Back to announcement
20260609_MKNT_Laporan Informasi dan Fakta Material_32099053_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review MKNTSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 98
Page 1
LAPORAN PENILAIAN SAHAM
PT RADJA UDANG MALINGPING
No. 00029/2.0113-03/BS/01/0340/1/V/2026
Tanggal : 29 Mei 2026
Page 2
LAPORAN PENILAIAN SAHAM
PT RADJA UDANG MALINGPING
No. 00029/2.0113-03/BS/01/0340/1/V/2026
Tanggal : 29 Mei 2026
Page 3
No. 00029/2.0113-03/BS/01/0340/1/V/2026 Bekasi, 29 Mei 2026
Kepada:
Direksi PT Radja Udang Malingping
Kampung Jasa Mukti, RT. 002, RW. 003
Desa Wanasalam, Kecamatan Wanasalam
Kabupaten Lebak, Banten
Perihal: Penilaian 100,00% Saham PT Radja Udang Malingping
Dengan hormat,
Sesuai dengan Surat Perjanjian Kerja Jasa Penilaian Saham No. 0052/SPK/MSE-
03/ES/IX/2025, tanggal 16 September 2025 dan Addendum Surat Perjanjian Kerja
No. 0012/SPK/MSE-03/ES/II/2025, tanggal 10 Februari 2026, kami sebagai Kantor Jasa
Penilai Publik resmi berdasarkan Izin Usaha Kantor Penilai Publik No. 2.12.0113 dan Surat
Izin Penilai Publik No. B-1.12.00340 yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan Republik
Indonesia, serta terdaftar sebagai profesi penunjang penilai publik sektor jasa keuangan
sesuai dengan Surat Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. KEP-
282/KS.13/2026, tanggal 21 Mei 2026, telah ditunjuk oleh PT Radja Udang Malingping
untuk melakukan penilaian terhadap Nilai Pasar 100,00% saham PT Radja Udang Malingping
(atau selanjutnya disebut “Perseroan”) per tanggal 31 Desember 2025.
IDENTITAS PEMBERI TUGAS
Pemberi tugas dalam penyusunan laporan penilaian saham ini adalah:
Nama Perusahaan : PT Radja Udang Malingping
Bidang Usaha : Tambak Udang
Alamat : Kampung Jaya Mukti, RT. 002, RW. 003
Desa Wanasalam, Kecamatan Wanasalam
Kabupaten Lebak, Banten
Telepon/Fax : -/-
Email : -
PENDAHULUAN
PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (atau selanjutnya disebut “MKNT”) berencana
melakukan akuisisi saham Perseroan sebanyak 100,00% saham. Sehubungan dengan
rencana transaksi tersebut, Perseroan menunjuk KJPP Syarif, Endang & Rekan sebagai
Page 4
Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
Penilai Independen untuk melaksanakan penilaian 100,00% saham Perseroan per tanggal
31 Desember 2025.
TUJUAN PENILAIAN
KJPP Syarif, Endang & Rekan telah ditunjuk oleh Perseroan sesuai dengan Surat Perjanjian
Kerja Jasa Penilaian Saham No. 0052/SPK/MSE-03/ES/IX/2025, tanggal 16 September
2025 dan Addendum Surat Perjanjian Kerja No. 0012/SPK/MSE-03/ES/II/2025, tanggal
10 Februari 2026, dengan tujuan melakukan analisis untuk memberikan opini Nilai Pasar
100,00% saham Perseroan. Laporan ini disusun sebagai informasi bagi pihak Pengguna
Laporan atas Nilai Pasar Saham, terkait dengan rencana akuisisi saham.
PEDOMAN PENILAIAN
Dalam melakukan penilaian ini, kami berpedoman pada Kode Etik Penilai Indonesia dan
Standar Penilaian Indonesia (KEPI & SPI Edisi VII-2018) yang ditetapkan oleh Masyarakat
Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal (POJK 35) serta Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal (SEOJK 17).
DASAR NILAI
Berdasarkan Surat Perjanjian Kerja Jasa Penilaian Saham No. 0052/SPK/MSE-
03/ES/IX/2025, tanggal 16 September 2025 dan Addendum Surat Perjanjian Kerja
No. 0012/SPK/MSE-03/ES/II/2025, tanggal 10 Februari 2026, maka standar nilai yang
akan digunakan adalah “Nilai Pasar”.
Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu
aset atau liabilitas pada Tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan
penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya
dilakukan secara layak, di mana kedua Pihak masing–masing bertindak atas dasar
pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan (Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 dan Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.004/2020).
TANGGAL PENILAIAN
Tanggal penilaian adalah per 31 Desember 2025, dimana batas tersebut diambil atas dasar
pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.
ii
Page 5
Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
PENDEKATAN DAN METODE PENILAIAN
Pendekatan yang kami gunakan dalam penetapan Nilai Pasar 100,00% Saham Perseroan
adalah Pendekatan Berbasis Pendapatan (Income Based Approach) dengan metode
Discounted Cash Flow (DCF) dan Pendekatan Berbasis Aset (Assets Based Approach) dengan
metode Adjusted Book Value (ABV).
ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
Dalam penilaian ini terdapat beberapa asumsi dan kondisi pembatas yang kami gunakan
sehubungan dengan kesimpulan nilai, diantaranya:
• Laporan Penilaian yang kami hasilkan bersifat non-disclaimer opinion;
• Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses
Penilaian;
• Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber eksternal maupun internal yang
kami yakini dapat dipercaya keakuratannya;
• Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty);
• Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan
yang telah disesuaikan;
• Kami menghasilkan Laporan Penilaian yang terbuka untuk publik, kecuali terdapat
informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan;
• Kami bertanggung jawab atas Laporan Penilaian dan kesimpulan Nilai; dan
• Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek Penilaian dari pemberi
tugas.
KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENT)
Dalam penyusunan Laporan Penilaian Saham, tidak terdapat kejadian penting yang
diketahui maupun yang patut diketahui setelah tanggal penilaian sampai dengan tanggal
laporan penilaian.
KESIMPULAN NILAI
Penilaian ini kami laksanakan, dengan mengacu kepada Kode Etik Penilai Indonesia, Standar
Penilaian Indonesia (KEPI & SPI Edisi VII-2018) yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi
Penilai Indonesia (MAPPI), dan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020. Kami menggunakan
pendekatan dan metode yang lazim dalam melakukan kajian serta analisis berbagai data
dan informasi yang relevan, dengan suatu batasan kondisi bahwa secara fundamental
asumsi-asumsi yang mendasari kajian dan analisis penilaian tersebut terpenuhi.
iii
Page 6
Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
Melalui berbagai pertimbangan objektivitas dan kewajaran suatu nilai, maka kami
berpendapat bahwa Nilai Pasar 100,00% saham PT Radja Udang Malingping pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebesar:
Rp151.279.000.000,-
(Seratus Lima Puluh Satu Miliar Dua Ratus Tujuh Puluh Sembilan Juta Rupiah)
Demikian hasil penilaian yang kami lakukan dengan tetap mengacu pada standar penilaian
dan kode etik yang berlaku.
Hormat kami,
KJPP SYARIF, ENDANG & REKAN
Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert) Digitally signed by Endang Sunardi
Rekan DN: cn=Endang Sunardi, c=ID, o=KJPP Syarif
Endang dan Rekan,
MAPPI : No. 09-S-02341 email=syarifendangdanrekan@gmail.com
Izin Penilai Publik : No. B-1.12.00340
Klasifikasi Izin : Penilaian Bisnis
Register : No. RMK-2017.00303
Terdaftar OJK : No. KEP-282/KS.13/2026
iv
Page 7
Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan
di bawah ini menyatakan bahwa:
1. Penilai menyatakan bahwa dalam melakukan penilaian ini, kami bertindak secara
independen dan objektif, tanpa adanya pengaruh dari pihak lain yang dapat
memengaruhi hasil penilaian.
2. Penilai bertanggung jawab atas Laporan Penilaian ini;
3. Penugasan Penilaian telah dilakukan terhadap objek Penilaian pada Tanggal Penilaian;
4. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan
Penilaian ini;
5. Penugasan Penilaian ini telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan;
6. Perkiraan Nilai yang dihasilkan dalam Penugasan Penilaian telah disajikan sebagai
kesimpulan Nilai;
7. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan;
8. Kesimpulan Nilai telah sesuai dengan Asumsi dan kondisi pembatas;
9. Data ekonomi dan industri dalam Laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang
diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan;
10. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan penilaian adalah benar sesuai
dengan pemahaman terbaik dari Penilai;
11. Imbalan jasa penilai tidak berkaitan dengan hasil penilaian yang dilaporkan;
12. Penilaian dilakukan dengan memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian
Indonesia (KEPI & SPI Edisi VII-2018) yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai
Indonesia (MAPPI), ketentuan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020, serta Surat Edaran
OJK No. 17/SEOJK.004/2020;
13. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Profesi Penilai yang diakui Pemerintah;
14. Penilai memiliki pemahaman mengenai lokasi dan/atau jenis objek penilaian yang
dinilai;
15. Penilai melakukan inspeksi terhadap objek penilaian yang dinilai; dan
16. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam laporan penilaian, telah menyediakan
bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian.
v
Page 8
Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
KJPP Syarif, Endang & Rekan menyatakan bahwa Para Penilai yang kami libatkan dalam
penugasan Penilaian ini adalah Penilai profesional yang kompeten dan memiliki keahlian
penilaian yang baik.
No. Nama Tugas Tanda Tangan
1. Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.) Penanggung Jawab (....................)
MAPPI : No. 09-S-02341
Izin Penilai : No. B-1.12.00340
Klasifikasi Izin : Penilaian Bisnis
Register : No. RMK-2017.00303
Terdaftar OJK : No. KEP-282/KS.13/2026
2. Meilindra Indriani, S.Si. Reviewer (....................)
MAPPI : No. 14-T-05006
Register : No. RMK-2017.01002
3. Toyib Efendi, S.E., M.Ec. Dev. Staf Penilai (....................)
MAPPI : No. 09-P-02398
Register : No. RMK-2021.03694
4. Sely Fera Pramesti, S.S. Tenaga Inspeksi (....................)
MAPPI : No. 22-A-11686
vi
Page 9
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
DAFTAR ISI
SURAT PENGANTAR ............................................................................................................... i
PERNYATAAN PENILAI ........................................................................................................... v
DAFTAR ISI ......................................................................................................................... vii
DAFTAR TABEL ..................................................................................................................... x
DAFTAR GAMBAR ................................................................................................................ xi
1 PENDAHULUAN .......................................................................................................1
1.1 Latar Belakang ........................................................................................................1
1.2 Identifikasi Status Penilai ........................................................................................1
1.3 Identifikasi Pemberi Tugas .....................................................................................1
1.4 Identifikasi Pengguna Laporan ................................................................................1
1.5 Identifikasi Objek Penilaian dan Kepemilikan..........................................................2
1.6 Jenis Mata Uang yang Digunakan ............................................................................2
1.7 Maksud dan Tujuan Penilaian .................................................................................2
1.8 Dasar Nilai ..............................................................................................................2
1.9 Daftar Istilah ...........................................................................................................3
1.10 Tanggal Penilaian ...................................................................................................8
1.11 Tingkat Kedalaman Investigasi ...............................................................................8
1.12 Tanggal Laporan Penilaian Bisnis ............................................................................8
1.13 Premis Nilai yang Digunakan ..................................................................................8
1.14 Asumsi, Asumsi Khusus, dan Kondisi Pembatas .....................................................9
1.15 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi .......................................................10
1.16 Data dan Informasi ...............................................................................................10
1.16.1 Hasil Pelaksanaan Inspeksi ...................................................................................10
1.16.2 Hasil Pemeriksaan atas Dokumen Hukum yang Relevan dengan Objek Penilaian ..11
1.16.3 Penjelasan Mengenai Tingkat Kepemilikan dan Sifat Pengendalian Objek Penilaian
.............................................................................................................................12
1.16.4 Penjelasan Mengenai Tingkat Likuiditas Pasar Objek Penilaian .............................12
1.16.5 Uraian Mengenai Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli Penilai Bisnis .......12
1.16.6 Uraian Mengenai Tenaga Ahli dan Hasil Penilaian Properti ....................................12
1.16.7 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian ..........................................................13
1.16.8 Ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang Terkait dengan Penilaian ..........13
1.16.9 Identifikasi Aset Non Operasional, Liabilitas Non Operasional, dan Kelebihan atau
Kekurangan Aset Operasional ...............................................................................13
1.16.10 Informasi Mengenai Identitas dan Jabatan Pihak yang Diwawancarai dan
Hubungannya dengan Objek Penilaian .................................................................13
1.17 Informasi Keuangan..............................................................................................13
1.18 Informasi Perpajakan ............................................................................................14
1.19 Data Industri, Data Pasar, Data Ekonomi, dan Informasi Empiris Lainnya yang
Mendukung Penilaian ...........................................................................................14
1.20 Dokumen dan Sumber Informasi ..........................................................................14
1.21 Konfirmasi Bahwa Penilaian Telah Dilakukan Berdasarkan SPI...............................15
vii
Page 10
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
2 INFORMASI NON KEUANGAN OBJEK PENILAIAN .....................................................16
2.1 Sifat, Latar dan Riwayat Perseroan ........................................................................16
2.2 Fasilitas Produksi ..................................................................................................16
2.3 Manajemen Perseroan ..........................................................................................17
2.4 Struktur Organisasi...............................................................................................17
2.5 Jenis-Jenis Ekuitas yang Melekat ..........................................................................17
2.6 Jenis Produk atau Jasa yang Dihasilkan .................................................................18
2.7 Latar Belakang Ekonomi .......................................................................................18
2.8 Pasar Geografis ....................................................................................................23
2.9 Pasar Industri .......................................................................................................23
2.10 Pemasok dan Pelanggan Kunci .............................................................................34
2.11 Persaingan Usaha .................................................................................................34
2.12 Risiko Usaha .........................................................................................................35
2.13 Strategi dan Rencana Masa Depan Perusahaan .....................................................36
2.14 Tambahan Informasi Lain yang Diperlukan ...........................................................37
3 PENYESUAIAN TERHADAP DATA LAPORAN KEUANGAN .........................................38
4 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN ............................................................................39
4.1 Laporan Keuangan dan Rasio Keuangan Historis ..................................................39
4.2 Proyeksi Keuangan ...............................................................................................47
4.2.1 Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan ......................................................................47
4.2.2 Proyeksi Posisi Keuangan .....................................................................................49
4.2.3 Proyeksi Laba (Rugi) Keuangan .............................................................................50
4.3 Perbandingan Laporan Keuangan Perusahaan yang Sebanding .............................51
4.4 Perbandingan laporan keuangan yang sebanding ( common size) .........................52
4.5 Informasi Perpajakan ............................................................................................53
4.6 Informasi Kompensasi Pemegang Saham ..............................................................53
4.7 Informasi Mengenai Asuransi yang Ditanggung oleh Perusahaan untuk Karyawan
Kunci ....................................................................................................................53
4.8 Analisis dan Pembahasan Manajemen ..................................................................53
4.8.1 Keuntungan dan Kerugian Kontrak Usaha.............................................................53
4.8.2 Aset dan Liabilitas di Luar Laporan Posisi Keuangan .............................................54
4.8.3 Hasil Penjualan Produk/Jasa pada Periode Sebelumnya ........................................54
4.8.4 Perbandingan Kinerja Saat Ini dengan Kinerja Historis ..........................................54
4.8.5 Perbandingan Kinerja Objek Penilaian dengan Tren Industri Sejenis .....................54
5 PENDEKATAN DAN METODE PENILAIAN ................................................................57
5.1 Pendekatan Penilaian yang Umum Digunakan ......................................................57
5.2 Pertimbangan Pendekatan Penilaian dan Metode Penilaian ...................................58
5.3 Penggunaan Pendekatan Penilaian dan Alasan Penggunaannya ............................59
6 PERHITUNGAN INDIKASI NILAI...............................................................................60
6.1 Penilaian menggunakan Metode Discounted Cash Flow ........................................60
6.1.1 Arus Kas untuk Metode Discounted Cash Flow .....................................................60
6.1.2 Penetapan Tingkat Diskonto .................................................................................60
6.1.3 Terminal Value .....................................................................................................63
viii
Page 11
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
6.1.4 Kelebihan Kas .......................................................................................................64
6.1.5 Aset Non Operasional ...........................................................................................64
6.1.6 Hutang Berbunga (Interest Bearing Debt) ..............................................................64
6.1.7 Indikasi Nilai Saham dengan Metode Discounted Cash Flow .................................64
6.2 Penilaian menggunakan Metode Adjusted Book Value (ABV) .................................65
6.2.1 Penilaian Aset Tetap Berwujud (Fixed Tangible Assets) .........................................66
6.2.2 Identifikasi atas Aset Takberwujud Perseroan .......................................................66
6.2.3 Penyesuaian Posisi Keuangan ...............................................................................66
7 DISKON DAN PREMI ..............................................................................................70
7.1 Diskon dan Premi yang Digunakan .......................................................................70
7.2 Pertimbangan Penetapan Diskon dan Premi ..........................................................70
7.3 Nilai Setelah Diskon dan Premi .............................................................................70
8 REKONSILIASI DAN KESIMPULAN NILAI ..................................................................72
8.1 Rekonsiliasi Nilai ..................................................................................................72
8.2 Kesimpulan Nilai ...................................................................................................72
9 VARIABEL LAIN YANG DAPAT MEMPENGARUHI NILAI .............................................73
10 INFORMASI KUALIFIKASI DAN KEAHLIAN PENILAI ..................................................74
ix
Page 12
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Kepemilikan dan Sifat Pengendalian Objek Penilaian Perseroan .......................... 12
Tabel 2 Kepemilikan Saham Perseroan ............................................................................ 16
Tabel 3 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran .............. 18
Tabel 4 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha ........ 19
Tabel 5 Neraca Pembayaran Indonesia ............................................................................ 20
Tabel 6 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan (Rp.000) ....................................................... 39
Tabel 7 Kinerja Laba Rugi Perseroan (Rp.000) ................................................................. 42
Tabel 8 Analisis Rasio Keuangan Perseroan ..................................................................... 45
Tabel 9 Proyeksi Pendapatan Perseroan (Rp.000) ............................................................ 47
Tabel 10 Proyeksi Struktur Biaya Perseroan ..................................................................... 48
Tabel 11 Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.000) ................................................................... 50
Tabel 12 Proyeksi Laba Rugi (Rp.000) ............................................................................. 50
Tabel 13 Laporan Posisi Keuangan Perusahaan Sebanding yang Tercatat di Bursa (Rp.Juta)
.......................................................................................................................... 51
Tabel 14 Laporan Laba Rugi Perusahaan Sebanding yang Tercatat di Bursa .................... 51
Tabel 15 Hasil Penjualan pada Periode Sebelumnya (Rp.000) .......................................... 54
Tabel 16 Rata-rata Rasio Keuangan Beberapa Perusahaan Sejenis yang Terdaftar di Bursa
Saham ............................................................................................................... 55
Tabel 17 Surat Utang Negara .......................................................................................... 62
Tabel 18 Biaya Modal untuk Ekuitas ................................................................................ 63
Tabel 19 Weighted Average Cost of Capital ..................................................................... 63
Tabel 20 Perhitungan Saham Metode Discounted Cash Flow (Rp.000) ............................. 64
Tabel 21 Ringkasan Hasil Penilaian Aset ......................................................................... 66
Tabel 22 Penyesuaian Posisi Keuangan Perseroan Periode 31 Desember 2025 (Rp.000) . 67
Tabel 23 Indikasi Nilai Saham dengan Metode ABV ......................................................... 69
Tabel 24 Indikasi Nilai Saham Metode Discounted Cash Flow .......................................... 70
Tabel 25 Indikasi Nilai Saham Perseroan dengan Metode ABV ......................................... 71
Tabel 26 Rekonsiliasi Nilai Pasar Saham Perseroan (Rp.000) ........................................... 72
x
Page 13
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Struktur Organisasi Perseroan ......................................................................... 17
Gambar 2 Peta Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan I 2025 .................................... 19
Gambar 3 Grafik Neraca Perdagangan ............................................................................. 20
Gambar 4 Grafik Aliran Modal Asing ............................................................................... 20
Gambar 5 Grafik Cadangan Devisa .................................................................................. 21
Gambar 6 Indeks Rupiah terhadap US$, Negara Maju kecuali AS & Negara Berkembang . 21
Gambar 7 Grafik Inflasi IHK dan Komponen .................................................................... 22
Gambar 8 Inflasi IHK Provinsi .......................................................................................... 22
Gambar 9 Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (C-to-C) (%), 2023–2025 .......... 23
Gambar 10 Volume Ekspor Udang (ton) .......................................................................... 24
Gambar 11 Kinerja Industri Udang 4 Negara Teratas Pengekspor Udang, 2025 .............. 25
Gambar 12 Kinerja Industri Udang 3 Negara Teratas Pengimpor Udang, 2025 ................ 26
Gambar 13 Data Konsumsi Udang Dunia......................................................................... 26
Gambar 14 Volume Ekspor Udang Indonesia 2021—2025 .............................................. 27
Gambar 15 Indikator Utama Performa Produksi dan Ekspor Udang Indonesia, 2025 ....... 28
Gambar 16 Kinerja Produksi, Alokasi Ekspor, dan Capaian Konsumsi Udang Per Kapita
Indonesia Periode 2024–2025 ....................................................................... 29
Gambar 17 Isu Budi Daya Udang di Indonesia ................................................................. 31
Gambar 18 Fluktuasi Harga Udang di Indonesia (Januari 2023—Desember 2025) ........... 32
Gambar 19 Perbandingan Harga Udang Size 30 dan 50 .................................................. 33
Gambar 20 Perbandingan Harga Udang Size 70 dan 100 ................................................ 34
xi
Page 14
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
PT Radja Udang Malingping menunjuk KJPP Syarif, Endang & Rekan sebagai Penilai
Independen untuk melaksanakan penilaian 100,00% saham PT Radja Udang
Malingping (atau selanjutnya disebut “Perseroan”) per tanggal 31 Desember 2025.
1.2 Identifikasi Status Penilai
KJPP Syarif, Endang & Rekan ditetapkan sebagai Kantor Jasa Penilai Publik resmi
berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 1498/KM.1/2012, tanggal
28 Desember 2012, dengan Surat Izin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik (SIUKJPP)
No. 2.12.0113. Kami adalah Penilai Independen/Penilai Eksternal yang memberikan
penilaian objektif dan tidak memihak. Penilai dalam posisi bebas ikatan, yang pada
saat ini atau di kemudian hari tidak memiliki kepentingan finansial yang berhubungan
dengan subjek dan atau objek Penilaian selain dari jasa penilaian serta Penilai
memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian.
1.3 Identifikasi Pemberi Tugas
Pemberi tugas dalam penyusunan laporan penilaian saham ini adalah:
Nama Perusahaan : PT Radja Udang Malingping
Bidang Usaha : Tambak Udang
Alamat : Kampung Jaya Mukti, RT. 002, RW. 003
Desa Wanasalam, Kecamatan Wanasalam
Kabupaten Lebak, Banten
Telepon/Fax : -/-
Email : -
1.4 Identifikasi Pengguna Laporan
Pengguna laporan dalam penyusunan laporan penilaian saham ini adalah:
Nama Perusahaan : PT Radja Udang Malingping
Bidang Usaha : Tambak Udang
Alamat : Kampung Jaya Mukti, RT. 002, RW. 003
Desa Wanasalam, Kecamatan Wanasalam
Kabupaten Lebak, Banten
Telepon/Fax : -/-
Email : -
1
Page 15
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
dan
Nama Perusahaan : PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk
Bidang Usaha : Jasa, perdagangan, pembangunan, percetakan, industri,
angkutan, perbengkelan dan pertanian.
Alamat : Axa Tower 42th Floor Suite 2—5, Jalan Prof. Dr. Satrio Kav.
18, RT.11/RW.4, Kuningan, Karet Kuningan, Jakarta Selatan,
DKI Jakarta 12940
Telepon/Fax : (021) 30056255/ 021-30056256
Email : cs@mknt.id
1.5 Identifikasi Objek Penilaian dan Kepemilikan
Objek penilaian dalam laporan penilaian saham ini adalah Penilaian 100,00% saham
Perseroan. Pada 31 Desember 2025, saham Perseroan dimiliki oleh PT Mazon Bumi
Mining sebesar 99,99%, dan oleh Ibu Fanny Setiawan sebesar 0,01%.
1.6 Jenis Mata Uang yang Digunakan
Jenis mata uang yang digunakan dalam melakukan perhitungan Nilai Pasar adalah
mata uang Negara Republik Indonesia yaitu Rupiah (Rp).
1.7 Maksud dan Tujuan Penilaian
KJPP Syarif, Endang & Rekan telah ditunjuk oleh Perseroan sesuai dengan Surat
Perjanjian Kerja Jasa Penilaian Saham No. 0052/SPK/MSE-03/ES/IX/2025, tanggal 16
September 2025 dan Addendum Surat Perjanjian Kerja No. 0012/SPK/MSE-
03/ES/II/2025, tanggal 10 Februari 2026, dengan tujuan melakukan analisis untuk
memberikan opini Nilai Pasar 100,00% saham Perseroan. Laporan ini disusun sebagai
informasi bagi pihak Pengguna Laporan atas Nilai Pasar saham, terkait dengan
rencana akuisisi saham.
1.8 Dasar Nilai
Berdasarkan Surat Perjanjian Kerja Jasa Penilaian Saham No. 0052/SPK/MSE-
03/ES/IX/2025, tanggal 16 September 2025 dan Addendum Surat Perjanjian Kerja
No. 0012/SPK/MSE-03/ES/II/2025, tanggal 10 Februari 2026, standar nilai yang
akan digunakan adalah “Nilai Pasar”
Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran
suatu aset atau liabilitas pada Tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat
membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan,
yang pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua Pihak masing–masing
bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan.
2
Page 16
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
(Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 dan Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.004/2020)
1.9 Daftar Istilah
Perseroan = PT Radja Udang Malingping
MKNT = PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk
OJK = Otoritas Jasa Keuangan
SPI = Standar Penilaian Indonesia
MAPPI = Masyarakat Profesi Penilai Indonesia
Cut Off Date = Sama dengan Tanggal Pisah Batas atau Tanggal
Penilaian, yaitu tanggal pada saat Nilai, hasil penilaian
atau perhitungan manfaat ekonomi dinyatakan.
Nilai Pasar = Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat
diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada Tanggal Penilaian, antara pembeli yang
berminat membeli dengan penjual yang berminat
menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua
Pihak masing–masing bertindak atas dasar
pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan
tanpa paksaan. (Peraturan OJK No.35/POJK.04/2020)
Kelangsungan Usaha = Suatu premis dalam penilaian, dimana Penilai
(Going Concern) menganggap perusahaan akan terus melanjutkan
operasinya secara berkelanjutan. (SPI 2018-PPI 09-
3.1& Peraturan OJK No.35/POJK.04/2020)
Pendekatan Berbasis = Berdasarkan Peraturan OJK No.35/POJK.04/2020,
Pendapatan (Income Pendekatan Berbasis Pendapatan (Income Based
Based Approach) Approach) adalah Pendekatan Berbasis Penilaian
dengan cara mengonversi manfaat ekonomis atau
pendapatan yang diperkirakan akan dihasilkan oleh
Objek Penilaian dengan tingkat diskonto tertentu.
Pendekatan Berbasis Pendapatan dilakukan dengan
memperhitungkan nilai kini dari pendapatan atau
keuntungan yang diantisipasikan di masa depan,
3
Page 17
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
yang meliputi tingkat pertumbuhan dan waktu yang
diharapkan, risiko yang terkait dan nilai uang
terhadap waktu (time value of money). Pendapatan
dikonversi menjadi indikasi nilai melalui metode
kapitalisasi langsung dari tingkat pendapatan yang
dianggap mewakili, atau analisis DCF, atau metode
dividen, di mana penerimaan kas diestimasikan
terjadi secara berurutan di masa depan dan
dikonversikan menjadi nilai kini melalui penerapan
tingkat diskonto. (SPI 2018-KPUP-4.8.b)
Pendekatan Berbasis = Berdasarkan Peraturan OJK No.35/POJK.04/2020,
Aset (Assets Based Pendekatan Berbasis Aset (Assets Based Approach)
Approach) adalah Pendekatan Penilaian berdasarkan laporan
keuangan historis Objek Penilaian yang telah diaudit,
dengan cara menyesuaikan seluruh aset dan liabilitas
menjadi Nilai Pasar sesuai dengan Premis Nilai yang
digunakan dalam Penilaian Bisnis.
Pendekatan Berbasis Aset dilakukan dengan
menyesuaikan laporan posisi keuangan perusahaan
yang melaporkan seluruh aset baik berwujud maupun
takberwujud dan seluruh liabilitas pada Nilai
Pasarnya, atau nilai yang dicatatkan (carrying amount)
yang dianggap wajar. Jika pendekatan berbasis aset
digunakan untuk menilai badan usaha operasional
yang dinilai berdasarkan asumsi bisnis yang berjalan
(going concern), maka nilai yang diberikan
seharusnya juga mempertimbangkan perkiraan nilai
dari pendekatan lainnya. (SPI 2018-KPUP-4.8.c)
Discounted Cash Flow = Suatu teknik pembuatan model keuangan yang
didasarkan pada asumsi prospek arus kas suatu
properti/aset. Sebagai metode yang dapat diterima
dalam pendekatan berbasis pendapatan, analisis DCF
melibatkan proyeksi arus kas untuk suatu periode
baik untuk menilai properti operasional, properti
dalam pengembangan atau bisnis. Proyeksi arus kas
tersebut memerlukan parameter tingkat diskonto
yang berlaku saat ini untuk mendapatkan indikasi
nilai kini dari arus kas dalam kaitannya dengan
properti atau bisnis. Dalam hal penilaian properti
operasional, arus kas secara berkala pada umumnya
4
Page 18
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
diestimasikan sebagai pendapatan kotor dikurangi
kekosongan dan piutang tak tertagih, serta biaya
operasional. Pendapatan operasional bersih dalam
suatu periode bersama dengan estimasi nilai akhir
(terminal value/exit value) pada akhir periode
proyeksi, yang kemudian didiskontokan. Dalam hal
penilaian properti dalam pengembangan, estimasi
modal, biaya pengembangan dan pendapatan
penjualan diestimasikan untuk mencapai sejumlah
pendapatan bersih yang kemudian di diskonto selama
periode pengembangan dan periode pemasaran.
Dalam hal penilaian bisnis, estimasi arus kas dalam
suatu periode dan nilai dari bisnis pada akhir periode
proyeksi, didiskontokan. Aplikasi analisis DCF yang
paling sering digunakan adalah nilai kini (present
value), Nilai kini bersih (Net Present Value) dan tingkat
pengembalian internal (Internal Rate of Return) dari
arus kas. (SPI 2018-PPI 09-3.1)
Arus Kas Bersih (AKB) = AKB adalah jumlah kas yang:
a. Tersedia setelah terpenuhinya kebutuhan kas
untuk kegiatan operasional;
b. Merupakan arus kas yang tersedia bagi penyedia
modal (utang dan ekuitas); dan
c. Telah bebas dari kewajiban untuk
mempertahankan operasi saat ini (current
operation) dan untuk mengantisipasi pertumbuhan
perusahaan. (SPI 2018-SPI.330-3.1& Peraturan
OJK No.35/POJK.04/2020)
Arus Kas Bersih untuk = Laba bersih setelah pajak, ditambah dengan
Modal Investasi (Free depresiasi dan komponen bukan kas lainnya,
Cash Flow to Net the ditambah dengan pembayaran bunga bebas pajak,
Firm or Invested Capital dikurangi atau ditambah perubahan modal kerja,
Net Cash Flow) dikurangi pengeluaran barang modal (capital
expenditure). (SPI 2018-SPI 330-3.3)
Weighted Average Cost = Tingkat pengembalian yang diharapkan oleh pelaku
of Capital (WACC) pasar yang ingin berinvestasi dengan
menginvestasikannya dalam bentuk utang dan
ekuitas. (SPI 2018-PPI 09-4.5.f.2)
5
Page 19
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
Biaya Ekuitas = Biaya ekuitas mempresentasikan tingkat
pengembalian ekuitas yang diharapkan oleh investor.
Terdapat beberapa model untuk mengestimasi biaya
ekuitas, dengan metode yang paling umum yaitu
menggunakan satu atau lebih variasi dari Capital
Asset Pricing Model (CAPM). (SPI 2018-PPI 09-4.5.f.3)
Risk Free Rate (Rf) = Tingkat balikan bebas risiko-tingkat balikan
pengembalian saat ini untuk aset bebas risiko. (SPI
2018-PPI 09-3.1.f)
Dalam hal transaksi dilakukan dengan mata uang
selain Rupiah, maka penentuan tingkat suku bunga
bebas risiko (Rf) wajib berdasarkan obligasi Negara
Republik Indonesia dalam mata uang yang sesuai
dengan mata uang yang disajikan dalam laporan
keuangan Objek Penilaian (Republic of Indonesian
Paper) yang masa jatuh temponya paling kurang 10
(sepuluh) tahun. (Peraturan OJK
No.35/POJK.04/2020)
Market Risk Premium = Tingkat pengembalian yang diharapkan oleh pasar.
(Rm) (SPI 2018-PPI 09-3.1.f)
Equity Market Risk = Premi risiko di atas tingkat balikan bebas risiko yang
Premium (Rm-Rf) diperoleh dari portofolio yang terdiri dari seluruh aset
di ‘pasar’. (SPI 2018-PPI 09-3.1.f)
Beta (β) = Faktor beta, menjadi ukuran sistematik (atau tidak
terdiversifikasi) dari aset tertentu relatif terhadap
risiko portofolio yang terdiri dari seluruh aset yang
berisiko. (SPI 2018-PPI 09-3.1.f)
Koefisien beta yang dipergunakan dalam menghitung
capital asset pricing model wajib berasal dari data
rata-rata industri pada sektor yang sama dengan
objek Penilaian atau rata-rata beberapa perusahaan
pembanding. (Peraturan OJK No.35/POJK.04/2020)
Tingkat Diskonto = Tingkat pengembalian yang digunakan untuk
mendiskontokan proyeksi arus kas yang
merefleksikan nilai waktu dari uang, risiko terkait
6
Page 20
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
dengan jenis arus kas dan operasional masa depan
dari aset. (SPI 2018-SPI.102-3.13)
Tingkat Imbal Balik untuk mengonversikan nilai di
masa depan ke nilai sekarang yang mencerminkan
nilai waktu dari uang dan ketidakpastian atas
terealisasinya pendapatan ekonomi. (Peraturan OJK
No.35/POJK.04/2020)
Nilai Akhir (Terminal = Nilai dari jumlah arus kas untuk periode setelah
Value) periode tetap, dimana arus kas yang digunakan dapat
berupa model kapital investasi (invested capital
model) maupun model ekuitas. (SPI 2018-SPI.330-
5.29.a)
Nilai Sisa (Salvage = Nilai suatu properti, tanpa nilai tanah, seperti jika
Value) dijual secara terpisah untuk setiap bagiannya dan
tidak lagi dimanfaatkan untuk penggunaannya saat
ini serta tanpa memperhatikan penyesuaian dan
perbaikan khusus. (SPI 2018- SPI.102-3.15)
Modal Investasi = Jumlah utang berbunga (interest bearing debt) dan
(Invested Capital) ekuitas pada suatu perusahaan. (SPI 2018- SPI.330-
3.5)
Premi Pengendalian = Suatu jumlah atau persentase tertentu yang
(Premium for Control) merupakan penambah dari nilai suatu ekuitas sebagai
cerminan dari tingkat pengendalian atas Objek
Penilaian. (SPI 2018-SPI.330-3.23 & Peraturan OJK
No.35/POJK.04/2020)
Discount for Lack of = Diskon Tanpa Pengendalian (Discount for Lack of
Control (DLOC) Control) adalah suatu jumlah atau persentase tertentu
yang merupakan pengurang dari Nilai suatu ekuitas
sebagai cerminan dari kurangnya tingkat
pengendalian atas objek Penilaian. (SPI 2018-SPI 330
-3.6 & Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020)
Dalam hal Objek Penilaian adalah perusahaan
tertutup, maka DLOC yang dapat digunakan dalam
penilaian adalah antara 30% (tiga puluh perseratus)
sampai dengan 70% (tujuh puluh perseratus) dari
indikasi Nilai. (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020)
7
Page 21
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
Discount for Lack of = Suatu jumlah atau persentase tertentu yang
Marketability merupakan pengurang dari nilai suatu ekuitas
(DLOM) sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas dari Objek
Penilaian. (SPI 2018-SPI 330-3.7 & Peraturan OJK
No.35/POJK.04/2020)
Dalam hal Objek Penilaian bukan merupakan
perusahaan terbuka, maka:
- DLOM bagi pemegang saham mayoritas adalah
antara 20% (dua puluh perseratus) sampai dengan
40% (empat puluh perseratus) dari indikasi Nilai.
- DLOM bagi pemegang saham minoritas adalah
antara 30% (tiga puluh perseratus) sampai dengan
50% (lima puluh perseratus) dari indikasi Nilai.
(Peraturan OJK No.35/POJK.04/2020)
1.10 Tanggal Penilaian
Tanggal penilaian adalah per 31 Desember 2025, dimana batas tersebut diambil atas
dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.
1.11 Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melakukan pekerjaan penilaian saham, kami telah melakukan:
1. Inspeksi untuk mengetahui kondisi kegiatan usaha;
2. Pengumpulan data yang diperlukan dalam proses penilaian baik data internal
perusahaan maupun data eksternal perusahaan;
3. Diskusi dengan pihak manajemen dalam rangka memperoleh informasi, gambaran
dan permasalahan usaha serta rencana usaha ke depan;
4. Klarifikasi atas semua data yang telah diterima;
5. Meminta tambahan data dan informasi; dan
6. Mengadakan pertemuan dengan pihak manajemen untuk menyamakan persepsi
terkait dengan asumsi-asumsi yang digunakan.
1.12 Tanggal Laporan Penilaian Bisnis
Laporan penilaian ini adalah No. 00029/2.0113-03/BS/01/0340/1/V/2026, tanggal
29 Mei 2026.
1.13 Premis Nilai yang Digunakan
Premis yang dapat digunakan dalam penilaian saham adalah sebagai berikut:
8
Page 22
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
1. Value in use, as part of going concern
Nilai dalam penggunaan, sebagai bagian dari usaha yang berjalan. Pada premis ini
diasumsikan bahwa aset yang akan dinilai dan dijual adalah aset yang sudah
terakit dan terpasang sebagai bagian dari perusahaan yang beroperasi dalam
menghasilkan pendapatan (income producing business enterprise). Premis ini
mempertimbangkan atau merefleksikan adanya hubungan yang bersifat sinergik
dalam peningkatan nilai (value enhancement) aset secara keseluruhan antara aset
berwujud dan semua aset tak berwujud.
2. Value in place, as part of mass assemblage of assets
Nilai terpasang, sebagai bagian dari kelompok aset yang telah terakit. Pada premis
ini aset diasumsikan dinilai dan dijual dalam keadaan terakit dan terpasang dan
diasumsikan bahwa aset mampu beroperasi dengan baik, tetapi pada saat
penilaian tidak beroperasi. Premis ini mempertimbangkan sumbangan dari aset
berwujud dan beberapa aset tak berwujud, misalnya sistem operasi dan
pemeliharaan, biaya instalasi dan supervisi, dan lain-lain dalam peningkatan nilai
tetapi tidak mempertimbangkan sumbangan aset tak berwujud lain dalam bentuk
pool of trained workers, goodwill dan going concern value, other marketing related
intangible assets.
3. Value in exchange, as part of an orderly disposition
Dalam premis ini, diasumsikan bahwa aset dapat dijual secara terpisah dan bukan
merupakan bagian dari aset yang terakit dan terpasang.
4. Value in exchange, as part of forced liquidation
Pada premis ini diasumsikan bahwa aset dapat dijual secara terpisah dan bukan
merupakan bagian dari aset yang terakit dan terpasang serta aset dijual bukan
dalam kondisi pasar yang normal.
Berdasarkan beberapa premis di atas, penilaian saham ( business interest) dilakukan
atas dasar premis “value in use, as part of a going concern”.
1.14 Asumsi, Asumsi Khusus, dan Kondisi Pembatas
Dalam penilaian ini terdapat beberapa asumsi yang harus kami kemukakan
sehubungan dengan kesimpulan nilai, diantaranya:
• Laporan Penilaian yang kami hasilkan bersifat non-disclaimer opinion;
9
Page 23
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
• Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses
Penilaian;
• Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber eksternal maupun
internal yang kami yakini dapat dipercaya keakuratannya;
• Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
• Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi
keuangan yang telah disesuaikan;
• Kami menghasilkan Laporan Penilaian yang terbuka untuk publik, kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional
perusahaan;
• Kami bertanggung jawab atas Laporan Penilaian dan kesimpulan Nilai; dan
• Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek Penilaian dari
pemberi tugas;
• Kami memiliki keyakinan yang memadai bahwa asumsi yang digunakan dalam
penyusunan rencana bisnis adalah relevan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selanjutnya kami jelaskan bahwa pada penilaian ini kami tidak menerapkan asumsi
khusus.
1.15 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi
Laporan ini tidak bertujuan untuk disirkulasikan atau didistribusikan secara umum
dan tidak untuk direproduksi serta digunakan untuk tujuan lain, kecuali atas
persetujuan kami secara tertulis. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian atau
kehilangan yang diderita akibat penggunaan laporan ini oleh pihak lain tanpa
persetujuan kami secara tertulis. Namun, bila laporan ini ditujukan untuk
kepentingan pasar modal, maka laporan kami dapat disirkulasikan secara utuh untuk
mengakomodir kepentingan stakeholder agar dapat melindungi kepentingan
masyarakat luas.
1.16 Data dan Informasi
1.16.1 Hasil Pelaksanaan Inspeksi
Sesuai dengan penugasan yang kami terima untuk melakukan penilaian saham
Perseroan, kami melaksanakan Inspeksi serta pengumpulan dan klarifikasi data pada:
Hari / Tanggal : Senin, 20 Oktober 2025
Lokasi : Kampung Jasa Mukti, RT. 002, RW. 003, Desa Wanasalam,
Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten
10
Page 24
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan pihak manajemen Perseroan,
diketahui bahwa Perseroan bergerak di bidang budidaya udang vanamei dengan
lokasi operasional utama di Kabupaten Lebak, Banten. Dalam operasionalnya,
Perseroan menggunakan sarana utama berupa kincir dan pompa air, serta bahan
baku utama berupa benur, pakan, dan obat-obatan budidaya.
1.16.2 Hasil Pemeriksaan atas Dokumen Hukum yang Relevan dengan Objek Penilaian
Kami menerima salinan dokumen-dokumen hukum milik Perseroan. Perseroan telah
memiliki legalitas formal dan operasional serta perizinan dalam menjalankan
usahanya.
Nama Perusahaan : PT Radja Udang Malingping
Bentuk Badan Hukum : Perseroan Terbatas
Perizinan Umum
Akta Pendirian : Akta No. 08, tanggal 10 Mei 2016, yang dibuat di
hadapan Nina Farida Ernawati, S.H., M.Kn., Notaris
di Kabupaten Serang.
Pengesahan Akta Pendirian : Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia No. AHU-0023121.AH.01.01.
TAHUN 2016, tanggal 11 Mei 2016.
Akta Perubahan Anggaran : Akta No. 3, tanggal 10 November 2025, yang
Dasar Terakhir dibuat oleh Siti Susyanthi, S.H., M.Kn., Notaris
yang berkedudukan di Kepulauan Seribu,
mengenai perubahan maksud dan tujuan, serta
kegiatan usaha Perusahaan.
Pengesahan Akta Perubahan : Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia
Anggaran Dasar terakhir No. AHU-0075387.AH.01.02.TAHUN 2025,
tanggal 12 November 2025.
NPWP : No. 80.607.933.1-419.000
Nomor Induk Berusaha (NIB) : No. 8120006962904
Izin Lokasi Kegiatan : No. 590/Kep.08-DPMPTSP/2019, tanggal
Pembangunan Budidaya 19 Agustus 2019
Tambak Udang
11
Page 25
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
Izin Lingkungan Kegiatan : No. 660/47/DPMPTSP/IL/IX/2018, tanggal
Budidaya Tambak Udang 24 September 2018
1.16.3 Penjelasan Mengenai Tingkat Kepemilikan dan Sifat Pengendalian Objek Penilaian
Susunan pemegang saham Perseroan sampai dengan tanggal penilaian adalah
sebagai berikut.
Tabel 1 Kepemilikan dan Sifat Pengendalian Objek Penilaian Perseroan
Total Total
No Nama Pemegang Saham Kepemilikan
Saham (Rp.000)
1. PT Mazon Bumi Mining 152.990 99,99% 152.990.000
2. Fanny Setiawan 10 0,01% 10.000
Total 153.000 100,00% 153.000.000
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2025
Objek Penilaian adalah sejumlah 153.000 lembar saham Perseroan yang dimiliki oleh
PT Mazon Bumi Mining dan Fanny Setiawan. Objek Penilaian ini setara dengan
100,00% saham Perseroan, sehingga sifat pengendaliannya adalah mayoritas.
1.16.4 Penjelasan Mengenai Tingkat Likuiditas Pasar Objek Penilaian
Perseroan merupakan perusahaan tertutup yang kegiatan usahanya dalam bidang
tambak udang. Mengingat kinerja dan prospek perusahaan, maka tingkat likuiditas
Perseroan dapat dikatakan berada pada kondisi menengah.
1.16.5 Uraian Mengenai Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli Penilai Bisnis
Pada penilaian ini kami melibatkan Tenaga Ahli Penilai yang telah mengikuti
pendidikan dasar dan pendidikan lanjutan penilaian yang diselenggarakan oleh
asosiasi Penilai. Para Tenaga Ahli telah memiliki kompetensi dalam hal penilaian
saham Perusahaan.
1.16.6 Uraian Mengenai Tenaga Ahli dan Hasil Penilaian Properti
Pada penilaian ini kami menggunakan hasil penilaian properti, karena Perseroan
merupakan perusahaan yang dalam operasionalnya bergantung pada aset tetap dan
memiliki aset tetap yang signifikan. Berdasarkan Laporan Penilaian Aset
No. 00118/2.0053-00/PI/01/0506/1/II/2026, tanggal 25 Februari 2026, KJPP Edi
Andesta dan Rekan yang ditandatangani oleh Penilai Publik Iqro Haikal Sulaiman, S.E.,
MAPPI (Cert.), dengan objek penilaian berupa Tanah Tambak, Bangunan, Sarana
Pelengkap, Infrastruktur Tambak, Kendaraan, Alat Berat, dan Mesin & Peralatan
12
Page 26
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
diperoleh Nilai Pasar Aset Perseroan adalah sebesar Rp28.042.362.000,- (Dua Puluh
Delapan Miliar Empat Puluh Dua Juta Tiga Ratus Enam Puluh Dua Ribu Rupiah).
1.16.7 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian
Dalam penyusunan Laporan Penilaian Saham, tidak terdapat kejadian penting yang
diketahui maupun yang patut diketahui setelah tanggal penilaian sampai dengan
tanggal laporan penilaian.
1.16.8 Ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang Terkait dengan Penilaian
Dalam melakukan penilaian ini, kami berpedoman pada Kode Etik Penilai Indonesia
dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI & SPI Edisi VII-2018) yang ditetapkan oleh
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Republik Indonesia No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal serta Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
1.16.9 Identifikasi Aset Non Operasional, Liabilitas Non Operasional, dan Kelebihan atau
Kekurangan Aset Operasional
Sampai dengan tanggal penilaian, tidak teridentifikasi atas adanya Aset Non
Operasional, Liabilitas Non Operasional, dan Kelebihan atau Kekurangan Aset
Operasional yang terkait dan pengaruhnya terhadap penilaian.
1.16.10 Informasi Mengenai Identitas dan Jabatan Pihak yang Diwawancarai dan
Hubungannya dengan Objek Penilaian
Pihak yang diwawancarai, dimintakan data, serta yang mendampingi pada saat proses
penilaian ini adalah Bapak Anton sebagai Direktur Perseroan.
1.17 Informasi Keuangan
Informasi keuangan pada tanggal penilaian merujuk pada Laporan Keuangan yang
tidak diaudit untuk periode 31 Desember 2021 dan 31 Desember 2022, Laporan
Keuangan Audit Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2023
dan 31 Desember 2024, serta 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Gideon Adi dan Rekan yang ditandatangani oleh Akuntan Publik
William Surja Djaja Salim, M.Ak., CA., CPA.
13
Page 27
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
1.18 Informasi Perpajakan
Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah Republik Indonesia memberlakukan
Undang-Undang No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan yang
secara garis besar memuat Perubahan UU Pajak Penghasilan (PPh) dengan perubahan
yaitu penyesuaian kebijakan penurunan tarif PPh Badan yang ditetapkan pada tarif
22% mulai tahun 2022.
Dengan berlakunya UU ini maka Ketentuan Pasal 5 ayat (1) huruf b Undang-Undang
Nomor 2 Tahun 2020 mengenai penurunan tarif pajak penghasilan wajib pajak badan
dalam negeri dan bentuk usaha tetap sebesar 20% yang mulai berlaku pada tahun
pajak 2022 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
1.19 Data Industri, Data Pasar, Data Ekonomi, dan Informasi Empiris Lainnya yang
Mendukung Penilaian
Sumber informasi eksternal yang digunakan pada laporan ini adalah:
1. Laporan Kebijakan Moneter September 2025, dari Bank Indonesia (BI);
2. Berita Resmi Statistik Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan II-2025, dari
BPS;
3. Shrimp Outlook 2025, dari JALA;
4. 2024 Shrimp Trade Statistics Review, dari Shrimp Insights;
5. Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia (SEKI), Desember 2025;
6. Ringkasan Hasil Penerbitan Surat Berharga Negara, Direktorat Jenderal
Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, 16 Desember 2025;
7. Country Default Spreads and Risk Premiums, last updated July 2025, by Aswath
Damodaran; dan
8. Betas by sector, last updated January 2025, by Aswath Damodaran.
1.20 Dokumen dan Sumber Informasi
Sumber informasi internal perusahaan yang dapat digunakan dalam penyusunan
laporan adalah:
1. Laporan Keuangan Unaudited Perseroan periode 31 Desember 2021;
2. Laporan Keuangan Unaudited Perseroan periode 31 Desember 2022;
3. Laporan Keuangan Audit Perseroan yang Berakhir pada periode 31 Desember
2024 dan 2023 No. 00168/2.0969/AU.1/01/1256-1/1/XII/2025, tanggal 23
Desember 2025 oleh Kantor Akuntan Publik Gideon Adi dan Rekan yang
ditandatangani oleh Akuntan Publik William Surja Djaja Salim, M.Ak., CA., CPA
dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
4. Laporan Keuangan Audit Perseroan yang Berakhir pada periode 31 Desember
2025 dan 2024 No. 00011/2.0969/AU.1/01/1256-1/1/III/2026, tanggal 4
Maret 2026 oleh Kantor Akuntan Publik Gideon Adi dan Rekan yang
14
Page 28
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
ditandatangani oleh Akuntan Publik William Surja Djaja Salim, M.Ak., CA., CPA
dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
5. Proyeksi keuangan tahun 2025 sampai dengan tahun 2030 dari Perseroan;
6. Legalitas umum Perseroan; dan
7. Representative Letter No. 001/SPR/RUM/V/2026 tanggal 26 Mei 2026.
1.21 Konfirmasi Bahwa Penilaian Telah Dilakukan Berdasarkan SPI
Penilaian dilakukan dengan memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
Penilaian Indonesia (KEPI & SPI Edisi VII-2018) yang ditetapkan oleh Masyarakat
Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), ketentuan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020,
serta Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.004/2020.
15
Page 29
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
2 INFORMASI NON KEUANGAN OBJEK PENILAIAN
2.1 Sifat, Latar dan Riwayat Perseroan
PT Radja Udang Malingping (Perseroan) didirikan berdasarkan Akta pendirian No. 08,
tanggal 10 Mei 2016 yang dibuat di hadapan Nina Farida Ernawati, S.H., M.Kn., Notaris
di Kabupaten Serang dan telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. AHU-0023121.AH.01.01.Tahun 2016,
tanggal 11 Mei 2016.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
berdasarkan Akta No. 3, tanggal 10 November 2025 yang dibuat oleh Siti Susyanthi,
S.H., M.Kn., Notaris yang berkedudukan di Kepulauan Seribu, mengenai perubahan
maksud dan tujuan, serta kegiatan usaha Perusahaan. Perubahan tersebut telah
mendapat persetujuan melalui Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia
No. AHU-0075387.AH.01.02.TAHUN 2025, tanggal 12 November 2025.
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
adalah di bidang perikanan dan perdagangan besar. Kegiatan usaha utama
Perusahaan adalah dibidang budidaya udang.
Perseroan berkedudukan di Kampung Jaya Mukti, RT 002 RW 003, Desa Wanasalam,
Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Adapun kepemilikan saham Perseroan seperti disajikan pada tabel berikut.
Tabel 2 Kepemilikan Saham Perseroan
Total Total
No Nama Pemegang Saham Kepemilikan
Saham (Rp.000)
1. PT Mazon Bumi Mining 152.990 99,99% 152.990.000
2. Fanny Setiawan 10 0,01% 10.000
Total 153.000 100,00% 153.000.000
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2025
2.2 Fasilitas Produksi
Dalam menjalankan kegiatan operasional, Perseroan didukung oleh fasilitas utama
berupa kolam tambak udang di wilayah Kabupaten Lebak, Banten seluas 12,18
hektar, terdiri dari 39 kolam produktif dengan total area lahan yang dimiliki adalah
27,72 hektar, dengan 24,13 hektar dimiliki oleh Radju dan 3,59 hektar merupakan
perjanjian sewa jangka Panjang dengan pemerintah kabupaten.
16
Page 30
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
2.3 Manajemen Perseroan
Sampai dengan tanggal penilaian, susunan manajemen Perseroan adalah sebagai
berikut.
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama : Jiang Yun Zhong
Komisaris : Brigjen. Pol. Purnawirawan. Drs. H. Irwanto
Dewan Direksi:
Direktur : Anton
2.4 Struktur Organisasi
Perseroan menjalankan operasionalnya dengan menggunakan struktur organisasi
sebagai berikut.
Gambar 1 Struktur Organisasi Perseroan
Sumber: Manajemen Perseroan
2.5 Jenis-Jenis Ekuitas yang Melekat
Jenis ekuitas yang melekat pada Perseroan sampai dengan tanggal penilaian adalah
modal saham, saldo laba (rugi) ditahan, laba (rugi) tahun sebelumnya, dan laba (rugi)
tahun berjalan dan surplus revaluasi.
17
Page 31
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
2.6 Jenis Produk atau Jasa yang Dihasilkan
Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha budidaya udang.
Jenis udang yang dibudidayakan dan diperdagangkan oleh Perseroan adalah udang
vanamei.
2.7 Latar Belakang Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik dan perlu terus didorong agar sesuai
dengan kapasitas perekonomian. Konsumsi rumah tangga triwulan IV 2025 membaik
didukung oleh belanja sosial Pemerintah, serta keyakinan rumah tangga terhadap
kondisi penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja yang terus meningkat.
Perkembangan ini mendorong meningkatnya penjualan eceran pada berbagai
kelompok barang. Investasi, khususnya nonbangunan, membaik dipengaruhi oleh
meningkatnya keyakinan pelaku usaha yang tercermin pada pola ekspansi Purchasing
Managers' Index (PMI) manufaktur. Permintaan domestik tersebut perlu makin
diperkuat sejalan dengan kinerja ekspor yang diprakirakan melambat seiring
berakhirnya frontloading ekspor ke AS serta menurunnya ekspor besi baja ke
Tiongkok dan minyak kelapa sawit (CPO) ke India.
Tabel 3 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran
Sumber: Bank Indonesia
Secara sektoral, Lapangan Usaha (LU) utama, yakni LU Industri Pengolahan, LU
Perdagangan Besar dan Eceran, LU Transportasi dan Pergudangan, serta LU
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum menunjukkan kinerja positif.
18
Page 32
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
Tabel 4 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha
Sumber: Bank Indonesia
Gambar 2 Peta Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan I 2025
Sumber: Bank Indonesia
Neraca Pembayaran Indonesia
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) meningkat dan mendukung ketahanan
eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Oktober 2025 sebesar US$2,4
miliar didukung oleh ekspor nonmigas berbasis sumber daya alam seperti batu bara
serta minyak dan lemak nabati (CPO), serta ekspor produk manufaktur seperti besi
dan baja. Dari transaksi modal dan finansial, investasi portofolio pada triwulan IV
2025 (hingga 15 Desember 2025) mencatat net inflows sebesar US$5,0 miliar
19
Page 33
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
ditopang oleh penerbitan global bond Pemerintah dan inflows pada instrumen saham
dan SRBI.
Tabel 5 Neraca Pembayaran Indonesia
Sumber: Bank Indonesia. *Angka sementara; **Angka sangat sementara
Gambar 3 Grafik Neraca Perdagangan
Sumber: Bank Indonesia
Gambar 4 Grafik Aliran Modal Asing
Sumber: Bank Indonesia. *Angka sementara; **Angka sangat
sementara
20
Page 34
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir November 2025 meningkat menjadi
sebesar US$150,1 miliar, setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6,0 bulan
impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar
kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Gambar 5 Grafik Cadangan Devisa
Sumber: Bank Indonesia
Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah terkendali didukung kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan aliran
masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik. Nilai tukar Rupiah pada 16
Desember 2025 tercatat sebesar Rp16.685 per US$, relatif stabil bila dibandingkan
dengan level akhir November 2025.
Gambar 6 Indeks Rupiah terhadap US$, Negara Maju kecuali AS & Negara Berkembang
Sumber: Bank Indonesia
Perkembangan nilai tukar Rupiah masih sejalan dengan pergerakan mata uang
regional dan mitra dagang Indonesia, bahkan tercatat menguat bila dibandingkan
dengan mata uang negara maju, kecuali AS. Perkembangan ini didukung oleh langkah
21
Page 35
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
stabilisasi Bank Indonesia melalui intervensi pasar NDF baik di off-shore maupun on-
shore (DNDF), di pasar spot, dan pembelian SBN di pasar sekunder serta inflows pada
saham dan SRBI. Selain itu, tambahan pasokan valas dari korporasi, termasuk dari
peningkatan konversi valas ke Rupiah oleh eksportir seiring penerapan penguatan
kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), juga mendukung tetap
terkendalinya nilai tukar Rupiah.
Inflasi
Inflasi secara umum tetap terjaga dalam kisaran sasaran, dengan inflasi IHK pada
November 2025 tercatat sebesar 2,72% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi inflasi
inti yang tetap terjaga sebesar 2,36% (yoy), sejalan pertumbuhan ekonomi yang masih
di bawah kapasitas serta didukung konsistensi suku bunga kebijakan moneter Bank
Indonesia dalam menjangkar ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya
dan imported inflation yang tetap terkendali.
Gambar 7 Grafik Inflasi IHK dan Komponen
Sumber: Bank Indonesia
Gambar 8 Inflasi IHK Provinsi
Sumber: Bank Indonesia
22
Page 36
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
Inflasi kelompok administered prices (AP) terjaga rendah sebesar 1,58% (yoy).
Sementara itu, inflasi kelompok volatile food (VF) masih relatif tinggi sebesar 5,48%
(yoy) disumbang terutama oleh komoditas bawang merah seiring pasokan yang
terbatas akibat gangguan cuaca dan kenaikan harga benih.
2.8 Pasar Geografis
Perseroan menargetkan pemasarannya pada wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa
Tengah, dan Lampung sebagai pasar geografis utama.
2.9 Pasar Industri
Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11% (c-to-c). Pertumbuhan terjadi
pada hampir seluruh lapangan usaha, kecuali Pertambangan dan Penggalian yang
terkontraksi sebesar 0,66%. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah Jasa
Lainnya sebesar 9,93%; diikuti oleh Jasa Perusahaan sebesar 9,10%; serta Transportasi
dan Pergudangan sebesar 8,78%. Sementara itu, Industri Pengolahan; serta
Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor yang memiliki peran
dominan terhadap perekonomian Indonesia masing-masing tumbuh sebesar 5,30%
dan 5,49%.
Gambar 9 Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (C-to-C) (%), 2023–2025
Sumber: BPS
Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2025
tidak menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi
oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 19,07%; diikuti oleh Perdagangan
Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 13,17%; Pertanian,
Kehutanan, dan Perikanan sebesar 13,10%; Konstruksi sebesar 9,83%; serta
Pertambangan dan Penggalian sebesar 8,75%. Peranan kelima lapangan usaha
tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 63,92%.
23
Page 37
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
Supply dan Demand Udang
Pasar udang global menghadapi tekanan tahun 2025 akibat kebijakan dari negara
pengimpor (terutama penerapan tarif resiprokal oleh AS), serta dinamika produksi
udang di negara produsen utama udang seperti Ekuador, India, Vietnam, dan
Indonesia. Meski demikian, kinerja ekspor sebagian besar negara produsen tetap
menunjukkan peningkatan.
Posisi sebagai mengekspor udang nomor satu masih diduduki oleh Ekuador, diikuti
oleh India, Vietnam, dan Indonesia. Berdasarkan perubahan volume ekspor, terjadi
lonjakan 15% untuk Ekuador dan 10% untuk India. Catatan impresif dengan kenaikan
sebesar 22% didapatkan oleh Vietnam, sedangkan Indonesia relatif stabil
dibandingkan tahun 2024 dengan penurunan 0,7%. Ekuador juga tercatat menjadi
negara dengan ketergantungan ekspor paling tinggi, diikuti oleh India, Indonesia,
dan Vietnam. Ketergantungan ekspor diartikan sebagai performa industri udang
suatu negara bergantung pada kebijakan dan kondisi pasar negara pengimpor.
Gambar 10 Volume Ekspor Udang (ton)
Sumber: JALA
Dinamika pasar udang global diwarnai oleh performa kuat Ekuador yang mencatatkan
pertumbuhan dua digit pada volume (14%) dan nilai ekspor (23%), dengan Cina
sebagai pasar utama (49%) serta lonjakan signifikan di Uni Eropa, AS, dan Jepang. Di
sisi lain, pangsa pasar India di AS sempat tergerus akibat penerapan tarif resiprokal,
memicu diversifikasi pasokan bahan baku (raw material) India ke Cina, Eropa, dan
Vietnam. Meskipun demikian, total ekspor India sepanjang 2025 tetap tumbuh
konsisten pada volume (+10% YoY) dan nilai (+17% YoY), serta diprediksi kembali
kompetitif setelah AS merevisi tarif resiprokal menjadi 18% per 2 Februari 2026.
Sementara itu, Vietnam sukses memosisikan diri sebagai pusat pengolahan
(processing hub) bagi udang India seiring dengan perluasan kapasitas produksinya,
yang berhasil menjaga tren ekspor ke Eropa tetap positif di atas 52 ribu ton, walaupun
ekspornya ke AS sempat terpangkas 9% menjadi 57 ribu ton selama periode Januari–
November 2025 akibat kebijakan tarif yang sama.
24
Page 38
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
Gambar 11 Kinerja Industri Udang 4 Negara Teratas Pengekspor Udang, 2025
Sumber: JALA
Sepanjang tahun 2025, pasar impor udang global menunjukkan dinamika yang kuat
di wilayah Cina dan Amerika Serikat. Di Cina, meskipun volume impor udang sedikit
turun 2% YoY, nilainya tetap tumbuh sebesar 5% YoY. Posisi negara ini sebagai
importir utama kian kokoh karena berhasil menyerap kelebihan produksi dari
Ekuador yang kini mendominasi 73% pangsa pasar di sana, sementara pangsa pasar
India tergerus hingga tersisa sekitar 17%. Di sisi lain, pasar Amerika Serikat
mengalami peningkatan volume impor sebesar 6% di tengah tantangan kebijakan
tarif resiprokal era Presiden Trump serta tarif anti-dumping dan countervailing.
Kebijakan ini memaksa para importir mendesain ulang strategi pasokan mereka,
situasi yang kemudian dimanfaatkan dengan baik oleh Ekuador untuk memenuhi
permintaan AS, mendampingi India dan Indonesia sebagai tiga besar penyuplai
utama dengan volume masing-masing 259 ribu ton, 138 ribu ton, dan 108 ribu ton.
Sementara itu, pasar Eropa mencatatkan pertumbuhan yang sangat impresif dengan
lonjakan volume impor sebesar 20% dan nilai impor mencapai 22% pada tahun 2025.
Lebih dari setengah dari total aktivitas impor tersebut digerakkan oleh negara-
negara Uni Eropa bagian selatan, yang kemudian menjelang akhir tahun semakin
diakselerasi oleh pembelian dari Belanda, Belgia, dan Jerman. Fokus permintaan di
pasar Uni Eropa ini sangat condong pada produk mentah atau belum diolah
(unprocessed product), yang dibuktikan dengan dominasi komoditas udang beku
mentah yang mencatatkan total volume impor hingga mencapai 366 ribu ton.
Kawasan Asia kini mendominasi pasar dunia sebagai konsumen udang vaname
terbesar dengan menyerap 55% dari total konsumsi global, yang didorong oleh
25
Page 39
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
kuatnya permintaan dari Cina seiring pertumbuhan kelas menengahnya, serta tren
positif di pasar bernilai tinggi seperti Jepang dan Korea Selatan. Di belahan bumi lain,
Amerika Serikat tetap menjadi pasar krusial yang menguasai 20% porsi konsumsi
udang dunia dengan tingkat konsumsi seafood mencapai 2,5 kg per orang setiap
tahunnya, di mana komoditas impornya didominasi oleh udang kupas sebesar 346
ribu ton dan udang utuh berkulit sebanyak 169 ribu ton. Sementara itu, Eropa juga
hadir sebagai destinasi yang tidak kalah penting melalui lonjakan volume impor
negara-negara Uni Eropa yang impresif hingga 20%, menjadikannya pasar alternatif
utama—khususnya untuk produk udang utuh—di tengah ketidakpastian kebijakan
impor yang terjadi di Amerika Serikat.
Gambar 12 Kinerja Industri Udang 3 Negara Teratas Pengimpor Udang, 2025
Sumber: JALA
Gambar 13 Data Konsumsi Udang Dunia
Sumber: JALA
26
Page 40
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
Performa Industri Udang Indonesia
Pasar udang Indonesia sangat sensitif terhadap fluktuasi harga global, di mana tren
ekspor yang awalnya positif pada paruh pertama 2025 harus menghadapi tekanan
berat di paruh kedua akibat kebijakan tarif resiprokal AS dan isu kontaminasi Cesium
(Cs-137). Dampak isu radioaktif tersebut sempat memicu kemerosotan ekspor ke AS
hingga 86% pada Oktober, tetapi langkah pemulihan cepat melalui pengujian ketat
dan sertifikasi bebas radiasi berhasil memperbaiki kinerja ekspor pada bulan
November, sehingga AS tetap bertahan sebagai pasar utama meskipun volume ekspor
tahunan menyusut 8% dibanding 2024.
Untuk menyiasati penurunan di pasar AS, aliran ekspor dialihkan ke pasar alternatif
seperti Jepang, Cina, dan Uni Eropa dengan mengandalkan produk udang utuh yang
mendominasi volume penjualan sebesar 97 ribu ton, serta produk matang dan
berbumbu komersial di atas 56 ribu ton yang kini menjadi lini bisnis masa depan
yang sangat menjanjikan.
Berdasarkan data performa industri udang sepanjang tahun 2025, total produksi
udang Indonesia diestimasikan mencapai 311.385 ton, di mana sebesar 201.113 ton
di antaranya berhasil dialokasikan untuk pasar ekspor global. Meskipun aktivitas
ekspor mencatatkan sedikit koreksi dengan pertumbuhan yang terkontraksi tipis
sebesar -0,7% selama periode Januari–Desember 2025, Amerika Serikat tetap
mengukuhkan posisinya sebagai pasar jangkar dengan menyerap volume sebesar
122.588 ton atau lebih dari separuh total ekspor nasional. Kinerja perdagangan ini
ditopang kuat oleh komoditas raw vannamei (udang vaname mentah/utuh) yang
menjadi produk ekspor paling unggul dan paling banyak diminati dengan volume
penjualan menembus angka 97.192 ton.
Gambar 14 Volume Ekspor Udang Indonesia 2021—2025
Sumber: JALA
27
Page 41
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
Gambar 15 Indikator Utama Performa Produksi dan Ekspor Udang Indonesia, 2025
Sumber: JALA
Jepang berhasil mengukuhkan posisinya sebagai tujuan utama ekspor udang
Indonesia nomor dua setelah Amerika Serikat dengan volume mencapai lebih dari 30
ribu ton atau tumbuh 6% YoY sepanjang tahun 2025. Bagi industri domestik, Jepang
merupakan destinasi ideal yang lebih mengutamakan aspek kualitas dibandingkan
kuantitas produk, sejalan dengan hubungan dagang jangka panjang yang harmonis
berkat kecocokan karakteristik udang Indonesia dengan standar pasar mereka.
Kontribusi positif dari pasar Jepang ini menjadi pilar krusial yang berhasil menutupi
melemahnya performa ekspor Indonesia di pasar Amerika Serikat pada periode
tersebut.
Di sisi lain, kawasan Cina dan Uni Eropa menjelma sebagai pasar alternatif dan
pelengkap yang sangat strategis untuk mereduksi ketergantungan terhadap Amerika
Serikat. Volume ekspor udang Indonesia ke Cina sukses mencatatkan pertumbuhan
signifikan sebesar 27% YoY hingga menembus lebih dari 13 ribu ton, didorong oleh
tingginya konsumsi seafood nasional serta ekspansi kelas menengah di negara tirai
bambu tersebut. Sementara itu, Uni Eropa yang dijuluki sebagai "The Silent Growth
Engine" justru mencatatkan lonjakan pertumbuhan volume ekspor tertinggi di antara
pasar non-AS dengan kenaikan impresif mencapai 41% YoY. Didukung oleh stabilitas
mata uang Euro, pasar Uni Eropa kini membuka peluang diversifikasi yang semakin
lebar sekaligus berperan penting sebagai penyeimbang dalam menyerap suplai
udang dunia.
Pasar Domestik Indonesia
Pasar domestik sejatinya memegang peran yang sangat krusial sebagai solusi paling
dekat sekaligus benteng pertahanan utama bagi industri udang Indonesia. Selain
berfungsi untuk mereduksi ketergantungan yang tinggi terhadap dinamika pasar
ekspor—terutama ke kawasan Amerika Serikat—optimalisasi pasar lokal ini mampu
menjadi penyangga strategis dalam meminimalisasi dampak risiko perdagangan
global, seperti kendala ketersediaan kontainer pengiriman, ketatnya regulasi FDA,
28
Page 42
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
hingga beban tambahan bea masuk impor. Berbekal potensi demografi yang masif
dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 280 juta jiwa, kapasitas masyarakat lokal
dalam mengonsumsi udang hasil tambak nasional sebagai sumber protein harian
sebenarnya mampu menyerap volume produksi dalam skala yang sangat besar.
Peluang penyerapan pasar domestik ini diproyeksikan dapat melonjak lebih tinggi
apabila didukung oleh implementasi program makan bergizi secara masif, kampanye
gerakan makan udang yang gencar, penguatan daya beli masyarakat, serta
pemanfaatan sektor hotel, restoran, dan kafe (HORECA) yang bertindak sebagai
penggerak utama permintaan di lapangan.
Meskipun potensi pasarnya sangat menjanjikan, optimalisasi dan pemanfaatan pasar
udang lokal ini masih membentur sejumlah tantangan struktural yang cukup berat di
dalam negeri. Hambatan utama bersumber dari tingginya biaya logistik nasional yang
mencapai angka 14,29% dari Produk Domestik Bruto (PDB), yang diperparah oleh
keterbatasan infrastruktur rantai dingin (cold chain) serta panjangnya mata rantai
distribusi yang secara signifikan menurunkan efisiensi penyaluran produk dari
petambak ke konsumen. Kondisi biaya distribusi yang membengkak ini sayangnya
belum diimbangi dengan standarisasi kualitas produk yang konsisten di pasar lokal,
sehingga komoditas udang memiliki tingkat elastisitas harga yang sangat tinggi.
Akibatnya, udang masih sering kali dipersepsikan sebagai barang mewah yang
eksklusif bagi segmen HORECA saja, ditambah dengan tingkat sensitivitas harga
masyarakat domestik yang masih sangat tinggi sehingga fluktuasi atau kenaikan
harga sedikit saja berpotensi besar menekan dan menurunkan angka permintaan
pasar secara keseluruhan.
Gambar 16 Kinerja Produksi, Alokasi Ekspor, dan Capaian Konsumsi Udang Per
Kapita Indonesia Periode 2024–2025
Sumber: BPS
Berdasarkan data tahun 2024, rata-rata konsumsi udang dan lobster per kapita per
minggu di 514 kabupaten/kota di Indonesia mencapai 4,654 satuan komoditas,
sedangkan untuk kelompok udang dan hewan air lainnya yang segar sebesar 2,253
satuan komoditas. Untuk produk udang olahan, konsumsi udang diawetkan (seperti
29
Page 43
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
ebi dan rebon) tercatat sebesar 0,232 satuan komoditas, sementara udang dan hewan
air lainnya yang diawetkan sebesar 0,163 satuan komoditas. Angka tersebut
menunjukkan bahwa konsumsi udang segar masih mendominasi dibandingkan
dengan produk olahan. Meski demikian, peluang pengembangan pasar domestik
tetap terbuka luas apabila didukung strategi yang tepat.
Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata konsumsi udang dan
lobster per kapita per minggu di 514 kabupaten/kota tercatat sebesar 4,654 satuan
komoditas. Asumsinya, jika dikalikan dengan 52 minggu, maka konsumsi tahunan
per kapita mencapai sekitar 242 satuan. Dengan asumsi populasi Indonesia sebanyak
280 juta jiwa, total serapan domestik diperkirakan mencapai ±67,7 miliar satuan
komoditas per tahun. Jika dibandingkan dengan kapasitas produksi udang nasional
yang diperkirakan mencapai 300.000 ton per tahun, angka serapan domestik
tersebut setara dengan hampir 45—50% dari total produksi. Hal ini menunjukkan
bahwa penguatan pasar domestik dapat menjadi salah satu strategi penting untuk
mengurangi ketergantungan terhadap ekspor, sekaligus memperkuat daya tahan
industri udang nasional terhadap gejolak pasar global.
Harga Udang Nasional
Sektor budi daya udang nasional sepanjang tahun 2025 dihadapkan pada pergeseran
tantangan operasional, di mana fluktuasi harga komoditas kini mencuat sebagai
kendala utama yang paling memengaruhi kelancaran usaha para petambak.
Berdasarkan hasil survei terhadap isu-isu krusial di lapangan, mayoritas petambak
atau sebanyak 50% responden menegaskan bahwa ketidakpastian harga udang
memberikan dampak paling signifikan terhadap dinamika dan keberlanjutan budi
daya mereka. Kondisi ini menandai adanya perubahan tren permasalahan
dibandingkan tahun 2024, di mana pada tahun sebelumnya ancaman penyakit udang
menjadi momok paling menakutkan yang mendominasi kekhawatiran petambak
dengan persentase mencapai 40%. Meskipun pada tahun 2025 isu penyakit tersebut
telah bergeser ke peringkat kedua, faktor ini tetap menjadi perhatian serius yang
membayangi produktivitas tambak dengan persentase sebesar 35%.
Di samping permasalahan harga dan penyakit, stabilitas usaha petambak udang juga
turut diusik oleh sejumlah tantangan eksternal yang bersifat sistemis. Sebanyak 33%
dari total petambak yang disurvei menyatakan bahwa dinamika dan hambatan di
pasar global—terutama yang berkaitan dengan isu kontaminasi zat radioaktif serta
residu penggunaan antibiotik—menjadi faktor penekan yang mengganggu fokus
serta konsentrasi mereka dalam mengelola proses budi daya. Lebih lanjut, kendala
operasional ini semakin diperumit oleh faktor alam, di mana sebanyak 30% petambak
lainnya mengidentifikasi bahwa ketidakpastian iklim dan perubahan cuaca ekstrem
merupakan masalah krusial yang secara langsung mengancam kelancaran serta
stabilitas produksi udang di tambak mereka.
30
Page 44
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
Gambar 17 Isu Budi Daya Udang di Indonesia
Sumber: JALA
Analisis mendalam terhadap pergerakan harga udang berdasarkan ukuran (size)
menunjukkan bahwa udang size 100 memiliki tingkat fluktuasi yang relatif paling
tinggi, mengindikasikan bahwa kategori ukuran ini jauh lebih sensitif dan rentan
terhadap dinamika perubahan pasar global. Memasuki tahun 2025, tekanan pasar
juga sangat dirasakan oleh komoditas udang size 30 yang pergerakan harganya
merosot hingga menyentuh titik terendah, melanjutkan tren penurunan yang
sebenarnya sudah mulai dialami sejak tahun 2024. Kondisi memprihatinkan ini
bahkan meluas ke varian ukuran lainnya, di mana udang size 50, 70, dan 100 pada
tahun 2025 secara konsisten mencatatkan nilai jual yang berada di bawah pencapaian
harga pada tahun 2024.
Secara umum, tren harga udang untuk keempat ukuran tersebut terus mengalami
grafik penurunan yang panjang sejak tahun 2023 hingga bulan November 2025.
Sepanjang periode Juni hingga Desember 2025, pasar udang global diguncang oleh
fluktuasi hebat akibat hantaman berbagai isu krusial secara beruntun, mulai dari
pengetatan regulasi residu antibiotik, kebijakan tarif perdagangan era Presiden
Trump, hingga mencuatnya isu paparan zat radioaktif. Meskipun pergerakan harga
sempat mengalami angin segar berupa peningkatan pada periode Februari hingga
Juni 2025, kondisi pasar baru benar-benar menunjukkan sinyal pemulihan yang
berarti menuju akhir tahun 2025, di mana harga udang kembali merangkak naik
seiring dengan dibukanya kembali keran pengiriman ekspor udang Indonesia ke
pasar Amerika Serikat.
Berdasarkan data harga di tingkat petambak (farm gate price) menunjukkan adanya
pembagian fokus pasar yang kontras antarnegara produsen, di mana Ekuador dan
India cenderung mendominasi lini udang berukuran besar seperti size 30 dan 50
untuk pasar ekspor, khususnya Amerika Serikat. Pada paruh pertama tahun 2025 (H1
2025), terjadi kesenjangan harga yang cukup lebar di antara kedua negara tersebut
dengan posisi harga udang Ekuador yang jauh lebih rendah, sebelum akhirnya
31
Page 45
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
menyempit pada paruh kedua (H2 2025). Sementara itu, untuk kategori udang size
30, nilai jual udang dari Indonesia berada pada level yang sangat kompetitif dan
sebanding dengan Ekuador, bahkan mampu mencatatkan harga yang lebih murah
pada H2 2025 dengan margin selisih rata-rata mencapai USD 0,6.
Gambar 18 Fluktuasi Harga Udang di Indonesia (Januari 2023—Desember 2025)
Sumber: JALA
Memasuki kategori udang size 50, peta persaingan terpantau jauh lebih ketat karena
India, Indonesia, dan Vietnam sama-sama mengonsentrasikan volume produksi yang
sangat besar pada ukuran tersebut. Di sepanjang tahun 2025, pergerakan harga
antara Indonesia dan India menunjukkan grafik yang sangat berdekatan, di mana
Ekuador sempat memegang posisi harga terendah pada paruh pertama tahun
berjalan. Namun, akibat tingginya ketergantungan size 30 dan 50 terhadap pasar
Amerika Serikat, kedua ukuran ini menjadi yang paling rentan terdampak oleh
kebijakan tarif impor baru AS. Imbas negatif ini terlihat nyata pada kuartal keempat
tahun 2025, di mana harga udang di tingkat petambak Indonesia merosot tajam
hingga menempati posisi paling rendah dibandingkan negara kompetitor lainnya,
dipicu oleh jatuhnya harga jual udang size 50 ke titik terendah.
Sebaliknya, komoditas udang dengan kategori size 70 hingga 100 menunjukkan
ketahanan yang lebih baik karena dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan
konsumsi lokal serta pasar ekspor alternatif non-AS. Fluktuasi harga kedua ukuran
ini di Indonesia cenderung jauh lebih stabil dan terkendali dibandingkan volatilitas
yang terjadi di Vietnam dan India sepanjang tahun 2025. Meskipun pada periode
32
Page 46
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
Oktober hingga Desember 2025 harga udang size 70 di Indonesia sempat menyentuh
level paling rendah akibat tekanan musiman, harga untuk size 100 tetap mampu
bertahan lebih tinggi dibanding Ekuador berkat kuatnya pengaruh penyerapan pasar
domestik. Secara keseluruhan, keterbebasan dari dampak langsung kebijakan tarif
impor AS serta kuatnya permintaan lokal memberikan ruang pengelolaan harga yang
jauh lebih fleksibel bagi industri udang size kecil di Indonesia, meskipun Vietnam
tetap memimpin sebagai negara dengan nilai jual tertinggi untuk kedua ukuran
tersebut.
Gambar 19 Perbandingan Harga Udang Size 30 dan 50
Sumber: JALA
33
Page 47
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
Gambar 20 Perbandingan Harga Udang Size 70 dan 100
Sumber: JALA
2.10 Pemasok dan Pelanggan Kunci
Berdasarkan informasi dari manajemen, Perseroan memiliki beberapa pemasok
utama yang menyediakan bibit benur, pakan serta obat-obatan yang digunakan
dalam kegiatan produksi tambak udang. Kerja sama dengan pemasok ini dilakukan
untuk memastikan kualitas input produksi yang konsisten dan berkelanjutan.
Sementara itu, Perseroan belum memiliki pelanggan kunci tertentu. Penjualan hasil
panen saat ini masih dilakukan melalui tengkulak atau pengepul lokal yang berperan
sebagai perantara antara petambak dan pasar.
2.11 Persaingan Usaha
Industri tambak udang di Indonesia tergolong kompetitif karena didominasi oleh
ribuan pembudidaya skala kecil hingga menengah serta beberapa perusahaan besar
yang telah melakukan integrasi vertikal dari hulu ke hilir. Persaingan terutama terjadi
pada efisiensi biaya produksi, pengendalian penyakit, kualitas produk, serta
kemampuan menembus pasar ekspor yang fluktuatif akibat perubahan permintaan
dan harga global. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP, 2023),
34
Page 48
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
udang masih menjadi komoditas ekspor utama sektor perikanan Indonesia dengan
kontribusi sekitar 40% terhadap total nilai ekspor perikanan, namun pertumbuhan
volume ekspor dalam dua tahun terakhir mengalami tekanan karena peningkatan
suplai dari negara pesaing seperti Ekuador, India, dan Vietnam. Untuk tetap
kompetitif, pelaku usaha di sektor ini perlu meningkatkan efisiensi operasional,
memperkuat biosecurity, serta memperoleh sertifikasi keberlanjutan agar dapat
mempertahankan akses ke pasar ekspor utama.
2.12 Risiko Usaha
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan menghadapi sejumlah risiko yang
perlu diidentifikasi dan dikelola secara tepat. Oleh karena itu, diperlukan langkah-
langkah mitigasi untuk meminimalkan potensi dampak yang dapat mengganggu
kelangsungan operasional Perseroan. Adapun beberapa risiko utama yang mungkin
dihadapi beserta upaya mitigasinya adalah sebagai berikut
1. Risiko Operasional dan Tenaga Kerja
Kegiatan tambak intensif memerlukan tenaga kerja dengan keterampilan teknis
tinggi. Kegagalan dalam pengelolaan pakan, aerasi, atau panen dapat
menyebabkan kerugian besar. Untuk memitigasi risiko ini, Perseroan dapat
memberikan pelatihan rutin kepada pekerja lapangan, menggunakan sistem
digital untuk kontrol pakan dan kualitas air, serta menerapkan Standard
Operating Procedure (SOP) di setiap tahap produksi.
2. Risiko Lingkungan dan Kualitas Air
Kegiatan tambak udang sangat bergantung pada kualitas air laut atau payau.
Pencemaran, perubahan suhu, salinitas, maupun kadar oksigen yang tidak stabil
dapat menurunkan produktivitas, meningkatkan mortalitas udang, dan
menyebabkan kerugian finansial. Selain itu, cuaca ekstrem dan banjir juga
berpotensi merusak infrastruktur tambak. Untuk memitigasi risiko tersebut
Perseroan dapat menerapkan sistem pemantauan kualitas air secara berkala
menggunakan teknologi sensor dan laboratorium internal. Selain itu, perlu
dilakukannya pengelolaan limbah dan sistem sirkulasi air tertutup (recirculating
aquaculture system) agar kualitas air tetap stabil. Pembangunan tanggul dan
drainase juga dilakukan untuk mengurangi risiko banjir dan intrusi air laut.
3. Risiko Penyakit dan Kematian Massal Udang
Penyakit seperti White Spot Syndrome Virus (WSSV) atau Early Mortality Syndrome
(EMS) dapat menimbulkan kematian massal dan kerugian besar dalam waktu
singkat. Risiko ini meningkat jika biosecurity tambak kurang ketat. Untuk
35
Page 49
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
memitigasi risiko tersebut, Perseroan dapat menerapkan sistem biosecurity yang
ketat seperti desinfeksi peralatan, karantina benur sebelum tebar, serta kontrol
lalu lintas orang dan kendaraan ke area tambak. Selain itu, perlu dilakukan kerja
sama dengan lembaga riset perikanan dan pemasok benur bersertifikat untuk
memastikan kualitas bibit dan pakan.
4. Risiko Pasar dan Harga Komoditas
Harga udang di pasar global cenderung fluktuatif tergantung permintaan ekspor,
nilai tukar, serta kebijakan impor negara tujuan. Penurunan harga dapat
mempengaruhi margin keuntungan, terutama bagi perusahaan dengan biaya
produksi tinggi. Untuk memitigasi risiko tersebut, Perseroan dapat melakukan
diversifikasi pasar dengan memperluas distribusi ke pasar domestik premium
dan menjalin kontrak jangka menengah dengan eksportir. Selain itu, efisiensi
biaya juga dapat dilakukan melalui otomatisasi sistem pakan dan manajemen
energi agar tetap kompetitif saat harga turun.
5. Risiko Regulasi dan Perizinan
Kegiatan budidaya tambak udang wajib mematuhi regulasi lingkungan, tata
ruang, dan perizinan usaha perikanan. Perubahan kebijakan pemerintah, seperti
pembatasan lahan pesisir atau syarat AMDAL yang lebih ketat, dapat
mempengaruhi operasional. Untuk memitigasi risiko tersebut, Perseroan perlu
menjaga hubungan baik dengan pemerintah daerah dan aktif mengikuti
perkembangan regulasi. Seluruh kegiatan operasional dilakukan sesuai standar
keberlanjutan (good aquaculture practices), serta menyiapkan dokumen
perizinan dan pelaporan lingkungan secara rutin.
6. Risiko Sosial dan Konflik Lahan
Tambak besar seringkali berdekatan dengan permukiman masyarakat pesisir,
sehingga potensi konflik terkait lahan, akses air, atau dampak lingkungan bisa
muncul. Untuk memitigasi risiko tersebut, Perseroan perlu melakukan
pendekatan sosial melalui program CSR seperti penyerapan tenaga kerja lokal,
pelatihan budidaya kecil, serta dukungan infrastruktur desa sekitar tambak.
Kemudian, proses pembebasan atau penggunaan lahan dilakukan secara
transparan dan sesuai hukum.
2.13 Strategi dan Rencana Masa Depan Perusahaan
Sebagai strategi dan rencana masa depan Perusahaan, Perseroan berencana
menambah beberapa kolam baru setiap tahunnya selama lima tahun ke depan guna
meningkatkan kapasitas produksi dan memperkuat posisi bisnis di industri budidaya
36
Page 50
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
udang. Selain ekspansi fisik, Perseroan juga membangun komunikasi yang baik serta
menjaga hubungan jangka panjang dengan seluruh pemangku kepentingan,
termasuk pemasok, pembeli, dan masyarakat sekitar, baik pada saat masa panen
maupun di luar musim panen. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan stabilitas
operasional dan mendukung keberlanjutan usaha Perseroan.
2.14 Tambahan Informasi Lain yang Diperlukan
Tidak terdapat tambahan informasi lain selain dari informasi yang telah
diungkapkan.
37
Page 51
Laporan Penilaian Saham
PT Global Putra Kusuma
3 PENYESUAIAN TERHADAP DATA LAPORAN KEUANGAN
- Kami telah melakukan pengecekan ulang terhadap perhitungan dalam proyeksi
keuangan;
- Kami telah menganalisis dan menyajikan kembali data keuangan objek Penilaian
secara konsisten dan menggunakan mata uang yang sama dengan mata uang
yang digunakan dalam laporan keuangan;
- Kami tidak menyesuaikan asumsi-asumsi proyeksi keuangan pada struktur biaya
dan struktur pendapatan;
- Kami telah menyesuaikan akun pada pos-pos non-recurring dalam laporan laba
rugi;
- Kami telah menyesuaikan pendapatan/(beban) lain-lain yaitu beban bunga untuk
setiap tahun proyeksi yang merujuk pada bunga pasar;
- Kami melakukan penyesuaian laba rugi untuk memperoleh EBITDA yaitu
memisahkan beban non kas berupa depresiasi dan amortisasi. Sehingga biaya
pokok dan beban usaha sudah terpisah dari beban non kas tersebut. Hal ini
memudahkan dalam menghitung arus kas bersih untuk perusahaan ( free cash
flow to firm); dan
- Pada arus kas, Penilai tidak melakukan penyesuaian, sehingga saldo kas akhir
pada arus kas per cut off penilaian langsung digunakan sebagai kas awal pada
proyeksi keuangan.
Page 52
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
4 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
4.1 Laporan Keuangan dan Rasio Keuangan Historis
Posisi Keuangan
Kinerja Posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 adalah sebagai berikut.
Tabel 6 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan (Rp.000)
Keterangan 2025 2024 2023 2022 2021
ASET
Aset Lancar
Kas dan Bank 44.416 102.974 1.203.501 82.634 2.817.761
Piutang usaha 122.649 - 509.761 - 2.365.095
Pihak berelasi - - - - 2.365.095
Pihak ketiga 122.649 - 509.761 - -
Piutang lain-lain 15.499.300 21.300 48.000 37.000 53.500
Pihak berelasi - - - - -
Pihak ketiga 15.499.300 21.300 48.000 37.000 53.500
Persediaan 1.929.262 188.237 499.882 3.097.940 3.502.165
Piutang karyawan -
Uang muka lancar - 10.070 - 9.496.794 670.000
Biaya dibayar dimuka 888
Pajak Dibayar di Muka 61.619 60.323 73 - 2.777
Aset biologis - 839.114 - - -
Total Aset Lancar 17.658.135 1.222.020 2.261.217 12.714.368 9.411.298
Aset Tidak Lancar
Aset Tetap
Total biaya perolehan 28.072.455 18.226.801 18.226.801 17.519.855 26.118.872
Akumulasi penyusutan (12.287.529) 10.506.911) 8.696.202) (6.963.077) (5.135.127)
Nilai Buku 15.784.926 7.719.890 9.530.599 10.556.778 20.983.745
Uang muka & biaya dibayar 125.853.803 9.396.794 9.396.794
dimuka
Aset pajak tangguhan - 52.329 93.175 65.031 -
Total Aset Tidak Lancar 141.638.729 17.169.013 19.020.568 10.621.809 20.983.745
TOTAL ASET 159.296.864 18.391.032 21.281.785 23.336.177 30.395.042
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha – Pihak Ketiga 2.458.703 2.017.046 3.522.710 1.755.569 4.442.839
Utang lain-lain – Pihak berelasi 4.191.609 21.178.480 19.625.917 24.137.547 28.219.081
Beban masih harus dibayar 39.926 40.867 126.000 - -
Utang pajak 55.186 62.142 124.739 110.882 101.989
Pembiayaan konsumen - 81.002 76.924 - -
Liabilitas sewa 35.006 - 376.373 - -
Hutang biaya lainnya
Total Liabilitas Jangka Pendek 6.780.431 23.379.537 23.852.663 26.003.998 32.763.909
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja 649.858 537.199 417.284 295.598 -
39
Page 53
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
Keterangan 2025 2024 2023 2022 2021
Pembiayaan Konsumen - 35.006 116.008 0 0
Liabilitas Pajak Tangguhan 2.072.256
Total Liabilitas Jangka Panjang 2.722.114 572.205 533.292 295.598 0
TOTAL LIABILITAS 9.502.545 23.951.742 24.385.955 26.299.596 32.763.909
EKUITAS
Modal saham 153.000.000 5.000.000 5.000.000 5.000.000 5.000.000
Handoyo Setiawan - 2.750.000 2.750.000 2.750.000 2.750.000
Ho Hie Pet - 1.250.000 1.250.000 1.250.000 1.250.000
Yenny Setiawan - 1.000.000 1.000.000 1.000.000 1.000.000
Fanny Setiawan 10.000 - - - -
PT Mazon Bumi Mining 152.990.000 - - - -
Laba rugi ditahan (10.891.035) (10.560.710) (8.104.170) (7.963.419) (7.368.867)
Laba (rugi) tahun sebelumnya - - - - -
Laba (rugi) tahun berjalan - - - - -
Surplus revaluasi 7.685.353 - - - -
TOTAL EKUITAS 149.794.319 (5.560.710) (3.104.170) (2.963.419) (2.368.867)
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 159.296.864 18.391.032 21.281.785 23.336.177 30.395.042
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Pada per 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2025, aset Perseroan
tercatat mengalami perkembangan sebagai berikut:
- Total aset per 31 Desember 2021 adalah sebesar Rp30,40 miliar, mengalami
kenaikan sebesar 10,36% dari total aset per 31 Desember 2020 yang sebesar
Rp27,54 miliar. Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh naiknya kas dan bank
serta piutang usaha pihak berelasi pada aset lancar masing-masing sebesar
Rp2,82 miliar dan Rp2,37 miliar.
- Total aset per 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp23,34 miliar, mengalami
penurunan sebesar 23,22% dari total aset per 31 Desember 2021 yang sebesar
Rp30,40 miliar. Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh turunnya aset tetap
pada aset tidak lancar sebesar Rp10,56 miliar.
- Total aset per 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp21,28 miliar, mengalami
penurunan sebesar 8,80% dari total aset per 31 Desember 2022 yang sebesar
Rp23,34 miliar. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh turunnya
persediaan pada aset lancar sebesar Rp499,88 juta.
- Total aset per 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp18,39 miliar, mengalami
penurunan sebesar 13,58% dari total aset per 31 Desember 2023 yang sebesar
Rp21,28 miliar. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh turunnya aset tetap
pada aset tidak lancar sebesar Rp7,72 miliar.
- Total aset per 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp159,30 miliar, mengalami
kenaikan sebesar 766,17% dari total aset per 31 Desember 2024 yang sebesar
Rp18,39 miliar. Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh naiknya piutang lain-
lain sebesar Rp15,50 miliar dan uang muka tidak lancar sebesar Rp125,85 miliar.
40
Page 54
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
Pada per 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2025, liabilitas Perseroan
tercatat mengalami perkembangan sebagai berikut:
- Total liabilitas per 31 Desember 2021 adalah sebesar Rp32,76 miliar, mengalami
kenaikan sebesar 9,50% dari total liabilitas per 31 Desember 2020 sebesar
Rp29,92 miliar. Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh naiknya utang usaha
pihak ketiga pada liabilitas jangka pendek sebesar Rp4,44 miliar.
- Total liabilitas per 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp26,30 miliar, mengalami
penurunan sebesar 19,73% dari total liabilitas per 31 Desember 2021 yang sebesar
Rp32,76 miliar. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh turunnya utang
usaha pihak ketiga pada liabilitas jangka pendek sebesar Rp1,76 miliar.
- Total liabilitas per 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp24,39 miliar, mengalami
penurunan sebesar 7,28% dari total liabilitas per 31 Desember 2022 sebesar
Rp26,30 miliar. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh turunnya utang
usaha lain-lain pihak berelasi pada liabilitas jangka pendek sebesar Rp19,63
miliar.
- Total liabilitas per 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp23,95 miliar, mengalami
penurunan sebesar 1,78% dari total liabilitas per 31 Desember 2023 sebesar
Rp24,39 miliar. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh turunnya utang
usaha pihak ketiga pada liabilitas jangka pendek sebesar Rp2,02 miliar.
- Total liabilitas per 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp9,50 miliar, mengalami
penurunan sebesar 69,33% dari total liabilitas per 31 Desember 2024 yang sebesar
Rp23,95 miliar. Penurunan tersebut terutama disebabkan atas utang lain-lain
pihak berelasi menjadi sebesar Rp4,19 miliar dari Rp21,18 miliar.
Pada per 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2025, ekuitas Perseroan
tercatat mengalami perkembangan sebagai berikut:
- Ekuitas Perseroan per 31 Desember 2021 adalah sebesar negatif Rp2,37 miliar,
mengalami penurunan sebesar 0,44% dari jumlah ekuitas per 31 Desember 2020
yang sebesar negatif Rp2,38 miliar. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh
turunnya laba (rugi) ditahan sebesar negatif Rp7,37 miliar.
- Ekuitas Perseroan per 31 Desember 2022 adalah sebesar negatif Rp2,96 miliar,
mengalami kenaikan sebesar 25,10% dari jumlah ekuitas per 31 Desember 2021
yang sebesar negatif Rp2,37 miliar. Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh
naiknya laba (rugi) ditahan sebesar negatif Rp7,96 miliar.
- Ekuitas Perseroan per 31 Desember 2023 adalah sebesar negatif Rp3,10 miliar,
mengalami kenaikan sebesar 4,75% dari jumlah ekuitas per 31 Desember 2022
yang sebesar negatif Rp2,96 miliar. Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh
naiknya laba (rugi) ditahan sebesar negatif Rp8,10 miliar.
- Ekuitas Perseroan per 31 Desember 2024 adalah sebesar negatif Rp5,56 miliar,
mengalami kenaikan sebesar 79,14% dari jumlah ekuitas per 31 Desember 2023
yang sebesar negatif Rp3,10 miliar. Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh
naiknya laba (rugi) ditahan sebesar negatif Rp10,56 miliar.
41
Page 55
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
- Ekuitas Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp149,79 miliar,
mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 2893,80% sehingga menjadi ekuitas
positif dari jumlah ekuitas negatif per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp5,56
miliar. Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh bertambahnya modal saham
menjadi sebesar Rp153,00 miliar yang sebelumnya hanya sebesar Rp5,00 miliar.
Laba Rugi
Kinerja laba rugi Perseroan per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025
adalah sebagai berikut.
Tabel 7 Kinerja Laba Rugi Perseroan (Rp.000)
Keterangan 2025 2024 2023 2022 2021
PENJUALAN 8.965.512 14.105.191 24.930.933 21.865.506 23.388.975
Udang Vanamei 8.965.512 14.105.191 24.930.933 21.865.506 23.388.975
BEBAN POKOK PENJUALAN (7.406.709) (14.369.105) (22.888.749) (19.786.346) (16.459.848)
LABA (RUGI) KOTOR 1.558.804 (263.914) 2.042.184 2.079.160 6.929.127
BEBAN USAHA
Beban Umum dan Administrasi (1.902.865) (2.155.625) (2.159.623) (2.620.097) (6.822.076)
LABA (RUGI) USAHA (344.061) (2.419.539) (117.439) (540.937) 107.051
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN (1.103) (11.179) 32.265 (1.453) 5.465
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK (345.164) (2.430.717) (85.174) (542.390) 112.516
PENGHASILAN
PAJAK PENGHASILAN BADAN (26.940) (49.005) (55.577) (52.162) (101.989)
Pajak kini (81.802) (14.698) (83.720) (117.194) (101.989)
Pajak tangguhan 54.862 (34.307) 28.144 65.031 -
LABA (RUGI) PERIODE BERJALAN (372.104) (2.479.722) (140.751) (594.552) 10.528
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak direklasifikasi ke
laba rugi
Pengukuran kembali atas 53.563 29.721 - - -
program imbalan kerja
Pajak penghasilan terkait (11.784) (6.539) - - -
Keuntungan atas revaluasi aset 9.853.017 - - - -
tetap – bersih
Pajak penghasilan terkait atas (2.167.664) - - - -
revaluasi aset tetap - bersih
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF 7.355.028 (2.456.540) (140.751) (594.552) 10.528
TAHUN BERJALAN
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Selama tahun 2020 sampai dengan periode 31 Desember 2025, penjualan Perseroan
tercatat mengalami perkembangan sebagai berikut:
42
Page 56
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
- Penjualan Perseroan pada tahun 2021 adalah sebesar Rp23,39 miliar, tercatat
meningkat sebesar Rp6,44 miliar atau 38,00% dari tahun 2020 yang sebesar
Rp16,95 miliar.
- Penjualan Perseroan pada tahun 2022 adalah sebesar Rp21,87 miliar, tercatat
menurun sebesar Rp1,52 miliar atau 6,51% dari tahun 2021 yang sebesar Rp23,39
miliar.
- Penjualan Perseroan pada tahun 2023 adalah sebesar Rp24,93 miliar, tercatat
meningkat sebesar Rp3,07 miliar atau 14,02% dari tahun 2022 yang sebesar
Rp21,87 miliar.
- Penjualan Perseroan pada tahun 2024 adalah sebesar Rp14,11 miliar, tercatat
menurun sebesar Rp10,83 miliar atau 43,42% dari tahun 2024 yang sebesar
Rp24,93 miliar.
- Penjualan Perseroan sampai dengan periode 31 Desember 2025 adalah sebesar
Rp8,97 miliar, tercatat menurun sebesar Rp5,14 miliar atau 36,44% dari tahun
2024 yang sebesar Rp14,11 miliar.
Selama tahun 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025, laba kotor Perseroan
tercatat mengalami perkembangan sebagai berikut:
- Beban pokok penjualan pada tahun 2021 adalah sebesar Rp16,46 miliar
mengalami peningkatan sebesar Rp3,29 miliar atau 24,95% dari tahun 2020 yang
sebesar Rp13,17 miliar. Maka pada tahun 2021 laba kotor Perseroan tercatat
sebesar Rp6,93 miliar atau mengalami penurunan dari tahun 2020 yang tercatat
sebesar Rp3,77 miliar.
- Beban pokok penjualan pada tahun 2022 adalah sebesar Rp19,79 miliar
mengalami peningkatan sebesar Rp3,32 miliar atau 20,21% dari tahun 2021 yang
sebesar Rp16,46 miliar. Maka pada tahun 2022 laba kotor Perseroan tercatat
sebesar Rp2,08 miliar atau mengalami penurunan dari tahun 2021 yang tercatat
sebesar Rp6,93 miliar.
- Beban pokok penjualan pada tahun 2023 adalah sebesar Rp22,89 miliar
mengalami peningkatan sebesar Rp3,10 miliar atau 15,68% dari tahun 2022 yang
sebesar Rp19,79 miliar. Maka pada tahun 2023 laba kotor Perseroan tercatat
sebesar Rp2,04 miliar atau mengalami penurunan dari tahun 2022 yang tercatat
sebesar Rp2,08 miliar.
- Beban pokok penjualan pada tahun 2024 adalah sebesar Rp14,37 miliar
mengalami penurunan sebesar Rp8,52 miliar atau 37,22% dari tahun 2023 yang
sebesar Rp22,89 miliar. Maka pada tahun 2023 Perseroan mencatatkan rugi kotor
sebesar Rp263,91 juta atau mengalami penurunan dari tahun 2022 yang
mencatatkan laba kotor sebesar Rp2,04 miliar.
- Beban pokok penjualan sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp7,41
miliar mengalami penurunan sebesar Rp6,96 miliar atau 48,45% dari tahun 2024
yang sebesar Rp14,37 miliar. Maka pada periode 31 Desember 2025 Perseroan
mencatatkan laba kotor sebesar Rp1,56 miliar atau naik dari tahun 2024 yang
mencatatkan rugi kotor sebesar Rp263,91 juta.
43
Page 57
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
Selama tahun 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025, laba usaha Perseroan
tercatat mengalami perkembangan sebagai berikut:
- Beban usaha Perseroan pada tahun 2021 adalah sebesar Rp6,82 miliar, mengalami
kenaikan sebesar Rp73,50 juta atau 1,09% dari tahun 2020 yang sebesar Rp6,75
miliar. Sehingga pada tahun 2021 Perseroan mencatatkan laba usaha sebesar
Rp107,05 juta atau mengalami peningkatan dari tahun 2020 yang mencatat rugi
usaha sebesar Rp2,97 miliar.
- Beban usaha Perseroan pada tahun 2022 adalah sebesar Rp2,62 miliar, mengalami
penurunan sebesar Rp4,20 miliar atau 61,59% dari tahun 2021 yang sebesar
Rp6,82 miliar. Sehingga pada tahun 2022 Perseroan mencatatkan rugi usaha
sebesar Rp540,94 juta atau mengalami penurunan dari tahun 2021 yang
mencatatkan laba usaha sebesar Rp107,05 juta.
- Beban usaha Perseroan pada tahun 2023 adalah sebesar Rp2,16 miliar, mengalami
penurunan sebesar Rp460,47 juta atau 17,57% dari tahun 2022 yang sebesar
Rp2,62 miliar. Sehingga pada tahun 2023 Perseroan mencatatkan rugi usaha
sebesar Rp117,44 juta atau mengalami penurunan dari tahun 2022 yang
mencatatkan rugi usaha sebesar Rp540,94 juta.
- Beban usaha Perseroan pada tahun 2024 adalah sebesar Rp2,16 miliar, mengalami
penurunan sebesar Rp3,19 juta atau 0,19% dari tahun 2023 yang sebesar Rp2,16
miliar. Sehingga pada tahun 2024 Perseroan mencatatkan rugi usaha sebesar
Rp2,42 miliar atau mengalami kenaikan dari tahun 2023 yang mencatatkan rugi
usaha sebesar Rp116,65 juta.
- Beban usaha Perseroan sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp1,90
miliar, mengalami penurunan sebesar Rp252,76 juta atau 11,73% dari tahun 2024
yang sebesar Rp2,16 miliar. Sehingga pada periode 31 Desember 2025 Perseroan
mencatatkan rugi usaha sebesar Rp344,06 juta atau mengalami penurunan dari
tahun 2024 yang mencatatkan rugi usaha sebesar Rp2,42 miliar.
Setelah diakumulasi oleh pendapatan atau biaya lain-lain, selama tahun 2021 sampai
dengan periode 31 Desember 2025, laba sebelum pajak Perseroan tercatat
mengalami perkembangan sebagai berikut:
- Pada tahun 2021, Perseroan mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp112,52
juta atau mengalami kenaikan dari tahun 2020 yang mencatatkan rugi sebelum
pajak sebesar Rp2,98 miliar.
- Pada tahun 2022, Perseroan mencatatkan rugi sebelum pajak sebesar Rp542,39
juta atau mengalami penurunan dari tahun 2021 yang mencatatkan laba sebelum
pajak sebesar Rp112,52 juta.
- Pada tahun 2023, Perseroan mencatatkan rugi sebelum pajak sebesar Rp85,17 juta
atau mengalami penurunan dari tahun 2022 yang mencatatkan rugi sebelum pajak
sebesar Rp542,39 juta.
44
Page 58
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
- Pada tahun 2024, Perseroan mencatatkan rugi sebelum pajak sebesar Rp2,43
miliar atau mengalami kenaikan dari tahun 2023 yang mencatatkan rugi sebelum
pajak sebesar Rp85,17 juta.
- Pada periode 31 Desember 2025, Perseroan mencatatkan rugi sebelum pajak
sebesar Rp345,16 juta atau turun dari rugi sebelum pajak tahun 2024 yang
sebesar Rp2,43 miliar.
Setelah adanya manfaat (beban) pajak penghasilan, selama tahun 2020 sampai
dengan periode 31 Desember 2025, laba tahun berjalan Perseroan tahun 2020—31
Desember 2025 tercatat mengalami kenaikan dengan rincian sebagai berikut:
- Pada tahun 2021, Perseroan mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp10,53
juta atau mengalami kenaikan dari tahun 2020 yang mencatatkan rugi tahun
berjalan sebesar Rp3,06 miliar.
- Pada tahun 2022, Perseroan mencatatkan rugi tahun berjalan sebesar Rp594,55
juta atau mengalami penurunan dari tahun 2021 yang mencatatkan laba tahun
berjalan sebesar Rp10,53 juta.
- Pada tahun 2023, Perseroan mencatatkan rugi tahun berjalan sebesar Rp140,75
juta atau mengalami penurunan dari tahun 2022 yang mencatatkan rugi tahun
berjalan sebesar Rp594,55 juta.
- Pada tahun 2024, Perseroan mencatatkan rugi tahun berjalan sebesar Rp2,48 juta
atau mengalami kenaikan dari tahun 2023 yang mencatatkan rugi tahun berjalan
sebesar Rp140,75 juta.
- Pada periode 31 Desember 2025, Perseroan mencatatkan rugi tahun berjalan
sebesar Rp372,10 juta atau mengalami kenaikan dari rugi tahun berjalan tahun
2024 yang sebesar Rp2,48 miliar.
Rasio Keuangan
Tabel 8 Analisis Rasio Keuangan Perseroan
Keterangan 2025 2024 2023 2022 2021 Rerata
A. LIQUIDITY (%)
Current Ratio 260,43% 5,23% 9,48% 48,89% 28,72% 70,55%
Quick Ratio 0,66% 0,44% 5,05% 0,32% 8,60% 3,01%
Working Capital To Total Assets 6,83% -120,48% -101,46% -56,95% -76,83% -69,78%
B. ACTIVITY (X)
Total Assets Turnover (X) 0,06 0,77 1,17 0,94 0,77 0,74
Inventory Turnover (X) 4 76 46 6 5 27
Average Days Inventory (Day) 95 5 8 57 78 49
Account Receivable Turnover (X) 73,10 N/A 48,91 N/A 9,89 43,97
Average Collection Period (Day) 5 N/A 7 N/A 37 16
Working Capital Turnover (X) 0,82 -0,64 -1,15 -1,65 -1,00 (0,72)
C. SOLVABILITY(%)
Total Debt to Equity Ratio 6,34% -430,73% -785,59% -887,47% -1383,10% -696,11%
Total Debt to Asset Ratio 5,97% 130,24% 114,59% 112,70% 107,79% 94,26%
Long Term Debt To Equity Ratio 1,82% -10,29% -17,18% -9,97% 0,00% -7,13%
45
Page 59
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
Keterangan 2025 2024 2023 2022 2021 Rerata
D. RENTABILITY (%)
Gross Profit Margin 17,39% -1,87% 8,19% 9,51% 29,63% 12,57%
Operating Profit Margin -3,84% -17,15% -0,47% -2,47% 0,46% -4,70%
Net Profit Margin -4,15% -17,58% -0,56% -2,72% 0,05% -4,99%
Rate of Return on Investment -0,23% -13,48% -0,66% -2,55% 0,03% -3,38%
Rate of Return on Equity -0,25% 44,59% 4,53% 20,06% -0,44% 13,70%
Sumber: Laporan Keuangan Radju (data diolah)
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban
jangka pendek menggunakan aset lancarnya. Berdasarkan hasil analisis, Perseroan
memiliki rata-rata current ratio sebesar 70,55%, yang berarti Perseroan memiliki
Rp0,70 aset lancar untuk setiap Rp1,00 liabilitas jangka pendek. Tingginya rasio ini
terutama dipengaruhi oleh nilai current ratio yang meningkat signifikan pada tahun
2025 sebesar 260,43%. Sementara itu, rata-rata quick ratio sebesar 3,01%
menunjukkan bahwa kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka
pendek tanpa mengandalkan persediaan masih relatif terbatas. Selain itu, rata-rata
working capital to total assets ratio sebesar -69,78%.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas mencerminkan efektivitas Perseroan dalam memanfaatkan aset untuk
menghasilkan pendapatan. Perseroan memiliki rata-rata total assets turnover sebesar
0,74 kali, yang menunjukkan bahwa kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
pendapatan dari total aset yang dimiliki masih tergolong rendah, karena rasio
perputaran aset belum mencapai 1 kali dalam satu periode. Selain itu, rata-rata
inventory turnover sebesar 27 kali menunjukkan tingkat perputaran persediaan yang
cukup fluktuatif selama periode historis. Sementara itu, rata-rata account receivable
turnover sebesar 43,97 kali. Adapun rata-rata working capital turnover sebesar (0,72)
kali.
Rasio Solvabilitas
Rasio Solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan untuk mengembalikan
pinjaman yang diberikan oleh kreditor baik dalam bentuk jangka pendek maupun
jangka panjang. Salah satu rasio solvabilitas adalah Debt to Equity Ratio (DER)
menunjukkan besarnya porsi utang terhadap ekuitas dalam pembiayaan perusahaan
sedangkan Debt to Asset Ratio (DAR) menunjukkan posisi liabilitas terhadap aset
dalam pembiayaan perusahaan. Rasio solvabilitas menunjukkan rata-rata DER
sebesar -696,11%, yang disebabkan oleh nilai ekuitas Perseroan yang negatif akibat
akumulasi kerugian pada beberapa tahun historis. Sementara itu rata-rata DAR
adalah sebesar 94,26%, menunjukkan bahwa sebagian besar aset perusahaan dibiayai
46
Page 60
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
oleh kewajiban, bahkan pada beberapa periode total kewajiban melebihi total aset
perusahaan.
Rasio Rentabilitas
Rasio Rentabilitas menggambarkan kemampuan yang dimiliki perusahaan untuk
menghasilkan sebuah laba. Rata-rata gross profit margin sebesar 12,57%. Gross
Profit Margin merupakan perbandingan laba kotor dengan besarnya tingkat
pendapatan. Sementara itu, rata-rata operating profit margin sebesar -4,70% dan net
profit margin sebesar -4,99% menunjukkan bahwa Perseroan masih mengalami
kerugian operasional dan kerugian bersih pada beberapa tahun historisnya. Selain
itu, rata-rata rate of return on investment sebesar -3,38% menunjukkan bahwa
tingkat pengembalian atas total aset Perseroan masih negatif. Adapun rata-rata rate
of return on equity sebesar 13,70% dipengaruhi oleh kondisi ekuitas Perseroan yang
negatif pada beberapa periode historis sehingga menghasilkan rasio yang
berfluktuasi.
4.2 Proyeksi Keuangan
Proyeksi keuangan yang disusun menjadi dasar dalam menentukan nilai pasar saham
Perseroan dengan metode DCF. Dalam penyusunan proyeksi keuangan tersebut,
digunakan asumsi-asumsi dasar yang terkait dengan bisnis Perseroan yang diperoleh
dari manajemen Perseroan serta penyesuaian dengan kondisi eksternal seperti makro
ekonomi dan industri.
4.2.1 Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan
Waktu Operasional
Proyeksi keuangan disusun berdasarkan tanggal penilaian, maka waktu operasional
akan dimulai pada tahun 2026 sampai dengan tahun 2030 dengan jumlah hari
operasional sebanyak 365 hari dalam satu tahun.
Struktur Pendapatan
Berikut proyeksi pendapatan Perseroan selama masa proyeksi.
Tabel 9 Proyeksi Pendapatan Perseroan (Rp.000)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
Luas Kolam (Ha) 12,10 14,20 16,30 20,60 24,90
Produktivitas Target (Kg/Ha) 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000
Produktivitas Tercapai 35,00% 50,00% 65,00% 80,00% 85,00%
Produktivitas Tercapai (Kg/Ha) 10.500 15.000 19.500 24.000 25.500
Siklus (per Tahun) 2,50 2,50 2,50 2,50 2,50
47
Page 61
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
Harga Jual (Rp/Kg) 57.500 60.500 63.500 64.000 67.000
Kenaikan Harga Jual 5,22% 4,96% 0,79% 4,69%
Struktur Biaya
Berikut proyeksi struktur biaya Perseroan yang terdiri dari beban pokok penjualan
dan beban usaha selama masa proyeksi.
Tabel 10 Proyeksi Struktur Biaya Perseroan
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
Beban Pokok Penjualan
Biaya Benur
Luas Kolam Ha 12,10 14,20 16,30 20,60 24,90
Density/M2 Ekor 150 160 160 160 160
Harga/ekor Rp/Ekor 53 55 57 59 61
Siklus per Tahun 2,50 2,50 2,50 2,50 2,50
Biaya Benur
Luas Kolam Ha 12,10 14,20 16,30 20,60 24,90
Density/M2 Ekor 11.093 18.923 25.165 31.320 33.278
Harga/ekor Rp/Ekor 15.200 16.000 16.500 17.000 17.500
Siklus per Tahun 2,50 2,50 2,50 2,50 2,50
Biaya Benur
Luas Kolam Ha 12,10 14,20 16,30 20,60 24,90
Density/M2 Ekor 9.000 15.000 19.500 24.000 25.500
Harga/ekor Rp/Ekor 5.000 5.500 5.775 6.064 6.367
Siklus per Tahun 2,50 2,50 2,50 2,50 2,50
Kenaikan
Biaya Benur Growth 3,77% 3,64% 3,51% 3,39%
Biaya Pakan Growth 5,26% 3,13% 3,03% 2,94%
Biaya obat-obatan & vitamin Growth 10,00% 5,00% 5,00% 5,00%
Biaya Produksi Tambak
Biaya Gaji & Tunjangan Tambak Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya THR Tambak Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Komisi Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Upah Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Pengobatan Tambak Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Transportasi Tambak Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Listrik (PLN) Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya BBM Lokasi (Solar, Bensin Dll) Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Service Kendaraan Tambak Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Perlengkapan Kerja Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Pemeliharaan Tambak Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Lab Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Sewa / Ekspedisi (Kendaraan,dll) Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Pemeliharaan Alat Berat/Asset Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Konsumsi Tambak Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Telp & Internet Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Mess Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Entertainment Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Sumbangan Tambak Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
48
Page 62
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
Biaya BPJS Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya CSR Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Beban Usaha
Beban Umum dan Administrasi
Biaya Gaji & Tunjangan Jakarta Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya THR Jakarta Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Pengobatan Jakarta Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Pph-21 Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Transportasi Jakarta Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Konsumsi Kantor Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Service Kendaraan Kantor Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya ATK Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Telp (Internet, HP dll) Kantor Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Keperluan Kantor Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya IPL, Listrik dan Air Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Legal (SIUP, Domisili, Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
pengesahan dan legalisasi)
Biaya Konsultan Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Entertainment & Koordinasi Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Kantor
Biaya Pajak Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Pajak Penghasilan
Tarif PPH Badan diasumsikan sebesar 22,00% dari penghasilan sebelum pajak (EBT).
Hal ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Harmonisasi
Peraturan Perpajakan.
Tingkat Bunga
Tingkat bunga atas Fasilitas Kredit Investasi (KI) adalah sebesar 8,59% dan bunga atas
Fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) adalah sebesar 8,22%. Khusus untuk asumsi tingkat
suku bunga KI, digunakan dalam menghitung cost of debt yang selanjutnya
digunakan dalam menghitung WACC.
Perputaran
Selama masa proyeksi, perputaran persediaan terjadi setiap 100 hari untuk pakan
dan 180 hari untuk obat-obatan, sedangkan untuk piutang usaha terjadi setiap 3 hari
dan utang usaha terjadi setiap 100 hari.
4.2.2 Proyeksi Posisi Keuangan
Berikut ini merupakan proyeksi posisi keuangan selama tahun 2026 sampai dengan
tahun 2030.
49
Page 63
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
Tabel 11 Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.000)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
ASET
Aset lancar 18.642.016 21.181.230 29.508.608 43.882.715 67.862.733
Aset tidak lancar 141.065.089 146.384.919 151.542.335 162.765.337 173.324.375
TOTAL ASET 159.707.105 167.566.150 181.050.943 206.648.052 241.187.109
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas jangka pendek 6.793.838 9.570.119 11.935.417 16.420.834 19.729.244
Liabilitas jangka panjang 2.858.220 3.001.131 3.151.188 3.308.747 3.474.184
Total liabilitas 9.652.059 12.571.250 15.086.605 19.729.581 23.203.429
Ekuitas 150.055.046 154.994.899 165.964.338 186.918.471 217.983.680
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 159.707.105 167.566.150 181.050.943 206.648.052 241.187.109
Sumber: Proyeksi Keuangan
Total aset Perseroan diproyeksikan sebesar Rp159,71 miliar pada awal proyeksi tahun
2026. Total aset diproyeksikan terus meningkat selama tahun-tahun proyeksi hingga
mencapai sebesar Rp241,19 miliar pada akhir proyeksi tahun 2030.
Total liabilitas Perseroan diproyeksikan sebesar Rp9,65 miliar pada awal proyeksi
tahun 2026. Total liabilitas diproyeksikan meningkat hingga mencapai sebesar
Rp23,20 miliar pada akhir proyeksi tahun 2030.
Total ekuitas Perseroan diproyeksikan mencapai Rp150,06 miliar pada awal proyeksi
tahun 2026. Total ekuitas diproyeksikan meningkat selama tahun-tahun proyeksi
hingga mencapai sebesar Rp217,98 miliar pada akhir proyeksi tahun 2030.
4.2.3 Proyeksi Laba (Rugi) Keuangan
Berikut ini merupakan proyeksi laba rugi selama tahun 2026 sampai dengan tahun
2030.
Tabel 12 Proyeksi Laba Rugi (Rp.000)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
Penjualan 18.263.438 32.216.250 50.458.688 79.104.000 106.354.125
Beban Pokok Penjualan (13.866.457) (22.300.730) (31.275.508) (46.432.055) (59.754.494)
Laba (Rugi) Kotor 4.396.981 9.915.520 19.183.179 32.671.945 46.599.631
Beban Usaha (2.260.000) (2.486.000) (2.734.600) (3.008.060) (3.308.866)
Laba (Rugi) Usaha - EBITDA 2.136.981 7.429.520 16.448.579 29.663.885 43.290.765
Beban Penyusutan & Amortisasi (1.880.753) (1.987.283) (2.389.697) (2.804.111) (3.468.075)
Pendapatan (Beban) Lain-Lain 4.500 4.500 4.500 4.500 4.500
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 260.728 5.446.737 14.063.383 26.864.274 39.827.190
Pajak - (506.884) (3.093.944) (5.910.140) (8.761.982)
Laba (Rugi) Bersih 260.728 4.939.853 10.969.438 20.954.134 31.065.208
Sumber: Proyeksi Keuangan
50
Page 64
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
Perseroan diproyeksikan terus mencatatkan keuntungan bersih mulai dari awal
proyeksi tahun 2026 sampai dengan akhir proyeksi tahun 2030, yaitu dari sebesar
Rp260,73 juta menjadi sebesar Rp31,07 miliar.
4.3 Perbandingan Laporan Keuangan Perusahaan yang Sebanding
Berikut ini adalah laporan keuangan perusahaan-perusahaan sebanding dengan
Perseroan untuk periode yang sesuai.
Tabel 13 Laporan Posisi Keuangan Perusahaan Sebanding yang Tercatat di Bursa
(Rp.Juta)
UDNG.JK AMMS.JK CPRO.JK ASHA.JK DSFI.JK DPUM.JK IKAN.JK
Uraian
2025 2025 2025 2025 2025 2025 2025
Aset Lancar 8.399 25.528 3.091.050 37.985 282.856 460.972 101.955
Aset Tidak Lancar 47.591 47.390 4.126.346 88.334 157.299 706.842 25.255
Total Aset 55.990 72.919 7.217.396 126.320 440.155 1.167.815 127.210
Liabilitas Jangka Pendek 3.116 528 2.828.200 15.168 121.849 176.627 48.876
Liabilitas Jangka Panjang 1.079 341 598.346 3.129 31.775 623.660 3.344
Total Liabilitas 4.195 869 3.426.546 18.298 153.624 800.287 52.219
Ekuitas 51.795 72.050 3.790.850 108.022 286.531 367.527 74.991
Total Liabilitas & Ekuitas 55.990 72.919 7.217.396 126.320 440.155 1.167.815 127.210
ISEA.JK ENZO.JK PCAR.JK SKBM.JK CRAB.JK Perseroan
Uraian
2025 2025 2025 2025 2025 2025
Aset Lancar 363.679 332.891 63.109 1.574.893 274.199 17.658
Aset Tidak Lancar 76.235 97.644 37.157 748.590 58.039 141.639
Total Aset 439.914 430.534 100.266 2.323.482 332.238 159.297
Liabilitas Jangka Pendek 244.755 256.351 17.900 1.163.257 96.239 6.780
Liabilitas Jangka Panjang 10.549 6.743 16.440 104.503 6.408 2.722
Total Liabilitas 255.303 263.094 34.340 1.267.760 102.647 9.503
Ekuitas 184.611 167.441 65.925 1.055.722 229.590 149.794
Total Liabilitas & Ekuitas 439.914 430.534 100.266 2.323.482 332.238 159.297
Sumber: Laporan Keuangan Perusahaan Pembanding (data diolah)
Tabel 14 Laporan Laba Rugi Perusahaan Sebanding yang Tercatat di Bursa
(Rp.Juta)
UDNG.JK AMMS.JK CPRO.JK ASHA.JK DSFI.JK DPUM.JK IKAN.JK
Uraian
2025 2025 2025 2025 2025 2025 2025
Penjualan 21.624 15.638 9.947.122 170.506 654.354 1.258.919 122.557
Beban Pokok Penjualan (22.608) (12.226) (7.951.008) (169.560) (557.380) 1.209.855 (102.222)
Laba (Rugi) Kotor (984) 3.413 1.996.114 946 96.974 2.468.774 20.335
Beban Usaha (3.063) (3.912) (1.205.469) (24.729) (66.866) (2.448.588) (17.078)
Laba (Rugi) Usaha (4.047) (499) 790.645 (23.783) 30.108 20.186 3.257
Pendapatan (Beban) Lain (5) 42 (163.589) 3.532 (4.962) (5.330) (2.519)
Laba Sebelum Pajak (4.052) (457) 627.056 (20.251) 25.146 14.856 738
Pajak 621 - (202.987) 684 (5.457) (41.857) (181)
Laba (Rugi) Bersih (3.431) (457) 424.069 (19.567) 19.689 (27.001) 557
51
Page 65
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
ISEA.JK ENZO.JK PCAR.JK SKBM.JK CRAB.JK Perseroan
Uraian
2025 2025 2025 2025 2025 2025
Penjualan 564.218 370.003 232.835 3.013.684 455.330 8.966
Beban Pokok Penjualan (452.275) (321.207) (210.079) (2.239.298) (404.303) (7.407)
Laba (Rugi) Kotor 111.943 48.796 22.757 774.385 51.027 1.559
Beban Usaha (88.313) (32.860) (32.475) (633.884) (32.572) (1.903)
Laba (Rugi) Usaha 23.630 15.936 (9.718) 140.501 18.455 (344)
Pendapatan (Beban) Lain (15.639) (15.960) (1.076) (40.301) (110) (1)
Laba Sebelum Pajak 7.992 (24) (10.794) 100.200 18.345 (345)
Pajak (2.724) (523) (358) (28.204) (4.081) (27)
Laba (Rugi) Bersih 5.268 (547) (11.152) 71.996 14.264 (372)
Sumber: Laporan Keuangan Perusahaan Pembanding (data diolah)
4.4 Perbandingan laporan keuangan yang sebanding (common size)
Perseroan bukan merupakan perusahaan terbuka, namun untuk melihat kewajaran
posisi keuangan dan laba rugi, berikut ini disajikan informasi keuangan industri yang
merujuk pada data laporan keuangan beberapa perusahaan sejenis yang terdaftar di
Bursa Saham.
Uraian UDNG.JK AMMS.JK CPRO.JK ASHA.JK DSFI.JK DPUM.JK IKAN.JK
Aset Lancar 26,30% 31,25% 34,71% 34,76% 61,47% 31,97% 78,98%
Aset Tidak Lancar 73,70% 68,75% 65,29% 65,24% 38,53% 68,03% 21,02%
Total Aset 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Liabilitas Jangka Pendek 6,17% 1,62% 33,57% 13,72% 32,20% 12,72% 42,20%
Liabilitas Jangka Panjang 1,64% 0,85% 17,12% 6,41% 7,35% 49,73% 2,27%
Total Liabilitas 7,81% 2,46% 50,69% 20,13% 39,55% 62,45% 44,47%
Ekuitas 92,19% 97,54% 49,31% 79,87% 60,45% 37,55% 55,53%
Total Liabilitas & Ekuitas 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Uraian ISEA.JK ENZO.JK PCAR.JK SKBM.JK CRAB.JK Perseroan
Aset Lancar 72,74% 68,42% 61,48% 60,96% 79,54% 11,09%
Aset Tidak Lancar 27,26% 31,58% 38,52% 39,04% 20,46% 88,91%
Total Aset 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Liabilitas Jangka Pendek 57,65% 50,51% 17,97% 43,19% 35,64% 4,26%
Liabilitas Jangka Panjang 4,75% 3,58% 18,07% 4,79% 5,36% 1,71%
Total Liabilitas 62,40% 54,09% 36,04% 47,98% 41,00% 5,97%
Ekuitas 37,60% 45,91% 63,96% 52,02% 59,00% 94,03%
Total Liabilitas & Ekuitas 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Uraian UDNG.JK AMMS.JK CPRO.JK ASHA.JK DSFI.JK DPUM.JK IKAN.JK
Pendapatan 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
HPP -99,54% 2,96% -48,00% -94,97% -84,67% -69,05% -83,19%
Laba (Rugi) Kotor 0,46% 102,96% 52,00% 5,03% 15,33% 30,95% 16,81%
Beban Usaha -32,26% -96,21% -43,41% -10,33% -10,84% -44,79% -13,33%
Laba (Rugi) Usaha -31,80% 6,75% 8,59% -5,30% 4,49% -13,83% 3,48%
Pendapatan (Beban) Lain-lain -0,33% 21,33% -2,69% 0,40% -0,99% -1,00% -2,27%
Laba (Rugi) Sebelum Pajak -32,13% 28,08% 5,90% -4,90% 3,50% -14,83% 1,21%
Pajak 5,90% -1,19% -1,39% -0,14% -0,71% 0,38% -0,26%
Laba (Rugi) Setelah Pajak -26,24% 26,89% 4,52% -5,04% 2,79% -14,45% 0,94%
52
Page 66
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
Uraian ISEA.JK ENZO.JK PCAR.JK SKBM.JK CRAB.JK Perseroan
Pendapatan 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
HPP -75,91% -89,37% -87,58% -83,70% -88,29% -82,61%
Laba (Rugi) Kotor 24,09% 10,63% 12,42% 16,30% 11,71% 17,39%
Beban Usaha -17,75% -7,98% -11,84% -14,23% -7,72% -21,22%
Laba (Rugi) Usaha 6,34% 2,64% 0,57% 2,07% 3,99% -3,84%
Pendapatan (Beban) Lain-lain -4,86% -2,13% -0,19% -1,38% -0,39% -0,01%
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 1,49% 0,51% 0,39% 0,69% 3,61% -3,85%
Pajak -0,40% -0,21% -0,11% -0,32% -0,82% -0,30%
Laba (Rugi) Setelah Pajak 1,08% 0,30% 0,28% 0,37% 2,78% -4,15%
4.5 Informasi Perpajakan
Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah Republik Indonesia memberlakukan
Undang-Undang No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan yang
secara garis besar memuat Perubahan UU Pajak Penghasilan (“PPh”) dengan
perubahan yaitu penyesuaian kebijakan penurunan tarif PPh Badan yang ditetapkan
pada tarif 22% mulai tahun 2022.
Dengan berlakunya UU ini maka Ketentuan Pasal 5 ayat (1) huruf b Undang-Undang
Nomor 2 Tahun 2020 mengenai penurunan tarif pajak penghasilan wajib pajak badan
dalam negeri dan bentuk usaha tetap sebesar 20% yang mulai berlaku pada tahun
pajak 2022 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
Berdasarkan laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2025, Pajak Penghasilan
Badan Perseroan untuk periode 31 Desember 2025 sebesar Rp26.940.115,-.
4.6 Informasi Kompensasi Pemegang Saham
Sampai dengan tanggal penilaian, tidak ada informasi terkait kompensasi bagi
pemegang saham.
4.7 Informasi Mengenai Asuransi yang Ditanggung oleh Perusahaan untuk Karyawan
Kunci
Sampai dengan tanggal penilaian, tidak ada informasi terkait asuransi yang
ditanggung oleh perusahaan untuk karyawan kunci.
4.8 Analisis dan Pembahasan Manajemen
4.8.1 Keuntungan dan Kerugian Kontrak Usaha
Sampai dengan tanggal penilaian tidak ada informasi terkait keuntungan dan
kerugian kontrak usaha.
53
Page 67
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
4.8.2 Aset dan Liabilitas di Luar Laporan Posisi Keuangan
Sampai dengan tanggal penilaian tidak ada informasi terkait aset dan liabilitas di luar
laporan posisi keuangan.
4.8.3 Hasil Penjualan Produk/Jasa pada Periode Sebelumnya
Hasil penjualan produk sampai dengan tanggal penilaian berasal dari penjualan
udang vanamei. Pendapatan jasa Perseroan selama beroperasional adalah sebagai
berikut.
Tabel 15 Hasil Penjualan pada Periode Sebelumnya (Rp.000)
Uraian 2025 2024 2023 2022 2021
Udang Vanamei 8.965.512 14.105.191 24.930.933 21.865.506 23.388.975
Growth (%) -36,44% -43,42% 14,02% -6,51%
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
4.8.4 Perbandingan Kinerja Saat Ini dengan Kinerja Historis
Berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan, pada posisi keuangan per 31 Desember
2025, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp159,30 miliar, mengalami kenaikan
signifikan sebesar 766,17% dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2024 yang
sebesar Rp18,50 miliar. Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya
uang muka tidak lancar sebesar Rp125,85 miliar. Kemudian dari sisi liabilitas,
Perseroan mencatatkan penurunan sebesar 60,33%, yaitu menjadi Rp9,50 miliar per
31 Desember 2025 dari sebelumnya sebesar Rp23,95 miliar per 31 Desember 2024.
Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh berkurangnya utang lain-lain menjadi
sebesar Rp4,19 miliar. Sementara itu dari sisi ekuitas, Perseroan mencatatkan
kenaikan sebesar 2.793,80%, sehingga jumlah ekuitas berubah dari ekuitas negatif
sebesar Rp5,56 miliar per 31 Desember 2024 menjadi ekuitas positif sebesar
Rp149,79 miliar per 31 Desember 2025. Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh
bertambahnya modal saham menjadi sebesar Rp153,00 miliar dari sebelumnya hanya
Rp5,00. Dari sisi laba rugi, sampai dengan periode 31 Desember 2025, Perseroan
mencatatkan penjualan sebesar Rp8,97 miliar, menurun sebesar Rp5,14 miliar atau
36,44% dibandingkan dengan penjualan tahun 2024 yang sebesar Rp14,11 miliar.
Dengan penjualan tersebut, Perseroan mencatatkan rugi tahun berjalan sebesar
Rp372,10 juta, menurun dibandingkan dengan rugi tahun berjalan tahun 2024 yang
sebesar Rp2,48 miliar.
4.8.5 Perbandingan Kinerja Objek Penilaian dengan Tren Industri Sejenis
Perseroan bukan merupakan perusahaan terbuka, namun untuk melihat kewajaran
kinerja keuangan disajikan informasi keuangan industri yang sebanding merujuk
54
Page 68
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
pada data Laporan Keuangan beberapa perusahaan sejenis yang terdaftar di Bursa
saham. Berdasarkan rasio keuangan tersebut, diketahui rata-rata rasio keuangan
Perseroan masih berada di dalam kisaran beberapa perusahaan pembanding
tersebut. Pada rata-rata rasio rentabilitas khususnya net profit margin tercatat di atas
rasio keuangan pembanding.
Tabel 16 Rata-rata Rasio Keuangan Beberapa Perusahaan Sejenis yang Terdaftar di
Bursa Saham
Uraian UDNG.JK AMMS.JK CPRO.JK ASHA.JK DSFI.JK DPUM.JK IKAN.JK
LIQUIDITY
Current Ratio 872,28% 2292,68% 103,24% 267,46% 193,64% 297,89% 187,83%
Quick Ratio 9607,83% 1547,74% 36,98% 161,45% 79,86% 172,13% 41,41%
Working Capital to Total Assets 20,13% 29,63% 1,14% 21,04% 29,27% 19,24% 36,77%
ACTIVITY (X)
Total Assets Turnover (X) 0,57 0,16 1,31 1,73 1,39 0,69 0,92
Inventory Turnover (X) 20,27 2,50 2,74 23,61 3,81 3,98 2,43
Average Days Inventory (Day) 47,98 153,01 47,53 27,43 96,34 57,94 152,32
Account Receivable Turnover (X) 9,62 4,79 12,14 10,22 6,78 3,17 7,06
Average Collection Period (Day) 84,06 103,75 30,72 39,24 54,89 144,44 58,19
Working Capital Turnover (X) -2,71 0,75 51,15 41,45 4,90 3,68 2,51
SOLVABILITY
Total Debt to Equity Ratio 8,72% 2,53% 103,79% 25,81% 66,05% 171,37% 80,45%
Total Debt to Asset Ratio 7,81% 2,46% 50,69% 20,13% 39,55% 62,45% 44,47%
Long Term Debt to Equity Ratio 1,80% 0,87% 35,75% 8,32% 12,21% 135,73% 4,07%
RENTABILITY
Gross Profit Margin 0,46% 102,96% 52,00% 5,03% 15,33% 30,95% 16,81%
Operating Profit Margin -31,80% 6,75% 8,59% -5,30% 4,49% -13,83% 3,48%
Net Profit Margin -26,24% 26,89% 4,52% -5,04% 2,79% -14,45% 0,94%
Rate of Return on Investment -2,02% 3,26% 5,86% -7,87% 3,90% -5,26% 0,85%
Rate of Return on Equity -2,09% 3,34% 12,03% -9,51% 6,46% -14,07% 1,53%
Uraian ISEA.JK ENZO.JK PCAR.JK SKBM.JK CRAB.JK Perseroan
LIQUIDITY
Current Ratio 126,53% 136,59% 406,54% 141,84% 245,96% 70,55%
Quick Ratio 34,21% 21,29% 301,14% 81,11% 117,27% 3,01%
Working Capital to Total Assets 15,09% 17,92% 43,50% 17,77% 43,90% -69,78%
ACTIVITY (X)
Total Assets Turnover (X) 1,00 1,81 2,27 1,58 1,93 0,74
Inventory Turnover (X) 1,69 4,64 18,81 5,76 4,89 27
Average Days Inventory (Day) 281,24 162,43 24,54 66,26 82,65 49
Account Receivable Turnover (X) 6,39 37,13 6,10 8,04 8,80 43,97
Average Collection Period (Day) 66,48 12,91 60,74 50,52 43,22 16
Working Capital Turnover (X) 9,69 9,91 5,31 9,13 5,02 (0,72)
SOLVABILITY
Total Debt to Equity Ratio 168,88% 121,00% 57,02% 93,48% 78,05% -696,11%
55
Page 69
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
Uraian ISEA.JK ENZO.JK PCAR.JK SKBM.JK CRAB.JK Perseroan
Total Debt to Asset Ratio 62,40% 54,09% 36,04% 47,98% 41,00% 94,26%
Long Term Debt to Equity Ratio 12,81% 7,53% 28,22% 9,25% 10,65% -7,13%
RENTABILITY
Gross Profit Margin 24,09% 10,63% 12,42% 16,30% 12,46% 12,57%
Operating Profit Margin 6,34% 2,64% 0,57% 2,07% 4,26% -4,70%
Net Profit Margin 1,08% 0,30% 0,28% 0,37% 2,99% -4,99%
Rate of Return on Investment 1,19% 0,87% 0,65% 0,89% 5,28% -3,38%
Rate of Return on Equity 3,21% 1,67% 1,27% 1,93% 8,56% 13,70%
Sumber: Laporan Keuangan Perusahaan Sejenis
56
Page 70
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
5 PENDEKATAN DAN METODE PENILAIAN
5.1 Pendekatan Penilaian yang Umum Digunakan
Untuk penilaian usaha, prosedur penilaian dilaksanakan dengan mengaplikasikan
pendekatan dan metode penilaian usaha yang berlaku umum dalam penilaian
perusahaan atau sekuritas sesuai dengan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020, Surat
Edaran OJK No. 17/SEOJK.004/2020 dan Standar Penilaian Indonesia (SPI). Berikut
adalah pendekatan penilaian usaha yang umum digunakan:
a. Pendekatan Berbasis Pasar
Pendekatan Berbasis Pasar (Market Based Approach) adalah Pendekatan Penilaian
dengan cara membandingkan Objek Penilaian dengan Objek lain yang sebanding
dan sejenis serta telah memiliki harga jual (Peraturan OJK No.35/POJK.04/2020
dan Surat Edaran OJK No.17/SEOJK.004/2020).
Pendekatan Berbasis Pasar dilakukan dengan membandingkan badan usaha yang
dinilai dengan badan usaha lainnya, hak kepemilikan perusahaan atau saham yang
sejenis yang dijual di pasar terbuka. Perusahaan yang dibandingkan seharusnya
berasal dari industri yang sama atau sejenis dan bereaksi sama terhadap
perubahan berbagai variabel ekonomi. Sumber data yang umum didapatkan
termasuk pasar akuisisi di mana seluruh perusahaan diperjualbelikan, transaksi
terdahulu atas kepemilikan perusahaan dan pasar saham publik di mana hak
kepemilikan dari badan usaha sejenis diperdagangkan. (SPI 2018-KPUP-4.8.a)
b. Pendekatan Berbasis Pendapatan
Pendekatan Berbasis Pendapatan (Income Based Approach) adalah Pendekatan
Penilaian dengan cara mengkonversi manfaat ekonomis atau pendapatan yang
diperkirakan akan dihasilkan oleh Objek Penilaian dengan tingkat diskonto
tertentu (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 dan Surat Edaran OJK
No. 17/SEOJK.004/2020).
Pendekatan Berbasis Pendapatan dilakukan dengan memperhitungkan nilai kini
dari pendapatan atau keuntungan yang diantisipasikan di masa depan, yang
meliputi tingkat pertumbuhan dan waktu yang diharapkan, risiko yang terkait dan
nilai uang terhadap waktu (time value of money). Pendapatan dikonversi menjadi
indikasi nilai melalui metode kapitalisasi langsung dari tingkat pendapatan yang
dianggap mewakili, atau analisis DCF, atau metode dividen, di mana penerimaan
kas diestimasikan terjadi secara berurutan di masa depan dan dikonversikan
menjadi nilai kini melalui penerapan tingkat diskonto. (SPI 2018-KPUP-4.8.b)
57
Page 71
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
c. Pendekatan Berbasis Aset
Pendekatan Berbasis Aset (Assets Based Approach) adalah Pendekatan Penilaian
berdasarkan laporan keuangan historis Objek Penilaian yang telah diaudit, dengan
cara menyesuaikan seluruh aset dan kewajiban menjadi Nilai Pasar sesuai dengan
Premis Nilai yang digunakan dalam Penilaian Usaha. (Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 dan Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.004/2020)
Pendekatan Berbasis Aset dilakukan dengan menyesuaikan laporan posisi
keuangan perusahaan yang melaporkan seluruh aset baik berwujud maupun tidak
berwujud dan seluruh liabilitas pada Nilai Pasarnya, atau nilai yang dicatatkan
(carrying amount) yang dianggap wajar. Jika pendekatan berbasis aset digunakan
untuk menilai badan usaha operasional yang dinilai berdasarkan asumsi bisnis
yang berjalan (going concern), maka estimasi nilai yang diberikan seharusnya juga
mempertimbangkan perkiraan nilai dari pendekatan lainnya. (SPI 2018-KPUP-
4.8.c)
5.2 Pertimbangan Pendekatan Penilaian dan Metode Penilaian
Kami telah mempertimbangkan Pendekatan Penilaian dan Metode Penilaian
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 yang terinci
sebagai berikut:
- Pada Pendekatan Berbasis Pendapatan, Perseroan telah menyusun proyeksi
keuangan untuk lima tahun mendatang.
- Pada Pendekatan Berbasis Aset, Perseroan memiliki aset tetap dengan nilai yang
signifikan dan kegiatan operasionalnya bergantung pada aset tetap.
- Pada Pendekatan Berbasis Pasar, aset dan pendapatan Perseroan masih jauh lebih
kecil dibandingkan perusahaan terbuka lainnya dalam industri yang sama,
sehingga tidak terdapat perusahaan pembanding yang memiliki kriteria aset dan
pendapatan yang setara dengan Perseroan.
Dengan mempertimbangkan ketiga kondisi tersebut dan data yang tersedia, serta
dalam rangka pemenuhan POJK 35 dan SEOJK 17 bahwa pendekatan yang digunakan
adalah minimal 2 (dua) pendekatan, maka Penilai menggunakan dua pendekatan yang
paling memungkinkan untuk menghasilkan hasil penilaian yang handal dan objektif,
yaitu Pendekatan Berbasis Pendapatan dan Pendekatan Berbasis Aset.
Dasar pemilihan pendekatan dan metode penilaian telah merujuk kepada ketentuan
yang diatur dalam POJK No. 35/POJK.04/2020, serta mempertimbangkan
karakteristik dan kondisi objek penilaian seperti sebagai berikut:
58
Page 72
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
- Dasar pemilihan pendekatan berbasis pendapatan adalah karena kami melihat
bahwa terdapat manfaat ekonomis/pendapatan yang diperkirakan akan dihasilkan
oleh objek penilaian. Pada pendekatan berbasis pendapatan, kami menggunakan
metode DCF. Dasar pemilihan metode DCF adalah kami telah memperoleh
business plan dan proyeksi keuangan dari pihak manajemen objek penilaian.
- Dasar pemilihan pendekatan berbasis aset adalah karena objek penilaian memiliki
aset tetap dengan nilai yang signifikan dan kegiatan operasionalnya bergantung
pada aset tetap. Pada pendekatan berbasis aset kami menggunakan metode ABV.
Dasar pemilihan metode ABV adalah karena Perseroan memiliki laporan penilaian
aset yang dapat diaplikasikan pada pendekatan berbasis aset.
5.3 Penggunaan Pendekatan Penilaian dan Alasan Penggunaannya
Pendekatan pertama yang kami gunakan dalam penetapan Nilai Pasar adalah
Pendekatan Berbasis Pendapatan (Income Based Approach) dengan metode
Discounted Cash Flow (DCF). Alasan digunakannya Pendekatan Berbasis Pendapatan
adalah karena Perseroan adalah perusahaan yang diidentifikasi memiliki arus
keuntungan di masa yang akan datang dari kegiatan usahanya.
Pendekatan kedua yang kami gunakan dalam penetapan Nilai Pasar adalah
Pendekatan Berbasis Aset (Assets Based Approach) dengan metode Adjusted Book
Value (ABV). Alasan digunakannya Pendekatan Berbasis Aset adalah karena Perseroan
memiliki aset tetap dengan nilai yang signifikan dan kegiatan operasionalnya
bergantung pada aset tetap.
59
Page 73
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
6 PERHITUNGAN INDIKASI NILAI
6.1 Penilaian menggunakan Metode Discounted Cash Flow
6.1.1 Arus Kas untuk Metode Discounted Cash Flow
Untuk penilaian dengan menggunakan metode DCF, terdapat 3 (tiga) pilihan arus kas
untuk didiskonto yaitu dividen, arus kas bersih untuk ekuitas, dan arus kas bersih
untuk perusahaan. Dalam penilaian ini, Arus Kas Bersih (AKB) yang akan digunakan
sebagai economic income yang didiskonto untuk dijadikan indikasi nilai bisnis adalah
AKB untuk perusahaan (Free Cash Flow to Firm).
Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari kewajiban
penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk
mempertahankan operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan untuk
penggantian (reserve for replacement), modal kerja, dan untuk pertumbuhan melalui
penyediaan dana tambahan pengeluaran barang modal, yang dihitung sebagai
berikut:
EAT
+ Depresiasi/Amortisasi
+ Interest, I(1-t)
- Changes in Net Fixed Assets
- Changes in Working Capital
= Arus Kas Bersih untuk Perusahaan (Free Cash Flow to Firm)
6.1.2 Penetapan Tingkat Diskonto
Faktor diskonto yang digunakan adalah Weighted Average Cost of Capital (WACC)
yang dihitung dengan rumus sebagai berikut.
WACC = (Kd*(1-t)* % Debt) + (Ke* % Equity)
Keterangan
WACC : Weighted average cost of capital (tingkat biaya tertimbang atas modal)
Kd : Cost of debt (tingkat bunga hutang perusahaan)
Ke : The required rate of return (biaya ekuitas)
T : Tax rate (tarif pajak)
% Debt : Proportion of Debt in the Capital structure (proporsi hutang dalam
struktur kapital)
% : Proportion of Equity in the Capital structure (proporsi ekuitas dalam
Equity struktur kapital)
60
Page 74
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
Berikut adalah asumsi yang digunakan untuk mengestimasi tingkat diskonto yang
akan digunakan dalam Penilaian.
Cost of Debt (tingkat biaya hutang)
Tingkat biaya hutang (Cost of Debt) diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-
faktor sebagai berikut:
• Rata-rata tertimbang tingkat suku bunga efektif atas dana pinjaman investasi yang
akan digunakan yaitu sebesar 8,59%.
• Tingkat pajak yang digunakan adalah sebesar 22,00% berdasarkan tingkat pajak
korporasi di Indonesia (Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 - PPh Badan).
Dengan pertimbangan faktor-faktor tersebut, maka tingkat biaya hutang (Cost of
Debt) yang diaplikasikan dalam laporan ini adalah sebagai berikut:
Kd = i x (1-T)
Kd = 8,59% x (1-22,00%) = 6,70%
Cost of Equity (Biaya Modal untuk Ekuitas)
Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan Model CAPM
(Capital Asset Pricing Model). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah
bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari sekuritas
saham, dengan formula sebagai berikut:
Ke = Rf + (Rm – Rf) β + Rs
Ke = Rf + (Rp x β) + Rs
Keterangan
Rf : tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
Rm : tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
Rp : market risk premium untuk pasar ekuitas secara keseluruhan
β : ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif
dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan
pengembalian portofolio pasar
Rs : tingkat kembalian tambahan spesifik untuk Perusahaan
Tingkat biaya modal untuk ekuitas diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-
faktor sebagai berikut:
Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang
dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia, instrumen
61
Page 75
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Surat Utang Negara (most active
government bond).
Tabel 17 Surat Utang Negara
Bond Maturity Yield (%)
FR0108 15-Apr-36 6,1097%
FR0106 15-Aug-40 6,4290%
FR0107 15-Aug-45 6,5390%
FR0102 15-Jul-54 6,7094%
FR0105 15-Jul-64 6,7535%
Average 6,5081%
Sumber: Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian
Keuangan, 16 Desember 2025
Dari data di atas, rata-rata yield adalah sebesar 6,51%. Angka tersebut akan
digunakan sebagai tingkat kembalian bebas risiko (Rf).
Rp (Market Risk Premium - MRP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas
risiko dengan tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas.
Premi risiko pasar (Rm-Rf) atau MRP ditentukan dengan mempertimbangkan kondisi
pasar modal Indonesia sebagai pasar modal yang emerging. Berdasarkan penelitian
yang dilakukan Aswath Damodaran per Juli 2024, diprediksi market risk premium
adalah sebesar 6,69%.
Beta (β), adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.
Untuk memperoleh faktor Beta yang sesuai dan akan digunakan dalam perhitungan
Nilai Pasar, kami menggunakan beta pembanding berdasarkan penelitian yang
dilakukan Aswath Damodaran dalam industri Food Processing per Januari 2025 yaitu
rata-rata sebesar 0,72.
Rs (Specific Company Risk Premium). Sebagian dari risiko yang dihadapi oleh
Indonesia telah tercermin dalam perhitungan equity risk premium namun belum
mencerminkan risiko yang berkaitan dengan karakteristik spesifik yang dimiliki oleh
suatu perusahaan. Melihat kondisi saat ini dan rencana usaha yang diproyeksikan
oleh Perseroan, maka kami berpendapat tidak perlu ditambahkan adanya premi
risiko.
Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas Perseroan adalah:
62
Page 76
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
Tabel 18 Biaya Modal untuk Ekuitas
Keterangan Biaya Modal untuk Ekuitas
Biaya Modal untuk Ekuitas
a. Risk Free Rate (Rf) 6,51%
b. Risk Premium Ekuitas (Rm) 6,69%
c. β (Beta) 0,72
d. Specific Risk 0,00%
Biaya Modal untuk Ekuitas-CAPM 11,33%
Credit Default Spread 1,62%
Biaya Modal untuk Ekuitas 9,71%
Sumber: Proyeksi Keuangan
Pada formulasi di atas, yield tingkat bunga bebas risiko sebenarnya telah
memperhatikan semua risiko pasar, sehingga dalam perhitungan tingkat diskonto
yang berlaku di Indonesia, yield tersebut harus dikoreksi dengan credit default spread
sebesar 1,62%, sehingga biaya modal ekuitas yang diterapkan dalam penilaian
Perseroan menjadi 9,71%.
Berdasarkan asumsi tersebut, besarnya WACC yang kami gunakan sebagai tingkat
diskonto dalam penilaian Perseroan adalah sebesar 8,88% seperti pada tabel berikut:
Tabel 19 Weighted Average Cost of Capital
Jenis Modal Biaya Modal Bobot Tertimbang
Cost of Debt ( Kd = i x (1-T)) 6,70% 27,54% 1,85%
Cost of Equity ( Ke = Rf + ( Rm-Rf ) * Beta 9,71% 72,46% 7,04%
Weighted Average Cost of Capital (WACC) 8,88%
Sumber: Proyeksi Keuangan
6.1.3 Terminal Value
Sesuai dengan Peraturan OJK mengenai proyeksi pendapatan ekonomis, bahwa
periode proyeksi pendapatan ekonomis wajib dilakukan dalam jangka waktu paling
singkat 5 (lima) tahun ke depan, atau disesuaikan dengan sisa umur dari fasilitas
produksi utama objek Penilaian.
Untuk melakukan Penilaian suatu bisnis dengan premis Kelangsungan Usaha dimana
terdapat proyeksi untuk periode waktu tetap dan periode waktu kekal, Penilai Bisnis
perlu menghitung Nilai Terminal (Terminal Value). Terminal Value merupakan nilai
dari free cash flow suatu perusahaan selama suatu akhir periode waktu tertentu
sampai waktu tak terhingga, berdasarkan asumsi suatu perusahaan akan going
concern. Nilai Terminal Value suatu perusahaan dipengaruhi oleh asumsi tingkat
pertumbuhan perusahaan terkait untuk waktu yang tak terhingga.
63
Page 77
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
Kami menggunakan periode waktu kekal yang dimulai dari satu tahun setelah periode
waktu tetap sampai dengan seterusnya. Hal ini dikarenakan tidak terdapat informasi
atas sisa umur dari fasilitas operasional utama, sehingga kami menerapkan adanya
terminal value. Dalam penilaian ini, tingkat pertumbuhan untuk terminal value yang
digunakan adalah sebesar 3,00%, yang ditentukan berdasarkan data target inflasi
tahun 2025 dari Bank Indonesia yang menargetkan sebesar 2,5+1%.
6.1.4 Kelebihan Kas
Pada saat penilaian dilaksanakan dan berdasarkan laporan keuangan Perseroan per
31 Desember 2025, diperoleh informasi atas kelebihan kas dan setara kas yang dapat
menambah nilai Perseroan. Kelebihan kas dan setara kas yang tersedia mencapai
Rp44.416.098,-.
6.1.5 Aset Non Operasional
Pada saat penilaian dilaksanakan dan berdasarkan laporan keuangan Perseroan per
31 Desember 2025, tidak diperoleh informasi adanya aset non operasional lain yang
dapat menambah nilai Perseroan.
6.1.6 Hutang Berbunga (Interest Bearing Debt)
Pada saat penilaian dilaksanakan dan berdasarkan laporan keuangan Perseroan per
31 Desember 2025, tidak diperoleh informasi adanya utang berbunga (Interest
Bearing Debt) yang dapat mengurangi nilai Perseroan.
6.1.7 Indikasi Nilai Saham dengan Metode Discounted Cash Flow
Berikut indikasi nilai saham Perseroan pada 31 Desember 2025 dengan metode DCF:
Tabel 20 Perhitungan Saham Metode Discounted Cash Flow (Rp.000)
2026 2027 2028 2029 2030
Description
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
CASH IN FLOW
EAT 260.728 4.939.853 10.969.438 20.954.134 31.065.208
Depreciation 1.880.753 1.987.283 2.389.697 2.804.111 3.468.075
Interest, I(1-t) - - - - -
Sub Total 2.141.481 6.927.136 13.359.135 23.758.245 34.533.283
CASH OUT FLOW
Change in Net Fixed Assets (1.307.113) (7.307.113) (7.547.113) (14.027.113) (14.027.113)
+/- in Working Capital (156.569) 338.004 (297.824) (63.510) (626.890)
Sub Total (1.463.682) (6.969.109) (7.844.937) (14.090.623) (14.654.003)
FREE CASH FLOW 677.799 (41.974) 5.514.199 9.667.622 19.879.280
Terminal value growth (3,00%) - - - - 347.997.558
Discount Factor (8,88%) 0,9184 0,8435 0,7747 0,7115 0,6534
64
Page 78
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
2026 2027 2028 2029 2030
Description
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
DISCOUNTED FREE CASH FLOW 622.497 (35.404) 4.271.614 6.878.057 240.372.664
OPERATING VALUE 252.109.428
Non-Operating Assets -
Cash 44.416
CORPORATE VALUE 252.153.844
Interest Bearing Debt -
Other Debt -
EQUITY VALUE 252.153.844
Indication of 100,00% Shares 252.153.844
Discount for Lack of Control -
252.153.844
Discount for Lack of Marketability (75.646.153)
Market Value of 100,00% Shares 176.507.691
Market Value of 100,00% Shares (Rounded) 176.508.000
Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, Nilai Pasar 100,00% saham Perseroan pada
tanggal 31 Desember 2025 dengan menggunakan metode DCF adalah sebesar
Rp176.508.000.000,- (Seratus Tujuh Puluh Enam Miliar Lima Ratus Delapan Juta
Rupiah).
6.2 Penilaian menggunakan Metode Adjusted Book Value (ABV)
Metode Adjusted Book Value (ABV) atau Penyesuaian Aset Bersih (PAB) merupakan
salah satu metode yang digunakan untuk menilai saham objek penilaian berdasarkan
nilai buku yang disesuaikan. Komponen penting dalam metode ABV dirinci sebagai
berikut.
1. Penyesuaian terhadap aset lancar wajib dilakukan sesuai dengan sifat aset lancar
tersebut;
2. Penilaian atas aset tetap berwujud (fixed tangible assets) wajib dilakukan sesuai
dengan metode yang berlaku dalam Penilaian sesuai dengan Premis Nilai yang
ditetapkan;
3. Identifikasi dan penilaian aset takberwujud dengan mempertimbangkan manfaat
ekonomi yang dihasilkan oleh aset takberwujud tersebut;
4. Utang atau liabilitas dinilai sesuai dengan nilai yang tercantum dalam laporan
posisi keuangan, kecuali terdapat faktor lain yang mempengaruhi; dan
5. Surat utang dinilai atas dasar Nilai Pasar.
Pada Penilaian saham perusahaan dengan metode PAB, kami telah
mempertimbangkan kesesuaian penggunaan metode ini sesuai dengan POJK No.
35/POJK.04/2020, Pasal 59, dalam hal ini Perseroan telah memiliki hasil Penilaian
atas aset tetap berwujud dari Penilai Properti. Selain itu, sebelum melakukan
penyesuaian atas semua pos yang terdaftar dalam posisi keuangan, kami terlebih
65
Page 79
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
dahulu melakukan identifikasi terhadap adanya Aset Lancar, Aset Tetap Berwujud,
dan Aset Takberwujud.
6.2.1 Penilaian Aset Tetap Berwujud (Fixed Tangible Assets)
Dalam penilaian ini, kami mengidentifikasi adanya aset tetap berwujud yang dimiliki
maupun tercatat dalam Laporan Posisi Keuangan Perseroan, sehingga dilakukan
penyesuaian nilai buku aset tetap untuk pengembangan menjadi nilai pasar.
Berdasarkan Laporan Penilaian Properti per tanggal penilaian 31 Desember 2025
No. 00118/2.0053-00/PI/01/0506/1/II/2026, tanggal 25 Februari 2026, dari KJPP
Edi Andesta dan Rekan, diperoleh Nilai Pasar Aset Perseroan adalah sebesar
Rp28.042.362.000,- (Dua Puluh Delapan Miliar Empat Puluh Dua Juta Tiga Ratus
Enam Puluh Dua Ribu Rupiah).
Tabel 21 Ringkasan Hasil Penilaian Aset
No. Uraian Nilai Pasar (Rp)
1. Mesin-Mesin 1.663.839.000
2. Pompa A 19.267.000
3. Kendaraan Radju 1.132.120.000
4. Panel Trafo & Gardu PLN 45.626.000
5. Peralatan Kantor 23.387.000
6. Peralatan Kecil 16.533.000
7. Peralatan Laboratorium 24.831.000
8. Peralatan Mess 13.881.000
9. Infrastruktur Tambak 8.318.000.000
10. Bangunan Tetap 1.943.534.000
11. Tanah (Perolehan) 14.841.344.000
Total 28.042.362.000
Sumber: Laporan Penilaian Properti oleh KJPP Edi Andesta dan Rekan
6.2.2 Identifikasi atas Aset Takberwujud Perseroan
Dalam penilaian ini, kami tidak mengidentifikasi adanya aset takberwujud yang
melekat pada kegiatan usaha yang dijalankan oleh Perseroan yaitu, sehingga kami
tidak melakukan penilaian atas aset takberwujud dalam penilaian ini.
6.2.3 Penyesuaian Posisi Keuangan
Penyesuaian posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2025 disajikan sebagai
berikut.
66
Page 80
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
Tabel 22 Penyesuaian Posisi Keuangan Perseroan Periode 31 Desember 2025
(Rp.000)
31 Des 2025 Economic
Description Adjustment
Audited Value
ASET
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 44.416 0 44.416
Piutang Usaha 122.649 0 122.649
Piutang Lain-lain 15.499.300 0 15.499.300
Persediaan 1.929.262 0 1.929.262
Sewa Dibayar Dimuka 0 0 0
Uang muka dan biaya dibayar di muka 888 0 888
Pajak dibayar di muka 61.619 0 61.619
Aset lancar lainnya 0 0 0
Total Aset Lancar 17.658.135 0 17.658.135
Aset Tidak Lancar
Uang Muka Tidak Lancar 125.853.803 0 125.853.803
Aset Tetap
Harga Perolehan 28.072.455 12.257.436 28.042.362
Akumulasi Depresiasi (12.287.529)
Nilai Buku 15.784.926 12.257.436 28.042.362
Total Aset Tidak Lancar 141.638.729 12.257.436 153.896.165
TOTAL ASET 159.296.864 12.257.436 171.554.300
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Lancar
Utang Usaha 2.458.703 0 2.458.703
Utang lain-lain 4.191.609 0 4.191.609
Beban masih harus dibayar 39.926 0 39.926
Utang pajak 55.186 0 55.186
Bagian liabilitas jangka panjang jatuh
tempo satu tahun:
Utang pembiayaan konsumen 35.006 0 35.006
Total Liabilitas Lancar 6.780.431 0 6.780.431
Liabilitas Tidak Lancar
Bagian liabilitas jangka panjang
setelah dikurangi yang jatuh tempo
satu tahun:
Liabilitas pajak tangguhan 2.072.256 0 2.072.256
Liabilitas imbalan kerja 649.858 0 649.858
Total Liabilitas Tidak Lancar 2.722.114 0 2.722.114
Total Liabilitas 9.502.545 0 9.502.545
67
Page 81
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
31 Des 2025 Economic
Description Adjustment
Audited Value
Ekuitas
Modal Disetor 153.000.000 0 153.000.000
Surplus Revaluasi 7.685.353 0 7.685.353
Saldo Laba (Rugi) (10.891.035) 0 (10.891.035)
Adjustment 0 12.257.436 12.257.436
Total Ekuitas 149.794.319 12.257.436 162.051.755
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 159.296.864 12.257.436 171.554.300
Penjelasan atas Penyesuaian Posisi Keuangan
Aset Lancar
Total aset lancar Perseroan per 31 Desember 2025 tercatat sebesar
Rp17.658.135.000,- dan tidak terjadi penyesuaian nilai buku, sehingga nilai tersebut
merupakan face value.
Aset Tidak Lancar
Nilai buku aset tetap Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebesar
Rp15.784.926.000,-. Setelah dilakukan penyesuaian melalui Penilaian Aset Tetap
oleh KJPP Edi Andesta dan Rekan, diperoleh penyesuaian nilai pasar aset tetap sebesar
Rp12.257.436.000,- menjadi sebesar Rp28.042.362.000,-.
Setelah diakumulasi, nilai buku aset tidak lancar per 31 Desember 2025 adalah
sebesar Rp141.638.729.000,-. Terdapat penyesuaian sebesar Rp12.257.436.000,-
pada aset tetap, sehingga nilai pasar aset tidak lancar menjadi sebesar
Rp153.896.165.000,-.
Liabilitas Lancar
Total liabilitas lancar Perseroan per 31 Desember 2025 tercatat sebesar
Rp6.780.431.000,- dan tidak terjadi penyesuaian nilai buku, sehingga nilai tersebut
merupakan face value.
Liabilitas Tidak Lancar
Total liabilitas tidak lancar Perseroan per 31 Desember 2025 tercatat sebesar
Rp2.722.114.000,- dan tidak terjadi penyesuaian nilai buku, sehingga nilai tersebut
merupakan face value.
Ekuitas
Total ekuitas Perseroan per 31 Desember 2025 tercatat sebesar
Rp149.794.319.000,-. Terdapat penyesuaian nilai ekuitas sebesar
Rp12.257.436.000,-, sehingga nilai pasar ekuitas Perseroan menjadi sebesar
68
Page 82
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
Rp162.051.755.000,-. Penyesuaian nilai buku ekuitas didasari atas penyesuaian aset
tetap yang merupakan hasil penilaian dari Penilai Properti, sehingga terakumulasi
sebagai hasil revaluasi nilai pasar ekuitas.
6.2.3.1 Indikasi Nilai Saham Perseroan dengan Metode ABV
Berdasarkan hasil analisis dan penyesuaian yang dilakukan, indikasi Nilai Pasar
100,00% Saham Perseroan disajikan pada tabel berikut.
Tabel 23 Indikasi Nilai Saham dengan Metode ABV
Keterangan Nilai Pasar (Rp.000)
Nilai Ekuitas 162.051.755
Indikasi Nilai 100,00% Saham 162.051.755
Discount For Lack of Control (0,00%) -
Indikasi Nilai Ekuitas 162.051.755
Discount For Lack of Marketability (30,00%) (48.615.526)
Nilai Pasar 100,00% Saham 113.436.228
Nilai Pasar 100,00% Saham (Pembulatan) 113.436.000
Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, Indikasi Nilai Pasar 100,00% saham
Perseroan pada tanggal 31 Desember 2025 dengan menggunakan metode ABV
adalah sebesar Rp113.436.000.000,- (Seratus Tiga Belas Miliar Empat Ratus Tiga
Puluh Enam Juta Rupiah).
69
Page 83
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
7 DISKON DAN PREMI
7.1 Diskon dan Premi yang Digunakan
Merujuk pada Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020, Dalam hal Perseroan bukan
merupakan perusahaan terbuka maka Discount for Lack of Marketability (DLOM) bagi
pemegang saham mayoritas adalah antara 20% (dua puluh persen) sampai 40% (empat
puluh persen). Sedangkan, Premi Pengendalian (Premium for Control - CP) atau
Discount for Lack of Control (DLOC) bagi pemegang saham minoritas adalah antara
30% (tiga puluh persen) sampai 70% (tujuh puluh persen).
Dalam penilaian saham Perseroan, mengingat objek penilaian merupakan saham
mayoritas sebesar 100,00% saham Perseroan, sehingga untuk menghasilkan nilai
pasar kami tidak mengimplementasikan DLOC. Sedangkan untuk penyesuaian
terhadap kondisi ketidakmampuan untuk dipasarkan secara cepat maka diterapkan
DLOM sebesar 30,00%.
7.2 Pertimbangan Penetapan Diskon dan Premi
Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam menetapkan jumlah atau persentase
diskon diantaranya:
- Berdasarkan informasi dari manajemen bahwa transaksi akuisisi ini mencapai
100,00% saham Perseroan yang merupakan kepemilikan mayoritas; dan
- Ketidakmampuan perusahaan untuk dipasarkan secara cepat.
7.3 Nilai Setelah Diskon dan Premi
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, berikut adalah indikasi Nilai Pasar yang
dihasilkan:
Tabel 24 Indikasi Nilai Saham Metode Discounted Cash Flow
Nilai Pasar
Keterangan
(Rp.000)
Nilai Ekuitas 252.153.844
Indikasi Nilai 100,00% Saham 252.153.844
Discount for Lack of Control (0,00%) -
Indikasi Nilai Saham 252.153.844
Discount for Lack of Marketability (30,00%) (75.646.153)
Nilai Pasar 100,00% Saham 176.507.691
Nilai Pasar 100,00% Saham (Pembulatan) 176.508.000
70
Page 84
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
Tabel 25 Indikasi Nilai Saham Perseroan dengan Metode ABV
Keterangan Nilai Pasar (Rp.000)
Nilai Ekuitas 162.051.755
Indikasi Nilai 100,00% Saham 162.051.755
Discount For Lack of Control (0,00%) -
Indikasi Nilai Saham 162.051.755
Discount For Lack of Marketability (30,00%) (48.615.526)
Nilai Pasar 100,00% Saham 113.436.228
Nilai Pasar 100,00% Saham (Pembulatan) 113.436.000
71
Page 85
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
8 REKONSILIASI DAN KESIMPULAN NILAI
8.1 Rekonsiliasi Nilai
Nilai yang dihasilkan dari pendekatan berbasis pendapatan dengan metode DCF dan
pendekatan berbasis aset dengan metode ABV dibobotkan dengan komposisi
60% : 40%. Pertimbangan yang mendasari komposisi rekonsiliasi adalah:
• Perseroan saat ini sedang beroperasi secara normal dan going concern, yang
ditunjukkan dengan adanya rencana penjualan atau business plan, dan tetap
berupaya di masa yang akan datang untuk menghasilkan laba operasi, serta tetap
konsisten dimana perusahaan akan berjalan terus walaupun terjadi pergantian
pada pemilik atau manajemen perusahaan sehingga pendekatan berbasis
pendapatan dengan metode DCF kami gunakan sebagai pendekatan utama;
• Dengan melihat kondisi seperti diuraikan di atas kami menggunakan pendekatan
berbasis aset dengan metode ABV sebagai pendekatan yang kedua.
Nilai Pasar saham Perseroan hasil pembobotan per 31 Desember 2025 atas 100,00%
Saham adalah sebagai berikut.
Tabel 26 Rekonsiliasi Nilai Pasar Saham Perseroan (Rp.000)
Indikasi Nilai Hasil Penilaian Nilai
Rekonsiliasi DLOM Komposisi
(Rp.000) (Rp.000) (Rp.000)
1 DCF 252.153.844 30,00% 176.507.691 60,00% 105.904.615
2 ABV 162.051.755 30,00% 113.436.228 40,00% 45.374.491
MARKET VALUE OF 100,00% SHARES 151.279.106
MARKET VALUE OF 100,00% SHARES (ROUNDED) 151.279.000
Nilai Pasar 100,00% saham Perseroan pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar
Rp151.279.000.000,- (Seratus Lima Puluh Satu Miliar Dua Ratus Tujuh Puluh
Sembilan Juta Rupiah).
8.2 Kesimpulan Nilai
Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek
yang terkait dalam rangka menentukan Nilai Pasar 100,00% saham Perseroan, maka
kami berpendapat bahwa Nilai Pasar 100,00% saham Perseroan pada tanggal 31
Desember 2025 adalah sebesar Rp151.279.000.000,- (Seratus Lima Puluh Satu Miliar
Dua Ratus Tujuh Puluh Sembilan Juta Rupiah).
72
Page 86
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
9 VARIABEL LAIN YANG DAPAT MEMPENGARUHI NILAI
Kami tidak melihat adanya data dan informasi tentang variabel lain yang dapat
mempengaruhi nilai saham yang dihitung sampai dengan tanggal laporan ini
dikeluarkan.
73
Page 87
Laporan Penilaian Saham
PT Radja Udang Malingping
10 INFORMASI KUALIFIKASI DAN KEAHLIAN PENILAI
Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan
berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 1498/KM.1/2012, tanggal
28 Desember 2012, dengan nama Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang dan Rekan
dengan Izin KJPP No. 2.12.0113.
Penilai Usaha yang menandatangani laporan penilaian usaha ini merupakan Penilai
Usaha bersertifikat MAPPI dengan perizinan sebagai berikut:
MAPPI : No. 09-S-02341
Izin Penilai Publik : No. B-1.12.00340
Klasifikasi izin : Penilaian Bisnis
Register : No. RMK-2017.00303
Terdaftar OJK : No. KEP-282/KS.13/2026
74
Page 88
LAMPIRAN PROYEKSI KEUANGAN
Page 89
PT RADJA UDANG MALINGPING
PENILAIAN SAHAM PERUSAHAAN
ASUMSI Lampiran 1
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2030
31-Dec 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
Jumlah Hari Dalam Setahun Hari 365 365 365 365 365 365
Jumlah Hari Operasional Hari 365 365 365 365 365 365
Jumlah Bulan Operasional Dalam Setahun Bulan 12 12 12 12 12 12
A. STRUKTUR PENDAPATAN
Luas Kolam Ha 12,10 14,20 16,30 20,60 24,90
Produktivitas Target Kg/Ha 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000
Produktivitas Tercapai 35,00% 50,00% 65,00% 80,00% 85,00%
Produktivitas Tercapai Kg/Ha 10.500 15.000 19.500 24.000 25.500
Siklus per Tahun 2,50 2,50 2,50 2,50 2,50
Harga Jual Rp/Kg 57.500 60.500 63.500 64.000 67.000
Kenaikan
Harga Jual Growth 5,22% 4,96% 0,79% 4,69%
B. STRUKTUR BIAYA
BEBAN POKOK PENJUALAN
Biaya Benur
Luas Kolam Ha 12,10 14,20 16,30 20,60 24,90
Density/M2 Ekor 150 160 160 160 160
Harga / ekor Rp/Ekor 53 55 57 59 61
Siklus per Tahun 2,50 2,50 2,50 2,50 2,50
Biaya Pakan
Luas Kolam Ha 12,10 14,20 16,30 20,60 24,90
Density/Ha Kg 11.093 18.923 25.165 31.320 33.278
Harga / ekor Rp/Kg 15.200 16.000 16.500 17.000 17.500
Siklus per Tahun 2,50 2,50 2,50 2,50 2,50
Biaya Obat obatan & Vitamin
Luas Kolam Ha 12,10 14,20 16,30 20,60 24,90
Density/Ha Kg 9.000 15.000 19.500 24.000 25.500
Harga / ekor Rp/Kg 5.000 5.500 5.775 6.064 6.367
Siklus per Tahun 2,50 2,50 2,50 2,50 2,50
Kenaikan
Biaya Benur Growth 3,77% 3,64% 3,51% 3,39%
Biaya Pakan Growth 5,26% 3,13% 3,03% 2,94%
Biaya Obat obatan & Vitamin Growth 10,00% 5,00% 5,00% 5,00%
Biaya Produksi Tambak
Biaya Gaji & Tunjangan Tambak Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya THR Tambak Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Komisi Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Upah Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Pengobatan Tambak Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Transportasi Tambak Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Listrik (PLN) Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya BBM Lokasi (Solar, Bensin Dll) Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Service Kendaraan Tambak Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Perlengkapan Kerja Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Pemeliharaan Tambak Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Lab Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Sewa / Ekspedisi (Kendaraan,dll) Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Pemeliharaan Alat Berat/Asset Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Konsumsi Tambak Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Telp & Internet Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Mess Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Entertainment Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Sumbangan Tambak Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya BPJS Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya CSR Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
BEBAN USAHA
BIAYA UMUM DAN ADMINISTRASI
Biaya Gaji & Tunjangan Jakarta Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya THR Jakarta Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Pengobatan Jakarta Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Pph-21 Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Transportasi Jakarta Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Konsumsi Kantor Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Service Kendaraan Kantor Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya ATK Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Telp (Internet, HP dll) Kantor Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Keperluan Kantor Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya IPL, Listrik dan Air Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Legal (SIUP, Domisili,pengesahan dan legalisasi)
Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Konsultan Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Entertainment & Kordinasi Kantor Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Biaya Pajak Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
C. PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
BIAYA LAIN-LAIN DI LUAR USAHA : Growth 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
PENDAPATAN LAIN-LAIN DI LUAR USAHA : Growth 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
D. PAJAK PENGHASILAN
PPh Badan To EBT 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00%
E. TINGKAT BUNGA
KI p.a. 8,59% 8,59% 8,59% 8,59% 8,59%
KMK p.a. 8,22% 8,22% 8,22% 8,22% 8,22%
F. PERPUTARAN
Persediaan
Pakan Hari 100 100 100 100 100
Obat-obatan Hari 180 180 180 180 180
Piutang Usaha Hari 3 3 3 3 3
Hutang Usaha Hari 100 100 100 100 100
Page 90
PT RADJA UDANG MALINGPING
PENILAIAN SAHAM PERUSAHAAN
RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) Lampiran 2
Rp. 000
Jenis Investasi 2026 2027 2028 2029 2030
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
1 PEMBUATAN KOLAM 0 4.800.000 4.800.000 9.600.000 9.600.000
2 PERALATAN KOLAM 0 1.200.000 1.440.000 3.120.000 3.120.000
Total 0 6.000.000 6.240.000 12.720.000 12.720.000
Investasi
Equity 0 6.000.000 6.240.000 12.720.000 24.960.000
Loan 0 0 0 0 0
TOTAL BIAYA PROYEK 0 6.000.000 6.240.000 12.720.000 12.720.000
Page 91
PT RADJA UDANG MALINGPING
PENILAIAN SAHAM PERUSAHAAN
PROYEKSI POSISI KEUANGAN Lampiran 3
Rp. 000
Audited
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2030
31-Dec
ASET
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 44.416 858.321 959.258 6.623.513 16.448.694 36.493.412
Piutang Usaha 122.649 150.110 264.791 414.729 650.170 874.143
Piutang Lain-lain 15.499.300 15.499.300 15.499.300 15.499.300 15.499.300 15.499.300
Persediaan 1.929.262 2.068.652 4.388.967 6.898.706 11.208.573 14.916.101
Uang muka dan biaya dibayar di muka 888 932 979 1.028 1.079 1.133
Pajak dibayar di muka 61.619 64.700 67.935 71.332 74.899 78.644
Total Aset Lancar 17.658.135 18.642.016 21.181.230 29.508.608 43.882.715 67.862.733
Aset Tidak Lancar
Uang muka tidak lancar 125.853.803 - - - - -
Aset Tetap
Nilai Perolehan 28.072.455 155.233.371 162.540.484 170.087.597 184.114.710 198.141.823
Akumulasi Penyusutan (12.287.529) (14.168.282) (16.155.564) (18.545.261) (21.349.372) (24.817.447)
Nilai Buku 15.784.926 141.065.089 146.384.919 151.542.335 162.765.337 173.324.375
Total Aset Tidak Lancar 141.638.729 141.065.089 146.384.919 151.542.335 162.765.337 173.324.375
TOTAL ASET 159.296.864 159.707.105 167.566.150 181.050.943 206.648.052 241.187.109
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank - - - - - -
Utang Usaha 2.458.703 2.467.355 5.238.642 7.598.698 12.078.609 15.381.239
Utang lain-lain 4.191.609 4.191.609 4.191.609 4.191.609 4.191.609 4.191.609
Beban masih harus dibayar 39.926 41.922 44.019 46.219 48.530 50.957
Utang pajak 55.186 57.946 60.843 63.885 67.079 70.433
Bagian liabilitas jangka panjang jatuh tempo sau tahun:
Utang pembiayaan konsumen 35.006 35.006 35.006 35.006 35.006 35.006
Total Liabilitas Jangka Pendek 6.780.431 6.793.838 9.570.119 11.935.417 16.420.834 19.729.244
Liabilitas Jangka Panjang
Bagian liabilitas jangka panjang setelah dikurangi yang jatuh tempo sau tahun:
Utang pembiayaan konsumen - - - - - -
Liabilitas pajak tangguhan 2.072.256 2.175.869 2.284.663 2.398.896 2.518.840 2.644.783
Liabilitas imbalan kerja 649.858 682.351 716.469 752.292 789.907 829.402
Total Liabilitas jangka Panjang 2.722.114 2.858.220 3.001.131 3.151.188 3.308.747 3.474.184
Total Liabilitas 9.502.545 9.652.059 12.571.250 15.086.605 19.729.581 23.203.429
Ekuitas
Modal Disetor 153.000.000 153.000.000 153.000.000 153.000.000 153.000.000 153.000.000
Surplus Revaluasi 7.685.353 7.685.353 7.685.353 7.685.353 7.685.353 7.685.353
Saldo Laba (Rugi) (10.891.035) (10.891.035) (10.630.307) (5.690.454) 5.278.985 26.233.118
Laba Tahun Berjalan - 260.728 4.939.853 10.969.438 20.954.134 31.065.208
Total Ekuitas 149.794.319 150.055.046 154.994.899 165.964.338 186.918.471 217.983.680
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 159.296.864 159.707.105 167.566.150 181.050.943 206.648.052 241.187.109
Page 92
PT RADJA UDANG MALINGPING
PENILAIAN SAHAM PERUSAHAAN
PROYEKSI LABA RUGI Lampiran 4
Rp. 000
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
PENJUALAN
Udang 18.263.438 32.216.250 50.458.688 79.104.000 106.354.125
Total 18.263.438 32.216.250 50.458.688 79.104.000 106.354.125
Growth / Year 76,40% 56,62% 56,77% 34,45%
BEBAN POKOK PENJUALAN (13.866.457) (22.300.730) (31.275.508) (46.432.055) (59.754.494)
% To Sales 75,92% 69,22% 61,98% 58,70% 56,18%
LABA (RUGI) KOTOR 4.396.981 9.915.520 19.183.179 32.671.945 46.599.631
Gross Profit Margin 24,08% 30,78% 38,02% 41,30% 43,82%
BEBAN USAHA
Biaya Umum dan Administrasi (2.260.000) (2.486.000) (2.734.600) (3.008.060) (3.308.866)
TOTAL (2.260.000) (2.486.000) (2.734.600) (3.008.060) (3.308.866)
% To Sale 12,37% 7,72% 5,42% 3,80% 3,11%
LABA (RUGI) USAHA - EBITDA 2.136.981 7.429.520 16.448.579 29.663.885 43.290.765
Operating Profit Margin 11,70% 23,06% 32,60% 37,50% 40,70%
BEBAN PENYUSUTAN & AMORTISASI (1.880.753) (1.987.283) (2.389.697) (2.804.111) (3.468.075)
10,30% 6,17% 4,74% 3,54% 3,26%
PENDAPATAN / (BEBAN) LAIN-LAIN
+ Pendapatan lain-lain 6.000 6.000 6.000 6.000 6.000
- Biaya Lain-lain (1.500) (1.500) (1.500) (1.500) (1.500)
TOTAL 4.500 4.500 4.500 4.500 4.500
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 260.728 5.446.737 14.063.383 26.864.274 39.827.190
Pajak - (506.884) (3.093.944) (5.910.140) (8.761.982)
LABA (RUGI) BERSIH 260.728 4.939.853 10.969.438 20.954.134 31.065.208
Net Profit Margin 1,43% 15,33% 21,74% 26,49% 29,21%
SALDO LABA (RUGI) AWAL TAHUN (10.891.035) (10.630.307) (5.690.454) 5.278.985 26.233.118
SALDO LABA (RUGI) AKHIR TAHUN (10.630.307) (5.690.454) 5.278.985 26.233.118 57.298.327
Page 93
PT RADJA UDANG MALINGPING
PENILAIAN SAHAM PERUSAHAAN
PROYEKSI ARUS KAS Lampiran 5
Rp. 000
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
I. ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Usaha 18.113.327 31.951.459 50.043.959 78.453.830 105.479.982
Penerimaan Piutang Usaha 122.649 150.110 264.791 414.729 650.170
Beban Langsung (5.000.000) (5.500.000) (6.050.000) (6.655.000) (7.320.500)
Pembayaran Kepada Pihak Ketiga (8.997.195) (16.349.758) (25.375.191) (39.607.011) (52.838.892)
Penerimaan dari (pembayaran untuk) operasi lainnya 137.736 144.623 151.854 159.447 167.419
Biaya Usaha (2.260.000) (2.486.000) (2.734.600) (3.008.060) (3.308.866)
Pendapatan Lain-lain 6.000 6.000 6.000 6.000 6.000
Biaya Lain-lain (1.500) (1.500) (1.500) (1.500) (1.500)
Pajak Penghasilan Badan - (506.884) (3.093.944) (5.910.140) (8.761.982)
ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI 2.121.017 7.408.050 13.211.368 23.852.294 34.071.831
II. ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Pembelian Aset Tetap - (6.000.000) (6.240.000) (12.720.000) (12.720.000)
Capital Expenditures, CAPEX (1.307.113) (1.307.113) (1.307.113) (1.307.113) (1.307.113)
ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI (UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI (1.307.113) (7.307.113) (7.547.113) (14.027.113) (14.027.113)
III. ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Hutang Pemegang Saham 0 0 0 0 0
Pinjaman - KI 0 0 0 0 0
Angsuran - KI 0 0 0 0 0
Pembayaran Bunga - KI 0 0 0 0 0
ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI (UNTUK) AKTIVITAS PENDANAAN 0 0 0 0 0
IV. KENAIKAN (PENURUNAN) KAS 813.904 100.937 5.664.255 9.825.181 20.044.718
V. KAS AWAL TAHUN 44.416 858.321 959.258 6.623.513 16.448.694
VI. KAS AKHIR TAHUN 858.321 959.258 6.623.513 16.448.694 36.493.412
Page 94
PT RADJA UDANG MALINGPING
PENILAIAN SAHAM PERUSAHAAN
PROYEKSI RASIO KEUANGAN Lampiran 6
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030 Average
I. RATIO LIKUIDITAS
CURRENT RATIO 274,40% 221,33% 247,24% 267,24% 343,97% 270,83%
QUICK (ACID TEST) RATIO 14,84% 12,79% 58,97% 104,13% 189,40% 76,03%
WORKING CAPITAL TO TOTAL ASSET RATIO 7,42% 6,93% 9,71% 13,29% 19,96% 11,46%
II. RATIO LEVERAGE
TOTAL DEBT TO EQUITY RATIO 6,43% 8,11% 9,09% 10,56% 10,64% 8,97%
TOTAL DEBT TO TOTAL ASSET RATIO 6,04% 7,50% 8,33% 9,55% 9,62% 8,21%
III. RATIO AKTIVITAS
TOTAL ASSETS TURNOVER Kali 0,11 0,19 0,28 0,38 0,44 0,28
RECEIVABLES TURNOVER Kali 121,67 121,67 121,67 121,67 121,67 121,67
COLLECTION PERIOD Hari 3 3 3 3 3 3
INVENTORY TURNOVER Kali 6,70 5,08 4,53 4,14 4,01 4,89
AVERAGE DAY'S INVENTORY Hari 54 72 81 88 91 77,20
WORKING CAPITAL TURNOVER Kali 1,54 2,77 2,87 2,88 2,21 2,46
IV. RATIO KEUANGAN
GROSS PROFIT MARGIN 24,08% 30,78% 38,02% 41,30% 43,82% 35,60%
OPERATING PROFIT MARGIN 1,40% 16,89% 27,86% 33,96% 37,44% 23,51%
NET PROFIT MARGIN 1,43% 15,33% 21,74% 26,49% 29,21% 18,84%
RETURN ON INVESTMENT, ROI 0,16% 2,95% 6,06% 10,14% 12,88% 6,44%
RETURN ON EQUITY, ROE 0,17% 3,19% 6,61% 11,21% 14,25% 7,09%
Page 95
PT RADJA UDANG MALINGPING
PENILAIAN SAHAM PERUSAHAAN
PERHITUNGAN MODAL KERJA Lampiran 7
Rp. 000
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
PERHITUNGAN MODAL KERJA
Aset Lancar 17.613.719 17.783.696 20.221.973 22.885.095 27.434.021 31.369.321
Liabilitas Jangka Pendek (6.780.431) (6.793.838) (9.570.119) (11.935.417) (16.420.834) (19.729.244)
TOTAL 10.833.288 10.989.857 10.651.854 10.949.677 11.013.187 11.640.077
+ / - Working Capital 10.833.288 156.569 (338.004) 297.824 63.510 626.890
Page 96
PT RADJA UDANG MALINGPING
PENILAIAN SAHAM PERUSAHAAN
SHARE VALUATION - DCF METHOD Lampiran 8
Rp. 000
PROJECTION
DESCRIPTION 2026 2027 2028 2029 2030
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
CASH IN FLOW
o EAT 260.728 4.939.853 10.969.438 20.954.134 31.065.208
o Depreciation 1.880.753 1.987.283 2.389.697 2.804.111 3.468.075
o Interest, I(1-t) - - - - -
Sub Total 2.141.481 6.927.136 13.359.135 23.758.245 34.533.283
CASH OUT FLOW
o Change in Net Fixed Assets (1.307.113) (7.307.113) (7.547.113) (14.027.113) (14.027.113)
o Increasing/Decreasing In Working Capital (156.569) 338.004 (297.824) (63.510) (626.890)
Sub Total (1.463.682) (6.969.109) (7.844.937) (14.090.623) (14.654.003)
FREE CASH FLOW Total 677.799 (41.974) 5.514.199 9.667.622 19.879.280
o Terminal Value Growth 3,00% - - - - 347.997.558
o Discount Factor 8,88% 0,9184 0,8435 0,7747 0,7115 0,6534
DISCOUNTED FREE CASH FLOW Total 622.497 (35.404) 4.271.614 6.878.057 240.372.664
OPERATING VALUE Rp. 000 252.109.428
o Non Operating Assets Rp. 000 -
o Cash Rp. 000 44.416
CORPORATE VALUE Rp. 000 252.153.844
o Interest Bearing Debt Rp. 000 -
o Hutang Lainnya Rp. 000 -
EQUITY VALUE Rp. 000 252.153.844
Indication of 100,00% Shares Rp. 000 252.153.844
o Discount for Lack of Control 0,00% -
252.153.844
o Discount for Lack of Marketability 30,00% (75.646.153)
MARKET VALUE OF 100,00% SHARES Rp. 000 176.507.691
MARKET VALUE OF 100,00% SHARES (ROUNDED) Rp. 000 176.508.000
Market Value/Share Rp 1.153.647
Market Value/Share (rounded) Rp 1.154.000
Book Value/Share Rp 979.048
Book Value/Share (rounded) Rp 979.000
Nominal Value/Share Rp 1.000.000
- `
Number of Value
Shareholder Shares Rp. 000 % Share
1 PT Mazon Bumi Mining 152.990 152.990.000 99,99%
2 Fanny Setiawan 10 10.000 0,01%
Total 153.000 153.000.000 100,00%
Page 97
PT RADJA UDANG MALINGPING
PENILAIAN SAHAM PERUSAHAAN
ADJUSTED BOOK VALUE Lampiran 9
Rp. 000
Audited
Description 2025 Adjustment Economic Value
31-Dec
ASET
Aset Lancar
s Kas dan Setara Kas 44.416 0 44.416
s Piutang Usaha 122.649 0 122.649
s Piutang Lain-lain 15.499.300 0 15.499.300
s Persediaan 1.929.262 0 1.929.262
s Sewa Dibayar Dimuka 0 0 0
s Uang muka dan biaya dibayar di muka 888 0 888
s Pajak dibayar di muka 61.619 0 61.619
s Aset lancar lainnya 0 0 0
Total Aset Lancar 17.658.135 0 17.658.135
Aset Tidak Lancar
s Uang muka tidak lancar 125.853.803 0 125.853.803
s Aset Tetap
Nilai Perolehan 28.072.455 12.257.436 28.042.362
Akumulasi Penyusutan -12.287.529
Nilai Buku 15.784.926 12.257.436 28.042.362
s Properti Investasi
Biaya Perolehan 0 0 0
Akumulasi penyusutan 0
Nilai Buku 0 0 0
s Aset Tak Berwujud
Biaya Perolehan 0 0 0
Akumulasi penyusutan 0
Nilai Buku 0 0 0
s Aset Hak Guna 0 0 0
s Tanah untuk pengembangan 0 0 0
s Aset pajak tangguhan 0 0 0
Total Aset Tidak Lancar 141.638.729 12.257.436 153.896.165
Aset Takberwujud
s Aset Takberwujud 0 0 0
s Kontrak 0 0 0
s Establishment Cost 0 0 0
s Software 0 0 0
Total Aset Takberwujud 0 0 0
TOTAL ASET 159.296.864 12.257.436 171.554.300
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
s Utang bank 0 0 0
s Utang Usaha 2.458.703 0 2.458.703
s Utang lain-lain 4.191.609 0 4.191.609
s Uang muka penjualan 0 0 0
s Beban masih harus dibayar 39.926 0 39.926
s Utang pajak 55.186 0 55.186
s Bagian liabilitas jangka panjang jatuh tempo sau tahun:
Utang bank 0 0 0
Utang pembiayaan konsumen 35.006 0 35.006
s Pinjaman Bank Jangka Pendek 0 0 0
Total Liabilitas Jangka Pendek 6.780.431 0 6.780.431
Liabilitas Jangka Panjang
s Bagian liabilitas jangka panjang setelah dikurangi yang jatuh tempo sau tahun:
Utang bank 0 0 0
Utang pembiayaan konsumen 0 0 0
s Liabilitas pajak tangguhan 2.072.256 0 2.072.256
s Liabilitas imbalan kerja 649.858 0 649.858
Total Liabilitas Jangka Panjang 2.722.114 0 2.722.114
Total Liabilitas 9.502.545 0 9.502.545
Ekuitas
s Modal Disetor 153.000.000 0 153.000.000
s Tambahan modal disetor 0 0 0
s Surplus Revaluasi 7.685.353 0 7.685.353
s Saldo Laba (Rugi) -10.891.035 0 -10.891.035
s Laba Tahun Berjalan 0 0 0
s Adjustment 0 12.257.436 12.257.436
Total Ekuitas 149.794.319 12.257.436 162.051.755
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 159.296.864 12.257.436 171.554.300
0 0 0
EQUITY VALUE 100,00% 162.051.755
Indication of 100,00% Shares 100,00% 162.051.755
Discount For Lack Of Control (DLOC) 0,0% 0
162.051.755
Discount For Lack Of Marketability (DLOM) 30,0% -48.615.526
MARKET VALUE OF SHARES 100,00% Rp. 000 113.436.228
Rounded Rp. 000 113.436.000
Market Value per Share Rp 741.413
Rounded Rp 741.000
Shareholders Number of Shares Nominal Value % Share
1 PT Mazon Bumi Mining 152.990 152.990.000 99,99%
2 Fanny Setiawan 10 10.000 0,01%
Total 153.000 153.000.000 100,00%
Page 98
PT RADJA UDANG MALINGPING
PENILAIAN SAHAM PERUSAHAAN
REKONSILIASI HASIL PENILAIAN Lampiran 10
Rp. 000
Rekonsiliasi Indikasi Nilai DLOM Hasil Penilaian Komposisi Nilai
1 DCF 252.153.844 30,00% 176.507.691 60,00% 105.904.615
2 ABV 162.051.755 30,00% 113.436.228 40,00% 45.374.491
Total 151.279.106
MARKET VALUE OF 100,00% SHARES Rp. 000 151.279.106
MARKET VALUE OF 100,00% SHARES (ROUNDED) Rp. 000 151.279.000
Market Value per Share Rp 989.000
33,36%
Names mentioned 80 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT RADJA UDANG MALINGPING
· Nama Perusahaan
p.1 ×66
unresolved
org
PT Radja Udang Malingping Kampung Jasa Mukti
p.3
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.3
unresolved
org
PT Radja Udang Malingping Bidang
p.3 ×3
unresolved
org
KJPP Syarif
p.3 ×6
unresolved
org
Endang & Rekan
p.3 ×7
unresolved
org
PT Radja Udang Malingping Penilai Independen
p.4
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.4 ×4
unresolved
org
PT Radja Udang Malingping PENDEKATAN DAN METODE PENILAIAN
p.5
unresolved
org
PT Radja Udang Malingping Melalui
p.6
unresolved
org
REKAN Endang Sunardi
p.6
unresolved
org
KJPP Syarif Endang dan Rekan
p.6
unresolved
org
KJPP Syarif Endang
p.6
unresolved
org
Rekan
· Penilai
p.6
unresolved
org
PT Radja Udang Malingping PERNYATAAN PENILAI
p.7
unresolved
org
PT Radja Udang Malingping KJPP Syarif
p.8
unresolved
person
Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.)
p.8 ×2
unresolved
person
Meilindra Indriani
p.8
unresolved
person
Toyib Efendi, S.E., M.Ec. Dev.
p.8 ×2
unresolved
person
Sely Fera Pramesti, S.S.
p.8
unresolved
org
PT Radja Udang Malingping DAFTAR ISI SURAT PENGANTAR
p.9
unresolved
org
PT Radja Udang Malingping DAFTAR TABEL Tabel
p.12
unresolved
org
PT Radja Udang Malingping DAFTAR GAMBAR Gambar
p.13
unresolved
org
PT Mazon Bumi Mining
p.15 ×7
unresolved
person
Fanny Setiawan
p.15
unresolved
org
PT Radja Udang Malingping MKNT
p.16
unresolved
org
PT Radja Udang Malingping Biaya Ekuitas
p.19
unresolved
org
PT Radja Udang Malingping Discount
p.21
unresolved
org
PT Radja Udang Malingping Bentuk
p.24
unresolved
person
Nina Farida Ernawati
· Notaris
p.24 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
p.24
unresolved
person
Siti Susyanthi
· Notaris
p.24 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum Republik Indonesia Anggaran Dasar
p.24
unresolved
org
PT Radja Udang Malingping Izin Lingkungan
p.25
unresolved
org
KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.25 ×4
unresolved
org
KJPP Edi Andesta
p.25 ×4
unresolved
person
Penilai Publik Iqro Haikal Sulaiman
p.25
unresolved
person
Anton
· Direktur
p.26
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Gideon Adi dan Rekan
p.26 ×3
unresolved
person
Akuntan Publik William Surja Djaja Salim
p.26 ×3
unresolved
org
Bank Indonesia
p.27 ×15
unresolved
org
Kementerian Keuangan
p.27
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Gideon Adi
p.27 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.29
unresolved
org
Menteri Hukum Republik Indonesia No. AHU-
p.29
unresolved
org
PT Radja Udang Malingping Tabel
p.32 ×5
unresolved
org
Bank Indonesia Gambar
p.32 ×3
unresolved
org
Bank Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia Neraca
p.32
unresolved
org
PT Radja Udang Malingping Posisi
p.34
unresolved
org
Bank Indonesia Nilai Tukar Rupiah Nilai
p.34
unresolved
org
PT Radja Udang Malingping Inflasi
p.36
unresolved
org
PT Radja Udang Malingping Supply
p.37
unresolved
org
PT Radja Udang Malingping Gambar
p.38 ×4
unresolved
org
PT Radja Udang Malingping Performa Industri Udang Indonesia
p.40
unresolved
org
Kementerian Kelautan dan Perikanan
p.47
unresolved
org
PT Radja Udang Malingping Selama
p.57
unresolved
org
PT Radja Udang Malingping Harga Jual
p.61
unresolved
org
PT Radja Udang Malingping ISEA.
p.65
unresolved
org
PT Radja Udang Malingping Berikut
p.74
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan
p.75
unresolved
org
PT Radja Udang Malingping Rp
p.82
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Syarif
p.87
unresolved
org
Endang dan Rekan
p.87
unresolved
org
KJPP
p.87
unresolved
org
PT RADJA UDANG MALINGPING PENILAIAN SAHAM PERUSAHAAN ASUMSI
p.89
unresolved
org
PT RADJA UDANG MALINGPING PENILAIAN SAHAM PERUSAHAAN RENCANA
p.90
unresolved
org
PT RADJA UDANG MALINGPING PENILAIAN SAHAM PERUSAHAAN PROYEKSI
p.91 ×4
unresolved
org
PT RADJA UDANG MALINGPING PENILAIAN SAHAM PERUSAHAAN PERHITUNGAN
p.95
unresolved
org
PT RADJA UDANG MALINGPING PENILAIAN SAHAM PERUSAHAAN SHARE
p.96
unresolved
org
PT RADJA UDANG MALINGPING PENILAIAN SAHAM PERUSAHAAN ADJUSTED
p.97
unresolved
org
PT RADJA UDANG MALINGPING PENILAIAN SAHAM PERUSAHAAN REKONSILIASI
p.98
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
7937 ms
12 Sep 2026 22:14
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}