Skip to content
Back to announcement

LK Q3 2024.pdf

Financial statement Text extracted INTD

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 44

Page 1
LAPORAN KEUANGAN INTERIM
   PT.INTER DELTA, TBK.
  PER 30 SEPTEMBER 2024
       (BELUM DIAUDIT)
Page 2
                              PT.INTER DELTA Tbk.
                        LAPORAN KEUANGAN INTERIM
                  Pada tanggal - tanggal 30 September 2024 dan
                     untuk tahun yang berakhir pada tanggal
                               30 September 2024


                                     Daftar isi                            Halaman


Laporan Posisi Keuangan Interim                                               1

Laporan Laba Rugi Komprehensif Interim                                        2

Laporan Perubahan Ekuitas Interim                                             3

Laporan Arus Kas Interim                                                      4

Catatan atas Laporan Keuangan Interrim                                      5 - 41




                           *********************************************
Page 3

          
Page 4
PT INTER DELTA TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM
30 September 2024

                                                                                                                             Disajikan kembali - Catatan 4
                                                                                                                                               1 Januari 2023/
                                                                   Catatan         30 September 2024               31 Desember 2023           31 Desember 2022

ASET

ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                    2,5,21     Rp        6,250,512,301         Rp     14,171,352,686      Rp     21,598,470,792
Piutang usaha                                                            2,6               2,992,278,095                 1,659,118,993              3,468,083,197
Piutang lain-lain                                                       2,24              11,540,322,523                   140,121,205                162,526,817
Persediaan                                                               2,7              14,030,592,090                16,377,844,953             12,535,867,686
Pajak dibayar di muka                                                     19                 855,072,795                 1,103,378,029                348,965,656
Taksiran tagihan pajak                                                    19               3,193,872,925                 4,020,081,270              2,574,899,100
Biaya dibayar di muka dan uang muka                                      2,8                 800,220,668                 2,860,081,131              1,824,776,677

Jumlah Aset Lancar                                                                        39,662,871,397                40,331,978,267             42,513,589,925


ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan                                                    2.19                 896,064,518                     934,354,786              578,923,995
Aset hak guna - neto                                                 2,10,16                  80,694,444                     163,444,444               84,000,000
Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan                   2,9,16                 584,525,455                     716,550,943              916,667,729
Aset tidak lancar lainnya                                                  2                 397,088,018                     412,558,979                        -

Jumlah Aset Tidak Lancar                                                                   1,958,372,435                 2,226,909,152              1,579,591,724

JUMLAH ASET                                                                       Rp      41,621,243,832         Rp     42,558,887,419      Rp     44,093,181,649

LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                          2,11.21     Rp        1,291,038,324         Rp            4,231,187    Rp        975,413,326
Utang pajak                                                             2,19                  14,826,413                      31,922,369               37,016,058
Beban masih harus dibayar                                                                     58,068,827                      50,217,586               49,673,150
Utang lain-lain                                                                              306,620,850                     293,852,685              274,822,827

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                                            1,670,554,414                     380,223,827            1,336,925,361


LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan paska-kerja                                          2,20               2,153,976,744                 2,411,659,568              2,381,042,062

Liabilitas Bersih Operasi Dalam Penghentian                                                                -                 115,145,595              115,145,595

Jumlah Liabilitas                                                                          3,824,531,158                 2,907,028,990              3,833,113,018


EKUITAS
Ekuitas yang dapat diatribusikan
    kepada pemilik entitas induk
Modal saham - nilai nominal Rp 500 per saham
    Modal dasar - 120.710.400 saham
    Modal ditempatkan dan disetor - 118.365.600 saham                     12              59,182,800,000                59,182,800,000             59,182,800,000
Tambahan modal disetor                                                    13               1,909,666,000                 1,909,666,000              1,909,666,000
Selisih transaksi perubahan ekuitas entitas anak                                                       -                    49,990,476                 49,990,476
Pendapatan komprehensif lain                                                               6,569,674,144                 6,563,703,732              6,585,888,359
Defisit                                                                                  (29,865,427,470)              (28,050,816,067)           (27,464,790,492)

Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik                                           37,796,712,674                39,655,344,141             40,263,554,343

Kepentingan non pengendali                                                                                 -                  (3,485,712)              (3,485,712)
Jumlah Ekuitas                                                                            37,796,712,674                39,651,858,429             40,260,068,631

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                                     Rp      41,621,243,832         Rp     42,558,887,419      Rp     44,093,181,649




Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
Page 5
PT INTER DELTA TBK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN INTERIM
UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024


                                                                                                                                         30 September 2023
                                                                            Catatan          30 September 2024               Operasi Dilanjutkan    Operasi Dihentikan

PENJUALAN BERSIH                                                                 2,14       Rp    24,817,953,020             Rp   34,877,242,429    Rp               -

BEBAN POKOK PENJUALAN                                                            2.15             20,217,340,654                  26,787,138,836                     -

LABA KOTOR                                                                                          4,600,612,366                  8,090,103,593                     -

Beban penjualan, umum dan administrasi                                      2,9,10,16              (7,966,423,562)                (8,347,011,372)                    -
Pendapatan operasi lainnya                                                                          1,619,112,394                    856,097,770                     -
Beban operasi lainnya                                                                                (884,369,107)                  (607,790,829)                    -

RUGI OPERASI                                                                                       (2,631,067,909)                    (8,600,838)                    -

Pendapatan keuangan                                                                                   803,072,336                   370,848,375                      -

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                                                              (1,827,995,573)                  362,247,537                      -

BEBAN PAJAK PENGHASILAN                                                          2,19                 (36,606,306)                   36,537,664                      -

LABA (RUGI) BERSIH                                                                                 (1,864,601,879)                  398,785,201                      -

PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi:
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti                                                              7,654,374                  355,939,941                      -
Pajak penghasilan terkait                                                                               (1,683,962)                 (78,306,787)                     -
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF                                                                    Rp     (1,858,631,467)           Rp     676,418,355     Rp               -

Jumlah laba (rugi) bersih yang dapat diatribusikan kepada:
   Pemilik entitas induk                                                                           (1,864,601,879)                  398,785,201                      -
   Kepentingan non pengendali                                                                                   -                             -                      -
Jumlah                                                                                      Rp     (1,864,601,879)           Rp     398,785,201     Rp               -


Jumlah laba (rugi) komprehensif yang dapat diatribusikan kepada
   Pemilik entitas induk                                                                           (1,858,631,467)                  676,418,355                      -
   Kepentingan non pengendali                                                                                   -                             -                      -
Jumlah                                                                                      Rp     (1,858,631,467)           Rp     676,418,355     Rp               -


Laba (rugi) bersih per saham dasar                                                                              (3.2)                        0.7                     -




Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
Page 6
PT INTER DELTA Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS INTERIM
UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024


                                                                                              Selisih Transaksi                                                     Ekuitas yang dapat
                                                                     Tambahan                Perubahan Ekuitas        Pendapatan                                       diatribusikan           Kepentingan
                                            Modal Saham             Modal Disetor               Entitas Anak        Komprehensif Lain               Defisit              ke pemilik           non pengendali            Jumlah Ekuitas

Saldo 31 Desember 2022                 Rp     59,182,800,000   Rp     1,909,666,000     Rp           49,990,476    Rp     6,585,888,359     Rp   (27,464,790,492)   Rp    40,263,554,343     Rp     (3,485,712)    Rp     40,260,068,631

Laba bersih untuk periode sembilan
   bulan yang berakhir pada
   tanggal 30 September 2023                               -                        -                         -                         -           398,785,201             398,785,201                        -             398,785,201

Pengukuran kembali atas
   liabilitas imbalan pasti - bersih                       -                        -                         -            277,633,154                         -            277,633,154                        -             277,633,154

Saldo 30 September 2023                Rp     59,182,800,000   Rp     1,909,666,000     Rp           49,990,476    Rp     6,863,521,513     Rp   (27,066,005,291)   Rp    40,939,972,698     Rp     (3,485,712)    Rp     40,936,486,986


Saldo 31 Desember 2023                 Rp     59,182,800,000   Rp     1,909,666,000     Rp           49,990,476    Rp     6,563,703,732     Rp   (28,050,816,067)   Rp    39,655,344,141     Rp     (3,485,712)    Rp     39,651,858,429

Efek dekonsolidasi yang berasal
    dari Entitas Anak yang
    dilikuidasi (Catatan 4)                                -                        -               (49,990,476)                        -            49,990,476                          -          3,485,712                  3,485,712

Laba bersih untuk periode sembilan
   bulan yang berakhir pada
   tanggal 30 September 2024                               -                        -                         -                         -         (1,864,601,879)         (1,864,601,879)                      -           (1,864,601,879)

Pengukuran kembali atas
   liabilitas imbalan pasti - bersih                       -                        -                         -              5,970,412                         -               5,970,412                       -               5,970,412

Saldo 30 September 2024                Rp     59,182,800,000   Rp     1,909,666,000     Rp                    -    Rp     6,569,674,144     Rp   (29,865,427,470)   Rp    37,796,712,674     Rp                -   Rp     37,796,712,674
Page 7
PT INTER DELTA Tbk
LAPORAN ARUS KAS INTERIM
UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024


                                                                                Catatan               30 September 2024           30 September 2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan                                                                           Rp        23,484,793,918     Rp    35,916,239,701
Pembayaran kepada pemasok                                                                                    (16,583,280,654)         (30,950,313,390)
Pembayaran gaji dan tunjangan                                                                                 (5,558,781,732)          (5,377,562,258)
Kas yang dihasilkan dari (digunakan untuk) operasi                                                             1,342,731,532             (411,635,947)
     Penerimaan sewa                                                                                           1,491,914,100              500,000,000
     Penerimaan bunga                                                                                            803,072,336              370,848,375
     Pembayaran beban usaha dan lainnya                                                                      (12,481,363,953)          (4,492,564,149)
     Pembayaran (penerimaan) pajak penghasilan                                                                   826,208,345           (1,341,923,703)

Kas bersih digunakan untuk aktivitas operasi                                                                  (8,017,437,640)          (5,375,275,424)


ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Hasil penjualan aset tetap                                                                  9                      98,000,000             192,891,893
Penambahan aset tetap                                                                       9                      (4,495,000)                      -

Kas bersih diperoleh dari aktivitas investasi                                                                      93,505,000             192,891,893


PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS                                                                           (7,923,932,640)          (5,182,383,531)

KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                                                                 14,171,352,686           21,598,470,792

DAMPAK PERUBAHAN
SELISIH KURS TERHADAP KAS DAN SETARA KAS                                                                            3,092,255            (220,637,796)

KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                                                              5      Rp          6,250,512,301     Rp    16,195,449,465


KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN TERDIRI DARI:
   Kas dan bank                                                                                                2,250,512,301            1,195,449,465
   Deposito berjangka                                                                                          4,000,000,000           15,000,000,000

KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                                                              5      Rp          6,250,512,301     Rp    16,195,449,465




Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.




                                                                                     4
Page 8
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM

   Pendirian dan Kegiatan Usaha Perusahaan

   PT Inter Delta Tbk (Perusahaan), didirikan berdasarkan akta notaris Kartini Muljadi, SH No. 119
   tanggal 15 Nopember 1976 dengan nama PT Inter Delta. Akta pendirian Perusahaan disahkan oleh
   Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. Y.A.5/17/1 tanggal 10 Januari
   1977 serta diumumkan dalam Berita Negara No. 40 tanggal 20 Mei 1977, Tambahan No. 301. Pada
   tanggal 2 Desember 1996, Perusahaan melakukan perubahan nama menjadi PT Inter Delta Tbk.
   Perubahan nama tersebut memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia
   dalam Surat Keputusan No. C2-1213.HT.01.14.Th.97 tanggal 21 Februari 1997.

   Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir berdasarkan akta
   notaris Johny Dwikora Aron, SH No. 1244 tanggal 26 Agustus 2020 sehubungan dengan penyesuaian
   Anggaran Dasar Perusahaan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
   15/POJK.04/2020 tentang rencana dan penyelenggaraan rapat umum pemegang saham perusahaan
   terbuka. Perubahan anggaran dasar tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
   Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0153414.AH.01.11. Tahun 2020
   tanggal 15 September 2020.

   Sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup Perusahaan terutama bergerak dalam
   bidang perdagangan besar alat fotografi dan barang optik, daging sapi dan daging sapi olahan,
   farmasi, kegiatan pergudangan dan penyimpanan serta aktivitas cold storage. Pada saat ini,
   Perusahaan menjalani perdagangan umum dalam bidang alat-alat perfilman, micro film, bahan-bahan
   kimia untuk foto dan film serta alat-alat elektronik. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial
   pada tahun 1976.

   Perusahaan berdomisili di Jakarta dan berkantor di Gaya Motor Barat, Sunter II, Jakarta 14330
   dengan kantor-kantor perwakilan di Surabaya, Semarang, Medan dan Bali.

   Penawaran Umum Efek Perusahaan

   Pada tanggal 20 Oktober 1989, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan
   Pengawas Pasar Modal dalam suratnya No.SI-063/SHM/MK.10/1989 untuk melakukan penawaran
   saham perdana sebanyak 1.250.000 saham dengan harga nominal Rp 1.000 per saham dengan
   harga penawaran Rp 7.200 per saham. Saham-saham tersebut tercatat di Bursa Efek Jakarta
   (sekarang Bursa Efek Indonesia) sejak tanggal 18 Desember 1989.

   Kronologis pencatatan saham Perusahaan di Bursa Efek Indonesia adalah sebagai berikut:

         Tanggal                              Keterangan                               Saham

   18 Desember 1989        Penawaran Umum                                                  1.250.000
   29 Nopember 1990        Portial Listing                                                 1.250.000
   10 Juni 1992            Company Listing                                                 3.787.000
   15 Juli 1993            Kapitalisasi Agio Saham                                         6.287.000
   14 Juli 1994            Kapitalisasi Dividen Saham                                      2.514.800
   1 April 1997            Pemecahan Nilai Nominal Saham                                  15.088.800
   28 Juni 2010            Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek
                            Terlebih Dahulu                                               88.188.000
   15 Mei 2017             Pemecahan Nilai Nominal Saham                                 473.462.400
                           Jumlah                                                        591.828.000




                                                 5
Page 9
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (Lanjutan)

   Entitas Induk dan Entitas Induk Terakhir

   Peak Aim Development Ltd. dan Karna Brata Lesmana, masing-masing adalah entitas induk dan entitas
   induk terakhir dari Perusahaan.

   Dewan Komisaris, Dewan Direksi dan Karyawan

   Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2024 dan
   31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:

   Dewan Komisaris
   Komisaris Utama                                   Karna Brata Lesmana
   Komisaris                                         Hasan Efendi Liem

   Dewan Direksi
   Direktur Utama                                    Joe Marco Lesmana
   Direktur                                          Kevin Wong

   Personel manajemen kunci Perusahaan adalah orang-orang yang mempunyai kewenangan dan
   tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan aktivitas Perusahaan. Seluruh
   anggota Dewan Komisaris dan Direksi dianggap sebagai manajemen kunci Perusahaan.

   Sekretaris Perusahaan pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 adalah Wiwid Puji
   Astuti.

   Jumlah karyawan tetap Perusahaan pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 adalah
   29 orang.

   Komite Audit

   Susunan komite audit pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:

   Ketua                                             Hasan Efendi Liem
   Anggota                                           Hendra Brata
   Anggota                                           Fachrul Abdul Rachman


2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL

   Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan

   Laporan keuangan telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (“SAK”) yang
   mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi
   Keuangan (ISAK) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia
   serta peraturan No. VIII.G.7 tentang ”Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau
   Perusahaan Publik”.

   Laporan keuangan menyajikan informasi komparatif terkait dengan periode/tahun sebelumnya.
   Selanjutnya, Perusahaan menyajikan laporan posisi keuangan pada awal periode sebelumnya ketika
   terdapat penerapan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali,
   atau ketika mereklasifikasi pos-pos laporan keuangan.




                                                 6
Page 10
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

   Laporan keuangan telah disusun dengan dasar harga perolehan, kecuali dinyatakan lain, dan
   menggunakan dasar akrual, kecuali untuk laporan arus kas.

   Laporan arus kas disusun menggunakan metode langsung dengan mengklasifikasikan arus kas
   berdasarkan aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

   Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan adalah Indonesia Rupiah
   yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan.

   Perubahan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi
   Keuangan (ISAK)

   Implementasi dari standar-standar, amendemen dan penyesuaian tahunan yang dimulai pada atau
   setelah tanggal 1 Januari 2023 dibawah ini tidak menghasilkan perubahan kebijakan akuntansi
   Perusahaan dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah yang dilaporkan di periode berjalan
   atau sebelumnya:

         Amandemen PSAK 1, “Penyajian laporan keuangan” tentang klasifikasi liabilitas dan pengungkapan
          kebijakan akuntansi yang mengubah istilah “signifikan” menjadi “material” dan memberi penjelasan
          mengenai kebijakan akuntansi material.

         Amandemen PSAK 16, “Aset tetap” tentang hasil sebelum penggunaan yang diintensikan.

         Amandemen PSAK 25, “Kebijakan akuntansi, perubahan estimasi akuntansi dan kesalahan” tentang
          definisi estimasi akuntansi dan penjelasannya.

         Amandemen PSAK 46, “Pajak penghasilan” tentang pajak tangguhan terkait aset dan liabilitas yang
          timbul dari transaksi tunggal.

         Amandemen PSAK 107, “Akuntansi Ijarah”.

   Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar

   Perusahaan menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan berdasarkan klasifikasi
   lancar/ tidak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:
   i. Akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal;
   ii. Untuk diperdagangkan;
   iii. Akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali yang
        dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat
        12 bulan setelah tanggal pelaporan.

   Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.

   Suatu liabilitas disajikan lancar bila:
   i.     Akan dilunasi dalam siklus operasi normal;
   ii.    Untuk diperdagangkan;
   iii.   Akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
   iv.    Tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan setelah
          tanggal pelaporan.

   Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.

   Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset dan liabilitas tidak lancar.



                                                       7
Page 11
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

   Penjabaran Mata Uang Asing

   Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan.

   Pada tanggal posisi keungan, aset dan liabilitas dalam mata uang asing disesuaikan untuk
   mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut dan laba atau rugi kurs yang terjadi dikredit atau
   dibebankan pada usaha tahun berjalan.

   Kurs yang digunakan untuk menjabarkan aset dan liabilitas dalam mata uang asing adalah kurs tengah
   terakhir yang diumumkan oleh Bank Indonesia untuk tahun berjalan. Kurs pada tanggal posisi keuangan
   adalah sebagai berikut:
                                                   30 September 2024            31 Desember 2023

   US$                                                               15.138,00                   15.416,00
   JPY                                                                  105,66                      109,55

   Transaksi dengan pihak berelasi

   Perusahaan memiliki transaksi dengan pihak-pihak berelasi. Pihak-pihak berelasi merupakan individu
   atau entitas yang berelasi dengan Perusahaan.

   Individu atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan Perusahaan jika mereka:

   i. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas Perusahaan;
   ii. Memiliki pengaruh signifikan atas Perusahaan; atau
   iii. Merupakan personil manajemen kunci Perusahaan atau entitas induk dari Perusahaan.

   Suatu pihak dianggap berelasi dengan Perusahaan jika:

   i.   Entitas dan Perusahaan adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk,
        entitas anak dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas ln);
   ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau
        ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut
        adalah anggotanya);
   iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
   iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi
        dari entitas ketiga;
   v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca-kerja untuk imbalan kerja dari salah satu
        entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan Perusahaan. Jika Perusahaan adalah entitas yang
        menyelenggarakan program tersebut, makan entitas sponsor juga berelasi dengan Perusahaan;
   vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi di atas;
   vii. Orang yang memiliki kendali atau kendali bersama atas perusahaan yang memiliki pengaruh
        signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas);




                                                     8
Page 12
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

   Instrumen Keuangan

   Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang memberikan aset keuangan bagi satu entitas dan
   liabilitas keuangan atau ekuitas bagi entitas lain.

   i.   Aset Keuangan

        Pengakuan dan pengukuran awal

        Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori (a) aset keuangan yang diukur
        pada nilai wajar melalui laba rugi, (b) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui pendapatan
        komprehensif lainnya, dan (c) aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

        Aset keuangan Perusahaan terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang lain-lain
        diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
        Perusahaan tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan
        penghasilan komprehensif lain.

        Perusahaan menggunakan 2 (dua) metode untuk mengklasifikasikan aset keuangan, yaitu model
        bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan dan karakteristik arus kas kontraktual dari aset
        keuangan (“SPPI”).

        Pengujian SPPI

        Sebagai langkah pertama dari proses klasifikasi, Perusahaan menilai persyaratan kontraktual
        keuangan untuk mengidentifikasi apakah mereka memenuhi pengujian SPPI.

        Nilai pokok untuk tujuan pengujian ini didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan pada
        pengakuan awal dan dapat berubah selama umur aset keuangan (misalnya, jika ada pembayaran
        pokok atau amortisasi premi/ diskon).

        Elemen bunga yang paling signifikan dalam perjanjian biasanya adalah pertimbangan atas nilai
        waktu dari uang dan risiko kredit. Untuk membuat penilaian SPPI, Perusahaan menerapkan
        pertimbangan dan memperhatikan faktor-faktor yang relevan seperti mata uang dimana aset
        keuangan didenominasikan dan periode pada saat suku bunga ditetapkan.

        Sebaliknya, persyaratan kontraktual yang memberikan eksposur lebih dari de minimis atas risiko
        atau volatilitas dalam arus kas kontraktual yang tidak terkait dengan dasar pengaturan pinjaman,
        tidak menimbulkan arus kas kontraktual SPPI atas jumlah saldo. Dalam kasus seperti itu, aset
        keuangan diharuskan untuk diukur pada Fair Value through Profit or Loss (“FVTPL”).




                                                     9
Page 13
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

       Penilaian model bisnis

       Perusahaan menentukan model bisnisnya berdasarkan tingkat yang paling mencerminkan
       bagaimana Perusahaan mengelola kelompok atas keuangannya untuk mencapai tujuan bisnisnya.

       Model bisnis Perusahaan tidak dinilai berdasarkan masing-masing instrumennya, tetapi pada tingkat
       portofolio secara agregat yang lebih tinggi dan didasarkan pada faktor-faktor yang dapat diamati
       seperti:
          Bagaimana kinerja model bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis tersebut
           dievaluasi dan dilaporkan kepada personel manajemen kunci;
          Risiko yang mempengaruhi kinerja model bisnis (dan aset keuangan yang dimiliki dalam model
           bisnis tersebut) dan, khususnya, bagaimana cara risiko tersebut dikelola;
          Bagaimana manajer bisnis dikompensasi (misalnya, apakah kompensasi didasarkan pada nilai
           wajar dari aset yang dikelola atau pada arus kas kontraktual yang tertagih);
          Frekuensi, nilai, dan waktu penjualan yang diharapkan, juga merupakan aspek penting dari
           penilaian Perusahaan.

       Penilaian model bisnis didasarkan pada skenario yang diharapkan secara wajar tanpa
       mempertimbangkan skenario “worst case” atau “stress case”. Jika arus kas setelah pengakuan awal
       direalisasikan dengan cara yang berbeda dari yang awal diharapkan, Perusahaan tidak mengubah
       klasifikasi aset keuangan dimiliki yang tersisa dalam model bisnis tersebut, tetapi memasukkan
       informasi tersebut dalam melakukan penilaian atas aset keuangan yang baru atau yang baru dibeli
       selanjutnya.

       Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika aset keuangan dikelola dalam
       model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas
       kontraktual dan persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu
       meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (“SPPI”) dari jumlah pokok
       terutang.

       Pada saat pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi diakui
       pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan
       diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif.

       Pendapatan bunga dari aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dicatat dalam
       laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dan diakui sebagai “Pendapatan Keuangan”.
       Ketika penurunan nilai terjadi, kerugian penurunan nilai diakui sebagai pengurang dari nilai tercatat
       aset keuangan dan diakui didalam laporan keuangan sebagai “Kerugian penurunan nilai”.

       Metode Suku Bunga Efektif (“SBE”)

       SBE adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen
       keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga selama periode yang relevan. SBE
       adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan kas di masa datang
       (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima yang merupakan bagian
       yang tak terpisahkan dari SBE, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan
       umur instrumen keuangan, atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk
       memperoleh nilai tercatat bersih aset keuangan pada saat pengakuan awal.

       Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif untuk instrumen keuangan selain dari aset
       keuangan FVTPL.




                                                    10
Page 14
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

         Penurunan nilai aset keuangan

         Aset keuangan, selain aset keuangan FVTPL, dievaluasi terhadap indikator penurunan nilai pada
         setiap akhir periode pelaporan. Aset keuangan diturunkan nilainya bila terdapat bukti objektif,
         sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan,
         dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset
         keuangan yang dapat diestimasi secara andal.

         Metode perhitungan kerugian penurunan nilai dilakukan dengan pendekatan Kerugian Kredit
         Ekspektasian (“ECL”). Perusahaan menerapkan pendekatan yang disederhanakan (simplified)
         dalam menghitung kerugian kredit ekspektasian yaitu kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur
         (lifetime).

         Untuk kelompok aset keuangan tertentu, seperti piutang, aset yang dinilai tidak akan diturunkan
         secara individual akan dievaluasi penurunan nilainya secara kolektif. Bukti objektif dari penurunan
         nilai portofolio piutang dapat termasuk pengalaman Perusahaan atas tertagihnya piutang di masa
         lalu, peningkatan keterlambatan penerimaan pembayaran piutang dari rata-rata periode kredit, dan
         juga pengamatan atas perubahan kondisi ekonomi nasional atau lokal yang berkorelasi dengan
         gagal bayar atas piutang.

         Untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, jumlah kerugian penurunan
         nilai merupakan selisih antara jumlah tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas
         masa depan yang didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan.

         Jumlah tercatat aset keuangan tersebut dikurangi dengan kerugian penurunan nilai secara langsung
         atas seluruh aset keuangan, kecuali piutang yang jumlah tercatatnya dikurangi melalui penggunaan
         akun cadangan piutang. Jika piutang tidak tertagih, piutang tersebut dihapuskan melalui akun
         cadangan piutang. Pemulihan kemudian dari jumlah yang sebelumnya telah dihapuskan dikreditkan
         terhadap akun cadangan. Perubahan jumlah tercatat akun cadangan piutang diakui dalam laba rugi.

   ii.   Liabilitas Keuangan

         Pengakuan dan pengukuran awal

         Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
         laba rugi atau liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi. Perusahaan menentukan
         klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.

         Liabilitas keuangan awalnya diukur sebesar nilai wajarnya. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan
         secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan (selain liabilitas keuangan yang diukur pada
         nilai wajar melalui laba rugi) ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar liabilitas keuangan, yang
         sesuai, pada pengakuan awal. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan
         perolehan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi langsung diakui dalam
         laba rugi.

         Liabilitas keuangan Perusahaan terdiri dari utang usaha, beban masih harus dibayar dan utang lain-
         lain diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
         Perusahaan tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.




                                                      11
Page 15
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

       Pengukuran selanjutnya

       Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang dikenakan bunga diukur pada biaya perolehan
       diamortisasi dengan menggunakan metode SBE.

       Pada tanggal pelaporan, akrual beban bunga dicatat secara terpisah dari pokok pinjaman terkait
       dalam bagian liabilitas jangka pendek. Keuntungan atau kerugian harus diakui dalam laba rugi ketika
       liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi SBE.

       Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau premium atas
       perolehan dan komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE. Amortisasi
       SBE dicatat sebagai “Beban Keuangan” dalam laba rugi.

       Penghentian pengakuan

       Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan dalam
       kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.

       Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman
       yang sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan dari liabilitas
       keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi persyaratan tersebut
       dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan
       baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas keuangan tersebut diakui pada laba
       rugi.

   iii. Reklasifikasi instrumen keuangan

       Perusahaan diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas aset keuangan yang dimiliki jika
       Perusahaan mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan dan Perusahaan tidak
       diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas liabilitas keuangan.

       Perubahan model bisnis sifatnya harus berdampak secara signifikan terhadap kegiatan operasional
       Perusahaan seperti memperoleh, melepaskan, atau mengakhiri suatu lini bisnis. Selain itu,
       Perusahaan perlu membuktikan adanya perubahan tersebut kepada pihak eksternal.

       Yang bukan merupakan perubahan model bisnis adalah: (a) perubahan intensi berkaitan dengan
       aset keuangan tertentu (bahkan dalam situasi perubahan signifikan dalam kondisi pasar), (b)
       hilangnya sementara pasar tertentu untuk aset keuangan, dan (c) pengalihan aset keuangan antara
       bagian dari Perusahaan dengan model bisnis berbeda.

   iv. Saling hapus instrumen keuangan

       Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai netonya disajikan dalam laporan
       posisi keuangan jika Perusahaan memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk
       melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui; dan berintensi untuk menyelesaikan secara
       neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Hak saling
       hapus harus ada pada saat ini daripada bersifat kontinjen atas terjadinya suatu peristiwa di masa
       depan dan harus dieksekusi oleh pihak lawan, baik dalam situasi bisnis normal dan dalam peristiwa
       gagal bayar, peristiwa kepailitan, atau kebangkrutan.




                                                   12
Page 16
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

   v.   Pengukuran nilai wajar

        Perusahaan mengukur pada pengakuan awal instrumen keuangan pada nilai wajar, dan aset dan
        liabilitas yang diakuisisi pada kombinasi bisnis. Perusahaan juga mengukur jumlah terpulihkan dari
        UPK tertentu berdasarkan nilai wajar dikurangi biaya pelepasan.

        Nilai wajar adalah harga yang akan diterima dari menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
        untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal
        pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau
        mengalihkan liabilitas terjadi:
         di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut, atau
         jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas
            tersebut.

        Pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut harus dapat diakses oleh
        Perusahaan.

   Kas dan Setara Kas

   Kas merupakan alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan umum
   Perusahaan.
   Setara kas adalah investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka pendek, dan dengan cepat dapat
   dijadikan kas dalam jumlah yang telah diketahui tanpa menghadapi risiko perubahan nilai yang
   signifikan. Instrumen yang dapat diklasifikasikan sebagai setara kas antara lain adalah:
   -    Deposito berjangka yang akan jatuh tempo dalam waktu 3 (tiga) bulan atau kurang dari tanggal
        penempatannya serta tidak dijaminkan; dan
   -    Instrumen pasar uang yang diperoleh dan dapat dicairkan dalam jangka waktu tidak lebih dari 3 (tiga)
        bulan.

   Kas dan setara kas yang telah ditentukan penggunaannya atau yang tidak dapat digunakan secara
   bebas tidak tergolong dalam kas dan setara kas.

   Piutang Usaha

   Piutang usaha adalah jumlah piutang pelanggan sehubungan dengan kegiatan usaha. Bila pembayaran
   diharapkan akan diterima dalam jangka waktu satu tahun atau kurang, maka diklasifikasikan sebagai
   aset lancar. Bila tidak, disajikan sebagai aset tidak lancar.

   Piutang usaha pada awalnya diakui pada nilai wajar dan kemudian diukur dengan menggunakan biaya
   perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi dengan penyisihan
   penurunan nilai. Penyisihan penurunan nilai piutang usaha dibentuk apabila ada bukti nyata bahwa
   Perusahaan tidak mampu menagih jumlah piutang sesuai dengan jangka waktu asal. Nilai tercatat
   dikurangi dengan satu akun penyisihan, berdasarkan telaah dari manajemen terhadap status masing-
   masing saldo piutang pada akhir periode keuangan. Apabila suatu piutang usaha tidak dapat ditagih,
   piutang tersebut dihapusbukukan terhadap akun penyisihan tersebut. Pemulihan kemudian dari jumlah
   yang dihapusbukukan sebelumnya dikreditkan terhadap laporan laba rugi dan penghasilan
   komprehensif lain.




                                                     13
Page 17
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

   Persediaan

   Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih
   (the lower of cost or net realizable value). Harga perolehan ditentukan dengan metode masuk pertama
   keluar pertama. Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual yang wajar setelah dikurangi dengan
   taksiran biaya untuk memperoleh atau menjual persediaan tersebut.

   Penyisihan untuk persediaan usang dan persediaan yang perputarannya lambat ditentukan berdasarkan
   hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan pada akhir tahun.

   Biaya Dibayar di Muka

   Biaya dibayar di muka (disajikan sebagai bagian dari “Biaya Dibayar Di Muka dan Uang Muka” yang
   masih mempunyai masa manfaat diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan
   menggunakan metode garis lurus.

   Aset Tetap

   Perusahaan telah memilih metode biaya untuk pengukuran aset tetapnya.

   Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan
   nilai. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika
   memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi
   itu diakui ke dalam jumlah tercatat (carrying amount) aset tetap sebagai suatu penggantian jika
   memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria
   pengakuan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif pada saat terjadinya.

   Tanah tidak disusutkan. Semua aset tetap lainnya disusutkan menggunakan metode garis lurus
   berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap yang bersangkutan sebagai berikut:
                                                                                             Tahun
   Bangunan dan prasarana                                                                    5 - 30
   Mesin dan peralatan                                                                       3-5
   Kendaraan                                                                                 4-5
   Peralatan kantor                                                                          3-5
   Perabotan                                                                                    5
   Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat
   ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang
   timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil
   pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi pada tahun aset tersebut
   dihentikan pengakuannya.

   Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan direview dan jika tidak
   sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.




                                                   14
Page 18
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

   Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

   Pada tanggal laporan posisi keuangan, Perusahaan melakukan telah untuk menentukan ada tidaknya
   indikasi penurunan nilai aset.

   Aset non keuangan ditelaah untuk mengetahui apakah telah terjadi kerugian akibat penurunan nilai
   apabila terjadi kondisi atau perubahan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset tersebut tidak
   dapat diperoleh kembali. Kerugian akibat penurunan nilai diakui sebesar selisih antara nilai tercatat aset
   yang melebihi nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset tersebut. Nilai yang dapat diperoleh kembali
   adalah nilai yang lebih tinggi antara harga jual neto atau nilai pakai aset. Dalam rangka menguji
   penurunan nilai, aset-aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang menghasilkan arus kas terpisah.

   Pemulihan penyisihan penurunan nilai diakui sebagai pendapatan dalam periode dimana pemulihan
   tersebut terjadi.

   Beban Tangguhan

   Beban-beban yang memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun ditangguhkan. Beban tangguhan
   tersebut diamortisasi dengan mengunakan metode garis lurus (straight-line method).

   Utang Usaha

   Utang usaha pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan kemudian diukur pada biaya perolehan
   diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif.

   Sewa

   Perusahaan menerapkan PSAK 73 “Sewa”, yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa sehubungan
   dengan sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai “sewa operasi”.

   Pada tanggal insepsi suatu kontrak, Perusahaan menilai apakah suatu kontrak merupakan, atau
   mengandung sewa. Suatu kontrak merupakan, atau mengandung, sewa jika kontrak tersebut memberikan
   hak untuk mengendalikan penggunaan suatu aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk
   dipertukarkan dengan imbalan. Untuk menilai apakah suatu kontrak memberikan hak untuk mengendalikan
   suatu aset identifikasian, Perusahaan menilai apakah:
   a. Kontrak melibatkan penggunaan suatu aset identifikasian - ini dapat ditentukan secara eksplisit atau
      implisit dan secara fisik dapat dibedakan atau mewakili secara substansial seluruh kapasitas aset yang
      secara fisik dapat dibedakan. Jika pemasok memiliki hak substitusi substantif, maka aset tersebut tidak
      teridentifikasi;
   b. Perusahaan memiliki hak untuk memperoleh secara substansial seluruh manfaat ekonomik dari
      penggunaan aset selama periode penggunaan; dan
   c.   Perusahaan memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Perusahaan memiliki
        hak ini ketika hak pengambilan keputusan yang paling relevan untuk mengubah bagaimana dan untuk
        tujuan apa aset tersebut digunakan. Dalam kondisi tertentu di mana semua keputusan tentang
        bagaimana dan untuk tujuan apa aset digunakan telah ditentukan sebelumnya, Perusahaan memiliki
        hak untuk mengarahkan penggunaan aset tersebut jika:
           Perusahaan memiliki hak untuk mengoperasikan aset; atau
           Perusahaan mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan
            apa aset akan digunakan




                                                    15
Page 19
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

   Pada tanggal insepsi atau pada penilaian kembali atas kontrak yang mengandung sebuah komponen sewa,
   Perusahaan mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen sewa berdasarkan
   harga tersendiri relatif dari komponen sewa dan harga tersendiri agregat dari komponen nonsewa.

   Pada tanggal permulaan sewa, Perusahaan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak guna
   diukur pada biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan
   dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah dengan biaya
   langsung awal yang dikeluarkan dan estimasi biaya yang akan dikeluarkan untuk membongkar dan
   memindahkan aset pendasar atau untuk merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan dan
   ketentuan sewa, dikurangi dengan insentif sewa yang diterima.

   Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga
   tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.

   Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan,
   didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut tidak
   dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya, Perusahaan
   menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai tingkat bunga diskonto.

   Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran tetap, termasuk
   pembayaran tetap secara substansi dikurangi dengan piutang insentif sewa.

   Setiap pembayaran sewa dialokasikan sebagai beban keuangan dan pengurangan liabilitas sehingga
   menghasilkan tingkat suku bunga yang konstan atas saldo liabilitas yang tersisa.

   Sewa jangka-pendek dan sewa aset bernilai rendah

   Perusahaan memilih untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka-pendek
   yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang dan sewa atas aset bernilai rendah. Perusahaan mengakui
   pembayaran sewa terkait dengan sewa ini sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.

   Liabilitas Imbalan Pasca-Kerja

   Beban pensiun dihitung menggunakan metode projected-unit-credit dengan menerapkan asumsi atas
   tingkat diskonto, tingkat pengembalian dana pensiun yang diharapkan dan tingkat kenaikan kompensasi.

   Keuntungan atau kerugian aktuarial yang timbul dari penyesuaian dan perubahan asumsi-asumsi
   aktuarial diakui seluruhnya dalam penghasilan komprehensif lain. Biaya jasa lalu diakui secara langsung
   di laporan laba rugi, kecuali perubahan terhadap program pensiun tersebut mensyaratkan karyawan
   tersebut untuk bekerja selama periode waktu tertentu.

   Komponen bunga neto dihitung berdasarkan tingkat diskonto dengan liabilitas atau aset imbalan pasti
   neto pada setiap awal periode pelaporan.




                                                   16
Page 20
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

   Pengakuan Pendapatan dan Beban

   Perusahaan menerapkan PSAK 72, “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan”, yang mensyaratkan
   pengakuan pendapatan untuk memenuhi 5 (lima) langkah analisis sebagai berikut:
   i.   Identifikasi kontrak dengan pelanggan;
   ii.  Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji
        dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke
        pelanggan;
   iii. Menetapkan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur, insentif penjualan dan pajak
        pertambahan nilai, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya
        barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak;
   iv. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual
        berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak
        dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang
        diharapkan ditambah marjin;
   v. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang
        atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau
        jasa tersebut).

   Untuk penjualan barang, kewajiban pelaksanaan umumnya terpenuhi, dan pendapatan diakui, pada saat
   pengendalian atas barang telah berpindah kepada pelanggan (pada suatu titik waktu).

   Beban diakui pada saat terjadinya dengan basis akrual.

   Perpajakan

   Beban pajak terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak diakui dalam laporan laba rugi, kecuali
   jika pajak tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian yang diakui di penghasilan komprehensif lain
   atau langsung diakui ke ekuitas. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui dalam penghasilan
   komprehensif lain atau ekuitas.

   Beban Pajak Kini

   Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak periode berjalan yang dihitung berdasarkan
   tarif pajak yang berlaku.

   Kekurangan/kelebihan pembayaran pajak penghasilan dicatat sebagai bagian dari “Beban Pajak Kini”
   dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

   Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima atau, jika diajukan
   keberatan, pada saat keputusan atas keberatan ditetapkan.




                                                    17
Page 21
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

   Pajak tangguhan

   Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui menggunakan metode liabilitas atas konsekuensi pajak pada
   masa mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan
   keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas pada setiap tanggal pelaporan. Liabilitas
   pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui
   untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal, sepanjang besar
   kemungkinan perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal tersebut dapat
   dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa mendatang.

   Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan diturunkan apabila
   laba fiskal mungkin tidak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak
   tangguhan. Pada setiap tanggal pelaporan, Perusahaan menilai kembali aset pajak tangguhan yang
   sebelumnya tidak diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba fiskal pada masa yang akan datang
   akan tersedia untuk pemulihannya.

   Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah
   berlaku pada tanggal pelaporan. Perubahan nilai tercatat aset dan liabilitas pajak tangguhan yang
   disebabkan oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada usaha periode berjalan, kecuali untuk transaksi-
   transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.

   Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus dalam laporan posisi keuangan,
   kecuali aset dan liabilitas pajak tangguhan untuk entitas yang berbeda, sesuai dengan penyajian aset
   dan liabilitas pajak kini.

   Pelaporan Segmen

   Suatu segmen usaha adalah sekelompok aset dan operasi yang menyediakan barang atau jasa yang
   memiliki risiko serta tingkat imbalan yang berbeda dengan segmen usaha lainnya. Sebuah segmen
   geografis menyediakan barang maupun jasa di dalam lingkungan ekonomi tertentu yang memiliki risiko
   serta tingkat imbalan yang berbeda dengan segmen operasi lainnya yang berada dalam lingkungan
   ekonomi lain.

   Informasi keuangan dilaporkan berdasarkan informasi yang digunakan oleh manajemen dalam
   mengevaluasi kinerja setiap segmen dan menentukan pengalokasian sumber daya. Sehubungan
   dengan hal ini, informasi segmen dalam laporan keuangan disajikan berdasarkan pengklasifikasian
   umum atas produk yang dijual.

   Laba Bersih Per Saham

   Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang
   saham yang beredar selama periode tersebut. Jumlah rata-rata tertimbang saham adalah sebesar
   591.828.000 saham pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023.




                                                  18
Page 22
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

   Penentuan Nilai Wajar

   Perusahaan mengukur instrument keuangan seperti derivative pada nilai wajar setiap tanggal pelaporan.
   Pengungkapan nilai wajar untuk instrumen keuangan disajikan dalam Catatan 25.

   Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
   untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran.
   Pengukuran nilai wajar berdasarkan asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan
   liabilitas terjadi di:
    pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut; atau
      dalam hal tidak terdapat pasar utama, maka pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau
       liabilitas tersebut.

   Perusahaan harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut.

   Nilai wajar aset dan liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
   menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
   kepentingan ekonomi terbaiknya.

   Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang
   memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat
   diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

   Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan
   dikelompokkan dalam hirarki nilai wajar, sebagaimana dijelaskan di bawah ini, berdasarkan tingkatan
   level input yang terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan:
    Level 1 – harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik.
      Level 2 – teknik penilaian dimana tingkat level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran
       nilai wajar dapat diobservasi baik secara langsung atau tidak langsung.
      Level 3 – teknik penilaian dimana tingkat level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran
       nilai wajar tidak dapat diobservasi baik secara langsung atau tidak langsung.

   Untuk aset dan liabilitas yang diukur secara berulang dalam laporan keuangan, Perusahaan
   menentukan apakah perpindahan antar level hirarki telah terjadi dengan melakukan evaluasi
   pengelompokan (berdasarkan level input yang terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar
   secara menyeluruh pada setiap akhir periode pelaporan).

   Standar Akuntansi Baru

   Standar baru, amandemen dan interpretasi yang telah diterbitkan, namun berlaku efektif untuk tahun
   buku yang dimulai pada 1 Januari 2024 adalah sebagai berikut:
      Amandemen PSAK 1, “Penyajian laporan keuangan” tentang liabilitas jangka panjang dengan
       kovenan.
      Amandemen PSAK 73, “Sewa” tentang liabilitas sewa pada transaksi jual dan sewa-balik.




                                                   19
Page 23
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

   Standar baru, amandemen dan interpretasi yang telah diterbitkan, namun berlaku efektif untuk tahun
   buku yang dimulai pada 1 Januari 2025 adalah:
      PSAK 74, ”Kontrak asuransi”.
      Amandemen PSAK 74, “Kontrak asuransi” tentang penerapan awal PSAK 74 dan PSAK 71,
       “Informasi komparatif”.

   Perusahaan sedang mengevaluasi dan belum menentukan dampak dari standar yang direvisi dan yang
   baru tersebut terhadap laporan keuangan.



3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN

   Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mewajibkan
   manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah-jumlah yang dilaporkan
   dalam laporan keuangan.Sehubungan dengan adanya ketidakpastian yang melekat dalam membuat
   estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan di masa mendatang berbeda dengan jumlah estimasi yang
   dibuat.

   Pertimbangan

   Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi
   Perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.

   Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan

   Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas
   keuangan dengan mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan PSAK No. 71 (Revisi 2020) di
   penuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan
   akuntansi Perusahaan.

   Penentuan mata uang fungsional

   Mata uang fungsional adalah mata uang pada lingkungan ekonomi utama di mana Perusahaan
   beroperasi di mana merupakan mata uang yang paling mempengaruhi harga jual barang dan jasa.
   Pertimbangan manajemen diperlukan untuk menentukan mata uang fungsional yang paling tepat dalam
   menggambarkan pengaruh ekonomi dari transaksi, peristiwa dan kondisi yang mendasari operasi
   Perusahaan.

   Estimasi dan Asumsi

   Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang
   memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk
   tahun/periode berikutnya, diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi
   pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai
   perkembangan masa depan, mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi diluar kendali
   Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.




                                                     20
Page 24
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (Lanjutan)

   Pajak Penghasilan

   Pertimbangan yang signifikan yang digunakan dalam menentukan penyisihan pajak penghasilan.
   Terdapat transaksi tertentu dan perhitungan yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti selama
   kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui kewajiban untuk masalah pajak yang diharapkan
   berdasarkan perkiraan apakah pajak tambahan akan jatuh tempo. Di mana hasil pajak terhadap hal-hal
   berbeda dari jumlah yang awalnya diakui, perbedaan tersebut akan berdampak pada pendapatan pajak
   dan ketentuan pajak tangguhan pada periode dimana penentuan tersebut dibuat.

   Aset (liabilitas) pajak tangguhan diakui atas perbedaan pengakuan dalam laporan keuangan antara
   dasar pajak dan dasar komersial (lihat Catatan 19). Manajemen mempertimbangkan saat penggunaan,
   besaran penghasilan kena pajak, masa daluwarsa pajak (5 tahun) dan strategi perencanaan pajak masa
   depan ketika mengakui aset (liabilitas) pajak tangguhan.

   Nilai tercatat utang pajak, aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan Perusahaan sesuai
   dengan tanggal laporan posisi keuangan yang digunakan dalam Catatan 19 atas laporan keuangan.

   Liabilitas imbalan pasca-kerja

   Beban dari program pensiun dan nilai kini dari kewajiban pensiun ditentukan dengan menggunakan
   metode projected-unit-credit. Penilaian aktuaris termasuk membuat variasi asumsi yang terdiri dari,
   antara lain, tingkat diskonto, tingkat pengembalian dana pensiun yang diharapkan, tingkat kenaikan
   kompensasi dan tingkat kematian. Dikarenakan kompleksitas dari penilaian dan dasar asumsinya dan
   periode jangka panjang, kewajiban manfaat pasti sangat sensitif terhadap perubahan asumsi.

   Sejauh ini, manajemen meyakini bahwa asumsi yang digunakan tersebut cukup memadai untuk
   mencerminkan estimasi terbaik pada tanggal laporan keuangan. Perbedaan signifikan pada hasil aktual
   ataupun perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan berpotensi secara materai mempengaruhi
   nilai tercatat liabilitas imbalan pasca-kerja karyawan.

   Nilai tercatat atas estimasi liabilitas imbalan pasca-kerja Perusahaan pada tanggal 30 September 2024
   sebesar Rp2.153.976.744 (31 Desember 2023: Rp2.411.659.568). Penjelasan lebih rinci diungkapkan
   dalam Catatan 20.

   Instrumen Keuangan

   Perusahaan mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan
   penggunaan estimasi akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar ditentukan
   menggunakan bukti obyektif yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai wajar dapat berbeda bila
   Perusahaan menggunakan metodologi penilaian yang berbeda. Perubahan nilai wajar aset dan liabilitas
   keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung laba atau rugi Perusahaan.

   Nilai tercatat dari aset keuangan pada nilai wajar dalam laporan perubahan posisi keuangan pada
   tanggal 30 September 2024 adalah sebesar Rp20.783.112.919 (31 Desember 2023:
   Rp15.970.592.884), sedangkan nilai tercatat liabilitas keuangan dalam laporan perubahan posisi
   keuangan pada tanggal 30 September 2024 adalah sebesar Rp1.655.728.001 (31 Desember 2023:
   Rp348.301.458) (lihat Catatan 25).




                                                  21
Page 25
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (Lanjutan)

   Penyusutan Aset Tetap

   Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
   masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 5
   sampai dengan 30 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana
   Perusahaan menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat
   mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa
   depan mungkin direvisi. Nilai tercatat bersih atas aset tetap Perusahaan pada tanggal 30 September
   2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing sebesar Rp584.525.455 dan Rp716.550.943. Penjelasan
   lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 9.


4. PENYAJIAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN

   Berdasarkan akta notaris Reza Maulana Setiadi, SH, M.Kn No. 7 tanggal 15 Januari 2024, Perusahaan
   memutuskan untuk membubarkan PT Fotomatic Jaya Industries, Entitas Anak terhitung mulai tanggal
   15 Januari 2024 dan selanjutnya menyatakan bahwa Entitas Anak berada dalam keadaan “Likwidasi“
   sesuai dengan ketentuan Pasal 142 ayat 1 Undang-Undang No 40 Tahun 2007 tentang Perseroan
   Terbatas.

   Akta tersebut telah diterima dan dicatat oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
   Indonesia berdasarkan surat No. AHU-07132.AH.01.02.Tahun 2024 pada tanggal 25 Januari 2024.

   Transaksi tersebut dianggap sebagai operasi yang dihentikan dan diperhitungkan sesuai dengan PSAK
   58 “Aset Tidak Lancar yang Dimiliki Untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan”. Oleh karena itu, laporan
   posisi keuangan pada tanggal 31 Desember 2023 dan 1 Januari 2023/ 31 Desember 2022 telah disajikan
   kembali.

   Ikhtisar laporan posisi keuangan pada tanggal 31 Desember 2023 dan 1 Januari 2023/ 31 Desember
   2022 sebelum dan setelah penyajian kembali adalah sebagai berikut:

                                                              31 Desember 2023

                                         Sebelum Disajikan                            Setelah Disajikan
                                             Kembali               Penyesuaian            Kembali

   ASET

   ASET LANCAR
   Kas dan setara kas                  Rp    14.171.352.686   Rp                 -   Rp   14.171.352.686
   Piutang usaha                              1.659.118.993                      -         1.659.118.993
   Piutang lain-lain                             24.975.610            115.145.595           140.121.205
   Persediaan                                16.377.844.953                      -        16.377.844.953
   Taksiran tagihan pajak                     4.020.081.270                      -         4.020.081.270
   Pajak dibayar dimuka                       1.103.378.029                      -         1.103.378.029
   Aset lancar lainnya                        2.860.081.131                      -         2.860.081.131

   Jumlah Aset Lancar                  Rp    40.216.832.672   Rp       115.145.595   Rp   40.331.978.267




                                                   22
Page 26
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. PENYAJIAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)

                                                              31 Desember 2023

                                      Sebelum Disajikan                                 Setelah Disajikan
                                          Kembali                  Penyesuaian              Kembali

   ASET TIDAK LANCAR
   Aset pajak tangguhan              Rp      934.354.786      Rp                 -   Rp        934.354.786
   Aset tetap - setelah dikurangi
     akumulasi penyusutan                    716.550.943                         -             716.550.943
   Aset hak guna                             163.444.444                         -             163.444.444
   Aset tidak lancar lainnya                 412.558.979                         -             412.558.979

   Jumlah Aset Tidak Lancar                2.226.909.152                         -           2.226.909.152

   JUMLAH ASET                       Rp   42.443.741.824      Rp       115.145.595   Rp     42.558.887.419

   LIABILITAS DAN EKUITAS

   LIABILITAS JANGKA PENDEK
   Utang usaha                       Rp        4.231.187      Rp                 -   Rp          4.231.187
   Utang pajak                                31.922.369                         -              31.922.369
   Beban masih harus dibayar                  50.217.586                         -              50.217.586
   Utang lain-lain                           293.852.685                         -             293.852.685

   Jumlah Liabilitas Jangka Pendek           380.223.827                         -             380.223.827


   LIABILITAS JANGKA PANJANG
   Liabilitas imbalan paska-kerja          2.411.659.568                         -           2.411.659.568

   Liabilitas bersih operasi
      dalam penghentian                                   -            115.145.595             115.145.595

   JUMLAH LIABILITAS                 Rp    2.791.883.395      Rp       115.145.595   Rp      2.907.028.990


                                                     1 Januari 2023/ 31 Desember 2022

                                      Sebelum Disajikan                                 Setelah Disajikan
                                          Kembali                  Penyesuaian              Kembali

   ASET

   ASET LANCAR
   Kas dan bank                      Rp   21.598.470.792      Rp                 -   Rp     21.598.470.792
   Piutang usaha                           3.468.083.197                         -           3.468.083.197
   Piutang lain-lain                         162.526.817                         -             162.526.817
   Persediaan                             12.535.867.686                         -          12.535.867.686
   Taksiran tagihan pajak                  2.574.899.100                         -           2.574.899.100
   Pajak dibayar dimuka                      348.965.656                         -             348.965.656
   Aset lancar lainnya                     1.824.776.677                         -           1.824.776.677

   Jumlah Aset Lancar                Rp   42.513.589.925      Rp                 -   Rp     42.513.589.925




                                                23
Page 27
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. PENYAJIAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)

                                                         1 Januari 2023/ 31 Desember 2022

                                          Sebelum Disajikan                                   Setelah Disajikan
                                              Kembali                   Penyesuaian               Kembali

   ASET TIDAK LANCAR
   Aset pajak tangguhan                  Rp      578.923.995      Rp                   -     Rp      578.923.995
   Aset tetap - setelah dikurangi
     akumulasi penyusutan                        916.667.729                           -             916.667.729
   Aset hak guna                                  84.000.000                           -              84.000.000

   Jumlah Aset Tidak Lancar                    1.579.591.724                           -            1.579.591.724

   JUMLAH ASET                           Rp   44.093.181.649      Rp                   -     Rp    44.093.181.649

   LIABILITAS DAN EKUITAS

   LIABILITAS JANGKA PENDEK
   Utang usaha                           Rp      975.413.326      Rp                  -      Rp      975.413.326
   Utang pajak                                    37.016.058                          -               37.016.058
   Beban masih harus dibayar                      49.673.150                          -               49.673.150
   Utang lain-lain                               389.968.422               (115.145.595 )            274.822.827

   Jumlah Liabilitas Jangka Pendek             1.452.070.956               (115.145.595 )           1.336.925.361

   LIABILITAS JANGKA PANJANG
   Liabilitas imbalan paska-kerja              2.381.042.062                           -            2.381.042.062

   Liabilitas bersih operasi
      dalam penghentian                                       -             115.145.595              115.145.595

   JUMLAH LIABILITAS                     Rp    3.833.113.018      Rp                   -     Rp     3.833.113.018




5. KAS DAN SETARA KAS

   Akun ini terdiri dari:
                                                          30 September 2024                31 Desember 2023
   Kas
         Rupiah                                          Rp             16.000.000    Rp             16.000.000
   Bank
      Rupiah
         PT Bank Central Asia Tbk                                  1.160.405.222                   560.796.377
         PT Bank Pan Indonesia Tbk                                   170.698.858                   403.236.225
         PT Bank UOB Indonesia                                        90.472.345                             -
         PT Bank Victoria International Tbk                           33.486.997                     1.860.727
         PT Bank CIMB Niaga Tbk                                        9.285.490                     7.338.107
         PT Bank Negara Indonesia
             (Persero) Tbk                                               8.857.626                   10.645.690
         Dolar Amerika Serikat
             PT Bank Pan Indonesia Tbk                                 761.305.763                 171.475.560
   Sub-jumlah                                            Rp        2.234.512.301      Rp          1.155.352.686




                                                    24
Page 28
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. KAS DAN SETARA KAS

                                                      30 September 2024      31 Desember 2023
   Deposito berjangka - Rupiah
      PT Bank JTrust Indonesia Tbk                   Rp    2.000.000.000    Rp     2.000.000.000
      PT Bank Victoria International Tbk                   1.000.000.000           1.000.000.000
      PT Bank Nationalnobu Tbk                             1.000.000.000                       -
      PT Bank Pan Indonesia Tbk                                        -          10.000.000.000
   Sub-jumlah                                              4.000.000.000          13.000.000.000
   Jumlah kas dan setara kas                         Rp    6.250.512.301    Rp    14.171.352.686


   Tingkat suku bunga deposito berjangka per tahun berkisar antara 6% sampai dengan 7,25%.


6. PIUTANG USAHA

   Akun ini merupakan piutang usaha dari penjualan barang dagangan, mesin minilab, jasa pemrosesan
   film dan jasa perbaikan mesin minilab dari pihak ketiga dengan rincian sebagai berikut:

                                                      30 September 2024      31 Desember 2023

   Binaria Photo                                     Rp      164.046.286    Rp                 -
   Yanto Budiman                                             136.785.426                       -
   CV Ojisancahaya                                           132.000.090                       -
   Bing Satria Tama                                          132.378.031             143.810.014
   CV Imago Raya                                             127.819.999              51.739.984
   PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk                           120.282.387                       -
   CV Digital Jaya Sumatra                                    51.770.029             115.806.513
   Ori Foto                                                    9.829.996             100.420.705
   Kex Mari Pro Setiabudi                                              -             100.817.018
   Edi Kuntoro                                                         -             100.000.000
   Lain-lain                                               2.403.772.216           1.332.931.124

   Jumlah                                                  3.278.684.460           1.945.525.358
   Penyisihan penurunan
      nilai piutang                                         (286.406.365)           (286.406.365 )

   Piutang usaha, bersih                             Rp    2.992.278.095    Rp     1.659.118.993




                                                25
Page 29
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG USAHA (Lanjutan)

   Rincian piutang usaha berdasarkan umur piutang yang adalah sebagai berikut:

                                                        30 September 2024        31 Desember 2023

   Belum jatuh tempo                                   Rp    1.046.275.184      Rp      852.047.008
   Jatuh tempo :
       1 - 60 hari                                           1.124.487.680              601.570.242
       61 - 120 hari                                           524.216.782               37.134.841
       > 120 hari                                              583.704.814              454.773.267

   Jumlah                                                    3.278.684.460             1.945.525.358
   Penyisihan penurunan
      nilai piutang                                           (286.406.365)             (286.406.365 )

   Piutang usaha, bersih                               Rp    2.992.278.095      Rp     1.659.118.993


   Mutasi penyisihan penurunan nilai piutang adalah sebagai berikut:

                                                        30 September 2024        31 Desember 2023

   Saldo awal                                          Rp      286.406.365      Rp      273.983.809
   Penyisihan selama tahun
       berjalan                                                             -            12.422.556

   Saldo akhir                                         Rp      286.406.365      Rp      286.406.365


   Seluruh saldo piutang usaha dari pihak ketiga dan dalam mata uang Rupiah.

   Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai adalah cukup untuk menutup kerugian
   yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut. Manajemen juga berpendapat bahwa tidak
   terdapat risiko yang terkonsentrasi secara signifikan atas piutang usaha.


7. PERSEDIAAN

   Persediaan terdiri dari:
                                                        30 September 2024        31 Desember 2023

   Barang dagangan                                     Rp   12.147.773.542      Rp   14.460.883.908
   Suku cadang dan peralatan                                 2.493.586.065            2.527.728.562

   Jumlah                                                   14.641.359.607           16.988.612.470
   Penyisihan persediaan usang                                (610.767.517 )           (610.767.517 )

   Persediaan, bersih                                  Rp   14.030.592.090      Rp   16.377.844.953




                                                  26
Page 30
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. PERSEDIAAN (Lanjutan)

   Mutasi penyisihan persediaan usang adalah sebagai berikut:

                                                               30 September 2024                 31 Desember 2023

   Saldo awal                                                 Rp         610.767.517           Rp              590.995.235
   Penyisihan selama tahun
       berjalan                                                                            -                    19.772.282

   Saldo akhir                                                Rp           610.767.517         Rp              610.767.517


   Persediaan telah diasuransikan terhadap risiko akibat kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai
   pertanggungan sebesar Rp17.743.794.435 dan Rp16.033.960.000 pada tanggal 30 September 2024
   dan 31 Desember 2023, yang menurut pendapat manajemen jumlah pertanggungan tersebut cukup
   untuk menutupi kemungkinan kerugian yang timbul.

   Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan pada akhir tahun, manajemen Perusahaan
   berkeyakinan bahwa penyisihan persediaan usang adalah cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian
   yang timbul dari penurunan nilai persediaan.


8. BIAYA DIBAYAR DI MUKA DAN UANG MUKA

   Akun ini terdiri dari:
                                                               30 September 2024                 31 Desember 2023

   Uang muka                                                  Rp           681.930.134         Rp             2.824.511.748
   Biaya dibayar di muka                                                   118.290.534                           35.569.383

   Jumlah                                                     Rp           800.220.668         Rp             2.860.081.131



9. ASET TETAP

   Rincian aset tetap adalah sebagai berikut:
                                                                       30 September 2024

                                       Saldo Awal             Penambahan              Pengurangan              Saldo Akhir

   Biaya Perolehan
   Tanah                          Rp       287.967.794   Rp                  -   Rp                  -   Rp        287.967.794
   Bangunan dan prasarana                4.666.389.968                       -                       -           4.666.389.968
   Mesin dan peralatan                   2.053.394.836                       -                       -           2.053.394.836
   Kendaraan                             6.638.028.738                       -             194.000.000           6.444.028.738
   Peralatan kantor                      3.936.337.772               4.495.000                       -           3.940.832.772
   Perabotan                               527.634.806                       -                       -             527.634.806

   Jumlah Pemilikan Langsung            18.109.753.914               4.495.000             194.000.000          17.920.248.914
   Akumulasi Penyusutan
   Bangunan dan prasarana                4.657.918.077               8.471.891                       -           4.666.389.968
   Mesin dan peralatan                   2.053.394.836                       -                       -           2.053.394.836
   Kendaraan                             6.237.887.270             118.842.349             194.000.000           6.162.729.619
   Peralatan kantor                      3.916.367.982               9.206.248                       -           3.925.574.230
   Perabotan                               527.634.806                       -                       -             527.634.806

   Jumlah Akumulasi Penyusutan          17.393.202.971             136.520.488             194.000.000          17.335.723.459

   Nilai Buku                     Rp       716.550.943                                                   Rp        584.525.455




                                                         27
Page 31
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. ASET TETAP (Lanjutan)
                                                                      31 Desember 2023

                                      Saldo Awal             Penambahan          Pengurangan                Saldo Akhir

   Biaya Perolehan
   Tanah                         Rp       287.967.794                       -                      -   Rp       287.967.794
   Bangunan dan prasarana               4.664.524.968              13.280.000             11.415.000          4.666.389.968
   Mesin dan peralatan                  2.053.394.836                       -                      -          2.053.394.836
   Kendaraan                            6.898.213.193                       -            260.184.455          6.638.028.738
   Peralatan kantor                     3.936.337.772                                              -          3.936.337.772
   Perabotan                              527.634.806                       -                      -            527.634.806

   Jumlah Pemilikan Langsung           18.368.073.369              13.280.000            271.599.455         18.109.753.914
   Akumulasi Penyusutan
   Bangunan dan prasarana               4.635.057.340              34.275.737             11.415.000          4.657.918.077
   Mesin dan peralatan                  2.053.394.836                       -                      -          2.053.394.836
   Kendaraan                            6.332.552.759             165.518.966            260.184.455          6.237.887.270
   Peralatan kantor                     3.902.765.899              13.602.083                      -          3.916.367.982
   Perabotan                              527.634.806                       -                      -            527.634.806

   Jumlah Akumulasi Penyusutan         17.451.405.640             213.396.786            271.599.455         17.393.202.971

   Nilai Buku                    Rp       916.667.729                                                  Rp       716.550.943



   Rincian laba penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:
                                                              30 September 2024                30 September 2024

   Harga jual                                                Rp           98.000.000         Rp             192.891.893
   Nilai buku                                                                      -                                  -

   Laba penjualan aset tetap                                 Rp           98.000.000         Rp             192.891.893


   Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023, laba
   penjualan aset tetap dicatat sebagai bagian dari pendapatan operasi lainnya dalam laporan laba rugi
   dan penghasilan komprehensif lain (lihat Catatan 17).

   Beban penyusutan dibebankan pada beban penjualan, umum dan administrasi pada laporan laba rugi
   dan penghasilan komprehensif lain untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal
   30 September 2024 dan 2023 masing-masing sebesar Rp136.520.488 dan Rp148.380.819 (lihat
   Catatan 16).

   Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, aset tetap telah diasuransikan terhadap
   kerugian akibat kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan keseluruhan sebesar
   Rp15.892.820.000 dan Rp12.761.790.717, yang menurut pendapat manajemen jumlah pertanggungan
   tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang timbul.

   Berdasarkan penelaahan manajemen, tidak terdapat kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan
   keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap pada tanggal 30 September 2024
   dan 31 Desember 2023.




                                                        28
Page 32
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET HAK GUNA

   Rekonsiliasi aset hak guna adalah sebagai berikut:

                                                                  30 September 2024

                                      Saldo Awal          Penambahan              Pengurangan            Saldo Akhir

   Biaya Perolehan
   Bangunan                      Rp    220.666.666   Rp                  -   Rp                 -   Rp     220.666.666

   Akumulasi Penyusutan
   Bangunan                             57.222.222              82.750.000                      -          139.972.222

   Nilai Buku                    Rp    163.444.444                                                  Rp      80.694.444



                                                                  31 Desember 2023

                                      Saldo Awal          Penambahan              Pengurangan            Saldo Akhir

   Biaya Perolehan
   Bangunan                      Rp    316.500.000             220.666.666            316.500.000   Rp     220.666.666

   Akumulasi Penyusutan
   Bangunan                            232.500.000             141.222.222            316.500.000           57.222.222

   Nilai Buku                    Rp     84.000.000                                                  Rp     163.444.444



   Beban penyusutan dibebankan pada beban penjualan, umum dan administrasi pada laporan laba rugi
   dan penghasilan komprehensif lain untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30
   September 2024 dan 2023 masing-masing sebesar Rp82.750.000 dan Rp113.638.889 (lihat Catatan
   16).



11. UTANG USAHA

   Akun ini merupakan utang usaha kepada:
                                                           30 September 2024                31 Desember 2023

   Kodak Alaris Pte Ltd                                   Rp           955.964.700         Rp                     -
   PT Pasifik Internusa                                                110.854.895                        4.231.187
   Lain-lain                                                           224.218.729                                -


   Jumlah                                                 Rp         1.291.038.324         Rp             4.231.187


   Rincian utang usaha berdasarkan umur utang sejak tanggal faktur adalah sebagai berikut:

                                                           30 September 2024                31 Desember 2023

   1 sampai dengan 90 hari                                Rp        1.291.038.324                         4.231.187




                                                     29
Page 33
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. UTANG USAHA (Lanjutan)

   Kategori utang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:

                                                        30 September 2024        31 Desember 2023

   Dolar Amerika Serikat                               Rp      955.964.700      Rp                 -
   Rupiah                                                      332.298.147                 4.231.187
   Yen Jepang                                                    2.775.477                         -

   Jumlah                                              Rp    1.291.038.324    Rp           4.231.187


   Tidak ada jaminan yang diberikan Perusahaan atas utang usaha tersebut.


12. MODAL SAHAM

   Rincian pemegang saham Perusahaan pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
   berdasarkan catatan yang dibuat oleh PT Adimitra Transferindo, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai
   berikut:

                                           Jumlah Saham            Persentase
          Pemegang Saham               Ditempatkan dan Disetor      Pemilikan           Jumlah
   Peak Aim Development Ltd                        323.940.000           54,74% Rp 32.394.000.000
   Karna Brata Lesmana                             134.754.220           22,77     13.475.422.000
   Natasha Lesmana                                  57.644.500            9,74      5.764.450.000
   Masyarakat                                       75.489.280           12,75      7.548.928.000

   Jumlah                                          591.828.000          100,00% Rp 59.182.800.000


   Manajemen modal
   Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan rasio modal yang sehat untuk
   mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.

   Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian berdasarkan perubahan
   kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat
   menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham atau menerbitkan saham baru. Tidak ada
   perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses dalam manajemen modal untuk tahun yang berakhir
   pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023.



13. TAMBAHAN MODAL DISETOR

   Akun ini terdiri dari:

                                                        30 September 2024        31 Desember 2023

   Agio saham                                          Rp    1.769.666.000    Rp       1.769.666.000
   Pengampunan pajak                                           140.000.000               140.000.000

   Jumlah                                              Rp    1.909.666.000    Rp       1.909.666.000




                                                  30
Page 34
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. TAMBAHAN MODAL DISETOR (Lanjutan)

   Berdasarkan Surat Keterangan Pengampunan Pajak No.KET-1715/PP/WPJ.07/2016 tertanggal 30
   Desember 2016, Perusahaan telah menyampaikan Surat Penyataan Harta untuk Pengampunan Pajak
   sesuai dengan Undang-undang No.11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak.

   Nilai harta bersih tambahan yang diungkapkan adalah sebesar Rp140.000.000 dengan uang tebusan
   sebesar Rp4.200.000.


14. PENJUALAN BERSIH
   Rincian penjualan bersih berdasarkan kelompok produk utama Perusahaan adalah sebagai berikut:
                                                       30 September 2024     30 September 2023

   Kertas cetak foto                                  Rp   10.454.280.363   Rp    10.759.452.390
   Film dan kamera                                          7.834.983.002         14.334.555.913
   Bahan kimia pemrosesan foto dan kertas                   1.614.723.634          2.464.479.160
   Lain-lain                                                4.913.966.021          7.318.754.966

   Jumlah                                             Rp   24.817.953.020   Rp    34.877.242.429


   Seluruh penjualan dilakukan kepada pihak ketiga dengan jumlah masing-masing dibawah 10% dari
   jumlah penjualan bersih.


15. BEBAN POKOK PENJUALAN

   Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:

                                                       30 September 2024     30 September 2023

   Persediaan barang dagangan, awal tahun             Rp    16.988.612.470 Rp     13.126.862.920
   Pembelian                                                17.870.087.791        30.845.316.891
   Persediaan barang dagangan, akhir tahun                 (14.641.359.607)      (17.185.040.975 )

   Beban pokok penjualan                              Rp   20.217.340.654   Rp    26.787.138.836




                                                 31
Page 35
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. BEBAN PENJUALAN, UMUM DAN ADMINISTRASI

   Akun ini terdiri dari:
                                                       30 September 2024     30 September 2023

   Gaji dan kesejahteraan karyawan                    Rp    5.301.098.908   Rp     5.377.562.258
   Jasa profesional                                           321.338.000            519.747.800
   Asuransi dan pajak kendaraan                               225.110.759            147.579.829
   Listrik dan air                                            206.450.489            299.871.546
   Gudang dan distribusi                                      202.644.017            228.026.332
   Pemeliharaan dan perbaikan                                 163.534.892            213.309.491
   Penyusutan aset tetap (Lihat catatan 9)                    136.520.488            148.380.819
   Penyusutan aset hak guna (Lihat catatan 10)                 82.750.000            113.638.889
   Perjalanan dinas                                            82.153.103            101.688.843
   Pos dan telekomunikasi                                      62.408.169             67.797.884
   Perlengkapan kantor                                         51.387.027             42.454.401
   Lain-lain                                                1.131.027.710          1.086.953.280

   Jumlah                                             Rp    7.966.423.562   Rp     8.347.011.372




17. PENDAPATAN OPERASI LAINNYA

                                                       30 September 2024     30 September 2023

   Sewa                                               Rp    1.491.914.100   Rp       500.000.000
   Laba penjualan aset tetap (lihat
       Catatan 9)                                              98.000.000            192.891.893
   Laba selisih kurs - bersih                                   5.472.613                      -
   Lain-lain                                                   23.725.681            163.205.877

   Jumlah                                             Rp    1.619.112.394   Rp       856.097.770




18. BEBAN OPERASI LAINNYA

                                                       30 September 2024     30 September 2023

   Rugi selisih kurs - bersih                         Rp                -   Rp        81.390.063
   Lain-lain                                                  884.369.107            526.400.766

   Jumlah                                             Rp      884.369.107   Rp       607.790.829




                                                 32
Page 36
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PERPAJAKAN

   a. Pajak dibayar dimuka

      Akun ini terdiri dari:

                                                   30 September 2024     31 Desember 2023

      Pajak Pertambahan Nilai                     Rp      855.072.795   Rp     1.103.378.029


   b. Taksiran tagihan pajak

      Akun ini terdiri dari:

                                                   30 September 2024     31 Desember 2023

      Pajak penghasilan pasal 28A
        Tahun 2024                                Rp      752.575.925   Rp                 -
        Tahun 2023                                      2.441.297.000          2.441.297.000
        Tahun 2022                                                  -          1.578.784.270

      Jumlah                                      Rp    3.193.872.925   Rp     4.020.081.270


   c. Utang pajak

      Akun ini terdiri dari:

                                                   30 September 2024     31 Desember 2023

      Pajak Penghasilan:
        Pasal 21                                  Rp       14.507.531   Rp       31.194.017
        Pasal 23                                              318.882               728.352

      Jumlah                                      Rp       14.826.413   Rp       31.922.369




                                             33
Page 37
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PERPAJAKAN (Perpajakan)

   d. Pajak penghasilan

      Taksiran beban (manfaat) pajak penghasilan terdiri dari:

                                                         30 September 2024          30 September 2023
      Kini                                              Rp                   -     Rp                 -
      Tangguhan                                                     36.606.306              (36.537.664 )

      Jumlah                                            Rp          36.606.306     Rp       (36.537.664 )


      Kini

      Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan, seperti yang disajikan
      dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, dengan rugi kena pajak untuk periode
      sembilan bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 adalah sebagai
      berikut:

                                                         30 September 2024          30 September 2023
      Laba (rugi) sebelum taksiran Pajak
        Penghasilan menurut laporan laba rugi
        dan penghasilan komprehensif lain               Rp       (1.827.995.573)   Rp       362.247.537
      Beda waktu:
        Penyusutan aset tetap                                       83.636.148              121.792.215
        Imbalan kerja                                             (250.028.450)                       -
      Beda tetap:
        Perjamuan                                                   23.534.038               14.935.486
        Pendapatan bunga yang telah
          dikenakan pajak final                                  (2.294.986.436)           (870.848.375)
        Lain-lain                                                   214.388.142                       -

      Rugi fiskal                                       Rp       (4.051.452.131 ) Rp       (371.873.137 )


      Perhitungan taksiran pajak penghasilan dan tagihan pajak penghasilan adalah sebagai berikut:

                                                         30 September 2024          30 September 2023

      Penghasilan kena pajak (dibulatkan)               Rp                    -    Rp                   -

      Taksiran pajak penghasilan                        Rp                    -    Rp                   -

      Pajak penghasilan dibayar dimuka:
        Pasal 22                                                   752.575.925            2.055.622.950

      Tagihan pajak penghasilan                         Rp        (752.575.925 ) Rp      (2.055.622.950 )


     Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Perusahaan menghitung, menetapkan dan membayar
     sendiri jumlah pajak yang terhutang. Direktorat Jendral Pajak (DJP) dapat menetapkan atau
     mengubah kewajiban pajak dalam batas waktu 5 tahun sejak tanggal terhutangnya pajak.




                                                   34
Page 38
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PERPAJAKAN (Perpajakan)

     Tangguhan

     Perhitungan pajak tangguhan adalah sebagai berikut:
                                                            30 September 2024        30 September 2023

      Aset tetap                                       Rp          18.399.953 Rp            36.537.664
      Imbalan pasca-kerja                                         (55.006.259 )                      -
      Jumlah manfaat (beban) pajak tangguhan           Rp         (36.606.306 ) Rp          36.537.664


      Rincian aset pajak tangguhan adalah sebagai berikut:
                                                            30 September 2024        31 Desember 2023

      Imbalan kerja                                    Rp         473.874.883 Rp            530.565.104
      Rugi fiskal                                                 344.774.980               344.774.980
      Penyisihan persediaan usang                                 134.368.853               134.368.853
      Piutang usaha                                                63.009.401                63.009.401
      Aset tetap                                                 (119.963.599 )            (138.363.552 )
      Aset pajak tangguhan, bersih                     Rp        896.064.518    Rp         934.354.786


     Jumlah beda waktu yang signifikan, untuk imbalan pasca kerja atas mana aset pajak tangguhan
     dihitung, tidak dapat dikurangkan untuk tujuan pajak penghasilan sampai imbalan pasca kerja tersebut
     dibayarkan kepada karyawan pada saat terjadi pemutusan hubungan kerja.

     Aset pajak tangguhan atas penyusutan berasal dari perbedaan dasar pencatatan aset tetap menurut
     pembukuan dan pelaporan pajak karena perbedaan periode yang digunakan untuk tujuan pelaporan
     komersial dan pelaporan pajak.

     Manajemen berkeyakinan bahwa aset pajak tangguhan yang terjadi dapat terpulihkan seluruhnya.


20. LIABILITAS IMBALAN KERJA

   Perusahaan mencatat liabilitas imbalan pasti atas imbalan pasca kerja (post employment benefit) pada
   31 Desember 2023 berdasarkan perhitungan aktuaria yang dilakukan oleh KKA Arya Bagiastra, aktuaris
   independen, dengan metode “Projected Unit Credit” dan asumsi-asumsi sebagai berikut:

                                                       30 September 2024          31 Desember 2023

   Tingkat diskonto tahunan                                          6,55%                       6,55%
   Tingkat kenaikan gaji tahunan                                        7%                          7%
   Tingkat kematian                                         Tabel Mortalita              Tabel Mortalita
                                                   Indonesia IV tahun 2019      Indonesia IV tahun 2019
   Usia pensiun                                                    55 tahun                    55 tahun




                                                  35
Page 39
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. LIABILITAS IMBALAN KERJA (Lanjutan)

   Mutasi liabilitas diestimasi atas imbalan kerja Perusahaan adalah sebagai berikut:

                                                                          30 September 2024                    31 Desember 2023

   Saldo awal periode/ tahun                                           Rp         2.411.659.568             Rp              2.381.042.062
   Penambahan                                                                                 -                               314.006.060
   Penghasilan komprehensif lain                                                     (7.654.374 )                              28.441.829
   Pembayaran tahun berjalan                                                       (250.028.450 )                            (311.830.383)
   Saldo akhir periode/ tahun                                          Rp         2.153.976.744             Rp              2.411.659.568




21. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING

   Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan mempunyai aset dan liabilitas
   moneter dalam mata uang asing beserta nilai ekuivalen Rupiah adalah sebagai berikut:

                                                               30 September 2024                            31 Desember 2023
                                             Mata uang asing       Konversi ke Rupiah             Mata uang asing           Konversi ke Rupiah

   Dolar Amerika Serikat
   Aset:
      Kas dan setara kas                  USD         50.291                761.305.763         USD          11.123               171.475.560
   Liabilitas:
      Utang usaha                                     (63.150)              (955.964.700)                               -                         -

   Aset (liabilitas) - Bersih             USD         (12.859)              (194.658.937)       USD          11.123               171.475.560

   Yen
   Aset:
      Utang usaha                         JPY         (26.268)                (2.775.477)       JPY                 -                         -




22. INFORMASI SEGMEN USAHA

   Informasi mengenai segmen usaha Perusahaan adalah sebagai berikut:
                                                                            30 September 2024

                                Kertas Cetak Foto    Film dan Kamera         Bahan Kimia Foto           Lain-Lain                Jumlah
                                                                                dan Kertas


   Penjualan Bersih               10.454.280.363         7.834.983.002           1.614.723.634          4.913.966.021           24.817.953.020
   Beban Pokok Penjualan           8.790.565.268         6.899.432.698           1.009.970.810          3.517.371.878           20.217.340.654

   Laba Kotor                      1.663.715.095          935.550.304              604.752.824          1.396.594.143            4.600.612.366


   Beban Penjualan, Umum
   dan Administrasi                (3.453.264.730)      (2.725.023.864)           (398.901.574)         (1.389.233.394)          (7.966.423.562)
   Pendapatan Operasi Lainnya         703.995.319          552.543.343              80.883.845             281.689.887            1.619.112.394
   Beban Operasi Lainnya             (384.526.554)        (301.802.559)            (44.179.252)           (153.860.742)            (884.369.107)

   Laba (Rugi) Operasi             (1.470.080.870)      (1.538.732.776)            242.555.843            135.189.894            (2.631.067.909)




                                                                  36
Page 40
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. INFORMASI SEGMEN USAHA (Lanjutan)
                                                                           30 September 2024

                                 Kertas Cetak Foto     Film dan Kamera      Bahan Kimia Foto          Lain-Lain             Jumlah
                                                                               dan Kertas

   Pendapatan Keuangan                349.178.456           274.058.969           40.118.017            139.716.894           803.072.336

   Laba (Rugi) Sebelum Beban
   Pajak Penghasilan                (1.120.902.414)      (1.264.673.807)         282.673.860            274.906.788         (1.827.995.573)


   Beban Pajak Penghasilan
   Kini                                                                                                                                 -
   Tangguhan                                                                                                                  (36.606.306)

   Rugi Bersih                                                                                                              (1.864.601.879)

   Aset Segmen                     23.515.776.644         4.132.679.119         6.657.279.468         7.315.508.601        41.621.243.832

   Liabilitas Segmen                2.066.011.732           307.109.852          666.615.781            784.793.793         3.824.531.158


                                                                           30 September 2023

                                 Kertas Cetak Foto     Film dan Kamera      Bahan Kimia Foto          Lain-Lain             Jumlah
                                                                               dan Kertas


   Penjualan Bersih             Rp 10.759.452.390     Rp 14.334.555.913    Rp   2.464.479.160    Rp   7.318.754.966     Rp 34.877.242.429
   Beban Pokok Penjualan            8.883.696.384        10.386.708.455         1.629.808.340         5.886.925.657        26.787.138.836

   Laba Kotor                       1.875.756.006         3.947.847.458          834.670.820          1.431.829.309         8.090.103.593


   Beban Penjualan, Umum
   dan Administrasi                 (2.768.205.863)      (3.236.552.217)         (507.856.730)        (1.834.396.562)       (8.347.011.372)
   Pendapatan Operasi Lainnya          412.837.729          257.157.964            40.351.397            145.750.680           856.097.770
   Beban Operasi Lainnya              (330.489.125)        (160.876.991)          (25.243.672)           (91.181.041)         (607.790.829)

   Laba (Rugi) Operasi               (810.101.253)          807.576.214          341.921.815            (347.997.614)           (8.600.838)


   Pendapatan Keuangan                122.988.289           143.796.393           22.563.506             81.500.187           370.848.375

   Laba (Rugi) Sebelum Beban
   Pajak Penghasilan                 (687.112.964)          951.372.607          364.485.321            (266.497.427)         362.247.537


   Beban Pajak Penghasilan
   Kini                                                                                                                                 -
   Tangguhan                                                                                                                   36.537.664

   Laba Bersih                                                                                                                398.785.201

   Aset Segmen                     24.809.726.467         4.352.891.520         7.012.016.784         7.705.320.070        43.879.954.841

   Liabilitas Segmen                1.587.996.178           236.053.486          512.380.107            603.215.134         2.939.644.905




                                                                  37
Page 41
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. PERJANJIAN-PERJANJIAN

   a. Perusahaan mengadakan perjanjian distribusi dengan Kodak Alaris Singapore Pte. Ltd, dahulu
      Opco (Singapore) Pte. Ltd, yang mewakili Eastman Kodak Company, New York, Amerika Serikat
      (Kodak) sejak tahun 1976, dimana Perusahaan sebagai distributor tunggal dan perwakilan resmi
      produk Kodak di Indonesia, memperoleh hak untuk menjual, memproses dan melakukan jasa
      perbaikan atas peralatan fotografi, film dan kamera yang diproduksi oleh Kodak. Perusahaan
      mendapat bantuan dari Kodak untuk program promosi dan pengembangan produk Kodak, meliputi
      juga jasa manajemen, program pendidikan dan latihan.

       Atas jasa yang diberikan tersebut, Perusahaan tidak dibebani tagihan apapun dari Kodak. Perjanjian
       distribusi ini akan diperpanjang setiap tahun secara otomatis sampai batas waktu yang tidak dapat
       ditentukan.

       Dalam perkembangannya, sejak pertengahan tahun 2005, prinsipal telah mengambil kebijakan multi
       distributor.

   b. Pada tanggal 10 Oktober 2008, Perusahaan mengadakan perjanjian distribusi dengan PT
      Heidelberg Indonesia, dimana Perusahaan sebagai distributor untuk produk-produk cetak dan
      graphic art printing consumable untuk percetakan dan industri grafika di Indonesia untuk batas waktu
      yang tidak ditentukan.


24. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI

   Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak berelasi. Saldo dengan
   pihak berelasi pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:

                                                          30 September 2024          31 Desember 2023
   Aset
   Piutang lain-lain
     PT Fotomatic Jaya Industries                        Rp                   -     Rp         115.145.595

   Persentase terhadap jumlah aset                                            -                       0,271%


   Hubungan dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
            Pihak berelasi                          Sifat hubungan                       Transaksi
  PT Fotomatic Jaya Industries       Entitas Anak                                 Piutang lain-lain




                                                    38
Page 42
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. INSTRUMEN KEUANGAN

   Tabel berikut menyajikan perbandingan atas nilai tercatat dengan nilai wajar dari instrumen keuangan
   Perusahaan yang tercatat pada laporan keuangan:

                                                                    30 September 2024

                                                            Nilai tercatat          Nilai wajar

   Aset Keuangan
   Pinjaman yang diberikan dan piutang
      Kas dan setara kas                               Rp     6.250.512.301    Rp        6.250.512.301
      Piutang usaha                                           2.992.278.095              2.992.278.095
      Piutang lain-lain                                      11.540.322.523             11.540.322.523

   Jumlah Aset Keuangan                                Rp    20.783.112.919    Rp       20.783.112.919

   Liabilitas Keuangan
   Biaya perolehan diamortisasi
      Utang usaha                                      Rp      1.291.038.324   Rp        1.291.038.324
      Beban masih harus dibayar                                   58.068.827                58.068.827
      Utang lain-lain                                            306.620.850               306.620.850

   Jumlah Liabilitas Keuangan                          Rp     1.655.728.001    Rp        1.655.728.001


                                                                     31 Desember 2023

                                                            Nilai tercatat          Nilai wajar

   Aset Keuangan
   Pinjaman yang diberikan dan piutang
      Kas dan setara kas                               Rp    14.171.352.686    Rp       14.171.352.686
      Piutang usaha                                           1.659.118.993              1.659.118.993
      Piutang lain-lain                                         140.121.205                140.121.205

   Jumlah Aset Keuangan                                Rp    15.970.592.884    Rp       15.970.592.884

   Liabilitas Keuangan
   Biaya perolehan diamortisasi
      Utang usaha                                      Rp          4.231.187   Rp           4.231.187
      Beban masih harus dibayar                                   50.217.586               50.217.586
      Utang lain-lain                                            293.852.685              293.852.685

   Jumlah Liabilitas Keuangan                          Rp        348.301.458   Rp         348.301.458


   Manajemen menetapkan bahwa nilai tercatat kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, utang
   usaha, beban masih harus dibayar dan utang lain-lain kurang lebih sebesar nilai wajarnya karena
   instrumen keuangan tersebut berjangka pendek.




                                                  39
Page 43
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

   Perusahaan dihadapkan pada risiko perubahan kurs mata uang asing, risiko kredit dan risiko likuiditas.

   Risiko perubahan kurs mata uang asing

   Perusahaan melakukan transaksi bisnis sebagian dalam Dolar Amerika Serikat dan oleh karena itu
   terekspos risiko mata uang asing. Perusahaan tidak memiliki kebijakan khusus untuk lindung nilai mata
   uang asing. Namun manajemen senantiasa memantau eksposur valuta asing dan mempertimbangkan
   risiko lindung nilai valuta asing yang signifikan manakala kebutuhan tersebut timbul.

   Risiko kredit

   Risiko kredit adalah risiko dimana salah satu pihak atas instrumen keuangan akan gagal memenuhi
   kewajibannya dan menyebabkan pihak lain mengalami kerugian keuangan. Risiko kredit yang dihadapi
   Perusahaan berasal dari piutang yang diberikan kepada pelanggan dan penempatan dana di bank.
   Risiko kredit dikendalikan melalui pemeriksaan yang mencukupi terhadap pelanggan. Pelanggan hanya
   diberikan kredit setelah melalui pemeriksaan yang teliti atas rekam jejak mereka, potensi bisnis,
   kekuatan keuangan mereka, reputasi di bidang industri dan evaluasi atas manajemen.

   Batas kredit dimonitor berdasarkan parameter di atas. Meskipun demikian, tidak semua pelanggan
   diberikan kredit, dalam hal ini, penjualan dilakukan secara tunai. Pada penjualan tunai, pembayaran
   diterima didepan, misalnya: sebelum barang dikirim dan juga segera setelah barang dikirim seluruhnya.
   Perusahaan hanya menempatkan dana di bank yang memiliki reputasi baik.

   Eksposur maksimum untuk risiko kredit adalah sebesar jumlah tercatat dari setiap jenis aset keuangan
   di dalam laporan posisi keuangan. Perusahaan tidak memiliki jaminan secara khusus atas aset
   keuangan tersebut.

   Risiko likuiditas

   Risiko likuiditas adalah risiko saat posisi arus kas Perusahaan menunjukkan bahwa pendapatan jangka
   pendek tidak cukup menutupi pengeluaran jangka pendek. Dalam mengelola risiko likuiditas,
   Perusahaan memantau dan menjaga tingkat kas dan bank yang dianggap memadai untuk membiayai
   operasional Perusahaan dan untuk mengatasi dampak dari fluktuasi arus kas. Perusahaan juga secara
   rutin mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual, termasuk jadwal jatuh tempo kewajiban
   lancar, dan terus menelaah kondisi pasar keuangan untuk memelihara fleksibilitas pendanaan.

   Tabel di bawah ini merupakan jadwal jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan berdasarkan
   pembayaran kontraktual yang tidak didiskontokan.

   30 September 2024
                                                             1 tahun                 2 - 5 tahun
   Liabilitas
   Utang usaha                                         Rp     1.291.038.324    Rp                     -
   Beban masih harus dibayar                                     58.068.827                           -
   Utang lain-lain                                              306.620.850                           -

   Jumlah liabilitas                                   Rp     1.655.728.001    Rp                     -




                                                  40
Page 44
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)

   31 Desember 2023
                                                       1 tahun              2 - 5 tahun
   Liabilitas
   Utang usaha                                    Rp       4.231.187   Rp                 -
   Beban masih harus dibayar                              50.217.586                      -
   Utang lain-lain                                       293.852.685                      -

   Jumlah liabilitas                              Rp     348.301.458   Rp                 -




27. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN

   Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan yang telah
   diselesaikan pada tanggal 28 Oktober 2024.




                                             41

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.19 MB
Published28 Oct 2024
Pages44
Characters132,979
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 36 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org INTER DELTA p.1 ×132
linked person Karna Brata Lesmana · Komisaris Utama p.9 ×3
linked org Bank Central Asia Tbk p.27 ×2
linked org Bank Pan Indonesia Tbk p.27 ×6
linked org PT Bank UOB Indonesia p.27
linked org Bank Victoria International Tbk p.27 ×5
linked org Bank CIMB Niaga Tbk p.27 ×2
linked org Bank JTrust Indonesia Tbk p.28 ×2
linked org Bank Nationalnobu Tbk p.28 ×2
linked — Natasha Lesmana p.33
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.8
possible org Bursa Efek Indonesia p.8 ×2
possible person Kevin Wong · Direktur p.9
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk p.27 ×2
unresolved person Kartini Muljadi p.8
unresolved org PT Inter Delta. Akta p.8
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.8 ×2
unresolved person Johny Dwikora Aron p.8
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.8
unresolved org Pengawas Pasar Modal p.8
unresolved org Entitas Induk Terakhir Peak Aim Development Ltd. p.9
unresolved person Hasan Efendi Liem · Komisaris p.9 ×2
unresolved person Joe Marco Lesmana · Direktur Utama p.9
unresolved person Hendra Brata · Anggota p.9
unresolved person Fachrul Abdul Rachman · Anggota p.9
unresolved org Bank Indonesia p.11
unresolved person Reza Maulana Setiadi p.25
unresolved org PT Fotomatic Jaya Industries p.25 ×3
unresolved org Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk p.28 ×2
unresolved org Kodak Alaris Pte Ltd p.32
unresolved org PT Pasifik Internusa p.32
unresolved org PT Adimitra Transferindo p.33
unresolved org Peak Aim Development Ltd p.33
unresolved org Kodak Alaris Singapore Pte. Ltd p.41
unresolved org Pte. Ltd p.41
unresolved org PT Heidelberg Indonesia p.41

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 7

inlineXBRL.zip done
FinancialStatement-2024-III-INTD.xlsx done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result