Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 55
Page 1 OCR 0.952
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK Laporan Keuangan Interim Interim Financial Statements 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 September 30, 2024 and December 31, 2023 Serta Untuk Periode yang Berakhir pada And for the Periods Ended Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 September 30, 2024 and 2023 (Tidak Diaudit) (Unaudited)
Page 2 OCR 0.916
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK Daftar Isi Surat Pernyataan Direksi Laporan Keuangan Interim 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit) Laporan Posisi Keuangan Interim Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Interim Laporan Perubahan Ekuitas Interim Laporan Arus Kas Interim Catatan atas Laporan Keuangan Interim Halaman! Page Table of Contents The Directors' Statement Letter Interim Financial Statements September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (Unaudited) Interim Statements of Financial Position Interim Statements of Profit or Loss and Other Comprehensive Income Interim Statements of Changes in Eguity Interim Statements of Cash Flows Interim Notes to the Financial Statements
Page 3 OCR 0.915
IRON MOUNTAIN" PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk A member of Iron Mountain No. 004/DIR/X/2024 SURAT PERNYATAAN DIREKSI TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2024 DAN 31 DESEMBER 2023 SERTA UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024 DAN 2023 PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK Kami yang bertanda tangan dibawah ini: 1. Nama 1 Joyce Housien Alamat Kantor Jl. Akasia II Blok A7-4A Delta Silicon Industrial Park, Lippo Cikarang, Bekasi 17550 Alamat Domisili / 25 Terrasse Lane #01-22 sesuai KTP atau Singapore 544776 kartu indentitas lain Telepon 89907636 Jabatan Presiden Direktur 2. Nama Tonny Hartono Alamat Kantor Jl. Akasia II Blok A7-4A Delta Silicon Industrial Park, Lippo Cikarang, Bekasi 17550 Serampang XII Blok.S No.1 RTIRW 008/007, Kelapa Gading Timur, Kelapa Gading, Alamat Domisili / sesuai KTP atau kartu indentitas lain Jakarta Utara Telepon 89907636 Jabatan Direktur menyatakan bahwa: 1. Bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan interim PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk (Perusahaan), 2. Laporan keuangan interim Perusahaan telah disusun dan disajikan sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang bertaku umum di Indonesia, 3. Semua informasi dalam laporan keuangan Perusahaan telah dimuat secara lengkap dan benar, b. Laporan keuangan interim Perusahaan tidak mengandung informasi atau fakta material yang tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material: 4. Bertanggung jawab atas sistem pengendalian internal dalam Perusahaan. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya. interim Bekasi, 31 Oktober/ October 2024 Joyce Housien Presiden Direktur/ President Director THE BOARD OF DIRECTORS REGARDING THE RESPONSIBILITY FOR INTERIM FINANCIAL STATEMENTS SEPTEMBER 30, 2024 AND DECEMBER 31, 2023 AND FOR THE PERIODS ENDED SEPTEMBER 30, 2024 AND 2023 PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK We the undersigned: 1. Name Joyce Housien Office Address Jl. Akasia II Blok A7-4A Delta Silicon Industrial Park, Lippo Cikarang, Bekasi 17550 Residential Address/ as 25 Terrasse Lane #01-22 periD Card or other Singapore 544776 identity card Phone 1. 89907636 Title 2 President Director 2. Name Tonny Hartono Office Address Jl. Akasia II Blok A7-4A Delta Silicon Industrial Park, Lippo Cikarang, Bekasi 17550 Residential Address/ as Serampang XII Blok.S No.1 perID Card or other RT/RW 008/007, Kelapa Gading identity card Timur, Kelapa Gading, Jakarta Utara Phone 2. 89907636 Title 2» Director declare that: 1 4 Responsible for the preparation and the presentation of the interim financial statements of PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk (the Company): The Company's interim financial statements have been prepared and presented in accordance with generally accepted financial accounting standards in Indonesia: a. All information in the Company's interim financial statements has been disclosed in a complete and truthful manner, b. The Company's interim financial statements do not contain any incorrect material information or fact, nor do they omit material information or fact: Responsible for the Company's internal control system. Thus this statement is made truthfully.
Page 4 OCR 0.717
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) ASET ASET LANCAR Kas dan Bank Piutang Usaha - Noto Pihak Kebga Pihak Berelasi /Aset Keuangan Lancar Lainnya Persediaan Pajak Dibayar di Muka Biaya Dibayar di Muka Uang Muka Total Aset Lancar ASET TIDAK LANCAR /Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya “Aset Tetap /hsot Pajak Tangguhan /Aset Non-Keuangan Tidak Lancar Lainnya Toll Aset Tidak Lancar TOTAL ASET LIABILITAS DAN EKUITAS LUABILITAS JANGKA PENDEK Ulang Usaha Pihak Kebga Pihak Berolasi Utang Pajak Beban Akrual Liabiitas Imbelan Kerja Jangka Pendek Pendapatan Dierima di Muka Liabiitas Sewa Jangka Pendek Liabiitas Keuangan Jangka Pendek Lainnya Toll Liabltas Jangka Pendek LIABILITAS JANGKA PANJANG Liabilas Sewa Jangka Panjang Liabitas Imbalan Kerja Jangka Panjang TotaiLiablias Jangka Panjang Tolal Labiitas EKUITAS Ekultas yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk Modal Saham - Rp100 per saham Modal Dasar - 2.000.000.000 saham. Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh - 7512581000 saham Tambahan Modal Disetor - Neto Saldo Laba Telah Dientukan Penggunaannya Belum Ditentukan Penggunaannya Total Ekuitas TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS INTERIM STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION September 30, 2024 and December 31, 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) Catatan! 30 Sep 2024 34 Des 2023 Notes Rp Rp 325,25 103,798,947,105 119620.291,082 42,2 11,035,305,036 8,606,814,619 5.076685,338 2397328206 55.16,32 4,883.405,058 6,043920,203 6 694618,254 805796,810 8d 93179983 932 4203759726 3202363982 225501411 1782184567 132041444971 141,398,689,679 Ta 2631 4,743027,558 11664,587,684 10, 31, 32 113496,696,985 200,867,068,989 8b 11,846.4281688 10682:483,729 1 Ka 5 213014 140.202 11,26 10,306,6901613 2 367219979 8c 3,590,514381 12,26 1861,437,738 tda,25 2196:417,600 1 1.101,403678 15.26,32 20,161,254 542 2 98.332.600 25613.261,131 16,25,32 161.974408,647 tab 6722147351 208310.503,129 16 76,158,100000 IIA 24,325,992.482 18 6501000000 24,023.00 12.751.085,073 328.067,598:202 (Catatan tertampir merupakan bagian yang tdak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan 13,879,125,762 1038,312815 3,984,600,183 10117492259 4321 287908 2.225.868.038 17,567.032,079 98,332.600 53.183 051654 167,564,067,430 4473422000 225:210,541,084 75,158,100,000 24,325,992482 6001000,000 28,518 196,515 129.202 208301 354412830081 'ASSETS CURRENT ASSETS (Cash on Hand and in Banks Trade Receivables - Net Third Parties Relatod Partios (Other Curent Finencial Assets Invontories Prepaid Tax Propsid Expenses Advances Total Current Assets NON-CURRENT ASSETS (Other Mon. Current Financial Assots Fixed Assets Doforrod Tax Assots (Other Non- Current Non-Financial Assets Total Non-Current Assots TOTAL ASSETS LIABILITIES AND EOVITY CURRENT LIABILITIES Trade Payabies Third Parties Related Partios Taxes Payabio Accruod Exponses Short-term Employee Benett Liabilties Uncarned Revenue “Shortterm Lease Liabilites Other Short-term Financial Liablites Total Cument Liabilties NON-CURRENT LIABILITIES Long term Loase Lioblies Long:term Employee Benefit Labites Tote Longrterm Liabiltes Total Liabitios EauiTy Egutty Attributable to Owners of The Parent Capital Stock - Rp100 per sharo Authorized - 2,000,000,000 shares. Issuod and Ful Paid Capital - 751,581,000 shares Additional Paid-in Capital - Net Retained Earnings Appropriatod Unappropviated Total Eguity TOTAL LIABILITIES AND EOUITY The accompanying notes form an integral part of inese financial statements taken as a whole
Page 5 OCR 0.756
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN INTERIM Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) INTERIM STATEMENTS OF PROFIT OR LOSS AND Catatan! 3052p 2024 30 Sep 2023 Notes Rp Rp PENDAPATAN 1823 192.3961078.068 124,220 1,280 BEBAN Operasional 20,230 (02091 195,390,367,716) Umum dan Adminitrasi 21,230 (2510301502 528) (23,298,251,88) (Pendapatan Lainnya 92899,963 91S33AL LABA USAHA 38,951203:881 34,963805,591 Penghesian Keuangan ma 2,531,295,616 1316,650,455 Biaya Keuangan 15,22b.31 (809201) 1318428118) LABA SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN 28.916,505,303 21,622.081,930 BEBAN PAJAK PENGHASILAN Ba 16.2931202.221 (314613316) LABA PERIODE BERJALAN 23,585,303,075 11,247 8612 PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN - - TOTAL LABA KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN 29,585,303.076 11,247 418,612 LABA PER SAHAM DASAR Pa 3 2 Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan OTHER COMPREHENSIVE INCOME Forthe Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) REVENUE cost Operafonai General and Adminisrative Oiher income OPERATING PROFIT Finance Income Finance Costs (PROFIT BEFORE INCOME TAX INCOME TAX EXPENSE PROFIT FOR THE PERIOD OTHER COMPREHENSIVE INCOME TOTAL COMPREHENSIVE INCOME FOR THE PERIOD BASIC EARNING PER SHARE The accompanying notes form an integral partoftheso financial statement taken as a whole
Page 6 OCR 0.515
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS INTERIM INTERIM STATEMENTS OF CHANGES IN EGUITY Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Forthe Periods Ended 30 September 2024 dan 2023 September 30, 2024 and 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) (In Full Rupiah, unless otherwise stated) Total Ekstasi Total Egulty, Rp Saldo pada 1 Januari 2029 Isrsntacod 2Ansssnaan soon arisna terasnoons1s Balance at January 1,202 Pemberian Dana Cadangan 8 - - soo (Soonoo) - Apri Rosan Pebagan Dwden Tunai 8 - - - (asas oasasa1 0001 ah Oidnd Dsiuton To Laba KangeohenatPenate Berjalan Ia an8612 NILAI ANT Tae Comprahan neoma or iho Pe Seldo pada 0 Septamber 2023 Tenan ionga PE IA Mes Kasar Balance Jun 302023 Saldo pada 1 Januari 2024 Teasao0000 massa sonon0000 mms tangan 2nnse Balance at January 1, 020 Pewbetikan Dans Catangan & - - s00x0100 oooooooy - Aren ol Rosan embagan Oren Tunai 8 moaoas1o00) Kaca 0001 Can Onsond Dstbuton To Laba KomgeohenatPonate Benalan menganga 88620IOIS Tan Comprohonsis Iecmeoriha Poo Saldo pada 30 September 2024 Tarsatonton PETA CA Ganas TAS 06503 Balance at June 30, 2024 1) Sekola Memanah pengakuan kemas pegpam akan pan turu wang reteel mewaS ran Sale bar Pan (Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari The accompanying notes form an integral part of ihese laporan keuangan secara keseluruhan 'inandal statements taken as a whole
Page 7 OCR 0.797
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK LAPORAN ARUS KAS INTERIM INTERIM STATEMENT OF CASH FLOWS Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Forthe Periods Ended '30 September 2024 dan 2023 September 30, 2024 and 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) (In Full Rupiah, unless otherwise stated) Catatan!” 30Sep2024 30 Sep 2023 Notes Rp Rp ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI CASH FLOW FROM OPERATING ACTIVITIES Penerimaan Kas dari Pelanggan 128305200543 116:843309,660 (ash Receipts from Gustomers Penerimaan Bunga 2 2891,295,616 1,378.050,455 Interest Recoived Pembayaran ke Pemasok, Beban Usaha dan Lainnya (40900905215) — (37404,910,557) Payment to Suppliers, Operation Costs and Others Pembayaran kepada Karyawan (28385495,632) — (28.606.051,766) Payments to Employees Pembayaran Paak Penghasilan (171.747.050 0,191,550,120) Payments of Income Tax (hrus Kas Neto Diperoleh dari Net Cash Provided from Akivitas Operasi 0588MM7.060 45017438658 Operating Activities ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI CASH FLOW FROM INVESTING ACTIVITIES Aset Tetap 10 Fixed Assets Pembelian (12601,183848) —(18,226053.820) Purchase Penjualan 81.150.000 Sord “Arus Kas Neto Digunakan Untuk Net Cash Used in AAktitas Investasi 122520013848) (18,226.053839) Investing Activities 'ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN CASH FLOW FROM FINANCING ACTIVITIES Pembayaran Bunga dan Biaya Keuangan Lannya (12804684204) — (14218424,116) Payments ol Interest and Other Finance Costs Pembayaran Dividen kepada Pernegang Saham (28.080.497,000) —— (20.454,687,000) Distribution Dividend to Shareholders Pembayaran alas Liabiitas Sewa (12985360.320)-— (10,618,246,912) (Payment Principle ot Lease Liabilties /Arus Kas Nelo Digunakan untuk Aklvilas Pendanaan 63820541824) — (15,391,358,028) Net Cash Used in Financing Activities PENURUNAN NETO KAS DAN NET DECREASE IN CASH ON BANK (15752107712) (18,590973,200) HAND AND IN BANKS DAMPAK PERUBAHAN SELISIH KURS ATAS 'EFFECTS IN FOREIGN EXCHANGE CHANGES IN KAS DAN BANK 169.238.288) (es,7re.o00) CASH ON HAND AND IN BANKS CASH ON HAND AND IN BANKS AT KAS DAN BANK PADA AWAL PERIODE 3 119.620.291,082 119,282774130 'BEGINNING OF THE PERIOD CASH ON HAND AND IN BANKS AT KAS DAN BANK PADA AKHIR PERIODE 3 103,798.947.105 94,654,024.917 END OF THE PERIOD Informasi tambahan terkait laporan arus kas 'Supplementary information related to the statements of disajikan dalam Catatan 27 cash fows is presented in Note 27 Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari The acoompanying notes form an integral part of these laporan keuangan secara keseluruhan financial statements taken as a whole
Page 8 OCR 0.934
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 1. UMUM 1. GENERAL a b. Pendirian Perusahaan PT Multfiling Mitra Indonesia Tbk (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan Akta Notaris Misahardi Wilamarta, S.H., No. 157 tanggal 9 Juli 1992 dan telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-2420.HT.01.01.TH.94 tanggal 12 Februari 1994 dan diumumkan di Lembaran Berita Negara No. 49 tanggal 21 September 1994. Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir dengan Akta No. 42 tanggal 12 April 2021 yang dibuat oleh Lucy Octavia Siregar, S.H., Sp.N., Notaris di Bekasi mengenai perubahaan beberapa pasal dalam anggaran dasar Perusahaan. Perubahan ini telah mendapat Surat Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum dalam surat No. AHU-AH.01.03-0262807 dan AHU-AH.01.03- 0264357 Tahun 2021 tanggal 26 April 2021. Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha Perusahaan adalah menjalankan usaha dalam bidang kesenian, hiburan dan rekreasi, di bidang aktivitas profesional, ilmiah dan teknis, di bidang aktivitas pengangkutan dan pergudangan, dan di bidang perdagangan dan eceran. Saat ini Perusahaan melakukan kegiatan dokumentasi dan penginformasian, pengorganisasian, penyimpanan, peminjaman dan kegiatan pencarian kembali arsip dan dokumen dalam bentuk kertas maupun data elektronik, serta implementasi penggunaan perangkat lunak dan perangkat keras, dan kegiatan alih media melalui teknologi imaging/ printing. Kantor pusat operasional Perusahaan beralamat di Delta Silicon Industrial Park, Jl. Akasia II Blok A7-4A, Li Cikarang, Bekasi 17550. Perusahaan beroperasi Cikarang, Medan, Palembang, Pekanbaru, Bandung, Kendal (Semarang), Klaten, Surabaya, Pasuruan, Bali, Makassar, Balikpapan, Padang dan Batam. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 1993. Penawaran Umum Saham Perusahaan Pada tahun 2010, Perusahaan melakukan Penawaran Umum Perdana sejumlah 257.580.000 saham baru (dengan nilai nominal Rp100 per saham) dengan harga penawaran Rp200 per saham. Penawaran tersebut telah mendapat pemberitahuan pernyataan efektif pendaftaran berdasarkan Surat Ketua Badan Pengawas Pasar Modal danLembaga Keuangan (BAPEPAM dan LK) No. S11289/BL/2010 tanggal 17 Desember 2010. Seluruh saham Perusahaan telah tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 29 Desember 2010. a. The Company's Establishment PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk (“the Company”) was established based on notarial deed No. 157 of Misahardi Wilamarta, S.H., dated July 9, 1992, and has been approved by the Minister of Justice of Republic Indonesia in his decree No. C2-2420.HT.01.01.TH.94 dated February 12, 1994 and was published in the State Gazette No. 49 dated September 21, 1994. The 'Company's Articles of Association has been amended several times, most recentiy by notarial deed No. 42 dated April 12, 2021 made by notary Lucy Octavia Siregar S.H., Sp.N., Notary in Bekasi, concerning several changes in the Company's article of association. These changes were already accepted and recorded by the Minister of Law and Human Rights of Republic of Indonesia Director General Legal Public Administration in his letter No. AHU-AH.01.03-0262807 and AHU-AH.01.03- 0264357 Tahun 2021 dated April 26, 2021. In accordance with article 3 of the Company's Articles of Association, the Company's scope of activities are operating in art, entertainment and recreation, professional, scientific and technical activities, transportation and warehousing, and wholesale and retail. The Company is currently canying out documentation and information, organizing, storing, borrowing and retrieval of archive and paper and electronic based document, software and hardware implementation, and scanning through imaging/ printing technology. The Company's operational head office is located at Delta Silicon Industrial Park, JI. Akasia II Blok A7-4A, Lippo Cikarang, Bekasi 17550. The Company has operated in Lippo Cikarang, Medan, Palembang, Pekanbaru, Bandung, Kendal (Semarang), Klaten, Surabaya, Pasuruan, Bali, Makassar, Balikpapan, Padang, and Batam. The Company started its commercial operations since 1993. b. The Company's Shares Public Offering In 2010, the Company offered Initial Public Offerring of 251,580,000 new shares (with par value of Rp100 per Share) at offering price of Rp200 per share. This public offering has declared effective based on the letter from Chairman of BAPEPAM and LK No. S-11289/BL/2010 dated December 17, 2010 from BAPEPAM and LK. All the Company's shares effective have been listed in the Indonesian Stock Exchange on December 29, 2010.
Page 9 OCR 0.932
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 1. UMUM (lanjutan) 1.GENERAL (continued) c. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan Susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris 30 Sep 2024 Presiden Komisaris Gregory Mark Lever Komisaris Richard Gordon Johnstone Komisaris Independen Patricia Marina Sugondo Direksi Presiden Direktur Joyce Housien Direktur Siva Kumar K Indran Direktur Tonny Hartono “) Perusahaan telah menerima surat pengunduran diri dari Sandeep Jayant Potdar dan Sylvia Lestariwati FK selaku direktur Perusahaan pada tanggal 31 Januari 2024 dan tanggal 10 September 2024. Pada tanggal 30 September2024, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan tanggal 10 September 2024 yang dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perusahaan No. 04 tanggal 10 September 2024 yang dibuat di hadapan Lucy Octavia Siregar, S.H., Sp.N., Notaris di Kabupaten Bekasi. Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, susunan Komite Audit adalah sebagai berikut: c. Board of Commissioners, Directors, Audit Committee and Employees The members of the Company's Board of Commisioners and Directors as of September 30, 2024 and December 31, 2023, are as follows: 31 Des 2023 Board of Commissioners Gregory Mark Lever President Commissioner Richard Gordon Johnstone 'Commissioner Patricia Marina Sugondo Independent Commissioner Directors Joyce Housien President Director Siva Kumar K Indran Director Sandeep Jayant Potdar " Director Sylvia Lestariwati F K “ Director 4) The Company has received the resignation letter from Sandeep Jayant Potdar and Sylvia Lestariwati F K as director of the Company on January 31, 2024 and September 10, 2024, respectively.. As of September 30, 2024, the Company's Board of 'Commisssioners and Board of Directors based on the Company's Extraordinary General Meeting of Shareholders on September 10, 2024 which notarized on the Statement of the Company's Meeting No. 04 dated September 10, 2024 of Lucy Octavia Siregar, S.H., Sp.N., Notary in Bekasi Region. As of September 30, 2024 and December 31, 2023, the members of Audit Committee are as follows: Komite Audit Audit Committee Ketua Patricia Marina Sugondo Chairman Anggota Purnama Setiawan Member Anggota Emmanuel Bambang Suyitno Member Sekretaris Perusahaan pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 adalah Senjaya Bidjaksana. Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan memiliki 158 dan 176 karyawan tetap (tidak diaudit). The Company's corporate secretary as of September 30, 2024 and December 31, 2023 is Senjaya Bidjaksana. Asof September 30, 2024and December 31, 2023,the Company has 158 and 176 permanent employees (unaudited).
Page 10 OCR 0.934
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) c. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan (lanjutan) Manajemen Perusahaan bertanggungjawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Laporan keuangan Perusahaan telah diotorisasi untuk terbit oleh Direksi pada tanggal 30 Oktober 2024. d. Perusahaan Induk dan Perusahaan Induk Terakhir Perusahaan induk dan Perusahaan induk terakhir adalah Iron Mountain Hong Kong Ltd dan Iron Mountain Inc, Amerika Serikat. 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL c. Board of Commissioners, Directors, Audit Committee and Employees (continued) The Company's management is responsible for the preparation and presentation of the financial statements. The financial statements of the Company were authorized for issuance by the Directors on October 30, 2024. . The Parent and the Ultimate Parent The Company's parent entity and the ultimate parent of the Company is Iron Mountain Hong Kong Ltd and Iron Mountain Inc, US. 2. INFORMATION OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Kepatuhan Terhadap Standar Akuntansi Keuangan a. Basis of Preparation of the Financial Statements Compliance with Financial Accounting Standards (FAS) (SAK: Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan - Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK -— IAI), serta peraturan Pasar Modal yang berlaku antara lain Peraturan Otoritas Jasa Keuangan/Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (OJK/Bapepam- LK) No. VIILG.7 tentang pedoman penyajian laporan keuangan, keputusan Ketua Bapepam-LK No. KEP 347/BL/2012 — tentang — penyajian — dan pengungkapan laporan keuangan emiten atau perusahaan publik. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan The financial statements were prepared and presented in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards which include the Statement of Financial Accounting Standards (PSAK) and Interpretation of Financial Accounting Standards (ISAK) issued by the Financial Accounting Standard Board - Indonesian Institute of Accountant (DSAK - IAI), and regulations in the Capital Market include Regulations of Financial Sevices Authority/Capital Market and Supervisory Board and Financial Institution (OJK/Bapepam-LK) No. VII.G.7 regarding guidelines for the presentation of financial statements, decree of Chairman of Bapepam-LK No. KEP-347/BL/2012 regarding presentation and disclosure of financial statements of the issuer or public company. Basis of Measurement and Preparation of the Financial Laporan keuangan disusun dan disajikan berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas. Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun tertentu yang didasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Biaya perolehan umumnya didasarkan pada nilai wajar imbalan yang diserahkan dalam pemerolehan aset Laporan arus kas disajikan dengan metode langsung (direct method) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Statements The financial statements have been prepared and presented based on going concem assumption and accrual basis of accounting, except for the statements of cash flows. Basis of measurement in preparation ofthese financial statements is the historical costs concept, except for certain accounts which have been prepared on the basis of other measurements as described in their respective policies. Historical cost is generally based on the fair value of the consideration given in exchange for assets. The statements of cash flows are presented under the direct method by classifying cash fows into operating, investing and financing activities.
Page 11 OCR 0.893
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 2 INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 2. INFORMATION OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES (continued) a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan (lanjutan) Perubahan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan Terdapat perubahan nomenklatur Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang berlaku efektif pada 1 Januari 2024 Amendemen atas standar yang berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu: # Amendemen PSAK 201: Penyajian Laporan Keuangan tentang Kewajiban Diklasifikasikan Sebagai Lancar atau Tidak Lancar, # Amendemen PSAK 201: Penyajian Laporan Keuangan tentang Liabilitas Jangka Panjang Dengan Kovenan, » Amendemen PSAK 116: Liabilitas Sewa dalam Jual dan Sewa Balik @ Amendemen PSAK 207: Laporan Arus Kas dan PSAK 107: Instrumen Keuangan: Pengungkapan tentang pengaturan pembiayaan pemasok, e Revisi PSAK 401: Penyajian Laporan Keuangan Syariah, dan e Revisi PSAK 409: Akuntansi Zakat, Infak, dan Sedekah. Implementasi standar-standar tersebut tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap jumlah yang dilaporkan di tahun berjalan atau tahun sebelumnya. Standar Baru dan Amendemen atas Standar yang Telah Disahkan Namun Belum Berlaku Efektif Standar baru dan amendemen atas standar yang berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2025, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu: » PSAK 104: Kontrak Asuransi, » Amendemen — PSAK — 104:Kontrak — Asuransi tentang Penerapan Awal PSAK 104 dan PSAK 109 — Informasi Komparatif, dan » Amendemen PSAK 221: Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing tentang Kekurangan Ketertukaran. a. Basis of Preparation of the Financial Statements (continued) Changes to Statements of Financial Accounting Standards (“PSAK”) Effectiv in the Current Year There are nomenclature changes to Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) which effective for periods January 1, 2024 Amendment to standards which effective for periods beginning on or after January 1, 2023, with early adoption is permitted, are as follows: # Amendments PSAK 201: Presentation of Financial Statements related regarding Classification of Liabilities as Current or Noncurrent: # Amendments PSAK 201: Presentation of Financial Statements related to Non- Current Liabilities with Covenants, # Amendments PSAK 116: Lease Liability in a Sale and Leaseback, # Amendments PSAK 207: Statement of Cash Flows and PSAK 107: Financial Instrument: Disclosure regarding supplier finance agreement: # Revised PSAK 401, Presentation of Shariah Financial Statement: and # Revised PSAK 409: Accounting of Zakah, Infag, and Sadagah. The implementation of the above standards had no significant effect on the amounts reported for the current year or prior financial year. New Accounting Standard and Amendment to Standards which has been Issued but Not Yet Effective New Standard and amendment to standards which effective for periods beginning on or after January 1, 2025, with early adoption is permitted, are as follows: » PSAK 104: Insurance Contract, » Amendments PSAK 104: Insurance Contract regarding Initial Application of PSAK 104 and PSAK 109 - Comparative Information, and # Amendments PSAK 221: Foreign Exchange Rate regarding Lack of Exchangeability.
Page 12 OCR 0.938
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
30 September 2024 dan 31 Desember 2023
Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 September 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS
September 30, 2024 and December 31, 2023
And for Periods Ended
September 30, 2024 and 2023
(In Full Rupiah, unless otherwise stated)
2 INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 3.INFORMATION OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
(lanjutan) (continued)
a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan (lanjutan) a. Basis of Preparation of the Financial Statements
(continued)
Standar Baru dan Amendemen atas Standar yang
Telah Disahkan Namun Belum Berlaku Efektif (lanjutan)
Beberapa PSAK juga diamendemen yang merupakan
amendemen konsekuensial karena berlakunya PSAK 104:
Kontrak Asuransi, yaitu:
Hingga tanggal
PSAK 103: Kombinasi Bisnis
PSAK 105: Aset Tidak Lancar yang Dikuasai untuk
Dijual dan Operasi yang Dihentikan
PSAK107: Instrumen Keuangan: Pengungkapan
PSAK109: Instrumen Keuangan
PSAK 115: Pendapatan dari
Pelanggan
PSAK 201: Penyajian Laporan Keuangan
Kontrak dengan
PSAK 207: Laporan Arus Kas
PSAK 216: Aset Tetap
PSAK 219: Imbalan Kerja
PSAK 228: Investasi pada Entitas Asosiasi dan
Ventura Bersama
PSAK 232: Instrumen Keuangan Penyajian
PSAK 236: Penurunan Nilai Aset
PSAK 237: Provisi, Liabilitas Kontijensi dan Aset
Kontijensi
PSAK 238: Aset Takberwujud
PSAK 240: Properti Investasi
laporan keuangan ini diotorisasi,
Perusahaan masih melakukan evaluasi atas dampak
potensial dari penerapan standar baru dan amendemen
atas standar tersebut.
b. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Dalam menyiapkan laporan keuangan, Perusahaan
mencatat
dengan menggunakan mata uang dari
lingkungan ekonomi utama di mana entitas beroperasi
(“mata
uang fungsional”). Mata uang fungsional
Perusahaan adalah Rupiah.
Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata
uang asing dicatat dalam Rupiah dengan kurs spot antara
Rupiah dan valuta asing pada tanggal transaksi.
Pada akhir periode pelaporan, pos moneter dalam mata
uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah menggunakan
kurs penutup, yaitu kurs tengah Bank Indonesia tanggal
30 September 2024 dan 31 Desember 2023 sebagai
berikut:
USD1
New Accounting Standard and Amendment to
Standards which has been Issued but Not Yet Effective
(continued)
Several
PSAKs were also amended which were
conseguential amendments due to the enactment of PSAK
104: Insurance Contracts, as follows:
PSAK 103: Business Combinations
PSAK 105: Non-Current Assets Held for Sale and
Discontinued Operations
PSAK 107: Financial Instruments: Disclosures
PSAK 109: Financial Instruments
PSAK 115: Income from Contracts with Customers
PSAK 201: Presentation of Financial Statements
PSAK 207: Statement of Cash Flows
PSAK 216: Fixed Assets
PSAK 219: Employee Benefits
PSAK 228: Investment in Associated Entities and
Joint Ventures
PSAK 232: Financial Instruments: Presentation.
PSAK 236 Impairment of Asset
PSAK 237: Provisions, Contingent Liabilities and
Contingent Assets
PSAK 238: Intangible Assets
PSAK 240: Investment Property
Until the date of the financial statements is authorized, the
Group is still evaluating the potential impact of the
implementation those new standard and amendments to
standards.
b. Transactions and Balances Denominated in Foreign
Currencies
In preparing the financial statements, the Company
records using the currency of the primary economic
environment in which the entity operates ("the functional
currency"). The Company's functional currency is in
Rupiah.
Transactions during the year in foreign currencies are
recorded at the exchange rate in the spot between the
Rupiah and foreign currency on the transaction date.
At the end of the reporting period, the accounts
denominated in foreign currencies are translated into
Rupiah using the closing exchange rate, the midole rate
of Bank Indonesia as of September 30, 2024 and
Desember 31, 2023 as follows:
30 Sep/Sep 2024
31 Des/Dec 2023
Rp15,138 Rp15.416
Page 13 OCR 0.930
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 2. INFORMASI (lanjutan) KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 4INFORMATION OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES (continued) c. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor: (a) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut: c. Transaction with Related Parties A related party is a person or entity related to the teporting entity: (a) A person or a close member of that person's family is related to a reporting entity ifthat person: (i) memiliki pengendalian atau pengendalian (i) has control or joint control over the reporting bersama atas entitas pelapor, entity, (ii) memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor, (ii) has significant infuence over the reporting atau entity, or (iii) personal manajemen kunci entitas pelapor atau (iii) is a member of the key management perusahaan induk entitas pelapor. personnel of the reporting entity or of a parent of the reporting entity. (b) Suatu perusahaan berelasi dengan entitas pelapor, (b) An entity is related to a reporting entity, if any of the jika memenuhi salah satu hal berikut: following conditions applies: (i) Perusahaan dan entitas pelapor adalah anggota (1 The entity and the reporting entity are dari kelompok usaha yang sama (artinya members of the same group (which means perusahaan induk, entitas anak dan entitas anak that each parent company, subsidiary and berikutnya terkait dengan perusahaan lain): fellow subsidiary is related to the others), (ii) Satu perusahaan adalah perusahaan asosiasi (ii) — One entity is an associate or joint venture of atau ventura bersama dari perusahaan lain (atau the other entity (or an associate or joint perusahaan asosiasi atau ventura bersama yang venture of a member of a group of which the merupakan anggota suatu kelompok usaha, other entity is a member): dimana perusahaan lain tersebut adalah anggotanya): (iii) Kedua perusahaan tersebut adalah ventura iii) -Both entities are joint ventures of the same bersama dari pihak ketiga yang sama, third party: (iv) Satu perusahaan adalah ventura bersama dari (iv) One entity is a joint venture of a third entity perusahaan ketiga dan perusahaan yang lain and the other entity is an associate of the third adalah perusahaan asosiasi dari perusahaan entity, ketiga, (v) Perusahaan tersebut adalah suatu program (W The entity is a post-employment benefit plan imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari for the benefit of employees of either the salah satu entitas pelapor atau perusahaan yang reporting entity or an entity related to the terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas reporting entity. If the reporting entity is the pelapor adalah perusahaan yang one that has a plan, the sponsoring employers menyelenggarakan program tersebut, are also related to the reporting entity: perusahaan sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor, (Vi) Perusahaan yang dikendalikan atau dikendalikan (wi) Entity is controlled or jointly controlled by a bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam person identified in (a): butir (a): (vii) Orang yang diidentifikasi dalam butir (a) (i) (Wi) A person identified in (a) (i) has significant memiliki pengaruh signifikan terhadap entitas pelapor atau personil manajemen kunci perusahaan (atau perusahaan induk dari entitas pelapor), (viii) Entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada entitas pelapor atau kepada entitas induk dari entitas pelapor. 10 infuence over the entity or is a member of the key management personnel of the entity (or of a parent of the entity): (wil) Entity, ora member of a group which the entity is part of the group, providing personnel services of the key management to the reporting entity or the parent of the reporting entity.
Page 14 OCR 0.936
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 2. INFORMASI (lanjutan) KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2 INFORMATION OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES (continued) d. Instrumen Keuangan d. Financial Instruments Aset keuangan Perusahaan terutama terdiri dari kas dan bank, piutang usaha, aset keuangan lancar lainnya dan aset keuangan tidak lancar lainnya. Pengakuan dan pengukuran awal Seluruh aset keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya pada tanggal diperdagangkan dimana pembelian dan penjualan aset keuangan berdasarkan kontrak yang mensyaratkan penyerahan aset keuangan dalam kurun waktu yang ditetapkan oleh kebiasaan pasar yang berlaku dan awalnya diukur sebesar nilai wajar ditambah biaya transaksi, kecuali untuk aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, yang awalnya diukur sebesar nilai wajar. Pengukuran selanjutnya aset keuangan Aset keuangan Perusahaan diklasifikasikan sebagai berikut: aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. i. Aset Keuangan yang Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi ketika kedua kondisi berikut terpenuhi: (1) “aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual saja: dan (2) persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (solely payments of principal and interest - SPPI) dari jumlah pokok terutang. Aset keuangan ini diukur pada jumlah yang diakui pada awal pengakuan dikurangi dengan pembayaran pokok, kemudian dikurangi atau ditambah dengan jumlah amortisasi kumulatif atas perbedaan jumlah pengakuan awal dengan jumlah pada saat jatuh tempo, dan penurunan nilainya. Pendapatan keuangan dihitung dengan metode menggunakan suku bunga efektif dan diakui di laba rugi. Perubahan pada nilai wajar diakui di laba rugi ketika aset dihentikan atau direklasifikasi. 1 The Company' financial assets mainly consist of cash on hand and in banks, trade receivables, other current financial assets and other non-current financial assets. Initial recognition and measurement All financial assets are recognized and derecognized on the trade date where the purchase or sale of a financial asset is under a contract whose terms reguire delivery of the financial asset within the time frame established by the market concerned and are initially measured at fair value plus transaction costs, except for those financial assets classified as a fair value through profit or loss, which are initially measured at fair value. Subseguent measurement of financial assets The Company' financial assets are classified into the following specified categories: financial assets at amortized costs, financial assets at fair value through other comprehensive income, and financial assets at fair value through profit or loss. 1 Financial Assets Measured at Amortized Costs Financial assets are measured at amortized costs ifthese conditions are met: (1) the objective of the Companys business model to hold the financial assets is only to collect contractual cash fows: and (2) the contractual cash fows of the financial asset give rise to payments on specified dates that are solely payments of principal and interest (“SPPI”) on the principal amount outstanding. The financial asset is measured at the amount recognized at initial recognition minus principal tepayments, plus or minus the cumulative amortization of any difference between that initial amount and the maturity amount, and any loss allowance. Interest income is calculated using the effective interest method and is recognized in profit or loss. Changes in fair value are recognized in profit and loss when the asset is derecognized or reclassified.
Page 15 OCR 0.931
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
30 September 2024 dan 31 Desember 2023
Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 September 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS
September 30, 2024 and December 31, 2023
And for Periods Ended
September 30, 2024 and 2023
(In Full Rupiah, unless otherwise stated)
2 INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI
(lanjutan)
MATERIAL 2. INFORMATION OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
(continued)
d. Financial Instruments (continued)
d. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Aset keuangan yang diklasifikasikan menjadi aset
keuangan yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dapat dijual ketika terdapat
peningkatan risiko kredit. Penghentian untuk alasan
lain diperbolehkan namun jumlah penjualan
tersebut harus tidak signifikan jumlahnya atau tidak.
sering.
ii. Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar
Financial assets classified to amortized cost may
be sold where there is an increase in credit risk.
Disposals for other reasons are permitted but
such sales should be insignificant in value or
infreguent in nature.
Ji. Financial Assets Measured at Fair Value Through
Melalui Penghasilan Komprehensif Lain ('EVTOCP)
Aset keuangan diukur pada FVTOCI jika kedua
kondisi berikut terpenuhi:
(1) aset keuangan dikelola dalam model bisnis
yang tujuannya akan terpenuhi dengan
mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual
aset keuangan, dan
(2) persyaratan kontraktual dari aset keuangan
tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu
atas arus kas yang semata dari pembayaran
pokok dan bunga (“SPPI”) dari jumlah pokok
terutang.
Aset keuangan tersebut diukur sebesar nilai wajar,
dimana keuntungan atau kerugian diakui dalam
penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk
kerugian akibat penurunan nilai dan keuntungan
atau kerugian akibat perubahan kurs, diakui pada
laba rugi. Ketika aset keuangan tersebut dihentikan
pengakuannya atau direklasifikasi, keuntungan atau
kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam
penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari
ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian
reklasifikasi.
li. Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar
Melalui Laba Rugi (“FVTPL”)
Aset keuangan yang diukur pada FVTPL adalah
aset keuangan yang tidak memenuhi kriteria untuk
diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau
untuk diukur FVTOCI.
Setelah pengakuan awal, aset keuangan yang
diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari
perubahan nilai wajar aset keuangan diakui dalam
laba rugi.
Aset keuangan berupa derivatif dan investasi pada
instrumen ekuitas tidak memenuhi kriteria untuk
diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau
kriteria untuk diukur pada FVTOCI, sehingga diukur
pada FVTPL. Namun demikian, Perusahaan dapat
menetapkan pilihan yang tidak dapat dibatalkan
saat pengakuan awal atas investasi pada instrumen
ekuitas yang bukan untuk diperjualbelikan dalam
waktu dekat untuk diukur pada FVTOCI.
12
Other Comprehensive Income (“EVTOCP,
The financial assets are measured at FVTOCI if
these conditions are met:
(1) the objective of the Company's business
model to hold the financial assets is to collect
contractual cash fows and to sell the assets,
and
(2) the contractual cash fows of the financial
asset give rise fo payments on specified dates
that are solely payments of principal and
interest (“SPPI) on the principal amount
outstanding.
The financial assets are measured at fair value.
The changes in fair value are recognized initially
in other comprehensive income (OCI), except for
impairment gains and losses, and a portion of
foreign exchange gains and losses, are
recognized in profit or loss. When the asset is
derecognized or reclassified, changes in fair value
previously recognized in other comprehensive
income and accumulated in eguity are reclassified
from eguity to profit and loss as a reclassification
adjustment.
Iii, Financial Assets at Fair Value Through Profit or
Loss (“FVTPL))
Financial assets measured at FVTPL are those
which do not meet both for neither amortized
costs nor FVTOCI.
After initial recognition, FVTPL financial assets
are measured at fair value. The changes in fair
value are recognized in profit or loss.
Financial assets in form of derivatives and
investment in eguity instrument are not eligible to
meet both criteria for amortized costs or fair value
through other comprehensive income FVTOCI.
Hence, these are measured at fair value through
profit or loss FVTPL. Nonetheless, the Company
may irevocably designated an investment in an
eguity instrument which is not held for trading in
any time soon as FVTOCI.
Page 16 OCR 0.940
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 2 INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 2. INFORMATION OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES (continued) Instrumen Keuangan (lanjutan) Penetapan ini menyebabkan semua keuntungan atau kerugian disajikan di penghasilan komprehensif lain, kecuali pendapatan dividen tetap diakui di laba rugi. Keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke saldo laba tidak melalui laba rugi. Metode Suku Bunga Efektif Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan kas di masa datang (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari aset keuangan pada saat pengakuan awal. Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif untuk instrumen keuangan. Penurunan Nilai Aset Keuangan Aset keuangan dinilai apakah terdapat indikasi penurunan nilai pada setiap akhir periode pelaporan. Aset keuangan diturunkan nilainya apabila terdapat bukti objektif sebagai akibat adanya satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan tersebut dan dilakukan estimasi terhadap arus kas masa depan dari investasi tersebut yang akan terdampak. Perusahaan mengakui kerugian kredit ekspektasian untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada FVTOCI, piutang sewa, aset kontrak atau komitmen pinjaman dan kontrak jaminan keuangan. Aset keuangan yang berupa investasi pada instrumen ekuitas tidak dilakukan penurunan nilai. Pada setiap tanggal pelaporan, Perusahaan mengukur penyisihan kerugian instrumen keuangan sejumlah kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya jika risiko kredit atas instrumen keuangan tersebut telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Namun, jika risiko kredit instrumen keuangan tersebut tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, maka Perusahaan mengakui sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan. 13 d. Financial Instruments (continued) This designation result in gains and losses to be presented in other comprehensive income, except for dividend income on a gualifying investment which is recognized in profit or loss. Cumulative gains or losses previously recognized in other comprehensive income are reclassiffed to retained eamings, not to profit or loss. Effective Interest Method The effective interest method is a method of calculating the amortized cost of a financial instrument and of allocating interest income over the relevant period. The effective interest rate is the rate that exactly discounts estimated future cash receipts (including all fees and other forms paid or received that form an integral part of the effective interest rate, transaction costs and other premiums or discounts) through the expected life of the financial instrument, or, where appropriate, a shorter period to the net carrying amount on initial recognition. Income is recognized on an effective interest basis for financial instruments. Impairment of Financial Assets Financial assets are assessed for indicators of impairment at the end of each reporting date. Financial assets are impaired where there is objective evidence that, as a result of one or more events that occurred after the initial recognition of the financial asset and the estimated future cash fows of the investment have been affected. The Company recognize expected credit loss for its financial assets measured at amortized costs and financial assets measured at FVTOCI, lease receivables, contract assets or loan commitments and financial guarantee contracts. Financial asset in form of investment in eguity instrument is not impaired. At the end of each reporting date, the Company calculates any impairment provision in financial Instruments based on its lifetime expected credit loss if the credit risk of the financial instruments has increased significantly since its initial recognition. However, if credit risk has not increased significantly since initial recognition, then a 12 month expected credit loss is recognized.
Page 17 OCR 0.936
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 2 INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. INFORMATION OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES (lanjutan) (continued) d. Instrumen Keuangan (lanjutan) d. Financial Instruments (continued) Perusahaan menerapkan metode yang The Company applied a simplified approach to disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian tersebut terhadap piutang usaha dan aset kontrak tanpa komponen pendanaan yang signifikan. Perusahaan menganggap aset keuangan gagal bayar ketika pihak ketiga tidak mampu membayar kewajiban kreditnya kepada Perusahaan secara penuh. Periode maksimum yang dipertimbangkan ketika memperkirakan kerugian kredit ekspektasian adalah periode maksimum kontrak dimana Perusahaan terekspos terhadap risiko kredit. Penyisihan kerugian diakui sebagai pengurang jumlah tercatat aset keuangan kecuali untuk aset keuangan yang diukur pada FVTOCI yang penyisihan kerugiannya diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Sedangkan jumlah kerugian kredit ekspektasian (atau pemulihan kerugian kredit) diakui dalam laba rugi, sebagai keuntungan atau kerugian penurunan nilai. Pengukuran kerugian kredit ekspektasian dari instrumen keuangan dilakukan dengan suatu cara yang mencerminkan: i. jumlah yang tidak bias dan rata-rata probabilitas tertimbang yang ditentukan dengan mengevaluasi serangkaian kemungkinan yang dapat terjadi, i. nilai waktu uang, dan informasi yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan pada tanggal pelaporan mengenai peristiwa masa lalu, kondisi kini, dan perkiraan kondisi ekonomi masa depan. Aset keuangan dapat dianggap tidak mengalami peningkatan risiko kredit secara signifikan sejak pengakuan awal jika aset keuangan memiliki risiko kredit yang rendah pada tanggal pelaporan. Risiko kredit pada instrumen keuangan dianggap rendah ketika aset keuangan tersebut memiliki risiko gagal bayar yang rendah, peminjam memiliki kapasitas yang kuat untuk memenuhi kewajiban arus kas kontraktualnya dalam jangka waktu dekat dan memburuknya kondisi ekonomik dan bisnis dalam jangka waktu panjang mungkin, namun tidak selalu, menurunkan kemampuan peminjam untuk memenuhi kewajiban arus kas kontraktualnya. Untuk menentukan apakah aset keuangan memiliki risiko kredit rendah, Perusahaan dapat menggunakan peringkat risiko kredit internal atau penilaian eksternal. Misal, aset keuangan dengan peringkat “investment grade” berdasarkan penilaian eksternal merupakan instrumen yang memiliki risiko kredit yang rendah, sehingga tidak mengalami peningkatan risiko kredit secara signifikan sejak pengakuan awal. 14 measure such expected credit loss for trade teceivables and contract assets without significant financing component. The Company considers a financial asset to be in default when the counterparty is unlikely to pay its credit obligations to the Company in full. The maximum period considered when estimating expected credit loss is the maximum contractual period over which the Company is exposed to credit TSk. Impairment losses are recognized as a deduction in financial assets' carrying amount, except for financial assets measured at FVTOCI where its impairment is recognized in other comprehensive income. The expected credit loss (or recovery of credit loss) is recognized in profit or loss, as gains or losses of financial asset impairment. The expected credit loss of financial intruments are conducted by a means which reflect: ian unbiased and probability-weighted amount that Teflects a range of possible outcomes, time value of money, and iii. 'reasonable and supportable information that is available without undue cost or effort about past events, current conditions and forecasts of future conditions. Financial assets may be considered to not having significant increase in credit risk since initial recognition if the financial assets have a low credit risk at the reporting date. Credit risk on financial instrument may be considered be low ifthere is a low risk of default, the borrower has a strong capacity to meet its contractual cash flow obligations in the near term and adverse changes in economic and business conditions in the longer term may, but will not necessarily, reduce the ability of the borrower to fulfil its contractual cash flow obligations. To determine whether a financial asset has a low credit risk, the Company may use internal credit risk rating or external assessment. For example, a financial asset with “investment grade” according to extemal assessment has a low credit risk rating, thus it does not experience an increase in significant credit risk since initial recognition.
Page 18 OCR 0.939
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 2 INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. INFORMATION OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES (lanjutan) (continued) d. Instrumen Keuangan (lanjutan) d. Financial Instruments (continued) Penghentian Pengakuan Aset Keuangan Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset berakhir, atau Perusahaan mentransfer aset keuangan dan secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas lain. Jika Perusahaan tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan manfaat kepemilikan serta masih mengendalikan aset yang ditransfer, maka Perusahaan mengakui keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan liabilitas terkait sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika Perusahaan memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang ditransfer, Perusahaan masih mengakui aset keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang diterima. Saat penghentian pengakuan aset keuangan secara keseluruhan, selisih antara jumlah tercatat aset dan jumlah pembayaran dan piutang yang diterima dan keuntungan atau kerugian kumulatif yang telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan terakumulasi dalam ekuitas direklasifikasi ke laba rugi. Saat penghentian pengakuan aset keuangan terhadap satu bagian saja Perusahaan mengalokasikan jumlah tercatat sebelumnya dari aset keuangan tersebut pada bagian yang tetap diakui berdasarkan keterlibatan berkelanjutan dan bagian yang tidak lagi diakui berdasarkan nilai wajar relatif dari kedua bagian tersebut pada tanggal transfer. Selisih antara jumlah tercatat yang dialokasikan pada bagian yang tidak lagi diakui dan jumlah dari pembayaran yang diterima untuk bagian yang tidak lagi diakui dan setiap keuntungan atau kerugian kumulatif yang dialokasikan pada bagian yang tidak lagi diakui tersebut yang sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain diakui pada laba rugi. Keuntungan dan kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain dialokasikan pada bagian yang tetap diakui dan bagian yang dihentikan pengakuannya, berdasarkan nilai wajar relatif kedua bagian tersebut. Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan ketika Perusahaan mengubah tujuan model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan sehingga penilaian sebelumnya menjadi tidak dapat diterapkan. 15 Derecognition of Financial Assets The Company derecognize a financial asset only when the contractual rights to the cash fows from the asset expire, or when they transfer the financial asset and substantially all the risks and rewards of ownership of the asset to another entity. If the Company neither transfer nor retain substantially all the risks and rewards of ownership and continue to control the transferred asset, the Company recognize their retained interest in the asset and an associated liability for amounts they may have to pay. If the Company retain substantially all the risks and rewards of ownership of a transferred financial asset, the Company continue to recognize the financial asset and also recognize a collateralized borrowing for the proceeds received. On derecognition of a financial asset in its entirety, the difference between the assets carrying amount and the sum of the consideration received and receivable and the cumulative gain or loss that had been recognized in other comprehensive income and accumulated in eguity is reclassified to profit or loss. On derecognition of a financial asset other than in its entirety the Company allocate the previous carrying amount of the financial asset between the part they continue to recognize under continuing involvement and the part they no longer recognize on the basis of the relative fair values of those parts on the date of the transfer. The difference between the carrying amount allocated to the part that is no longer recognized and the sum of the consideration received for the part no longer recognized and any cumulative gain or loss allocated to it that had been recognized in other comprehensive income is recognized in profit or loss. A cumulative gain or loss that had been recognized in other comprehensive income is allocated between the part that continues to be Tecognized and the part that is no longer recognized on the basis of the relative fair values of those parts. The Company reclassifies a financial asset if and only if the Company's business model objective for its financial assets changes so its previous model assessment would no longer apply.
Page 19 OCR 0.924
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 2 INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2.INFORMATION OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES (lanjutan) (continued) d. Instrumen Keuangan (lanjutan) d. Financial Instruments (continued) Ketika Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan, maka Perusahaan menerapkan reklasifikasi secara prospektif dari tanggal reklasifikasi. Perusahaan tidak menyajikan kembali keuntungan, kerugian (termasuk keuntungan atau kerugian penurunan nilai), atau bunga yang diakui sebelumnya. Ketika Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi menjadi kategori FVTPL, nilai wajarnya diukur pada tanggal reklasifikasi. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari selisih antara biaya perolehan diamortisasi sebelumnya dan nilai wajar aset keuangan diakui dalam laba rugi. Pada saat Perusahaan melakukan reklasifikasi sebaliknya, yaitu dari aset keuangan kategori FVTPL menjadi kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi, maka nilai wajar pada tanggal reklasifikasi menjadi jumlah tercatat bruto yang baru. Pada saat Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi menjadi kategori FVTOCI, nilai wajarnya diukur pada tanggal reklasifikasi. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari selisih antara biaya perolehan diamortisasi sebelumnya dan nilai wajar aset keuangan diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Suku bunga efektif dan pengukuran kerugian kredit ekspektasian tidak disesuaikan sebagai akibat dari reklasifikasi. Ketika Perusahaan — mereklasifikasi aset — keuangan sebaliknya, yaitu keluar dari kategori FVTOCI menjadi kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi, aset keuangan direklasifikasi pada nilai wajarya pada tanggal reklasifikasi. Akan tetapi keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain dihapus dari ekuitas dan disesuaikan terhadap nilai wajar aset keuangan pada tanggal reklasifikasi. Akibatnya, pada tanggal reklasifikasi aset keuangan diukur seperti halnya jika aset keuangan tersebut selalu diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Penyesuaian ini '— memengaruhi — penghasilan komprehensif lain tetapi tidak memengaruhi laba rugi, dan karenanya bukan merupakan penyesuaian reklasifikasi. Suku bunga efektif dan pengukuran kerugian kredit ekspektasian tidak disesuaikan sebagai akibat dari reklasifikasi. Pada saat Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran FVTPL menjadi kategori pengukuran FVTOCI, aset keuangan tetap diukur pada nilai wajamya. Sama halnya, ketika Perusahaan mereklasifikasi aset 16 If the Company reclassifies a financial asset, it is reguired to apply the reclassification prospectively from the reclassification date. Previously recognized gains, losses (including impairment gains or losses) Or interest are not restated. When the Company reclassifies its financial asset out of the amortized cost into fair value through profit or loss, then its fair value is measured at reclassification date. Any gains or losses resulted from the difference between previous amortized cost and its fair value is recognized in profit or loss. Othemise, if the Company reclassifies its financial asset from FVTPL into amortized cost, then its fair value at the date of reclassification becomes new gross canying amount. When the Company reclassifies its financial asset out of the amortized cost into fair value through other comprehensive income, its fair value is measured at the reclassification date. Any gains or losses resulted from the difference between previous amortized cost and fair value is recognized in other comprehensive income. Effective interest rate and expected credit loss measurement are not adjusted as a result of the teclassification. Otherwise, when the Company reclassifies its financial asset out of the fair value through other comprehensive income into amortized cost, the financial asset is reclassified by its fair value at the reclassification date. However, any cumulative gains or losses previously recognized in other comprehensive income are omitted from eguity and adjusted to the financial assets fair value at the date of reclassification. — Conseguenty, at the reclassification date, the financial asset is measured the same way as if it were amortized cost. This adjustment affects other comprehensive income but not profit or loss, and hence it is not a reclassification adjustment. Effective interest rate and expected credit loss are no longer adjusted as a result of the reclassification. When the Company reclassifies its financial asset out of the fair value through profit or loss into fair value through other comprehensive income, the financial asset is measured at its fair value. Similarly, when the Company reclassifies its financial asset out of the fair
Page 20 OCR 0.925
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 2 INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. INFORMATION OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES (continued) d. Instrumen Keuangan (lanjutan) d. Financial Instrument (continued) keuangan keluar dari kategori FVTOCI menjadi kategori pengukuran FVTPL, asset keuangan tetap diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui di penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi pada tanggal reklasifikasi. Klasifikasi Sebagai Liabilitas atau Ekuitas Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh Perusahaan diklasifikasikan sesuai dengan substansi perjanjian kontraktual dan definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. Instrumen Ekuitas Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset Perusahaan setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas dicatat sebesar hasil penerimaan bersih setelah dikurangi biaya penerbitan langsung. Liabilitas Keuangan Liabilitas keuangan Perusahaan terutama terdiri dari utang usaha, beban akrual, liabilitas imbalan kerja jangka pendek, liabilitas sewa dan liabilitas keuangan jangka pendek lainnya. Utang usaha, beban akrual, liabilitas imbalan kerja jangka pendek, liabilitas sewa dan liabilitas keuangan jangka pendek lainnya pada awalnya diukur pada nilai wajar, setelah dikurangi biaya transaksi, dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dengan beban bunga diakui berdasarkan metode suku bunga efektif. Liabilitas keuangan diklasifikasikan dalam kelompok berikut: 1. Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah liabilitas keuangan yang dapat dipindahtangankan dalam waktu dekat. 2. Liabilitas keuangan lainnya Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dikategorikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi — dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Penghentian Pengakuan Liabilitas Keuangan Perusahaan — menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas Perusahaan telah dilepaskan, dibatalkan atau kadaluarsa. Selisih antara jumlah tercatat liabilitas keuangan yang dihentikan pengakuannya dan imbalan yang dibayarkan dan utang diakui dalam laba rugi. 17 value through other comprehensive income into fair value through profit or loss, the financial asset is measured at its fair value. Any gains or losses previously recognized in other comprehensive income are reclassified out of the eguity to profit or loss as a reclassification. Classification as Liabilities or Eguity Financial liabilities and eguity instruments issued by the Company are classified according to the substance of the contractual arrangements entered into and the definitions of a financial liability and an eguity instrument. Eguity Instruments An eguity instrument is any contract that evidences a residual interest in the assets of the Company after deducting all of its liabilities. Eguity instruments are Tecorded as the proceeds received, net of direct issue costs. Financial Liabilities The Company' financial liabilites mainly consist of trade payables, accrued expenses, short-term employee benefit liabilities, lease liabilities and other short-term financial liabilities. Trade payables, accrued expenses, short-term employee benefit liabilities, lease liabilities and other Short-term financial liabilities are initially measured at fair value, net of transaction costs and are subseguently measured at amortized cost, using the effective interest rate method, with interest expense Tecognized on an effective yield basis. Financial liabilities are classified as follows: 1. Financial liabilities at fair value through profit or loss Financial liabilities at fair value through profit or loss are the financial liabilities that are transferable within a short-term period. 2. Other financial liabilities Financial liabilities that are not classifed as financial liabilities at fair value through statement Of income are categorized and measured at amortized acguisition cost. Derecognition of Financial Liabilities The Company derecognize financial liabilities, if and only if the Company' obligations are discharged, cancelled or expired. The difference between the carrying amount of the financial liability derecognized and the considerations paid and payable is recognized in profit orloss.
Page 21 OCR 0.933
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 2 INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. INFORMATION OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES (lanjutan) (continued) d. Instrumen Keuangan (lanjutan) Financial Instrument (continued) Saling Hapus Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan, jika dan hanya jika, Perusahaan saat ini memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut, dan berintensi untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Pengukuran Nilai Wajar Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Nilai wajar aset dan liabillitas keuangan diestimasi untuk keperluan pengakuan dan pengukuran atau untuk keperluan pengungkapan. Nilai wajar dikategorikan dalam level yang berbeda dalam suatu hirarki nilai wajar berdasarkan pada apakah input suatu pengukuran dapat diobservasi dan signifikansi input terhadap keseluruhan pengukuran nilai wajar: (i) Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang dapat diakses pada tanggal pengukuran (Level 1). (ii) Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung maupun tidak langsung (Level 2). iii) Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas (Level 3). Dalam mengukur nilai wajar aset atau liabilitas, Perusahaan sebisa mungkin menggunakan data pasar yang dapat diobservasi. Apabila nilai wajar aset atau liabilitas tidak dapat diobservasi secara langsung, Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaannya dan memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi. Perpindahan antara level hirarki nilai wajar diakui oleh Perusahaan pada akhir periode pelaporan dimana perpindahan terjadi. Kas dan Bank Kas dan Bank terdiri dari kas ditangan, dan kas di bank (rekening giro), yang tidak dijadikan jaminan dan tidak dibatasi penggunaannya. 18 Netting a Financial Asset and a Financial Liability A financial asset and financial liability shall be offset when and only when, the Company currently has a legally enforceable right to net off the recognized amount: and intends either to settle on a net basis, or fo realise the asset and setile the liability simultaneously. Fair Value Measurement Fair value is the price that would be received to sell an asset or paid to transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date. The fair value of financial assets and financial liabiliies must be estimated for recognition and measurement or for disclosure purposes. Fair values are categorised into different levels in a fair value hierarchy based on the degree to which the inputs to the measurement are observable and the significance of the inputs to the fair value measurement in its entirety: (i) @uoted prices (unadjusted) in active markets for identical assets or liabilities that can be accessed at the measurement date (Level 1). (ii) Inputs other than guoted prices included in Level 1 that are observable for the assets or liabilities, either directly or indirectly (Level 2). (iii) Unobservable inputs for the assets or liabilities (Level 3). When measuring the fair value of an asset or a liability, the Company uses market observable data to the extent possible. Ifthe fair value of an asset or a liability is not directly observable, the Company uses valuation technigues that appropriate in the circumstances and maximizes the use of relevant observable inputs and minimizes the use of unobservable inputs. Transfers between levels of the fair value hierarchy are recognised by the Company at the end of the reporting period during which the change occurred. Cash on hand and in Banks Cash on hand and in Bank consists of cash on hand, cash in banks (current account) which are not used as collateral or are not restricted.
Page 22 OCR 0.921
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 September 30, 2024 and December 31, 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal And for Periods Ended 30 September 2024 dan 2023 September 30, 2024 and 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 2 INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. INFORMATION OF MATERIAL ACCOUNTING (lanjutan) POLICIES (continued) f. Persediaan £ Inventories Persediaan dinyatakan berdasarkan jumlah terendah Inventories are carried at the lower of cost or net antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto. Biaya realizable value. The cost of inventory comprise all persediaan terdiri dari seluruh biaya pembelian dan biaya costs of purchase and other costs incurted until lain yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi supplies are in current condition and location. Cost of inventory is determined using the weighted average dan lokasi saat ini. Biaya perolehan persediaan YA . A 3 ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang. Nilai method. Net realizable value is the estimated seling $ price in the ordinary course of business less the realisasi neto merupakan taksiran . harga jual dalam estimated costs of completion and the estimated costs kegiatan . usaha biasa . dikurangi estimasi biaya necessary to make the sales. penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk membuat penjualan. Setiap penurunan nilai persediaan dibawah biaya Any decline in the value of inventories below cost to perolehan menjadi nilai realisasi neto dan seluruh net realizable value and all these losses of inventories kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode recognized as an expense of the period when the terjadinya penurunan atau kerugian tersebut. Setiap decline or losses occured. Every recovery of pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena inventories due to increased in the net realizable peningkatan kembali nilai realisasi neto, diakui sebagai value, is recognized as a reduction of inventory pengurangan terhadap jumlah beban persediaan pada expense when the recovery period occured. periode terjadinya pemulihan tersebut. . Biaya Dibayar di Muka g. Prepaid Expenses Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa Prepaid expenses are amortized over their beneficial manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus. periods using the straight-line method. . Aset Tetap h. Fixed Assets Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan Fixed assets are initially recognized at cost, which yang meliputi harga perolehannya dan setiap biaya yang comprises its purchase price and any cost directly dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke attributable in bringing the assets to the location and kondisi dan lokasi yang diinginkan agar aset siap condition necessary for it to be capable of operating in digunakan sesuai intensi manajemen. the manner intended by management. Apabila relevan, biaya perolehan juga dapat mencakup When applicable, the cost may also comprises the estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan initial estimate of the costs of dismantling and aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap, kewajiban removing the item and restoring the site on which it is tersebut timbul ketika aset tetap diperoleh atau sebagai located, the obligation for which an entity incurs either konsekuensi penggunaan aset tetap selama periode when the item is acguired or as a conseguence of tertentu untuk tujuan selain untuk memproduksi having used the item during a particular period for persediaan selama periode tersebut. purposes other than to produce inventories during that period. Setelah pengakuan awal, aset tetap kecuali tanah After initial recognition, fixed assets, except land, are dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi carried at its cost less any accumulated depreciation, penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai. and any accumulated impairment losses. Tanah diakui sebesar harga perolehannya dan tidak Lands are recognized at its cost and are not disusutkan. depreciated. Penyusutan aset tetap dimulai pada saat aset tersebut The assets start to be depreciated when the assets are siap untuk digunakan sesuai maksud penggunaannya ready for use in accordance with the intended use and dan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus is calculated using the straight-line method based on berdasarkan estimasi masa manfaat ekonomis aset the estimated useful lives of assets as follows: sebagai berikut: Tahun! Years Bangunan dan Prasarana 15-20 Bulidings and Improvements Renovasi Bangunan 5-10 Building Renovatins Peralatan dan Perlengkapan 3-2 Eguipment and Fixtures Kendaraan 5 Vehicles 'Aset Hak-Guna 10 Rights-of-Use Assets 19
Page 23 OCR 0.941
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 2 INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. INFORMATION OF MATERIAL ACCOUNTING (lanjutan) POLICIES (continued) h. Aset Tetap (lanjutan) Aset tetap yang dikonstruksi sendiri disajikan sebagai bagian aset tetap sebagai “Aset dalam Penyelesaian” dan dinyatakan sebesar biaya perolehannya. Semua biaya, yang terjadi sehubungan dengan konstruksi aset tersebut dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya perolehan aset dalam penyelesaian. Biaya perolehan aset tetap dalam penyelesaian tidak termasuk setiap laba internal, jumlah tidak normal dari biaya pemborosan yang terjadi dalam pemakaian material, tenaga kerja atau sumber daya lain. Akumulasi biaya perolehan yang akan dipindahkan ke masing-masing pos aset tetap yang sesuai pada saat aset tersebut selesai dikerjakan atau siap digunakan dan disusutkan sejak beroperasi. Nilai tercatat dari suatu aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika tidak terdapat lagi manfaat ekonomik masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan tersebut (yang ditentukan sebesar selisih antara jumlah hasil pelepasan neto, jika ada, dan jumlah tercatatnya) dimasukkan dalam laba rugi pada saat penghentian pengakuan tersebut dilakukan. Pada 'akhir periode pelaporan, Perusahaan melakukan penelaahan berkala atas masa manfaat, nilai residu, metode penyusutan, dan sisa umur pemakaian berdasarkan kondisi teknis. Sewa Pada awal kontrak, Perusahaan menilai apakah suatu kontrak adalah, atau mengandung, suatu sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk menguasai penggunaan aset untuk periode waktu tertentu dengan imbalan tertentu. Sebagai pesewa, Perusahaan mengakui aset hak- guna dan liabilitas sewa pada tanggal dimulainya sewa. Aset hak-guna awalnya diukur pada biaya perolehan, yang terdiri dari jumlah awal liabitas sewa dengan memperhitungkan setiap pembayaran sewa dilakukan pada atau sebelum tanggal dimulainya sewa, ditambah biaya langsung awal yang dikeluarkan, dikurangi insentif sewa yang diterima. h. Fixed Assets (continued) Fixed assets under construction is presented as part of the assets as "Construction in Progress" and stated at acguisition cost. All costs, incurred in connection with the construction are capitalized as part of the cost of construction in progress. Cost of acguisition of fixed assets in the settlement did not include any internal profits, the abnormal amount of inefficiency that occurs in the use of materials, labor or other resources. The accumulated costs will be transferred to the Tespective fixed assets items at the time the asset is completed or ready for use and are depreciated since the operation. The carrying amount of an item of fixed assets is derecognized on disposal or when no future economic benefits are expected from its use or disposal. Any gain or loss which arise from derecognition (that determined as the difference between the net disposal proceeds, if any, and the canying amount of the item) is included in profit or loss when item is derecognized. At the end of the reporting period, the Company made regular review of the useful lives, residual values, depreciation method and residual service life based on the technical condition. i. Leases At inception of a contract, the Company assess wheather a contract is, or contains, a leases if the contract conveys the right to control the use of assets for a period of time in exchange for consideration, As a lessee, the Company recognised a right to use assets and leases liability at the leases commencement date. The right of use asset is initially measure at cost, which comprise the initial amount of leases liability adjusted for any leases payments made at or before the commencement date, plus any initial direct cost incurred, less any leases incentive received.
Page 24 OCR 0.929
2 INFORMASI PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 2INFORMATION OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES (continued) Sewa (lanjutan) Aset hak-guna kemudian disusutkan selama masa manfaat yang diharapkan dengan dasar yang sama dengan aset tetap yang dimiliki atau jika lebih pendek, jangka waktu sewa terkait. Liabilitas sewa pada awalnya diukur pada nilai sekarang dari pembayaran sewa yang tidak dibayarkan pada tanggal dimulainya, dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan suku bunga efektif. Penjual-penyewa mengukur aset hak-guna yang timbul dari sewa-balik pada proporsi jumlah tercatat aset sebelumnya yang terkait dengan hak guna yang dipertahankan oleh penjual-penyewa. Dengan demikian, penjual-penyewa mengakui hanya jumlah untuk atau rugi yang terkait dengan hak yang dialihkan ke pembeli-pesewa. j- Penurunan Nilai Aset Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, Perusahaan mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Jumlah terpulihkan ditentukan atas suatu aset individual, dan jika tidak memungkinkan, Perusahaan menentukan jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas dari aset tersebut. Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dengan nilai pakainya. Nilai pakai adalah nilai kini dari arus kas yang diharapkan akan diterima dari aset atau unit penghasil kas. Nilai kini dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset atau unit yang penurunan nilainya diukur. Jika dan hanya jika jumlah terpulihkan aset lebih kecil dari jumlah tercatatnya, maka jumlah tercatat aset diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkan. Penurunan tersebut adalah rugi penurunan nilai dan segera diakui dalam laba rugi. Rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwil/ dibalik jika, dan hanya jika, terdapat perubahan estimasi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Jika demikian, jumlah tercatat aset dinaikan ke jumlah terpulihkannya. Kenaikan ini merupakan suatu pembalikan rugi penurunan nilai. 2 i Leases (continued) Right of use asset is subseguently depreciated over their expected useful lives on the same basis as owned assets or where shorter, the term of the relevant leases. The leases liability is initially measured at the present value of the leases payments that are not paid at the commencement date, and measured at amortised cost using the @Fective interest rate. The seller-lessee measures the right-of-use assets arising from the leaseback at the proportion of the previous carrying amount ofthe asset related to the usufructuary retained by the seller-lessee. Accordingly, the seller-lessee recognizes only the amount for or loss relating to the rights transferred to the lessee. Impairment of Asset Value At the end of each reporting period, the Company assess whether there is any indication that an asset may be impaired. If any such indication exists, the Company shall estimate the recoverable amount of the asset. Recoverable amount is determined for an individual asset, if its is not possible, the Company determine the recoverable amount of the asset's cash-generating unit. The recoverable amount is the higher of fair value less costs to sell and its value in use. Value in use is the present value of the estimated future cash flows of the asset or cash generating unit. Present values are computed using pre-tax discount rates that reflect the time value of money and the risks specific to the asset or unit whose impairment is being measured. Ifand only if the asset recoverable amount is less than its carrying amount, the carrying amount of asset lowered down to the recoverable amount. The decline is the impairment loss and is recognized immediately in profit loss. Impairment losses recognized in prior periods for assets other than goodwill is reversed if, and only if, there is a change in the estimates used to determine the assets recoverable amount since the last impairment loss was recognized. If so, the canrying amount of the asset is increased to its recoverable amount. This increase is a reversal of an impairment loss.
Page 25 OCR 0.924
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 2 INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2.INFORMATION OF MATERIAL ACCOUNTING (lanjutan) POLICIES (continued) k. Beban Emisi Saham k. Stock Issuance Cost Beban emisi saham dikurangkan dari akun Tambahan Modal Disetor dalam laporan keuangan. Pengakuan Pendapatan dan Beban Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan diperoleh Perusahaan dan jumlahnya dapat diukur secara handal. Pendapatan diukur pada nilai wajar pembayaran yang diterima, tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai. Perusahaan mengakui pendapatan sesuai dengan PSAK 72, “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan”, dengan melakukan analisis transaksi melalui metode lima langkah pengakuan pendapatan sebagai berikut: Stock issuance costs are deducted from the Additional Paid in Capital in the financial statemenis. Revenue and Expense Recognition Revenue is recognized when it is probable economic benefits to be obtained by the Company and the amount can be reliably measured. Revenue is measured at the fair value of payments received, excluding Value Added Tax. The Company recognizes revenues in accordance with PSAK 72, “Revenue from Contracts with Customers”, by performing transaction analysis through the five steps of income recognition model as follows: a Identifikasi kontrak dengan pelanggan. a. Identify contract(s) with a customer. b. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam b. Identify the performance obligations in the kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan contract. Performance obligations are janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan promises in a contract to transfer to a barang atau jasa yang memiliki karakteristik customer goods or services that are distinct. berbeda ke pelanggan. c. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi Cc. Determine the transaction price. Transaction merupakan jumlah imbalan yang berhak price is the amount of consideration to which diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi an entity expects to be entitled in exchange atas diserahkannya barang atau jasa yang for transferring promised goods or services to dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang a customer. If the consideration promised in dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah a contract includes a variable amount, the yang bersifat variable, maka Perusahaan Company estimates the amount of membuat estimasi jumlah imbalan tersebut consideration to which it expects to be sebesar jumlah yang diharapkan berhak entiled in exchange for transferring the diterima atas diserahkannya barang atau jasa promised goods or services to a customer yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan less the estimated amount of service level estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan guarantee which will be paid during the dibayarkan selama periode kontrak. contract period. d. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban d. Allocate the transaction price to each pelaksanaan dengan menggunakan dasar performance obligation on the basis of the harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap relative stand-alone selling prices of each barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di distinct goods or services promised in the kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara contract. Where these are not directly langsung, harga jual berdiri sendiri relatif observable, the relative stand-alone selling diperkirakan — berdasarkan — biaya — yang price are estimated based on expected cost diharapkan ditambah marjin. plus margin. e. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban e. Recognize revenue when performance pelaksanaan — telah — dipenuhi — dengan menyerahkan barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut). Pendapatan dari penjualan jasa diakui ketika jasa diberikan kepada — pelanggan. — Perusahaan mengalihkan pengendalian atas barang atau jasa sepanjang waktu, jika satu dari kriteria berikut terpenuhi: obligation is satisted by transfering a promised goods or services to a customer (which is when the customer obtains control of that goods or services). Revenue from sales of services is recognized when services are rendered to the customer. The Company transfers control of a goods or service overtime, if one from the following crrteria is met:
Page 26 OCR 0.919
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 2 INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 2INFORMATION OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES (continued) Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan) # Pelanggan secara simultan menerima dan mengkonsumsi manfaat yang dihasilkan dari pelaksanaan Perusahaan selama Perusahaan melaksanakan kewajiban pelaksanaannya, # Pelaksanaan Perusahaan menimbulkan atau meningkatkan aset (sebagai contoh, pekerjaan dalam proses) yang dikendalikan pelanggan selama aset tersebut ditimbulkan atau ditingkatkan: # Pelaksanaan Perusahaan tidak menimbulkan suatu aset dengan penggunaan altematif bagi Perusahaan dan Perusahaan memiliki hak atas pembayaran yang dapat dipaksakan atas pelaksanaan yang telah diselesaikan sampai tanggal pelaporan, atau # Untuk setiap kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu, Perusahaan mengakui pendapatan sepanjang waktu dengan mengukur kemajuan terhadap penyelesaian penuh atas kewajiban pelaksanaan. Perusahaan menerapkan metode output untuk mengukur kemajuan entitas. Perusahaan mengecualikan dari pengukuran kemajuan setiap barang atau jasa di mana Perusahaan tidak mengalihkan pengendalian kepada pelanggan. Biaya awal untuk perpindahan catatan pelanggan ke dalam penyimpanan fisik ditangguhkan dan diamortisasi sebagai komponen amortisasi dalam laporan keuangan Perusahaan selama tiga tahun, konsisten dengan pengalihan kewajiban pelaksanaan kepada pelanggan ke yang terkait dengan aset tersebut. Pembayaran komisi tertentu yang terkait langsung dengan pemenuhan kontrak jangka panjang dikapitalisasi dan diamortisasi sebagai komponen amortisasi dalam laporan keuangan Perusahaan secara umum selama tiga tahun, konsisten dengan pengalihan — kewajiban pelaksanaan — kepada pelanggan kepada siapa aset tersebut berhubungan. Pembayaran komisi langsung tertentu yang terkait dengan kontrak dengan jangka waktu satu tahun atau kurang dibebankan pada saat terjadinya. IL Revenue and Expense Recognition (continued) # The customer simultaneously receives and consumes the benefits provided by the entit/s performance as the Company perform, e The Company's performance creates or enhances an asset (for example, work in progress) that the customer controls as the asset is created or enhanced, # The Company's performance does not create an asset with altemative use to the Company and the Company has an enforceable right to payment for performance completed to date, or e# For each performance obligation satisfied over time, the Company recognises revenue over time by measuring the progress towards complete satisfaction of that performance obligation. The Company applies the output method for measuring progress. The Company excludes from the measure of progress any goods or services for which the Company does not transfer control to a customer. The costs of the initial intake of customer records into physical storage are deferred and amortized as a component of amortization in the Company's financial statements over three years, consistent with the transfer of the performance obligation to the customer to which the asset relates. Certain commission payments that are directly associated with the fulfilment of long-term contracts are capitalized and amortized as a component of depreciation and amortization in our financial statements of over three years, consistent with the transfer of the performance obligation to the customer to which the asset relates. Certain direct commission payments associated with contracts with a duration of one year or less are expensed as incurted.
Page 27 OCR 0.935
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) . INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 2INFORMATION OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES (continued) m. Pajak Penghasilan Beban pajak adalah jumlah gabungan pajak kini dan pajak tangguhan yang diperhitungkan dalam menentukan laba rugi pada suatu periode. Pajak kini dan pajak tangguhan diakui dalam laba rugi, kecuali pajak penghasilan yang timbul dari transaksi atau peristiwa yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain atau secara langsung di ekuitas. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui dalam penghasilan komprehensif lain atau ekuitas. Jumlah pajak kini untuk periode berjalan dan periode sebelumnya yang belum dibayar diakui sebagai liabilitas. Jika jumlah pajak yang telah dibayar untuk periode berjalan dan periode-periode sebelumnya melebihi jumlah pajak yang terutang untuk periode tersebut, maka kelebihannya diakui sebagai aset. Liabilitas (aset) pajak kini untuk periode berjalan dan periode sebelumnya diukur sebesar jumlah yang diperkirakan akan dibayar kepada (direstitusi dari) otoritas perpajakan, yang dihitung menggunakan tarif pajak (dan undang-undang pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan. Manfaat terkait dengan rugi pajak yang dapat ditarik untuk memulihkan pajak kini dari tahun sebelumnya diakui sebagai aset. Aset pajak tangguhan diakui untuk akumulasi rugi pajak belum dikompensasi dan kredit pajak belum dimanfaatkan sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak masa depan akan tersedia untuk dimanfaatkan dengan rugi pajak belum dikompensasi dan kredit pajak belum dimanfaatkan. Seluruh perbedaan temporer kena pajak diakui sebagai liabilitas pajak tangguhan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan. Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara Perusahaan memperkirakan, pada akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tercatat aset dan liabilitasnya. m. Income Tax Tax expense is the aggregate amount included in the determinination of profit or loss forthe period in respect of current tax and deferred tax. Current tax and deferred tax is recognized in profit or loss, except for income tax arising from transactions or events that are recognized in other comprehensive income or directly in eguity. In this case, the tax is recognized in other comprehensive income or eguity, respectively. Total Current tax for current and prior periods that not have been paid, be recognized as a liability. If the amount already paid in respect of current and prior periods exceeds the amount due for those periods, the excess shall be recognized as an asset. Current tax liabilities (assets) forthe current and prior periods shall be measured at the amount expected to be paid to (recovered from) the taxation authorities, using the tax rates (and tax laws) that have been enacted or substantively enacted by the end of the reporting period. Tax benefits relating to tax loss that can be caried back to recover current tax of a previous years is Tecognized as an asset. Deferred tax asset is recognized for the carry forward of unused tax losses and unused tax credit to the extent that it is probable that future taxable profit will be available against which the unused tax losses and unused tax credits can be utilized, AA deferred tax liability shall be recognized for all taxable temporary differences. Deferred tax assets and liabilities are measured at the tax rates that are expected to apply to the period when the asset is realized or the liability is setiled, based on tax rates (and tax laws) that have been enacted or substantively enacted by the end of the reporting period. The measurement of deferred tax liabilities and deferred tax assets shall reflect the tax conseguences that would follow from the manner in which the Company expects, at the end of the reporting period, to recover or settle the carrying amount of its assets and liabilities.
Page 28 OCR 0.935
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 2 INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2.INFORMATION — OF MATERIAL — ACCOUNTING (lanjutan) POLICIES (continued) m. Pajak Penghasilan (lanjutan) Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir periode pelaporan. Perusahaan mengurangi jumlah tercatat aset pajak tangguhan jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut Setiap pengurangan tersebut dilakukan pembalikan atas aset pajak tangguhan hingga kemungkinan besar laba kena pajak yang tersedia jumlahnya memadai. Perusahaan melakukan saling hapus atas aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan jika dan hanya jika Perusahaan: a) memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini: dan b) bermaksud untuk menyelesaikan dengan dasar neto atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan. n. Imbalan Kerja Imbalan Kerja Jangka Pendek Imbalan kerja jangka pendek diakui ketika pekerja telah memberikan jasanya, sebesar jumlah tidak terdiskonto dari imbalan kerja jangka pendek yang diharapkan akan dibayar sebagai imbalan atas jasa tersebut. Imbalan kerja jangka pendek mencakup antara lain upah, gaji, bonus dan insentif. Imbalan Pasca Kerja Imbalan pascakerja seperti pensiun, uang pisah dan uang penghargaan masa kerja dihitung berdasarkan Undang-Undang No. 06 Tahun 2023 dan No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021 Pada 31 Desember 2023 dan 2022. Perusahaan mengakui jumlah liabilitas imbalan pasti neto sebesar nilai kini kewajiban imbalan pasti pada akhir periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program yang dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode Projected Unit Credit. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan imbalan tersebut. Perusahaan mencatat tidak hanya kewajiban hukum berdasarkan persyaratan formal program imbalan pasti, tetapi juga kewajiban konstruktif yang timbul dari praktik informal entitas. m. Income Tax (continued) The carrying amount of a deferred tax asset Teviewed at the end of each reporting period. The Company shall reduce the carrying amount of a deferred tax asset to the extent that it is no longer probable that sufficient taxable profit will be available to allow the benefit of part or all of that deferred tax asset to be utilized. Any such reduction shall be reversed to the extent that it becomes probable that sufficient taxable profit will be available. The Company offset deferred tax assets and deferred tax liabilities if, and only ifthe Company: a) have a legally enforceable right to set off current tax assets against current tax liabilities, and b) intends to finish with a net basis, or realize the asset and settle the liability simultaneously. n. Employee Benefits Short-term Employee Benefits When an employee has rendered service during accounting period, the Company recognized the undiscounted amount of short-term employee benefits expected to be paid in exchange for that service, Short-term employee benefits include such as wages, salaries, bonus and incentive. Post-employment Benefits Post-employment benefits such as retirement, severance and service payments are calculated based on Omnibus Law No. 06 Year 2023 and No, 11 Year 2020 and Govemment Regulation No. 35 Year 2021 as of December 31, 2023 dan 2022.. The Company recognizes the amount of the net defined benefit liability at the present value of the defined benefit obligation at the end of the Teporting period less the fair value of plan assets which calculated by independent actuaries using the Projected Unit Credit method. Present value benefit obligation is determined by discounting the benefit. The Company recorded not only a legal obligation by the formal reguirements of a defined benefit plan, but also constructive obligation that arises from the entity's informal practices.
Page 29 OCR 0.922
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 2 INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2.INFORMATION — OF MATERIAL — ACCOUNTING (lanjutan) POLICIES (continued) n. Imbalan Kerja (lanjutan) Biaya jasa kini, biaya jasa lalu dan keuntungan atau kerugian atas penyelesaian, serta bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto diakui dalam laba rugi. Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto yang terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, imbal hasil atas aset program dan setiap perubahan dampak batas atas aset diakui sebagai penghasilan komprehensif lain. Perusahaan mengakui jumlah beban dan liabilitas atas iuran terutang kepada program iuran pasti, ketika pekerja telah memberikan jasa kepada entitas selama suatu periode. Perusahaan mengakui pesangon sebagai liabilitas dan beban pada tanggal yang lebih awal di antara: a) Ketika Perusahaan tidak dapat lagi menarik tawaran atas imbalan tersebut, dan b) Ketika Perusahaan mengakui biaya untuk restrukturisasi yang berada dalam ruang lingkup PSAK 57 dan melibatkan pembayaran pesangon. Perusahaan mengukur pesangon pada saat pengakuan awal, dan mengukur dan mengakui perubahan selanjutnya, sesuai dengan sifat imbalan kerja. 0. Laba per Saham Dasar Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor penuh selama periode berjalan. Untuk tujuan penghitungan laba per saham dilusian, Perusahaan menyesuaikan laba atau rugi yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk dan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar, atas dampak dari seluruh instrumen berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif. p. Segmen Operasi Perusahaan — menyajikan — segmen — operasi berdasarkan informasi keuangan yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam menilai kinerja segmen dan menentukan alokasi sumber daya yang dimilikinya. n. Employee Benefits (continued) Current service cost, past service cost and gain or loss on settlement, and net interest on the net defined benefit liability (asset) are recognized in profit and loss. The remeasurement of the net defined benefit liability (assets) comprises actuarial gains and losses, the retum on plan assets, and any change in effect of the asset ceiling are recognized in other comprehensive income. The Company recognizes expense and liability for contribution payable to a defined contribution plan, when an employee has rendered service to the entity during a period. The Company recognizes severance as liability and expense at an earlier date between: a) When the Company can no longer withdraw the offer on such remuneration, and b) When the Company recognized a charge for restructuring that are within the scope of PSAK 57 and involves the payment of severance. The Company measure severance upon initial recognition, and ' measure and recognize subseguent changes, in accordance with the nature of employee benefits. 0. Basic Earnings per Share Basic earnings per share is computed by dividing profit or loss attributable to owners of the parent by the weighted average number of shares issued and fully paid during the period. For the purpose of calculating diluted earnings per share, the Company adjusted the profit or loss attributable to ordinary eguity holders of the parent entity and the weighted average number of shares outstanding, for the effects of all dilutive potential ordinary shares. p. Operating Segment The Company presented operating segments based on the financial information used by the operational decision maker in assessing the performance of segments and in the allocation of resources.
Page 30 OCR 0.916
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) . INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 2. INFORMATION OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES (continued) p. Segmen Operasi (lanjutan) Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas: # yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama): # yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya, dan # dimana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan. Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan hanya memiliki satu segmen operasi yaitu jasa kearsipan, sehingga informasi segmen tidak disajikan. g. Sumber Ketidakpastian Estimasi dan Asumsi Akuntansi yang Penting Penyusunan laporan keuangan Perusahaan mengharuskan — manajemen — untuk — membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontinjensi, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya. Asumsi utama masa depan dan sumber utama ketidakpastian estimasi lain pada akhir periode pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya, diungkapkan dibawah ini. Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan Situasi mengenai perkembangan masa depan, mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi diluar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya. p. Operating Segment (continued) An operating segment is a component of an entity: # that engages in business activities from which it may eam revenues and incur expenses (including revenues and expenses relating to transactions with other components of the same entity): » whose operating results are regularly reviewed by the operating decision maker to make decision about resources to be allocated to the segment and assess its performance, and “ for which discrete financial information is available. On September 30, 2024 and December 31, 2023, the Company has only one operating segment that archival services, so that the segment information is not presented. g. Source of Estimation Uncertainty and Critical Accounting Assumptions The preparation of the Company financial statements reguires management to make judgements, estimates and assumptions that affect the reported amounts of revenues, expenses, assets and liabilities, and the disclosure of contingent liabilities, at the end of the reporting period. Uncertainty about these assumptions and estimates could result in outcomes that reguire a material adjustment to the carrying amount of the asset and liability affected in future periods. The key assumptions concerning the future and other key sources of estimation uncertainty at the Teporting date that have a significant risk of causing a@ material adjustment to the canying amounts of assets and liabilities within the next financial year/period are disclosed below. The Company based its assumptions and estimates on parameters available when the financial statements were prepared. Existing circumstances and assumptions about future developments may change due to market changes orcircumstances arising beyond the control of the Company. Such changes are reflected in the assumptions as they occur.
Page 31 OCR 0.930
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 2 INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 2. INFORMATION — OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES (continued) g. Sumber Ketidakpastian Estimasi dan Asumsi Akuntansi yang Penting (lanjutan) Estimasi Umur Manfaat Aset Tetap Perusahaan melakukan penelaahan berkala atas masa manfaat ekonomis aset tetap berdasarkan faktor-faktor seperti kondisi teknis di masa depan. Hasil operasi di masa depan akan dipengaruhi secara material atas perubahan estimasi ini yang diakibatkan oleh perubahan faktor yang telah disebutkan di atas. Nilai tercatat aset tetap disajikan dalam Catatan 10. Perusahaan melakukan penelaahan berkala atas masa manfaat peralatan berdasarkan faktor-faktor tertentu dan potensi keuntungan yang diperoleh dari penggunaan peralatan tersebut. Kondisi ini dapat menyebabkan Perusahaan melakukan penurunan maupun penghapusan aset tetap apabila peralatan tersebut sudah obsolete. Nilai kini liabilitas imbalan kerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan dengan dasar aktuarial berdasarkan beberapa asumsi. Perubahan asumsi ini akan mempengaruhi jumlah tercatat liabilitas imbalan kerja. Perusahaan menentukan tingkat diskonto yang sesuai pada akhir periode pelaporan, yakni tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk menentukan nilai kini arus kas keluar masa depan estimasian yang diharapkan untuk menyelesaikan liabilitas. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Perusahaan mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang imbalan akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu liabilitas yang terkait. Informasi mengenai asumsi dan jumlah liabilitas dan beban imbalan kerja diungkapkan pada Catatan 14. Pajak Tangguhan Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diekspektasikan berlaku ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, yaitu dengan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan. g. Source of Estimation Uncertainty and Critical Accounting Assumptions (continued) Estimated Useful Lives of Fixed Asset The Company reviews periodically the estimated useful lives of fixed assets based on factors such as future technical specification. Future results of Operations could be materially affected by changes in these estimates brought about by changes in the factors mentioned above. The carrying value of fixed assets is presented in Note 10. The Company reviews periodically the estimated useful lives of renovation of eguipment based on factors and potential income that can be generated from the eguipment. This condition may cause the Company to impair or write-off the fixed assets if the eguipment has been obsolete. Employee Benefit Liabilities The present value of the employee benefit liabilities depends on a number of factors that are determined on an actuarial basis using a number of assumptions. Any changes in these assumptions will impact the carrying amount of short term employee benefit liabilities. The Company determines the appropriate discount rate at the end of each reporting period. This is the interest rate that should be used to determine the present value of estimated future cash outflows expected to be reguired to settle the obligations. In determining the appropriate discount rate, the Company considers the interest rates of govemment bonds that are denominated in the currency in which the benefits will be paid and that have terms to maturity approximating the terms of the related obligation. The information regarding assumptions and total liabilities and employee benefits expense is disclosed in Note 14. Deferred Tax Deferred tax assets and liabilities are measured at the tax rates that are expected to be appropriate when the asset is recovered or the liability is payable, that is, the tax rates (and tax regulations) that have been enacted or substantively enacted in the reporting period.
Page 32 OCR 0.933
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 2. INFORMATION — OF MATERIAL — ACCOUNTING POLICIES (continued) g. Sumber Ketidakpastian Estimasi dan Asumsi Akuntansi yang Penting (lanjutan) Pajak Penghasilan Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan Usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Rugi Penurunan Nilai pada Aset Keuangan yang diukur pada Biaya Perolehan yang Diamortisasi Perusahaan menilai penurunan nilai pada aset keuangan dengan biaya perolehan yang diamortisasi pada setiap tanggal pelaporan. Dalam menentukan apakah rugi penurunan nilai harus dicatat dalam laba rugi, manajemen harus mempertimbangkan informasi yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan pada tanggal pelaporan mengenai peristiwa masa lalu, kondisi kini, dan perkiaraan kondisi ekonomi masa depan. Perusahaan menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian yang menggunakan cadangan kerugian kredit ekspektasian seumur hidup untuk seluruh piutang usaha. Nilai tercatat aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi diungkapkan dalam Catatan 4, 5dan7. Sewa - Memperkirakan suku bunga pinjaman Inkremental Perusahaan tidak dapat langsung menentukan tingkat bunga implisit dalam sewa, oleh karena itu, Perusahaan menggunakan suku bunga pinjaman inkremental (IBR) untuk mengukur liabilitas sewa. IBR adalah tingkat bunga yang harus dibayar oleh Perusahaan untuk meminjam dengan syarat yang sama, dan dengan jaminan serupa, dana yang diperlukan untuk memperoleh aset dengan nilai yang sama dengan aset hak guna dalam lingkup ekonomi yang serupa. g. Source of Estimation Uncertainty and Critical Accounting Assumptions (continued) Income Tax Significant judgement is made in determining the provision for corporate income tax. There are certain transactions and calculations that ultimately tax determination is uncertain throughout the normal course of business. The Company records a liability for corporate income tax is based on estimates of whether there are additional corporate income tax. Impairment Loss on Financial Asset measured at Amortized Cost The Company assess their financial assets measured at amortized cost for impairment at each teporting date. In determining whether an impairment loss should be recorded in profit or loss, management makes a judgement as to whether there is reasonable and supportable information that is available without undue cost or effort about past events, current conditions and forecasts of future conditions. The Company applies simplifed approach to measuring expected credit losses which uses a lifetime expected loss allowance for all trade receivables. The carrying amount of financial assets classified as amortized cost are disclosed in Notes 4, 5 and 7. Leases — Estimating the incremental borrowing rate The Company cannot readily determine the interest rate implicit in the lease, therefore, it uses its incremental borrowing rate (IBR) to measure lease liabilities. The IBR is the rate of interest that the Company would have to pay to borrow over a similar term, and with a similar security, the funds necessary to obtain an asset of a similar value to the right-ofuse asset in a similar economic environment.
Page 33 OCR 0.849
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 3. KAS DAN BANK NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 3. CASH ON HAND AND IN BANKS 30 Sep 2024 31 Des 2023 Kas 11,999863 11.447.320 Bank Pihak Ketiga Rupiah PT Bank CIMB Niaga Tbk T4,197,128,163 — 109,065,986,820 PT Bank Central Asia Tbk 28428130095 9695,084,222 PT Bank Danamon Indonesia Tbk 1.178.192.831 3.204.557 PT KB Bukopin Tbk 1796,034,162 - PT Bank Capital Indonesia Tbk 210.062.038 150,486,484 Lain-ain (di bawah Rp250.000.000) 843,455.055 5A179A,271 Mata Uang Asing PT Bank CIMB Niaga Tbk (2024.USD8, 100, 2023:USD8,024) 121,849.915 Total 103,788,947,105 119,506,703,649 Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, tidak ada kas dan bank yang dijadikan sebagai jaminan. collateral. 4. PIUTANG USAHA - NETO Cash on Hand Banks Third Parties Rupiah PPT Bank CIMB Niaga Tbic PT Bank Central Asia Tbk PPT Bank Danamon Indonesia Tbk PI KB Bukopin Tbk (PI Bank Capital Indonesia Tbk Others (below Rp250,000,000) Foreign Cumencies PPT Bank CIMB Niaga Tbk (2024-USD9, 100, 2023. USD8,024) Total As of September 30, 2024 and December 31, 2023, there is no cash on hand and in banks were pledged as 4 TRADE RECEIVABLES - NET 30 Sep 2024 31 Des 2023 —HR RP Pihak Ketiga 11,167,321,963 8,738,331,516 Pihak Berelasi (Catatan 23) 5.076,685,338 2,337,328,296 Total 16,244,007,301 11,075,659,812 Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian Pihak Ketiga 131,516,867) 131,516,867 Neto 16,112,490,434 10,944,142,945 Rincian piutang usaha berdasarkan umur adalah sebagai berikut: 30 Sep 2024 31 Des 2023 —R RP Belum Jatuh Tempo 4862410795 1,211,719,720 Telah Jatuh Tempo 1-30 hari 8,381,152783-— 6,053,148,968 31 -60 hari 4880166,874 — 3,051,931,759 Di atas 80 hari 311,276,849 758,861,365 Total 16,244,007,301 — 11,075,659,812 Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian 181,516.867) 131,516,867) Neto 16,112, 10,944, Third Parties Related Parties (Note 23) Total Allowance for Expected Credit Loss Third Parties Net Detail oftrade receivables based on aging are as follows: Not Due Due 1-30 days 31 -60 days Over 60 days Total Allowance for Expected Credit Loss Net
Page 34 OCR 0.916
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 September 30, 2024 and December 31, 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal And for Periods Ended 30 September 2024 dan 2023 September 30, 2024 and 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 4. PIUTANG USAHA - NETO (lanjutan) 4. TRADE RECEIVABLES - NET (continued) Perubahan cadangan kredit ekspetasian adalah sebagai The changes in allowance for expected credit loss are as berikut: follows: 30 Sep 2024 31 Des 2023 Rp Rp Pada Awal Tahun 131,516,867 61,064,957 At the Beginning of Year Cadangan pada Periode Berjalan 70,451,910 Allowance During the Priod Pada Akhir Periode 131,516,867 131,516,867 At End of Period Perusahaan menerapkan metode yang disederhanakan The Company applies the simplified approach to provide untuk menghitung kerugian kredit ekspektasian yang for expected credit losses which permits the use of the mengizinkan penggunaan cadangan kerugian kredit lifetime expected credit loss provision for all trade ekspektasian seumur hidup untuk seluruh piutang usaha. receivables. To measure the expected credit losses, trade Untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian, piutang receivables have been grouped based on shared credit risk usaha telah dikelompokkan berdasarkan karakteristik risiko Characteristics and the days past due. kredit dan waktu jatuh tempo yang serupa. Manajemen berkeyakinan bahwa cadangan kerugian kredit Management believes that the allowance for expected ekspektasian piutang usaha tersebut cukup untuk menutupi credit loss of trade receivables is adeguate to cover loss on kerugian dari tidak tertagihnya piutang usaha. uncollectible receivables. Beban cadangan kerugian kredit ekspektasian dicatat The allowance for expected credit loss has been included dalam biaya keuangan dalam laporan laba rugi. in financial cost in the statements of profit or loss. Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, As of September 30, 2024 and December 31, 2023, there tidak ada piutang usaha yang dijadikan sebagai jaminan. is no trade receivables were pledged as collateral. 5. ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA 5. OTHER CURRENT FINANCIAL ASSETS 30 Sep 2024 31 Des 2023 —R Pr Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi Measured at Amortized cost Deposito Berjangka Djaminkan 2839,715,068 —2,962,760,293 Restricted Time Deposit Diukur pada Nilai Wajar Melalui laba Rugi Measured by Fair Value in Profit Loss: Market Linked Deposit PT Bank CIMB Niaga Tbk Market Linked Deposit PT Bank CIMB Niaga Tbk (USD135,000) 2043630.000 ——2.081,160.000 (USD135,000) Neto 3,405,068 920,293 Net Penempatan Market Linked Deposit pada PT Bank CIMB Placement on Market Linked Deposit in PT Bank CIMB Niaga Tbk sebesar USD 135,000 dengan tingkat suku Niaga Tbk amounting to USD 135,000 with the annual bunga tahunan 1,0096-2,3096 per tahun pada 30 September interest rate is 1.0096-2.304 per year as of September 30, 2024 dan 31 Desember 2023. 2024 and December 31, 2023. Pada tanggal 30 September 2024, penempatan deposito On September 30, 2024, placement on time deposit sebesar Rp1.987.032.000 merupakan deposito Perusahaan amounting to Rp1,987,032,000 was the Company's deposit di PT Bank Capital Indonesia Tbk yang dijadikan jaminan in PT Bank Capital Indonesia Tbk for collateral bank bank garansi terkait dengan Perjanjian Sewa Menyewa guarantee related to Warehouse Leases Agreement (Note Gudang (Catatan 31.a). Tingkat suku bunga tahunan 31.a). The annual interest rate at 4.254 per year and will sebesar 4,25Y6 per tahun dan yang jatuh tempo pada be due on December 28, 2024. 28 Desember 2024. 3
Page 35 OCR 0.901
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 5. ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA (lanjutan) NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 5 OTHER CURRENT FINANCIAL ASSETS (continued) Terdapat juga penempatan deposito sebesar Rp373.530.000 merupakan deposito Perusahaan di PTBank Capital Indonesia Tbk yang dijadikan jaminan bank garansi terkait dengan Perjanjian Sewa Menyewa Gudang (Catatan 31.b) yang jatuh tempo pada 25 April 2025 dan sebesar Rp479.213.068 yang dijadikan jaminan bank garansi terkait kerjasama atas penyimpanan arsip pelanggan. Tingkat suku bunga tahunan sebesar 3,596 - 79b per tahun dan yang jatuh tempo pada berbagai tanggal. Pada tanggal 31 Desember 2023, penempatan deposito berjangka pada PT Bank Capital Indonesia Tbk sebesar Rp2.360.562.000 yang dijadikan jaminan bank garansi terkait dengan Perjanjian Sewa Menyewa Gudang (Catatan 3i.a dan b) dan sebesar Rp602.198.293 yang dijadikan jaminan bank garansi terkait kerjasama atas penyimpanan arsip pelanggan. . PERSEDIAAN There is also placement on time deposit amounting to Rp373,530,000 was the Company's deposit in PT Bank Capital Indonesia Tbk for collateral bank guarantee related to Warehouse Leases Agreement (Note 31.b) will be due on April 25, 2025 and amounting to Rp479,213,068 for collateral bank guarantee related to cooperation on archive storage with customer. The annual interest rate at 3.546 - 796 per year and will be due on various date, On December 31,2023, placement on time deposit in PT Bank Capital Indonesia Tbk amounting Rp2,360,562,000 for collateral bank guarantee related to Warehouse Leases Agreement (Note 31.a and b) and amounting to Rp602,198,293 for collateral bank guarantee related to Cooperation on archive storage with customer. . INVENTORIES Persediaan terdiri dari persediaan kardus kosong yang digunakan sebagai perlengkapan dalam proses pemberian jasa manajemen arsip dan jasa penyimpanan surat-surat berharga. Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, saldo persediaan masing-masing sebesar Rp694.648.264 dan Rp805.796.810. Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, tidak terdapat penurunan nilai persediaan dan tidak dijadikan sebagai jaminan. 7. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA Inventories consist of the supply of empty cardboard boxes are used as a provision in the process of archieve management services and valuable document services. As of September 30, 2024 and December 31, 2023, inventories are amounting to Rp694,648,264 and Rp805,796,810, respectively. As of September 30, 2024 and December 31, 2023, there is no impairment in value of inventories and not pledged as collateral. 7. OTHER NON-CURRENT ASSETS a. Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya a. Other Non-Current Financial Assets 30 Sep 2024 31 Des 2023 Rp Rp KSP Indosurya (Catatan 30 b) 14998,5C0,000 — 14,698,500,000 KSP Indosurya (Note 36 bj “Surat Berharga (Catatan 30.) 32000001000 3,200,009,000 Ptomissory Notes (Vote 30.c) Security Deposit 287,429,899 319,660,299 Security Deposit Biaya atas Perolehan dan Pemenuhan Kontrak 4455,597.059—1,300.907,85 (Cast of Obtaining and Futfiting Contract Total 22,039,521,358 —19,861,087,684 Totat Cadangan Kerugien Kredit Ekspektesian (18.196:500.000) — (18,196.500,000) “Alivwance for Expected Credit Loss Nato 4 Nat
Page 36 OCR 0.873
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 7. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA (lanjutan) NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 7. OTHER NON-CURRENT ASSETS (continued) Manajemen berkeyakinan bahwa cadangan kerugian kredit ekspektasian tersebut cukup untuk menutupi kerugian dari tidak tertagihnya aset keuangan tidak lancar lainnya. b. Aset Non-Keuangan Tidak Lancar Lainnya Management believes that the allowance for expected credit loss is adeguate to cover loss on of other non current financial assets. b, Other Non-Current Non-Financial Assets 30 Sep 2024 31 Des 2023 —R — Rp Tanah (Catatan 10) 2.405,800,000 2.405,800,000 Landrights (Mote 10) Bangunan (Catatan 10) 8, 181 1 Baitding (Note 10) Total Total Dikurangi Less Cadangan Kerugian atas Dampak Hukum Ptovision for Lasses for Legal impacis: Tanah 2.105,800,000) —— 12,405,800,000) Landrights Bengunan 81402311181 6, Buiiding (10,808,111,181) Neto - Nat Cadangan kerugian atas dampak hukum merupakan dampak putusan kasasi atas kasus hukum yang dialami oleh Perusahaan (Catatan 30.a). 8. PERPAJAKAN Provision for losses from legal impact represents the effects of cassation decisions on legal cases experienced by the Company (Note 30.a). 8 TAXATION a. Beban Pajak Penghasilan a. Income Tax Expense 30 Sep 2024 30 Sep 2023 — Ro Rp Kini BS6LMANOBO — 6,176,825,160 Cument Tangguhan (1,163,944853) — (1.802.211842) Deterea Total 5293202227 4,374,613,018 Total Rekonsiliasi antara laba komersial sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan laba fiskal adalah sebagai berikut: A reconciliation between commercial profit before income tax as shown statements of profit or loss and other comprehensive income with taxable income is as follows:
Page 37 OCR 0.854
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 8. PERPAJAKAN (lanjutan) 8. TAXATION (continued) 30 Sep 2024 30 Sep 2023 — RP RP” Laba Sebelum Pajak Penghasilan sesuai dengan Profit Before IncomeTax based on Statement of Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain | 28918505303 21622031930 Profit Lass and Other Comprehensive Income Perbedaan Waktu: Timing Differences: Penyusutan 4041,389,552 — 6,888413,862 Depreciation Beban Imbalan Kerja 1249325,351 — 1,253008,238 Employee Benefit Exspenses (Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian 70451.910 'Allowanoe for Expected Credit Loss Perbedaan Tetap: Permanent Differences: Pendapatan Bunga dan Sewa 4481200,562) (1737425677) Interest Income and Rents Keuntungan dari Penjualan Aset Tetap 1 Gain on Sales of Fixed Assets Penghasilan Kena Pajak Penghasilan Kena Pajak (Pembulatan) 29,805,214,000- Taksiran Pajak Penghasilan Badan Beban Pajak Penghasilan (Tari Pajak yang Bertaku 2266) 8.557.147.080 Dikurangi Pajak Penghasilan Dibayar di Muka Pajak Penghasilan Pasal 23 2517,421,620 Pajak Penghasilan Pasal 25 1,942.488,932 1.150,896562 Kurang (lebih) Bayar Pajak Penghasilan 2.097,250,528 Pajak Penghasilan tahun 2023 sama dengan yang telah dilaporkan dalam SPT tahun 2023. Rekonsiliasi antara beban pajak dan hasil perkalian laba komersial sebelum pajak penghasilan dengan dan tarif pajak penghasilan yang berlaku adalah sebagai Taxable Income | 28016,478,000 Taxable Income (Rounded) Estimated Corporate Income Tax, Income Tax Expense 6.176.825.160 (Cument Tax Rate 2216) Less Propaid Taxes: 2.212031,478 Income Tax Article 23 2.724,159,378 Income Tax Article 25 4,936 190.854 1,240,634,306 Under (over) Payment Income Tax Income taxes 2023 is egual to the amount in 2023 SPT. Areconciliation between tax expense and the multiplication of commercial profit before income tax and income tax rates applicable are as follows: berikut: 30 Sep 2024 30 Sep 2023 —R —— Rr Laba Sebelum Pajak Penghasilan 28,918,505,303 — 21,622.031.930 Profit Before Income Tax Pajak Dihitung Pada Tarif Pajak yang Berlaku 6375271163 4,756,816,987 Tax Calculated On Applicable Tax Rates Pendapatan Bunga dan Lainnya (985.863.924) (362.233.649) Interest Income and Others Keuntungan dari Penjualan Aset Tetap 3.814.988 - Gain on Sales of Fixed Assets Beban Pajak Penghasilan Income Tax Expense
Page 38 OCR 0.730
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 8. PERPAJAKAN (lanjutan) NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 8. TAXATION (continue) b. Aset Pajak Tangguhan Pajak tangguhan dihitung berdasarkan pengaruh dari perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain komersial dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas. Rincian dari aset (liabilitas) pajak tangguhan adalah sebagai berikut: b. Deferred Tax Asset Deferred tax is calculated based on the effect of temporary differences between the canying amounts of assets and liabilities according to the commercial statements of profit loss and other comprehensive income with tax bases of assets and liabilities. The details of deferred tax asset (liabilities) are as follows: 34 Des 2023 DDibebankan (Dikreditkan/ Charged (Credited) 30 Sop 2024 Laporan Laba Rugu Penghasilan Komprehensif Lain Statemantof Prof Loss Other ComprehensiveIncome ——— 2? 22 Rp Aset Llabiltas) Pajak Tangguhan: Deferred Tax Asset (Liatin): Penyusutan 3286.3282.1721 8891063382 ANTTATGA03 Depreaiahon Cadangan Poruunan Ni Asa Tatap 2317704489 2371.04468.— AkowancnlorInpaimonto Ficd Asots Lobi Imbalan Kop 9n4.12010 214861571 1250001417 Tinplyao Baret Litws Cadangan Korugan rod Ekapkdasian 163709 - 3.703 Mowanco or Erpoled rudi Lose Nato 1 11691589 #nee.x2nsen Wat 31 Des 2022 Dibebankan (Dikreditkany Charged (Credited) 34 Des 2023 Laporan Laba Rugi Penghasilan Komprehensif Lain! Statemantof Profit Lose Other Comprehansive Income Rp » Rp Rp - 2 “Aset (Lnbilta) Pajak Tangguhan: Deferred Tax Assets (abis): Penyusutan 1 300,111861 1808270870 31286,382.721 Depreaahon Cadangan Poruunan Ni Asa Tolap 23171104483 2371 184489 Atowancn or Impaiment ol Fixed Assets Liabitas Imbalan ora 351.057.500 om2s2 1220100 Sng1s2010 Employee Baret Lubites (dangan Korugan Krodi Ekoeitanan 1016681 229 154040 20 A0 Alowance or Expclu Crodi Loss Nato an0.1nos 2254512810 eranan 1 Net c. Utang Pajak c. Tax Payables 30 Sep 2024 31 Des 2023 ——P — er — Pajak Penghasilan Pasal 21 - 200,052. 197 Income Tax Article 21 Pajak Penghasilan Pasal 23 30,547,332 31.196.640 Income Tax Article 23 Pajak Penghasilan Pasal 29 2.091.250.528 2.603.011.655 Income Tax Article 29 Pajak Penghasilan Pasal 4 (2) Final 316,820.276 39,750,708 Income Tax Article 42) Final Pajak Pertambahan Nilai Value Added Tax Total Total d. Pajak Dibayar dimuka d. Prepaid Tax 30 Sep 2024 31 Des 2023 Pajak Penghasilan Pasai 21 Income Tax Article 21 Total Total 9. BIAYA DIBAYAR DI MUKA 9. Prepaid Expenses 30 Sep 2024 31 Des 2023 —"w—w— Sewa Gudang dan Kantor 2,830,160,172 2,830,160, 169 Warehouse and Office Rental Asuransi 1,344,232,903 337,527,152 Insurance Lainnya 29.366.651 34,666,661 Other Total 4,203,759,726 3,202,353,982 Total
Page 39 OCR 0.672
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 10. ASET TETAP 10. FIXED ASSETS 30 Sep 2024 Saldo Awal ”— Penambahan! — Pengurangan!” Reklasifkasi/ Saldo Akhiri Beginning AAddition Disposal — Reclassification Ending Balance Balance Rp Rp Rp Rp Biaya Perolehan 'Aoguisition Costs Pemilikan Langsung: Direct Ownership: Renovasi Bangunan 32884,601,639 1283708017 - 6073430506 40.051,746,192 Busikdings Renovation Peralatan dan Perlengkapan 159,204,556.286 254200810 174002443 1357500000 160,732.254653 Eguipment and Fistures Kendaraan 4,058,657,553 2 212800,000 2 3,845,807,553 Vehicles Aset dalam Penyelesaian -.1430930,508 -. MM920509 - Construction in Progress 196,037831478 — 8678,830,363 380,802443 5 21620068308 /Aset Hak-Guna: Righta-ofUse Assets: Tanah dan Bangunan 218,322.987666 201210 - - 218515,20088 Landrighis and Buliding 414300818144 9.201.061.585 386,302.443 423,175.078,286 Akumulasi Penyusutan 'Accumulated Depreciation Pemllikan Langsung: Direct Ownership: Renovasi Bangunan 5876788205 4,616,008,509 10,492,776.804 Buildings Renovation Peralatan dan Perlengkapan — 118,647.084A78— 7,979,840,863 155,019,678 5 106471,800653 Eguipment and Fistures Kendaraan 3,905, 717.645 68,137,954 212.800.000 31821655.500 Vehicles T28,489,550,328 ——12064,595,416 361,813,78 140, 786,332.088. Aset Hak-Guna: Rights-ofUse Assets: Tanah dan Bangunan 85,204190827 —17.747,849,408 102.062.049.235 Landrighis and Building Nilai Buku 200,667,068,989 30412444824 179,436,696,985 Book Value 0 31 Des 2023 Saldo Awal” Penambahan! ”— Pengurangan!” Reklasifikasi/ Saldo Akhiri Beginning “Additton Disposal —— Reclassification Ending Balance Balance Rp Rp Rp Rp Biaya Perolehan “Acguisition Costs Pemilikan Langsung Direct Ownership Renovasi Bangunan 22.750,126,380 9.934.481.250 322684,607,630 Busldings Renovation Peralatan dan Perlengkapan 152322.321,278 —— 2642555,008 - 4309680000 159,294,556,286 Eguipement and Fixtures Kendaraan 4,058,687,553 - - - 4,058,667,553 Vehicles AAsel dalam Penyelesasan 4.108,367502 10120048.250 (570254502) (14.204.101,250) Construction in Progress 183830482,722 12168003258” (570.254.502) — 106037831478 Aset Hak-Guna: Rights-ofUse Assets: Tanah dan Bangunan 212490216757 6892710209 - - 218,322.981,606 Landrights and Buiding 396208698479 18661374167 (570.254507) -414360,819,144 Akumulasi Penyusutan Accumulated Depreciation Pemilikan Langsung Direct Ownership Renovasi Bangunan 2612805270 3263672835 - 5,876,768,205 Building Renovation Peralatan dan Perlengkapan 105388074102 13,258.200,366 - - 118847054478 Eguipent and Fixtures Kendaraan 3.149,206,731 216.510.914 - - 3.965,717,645 Vehicles TI1750,176,003 —HB,739,314,235 - - ps as0 550,305 'Aset Hak Guna: Rights-ofUUse Assots: Tanah dan Bangunan 61888.162.108— 23.396.037.719 - - 85:204.199,827 Landrights and Buliding Nilai Buku 22285181,278 — 40.075,411,954 667,068,989 Book Value Seluruh beban penyusutan aset tetap dibebankan pada beban operasional masing-masing sebesar Rp30.412.444.824 dan Rp29.112.679.544 untuk periode yang berakhir pada 30 September 2024 dan 2023 (Catatan 20). All the depreciation expenses of fixed assets are charged to operating expense amounting to Rp30,412,444,824 and Rp29,112,679,544 for the period ended September 30, 2024 and 2023, respectively (Note 20).
Page 40 OCR 0.929
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 10, ASET TETAP (lanjutan) NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 10. FIXED ASSETS (continued) Rincian penjualan aset tetap perusahaan melalui transaksi penjualan untuk periode yang berakhir pada 30 September 2024 dan 2023 sebagai berikut: Detail ofthe sales on fixed assets ofthe Company based on sales transaction for the periods ended September 30, 2024 and 2023 are as follows: 30 Sep 2024 30 Sep 2023 —PR — Biaya Perolehan 386,802,443 - Arguisition Cost Akumulasi Penyusutan 367,813.678 Accumulated Depreciation Nilai Tercatat Neto 18 765 Net Canying Value Harga Jual Selling Price Keuntungan Penjualan Aset Tetap Gain on Sale of Fixed Assets Pada tahun 2023, Perusahaan mencatat penambahan aset hak guna usaha atas sewa gudang cabang Padang, Batam, Semarang dan penambahan Asset Retirement Obligation (ARO) sebesar Rp5.892.770.909. Aset tetap telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dengan nilai pertanggungan sebesar USD47,368,742 (atau setara dengan Rp728.749.876.923) kepada PT Asuransi Central Asia. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan cukup memadai untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset tetap termasuk kardus dokumen. Tidak ada aset tetap yang dijadikan sebagai jaminan. Manajemen berpendapat bahwa tidak ada indikasi perubahan keadaan yang menyebabkan adanya penurunan nilai tercatat aset tetap. 1. UTANG USAHA In 2023, the Company recorded addition of right-of-use assets on the renting warehouse branch Padang, Batam, Semarang and addition on Asset Retirement Obligation (ARO) Rp5,892,770,909. Fixed assets have been insured against fire with coverage of USD47,368,742 (eguivalent to Rp728,749,876,923) on to PT Asuransi Central Asia. Management believes that the insurance coverage is adeguate to cover possible losses on the fixed assets including box of documents . There is no fixed asset used as collateral. Management believes that there is no indication of change in circumstances that caused the decrease in the carrying value of fixed assets. 1 TRADE PAYABLES Akun ini merupakan utang Perusahaan kepada kontraktor dan pemasok yang seluruhnya dalam mata uang Rupiah. 12. BEBAN AKRUAL This account represents the Company's payables to contractors and suppliers which are denominated in Rupiah currency. 12. ACCRUED EXPENSES Akun ini terutama merupakan biaya yang masih harus dibayar atas pemeliharaan gudang dan sewa kendaraan. 13. PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA This account mainly represents accrued expenses for the warehouse maintenance and vehicle rental. 13. UNEARNED REVENUE Akun ini merupakan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan yang periode kontraknya lebih dari satu tahun atau belum direalisasi. 14. LIABILITAS IMBALAN KERJA This account represents revenue from contracts with customers which contract period are more than one year or unrealized. 14. EMPLOYEE BENEFIT LIABILITIES a. Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek Akun ini merupakan tunjangan dan kesejahteraan karyawan masing-masing sebesar Rp2.196.417.600 dan Rp4.321.287.908 pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023. a. Short-term Employee Benefit Liabilities This account represents employee allowances and benefits amounting to Rp2,196,417,600 and Rp4,321,287,908 as of September 30, 2024 and December 31, 2023, respectively. 3
Page 41 OCR 0.895
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 14. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 14. EMPLOYEE BENEFIT LIABILITIES (continued) b. Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang Program Imbalan Pasti Sesuai dengan Undang-Undang tentang Cipta Kerja, Perusahaan harus menyediakan imbalan kerja yang minimal sama dengan yang diatur oleh Undang-undang, sehingga Perusahaan membukukan selisih kurang dari program pensiun sebagai penyisihan imbalan kerja. Penyisihan tersebut disajikan sebagai bagian dari beban umum dan administrasi (gaji dan kesejahteraan karyawan) pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain tahun berjalan. Asumsi aktuaria yang digunakan dalam menentukan beban dan liabilitias imbalan kerja adalah sebagai b. Long-term Employee Benefit Liabilities Defined Benefit Program In accordance with the Law of Job Creation, the Company must provide employee benefits at least egual to that stipulated by the Law, so that the Company recorded the difference is less than the pension plan as a provision for employee benefits. The provision has been presented as part of general and administrative expenses (salaries and employee benefits) in the statements of profit or loss and. other comprehensive income for the years. The actuarial assumptions used in determining the load and liabilities employee benefits are as follows: berikut: Tingkat Bunga Diskonto 6,7596 (2023: 7,259) Discounted Interest Rate Kenaikan Upah per Tahun 7.009 Wages Increase per Year Usia Normal Pensiun 57 tahun/ years Normal Retirement Age Tingkat Pengunduran Diri 39 pada usia dibawah 45 tahun dan menurun dengan garis lurus Resignation Rate sebesar 196 pada usia 45 tahun dan seterusnya! 39: at age below 45 years and declining lineariy of 1? at age 45 years and thereafter Tingkat Cacat 1096 dari tingkat mortalita/ from mortality rate Disability Rate Tabel Kematian TMINV Table of Mortality Liabilitas imbalan kerja jangka panjang dan liablitas atas pesangon yang diakui di laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut: 30 Sep 2024 — Rp oo Saldo Awal Liabiitas Imbalan Kerja 4473,422.000 Beban Periode Berjalan 1,682,083,750 Pengukuran Kembali Atas Program Imbalan Pasti (339,358,309) Pembayaran Imbalan Kerja Pesangon - Saldo Akhir Liabilitas Imbalan Kerja 0 5722141351 Rincian beban manfaat imbalan kerja karyawan yang diakui dalam tahun berjalan adalah sebagai berikut: .. 4473,422,000 Long-term employee benefits liabilities are recognized in the statement of financial position is as follows: 31 Des 2023 Rp 2.436.625.000 Beginning Balance Employee Benefits 1,767,455,000 Expense Cument Periods 305,831,000 Remeasurement Defined Benefit Program (36,489,000) Severence Payment Ending Balance Employee Benefits Detail benefit cost for employee benefits recognized in the current year are as follows: 30 Sep 2024 30 Sep 2023 —R — Rr Biaya Bunga 225.750,150 58,014,738 Interest Cost Biaya Jasa Kini 1,356,933,000 1,194,091,500 Current Service Cost Total 1,582,683,750 1,253,006,238 Total
Page 42 OCR 0.894
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 14. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 14. EMPLOYEE BENEFIT LIABILITIES (continued) b. Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang (lanjutan) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini liabilitas imbalan kerja adalah sebagai berikut: b. Long-term Employee Benefit Liabilities (continued) Reconciliation of beginning and ending balance of the present value of liabilities for employee benefits are as follows: 30 Sep 2024 31 Des 2023 —R — RP — Nilai Kini Awal Tahun 4473,422,000 2.436.625.000 Present Value at Beginning Year Beban Bunga 225,150,750 175,333,000 Interest Cost Beban Jasa Kini 1,356,933,000 1.592.122.000 Cument Service Cost Kerugian (Keuntungan) Aktuaria dalam Pendapatan Actuarial Loss (Gain) Other Comprehensive Komprehensif Lain pada Penode Berjalan (933,358,300) 305,831,000 Income Current Period Beban Pemutusan Kerja (36.489.000) Termination Cost Nilai Kini Akhir Perode Akumulasi kerugian actuarial atas program imbalan pasti yang dicatat pada penghasilan komprehensif lain adalah sebagai berikut: 5,722,747,351 Present Value at Ending of Period Accumulated losses on actuarial defined benefit plan are Tecorded in other comprehensive income are as follows: 30 Sep 2024 31 Des 2023 —R — Rp Saldo Awal (8.855.888.000) — (3,350,035,000) Beginning Balance Program Imbalan Pasti Selama Periode Berjalan 3 305.831.000) Cument Period of Defined Benefit Program Akumulasi Program Imbalan Pasti yang Diakui di Penghasilan Komprehensif Lain Program imbalan pasti memberikan eksposur risiko tingkat bunga dan risiko tingkat kenaikan upah, yaitu sebagai berikut: Risiko Tingkat Bunga Nilai kini imbalan pasti dihitung dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah. Oleh karenanya penurunan suku bunga obligasi akan meningkatkan liabilitas program. Risiko Tingkat Kenaikan Upah. Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada upah masa depan. Sehingga tingkat kenaikan upah akan meningkatkan liabilitas program. 13,655,866,000) — (3,655,866,000) Accumulated Defined Benefit Program Recognized in Other Comprehensive Income The defined benefit program typically exposes the Company to interest rate risk and salary risk, as follows: Interest Rate Risk The present value of the defined benefit is calculated using interest rates of govemment bonds. Therefore, a decrease in bond interest rates would increase the liability program. Wages Risk The present value of the defined benefit plan liability is calculated by reference to the future wages. Hence the increase of wages will increase the liability program. Dampak terhadap Program Imbalan Pasti/ impact on Defined Benefit Plan Perubahan asumsi) Changes in assumption Kenaikan asumsi/ Penurunan asumsi/ Tingkat Diskonto/ Discount Rate Tingkat Kenaikan Upah Salary Increase Increase in assumption Decrease in assumption 1.004 436.430,000 502,356,000 1.006 542,586,000 477.010.000
Page 43 OCR 0.830
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 15. LIABILITAS SEWA NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 15. LEASE LIABILITIES 30 Sep 2024 31 Des 2023 —R — Po Saldo Awal 185,121,099509 — 197,985.406,446 Beginning Balance us Kas (129861350320) (14.368,188981) Cash Ilows Perubahan Non Kas Non.Cash Changes Penambahan (Catatan 10) -. 1508882021 “Aditions (Note 10) Saldo Akhir 172135749189 185,121,099,509 Ending Balance Bagian Jangka Pendek 1201101,254542) —(17.587.032019) Curent Potion Bagian Jangka Panjang Non-Current Portion Pembayaran minimum liabilitas sewa pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember2023 adalah sebagai berikut: Minimum payment of rent liabilities for as of September 30, 2024 and December 31, 2023 are as follows: 30 Sep 2024 31 Des 2023 —PR — RR — Jatuh Tempo Due Date: 4 Tahun 36,818,857,505 34424, 714,T3A 1 Year 2-5 Tahun 180,073,644,178 154460258,490 2-6 Years 25 Tatun 28,575,933811 61.170,780.298 » 6 Years Jumlah 224208436 494 250,055,750.822 Total Dikurangi : Beban Bunga Masa Depan Nil Kini Pembayaran Mirimum. Dikurangi : Bagjan Jangka Pendek Bagian Jangka Panjang 172135,749,189 15 Beban keuangan yang dicatat Perusahaan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 2023 adalah sebesar Rp12.804.694.204 dan Rp14.318.424.116. 16. MODAL SAHAM (52. 132.686.305) 164,994,851,413) (20.161.254 542) (17.587.032.079) Less : Future Interest Expense Cument Minimum Payment Less - Cument Portion Non-Current Portlon 185,121,099,509 Finance cost for the periods ended September 30, 2024 and 2023 amounted to Rp12,804694204 and Rp14,318,424,116. 16. CAPITAL STOCKS Pemegang saham Perusahaan pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut: The Company's shareholders as of September 30, 2024 and December 31, 2023, are as follows: Total Saham! Kepemilikan/ Total Modal/ Pemegang Saham'/ Shareholders Total Shares Ownership Total Capital (lembar! share) (ra) (Rp) Iron Mountain Hongkong Limited 752,632,700 99.3500 75.263,270.000 Masyarakat masing-masing dibawah' Public each below of 596 4,948,300 06500 494 830,000 Total 757,581,000 100.0000 75,758,100,000
Page 44 OCR 0.937
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 17. TAMBAHAN MODAL DISETOR - NETO NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 17. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL - NET Rincian tambahan modal disetor-neto pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut: Details of additional paid-in capital-net as of September 30, 2024 and December 31, 2023, are as follows: Rp Agio Saham yang Timbul dari: Shares Agio Derived from. - Penerbitan Saham melalui Penawaran Umum 25,758.000,000 Shares Issuance through Initial Public Offering - - Setoran Modal Lainnya 96,101,582 Others Paid-in Capital - Beban Emisi Saham (1,528.109,100) Issuance Cost Total 24,325,992,482 Total 18. PEMBAGIAN LABA DAN PEMBENTUKAN SALDO LABA YANG TELAH DITENTUKAN PENGGUNAANNYA 18. DISTRIBUTION OF INCOME AND APPROPRIATION OF RETAINED EARNINGS Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perusahaan No. 7 tanggal 30 April 2024 yang dibuat oleh Lucy Octavia Siregar, S.H., Sp.N., Notaris di Kabupaten Bekasi, para pemegang saham telah menyetujui pembagian laba bersih Perusahaan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp50.000.000 disisihkan untuk dana cadangan dan sejumlah Rp28.030.497.000 atau Rp37 per saham yang dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat pada daftar pemegang saham pada tanggal 15 Mei 2024. Pembayaran dividen ini telah didistribusikan kepada pemegang saham pada tanggal 31 Mei 2024. Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perusahaan No. 6 tanggal 21 September 2023 yang dibuat oleh Lucy Octavia Siregar, S.H., Sp.N., Notaris di Kabupaten Bekasi, para pemegang saham telah menyetujui pembagian laba bersih Perusahaan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp50.000.000 disisihkan untuk dana cadangan dan sejumlah Rp20.454.687.000 atau Rp27 per saham yang dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat pada daftar pemegang saham pada tanggal 6 Juli 2023. Pembayaran dividen ini telah didistribusikan kepada pemegang saham pada tanggal 21 Juli 2023. Based on the Deed of Minutes Annual General Meeting of Shareholders of the Company No. 7 dated April 30, 2024 made by Lucy Octavia Siregar, SH., Sp.N., Notary in Bekasi District, the Shareholders approved the use of the Company's net income for the year ended December 31, 2023 amounted to Rp50,000,000 for general reserves and amounted to Rp28,030,497,000 or Rp37 per share to be distributed to the Shareholders recorded in the register of shareholders as of May 15, 2024. The payment of dividends were distributed on May 31, 2024. Based on the Deed of Minutes Annual General Meeting of Shareholders of the Company No. 6 dated September 21, 2023 made by Lucy Octavia Siregar, SH., Sp.N., Notary in Bekasi District, the Shareholders approved the use of the Company's net income for the year ended December 31, 2022 amounted to Rp50,000,000 for general reserves and amounted to Rp20,454,687,000 or Rp27 per share to be distributed to the Shareholders recorded in the register of shareholders as of July 6, 2023. The payment of dividends were distributed on July 21, 2023. 4
Page 45 OCR 0.892
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 September 30, 2024 and December 31, 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal And for Periods Ended 30 September 2024 dan 2023 September 30, 2024 and 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 19. PENDAPATAN 19. REVENUE Pendapatan Perusahaan terdiri dari: The Company's revenue consists of: 30 Sep 2024 30 Sep 2023 —R RP Penyimpanan 101,112.638,102 98,130.491,564 Storage Jasa Penyimpanan 10,749,550,730 8,506,614,590 Services Storage Solusi Manajemen Dokumen 9,879,592,682 8,967,554,958 Document Management Solution Jasa Lainnya 10,594 296,544 Other Services Total Total Untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September For the period ended September 30, 2024 and 2023 there 2024 dan 2023 tidak terdapat penjualan diatas 1076. is no revenue above 1096. 20. BEBAN OPERASIONAL 20. OPERATIONAL COSTS Rincian beban operasional adalah sebagai berikut: The details of operational costs are as follows: 30 Sep 2024 30 Sep 2023 & Rp Rp Penyusutan (Catatan 10) 30,412,444,824 29 112,679,544 Depreciation (Note 10) Gaj dan Tunjangan 15,672,396,006 13,511,987,319 Salaries and Benefits Kurir, bahan bakar, dan biaya relokasi 6,662 957,231 6,691,577,830 Courier, Fuel, Relocation Cost Perawatan Gudang 5,446,085,928 6,684,504,779 Warehouse Maintenance Proyek Jasa Manajemen 5,678,311,040 3.169,107,151 Management Service Projects Pemakaian Persediaan 2,238,702,096 2.611,497,518 Inventory Usage Sewa 2,204,885,379 2,574,069,630 Rental Lainnya (masing-masing dibawah Rp500 juta) 1.969.728.937 2.834,944,005 Others (each below Rp500 milion) Total 66,990, Total Tidak terdapat pembelian kepada vendor di atas 1096 dari There are no purchases to vendor above 1096 of revenue pendapatan untuk periode yang berakhir pada forthe periods ended September 30, 2024 and 2023. tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023. 21. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 21. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES Rincian beban umum dan administrasi adalah sebagai The detail of general and administration expenses are as berikut: follows: 30 Sep 2024 30 Sep 2023 Rp Rp Gaji dan Tunjangan 16,388,844,631 14,868,365,275 Salaries and Benefits Jasa Profesional 1,841,579,794 3,265,473,262 Professional Fees Asuransi 1,648,719,779 1,557,814,705 Insurance Listrik, Air dan Komunikasi 1,466,288,731 1,200,511,746 Electricity, Water and Telecomunication Pemeliharaan dan Perbaikan 942.547.512 967,222,12 Repair and Maintenance Lain-lain (masing-masing dibawah Rp500 juta) 2.742.522.248 1,938,863,656 Others (each below Rp500 million) Total 25,030,502,695 — 23,598,251,556 Total
Page 46 OCR 0.842
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 22. PENGHASILAN KEUANGAN DAN BIAYA NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 22. FINANCE INCOME AND COST a. Penghasilan Keuangan Penghasilan keuangan merupakan pendapatan bunga yang diperoleh perusahaan sebesar Rp2.831.295.616 dan Rp1.376.650.455 untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 2023. b. Biaya Keuangan Rincian biaya keuangan adalah sebagai berikut: a. Financial Income Financial income is interest income earned by the Company of Rp2,831,295,616 and Rp1,376,650,455 for the periods ended on September 30, 2024 and 2023. a. Financial Cost The detail of finance cost are as follows: 30 Sep 2024 30 Sep 2023 Rp Rp Beban Keuangan Sewa 12801.565,108 13,8521929.684 Lease Financial Cost Admuristrasi Bank. 2.720.096 26.042.522 Bank Administration Gadangan Kerugan Ekspektasan 70461810 Expectod Credit Loss toa MN LINA Ta 23. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI 23. TRANSACTIONS AND BALANCE WITH RELATED PARTIES Perusahaan dalam kegiatan usaha normal, melakukan The Company in the normal course of business, entered transaksi dengan pihak-pihak berelasi. Rincian akun into transactions with related parties. Account details with dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut: related parties are as follows: 4 terhadap Total Aset/ Total 46 of Total Assets 30 Sep 2024 31 Des 2023 — 30Sep2024 — 31 Des 2023 Rp Rp ka 3 Piutang Usaha (Catatan 4) Trade Recelvables (Note 4 PT Iron Mountain Indonesia 6,076,685,338—” 2.337.328.206 185 068 PT Iron Mountain Indonesia 5,076,685,338 —2,397,328,296 135 0.66 Utang Usaha (Catatan 11) Note 11) PT Iron Mountain Indonesia 367,219979 —1,038,312815 0.18 028 PPT iron Mountain Indonesia Total 544305317 3,375641111 0.18 0.29 Total 4 terhadap Total Pendapatan atau Beban/ 46 of Total Total Revenue or Costs 30 Sep 2024 305ep2023 — 30Sep2024 — 30 Sep 2023 Rp Rp " Kn Pendapatan (Catatan 19) Revenue (Nole 19) PT Iron Mountain Indonesia 10450510227 7,867.549,299 19 8.33 PT Iron Mountain Indonesia Total 10,459,540,227 ——7,867,549,299 7.90 6.33 Total Beban Operasional, Umum dan Cost of Operation, General and Administrasi (Catatan 20 dan 21) “Administration (Notes 20 and 21 Lannya 1.840.754.408 382.975.200 576 1.62 Others Gaji, Tunjangan, Kesejahteraan Salaries, Allowances, Employee dan Beban Lainnya Benefits and Other Expenses Direksi 2997159571 3610.948,742 1820 2462 Directors
Page 47 OCR 0.925
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 23. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan) NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 23. TRANSACTIONS AND BALANCE WITH RELATED PARTIES (continued) Pihak yang Berelasi/ Hubungan dengan Perusahaan/ Sifat Saldo Akun/Transaksi No. Related Parties Relationship with the Company Nature of Account Balances/Transactions 1 PT Iron Mountain Indonesia Afiliasi karena di bawah kesamaan Piutang usaha dan pendapatan/ Trade pengendalian/ Affiliate, under common receivable and revenue control 2 Direksi/ Directors 24. LABA PER SAHAM DASAR Manajemen kunci/ Key management Gaji, tunjangan dan kesejahteraan/ Salaries, allowances and employee benefits 24. BASIC EARNINGS PER SHARE Perhitungan laba per saham dasar adalah sebagai berikut: The calculation of basic earnings per share is as follows: 30 Sep 2024 Rp Laba Periode Berjalan 23,260,181,287 Jumlah Saham Biasa (Lembar) 757,581,000 Laba per Saham Dasar (Rupiah Penuh) 3 2 » . ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING 30 Sep 2023 Rp 17.241,418,612 Profit for the Period 757,581,000 Total Common Shares (Share) 3 Basic Earnings Per Share (Full Rupiah) 25. ASSETS AND LIABILITIES IN FOREIGN CURRENCIES Aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut: The assets and liabilites in foreign currencies as of September 30, 2024 and December 31, 2023, are as follows: 30 Sep 2024 Mata Uang Asing Original/ Setara dengan/ Original Currencies Egulvalent to Rp Aset Assets Kas dan bank USD 9,100 137,754,892 Cash on hand and in banks Aset Keuangan Lancar Lainnya USD 135,000 2.043,630.000 Other Current Financial Assets Aset Neto dalam Mata Uang Asing 384,892 Net Assets in Foreign Currencies 31 Des 2023 Mata Uang Asing Original/ Setara dengan/ Original Currencies Eguivalentto Rp Aset Assets Kas dan bank USD 8,293 127,849,975 Cash on hand and in banks Aset Keuangan Lancar Lainnya USD 135,000 2.081.160.000 Other Current Financial Assets Aset Neto dalam Mata Uang Asing 2,209,009,975 Net Assets in Foreign Currencies Tidak terdapat liabilitas moneter dalam mata uang asing pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023. There is no monetary liabilities denominated in foreign currencies on September 30, 2024 and December 31, 2023.
Page 48 OCR 0.935
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 26. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN NILAI WAJAR INSTRUMEN KEUANGAN NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 26. FINANCIAL RISK MANAGEMENT AND FAIR VALUE OF FINANCIAL INSTRUMENTS Risiko keuangan utama yang dihadapi Perusahaan adalah risiko kredit dan risiko likuiditas. Melalui pendekatan manajemen risiko, Perusahaan mencoba untuk meminimalkan potensi dampak negatif dari risiko-risiko tersebut, (i) Risiko Kredit Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember yang 2023, instrumen keuangan Perusahaan mempunyai potensi atas risiko kredit terdiri dari: Kas dan Bank 103,798,947,105 Piutang Usaha 16, 112,490,434 Aset Keuangan Lancar Lainnya 4,883,405,068 Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya 4,743,027,558 The main financial risks faced by the Company are credit risk and liguidity risk. Through risk management approach, the Company tries to minimize the potential negative impact of such risks. (1) Credit Risk As of September 30, 2024 and December 31, 2023, the Company financial instruments that have the potential credit risk consist of. Total 129,537,870,165 2023 Rp 119,620,291,082 Cash on Hand and in Banks 10,944, 142,945 Trade Receivables 5,043,920,293 Other Current Financial Assets 1,864,587,684 Other Non-Current Financial Assets 137,272,942,004 Total Untuk risiko kredit yang berhubungan dengan bank, hanya bank-bank dengan predikat baik yang dipilih. Selain itu, kebijakan Perusahaan adalah untuk tidak membatasi eksposur hanya kepada satu institusi tertentu, sehingga Perusahaan memiliki kas dan bank di berbagai bank. Kualitas Kredit Aset Keuangan Perusahaan mengelola risiko kredit yang terkait dengan simpanan di bank, piutang dan lembaga keuangan lainnya dengan memonitor reputasi, peringkat kredit dan membatasi risiko agregat dari masing-masing pihak dalam kontrak. Kualitas Kredit Kas dan Bank Perusahaan menempatkan kas dan bank yang memiliki kualitas kredit yang baik. Oleh karena itu, Perusahaan berkeyakinan bahwa risiko kredit atas aset keuangan ini adalah minimal. Pihak ketiga yang dimaksud termasuk institusi keuangan utama dan Badan Usaha Milik Negara lainnya. Tabel berikut menganalisis aset yang telah jatuh tempo tetapi tidak mengalami penurunan nilai dan yang belum jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan nilai serta aset keuangan yang ditentukan secara individu mengalami penurunan nilai. For credit risk associated with banks, only banks with a good rating are selected. In addition, the Company's policy is not to limit the exposure to any one particular institution, s0 that the Company had cash on hand and in banks in the various banks. Credit Guality of Financial Assets The Company manages credit risk exposed from its deposits with banks, receivables and other financial institutions by monitoring reputation, credit ratings and limiting the aggregate risk to any individual counterparty. Credit Guality of Cash on Hand and in Banks The Company places its cash with reputable counterparties that have good credit rating or bank standing. Conseguentiy, the Company believes the credit risk of such financial assets is minimal. These counterparties include large financial institutions and other State-Owned Enterprises. The following table analyze assets that are due but not impaired and not yet due and not impaired and financial assets that are individually determined to be impaired.
Page 49 OCR 0.668
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 26. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN NILAI WAJAR INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) 26. NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) FINANCIAL RISK MANAGEMENT AND FAIR VALUE OF FINANCIAL INSTRUMENTS (continued) msepana Penurunan Temposdan Nita Nisilndvidu/ Tidak Mengalami” DueButNotimpaiad Indindualy Penurunan” AMA SiSOHAW SEO Impaired Nita Days Daya Days Not vetOve ana Notimpaired — Ro Bp Ro Rp RP Rp jas dan Bark . Moransi 1s 5 ma 2 enyoasan 105 ash on Hand andin Banks Putng Usaha usisrosan — Menpatoras Os8n162783 KAnsatooara — Sinz00M Ira Tade Resovaios Aset Keuangan Lancar Lannya 2 Amusoa 2 s 4813105000 OerCumontFinanialAssnts Ast Keuangan Tidak Lancar Lannya (18108500000) 4743027558 & iatonsono0o 4743027668 Other Non Came Fiancia Asta Total 18:38.016887) —N1M0T TS,S26 —ABLASATAI —ABANARKATA 18501 TTM 12391 TOS Totat InDes 2073 Mengalami Belum Jatuh Lewat Jatuh Tempo yang Tidak Mengalami Total Penurunan Tempo dan Penurunan Nilai Nilai Individu/ — Tidak Mengalami Due Individualy Penurunan” ASOWAT”—MiBOHari — ASOHAA Impaired Nilai! Days Days Days Not Yot Dus ang Not Impaired Rp Rp Rp Rp Rp Rp Kanan Bank 110620201282 2 5 - Miongo251a82 —— Cashon Handandin Banks Purang Usana uansmsen 121171120 Gesanngse IosraanTs9 — Tsnsetans soD14 101 True Rosavabiss AsatKosangan Lancar Lannya sosasmza 2012920289 Oter Con FinanoalAsoets Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya (18,198.500.000) 3.243.148.877 - 18.198.500.000 3.243146,977 Other Non-Current Financial Assets Total (18,328,016867) 129119,078,072 6,053,146,968 — 3,051,931,759 18,955,361,365 138,851,501.297 Total (ii) Risiko Likuiditas Risiko likuiditas merupakan risiko atas ketidakmampuan Perusahaan membayar liabilitasnya pada saat jatuh tempo. Saat ini Perusahaan berkeyakinan dapat membayar semua liabilitas pada saat jatuh tempo. Untuk memenuhi komitmen kas, Perusahaan melihat kegiatan operasinya dapat menghasilkan arus kas masuk yang cukup. Tabel berikut menganalisis liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi berdasarkan (fi) Liguidity Risk Liguidity risk is the risk of the inability of the Company to pay its liabilities at maturity. Currentiy the Company believes can pay all liabilities at maturity. To meet cash commitments, the Company monitors operatjons can generate sufficient cash infows. The following table analyzes financial liabilities measured at amortized cost based on the remaining sisa umur jatuh temponya: period to maturity: 30 Sop 2024 Kurang dariitahun”—” 12Tahun/”— 2:5tahun dan lebih Totat Less han 1 year #2years 28 years and over Rp Rp Rp Rp Labiltas Keuangan Financial Liabiliies Ulang Usaha. 10,73,900,592 - - Angr300oe02 Trade Payable Beban Akal 1,861,491,238 - Lo TSLAILIM Accruod Expenses Liatltas Imbalan Kerja Jangka Pendek 2.106.117.600 - — RAO6MN7600. Shortlerm Employee Benefit Liablhies Lbatitas Sewa 20161251512 S21SIAMSOL 99816500256 172.136,748 189 Lease Labities Ibabiklas Keuangan Jangka Pendek Lainnya 08332500 - - Other Shot tem Financial Liabiltas Total Liabiltas Keuangan 40,981,343,072 5215724301 99,816,500.256 —192955,837,719 Total Financlal Liabilities
Page 50 OCR 0.867
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 26. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN NILAI WAJAR INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 26. FINANCIAL RISK MANAGEMENT AND FAIR VALUE OF FINANCIAL INSTRUMENTS (continued) 31 Des 2023 Kurang dariitahun”— Y2tahun/”— 25 tahun dantebih/ Te Less than 1 year 1-2years 2-5 years and over Rp Rp Rp Rp Liabilitas Keuangan Financial Liabilites Utang Usaha - Pinak Kenga 14217438577 14917430577 Trade Payabie - Third Parties Beban Akrual 10117492269 10.117,492.289 ceruod Exponsos Liabltas Imbalan Kerja Jangka Pondok 4.321.287.908 - 4.321.281.908 Short-term Emoioyeo Beneft Liablites Liabiltas Sewa 11507032079 45930029572 121624037858 185,121,009,509 Lease Liabilies Liabiltas Keuangan Jangka Pendek Lainnya 98.332.600 - 108.392800 Other Shortterm Financial Liablies Total Liabilitas Keuangan 47021583433 45,930029,572— 121,824037,858 214,575,650,863 Total Financial Liabilitiss Nilai Wajar Instrumen Keuangan Perusahaan menggunakan hierarki berikut dalam mencatat nilai wajar instrumen keuangan Perusahaan: “Tingkat 1: harga kuotasian dalam pasar aktif untuk. aset atau liabilitas yang identik, input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung atau tidak langsung, dan input untuk aset atau liabilitas yang tidak dapat diobservasi Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, seluruh aset keuangan Perusahaan yang dicatat dengan menggunakan nilai wajar merupakan investasi jangka pendek yang diperdagangkan dan menggunakan hierarki tingkat 1. Seluruh nilai tercatat aset dan liabilitas keuangan yang ada di Perusahaan mendekati nilai wajarnya karena bersifat jangka pendek atau dengan tingkat suku bunga mengambang. # Tingkat 2: “Tingkat 3: 27. INFORMASI TAMBAHAN TERKAIT LAPORAN ARUS KAS Fair Value of Financial Instruments The Company uses the following hierarchy in recording the fair value of financial instruments: "Level 1: guotation prices in active markets for identical assets or liabilities, "Level 2: inputs other than guotation prices included in Level 1 that are observable for the asset or liability, either directly or indirectly: and "Level 3: inputs for the asset or liability that can not be observed On September 30, 2024 and December 31, 2023, all of the Company's financial assets are accounted for using the fair value of an investment in short-term trading and use a hierarchy level 1. The entire carrying value of financial assets and liabilities in the Company approximate their fair values due to the short term nature or with a foating interest rate. 27. SUPPLEMENTARY INFORMATION RELATED TO THE STATEMENTS OF CASH FLOWS Transaksi Non-Kas Berikut aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak mempengaruhi arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023: # Penambahan aset tetap melalui utang usaha sebesar Rp7.604.560.745 (2023: Rp1.511.185.290). Non-Cash Transactions The following are investing and financing activities which do not affect cash flows for the years ended September 30, 2024 and 2023: @# Addition of fixed assets through trade payable amount- ed to Rp7,604,560,745 (2023: Rp1,511,185,290). g
Page 51 OCR 0.905
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 27. INFORMASI TAMBAHAN TERKAIT LAPORAN ARUS 27. SUPPLEMENTARY INFORMATION RELATED TO THE KAS (lanjutan) STATEMENTS OF CASH FLOWS (continued) Rekonsiliasi Liabilitas yang Timbul dari Aktivitas Pendanaan Tabel dibawah ini menunjukkan rekonsiliasi liabilitas yang Reconciliation of Liabilities Arising from Financing Activities The below table setsout a reconciliation of liabilities arising timbul dari pendanaan. from financing activities. 31 Des 2023 Arus Kasi Cash Flow Perubahan Non-Kas/ 30 Sep 2024 Non-Cash Movement Rp Rp Rp Rp Liabiktas Swa 185,121 099 509 112,985 360 320) - 172136 749 189 Lease tiabilities 31 Des 2022 Arus Kasi Cash Flow Perubahan Non-Kas/ 31 Des 2023 Non-Cash Movement Rp Rp Rp Rp Liabiltas Sewa 197,985, 400 446 114.368 188 961) 1.503.882.024 185121099509 Lease Liabilites 28. PENGELOLAAN PERMODALAN 28. CAPITAL MANAGEMENT Tujuan utama Perusahaan dalam hal pengelolaan modal The Company main objective in managing capital is to adalah mengoptimalisasi saldo utang dan ekuitas optimize the balance of the debt and eguity of the Perusahaan dalam rangka mempertahankan Company in order to maintain the development of future perkembangan bisnis di masa depan dan memaksimalkan business and maximize shareholder value. The Company nilai pemegang saham. Perusahaan mengelola struktur manages its capital structure and makes adjustments as modal dan membuat penyesuaian yang diperlukan dengan needed to pay attention to changes in economic conditions memperhatikan perubahan kondisi ekonomi dan tujuan and the Company's strategic objectives. strategis Perusahaan. Untuk menjaga dan menyesuaikan struktur modal, To maintain and adjust the capital structure, the Company Perusahaan akan menyesuaikan jumlah dividen yang will adjust the amount of dividends paid to shareholders, dibayar kepada pemegang saham, memperoleh pinjaman obtain new loans or make loan repayment. baru atau melakukan pelunasan pinjaman. 29. STANDAR DAN INTERPRETASI TELAH DITERBITKAN 29. STANDARDS AND INTERPRETATIONS ISSUED NOT TAPI BELUM DITERAPKAN YET ADOPTED DSAK-AI telah menerbitkan beberapa standar baru, DSAK-IAI has issued several new standards, amendments amandemen dan penyesuaian atas standar, serta and improvement to standards, and interpretations of the interpretasi atas standar namun belum berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada 1 Januari 2024. Standar baru yang berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2025, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu: e PSAK 117: Kontrak Asuransi, » Amendemen PSAK 117: Kontrak Asuransi tentang Penerapan Awal PSAK 117 dan PSAK 109 - Informasi Komparatif, # Amendemen PSAK 221: Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing tentang kekurangan ketertukaran. standards but not yet effective for the period beginning of January 1, 2024. New standards which effective for periods beginning on or after January 1, 2025, with early adoption is permitted are as follows: e PSAK 117: Insurance Contract: e Amendments PSAK 117: Insurance Contract regarding Initial Implementation of PSAK 117 and PSAK 109 — Comparative Information: » Amendments PSAK 10: Foreign Exchange Rate lack of exchangeability..
Page 52 OCR 0.879
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 29. STANDAR DAN INTERPRETASI TELAH DITERBITKAN TAPI BELUM DITERAPKAN (lanjutan) NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 29. STANDARDS AND INTERPRETATIONS ISSUED NOT YET ADOPTED (continued) Beberapa PSAK juga diamendemen yang merupakan amendemen konsekuensial karena berlakunya PSAK 117: Kontrak Asuransi, yaitu: @ PSAK 201: Penyajian Laporan Keuangan @ PSAK 207: Laporan Arus Kas # PSAK 240: Properti Investasi # PSAK 228: Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama # PSAK 216: Aset Tetap # PSAK 238: Aset Takberwujud » PSAK 103: Kombinasi Bisnis » PSAK 219: Imbalan Kerja » PSAK 236: Penurunan Nilai Aset @ PSAK 232: Instrumen Keuangan Penyajian # PSAK 237: Provisi, Liabilitas Kontijensi dan Aset Kontijensi # PSAK 105: Aset Tidak Lancar yang Dikuasai untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan @ PSAK 107: Instrumen Keuangan: Pengungkapan @ PSAK 109: Instrumen Keuangan # PSAK 115: Pendapatan — dari dengan Pelanggan Kontrak Hingga tanggal laporan keuangan ini diotorisasi, Perusahaan masih melakukan evaluasi atas dampak potensial dari penerapan standar baru dan amandemen standar tersebut. DSAK-IAI juga mengesahkan perubahan penomoran PSAK dna ISAK yang berlaku efektif pada 1 Januari 2024, dimana perubahan ini tidak memengaruhi substansi pengaturan dalam masing masing PSAK dan ISAK tersebut. 30. Reklasifikasi Akun Several PSAKs were also amended which were conseguential amendments due to the enactment of PSAK 117: Insurance Contracts, as follows: # PSAK 201: Presentation of Financial Statements # PSAK 207: Statement of Cash Flows » PSAK 240: Investment Property » PSAK 228: Investment in Associated Entities and Joint Ventures PSAK 216: Fixed Assets PSAK 238: Intangible Assets PSAK 103: Business Combinations PSAK 219: Employee Benefits PSAK 236: Impairment of Asset PSAK 232: Financial Instruments: Presentation PSAK 287: Provisions, Contingent Liabilites and Contingent Assets » PSAK 105: Non-Current Assets Held for Sale and Discontinued Operations » PSAK 107: Financial Instruments: Disclosures » PSAK 109: Financial Instruments » PSAK 115: Income from Contracts with Customers .......... Until the date of the financial statements being authorized, the Company is still evaluating the potential impact of the adoption of new standards and amendments of these standards. DSAK-IAI also ratified changes to the number of PSAK and ISAK which will be effective on January 1, 2024. This change does not affect the substance of the reguirement in each PSAK and ISAK. 30. Reclassification of Accounts Beberapa akun pada periode 30 September 2023 telah direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian laporan keuangan pada periode 30 September 2024, sebagai berikut: Certain accounts as of December 31, 2023 have been reclassified to conform with the presentation of account in statements of financial statements as of September 30, 2024 as follows: 30 Sep 2023 Sebelum Reklasifikasi/ Reklasifikasi/ — Sesudah Reklasifikasi/ Before Reclassification — Reclassification — After Reclassification Rp Rp Rp Beban Operasional/ Operational Cost Perawatan Gudang! Warehouse Maintenance 593.029.342 — 6,091,475,437 6,684,504,779 Beban Administrasi dan Umum Jasa Profesional Fee/ Professional Fee 7497,18,630 (4,231,645,368) 3,265 473,262 Pemeliharaan dan Perbaikan/ Repair and Maintenance 2,827,052,981 (1,869,830,069) 967,222,912
Page 53 OCR 0.932
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 31. KASUS HUKUM NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 31. LITIGATION CASES a. Berdasarkan Surat Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Samarinda No. 44/6/2018/PTUN.SMD tanggal 15 Mei 2019, Perusahaan merupakan Tergugat Il Intervensi 1 mengenai kepemilikan tanah seluas 3.000 m? yang terletak di Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Berdasarkan keputusan ini menyatakan gugatan tersebut ditolak. Kemudian pada tanggal 7 Oktober 2019 berdasarkan Surat Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta No. 236/B/2019/PT.TUN.JKT yang membatalkan putusan PTUN Samarinda No. 44/G/ 2018/PTUN.SMD. Kasasi tersebut ditolak oleh Mahkamah Agung pada tanggal 9 Maret 2020, dan berkas perkara tersebut sudah diterima oleh Perusahaan pada tanggal 14 Agustus 2020. Sampai dengan tanggal pelaporan, Perusahaan tidak melakukan upaya hukum lanjutan. Berdasarkan hal tersebut diatas, Perusahaan mencatat pencadangan kerugian atas seluruh nilai buku aset tetap berupa tanah dan bangunan di Balikpapan dengan nilai seluruhnya sebesar Rp10.808.111.181 yang terdiri dari tanah sebesar Rp2.405.800.000 dan bangunan sebesar Rp8.402.311.181 (Catatan 7.b). Pada tanggal 4 Februari 2020, Perusahaan menempatkan dana pada Koperasi Simpan Pinjam Indosurya (KSPI) sebesar Rp15 miliar dengan jangka waktu 1 bulan dan tingkat bunga 8,596 per tahun. Pada saat jatuh tempo, KSPI tidak bisa mengembalikan dana tersebut kepada Perusahaan. Pada Juli 2020 Pengadilan Niaga Jakarta Pusat telah mengesahkan Homologasi Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) pada KSPI, yang memutuskan mengabulkan permohonan perjanjian perdamaian. Pada tanggal 25 Maret 2022, Perusahaan menerima surat dari KSPI yang menyampaikan bahwa rencana bisnis yang tertuang dalam perjanjian perdamaian tidak dapat berjalan karena berbagai faktor sehingga sulit untuk mewujudkan dan kemudian KSPI menyatakan tidak mampu melaksanakan kewajibannya kepada seluruh anggotanya. Kemudian terdapat permohonan dari kreditur KSPI mengenai Pembatalan Perdamaian. — Kemudian berdasarkan putusan dalam sidang tanggal 11 Agustus 2022, Majelis Hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menyatakan bahwa KSPI dinyatakan Pailit. Manajemen telah membentuk cadangan kredit ekspektasian atas seluruh jumlah tagihan KSPI sebesar Rp4.356.045.040 pada tahun 2022 dan Rp3.968.379.960 pada tahun 2021 (Catatan 7.a). a Based on Samarinda — Court Judgement No. 44/G/2018/PTUN.SMD dated May 15, 2019, the Company is the Defendant Il Intervention 1 on ownership of 3,000 sgm land area, located in North Balikpapan Sub-District, Balikpapan City, East Kalimantan. Based on this Court Judgement, the such claim is rejected. Then on October 7, 2019, based on Jakata High Court Judgement No. 236 B/2019/PT.TUN.JKT, the decision of Samarinda Court Judgement No. 44/G/2018/PTUN.SMD was canceled. The appeal was rejected by Supreme Court of Republic of Indonesia on March 9, 2020, and the case file has been received by the Company on August 14, 2020. As of the reporting date, the Company has not taken any further legal remedies. Based on the matter above, Company recorded allowance for losses on book value of fixed asset in the form of land and building in Balikpapan with total amount Rp10,808,111,181 consist of land with total amount Rp2,405,800,000 and building with total amount Rp8,402,311,181 (Notes 7.b). On February 4, 2020, the Company placed funds in the Indosurya Credit Union (KSPI) the amount of Rp15 bilion with a term of 1 month and interest rate of 8.596 perannum. On due date, KSPI can not repaid the fund to the Company. On July 2020 the Central Jakarta Commercial Court has retified the homologation on the Postponement of the Debt Payment Obligation (PKPU) to KSPI, who decide to grant the reguest for peace agreement. On March 25, 2022, the Company received a letter from KSPI stating that the business plan contained in the peace agreement could not work due to various factors making it difficult to implement and KSPI stated that it was unable to carry out its obligations to all members. Then there was a reguest from KSPI's creditors regarding the cancellation of the settlement. Then based on decisions in court on August 11, 2022, the Panel of Judges of the Central Jakarta Commercial Court stated that KSPI was declared bankrupt. Management has provided the expected credit reserve for KSPI total receivables amounting to Rp4,356,045,040 in 2022 and Rp8,968,379,960 in 2021 (Note T.a).
Page 54 OCR 0.947
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 31. KASUS HUKUM (lanjutan) NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 31. LITIGATION CASES (continued) Pada tanggal 1 Februari 2021 terdapat pengumuman tentang putusan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) sementara PT Dexa Indonesia Pratama (Dexa). Pada tanggal 26 April 2021 Pengadilan Niaga Jakarta Pusat telah mengesahkan Perjanjian Perdamaian antara Dexa dan para kreditornya (Homologasi). Pada tahun 2020, Perusahaan telah membentuk cadangan penyisihan kerugian atas seluruh nilai surat berharga tersebut sebesar Rp3.200.000.000 (Catatan 7.a). 32. PERJANJIAN PENTING On February 1, 2021, there was an announcement regarding the Decision to Postpone the Temporary Debt Payment Obligation (PKPU) of PT Dexa Indonesia Pratama (Dexa). On April 26, 2021, the Central Jakarta Commercial Court has ratified the Reconciliation Agreement between Dexa and its creditors (Homologation). In 2020, the Company has provided an allowance for possible losses forthe value of such securities amounting to Rp3,200,000,000 (Note 7.a). 32. SIGNIFICANT AGREEMENT a. Pada tanggal 26 dan 27 Desember 2019 Perusahaan menandatangani perjanjian sewa menyewa Gudang dengan PT Mega Anugerah Cemerlang (MAC) atas 6 gudang arsip di lokasi Lippo Cikarang, Kendal, Surabaya, Medan, Pekanbaru dan Palembang (Catatan 10). Periode sewa selama 5 tahun, mulai 1 Januari 2020 dan diperpanjang secara otomatis selama 5 tahun dan dengan opsi dapat diperpanjang kembali. Beban sewa dibayar dimuka dibayarkan setiap bulannya yang akan mengalami kenaikan 596 setiap tahunnya dengan jaminan sewa berupa bank garansi sebesar Rp1.987.032.000 yang dijamin dengan rekening giro di PT Bank Capital Indonesia Tbk (Catatan 5). b. Pada tanggal 19 sampai dengan 21 April 2021 Perusahaan menandatangani perjanjian sewa menyewa gudang dengan PT Central Sari Realty (CSR) atas 5 gudang arsip di lokasi Pasuruan, Bandung, Bali, Klaten dan Makassar (Catatan 10). Periode sewa selama 5 tahun, mulai 26 April 2021 dan diperpanjang secara otomatis selama 5 tahun dan dengan opsi dapat diperpanjang kembali. Beban sewa dibayar dimuka dibayarkan setiap bulannya yang akan mengalami kenaikan 596 setiap tahunnya dengan jaminan sewa berupa bank garansi sebesar Rp373.530.000 yang dijamin dengan deposito berjangka pada PT Bank Capital Indonesia Tbk (Catatan 5). Pada tanggal 24 Maret 2023 PT Central Sari Reality telah mengalihkan atau menovasikan perjanjian Sewa Menyewa Gudang Bali (Denpasar) kepada PT Sanhaw Unggul Lestari, dan pada tanggal 20 April 2023 PT Central Sari Reality telah mengalihkan atau menovakasikan perjanjian Sewa Menyewa Gudang Bandung kepada PT Triyanto Sukses Mandiri, dalam peralihan sewa menyewa tersebut, tidak merubah isi perjanjian sewa menyewa kepada Perusahaan di lokasi tersebut. HI a. On December 26 and 27, 2019 the Company signed a Warehouse Leases Agreement with PT Mega Anugerah Cemerlang (MAC) for 6 archive warehouses at Lippo Cikarang, Kendal, Surabaya, Medan, Pekanbaru and Palembang (Note 10). The leases period is 5 years, starting January 1, 2020 and is automatically renewed for 5 years and with the option can be extended again. Prepaid rental expenses are paid upfront each month, which will increase 596 annually, this leases agreement is guaranted with current account amounted to Rp1,987,032,000 in PT Bank Capital Indonesia Tbk (Note 5). b. On April 19 until 21, 2021 the Company signed a Warehouse Leases Agreement with PT Central Sari Realty (CSR) for 5 archive warehouses at Pasuruan, Bandung, Bali, Klaten and Makassar (Note 10). The leases period is 5 years, starting April 26, 2021 and is autometically renewed for 5 years and with the option can be extended again. Prepaid rental expenses are paid upfront each month, which will increase 546 annually, this leases agreement is guaranted with time deposit amounted to Rp373,530,000 in PT Bank Capital Indonesia Tbk (Note 5). On March 24, 2023 PT Central Sari Reality has transfered or novated the Bali Warehouse Lease Agreement (Denpasar) to PT Sanhaw Unggul Lestari, and on April 20, 2023 PT Central Sari Reality has transfered or novated the Bandung Warehouse Lease Agreement to PT Triyanto Sukses Mandiri, in the transfer of the lease, did not change the contents of the lease agreement the Company at that location.
Page 55 OCR 0.937
PT MULTIFILING MITRA INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 Serta untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL STATEMENTS September 30, 2024 and December 31, 2023 And for Periods Ended September 30, 2024 and 2023 (In Full Rupiah, unless otherwise stated) 32. PERJANJIAN PENTING 32. SIGNIFICANT AGREEMENT c. Padatanggal 10 Mei 2022, Perusahaan c. On May 10, 2022, the Company signed a space leases menandatangani perjanjian sewa menyewa ruangan agreement with PT Graha Lestari Intemusa for a unit dengan PT Graha Lestari Intemusa atas unit yang in the Noble House Building at 10th foor No. 6A. The berlokasi di Gedung Noble House lantai 10 No. 6A. lease period is 3 years, starting on July 1, 2022. Lease Periode sewa selama 3 tahun, dimulai sejak 1 Juli Is paid in advance every 3 months. 2022. Beban sewa dibayar di muka setiap 3 bulan. d. Padatanggal 1 Maret 2023, Perusahaan d. On March 1, 2023, the Company signed a space menandatangani perjanjian sewa menyewa ruangan leases agreement with Tan, Hendro Sutanto for a unit dengan Tan, Hendro Sutanto atas unit yang berlokasi di in Jalan Kawasan Industri Gatot Subroto Blok E1 Jalan Kawasan Industri Gatot Subroto Blok E1 Nomor Nomor 21, Nagliyan, Semarang. The lease period is 2 21, Nagliyan, Semarang Periode sewa selama 2 tahun, years, starting on March 15, 2023. dimulai sejak 15 Maret 2023. e. Padatanggal — 11 Juli — 2023, Perusahaan e. On July 11, 2023, the Company signed a space leases menandatangani perjanjian sewa menyewa ruangan agreement with PT Jorujo Baja Nusantara for a unit in dengan PT Jorujo Baja Nusantara atas unit yang Komplek Union Industrial Park Blok G No.19, berlokasi di Komplek Union Industrial Park Blok & Kecamatan Batu Ampar: Kota Batam. The lease No.19, Kecamatan Batu Ampar: Kota Batam. Periode period is 2 years, starting on July 11, 2023. sewa selama 2 tahun, dimulai sejak 11 Juli 2023. f Padatanggal 10 Agustus 2023, Perusahaan f£ On August 10, 2023, the Company signed a space menandatangani perjanjian sewa menyewa ruangan leases agreement with PT Hasil Bumi Raya Mandiri for dengan PT Hasil Bumi Raya Mandiri atas unit yang @ unit in Jalan By Pass KM 8 Kelurahan: Parak Laweh berlokasi di Jalan By Pass KM 8 Kelurahan: Parak Pulau Aie Nan XX, Kecamatan: Lubuk Begalung Kota. Laweh Pulau Aie Nan XX, Kecamatan: Lubuk Begalung Padang The lease period is 5 years, starting on Kota. Padang. Periode sewa selama 5 tahun, dimulai November 1, 2023. sejak 1 November 2023. 9. Padatanggal 26 September 2024, Perusahaan £ On September 26, 2024, the Company signed a menandatangani Perjanjian tambahan untuk perjanjian sewa menyewa gudang dengan PT Mega Anugerah Cemerlang terkait dengan biaya perbaikan gudang Kendal serta perpanjangan sewa 6 (enam) lokasi Lippo Cikarang, Kendal, Surabaya, Medan, Pekanbaru dan Palembang, yang — diperpanjang sampai dengan Desember 2034. suplemental agreement for the warehouse lease agreement with PT Mega Anugerah Cemerlang related to the cost of repairing the Kendal warehouse and extending the lease of 6 (six) location at Lippo Cikarang, Kendal, Surabaya, Medan, Pekanbaru and Palembang, which is extended until December 2034.
Names mentioned 62 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Multfiling Mitra Indonesia Tbk
p.8 ×2
unresolved
person
Akta Notaris Misahardi Wilamarta
p.8 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.8
unresolved
person
Lucy Octavia Siregar
· Notaris
p.8 ×12
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.8
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal
p.8
unresolved
org
BAPEPAM
p.8 ×3
unresolved
org
Minister of Justice of Republic Indonesia
p.8
unresolved
org
Iron Mountain Hong Kong Ltd
p.10 ×2
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.10
unresolved
org
Bapepam-LK
p.10 ×8
unresolved
org
Bank Indonesia
p.12 ×2
unresolved
org
KB Bukopin Tbk
p.33 ×2
unresolved
org
PPT Bank Danamon Indonesia Tbk
p.33
unresolved
org
PI KB Bukopin Tbk
p.33
unresolved
org
PI Bank Capital Indonesia Tbk
p.33
unresolved
org
Foreign Cumencies PPT Bank CIMB Niaga Tbk
p.33
unresolved
org
PT Bank CIMB Placement
p.34
unresolved
org
Niaga Tbk
p.34
unresolved
org
PTBank Capital Indonesia Tbk
p.35
unresolved
org
Beban Pajak Penghasilan
p.37
unresolved
org
PT Asuransi Central Asia. Manajemen
p.40
unresolved
org
PT Asuransi Central Asia. Management
p.40
unresolved
org
Iron Mountain Hongkong Limited
p.43
unresolved
org
Bank Administration Gadangan Kerugan Ekspektasan
p.46
unresolved
org
PT Iron Mountain Indonesia
p.46 ×5
unresolved
org
PT Iron Mountain Indonesia Total
p.46
unresolved
org
Milik Negara
p.48
unresolved
person
Ro Rp RP Rp
p.49
unresolved
org
Mahkamah Agung
p.53
unresolved
org
Koperasi Simpan Pinjam Indosurya
p.53
unresolved
org
Pengadilan Niaga Jakarta Pusat
p.53 ×3
unresolved
org
PT Dexa Indonesia Pratama
p.54 ×2
unresolved
org
PT Mega Anugerah Cemerlang
p.54 ×4
unresolved
org
PT Central Sari Realty
p.54 ×2
unresolved
org
PT Central Sari Reality
p.54 ×4
unresolved
org
PT Sanhaw Unggul Lestari
p.54 ×2
unresolved
org
PT Triyanto Sukses Mandiri
p.54 ×2
unresolved
org
PT Graha Lestari Intemusa
p.55 ×2
unresolved
org
PT Jorujo Baja Nusantara
p.55 ×2
unresolved
org
PT Hasil Bumi Raya Mandiri
p.55 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.