Back to announcement
20260611_ENRG_Laporan Informasi dan Fakta Material_32100220_lamp1.pdf
Other Text extracted ENRGSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 28
Page 1
INFORMASI PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU
KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PERSEROAN
INFORMASI DALAM PROSPEKTUS RINGKAS INI MASIH DAPAT DILENGKAPI DAN/ATAU DIUBAH. PERNYATAAN PENDAFTARAN
EFEK INI TELAH DISAMPAIKAN KEPADA OTORITAS JASA KEUANGAN (“OJK”) NAMUN BELUM MEMPEROLEH PERNYATAAN
EFEKTIF DARI OJK. DOKUMEN INI HANYA DAPAT DIGUNAKAN DALAM RANGKA PENAWARAN AWAL TERHADAP EFEK INI. EFEK
INI TIDAK DAPAT DIJUAL SEBELUM PERNYATAAN PENDAFTARAN YANG TELAH DISAMPAIKAN KEPADA OJK MENJADI EFEKTIF.
PEMESANAN PEMBELIAN EFEK INI HANYA DAPAT DILAKSANAKAN SETELAH CALON PEMBELI ATAU PEMESAN MENERIMA ATAU
MEMPUNYAI KESEMPATAN UNTUK MEMBACA PROSPEKTUS.
OTORITAS JASA KEUANGAN (“OJK”) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI,
TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS RINGKAS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG
BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.
PROSPEKTUS RINGKAS INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA
TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PIHAK YANG KOMPETEN
PT ENERGI MEGA PERSADA TBK (“PERSEROAN’) BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI,
FAKTA, DATA, ATAU LAPORAN DAN KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS RINGKAS INI.
PT ENERGI MEGA PERSADA TBK
Kegiatan Usaha Utama:
Aktivitas kantor pusat dan bergerak dalam bidang usaha eksplorasi, pengembangan dan produksi minyak dan gas bumi di darat (onshore)
dan lepas pantai (offshore) serta infrastruktur minyak dan gas bumi melalui Perusahaan Anak
Berkedudukan di Jakarta, Indonesia
Kantor Pusat Wilayah Operasional
Bakrie Tower Lantai 32 Perseroan memiliki 1 kantor pusat, serta 13 Aset Minyak & Gas
Rasuna Epicentrum, Jl. H.R. Rasuna Said Upstream yang tersebar di Indonesia & Mozambik
Jakarta Selatan 12940
Telepon : (021) 2994 1500
Faksimili : (021) 2994 1247
E-mail: corsec@emp.id
Situs web : www.emp.id
PENAWARAN UMUM TERBATAS KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM
DALAM RANGKA PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU IV (“PMHMETD IV”)
Perseroan dengan ini melakukan penawaran umum terbatas kepada pemegang saham Perseroan dalam rangka PMHMETD IV untuk membeli
sebanyak 13.282.271.875 (tiga belas miliar dua ratus delapan puluh dua juta dua ratus tujuh puluh satu ribu delapan ratus tujuh puluh lima)
saham baru Seri B (“Saham Baru”) dengan nilai nominal Rp100 (seratus Rupiah) per saham, atau mewakili 33,33% (tiga puluh tiga koma tiga
tiga persen) dari jumlah saham Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD IV, yang ditawarkan dengan harga
sebesar Rp310 (tiga ratus sepuluh Rupiah) per saham (“Harga Pelaksanaan”), sehingga seluruhnya berjumlah sebesar Rp4.117.504.281.250
(empat triliun seratus tujuh belas miliar lima ratus empat juta dua ratus delapan puluh satu ribu dua ratus lima puluh Rupiah).
Setiap pemegang saham yang memiliki 2 (dua) saham yang namanya tercantum dalam DPS Perseroan pada tanggal 18 Agustus 2026 pukul
16.00 WIB berhak atas 1 (satu) Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“HMETD”), dimana setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada
pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 (satu) Saham Baru dalam PMHMETD IV dengan Harga Pelaksanaan sebesar Rp310 (tiga ratus
sepuluh Rupiah) untuk setiap saham, yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD. Saham yang
ditawarkan dalam rangka PMHMETD IV dengan menerbitkan HMETD ini seluruhnya adalah saham baru yang dikeluarkan dari portepel
Perseroan yang mempunyai hak sama dan sederajat dalam segala hal termasuk hak atas dividen dengan saham lainnya dari Perseroan yang
telah ditempatkan dan disetor penuh dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
Sebagaimana telah diatur dalam Peraturan OJK No. 32/POJK.04/2015 tanggal 16 Desember 2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan
Terbuka Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, sebagaimana diubah dengan Peraturan OJK No. 14/POJK.04/2019 tanggal
29 April 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan OJK No. 32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Dengan
Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“POJK HMETD”), Perseroan telah lebih dahulu memperoleh persetujuan para pemegang
saham terkait dengan PMHMETD IV Perseroan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan Perseroan pada
tanggal 5 Juni 2026.
Sehubungan dengan PMHMETD IV, pemegang saham pengendali Perseroan yaitu: (i) PT Shima Global Kapital (“Shima”) menyatakan tidak
akan melaksanakan HMETD yang menjadi haknya dalam PMHMETD IV dan akan mengalihkan sebanyak 2.330.711.206 (dua miliar tiga ratus
tiga puluh juta tujuh ratus sebelas ribu dua ratus enam) HMETD yang menjadi haknya dalam PMHMETD IV (“HMETD Yang Dialihkan”) kepada
PT Bakrie Kalila Investment (“BKI”); dan (ii) BKI menyatakan akan melaksanakan: (a) sebanyak 473.435.507 (empat ratus tujuh puluh tiga juta
empat ratus tiga puluh lima ribu lima ratus tujuh) HMETD yang menjadi haknya dalam PMHMETD, dan (b) HMETD Yang Dialihkan dari Shima.
Selain itu, apabila Saham Baru yang ditawarkan dalam PMHMETD IV ini tidak seluruhnya diambil bagian oleh pemegang SBHMETD selain BKI,
maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham lainnya yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya secara proporsional
berdasarkan atas jumlah HMETD yang telah dilaksanakan oleh masing-masing pemegang saham yang meminta penambahan efek berdasarkan
Harga Pelaksanaan. Apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa Saham Baru, maka BKI dan pihak terafiliasi lainnya yang akan
ditentukan kemudian akan bertindak sebagai pembeli siaga untuk mengambil atau membeli seluruh sisa Saham Baru dalam jumlah sebanyak-
banyaknya 10.478.125.162 (sepuluh miliar empat ratus tujuh puluh delapan juta seratus dua puluh lima ribu seratus enam puluh dua) HMETD
(“Pembeli Siaga”). Pembeli Siaga memastikan bahwa akan memiliki dana yang cukup untuk mengambil atau membeli seluruh sisa Saham
Baru. Tanggal terakhir pelaksanaan HMETD adalah 28 Agustus 2026 dimana hak yang tidak dilaksanakan sesudah tanggal tersebut tidak
berlaku lagi. Dalam hal pemegang saham memiliki HMETD dalam bentuk pecahan akan dibulatkan ke bawah (round down), dimana hak atas
pecahan saham baru tersebut akan menjadi milik Perseroan dan wajib dijual oleh Perseroan serta hasil penjualannya akan dimasukan ke
rekening Perseroan.
HMETD DAPAT DIPERDAGANGKAN BAIK DI DALAM MAUPUN DI LUAR BURSA EFEK INDONESIA SELAMA TIDAK KURANG DARI 5
(LIMA) HARI KERJA, MULAI TANGGAL 20 AGUSTUS 2026 SAMPAI TANGGAL 28 AGUSTUS 2026. PENCATATAN SAHAM BARU HASIL
PELAKSANAAN HMETD AKAN DILAKUKAN DI BURSA EFEK INDONESIA PADA TANGGAL 24 AGUSTUS 2026. TANGGAL TERAKHIR
PELAKSANAAN HMETD ADALAH TANGGAL 28 AGUSTUS 2026, DENGAN KETERANGAN BAHWA HMETD YANG TIDAK
DILAKSANAKAN SAMPAI DENGAN TANGGAL TERSEBUT TIDAK BERLAKU LAGI.
RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH RISIKO KETERGANTUNGAN PADA KINERJA OPERASIONAL DAN
KEUANGAN PERUSAHAAN ANAK MENGINGAT SELURUH PENDAPATAN PERSEROAN BERASAL DARI PERUSAHAAN ANAK.
KETERANGAN LEBIH LANJUT MENGENAI FAKTOR RISIKO DAPAT DILIHAT PADA BAB VI PROSPEKTUS
SELAIN DARI PEMEGANG SAHAM YANG AKAN MENGAMBIL BAGIAN HMETD-NYA, PEMEGANG SAHAM LAMA YANG TIDAK
MELAKSANAKAN HAKNYA UNTUK MEMBELI SAHAM BARU YANG DITAWARKAN DALAM PMHMETD IV INI SESUAI DENGAN HMETD-
NYA AKAN MENGALAMI PENURUNAN PERSENTASE KEPEMILIKAN SAHAMNYA (DILUSI) DALAM JUMLAH YANG CUKUP MATERIAL,
YAITU MAKSIMUM SEBESAR 33,33% (TIGA TIGA KOMA TIGA TIGA PERSEN).
BKI DAN PIHAK TERAFILIASI LAINNYA YANG AKAN DITENTUKAN KEMUDIAN AKAN BERTINDAK SEBAGAI PEMBELI SIAGA.
Penasihat Keuangan
PT Danatama Makmur Sekuritas PT Mandiri Sekuritas PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
Prospektus Ringkas ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 11 Juni 2026
Page 2
RENCANA JADWAL PENAWARAN UMUM
Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (”RUPSLB”) : 5 Juni 2026
Tanggal Efektif : 5 Agustus 2026
Tanggal Cum HMETD di Pasar Reguler dan Negosiasi : 13 Agustus 2026
Tanggal Cum HMETD di Pasar Tunai : 18 Agustus 2026
Tanggal Ex HMETD di Pasar Reguler dan Negosiasi : 14 Agustus 2026
Tanggal Ex HMETD di Pasar Tunai : 19 Agustus 2026
Tanggal Pencatatan (Recording Date) Untuk Memperoleh HMETD : 18 Agustus 2026
Tanggal Distribusi HMETD : 19 Agustus 2026
Tanggal Pencatatan HMETD di Bursa Efek Indonesia : 20 Agustus 2026
Periode Perdagangan HMETD : 20 – 28 Agustus 2026
Periode Pelaksanaan HMETD : 20 – 28 Agustus 2026
Periode Distribusi Saham HMETD : 24 Agustus – 1 September 2026
Tanggal Terakhir Pembayaran Untuk Pemesanan Saham Tambahan : 1 September 2026
Tanggal Penjatahan Pemesanan Saham Tambahan : 2 September 2026
Tanggal Pembayaran oleh Pembeli Siaga : 3 September 2026
Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan Saham Tambahan : 4 September 2026
PMHMETD IV
Jumlah Saham : Sebanyak 13.282.271.875 (tiga belas miliar dua ratus delapan puluh
dua juta dua ratus tujuh puluh satu ribu delapan ratus tujuh puluh lima)
Saham Baru.
Nilai Nominal : Rp100 (seratus Rupiah) setiap saham.
Harga Pelaksanaan : Rp310 (tiga ratus sepuluh Rupiah) setiap saham.
Rasio HMETD : Setiap pemegang 2 (dua) Saham Lama yang tercatat dalam DPS
Perseroan pada tanggal 18 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB memiliki 1
(satu) HMETD, dimana setiap pemegang 1 (satu) HMETD berhak
untuk membeli sebanyak 1 (satu) Saham Baru.
Dilusi kepemilikan : Maksimum 33,33% (tiga puluh tiga koma tiga tiga persen) dengan
asumsi seluruh HMETD dilaksanakan.
Pencatatan : Saham baru ini akan dicatatkan di BEI sama dengan saham-saham
yang telah dicatatkan sebelumnya oleh Perseroan.
Pembeli Siaga : Apabila Saham Baru yang ditawarkan dalam PMHMETD IV ini tidak
seluruhnya diambil oleh pemegang SBHMETD selain BKI, maka
sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham lainnya yang
melakukan pemesanan lebih besar dari haknya secara proporsional
berdasarkan atas jumlah HMETD yang telah dilaksanakan oleh
masing-masing pemegang saham yang meminta penambahan efek
berdasarkan Harga Pelaksanaan. Apabila setelah alokasi tersebut
masih terdapat sisa Saham Baru, maka Pembeli Siaga akan
mengambil atau membeli seluruh sisa Saham Baru dalam jumlah
sebanyak-banyaknya 10.478.125.162 (sepuluh miliar empat ratus
tujuh puluh delapan juta seratus dua puluh lima ribu seratus enam
puluh dua) saham.
Sehubungan dengan Keterbukaan Informasi terkait Rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu Tahap III (”PMTHMETD”) yang diterbitkan Perseroan pada tanggal 5 Juni 2026, maka struktur
permodalan saham Perseroan setelah pencatatan saham baru PMTHMETD pada tanggal 15 Juni 2026 adalah
sebagai berikut:
Sebelum PMTHMETD* Setelah PMTHMETD
Keterangan Jumlah Nilai Jumlah Nilai
Jumlah saham % Jumlah saham %
Nominal (Rp) Nominal (Rp)
Modal Dasar Seri A 6.138.347.970 4.910.678.376.000 6.138.347.970 4.910.678.376.000
(Nilai Nominal Rp800,-/saham)
Modal Dasar Seri B 146.893.216.240 14.689.321.624.000 146.893.216.240 14.689.321.624.000
(Nilai Nominal Rp100,-/saham)
Jumlah Modal Dasar 153.031.564.210 19.600.000.000.000 153.031.564.210 19.600.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
1. PT Shima Global Kapital 4.661.422.413 - 17,69 4.661.422.413 - 17,55
2. PT Trimegah Sekuritas Indonesia 3.094.247.222 - 11,76 3.094.247.222 - 11,65
Tbk
3. PT CGS International Sekuritas 2.000.022.369 - 7,59 2.000.022.369 - 7,53
Indonesia
4. PT Maybank Sekuritas Indonesia 1.918.178.300 - 7,28 1.918.178.300 - 7,22
5. PT Bakrie Kalila Investment 728.557.514 - 2,77 946.871.014 - 3,56
6. Masyarakat 13.943.802.432 - 52,93 13.943.802.432 - 52,49
Jumlah modal ditempatkan dan 26.346.230.250 6.931.466.604.000 100,00 26.564.543.750 6.953.297.954.000 100,00
disetor
Saham dalam portepel 126.685.333.960 12.668.533.396.000 126.467.020.460 12.646.702.046.000
*Notes: DPS Perseroan per 8 Juni 2026
1
Page 3
Proforma struktur permodalan saham Perseroan setelah PMTHMETD dan PMHMETD IV, dengan asumsi bahwa
seluruh pemegang saham Perseroan melaksanakan HMETD yang ditawarkan dalam PMHMETD IV ini, kecuali
Shima yang akan mengalihkan HMETD nya kepada BKI, maka struktur permodalan dan pemegang saham
Perseroan sebelum dan sesudah PMHMETD IV tersaji secara proforma dalam tabel dibawah ini:
Setelah PMTHMETD & Sebelum PMHMETD IV Setelah PMTHMETD & PMHMETD IV
Keterangan Jumlah Nilai Jumlah Nilai
Jumlah saham % Jumlah saham %
Nominal (Rp) Nominal (Rp)
Modal Dasar Seri A 6.138.347.970 4.910.678.376.000 6.138.347.970 4.910.678.376.000
(Nilai Nominal Rp800,-/saham)
Modal Dasar Seri B 146.893.216.240 14.689.321.624.000 146.893.216.240 14.689.321.624.000
(Nilai Nominal Rp100,-/saham)
Jumlah Modal Dasar 153.031.564.210 19.600.000.000.000 153.031.564.210 19.600.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
1. PT Shima Global Kapital 4.661.422.413 - 17,55 4.661.422.413 11,70
2. PT Trimegah Sekuritas Indonesia 3.094.247.222 - 11,65 4.641.370.833 11,65
Tbk
3. PT CGS International Sekuritas 2.000.022.369 - 7,53 3.000.033.553 7,53
Indonesia
4. PT Maybank Sekuritas Indonesia 1.918.178.300 - 7,22 2.877.267.450 7,22
5. PT Bakrie Kalila Investment 946.871.014 - 3,56 3.751.017.727 9,41
6. Masyarakat 13.943.802.432 - 52,49 20.915.703.649 52,49
Jumlah modal ditempatkan dan 26.564.543.750 6.953.297.954.000 100,00 39.846.815.625 8.281.525.141.500 100,00
disetor
Saham dalam portepel 126.467.020.460 12.646.702.046.000 113.184.748.585 11.318.474.858.500
Proforma struktur permodalan saham Perseroan setelah PMTHMETD dan PMHMETD IV, dengan asumsi: (i) BKI
melaksanakan: (a) HMETD yang menjadi haknya dalam PMHMETD IV, dan (b) HMETD Yang Dialihkan dari
Shima; (ii) seluruh pemegang saham lainnya tidak melaksanakan HMETD yang ditawarkan dalam PMHMETD IV
ini; serta (iii) BKI dan pihak terafiliasi lainnya akan bertindak sebagai Pembeli Siaga untuk mengambil atau membeli
seluruh sisa saham, maka struktur permodalan dan pemegang saham Perseroan sebelum dan sesudah
PMHMETD IV tersaji secara proforma dalam tabel dibawah ini:
Setelah PMTHMETD & Sebelum PMHMETD IV Setelah PMTHMETD & PMHMETD IV
Keterangan Jumlah Nilai Jumlah Nilai
Jumlah saham % Jumlah saham %
Nominal (Rp) Nominal (Rp)
Modal Dasar Seri A 6.138.347.970 4.910.678.376.000 6.138.347.970 4.910.678.376.000
(Nilai Nominal Rp800,-/saham)
Modal Dasar Seri B 146.893.216.240 14.689.321.624.000 146.893.216.240 14.689.321.624.000
(Nilai Nominal Rp100,-/saham)
Jumlah Modal Dasar 153.031.564.210 19.600.000.000.000 153.031.564.210 19.600.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
1. PT Shima Global Kapital 4.661.422.413 - 17,55 4.661.422.413 - 11,70
2. PT Trimegah Sekuritas Indonesia 3.094.247.222 - 11,65 3.094.247.222 - 7,77
Tbk
3. PT CGS International Sekuritas 2.000.022.369 - 7,53 2.000.022.369 - 5,02
Indonesia
4. PT Maybank Sekuritas Indonesia 1.918.178.300 - 7,22 1.918.178.300 - 4,81
5. PT Bakrie Kalila Investment 946.871.014 - 3,56 3.751.017.727 - 9,41
6. Masyarakat 13.943.802.432 - 52,49 13.943.802.432 - 34,99
7. Pembeli Siaga TerAfiliasi Lainnya 10.478.125.162 26,30
(termasuk BKI)*
Jumlah modal ditempatkan dan 26.564.543.750 6.953.297.954.000 39.846.815.625 8.281.525.141.500 100,00
disetor
Saham dalam portepel 126.467.020.460 12.646.702.046.000 113.184.748.585 11.318.474.858.500
*Note: Komposisi Pembeli Siaga akan disampaikan kemudian
Dengan memperhatikan bahwa jumlah Saham Baru yang diterbitkan dalam PMHMETD IV ini berjumlah sebesar
13.282.271.875 (tiga belas miliar dua ratus delapan puluh dua juta dua ratus tujuh puluh satu ribu delapan ratus
tujuh puluh lima) lembar saham, maka pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya untuk membeli Saham
Baru yang ditawarkan dalam PMHMETD IV ini sesuai HMETD-nya akan mengalami penurunan persentase
kepemilikan sahamnya (dilusi) maksimum sebesar 33,33% (tiga puluh tiga koma tiga tiga persen).
Dengan dilaksanakannya seluruh HMETD, maka jumlah saham yang akan dicatatkan Perseroan di BEI adalah
sebanyak 39.846.815.625 (tiga puluh sembilan miliar delapan ratus empat puluh enam juta delapan ratus lima
belas ribu enam ratus dua puluh lima) saham atau sejumlah 100% (seratus persen) dari jumlah modal ditempatkan
dan disetor penuh setelah PMTHMETD & PMHMETD IV, yang terdiri dari 26.564.543.750 (dua puluh enam miliar
lima ratus enam puluh empat juta lima ratus empat puluh tiga ribu tujuh ratus lima puluh) Saham Lama dan
13.282.271.875 (tiga belas miliar dua ratus delapan puluh dua juta dua ratus tujuh puluh satu ribu delapan ratus
tujuh puluh lima) Saham Baru yang berasal dari PMHMETD IV ini.
Keterangan lebih lanjut mengenai Penawaran Umum dapat dilihat pada Bab I Prospektus.
RENCANA PENGGUNAAN DANA
Dana yang diperoleh Perseroan dari hasil PMHMETD IV ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi efek,
seluruhnya akan dialokasikan dengan rincian sebagai berikut:
1. Sekitar 96,59% (sembilan puluh enam koma lima sembilan persen) akan digunakan untuk peningkatan
penyertaan modal, baik langsung maupun tidak langsung, kepada Perusahaan Anak;
2. Sekitar 3,41% (tiga koma empat satu persen) sisanya akan digunakan oleh Perseroan untuk mendukung
2
Page 4
kebutuhan modal kerja dan biaya operasional Perseroan.
Keterangan lebih lanjut mengenai rencana penggunaan dana dari hasil PMHMETD IV dapat dilihat pada Bab II
Prospektus.
PERNYATAAN UTANG
Tabel di bawah ini menyajikan posisi liabilitas konsolidasian interim Perseroan dan Perusahaan Anak pada tanggal
31 Maret 2026 yang diambil dari laporan keuangan konsolidasian interim Perseroan dan Perusahaan Anak pada
tanggal 31 Maret 2026, yang telah diaudit berdasarkan standar audit yang ditetapkan IAPI, oleh Kantor Akuntan
Publik (KAP) Achsin Handoko Tomo, auditor independen, yang ditandatangani oleh akuntan publik Handoko Tomo
dalam laporan auditor independen nomor No.00039/2.1096/AU.1/02/0597-1/1/VI/2026 tanggal 5 Juni 2026 dengan
opini tanpa modifikasian.
Perseroan memiliki liabilitas yang seluruhnya berjumlah sebesar USD1.023.769.999 pada tanggal 31 Maret 2026,
dengan rincian sebagai berikut:
(dalam USD)
Keterangan 31 Maret 2026
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman jangka pendek
Pihak ketiga 2.422.039
Pembiayaan musyarakah jangka pendek
Pihak ketiga 1.011.274
Utang usaha
Pihak ketiga 68.617.311
Utang lain-lain
Pihak ketiga 2.326.005
Uang muka pelanggan 9.845.092
Beban akrual 184.062.564
Utang pajak 100.278.501
Liabilitas jangka panjang - jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Sewa 31.957.308
Pinjaman 58.482.657
Obligasi Rupiah 4.413.582
Total Liabilitas Jangka Pendek 463.416.333
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi 115.567
Liabilitas pajak tangguhan - neto 151.199.124
Liabilitas imbalan kerja 14.813.457
Liabilitas untuk merestorasi area yang ditinggalkan jangka panjang 64.967.979
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun:
Sewa 64.306.562
Pinjaman 172.301.063
Obligasi Rupiah 92.649.914
Total Liabilitas Jangka Panjang 560.353.666
Total Liabilitas 1.023.769.999
Rincian lebih lanjut mengenai liabilitas Perseroan dapat dilihat pada Bab III Prospektus.
IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING
Informasi keuangan konsolidasian Grup pada tanggal 31 Maret 2026 dan tanggal 31 Desember 2025 dan 2024,
serta untuk periode 3 (tiga) bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2026 dan 2025, dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 yang disajikan dalam tabel di bawah ini diambil
dari:
1. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Perusahaan Anak pada tanggal dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, yang telah disusun oleh Manajemen Perseroan
sesuai dengan SAK Indonesia. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan Perusahaan Anak pada
tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 telah diaudit oleh
KAP Y. Santosa & Rekan sesuai dengan standar audit yang ditetapkan oleh IAPI, dengan opini wajar tanpa
modifikasian dalam laporannya yang diterbitkan dengan No.00011/2.0902/AU.1/02/0457-5/1/II/2026
tertanggal 26 Februari 2026 yang ditandatangani oleh Hilda Ong (Registrasi Akuntan Publik No. AP.0457);
dan
3
Page 5
2. Laporan Keuangan Konsolidasian Interim Perseroan dan Perusahaan Anak pada tanggal dan untuk periode
3 (tiga) bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2026 dan 2025, yang telah disusun oleh
Manajemen Perseroan sesuai dengan SAK Indonesia. Laporan keuangan konsolidasian Interim Perseroan
dan Perusahaan Anak pada tanggal dan untuk periode 3 (tiga) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret
2026 telah diaudit oleh KAP Achsin Handoko Tomo sesuai dengan standar audit yang ditetapkan oleh IAPI,
dengan opini wajar tanpa modifikasian dalam laporannya yang diterbitkan dengan No.
00039/2.1096/AU.1/02/0597-1/1/VI/2026 tertanggal 5 Juni 2026 yang ditandatangani oleh Handoko Tomo
(Registrasi Akuntan Publik No. AP.0597).
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
(dalam USD)
31 Maret 31 Desember
Keterangan
2026 2025 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 89.670.265 62.248.969 53.606.326
Piutang Usaha - Pihak Ketiga - neto 60.811.251 38.075.506 51.447.715
Piutang Lain-lain - Pihak Ketiga - neto 54.576.342 52.879.655 74.719.344
Piutang Lain-lain - Pihak Berelasi - neto 877.800 877.800 12.747.209
Persediaan - neto 39.594.670 40.201.978 43.790.347
Pajak Dibayar Dimuka 1.978.334 805.296 4.419.720
Beban Dibayar Dimuka 1.863.546 2.134.267 1.669.752
Aset Lancar Lainnya 12.579.083 9.145.008 13.243.996
Total Aset Lancar 261.951.291 206.368.479 255.644.409
ASET TIDAK LANCAR
Kas yang Dibatasi Penggunaannya (Restricted Cash) 112.622.516 127.412.812 95.008.653
Piutang Pihak Berelasi - neto 107.077.096 108.133.020 71.391.618
Aset Pajak Tangguhan - neto 46.668.061 58.250.956 43.561.383
Investasi pada Ventura Bersama 38.436.689 36.425.621 31.166.120
Aset Tetap - neto 66.603.963 66.072.183 71.264.729
Aset Hak Guna - neto 95.372.039 112.646.571 139.257.566
Aset Eksplorasi dan Evaluasi - neto 117.749.514 115.505.515 115.529.197
Aset Minyak dan Gas Bumi - neto 983.948.531 957.814.439 742.353.105
Tagihan Pajak 381.006 1.496.672 894.614
Aset Tidak Lancar Lainnya - neto 34.261.102 32.194.865 17.187.391
Total Aset Tidak Lancar 1.603.120.517 1.615.952.654 1.327.614.376
TOTAL ASET 1.865.071.808 1.822.321.133 1.583.258.785
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman Jangka Pendek - Pihak Ketiga 2.422.039 10.674.089 12.912.453
Pembiayaan Musyarakah Jangka Pendek - Pihak Ketiga 1.011.274 2.654.506 -
Utang Usaha - Pihak Ketiga 68.617.311 81.783.646 81.314.012
Utang Lain-lain (bagian jatuh tempo ≤ 1 tahun) - Pihak
Ketiga 2.326.005 1.096.017 6.092.417
Uang Muka Pelanggan 9.845.092 10.942.727 18.574.544
Beban Akrual 184.062.564 165.453.862 121.589.560
Utang Pajak 100.278.501 88.325.759 98.094.725
Liabilitas jangka panjang (bagian jatuh tempo ≤ 1 tahun)
Sewa 31.957.308 42.618.930 41.161.954
Pinjaman 58.482.657 70.683.292 53.762.450
Obligasi Rupiah 4.413.582 - -
Pembiayaan Musyarakah - - 1.309.275
Total Liabilitas Jangka Pendek 463.416.333 474.232.828 434.811.390
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang Pihak Berelasi 115.567 115.521 115.521
Utang Lain-lain Jangka Panjang - Pihak Ketiga - - 6.991.373
Liabilitas Pajak Tangguhan - neto 151.199.124 146.423.496 117.706.955
Liabilitas Imbalan Kerja 14.813.457 14.872.650 11.810.274
Liabilitas Untuk Merestorasi Area Yang Ditinggalkan -
Jangka Panjang 64.967.979 63.424.523 63.829.322
4
Page 6
(dalam USD)
31 Maret 31 Desember
Keterangan
2026 2025 2024
Liabilitas Jangka Panjang (setelah dikurangi bagian jatuh
tempo ≤ 1 tahun)
Sewa 64.306.562 64.551.617 75.083.794
Pinjaman 172.301.063 235.960.387 213.925.991
Obligasi Rupiah 92.649.914 - -
Pembiayaan Musyarakah - - 1.843.547
Total Liabilitas Jangka Panjang 560.353.666 525.348.194 491.306.777
TOTAL LIABILITAS 1.023.769.999 999.581.022 926.118.167
EKUITAS
Modal Saham (ditempatkan dan disetor penuh) 647.422.128 647.422.128 638.086.082
Tambahan Modal Disetor - neto 556.514.487 556.514.487 490.943.286
Akumulasi Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan Kerja (10.446.759) (10.621.211) (9.792.916)
Transaksi dengan Kepentingan Nonpengendali (13.648.677) (13.648.677) (13.648.677)
Selisih Kurs Penjabaran Laporan Keuangan (15.809) (92.224) -
Defisit (265.542.165) (283.865.234) (375.398.209)
Kepentingan Nonpengendali - neto (72.981.396) (72.969.158) (73.048.948)
TOTAL EKUITAS 841.301.809 822.740.111 657.140.618
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 1.865.071.808 1.822.321.133 1.583.258.785
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
(dalam USD)
31 Maret 31 Desember
Keterangan
2026 2025 *) 2025 2024
PENJUALAN NETO 136.937.401 117.045.214 498.126.837 467.425.177
BEBAN POKOK PENJUALAN (78.479.811) (79.139.645) (316.644.705) (319.361.232)
LABA BRUTO 58.457.590 37.905.569 181.482.132 148.063.945
BEBAN USAHA (5.920.577) (4.964.279) (26.723.572) (23.950.791)
LABA USAHA 52.537.013 32.941.290 154.758.560 124.113.154
PENGHASILAN (BEBAN)
LAIN-LAIN
Beban Keuangan (11.547.978) (9.471.999) (35.382.230) (38.210.040)
Rugi Penurunan Nilai (326.665) (994.737) (590.806) (9.656.731)
Keuntungan (Kerugian) Selisih Kurs -
Neto (109.010) (19.347) 39.194 65.822
Lain-Lain - Neto (1.856.722) 4.840.873 9.274.585 18.591.014
Beban Lain-Lain - Neto (10.126.931) (5.645.210) (26.659.257) (29.209.935)
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK
PENGHASILAN 42.410.082 27.296.080 128.099.303 94.903.219
BEBAN PAJAK PENGHASILAN – (24.099.251) (9.317.416) (36.486.537) (21.940.161)
NETO
LABA NETO 18.310.831 17.978.664 91.612.766 72.963.058
PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN
Pos-Pos Yang Tidak Akan
direklasifikasi Lebih Lanjut
ke laba rugi:
Selisih Kurs Penjabaran Laporan
Keuangan 76.415 - (92.224) -
Pengukuran Kembali Liabilitas
Imbalan Kerja 266.983 (396.444) (1.245.371) (1.632.152)
Pajak Penghasilan Terkait (92.531) 156.584 417.076 704.695
Laba (Rugi) Komprehensif Lain Neto
- Setelah Pajak 250.867 (239.860) (920.519) (927.457)
LABA KOMPREHENSIF NETO 18.561.698 17.738.804 90.692.247 72.035.601
5
Page 7
(dalam USD)
31 Maret 31 Desember
Keterangan
2026 2025 *) 2025 2024
Laba Neto Yang Dapat Diatribusikan
Kepada:
Pemilik Entitas Induk 18.323.069 17.958.002 91.532.975 75.394.672
Kepentingan Nonpengendali (12.238) 20.662 79.791 (2.431.614)
Neto 18.310.831 17.978.664 91.612.766 72.963.058
Laba Komprehensif Neto Yang
Dapat Diatribusikan Kepada:
Pemilik Entitas Induk 18.573.936 17.718.142 90.612.456 74.467.215
Kepentingan Nonpengendali (12.238) 20.662 79.791 (2.431.614)
Neto 18.561.698 17.738.804 90.692.247 72.035.601
LABA NETO PER SAHAM DASAR/
DILUSIAN DIATRIBUSIKAN
KEPADA PEMILIK ENTITAS INDUK 0,00070 0,00072 0,00359 0,00304
*) Tidak diaudit
Rasio Keuangan Konsolidasian
Keterangan 31 Maret 31 Desember
2026 2025 2025 2024
Rasio Usaha
Laba sebelum pajak penghasilan / pendapatan usaha 30,97% 23,32% 25,72% 20,30%
Laba tahun berjalan / pendapatan usaha 13,37% 15,34% 18,39% 16,13%
Laba tahun berjalan / total ekuitas (ROE) 8,71% 10,64% 11,14% 11,47%
Laba tahun berjalan / total aset (ROA) 3,93% 4,54% 5,02% 4,76%
Rasio Keuangan
Current Ratio 56,49% 58,51% 43,52% 58,79%
Jumlah liabilitas / Jumlah ekuitas 121,72% 134,70% 121,49% 140,93%
Jumlah liabilitas / Jumlah aset 54,90% 57,39% 54,85% 58,49%
Interest Coverage Ratio (ICR) 13,64x 12,02x 11,97x 10,21x
Debt Service Coverage Ratio (DSCR) 4,2 3,7 3,2 3,4
Rasio Pertumbuhan (%)
Pendapatan usaha 17,00% 20,32% 6,57% 11,09%
Laba bruto 54,22% 14,32% 22,57% 1,37%
Laba usaha 59,49% 19,19% 24,69% 1,70%
Jumlah aset 2,36% 11,30% 15,10% 15,67%
Jumlah liabilitas 2,45% 10,78% 7,93% 18,18%
Jumlah ekuitas 2,26% 12,00% 25,20% 12,31%
ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN
Analisis dan Pembahasan oleh Manajemen ini harus dibaca bersama dengan Ikhtisar Data Keuangan Penting
yang tercantum dalam Prospektus ini.
Informasi keuangan konsolidasian Grup pada tanggal 31 Maret 2026 dan tanggal 31 Desember 2025 dan 2024,
serta untuk periode 3 (tiga) bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2026 dan 2025, dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 yang disajikan dalam tabel di bawah ini diambil
dari:
1. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Perusahaan Anak pada tanggal dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, yang telah disusun oleh Manajemen Perseroan
sesuai dengan SAK Indonesia. Laporan keuangan Perseroan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 telah diaudit oleh KAP Y. Santosa & Rekan sesuai dengan
standar audit yang ditetapkan oleh IAPI, dengan opini wajar tanpa modifikasian dalam laporannya yang
diterbitkan dengan No.00011/2.0902/ AU.1/02/0457-5/1/II/2026 tertanggal 26 Februari 2026 yang
ditandatangani oleh Hilda Ong (Registrasi Akuntan Publik No. AP.0457); dan
2. Laporan Keuangan Konsolidasian Interim Perseroan dan Perusahaan Anak pada tanggal dan untuk periode
3 (tiga) bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2026 dan 2025, yang telah disusun oleh
6
Page 8
Manajemen Perseroan sesuai dengan SAK Indonesia. Laporan keuangan Perseroan pada tanggal dan untuk
periode 3 (tiga) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 telah diaudit oleh KAP Achsin Handoko Tomo
sesuai dengan standar audit yang ditetapkan oleh IAPI, dengan opini wajar tanpa modifikasian dalam
laporannya yang diterbitkan dengan No. 00039/2.1096/AU.1/02/0597-1/1/VI/2026 tertanggal 5 Juni 2026 yang
ditandatangani oleh Handoko Tomo (Registrasi Akuntan Publik No. AP.0597).
Analisis Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Tabel berikut ini menyajikan rincian mengenai komposisi laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian Perseroan dan Perusahaan Anak untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024,
sebagai berikut:
(dalam USD)
31 Maret 31 Desember
Keterangan
2026 2025 *) 2025 2024
Penjualan Neto 136.937.401 117.045.214 498.126.837 467.425.177
Beban Pokok Penjualan (78.479.811) (79.139.645) (316.644.705) (319.361.232)
Laba Bruto 58.457.590 37.905.569 181.482.132 148.063.945
Laba Usaha 52.537.013 32.941.290 154.758.560 124.113.154
Laba Sebelum Beban Pajak
Penghasilan 42.410.082 27.296.080 128.099.303 94.903.219
Laba Neto 18.310.831 17.978.664 91.612.766 72.963.058
*) Tidak diaudit
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dibandingkan dengan periode tiga bulan yang
berakhir pada tanggal 31 Maret 2025
Total penjualan Perseroan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 tercatat sebesar
USD136,94 juta meningkat sebesar 17,00% atau setara dengan USD19,89 juta dibandingkan dengan tanggal
31 Maret 2025 sebesar USD117,05 juta. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan penjualan neto dari
Wilayah Kerja Malacca Strait PSC dan Siak PSC. Kenaikan tersebut terutama kenaikan harga realisasi rata-rata
minyak sebesar 15% menjadi USD87,36/barel untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026
dibandingkan dari USD76,00/barel untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025. Demikian
pula harga realisasi rata-rata gas bumi mengalami kenaikan menjadi USD6,88/MMBTU pada periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dari USD6,75/MMBTU untuk periode tiga bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Maret 2025.
Beban pokok penjualan Perseroan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 tercatat
sebesar USD78,48 juta menurun sebesar 0,83% atau setara dengan USD0,66 juta dibandingkan dengan tanggal
31 Maret 2025 sebesar USD79,14 juta. Penurunan beban pokok penjualan ini terutama disebabkan oleh
penurunan biaya penyusutan, deplesi dan amortisasi atas aset minyak dan gas bumi Wilayah Kerja Kangean PSC
dan Wilayah Kerja Bentu.
Laba bruto Perseroan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 tercatat sebesar
USD58,46 juta meningkat sebesar 54,22% atau setara dengan USD20,55 juta dibandingkan dengan tanggal
31 Maret 2025 sebesar USD37,91 juta. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan penjualan neto dari
Wilayah Kerja Malacca Strait PSC dan Siak PSC. Kenaikan tersebut terutama kenaikan harga realisasi rata-rata
minyak untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dibandingkan periode yang sama pada
tahun 2025. Kenaikan tersebut terutama kenaikan harga realisasi rata-rata minyak menjadi USD87,36/barel untuk
periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dibandingkan dari USD76,00/barel pada periode
yang sama pada tahun 2025.
Laba usaha Perseroan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 tercatat sebesar
USD52,54 juta meningkat sebesar 59,49% atau setara dengan USD19,60 juta dibandingkan dengan tanggal
31 Maret 2025 sebesar USD32,94 juta. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan penjualan neto dari
Wilayah Kerja Malacca Strait PSC dan Siak PSC. Kenaikan tersebut terutama kenaikan harga realisasi rata-rata
minyak untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dibandingkan periode yang sama pada
tahun 2025.
Sebagai akibat dari hal yang telah dijelaskan sebelumnya, laba neto Perseroan meningkat sebesar 1,85% menjadi
USD18,31 juta untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dari sebelumnya USD17,98
juta untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025.
Laba komprehensif neto Perseroan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 tercatat
sebesar USD18,56 juta meningkat sebesar 4,64% atau setara dengan USD0,82 juta dibandingkan dengan tanggal
31 Maret 2025 sebesar USD17,74 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan penjualan neto
7
Page 9
dari Wilayah Kerja Malacca Strait PSC dan Siak PSC. Kenaikan tersebut terutama kenaikan harga realisasi rata-
rata minyak menjadi USD87,36/barel untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026
dibandingkan dari USD76,00/barel pada periode yang sama pada tahun 2025.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024
Total penjualan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 tercatat sebesar
USD498,13 juta meningkat sebesar 6,57% atau setara dengan USD30,70 juta dibandingkan dengan tanggal
31 Desember 2024 sebesar USD467,43 juta. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan penjualan neto dari
Wilayah Kerja Sengkang PSC yang mana 51% partisipasi interesnya diakuisisi oleh Perseroan pada bulan Oktober
2024. Harga realisasi rata-rata gas bumi mengalami penurunan menjadi USD6,35/MMBTU pada tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dari USD6,59/MMBTU untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024. Harga realisasi rata-rata minyak juga mengalami penurunan menjadi USD69,24/barel untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dibandingkan dari USD79,40/barel untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2024.
Beban pokok penjualan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 tercatat sebesar
USD316,64 juta menurun sebesar 0,85% atau setara dengan USD2,72 juta dibandingkan dengan tanggal
31 Desember 2024 sebesar USD319,36 juta. Penurunan beban pokok penjualan ini terutama disebabkan oleh
penurunan biaya produksi dalam beban pokok penjualan pada Wilayah Kerja Malacca Strait sehubungan dengan
penurunan penjualan neto pada Wilayah Kerja tersebut.
Laba bruto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 tercatat sebesar USD181,48
juta meningkat sebesar 22,57% atau setara dengan USD33,42 juta dibandingkan dengan tanggal 31 Desember
2024 sebesar USD148,06 juta. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan penjualan neto dari Wilayah Kerja
Sengkang PSC yang mana 51% partisipasi interesnya diakuisisi oleh Perseroan pada bulan Oktober 2024.
Laba usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 tercatat sebesar USD154,76
juta meningkat sebesar 24,69% atau setara dengan USD30,65 juta dibandingkan dengan tanggal 31 Desember
2024 sebesar USD124,11 juta. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan penjualan neto dari Wilayah Kerja
Sengkang PSC yang mana 51% partisipasi interesnya diakuisisi oleh Perseroan pada bulan Oktober 2024.
Sebagai akibat dari hal yang telah dijelaskan sebelumnya, laba neto Perseroan meningkat sebesar 25,56%
menjadi USD91,61 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dari sebelumnya USD72,96
juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.
Laba komprehensif neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 tercatat sebesar
USD90,69 juta meningkat sebesar 25,90% atau setara dengan USD18,66 juta dibandingkan dengan tanggal 31
Desember 2024 sebesar USD72,04 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh disebabkan oleh
kenaikan penjualan neto dari Wilayah Kerja Sengkang PSC yang mana 51% partisipasi interesnya diakuisisi oleh
Perseroan pada bulan Oktober 2024 sesuai dengan strategi Perseroan dalam akuisisi aset-aset baru yang
memenuhi kriteria portfolio untuk memberi nilai tambah bagi Perseroan.
Analisis Pertumbuhan Aset, Liabilitas dan Ekuitas
Aset
Tabel berikut menyajikan rincian aset Perseroan pada masing-masing tanggal:
(dalam USD)
31 Maret 31 Desember
Keterangan
2026 2025 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 89.670.265 62.248.969 53.606.326
Piutang Usaha - Pihak Ketiga (neto) 60.811.251 38.075.506 51.447.715
Piutang Lain-lain - Pihak Ketiga (neto) 54.576.342 52.879.655 74.719.344
Piutang Lain-lain - Pihak Berelasi (neto) 877.800 877.800 12.747.209
Persediaan - neto 39.594.670 40.201.978 43.790.347
Pajak Dibayar Dimuka (PPN) 1.978.334 805.296 4.419.720
Beban Dibayar Dimuka 1.863.546 2.134.267 1.669.752
Aset Lancar Lainnya 12.579.083 9.145.008 13.243.996
Total Aset Lancar 261.951.291 206.368.479 255.644.409
8
Page 10
(dalam USD)
31 Maret 31 Desember
Keterangan
2026 2025 2024
ASET TIDAK LANCAR
Kas yang Dibatasi Penggunaannya (Restricted Cash) 112.622.516 127.412.812 95.008.653
Piutang Pihak Berelasi - neto 107.077.096 108.133.020 71.391.618
Aset Pajak Tangguhan - neto 46.668.061 58.250.956 43.561.383
Investasi pada Ventura Bersama 38.436.689 36.425.621 31.166.120
Aset Tetap - neto 66.603.962 66.072.183 71.264.729
Aset Hak Guna - neto 95.372.039 112.646.571 139.257.566
Aset Eksplorasi dan Evaluasi - neto 117.749.514 115.505.515 115.529.197
Aset Minyak dan Gas Bumi - neto 983.948.531 957.814.439 742.353.105
Tagihan Pajak 381.006 1.496.672 894.614
Aset Tidak Lancar Lainnya - neto 34.261.103 32.194.865 17.187.391
Total Aset Tidak Lancar 1.603.120.517 1.615.952.654 1.327.614.376
TOTAL ASET 1.865.071.808 1.822.321.133 1.583.258.785
Posisi keuangan pada tanggal 31 Maret 2026 dibandingkan posisi keuangan pada tanggal 31 Desember
2025
Pada tanggal 31 Maret 2026 aset lancar Perseroan adalah sebesar USD261,95 juta atau meningkat sebesar
26,93% atau setara dengan USD55,58 juta dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2025 sebesar
USD206,37 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas sebesar USD27,41
juta atau meningkat sebesar 44,05% menjadi USD89,67 juta pada tanggal 31 Maret 2026 dibandingkan kas dan
setara kas pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar USD62,25 juta. Kenaikan kas dan setara kas tersebut
terutama disebabkan kenaikan arus kas dari aktivitas pendanaan yang diperoleh dari penerimaan pinjaman
jangkan panjang - Obligasi Rupiah.
Pada tanggal 31 Maret 2026 aset tidak lancar Perseroan adalah sebesar USD1.603,12 juta atau menurun
sebesar 0,79% atau setara dengan USD12,83 juta dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2025
sebesar USD1.615,95. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan aset hak guna sebesar
USD17,27 juta atau menurun sebesar 15,34% dibandingkan aset hak guna pada tanggal 31 Desember 2025
sebesar USD95,37 juta. Penurunan aset hak guna tersebut terutama disebabkan oleh penyusutan aset hak guna
sebesar USD 20,37 juta untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026.
Pada tanggal 31 Maret 2026 total aset Perseroan adalah sebesar USD1.865,07 atau meningkat sebesar 2,35%
atau setara dengan USD42,75 juta dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2025 sebesar USD1.822,32
juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan
kas dan setara kas yang disebabkan oleh kenaikan arus kas dari aktivitas pendanaan yang diperoleh dari
penerimaan pinjaman jangkan panjang - Oblligasi Rupiah.
Posisi keuangan pada tanggal 31 Desember 2025 dibandingkan posisi keuangan pada tanggal
31 Desember 2024
Pada tanggal 31 Desember 2025 aset lancar Perseroan adalah sebesar USD206,37 juta atau menurun sebesar
19,28% atau setara dengan USD49,27 juta dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar
USD255,64 juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan piutang lain-lain pihak ketiga - neto
sebesar USD21,84 juta atau menurun sebesar 29,23% menjadi USD52,88 juta pada tanggal 31 Desember 2025
dibandingkan piutang lain-lain pihak ketiga - neto pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar USD74,72 juta.
Penurunan piutang lain-lain pihak ketiga - neto tersebut terutama disebabkan oleh penerimaan piutang dari SKK
Migas atas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dapat ditagihkan kepada SKK Migas dari PPN yang telah
dibayarkan oleh Perusahaan Anak yang bergerak di bidang industri minyak dan gas di Indonesia.
Pada tanggal 31 Desember 2025 aset tidak lancar Perseroan adalah sebesar USD1.615,95 juta atau meningkat
sebesar 21,72% atau setara dengan USD288,34 juta dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024
sebesar USD1.327,61 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan aset minyak dan gas bumi
sebesar USD215,46 juta atau meningkat sebesar 29,02% menjadi USD957,81 juta pada tanggal 31 Desember
2025 dibandingkan dengan saldo pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar USD742,35 juta. Kenaikan aset minyak
dan gas bumi terutama berasal dari investasi pengeluaran barang modal (capital expenditures) pada Wilayah Kerja
Malacca Strait PSC dan Wilayah Kerja Kangean PSC selama tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2025 masing-masing sebesar USD90,23 juta dan USD57,92 juta. Kenaikan investasi sejalan dengan strategi
Perseroan untuk mempercepat pengembangan unit usaha Perseroan untuk mencapai komersialisasi dengan
ekonomis serta upaya Perseroan untuk menambah cadangan baru minyak dan gas bumi.
Pada tanggal 31 Desember 2025 total aset Perseroan adalah sebesar USD1.822,32 juta atau meningkat sebesar
15,10% atau setara dengan USD239,06 juta dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar
USD1.583,26 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan aset minyak dan gas bumi yang
9
Page 11
timbul dari investasi pengeluaran barang modal (capital expenditures) pada Wilayah Kerja Malacca Strait PSC dan
Kangean PSC.
Liabilitas
Tabel berikut menyajikan rincian liabilitas Perseroan pada masing-masing tanggal:
(dalam USD)
31 Maret 31 Desember
Keterangan
2026 2025 2024
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman Jangka Pendek - Pihak Ketiga 2.422.039 10.674.089 12.912.453
Pembiayaan Musyarakah Jangka Pendek - Pihak
Ketiga 1.011.274 2.654.506 -
Utang Usaha - Pihak Ketiga 68.617.311 81.783.646 81.314.012
Utang Lain-lain (bagian jatuh tempo ≤ 1 tahun) -
Pihak Ketiga 2.326.005 1.096.017 6.092.417
Uang Muka Pelanggan 9.845.092 10.942.727 18.574.544
Beban Akrual 184.062.564 165.453.862 121.589.560
Utang Pajak 100.278.501 88.325.759 98.094.725
Liabilitas jangka panjang (bagian jatuh tempo ≤ 1
tahun)
Sewa 31.957.308 42.618.930 41.161.954
Pinjaman 58.482.657 70.683.292 53.762.450
Obligasi Rupiah 4.413.582 - -
Pembiayaan Musyarakah - - 1.309.275
Total Liabilitas Jangka Pendek 463.416.333 474.232.828 434.811.390
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang Pihak Berelasi 115.567 115.521 115.521
Utang Lain-lain Jangka Panjang - Pihak Ketiga - - 6.991.373
Liabilitas Pajak Tangguhan - neto 151.199.124 146.423.496 117.706.955
Liabilitas Imbalan Kerja 14.813.457 14.872.650 11.810.274
Liabilitas Untuk Merestorasi Area Yang Ditinggalkan -
Jangka Panjang 64.967.979 63.424.523 63.829.322
Liabilitas Jangka Panjang (setelah dikurangi bagian
jatuh tempo ≤ 1 tahun
Sewa 64.306.562 64.551.617 75.083.794
Pinjaman 172.301.063 235.960.387 213.925.991
Obligasi Rupiah 92.649.914 - -
Pembiayaan Musyarakah - - 1.843.547
Total Liabilitas Jangka Panjang 560.353.666 525.348.194 491.306.777
TOTAL LIABILITAS 1.023.769.999 999.581.022 926.118.167
Posisi keuangan pada tanggal 31 Maret 2026 dibandingkan posisi keuangan pada tanggal 31 Desember
2025
Pada tanggal 31 Maret 2026 liabilitas jangka pendek Perseroan adalah sebesar USD463,42 juta atau menurun
sebesar 2,28% atau setara dengan USD10,82 juta dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2025
sebesar USD474,23 juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan; (i) pinjaman jangka pendek
sebesar 81,83% atau sebesar USD10,91 juta menjadi USD2,42 juta pada tanggal 31 Maret 2026 dibandingkan
saldo pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar USD10,67 juta, dan (ii) pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun sebesar USD17,26% atau sebesar USD12,20 juta menjadi USD58,48 juta pada tanggal
31 Maret 2026 dibandingkan saldo pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar USD70,68 juta. Penurunan saldo
pinjaman jangka pendek dan pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun tersebut
merupakan bagian dari hasil pembayaraan dari penerimaan Obiligasi Rupiah dalam periode tiga bulan yang
berakhir pada tanggal 31 Maret 2026.
Pada tanggal 31 Maret 2026 liabilitas jangka panjang Perseroan adalah sebesar USD560,35 atau meningkat
sebesar 6,66% atau setara dengan USD35,00 juta dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2025
sebesar USD525,35 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan liabilitas jangka panjang dari
Obligasi Rupiah yang diterima oleh Perseroan dalam periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026.
Pada tanggal 31 Maret 2026 total liabilitas Perseroan adalah sebesar USD1.024,07 juta atau meningkat sebesar
2,45% atau setara dengan USD24,49 juta dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2025 sebesar
10
Page 12
USD999,58 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan liabilitas jangka panjang dari Obligasi
Rupiah yang diterima oleh Perseroan dalam periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026.
Posisi keuangan pada tanggal 31 Desember 2025 dibandingkan posisi keuangan pada tanggal
31 Desember 2024
Pada tanggal 31 Desember 2025 liabilitas jangka pendek Perseroan adalah sebesar USD474,23 juta, meningkat
sebesar 9,07% atau setara dengan USD39,42 juta dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024
sebesar USD434,81 juta. Peningkatan liabilitas jangka pendek tersebut terutama disebabkan oleh (i) kenaikan
beban akrual sebesar USD43,86 juta atau meningkat sebesar 36,08% menjadi USD165,45 juta dibandingkan
dengan saldo pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar USD121,59 juta, serta (ii) kenaikan pinjaman jangka
panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun sebesar USD16,92 juta atau meningkat sebesar 31,47% menjadi
USD70,68 juta pada tanggal 31 Desember 2025 dibandingkan dengan saldo pada tanggal 31 Desember 2024
sebesar USD98,09 juta sehubungan dengan adanya kenaikan bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun untuk
pinjaman kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk pada tanggal 31 Desember 2025.
Pembiayaan musyarakah jangka pendek pihak ketiga yang baru muncul pada posisi 31 Desember 2025 berasal
dari penarikan fasilitas Line Facility sebesar Rp100,0 miliar dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (“BSI”) oleh
Perusahaan Anak, EMP Gandewa, dengan jangka waktu sampai 2 Mei 2026. Pada periode sebelumnya, fasilitas
tersebut belum ditarik sehingga belum ada saldo pembiayaan yang tercatat. Penarikan fasilitas dilakukan
sehubungan dengan kewajiban Peraturan Pemerintah No. 36 Tahun 2023, di mana EMP Gandewa wajib
menempatkan hasil penjualan ekspor minyak mentah yang merupakan Dana Hasil Ekspor Sumber Daya Alam
(DHE SDA) ke dalam Rekening Khusus (Reksus) DHE pada bank DHE dan mengendapkan minimal 30% selama
minimal 3 bulan. Dari sisi faktor internal, manajemen mengambil kebijakan untuk menjaga kelancaran arus kas
operasional selama dana DHE diendapkan dengan memanfaatkan pembiayaan jangka pendek dari BSI (selaku
bank DHE). Fasilitas ini dijamin dengan dana DHE yang diendapkan di BSI. Dampaknya adalah meningkatnya
pembiayaan musyarakah jangka pendek pihak ketiga sebesar USD2,65 juta pada tanggal 31 Desember 2025,
yang secara fungsional mendukung stabilitas likuiditas dan kelancaran operasional EMP Gandewa selama masa
pengendapan DHE sesuai ketentuan yang berlaku.
Pada tanggal 31 Desember 2025 liabilitas jangka panjang Perseroan adalah sebesar USD525,35 juta, meningkat
sebesar 6,93% atau setara dengan USD34,04 juta dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024
sebesar USD491,31 juta. Kenaikan liabilitas jangka panjang tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan liabilitas
pajak tangguhan – neto sebesar USD28,72 juta atau sebesar 24,40% menjadi USD146,42 juta pada tanggal
31 Desember 2025 dibandingkan saldo pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar USD117,71 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2025 total liabilitas Perseroan adalah sebesar USD999,58 juta atau meningkat
sebesar 7,93% atau setara dengan USD73,46 juta dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024
sebesar USD926,12 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh adanya kenaikan kenaikan beban akrual
sehubungan dengan kenaikan pengeluaran dan investasi pengeluaran barang modal (capital expenditures)
maupun pengeluaran operasional (operational expenditures) selama tahun 2025.
Ekuitas
Tabel berikut menyajikan rincian ekuitas Perseroan pada masing-masing tanggal:
(dalam USD)
31 Maret 31 Desember
Keterangan
2026 2025 2024
EKUITAS
Modal Saham (ditempatkan dan disetor penuh) 647.422.128 647.422.128 638.086.082
Tambahan Modal Disetor - neto 556.514.487 556.514.487 490.943.286
Akumulasi Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan Kerja (10.446.759) (10.621.211) (9.792.916)
Transaksi dengan Kepentingan Nonpengendali (13.648.677) (13.648.677) (13.648.677)
Selisih Kurs Penjabaran Laporan Keuangan (15.809) (92.224) -
Defisit (265.542.165) (283.865.234) (375.398.209)
Kepentingan Nonpengendali - neto (72.981.396) (72.969.158) (73.048.948)
TOTAL EKUITAS 841.301.809 822.740.111 657.140.618
Posisi keuangan pada tanggal 31 Maret 2026 dibandingkan posisi keuangan pada tanggal 31 Desember
2025
Pada tanggal 31 Maret 2026 total ekuitas - neto Perseroan adalah sebesar USD841,30 juta, meningkat sebesar
2,26% atau setara dengan USD18,56 juta dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2025 sebesar
USD822,74 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh berkurangnya defisit Perseroan dari laba bersih
11
Page 13
yang diperoleh Perseroan dan Perusahaan Anak selama periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret
2026.
Posisi keuangan pada tanggal 31 Desember 2025 dibandingkan posisi keuangan pada tanggal
31 Desember 2024
Pada tanggal 31 Desember 2025 total ekuitas – neto Perseroan adalah sebesar USD822,74 juta, meningkat
sebesar 25,20% atau setara dengan USD165,60 juta dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024
sebesar USD657,14 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh; (i) berkurangnya defisit Perseroan dari
laba bersih yang diperoleh Perseroan dan Perusahaan Anak, serta (ii) tambahan modal disetor Perseroan selama
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025.
Likuiditas dan Sumber Pendanaan
Kebutuhan likuiditas utama Perseroan dan Perusahaan Anak adalah untuk modal kerja dan belanja modal. Secara
historis, Perseroan membiayai kebutuhan modal dengan menggunakan kas yang diperoleh secara internal dari
aktivitas operasi dan secara eksternal dari kegiatan pendanaan. Pada tanggal 31 Maret 2026, Perseroan dan
Perusahaan Anak memiliki fasilitas pinjaman, sebagai sumber likuiditas eksternal yang material, yang belum ditarik
sebesar USD72.398.072.
Dengan memperhitungkan fasilitas pinjaman yang belum ditarik dan estimasi dana yang diperoleh dari Penawaran
Umum Obligasi, Perseroan berkeyakinan bahwa Perseroan memiliki likuiditas yang memadai untuk memenuhi
kebutuhan modal kerja dan operasional dan rencana belanja modal untuk 12 bulan ke depan. Jika nantinya
likuiditas Perseroan tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan modal kerja dan belanja modal, Perseroan akan
berusaha mendapatkan pinjaman dan/atau fasilitas kredit baru maupun pendanaan melalui pasar modal.
Tidak ada kecenderungan yang diketahui, permintaan, perikatan atau komitmen, kejadian dan/atau ketidakpastian
yang mungkin mengakibatkan terjadinya peningkatan atau penurunan yang material terhadap likuiditas Perseroan.
Pada tanggal Informasi Tambahan ini diterbitkan, tidak terdapat pembatasan terhadap kemampuan Perusahaan
Anak untuk mengalihkan dana kepada Perseroan yang dapat berdampak terhadap kemampuan Perseroan dalam
memenuhi kewajiban pembayaran tunai. Kegiatan usaha Perseroan dan Perusahaan Anak juga tidak memiliki
modal kerja yang menimbulkan risiko khusus.
Arus Kas
Pola arus kas operasi Perseroan umumnya bersumber dari penerimaan kas yang diperoleh dari hasil operasi
Perseroan sesuai dengan karakteristik bisnis usaha yaitu berasal dari penjualan minyak, gas bumi, dan
infrastruktur minyak dan gas bumi. Sedangkan arus kas keluar operasi Perseroan termasuk namun tidak terbatas
pada (i) pembayaran kas kepada pemasok, kontraktor dan karyawan, (ii) pembayaran pajak penghasilan badan
dan dividen dan (iii) pembayaran untuk beban keuangan.
Jumlah kas neto yang diperoleh dari atau digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan secara siklus bisnis
tergantung dari kontrak penjualan. Selain itu faktor-faktor lain yang mempengaruhi siklus bisnis Perseroan juga
disebabkan oleh sisa cadangan dari minyak dan gas bumi, termasuk strategi Perseroan dalam me-monetisasi
cadangan tersebut. Pola arus kas investasi umumnya bergantung pada bagaimana Perseroan melakukan alokasi
dana untuk berinvestasi pada aset-aset tidak lancar dan sumber daya untuk pertumbuhan di masa depan. Sesuai
dengan karakteristik bisnis Perseroan, kas yang digunakan untuk aktivitas investasi terkait pengembangan dan
akuisisi, seperti untuk penambahan aset minyak dan gas bumi, penambahan aset eksplorasi dan evaluasi,
penambahan aset tetap dan juga akuisisi bisnis. Sementara, kas yang diperoleh dari aktivitas investasi meliputi
dividen kas dari entitas asosiasi dan penerimaan bunga. Pola arus kas pendanaan umumnya berasal dari
penerimaan pinjaman jangka pendek dan jangka panjang. Dengan demikian untuk membiayai pengembangan
proyek-proyek dan akuisisi bisnis Perseroan, maka Perseroan dapat memperoleh kas dari pinjaman bank dan
penerbitan saham Perseroan. Sementara itu, pengeluaran kas terkait aktivitas pendanaan berupa pelunasan
pinjaman bank, pembayaran beban pendanaan, dan pembayaran liabilitas sewa.
Tabel berikut ini menjelaskan ringkasan arus kas konsolidasian untuk masing-masing tahun:
(dalam USD)
31 Maret 31 Desember
Keterangan
2026 2025 *) 2025 2024
Arus kas neto dari aktivitas operasi 55.986.051 65.012.438 330.016.842 207.663.319
Arus kas neto dari aktivitas investasi (44.356.373) (36.693.466) (307.370.959) (308.050.509)
Arus kas neto dari aktivitas
pendanaan 15.955.258 (28.353.667) (13.671.973) 71.951.109
12
Page 14
(dalam USD)
31 Maret 31 Desember
Keterangan
2026 2025 *) 2025 2024
Kenaikan (penurunan) neto kas dan
setara kas 27.584.936 (34.695) 8.973.910 (28.436.081)
Pengaruh Perubahan Selisih Kurs
Mata Uang Pada Kas dan Setara
Kas (163.640) (398.167) (331.267) (398.167)
Kas Dan Setara Kas Awal
Periode/Tahun 62.248.969 53.606.326 53.606.326 82.440.574
Kas dan Setara Kas Akhir
Periode/Tahun 89.670.265 53.173.464 62.248.969 53.606.326
*) Tidak diaudit
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dibandingkan dengan periode tiga bulan yang
berakhir pada tanggal 31 Maret 2025
Arus kas dari aktivitas operasi
Pada tanggal 31 Maret 2026 arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan adalah sebesar
USD55,99 juta, menurun sebesar 13,88% atau setara dengan USD9,03 juta dibandingkan dengan posisi tanggal
31 Maret 2025 sebesar USD65,01 juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan pembayaran
kepada pemasok,kontraktor dan aktivitas operational lainnya pada periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
Arus kas dari aktivitas investasi
Pada tanggal 31 Maret 2026 arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan adalah sebesar
USD44,36 juta, meningkat sebesar 20,88% atau setara dengan USD7,66 juta dibandingkan dengan posisi tanggal
31 Maret 2025 sebesar USD 36,69 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan perolehan
aset minyak dan gas bumi pada Wilayah Kerja Bentu PSC pada periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026.
Perseroan dan Perusahaan Anak juga meningkatkan aktivitas investasi atas perolehan aset minyak dan gas bumi
dalam rangka meningkatkan produksi dan cadangan terbukti minyak dan gas bumi sebesar USD41,97j juta pada
periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026. Kenaikan aktivitas tersebut mengakibatkan kenaikan
arus kas digunakan untuk aktivitas investasi menjadi sebesar USD46,90 juta pada tanggal 31 Maret 2026.
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Pada tanggal 31 Maret 2026, arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan tercatat sebesar
USD15,96 juta, meningkat sebesar 156,27% atau setara dengan USD44,31 juta dibandingkan dengan posisi arus
kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan pada tanggal 31 Desermber 2024 sebesar USD28,35 juta.
Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan pinjaman jangka panjang dari Obligasi Rupiah yang
diterima oleh Perseroan selama periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024
Arus kas dari aktivitas operasi
Pada tanggal 31 Desember 2025 arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan adalah sebesar
USD330,02 juta, meningkat sebesar 58,92% atau setara dengan USD122,35 juta dibandingkan dengan posisi
tanggal 31 Desember 2024 sebesar USD207,66 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan
pembayaran kepada pemasok, kontraktor dan aktivitas operational lainnya pada tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025.
Arus kas dari aktivitas investasi
Pada tanggal 31 Desember 2025 arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan adalah sebesar
USD307,37 juta, meningkat sebesar 0,22% atau setara dengan USD 0,68 juta dibandingkan dengan posisi tanggal
31 Desember 2024 sebesar USD308,05 juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan perolehan
aset tetap dan tidak adanya akuisisi Perusahaan Anak baru pada tahun 2025 dibandingkan tahun 2024.
Perseroan dan Perusahaan Anak juga meningkatkan aktivitas investasi atas perolehan aset minyak dan gas bumi
dalam rangka meningkatkan produksi dan cadangan terbukti minyak dan gas bumi sebesar USD98,43 juta pada
tahun 2025. Kenaikan aktivitas tersebut tidak mengakibatkan kenaikan arus kas digunakan untuk aktivitas investasi
13
Page 15
menjadi sebesar USD307,37 juta pada tanggal 31 Desember 2025. Hal ini dikarenakan arus kas dari penurunan
perolehan aset tetap dan penurunan arus kas untuk akuisisi masih melebihi kenaikan arus kas digunakan untuk
aktivitas atas perolehan aset minyak dan gas bumi.
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Pada tanggal 31 Desember 2025, arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan tercatat
sebesar USD13,67 juta, menurun sebesar 119,00% atau setara dengan USD85,62 juta dibandingkan dengan
posisi arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas pendanaan pada tanggal 31 Desermber 2024 sebesar USD71,95
juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh berkurangnya penerimaan pinjaman jangka panjang pada
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025.
FAKTOR RISIKO
Risiko yang dapat mempengaruhi kegiatan usaha Perseroan dapat dikelompokkan sebagai berikut:
A. Risiko Utama yang Mempunyai Pengaruh Signifikan Terhadap Kelangsungan Usaha Perseroan
Risiko Ketergantungan pada Kinerja Operasional dan Keuangan Perusahaan Anak
B. Risiko Usaha Yang Bersifat Material Baik Secara Langsung Maupun Tidak Langsung Yang Dapat
Mempengaruhi Hasil Usaha Dan Kondisi Keuangan Perseroan
1. Risiko Ketergantungan pada Kinerja Operasional dan Keuangan Perusahaan Anak Risiko Strategi Usaha
dan Portofolio Investasi;
2. Risiko Fluktuasi Harga Komoditas Minyak dan Gas Bumi;
3. Risiko Cadangan, Eksplorasi, dan Penurunan Produksi;
4. Risiko Operasional;
5. Risiko Pasokan Material dan Jasa Penunjang;
6. Risiko Kredit dari Pelanggan;
7. Risiko Tingkat Suku Bunga;
8. Risiko Persaingan Industri dan Pasar;
9. Risiko Terkait Transaksi Pihak Berelasi;
10. Risiko Perubahan Teknologi;
11. Risiko Ketergantungan pada Personel Kunci dan Tenaga Ahli.
C. Risiko Umum
1. Risiko Perekonomian Makro
2. Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing
3. Risiko Perubahan Hukum dan Peraturan Pemerintah
4. Risiko Tuntutan atau Gugatan Hukum
5. Risiko Tidak Diperpanjangnya Kontrak Kerja Sama (KKS)
6. Risiko Kegagalan Perseroan memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam industrinya
7. Risiko Ketentuan Negara Lain atau Peraturan Internasional
Keterangan selengkapnya mengenai Faktor Risiko Perseroan dapat dilihat pada Bab VI Prospektus.
KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Manajemen Perseroan menyatakan bahwa tidak ada kejadian penting yang mempunyai dampak material terhadap
keadaan keuangan dan hasil usaha Perseroan dan Perusahaan Anak yang terjadi setelah tanggal Laporan Auditor
Independen tertanggal 5 Juni 2026 atas laporan keuangan konsolidasian interim Perseroan dan Perusahaan Anak
pada tanggal 31 Maret 2026, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Achsin Handoko Tomo, auditor
independen, berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh IAPI, sebagaimana tercantum dalam laporan auditor
independen No. 00039/2.1096/AU.1/02/0597-1/1/VI/2026 tertanggal 5 Juni 2026, yang ditandatangani oleh
Handoko Tomo (Registrasi Akuntan Publik No. AP. 0597). Laporan auditor independen tersebut, yang juga
tercantum dalam Prospektus, menyatakan opini tanpa modifikasian, sampai dengan tanggal Prospektus
diterbitkan.
KETERANGAN TENTANG PERSEROAN, KEGIATAN USAHA, SERTA KECENDERUNGAN DAN
PROSPEK USAHA
1. Riwayat Singkat Perseroan
Perseroan berkedudukan di Jakarta Selatan, adalah suatu perseroan terbatas terbuka yang didirikan berdasarkan
hukum negara Republik Indonesia, berdasarkan Akta Pendirian No. 16 tanggal 16 Oktober 2001, yang dibuat
14
Page 16
dihadapan Rakhmat Syamsul Rizal, S.H., M.H., Notaris di Jakarta, yang telah disahkan oleh Menkum berdasarkan
Surat Keputusan No. C-14507.HT.01.01.TH.2001 tanggal 29 November 2001 dan telah didaftarkan dalam Daftar
Perseroan No. TDP 090815334921 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Selatan No.
195/BH.09.03/I/2002 tanggal 31 Januari 2002, serta telah diumumkan dalam BNRI No. 31 tanggal 16 April 2002
dan Tambahan BNRI No. 3684 (“Akta Pendirian Perseroan”).
Berdasarkan Akta Pendirian Perseroan, struktur permodalan Perseroan pada saat pendirian adalah sebagai
berikut:
Nilai Nominal Rp1.000.000,- per saham
Keterangan %
Jumlah Saham Nominal (Rp)
Modal Dasar 500 500.000.000
Modal Disetor
1. Julianto Benhayudi 160 160.000.000 80,00
2. Rennier Abdul Rachman Latief 40 40.000.000 20,00
Jumlah Modal Disetor 200 200.000.000 100,00
Jumlah Saham dalam Portepel 300 300.000.000 -
Anggaran dasar Perseroan sebagaimana termuat dalam Akta Pendirian Perseroan telah beberapa kali mengalami
perubahan sebagaimana terakhir diubah berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perseroan No. 27
tanggal 17 November 2025, yang dibuat di hadapan Emmyra Fauzia Kariana, S.H., M.Kn., yang telah diberitahukan
kepada Menkum berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-
0252636 tanggal 9 Desember 2025 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-
0277902.AH.01.11.Tahun 2025 tanggal 9 Desember 2025, dimana para pemegang saham Perseroan menyetujui
perubahan Pasal 4 berupa peningkatan modal ditempatkan dan disetor (“Akta Perseroan No. 27/2025”).
Akta Pendirian Perseroan, beserta seluruh perubahannya, termasuk Akta Perseroan No. 27/2025 selanjutnya
secara bersama-sama disebut “Anggaran Dasar Perseroan”.
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan adalah menjalankan usaha dalam
bidang aktivitas kantor pusat, aktivitas konsultasi manajemen lainnya, dan perdagangan besar berbagai macam
barang, dengan menjalankan kegiatan usaha berikut:
a. Kegiatan Usaha Utama:
i) Aktivitas Kantor Pusat (KBLI 70100)
Kelompok ini mencakup pengawasan dan pengelolaan unit-unit perusahaan yang lain atau enterprise;
pengusahaan strategi atau perencanaan organisasi dan pembuatan keputusan dari peraturan
perusahaan atau enterprise. Unit-unit dalam kelompok ini melakukan kontrol operasi pelaksanaan dan
mengelola operasi unit-unit yang berhubungan. Kegiatan yang termasuk dalam kelompok ini antara lain
kantor pusat, kantor administrasi pusat, kantor yang berbadan hukum, kantor distrik dan kantor wilayah
dan kantor manajemen cabang.
b. Kegiatan Usaha Penunjang:
i) Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (KBLI 70209)
Kelompok ini mencakup ketentuan bantuan nasihat, bimbingan dan operasional usaha dan permasalahan
organisasi dan manajemen lainnya, seperti perencanaan strategi dan organisasi; keputusan berkaitan
dengan keuangan; tujuan dan kebijakan pemasaran; perencanaan, praktik dan kebijakan sumber daya
manusia; perencanaan penjadwalan dan pengontrolan produksi. Penyediaan jasa usaha ini dapat
mencakup bantuan nasihat, bimbingan dan operasional berbagai fungsi manajemen, konsultasi
manajemen oleh agronomist dan agricultural economis pada bidang pertanian dan sejenisnya, rancangan
dari metode dan prosedur akuntansi, program akuntansi biaya, prosedur pengawasan anggaran belanja,
pemberian nasihat dan bantuan untuk usaha dan pelayanan masyarakat dalam perencanaan,
pengorganisasian, efisiensi dan pengawasan, informasi manajemen dan lain-lain. Termasuk jasa
pelayanan studi investasi infrastruktur.
ii) Perdagangan Besar Berbagai Macam Barang (KBLI 46900)
Kelompok ini mencakup usaha perdagangan besar berbagai macam barang yang tanpa mengkhususkan
barang tertentu (tanpa ada kekhususan tertentu), termasuk perkulakan.
c. Untuk mendukung kegiatan usaha utama sebagaimana dimaksud pada ayat 2 di atas, Perseroan dapat
melaksanakan seluruh kegiatan usaha yang berkaitan dan menunjang kegiatan usaha utama dan kegiatan
15
Page 17
usaha penunjang Perseroan, termasuk namun tidak terbatas pada melakukan investasi dan/atau divestasi
pada perusahaan-perusahaan lain, menerima maupun memberikan pendanaan dan/atau pembiayaan yang
dibutuhkan untuk mendukung usaha anak-anak perusahaan atau perusahaan lain yang dapat menunjang
kegiatan Perseroan, selama pelaksanaannya tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, kegiatan usaha utama Perseroan yang benar-benar dijalankan adalah
aktivitas kantor pusat dan juga bergerak dalam bidang usaha eksplorasi, pengembangan dan produksi minyak dan
gas bumi di darat (onshore) dan lepas pantai (offshore) serta infrastruktur minyak dan gas bumi melalui
Perusahaan Anak.
Perseroan berkantor di Bakrie Tower Lantai 32, Rasuna Epicentrum, Jl. H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan 12940,
Indonesia.
2. Kepemilikan Saham Perseroan
Struktur permodalan Perseroan terakhir sebelum disampaikan pernyataan pendaftaran adalah sebagaimana
termaktub dalam Akta Perseroan No. 27/2025, sebagai berikut:
Modal dasar : Rp19.600.000.000.000
Modal ditempatkan : Rp6.931.466.604.000
Modal disetor : Rp6.931.466.604.000
Modal dasar Perseroan terbagi atas (a) 6.138.347.970 saham seri A dengan nilai nominal Rp800 per lembar
saham; dan (b) 146.893.216.240 saham seri B dengan nilai nominal Rp100 per lembar saham.
Selanjutnya, berdasarkan DPS Perseroan tertanggal 8 Juni 2026 yang dikeluarkan oleh PT Ficomindo Buana
Registrar selaku BAE Perseroan pada tanggal 9 Juni 2026, susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai
berikut:
Persentase
Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal
Keterangan Kepemilikan
(Lembar) (Rupiah)
(%)
Modal Dasar Seri A
6.138.347.970 4.910.678.376.000
(Nilai Nominal Rp800,-/saham)
Modal Dasar Seri B
146.893.216.240 14.689.321.624.000
(Nilai Nominal Rp100,-/saham)
Jumlah Modal Dasar 153.031.564.210 19.600.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
1. Shima 4.661.422.413 - 17,693
2. PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk 3.094.247.222 - 11,745
3. PT CGS International Sekuritas Indonesia 2.000.022.369 - 7,591
4. PT Maybank Sekuritas Indonesia 1.918.178.300 - 7,281
5. BKI 728.557.514 - 2,765
6. Kepemilikan Masyarakat di bawah 5% 13.943.802.432 - 52,925
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 26.346.230.250 6.931.466.604.000 100,00
Saham Portepel 126.685.333.960 12.668.533.396.000 -
3. Pengurusan Dan Pengawasan
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 65 tanggal 5 Juni 2026, yang dibuat di hadapan Jose Dima
Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan, yang saat ini sedang dalam proses penyelesaian oleh notaris
berdasarkan Surat Keterangan tanggal 8 Juni 2026, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan
adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Ir. Rudianto Rimbono
Komisaris : Suyitno Patmosukismo
Komisaris : Rizal Malarangeng
Komisaris Independen : Syamsu Alam
Komisaris Independen : Chalid Said Salim
Direksi
Direktur Utama : Syailendra S. Bakrie
Wakil Direktur Utama : Edoardus Ardianto
Direktur : Adinda Andarina Bakrie
Direktur : Edi Sutriono
Direktur : Tri Firmanto
16
Page 18
Direktur : Kelik Rudi Suharya
Direktur : Riri Hosniari Harahap
Pengangkatan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan telah memenuhi POJK No. 33/2014 .
4. Keterangan Mengenai Perusahaan Anak dan Perusahaan Asosiasi
Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, Perseroan memiliki total 52 Perusahaan Anak dengan penyertaan secara
langsung dan tidak langsung, sebagai berikut:
No. Nama Kegiatan Domisili Tahun Kepemilikan Status Kontribusi
Perusahaan Anak Usaha Hukum Penyertaan Saham (%) Operasional Pendapatan
Kepemilikan secara langsung Perseroan
1. RHI Corporation Perusahaan Delaware, 2003 100,00 Belum -
Investasi Amerika beroperasi
Serikat
2. EMP Holdings Perusahaan Singapura 2007 100,00 Belum -
Singapore Pte., Investasi beroperasi
Ltd.
3. THP Perusahaan Indonesia 2006 99,99 Beroperasi 47,47%
Investasi
4. ITA Minyak dan Indonesia 2004 99,99 Beroperasi 24,95%
Gas Bumi
5. Enviroco Company Perusahaan Republik 2007 100,00 Belum -
Ltd. Investasi Seiselia beroperasi
6. Freemont Capital Perusahaan Kepulauan 2008 100,00 Belum -
Group Ltd. Investasi Virgin, beroperasi
Britania
Raya
7. EMP Tonga Minyak dan Indonesia 2008 99,00 Beroperasi 0,16%
Gas Bumi
8. PT Artha Widya Perusahaan Indonesia 2009 70,00 Belum -
Persada Investasi beroperasi
9. PT Visi Multi Artha Minyak dan Indonesia 2009 70,00 Belum -
Gas Bumi beroperasi
10. EMPPL Perusahaan Singapura 2007 100,00 Belum -
Investasi beroperasi
11. EMP International Perusahaan Kepulauan 2011 51,00 Belum -
(BVI) Ltd. Investasi Virgin beroperasi
Britania
Raya
12. KSP Perusahaan Indonesia 2013 99,00 Beroperasi 0,05%
Investasi
13. EMP Power Perusahaan Singapura 2014 100,00 Belum -
International Pte., investasi beroperasi
Ltd.
14. PT Energi Power Perusahaan Indonesia 2015 99,00 Belum -
Utama investasi beroperasi
15. EMP EA Perusahaan Indonesia 2020 99,99 Beroperasi 3,48%
Investasi
16. EMP TP Perusahaan Indonesia 2020 99,99 Beroperasi 5,75%
Investasi
17. EMA Perusahaan Indonesia 2022 99,99 Beroperasi 6,51%
Investasi
18. EMP Inc. Perusahaan Kepulauan 2004 99,99 Beroperasi 16,40%
Investasi Virgin
17
Page 19
No. Nama Kegiatan Domisili Tahun Kepemilikan Status Kontribusi
Perusahaan Anak Usaha Hukum Penyertaan Saham (%) Operasional Pendapatan
Britania
Raya
19. BHPL Minyak dan Singapura 2026 93,08 Belum -
Gas Bumi beroperasi
Kepemilikan RHI Corporation
20. EMP MS Perusahaan Panama 2003 100,00 Belum -
Investasi beroperasi
Kepemilikan THP
21. PT EMP Perdagangan Indonesia 2006 99,99 Belum -
Semberah dan Beroperasi
Transportasi
22. PT EMP Gelam Pertambanga Indonesia 2006 99,99 Belum -
n Minyak dan Beroperasi
Gas Bumi
23. EMP Bentu Minyak dan Kepulauan 2006 100,00 Beroperasi 24,70%
Gas Bumi Virgin
Britania
Raya
24. EMP Korinci Baru Minyak dan Kepulauan 2006 100,00 Beroperasi -
Gas Bumi Virgin
Britania
Raya
25. EMP Gebang Minyak dan Kepulauan 2006 50,00 Belum -
Gas Bumi Virgin Beroperasi
Britania
Raya
26. ETE Minyak dan Indonesia 2021 99,99 Belum -
Gas Bumi beroperasi
27. EMP ER Minyak dan Indonesia 2021 99,99 Beroperasi 5,12%
Gas Bumi
28. PT EMP Energi Perusahaan Indonesia 2021 99,99 Belum -
Sumatra Investasi beroperasi
29. PT EMP Garuda Perusahaan Indonesia 2021 99,99 Belum -
Energi Investasi beroperasi
30. EMP EJ Perusahaan Indonesia 2021 99,99 Beroperasi 6,51%
Investasi
31. EMP EG Minyak dan Indonesia 2022 99,99 Beroperasi 10,87%
Gas Bumi
32. PT Energi Mega Perusahaan Indonesia 2022 99,99 Belum -
Nagendra investasi beroperasi
33. PT Aceh Energy Minyak dan Indonesia 2023 64,00 Belum -
Gas Bumi beroperasi
Kepemilikan EIBL
34. EMP ONWJ Ltd. Perusahan Labuan, 2011 51,00 Belum -
Investasi Malaysia beroperasi
Kepemilikan EMP EA
35. PGE Minyak dan Indonesia 2021 48,00 Beroperasi 3,48%
Gas Bumi
Kepemilikan EMP TP
36. EMP DN Perusahaan Indonesia 2020 99,99 Beroperasi 5,74%
Investasi
18
Page 20
No. Nama Kegiatan Domisili Tahun Kepemilikan Status Kontribusi
Perusahaan Anak Usaha Hukum Penyertaan Saham (%) Operasional Pendapatan
37. PT EMP Energi Perusahaan Indonesia 2009 99,99 Belum -
Terbarukan Investasi beroperasi
38. EMP Mining Perusahaan Mozambik 2021 70,00 Belum -
Offshore Africa Investasi beroperasi
LDA
Kepemilikan EMP DN
39. PT Energi Perusahaan Indonesia 2022 90,00 Belum -
Nusantara Jasa Lainnya beroperasi
Infrastruktur
40. SRGS Perusahaan Indonesia 2023 99,99 Beroperasi 2,62%
Jasa Lainnya
41. EDU Perusahaan Indonesia 2023 99,98 Beroperasi 0,63%
Jasa Lainnya
42. PT Sulawesi Daya Perusahaan Indonesia 2024 61,00 Belum -
Nusantara Jasa Lainnya beroperasi
43. EJM Perusahaan 99,90 Beroperasi 0,002%
Jasa Lainnya Indonesia 2023
44. BSSL Perusahaan Indonesia 2024 99,80 Beroperasi 2,49%
Jasa Lainnya
45. PT EMP Perusahaan Indonesia 2026 99,00 Belum -
Infrastruktur Gas Jasa Lainnya beroperasi
Kepemilikan PT EMP Energi Terbarukan
46. EMPREJ Energi Jepang 2021 85,00 Beroperasi 0,00%
Terbarukan
47. EMP Renewables Perusahaan Singapura 2007 100,00 Belum -
International Investasi beroperasi
Pte.Ltd
Kepemilikan EMP EJ
48. EEH Perusahaan Australia 2024 100,00 Beroperasi 3,25%
Investasi
49. ESG Perusahaan Australia 2024 100,00 Beroperasi 3,25%
Investasi
Kepemilikan EEH & ESG
50. EEES Minyak dan Australia 2024 50,00 Beroperasi 6,51%
Gas Bumi oleh EEH &
50,00
oleh ESG
Kepemilikan EMP Inc
51. KEIL Minyak dan Delaware, 2004 100,00 Beroperasi 9,84%
Gas Bumi Amerika
Serikat
52. EEKL Minyak dan Inggris 2004 100,00 Beroperasi 6,56%
Gas Bumi
Penjelasan lebih lengkap mengenai Perseroan dan Perusahaan Anak dapat dilihat pada bagian dari Bab VIII dalam
Prospektus dengan judul “Keterangan Mengenai Perusahaan Anak dan Perusahaan Asosiasi.”
5. Kegiatan Usaha Perseroan
Perseroan merupakan perusahaan Migas yang didirikan pada tahun 2001 dan berkantor di Jakarta, Indonesia.
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek Jakarta) sejak tahun 2004, saat ini Perseroan
mengoperasikan 13 wilayah kerja Migas yang tersebar di Sumatra, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Mozambik
(Afrika). Kegiatan usaha utama Perseroan yang benar-benar dijalankan adalah aktivitas kantor pusat dan juga
19
Page 21
bergerak dalam bidang usaha eksplorasi, pengembangan dan produksi minyak dan gas bumi di darat (onshore)
dan lepas pantai (offshore) serta infrastruktur minyak dan gas bumi melalui Perusahaan Anak.
Melalui Perusahaan Anaknya, Perseroan mengelola 13 wilayah kerja minyak dan gas bumi seluas lebih dari 38.000
km2. Rincian mengenai ke-13 aset minyak dan gas bumi tersebut, berdasarkan perjanjian kerjasama produksi dan
kontrak area per 31 Maret 2026, digambarkan pada tabel berikut:
Masa Persentase Luas Wilayah Kerja
No Wilayah Kerja Jenis Kontrak
Berakhir Kepemilikan (km2)
1 “B” PSC 2041 48% 1.326,62
2 Bireun Sigli PSC 2053 64% 4.845,02
3 Gebang PSC 2035 50% 879,61
4 Tonga PSC 2037 95% 521,44
5 Malacca Strait PSC (gross split) 2040 100% 7.031,30
6 Kampar PSC 2035 90% 421,87
7 Siak PSC 2034 90% 2.287,17
8 Bentu PSC 2041 100% 1.039,02
9 Korinci Baru PSC 2027 100% 252,50
10 South CPP PSC 2051 100% 5.447,14
11 Kangean PSC 2030 100% 3.470,58
12 Sengkang PSC (gross split) 2042 100% 2.925,23
13 Buzi EPCC - 75% 7.653,43
TOTAL 38.100,93
Untuk memperkuat dan memperluas cakupan bisnis di luar operasional hulu, Perseroan mendirikan EMP DN pada
tahun 2019, dengan visi untuk menyediakan infrastruktur energi dan layanan minyak dan gas bumi. EMP DN
memiliki rekam jejak yang terbukti dalam penggarapan proyek infrastruktur energi strategis di Gorontalo dan Riau.
Perseroan memiliki Perusahaan Anak yang bergerak di bidang energi terbarukan yaitu EMPREJ dengan lokasi
usaha, di Hokkaido, Jepang. Tim ahli kami berdedikasi untuk mengembangkan solusi inovatif bagi mitra
Pemerintah dan Industri. Kami memahami permintaan energi yang terus meningkat di Indonesia dan
mancanegara, serta berkomitmen untuk memberikan strategi yang efektif.
Operasi dan Produksi
Sampai dengan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026, produksi bersih minyak Perseroan
adalah sebesar 6.920 BOPD menurun 9,74% dari periode yang sama pada tahun 2025 sebesar 7.667 BOPD.
Tahun 2025 produksi bersih minyak Perseroan adalah 7.499 BOPD atau meningkat 1,3% dari 7.403 BOPD pada
2024. Sedangkan produksi bersih gas Perseroan sampai dengan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 adalah sebesar 183 BBTUD, menurun 2,72% dari 188 BBTUD pada periode yang sama pada tahun
2025. Produksi bersih gas Perseroan pada tahun 2025 adalah sebesar 184 MMSCFD atau meningkat 6% dari 174
juta kaki kubik per hari dibandingkan tahun 2024.
Sampai dengan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026, produksi minyak tertinggi dihasilkan
dari Wilayah Kerja Malacca Strait PSC, sementara produksi gas tertinggi dihasilkan dari Wilayah Kerja Bentu PSC
dan Kangean PSC. Produksi bersih minyak Wilayah Kerja Malacca Strait PSC adalah sebesar 4.621 BOPD.
Adapun produksi bersih gas Wilayah Kerja Bentu PSC adalah sebanyak 63,6 BBTUD dan Wilayah Kerja Kangean
PSC adalah sebanyak 49,9 BBTUD.
Tabel berikut adalah data produksi bersih untuk masing-masing Wilayah Kerja Perseroan yang saat ini sedang
dalam kondisi berproduksi secara komersil untuk masing-masing tahun:
31 Maret
Blok 2026 2025
Minyak Gas Minyak Gas
(Minyak dalam BOPD dan Gas dalam BBTUD)
Malacca Strait 4.621 1,9 4.767 2,3
Bentu - 63,6 - 78,0
Korinci Baru - - - 0,27
Siak 1.254 - 1.543 -
Kampar 918 - 747 -
”B” 36 18,9 496 21,4
Tonga 47 - 81 -
Kangean 43 49,9 33 46,3
Sengkang 0 48,2 1 39,3
TOTAL 6.920 182,5 7.667 187,6
20
Page 22
Persaingan dan Strategi Usaha
Persaingan di industri hulu migas di Indonesia memiliki karakteristik seller’s market, di mana permintaan minyak
dan gas secara konsisten melebihi pasokan. Walaupun terdapat sejumlah pemain, intensitas persaingan relatif
terkendali karena produksi minyak maupun gas umumnya terserap pasar domestik maupun ekspor. Pemerintah
juga mendorong peningkatan produksi nasional melalui kebijakan dan insentif, terutama bagi perusahaan
Indonesia, sehingga membuka peluang bagi Perseroan untuk memperluas kontribusi di tengah kebutuhan energi
domestik yang terus tumbuh.
Meskipun skala usaha Perseroan relatif lebih kecil dibandingkan pemain-pemain besar di industri, baik perusahaan
BUMN, swasta domestik, maupun perusahaan internasional, Perseroan menempati posisi mid-tier dengan
portofolio gas yang signifikan, lokasi wilayah kerja yang strategis, serta kontrak penjualan jangka panjang bersama
offtaker berperingkat baik. Faktor-faktor tersebut memberikan kepastian pemasaran, stabilitas pendapatan, dan
daya saing yang berkesinambungan bagi Perseroan.
Dalam hal persaingan usaha, pemain lain yang beroperasi pada wilayah berdekatan dengan Perseroan antara
lain:
• Sumatra: Pertamina Hulu Rokan (Rokan), Bumi Siak Pusako (CPP), Pertamina Hulu Energi (NSO), Medco
E&P Malaka (Wilayah Kerja A), PetroChina (Jabung)
• Jawa Timur: Husky CNOOC Madura Ltd - Jabung, Pertamina EP Cepu (Tiung Biru)
• Sulawesi Selatan: hingga saat ini tidak terdapat produsen gas lain selain Perusahaan Anak.
Perseroan memandang bahwa meskipun terdapat perusahaan lain di sekitar wilayah operasi, tingkat persaingan
tetap terkendali mengingat karakter pasar migas yang berbasis pada kebutuhan jangka panjang serta tersedianya
pasar tersendiri untuk setiap wilayah produksi. Dengan demikian, posisi Perseroan sebagai mid-tier dengan basis
gas yang kuat, wilayah kerja strategis, dan kontrak jangka panjang dengan offtaker berperingkat baik, memberikan
peluang yang signifikan untuk tumbuh secara berkelanjutan di tengah kebutuhan energi nasional yang terus
meningkat.
Prospek Usaha
Perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan di tengah dinamika global. Badan Pusat Statistik (BPS)
mencatat ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun
2024 sebesar 5,03%, sementara pertumbuhan ekonomi Triwulan IV-2025 mencapai 5,39% secara year-on-year.
Dari sisi stabilitas harga, inflasi year-on-year pada Maret 2026 tercatat sebesar 3,48%, dengan inflasi inti sebesar
2,52%, yang menunjukkan tekanan harga relatif terkendali meskipun terdapat fluktuasi pada komponen pangan.
Sejalan dengan itu, Bank Indonesia masih memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada
pada kisaran 4,9%–5,7%, didukung oleh konsumsi domestik, investasi, dan sinergi kebijakan fiskal-moneter.
Kondisi makroekonomi tersebut tetap menjadi faktor pendukung permintaan energi, terutama untuk sektor industri
dan ketenagalistrikan.
Dari sisi kebijakan energi nasional, Pemerintah terus menegaskan agenda penguatan ketahanan energi dan
peningkatan produksi migas. Untuk tahun 2026, Pemerintah menargetkan lifting minyak sebesar 610 ribu barel per
hari, lebih tinggi dari target tahun 2025 sebesar 605 ribu barel per hari, dan menekankan percepatan perizinan,
optimalisasi teknologi termasuk enhanced oil recovery, serta percepatan proyek-proyek yang telah memiliki plan
of development. Di sisi permintaan domestik, data Kementerian ESDM menunjukkan bahwa pasokan energi primer
Indonesia pada 2024 mencapai 2.007 juta BOE, sementara konsumsi energi nasional meningkat menjadi sekitar
1.276 juta BOE, dengan sektor industri sebagai kontributor terbesar sekitar 45,94%. Hal ini menunjukkan bahwa
fundamental permintaan energi domestik masih kuat dan tetap relevan bagi prospek usaha sektor migas nasional.
Di tingkat global, prospek harga energi pada 2026 cenderung lebih seimbang, meskipun volatilitas jangka pendek
masih tinggi. World Bank menyatakan harga komoditas global diperkirakan kembali melemah pada 2026 seiring
perlambatan pertumbuhan global, ketidakpastian kebijakan, dan pasokan minyak yang relatif ample. Namun,
proyeksi jangka pendek EIA per April 2026 menunjukkan harga Brent masih dapat bertahan tinggi dalam beberapa
bulan ke depan karena premi risiko geopolitik, sebelum menurun pada paruh kedua 2026. Dengan demikian,
lingkungan harga minyak pada 2026 lebih tepat dipandang sebagai volatile but softer over time, bukan semata-
mata turun secara linier. Sementara itu, prospek gas global dinilai lebih konstruktif. IEA dalam Gas Market Report
Q1-2026 menyatakan gelombang tambahan pasokan LNG diperkirakan mendorong pertumbuhan permintaan gas
dunia yang lebih kuat pada 2026, terutama dari Tiongkok dan pasar Asia berkembang. Di sisi kelistrikan, IEA juga
memproyeksikan permintaan listrik global tumbuh kuat dalam periode 2026–2030 dengan laju rata-rata 3,6% per
tahun, didorong oleh industri, kendaraan listrik, pendinginan ruangan, dan pusat data. Bagi Indonesia, arah
pengembangan sistem ketenagalistrikan melalui RUPTL 2025–2034 tetap membuka ruang bagi pembangkit yang
andal dan fleksibel untuk menjaga kecukupan daya dan keandalan sistem, sehingga peran gas bumi tetap strategis
sebagai penopang transisi energi dan stabilitas pasokan.
21
Page 23
Perseroan berada pada posisi yang kompetitif untuk menghadapi dinamika tersebut melalui portofolio aset migas
yang terdiversifikasi di Indonesia dan Mozambik, dengan fondasi bisnis gas yang kuat. Berdasarkan laporan
keuangan publik tahun 2025, Perseroan mencatat pertumbuhan laba bersih yang kuat dan tetap melanjutkan
investasi pada aset-aset utama, termasuk Gebang PSC dan Buzi EPCC. Selain menjaga keberlanjutan produksi
dari aset eksisting, Perseroan juga terus mendorong monetisasi cadangan dan penguatan basis sumber daya
untuk menopang pertumbuhan jangka menengah.
Memasuki 2026, prospek pertumbuhan Perseroan didukung oleh kombinasi program pemeliharaan produksi,
eksplorasi lanjutan, dan agenda komersialisasi gas. Pada aset-aset produksi utama, strategi Perseroan tetap
diarahkan pada optimalisasi fasilitas, workover, pengeboran pengembangan maupun infill drilling, serta
peningkatan recovery untuk menahan laju penurunan alamiah produksi. Pada sisi pertumbuhan, pengembangan
Gebang PSC tetap menjadi salah satu katalis utama, dengan fase awal pengembangan gas sekitar 50 MMSCFD
dan potensi peningkatan lebih lanjut pada fase berikutnya. Selain itu, perkembangan terbaru pada awal 2026 juga
menunjukkan adanya tambahan upside eksplorasi Perseroan, termasuk penemuan prospek minyak baru di
wilayah Riau serta temuan gas baru di Sengkang, yang memperkuat basis pertumbuhan organik Perseroan. Di
tingkat internasional, aset Buzi EPCC di Mozambik tetap menjadi opsi pertumbuhan jangka menengah yang
bernilai, seiring keberlanjutan agenda appraisal dan pengembangan komersial.
Dengan kombinasi (i) ketahanan ekonomi domestik yang masih terjaga, (ii) dukungan kebijakan pemerintah
terhadap peningkatan lifting dan ketahanan energi nasional, (iii) permintaan energi domestik yang tetap bertumbuh,
serta (iv) portofolio aset Perseroan yang kuat terutama pada gas, Perseroan memandang prospek usaha tahun
2026 tetap positif. Meski demikian, Perseroan tetap mencermati sejumlah faktor risiko utama, antara lain volatilitas
harga komoditas, risiko eksekusi program kerja, keberhasilan monetisasi proyek-proyek pertumbuhan, serta
proses perizinan dan persetujuan yang diperlukan untuk merealisasikan rencana pengembangan.
EKUITAS
Tabel di bawah ini menunjukkan perkembangan posisi ekuitas konsolidasian Perseroan pada tanggal 31 Maret
2026 dan 31 Desember 2025, yang diambil dari 2026 dan 31 Desember 2025, yang diambil dari:
1. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Perusahaan Anak pada tanggal dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, yang telah disusun oleh Manajemen Perseroan
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (“SAK”) Indonesia. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan
dan Perusahaan Anak pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025
dan 2024 telah diaudit oleh KAP Y. Santosa & Rekan sesuai dengan standar audit yang ditetapkan oleh Institut
Akuntan Publik Indonesia (“IAPI”), dengan opini wajar tanpa modifikasian dalam laporannya yang diterbitkan
dengan No.00011/2.0902/AU.1/02/0457-5/1/II/2026 tertanggal 26 Februari 2026 yang ditandatangani oleh
Hilda Ong (Registrasi Akuntan Publik No. AP.0457); dan
2. Laporan Keuangan Konsolidasian Interim Perseroan dan Perusahaan Anak pada tanggal dan untuk periode
3 (tiga) bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2026 dan 2025, yang telah disusun oleh
Manajemen Perseroan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (“SAK”) Indonesia. Laporan keuangan
konsolidasian Interim Perseroan dan Perusahaan Anak pada tanggal dan untuk periode 3 (tiga) bulan yang
berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 telah diaudit oleh KAP Achsin Handoko Tomo sesuai dengan standar
audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (“IAPI”), dengan opini wajar tanpa modifikasian
dalam laporannya yang diterbitkan dengan No.00039/2.1096/AU.1/02/0597-1/1/VI/2026 tertanggal 5 Juni
2026 yang ditandatangani oleh Handoko Tomo (Registrasi Akuntan Publik No. AP.0597)
(dalam USD)
31 Maret 31 Desember
Keterangan
2026 2025
EKUITAS
Modal saham (modal ditempatkan dan disetor penuh) 647.422.128 647.422.128
Tambahan modal disetor – neto 556.514.487 556.514.487
Akumulasi pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja (10.446.759) (10.621.211)
Transaksi dengan kepentingan nonpengendali (13.648.677) (13.648.677)
Selisih kurs penjabaran laporan keuangan (15.809) (92.224)
Defisit (265.542.165) (283.865.234)
Kepentingan nonpengendali - neto (72.981.396) (72.969.158)
JUMLAH EKUITAS 841.301.809 822.740.111
Saham baru yang ditawarkan oleh Perseroan dalam rangka PMHMETD IV dengan menerbitkan HMETD
seluruhnya merupakan Saham Baru yang dikeluarkan dari portepel Perseroan yang mengakibatkan terjadinya
peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor penuh dalam Perseroan.
22
Page 24
Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan dengan ini melakukan PMHMETD IV dalam rangka penerbitan
HMETD kepada para pemegang saham Perseroan sebanyak 13.282.271.875 (tiga belas miliar dua ratus delapan
puluh dua juta dua ratus tujuh puluh satu ribu delapan ratus tujuh puluh lima) lembar saham baru, atau sebesar
33,33% (tiga puluh tiga koma tiga tiga persen) dari modal ditempatkan dan disetor setelah PMHMETD IV dengan
nilai nominal Rp100 (seratus Rupiah), yang ditawarkan dengan Harga Pelaksanaan sebesar Rp310 (tiga ratus
sepuluh Rupiah).
LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL
Akuntan Publik : KAP Achsin Handoko Tomo
Konsultan Hukum : TnP Law Firm
Notaris : Jose Dima Satria, S.H., M.Kn.
Biro Administrasi Efek : PT Ficomindo Buana Registrar
TATA CARA PEMESANAN SAHAM
Perseroan telah menunjuk PT Ficomindo Buana Registrar sebagai pelaksana pengelola administrasi saham dan
sebagai agen pelaksana Perseroan, sesuai dengan Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham.
1. Pemesan Yang Berhak
Para pemegang saham yang namanya tercatat dalam DPS Perseroan pada tanggal 18 Agustus 2026 pukul 16.00
WIB berhak untuk mengajukan pemesanan Saham Baru dalam rangka PMHMETD IV ini dengan ketentuan bahwa
setiap pemegang 2 (dua) Saham Lama akan mendapatkan 1 (satu) HMETD, dimana setiap 1 (satu) HMETD
memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 (satu) Saham Baru dalam PMHMETD IV
sebesar Harga Pelaksanaan.
Pemesan yang berhak untuk melakukan pembelian Saham Baru adalah:
a. Pemegang SBHMETD yang namanya tercantum dalam SBHMETD atau pembeli HMETD yang namanya
tercantum di dalam kolom endosemen pada SBHMETD sampai dengan tanggal terakhir periode perdagangan
HMETD; atau
b. Pemegang HMETD yang sah, yaitu pemegang saham yang memperoleh HMETD dari Perseroan dan belum
menjual HMETD tersebut; atau
c. Pemesan dapat terdiri atas Perorangan Warga Negara Indonesia dan/atau Warga Negara Asing dan/atau
Lembaga/Badan Hukum Indonesia atau Asing, sebagaimana diatur dalam UUPM.
Untuk memperlancar serta terpenuhinya jadwal pendaftaran pemegang saham yang berhak, maka para pemegang
saham yang memegang saham Perseroan dalam bentuk warkat yang akan menggunakan haknya untuk
memperoleh HMETD dan belum melakukan pencatatan peralihan kepemilikan sahamnya disarankan untuk yang
akan menggunakan hanya untuk memperoleh HMETD wajib mendaftar di BAE Perseroan sebelum batas akhir
pendaftaran Pemegang Saham, yaitu pada tanggal 18 Agustus 2026.
2. Distribusi HMETD
Bagi Pemegang Saham yang sahamnya berada dalam sistem Penitipan Kolektif di KSEI, HMETD akan
didistribusikan secara elektronik melalui rekening efek di KSEI Anggota Bursa atau Bank Kustodian masing-masing
di KSEI selambat-lambatnya 1 (satu) hari bursa setelah tanggal pencatatan pada DPS yang berhak atas HMETD,
yaitu pada tanggal 19 Agustus 2026.
Prospektus dan petunjuk pelaksanaan akan didistribusikan oleh Perseroan melalui KSEI yang dapat diperoleh oleh
pemegang saham Perseroan dari masing-masing Anggota Bursa atau Bank Kustodiannya.
Bagi Pemegang Saham Yang Berhak yang sahamnya tidak dimasukkan dalam sistem Penitipan Kolektif di KSEI,
Perseroan akan menerbitkan SBHMETD atas nama Pemegang Saham, yang dapat diambil oleh pemegang saham
yang berhak atau kuasanya di BAE pada setiap hari dan jam kerja mulai tanggal 20 Agustus 2026 dengan
membawa:
a. Fotokopi identitas diri yang masih berlaku (bagi pemegang saham perorangan) atau fotokopi anggaran dasar
(bagi pemegang saham lembaga/badan hukum). Pemegang saham juga wajib menunjukkan asli dari fotokopi
tersebut; dan
b. Asli surat kuasa (jika dikuasakan) bermeterai Rp10.000 (sepuluh ribu Rupiah) dilampiri dengan fotokopi
identitas diri yang masih berlaku baik untuk pemberi kuasa maupun penerima kuasa (asli identitas pemberi
dan penerima kuasa wajib diperhatikan).
3. Tata Cara Pelaksanaan Pelaksanaan HMETD
Pelaksanaan HMETD dapat dilakukan mulai tanggal 20 Agustus 2026 sampai dengan tanggal 28 Agustus 2026.
23
Page 25
a. Para pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektif di KSEI yang akan melaksanakan HMETD-nya wajib
mengajukan permohonan pelaksanaan melalui Anggota Bursa/Bank Kustodian yang ditunjuk sebagai
pengelola efeknya. Selanjutnya Anggota Bursa / Bank Kustodian melakukan permohonan atau instruksi
pelaksanaan (exercise) melalui sistem Central Depository-Book Entry Settlement System (C-BEST) sesuai
dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh KSEI. Dalam melakukan instruksi pelaksanaan, Anggota
Bursa/Bank Kustodian harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
1. Pemegang HMETD harus menyediakan dana pelaksanaan HMETD pada saat mengajukan permohonan
tersebut; dan
2. Kecukupan HMETD dan dana pembayaran atas pelaksanaan HMETD harus telah tersedia di dalam
rekening efek pemegang HMETD yang melakukan pelaksanaan.
Satu Hari Kerja berikutnya KSEI akan menyampaikan Daftar Pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektif di
KSEI yang melaksanakan haknya dan menyetorkan dana pembayaran pelaksanaan HMETD tersebut ke
rekening Bank Perseroan.
Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD akan didistribusikan oleh BAE dalam bentuk elektronik ke rekening
yang telah ditentukan oleh KSEI untuk selanjutnya didistribusikan ke masing-masing Rekening Efek pemegang
HMETD yang bersangkutan yang melaksanakan haknya oleh KSEI. Saham Baru hasil pelaksanaan akan
didistribusikan BAE Perseroan selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja setelah permohonan pelaksanaan
diterima dari KSEI dan dana pembayaran telah diterima dengan baik (in good funds) di rekening Bank
Perseroan.
b. Para pemegang HMETD dalam bentuk warkat/SBHMETD yang akan melaksanakan HMETD-nya harus
mengajukan permohonan pelaksanaan HMETD kepada BAE Perseroan, dengan menyerahkan dokumen
sebagai berikut:
1. Asli SBHMETD yang telah ditandatangani dan diisi lengkap;
2. Asli bukti pembayaran dengan tunai/cek/wesel/transfer ke rekening Perseroan dari bank tempat
menyetorkan pembayaran;
3. Fotokopi identitas diri yang masih berlaku (bagi perorangan), atau fotokopi anggaran dasar dan lampiran
susunan Direksi/Pengurus (bagi Lembaga /Badan Hukum);
4. Asli surat kuasa yang sah (jika dikuasakan) bermeterai Rp10.000 (sepuluh ribu Rupiah) dilampiri dengan
fotokopi identitas diri yang masih berlaku baik untuk Pemberi kuasa maupun Penerima Kuasa;
5. Apabila pemegang HMETD menghendaki Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD-nya dalam bentuk
elektronik maka permohonan pelaksanaan kepada BAE Perseroan melalui Anggota Bursa atau Bank
Kustodian yang ditunjuk dengan menyerahkan dokumen tambahan berupa:
a. Asli surat kuasa dari pemegang HMETD kepada Anggota Bursa atau Bank Kustodian untuk mengajukan
permohonan pelaksanaan HMETD dan melakukan pengelolaan efek atas Saham Baru Hasil
Pelaksanaan HMETD dalam Penitipan Kolektif di KSEI atas nama pemberi kuasa; dan
b. Asli Formulir Penyetoran Efek yang diterbitkan oleh KSEI yang telah diisi dan ditandatangani dengan
lengkap.
Perseroan akan menerbitkan Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD dalam bentuk fisik SKS jika pemegang
SBHMETD tidak menginginkan Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD-nya dimasukkan dalam Penitipan Kolektif
di KSEI.
Setiap dan semua biaya yang timbul dalam rangka konversi atas saham Perseroan dari bentuk warkat menjadi
bentuk elektronik dan/atau sebaliknya dari bentuk elektronik menjadi bentuk warkat harus dibayar dan ditanggung
sepenuhnya oleh pemegang saham Perseroan yang bersangkutan.
Pendaftaran pelaksanaan HMETD dilakukan di kantor BAE. Pendaftaran dapat dilakukan mulai tanggal 20 Agustus
2026 sampai dengan tanggal 28 Agustus 2026 pada hari dan jam kerja (Senin sampai dengan Jumat pukul 09.00
- 15.00 WIB).
Bilamana pengisian SBHMETD tidak sesuai dengan petunjuk/syarat pemesanan saham yang tercantum dalam
SBHMETD tidak sesuai dengan petunjuk/syarat pemesanan saham yang tercantum dalam SBHMETD dan
Prospektus, maka hal ini dapat mengakibatkan penolakan pemesanan.
HMETD hanya dianggap telah dilaksanakan pada saat pembayaran tersebut telah terbukti diterima dengan baik
(in good funds) di rekening Perseroan sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam syarat-syarat pembelian.
4. Pemesanan Pembelian Tambahan Saham
Pemegang Saham yang HMETD-nya tidak dijual atau pembeli/pemegang HMETD terakhir yang namanya
tercantum di dalam kolom endosemen pada SBHMETD atau pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektif di KSEI,
dapat memesan saham tambahan melebihi hak yang dimilikinya dengan cara mengisi kolom pemesanan
pembelian saham tambahan yang telah disediakan pada SBHMETD dan atau FPPS Tambahan dalam jumlah
24
Page 26
sekurang-kurangnya 1 (satu) saham atau kelipatannya dan menyerahkan kepada BAE paling lambat pada hari
terakhir periode perdagangan HMETD, yaitu tanggal 28 Agustus 2026.
a. Bagi pemegang HMETD dalam bentuk warkat/SBHMETD yang menginginkan Saham Baru hasil
penjatahannya dalam bentuk elektronik harus mengajukan kepada BAE melalui Anggota Bursa atau Bank
Kustodian dengan menyerahkan dokumen sebagai berikut:
- Asli FPPS Tambahan yang telah diisi dengan lengkap dan benar;
- Asli surat kuasa dari pemegang HMETD kepada Anggota Bursa atau Bank Kustodian untuk mengajukan
permohonan pemesanan pembelian Saham Baru tambahan dan melakukan pengelolaan efek atas Saham
Baru hasil penjatahan dalam Penitipan Kolektif di KSEI dan kuasa lainnya yang mungkin diberikan
sehubungan dengan pemesanan pembelian Saham Baru tambahan atas nama pemberi kuasa;
- Fotokopi identitas diri yang masih berlaku (bagi perorangan), atau fotokopi Anggaran Dasar dan lampiran
susunan Direksi/Pengurus (bagi Lembaga /Badan Hukum);
- Asli bukti pembayaran dengan tunai/cek/wesel/transfer ke rekening Perseroan dari bank tempat
menyetorkan pembayaran;
- Asli Formulir Penyetoran Efek yang dikeluarkan KSEI yang telah diisi dan ditandatangani dengan lengkap
untuk keperluan pendistribusian saham tambahan hasil pelaksanaan oleh BAE.
b. Bagi pemegang HMETD dalam bentuk warkat/SBHMETD yang menginginkan Saham Baru hasil
penjatahannya tetap dalam bentuk warkat/fisik SKS, harus mengajukan permohonan kepada BAE Perseroan
dengan menyerahkan dokumen sebagai berikut:
- Asli FPPS Tambahan yang telah diisi dengan lengkap dan benar;
- Asli surat kuasa yang sah (jika dikuasakan) bermaterai Rp10.000 (sepuluh ribu Rupiah) dilampiri dengan
fotokopi identitas diri dari Pemberi kuasa maupun Penerima Kuasa;
- Fotokopi identitas diri yang masih berlaku (bagi perorangan), atau fotokopi Anggaran Dasar dan lampiran
susunan Direksi/Pengurus (bagi Lembaga /Badan Hukum);
- Asli bukti pembayaran dengan tunai/cek/wesel/transfer ke rekening Perseroan dari bank tempat
menyetorkan pembayaran.
c. Bagi pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektif di KSEI, mengisi dan menyerahkan FPPS Tambahan yang
telah didistribusikan dengan melampirkan dokumen sebagai berikut:
- Asli instruksi pelaksanaan (exercise) yang telah berhasil (settled) dilakukan melalui C-BEST yang sesuai
atas nama pemegang HMETD tersebut (khusus bagi pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektif di KSEI
yang telah melaksanakan haknya melalui sistem C-BEST);
- Asli Formulir Penyetoran Efek yang dikeluarkan KSEI yang telah diisi lengkap untuk keperluan
pendistribusian Saham Baru hasil pelaksanaan oleh BAE;
- Asli bukti pembayaran dengan tunai / cek / wesel / transfer ke rekening Perseroan dari bank tempat
menyetorkan pembayaran.
Pembayaran atas pemesanan pembelian saham tambahan tersebut dapat dilaksanakan dan harus telah diterima
pada rekening Bank Perseroan selambat-lambatnya pada tanggal 1 September 2026 dalam keadaan baik (in good
funds). Pemesanan yang tidak memenuhi petunjuk sesuai dengan ketentuan pemesanan dapat mengakibatkan
penolakan pemesanan.
5. Penjatahan Pemesanan Tambahan
Penjatahan atas pemesanan saham tambahan akan ditentukan pada tanggal 2 September 2026 dengan ketentuan
sebagai berikut:
a. Bila jumlah seluruh saham yang dipesan, termasuk pemesanan Saham Baru tambahan tidak melebihi jumlah
seluruh Saham Baru yang ditawarkan dalam PMHMETD IV ini, maka seluruh pesanan atas Saham Baru
tambahan akan dipenuhi;
b. Bila jumlah seluruh Saham Baru yang dipesan, termasuk pemesanan Saham baru tambahan melebihi jumlah
seluruh Saham Baru yang ditawarkan dalam PMHMETD IV ini, maka kepada pemesan yang melakukan
pemesan Saham Baru tambahan akan diberlakukan sistem penjatahan secara proporsional berdasarkan atas
jumlah HMETD yang telah dilaksanakan oleh masing-masing pemegang saham yang meminta pemesanan
Saham Baru tambahan.
Manajer penjatahan, dalam hal ini adalah Perseroan, akan menyampaikan laporan hasil pemeriksaan akuntan
kepada OJK mengenai kewajaran dari pelaksanaan penjatahan dengan berpedoman pada Peraturan No. VIII.G.12
tentang Pedoman Pemeriksaan Oleh Akuntan Atas Pemesanan dan Penjatahan Efek atau Pembagian Saham
Bonus, dan Peraturan No. IX.A.7 tentang Pemesanan dan Penjatahan Efek Dalam Penawaran Umum. Laporan
hasil pemeriksaan tersebut wajib disampaikan oleh Perseroan kepada OJK paling lambat 30 (tiga puluh) hari
setelah tanggal penjatahan berakhir sesuai dengan ketentuan POJK HMETD.
6. Persyaratan Pembayaran
Pembayaran pemesanan pembelian saham dalam rangka PMHMETD IV harus dibayar penuh (in good funds)
dalam mata uang Rupiah pada saat pengajuan pemesanan secara tunai/cek/wesel/transfer dengan
25
Page 27
mencantumkan Nomor SBHMETD atau Nomor FPPS Tambahan dan pembayaran harus dilakukan ke rekening
Bank Perseroan.
Semua cek dan wesel bank akan segera dicairkan pada saat diterima. Bilamana pada saat pencairan cek atau
wesel bank tersebut ditolak oleh bank yang bersangkutan, maka pemesanan pembelian Saham Baru dianggap
batal. Bila pembayaran dilakukan dengan cek/wesel/transfer, maka tanggal pembayaran dihitung berdasarkan
tanggal penerimaan cek/wesel/transfer yang dananya telah diterima baik (in good funds) di rekening Bank
Perseroan tersebut di atas. Untuk pemesanan pembelian Saham Baru tambahan, pembayaran dilakukan pada
hari pemesanan yang mana pembayaran tersebut harus sudah diterima dengan baik (in good funds) di rekening
Bank Perseroan tersebut di atas paling lambat tanggal 1 September 2026.
Segala biaya yang mungkin timbul dalam rangka pembelian saham PMHMETD IV ini menjadi beban pemesan.
Pemesanan saham yang tidak memenuhi persyaratan pembayaran akan dibatalkan.
7. Bukti Tanda Terima Pemesanan Pembelian Saham
Perseroan melalui BAE yang ditunjuk Perseroan yang menerima pengajuan pemesanan pembelian Saham Baru
akan menyerahkan bukti tanda terima pemesanan pembelian Saham yang telah dicap dan ditandatangani kepada
pemesan sebagai tanda bukti pemesanan pembelian Saham Baru untuk kemudian dijadikan salah satu bukti pada
saat mengambil Saham Baru dan pengembalian uang untuk pemesanan saham tambahan yang tidak terpenuhi
Bagi Pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektif di KSEI akan mendapat konfirmasi atas permohonan
pelaksanaan HMETD (exercise) dari C-BEST di KSEI melalui Pemegang Rekening di KSEI.
8. Pembatalan Pemesanan Pembelian
Perseroan berhak untuk membatalkan pemesanan Saham Baru, baik sebagian atau secara keseluruhan dengan
memperhatikan persyaratan yang berlaku. Pemberitahuan mengenai pembatalan pemesanan Saham Baru akan
disampaikan bersamaan dengan surat konfirmasi penjatahan atas pemesanan Saham Baru Hal-hal yang dapat
menyebabkan dibatalkannya pemesanan Saham Baru antara lain:
a. Pengisian SBHMETD atau FPPS Tambahan tidak sesuai dengan petunjuk/syarat-syarat pemesanan Saham
Baru yang tercantum dalam SBHMETD dan Prospektus;
b. Persyaratan pembayaran tidak terpenuhi;
c. Persyaratan kelengkapan dokumen permohonan tidak terpenuhi;
9. Pengembalian Uang Pemesanan
Dalam hal tidak terpenuhinya sebagian atau seluruh pemesanan Saham Baru tambahan atau dalam hal terjadi
pembatalan pemesanan saham baru, maka Perseroan akan mengembalikan sebagian atau seluruh uang
pemesanan tersebut dalam mata uang Rupiah pada tanggal 4 September 2026. Pengembalian uang pemesanan
dilakukan dengan menggunakan pemindahbukuan ke rekening pemesan. Pengembalian uang pemesan yang
dilakukan pada tanggal 4 September 2026 tidak akan disertai dengan pembayaran bunga.
Apabila terjadi keterlambatan pengembalian uang yang melampaui 2 (dua) Hari Kerja setelah tanggal Penjatahan,
jumlah uang yang dikembalikan akan disertai bunga yang diperhitungkan mulai Hari Kerja ke-2 (dua) setelah
tanggal Penjatahan sampai dengan tanggal pengembalian uang. Besar bunga atas keterlambatan pengembalian
uang pemesanan saham tersebut dihitung sebesar suku bunga rata-rata deposito dengan jangka waktu 1 (satu)
bulan pada bank dimana uang pemesanan tersebut ditempatkan. Perseroan tidak membayar bunga atas
keterlambatan pengembalian uang pemesanan saham apabila keterlambatan tersebut disebabkan oleh kesalahan
pemesan pada saat mencantumkan nama bank dan nomor rekening bank.
Bagi pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektif KSEI yang melaksanakan haknya melalui KSEI,maka
pengembalian uang pemesanan akan dilakukan oleh KSEI.
10. Penyerahan Saham Hasil Pelaksanaan HMETD
Saham Baru Hasil Pelaksanaan HMETD bagi pemesan yang melaksanakan HMETD sesuai haknya melalui KSEI,
akan dikreditkan pada rekening efek dalam 2 (dua) Hari Kerja setelah permohonan pelaksanaan HMETD diterima
dari KSEI dan dana pembayaran telah diterima dengan baik (in good funds) di rekening Perseroan.
Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD bagi pemegang HMETD dalam bentuk warkat yang melaksanakan
HMETD sesuai haknya akan mendapatkan SKS atau saham dalam bentuk warkat selambatnya 2 (dua) Hari Kerja
setelah permohonan diterima oleh BAE Perseroan dan dana pembayaran telah efektif (in good funds) di rekening
Perseroan.
Adapun Saham Baru hasil penjatahan atas pemesanan Saham Baru tambahan bagi pemegang saham yang
sahamnya tercatat dalam Penitipan Kolektif di KSEI akan didistribusikan dalam bentuk elektronik dalam Penitipan
Kolektif di KSEI paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah tanggal penjatahan.
26
Page 28
Sedangkan bagi pemegang saham yang sahamnya tidak tercatat dalam Penitipan Kolektif di KSEI, SKS baru hasil
pelaksanaan HMETD dapat diambil mulai tanggal 24 Agustus 2026 sampai dengan tanggal 1 September 2026
pada hari dan jam kerja (Senin sampai dengan Jumat pukul 09.00 – 15.00 WIB). Sedangkan SKS baru hasil
penjatahan saham dapat diambil mulai tanggal 1 September 2026 pada hari dan jam kerja (Senin sampai dengan
Jumat pukul 09.00 – 15.00 WIB). Pengambilan dilakukan di kantor BAE dengan menunjukkan/menyerahkan
dokumen-dokumen sebagai berikut:
a. Asli identitas diri yang masih berlaku (bagi perorangan) atau fotokopi Anggaran Dasar dan lampiran susunan
Direksi/Pengurus (bagi lembaga/badan hukum);
b. Asli surat kuasa (jika dikuasakan) bermaterai Rp10.000 (sepuluh ribu Rupiah) dilampiri dengan fotokopi
identitas diri yang masih berlaku baik untuk pemberi kuasa maupun penerima kuasa;
c. Asli bukti tanda terima pemesanan saham
11. Alokasi Terhadap HMETD Yang Tidak Diambil Bagian
Jika Saham Baru yang ditawarkan dalam PMHMETD IV ini tidak seluruhnya diambil bagian/dibeli oleh Pemegang
Saham Yang Berhak dan/atau para pemegang HMETD, maka sisa Saham Baru akan dialokasikan kepada
pemegang HMETD lainnya yang telah melaksanakan haknya dan telah melakukan pemesanan melebihi hak yang
dimilikinya sebagaimana tercantum dalam SBHMETD dan/atau FPPS Tambahan, secara proporsional
berdasarkan jumlah HMETD yang telah dilaksanakan. Jika masih terdapat sisa saham dari jumlah yang
ditawarkan, maka Pembeli Siaga akan mengambil atau membeli seluruh sisa saham, atau sebesar 10.478.125.162
(sepuluh miliar empat ratus tujuh puluh delapan juta seratus dua puluh lima ribu seratus enam puluh dua) saham
dengan harga sebesar Harga Pelaksanaan, yang seluruhnya akan dibayar penuh berdasarkan Perjanjian
Pembelian Sisa Saham.
12. Lain - Lain
Setiap dan semua biaya konversi sehubungan pengalihan saham Perseroan dalam bentuk warkat menjadi bentuk
elektronik dan/atau sebaliknya dari bentuk elektronik menjadi bentuk warkat harus dibayar dan ditanggung
sepenuhnya oleh pemegang saham Perseroan yang bersangkutan.
PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM
Prospektus, SBHMETD, FPPS Tambahan dan Formulir Permohonan Pemecahan SBHMETD dapat diambil
langsung oleh pemegang saham Perseroan yang namanya tercatat dalam DPS Perseroan pada tanggal 19
Agustus 2026 di:
PT Ficomindo Buana Registrar
Wisma Bumiputera,
Jl. Jend Sudirman Kav 75 Setiabudi lt.6
Jakarta 10250
Telepon: (021) 5260982
Faksimili: (021) 5260983
Apabila pemegang saham Perseroan yang namanya tercatat dalam DPS Perseroan belum mengambil Prospektus
dan SBHMETD serta tidak menghubungi BAE, maka seluruh risiko kerugian bukan menjadi tanggung jawab BAE
ataupun Perseroan, melainkan merupakan tanggung jawab para pemegang saham yang bersangkutan.
Informasi Tambahan
Para pihak yang menginginkan penjelasan mengenai PMHMETD IV ini atau menginginkan tambahan informasi
sehubungan dengan PMHMETD IV ini dapat menghubungi:
Biro Administrasi Efek:
PT Ficomindo Buana Registrar
Wisma Bumiputera,
Jl. Jend Sudirman Kav 75 Setiabudi lt.6
Jakarta 10250
Telepon: (021) 5260982
Faksimili: (021) 5260983
E-mail: ficomindo_br@yahoo.co.id
Sekretaris Perseroan:
PT Energi Mega Persada Tbk
Bakrie Tower Lantai 32
Rasuna Epicentrum, Jl. H.R. Rasuna Said
Jakarta Selatan 12940
Telepon: (021) 2994 1500
Faksimili: (021) 2994 1247
E-mail: corsec@emp.id
Situs web: www.emp.id
27
Names mentioned 72 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Shima Global Kapital
p.1 ×4
unresolved
org
PT Bakrie Kalila Investment
p.1 ×4
unresolved
org
PT Danatama Makmur Sekuritas
p.1
unresolved
org
PT CGS International Sekuritas
p.2 ×3
unresolved
org
Y. Santosa & Rekan
p.4 ×3
unresolved
org
Achsin Handoko Tomo
p.5 ×3
unresolved
person
Rakhmat Syamsul Rizal
· Notaris
p.16
unresolved
person
Emmyra Fauzia Kariana
p.16
unresolved
org
PT Ficomindo Buana Registrar
p.17 ×2
unresolved
org
RHI Corporation
p.18
unresolved
org
PT Artha Widya
p.18
unresolved
org
PT Visi Multi Artha
p.18
unresolved
—
BHPL
p.19
unresolved
org
Kepemilikan RHI Corporation
p.19
unresolved
org
PT EMP Gelam
p.19
unresolved
—
EMP Bentu
p.19
unresolved
—
EMP Korinci Baru
p.19
unresolved
—
EMP Gebang
p.19
unresolved
—
ETE
p.19
unresolved
—
EMP ER
p.19
unresolved
org
PT EMP Garuda
p.19
unresolved
—
EMP EJ
p.19
unresolved
—
EMP EG
p.19
unresolved
org
PT Energi Mega
p.19
unresolved
org
PT Aceh Energy
p.19
unresolved
org
EMP ONWJ Ltd.
p.19
unresolved
—
SRGS
p.20
unresolved
—
EDU
p.20
unresolved
org
PT Sulawesi Daya
p.20
unresolved
—
BSSL
p.20
unresolved
—
EMP Renewables
p.20
unresolved
—
ESG
p.20
unresolved
org
ESG Kepemilikan EMP Inc
p.20
unresolved
—
EEKL
p.20
unresolved
org
Husky CNOOC Madura Ltd
p.22
unresolved
org
Pusat Statistik
p.22
unresolved
org
Bank Indonesia
p.22
unresolved
org
Kementerian ESDM
p.22
unresolved
—
| KAP Achsin Handoko Tomo
· Akuntan Publik
p.24
unresolved
org
Achsin Handoko Tomo Konsultan
p.24
unresolved
—
| TnP Law Firm
· Konsultan Hukum
p.24
unresolved
person
| Jose Dima Satria, S.H., M.Kn.
· Notaris
p.24 ×3
unresolved
—
| PT Ficomindo Buana Registrar
· Biro Administrasi Efek
p.24
unresolved
org
PT Ficomindo Buana Registrar TATA CARA PEMESANAN SAHAM
p.24
unresolved
org
Indonesia
p.24
unresolved
org
Bank Kustodiannya. Bagi Pemegang Saham Yang Berhak
p.24
unresolved
org
PT Ficomindo Buana Registrar Wisma Bumiputera
p.28 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.