Skip to content
Back to announcement

20241101_SPTO_Informasi Transaksi Afiliasi_31752159_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review SPTO

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 42

Page 1
                 LAPORAN
  01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024


      PENDAPAT KEWAJARAN
    ATAS RENCANA TRANSAKSI
 PEMBELIAN TANAH DAN BANGUNAN

                   OLEH
           PT SURYA PERTIWI TBK




                        Oleh


KJPP FELIX SUTANDAR DAN REKAN
       Certified Business and Assets Appraisers
Page 2
Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024               Jakarta, 30 Oktober 2024

Kepada Yth.
Direksi
PT SURYA PERTIWI TBK
Wisma 81 TOTO Office Building
Jalan Letjen S Parman Kav.81
Jakarta Barat 11420.

Perihal : Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Pembelian Tanah dan
          Bangunan

Dengan Hormat,

Merujuk pada Surat Penugasan No. 0429/FSR/Spn/FS/2008/2024 tanggal 20 Agustus
2024 yang telah disetujui oleh manajemen PT Surya Pertiwi Tbk (“SPTO” atau
“Perseroan”) perihal Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Pembelian Tanah
dan Bangunan (untuk selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”), maka bersama ini
kami sampaikan laporan mengenai Pendapat Kewajaran tersebut (“Laporan”).


Status Penilai

Pendapat Kewajaran ini dilakukan oleh Penilai Independen dengan kualifikasi sebagai
berikut:
Kualifikasi    :   Properti dan Bisnis
Ijin Penilai   :   PB-1.08.00022
STTD           :   STTD.PPB-31/PJ-1/PM.02/2023
MAPPI          :   81-S-00017
No. Register   :   RMK-2017.00022

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini, Penilai menjunjung tinggi
integritas, bertindak secara objektif dan tidak memihak serta tidak mempunyai potensi
benturan kepentingan dengan pihak-pihak yang terlibat dengan Rencana Transaksi.
Penilai memiliki kompetensi dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini dan
menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh.


Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam hal ini adalah:

Nama                 : PT Surya Pertiwi Tbk
Bidang usaha         : Distribusi bahan konstruksi porselen dan perlengkapan rumah
                       tangga
Alamat               : Wisma 81 TOTO Office Building
                       Jl. Letjen S. Parman Kav 81, Jakarta Barat
Website              : www.suryapertiwi.co.id
Telepon              : 021 - 2929 8585
Page 3
Proses Penugasan

Proses penugasan meliputi:
1. Identifikasi masalah,
2. Pengumpulan data dan wawancara sehubungan dengan Rencana Transaksi,
3. Analisis data dan informasi yang diperoleh,
4. Analisis kewajaran Rencana Transaksi,
5. Penulisan laporan.


Ruang Lingkup

Maksud dan Tujuan

Laporan ini dimaksudkan untuk memberikan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
atas Rencana Transaksi. Sedangkan tujuan Pendapat Kewajaran sesuai dengan
penugasan yang diterima adalah untuk dipergunakan sebagai salah satu bahan dalam
rangka keterbukaan informasi atas Rencana Transaksi sebagaimana diatur dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.


Asumsi dan Kondisi Pembatas

Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini
dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
   1. Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
   2. Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
      digunakan dalam proses penilaian.
   3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
      keakuratannya.
   4. Proyeksi keuangan yang digunakan telah disesuaikan dan mencerminkan
      kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
      pencapaiannya.
   5. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran
      proyeksi keuangan.
   6. Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi
      yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
   7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan
      Kesimpulan Akhir.
   8. Penilai Bisnis telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Pendapat
      Kewajaran dari Pemberi Tugas.


Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi

PT Surya Pertiwi Tbk (“SPTO” atau “Perseroan”) adalah sebuah Perusahaan yang
bergerak pada kegiatan usaha distribusi bahan konstruksi porselen dan perlengkapan
rumah tangga. Guna memperluas usahanya, Perseroan berencana untuk membeli
Tanah dan Bangunan untuk digunakan sebagai showroom dan Kantor. Perseroan
berencana untuk membeli aset tersebut karena showroom dan kantor Perseroan yang
selama ini digunakan sudah tidak memadai kapasitasnya akibat jumlah karyawan yang
Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                      ii
Page 4
semakin banyak. Dengan membeli Tanah dan Bangunan tersebut, maka Perseroan akan
memiliki tempat yang memadai untuk semua karyawan di Surabaya dan memiliki
showroom dengan kapasitas cukup besar. Tanah dan Bangunan tersebut juga berada di
salah satu daerah utama di pusat kota Surabaya, sehingga sangat strategis untuk
showroom Perseroan, dengan demikian dapat meningkatkan branding dan penjualan.
Selain itu, pembelian aset ini dapat menjadi salah satu cara Perseroan untuk investasi
jangka panjang yang tentunya menambah kenaikan jumlah aset Perseroan.


Obyek Pendapat Kewajaran

Obyek Pendapat Kewajaran pada Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah:

Tanah dan Bangunan berupa Gedung Kantor di Jalan Raya Darmo No. 31, Kelurahan
Keputran, Kecamatan Tegal Sari, Surabaya, Jawa Timur, seluas 1.470 m2 yang terbagi
menjadi 2 sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) No. 288 dan No. 485, beserta bangunan
di atas tanah tersebut, yang tercatat atas nama PT Setia Perkasa Cemerlang.


Tanggal Pendapat Kewajaran

Tanggal (cut-off date) dari Pendapat Kewajaran ini adalah 30 Juni 2024 (“Tanggal
Pendapat Kewajaran”). Tanggal Pendapat Kewajaran dipilih atas dasar pertimbangan
kepentingan dan ketersediaan data dalam rangka analisa kewajaran Rencana Transaksi
dimaksud.


Mata Uang yang Digunakan

Jenis mata uang yang digunakan dalam laporan Penilaian ini adalah Rupiah.


Tingkat Kedalaman Investigasi

Pemberian Pendapat Kewajaran dilakukan dengan investigasi yang meliputi inspeksi
terhadap objek Penilaian dan pengumpulan data dan informasi dari pihak Manajemen
Perseroan yang bertujuan untuk memperoleh dokumen kelengkapan analisis yang
dibutuhkan dan selanjutnya diverifikasi melalui wawancara.

Penilai tidak melakukan kegiatan atau analisis sebagai berikut:
a. Analisis dampak pajak untuk para pihak terkait Rencana Transaksi;
b. Rencana Transaksi lain selain yang disebutkan dalam objek analisis kewajaran.


Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

Informasi yang diperoleh berupa:
- Data dan dokumen dari Manajemen Perseroan.
- Data dan keterangan yang diperoleh secara lisan maupun tulisan melalui komunikasi
    dengan manajemen.
- Berbagai data dan publikasi yang tersedia secara umum baik berdasarkan media
    cetak maupun elektronik, seperti website Damodaran, Kontan, Bank Indonesia,
    website Pemerintah maupun Asosiasi yang relevan dengan penugasan penilaian.




Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                       iii
Page 5
Informasi, perkiraan dan pendapat yang kami peroleh dari berbagai sumber, kami
anggap merupakan informasi yang dapat dipercaya kebenarannya dan tidak
mengandung unsur-unsur yang dengan sengaja disembunyikan.


Persetujuan Publikasi

Laporan ini terbuka untuk publik, namun demikian publikasi atas sebagian atau
keseluruhan dari laporan harus mendapatkan persetujuan dari manajemen Perseroan,
mengingat kemungkinan terdapat informasi yang bersifat rahasia dan dapat
mempengaruhi operasional Perseroan.


Pedoman dan Standar Penilaian

Dasar pedoman pelaksanaan dan standar penilaian yang Penilai gunakan adalah:
1. Standar Penilaian Indonesia yang meliputi Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
   Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII 2018 dan Edisi Revisi SPI 300, SPI 310,
   SPI 320, SPI 330 Tahun 2020 yang dikeluarkan oleh Masyarakat Profesi Penilai
   Indonesia (MAPPI);
2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 35/POJK.04/2020 Tentang
   Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
3. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang
   Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.


Pendekatan dan Prosedur Penilaian

Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, kami melakukan prosedur analisa
sebagai berikut:
1.   Analisis Transaksi;
2.   Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi;
3.   Analisis atas kewajaran nilai Transaksi; dan
4.   Analisis atas faktor lain yang relevan.


Analisis Transaksi

Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No.
No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Namun sesuai dengan Surat Pernyataan Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
dimaksud bukan merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan.


Perjanjian yang Disepakati Dalam Transaksi

Sesuai dengan Akta Ikatan Jual Beli dan Kuasa untuk Menjual No 14 tanggal 15 Oktober
2024 antara SPTO (“Pembeli”) dengan SPC (“Penjual”), pokok-pokok perjanjian adalah
sebagai berikut:




Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                      iv
Page 6
Identifikasi Para Pihak yang Bertransaksi

Para pihak yang terlibat Rencana Transaksi adalah:
1. PT Surya Pertiwi Tbk (“SPTO”) diwakilkan oleh Tuan Adhi Sudargo Tasmin, sebuah
   perusahaan publik yang berkedudukan di Jakarta Barat, yang dalam Rencana
   Transaksi ini bertindak sebagai Pihak Pembeli.
2. PT Setia Perkasa Cemerlang (“SPC”) diwakilkan oleh Tuan Tjahjono Alim selaku
   Direktur, sebuah perusahaan berkedudukan di Jakarta Selatan, yang dalam Rencana
   Transaksi ini bertindak sebagai Pihak Penjual.

Objek Perjanjian

Tanah dan Bangunan di Jalan Raya Darmo No. 31, Kelurahan Keputran, Kecamatan
Tegal Sari, Surabaya, seluas 1.470 m2 yang terbagi menjadi 2 sertifikat Hak Guna
Bangunan (HGB) No. 288 dan No. 485, beserta bangunan di atas tanah tersebut, yang
tercatat atas nama PT Setia Perkasa Cemerlang.

Harga dan Cara Pembayaran

Nilai Kesepatan untuk pembelian Tanah dan Bangunan tersebut adalah sebesar
Rp84.970.000.000 (delapan puluh empat miliar sembilan ratus tujuh puluh juta
Rupiah), dibayar dengan cara sebagai berikut:
-   Sebesar Rp16.994.000.000 (enam belas miliar sembilan ratus sembilan puluh empat
    juta Rupiah) dibayar kepada Penjual pada tanggal yang sama dengan surat Ikatan
    Jual Beli dan Kuasa untuk Menjual.
-   Sebesar Rp67.976.000.000 (enam puluh tujuh miliar Sembilan ratus tujuh puluh
    enam juta Rupiah) akan dibayar selambat-lambatnya pada tanggal 31 Oktober 2024
    atau pada saat penandatanganan Akta Jual Beli.

Apabila melewati tanggal-tanggal jatuh tempo pembayaran tersebut, maka Pihak
Pembeli wajib membayarkan denda kepada Pihak Penjual sebesar Rp1.000.000 untuk
tiap hari keterlambatan, dimana harus dibayar dengan seketika dan sekaligus.

Informasi Lainnya Terkait Perjanjian dan Persyaratan Transaksi

•   Segala pajak yang berhubungan dengan hak atas tanah tersebut termasuk rekening
    Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terhitung mulai hari ini dibayar dan dipikul oleh
    Penjual selanjutnya dibayar oleh Pembeli
•   Sehubungan dengan adanya Peraturan Pemerintah Nomor 48/1994 juncto
    Peraturan Pemerintah Nomor 27/1996 dan Undang-undang Nomor 21/1997, maka
    Pembayaran Pajak Penghasilan Atas Penghasilan Dari Pengalihan Hak Atas Tanah
    Dan/Atau Bangunan menjadi tanggungan Penjual sedangkan pembayaran Bea
    Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan menjadi tanggungan Pembeli.
•   Biaya akta jual beli dipikul dan dibayar oleh pihak-pihak yang masing-masing sama
    besarnya.


Analisis Kewajaran Rencana Transaksi

1. Analisis Rencana Transaksi

Rencana Transaksi adalah pembelian Tanah dan Bangunan berupa Gedung Kantor di
Jalan Raya Darmo No. 31, Keluarahan Keputran, Kecamatan Tegal Sari, Surabaya,
seluas 1.470 m2 yang terbagi menjadi 2 sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) No. 288
Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                      v
Page 7
dan No. 485, beserta bangunan di atas tanah tersebut, yang tercatat atas nama PT.Setia
Perkasa Cemerlang.

Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No.
42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Namun sesuai dengan Surat Pernyataan Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
dimaksud bukan merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan.

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa manfaat dari
Rencana Transaksi adalah Perseroan akan memiliki tempat yang memadai untuk semua
karyawan di Surabaya dan memiliki showroom dengan kapasitas yang cukup besar.
Tanah dan Bangunan tersebut juga berada di salah satu daerah utama di pusat kota
Surabaya, sehingga sangat strategis untuk showroom Perseroan, dengan demikian
dapat meningkatkan branding dan penjualan. Selain itu, pembelian aset ini dapat
menjadi salah satu cara Perseroan untuk investasi jangka panjang yang tentunya
menambah kenaikan jumlah aset Perseroan.

Sementara itu, juga terdapat risiko akibat dari Rencana Transaksi, yaitu SPTO akan
memerlukan belanja modal yang cukup besar untuk membeli tanah dan membangun
showroom dan kantor.


2. Analisis Kualitatif

Keuntungan atas Rencana Transaksi yaitu Perseroan akan memiliki tempat yang
memadai untuk semua karyawan di Surabaya dan memiliki showroom dengan kapasitas
yang cukup besar. Tanah dan Bangunan tersebut juga berada di salah satu daerah
utama di pusat kota Surabaya, sehingga sangat strategis untuk showroom Perseroan,
dengan demikian dapat meningkatkan branding dan penjualan. Selain itu, pembelian
aset ini dapat menjadi salah satu cara Perseroan untuk investasi jangka panjang yang
tentunya menambah kenaikan jumlah aset Perseroan. Sementara itu, tidak ada
kerugian bagi Perseroan atas Rencana Transaksi.


3. Analisis Kuantitatif

Dengan dilakukannya Rencana Transaksi kontribusi nilai tambah atas laba bersih
Perseroan adalah sebesar Rp7,2 miliar pada tahun 2025 hingga Rp65,7 miliar pada
tahun 2028.


4. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi

Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh Penilai Properti KJPP Felix Sutandar dan
Rekan, Nilai Pasar Aset Rencana Transaksi adalah sebesar Rp88.510.000.000,
sedangkan harga Rencana Transaksi adalah sebesar Rp84.970.000.000 atau 4,0% lebih
rendah dibandingkan dengan Nilai Pasarnya, yang berarti tidak melewati batas atas dan
batas bawah sebesar 7,5% atau berada dalam kisaran nilai yang wajar.




Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                         vi
Page 8
Kesimpulan

Berdasarkan analisis kewajaran Rencana Transaksi sebagaimana diuraikan dalam
laporan ini, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi Pembelian Tanah dan
Bangunan yang dilakukan oleh PT Surya Pertiwi Tbk adalah wajar.



Hormat kami,
KJPP Felix Sutandar dan Rekan




Felix Sutandar, MSc
Pemimpin Rekan

Kualifikasi    : Properti dan Bisnis
Ijin Penilai   : PB-1.08.00022
STTD           : STTD.PPB-31/PJ-1/PM.02/2023
MAPPI          : 81-S-00017
No. Register   : RMK-2017.00022

Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Rencana Transaksi, tidak untuk digunakan oleh pihak lain. Pendapat Kewajaran
ini hanya merupakan salah satu bahan pertimbangan kepada pemegang saham untuk
mengetahui kewajaran dari Rencana Transaksi. Pendapat Kewajaran ini harus
dipandang sebagai satu kesatuan, penggunaan sebagian dari analisis dan informasi,
tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara keseluruhan dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat
Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan
yang berwenang dan stempel dari KJPP Felix Sutandar dan Rekan.




Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                    vii
Page 9
 DAFTAR ISI

SURAT PENGANTAR ............................................................................................ i
DAFTAR ISI.................................................................................................... viii
DAFTAR TABEL ................................................................................................. ix
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................... x
PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI ................................................................... xi
1. PENDAHULUAN .............................................................................................. 1
   1.1 Identifikasi Status Penilai .......................................................................... 1
   1.2 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan .......................................... 1
   1.3 Maksud dan Tujuan .................................................................................. 1
   1.4 Asumsi dan Kondisi Pembatas ................................................................... 1
   1.5 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi ............................................. 2
   1.6 Obyek Pendapat Kewajaran ....................................................................... 2
   1.7 Tanggal Pendapat Kewajaran .................................................................... 2
   1.8 Mata Uang yang Digunakan....................................................................... 2
   1.9 Tingkat Kedalaman Investigasi .................................................................. 3
   1.10 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan ................................... 3
   1.11 Persetujuan Publikasi ............................................................................. 3
   1.12 Pedoman dan Standar Penilaian ............................................................... 3
   1.13 Keterangan Rencana Transaksi dan Benturan Kepentingan ......................... 4
   1.14 Para Pihak yang Terlibat Rencana Transaksi .............................................. 4
   1.15 Dampak Keuangan ................................................................................. 4
   1.16 Sumber Data ......................................................................................... 4
   1.17 Pendekatan dan Prosedur Penilaian .......................................................... 5
2. PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DENGAN TRANSAKSI ............................................ 7
   2.1 Pihak-pihak yang terkait dengan transaksi .................................................. 7
   2.2 PT Surya Pertiwi Tbk (“SPTO” atau “Perseron”) ............................................ 7
          Pendirian dan Informasi Umum.............................................................. 7
          Pemegang Saham ................................................................................ 7
          Susunan Manajemen ............................................................................ 7
          Kegiatan Usaha ................................................................................... 8
          Perijinan ............................................................................................. 8
   2.3 PT Setia Perkasa Cemerlang (“SPC”) .......................................................... 8
3. ANALISIS DAN PENDAPAT KEWAJARAN ............................................................ 9
   3.1 Analisis Transaksi .................................................................................... 9
   3.2 Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi yang Akan Dilakukan ..... 10
   3.3 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi ................................................. 11
   3.4 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi ............................................... 16
   3.5 Analisis Inkremental atas Rencana Transaksi ............................................. 28
   3.6 Analisis Kewajaran Nilai Transaksi ............................................................ 28
   3.7 Prosedur Pengambilan Keputusan dengan Memperhatikan Alternatif Lain ...... 29
   3.8 Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi .......................................... 29
   3.9 Analisis Kewajaran Rencana Transaksi ...................................................... 29
   3.10 Kesimpulan ......................................................................................... 30




Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                                                  viii
Page 10
 DAFTAR TABEL


Tabel   1 : Daftar Pemegang Saham Perseroan ....................................................... 7
Tabel   2 : Hubungan afiliasi antara Perseroan dan SPC ........................................... 9
Tabel   3 : Sumber Daya Manusia Perseroan ......................................................... 16
Tabel   4 : Laporan Laba-Rugi Perseroan periode 31 Desember 2020 – 30 Juni 2024 . 16
Tabel   5 : Posisi Keuangan Perseroan periode 31 Desember 2020 – 30 Juni 2024 ..... 17
Tabel   6 : Laporan Arus Kas Perseroan periode 31 Desember 2020 – 30 Juni 2024 ... 18
Tabel   7 : Rasio Keuangan Perseroan periode 31 Desember 2020 – 30 Juni 2024 ..... 19
Tabel   8 : Posisi Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi ....................... 21
Tabel   9 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Dengan Rencana Transaksi .............. 23
Tabel   10 : Proyeksi Laba Rugi Perseroan Dengan Rencana Transaksi...................... 23
Tabel   11 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Dengan Rencana Transaksi ....................... 24
Tabel   12 : Proyeksi Rasio Perseroan Dengan Rencana Transaksi ............................ 24
Tabel   13 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Rencana Transaksi ............... 25
Tabel   14 : Proyeksi Laba Rugi Perseroan Tanpa Rencana Transaksi ........................ 25
Tabel   15 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Tanpa Rencana Transaksi ......................... 26
Tabel   16 : Proyeksi Rasio Perseroan Tanpa Rencana Transaksi .............................. 26
Tabel   17 : Proyeksi Pendapatan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi .................. 27
Tabel   18 : Proyeksi Beban Pokok Pendapatan ...................................................... 27
Tabel   19 : Proyeksi Beban Usaha Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi ................ 27
Tabel   20 : Proyeksi Laba Bersih Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi .................. 27
Tabel   21 : Kontribusi Nilai Tambah .................................................................... 28




Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                                            ix
Page 11
 DAFTAR GAMBAR


Gambar 1 : Struktur Organisasi Perseroan .......................................................... 15




Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                                       x
Page 12
 PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI


Dalam batas kemampuan kami dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda
tangan dibawah ini menyatakan bahwa :

1.    Dalam melakukan Penilaian Pendapat Kewajaran ini, Penilai telah bertindak secara
      independen, tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan
      datang terhadap Perseroan.
2.    Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah
      dilakukan dengan benar.
3.    Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran ini.


Pihak-pihak di bawah ini telah bekerja secara profesional untuk membantu pihak yang
menandatangani Laporan ini:


                         Keterangan                           Tanda Tangan
     Penilai Berijin
     Nama           : Felix Sutandar, M.Sc
     Kualifikasi    : Properti dan Bisnis
     Ijin Penilai   : PB-1.08.00022
     STTD           : STTD.PPB-31/PJ-1/PM.02/2023
     No. MAPPI      : 81-S-00017
     No. Register   : RMK-2017.00022
     Reviewer
     Nama           : Natalia Goysal, SE
     No. MAPPI      : 10-S-02509
     No. Register   : RMK-2017.00307
     Pelaksana Penilai
     Nama           : Symphony Sonata, SE
     No. MAPPI      : 16-T-07047
     No. Register   : RMK-2019.03050




Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                       xi
Page 13
1. PENDAHULUAN


1.1    Identifikasi Status Penilai

Pendapat Kewajaran ini disusun oleh Tim Penilai Independen dari KJPP Felix Sutandar
dan Rekan. Buku Laporan Pendapat Kewajaran ini ditandatangani oleh:
-     Felix Sutandar, MSc (MAPPI No. 81-S-00017; PB-1.08.00022; STTD.PPB-31/PJ-
      1/PM.02/2023; No. RMK-2017-00022) sebagai Penilai Berizin.
-     Natalia Goysal (MAPPI No. 10-S-02509; P.1-12.00347; No. RMK-2017.00307)
      sebagai Reviewer.
-     Symphony Sonata (MAPPI No. 16-T-07047; Register No. RMK-2019.03050) sebagai
      Pelaksana Penilai.

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini, Penilai menjunjung tinggi
integritas, bertindak secara objektif dan tidak memihak serta tidak mempunyai potensi
benturan kepentingan dengan pihak-pihak yang terlibat dengan Rencana Transaksi.
Penilai memiliki kompetensi dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini dan
menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh.


1.2    Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

Nama                : PT Surya Pertiwi Tbk
Bidang usaha        : Distribusi bahan konstruksi porselen dan perlengkapan rumah
                      tangga
Alamat              : Wisma 81 TOTO Office Building
                      Jl. Letjen S. Parman Kav 81, Jakarta Barat
Website             : www.suryapertiwi.co.id
Telepon             : 021 - 2929 8585


1.3    Maksud dan Tujuan

Laporan ini dimaksudkan untuk memberikan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
atas Rencana Transaksi. Sedangkan tujuan Pendapat Kewajaran sesuai dengan
penugasan yang diterima adalah untuk dipergunakan sebagai salah satu bahan dalam
rangka keterbukaan informasi atas Rencana Transaksi sebagaimana diatur dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.


1.4    Asumsi dan Kondisi Pembatas

Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini
dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
1. Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
   dalam proses penilaian.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
   keakuratannya.



Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                       1
Page 14
4. Proyeksi keuangan yang digunakan telah disesuaikan dan mencerminkan kewajaran
   proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
   pencapaiannya.
5. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi
   keuangan.
6. Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi
   yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan Kesimpulan
   Akhir.
8. Penilai Bisnis telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Pendapat
   Kewajaran dari Pemberi Tugas.


1.5   Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi

PT Surya Pertiwi Tbk (“SPTO” atau “Perseroan”) adalah sebuah Perusahaan yang
bergerak pada kegiatan usaha distribusi bahan konstruksi porselen dan perlengkapan
rumah tangga. Guna memperluas usahanya, Perseroan berencana untuk membeli
Tanah dan Bangunan untuk digunakan sebagai showroom dan Kantor. Perseroan
berencana untuk membeli aset tersebut karena showroom dan kantor Perseroan yang
selama ini digunakan sudah tidak memadai kapasitasnya akibat jumlah karyawan yang
semakin banyak. Dengan membeli Tanah dan Bangunan tersebut, maka Perseroan akan
memiliki tempat yang memadai untuk semua karyawan di Surabaya dan memiliki
showroom dengan kapasitas yang cukup besar. Tanah dan Bangunan tersebut juga
berada di salah satu daerah utama di pusat kota Surabaya, sehingga sangat strategis
untuk showroom Perseroan, dengan demikian dapat meningkatkan branding dan
penjualan. Selain itu, pembelian aset ini dapat menjadi salah satu cara Perseroan untuk
investasi jangka panjang yang tentunya menambah kenaikan jumlah aset Perseroan.


1.6   Obyek Pendapat Kewajaran

Obyek Pendapat Kewajaran pada Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah:

Tanah dan Bangunan berupa Gedung Kantor di Jalan Raya Darmo No. 31, Kelurahan
Keputran, Kecamatan Tegal Sari, Surabaya, seluas 1.470 m2 yang terbagi menjadi 2
sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) No. 288 dan No. 485, beserta bangunan diatas
tanah tersebut, yang tercatat atas nama PT Setia Perkasa Cemerlang.


1.7   Tanggal Pendapat Kewajaran

Tanggal (cut-off date) Pendapat Kewajaran ini adalah 30 Juni 2024 (“Tanggal
Pendapat Kewajaran”). Tanggal Pendapat Kewajaran dipilih atas dasar pertimbangan
kepentingan dan ketersediaan data dalam rangka analisa kewajaran Rencana Transaksi
dimaksud.


1.8   Mata Uang yang Digunakan

Jenis mata uang yang digunakan dalam laporan Penilaian ini adalah Rupiah.




Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                        2
Page 15
1.9    Tingkat Kedalaman Investigasi

Pemberian Pendapat Kewajaran dilakukan dengan investigasi yang meliputi inspeksi
terhadap objek Penilaian dan pengumpulan data dan informasi dari pihak Manajemen
Perseroan yang bertujuan untuk memperoleh dokumen kelengkapan analisis yang
dibutuhkan dan selanjutnya diverifikasi melalui wawancara.

Investigasi dilakukan dengan berkomunikasi melalui pertemuan, telepon, rapat online
atau e-mail dengan Bapak Adhi Sudargo Tasmin selaku Direktur Perseroan beserta tim
untuk memperoleh informasi yang lebih dalam terkait data, dokumen dan informasi
yang dibutuhkan.

Penilai tidak melakukan kegiatan atau analisis sebagai berikut:
a. Analisis dampak pajak untuk para pihak terkait Rencana Transaksi;
b. Transaksi lain selain yang disebutkan dalam objek analisis kewajaran


1.10 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

Informasi yang diperoleh berupa:
- Data dan dokumen dari Manajemen Perseroan.
- Data dan keterangan yang diperoleh secara lisan melalui komunikasi dengan
    manajemen
- Berbagai data dan publikasi yang tersedia secara umum baik berdasarkan media
    cetak maupun elektronik, seperti website Damodaran, Kontan, Bank Indonesia,
    website Pemerintah maupun Asosiasi yang relevan dengan penugasan penilaian.

Informasi, perkiraan dan pendapat yang kami peroleh dari berbagai sumber, kami
anggap merupakan informasi yang dapat dipercaya kebenarannya dan tidak
mengandung unsur-unsur yang dengan sengaja disembunyikan.


1.11 Persetujuan Publikasi

Laporan ini terbuka untuk publik, namun demikian publikasi atas sebagian atau
keseluruhan dari laporan harus mendapatkan persetujuan dari manajemen Perseroan,
mengingat kemungkinan terdapat informasi yang bersifat rahasia dan dapat
mempengaruhi operasional Perseroan.


1.12 Pedoman dan Standar Penilaian

Dasar pedoman pelaksanaan dan standar penilaian yang Penilai gunakan adalah:

1.    Standar Penilaian Indonesia yang meliputi Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
      Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII 2018 dan Edisi Revisi SPI 300, SPI 310,
      SPI 320, SPI 330 Tahun 2020 yang dikeluarkan oleh Masyarakat Profesi Penilai
      Indonesia (MAPPI);
2.    Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 35/POJK.04/2020 Tentang
      Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
3.    Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang
      Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.




Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                         3
Page 16
1.13 Keterangan Rencana Transaksi dan Benturan Kepentingan

Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No.
42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Namun sesuai dengan Surat Pernyataan Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
dimaksud bukan merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan.


1.14 Para Pihak yang Terlibat Rencana Transaksi

Para pihak yang terlibat Rencana Transaksi adalah:
1. PT Surya Pertiwi Tbk (“SPTO”) diwakilkan oleh Tuan Adhi Sudargo Tasmin, sebuah
   perusahaan publik yang berkedudukan di Jakarta Barat, yang dalam Rencana
   Transaksi ini bertindak sebagai Pihak Pembeli.
2. PT Setia Perkasa Cemerlang (“SPC”) diwakilkan oleh Tuan Tjahjono Alim selaku
   Direktur, sebuah perusahaan berkedudukan di Jakarta Selatan, yang dalam Rencana
   Transaksi ini bertindak sebagai Pihak Penjual.


1.15 Dampak Keuangan

Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, dampak keuangan adalah sebagai berikut:
1.   Pengurangan kas sebesar Rp84.970.000.000 yang digunakan untuk pembelian aset
     Tanah dan Bangunan.
2.   Penambahan aset      tetap   atas   pembelian   Tanah   dan   Bangunan     sebesar
     Rp84.970.000.000.


1.16 Sumber Data

Dalam memberikan pendapat kewajaran ini kami telah melaksanakan prosedur yang
mencakup pengkategorian, pengkorelasian, pengecekan validitas dan penelaahan data
dan informasi berikut:
1.    Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni
      2024 yang telah direviu oleh Akuntan Publik Drs. Nursal dari Kantor Akuntan Publik
      Teramihardja, Pradhono & Chandra dalam Laporan Nomor 0005/TPC-AS/NUR/24
      tanggal 4 Oktober 2024 dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
2.    Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
      Desember 2023 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Drs. Nursal dari Kantor
      Akuntan Publik Teramihardja, Pradhono & Chandra dalam Laporan Nomor
      00129/2.0851/AU.1/05/0272-1/1/III/2024 tanggal 27 Maret 2024 dengan opini
      wajar, dalam semua hal yang material.

3.    Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
      Desember 2022 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Muhamad Muhidin dari
      Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dalam
      Laporan Nomor 00314/2.1051/AU.1/05/1801-1/1/III/2023 tanggal 30 Maret 2023
      dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.

4.    Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
      Desember 2021 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Jenly Hendrawan dari
      Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dalam


Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                         4
Page 17
      Laporan Nomor 00278/2.1051/AU.1/05/1648-1/1/III/2022 tanggal 30 Maret 2022
      dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
5.    Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
      Desember 2020 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Drs. Ruchjat Kosasih dari
      Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dalam
      Laporan Nomor 00404/2.1051/AU.1/05/0271-1/1/IV/2021 tanggal 26 April 2021
      dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
6.    Proyeksi keuangan Perseroan untuk periode 5 tahun ke depan yaitu tahun 2024 –
      2028 Dengan dan Tanpa dilakukannya Rencana Transaksi yang disiapkan oleh
      Manajemen Perseroan.
7.    Laporan Penilaian Aset Tanah dan Bangunan yang telah dinilai oleh Penilai Publik
      Felix Sutandar dari Kantor Jasa Penilai Publik Felix Sutandar dan Rekan dengan
      Nomor 00863/2.0072-00/PI/05/0434/1/VII/2024 tanggal 19 Juli 2024.
8.    Salinan Akta pendirian, perubahan dan perizinan yang terkait Perseroan.
9.    Akta Ikatan Jual beli (IJB) No. 14 tanggal 15 Oktober 2024.
10.   Hasil wawancara dengan pihak internal manajemen Perseroan yang diwakilkan
      oleh Bapak Adhi Sudargo Tasmin, selaku Direktur Perseroan beserta tim mengenai
      alasan, latar belakang dan hal-hal lainnya terkait dengan Rencana Transaksi.
11.   Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan pihak-pihak lain yang relevan
      dalam rangka penugasan ini.


1.17 Pendekatan dan Prosedur Penilaian

Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, kami melakukan prosedur analisa
sebagai berikut:
1. Analisis Transaksi yang meliputi:
   a. Identifikasi dan hubungan antara pihak yang bertransaksi,
   b. Perjanjian dan persyaratan yang disepakati dalam transaksi,
   c. Penilaian atas risiko dan manfaat dari transaksi yang akan dilakukan.

2. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi:
   a. Analisis kualitatif:
      ▪ Riwayat perusahaan dan sifat kegiatan usaha,
      ▪ Analisis industri dan lingkungan,
      ▪ Analisis operasional dan prospek perusahaan,
      ▪ Alasan dilakukannya transaksi,
      ▪ Keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif atas transaksi yang akan
           dilakukan.
   b. Analisis kuantitatif:
      ▪ Penilaian atas potensi pendapatan, aset, liabilitas dan kondisi keuangan
           perusahaan termasuk penilaian kinerja historis, penilaian arus kas, penilaian
           atas proyeksi keuangan yang diperoleh dari pihak manajemen pemberi tugas,
           analisis rasio keuangan dan analisis laporan keuangan sebelum transaksi dan
           proforma laporan keuangan setelah transaksi dilakukan;
      ▪ Melakukan analisis inkremental untuk mengukur nilai tambah dari transaksi
           dengan mempertimbangkan kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan
           sebagai akibat dari transaksi yang akan dilakukan termasuk dampaknya
           terhadap proyeksi keuangan, biaya atau pendapatan yang relevan,




Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                         5
Page 18
3. Analisis atas kewajaran nilai Transaksi
   a. Membandingkan antara rencana nilai transaksi dengan hasil Penilaian atas
      transaksi yang akan dilakukan;
   b. Analisis untuk memastikan bahwa rencana nilai transaksi memberikan nilai
      tambah dari transaksi yang akan dilakukan; dan
   c. Analisis atas kewajaran nilai transaksi dilakukan untuk meyakini bahwa rencana
      nilai transaksi berada dalam kisaran Nilai yang didapatkan dari hasil Penilaian

4. Analisis atas faktor lain yang relevan.
   a. Informasi non keuangan yang relevan,
   b. Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana
      dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.




Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                      6
Page 19
 2. PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DENGAN TRANSAKSI


2.1   Pihak-pihak yang terkait dengan transaksi

Para pihak yang terlibat Rencana Transaksi adalah:
1. PT Surya Pertiwi Tbk (“SPTO”) diwakilkan oleh Tuan Adhi Sudargo Tasmin, sebuah
   perusahaan publik yang berkedudukan di Jakarta Barat, yang dalam Rencana
   Transaksi ini bertindak sebagai Pihak Pembeli.
2. PT Setia Perkasa Cemerlang (“SPC”) diwakilkan oleh Tuan Tjahjono Alim selaku
   Direktur, sebuah perusahaan berkedudukan di Jakarta Selatan, yang dalam Rencana
   Transaksi ini bertindak sebagai Pihak Penjual.


2.2   PT Surya Pertiwi Tbk (“SPTO” atau “Perseron”)

       Pendirian dan Informasi Umum

PT Surya Pertiwi Tbk (Perusahaan) yang sebelumnya bernama PT Surya Nusantara
didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 5 Juli 1978 dan diumumkan dalam lembar
Berita Negara No. 172, Tambahan No. 31 tanggal 17 April 1979 berdasarkan Akta
Notaris Hendra Karyadi, S.H., No. 1. Akta pendirian telah disahkan oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.Y.A.5/395/17
tanggal 21 Desember 1978.

Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
berdasarkan Akta Notaris No. 26 tanggal 5 Juni 2024 dari Christina Dwi Utami, SH,
Mhum, Mkn, tentang perubahan susunan Direksi Perusahaan. Perubahan ini telah
didaftarkan pada database Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Surat
No. AHU-0119924.AH.01.11.TAHUN 2024 tanggal 19 Juni 2024.


       Pemegang Saham

Per 30 Juni 2024, susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:

                    Tabel 1 : Daftar Pemegang Saham Perseroan

                                            Jumlah                   Jumlah Nilai
 No              Keterangan                                 %
                                            Saham                    Nominal (Rp)
 1.   PT Suryaparamitra Abadi              810.000.000    30,00      81.000.000.000
 2.   PT Multifortuna Asindo               810.000.000    30,00      81.000.000.000
 3.   Masyarakat (masing-masing <5%)     1.080.000.000    40,00     108.000.000.000
      Jumlah                            2.700.000.000    100,00    270.000.000.000



       Susunan Manajemen

Pada 30 Juni 2024, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai
berikut:




Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                      7
Page 20
Dewan Komisaris
   Presiden Komisaris               : Tjahjono Alim
   Komisaris                        : Usman Andy
   Komisaris Independen             : Goh Poh Heng

Direksi
    Presiden Direktur               :   Willianto Alim
    Wakil Presiden Direktur         :   Johan Gojali
    Direktur                        :   Efendy Gojali
    Direktur                        :   Irene Hamidjaja
    Direktur                        :   Iwan Tjahjadi
    Direktur                        :   Reinhart Muljadi
    Direktur                        :   Benny Suryanto
    Direktur                        :   Umarsono Andy
    Direktur                        :   Roys Tanudjaja
    Direktur                        :   Adhi Sudargo Tasmin


       Kegiatan Usaha

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
terutama bidang industri sanitari porselen, industri furnitur dari kayu, industri furnitur
lainnya, pengerjaan lantai, dinding, peralatan sanitari dan plafon dan real estate yang
dimiliki sendiri atau disewa. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada 6
Desember 1978.


       Perijinan

Perijinan yang telah dimiliki Perseroan antara lain adalah sebagai berikut:
1. Nomor Induk Berusaha (NIB) Perizinan Berusaha Berbasis Risiko No.
   8120105793513 yang diterbitkan tanggal 31 Juli 2018 dan perubahan ke-5 tanggal
   15 Juli 2022.
2. Nomor Pokok Wajib Pajak No. 01.305.911.8-038.000.


2.3   PT Setia Perkasa Cemerlang (“SPC”)

PT Setia Perkasa Cemerlang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha
pembangunan dan real estate. Perusahaan dimiliki oleh entitas induk yang sama dengan
SPTO, yaitu PT Multifortuna Asindo (“MFA”) dan PT Suryaparamitra Abadi (“SPA”).
Perusahaan berdomisili di Jalan Letnan Jenderal S. Parman Kavling 81 Lantai 11 Jakarta
Barat,




Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                           8
Page 21
 3. ANALISIS DAN PENDAPAT KEWAJARAN


3.1   Analisis Transaksi

       Transaksi Afiliasi

Berdasarkan POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan;
• Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh
  perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari perusahaan
  terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
  saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
  dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan
  Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan
  komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali.
• Transaksi Benturan Kepentingan adalah transaksi yang dilakukan oleh perusahaan
  terbuka atau perusahaan terkendali dengan setiap pihak, baik dengan Afiliasi
  maupun pihak selain Afiliasi yang mengandung benturan kepentingan.

Transaksi pembelian Tanah dan Bangunan oleh Perseroan akan dilakukan dengan pihak
afiliasi yaitu PT Setia Perkasa Cemerlang (“SPC”), dimana keduanya dimiliki oleh
entitas induk yang sama yaitu PT Multifortuna Asindo (“MFA”) dan PT Suryaparamitra
Abadi (“SPA”).

                Tabel 2 : Hubungan afiliasi antara Perseroan dan SPC

        Keterangan               % Kepemilikan MFA          % Kepemilikan SPA
           SPTO                        30%                        30%
           SPC                         50%                        50%


Dengan demikian Rencana Transaksi merupakan Transaksi Afiliasi sesuai dengan POJK
No. 42/POJK.04/2020. Berdasarkan Surat Pernyataan Manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan.


       Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati Dalam Rencana Transaksi
       Pembelian Tanah dan Bangunan

Sesuai dengan Akta Ikatan Jual Beli dan Kuasa untuk Menjual No. 14 tangal 15 Oktober
2024 antara SPTO (“Pembeli”) dengan SPC (“Penjual”), pokok-pokok perjanjian adalah
sebagai berikut:

Identifikasi Para Pihak yang Bertransaksi

Para pihak yang terlibat Rencana Transaksi adalah:
1. PT Surya Pertiwi Tbk (“SPTO”) diwakilkan oleh Tuan Adhi Sudargo Tasmin, sebuah
   perusahaan publik yang berkedudukan di Jakarta Barat, yang dalam Rencana
   Transaksi ini bertindak sebagai Pihak Pembeli.




Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                     9
Page 22
2. PT Setia Perkasa Cemerlang (“SPC”) diwakilkan oleh Tuan Tjahjono Alim selaku
   Direktur, sebuah perusahaan berkedudukan di Jakarta Selatan, yang dalam Rencana
   Transaksi ini bertindak sebagai Pihak Penjual.

Obyek Perjanjian

Tanah dan Bangunan berupa Gedung Kantor di Jalan Raya Darmo No. 31, Kelurahan
Keputran, Kecamatan Tegal Sari, Surabaya, seluas 1.470 m2 yang terbagi menjadi 2
sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) No. 288 dan No. 485, beserta bangunan diatas
tanah tersebut, yang tercatat atas nama PT Setia Perkasa Cemerlang.

Harga dan Cara Pembayaran

Nilai Kesepatan untuk pembelian Tanah dan Bangunan tersebut adalah sebesar
Rp84.970.000.000 (delapan puluh empat miliar sembilan ratus tujuh puluh juta
Rupiah), dibayar dengan cara sebagai berikut:
-     Sebesar Rp16.994.000.000 (enam belas miliar sembilan ratus sembilan puluh empat
      juta Rupiah) dibayar kepada Penjual pada tanggal yang sama dengan surat Ikatan
      Jual Beli dan Kuasa untuk Menjual.
-     Sebesar Rp67.976.000.000 (enam puluh tujuh miliar Sembilan ratus tujuh puluh
      enam juta Rupiah) akan dibayar selambat-lambatnya pada tanggal 31 Oktober 2024
      atau pada saat penandatanganan Akta Jual Beli.
Apabila melewati tanggal-tanggal jatuh tempo pembayaran tersebut, maka Pihak
Pembeli wajib membayarkan denda kepada Pihak Penjual sebesar Rp1.000.000 untuk
tiap hari keterlambatan, dimana harus dibayar dengan seketika dan sekaligus.

Informasi Lainnya Terkait Perjanjian dan Persyaratan Transaksi

•     Segala pajak yang berhubungan dengan hak atas tanah tersebut termasuk rekening
      Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terhitung mulai hari ini dibayar dan dipikul oleh
      Penjual selanjutnya dibayar oleh Pembeli.
•     Sehubungan dengan adanya Peraturan Pemerintah Nomor 48/1994 juncto
      Peraturan Pemerintah Nomor 27/1996 dan Undang-undang Nomor 21/1997, maka
      Pembayaran Pajak Penghasilan Atas Penghasilan Dari Pengalihan Hak Atas Tanah
      Dan/Atau Bangunan menjadi tanggungan Penjual sedangkan pembayaran Bea
      Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan menjadi tanggungan Pembeli.
•     Biaya akta jual beli dipikul dan dibayar oleh pihak-pihak yang masing-masing sama
      besarnya.


3.2     Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi yang Akan Dilakukan

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa manfaat dari
Rencana Transaksi adalah:
1.    Tanah berada di lokasi yang strategis.
2.    SPTO akan memiliki showroom dengan kapasitas yang cukup besar di salah satu
      daerah utama di pusat kota Surabaya dan dengan demikian bisa meningkatkan
      branding dan penjualan.
3.    SPTO akan memiliki kantor yang memadai untuk semua karyawan di Surabaya.
4.    Menjadi salah satu cara Perseroan untuk investasi jangka panjang yang tentunya
      menambah kenaikan jumlah aset Perseroan.




Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                       10
Page 23
Sementara itu, juga terdapat risiko akibat dari Rencana Transaksi, yaitu:
SPTO akan memerlukan belanja modal yang cukup besar untuk membeli tanah dan
membangun showroom dan kantor.


3.3   Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi

       Analisis Industri Sanitari

Industri sanitari, terutama kloset masih sangat menjanjikan karena permintaan properti
yang masih tinggi dalam beberapa tahun ke depan. Kontribusi industri properti sebagai
salah satu sektor unggulan untuk menggerakkan perekonomian Indonesia terhadap PDB
pada triwulan kedua 2023 tercatat sebesar 9,43% untuk sektor konstruksi dan 2,40%
untuk sektor real estate. Industri properti juga turut memberikan multiplier effect bagi
industri pendukung serta mempengaruhi perkembangan sektor keuangan sekaligus
menyerap tenaga kerja secara signifikan.

Meski sektor real estate pada triwulan kedua 2023 masih menunjukkan penurunan
sebesar 12,30% (yoy), namun penjualan rumah berukuran besar mengalami
peningkatan sebesar 15,11% (yoy). Dari sisi permintaan, Indeks Permintaan Properti
Komersial kategori sewa tumbuh sebesar 5,87% (yoy) dan Indeks Permintaan Properti
Komersial kategori penjualan meningkat 0,36% (yoy) pada triwulan kedua 2023.
Peningkatan indeks permintaan ini dapat menimbulkan momentum positif dalam
industri properti komersial, termasuk berpotensi meningkatkan aktivitas dan penjualan
properti di Indonesia secara keseluruhan.

Selain itu, saat ini angka backlog perumahan mencapai 9,9 juta keluarga yang belum
memiliki rumah. Kemudian, setiap tahun diperkirakan sebanyak 700 ribu - 800 ribu
keluarga baru yang tentunya juga membutuhkan hunian. Di sisi lain, bila mengacu pada
dokumen visi dan misi para calon presiden dan wakil presiden periode 2024-2029
terlihat bahwa mereka memiliki komitmen tinggi terkait penyediaan perumahan dan
hunian yang layak. Berdasarkan pada dokumen visi dan misi para calon presiden dan
wakil presiden periode 2024-2029, setidaknya sebanyak 2 juta rumah yang diperkirakan
akan dibangun setiap tahunnya oleh pemerintahan baru mendatang, atau dua kali lipat
dibanding program sejuta rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo.

Dengan demikian, industri sanitari masih menjanjikan karena seiring dengan
meningkatnya kebutuhan akan properti, baik berupa properti komersial maupun
residensial akan meningkatkan kebutuhan akan produk-produk sanitari.

Sumber:
•  https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/5385/menko-airlangga-indonesia-telah-menjadi-
   tujuan-investasi-properti-terbaik-di-dunia
• https://www.cnbcindonesia.com/opini/20240131115052-14-510443/prospek-properti-2024-
   potensi-pertumbuhan-dan-tantangannya



       Analisis Operasional dan Prospek Usaha

Kegiatan usaha Perseroan berfokus pada distribusi produk-produk kamar mandi dan
peralatan dapur di Indonesia. Perseroan membagi kegiatan oper asional berdasarkan
segmentasi produk menjadi 4 (empat) segmen yang terdiri dari saniter, fitting,
peralatan dapur, dan lainnya.




Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                        11
Page 24
Keempat segmen tersebut membawahi 9 (sembilan) brand yang didistribusikan oleh
Perseroan, yaitu TOTO, Villeroy & Boch, Geberit, Stiebel Eltron, Franke, Kaldewei, Eco,
Jacuzzi, dan W. Atelier. Segmentasi produk-produk tersebut meliputi:

 1.   TOTO               :   produk kamar mandi terkemuka dari Jepang yang terkenal
                             di Indo nesia dan di seluruh dunia.
 2.   Villeroy & Boch    :   produk interior bergaya Eropa yang sudah berdiri sejak
                             tahun 1748.
 3.   Geberit            :   produk saniter asal Eropa yang menyediakan teknologi
                             saniter dan keramik kamar mandi
 4.   Stiebel Eltron     :   teknologi pemanas air (water heater).
 5.   Franke             :   produk dan solusi dapur, kamar mandi, pelayanan
                             makanan profesional, dan kamar mandi umum berkualitas
                             dunia.
 6.   Kaldewei           :   produk saniter dan kamar mandi berbahan enamel.
 7.   Eco                :   produk flushing system dan aksesori kamar mandi
 8.   Jacuzzi            :   produk fungsional untuk interior maupun eksterior rumah,
                             seperti hot tubs, shower, bathtubs, dan aksesori kamar
                             mandi
 9.   W. Atelier         :   produk-produk lifestyle seperti jasa desain dan konsultasi
                             interior kamar mandi, dapur, furnishing, dan lightings.


       Persaingan Usaha

Persaingan didasarkan pada banyak faktor, termasuk pengenalan merek dan loyalitas
pelanggan, kualitas dan keandalan produk, keluasan rangkaian produk, desain produk
dan inovasi, kapasitas produksi, ukuran jaringan distribusi, cakupan dan kualitas
layanan, dan harga. Perseroan percaya bahwa harga produk Perseroan, khususnya,
penting bagi kinerja keuangan Perseroan dan untuk mempertahankan pangsa pasar
Perseroan di Indonesia.

Perseroan menghadapi persaingan dari produsen dan distributor yang memiliki merek
global terkenal di Indonesia, seperti American Standard dan Ina untuk produk saniter
dan Hansgrohe untuk fitting. Secara khusus, Perseroan menghadapi persaingan dari
merek internasional dengan fasilitas manufaktur berbasis ASEAN karena mereka tidak
dikenai bea masuk di Indonesia. Para pelaku industri ini biasanya berusaha untuk
melayani pasar pengguna akhir yang sama di Indonesia yang Perseroan layani. Ke
depan, Perseroan dapat juga menghadapi persaingan yang semakin ketat dari
pendatang baru ke pasar, seperti Kohler, dan dari produsen Cina yang ingin bersaing di
pasar dengan harga yang lebih rendah. Perseroan juga menghadapi persaingan dari
distributor kecil dan domestik lain di Indonesia. Perseroan percaya bahwa
mengembangkan dan mempertahankan keunggulan kompetitif akan memerlukan
investasi berkelanjutan dalam penjualan dan pemasaran, hubungan pelanggan dan
pemeliharaan jaringan distribusi Perseroan.

Berdasarkan data yang disediakan oleh Perseroan dan prakiraan pasar Euromonitor
International Limited (Januari 2018), Perseroan memiliki pangsa pasar sebesar 55,1%
di industri saniter dan pangsa pasar sebesar 49,8% di industri fitting di Indonesia pada
tahun 2016.


       Keunggulan Kompetitif

Perseroan percaya bahwa kekuatan berikut memberi Perseroan keunggulan kompetitif
di pasar Perseroan:
Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                        12
Page 25
1.   Perseroan adalah distributor terbesar produk saniter bermerek dan fitting di
     Indonesia yang menjual langsung kepada pengembang properti besar seperti Grup
     Agung Podomoro dan Grup Ciputra.
2.   Perseroan memiliki posisi yang baik untuk mendapatkan keuntungan dari
     pertumbuhan makroekonomi Indonesia yang terus berlanjut
3.   Perseroan memiliki jaringan distribusi nasional yang mapan
4.   Kekuatan merek TOTO dan hubungan TOTO dengan para pendiri sejak 1968
5.   Perseroan menghasilkan laba bersih dan margin keuntungan yang stabil
6.   Tim manajemen Perseroan memiliki banyak pengalaman dalam menjalankan
     Perusahaan dan mengembangkan kemitraan dengan STI dan Grup TOTO Luar
     Negeri


          Strategi Usaha

Tujuan utama Perseroan adalah untuk memperluas jejak Perseroan sebagai agen
eksklusif untuk TOTO Jepang, yang mencakup seluruh nusantara Indonesia, dengan
berfokus pada strategi utama yang ditetapkan di bawah ini:
1.   Perseroan bermaksud untuk terus memperluas fasilitas manufaktur yang baru
     dibangun di Surabaya untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas
     jangkauan     geografis,   memperluas    jangkauan    produk   Perseroan,    dan
     mengoptimalkan biaya Perseroan.
2.   Perseroan terus melatih dan memotivasi tim penjualan Perseroan dan memperkuat
     saluran distribusi Perseroan untuk mendorong pertumbuhan penjualan. Perseroan
     percaya bahwa memiliki tim penjualan dan strategi penjualan yang kuat sangat
     penting bagi bisnis Perseroan.
3.   Perseroan bermaksud mempertahankan penjualan yang kuat dengan distributor
     tunggal dan diler, serta pelanggan proyek Perseroan
4.   Perseroan bermaksud menawarkan produk pelengkap untuk memberikan solusi ‘all-
     in-one’ dan keterpaparan terbalik terhadap pasar produk non-tradisional
5.   Strategi pemasaran diperintahkan dan didukung oleh pemasok Perseroan. PT Surya
     Toto Indonesia Tbk pada umumnya mendorong inisiatif pencitraan merek dan iklan
     yang terkait dengan produk merek TOTO, termasuk, misalnya, segmen pasar mana
     yang harus ditargetkan dengan lini produk dan keputusan tertentu tentang saluran
     iklan dan skema warna. Untuk produk non-TOTO, umumnya Perseroan mengikuti
     strategi pemasaran masing-masing pemasok.


       Prospek Usaha

Memasuki tahun 2024, masih terdapat ketidak pastian dan risiko, fragmentasi geopolitik
kemungkinan besar masih akan berlanjut, dan kondisi perekonomian global
diperkirakan masih akan terhambat. Di sisi lain, tampaknya kebijakan suku bunga tinggi
diperkirakan akan berubah dan tingkat inflasi akan terkendali. Di dalam negeri,
Indonesia terlihat tetap tangguh karena neraca pembayaran tetap solid dan mata uang
serta inflasi tetap terkendali. Bank Indonesia memperkirakan perekonomian Indonesia
akan tumbuh pada kisaran 4,7-5,5%. Jika semuanya berjalan sesuai ekspektasi,
penjualan Perseroan ke sektor ritel akan tetap kuat memasuki tahun 2024. Pemerintah
juga telah menunjukkan dukungannya terhadap sektor properti dengan memberikan
stimulus pajak bagi sektor tersebut untuk memacu permintaan. Hal ini juga harus
menjadi faktor positif bagi penjualan proyek Perseroan setelah tahun 2023 yang lambat.
Secara keseluruhan, Direksi telah menetapkan strategi untuk memastikan bahwa
Perseroan akan tumbuh secara berkelanjutan.



Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                      13
Page 26
Peluang dan prospek usaha Perseroan berkaitan dengan pertumbuhan perekonomian
Indonesia dan industri properti. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi Indonesia, maka
semakin besar pula daya beli konsumen terhadap perlengkapan kamar mandi. Dengan
komitmen yang kuat terhadap Tata Kelola Perusahaan yang Baik, analisa pasar yang
detail, dan kolaborasi yang erat dengan para pemangku kepentingan, Perseroan akan
mampu       menghadapi      ketidakpastian  perekonomian    bahkan    memanfaatkan
pertumbuhan ekonomi Indonesia. Prospek pertumbuhan industri properti dan
infrastruktur juga penting bagi Perseroan karena akan meningkatkan kebutuhan akan
produk-produk Perseroan. Perseroan akan mengembangkan produk-produk yang lebih
berkelanjutan dengan harga yang bervariasi, sehingga dapat mengikuti perkembangan
sektor ritel dan properti saat ini.

Sumber: Tinjauan Kebijakan Moneter Juni 2024, Bank Indonesia




Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                   14
Page 27
      Struktur Organisasi

                                         Gambar 1 : Struktur Organisasi Perseroan




Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                       15
Page 28
            Sumber Daya Manusia

Per 30 Juni 2024, tenaga kerja Perseroan berjumlah 1.461 orang, dengan rincian
sebagai berikut:

                                  Tabel 3 : Sumber Daya Manusia Perseroan

                                                  POSISI                                            JUMLAH
                       Komisaris                                                                         5
                       Direksi                                                                          15
                       Manajer                                                                          17
                       Komite                                                                            2
                       Staf                                                                          1.422
                        Jumlah                                                                       1.461


            Keuntungan dan Kerugian Kualitatif atas Rencana Transaksi

Dengan dilakukannya Rencana Transaksi memberikan keuntungan kualitatif bagi
Perseroan yaitu:
1. Tanah berada di lokasi yang strategis.
2. SPTO akan memiliki showroom yang cukup besar di salah satu daerah utama di pusat
   kota Surabaya dan dengan demikian bisa meningkatkan branding dan penjualan.
3. SPTO akan memiliki kantor yang memadai untuk semua karyawan di Surabaya.
4. Menjadi salah satu cara Perseroan untuk investasi jangka panjang yang tentunya
   menambah kenaikan jumlah aset Perseroan.

Tidak ada kerugian kualitatif atas Rencana Transaksi.


3.4     Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi

            Penilaian Kinerja Historis

Laba Rugi

Secara ringkas Laba Rugi Perseroan untuk periode 31 Desember 2020 – 30 Juni 2024
adalah seperti disajikan di bawah ini.

  Tabel 4 : Laporan Laba-Rugi Perseroan periode 31 Desember 2020 – 30 Juni 2024

 Dalam Rp                               2020                  2021                  2022                  2023              30-Jun-24

 Penjualan                         1.910.989.899.637     2.238.536.055.114     2.505.644.878.372     2.605.488.939.158    1.363.514.370.893
 Beban Pokok Penjualan            (1.373.145.699.210)   (1.601.268.586.960)   (1.818.620.479.813)   (1.858.295.991.138)    (970.979.027.716)
 Laba Kotor                          537.844.200.427       637.267.468.154       687.024.398.559       747.192.948.020      392.535.343.177
 Beban Usaha                        (363.704.690.620)     (366.867.178.361)     (398.878.281.979)     (436.679.312.219)    (239.023.339.025)
 Laba Usaha                          174.139.509.807       270.400.289.793       288.146.116.580       310.513.635.801      153.512.004.152
 Penghasilan (Beban) Lain-lain       (31.636.262.501)       (3.791.538.358)       (8.396.934.617)       22.922.384.405        3.663.730.552
 Laba Sebelum Pajak Penghasilan      142.503.247.306       266.608.751.435       279.749.181.963       333.436.020.206      157.175.734.704
 Pajak Penghasilan                   (37.205.220.778)      (42.828.387.027)      (54.704.632.239)      (58.484.458.523)     (29.798.291.426)
 Laba Tahun Berjalan                 105.298.026.528       223.780.364.408       225.044.549.724       274.951.561.683      127.377.443.278




Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                                                                           16
Page 29
a. Penjualan

Penjualan Perseroan pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp1,9 triliun kemudian terus
meningkat pada tahun 2021 menjadi sebesar Rp2,2 triliun, tahun 2022 sebesar Rp2,5
triliun dan tahun 2023 sebesar Rp2,6 triliun. Per 30 Juni 2024, penjualan Perseroan
tercatat sebesar Rp1,3 triliun.

b. Beban Pokok Penjualan

Beban pokok penjualan Perseroan meningkat mengikuti penjualan. Pada tahun 2020
tercatat sebesar Rp1,4 triliun kemudian meningkat pada tahun 2021-2023 menjadi
berturut-turut sebesar Rp1,6 triliun, Rp1,8 triliun, dan Rp1,9 triliun. Per 30 Juni 2024,
beban pokok penjualan Perseroan tercatat sebesar Rp971 miliar.

c. Beban Usaha

Beban usaha Perseroan meningkat mengikuti penjualan. Pada tahun 2020 tercatat
sebesar Rp363,7 miliar kemudian meningkat pada tahun 2021-2023 menjadi berturut-
turut sebesar Rp366,9 miliar, Rp398,9 miliar, Rp436,7 miliar. Per 30 Juni 2024, beban
usaha Perseroan tercatat sebesar Rp239,0 miliar.

d. Laba Tahun Berjalan

Perolehan laba Perseroan pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp105,3 miliar kemudian
terus meningkat pada tahun 2021 menjadi sebesar Rp223,8 miliar, tahun 2022 sebesar
Rp225,0 miliar dan tahun 2023 sebesar Rp275,0 miliar. Per 30 Juni 2024, penjualan
Perseroan tercatat sebesar Rp127,4 miliar.


Posisi Keuangan

Posisi keuangan Perseroan untuk periode periode 31 Desember 2020 – 30 Juni 2024
adalah seperti terlihat berikut ini.

    Tabel 5 : Posisi Keuangan Perseroan periode 31 Desember 2020 – 30 Juni 2024

 Dalam Rp                             2020                2021                2022                2023            30 Juni 2024
 Aset Lancar                     1.041.712.652.187   1.285.604.554.744   1.175.602.452.283   1.268.404.496.700   1.348.105.069.295
 Aset Tidak Lancar               1.993.871.966.506   1.857.854.096.105   1.940.548.352.879   1.969.251.287.969   1.971.171.491.941
 Jumlah Aset                     3.035.584.618.693   3.143.458.650.849   3.116.150.805.162   3.237.655.784.669   3.319.276.561.236

 Liabilitas Jangka Pendek          723.308.486.604     792.813.597.840     791.069.117.798     789.166.654.793     800.696.745.587
 Liabilitas Jangka Panjang         371.220.188.671     297.778.149.647     217.441.360.997     218.896.074.026     239.609.316.521
 Jumlah Liabilitas               1.094.528.675.275   1.090.591.747.487   1.008.510.478.795   1.008.062.728.819   1.040.306.062.108

 Ekuitas                         1.941.055.943.418   2.052.866.903.362   2.107.640.326.367   2.229.593.055.850   2.278.970.499.128

 Jumlah Liabilitas dan Ekuitas   3.035.584.618.693   3.143.458.650.849   3.116.150.805.162   3.237.655.784.669   3.319.276.561.236




a. Aset

Secara keseluruhan, total aset Perseroan mengalami peningkatan selama periode 31
Desember 2020 – 30 Juni 2024. Total aset pada tahun 2020 sebesar Rp3,0 triliun
kemudian meningkat menjadi sebesar Rp3,14 triliun pada tahun 2021. Peningkatan ini
terutama disebabkan oleh peningkatan kas dan setara kas. Pada tahun 2022 total aset
Perseroan mengalami sedikit penurunan sebesar Rp3,12 triliun, terutama disebabkan

Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                                                                    17
Page 30
oleh penurunan kas dan setara kas. Pada tahun 2023, total aset Perseroan kembali
meningkat menjadi sebesar Rp3,2 triliun, terutama disebabkan oleh peningkatan
piutang usaha, persediaan dan investasi pada obligasi. Per 30 Juni 2024, total aset
Perseroan tercatat sebesar Rp3,3 triliun.

b. Liabilitas

Secara keseluruhan, total liabilitas Perseroan mengalami penurunan selama periode 31
Desember 2020 – 30 Juni 2024. Pada tahun 2020, total liabilitas Perseroan tercatat
sebesar Rp1,1 triliun kemudian menurun secara bertahap hingga sebesar Rp1,0 triliun
per 30 Juni 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh pelunasan utang.

c. Ekuitas

Secara keseluruhan, total ekuitas Perseroan mengalami peningkatan selama periode 31
Desember 2020 – 30 Juni 2024. Pada tahun 2020, total ekuitas Perseroan tercatat
sebesar Rp1,9 triliun kemudian meningkat secara bertahap hingga sebesar Rp2,3 triliun
per 30 Juni 2024. Peningkatan ini disebabkan oleh peningkatan saldo laba setiap tahun.


Arus Kas

Gambaran arus kas Perseroan untuk periode 31 Desember 2020 – 30 Juni 2024 adalah
seperti berikut:

   Tabel 6 : Laporan Arus Kas Perseroan periode 31 Desember 2020 – 30 Juni 2024
Dalam Rp                                                              31 Desember 2020      31 Desember 2021      31 Desember 2022      31 Desember 2023        30 Juni 2024

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan                                              1.996.622.761.877     2.224.750.774.132     2.467.410.394.232     2.559.105.363.056    1.364.041.382.274
Pembayaran kepada pemasok, karyawan dan beban operasi lainnya         (1.443.397.658.075)   (1.529.621.757.718)   (2.023.941.036.001)   (2.258.156.004.375)    (980.796.221.118)
Penerimaan dari (pembayaran untuk) operasi lainnya                      (210.233.095.896)     (325.537.294.551)     (209.900.421.708)       13.000.230.781     (162.517.847.905)
Kas diperoleh dari operasi                                               342.992.007.906       369.591.721.863       233.568.936.523       313.949.589.462      220.727.313.251
Penerimaan bunga                                                           5.631.667.838         9.418.898.863         8.845.615.802         6.726.700.082        4.464.972.915
Penerimaan atas pengembalian pajak                                                   -          97.267.348.111         1.746.005.226           630.479.692                  -
Pembayaran bunga liabilitas sewa                                         (10.117.276.594)       (9.680.967.493)       (7.941.500.670)       (7.440.008.646)      (4.654.370.616)
Pembayaran bunga                                                         (23.336.500.996)      (17.375.134.289)      (15.300.261.507)      (16.215.613.557)      (5.713.999.821)
Pembayaran pinjaman jangka panjang                                                   -                     -                     -            (105.055.098)                 -
Pembayaran pajak penghasilan badan                                       (28.922.247.984)      (37.205.622.401)      (28.311.117.474)      (46.237.309.438)     (29.569.274.471)
Pembayaran pajak final                                                    (7.303.988.100)       (7.389.344.844)       (7.612.186.280)       (7.830.476.185)      (4.023.821.059)
Arus Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Operasi                         278.943.662.070       404.626.899.810       184.995.491.620       243.478.306.312      181.230.820.199

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan bunga investasi obligasi                                                  -                    -           5.679.375.000        11.225.641.534         3.175.619.796
Penerimaan dari penjualan aset tetap                                       1.722.727.272        1.775.045.225           357.905.270         1.118.301.799           186.081.081
Pembayaran Pajak Pertambahan Nilai                                        (9.411.754.000)        (209.967.447)         (721.733.113)       (8.307.096.092)                  -
Perolehan aset tetap                                                     (56.218.974.889)     (31.321.503.466)      (11.577.585.501)      (62.845.254.557)      (25.190.942.281)
Perolehan aset takberwujud                                                (7.112.846.752)        (117.563.063)          (11.215.688)       (5.293.733.866)                  -
Perolehan properti investasi                                             (10.126.394.994)         (32.786.858)                             16.000.000.000                   -
Pembayaran kewajiban terkait dengan perolehan aset tetap                 (26.218.801.111)                        (3.456.283.383)                      -          (8.863.836.108)
Biaya pinjaman yang dibayar yang dikapitalisasi ke dalam aset tetap      (10.506.119.390)        (790.788.136)     (386.752.523)           (1.424.320.793)       (2.071.170.076)
Pembayaran uang muka pembelian aset tetap dan properti investasi         (21.065.120.702)     (24.561.138.324)   (9.159.480.303)          (12.673.800.826)       (2.734.339.542)
Penghapusan Hak Guna                                                                 -                    -                 -                         -                     -
Pembayaran Untuk Investasi                                                           -                    -    (177.753.340.000)          (18.495.000.000)                  -
Pembayaran uang muka aset hak guna                                                   -                    -      (1.244.160.000)                      -                     -
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi                     (138.937.284.566)     (55.258.702.069) (198.273.270.241)          (80.695.262.801)      (35.498.587.130)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran Dividen                                                      (108.000.000.000)  (94.500.000.000) (170.000.000.000) (152.500.000.000)                 (78.000.000.000)
Penerimaan atas utang bank jangka pendek                                    (910.000.000)                     12.000.000.000   (29.700.000.000)                  21.480.000.000
Penerimaan atas utang bank jangka panjang                                 59.916.259.464   (24.737.288.506)  (49.474.577.011)   21.125.423.007                  (29.278.246.304)
Pembayaran atas utang pembiayaan konsumen                                 (1.449.658.172)   (1.464.653.321)     (134.023.072)     (375.692.892)                    (556.177.281)
Pembayaran untuk pinjaman jangka panjang                                  (7.096.464.740)  (10.313.957.240)     (436.657.016)              -                                -
Pembayaran liabilitas sewa                                               (14.017.589.628)  (13.391.576.431)  (13.147.853.329)  (21.209.716.181)                  (5.650.643.117)
Penerimaan dari pinjaman pihak berelasi                                      632.300.000
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan                      (70.925.153.076) (144.407.475.498) (221.193.110.428) (182.659.986.066)                 (92.005.066.702)

Dampak perubahan selisih kurs terhadap kas dan setara kas                    27.280.618           210.206.000           (40.951.834)          201.685.555          292.477.198

KENAIKAN (PENURUNAN) KAS DAN SETARA KAS                                69.108.505.046       205.170.928.243       (234.511.840.883)     (19.675.257.000)       54.019.643.565
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                                    148.789.684.509       217.898.189.555        423.069.117.798      188.557.276.915       168.882.019.914
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                                   217.898.189.555       423.069.117.798        188.557.276.915      168.882.019.914       222.901.663.479




Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                                                                                                              18
Page 31
a. Aktivitas Operasi

Arus kas neto diperoleh dari aktivitas operasi selama periode 31 Desember 2020 – 30
Juni 2024 selalu berada pada posisi positif. Pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp278,9
miliar dan per 30 Juni 2024 tercatat sebesar Rp181,2 miliar.
b. Aktivitas Investasi

Selama periode 31 Desember 2020 – 30 Juni 2024, Perseroan mencatat adanya kas
yang digunakan untuk aktivitas investasi. Pada tahun 2022, Perseroan menggunakan
kas untuk pembayaran investasi sebesar Rp177,8 miliar dan sebesar Rp18,5 miliar pada
tahun 2023.

c. Aktivitas Pendanaan

Selama periode 31 Desember 2020 – 30 Juni 2024, Perseroan mencatat adanya
pembagian dividen setiap tahun.


         Rasio-rasio Keuangan

Gambaran rasio keuangan Perseroan periode 31 Desember 2020 – 30 Juni 2024 adalah
seperti disajikan berikut ini.

   Tabel 7 : Rasio Keuangan Perseroan periode 31 Desember 2020 – 30 Juni 2024

 RASIO                                            2020      2021      2022      2023      30 Juni 2024

 Profitabilitas
  GPM                                               28,1%     28,5%     27,4%     28,7%         28,8%
  OPM                                                9,1%     12,1%     11,5%     11,9%         11,3%
  NPM                                                5,5%     10,0%      9,0%     10,6%          9,3%

 Likuiditas
  Aset lancar terhadap Liabilitas Jangka Pendek    144,0%    162,2%    148,6%    160,7%        168,4%

 Efisiensi rasio (x)
  Aset Turnover                                      0,6       0,7       0,8       0,8            0,8
  Inventory Turnover                                 3,8       4,3       4,1       3,5            3,4

 Solvabilitas
  Liabilitas terhadap Aset (DAR)                    36,1%     34,7%     32,4%     31,1%         31,3%
  Liabilitas terhadap Ekuitas (DER)                 56,4%     53,1%     47,9%     45,2%         45,6%




Rasio Profitabilitas

Berdasarkan rasio profitabilitas, marjin laba kotor terhadap pendapatan bersih secara
keseluruhan mengalami peningkatan yaitu sebesar 28,1% pada tahun 2020 kemudian
meningkat menjadi sebesar 28,7% pada tahun 2023. Marjin laba bersih terhadap
pendapatan bersih Perseroan adalah sebesar 5,5% pada tahun 2020 kemudian
meningkat menjadi sebesar 10,6% pada tahun 2023.

Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban
keuangannya dalam jangka pendek digambarkan dengan rasio lancar (current Ratio).
Rasio lancar dihitung dengan cara membandingkan jumlah aset lancar dengan jumlah
liabilitas jangka pendek. Pada periode 31 Desember 2020 - 30 Juni 2024, rasio lancar
Perseroan berturut-turut sebesar 144,0%, 162,2%, 148,6%, 160,7% dan 168,4%.


Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                                      19
Page 32
Secara keseluruhan, rasio lancar Perseroan menunjukkan bahwa Perseroan mampu
memenuhi kewajiban keuangan jangka pendeknya dengan baik.

Rasio Aktivitas

Rasio aktivitas menggambarkan tingkat perputaran usaha, yang dapat dihitung
berdasarkan perbandingan total penjualan terhadap total aset (Perputaran Aset), dan
total beban pokok pendapatan terhadap total persediaan (Perputaran Persediaan).

Perputaran aset Perseroan adalah sebesar 0,6 kali pada tahun 2020 dan sebesar 0,8
pada 30 Juni 2024. Perputaran persediaan Perseroan adalah sebesar 3,8 kali pada tahun
2020 dan sebesar 3,4 kali pada 30 Juni 2024.

Rasio Solvabilitas

Rasio solvabilitas digunakan untuk menghitung perbandingan dana yang tersedia
dengan dana yang dipinjam sehingga dapat menunjukkan tingkat keamanan aset dan
ekuitas dari jumlah pinjaman, yang diukur dengan perbandingan total liabilitas dengan
total ekuitas perseroan (DER, Debt to Equity Ratio) dan total liabilitas terhadap total
aset (DAR, Debt to Asset Ratio).

Pada tahun 2020, DER adalah sebesar 56,4% kemudian menurun menjadi sebesar
45,2% pada tahun 2023. Sedangkan DAR Perseroan pada tahun 2020 adalah sebesar
36,1% kemudian turun menjadi sebesar 31,1% pada tahun 2023. Hal ini menunjukan
bahwa pembiayaan Perseroan sebagian besar berasal dari ekuitas.


       Analisis Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

Posisi Keuangan dan Laba Rugi sebelum Rencana Transaksi diperoleh dari laporan
keuangan per tanggal 30 Juni 2024 yang telah direview secara terbatas oleh Kantor
Akuntan Publik Teramihardja, Pradhono & Chandra, sedangkan Posisi Keuangan dan
Laba Rugi setelah Rencana Transaksi merupakan perkiraan yang didasarkan atas
kemungkinan perubahan pada akun-akun yang terkait dengan Rencana Transaksi yang
diberikan oleh Manajemen.

Untuk memberikan gambaran secara lebih jelas, berikut ini disajikan tabel Posisi
Keuangan dan Laba Rugi sebelum dan setelah Rencana Transaksi.




Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                       20
Page 33
           Posisi Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

               Tabel 8 : Posisi Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

                                                                                  30 Juni 2024
Dalam Rp
                                                            Sebelum Transaksi     Penyesuaian         Setelah Transaksi


ASET LANCAR
 Kas dan setara kas                                             222.901.663.479    (84.970.000.000)      137.931.663.479
 Piutang usaha
  Pihak ketiga - neto                                           525.084.466.433                  -       525.084.466.433
  Pihak berelasi                                                      5.326.073                  -              5.326.073
 Piutang lain-lain
  Pihak ketiga - neto                                             6.725.884.504                  -          6.725.884.504
  Pihak berelasi                                                    171.565.266                  -            171.565.266
 Persediaan - neto                                              577.591.620.024                  -       577.591.620.024
 Uang muka                                                       12.175.793.535                  -         12.175.793.535
 Biaya dibayar di muka                                            3.314.958.076                  -          3.314.958.076
 Pajak dibayar di muka                                             133.791.905                   -          133.791.905
TOTAL ASET LANCAR                                            1.348.105.069.295    (84.970.000.000)    1.263.135.069.295


ASET TIDAK LANCAR
 Investasi pada Obligasi                                        191.952.977.821                  -       191.952.977.821
 Aset hak guna                                                  107.743.118.253                  -       107.743.118.253
 Taksiran tagihan pajak                                           2.654.902.512                  -          2.654.902.512
 Uang muka pembelian aset tetap & properti investasi             10.973.870.294                            10.973.870.294
 Aset tetap                                                     981.358.907.753      84.970.000.000     1.066.328.907.753
 Properti investasi                                             654.491.566.019                  -       654.491.566.019
 Aset takberwujud                                                 3.885.688.352                  -          3.885.688.352
 Aset pajak tangguhan                                            16.644.632.483                  -         16.644.632.483
 Aset tidak lancar lainnya                                        1.465.828.454                  -         1.465.828.454
TOTAL ASET TIDAK LANCAR                                      1.971.171.491.941     84.970.000.000     2.056.141.491.941


TOTAL ASET                                                   3.319.276.561.236                   -    3.319.276.561.236


LIABILITAS JANGKA PENDEK
 Utang bank jangka pendek                                        85.900.000.000                  -         85.900.000.000
 Utang usaha
  Pihak ketiga                                                   13.520.605.670                  -         13.520.605.670
  Pihak berelasi                                                421.907.353.490                  -       421.907.353.490
 Utang lain-lain
  Pihak ketiga                                                   13.840.524.620                  -         13.840.524.620
  Pihak berelasi                                                     30.344.070                  -             30.344.070
 Biaya yang masih harus dibayar                                  74.334.530.672                  -         74.334.530.672
 Utang pajak                                                     13.955.532.423                  -         13.955.532.423
 Uang muka dan jaminan dari pelanggan                           120.864.007.039                  -       120.864.007.039
 Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                          22.197.031.023                  -         22.197.031.023
 Utang jangka panjang yang jatuh tempo 1 tahun:
  Utang pembiayaan konsumen                                         711.006.242                  -            711.006.242
  Utang bank                                                     16.513.427.683                  -         16.513.427.683
  Liabilitas sewa                                                16.922.382.655                  -        16.922.382.655
TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK                                 800.696.745.587                   -      800.696.745.587



LIABILITAS JANGKA PANJANG
 Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh
 tempo dalam setahun:
  Utang pembiayaan konsumen                                         485.642.646                  -            485.642.646
  Utang bank                                                    106.143.427.677                  -       106.143.427.677
  Liabilitas sewa                                                96.973.306.262                  -         96.973.306.262
 Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                         36.006.939.936                  -        36.006.939.936
TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG                                239.609.316.521                   -      239.609.316.521


TOTAL LIABILITAS                                            1.040.306.062.108                    -    1.040.306.062.108


EKUITAS
 Modal saham                                                    270.000.000.000                  -       270.000.000.000
 Tambahan modal disetor                                         704.485.563.169                  -       704.485.563.169
 Cadangan umum                                                    5.000.000.000                  -          5.000.000.000
 Saldo laba                                                     577.396.772.247                  -       577.396.772.247
Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada:                                                                        -
 Pemilik entitas induk                                        1.556.882.335.416                  -      1.556.882.335.416
Kepentingan non-pengendali                                      722.088.163.712                  -        722.088.163.712
TOTAL EKUITAS                                               2.278.970.499.128                    -    2.278.970.499.128


TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                3.319.276.561.236                    -    3.319.276.561.236


 *) asumsi mengabaikan beban-beban perpajakan yang timbul atas pengalihan aset
Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                                                             21
Page 34
Dari tabel Posisi Keuangan, harga pembelian Tanah dan Bangunan adalah sebesar
Rp84,97 miliar, yang akan dibayar dengan menggunakan kas dan setara kas Perseroan.
Dengan demikian, terlihat bahwa Rencana Transaksi memberikan pengaruh terhadap
posisi keuangan. Penyesuaian laporan keuangan Sebelum dan Setelah Rencana
Transaksi dilakukan adalah sebagai berikut:

A.   Penyesuaian Posisi Keuangan karena Rencana Transaksi

Kas dan Setara Kas
Pengurangan kas sebesar Rp84.970.000.000 yang digunakan untuk pembelian aset
Tanah dan Bangunan.

Aset Tetap
Penambahan aset      tetap   atas   pembelian   Tanah   dan   Bangunan    sebesar
Rp84.970.000.000.


B.   Laba Rugi Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

Tidak ada perubahan Sebelum dan Setelah dilakukannya Rencana Transaksi karena
Rencana Transaksi tidak terkait dengan operasional perusahaan dan seluruh
pembayaran menggunakan kas dan setara kas Perseroan.


       Proyeksi Keuangan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi

Proyeksi laporan keuangan telah dipersiapkan oleh manajemen Perseroan dengan
asumsi-asumsi yang menurut Penilai cukup wajar sebagai berikut:




Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                  22
Page 35
           Tabel 9 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Dengan Rencana Transaksi
                                                                                                  DENGAN TRANSAKSI
Dalam Rp
                                                        Jul-Des 2024              2025                  2026                  2027                  2028

ASET LANCAR
 Kas dan setara kas                                       97.795.395.064        83.055.097.228       344.354.927.756       365.254.599.926       483.795.022.526
 Piutang usaha                                           547.576.242.924       610.384.354.734       686.796.141.698       765.715.122.921       853.781.123.551
 Pihak ketiga                                              2.770.681.901         2.770.681.901         2.770.681.901         2.770.681.901         2.770.681.901
 Persediaan                                              542.886.578.649       607.897.660.946       694.238.361.345       773.961.406.099       860.806.440.782
 Uang muka                                                 4.790.967.358         4.790.967.358         4.790.967.358         4.790.967.358         4.790.967.358
 Biaya dibayar di muka                                       880.664.789           880.664.789           880.664.789           880.664.789           880.664.789
 Aset lancar lainnya                                         809.561.160           809.561.160           809.561.160           809.561.160           809.561.160
TOTAL ASET LANCAR                                     1.197.510.091.845     1.310.588.988.115     1.734.641.306.007     1.914.183.004.154     2.207.634.462.066

ASET TIDAK LANCAR
 Aset tetap                                            1.020.723.203.289     1.204.979.006.319     1.134.990.305.058     1.201.579.162.258     1.163.960.404.671
 Aset hak guna                                           118.789.344.020       118.789.344.020       118.789.344.020       118.789.344.020       118.789.344.020
 Properti investasi                                    1.034.918.153.837     1.034.918.153.837     1.034.918.153.837     1.034.918.153.837     1.034.918.153.837
 Aset pajak tangguhan                                     18.792.616.580        18.792.616.580        18.792.616.580        18.792.616.580        18.792.616.580
 Aset tidak lancar lainnya                                42.975.048.828        48.521.351.366        53.694.502.636        58.681.078.270        63.574.366.088
TOTAL ASET TIDAK LANCAR                               2.236.198.366.554     2.426.000.472.122     2.361.184.922.131     2.432.760.354.965     2.400.034.885.196

TOTAL ASET                                            3.433.708.458.399     3.736.589.460.238     4.095.826.228.138     4.346.943.359.119     4.607.669.347.262

LIABILITAS JANGKA PENDEK
 Utang usaha                                             456.245.613.020       506.607.406.710       560.314.762.641       620.744.147.849       692.876.122.444
 Utang lain-lain                                          15.310.380.746        15.310.380.746        15.310.380.746        15.310.380.746        15.310.380.746
 Biaya yang masih harus dibayar                           12.674.057.568        12.674.057.568        12.674.057.568        12.674.057.568        12.674.057.568
 Utang pajak                                              23.972.183.956        23.972.183.956        23.972.183.956        23.972.183.956        23.972.183.956
 Utang bank jangka pendek                                 64.420.000.000        64.420.000.000        64.420.000.000        64.420.000.000        64.420.000.000
 Uang muka dan jaminan dari pelanggan                    122.064.154.752       122.064.154.752       122.064.154.752       122.064.154.752       122.064.154.752
 Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu
 tahun:
   Liabilitas sewa                                       24.000.143.842        24.000.143.842         24.000.143.842       24.000.143.842        24.000.143.842
   Utang pembiayaan konsumen                                641.127.377           641.127.377            641.127.377          641.127.377           641.127.377
TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK                         719.327.661.261       769.689.454.951        823.396.810.882      883.826.196.090       955.958.170.685

LIABILITAS JANGKA PANJANG
 Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang
 jatuh tempo dalam setahun:
   Utang pembiayaan konsumen                              1.522.523.706         1.522.523.706          1.522.523.706        1.522.523.706         1.522.523.706
   Utang bank                                           166.355.101.664       266.355.101.664        416.355.101.664      416.355.101.664       366.355.101.664
   Liabilitas sewa                                       82.403.850.674        82.403.850.674         82.403.850.674       82.403.850.674        82.403.850.674
 Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                 37.896.597.908        37.896.597.908         37.896.597.908       37.896.597.908        37.896.597.908
TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG                        288.178.073.952       388.178.073.952        538.178.073.952      538.178.073.952       488.178.073.952

TOTAL LIABILITAS                                      1.007.505.735.213     1.157.867.528.903     1.361.574.884.834     1.422.004.270.042     1.444.136.244.637

EKUITAS
 Modal saham                                             974.485.563.169       974.485.563.169       974.485.563.169       974.485.563.169       974.485.563.169
 Saldo laba ditahan                                      717.063.212.378       857.571.438.739     1.007.677.318.272     1.185.865.520.576     1.402.450.491.629
 Kepentingan non-pengendali                              734.653.947.639       746.664.929.427       752.088.461.862       764.588.005.332       786.597.047.827
TOTAL EKUITAS                                         2.426.202.723.186     2.578.721.931.334     2.734.251.343.304     2.924.939.089.077     3.163.533.102.625

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                          3.433.708.458.399     3.736.589.460.238     4.095.826.228.138     4.346.943.359.119     4.607.669.347.262




                Tabel 10 : Proyeksi Laba Rugi Perseroan Dengan Rencana Transaksi


Dalam Rp                                                                                          DENGAN TRANSAKSI
                                                        Jul-Des 2024              2025                  2026                  2027                  2028
PENDAPATAN NETO                                       1.417.858.271.073     3.095.752.190.537     3.479.090.443.964     3.875.002.158.398     4.316.687.562.018

BEBAN POKOK PENDAPATAN                                1.032.292.372.742     2.224.263.619.730     2.500.555.929.747     2.773.660.693.957     3.080.509.831.621

LABA BRUTO                                             385.565.898.332       871.488.570.807        978.534.514.217     1.101.341.464.441     1.236.177.730.397

BEBAN USAHA
 Penjualan                                               101.011.274.559       260.856.830.237       293.512.543.617       327.239.743.746       364.876.058.631
 Umum dan administrasi                                    81.915.038.322       202.804.021.847       222.025.121.691       240.904.274.456       261.073.105.617
 Depreciation - Fixed Assets                              17.062.155.757        31.711.880.363        55.081.384.654        57.253.826.194        61.461.440.979
Total beban usaha                                        199.988.468.638       495.372.732.447       570.619.049.963       625.397.844.396       687.410.605.228

LABA USAHA                                             185.577.429.693       376.115.838.359        407.915.464.254      475.943.620.046       548.767.125.169

 PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN                           (11.819.145.523)      (25.801.947.075)      (37.067.214.398)      (44.492.653.821)      (34.909.828.421)

LABA SEBELUM PAJAK                                     173.758.284.170       350.313.891.284        370.848.249.856      431.450.966.224       513.857.296.748

 Beban pajak penghasilan                                 (32.788.790.039)      (65.886.527.067)      (72.281.764.479)      (80.974.147.414)      (92.839.269.755)

LABA NETO TAHUN BERJALAN                               140.969.494.131       284.427.364.217        298.566.485.377      350.476.818.810       421.018.026.993




Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                                                                                               23
Page 36
                  Tabel 11 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Dengan Rencana Transaksi
                                                                                                                DENGAN TRANSAKSI
Dalam Rp
                                                                   Jul-Des 2024                2025                   2026                  2027                  2028

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
 Penerimaan dari pelanggan                                        1.351.883.010.009        2.989.113.661.858      3.357.568.921.525     3.749.656.633.383     4.180.839.617.124
 Pembayaran kepada pemasok, karyawan dan beban operasi lainnya   (1.139.840.862.771)      (2.603.837.510.034)    (2.922.783.232.875)   (3.222.533.161.913)   (3.581.195.147.907)
 Penerimaan bunga                                                    14.971.651.775            7.730.628.608          8.146.730.440         3.739.787.504         9.876.571.238
 Pembayaran bunga                                                    (4.483.538.377)         (19.519.926.024)       (31.201.295.179)      (34.219.791.667)      (30.773.750.000)
 Pembayaran pajak penghasilan badan                                 (31.497.123.253)         (65.886.527.067)       (72.281.764.479)      (80.974.147.414)      (92.839.269.755)
 Penerimaan (pembayaran) operasional lainnya                        (11.278.357.943)                     -                      -                     -                     -
Arus Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Operasi                    179.754.779.441          307.600.327.341        339.449.359.431       415.669.319.893       485.908.020.700

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
 Penerimaan dari penjualan aset tetap                                  (186.081.081)                     -                      -                     -                     -
 Penerimaan (Perolehan) aset tetap                                 (181.731.718.177)        (267.000.000.000)       (62.000.000.000)     (212.000.000.000)     (112.000.000.000)
 Perolehan aset lainnya                                              (5.603.665.551)                     -                      -                     -                     -
 Perolehan properti investasi                                        (1.492.605.077)            (746.302.539)          (373.151.269)         (186.575.635)          (93.287.817)
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi                (189.014.069.886)        (267.746.302.539)       (62.373.151.269)     (212.186.575.635)     (112.093.287.817)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
 Penerimaan (pembayaran) atas utang bank jangka pendek              (71.480.000.000)         100.000.000.000        150.000.000.000                   -         (50.000.000.000)
 Pembayaran Dividen                                                 (70.369.765.583)        (154.594.322.638)      (165.776.377.634)     (182.583.072.089)     (205.274.310.284)
 Pembayaran liabilitas sewa                                          29.278.246.304                      -                      -                     -                     -
 Pembayaran utang bank                                               (3.539.158.774)                     -                      -                     -                     -
 Pembayaran utang pembiayaan konsumen                                   556.177.281                      -                      -                     -                     -
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan                (115.554.500.772)         (54.594.322.638)       (15.776.377.634)     (182.583.072.089)     (255.274.310.284)

KENAIKAN (PENURUNAN) KAS DAN SETARA KAS                          (124.813.791.217)         (14.740.297.836)      261.299.830.528         20.899.672.170      118.540.422.599
DAMPAK SELISIH KURS                                                  (292.477.198)
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                                236.571.009.205           97.795.395.064        83.055.097.228       344.354.927.756       365.254.599.926
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                               111.464.740.790           83.055.097.228       344.354.927.756       365.254.599.926       483.795.022.526




                     Tabel 12 : Proyeksi Rasio Perseroan Dengan Rencana Transaksi

                                                                                                                DENGAN TRANSAKSI
RASIO
                                                                         2024                    2025                 2026                   2027                 2028

Pertumbuhan
Pendapatan                                                                         6,8%                 11,3%               124,8%                 122,8%                122,8%
Laba Kotor                                                                         4,1%                 12,0%                12,3%                  12,6%                 12,2%
Laba Bersih                                                                       -2,4%                  6,0%                 5,0%                  17,4%                 20,1%

Profitabilitas
GPM                                                                               28,0%                 28,2%                 28,1%                 28,4%                28,6%
OPM                                                                               12,2%                 12,1%                 11,7%                 12,3%                12,7%
NPM                                                                                9,6%                  9,2%                  8,6%                  9,0%                 9,8%

Efisiensi rasio (x)
Aset Turnover                                                                      1,3                    1,6                   1,2                  1,2                   1,1
Inventory Turnover                                                                 0,2                    0,3                   0,3                  0,3                   0,3

Solvabilitas
Liabilitas terhadap Aset (DAR)                                                    29,3%                 31,0%                 33,2%                 32,7%                31,3%
Liabilitas terhadap Ekuitas (DER)                                                 41,5%                 44,9%                 49,8%                 48,6%                45,6%

Likuiditas
Aset lancar terhadap Liabilitas Jangka Pendek                                 166,5%                  170,3%                210,7%                 216,6%                230,9%




Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                                                                                                              24
Page 37
            Tabel 13 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Rencana Transaksi
                                                                                                    TANPA TRANSAKSI
Dalam Rp
                                                        Jul-Des 2024               2025                   2026                   2027                   2028

ASET LANCAR
 Kas dan setara kas                                      187.795.395.064        333.797.422.831        593.788.617.503        604.081.131.668        702.521.178.524
 Piutang usaha                                           547.576.242.924        590.483.328.828        636.780.244.439        686.737.018.102        740.645.365.757
 Pihak ketiga                                              2.770.681.901          2.770.681.901          2.770.681.901          2.770.681.901          2.770.681.901
 Persediaan                                              542.886.578.649        589.948.703.555        649.184.315.416        702.796.717.802        758.849.430.354
 Uang muka                                                 4.790.967.358          4.790.967.358          4.790.967.358          4.790.967.358          4.790.967.358
 Biaya dibayar di muka                                       880.664.789            880.664.789            880.664.789            880.664.789            880.664.789
 Aset lancar lainnya                                         809.561.160            809.561.160            809.561.160            809.561.160            809.561.160
TOTAL ASET LANCAR                                     1.287.510.091.845      1.523.481.330.422      1.889.005.052.566      2.002.866.742.781      2.211.267.849.843

ASET TIDAK LANCAR
 Aset tetap                                              930.723.203.289        969.025.623.137        924.819.779.808      1.017.699.010.142      1.006.880.067.824
 Aset hak guna                                           118.789.344.020        118.789.344.020        118.789.344.020        118.789.344.020        118.789.344.020
 Properti investasi                                    1.034.918.153.837      1.034.918.153.837      1.034.918.153.837      1.034.918.153.837      1.034.918.153.837
 Aset pajak tangguhan                                     18.792.616.580         18.792.616.580         18.792.616.580         18.792.616.580         18.792.616.580
 Aset tidak lancar lainnya                                42.975.048.828         48.521.351.366         53.694.502.636         58.681.078.270         63.574.366.088
TOTAL ASET TIDAK LANCAR                               2.146.198.366.554      2.190.047.088.940      2.151.014.396.880      2.248.880.202.849      2.242.954.548.348

TOTAL ASET                                            3.433.708.458.399      3.713.528.419.362      4.040.019.449.446      4.251.746.945.630      4.454.222.398.191

LIABILITAS JANGKA PENDEK
 Utang usaha                                             456.245.613.020        487.910.576.095        513.383.464.798        546.614.264.207        586.670.903.249
 Utang lain-lain                                          15.310.380.746         15.310.380.746         15.310.380.746         15.310.380.746         15.310.380.746
 Biaya yang masih harus dibayar                           12.674.057.568         12.674.057.568         12.674.057.568         12.674.057.568         12.674.057.568
 Utang pajak                                              23.972.183.956         23.972.183.956         23.972.183.956         23.972.183.956         23.972.183.956
 Utang bank jangka pendek                                 64.420.000.000         64.420.000.000         64.420.000.000         64.420.000.000         64.420.000.000
 Uang muka dan jaminan dari pelanggan                    122.064.154.752        122.064.154.752        122.064.154.752        122.064.154.752        122.064.154.752
 Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu
 tahun:
   Liabilitas sewa                                       24.000.143.842         24.000.143.842         24.000.143.842         24.000.143.842         24.000.143.842
   Utang pembiayaan konsumen                                641.127.377            641.127.377            641.127.377            641.127.377            641.127.377
TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK                         719.327.661.261        750.992.624.336        776.465.513.039        809.696.312.448        849.752.951.490

LIABILITAS JANGKA PANJANG
 Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang
 jatuh tempo dalam setahun:
   Utang pembiayaan konsumen                              1.522.523.706          1.522.523.706          1.522.523.706          1.522.523.706          1.522.523.706
   Utang bank                                           166.355.101.664        266.355.101.664        416.355.101.664        416.355.101.664        366.355.101.664
   Liabilitas sewa                                       82.403.850.674         82.403.850.674         82.403.850.674         82.403.850.674         82.403.850.674
 Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                 37.896.597.908         37.896.597.908         37.896.597.908         37.896.597.908         37.896.597.908
TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG                        288.178.073.952        388.178.073.952        538.178.073.952        538.178.073.952        488.178.073.952

TOTAL LIABILITAS                                      1.007.505.735.213      1.139.170.698.288      1.314.643.586.991      1.347.874.386.400      1.337.931.025.442

EKUITAS
 Modal saham                                             974.485.563.169        974.485.563.169        974.485.563.169        974.485.563.169        974.485.563.169
 Saldo laba ditahan                                      717.063.212.378        853.207.228.479        998.801.837.424      1.164.798.990.729      1.355.208.761.753
 Kepentingan non-pengendali                              734.653.947.639        746.664.929.427        752.088.461.862        764.588.005.332        786.597.047.827
TOTAL EKUITAS                                         2.426.202.723.186      2.574.357.721.074      2.725.375.862.455      2.903.872.559.230      3.116.291.372.749

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                          3.433.708.458.399      3.713.528.419.362      4.040.019.449.446      4.251.746.945.630      4.454.222.398.191




                  Tabel 14 : Proyeksi Laba Rugi Perseroan Tanpa Rencana Transaksi

Dalam Rp                                                                                            TANPA TRANSAKSI
                                                         Jul-Des 2024              2025                  2026                    2027                   2028
PENDAPATAN NETO                                       1.417.858.271.073      2.996.247.061.010      3.229.010.957.669      3.480.111.634.302      3.751.008.773.047

BEBAN POKOK PENDAPATAN                                1.032.292.372.742      2.149.476.297.267      2.312.830.738.376      2.477.141.159.388      2.655.688.954.840

LABA BRUTO                                              385.565.898.332        846.770.763.742        916.180.219.293      1.002.970.474.914      1.095.319.818.207

BEBAN USAHA
 Penjualan                                                101.011.274.559        252.351.830.893       272.137.506.202        293.487.276.270        316.525.810.241
 Umum dan administrasi                                     81.915.038.322        202.804.021.847       222.025.121.691        240.904.274.456        261.073.105.617
 Depreciation - Fixed Assets                               17.062.155.757         22.665.263.545        29.298.526.723         30.963.453.059         34.661.625.712
Total beban usaha                                         199.988.468.638        477.821.116.286       523.461.154.615        565.355.003.784        612.260.541.570

LABA USAHA                                              185.577.429.693        368.949.647.456        392.719.064.677        437.615.471.130        483.059.276.637

 PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN                            (11.819.145.523)       (25.801.947.075)       (31.667.214.398)       (29.448.114.285)       (19.943.807.036)

LABA SEBELUM PAJAK                                      173.758.284.170        343.147.700.381        361.051.850.280        408.167.356.845        463.115.469.601

 Beban pajak penghasilan                                  (32.788.790.039)       (64.539.283.177)       (70.440.041.359)       (76.596.828.851)       (83.299.806.252)

LABA NETO TAHUN BERJALAN                                140.969.494.131        278.608.417.204        290.611.808.921        331.570.527.994        379.815.663.349




Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                                                                                                    25
Page 38
                   Tabel 15 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Tanpa Rencana Transaksi
                                                                                                             TANPA TRANSAKSI
Dalam Rp
                                                                   Jul-Des 2024             2025                   2026                  2027                  2028

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
 Penerimaan dari pelanggan                                        1.351.883.010.009     2.909.509.558.237      3.137.604.306.584     3.383.728.316.847     3.649.318.481.128
 Pembayaran kepada pemasok, karyawan dan beban operasi lainnya   (1.139.840.862.771)   (2.521.293.061.454)    (2.714.812.382.778)   (2.893.349.103.300)   (3.109.307.036.158)
 Penerimaan bunga                                                    14.971.651.775         7.730.628.608         13.546.730.440        18.784.327.040        24.842.592.623
 Pembayaran bunga                                                    (4.483.538.377)      (19.519.926.024)       (31.201.295.179)      (34.219.791.667)      (30.773.750.000)
 Pembayaran pajak penghasilan badan                                 (31.497.123.253)      (64.539.283.177)       (70.440.041.359)      (76.596.828.851)      (83.299.806.252)
 Penerimaan (pembayaran) operasional lainnya                        (11.278.357.943)                  -                      -                     -                     -
Arus Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Operasi                    179.754.779.441       311.887.916.190        334.697.317.708       398.346.920.070       450.780.481.342

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
 Penerimaan dari penjualan aset tetap                                 (186.081.081)                  -                      -                     -                     -
 Penerimaan (Perolehan) aset tetap                                 (91.731.718.177)     (112.000.000.000)       (62.000.000.000)     (212.000.000.000)     (112.000.000.000)
 Perolehan aset lainnya                                             (5.603.665.551)                  -                      -                     -                     -
 Perolehan properti investasi                                       (1.492.605.077)         (746.302.539)          (373.151.269)         (186.575.635)          (93.287.817)
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi                 (99.014.069.886)     (112.746.302.539)       (62.373.151.269)     (212.186.575.635)     (112.093.287.817)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
 Penerimaan (pembayaran) atas utang bank jangka pendek             (71.480.000.000)      100.000.000.000        150.000.000.000                   -         (50.000.000.000)
 Pembayaran Dividen                                                (70.369.765.583)     (153.139.585.884)      (162.332.971.767)     (175.867.830.270)     (190.247.146.669)
 Pembayaran liabilitas sewa                                         29.278.246.304                   -                      -                     -                     -
 Pembayaran utang bank                                              (3.539.158.774)                  -                      -                     -                     -
 Pembayaran utang pembiayaan konsumen                                  556.177.281                   -                      -                     -                     -
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan                (115.554.500.772)      (53.139.585.884)       (12.332.971.767)     (175.867.830.270)     (240.247.146.669)

KENAIKAN (PENURUNAN) KAS DAN SETARA KAS                           (34.813.791.217)      146.002.027.767        259.991.194.672        10.292.514.165        98.440.046.856
DAMPAK SELISIH KURS                                                  (292.477.198)                  -                      -                     -                     -
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                                236.571.009.205       187.795.395.064        333.797.422.831       593.788.617.503       604.081.131.668
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                               201.464.740.790       333.797.422.831        593.788.617.503       604.081.131.668       702.521.178.524




                       Tabel 16 : Proyeksi Rasio Perseroan Tanpa Rencana Transaksi

                                                                                                             TANPA TRANSAKSI
RASIO
                                                                        2024                 2025                 2026                    2027                 2028

Pertumbuhan
Pendapatan                                                                      6,8%                 7,7%                115,5%                 115,6%              115,6%
Laba Kotor                                                                      4,1%                 8,8%                  8,2%                   9,5%                9,2%
Laba Bersih                                                                    -2,4%                 3,8%                  4,3%                  14,1%               14,6%

Profitabilitas
GPM                                                                            27,2%                28,3%                 28,4%                  28,8%                29,2%
OPM                                                                            13,1%                12,3%                 12,2%                  12,6%                12,9%
NPM                                                                             9,9%                 9,3%                  9,0%                   9,5%                10,1%

Efisiensi rasio (x)
Aset Turnover                                                                  1,27                 1,63                   1,30                  1,27                 1,23
Inventory Turnover                                                             0,20                 0,26                   0,29                  0,29                 0,30

Solvabilitas
Liabilitas terhadap Aset (DAR)                                                 29,3%                30,7%                 32,5%                  31,7%                30,0%
Liabilitas terhadap Ekuitas (DER)                                              41,5%                44,3%                 48,2%                  46,4%                42,9%

Likuiditas
Aset lancar terhadap Liabilitas Jangka Pendek                               179,0%                 202,9%                243,3%                 247,4%              260,2%




Dari gambaran di atas terlihat bahwa diproyeksikan terdapat beberapa perbedaan
antara Dengan dilakukannya Rencana Transaksi dan Tanpa dilakukannya Rencana
Transaksi yaitu sebagai berikut:

Posisi Keuangan

❖ Kas dan Bank
  Perbedaan pada akun kas dan bank karena adanya pembelian tanah dan bangunan
  serta peningkatan laba apabila Perseroan telah membangun showroom.

❖ Aset Tetap
  Perbedaan pada akun aset tetap karena adanya pembelian tanah dan bangunan
  serta pembangunan showroom.

Selain itu, akun-akun lain mengalami perbedaan akibat dari perbedaan kebutuhan
modal kerja dan perolehan laba bersih antara Dengan dilakukannya Rencana Transaksi
dan Tanpa dilakukannya Rencana Transaksi.


Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                                                                                                           26
Page 39
Laba Rugi

❖ Pendapatan
  Pada tahun 2025 hingga 2028 pendapatan Perseroan Dengan dilaksanakannya
  Rencana Transaksi akan lebih tinggi dibandingkan Tanpa dilaksanakannya Rencana
  Transaksi. Perbandingan dapat dilihat pada tabel berikut:

        Tabel 17 : Proyeksi Pendapatan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi

    Dalam Ribuan Rp      Jul-Des 2024            2025                2026                2027                2028
    Dengan transaksi     1.417.858.271.073   3.095.752.190.537   3.479.090.443.964   3.875.002.158.398   4.316.687.562.018
    Tanpa transaksi      1.417.858.271.073   2.996.247.061.010   3.229.010.957.669   3.480.111.634.302   3.751.008.773.047
    Perbedaan                          -        99.505.129.527     250.079.486.294     394.890.524.097     565.678.788.971


❖ Beban Pokok Pendapatan
  Dengan Transaksi, beban pokok pendapatan Perseroan akan lebih tinggi seiring
  dengan peningkatan pendapatan Perseroan, dibandingkan Tanpa dilaksanakannya
  Rencana Transaksi. Perbandingan dapat dilihat pada tabel berikut:

                       Tabel 18 : Proyeksi Beban Pokok Pendapatan
                          Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi

    Dalam Ribuan Rp      Jul-Des 2024            2025                2026                2027                2028
    Dengan transaksi     1.032.292.372.742   2.224.263.619.730   2.500.555.929.747   2.773.660.693.957   3.080.509.831.621
    Tanpa transaksi      1.032.292.372.742   2.149.476.297.267   2.312.830.738.376   2.477.141.159.388   2.655.688.954.840
    Perbedaan                          -        74.787.322.462     187.725.191.371     296.519.534.569     424.820.876.781


❖ Beban Usaha
  Dengan Transaksi, beban usaha berupa beban penjualan akan meningkat seiring
  dengan peningkatan pendapatan. Selain itu, beban depresiasi juga akan meningkat
  seiring dengan Rencana Transaksi dan pembangunan showroom. Perbandingan
  dapat dilihat pada tabel berikut:

       Tabel 19 : Proyeksi Beban Usaha Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi

    Dalam Ribuan Rp      Jul-Des 2024           2025                2026                2027                2028
    Dengan transaksi       199.988.468.638    495.372.732.447     570.619.049.963     625.397.844.396     687.410.605.228
    Tanpa transaksi        199.988.468.638    477.821.116.286     523.461.154.615     565.355.003.784     612.260.541.570
    Perbedaan                          -       17.551.616.161      47.157.895.347      60.042.840.611      75.150.063.658


❖ Laba bersih
  Dengan Transaksi, laba bersih Perseroan akan meningkat dibandingkan Tanpa
  dilaksanakannya Rencana Transaksi. Perbandingan dapat dilihat pada tabel berikut:

        Tabel 20 : Proyeksi Laba Bersih Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi

    Dalam Ribuan Rp      Jul-Des 2024           2025                2026                2027                2028
    Dengan transaksi       140.969.494.131    284.427.364.217     298.566.485.377     350.476.818.810     421.018.026.993
    Tanpa transaksi        140.969.494.131    278.608.417.204     290.611.808.921     331.570.527.994     379.815.663.349
    Perbedaan                          -        5.818.947.013       7.954.676.456      18.906.290.816      41.202.363.644




Arus Kas:

❖ Aktivitas Operasi
  Perbedaan pada arus kas aktivitas operasi antara Dengan dan Tanpa Rencana
  Transaksi terutama karena pembelian aset tanah dan bangunan, yang
  menyebabkan perbedaan pendapatan, beban pokok pendapatan, dan beban usaha
  serta perbedaan beban pajak akibat hal tersebut.


Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                                                         27
Page 40
❖ Aktivitas Investasi
  Perbedaan terletak pada pembelian tanah dan bangunan serta pembangunan
  showroom.

❖ Aktivitas Pendanaan
  Perbedaan pada arus kas aktivitas pendanaan antara Dengan dilakukannya Rencana
  Transaksi dan Tanpa dilakukannya Rencana Transaksi adalah pada perbedaan
  pembagian dividen yang disebabkan oleh perbedaan perolehan laba bersih.


3.5        Analisis Inkremental atas Rencana Transaksi

Berdasarkan analisis terhadap proyeksi Dengan dan Tanpa dilakukannya Rencana
Transaksi, diperoleh kontribusi nilai tambah terhadap Perseroan adalah sebagai berikut:

                                            Tabel 21 : Kontribusi Nilai Tambah

    Dalam Rp                                    Jul-Des 2024         2025              2026              2027              2028
    Peningkatan Pendapatan                                  -    99.505.129.527   250.079.486.294   394.890.524.097   565.678.788.971
    Penghematan (peningkatan) beban pokok                   -   (74.787.322.462) (187.725.191.371) (296.519.534.569) (424.820.876.781)
    Penghematan (peningkatan) beban usaha                   -   (17.551.616.161) (47.157.895.347) (60.042.840.611) (75.150.063.658)
    Kontribusi nilai tambah                                 -     7.166.190.903    15.196.399.577    38.328.148.916    65.707.848.532




•      Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, terdapat peningkatan pendapatan pada
       tahun 2025 sebesar Rp99,5 miliar hingga sebesar Rp565,7 miliar pada tahun 2028.
•      Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, terdapat peningkatan beban pokok
       pendapatan pada tahun 2025 sebesar Rp74,8 miliar hingga sebesar Rp424,8 miliar
       pada tahun 2028.
•      Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, terdapat peningkatan beban usaha pada
       tahun 2025 sebesar Rp17,6 miliar hingga sebesar Rp75,2 miliar pada tahun 2028.
•      Dengan dilakukannya Rencana Transaksi kontribusi nilai tambah atas laba bersih
       Perseroan adalah sebesar Rp7,2 miliar pada tahun 2025 hingga Rp65,7 miliar pada
       tahun 2028.


3.6        Analisis Kewajaran Nilai Transaksi

Terkait dengan Rencana Transaksi, Perseroan telah menugaskan kepada KJPP Felix
Sutandar dan Rekan untuk melakukan penilaian atas aset yang menjadi obyek Rencana
Transaksi, yang secara ringkas dapat digambarkan sebagai berikut:

     No Laporan                             :   00863/2.0072-00/PI/05/0434/1/VII/2024
     Tanggal Laporan                        :   19 Juli 2024
     Obyek Penilaian                        :   Gedung Kantor
     Tanggal Penilaian                      :   30 Juni 2024
     Tujuan Penilaian                       :   Transaksi Pembelian
     Dasar Penilaian                        :   Nilai Pasar
     Pendekatan Penilaian                   :   Pendekatan Pasar dan Pendekatan Biaya
     Kesimpulan Nilai                       :   Rp88.510.000.000


Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh Penilai Properti KJPP Felix Sutandar dan
Rekan, Nilai Pasar Aset Rencana Transaksi adalah sebesar Rp88.510.000.000,
sedangkan harga Rencana Transaksi adalah sebesar Rp84.970.000.000 atau 4,0% lebih
rendah dibandingkan dengan Nilai Pasarnya, yang berarti tidak melewati batas atas dan
batas bawah sebesar 7,5% atau berada dalam kisaran nilai yang wajar.
Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                                                                     28
Page 41
3.7    Prosedur Pengambilan Keputusan dengan Memperhatikan Alternatif Lain

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, pengambilan
keputusan untuk melakukan Rencana Transaksi dilakukan oleh Direksi dengan
persetujuan Komisaris Perseroan.

Alternatif lain yaitu dengan tidak membeli Tanah dan Bangunan dan tetap menggunakan
tempat usaha Perseroan saat ini saja. Namun, Manajemen tetap memutuskan untuk
membeli Tanah dan Bangunan baru karena:

1.    Tanah dan Bangunan tersebut berada di lokasi yang strategis

2.    SPTO akan memiliki showroom yang cukup besar di salah satu daerah utama di
      pusat kota Surabaya dan dengan demikian bisa meningkatkan branding dan
      penjualan

3.    SPTO akan memiliki kantor yang memadai untuk semua karyawan di Surabaya
4.    Dengan membeli, perusahaan memiliki aset, yang bila nanti dibutuhkan dapat
      menjadi agunan pinjaman ke Bank.
5.    Kepemilikan aset properti berupa Tanah dan Bangunan merupakan suatu investasi
      yang baik bagi perusahaan karena nilainya cenderung meningkat.


Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Felix Sutandar dan Rekan sebagai
Penilai Independen untuk menentukan Nilai Pasar dari Rencana Transaksi.


3.8    Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa manfaat dari
Rencana Transaksi adalah:
1.    Tanah berada di lokasi yang strategis.
2.    SPTO akan memiliki showroom dengan kapasitas yang cukup besar di salah satu
      daerah utama di pusat kota Surabaya dan dengan demikian bisa meningkatkan
      branding dan penjualan.
3.    SPTO akan memiliki kantor yang memadai untuk semua karyawan di Surabaya.
4.    Menjadi salah satu cara Perseroan untuk investasi jangka panjang yang tentunya
      menambah kenaikan jumlah aset Perseroan.

Sementara itu, juga terdapat risiko akibat dari Rencana Transaksi, yaitu:
SPTO akan memerlukan belanja modal yang cukup besar untuk membeli tanah dan
membangun showroom dan kantor.


3.9    Analisis Kewajaran Rencana Transaksi


1. Analisis Rencana Transaksi

Rencana Transaksi adalah pembelian Tanah dan Bangunan berupa Gedung Kantor di
Jalan Raya Darmo No. 31, Kelurahan Keputran, Kecamatan Tegal Sari, Surabaya, seluas
1.470 m2 yang terbagi menjadi 2 sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) No. 288 dan No.
485, beserta bangunan diatas tanah tersebut, yang tercatat atas nama PT Setia Perkasa
Cemerlang.


Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                     29
Page 42
Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No.
42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Namun sesuai dengan Surat Pernyataan Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
dimaksud bukan merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan.

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa manfaat dari
Rencana Transaksi adalah Perseroan akan memiliki tempat yang memadai untuk semua
karyawan di Surabaya dan memiliki showroom dengan kapasitas yang cukup besar.
Tanah dan Bangunan tersebut juga berada di salah satu daerah utama di pusat kota
Surabaya, sehingga sangat strategis untuk showroom Perseroan, dengan demikian
dapat meningkatkan branding dan penjualan. Selain itu, pembelian aset ini dapat
menjadi salah satu cara Perseroan untuk investasi jangka panjang yang tentunya
menambah kenaikan jumlah aset Perseroan.

Sementara itu, juga terdapat risiko akibat dari Rencana Transaksi, yaitu SPTO akan
memerlukan belanja modal yang cukup besar untuk membeli tanah dan membangun
showroom dan kantor.


2. Analisis Kualitatif

Keuntungan atas Rencana Transaksi yaitu Perseroan akan memiliki tempat yang
memadai untuk semua karyawan di Surabaya dan memiliki showroom dengan kapasitas
yang cukup besar. Tanah dan Bangunan tersebut juga berada di salah satu daerah
utama di pusat kota Surabaya, sehingga sangat strategis untuk showroom Perseroan,
dengan demikian dapat meningkatkan branding dan penjualan. Selain itu, pembelian
aset ini dapat menjadi salah satu cara Perseroan untuk investasi jangka panjang yang
tentunya menambah kenaikan jumlah aset Perseroan. Sementara itu, tidak ada
kerugian bagi Perseroan atas Rencana Transaksi.


3. Analisis Kuantitatif

Dengan dilakukannya Rencana Transaksi kontribusi nilai tambah atas laba bersih
Perseroan adalah sebesar Rp7,2 miliar pada tahun 2025 hingga Rp65,7 miliar pada
tahun 2028.


4. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi

Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh Penilai Properti KJPP Felix Sutandar dan
Rekan, Nilai Pasar Aset Rencana Transaksi adalah sebesar Rp88.510.000.000,
sedangkan harga Rencana Transaksi adalah sebesar Rp84.970.000.000 atau 4,0% lebih
rendah dibandingkan dengan Nilai Pasarnya, yang berarti tidak melewati batas atas dan
batas bawah sebesar 7,5% atau berada dalam kisaran nilai yang wajar.


3.10 Kesimpulan

Berdasarkan analisis kewajaran Rencana Transaksi sebagaimana diuraikan dalam
laporan ini, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi Pembelian Tanah dan
Bangunan yang dilakukan oleh PT Surya Pertiwi Tbk adalah wajar.




Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024                                        30

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.94 MB
Published1 Nov 2024
Pages42
Characters130,755
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 48 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org SURYA PERTIWI TBK p.1 ×47
linked org Setia Perkasa Cemerlang. p.4 ×22
linked person Adhi Sudargo Tasmin · Direktur p.6 ×13
linked person Tjahjono Alim · Direktur p.6 ×11
linked org PT Suryaparamitra Abadi p.19 ×5
linked org PT Multifortuna Asindo p.19 ×5
linked person Usman Andy p.20
linked person Goh Poh Heng p.20
linked person Willianto Alim p.20
linked person Johan Gojali p.20
linked person Efendy Gojali p.20
linked person Irene Hamidjaja p.20
linked person Iwan Tjahjadi p.20
linked person Reinhart Muljadi p.20
linked person Benny Suryanto p.20
linked person Umarsono Andy p.20
linked person Roys Tanudjaja p.20
linked org Surya Toto Indonesia Tbk p.25 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.3 ×6
unresolved org PT Setia Perkasa Cemerlang. Tanggal Pendapat Kewajaran p.4
unresolved org Bank Indonesia p.4 ×4
unresolved org PT Setia Perkasa Cemerlang. Harga p.6 ×2
unresolved org Penilai Properti KJPP Felix Sutandar dan Rekan p.7 ×3
unresolved org KJPP Felix Sutandar · Pemimpin Rekan p.7 ×7
unresolved org KJPP Felix Sutandar dan Rekan p.8 ×4
unresolved — Kualifikasi p.12
unresolved — Ijin Penilai p.12
unresolved — STTD p.12
unresolved — MAPPI p.12 ×3
unresolved person Natalia Goysal p.12
unresolved person Symphony Sonata p.12
unresolved — Ref. No.: 01168/2.0072-00/BS/05/0022/1/X/2024 p.12 ×2
unresolved person Drs. Nursal p.16 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Teramihardja p.16
unresolved org Kantor Akuntan Publik Kosasih p.16 ×3
unresolved org Tjahjo & Rekan p.16 ×3
unresolved person Drs. Ruchjat Kosasih p.17
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Felix Sutandar dan Rekan p.17 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Felix Sutandar p.17 ×2
unresolved org PT Surya Nusantara p.19
unresolved person Akta Notaris Hendra Karyadi p.19
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.19
unresolved person Christina Dwi Utami p.19
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia p.19
unresolved org Euromonitor International Limited p.24
unresolved org Bank Indonesia Ref. p.26
unresolved org Rekan · Penilai p.41
unresolved org PT Setia Perkasa Cemerlang. Ref. p.41

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.182 3976 ms 12 Sep 2026 22:56
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': '2024-06-30',
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result