Back to announcement
1. PT PUDP Tbk Konsol September 2024.pdf
Financial statement Text extracted PUDPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 43
Page 1
PT. PUDJIADI PRESTIGE "Tbk"
DAN ENTITAS ANAK
Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2024 (Tidak diaudit) dan
31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Sembilan bulanan yang berakhir pada tanggal-tanggal
30 September 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
Page 2
Page 3
DAFTAR ISI
Halaman
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PT PUDJIADI PRESTIGE, Tbk.
DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Tanggal 30 September 2024 ( Tidak Diaudit),
1-3
31 Desember 2023 ( Diaudit)
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain untuk Periode Sembilan Bulan 4
yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 30 September 2024 dan 2023 ( Tidak Diaudit )
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian untuk Periode Sembilan bulan yang berakhir 5
pada 30 September 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
Laporan Arus Kas Konsolidasian untuk Periode Sembilan bulan yang berakhir pada
tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit) 6
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 7 - 40
Page 4
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Per 30 September 2024 (Tidak Diaudit), dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
(disajikan dalam Rupiah)
Catatan 30 September 2024 31 Desember 2023
Tidak Diaudit Diaudit
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 2i,4 4.062.438.889 6.760.215.783
Surat Berharga 5 66.391.564.063 67.621.758.569
Piutang Usaha-pihak ketiga
(Setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai pada
tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 sebesar
Rp 745.934.478) 6 1.402.889.044 2.295.513.039
Piutang Lain - lain 7 11.458.994.266 11.762.676.223
Persediaan 8 159.312.705.186 155.293.185.434
Uang Muka dan Biaya
Dibayar Dimuka 9 1.877.870.793 1.453.376.895
Pajak Dibayar Dimuka 15a 1.830.699.686 463.121.413
Jumlah Aset Lancar 246.337.161.927 245.649.847.356
7 - 41
ASET TIDAK LANCAR
Piutang Pihak Berelasi 36 36.275.940.254 34.872.656.436
Tanah Yang Belum Dikembangkan 10 41.148.804.532 41.091.128.087
Investasi pada entitas asosiasi 11 97.934.001.631 94.210.004.727
Properti investasi 14 13.144.771.166 13.129.453.312
Aset Tetap
(Setelah dikurangi akumulasi penyusutan pada
tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, masing-
masing sebesar Rp 135.175.184.388 dan Rp 135.940.829.083) 12 89.707.332.037 92.302.243.039
Aset Pajak Tangguhan 6.885.753.423 6.885.753.423
Aset Lain-lain 13 4.054.531.390 4.209.367.690
Jumlah Aset Tidak Lancar 289.151.134.433 286.700.606.714
JUMLAH ASET 535.488.296.360 532.350.454.070
Laporan keuangan PT. Pudjiadi Prestige Tbk dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 telah
diaudit oleh kantor Akuntan Publik Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang & Ali dengan pendapat Wajar Dalam Semua Hal Yang
Material sesuai dengan laporan No. 00118/3.0266/AU.1/03/0945-1/1/III/2024 tanggal 25 Maret 2024. Sedangkan Laporan
Keuangan untuk yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 tidak diaudit.
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
1
Page 5
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Per 30 September 2024 (Tidak Diaudit), dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
(disajikan dalam Rupiah)
Catatan 30 September 2024 31 Desember 2023
Tidak Diaudit Diaudit
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Pajak 15b 1.110.890.921 1.419.486.009
Utang Usaha-pihak ketiga 16 1.767.697.829 2.017.851.478
Biaya Yang Masih Harus Dibayar 17 2.610.151.916 2.749.442.425
Uang Muka Penjualan 18 96.728.000 -
Penyisihan Penggantian Perabotan -
dan Peralatan Hotel 19 123.784.338 100.998.987
Pendapatan Diterima Dimuka 20 2.569.739.888 1.936.658.740
Uang Jaminan 21 1.568.745.754 1.376.716.321
Utang Lain - lain 22 810.465.353 490.723.836
Utang Bank
Bagian Jangka Pendek Atas Jangka Panjang 23 4.666.807.784 289.200.033
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 15.325.011.783 10.381.077.829
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang Bank
Setelah Dikurangi Bagian Liabilitas Jangka Pendek 23 1.735.200.138 1.735.200.138
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja 24 3.287.080.738 3.608.798.767
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 5.022.280.876 5.343.998.905
JUMLAH LIABILITAS 20.347.292.659 15.725.076.734
Laporan keuangan PT. Pudjiadi Prestige Tbk dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 telah
diaudit oleh kantor Akuntan Publik Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang & Ali dengan pendapat Wajar Dalam Semua Hal Yang
Material sesuai dengan laporan No. 00118/3.0266/AU.1/03/0945-1/1/III/2024 tanggal 25 Maret 2024. Sedangkan Laporan
Keuangan untuk yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 tidak diaudit.
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
2
Page 6
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Per 30 September 2024 (Tidak Diaudit), dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
(disajikan dalam Rupiah)
Catatan 30 September 2024 31 Desember 2023
Tidak Diaudit Diaudit
EKUITAS
Modal Saham
Modal dasar sebesar 560.000.000 saham dengan
nilai nominal Rp 500 per saham; Modal ditempatkan dan
Disetor penuh 659.912.000 dan 329.560.000 saham
pada 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 25 164.780.000.000 164.780.000.000
Tambahan Modal Disetor 26 (37.593.011.275) (37.593.011.275)
Komponen Ekuitas Lain 665.384.013 665.384.013
Saldo Laba :
Telah Ditentukan Penggunaannya 14.655.238.596 14.650.238.596
Belum Ditentukan Penggunaannya 372.523.608.746 374.012.982.381
Jumlah yang dapat di atribusikan
kepada pemilik entitas induk 515.031.220.080 516.515.593.715
Kepentingan non pengendali 37 109.783.621 109.783.621
JUMLAH EKUITAS 515.141.003.701 516.625.377.336
JUMLAH LIABILITAS DAN
EKUITAS 535.488.296.360 532.350.454.070
Laporan keuangan PT. Pudjiadi Prestige Tbk dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 telah
diaudit oleh kantor Akuntan Publik Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang & Ali dengan pendapat Wajar Dalam Semua Hal Yang
Material sesuai dengan laporan No. 00118/3.0266/AU.1/03/0945-1/1/III/2024 tanggal 25 Maret 2024. Sedangkan Laporan
Keuangan untuk yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 tidak diaudit.
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
3
Page 7
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(disajikan dalam Rupiah)
Catatan 30 September 2024 30 September 2023
Tidak Diaudit Tidak Diaudit
Penjualan dan Pendapatan 27 27.881.924.358 25.874.889.338
Beban Pokok Penjualan dan Beban Langsung 28 (9.630.033.667) (8.723.489.854)
LABA KOTOR 18.251.890.691 17.151.399.484
Beban Usaha:
Beban Penjualan 29 (1.493.180.081) (1.458.362.007)
Beban Umum dan Administrasi 30 (23.796.175.317) (25.331.300.717)
Beban Penyusutan 30 (2.674.262.928) (4.438.787.877)
LABA ( RUGI ) OPERASI (9.711.727.635) (14.077.051.117)
Beban Keuangan 31 (365.138.125) (147.963.970)
Bagian Laba ( Rugi ) Entitas Asosiasi 32 3.723.996.904 3.562.567.403
Pendapatan (Beban) Lain - bersih 33 9.006.454.314 6.329.616.234
LABA ( RUGI ) BERSIH SEBELUM PAJAK 2.653.585.458 (4.332.831.450)
Pajak Penghasilan (842.359.094) (779.859.094)
LABA ( RUGI ) BERSIH TAHUN BERJALAN 1.811.226.364 -
(5.112.690.544)
Penghasilan (Rugi) Komprehensif Lain -
LABA ( RUGI ) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 1.811.226.364 (5.112.690.544)
Laba ( Rugi ) bersih tahun berjalan yang
dapat diatribusikan kepada :
Pemilik entitas induk 1.811.226.364 (5.112.690.544)
Kepentingan non pengendali - -
Jumlah 1.811.226.364 (5.112.690.544)
Laba ( Rugi ) komprehensif tahun berjalan yang
dapat diatribusikan kepada :
Pemilik entitas induk 1.811.226.364 (5.112.690.544)
Kepentingan non pengendali - -
Jumlah 1.811.226.364 (5.112.690.544)
Laba ( Rugi ) per saham dasar
Jumlah lembar saham 659.120.000 329.560.000
Laba ( Rugi ) Bersih 34 2,7479 (15,5137)
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
4
Page 8
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(disajikan dalam Rupiah)
Kepada pemilik entitas induk
Keuntungan Saldo laba
Tambahan (kerugian) Telah ditentukan Belum ditentukan Kepentingan
Modal saham modal disetor aktuaria penggunaannya penggunaannya Jumlah non pengendali Jumlah ekuitas
Saldo 1 Januari 2023 164.780.000.000 (37.593.011.275) (266.783.283) 11.650.238.596 442.558.194.307 581.128.638.345 109.531.051 581.238.169.396
Penambahan / penyisihan
dana cadangan - - - 3.000.000.000 (3.000.000.000) - - -
Dividen - - - - (65.912.000.000) (65.912.000.000) - (65.912.000.000)
Laba bersih tahun berjalan - - - - (5.112.690.544) (5.112.690.544) - (5.112.690.544)
Saldo 30 September 2023 164.780.000.000 (37.593.011.275) (266.783.283) 14.650.238.596 368.533.503.763 510.103.947.801 109.531.051 510.213.478.852
Saldo 31 Desember 2023 164.780.000.000 (37.593.011.275) 665.384.013 14.650.238.596 374.012.982.382 516.515.593.716 109.783.621 516.625.377.336
Penambahan / penyisihan
dana cadangan - - - 5.000.000 (5.000.000) - - -
Dividen - - - - (3.295.600.000) (3.295.600.000) - (3.295.600.000)
Laba bersih tahun berjalan - - - - 1.811.226.364 1.811.226.364 - 1.811.226.364
Saldo 30 September 2024 164.780.000.000 (37.593.011.275) 665.384.013 14.655.238.596 372.523.608.746 515.031.220.080 109.783.621 515.141.003.701
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
5
Page 9
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(disajikan dalam Rupiah)
30 September 2024 30 September 2023
Tidak Diaudit Tidak Diaudit
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Kas dari Pelanggan 29.504.357.501 22.305.003.523
Pembayaran Kepada Pemasok dan Pihak Ketiga (16.782.586.754) (22.692.823.174)
Pembayaran Kepada Karyawan (16.673.486.920) (18.820.049.608)
Penerimaan Bunga 4.831.108.834 5.951.218.349
Pembayaran Beban Bunga (365.138.125) (147.963.970)
Pembayaran Pajak (3.837.491.701) (48.959.705.661)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan
untuk) Aktivitas Operasi (3.323.237.165) (62.364.320.541)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan Aset Tetap (2.436.397.518) (5.328.487.904)
Penjualan atas ORI FR 0089 1.201.330.800
Bunga atas ORI FR 0089 2.088.396.678 -
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan
untuk) Aktivitas Investasi 853.329.960 (5.328.487.904)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan Pinjaman Bank 4.666.807.784 -
Pembayaran Pinjaman Bank (216.900.025) (224.933.359)
Penerimaan Dari Pihak Berelasi 973.946.742 885.158.569
Pembayaran Ke Pihak Berelasi (2.377.230.560)
Pembayaran Dividen (3.274.493.630) (65.488.796.000)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan
untuk) Aktivitas Pendanaan (227.869.689) (64.828.570.790)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH
KAS DAN SETARA KAS (2.697.776.894) (132.521.379.235)
Kas dan Setara Kas
Awal Tahun 6.760.215.783 213.584.665.738
KAS DAN SETARA KAS 30 SEPTEMBER 2024 dan 2023 4.062.438.889 81.063.286.503
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
6
Page 10
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 September 2024 (tidak diaudit) dan 30 September 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian Perusahaan
PT Pudjiadi Prestige Tbk ("Perusahaan") didirikan berdasarkan Akta Notaris Miryam Magdalena Indriani Wiardi. SH. No. 21 tanggal
11 September 1980 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.Y.A.5/156/12 tanggal 26
Februari 1981. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami sebelas kali perubahan, dan telah diumumkan diantaranya : Berita
Negara Republik Indonesia No. 18538 tanggal 23 September 2008, Berita Negara Republik Indonesia No. 26, tambahan nomor
8145/L tanggal 01 April 2014. Akta berita acara rapat umum pemegang saham no. 40 tanggal 31 Mei 2023 oleh Notaris Christina
Susanto, SH., M.Kn. Notaris di Jakarta dan telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan surat keputusan No.AHU 01.09-0129982 tanggal 21 Juni 2023. Perubahan terakhir dengan Akta salinan
pernyataan keputusan rapat perubahan anggaran dasar No. 6 tanggal 13 Juni 2024 yang dibuat dihadapan Notaris Christina
Susanto, SH., M.Kn. Notaris di Jakarta dan telah memperoleh persetujuan dari Kemeterian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan surat keputusan No.AHU- AH.01.03-0145835 tanggal 14 Juni 2024, .
Sesuai dengan Pasal 2 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi bidang pembangunan perumahan,
perkantoran dan apartemen. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 1981. Pada saat ini, Perusahaan bergerak
dalam bidang real estate, jasa konstruksi dan penyewaan ruangan/apartemen.
Perusahaan menyewakan Apartemen Jayakarta Plaza, Apartement Kemang, Apartement Prapanca di Jakarta dan Azalea Suites di
Cikarang.
Perusahaan melalui entitas anak, memiliki Hotel Marbella yang berlokasi di Anyer, Banten. Melalui entitas anak, Perusahaan juga
memiliki proyek real estat di Highland Park di Serang, Banten.
Perusahaan beralamat di Hotel Jayakarta Jakarta lantai 21, Jl. Hayam Wuruk No. 126, Jakarta. Website: pudjiadiprestige.co.id, dan
alamat e-mail: info@pudjiadiprestige.co.id.
PT Istana Kuta Ratu Prestige adalah entitas induk terakhir dari Perusahaan dan Entitas Anak.
b. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan No. 40 tanggal 31 Mei 2023 yang dibuat
dihadapan Christina Susanto, SH.,M.Kn, mengenai susunan Komisaris dan direksi pada tanggal 30 September 2024 dan 31
Desember 2023 sebagai berikut:
30-Sep-24 31-Des-23
Dewan Komisaris :
Komisaris Utama : Kosmian Pudjiadi, BSISE. MBA Kosmian Pudjiadi, BSISE. MBA
Komisaris : Ariyo Tejo Ariyo Tejo
Komisaris Independen : Octavianus Halim, MBA Octavianus Halim, MBA
Dewan Direksi :
Direktur Utama : Damian Pudjiadi, MBA Damian Pudjiadi, MBA
Direktur Independen : Toto Sasetyo Dwi Budi Listyanto Toto Sasetyo Dwi Budi Listyanto
Komite Audit :
Ketua : Octavianus Halim, MBA Octavianus Halim, MBA
Anggota : Ardika May Fendra Ardika May Fendra
: Yudistira Imansyah Warganegara Yudistira Imansyah Warganegara
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 , Perusahaan dan entitas anak memiliki masing-masing sebanyak 212
orang (tidak diaudit).
c. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Perusahaan telah melakukan penawaran umum saham kepada masyarakat dan telah dinyatakan efektif melalui Surat Ketua Badan
Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) Nomor: S- 168/PM/1994 tanggal 28 September 1994. Saham yang ditawarkan sejumlah
26.000.000 saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham. Penjatahan saham dilakukan tanggal 7 Nopember
1994. Sampai saat ini, saham- saham Perusahaan masih tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
7
Page 11
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 September 2024 (tidak diaudit) dan 30 September 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM - (lanjutan)
d. Struktur Grup
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, struktur Grup adalah sebagai berikut:
Persentase
kepemilikan
langsung dan Tahun
Jenis usaha tidak langsung Tahun operasi Jumlah aset
Entitas anak /Domisili 30 Sept'24 31 Des'23 penyertaan Komersial 30 September 2024 31 Desember 2023
PT Hotel Marbella Perhotelan / 99,14 99,14 1996 1997 78.487.528.171 78.014.464.841
Pengembang Banten
Internasional
PT Graha Puji Real Estat / 99,99 99,99 1998 2013 167.984.423.315 169.243.466.344
Propertindo Jakarta
PT Kotaserang Real Estat / 90,00 90,00 1995 1996 6.322.899.526 6.339.754.407
Baru Permai Jakarta
PT Ubud Bali Asri Real Estat / 99,99 99,99 2008 - 10.532.211.633 10.474.535.188
Jakarta
PT Graha Puji Bahana Real Estat / 99,96 99,96 1994 - 7.180.605.705 8.258.118.740
Jakarta
PT Jakarta Internasional Pengelolaan 99,90 99,90 2000 2001 28.982.270.906 27.715.073.874
Property Gedung /
PT Marbella Property1 Real Estat / 99,90 99,90 2004 - 258.319.517 258.319.517
Jakarta
PT Pudjiadi Gapura Real Estat / 64,70 64,70 1997 - 396.031.512 396.031.512
Vila Marbella2 Banten
1. PT Marbella Property dimiliki Perusahaan melalui PT Hotel Marbella Pengembang Internasional.
2. PT Pudjiadi Gapura Vila Marbella dimiliki Perusahaan melalui PT Graha Pudji Bahana.
e. Investasi pada Entitas Asosiasi
Persentase Kepemilikan
Langsung dan Tidak Langsung
Entitas Asosiasi Kegiatan Usaha Utama 30 September 2024 31 Des 2023
PT Konrat Marbella Pengembang 45,00 45,00
PT Pudjipapan Kreasindo Real Estat 37,89 37,89
PT Konrat Marbella Balikpapan Pengembang 30,00 30,00
PT Juwara Warga Hotel Corporation Perhotelan 27,50 27,50
Yayasan REI Sosial 3,00 3,00
PT Spinindo Mitra Daya Pengembang Kawasan 2,00 2,00
Pada tahun 2013, Perusahaan membeli 24.990 saham PT Graha Puji Propertindo dari PT Graha Pudji Bahana dengan harga beli
sebesar Rp 12.490.000 atas mendapatkan kepemilikan langsung sebesar 99,99% di PT Graha Puji Propertindo.
Berdasarkan Akta No. 20 tanggal 27 Mei 2013 Notaris Weliana Salim, SH modal saham Perusahaan mengalami perubahan menjadi
2.000 saham dengan nilai nominal Rp 5.000/saham sehingga kepemilikan PT Pudjiadi Prestige Tbk atas PT Graha Puji Propertindo
menjadi 1.999.990 lembar saham atau sebesar 99,9995% dengan nilai nominal Rp.999.995.000.
Berdasarkan akta No.5 yang dibuat dihadapan Notaris Santy Triana, SE, SH, Mkn pada tanggal 23 November 2022, modal saham
perusahaan pada PT Jakarta Internasional Properti mengalami perubahan menjadi Rp 30.000.000.000 atau 100% dengan
kepemilikan langsung dan tidak langsung.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFKAN
a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan dengan menggunakan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, meliputi
pernyataan dan interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Dewan
Standar Akuntansi Syariah IAI, dan Peraturan OJK No. VIII.G.7 tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten
atau Perusahaan Publik”.
Dasar pengukuran laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun tertentu disusun
berdasarkan pengukuran lain, sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan keuangan
konsolidasian ini disusun dengan metode akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas
operasi, investasi dan pendanaan.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir 30 September
2024 dan 31 Desember 2023 adalah konsisten dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan
konsolidasian untuk tahun yang berakhir 30 September 2024 dan 31 Desember 2023.
8
Page 12
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 September 2024 (tidak diaudit) dan 30 September 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Laporan keuangan dari entitas anak dimasukkan ke dalam laporan keuangan konsolidasian sejak tanggal pengendalian dimulai
sampai dengan tanggal pengendalian berakhir.
Mata uang yang digunakan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang Rupiah (Rupiah)
yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
b. Prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas-entitas (termasuk entitas terstruktur) yang
dikendalikan oleh Perusahaan dan entitas anak (Grup). Pengendalian diperoleh apabila Grup memiliki seluruh hal berikut ini:
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah, yang merupakan mata
uang fungsional Grup.
- kekuasaan atas investee;
- eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan
- kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil Grup.
Pengkonsolidasian entitas anak dimulai pada saat Grup memperoleh pengendalian atas entitas anak dan berakhir pada saat Grup
kehilangan pengendalian atas entitas anak. Secara khusus, penghasilan dan beban entitas anak yang diakuisisi atau dilepaskan
selama tahun berjalan termasuk dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sejak tanggal Grup
memperoleh pengendalian sampai dengan tanggal Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak.
Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas dalam intra kelompok usaha terkait dengan transaksi antar
entitas dalam Grup dieliminasi secara penuh dalam laporan keuangan konsolidasian.
c. Perubahan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan
Penerapan dari standar baru/revisi, yang relevan dengan operasi Perusahaan, yang telah diterbitkan dan efektif sejak tanggal 1
Januari 2023, namun tidak terdampak signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:
Penerapan standar baru berikut ini tidak menghasilkan perubahan besar terhadap kebijakan akuntansi Grup untuk tahun keuangan
saat ini atau sebelumnya :
- Amendemen PSAK 1 “Penyajian Laporan Keuangan” tentang liabilitas diklasifikasikan sebagai jangka pendek atau jangka
- panjang;
Amendemen PSAK 1 “Penyajian Laporan Keuangan” tentang pengungkapan kebijakan akuntansi;
- Amendemen PSAK 16 “Aset Tetap” tentang hasil sebelum penggunaan yang diintensikan;
- Amendemen PSAK 25 “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan” tentang definisi estimasi akuntansi;
- Amendemen PSAK 25 “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan” tentang definisi estimasi akuntansi;
- Amendemen PSAK 46 “Pajak Penghasilan” tentang pajak tangguhan terkait asset dan liabilitas yang timbul dari transaksi tunggal.
Efektif pada tanggal 1 Januari 2024 dan penerapan dini diperkenankan :
- Amendemen PSAK 1 “Penyajian Laporan Keuangan” tentang liabilitas jangka panjang dengan kovenan;
- Amendemen PSAK 73 “Sewa” tentang sewa pada transaksi jual dan sewa-balik.
Pada tanggal pengesahan laporan keuangan interim, Perseroan sedang mempertimbangkan implikasi dari penerapan standar
tersebut, terhadap laporan keuangan interim Perseroan.
d. Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian
Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, adalah dasar akrual. Mata uang
pelaporan (penyajian) yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang Rupiah (Rp) yang
merupakan mata uang fungsional Perusahaan. Laporan keuangan konsolidasian tersebut disusun berdasarkan nilai historis, kecuali
beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing
akun tersebut.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas
operasi, investasi dan pendanaan.
e. Instrumen Keuangan
Grup mengklasifikasikan aset keuangan sesuai dengan PSAK No. 71, Instrumen Keuangan, sehingga setelah pengakuan awal aset
keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain atau nilai wajar melalui laba
rugi, dengan menggunakan dua dasar.
Grup menerapkan PSAK No. 71 (Amandemen 2020) “Instrumen Keuangan: Penyajian”, PSAK No. 71 (Amandemen 2020)
“Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” dan PSAK no. 71 (Amandemen 2020) “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”.
PSAK 71 berisi persyaratan penyajian dari instrumen keuangan dan mengidentifikasikan informasi yang harus diungkapkan.
Persyaratan pengungkapan berlaku terhadap klasifikasi instrumen keuangan, dari perspektif penerbit, dalam aset keuangan, liabilitas
keuangan dan instrumen ekuitas; pengklasifikasian yang terkait dengan suku bunga, dividen, kerugian dan keuntungan; dan keadaan
dimana aset keuangan dan liabilitas keuangan akan saling hapus. PSAK ini mensyaratkan pengungkapan, antara lain, informasi
mengenai faktor yang mempengaruhi jumlah, waktu dan tingkat kepastian arus kas masa datang suatu entitas yang terkait dengan
instrumen keuangan dan kebijakan akuntansi yang diterapkan untuk instrumen tersebut.
9
Page 13
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 September 2024 (tidak diaudit) dan 30 September 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Aset Keuangan
PSAK 71 mengatur prinsip-prinsip pengakuan dan pengukuran aset keuangan, liabilitias keuangan dan beberapa kontrak pembelian
atau penjualan item nonkeuangan. PSAK ini, antara lain, menyediakan definisi dan karakteristik derivatif, kategori instrumen
keuangan, pengakuan dan pengukuran, akuntansi lindung nilai dan penetapan hubungan lindung nilai.
PSAK 71 mensyaratkan pengungkapan signifikansi instrumen keuangan untuk posisi keuangan dan kinerja; beserta sifat dan tingkat
yang timbul dari resiko keuangan Perusahaan yang terekspos selama periode berjalan dan pada akhir periode pelaporan, dan
bagaimana entitas mengelola risiko mereka.
Pengakuan awal
Aset keuangan dalam ruang lingkup PSAK 71 diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui laba atau
rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo, dan aset keuangan tersedia untuk dijual.
Perusahaan menentukan klasifikasi aset keuangan pada saat pengakuan awal dan, jika diperbolehkan dan sesuai, akan dievaluasi
kembali setiap akhir periode keuangan.
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan diukur pada nilai wajar. Dalam hal investasi tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan
laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu yang telah ditetapkan oleh
peraturan dan kebiasan yang berlaku di pasar (pembelian secara reguler) diakui pada tanggal perdagangan, seperti tanggal
Perusahaan berkomitmen untuk membeli atau menjual aset.
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, aset keuangan Perusahaan mencakup kas dan setara kas, investasi
jangka pendek, piutang usaha, piutang lain- lain, aset lancar lain-lain dan aset tidak lancar lain-lain - uang jaminan.
Pengukuran Setelah Pengakuan awal
Perusahaan telah menetapkan bahwa seluruh aset keuangan dikategorikan sebagai pinjaman dan piutang. Pada tanggal 30
September 2024 dan 31 Desember 2023 , Perusahaan tidak mempunyai aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui laba
atau rugi, aset keuangan tersedia untuk dijual dan investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo.
Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak
mempunyai kuotasi di pasar aktif. Aset keuangan tersebut dicatat pada biaya perolehan yang diamortisasi menggunakan metode
tingkat bunga efektif. Laba atau rugi diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada saat pinjaman dan piutang
dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, serta melalui proses amortisasi.
Liabilitas Keuangan
Pengakuan awal
Liabilitas keuangan dalam ruang lingkup PSAK 71 diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
laba atau rugi, utang dan pinjaman atau derivatif yang telah ditetapkan untuk tujuan lindung nilai yang efektif, jika sesuai. Perusahaan
menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.
Saat pengakuan awal, liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar dan, dalam hal utang dan pinjaman, termasuk biaya transaksi yang
dapat diatribusikan secara langsung.
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, liabilitas keuangan Perusahaan mencakup utang jangka pendek, utang
usaha kepada pihak ketiga, utang lain- lain, biaya masih harus dibayar dan utang jangka panjang.
Perusahaan telah menetapkan bahwa seluruh liabilitas keuangan dikategorikan sebagai utang dan pinjaman. Pada tanggal 30
September 2024 dan 31 Desember 2023 , Perusahaan tidak mempunyai liabilitas keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui
laba atau rugi, atau derivatif yang dibentuk sebagai instrumen lindung nilai yang efektif.
Setelah pengakuan awal, utang dan pinjaman diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga
efektif.
Laba atau rugi harus diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian ketika liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya
serta melalui proses amortisasinya.
Saling hapus instrumen keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika,
dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dari aset
keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan dengan menggunakan dasar neto, atau untuk
merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan.
Nilai wajar instrumen keuangan yang secara aktif diperdagangkan di pasar keuangan ditentukan dengan mengacu pada kuotasi
harga pasar yang berlaku pada penutupan pasar pada akhir periode pelaporan. Untuk instrumen keuangan yang tidak
diperdagangkan di pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian tersebut meliputi
penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar, referensi atas nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara
substansial sama, analisis arus kas yang didiskonto, atau model penilaian lainnya.
Penyesuaian Risiko Kredit
Perusahaan menyesuaikan harga di pasar yang lebih menguntungkan untuk mencerminkan adanya perbedaan risiko kredit pihak
yang bertransaksi antara instrumen yang diperdagangkan di pasar tersebut dengan instrumen yang dinilai untuk posisi aset
keuangan. Dalam penentuan nilai wajar posisi liabilitas keuangan, risiko kredit Perusahaan terkait dengan instrumen keuangan
tersebut ikut diperhitungkan.
Biaya Perolehan yang Diamortisasi Dari Instrumen Keuangan
Biaya perolehan yang diamortisasi diukur dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penyisihan penurunan nilai dan
pembayaran atau pengurangan pokok. Perhitungan ini mencakup seluruh premi atau diskonto pada saat akuisisi dan mencakup
biaya transaksi serta komisi yang merupakan bagian tak terpisahkan
10 dari suku bunga efektif.
Page 14
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 September 2024 (tidak diaudit) dan 30 September 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, Perusahaan mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa
aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai.
Aset keuangan dicatat sebesar biaya perolehan yang diamortisasi.
Untuk pinjaman yang diberikan dan piutang yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, Perusahaan terlebih dahulu menentukan
bahwa terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau
secara kolektif untuk aset keuangan yang tidak signifikan secara individual.
Jika Perusahaan menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara
individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset keuangan
yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang
penurunan nilainya dinilai secara individual dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk dalam
penilaian penurunan nilai secara kolektif.
Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi, total kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara nilai
tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa datang (tidak termasuk kerugian kredit di masa mendatang yang belum
terjadi). Nilai kini estimasi arus kas masa datang didiskonto dengan menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan
tersebut. Jika pinjaman atau piutang yang diberikan memiliki suku bunga variabel, maka tingkat diskonto yang digunakan untuk
mengukur setiap kerugian penurunan nilai adalah suku bunga efektif yang berlaku.
Nilai tercatat atas aset keuangan dikurangi melalui penggunaan pos cadangan penurunan nilai dan total kerugian yang terjadi diakui
dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Pendapatan bunga selanjutnya diakui sebesar nilai tercatat yang diturunkan
nilainya berdasarkan tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan.
Nilai tercatat atas aset keuangan dikurangi melalui penggunaan pos cadangan penurunan nilai dan total kerugian yang terjadi diakui
dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Pendapatan bunga selanjutnya diakui sebesar nilai tercatat yang diturunkan
nilainya berdasarkan tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan.
Untuk pinjaman yang diberikan dan piutang yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, Perusahaan terlebih dahulu menentukan
bahwa terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau
secara kolektif untuk aset keuangan yang tidak signifikan secara individual.
Pinjaman yang diberikan dan piutang beserta dengan cadangan terkait dihapuskan jika tidak terdapat kemungkinan yang realistis
atas pemulihan di masa mendatang dan seluruh agunan telah terealisasi atau dialihkan kepada Perusahaan. Jika, pada tahun
berikutnya, nilai estimasi kerugian penurunan nilai aset keuangan bertambah atau berkurang karena peristiwa yang terjadi setelah
penurunan nilai diakui, maka kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya bertambah atau berkurang dengan menyesuaikan pos
cadangan penurunan nilai. Jika di masa mendatang penghapusan tersebut dapat dipulihkan, jumlah pemulihan tersebut diakui pada
laba atau rugi.
Penghentian pengakuan aset dan liabilitas keuangan
Aset keuangan
Penghentian pengakuan atas suatu aset keuangan (atau, apabila dapat diterapkan untuk bagian dari aset keuangan atau bagian dari
kelompok aset keuangan sejenis) terjadi bila: (1) hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir;
atau (2) Perusahaan memindahkan hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut atau menanggung
kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tersebut tanpa penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga melalui suatu
kesepakatan penyerahan dan salah satu diantara (a) Perusahaan secara substansial memindahkan seluruh risiko dan manfaat atas
kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (b) Perusahaan secara substansial tidak memindahkan dan tidak memiliki seluruh risiko
dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah memindahkan pengendalian atas aset tersebut.
Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau
kadaluarsa.
Ketika liabilitas keuangan awal digantikan dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan ketentuan yang
berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas liabilitas keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau
modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru dan selisih antara
nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut diakui dalam laba atau rugi.
f. Prinsip Konsolidasian
Suatu pengendalian atas entitas anak dianggap ada bilamana Perusahaan terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari
keterlibatannya dengan entitas anak dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas
entitas anak. Perusahaan akan menilai kembali apakah memiliki kendali jika ada perubahan atas satu atau lebih unsur pengendalian.
Ini termasuk situasi dimana hak protektif yang dimiliki (seperti yang dihasilkan dari hubungan pinjaman) menjadi substantif dan
mengakibatkan Perusahaan memiliki kekuasaan atas entitas anak.
Laporan keuangan dari entitas anak dimasukkan ke dalam laporan keuangan konsolidasian sejak tanggal pengendalian dimulai
sampai dengan tanggal pengendalian berakhir.
11
Page 15
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 September 2024 (tidak diaudit) dan 30 September 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Ketika Perusahaan kehilangan kendali atas entitas anak, Perusahaan menghentikan pengakuan aset dan liabilitas entitas anak, dan
kepentingan nonpengendali terkait dan komponen ekuitas lainnya. Laba atau rugi yang timbul diakui dalam laba rugi. Kepentingan
yang dipertahankan di entitas anak sebelumnya diukur sebesar nilai wajar ketika pengendalian hilang.
Seluruh transaksi dan saldo antar Perusahaan dieliminasi dalam laporan keuangan konsolidasian, sehingga laporan keuangan
konsolidasian hanya mencakup transaksi dan saldo dengan pihak lain.
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai
transaksi ekuitas. Nilai tercatat kepentingan entitas induk dan kepentingan nonpengendali disesuaikan untuk mencerminkan
perubahan bagian kepemilikannya atas entitas anak. Setiap perbedaan antara jumlah kepentingan nonpengendali disesuaikan dan
nilai wajar imbalan yang diberikan atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas dan diatribusikan pada entitas induk dalam
kapasitasnya sebagai pemilik.
Akuisisi entitas anak oleh Perusahaan dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya perolehan akuisisi diukur pada nilai wajar
aset yang diberikan, instrumen ekuitas yang diterbitkan, liabilitas yang terjadi atau diambil dan penyesuaian harga beli kontinjensi, jika
ada, pada tanggal transaksi. Goodwill yang timbul dari akuisisi entitas anak diuji penurunan nilainya minimal secara tahunan.
Keuntungan yang dihasilkan atas pembelian dengan diskon diakui langsung pada laba rugi. Biaya-biaya transaksi yang timbul dari
akuisisi entitas anak dibebankan langsung pada laba rugi tahun berjalan.
Perubahan dalam bagian kepemilikan Perusahaan pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian
diperlakukan sebagai transaksi antara pemegang ekuitas dan dicatat sebagai transaksi ekuitas.
Kepentingan nonpengendali disajikan di ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dan dinyatakan sebesar proporsi
pemegang saham nonpengendali atas laba tahun berjalan dan ekuitas entitas anak tersebut berdasarkan persentase kepemilikan
pemegang saham nonpengendali pada entitas anak tersebut.
Akuisisi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada nilai
wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar tanggal akuisisi atas seluruh aset yang dialihkan oleh Grup, liabilitas
yang diakui oleh Grup kepada pemilik sebelumnya dari pihak yang diakuisisi dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Grup
dalam pertukaran pengendalian dari pihak yang diakuisisi. Biaya-biaya terkait akuisisi diakui di dalam laba rugi pada saat terjadinya.
g. Kombinasi Bisnis
Akuisisi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada nilai
wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar tanggal akuisisi atas seluruh aset yang dialihkan oleh Grup, liabilitas
yang diakui oleh Grup kepada pemilik sebelumnya dari pihak yang diakuisisi dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Grup
dalam pertukaran pengendalian dari pihak yang diakuisisi. Biaya-biaya terkait akuisisi diakui di dalam laba rugi pada saat terjadinya.
Pada tanggal akuisisi, aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih diakui pada nilai wajar kecuali untuk aset dan
liabilitas tertentu yang diukur sesuai dengan standar yang relevan.
Goodwill diukur sebagai selisih lebih dari nilai gabungan dari imbalan yang dialihkan, jumlah setiap kepentingan non-pengendali pada
pihak diakuisisi dan nilai wajar pada tanggal akuisisi kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak
diakuisisi (jika ada) atas jumlah neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambilalih pada tanggal akuisisi. Jika,
setelah penilaian kembali, jumlah neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambilalih pada tanggal akuisisi
melebihi jumlah imbalan yang dialihkan, jumlah dari setiap kepentingan non pengendali pada pihak diakuisisi dan nilai wajar pada
tanggal akuisisi kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi (jika ada), selisih lebih
diakui segera dalam laba rugi sebagai pembelian dengan diskon.
Kepentingan non-pengendali yang menyajikan bagian kepemilikan dan memberikan mereka hak atas bagian proposional dari aset
neto entitas dalam hal terjadi likuidasi pada awalnya diukur baik pada nilai wajar ataupun pada bagian proporsional kepemilikan
kepentingan nonpengendali atas aset neto teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi. Pilihan dasar pengukuran dilakukan atas dasar
transaksi. Kepentingan nonpengendali jenis lain diukur pada nilai wajar atau, jika berlaku, pada dasar pengukuran lain yang
ditentukan oleh standar akuntansi lain.
Bila imbalan yang dialihkan oleh Grup dalam suatu kombinasi bisnis termasuk aset atau liabilitas yang berasal dari pengaturan
imbalan kontinjen, imbalan kontinjen tersebut diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan termasuk sebagai bagian dari imbalan
yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis. Perubahan dalam nilai wajar atas imbalan kontinjen yang memenuhi syarat sebagai
penyesuaian periode pengukuran disesuaikan secara retrospektif, dengan penyesuaian terkait terhadap goodwill. Penyesuaian
periode pengukuran adalah penyesuaian yang berasal dari informasi tambahan yang diperoleh selama periode pengukuran (yang
tidak melebihi satu tahun sejak tanggal akuisisi) tentang fakta-fakta dan kondisi yang ada pada tanggal akuisisi.
Perubahan selanjutnya dalam nilai wajar atas imbalan kontinjen yang tidak memenuhi syarat sebagai penyesuaian periode
pengukuran tergantung pada bagaimana imbalan kontinjen tersebut diklasifikasikan. Imbalan kontinjen yang diklasifikasikan sebagai
ekuitas tidak diukur kembali pada tanggal sesudah tanggal pelaporan dan penyelesaian selanjutnya dicatat dalam ekuitas. Imbalan
kontinjen yang diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas diukur setelah tanggal pelaporan sesuai dengan standar akuntansi yang
relevan dengan mengakui keuntungan atau kerugian terkait dalam laba rugi atau dalam penghasilan komprehensif lain.
12
Page 16
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 September 2024 (tidak diaudit) dan 30 September 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Bila suatu kombinasi bisnis dilakukan secara bertahap, kepemilikan terdahulu Grup atas pihak terakuisisi diukur kembali ke nilai wajar
pada tanggal akuisisi dan keuntungan atau kerugian nya, jika ada, diakui dalam laba rugi. Jumlah yang berasal dari kepemilikan
sebelum tanggal akuisisi yang sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi dimana
perlakuan tersebut akan sesuai jika kepemilikannya dilepas/dijual.
Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat kombinasi terjadi, Grup melaporkan
jumlah sementara untuk pos-pos yang proses akuntansinya belum selesai dalam laporan keuangannya. Selama periode pengukuran,
pihak pengakuisisi menyesuaikan, aset atau liabilitas tambahan yang diakui, untuk mencerminkan informasi baru yang diperoleh
tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi dan, jika diketahui, akan berdampak pada jumlah yang diakui pada
tanggal tersebut.
h. Saling Hapus antar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Aset dan liabilitas keuangan Perusahaan dan entitas anak saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan
jika dan hanya jika:
- saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan
- berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
i. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas terdiri dari saldo kas, bank (rekening giro), dan deposito berjangka di bank yang sewaktu-waktu bisa dicairkan,
sifatnya sangat likuid dan dapat dengan cepat dijadikan kas dengan jangka waktu tidak lebih dari tiga bulan sejak tanggal
penempatan, serta tidak dijaminkan dan tidak dibatasi penggunaannya.
Deposito berjangka yang dijaminkan tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan, disajikan sebagai bagian dari aset lancar. Namun, jika
dibatasi lebih dari 12 (dua belas) bulan, maka disajikan sebagai bagian dari aset tidak lancar.
j. Cadangan Penurunan Nilai Piutang
Cadangan penurunan nilai ditentukan berdasarkan kebijakan yang disajikan pada catatan Piutang.
k. Investasi Pada Entitas Asosiasi
Entitas asosiasi adalah entitas di mana Grup mempunyai pengaruh signifikan. Pengaruh signfikan adalah kekuasaan untuk
berpartisipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional investee, tetapi tidak mengendalikan atau mengendalikan
bersama atas kebijakan tersebut. Pertimbangan yang dibuat dalam menentukan pengaruh signifikan atas pengendalian bersama
adalah serupa dengan yang diperlukan untuk menentukan pengendalian atas entitas anak.
Investasi Grup pada entitas asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. Sesuai dengan metode ekuitas, nilai perolehan
investasi ditambah atau dikurang dengan bagian Grup atas laba rugi neto, dan penerimaan dividen dari investee sejak tanggal
perolehan.
Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain mencerminkan bagian Grup atas hasil operasi dari entitas asosiasi. Apabila
terdapat perubahan yang diakui langsung pada ekuitas dari entitas asosiasi, Grup mengakui bagiannya atas perubahan tersebut dan
mengungkapkan hal ini, jika ada, dalam laporan perubahan ekuitas. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi sebagai hasil
dari transaksi - transaksi antara Grup dengan entitas asosiasi dieliminasi sesuai dengan kepentingan Grup dalam entitas asosiasi.
Grup menentukan apakah diperlukan untuk mengakui rugi penurunan nilai atas Investasi Grup dalam investasi pada entitas asosiasi.
Grup menentukan apakah terdapat bukti yang objektif yang mengindikasikan pada investasi dalam entitas asosiasi mengalami
penurunan nilai pada setiap tanggal pelaporan. Dalam hal ini, Grup menghitung jumlah penurunan nilai berdasarkan selisih antara
nilai terpulihkan atas investasi pada entitas asosiasi dan nilai tercatatnya dan mengakuinya dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain.
Laporan keuangan entitas asosiasi disusun atas periode pelaporan yang sama dengan Grup.
Perusahaan dan entitas anak yang bergerak dalam bidang real estate:
Persediaan yang terdiri dari biaya yang berhubungan langsung dengan aktivitas pengembangan real estat dan biaya proyek tidak
langsung yang berhubungan dengan beberapa proyek real estat dialokasi dan dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat dan
dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih. Biaya perolehan ditentukan dengan
metode rata - rata.
13
Page 17
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 September 2024 (tidak diaudit) dan 30 September 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
l. Persediaan
Harga perolehan persediaan real estat meliputi biaya perizinan, pembebasan (ganti rugi) tanah, pengurusan surat-surat tanah,
pematangan tanah, prasarana, pengembangan dan pembangunan proyek, termasuk kapitalisasi bunga selama masa pembangunan
dan pengembangan.
Entitas Anak yang bergerak dalam bidang perhotelan:
Persediaan makanan, minuman, perlengkapan dan barang dagangan hotel dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan
dan nilai realisasi bersih. Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata. Nilai realisasi bersih ditentukan
berdasarkan taksiran harga jual yang wajar setelah dikurangi taksiran biaya yang diperlukan untuk menjual persediaan tersebut.
Penyisihan penurunan nilai persediaan dilakukan untuk mengurangi nilai tercatat menjadi nilai realisasi bersih. Penyisihan persediaan
usang atau persediaan yang perp utarannya lambat ditentukan, jika ada, berdasarkan penelaahan atas kondisi masing-masing
persediaan pada akhir tahun.
m. Tanah Yang Belum Dikembangkan
Tanah yang belum dikembangkan dinilai berdasarkan harga perolehan. yang meliputi antara lain biaya pembebasan (ganti rugi),
pengurusan surat-surat tanah dan pematangan tanah. Pada saat dimulainya pengembangan prasarana, nilai tanah tersebut akan
direklasifikasi ke akun persediaan sebagai persediaan dalam pembangunan atau aset tetap sebagai proyek dalam penyelesaian.
n. Aset Tetap
Aset Tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode
garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat keekonomian aset tetap sebagai berikut :
Jenis Aset Masa Manfaat Keekonomian
Bangunan dan Prasarana 20 - 30 Tahun
Mesin dan Peralatan Listrik 2-10 Tahun
Kendaraan 3-5 Tahun
Perabot dan Peralatan Kantor 2-8 Tahun
Hak atas Tanah (HGB) 20 Tahun
Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang
diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai
perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun aset
tersebut dihentikan pengakuannya.
Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya, perbaikan atau renovasi yang
menambah nilai guna aset dikapitalisasi. Bahan keramik, linen, sendok-garpu dan pecah belah yang diperoleh pada saat hotel mulai
beroperasi dan pada saat hotel direnovasi dikapitalisasi sebagai bagian dari aset tetap dan setiap penggantian yang terjadi selama
beroperasinya hotel, dibebankan pada "Penyisihan atas Penggantian Peralatan Hotel".
Aset Sewa Guna Usaha
Transaksi sewa guna usaha dicatat dengan metode capital lease apabila memenuhi kriteria sebagaimana diatur dalam Pernyataan
Standar Akuntansi Keuangan No. 30. Apabila tidak, akan dicatat dengan metode operating lease. Aset sewa guna usaha yang
dicatat dengan metode capital lease disajikan berdasarkan nilai tunai aset sewa guna usaha pada saat pembayaran sewa guna
usaha pada awal angsuran ditambah nilai sisa (nilai opsi) yang akan dibayar pada akhir periode sewa guna usaha. Amortisasi
dihitung dengan metode garis lurus berdasarkan masa manfaat aset sewa guna usaha.
Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan aset tetap di-review, dan jika sesuai dengan
keadaan, disesuaikan secara prospektif.
o. Aset Dalam Penyelesaian
Aset dalam penyelesaian disajikan sebagai bagian dalam aset tetap dan dinyatakan sebesar biaya perolehan. Semua beban,
termasuk biaya pinjaman dalam masa pembangunan, yang terjadi sehubungan dengan penyelesaian pembangunan tersebut
dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya perolehan aset dalam penyelesaian. Aset dalam penyelesaian akan disusutkan pada saat
manfaat atas aset tersebut telah digunakan oleh Perusahaan.
14
Page 18
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 September 2024 (tidak diaudit) dan 30 September 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING - (lanjutan)
p. Uang Muka Penjualan
Angsuran penjualan yang diterima dari pembeli dicatat dengan 'deposit method'. Selisih lebih jumlah yang diterima atas jumlah yang
diakui sebagai pendapatan disajikan dalam laporan posisi keuangan dalam kelompok liabilitas. Selisih lebih jumlah yang diakui
sebagai pendapatan atas angsuran yang diterima disajikan dalam laporan posisi keuangan pada akun piutang usaha.
q. Penyisihan Penggantian Peralatan Hotel
Penyisihan penggantian peralatan hotel ditetapkan berdasarkan persentase tertentu dari pendapatan dan jasa pelayanan yang belum
didistribusikan. Biaya penggantian barang keramik, linen, sendok garpu dan pecah belah yang rusak atau hilang dibebankan pada
penyisihan ini.
r. Biaya Pinjaman
Bunga dan beban keuangan lainnya atas pinjaman yang diperoleh untuk membiayai pembelian, pengembangan dan pembangunan
tanah dan bangunan diklasifikasi sebagai bagian dan biaya perolehan persediaan atau aset dalam tahap pengembangan. Beban
keuangan ini mencakup beban bunga, selisih kurs, amortisasi premi swap dan biaya pinjaman lainnya. Kapitalisasi biaya pinjaman ini
dihentikan pada saat pembangunan persediaan dan aset tetap telah selesai dan siap digunakan.
s. Pajak Penghasilan
Pajak Penghasilan Final
Penghasilan yang telah dikenakan pajak penghasilan final, beban pajaknya diakui proporsional dengan jumlah pendapatan menurut
akuntansi yang diakui pada periode berjalan. Selisih antara jumlah pajak penghasilan final yang terutang dengan jumlah yang
dibebankan sebagai pajak kini pada perhitungan laba rugi komprehensif konsolidasian, diakui sebagai pajak dibayar dimuka atau
utang pajak. Perbedaan nilai tercatat aset dan liabilitas yang berhubungan dengan pajak penghasilan final dengan dasar pengenaan
pajaknya tidak diakui sebagai aset atau liabilitas pajak tangguhan.
Pajak Penghasilan Tidak Final
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak
yang berlaku.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat
aset dan liabilitas menurut laporan keuangan konsolidasian dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas kecuali perbedaan
yang berhubungan dengan pajak penghasilan final. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak
dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat
dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diekspektasikan berlaku dalam periode ketika
liabilitas diselesaikan atau aset dipulihkan dengan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah
berlaku pada akhir periode pelaporan.
Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara Perusahaan dan entitas
anak ekspektasikan, pada akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tercatat aset dan liabilitas.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi jumlah tercatatnya jika kemungkinan
besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak
tangguhan tersebut.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan
saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan ketika aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait
dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama serta Perusahaan dan entitas anak yang berbeda
yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto.
Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba atau rugi, kecuali sepanjang pajak penghasilan
yang berasal dari transaksi atau kejadian yang diakui, diluar laba atau rugi (baik dalam pendapatan komprehensif lain maupun secara
langsung di ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga diakui di luar laba atau rugi.
15
Page 19
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai
30 September beban
2024 (tidak ataudan
diaudit) penghasilan dalam 2023
30 September laba (Tidak
atau rugi, kecuali sepanjang pajak penghasilan
Diaudit)
(Disajikan
yang berasal dari transaksi atau kejadian dalamdiluar
yang diakui, Rupiah,
labakecuali dinyatakan
atau rugi lain) pendapatan komprehensif lain maupun secara
(baik dalam
langsung di ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga diakui di luar laba atau rugi.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING - (lanjutan)
t. Selisih Nilai Transaksi Entitas Sepengendali (SNTRES)
Selisih antara harga pengalihan yang timbul dari pengalihan aset, utang, saham atau bentuk instrumen kepemilikan lainnya dengan
nilai buku transaksi dalam rangka restrukturisasi antara entitas sepengendali diakui sebagai “Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi
Entitas Sepengendali” dan disajikan sebagai unsur ekuitas.
Berlakunya PSAK 38 (revisi 2012), Kombinasi Bisnis Entitas Sipengendali efektif 1 Januari 2013, pengakuan SNTRES dihentikan
dan direklasifikasi sebagai bagian dari tambahan modal disetor.
u. Pengakuan Pendapatan Beban
Penjualan
Efektif 1 Januari 2020
Efektif pada tanggal 1 Januari 2020, Kelompok Usaha mengakui pendapatan dari penjualan real estat sesuai dengan PSAK 72,
“Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan”, yang adopsi dari IFRS 15
Berdasarkan standar baru ini, pengakuan pendapatan dapat dilakukan secara bertahap sepanjang umur kontrak (over the time)
atau pada titik tertentu (at a point of time). Jika suatu kontrak tidak memenuhi syarat - syarat tersebut, pendapatan kontrak itu
baru bisa diakui saat terjadi penyerahan aset (at a point of time).
1. Kriteria pendapatan diakui secara over the time adalah sebagai berikut:
• Pelanggan secara simultan menerima dan mengkonsumsi manfaat yang disediakan oleh kinerja Entitas saat Entitas
melaksanakan kewajiban pelaksanaan tersebut.
• Kinerja Entitas menciptakan atau meningkatkan aset yang dikendalikan pelanggan sebagai aset yang diciptakan atau
ditingkatkan;
• Kinerja Entitas tidak menciptakan suatu aset dengan penggunaan alternatif terhadap Entitas dan Entitas memiliki hak yang
dapat dipaksakan untuk untuk pembayaran kinerja yang diselesaikan sampai suatu tanggal tertentu.
2. Mengindentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak;
3. Menentukan harga transaksi;
4. Mengalokasikan harga transaksi pada setiap kewajiban pelaksanaan;
5. Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi (pada suatu waktu tertentu atau sepanjang waktu).
Sebelum 1 Januari 2020
i Pendapatan dari penjualan apartemen, perkantoran dan bangunan sejenisnya, yang pembangunannya dilaksanakan lebih dari
satu tahun diakui dengan menggunakan metode persentase penyelesaian, apabila seluruh syarat berikut terpenuhi:
- proses konstruksi telah melampaui tahap awal, yaitu pondasi bangunan telah selesai terpenuhi;
- jumlah pembayaran oleh pembeli telah mencapai 20% dari harga jual yang telah disepakati dan jumlah tersebut tidak dapat
diminta kembali oleh pembeli; dan
- jumlah pendapatan penjualan dan biaya unit bangunan dapat diestimasi dengan andal.
ii Pendapatan dari penjualan rumah, rumah toko dan bangunan sejenis lainnya beserta tanah kavlingnya diakui dengan metode
akrual penuh apabila seluruh kriteria berikut ini terpenuhi:
- proses penjualan telah selesai;
- harga jual akan tertagih;
- tagihan penjual tidak akan bersifat subordinasi di masa yang akan datang terhadap pinjaman lain yang akan diperoleh pembeli;
dan
- penjual telah mengalihkan risiko dan manfaat kepemilikan unit bangunan kepada pembeli melalui suatu transaksi yang secara
substansi adalah penjualan dan penjual tidak lagi berkewajiban atau terlibat secara signifikan dengan unit bangunan tersebut.
Metode yang digunakan untuk menentukan persentase penyelesaian adalah berdasarkan biaya aktual yang telah dikeluarkan
dibandingkan dengan estimasi jumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk pengembangan proyek real estat tersebut.
Apabila persyaratan tersebut di atas tidak dapat dipenuhi, maka seluruh uang yang diterima dari pembeli diperlakukan sebagai uang
muka dan dicatat dengan metode deposit sampai seluruh persyaratan tersebut dipenuhi.
16
Page 20
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 September 2024 (tidak diaudit) dan 30 September 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING - (lanjutan)
u. Pengakuan Pendapatan Beban - (lanjutan)
Penjualan (lanjutan)
Unsur-unsur biaya yang dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat antara meliputi biaya pra-perolehan tanah, biaya
perolehan tanah dan biaya lain-lain yang dapat diatribusikan pada aktivitas pengembangan real estat. Biaya yang tidak jelas
hubungannya dengan suatu proyek real estat, seperti biaya umum dan administrasi, diakui sebagai laba rugi pada saat terjadinya.
Pendapatan Sewa
Pendapatan sewa dari sewa operasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus selama masa sewa. Biaya langsung awal
yang terjadi dalam proses negosiasi dan pengaturan sewa ditambahkan ke jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui dengan
dasar garis lurus selama masa sewa.
Uang muka sewa yang diterima dari penyewa dicatat ke dalam akun pendapatan yang diterima dimuka dan akan diakui sebagai
pendapatan secara berkala sesuai dengan kontrak sewa yang berlaku.
Pendapatan hotel
Pendapatan sewa hotel dan pendapatan hotel lainnya diakui pada saat jasa diberikan atau barang diserahkan.
Pendapatan bunga
Pendapatan bunga diakru berdasarkan waktu terjadinya dengan acuan jumlah pokok terhutang dan tingkat bunga yang berlaku.
Beban
Biaya yang berhubungan dengan pendapatan yang menggunakan metode persentase penyelesaian diakui sesuai dengan tingkat
persentase penyelesaian dari unit bangunan pada setiap akhir periode.
Beban, kecuali yang berhubungan dengan pendapatan yang menggunakan metode persentase penyelesaian, diakui sesuai dengan
masa manfaatnya pada tahun yang bersangkutan (basis akrual).
v. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Perusahaan menerapkan PSAK 10 (Revisi 2010), “Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Mata Uang Asing”, yang menggambarkan
bagaimana memasukkan transaksi mata uang asing dan kegiatan usaha luar negeri dalam laporan keuangan entitas dan
menjabarkan laporan keuangan ke dalam mata uang penyajian. Perusahaan mempertimbangkan indikator utama dan indikator
lainnya dalam menentukan mata uang fungsionalnya, jika ada indikator yang tercampur dan mata uang fungsional tidak jelas,
manajemen menggunakan penilaian untuk menentukan mata uang fungsional yang paling tepat menggambarkan pengaruh ekonomi
dari transaksi, kejadian dan kondisi yang mendasarinya. Penerapan PSAK revisi ini tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap
laporan keuangan konsolidasian.
Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal laporan posisi
keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang rupiah menggunakan
kurs terakhir yang berlaku pada tanggal tersebut dan laba atau rugi kurs yang terjadi dikredit atau dibebankan pada operasi tahun
berjalan.
Kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal laporan posisi keuangan sebagai berikut :
30 September 2024 30 September 2023
1 Dolar Amerika serikat 15.138 15.026
Laba atau rugi kurs dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun berjalan.
w. Laba per saham
Laba usaha dan laba bersih per saham masing-masing dihitung dengan membagi laba usaha dan laba bersih dengan jumlah rata-
rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
x. Program Liabilitas Imbalan Pasca Kerja
Perusahaan dan entitas anak menghitung dan mencatat imbalan pasca kerja untuk karyawan sesuai dengan Undang-Undang
Ketenagakerjaan No. 13/2003. Tidak ada pendanaan yang disisihkan oleh Perusahaan sehubungan dengan imbalan pasca kerja ini.
17
Page 21
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 September 2024 (tidak diaudit) dan 30 September 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING - (lanjutan)
x. Program Liabilitas Imbalan Pasca Kerja (Lanjutan )
Efektif 1 Januari 2015, Perusahaan menerapkan PSAK No.24 (Revisi 2013), "Imbalan Kerja". PSAK No.24 (Revisi 2013), antara lain
menghapus mekanisme koridor dalam menghitung keuntungan dan kerugian aktuarial yang diakui sebagai penghasilan atau beban
dalam laba rugi. Keuntungan dan kerugian aktuarial diakui secara langsung melalui hasil penghasilan komprehensif lain.
Jumlah yang diakui sebagai liabilitas untuk imbalan pasca kerja di laporan posisi keuangan merupakan nilai kini kewajiban imbalan
pasti disesuaikan dengan keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum diakui dan biaya jasa lalu yang belum diakui.
y. Informasi segmen
Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan
konsolidasi.
PSAK 5 (Revisi 2009) mengharuskan segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari
Perusahaan dan entitas anak yang secara regular direview oleh “pengambil keputusan operasional ”dalam rangka mengalokasikan
sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi. Sedangkan standar sebelumnya mengharuskan Perusahaan dan entitas anak
mengidentifikasi dua segmen (bisnis dan geografis) menggunakan pendekatan risiko dan pengembalian.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
a. Yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan
beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama);
b. Hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber
daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
c. Tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka menghasilkan sumber daya dan menilai kinerja
segmen operasi terfokus pada kategori dari setiap produk dimana hampir sama dengan informasi segmen bisnis yang dilaporkan di
tahun sebelumnya.
z. Transaksi dengan pihak berelasi
Perusahaan menerapkan PSAK No. 7 (Revisi 2010). “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”. PSAK revisi ini mensyaratkan
pengungkapan hubungan, transaksi dan saldo pihak-pihak berelasi, termasuk komitmen dalam laporan keuangan konsolidasian dan
juga diterapkan terhadap laporan keuangan secara individual. Tidak terdapat dampak signifikan dari penerapan PSAK yang direvisi
tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian.
1. Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut:
a. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
b. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
c. Personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas.
2. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
a. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari Perusahaan yang sama (artinya entitas induk. entitas anak dan entitas anak
berikutnya terkait dengan entitas lain).
b. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang
merupakan anggota suatu Perusahaan. yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).
c. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
d. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.
e. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas
yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas program tersebut. maka entitas sponsor juga berelasi
dengan entitas pelapor.
f. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifkasi dalam huruf (a).
g. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas
(atau entitas induk dari entitas).
Semua transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi baik yang dilakukan dengan syarat dan kondisi yang sama dengan
pihak ketiga ataupun tidak diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian.
18
Page 22
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 September 2024 (tidak diaudit) dan 30 September 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
aa. Penurunan Nilai dan Tidak Tertagihnya Aset Keuangan
Terkait dengan penerapan PSAK No. 71 (Amandemen 2020), pada setiap tanggal laporan posisi keuangan. Manajemen
mengevaluasi apakah terdapat bukti yang objektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai.
Jika terdapat bukti tersebut, maka:
Manajemen pertama kali akan menentukan bukti objektif penurunan nilai individual atas aset keuangan yang signifikan secara
indivudual. Jika tidak terdapat bukti objektif mengenai penurunan nilai aset keuangan individual. maka aset tersebut dimasukkan ke
dalam kelompok aset keuangan dengan risiko yang serupa dan menentukan penurunan nilai secara kolektif.
1. Untuk aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan yang diamortisasi, kerugian diukur sebagai selisih antara nilai tercatat
aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa depan yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset tersebut.
Nilai tercatat aset keuangan tersebut disajikan setelah dikurangi baik secara langsung maupun menggunakan pos penyisihan.
Kerugian yang terjadi diakui pada laporan laba rugi komprehensif.
2. Untuk aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan. kerugian penurunan nilai diukur berdasarkan selisih antara nilai tercatat
aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan yang didiskontokan dengan tingkat pengembalian yang
berlaku di pasar untuk aset keuangan serupa. Kerugian penurunan tersebut tidak dapat dipulihkan.
3. Untuk aset keuangan yang tersedia untuk dijual. kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui secara langsung dalam ekuitas harus
dikeluarkan dari ekuitas dan diakui pada laporan laba rugi komprehensif meskipun aset keuangan tersebut belum dihentikan
pengakuannya. Jumlah kerugian kumulatif tersebut adalah selisih antara biaya perolehan (setelah dikurangi pelunasan pokok dan
amortisasi) dengan nilai wajar kini. dikurangi kerugian penurunan nilai aset keuangan yang sebelumnya telah diakui pada laporan
keuangan laba rugi konsolidasi.
ab. Sewa
Efektif 1 Januari 2020
PSAK 73 menetapkan model komprehensif untuk mengidentifikasi perjanjian sewa dan perlakuannya dalam laporan keuangan
Penyewa dan Pesewa. PSAK 73 memperkenalkan model pengendalian untuk identifikasi sewa, membedakan antara sewa dan
kontrak layanan berdasarkan apakah ada aset identifikasi yang dikendalikan oleh pelanggan.
Kelompok Usaha menerapkan PSAK 73 pada 1 Januari 2020 dengan menggunakan pendekatan retrospektif modifikasi dengan
mengakaui dampak kumulatif penerapan awal PSAK 73 sebagai penyesuaian terhadap saldo awal ekuitas pada 1 Januari 2020.
Dengan demikian data komparasi tahun 2019 tidak disajikan kembali dan disajikan sesuai standar sebelumnya dan interprestasi
terkait.
Kelompok Usaha menilai pada awal kontrak apakah suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa, yaitu jika kontrak memiliki
hak untuk mengendalikan penggunaan aset yang diidentifikasi untuk jangka waktu tertentu dengan imbalan pertimbangan. Jangka
waktu sewa tidak dapat dibatalkan untuk masing-masing kontrak, kecuali dalam kasus dimana Kelompok Usaha cukup yakin untuk
melaksanakan opsi perpanjangan kontrak.
Kelompok Usaha memilih tindakan praktis yang tersedia berdasarkan pedoman transisi dalam PSAK 73, yang antara lain:
1. Penggunaan tingkat diskonto tunggal untuk portofolio sewa dengan karakteristik yang serupa;
2. Akuntansi sewa operasi dengan sisa masa sewa kurang dari 12 bulan pada tanggal 1 Januari 2020 sebagai sewa jangka
pendek
3. Pengecualian biaya langsung awal untuk pengukuran aset hak guna pada tanggal penerapan awal
4. Penggunaan tinjauan ke belakang dalam menentukan masa sewa dimana kontrak berisi opsi untuk perpanjangan atau
pemutusan masa sewa.
5. Menerapkan PSAK 73 untuk sewa yang sebelumnya diidentifikasi berdasarkan PSAK 30 dan ISAK 8, dan tidak menerapkan
PSAK 73 untuk sewa yang sebelumnya tidak diidentifikasi berdasarkan standar ini;
6. Tidak memisahkan komponen non-sewa dari komponen sewa, dan sebagai konsekuensinya Kelompok Usaha menganggap
seluruh kontrak sebagai sewa; dan
7. Untuk tidak mengakui liabilitas sewa dan aset hak guna untuk sewa dimana aset dasar adalah aset bernilai rendah (yaitu aset
dasar dengan nilai maksimum USD 5.000 atau Rp 50 Juta dalam kondisi baru).
PSAK 73 juga mengizinkan Kelompok Usaha untuk melanjutkan penilaian sewa historis yang memungkinkan Kelompok Usaha
untuk tidak menilai kembali hasil peniliaian Kelompok Usaha sebelumnya tentang identifikasi sewa, klasifikasi sewa dan biaya
langsung awal. Kelompok Usaha menerapkan definisi sewa dan panduan terkait yang ditetapkan dalam PSAK 73 untuk semua
kontrak sewa kontrak sewa yang dibuat atau dimodifikasi pada atau setelah 1 Januari 2020.
19
Page 23
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 September 2024 (tidak diaudit) dan 30 September 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Kelompok Usaha sebagai lessee
Kelompok Usaha menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk semua sewa, kecuali untuk sewa jangka
pendek dan sewa aset bernilai rendah. Kelompok Usaha mengakui liabilitas sewa untuk melakukan pembayaran sewa dan aset
hak guna yang mewakili hak untuk menggunakan aset yang mendasarinya.
Kelompok Usaha mengakui aset hak guna pada tanggal dimulainya sewa. Aset hak guna diukur pada biaya perolehan, dikurangi
akumulasi amortisasi dan rugi penurunan nilai, dan disesuaikan untuk setiap pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya aset hak
guna termasuk jumlah liabilitas sewa yang diakui, biaya langsung awal yang dikeluarkan, biaya restorasi dan pembayaran sewa
yang dilakukan pada atau sebelum tanggal dimulainya dikurangi insentif sewa yang diterima.
Aset hak guna diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama masa sewa yang lebih pendek dan estimasi masa
manfaat dari aset.
Jika kepemilikan aset sewaan dialihkan ke Kelompok Usaha pada akhir masa sewa atau biaya mencerminkan pelaksanaan opsi
pembelian, penyusutan dihitung menggunakan taksiran masa manfaat ekonomis aset. Aset hak guna mengalami penurunan nilai
sesuai dengan PSAK 48 Penurunan Nilai Aset.
Pada tanggal dimulainya sewa, Kelompok Usaha mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini dari pembayaran sewa yang
akan dilakukan selama masa sewa. Pembayaran sewa termasuk pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara
substansi) dikurangi piutang insentif sewa, pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau kurs, dan jumlah yang
diharapkan akan dibayarkan berdasarkan jaminan nilai residu. Pembayaran sewa juga termasuk harga pelaksanaan opsi
pembelian yang wajar dipastikan akan dilakukan oleh Kelompok Usaha dan pembayaran penalti untuk mengakhiri sewa, jika
jangka waktu sewa mencerminkan Kelompok Usaha yang melaksanakan opsi untuk mengakhiri. Pembayaran sewa variabel yang
tidak bergantung pada indeks atau kurs diakui sebagai beban pada periode di mana peristiwa atau kondisi yang memicu
pembayaran terjadi.
Dalam menghitung nilai sekarang dari pembayaran sewa, Kelompok Usaha menggunakan tingkat pinjaman tambahan pada
tanggal dimulainya sewa karena tingkat suku bunga yang tersirat dalam sewa tidak dapat ditentukan dengan mudah. Setelah
tanggal dimulainya, jumlah liabilitas sewa ditingkatkan untuk mencerminkan pertambahan bunga dan dikurangi untuk pembayaran
sewa yang dilakukan. Selain itu, jumlah tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika ada modifikasi, perubahan jangka waktu sewa,
perubahan pembayaran sewa, atau perubahan dalam penilaian opsi untuk membeli aset yang mendasarinya.
Sewa jangka pendek dengan jangka waktu kurang dari 12 bulan, berakhir dalam 12 bulan setelah 1 Januari 2020 dan sewa bernilai
rendah, serta elemen-elemen sewa tersebut, sebagian atau seluruhnya tidak sesuai dengan prinsip-prinsip pengakuan yang
ditetapkan oleh PSAK 73 akan diperlakukan sama dengan sewa operasi. Kelompok Usaha akan mengakui pembayaran sewa
tersebut dengan dasar garis lurus selama masa sewa dalam laporan laba rugi dan OCI konsolidasian.
Kelompok Usaha sebagai lessor
Berdasarkan PSAK 73, lessor terus mengklasifikasikan sewa sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi dan memperhitungkan
kedua jenis sewa tersebut secara berbeda. Sewa dimana Kelompok Usaha mentransfer secara substansial seluruh risiko dan
manfaat yang terkait dengan kepemilikan suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan, jika tidak maka akan diklasifikasikan
sebagai sewa operasi. Klasifikasi sewa dibuat pada tanggal awal dan dinilai kembali hanya jika ada modifikasi sewa.
Pada tanggal dimulainya, Kelompok Usaha mengakui aset yang dimiliki dalam sewa pembiayaan dengan jumlah yang sama dengan
investasi bersih dalam sewa dan menyajikannya sebagai piutang sewa pembiayaan. Investasi bersih dalam sewa termasuk
pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap dalam substansi) dikurangi piutang insentif sewa, pembayaran sewa variabel yang
bergantung pada indeks atau kurs, dan jaminan nilai residu yang diberikan kepada lessor oleh lessee. Pembayaran sewa juga
termasuk harga pelaksanaan opsi pembelian yang wajar dipastikan akan dilakukan oleh lessee dan pembayaran penalti untuk
mengakhiri sewa, jika jangka waktu sewa mencerminkan Kelompok Usaha yang menggunakan opsi untuk mengakhiri.
Sebagaimana disyaratkan oleh PSAK 71, penyisihan kerugian kredit yang diharapkan telah diakui pada piutang sewa pembiayaan.
Pendapatan sewa yang timbul dari sewa operasi dicatat secara garis lurus selama masa sewa dan dimasukkan dalam pendapatan
dalam laporan laba rugi karena sifat operasinya. Biaya langsung awal yang dikeluarkan untuk menegosiasikan dan mengatur sewa
operasi ditambahkan ke jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui selama masa sewa dengan dasar yang sama dengan
pendapatan sewa. Sewa kontinjensi diakui sebagai pendapatan pada periode terjadinya.
Jika suatu perjanjian mengandung komponen sewa dan non-sewa, Kelompok Usaha menerapkan pendapatan PSAK 72 dari kontrak
dengan pelanggan untuk mengalokasikan pertimbangan dalam kontrak.
20
Page 24
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 September 2024 (tidak diaudit) dan 30 September 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Sebelum 1 Januari 2020
Kelompok Usaha sebagai lessee
Pada tanggal permulaan kontrak, Kelompok Usaha menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung, sewa. Suatu kontrak
merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian
selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.
Pada tanggal permulaan sewa, Kelompok Usaha mengakui hak guna aset dan liabilitas sewa. Hak guna aset diukur pada biaya
perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada
atau sebelum tanggal permulaan, ditambah dengan biaya langsung awal yang dikeluarkan dan estimasi biaya yang akan dikeluarkan
untuk membongkar dan memindahkan aset pendasar atau untuk merestorasi aset pendasar sesuai kondisi yang disyaratkan dan
ketentuan sewa, dikurangi dengan insentif sewa yang diterima. Hak guna aset kemudian disusutkan menggunakan metode garis
lurus dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat hak guna aset atau akhir masa sewa.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan, didiskontokan dengan
menggunakan suku bunga implisit dalam sewa, atau jika suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, maka menggunakan suku
bunga pinjaman inkremental. Pembayaran sewa dialokasikan menjadi bagian pokok dan biaya keuangan. Biaya keuangan
dibebankan pada laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo
liabilitas untuk setiap periode.
Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Kelompok Usaha pada akhir masa sewa atau jika biaya perolehan
hak guna aset merefleksikan Kelompok Usaha akan mengeksekusi opsi beli, maka Kelompok Usaha menyusutkan hak guna aset
dari tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar. Jika tidak, maka Kelompok Usaha menyusutkan hak guna aset
dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat hak guna aset atau akhir masa sewa.
Kelompok Usaha memutuskan untuk tidak mengakui hak guna aset dan liabilitas sewa untuk sewa jangka pendek yang memiliki
masa sewa 12 bulan atau kurang. Kelompok Usaha mengakui pembayaran sewa atas sewa tersebut sebagai beban dengan dasar
garis lurus selama masa sewa.
Kelompok Usaha sebagai lessor
Kelompok Usaha menyajikan aset untuk sewa operasi di laporan posisi keuangan konsolidasian sesuai sifat aset tersebut. Biaya
langsung awal sehubungan proses negosiasi sewa operasi ditambahkan ke nilai tercatat dari aset sewaan dan diakui sebagai beban
selama masa sewa dengan dasar yang sama dengan penghasilan sewa. Rental kontinjen, jika ada, diakui sebagai pendapatan pada
periode terjadinya. Penghasilan sewa operasi diakui sebagai penghasilan atas dasar garis lurus selama masa sewa.
ac. Investasi Pada Entitas Asosiasi
Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK No. 15 (Revisi 2009), “Investasi pada EntitasAsosiasi”, yang menggantikan PSAK
No. 15 (Revisi 1994), "Akuntansi untuk Investasi dalam Perusahaan Asosiasi". PSAK revisi ini diterapkan secara retrospektif dan
mengatur akuntansi investasi dalam entitas asosiasi dalam hal penentuan pengaruh signifikan, metode akuntansi yang harus
diterapkan, penurunan nilai investasi dan laporan keuangan tersendiri. Penerapan PSAK yang direvisi tersebut tidak memberikan
dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian.
Investasi dimana Perusahaan dan Entitas Anak memiliki kepemilikan paling sedikit 20% tetapi tidak lebih dari 50% dicatat dengan
metode ekuitas. Entitas asosiasi adalah suatu entitas di mana Perusahaan dan Entitas Anak mempunyai pengaruh signifikan. Sesuai
dengan metode ekuitas, nilai perolehan investasi ditambah atau dikurang dengan bagian Perusahaan dan Entitas Anak atas laba
atau rugi neto, dan penerimaan dividen dari investee sejak tanggal perolehan.
Laporan laba rugi komprehensif konsolidasian mencerminkan bagian atas hasil operasi dari entitas asosiasi. Bila terdapat perubahan
yang diakui langsung pada ekuitas dari entitas asosiasi, Perusahaan mengakui bagiannya atas perubahan tersebut dan
mengungkapkan hal ini, jika ada, dalam laporan perubahan ekuitas konsolidasian. Laba atau rugi yang belum terealisasi sebagai
hasil dari transaksi-transaksi antara Perusahaan dan Entitas Anak dengan entitas asosiasi dieliminasi sesuai dengan jumlah
kepentingan Perusahaan dan Entitas Anak dalam entitas asosiasi.
Perusahaan dan Entitas Anak menentukan apakah diperlukan untuk mengakui tambahan rugi penurunan nilai atas investasi
Perusahaan dan Entitas Anak dalam entitas asosiasi. Perusahaan dan Entitas Anak menentukan pada setiap akhir periode
pelaporan apakah terdapat bukti yang objektif yang mengindikasikan bahwa investasi dalam entitas asosiasi mengalami penurunan
nilai. Dalam hal ini, Perusahaan dan Entitas Anak menghitung total penurunan nilai berdasarkan selisih antara jumlah terpulihkan atas
investasi dalam entitas asosiasi dan nilai tercatatnya dan mengakuinya sebagai laba rugi.
Jika bagian Perusahaan dan Entitas Anak atas rugi entitas asosiasi sama dengan atau melebihi kepentingannya pada entitas
asosiasi, maka Perusahaan dan Entitas Anak menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi lebih lanjut. Kepentingan pada entitas
asosiasi adalah jumlah tercatat investasi pada entitas asosiasi dengan metode ekuitas ditambah dengan setiap kepentingan jangka
panjang yang secara substansi, membentuk bagian investasi neto investor pada entitas asosiasi.
21
Page 25
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 September 2024 (tidak diaudit) dan 30 September 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI SIGNIFIKAN
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan yang memiliki pengaruh
paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan
mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan PSAK No. 71 (Amandemen 2020) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan
liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan.
Penyisihan Piutang
Perusahaan mengevaluasi akun tertentu yang diketahui bahwa pelanggan tertentu tidak dapat memenuhi liabilitas keuangannya. Dalam
hal tersebut, Perusahaan menggunakan pertimbangan berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia termasuk namun tidak terbatas pada
jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status piutang dari pelanggan berdasarkan catatan piutang dari pihak ketiga yang tersedia
dan faktor pasar yang telah diketahui. untuk mencatat penyisihan spesifik atas pelanggan terhadap jumlah terutang guna mengurangi
jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Perusahaan. Penyisihan spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan
informasi yang diterima mempengaruhi jumlah penyisihan atas penurunan nilai piutang.
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi
penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun/periode berikutnya diungkapkan di bawah ini.
Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian disusun.
Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan, mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi diluar kendali
Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Estimasi dan Asumsi
Jumlah pemulihan atas aset tetap dan aset tidak berwujud
Jumlah pemulihan atas aset tidak berwujud dan aset tetap didasarkan pada estimasi dan asumsi khususnya mengenai prospek pasar dan
arus kas terkait dengan aset. Estimasi arus kas masa depan mencakup perkiraan mengenai biaya masa depan untuk menghasilkan
cadangan terbukti dan terestimasi harga komoditas masa depan dan tingkat diskonto. Setiap perubahan dalam asumsi asumsi ini
mungkin memiliki dampak material terhadap pengukuran jumlah terpulihkan dan bisa mengakibatkan penyesuaian penyisihan penurunan
nilai yang sudah dibukukan.
Penyusutan aset tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya.
Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4 sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur yang secara umum
diharapkan dalam industri dimana Perusahaan menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat
mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi.
Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan
Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia termasuk namun
tidak terbatas kepada kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar, estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul
untuk penjualan. Provisi dievaluasi kembali dan disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang mempengaruhi jumlah yang
diestimasi.
Pensiun dan imbalan kerja
Penentuan liabilitas dan biaya pensiun dan liabilitas imbalan kerja Perusahaan bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh
aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan
gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang
berbeda dari asumsi yang ditetapkan Perusahaan yang memiliki pengaruh lebih dari 10% liabilitas imbalan pasti ditangguhkan dan
diamortisasi secara garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja karyawan. Sementara Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi tersebut
adalah wajar dan sesuai perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Perusahaan
dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja bersih.
Instrumen Keuangan
Perusahaan mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar. yang mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi.
Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar ditentukan menggunakan bukti obyektif yang dapat diverifikasi. jumlah
perubahan nilai wajar dapat berbeda bila Perusahaan menggunakan metodologi penilaian yang berbeda. Perubahan nilai wajar aset dan
liabilitas keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara langung laba atau rugi Perusahaan.
Pajak penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu
yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak
penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
22
Page 26
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 September 2024 (tidak diaudit) dan 30 September 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. KAS DAN SETARA KAS
Saldo kas dan setara kas Perusahaan dengan rincian sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Kas
Rupiah 143.607.500 115.907.500
Sub jumlah 143.607.500 115.907.500
Bank
Bank - Rupiah
PT Bank CIMB Niaga Tbk 568.630.416 1.162.691.146
PT Bank Negara Indonesia Tbk 298.588.770 252.469.137
PT Bank Mandiri Tbk 776.372.907 922.086.272
PT Bank Central Asia Tbk 1.680.655.825 2.821.914.413
PT Maybank Indonesia Tbk 1.523.088 1.973.088
PT Bank Permata Tbk 40.832.686 41.101.843
PT Bank Syariah Indonesia 1.360.000 1.700.000
PT Bank UOB Indonesia 28.676.545 28.966.930
PT Bank Tabungan Negara Tbk 11.206.804 11.405.454
PT Bank Jawa Barat 10.984.348 -
Sub jumlah 3.418.831.389 5.244.308.283
Deposito Berjangka
PT Bank CIMB Niaga Tbk 500.000.000 300.000.000
PT Bank Central Asia Tbk 1.100.000.000
Sub jumlah 500.000.000 1.400.000.000
Jumlah Kas dan Setara Kas 4.062.438.889 6.760.215.783
Persyaratan penting deposito:
Deposito 4,5 % - 5,75% 2,5% - 5,75%
Obligasi 6,875 % 6,875 %
5. SURAT - SURAT BERHARGA
Berikut ini adalah daftar rincian portofolio saham yang diperdagangkan dan dimiliki oleh Perusahaan per 30 September 2024 dan 31
Desember 2023.
30 September 2024
Keuntungan
Harga Harga Nilai Pasar (Kerugian) belum
Lembar rata-rata Perolehan Direalisasi
SAHAM
PT Bakrieland Development Tbk 750.000 128 96.240.000 9.000.000 (58.740.000)
PT Sierad Produce Tbk 50 584 29.190 47.750 38.310
Obligasi
ORI FR 0089 - - 66.382.516.313 66.382.516.313 -
Jumlah/Total 750.050 712 66.478.785.503 66.391.564.063 (58.701.690)
31 Desember 2023
Keuntungan
Harga Harga Nilai Pasar (Kerugian) belum
Lembar rata-rata perolehan Direalisasi
SAHAM
PT Bakrieland Development Tbk 750.000 128 96.240.000 37.500.000 (58.740.000)
PT Sierad Produce Tbk 50 584 29.190 67.500 38.310
Obligasi
ORI FR 0089 - - 68.903.877.320 67.584.191.069 (1.319.686.251)
Jumlah/Total 750.050 - 69.000.146.510 67.621.758.569 (1.378.387.941)
ORI FR 0089 PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia berbentuk kupon dan rate 6,875% per tahun . Jatuh tempo 15 Agustus 2051.
23
Page 27
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 September 2024 (tidak diaudit) dan 30 September 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
ORI FR 0089 PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia berbentuk kupon dan rate 6,875% per tahun . Jatuh tempo 15 Agustus 2051.
6. PIUTANG USAHA
Piutang usaha merupakan piutang atas penjualan, sewa kontrak dan pemeliharaan properti kepada pihak ketiga pada tanggal 30
September 2024 dan 31 Desember 2023 sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Properti 979.603.430 1.115.122.697
Perhotelan 1.169.220.092 1.926.324.820
Sub jumlah 2.148.823.522 3.041.447.517
Dikurangi:
Cadangan kerugian penurunan nilai 745.934.478 745.934.478
Jumlah 1.402.889.044 2.295.513.039
Berdasarkan penelaahan atas status akun piutang usaha pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, manajemen
berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai piutang pada tahun-tahun tersebut cukup untuk menutup kemungkinan adanya kerugian
atas tidak tertagihnya piutang usaha.
Mutasi penyisihan piutang tak tertagih selama tahun berjalan sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Saldo Awal 745.934.478 578.566.411
Penambahan tahun berjalan - 170.599.670
Pemulihan tahun berjalan - (3.231.603)
Saldo akhir 745.934.478 745.934.478
Rincian umur piutang dihitung sejak tanggal faktur sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Lancar 237.239.213 417.635.501
1 bulan - 6 bulan 433.668.462 842.278.296
6 bulan - 12 bulan 814.471.494 1.018.089.368
Diatas 12 bulan 663.444.353 763.444.353
Jumlah 2.148.823.522 3.041.447.518
7. PIUTANG LAIN-LAIN
Akun ini merupakan piutang lain-lain kepada pihak ketiga sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Pemilik Kondominium 8.455.468.829 7.338.600.497
KSP Indosurya 1.003.406.638 1.003.406.638
Operasional 159.166.383 149.350.789
Advance Payment Property 75.199.539 53.045.000
Bunga Ori FR 0089 618.335.751 1.477.788.468
Lain-lain 2.155.501.713 2.748.569.417
Jumlah 12.467.078.853 12.770.760.810
Dikurangi :
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.008.084.587) (1.008.084.587)
Jumlah 11.458.994.266 11.762.676.223
Mutasi penyisihan piutang tak tertagih selama tahun berjalan sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Saldo Awal 1.008.084.587 8.617.326.999
Penambahan tahun berjalan - (169.079.061)
Penghapusan tahun berjalan - (7.440.163.351)
Saldo akhir 1.008.084.587 1.008.084.587
24
Page 28
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 September 2024 (tidak diaudit) dan 30 September 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Rincian umur piutang dihitung sejak tanggal faktur sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Lancar 909.813.833 809.393.282
1 bulan - 6 bulan 913.163.169 644.314.293
6 bulan - 12 bulan 1.927.776.994 2.141.974.438
Diatas 12 bulan 8.716.324.857 9.175.078.797
Jumlah 12.467.078.853 12.770.760.810
Pemilik kondominium merupakan piutang atas pemeliharaan dan jasa administrasi seperti listrik, asuransi, dan air bersih (PAM) kepada
pemilik kondominium yang belum dibayarkan kepada pihak pengelola.
Piutang lain-lain - lainnya merupakan piutang dividen piutang non operasinal . sehubungan dengan rencana pembayaran yang akan
dilakukan berdasarkan penelaahan atas status akun piutang lain lain pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023,
manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai piutang pada tahun-tahun tersebut cukup untuk menutup kemungkinan
adanya kerugian atas tidak tertagihnya piutang lain lain.
8. PERSEDIAAN
Akun ini terdiri dari :
30 September 2024 31 Desember 2023
Properti 152.150.550.740 148.539.003.875
Real Estat 6.928.369.841 6.475.392.329
Perhotelan 233.784.605 278.789.230
Jumlah 159.312.705.186 155.293.185.434
Adapun rincian persediaan sebagai berikut :
30 September 2024 31 Desember 2023
Properti :
Bangunan selesai dan Tanah untuk Dijual :
Jayakarta Plaza 1.000.534.424 1.000.534.424
Sunter Pratama III 863.060.346 848.218.567
Prapanca 5.905.766.504 3.436.880.286
Marbella Anyer 1.029.752.824 -
Sudirman Mansion 7.510.911.671 7.500.000.000
Green Palace Residence 135.840.524.971 135.753.370.598
Sub jumlah 152.150.550.740 148.539.003.875
Real Estat :
Tanah Kuta Palace Residence Bali 1.800.000.000 1.800.000.000
PT Jakarta Internasional Property 1.034.293.393 581.315.881
PT Kota Serang Baru Permai 4.094.076.448 4.094.076.448
Sub jumlah 6.928.369.841 6.475.392.329
Perhotelan :
Makanan dan Minuman 50.175.127 46.766.876
Perlengkapan 183.609.478 232.022.354
Sub jumlah 233.784.605 278.789.230
Jumlah 159.312.705.186 155.293.185.434
- Pada tahun 2023 Persediaan Sudirman Mansion, berdasarkan SHGB No.555.XXXII.C Blok C dengan luas 125m2, dan SHGB No.
504.XXVI.C Blok C dengan luas 149 m2 menjadi properti investasi.
- Persediaan di Bali berupa tanah dan 1 unit serta tanah 970M2 masing-masing untuk tahun 30 September 2024 dan 31 Desember 2023.
- Persediaan di Jayakarta Plaza berupa kios sejumlah 133 unit masing-masing untuk tahun 2024 dan 2023.
- Persediaan di Sunter pratama berupa tanah dengan luas 511 m2 sesuai dengan SHGB No.07683.
- Pada tahun 2024 5 unit prapanca di aset tetap di reklasifikasi ke persediaan. Persediaan di Prapanca menjadi 11 unit apartemen untuk
30 September 2024 dan 6 unit apartemen untuk 31 Desember 2023.
- Persediaan di Marbella Anyer berupa 3 unit apartemen pada 30 September 2024.
- Persediaan di Green Palace Residence berupa 344 dan 323 unit apartemen pada 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
25
Page 29
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 September 2024 (tidak diaudit) dan 30 September 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, persediaan Green Palace Residence telah diasuransikan dengan jumlah
pertanggungan sebesar Rp 568.000.000.000 untuk periode 31 Mei 2024 - 31 Mei 2025. Manajemen berpendapat bahwa
pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan risiko kerugian yang timbul.
9. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA
Rincian biaya dibayar dimuka pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 sebagai berikut :
30 September 2024 31 Desember 2023
Asuransi 868.999.316 434.285.445
Uang Muka 299.199.597 302.460.125
Sewa 216.128.966 103.523.280
Iklan dan Promosi 493.542.914 613.108.045
-
Jumlah 1.877.870.793 1.453.376.895
10. TANAH YANG BELUM DIKEMBANGKAN
30 September 2024 31 Desember 2023
Proyek Bandulu, Banten 1.679.085.476 1.679.085.476
Tanah di Cipocok, Banten 2.866.000.000 2.866.000.000
Tanah di Ubud Bali 10.531.211.633 10.473.535.188
Tanah di Cikarang 22.507.947.424 22.507.947.424
Tanah di Serang 3.564.559.999 3.564.559.999
Jumlah 41.148.804.532 41.091.128.087
Berdasarkan akta perjanjian / ikatan jual beli nomor 11 tanggal 27 Mei 2008 yang dibuat dihadapan notaris Agus Satoto, SH., M.Hum
dinyatakan bahwa telah disepakati pembelian tanah oleh Perusahaan seluas ± 50.000 m² yang berlokasi di desa Buahan Kaja,
kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Propinsi Bali dengan harga Rp 10.000.000.000. Pada tahun 2012, terdapat penambahan
biaya perolehan terhadap Tanah yang berlum dikembangkan sebesar Rp 361.340.188. Penambahan biaya ini timbul dari pengurusan izin-
izin untuk peruntukan tanah.
Tanah di Cikarang merupakan tanah belum dikembangkan dengan luas 11.257 m² dan 377 m².
11. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI
30 September 2024 % Kepemilikan 31 Desember 2023
Metode ekuitas:
PT Pudjipapan Kreasindo 53.667.169.025 37,89 53.710.579.123
PT Juwara Warga Hotel 42.391.628.098 27,50 38.624.221.096
Poolside resto & bar 175.000.000 27,50 175.000.000
PT Konrat Marbella 910.204.508 45,00 910.204.508
PT Konrat Marbella Balikpapan 75.000.000 30,00 75.000.000
Sub jumlah 97.219.001.631 93.495.004.727
Metode Nilai Wajar:
PT Marbella Dago Pakar 500.000.000 10,00 500.000.000
PT Spinindo Mitra Daya 160.000.000 2,00 160.000.000
PT Unggul Graha Persada 30.000.000 4,20 30.000.000
Yayasan REI 25.000.000 3,00 25.000.000
Sub jumlah 715.000.000 715.000.000
Jumlah 97.934.001.631 94.210.004.727
26
Page 30
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 September 2024 (tidak diaudit) dan 30 September 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. ASET TETAP
Rincian aset tetap, akumulasi penyusutan, dan nilai buku sebagai berikut:
30 September 2024
Saldo awal/ Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Saldo akhir/
Beginning balance Addition Deduction Reclassification Ending balance
Biaya perolehan:
Hak atas tanah 159.390.910 - - - 159.390.910
Tanah 30.640.990.929 - - - 30.640.990.929
Bangunan dan
Prasarana 150.519.946.393 1.999.458.953 - 5.319.067.963 147.200.337.383
Mesin dan Peralatan 18.346.542.936 168.708.565 - 54.941.800 18.460.309.701
Kendaraan 6.411.283.639 - - 6.411.283.639
Perabot dan
Peralatan Kantor 22.164.917.315 268.230.000 - 422.943.452 22.010.203.863
Sub jumlah 228.243.072.122 2.436.397.518 - 5.796.953.215 224.882.516.425
Akumulasi penyusutan:
Bangunan dan
Prasarana 92.052.323.003 1.518.797.878 - 2.962.022.372 90.609.098.509
Mesin dan Peralatan 14.527.475.510 183.326.110 - 54.941.800 14.655.859.820
Kendaraan 6.166.735.009 37.475.815 - - 6.204.210.824
Perabot dan
Peralatan Kantor 23.194.295.562 934.663.125 - 422.943.452 23.706.015.235
pengembangan
Sub jumlah 135.940.829.084 2.674.262.928 - 3.439.907.624 135.175.184.388
Nilai buku 92.302.243.038 89.707.332.037
31 Desember 2023
Saldo awal/ Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Saldo akhir/
Beginning balance Addition Deduction Reclassification Ending balance
Biaya perolehan :
Hak atas tanah 159.390.910 - - - 159.390.910
Tanah 30.640.990.929 - - - 30.640.990.929
Bangunan dan
Prasarana 149.699.857.272 2.490.203.208 - 1.670.114.087 150.519.946.393
Mesin dan Peralatan 18.270.642.936 75.900.000 - - 18.346.542.936
Kendaraan 6.411.283.639 - - 6.411.283.639
Perabot dan
Peralatan Kantor 22.795.668.802 569.455.287 - 1.200.206.774 22.164.917.315
- - -
Sub jumlah 227.977.834.488 3.135.558.495 - 2.870.320.861 228.243.072.122
Saldo awal/ Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Saldo akhir/
Beginning balance Addition Deduction Reclassification Ending balance
Akumulasi penyusutan:
Bangunan dan
Prasarana 90.537.266.323 2.149.787.305 - 634.730.625 92.052.323.003
Mesin dan Peralatan 14.267.985.982 259.489.528 - - 14.527.475.510
Kendaraan 6.113.689.747 53.045.262 - - 6.166.735.009
Perabot dan
Peralatan Kantor 22.622.604.775 1.322.971.905 - 751.281.118 23.194.295.562
Sub jumlah 133.541.546.827 3.785.294.000 - 1.386.011.743 135.940.829.083
Nilai buku 94.436.287.662 92.302.243.039
Hak atas tanah tercatat atas nama Perusahaan.
Beban penyusutan tahun 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing sebesar Rp 2.674.262.928 dan Rp 3.785.294.000.
27
Page 31
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 September 2024 (tidak diaudit) dan 30 September 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Aset tetap dan persediaan perusahaan secara bersama-sama telah diasuransikan untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul
dimasa yang akan datang.
Pada tahun 30 September 2024, aset tetap kecuali tanah dan persediaan Perusahaan telah diasuransikan dengan Polis Standar Asuransi
Indonesia dengan rincian sebagai berikut:
Perusahaan Asuransi Nomor polis Jangka Waktu Mata uang Pertanggungan
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 015.1050.203.2024.000043.00 01/08/2020
01/08/2024- 01/08/2021
- 01/08/2025 IDR
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 015.4050.202.2024.000226.00 31/05/2020
01/08/2024- 31/05/2021
- 01/08/2025 IDR
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 015.4050.201.2024.000934.00 31/05/2020
01/08/2024- 31/05/2021
- 01/08/2025 IDR
33.000.000.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 015.4050.502.2024.000029.00 01/08/2020
01/08/2024- 01/08/2021
- 01/08/2025 IDR
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 015.4050.703.2024.000064.00 01/08/2024
01/08/ - 01/08/2025
2020 - 01/08/2021 IDR
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 015.4050.703.2024.000065.00 30/04/2020
01/08/2024- 30/04/2021
- 01/08/2025 IDR
PT MNC Asuransi Indonesia 10.03.06.24.04.0.00002 28/02/2021 - 28/02/2021
PT MNC Asuransi Indonesia 10.03.01.24.04.0.00024 28/02/2021 - 28/02/2021
30/04/2024 - 30/04/2025 USD 4.660.000
PT MNC Asuransi Indonesia 10.03.01.24.04.0.00025 28/02/2021 - 28/02/2021
PT MNC Asuransi Indonesia 10.03.06.24.04.0.00027 28/02/2021 - 28/02/2021
PT Lippo General Insurance Tbk 1408032300014 28/02/2021
21/07/2024- 28/02/2021
- 27/07/2025 IDR
PT Lippo General Insurance Tbk 1409012300017 28/02/2021
21/07/2024- 28/02/2021
- 27/07/2025 IDR
275.000.000.000
PT Lippo General Insurance Tbk 1401052300066 28/02/2021
21/07/2024- 28/02/2021
- 27/07/2025 USD
PT Lippo General Insurance Tbk 1401092300016 28/02/2021
21/07/2024- 28/02/2021
- 27/07/2025
Jumlah IDR 308.000.000.000
USD 4.660.000
Pada tahun 31 Desember 2023, aset tetap kecuali tanah dan persediaan Perusahaan telah diasuransikan dengan Polis Standar Asuransi
Indonesia dengan rincian sebagai berikut :
Perusahaan Asuransi Nomor polis Jangka Waktu Mata uang Pertanggungan
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 015.1050.203.2024.000043.00 01/08/ 2020 - 01/08/2021
01/08/2024 - 01/08/2025 IDR 1.000.000.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 015.4050.202.2024.000226.00 01/08/2020
01/08/2024- 01/08/2021
- 01/08/2025 USD 1.000.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 015.4050.201.2024.000934.00 01/08/2020
01/08/2024- 01/08/2021
- 01/08/2025 IDR 33.000.000.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 015.4050.502.2024.000029.00 31/05/2020
01/08/2024- 31/05/2021
- 01/08/2025 IDR 10.000.000.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 015.4050.703.2024.000064.00 31/05/2020
01/08/2024- 31/05/2021
- 01/08/2025 USD 500.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 31/05/2020
01/08/2024- 31/05/2021
- 01/08/2025 IDR 33.000.000.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 015.4050.703.2024.000065.00 31/12/2020
01/08/2024- 31/12/2021
- 01/08/2025 IDR 33.000.000.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 10.03.06.24.04.0.00002 31/12/2020
30/04/2023- 2/31/2021
- 30/04/2024 USD 700.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 10.03.01.24.04.0.00024 31/12/2020
30/04/2023- 31/12/2021
- 30/04/2024 USD 4.660.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 10.03.01.24.04.0.00025 30/04/2020
30/04/2023- 30/04/2021
- 30/04/2024 USD 660.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 10.03.06.24.04.0.00027 30/04/2021
30/04/2023- 30/04/2021
- 30/04/2024 USD 4.000.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia 1401052300066 30/04/2020
21/07/2024- 30/04/2021
- 27/07/2025 USD 4.000.000
FPG. 35.0153.20.00042 21/04/2020-29/04/2021
Jumlah/Total IDR 110.000.000.000
USD 15.520.000
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup memadai untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul atas
risiko-risiko yang dipertanggungkan tersebut.
Berdasarkan penelaahan manajemen, tidak terdapat peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan penurunan nilai aset tetap,
sehingga manajemen tidak melakukan cadangan penurunan nilai aset tetap pada 30 September 2024 dan 31 Desember 2023.
13. ASET LAIN-LAIN
30 September 2024 31 Desember 2023
Perlengkapan dan Peralatan Hotel 3.336.134.289 3.490.970.589
Escrow Account 325.108.900 325.108.900
Keanggotaan Golf 135.000.000 135.000.000
Kios 88.288.201 88.288.201
Hanamart 170.000.000 170.000.000
Jumlah 4.054.531.390 4.209.367.690
28
Page 32
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 September 2024 (tidak diaudit) dan 30 September 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Keanggotaan golf merupakan uang jaminan atas membership golf Direksi Perusahaan.
Escrow account merupakan deposito PT Pudjiadi Prestige Tbk dan Entitas Anak yang di tempatkan di Bank Permata, Bank BCA, dan
Bank CIMB Niaga, yang di escrow per 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, deposito yang di escrow mempunyai batas jangka
waktu, dengan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan.
14. PROPERTI INVESTASI
30 September 2024 31 Desember 2023
Properti Investasi 13.144.771.166 13.129.453.312
Jumlah 13.144.771.166 13.129.453.312
Sesuai pernyataan direksi No.0186/PP-DIR/X/2023 tanggal 20 Oktober 2023, Persediaan Sudirman Mansion unit 33 JK dan pengakuan
kapitalisasi atas biaya renovasi kami reklasifikasi ke Properti Investasi. Perusahaan mengharapkan pendapatan dari sewa atas unit ini di
masa yang akan datang.
15. PERPAJAKAN
a. Pajak Dibayar Dimuka
30 September 2024 31 Desember 2023
Pajak Penghasilan Final 1.830.699.686 463.121.413
Jumlah 1.830.699.686 463.121.413
b. Utang Pajak
30 September 2024 31 Desember 2023
Pajak Penghasilan Final 55.632.431 11.128.180
Pajak Hotel dan Restoran 337.022.601 417.520.636
Pajak Bumi dan Bangunan 620.572.701 620.572.701
Pajak Penghasilan Pasal 21 97.399.188 319.551.178
Pajak Penghasilan Pasal 23 264.000 2.054.662
Pajak Pertambahan Nilai - 48.658.652
Jumlah 1.110.890.921 1.419.486.009
16. UTANG USAHA
Rincian utang usaha menurut bidang usaha pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Properti 286.582.947 456.970.577
Perhotelan 1.481.114.882 1.560.880.901
Jumlah 1.767.697.829 2.017.851.478
Rincian umur hutang dihitung sejak tanggal faktur sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Lancar 271.415.180 519.423.843
1 bulan - 6 bulan 679.409.775 590.791.109
6 bulan - 12 bulan 362.452.270 402.724.744
Diatas 12 bulan 454.420.604 504.911.782
Jumlah 1.767.697.829 2.017.851.478
Perusahaan tidak memberikan jaminan terhadap masing - masing supplier atas transaksi hutang usaha.
17. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR
30 September 2024 31 Desember 2023
Operasional Hotel 1.235.404.117 1.388.012.935
Beban Kepegawaian 596.463.032 393.068.377
Beban Utiliti 488.707.264 565.070.095
Jasa profesional 289.577.503 242.836.134
Asuransi - 160.454.884
Jumlah 2.610.151.916 2.749.442.425
29
Page 33
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 September 2024 (tidak diaudit) dan 30 September 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. UANG MUKA PENJUALAN
30 September 2024 31 Desember 2023
Uang muka penjualan apartemen 96.728.000
Jumlah 96.728.000 -
19. PENYISIHAN PENGGANTIAN PERABOTAN DAN PERALATAN HOTEL
30 September 2024 31 Desember 2023
Penyisihan penggantian perabot
dan peralatan hotel 123.784.338 100.998.987
Jumlah 123.784.338 100.998.987
Penyisihan penggantian perabotan dan peralatan hotel berasal dari pendapatan dan jasa pelayanan yang belum didistribusikan. Bentuk
penggantian berupa barang keramik, linen, sendok garpu dan pecah belah akibat rusak atau hilang.
20. PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA
Pendapatan diterima dimuka merupakan penerimaan sewa dimuka atas sewa properti/perhotelan yang disewakan . Saldo ini diakui
sebagai pendapatan secara bulanan terdiri dari:
30 September 2024 31 Desember 2023
Sewa properti 2.038.682.379 1.710.372.475
Perhotelan 531.057.509 226.286.265
Jumlah 2.569.739.888 1.936.658.740
21. UANG JAMINAN
Uang jaminan diterima merupakan uang jaminan sewa ruangan/apartemen, telepon, dan perabotan yang akan dikembalikan apabila
hubungan sewa menyewa berakhir, jumlah nya sebagai berikut :
30 September 2024 31 Desember 2023
Properti 1.218.266.249 1.089.414.454
Perhotelan 350.479.505 287.301.867
Jumlah 1.568.745.754 1.376.716.321
22. UTANG LAIN-LAIN
Akun ini terdiri dari :
30 September 2024 31 Desember 2023
Properti 810.465.353 490.723.836
Jumlah 810.465.353 490.723.836
Adapun rincian hutang lain-lain sebagai berikut :
30 September 2024 31 Desember 2023
Dividen 444.323.983 433.230.935
Lain-Lain 366.141.370 57.492.901
Jumlah 810.465.353 490.723.836
30
Page 34
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 September 2024 (tidak diaudit) dan 30 September 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. UTANG BANK
30 September 2024 31 Desember 2023
Pokok utang
PT Bank Central Asia Tbk 6.402.007.922 2.024.400.171
Jumlah pokok utang 6.402.007.922 2.024.400.171
Biaya yang belum diamortisasi - -
Nilai wajar utang bank 6.402.007.922 2.024.400.171
Bagian Liabilitas Jangka Pendek
PT Bank Central Asia Tbk 4.666.807.784 289.200.033
Sub Jumlah 4.666.807.784 289.200.033
Bagian Liabilitas Jangka Panjang
PT Bank Central Asia Tbk 1.735.200.138 1.735.200.138
Sub Jumlah 1.735.200.138 1.735.200.138
PT Bank Central Asia Tbk - Fasilitas Kredit Lokal ( Rekening Koran )
Berdasarkan Perjanjian Kredit no. 00076/PK/PID/2024 dan Perjanjian Kredit no. 00077/PK/PID/2024 pada tanggal 28 Februari 2024 PT
Pudjiadi Prestige Tbk dan PT Jakarta Internasional Property dengan PT Bank Central Asia Tbk setuju memberikan kredit dengan
ketentuan sebagai berikut :.
Plafond kredit : Fasilitas Pinjaman Plafond sebesar Rp 16.000.000.000. ( masing masing Rp 8.000.000.000)
Jenis kredit : Fasilitas Kredit Lokal (Rekening Koran)
Penggunaan : Membiayai Piutang usaha dan Persediaan Barang Debitor.
Jangka waktu : 27 Maret 2024 - 27 Maret 2025 dan 08 Maret 2024 - 08 Maret 2025
Tingkat bunga : 6,95% per tahun
Jaminan : Pinjaman tersebut diikat dengan angunan Fixed Rate (FR) yang diterbitkan pemerintah Indonesia seri FR 0089
nomor 50-202402230010459223 milik PT Pudjiadi Prestige Tbk dan FR 0089 nomor 50-202402230010459221
milik PT Jakarta Internasional Property.
PT Bank Central Asia Tbk - Fasilitas Kredit Investasi
Berdasarkan pada tanggal 30 April 2019 telah dibuat Akta Perjanjian Kredit No. 87 oleh dan dihadapan Suminto, Sarjana Hukum,
Spesialis Notariat, Notaris di Kabupaten Serang, yang telah diubah terakhir dengan Perubahan Perjanjian Kredit tanggal 28 April 2020
Nomor 02170/PPK/SLK/2020.
Plafond kredit : Fasilitas Pinjaman Plafond sebesar Rp 13.500.000.000.
Jenis kredit : Fasilitas Kredit Investasi
Penggunaan : Renovasi Marbella Anyer
Jangka waktu : 84 bulan yang akan berakhir pada tahun 2026.
Tingkat bunga : 10,25% per tahun
Jaminan : Pinjaman tersebut diikat dengan hak tanggungan peringkat atas 50 unit rumah susun yang terletak di
Kondominium Hotel Marbella Pantai Indah Anyer, Jalan Karang Bolong Anyer Desa Bandulu, Kecamatan
Anyer, Kabupaten Serang, Banten.
Sebuah Apartemen di Marbella Pantai Indah Anyer Tower Yudistira (Tower D) Jl. Raya Karang Bolong Anyer,
Kab. Serang sesuai sertifikat Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS 00394/SERANG, Hak Satuan Rumah
Susun - SHMRS 00398,00399,00401/Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS
00402,00403,00404/Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS 00408.00409.00425/Serang, Hak Satuan
Rumah Susun - SHMRS 00426.00429.00435/Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS
00436.00438.00439/Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS 00443.00444.00459/Serang, Hak Satuan
Rumah Susun - SHMRS 00465.00469.00470/Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS
00471.00472.00473/ Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS 00474.00475.00477/ Serang, Hak Satuan
Rumah Susun - SHMRS 00479.00480.495/ Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS 499.502.503.506/
Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS 509.541.547.559/ Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS
569.571.577.590/ Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS 592.603.622.623/ Serang, Hak Satuan Rumah
Susun - SHMRS 628.632.633/ Serang atas nama HOTEL MARBELLA PT.
31
Page 35
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 September 2024 (tidak diaudit) dan 30 September 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pada tanggal 10 Februari 2022 Perusahaan mendapatkan persetujuan restrukturisasi ke- 3 Fasilitas Pinjaman Kredit Investasi sehingga
ketentuan Fasilitas Pinjaman Transaksi Kredit Investasi menjadi berikut:
Plafond kredit : Fasilitas Pinjaman Plafond sebesar Rp 2.345.733.541.
Jenis kredit : Fasilitas Kredit Investasi
Penggunaan : Renovasi Marbella Anyer
Tingkat bunga : 8,50% per tahun
Jaminan : Jaminan nya sama dengan Perubahan Perjanjian Kredit tanggal 28 April 2020 Nomor 02170/PPK/SLK/2020.
Persyaratan :
1. Pra Realisasi
- Restrukturisasi dapat dilakukan setelah cabang memastikan seluruh fasilitas di BCA tidak ada tunggakan.
2. Syarat Agunan:
- Admin memastikan bahwa seluruh agunan telah diasuransikan dengan banker's clause dan debitur telah
menyerahkan asli polis asuransi serta bukti bayar ke BCA.
- Penilaian ulang dan peninjauan fisik agunan agar dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di BCA.
3. Syarat Keuangan:
-Aktivitas keuangan tetap dipusatkan di BCA.
- Tidak diperkenankan untuk menambah fasilitas di bank/ lembaga lainnya selama fasilitas kredit di BCA belum
lunas.
- Tidak diperkenankan untuk pembagian deviden.
- Hutang pemegang saham yang ada dan yang akan di masa mendatang wajib disubordinasikan terhadapt
pinjaman di BCA, namun diperkenankan menjadi tambahan modal disetor.
- Dimintakan SP pengurus/ pemegang sahan yang menyatakan bahwa bila terdapat deficiency cashflow dalam
pembayaran kewajiban debitur di BCA maka pengurus/ pemegang saham bersedia menanggungnya dengan
dana pribadi.
- Dimintakan SP pengurus/ pemegang sahan yang menyatakan bahwa bila terdapat deficiency cashflow dalam
pembayaran kewajiban debitur di BCA maka pengurus/ pemegang saham bersedia menanggungnya dengan
dana pribadi.
3. Syarat Keuangan:
- AO/ Cabang agar memonitor usaha debitur dengan membuat BCR yang berisikan RK, tunggakan, posisi AR,
Inventory dan AP, Management Report, dan hasil monitoring tersebut diserahkan ke GARK setiap 6 bulan
sekali.
- BCA memiliki opsi untuk mempercepat pembayaran bunga serta mereview penurunan suku bunga yang
dikenakan ke debitur apabila cashflow debitur membaik.
- Kolektibilitas sesuai ketentuan yang berlaku di BCA.
- Lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku di BCA..
Pada tanggal 14 September 2022 sesuai dengan Surat Permohonan nomor 035/HMPI-DIR/IX/2022, PT Hotel Marbella Pengembang
International mengajukan permohonan untuk melunasi sebagian pokok Fasilitas Pinjaman Kredit Investasi kepada bank sebesar Rp
10.000.000.000. Fasilitas Pinjaman Kredit Investasi PT Hotel Marbella Pengembang International dibayarkan oleh PT Pudjiadi Prestige
Tbk, lalu pembayaran ini menjadi Utang Pihak Berelasi kepada PT Pudjiadi Prestige Tbk.
32
Page 36
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 September 2024 (tidak diaudit) dan 30 September 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA
Biaya jasa kini diakui sebagai beban periode berjalan. Biaya jasa lalu, koreksi aktuarial dan dampak perubahan asumsi bagi peserta
pensiun yang masih aktif diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama estimasi sisa masa kerja rata-rata karyawan
sebagaimana ditentukan oleh aktuaris.
Metode penilaian aktuaria yang dipakai oleh aktuaris independen Agus Susanto adalah metode Projected Unit Credit dengan laporan No:
322/PSAK/KKA-AS/III/2024 dan No. 324/PSAK.KKA-AS/II/2023 tanggal 1 Maret 2024.
r
30 September 2024 31 Desember 2023
Saldo awal Tahun 3.608.798.767 4.897.142.295
Jumlah yang dibebankan ke laba (rugi) - (713.293.000)
Penyesuaian beban manfaat karyawan (321.718.029) 548.140.116
Penghasilan komprehensif lain - (1.123.190.644)
Saldo akhir tahun 3.287.080.738 3.608.798.767
30 September 2024 31 Desember 2023
Tingkat diskonto 0,00% 6,65%
Tingkat penarikan
Umur 18 - 30 tahun 0,00% 0,00%
Umur 31 - 40 tahun 0,00% 3,00%
Umur 41 - 44 tahun 0,00% 2,00%
Umur 45 - 52 tahun 0,00% 1,00%
Umur 53 - 54 tahun 0,00% 0,00%
Tingkat kenaikan gaji 0,00% 8,00%
Tingkat kematian Indonesia III
Tingkat cacat 0,00% 0,02%
Metode Projected Unit Credit
25. MODAL SAHAM
Berdasarkan hasil RUPSLB dengan Akta No. 25 tanggal 23 Mei 2014, yang dibuat dihadapan Yatty Sriyati Suhadiwiraatmaja, SH, MM,
MHum Notaris di Jakarta, Perseroan mengadakan penghapusan Saham Seri B dari modal Perusahaan sebanyak 412.500.000 saham
dengan nilai nominal Rp 200 (dua ratus rupiah) per saham.
Modal saham dan susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 30 September 2024 sebagai berikut:
Saham Nominal (Rp)
Modal Dasar 560.000.000 280.000.000.000
Modal ditempatkan dan disetor penuh 659.120.000 164.780.000.000
Modal saham dan susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2023 sebagai berikut:
Saham Nominal (Rp)
Modal Dasar 560.000.000 280.000.000.000
Modal ditempatkan dan disetor penuh 329.560.000 164.780.000.000
Adapun pemegang saham dan termasuk pendiri (founder) 30 September 2024 sebagai berikut :
30 September 2024
Saham % Nominal (Rp)
Pemegang saham
PT Istana Kuta Ratu Prestige 293.545.682 44,54 73.386.420.500
Lenawati Setiadi 150.093.228 22,77 37.523.307.000
Marianti Pudjiadi 27.076.454 4,11 6.769.113.500
Kosmian Pudjiadi 27.076.454 4,11 6.769.113.500
Kristian Pudjiadi 27.025.256 4,10 6.756.314.000
Gabriel Lukman Pudjiadi 20.984.300 3,18 5.246.075.000
Damian Pudjiadi 18.642.778 2,83 4.660.694.500
Ariyo Tejo 8.800.806 1,34 2.200.201.500
Masyarakat Lainnya:
Lainnya < 5% 85.875.042 13,02 21.468.760.500
Jumlah 659.120.000 100,00 164.780.000.000
33
Page 37
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 September 2024 (tidak diaudit) dan 30 September 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Adapun pemegang saham dan termasuk pendiri (founder) per 31 Desember 2023 sebagai berikut :
31 Desember 2023
Saham % Nominal (Rp)
Pemegang saham
PT Istana Kuta Ratu Prestige 146.772.841 44,53 73.386.420.500
Lenawati Setiadi 73.895.508 22,42 36.947.754.000
Marianti Pudjiadi 13.538.227 4,11 6.769.113.500
Kosmian Pudjiadi 13.538.227 4,11 6.769.113.500
Kristian Pudjiadi 13.512.628 4,10 6.756.314.000
Gabriel Lukman Pudjiadi 11.643.256 3,53 5.821.628.000
Damian Pudjiadi 9.321.389 2,83 4.660.694.500
Ariyo Tejo 4.400.403 1,34 2.200.201.500
Masyarakat Lainnya:
Lainnya < 5% 42.937.521 13,03 21.468.760.500
Jumlah 329.560.000 100,00 164.780.000.000
Sebagaimana dijelaskan pada catatan 1, Perusahaan telah mengajukan Surat Pernyataan Pendaftaran Emisi Saham kepada Ketua
Badan Pengawas Pasar Modal untuk melaksanakan emisi saham melalui Bursa Efek Jakarta dan telah dinyatakan menjadi efektif
tanggal 28 September 1994. Penawaran umum perdana saham-saham Perusahaan sejumlah 26.000.000 saham dengan nilai nominal
Rp 1.000 per saham dilakukan dengan harga perdana Rp 2.500 per lembar atau Rp 1.500 di atas nilai nominal atau dengan agio saham
sebesar Rp 39.000.000.000.
Pada tanggal 31 Mei 1996 Perusahaan mengadakan Rapat Umum Tahunan Pemegang Saham (RUPS) dan Rapat Umum Luar Biasa
Pemegang Saham (RULBPS) yang disahkan oleh Notaris Imas Fatimah, SH dengan Akta nomor 103 tanggal yang sama. RULBPS
antara lain memutuskan:
1) Pembagian Saham Bonus
Rasio pembagian deviden saham adalah setiap pemegang 10 (sepuluh) saham seri A perseroan yang tercatat pada daftar
pemegang saham, berhak atas 1 (satu) deviden saham yang merupakan saham baru yang dikeluarkan dari saham-saham yang
masih dalam simpanan dengan nilai nominal Rp 500 (lima ratus rupiah) per saham.
Saldo laba yang di kapitalisasi sebesar Rp 20.720.000.000 yang terbagi atas saham bonus sebesar Rp 14.000.000.000 dan agio
saham sebesar Rp 6.720.000.000.
Ketentuannya adalah setiap pemilik 100 saham lama yang telah ditempatkan akan mendapat 40 Saham Bonus yang terdiri dari 39
Saham Bonus berasal dari Agio Saham dan satu Saham Bonus berasal dari laba ditahan.
2) Pemecahan Saham
Dan melakukan pemecahan saham yang semula bernilai nominal Rp 1.000 menjadi Rp 500 per saham . Total saham dicatat
menjadi 280.000.000 lembar saham.
Berdasarkan keputusan RUPS luar biasa perseroaan pada tanggal 22 Mei 2012 perusahaan melakukan pembagian saham bonus yang
merupakan dividen saham yang berasal dari kapitalisasi sebagian saldo laba. Saldo laba yang di kapitalisasi sebesar Rp 20,72 milyar
yang tebagi atas saham bonus sebesar Rp 14 milyar dan agio saham sebesar Rp 6,7 milyar. sehingga total saham di catatkan adalah
308.000.000.000 lembar saham.
Berdasarkan keputusan RUPS luar biasa perseroaan pada tanggal 27 Mei 2013 perusahaan melakukan pembagian saham bonus yang
merupakan dividen saham yang berasal dari kapitalisasi sebagian saldo laba. Dengan rasio pembagian dividen 1 : 20 . Perusahaan juga
melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari agio saham. sehingga total saham di catatkan adalah 329.560.000.000 lembar
saham.
Berdasarkan keputusan RUPS luar biasa perseroaan pada tanggal 6 Juni 2024 perusahaan melakukan pembagian saham bonus yang
merupakan dividen saham yang berasal dari kapitalisasi sebagian saldo laba. Dengan rasio pembagian dividen 1 : 2. Perusahaan juga
melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari agio saham. sehingga total saham di catatkan adalah 659.120.000.000 lembar
saham. Nominal per Saham dari Rp 500 menjadi Rp 250,-
26. TAMBAHAN MODAL DISETOR
30 September 2024 31 Desember 2023
Biaya emisi efek ekuitas (4.316.562.730) (4.316.562.730)
Agio saham 5.776.000.000 5.776.000.000
Selisih nilai transaksi entitas sepengendali (41.388.644.545) (41.388.644.545)
Aset pengampunan pajak 2.336.196.000 2.336.196.000
Jumlah (37.593.011.275) (37.593.011.275)
Akun selisih nilai transaksi entitas sepengendali atas penjualan saham dan persediaan PT Kota serang Baru Permai dan PT Hotel
Marbella Pengembang Internasional yang secara langsung atau tidak langsung mengendalikan atau dikendalikan Perusahaan.
Pada tahun 2016, Perusahaan dan entitas anak telah memanfaatkan Kebijakan Pengampunan Pajak sesuai dengan Undang-undang
Nomor11 tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak. Berdasarkan Surat Keterangan Pengampuna Pajak Nomor KET-
219/PP/WPJ.07/2016 tanggal 23 September 2016, Jumlah aset tambahan yang dimasukkan dalam Program Pengampunan Pajak
adalah sejumlah Rp 2.336.196.000.
34
Page 38
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 September 2024 (tidak diaudit) dan 30 September 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PENJUALAN DAN PENDAPATAN
30 September 2024 30 September 2023
Penjualan dan Sewa:
Penjualan Properti 2.500.000.000
Pendapatan sewa dan pemeliharaan apartemen 17.638.775.573 17.486.014.387
Sub jumlah 20.138.775.573 17.486.014.387
Pendapatan Hotel
Kamar 4.507.767.320 5.250.192.152
Makanan dan Minuman 3.197.506.468 3.113.557.802
Departemen Lainnya 37.874.997 25.124.997
Sub jumlah 7.743.148.785 8.388.874.951
Jumlah 27.881.924.358 25.874.889.338
Seluruh pendapatan Perusahaan dan Entitas Anak diperoleh dari pihak ketiga.
Pada 30 September 2024 dan 30 September 2023 tidak terdapat pembeli yang memiliki nilai penjualan yang melebihi 10% dari
pendapatan usaha.
28. BEBAN POKOK PENJUALAN DAN BEBAN LANGSUNG
30 September 2024 30 September 2023
Beban pokok penjualan properti 572.813.381 -
Beban Pokok Sewa dan Pemeliharaan Apartemen 5.056.045.322 4.803.892.627
Beban pokok hotel :
Gaji, upah dan tunjangan lainnya 2.849.398.536 2.822.444.559
Makanan, minuman dan lainnya 954.891.783 1.002.783.686
Operasional dan pemeliharaan 196.884.645 94.368.982
Jumlah 9.630.033.667 8.723.489.854
29. BEBAN PENJUALAN
30 September 2024 30 September 2023
Properti
Iklan dan promosi 75.428.054 149.571.368
Beban Kepegawaian 633.591.515 538.579.413
Komisi 151.628.172 77.640.347
Beban kantor 26.832.890 34.219.674
Sub jumlah 887.480.631 800.010.802
Hotel
Pemasaran 605.699.450 658.351.205
Sub jumlah 605.699.450 658.351.205
Jumlah 1.493.180.081 1.458.362.007
35
Page 39
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 September 2024 (tidak diaudit) dan 30 September 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
30 September 2024 30 September 2023
Properti, sewa dan pemeliharaan
Beban kepegawaian 9.911.876.333 12.426.201.142
Pajak dan perijinan 935.753.085 961.093.436
Pemeliharaan dan Perbaikan 1.219.868.499 905.542.488
Kebersihan 1.182.823.084 1.319.018.027
Beban kantor 310.089.938 258.664.612
Jasa profesional dan Konsultan 234.760.000 144.866.667
Asuransi 1.181.739.618 986.630.210
Administrasi saham 244.353.232 218.581.914
CSR 37.190.000 1.578.300
Sewa 220.943.835 204.475.321
Listrik, air dan telepon 98.233.491 104.203.172
Bahan bakar dan pelumas 72.646.525 85.965.462
Lainnya 271.756.642 235.320.748
Sub jumlah 15.922.034.282 17.852.141.499
Beban Penyusutan dan Amortisasi 1.066.090.401 1.968.475.889
Sub jumlah 16.988.124.683 19.820.617.388
30 September 2024 30 September 2023
Hotel
Biaya Kepegawaian 3.278.620.536 3.032.824.494
Peralatan, Pemeliharaan dan Energi 2.151.426.178 2.051.902.438
Telepon dan Teleks 30.220.016 30.558.921
Jasa Prosefional dan Konsultan 375.472.221 265.137.877
Asuransi 358.482.273 366.479.975
Pajak dan Perijinan 243.845.602 199.329.430
Administrasi Komputer 86.100.000 87.590.000
Bahan Bakar 158.007.167 155.862.534
Kontrak Pemeliharaan 9.580.000 23.625.000
Blanko Cetak dan alat tulis 107.310.663 134.366.817
Izin, dokumentasi dan pemeliharaan 87.562.259 79.273.000
Penyisihan pergantian perlatan - 41.944.375
Biaya Operasional Untuk Tamu Hotel 257.235.210 269.747.757
Transportasi 52.758.910 62.996.600
Sinking Fund 677.520.000 677.520.000
Sub jumlah 7.874.141.035 7.479.159.218
Beban Penyusutan dan Amortisasi 1.608.172.527 2.470.311.988
Sub jumlah 9.482.313.562 9.949.471.206
Jumlah 26.470.438.245 29.770.088.594
31. BEBAN KEUANGAN
30 September 2024 30 September 2023
Beban Bunga Pinjaman 365.138.125 147.963.970
Jumlah 365.138.125 147.963.970
36
Page 40
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 September 2024 (tidak diaudit) dan 30 September 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. BAGIAN LABA (RUGI) ENTITAS ASOSIASI
30 September 2024 30 September 2023
PT Juwara Warga Hotel 3.767.407.002 3.586.866.571
PT Pujipapan Kreasindo (43.410.098) (24.299.168)
Jumlah 3.723.996.904 3.562.567.403
33. PENDAPATAN (BEBAN) DILUAR USAHA
30 September 2024 30 September 2023
Properti, sewa dan pemeliharaan
Pendapatan Diluar Usaha
Pendapatan bunga dan jasa giro 6.919.505.512 5.951.218.349
Sub jumlah 6.919.505.512 5.951.218.349
Beban Diluar Usaha
Lain - lain (332.543.978) (60.203.726)
Sub jumlah (332.543.978) (60.203.726)
Hotel
Pendapatan Diluar Usaha
Penggantian Biaya pemeliharaan kondominium 545.527.490 817.532.444
Lain - lain 1.873.965.290 609.231.833
Sub jumlah 2.419.492.780 1.426.764.277
Beban Diluar Usaha
Distribusi bagi hasil - (988.162.666)
Sub jumlah - (988.162.666)
Jumlah 9.006.454.314 6.329.616.234
34 LABA PER SAHAM DASAR
Laba ( Rugi ) per saham dasar dihitung berdasarkan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar.
Laba ( Rugi ) bersih merupakan laba bersih yang di attribusikan ke induk.
30 September 2024 30 September 2023
Laba ( Rugi ) bersih 1.811.226.364 (5.112.690.544)
Rata-rata saham beredar 659.120.000 329.560.000
Laba ( Rugi ) bersih per saham 2,7479 (15,5137)
35. DIVIDEN
Beradasarkan hasil RUPS tanggal 06 Juni 2024, Perusahaan membagikan dividen di tahun 2024, sebesar Rp 10 per lembar saham yang
berjumlah Rp 3.295.600.000 ( tiga milyar dua ratus sembilan puluh lima juta enam ratus ribu rupiah) . Dan cadangan sebesar Rp
5.000.000.,- ( lima juta rupiah).
Beradasarkan hasil RUPS tanggal 31 Mei 2023, Perusahaan membagikan dividen di tahun 2023, sebesar Rp 200 per lembar saham
yang berjumlah Rp 65.912.000.000 ( enam puluh lima milyar sembilan ratus dua belas juta rupiah) . Dan cadangan sebesar Rp
3.000.000.000,- ( tiga miliar rupiah).
37
Page 41
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 September 2024 (tidak diaudit) dan 30 September 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
36. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI
Piutang dari Pihak-pihak yang Berelasi
Piutang kepada Perusahaan yang memiliki relasi timbul karena pemberian pinjaman sementara tanpa bunga dan pengeluaran dana
yang dilakukan untuk kepentingan Perusahaan yang berelasi. Tidak ada transaksi jual beli dengan pihak yang berelasi. Saldo piutang
kepada Perusahaan yang berelasi terdiri dari:
Jumlah
30 September 2024 31 Desember 2023
PT Pudjipapan Kreasindo 30.387.086.994 28.009.856.434
PT Marbella Dago Pakar 2.060.451.750 2.060.451.750
Himpunan Penghuni Kondominium
& Hotel - "Marbella Anyer" 3.828.401.510 4.802.348.252
36.275.940.254 34.872.656.436
37. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI
Rincian hak kepentingan nonpengendali aset bersih Entitas Anak adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Damian Pudjiadi 500.000 500.000
PT Abadimukti Guna Lestari 109.283.621 109.283.621
Jumlah 109.783.621 109.783.621
38. INFORMASI SEGMEN
Segmen Primer
Segmen primer Perusahaan dan Entitas Anak dikelompokkan berdasarkan kegiatan usaha sebagai berikut : pengembangan real estat,
hotel dan lainnya.
Segmen usaha yang dilaporkan memenuhi tes baik tes 10% maupun tes 75% seperti yang dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi
Keuangan.
Informasi bentuk segmen primer yang berupa segmen usaha Perusahaan dan Entitas Anak sebagai berikut :
30 September 2024
Sewa apartemen
dan real estate Perhotelan Eliminasi Konsolidasi
Penjualan dan Pendapatan 20.138.775.573 7.743.148.785 - 27.881.924.358
Beban pokok penjualan
dan Beban langsung 5.628.858.703 4.001.174.964 - 9.630.033.667
Laba Kotor 14.509.916.870 3.741.973.821 - 18.251.890.691
Beban usaha (17.875.605.314) (10.088.013.012) - (27.963.618.326)
Pendapatan (beban)
Luar usaha 6.586.961.534 2.419.492.780 - 9.006.454.314
Bagian laba bersih
Entitas asosiasi (43.410.098) 3.767.407.002 - 3.723.996.904
Beban Keuangan - (365.138.125) - (365.138.125)
Laba sebelum pajak 3.177.862.992 (524.277.534) - 2.653.585.458
38
Page 42
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 September 2024 (tidak diaudit) dan 30 September 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 September 2023
Sewa apartemen
dan real estate Perhotelan Eliminasi Konsolidasi
Penjualan dan Pendapatan 17.486.014.387 8.388.874.951 - 25.874.889.338
Beban pokok penjualan
dan Beban langsung 4.803.892.627 3.919.597.227 - 8.723.489.854
Laba Kotor 12.682.121.760 4.469.277.724 - 17.151.399.484
Beban usaha ############# (10.607.822.411) - (31.228.450.601)
Pendapatan (beban)
Luar usaha 5.891.014.623 438.601.611 - 6.329.616.234
Bagian laba bersih
Entitas asosiasi (24.299.168) 3.586.866.571 - 3.562.567.403
Beban Keuangan - (147.963.970) - (147.963.970)
Laba sebelum pajak (2.071.790.975) (2.261.040.475) - (4.332.831.450)
39. MANAJEMEN RISIKO
Risiko Tingkat Suku Bunga
Risiko tingkat suku bunga Perusahaan terutama timbul dari pinjaman untuk tujuan modal kerja dan investasi. Pinjaman pada berbagai
tingkat suku bunga variabel menunjukkan Perusahaan kepada nilai wajar risiko tingkat suku bunga.
Untuk modal kerja dan pinjaman investasi, Perusahaan berusaha mengurangi risiko tingkat suku bunganya dengan cara selalu melakukan
pengawasan terhadap tingkat suku bunga yang berlaku di pasar.
Risiko Mata Uang Asing
Mata uang pelaporan Perusahaan adalah rupiah. Perusahaan dapat menghadapi risiko mata uang asing karena biaya beberapa
pembelian utamanya dalam mata uang asing, seperti dolar Amerika Serikat, euro Eropa, dolar Singapura dan yen Jepang. Apabila
pembelian Perusahaan di dalam mata uang selain rupiah, dan tidak seimbang dalam hal kuantitas/jumlah dan/atau pemilihan waktu,
Perusahaan harus menghadapi risiko mata uang asing.
Perusahaan tidak mempunyai kebijakan lindung nilai yang formal untuk laju pertukaran mata uang asing.
Risiko Kredit
Risiko kredit yang dihadapi oleh Perusahaan berasal dari kredit yang diberikan kepada pelanggan dan penempatan deposito di bank.
Untuk meringankan risiko ini, Perusahaan ada kebijakan untuk memastikan penjualan produk hanya dibuat kepada pelanggan yang dapat
dipercaya dan terbukti mempunyai sejarah kredit yang baik. Ini merupakan kebijakan Perusahaan dimana semua pelanggan yang akan
melakukan pembelian secara kredit harus melalui prosedur verifikasi kredit. Sebagai tambahan, saldo piutang dipantau secara terus
menerus untuk mengurangi kemungkinan piutang yang tidak tertagih.
Ketika pelanggan tidak mampu melakukan pembayaran dalam jangka waktu yang telah diberikan, Perusahaan akan menghubungi
pelanggan untuk menindaklanjuti piutang yang telah lewat jatuh tempo. Jika pelanggan tidak melunasi piutang yang telah jatuh tempo
dalam jangka waktu yang telah ditentukan, Perusahaan akan menindaklanjuti melalui jalur hukum. Tergantung pada penilaian
Perusahaan, penyisihan khusus mungkin dibuat jika utang dianggap tidak tertagih. Untuk meringankan risiko kredit, Perusahaan akan
menghentikan penyaluran semua produk kepada pelanggan jika terjadi keterlambatan dan/atau gagal bayar.
Untuk mengurangi risiko gagal bayar bank atas penempatan deposito Perusahaan, Perusahaan memiliki kebijakan hanya akan
menempatkan deposito pada bank-bank yang memiliki reputasi yang baik.
Risiko Likuiditas
Perusahaan mengelola profil likuiditasnya untuk dapat mendanai pengeluaran modalnya dan membayar utang yang jatuh tempo dengan
menjaga kecukupan kas dan setara kas, dan ketersediaan pendanaan melalui total fasilitas kredit berkomitmen yang cukup.
Perusahaan secara regular mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual dan terus menerus menjaga kestabilan hari utang dan
hari piutangnya.
Risiko Pasar
Perusahaan dan Entitas Anak terekspos dengan risiko pasar sehubungan dengan usaha Perusahaan dalam bidang properti dimana pasar
properti mengalami kelesuan, serta usaha Entitas Anak yang bergerak dalam bidang perhotelan resort yang berada di pinggir pantai
sehubungan dengan banyaknya risiko bencana tsunami yang dapat mengakibatkan penurunan pendapatan.
39
Page 43
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 September 2024 (tidak diaudit) dan 30 September 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
40. MANAJEMEN MODAL
Tujuan Perusahaan dalam mengelola permodalan adalah untuk menjaga kelangsungan usaha sehingga dapat memberikan hasil kepada
pemegang saham dan manfaat kepada pemegang kepentingan lainnya, mempertahankan rasio modal yang sehat, dan memelihara
struktur permodalan yang optimum.
Dalam rangka memelihara atau menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat menyesuaikan jumlah dividen yang dibayarkan
kepada pemegang saham, imbal hasil modal kepada pemegang saham atau menerbitkan saham baru untuk mengurangi pinjaman.
Perusahaan secara aktif dan rutin menelaah dan mengelola permodalannya untuk memastikan struktur modal dan pengembalian yang
optimal bagi pemegang saham, dengan mempertimbangkan efisiensi penggunaan modal berdasarkan arus kas operasi dan belanja
modal, serta mempertimbangkan kebutuhan modal di masa yang akan datang.
41. TRANSAKSI NON KAS
Pada tahun 2023 dan 2024 tidak terdapat pembelian aset non kas.
42. KETIDAKPASTIAN KONDISI EKONOMI
Perlambatan perekonomian global dan dampak negatif yang terjadi pada pasar finansial utama di dunia yang diakibatkan oleh perang
ukraina dan rusia serta kebangkrutan silicon valley bank telah menimbulkan volatilitas yang tinggi pada nilai wajar instrumen keuangan,
terhentinya perdagangan, gangguan operasional perusahaan, pasar saham yang tidak stabil dan likuiditas yang ketat pada sektor-sektor
ekomomi tertentu di Indonesia, termasuk industri properti, yang dapat berkelanjutan dan berdampak terhadap keuangan dan operasional.
Kemampuan pemerintah Indonesia untuk meminimalkan dampak perlambatan ancaman perang ukraina dan rusia serta kebangkrutan
silicon valley bank tersebut, selain kebijakan fiskal dan kebijakan lainya yang diterapkan pemerintah. Kebijakan tersebut, termasuk
pelaksanaannya dan kebijakan yang timbul, berada di luar kontrol perusahaan.
43. PERISTIWA PENTING
Berdasarkan Akta salinan berita acara rapat umum pemegang saham luar biasa No. 4 tanggal 6 Juni 2024 dan Akta salinan pernyataan
keputusan rapat perubahan anggaran dasar No. 6 tanggal 13 Juni 2024 yang dibuat dihadapan Notaris Christina Susanto, SH., M.Kn.
Notaris di Jakarta, PT Pudjiadi Prestige Tbk melakukan pemecahan saham (stock split ) dengan ratio 1: 2. sehingga modal dasar telah
disetor dan ditempatkan sebanyak 659.120.000 saham dengan nominal Rp 164.780.000.000 dan masing masing saham Rp 250,- per
lembar nya. ini berlaku efektif 4 Juli 2024. Lihat catatan 25.
44. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang telah diselesaikan dan diotorisasi untuk
diterbitkan pada tanggal 29 Oktober 2024.
40
Names mentioned 70 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.10
unresolved
person
Christina Susanto
· Notaris
p.10 ×6
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.10
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal
p.10 ×2
unresolved
org
BAPEPAM
p.10
unresolved
org
PT Hotel Marbella
p.11
unresolved
org
PT Graha Puji
p.11
unresolved
org
PT Kotaserang
p.11
unresolved
org
PT Ubud Bali Asri
p.11
unresolved
org
PT Jakarta Internasional
p.11
unresolved
org
PT Marbella Property
p.11 ×2
unresolved
org
PT Pudjiadi Gapura
p.11
unresolved
org
PT Hotel Marbella Pengembang Internasional.
p.11 ×2
unresolved
org
PT Pudjiadi Gapura Vila Marbella
p.11
unresolved
org
PT Konrat Marbella
p.11 ×2
unresolved
org
PT Pudjipapan Kreasindo
p.11 ×4
unresolved
org
PT Konrat Marbella Balikpapan
p.11 ×2
unresolved
org
PT Juwara Warga Hotel Corporation
p.11
unresolved
org
Yayasan REI
p.11 ×2
unresolved
org
PT Spinindo Mitra Daya
p.11 ×2
unresolved
org
PT Graha Puji Propertindo
p.11 ×2
unresolved
org
PT Graha Puji Propertindo. Berdasarkan Akta
p.11
unresolved
person
Weliana Salim
p.11
unresolved
person
Santy Triana
p.11
unresolved
org
PT Jakarta Internasional Properti
p.11
unresolved
org
Bank Indonesia
p.20
unresolved
org
Maybank Indonesia Tbk
p.26 ×2
unresolved
org
PT Bank Jawa Barat
p.26
unresolved
org
Sierad Produce Tbk
p.26 ×4
unresolved
org
PT Jakarta Internasional Property
p.28 ×3
unresolved
org
PT Kota Serang Baru Permai
p.28
unresolved
person
Agus Satoto
p.29
unresolved
org
PT Juwara Warga Hotel
p.29 ×2
unresolved
org
PT Marbella Dago Pakar
p.29 ×2
unresolved
org
PT Unggul Graha Persada
p.29
unresolved
org
PT Asuransi Wahana Tata Indonesia
p.31 ×18
unresolved
org
PT MNC Asuransi Indonesia
p.31 ×4
unresolved
org
Bank BCA
p.32
unresolved
org
PT Hotel Marbella Pengembang International
p.35 ×2
unresolved
person
Yatty Sriyati Suhadiwiraatmaja
· Notaris
p.36
unresolved
—
RULBPS
· Pemegang Saham
p.37
unresolved
person
Imas Fatimah
p.37
unresolved
org
Departemen
p.38
unresolved
org
PT Abadimukti Guna Lestari
p.41
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.
Other files in this announcement 8
instance.zip
done
FinancialStatement-2024-III-PUDP.xlsx
done
perubahan aset.pdf
done
perubahan pasiva.pdf
done
inlineXBRL.zip
done