Back to announcement
20241029_SMRA_Laporan Informasi dan Fakta Material_31750444_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review SMRASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 57
Page 1 OCR 0.715
R0 RD RN: RD Do R' H4 RH) G' Se X: R: RH: N' RN: N: 9 X ' H0 &': N Se T: He He H Y: He H: N? &' ) Tel : #62-21 5795 7300 KJPP Wawat Jatmika & Rekan BDO Fax : 462-21 5795 7301 Registered Property & Business Valuer www.bdo.co.id Licence No. 2.15.0133 Pe Working Region: Republic of Indonesia KMK No. 851/KM.1/2015 Prudential Tower, 16" Floor JL. Jend. Sudirman Kav. 79 Jakarta 12910 - Indonesia LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT SUMMARECON AGUNG TBK Laporan No. 00060/2.0133-00/BS/03/0603/1/X/2024 Tanggal: 28 Oktober 2024 KJPP WAWAT JATMIKA & REKAN KJPP Wawat Jatmika & Rekan (Registered Public Valuer Firm), an Indonesian partnership, is a member af BDO International Limited, a UK company limited by guarantee, and forms part of the international BDO network of Independent member firms.
Page 2 OCR 0.910
| D & &TD
DG 90
HADI
D»0
)
»
ph 02912
z
Tel : 462-21 5795 7300 KJPP Wawat Jatmika & Rekan
n DO Fax : 62-21 5795 7301 Registered Property & Business Valuer
www.bdo.co.id Licence No. 2.15.0133
Ba Working Region: Republic of Indonesia
KMK No. 851/KM.1/2015
Prudential Tower, 16'" Floor
Jl. Jend, Sudirman Kav. 79
Jakarta 12910 - Indonesia
No. 00060/2.0133-00/BS/03/0603/1/X/2024
Jakarta, 28 Oktober 2024
Kepada Yth.
Direksi
PT Summarecon Agung Tbk
Plaza Summarecon
Jl. Perintis Kemerdekaan No. 42
Kayu Putih, Pulo Gadung
Jakarta Timur 13210
Indonesia
Perihal: Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Akuisisi Tanah oleh PT Bali Indah Property sebagai
Entitas Anak dari PT Summarecon Agung Tbk
Dengan Hormat,
Bertalian dengan surat perikatan No. S1440/FO24/005-KJPP/08-24 tanggal 13 Agustus 2024,
mengenai perikatan atas Pendapat Kewajaran atas transaksi akuisisi tanah seluas 1.200 m? oleh
PT Bali Indah Property ("BIP"), yang merupakan entitas anak PT Summarecon Agung Tbk ("SMRA”),
dengan ini menyatakan bahwa kami telah melakukan analisis pendapat kewajaran atas Transaksi
Afiliasi yang telah dilakukan oleh BIP, salah satu anak perusahaan Perseroan, yaitu pengalihan aset
berupa tanah seluas 1.200 m? yang berlokasi di Jalan Teuku Umar Barat, Kelurahan Kerobokan Kelod
("Tanah Yang Dibeli”) milik Nyonya Liliawati Rahardjo, yang merupakan pemegang saham serta
Direktur SMRA, dan juga Komisaris Utama dari BIP, dengan harga transaksi sebesar Rp21.000.000 per
m? atau seluruhnya sebesar Rp25.200.000.000 (“Harga Transaksi”).
1. STATUS PENILAI
1.1. Pekerjaan ini akan dilaksanakan oleh penilai independen yang merupakan salah satu Penilai
Publik pada KJPP Wawat Jatmika dan Rekan (“KJPP-WJR”). Penilai Publik dan KJPP-WJR
dimaksud telah memiliki perizinan dan terdaftar sebagai Penilai di Kementerian Keuangan
Republik Indonesia dengan izin usaha No. 2.15.0133 dan Otoritas Jasa Keuangan dengan STTD
No. STTD.PB-55/PM.223/2022.
1.2. Penilaian ini dilakukan secara objektif dan tidak memihak serta Penilai juga tidak mempunyai
potensi benturan kepentingan dengan Objek Penilaian, Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan.
Penilai, ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan tim penugasan di
bawah koordinasi Penilai Berizin atau penanggung jawab penilaian yang memiliki kompetensi
untuk melakukan penilaian.
KJPP WAWAT JATMIKA & REKAN
KJPP Wawat Jatnika & Rekan (Registered Public Valuer Firm), an Indonesian partnership, is a member of BDO Intemational Limited, a UK company limited by guarantee,
and forms part of the international BDO network of Independent member firms.
Page 3 OCR 0.904
» 22 52 Id30200D29022D02D30093530223020D03 » 2 2.2. ane RINGKASAN LATAR BELAKANG TRANSAKSI Transaksi akuisisi tanah (“Transaksi”) milik Nyonya Liliawati Rahardjo seluas 1.200 m? oleh PT Bali Indah Property (“BIP”), sebagai pihak yang akan melakukan Transaksi merupakan entitas terkendali dari PT Summarecon Agung Tbk (“SMRA"”) dengan kepemilikan saham sebesar 99,9999845. SMRA merupakan Perseroan Terbuka yang bergerak dalam bidang pembangunan real estat, aktivitas olahraga, penyediaan makanan dan minuman beserta sarana penunjangnya serta menjalankan usaha dalam bidang jasa dan perdagangan, sedangkan BIP menjalankan usaha dalam bidang real estat. Transaksi ini, merupakan transaksi afiliasi, sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 (“POJK 42”) tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan, disebabkan karena hal-hal berikut pada tanggal Pendapat Kewajaran: ( ) Pemegang Saham (5,364) & Direktur SA SMRA 99,994 100 ( ) PT Bahagia PT Summarecon Nyonya Liliawati Makmursejati Investment Property Rahardjo A 1“ 1005 PT Summarecon Bali Indah 0,000024 99,99998x BIP , Komisaris Utama Nyonya Liliawati Rahardjo merupakan pemegang saham serta Direktur SMRA, dan juga Komisaris Utama dari BIP, entitas terkendali SMRA. Pada tanggal 24 Mei 2024, BLIP dan Nyonya Liliawati Rahardjo bersama-sama telah menandatangani Pengikatan Perjanjian Jual Beli (“PPJB”) yang dituangkan dalam Akta Perjanjian/Ikatan Jual Beli dan Kuasa No. 14 tertanggal 24 Mei 2024 oleh I Gede Perdana Artha, S.H., M.Kn., Notaris di Denpasar, sebagaimana telah dinyatakan kembali seluruh ketentuan pada perjanjian/perikatan tersebut dalam Akta Perjanjian/Ikatan Jual Beli dan Kuasa No. 5 tanggal 14 Juni oleh | Gede Perdana Artha, S.H., M.Kn., Notaris di Denpasar.
Page 4 OCR 0.897
222
XV ID Re YO Dt Dp DP G3 Rt Ne He G6 |
NP DD BY Ne R |
323332
)
)
2.4.
2.5.
Menindaklanjuti PPJB yang telah ditandatangani tersebut, maka BIP bermaksud untuk
memberikan kepastian hukum lebih lanjut terkait dengan transaksi jual beli tanah tersebut di
atas dengan melakukan Transaksi melalui penandatanganan Akta Jual Beli.
Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Transaksi ini bukan merupakan transaksi
yang mengandung unsur Benturan Kepentingan. Di samping itu, Transaksi ini juga bukan
merupakan Transaksi Material sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan No. 17/POJK.04/2020 (“POJK 17”) tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha, di mana nilai transaksi adalah sebesar 0,199 dari ekuitas Perseroan sebesar
Rp13.130.952.551 ribu berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian SMRA dan entitas anak
untuk periode & (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2024 yang telah diaudit oleh
KAP Purwantono, Sungkoro & Surja (anggota firma dari EY International) atau tidak mencapai
20x dari ekuitas Perseroan.
IDENTITAS PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN
a. Identitas pemberi tugas adalah sebagai berikut:
Nama Perusahaan — : PT Summarecon Agung Tbk ("SMRA")
Bidang Usaha : Real estate, pembangunan, perdagangan, rekreasi dan jasa
Alamat : Plaza Summarecon
Jl. Perintis Kemerdekaan No. 42
Kayu Putih, Pulo Gadung
Jakarta Timur 13210
Indonesia
Telpon/Fax 1 021-4714567
Situs web : www.summarecon.com
b. Pengguna laporan pendapat kewajaran adalah SMRA, Otoritas Jasa Keuangan ("OJK”) dan
Bursa Efek Indonesia ("BEI").
TANGGAL PENILAIAN
Tanggal penilaian terkait pendapat kewajaran adalah 30 Juni 2024.
JENIS MATA UANG YANG DIGUNAKAN
Jenis mata uang yang digunakan dalam penugasan ini adalah Rupiah Indonesia.
MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dan tujuan perikatan Pendapat Kewajaran terkait atas transaksi akuisisi tanah seluas
1.200 m? oleh PT Bali Indah Property ("BIP"), yang merupakan entitas anak SMRA, yang
ditujukan dalam rangka memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 42/POJK.04/2020 (“POJK 42”) tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan.
OBJEK ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN
Objek analisis Pendapat Kewajaran adalah transaksi akuisisi tanah seluas 1.200 m? oleh BIP,
yang merupakan entitas anak SMRA (”Transaksi”).
Page 5 OCR 0.895
D9 3 R0 G0 R' R0 9 DP . R0 DD? G3 D0 D6 He H0 D0 Ge Ge He G6 He He H2 R6 R0 Re ) »)) 10. SIFAT DAN INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi, dapat disetujui untuk digunakan sepanjang sumber data tersebut dipublikasikan pada tingkat nasional maupun internasional. Sumber data tersebut antara lain: Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia atau negara lain, Badan Pusat Statistik, Data riset dari lembaga independen, Informasi dari media massa elektronik. TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI Pemberian Pendapat Kewajaran ini dilakukan dengan investigasi yang meliputi pengumpulan data dan informasi dari pihak manajemen perseroan yang selanjutnya diverifikasi melalui wawancara. Penilai tidak melakukan kegiatan atau analisis sebagai berikut: a) Uji tuntas atas laporan keuangan tidak dilakukan dan penelaahan atas informasi pada laporan keuangan hanya dilakukan sebatas untuk keperluan penugasan, b) Uji tuntas atas aspek legal termasuk dokumen legalitas objek analisis pendapat kewajaran tidak dilakukan: Cc) Analisis dampak pajak untuk para pihak terkait Transaksi, d) Transaksi lain selain yang disebutkan dalam objek analisis pendapat kewajaran, e) Hal-hal yang berbeda secara signifikan dari tingkat kedalaman investigasi, akan dinyatakan dan dicantumkan dalam laporan secara tertulis. DASAR INFORMASI Laporan Pendapat Kewajaran ini dibuat berdasarkan informasi sebagai berikut: Laporan Keuangan Konsolidasian SMRA dan entitas anak untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2024 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja (anggota firma dari EY International) tanggal 17 September 2024 dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian: Laporan Keuangan Konsolidasian SMRA dan entitas anak untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja (anggota firma dari EY International) tanggal 15 Maret 2024 dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian, Laporan Keuangan Konsolidasian SMRA dan entitas anak untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja (anggota firma dari EY International) tanggal 20 Maret 2023 dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian, Laporan Keuangan Konsolidasian SMRA dan entitas anak untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja (anggota firma dari EY International) tanggal 24 Maret 2022 dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian,
Page 6 OCR 0.898
029028 2002 RV Ne M0 Ke Ne Ro Re R6 Re He R3 H3 R3 He ») » NU 3 GW UN: Re M6 11. e Laporan Keuangan Konsolidasian SMRA dan entitas anak untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja (anggota firma dari EY International) tanggal 31 Maret 2021 dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian, e Laporan Keuangan Konsolidasian SMRA dan entitas anak untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja (anggota firma dari EY International) tanggal 26 Maret 2020 dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian, e Akta Jual Beli No. 107/2024 tanggal 25 Oktober 2024 oleh GDE Sonatha Rama Fernanda, S.H., M.Kn., Pejabat Pembuat Akta Tanah di Kabupaten Badung, antara Nyonya Liliawati Rahardjo dan BIP: e Akta Perjanjian/Ikatan Jual Beli dan Kuasa No. 5 tanggal 14 Juni 2024 oleh I Gede Perdana Artha, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Denpasar, antara Nyonya Liliawati Rahardjo dan BIP: e Akta Perjanjian/Ikatan Jual Beli dan Kuasa No. 14 tanggal 24 Mei 2024 oleh I Gede Perdana Artha, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Denpasar, antara Nyonya Liliawati Rahardjo dan BIP, e Laporan Penilaian Aset (tanah saja) yang diterbitkan oleh KJPP-WJR dengan laporan penilaian aset No. 00050/2.0133-00/P1/03/0137/1/VIII/2024 tanggal 30 Agustus 2024, e Laporan Keuangan Konsolidasian Proforma SMRA sebelum dan sesudah transaksi pada tanggal dan periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2024, yang disiapkan oleh manajemen Perseroan, e Proyeksi Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk periode 6 (bulan) bulan (1 Juli 2024 - 31 Desember 2024) dan 5 (lima) tahun mendatang (1 Januari 2025 - 31 Desember 2029) untuk kondisi tidak melakukan Transaksi berikut asumsi dasarnya yang dipersiapkan oleh manajemen Perseroan, e Proyeksi Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk periode 6 (bulan) bulan (1 Juli 2024 - 31 Desember 2024) dan 5 (lima) tahun mendatang (1 Januari 2025 -31 Desember 2029) untuk kondisi melakukan Transaksi berikut asumsi dasarnya yang dipersiapkan oleh manajemen Perseroan, e Salinan dokumen legalitas Perseroan dan perijinan terkait, termasuk di dalamnya Akta pendirian dan perubahan Anggaran Dasar Perusahaan beserta perubahannya, # Dokumen-dokumen lain yang terkait dengan Transaksi, # Surat Representasi, Surat Konfirmasi dan Surat Pernyataan atas Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran yang disediakan SMRA tertanggal 28 Oktober 2024 sehubungan dengan penugasan penilaian ini, e# Wawancara dan tanya jawab dengan manajemen SMRA yang dilakukan pada saat inspeksi pada tanggal 25 September 2024 dan bertemu dengan Bapak Jemmy Kusnadi selaku Wakil Direktur SMRA beserta staf, dan selama periode penugasan. Selain informasi dari Pemberi Tugas, kami juga menggunakan informasi lain yang mendukung pendapat kewajaran ini, yaitu: e Berbagai data pasar dan industri yang dikumpulkan dan diolah oleh KJPP-WJR, e Data ekonomi makro yang diambil dari berbagai laporan yang dikeluarkan oleh IMF, Bank Indonesia, Biro Pusat Statistik dan data atau informasi publik lainnya. ASUMSI PENILAIAN a) Laporan Pendapat Kewajaran yang dihasilkan bersifat non-disclaimer opinion.
Page 7 OCR 0.917
M6 0 3 2? R0 R6 DP R3 H0 Re Ht $ ) M1 R0 Ko DP H6 Ne Ne Ge Ne Ne He Gp G3 He Ne Ge) » 12. b) c) d) e) Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data. Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada keakuratan, kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi- informasi lain yang telah diberikan oleh Manajemen Perseroan atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan. Kami mengasumsikan bahwa semua informasi dan data dari manajemen Perseroan terkait penugasan adalah benar, lengkap dan dapat diandalkan dan tidak ada yang tidak terungkap yang akan mempengaruhi pendapat atas kewajaran. Transaksi dilakukan seperti yang telah diungkapkan oleh manajemen perseroan dan sesuai dengan kesepakatan serta keandalan informasi mengenai transaksi. Tidak terdapat perubahan signifikan atas asumsi-asumsi yang digunakan dalam pendapat kewajaran ini antara tanggal penerbitan pendapat kewajaran dengan tanggal efektif transaksi. KONDISI PEMBATAS a) b) c) d) e) 1) 8) Pendapat ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan bahwa penggunaan sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat tersebut. Penyusunan pendapat ini merupakan suatu proses yang kompleks dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap. Pendapat ini juga disusun berdasarkan kondisi umum keuangan, moneter, peraturan dan kondisi pasar yang ada saat laporan diterbitkan. Analisis pendapat kewajaran ini menggunakan proyeksi keuangan yang dibuat manajemen yang telah kami reviu kewajarannya, manajemen bertanggung jawab atas pencapaian proyeksi keuangan dan kinerja keuangan perseroan di masa mendatang. Kami bertanggung jawab atas opini pendapat kewajaran. Kami tidak melakukan uji tuntas terhadap Pemberi Tugas atau pihak-pihak yang melakukan transaksi. Kami tidak melakukan penyelidikan atau evaluasi atas keabsahan Transaksi tersebut dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan, maka dari itu kami tidak memberikan pendapat atas dampak hukum dan perpajakan dari Transaksi ini. Jasa-jasa yang kami berikan kepada Pemberi Tugas dalam kaitan dengan Transaksi ini hanya merupakan pemberian Pendapat Kewajaran atas Transaksi yang akan dilakukan dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan dari Transaksi tersebut. Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi-transaksi di luar tujuan Transaksi yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Transaksi, dan juga bukan merupakan analisis penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari suatu Transaksi. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi ini tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Transaksi yang ada dan mungkin tersedia untuk Pemberi Tugas serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Transaksi ini. vi
Page 8 OCR 0.942
9D 29 202 IN RD 1 B0 ) )D9D90900D00D000D0D0D0D0D09D09D09 2 13. 14. 15. 16. h) Penugasan kami juga tidak termasuk untuk memberikan keterangan di muka pengadilan, kantor pajak, atau lembaga lainnya. i) Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KJPP-WJR bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KJPP-WJR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI Laporan Pendapat Kewajaran bersifat terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan. Segala akibat yang timbul karena penggunaan Laporan Pendapat Kewajaran diluar tujuan penugasan, bukan merupakan tanggung jawab KJPP-WJR. KONFIRMASI TERHADAP SPI DAN PERATURAN OJK Sebagai konfirmasi bahwa penilaian ini dilakukan sesuai Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018 dan Edisi Revisi 2020 yang berlaku efektif 1 September 2020, POJK 35 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran OJK Republik Indonesia No. 17/SEOJK.04/2020 dan POJK 42 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan. PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN Dalam mengevaluasi kewajaran Transaksi, KJPP-WJR telah melakukan (a) analisis transaksi, yaitu identifikasi dan hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam Transaksi, perjanjian dan persyaratan yang disepakati dalam Transaksi, dan penilaian atas risiko dan manfaat dari Transaksi, (b) analisis kualitatif, berupa riwayat Perseroan dan sifat kegiatan usaha, analisis industri, analisis operasional dan prospek Perseroan, analisis dilakukannya Transaksi, serta keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif atas Transaksi dan analisis kuantitatif, berupa penilaian atas potensi pendapatan, aset, kewajiban, dan kondisi keuangan perseroan serta analisis inkremental menggunakan proyeksi keuangan yang dibuat manajemen yang telah kami reviu kewajarannya, serta (c) analisis atas kewajaran nilai transaksi, yang dilakukan dengan membandingkan harga yang disepakati dalam Perjanjian Pengikatan Pengalihan Hak atas Tanah antara pihak-pihak terkait dalam Transaksi, dengan nilai pasar dari objek Transaksi berdasarkan Laporan Penilaian Aset. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENILAIAN Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa BIP No. 56 tanggal 15 Juli 2024, dibuat oleh Dewi Himijati Tandika, S.H., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Utara, para pemegang saham BIP menyetujui perubahan Dewan Komisaris, sehingga susunan pengurus BIP menjadi sebagai berikut: Dewan Komisaris Komisaris : Soegianto Nagaria Direksi Direktur Utama : Herman Nagaria Direktur : Ir. Sharif Benyamin
Page 9 OCR 0.926
)9095D00900002202D20D20DD2000D20D200D0D000D9D0090D090900 Akta tersebut telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana telah diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan BIP No. AHU-AH.01.09-0228623 tanggal 19 Juli 2024. Kejadian-kejadian penting setelah tanggal penilaian terkait pendapat kewajaran tersebut tidak memiliki dampak terhadap opini pendapat kewajaran. 17. KESIMPULAN Berdasarkan analisis kewajaran atas Transaksi yang dilakukan meliputi analisis terhadap transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif, dan analisis atas kewajaran transaksi, maka kami berpendapat bahwa Transaksi adalah WAJAR. Laporan ini sah apabila telah ditandatangani dan distempel. Hormat Kami, KJPP Wawat Jatmika,& Rekan Rekan Klasifikasi Ijin : Penilai Bisnis Ijin Penilai Publik No. : B-1.21.00603 STTD No. : STTD.PB-55/PM.223/2022 MAPPI No. : 06-5-02004 viti
Page 10 OCR 0.939
b9095909000D0D20D2D3D0D20D2000D02D0D0)20D0D0900D00DDOWDIDI PERNYATAAN PENILAI Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa: Ts 10. Pernyataan dalam laporan pendapat kewajaran ini, adalah benar dan akurat sebatas pengetahuan kami. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang terhadap transaksi yang menjadi objek dalam laporan ini, maupun kepentingan pribadi atau keberpihakan sehubungan dengan hal-hal dalam laporan ini atau pihak-pihak terkait. Analisis, pendapat, dan kesimpulan yang dinyatakan dalam laporan pendapat kewajaran ini dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas yang dijelaskan dalam Laporan Pendapat Kewajaran, yang didasarkan pada analisis, opini dan kesimpulan penilai yang tidak memihak dan tidak memiliki konflik kepentingan. Kompensasi yang diterima oleh Penilai untuk menyelesaikan penugasan ini tidak tergantung pada opini yang telah ditentukan atau arahan untuk menghasilkan opini yang subjektif atau peristiwa yang terjadi di kemudian hari yang langsung berhubungan dengan tujuan penggunaan dari penugasan ini. Penilai bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran. Penilai telah melakukan analisis terhadap Transaksi dan pihak-pihak yang terkait. Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan pendapat kewajaran telah dibuat dengan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII 2018 dan Edisi Revisi 2020 yang berlaku efektif 1 September 2020, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran OJK Republik Indonesia No. 17/SEOJK.04/2020 dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan. Opini yang dihasilkan dalam penugasan ini telah disajikan sebagai Kesimpulan pada Laporan Penilaian ini. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut: e Identifikasi masalah (identifikasi batasan, tujuan, objek, dasar dan definisi penilaian, dan tanggal penilaian terkait pendapat kewajaran). # Pengumpulan data dan wawancara dengan manajemen. # Analisis Transaksi. # Analisis Kewajaran Transaksi. # Penulisan laporan. Penilai melakukan inspeksi terhadap objek penilaian yang dinilai pada tanggal 25 September 2024 dan bertemu dengan Bapak Jemmy Kusnadi selaku Wakil Direktur SMRA beserta staf. Penilai telah menyelesaikan persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan/ dilaksanakan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
Page 11 OCR 0.775
TP 00 2 2 DD DT RN DD R2 DN DN G7 RN G0 H5 2 HN Re N': N G' R' R G: & ) 11. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan objek dan/atau jenis industri yang dinilai. 12. Tidak ada penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan dalam laporan pendapat kewajaran ini. NAMA Rekan Penugasan Budi Prasetyo, MAPPI (Cert) Ijin Penilai No. B-1.21.00603 STTD OJK No. STTD.PB-55/PM.223/2022 Register Penilai No. RMK-2017.00424 MAPPI No. 06-S-02004 Pemeriksa Ferdy Adiwidjaya Register Penilai No. RMK-2018.02590 MAPPI No. 17-T-07840 Penilai Karima Zakiya Putri Register Penilai No. RMK-2020.03273 MAPPI No. 19-T-09753 KLASIFIKASI TANDA TANGAN Penilai Bisnis Ah £ Penilai Penilai AR
Page 12 OCR 0.595
Lv NP 7 RP Re DP SD 2 TV 2 D0 DU DD UD ID 3 0 2D 3 3 & » 22212 BAB DAFTAR ISI KETERANGAN SURAT PENGANTAR PERNYATAAN PENILAI DAFTAR ISI DAFTAR SINGKATAN PENDAHULUAN ANALISIS TRANSAKSI ANALISIS KUALITATIF ANALISIS KUANTITATIF ANALISIS KEWAJARAN xi
Page 13 OCR 0.822
RM 0 DVD IU 20 30 Di 2) D0 32 33 30 3P 30 RP D0 5 ag » IS DV 9 GP 20 RD GP 2 ) ) » BEI BIP BKPM BPS IMF KAP KEPI KJPP KJPP-WJR OJK PDB PMA PMDN PMK POJK POJK 17 POJK 35 POJK 42 PPN SEOJK SMRA SPI DAFTAR SINGKATAN Bursa Efek Indonesia PT Bali Indah Property Badan Koordinasi Penanaman Modal Badan Pusat Statistik Dana Moneter Internasional Kantor Akuntan Publik Kode Etik Penilai Indonesia Kantor Jasa Penilai Publik KJPP Wawat Jatmika & Rekan Otoritas Jasa Keuangan Produk Domestik Bruto Penanaman Modal Asing Penanaman Modal Dalam Negeri Peraturan Menteri Keuangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 Pajak Pertambahan Nilai Surat Edaran OJK PT Summarecon Agung Tbk Standar Penilaian Indonesia xii
Page 14 OCR 0.440
RI RD UD DG N' G XP Rt XV R' G3 X5 3 Re Ne 35 RN 30 Se Re No NP R6 R9 RP R0 Ro R6 R0 R5 Rp We | STTD USD YAAI Surat Tanda Terdaftar Dolar Amerika Serikat Yayasan Akademi Anak Indonesia xifi
Page 15 OCR 0.863
R0 NP DP DP UV DN HN NP Y' Ne Ne Ne Ge HN HN Ne X6 Re X3 Ne Ke H3 Ho Ne Ne Ro H9 Hp Re |
»
)
14
1.2
1.3
14
1.5
1.6
PENDAHULUAN
DESKRIPSI PENUGASAN
Sesuai dengan penugasan oleh PT Summarecon Agung Tbk ("SMRA”), berdasarkan Surat
Perikatan No. S1440/FO24/005-KJPP/08-24 tanggal 13 Agustus 2024, kami ditugaskan untuk
melakukan analisis pendapat kewajaran atas transaksi akuisisi tanah seluas 1.200 m? oleh
PT Bali Indah Property ("BIP"), yang merupakan entitas anak SMRA.
IDENTITAS PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN
a. Identitas Pemberi Tugas adalah sebagai berikut:
Nama Perusahaan — : PT Summarecon Agung Tbk ("SMRA")
Bidang usaha : Real estate, pembangunan, perdagangan, rekreasi dan jasa
Alamat : Plaza Summarecon
Jl. Perintis Kemerdekaan No. 42
Kayu Putih, Pulo Gadung
Jakarta Timur 13210
Indonesia
Telpon/Fax : 021-4714567
Situs web : www.summarecon.com
b. Pengguna laporan pendapat kewajaran adalah SMRA, Otoritas Jasa Keuangan ("OJK") dan
Bursa Efek Indonesia (”BEI”).
TANGGAL PENILAIAN
Tanggal penilaian terkait pendapat kewajaran adalah 30 Juni 2024.
JENIS MATA UANG YANG DIGUNAKAN
Jenis mata uang yang digunakan dalam penugasan ini adalah Rupiah Indonesia.
MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dan tujuan perikatan Pendapat Kewajaran terkait atas transaksi akuisisi tanah seluas
1.200 m? oleh PT Bali Indah Property (”BIP”), yang merupakan entitas anak SMRA, yang
ditujukan dalam rangka memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 42/POJK.04/2020 (“POJK 42”) tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan.
OBJEK ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN
Objek analisis Pendapat Kewajaran adalah transaksi akuisisi tanah seluas 1.200 m? oleh BIP,
yang merupakan entitas anak SMRA ("Transaksi").
14
Page 16 OCR 0.852
M6 Rb RP R9 R0 M5 G9 Ne H4 H6 H5 H5 Me) 19 R0 R0 N0 Rp) ») » IV DP R0 34 Ro GP G9 34 Re ) 1.7 RUANG LINGKUP PENUGASAN Ruang lingkup penugasan ini mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.35/POJK.04/2020 (“POJK 35”) tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, yang dapat dijelaskan sebagai berikut: Memahami a. Analisis Transaksi, paling kurang meliputi hal-hal sebagai berikut: 1) Identifikasi dan hubungan antara pihak-pihak yang bertransaksi, 2) Perjanjian dan persyaratan yang disepakati dalam transaksi, dan 3) Penilaian atas risiko dan manfaat dari transaksi yang akan dilakukan. b. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Atas Rencana Transaksi 1) Analisis Kualitatif, paling kurang meliputi hal-hal sebagai berikut: e Riwayat perusahaan dan sifat kegiatan usaha, e Analisis industri dan lingkungan, e Analisis operasional dan prospek perusahaan: e Analisis dilakukannya transaksi, dan e Keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif atas transaksi yang akan dilakukan. 2) Analisis Kuantitatif, paling kurang meliputi hal-hal sebagai berikut: e Penilaian atas potensi pendapatan, aset, kewajiban, dan kondisi keuangan perusahaan, # Melakukan analisis inkremental untuk mengukur nilai tambah dari transaksi, # Melakukan analisis sensitivitas untuk mengukur keuntungan dan kerugian dari transaksi yang akan dilakukan (jika diperlukan) C. Analisis Atas Kewajaran Nilai Transaksi, paling kurang meliputi hal-hal sebagai berikut: 1) Perbandingan antara rencana Nilai transaksi dengan hasil penilaian atas transaksi yang akan dilakukan: dan 2) Analisis untuk memastikan bahwa rencana Nilai transaksi berada dalam kisaran Nilai yang didapatkan dari hasil penilaian. d. Analisis Atas Faktor-Faktor Lain yang Relevan
Page 17 OCR 0.896
» NP R9 DP RP Ne Re X4 He HP | ) NP RP Re X3 He Yo He He He RR? | Ne He | IR Rp Re ) 1.8 1:9 SIFAT DAN INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi, dapat disetujui untuk digunakan sepanjang sumber data tersebut dipublikasikan pada tingkat nasional maupun internasional. Sumber data tersebut antara lain: - Bank Indonesia, - Bursa Efek Indonesia atau negara lain: - Badan Pusat Statistik, - Data riset dari lembaga independen, - Informasi dari media massa elektronik TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI Pemberian Pendapat Kewajaran ini dilakukan dengan investigasi yang meliputi pengumpulan data dan informasi dari pihak manajemen perseroan yang selanjutnya diverifikasi melalui wawancara. Penilai tidak melakukan kegiatan atau analisis sebagai berikut: a) Uji tuntas atas laporan keuangan tidak dilakukan dan penelaahan atas informasi pada laporan keuangan hanya dilakukan sebatas untuk keperluan penugasan, b) Uji tuntas atas aspek legal termasuk dokumen legalitas objek analisis pendapat kewajaran tidak dilakukan, Cc) Analisis dampak pajak untuk para pihak terkait Transaksi, d) Transaksi lain selain yang disebutkan dalam objek analisis pendapat kewajaran, e) Hal-hal yang berbeda secara signifikan dari tingkat kedalaman investigasi, akan dinyatakan dan dicantumkan dalam laporan secara tertulis. PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI Laporan Pendapat Kewajaran bersifat terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan. Segala akibat yang timbul karena penggunaan Laporan Pendapat Kewajaran diluar tujuan penugasan, bukan merupakan tanggung jawab KJPP-WJR. KONFIRMASI TERHADAP SPI DAN PERATURAN OJK Sebagai konfirmasi bahwa penilaian ini dilakukan sesuai Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018 dan Edisi Revisi 2020 yang berlaku efektif 1 September 2020, POJK 35 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran OJK Republik Indonesia No. 17/SEOJK.04/2020 dan POJK 42 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan PERNYATAAN INDEPENDENSI Dalam mempersiapkan laporan Pendapat Kewajaran ini, KJPP-WJR bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan SMRA ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan SMRA. KJPP-WJR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
Page 18 OCR 0.915
NP G0 RP G0 Re D9 NO Ho R0 He ) ») » NU NP G3 X3 Se RP Ne Re) R0 WP Re R0 DP RN HN) Nb Me ) 1.13 ASUMSI PENILAIAN 1.14 a) b) c) 9) e) Laporan Pendapat Kewajaran yang dihasilkan bersifat non-disclaimer opinion. Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data. Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada keakuratan, kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi- informasi lain yang telah diberikan oleh Manajemen Perseroan atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan. Kami mengasumsikan bahwa semua informasi dan data dari manajemen Perseroan terkait penugasan adalah benar, lengkap dan dapat diandalkan dan tidak ada yang tidak terungkap yang akan mempengaruhi pendapat atas kewajaran. Transaksi dilakukan seperti yang telah diungkapkan oleh manajemen perseroan dan sesuai dengan kesepakatan serta keandalan informasi mengenai transaksi. Tidak terdapat perubahan signifikan atas asumsi-asumsi yang digunakan dalam pendapat kewajaran ini antara tanggal penerbitan pendapat kewajaran dengan tanggal efektif transaksi. KONDISI PEMBATAS a) b) 9 d) e) ? 9) Pendapat ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan bahwa penggunaan sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat tersebut. Penyusunan pendapat ini merupakan suatu proses yang kompleks dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap. Pendapat ini juga disusun berdasarkan kondisi umum keuangan, moneter, peraturan dan kondisi pasar yang ada saat laporan diterbitkan. Analisis pendapat kewajaran ini menggunakan proyeksi keuangan yang dibuat manajemen yang telah kami reviu kewajarannya, manajemen bertanggung jawab atas pencapaian proyeksi keuangan dan kinerja keuangan perseroan di masa mendatang. Kami bertanggung jawab atas opini pendapat kewajaran. Kami tidak melakukan uji tuntas terhadap Pemberi Tugas atau pihak-pihak yang melakukan transaksi. Kami tidak melakukan penyelidikan atau evaluasi atas keabsahan Transaksi tersebut dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan, maka dari itu kami tidak memberikan pendapat atas dampak hukum dan perpajakan dari Transaksi ini. Jasa-jasa yang kami berikan kepada Pemberi Tugas dalam kaitan dengan Transaksi ini hanya merupakan pemberian Pendapat Kewajaran atas Transaksi yang akan dilakukan dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan dari Transaksi tersebut. Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi-transaksi di luar tujuan Transaksi yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Transaksi, dan juga bukan merupakan analisis penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari suatu Transaksi. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi ini tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Transaksi yang ada dan 1-4
Page 19 OCR 0.908
R9 G3 R0 R0 We | ) 9 R0 R6 R0 NP Yo Ge Gp GP R6 NP H4 NP He R5 Ye G3 K6 Ne Rp Hj » 22 h) 1) mungkin tersedia untuk Pemberi Tugas serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Transaksi ini. Penugasan kami juga tidak termasuk untuk memberikan keterangan di muka pengadilan, kantor pajak, atau lembaga lainnya. Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KJPP-WJR bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KJPP-WJR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. DASAR INFORMASI Laporan Pendapat Kewajaran ini dibuat berdasarkan informasi sebagai berikut: Laporan Keuangan Konsolidasian SMRA dan entitas anak untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2024 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja (anggota firma dari EY International) tanggal 17 September 2024 dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian, Laporan Keuangan Konsolidasian SMRA dan entitas anak untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja (anggota firma dari EY International) tanggal 15 Maret 2024 dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian, Laporan Keuangan Konsolidasian SMRA dan entitas anak untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja (anggota firma dari EY International) tanggal 20 Maret 2023 dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian, Laporan Keuangan Konsolidasian SMRA dan entitas anak untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja (anggota firma dari EY International) tanggal 24 Maret 2022 dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian: Laporan Keuangan Konsolidasian SMRA dan entitas anak untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja (anggota firma dari EY International) tanggal 31 Maret 2021 dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian, Laporan Keuangan Konsolidasian SMRA dan entitas anak untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja (anggota firma dari EY International) tanggal 26 Maret 2020 dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian, Akta Jual Beli No. 107/2024 tanggal 25 Oktober 2024 oleh GDE Sonatha Rama Fernanda, S.H., M.Kn., Pejabat Pembuat Akta Tanah di Kabupaten Badung, antara Nyonya Liliawati Rahardjo dan BIP: Akta Perjanjian/Ikatan Jual Beli dan Kuasa No. 5 tanggal 14 Juni 2024 oleh I Gede Perdana Artha, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Denpasar, antara Nyonya Liliawati Rahardjo dan BIP, Akta Perjanjian/Ikatan Jual Beli dan Kuasa No. 14 tanggal 24 Mei 2024 oleh I Gede Perdana Artha, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Denpasar, antara Nyonya Liliawati Rahardjo dan BIP, Laporan Penilaian Aset (tanah saja) yang diterbitkan oleh KJPP-WJR dengan laporan penilaian aset No. 00050/2.0133-00/P1/03/0137/1/VII/2024 tanggal 30 Agustus 2024, Laporan Keuangan Konsolidasian Proforma SMRA sebelum dan sesudah transaksi pada tanggal dan periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2024, yang disiapkan oleh manajemen Perseroan, 1-5
Page 20 OCR 0.892
RV R0 NP DP Re DP R6 No Ne R9 RV R6 He H' H3 H4 HN HN H6 He H5 Ne R5 Re | RP D2 R0 R9 R0 R0 H5 Ro ) 1.16 e Proyeksi Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk periode 6 (bulan) bulan (1 Juli 2024 - 31 Desember 2024) dan 5 (lima) tahun mendatang (1 Januari 2025 -31 Desember 2029) untuk kondisi tidak melakukan Transaksi berikut asumsi dasarnya yang dipersiapkan oleh manajemen Perseroan, e Proyeksi Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk periode 6 (bulan) bulan (1 Juli 2024 - 31 Desember 2024) dan 5 (lima) tahun mendatang (1 Januari 2025 -31 Desember 2029) untuk kondisi melakukan Transaksi berikut asumsi dasarnya yang dipersiapkan oleh manajemen Perseroan, Salinan dokumen legalitas Perseroan dan perijinan terkait, termasuk di dalamnya Akta pendirian dan perubahan Anggaran Dasar Perusahaan beserta perubahannya, e Dokumen-dokumen lain yang terkait dengan Transaksi, e Surat Representasi, Surat Konfirmasi dan Surat Pernyataan atas Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran yang disediakan SMRA tertanggal 28 Oktober 2024 sehubungan dengan penugasan penilaian ini, e Wawancara dan tanya jawab dengan manajemen SMRA yang dilakukan pada saat inspeksi pada tanggal 25 September 2024 dan bertemu dengan Bapak Jemmy Kusnadi selaku Wakil Direktur SMRA beserta staf, dan selama periode penugasan. Selain informasi dari Pemberi Tugas, kami juga menggunakan informasi lain yang mendukung pendapat kewajaran ini, yaitu: e Berbagai data pasar dan industri yang dikumpulkan dan diolah oleh KJPP-WJR, e Data ekonomi makro yang diambil dari berbagai laporan yang dikeluarkan oleh IMF, Bank Indonesia, Biro Pusat Statistik dan data atau informasi publik lainnya. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa BIP No. 56 tanggal 15 Juli 2024, dibuat oleh Dewi Himijati Tandika, S.H., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Utara, para pemegang saham BIP menyetujui perubahan Dewan Komisaris, sehingga susunan pengurus BIP menjadi sebagai berikut: Dewan Komisaris Komisaris : Soegianto Nagaria Direksi Direktur Utama : Herman Nagaria Direktur : Ir. Sharif Benyamin Akta tersebut telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana telah diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan BIP No. AHU-AH.01.09-0228623 tanggal 19 Juli 2024. Kejadian-kejadian penting setelah tanggal penilaian terkait pendapat kewajaran tersebut tidak memiliki dampak terhadap opini pendapat kewajaran.
Page 21 OCR 0.835
Ip D6 D0 0 NP Dp 20 R6 20 Ne | ) NP RP R0 NP RP H6 RP He G3 RP R3 RP 35 | RN RP ND H0 D9 Re Rb) 2 24 Z1 2.1.2 Zi ANALISIS TRANSAKSI GAMBARAN UMUM TRANSAKSI Transaksi akuisisi tanah (“Transaksi”) milik Nyonya Liliawati Rahardjo seluas 1.200 m? oleh PT Bali Indah Property (“BIP”), sebagai pihak yang akan melakukan Transaksi merupakan entitas terkendali dari PT Summarecon Agung Tbk (“SMRA”) dengan kepemilikan saham sebesar 99,999984. SMRA merupakan Perseroan Terbuka yang bergerak dalam bidang pembangunan real estat, aktivitas olahraga, penyediaan makanan dan minuman beserta sarana penunjangnya serta menjalankan usaha dalam bidang jasa dan perdagangan, sedangkan BIP menjalankan usaha dalam bidang real estat. Transaksi ini, merupakan Transaksi Afiliasi, sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 (“POJK 42”) tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan, disebabkan karena hal-hal berikut pada tanggal Pendapat Kewajaran: ( Y Pemegang Saham (5,364) & Direktur SMRA a—————5 99,994 10055 ( Y PT Bahagia PT Summarecon Nyonya Liliawati Makmursejati Investment Property Rahardjo A J 100x PT Summarecon Bali Indah 0,000021 99,99998X BIP ————— Komisaris Utama Nyonya Liliawati Rahardjo merupakan pemegang saham serta Direktur SMRA, dan juga Komisaris Utama dari BIP, entitas terkendali SMRA. Pada tanggal 24 Mei 2024, BLIP dan Nyonya Liliawati Rahardjo bersama-sama telah menandatangani Pengikatan Perjanjian Jual Beli (“PPJB”) yang dituangkan dalam Akta Perjanjian/Ikatan Jual Beli dan Kuasa No. 14 tertanggal 24 Mei 2024 oleh | Gede Perdana Artha, S.H., M.Kn., Notaris di Denpasar, sebagaimana telah dinyatakan kembali seluruh ketentuan pada perjanjian/perikatan tersebut dalam Akta Perjanjian/Ikatan Jual Beli dan Kuasa No. 5 tanggal 14 Juni oleh | Gede Perdana Artha, S.H., M.Kn., Notaris di Denpasar.
Page 22 OCR 0.889
» R0 R0 RV De D0 R3 NP ) ) R9 R6 R0 RP DP Ge DN R0 N9 RH? Ht G3 R3 Ne G5 NN HN Ht RP NP 21.4 21.5 Menindaklanjuti PPJB yang telah ditandatangani tersebut, maka BIP bermaksud untuk memberikan kepastian hukum lebih lanjut terkait dengan transaksi jual beli tanah tersebut di atas dengan melakukan Transaksi melalui penandatanganan Akta Jual Beli. Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Transaksi ini bukan merupakan transaksi yang mengandung unsur Benturan Kepentingan. Di samping itu, Transaksi ini juga bukan merupakan Transaksi Material sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 (“POJK 17”) tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, di mana nilai transaksi adalah sebesar 0,194 dari ekuitas Perseroan sebesar Rp13.130.952.551.000 berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian SMRA dan entitas anak untuk periode & (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2024 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja (anggota firma dari EY International) atau tidak mencapai 20X dari ekuitas Perseroan. 2.2 PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT TRANSAKSI 221 21 221.2 2.213 221.4 PT Summarecon Agung Tbk (“SMRA”/”Perseroan”) Perseroan didirikan pada tanggal 26 November 1975 berdasarkan Akta Notaris No. 308 tanggal 26 November 1975 oleh Ridwan Suselo, Notaris di Jakarta, yang diubah dengan Akta Notaris No. 60 tanggal 23 Desember 1976 oleh Jony Frederik Berthold Tumbelaka Sinyal, Notaris di Jakarta dan Akta Notaris No. 434 tanggal 28 Juni 1977 oleh Ridwan Suselo, Notaris di Jakarta. Akta ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dengan Surat Keputusan No. Y.A.5/344/6 tanggal 12 Juli 1977. Perubahan Anggaran Dasar Perseroan terakhir sesuai dengan Akta Notaris No. 103 tanggal 26 Juni 2023 oleh Dewi Himijati Tandika, S.H., Notaris di Jakarta mengenai pembatasan tugas dan wewenang Direksi. Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan Perseroan bergerak dalam bidang pembangunan real estat, aktivitas olahraga, penyediaan makanan dan minuman beserta sarana penunjangnya serta menjalankan usaha dalam bidang jasa dan perdagangan. Kantor pusat Perseroan berkedudukan di Jakarta Timur dan berkantor pusat di Plaza Summarecon, Jl. Perintis Kemerdekaan No. 42, RT 010, RW 016, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal 30 Juni 2024 adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Komisaris Utama : Soetjipto Nagaria Komisaris : Harto Djojo Nagaria Komisaris : Hendri Rahardja Komisaris Independen : Drs. H. Edi Darnadi, M.M. Komisaris Independen : Lexy Arie Tumiwa Komisaris Independen : Ir. Ge Lilies Yamin
Page 23 OCR 0.872
RN DN N' NP XP D9 NP Dt NP GP R3 Rt 33 Ne GI NG G3 Re RI GP NP R6 Yr Te G0 D3 R6 R3 Ne NP 35 R3 G9 ) 2.2.1.5 2.2.1.6 CeENT Direksi Direktur Utama : Ir. Adrianto Pitojo Adi Direktur : Liliawati Rahardjo Direktur : Soegianto Nagaria Direktur : Herman Nagaria Direktur : Lydia Tjio Direktur : Nanik Widjaja Direktur : Ir. Sharif Benyamin Direktur : Jason Lim Susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi SMRA di atas berdasarkan Akta Notaris No. 30 tanggal 15 Juni 2023 oleh Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta. Susunan pemegang saham Perseroan pada tanggal 30 Juni 2024, adalah sebagai berikut: Jumlah Pemegang Saham Lembar Saham (Rp Ribu) Persentase Harto Djojo Nagaria 20.800.002 2.080.000 0,134 Liliawati Rahardjo 885.072.736 88.507.274 5,364 3 PT Semarop Agung 5.285.167.916 528.516.792 32,015 Lainnya (masing-masing 4 dengan pemilikan kurang dari 10.317.527.704 1.031.752.771 62,502 526) Total 16.508.568.358 1.650.856.837 100,004 Terkait dengan Transaksi, Perseroan merupakan Perusahaan Pengendali dari BIP yang melakukan transaksi pengalihan tanah. 2.2.2 PT Bali Indah Property (“BIP”) 2.221 22:22 BIP didirikan berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas BIP No. 07 tertanggal 04 Mei 2010 juncto Akta Perubahan Anggaran BIP No. 07 tertanggal 01 Oktober 2010, keduanya dibuat di hadapan Dewi Himijati Tandika, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Keputusan No. AHU-47724.AH.01.01.Tahun 2010 tertanggal 11 Oktober 2010 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0073303.AH.01.09.Tahun 2010 tanggal 11 Oktober 2010, dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 19 tanggal & Maret 2012, Tambahan No. 6727. Anggaran Dasar BIP telah mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan terakhir yang berlaku pada tanggal Keterbukaan Informasi ini adalah berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa BIP No. 56 tanggal 24 Juni 2024, dibuat oleh Dewi Himijati Tandika, S.H., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Utara, yang telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana telah diterima dan dicatat dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar BIP No. AHU-AH.01.03-0171386 tanggal 12 Juli 2024 dan disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Keputusan No. AHU-0042109.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 12 Juli 2024. 2-3
Page 24 OCR 0.872
UU V DD ID DV UV 2D DV 2 DD YG DD UD TD TG & NT & ' TU 1 D D 3 3) 2.2.2.3 Perusahaan menjalankan usaha dalam bidang real estat dan berkedudukan di Badung, Kabupaten Badung. 2.2.2.4 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi BIP pada tanggal 30 Juni 2024 adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Komisaris Utama : Liliawati Rahardjo Komisaris : Soegianto Nagaria Direksi Direktur Utama : Herman Nagaria Direktur : Ir. Sharif Benyamin 2.2.2.5 Susunan pemegang saham BIP pada tanggal 30 Juni 2024, adalah sebagai berikut: Pemegang Saham | Lembar Saham | Jumlah (Rp) | Persentase 1 PT Summarecon Bali Indah 41.272.999 41.272.999.000 99,999998X 2 PT Bahagia Makmur Sejati 1 1.000 0,0000024 Total 41.273.000 41.273.000.000 100,0000004 2.2.2.6 Terkait dengan Transaksi, BIP bertindak sebagai pihak yang akan melakukan transaksi pembelian tanah. 2.2.3 Nyonya Liliawati Rahardjo 2.2.3.1 Nyonya Liliawati Rahardjo merupakan pemegang saham serta Direktur SMRA, dan juga Komisaris Utama dari BIP, entitas terkendali SMRA. 2.2.3.2 Terkait dengan Transaksi, Nyonya Liliawati Rahardjo bertindak sebagai pihak yang akan 2.3 2.4 mengalihkan aset tanah. OBJEK TRANSAKSI Objek Transaksi adalah tanah milik Nyonya Liliawati Rahardjo dengan luas sebesar 1.200 m? yang berlokasi di Jalan Teuku Umar Barat, Desa/Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung (“Tanah”). POKOK-POKOK PERJANJIAN TERKAIT TRANSAKSI Pokok-pokok perjanjian sehubungan dengan Transaksi ini adalah sebagai berikut: Akta Jual Beli No. 107/2024 tanggal 25 Oktober 2024 oleh GDE Sonatha Rama Fernanda, S.H., M.Kn., Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) di Kabupaten Badung, Propinsi Bali. Para Pihak 1 1. Nyonya Liliawati Rahardjo sebagai Penjual, dan 2. BIP sebagai Pembeli. 2-4
Page 25 OCR 0.926
IDYAYJJODOWGIY 2 :) » ID09300050020)92 DD 2) » » Objek Transaksi Nilai Transaksi Cara Pembayaran Hukum yang mengatur Pengalihan aset berupa sebidang tanah seluas 1.200 m? dengan Hak Guna Bangunan dengan NIB: 22.03.00000006314.0/ Kelurahan Kerobokan Kelod, Edisi 1 (satu) Perubahan Hak yang merupakan hasil dari penurunan hak atas Sertifikat Hak Milik No. 233/Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung dan SPPTPBB NOP: 51.03.060.001.027-0013.0 yang terletak di Jalan Teuku Umar Barat milik Nyonya Liliawati Rahardjo Rp25.200.000.000,00 (dua puluh lima miliar dua ratus juta Rupiah). Dibayar penuh secara tunai. Hukum Negara Republik Indonesia. 2.5 ANALISIS MANFAAT DAN RISIKO ATAS TRANSAKSI “AL 2.5.2 Terkait dengan Transaksi, manfaat yang diperoleh pihak BIP dan Perseroan adalah sebagai berikut: a) Tanah adalah aset yang tidak terdepresiasi, dan nilai pasarnya memiliki kecenderungan meningkat di masa mendatang. b) Tanah tersebut dapat disewakan sehingga memberikan manfaat dan penghasilan kepada BIP dan Perseroan. Walaupun dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan prinsip ekonomis transaksi ini diharapkan tidak memiliki risiko yang signifikan bagi SMRA. Risiko-risiko yang mungkin dihadapi SMRA antara lain adalah: a) Risiko kondisi politik, militer dan ekonomi dunia. b) Risiko peraturan atau kebijakan pemerintah sehubungan dengan manufaktur dan impor. C) Risiko persaingan ketat, pasar yang sangat kompetitif membutuhkan sumber daya, teknologi tinggi, dan tenaga yang terampil. d) Risiko fluktuasi ekonomi yang dapat mempengaruhi biaya operasional sehingga dapat mempengaruhi kondisi keuangan Perseroan. £-3
Page 26 OCR 0.864
2 DV 2 DD 2 XD 2D GD 5 D0 3 Ye Yg So 3 | » ID ND ND ID UN GW DN G: Hi | » 3 34 3AA 313 3.2 3.21 ANALISIS KUALITATIF RIWAYAT PERUSAHAAN DAN SIFAT KEGIATAN USAHA PT Summarecon Agung Tbk, (“SMRA”) didirikan pada tahun 1975 oleh Bapak Soetjipto Nagaria dan rekan-rekannya untuk melakukan pembangunan dan pengembangan real estat. Dimulai dengan lahan rawa seluas 10 hektar di daerah pedalaman Jakarta, pendiri berhasil mengubah Kelapa Gading menjadi salah satu kawasan perumahan dan komersial paling makmur di Jakarta. Dan selama bertahun-tahun SMRA telah membangun reputasi sebagai salah satu pemain properti terkemuka di Indonesia, terutama dalam pengembangan kota terpadu. SMRA mengembangkan kota terpadu yang terintegrasi pengembangan residensial dengan pengembangan komersial yang didukung dengan berbagai fasilitas yang lengkap dan luas bagi penghuni township. SMRA telah mengembangkan keahlian di seluruh rantai nilai real estat, meliputi pengembangan, arsitektur, teknik, manajemen proyek dan konstruksi, perencanaan kota, infrastruktur, teknologi desain berkelanjutan, manajemen kota dan lingkungan dan manajemen properti, ke dalam pengembangan kota terpadu kami. Dengan kombinasi pengetahuan, keterampilan eksekusi, personel yang berdedikasi, dan komitmen yang tak tertandingi kepada pelanggan dan pemasok, SMRA dikenal dengan keandalan, keahlian dan kemampuannya untuk melaksanakan dan memberikan proyek pengembangan properti di sekitar wilayah Jabodetabek, dan ke kota-kota ekonomi utama di Indonesia, seperti Karawang, Bandung dan Makassar. Unit bisnis SMRA dikelompokkan berdasarkan tiga aktivitas yang berbeda, yaitu: # Pengembangan Properti e Properti Investasi dan Manajemen # Rekreasi, Hospitality dan Lainnya GAMBARAN MAKRO INDONESIA Gambaran Historis Pertumbuhan Ekonomi Dunia Menurut laporan yang diterbitkan oleh Bank Dunia, aktivitas ekonomi global terus stabil, setelah melambat selama tiga tahun berturut-turut. Inflasi telah turun ke level terendah dalam tiga tahun terakhir dan kondisi keuangan telah membaik. Grafik 3.1 Pertumbuhan Ekonomi Dunia » 6,0 4,0 2,0 0,0 - ——— - — -20 0g TI 0 “| | 2022 2023 | 2g 3002 | 30 “26 Sumber: Prospek Ekonomi Global Januari 2024, Bank Dunia (dipublikasikan 18 Desember 2023) 34
Page 27 OCR 0.864
RD DD DD DD 2 RD RN N' Ro RN? Do H6 RN RH: BG: He R' RN: KG: HN: HN Ns Ye Ho R4 Ns Ne He Rs He 3.2.2 Gambaran Historis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menurut laporan yang dikeluarkan oleh BPS, ekonomi Indonesia tumbuh positif. Ekonomi Indonesia pada kuartal II tahun 2024 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023 tumbuh 5,05X. Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,174, yang didorong oleh adanya event berskala nasional dan internasional. Sementara dari sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,984 dan penyumbang utama adalah Konsumsi Rumah Tangga. Hal ini sejalan dengan aktivitas masyarakat selama libut hari besar keagamaan dan libur sekolah serta berlanjutnya kegiatan investasi strategis (pembangunan industry, jalan tol, dan IKN). Grafik 3.2 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2 2021 | 3,7 Sumber: BPS (dipublikasikan 5 Agustus 2024) 2022 | 2023 | 012024” | 022020 5,31 “5,05 5,11 5,05 3.2.3 Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 3.234 Menurut laporan yang dikeluarkan oleh Bank Dunia, Pertumbuhan global pada tahun 2024 diproyeksikan akan stabil pada 2,62, bertahan untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir meskipun ada ketegangan geopolitik yang meningkat dan suku bunga yang tinggi. Kemudian diperkirakan akan meningkat menjadi 2,74 pada tahun 2025-2026 di tengah pertumbuhan perdagangan investasi yang moderat. Grafik 3.3 Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia 4,00 | 4 2,00 0,00 2024 2025 2026 2,60 2,70 2,70 Sumber/Source: Prospek Ekonomi Global Juni 2024, Bank Dunia (tanggal cut-off dalam laporan ini adalah 4 Juni 2024) 3.2.3.2 Pertumbuhan global diperkirakan akan mencapai laju yang sedikit lebih cepat di tahun 2024 dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya, terutama karena berlanjutnya ekspansi ekonomi AS yang solid. Namun, tingkat penurunan suku bunga global yang diharapkan telah berkurang di tengah tekanan inflasi yang masih ada di negara-negara utama. 3.2.3.3 Bank Indonesia memperkirakan ketidakpastian pasar keuangan global tetap tinggi di tengah prospek perekonomian dunia yang kuat. Pertumbuhan ekonomi global pada 2024 diperkirakan sebesar 3,245. Ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi serta 3-2
Page 28 OCR 0.861
IP G0 GP DP D5 G0 DP RP NP N' Re N? No G0 R0 H2 Ho HN? R' HN G1 H' Hv H2 Ro H' H4 S5 He He H5 He 3.2.3.4 3.2.3.9 3.2.4 3.2.5 3.254 Grafik 3.4 Proyeksi Nilai Tukar Rupiah ketegangan geopolitik yang belum mereda mengakibatkan aliran modal ke negara berkembang relatif terbatas. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga didukung oleh permintaan domestik. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan sekitar 4,74-5,54 pada 2024. Peningkatan pada 2024 didorong oleh permintaan domestik yang baik di konsumsi rumah tangga dan investasi. Bank Dunia memperkirakan bahwa PDB Indonesia diproyeksikan tumbuh sebesar 54 pada tahun 2024 dan 5,14 pada tahun 2025-2026. Nilai Tukar Rupiah Berdasarkan laporan Bank Indonesia, nilai tukar Rupiah terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi yang ditempuh Bank Indonesia. Berdasarkan data Bank Indonesia, nilai tukar tengah BI pada 28 Juni 2024 sebesar Rp16.421 melemah 6,524 dibandingkan 29 Desember 2023 sebesar Rp15.416. Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Menurut data proyeksi Bloomberg per 30 Juni 2024, jika dibandingkan nilai tukar tengah BI pada tanggal 28 Juni 2024 sebesar Rp16.421, nilai tukar Rupiah terhadap USD diproyeksikan akan terus menguat hingga tahun 2027. 16.500 16.000 uh 15.500 15.000 14.500 14.000 -, 1 13.500 13.000 12.500 12.000 03 2024 04 2024 2027 IL. 16.050 15.950 15.100 Sumber: Bloomberg (dipublikasikan 30 Juni 2024) 3.2.6 3.2.6 3.2.6.2 Inflasi Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terjadi deflasi sebesar -0,08X (mtm) dan inflasi sebesar 2,514 (yoy) pada Juni 2024, tingkat inflasi bulanan Juni 2024 lebih rendah dibandingkan inflasi bulanan Mei 2024 yaitu -0,03X (mtm). Inflasi bulan Maret 2024 lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya dan bulan yang sama di tahun 2023. Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan moneter dan mempererat sinergi dengan Pemerintah (Pusat dan Daerah) untuk memastikan inflasi dalam kisaran 2,5114 pada 2024. 3-3
Page 29 OCR 0.820
ID9093990000)2102232 0 GP R0 DG NP RI? R0 R5 R0 RP NP G3 R3 Se R0 R6 H6 Ne R6 He 3.2.6.3 Menurut IMF, proyeksi tingkat inflasi Indonesia pada tahun 2024 hingga tahun 2029 diproyeksikan cenderung stabil. Grafik 3.5 Inflasi 5,00055 4,000x 3,000x 2,0004 1,0001 0,000x 2024 2025 2026 207 2028 2029 | (IL 25572 2,587 2,533 2,5188 2,5138 25128 | Sumber: IMF (dipublikasikan April 2024) 3.2.7 Realisasi Investasi Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merilis data realisasi investasi pada periode April-Juni 2024 sebesar Rp428,4 triliun, tumbuh 6,7x jika dibandingkan capaian periode Januari-Maret 2024 yang sebesar Rp401,5 triliun. Tabel 3.1 Realisasi Investasi (dalam triliun Rupiah) 2023 2024 @1 02 93 04 @1 02 PMDN 151,9 163,5 178,2 181,4 197,1 217,3 PMA 177,0 186,3 196,2 184,4 204,4 21,1 TOTAL 328,9 349,8 374,4 365,8 401,5 428,4 imber: BKPM (dipublikasikan 29 Juli 2024) 3.2.8 Kesimpulan Berdasarkan data yang diperoleh dari berbagai sumber, dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan sekitar 2,44 hingga 2,74. Sedangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan akan kembali meningkat seiring dengan pemulihan ekonomi yang didukung dengan permintaan domestik yang kuat sekitar 4,54-5,34 dengan tingkat inflasi jangka panjang berkisar 29. 3.3 GAMBARAN UMUM INDUSTRI REAL ESTAT 3.3.1 Berdasarkan data BPS, kontribusi industri real estat pada PDB mengalami penurunan dari 2,415 pada kuartal II 2023 menjadi 2,33x pada kuartal II 2024. Namun pertumbuhan real estat tiap kuartal (yoy) tetap mengalami peningkatan.
Page 30 OCR 0.858
ND DP R9 R0 R0 RP RP Rb R0 Ho X5 G6 H5 M0 He ) LNG ID R0 RO RO NO NO NP 3 ) ) RP DP D0 RP NP ) Grafik 6 3.6 Pertumbuhan Real Estat (yoy, 4) 4,83 4,42 3,84 31 . 2,54 201 2,18 2,16 1,61 1,02 0,96 0,79 5 In Ran | B (se -— 1 & BB Aa Oa ,) a o4 y o2 2 B8 c 2021 2021 2011 2021 2022 2022 2022 2022 2023 2023 2023 2023 2024 2024 Sumber/Source: BPS (dipublikasikan/published 5 Februari/February 2024) 3.3.2 3.3.5 Selama tahun 2023, kondisi sektor properti global belum memperlihatkan tanda-tanda pemulihan secara signifikan. Pertumbuhan di Tiongkok pulih pada awal 2023 setelah pencabutan pembatasan pandemi, tetapi kembali melambat pada pertengahan tahun. Pertumbuhan yang melambat di 2023 sebagian mencerminkan penurunan baru di sektor properti, termasuk penurunan lebih lanjut dalam penjualan dan harga, yang berkontribusi pada peningkatan tekanan keuangan bagi para pengembang. Sektor properti nasional yang diprediksi tumbuh. Investasi di sektor properti diharapkan sudah melaju cepat setelah presiden baru terpilih. Terlebih, pemerintah sudah menyiapkan insentif. Insentif pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) ditetapkan lewat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 120/202, mulai berlaku pada 21 November 2023. Hal lain yang dapat mendorong permintaan properti dan real estat adalah penurunan suku bunga BI. Jika BI nantinya melakukan pemangkasan suku bunga acuan, tentu ini juga menjadi kabar baik bagi sektor properti dan real estat. Selain itu, berdasarkan laporan BI, permintaan properti komersial tumbuh 1,919 (yoy) pada kuartal IV 2023. Berdasarkan laporan BI, penjualan properti residensial mengalami peningkatan signifikan sebesar 31,164 (yoy) dibandingkan kuartal sebelumnya. Sedangkan sektor properti komersial menunjukkan tren positif dengan okupansi rata-rata perkantoran di Jakarta mencapai 744 dan pusat perbelanjaan mencapai 88x. Kenaikan ini disebabkan oleh adanya permintaan yang terus meningkat untuk hunian, perkantoran, pusat perbelanjaan, dan fasilitas industri. Selain itu, harga properti residensial di pasar primer mengalami peningkatan pada kuartal | 2024 sebesar 1,894 (yoy). Selain itu, Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch, memperkirakan pertumbuhan industri properti akan mencapai 54 pada kuartal 1I-2024. Angka ini sejalan dengan pertumbuhan positif pada akhir 2023. Pemerintah terus memperbaharui peraturan perihal membangun dan kepemilikan properti. Tujuannya untuk menjaga keseimbangan anatara pertumbuhan ekonomi dan lingkungan yang tetap terjaga. Misalnya, saat ini pengembang membangun rumah yang ramah lingkungan dan hemat energi. Selain itu, aturan perihal investor asing yang memiliki keinginan membeli properti di Indonesia juga sedang direvisi untuk menarik lebih banyak investasi.
Page 31 OCR 0.897
») )D33920 R0 R3 Rp Rp ) » ) 5 MP S0 2 R3 NG D2 G0 RN Ne R0 R4 He HN? He 3.4 3.4A 3.4.2 3.4.3 3.5 3.54 3:5:2 ALASAN DAN PERTIMBANGAN DILAKUKANNYA TRANSAKSI Pada tanggal 3 Januari 2024, BIP dan Yayasan Akademi Anak Indonesia (“YAAI”) menandatangani Perjanjian Sewa Menyewa Bangunan Sekolah, di mana BIP akan menyewakan bangunan sekolah yang telah dibangun oleh BIP. Untuk memenuhi Perjanjian Sewa Menyewa tersebut dan sesuai dengan kebutuhan YAAI, bangunan sekolah tersebut telah dibangun sebuah bangunan 2 lantai beserta fasilitasnya di atas tanah dengan luas 2.400 m?. Saat ini BIP telah memiliki sebidang tanah seluas 1.200 m? (“Tanah BIP”) yang juga berdampingan dengan bidang tanah yang dimiliki oleh Nyonya Liliawati Rahardjo dengan luas yang sama. Mempertimbangkan kebutuhan YAAI, lokasi dan luas tanah BIP, serta lokasi dan luas tanah yang dimiliki oleh Nyonya Liliawati Rahardjo, maka BIP memutuskan untuk membeli tanah yang dimiliki oleh Nyonya Liliawati Rahardjo supaya BIP dapat lebih mudah untuk mengelola tanah dan bangunan yang telah disewakan kepada YAAI, dan kegiatan operasional dari penyewa dapat berjalan dengan baik. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN YANG BERSIFAT KUALITATIF ATAS TRANSAKSI Terkait dengan Transaksi, keuntungan yang diperoleh pihak BIP dan Perseroan adalah sebagai berikut: a) Pengelolaan aset tanah dan bangunan akan lebih mudah, karena sudah menjadi milik sendiri. b) Penambahan luas tanah akan memudahkan dalam bisnis secara komersial dan pemanfaatan lahan. Cc) Nilai aset bertambah, dan nilai pasar akan naik sesuai dengan perkembangan daerah sekitar lokasi. d) Tanah dan bangunan dapat disewakan sesuai dengan kebutuhan pada umumnya untuk komersil dengan luas lahan » 2.000 m2. e) Lahan dapat dimanfaatkan dengan disewakan dan menghasilkan pendapatan sewa bagi BIP dan Perseroan. f) Lahan sebelumnya tidak memiliki nilai tambah, sekarang setelah dimanfaatkan memiliki nilai tambah. Terkait dengan Transaksi, tidak terdapat potensi kerugian yang bersifat kualitatif yang mungkin dialami oleh BIP dan Perseroan.
Page 32 OCR 0.751
)DJJIDDOID » X0 D0 D0 D0 D0 R0 D0 R0 D' 0 R0 N' 2 He ? H0 R0 RP R0 R7 R5 He HN? He) 4 ANALISIS KUANTITATIF 41 ANALISIS KINERJA HISTORIS Analisis kinerja keuangan historis Perseroan dilakukan berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2019 sampai dengan 2023 dan Laporan Keuangan Konsolidasian Interim Perseroan dan Entitas Anak pada tanggal dan untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2024 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja (anggota firma dari EY International). 4.1.1 Laporan Posisi Keuangan 4AMAA Berikut ini adalah Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak pada tanggal 31 Desember 2019 sampai dengan 2023 dan 30 Juni 2024. Dalam jutaan Rupiah Kateraraan 31 Desember 30 Juni 2021 ASET Aset lancar Kas dan setara kas Lesaa2a | 1.656.482 | 2773938 | 3.ta2.ss8 | 3292277 | 3.254.460 Piutang usaha pihak berelasi 3.993 4.871 6.225 6.833 10.988 18.301 Piutang usaha pihak ketiga 2704| 251.667 | 242853 | 287037 | 221925) 263.979 Piutang lain-lain 21.407 19.055 30.884 14.079 11.558 11.360 Piutang pihakcpinak beres 48.093 88.258 64.212 68.211 76.804 67.638 Persediaan 8.514.332 | 986.988 | 9.253.913 | o.959.c06 | 10.906.023 | 10.018.225 Pajak dibayar di muka 305.838 |” 371.882 | 362216 | a9o.989 | 658.070 | 691.716 Beban dibayar di muka 29.592 40.166 48.453 35.420 7092| 119.206 Uang muka 340.197 |” 269.377 | 24499 | 272920) 288217) 21.005 Aset keuangan lancar lainnya 5.164 7 3.643 3.968 13.676 | 263.676 Total aset lancar 11.150.744 |11.888.917 |13.030.536 | 14.290.621 | 15.562.230 | 14.919.639 Aset tidak lancar Piutang usaha pihak ketiga 44.108 51.071 31.706 63.574 20.720 1.9 Piutang lain-lain - 3.994 4.165 3.483 1.644 1.019 Piutang pihak berelasi non-usaha 66.901 49.017 51.105 64.105 80.605 86.605 Lama dlinto 6.536.036 | 6.259.664 | 6.te7.1t4 | 6.760.373 | 7.271.408 | 7.475.684 Investasi pada entitas asosiasi 59.716 65.795 72.887 82.194 90.901 97.195 Uang muka me.s2i | 703.362 | 899.7 | 1.005.093 | 1.268.639 | 2.232.523 Aset tetap, bersih 338.339 | 331.606 |” 7847| 37045 | 442053 | 400.581 Properti investasi, bersih aas6.719 | 4382561 | 4.259.613 | asza318 | s.aos.429 | 5.738.555 Aset pajak tangguhan 151 1.879 2.654 3.004 2.779 2.635 Na P3 Smk lancar 1024560 | 1.095.657 | 1.106.529 | 4.142.618 | 943.384 | 906.457 44
Page 33 OCR 0.819
M9 GP D0 GP NP D0 D0 R3 R6 3 RP NP RN R0 R0 R0 N RP RP D7 H5 N? S0 RV R9 RN? R0 R? RN R0 Rp NP Ne Keterangan 31 Desember Dalam jutaan Rupiah 30 Juni 2024 Aset tidak lancar lainnya 147.762 88.921 105.690 73.747 78.583 94.389 Total aset tidak lancar 13.290.913 | 13.033.617 | 13.019.181 | 14.142.954 | 15.606.145 | 17.133.434 TOTAL ASET 24.441.657 | 24.922.534 | 26.049.717 | 28.433.575 | 31.168.375 | 32.053.073 LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS Liabilitas jangka pendek Utang bank jangka pendek 2.139.382 | 2.670.935 | 1.590.250 | 2.018.403 | 2.766.358 | 3.419.970 Utang usaha kepada pihak ketiga 86.134 80.677 70.858 87.415 91.416 95.271 Utang lain-lain 359.442 357.213 333.656 215.404 237.673 382.386 Utang pihak berelasi non-usaha 66.995 K3 bi 85 . . Beban akrual 1.174.972 740.073 816.056 | 1.104.004 | 1.082.318 864.898 Utang pajak 65.974 61.921 73.298 75.642 70.311 78.911 Habtitas obalan kerja Janaka 20.209 35.581 24.128 30.259 37.661 40.272 pendek Habiitas sontak» ptak 5.018 5.258 5.038 3.517 24.002 18.599 Liabilitas kontrak - pihak ketiga 2.053.874 | 2.656.304 | 2.277.791 | 4.784.677 | 5.764.629 | 4.909.239 Uang jaminan yang diterima - pihak berelasi 202 210 644 225 224 188 Uang jaminan yang diterima - pihak ketiga 101.229 92.311 80.978 155.865 171.465 166.547 Pendapatan diterima dimuka - . pihak berelasi 3.000 4.000 4.358 6.489 6.499 Pendapatan diterima dimuka - pihak ketiga 431.279 356.518 363.338 414.865 540.062 632.580 Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun - neto: Utang bank dan lembaga pembiayaan 1.216.411 884.990 829.552 606.420 792.522 953.032 Utang obligasi 1.296.211 413.521 499.124 - 199.763 199.904 Liabilitas sewa - 643 55 135 141 367 Total liabilitas jangka pendek 9.017.332 | 8.359.155 | 6.968.766 | 9.501.274 | 11.785.714 | 11.768.743 Liabilitas jangka panjang Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun - neto: Utang bank dan lembaga Dembilgan 3.209.877 | 4.785.721 | 3.921.110 | 2.641.615 | 2.100.013 | 1.657.363 Utang obligasi 1.107.125 697.130 199.255 642.407 | 1.339.147 | 2.633.275 4-2
Page 34 OCR 0.785
ND 0 D3 Dp DP No R0 R1 B3 G3 S3 S6 G5 Gb G3 He Yo S3 G0 SP Ko GP TP SP G6 S3 D3 DG R6 2 GP G3 Gp ' Dalam jutaan Rupiah 31 Desember 30 Juni Keterangan asi Ea 2024 Liabilitas sewa - 5.139 5.677 5.542 5.401 5.395 Utang lain-lain 14.718 11.275 5.352 12.323 20.664 29.236 Liabiitas' Imbalan kerja jangka 2on83 | 42881 | 120035 | 122005) 153754) 435203 panjang Liabilitas kontrak - pihak . aah 120.678 3.228 3.291 5 2.597 Liabilitas kontrak -pihak ketiga | 1.235:573 | 1.590.008 | 3.326.081 | 3.469.619 | 3.113.239 | 2.361.709 Uang jaminan yang diterima - At : 6.653 7153 10.425 7.564 8.107 11.243 Uang jaminan yang diterima - pihak ketiga 105.100 101.462 87.8 104.619 126.314 141.516 Pendapatan diterima dimuka - 2 feses 21.000 16.249 12.000 23.559 20.363 Liabilitas pajak tangguhan tinga3 | 104829) 127.510) tas228 | 174850) 11.387 Liabilitas keuangan jangka pin padioaa 32.212 25.160 19.388 17.987 14.571 13.960 Utang obligasi 3 3 - . . . Total liabilitas jangka panjang 5.972.965 | 7.477.691 | 7.850.728 | 7.182.260 | 7.079.599 | 7.153.377 TOTAL LIABILITAS 14.990.297 | 15.836.846 | 14.819.494 | 16.683.534 | 18.865.313 | 18.922.120 EKUITAS Modal saham 1.442.678 1.442.678 1.650.857 1.650.857 1.650.857 1.650.857 Tambahan modal disetor 22.996 22.996 1.307.203 1.307.203 1.307.203 1.307.203 Selisih transaksi dengan pihak non-pengendali 1.557 (1.665) (1.665) (1.665) (1.665) (1.665) Saldo laba Dicadangkan 111.530 117.872 120.196 125.685 133.502 143.869 Belum dicadangkan 5.788.885 5.263.964 5.584.577 6.115.326 6.736.M3 7.345.119 Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik | 7.367.646 | 6.845.845 | 8.661.168 | 9.197.406 | 9.826.810 | 10.445.383 entitas induk Kepentingan non-pengendali 2.083.714 2.239.843 2.569.055 2.552.635 2.476.252 2.685.570 TOTAL EKUITAS 9.451.360 | 9.085.688 | 11.230.223 | 11.750.041 | 12.303.062 | 13.130.953 TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS | 24.441.657 | 24.922.534 | 26.049.717 | 28.433.575 | 31.168.375 | 32.053.073 Aset 411.2 Jumlah aset Perseroan terus mengalami kenaikan dari tahun 2019 sampai dengan 30 Juni 2024 dengan rata-rata peningkatan sebesar 5,624. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2023 sebesar 9,624 dari Rp28,4 triliun di tahun 2022 menjadi Rp31,1 triliun di tahun 2023. Peningkatan sebesar Rp2,7 triliun terutama berasal dari kenaikan Persediaan sebesar Rp946 miliar, Tanah yang Belum Dikembangkan sebesar Rp511 miliar, Investasi pada Entitas Asosiasi sebesar Rp264 miliar, dan Properti Investasi sebesar Rp831 miliar. 4:3
Page 35 OCR 0.889
1 0 0 TT TP TX TTD DT DV TT Y Y Y DV DG YG TU DD ND Y GD GR ) 411.3 Peningkatan Tanah yang Belum Dikembangkan terutama berasal dari pembelian tanah di Bekasi dan Crown Gading secara reguler. Peningkatan Properti Investasi tersebut terutama berasal dari pembangunan dalam penyelesaian Summarecon Mall Bandung dan Gafoy di Kelapa Gading yang diestimasikan selesai pada awal tahun 2024. 411.4 Pada 30 Juni 2024, kenaikan total aset hanya sebesar 2,845, dimana peningkatan terbesar dikarenakan peningkatan uang muka pembelian tanah. Liabilitas 411.5 Secara rata-rata jumlah liabilitas Perseroan dari tahun 2019 sampai dengan 30 Juni 2024 mengalami peningkatan sebesar 5,04, walaupun pada 31 Desember 2021 sempat mengalami penurunan sebesar 6,424, disebabkan oleh pelunasan utang bank dan obligasi. 411.6 Pada 31 Desember 2023, jumlah liabilitas Perseroan mengalami kenaikan sebesar 13,08x, sejalan dengan pertumbuhan bisnis. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh peningkatan liabilitas kontrak sebesar Rp641 miliar dan adanya penerbitan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap II senilai Rp900 miliar untuk akuisisi tanah di Tangerang. Ekuitas 411.7 Ekuitas Perseroan sempat mengalami penurunan di tahun 2020, namun terus mengalami kenaikan sampai dengan 30 Juni 2024. Peningkatan tertinggi terjadi pada tahun 2021 dikarenakan peningkatan modal saham, sedangkan untuk tahun lainnya berasal dari laba bersih yang dihasilkan selama tahun berjalan. 4.1.2 Laporan Laba Rugi 441.21 Berikut ini adalah Laporan Laba Rugi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sampai dengan 2023 dan untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024. Dalam jutaan Rupiah f 2 Juni 2024 Keterangan o 20 2073 (6 bulan) Pendapatan Neto 5.941.626 | 5.029.984 | 5.567.913 | 5.719.396 | 6.658.783 | 5.672.861 Beban Pokok Penjualan dan Beban Langsung (3.091.877) | (2.737.908) | (2.973.943) | (2.719.633) | (3.299.255) | (2.699.155) Laba Kotor 2.849.749 | 2.292.076 | 2.593.970 | 2.999.763 | 3.359.528 | 2.973.706 Beban penjualan (354.464) (275.478) (306.216) (321.562) (420.767) (220.954) Beban umum dan administrasi (5.466) (746.613) (733.359) (952.347) | (1.038.707) (527.070) Penghasilan operasi lain 14.248 8.344 14.087 16.378 18.350 7.479 Beban operasi lain (5.202) (2.467) (10.801) (33.815) (6.732) (1.442) Laba Usaha 1.588.865 | 1.275.862 | 1.557.681 | 1.708.417 | 1.911.672 | 2.231.719 Pendapatan keuangan 125.332 190.339 192.298 157.233 180.737 100.410 Biaya keuangan (795.238) | (1.032.512) | (1.002.403) (857.100) (756.961) (518.244) Laba pada ekuitas entitas per kaan 3.961 6.078 8.341 9.306 9.956 6.294 4-4
Page 36 OCR 0.809
3419900 20”9 3 2 RD LD TN IV DP 27 D7 DP DP DV .' RP 2 R0 DD DN R0 RN R &' ) Keterangan Dalam jutaan Rupiah 2023 Juni 2024 (6 bulan) BPHTB terkait kombinasi bisnis bd (402.244) Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan 922.920 439.767 755.917 | 1.017.856 | 1.345.404 | 1.417.935 Beban pajak final (269.885) (196.479) (208.955) (243.207) (287.212) (401.251) Laba sebelum beban pajak Bi 653.035 243.288 546.962 774.649 | 1.058.192 | 1.016.684 Beban pajak penghasilan - neto (40.015) 2.621 2.734 (2.905) (500) (4.363) Laba tahun berjalan 613.020 245.909 549.696 771.744 | 1.057.692 | 1.012.321 4.1.2.2 Pendapatan Perseroan dari tahun 2021 sampai dengan 2023 mengalami peningkatan rata- rata sebesar 9,954 setelah mengalami penurunan di tahun 2020 sebesar 15,34x. Pada semester pertama tahun 2024, pendapatan Perseroan meningkat 89,564 (yoy), dimana masing-masing segmen mengalami kenaikan, Pengembang Properti sebesar Rp2,4 triliun, Properti Investasi sebesar Rp202 miliar, dan Lain-Lain sebesar Rp45 miliar. 4.1.2.3 Laba tahun berjalan Perseroan dari tahun 2021 sampai dengan 30 Juni 2024 terus mengalami peningkatan setelah mengalami penurunan di tahun 2020 sebesar 59,89X atau sebesar Rp367 miliar. 4.1.3 Laporan Arus Kas 4.1.2.4 Berikut adalah Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun- tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sampai dengan 2023 dan untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024. Dalam jutaan Rupiah Juni 2024 Keterangan 2021 2023 (6 bulan) ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan | 5.905.922 | 4.829.147 | 6.611.492 | 7.920.479 | 7.447.212 | 3.880.330 Aa Star pendapatan 11718 | 122.710 93.017| 105157 | 153.662 85.873 Penerimaan dari restitusi pajak Ka 2 penghasilan HASA ka Pembayaran kas kepada: Pa beban operasi | 3 672.764) | 13.261.572) | (2.733.350) | (70011517 | as36.71) | (2.147.735) Karyawan maa) | 34798) | G7nsw | @se.as2) | (sad.020) | (255.780) Pembayaran BPHTB terkait kombinasi bisnis (402.244) Pembayaran untuk: Beban bunga (848.218) | (967.058) | (08.453) | (473.390) | (464372 | (297.640 Pajak final ons | cos | ass | 322.790 | 3039 | 6375.799) Pajak penghasilan am | 10.383 (8.795) (3.284) (5.102) (2.760) 45
Page 37 OCR 0.862
RD DD 0 R0 90 D0 20 DD TTD 20 D0 DV D0 2 2 WP 2 2 DP D0 2? R0 DP Gt D0? 2 Ar ) Keterangan Penurunan atas piutang pihak-pihak berelasi non- usaha Dalam jutaan Rupiah (5 bulan) (6.633) Kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi 504.744 (22.932) 2.443.281 2.656.645 1.397.969 277.608 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penerimaan atas piutang pihak berelasi non - usaha (40.835) (22.281) 7.500 Penerimaan dividen kas dari investasi pada entitas asosiasi 1.248 Hasil penjualan aset tetap 2.139 4.681 2.471 956 844 Perolehan tanah yang belum dikembangkan (13.932) (204.835) (415.158) (395.198) (1.058.753) (1.284.920) Perolehan properti investasi (228.444) (206.462) (70.282) (399.965) (876.037) (345.066) Perolehan aset tetap (50.537) (35.090) (43.660) (112.150) (52.396) Penerimaan dividen kas dari investasi pada entitas lainnya 494 1.825 Penempatan pada deposito berjangka (250.000) Pembayaran kas atas utang investasi pada entitas lainnya (100) Penambahan investasi pada entitas lainnya (24.525) Kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi (581.172) (479.434) (495.680) (859.052) (2.037.236) (1.931.538) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan dari utang bank 4.134.075 5.565.051 1.867.490 2.306.127 3.859.654 2.012.710 Penerimaan dari penerbitan utang obligasi 696.288 448.450 900.000 1.300.000 Pencairan (penempatan) atas deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya (364) 9.223 (5.073) (2.413) 6.121 333 Pembayaran untuk utang bank dan lembaga pembiayaan (3.364.181) 13.794.560) (3.872.119) 3.410.764) (3.478.048) (1.650.608) Pembayaran kepada kepentingan nonpengendali (262.437) (46.639) (79.187) (207.481) (255.341) (27.096) Pembayaran dividen kas oleh Perusahaan (72.016 2) 3) 198.893) (115.375) (470) Pembayaran dividen kas oleh entitas anak tertentu kepada entitas nonpengendali (1.877) (98.064) (99.387) Penurunan setoran modal dari kepentingan nonpengendali (101.675) (39.200) (24.500) 86.963 Pembayaran biaya emisi obligasi 91.002 (6.023) 14.641) (6.923) 4-6
Page 38 OCR 0.837
RP 0 ID DP 2 2 R1 Re RD RN Ro TV G0 D7 D0 NP 2 D' 1 DX 3 10 RD Go He Ro H? H Ge He ) Dalam jutaan Rupiah Juni 2024 (6 bulan) Keterangan Z 2023 Pembayaran liabilitas sewa $ (316) (50) (54) (135) Pembayaran utang pihak . . berelasi non-usaha kd 26177) 85 Penerimaan setoran modal dari . - - 83.894 kepentingan nonpengendali " Pembayaran utang obligasi (1.100.000) | (1.300.000) (416.000) (500.000) Penambahan modal dengan g 5 HMETD II biss Pembayaran biaya emisi modal P 2 dengan HMETD II an) Penerimanaan uang muka setoran modal dari - 163.478 284.087 - - kepentingan nonpengendali Akuisisi kepentingan . nonpengendali (3.757) Kas neto yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas 217.004 | aga422 | (830.145) |(1.426.357) | 789.586 | 1.615.522 pendanaan KENAIKAN NETO KAS DAN SETARA KAS Reklasifikasi dari kas dan setara kas menjadi aset keuangan - - - (2.616) tidak lancar lainnya 140.576 (7.942) | 1.117.456 371.236 150,319 (38.408) KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 1.523.848 | 1.664.424 | 1.656.482 | 2.773.938 | 3.142.558 3.292.877 KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 1.664.424 | 1.656.482 | 2.773.938 | 3.142.558 | 3.292.877 3.254.469 41.34 Arus kas bersih dari aktivitas operasi dari tahun 2019 hingga 2020 mengalami penurunan menjadi arus kas keluar dikarenakan adanya penurunan penerimaan dari pelanggan. Hal ini dikarenakan terjadi penurunan penerimaan kas dari pelanggan pada tahun 2020. Perseroan kembali mencatat arus kas masuk dari aktivitas operasi di tahun 2021 dan mengalami peningkatan di tahun 2022. Namun arus kas masuk dari aktivitas operasi mengalami penurunan di tahun 2023 yang disebabkan penurunan penerimaan kas dari pelanggan serta kenaikan pembayaran kas kepada pemasok dan beban operasi lainnya dan kembali mengalami penurunan pada periode 6 bulan yang berakhir pada 30 Juni 2024 yang disebabkan adanya pembayaran BPHTB terkait kombinasi bisnis. 4.1.3.2 Arus kas keluar untuk aktivitas investasi Perseroan terus mengalami peningkatan selama tahun 2021 hingga 30 Juni 2024. Hal ini disebabkan kenaikan pengeluaran kas untuk perolehan tanah yang belum dikembangkan, properti investasi, serta aset tetap. 4.1.3.3 Perseroan mencatat arus kas masuk dari aktivitas pendanaan Perseroan pada tahun 2019, 2020, 2023, dan periode & bulan yang berakhir 30 Juni 2024 setelah mencatat arus kas keluar untuk aktivitas pendanaan pada tahun 2021 dan 2022. 4-7
Page 39 OCR 0.799
A0 DN DX RN" ' RT RN N' N' Gt D BY Yo HN H5 X0 R' He H6: Re Hb R' Gi He G6 Rt Ne RR | 4.1.4 Rasio Keuangan a) Rasio Profitabilitas Imbal Balik Aset 2,508X 0,9874 21108 2,7148 3,3934 3,1584” Imbal Batik Ekuitas 6,4864 2,707x 4,8954 6,5684 8,597x4 7, 7096" Marjin Laba Kotor 479621 45,5684 46,5884 52,449 50,4534 52,420x Marjin Laba Usaha 26,7414 25,3654 27,976 29,8714 28,70946 39,340x Marjin Laba Bersih 10,3172 4, 8894 9,8734 13,493 15,884x 17,845X “Periode 6 bulan Imbal balik aset dan imbal balik ekuitas Perseroan dari tahun 2021 sampai 2023 terus mengalami peningkatan setelah mengalami penurunan di tahun 2020. Hal ini sejalan dengan peningkatan laba bersih Perseroan yang terus meningkat setiap tahun pada periode tersebut. Marjin laba kotor Perseroan dipengaruhi oleh campuran produk terjual, rata-rata marjin laba kotor tahun 2022 hingga 30 Juni 2024 mengalami peningkatan dibandingkan rata- rata marjin kotor tahun 2019 hingga 2021 dikarenakan penjualan apartemen yang memiliki marjin kecil mengalami penurunan. Marjin laba bersih juga terus mengalami kenaikan dari tahun 2021 hingga 2023 yang didukung oleh penurunan biaya keuangan pada tahun tersebut. b) Rasio Likuiditas Keterangan 2019 2020 2021 2022 2023 Maa Rasio Kas 0,18 0,20 0,40 0,33 0,28 0,28 Rasio Cepat 0,21 0,23 0,43 0,36 0,30 0,30 Rasio Lancar 1,24 1,42 1,87 1,50 1,32 1,27 Rasio lancar Perseroan selama tahun 2019 sampai 30 Juni 2024 memiliki rasio di sekitar nilai 1,24 sampai dengan 1,87. Rasio lancar yang memiliki nilai 1,0 atau lebih besar merupakan indikasi bahwa perusahaan memiliki posisi yang baik untuk dapat membayar kewajiban jangka pendeknya. Cc) Rasio Solvabilitas Juni 2024 KetaraiKa (6 bulan) Rasio Total Utang terhadap Ekuitas 0,95 1,04 0,63 0,50 0,59 0,68 Rasio Total Utang terhadap Total Aset 7 0,38 0,27 0,21 0,23 0,28 4-8
Page 40 OCR 0.828
3 NP D0 Rt D9 R0 D0 Gb H2 Rv ' R0 R0 Ne H6 H5 Ht R5 RH? R HN? R' R0 R0 Hb R' RN Ne H5 Re He Rs Re) Rasio Total Utang terhadap Ekuitas cenderung fluktuatif dengan rata-rata selama tahun 2019 hingga 30 Juni 2024 sebesar 0,73, setelah sempat mencapai 1,04 di tahun 2020. Rasio Total Utang terhadap Total Aset Perseroan terus menurun dari tahun 2019 sampai dengan 2023 dan mengalami sedikit kenaikan pada 30 Juni 2024. Baik Rasio Total Utang terhadap Ekuitas dan Rasio Total Utang terhadap Total Aset masih berada di bawah angka 1002, yang berarti Perseroan masih mampu untuk membayar pinjaman dari kreditur dengan menggunakan aset atau ekuitas yang dimiliki. 4.2 ANALISIS ATAS LAPORAN KEUANGAN PROFORMA KONSOLIDASIAN 4.2.1 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Proforma PT Summarecon Agung Tbk dan Entitas Anak pada tanggal 30 Juni 2024 Dalam jutaan Rupiah Aset lancar Kas dan setara kas 3.254.469 : 3.254.469 Piutang usaha pihak berelasi 18.301 - 18.301 Piutang usaha pihak ketiga 263.979 bi 263.979 Piutang lain-lain 11.360 ba 11.360 Piutang pihak-pihak berelasi non-usaha 67.638 " 67.638 Persediaan 10.018.229 Sa 10.018.229 Pajak dibayar di muka 691.716 . 691.716 Beban dibayar di muka 119.206 . 119.206 Uang muka 211.065 s 211.065 Aset keuangan lancar lainnya 263.676 - 263.676 Total aset lancar 14.919.639 . 14.919.639 Aset tidak lancar Piutang usaha pihak ketiga 7.7 - 1779 Piutang lain-lain 1.019 - 1.019 Piutang pihak berelasi non-usaha 86.605 - 86.605 Tanah yang belum dikembangkan 7.475.684 - 7.475.684 Investasi pada entitas asosiasi TAS . 97.95 Uang muka 2.232.523 (25.200) 2.207.323 Aset tetap, bersih 480.581 5 480.581 Properti investasi, bersih 5.738.555 25.200 5.763.755 Aset pajak tangguhan 2.635 . 2.635 Aset keuangan tidak lancar lainnya 906.457 - 906.457 Aset tidak lancar lainnya 94.389 . 94.389 Total aset tidak lancar 17.133.434 2 17.133.434 TOTAL ASET 32.053.073 . 32.053.073 4-9
Page 41 OCR 0.818
R0 3 D0 DG DP R0 D0 Ho R2 H0 HN? R0 H1 R4 H3 RH: H' N: Ro WN H He ND No RN RN Me Ur He No HN M' Dalam jutaan Rupiah Proforma Setelah Keterangan Sebelum Transaksi Penyesuaian Transaksi LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS Liabilitas Jangka Pendek Utang bank jangka pendek 3.419.970 » 3.419.970 Utang usaha kepada pihak ketiga 95.271 - 95.271 Utang lain-lain 382.386 - 382.386 Utang pajak 78.91 - 78.991 Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 40.272 - 40.272 Liabilitas kontrak - pihak berelasi 18.599 - 18.599 Liabilitas kontrak - pihak ketiga 4.909.239 : 4.909.239 Uang jaminan yang diterima - pihak berelasi 188 - 188 Uang jaminan yang diterima - pihak ketiga 166.547 - 166.547 Pendapatan diterima dimuka - pihak berelasi 6.499 - 6.499 Pendapatan diterima dimuka - pihak ketiga 632.580 - 632.580 Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun - neto: Utang bank dan lembaga pembiayaan 953.032 z 953.032 Utang obligasi 199.904 - 199.904 Liabilitas sewa 367 z 367 Total liabilitas jangka pendek 11.768.743 - 11.768.743 Liabilitas Jangka Panjang Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun - neto: Utang bank dan tembaga pembiayaan 1.657.363 5: 1.657.363 Utang obligasi 2.633.275 - 2.633.275 Liabilitas sewa 5.395 2 5.395 Utang lain-lain 29.236 2 29.236 Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 135.243 « 135.243 Liabilitas kontrak - pihak berelasi 2.597 ba 2.597 Liabilitas kontrak - pihak ketiga 2.361.799 - 2.361.799 Uang jaminan yang diterima - pihak berelasi 11.243 . 11.243 Uang jaminan yang diterima - pihak ketiga 141.516 » 141.516 Pendapatan diterima dimuka - pihak berelasi 20.363 ta 20.363 Liabilitas pajak tangguhan 141.387 : 141.387 Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya 13.960 - 13.960 Total liabilitas jangka panjang 7.153.377 5 7.153.377 4-10
Page 42 OCR 0.817
DD RD DP DD RP DP H0 RN R0 H4 R0 H3 RH H6 NP H? HN? R HK? S5 Ne Hi R' HN? H? NP Ke H6 H' He ) Dalam jutaan Rupiah Proforma Setelah Keterangan Sebelum Transaksi Penyesuaian Ba TOTAL LIABILITAS 18.922.120 - 18.922.120 EKUITAS Modal saham 1.650.857 1.650.857 Tambahan modal disetor 1.307.203 1.307.203 Selisih transaksi dengan pihak non-pengendati (1.665) (1.665) Saldo laba Dicadangkan 143,869 143.869 Belum dicadangkan 7.345.119 7.345.119 Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada P pemilik entitas induk 10.445.383 10.445.383 Kepentingan non-pengendali 2.685.570 2.685.570 TOTAL EKUITAS 13.130.953 - 13.130.953 TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 32.053.073 . 32.053.073 Laporan posisi keuangan konsolidasian proforma setelah Transaksi hanya terdapat perubahan terkait uang muka atas Tanah Yang Dibeli yang sudah diakui sebagai properti investasi. 4.2.2 Laporan Laba Rugi dan 30 Juni 2024 Penghasilan Komprehensif Konsolidasian Proforma PT Summarecon Agung Tbk dan Entitas Anak Untuk Periode 6 Bulan yang Berakhir Pada Dalam jutaan Rupiah Proforma Setelah Keterangan Sebelum Transaksi Penyesuaian Haa gan Pendapatan Neto 5.672.861 5.672.861 Beban Pokok Penjualan dan Beban Langsung (2.699.155) - (2.699.155) Laba Kotor 2.973.706 2.973.706 Beban penjualan (220.954) - (220.954) Beban umum dan administrasi (527.070) - (527.070) Penghasilan operasi lain 7.479 7.479 Beban operasi lain (1.442) - (1.442) Laba Usaha 2.231.719 2.231.719 Pendapatan keuangan 100.410 100.410 Biaya keuangan (518.244) - (518.244) Laba pada ekuitas entitas asosiasi 6.294 " 6.294 BPHTB terkait kombinasi bisnis (402.244) - (402.244) aa bebari pajak final. dan pajak 1.417.935 1.417.935 Beban pajak final (401.251) - (401.251) 4-1
Page 43 OCR 0.808
» X3 Yo R6 G1 RN RD Rt NP DN) RN? H0 R9 H2 Gp X “ Ne X6 Rv H2 RN Ro R N' G' He Ke He Ho He ) Dalam jutaan Rupiah Proforma Setelah Keterangan Sebelum Transaksi Penyesuaian Transaksi Laba sebelum beban pajak penghasilan 1.016.684 1.016.684 Beban pajak penghasilan - neto (4.363) (4.363) Laba tahun berjalan 1.012.321 1.012.321 Pada laporan laba rugi konsolidasian proforma setelah transaksi tidak terdapat perubahan akibat adanya Transaksi. 4.2.3 Analisis Rasio Keuangan Proforma Sebelum dan Setelah Transaksi a) Rasio Profitabilitas Keterangan Sebelum Transaksi Proforma Setelah Transaksi Imbal Balik Aset 3,1584" 3,15816” Imbal Balik Ekuitas 7, 70956" 7,709” Marjin Laba Kotor 52,420x 52,420x Marjin Laba Usaha 39, 340x 39,340x Marjin Laba Bersih 17,8454 17,845X “Periode 6 bulan Setelah Transaksi, rasio profitabilitas tidak mengalami perubahan. b) Rasio Likuiditas Keterangan Sebelum Transaksi Proforma Setelah Transaksi Rasio Kas 0,28 0,28 Rasio Cepat 0,30 0,30 Rasio Lancar 1,27 127 Rasio likuiditas setelah Transaksi tidak mengalami perubahan terkait uang muka atas Tanah Yang Dibeli yang sudah diakui sebagai properti investasi merupakan aset tidak lancar. c) Rasio Solvabilitas Keterangan Sebelum Transaksi Proforma Setelah Transaksi Rasio Total Utang terhadap Ekuitas 0,68 0,68 Rasio Total Utang terhadap Total Aset 0,28 0,28 Rasio solvabilitas setelah Transaksi juga tidak mengalami perubahan. 4-12
Page 44 OCR 0.694
RP YP H0 R0 H6 G0 D3 H3 H6 He NP H5 H3 Ne GP H6 H6 X9 H6 H3 R9 Re NY 2 Re H9 H3 He R3 X3 R3 M6 Ng ) 4.3 PROYEKSI LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 4.3.1 Proyeksi Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum Transaksi 4.3AA Transaksi pada tanggal 31 Desember 2024 sampai dengan 2029. Berikut ini adalah proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan sebelum Dalam jutaan Rupiah Keterangan 2028 ASET Aset lancar Kas dan setara kas 225321 | 2340596 | 25702) 2erwasi| 2esa977 | 2772985 Piutang usaha arsaso| 596.074 654.228 748.812 879.583 | 933.923 Piutang lain-lain 12.878 14.330 15.928 17.685 19.618 21.744 Piutang pihak-pihak an kar 92.545 109.860 128.906 149.857 172.904 198.255 Persediaan 13.048.086 | 14.200.367 | “15172022 | te.401.781 | te.003.118 | 19.442.7a8 Pajak dibayar di muka m3876 | 796.264 375.891 gesaso| 1059828 | 1.165.810 Beban dibayar di muka 287.823 316.473 348.136 382.931 an240| 463.348 Uang muka 288.217 | — 288.217 288.217 288217 |” 288.217 288.217 Aset lancar lainnya 13.676 13.676 13.676 13.676 13.676 13.676 Total aset lancar 17.199.772 | 18.675.357 | 20.078.106 | 21.588.890 | 25.583.491 | 25.300.699 Aset tidak lancar Piutang usaha 20.720 20.720 20.720 20.720 20.720 20.720 Piutang lain-lain 1.644 1.644 1.644 1.614 1.644 1.644 Piutang pihak berelasi ena 80.605 30.605 30.605 30.605 30.605 30.605 Tanah yang belum Puring neaa9s | Bosst33 | 8330395 | sca.to8 | @.9e0.133 | 0.526.945 Investasi pada entitas Mr 90.901 90.901 90.901 90.901 90.901 90.901 Uang muka tas7za7a | 1202723) tarasee | 1758705 | 2008412 | 2.219.106 Aset tetap, bersih 505.129 | 677.152 664.935 524.466 501.098 277.120 Propertiinvestasi,bersih |” 6.591.006 | 7258552 | 809217. | 8395092) 8516525 | 8.543.388 Aset pajak tangguhan 8.557 9.412 10.353 11.389 12.528 13.780 pena jelangan tidak m0168 | 1.ne08609 | 1286182 | 1421026 | 1.575.654 | 1.702.446 lancar lainnya Aset tidak lancar lainnya 78.583 78.583 78.583 78.583 78.583 78.583 Totalaset tidak lancar | 17.312.842 | 18.667.294 | 20131375 | 20.850.329 | 21.855.803 | 22.595.848 TOTAL ASET 3asi2eta | 37.342.151 | A0.200-451 | aza20.215 | as.a29.20a | a7.306.547 4-13
Page 45 OCR 0.667
3 R3 G3 30 R0 R0 GP DG? DP R9 R0 0 R3 R0 No NP R4 X5 RN) H4 Re R2 NP RN Ne Hb R0 N He N? W Hv N' Ye ) Dalam jutaan Rupiah Keterangan 2028 2029 LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS Liabilitas jangka pendek Utangbankjangka pendek |” 2.871.682 | 3.163.254 | 3.530.446 | 3442598 | 3.370.176 | 2.956.718 Utang usaha 106.537 110.005 130.343 151.636 195.357 286.159 Utang lain-lain 250.590 264.153 278.394 293.347 309.047 325.533 Beban akrual 1.136.434 | 1193255 | 1252918) a3nis.sea | 1.381.342 | 1.450.400 Utang pajak 70.991 70.991 70.991 70.991 70.991 70.991 Liabilitas imbalan kerja Nana mandek 37.661 37.661 37.661 37.661 37.661 37.661 Liabilitas kontrak 6.000.265 | 6.488.194 | 6.995.787 | 7.5e0021 | 8.288.729 | 8.922.576 Deposit yang diterima ata 171.689 171.689 171.689 171.689 171.689 171.689 Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun - neto: Dang mana ca a.c96| 9062271 t01423| — sec25e| — sessog | 47.058 lembaga pembiayaan Utang obligasi - 468.000 771.450 432.000 971.000 . bu Jangka 11.468.545 | 12.873.429 | 14.257.102 | 14.461.763 | 15.761.500 | 15.068.794 Liabilitas jangka panjang Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun - neto: Utang bank dan lesbarapembiayaan | 2179967 | 2401307| 2es00s2| 2612365 | 2554390 | 2.244.520 Utang obligasi 2.644.453 | 2.176.453 | 1.399.003 967.003 - . Utang lain-lain 20.664 20.664 20.664 20.664 20.664 20.664 KembilItas feroalan Wen 163.324 173.373 183.925 195.004 206.638 218.853 jangka panjang Liabilitas kontrak 3113239 | 3113239) 3013239) 3113239) 3.113.239 3.113.239 Deposk yang Oilntima 134.420 134.420 134.420 134.420 134.420 134.420 jangka panjang Perdapkan Hara, 1.035.084 | 1027417 | 41.017.767 | 1.139.726 989.103 | 1.059.275 dimuka 4-14
Page 46 OCR 0.773
0 G0 D0 GP G0 H6 30 D0 RN G0 R5 R3 39 NP G5 Gp 3 Ne ) ) R6 30 RP Mo R4 R0 RP 05 DR Rp YP R3 YP | Keterangan Dalam jutaan Rupiah 2028 2029 Liabilitas pajak tangguhan 15.300 16.068 16.868 17.71 18.598 19.527 Total Ileniitas angan 9.306.451 | 9.062.641 | 8.5es.938 | 8.201.132 | 7.037.052 | 6.810.498 panjang TOTAL LIABILITAS 20.774.996 | 21.936.070 | 22.823.040 | 22.662.895 | 22.758.552 | 21.879.202 EKUITAS Modal saham 1.650.857 | 1.650.857 | 1.650.857 | “1.650.857 | 1.650.857 | 1.650.857 Tambahan modal disetor 1.307.359 | 1307359 | 4.307.359 | 4.307.359 | 1.307.359 | 1.307.359 Saldo laba 7.429.864 | 8.816.281 | 10.440.942 | 12.207.703 | 14.769.908 | 17.558.855 Kepentingan non- Pe 3.329.538 | 3.632.584 | 3.987.283) 4410405 | 412618 | 5.500.184 TOTAL EKUITAS 13.737.618 | 15.407.081 | 17.356.441 | 19.776.322 | 22.640.742 | 26.017.255 TOTAL LIABILITAS DAN | 3 542.614 | 37.343.151 | 40.209.481 | 42.429.215 | 45.425.294 | 47.096.547 .2 Berikut ini adalah proyeksi Laporan Laba Rugi Konsolidasian Perseroan sebelum Transaksi untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025 sampai dengan 2029. 2024 Dalam jutaan Rupiah Keterangan (6 bulan) 2028 2029 Pendapatan Neto 2.689.371 8.433.554 9.671.611 11.044.524 | 12.415.228 | 14.157.495 Beban Pokok Penjualan dan Beban Langsung (852.192) (3.667.089) (4.345.015) (5.054.800) (5.678.856) (6.205.612) Laba Kotor 1.837.179 4.766.465 5.326.596 5.989.724 6.736.372 7.951.883 Beban penjualan (199.973) (448.367) (487.026) (544.299) (675.449) (673.882) Beban umum dan adminigrasi (764.263) (1.421.389) (1.575.342) (1.680.879) (1.862.206) (1.922.994) Beban operasi lain (391.038) 2 : " id » Laba Usaha 481.905 2.896.709 3.264.228 3.764.546 4.198.717 5.355.007 Pendapatan (biaya) keuangan (57.158) (1.024.377) (1.058.715) (1.113.865) (1.118.590) (1.015.586) Laba sebelum beban pajak penghasilan 424.747 1.872.332 2.205.513 2.650.681 3.080.127 4.339.421 baba pajak penghasilan | 447.811) (357.338) (432.275) (535.343) (569.345) | (1.401.897) Laba tahun berjalan 306.936 1.514.994 1.773.238 215.338 2.510.782 2.937.524 4-15
Page 47 OCR 0.811
ID DD DD 3 D0 DT DD D' 2 GD DD TTD N' UV N' ND T T & T TT “' & ) 4.3.1.3 Rasio Keuangan Proyeksi Perseroan Sebelum Transaksi a) Rasio Profitabilitas Keterangan Imbal Balik Aset 3,8234 4,057X 44105 49841 5,526X 6,1334 Imbal Balik Ekuitas 9,603X 9,834, 10, 19916 10,696x 11,090x 1, 211X Marjin Laba Kotor 57,531 56,518 55,0754 54,233 54,2594 56,167x Marjin Laba Usaha 32,4514 34,347 33,7514 34,0854 33,8194 37,8254 Marjin Laba Bersih 15,776x 17, 9641, 18, 3348 19,1534 20,2234 20,7494 Imbal balik aset, imbal balik ekuitas, dan marjin laba bersih Perseroan dari tahun 2024 sampai 2029 sebelum Transaksi terus mengalami peningkatan, dengan rata-rata sebesar 4,8224, 10,4524, dan 18,700. Marjin laba kotor Perseroan sempat mengalami penurunan dari tahun 2024 hingga 2027, namun mulai mengalami kenaikan di tahun 2028 dan 2029. Marjin laba usaha Perseroan dari tahun 2024 sampai 2029 cenderung fluktuatif dengan rata-rata sebesar 34,380x. b) Rasio Likuiditas Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029 Rasio Kas 0,20 0,18 0,18 0,18 0,17 0,18 Rasio Cepat 0,24 0,23 0,23 0,23 0,22 0,25 Rasio Lancar 3,01 2,90 2,82 2,93 2,88 3118 Rasio likuiditas Perseroan sebelum Transaksi cenderung stabil dari tahun 2024 sampai dengan 2029 dengan rata-rata rasio kas, rasio cepat, dan rasio lancar masing-masing berada di kisaran 0,18, 0,23, dan 2,95. c) Rasio Solvabilitas Keterangan 2026 2027 2028 2029 Rasio Total Utang terhadap Ekuitas 0,25 0,24 0,23 0,20 0,17 0,13 Rasio Total Utang terhadap Total 0,62 0,59 0,54 0,43 0,35 0,23 Rasio total utang terhadap ekuitas dan rasio total utang terhadap total aset Perseroan sebelum Transaksi diproyeksikan akan semakin membaik dari tahun 2024 sampai dengan 2029. 4-16
Page 48 OCR 0.874
, TU RD UD D 20 2 2) ND RR 2 B' Re X2: He Di Ro Re He Ep | : 9 3 9 9 D3 4.3.2 Proyeksi Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Setelah Transaksi 43.21 Transaksi pada tanggal 31 Desember 2024 sampai dengan 2029. Berikut ini adalah proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan setelah Dalam jutaan Rupiah Keterangan 2026 2028 2029 ASET Aset lancar Kas dan setara kas 2.253.452 2.340.956 2.579.671 2.620.336 2.666.166 2.774.463 Piutang usaha 479.460 596.074 654.228 748.812 879.583 933.923 Piutang lain-lain 12.878 14.330 15.928 17.685 19.618 21.744 Piutang pihak-pihak berelasi non-usaha 92.545 109.860 128.906 149.857 172.904 198.255 Persediaan 13.048.086 14.200.367 15.174.082 16.404.781 18.063.448 19.442.738 Pajak dibayar di muka 723.876 796.264 875.891 963.480 1.059.828 1.165.810 Beban dibayar di muka 287.702 316.473 348.121 382.931 421.223 463.348 Uang muka 288.217 288.217 288.217 288.217 288.217 288.217 Aset lancar lainnya 13.676 13.676 13.676 13.676 13.676 13.676 Total aset lancar 17.199.892 | 18.676.217 | 20.078.720 | 21.589.775 | 23.584.663 | 25.302.174 Aset tidak lancar Piutang usaha 20.720 20.720 20.720 20.720 20.720 20.720 Piutang lain-lain 1,644 1.644 1.644 1.644 1.644 1.644 Piutang pihak berelasi Ten 80.605 80.605 80.605 80.605 80.605 80.605 Tanah yang belum dikembangkan 7.641.195 8.085.133 8.330.395 8.464.108 8.969.133 9.526.945 Teen pada entan 90.901 90.901 90.901 90.901 90.901 90.901 asosiasi Uang muka 1.132.274 1.178.523 1.449.686 1.733.595 1.983.210 2.193.906 Aset tetap, bersih 595.129 677.152 664.935 524.466 501.098 277.130 Properti investasi, bersih 6.616.286 7.283.752 8.117.371 8.420.292 8.541.725 8.568.588 Aset pajak tangguhan 8.557 9.412 10.353 11.389 12.528 13.780 Aset keuangan tidak lancar lainnya 1.046.948 1.160.869 1.286.182 1.424.026 1.575.654 1.742.446 Aset tidak lancar lainnya 78.583 78.583 78.583 78.583 78.583 78.583 Total aset tidak lancar 17.312.842 | 18.667.294 | 20.131.375 | 20.850.329 | 21.855.803 | 22.595.848 TOTAL ASET 34.512.734 | 37.343.511 | 40.210.095 | 42.440.104 | 45.440.466 | 47.898.022 4-17
Page 49 OCR 0.711
b3200221930902223202223121202D2222099093921012 2 22 LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS Liabilitas jangka pendek Utang bank jangka pendek | 2.871.682 | 3.163.254 | 3.530.486 | 3442598 | 3370176 | 2.956.718 Utang usaha 106.537 110.005 130.343 151.636 195.357 286.159 Utang lain-lain 250.590 264.153 278.394 293.347 309.047 325.533 Beban akrual 1136434 | 1493255) 1252018) 1315564 | 1381342) 1.450.009 Utang pajak 70.991 70.391 70.991 70.991 70.991 70.991 Liabilitas imbalan kerja : 37.661 37.661 37.661 37.661 37.661 37.661 jangka pendek Liabilitas kontrak 6.000.265 | 6.488.194 | 6.995.787 | 7.5e0021 | 8288729 | 8.922.576 Deposit yang diterima Peleton 171.689 171.689 171.689 171.689 171.689 171.689 Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun - neto: Lang ak Can, B22.e96 | 9052271 “0123| 9ec25e | sessos | 847.058 lembaga pembiayaan Utang obligasi : 468.000 777.450 432.000 971.000 - Total Habikas Janaka 11.463.545 | 12.873.429 | 14.257.102 | 14.461.763 | 15.761.500 | 15.068.794 pendek Liabilitas jangka panjang Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun - neto: Utang bank: Yan 2.179.967 | 2.401.307 | 2.680.052 | 2.613.365 | 2.554.390 | 2.244.520 lembaga pembiayaan Utang obligasi 2644453 | 2.176.453 | 1.399.003 967.003 - . Utang lain-lain 20.664 20.664 20.664 20.664 20.664 20.664 Lea Kooaan kera tempa | oo oamaa7a | 10225 | toso0 | 206638 | 210853 jangka panjang Liabilitas kontrak 3113239 | 3413239) 3113259) 3413239) 3013239 | 3.113.229 Deposinyang diterima 134.420 134.420 134.420 134.420 134.420 134.420 jangka panjang pentiapalan terima 1.035.084 | 1.027.117 | 1.017.767 | 1.439.726 989.103 | 1.059.275 dimuka Liabilitas pajak tangguhan 15.300 16.068 16.868 7.7 18.598 19.527 Total liabilitas jangka 9.306.451 | 9.062.641 | a.ses.938 | 8.201.132 | 7.037.052 | e.a10.a98 panjang TOTAL LIABILITAS 20.774.996 | 21.936.070 | 22.823.040 | 22.662.895 | 22.798.552 | 21.879.292 4-18
Page 50 OCR 0.645
RD UD DD DP 2 DD 2 2 2 N' GD: RN N'/ &: &: &': HD 5: 7 Y G: N: G: H' Hi G: Ht He 4 ' | Dalam jutaan Rupiah Keterangan 2029 EKUITAS Modal saham 1.650.857 1.650.857 1.650.857 1.650.857 1.650.857 1.650.857 Tambahan modal disetor 1.307.359 | 1.307.359 | 1.307.359 | 41.307.359 | 1.307.359 | 1.307.359 Saldo laba 7.449.984 8.816.641 10.441.556 12.408.588 14.771.080 17.560.330 Kepevehaa pat 3.329.538 | 3.632.584 | 3.987.283 | a.ato405 | 4912618 | 5.500.184 pengendali TOTAL EKUITAS 13.737.738 | 15.407.441 | 17.387.055 | 19.777.209 | 22.641.914 | 26.018.730 na LITAS DAM 34.512.734 | 37.343.511 | 40.210.095 | 42.440.104 | 45.440.466 | 47.898.022 4.3.2.2 Berikut ini adalah proyeksi Laporan Laba Rugi Konsolidasian Perseroan sebelum Transaksi untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025 sampai dengan 2029. Keterangan 2024 (6 bulan) Dalam jutaan Rupiah 2028 2029 Pendapatan Neto 2.689.371 | 8.433.554 | 9.671.611 | 11.044.524 | 12.415.228 | 14.157.495 Beban Pokok Penjualan dan Batan Lan tes2.o72 | (3.ees.849) | (a.344-760) | Gosa530) | (5.678.560) | (6.205.300 Laba Kotor 1.837.299 | 4766705 | 5326851 | sssos04| 6736.es9 | 7.952.187 Beban penjualan 9997 | wasaen |” cero20 |” Gas2s |” cersaan | (673.282 Beban umum dan ska Gsaren | mara | as75aan | a.esos7 | G.as2.2007 | a.922.990 Beban operasi lain (391.038) - Laba Usaha 482.025 | za9e.ga9 | 3264483 | 37eaate | A.t99.001| 5.355.311 Pendapatan (biaya) em G7zas8 | a.02437m | ses) | dare | aare.s907 | @.015.586) laba sebekan babat 424.867 | 4.872572| 2.205.768 | z.es0.951 | 3.ogota | 4.339.725 pajak penghasilan Mapan Pelan penghasilan | 17.011) (357.338) (432.275) (635.343) (569.325) | (1.401.897) Laba tahun berjalan 307.056 | 1.515.238) “1773493 | 2115608 | 251.000 | 2.937.825 4-19
Page 51 OCR 0.790
RD DN RN G7 H4 Ke Ne 30 RP R0 D4 R6 Ge Re S4 R0 He Re 3 R6 M3 Re R0 R0 H3 No 33 R2 G6 S4 &v | 4.3.2.3 Rasio Keuangan Proyeksi Perseroan Setelah Transaksi a) Rasio Profitabilitas Keterangan Imbal Balik Aset 3,823 4,0585 AAN 4,9854 5,5265 6,131 Imbal Balik Ekuitas 9,6041, 9,831 10, 2005, 10,6974 11,090x 11,201 Marjin Laba Kotor 57,533 56,521 55,0774 54,2354 54,261 56, 1694 Marjin Laba Usaha 32,4524 34,350X, 33, 7534 34,088X 33,821 37,8274 Marjin Laba Bersih 15,778 17,96716 18,375 191554 20,264 20,7518 Imbal balik aset, imbal balik ekuitas, dan marjin laba bersih Perseroan dari tahun 2024 sampai 2028 setelah Transaksi juga terus mengalami peningkatan, dengan rata-rata sebesar 4,8234, 10,453X, dan 18,70246. Marjin laba kotor Perseroan sempat mengalami penurunan dari tahun 2024 hingga 2027, namun mulai mengalami kenaikan di tahun .2028 dan 2029. Marjin laba usaha Perseroan dari tahun 2024 sampai 2029 cenderung fluktuatif dengan rata-rata sebesar 34,3825. b) Rasio Likuiditas Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029 Rasio Kas 0,20 0,18 0,18 0,18 0,17 0,18 Rasio Cepat 0,24 0,23 0,23 0,23 0,22 0,25 Rasio Lancar 3,01 2,90 2,82 2,93 2,88 3,18 Akun-akun pada aset lancar Perseroan setelah Transaksi tidak berubah secara signifikan dengan sebelum Transaksi, sehingga rasio likuiditas setelah Transaksi tidak berubah dari sebelum Transaksi. c) Rasio Solvabilitas Keterangan 2 2027 2028 Rasio Total Utang terhadap Ekuitas 0,25 0,24 0,23 0,20 0,17 0,13 Rasio Total Utang terhadap Total Aset 0,62 0,59 0,54 0,43 0,35 0,23 Rasio total utang terhadap ekuitas dan rasio total utang terhadap total aset Perseroan setelah Transaksi tidak berubah dari sebelum Transaksi. 4-20
Page 52 OCR 0.806
R0 DP RN RN D7 RN? Ho X Re Ht Gp He He H6 He H4 He Hi R5 G' G7 HN R' R He He 3 Ns R3 R5 Ge He He ) 4.4 ANALISIS INKREMENTAL 4.41 Berdasarkan analisis inkremental dapat dilihat bahwa dengan dilakukannya Transaksi tidak mempengaruhi kinerja keuangan dan operasional Perseroan. 4.4.2 Berikut adalah rasio laporan keuangan konsolidasian berdasarkan proforma Perseroan yang disusun oleh manajemen Perseroan per tanggal 30 Juni 2024. erangan Sebelum Proform lah Transaksi Imbal Balik Aset 3,168 3,166 Imbal Balik Ekuitas 77183 7713 Marjin Laba Kotor 52,425 52,425 Marjin Laba Usaha 39, 3455 39,345 Marjin Laba Bersih 17,848 17,845 Rasio Kas 0,28 0,28 Rasio Cepat 0,30 0,30 Rasio Lancar 1,27 1,27 Rasio Total Utang terhadap Ekuitas 0,68 0,68 Rasio Total Utang terhadap Total Aset 0,28 0,28 “Periode 6 bulan 4.4.3 Berdasarkan proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum Transaksi dan setelah Transaksi terlihat bahwa dengan dilakukannya Transaksi tidak terdapat perubahan pada rasio profitabilitas, rasio likuiditas, dan rasio solvabilitas. Secara umum tidak terdapat perubahan yang signifikan pada proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan setelah Transaksi. 4.4.4 Terdapat perubahan yang tidak signifikan pada laporan posisi keuangan proyeksi keuangan SMRA sebelum Transaksi dan setelah Transaksi sebagai berikut: angan 2024 2025 2026 2027 2028 2029 Sebelum Transaksi Man La mai 34.512.614 | 37.343.151 | 40.209.481 | 42.439.219 | 45.439.204 | 47.896.547 Tebal Sae Nan Jaan 13.737.618 | 15.407.081 | 17.386.441 | 19.776.324 | 22.640.742 | 26.017.255 Setelah Transaksi Te ear Juta 34.512.734 | 37.343.511 | 40.210.095 | 42.440.104 | as.440.466 | 47.898.022 Te aan 13.737.738 | as-407.4a1 | 17.387.055 | 19.777.209 | 22.641.914 | 26.018.730 4.4.5 Total aset dan total ekuitas selama periode proyeksi setelah Transaksi lebih tinggi dibandingkan sebelum Transaksi, yang disebabkan kenaikan laba bersih atas penurunan beban sewa. 421
Page 53 OCR 0.691
R1 D0 DR RD RD Ri Y Ro ND DN XD: H6 Re RD? DN Rb RH HT 0 R' Re Te Te H6 Sp Hi He He H' ) 4.4.6 Tidak terdapat perubahan atas analisis tren pendapatan, namun terdapat sedikit perubahan pada laba bersih proyeksi keuangan Perseroan sebelum Transaksi dan setelah Transaksi sebagai berikut: 2024 Keterangan (6 bulan) Sebelum Transaksi Pendapatan neto (dalam Panpel 2.639.371 | @a33.s5a | 9.e7i.eti | 11.001.524 | 12.415.225 | 14.157.405 Kenaikan pendapatan (5) 2 0,851 14,685 14,208 1218 14,038 Pena (dalam jutaan 306.936 | s1a.99a | 1773258 | 2115338 | 2.510.782 | 2.937.524 Setelah Transaksi Pendapatan neto (dalam Aan 2.689.371 | 6.433.554 | 9.e7te1i | 1.041.521 | 12.415.225 | 14.157.495 Kenaikan pendapatan (6) : 0,854 14,685 14,205 Tata 14,038 aa La (dalam Jutaan 307.056 | 4.515.234 | 41.773.493 | 2015608 | 2511.009| 2.937.828 4.4.7 Laba bersih yang dicatatkan Perseroan selama periode proyeksi setelah Transaksi mengalami peningkatan dibandingkan sebelum Transaksi yang disebabkan oleh penurunan beban. 4.4.8 Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan sebelum Transaksi dan setelah Transaksi, tidak terdapat perubahan yang signifikan pada rasio atas proyeksi keuangan Perseroan. Berikut adalah rasio atas proyeksi keuangan Perseroan sebelum Transaksi dan setelah Transaksi: rata Sebelum Transaksi Imbal Balik Aset 3,823X, 4,057K 4,A10X 4,9845 5,526 6,1334 4,8225 Imbal Balik Ekuitas 9,603x 9,8334 10, 1991 10,696x 11,090x 11,2014 10,4525 Marjin Laba Kotor 57,531 56,5184 55,0754 54,2334 54,2594 56,1674 55,630x Marjin Laba Usaha 32,4514 34,3475 33,7514 34,0854 33,819 37,8254 34, 3802 Marjin Laba Bersih 15,776x 17,9644 18,334 191534 20,2234 20,7494 18,7005 Setelah Transaksi Imbal Balik Aset 3,823 4,058X AAN 4,9854 5,5264 6,134X 4,8235 Imbal Balik Ekuitas 9,604x 9,8341 10,2005 10, 6974 11,090x 1,291 10,4535 Marjin Laba Kotor 57,533X 56,5214 55,0774 54,2354 54,2614 56,169X 55,6334 Marjin Laba Usaha 32,4524 34,3504 33, 7534 34,0884 33,821X 37,8274 34,382 Marjin Laba Bersih 15,778x 17,9674 18,33745 19,1554 20,2264 20,7514 18,7025 4.4.9 Masing-masing rasio profitabilitas periode proyeksi setelah Transaksi mengalami sedikit peningkatan dibandingkan periode proyeksi sebelum Transaksi, yang disebabkan kenaikan laba bersih atas penurunan beban sewa. 4-22
Page 54 OCR 0.854
R9 R0 Ne He N3 R3 H1 X3 G3 R3 GP Re No N3 He R0 S6 H3 G0 Re Re NP G2 NP G3 R5 Re 6 R0 NP Yap R3 Re ) 5 ANALISIS KEWAJARAN 5.1 ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI 5.1.1 Dalam rangka melaksanakan Transaksi, Perseroan telah mempertimbangkan berbagai faktor- faktor yang terkait sebelum memutuskan untuk melakukan Transaksi dan menunjuk KJPP- WJR untuk melakukan penilaian atas tanah yang menjadi objek Transaksi. 5.1.2 Selanjutnya, Perseroan menunjuk kami untuk memberikan pendapat independen atas kewajaran Transaksi, untuk memenuhi ketentuan-ketentuan sebagaimana diatur dalam POJK 42 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan yang akan digunakan sebagai salah satu dasar pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam proses pengambilan keputusan atas Transaksi Afiliasi. 5.1.3 Analisis kewajaran nilai Transaksi dilakukan dengan membandingkan harga yang disepakati dalam Perjanjian Pengikatan Pengalihan Hak atas Tanah antara pihak-pihak terkait dalam Transaksi, dengan nilai pasar dari objek Transaksi berdasarkan Laporan Penilaian Aset. 5.1.4 Laporan Penilaian Aset terkait dengan objek transaksi pengalihan tanah dari Nyonya Liliawati Rahardjo yang disusun oleh KJPP-WJR adalah sebagai berikut: Luas Tanah | Nilai Pasar Un) (eTUa) | Nyonya 00050/2.0133 30/Agustus 2024 Liliawati 1.200 25.260 00/P1/03/0137/1/VIN/2024 Rahardjo 5.1.5 Sedangkan deskripsi Akta Jual Beli No. 107/2024 tanggal 25 Oktober 2024 oleh GDE Sonatha Rama Fernanda, S.H., M.Kn., Pejabat Pembuat Akta Tanah di Kabupaten Badung, antara pihak-pihak terkait dalam Transaksi adalah sebagai berikut: No, Akta Tanggal Akta Renjiral Luas Tanah Harga Perjanjian | Perjanjian J (m?) (Rp Juta) Nyonya 25 Oktober Bip Liliawati 1.200 25.200 Rahardjo 107/2024 5.1.6 Berdasarkan Akta Perjanjian tersebut di atas, Tanah Yang Dibeli telah dibayar lunas oleh Pembeli dan pembayaran telah diterima cukup oleh Penjual pada saat akta ditandatangani. 5.1.7 Berdasarkan POJK 35 tentang Penilaian Dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis terkait kewajaran nilai transaksi, batas atas dan batas bawah pada kisaran nilai tidak boleh melebihi 7,54 dengan rincian sebagai berikut: Batasan Transaksi (dalam Rupiah) Batas Atas Nilai Transaksi 7,54 di atas Nilai Pasar 27.154.500.000 Nilai Pasar 25.260.000.000 Batas Bawah Nilai Transaksi — 7,54 di bawah Nilai Pasar 23.365.500.000
Page 55 OCR 0.826
RR R9 D0 HN RN RN HD H5 He TP H0 H3 H5 H6 D0 Ne Gp H6 NP RN Ke WN HN He G9 R3 BG) NP HN? He R5 R' ) 5.1.8 Sedangkan selisih harga Transaksi adalah lebih rendah 0,24X dibandingkan dengan Nilai Pasar seperti yang ditunjukkan sebagai berikut: Rp25.200.000.000 Rp25.260.000.000 5.2 ANALISIS DAMPAK KEUANGAN -0,244 5.2.1 Dapat dilihat bahwa dengan dilakukannya Transaksi mempengaruhi kinerja keuangan dan operasional Perseroan. Berikut adalah rasio laporan keuangan konsolidasian berdasarkan proforma Perseroan yang disusun oleh manajemen Perseroan per tanggal 30 Juni 2024. Keterangan Sebelum Transaksi Proforma Setelah Trai Imbal Balik Aset 3161" 3, Imbal Balik Ekuitas 7,716 77k Marjin Laba Kotor 52,424 52,424 Marjin Laba Usaha 39,344 39,341 Marjin Laba Bersih 17,848 17, 84K Rasio Kas 0,28 0,28 Rasio Cepat 0,30 0,30 Rasio Lancar 1,27 1,27 Rasio Total Utang terhadap Ekuitas 0,68 0,68 Rasio Total Utang terhadap Total Aset 0,28 0,28 “Periode 6 bulan 4.41 Berdasarkan proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum Transaksi dan setelah Transaksi terlihat bahwa dengan dilakukannya Transaksi tidak terdapat perubahan pada rasio profitabilitas, rasio likuiditas, dan rasio solvabilitas. Secara umum tidak terdapat perubahan yang signifikan pada proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan setelah Transaksi. 5.2.2 Terdapat perubahan yang tidak signifikan pada laporan posisi keuangan proyeksi keuangan SMRA sebelum Transaksi dan setelah Transaksi sebagai berikut: Keterangan Sebelum Transaksi Total aset (dalam jutaan 34.512.614 Rupiah) Saka 37.343.451 40.209.481 42.439.219 45.439.294 47.896.547 Total ekuitas (dalam jutaan Rupiah) 13.737.618 15.407.081 17.386.441 19.776.324 22.640.742 26.017.255 Setelah Transaksi Total aset (dalam jutaan Kuna 34.512.734 37.343.511 40.210.095 42.440.104 45.440.466 47.898.022 Total ekuitas (dalam jutaan Rupiah) 13.737.738 15.407.441 17.387.055 19.777.209 22.641.N4 26.018.730 5-2
Page 56 OCR 0.670
0 DD G0 R0 G0 R3 R0 GD R' R0 D0 RN X0 YG? 2 RH G RN SR G' RX RD RN G5 RP RN H' RN? He | 5.2.3 Total aset dan total ekuitas selama periode proyeksi setelah Transaksi lebih tinggi dibandingkan sebelum Transaksi, yang disebabkan kenaikan laba bersih atas penurunan beban sewa. 5.2.4 Tidak terdapat perubahan atas analisis tren pendapatan, namun terdapat sedikit perubahan pada laba bersih proyeksi keuangan Perseroan sebelum Transaksi dan setelah Transaksi sebagai berikut: Sebelum Transaksi Pendapatan neto (dalam hong an 2.689.371 | @a33.554 | o.e7ue1i | ar.044.521 | 12.415.228 | 14.157.495 Kenaikan pendapatan (5) - 0,855 14,681 14,201 Tank 14,035 ta foalan Jiran 306.936 | as1a994 | 1.775.258 | 2115338 | 2.510.782 | 2.937.524 Setelah Transaksi Pendapatan neto (dalam Mma 2.639.371 | 6.433.554 | 9.e7ue1i | ar.041.521 | 12.415.228 | 14.157.495 Kenaikan pendapatan (4) - 0,854 14,681 14,201 12,414 14,038 pak Ketam taon 307.056 | 41.515.234 | 1.773.493 | 2115.c08 | 2.511.009 | 2.937.828 5.2.5 Laba bersih yang dicatatkan Perseroan selama periode proyeksi setelah Transaksi mengalami peningkatan dibandingkan sebelum Transaksi yang disebabkan penurunan beban sewa. 5.2.6 Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan sebelum Transaksi dan setelah Transaksi, tidak terdapat perubahan yang signifikan pada rasio atas proyeksi keuangan Perseroan. Berikut adalah rasio atas proyeksi keuangan Perseroan sebelum Transaksi dan setelah Transaksi: Keterangan 2025 2026 202 2029 Rata-rata Sebelum Transaksi Imbal Balik Aset 3,8234 4,0574, 4,101 4,9841 5,526x 6, 1334 4,822x Imbal Balik Ekuitas 9,603X 9,8334 10, 1994 10,696x 11,090x 1,214 10,4524 Marjin Laba Kotor 57,5314 56,518X 55,0754 54,233X 54,259X 56,1674 55,630x Marjin Laba Usaha 32,4514 34,3474 33, 7514 34,085X 33,8194 37,8254 34,380x Marjin Laba Bersih 15,776x 17,964 18,334 19, 15316 20,2234 20,749 18,700x Setelah Transaksi Imbal Balik Aset 3,8234 4,058X AA 4,9854 5,526x 6,1345 4,8238 Imbal Balik Ekuitas 9, 6041, 9,834x 10,2002 10,6974 11,090X, 1,211 10,453 Marjin Laba Kotor 57,5334 56,5214 55,0774 54,235X 54,2614 56,1694 55,6334 Marjin Laba Usaha 32,452 34,3502 33,7534 34,088X 33,8214 37,8274 34,3821 Marjin Laba Bersih 15,778x 17,967 18,3372 19,1554 20,2264 20,751X 18,7021 5-3
Page 57 OCR 0.875
DD D2 DD DD DV DD DU DT Y T DD UD Y TT DT 3 D G 3 NT RN H' “' “' ) 5.2.7 Masing-masing rasio profitabilitas periode proyeksi setelah Transaksi mengalami sedikit peningkatan dibandingkan periode proyeksi sebelum Transaksi, yang disebabkan kenaikan laba bersih atas penurunan beban sewa. 5.3 ANALISIS PERTIMBANGAN BISNIS 5.34 5.3.2 5.3.3 5.4 Pada tanggal 3 Januari 2024, BIP dan Yayasan Akademi Anak Indonesia (“YAAI”) menandatangani Perjanjian Sewa Menyewa Bangunan Sekolah, di mana BIP akan menyewakan bangunan sekolah yang saat ini telah dibangun oleh BIP. Untuk memenuhi Perjanjian Sewa Menyewa tersebut dan sesuai dengan kebutuhan YAAI, bangunan sekolah tersebut telah dibangun sebuah bangunan 2 lantai beserta fasilitasnya di atas tanah dengan luas 2.400 m2. Saat ini BIP telah memiliki sebidang tanah seluas 1.200 m? (“Tanah BIP”) yang juga berdampingan dengan bidang tanah yang dimiliki oleh Nyonya Liliawati Rahardjo dengan luas yang sama. Mempertimbangkan kebutuhan YAAI, lokasi dan luas tanah BIP, serta lokasi dan luas tanah yang dimiliki oleh Nyonya Liliawati Rahardjo, maka BIP memutuskan untuk membeli tanah yang dimiliki oleh Nyonya Liliawati Rahardjo supaya BIP dapat lebih mudah untuk mengelola tanah dan bangunan yang telah disewakan kepada YAAI, dan kegiatan operasional dari penyewa dapat berjalan dengan baik. KESIMPULAN Berdasarkan analisis kewajaran atas Transaksi yang dilakukan meliputi analisis terhadap transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif, dan analisis atas kewajaran nilai transaksi, maka kami berpendapat bahwa Transaksi adalah WAJAR.
Names mentioned 56 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Wawat Jatmika & Rekan
p.1 ×5
unresolved
org
KJPP Wawat Jatmika
p.1 ×8
unresolved
org
BDO International Limited
p.1
unresolved
org
PT Bali Indah Property
p.2 ×8
unresolved
org
KJPP Wawat Jatmika dan Rekan
p.2
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.2
unresolved
org
KJPP Wawat Jatnika & Rekan
p.2
unresolved
org
KJPP Wawat Jatnika
p.2
unresolved
org
BDO Intemational Limited
p.2
unresolved
org
PT Bahagia
p.3 ×2
unresolved
org
PT Summarecon Nyonya Liliawati Makmursejati Investment Property Rahardjo
p.3 ×2
unresolved
org
Liliawati Makmursejati Investment Property Rahardjo A
p.3
unresolved
org
PT Summarecon Bali Indah
p.3 ×3
unresolved
person
I Gede Perdana Artha
· Notaris
p.3 ×12
unresolved
org
Purwantono
p.4 ×15
unresolved
org
Bank Indonesia
p.5 ×10
unresolved
org
Pusat Statistik
p.5 ×3
unresolved
person
GDE Sonatha Rama Fernanda
p.6 ×4
unresolved
person
Jemmy Kusnadi
p.6 ×3
unresolved
person
Dewi Himijati Tandika
· Notaris
p.8 ×9
unresolved
person
Soegianto Nagaria
· Komisaris
p.8 ×4
unresolved
person
Herman Nagaria
· Direktur Utama
p.8 ×4
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9 ×7
unresolved
org
NAMA Rekan Penugasan Budi Prasetyo
p.11
unresolved
org
KEPI KJPP KJPP-WJR OJK PDB PMA PMDN
p.13
unresolved
org
PT Bali Indah Property Badan Koordinasi Penanaman Modal
p.13
unresolved
org
Koordinasi Penanaman Modal Badan Pusat Statistik Dana Moneter Internasional Kantor
p.13
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Kode Etik Penilai Indonesia Kantor Jasa Penilai
p.13
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik KJPP Wawat Jatmika & Rekan
p.13
unresolved
org
Yayasan Akademi Anak Indonesia
p.14 ×3
unresolved
person
Ir. Sharif Benyamin Akta
· Direktur
p.20 ×7
unresolved
org
Liliawati Makmursejati Investment Property Rahardjo A J
p.21
unresolved
person
Ridwan Suselo
· Notaris
p.22 ×2
unresolved
person
Jony Frederik Berthold Tumbelaka Sinyal
· Notaris
p.22
unresolved
org
Menteri Kehakiman
p.22
unresolved
person
Soetjipto Nagaria
· Komisaris Utama
p.22
unresolved
person
Harto Djojo Nagaria
· Komisaris
p.22 ×3
unresolved
person
Hendri Rahardja
· Komisaris
p.22
unresolved
person
Ir. Adrianto Pitojo Adi
· Direktur Utama
p.23
unresolved
person
Nanik Widjaja
· Direktur
p.23
unresolved
person
Jason Lim
· Direktur
p.23
unresolved
person
Fathiah Helmi
· Notaris
p.23
unresolved
org
PT Bahagia Makmur Sejati
p.24
unresolved
person
Liliawati Rahardjo Rp
· Direktur
p.25 ×55
unresolved
org
Kementerian Investasi
p.29
unresolved
org
Koordinasi Penanaman Modal
p.29
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.30
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.364
4234 ms
13 Sep 2026 16:01
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': 'berdasarkan Laporan Penilaian Aset.'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': 'berdasarkan Laporan Penilaian Aset.',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '0.199'}