Back to announcement
20260610_SMCB_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32099887_lamp1.pdf
Other Text extracted SMCBSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 13
Page 1
No : 161/LGRC/SBI/VI/2026 Jakarta, 10 Juni 2026
Lampiran : -
Perihal : Jawaban atas Surat Nomor S-06556/BEI.PP3/06-2026
perihal Permintaan Penjelasan PT Solusi Bangun Indonesia
Tbk (“Perseroan”)
Kepada Yth
Direksi Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1 Lt. 14
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52-53
Jakarta
Up. Direktur Penilaian Perusahaan
Dengan hormat,
0
Merujuk pada surat yang kami terima dari Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. S-06556/BEI.PP3/06-
2026 tanggal 5 Juni 2026 perihal Permintaan Penjelasan atas:
Surat Perseroan nomor 141/LGRC/SBI/V/2025 tanggal 20 Mei 2026 terkait Pembubaran yang
Diikuti dengan Likuidasi atas Anak Perusahaan Perseroan yang Tidak Beroperasi (Keterbukaan
Informasi tanggal 20 Mei 2026)
Laporan Keuangan Interim 31 Maret 2026 (LK 31 Maret 2026)
yang kami terima melalui Sistem Pelaporan Elektronik pada tanggal 8 Juni 2026, bersama ini kami
sampaikan jawaban Perseroan, sebagai berikut:
1. Konfirmasi apakah transaksi pembubaran yang diikuti dengan likuidasi atas anak perusahaan
Perseroan yang tidak beroperasi dikategorikan sebagai transaksi material sebagaimana Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha.
Jawaban:
Pembubaran yang diikuti dengan likuidasi anak perusahaan Perseroan yaitu PT Aroma Cipta
Anugrahtama (“ACA”), PT Aroma Sejahtera Indonesia (“ASI”), PT Ciptanugrah Indonesia (“CI”),
bukan merupakan transaksi material sesuai POJK No. 17/POJK.04/2020, dikarenakan tindakan
tersebut merupakan peristiwa hukum dan proses hukum yang menempatkan ACA, ASI dan CI
dalam fase pemberesan, dan bukan merupakan suatu transaksi.
Lebih lanjut, dalam hal likuidator melakukan penjualan aset Perusahaan dalam konteks
pemberesan, tindakan tersebut juga bukan merupakan transaksi material sesuai POJK No.
17/POJK.04/2020.
Berdasarkan laporan posisi keuangan masing-masing entitas per 31 Desember 2025 (audited),
total aset ACA, ASI, dan CI secara agregat adalah sebesar Rp38.598 juta atau sekitar Rp38,6 miliar.
Sementara itu, total ekuitas konsolidasian Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebesar
Rp13.204.619 juta atau sekitar Rp13,2 triliun, sehingga nilai 20% dari ekuitas Perseroan adalah
sebesar Rp2.640.924 juta atau sekitar Rp2,64 triliun.
1
Page 2
Dengan demikian, nilai aset ketiga entitas yang akan dibubarkan dan dilikuidasi tersebut hanya
sekitar 0,29% dari total ekuitas Perseroan, sehingga berada jauh di bawah ambang batas Transaksi
Material sebagaimana diatur dalam POJK No. 17/POJK.04/2020. Oleh karena itu, transaksi
dimaksud bukan merupakan Transaksi Material.
2. Konfirmasi apakah transaksi pembubaran yang diikuti dengan likuidasi atas anak perusahaan
Perseroan yang tidak beroperasi dikategorikan sebagai transaksi afiliasi sebagaimana Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan.
Jawaban:
Sejalan dengan jawaban kami pada No. 1 di atas, pembubaran yang diikuti dengan likuidasi atas
ACA, ASI dan CI bukan merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No.
42/POJK.04/2020, dikarenakan tindakan tersebut merupakan peristiwa hukum dan proses
hukum yang menempatkan ACA, ASI, dan CI dalam fase pemberesan, dan bukan merupakan suatu
transaksi. Lebih lanjut, untuk konteks pembayaran sisa kekayaan hasil likuidasi kepada pemegang
saham, pembayaran tersebut dilakukan sebagai akibat hukum adanya proses pembubaran,
likuidasi, dan pemberesan harta kekayaan Perseroan, dan bukan akibat adanya suatu transaksi
yang dilakukan antara ACA, ASI dan CI dan masing-masing pemegang sahamnya.
Sebagai informasi tambahan, pembubaran dan likuidasi ini dilakukan murni karena ketiga anak
perusahaan tersebut saat ini tidak lagi beroperasi secara komersial dan sesuai dengan arahan dari
pemegang saham pengendali/ mayoritas dalam hal ini PT Semen Indonesia (Persero) Tbk No.
007913/KS.08.02/SUP/50067341/2000/05.2026 tanggal 13 Mei 2026 Perihal “Arahan
Pemegang Saham Mayoritas terkait Pembubaran yang diikuti Likuidasi terhadap Kelompok Usaha
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk”. Hal ini sejalan dengan program Penataan (Streamlining) Entitas
SIG Group yang diamanatkan oleh Danantara.
3. Penjelasan, pertimbangan, dan alasan dilakukannya pembubaran yang diikuti dengan likuidasi
atas anak perusahaan Perseroan yang tidak beroperasi.
Jawaban:
Pembubaran yang diikuti dengan likuidasi atas anak perusahaan Perseroan yang tidak beroperasi
dilakukan sebagai bagian dari Proyek Penataan/ Streamlining Entitas SIG Group, berdasarkan
arahan pemegang saham mayoritas Perseroan, yaitu PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Arahan
tersebut antara lain tercantum dalam Surat Arahan Pemegang Saham Mayoritas No.
000828/OT.05/SUP/50067341/2000/04.2026 perihal “Arahan Pemegang Saham Mayoritas
terkait Penataan (Streamlining) Entitas SIG Group”, serta ditindaklanjuti melalui Surat No.
007913/KS.08.02/SUP/50067341/2000/05.2026 perihal “Arahan Pemegang Saham Mayoritas
terkait Pembubaran yang diikuti Likuidasi terhadap Kelompok Usaha PT Solusi Bangun Indonesia
Tbk.”
Aksi korporasi tersebut dilakukan terhadap entitas anak yang tidak lagi beroperasi aktif, yaitu ACA,
ASI dan CI, dengan tujuan menyederhanakan dan merapikan struktur grup agar lebih efektif dan
efisien.
2
Page 3
4. Pernyataan manajemen terkait kelangsungan usaha Perseroan atas pembubaran yang diikuti
dengan likuidasi anak perusahaan Perseroan yang tidak beroperasi.
Jawaban:
Manajemen Perseroan menyatakan bahwa pembubaran yang diikuti dengan likuidasi atas anak
perusahaan Perseroan yang tidak beroperasi, yaitu ACA, ASI, dan CI, tidak berdampak terhadap
kelangsungan usaha Perseroan.
Pernyataan tersebut telah tertuang dalam dokumen Keterbukaan Informasi Perseroan No.
141/LGRC/SBI/V/2025 perihal “Pembubaran yang diikuti dengan Likuidasi atas anak perusahaan
Perseroan yang tidak beroperasi”, yang menyatakan bahwa tidak terdapat dampak pada kegiatan
operasional, hukum, keuangan, dan kelangsungan usaha Perseroan.
Aksi korporasi tersebut dilakukan dalam rangka Proyek Penataan/ Streamlining Entitas SIG Group
atas perusahaan yang tidak beroperasi aktif, berdasarkan arahan pemegang saham mayoritas
Perseroan, yaitu PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, serta telah disetujui melalui keputusan sirkuler
pemegang saham masing-masing entitas anak.
5. Berdasarkan LK 31 Maret 2026, PT Aroma Cipta Anugrahtama (ACA), salah satu perusahaan yang
akan dibubarkan, beroperasi secara komersial pada tahun 2000. Sedangkan berdasarkan
keterbukaan informasi 20 Mei 2026, terdapat informasi bahwa ACA sudah tidak beroperasi.
Sehubungan dengan hal tersebut, agar Perseroan mengonfirmasikan perbedaan informasi terkait
status operasional ACA.
Jawaban:
ACA sebelumnya pernah menjalankan kegiatan usaha secara komersial. Namun, sejak tahun
2022 seiring dengan model perubahan operasional bisnis perseroan, ACA tidak lagi melakukan
kegiatan operasional maupun aktivitas usaha komersial yang menghasilkan pendapatan. Sejak
saat itu, aktivitas ACA terbatas pada pemeliharaan aspek administratif dan kepatuhan korporasi,
sehingga dalam Keterbukaan Informasi tanggal 20 Mei 2026 ACA dikategorikan sebagai entitas
yang tidak beroperasi aktif.
6. Berdasarkan LK 31 Maret 2026, PT Ciptanugrah Indonesia (CI), salah satu perusahaan yang akan
dibubarkan, beroperasi secara komersial pada tahun 2018. Sedangkan berdasarkan keterbukaan
informasi tanggal 20 Mei 2026, terdapat informasi bahwa CI sudah tidak beroperasi.
Sehubungan dengan hal tersebut, agar Perseroan mengonfirmasikan perbedaan informasi terkait
status operasional CI.
Jawaban:
CI sebelumnya pernah menjalankan kegiatan usaha secara komersial. Namun, sejak tahun 2020,
seiring dengan model perubahan operasional bisnis perseroan, CI tidak lagi menjalankan kegiatan
operasional maupun aktivitas usaha komersial yang menghasilkan pendapatan. Sejak saat itu,
aktivitas CI terbatas pada pemeliharaan aspek administratif dan kepatuhan korporasi, sehingga
dalam Keterbukaan Informasi tanggal 20 Mei 2026 CI dikategorikan sebagai entitas yang tidak
beroperasi aktif.
7. Berdasarkan keterbukaan informasi 20 Mei 2026, terdapat informasi bahwa pemegang saham ACA
adalah PT Aroma Sejahtera Indonesia (ASI) dan PT Ciptanugrah Indonesia (CI). Sehubungan dengan
hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Berdasarkan LK 31 Maret 2026, ASI merupakan anak perusahaan Perseroan yang belum
beroperasi secara komersial. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan pertimbangan
ASI (perusahaan yang belum beroperasi) dapat menjadi pemegang saham ACA.
3
Page 4
Jawaban:
ASI tercatat sebagai pemegang saham ACA berdasarkan struktur kepemilikan yang telah ada
sejak sebelum Perseroan mengakuisisi Grup Lafarge pada tahun 2016. Status ASI sebagai
entitas yang belum beroperasi secara komersial merujuk pada tidak adanya kegiatan usaha
operasional yang menghasilkan pendapatan dan tidak mempengaruhi kedudukannya sebagai
badan hukum yang sah untuk memiliki investasi berupa penyertaan saham pada entitas lain
yaitu ACA.
b. Latar belakang ASI belum beroperasi.
Jawaban:
ASI tercatat sebagai pemegang saham ACA berdasarkan struktur kepemilikan yang telah ada
sejak sebelum Perseroan mengakuisisi Grup Lafarge pada tahun 2016. Sejak menjadi bagian
dari Grup Perseroan, ASI tidak menjalankan kegiatan usaha operasional yang menghasilkan
pendapatan sehingga dikategorikan sebagai entitas yang belum beroperasi secara komersial.
c. Pemegang saham, pengendali, dan pemilik manfaat ASI dengan melengkapi tabel di bawah ini:
Jawaban:
Nilai Nominal
Rp100.000 per saham
Keterangan Jumlah Persentase
Jumlah Nilai
Saham (%)
Nominal (Rp)
(lembar)
Modal Dasar
Jumlah Modal Dasar 10.000 1.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
1. PT Solusi Bangun Indonesia Tbk 4.675 467.500.000 98,94
2. PT Solusi Bangun Beton 50 5.000.000 1,06
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor 4.725 472.500.000 100,00
Penuh
Jumlah Saham Dalam Portepel - -
Pengendali ASI PT Solusi Bangun Indonesia Tbk
Rizki Kresno Edhie Hambali, Direktur Utama
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (Pemegang
Pemilik manfaat ASI Saham Pengendali ASI)
d. Berdasarkan LK 31 Maret 2026, persentase kepemilikan Perseroan atas ASI sebesar 100%.
Sedangkan berdasarkan keterbukaan informasi 20 Mei 2026, terdapat informasi bahwa
pemegang saham ASI adalah Perseroan dan PT Solusi Bangun Beton (SBB).
Sehubungan dengan hal tersebut, agar Perseroan menginformasikan perbedaan informasi
terkait susunan pemegang saham ASI.
Jawaban:
Merujuk pada jawaban poin d diatas kepemilikan saham ASI mayoritas dimiliki oleh PT Solusi
Bangun Indonesia Tbk (“SBI”) sebesar 98,94% dan pemegang saham lainnya yaitu PT Solusi
Bangun Beton (SBB) sebesar 1,06% dimana SBB dikendalikan oleh SBI sehingga penyebutan
dalam laporan keuangan 31 Maret 2026 pemegang saham ASI dimiliki 100% oleh Perseroan
(SBI)
4
Page 5
e. Susunan Direksi dan Dewan Komisaris ASI dengan melengkapi tabel berikut ini:
Jawaban:
Direksi Jabatan
M. Istifaul Amin Direktur
Dewan Komisaris Jabatan
Soni Asrul Sani* Komisaris
* Beliau telah mengundurkan diri, namun belum dapat dilakukan perubahan pengurus karena
belum mendapatkan arahan dari Danantara dan SIG.
Merujuk pada surat Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara Republik Indonesia
Nomor: S-049/DI-BP/VI/2025 tanggal 23 Juni 2025 nomor 1b bahwa seluruh BUMN, Anak
Perusahaan BUMN (“AP”), dan Cucu Perusahaan BUMN (“CP”) tidak diperkenankan
melakukan agenda Perubahan Pengurus dalam penyelenggaraan RUPS Tahunan sampai
adanya evaluasi secara menyeluruh oleh BPI Danantara atau DAM. Hingga saat ini Perseroan
(SBI) belum mendapat arahan untuk melakukan perubahan Pengurus ASI.
f. Ikhtisar keuangan ASI dengan melengkapi tabel di bawah ini (jika ada).
Jawaban:
ASI Induk saja - Dalam Rp. ribu 2023 2024 2025
Aset 520.604 520.604 520.604
Liabilitas 378.566 429.896 819.093
Ekuitas 142.038 27.708 -298.489
Pendapatan - - -
Beban Jasa Audit -111.000 -114.330 -326.197
Laba Operasi -111.000 -114.330 -326.197
Laba Bersih -111.000 -114.330 -326.197
Arus Kas Operasi n/a n/a n/a
g. Sumber pendapatan untuk membiayai fixed cost (seperti gaji manajemen, utilitas, dan
sejenisnya), mengingat ASI merupakan perusahaan yang belum beroperasi.
Jawaban:
ASI tidak menjalankan kegiatan operasional maupun kegiatan usaha yang menghasilkan
pendapatan, sehingga tidak memiliki fixed cost yang signifikan seperti gaji manajemen, utilitas,
dan biaya operasional sejenisnya. Aktivitas ASI terbatas pada pemenuhan kewajiban
administratif dan kepatuhan korporasi.
8. Sehubungan dengan ACA, CI, dan anak perusahaan Perseroan yang lain sebagaimana LK 31
Maret 2026, agar dijelaskan:
a. Berdasarkan LK 31 Maret 2026, persentase kepemilikan Perseroan atas ACA sebesar 100%.
Sedangkan berdasarkan keterbukaan informasi 20 Mei 2026, terdapat informasi bahwa
pemegang saham ACA adalah ASI dan CI.
Sehubungan dengan hal tersebut, agar Perseroan mengonfirmasikan perbedaan informasi
terkait susunan pemegang saham ACA.
5
Page 6
Jawaban:
Nilai Nominal
Rp500.000 per saham
Keterangan Persentase
Jumlah Saham Jumlah Nilai
(%)
(lembar) Nominal (Rp)
Modal Dasar
Jumlah Modal Dasar 2.000 1.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
1.PT Aroma Sejahtera Indonesia (ASI) 924 462.000.000 92,40
2.PT Ciptanugrah Indonesia (CI) 76 38.000.000 7,60
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 1000 500.000.000 100,00
Jumlah Saham Dalam Portepel - -
Pengendali ACA PT Aroma Sejahtera Indonesia (ASI)
Rizki Kresno Edhie Hambali, Direktur Utama PT Solusi
Bangun Indonesia Tbk (Pemegang Saham Pengendali
Pemilik Manfaat ACA ACA)
Merujuk pada tabel diatas kepemilikan saham ACA mayoritas dimiliki oleh ASI sebesar
92,40% dan pemegang saham lainnya yaitu CI sebesar 7,60% dimana ACA dan ASI
dikendalikan oleh SBI sehingga penyebutan dalam laporan keuangan 31 Maret 2026
pemegang saham ACA dimiliki 100% oleh Perseroan.
b. Berdasarkan LK 31 Maret 2026, persentase kepemilikan Perseroan atas CI sebesar 100%.
Sedangkan berdasarkan keterbukaan informasi tanggal 20 Mei 2026, terdapat informasi
bahwa pemegang saham CI adalah Perseroan dan SBB.
Sehubungan dengan hal tersebut, agar Perseroan mengonfirmasikan perbedaan informasi
terkait susunan pemegang saham CI.
Jawaban:
Nilai Nominal
Rp100.000 per saham
Keterangan Jumlah
Jumlah Nilai Persentase
Saham
Nominal (Rp) (%)
(lembar)
Modal Dasar
Jumlah Modal Dasar 20.000 2.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
1. PT Solusi Bangun Indonesia Tbk 5.348 534.800.000 97,24
2. PT Solusi Bangun Beton 152 15.200.000 2,76
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 5.500 550.000.000 100,00
Jumlah Saham Dalam Portepel - -
Pengendali CI PT Solusi Bangun Indonesia Tbk
Rizki Kresno Edhie Hambali, Direktur Utama PT
Solusi Bangun Indonesia Tbk (Pemegang Saham
Pemilik Manfaat CI Pengendali ASI)
6
Page 7
Merujuk pada tabel diatas kepemilikan saham CI mayoritas dimiliki oleh PT Solusi Bangun
Indonesia Tbk (“SBI”) sebesar 97,24% dan pemegang saham lainnya yaitu PT Solusi Bangun
Beton (SBB) sebesar 2,76% dimana SBB dikendalikan oleh SBI sehingga penyebutan dalam
laporan keuangan 31 Maret 2026 pemegang saham CI dimiliki 100% oleh Perseroan (SBI).
c. Berkaitan dengan pertanyaan 7d, 8a, 8b, dan penyajian persentase kepemilikan Perseroan
atas seluruh anak perusahaan pada LK 31 Maret 2026, agar Perseroan mengonfirmasikan
kesesuaian penyajian persentase kepemilikan Perseroan atas masing-masing anak
perusahaan pada LK 31 Maret 2026. Mengingat berdasarkan paragraf 10 Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan (PSAK) 112 tentang Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain,
disebutkan bahwa entitas mengungkapkan informasi yang memungkinkan para pengguna
laporan keuangan konsolidasinya untuk memahami komposisi kelompok usaha.
Jawaban:
Persentase kepemilikan Perseroan atas seluruh anak perusahaan dapat dilihat pada diagram
dibawah ini:
d. Berkaitan dengan pertanyaan poin c, agar Perseroan menyampaikan rincian data kepemilikan
saham masing-masing anak perusahaan yang ada di dalam LK 31 Maret 2026 baik secara
langsung maupun tidak langsung.
Jawaban:
PT Solusi Bangun Beton (“SBB”)
Nilai Nominal
Persentase
Rp1.000.000 per saham
Keterangan (%)
Jumlah Saham Jumlah Nilai
(lembar) Nominal (Rp)
Modal Dasar
Jumlah Modal Dasar 4.000.000 4.000.000.000.000
7
Page 8
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
1. PT Solusi Bangun Indonesia Tbk 999.999 999.999.000.000 99,99
2.PT Kokar Mitra Usaha 1 1.000.000 0, 01
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor 1.000.000 1.000.000.000.000 100,00
Penuh
Jumlah Saham Dalam Portepel - -
PT Readymix Concrete Indonesia (“RCI”)
Nilai Nominal
Rp517.091,754 per saham Seri A
Rp951.530,46 per saham Seri B
Keterangan Persentase
Rp2.155.612 per saham Seri C
(%)
Jumlah Saham Jumlah Nilai
(lembar) Nominal (Rp)
Modal Dasar
Jumlah Modal Dasar 5.200 saham Seri A 2.688.878.400
34.800 saham Seri B 33.113.278.800
2.500 saham Seri C 5.389.030.000
Total Modal Dasar 41.191.187.200
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
1. PT Solusi Bangun Beton 5.199 saham Seri A 2.688.361.308 99,99
6.800 saham Seri B 6.470.410.800
2.500 saham Seri C 5.389.030.000
2. PT Solusi Bangun Indonesia Tbk 1 saham Seri A 517.092 0,01
Jumlah Modal Ditempatkan dan 14.500 14.548.319.200 100,00
Disetor Penuh
Jumlah Saham Dalam Portepel - -
PT Pendawa Lestari Perkasa (“PLP”)
Nilai Nominal
Rp1.000.000 per saham
Keterangan
Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal Persentase
(lembar) (Rp) (%)
Modal Dasar
Jumlah Modal Dasar 8.000 8.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
1. PT Solusi Bangun Beton 1.994 1.994.000.000 99,70
2. PT Solusi Bangun Indonesia Tbk 6 6.000.000 0,30
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor 2.000 2.000.000.000 100,00
Penuh
Jumlah Saham Dalam Portepel - -
8
Page 9
PT Solusi Bangun Andalas (“SBA”)
Nilai Nominal
Rp62.825 per saham
Keterangan
Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal Persentase
(lembar) (Rp) (%)
Modal Dasar
Jumlah Modal Dasar 1.948.140 122.391.895.500
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
1. PT Solusi Bangun Indonesia Tbk 1.948.040 122.385.613.000 99,99
2. PT Solusi Bangun Beton 100 6.282.500 0,01
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor 1.948.140 122.391.895.500 100,00
Penuh
Jumlah Saham Dalam Portepel - -
PT Aroma Cipta Anugrahtama (“ACA”)
Nilai Nominal
Rp500.000 per saham
Keterangan Persentase
Jumlah Saham Jumlah Nilai
(%)
(lembar) Nominal (Rp)
Modal Dasar
Jumlah Modal Dasar 2.000 1.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
1.PT Aroma Sejahtera Indonesia (ASI) 924 462.000.000 92,40
2.PT Ciptanugrah Indonesia (CI) 76 38.000.000 7,60
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor 1.000 500.000.000 100,00
Penuh
Jumlah Saham Dalam Portepel - -
PT Ciptanugrah Indonesia (“CI”)
Nilai Nominal
Rp100.000 per saham
Keterangan
Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal Persentase
(lembar) (Rp) (%)
Modal Dasar
Jumlah Modal Dasar 20.000 2.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
1. PT Solusi Bangun Indonesia Tbk 5.348 534.800.000 97,24
2. PT Solusi Bangun Beton 152 15.200.000 2,76
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor 5.500 550.000.000 100,00
Penuh
Jumlah Saham Dalam Portepel - -
9
Page 10
PT Aroma Sejahtera Indonesia (“ASI”)
Nilai Nominal
Rp100.000 per saham
Keterangan Persentase
Jumlah Saham Jumlah Nilai
(%)
(lembar) Nominal (Rp)
Modal Dasar
Jumlah Modal Dasar 10.000 1.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
1. PT Solusi Bangun Indonesia Tbk 4.675 467.500.000 98,94
2. PT Solusi Bangun Beton 50 5.000.000 1,06
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 4.725 472.500.000 100,00
Jumlah Saham Dalam Portepel - -
PT SBI Bangun Nusantara (“SBN”)
Nilai Nominal
Rp1.000.000 per saham
Keterangan Persentase
Jumlah Saham Jumlah Nilai
(%)
(lembar) Nominal (Rp)
Modal Dasar
Jumlah Modal Dasar 1.000 1.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
1.PT Aroma Sejahtera Indonesia 400 400.000.000 80,00
2.PT Aroma Cipta Anugrahtama 100 100.000.000 20,00
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 500 500.000.000 100,00
Jumlah Saham Dalam Portepel - -
9. Konfirmasi apakah pembubaran yang diikuti dengan likuidasi atas anak perusahaan Perseroan
merupakan bagian dari upaya pemenuhan ketentuan free float.
Jawaban:
Likuidasi ini dilakukan berdasarkan arahan pemegang saham mayoritas, PT Semen Indonesia
(Persero) Tbk, sebagai bagian dari proyek streamlining untuk merapikan struktur grup SIG. Aksi ini
bukan merupakan upaya pemenuhan ketentuan free float Perseroan.
10. Jelaskan informasi terkini atas opsi-opsi aksi korporasi yang pernah Perseroan sampaikan kepada
Publik dan/atau aksi korporasi baru yang belum pernah disampaikan kepada publik, dalam rangka
pemenuhan free float dengan melengkapi tabel di bawah ini:
Jawaban:
Opsi aksi korporasi dalam rangka pemenuhan free float hasil koordinasi Perseroan dengan induk
perusahaan (PT Semen Indonesia (Persero) Tbk) antara lain sebagai berikut:
10
Page 11
Persentase
Aksi Tahapan Kendala yang Kemungkinan Target Waktu
Skema Lengkap
Korporasi Terkini Dihadapi akan Pelaksanaan
Dieksekusi
Voluntary Delisting akan Akan Perubahan 40% 18/12/2026
Delisting menjadikan SBI dilakukan status PMDN
sebagai kajian menjadi PMA
perusahaan menyeluruh dan kebutuhan
tertutup. SIG oleh penyesuaian
akan Financial perizinan.
mengakuisisi Advisor atas
seluruh saham beberapa
publik (1,32%) opsi dalam
pemenuhan
kewajiban
Freefloat
Right Issue Rights Issue/ Akan Kondisi pasar 20% 18/12/2026
penerbitan dilakukan dan minat
saham baru kajian investor yang
untuk mencapai menyeluruh masih selektif,
minimum free oleh serta saham SBI
float; SIG tidak Financial sedang
berpartisipasi, Advisor atas disuspend
sementara TCC beberapa menjadi
mempertahanka opsi dalam tantangan
n kepemilikan pemenuhan dalam
minimal 15%. kewajiban pelaksanaan
Freefloat Rights Issue dan
kemungkinan
harga right issue
dibawah harga
saat akuisisi.
Secondary Secondary Akan Kondisi pasar, 20% 18/12/2026
Offering Offering melalui dilakukan minat investor
penjualan saham kajian yang selektif,
eksisting SIG menyeluruh dan status
kepada publik oleh suspensi saham
Financial SBI berpotensi
Advisor atas menyebabkan
beberapa harga
opsi dalam Secondary
pemenuhan Offering berada
kewajiban di bawah harga
Freefloat perolehan
historis
pemegang
saham.
11
Page 12
Persentase
Aksi Tahapan Kendala yang Kemungkinan Target Waktu
Skema Lengkap
Korporasi Terkini Dihadapi akan Pelaksanaan
Dieksekusi
Merger Merger Akan Kompleksitas 20% 18/12/2026
Perseroan dilakukan transaksi,
dengan PT kajian kebutuhan
Semen Indonesia menyeluruh berbagai
(Persero) Tbk oleh persetujuan, dan
(SIG) atau PT Financial waktu
Semen Baturaja Advisor atas implementasi
(Persero) Tbk beberapa yang panjang.
(SMBR) sebagai opsi dalam
upaya pemenuhan
konsolidasi bisnis kewajiban
dalam Grup SIG Freefloat
sehingga
suspend yang
dikenakan di
entitas SIG Group
bisa dieliminasi
Total 100%
11. Rencana tindakan korporasi dalam periode 12 bulan ke depan.
Jawaban:
Dengan mempertimbangkan kajian menyeluruh atas opsi opsi yang terbaik sebagiaimana
tercantum pada poin No 10 di atas, untuk upaya pemenuhan free float saham Perseroan
ditargetkan akan mendapatkan persetujuan dari internal pengurus (Direksi dan Dewan Komisaris)
induk perusahaan (PT Semen Indonesia (Persero) Tbk) pada minggu pertama bulan Agustus 2026.
Berikut adalah timeline pemenuhan ketentuan free float SBI
12. Informasi fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek
Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik (jika ada).
Jawaban:
Selain daripada informasi yang telah kami ungkapkan di atas pada saat ini tidak terdapat kejadian,
informasi atau fakta material/kejadian penting lain yang belum kami ungkapkan kepada publik.
12
Page 13
Demikian penjelasan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya kami mengucapkan terima
kasih.
Hormat kami.
PT Solusi Bangun Indonesia, Tbk
Asruddin
Direktur
Tembusan:
- Direksi Perseroan
13
Names mentioned 19 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Aroma Cipta Anugrahtama
p.1 ×4
unresolved
org
PT Aroma Sejahtera Indonesia
p.1 ×7
unresolved
org
PT Ciptanugrah Indonesia
p.1 ×6
unresolved
org
PT Solusi Bangun Beton
p.4 ×11
unresolved
person
M. Istifaul Amin
· Direktur
p.5
unresolved
org
Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara Republik Indonesia
p.5
unresolved
org
PT Kokar Mitra
p.8
unresolved
org
PT Readymix Concrete Indonesia
p.8
unresolved
org
PT Pendawa Lestari Perkasa
p.8
unresolved
org
PT SBI Bangun Nusantara
p.10
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.