Skip to content
Back to announcement

20241028_BCIC_Public Expose_31750150_lamp1.pdf

Other Text extracted BCIC

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 2

Page 1
                               Ringkasan Sesi Tanya Jawab
         Public Expose Insidentil PT Bank JTrust Indonesia Tbk (“Perseroan”)
                                    25 Oktober 2024


Berikut ini Ringkasan Pertanyaan dan Tanggapan yang diajukan pada saat berlangsungnya
acara Public Expose Insidentil Perseroan sebagai berikut:


    Max Husein (Investor Retail)
    Bagaimana Proporsi kredit bermasalah Perseroan terakhir? Kemudian, Bagaimana
    Treasury dari perseroan memanfaatkan strategy carry trade mengingat kondisi suku
    bunga rendah di Jepang? dan yang terakhir, apakah Perseroan memiliki rencana untuk
    membentuk perusahaan multifinance?

    Jawab:

    Perseroan menjelaskan kolektibilitas lancar (Kol-1) BCIC per Juni 2024 adalah Rp 26,6
    triliun, Kol-2 Rp 131 miliar, Kol-3 Rp 83 miliar, Kol-4 Rp 3,3 miliar dan Kol-5 Rp 238
    miliar.

    Mengenai kondisi carry trade sepertinya Perseroan sulit melaksanakan hal tersebut
    dikarenakan swap rate valas yang cukup tinggi yaitu sekitar 8%-9% sehingga sumber
    dana tersebut relatif mahal untuk dimanfaatkan oleh Perseroan.

    Terkait pertanyaan mengenai pembentukan multifinance, Perseroan menjelaskan
    bahwa sejauh ini induk perusahaan Perseroan, J Trust Group sudah memiliki perusahaan
    multifinance di Thailand sehingga Peseroan maupun J Trust Group tidak berminat untuk
    membentuk perusahaan multifinance baru di Indonesia karena J Trust Group melihat
    industri multifinance tersebut bukanlah kekuatan utama J Trust Group.



    Laras (Media – Bisnis Indonesia)

    Mengacu pada tren penurunan suku bunga acuan bagaimana proyeksi kinerja Perseroan
    hingga akhir tahun? Apa saja yang membuat profitabilitas Perseroan bisa menjadi lebih
    tinggi di akhir tahun nanti?

    Jawab:

    Perseroan menjelaskan tren penurunan suku       bunga acuan berpotensi memberikan
    sentimen positif terhadap industri perbankan nasional. Hal ini akan membuat Perseroan
    bisa menekan biaya dana dengan pemberian kredit yang memiliki suku bunga yang
    bersaing dan memiliki kualitas yang sangat baik. Ke depannya Perseroan masih akan
    mengandalkan pertumbuhan kredit korporasi serta transaksi Divisi Treasury yang sejauh
    ini telah berhasil membukukan kinerja yang lebih baik.
Page 2
    M. Ubaidilah (Media – Majalah SWA)

    Pertama mengenai DPK dimana Perseroan dikabarkan akan mengandalkan pertumbuhan
    tabungan berbasis hijau seperti Tora Green Savings, sejauh ini bagaimana performa
    Tora Green Savings tersebut? Kedua mengenai KPR/KPA yang menargetkan Rp 600 miliar
    di tahun 2024, sejauh ini sudah seperti apa performanya?

    Jawab:

    Perseroan menjelaskan bahwa sejauh ini Perseroan memberikan prioritas tinggi untuk
    produk simpanan berbasis ESG seperti Tora Green Savings dan produk tersebut masih
    membukukan pertumbuhan cukup baik terutama dari nasabah-nasabah retail.
    Sementara untuk KPR Perseroan menjelaskan pertumbuhan masih terlihat cukup baik
    dan perseroan memiliki tim yang mumpuni untuk membuat Perseroan bisa mencapai
    target akhir tahun tersebut.



    Galih (Media - Infobank)

    Bagaimana proyeksi kinerja Perseroan di kuartal III 2024?

    Jawab:

    Perseroan menyatakan untuk performa Perseroan di kuartal III 2024 laba bersih
    diperkirakan akan mencapai sekitar Rp 160 miliar, Kredit diperkirakan akan meningkat
    menjadi Rp 28,1 triliun dan DPK juga akan mengalami peningkatan.



Demikian kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.



Hormat kami,
PT Bank JTrust Indonesia Tbk

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.08 MB
Published28 Oct 2024
Pages2
Characters3,580
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 1 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Bank JTrust Indonesia Tbk p.1 ×5

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result