Back to announcement
20260609_MKNT_Laporan Informasi dan Fakta Material_32099053_lamp4.pdf
Asset transaction Needs review MKNTSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 95
Page 1
Laporan Penilaian Ekuitas
Nomor File:
00011/2.0013-06/BS/05/0038/1/V/2026
Penilaian 100,00% Ekuitas Milik
PT Citra Baru Steel
Kawasan Industri Modern Cikande, Jalan Modern Industri X
Kavling Q7 – 8, Desa Nambo Ilir, Kecamatan Kibin,
Kabupaten Serang, Indonesia.
Page 2
Bogor, 29 Mei 2026 Nomor File : 00011/2.0013-06/BS/05/0038/1/V/2026. Perihal : Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel. Kepada Yth, PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. AXA Tower Lantai 42 Suite 02, 03, dan 05, Jalan Prof. Dr. Satrio Kavling 18, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan. Dengan Hormat, Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Sih Wiryadi dan Rekan (SIH) telah melaksanakan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel yang selanjutnya dalam laporan ini disebut (PT CBS), berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran Nomor Pr.BV.026/SIH-BGR/MKNT-CBS/III/26, tanggal 23 Maret 2026, untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen, tentang Penilaian Nilai Pasar 100,00% Ekuitas Milik PT CBS yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan atau ekuivalennya pada tanggal 31 Desember 2025. KJPP SIH resmi didirikan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 141/KM.1/2009, tanggal 10 Februari 2009, dengan Nomor Izin Kantor Penilai 2.09.0013, dan terdaftar sebagai Kantor Jasa Profesi Penunjang Pasar Modal di Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) yang sekarang bernama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sedangkan Penilai Bisnis yang bertanggung jawab atas laporan ini resmi memiliki perizinan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 840/KM.1.2008, tanggal 10 Desember 2008, dengan Nomor Izin Penilai Publik B-1.08.00038, dan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Nomor 062/NB.122/STTD-P/2017, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor STTD.PB-43/ PJ-1/PM.02/2023. Gambaran tentang nilai pasar dari ekuitas PT CBS akan digunakan sebagai referensi dan pertimbangan oleh pihak manajemen PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk atas rencana dalam rangka kepentingan transaksi jual beli dan untuk kepentingan ke Pasar Modal.
Page 3
Tujuan dari penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang Penilaian dari 100,00% Ekuitas Milik PT CBS yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan atau ekuivalennya pada tanggal 31 Desember 2025. Premis penilaian adalah sebuah perusahaan yang “going concern” dengan mempertimbangkan bahwa PT CBS masih beroperasi secara berkelanjutan sebagai produsen baja struktural yang bergerak dalam kegiatan fabrikasi dan penyediaan produk baja seperti plain round bar dan deformed reinforcing bar untuk kebutuhan proyek konstruksi skala besar di Indonesia. Kegiatan usaha tersebut didukung oleh fasilitas produksi yang memadai, teknologi manufaktur yang terus dikembangkan, serta kemampuan PT CBS dalam menjaga kualitas produk dan memenuhi permintaan pasar konstruksi, sehingga perusahaan memiliki prospek usaha dan kemampuan menghasilkan arus kas di masa depan. Nilai Pasar didefinisikan sebagai estimasi sejumlah uang dapat di peroleh atau dibayar untuk penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya. Kehati-hatian dan tanpa paksaan. (SPI 101 - Butir 301). Independensi Penilai Dalam mempersiapkan laporan penilaian ini kami telah bertindak secara independen, kami tidak mempunyai kepentingan finansial atau apapun, baik sekarang maupun dimasa mendatang atas penilaian saham ini, dan fee dari penilaian ini tidak tergantung atas nilai ekuitas yang terdapat dalam laporan ini. Pendekatan dan Metodologi Dalam penilaian ini, pendekatan yang akan diaplikasikan adalah Pendekatan Pendapatan (Income Approach) dengan aplikasi Discounted Cash Flow (DCF) Method berdasarkan pertimbangan bahwa pendapatan yang dapat diperoleh perusahaan di masa yang akan datang dapat diperkirakan dengan cukup meyakinkan, sesuai dengan skenario pengembangan yang disampaikan dalam business plan dan Pendekatan Aset (Asset Approach) dengan aplikasi Adjusted Book Value (ABV) Method berdasarkan dengan dilakukannya penilaian aset. Sumber Informasi Penilaian saham dilakukan berdasarkan atas data dan informasi yang diterima dari pihak manajemen serta hasil wawancara dengan pihak-pihak terkait.
Page 4
Tanggal Penilaian dan Masa Berlaku Laporan
Tanggal efektif penilaian adalah per tanggal 31 Desember 2025, dimana
batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
penilaian. Berdasarkan Salinan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020, laporan ini berlaku
selama 6 (enam) bulan sejak tanggal penilaian, dan akan berakhir pada
tanggal 30 Juni 2026.
Indikasi Nilai Ekuitas
Berdasarkan penilaian dengan menggunakan Discounted Cash Flow (DCF)
Method, maka indikasi nilai ekuitas PT CBS dapat disajikan sebagai berikut:
Indikasi Nilai Ekuitas – Discounted Cash Flow (DCF) Method Dalam Ribuan
Description Value
Corporate Value 1.392.981.801
+/+ Cash & Bank 16.333.056
+/+ Participation 6.301.983
-/- Interest Bearing Debt (364.136.114)
Indicative Equity Value PT CBS 100,00% 1.051.480.727
-/- DLOM 30,00% (315.444.218)
Market Equity Value PT CBS Rp000,- 736.036.509
Berdasarkan penilaian dengan menggunakan Adjusted Book Value (ABV)
Method, maka indikasi nilai ekuitas PT CBS dapat disajikan sebagai berikut:
Indikasi Nilai Ekuitas – Adjusted Book Value (ABV) Method Dalam Ribuan
Indikasi Nilai Ekuitas 100,00% Rp.000 623.956.552
- DLOM 30,00% Rp.000 (187.186.965)
Equity Market Value Rp.000 436.769.586
Page 5
Untuk mendapatkan nilai yang mewakili kedua indikasi nilai ekuitas diatas,
dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu dilakukan pembobotan terhadap
kedua metode tersebut. Oleh karena itu, dalam penilaian ini pembobotan
yang diberikan untuk masing masing metode adalah 70,00% untuk
Discounted Cash Flow (DCF) Method dan 30,00% untuk Adjusted Book Value
(ABV) Method. Pembobotan tersebut berdasarkan data yang kami gunakan
untuk Discounted Cash Flow (DCF) Method merupakan data dan informasi
yang memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai.
Pembobotan tersebut ditentukan berdasarkan perhitungan komposisi dari
hasil Penilaian Ekuitas setelah dipotong Diskon Likuiditas Pasar (Discount For
Lack of Marketability) sebesar 30,00%.
Indikasi Nilai Ekuitas – Rekonsiliasi Nilai Dalam Ribuan
Equity Market Market Value
M ethod Value Weight Weighted
( Rp.000 ) ( Rp.000 )
1 Income Approach: Discounted Cash Flow (DCF) Method 736.036.509 70,00% 515.225.556
2 Cost Approach : Adjusted Book Value (ABV) Method 436.769.586 30,00% 131.030.876
Equity Market Value 646.256.432
Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan, termasuk kajian terhadap
faktor-faktor relevan lainnya yang berpengaruh, kami berpendapat bahwa
Nilai Pasar 100,00% Ekuitas milik PT CBS pada tanggal 31 Desember 2025
adalah sebesar:
Rp646.256.432.000,-
(Enam Ratus Empat Puluh Enam Miliar Dua Ratus Lima Puluh Enam Juta
Empat Ratus Tiga Puluh Dua Ribu Rupiah)
Hasil dari penilaian ini merupakan Nilai Pasar 100,00% Ekuitas milik PT CBS,
sesuai dengan persetujuan atas Surat Penawaran Nomor Pr.BV.026/SIH-
BGR/MKNT-CBS/III/26, tanggal 23 Maret 2026. Laporan ini disampaikan
sebagai bahan pemikiran namun tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan
dasar penentu suatu keputusan yang berakibat hukum baik pidana maupun
perdata, karena laporan ini semata-mata dibuat berdasarkan keahlian yang
kami miliki dan data-data yang diberikan oleh Pemberi Tugas kepada kami
adalah benar, tidak palsu atau misleading dan tidak ada informasi yang
ditutupi yang dapat mempengaruhi nilai pasar secara signifikan, kecuali
apabila terjadi kesalahan atas penggunaan data tersebut yang disebabkan
oleh ketersengajaan kami dan oleh karenanya jika dikemudian hari diperoleh
atau ditemukan data-data baru yang menurut pendapat kami diperlukan
perbaikan atas laporan ini, maka pada kesempatan pertama kami akan
melakukan perbaikan atas laporan ini tanpa memperoleh izin dari Pemberi
Tugas.
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
RINGKASAN EKSEKUTIF
1 Identifikasi Status Penilai
Penilai Publik yang bertanda tangan dalam laporan ini bertindak dalam
kapasitasnya sebagai Pimpinan Cabang dalam Kantor Jasa Penilai
Publik (KJPP) Sih Wiryadi dan Rekan (SIH) dengan klasifikasi sebagai
berikut:
Nama Penilai : Herly Lestari Harbi, S.E., M.Ec. Dev., MAPPI (Cert.)
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
No. MAPPI : 01-S-01443
No. Izin Penilai Publik : B-1.08.00038
No. Register Penilai : RMK-2017.00034
No. STTD OJK : STTD.PB-43/PJ-1/PM.02/2023
No. STTD IKNB : 062/NB.122/STTD-P/2017
Dalam Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel selanjutnya
dalam laporan ini disebut (PT CBS), Penilai Publik tersebut diatas
menyatakan:
• Penilai Publik dalam posisi untuk memberikan penilaian obyektif dan
tidak memihak, yang dapat diartikan bahwa Penilai bersikap
Independensi.
• Penilai Publik tidak mempunyai atau mempunyai potensi benturan
kepentingan dengan subyek dan/atau obyek penilaian.
• Penilai Publik memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian.
2 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Dalam Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT CBS, Pemberi Tugas dan
pengguna laporan, yaitu:
Nama Perusahaan : PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk.
Alamat : AXA Tower Lantai 42 Suite 02, 03,
dan 05, Jalan Prof. Dr. Satrio Kavling
18, Karet Kuningan, Setiabudi,
Jakarta Selatan.
Telepon : 021-65303450.
1
Page 10
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
Email : mitrakomunikasin@gmail.com.
Persetujuan Pekerjaan : Surat Penawaran Nomor Pr.BV.026/SIH-
BGR/MKNT-CBS/III/26, tanggal
23 Maret 2026.
Tujuan : Untuk kepentingan transaksi jual beli dan
untuk kepentingan ke Pasar Modal.
3 Maksud dan Tujuan
Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang Nilai
Pasar 100,00% Ekuitas Milik PT CBS, yang akan digunakan dalam
rangka kepentingan transaksi jual beli dan untuk kepentingan ke Pasar
Modal.
Tujuan dari penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
independen tentang Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT CBS yang
dinyatakan dalam mata uang Rupiah atau ekuivalennya pada
31 Desember 2025.
Penilaian ini kami laksanakan dengan mengacu kepada Kode Etik
Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) - Edisi
VII tahun 2018, serta Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Usaha yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Salinan Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020, tanggal 25
Mei 2020, dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020, tanggal 9 Agustus 2020.
4 Gambaran Umum
Pendirian
Akta Pendirian PT CBS Nomor 786, tanggal 20 September 2007, yang
dibuat Notaris Darbi, S.H., Notaris di Serang, telah mendapatkan
pengesahan Keputusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia.
Akta Perubahan Terakhir PT CBS Nomor 89, tanggal 30 Desember 2025,
yang dibuat Notaris Jhonny Lumbantoruan, S.H., MK.n, Notaris di Bogor,
telah mendapatkan pengesahan Keputusan Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia.
2
Page 11
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
Susunan Pemegang Saham
Struktur modal PT CBS berdasarkan Laporan Keuangan Audited Per
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Susunan Pemegang Saham PT CBS
No. Nama Pemegang Saham Jumlah Lembar Saham Nilai Saham Komposisi
1 Headwell Investment Ltd 49.999.999 Rp469.399.990.612,- 99,98%
2 Tn. Tony Kasim 1 Rp9.388,- 0,02%
Total 50.000.000 Rp469.400.000.000,- 100,00%
Sumber: Laporan Keuangan Audited Per 31 Desember 2025
Manajemen Perusahaan
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT CBS per 31 Desember 2025
adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris : Tuan Kong Cho Wo.
Direksi
Direktur Utama : Tuan Tony Kasim.
Direktur : Tuan Handoyo Setiawan.
Perjanjian Penting
PT CBS dalam menjalankan usahanya memiliki perjanjian penting dengan
beberapa perusahaan, yaitu:
Perjanjian Penting PT CBS
No Nama Keterangan
1 Waskita – Infrastruktur. KSO Surat Perjanjian Pemesanan Material
2 PT Waskita Karya (Persero) Tbk Surat Perjanjian Pemesanan Material
Sumber: Manajemen PT CBS
3
Page 12
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
5 Overview Kinerja Keuangan
Berikut merupakan tinjauan kinerja keuangan PT CBS, berdasarkan
laporan keuangan inhouse per 31 Desember 2021 sampai dengan
31 Desember 2022 dan laporan keuangan audited per tanggal
31 Desember 2023 sampai dengan 31 Desember 2025 disajikan sebagai
berikut:
Laporan Posisi Keuangan PT CBS Dalam Ribuan
31 Des 2021 31 Des 2022 31 Des 2023 31 Des 2024 31 Des 2025
Uraian
Inhouse Inhouse Audited Audited Audited
Aset Lancar 823.739.028 751.909.186 623.277.719 740.518.442 850.068.007
Aset Tidak Lancar 262.074.981 243.770.220 254.320.049 230.438.886 455.190.970
Total Asset 1.085.814.010 995.679.405 877.597.768 970.957.328 1.305.258.977
Liabilitas Jangka Pendek 568.018.296 662.987.745 449.473.238 534.339.936 616.677.097
Liabilitas Jangka Panjang 228.395.412 2.186.499 12.680.733 14.418.690 64.625.328
Ekuitas 289.400.302 330.505.161 415.443.797 422.198.702 623.956.552
Total Liabilitas dan Ekuitas 1.085.814.010 995.679.405 877.597.768 970.957.328 1.305.258.977
Sumber: Management PT CBS
Laporan Laba Rugi PT CBS Dalam Ribuan
31 Des 2021 31 Des 2022 31 Des 2023 31 Des 2024 31 Des 2025
Uraian
Inhouse Inhouse Audited Audited Audited
Pendapatan 1.318.239.789 1.628.147.609 1.425.906.787 1.335.830.861 914.071.684
Harga Pokok Penjualan (1.165.220.801) (1.460.249.277) (1.308.611.542) (1.193.435.348) (774.524.106)
Laba Kotor 153.018.988 167.898.332 117.295.245 142.395.513 139.547.578
Biaya Operasional (25.545.634) (93.296.750) (48.498.898) (58.918.466) (58.915.976)
Laba (Rugi) Usaha –
127.473.354 74.601.582 68.796.347 83.477.047 80.631.602
EBITDA
Depresiasi & Amortisasi (19.013.552) (19.777.456) (19.762.911) (19.816.215) (20.008.197)
Pendapatan (Beban Usaha)
(54.773.921) 2.912.822 (39.853.075) (42.374.770) (53.026.841)
Lain-lain
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 53.685.882 57.736.948 9.180.361 21.286.062 7.596.564
Pajak (11.956.897) (16.632.089) (5.945.559) (5.509.049) (3.298.366)
Laba (Rugi) Bersih 41.728.985 41.104.859 3.234.802 15.777.013 4.298.199
Sumber: Management PT CBS
Dari kedua tabel kinerja laporan keuangan diatas dapat dilihat dari sisi
aktiva selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember
2025, terlihat bahwa unsur terbesar terdapat pada jumlah current assets,
yaitu memiliki rata-rata sebesar Rp757.902.476.000,-.
Sedangkan dari sisi pasiva, selama periode 31 Desember 2021 sampai
dengan 31 Desember 2025, terlihat bahwa unsur terbesar terdapat pada
jumlah short term liabilities, yaitu memiliki rata-rata sebesar
Rp566.299.262.000,-.
Dilihat dari pendapatan PT CBS selama periode 31 Desember 2021
sampai dengan 31 Desember 2025, memiliki rata-rata sebesar
Rp1.324.439.346.000,-. Dengan rata-rata keuntungan pada periode
31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 sebesar
Rp21.228.771.000,-.
4
Page 13
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
6 Penentuan Indikasi Nilai
Berdasarkan penilaian dengan menggunakan Discounted Cash Flow
(DCF) Method, maka indikasi nilai ekuitas PT CBS dapat disajikan
sebagai berikut:
Indikasi Nilai Ekuitas – Discounted Cash Flow (DCF) Method Dalam Ribuan
Description Value
Corporate Value 1.392.981.801
+/+ Cash & Bank 16.333.056
+/+ Participation 6.301.983
-/- Interest Bearing Debt (364.136.114)
Indicative Equity Value PT CBS 100,00% 1.051.480.727
-/- DLOM 30,00% (315.444.218)
Market Equity Value PT CBS Rp000,- 736.036.509
Berdasarkan penilaian dengan menggunakan Adjusted Book Value
(ABV) Method, maka indikasi nilai ekuitas PT CBS dapat disajikan
sebagai berikut:
Indikasi Nilai Ekuitas – Adjusted Book Value (ABV) Method Dalam Ribuan
Indikasi Nilai Ekuitas 100,00% Rp.000 623.956.552
- DLOM 30,00% Rp.000 (187.186.965)
Equity Market Value Rp.000 436.769.586
Untuk mendapatkan nilai yang mewakili kedua indikasi nilai ekuitas
diatas, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu dilakukan
pembobotan terhadap kedua metode tersebut. Oleh karena itu, dalam
penilaian ini pembobotan yang diberikan untuk masing masing metode
adalah 70,00% untuk Discounted Cash Flow (DCF) Method dan 30,00%
untuk Adjusted Book Value (ABV) Method. Pembobotan tersebut
berdasarkan data yang kami gunakan untuk Discounted Cash Flow (DCF)
Method merupakan data dan informasi yang memiliki tingkat kehandalan
yang lebih memadai.
Pembobotan tersebut ditentukan berdasarkan perhitungan komposisi dari
hasil Penilaian Ekuitas setelah dipotong Diskon Likuiditas Pasar
(Discount For Lack of Marketability) sebesar 30,00%.
Equity Market Market Value
M ethod Value Weight Weighted
( Rp.000 ) ( Rp.000 )
1 Income Approach: Discounted Cash Flow (DCF) Method 736.036.509 70,00% 515.225.556
2 Cost Approach : Adjusted Book Value (ABV) Method 436.769.586 30,00% 131.030.876
Equity Market Value 646.256.432
5
Page 14
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
7 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan, termasuk kajian
terhadap faktor-faktor relevan lainnya yang berpengaruh, kami
berpendapat bahwa Nilai Pasar 100,00% Ekuitas milik PT CBS pada
tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar:
Rp646.256.432.000,-
(Enam Ratus Empat Puluh Enam Miliar Dua Ratus Lima Puluh Enam
Juta Empat Ratus Tiga Puluh Dua Ribu Rupiah)
8 Klasifikasi Penilai Publik
Penilai Publik yang menandatangani laporan penilaian bisnis ini
merupakan Penilai Bisnis bersertifikat Masyarakat Profesi Penilai
Indonesia (MAPPI) dengan perizinan sebagai berikut:
▪ Klasifikasi : Penilai Bisnis
▪ No. MAPPI : 01-S-01443
▪ No. Izin Penilai Publik : B-1.08.00038
▪ No. Register Penilai : RMK-2017.00034
▪ No. STTD OJK : STTD.PB-43/ PJ-1/PM.02/2023
▪ No. STTD IKNB : 062/NB.122/STTD-P/2017
6
Page 15
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
DAFTAR ISI
SERTIFIKAT
PERNYATAAN PENILAI
RINGKASAN EKSEKUTIF
DAFTAR ISI ................................................................................................................................... 1
1. PENDAHULUAN ................................................................................................................. 3
1.1. Identifikasi Status Penilai ..................................................................................................... 3
1.2. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan................................................................ 3
1.3. Maksud dan Tujuan ............................................................................................................. 4
1.4. Identifikasi Obyek Penilaian ................................................................................................. 4
1.5. Identifikasi Bentuk Kepemilikan ........................................................................................... 5
1.6. Premis Nilai Dan Dasar Nilai Yang Digunakan .................................................................... 5
1.7. Tanggal Penilaian ................................................................................................................ 6
1.8. Jenis Mata Uang Yang Digunakan ...................................................................................... 6
1.9. Tingkat Kedalaman Investigasi ............................................................................................ 6
1.10. Sifat dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan ........................................................... 6
1.11. Asumsi dan Asumsi Khusus ................................................................................................ 7
1.12. Pendekatan Penilaian dan Alasan Penggunaannya ............................................................ 8
1.13. Kesimpulan Penilaian ........................................................................................................ 10
1.14. Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi.................................................................. 10
1.15. Konfirmasi Bahwa Penilaian Dilakukan Berdasarkan SPI ................................................. 11
1.16. Kondisi Dan Syarat Pembatas ........................................................................................... 11
1.17. Definisi dan Istilah Yang Digunakan Dalam Penilaian ....................................................... 13
1.18. Tingkat Likuiditas Pasar Obyek Penilaian (Marketability) .................................................. 15
1.19. Penjelasan Mengenai Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian.................................. 15
1.20. Tambahan Informasi Lain di Luar Hal-Hal yang Telah Diuraikan....................................... 16
2. DATA DAN INFORMASI ................................................................................................... 17
2.1. Hasil Pelaksanaan Inspeksi ............................................................................................... 17
2.2. Hasil Pemeriksaan Atas Dokumen Hukum Yang Relevan Dengan Obyek Penilaian ........ 18
2.3. Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai dan Hubungannya Dengan Obyek Penilaian ...... 19
2.4. Informasi Keuangan........................................................................................................... 19
2.5. Informasi Perpajakan ......................................................................................................... 19
2.6. Tinjauan Ekonomi Mikro dan Makro Indonesia .................................................................. 20
2.6.1 Kajian Ekonomi Mikro Indonesia ..................................................................................... 20
2.6.2 Kajian Ekonomi Makro Indonesia .................................................................................... 21
2.6.3 Laju Inflasi ....................................................................................................................... 22
2.6.4 Perkembangan Nilai Tukar Rupiah ................................................................................. 24
2.6.5 Neraca Pembayaran Indonesia ....................................................................................... 24
2.6.6 Respons Kebijakan Bank Indonesia................................................................................ 25
2.7. Manufaktur Baja Di Indonesia ............................................................................................ 27
2.8. Prospek Usaha .................................................................................................................. 30
2.9. Aspek Teknis ..................................................................................................................... 31
1
Page 16
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
2.9.1 Lokasi Kantor .................................................................................................................. 31
2.9.2 Produk PT CBS ............................................................................................................... 31
2.9.3 Klien PT CBS .................................................................................................................. 32
2.10. Pesaing Usaha .................................................................................................................. 33
2.11. Informasi Non Keuangan yang Relevan Mengenai Obyek Penilaian ................................. 34
2.11.1 Pendirian ......................................................................................................................... 34
2.11.2 Manajemen Perusahaan ................................................................................................. 34
2.11.3 Kegiatan Usaha PT CBS................................................................................................. 36
2.12. Perjanjian Penting PT CBS................................................................................................ 37
2.13. Pasar Geografis ................................................................................................................. 37
2.14. Strategi Pemasaran ........................................................................................................... 37
2.15. Risiko Usaha & SWOT Analysis ........................................................................................ 38
3. PENYESUAIAN TERHADAP LAPORAN KEUANGAN .................................................... 41
4. ANALISIS ATAS LAPORAN KEUANGAN DAN INFORMASI KEUANGAN LAINNYA ... 42
4.1 Analisis Kinerja Keuangan ................................................................................................. 42
4.2 Informasi Keuangan Prospektif .......................................................................................... 52
4.3 Informasi Kompensasi Bagi Pemegang Saham................................................................. 55
4.4 Informasi Mengenai Asuransi yang Ditanggung oleh Perusahaan Untuk Karyawan Kunci 55
4.5 Analisis dan Pembahasan Manajemen .............................................................................. 56
5 ASET NON OPERASIONAL DAN LIABILITAS NON OPERASIONAL............................ 58
6 ANALISIS ATAS LAPORAN KEUANGAN DAN INFORMASI KEUANGAN LAINNYA
PENENTUAN INDIKASI NILAI ......................................................................................... 59
6.1 Perhitungan Nilai Ekuitas ................................................................................................... 59
6.1.1 Pemilihan Arus Kas ......................................................................................................... 59
6.1.2 Penentuan Biaya Modal Untuk Ekuitas ........................................................................... 60
6.1.3 Penentuan Biaya Modal Untuk Utang ............................................................................. 62
6.1.4 Total Biaya Modal (WACC) ............................................................................................. 62
6.2 Utang Berbunga (Interest Bearing Debt = IBD) ................................................................. 63
6.3 Discount For Lack of Marketability (DLOM) ....................................................................... 63
6.4 Free Cash Flow to Firm ..................................................................................................... 64
6.5 Indikasi Nilai Ekuitas – Discounted Cash Flow (DCF) Method........................................... 64
6.6 Indikasi Nilai Ekuitas – Adjusted Book Value (ABV) Method ............................................ 65
6.7 Rekonsiliasi Nilai................................................................................................................ 68
7 KLASIFIKASI PENILAI PUBLIK ....................................................................................... 69
2
Page 17
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
1. PENDAHULUAN
1.1. Identifikasi Status Penilai
Penilai Publik yang bertanda tangan dalam laporan ini bertindak dalam
kapasitasnya sebagai Pimpinan Cabang dalam Kantor Jasa Penilai
Publik (KJPP) Sih Wiryadi dan Rekan (SIH) dengan klasifikasi
sebagai berikut:
Nama Penilai : Herly Lestari Harbi, S.E., M.Ec. Dev., MAPPI (Cert.)
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
No. MAPPI : 01-S-01443
No. Izin Penilai Publik : B-1.08.00038
No. Register Penilai : RMK-2017.00034
No. STTD OJK : STTD.PB-43/PJ-1/PM.02/2023
No. STTD IKNB : 062/NB.122/STTD-P/2017
Dalam Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
selanjutnya dalam laporan ini disebut (PT CBS), Penilai Publik tersebut
diatas menyatakan:
• Penilai Publik dalam posisi untuk memberikan penilaian obyektif dan
tidak memihak, yang dapat diartikan bahwa Penilai bersikap
Independen.
• Penilai Publik tidak mempunyai atau mempunyai potensi benturan
kepentingan dengan subyek dan/atau obyek penilaian.
• Penilai Publik memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian.
1.2. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Dalam Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT CBS, Pemberi Tugas dan
pengguna laporan, yaitu:
Nama Perusahaan : PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk.
Alamat : AXA Tower Lantai 42 Suite 02, 03,
dan 05, Jalan Prof. Dr. Satrio Kavling
18, Karet Kuningan, Setiabudi,
Jakarta Selatan.
Telepon : 021-65303450.
3
Page 18
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
Email : mitrakomunikasin@gmail.com.
Persetujuan Pekerjaan : Surat Penawaran Nomor Pr.BV.026/SIH-
BGR/MKNT-CBS/III/26, tanggal
23 Maret 2026.
Tujuan : Untuk kepentingan transaksi jual beli dan
untuk kepentingan ke Pasar Modal.
1.3. Maksud dan Tujuan
Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang
Nilai Pasar 100,00% Ekuitas Milik PT CBS, yang akan digunakan
dalam rangka kepentingan transaksi jual beli dan untuk kepentingan ke
Pasar Modal.
Tujuan dari penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
independen tentang Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT CBS yang
dinyatakan dalam mata uang Rupiah atau ekuivalennya pada
31 Desember 2025.
Penilaian ini kami laksanakan dengan mengacu kepada Kode Etik
Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) -
Edisi VII tahun 2018, serta Pedoman Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Usaha yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
Salinan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020, dan Salinan Surat Edaran
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.
04/2020, tanggal 9 Agustus 2020.
1.4. Identifikasi Obyek Penilaian
Obyek penilaian dalam penugasan ini adalah Penilaian 100,00%
Ekuitas Milik PT CBS, dalam rangka kepentingan transaksi jual beli dan
untuk kepentingan ke Pasar Modal.
4
Page 19
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
1.5. Identifikasi Bentuk Kepemilikan
Struktur modal PT CBS berdasarkan Laporan Keuangan Audited Per
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Susunan Pemegang Saham PT CBS
No. Nama Pemegang Saham Jumlah Lembar Saham Nilai Saham Komposisi
1 Headwell Investment Ltd 49.999.999 Rp469.399.990.612,- 99,98%
2 Tn. Tony Kasim 1 Rp9.388,- 0,02%
Total 50.000.000 Rp469.400.000.000,- 100,00%
Sumber: Laporan Keuangan Audited Per 31 Desember 2025
1.6. Premis Nilai Dan Dasar Nilai Yang Digunakan
Berdasarkan rencana Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT CBS, yang
dimana PT CBS merupakan perusahaan tertutup, maka standar nilai
yang akan digunakan adalah Nilai Pasar.
Untuk memperoleh Nilai Pasar PT CBS, pemilihan pendekatan dan
metode didasarkan atas premis going concern, dengan mempertim-
bangkan bahwa PT CBS masih beroperasi secara berkelanjutan
sebagai produsen baja struktural yang bergerak dalam kegiatan
fabrikasi dan penyediaan produk baja seperti plain round bar dan
deformed reinforcing bar untuk kebutuhan proyek konstruksi skala
besar di Indonesia. Kegiatan usaha tersebut didukung oleh fasilitas
produksi yang memadai, teknologi manufaktur yang terus
dikembangkan, serta kemampuan PT CBS dalam menjaga kualitas
produk dan memenuhi permintaan pasar konstruksi, sehingga
perusahaan memiliki prospek usaha dan kemampuan menghasilkan
arus kas di masa depan.
Nilai Pasar didefinisikan sebagai estimasi sejumlah uang dapat di
peroleh atau dibayar untuk penukaran suatu aset atau liabilitas pada
tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan
penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan,
yang pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak
masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya.
Kehati-hatian dan tanpa paksaan. (SPI 101 - Butir 301).
5
Page 20
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
1.7. Tanggal Penilaian
Tanggal efektif penilaian adalah per tanggal 31 Desember 2025,
dimana batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan
dan tujuan penilaian. Berdasarkan Salinan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Republik Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020, tanggal 25
Mei 2020, laporan ini berlaku selama 6 (enam) bulan sejak tanggal
penilaian, dan akan berakhir pada tanggal 30 Juni 2026.
1.8. Jenis Mata Uang Yang Digunakan
Jenis mata uang yang digunakan dalam penugasan ini adalah mata
uang Rupiah.
1.9. Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT CBS, Penilai Publik telah
melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan bahwa apa yang
sedang dilakukan penilaian sesuai dengan yang ada. Obyek penilaian
PT CBS yang berlokasi di Kawasan Industri Modern Cikande, Jalan
Modern Industri X Kavling Q7 – 8, Desa Nambo Ilir, Kecamatan Kibin,
Kabupaten Serang, Indonesia.
Penilai Publik juga melakukan wawancara kepada pihak manajemen
PT CBS dan pihak-pihak lain yang terkait. Selain itu, Penilai Publik
juga telah melakukan konfirmasi kepada Pemberi Tugas bahwa objek
penilaian tidak sedang atau telah dinilai oleh Penilai Publik lain untuk
maksud, tujuan, penggunaan laporan dan tanggal penilaian yang sama
atau berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih dari dua bulan).
1.10. Sifat dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan
Penilaian ini didasarkan pada analisis dan perhitungan atas ekuitas
yang dinilai sesuai dengan data dan informasi yang diperoleh, yaitu:
Data Internal
• Laporan Keuangan Inhouse per tanggal 31 Desember 2021 dan
sampai dengan 31 Desember 2022.
• Laporan Keuangan Audited per tanggal 31 Desember 2023 dan
sampai dengan 31 Desember 2025.
• Business Plan PT CBS untuk tahun 2026 - 2030.
6
Page 21
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
• Copy Akta Pendirian, Akta Perubahan, dan Perizinan-perizinan
seperti Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar
Perseroan (TDP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan perizinan
lainnya.
• Company Profile PT CBS.
• Kontrak-kontrak Perjanjian Kerja sama.
• Data-data lain yang di peroleh melalui wawancara atau interview
dengan berbagai pihak terutama dengan pihak manajemen.
Data Eksternal (Makro dan Mikro)
• Salinan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
Nomor 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020, tentang Penilaian
Dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
• Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
Nomor 17/SEOJK.04/2020, tanggal 9 Agustus 2020, tentang
Pedoman Penilaian Dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis Di
Pasar Modal.
• Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) & Standar Penilaian Indonesia
(SPI) - Edisi VII tahun 2018.
• Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV tahun 2025, dari Bank
Indonesia.
• Berbagai sumber informasi baik media cetak, elektronik dan hasil
analisis lain yang kami anggap relevan.
• Risk Premium Indonesia, Aswath Damodaran, Januari 2026.
• Beta, Aswath Damodaran, Januari 2026.
• Surat Utang Negara, tanggal 31 Desember 2025 untuk jangka waktu
30 tahun sebesar 6,69%.
• Suku Bunga Bank Indonesia per 31 Desember 2025 sebesar 8,44%.
1.11. Asumsi dan Asumsi Khusus
Berdasarkan Salinan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020, dan Surat
Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
17/SEOJK.04/2020, tanggal 9 Agustus 2020, Asumsi adalah sesuatu
yang dianggap akan terjadi termasuk fakta, syarat, atau keadaan yang
mungkin dapat mempengaruhi objek penilaian atau pendekatan
penilaian dan kewajarannya telah dianalisis oleh Penilai Bisnis sebagai
7
Page 22
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
bagian dari proses Penilaian (Bab I - Pasal I, Poin 15). Dan
berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) & Standar Penilaian
Indonesia (SPI) - Edisi VII tahun 2018, Asumsi Khusus adalah asumsi
yang dibuat dengan mempertimbangkan fakta yang berbeda dengan
yang sebenarnya pada tanggal penilaian. Asumsi khusus sering
digunakan untuk menggambarkan efek pada situasi tertentu yang dapat
mempengaruhi nilai. (Konsep dan Prinsip Umum Penilaian – poin
12.4).
Dalam penugasan ini, Penilai Publik berasumsi bahwa asumsi yang
Penilai Publik gunakan adalah wajar dan relevan untuk diterima
sebagai fakta walaupun tanpa melakukan penyelidikan tertentu.
Penilai Publik berasumsi bahwa kondisi sosial, ekonomi, lingkungan
dan Pemerintahan selama melaksanakan penilaian tidak mengalami
perubahan. Secara khusus Penilai Publik juga berasumsi bahwa semua
informasi yang dipublikasikan, data riset dan data dari Pemerintah
semuanya dapat dipercaya.
1.12. Pendekatan Penilaian dan Alasan Penggunaannya
Dalam melakukan penilaian saham, ada beberapa pendekatan yang
dapat diaplikasikan, namun sangat tergantung pada kondisi internal dan
eksternal atau makro secara umum. Beberapa pendekatan dan metode
yang kami pergunakan meliputi:
a. Pendekatan Pasar (Market Approach) (SPI 330 – 5.23)
Pendekatan pasar menghasilkan indikasi nilai dengan cara
membandingkan aset yang dinilai dengan aset yang identik atau
sebanding dan adanya informasi harga transaksi atau penawaran.
Dalam pendekatan pasar, langkah pertama adalah mempertimbangkan
harga yang baru terjadi di pasar dari transaksi aset yang identik atau
sebanding. Jika transaksi terakhir yang telah terjadi hanya sedikit,
dapat dipertimbangkan dengan menggunakan harga yang ditawarkan
(untuk dijual) atau yang terdaftar (listed) dari aset yang identik atau
sebanding, relevansinya dengan informasi ini perlu dilakukan
penyesuaian atas informasi harga transaksi atau penawaran apabila
terdapat perbedaan dengan transaksi yang sebenarnya, sesuai dengan
dasar nilai dan asumsi yang akan digunakan dalam penilaian.
Perbedaan dapat juga meliputi karakteristik hukum, ekonomi atau fisik
aset yang ditransaksikan dan yang dinilai. (SPI - Edisi VII tahun 2018).
8
Page 23
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
Ada 4 (empat) metode yang populer dalam pendekatan pasar yaitu:
1. Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek (Guideline
Publicly Traded Company Method). (SPI 330 – 5.23.d).
2. Metode Pembanding Perusahaan Tertutup (Guideline Transaction
Method atau Direct Market Data Method). (SPI 330 – 5.23.e).
3. Metode Pembanding Perusahaan Merger dan Akuisisi (Guideline
Merged and Acquired Company Method). (SPI 330 – 5.23.f).
4. Metode Transaksi Sebelumnya (Prior Transaction Method). (SPI 330
– 5.23.g).
b. Pendekatan Pendapatan (Income Approach) (SPI 330 – 5.25)
Pendekatan pendapatan menghasilkan indikasi nilai dengan mengubah
arus kas di masa yang akan datang menjadi nilai kini.
Pendekatan ini mempertimbangkan pendapatan yang akan dihasilkan
aset selama masa manfaatnya dan menghitung nilai melalui proses
kapitalisasi. Kapitalisasi merupakan konversi pendapatan menjadi
sejumlah modal dengan mengunakan tingkat diskonto yang sesuai.
Arus kas dapat diperoleh dari pendapatan suatu kontrak atau beberapa
kontrak atau bukan dari kontrak; misalnya keuntungan yang diantisipasi
akan diperoleh dari penggunaan atau kepemilikan atas suatu aset.
(SPI - Edisi VII tahun 2018).
Ada 2 (dua) metode yang umum dalam pendekatan pendapatan (SPI
330 – 5.25.c), yaitu:
1. Metode Diskonto Arus Kas (Discounted Cash Flow Method).
2. Metode Kapitalisasi Pendapatan (Capitalization of Income Method).
c. Pendekatan Aset (Asset Based Approach) (SPI 330 – 5.32)
Pendekatan aset menghasilkan indikasi nilai dengan menggunakan
prinsip ekonomi, dimana pembeli tidak akan membayar suatu aset lebih
daripada biaya untuk memperoleh aset dengan kegunaan yang sama
atau setara, pada saat pembelian atau konstruksi.
Pendekatan ini berdasarkan prinsip harga yang akan dibayar pembeli di
pasar untuk aset yang dinilai, tidak lebih dari biaya untuk membeli atau
membangun untuk aset yang setara, kecuali ada faktor waktu yang
tidak wajar, ketidaknyamanan, risiko atau faktor lainnya. Umumnya aset
yang dinilai kurang menarik dikarenakan faktor usia atau sudah usang,
dibandingkan aset alternatif yang baru dibeli atau dibangun. Untuk hal
ini, diperlukan penyesuaian karena adanya perbedaan biaya dengan
9
Page 24
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
aset alternatif, tergantung pada dasar nilai yang diperlukan. (SPI - Edisi
VII tahun 2018).
Ada 2 (dua) metode yang umum dalam pendekatan aset (SPI 330 –
5.32.h), yaitu:
1. Metode Penyesuaian Aktiva Bersih (PAB) - Adjusted Net Asset
Method (ANAM), Adjusted Book Value Method (ABVM), Net Asset
Valuation Method (NAVM) dan Assets Accumulation Method (AAM).
2. Metode Kelebihan Pendapatan - Excess Earning Method (EEM).
Metode dan Pendekatan yang akan digunakan disesuaikan dengan
kondisi dan situasi yang ada berkenaan dengan ketersediaan data dan
informasi yang diperlukan serta tujuan dari dilakukannya penilaian.
Dalam penilaian ini, pendekatan yang akan diaplikasikan adalah
Pendekatan Pendapatan (Income Approach) dengan aplikasi
Discounted Cash Flow (DCF) Method berdasarkan pertimbangan
bahwa pendapatan yang dapat diperoleh perusahaan di masa yang
akan datang dapat diperkirakan dengan cukup meyakinkan, sesuai
dengan skenario pengembangan yang disampaikan dalam business
plan dan Pendekatan Aset (Asset Approach) dengan aplikasi
Adjusted Book Value (ABV) Method berdasarkan dengan
dilakukannya penilaian aset.
Penilai Publik wajib memilih dan menerapkan Pendekatan Penilaian,
Metode Penilaian, dan Prosedur Penilaian, yang sesuai dengan definisi
Nilai yang dicari dan karakteristik Penilaian. (Nomor 35/POJK.04/2020,
Bab VII, Pasal 28.1.b).
1.13. Kesimpulan Penilaian
Kesimpulan penilaian di dalam laporan ini dinyatakan dalam jumlah
nominal dan disebutkan dalam jumlah terbilang secara konsisten.
(SPI 105 – 5.1.d).
1.14. Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi
Hasil penilaian ini hanya ditujukan kepada Pemberi Tugas sesuai
dengan tujuan yang telah disetujui. Untuk penggunaan maupun
publikasi kepada pihak selain Pemberi Tugas, maka harus
mendapatkan persetujuan tertulis dari KJPP SIH.
10
Page 25
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
1.15. Konfirmasi Bahwa Penilaian Dilakukan Berdasarkan SPI
Dalam penyusunan laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT CBS,
Penilai Publik melakukan berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia
(KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) - Edisi VII tahun 2018,
serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020,
tanggal 25 Mei 2020, dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor
17/SEOJK.04/2020, tanggal 9 Agustus 2020.
1.16. Kondisi Dan Syarat Pembatas
1. KJPP SIH maupun anggota atau karyawan tidak bertanggung
jawab kepada pihak manapun, selain kepada PT Mitra Komunikasi
Nusantara Tbk, termasuk dalam hal kesalahan ataupun
kekurangan yang timbul sehubungan dengan kurangnya informasi
serta data yang diberikan Pemberi Tugas kepada Penilai.
2. Bahwa semua dokumen, pernyataan-pernyataan dan keterangan-
keterangan yang diberikan oleh Pemberi Tugas atau pihak ketiga
kepada kami untuk tujuan penilaian saham ini adalah benar, akurat,
lengkap dan sesuai dengan keadaan sebenarnya, serta tidak
mengalami perubahan sampai dengan tanggal diberikannya
penilaian saham ini.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan terhadap aset, kepemilikan
atau kepentingan bisnis yang menjadi subyek dari penilaian ini, baik
untuk saat ini maupun dimasa mendatang.
4. Laporan penilaian saham yang dihasilkan oleh KJPP SIH bersifat
non disclaimer opinion.
5. Data-data dan informasi yang diperoleh KJPP SIH berasal dari
sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
6. KJPP SIH menggunakan proyeksi keuangan yang telah
disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan
yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya
(fiduciary duty).
7. KJPP SIH bertanggung jawab atas laporan penilaian saham dan
kesimpulan laporan penilaian saham.
8. Informasi atas status hukum obyek penilaian dari Pemberi Tugas
dianggap benar dan dapat dipercaya, KJPP SIH tidak bertanggung
jawab jika ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak sesuai
dengan hal yang sesungguhnya.
11
Page 26
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
9. Kami tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk
berpihak berkenaan dengan subyek dari laporan ini maupun pihak-
pihak yang terlibat didalamnya.
10. Biaya jasa penilaian atau fee yang kami terima dari penugasan
penilaian ini tidak dikaitkan dengan nilai yang dilaporkan didasarkan
pada hasil penilaian yang telah ditentukan sebelumnya.
11. Penilai Publik berasumsi bahwa asumsi yang digunakan adalah
wajar dan relevan untuk diterima sebagai fakta walaupun tanpa
melakukan penyelidikan tertentu, dan dapat dipertanggung
jawabkan dalam laporan penilaian bisnis.
12. Berdasarkan pengetahuan dan keyakinan kami, pernyataan-
pernyataan mengenai fakta dalam laporan ini yang menjadi dasar
dari analisis, kesimpulan dan opini yang kami nyatakan adalah
benar.
13. Laporan penilaian ekuitas ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat
informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi
operasional perusahaan.
14. Penilai Publik bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan
kewajaran proyeksi keuangan.
15. Analisis, opini dan kesimpulan telah dibuat, dan laporan ini telah
disusun sesuai dengan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan
Standar Penilaian Indonesia (SPI) - Edisi VII tahun 2018.
16. Apabila tidak ada persetujuan yang disepakati bersama
sebelumnya, kami tidak diwajibkan untuk memberikan kesaksian
kepada pengadilan ataupun badan Pemerintah lainnya sehubungan
dengan saham yang dinilai.
17. Semua tuntutan bilamana ada, telah diabaikan. Oleh karena saham
yang dinilai sesuai dengan syarat pembatas poin kedua, dianggap
berada dibawah hak milik yang sah.
18. Tanda tangan pimpinan dan cap perusahaan yang resmi
merupakan syarat mutlak sahnya Certificate of Appraisal ini dan
Laporan Penilaian yang terlampir.
12
Page 27
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
1.17. Definisi dan Istilah Yang Digunakan Dalam Penilaian
MAPPI : Masyarakat Profesi Penilai Indonesia.
KEPI 2018 : Kode Etik Penilai Indonesia 2018.
SPI 2018 : Standar Penilaian Indonesia tahun 2018.
KPUP 2018 : Konsep dan Prinsip Umum Penilaian tahun 2018.
BAPEPAM : Badan Pengawas Pasar Modal.
IKNB : Industri Keuangan Non Bank.
LK : Lembaga Keuangan.
OJK : Otoritas Jasa Keuangan.
KJPP SIH : Kantor Jasa Penilai Publik Sih Wiryadi dan Rekan.
PT CBS : PT Citra Baru Steel.
Objek : Objek Penilaian dapat merupakan aset, liabilitas,
Penilaian entitas, ekuitas, kepentingan dan/atau kerugian
ekonomis yang dinilai. (SPI 330 - 3.20).
Tanggal : Tanggal Penilaian adalah tanggal pada saat nilai,
Penilaian hasil penilaian, atau perhitungan manfaat ekonomi
(Cut Off Date) dinyatakan dan diberlakukan.
(SPI 103 - 5.3 - a.8, Salinan POJK Nomor
35/POJK.04/2020, Bab I, Pasal I - poin 9, dan
SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020, Bab I – poin
8).
Nilai Pasar : Nilai Pasar didefinisikan sebagai estimasi
sejumlah uang dapat di peroleh atau dibayar untuk
penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
penilaian, antara pembeli yang berminat membeli
dengan penjual yang berminat menjual, dalam
suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya
dilakukan secara layak, dimana kedua pihak
masing-masing bertindak atas dasar pemahaman
yang dimilikinya. Kehati-hatian dan tanpa paksaan.
13
Page 28
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
(SPI 101 - 3.1, Salinan POJK Nomor
35/POJK.04/2020, Bab I, Pasal I - poin 14, dan
SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020, Bab I – poin
14).
Asumsi : Asumsi adalah sesuatu yang dianggap akan
terjadi termasuk fakta, syarat atau keadaan yang
mungkin dapat mempengaruhi Objek Penilaian
atau Pendekatan Penilaian dan Kewajarannya
telah dianalisis oleh Penilai Publik sebagai bagian
dari proses penilaian.
(Salinan POJK Nomor 35/POJK.04/2020, Bab I,
Pasal I - poin 15, dan SEOJK Nomor
17/SEOJK.04/2020, Bab I – poin 15).
Arus Kas : Arus Kas Bersih (AKB) adalah jumlah kas yang:
Bersih (AKB)
a. Tersedia setelah terpenuhinya kebutuhan kas
untuk kegiatan operasional.
b. Merupakan arus kas yang tersedia bagi penyedia
modal (utang dan ekuitas).
c. Telah bebas dari kewajiban untuk
mempertahankan operasi saat ini (current
operation) & untuk mengantisipasi pertumbuhan
perusahaan.
(SPI 330 - 3.1, Salinan POJK Nomor
35/POJK.04/2020, Bab I, Pasal I - poin 36, dan
SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020, Bab I - poin
36).
Diskon : Diskon Likuiditas Pasar (Discount For Lack of
Likuiditas Marketability) adalah suatu jumlah atau
Pasar persentase tertentu yang merupakan pengurang
(Discount For dari nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari
Lack of kurangnya likuiditas Obyek Penilaian.
Marketability)
(SPI 330 - 3.7, Salinan POJK Nomor
35/POJK.04/2020, Bab I, Pasal I - poin 29, dan
SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020, Bab I - poin
26).
14
Page 29
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
Diskon Tanpa : Diskon Pengendalian (Discount For Lack of
Pengendalian Control) adalah suatu jumlah atau persentase
(Discount For tertentu yang merupakan pengurang dari nilai
Lack of suatu ekuitas sebagai cerminan dari tingkat
Control) pengendalian atas Obyek Penilaian.
(SPI 330 - 3.6, Salinan POJK Nomor
35/POJK.04/2020, Bab I, Pasal I - poin 28, dan
SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020, Bab I - poin
25).
Premi Kendali : Premi Pengendalian (Premium for Control) adalah
(Control suatu jumlah atau persentase tertentu yang
Premium) merupakan penambahan dari nilai suatu ekuitas
sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas
Obyek Penilaian.
(SPI 330 - 3.23, Salinan POJK Nomor
35/POJK.04/2020, Bab I, Pasal I - poin 31, dan
SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020, Bab I - poin
31).
1.18. Tingkat Likuiditas Pasar Obyek Penilaian (Marketability)
Mengingat PT CBS memiliki bisnis di bidang produksi dan fabrikasi
baja untuk kebutuhan konstruksi yang didukung oleh permintaan pasar
yang relatif stabil serta pola penerimaan kas yang berkelanjutan dari
proyek-proyek yang dikerjakan, maka dapat dikatakan PT CBS berada
pada kondisi tingkat likuiditas yang likuid.
1.19. Penjelasan Mengenai Kejadian Penting Setelah Tanggal
Penilaian
Sejak tanggal penilaian per tanggal 31 Desember 2025 sampai dengan
diterbitkannya laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT CBS, tidak
terdapat kejadian penting yang signifikan setelah tanggal penilaian
yang dapat mempengaruhi penilaian.
15
Page 30
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
1.20. Tambahan Informasi Lain di Luar Hal-Hal yang Telah Diuraikan
Seluruh informasi material yang menyangkut penilaian saham telah
diungkapkan seluruhnya kepada KJPP SIH dan tidak ada pengurangan
atas fakta-fakta yang penting.
16
Page 31
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
2. DATA DAN INFORMASI
2.1. Hasil Pelaksanaan Inspeksi
Berikut ini hasil pelaksanaan inspeksi lokasi dilapangan:
Nama Perusahaan : PT Citra Baru Steel.
Alamat : Kawasan Industri Modern Cikande, Jalan
Modern Industri X Kavling Q7 – 8, Desa
Nambo Ilir, Kecamatan Kibin, Kabupaten
Serang, Indonesia.
Nomor Telepon : 0254-8480840.
Tanggal Inspeksi : 23 April 2025.
Surveyor : Esa Putra Herly.
Mutiara Sri Lestari.
Tampak Depan Bahan Baku Impor
Bahan Baku Lokal Barang Jadi
17
Page 32
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
2.2. Hasil Pemeriksaan Atas Dokumen Hukum Yang Relevan Dengan
Obyek Penilaian
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, PT CBS telah memperoleh
perizinan-perizinan yang diperlukan, antara lain:
1. Akta Pendirian PT CBS Nomor 786, tanggal 20 September 2007,
yang dibuat Notaris Darbi, S.H., Notaris di Serang, telah
mendapatkan pengesahan Keputusan Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia.
2. Akta Pendirian PT CBS Nomor 789, tanggal 20 September 2007,
yang dibuat Notaris Robert Purba, S.H., Notaris di Jakarta, telah
mendapatkan pengesahan Keputusan Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia.
3. Akta Perubahan PT CBS Nomor 90, tanggal 23 Mei 2008, yang
dibuat Notaris Robert Purba, S.H., Notaris di Jakarta, telah
mendapatkan pengesahan Keputusan Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia.
4. Akta Perubahan PT CBS Nomor 84, tanggal 19 Desember 2014,
yang dibuat Notaris Adrian Djuaini, S.H., Notaris di Jakarta, telah
mendapatkan pengesahan Keputusan Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia.
5. Akta Perubahan PT CBS Nomor 41, tanggal 23 Februari 2016, yang
dibuat Notaris Djumini Setyoadi, S.H., MK.n., Notaris di Jakarta,
telah mendapatkan pengesahan Keputusan Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
6. Akta Perubahan PT CBS Nomor 01, tanggal 05 April 2022, yang
dibuat Notaris Yulita, S.H., MK.n, Notaris di Kabupaten Serang, telah
mendapatkan pengesahan Keputusan Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia.
7. Akta Perubahan PT CBS Nomor 02, tanggal 15 Desember 2022,
yang dibuat Notaris Yulita, S.H., MK.n, Notaris di Kabupaten Serang,
telah mendapatkan pengesahan Keputusan Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
8. Akta Perubahan PT CBS Nomor 04, tanggal 14 Juni 2024, yang
dibuat Notaris Yulita, S.H., MK.n, Notaris di Kabupaten Serang, telah
mendapatkan pengesahan Keputusan Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia.
18
Page 33
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
9. Akta Perubahan PT CBS Nomor 07, tanggal 29 September 2025,
yang dibuat Notaris Siti Susyanthi, S.H., MK.n, Notaris di Kepulauan
Seribu, telah mendapatkan pengesahan Keputusan Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
10. Akta Perubahan Terakhir PT CBS Nomor 89, tanggal 30 Desember
2025, yang dibuat Notaris Jhonny Lumbantoruan, S.H., MK.n,
Notaris di Bogor, telah mendapatkan pengesahan Keputusan
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
11. Nomor Induk Berusaha (NIB) atas nama PT CBS, dengan
Nomor 8120012272893.
12. Surat Keterangan Terdaftar (SKT) atas nama PT CBS, dengan
Nomor PEM-00520/WPJ.08/KP.0703/2012.
13. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atas nama PT CBS, dengan
Nomor 02.519.914.2-415.000.
2.3. Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai dan Hubungannya
Dengan Obyek Penilaian
Pihak-pihak yang telah diwawancarai adalah:
1. Bapak Firman Firdaus.
2.4. Informasi Keuangan
Hasil pertimbangan pada laporan keuangan yang disediakan
PT CBS, hasil pada status laporan keuangan memiliki opini keterangan
sebagai berikut:
Tabel 2. Informasi Keuangan PT CBS
Tahun Status Nama KAP Nama AP Opini
2021 Inhouse - - -
2022 Inhouse - - -
2023 Audited KAP Gideon Adi & Rekan Valiant Great (AP.1220) Wajar
2024 Audited KAP Gideon Adi & Rekan Wlliam Suria Djaja Salim (AP.1256) Wajar
2025 Audited KAP Gideon Adi & Rekan Wlliam Suria Djaja Salim (AP.1256) Wajar
Sumber: Manajemen PT CBS
2.5. Informasi Perpajakan
Pada posisi per tanggal 31 Desember 2025, PT CBS memiliki Utang
Pajak sebesar Rp63.769.515.000,-.
19
Page 34
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
2.6. Tinjauan Ekonomi Mikro dan Makro Indonesia
2.6.1 Kajian Ekonomi Mikro Indonesia
Perekonomian dunia masih dalam tren melambat dengan
ketidakpastian yang meningkat. Perkembangan tersebut terutama
dipengaruhi oleh dampak lanjutan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS)
dan kerentanan rantai pasok global, meskipun prospek perekonomian
Amerika Serikat (AS) membaik didorong investasi sektor teknologi,
termasuk Artificial Intelligence (AI), serta stimulus fiskal berupa
pengurangan pajak.
Dari pasar keuangan global, ruang penurunan Fed Funds Rate (FFR)
berkurang dan disertai masih tingginya yield United States Treasury
(UST) sejalan dengan defisit fiskal Amerika Serikat (AS) yang masih
besar.
Ketidakpastian pasar keuangan global juga meningkat, terutama dipicu
oleh kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) serta meluasnya
eskalasi ketegangan geopolitik.
Perkembangan ini mendorong penguatan indeks mata uang dolar
Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang negara maju (DXY) dan
mengakibatkan peningkatan aliran modal ke Emerging Market (EM)
tertahan. Kondisi tersebut memerlukan kewaspadaan dan penguatan
respons kebijakan untuk memperkuat daya tahan ekonomi domestik
dari rambatan global serta mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi.
Di dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan makin
perlu ditingkatkan agar sesuai dengan kapasitas perekonomian.
Berdasarkan lapangan usaha, lapangan usaha utama seperti lapangan
usaha industri pengolahan, lapangan usaha perdagangan besar dan
eceran, serta lapangan usaha informasi dan komunikasi menunjukkan
kinerja positif.
Secara spasial, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tercatat di wilayah
Bali–Nusa Tenggara (Balinusra), diikuti Jawa dan Kalimantan yang
didorong oleh kenaikan permintaan domestik. Neraca Pembayaran
Indonesia (NPI) perlu terus diperkuat di tengah meningkatnya
ketidakpastian global.
Kebijakan nilai tukar Bank Indonesia terus diperkuat untuk menjaga
stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak peningkatan ketidakpastian
global. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tahun 2025 terjaga dalam
kisaran sasaran 2,5 ± 1%, dengan inflasi Indeks Harga Konsumen
(IHK) Desember 2025 sebesar 2,92% (year on year).
20
Page 35
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
Transmisi pelonggaran kebijakan moneter perlu terus didorong. Jumlah
uang beredar meningkat sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia
untuk mendorong efektivitas ekspansi likuiditas moneter guna
mendukung pertumbuhan ekonomi.
Kredit perbankan pada tahun 2025 tumbuh sebesar 9,69% (year on
year), berada dalam kisaran prakiraan Bank Indonesia sebesar 8–11%
(year on year). Ketahanan sistem keuangan terjaga baik, didukung oleh
likuiditas perbankan yang memadai, kapasitas permodalan yang tetap
tinggi, serta risiko kredit yang rendah.
Pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital pada triwulan IV
tahun 2025 tetap tinggi, didukung oleh sistem pembayaran yang aman,
lancar, dan andal.
Gambar 1. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Domestik dan Komponen
Berdasarkan Lapangan Usaha
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV Tahun 2025
2.6.2 Kajian Ekonomi Makro Indonesia
Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11% (c-to-c).
Pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha, kecuali
pertambangan dan penggalian yang terkontraksi sebesar 0,66%.
Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah jasa lainnya sebesar
9,93%; diikuti oleh jasa perusahaan sebesar 9,10%; serta transportasi
dan pergudangan sebesar 8,78%. Sementara itu, industri pengolahan
serta perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor
yang memiliki peran dominan terhadap perekonomian Indonesia
masing-masing tumbuh sebesar 5,30% dan 5,49%.
21
Page 36
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
Gambar 2. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Beberapa Lapangan Usaha
(Q-to-Q) (persen)
Sumber: Berita Resmi Statistik, Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2025 Terhadap 2024
(C-to-C)
Struktur Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia menurut lapangan
usaha atas dasar harga berlaku tahun 2025 tidak menunjukkan
perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh
lapangan usaha industri pengolahan sebesar 19,07%; diikuti oleh
perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor
sebesar 13,17%; pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 13,10%;
konstruksi sebesar 9,83%; serta pertambangan dan penggalian
sebesar 8,75%. Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam
perekonomian Indonesia mencapai 63,92%.
2.6.3 Laju Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tahun 2025 terjaga dalam kisaran
sasaran 2,5 ± 1%, dengan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK)
Desember 2025 sebesar 2,92% (year on year). Inflasi inti tetap terjaga
rendah sebesar 2,38% (year on year), sejalan dengan pertumbuhan
ekonomi yang masih di bawah kapasitas serta didukung konsistensi
suku bunga kebijakan moneter Bank Indonesia dalam menjangkar
ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya dan imported inflation
yang tetap terkendali.
Inflasi kelompok Administered Prices (AP) terjaga rendah sebesar
1,93% (year on year). Sementara itu, inflasi kelompok Volatile Food
(VF) masih relatif tinggi sebesar 6,21% (year on year), disumbang
terutama oleh komoditas bawang merah seiring pasokan yang terbatas
akibat gangguan cuaca dan kenaikan harga benih.
22
Page 37
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
Kebijakan moneter Bank Indonesia terus diperkuat untuk mendorong
pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dengan tetap menjaga stabilitas
perekonomian. Kebijakan moneter ditempuh melalui penurunan suku
bunga BI-Rate, stabilisasi nilai tukar rupiah, dan ekspansi likuiditas
moneter.
Sejak September 2024, BI-Rate telah turun sebesar 150 bps, yaitu 25
bps pada September 2024 dan 125 bps selama tahun 2025 menjadi
4,75% hingga Desember 2025, yang merupakan level terendah sejak
tahun 2022.
Kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah terus diperkuat dengan intervensi
di pasar off shore melalui Non Deliverable Forward (NDF) dan
intervensi di pasar domestik melalui pasar spot, Domestic Non
Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian Surat Berharga Negara
(SBN) di pasar sekunder.
Ekspansi likuiditas rupiah juga ditempuh Bank Indonesia melalui
penurunan posisi instrumen moneter Sekuritas Rupiah Bank Indonesia
(SRBI) dari Rp916,97 triliun pada awal tahun 2025 menjadi Rp730,90
triliun pada akhir tahun 2025, serta berlanjut turun menjadi Rp694,04
triliun pada 20 Januari 2026.
Bank Indonesia juga membeli Surat Berharga Negara (SBN) sebagai
bentuk sinergi erat antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal, yang
pada tahun 2026 (hingga 20 Januari 2026) mencapai Rp23,69 triliun,
termasuk pembelian di pasar sekunder sebesar Rp13,21 triliun.
Pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder dilakukan
sesuai mekanisme pasar, terukur, transparan, dan konsisten dengan
program moneter dalam menjaga stabilitas perekonomian sehingga
dapat terus menjaga kredibilitas kebijakan moneter.
Gambar 3. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Komponen
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV Tahun 2025
23
Page 38
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
2.6.4 Perkembangan Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar rupiah diprakirakan akan stabil dengan kecenderungan
menguat, didukung oleh imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah,
dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bank
Indonesia berkomitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,
termasuk melalui intervensi terukur di transaksi Non Deliverable
Forward (NDF), Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), dan pasar
spot, serta memperkuat strategi operasi moneter pro market.
2.6.5 Neraca Pembayaran Indonesia
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) perlu terus diperkuat di tengah
meningkatnya ketidakpastian global. Neraca Pembayaran Indonesia
(NPI) triwulan IV tahun 2025 diprakirakan tetap baik, ditopang oleh
neraca perdagangan yang pada November 2025 kembali mencatat
surplus sebesar 2,7 miliar dolar Amerika Serikat (AS), didukung oleh
ekspor non migas berbasis sumber daya alam seperti logam mulia dan
perhiasan atau permata, nikel dan barang daripadanya, serta bahan
bakar mineral.
Sementara itu, aliran modal triwulan IV tahun 2025 mencatat net
inflows, terutama ditopang oleh kenaikan yang cukup tinggi pada bulan
Desember 2025 yang bersumber dari penerbitan global bond, setelah
sebelumnya pada bulan Oktober dan November 2025 tercatat rendah
sejalan dengan ketidakpastian global yang masih tinggi.
Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2025
meningkat menjadi sebesar 156,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS),
setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan
pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar
kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
24
Page 39
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
Gambar 4. Neraca Pembayaran Indonesia
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV Tahun 2025
2.6.6 Respons Kebijakan Bank Indonesia
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20–21 Januari
2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%,
suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending
Facility sebesar 5,50%.
Keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan saat ini pada upaya
stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak meningkatnya ketidakpastian
global guna mendukung pencapaian sasaran inflasi tahun 2026 sampai
tahun 2027 dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat efektivitas transmisi
pelonggaran kebijakan moneter dan kebijakan makroprudensial yang
telah ditempuh selama ini, serta tetap mencermati ruang penurunan
suku bunga BI-Rate lebih lanjut dengan prakiraan inflasi tahun 2026
sampai tahun 2027 yang terkendali dalam sasaran 2,5 ± 1%, serta turut
mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Kebijakan makroprudensial Bank Indonesia tetap diarahkan untuk
mendorong pertumbuhan (pro growth), termasuk dengan meningkatkan
efektivitas Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk
mempercepat penurunan suku bunga dan meningkatkan pertumbuhan
kredit atau pembiayaan ke sektor riil, khususnya sektor-sektor prioritas
Pemerintah.
25
Page 40
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
Kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendorong
pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui perluasan akseptasi
pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran,
dan peningkatan daya tahan infrastruktur sistem pembayaran.
Arah bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem
pembayaran untuk tetap mempertahankan stabilitas dan turut
mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tersebut
didukung dengan langkah-langkah kebijakan sebagai berikut:
1. Penguatan stabilisasi nilai tukar rupiah melalui intervensi, baik
transaksi Non Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri
maupun transaksi spot dan Domestic Non Deliverable Forward
(DNDF) di pasar domestik. Strategi ini disertai dengan pembelian
Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder;
2. Penguatan strategi operasi moneter pro market untuk mendukung
stabilisasi nilai tukar rupiah serta memperkuat efektivitas transmisi
kebijakan moneter dalam menjaga stabilitas dan mendorong
pertumbuhan ekonomi, dengan;
I. Mengelola struktur suku bunga instrumen moneter;
II. Mengoptimalkan penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia
(SRBI); dan
III. Memperkuat peningkatan daya tarik imbal hasil Surat Berharga
Negara (SBN) melalui transaksi di pasar sekunder secara
terukur;
3. Penguatan efektivitas pelonggaran kebijakan makroprudensial
dalam mendorong kredit atau pembiayaan dan penurunan suku
bunga perbankan. Langkah ini diperkuat dengan publikasi asesmen
transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) dengan pendalaman
pada suku bunga kredit berdasarkan sektor prioritas yang menjadi
cakupan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM),
termasuk respons perubahan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK)
terhadap perubahan suku bunga kebijakan Bank Indonesia;
4. Penguatan strategi akseptasi digital melalui persiapan implementasi
Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) antarnegara
Indonesia–Tiongkok dan Quick Response Code Indonesian
Standard (QRIS) antarnegara Indonesia–Korea Selatan sekitar
triwulan I tahun 2026;
5. Perluasan kerja sama internasional di area kebanksentralan,
termasuk konektivitas sistem pembayaran dan transaksi
menggunakan mata uang lokal, serta fasilitasi penyelenggaraan
promosi investasi dan perdagangan di sektor prioritas bekerja sama
dengan instansi terkait.
26
Page 41
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
Bank Indonesia juga terus mempererat sinergi kebijakan dengan
Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk menjaga stabilitas
dan mendorong pertumbuhan ekonomi sejalan dengan program Asta
Cita Pemerintah.
2.7. Manufaktur Baja Di Indonesia
2.7.1 Perkembangan Manufaktur Baja Di Indonesia
Perkembangan manufaktur baja di Indonesia menunjukkan dinamika
yang cukup panjang dan strategis dalam mendukung proses
industrialisasi nasional. Pada tahap awal, industri baja domestik masih
sangat terbatas baik dari sisi kapasitas produksi, teknologi, maupun
kualitas produk, sehingga kebutuhan baja nasional sebagian besar
dipenuhi melalui impor. Kondisi ini berlangsung cukup lama seiring
dengan meningkatnya kebutuhan baja untuk pembangunan
infrastruktur, konstruksi, dan sektor manufaktur lainnya. Namun
demikian, Pemerintah secara bertahap mulai mendorong penguatan
industri baja melalui berbagai kebijakan, seperti pembangunan industri
baja terpadu, pemberian insentif investasi, serta pembukaan peluang
kerja sama dengan investor swasta dan asing guna meningkatkan
kapasitas dan efisiensi produksi dalam negeri.
Seiring berjalannya waktu, industri manufaktur baja di Indonesia mulai
mengalami peningkatan yang signifikan, baik dari sisi volume produksi
maupun diversifikasi produk. Pembangunan fasilitas produksi modern
dan adopsi teknologi yang lebih maju memungkinkan produsen baja
dalam negeri untuk menghasilkan berbagai jenis produk, mulai dari baja
setengah jadi seperti billet dan slab hingga produk akhir seperti baja
lembaran, baja tulangan, pipa baja, dan baja khusus untuk kebutuhan
industri otomotif dan energi. Pertumbuhan ini juga didukung oleh
meningkatnya permintaan domestik yang berasal dari proyek-proyek
infrastruktur nasional, pembangunan properti, serta perkembangan
sektor industri pengolahan lainnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan industri baja semakin
menunjukkan tren positif, ditandai dengan peningkatan kontribusi sektor
logam dasar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta
meningkatnya kinerja ekspor produk baja. Selain itu, arah kebijakan
Pemerintah yang berfokus pada hilirisasi industri turut mendorong
transformasi manufaktur baja dari sekadar pengolahan bahan mentah
menjadi produksi barang bernilai tambah tinggi. Industri baja tidak lagi
hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan domestik, tetapi juga
diarahkan untuk meningkatkan daya saing di pasar global melalui
peningkatan kualitas, efisiensi, dan inovasi produk.
27
Page 42
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
Meskipun demikian, industri manufaktur baja di Indonesia masih
menghadapi sejumlah tantangan, seperti fluktuasi harga bahan baku
global, persaingan dengan produk impor yang lebih murah, serta
tuntutan untuk menerapkan proses produksi yang lebih ramah
lingkungan. Selain itu, kebutuhan investasi yang besar dan
ketergantungan pada energi juga menjadi faktor yang mempengaruhi
keberlanjutan industri ini. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara
Pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan lainnya dalam
menciptakan ekosistem industri baja yang kuat dan berdaya saing.
Secara keseluruhan, perkembangan manufaktur baja di Indonesia
menunjukkan arah yang semakin positif dan berkelanjutan. Dengan
dukungan kebijakan yang tepat, peningkatan investasi, serta adopsi
teknologi yang inovatif, industri baja nasional memiliki potensi besar
untuk terus berkembang dan menjadi salah satu pilar utama dalam
mendukung pertumbuhan ekonomi serta pembangunan infrastruktur di
Indonesia.
2.7.2 Tantangan Manufaktur Baja
Industri manufaktur baja di Indonesia menghadapi berbagai tantangan
yang kompleks seiring dengan perkembangan global dan dinamika
pasar domestik. Salah satu tantangan utama adalah fluktuasi harga
bahan baku, seperti bijih besi dan scrap, yang sangat dipengaruhi oleh
kondisi pasar internasional. Perubahan harga tersebut berdampak
langsung pada biaya produksi sehingga dapat menekan margin
keuntungan perusahaan baja, terutama bagi produsen yang masih
bergantung pada impor bahan baku.
Selain itu, industri baja juga menghadapi persaingan yang ketat dengan
produk impor, khususnya dari negara-negara dengan kapasitas
produksi besar dan biaya produksi yang lebih rendah. Masuknya baja
impor dengan harga yang lebih kompetitif seringkali melemahkan daya
saing produk dalam negeri, terutama jika tidak diimbangi dengan
peningkatan efisiensi dan kualitas produksi domestik.
Tantangan berikutnya adalah tingginya kebutuhan investasi dan biaya
operasional. Industri baja merupakan industri padat modal dan padat
energi, sehingga memerlukan investasi besar untuk pembangunan
fasilitas produksi, pembaruan teknologi, serta pemeliharaan peralatan.
Di sisi lain, biaya energi yang tinggi di Indonesia juga menjadi faktor
yang mempengaruhi efisiensi produksi dan harga jual produk baja.
28
Page 43
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
Selain faktor ekonomi, industri baja juga menghadapi tekanan terkait isu
lingkungan. Proses produksi baja menghasilkan emisi karbon yang
cukup tinggi, sehingga perusahaan dituntut untuk menerapkan teknologi
yang lebih ramah lingkungan dan efisien energi. Hal ini membutuhkan
tambahan investasi serta penyesuaian terhadap regulasi lingkungan
yang semakin ketat, baik di tingkat nasional maupun global.
Tidak kalah penting, terdapat tantangan dalam hal penguasaan
teknologi dan kualitas sumber daya manusia. Untuk menghasilkan
produk baja bernilai tambah tinggi, dibutuhkan teknologi canggih dan
tenaga kerja yang terampil. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi
sumber daya manusia serta adopsi inovasi teknologi menjadi hal yang
krusial dalam meningkatkan daya saing industri baja nasional.
Secara keseluruhan, berbagai tantangan tersebut menuntut adanya
strategi yang tepat dari pelaku industri maupun dukungan kebijakan
Pemerintah, agar manufaktur baja di Indonesia dapat terus
berkembang, meningkatkan daya saing, serta berkontribusi secara
optimal terhadap perekonomian nasional.
2.7.3 Alur Produksi Pembuatan Baja
Gambar 5. Alur Produksi
Sumber: Manajemen PT CBS
Alur produksi pembuatan baja dimulai dari proses peleburan bahan
baku pada tungku dengan suhu tinggi sekitar 1.650°C, di mana logam
dilebur hingga menjadi cair. Baja cair kemudian dituangkan ke dalam
ladle untuk proses penampungan sementara, pengujian komposisi
kimia, serta persiapan sebelum masuk ke tahap pencetakan.
29
Page 44
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
Selanjutnya, baja cair dialirkan ke mesin Continuous Casting Machine
(CCM) untuk dicetak menjadi billet dengan ukuran tertentu, yang
merupakan bentuk setengah jadi. Billet yang dihasilkan kemudian
dipanaskan kembali dalam furnace elektrik hingga mencapai suhu
sekitar 1.100°C agar memiliki sifat plastis yang memadai untuk proses
pembentukan.
Setelah pemanasan, billet masuk ke tahap rolling mill, yaitu proses
pengerolan untuk membentuk baja sesuai ukuran dan bentuk yang
diinginkan, seperti besi beton. Produk hasil rolling kemudian
didinginkan secara alami pada cooling bed untuk menurunkan suhu
sekaligus menjaga struktur dan kualitas material. Setelah proses
pendinginan, baja dipotong pada tahap cold shear sesuai panjang
standar, umumnya sekitar 12 meter. Tahap berikutnya adalah proses
packing, di mana produk ditimbang dan dikemas sesuai kebutuhan
distribusi. Terakhir, produk baja disimpan di gudang sebelum
didistribusikan kepada pelanggan.
2.8. Prospek Usaha
Prospek usaha industri manufaktur baja yang cenderung positif turut
memberikan peluang yang besar bagi PT CBS untuk berkembang
secara berkelanjutan. Meningkatnya kebutuhan baja nasional,
khususnya dari sektor konstruksi dan infrastruktur, menjadi faktor
utama yang mendukung pertumbuhan permintaan produk baja yang
dihasilkan oleh perusahaan. Dengan adanya berbagai proyek
pembangunan seperti jalan tol, kawasan industri, serta pembangunan
properti, permintaan terhadap produk seperti baja tulangan dan baja
struktural diperkirakan akan terus meningkat, sehingga membuka
peluang pasar yang luas bagi PT CBS.
Selain itu, kebijakan Pemerintah yang mendorong penggunaan produk
dalam negeri dan penguatan industri manufaktur nasional memberikan
keuntungan kompetitif bagi PT CBS sebagai produsen baja domestik.
Dengan adanya upaya pengendalian impor dan program hilirisasi
industri, perusahaan memiliki peluang untuk meningkatkan kapasitas
produksi serta memperluas pangsa pasar di dalam negeri. Hal ini juga
didukung oleh potensi peningkatan kualitas produk melalui adopsi
teknologi dan efisiensi proses produksi yang lebih baik.
Dari sisi eksternal, peluang ekspansi ke pasar ekspor juga menjadi
prospek yang dapat dimanfaatkan oleh PT CBS. Permintaan baja
global yang terus berkembang, terutama dari negara berkembang,
memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk meningkatkan volume
penjualan di pasar internasional.
30
Page 45
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
Dengan menjaga kualitas produk dan daya saing harga, PT CBS
berpotensi untuk memperkuat posisinya tidak hanya di pasar domestik
tetapi juga di pasar global.
Namun demikian, untuk memaksimalkan prospek usaha tersebut,
PT CBS tetap perlu menghadapi berbagai tantangan seperti fluktuasi
harga bahan baku, tekanan persaingan dengan produk impor, serta
tuntutan efisiensi dan keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu,
strategi yang tepat seperti peningkatan efisiensi operasional, inovasi
produk, serta penguatan manajemen risiko menjadi kunci dalam
menjaga pertumbuhan usaha perusahaan.
Secara keseluruhan, dengan dukungan kondisi industri yang kondusif
dan strategi yang tepat, PT CBS memiliki prospek usaha yang baik
untuk terus berkembang dan meningkatkan kontribusinya dalam
industri manufaktur baja di Indonesia.
2.9. Aspek Teknis
2.9.1 Lokasi Kantor
PT CBS berlokasi di Kawasan Industri Modern Cikande, Jalan Modern
Industri X Kavling Q7 – 8, Desa Nambo Ilir, Kecamatan Kibin,
Kabupaten Serang, Indonesia.
2.9.2 Produk PT CBS
Produk utama yang dihasilkan oleh PT CBS berfokus pada baja
tulangan beton yang digunakan dalam berbagai proyek konstruksi dan
infrastruktur. Adapun jenis produk yang dihasilkan antara lain:
1. Plain Round Bar (Baja Polos)
Plain Round Bar merupakan baja tulangan berbentuk batang dengan
permukaan halus tanpa ulir. Produk ini umumnya digunakan untuk
kebutuhan konstruksi ringan, seperti pembuatan begel (stirrup), cincin
kolom, serta elemen pengikat dalam struktur beton bertulang. Baja
polos memiliki sifat yang lebih mudah dibentuk dan ditekuk, sehingga
cocok untuk pekerjaan konstruksi yang membutuhkan fleksibilitas
tinggi.
31
Page 46
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
2. Deformed Reinforcing Bar (Baja Ulir)
Deformed Reinforcing Bar adalah baja tulangan yang memiliki
permukaan berulir atau bersirip, yang berfungsi untuk meningkatkan
daya lekat antara baja dan beton. Produk ini banyak digunakan pada
struktur utama seperti kolom, balok, pelat, dan pondasi karena memiliki
kekuatan tarik yang tinggi serta kemampuan menahan beban yang
lebih besar. Baja ulir menjadi komponen utama dalam konstruksi
bangunan bertingkat dan proyek infrastruktur skala besar.
Kedua produk tersebut diproduksi dengan memperhatikan standar
kualitas seperti Standar Nasional Indonesia (SNI), sehingga mampu
memenuhi kebutuhan pasar konstruksi nasional yang terus
berkembang. Dengan fokus pada kualitas dan konsistensi produk,
PT CBS mampu menjadi salah satu pemasok baja tulangan yang
kompetitif di industri manufaktur baja Indonesia.
2.9.3 Klien PT CBS
Berikut beberapa perusahaan yang membeli produk-produk PT CBS:
Tabel 3. Klien PT CBS
No Customer Name (Alias) Keterangan
1 PT Waskita Karya (Persero) Tbk BUMN/Construction
2 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk BUMN/Construction
3 PT Adhi Karya (Persero) Tbk. BUMN/Construction
4 PT Adhi Persada Beton BUMN/Construction
5 PT Brantas Abipraya (Persero) BUMN/Construction
6 PT Wijaya Karya Beton Tbk BUMN/Construction
7 PT Nindya Karya (Persero) BUMN/Construction
8 PT Waskita Karya Infrastruktur BUMN/Construction
9 PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk BUMN/Construction
10 PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi BUMN/Construction
11 PT Wijaya Karya Pracetak Gedung BUMN/Construction
12 PT Hanwa Indonesia SWASTA/Distribution
13 PT Indo Perkasa Mandiri SWASTA/Distribution
14 PT Jaya Makmur Eka Lestari SWASTA/Distribution
15 PT Sapta Sumber Lancar SWASTA/Distribution
16 PT Baja Indah Perkasa SWASTA/Distribution
17 PT Metal Sarana Sukses SWASTA/Distribution
18 PT Bina Bangunan Sukses SWASTA/Distribution
32
Page 47
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
No Customer Name (Alias) Keterangan
19 PT Surya Timur Persada SWASTA/Distribution
20 PT Sukses Abadi Bajatama SWASTA/Distribution
21 PT Roda Baja Mandiri SWASTA/Distribution
22 PT Binatama Bangun Persada SWASTA/Distribution
23 PT Maju Jaya Sukses Abadi SWASTA/Distribution
24 PT Kin Baja Suksestama SWASTA/Distribution
25 PT Takenaka Indonesia SWASTA/Construction
26 PT Jaya Obayashi SWASTA/Construction
27 PT Kajima Indonesia SWASTA/Construction
28 PT Shimizu Bangun Cipta Kontractor SWASTA/Construction
29 PT Taisei Pulauintan SWASTA/Construction
30 PT SMCC Indonesia(Mitsui Sunitomo) SWASTA/Construction
31 PT Mitsubishi Estate Indonesia SWASTA/Construction
32 PT Tokyu Constraction SWASTA/Construction
33 PT Indonakano SWASTA/Construction
Sumber: Manajemen PT CBS
2.10. Pesaing Usaha
Pesaing yang dimiliki oleh PT CBS adalah perusahaan-perusahaan
baja lainnya di Indonesia, yaitu:
Tabel 4. Pesaing Usaha
No Nama Pesaing
1 PT Krakatau Steel (Persero) Tbk
2 PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk
3 PT Betonjaya Manunggal Tbk
4 PT Gunung Raja Paksi Tbk
33
Page 48
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
2.11. Informasi Non Keuangan yang Relevan Mengenai Obyek
Penilaian
2.11.1 Pendirian
Akta Pendirian PT CBS Nomor 786, tanggal 20 September 2007, yang
dibuat Notaris Darbi, S.H., Notaris di Serang, telah mendapatkan
pengesahan Keputusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia.
Akta Perubahan Terakhir PT CBS Nomor 89, tanggal 30 Desember
2025, yang dibuat Notaris Jhonny Lumbantoruan, S.H., MK.n, Notaris di
Bogor, telah mendapatkan pengesahan Keputusan Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
2.11.2 Manajemen Perusahaan
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT CBS per 31 Desember 2025
adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris : Tuan Kong Cho Wo.
Direksi
Direktur Utama : Tuan Tony Kasim.
Direktur : Tuan Handoyo Setiawan.
Profil Dewan Komisaris dan Direksi PT CBS sebagai berikut:
a. Tuan Kong Cho Wo - Komisaris
Beliau adalah Kewarganegaraan Australia, yang berdomisili di
Jakarta, riwayat pendidikan dan pengalaman kerja sebagai berikut:
Riwayat pendidikan:
1. Sarjana.
Pengalaman kerja yang dimiliki sebagai berikut:
1. 2007 - : Komisaris PT CBS.
sekarang
34
Page 49
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
b. Tuan Tony Kasim - Direktur Utama
Beliau adalah Kewarganegaraan Indonesia, yang berdomisili di
Jakarta, riwayat pendidikan dan pengalaman kerja sebagai berikut:
Riwayat pendidikan:
1. Bachelor or Science Syracuse University.
2. Master of Business Administration University of Pittsburgh.
Pengalaman kerja yang dimiliki sebagai berikut:
1. 2007 - : Direktur Utama PT CBS.
sekarang
c. Tuan Handoyo Setiawan - Direktur
Beliau adalah Kewarganegaraan Indonesia, yang berdomisili di
Manado, riwayat pendidikan dan pengalaman kerja sebagai berikut:
Riwayat pendidikan:
1. SMA - Ren Da Fu Zhong.
2. Sarjana - Ren Min Da Xue.
Pengalaman kerja yang dimiliki sebagai berikut:
1. 2013 - : Direktur PT CBS.
sekarang
Berdasarkan lampiran, struktur organisasi PT CBS telah tersusun
secara sistematis dan terbagi dalam bagian-bagian yang terintegrasi
secara baik, sebagai berikut:
Gambar 6. Struktur Organisasi PT CBS
Sumber: Manajemen PT CBS
Jumlah karyawan yang dimiliki PT CBS hingga 31 Desember 2025 dan
2024, Perusahaan memiliki karyawan tetap masing-masing sebanyak
462 dan 623 orang (tidak diaudit).
35
Page 50
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
2.11.3 Kegiatan Usaha PT CBS
Kegiatan usaha PT CBS berfokus pada industri manufaktur baja,
khususnya dalam produksi dan distribusi baja tulangan untuk
memenuhi kebutuhan sektor konstruksi dan infrastruktur. Dalam
menjalankan operasionalnya, perusahaan melakukan serangkaian
aktivitas yang terintegrasi mulai dari pengadaan bahan baku hingga
pemasaran produk akhir.
Kegiatan utama perusahaan meliputi proses produksi baja, yaitu
pengolahan bahan baku seperti billet menjadi produk jadi berupa plain
round bar (baja polos) dan deformed reinforcing bar (baja ulir) melalui
proses pemanasan dan rolling mill. Proses ini dilakukan dengan standar
kualitas tertentu untuk memastikan produk memiliki kekuatan dan
spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan konstruksi.
Selain produksi, PT CBS juga menjalankan kegiatan pengendalian
kualitas (quality control) untuk memastikan setiap produk yang
dihasilkan memenuhi standar seperti Standar Nasional Indonesia (SNI).
Pengujian dilakukan terhadap aspek fisik dan mekanik baja agar produk
aman dan layak digunakan dalam proyek pembangunan.
Perusahaan juga melakukan kegiatan distribusi dan pemasaran, baik
secara langsung kepada kontraktor, distributor, maupun proyek-proyek
konstruksi skala besar. Jaringan distribusi yang dimiliki memungkinkan
produk perusahaan dapat menjangkau berbagai wilayah di Indonesia.
Di samping itu, PT CBS turut menjalankan manajemen operasional dan
pemeliharaan fasilitas produksi, termasuk perawatan mesin dan
peningkatan efisiensi produksi guna menjaga keberlangsungan usaha.
Dengan rangkaian kegiatan tersebut, PT CBS mampu
mempertahankan kelangsungan operasionalnya sebagai perusahaan
manufaktur baja yang mendukung pembangunan infrastruktur nasional.
36
Page 51
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
2.12. Perjanjian Penting PT CBS
PT CBS dalam menjalankan usahanya memiliki perjanjian penting
dengan beberapa perusahaan, yaitu:
Tabel 5. Perjanjian Penting PT CBS
No Nama Keterangan
1 Waskita – Infrastruktur. KSO Surat Perjanjian Pemesanan Material
2 PT Waskita Karya (Persero) Tbk Surat Perjanjian Pemesanan Material
Sumber: Manajemen PT CBS
2.13. Pasar Geografis
Pasar geografis PT CBS adalah Indonesia, dengan fokus utama pada
proyek-proyek konstruksi domestik di berbagai wilayah.
2.14. Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran PT CBS difokuskan pada penguatan posisi
perusahaan di pasar baja konstruksi nasional melalui pendekatan yang
terintegrasi antara kualitas produk, jaringan distribusi, serta hubungan
jangka panjang dengan pelanggan. Hal ini penting mengingat
karakteristik industri baja yang bersifat Business To Business (B2B)
dan sangat dipengaruhi oleh proyek konstruksi dan infrastruktur.
Perusahaan menerapkan strategi penetrasi pasar, yaitu dengan
memperluas jangkauan distribusi ke berbagai wilayah di Indonesia
melalui kerja sama dengan distributor, supplier material bangunan,
serta kontraktor besar. Dengan jaringan distribusi yang luas, produk
seperti plain round bar dan deformed reinforcing bar dapat lebih mudah
diakses oleh pasar.
Dari sisi produk, PT CBS menekankan strategi kualitas (product
differentiation) dengan memastikan bahwa seluruh produk memenuhi
standar Standar Nasional Indonesia (SNI). Kualitas yang konsisten
menjadi nilai utama untuk memenangkan kepercayaan pelanggan,
khususnya dalam proyek konstruksi berskala besar yang membutuhkan
material dengan spesifikasi tinggi.
37
Page 52
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
Selain itu, perusahaan juga menerapkan strategi harga yang kompetitif,
dengan menyesuaikan harga terhadap kondisi pasar baja domestik dan
global. Efisiensi dalam proses produksi menjadi kunci agar perusahaan
dapat menawarkan harga yang bersaing tanpa mengorbankan kualitas.
Dalam aspek promosi, PT CBS lebih mengutamakan relationship
marketing, yaitu membangun hubungan jangka panjang dengan
pelanggan seperti kontraktor, developer, dan perusahaan konstruksi.
Pendekatan ini dilakukan melalui pelayanan yang responsif, ketepatan
waktu pengiriman, serta konsistensi kualitas produk.
Terakhir, PT CBS juga mengembangkan strategi berbasis permintaan
proyek (project based marketing), di mana perusahaan secara aktif
mengikuti perkembangan proyek infrastruktur dan konstruksi nasional.
Dengan demikian, perusahaan dapat menyesuaikan kapasitas produksi
dan distribusi sesuai kebutuhan pasar, sehingga mampu meningkatkan
daya saing di industri manufaktur baja yang kompetitif.
2.15. Risiko Usaha & SWOT Analysis
Dalam menjalankan kegiatan usahanya di industri manufaktur baja,
PT CBS menghadapi beberapa risiko yang dapat mempengaruhi
kinerja operasional maupun keuangan perusahaan, antara lain:
1. Risiko Fluktuasi Harga Bahan Baku
Harga bahan baku seperti billet dan scrap baja sangat dipengaruhi oleh
pasar global. Kenaikan harga dapat meningkatkan biaya produksi dan
menekan margin keuntungan perusahaan.
2. Risiko Persaingan Industri
Persaingan yang ketat dengan perusahaan besar, termasuk emiten
seperti PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan PT Betonjaya Manunggal
Tbk, dapat mempengaruhi pangsa pasar PT CBS, terutama dalam hal
harga dan kapasitas produksi.
3. Risiko Ketergantungan pada Sektor Konstruksi
Permintaan produk baja sangat bergantung pada pertumbuhan sektor
konstruksi dan infrastruktur. Jika terjadi perlambatan ekonomi atau
penundaan proyek, maka permintaan baja juga dapat menurun.
38
Page 53
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
4. Risiko Kebijakan Pemerintah
Perubahan kebijakan seperti bea masuk impor baja, regulasi industri,
atau kebijakan pembangunan infrastruktur dapat berdampak langsung
terhadap operasional dan daya saing perusahaan.
5. Risiko Operasional
Gangguan pada mesin produksi, keterlambatan pasokan bahan baku,
atau masalah logistik dapat menghambat proses produksi dan distribusi
produk.
6. Risiko Lingkungan
Berdasarkan informasi yang diperoleh, PT CBS memiliki kewajiban
pemenuhan aspek lingkungan hidup yang melekat pada kegiatan
usahanya. Selain itu, terdapat dokumen Kementerian Lingkungan
Hidup tanggal 19 Desember 2025 terkait tindak lanjut audit lingkungan
hidup pada Kawasan Industri Banten Modern Cikande Industrial Estate
yang mencakup kegiatan industri peleburan logam, dengan PT CBS
tercantum sebagai pihak tembusan. Informasi tersebut dipertimbangkan
sebagai faktor risiko dalam penilaian saham. Namun, sampai dengan
tanggal penilaian, dampak finansialnya belum dapat ditentukan secara
pasti karena belum tersedia dokumen pendukung yang memadai terkait
hasil audit, sanksi, maupun estimasi biaya kepatuhan atau pemulihan
lingkungan.
Selain risiko usaha yang sudah disebutkan diatas, berikut adalah
SWOT Analysis untuk industri tersebut yaitu:
1. Strength (Kekuatan)
• Produk baja berkualitas yang memenuhi standar Standar Nasional
Indonesia (SNI).
• Fokus pada segmen baja tulangan yang memiliki permintaan stabil.
• Lokasi pabrik strategis di kawasan industri.
• Hubungan yang baik dengan distributor dan kontraktor.
2. Weakness (Kelemahan)
• Ketergantungan pada bahan baku eksternal.
• Skala usaha masih lebih kecil dibanding perusahaan baja besar
(Tbk).
• Diversifikasi produk relatif terbatas (fokus pada rebar).
39
Page 54
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
3. Opportunity (Kesempatan)
• Peningkatan pembangunan infrastruktur di Indonesia.
• Pertumbuhan sektor properti dan konstruksi.
• Kebijakan Pemerintah yang mendorong penggunaan produk dalam
negeri.
• Potensi ekspansi pasar ke wilayah baru atau ekspor.
4. Threat (Ancaman)
• Persaingan harga dari produsen baja dalam dan luar negeri.
• Fluktuasi harga komoditas global.
• Masuknya produk baja impor dengan harga lebih murah.
• Ketidakstabilan ekonomi yang mempengaruhi permintaan pasar.
40
Page 55
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
3. PENYESUAIAN TERHADAP LAPORAN KEUANGAN
Terdapat penyesuaian terhadap laporan keuangan PT CBS yang
dilakukan terhadap pos dalam laba rugi, yaitu pos depresiasi dan
amortisasi. Penyesuaian terhadap pos depresiasi dan amortisasi
dilakukan untuk mendapat nilai Earning Before Interest, Taxes,
Depreciation, and Amortization (EBITDA). Penyesuaian yang dilakukan
tidak merubah nilai didalam laporan keuangan audited per tanggal
31 Desember 2025, hanya mengeluarkan nilai depresiasi dan
amortisasi dari pos biaya-biaya untuk kepentingan penilaian.
41
Page 56
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
4. ANALISIS ATAS LAPORAN KEUANGAN DAN INFORMASI
KEUANGAN LAINNYA
4.1 Analisis Kinerja Keuangan
Berikut merupakan tinjauan kinerja keuangan PT CBS, berdasarkan
laporan keuangan inhouse per 31 Desember 2021 sampai dengan
31 Desember 2022 dan laporan keuangan audited per tanggal
31 Desember 2023 sampai dengan 31 Desember 2025 disajikan
sebagai berikut:
Tabel 6. Laporan Posisi Keuangan PT CBS Dalam Ribuan
31 Des 2021 31 Des 2022 31 Des 2023 31 Des 2024 31 Des 2025
Uraian
Inhouse Inhouse Audited Audited Audited
Aset Lancar 823.739.028 751.909.186 623.277.719 740.518.442 850.068.007
Aset Tidak Lancar 262.074.981 243.770.220 254.320.049 230.438.886 455.190.970
Total Asset 1.085.814.010 995.679.405 877.597.768 970.957.328 1.305.258.977
Liabilitas Jangka Pendek 568.018.296 662.987.745 449.473.238 534.339.936 616.677.097
Liabilitas Jangka Panjang 228.395.412 2.186.499 12.680.733 14.418.690 64.625.328
Ekuitas 289.400.302 330.505.161 415.443.797 422.198.702 623.956.552
Total Liabilitas dan Ekuitas 1.085.814.010 995.679.405 877.597.768 970.957.328 1.305.258.977
Sumber: Management PT CBS
Tabel 7. Laporan Laba Rugi PT CBS Dalam Ribuan
31 Des 2021 31 Des 2022 31 Des 2023 31 Des 2024 31 Des 2025
Uraian
Inhouse Inhouse Audited Audited Audited
Pendapatan 1.318.239.789 1.628.147.609 1.425.906.787 1.335.830.861 914.071.684
Harga Pokok Penjualan (1.165.220.801) (1.460.249.277) (1.308.611.542) (1.193.435.348) (774.524.106)
Laba Kotor 153.018.988 167.898.332 117.295.245 142.395.513 139.547.578
Biaya Operasional (25.545.634) (93.296.750) (48.498.898) (58.918.466) (58.915.976)
Laba (Rugi) Usaha –
127.473.354 74.601.582 68.796.347 83.477.047 80.631.602
EBITDA
Depresiasi & Amortisasi (19.013.552) (19.777.456) (19.762.911) (19.816.215) (20.008.197)
Pendapatan (Beban Usaha)
(54.773.921) 2.912.822 (39.853.075) (42.374.770) (53.026.841)
Lain-lain
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 53.685.882 57.736.948 9.180.361 21.286.062 7.596.564
Pajak (11.956.897) (16.632.089) (5.945.559) (5.509.049) (3.298.366)
Laba (Rugi) Bersih 41.728.985 41.104.859 3.234.802 15.777.013 4.298.199
Sumber: Management PT CBS
Dari kedua tabel kinerja laporan keuangan diatas dapat dilihat dari sisi
aktiva selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan
31 Desember 2025, terlihat bahwa unsur terbesar terdapat pada jumlah
current assets, yaitu memiliki rata-rata sebesar Rp757.902.476.000,-.
Sedangkan dari sisi pasiva, selama periode 31 Desember 2021 sampai
dengan 31 Desember 2025, terlihat bahwa unsur terbesar terdapat
pada jumlah short term liabilities, yaitu memiliki rata-rata sebesar
Rp566.299.262.000,-.
42
Page 57
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
Dilihat dari pendapatan PT CBS selama periode 31 Desember 2021
sampai dengan 31 Desember 2025, memiliki rata-rata sebesar
Rp1.324.439.346.000,-. Dengan rata-rata keuntungan pada periode
31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 sebesar
Rp21.228.771.000,-.
Rasio Keuangan
Tinjauan rasio keuangan PT CBS berdasarkan laporan keuangan
inhouse per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2022 dan
laporan keuangan audited per tanggal 31 Desember 2023 sampai
dengan 31 Desember 2025 disajikan sebagai berikut:
Tabel 8. Kinerja Rasio Keuangan Konsolidasi PT CBS
31 Des 31 Des 31 Des 31 Des 31 Des
Uraian 2021 2022 2023 2024 2025
Inhouse Inhouse Audited Audited Audited
A. Rasio Likuiditas
Current Ratio 145,02% 113,41% 138,67% 138,59% 137,85%
Quick Ratio 140,25% 109,41% 138,53% 137,59% 131,49%
Working Capital To Total Assets Ratio 23,55% 8,93% 19,80% 21,23% 17,88%
B. Rasio Leverage
Total Debt To Equity Ratio 275,19% 201,26% 111,24% 129,98% 109,19%
Total Debt To Total Asset Ratio 73,35% 66,81% 52,66% 56,52% 52,20%
C. Rasio Aktivitas (X)
Total AssetsTurnover 1,21 1,64 1,62 1,38 0,70
Receivable Turnover 7,19 7,41 5,46 6,93 6,22
Collection Period 51 49 67 53 59
Working Capital Turnover 5,15 18,31 8,20 6,48 3,92
D. Rasio Keuangan
Gross Profit Margin 11,61% 10,31% 8,23% 10,66% 15,27%
Operating Profit Margin 9,67% 4,58% 4,82% 6,25% 8,82%
Net Profit Margin 3,17% 2,52% 0,23% 1,18% 0,47%
Return On Investment , ROI 3,84% 4,13% 0,37% 1,62% 0,33%
Return On Equity, ROE 14,42% 12,44% 0,78% 3,74% 0,69%
Rasio Likuiditas, rasio ini untuk mengetahui sampai seberapa jauh
PT CBS dapat melunasi utang jangka pendeknya, semakin besar rasio
yang diperoleh semakin lancar pembayaran utang jangka pendeknya.
Berdasarkan laporan keuangan, periode 31 Desember 2021 sampai
dengan 31 Desember 2025 terutama pada current ratio ini
menunjukkan rata-rata sebesar 134,71%, hal ini berarti setiap
Rp1 utang lancar dijamin oleh aktiva lancar sebesar Rp1,34.
Rasio Leverage, rasio ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar
kegiatan operasi PT CBS dibiayai oleh modal pinjaman, semakin kecil
rasio ini semakin bagus atau lancar. Dalam periode 31 Desember 2021
sampai dengan 31 Desember 2025, rata-rata Debt to Equity Ratio
43
Page 58
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
(DER) PT CBS yaitu sebesar 165,37% dan Debt to Asset Ratio (DAR)
sebesar 60,31%.
Rasio Aktivitas, rasio ini bertujuan untuk mengukur sampai seberapa
jauh aktivitas PT CBS dalam menggunakan dana-dananya secara
efektif dan efisien. Rata-rata asset turnover ratio selama periode
31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 yaitu sebanyak
1,31 kali, dengan rata-rata working capital turnover yaitu sebanyak
8,41 kali.
Rasio Keuangan, rasio ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh
efektifitas manajemen dalam mengelola perusahaannya. Pada
periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 rata-
rata Return on Investment (ROI) mencapai 2,06% dan rata-rata Return
on Equity (ROE) mencapai 6,41%.
Analisis Common Size dengan Perusahaan Pembanding Sejenis
Berikut dibawah ini merupakan analisis common size PT CBS dengan
perusahaan pembanding yang sejenis berdasarkan industrinya.
Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
Tabel 9. Analisis Common Size PT CBS
31 Des 2021 31 Des 2022 31 Des 2023 31 Des 2024 31 Des 2025
Uraian
Inhouse Inhouse Audited Audited Audited
Aset Lancar 75,86% 75,52% 71,02% 76,27% 65,13%
Aset Tidak Lancar 24,14% 24,48% 28,98% 23,73% 34,87%
Total Asset 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Liabilitas Jangka Pendek 52,31% 66,59% 51,22% 55,03% 47,25%
Liabilitas Jangka Panjang 21,03% 0,22% 1,44% 1,48% 4,95%
Ekuitas 26,65% 33,19% 47,34% 43,48% 47,80%
Total Liabilitas dan Ekuitas 100,00% 100.00% 100.00% 100.00% 100.00%
Sumber: Manajemen PT CBS
Pada PT CBS aset lancar mendominasi struktur aset perusahaan
sepanjang periode tahun 2021 hingga tahun 2025, meskipun mengalami
fluktuasi. Aset lancar menurun pada tahun 2023, meningkat kembali
pada tahun 2024, kemudian turun cukup signifikan pada tahun 2025.
Kondisi ini menunjukkan adanya perubahan pengelolaan aset lancar
yang dapat dipengaruhi oleh kebutuhan operasional maupun perputaran
modal kerja perusahaan. Sebaliknya, aset tidak lancar mengalami
peningkatan pada tahun 2023 dan terutama pada tahun 2025, yang
mencerminkan adanya penambahan investasi pada aset jangka panjang
atau aset tetap perusahaan.
44
Page 59
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
Liabilitas jangka pendek berada pada tingkat yang cukup tinggi dan
berfluktuasi selama periode pengamatan. Peningkatan terbesar terjadi
pada tahun 2022 sebelum kembali menurun hingga tahun 2025. Hal ini
menunjukkan bahwa perusahaan cukup bergantung pada kewajiban
jangka pendek dalam mendukung aktivitas operasionalnya. Liabilitas
jangka panjang berada pada tingkat yang relatif rendah, meskipun
mengalami sedikit peningkatan pada tahun-tahun terakhir.
Ekuitas menunjukkan tren meningkat dibandingkan tahun 2021, terutama
pada tahun 2023 dan tahun 2025. Peningkatan ini mencerminkan
penguatan struktur modal perusahaan serta meningkatnya porsi
pendanaan yang berasal dari modal sendiri. Secara keseluruhan,
PT CBS menunjukkan kondisi keuangan yang cukup baik dengan
dominasi aset lancar serta penguatan ekuitas meskipun masih memiliki
ketergantungan yang cukup besar pada liabilitas jangka pendek.
Tabel 10. Analisis Common Size PT Gunung Raja Paksi Tbk
31 Des 2021 31 Des 2022 31 Des 2023 31 Des 2024 31 Des 2025
Uraian
Audited Audited Audited Audited Audited
Aset Lancar 25,82% 32,60% 28,97% 29,95% 25,21%
Aset Tidak Lancar 74,18% 67,40% 71,03% 70,05% 74,79%
Total Asset 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Liabilitas Jangka Pendek 17,82% 22,37% 17,69% 8,54% 5,28%
Liabilitas Jangka Panjang 11,69% 9,67% 7,07% 4,35% 4,53%
Ekuitas 70,49% 67,96% 75,25% 87,11% 90,18%
Total Liabilitas dan Ekuitas 100,00% 100.00% 100.00% 100.00% 100.00%
Sumber: idx.co.id
Pada PT Gunung Raja Paksi Tbk, aset tidak lancar mendominasi
struktur aset perusahaan sepanjang periode tahun 2021 hingga tahun
2025. Kondisi ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki investasi
yang besar pada aset tetap atau aset jangka panjang yang mendukung
kegiatan operasional industri baja. Aset lancar sempat meningkat pada
tahun 2022, namun kembali menurun hingga tahun 2025, sementara
aset tidak lancar kembali meningkat dan mencapai tingkat tertinggi pada
tahun 2025.
Liabilitas jangka pendek menunjukkan tren menurun secara signifikan
dari tahun 2021 hingga tahun 2025. Penurunan ini mencerminkan
berkurangnya ketergantungan perusahaan terhadap kewajiban jangka
pendek dalam pendanaan operasional. Liabilitas jangka panjang juga
terus mengalami penurunan hingga tahun 2024 sebelum sedikit
meningkat pada tahun 2025, yang menunjukkan pengelolaan utang
jangka panjang yang relatif konservatif.
45
Page 60
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
Ekuitas mengalami peningkatan yang sangat signifikan dari tahun ke
tahun, terutama pada tahun 2024 dan tahun 2025. Hal ini menunjukkan
penguatan struktur permodalan perusahaan dan meningkatnya
kemampuan perusahaan dalam mendanai asetnya dengan modal
sendiri. Secara keseluruhan, PT Gunung Raja Paksi Tbk menunjukkan
struktur keuangan yang semakin kuat dengan dominasi ekuitas yang
tinggi dan penurunan tingkat liabilitas secara bertahap.
Tabel 11. Analisis Common Size PT Krakatau Steel (Persero) Tbk
31 Des 2021 31 Des 2022 31 Des 2023 31 Des 2024 31 Des 2025
Uraian
Audited Audited Audited Audited Audited
Aset Lancar 25,79% 33,91% 23,56% 22,16% 21,18%
Aset Tidak Lancar 74,21% 66,09% 76,44% 77,84% 78,82%
Total Asset 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Liabilitas Jangka Pendek 39,40% 75,88% 75,88% 76,51% 28,94%
Liabilitas Jangka Panjang 45,04% 6,65% 6,69% 8,45% 44,82%
Ekuitas 15,56% 17,47% 17,44% 15,03% 26,23%
Total Liabilitas dan Ekuitas 100,00% 100.00% 100.00% 100.00% 100.00%
Sumber: idx.co.id
Pada PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, aset tidak lancar mendominasi
struktur aset perusahaan sepanjang periode tahun 2021 hingga tahun
2025. Porsi aset tidak lancar meningkat secara bertahap setelah tahun
2022, yang menunjukkan adanya fokus perusahaan pada penguatan
aset tetap dan investasi jangka panjang untuk mendukung kegiatan
operasional industri baja. Sebaliknya, aset lancar sempat meningkat
pada tahun 2022 namun kemudian menurun hingga tahun 2025, yang
mengindikasikan berkurangnya porsi aset likuid dalam struktur aset
perusahaan.
Liabilitas jangka pendek mengalami lonjakan sangat signifikan pada
tahun 2022 hingga tahun 2024 sebelum turun drastis pada tahun 2025.
Kondisi ini menunjukkan bahwa perusahaan sempat memiliki
ketergantungan yang tinggi terhadap kewajiban jangka pendek dalam
mendukung operasionalnya. Sementara itu, liabilitas jangka panjang
turun tajam pada tahun 2022, kemudian kembali meningkat pada tahun
2025.
Ekuitas perusahaan berada pada tingkat yang relatif rendah
dibandingkan total aset, meskipun mengalami peningkatan cukup
signifikan pada tahun 2025. Hal ini menunjukkan adanya perbaikan
struktur permodalan perusahaan setelah sebelumnya didominasi oleh
kewajiban. Secara keseluruhan, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk
menunjukkan struktur keuangan yang masih cukup agresif dengan
dominasi liabilitas, namun mulai mengalami penguatan ekuitas pada
periode terakhir.
46
Page 61
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
Tabel 12. Analisis Common Size PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk
31 Des 2021 31 Des 2022 31 Des 2023 31 Des 2024 31 Des 2025
Uraian
Audited Audited Audited Audited Audited
Aset Lancar 62,31% 59,43% 63,66% 63,34% 57,13%
Aset Tidak Lancar 37,69% 40,57% 36,34% 36,66% 42,87%
Total Asset 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Liabilitas Jangka Pendek 38,91% 35,20% 31,33% 19,42% 18,51%
Liabilitas Jangka Panjang 7,73% 8,84% 10,74% 19,78% 16,99%
Ekuitas 53,36% 55,96% 57,93% 60,80% 64,50%
Total Liabilitas dan Ekuitas 100,00% 100.00% 100.00% 100.00% 100.00%
Sumber: idx.co.id
Pada PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk, aset lancar
mendominasi struktur aset perusahaan sepanjang periode tahun 2021
hingga tahun 2025, meskipun mengalami sedikit fluktuasi. Porsi aset
lancar sempat menurun pada tahun 2022, meningkat kembali pada tahun
2023, lalu turun pada tahun 2025. Sementara itu, aset tidak lancar
cenderung meningkat pada periode terakhir, yang mencerminkan adanya
penambahan investasi pada aset jangka panjang atau aset tetap
perusahaan.
Liabilitas jangka pendek menunjukkan tren menurun secara konsisten
dari tahun 2021 hingga tahun 2025. Penurunan ini mencerminkan
berkurangnya ketergantungan perusahaan terhadap pendanaan jangka
pendek dan menunjukkan pengelolaan kewajiban yang semakin baik.
Sebaliknya, liabilitas jangka panjang mengalami peningkatan hingga
tahun 2024 sebelum sedikit menurun pada tahun 2025, yang
mengindikasikan adanya optimalisasi pendanaan jangka panjang.
Ekuitas mengalami peningkatan secara konsisten dari tahun ke tahun
dan mencapai tingkat tertinggi pada tahun 2025. Hal ini menunjukkan
penguatan struktur modal perusahaan dan meningkatnya kemampuan
perusahaan dalam membiayai asetnya dengan modal sendiri. Secara
keseluruhan, PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk menunjukkan
kondisi keuangan yang semakin sehat dengan peningkatan ekuitas dan
penurunan liabilitas jangka pendek secara bertahap.
47
Page 62
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
Analisis Common Size Laba Rugi
Tabel 13. Analisis Common Size PT CBS
31 Des 2021 31 Des 2022 31 Des 2023 31 Des 2024 31 Des 2025
Uraian
Inhouse Inhouse Audited Audited Audited
Pendapatan 100.00% 100.00% 100.00% 100.00% 100.00%
Harga Pokok Penjualan -88,39% -89,69% -91,77% -89,34% -84,73%
Laba Kotor 11,61% 10,31% 8,23% 10,66% 15,27%
Biaya Operasional -1,94% -5,73% -3,40% -4,41% -6,45%
Laba (Rugi) Usaha – EBITDA 9,67% 4,58% 4,82% 6,25% 8,82%
Pendapatan (Beban Usaha)
-4,16% 0,18% -2,79% -3,17% -5,80%
Lain-lain
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 4,07% 3,55% 0,64% 1,59% 0,83%
Pajak -0,91% -1,02% -0,42% -0,41% -0,36%
Laba (Rugi) Bersih 3,17% 2,52% 0,23% 1,18% 0,47%
Sumber: Manajemen PT CBS
Pada PT CBS harga pokok penjualan berada pada tingkat yang sangat
tinggi sepanjang periode pengamatan, meskipun menunjukkan perbaikan
pada tahun 2025. Tingginya harga pokok penjualan menyebabkan
margin laba kotor perusahaan relatif rendah dan sempat menurun hingga
tahun 2023 sebelum kembali meningkat pada tahun 2024 dan terutama
tahun 2025. Kondisi ini menunjukkan bahwa perusahaan mulai mampu
meningkatkan efisiensi biaya produksi atau memperbaiki margin
penjualannya.
Biaya operasional berfluktuasi selama periode pengamatan dan
mengalami peningkatan pada tahun 2025. Hal ini menunjukkan adanya
tekanan biaya operasional yang lebih besar dibandingkan tahun
sebelumnya. Laba usaha (EBITDA) sempat menurun pada tahun 2022
dan tahun 2023, namun kembali meningkat pada tahun 2024 dan tahun
2025 seiring membaiknya laba kotor perusahaan.
Pendapatan atau beban lain-lain cenderung berfluktuasi dan sebagian
besar masih memberikan tekanan terhadap laba perusahaan. Laba
sebelum pajak mengalami penurunan cukup signifikan pada tahun 2023
sebelum kembali meningkat pada tahun 2024, meskipun kembali
melemah pada tahun 2025.
Laba bersih menunjukkan tren menurun dibandingkan tahun 2022,
meskipun masih berada pada posisi positif hingga tahun 2025. Secara
keseluruhan, PT CBS masih mampu mencatatkan keuntungan, namun
profitabilitas perusahaan masih menghadapi tekanan akibat tingginya
harga pokok penjualan dan beban operasional.
48
Page 63
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
Tabel 14. Analisis Common Size PT Gunung Raja Paksi Tbk
31 Des 2022 31 Des 2022 31 Des 2023 31 Des 2024 31 Des 2025
Uraian
Audited Audited Audited Audited Audited
Pendapatan 100.00% 100.00% 100.00% 100.00% 100.00%
Harga Pokok Penjualan -85,48% -90,65% -88,90% -97,50% -112,52%
Laba Kotor 14,52% 9,35% 11,10% 2,50% -12,52%
Biaya Operasional -3,96% -3,19% -4,63% -6,24% -10,71%
Laba (Rugi) Usaha – EBITDA 10,56% 6,16% 6,46% -3,75% -23,23%
Pendapatan (Beban Usaha)
0,49% 1,71% -0,74% 8,86% -2,36%
Lain-lain
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 11,05% 7,87% 5,72% 5,12% -25,59%
Pajak -2,48% -1,69% -0,39% 1,23% 5,93%
Laba (Rugi) Bersih 8,58% 6,18% 5,33% 6,35% -19,66%
Sumber: idx.co.id
Pada PT Gunung Raja Paksi Tbk, harga pokok penjualan menunjukkan
tren meningkat cukup signifikan dari tahun ke tahun dan mencapai
tingkat yang sangat tinggi pada tahun 2025. Kondisi ini menyebabkan
laba kotor perusahaan terus menurun dan bahkan berubah menjadi
negatif pada tahun 2025. Hal tersebut menunjukkan adanya tekanan
biaya produksi yang sangat besar terhadap kinerja perusahaan.
Biaya operasional juga mengalami peningkatan secara bertahap
sepanjang periode pengamatan, yang semakin menekan profitabilitas
perusahaan. Laba usaha (EBITDA) masih berada pada posisi positif
hingga tahun 2023, namun mulai negatif pada tahun 2024 dan
memburuk lebih dalam pada tahun 2025. Hal ini mencerminkan
melemahnya kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari
kegiatan operasional utamanya.
Pendapatan atau beban lain-lain mengalami fluktuasi cukup besar,
terutama pada tahun 2024 ketika perusahaan mencatatkan pendapatan
lain-lain yang cukup tinggi. Namun demikian, kontribusi tersebut belum
mampu menutupi tekanan dari tingginya harga pokok penjualan dan
biaya operasional.
Laba sebelum pajak dan laba bersih menunjukkan tren penurunan
secara konsisten dan akhirnya berubah menjadi rugi signifikan pada
tahun 2025. Secara keseluruhan, PT Gunung Raja Paksi Tbk
mengalami penurunan profitabilitas yang cukup berat akibat tingginya
tekanan biaya dan melemahnya margin usaha perusahaan.
49
Page 64
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
Tabel 15. Analisis Common Size PT Krakatau Steel (Persero) Tbk
31 Des 2022 31 Des 2022 31 Des 2023 31 Des 2024 31 Des 2025
Uraian
Audited Audited Audited Audited Audited
Pendapatan 100.00% 100.00% 100.00% 100.00% 100.00%
Harga Pokok Penjualan -90,46% -90,96% -92,23% -88,80% -94,71%
Laba Kotor 9,54% 9,04% 7,77% 11,20% 5,29%
Biaya Operasional -6,15% -7,51% -8,32% -8,41% -13,90%
Laba (Rugi) Usaha – EBITDA 3,39% 1,53% -0,55% 2,80% -8,62%
Pendapatan (Beban Usaha)
-0,38% 8,06% -6,33% -17,37% 56,60%
Lain-lain
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 3,01% 9,59% -6,88% -14,57% 47,99%
Pajak -0,79% -8,42% -2,18% -0,98% -12,60%
Laba (Rugi) Bersih 2,22% 1,17% -9,05% -15,55% 35,39%
Sumber: idx.co.id
Pada PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, harga pokok penjualan
menunjukkan posisi yang sangat tinggi selama periode pengamatan dan
cenderung mengalami peningkatan pada beberapa tahun terakhir.
Tingginya beban pokok penjualan tersebut menyebabkan laba kotor
perusahaan berada pada tingkat yang relatif rendah dan berfluktuasi.
Pada tahun 2024 perusahaan sempat mencatatkan peningkatan laba
kotor, namun kembali mengalami penurunan pada tahun 2025. Kondisi
ini menunjukkan bahwa perusahaan masih menghadapi tekanan biaya
produksi yang cukup besar sehingga margin usaha belum stabil.
Biaya operasional perusahaan juga menunjukkan kecenderungan
meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan biaya operasional tersebut
turut menekan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
usaha. Laba usaha (EBITDA) masih berada pada posisi positif pada awal
periode pengamatan, namun berubah menjadi negatif pada tahun 2023,
sempat membaik pada tahun 2024, dan kembali mengalami penurunan
cukup signifikan pada tahun 2025. Hal tersebut mencerminkan bahwa
efisiensi operasional perusahaan masih belum konsisten dan
profitabilitas operasional masih menghadapi tekanan.
Pendapatan atau beban lain-lain perusahaan mengalami fluktuasi yang
cukup besar sepanjang periode pengamatan. Pada tahun 2025
perusahaan mencatatkan pendapatan lain-lain dalam jumlah tinggi yang
memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan laba sebelum pajak
dan laba bersih perusahaan. Sebaliknya, pada tahun 2023 dan tahun
2024 beban lain-lain memberikan dampak negatif yang cukup signifikan
terhadap kinerja perusahaan.
Laba sebelum pajak dan laba bersih perusahaan menunjukkan kondisi
yang sangat fluktuatif. Perusahaan masih mencatatkan laba pada awal
periode, kemudian mengalami rugi pada tahun 2023 dan tahun 2024
akibat tekanan operasional dan tingginya beban usaha. Namun pada
tahun 2025 perusahaan berhasil membukukan peningkatan laba yang
50
Page 65
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
cukup signifikan. Secara keseluruhan, kondisi ini menunjukkan bahwa
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk masih menghadapi tantangan dalam
menjaga stabilitas profitabilitas usaha di tengah tingginya tekanan biaya
produksi dan operasional.
Tabel 16. Analisis Common Size PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk
31 Des 2022 31 Des 2022 31 Des 2023 31 Des 2024 31 Des 2025
Uraian
Audited Audited Audited Audited Audited
Pendapatan 100.00% 100.00% 100.00% 100.00% 100.00%
Harga Pokok Penjualan -79,18% -87,87% -83,45% -81,92% -80,95%
Laba Kotor 20,82% 12,13% 16,55% 18,08% 19,05%
Biaya Operasional -7,20% -4,20% -4,72% -4,66% -5,37%
Laba (Rugi) Usaha – EBITDA 13,63% 7,93% 11,83% 13,42% 13,69%
Pendapatan (Beban Usaha)
-1,37% -1,64% -1,91% -2,38% -2,35%
Lain-lain
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 12,26% 6,29% 9,92% 11,04% 11,34%
Pajak -3,22% -1,40% -2,21% -2,38% -2,33%
Laba (Rugi) Bersih 9,04% 4,89% 7,72% 8,66% 9,00%
Sumber: idx.co.id
Pada PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk, harga pokok penjualan
berada pada tingkat yang relatif tinggi, namun masih dapat dikelola
dengan cukup baik sehingga perusahaan mampu mempertahankan laba
kotor yang stabil sepanjang periode pengamatan. Laba kotor perusahaan
menunjukkan perbaikan secara bertahap setelah mengalami penurunan
pada tahun 2022, kemudian kembali meningkat hingga tahun 2025. Hal
ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kemampuan yang cukup
baik dalam menjaga efisiensi produksi dan mempertahankan margin
usaha.
Biaya operasional perusahaan cenderung stabil dan berada pada tingkat
yang lebih terkendali dibandingkan beberapa perusahaan pembanding
lainnya. Kondisi tersebut mendukung kemampuan perusahaan dalam
mempertahankan laba usaha (EBITDA) pada posisi positif selama
seluruh periode pengamatan. EBITDA perusahaan juga menunjukkan
tren yang relatif stabil dengan sedikit peningkatan pada tahun 2024 dan
tahun 2025, yang mencerminkan bahwa kegiatan operasional
perusahaan masih berjalan dengan cukup efisien.
Pendapatan dan beban lain-lain perusahaan relatif stabil serta tidak
memberikan tekanan yang terlalu besar terhadap kinerja laba
perusahaan. Dengan kondisi tersebut, laba sebelum pajak dan laba
bersih perusahaan mampu dipertahankan pada tingkat yang cukup
baik dan konsisten sepanjang periode pengamatan. Hal ini
menunjukkan bahwa perusahaan memiliki struktur profitabilitas yang
lebih sehat dan kemampuan pengelolaan biaya yang lebih baik.
51
Page 66
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
4.2 Informasi Keuangan Prospektif
Manajemen PT CBS telah memberikan business plan pada tahun 2026
sampai dengan tahun 2030. Adapun business plan tersebut telah
dilakukan penyesuaian, yaitu sebagai berikut:
1 2 3 4 5
DES C RI P T I O N Unit 2026 2027 2028 2029 2030
Projection Projection Projection Projection Projection
1 Annual Operations Day 365 365 365 365 365
2 Kapasitas Produksi Terpasang
▪ Kapasitas Terpasang Kg/Tahun 312.000.000 312.000.000 312.000.000 312.000.000 312.000.000
▪ Utilitas % 44,00% 45,00% 45,00% 45,00% 45,00%
Total Produksi Kg/Tahun 137.280.000 140.400.000 140.400.000 140.400.000 140.400.000
▪ Persediaan Aw al Barang Jadi Kg/Tahun - - - - -
▪ Persediaan Akhir Barang Jadi Kg/Tahun - - - - -
Produk Tersedia Dijual Kg/Tahun 137.280.000 140.400.000 140.400.000 140.400.000 140.400.000
Total Sales
▪ Harga Jual Rp/Kg 8.600 8.764 8.932 9.102 9.276
Growth 1,91% 1,91% 1,91% 1,91%
2 Sales
▪ Pendapatan Rp.000 1.180.608.000 1.230.512.166 1.254.025.203 1.277.987.534 1.302.407.746
Total Sales Rp.000 1.180.608.000 1.230.512.166 1.254.025.203 1.277.987.534 1.302.407.746
Growth / Year 29,16% 4,23% 1,91% 1,91% 1,91%
3 Cost of Goods Sold
▪ Saldo Aw al Bahan Baku Rp.000 524.757.410 171.696.387 293.484.516 299.092.516 304.807.676
▪ Pembelian Rp.000 590.304.000 1.009.019.976 1.028.300.666 1.047.949.778 1.067.974.352
▪ Saldo Akhir Bahan Baku Rp.000 (171.696.387) (293.484.516) (299.092.516) (304.807.676) (310.632.042)
Pemakaian Bahan Baku Rp.000 943.365.023 887.231.846 1.022.692.666 1.042.234.619 1.062.149.985
▪ Biaya Overhead Pabrik Rp.000 170.443.055 173.699.938 177.019.054 180.401.593 183.848.767
▪ Upah Tenaga Kerja Langsung Rp.000 41.799.350 42.598.066 43.412.044 44.241.576 45.086.959
Biaya Produksi Rp.000 212.242.405 216.298.004 220.431.098 224.643.169 228.935.726
▪ Saldo Aw al Barang Jadi Rp.000 73.872.623 56.604.493 96.755.340 98.604.173 100.488.335
▪ Saldo Akhir Barang Jadi Rp.000 (56.604.493) (96.755.340) (98.604.173) (100.488.335) (102.408.499)
Beban Pokok Penjualan Rp.000 1.172.875.558 1.063.379.003 1.241.274.931 1.264.993.626 1.289.165.546
▪ Penyusutan Rp.000 - - - - -
Total Beban Pokok Penjualan Rp.000 1.172.875.558 1.063.379.003 1.241.274.931 1.264.993.626 1.289.165.546
To Sales Pembelian 50,00% 82,00% 82,00% 82,00% 82,00%
To Sales 99,35% 86,42% 98,98% 98,98% 98,98%
4 Operating Expenses
a. Cost of Sales
▪ Angkut Rp.000 22.577.601 23.009.021 23.448.685 23.896.751 24.353.378
▪ Iklan dan Promosi Rp.000 - - - - -
Sub Total Rp.000 22.577.601 23.009.021 23.448.685 23.896.751 24.353.378
▪ Depreciation & Amortization Rp.000 - - - - -
Total Marketing Expenses Rp.000 22.577.601 23.009.021 23.448.685 23.896.751 24.353.378
b. General and Administrative Expenses
▪ Gaji Rp.000 15.698.082 16.718.458 17.805.158 18.962.493 20.195.055
▪ Pajak Rp.000 8.568.462 8.732.191 8.899.049 9.069.095 9.242.390
▪ Keamanan Rp.000 2.816.008 2.869.817 2.924.655 2.980.540 3.037.493
▪ Tenaga Ahli Rp.000 2.119.378 2.159.876 2.201.148 2.243.208 2.286.072
▪ BPJS Rp.000 1.907.064 1.943.505 1.980.642 2.018.489 2.057.059
▪ Kantor Lainnya Rp.000 1.888.692 1.924.782 1.961.561 1.999.044 2.037.242
▪ Imbalan Kerja Rp.000 683.583 696.645 709.957 723.523 737.348
▪ Lainnya (masing-masing di baw ah Rp10.000.000) Rp.000 4.459.333 4.544.543 4.631.382 4.719.880 4.810.069
Sub Total Rp.000 38.140.604 39.589.818 41.113.551 42.716.271 44.402.728
▪ Amortisasi Rp.000 - - - - -
▪ Depreciation & Amortization Rp.000 - - - - -
Total General and Administrative Expenses Rp.000 38.140.604 39.589.818 41.113.551 42.716.271 44.402.728
52
Page 67
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
Berikut adalah penjelasan asums-asumsi yang digunakan dalam
penyusunan proyeksi keuangan PT CBS:
1. Jangka waktu proyeksi di mulai dari 01 Januari 2026 hingga
31 Desember 2030 dengan asumsi jumlah hari sebanyak 365 hari.
2. Asumsi pendapatan PT CBS berasal dari harga jual baja yang mana
diasumsikan naik sebesar 1,91% selama masa proyeksi berdasarkan
inflasi 31 Desember 2025.
3. Asumsi harga pokok penjualan PT CBS diproyeksikan rata-rata
sebesar 83,20% selama masa proyeksi.
4. Asumsi untuk biaya operasional PT CBS diproyeksikan naik sebesar
1,91% selama masa proyeksi berdasarkan inflasi 31 Desember
2025.
5. Hari perputaran modal kerja PT CBS yang digunakan selama masa
proyeksi diasumsikan adalah sebagai berikut:
▪ Persediaan : 58 Hari
▪ Piutang usaha : 72 Hari
▪ Utang Usaha : 68 Hari
▪ Bahan Baku : 106 Hari
▪ Barang Jadi : 35 Hari
Asumsi perputaran modal kerja berdasarkan perputaran modal kerja
per cut off date 31 Desember 2025.
6. Pajak yang diterapkan sebesar 22,00%.
Dari penyesuaian business plan tersebut, maka prospektif laporan
keuangan (Laporan Posisi Keuangan, Laba Rugi dan Arus Kas)
PT CBS pada tahun 2026 sampai dengan tahun 2030, dapat disajikan
sebagai berikut:
Tabel 17. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan PT CBS Dalam Ribuan
2026 2027 2028 2029 2030
Uraian
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Aset Lancar 792.332.453 908.836.352 970.544.733 1.041.649.204 1.117.200.435
Aset Tidak Lancar 442.227.024 425.890.589 405.008.313 379.992.730 351.033.984
Total Asset 1.234.559.477 1.334.726.940 1.375.553.046 1.421.641.934 1.468.234.418
Liabilitas Jangka
520.053.426 565.911.284 537.801.684 509.760.308 481.788.460
Pendek
Liabilitas Jangka
64.625.328 64.625.328 64.625.328 64.625.328 64.625.328
Panjang
Ekuitas 649.880.723 704.190.329 773.126.035 847.256.298 921.820.630
Total Liabilitas dan
1.234.559.477 1.334.726.940 1.375.553.046 1.421.641.934 1.468.234.418
Ekuitas
53
Page 68
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
Tabel 18. Proyeksi Laba Rugi PT CBS Dalam Ribuan
2026 2027 2028 2029 2030
Uraian
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Pendapatan 1.180.608.000 1.230.512.166 1.254.025.203 1.277.987.534 1.302.407.746
Harga Pokok Penjualan (1.021.015.604) (1.030.950.773) (1.031.406.692) (1.044.719.787) (1.064.682.641)
Laba Kotor 159.592.396 199.561.393 222.618.511 233.267.747 237.725.105
Biaya Operasional (60.718.205) (62.598.839) (64.562.237) (66.613.022) (68.756.106)
Laba (Rugi) Usaha –
98.874.191 136.962.554 158.056.274 166.654.725 168.968.999
EBITDA
Depresiasi & Amortisasi (36.576.106) (40.946.679) (45.962.779) (50.575.334) (55.006.902)
Pendapatan (Beban
(29.061.968) (26.388.176) (23.714.384) (21.040.592) (18.366.800)
Usaha) Lain-lain
Laba (Rugi) Sebelum
33.236.117 69.627.699 88.379.111 95.038.800 95.595.297
Pajak
Pajak (7.311.946) (15.318.094) (19.443.404) (20.908.536) (21.030.965)
Laba (Rugi) Bersih 25.924.171 54.309.606 68.935.706 74.130.264 74.564.332
Overview Saldo Akhir Kas Operasional
Saldo akhir kas PT CBS selama periode proyeksi yang tersedia dari
kegiatan operasional mampu membiayai kegiatan operasional
perusahaan. Maka saldo kas pada akhir periode proyeksi yang tersedia
bagi pemegang saham atau investor adalah sebesar
Rp672.656.759.000,-.
Overview Proyeksi Rasio Keuangan
Tabel 19. Rasio Keuangan Konsolidasi PT CBS Periode Proyeksi
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
A. Rasio Likuiditas
Current Ratio 152,36% 160,60% 180,47% 204,34% 231,89%
Quick Ratio 144,82% 153,67% 173,18% 196,65% 223,75%
Working Capital To Total Assets Ratio 22,05% 25,69% 31,46% 37,41% 43,28%
B. Rasio Leverage
Total Debt To Equity Ratio 89,97% 89,54% 77,92% 67,79% 59,28%
Total Debt To Total Asset Ratio 47,36% 47,24% 43,80% 40,40% 37,22%
C. Rasio Aktivitas (X)
Total AssetsTurnover 0,96 0,92 0,91 0,90 0,89
Receivable Turnover 6,22 6,22 6,29 6,29 6,29
Collection Period 59 59 58 58 58
Working Capital Turnover 4,34 3,59 2,90 2,40 2,05
D. Rasio Keuangan
Gross Profit Margin 13,52% 16,22% 17,75% 18,25% 18,25%
Operating Profit Margin 8,37% 11,13% 12,60% 13,04% 12,97%
Net Profit Margin 2,20% 4,41% 5,50% 5,80% 5,73%
Return On Investment , ROI 2,10% 4,07% 5,01% 5,21% 5,08%
Return On Equity, ROE 3,99% 7,71% 8,92% 8,75% 8,09%
54
Page 69
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
Rasio Likuiditas, rasio ini untuk mengetahui sampai seberapa jauh
PT CBS dapat melunasi utang jangka pendeknya, semakin besar rasio
yang diperoleh semakin lancar pembayaran utang jangka pendeknya.
Current ratio pada proyeksi 31 Desember 2026 sampai dengan
31 Desember 2030 adalah 185,93% hal ini berarti setiap Rp1 hutang
lancar dijamin oleh aktiva lancar sebesar Rp1,85.
Rasio Leverage, rasio ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar
kegiatan operasi PT CBS dibiayai oleh modal pinjaman, semakin kecil
rasio ini semakin bagus atau lancar. Pada proyeksi 31 Desember 2026
sampai dengan 31 Desember 2030, rata-rata Debt to Equity Ratio
(DER) PT CBS adalah sebesar 76,90% dan rata-rata Debt to Asset
Ratio (DAR) adalah sebesar 43,20%.
Rasio Aktivitas, rasio ini bertujuan untuk mengukur sampai seberapa
jauh aktivitas PT CBS dalam menggunakan dana-dananya secara
efektif dan efisien. Pada proyeksi 31 Desember 2026 sampai dengan
31 Desember 2030 rata-rata total asset turnover ratio adalah sebanyak
0,92 kali, dengan working capital turnover ratio sebanyak 3,05 kali.
Rasio Keuangan, rasio ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh
efektifitas manajemen dalam mengelola perusahaannya. Pada akhir
periode proyeksi 31 Desember 2026 sampai dengan 31 Desember
2030 rata-rata Return on Investment (ROI) mencapai 4,29% dan rata-
rata Return on Equity (ROE) mencapai 7,49%.
Pajak Yang Digunakan
Berdasarkan peraturan yang berlaku, kami menggunakan pajak PPh
Badan untuk PT CBS adalah sebesar 22,00% per tahun.
4.3 Informasi Kompensasi Bagi Pemegang Saham
Informasi mengenai kompensasi bagi pemegang saham bersifat private
dan confidential.
4.4 Informasi Mengenai Asuransi yang Ditanggung oleh Perusahaan
Untuk Karyawan Kunci
Saat ini karyawan tetap PT CBS mendapatkan fasilitas asuransi BPJS.
55
Page 70
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
4.5 Analisis dan Pembahasan Manajemen
a. Keuntungan dan kerugian atas kerja sama.
Berdasarkan perjanjian penting PT CBS dengan Waskita –
Infrastruktur KSO dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk berupa
pemesanan material, hal ini menunjukkan bahwa PT CBS memiliki
hubungan kerja sama dengan perusahaan konstruksi besar yang
berperan sebagai pelanggan utama. Kerja sama tersebut
memperkuat potensi pendapatan dan keberlangsungan usaha
karena didukung oleh proyek-proyek infrastruktur berskala besar.
Namun demikian, kondisi ini juga menimbulkan risiko ketergantungan
terhadap pihak tertentu, sehingga apabila terjadi penurunan proyek
atau perubahan kerja sama, dapat berdampak pada kinerja PT CBS.
b. Aset dan Liabilitas Di Luar Neraca (Kontijensi).
PT CBS tidak memiliki aset dan liabilitas di luar neraca (kontijensi).
c. Hasil Penjualan Produk atau Jasa Oleh Perusahaan Pada Periode
Sebelumnya.
Berikut ini pendapatan PT CBS berdasarkan laporan keuangan
inhouse per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2022
dan laporan keuangan audited per tanggal 31 Desember 2023
sampai dengan 31 Desember 2025 disajikan sebagai berikut:
Tabel 20. Perkembangan Pendapatan PT CBS Dalam Ribuan
31 Des 2021 31 Des 2022 31 Des 2023 31 Des 2024 31 Des 2025
Uraian
Inhouse Inhouse Audited Audited Audited
Pendapatan 1.318.239.789 1.628.147.609 1.425.906.787 1.335.830.861 914.071.684
Sumber: Manajemen PT CBS
d. Perbandingan kinerja saat ini dengan kinerja historis pada Obyek
Penilaian.
Kinerja PT CBS selama periode tahun 2021 sampai dengan tahun
2022 mengalami peningkatan pendapatan, dan selanjutnya sampai
dengan tahun 2025 terus mengalami penurunan pendapatan.
e. Perbandingan kinerja Obyek Penilaian dengan tren industri yang
sesuai.
Bila dibandingkan antara kinerja PT CBS dan industri baja, kinerja
PT CBS cenderung mengikuti dinamika industri yang dipengaruhi
oleh permintaan sektor konstruksi dan fluktuasi harga bahan baku.
Secara umum, PT CBS memiliki potensi kinerja yang sejalan dengan
56
Page 71
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
pertumbuhan industri, namun masih menghadapi tantangan terkait
volatilitas harga dan ketergantungan pada proyek konstruksi.
57
Page 72
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
5 ASET NON OPERASIONAL DAN LIABILITAS NON
OPERASIONAL
Berdasarkan laporan keuangan audited PT CBS per tanggal
31 Desember 2025, PT CBS tidak memiliki aset non operasional dan
tidak memiliki liabilitas non operasional.
58
Page 73
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
6 ANALISIS ATAS LAPORAN KEUANGAN DAN INFORMASI
KEUANGAN LAINNYA PENENTUAN INDIKASI NILAI
6.1 Perhitungan Nilai Ekuitas
6.1.1 Pemilihan Arus Kas
Untuk penilaian dengan menggunakan metode Discounted Cash Flow
(DCF), terdapat tiga pilihan arus kas untuk didiskonto yaitu dividen,
arus kas bersih untuk ekuitas dan arus kas bersih untuk perusahaan.
Dalam penilaian ini, Arus Kas Bersih (AKB) yang akan digunakan
sebagai economic income yang didiskonto untuk dijadikan indikasi nilai
bisnis adalah Arus Kas Bersih (AKB) untuk Perusahaan (Free Cash
Flow to Firm). Pengertian Arus Kas Bersih (AKB) berarti bahwa arus
kas yang diperoleh sudah bebas dari liabilitas penyediaan pengeluaran
barang modal (capital expenditure), baik untuk mempertahankan
operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan untuk
penggantian (reserve for replacement), modal kerja, dan untuk
pertumbuhan melalui penyediaan dana tambahan pengeluaran barang
modal, yang dihitung sebagai berikut:
EBITDA
- / - Tax
-/- Interest (I x Tax)
- / - Capital Expenditure (Capex)
+ / - Working Capital
= Arus Kas Bersih (AKB) Untuk Perusahaan (Free Cash Flow to
Firm)
Alasan pemilihan arus kas bersih untuk perusahaan adalah karena
tingkat leverage Perseroan yang mengalami perubahan setiap
tahunnya. Dengan kondisi tersebut, perlu diperhitungkan penyesuaian
terhadap paduan struktur modal yang optimal yang merupakan paduan
antara ekuitas dan pinjaman yang akan mengoptimalkan tingkat
kembalian kepada pemegang saham.
Penentuan Tingkat Diskonto
Dalam menghitung discount factor untuk Arus Kas Bersih (AKB) kami
menggunakan tingkat diskonto berdasarkan Biaya Modal Rata-rata
Tertimbang (Weighted Average Cost of Capital/WACC) dengan formula
sebagai berikut:
WACC = [{e/(e+b)}x ke] + [{b/(e+b)} x kb x (1-t)]
59
Page 74
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
Dimana:
WACC = biaya modal rata-rata tertimbang
e = nilai pasar ekuitas
b = nilai pasar utang
Ke = biaya modal untuk ekuitas
Kd = biaya modal untuk utang
t = tarif pajak
6.1.2 Penentuan Biaya Modal Untuk Ekuitas
Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan
model Capital Asset Pricing Model (CAPM), SPI Edisi VII - tahun 2018,
Pedoman Penilaian Indonesia (PPI – 09). Biaya ekuitas
merepresentasikan tingkat pengembalian ekuitas yang diharapkan oleh
investor. Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga
bebas risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari
sekuritas saham. Dengan formula sebagai berikut:
Ke = Rf + ß * (RM - Rf) + α
Dimana:
Rf = tingkat balikan bebas risiko – tingkat pengembalian
saat ini untuk aset bebas.
Rm = tingkat pengembalian yang diharapkan oleh pasar.
(Rm - Rf) = premi resiko di atas tingkat balikan bebas risiko yang
diperoleh dari portofolio yang terdiri dari seluruh aset di
‘pasar’.
ß = faktor beta, menjadi ukuran risiko sistematik (atau tidak
terdiversifikasi) dari aset tertentu relative terhadap
risiko portofolio yang terdiri dari seluruh aset yang
berisiko.
α = faktor alpha, menjadi risiko spesifik perusahaan (yaitu
yang mungkin mencerminkan jenis properti,
perusahaan dan premi risiko lainnya).
Rf (Risk Free Rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-
intstrumen yang dianggap tidak memiliki kemungkian gagal bayar.
Untuk kasus di Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat dipilih
adalah yield obligasi Pemerintah untuk jangka panjang. Dalam
Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT CBS, instrumen bebas risiko yang
digunakan berasal dari obligasi yang dikeluarkan Pemerintah yang
memiliki Yield rata-rata harian sebesar 6,69% dengan jangka waktu
30 tahun.
60
Page 75
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
Rp (Equity Risk Premium - ERP), adalah selisih antara tingkat bunga
investasi bebas risiko dengan tingkat kembalian investasi dalam bentuk
penyertaan. Penentuan equity market risk premium memasukkan premi
untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums) seperti
volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
premium. Dengan mengikutkan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat
diskonto yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka
pendek di sekuritas pada pasar negara berkembang (emerging market).
Premi risiko pasar ditentukan dengan menggunakan rujukan dari
Aswath Damodaran, last updated Januari 2026, yang memprediksi
untuk pasar emerging seperti Indonesia adalah sekitar 6,69%.
β (Beta), merupakan ukuran risiko sistematik relatif individual saham
terhadap risiko pasar. Beta berguna untuk menentukan risiko investasi
saham, sehingga banyak digunakan untuk penelitian empiris dalam
bidang keuangan.
Dalam perhitungan, kami menggunakan Unlevered Beta untuk
yang bergerak dalam industri steel adalah 0,84 di keluarkan oleh
Aswath Damodaran, last updated Januari 2026.
Untuk memperoleh β (Beta) perusahaan yang dinilai, maka dilakukan
penyesuaian, dengan formula sebagai berikut:
BL = BU x ( 1+ ( 1 - t ) x ( D/E ))
• Dimana diketahui untuk industri steel:
Unlevered Beta : 0,84
Tax : 22,00%
Debt : 33,73%
Equity : 66,27%
Dengan menggunakan formula diatas, maka β (Beta) Levered PT CBS
untuk industri steel yang dinilai adalah 1,17. Berikut ini adalah
perhitungan biaya modal ekuitas, yaitu:
Tabel 21. Biaya Modal Untuk Ekuitas Industri Steel
Keterangan %
Rf (Risk Free Rate) 6,69%
Rp (Risk Premium Equity) 6,69%
Rating Based Default Spread (RBDS) 1,62%
β (Beta) 1,17
α (Alpha) 0,00%
Total 12,90%
61
Page 76
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
6.1.3 Penentuan Biaya Modal Untuk Utang
Karena perhitungan dilakukan dengan mendiskonto tingkat kembalian
terhadap keseluruhan modal (free cash flow to firm), maka tingkat
diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan rata-
rata tertimbang biaya modal, yang berasal dari pinjaman jangka
panjang.
Penentuan posisi tingkat leverage yang optimal adalah mencari titik
dimana tambahan penghematan pajak yang berasal dari tambahan
utang akan sama dengan tambahan biaya bunga sebagai akibat dari
risiko gagal bayar yang diantisipasi dari keberadaan keseluruhan utang.
Untuk kepentingan penilaian, biaya modal untuk utang diasumsikan
menggunakan tingkat bunga pinjaman dalam mata uang Rupiah untuk
Bank Persero dengan bunga pinjaman investasi yang diberikan
berdasarkan data Bank Indonesia pada periode 31 Desember 2025 dan
realisasi bunga yang diberikan Bank untuk industri steel sebesar
8,44%, dan pemotongan pajak sebesar 22,00%.
Tabel 22. Biaya Modal Untuk Utang Industri Steel
Keterangan %
Interest Expenses 8,44%
Tax 22,00%
Total 6,58%
6.1.4 Total Biaya Modal (WACC)
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan kekuatan atau
kelebihan serta risiko yang dihadapi, kami berpendapat bahwa tingkat
diskonto di industri steel sebesar 10,77% per tahun adalah wajar untuk
mendiskonto arus kas bersih dengan perhitungan sebagai berikut:
Tabel 23. Biaya Modal (WACC) Industri Steel
Keterangan Biaya Modal DER Rata-rata Tertimbang
Cost Of Debt 6,58% 33,73% 2,22%
Cost Of Equity 12,90% 66,27% 8,55%
WACC 10,77%
62
Page 77
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
6.2 Utang Berbunga (Interest Bearing Debt = IBD)
Berdasarkan laporan keuangan per tanggal 31 Desember 2025
menunjukkan bahwa PT CBS memiliki utang berbunga (interest bearing
debt) sebesar Rp364.136.114.000,-.
6.3 Discount For Lack of Marketability (DLOM)
Diskon Likuiditas Pasar (Discount For Lack of Marketability) adalah
suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari
nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas dari
Obyek Penilaian. (SPI Edisi VII tahun 2018, SPI 330 – 3.7).
Diskon Likuiditas Pasar (Discount For Lack of Marketability)
diaplikasikan kepada suatu indikasi nilai ekuitas karena keterbatasan
yang melekat pada ekuitas tersebut, sebagai pengaruh dari tidak
likuidnya obyek penilaian untuk diperdagangkan.
Sesuai dengan tujuan penilaian, maka dalam Penilaian 100,00%
Ekuitas Milik PT CBS kami mengaplikasikan Diskon Likuiditas Pasar
(Discount For Lack of Marketability) sebesar 30,00% yang menurut
kami adalah suatu tingkat yang wajar.
Dimana hal tersebut sejalan dengan faktor-faktor yang telah diatur
dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia
Nomor 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020, yaitu untuk objek
Penilaian bukan merupakan perusahaan terbuka, maka Diskon
Likuiditas Pasar (Discount For Lack of Marketability) bagi pemegang
saham mayoritas adalah antara 20% (dua puluh persen) sampai
dengan 40% (empat puluh persen) dari indikasi nilai.
63
Page 78
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
6.4 Free Cash Flow to Firm
Berdasarkan asumsi-asumsi yang telah dibuat maka sesuai dengan
proyeksi arus kas PT CBS yang bersumber dari business plan yang
dinilai per tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 24. Free Cash Flow to Firm
DES C RI P T I O N TOTAL 2026 2027 2028 2029 2030
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
EBI T DA 729.516.744 98.874.191 136.962.554 158.056.274 166.654.725 168.968.999
Bplan
CASH OUT FLOW
- Tax (84.012.945) (7.311.946) (15.318.094) (19.443.404) (20.908.536) (21.030.965)
- Interest ( i x T ) (26.085.822) (6.393.633) (5.805.399) (5.217.164) (4.628.930) (4.040.696)
- Capital Expenditures, Capex (124.910.813) (23.612.160) (24.610.243) (25.080.504) (25.559.751) (26.048.155)
+/- Working Of Capital 412.702.638 322.926.457 91.447.353 5.191.939 (3.399.080) (3.464.031)
T OT AL 177.693.057 285.608.718 45.713.617 (44.549.134) (54.496.297) (54.583.847)
FREE CASH FLOW 907.209.801 384.482.909 182.676.171 113.507.140 112.158.429 114.385.152
TERMINAL VALUE - Grow th 0,49% - - - - 1.118.194.336
TOTAL TERMINAL VALUE 2.025.404.137 384.482.909 182.676.171 113.507.140 112.158.429 1.232.579.488
Discount Factor 10,77% 0,90275 0,81496 0,73571 0,66416 0,59957
DISCOUNTED CASH FLOW 1.392.981.801 347.092.282 148.873.615 83.507.779 74.490.963 739.017.162
6.5 Indikasi Nilai Ekuitas – Discounted Cash Flow (DCF) Method
Berdasarkan penilaian dengan menggunakan Discounted Cash Flow
(DCF) Method, maka indikasi nilai ekuitas PT CBS dapat disajikan
sebagai berikut:
Tabel 25. Indikasi Nilai Ekuitas – Discounted Cash Flow (DCF) Method Dalam Ribuan
Description Value
Corporate Value 1.392.981.801
+/+ Cash & Bank 16.333.056
+/+ Participation 6.301.983
-/- Interest Bearing Debt (364.136.114)
Indicative Equity Value PT CBS 100,00% 1.051.480.727
-/- DLOM 30,00% (315.444.218)
Market Equity Value PT CBS Rp000,- 736.036.509
64
Page 79
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
6.6 Indikasi Nilai Ekuitas – Adjusted Book Value (ABV) Method
Penilaian ekuitas PT CBS berdasarkan Adjusted Book Value (ABV)
Method, dengan Cut Off Date yang digunakan adalah laporan
keuangan audited per 31 Desember 2025 dan yang mengacu pada
Penilaian Aset yang dikeluarkan oleh KJPP Edi Andesta dan Rekan
dengan Nomor File: 00117/2.0053-00/PI/04/0506/1/II/2026, tanggal
25 Februari 2026.
31 Decem ber
De s c r I p t I o n 2025 Adjustment Economic Value
Audited
ASSETS
a. Current Assets
▪ Kas dan Bank 16.333.056 - 16.333.056
▪ Piutang Usaha 146.922.494 - 146.922.494
▪ Piutang Lain-lain 39.196.996 - 39.196.996
▪ Persediaan 624.784.152 - 624.784.152
▪ Uang Muka Pembelian 22.775.856 - 22.775.856
▪ Pajak Dibayar Dimuka 55.453 - 55.453
Total Current Assets 850.068.007 - 850.068.007
b. Non Current Assets
▪ Aset Pajak Tangguhan - - -
▪ Investasi Saham 6.301.983 - 6.301.983
▪ Aset Tetap 438.119.487 - 438.119.487
▪ Aset Lain-lain 10.769.500 - 10.769.500
Total Non Current Assets 455.190.970 - 455.190.970
TOTAL ASSETS 1.305.258.977 - 1.305.258.977
LIABILITIES AND EQUITY
a. Current Liabilities
▪ Hutang Usaha 174.256.213 - 174.256.213
▪ Hutang Pajak 63.769.515 - 63.769.515
▪ Hutang Bank 364.136.114 - 364.136.114
▪ Biaya Yang Masih harus dibayar 14.164.041 - 14.164.041
▪ Hutang Lain-lain - - -
▪ Utang Pembiayaan Konsumen 351.215 - 351.215
Total Current Liabilities 616.677.097 - 616.677.097
b. Non Current Liabilities
▪ Utang Pembiayaan Konsumen 542.678 - 542.678
▪ Liabilitas Imbalan Kerja 14.723.123 - 14.723.123
▪ Utang Pajak Tangguhan 49.359.527 - 49.359.527
Total Non Current Liabilities 64.625.328 - 64.625.328
c. Equity
▪ Modal Disetor 469.400.000 - 469.400.000
▪ Surplus Revaluasi 195.423.929 - 195.423.929
▪ Saldo Defisit (40.867.377) - (40.867.377)
▪ Adjustment - - -
Total Equity 623.956.552 - 623.956.552
TOTAL LIABILITIES & EQUITY 1.305.258.977 - 1.305.258.977
65
Page 80
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
Penjelasan
i. Kas dan Bank PT CBS pada periode 31 Desember 2025 adalah
sebesar Rp16.333.056.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian
terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
ii. Piutang Usaha PT CBS pada periode 31 Desember 2025 adalah
sebesar Rp146.922.494.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian
terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
iii. Piutang Lain-lain PT CBS pada periode 31 Desember 2025 adalah
sebesar Rp39.196.996.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian
terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
iv. Persediaan PT CBS pada periode 31 Desember 2025 adalah
sebesar Rp624.784.152.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian
terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
v. Uang Muka Pembelian PT CBS pada periode 31 Desember 2025
adalah sebesar Rp22.775.856.000,-, kami tidak melakukan
penyesuaian terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai
ekonomisnya.
vi. Pajak Dibayar Dimuka PT CBS pada periode 31 Desember 2025
adalah sebesar Rp55.453.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian
terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
vii. Investasi Saham PT CBS pada periode 31 Desember 2025 adalah
sebesar Rp6.301.983.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian
terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
viii. Aset Tetap PT CBS pada periode 31 Desember 2025 adalah
sebesar Rp438.119.487.000,-.
ix. Aset Lain-lain PT CBS pada periode 31 Desember 2025 adalah
sebesar Rp10.769.500.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian
terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
x. Hutang Usaha PT CBS pada periode 31 Desember 2025 adalah
sebesar Rp174.256.213.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian
terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
xi. Hutang Pajak PT CBS pada periode 31 Desember 2025 adalah
sebesar Rp63.769.515.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian
terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
xii. Hutang Bank PT CBS pada periode 31 Desember 2025 adalah
sebesar Rp364.136.114.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian
terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
66
Page 81
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
xiii. Biaya Yang Masih Harus Dibayar PT CBS pada periode
31 Desember 2025 adalah sebesar Rp14.164.041.000,-, kami tidak
melakukan penyesuaian terhadap pos ini karena telah
mencerminkan nilai ekonomisnya.
xiv. Utang Pembiayaan Konsumen PT CBS pada periode 31 Desember
2025 adalah sebesar Rp351.215.000,-, kami tidak melakukan
penyesuaian terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai
ekonomisnya.
xv. Utang Pembiayaan Konsumen PT CBS pada periode 31 Desember
2025 adalah sebesar Rp542.678.000,-, kami tidak melakukan
penyesuaian terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai
ekonomisnya.
xvi. Liabilitas Imbalan Kerja PT CBS pada periode 31 Desember 2025
adalah sebesar Rp14.723.123.000,-, kami tidak melakukan
penyesuaian terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai
ekonomisnya.
xvii. Utang Pajak Tangguhan PT CBS pada periode 31 Desember 2025
adalah sebesar Rp49.359.527.000,-, kami tidak melakukan
penyesuaian terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai
ekonomisnya.
xviii. Modal Disetor PT CBS pada periode 31 Desember 2025 adalah
sebesar Rp469.400.000.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian
terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
xix. Surplus Revaluasi PT CBS pada periode 31 Desember 2025 adalah
sebesar Rp195.423.929.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian
terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
xx. Saldo Defisit PT CBS pada periode 31 Desember 2025 adalah
sebesar Rp40.867.377.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian
terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
xxi. Adjustment
Setelah dilakukan penyesuaian, maka terdapat selisih angka sebesar
Rp0,- yang merupakan angka penambahan untuk ekuitas. Dengan
demikian jumlah ekuitas menjadi sebesar Rp623.956.552.000,-.
67
Page 82
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
Berdasarkan penilaian dengan menggunakan Adjusted Book Value
(ABV) Method, maka indikasi nilai ekuitas PT CBS dapat disajikan
sebagai berikut:
Indikasi Nilai Ekuitas 100,00% Rp.000 623.956.552
- DLOM 30,00% Rp.000 (187.186.965)
Equity Market Value Rp.000 436.769.586
6.7 Rekonsiliasi Nilai
Untuk mendapatkan nilai yang mewakili kedua indikasi nilai ekuitas
diatas, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu dilakukan
pembobotan terhadap kedua metode tersebut. Oleh karena itu, dalam
penilaian ini pembobotan yang diberikan untuk masing masing metode
adalah 70,00% untuk Discounted Cash Flow (DCF) Method dan
30,00% untuk Adjusted Book Value (ABV) Method. Pembobotan
tersebut berdasarkan data yang kami gunakan untuk Discounted Cash
Flow (DCF) Method merupakan data dan informasi yang memiliki
tingkat kehandalan yang lebih memadai.
Pembobotan tersebut ditentukan berdasarkan perhitungan komposisi
dari hasil Penilaian Ekuitas setelah dipotong Diskon Likuiditas Pasar
(Discount For Lack of Marketability) sebesar 30,00%.
Equity Market Market Value
M ethod Value Weight Weighted
( Rp.000 ) ( Rp.000 )
1 Income Approach: Discounted Cash Flow (DCF) Method 736.036.509 70,00% 515.225.556
2 Cost Approach : Adjusted Book Value (ABV) Method 436.769.586 30,00% 131.030.876
Equity Market Value 646.256.432
Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan, termasuk kajian
terhadap faktor-faktor relevan lainnya yang berpengaruh, kami
berpendapat bahwa Nilai Pasar 100,00% Ekuitas milik PT CBS pada
tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar:
Rp646.256.432.000,-
(Enam Ratus Empat Puluh Enam Miliar Dua Ratus Lima Puluh
Enam Juta Empat Ratus Tiga Puluh Dua Ribu Rupiah)
68
Page 83
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
7 KLASIFIKASI PENILAI PUBLIK
Penilai Publik yang menandatangani laporan penilaian bisnis ini
merupakan Penilai Bisnis bersertifikat Masyarakat Profesi Penilai
Indonesia (MAPPI) dengan perizinan sebagai berikut:
▪ Klasifikasi : Penilai Bisnis
▪ No. MAPPI : 01-S-01443
▪ No. Izin Penilai Publik : B-1.08.00038
▪ No. Register Penilai : RMK-2017.00034
▪ No. STTD OJK : STTD.PB-43/PJ-1/PM.02/2023
▪ No. STTD IKNB : 062/NB.122/STTD-P/2017
69
Page 84
FINANCIAL ATTACHMENTS
Page 85
PT CITRA BARU STEEL
Location: Jalan Modern Industri X Kavling Q7 – 8, Desa Nambo Ilir, Kec. Kibin, Kab. Serang, Indonesia.
ASSUMPTIONS
Attachment 1
( Rp.000 ) Cut Off Date
31 December 31 December 31 December 31 December 31 December 1 2 3 4 5
DESCRIPTION Unit 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Inhouse Inhouse Audited Audited Audited Projection Projection Projection Projection Projection
1 Annual Operations Day 365 365 365 365 365 365 365 365 365 365
2 Kapasitas Produksi Terpasang
▪ Kapasitas Terpasang Kg/Tahun - - - - - 312.000.000 312.000.000 312.000.000 312.000.000 312.000.000
▪ Utilitas % - - - - - 44,00% 45,00% 45,00% 45,00% 45,00%
Total Produksi Kg/Tahun - - - - - 137.280.000 140.400.000 140.400.000 140.400.000 140.400.000
▪ Persediaan Awal Barang Jadi Kg/Tahun - - - - - - - - - -
▪ Persediaan Akhir Barang Jadi Kg/Tahun - - - - - - - - - -
Produk Tersedia Dijual Kg/Tahun - - - - - 137.280.000 140.400.000 140.400.000 140.400.000 140.400.000
Total Sales
▪ Harga Jual Rp/Kg - - - - - 8.600 8.764 8.932 9.102 9.276
Growth 1,91% 1,91% 1,91% 1,91%
2 Sales
▪ Pendapatan Rp.000 1.318.239.789 1.628.147.609 1.425.906.787 1.335.830.861 914.071.684 1.180.608.000 1.230.512.166 1.254.025.203 1.277.987.534 1.302.407.746
Total Sales Rp.000 1.318.239.789 1.628.147.609 1.425.906.787 1.335.830.861 914.071.684 1.180.608.000 1.230.512.166 1.254.025.203 1.277.987.534 1.302.407.746
Growth / Year -31,57% 29,16% 4,23% 1,91% 1,91% 1,91%
3 Cost of Goods Sold
▪ Saldo Awal Bahan Baku Rp.000 209.699.298 209.607.814 295.805.110 136.646.386 345.980.596 524.757.410 171.696.387 293.484.516 299.092.516 304.807.676
▪ Pembelian Rp.000 544.230.289 806.298.726 864.218.059 1.098.170.964 732.558.404 590.304.000 1.009.019.976 1.028.300.666 1.047.949.778 1.067.974.352
▪ Saldo Akhir Bahan Baku Rp.000 (209.607.814) (295.805.110) (136.646.386) (345.980.596) (524.757.410) (171.696.387) (293.484.516) (299.092.516) (304.807.676) (310.632.042)
Pemakaian Bahan Baku Rp.000 544.321.773 720.101.430 1.023.376.783 888.836.754 553.781.591 943.365.023 887.231.846 1.022.692.666 1.042.234.619 1.062.149.985
▪ Biaya Overhead Pabrik Rp.000 379.813.581 402.217.053 278.945.344 245.141.250 167.247.239 170.443.055 173.699.938 177.019.054 180.401.593 183.848.767
▪ Upah Tenaga Kerja Langsung Rp.000 - - 44.235.103 43.361.277 41.015.610 41.799.350 42.598.066 43.412.044 44.241.576 45.086.959
Biaya Produksi Rp.000 379.813.581 402.217.053 323.180.447 288.502.527 208.262.849 212.242.405 216.298.004 220.431.098 224.643.169 228.935.726
▪ Saldo Awal Barang Jadi Rp.000 566.236.160 402.433.461 64.502.668 102.448.356 86.352.289 73.872.623 56.604.493 96.755.340 98.604.173 100.488.335
▪ Saldo Akhir Barang Jadi Rp.000 (325.150.713) (64.502.668) (102.448.356) (86.352.289) (73.872.623) (56.604.493) (96.755.340) (98.604.173) (100.488.335) (102.408.499)
Beban Pokok Penjualan Rp.000 1.165.220.801 1.460.249.277 1.308.611.542 1.193.435.348 774.524.106 1.172.875.558 1.063.379.003 1.241.274.931 1.264.993.626 1.289.165.546
▪ Penyusutan Rp.000 18.374.612 18.476.852 18.400.343 18.617.434 18.834.599 - - - - -
Total Beban Pokok Penjualan Rp.000 1.183.595.413 1.478.726.128 1.327.011.884 1.212.052.782 793.358.705 1.172.875.558 1.063.379.003 1.241.274.931 1.264.993.626 1.289.165.546
To Sales Pembelian 41,28% 49,52% 60,61% 82,21% 80,14% 50,00% 82,00% 82,00% 82,00% 82,00%
To Sales 88,39% 89,69% 91,77% 89,34% 84,73% 99,35% 86,42% 98,98% 98,98% 98,98%
4 Operating Expenses
a. Cost of Sales
▪ Angkut Rp.000 6.434.093 12.873.449 15.970.228 30.522.745 22.154.270 22.577.601 23.009.021 23.448.685 23.896.751 24.353.378
▪ Iklan dan Promosi Rp.000 44.578 187.596 132.293 143.804 - - - - - -
Sub Total Rp.000 6.478.671 13.061.045 16.102.520 30.666.549 22.154.270 22.577.601 23.009.021 23.448.685 23.896.751 24.353.378
▪ Depreciation & Amortization Rp.000 - - - - - - - - - -
Total Marketing Expenses Rp.000 6.478.671 13.061.045 16.102.520 30.666.549 22.154.270 22.577.601 23.009.021 23.448.685 23.896.751 24.353.378
b. General and Administrative Expenses
▪ Gaji Rp.000 7.645.094 32.171.330 11.394.307 11.625.748 14.739.984 15.698.082 16.718.458 17.805.158 18.962.493 20.195.055
▪ Pajak Rp.000 4.360.822 18.350.781 5.284.288 2.817.403 8.407.803 8.568.462 8.732.191 8.899.049 9.069.095 9.242.390
▪ Keamanan Rp.000 1.433.176 6.030.948 2.586.477 2.638.622 2.763.208 2.816.008 2.869.817 2.924.655 2.980.540 3.037.493
▪ Tenaga Ahli Rp.000 1.078.634 4.539.000 - 637.623 2.079.640 2.119.378 2.159.876 2.201.148 2.243.208 2.286.072
▪ BPJS Rp.000 970.579 4.084.294 1.102.390 237.656 1.871.307 1.907.064 1.943.505 1.980.642 2.018.489 2.057.059
▪ Kantor Lainnya Rp.000 961.229 4.044.947 2.471.276 4.133.421 1.853.279 1.888.692 1.924.782 1.961.561 1.999.044 2.037.242
▪ Imbalan Kerja Rp.000 347.902 1.464.006 3.341.512 2.570.090 670.766 683.583 696.645 709.957 723.523 737.348
▪ Lainnya (masing-masing di bawah Rp10.000.000) Rp.000 2.269.527 9.550.400 6.216.128 3.591.354 4.375.720 4.459.333 4.544.543 4.631.382 4.719.880 4.810.069
Sub Total Rp.000 19.066.962 80.235.706 32.396.378 28.251.917 36.761.706 38.140.604 39.589.818 41.113.551 42.716.271 44.402.728
▪ Amortisasi Rp.000 - - - - - - - - - -
▪ Depreciation & Amortization Rp.000 638.940 1.300.604 1.362.569 1.198.781 1.173.597 - - - - -
Total General and Administrative Expenses Rp.000 19.705.902 81.536.310 33.758.946 29.450.699 37.935.303 38.140.604 39.589.818 41.113.551 42.716.271 44.402.728
5 Projected Accounts Receivable, Inventory, and Accounts Payable
a. Accounts Receivable
▪ Sales Rp.000 1.318.239.789 1.628.147.609 1.425.906.787 1.335.830.861 914.071.684 1.180.608.000 1.230.512.166 1.254.025.203 1.277.987.534 1.302.407.746
▪ Beginning Accounts Receivable Rp.000 - - 219.771.657 261.322.562 192.786.455 146.922.494 189.763.970 197.785.272 199.269.758 203.077.471
▪ Ending Accounts Receivable Rp.000 (183.227.389) (219.771.657) (261.322.562) (192.786.455) (146.922.494) (189.763.970) (197.785.272) (199.269.758) (203.077.471) (206.957.943)
▪ Account Receivable Collections Rp.000 1.135.012.400 1.408.375.953 1.384.355.881 1.404.366.968 959.935.645 1.137.766.524 1.222.490.865 1.252.540.716 1.274.179.821 1.298.527.274
b. Accounts Payable
▪ Purchases Rp.000 544.230.289 806.298.726 864.218.059 1.098.170.964 732.558.404 590.304.000 1.009.019.976 1.028.300.666 1.047.949.778 1.067.974.352
▪ Beginning Accounts Payable Rp.000 - 342.832.579 351.957.965 102.871.884 103.896.863 174.256.213 109.312.542 186.850.400 190.420.800 194.059.424
▪ Ending Accounts Payable Rp.000 (342.832.579) (351.957.965) (102.871.884) (103.896.863) (174.256.213) (109.312.542) (186.850.400) (190.420.800) (194.059.424) (197.767.576)
▪ Payments to Suppliers Rp.000 201.397.710 797.173.340 1.113.304.140 1.097.145.986 662.199.054 655.247.671 931.482.118 1.024.730.266 1.044.311.154 1.064.266.200
c. Inventory
▪ Purchases Rp.000 544.230.289 806.298.726 864.218.059 1.098.170.964 732.558.404 590.304.000 1.009.019.976 1.028.300.666 1.047.949.778 1.067.974.352
▪ Beginning Inventory Rp.000 - 27.096.145 26.534.852 623.339 5.303.948 624.784.152 194.072.548 172.141.752 169.035.726 172.265.717
▪ Ending Inventory Rp.000 (27.096.145) (26.534.852) (623.339) (5.303.948) (624.784.152) (194.072.548) (172.141.752) (169.035.726) (172.265.717) (175.557.428)
▪ Use of Merchandise Rp.000 517.134.145 806.860.018 890.129.572 1.093.490.355 113.078.200 1.021.015.604 1.030.950.773 1.031.406.692 1.044.719.787 1.064.682.641
6 Interest-Bearing Debt
a. Investment Loans % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 8,44% 8,44% 8,44% 8,44% 8,44% 8,44%
b. Working Capital Loans % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 8,12% 8,12% 8,12% 8,12% 8,12% 8,12%
0
7 Turnover
a. Accounts Receivable Day 51 49 67 53 59 59 59 58 58 58
b. Inventory Day 8 7 0 2 294 120 62 60 60 60
c. Accounts Payable Day 107 88 29 32 82 68 68 68 68 68
d. Raw Materials Day 66 74 38 106 247 106 106 106 106 106
e. Finished Goods Day 102 16 29 26 35 35 35 35 35 35
Page 86
PT CITRA BARU STEEL
Location: Jalan Modern Industri X Kavling Q7 – 8, Desa Nambo Ilir, Kec. Kibin, Kab. Serang, Indonesia.
STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
Attachment 2
( Rp.000 ) Cut Off Date
31 December 31 December 31 December 31 December 31 December 1 2 3 4 5
DESCRIPTION 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Inhouse Inhouse Audited Audited Audited Projection Projection Projection Projection Projection
ASSETS
CURRENT ASSETS
▪ Kas dan Bank 39.242.311 130.886.407 83.314.876 38.348.226 16.333.056 346.467.630 476.881.024 540.210.944 604.277.711 672.656.759
▪ Piutang Usaha 183.227.389 219.771.657 261.322.562 192.786.455 146.922.494 189.763.970 197.785.272 199.269.758 203.077.471 206.957.943
▪ Piutang Lain-lain 27.096.145 26.534.852 623.339 5.303.948 39.196.996 39.196.996 39.196.996 39.196.996 39.196.996 39.196.996
▪ Persediaan 556.936.642 365.202.020 255.908.053 463.052.780 624.784.152 194.072.548 172.141.752 169.035.726 172.265.717 175.557.428
▪ Biaya Dibayar Dimuka 156.245 21.752 - - - - - - - -
▪ Uang Muka Pembelian 8.025.391 9.492.497 22.108.889 41.027.032 22.775.856 22.775.856 22.775.856 22.775.856 22.775.856 22.775.856
▪ Pajak Dibayar Dimuka 9.054.905 - - - 55.453 55.453 55.453 55.453 55.453 55.453
TOTAL CURRENT ASSETS 823.739.028 751.909.186 623.277.719 740.518.442 850.068.007 792.332.453 908.836.352 970.544.733 1.041.649.204 1.117.200.435
NON-CURRENT ASSETS
▪ Aset Pajak Tangguhan - - 2.939.297 3.387.278 - - - - - -
▪ Investasi Saham - - 13.699.963 4.383.988 6.301.983 6.301.983 6.301.983 6.301.983 6.301.983 6.301.983
▪ Aset Tetap 262.074.981 243.770.220 226.911.289 211.898.120 438.119.487 425.155.541 408.819.106 387.936.830 362.921.247 333.962.501
▪ Aset Lain-lain - - 10.769.500 10.769.500 10.769.500 10.769.500 10.769.500 10.769.500 10.769.500 10.769.500
TOTAL NON-CURRENT ASSETS 262.074.981 243.770.220 254.320.049 230.438.886 455.190.970 442.227.024 425.890.589 405.008.313 379.992.730 351.033.984
TOTAL ASSETS 1.085.814.010 995.679.405 877.597.768 970.957.328 1.305.258.977 1.234.559.477 1.334.726.940 1.375.553.046 1.421.641.934 1.468.234.418
LIABILITIES AND EQUITY
SHORT-TERM LIABILITIES
▪ Hutang Usaha 342.832.579 351.957.965 102.871.884 103.896.863 174.256.213 109.312.542 186.850.400 190.420.800 194.059.424 197.767.576
▪ Hutang Pajak 1.414.235 8.166.294 19.794.604 24.477.736 63.769.515 63.769.515 63.769.515 63.769.515 63.769.515 63.769.515
▪ Hutang Bank 213.391.479 294.619.695 314.150.657 395.819.467 364.136.114 332.456.114 300.776.114 269.096.114 237.416.114 205.736.114
▪ Biaya Yang Masih harus dibayar 4.464.533 4.232.772 10.434.813 9.670.035 14.164.041 14.164.041 14.164.041 14.164.041 14.164.041 14.164.041
▪ Hutang Lain-lain - - 58.213 177.014 - - - - - -
▪ Utang Pembiayaan Konsumen - - 2.163.067 298.820 351.215 351.215 351.215 351.215 351.215 351.215
▪ Hutang Leasing 5.915.469 4.011.019 - - - - - - - -
▪ Other Payables Related Parties - - - - - - - - - -
TOTAL SHORT-TERM LIABILITIES 568.018.296 662.987.745 449.473.238 534.339.936 616.677.097 520.053.426 565.911.284 537.801.684 509.760.308 481.788.460
LONG-TERM LIABILITIES
▪ Utang Pembiayaan Konsumen - - 514.220 215.400 542.678 542.678 542.678 542.678 542.678 542.678
▪ Liabilitas Imbalan Kerja - - 12.166.513 14.203.290 14.723.123 14.723.123 14.723.123 14.723.123 14.723.123 14.723.123
▪ Utang Pajak Tangguhan - - - - 49.359.527 49.359.527 49.359.527 49.359.527 49.359.527 49.359.527
▪ Lainnya 228.395.412 2.186.499 - - - - - - - -
TOTAL LONG-TERM LIABILITIES 228.395.412 2.186.499 12.680.733 14.418.690 64.625.328 64.625.328 64.625.328 64.625.328 64.625.328 64.625.328
EQUITY
▪ Modal Disetor 469.400.000 469.400.000 469.400.000 469.400.000 469.400.000 469.400.000 469.400.000 469.400.000 469.400.000 469.400.000
▪ Tambahan Modal Disetor - - - - - - - - - -
▪ Surplus Revaluasi - - - - 195.423.929 195.423.929 195.423.929 195.423.929 195.423.929 195.423.929
▪ Saldo Defisit 41.728.985 41.104.859 (53.956.203) (47.201.298) (40.867.377) (14.943.206) 39.366.400 108.302.106 182.432.370 256.996.702
▪ Laba Rugi Ditahan (221.728.683) (179.999.698) - - - - - - - -
TOTAL EQUITY 289.400.302 330.505.161 415.443.797 422.198.702 623.956.552 649.880.723 704.190.329 773.126.035 847.256.298 921.820.630
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY 1.085.814.010 995.679.405 877.597.768 970.957.328 1.305.258.977 1.234.559.477 1.334.726.940 1.375.553.046 1.421.641.934 1.468.234.418
Page 87
PT CITRA BARU STEEL
Location: Jalan Modern Industri X Kavling Q7 – 8, Desa Nambo Ilir, Kec. Kibin, Kab. Serang, Indonesia.
INCOME STATEMENT
Attachment 3
( Rp.000 ) Cut Off Date
31 December 31 December 31 December 31 December 31 December 1 2 3 4 5
DESCRIPTION 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Inhouse Inhouse Audited Audited Audited Projection Projection Projection Projection Projection
Sales 1.318.239.789 1.628.147.609 1.425.906.787 1.335.830.861 914.071.684 1.180.608.000 1.230.512.166 1.254.025.203 1.277.987.534 1.302.407.746
Growth / Year -31,57% 29,16% 4,23% 1,91% 1,91% 1,91%
Cost of Goods Sold (1.165.220.801) (1.460.249.277) (1.308.611.542) (1.193.435.348) (774.524.106) (1.021.015.604) (1.030.950.773) (1.031.406.692) (1.044.719.787) (1.064.682.641)
To Sales 88,39% 89,69% 91,77% 89,34% 84,73% 86,48% 83,78% 82,25% 81,75% 81,75%
Gross Profit 153.018.988 167.898.332 117.295.245 142.395.513 139.547.578 159.592.396 199.561.393 222.618.511 233.267.747 237.725.105
Gross Profit Margin 11,61% 10,31% 8,23% 10,66% 15,27% 13,52% 16,22% 17,75% 18,25% 18,25%
Operating Expenses (25.545.634) (93.296.750) (48.498.898) (58.918.466) (58.915.976) (60.718.205) (62.598.839) (64.562.237) (66.613.022) (68.756.106)
To Sales -1,94% -5,73% -3,40% -4,41% -6,45% -5,14% -5,09% -5,15% -5,21% -5,28%
EBITDA 127.473.354 74.601.582 68.796.347 83.477.047 80.631.602 98.874.191 136.962.554 158.056.274 166.654.725 168.968.999
To Sales 9,67% 4,58% 4,82% 6,25% 8,82% 8,37% 11,13% 12,60% 13,04% 12,97%
Depreciation Expense (19.013.552) (19.777.456) (19.762.911) (19.816.215) (20.008.197) (36.576.106) (40.946.679) (45.962.779) (50.575.334) (55.006.902)
Other Income / (Expenses) (54.773.921) 2.912.822 (39.853.075) (42.374.770) (53.026.841) (29.061.968) (26.388.176) (23.714.384) (21.040.592) (18.366.800)
Profit Before Tax 53.685.882 57.736.948 9.180.361 21.286.062 7.596.564 33.236.117 69.627.699 88.379.111 95.038.800 95.595.297
Tax 22,00% (11.956.897) (16.632.089) (5.945.559) (5.509.049) (3.298.366) (7.311.946) (15.318.094) (19.443.404) (20.908.536) (21.030.965)
Profit After Tax 41.728.985 41.104.859 3.234.802 15.777.013 4.298.199 25.924.171 54.309.606 68.935.706 74.130.264 74.564.332
Net Profit Margin 3,17% 2,52% 0,23% 1,18% 0,47% 2,20% 4,41% 5,50% 5,80% 5,73%
Page 88
PT CITRA BARU STEEL
Location: Jalan Modern Industri X Kavling Q7 – 8, Desa Nambo Ilir, Kec. Kibin, Kab. Serang, Indonesia.
CASH FLOW PROJECTION REPORT
Attachment 4
( Rp.000 ) Cut Off Date
31 December 1 2 3 4 5
DESCRIPTION 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Audited Projection Projection Projection Projection Projection
CASH FLOW OPERATING
Cash In Flow
▪ Revenue - 1.137.766.524 1.222.490.865 1.252.540.716 1.274.179.821 1.298.527.274
▪ Others Income - - - - - -
Total - 1.137.766.524 1.222.490.865 1.252.540.716 1.274.179.821 1.298.527.274
Cash Out Flow
▪ Account Payable Payment - (655.247.671) (931.482.118) (1.024.730.266) (1.044.311.154) (1.064.266.200)
▪ Operating Expenses - (60.718.205) (62.598.839) (64.562.237) (66.613.022) (68.756.106)
▪ Tax - (7.311.946) (15.318.094) (19.443.404) (20.908.536) (21.030.965)
Total - (723.277.822) (1.009.399.051) (1.108.735.908) (1.131.832.712) (1.154.053.271)
NET CASH FLOW FROM OPERATING - 414.488.702 213.091.813 143.804.809 142.347.110 144.474.003
CASH FLOW FROM NON OPERATING
+/+ Withdrawal Of Investment Credit - - - - - -
+/+ Equity - - - - - -
-/- Capital Expenditures, Capex - (23.612.160) (24.610.243) (25.080.504) (25.559.751) (26.048.155)
+/- Changes Assets - - - - - -
+/- Changes Liabilitas - - - - - -
Total - (23.612.160) (24.610.243) (25.080.504) (25.559.751) (26.048.155)
SURPLUS (DEFICIT) CASH - 390.876.542 188.481.570 118.724.305 116.787.359 118.425.848
BEGINNING CASH BALANCE 16.333.056 16.333.056 346.467.630 476.881.024 540.210.944 604.277.711
AVAILABLE CASH 16.333.056 407.209.598 534.949.200 595.605.328 656.998.303 722.703.559
Loan Repayment
▪ Loan Repayment - (31.680.000) (31.680.000) (31.680.000) (31.680.000) (31.680.000)
▪ Loan Repayment - - - - - -
▪ Interest Payment - (29.061.968) (26.388.176) (23.714.384) (21.040.592) (18.366.800)
▪ Provision Bank - - - - - -
Total - (60.741.968) (58.068.176) (55.394.384) (52.720.592) (50.046.800)
ENDING CASH BALANCE 16.333.056 346.467.630 476.881.024 540.210.944 604.277.711 672.656.759
Page 89
PT CITRA BARU STEEL
Location: Jalan Modern Industri X Kavling Q7 – 8, Desa Nambo Ilir, Kec. Kibin, Kab. Serang, Indonesia.
DEPRECIATION AND AMORTIZATION PROJECTION
Attachment 5
( Rp.000 ) Cut Off Date
31 December 31 December 31 December 31 December 31 December 1 2 3 4 5
DESCRIPTION 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Inhouse Inhouse Audited Audited Audited Projection Projection Projection Projection Projection
Acquisition cost
▪ Tanah 69.805.889 69.805.889 69.805.889 69.805.889 212.557.200 212.557.200 212.557.200 212.557.200 212.557.200 212.557.200
▪ Bangunan 73.883.797 73.883.797 73.959.397 73.959.397 141.534.282 141.534.282 141.534.282 141.534.282 141.534.282 141.534.282
▪ Mesin dan Peralatan 318.506.340 318.700.034 320.985.113 325.937.913 367.168.399 367.168.399 367.168.399 367.168.399 367.168.399 367.168.399
▪ Kendaraan 9.562.180 10.368.472 9.928.672 9.561.672 10.219.672 10.219.672 10.219.672 10.219.672 10.219.672 10.219.672
▪ Perlengkapan Kantor 4.521.183 4.642.821 5.042.513 5.122.273 5.364.622 5.364.622 5.364.622 5.364.622 5.364.622 5.364.622
▪ Instalasi 20.143.309 20.193.307 20.360.434 20.364.119 14.136.651 14.136.651 14.136.651 14.136.651 14.136.651 14.136.651
▪ Capex - - - - - 23.612.160 48.222.403 73.302.907 98.862.658 124.910.813
Total 496.422.697 497.594.319 500.082.018 504.751.262 750.980.826 774.592.986 799.203.229 824.283.733 849.843.484 875.891.639
Depreciation
▪ Tanah 0,00% - - - - - - - - - -
▪ Bangunan 5,00% - - 3.695.258 3.697.970 3.697.970 7.076.714 7.076.714 7.076.714 7.076.714 7.076.714
▪ Mesin dan Peralatan 6,25% - - 13.694.510 13.903.791 14.190.616 22.948.025 22.948.025 22.948.025 22.948.025 22.948.025
▪ Kendaraan 12,50% - - 1.299.068 1.064.315 1.040.245 1.277.459 1.277.459 1.277.459 778.063 -
▪ Perlengkapan Kantor 12,50% - - 63.501 134.466 133.352 551.476 - - - -
▪ Instalasi 5,00% - - 1.010.574 1.015.673 946.013 - - - - -
▪ Capex 20,00% - - - - - 4.722.432 9.644.481 14.660.581 19.772.532 24.982.163
Total - - 19.762.911 19.816.215 20.008.197 36.576.106 40.946.679 45.962.779 50.575.334 55.006.902
Accumulated depreciation
▪ Tanah - - - - - - - - - -
▪ Bangunan 39.930.103 43.624.293 47.319.551 51.017.521 54.715.491 61.792.205 68.868.919 75.945.633 83.022.347 90.099.061
▪ Mesin dan Peralatan 178.024.232 191.797.901 205.492.411 219.396.203 233.586.819 256.534.844 279.482.869 302.430.894 325.378.919 348.326.944
▪ Kendaraan 1.805.376 2.755.686 3.638.473 4.568.986 5.609.232 6.886.690 8.164.149 9.441.608 10.219.672 10.219.672
▪ Perlengkapan Kantor 4.432.607 4.481.828 4.545.329 4.679.794 4.813.146 5.364.622 5.364.622 5.364.622 5.364.622 5.364.622
▪ Instalasi 10.155.399 11.164.391 12.174.966 13.190.638 14.136.651 14.136.651 14.136.651 14.136.651 14.136.651 14.136.651
▪ Capex - - - - - 4.722.432 14.366.913 29.027.494 48.800.026 73.782.188
Total 234.347.716 253.824.099 273.170.729 292.853.142 312.861.339 349.437.445 390.384.123 436.346.903 486.922.237 541.929.138
Book value
▪ Tanah 69.805.889 69.805.889 69.805.889 69.805.889 212.557.200 212.557.200 212.557.200 212.557.200 212.557.200 212.557.200
▪ Bangunan 33.953.694 30.259.504 26.639.846 22.941.876 86.818.791 79.742.077 72.665.363 65.588.649 58.511.935 51.435.221
▪ Mesin dan Peralatan 140.482.108 126.902.133 115.492.702 106.541.710 133.581.580 110.633.555 87.685.530 64.737.505 41.789.480 18.841.455
▪ Kendaraan 7.756.804 7.612.785 6.290.199 4.992.685 4.610.440 3.332.981 2.055.522 778.063 - -
▪ Perlengkapan Kantor 88.577 160.993 497.185 442.478 551.476 - - - - -
▪ Instalasi 9.987.910 9.028.916 8.185.468 7.173.481 - - - - - -
▪ Capex - - - - - 18.889.728 33.855.491 44.275.413 50.062.632 51.128.625
Total 262.074.981 243.770.220 226.911.289 211.898.120 438.119.487 425.155.541 408.819.106 387.936.830 362.921.247 333.962.501
Page 90
PT CITRA BARU STEEL
Location: Jalan Modern Industri X Kavling Q7 – 8, Desa Nambo Ilir, Kec. Kibin, Kab. Serang, Indonesia.
WITHDRAWAL SCHEDULE, INSTALLMENTS AND BANK INTEREST (SHORT TERM)
Attachment 6
( Rp.000 ) Cut Off Date
31 December 1 2 3 4 5
DESCRIPTION 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Audited Projection Projection Projection Projection Projection
PENARIKAN - Kredit
Triwulan - 1 Jan s/d Mar - - - - - -
Triwulan - 2 Apr s/d Jun - - - - - -
Triwulan - 3 Jul s/d Sep - - - - - -
Triwulan - 4 Okt s/d Des 364.136.114 - - - - -
TOTAL 364.136.114 - - - - -
SALDO AWAL - Kredit
Triwulan - 1 - 364.136.114 332.456.114 300.776.114 269.096.114 237.416.114
Triwulan - 2 - 356.216.114 324.536.114 292.856.114 261.176.114 229.496.114
Triwulan - 3 - 348.296.114 316.616.114 284.936.114 253.256.114 221.576.114
Triwulan - 4 364.136.114 340.376.114 308.696.114 277.016.114 245.336.114 213.656.114
ANGSURAN - Kredit
Triwulan - 1 - (7.920.000) (7.920.000) (7.920.000) (7.920.000) (7.920.000)
Triwulan - 2 - (7.920.000) (7.920.000) (7.920.000) (7.920.000) (7.920.000)
Triwulan - 3 - (7.920.000) (7.920.000) (7.920.000) (7.920.000) (7.920.000)
Triwulan - 4 - (7.920.000) (7.920.000) (7.920.000) (7.920.000) (7.920.000)
TOTAL - (31.680.000) (31.680.000) (31.680.000) (31.680.000) (31.680.000)
SALDO AKHIR - Kredit
Triwulan - 1 - 356.216.114 324.536.114 292.856.114 261.176.114 229.496.114
Triwulan - 2 - 348.296.114 316.616.114 284.936.114 253.256.114 221.576.114
Triwulan - 3 - 340.376.114 308.696.114 277.016.114 245.336.114 213.656.114
Triwulan - 4 364.136.114 332.456.114 300.776.114 269.096.114 237.416.114 205.736.114
BEBAN BUNGA - Kredit
Triwulan - 1 - 7.516.160 6.847.712 6.179.264 5.510.816 4.842.368
Triwulan - 2 - 7.349.048 6.680.600 6.012.152 5.343.704 4.675.256
Triwulan - 3 - 7.181.936 6.513.488 5.845.040 5.176.592 4.508.144
Triwulan - 4 - 7.014.824 6.346.376 5.677.928 5.009.480 4.341.032
TOTAL - 29.061.968 26.388.176 23.714.384 21.040.592 18.366.800
Page 91
PT CITRA BARU STEEL
Location: Jalan Modern Industri X Kavling Q7 – 8, Desa Nambo Ilir, Kec. Kibin, Kab. Serang, Indonesia.
FINANCIAL RATIO PROJECTION
Attachment 7 Cut Off Date
31 December 31 December 31 December 31 December 31 December 1 2 3 4 5
DESCRIPTION 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Inhouse Inhouse Audited Audited Audited Projection Projection Projection Projection Projection
I. LIQUIDITY RATIO
Current Ratio 145,02% 113,41% 138,67% 138,59% 137,85% 152,36% 160,60% 180,47% 204,34% 231,89%
Quick (Acid Test) Ratio 140,25% 109,41% 138,53% 137,59% 131,49% 144,82% 153,67% 173,18% 196,65% 223,75%
Working Capital To Total Asset Ratio 23,55% 8,93% 19,80% 21,23% 17,88% 22,05% 25,69% 31,46% 37,41% 43,28%
II. LEVERAGE RATIO
Total Debt To Equity Ratio DER 275,19% 201,26% 111,24% 129,98% 109,19% 89,97% 89,54% 77,92% 67,79% 59,28%
Total Debt To Total Asset Ratio DAR 73,35% 66,81% 52,66% 56,52% 52,20% 47,36% 47,24% 43,80% 40,40% 37,22%
III. ACTIVITY RATIO
Total Asset Turnover Ratio x 1,21 1,64 1,62 1,38 0,70 0,96 0,92 0,91 0,90 0,89
Receivables Turnover x 7,19 7,41 5,46 6,93 6,22 6,22 6,22 6,29 6,29 6,29
Collection Period Day 51 49 67 53 59 59 59 58 58 58
Working Capital Turnover x 5,15 18,31 8,20 6,48 3,92 4,34 3,59 2,90 2,40 2,05
IV. FINANCIAL RATIO
Gross Profit Margin 11,61% 10,31% 8,23% 10,66% 15,27% 13,52% 16,22% 17,75% 18,25% 18,25%
Operating Profit Margin 9,67% 4,58% 4,82% 6,25% 8,82% 8,37% 11,13% 12,60% 13,04% 12,97%
Net Profit Margin 3,17% 2,52% 0,23% 1,18% 0,47% 2,20% 4,41% 5,50% 5,80% 5,73%
Return On Investment , ROI 3,84% 4,13% 0,37% 1,62% 0,33% 2,10% 4,07% 5,01% 5,21% 5,08%
Return On Equity, ROE 14,42% 12,44% 0,78% 3,74% 0,69% 3,99% 7,71% 8,92% 8,75% 8,09%
Page 92
PT CITRA BARU STEEL
Location: Jalan Modern Industri X Kavling Q7 – 8, Desa Nambo Ilir, Kec. Kibin, Kab. Serang, Indonesia.
Weighted Average Cost of Capital (WACC)
Attachment 8
Structure Capital Biaya Modal DER Tertimbang
a. Cost Of Debt 6,58% 33,73% 2,22%
b. Cost Of Equity 12,90% 66,27% 8,55%
WACC ===> 10,77%
Cost of Debt
a. Interest Expenses 8,44% ===> Input Data
b. Tax 22,00% ===> Input Data
Cost Of Debt 6,58% Formula: ===> Kd = i x (1-T)
Cost of Equity
a. Risk Free Rate ( Rf ) 6,69% ===> Input Data
b. Risk Premiun Equity ( Rm ) 6,69% ===> Input Data
c. Rating Based Default Spread (RBDS) 1,62%
d. β (Beta) 1,17
e. a (Faktor Alpha) 0,00%
Cost Of Equity 12,90% Formula: ===> Ke = Rf + Beta * (Rm-Rf) + a
Leverage Beta ========> 1,17 Formula: ==> BL = BU x ( 1+ ( 1 - t ) x ( D/E ))
Industry DER BU
Steel 50,90% 0,84 ===> Input Data
D 33,73%
E 66,27%
Source: Aswath Damodaran 2026
Keterangan :
Rf = Risk-Free Rate of Return - Current Rate of Return for a Risk-Free Asset
Rm = Equity Risk Premium - Market Expected Rate of Return
(R m -R f ) = Risk premium above the risk-free rate of return obtained from a portfolio consisting of all assets in the market
β (Beta) = Beta factor, a measure of the systematic (or undiversified) risk of a particular asset relative to the risk of a portfolio consisting of all risky assets
a = Alpha factor, a company-specific risk (which may reflect the type of property, the company, and other risk premiums)
Page 93
PT CITRA BARU STEEL
Location: Jalan Modern Industri X Kavling Q7 – 8, Desa Nambo Ilir, Kec. Kibin, Kab. Serang, Indonesia.
APPLICATION OF THE INCOME APPROACH: "DISCOUNTED CASH FLOW TO THE FIRM"
Attachment 9
( Rp.000 )
DESCRIPTION TOTAL 2026 2027 2028 2029 2030
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
EBITDA 729.516.744 98.874.191 136.962.554 158.056.274 166.654.725 168.968.999
Bplan
CASH OUT FLOW
- Tax (84.012.945) (7.311.946) (15.318.094) (19.443.404) (20.908.536) (21.030.965)
- Interest ( i x T ) (26.085.822) (6.393.633) (5.805.399) (5.217.164) (4.628.930) (4.040.696)
- Capital Expenditures, Capex (124.910.813) (23.612.160) (24.610.243) (25.080.504) (25.559.751) (26.048.155)
+/- Working Of Capital 412.702.638 322.926.457 91.447.353 5.191.939 (3.399.080) (3.464.031)
TOTAL 177.693.057 285.608.718 45.713.617 (44.549.134) (54.496.297) (54.583.847)
FREE CASH FLOW 907.209.801 384.482.909 182.676.171 113.507.140 112.158.429 114.385.152
TERMINAL VALUE - Growth 0,49% - - - - 1.118.194.336
TOTAL TERMINAL VALUE 2.025.404.137 384.482.909 182.676.171 113.507.140 112.158.429 1.232.579.488
Discount Factor 10,77% 0,90275 0,81496 0,73571 0,66416 0,59957
DISCOUNTED CASH FLOW 1.392.981.801 347.092.282 148.873.615 83.507.779 74.490.963 739.017.162
Rounded
CORPORATE VALUE 1.392.981.801
+/+ Cash & Bank 16.333.056
+/+ Aset Non Operasi 6.301.983
-/- Interest Bearing Debt (364.136.114)
Indicative Equity Value 100,00% 1.051.480.727
-/- DLOM 30,00% (315.444.218)
Market Equity Value Rp.000 736.036.509
Working Capital 2025 2026 2027 2028 2029 2030
▪ Current Assets 833.734.951 445.864.823 431.955.328 430.333.789 437.371.493 444.543.676
▪ Current Liabilities 252.540.984 187.597.312 265.135.170 268.705.570 272.344.194 276.052.346
Total Working capital 581.193.967 258.267.511 166.820.158 161.628.219 165.027.299 168.491.329
+/- Working Capital - (322.926.457) (91.447.353) (5.191.939) 3.399.080 3.464.031
Catatan:
a. DLOM = Discount For Lack Of Marketability
b. DLOC = Discount For Lack Of Control
b. PC = Premium Control
Page 94
PT CITRA BARU STEEL
Location: Jalan Modern Industri X Kavling Q7 – 8, Desa Nambo Ilir, Kec. Kibin, Kab. Serang, Indonesia.
ASSETS APPROACH APLIKASI : "ADJUSTED BOOK VALUE METHOD"
Attachment 10
Rp. 000 Cut Off Date
31 December
DescrIptIon 2025 Adjustment Economic Value
Audited
ASSETS
a. Current Assets
▪ Kas dan Bank 16.333.056 - 16.333.056
▪ Piutang Usaha 146.922.494 - 146.922.494
▪ Piutang Lain-lain 39.196.996 - 39.196.996
▪ Persediaan 624.784.152 - 624.784.152
▪ Uang Muka Pembelian 22.775.856 - 22.775.856
▪ Pajak Dibayar Dimuka 55.453 - 55.453
Total Current Assets 850.068.007 - 850.068.007
b. Non Current Assets
▪ Aset Pajak Tangguhan - - -
▪ Investasi Saham 6.301.983 - 6.301.983
▪ Aset Tetap 438.119.487 - 438.119.487
▪ Aset Lain-lain 10.769.500 - 10.769.500
Total Non Current Assets 455.190.970 - 455.190.970
TOTAL ASSETS 1.305.258.977 - 1.305.258.977
LIABILITIES AND EQUITY
a. Current Liabilities
▪ Hutang Usaha 174.256.213 - 174.256.213
▪ Hutang Pajak 63.769.515 - 63.769.515
▪ Hutang Bank 364.136.114 - 364.136.114
▪ Biaya Yang Masih harus dibayar 14.164.041 - 14.164.041
▪ Hutang Lain-lain - - -
▪ Utang Pembiayaan Konsumen 351.215 - 351.215
Total Current Liabilities 616.677.097 - 616.677.097
b. Non Current Liabilities
▪ Utang Pembiayaan Konsumen 542.678 - 542.678
▪ Liabilitas Imbalan Kerja 14.723.123 - 14.723.123
▪ Utang Pajak Tangguhan 49.359.527 - 49.359.527
Total Non Current Liabilities 64.625.328 - 64.625.328
c. Equity
▪ Modal Disetor 469.400.000 - 469.400.000
▪ Surplus Revaluasi 195.423.929 - 195.423.929
▪ Saldo Defisit (40.867.377) - (40.867.377)
▪ Adjustment - - -
Total Equity 623.956.552 - 623.956.552
TOTAL LIABILITIES & EQUITY 1.305.258.977 - 1.305.258.977
- - -
Indikasi Nilai Ekuitas 100,00% Rp.000 623.956.552
- DLOM 30,00% Rp.000 (187.186.965)
Equity Market Value Rp.000 436.769.586
Page 95
PT CITRA BARU STEEL
VALUE RECONCILIATION
Location: Jalan Modern Industri X Kavling Q7 – 8, Desa Nambo Ilir, Kec. Kibin, Kab. Serang, Indonesia.
Attachment 11
Equity Market Market Value
Method Value Weight Weighted
( Rp.000 ) ( Rp.000 )
1 Income Approach: Discounted Cash Flow (DCF) Method 736.036.509 70,00% 515.225.556
2 Cost Approach : Adjusted Book Value (ABV) Method 436.769.586 30,00% 131.030.876
Equity Market Value 646.256.432
Names mentioned 118 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Citra Baru Steel Kawasan Industri Modern Cikande
p.1
unresolved
org
PT Citra Baru Steel.
· Nama Perusahaan
p.2 ×54
unresolved
org
Sih Wiryadi dan Rekan
p.2 ×3
unresolved
org
PT CBS
p.2 ×195
unresolved
org
KJPP SIH
p.2 ×10
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.2
unresolved
org
Bapepam
p.2 ×3
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.2
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.4 ×10
unresolved
org
PT Citra Baru Steel RINGKASAN EKSEKUTIF
p.9
unresolved
person
Herly Lestari Harbi
p.9 ×2
unresolved
person
Dev.
p.9 ×2
unresolved
person
Darbi
p.10 ×3
unresolved
person
Jhonny Lumbantoruan
p.10 ×3
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
p.10 ×10
unresolved
org
PT Citra Baru Steel Susunan Pemegang Saham Struktur
p.11
unresolved
org
PT CBS No. Nama Pemegang Saham
p.11 ×2
unresolved
org
Headwell Investment Ltd
p.11 ×2
unresolved
person
Tony Kasim
p.11 ×5
unresolved
person
Kong Cho Wo.
p.11 ×3
unresolved
person
Handoyo Setiawan. Perjanjian Penting PT CBS
p.11 ×2
unresolved
—
Waskita – Infrastruktur. KSO
p.11 ×2
unresolved
org
PT Citra Baru Steel DAFTAR ISI SERTIFIKAT
p.15
unresolved
org
Bank Indonesia
p.15 ×20
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal. IKNB
p.27
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Sih Wiryadi dan Rekan
p.27
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Sih Wiryadi
p.27
unresolved
org
PT Citra Baru Steel Diskon Tanpa
p.29
unresolved
person
Robert Purba
p.32 ×2
unresolved
person
Adrian Djuaini
p.32
unresolved
person
Djumini Setyoadi
p.32
unresolved
org
Kementerian
p.32 ×2
unresolved
person
Yulita
p.32 ×3
unresolved
person
Siti Susyanthi
p.33
unresolved
person
Firman Firdaus.
p.33
unresolved
org
PT CBS Tahun
p.33
unresolved
org
Gideon Adi & Rekan
p.33 ×3
unresolved
org
Gideon Adi
p.33 ×3
unresolved
org
PT Citra Baru Steel Transmisi
p.35
unresolved
org
PT Citra Baru Steel Gambar
p.36 ×2
unresolved
org
PT Citra Baru Steel Kebijakan
p.37 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia Rapat Dewan Gubernur
p.39
unresolved
org
PT Citra Baru Steel Bank Indonesia
p.41
unresolved
org
PT Citra Baru Steel Meskipun
p.42
unresolved
org
PT Citra Baru Steel Selain
p.43 ×2
unresolved
org
PT CBS Alur
p.43
unresolved
org
PT Citra Baru Steel Selanjutnya
p.44
unresolved
org
PT CBS. Selain
p.44
unresolved
org
PT CBS. Permintaan
p.44
unresolved
org
PT CBS Produk
p.45
unresolved
org
PT CBS Berikut
p.46
unresolved
org
PT Adhi Persada Beton
p.46
unresolved
org
PT Brantas Abipraya (Persero)
p.46
unresolved
org
PT Nindya Karya (Persero)
p.46
unresolved
org
Wijaya Karya Bangunan
p.46 ×2
unresolved
org
PT Wijaya Karya Pracetak
p.46
unresolved
org
PT Hanwa Indonesia
p.46
unresolved
org
PT Indo Perkasa Mandiri
p.46
unresolved
org
PT Jaya Makmur Eka Lestari
p.46
unresolved
org
PT Sapta Sumber Lancar
p.46
unresolved
org
PT Baja Indah Perkasa
p.46
unresolved
org
PT Metal Sarana Sukses
p.46
unresolved
org
PT Bina Bangunan Sukses
p.46
unresolved
org
PT Surya Timur Persada
p.47
unresolved
org
PT Sukses Abadi Bajatama
p.47
unresolved
org
PT Roda Baja Mandiri
p.47
unresolved
org
PT Binatama Bangun Persada
p.47
unresolved
org
PT Maju Jaya Sukses Abadi
p.47
unresolved
org
PT Kin Baja Suksestama
p.47
unresolved
org
PT Takenaka Indonesia
p.47
unresolved
org
PT Jaya Obayashi
p.47
unresolved
org
PT Kajima Indonesia
p.47
unresolved
org
PT Shimizu Bangun Cipta Kontractor
p.47
unresolved
org
PT Taisei Pulauintan
p.47
unresolved
org
PT SMCC Indonesia
p.47
unresolved
org
PT Mitsubishi Estate Indonesia
p.47
unresolved
org
PT Tokyu Constraction
p.47
unresolved
org
PT Indonakano
p.47
unresolved
org
PT Steel Pipe Industry
p.47 ×6
unresolved
org
Indonesia Tbk
p.47 ×6
unresolved
person
Handoyo Setiawan. Profil
p.48
unresolved
org
PT CBS Sumber
p.49
unresolved
org
PT CBS Kegiatan
p.50
unresolved
org
Kementerian Lingkungan Hidup
p.53
unresolved
org
PT CBS Tabel
p.56
unresolved
org
PT Citra Baru Steel Dilihat
p.57
unresolved
org
PT Citra Baru Steel Liabilitas
p.59
unresolved
org
PT Citra Baru Steel Ekuitas
p.60
unresolved
org
PT Citra Baru Steel Tabel
p.61 ×4
unresolved
org
PT Citra Baru Steel Analisis Common Size Laba
p.62
unresolved
org
PT Citra Baru Steel Berikut
p.67
unresolved
org
PT CBS Periode Proyeksi
p.68
unresolved
org
PT Citra Baru Steel Rasio Likuiditas
p.69
unresolved
org
PT Citra Baru Steel Dimana
p.74
unresolved
org
PT Citra Baru Steel Rp
p.75
unresolved
org
KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.79
unresolved
org
KJPP Edi Andesta
p.79
unresolved
org
PT Citra Baru Steel Penjelasan
p.80
unresolved
org
PT CITRA BARU STEEL Location
p.85 ×10
unresolved
org
PT CITRA BARU STEEL VALUE RECONCILIATION Location
p.95
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.182
7245 ms
12 Sep 2026 22:14
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': 'Herly Lestari Harbi, S.E., M.Ec. Dev., MAPPI (Cert.)',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}