116.605
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 96.815 115.463 62.565 81.097 116.605 93.142
Arus kas Perusahaan dari aktivitas operasional sebagian besar berupa penerimaan dari pelanggan,
pembayaran kepada pemasok, dan pembayaran kepada karyawan. Arus kas Perusahaan dari aktivitas
investasi merupakan belanja modal berupa pembelian aset tetap. Arus kas Perusahaan dari aktivitas
pendanaan sebagian besar berupa penerimaan dan pembayaran atas utang kepada pihak berelasi. Saldo
kas Perusahaan berkisar antara 62 Miliar – 116 Miliar Rupiah per tahun.
Sampai dengan Triwulan-II 2024 Perusahaan telah melakukan pembayaran terhadap Pajak Pertambahan
Nilai dan PPH-22 Import. Nilai pajak yang dibayarkan dalam Pajak Pertambahan Nilai sebesar Rp 25,3 Miliar
dan untuk PPH-22 Import sebesar Rp 1,04 Miliar.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 8
Page 26
1.6.4 Analisis Rasio
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Jun
Rasio Likuiditas
Rasio Lancar 1,32 0,98 0,84 0,74 0,67 0,61
Quick Rasio 0,79 0,72 0,51 0,44 0,47 0,43
Rasio Aktivitas
TO Piutang 6,22 4,82 5,41 5,40 3,90 1,85
TO Persediaan 2,90 4,14 3,33 3,00 3,52 1,86
TO Utang Usaha 19,18 10,61 18,03 7,69 33,12 5,73
Average Collection Periode (TO Piutang) 58,67 75,69 67,52 67,64 93,70 197,36
Inventory Conversion Period (TO Persediaan) 125,95 88,08 109,58 121,79 103,68 196,22
Payables Defferal Period (TO Utang Usaha) 19,03 34,42 20,25 47,49 11,02 63,66
TO Aset Tetap 1,65 1,38 1,32 1,35 1,20 0,63
TO Aset 0,72 0,65 0,71 0,69 0,60 0,31
Rasio Solvabilitas
Debt Equity Ratio 1,09 1,59 1,66 2,41 2,77 3,17
Debt to Assets 0,52 0,61 0,62 0,71 0,73 0,76
Time Interest Earned 2,29 0,42 2,50 - 0,42 -
Rasio Profitabilitas
Return On Asset 0,03 (0,01) 0,03 (0,04) (0,03) (0,03)
Return On Equity 0,07 (0,03) 0,08 (0,12) (0,10) (0,13)
Dilihat berdasarkan likuiditasnya, Perusahaan memiliki rasio lancar YTD sebesar 0,7-1,3 kali dengan rata-
rata 0,97 kali utang lancarnya (rasio lancar). Aset lancar Perusahaan diluar persediaan YTD sebesar 0,4-0,7
kali dengan rata-rata 0,61 kali utang lancarnya.
Berdasarkan aktivitasnya, umur piutang usaha YTD berkisar antara 58-75 hari dengan rata-rata 67 hari.
Berdasarkan aktivitasnya, umur persediaan YTD berkisar antara 88-125 hari dengan rata-rata 111 hari. Umur
utang usaha YTD berkisar antara 19-47 hari dengan rata-rata 30 hari.
Dilihat berdasarkan profitabilitasnya, Perusahaan juga memiliki rasio laba bersih terhadap total aset (ROA)
YTD sebesar (0,04) – 0,03 dengan rata-rata 0,004. Perusahaan memiliki rasio laba bersih terhadap ekuitas
(ROE) YTD sebesar (0,12) – 0,08 dengan rata-rata (0,001).
1.6.5 Struktur Modal
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Liabilitas Lancar 48,52% 46,46% 40,45% 43,72% 45,04% 44,51%
Liabilitas Tidak Lancar 51,48% 53,54% 59,55% 56,28% 54,96% 55,49%
Total Liabilitas 52,10% 61,35% 62,42% 70,67% 73,47% 76,03%
Total Ekuitas 47,90% 38,65% 37,58% 29,33% 26,53% 23,97%
Debt Equity Ratio 1,09 1,59 1,66 2,41 2,77 3,17
Pada struktur modal Perusahaan, rasio total liabilitas sebesar 52,10%-76,03% dari total liabilitas dan ekuitas.
Rasio debt to equity (DER) Perusahaan sebesar 1,09-3,17 kali dengan rata-rata 2,11 kali dari ekuitasnya.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 9
Page 27
2. KELAYAKAN PASAR
2.1. Kondisi Pasar
2.1.1. Kondisi Perekonomian Indonesia
Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga
berlaku triwulan II-2024 mencapai Rp5.536,5 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai
Rp3.231,0 triliun. Ekonomi Indonesia triwulan II-2024 terhadap triwulan sebelumnya mengalami
pertumbuhan sebesar 3,79 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada
Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 23,43 persen. Dari sisi pengeluaran,
Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar
19,58 persen. Ekonomi Indonesia triwulan II-2024 terhadap triwulan II-2023 tumbuh sebesar 5,05
persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum
mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,17 persen. Sementara dari sisi pengeluaran,
Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) mengalami
pertumbuhan tertinggi sebesar 9,98 persen. Ekonomi Indonesia semester I-2024 terhadap semester
I-2023 tumbuh sebesar 5,08 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Administrasi
Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar
10,25 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen PK-LNPRT mengalami pertumbuhan
tertinggi sebesar 16,84 persen. Ekonomi Indonesia secara spasial pada triwulan II-2024
menunjukkan pertumbuhan positif pada semua wilayah. Kelompok provinsi di Pulau Jawa menjadi
penyumbang terbesar dengan peranan sebesar 57,04 persen dari ekonomi nasional dan mencatat
kinerja pertumbuhan sebesar 4,92 persen (y-on-y) dibanding triwulan II-2023.
2.1.2. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)
Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan II 2024 membaik dan mendukung
ketahanan eksternal. NPI pada triwulan II 2024 menunjukkan perbaikan dengan mencatat defisit 0,6
miliar dolar AS, lebih rendah dibandingkan dengan defisit 6,0 miliar dolar AS pada triwulan I 2024.
Perbaikan tersebut ditopang oleh peningkatan kinerja transaksi modal dan finansial yang mencatat
surplus serta defisit transaksi berjalan yang tetap terjaga. Dengan perkembangan tersebut, posisi
cadangan devisa pada akhir Juni tercatat tetap tinggi sebesar 140,2 miliar dolar AS, atau setara
dengan pembiayaan 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada
di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Transaksi berjalan mencatat defisit yang rendah. Pada triwulan II 2024, transaksi berjalan mencatat
defisit 3,0 miliar dolar AS (0,9% dari PDB), sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan defisit 2,4 miliar
dolar AS (0,7% dari PDB) pada triwulan I 2024. Surplus neraca perdagangan barang meningkat,
dikontribusikan oleh defisit neraca perdagangan migas yang menurun dan surplus neraca
perdagangan nonmigas yang relatif stabil. Ekspor nonmigas tumbuh positif didukung oleh perbaikan
harga komoditas dan permintaan dari mitra dagang utama, sementara impor nonmigas relatif stabil
dipengaruhi aktivitas ekonomi domestik yang terjaga. Defisit neraca jasa meningkat dipengaruhi oleh
defisit jasa perjalanan (travel) seiring pelaksanaan ibadah haji 2024. Defisit neraca pendapatan
primer juga lebih tinggi dipengaruhi oleh pembayaran dividen dan bunga/kupon sesuai pola
triwulanan.
Kinerja transaksi modal dan finansial membaik di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan
global. Transaksi modal dan finansial mencatat surplus 2,7 miliar dolar AS pada triwulan II 2024, dari
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 10
Page 28
sebelumnya defisit 1,6 miliar dolar AS pada triwulan I 2024. Kinerja positif ini terutama ditopang oleh
aliran masuk modal asing pada investasi portofolio di tengah ketidakpastian pasar keuangan global
yang masih tinggi. Investasi langsung tetap membukukan surplus sejalan dengan optimisme investor
terhadap prospek ekonomi dan iklim investasi domestik yang terjaga. Investasi lainnya mencatat
penurunan defisit dipengaruhi oleh penurunan investasi swasta pada beberapa instrumen finansial
luar negeri, di tengah peningkatan pembayaran utang luar negeri swasta sesuai jadwal.
NPI 2024 diprakirakan terjaga dengan transaksi berjalan dalam kisaran defisit rendah sebesar 0,1%
sampai dengan 0,9% dari PDB. Neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan tetap
mencatatkan surplus didukung oleh peningkatan aliran masuk modal asing baik dalam bentuk
Penanaman Modal Asing (PMA) maupun investasi portofolio sejalan dengan persepsi positif investor
terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang menarik.
Grafik Neraca Pembayaran Indonesia
Sumber: Bank Indonesia
2.1.3. Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2024 tetap terjaga dalam sasaran 2,5±1%.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi IHK Juni 2024 tercatat deflasi sebesar 0,08% (mtm),
sehingga secara tahunan menurun menjadi 2,51% (yoy) dari realisasi bulan sebelumnya sebesar
2,84% (yoy). Inflasi yang terjaga ini merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta
eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah)
dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) melalui penguatan Gerakan
Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah. Ke depan, Bank Indonesia
meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1% pada 2024 dan 2025.
Inflasi inti tetap terjaga. Inflasi inti pada Juni 2024 tercatat sebesar 0,10% (mtm), lebih rendah dari
inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,17% (mtm). Inflasi inti yang lebih rendah tersebut
dipengaruhi oleh ekspektasi inflasi yang terjangkar, termasuk pada saat Hari Besar Keagamaan
Nasional (HBKN) Iduladha, serta kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons
permintaan domestik. Realisasi inflasi inti pada Juni 2024 disumbang terutama oleh inflasi komoditas
emas perhiasan dan kopi bubuk. Secara tahunan, inflasi inti Juni 2024 tercatat sebesar 1,90% (yoy),
menurun dari inflasi inti bulan sebelumnya sebesar 1,93% (yoy).
Kelompok volatile food melanjutkan deflasi. Kelompok volatile food pada Juni 2024 mengalami
deflasi sebesar 0,98% (mtm), lebih dalam dari deflasi bulan sebelumnya sebesar 0,69% (mtm).
Deflasi kelompok volatile food disumbang terutama oleh komoditas bawang merah, tomat dan
daging ayam ras. Penurunan harga komoditas pangan didukung oleh peningkatan pasokan seiring
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 11
Page 29
dengan berlanjutnya musim panen dan penurunan harga pakan untuk komoditas daging ayam ras.
Secara tahunan, kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 5,96% (yoy), menurun dari inflasi
bulan sebelumnya sebesar 8,14% (yoy). Ke depan, inflasi volatile food diprakirakan tetap akan
terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi TPIP dan TPID melalui GNPIP di berbagai
daerah.
2.1.4. Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah tetap terkendali didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai tukar
Rupiah pada Maret 2024 (hingga 19 Maret 2024) relatif stabil dipengaruhi oleh kebijakan stabilisasi
yang ditempuh Bank Indonesia, di tengah dinamika penyesuaian aliran modal asing di pasar
keuangan domestik sejalan dengan ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.
Dengan perkembangan ini, nilai tukar Rupiah melemah sebesar 2,02% dibandingkan dengan level
akhir Desember 2023, lebih baik dibandingkan dengan Ringgit Malaysia, Won Korea, dan Baht
Thailand yang masing-masing melemah sebesar 3,02%, 3,87%, dan 5,39%. Ke depan, nilai tukar
Rupiah diprakirakan stabil dengan kecenderungan menguat, didorong oleh kembali masuknya aliran
modal asing sejalan dengan tetap terjaganya persepsi positif terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Selain itu, kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan penguatan strategi operasi moneter pro-market
melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI juga mendukung prospek penguatan nilai
tukar Rupiah tersebut.
Koordinasi dengan Pemerintah, perbankan, dan dunia usaha terus ditingkatkan dan diperluas untuk
implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA)
sejalan dengan PP Nomor 36 Tahun 2023.
2.1.5. Suku Bunga
Transmisi kebijakan moneter berjalan dengan baik. Suku bunga pasar uang bergerak dalam kisaran BI-Rate
sebesar 5,93% pada 18 Maret 2024. Suku bunga SRBI tercatat menarik pada level 6,68%, 6,69%, dan 6,87%
masing-masing untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan pada 15 Maret 2024 sehingga mendukung efektivitas SRBI
sebagai instrumen moneter yang pro-market. Sementara itu, suku bunga perbankan tetap rendah dipengaruhi
oleh likuiditas perbankan yang memadai serta kebijakan transparansi SBDK yang meningkatkan efisiensi
suku bunga perbankan. Suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada Februari 2024 tercatat
masing-masing sebesar 4,52% dan 9,28%, membaik dibandingkan dengan perkembangan bulan
sebelumnya. Imbal hasil SBN tenor 2 dan 10 tahun relatif stabil di tengah ketidakpastian pasar keuangan
global yang masih tinggi.
2.1.6. Permintaan Pasar Produk Perusahaan
Perusahaan menilai bahwa permintaan pasar produk khususnya dalam bisnis perakitan peralatan
industri mesin tekstil ini, di masa kini dan mendatang akan sangat baik dan prospektif. Hal ini karena
jasa dan bisnis ini merupakan suatu keahlian yang sangat spesifik sehingga Perusahaan berani untuk
berasumsi bahwa di dalam negeri belum memiliki pesaing secara langsung.
Selain itu sejalan dengan meningkatnya permintaan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya
penggunaan produk daur ulang. Selain itu, tren ekonomi sirkular semakin diperhatikan dan diakui oleh
perusahaan-perusahaan besar di dunia. Sehingga banyak pelanggan Perusahaan yang merupakan
perusahaan dengan merek ternama meningkatkan jumlah konten daur ulang dalam kemasan plastik
dan bahan baku mereka sebagai bagian dari upaya mereka untuk mencapai net zero emission. Sejalan
dengan hal tersebut, Perusahaan telah memenuhi syarat untuk kredit karbon sebagai hasil dari bisnis
intinya yaitu daur ulang limbah PET.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 12
Page 30
Perusahaan sebagai perusahaan daur ulang limbah PET terkemuka dan terbesar di Indonesia
semakin mempertegas posisinya sebagai pemain terbesar di industri daur ulang Indonesia melalui 9
pabrik mereka yang beroperasi di berbagai lokasi berpotensi tinggi, yaitu Tangerang, Solo, Mojokerto,
Salatiga, Palembang, Medan, Makassar (Gowa & Takalar) dan Subang. Saat ini total kapasitas
produksi daur ulang Perusahaan sudah mencapai lebih dari 40.000 ton per tahun.
Disamping itu Perusahaan juga berusaha untuk keluar dari ketergantungan pada bisnis diatas. Dengan
adanya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini maka akan menambah keragaman usaha sehingga
tidak tergantung hanya di bisnis industri tekstil baik woven dan non-woven yang selama ini digeluti.
Perusahaan berkeyakinan bahwa permintaan pasar akan perakitan peralatan industri mesin tekstil,
termasuk pemilihan peralatan untuk pengenalan/penggantian, negosiasi harga pembelian peralatan,
perhitungan waktu tunggu, dan perencanaan relokasi/pemanfaatan peralatan yang ada, akan selalu
ada dan berkembang linier terhadap perkembangan bisnis inti yaitu daur ulang limbah PET.
2.1.7. Supply Produk Perusahaan Untuk Permintaan Pasar
Untuk dapat memenuhi supply produk Perusahaan untuk permintaan pasar, Perusahaan harus selalu
meningkatkan keahlian teknikal dalam perakitan peralatan industri mesin tekstil, menjaga hubungan
baik dengan supplier mesin-mesin baik di China, Korea maupun Taiwan dan yang terpenting adalah
fokus dalam menawarkan jasa ini ke berbagai perusahaan tekstil non-woven dan perusahaan
manufacture tekstil yang ada di Indonesia.
2.1.8. Perkembangan Industri Penambahan Kegiatan Usaha
2.1.10.1. Pangsa Pasar
Dengan adanya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini maka akan menambah pangsa pasar
untuk kegiatan usaha selain industri tekstil baik woven dan non-woven, Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha ini juga bisa merambah pangsa pasar dalam perakitan peralatan industri mesin
tekstil.
2.1.10.2. Kesinambungan
Dikarenakan pangsa pasar yang luas untuk memenuhi kebutuhan industri tekstil dan industri
makanan, maka Perusahaan optimis Rencana Penambahan Kegiatan Usaha perakitan
peralatan industri mesin tekstil ini akan terus berkesinambungan dan berkembang. Selain
berkeyakinan tidak memiliki saingan yang berarti di dalam negeri, Perusahaan juga berkeyakinan
bahwa dengan pemasangan mesin produksi yang baru, pelanggannya akan merasakan
keuntungan berupa pengurangan biaya energi dan akan terjadi peningkatan produktivitas. Hal
ini menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas memainkan peran yang signifikan.
Peningkatan produktivitas tidak hanya mengurangi biaya energi tetapi juga berdampak besar
pada pengurangan biaya variabel lainnya. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk
memaksimalkan efektivitas pengenalan/penggantian peralatan melalui inovasi operasional dan
manajemen perubahan dari perspektif rantai nilai terpadu.
2.1.10.3. Potensi Pasar
Potensi permintaan yang di analisa dapat di peroleh Perusahaan dalam kurun waktu 10 tahun
adalah sekitar USD 90 juta yang diperoleh dari perakitan peralatan industri mesin tekstil dari
sekitar 9-10 pabrik dari berbagai pelanggan di dalam negeri.
Pendapatan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha terdiri dari Penjualan Mesin, Penjualan
Sparepart, dan Jasa Service. Dalam Penjualan Mesin, Perusahaan mampu merakit 15-20 mesin,
dalam Penjualan Sparepart Perusahaan mampu menyediakan 100-150 sparepart, dan dalam
Jasa Service mampu menyelesaikan 5-10 unit, masing-masing dalam satu tahun
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 13
Page 31
2.1.10.4. Sasaran Pasar
Sasaran pasar dalam 10 tahun kedepan difokuskan pada berbagai perusahaan tekstil non-woven
dan perusahaan manufacture tekstil yang ada di Indonesia. Tercatat Perusahaan tekstil yang ada
di Indonesia yang terdaftar di BEI sedikitnya ada 15 perusahaan, diantara limanya adalah:
1. PT Argo Pantes Tbk – ARGO
2. PT Trisula Textile Industries Tbk – BELL
3. PT Century Textile Industry Tbk – CNTX
4. PT Ever Shine Tex Tbk – ESTI
5. PT Panasia Indo Resources Tbk – HDTX
2.1.10.5. Potensi Nilai Pasar
Potensi Nilai Pasar dari permintaan yang di analisa dapat di peroleh Perusahaan dalam kurun
waktu 10 tahun adalah sekitar USD 90 juta yang diperoleh dari perakitan peralatan industri mesin
tekstil dari sekitar 9-10 pabrik dari berbagai pelanggan di dalam negeri
Pendapatan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha terdiri dari Penjualan Mesin, Penjualan
Sparepart, dan Jasa Service. Dalam Penjualan Mesin, Perusahaan mampu merakit 15-20 mesin,
dalam Penjualan Sparepart Perusahaan mampu menyediakan 100-150 sparepart, dan dalam
Jasa Service mampu menyelesaikan 5-10 unit, masing-masing dalam satu tahun
2.2. Pesaing Usaha
Bisnis perakitan peralatan industri mesin tekstil ini merupakan suatu keahlian yang sangat spesifik sehingga
Perseroan berani untuk berasumsi bahwa di dalam negeri Indonesia, Inocycle tidak memliki pesaing yang
berarti. Namun bila di kawasan Asia khususnya dari China dan Korea, diketahui beberapa Perusahaan yang
menawarkan bisnis serupa diatas seperti antara lain:
• Jiangsu Yingyang Nonwoven Machinery Co., Ltd, Jiangsu, China
• Samill Machinery Co, Ltd, Dalseo-Gu, Daegu, Korea
Peluang yangg dimiliki oleh Perusahaan adalah belum adanya Perusahaan yang menawarkan bisnis serupa
di Indonesia. Karena pesaing yang ada di luar negeri tentunya punya kendala antara lain di hal response
time, komunikasi/ bahasa dengan pelanggan.
2.3. Strategi Pemasaran
Berhubung sampai saat ini belum ada Perusahaan Pesaing maka Strategi Pemasaran Perseroan adalah
fokus dalam menawarkan jasa ini ke berbagai perusahaan tekstil non-woven dan perusahaan manufacture
tekstil yang ada di Indonesia.
Selain itu Perusahaan berstrategi untuk senantiasa belajar untuk menambahan pengatuan mengenai,
perakitan peralatan industri mesin tekstil khususnya dengan cepatnya perubahan teknologi yang ada di
bidang ini.
Dengan memperhatikan analisis kelayakan pasar, Penambahan Kegiatan Usaha secara pasar layak.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 14
Page 32
3. STUDI KELAYAKAN
3.1. Analisis Kelayakan Teknis
Berdasarkan anggaran dasar Perusahaan dalam pasal 3 tertuang maksud dan tujuan kegiatan usaha terdiri
dari:
1. Industri Persiapan Serat Tekstil, (KBLI 13111)
Yang mencakup usaha persiapan serat tekstil, seperti reeling (pilin/menggulung) dan pencucian serat
sutera, degreasasi (penghilangan lemak) dan karbonisasi wol dan pencelupan bulu domba, termasuk
proses penyusunan dan penyisiran (carding atau combing) dari serat rambut hewan serat tumbuhan,
dan serat buatan (sintetis dan artifisial).
2. Industri Bantal dan Sejenisnya, (KBLI 13923)
Yang mencakup usaha pembuatan bantal dan sejenisnya, seperti bantal dan guling, selimut kapas,
selimut bulu angsa, bantal kursi, kantong tidur dan lain-lain dari kapuk, dakron dan sejenisnya.
3. Industri non-woven (bukan Tenunan), (KBLI 13993)
Yang mencakup usaha industri kain yang dibuat tanpa dengan proses anyaman atau perajutan, seperti
kain kempa, kain felting dan kain laken. Termasuk industri kain untuk keperluan pelayanan kesehatan
manusia, seperti duk operasi (surgical drape); baju, masker, penutup kepala dan perlengkapan non-
woven lain untuk operasi; dan pembalut luka non-woven.
4. Industri Serat Stapel Buatan, (KBLI 20302)
Yang mencakup usaha pembuatan serat stapel buatan, seperti poliamida, poliester, rayon viskosa,
akrilik, selulosa asetat dan sebagainya (kecuali serat gelas dan serat optik) untuk diolah lebih lanjut
dalam industri tekstil. Serat stapel adalah serat buatan yang dipotong pendek-pendek.
5. Industri Furnitur Lainnya, (KBLI 31009)
Yang mencakup usaha pembuatan furnitur yang bahan utamanya bukan kayu, rotan, bambu, logam,
plastik dan bukan barang imitasi, seperti bahan pelengkap matras atau kasur, matras atau kasur dengan
per atau pegas atau yang yang diisi atau disumpal atau dilengkapi dengan bahan pelengkap lainnya
(kapok, dakron) dan matras atau kasur plastik atau karet yang tidak dilapisi dan matras atau kasur
sejenisnya. Termasuk kereta restoran dekorasi, seperti kereta desert, kereta makanan.
Terkait adanya rencana manajemen untuk melakukan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yaitu
“Perakitan Peralatan Industri Mesin Tekstil” dengan rincian rencana penambahan KBLI oleh PT Inocycle
Technology Group Tbk sebagai berikut:
a. Menjalankan usaha dalam bidang Perdagangan Besar, meliputi:
1. KBLI 46591: “perdagangan besar mesin kantor dan industri pengolahan, suku cadang dan
perlengkapannya”
2. KBLI 46599: “perdagangan besar mesin, peralatan dan perlengkapan lainnya”
b. Menjalankan usaha dalam Bidang Industri, meliputi:
1. KBLI 28263: “industri mesin tekstil”
2. KBLI 28299: “industri mesin keperluan khusus lainnya”
c. Menjalankan usaha dalam Bidang Jasa, meliputi
1. KBLI 74909: “Aktivitas Profesional, Ilmiah dan Teknis Lainnya YTDL”
2. KBLI 70204: “Aktivitas Konsultansi Manajemen Industri”
3. KBLI 71102: “Aktivitas Keinsinyuran dan Konsultasi Teknis YBDI”
4. KBLI 70209: “Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya”
5. KBLI 71024: “Jasa Inspeksi Teknik Instalasi”
6. KBLI 33122: “Reparasi Mesin Untuk Keperluan Khusus”
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 15
Page 33
3.1.1 Kapasitas
Berdasarkan informasi dari manajemen, pendapatan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha terdiri
dari Penjualan Mesin, Penjualan Sparepart, dan Jasa Service. Dalam Penjualan Mesin, Perusahaan
mampu merakit 15-20 mesin, dalam Penjualan Sparepart Perusahaan mampu menyediakan 100-150
sparepart, dan dalam Jasa Service mampu menyelesaikan 5-10 unit, masing-masing dalam satu tahun.
3.1.2 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya, Pekerja, dan Ahli Profesional
Dalam menjalankan bisnisnya, ketersediaan material merupakan hal yang harus diperhatikan. Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha ini, mesin yang dirakit untuk dijual dan sparepart di datangkan dari luar
negeri atau import. Hal ini disebabkan mesin yang dijual belum diproduksi di dalam negeri.
Sementara itu, berkaitan dengan pekerja dan tenaga ahli profesional, Perusahaan selalu memilih tenaga
kerja dengan kualitas yang baik. Perusahaan memandang sumber daya manusia yang kompeten dan
profesional merupakan aset utama dalam mewujudkan visi dan misinya dan harus dikembangkan secara
berkesinambungan. Oleh karena itu, Perusahaan memberikan motivasi agar dapat berperan aktif disertai
dengan kesempatan untuk mengembangkan kualitasnya agar memiliki etos kerja yang unggul,
berkompetensi tinggi, dan berkualitas.
Dalam merekrut sumber daya manusia, Perusahaan menyesuaikan dengan rencana bisnis dan
operasional Perusahaan dari tahun ke tahun. Perusahaan juga senantiasa menyediakan program
pelatihan dan pengembangan kompetensi yang relevan di bidang usaha Perusahaan termasuk sertifikasi
yang sesuai bagi masing-masing unit kerja. Ketersediaan Pekerja dan Ahli Profesional yang dibutuhkan
dalam Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini memerlukan tambahan tenaga kerja. Adapun jumlah
tenaga kerja yang dibutuhkan untuk kegiatan ini adalah sejumlah 3 orang Leader dan 28 orang Operator.
Perusahaan akan merekut tenaga kerja baru untuk menggantikan ke 31 tenaga kerja diatas
3.1.3 Proses Produksi
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 16
Page 34
Proses produksi dari perakitan peralatan industri mesin tekstil ini bermula dari pesanan order dari
pelanggan. Pesanan ini akan dipelajari dengan cermat dari segi teknis. Bila dianggap feasible, akan
dibuatkan design, layout serta schedule dari pemasangan mesin. Setelah design, layout, schedule serta
berbagai perhitungan komersial termasuk harga disetujui pelanggan, maka dimulai pemesanan mesin dan
material. Setelah pemasangan selesai di lakukan pengujian dan diakhiri dengan Berita Acara Serah terima
barang bila semua berjalan sesuai dengan pemesanan. Pekerjaan perakitan peralatan industri mesin
tekstil dianggap selesai.
Dengan memperhatikan analisis kelayakan teknis, Penambahan Kegiatan Usaha secara teknis layak.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 17
Page 35
3.2. Analisis Kelayakan Pola Bisnis
3.2.1. Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Dari Pola Bisnis;
Berdasarkan informasi dari manajemen, Perusahaan memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan
perusahaan yang bergerak di bidang sejenis. Keunggulan Perusahaan antara lain adalah sebagai berikut:
1. Mesin yang dijual belum dijual di dalam negeri
2. Mesin yang dijual memiliki produktifitas yang lebih baik.
3. Mesin yang dijual memiliki efisiensi energi yang lebih baik.
3.2.2. Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk;
Kompetisi dari para kompetitor Perusahaan dapat mempengaruhi tingkat permintaan terhadap produk
yang ditawarkan Perusahaan. Untuk terus mempertahankan dan meningkatkan posisinya, Perusahaan
menjalankan kegiatan operasionalnya pada segmen pasar yang spesifik, menjalankan kegiatannya di
lokasi yang strategis disertai dengan produk dan layanan yang lebih inovatif dalam kualitas dan harga
yang kompetitif.
Pesaing lokal kecil kemungkinan dapat meniru jenis usaha yang akan dimiliki Perusahaan ini . Hal ini
karena Perusahaan mempunyai keunggulan dalam melakukan kegiatan usahanya, dimana keunikan yang
dimiliki Perusahaan merupakan bisnis yang berkesinambungan. Maka, pesaing sulit untuk dapat
mereplika produk yang dimiliki Perusahaan
Secara umum, meskipun tak mudah pesaing mungkin dapat meniru jenis usaha yang dimiliki Perusahaan.
Namun, Perusahaan mempunyai keunggulan dalam melakukan kegiatan usahanya, dimana keunikan
yang dimiliki Perusahaan dalam Rencana Penambahan Kegiatan Usaha merupakan produktifitas mesin
yang lebih baik dengan efisiensi energi yang lebih baik.
3.2.3. Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai;
Dengan adanya kemampuan Perusahaan untuk mengelola bisnis di bidang industri pengolahan plastik
dan kain, nilai ditentukan oleh bagaimana pembeli membutuhkan produk tersebut. Oleh sebab itu, produk
yang dihasilkan oleh Perusahaan tentunya sangat dibutuhkan oleh pembeli. Dengan memiliki keunggulan
produk disisi produktifitas dan efisiensi energi, Perusahaan dapat menciptakan nilai tambah bagi produk.
Seperti yang lazim diketahuin bahwa mesin berkembang seiring dengan perkembangan teknologi. Mesin
modern tentunya memiliki produktifitas yang lebih baik dan efisiensi energi yang lebih baik jika
dibandingkan dengan mesin terdahulu. Hal tersebut mendorong Perusahaan untuk terus melakukan
pengembangan produk yang memiliki nilai tambah sesuai dengan perkembangan teknologi terkini. Hal
ini tentu saja memberikan peluang yang besar bagi Perusahaan dalam meningkatkan nilai perusahaan
dan mempertahankan kelangsungan usaha ke depannya.
3.2.4. Analisis SWOT
Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, and threat) terdiri atas faktor internal yang bisa dikontrol
dan faktor eksternal atau lingkungan yang mungkin sulit untuk dikontrol. Kedua sisi dianalisis agar dapat
disusun suatu strategi sehingga tercapai keberhasilan dan mempunyai daya saing. Dari faktor internal
bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan (strength and weakness) sedangkan dari faktor eksternal
berupa peluang dan ancaman (opportunity and threat).
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 18
Page 36
1. Strength
Bisnis perakitan peralatan industri mesin tekstil ini merupakan suatu keahlian yang sangat spesifik
sehingga Perseroan berani untuk berasumsi bahwa di dalam negeri, Perusahaan tidak memliki
pesaing secara langsung. Hal ini yang merupakan strength utama dari bisnis yang akan dirintis ini.
2. Weakness
Untuk faktor internal Perusahaan baik dari kapasitas produksi serta ketersediaan bahan baku,
motivasi karyawan, kami tidak mengalami kendala yang berarti. Dengan langka mitigasi,
meningkatkan komunikasi melalui rapat internal sehingga memudahkan pengambilan Keputusan
untuk mendapatkan solusi terbaik
3. Opportunity
Banyaknya pabrik tektil di Indonesia yang mempunyai mesin tektil dengan berusia tua sehingga perlu
diremajakan, baik untuk meningkatkan produktifitas maupun untuk menghemat biaya energi
merupakan ceruk bisnis yang perlu digarap dengan serius.
4. Threat
Dengan belum berhentinya perang Rusia dan Ukraina, memberikan pengaruh terhadap harga
komoditas, harga energi dan nilai tukar rupiah. Kondisi ini memberi dampak juga terhadap
Perusahaan antara lain :
• Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang berpotensi menggerus pendapatan
Perusahaan karena kerugian valas yang lebih tinggi, disebabkan oleh pinjaman Perusahaan
yang mayoritas berdenominasi USD (non-operasional).
• Masalah ijin import mesin-mesin tekstil yang sering mengalami perubahan sehingga
merupakan kendala di lapangan.
• Biaya transportasi khususnya kargo laut yang belum normal.
• Kondisi dunia pertekstilan Indonesia yang tidak begitu baik karena serbuan produk tekstil
import. Meskipun pemerintah sedang menggodok larangan tekstil export baru yang tegas.
Dengan langkah mitigasi, terkait ancaman diatas adalah kondisi diluar kuasa Perusahaan, namun
Perusahaan berusaha untuk selalu mendapatkan informasi terkini. Disamping itu Perusahaan selalu
mencari terobosan-terobsan terbaru untuk Langkah mitigasi terkait ancaman.
Dengan memperhatikan analisis kelayakan pola bisnis, Penambahan Kegiatan Usaha secara pola bisnis layak.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 19
Page 37
3.3. Analisis Kelayakan Model Manajemen
3.3.1. Ketersediaan Tenaga Kerja
Dalam menjalankan kegiatan usaha eksisting, Perusahaan memiliki ketersediaan tenaga kerja sebagai
berikut:
Eksisting:
Kategori Jumlah orang
Karyawan tetap 274
Tenaga Kerja (Kontrak) 855
Total Tenaga Kerja 1.129
Penambahan:
Kategori Jumlah orang
Karyawan tetap 3
Tenaga Kerja (Kontrak) 28
Total Tenaga Kerja 31
Adapun kegiatan usaha eksisting beroperasi dengan jam kerja sebagai berikut:
1. Hari Kerja
Hari kerja di perusahaan adalah 5 ( lima ) hari atau 6 ( enam ) hari dalam seminggu. Dan jam kerja
perusahaan adalah 8 (delapan) jam sehari atau 40 (empat puluh) jam seminggu, dengan ketentuan
bahwa apabila perusahaan memerlukan kerja lembur maka pekerja wajib bersedia melakukan waktu
kerja tersebut.
2. Jam kerja Kantor
Jam kerja Kantor di perusahaan adalah 8 (delapan) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu)
minggu, untuk 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu :
Hari Senin s/d Kamis : 08.00 s/d 17.00 Istirahat : 12.00 s/d 13.00
Hari Jum’at : 08.00 s/d 17.00 Istirahat : 11.30 s/d 13.00
3. Jam kerja Produksi
Jam kerja Produksi di perusahaan adalah 8 (delapan) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1
(satu) minggu, untuk 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu
Hari Senin s/d Jum’at : Jam Kerja
Shift1 : pukul.07.00WIB s/d pukul.15.00 WIB,
Shift2 : pukul.15.00WIB s/d pukul.23.00WIB,
Shift3: pukul.23.00WIB s/d pukul. 07.00WIB
Jam Istirahat
Shift1 : pukul.11.00WIB s/d pukul.11.30 WIB,
Shift2 : pukul.18.00WIB s/d pukul.18.30WIB,
Shift3: pukul.03.00WIB s/d pukl. 03.30WIB
7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu, untuk 6 (enam) hari dalam 1
(satu) minggu :
Hari Senin s/d Jum’at : Jam Kerja
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 20
Page 38
Shift1 : pukul.07.00WIB s/d pukul.15.00 WIB,
Shift2 : pukul.15.00WIB s/d pukul.23.00 WIB,
Shift3 : pukul.23.00WIB s/d pukul.07.00 WIB,
Jam Istirahat : Jam Kerja
Shift1 : pukul.11.00WIB s/d pukul.11.30 WIB,
Shift2 : pukul.18.00WIB s/d pukul.18.30WIB,
Shift3: pukul.03.00WIB s/d pukl. 03.30WIB
Hari Sabtu : Jam Kerja
Shift 1 : pukul. 07.00 WIB s/d pukul. 12.00 WIB,
Shift 2 : pukul 13.00 WIB s/d pukul. 18.00 WIB
Shift 3 : pukul 19.00 WIB s/d pukul. 24.00 WIB
Apabila dipandang perlu untuk kepentingan produktifitas kerja, jam kerja dan hari kerja oleh Perusahaan
dapat diubah dengan ketentuan jumlah dan jam kerja tetap mengacu kepada ketentuan Undang
undang/Peraturan ketenagakerjaan yang berlaku. Dalam Penambahan Kegiatan Usaha ini, Perusahaan
tidak merencanakan adanya penambahan tenaga kerja dari yang telah dimiliki saat ini. Jumlah tenaga
kerja yang dibutuhkan adalah sejumlah 1 orang Leader dan 15 orang Operator, dimana kesemuanya
adalah tenaga kerja lama.
3.3.2. Manajemen Kekayaan Intelektual (Intellectual Property);
Manajemen hak atas kekayaan intelektual adalah pengelolaan dan pengaturan penggunaan gagasan-
gagasan dan ekspresi yang diciptakannya oleh sumber daya manusia yang dimiliki untuk jangka waktu
tertentu. Dalam pengelolaan hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki sumber daya manusia diharapkan
akan lahirnya inovasi-inovasi baru yang muaranya bertujuan untuk mengefisienkan dan mengefektifkan
pekerjaan.
Dalam kaitannya dengan hal ini, Perusahaan akan memastikan sumber daya manusia memiliki
kompetensi teknis yang diperlukan. Usaha untuk melindungi kekayaan intelektual, Perusahaan sudah
memiliki sertifikat merek “Inocycle” yang beralamat di Kawasan Industri Pasar Kemis, Jl. Putera Utama
No. 10, Desa. Suka Asih, Kec. Pasar Kemis, Tangerang, 15560 Banten dengan nomor pendaftaran
IDM000836276 tanggal penerimaan 05 Juli 2019 yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia. Sebagaimana tercantum dalam sertifikat tersebut, perlindungan atas
merek tersebut diberikan untuk jangka waktu 10 tahun sejak tanggal penerimaan, yakni sampai tanggal
5 Juli 2029 dan jangka waktu tersebut dapat diperpanjang.
3.3.3. Manajemen Risiko;
1. Risiko Utama
Kondisi industri pertekstilan Indonesia yang tidak begitu baik karena serbuan produk tekstil impor.
Meskipun pemerintah sedang menggodok regulasi baru terkait larangan tekstil impor. Regulasi
merupakan tonggak utama untuk melindungi industri tekstil di Indonesia. Langkah mitigasi yang
dilakukan Perusahaan adalah memastikan produk yang dihasilkan dari penambahan kegiatan usaha
baik mesin, sparepart, dan jasa service adalah produk unggulan yang baik kualitasnya sehingga
dapat menjadi pilihan di Tengah kondisi industry tekstil Indonesia yang tidak begitu baik.
2. Risiko Umum
a. Risiko Perubahan Peraturan dan/atau Kebijakan Pemerintahan, Legalitas dan Perizinan
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 21
Page 39
Kegiatan usaha Perusahaan dapat dipengaruhi oleh perubahan perundang-undangan maupun
peraturan Pemerintah terkait dengan kebijakan ekspor impor, pembelian, penjualan ataupun
kebijakan-kebijakan lainnya yang dapat mempengaruhi industri pengolahan plastik, dimana hal
tersebut dapat memberikan dampak material yang merugikan ataupun menguntungkan terhadap
kegiatan, pendapatan dan prospek usaha Perusahaan.
b. Risiko Melambatnya Pertumbuhan Ekonomi atau Pertumbuhan Ekonomi Negatif di
Indonesia
Pada tahun 2019, dunia dihadapkan dengan kondisi ekonomi makro yang tidak menentu seperti
perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, ketidakpastian akibat dari Brexit, ketegangan
di timur tengah dan juga pemilihan umum yang terjadi di banyak negara berkembang yang salah
satunya adalah Indonesia. Perlambatan pertumbuhan ekonomi yang dapat terjadi akan memiliki
dampak pada melambatnya pertumbuhan usaha dan produksi di dalam negeri serta menurunkan
daya beli masyarakat. Penurunan tingkat perekonomian di Indonesia tersebut dapat menurunkan
hasil dari kegiatan operasional dan prospek usaha Perusahaan.
c. Risiko Kondisi Politik Indonesia
Risiko politik berkaitan erat dengan pemerintahan serta situasi politik dan keamanan di suatu
negara. Kondisi politik yang tenang dan stabil merupakan salah satu prasyarat perkembangan
usaha dan bisnis. Kondisi politik yang tidak stabil yang terjadi secara terus menerus, akan secara
langsung ataupun tidak langsung dapat mempengaruhi secara negatif kinerja keuangan
Perusahaan.
d. Risiko Fluktuasi Kurs Valuta Asing
Nilai tukar mata uang asing merupakan nilai tukar mata uang antara dua negara berbeda yang
dapat mempengaruhi pembayaran di saat ini ataupun di saat mendatang. Pelemahan nilai tukar
mata uang asing memiliki pengaruh yang negatif terhadap kinerja keuangan Perusahaan dimana
hal tersebut dapat mempengaruhi permintaan akan industri plastik di Indonesia sehingga
menurunkan penjualan Perusahaan.
Langkah mitigasi yang dilakukan Perusahaan adalah memastikan kebijakan dan Keputusan terkait
langkah bisnis dalam penambahan kegiatan usaha selalu mempertimbangkan risiko-risiko umum
tersebut sehingga meminimalisir dampak kepada Perusahaan.
3. Risiko Terkait Kegiatan Usaha Perseroan
a. Risiko Persaingan Usaha
Banyak perusahaan yang merasa sudah mapan dan terlalu nyaman sehingga melupakan
lingkungan bisnis yang sebenarnya sangat kompetitif. Perusahaan harus terus berinovasi dengan
memantau tren pasar dan menciptakan produk atau layanan baru yang memberikan nilai bagi
pelanggan. Setiap bisnis harus terus berinovasi, tumbuh, dan tetap up to date pada tren serta
teknologi terbaru. Penelitian tren pasar dengan cara yang tepat dapat membantu perusahaan
mengetahui apa yang diharapkan, diinginkan, dan dibutuhkan pelanggan. Risiko pasar adalah
suatu risiko yang muncul akibat adanya perubahan zaman, baik itu gaya hidup, pelanggan, dan
adanya produk baru yang lebih unggul.
Langkah Mitigasi yang dilakukan Perusahaan adalah terus melakukan inovasi supaya bisa
mengikuti kondisi “pasar” dan dapat bersaing dengan produk-produk dari perusahaan lainnya.
Untuk mengantisipasi hal diatas Perusahaan berupaya membuat dan menjual produk baru yaitu
bisnis perakitan peralatan industri mesin tekstil, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan suatu
pasar baru yang secara langsung akan menambah pendapatan Perusahaan.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 22
Page 40
b. Risiko Fluktuasi Harga
Risiko harga adalah risiko fluktuasi nilai instrument keuangan sebagai akibat perubahan harga
harga pasar, terlepas dari apakah perubahan tersebut disebabkan oleh faktor-faktor spesifik dari
instrumen individual atau hal lainnya yang dapat mengakibatkan kenaikan bahan baku utama kami
yaitu mesin-mesin industri tekstil.
Langkah Mitigasi yang dilakukan Perusahaan adalah melakukan long-term agreement untuk
mendapatkan harga yang optimal dan memastikan persediaan sparepart dan mesin-mesin optimal.
c. Risiko Peningkatan Biaya Operasional
Risiko Peningkatan Biaya Operasional dapat terjadi antara lain karena :
- Persentase Kenaikan Biaya Bahan Baku,
- Persentase Kenaikan Harga Pokok Penjualan,
- Persentase Kenaikan Upah Pekerja Pabrik dan
- Persentase Kapasitas Produksi yang Menganggur
Kebijakan Perusahaan untuk meminimalkan resiko tersebut adalah dengan mempunyai jaringan
supply bahan baku yang luas, kontrak jangka panjang pembelian bahan baku, menjaga
keharmonisan hubungan kerja antara pekerja dan pemilik.
Langkah Mitigasi yang dilakukan Perusahaan adalah malakukan efisiensi di proses produksi dan
penghematan dalam penggunaan energi.
3.3.4. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen; Dan
Sumber daya manusia merupakan pilar utama yang menunjang keberhasilan bisnis dan
keberlanjutannya. Dibutuhkan sumber daya manusia berkualitas yang mampu beradaptasi dengan
perkembangan teknologi, mampu mengatasi tantangan yang mengancam, serta mampu mengantisipasi
perubahan di masa depan.
Oleh sebab itu, Perusahaan menyadari pentingnya melakukan investasi yang signifikan dalam upaya
mengembangkan sumber daya manusia hingga mencapai kuantitas dan kualitas yang sesuai dengan
kebutuhan Perusahaan. Hal ini menjadi bagian penting dalam rangka mewujudkan visi Perusahaan.
Kompetensi sumber daya manusia yang unggul diyakini Perusahaan adalah kunci yang akan mengantar
Perusahaan dalam mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Kesuksesan bisnis Perusahaan
tidak hanya ditentukan oleh kualitas produknya, namun juga karena didukung penuh oleh sumber daya
manusia yang terampil dan kompeten di setiap level.
Menyadari hal tersebut, Perusahaan senantiasa meningkatkan pengelolaan sumber daya manusia
melalui penciptaan iklim kerja yang mampu menginspirasi dan memotivasi setiap karyawannya untuk
memberikan kinerja yang lebih baik dari waktu ke waktu. Perusahaan memberikan kesempatan yang
sama kepada setiap karyawannya untuk mengembangkan karir dengan tidak membeda-bedakan suku,
agama, ras maupun golongan.
Untuk menopang serta melancarkan rencana penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan, maka
Perusahaan harus mampu menyediakan sumber daya manusia yang berkompeten dan berkualitas.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 23
Page 41
3.3.5. Kesesuaian Struktur Organisasi Dan Manajemen
Dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian tugas yang disesuaikan dengan bagan
organisasi, pendelegasian wewenang yang jelas dan koordinasi kerja yang terpadu. Penempatan tenaga
kerja yang sesuai dengan pengalaman, keahlian dan keterampilannya merupakan faktor yang penting
dalam menerapkan kebijaksanaan perusahaan. Hal ini juga akan memperlancar pendelegasian tugas
kepada unit di bawahnya atau sebaliknya, yang pada akhirnya akan memperlancar kerja perusahaan.
Dengan memperhatikan analisis kelayakan model manajemen, Penambahan Kegiatan Usaha secara model
manajemen layak.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 24
Page 42
3.4. Analisis Kelayakan Keuangan
3.4.1. Biaya Pendirian (Start Up Costs);
Dalam Satuan Rupiah (.000)
Rincian Mesin Set Kurs Harga / Unit (USD) Unit Total (IDR)
Electricity Management 16.320 120.000 3 5.875.200
Energy Monitoring System 16.320 14.333 3 701.760
Overall Equipment Effectiveness 16.320 73.333 3 3.590.400
Heating & Relaxing Oven 16.320 172.667 3 8.453.760
Total Investasi Mesin 18.621.120
Dalam Satuan Rupiah (.000)
Tahun ke-1 Tahun ke-2
Investasi
Tanah - -
Bangunan - -
Mesin Set Tahap 1 12.414.080 -
Mesin Set Tahap 2 - 6.207.040
Peralatan Pabrik - -
Investasi Tahun Berjalan 12.414.080 6.207.040
Total Investasi Mesin 18.621.120
Dalam Satuan Rupiah (.000)
Struktur Investasi Porsi Nilai Investasi
Modal Kerja (Pendanaan Sendiri) 9% 1.862.112
Investasi (Pendanaan Pihak Ketiga) 91% 18.621.120
Total Investasi 20.483.232
Berdasarkan informasi dari manajemen penjualan sudah dimulai pada tahun ke-1 setelah mesin yang dibeli
pada tahun ke-1 selesai dilakukan instalasi, produksi sendiri masih berkisar 9-11 unit. Pada tahun ke-2
setalah mesin yang dibeli pada tahun ke-2 selesai dilakukan instalasi, produksi naik 15-20 unit.
Lokasi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha berada di area yang sudah dimiliki Perusahaan yang
berlokasi di:
1. Pabrik Tangerang: Kawasan Industri Pasar Kemis, Jl. Putera Utama No.10, Sukaasih, Pasar Kemis,
Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Electricity Management dengan jumlah 1 mesin, Energy
Monitoring System dengan jumlah 1 mesin, Overall Equipment Effectiveness dengan jumlah 1 mesin,
dan Heating & Relaxing Oven dengan jumlah 1 mesin.
2. Pabrik Karanganyar: Dusun Selorejo RT.002 RW. 009, Desa. Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo,
Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Electricity Management dengan jumlah 1 mesin,
Energy Monitoring System dengan jumlah 1 mesin, Overall Equipment Effectiveness dengan jumlah 1
mesin, dan Heating & Relaxing Oven dengan jumlah 1 mesin.
3. Pabrik Mojokerto: Dusun Madyopuro RT.001 RW 001, Desa Kalipuro, Kecamatan Pungging,
Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Electricity Management dengan jumlah 1 mesin, Energy
Monitoring System dengan jumlah 1 mesin, Overall Equipment Effectiveness dengan jumlah 1 mesin,
dan Heating & Relaxing Oven dengan jumlah 1 mesin.
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dengan investasi berupa pembelian mesin sebagai berikut:
1. Electricity Management dengan jumlah 3 mesin
2. Energy Monitoring System dengan jumlah 3 mesin
3. Overall Equipment Effectiveness dengan jumlah 3 mesin
4. Heating & Relaxing Oven dengan jumlah 3 mesin
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 25
Page 43
Mesin tersebut berasal dari Jiangsu Feng Te Technology Co, Ltd, Lianyungang City,Jiangsu, China dan
Asia Kingdom Machinery Industry, Co, Ltd, Lu Jwu District, Tao Yuan City, Taiwan
Berdasarkan kebutuhan investasi untuk Rencana Penambahan Kegiatan Usaha sebesar Rp20.483.232.000
(Dua Puluh Miliar Empat Ratus Delapan Puluh Tiga Juta Dua Ratus Tiga Puluh Dua Ribu Rupiah)
dibandingkan dengan posisi ekuitas Perusahaan Rp234.707.526.000 (Dua Ratus Tiga Puluh Empat Miliar
Tujuh Ratus Tujuh Juta Lima Ratus Dua Puluh Enam Ribu Rupiah), besaran investasi 7,93% dari ekuitas
Perusahaan. Dengan demikian berdasarkan POJK No. 17 /POJK.04/2020 Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha bukan merupakan transaksi material.
Berdasarkan info dari manajemen Perusahaan, para pihak yang terlibat dalam transaksi investasi berupa
pembelian mesin dalam Rencana Penambahan Kegiatan Usaha bukan merupakan afiliasi Perusahaan.
Tidak terdapat benturan kepentingan karena Rencana Penambahan Kegiatan Usaha menghasilkan
keuntungan atau nilai tambah terhadap Perusahaan. Dengan demikian berdasarkan POJK No. 42
/POJK.04/2020 Rencana Penambahan Kegiatan Usaha bukan merupakan transaksi afiliasi dan transaksi
benturan kepentingan.
3.4.2. Proyeksi Modal Kerja;
Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 Tahun ke-6 Tahun ke-7 Tahun ke-8 Tahun ke-9 Tahun ke-10
- - - - - - - - - -
Modal Kerja
Piutang 4.017 6.617 6.867 5.837 5.797 5.029 5.179 5.076 4.404 4.404
Persediaan 3.264 5.376 5.579 4.742 4.710 4.086 4.208 4.125 3.578 3.578
Utang Usaha 4.895 8.064 8.369 7.113 7.065 6.129 6.312 6.187 5.367 5.367
Modal Kerja Bersih 2.385 3.929 4.077 3.466 3.442 2.986 3.075 3.014 2.615 2.615
Modal kerja yang dibutuhkan terdiri dari Piutang, Persediaan, dan Utang Usaha. Modal kerja sebesar
Rp2,3 Miliar – 4 Miliar / tahun selama tahun proyeksi.
3.4.3. Sumber Pembiayaan;
Dalam Satuan Rupiah (.000)
Struktur Investasi Porsi Nilai Investasi
Modal Kerja (Pendanaan Sendiri) 9% 1.862.112
Investasi (Pendanaan Pihak Ketiga) 91% 18.621.120
20.483.232
Total investasi yang dibutuhkan sejumlah Rp20.483.232.000 (Dua Puluh Miliar Empat Ratus Delapan Puluh
Tiga Juta Dua Ratus Tiga Puluh Dua Ribu Rupiah) yang membutuhkan waktu pengadaan selama 2 tahun
dengan sumber pembiayaan 9% Pendanaan Sendiri senilai 1.862.112.000 (Satu Miliar Delapa Ratus Enam
Puluh Dua Juta Seratus Dua Belas Ribu Rupiah) dan 91% Pendanaan Pihak Ketiga Perbankan senilai
18.621.120.000 (Delapan Belas Miliar Enam Ratus Dua Puluh Satu Juta Seratus Dua Puluh Ribu Rupiah).
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 26
Page 44
3.4.4. Proyeksi Penjualan
Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 Tahun ke-6 Tahun ke-7 Tahun ke-8 Tahun ke-9 Tahun ke-10
- - - - - - - - - -
Penjualan
Quantity
Penjualan Mesin 10 18 18 14 14 12 12 12 10 10
Penjualan Sparepart 100 120 145 145 145 130 130 120 120 120
Jasa Service 5 5 5 5 6 6 6 6 6 6
Price
Penjualan Mesin 4.500 4.500 4.500 4.635 4.635 4.635 4.774 4.774 4.774 4.774
Penjualan Sparepart 150 150 150 155 150 150 155 155 150 150
Jasa Service 50 50 50 52 52 52 53 53 53 53
Revenue
Penjualan Mesin 45.000 81.000 81.000 64.890 64.890 55.620 57.289 57.289 47.741 47.741
Penjualan Sparepart 15.000 18.000 21.750 22.403 21.750 19.500 20.085 18.540 18.000 18.000
Jasa Service 250 250 250 258 309 309 318 318 318 318
Total 60.250 99.250 103.000 87.550 86.949 75.429 77.692 76.147 66.059 66.059
Berdasarkan informasi dari manajemen, Penjualan Mesin 10-18 unit selama tahun proyeksi, Penjualan
Sparepart 100-145 unit selama tahun proyeksi, Jasa service 5-6 kali selama tahun proyeksi.
Berdasarkan informasi dari manajemen, harga per unit mesin 4,5 Miliar yang naik selama 3 tahun sebesar
3%. Harga sparepart rata-rata 150 juta yang naik selama 3 tahun sebesar 3%. Biaya jasa service rata-rata
50 juta yang naik selama 3 tahun sebesar 3%.
3.4.5. Proyeksi Biaya Operasional;
Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 Tahun ke-6 Tahun ke-7 Tahun ke-8 Tahun ke-9 Tahun ke-10
- - - - - - - - - -
Beban Penjualan, Umum, dan Adm
Beban Penjualan, Umum, dan Adm 16.268 26.798 27.810 23.639 23.476 20.366 20.977 20.560 17.836 17.836
Employee Salaries & Allowances 6.025 9.925 10.300 8.755 8.695 7.543 7.769 7.615 6.606 6.606
Professional Fee 3.013 4.963 5.150 4.378 4.347 3.771 3.885 3.807 3.303 3.303
Transportation & Accommodations 4.218 6.948 7.210 6.129 6.086 5.280 5.438 5.330 4.624 4.624
Office Supplies 1.808 2.978 3.090 2.627 2.608 2.263 2.331 2.284 1.982 1.982
Others 1.205 1.985 2.060 1.751 1.739 1.509 1.554 1.523 1.321 1.321
Beban Penjualan Umum dan Administrasi terdiri dari Biaya Gaji 10% dari total penjualan, Biaya Profesional
5% dari total penjualan, Biaya Transportasi 7% dari total penjualan, Biaya Peralatan Kantor 3% dari total
penjualan, dan Biaya Lain-lain 2% dari total penjualan. Beban Penjualan Umum dan Administrasi sebesar
Rp16,2 Miliar – Rp27,8 Miliar selama tahun proyeksi.
3.4.6. Proyeksi Biaya Bahan Baku Mentah;
Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 Tahun ke-6 Tahun ke-7 Tahun ke-8 Tahun ke-9 Tahun ke-10
- - - - - - - - - -
Beban Pokok Penjualan
Beban Pokok Penjualan 39.163 64.513 66.950 56.908 56.517 49.029 50.500 49.495 42.938 42.938
Material Exps 27.113 44.663 46.350 39.398 39.127 33.943 34.961 34.266 29.726 29.726
Direct Labour Exps 7.230 11.910 12.360 10.506 10.434 9.051 9.323 9.138 7.927 7.927
Overhead Exps 4.820 7.940 8.240 7.004 6.956 6.034 6.215 6.092 5.285 5.285
Beban Pokok Penjualan terdiri dari Biaya Material 45% dari total penjualan, Biaya Tenaga Kerja Langsung
8% dari total penjualan, dan Biaya Overhead 12% dari total penjualan. Beban Penjualan sebesar Rp39,1
Miliar – Rp66,9 Miliar selama tahun proyeksi.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 27
Page 45
3.4.7. Proyeksi Laporan Keuangan;
1. Proyeksi Laba Rugi
Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 Tahun ke-6 Tahun ke-7 Tahun ke-8 Tahun ke-9 Tahun ke-10
- - - - - - - - - -
Income Statement
Pendapatan 60.250 99.250 103.000 87.550 86.949 75.429 77.692 76.147 66.059 66.059
Beban Pokok Pendapatan (39.163) (64.513) (66.950) (56.908) (56.517) (49.029) (50.500) (49.495) (42.938) (42.938)
Laba Bruto 21.088 34.738 36.050 30.643 30.432 26.400 27.192 26.651 23.121 23.121
Beban Penjualan Umum dan Adm (16.268) (26.798) (27.810) (23.639) (23.476) (20.366) (20.977) (20.560) (17.836) (17.836)
Penghasilan (Beban) Lainnya - - - - - - - - - -
EBITDA 4.820 7.940 8.240 7.004 6.956 6.034 6.215 6.092 5.285 5.285
Depresiasi dan Amortisasi (828) (1.241) (1.241) (1.241) (1.241) (1.241) (1.241) (1.241) (1.241) (1.241)
EBIT 3.992 6.699 6.999 5.763 5.715 4.793 4.974 4.850 4.043 4.043
Biaya Keuangan (360) (660) (720) (682) (579) (476) (373) (270) (167) (64)
EBT 3.632 6.038 6.278 5.081 5.136 4.317 4.601 4.580 3.876 3.979
Beban Pajak Penghasilan (799) (1.328) (1.381) (1.118) (1.130) (950) (1.012) (1.008) (853) (875)
EAT 2.833 4.710 4.897 3.963 4.006 3.367 3.589 3.573 3.023 3.104
Pada tahun proyeksi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perusahaan diproyeksikan mendapatkan
EBIT (Earning Before Interest dan Tax) berkisar 4,04 Miliar – 6,9 Miliar. Beban pajak penghasilan
diasumsikan berkisar 22%, sehingga Perusahaan mendapatkan EAT (Earning After Tax) berkisar 2,9
Miliar – 4,8 Miliar.
2. Metodologi Analisa
Metodologi dilakukan dengan menganalisa potensi keuntungan ekonomis yang dapat diperoleh dari
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.
3. Model Arus Kas yang Digunakan
Untuk melakukan analisis keuangan dalam studi kelayakan dengan menggunakan metode diskonto arus
kas, dengan menggunakan arus kas terhadap proyek Free Cash Flow to Firm (FCFF). Kami menggunakan
metode FCFF karena perusahaan bergerak di bidang industri pengelolaan bukan tenunan dan industri
serat stapel buatan sehingga FCFF lebih tepat untuk mengakomodir arus kas proyek.
4. Penetapan Tingkat Diskonto
Tingkat diskonto diestimasikan dengan menggunakan metode Weighted Average Cost of Capital (WACC).
Biaya Ekuitas (Ke) diestimasikan dengan metode Capital Asset Pricing Model (CAPM), dengan
menggunakan persamaan sebagai berikut:
Biaya Ekuitas (Ke) = Rf + (Beta x (Rm-Rf)) - RBDS
Rf (Risk Free) : Tingkat Pengembalian Bebas Risiko
Beta : Risiko sistemik usaha
Rm (Risk Market) : Tingkat Pengembalian Pasar
RBDS : Penyesuaian Tingkat Pengembalian Pasar
Rf (Risk Free) : 7,1%
Beta : 0,95
Rm (Risk Market) : 7,38%
RBDS : 2,07%
Biaya Ekuitas (Ke) = 12,0%
Tingkat Diskonto = (We x Ke) + (Wd x (Kd x (1-T))
We : Bobot modal sendiri pada usaha tertentu
Ke (Cost Of Equity) : Tingkat pengembalian modal sendiri
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 28
Page 46
Wd : Bobot modal pinjaman pada usaha tertentu
Kd (Cost Of Debt) : Tingkat pengembalian modal pinjaman
T (Tax) : Pajak perseroan yang berlaku
We : 83,0%
Ke (Cost Of Equity) : 12,0%
Wd : 17,0%
Kd (Cost Of Debt) : 9,45%
T (Tax) : 22%
Tingkat Diskonto = 11,2%
1. Tingkat Pengembalian Bebas Risiko (Rf)
Adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki kemungkinan
gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi
Pemerintah untuk jangka panjang (SUN). tingkat suku bunga bebas risiko yang digunakan merupakan
obligasi pemerintah RI dalam mata uang rupiah dengan tenor 10 tahun. Berdasarkan data yang
dikeluarkan oleh Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) maka yield SUN yang digunakan untuk proyek
adalah 7,1%.
2. Risiko Sistemik Usaha (Beta)
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan dikalikan dengan
market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium. Untuk memperoleh faktor beta yang
sesuai kami menggunakan unlevered beta sebesar 0,94, Unlevered beta rata-rata perusahaan
pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian di-relevered dengan tingkat leverage pasar
pada industri sejenis untuk memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto Perseroan tersebut
sehingga didapatkan Beta 0,95.
3. Tingkat Pengembalian Pasar (Rm)
Tingkat Pengembalian Pasar (Rm) ditentukan menggunakan rujukan dari hasil Damodaran per tanggal
studi kelayakan dengan risk premium untuk pasar negara berkembang seperti Indonesia adalah
sekitar 7,38%.
4. Penyesuaian Tingkat Pengembalian Pasar (RBDS)
Pada perhitungan WACC, digunakan data yang bersumber dari Damodaran, dimana data yang
digunakan adalah Total Equity Risk Premium yang juga telah mempertimbangkan risiko, maka
diperlukan penyesuaian pada CAPM dengan memperhatikan Rating Based Default Spread dari
Damodaran dimana Cost of Equity dikurangkan dengan Rating Based Default Spread sebesar 2,07%.
5. Bobot Modal Sendiri Pasa Usaha Tertentu (We)
Komposisi pendanaan dihitung berdasarkan kinerja perbandingan interest bearing debt dengan
ekuitasnya, dimana komposisi struktur permodalan Perseroan diasumsikan mengikuti struktur
permodalan pasar dari hasil riset Aswath Damodaran, dengan demikian struktur modal sendiri untuk
proyek 83%.
6. Biaya Ekuitas (Ke)
Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset Pricing Model
(CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah premium
untuk menutup risiko sistematis dari sekuritas saham adalah 12,0% .
7. Bobot modal pinjaman pada usaha tertentu (Wd)
Komposisi pendanaan dihitung berdasarkan kinerja perbandingan interest bearing debt dengan
ekuitasnya, dimana komposisi struktur permodalan Perseroan diasumsikan mengikuti struktur
permodalan pasar dari hasil riset Aswath Damodaran, dengan demikian struktur utang untuk proyek
17,0%.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 29
Page 47
8. Tingkat Pengembalian Modal Pinjaman (Kd)
Dalam analisa studi kelayakan ini, untuk biaya bunga untuk utang digunakan tingkat bunga pinjaman
rata-rata dalam mata uang Rupiah dari bank pemerintah per tanggal studi kelayakan, yaitu 8,80%.
Berdasarkan biaya bunga tersebut maka diperoleh biaya bunga setelah pajak sampai akhir proyeksi
sebesar 9,45%, dengan tarif pajak 22%.
5. Analisis Kelayakan Investasi
Untuk mengevaluasi kelayakan investasi pada Rencana Proyek sesuai SEOJK 17/2020 digunakan 4
(empat) indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI),
dan Payback Period., yang didasarkan pada nilai kini arus kas bersih yang diproyeksikan hingga tahun
ke-10. Penggunaan NPV berarti mengukur nilai kini dari pengeluaran investasi dan manfaat bisnis yang
digambarkan oleh proyeksi manfaat neto.
Nilai NPV mencerminkan selisih dari nilai sekarang arus kas masa datang dengan nilai investasi. Dengan
membandingkan antara total investasi yang dikeluarkan pada awal periode proyek dan total arus kas yang
akan diterima setiap tahun, maka dapat diketahui nilai NPV yang dihasilkan oleh proyek tersebut. Jika
nilai NPV positif maka investasi tersebut layak dilaksanakan sedangkan jika nilai NPV negatif, investasi
tersebut sebaiknya tidak dilaksanakan.
Nilai IRR mencerminkan besarnya tingkat bunga yang apabila digunakan untuk mendiskonto seluruh
selisih kas masuk akan menghasilkan jumlah kas yang sama dengan jumlah investasi. IRR merupakan
nilai tingkat pengembalian investasi pada saat NPV Perseroan sama dengan 0, yang artinya tingkat
pengembalian dan risiko dari total investasi pada saat ini adalah sama dengan tingkat pengembalian dan
risiko pasar. Sehingga apabila IRR proyek lebih besar dari WACC (Discount Rate), maka proyek ini layak
dilaksanakan dan apabila IRR proyek lebih kecil dari WACC maka proyek ini sebaiknya tidak
dilaksanakan.
Untuk menganalisis keseluruhan profitabilitas dapat menggunakan Profitability Index (PI), dimana PI
merupakan teknik penilaian investasi yang dihitung dengan membagi nilai sekarang dari arus kas bersih
yang akan datang suatu proyek dengan nilai investasi awal yang dibutuhkan untuk proyek tersebut.
Apabila PI yang dihasilkan dari suatu proyek sama dengan 1 maka arus kas dari proyek tidak
menghasilkan nilai tambah, apabila PI lebih besar dari 1, maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek
menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan, sedangkan apabila PI lebih kecil dari 1, maka nilai arus kas
yang dihasilkan dari proyek tidak menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan. Dalam menganalisis PI suatu
proyek maka kelayakan dapat dinilai apabila nilai PI lebih dari 1. Jika PI lebih besar dari 1, maka investasi
tersebut dapat disimpulkan layak.
Payback period atau periode pengembalian modal adalah waktu yang dibutuhkan untuk mencapai break
even point atau titik impas. Payback Period menentukan berapa lama waktu yang diperlukan untuk
menutup biaya awal yang terkait dengan investasi. Semakin pendek pengembalian maka investasi
semakin diinginkan.
Kelayakan dari proyek ini dihitung dari manfaat ekonomis yang diantisipasi di masa mendatang dengan
Free Cash Flow To Firm yang selanjutnya dibandingkan dengan pengorbanan ekonomisnya. Kelayakan
investasi proyek dihitung dengan menggunakan empat indikator yaitu Net Present Value, Internal Rate of
Return, Profitability Index (PI) dan Payback Period dengan ringkasan sebagai berikut:
Dalam Satuan Rupiah (.000)
Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 Tahun ke-6 Tahun ke-7 Tahun ke-8 Tahun ke-9 Tahun ke-10
Keterangan
- - - - - - - - - -
Earning After Tax 2.833.123 4.709.836 4.897.012 3.963.033 4.005.801 3.367.223 3.588.696 3.572.558 3.023.330 3.103.600
Depresiasi 827.605 1.241.408 1.241.408 1.241.408 1.241.408 1.241.408 1.241.408 1.241.408 1.241.408 1.241.408
Bunga * (1-T) 439.427 805.615 878.853 831.772 706.221 580.671 455.120 329.570 204.019 78.469
Investasi (20.483.232)
Capex - - - - - - - - - -
Perubahan Modal Kerja (2.384.896) (1.543.750) (148.438) 611.563 23.790 456.000 (89.572) 61.156 399.321 -
Arus Kas (20.483.232) 1.715.259 5.213.110 6.868.836 6.647.775 5.977.220 5.645.302 5.195.652 5.204.692 4.868.078 4.423.477
Akumulasi Arus Kas (20.483.232) (18.767.973) (13.554.863) (6.686.028) (38.252) 5.938.967 11.584.269 16.779.921 21.984.613 26.852.692 31.276.169
Discount Rate 11,23% 11,23% 11,23% 11,23% 11,23% 11,23% 11,23% 11,23% 11,23% 11,23%
Discount Factor 1,00 0,90 0,81 0,73 0,65 0,59 0,53 0,47 0,43 0,38 0,35
Nilai Kini Arus Kas (20.483.232) 1.542.103 4.213.703 4.991.530 4.343.207 3.510.887 2.981.181 2.466.748 2.221.587 1.868.140 1.526.157
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 30
Page 48
• Net Present Value (NPV) : 9.182.011.000
• Internal Rate of Return (IRR) : 20,47%
• Profitability Index (PI) : 1,45
• Payback Period : 4 Tahun 0 Bulan
Berdasarkan analisa kelayakan di atas, NPV menunjukkan nilai positif, IRR lebih tinggi daripada WACC
dan PI lebih dari 1, dengan demikian investasi tersebut layak.
6. Analisis Break Even Point dan Profitabilitas
Break Even Point (BEP) merupakan suatu kondisi perusahaan yang mana dalam operasionalnya tidak
mendapat keuntungan dan juga tidak menderita kerugian. Dengan kata lain, antara pendapatan dan biaya
pada kondisi yang sama, sehingga labanya adalah nol. Analisa Break Even Point (BEP) adalah teknik
analisa untuk mempelajari hubungan antara volume penjualan dan profitabilitas. Analisa ini disebut juga
sebagai analisa impas, yaitu suatu metode untuk menentukan titik tertentu dimana penjualan dapat
menutup biaya, sekaligus menunjukkan besarnya keuntungan atau kerugian perusahaan jika penjualan
melampaui atau berada di bawah titik. Profitabilitas adalah suatu pengukuran dari penghasilan atau
income yang tersedia bagi pemilik Perusahaan atas modal yang mereka investasikan di dalam
perusahaan.
Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 Tahun ke-6 Tahun ke-7 Tahun ke-8 Tahun ke-9 Tahun ke-10
- - - - - - - - - -
Tambahan Analisis
BEP Unit 0,9 0,9 0,9 0,9 0,9 0,9 0,9 0,9 0,9 0,9
BEP Cost 482.000 638.531 564.048 491.134 484.807 468.883 482.949 507.646 446.868 446.868
Cross Margin 35,0% 35,0% 35,0% 35,0% 35,0% 35,0% 35,0% 35,0% 35,0% 35,0%
Profit Margin 6,6% 6,7% 6,8% 6,6% 6,6% 6,4% 6,4% 6,4% 6,1% 6,1%
Return on Investment 7,1% 7,2% 7,3% 7,0% 7,0% 6,8% 6,8% 6,8% 6,5% 6,5%
Return on Investment yang normal berada di angka 5%-7%, dengan demikian Return on Investment
penambahan kegiatan usaha yang berada di kisaran 6,5%-7,3% dalam rasio yang normal. Cross margin
yang normal berada di atas 10%, dengan demikian Cross margin penambahan kegiatan usaha yang
berada di kisaran 35% dalam rasio yang normal. Profit margin yang normal berada di angka 5%-10%,
dengan demikian Profit margin penambahan kegiatan usaha yang berada di kisaran 6,1%-6,8% dalam
rasio yang normal.
7. Analisis Sensitifitas
Untuk menguji sensitifitas suatu proyek terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya, maka berikut
ini disajikan analisa sensitivitas terhadap kelayakan proyek, yaitu:
1. Investasi
2. Pendapatan
3. Beban Pokok Penjualan
4. Beban Penjualan Umum dan Administrasi
Berdasarkan uji sensitivitas tersebut, kondisi parameter kelayakan proyek akan terlihat seperti di bawah
ini:
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 31
Page 49
IRR NPV Profitability Index
Variable Skenario Kesimpulan
% Rupiah (PI)
Normal 20,47% 9.182.011 1,45 Layak
Investasi 5,00% 19,27% 8.250.955 1,39 Layak
Investasi 10,00% 18,14% 7.319.899 1,33 Layak
Investasi 15,00% 17,09% 6.388.843 1,27 Layak
Penjualan 0,50% 18,72% 7.352.813 1,36 Layak
Penjualan -1,50% 15,09% 3.694.417 1,18 Layak
Penjualan -2,50% 11,27% 36.022 1,00 Layak
Beban Pokok Penjualan 1,50% 17,00% 5.598.395 1,27 Layak
Beban Pokok Penjualan 2,50% 14,60% 3.209.319 1,16 Layak
Beban Pokok Penjualan 3,50% 12,11% 820.242 1,04 Layak
Beban Penjualan Umum dan Adm 2,00% 18,55% 7.181.843 1,35 Layak
Beban Penjualan Umum dan Adm 4,00% 16,58% 5.181.675 1,25 Layak
Beban Penjualan Umum dan Adm 6,00% 14,56% 3.181.507 1,16 Layak
Dengan memperhatikan analisis kelayakan keuangan, Penambahan Kegiatan Usaha secara keuangan layak.
3.5. Kesimpulan
Berdasarkan analisa pada kelayakan aspek pasar, kelayakan aspek teknis, kelayakan aspek pola bisnis,
kelayakan aspek model manajemen, dan kelayakan aspek keuangan maka dapat disimpulkan bahwa
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha adalah Layak.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 32
Page 50
LAMPIRAN KEUANGAN
PT Inocycle Technology Group Tbk.
Terdiri dari:
Neraca
Arus Kas
Laba rugi
TANPA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
Page 51
PT Inocycle Technology Group Tbk.
Balance Sheet Proyeksi
Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group Tbk.
Dalam Satuan Rupiah (.000)
Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 Tahun ke-6 Tahun ke-7 Tahun ke-8 Tahun ke-9 Tahun ke-10
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Balance Sheet
Aset Lancar
Kas Setara Kas 71.692.198 48.433.994 40.469.857 37.535.005 39.448.816 47.199.825 58.224.814 83.768.233 110.103.145 140.560.978
Piutang Usaha 120.011.836 129.496.939 139.740.285 150.802.931 162.750.873 175.655.448 189.593.765 204.649.174 220.911.775 238.478.962
Persediaan 149.813.082 161.653.519 174.440.485 188.250.198 203.165.044 219.274.073 236.673.542 255.467.498 275.768.416 297.697.874
Pajak Dibayar Dimuka 4.344.797 4.344.797 4.344.797 4.344.797 4.344.797 4.344.797 4.344.797 4.344.797 4.344.797 4.344.797
Uang Muka 3.402.653 3.402.653 3.402.653 3.402.653 3.402.653 3.402.653 3.402.653 3.402.653 3.402.653 3.402.653
Biaya Dibayar Dimuka 6.158.491 6.158.491 6.158.491 6.158.491 6.158.491 6.158.491 6.158.491 6.158.491 6.158.491 6.158.491
Dana Dibatasi Penggunaannya 13.136.800 13.136.800 13.136.800 13.136.800 13.136.800 13.136.800 13.136.800 13.136.800 13.136.800 13.136.800
Aset Lancar Lain-Lain 20.667.826 20.667.826 20.667.826 20.667.826 20.667.826 20.667.826 20.667.826 20.667.826 20.667.826 20.667.826
Jumlah Aset Lancar 389.227.683 387.295.019 402.361.194 424.298.702 453.075.301 489.839.914 532.202.688 591.595.472 654.493.902 724.448.381
Aset Tidak Lancar
Aset Tetap 443.171.565 402.858.579 365.604.972 328.403.551 292.512.048 256.937.679 221.363.310 188.532.180 169.456.885 150.381.589
Piutang Kepada Pihak berelasi 470.903 470.903 470.903 470.903 470.903 470.903 470.903 470.903 470.903 470.903
Aset Pajak Tangguhan 22.783.556 22.783.556 22.783.556 22.783.556 22.783.556 22.783.556 22.783.556 22.783.556 22.783.556 22.783.556
Investasi pada Entitas Asosiasi 16.527.605 16.527.605 16.527.605 16.527.605 16.527.605 16.527.605 16.527.605 16.527.605 16.527.605 16.527.605
Properti Investasi 16.130.406 16.130.406 16.130.406 16.130.406 16.130.406 16.130.406 16.130.406 16.130.406 16.130.406 16.130.406
Aset Tidak Berwujud 81.888 50.943 19.999 - - - - - - -
Aset Tidak Lancar Lainnya 3.630.726 3.630.726 3.630.726 3.630.726 3.630.726 3.630.726 3.630.726 3.630.726 3.630.726 3.630.726
Capex - - - - - - - - - -
Jumlah Aset Tidak Lancar 502.796.648 462.452.718 425.168.167 387.946.747 352.055.244 316.480.875 280.906.506 248.075.376 229.000.081 209.924.785
Jumlah Aset 892.024.331 849.747.737 827.529.360 812.245.449 805.130.545 806.320.789 813.109.193 839.670.848 883.493.983 934.373.166
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha 27.682.860 29.870.768 32.233.577 34.785.373 37.541.378 40.518.047 43.733.167 47.205.965 50.957.222 55.009.406
Utang Bank Jangka Pendek 539.268.532 528.723.039 528.723.039 528.723.039 528.723.039 528.723.039 528.723.039 528.723.039 528.723.039 528.723.039
Akrual 32.611.737 32.611.737 32.611.737 32.611.737 32.611.737 32.611.737 32.611.737 32.611.737 32.611.737 32.611.737
Utang Pajak 5.427.223 5.427.223 5.427.223 5.427.223 5.427.223 5.427.223 5.427.223 5.427.223 5.427.223 5.427.223
Utang Lain Lain 3.464.768 3.464.768 3.464.768 3.464.768 3.464.768 3.464.768 3.464.768 3.464.768 3.464.768 3.464.768
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek 10.234.543 10.234.543 10.234.543 10.234.543 10.234.543 10.234.543 10.234.543 10.234.543 10.234.543 10.234.543
Bagian Jangka Pendek dari Liabilitas Jangka Panjang 45.093.776 37.578.147 30.062.517 22.546.888 15.031.259 7.515.629 - - - -
Biaya yang Masih Harus Dibayar - - - - - - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 663.783.439 647.910.224 642.757.404 637.793.571 633.033.946 628.494.986 624.194.477 627.667.274 631.418.532 635.470.715
Liabilitas Jangka Panjang
Utang Bank Jangka Panjang 24.425.703 20.354.753 16.283.802 12.212.852 8.141.901 4.070.951 - - - -
Liabilitas Pajak Tangguhan - - - - - - - - - -
Utang Pihak Berelasi Non-Usaha - - - - - - - - - -
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja 4.447.218 4.447.218 4.447.218 4.447.218 4.447.218 4.447.218 4.447.218 4.447.218 4.447.218 4.447.218
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 28.872.921 24.801.971 20.731.020 16.660.070 12.589.119 8.518.169 4.447.218 4.447.218 4.447.218 4.447.218
Jumlah Liabilitas 692.656.360 672.712.194 663.488.424 654.453.640 645.623.065 637.013.155 628.641.695 632.114.492 635.865.750 639.917.933
Ekuitas
Modal Dasar 180.822.190 180.822.190 180.822.190 180.822.190 180.822.190 180.822.190 180.822.190 180.822.190 180.822.190 180.822.190
Selisih Kurs (7.086.962) (7.086.962) (7.086.962) (7.086.962) (7.086.962) (7.086.962) (7.086.962) (7.086.962) (7.086.962) (7.086.962)
Tambahan Modal Disetor 81.670.488 81.670.488 81.670.488 81.670.488 81.670.488 81.670.488 81.670.488 81.670.488 81.670.488 81.670.488
Komponen Ekuitas Lainnya 2.396.460 2.396.460 2.396.460 2.396.460 2.396.460 2.396.460 2.396.460 2.396.460 2.396.460 2.396.460
Saldo Laba (58.434.205) (80.766.633) (93.761.240) (100.010.367) (98.294.696) (88.494.542) (73.334.678) (50.245.820) (10.173.943) 36.653.056
Jumlah Ekuitas 199.367.971 177.035.543 164.040.936 157.791.809 159.507.480 169.307.634 184.467.498 207.556.356 247.628.233 294.455.232
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 892.024.331 849.747.737 827.529.360 812.245.449 805.130.545 806.320.789 813.109.193 839.670.848 883.493.983 934.373.166
Page 52
PT Inocycle Technology Group Tbk.
Cash Flow Proyeksi
Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group Tbk.
Dalam Satuan Rupiah (.000)
Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 Tahun ke-6 Tahun ke-7 Tahun ke-8 Tahun ke-9 Tahun ke-10
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Cash Flow
EAT (35.339.555) (22.332.428) (12.994.607) (6.249.127) 1.715.671 9.800.154 15.159.864 23.088.857 40.071.877 46.826.999
Depresiasi dan Amortisasi 40.567.405 40.343.930 37.284.552 37.221.420 35.891.502 35.574.369 35.574.369 32.831.130 19.075.295 19.075.295
Total Laba (Rugi) Usaha 5.227.850 18.011.502 24.289.945 30.972.293 37.607.174 45.374.523 50.734.234 55.919.987 59.147.172 65.902.295
Piutang Usaha 45.773.207 (9.485.103) (10.243.346) (11.062.646) (11.947.942) (12.904.575) (13.938.316) (15.055.409) (16.262.601) (17.567.188)
Persediaan (20.623.312) (11.840.437) (12.786.966) (13.809.714) (14.914.846) (16.109.029) (17.399.468) (18.793.957) (20.300.917) (21.929.458)
Utang Usaha (14.233.299) 2.187.907 2.362.810 2.551.796 2.756.005 2.976.669 3.215.120 3.472.797 3.751.258 4.052.184
Total Penurunan (Kenaikan) Kas Dari Akt. Operasi 10.916.596 (19.137.632) (20.667.502) (22.320.564) (24.106.783) (26.036.934) (28.122.665) (30.376.569) (32.812.261) (35.444.462)
Pembelian / Penjualan / Pemeliharaan Aset Tetap - - - - - - - - - -
Capex - - - - - - - - - -
Total Arus Kas Aktivitas Investasi - - - - - - - - - -
Perubahan Utang Bank Jangka Pendek (19.412.695) (10.545.493) - - - - - - - -
Perubahan Bagian Jangka Pendek (11.792.721) (7.515.629) (7.515.629) (7.515.629) (7.515.629) (7.515.629) (7.515.629) - - -
Perubahan Utang Bank Jangka Panjang (6.387.700) (4.070.951) (4.070.951) (4.070.951) (4.070.951) (4.070.951) (4.070.951) - - -
Total Arus Kas Pendanaan (37.593.116) (22.132.073) (11.586.580) (11.586.580) (11.586.580) (11.586.580) (11.586.580) - - -
Total Arus Kas Bersih (21.448.670) (23.258.204) (7.964.137) (2.934.851) 1.913.811 7.751.009 11.024.989 25.543.419 26.334.912 30.457.833
Saldo Kas, Bank & Setara Kas Awal 93.140.868 71.692.198 48.433.994 40.469.857 37.535.005 39.448.816 47.199.825 58.224.814 83.768.233 110.103.145
Saldo Kas, Bank & Setara Kas Akhir 71.692.198 48.433.994 40.469.857 37.535.005 39.448.816 47.199.825 58.224.814 83.768.233 110.103.145 140.560.978
PT Inocycle Technology Group Tbk.
Income Statement Proyeksi
Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group Tbk.
Dalam Satuan Rupiah (.000)
Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 Tahun ke-6 Tahun ke-7 Tahun ke-8 Tahun ke-9 Tahun ke-10
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Income Statement
Pendapatan 647.606.988 698.790.432 754.065.500 813.761.669 878.235.067 947.870.639 1.023.084.480 1.104.326.368 1.192.082.495 1.286.878.423
Beban Pokok Pendapatan (498.995.634) (538.433.619) (581.024.293) (627.021.523) (676.699.715) (730.355.476) (788.309.419) (850.908.106) (918.526.160) (991.568.538)
Laba Bruto 148.611.354 160.356.813 173.041.208 186.740.146 201.535.353 217.515.163 234.775.061 253.418.262 273.556.335 295.309.885
Beban Penjualan Umum dan Adm (89.446.956) (96.516.372) (104.150.920) (112.396.107) (121.301.120) (130.919.130) (141.307.605) (152.528.669) (164.649.475) (177.742.612)
Penghasilan (Beban) Lainnya - - - - - - - - - -
EBITDA 59.164.399 63.840.441 68.890.288 74.344.040 80.234.232 86.596.033 93.467.456 100.889.593 108.906.860 117.567.274
Depresiasi dan Amortisasi (40.567.405) (40.343.930) (37.284.552) (37.221.420) (35.891.502) (35.574.369) (35.574.369) (32.831.130) (19.075.295) (19.075.295)
EBIT 18.596.994 23.496.511 31.605.736 37.122.620 44.342.730 51.021.664 57.893.087 68.058.463 89.831.565 98.491.978
Biaya Keuangan (53.936.549) (45.828.939) (44.600.343) (43.371.747) (42.143.151) (38.457.364) (38.457.364) (38.457.364) (38.457.364) (38.457.364)
Bagian Laba dari Entitas Asosiasi
EBT (35.339.555) (22.332.428) (12.994.607) (6.249.127) 2.199.579 12.564.300 19.435.723 29.601.099 51.374.201 60.034.614
Beban Pajak Penghasilan - - - - (483.907) (2.764.146) (4.275.859) (6.512.242) (11.302.324) (13.207.615)
EAT (35.339.555) (22.332.428) (12.994.607) (6.249.127) 1.715.671 9.800.154 15.159.864 23.088.857 40.071.877 46.826.999
Imbalan Pasca Kerja - - - - - - - - - -
Pajak Penghasilan Terkait - - - - - - - - - -
Jumlah Laba Komprehensif (35.339.555) (22.332.428) (12.994.607) (6.249.127) 1.715.671 9.800.154 15.159.864 23.088.857 40.071.877 46.826.999
Page 53
Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 Tahun ke-6 Tahun ke-7 Tahun ke-8 Tahun ke-9 Tahun ke-10
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Rasio Keuangan
Rasio Likuiditas
Rasio Lancar 58,6% 59,8% 62,6% 66,5% 71,6% 77,9% 85,3% 94,3% 103,7% 114,0%
Quick Rasio 36,1% 34,8% 35,5% 37,0% 39,5% 43,0% 47,3% 53,6% 60,0% 67,2%
Rasio Solvabilitas
Debt Equity Ratio 347,4% 380,0% 404,5% 414,8% 404,8% 376,2% 340,8% 304,6% 256,8% 217,3%
Debt to Assets 77,6% 79,2% 80,2% 80,6% 80,2% 79,0% 77,3% 75,3% 72,0% 68,5%
Rasio Profitabilitas
Return On Asset -4,0% -2,6% -1,6% -0,8% 0,2% 1,2% 1,9% 2,7% 4,5% 5,0%
Return On Equity -17,7% -12,6% -7,9% -4,0% 1,1% 5,8% 8,2% 11,1% 16,2% 15,9%
Page 54
PT Inocycle Technology Group Tbk.
Balance Sheet Proyeksi Konsolidasi
Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group Tbk.
Dalam Satuan Rupiah (.000)
Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 Tahun ke-6 Tahun ke-7 Tahun ke-8 Tahun ke-9 Tahun ke-10
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Balance Sheet
Aset Lancar
Kas Setara Kas 75.629.228 58.106.934 57.513.988 58.852.759 63.377.408 73.532.888 86.638.249 114.396.630 142.735.441 174.878.122
Piutang Usaha 124.028.503 136.113.606 146.606.952 156.639.598 168.547.473 180.684.048 194.773.223 209.725.632 225.315.693 242.882.880
Persediaan 153.076.624 167.029.561 180.019.651 192.992.490 207.874.782 223.359.811 240.881.851 259.592.120 279.346.599 301.276.057
Pajak Dibayar Dimuka 4.344.797 4.344.797 4.344.797 4.344.797 4.344.797 4.344.797 4.344.797 4.344.797 4.344.797 4.344.797
Uang Muka 3.402.653 3.402.653 3.402.653 3.402.653 3.402.653 3.402.653 3.402.653 3.402.653 3.402.653 3.402.653
Biaya Dibayar Dimuka 6.158.491 6.158.491 6.158.491 6.158.491 6.158.491 6.158.491 6.158.491 6.158.491 6.158.491 6.158.491
Dana Dibatasi Penggunaannya 13.136.800 13.136.800 13.136.800 13.136.800 13.136.800 13.136.800 13.136.800 13.136.800 13.136.800 13.136.800
Aset Lancar Lain-Lain 20.667.826 20.667.826 20.667.826 20.667.826 20.667.826 20.667.826 20.667.826 20.667.826 20.667.826 20.667.826
Jumlah Aset Lancar 400.444.922 408.960.667 431.851.158 456.195.414 487.510.231 525.287.314 570.003.890 631.424.949 695.108.300 766.747.626
Aset Tidak Lancar
Aset Tetap 454.758.039 419.410.686 380.915.671 342.472.841 305.339.931 268.524.154 231.708.376 197.635.839 177.319.135 157.002.432
Piutang Kepada Pihak berelasi 470.903 470.903 470.903 470.903 470.903 470.903 470.903 470.903 470.903 470.903
Aset Pajak Tangguhan 22.783.556 22.783.556 22.783.556 22.783.556 22.783.556 22.783.556 22.783.556 22.783.556 22.783.556 22.783.556
Investasi pada Entitas Asosiasi 16.527.605 16.527.605 16.527.605 16.527.605 16.527.605 16.527.605 16.527.605 16.527.605 16.527.605 16.527.605
Properti Investasi 16.130.406 16.130.406 16.130.406 16.130.406 16.130.406 16.130.406 16.130.406 16.130.406 16.130.406 16.130.406
Aset Tidak Berwujud 81.888 50.943 19.999 - - - - - - -
Aset Tidak Lancar Lainnya 3.630.726 3.630.726 3.630.726 3.630.726 3.630.726 3.630.726 3.630.726 3.630.726 3.630.726 3.630.726
Capex - - - - - - - - - -
Jumlah Aset Tidak Lancar 514.383.123 479.004.825 440.478.865 402.016.037 364.883.127 328.067.350 291.251.572 257.179.035 236.862.331 216.545.628
Jumlah Aset 914.828.045 887.965.493 872.330.024 858.211.452 852.393.358 853.354.664 861.255.463 888.603.984 931.970.631 983.293.254
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha 32.578.173 37.934.830 40.602.327 41.898.810 44.605.984 46.646.653 50.045.632 53.392.898 56.324.497 60.376.681
Utang Bank Jangka Pendek 539.268.532 528.723.039 528.723.039 528.723.039 528.723.039 528.723.039 528.723.039 528.723.039 528.723.039 528.723.039
Akrual 32.611.737 32.611.737 32.611.737 32.611.737 32.611.737 32.611.737 32.611.737 32.611.737 32.611.737 32.611.737
Utang Pajak 5.427.223 5.427.223 5.427.223 5.427.223 5.427.223 5.427.223 5.427.223 5.427.223 5.427.223 5.427.223
Utang Lain Lain 3.464.768 3.464.768 3.464.768 3.464.768 3.464.768 3.464.768 3.464.768 3.464.768 3.464.768 3.464.768
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek 10.234.543 10.234.543 10.234.543 10.234.543 10.234.543 10.234.543 10.234.543 10.234.543 10.234.543 10.234.543
Bagian Jangka Pendek dari Liabilitas Jangka Panjang 45.093.776 37.578.147 30.062.517 22.546.888 15.031.259 7.515.629 - - - -
Biaya yang Masih Harus Dibayar - - - - - - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 668.678.752 655.974.286 651.126.154 644.907.008 640.098.552 634.623.592 630.506.941 633.854.207 636.785.807 640.837.991
Liabilitas Jangka Panjang
Utang Bank Jangka Panjang 36.839.783 38.975.873 34.904.922 28.173.812 21.442.701 14.711.591 7.980.480 5.320.320 2.660.160 -
Liabilitas Pajak Tangguhan - - - - - - - - - -
Utang Pihak Berelasi Non-Usaha - - - - - - - - - -
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja 4.447.218 4.447.218 4.447.218 4.447.218 4.447.218 4.447.218 4.447.218 4.447.218 4.447.218 4.447.218
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 41.287.001 43.423.091 39.352.140 32.621.030 25.889.919 19.158.809 12.427.698 9.767.538 7.107.378 4.447.218
Jumlah Liabilitas 709.965.753 699.397.377 690.478.294 677.528.038 665.988.471 653.782.401 642.934.639 643.621.745 643.893.185 645.285.209
Ekuitas
Modal Dasar 182.684.302 182.684.302 182.684.302 182.684.302 182.684.302 182.684.302 182.684.302 182.684.302 182.684.302 182.684.302
Selisih Kurs (7.086.962) (7.086.962) (7.086.962) (7.086.962) (7.086.962) (7.086.962) (7.086.962) (7.086.962) (7.086.962) (7.086.962)
Tambahan Modal Disetor 81.670.488 81.670.488 81.670.488 81.670.488 81.670.488 81.670.488 81.670.488 81.670.488 81.670.488 81.670.488
Komponen Ekuitas Lainnya 2.396.460 2.396.460 2.396.460 2.396.460 2.396.460 2.396.460 2.396.460 2.396.460 2.396.460 2.396.460
Saldo Laba (54.801.996) (71.096.172) (77.812.559) (78.980.874) (73.259.402) (60.092.025) (41.343.465) (14.682.049) 28.413.158 78.343.758
Jumlah Ekuitas 204.862.292 188.568.116 181.851.729 180.683.414 186.404.886 199.572.263 218.320.823 244.982.239 288.077.446 338.008.046
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 914.828.045 887.965.493 872.330.024 858.211.452 852.393.358 853.354.664 861.255.463 888.603.984 931.970.631 983.293.254
Page 55
LAMPIRAN KEUANGAN
PT Inocycle Technology Group Tbk.
Terdiri dari:
Neraca
Arus Kas
Laba rugi
DENGAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
Page 56
PT Inocycle Technology Group Tbk.
Cash Flow Proyeksi
Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group Tbk.
Dalam Satuan Rupiah (.000)
Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 Tahun ke-6 Tahun ke-7 Tahun ke-8 Tahun ke-9 Tahun ke-10
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Cash Flow
EAT (31.707.346) (16.294.176) (6.716.386) (1.168.315) 5.721.472 13.167.377 18.748.560 26.661.415 43.095.207 49.930.600
Depresiasi 41.395.010 41.585.338 38.525.960 38.462.828 37.132.910 36.815.777 36.815.777 34.072.538 20.316.703 20.316.703
Total Laba (Rugi) Usaha 9.687.664 25.291.162 31.809.573 37.294.513 42.854.383 49.983.154 55.564.337 60.733.953 63.411.911 70.247.303
Piutang Usaha 41.756.540 (12.085.103) (10.493.346) (10.032.646) (11.907.876) (12.136.575) (14.089.174) (14.952.409) (15.590.061) (17.567.188)
Persediaan (23.886.854) (13.952.937) (12.990.091) (12.972.839) (14.882.292) (15.485.029) (17.522.041) (18.710.269) (19.754.479) (21.929.458)
Utang Usaha (9.337.986) 5.356.657 2.667.497 1.296.483 2.707.174 2.040.669 3.398.978 3.347.266 2.931.599 4.052.184
Total Penurunan (Kenaikan) Kas Dari Akt. Operasi 8.531.700 (20.681.382) (20.815.940) (21.709.001) (24.082.994) (25.580.934) (28.212.237) (30.315.412) (32.412.940) (35.444.462)
Pembelian / Penjualan / Pemeliharaan Aset Tetap (12.414.080) (6.207.040) - - - - - - - -
Capex - - - - - - - - - -
Total Arus Kas Aktivitas Investasi (12.414.080) (6.207.040) - - - - - - - -
Perubahan Utang Bank Jangka Pendek (19.412.695) (10.545.493) - - - - - - - -
Perubahan Bagian Jangka Pendek (11.792.721) (7.515.629) (7.515.629) (7.515.629) (7.515.629) (7.515.629) (7.515.629) - - -
Perubahan Utang Bank Jangka Panjang 6.026.380 2.136.089 (4.070.951) (6.731.111) (6.731.111) (6.731.111) (6.731.111) (2.660.160) (2.660.160) (2.660.160)
Perubahan Modal Dasar 1.862.112 - - - - - - - - -
Total Arus Kas Pendanaan (23.316.924) (15.925.033) (11.586.580) (14.246.740) (14.246.740) (14.246.740) (14.246.740) (2.660.160) (2.660.160) (2.660.160)
Total Arus Kas Bersih (17.511.640) (17.522.294) (592.946) 1.338.771 4.524.649 10.155.480 13.105.361 27.758.381 28.338.811 32.142.681
Saldo Kas, Bank & Setara Kas Awal 93.140.868 75.629.228 58.106.934 57.513.988 58.852.759 63.377.408 73.532.888 86.638.249 114.396.630 142.735.441
Saldo Kas, Bank & Setara Kas Akhir 75.629.228 58.106.934 57.513.988 58.852.759 63.377.408 73.532.888 86.638.249 114.396.630 142.735.441 174.878.122
PT Inocycle Technology Group Tbk.
Income Statement Proyeksi
Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group Tbk.
Dalam Satuan Rupiah (.000)
Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 Tahun ke-6 Tahun ke-7 Tahun ke-8 Tahun ke-9 Tahun ke-10
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Income Statement
Pendapatan 707.856.988 798.040.432 857.065.500 901.311.669 965.184.067 1.023.299.639 1.100.776.350 1.180.473.238 1.258.141.265 1.352.937.193
Beban Pokok Pendapatan (538.158.134) (602.946.119) (647.974.293) (683.929.023) (733.216.565) (779.384.326) (838.809.134) (900.403.572) (961.464.361) (1.034.506.739)
Laba Bruto 169.698.854 195.094.313 209.091.208 217.382.646 231.967.503 243.915.313 261.967.216 280.069.666 296.676.904 318.430.455
Beban Penjualan Umum dan Adm (105.714.456) (123.313.872) (131.960.920) (136.034.607) (144.777.350) (151.284.960) (162.284.410) (173.088.324) (182.485.342) (195.578.480)
Penghasilan (Beban) Lainnya - - - - - - - - - -
EBITDA 63.984.399 71.780.441 77.130.288 81.348.040 87.190.152 92.630.353 99.682.806 106.981.342 114.191.562 122.851.975
Depresiasi dan Amortisasi (41.395.010) (41.585.338) (38.525.960) (38.462.828) (37.132.910) (36.815.777) (36.815.777) (34.072.538) (20.316.703) (20.316.703)
EBIT 22.589.388 30.195.103 38.604.328 42.885.212 50.057.242 55.814.576 62.867.029 72.908.805 93.874.859 102.535.272
Biaya Keuangan (54.296.735) (46.489.279) (45.320.714) (44.053.527) (42.722.021) (38.933.323) (38.830.413) (38.727.503) (38.624.593) (38.521.683)
Bagian Laba dari Entitas Asosiasi
EBT (31.707.346) (16.294.176) (6.716.386) (1.168.315) 7.335.221 16.881.253 24.036.616 34.181.302 55.250.266 64.013.589
Beban Pajak Penghasilan - - - - (1.613.749) (3.713.876) (5.288.055) (7.519.886) (12.155.058) (14.082.990)
EAT (31.707.346) (16.294.176) (6.716.386) (1.168.315) 5.721.472 13.167.377 18.748.560 26.661.415 43.095.207 49.930.600
Imbalan Pasca Kerja - - - - - - - - - -
Pajak Penghasilan Terkait - - - - - - - - - -
Jumlah Laba Komprehensif (31.707.346) (16.294.176) (6.716.386) (1.168.315) 5.721.472 13.167.377 18.748.560 26.661.415 43.095.207 49.930.600
Page 57
0% 0% 0% 0% -22% -22% -22% -22% -22% -22%
Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 Tahun ke-6 Tahun ke-7 Tahun ke-8 Tahun ke-9 Tahun ke-10
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Rasio Keuangan
Rasio Likuiditas
Rasio Lancar 59,9% 62,3% 66,3% 70,7% 76,2% 82,8% 90,4% 99,6% 109,2% 119,6%
Quick Rasio 37,0% 36,9% 38,7% 40,8% 43,7% 47,6% 52,2% 58,7% 65,3% 72,6%
Rasio Solvabilitas
Debt Equity Ratio 346,6% 370,9% 379,7% 375,0% 357,3% 327,6% 294,5% 262,7% 223,5% 190,9%
Debt to Assets 77,6% 78,8% 79,2% 78,9% 78,1% 76,6% 74,7% 72,4% 69,1% 65,6%
Rasio Profitabilitas
Return On Asset -3,5% -1,8% -0,8% -0,1% 0,7% 1,5% 2,2% 3,0% 4,6% 5,1%
Return On Equity -15,5% -8,6% -3,7% -0,6% 3,1% 6,6% 8,6% 10,9% 15,0% 14,8%
Names mentioned 44 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Ginanjar Rizki Tarekat
p.2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2 ×4
unresolved
org
Sugianto Prasodjo dan Rekan
p.2 ×2
unresolved
org
KJPP Sugianto Prasodjo
p.2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.3 ×7
unresolved
org
Indonesia
p.4
unresolved
org
Pusat Statistik
p.4 ×2
unresolved
org
KJPP SPR
p.4 ×2
unresolved
org
Ever Shine Tex Tbk
p.5 ×4
unresolved
org
Jiangsu Yingyang Nonwoven Machinery Co., Ltd
p.5 ×2
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sebagaimana
p.7 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan. Penyelia
p.15
unresolved
org
PT Hilon Felt
p.18
unresolved
person
Fransiscus Xaverius Budi Santoso Isbandi
· Notaris
p.18 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.18
unresolved
person
Bastian Harijanto
· Notaris
p.18
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.18
unresolved
org
PT Sambros Invesco International
p.18
unresolved
org
PT Adimitra Jasa Korpora
p.20
unresolved
person
Dr. Ashari.
p.22 ×2
unresolved
person
MSi.
p.22
unresolved
org
Purba Lauddin dan Rekan
p.22
unresolved
—
Eishennoraz
· Akuntan Publik
p.22 ×3
unresolved
org
Mawar dan Rekan
p.22 ×4
unresolved
—
Jul Edy Siahaan
· Akuntan Publik
p.22
unresolved
person
Lok Budianto.
· Akuntan Publik
p.22
unresolved
org
Rintis dan Rekan
p.22
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
7093 ms
12 Sep 2026 22:55
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}