Skip to content
Back to announcement

20260610_SMCB_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32099887_lamp1.pdf

Other Text extracted SMCB

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 13

Page 1
 No         :    161/LGRC/SBI/VI/2026                                   Jakarta, 10 Juni 2026

 Lampiran   :    -

 Perihal    :    Jawaban atas Surat Nomor S-06556/BEI.PP3/06-2026
                 perihal Permintaan Penjelasan PT Solusi Bangun Indonesia
                 Tbk (“Perseroan”)



Kepada Yth
Direksi Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1 Lt. 14
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52-53
Jakarta
Up. Direktur Penilaian Perusahaan


Dengan hormat,
   0
Merujuk pada surat yang kami terima dari Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. S-06556/BEI.PP3/06-
2026 tanggal 5 Juni 2026 perihal Permintaan Penjelasan atas:
     Surat Perseroan nomor 141/LGRC/SBI/V/2025 tanggal 20 Mei 2026 terkait Pembubaran yang
        Diikuti dengan Likuidasi atas Anak Perusahaan Perseroan yang Tidak Beroperasi (Keterbukaan
        Informasi tanggal 20 Mei 2026)
     Laporan Keuangan Interim 31 Maret 2026 (LK 31 Maret 2026)
yang kami terima melalui Sistem Pelaporan Elektronik pada tanggal 8 Juni 2026, bersama ini kami
sampaikan jawaban Perseroan, sebagai berikut:


1. Konfirmasi apakah transaksi pembubaran yang diikuti dengan likuidasi atas anak perusahaan
   Perseroan yang tidak beroperasi dikategorikan sebagai transaksi material sebagaimana Peraturan
   Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
   Perubahan Kegiatan Usaha.
   Jawaban:
   Pembubaran yang diikuti dengan likuidasi anak perusahaan Perseroan yaitu PT Aroma Cipta
   Anugrahtama (“ACA”), PT Aroma Sejahtera Indonesia (“ASI”), PT Ciptanugrah Indonesia (“CI”),
   bukan merupakan transaksi material sesuai POJK No. 17/POJK.04/2020, dikarenakan tindakan
   tersebut merupakan peristiwa hukum dan proses hukum yang menempatkan ACA, ASI dan CI
   dalam fase pemberesan, dan bukan merupakan suatu transaksi.
   Lebih lanjut, dalam hal likuidator melakukan penjualan aset Perusahaan dalam konteks
   pemberesan, tindakan tersebut juga bukan merupakan transaksi material sesuai POJK No.
   17/POJK.04/2020.

   Berdasarkan laporan posisi keuangan masing-masing entitas per 31 Desember 2025 (audited),
   total aset ACA, ASI, dan CI secara agregat adalah sebesar Rp38.598 juta atau sekitar Rp38,6 miliar.
   Sementara itu, total ekuitas konsolidasian Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebesar
   Rp13.204.619 juta atau sekitar Rp13,2 triliun, sehingga nilai 20% dari ekuitas Perseroan adalah
   sebesar Rp2.640.924 juta atau sekitar Rp2,64 triliun.




                                                                                                    1
Page 2
   Dengan demikian, nilai aset ketiga entitas yang akan dibubarkan dan dilikuidasi tersebut hanya
   sekitar 0,29% dari total ekuitas Perseroan, sehingga berada jauh di bawah ambang batas Transaksi
   Material sebagaimana diatur dalam POJK No. 17/POJK.04/2020. Oleh karena itu, transaksi
   dimaksud bukan merupakan Transaksi Material.


2. Konfirmasi apakah transaksi pembubaran yang diikuti dengan likuidasi atas anak perusahaan
   Perseroan yang tidak beroperasi dikategorikan sebagai transaksi afiliasi sebagaimana Peraturan
   Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
   Benturan Kepentingan.
   Jawaban:
   Sejalan dengan jawaban kami pada No. 1 di atas, pembubaran yang diikuti dengan likuidasi atas
   ACA, ASI dan CI bukan merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No.
   42/POJK.04/2020, dikarenakan tindakan tersebut merupakan peristiwa hukum dan proses
   hukum yang menempatkan ACA, ASI, dan CI dalam fase pemberesan, dan bukan merupakan suatu
   transaksi. Lebih lanjut, untuk konteks pembayaran sisa kekayaan hasil likuidasi kepada pemegang
   saham, pembayaran tersebut dilakukan sebagai akibat hukum adanya proses pembubaran,
   likuidasi, dan pemberesan harta kekayaan Perseroan, dan bukan akibat adanya suatu transaksi
   yang dilakukan antara ACA, ASI dan CI dan masing-masing pemegang sahamnya.

   Sebagai informasi tambahan, pembubaran dan likuidasi ini dilakukan murni karena ketiga anak
   perusahaan tersebut saat ini tidak lagi beroperasi secara komersial dan sesuai dengan arahan dari
   pemegang saham pengendali/ mayoritas dalam hal ini PT Semen Indonesia (Persero) Tbk No.
   007913/KS.08.02/SUP/50067341/2000/05.2026 tanggal 13 Mei 2026 Perihal “Arahan
   Pemegang Saham Mayoritas terkait Pembubaran yang diikuti Likuidasi terhadap Kelompok Usaha
   PT Solusi Bangun Indonesia Tbk”. Hal ini sejalan dengan program Penataan (Streamlining) Entitas
   SIG Group yang diamanatkan oleh Danantara.


3. Penjelasan, pertimbangan, dan alasan dilakukannya pembubaran yang diikuti dengan likuidasi
   atas anak perusahaan Perseroan yang tidak beroperasi.
   Jawaban:
   Pembubaran yang diikuti dengan likuidasi atas anak perusahaan Perseroan yang tidak beroperasi
   dilakukan sebagai bagian dari Proyek Penataan/ Streamlining Entitas SIG Group, berdasarkan
   arahan pemegang saham mayoritas Perseroan, yaitu PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Arahan
   tersebut antara lain tercantum dalam Surat Arahan Pemegang Saham Mayoritas No.
   000828/OT.05/SUP/50067341/2000/04.2026 perihal “Arahan Pemegang Saham Mayoritas
   terkait Penataan (Streamlining) Entitas SIG Group”, serta ditindaklanjuti melalui Surat No.
   007913/KS.08.02/SUP/50067341/2000/05.2026 perihal “Arahan Pemegang Saham Mayoritas
   terkait Pembubaran yang diikuti Likuidasi terhadap Kelompok Usaha PT Solusi Bangun Indonesia
   Tbk.”

   Aksi korporasi tersebut dilakukan terhadap entitas anak yang tidak lagi beroperasi aktif, yaitu ACA,
   ASI dan CI, dengan tujuan menyederhanakan dan merapikan struktur grup agar lebih efektif dan
   efisien.




                                                                                                       2
Page 3
4. Pernyataan manajemen terkait kelangsungan usaha Perseroan atas pembubaran yang diikuti
   dengan likuidasi anak perusahaan Perseroan yang tidak beroperasi.
   Jawaban:
   Manajemen Perseroan menyatakan bahwa pembubaran yang diikuti dengan likuidasi atas anak
   perusahaan Perseroan yang tidak beroperasi, yaitu ACA, ASI, dan CI, tidak berdampak terhadap
   kelangsungan usaha Perseroan.
   Pernyataan tersebut telah tertuang dalam dokumen Keterbukaan Informasi Perseroan No.
   141/LGRC/SBI/V/2025 perihal “Pembubaran yang diikuti dengan Likuidasi atas anak perusahaan
   Perseroan yang tidak beroperasi”, yang menyatakan bahwa tidak terdapat dampak pada kegiatan
   operasional, hukum, keuangan, dan kelangsungan usaha Perseroan.
   Aksi korporasi tersebut dilakukan dalam rangka Proyek Penataan/ Streamlining Entitas SIG Group
   atas perusahaan yang tidak beroperasi aktif, berdasarkan arahan pemegang saham mayoritas
   Perseroan, yaitu PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, serta telah disetujui melalui keputusan sirkuler
   pemegang saham masing-masing entitas anak.


5. Berdasarkan LK 31 Maret 2026, PT Aroma Cipta Anugrahtama (ACA), salah satu perusahaan yang
   akan dibubarkan, beroperasi secara komersial pada tahun 2000. Sedangkan berdasarkan
   keterbukaan informasi 20 Mei 2026, terdapat informasi bahwa ACA sudah tidak beroperasi.
   Sehubungan dengan hal tersebut, agar Perseroan mengonfirmasikan perbedaan informasi terkait
   status operasional ACA.
   Jawaban:
   ACA sebelumnya pernah menjalankan kegiatan usaha secara komersial. Namun, sejak tahun
   2022 seiring dengan model perubahan operasional bisnis perseroan, ACA tidak lagi melakukan
   kegiatan operasional maupun aktivitas usaha komersial yang menghasilkan pendapatan. Sejak
   saat itu, aktivitas ACA terbatas pada pemeliharaan aspek administratif dan kepatuhan korporasi,
   sehingga dalam Keterbukaan Informasi tanggal 20 Mei 2026 ACA dikategorikan sebagai entitas
   yang tidak beroperasi aktif.


6. Berdasarkan LK 31 Maret 2026, PT Ciptanugrah Indonesia (CI), salah satu perusahaan yang akan
   dibubarkan, beroperasi secara komersial pada tahun 2018. Sedangkan berdasarkan keterbukaan
   informasi tanggal 20 Mei 2026, terdapat informasi bahwa CI sudah tidak beroperasi.
   Sehubungan dengan hal tersebut, agar Perseroan mengonfirmasikan perbedaan informasi terkait
   status operasional CI.
   Jawaban:
   CI sebelumnya pernah menjalankan kegiatan usaha secara komersial. Namun, sejak tahun 2020,
   seiring dengan model perubahan operasional bisnis perseroan, CI tidak lagi menjalankan kegiatan
   operasional maupun aktivitas usaha komersial yang menghasilkan pendapatan. Sejak saat itu,
   aktivitas CI terbatas pada pemeliharaan aspek administratif dan kepatuhan korporasi, sehingga
   dalam Keterbukaan Informasi tanggal 20 Mei 2026 CI dikategorikan sebagai entitas yang tidak
   beroperasi aktif.

7. Berdasarkan keterbukaan informasi 20 Mei 2026, terdapat informasi bahwa pemegang saham ACA
   adalah PT Aroma Sejahtera Indonesia (ASI) dan PT Ciptanugrah Indonesia (CI). Sehubungan dengan
   hal tersebut, agar dijelaskan:
   a. Berdasarkan LK 31 Maret 2026, ASI merupakan anak perusahaan Perseroan yang belum
        beroperasi secara komersial. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan pertimbangan
        ASI (perusahaan yang belum beroperasi) dapat menjadi pemegang saham ACA.




                                                                                                         3
Page 4
     Jawaban:
     ASI tercatat sebagai pemegang saham ACA berdasarkan struktur kepemilikan yang telah ada
     sejak sebelum Perseroan mengakuisisi Grup Lafarge pada tahun 2016. Status ASI sebagai
     entitas yang belum beroperasi secara komersial merujuk pada tidak adanya kegiatan usaha
     operasional yang menghasilkan pendapatan dan tidak mempengaruhi kedudukannya sebagai
     badan hukum yang sah untuk memiliki investasi berupa penyertaan saham pada entitas lain
     yaitu ACA.

b. Latar belakang ASI belum beroperasi.
   Jawaban:
   ASI tercatat sebagai pemegang saham ACA berdasarkan struktur kepemilikan yang telah ada
   sejak sebelum Perseroan mengakuisisi Grup Lafarge pada tahun 2016. Sejak menjadi bagian
   dari Grup Perseroan, ASI tidak menjalankan kegiatan usaha operasional yang menghasilkan
   pendapatan sehingga dikategorikan sebagai entitas yang belum beroperasi secara komersial.

c.   Pemegang saham, pengendali, dan pemilik manfaat ASI dengan melengkapi tabel di bawah ini:
     Jawaban:

                                                          Nilai Nominal
                                                     Rp100.000 per saham
                   Keterangan                     Jumlah                               Persentase
                                                                    Jumlah Nilai
                                                  Saham                                    (%)
                                                                    Nominal (Rp)
                                                 (lembar)
     Modal Dasar
     Jumlah Modal Dasar                              10.000        1.000.000.000
     Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
     1. PT Solusi Bangun Indonesia Tbk                4.675          467.500.000              98,94
     2. PT Solusi Bangun Beton                           50            5.000.000               1,06
     Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor             4.725          472.500.000          100,00
     Penuh
     Jumlah Saham Dalam Portepel                           -                       -
     Pengendali ASI                              PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

                                                 Rizki Kresno Edhie Hambali, Direktur Utama
                                                 PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (Pemegang
     Pemilik manfaat ASI                         Saham Pengendali ASI)




d.   Berdasarkan LK 31 Maret 2026, persentase kepemilikan Perseroan atas ASI sebesar 100%.
     Sedangkan berdasarkan keterbukaan informasi 20 Mei 2026, terdapat informasi bahwa
     pemegang saham ASI adalah Perseroan dan PT Solusi Bangun Beton (SBB).
     Sehubungan dengan hal tersebut, agar Perseroan menginformasikan perbedaan informasi
     terkait susunan pemegang saham ASI.
     Jawaban:
     Merujuk pada jawaban poin d diatas kepemilikan saham ASI mayoritas dimiliki oleh PT Solusi
     Bangun Indonesia Tbk (“SBI”) sebesar 98,94% dan pemegang saham lainnya yaitu PT Solusi
     Bangun Beton (SBB) sebesar 1,06% dimana SBB dikendalikan oleh SBI sehingga penyebutan
     dalam laporan keuangan 31 Maret 2026 pemegang saham ASI dimiliki 100% oleh Perseroan
     (SBI)




                                                                                                  4
Page 5
   e.    Susunan Direksi dan Dewan Komisaris ASI dengan melengkapi tabel berikut ini:
         Jawaban:

                                Direksi                                     Jabatan
          M. Istifaul Amin                                  Direktur


                          Dewan Komisaris                                 Jabatan
           Soni Asrul Sani*                                 Komisaris
        * Beliau telah mengundurkan diri, namun belum dapat dilakukan perubahan pengurus karena
         belum mendapatkan arahan dari Danantara dan SIG.
          Merujuk pada surat Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara Republik Indonesia
         Nomor: S-049/DI-BP/VI/2025 tanggal 23 Juni 2025 nomor 1b bahwa seluruh BUMN, Anak
         Perusahaan BUMN (“AP”), dan Cucu Perusahaan BUMN (“CP”) tidak diperkenankan
         melakukan agenda Perubahan Pengurus dalam penyelenggaraan RUPS Tahunan sampai
         adanya evaluasi secara menyeluruh oleh BPI Danantara atau DAM. Hingga saat ini Perseroan
         (SBI) belum mendapat arahan untuk melakukan perubahan Pengurus ASI.

   f. Ikhtisar keuangan ASI dengan melengkapi tabel di bawah ini (jika ada).
       Jawaban:

         ASI Induk saja - Dalam Rp. ribu      2023                   2024                  2025
         Aset                                520.604               520.604                520.604
         Liabilitas                          378.566               429.896                819.093
         Ekuitas                             142.038                27.708               -298.489
         Pendapatan                             -                      -                     -
         Beban Jasa Audit                   -111.000              -114.330               -326.197
         Laba Operasi                       -111.000              -114.330               -326.197
         Laba Bersih                        -111.000              -114.330               -326.197
         Arus Kas Operasi                      n/a                    n/a                   n/a

   g. Sumber pendapatan untuk membiayai fixed cost (seperti gaji manajemen, utilitas, dan
      sejenisnya), mengingat ASI merupakan perusahaan yang belum beroperasi.
      Jawaban:
      ASI tidak menjalankan kegiatan operasional maupun kegiatan usaha yang menghasilkan
      pendapatan, sehingga tidak memiliki fixed cost yang signifikan seperti gaji manajemen, utilitas,
      dan biaya operasional sejenisnya. Aktivitas ASI terbatas pada pemenuhan kewajiban
      administratif dan kepatuhan korporasi.


8. Sehubungan dengan ACA, CI, dan anak perusahaan Perseroan yang lain sebagaimana LK 31
   Maret 2026, agar dijelaskan:
   a. Berdasarkan LK 31 Maret 2026, persentase kepemilikan Perseroan atas ACA sebesar 100%.
      Sedangkan berdasarkan keterbukaan informasi 20 Mei 2026, terdapat informasi bahwa
      pemegang saham ACA adalah ASI dan CI.
      Sehubungan dengan hal tersebut, agar Perseroan mengonfirmasikan perbedaan informasi
      terkait susunan pemegang saham ACA.




                                                                                                         5
Page 6
     Jawaban:

                                                           Nilai Nominal
                                                      Rp500.000 per saham
                     Keterangan                                                            Persentase
                                                Jumlah Saham          Jumlah Nilai
                                                                                               (%)
                                                  (lembar)           Nominal (Rp)
 Modal Dasar
 Jumlah Modal Dasar                                       2.000        1.000.000.000
 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
 1.PT Aroma Sejahtera Indonesia (ASI)                      924          462.000.000             92,40
 2.PT Ciptanugrah Indonesia (CI)                             76             38.000.000               7,60

 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh               1000          500.000.000            100,00

 Jumlah Saham Dalam Portepel                                  -                      -
 Pengendali ACA                               PT Aroma Sejahtera Indonesia (ASI)

                                              Rizki Kresno Edhie Hambali, Direktur Utama PT Solusi
                                              Bangun Indonesia Tbk (Pemegang Saham Pengendali
 Pemilik Manfaat ACA                          ACA)


     Merujuk pada tabel diatas kepemilikan saham ACA mayoritas dimiliki oleh ASI sebesar
     92,40% dan pemegang saham lainnya yaitu CI sebesar 7,60% dimana ACA dan ASI
     dikendalikan oleh SBI sehingga penyebutan dalam laporan keuangan 31 Maret 2026
     pemegang saham ACA dimiliki 100% oleh Perseroan.

b.   Berdasarkan LK 31 Maret 2026, persentase kepemilikan Perseroan atas CI sebesar 100%.
     Sedangkan berdasarkan keterbukaan informasi tanggal 20 Mei 2026, terdapat informasi
     bahwa pemegang saham CI adalah Perseroan dan SBB.
     Sehubungan dengan hal tersebut, agar Perseroan mengonfirmasikan perbedaan informasi
     terkait susunan pemegang saham CI.
     Jawaban:
                                                    Nilai Nominal
                                                    Rp100.000 per saham
      Keterangan                                  Jumlah
                                                                  Jumlah Nilai           Persentase
                                                  Saham
                                                                  Nominal (Rp)                 (%)
                                                 (lembar)
     Modal Dasar
     Jumlah Modal Dasar                        20.000             2.000.000.000

     Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
     1. PT Solusi Bangun Indonesia Tbk         5.348              534.800.000                97,24
     2. PT Solusi Bangun Beton                   152              15.200.000                  2,76

     Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 5.500             550.000.000                100,00

     Jumlah Saham Dalam Portepel                   -                    -

     Pengendali CI                                 PT Solusi Bangun Indonesia Tbk
                                                   Rizki Kresno Edhie Hambali, Direktur Utama PT
                                                   Solusi Bangun Indonesia Tbk (Pemegang Saham
     Pemilik Manfaat CI                            Pengendali ASI)




                                                                                                        6
Page 7
     Merujuk pada tabel diatas kepemilikan saham CI mayoritas dimiliki oleh PT Solusi Bangun
     Indonesia Tbk (“SBI”) sebesar 97,24% dan pemegang saham lainnya yaitu PT Solusi Bangun
     Beton (SBB) sebesar 2,76% dimana SBB dikendalikan oleh SBI sehingga penyebutan dalam
     laporan keuangan 31 Maret 2026 pemegang saham CI dimiliki 100% oleh Perseroan (SBI).

c.   Berkaitan dengan pertanyaan 7d, 8a, 8b, dan penyajian persentase kepemilikan Perseroan
     atas seluruh anak perusahaan pada LK 31 Maret 2026, agar Perseroan mengonfirmasikan
     kesesuaian penyajian persentase kepemilikan Perseroan atas masing-masing anak
     perusahaan pada LK 31 Maret 2026. Mengingat berdasarkan paragraf 10 Pernyataan Standar
     Akuntansi Keuangan (PSAK) 112 tentang Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain,
     disebutkan bahwa entitas mengungkapkan informasi yang memungkinkan para pengguna
     laporan keuangan konsolidasinya untuk memahami komposisi kelompok usaha.
     Jawaban:
     Persentase kepemilikan Perseroan atas seluruh anak perusahaan dapat dilihat pada diagram
     dibawah ini:




d. Berkaitan dengan pertanyaan poin c, agar Perseroan menyampaikan rincian data kepemilikan
   saham masing-masing anak perusahaan yang ada di dalam LK 31 Maret 2026 baik secara
   langsung maupun tidak langsung.
   Jawaban:

     PT Solusi Bangun Beton (“SBB”)
                                                       Nilai Nominal
                                                                                 Persentase
                                                  Rp1.000.000 per saham
                Keterangan                                                           (%)
                                            Jumlah Saham       Jumlah Nilai
                                              (lembar)         Nominal (Rp)
 Modal Dasar
 Jumlah Modal Dasar                              4.000.000   4.000.000.000.000




                                                                                                7
Page 8
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
1. PT Solusi Bangun Indonesia Tbk                     999.999          999.999.000.000              99,99
2.PT Kokar Mitra Usaha                                       1               1.000.000              0, 01
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor                 1.000.000        1.000.000.000.000           100,00
Penuh
Jumlah Saham Dalam Portepel                                   -                       -


   PT Readymix Concrete Indonesia (“RCI”)

                                                      Nilai Nominal
                                            Rp517.091,754 per saham Seri A
                                             Rp951.530,46 per saham Seri B
         Keterangan                                                                           Persentase
                                             Rp2.155.612 per saham Seri C
                                                                                                  (%)
                                          Jumlah Saham               Jumlah Nilai
                                             (lembar)               Nominal (Rp)
Modal Dasar
Jumlah Modal Dasar                           5.200 saham Seri A           2.688.878.400
                                            34.800 saham Seri B          33.113.278.800
                                             2.500 saham Seri C           5.389.030.000
Total Modal Dasar                                                        41.191.187.200
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
1. PT Solusi Bangun Beton                    5.199 saham Seri A           2.688.361.308             99,99
                                             6.800 saham Seri B           6.470.410.800
                                             2.500 saham Seri C           5.389.030.000
2. PT Solusi Bangun Indonesia Tbk                1 saham Seri A                517.092               0,01
Jumlah Modal        Ditempatkan     dan                  14.500          14.548.319.200           100,00
Disetor Penuh
Jumlah Saham Dalam Portepel                                       -                   -


  PT Pendawa Lestari Perkasa (“PLP”)

                                                           Nilai Nominal
                                                      Rp1.000.000 per saham
              Keterangan
                                               Jumlah Saham        Jumlah Nilai Nominal        Persentase
                                                 (lembar)                 (Rp)                     (%)
Modal Dasar
Jumlah Modal Dasar                                        8.000             8.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
1. PT Solusi Bangun Beton                                 1.994             1.994.000.000           99,70
2. PT Solusi Bangun Indonesia Tbk                                 6             6.000.000            0,30
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor                      2.000             2.000.000.000         100,00
Penuh
Jumlah Saham Dalam Portepel                                       -                       -




                                                                                                            8
Page 9
  PT Solusi Bangun Andalas (“SBA”)

                                                  Nilai Nominal
                                               Rp62.825 per saham
              Keterangan
                                       Jumlah Saham       Jumlah Nilai Nominal             Persentase
                                         (lembar)                 (Rp)                         (%)
Modal Dasar
Jumlah Modal Dasar                               1.948.140           122.391.895.500
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
1. PT Solusi Bangun Indonesia Tbk                1.948.040           122.385.613.000            99,99
2. PT Solusi Bangun Beton                                100               6.282.500             0,01
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor             1.948.140           122.391.895.500          100,00
Penuh
Jumlah Saham Dalam Portepel                                -                          -


  PT Aroma Cipta Anugrahtama (“ACA”)

                                                     Nilai Nominal
                                                 Rp500.000 per saham
Keterangan                                                                                Persentase
                                            Jumlah Saham      Jumlah Nilai
                                                                                              (%)
                                              (lembar)        Nominal (Rp)
Modal Dasar
Jumlah Modal Dasar                             2.000           1.000.000.000

Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
1.PT Aroma Sejahtera Indonesia (ASI)             924           462.000.000                    92,40
2.PT Ciptanugrah Indonesia (CI)                   76               38.000.000                   7,60
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor           1.000           500.000.000                   100,00
Penuh
Jumlah Saham Dalam Portepel             -                      -


  PT Ciptanugrah Indonesia (“CI”)

                                                  Nilai Nominal
                                               Rp100.000 per saham
              Keterangan
                                       Jumlah Saham       Jumlah Nilai Nominal            Persentase
                                         (lembar)                 (Rp)                        (%)
Modal Dasar
Jumlah Modal Dasar                                  20.000            2.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
1. PT Solusi Bangun Indonesia Tbk                      5.348            534.800.000             97,24
2. PT Solusi Bangun Beton                               152              15.200.000              2,76
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor                   5.500            550.000.000           100,00
Penuh
Jumlah Saham Dalam Portepel                                -                      -




                                                                                                        9
Page 10
       PT Aroma Sejahtera Indonesia (“ASI”)

                                                              Nilai Nominal
                                                         Rp100.000 per saham
                     Keterangan                                                             Persentase
                                                   Jumlah Saham          Jumlah Nilai
                                                                                                (%)
                                                     (lembar)           Nominal (Rp)
     Modal Dasar
     Jumlah Modal Dasar                                    10.000         1.000.000.000
     Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
     1. PT Solusi Bangun Indonesia Tbk                       4.675         467.500.000           98,94
     2. PT Solusi Bangun Beton                                  50            5.000.000           1,06

     Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh              4.725         472.500.000          100,00

     Jumlah Saham Dalam Portepel                                 -                      -


       PT SBI Bangun Nusantara (“SBN”)

                                                              Nilai Nominal
                                                        Rp1.000.000 per saham
                     Keterangan                                                             Persentase
                                                   Jumlah Saham          Jumlah Nilai
                                                                                                (%)
                                                     (lembar)           Nominal (Rp)
     Modal Dasar
     Jumlah Modal Dasar                                      1.000        1.000.000.000
     Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
     1.PT Aroma Sejahtera Indonesia                           400          400.000.000           80,00
     2.PT Aroma Cipta Anugrahtama                             100          100.000.000           20,00

     Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh               500          500.000.000          100,00

     Jumlah Saham Dalam Portepel                                 -                      -



9. Konfirmasi apakah pembubaran yang diikuti dengan likuidasi atas anak perusahaan Perseroan
   merupakan bagian dari upaya pemenuhan ketentuan free float.
   Jawaban:
   Likuidasi ini dilakukan berdasarkan arahan pemegang saham mayoritas, PT Semen Indonesia
   (Persero) Tbk, sebagai bagian dari proyek streamlining untuk merapikan struktur grup SIG. Aksi ini
   bukan merupakan upaya pemenuhan ketentuan free float Perseroan.


10. Jelaskan informasi terkini atas opsi-opsi aksi korporasi yang pernah Perseroan sampaikan kepada
    Publik dan/atau aksi korporasi baru yang belum pernah disampaikan kepada publik, dalam rangka
    pemenuhan free float dengan melengkapi tabel di bawah ini:
    Jawaban:
    Opsi aksi korporasi dalam rangka pemenuhan free float hasil koordinasi Perseroan dengan induk
    perusahaan (PT Semen Indonesia (Persero) Tbk) antara lain sebagai berikut:




                                                                                                     10
Page 11
                                                                        Persentase
  Aksi                              Tahapan        Kendala yang        Kemungkinan   Target Waktu
              Skema Lengkap
Korporasi                            Terkini         Dihadapi              akan      Pelaksanaan
                                                                        Dieksekusi
Voluntary     Delisting akan       Akan           Perubahan           40%            18/12/2026
Delisting     menjadikan SBI       dilakukan      status     PMDN
              sebagai              kajian         menjadi     PMA
              perusahaan           menyeluruh     dan kebutuhan
              tertutup. SIG        oleh           penyesuaian
              akan                 Financial      perizinan.
              mengakuisisi         Advisor atas
              seluruh saham        beberapa
              publik (1,32%)       opsi dalam
                                   pemenuhan
                                   kewajiban
                                   Freefloat

Right Issue   Rights      Issue/   Akan           Kondisi     pasar   20%            18/12/2026
              penerbitan           dilakukan      dan         minat
              saham         baru   kajian         investor     yang
              untuk mencapai       menyeluruh     masih selektif,
              minimum       free   oleh           serta saham SBI
              float; SIG tidak     Financial      sedang
              berpartisipasi,      Advisor atas   disuspend
              sementara TCC        beberapa       menjadi
              mempertahanka        opsi dalam     tantangan
              n     kepemilikan    pemenuhan      dalam
              minimal 15%.         kewajiban      pelaksanaan
                                   Freefloat      Rights Issue dan
                                                  kemungkinan
                                                  harga right issue
                                                  dibawah harga
                                                  saat akuisisi.

Secondary     Secondary            Akan           Kondisi pasar,      20%            18/12/2026
Offering      Offering melalui     dilakukan      minat investor
              penjualan saham      kajian         yang selektif,
              eksisting     SIG    menyeluruh     dan status
              kepada publik        oleh           suspensi saham
                                   Financial      SBI berpotensi
                                   Advisor atas   menyebabkan
                                   beberapa       harga
                                   opsi dalam     Secondary
                                   pemenuhan      Offering berada
                                   kewajiban      di bawah harga
                                   Freefloat      perolehan
                                                  historis
                                                  pemegang
                                                  saham.




                                                                                          11
Page 12
                                                                            Persentase
  Aksi                                Tahapan          Kendala yang        Kemungkinan         Target Waktu
               Skema Lengkap
Korporasi                              Terkini           Dihadapi              akan            Pelaksanaan
                                                                            Dieksekusi
Merger        Merger                Akan             Kompleksitas         20%                 18/12/2026
              Perseroan             dilakukan        transaksi,
              dengan          PT    kajian           kebutuhan
              Semen Indonesia       menyeluruh       berbagai
              (Persero)     Tbk     oleh             persetujuan, dan
              (SIG) atau PT         Financial        waktu
              Semen Baturaja        Advisor atas     implementasi
              (Persero)     Tbk     beberapa         yang panjang.
              (SMBR) sebagai        opsi dalam
              upaya                 pemenuhan
              konsolidasi bisnis    kewajiban
              dalam Grup SIG        Freefloat
              sehingga
              suspend      yang
              dikenakan        di
              entitas SIG Group
              bisa dieliminasi
                                                     Total                100%


 11. Rencana tindakan korporasi dalam periode 12 bulan ke depan.
     Jawaban:
     Dengan mempertimbangkan kajian menyeluruh atas opsi opsi yang terbaik sebagiaimana
     tercantum pada poin No 10 di atas, untuk upaya pemenuhan free float saham Perseroan
     ditargetkan akan mendapatkan persetujuan dari internal pengurus (Direksi dan Dewan Komisaris)
     induk perusahaan (PT Semen Indonesia (Persero) Tbk) pada minggu pertama bulan Agustus 2026.
     Berikut adalah timeline pemenuhan ketentuan free float SBI




 12. Informasi fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek
     Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik (jika ada).
     Jawaban:
     Selain daripada informasi yang telah kami ungkapkan di atas pada saat ini tidak terdapat kejadian,
     informasi atau fakta material/kejadian penting lain yang belum kami ungkapkan kepada publik.




                                                                                                     12
Page 13
Demikian penjelasan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya kami mengucapkan terima
kasih.


Hormat kami.
PT Solusi Bangun Indonesia, Tbk




Asruddin
Direktur

Tembusan:
- Direksi Perseroan




                                                                                             13

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.72 MB
Published10 Jun 2026
Pages13
Characters36,702
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 19 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Solusi Bangun Indonesia Tbk p.1 ×55
linked person Rizki Kresno Edhie Hambali p.4 ×3
linked person Soni Asrul Sani p.5
linked org PT Solusi Bangun Andalas p.9
linked org Semen Baturaja p.12
possible org Bursa Efek Indonesia p.1 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.1 ×3
possible org Semen Indonesia (Persero) Tbk p.2 ×18
possible person Asruddin · Direktur p.13
unresolved org PT Aroma Cipta Anugrahtama p.1 ×4
unresolved org PT Aroma Sejahtera Indonesia p.1 ×7
unresolved org PT Ciptanugrah Indonesia p.1 ×6
unresolved org PT Solusi Bangun Beton p.4 ×11
unresolved person M. Istifaul Amin · Direktur p.5
unresolved org Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara Republik Indonesia p.5
unresolved org PT Kokar Mitra p.8
unresolved org PT Readymix Concrete Indonesia p.8
unresolved org PT Pendawa Lestari Perkasa p.8
unresolved org PT SBI Bangun Nusantara p.10

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result