Skip to content
Back to announcement

20260609_MKNT_Laporan Informasi dan Fakta Material_32099053_lamp4.pdf

Asset transaction Needs review MKNT

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 95

Page 1
              Laporan Penilaian Ekuitas
                      Nomor File:
          00011/2.0013-06/BS/05/0038/1/V/2026

             Penilaian 100,00% Ekuitas Milik
                   PT Citra Baru Steel




Kawasan Industri Modern Cikande, Jalan Modern Industri X
   Kavling Q7 – 8, Desa Nambo Ilir, Kecamatan Kibin,
            Kabupaten Serang, Indonesia.
Page 2
Bogor, 29 Mei 2026

Nomor File    : 00011/2.0013-06/BS/05/0038/1/V/2026.
Perihal       : Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel.

Kepada Yth,
PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk.
AXA Tower Lantai 42 Suite 02, 03, dan 05,
Jalan Prof. Dr. Satrio Kavling 18,
Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Dengan Hormat,

Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Sih Wiryadi dan Rekan (SIH) telah
melaksanakan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel yang
selanjutnya dalam laporan ini disebut (PT CBS), berdasarkan persetujuan
atas Surat Penawaran Nomor Pr.BV.026/SIH-BGR/MKNT-CBS/III/26, tanggal
23 Maret 2026, untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen,
tentang Penilaian Nilai Pasar 100,00% Ekuitas Milik PT CBS yang
dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan atau ekuivalennya pada tanggal
31 Desember 2025.

KJPP SIH resmi didirikan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor
141/KM.1/2009, tanggal 10 Februari 2009, dengan Nomor Izin Kantor Penilai
2.09.0013, dan terdaftar sebagai Kantor Jasa Profesi Penunjang Pasar Modal
di Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan
LK) yang sekarang bernama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sedangkan Penilai Bisnis yang bertanggung jawab atas laporan ini resmi
memiliki perizinan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik
Indonesia Nomor 840/KM.1.2008, tanggal 10 Desember 2008, dengan Nomor
Izin Penilai Publik B-1.08.00038, dan Surat Tanda Terdaftar Profesi
Penunjang Pasar Modal dari Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Nomor
062/NB.122/STTD-P/2017, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor
STTD.PB-43/ PJ-1/PM.02/2023.

Gambaran tentang nilai pasar dari ekuitas PT CBS akan digunakan sebagai
referensi dan pertimbangan oleh pihak manajemen PT Mitra Komunikasi
Nusantara Tbk atas rencana dalam rangka kepentingan transaksi jual beli
dan untuk kepentingan ke Pasar Modal.
Page 3
Tujuan dari penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
independen tentang Penilaian dari 100,00% Ekuitas Milik PT CBS yang
dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan atau ekuivalennya pada tanggal
31 Desember 2025.

Premis penilaian adalah sebuah perusahaan yang “going concern” dengan
mempertimbangkan bahwa PT CBS masih beroperasi secara berkelanjutan
sebagai produsen baja struktural yang bergerak dalam kegiatan fabrikasi dan
penyediaan produk baja seperti plain round bar dan deformed reinforcing bar
untuk kebutuhan proyek konstruksi skala besar di Indonesia. Kegiatan usaha
tersebut didukung oleh fasilitas produksi yang memadai, teknologi
manufaktur yang terus dikembangkan, serta kemampuan PT CBS dalam
menjaga kualitas produk dan memenuhi permintaan pasar konstruksi,
sehingga perusahaan memiliki prospek usaha dan kemampuan
menghasilkan arus kas di masa depan.

Nilai Pasar didefinisikan sebagai estimasi sejumlah uang dapat di peroleh
atau dibayar untuk penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang
berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya
dilakukan secara layak, dimana kedua pihak masing-masing bertindak atas
dasar pemahaman yang dimilikinya. Kehati-hatian dan tanpa paksaan. (SPI
101 - Butir 301).

Independensi Penilai

Dalam mempersiapkan laporan penilaian ini kami telah bertindak secara
independen, kami tidak mempunyai kepentingan finansial atau apapun, baik
sekarang maupun dimasa mendatang atas penilaian saham ini, dan fee dari
penilaian ini tidak tergantung atas nilai ekuitas yang terdapat dalam laporan
ini.

Pendekatan dan Metodologi

Dalam penilaian ini, pendekatan yang akan diaplikasikan adalah Pendekatan
Pendapatan (Income Approach) dengan aplikasi Discounted Cash Flow
(DCF) Method berdasarkan pertimbangan bahwa pendapatan yang dapat
diperoleh perusahaan di masa yang akan datang dapat diperkirakan dengan
cukup meyakinkan, sesuai dengan skenario pengembangan yang
disampaikan dalam business plan dan Pendekatan Aset (Asset Approach)
dengan aplikasi Adjusted Book Value (ABV) Method berdasarkan dengan
dilakukannya penilaian aset.

Sumber Informasi

Penilaian saham dilakukan berdasarkan atas data dan informasi yang
diterima dari pihak manajemen serta hasil wawancara dengan pihak-pihak
terkait.
Page 4
Tanggal Penilaian dan Masa Berlaku Laporan

Tanggal efektif penilaian adalah per tanggal 31 Desember 2025, dimana
batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
penilaian. Berdasarkan Salinan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020, laporan ini berlaku
selama 6 (enam) bulan sejak tanggal penilaian, dan akan berakhir pada
tanggal 30 Juni 2026.

Indikasi Nilai Ekuitas

Berdasarkan penilaian dengan menggunakan Discounted Cash Flow (DCF)
Method, maka indikasi nilai ekuitas PT CBS dapat disajikan sebagai berikut:

Indikasi Nilai Ekuitas – Discounted Cash Flow (DCF) Method                Dalam Ribuan
                           Description                                   Value
 Corporate Value                                                            1.392.981.801
 +/+ Cash & Bank                                                                16.333.056
 +/+ Participation                                                               6.301.983
 -/- Interest Bearing Debt                                                   (364.136.114)
 Indicative Equity Value PT CBS                 100,00%                     1.051.480.727
 -/- DLOM                                        30,00%                      (315.444.218)
 Market Equity Value PT CBS                      Rp000,-                       736.036.509

Berdasarkan penilaian dengan menggunakan Adjusted Book Value (ABV)
Method, maka indikasi nilai ekuitas PT CBS dapat disajikan sebagai berikut:

Indikasi Nilai Ekuitas – Adjusted Book Value (ABV) Method                  Dalam Ribuan
 Indikasi Nilai Ekuitas                                     100,00%   Rp.000    623.956.552
  - DLOM                                                     30,00%   Rp.000   (187.186.965)
 Equity Market Value                                                  Rp.000   436.769.586
Page 5
Untuk mendapatkan nilai yang mewakili kedua indikasi nilai ekuitas diatas,
dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu dilakukan pembobotan terhadap
kedua metode tersebut. Oleh karena itu, dalam penilaian ini pembobotan
yang diberikan untuk masing masing metode adalah 70,00% untuk
Discounted Cash Flow (DCF) Method dan 30,00% untuk Adjusted Book Value
(ABV) Method. Pembobotan tersebut berdasarkan data yang kami gunakan
untuk Discounted Cash Flow (DCF) Method merupakan data dan informasi
yang memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai.

Pembobotan tersebut ditentukan berdasarkan perhitungan komposisi dari
hasil Penilaian Ekuitas setelah dipotong Diskon Likuiditas Pasar (Discount For
Lack of Marketability) sebesar 30,00%.

Indikasi Nilai Ekuitas – Rekonsiliasi Nilai                                 Dalam Ribuan
                                                         Equity Market            Market Value
                M ethod                                      Value     Weight      Weighted
                                                           ( Rp.000 )              ( Rp.000 )

  1 Income Approach: Discounted Cash Flow (DCF) Method     736.036.509   70,00%     515.225.556
  2 Cost Approach : Adjusted Book Value (ABV) Method       436.769.586   30,00%     131.030.876
 Equity Market Value                                                                646.256.432



Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan, termasuk kajian terhadap
faktor-faktor relevan lainnya yang berpengaruh, kami berpendapat bahwa
Nilai Pasar 100,00% Ekuitas milik PT CBS pada tanggal 31 Desember 2025
adalah sebesar:

                                     Rp646.256.432.000,-

(Enam Ratus Empat Puluh Enam Miliar Dua Ratus Lima Puluh Enam Juta
             Empat Ratus Tiga Puluh Dua Ribu Rupiah)


Hasil dari penilaian ini merupakan Nilai Pasar 100,00% Ekuitas milik PT CBS,
sesuai dengan persetujuan atas Surat Penawaran Nomor Pr.BV.026/SIH-
BGR/MKNT-CBS/III/26, tanggal 23 Maret 2026. Laporan ini disampaikan
sebagai bahan pemikiran namun tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan
dasar penentu suatu keputusan yang berakibat hukum baik pidana maupun
perdata, karena laporan ini semata-mata dibuat berdasarkan keahlian yang
kami miliki dan data-data yang diberikan oleh Pemberi Tugas kepada kami
adalah benar, tidak palsu atau misleading dan tidak ada informasi yang
ditutupi yang dapat mempengaruhi nilai pasar secara signifikan, kecuali
apabila terjadi kesalahan atas penggunaan data tersebut yang disebabkan
oleh ketersengajaan kami dan oleh karenanya jika dikemudian hari diperoleh
atau ditemukan data-data baru yang menurut pendapat kami diperlukan
perbaikan atas laporan ini, maka pada kesempatan pertama kami akan
melakukan perbaikan atas laporan ini tanpa memperoleh izin dari Pemberi
Tugas.
Page 6

          
Page 7

          
Page 8

          
Page 9
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
                           RINGKASAN EKSEKUTIF

1       Identifikasi Status Penilai
        Penilai Publik yang bertanda tangan dalam laporan ini bertindak dalam
        kapasitasnya sebagai Pimpinan Cabang dalam Kantor Jasa Penilai
        Publik (KJPP) Sih Wiryadi dan Rekan (SIH) dengan klasifikasi sebagai
        berikut:

        Nama Penilai             : Herly Lestari Harbi, S.E., M.Ec. Dev., MAPPI (Cert.)
        Klasifikasi Izin         : Penilai Bisnis
        No. MAPPI                : 01-S-01443
        No. Izin Penilai Publik : B-1.08.00038
        No. Register Penilai     : RMK-2017.00034
        No. STTD OJK             : STTD.PB-43/PJ-1/PM.02/2023
        No. STTD IKNB            : 062/NB.122/STTD-P/2017

        Dalam Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel selanjutnya
        dalam laporan ini disebut (PT CBS), Penilai Publik tersebut diatas
        menyatakan:
        • Penilai Publik dalam posisi untuk memberikan penilaian obyektif dan
          tidak memihak, yang dapat diartikan bahwa Penilai bersikap
          Independensi.
        • Penilai Publik tidak mempunyai atau mempunyai potensi benturan
          kepentingan dengan subyek dan/atau obyek penilaian.
        • Penilai Publik memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian.


2       Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
        Dalam Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT CBS, Pemberi Tugas dan
        pengguna laporan, yaitu:

       Nama Perusahaan             : PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk.
       Alamat                      : AXA Tower Lantai 42 Suite 02, 03,
                                     dan 05, Jalan Prof. Dr. Satrio Kavling
                                     18, Karet Kuningan, Setiabudi,
                                     Jakarta Selatan.
       Telepon                     : 021-65303450.

                                                                                  1
Page 10
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
       Email                      : mitrakomunikasin@gmail.com.
       Persetujuan Pekerjaan   : Surat Penawaran Nomor Pr.BV.026/SIH-
                                 BGR/MKNT-CBS/III/26, tanggal
                                 23 Maret 2026.
       Tujuan                  : Untuk kepentingan transaksi jual beli dan
                                 untuk kepentingan ke Pasar Modal.


3      Maksud dan Tujuan
       Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang Nilai
       Pasar 100,00% Ekuitas Milik PT CBS, yang akan digunakan dalam
       rangka kepentingan transaksi jual beli dan untuk kepentingan ke Pasar
       Modal.

       Tujuan dari penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
       independen tentang Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT CBS yang
       dinyatakan dalam mata uang Rupiah atau ekuivalennya pada
       31 Desember 2025.

       Penilaian ini kami laksanakan dengan mengacu kepada Kode Etik
       Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) - Edisi
       VII tahun 2018, serta Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
       Penilaian Usaha yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
       dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Salinan Peraturan Otoritas
       Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020, tanggal 25
       Mei 2020, dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik
       Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020, tanggal 9 Agustus 2020.


4      Gambaran Umum
       Pendirian

       Akta Pendirian PT CBS Nomor 786, tanggal 20 September 2007, yang
       dibuat Notaris Darbi, S.H., Notaris di Serang, telah mendapatkan
       pengesahan Keputusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
       Republik Indonesia.

       Akta Perubahan Terakhir PT CBS Nomor 89, tanggal 30 Desember 2025,
       yang dibuat Notaris Jhonny Lumbantoruan, S.H., MK.n, Notaris di Bogor,
       telah mendapatkan pengesahan Keputusan Kementerian Hukum dan Hak
       Asasi Manusia Republik Indonesia.




                                                                             2
Page 11
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
       Susunan Pemegang Saham

        Struktur modal PT CBS berdasarkan Laporan Keuangan Audited Per
        31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

        Susunan Pemegang Saham PT CBS
         No. Nama Pemegang Saham                 Jumlah Lembar Saham         Nilai Saham         Komposisi
          1 Headwell Investment Ltd                        49.999.999      Rp469.399.990.612,-      99,98%
          2 Tn. Tony Kasim                                          1                Rp9.388,-       0,02%
                    Total                                  50.000.000      Rp469.400.000.000,-     100,00%

        Sumber: Laporan Keuangan Audited Per 31 Desember 2025

        Manajemen Perusahaan

        Susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT CBS per 31 Desember 2025
        adalah sebagai berikut:

        Dewan Komisaris
        Komisaris                            :         Tuan Kong Cho Wo.

        Direksi
        Direktur Utama                       :         Tuan Tony Kasim.
        Direktur                             :         Tuan Handoyo Setiawan.

        Perjanjian Penting

        PT CBS dalam menjalankan usahanya memiliki perjanjian penting dengan
        beberapa perusahaan, yaitu:

        Perjanjian Penting PT CBS

         No                  Nama                                             Keterangan

         1    Waskita – Infrastruktur. KSO              Surat Perjanjian Pemesanan Material
         2    PT Waskita Karya (Persero) Tbk            Surat Perjanjian Pemesanan Material
        Sumber: Manajemen PT CBS




                                                                                                             3
Page 12
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
5       Overview Kinerja Keuangan
        Berikut merupakan tinjauan kinerja keuangan PT CBS, berdasarkan
        laporan keuangan inhouse per 31 Desember 2021 sampai dengan
        31 Desember 2022 dan laporan keuangan audited per tanggal
        31 Desember 2023 sampai dengan 31 Desember 2025 disajikan sebagai
        berikut:

        Laporan Posisi Keuangan PT CBS                                                                         Dalam Ribuan
                                         31 Des 2021       31 Des 2022        31 Des 2023           31 Des 2024            31 Des 2025
                    Uraian
                                           Inhouse           Inhouse            Audited               Audited                Audited
         Aset Lancar                       823.739.028      751.909.186        623.277.719             740.518.442            850.068.007
         Aset Tidak Lancar                 262.074.981      243.770.220        254.320.049             230.438.886            455.190.970
         Total Asset                     1.085.814.010      995.679.405        877.597.768             970.957.328          1.305.258.977
         Liabilitas Jangka Pendek          568.018.296      662.987.745        449.473.238             534.339.936            616.677.097
         Liabilitas Jangka Panjang         228.395.412         2.186.499         12.680.733             14.418.690             64.625.328
         Ekuitas                           289.400.302      330.505.161        415.443.797             422.198.702            623.956.552
         Total Liabilitas dan Ekuitas    1.085.814.010      995.679.405        877.597.768             970.957.328          1.305.258.977
        Sumber: Management PT CBS

        Laporan Laba Rugi PT CBS                                                                               Dalam Ribuan
                                        31 Des 2021        31 Des 2022           31 Des 2023            31 Des 2024           31 Des 2025
                 Uraian
                                           Inhouse            Inhouse               Audited                Audited              Audited
       Pendapatan                         1.318.239.789      1.628.147.609         1.425.906.787          1.335.830.861         914.071.684
       Harga Pokok Penjualan            (1.165.220.801)    (1.460.249.277)       (1.308.611.542)        (1.193.435.348)       (774.524.106)
       Laba Kotor                           153.018.988        167.898.332           117.295.245            142.395.513         139.547.578
       Biaya Operasional                    (25.545.634)       (93.296.750)          (48.498.898)           (58.918.466)       (58.915.976)
       Laba (Rugi) Usaha –
                                           127.473.354         74.601.582            68.796.347             83.477.047          80.631.602
       EBITDA
       Depresiasi & Amortisasi             (19.013.552)       (19.777.456)          (19.762.911)           (19.816.215)        (20.008.197)
       Pendapatan (Beban Usaha)
                                           (54.773.921)          2.912.822          (39.853.075)           (42.374.770)        (53.026.841)
       Lain-lain
       Laba (Rugi) Sebelum Pajak             53.685.882         57.736.948             9.180.361            21.286.062            7.596.564
       Pajak                               (11.956.897)       (16.632.089)           (5.945.559)            (5.509.049)         (3.298.366)
       Laba (Rugi) Bersih                    41.728.985         41.104.859             3.234.802            15.777.013            4.298.199
        Sumber: Management PT CBS

        Dari kedua tabel kinerja laporan keuangan diatas dapat dilihat dari sisi
        aktiva selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember
        2025, terlihat bahwa unsur terbesar terdapat pada jumlah current assets,
        yaitu memiliki rata-rata sebesar Rp757.902.476.000,-.

        Sedangkan dari sisi pasiva, selama periode 31 Desember 2021 sampai
        dengan 31 Desember 2025, terlihat bahwa unsur terbesar terdapat pada
        jumlah short term liabilities, yaitu memiliki rata-rata sebesar
        Rp566.299.262.000,-.

        Dilihat dari pendapatan PT CBS selama periode 31 Desember 2021
        sampai dengan 31 Desember 2025, memiliki rata-rata sebesar
        Rp1.324.439.346.000,-. Dengan rata-rata keuntungan pada periode
        31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 sebesar
        Rp21.228.771.000,-.

                                                                                                                                        4
Page 13
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
6       Penentuan Indikasi Nilai
        Berdasarkan penilaian dengan menggunakan Discounted Cash Flow
        (DCF) Method, maka indikasi nilai ekuitas PT CBS dapat disajikan
        sebagai berikut:

        Indikasi Nilai Ekuitas – Discounted Cash Flow (DCF) Method                     Dalam Ribuan
                                    Description                                          Value
         Corporate Value                                                                   1.392.981.801
         +/+ Cash & Bank                                                                      16.333.056
         +/+ Participation                                                                     6.301.983
         -/- Interest Bearing Debt                                                         (364.136.114)
         Indicative Equity Value PT CBS                  100,00%                           1.051.480.727
         -/- DLOM                                         30,00%                           (315.444.218)
         Market Equity Value PT CBS                       Rp000,-                            736.036.509

        Berdasarkan penilaian dengan menggunakan Adjusted Book Value
        (ABV) Method, maka indikasi nilai ekuitas PT CBS dapat disajikan
        sebagai berikut:

        Indikasi Nilai Ekuitas – Adjusted Book Value (ABV) Method                      Dalam Ribuan
         Indikasi Nilai Ekuitas                                      100,00%        Rp.000     623.956.552
          - DLOM                                                      30,00%        Rp.000    (187.186.965)
         Equity Market Value                                                        Rp.000     436.769.586


        Untuk mendapatkan nilai yang mewakili kedua indikasi nilai ekuitas
        diatas, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu dilakukan
        pembobotan terhadap kedua metode tersebut. Oleh karena itu, dalam
        penilaian ini pembobotan yang diberikan untuk masing masing metode
        adalah 70,00% untuk Discounted Cash Flow (DCF) Method dan 30,00%
        untuk Adjusted Book Value (ABV) Method. Pembobotan tersebut
        berdasarkan data yang kami gunakan untuk Discounted Cash Flow (DCF)
        Method merupakan data dan informasi yang memiliki tingkat kehandalan
        yang lebih memadai.

        Pembobotan tersebut ditentukan berdasarkan perhitungan komposisi dari
        hasil Penilaian Ekuitas setelah dipotong Diskon Likuiditas Pasar
        (Discount For Lack of Marketability) sebesar 30,00%.
                                                                    Equity Market            Market Value
                         M ethod                                        Value       Weight    Weighted
                                                                      ( Rp.000 )              ( Rp.000 )

          1 Income Approach: Discounted Cash Flow (DCF) Method        736.036.509   70,00%     515.225.556
          2 Cost Approach : Adjusted Book Value (ABV) Method          436.769.586   30,00%     131.030.876
         Equity Market Value                                                                   646.256.432




                                                                                                            5
Page 14
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
7       Kesimpulan
        Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan, termasuk kajian
        terhadap faktor-faktor relevan lainnya yang berpengaruh, kami
        berpendapat bahwa Nilai Pasar 100,00% Ekuitas milik PT CBS pada
        tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar:

                                   Rp646.256.432.000,-

         (Enam Ratus Empat Puluh Enam Miliar Dua Ratus Lima Puluh Enam
                  Juta Empat Ratus Tiga Puluh Dua Ribu Rupiah)


8       Klasifikasi Penilai Publik
        Penilai Publik yang menandatangani laporan penilaian bisnis ini
        merupakan Penilai Bisnis bersertifikat Masyarakat Profesi Penilai
        Indonesia (MAPPI) dengan perizinan sebagai berikut:

        ▪   Klasifikasi             : Penilai Bisnis
        ▪   No. MAPPI               : 01-S-01443
        ▪   No. Izin Penilai Publik : B-1.08.00038
        ▪   No. Register Penilai : RMK-2017.00034
        ▪   No. STTD OJK            : STTD.PB-43/ PJ-1/PM.02/2023
        ▪   No. STTD IKNB           : 062/NB.122/STTD-P/2017




                                                                        6
Page 15
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
                                                             DAFTAR ISI
SERTIFIKAT
PERNYATAAN PENILAI
RINGKASAN EKSEKUTIF

DAFTAR ISI ................................................................................................................................... 1
1.    PENDAHULUAN ................................................................................................................. 3
1.1. Identifikasi Status Penilai ..................................................................................................... 3
1.2. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan................................................................ 3
1.3. Maksud dan Tujuan ............................................................................................................. 4
1.4. Identifikasi Obyek Penilaian ................................................................................................. 4
1.5. Identifikasi Bentuk Kepemilikan ........................................................................................... 5
1.6. Premis Nilai Dan Dasar Nilai Yang Digunakan .................................................................... 5
1.7. Tanggal Penilaian ................................................................................................................ 6
1.8. Jenis Mata Uang Yang Digunakan ...................................................................................... 6
1.9. Tingkat Kedalaman Investigasi ............................................................................................ 6
1.10. Sifat dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan ........................................................... 6
1.11. Asumsi dan Asumsi Khusus ................................................................................................ 7
1.12. Pendekatan Penilaian dan Alasan Penggunaannya ............................................................ 8
1.13. Kesimpulan Penilaian ........................................................................................................ 10
1.14. Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi.................................................................. 10
1.15. Konfirmasi Bahwa Penilaian Dilakukan Berdasarkan SPI ................................................. 11
1.16. Kondisi Dan Syarat Pembatas ........................................................................................... 11
1.17. Definisi dan Istilah Yang Digunakan Dalam Penilaian ....................................................... 13
1.18. Tingkat Likuiditas Pasar Obyek Penilaian (Marketability) .................................................. 15
1.19. Penjelasan Mengenai Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian.................................. 15
1.20. Tambahan Informasi Lain di Luar Hal-Hal yang Telah Diuraikan....................................... 16

2.   DATA DAN INFORMASI ................................................................................................... 17
2.1. Hasil Pelaksanaan Inspeksi ............................................................................................... 17
2.2. Hasil Pemeriksaan Atas Dokumen Hukum Yang Relevan Dengan Obyek Penilaian ........ 18
2.3. Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai dan Hubungannya Dengan Obyek Penilaian ...... 19
2.4. Informasi Keuangan........................................................................................................... 19
2.5. Informasi Perpajakan ......................................................................................................... 19
2.6. Tinjauan Ekonomi Mikro dan Makro Indonesia .................................................................. 20
2.6.1 Kajian Ekonomi Mikro Indonesia ..................................................................................... 20
2.6.2 Kajian Ekonomi Makro Indonesia .................................................................................... 21
2.6.3 Laju Inflasi ....................................................................................................................... 22
2.6.4 Perkembangan Nilai Tukar Rupiah ................................................................................. 24
2.6.5 Neraca Pembayaran Indonesia ....................................................................................... 24
2.6.6 Respons Kebijakan Bank Indonesia................................................................................ 25
2.7. Manufaktur Baja Di Indonesia ............................................................................................ 27
2.8. Prospek Usaha .................................................................................................................. 30
2.9. Aspek Teknis ..................................................................................................................... 31

                                                                                                                                              1
Page 16
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
2.9.1 Lokasi Kantor .................................................................................................................. 31
2.9.2 Produk PT CBS ............................................................................................................... 31
2.9.3 Klien PT CBS .................................................................................................................. 32
2.10. Pesaing Usaha .................................................................................................................. 33
2.11. Informasi Non Keuangan yang Relevan Mengenai Obyek Penilaian ................................. 34
2.11.1 Pendirian ......................................................................................................................... 34
2.11.2 Manajemen Perusahaan ................................................................................................. 34
2.11.3 Kegiatan Usaha PT CBS................................................................................................. 36
2.12. Perjanjian Penting PT CBS................................................................................................ 37
2.13. Pasar Geografis ................................................................................................................. 37
2.14. Strategi Pemasaran ........................................................................................................... 37
2.15. Risiko Usaha & SWOT Analysis ........................................................................................ 38

3.       PENYESUAIAN TERHADAP LAPORAN KEUANGAN .................................................... 41

4.       ANALISIS ATAS LAPORAN KEUANGAN DAN INFORMASI KEUANGAN LAINNYA ... 42
4.1      Analisis Kinerja Keuangan ................................................................................................. 42
4.2      Informasi Keuangan Prospektif .......................................................................................... 52
4.3      Informasi Kompensasi Bagi Pemegang Saham................................................................. 55
4.4      Informasi Mengenai Asuransi yang Ditanggung oleh Perusahaan Untuk Karyawan Kunci 55
4.5      Analisis dan Pembahasan Manajemen .............................................................................. 56

5        ASET NON OPERASIONAL DAN LIABILITAS NON OPERASIONAL............................ 58

6    ANALISIS ATAS LAPORAN KEUANGAN DAN INFORMASI KEUANGAN LAINNYA
     PENENTUAN INDIKASI NILAI ......................................................................................... 59
6.1 Perhitungan Nilai Ekuitas ................................................................................................... 59
6.1.1 Pemilihan Arus Kas ......................................................................................................... 59
6.1.2 Penentuan Biaya Modal Untuk Ekuitas ........................................................................... 60
6.1.3 Penentuan Biaya Modal Untuk Utang ............................................................................. 62
6.1.4 Total Biaya Modal (WACC) ............................................................................................. 62
6.2 Utang Berbunga (Interest Bearing Debt = IBD) ................................................................. 63
6.3 Discount For Lack of Marketability (DLOM) ....................................................................... 63
6.4 Free Cash Flow to Firm ..................................................................................................... 64
6.5 Indikasi Nilai Ekuitas – Discounted Cash Flow (DCF) Method........................................... 64
6.6 Indikasi Nilai Ekuitas – Adjusted Book Value (ABV) Method ............................................ 65
6.7 Rekonsiliasi Nilai................................................................................................................ 68

7        KLASIFIKASI PENILAI PUBLIK ....................................................................................... 69




                                                                                                                                           2
Page 17
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
1.      PENDAHULUAN
1.1.    Identifikasi Status Penilai
        Penilai Publik yang bertanda tangan dalam laporan ini bertindak dalam
        kapasitasnya sebagai Pimpinan Cabang dalam Kantor Jasa Penilai
        Publik (KJPP) Sih Wiryadi dan Rekan (SIH) dengan klasifikasi
        sebagai berikut:
        Nama Penilai              : Herly Lestari Harbi, S.E., M.Ec. Dev., MAPPI (Cert.)
        Klasifikasi Izin          : Penilai Bisnis
        No. MAPPI                 : 01-S-01443
        No. Izin Penilai Publik   : B-1.08.00038
        No. Register Penilai      : RMK-2017.00034
        No. STTD OJK              : STTD.PB-43/PJ-1/PM.02/2023
        No. STTD IKNB             : 062/NB.122/STTD-P/2017

        Dalam Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
        selanjutnya dalam laporan ini disebut (PT CBS), Penilai Publik tersebut
        diatas menyatakan:
        • Penilai Publik dalam posisi untuk memberikan penilaian obyektif dan
          tidak memihak, yang dapat diartikan bahwa Penilai bersikap
          Independen.
        • Penilai Publik tidak mempunyai atau mempunyai potensi benturan
          kepentingan dengan subyek dan/atau obyek penilaian.
        • Penilai Publik memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian.


1.2.    Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
        Dalam Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT CBS, Pemberi Tugas dan
        pengguna laporan, yaitu:

       Nama Perusahaan             : PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk.
       Alamat                      : AXA Tower Lantai 42 Suite 02, 03,
                                     dan 05, Jalan Prof. Dr. Satrio Kavling
                                     18, Karet Kuningan, Setiabudi,
                                     Jakarta Selatan.
       Telepon                     : 021-65303450.


                                                                               3
Page 18
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
       Email                      : mitrakomunikasin@gmail.com.
       Persetujuan Pekerjaan    : Surat Penawaran Nomor Pr.BV.026/SIH-
                                  BGR/MKNT-CBS/III/26, tanggal
                                  23 Maret 2026.
       Tujuan                   : Untuk kepentingan transaksi jual beli dan
                                  untuk kepentingan ke Pasar Modal.


1.3.   Maksud dan Tujuan
       Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang
       Nilai Pasar 100,00% Ekuitas Milik PT CBS, yang akan digunakan
       dalam rangka kepentingan transaksi jual beli dan untuk kepentingan ke
       Pasar Modal.

       Tujuan dari penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
       independen tentang Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT CBS yang
       dinyatakan dalam mata uang Rupiah atau ekuivalennya pada
       31 Desember 2025.

       Penilaian ini kami laksanakan dengan mengacu kepada Kode Etik
       Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) -
       Edisi VII tahun 2018, serta Pedoman Penilaian dan Penyajian
       Laporan Penilaian Usaha yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa
       Keuangan (OJK) dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
       Salinan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
       35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020, dan Salinan Surat Edaran
       Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.
       04/2020, tanggal 9 Agustus 2020.


1.4.   Identifikasi Obyek Penilaian
       Obyek penilaian dalam penugasan ini adalah Penilaian 100,00%
       Ekuitas Milik PT CBS, dalam rangka kepentingan transaksi jual beli dan
       untuk kepentingan ke Pasar Modal.




                                                                            4
Page 19
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
1.5.    Identifikasi Bentuk Kepemilikan
        Struktur modal PT CBS berdasarkan Laporan Keuangan Audited Per
        31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

        Tabel 1. Susunan Pemegang Saham PT CBS
         No. Nama Pemegang Saham      Jumlah Lembar Saham      Nilai Saham       Komposisi
          1 Headwell Investment Ltd             49.999.999   Rp469.399.990.612,-   99,98%
          2 Tn. Tony Kasim                               1             Rp9.388,-    0,02%
                    Total                       50.000.000   Rp469.400.000.000,-  100,00%
        Sumber: Laporan Keuangan Audited Per 31 Desember 2025


1.6.    Premis Nilai Dan Dasar Nilai Yang Digunakan
        Berdasarkan rencana Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT CBS, yang
        dimana PT CBS merupakan perusahaan tertutup, maka standar nilai
        yang akan digunakan adalah Nilai Pasar.

        Untuk memperoleh Nilai Pasar PT CBS, pemilihan pendekatan dan
        metode didasarkan atas premis going concern, dengan mempertim-
        bangkan bahwa PT CBS masih beroperasi secara berkelanjutan
        sebagai produsen baja struktural yang bergerak dalam kegiatan
        fabrikasi dan penyediaan produk baja seperti plain round bar dan
        deformed reinforcing bar untuk kebutuhan proyek konstruksi skala
        besar di Indonesia. Kegiatan usaha tersebut didukung oleh fasilitas
        produksi yang memadai, teknologi manufaktur yang terus
        dikembangkan, serta kemampuan PT CBS dalam menjaga kualitas
        produk dan memenuhi permintaan pasar konstruksi, sehingga
        perusahaan memiliki prospek usaha dan kemampuan menghasilkan
        arus kas di masa depan.

        Nilai Pasar didefinisikan sebagai estimasi sejumlah uang dapat di
        peroleh atau dibayar untuk penukaran suatu aset atau liabilitas pada
        tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan
        penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan,
        yang pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak
        masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya.
        Kehati-hatian dan tanpa paksaan. (SPI 101 - Butir 301).




                                                                                         5
Page 20
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
1.7.    Tanggal Penilaian
        Tanggal efektif penilaian adalah per tanggal 31 Desember 2025,
        dimana batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan
        dan tujuan penilaian. Berdasarkan Salinan Peraturan Otoritas Jasa
        Keuangan Republik Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020, tanggal 25
        Mei 2020, laporan ini berlaku selama 6 (enam) bulan sejak tanggal
        penilaian, dan akan berakhir pada tanggal 30 Juni 2026.


1.8.    Jenis Mata Uang Yang Digunakan
        Jenis mata uang yang digunakan dalam penugasan ini adalah mata
        uang Rupiah.


1.9.    Tingkat Kedalaman Investigasi
        Dalam Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT CBS, Penilai Publik telah
        melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan bahwa apa yang
        sedang dilakukan penilaian sesuai dengan yang ada. Obyek penilaian
        PT CBS yang berlokasi di Kawasan Industri Modern Cikande, Jalan
        Modern Industri X Kavling Q7 – 8, Desa Nambo Ilir, Kecamatan Kibin,
        Kabupaten Serang, Indonesia.

        Penilai Publik juga melakukan wawancara kepada pihak manajemen
        PT CBS dan pihak-pihak lain yang terkait. Selain itu, Penilai Publik
        juga telah melakukan konfirmasi kepada Pemberi Tugas bahwa objek
        penilaian tidak sedang atau telah dinilai oleh Penilai Publik lain untuk
        maksud, tujuan, penggunaan laporan dan tanggal penilaian yang sama
        atau berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih dari dua bulan).


1.10.   Sifat dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan
        Penilaian ini didasarkan pada analisis dan perhitungan atas ekuitas
        yang dinilai sesuai dengan data dan informasi yang diperoleh, yaitu:
        Data Internal
        • Laporan Keuangan Inhouse per tanggal 31 Desember 2021 dan
          sampai dengan 31 Desember 2022.
        • Laporan Keuangan Audited per tanggal 31 Desember 2023 dan
          sampai dengan 31 Desember 2025.
        • Business Plan PT CBS untuk tahun 2026 - 2030.

                                                                               6
Page 21
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
       • Copy Akta Pendirian, Akta Perubahan, dan Perizinan-perizinan
          seperti Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar
          Perseroan (TDP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan perizinan
          lainnya.
        • Company Profile PT CBS.
        • Kontrak-kontrak Perjanjian Kerja sama.
        • Data-data lain yang di peroleh melalui wawancara atau interview
          dengan berbagai pihak terutama dengan pihak manajemen.

        Data Eksternal (Makro dan Mikro)
        • Salinan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
          Nomor 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020, tentang Penilaian
          Dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
        • Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
          Nomor 17/SEOJK.04/2020, tanggal 9 Agustus 2020, tentang
          Pedoman Penilaian Dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis Di
          Pasar Modal.
        • Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) & Standar Penilaian Indonesia
          (SPI) - Edisi VII tahun 2018.
        • Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV tahun 2025, dari Bank
          Indonesia.
        • Berbagai sumber informasi baik media cetak, elektronik dan hasil
          analisis lain yang kami anggap relevan.
        • Risk Premium Indonesia, Aswath Damodaran, Januari 2026.
        • Beta, Aswath Damodaran, Januari 2026.
        • Surat Utang Negara, tanggal 31 Desember 2025 untuk jangka waktu
          30 tahun sebesar 6,69%.
        • Suku Bunga Bank Indonesia per 31 Desember 2025 sebesar 8,44%.


1.11.   Asumsi dan Asumsi Khusus
        Berdasarkan Salinan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
        Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020, dan Surat
        Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
        17/SEOJK.04/2020, tanggal 9 Agustus 2020, Asumsi adalah sesuatu
        yang dianggap akan terjadi termasuk fakta, syarat, atau keadaan yang
        mungkin dapat mempengaruhi objek penilaian atau pendekatan
        penilaian dan kewajarannya telah dianalisis oleh Penilai Bisnis sebagai
                                                                              7
Page 22
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
       bagian dari proses Penilaian (Bab I - Pasal I, Poin 15). Dan
       berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) & Standar Penilaian
       Indonesia (SPI) - Edisi VII tahun 2018, Asumsi Khusus adalah asumsi
       yang dibuat dengan mempertimbangkan fakta yang berbeda dengan
       yang sebenarnya pada tanggal penilaian. Asumsi khusus sering
       digunakan untuk menggambarkan efek pada situasi tertentu yang dapat
       mempengaruhi nilai. (Konsep dan Prinsip Umum Penilaian – poin
       12.4).

        Dalam penugasan ini, Penilai Publik berasumsi bahwa asumsi yang
        Penilai Publik gunakan adalah wajar dan relevan untuk diterima
        sebagai fakta walaupun tanpa melakukan penyelidikan tertentu.

        Penilai Publik berasumsi bahwa kondisi sosial, ekonomi, lingkungan
        dan Pemerintahan selama melaksanakan penilaian tidak mengalami
        perubahan. Secara khusus Penilai Publik juga berasumsi bahwa semua
        informasi yang dipublikasikan, data riset dan data dari Pemerintah
        semuanya dapat dipercaya.


1.12.   Pendekatan Penilaian dan Alasan Penggunaannya
        Dalam melakukan penilaian saham, ada beberapa pendekatan yang
        dapat diaplikasikan, namun sangat tergantung pada kondisi internal dan
        eksternal atau makro secara umum. Beberapa pendekatan dan metode
        yang kami pergunakan meliputi:

        a. Pendekatan Pasar (Market Approach) (SPI 330 – 5.23)

        Pendekatan pasar menghasilkan indikasi nilai dengan cara
        membandingkan aset yang dinilai dengan aset yang identik atau
        sebanding dan adanya informasi harga transaksi atau penawaran.

        Dalam pendekatan pasar, langkah pertama adalah mempertimbangkan
        harga yang baru terjadi di pasar dari transaksi aset yang identik atau
        sebanding. Jika transaksi terakhir yang telah terjadi hanya sedikit,
        dapat dipertimbangkan dengan menggunakan harga yang ditawarkan
        (untuk dijual) atau yang terdaftar (listed) dari aset yang identik atau
        sebanding, relevansinya dengan informasi ini perlu dilakukan
        penyesuaian atas informasi harga transaksi atau penawaran apabila
        terdapat perbedaan dengan transaksi yang sebenarnya, sesuai dengan
        dasar nilai dan asumsi yang akan digunakan dalam penilaian.
        Perbedaan dapat juga meliputi karakteristik hukum, ekonomi atau fisik
        aset yang ditransaksikan dan yang dinilai. (SPI - Edisi VII tahun 2018).



                                                                               8
Page 23
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
       Ada 4 (empat) metode yang populer dalam pendekatan pasar yaitu:
       1. Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek (Guideline
          Publicly Traded Company Method). (SPI 330 – 5.23.d).
       2. Metode Pembanding Perusahaan Tertutup (Guideline Transaction
          Method atau Direct Market Data Method). (SPI 330 – 5.23.e).
       3. Metode Pembanding Perusahaan Merger dan Akuisisi (Guideline
          Merged and Acquired Company Method). (SPI 330 – 5.23.f).
       4. Metode Transaksi Sebelumnya (Prior Transaction Method). (SPI 330
          – 5.23.g).

       b. Pendekatan Pendapatan (Income Approach) (SPI 330 – 5.25)

       Pendekatan pendapatan menghasilkan indikasi nilai dengan mengubah
       arus kas di masa yang akan datang menjadi nilai kini.

       Pendekatan ini mempertimbangkan pendapatan yang akan dihasilkan
       aset selama masa manfaatnya dan menghitung nilai melalui proses
       kapitalisasi. Kapitalisasi merupakan konversi pendapatan menjadi
       sejumlah modal dengan mengunakan tingkat diskonto yang sesuai.
       Arus kas dapat diperoleh dari pendapatan suatu kontrak atau beberapa
       kontrak atau bukan dari kontrak; misalnya keuntungan yang diantisipasi
       akan diperoleh dari penggunaan atau kepemilikan atas suatu aset.
       (SPI - Edisi VII tahun 2018).

       Ada 2 (dua) metode yang umum dalam pendekatan pendapatan (SPI
       330 – 5.25.c), yaitu:
       1. Metode Diskonto Arus Kas (Discounted Cash Flow Method).
       2. Metode Kapitalisasi Pendapatan (Capitalization of Income Method).

       c. Pendekatan Aset (Asset Based Approach) (SPI 330 – 5.32)

       Pendekatan aset menghasilkan indikasi nilai dengan menggunakan
       prinsip ekonomi, dimana pembeli tidak akan membayar suatu aset lebih
       daripada biaya untuk memperoleh aset dengan kegunaan yang sama
       atau setara, pada saat pembelian atau konstruksi.

       Pendekatan ini berdasarkan prinsip harga yang akan dibayar pembeli di
       pasar untuk aset yang dinilai, tidak lebih dari biaya untuk membeli atau
       membangun untuk aset yang setara, kecuali ada faktor waktu yang
       tidak wajar, ketidaknyamanan, risiko atau faktor lainnya. Umumnya aset
       yang dinilai kurang menarik dikarenakan faktor usia atau sudah usang,
       dibandingkan aset alternatif yang baru dibeli atau dibangun. Untuk hal
       ini, diperlukan penyesuaian karena adanya perbedaan biaya dengan

                                                                              9
Page 24
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
       aset alternatif, tergantung pada dasar nilai yang diperlukan. (SPI - Edisi
       VII tahun 2018).

        Ada 2 (dua) metode yang umum dalam pendekatan aset (SPI 330 –
        5.32.h), yaitu:
        1. Metode Penyesuaian Aktiva Bersih (PAB) - Adjusted Net Asset
           Method (ANAM), Adjusted Book Value Method (ABVM), Net Asset
           Valuation Method (NAVM) dan Assets Accumulation Method (AAM).
        2. Metode Kelebihan Pendapatan - Excess Earning Method (EEM).

        Metode dan Pendekatan yang akan digunakan disesuaikan dengan
        kondisi dan situasi yang ada berkenaan dengan ketersediaan data dan
        informasi yang diperlukan serta tujuan dari dilakukannya penilaian.

        Dalam penilaian ini, pendekatan yang akan diaplikasikan adalah
        Pendekatan Pendapatan (Income Approach) dengan aplikasi
        Discounted Cash Flow (DCF) Method berdasarkan pertimbangan
        bahwa pendapatan yang dapat diperoleh perusahaan di masa yang
        akan datang dapat diperkirakan dengan cukup meyakinkan, sesuai
        dengan skenario pengembangan yang disampaikan dalam business
        plan dan Pendekatan Aset (Asset Approach) dengan aplikasi
        Adjusted Book Value (ABV) Method berdasarkan dengan
        dilakukannya penilaian aset.

        Penilai Publik wajib memilih dan menerapkan Pendekatan Penilaian,
        Metode Penilaian, dan Prosedur Penilaian, yang sesuai dengan definisi
        Nilai yang dicari dan karakteristik Penilaian. (Nomor 35/POJK.04/2020,
        Bab VII, Pasal 28.1.b).


1.13.   Kesimpulan Penilaian
        Kesimpulan penilaian di dalam laporan ini dinyatakan dalam jumlah
        nominal dan disebutkan dalam jumlah terbilang secara konsisten.
        (SPI 105 – 5.1.d).


1.14.   Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi
        Hasil penilaian ini hanya ditujukan kepada Pemberi Tugas sesuai
        dengan tujuan yang telah disetujui. Untuk penggunaan maupun
        publikasi kepada pihak selain Pemberi Tugas, maka harus
        mendapatkan persetujuan tertulis dari KJPP SIH.



                                                                               10
Page 25
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
1.15.   Konfirmasi Bahwa Penilaian Dilakukan Berdasarkan SPI
        Dalam penyusunan laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT CBS,
        Penilai Publik melakukan berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia
        (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) - Edisi VII tahun 2018,
        serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020,
        tanggal 25 Mei 2020, dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor
        17/SEOJK.04/2020, tanggal 9 Agustus 2020.


1.16.   Kondisi Dan Syarat Pembatas
        1. KJPP SIH maupun anggota atau karyawan tidak bertanggung
           jawab kepada pihak manapun, selain kepada PT Mitra Komunikasi
           Nusantara Tbk, termasuk dalam hal kesalahan ataupun
           kekurangan yang timbul sehubungan dengan kurangnya informasi
           serta data yang diberikan Pemberi Tugas kepada Penilai.
        2. Bahwa semua dokumen, pernyataan-pernyataan dan keterangan-
           keterangan yang diberikan oleh Pemberi Tugas atau pihak ketiga
           kepada kami untuk tujuan penilaian saham ini adalah benar, akurat,
           lengkap dan sesuai dengan keadaan sebenarnya, serta tidak
           mengalami perubahan sampai dengan tanggal diberikannya
           penilaian saham ini.
        3. Kami tidak mempunyai kepentingan terhadap aset, kepemilikan
           atau kepentingan bisnis yang menjadi subyek dari penilaian ini, baik
           untuk saat ini maupun dimasa mendatang.
        4. Laporan penilaian saham yang dihasilkan oleh KJPP SIH bersifat
           non disclaimer opinion.
        5. Data-data dan informasi yang diperoleh KJPP SIH berasal dari
           sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
        6. KJPP SIH menggunakan proyeksi keuangan yang telah
           disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan
           yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya
           (fiduciary duty).
        7. KJPP SIH bertanggung jawab atas laporan penilaian saham dan
           kesimpulan laporan penilaian saham.
        8. Informasi atas status hukum obyek penilaian dari Pemberi Tugas
           dianggap benar dan dapat dipercaya, KJPP SIH tidak bertanggung
           jawab jika ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak sesuai
           dengan hal yang sesungguhnya.


                                                                               11
Page 26
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
       9. Kami tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk
           berpihak berkenaan dengan subyek dari laporan ini maupun pihak-
           pihak yang terlibat didalamnya.
       10. Biaya jasa penilaian atau fee yang kami terima dari penugasan
           penilaian ini tidak dikaitkan dengan nilai yang dilaporkan didasarkan
           pada hasil penilaian yang telah ditentukan sebelumnya.
       11. Penilai Publik berasumsi bahwa asumsi yang digunakan adalah
           wajar dan relevan untuk diterima sebagai fakta walaupun tanpa
           melakukan penyelidikan tertentu, dan dapat dipertanggung
           jawabkan dalam laporan penilaian bisnis.
       12. Berdasarkan pengetahuan dan keyakinan kami, pernyataan-
           pernyataan mengenai fakta dalam laporan ini yang menjadi dasar
           dari analisis, kesimpulan dan opini yang kami nyatakan adalah
           benar.
       13. Laporan penilaian ekuitas ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat
           informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi
           operasional perusahaan.
       14. Penilai Publik bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan
           kewajaran proyeksi keuangan.
       15. Analisis, opini dan kesimpulan telah dibuat, dan laporan ini telah
           disusun sesuai dengan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan
           Standar Penilaian Indonesia (SPI) - Edisi VII tahun 2018.
       16. Apabila tidak ada persetujuan yang disepakati bersama
           sebelumnya, kami tidak diwajibkan untuk memberikan kesaksian
           kepada pengadilan ataupun badan Pemerintah lainnya sehubungan
           dengan saham yang dinilai.
       17. Semua tuntutan bilamana ada, telah diabaikan. Oleh karena saham
           yang dinilai sesuai dengan syarat pembatas poin kedua, dianggap
           berada dibawah hak milik yang sah.
       18. Tanda tangan pimpinan dan cap perusahaan yang resmi
           merupakan syarat mutlak sahnya Certificate of Appraisal ini dan
           Laporan Penilaian yang terlampir.




                                                                              12
Page 27
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
1.17.   Definisi dan Istilah Yang Digunakan Dalam Penilaian
        MAPPI            : Masyarakat Profesi Penilai Indonesia.

        KEPI 2018        : Kode Etik Penilai Indonesia 2018.

        SPI 2018         : Standar Penilaian Indonesia tahun 2018.

        KPUP 2018        : Konsep dan Prinsip Umum Penilaian tahun 2018.

        BAPEPAM          : Badan Pengawas Pasar Modal.

        IKNB             : Industri Keuangan Non Bank.

        LK               : Lembaga Keuangan.

        OJK              : Otoritas Jasa Keuangan.

        KJPP SIH         : Kantor Jasa Penilai Publik Sih Wiryadi dan Rekan.

        PT CBS           : PT Citra Baru Steel.

        Objek            : Objek Penilaian dapat merupakan aset, liabilitas,
        Penilaian          entitas, ekuitas, kepentingan dan/atau kerugian
                           ekonomis yang dinilai. (SPI 330 - 3.20).

        Tanggal          : Tanggal Penilaian adalah tanggal pada saat nilai,
        Penilaian          hasil penilaian, atau perhitungan manfaat ekonomi
        (Cut Off Date)     dinyatakan dan diberlakukan.
                           (SPI 103 - 5.3 - a.8, Salinan POJK Nomor
                           35/POJK.04/2020, Bab I, Pasal I - poin 9, dan
                           SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020, Bab I – poin
                           8).

        Nilai Pasar      : Nilai Pasar didefinisikan sebagai estimasi
                           sejumlah uang dapat di peroleh atau dibayar untuk
                           penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
                           penilaian, antara pembeli yang berminat membeli
                           dengan penjual yang berminat menjual, dalam
                           suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya
                           dilakukan secara layak, dimana kedua pihak
                           masing-masing bertindak atas dasar pemahaman
                           yang dimilikinya. Kehati-hatian dan tanpa paksaan.




                                                                                13
Page 28
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
                          (SPI 101 - 3.1, Salinan POJK Nomor
                          35/POJK.04/2020, Bab I, Pasal I - poin 14, dan
                          SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020, Bab I – poin
                          14).

       Asumsi            : Asumsi adalah sesuatu yang dianggap akan
                           terjadi termasuk fakta, syarat atau keadaan yang
                           mungkin dapat mempengaruhi Objek Penilaian
                           atau Pendekatan Penilaian dan Kewajarannya
                           telah dianalisis oleh Penilai Publik sebagai bagian
                           dari proses penilaian.
                          (Salinan POJK Nomor 35/POJK.04/2020, Bab I,
                          Pasal I - poin 15, dan SEOJK Nomor
                          17/SEOJK.04/2020, Bab I – poin 15).

       Arus Kas          : Arus Kas Bersih (AKB) adalah jumlah kas yang:
       Bersih (AKB)
                        a. Tersedia setelah terpenuhinya kebutuhan kas
                           untuk kegiatan operasional.
                        b. Merupakan arus kas yang tersedia bagi penyedia
                           modal (utang dan ekuitas).
                        c. Telah     bebas    dari    kewajiban     untuk
                           mempertahankan operasi saat ini (current
                           operation) & untuk mengantisipasi pertumbuhan
                           perusahaan.
                          (SPI 330 - 3.1, Salinan POJK Nomor
                          35/POJK.04/2020, Bab I, Pasal I - poin 36, dan
                          SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020, Bab I - poin
                          36).

       Diskon            : Diskon Likuiditas Pasar (Discount For Lack of
       Likuiditas          Marketability)   adalah    suatu    jumlah atau
       Pasar               persentase tertentu yang merupakan pengurang
       (Discount For       dari nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari
       Lack of             kurangnya likuiditas Obyek Penilaian.
       Marketability)
                          (SPI 330 - 3.7, Salinan POJK Nomor
                          35/POJK.04/2020, Bab I, Pasal I - poin 29, dan
                          SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020, Bab I - poin
                          26).




                                                                                 14
Page 29
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
        Diskon Tanpa : Diskon Pengendalian (Discount For Lack of
        Pengendalian      Control) adalah suatu jumlah atau persentase
        (Discount For     tertentu yang merupakan pengurang dari nilai
        Lack of           suatu ekuitas sebagai cerminan dari tingkat
        Control)          pengendalian atas Obyek Penilaian.
                          (SPI 330 - 3.6, Salinan POJK Nomor
                          35/POJK.04/2020, Bab I, Pasal I - poin 28, dan
                          SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020, Bab I - poin
                          25).

        Premi Kendali   : Premi Pengendalian (Premium for Control) adalah
        (Control          suatu jumlah atau persentase tertentu yang
        Premium)          merupakan penambahan dari nilai suatu ekuitas
                          sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas
                          Obyek Penilaian.
                          (SPI 330 - 3.23, Salinan POJK Nomor
                          35/POJK.04/2020, Bab I, Pasal I - poin 31, dan
                          SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020, Bab I - poin
                          31).


1.18.   Tingkat Likuiditas Pasar Obyek Penilaian (Marketability)
        Mengingat PT CBS memiliki bisnis di bidang produksi dan fabrikasi
        baja untuk kebutuhan konstruksi yang didukung oleh permintaan pasar
        yang relatif stabil serta pola penerimaan kas yang berkelanjutan dari
        proyek-proyek yang dikerjakan, maka dapat dikatakan PT CBS berada
        pada kondisi tingkat likuiditas yang likuid.


1.19.   Penjelasan Mengenai Kejadian Penting Setelah Tanggal
        Penilaian
        Sejak tanggal penilaian per tanggal 31 Desember 2025 sampai dengan
        diterbitkannya laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT CBS, tidak
        terdapat kejadian penting yang signifikan setelah tanggal penilaian
        yang dapat mempengaruhi penilaian.




                                                                            15
Page 30
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
1.20.   Tambahan Informasi Lain di Luar Hal-Hal yang Telah Diuraikan
        Seluruh informasi material yang menyangkut penilaian saham telah
        diungkapkan seluruhnya kepada KJPP SIH dan tidak ada pengurangan
        atas fakta-fakta yang penting.




                                                                       16
Page 31
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
2.      DATA DAN INFORMASI
2.1.    Hasil Pelaksanaan Inspeksi
        Berikut ini hasil pelaksanaan inspeksi lokasi dilapangan:
        Nama Perusahaan               :   PT Citra Baru Steel.
        Alamat                        :   Kawasan Industri Modern Cikande, Jalan
                                          Modern Industri X Kavling Q7 – 8, Desa
                                          Nambo Ilir, Kecamatan Kibin, Kabupaten
                                          Serang, Indonesia.
        Nomor Telepon                 :   0254-8480840.
        Tanggal Inspeksi              :   23 April 2025.
        Surveyor                      :   Esa Putra Herly.
                                          Mutiara Sri Lestari.




                    Tampak Depan                             Bahan Baku Impor




                   Bahan Baku Lokal                              Barang Jadi




                                                                                17
Page 32
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
2.2.    Hasil Pemeriksaan Atas Dokumen Hukum Yang Relevan Dengan
        Obyek Penilaian
        Dalam menjalankan kegiatan usahanya, PT CBS telah memperoleh
        perizinan-perizinan yang diperlukan, antara lain:
        1. Akta Pendirian PT CBS Nomor 786, tanggal 20 September 2007,
           yang dibuat Notaris Darbi, S.H., Notaris di Serang, telah
           mendapatkan pengesahan Keputusan Kementerian Hukum dan Hak
           Asasi Manusia Republik Indonesia.
       2. Akta Pendirian PT CBS Nomor 789, tanggal 20 September 2007,
          yang dibuat Notaris Robert Purba, S.H., Notaris di Jakarta, telah
          mendapatkan pengesahan Keputusan Kementerian Hukum dan Hak
          Asasi Manusia Republik Indonesia.
       3. Akta Perubahan PT CBS Nomor 90, tanggal 23 Mei 2008, yang
          dibuat Notaris Robert Purba, S.H., Notaris di Jakarta, telah
          mendapatkan pengesahan Keputusan Kementerian Hukum dan Hak
          Asasi Manusia Republik Indonesia.
       4. Akta Perubahan PT CBS Nomor 84, tanggal 19 Desember 2014,
          yang dibuat Notaris Adrian Djuaini, S.H., Notaris di Jakarta, telah
          mendapatkan pengesahan Keputusan Kementerian Hukum dan Hak
          Asasi Manusia Republik Indonesia.
       5. Akta Perubahan PT CBS Nomor 41, tanggal 23 Februari 2016, yang
          dibuat Notaris Djumini Setyoadi, S.H., MK.n., Notaris di Jakarta,
          telah mendapatkan pengesahan Keputusan Kementerian Hukum dan
          Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
       6. Akta Perubahan PT CBS Nomor 01, tanggal 05 April 2022, yang
          dibuat Notaris Yulita, S.H., MK.n, Notaris di Kabupaten Serang, telah
          mendapatkan pengesahan Keputusan Kementerian Hukum dan Hak
          Asasi Manusia Republik Indonesia.
       7. Akta Perubahan PT CBS Nomor 02, tanggal 15 Desember 2022,
          yang dibuat Notaris Yulita, S.H., MK.n, Notaris di Kabupaten Serang,
          telah mendapatkan pengesahan Keputusan Kementerian Hukum dan
          Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
       8. Akta Perubahan PT CBS Nomor 04, tanggal 14 Juni 2024, yang
          dibuat Notaris Yulita, S.H., MK.n, Notaris di Kabupaten Serang, telah
          mendapatkan pengesahan Keputusan Kementerian Hukum dan Hak
          Asasi Manusia Republik Indonesia.




                                                                             18
Page 33
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
       9. Akta Perubahan PT CBS Nomor 07, tanggal 29 September 2025,
          yang dibuat Notaris Siti Susyanthi, S.H., MK.n, Notaris di Kepulauan
          Seribu, telah mendapatkan pengesahan Keputusan Kementerian
          Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
       10. Akta Perubahan Terakhir PT CBS Nomor 89, tanggal 30 Desember
           2025, yang dibuat Notaris Jhonny Lumbantoruan, S.H., MK.n,
           Notaris di Bogor, telah mendapatkan pengesahan Keputusan
           Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
       11. Nomor Induk Berusaha (NIB) atas nama PT CBS, dengan
           Nomor 8120012272893.
       12. Surat Keterangan Terdaftar (SKT) atas nama PT CBS, dengan
           Nomor PEM-00520/WPJ.08/KP.0703/2012.
       13. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atas nama PT CBS, dengan
           Nomor 02.519.914.2-415.000.


2.3.    Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai dan Hubungannya
        Dengan Obyek Penilaian
        Pihak-pihak yang telah diwawancarai adalah:
        1. Bapak Firman Firdaus.


2.4.    Informasi Keuangan
        Hasil pertimbangan pada laporan keuangan yang disediakan
        PT CBS, hasil pada status laporan keuangan memiliki opini keterangan
        sebagai berikut:

        Tabel 2. Informasi Keuangan PT CBS
         Tahun    Status        Nama KAP                        Nama AP                  Opini
          2021   Inhouse             -                               -                     -
          2022   Inhouse             -                               -                     -
          2023   Audited   KAP Gideon Adi & Rekan        Valiant Great (AP.1220)         Wajar
          2024   Audited   KAP Gideon Adi & Rekan   Wlliam Suria Djaja Salim (AP.1256)   Wajar
          2025   Audited   KAP Gideon Adi & Rekan   Wlliam Suria Djaja Salim (AP.1256)   Wajar
        Sumber: Manajemen PT CBS


2.5.    Informasi Perpajakan
        Pada posisi per tanggal 31 Desember 2025, PT CBS memiliki Utang
        Pajak sebesar Rp63.769.515.000,-.

                                                                                                 19
Page 34
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
2.6.    Tinjauan Ekonomi Mikro dan Makro Indonesia
2.6.1   Kajian Ekonomi Mikro Indonesia

        Perekonomian dunia masih dalam tren melambat dengan
        ketidakpastian yang meningkat. Perkembangan tersebut terutama
        dipengaruhi oleh dampak lanjutan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS)
        dan kerentanan rantai pasok global, meskipun prospek perekonomian
        Amerika Serikat (AS) membaik didorong investasi sektor teknologi,
        termasuk Artificial Intelligence (AI), serta stimulus fiskal berupa
        pengurangan pajak.

        Dari pasar keuangan global, ruang penurunan Fed Funds Rate (FFR)
        berkurang dan disertai masih tingginya yield United States Treasury
        (UST) sejalan dengan defisit fiskal Amerika Serikat (AS) yang masih
        besar.

        Ketidakpastian pasar keuangan global juga meningkat, terutama dipicu
        oleh kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) serta meluasnya
        eskalasi ketegangan geopolitik.

        Perkembangan ini mendorong penguatan indeks mata uang dolar
        Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang negara maju (DXY) dan
        mengakibatkan peningkatan aliran modal ke Emerging Market (EM)
        tertahan. Kondisi tersebut memerlukan kewaspadaan dan penguatan
        respons kebijakan untuk memperkuat daya tahan ekonomi domestik
        dari rambatan global serta mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi.

        Di dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan makin
        perlu ditingkatkan agar sesuai dengan kapasitas perekonomian.
        Berdasarkan lapangan usaha, lapangan usaha utama seperti lapangan
        usaha industri pengolahan, lapangan usaha perdagangan besar dan
        eceran, serta lapangan usaha informasi dan komunikasi menunjukkan
        kinerja positif.

        Secara spasial, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tercatat di wilayah
        Bali–Nusa Tenggara (Balinusra), diikuti Jawa dan Kalimantan yang
        didorong oleh kenaikan permintaan domestik. Neraca Pembayaran
        Indonesia (NPI) perlu terus diperkuat di tengah meningkatnya
        ketidakpastian global.

        Kebijakan nilai tukar Bank Indonesia terus diperkuat untuk menjaga
        stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak peningkatan ketidakpastian
        global. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tahun 2025 terjaga dalam
        kisaran sasaran 2,5 ± 1%, dengan inflasi Indeks Harga Konsumen
        (IHK) Desember 2025 sebesar 2,92% (year on year).
                                                                            20
Page 35
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
        Transmisi pelonggaran kebijakan moneter perlu terus didorong. Jumlah
        uang beredar meningkat sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia
        untuk mendorong efektivitas ekspansi likuiditas moneter guna
        mendukung pertumbuhan ekonomi.

        Kredit perbankan pada tahun 2025 tumbuh sebesar 9,69% (year on
        year), berada dalam kisaran prakiraan Bank Indonesia sebesar 8–11%
        (year on year). Ketahanan sistem keuangan terjaga baik, didukung oleh
        likuiditas perbankan yang memadai, kapasitas permodalan yang tetap
        tinggi, serta risiko kredit yang rendah.

        Pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital pada triwulan IV
        tahun 2025 tetap tinggi, didukung oleh sistem pembayaran yang aman,
        lancar, dan andal.

          Gambar 1. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Domestik dan Komponen
                                     Berdasarkan Lapangan Usaha




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV Tahun 2025


2.6.2   Kajian Ekonomi Makro Indonesia
        Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11% (c-to-c).
        Pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha, kecuali
        pertambangan dan penggalian yang terkontraksi sebesar 0,66%.
        Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah jasa lainnya sebesar
        9,93%; diikuti oleh jasa perusahaan sebesar 9,10%; serta transportasi
        dan pergudangan sebesar 8,78%. Sementara itu, industri pengolahan
        serta perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor
        yang memiliki peran dominan terhadap perekonomian Indonesia
        masing-masing tumbuh sebesar 5,30% dan 5,49%.


                                                                                    21
Page 36
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
        Gambar 2.   Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Beberapa Lapangan Usaha
                                         (Q-to-Q) (persen)




        Sumber: Berita Resmi Statistik, Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2025 Terhadap 2024
        (C-to-C)

        Struktur Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia menurut lapangan
        usaha atas dasar harga berlaku tahun 2025 tidak menunjukkan
        perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh
        lapangan usaha industri pengolahan sebesar 19,07%; diikuti oleh
        perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor
        sebesar 13,17%; pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 13,10%;
        konstruksi sebesar 9,83%; serta pertambangan dan penggalian
        sebesar 8,75%. Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam
        perekonomian Indonesia mencapai 63,92%.


2.6.3   Laju Inflasi

        Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tahun 2025 terjaga dalam kisaran
        sasaran 2,5 ± 1%, dengan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK)
        Desember 2025 sebesar 2,92% (year on year). Inflasi inti tetap terjaga
        rendah sebesar 2,38% (year on year), sejalan dengan pertumbuhan
        ekonomi yang masih di bawah kapasitas serta didukung konsistensi
        suku bunga kebijakan moneter Bank Indonesia dalam menjangkar
        ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya dan imported inflation
        yang tetap terkendali.

        Inflasi kelompok Administered Prices (AP) terjaga rendah sebesar
        1,93% (year on year). Sementara itu, inflasi kelompok Volatile Food
        (VF) masih relatif tinggi sebesar 6,21% (year on year), disumbang
        terutama oleh komoditas bawang merah seiring pasokan yang terbatas
        akibat gangguan cuaca dan kenaikan harga benih.



                                                                                  22
Page 37
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
       Kebijakan moneter Bank Indonesia terus diperkuat untuk mendorong
       pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dengan tetap menjaga stabilitas
       perekonomian. Kebijakan moneter ditempuh melalui penurunan suku
       bunga BI-Rate, stabilisasi nilai tukar rupiah, dan ekspansi likuiditas
       moneter.

       Sejak September 2024, BI-Rate telah turun sebesar 150 bps, yaitu 25
       bps pada September 2024 dan 125 bps selama tahun 2025 menjadi
       4,75% hingga Desember 2025, yang merupakan level terendah sejak
       tahun 2022.

       Kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah terus diperkuat dengan intervensi
       di pasar off shore melalui Non Deliverable Forward (NDF) dan
       intervensi di pasar domestik melalui pasar spot, Domestic Non
       Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian Surat Berharga Negara
       (SBN) di pasar sekunder.

       Ekspansi likuiditas rupiah juga ditempuh Bank Indonesia melalui
       penurunan posisi instrumen moneter Sekuritas Rupiah Bank Indonesia
       (SRBI) dari Rp916,97 triliun pada awal tahun 2025 menjadi Rp730,90
       triliun pada akhir tahun 2025, serta berlanjut turun menjadi Rp694,04
       triliun pada 20 Januari 2026.

       Bank Indonesia juga membeli Surat Berharga Negara (SBN) sebagai
       bentuk sinergi erat antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal, yang
       pada tahun 2026 (hingga 20 Januari 2026) mencapai Rp23,69 triliun,
       termasuk pembelian di pasar sekunder sebesar Rp13,21 triliun.

       Pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder dilakukan
       sesuai mekanisme pasar, terukur, transparan, dan konsisten dengan
       program moneter dalam menjaga stabilitas perekonomian sehingga
       dapat terus menjaga kredibilitas kebijakan moneter.

                Gambar 3. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Komponen




       Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV Tahun 2025
                                                                               23
Page 38
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
2.6.4   Perkembangan Nilai Tukar Rupiah
        Nilai tukar rupiah diprakirakan akan stabil dengan kecenderungan
        menguat, didukung oleh imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah,
        dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bank
        Indonesia berkomitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,
        termasuk melalui intervensi terukur di transaksi Non Deliverable
        Forward (NDF), Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), dan pasar
        spot, serta memperkuat strategi operasi moneter pro market.


2.6.5   Neraca Pembayaran Indonesia
        Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) perlu terus diperkuat di tengah
        meningkatnya ketidakpastian global. Neraca Pembayaran Indonesia
        (NPI) triwulan IV tahun 2025 diprakirakan tetap baik, ditopang oleh
        neraca perdagangan yang pada November 2025 kembali mencatat
        surplus sebesar 2,7 miliar dolar Amerika Serikat (AS), didukung oleh
        ekspor non migas berbasis sumber daya alam seperti logam mulia dan
        perhiasan atau permata, nikel dan barang daripadanya, serta bahan
        bakar mineral.

        Sementara itu, aliran modal triwulan IV tahun 2025 mencatat net
        inflows, terutama ditopang oleh kenaikan yang cukup tinggi pada bulan
        Desember 2025 yang bersumber dari penerbitan global bond, setelah
        sebelumnya pada bulan Oktober dan November 2025 tercatat rendah
        sejalan dengan ketidakpastian global yang masih tinggi.

        Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2025
        meningkat menjadi sebesar 156,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS),
        setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan
        pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar
        kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.




                                                                           24
Page 39
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
                         Gambar 4. Neraca Pembayaran Indonesia




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV Tahun 2025


2.6.6   Respons Kebijakan Bank Indonesia
        Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20–21 Januari
        2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%,
        suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending
        Facility sebesar 5,50%.

        Keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan saat ini pada upaya
        stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak meningkatnya ketidakpastian
        global guna mendukung pencapaian sasaran inflasi tahun 2026 sampai
        tahun 2027 dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

        Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat efektivitas transmisi
        pelonggaran kebijakan moneter dan kebijakan makroprudensial yang
        telah ditempuh selama ini, serta tetap mencermati ruang penurunan
        suku bunga BI-Rate lebih lanjut dengan prakiraan inflasi tahun 2026
        sampai tahun 2027 yang terkendali dalam sasaran 2,5 ± 1%, serta turut
        mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

        Kebijakan makroprudensial Bank Indonesia tetap diarahkan untuk
        mendorong pertumbuhan (pro growth), termasuk dengan meningkatkan
        efektivitas Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk
        mempercepat penurunan suku bunga dan meningkatkan pertumbuhan
        kredit atau pembiayaan ke sektor riil, khususnya sektor-sektor prioritas
        Pemerintah.




                                                                              25
Page 40
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
       Kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendorong
       pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui perluasan akseptasi
       pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran,
       dan peningkatan daya tahan infrastruktur sistem pembayaran.

       Arah bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem
       pembayaran untuk tetap mempertahankan stabilitas dan turut
       mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tersebut
       didukung dengan langkah-langkah kebijakan sebagai berikut:

       1. Penguatan stabilisasi nilai tukar rupiah melalui intervensi, baik
          transaksi Non Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri
          maupun transaksi spot dan Domestic Non Deliverable Forward
          (DNDF) di pasar domestik. Strategi ini disertai dengan pembelian
          Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder;
       2. Penguatan strategi operasi moneter pro market untuk mendukung
          stabilisasi nilai tukar rupiah serta memperkuat efektivitas transmisi
          kebijakan moneter dalam menjaga stabilitas dan mendorong
          pertumbuhan ekonomi, dengan;

           I.   Mengelola struktur suku bunga instrumen moneter;
          II.   Mengoptimalkan penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia
                (SRBI); dan
         III.   Memperkuat peningkatan daya tarik imbal hasil Surat Berharga
                Negara (SBN) melalui transaksi di pasar sekunder secara
                terukur;
       3. Penguatan efektivitas pelonggaran kebijakan makroprudensial
          dalam mendorong kredit atau pembiayaan dan penurunan suku
          bunga perbankan. Langkah ini diperkuat dengan publikasi asesmen
          transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) dengan pendalaman
          pada suku bunga kredit berdasarkan sektor prioritas yang menjadi
          cakupan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM),
          termasuk respons perubahan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK)
          terhadap perubahan suku bunga kebijakan Bank Indonesia;
       4. Penguatan strategi akseptasi digital melalui persiapan implementasi
          Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) antarnegara
          Indonesia–Tiongkok dan Quick Response Code Indonesian
          Standard (QRIS) antarnegara Indonesia–Korea Selatan sekitar
          triwulan I tahun 2026;
       5. Perluasan kerja sama internasional di area kebanksentralan,
          termasuk konektivitas sistem pembayaran dan transaksi
          menggunakan mata uang lokal, serta fasilitasi penyelenggaraan
          promosi investasi dan perdagangan di sektor prioritas bekerja sama
          dengan instansi terkait.
                                                                             26
Page 41
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
       Bank Indonesia juga terus mempererat sinergi kebijakan dengan
       Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk menjaga stabilitas
       dan mendorong pertumbuhan ekonomi sejalan dengan program Asta
       Cita Pemerintah.


2.7.    Manufaktur Baja Di Indonesia
2.7.1   Perkembangan Manufaktur Baja Di Indonesia
        Perkembangan manufaktur baja di Indonesia menunjukkan dinamika
        yang cukup panjang dan strategis dalam mendukung proses
        industrialisasi nasional. Pada tahap awal, industri baja domestik masih
        sangat terbatas baik dari sisi kapasitas produksi, teknologi, maupun
        kualitas produk, sehingga kebutuhan baja nasional sebagian besar
        dipenuhi melalui impor. Kondisi ini berlangsung cukup lama seiring
        dengan meningkatnya kebutuhan baja untuk pembangunan
        infrastruktur, konstruksi, dan sektor manufaktur lainnya. Namun
        demikian, Pemerintah secara bertahap mulai mendorong penguatan
        industri baja melalui berbagai kebijakan, seperti pembangunan industri
        baja terpadu, pemberian insentif investasi, serta pembukaan peluang
        kerja sama dengan investor swasta dan asing guna meningkatkan
        kapasitas dan efisiensi produksi dalam negeri.

        Seiring berjalannya waktu, industri manufaktur baja di Indonesia mulai
        mengalami peningkatan yang signifikan, baik dari sisi volume produksi
        maupun diversifikasi produk. Pembangunan fasilitas produksi modern
        dan adopsi teknologi yang lebih maju memungkinkan produsen baja
        dalam negeri untuk menghasilkan berbagai jenis produk, mulai dari baja
        setengah jadi seperti billet dan slab hingga produk akhir seperti baja
        lembaran, baja tulangan, pipa baja, dan baja khusus untuk kebutuhan
        industri otomotif dan energi. Pertumbuhan ini juga didukung oleh
        meningkatnya permintaan domestik yang berasal dari proyek-proyek
        infrastruktur nasional, pembangunan properti, serta perkembangan
        sektor industri pengolahan lainnya.

        Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan industri baja semakin
        menunjukkan tren positif, ditandai dengan peningkatan kontribusi sektor
        logam dasar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta
        meningkatnya kinerja ekspor produk baja. Selain itu, arah kebijakan
        Pemerintah yang berfokus pada hilirisasi industri turut mendorong
        transformasi manufaktur baja dari sekadar pengolahan bahan mentah
        menjadi produksi barang bernilai tambah tinggi. Industri baja tidak lagi
        hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan domestik, tetapi juga
        diarahkan untuk meningkatkan daya saing di pasar global melalui
        peningkatan kualitas, efisiensi, dan inovasi produk.
                                                                              27
Page 42
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
       Meskipun demikian, industri manufaktur baja di Indonesia masih
       menghadapi sejumlah tantangan, seperti fluktuasi harga bahan baku
       global, persaingan dengan produk impor yang lebih murah, serta
       tuntutan untuk menerapkan proses produksi yang lebih ramah
       lingkungan. Selain itu, kebutuhan investasi yang besar dan
       ketergantungan pada energi juga menjadi faktor yang mempengaruhi
       keberlanjutan industri ini. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara
       Pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan lainnya dalam
       menciptakan ekosistem industri baja yang kuat dan berdaya saing.

        Secara keseluruhan, perkembangan manufaktur baja di Indonesia
        menunjukkan arah yang semakin positif dan berkelanjutan. Dengan
        dukungan kebijakan yang tepat, peningkatan investasi, serta adopsi
        teknologi yang inovatif, industri baja nasional memiliki potensi besar
        untuk terus berkembang dan menjadi salah satu pilar utama dalam
        mendukung pertumbuhan ekonomi serta pembangunan infrastruktur di
        Indonesia.


2.7.2   Tantangan Manufaktur Baja
        Industri manufaktur baja di Indonesia menghadapi berbagai tantangan
        yang kompleks seiring dengan perkembangan global dan dinamika
        pasar domestik. Salah satu tantangan utama adalah fluktuasi harga
        bahan baku, seperti bijih besi dan scrap, yang sangat dipengaruhi oleh
        kondisi pasar internasional. Perubahan harga tersebut berdampak
        langsung pada biaya produksi sehingga dapat menekan margin
        keuntungan perusahaan baja, terutama bagi produsen yang masih
        bergantung pada impor bahan baku.

        Selain itu, industri baja juga menghadapi persaingan yang ketat dengan
        produk impor, khususnya dari negara-negara dengan kapasitas
        produksi besar dan biaya produksi yang lebih rendah. Masuknya baja
        impor dengan harga yang lebih kompetitif seringkali melemahkan daya
        saing produk dalam negeri, terutama jika tidak diimbangi dengan
        peningkatan efisiensi dan kualitas produksi domestik.

        Tantangan berikutnya adalah tingginya kebutuhan investasi dan biaya
        operasional. Industri baja merupakan industri padat modal dan padat
        energi, sehingga memerlukan investasi besar untuk pembangunan
        fasilitas produksi, pembaruan teknologi, serta pemeliharaan peralatan.
        Di sisi lain, biaya energi yang tinggi di Indonesia juga menjadi faktor
        yang mempengaruhi efisiensi produksi dan harga jual produk baja.




                                                                             28
Page 43
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
       Selain faktor ekonomi, industri baja juga menghadapi tekanan terkait isu
       lingkungan. Proses produksi baja menghasilkan emisi karbon yang
       cukup tinggi, sehingga perusahaan dituntut untuk menerapkan teknologi
       yang lebih ramah lingkungan dan efisien energi. Hal ini membutuhkan
       tambahan investasi serta penyesuaian terhadap regulasi lingkungan
       yang semakin ketat, baik di tingkat nasional maupun global.

        Tidak kalah penting, terdapat tantangan dalam hal penguasaan
        teknologi dan kualitas sumber daya manusia. Untuk menghasilkan
        produk baja bernilai tambah tinggi, dibutuhkan teknologi canggih dan
        tenaga kerja yang terampil. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi
        sumber daya manusia serta adopsi inovasi teknologi menjadi hal yang
        krusial dalam meningkatkan daya saing industri baja nasional.

        Secara keseluruhan, berbagai tantangan tersebut menuntut adanya
        strategi yang tepat dari pelaku industri maupun dukungan kebijakan
        Pemerintah, agar manufaktur baja di Indonesia dapat terus
        berkembang, meningkatkan daya saing, serta berkontribusi secara
        optimal terhadap perekonomian nasional.


2.7.3   Alur Produksi Pembuatan Baja
                                   Gambar 5. Alur Produksi




        Sumber: Manajemen PT CBS

        Alur produksi pembuatan baja dimulai dari proses peleburan bahan
        baku pada tungku dengan suhu tinggi sekitar 1.650°C, di mana logam
        dilebur hingga menjadi cair. Baja cair kemudian dituangkan ke dalam
        ladle untuk proses penampungan sementara, pengujian komposisi
        kimia, serta persiapan sebelum masuk ke tahap pencetakan.


                                                                             29
Page 44
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
       Selanjutnya, baja cair dialirkan ke mesin Continuous Casting Machine
       (CCM) untuk dicetak menjadi billet dengan ukuran tertentu, yang
       merupakan bentuk setengah jadi. Billet yang dihasilkan kemudian
       dipanaskan kembali dalam furnace elektrik hingga mencapai suhu
       sekitar 1.100°C agar memiliki sifat plastis yang memadai untuk proses
       pembentukan.

       Setelah pemanasan, billet masuk ke tahap rolling mill, yaitu proses
       pengerolan untuk membentuk baja sesuai ukuran dan bentuk yang
       diinginkan, seperti besi beton. Produk hasil rolling kemudian
       didinginkan secara alami pada cooling bed untuk menurunkan suhu
       sekaligus menjaga struktur dan kualitas material. Setelah proses
       pendinginan, baja dipotong pada tahap cold shear sesuai panjang
       standar, umumnya sekitar 12 meter. Tahap berikutnya adalah proses
       packing, di mana produk ditimbang dan dikemas sesuai kebutuhan
       distribusi. Terakhir, produk baja disimpan di gudang sebelum
       didistribusikan kepada pelanggan.


2.8.   Prospek Usaha
       Prospek usaha industri manufaktur baja yang cenderung positif turut
       memberikan peluang yang besar bagi PT CBS untuk berkembang
       secara berkelanjutan. Meningkatnya kebutuhan baja nasional,
       khususnya dari sektor konstruksi dan infrastruktur, menjadi faktor
       utama yang mendukung pertumbuhan permintaan produk baja yang
       dihasilkan oleh perusahaan. Dengan adanya berbagai proyek
       pembangunan seperti jalan tol, kawasan industri, serta pembangunan
       properti, permintaan terhadap produk seperti baja tulangan dan baja
       struktural diperkirakan akan terus meningkat, sehingga membuka
       peluang pasar yang luas bagi PT CBS.

       Selain itu, kebijakan Pemerintah yang mendorong penggunaan produk
       dalam negeri dan penguatan industri manufaktur nasional memberikan
       keuntungan kompetitif bagi PT CBS sebagai produsen baja domestik.
       Dengan adanya upaya pengendalian impor dan program hilirisasi
       industri, perusahaan memiliki peluang untuk meningkatkan kapasitas
       produksi serta memperluas pangsa pasar di dalam negeri. Hal ini juga
       didukung oleh potensi peningkatan kualitas produk melalui adopsi
       teknologi dan efisiensi proses produksi yang lebih baik.

       Dari sisi eksternal, peluang ekspansi ke pasar ekspor juga menjadi
       prospek yang dapat dimanfaatkan oleh PT CBS. Permintaan baja
       global yang terus berkembang, terutama dari negara berkembang,
       memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk meningkatkan volume
       penjualan di pasar internasional.
                                                                          30
Page 45
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
       Dengan menjaga kualitas produk dan daya saing harga, PT CBS
       berpotensi untuk memperkuat posisinya tidak hanya di pasar domestik
       tetapi juga di pasar global.

        Namun demikian, untuk memaksimalkan prospek usaha tersebut,
        PT CBS tetap perlu menghadapi berbagai tantangan seperti fluktuasi
        harga bahan baku, tekanan persaingan dengan produk impor, serta
        tuntutan efisiensi dan keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu,
        strategi yang tepat seperti peningkatan efisiensi operasional, inovasi
        produk, serta penguatan manajemen risiko menjadi kunci dalam
        menjaga pertumbuhan usaha perusahaan.

        Secara keseluruhan, dengan dukungan kondisi industri yang kondusif
        dan strategi yang tepat, PT CBS memiliki prospek usaha yang baik
        untuk terus berkembang dan meningkatkan kontribusinya dalam
        industri manufaktur baja di Indonesia.


2.9.    Aspek Teknis
2.9.1   Lokasi Kantor
        PT CBS berlokasi di Kawasan Industri Modern Cikande, Jalan Modern
        Industri X Kavling Q7 – 8, Desa Nambo Ilir, Kecamatan Kibin,
        Kabupaten Serang, Indonesia.


2.9.2   Produk PT CBS
        Produk utama yang dihasilkan oleh PT CBS berfokus pada baja
        tulangan beton yang digunakan dalam berbagai proyek konstruksi dan
        infrastruktur. Adapun jenis produk yang dihasilkan antara lain:

        1. Plain Round Bar (Baja Polos)
        Plain Round Bar merupakan baja tulangan berbentuk batang dengan
        permukaan halus tanpa ulir. Produk ini umumnya digunakan untuk
        kebutuhan konstruksi ringan, seperti pembuatan begel (stirrup), cincin
        kolom, serta elemen pengikat dalam struktur beton bertulang. Baja
        polos memiliki sifat yang lebih mudah dibentuk dan ditekuk, sehingga
        cocok untuk pekerjaan konstruksi yang membutuhkan fleksibilitas
        tinggi.




                                                                            31
Page 46
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
       2. Deformed Reinforcing Bar (Baja Ulir)
        Deformed Reinforcing Bar adalah baja tulangan yang memiliki
        permukaan berulir atau bersirip, yang berfungsi untuk meningkatkan
        daya lekat antara baja dan beton. Produk ini banyak digunakan pada
        struktur utama seperti kolom, balok, pelat, dan pondasi karena memiliki
        kekuatan tarik yang tinggi serta kemampuan menahan beban yang
        lebih besar. Baja ulir menjadi komponen utama dalam konstruksi
        bangunan bertingkat dan proyek infrastruktur skala besar.

        Kedua produk tersebut diproduksi dengan memperhatikan standar
        kualitas seperti Standar Nasional Indonesia (SNI), sehingga mampu
        memenuhi kebutuhan pasar konstruksi nasional yang terus
        berkembang. Dengan fokus pada kualitas dan konsistensi produk,
        PT CBS mampu menjadi salah satu pemasok baja tulangan yang
        kompetitif di industri manufaktur baja Indonesia.


2.9.3   Klien PT CBS
        Berikut beberapa perusahaan yang membeli produk-produk PT CBS:

        Tabel 3. Klien PT CBS
          No                    Customer Name (Alias)                Keterangan

          1    PT Waskita Karya (Persero) Tbk                 BUMN/Construction
          2    PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                  BUMN/Construction
          3    PT Adhi Karya (Persero) Tbk.                   BUMN/Construction
          4    PT Adhi Persada Beton                          BUMN/Construction
          5    PT Brantas Abipraya (Persero)                  BUMN/Construction
          6    PT Wijaya Karya Beton Tbk                      BUMN/Construction
          7    PT Nindya Karya (Persero)                      BUMN/Construction
          8    PT Waskita Karya Infrastruktur                 BUMN/Construction
          9    PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk            BUMN/Construction
          10   PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi            BUMN/Construction
          11   PT Wijaya Karya Pracetak Gedung                BUMN/Construction
          12   PT Hanwa Indonesia                             SWASTA/Distribution
          13   PT Indo Perkasa Mandiri                        SWASTA/Distribution
          14   PT Jaya Makmur Eka Lestari                     SWASTA/Distribution
          15   PT Sapta Sumber Lancar                         SWASTA/Distribution
          16   PT Baja Indah Perkasa                          SWASTA/Distribution
          17   PT Metal Sarana Sukses                         SWASTA/Distribution
          18   PT Bina Bangunan Sukses                        SWASTA/Distribution


                                                                                    32
Page 47
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel

          No                      Customer Name (Alias)                     Keterangan

          19   PT Surya Timur Persada                                SWASTA/Distribution
          20   PT Sukses Abadi Bajatama                              SWASTA/Distribution
          21   PT Roda Baja Mandiri                                  SWASTA/Distribution
          22   PT Binatama Bangun Persada                            SWASTA/Distribution
          23   PT Maju Jaya Sukses Abadi                             SWASTA/Distribution
          24   PT Kin Baja Suksestama                                SWASTA/Distribution
          25   PT Takenaka Indonesia                                 SWASTA/Construction
          26   PT Jaya Obayashi                                      SWASTA/Construction
          27   PT Kajima Indonesia                                   SWASTA/Construction
          28   PT Shimizu Bangun Cipta Kontractor                    SWASTA/Construction
          29   PT Taisei Pulauintan                                  SWASTA/Construction
          30   PT SMCC Indonesia(Mitsui Sunitomo)                    SWASTA/Construction
          31   PT Mitsubishi Estate Indonesia                        SWASTA/Construction
          32   PT Tokyu Constraction                                 SWASTA/Construction
          33   PT Indonakano                                         SWASTA/Construction
        Sumber: Manajemen PT CBS


2.10. Pesaing Usaha
        Pesaing yang dimiliki oleh PT CBS adalah perusahaan-perusahaan
        baja lainnya di Indonesia, yaitu:

        Tabel 4. Pesaing Usaha
          No                                          Nama Pesaing
           1    PT Krakatau Steel (Persero) Tbk
           2    PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk
           3    PT Betonjaya Manunggal Tbk
           4    PT Gunung Raja Paksi Tbk




                                                                                           33
Page 48
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
2.11. Informasi Non Keuangan yang Relevan Mengenai Obyek
       Penilaian
2.11.1 Pendirian
        Akta Pendirian PT CBS Nomor 786, tanggal 20 September 2007, yang
        dibuat Notaris Darbi, S.H., Notaris di Serang, telah mendapatkan
        pengesahan Keputusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
        Republik Indonesia.

        Akta Perubahan Terakhir PT CBS Nomor 89, tanggal 30 Desember
        2025, yang dibuat Notaris Jhonny Lumbantoruan, S.H., MK.n, Notaris di
        Bogor, telah mendapatkan pengesahan Keputusan Kementerian
        Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.


2.11.2 Manajemen Perusahaan
        Susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT CBS per 31 Desember 2025
        adalah sebagai berikut:

        Dewan Komisaris
        Komisaris                  :      Tuan Kong Cho Wo.

        Direksi
        Direktur Utama             :      Tuan Tony Kasim.
        Direktur                   :      Tuan Handoyo Setiawan.


        Profil Dewan Komisaris dan Direksi PT CBS sebagai berikut:

        a. Tuan Kong Cho Wo - Komisaris
            Beliau adalah Kewarganegaraan Australia, yang berdomisili di
            Jakarta, riwayat pendidikan dan pengalaman kerja sebagai berikut:
            Riwayat pendidikan:
            1. Sarjana.
            Pengalaman kerja yang dimiliki sebagai berikut:
            1.     2007 -       : Komisaris PT CBS.
                   sekarang




                                                                           34
Page 49
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
        b. Tuan Tony Kasim - Direktur Utama
            Beliau adalah Kewarganegaraan Indonesia, yang berdomisili di
            Jakarta, riwayat pendidikan dan pengalaman kerja sebagai berikut:
            Riwayat pendidikan:
            1.   Bachelor or Science Syracuse University.
            2.   Master of Business Administration University of Pittsburgh.
            Pengalaman kerja yang dimiliki sebagai berikut:
            1. 2007 -          : Direktur Utama PT CBS.
               sekarang
        c. Tuan Handoyo Setiawan - Direktur
            Beliau adalah Kewarganegaraan Indonesia, yang berdomisili di
            Manado, riwayat pendidikan dan pengalaman kerja sebagai berikut:
            Riwayat pendidikan:
            1.   SMA - Ren Da Fu Zhong.
            2.   Sarjana - Ren Min Da Xue.
            Pengalaman kerja yang dimiliki sebagai berikut:
            1. 2013 -          :   Direktur PT CBS.
               sekarang

        Berdasarkan lampiran, struktur organisasi PT CBS telah tersusun
        secara sistematis dan terbagi dalam bagian-bagian yang terintegrasi
        secara baik, sebagai berikut:

                          Gambar 6.    Struktur Organisasi PT CBS




        Sumber: Manajemen PT CBS

        Jumlah karyawan yang dimiliki PT CBS hingga 31 Desember 2025 dan
        2024, Perusahaan memiliki karyawan tetap masing-masing sebanyak
        462 dan 623 orang (tidak diaudit).
                                                                               35
Page 50
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
2.11.3 Kegiatan Usaha PT CBS
        Kegiatan usaha PT CBS berfokus pada industri manufaktur baja,
        khususnya dalam produksi dan distribusi baja tulangan untuk
        memenuhi kebutuhan sektor konstruksi dan infrastruktur. Dalam
        menjalankan operasionalnya, perusahaan melakukan serangkaian
        aktivitas yang terintegrasi mulai dari pengadaan bahan baku hingga
        pemasaran produk akhir.

        Kegiatan utama perusahaan meliputi proses produksi baja, yaitu
        pengolahan bahan baku seperti billet menjadi produk jadi berupa plain
        round bar (baja polos) dan deformed reinforcing bar (baja ulir) melalui
        proses pemanasan dan rolling mill. Proses ini dilakukan dengan standar
        kualitas tertentu untuk memastikan produk memiliki kekuatan dan
        spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan konstruksi.

        Selain produksi, PT CBS juga menjalankan kegiatan pengendalian
        kualitas (quality control) untuk memastikan setiap produk yang
        dihasilkan memenuhi standar seperti Standar Nasional Indonesia (SNI).
        Pengujian dilakukan terhadap aspek fisik dan mekanik baja agar produk
        aman dan layak digunakan dalam proyek pembangunan.

        Perusahaan juga melakukan kegiatan distribusi dan pemasaran, baik
        secara langsung kepada kontraktor, distributor, maupun proyek-proyek
        konstruksi skala besar. Jaringan distribusi yang dimiliki memungkinkan
        produk perusahaan dapat menjangkau berbagai wilayah di Indonesia.

        Di samping itu, PT CBS turut menjalankan manajemen operasional dan
        pemeliharaan fasilitas produksi, termasuk perawatan mesin dan
        peningkatan efisiensi produksi guna menjaga keberlangsungan usaha.

        Dengan    rangkaian    kegiatan  tersebut, PT     CBS      mampu
        mempertahankan kelangsungan operasionalnya sebagai perusahaan
        manufaktur baja yang mendukung pembangunan infrastruktur nasional.




                                                                             36
Page 51
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
2.12. Perjanjian Penting PT CBS
        PT CBS dalam menjalankan usahanya memiliki perjanjian penting
        dengan beberapa perusahaan, yaitu:

       Tabel 5. Perjanjian Penting PT CBS

         No                  Nama                                  Keterangan

         1    Waskita – Infrastruktur. KSO     Surat Perjanjian Pemesanan Material
         2    PT Waskita Karya (Persero) Tbk   Surat Perjanjian Pemesanan Material
        Sumber: Manajemen PT CBS


2.13. Pasar Geografis
        Pasar geografis PT CBS adalah Indonesia, dengan fokus utama pada
        proyek-proyek konstruksi domestik di berbagai wilayah.


2.14. Strategi Pemasaran
        Strategi pemasaran PT CBS difokuskan pada penguatan posisi
        perusahaan di pasar baja konstruksi nasional melalui pendekatan yang
        terintegrasi antara kualitas produk, jaringan distribusi, serta hubungan
        jangka panjang dengan pelanggan. Hal ini penting mengingat
        karakteristik industri baja yang bersifat Business To Business (B2B)
        dan sangat dipengaruhi oleh proyek konstruksi dan infrastruktur.

        Perusahaan menerapkan strategi penetrasi pasar, yaitu dengan
        memperluas jangkauan distribusi ke berbagai wilayah di Indonesia
        melalui kerja sama dengan distributor, supplier material bangunan,
        serta kontraktor besar. Dengan jaringan distribusi yang luas, produk
        seperti plain round bar dan deformed reinforcing bar dapat lebih mudah
        diakses oleh pasar.

        Dari sisi produk, PT CBS menekankan strategi kualitas (product
        differentiation) dengan memastikan bahwa seluruh produk memenuhi
        standar Standar Nasional Indonesia (SNI). Kualitas yang konsisten
        menjadi nilai utama untuk memenangkan kepercayaan pelanggan,
        khususnya dalam proyek konstruksi berskala besar yang membutuhkan
        material dengan spesifikasi tinggi.




                                                                                     37
Page 52
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
       Selain itu, perusahaan juga menerapkan strategi harga yang kompetitif,
       dengan menyesuaikan harga terhadap kondisi pasar baja domestik dan
       global. Efisiensi dalam proses produksi menjadi kunci agar perusahaan
       dapat menawarkan harga yang bersaing tanpa mengorbankan kualitas.

       Dalam aspek promosi, PT CBS lebih mengutamakan relationship
       marketing, yaitu membangun hubungan jangka panjang dengan
       pelanggan seperti kontraktor, developer, dan perusahaan konstruksi.
       Pendekatan ini dilakukan melalui pelayanan yang responsif, ketepatan
       waktu pengiriman, serta konsistensi kualitas produk.

       Terakhir, PT CBS juga mengembangkan strategi berbasis permintaan
       proyek (project based marketing), di mana perusahaan secara aktif
       mengikuti perkembangan proyek infrastruktur dan konstruksi nasional.
       Dengan demikian, perusahaan dapat menyesuaikan kapasitas produksi
       dan distribusi sesuai kebutuhan pasar, sehingga mampu meningkatkan
       daya saing di industri manufaktur baja yang kompetitif.


2.15. Risiko Usaha & SWOT Analysis
       Dalam menjalankan kegiatan usahanya di industri manufaktur baja,
       PT CBS menghadapi beberapa risiko yang dapat mempengaruhi
       kinerja operasional maupun keuangan perusahaan, antara lain:

       1. Risiko Fluktuasi Harga Bahan Baku
       Harga bahan baku seperti billet dan scrap baja sangat dipengaruhi oleh
       pasar global. Kenaikan harga dapat meningkatkan biaya produksi dan
       menekan margin keuntungan perusahaan.

       2. Risiko Persaingan Industri
       Persaingan yang ketat dengan perusahaan besar, termasuk emiten
       seperti PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan PT Betonjaya Manunggal
       Tbk, dapat mempengaruhi pangsa pasar PT CBS, terutama dalam hal
       harga dan kapasitas produksi.

       3. Risiko Ketergantungan pada Sektor Konstruksi
       Permintaan produk baja sangat bergantung pada pertumbuhan sektor
       konstruksi dan infrastruktur. Jika terjadi perlambatan ekonomi atau
       penundaan proyek, maka permintaan baja juga dapat menurun.




                                                                           38
Page 53
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
       4. Risiko Kebijakan Pemerintah
        Perubahan kebijakan seperti bea masuk impor baja, regulasi industri,
        atau kebijakan pembangunan infrastruktur dapat berdampak langsung
        terhadap operasional dan daya saing perusahaan.

        5. Risiko Operasional
        Gangguan pada mesin produksi, keterlambatan pasokan bahan baku,
        atau masalah logistik dapat menghambat proses produksi dan distribusi
        produk.

        6. Risiko Lingkungan
        Berdasarkan informasi yang diperoleh, PT CBS memiliki kewajiban
        pemenuhan aspek lingkungan hidup yang melekat pada kegiatan
        usahanya. Selain itu, terdapat dokumen Kementerian Lingkungan
        Hidup tanggal 19 Desember 2025 terkait tindak lanjut audit lingkungan
        hidup pada Kawasan Industri Banten Modern Cikande Industrial Estate
        yang mencakup kegiatan industri peleburan logam, dengan PT CBS
        tercantum sebagai pihak tembusan. Informasi tersebut dipertimbangkan
        sebagai faktor risiko dalam penilaian saham. Namun, sampai dengan
        tanggal penilaian, dampak finansialnya belum dapat ditentukan secara
        pasti karena belum tersedia dokumen pendukung yang memadai terkait
        hasil audit, sanksi, maupun estimasi biaya kepatuhan atau pemulihan
        lingkungan.


        Selain risiko usaha yang sudah disebutkan diatas, berikut adalah
        SWOT Analysis untuk industri tersebut yaitu:

        1. Strength (Kekuatan)
        • Produk baja berkualitas yang memenuhi standar Standar Nasional
          Indonesia (SNI).
        • Fokus pada segmen baja tulangan yang memiliki permintaan stabil.
        • Lokasi pabrik strategis di kawasan industri.
        • Hubungan yang baik dengan distributor dan kontraktor.

        2. Weakness (Kelemahan)
        • Ketergantungan pada bahan baku eksternal.
        • Skala usaha masih lebih kecil dibanding perusahaan baja besar
          (Tbk).
        • Diversifikasi produk relatif terbatas (fokus pada rebar).




                                                                           39
Page 54
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
       3. Opportunity (Kesempatan)
        • Peningkatan pembangunan infrastruktur di Indonesia.
        • Pertumbuhan sektor properti dan konstruksi.
        • Kebijakan Pemerintah yang mendorong penggunaan produk dalam
          negeri.
        • Potensi ekspansi pasar ke wilayah baru atau ekspor.

        4. Threat (Ancaman)
        •   Persaingan harga dari produsen baja dalam dan luar negeri.
        •   Fluktuasi harga komoditas global.
        •   Masuknya produk baja impor dengan harga lebih murah.
        •   Ketidakstabilan ekonomi yang mempengaruhi permintaan pasar.




                                                                          40
Page 55
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
3.      PENYESUAIAN TERHADAP LAPORAN KEUANGAN
        Terdapat penyesuaian terhadap laporan keuangan PT CBS yang
        dilakukan terhadap pos dalam laba rugi, yaitu pos depresiasi dan
        amortisasi. Penyesuaian terhadap pos depresiasi dan amortisasi
        dilakukan untuk mendapat nilai Earning Before Interest, Taxes,
        Depreciation, and Amortization (EBITDA). Penyesuaian yang dilakukan
        tidak merubah nilai didalam laporan keuangan audited per tanggal
        31 Desember 2025, hanya mengeluarkan nilai depresiasi dan
        amortisasi dari pos biaya-biaya untuk kepentingan penilaian.




                                                                         41
Page 56
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
4.      ANALISIS ATAS LAPORAN KEUANGAN DAN INFORMASI
        KEUANGAN LAINNYA
4.1     Analisis Kinerja Keuangan
        Berikut merupakan tinjauan kinerja keuangan PT CBS, berdasarkan
        laporan keuangan inhouse per 31 Desember 2021 sampai dengan
        31 Desember 2022 dan laporan keuangan audited per tanggal
        31 Desember 2023 sampai dengan 31 Desember 2025 disajikan
        sebagai berikut:

        Tabel 6. Laporan Posisi Keuangan PT CBS                                                                 Dalam Ribuan
                                        31 Des 2021       31 Des 2022        31 Des 2023           31 Des 2024            31 Des 2025
                   Uraian
                                          Inhouse           Inhouse            Audited               Audited                Audited
        Aset Lancar                       823.739.028      751.909.186        623.277.719             740.518.442            850.068.007
        Aset Tidak Lancar                 262.074.981      243.770.220        254.320.049             230.438.886            455.190.970
        Total Asset                     1.085.814.010      995.679.405        877.597.768             970.957.328          1.305.258.977
        Liabilitas Jangka Pendek          568.018.296      662.987.745        449.473.238             534.339.936            616.677.097
        Liabilitas Jangka Panjang         228.395.412         2.186.499         12.680.733             14.418.690             64.625.328
        Ekuitas                           289.400.302      330.505.161        415.443.797             422.198.702            623.956.552
        Total Liabilitas dan Ekuitas    1.085.814.010      995.679.405        877.597.768             970.957.328          1.305.258.977
        Sumber: Management PT CBS

        Tabel 7. Laporan Laba Rugi PT CBS                                                                       Dalam Ribuan
                                       31 Des 2021         31 Des 2022          31 Des 2023            31 Des 2024           31 Des 2025
                Uraian
                                         Inhouse             Inhouse              Audited                Audited               Audited
      Pendapatan                         1.318.239.789      1.628.147.609         1.425.906.787          1.335.830.861         914.071.684
      Harga Pokok Penjualan            (1.165.220.801)    (1.460.249.277)       (1.308.611.542)        (1.193.435.348)       (774.524.106)
      Laba Kotor                           153.018.988        167.898.332           117.295.245            142.395.513         139.547.578
      Biaya Operasional                    (25.545.634)       (93.296.750)          (48.498.898)           (58.918.466)       (58.915.976)
      Laba (Rugi) Usaha –
                                          127.473.354         74.601.582            68.796.347             83.477.047          80.631.602
      EBITDA
      Depresiasi & Amortisasi             (19.013.552)       (19.777.456)          (19.762.911)           (19.816.215)        (20.008.197)
      Pendapatan (Beban Usaha)
                                          (54.773.921)          2.912.822          (39.853.075)           (42.374.770)        (53.026.841)
      Lain-lain
      Laba (Rugi) Sebelum Pajak             53.685.882         57.736.948             9.180.361            21.286.062            7.596.564
      Pajak                               (11.956.897)       (16.632.089)           (5.945.559)            (5.509.049)         (3.298.366)
      Laba (Rugi) Bersih                    41.728.985         41.104.859             3.234.802            15.777.013            4.298.199
        Sumber: Management PT CBS

        Dari kedua tabel kinerja laporan keuangan diatas dapat dilihat dari sisi
        aktiva selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan
        31 Desember 2025, terlihat bahwa unsur terbesar terdapat pada jumlah
        current assets, yaitu memiliki rata-rata sebesar Rp757.902.476.000,-.

        Sedangkan dari sisi pasiva, selama periode 31 Desember 2021 sampai
        dengan 31 Desember 2025, terlihat bahwa unsur terbesar terdapat
        pada jumlah short term liabilities, yaitu memiliki rata-rata sebesar
        Rp566.299.262.000,-.



                                                                                                                                    42
Page 57
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
       Dilihat dari pendapatan PT CBS selama periode 31 Desember 2021
       sampai dengan 31 Desember 2025, memiliki rata-rata sebesar
       Rp1.324.439.346.000,-. Dengan rata-rata keuntungan pada periode
       31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 sebesar
       Rp21.228.771.000,-.


       Rasio Keuangan

       Tinjauan rasio keuangan PT CBS berdasarkan laporan keuangan
       inhouse per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2022 dan
       laporan keuangan audited per tanggal 31 Desember 2023 sampai
       dengan 31 Desember 2025 disajikan sebagai berikut:

       Tabel 8. Kinerja Rasio Keuangan Konsolidasi PT CBS
                                                 31 Des     31 Des    31 Des     31 Des     31 Des
                               Uraian             2021       2022      2023       2024       2025
                                                Inhouse    Inhouse    Audited    Audited    Audited
        A. Rasio Likuiditas
        Current Ratio                           145,02%    113,41%    138,67%    138,59%    137,85%
        Quick Ratio                             140,25%    109,41%    138,53%    137,59%    131,49%
        Working Capital To Total Assets Ratio     23,55%      8,93%    19,80%     21,23%     17,88%
        B. Rasio Leverage
        Total Debt To Equity Ratio              275,19%    201,26%    111,24%    129,98%    109,19%
        Total Debt To Total Asset Ratio          73,35%     66,81%     52,66%     56,52%     52,20%
        C. Rasio Aktivitas (X)
        Total AssetsTurnover                        1,21       1,64       1,62       1,38       0,70
        Receivable Turnover                         7,19       7,41       5,46       6,93       6,22
        Collection Period                             51         49        67         53          59
        Working Capital Turnover                    5,15      18,31       8,20       6,48       3,92
        D. Rasio Keuangan
        Gross Profit Margin                       11,61%     10,31%     8,23%     10,66%     15,27%
        Operating Profit Margin                    9,67%      4,58%     4,82%      6,25%      8,82%
        Net Profit Margin                          3,17%      2,52%     0,23%      1,18%      0,47%
        Return On Investment , ROI                 3,84%      4,13%     0,37%      1,62%      0,33%
        Return On Equity, ROE                     14,42%     12,44%     0,78%      3,74%      0,69%


       Rasio Likuiditas, rasio ini untuk mengetahui sampai seberapa jauh
       PT CBS dapat melunasi utang jangka pendeknya, semakin besar rasio
       yang diperoleh semakin lancar pembayaran utang jangka pendeknya.
       Berdasarkan laporan keuangan, periode 31 Desember 2021 sampai
       dengan 31 Desember 2025 terutama pada current ratio ini
       menunjukkan rata-rata sebesar 134,71%, hal ini berarti setiap
       Rp1 utang lancar dijamin oleh aktiva lancar sebesar Rp1,34.

       Rasio Leverage, rasio ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar
       kegiatan operasi PT CBS dibiayai oleh modal pinjaman, semakin kecil
       rasio ini semakin bagus atau lancar. Dalam periode 31 Desember 2021
       sampai dengan 31 Desember 2025, rata-rata Debt to Equity Ratio
                                                                                                      43
Page 58
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
        (DER) PT CBS yaitu sebesar 165,37% dan Debt to Asset Ratio (DAR)
        sebesar 60,31%.

       Rasio Aktivitas, rasio ini bertujuan untuk mengukur sampai seberapa
       jauh aktivitas PT CBS dalam menggunakan dana-dananya secara
       efektif dan efisien. Rata-rata asset turnover ratio selama periode
       31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 yaitu sebanyak
       1,31 kali, dengan rata-rata working capital turnover yaitu sebanyak
       8,41 kali.

       Rasio Keuangan, rasio ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh
       efektifitas manajemen dalam mengelola perusahaannya. Pada
       periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 rata-
       rata Return on Investment (ROI) mencapai 2,06% dan rata-rata Return
       on Equity (ROE) mencapai 6,41%.


       Analisis Common Size dengan Perusahaan Pembanding Sejenis

       Berikut dibawah ini merupakan analisis common size PT CBS dengan
       perusahaan pembanding yang sejenis berdasarkan industrinya.

       Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan

       Tabel 9. Analisis Common Size PT CBS
                                       31 Des 2021   31 Des 2022   31 Des 2023   31 Des 2024   31 Des 2025
                   Uraian
                                         Inhouse       Inhouse       Audited       Audited       Audited
        Aset Lancar                         75,86%        75,52%        71,02%        76,27%        65,13%
        Aset Tidak Lancar                   24,14%        24,48%        28,98%        23,73%        34,87%
        Total Asset                        100,00%       100,00%       100,00%       100,00%       100,00%
        Liabilitas Jangka Pendek            52,31%        66,59%        51,22%        55,03%        47,25%
        Liabilitas Jangka Panjang           21,03%         0,22%         1,44%         1,48%         4,95%
        Ekuitas                             26,65%        33,19%        47,34%        43,48%        47,80%
        Total Liabilitas dan Ekuitas       100,00%       100.00%       100.00%       100.00%       100.00%
       Sumber: Manajemen PT CBS

       Pada PT CBS aset lancar mendominasi struktur aset perusahaan
       sepanjang periode tahun 2021 hingga tahun 2025, meskipun mengalami
       fluktuasi. Aset lancar menurun pada tahun 2023, meningkat kembali
       pada tahun 2024, kemudian turun cukup signifikan pada tahun 2025.
       Kondisi ini menunjukkan adanya perubahan pengelolaan aset lancar
       yang dapat dipengaruhi oleh kebutuhan operasional maupun perputaran
       modal kerja perusahaan. Sebaliknya, aset tidak lancar mengalami
       peningkatan pada tahun 2023 dan terutama pada tahun 2025, yang
       mencerminkan adanya penambahan investasi pada aset jangka panjang
       atau aset tetap perusahaan.


                                                                                                       44
Page 59
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
       Liabilitas jangka pendek berada pada tingkat yang cukup tinggi dan
       berfluktuasi selama periode pengamatan. Peningkatan terbesar terjadi
       pada tahun 2022 sebelum kembali menurun hingga tahun 2025. Hal ini
       menunjukkan bahwa perusahaan cukup bergantung pada kewajiban
       jangka pendek dalam mendukung aktivitas operasionalnya. Liabilitas
       jangka panjang berada pada tingkat yang relatif rendah, meskipun
       mengalami sedikit peningkatan pada tahun-tahun terakhir.

       Ekuitas menunjukkan tren meningkat dibandingkan tahun 2021, terutama
       pada tahun 2023 dan tahun 2025. Peningkatan ini mencerminkan
       penguatan struktur modal perusahaan serta meningkatnya porsi
       pendanaan yang berasal dari modal sendiri. Secara keseluruhan,
       PT CBS menunjukkan kondisi keuangan yang cukup baik dengan
       dominasi aset lancar serta penguatan ekuitas meskipun masih memiliki
       ketergantungan yang cukup besar pada liabilitas jangka pendek.

       Tabel 10. Analisis Common Size PT Gunung Raja Paksi Tbk
                                       31 Des 2021   31 Des 2022   31 Des 2023   31 Des 2024   31 Des 2025
                   Uraian
                                         Audited       Audited       Audited       Audited       Audited
        Aset Lancar                         25,82%        32,60%        28,97%        29,95%        25,21%
        Aset Tidak Lancar                   74,18%        67,40%        71,03%        70,05%        74,79%
        Total Asset                        100,00%       100,00%       100,00%       100,00%       100,00%
        Liabilitas Jangka Pendek            17,82%        22,37%        17,69%         8,54%         5,28%
        Liabilitas Jangka Panjang           11,69%         9,67%         7,07%         4,35%         4,53%
        Ekuitas                             70,49%        67,96%        75,25%        87,11%        90,18%
        Total Liabilitas dan Ekuitas       100,00%       100.00%       100.00%       100.00%       100.00%
       Sumber: idx.co.id

       Pada PT Gunung Raja Paksi Tbk, aset tidak lancar mendominasi
       struktur aset perusahaan sepanjang periode tahun 2021 hingga tahun
       2025. Kondisi ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki investasi
       yang besar pada aset tetap atau aset jangka panjang yang mendukung
       kegiatan operasional industri baja. Aset lancar sempat meningkat pada
       tahun 2022, namun kembali menurun hingga tahun 2025, sementara
       aset tidak lancar kembali meningkat dan mencapai tingkat tertinggi pada
       tahun 2025.

       Liabilitas jangka pendek menunjukkan tren menurun secara signifikan
       dari tahun 2021 hingga tahun 2025. Penurunan ini mencerminkan
       berkurangnya ketergantungan perusahaan terhadap kewajiban jangka
       pendek dalam pendanaan operasional. Liabilitas jangka panjang juga
       terus mengalami penurunan hingga tahun 2024 sebelum sedikit
       meningkat pada tahun 2025, yang menunjukkan pengelolaan utang
       jangka panjang yang relatif konservatif.




                                                                                                       45
Page 60
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
       Ekuitas mengalami peningkatan yang sangat signifikan dari tahun ke
       tahun, terutama pada tahun 2024 dan tahun 2025. Hal ini menunjukkan
       penguatan struktur permodalan perusahaan dan meningkatnya
       kemampuan perusahaan dalam mendanai asetnya dengan modal
       sendiri. Secara keseluruhan, PT Gunung Raja Paksi Tbk menunjukkan
       struktur keuangan yang semakin kuat dengan dominasi ekuitas yang
       tinggi dan penurunan tingkat liabilitas secara bertahap.

       Tabel 11. Analisis Common Size PT Krakatau Steel (Persero) Tbk
                                       31 Des 2021   31 Des 2022   31 Des 2023   31 Des 2024   31 Des 2025
                   Uraian
                                         Audited       Audited       Audited       Audited       Audited
        Aset Lancar                         25,79%        33,91%        23,56%        22,16%        21,18%
        Aset Tidak Lancar                   74,21%        66,09%        76,44%        77,84%        78,82%
        Total Asset                        100,00%       100,00%       100,00%       100,00%       100,00%
        Liabilitas Jangka Pendek            39,40%        75,88%        75,88%        76,51%        28,94%
        Liabilitas Jangka Panjang           45,04%         6,65%         6,69%         8,45%        44,82%
        Ekuitas                             15,56%        17,47%        17,44%        15,03%        26,23%
        Total Liabilitas dan Ekuitas       100,00%       100.00%       100.00%       100.00%       100.00%
       Sumber: idx.co.id

       Pada PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, aset tidak lancar mendominasi
       struktur aset perusahaan sepanjang periode tahun 2021 hingga tahun
       2025. Porsi aset tidak lancar meningkat secara bertahap setelah tahun
       2022, yang menunjukkan adanya fokus perusahaan pada penguatan
       aset tetap dan investasi jangka panjang untuk mendukung kegiatan
       operasional industri baja. Sebaliknya, aset lancar sempat meningkat
       pada tahun 2022 namun kemudian menurun hingga tahun 2025, yang
       mengindikasikan berkurangnya porsi aset likuid dalam struktur aset
       perusahaan.

       Liabilitas jangka pendek mengalami lonjakan sangat signifikan pada
       tahun 2022 hingga tahun 2024 sebelum turun drastis pada tahun 2025.
       Kondisi ini menunjukkan bahwa perusahaan sempat memiliki
       ketergantungan yang tinggi terhadap kewajiban jangka pendek dalam
       mendukung operasionalnya. Sementara itu, liabilitas jangka panjang
       turun tajam pada tahun 2022, kemudian kembali meningkat pada tahun
       2025.

       Ekuitas perusahaan berada pada tingkat yang relatif rendah
       dibandingkan total aset, meskipun mengalami peningkatan cukup
       signifikan pada tahun 2025. Hal ini menunjukkan adanya perbaikan
       struktur permodalan perusahaan setelah sebelumnya didominasi oleh
       kewajiban. Secara keseluruhan, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk
       menunjukkan struktur keuangan yang masih cukup agresif dengan
       dominasi liabilitas, namun mulai mengalami penguatan ekuitas pada
       periode terakhir.


                                                                                                       46
Page 61
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
       Tabel 12. Analisis Common Size PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk
                                        31 Des 2021   31 Des 2022   31 Des 2023   31 Des 2024   31 Des 2025
                    Uraian
                                          Audited       Audited       Audited       Audited       Audited
         Aset Lancar                         62,31%        59,43%        63,66%        63,34%        57,13%
         Aset Tidak Lancar                   37,69%        40,57%        36,34%        36,66%        42,87%
         Total Asset                        100,00%       100,00%       100,00%       100,00%       100,00%
         Liabilitas Jangka Pendek            38,91%        35,20%        31,33%        19,42%        18,51%
         Liabilitas Jangka Panjang            7,73%         8,84%        10,74%        19,78%        16,99%
         Ekuitas                             53,36%        55,96%        57,93%        60,80%        64,50%
         Total Liabilitas dan Ekuitas       100,00%       100.00%       100.00%       100.00%       100.00%
        Sumber: idx.co.id

        Pada PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk, aset lancar
        mendominasi struktur aset perusahaan sepanjang periode tahun 2021
        hingga tahun 2025, meskipun mengalami sedikit fluktuasi. Porsi aset
        lancar sempat menurun pada tahun 2022, meningkat kembali pada tahun
        2023, lalu turun pada tahun 2025. Sementara itu, aset tidak lancar
        cenderung meningkat pada periode terakhir, yang mencerminkan adanya
        penambahan investasi pada aset jangka panjang atau aset tetap
        perusahaan.

        Liabilitas jangka pendek menunjukkan tren menurun secara konsisten
        dari tahun 2021 hingga tahun 2025. Penurunan ini mencerminkan
        berkurangnya ketergantungan perusahaan terhadap pendanaan jangka
        pendek dan menunjukkan pengelolaan kewajiban yang semakin baik.
        Sebaliknya, liabilitas jangka panjang mengalami peningkatan hingga
        tahun 2024 sebelum sedikit menurun pada tahun 2025, yang
        mengindikasikan adanya optimalisasi pendanaan jangka panjang.

        Ekuitas mengalami peningkatan secara konsisten dari tahun ke tahun
        dan mencapai tingkat tertinggi pada tahun 2025. Hal ini menunjukkan
        penguatan struktur modal perusahaan dan meningkatnya kemampuan
        perusahaan dalam membiayai asetnya dengan modal sendiri. Secara
        keseluruhan, PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk menunjukkan
        kondisi keuangan yang semakin sehat dengan peningkatan ekuitas dan
        penurunan liabilitas jangka pendek secara bertahap.




                                                                                                        47
Page 62
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
       Analisis Common Size Laba Rugi

        Tabel 13. Analisis Common Size PT CBS
                                      31 Des 2021   31 Des 2022   31 Des 2023   31 Des 2024   31 Des 2025
                    Uraian
                                        Inhouse       Inhouse       Audited       Audited       Audited
         Pendapatan                       100.00%       100.00%       100.00%       100.00%       100.00%
         Harga Pokok Penjualan            -88,39%       -89,69%       -91,77%       -89,34%       -84,73%
         Laba Kotor                        11,61%        10,31%         8,23%        10,66%        15,27%
         Biaya Operasional                 -1,94%        -5,73%        -3,40%        -4,41%        -6,45%
         Laba (Rugi) Usaha – EBITDA         9,67%         4,58%         4,82%         6,25%         8,82%
         Pendapatan (Beban Usaha)
                                          -4,16%         0,18%        -2,79%        -3,17%        -5,80%
         Lain-lain
         Laba (Rugi) Sebelum Pajak         4,07%         3,55%         0,64%         1,59%         0,83%
         Pajak                            -0,91%        -1,02%        -0,42%        -0,41%        -0,36%
         Laba (Rugi) Bersih                3,17%         2,52%         0,23%         1,18%         0,47%
        Sumber: Manajemen PT CBS

        Pada PT CBS harga pokok penjualan berada pada tingkat yang sangat
        tinggi sepanjang periode pengamatan, meskipun menunjukkan perbaikan
        pada tahun 2025. Tingginya harga pokok penjualan menyebabkan
        margin laba kotor perusahaan relatif rendah dan sempat menurun hingga
        tahun 2023 sebelum kembali meningkat pada tahun 2024 dan terutama
        tahun 2025. Kondisi ini menunjukkan bahwa perusahaan mulai mampu
        meningkatkan efisiensi biaya produksi atau memperbaiki margin
        penjualannya.

        Biaya operasional berfluktuasi selama periode pengamatan dan
        mengalami peningkatan pada tahun 2025. Hal ini menunjukkan adanya
        tekanan biaya operasional yang lebih besar dibandingkan tahun
        sebelumnya. Laba usaha (EBITDA) sempat menurun pada tahun 2022
        dan tahun 2023, namun kembali meningkat pada tahun 2024 dan tahun
        2025 seiring membaiknya laba kotor perusahaan.

        Pendapatan atau beban lain-lain cenderung berfluktuasi dan sebagian
        besar masih memberikan tekanan terhadap laba perusahaan. Laba
        sebelum pajak mengalami penurunan cukup signifikan pada tahun 2023
        sebelum kembali meningkat pada tahun 2024, meskipun kembali
        melemah pada tahun 2025.

        Laba bersih menunjukkan tren menurun dibandingkan tahun 2022,
        meskipun masih berada pada posisi positif hingga tahun 2025. Secara
        keseluruhan, PT CBS masih mampu mencatatkan keuntungan, namun
        profitabilitas perusahaan masih menghadapi tekanan akibat tingginya
        harga pokok penjualan dan beban operasional.




                                                                                                     48
Page 63
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
       Tabel 14. Analisis Common Size PT Gunung Raja Paksi Tbk
                                      31 Des 2022   31 Des 2022   31 Des 2023   31 Des 2024   31 Des 2025
                    Uraian
                                        Audited       Audited       Audited       Audited       Audited
         Pendapatan                       100.00%       100.00%       100.00%       100.00%       100.00%
         Harga Pokok Penjualan            -85,48%       -90,65%       -88,90%       -97,50%      -112,52%
         Laba Kotor                        14,52%         9,35%        11,10%         2,50%       -12,52%
         Biaya Operasional                 -3,96%        -3,19%        -4,63%        -6,24%       -10,71%
         Laba (Rugi) Usaha – EBITDA        10,56%         6,16%         6,46%        -3,75%       -23,23%
         Pendapatan (Beban Usaha)
                                           0,49%         1,71%        -0,74%         8,86%        -2,36%
         Lain-lain
         Laba (Rugi) Sebelum Pajak        11,05%         7,87%         5,72%         5,12%       -25,59%
         Pajak                            -2,48%        -1,69%        -0,39%         1,23%         5,93%
         Laba (Rugi) Bersih                8,58%         6,18%         5,33%         6,35%       -19,66%
        Sumber: idx.co.id

        Pada PT Gunung Raja Paksi Tbk, harga pokok penjualan menunjukkan
        tren meningkat cukup signifikan dari tahun ke tahun dan mencapai
        tingkat yang sangat tinggi pada tahun 2025. Kondisi ini menyebabkan
        laba kotor perusahaan terus menurun dan bahkan berubah menjadi
        negatif pada tahun 2025. Hal tersebut menunjukkan adanya tekanan
        biaya produksi yang sangat besar terhadap kinerja perusahaan.

        Biaya operasional juga mengalami peningkatan secara bertahap
        sepanjang periode pengamatan, yang semakin menekan profitabilitas
        perusahaan. Laba usaha (EBITDA) masih berada pada posisi positif
        hingga tahun 2023, namun mulai negatif pada tahun 2024 dan
        memburuk lebih dalam pada tahun 2025. Hal ini mencerminkan
        melemahnya kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari
        kegiatan operasional utamanya.

        Pendapatan atau beban lain-lain mengalami fluktuasi cukup besar,
        terutama pada tahun 2024 ketika perusahaan mencatatkan pendapatan
        lain-lain yang cukup tinggi. Namun demikian, kontribusi tersebut belum
        mampu menutupi tekanan dari tingginya harga pokok penjualan dan
        biaya operasional.

        Laba sebelum pajak dan laba bersih menunjukkan tren penurunan
        secara konsisten dan akhirnya berubah menjadi rugi signifikan pada
        tahun 2025. Secara keseluruhan, PT Gunung Raja Paksi Tbk
        mengalami penurunan profitabilitas yang cukup berat akibat tingginya
        tekanan biaya dan melemahnya margin usaha perusahaan.




                                                                                                     49
Page 64
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
       Tabel 15. Analisis Common Size PT Krakatau Steel (Persero) Tbk
                                      31 Des 2022   31 Des 2022   31 Des 2023   31 Des 2024   31 Des 2025
                    Uraian
                                        Audited       Audited       Audited       Audited       Audited
         Pendapatan                       100.00%       100.00%       100.00%       100.00%       100.00%
         Harga Pokok Penjualan            -90,46%       -90,96%       -92,23%       -88,80%       -94,71%
         Laba Kotor                         9,54%         9,04%         7,77%        11,20%         5,29%
         Biaya Operasional                 -6,15%        -7,51%        -8,32%        -8,41%       -13,90%
         Laba (Rugi) Usaha – EBITDA         3,39%         1,53%        -0,55%         2,80%        -8,62%
         Pendapatan (Beban Usaha)
                                          -0,38%         8,06%        -6,33%       -17,37%        56,60%
         Lain-lain
         Laba (Rugi) Sebelum Pajak         3,01%         9,59%        -6,88%       -14,57%        47,99%
         Pajak                            -0,79%        -8,42%        -2,18%        -0,98%       -12,60%
         Laba (Rugi) Bersih                2,22%         1,17%        -9,05%       -15,55%        35,39%
        Sumber: idx.co.id

        Pada PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, harga pokok penjualan
        menunjukkan posisi yang sangat tinggi selama periode pengamatan dan
        cenderung mengalami peningkatan pada beberapa tahun terakhir.
        Tingginya beban pokok penjualan tersebut menyebabkan laba kotor
        perusahaan berada pada tingkat yang relatif rendah dan berfluktuasi.
        Pada tahun 2024 perusahaan sempat mencatatkan peningkatan laba
        kotor, namun kembali mengalami penurunan pada tahun 2025. Kondisi
        ini menunjukkan bahwa perusahaan masih menghadapi tekanan biaya
        produksi yang cukup besar sehingga margin usaha belum stabil.

        Biaya operasional perusahaan juga menunjukkan kecenderungan
        meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan biaya operasional tersebut
        turut menekan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
        usaha. Laba usaha (EBITDA) masih berada pada posisi positif pada awal
        periode pengamatan, namun berubah menjadi negatif pada tahun 2023,
        sempat membaik pada tahun 2024, dan kembali mengalami penurunan
        cukup signifikan pada tahun 2025. Hal tersebut mencerminkan bahwa
        efisiensi operasional perusahaan masih belum konsisten dan
        profitabilitas operasional masih menghadapi tekanan.

        Pendapatan atau beban lain-lain perusahaan mengalami fluktuasi yang
        cukup besar sepanjang periode pengamatan. Pada tahun 2025
        perusahaan mencatatkan pendapatan lain-lain dalam jumlah tinggi yang
        memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan laba sebelum pajak
        dan laba bersih perusahaan. Sebaliknya, pada tahun 2023 dan tahun
        2024 beban lain-lain memberikan dampak negatif yang cukup signifikan
        terhadap kinerja perusahaan.

        Laba sebelum pajak dan laba bersih perusahaan menunjukkan kondisi
        yang sangat fluktuatif. Perusahaan masih mencatatkan laba pada awal
        periode, kemudian mengalami rugi pada tahun 2023 dan tahun 2024
        akibat tekanan operasional dan tingginya beban usaha. Namun pada
        tahun 2025 perusahaan berhasil membukukan peningkatan laba yang
                                                                                                     50
Page 65
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
       cukup signifikan. Secara keseluruhan, kondisi ini menunjukkan bahwa
       PT Krakatau Steel (Persero) Tbk masih menghadapi tantangan dalam
       menjaga stabilitas profitabilitas usaha di tengah tingginya tekanan biaya
       produksi dan operasional.

       Tabel 16. Analisis Common Size PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk
                                     31 Des 2022   31 Des 2022   31 Des 2023   31 Des 2024   31 Des 2025
                   Uraian
                                       Audited       Audited       Audited       Audited       Audited
        Pendapatan                       100.00%       100.00%       100.00%       100.00%       100.00%
        Harga Pokok Penjualan            -79,18%       -87,87%       -83,45%       -81,92%       -80,95%
        Laba Kotor                        20,82%        12,13%        16,55%        18,08%        19,05%
        Biaya Operasional                 -7,20%        -4,20%        -4,72%        -4,66%        -5,37%
        Laba (Rugi) Usaha – EBITDA        13,63%         7,93%        11,83%        13,42%        13,69%
        Pendapatan (Beban Usaha)
                                         -1,37%        -1,64%        -1,91%        -2,38%        -2,35%
        Lain-lain
        Laba (Rugi) Sebelum Pajak        12,26%         6,29%         9,92%        11,04%        11,34%
        Pajak                            -3,22%        -1,40%        -2,21%        -2,38%        -2,33%
        Laba (Rugi) Bersih                9,04%         4,89%         7,72%         8,66%         9,00%
       Sumber: idx.co.id

       Pada PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk, harga pokok penjualan
       berada pada tingkat yang relatif tinggi, namun masih dapat dikelola
       dengan cukup baik sehingga perusahaan mampu mempertahankan laba
       kotor yang stabil sepanjang periode pengamatan. Laba kotor perusahaan
       menunjukkan perbaikan secara bertahap setelah mengalami penurunan
       pada tahun 2022, kemudian kembali meningkat hingga tahun 2025. Hal
       ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kemampuan yang cukup
       baik dalam menjaga efisiensi produksi dan mempertahankan margin
       usaha.

       Biaya operasional perusahaan cenderung stabil dan berada pada tingkat
       yang lebih terkendali dibandingkan beberapa perusahaan pembanding
       lainnya. Kondisi tersebut mendukung kemampuan perusahaan dalam
       mempertahankan laba usaha (EBITDA) pada posisi positif selama
       seluruh periode pengamatan. EBITDA perusahaan juga menunjukkan
       tren yang relatif stabil dengan sedikit peningkatan pada tahun 2024 dan
       tahun 2025, yang mencerminkan bahwa kegiatan operasional
       perusahaan masih berjalan dengan cukup efisien.

        Pendapatan dan beban lain-lain perusahaan relatif stabil serta tidak
        memberikan tekanan yang terlalu besar terhadap kinerja laba
        perusahaan. Dengan kondisi tersebut, laba sebelum pajak dan laba
        bersih perusahaan mampu dipertahankan pada tingkat yang cukup
        baik dan konsisten sepanjang periode pengamatan. Hal ini
        menunjukkan bahwa perusahaan memiliki struktur profitabilitas yang
        lebih sehat dan kemampuan pengelolaan biaya yang lebih baik.


                                                                                                    51
Page 66
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
4.2     Informasi Keuangan Prospektif
        Manajemen PT CBS telah memberikan business plan pada tahun 2026
        sampai dengan tahun 2030. Adapun business plan tersebut telah
        dilakukan penyesuaian, yaitu sebagai berikut:

                                                                                     1                2                3                4                5
                            DES C RI P T I O N                       Unit          2026             2027             2028             2029             2030
                                                                                Projection       Projection       Projection       Projection       Projection

         1 Annual Operations                                         Day                365                365              365              365              365

         2 Kapasitas Produksi Terpasang
           ▪ Kapasitas Terpasang                                    Kg/Tahun     312.000.000       312.000.000      312.000.000      312.000.000      312.000.000
           ▪ Utilitas                                                     %          44,00%            45,00%           45,00%           45,00%           45,00%
             Total Produksi                                         Kg/Tahun     137.280.000       140.400.000      140.400.000      140.400.000      140.400.000

            ▪ Persediaan Aw al Barang Jadi                          Kg/Tahun               -                 -                -                -                -
            ▪ Persediaan Akhir Barang Jadi                          Kg/Tahun               -                 -                -                -                -
              Produk Tersedia Dijual                                Kg/Tahun     137.280.000       140.400.000      140.400.000      140.400.000      140.400.000

           Total Sales
           ▪ Harga Jual                                                Rp/Kg           8.600             8.764            8.932            9.102            9.276
               Growth                                                                                   1,91%            1,91%            1,91%            1,91%

         2 Sales
           ▪ Pendapatan                                                Rp.000 1.180.608.000      1.230.512.166    1.254.025.203    1.277.987.534    1.302.407.746
           Total Sales                                                 Rp.000 1.180.608.000      1.230.512.166    1.254.025.203    1.277.987.534    1.302.407.746
                                                                 Growth / Year       29,16%              4,23%            1,91%            1,91%            1,91%

         3 Cost of Goods Sold
           ▪ Saldo Aw al Bahan Baku                                    Rp.000    524.757.410   171.696.387   293.484.516   299.092.516   304.807.676
           ▪ Pembelian                                                 Rp.000    590.304.000 1.009.019.976 1.028.300.666 1.047.949.778 1.067.974.352
           ▪ Saldo Akhir Bahan Baku                                    Rp.000   (171.696.387) (293.484.516) (299.092.516) (304.807.676) (310.632.042)
           Pemakaian Bahan Baku                                       Rp.000    943.365.023       887.231.846     1.022.692.666    1.042.234.619    1.062.149.985
           ▪ Biaya Overhead Pabrik                                    Rp.000    170.443.055       173.699.938       177.019.054      180.401.593      183.848.767
           ▪ Upah Tenaga Kerja Langsung                               Rp.000     41.799.350        42.598.066        43.412.044       44.241.576       45.086.959
           Biaya Produksi                                             Rp.000    212.242.405       216.298.004      220.431.098      224.643.169      228.935.726
           ▪ Saldo Aw al Barang Jadi                                  Rp.000     73.872.623        56.604.493       96.755.340       98.604.173      100.488.335
           ▪ Saldo Akhir Barang Jadi                                  Rp.000    (56.604.493)      (96.755.340)     (98.604.173)    (100.488.335)    (102.408.499)
           Beban Pokok Penjualan                                      Rp.000 1.172.875.558       1.063.379.003    1.241.274.931    1.264.993.626    1.289.165.546
           ▪ Penyusutan                                               Rp.000             -                   -                -                -                -
           Total Beban Pokok Penjualan                                Rp.000 1.172.875.558       1.063.379.003    1.241.274.931    1.264.993.626    1.289.165.546
             To Sales Pembelian                                                     50,00%              82,00%           82,00%           82,00%           82,00%
             To Sales                                                               99,35%              86,42%           98,98%           98,98%           98,98%

         4 Operating Expenses
           a. Cost of Sales
              ▪ Angkut                                                 Rp.000    22.577.601        23.009.021       23.448.685       23.896.751       24.353.378
              ▪ Iklan dan Promosi                                      Rp.000             -                 -                -                -                -
              Sub Total                                               Rp.000     22.577.601        23.009.021       23.448.685       23.896.751       24.353.378
              ▪ Depreciation & Amortization                           Rp.000              -                 -                -                -                -
              Total Marketing Expenses                                Rp.000     22.577.601        23.009.021       23.448.685       23.896.751       24.353.378

           b. General and Administrative Expenses
              ▪ Gaji                                                   Rp.000    15.698.082        16.718.458       17.805.158       18.962.493       20.195.055
              ▪ Pajak                                                  Rp.000     8.568.462         8.732.191        8.899.049        9.069.095        9.242.390
              ▪ Keamanan                                               Rp.000     2.816.008         2.869.817        2.924.655        2.980.540        3.037.493
              ▪ Tenaga Ahli                                            Rp.000     2.119.378         2.159.876        2.201.148        2.243.208        2.286.072
              ▪ BPJS                                                   Rp.000     1.907.064         1.943.505        1.980.642        2.018.489        2.057.059
              ▪ Kantor Lainnya                                         Rp.000     1.888.692         1.924.782        1.961.561        1.999.044        2.037.242
              ▪ Imbalan Kerja                                          Rp.000       683.583           696.645          709.957          723.523          737.348
              ▪ Lainnya (masing-masing di baw ah Rp10.000.000)         Rp.000     4.459.333         4.544.543        4.631.382        4.719.880        4.810.069

              Sub Total                                               Rp.000     38.140.604        39.589.818       41.113.551       42.716.271       44.402.728
              ▪ Amortisasi                                             Rp.000                -                -                -                -                -
              ▪ Depreciation & Amortization                            Rp.000                -                -                -                -                -
              Total General and Administrative Expenses               Rp.000     38.140.604        39.589.818       41.113.551       42.716.271       44.402.728




                                                                                                                                                              52
Page 67
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
       Berikut adalah penjelasan asums-asumsi yang digunakan dalam
       penyusunan proyeksi keuangan PT CBS:

      1. Jangka waktu proyeksi di mulai dari 01 Januari 2026 hingga
         31 Desember 2030 dengan asumsi jumlah hari sebanyak 365 hari.
      2. Asumsi pendapatan PT CBS berasal dari harga jual baja yang mana
         diasumsikan naik sebesar 1,91% selama masa proyeksi berdasarkan
         inflasi 31 Desember 2025.
      3. Asumsi harga pokok penjualan PT CBS diproyeksikan rata-rata
         sebesar 83,20% selama masa proyeksi.
      4. Asumsi untuk biaya operasional PT CBS diproyeksikan naik sebesar
         1,91% selama masa proyeksi berdasarkan inflasi 31 Desember
         2025.
      5. Hari perputaran modal kerja PT CBS yang digunakan selama masa
         proyeksi diasumsikan adalah sebagai berikut:
            ▪     Persediaan                 : 58 Hari
            ▪     Piutang usaha              : 72 Hari
            ▪     Utang Usaha                : 68 Hari
            ▪     Bahan Baku                 : 106 Hari
            ▪     Barang Jadi                : 35 Hari

            Asumsi perputaran modal kerja berdasarkan perputaran modal kerja
            per cut off date 31 Desember 2025.
      6. Pajak yang diterapkan sebesar 22,00%.


      Dari penyesuaian business plan tersebut, maka prospektif laporan
      keuangan (Laporan Posisi Keuangan, Laba Rugi dan Arus Kas)
      PT CBS pada tahun 2026 sampai dengan tahun 2030, dapat disajikan
      sebagai berikut:

      Tabel 17. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan PT CBS                                        Dalam Ribuan
                                2026              2027            2028            2029               2030
             Uraian
                              Proyeksi          Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi           Proyeksi
      Aset Lancar              792.332.453       908.836.352     970.544.733   1.041.649.204      1.117.200.435
      Aset Tidak Lancar        442.227.024       425.890.589     405.008.313     379.992.730        351.033.984
      Total Asset            1.234.559.477     1.334.726.940   1.375.553.046   1.421.641.934      1.468.234.418
      Liabilitas Jangka
                              520.053.426       565.911.284     537.801.684     509.760.308        481.788.460
      Pendek
      Liabilitas Jangka
                               64.625.328        64.625.328      64.625.328      64.625.328         64.625.328
      Panjang
      Ekuitas                 649.880.723       704.190.329     773.126.035     847.256.298        921.820.630
      Total Liabilitas dan
                             1.234.559.477     1.334.726.940   1.375.553.046   1.421.641.934      1.468.234.418
      Ekuitas




                                                                                                             53
Page 68
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
       Tabel 18. Proyeksi Laba Rugi PT CBS                                                                        Dalam Ribuan
                                          2026                2027               2028                  2029                 2030
               Uraian
                                        Proyeksi            Proyeksi           Proyeksi              Proyeksi             Proyeksi
       Pendapatan                      1.180.608.000       1.230.512.166       1.254.025.203         1.277.987.534        1.302.407.746
       Harga Pokok Penjualan          (1.021.015.604)     (1.030.950.773)     (1.031.406.692)       (1.044.719.787)      (1.064.682.641)
       Laba Kotor                         159.592.396         199.561.393         222.618.511           233.267.747          237.725.105
       Biaya Operasional                 (60.718.205)        (62.598.839)        (64.562.237)          (66.613.022)         (68.756.106)
       Laba (Rugi) Usaha –
                                            98.874.191       136.962.554         158.056.274           166.654.725          168.968.999
       EBITDA
       Depresiasi & Amortisasi          (36.576.106)        (40.946.679)        (45.962.779)           (50.575.334)        (55.006.902)
       Pendapatan (Beban
                                        (29.061.968)        (26.388.176)        (23.714.384)           (21.040.592)        (18.366.800)
       Usaha) Lain-lain
       Laba (Rugi) Sebelum
                                            33.236.117        69.627.699          88.379.111              95.038.800         95.595.297
       Pajak
       Pajak                                (7.311.946)     (15.318.094)        (19.443.404)           (20.908.536)        (21.030.965)
       Laba (Rugi) Bersih                   25.924.171        54.309.606          68.935.706             74.130.264          74.564.332



        Overview Saldo Akhir Kas Operasional

       Saldo akhir kas PT CBS selama periode proyeksi yang tersedia dari
       kegiatan operasional mampu membiayai kegiatan operasional
       perusahaan. Maka saldo kas pada akhir periode proyeksi yang tersedia
       bagi    pemegang     saham    atau    investor    adalah    sebesar
       Rp672.656.759.000,-.


        Overview Proyeksi Rasio Keuangan

        Tabel 19. Rasio Keuangan Konsolidasi PT CBS Periode Proyeksi
                                                                   2026         2027          2028            2029         2030
                               Keterangan
                                                                 Proyeksi     Proyeksi      Proyeksi        Proyeksi     Proyeksi
         A. Rasio Likuiditas
         Current Ratio                                            152,36%      160,60%          180,47%       204,34%     231,89%
         Quick Ratio                                              144,82%      153,67%          173,18%       196,65%     223,75%
         Working Capital To Total Assets Ratio                     22,05%       25,69%           31,46%        37,41%      43,28%
         B. Rasio Leverage
         Total Debt To Equity Ratio                                89,97%       89,54%           77,92%        67,79%      59,28%
         Total Debt To Total Asset Ratio                           47,36%       47,24%           43,80%        40,40%      37,22%
         C. Rasio Aktivitas (X)
         Total AssetsTurnover                                          0,96         0,92           0,91           0,90         0,89
         Receivable Turnover                                           6,22         6,22           6,29           6,29         6,29
         Collection Period                                              59           59              58            58           58
         Working Capital Turnover                                      4,34         3,59           2,90           2,40         2,05
         D. Rasio Keuangan
         Gross Profit Margin                                       13,52%       16,22%           17,75%        18,25%      18,25%
         Operating Profit Margin                                     8,37%      11,13%           12,60%        13,04%      12,97%
         Net Profit Margin                                           2,20%        4,41%          5,50%          5,80%        5,73%
         Return On Investment , ROI                                  2,10%        4,07%          5,01%          5,21%        5,08%
         Return On Equity, ROE                                       3,99%        7,71%          8,92%          8,75%        8,09%




                                                                                                                                      54
Page 69
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
       Rasio Likuiditas, rasio ini untuk mengetahui sampai seberapa jauh
       PT CBS dapat melunasi utang jangka pendeknya, semakin besar rasio
       yang diperoleh semakin lancar pembayaran utang jangka pendeknya.
       Current ratio pada proyeksi 31 Desember 2026 sampai dengan
       31 Desember 2030 adalah 185,93% hal ini berarti setiap Rp1 hutang
       lancar dijamin oleh aktiva lancar sebesar Rp1,85.

       Rasio Leverage, rasio ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar
       kegiatan operasi PT CBS dibiayai oleh modal pinjaman, semakin kecil
       rasio ini semakin bagus atau lancar. Pada proyeksi 31 Desember 2026
       sampai dengan 31 Desember 2030, rata-rata Debt to Equity Ratio
       (DER) PT CBS adalah sebesar 76,90% dan rata-rata Debt to Asset
       Ratio (DAR) adalah sebesar 43,20%.

       Rasio Aktivitas, rasio ini bertujuan untuk mengukur sampai seberapa
       jauh aktivitas PT CBS dalam menggunakan dana-dananya secara
       efektif dan efisien. Pada proyeksi 31 Desember 2026 sampai dengan
       31 Desember 2030 rata-rata total asset turnover ratio adalah sebanyak
       0,92 kali, dengan working capital turnover ratio sebanyak 3,05 kali.

       Rasio Keuangan, rasio ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh
       efektifitas manajemen dalam mengelola perusahaannya. Pada akhir
       periode proyeksi 31 Desember 2026 sampai dengan 31 Desember
       2030 rata-rata Return on Investment (ROI) mencapai 4,29% dan rata-
       rata Return on Equity (ROE) mencapai 7,49%.


      Pajak Yang Digunakan

      Berdasarkan peraturan yang berlaku, kami menggunakan pajak PPh
      Badan untuk PT CBS adalah sebesar 22,00% per tahun.


4.3    Informasi Kompensasi Bagi Pemegang Saham
       Informasi mengenai kompensasi bagi pemegang saham bersifat private
       dan confidential.


4.4    Informasi Mengenai Asuransi yang Ditanggung oleh Perusahaan
       Untuk Karyawan Kunci
       Saat ini karyawan tetap PT CBS mendapatkan fasilitas asuransi BPJS.




                                                                          55
Page 70
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
4.5     Analisis dan Pembahasan Manajemen
        a. Keuntungan dan kerugian atas kerja sama.
           Berdasarkan perjanjian penting PT CBS dengan Waskita –
           Infrastruktur KSO dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk berupa
           pemesanan material, hal ini menunjukkan bahwa PT CBS memiliki
           hubungan kerja sama dengan perusahaan konstruksi besar yang
           berperan sebagai pelanggan utama. Kerja sama tersebut
           memperkuat potensi pendapatan dan keberlangsungan usaha
           karena didukung oleh proyek-proyek infrastruktur berskala besar.
           Namun demikian, kondisi ini juga menimbulkan risiko ketergantungan
           terhadap pihak tertentu, sehingga apabila terjadi penurunan proyek
           atau perubahan kerja sama, dapat berdampak pada kinerja PT CBS.

        b. Aset dan Liabilitas Di Luar Neraca (Kontijensi).
           PT CBS tidak memiliki aset dan liabilitas di luar neraca (kontijensi).

        c. Hasil Penjualan Produk atau Jasa Oleh Perusahaan Pada Periode
           Sebelumnya.

           Berikut ini pendapatan PT CBS berdasarkan laporan keuangan
           inhouse per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2022
           dan laporan keuangan audited per tanggal 31 Desember 2023
           sampai dengan 31 Desember 2025 disajikan sebagai berikut:

           Tabel 20. Perkembangan Pendapatan PT CBS                                    Dalam Ribuan
                             31 Des 2021     31 Des 2022     31 Des 2023     31 Des 2024     31 Des 2025
                   Uraian
                               Inhouse         Inhouse         Audited         Audited         Audited
            Pendapatan       1.318.239.789   1.628.147.609   1.425.906.787   1.335.830.861    914.071.684
           Sumber: Manajemen PT CBS

        d. Perbandingan kinerja saat ini dengan kinerja historis pada Obyek
           Penilaian.

           Kinerja PT CBS selama periode tahun 2021 sampai dengan tahun
           2022 mengalami peningkatan pendapatan, dan selanjutnya sampai
           dengan tahun 2025 terus mengalami penurunan pendapatan.

        e. Perbandingan kinerja Obyek Penilaian dengan tren industri yang
           sesuai.

           Bila dibandingkan antara kinerja PT CBS dan industri baja, kinerja
           PT CBS cenderung mengikuti dinamika industri yang dipengaruhi
           oleh permintaan sektor konstruksi dan fluktuasi harga bahan baku.
           Secara umum, PT CBS memiliki potensi kinerja yang sejalan dengan

                                                                                                     56
Page 71
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
          pertumbuhan industri, namun masih menghadapi tantangan terkait
          volatilitas harga dan ketergantungan pada proyek konstruksi.




                                                                      57
Page 72
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
5       ASET NON OPERASIONAL                      DAN         LIABILITAS   NON
        OPERASIONAL
        Berdasarkan laporan keuangan audited PT CBS per tanggal
        31 Desember 2025, PT CBS tidak memiliki aset non operasional dan
        tidak memiliki liabilitas non operasional.




                                                                            58
Page 73
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
6       ANALISIS ATAS LAPORAN KEUANGAN DAN INFORMASI
        KEUANGAN LAINNYA PENENTUAN INDIKASI NILAI
6.1     Perhitungan Nilai Ekuitas
6.1.1   Pemilihan Arus Kas
        Untuk penilaian dengan menggunakan metode Discounted Cash Flow
        (DCF), terdapat tiga pilihan arus kas untuk didiskonto yaitu dividen,
        arus kas bersih untuk ekuitas dan arus kas bersih untuk perusahaan.
        Dalam penilaian ini, Arus Kas Bersih (AKB) yang akan digunakan
        sebagai economic income yang didiskonto untuk dijadikan indikasi nilai
        bisnis adalah Arus Kas Bersih (AKB) untuk Perusahaan (Free Cash
        Flow to Firm). Pengertian Arus Kas Bersih (AKB) berarti bahwa arus
        kas yang diperoleh sudah bebas dari liabilitas penyediaan pengeluaran
        barang modal (capital expenditure), baik untuk mempertahankan
        operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan untuk
        penggantian (reserve for replacement), modal kerja, dan untuk
        pertumbuhan melalui penyediaan dana tambahan pengeluaran barang
        modal, yang dihitung sebagai berikut:
        EBITDA
        - / - Tax
        -/-   Interest (I x Tax)
        - / - Capital Expenditure (Capex)
        + / - Working Capital
        =     Arus Kas Bersih (AKB) Untuk Perusahaan (Free Cash Flow to
              Firm)

        Alasan pemilihan arus kas bersih untuk perusahaan adalah karena
        tingkat leverage Perseroan yang mengalami perubahan setiap
        tahunnya. Dengan kondisi tersebut, perlu diperhitungkan penyesuaian
        terhadap paduan struktur modal yang optimal yang merupakan paduan
        antara ekuitas dan pinjaman yang akan mengoptimalkan tingkat
        kembalian kepada pemegang saham.

        Penentuan Tingkat Diskonto

        Dalam menghitung discount factor untuk Arus Kas Bersih (AKB) kami
        menggunakan tingkat diskonto berdasarkan Biaya Modal Rata-rata
        Tertimbang (Weighted Average Cost of Capital/WACC) dengan formula
        sebagai berikut:

                      WACC = [{e/(e+b)}x ke] + [{b/(e+b)} x kb x (1-t)]


                                                                            59
Page 74
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
      Dimana:

        WACC        =   biaya modal rata-rata tertimbang
        e           =   nilai pasar ekuitas
        b           =   nilai pasar utang
        Ke          =   biaya modal untuk ekuitas
        Kd          =   biaya modal untuk utang
        t           =   tarif pajak


6.1.2   Penentuan Biaya Modal Untuk Ekuitas
        Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan
        model Capital Asset Pricing Model (CAPM), SPI Edisi VII - tahun 2018,
        Pedoman Penilaian Indonesia (PPI – 09). Biaya ekuitas
        merepresentasikan tingkat pengembalian ekuitas yang diharapkan oleh
        investor. Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga
        bebas risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari
        sekuritas saham. Dengan formula sebagai berikut:
                                Ke = Rf + ß * (RM - Rf) + α
        Dimana:

        Rf          = tingkat balikan bebas risiko – tingkat pengembalian
                      saat ini untuk aset bebas.
        Rm          = tingkat pengembalian yang diharapkan oleh pasar.
        (Rm - Rf)   = premi resiko di atas tingkat balikan bebas risiko yang
                      diperoleh dari portofolio yang terdiri dari seluruh aset di
                      ‘pasar’.
        ß           = faktor beta, menjadi ukuran risiko sistematik (atau tidak
                      terdiversifikasi) dari aset tertentu relative terhadap
                      risiko portofolio yang terdiri dari seluruh aset yang
                      berisiko.
        α           = faktor alpha, menjadi risiko spesifik perusahaan (yaitu
                      yang      mungkin     mencerminkan       jenis    properti,
                      perusahaan dan premi risiko lainnya).

        Rf (Risk Free Rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-
        intstrumen yang dianggap tidak memiliki kemungkian gagal bayar.
        Untuk kasus di Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat dipilih
        adalah yield obligasi Pemerintah untuk jangka panjang. Dalam
        Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT CBS, instrumen bebas risiko yang
        digunakan berasal dari obligasi yang dikeluarkan Pemerintah yang
        memiliki Yield rata-rata harian sebesar 6,69% dengan jangka waktu
        30 tahun.

                                                                                    60
Page 75
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
       Rp (Equity Risk Premium - ERP), adalah selisih antara tingkat bunga
       investasi bebas risiko dengan tingkat kembalian investasi dalam bentuk
       penyertaan. Penentuan equity market risk premium memasukkan premi
       untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums) seperti
       volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
       premium. Dengan mengikutkan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat
       diskonto yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka
       pendek di sekuritas pada pasar negara berkembang (emerging market).
       Premi risiko pasar ditentukan dengan menggunakan rujukan dari
       Aswath Damodaran, last updated Januari 2026, yang memprediksi
       untuk pasar emerging seperti Indonesia adalah sekitar 6,69%.

       β (Beta), merupakan ukuran risiko sistematik relatif individual saham
       terhadap risiko pasar. Beta berguna untuk menentukan risiko investasi
       saham, sehingga banyak digunakan untuk penelitian empiris dalam
       bidang keuangan.

       Dalam perhitungan, kami menggunakan Unlevered Beta untuk
       yang bergerak dalam industri steel adalah 0,84 di keluarkan oleh
       Aswath Damodaran, last updated Januari 2026.

       Untuk memperoleh β (Beta) perusahaan yang dinilai, maka dilakukan
       penyesuaian, dengan formula sebagai berikut:

                               BL =        BU x ( 1+ ( 1 - t ) x ( D/E ))

       • Dimana diketahui untuk industri steel:

          Unlevered Beta           : 0,84
          Tax                      : 22,00%
          Debt                     : 33,73%
          Equity                   : 66,27%

       Dengan menggunakan formula diatas, maka β (Beta) Levered PT CBS
       untuk industri steel yang dinilai adalah 1,17. Berikut ini adalah
       perhitungan biaya modal ekuitas, yaitu:

       Tabel 21. Biaya Modal Untuk Ekuitas Industri Steel
                         Keterangan                                    %
           Rf (Risk Free Rate)                                               6,69%
           Rp (Risk Premium Equity)                                          6,69%
           Rating Based Default Spread (RBDS)                                1,62%
           β (Beta)                                                            1,17
           α (Alpha)                                                         0,00%
                               Total                                        12,90%


                                                                                  61
Page 76
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
6.1.3   Penentuan Biaya Modal Untuk Utang
        Karena perhitungan dilakukan dengan mendiskonto tingkat kembalian
        terhadap keseluruhan modal (free cash flow to firm), maka tingkat
        diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan rata-
        rata tertimbang biaya modal, yang berasal dari pinjaman jangka
        panjang.

        Penentuan posisi tingkat leverage yang optimal adalah mencari titik
        dimana tambahan penghematan pajak yang berasal dari tambahan
        utang akan sama dengan tambahan biaya bunga sebagai akibat dari
        risiko gagal bayar yang diantisipasi dari keberadaan keseluruhan utang.

        Untuk kepentingan penilaian, biaya modal untuk utang diasumsikan
        menggunakan tingkat bunga pinjaman dalam mata uang Rupiah untuk
        Bank Persero dengan bunga pinjaman investasi yang diberikan
        berdasarkan data Bank Indonesia pada periode 31 Desember 2025 dan
        realisasi bunga yang diberikan Bank untuk industri steel sebesar
        8,44%, dan pemotongan pajak sebesar 22,00%.

        Tabel 22. Biaya Modal Untuk Utang Industri Steel
                           Keterangan                                     %
            Interest Expenses                                                               8,44%
            Tax                                                                            22,00%
                                Total                                                       6,58%



6.1.4   Total Biaya Modal (WACC)
        Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan kekuatan atau
        kelebihan serta risiko yang dihadapi, kami berpendapat bahwa tingkat
        diskonto di industri steel sebesar 10,77% per tahun adalah wajar untuk
        mendiskonto arus kas bersih dengan perhitungan sebagai berikut:

        Tabel 23. Biaya Modal (WACC) Industri Steel
              Keterangan                Biaya Modal        DER                Rata-rata Tertimbang
         Cost Of Debt                              6,58%         33,73%                       2,22%
         Cost Of Equity                           12,90%         66,27%                       8,55%
                                           WACC                                              10,77%




                                                                                                 62
Page 77
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
6.2     Utang Berbunga (Interest Bearing Debt = IBD)
        Berdasarkan laporan keuangan per tanggal 31 Desember 2025
        menunjukkan bahwa PT CBS memiliki utang berbunga (interest bearing
        debt) sebesar Rp364.136.114.000,-.


6.3     Discount For Lack of Marketability (DLOM)
        Diskon Likuiditas Pasar (Discount For Lack of Marketability) adalah
        suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari
        nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas dari
        Obyek Penilaian. (SPI Edisi VII tahun 2018, SPI 330 – 3.7).

        Diskon Likuiditas Pasar (Discount For Lack of Marketability)
        diaplikasikan kepada suatu indikasi nilai ekuitas karena keterbatasan
        yang melekat pada ekuitas tersebut, sebagai pengaruh dari tidak
        likuidnya obyek penilaian untuk diperdagangkan.

        Sesuai dengan tujuan penilaian, maka dalam Penilaian 100,00%
        Ekuitas Milik PT CBS kami mengaplikasikan Diskon Likuiditas Pasar
        (Discount For Lack of Marketability) sebesar 30,00% yang menurut
        kami adalah suatu tingkat yang wajar.

        Dimana hal tersebut sejalan dengan faktor-faktor yang telah diatur
        dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia
        Nomor 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020, yaitu untuk objek
        Penilaian bukan merupakan perusahaan terbuka, maka Diskon
        Likuiditas Pasar (Discount For Lack of Marketability) bagi pemegang
        saham mayoritas adalah antara 20% (dua puluh persen) sampai
        dengan 40% (empat puluh persen) dari indikasi nilai.




                                                                           63
Page 78
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
6.4     Free Cash Flow to Firm
       Berdasarkan asumsi-asumsi yang telah dibuat maka sesuai dengan
       proyeksi arus kas PT CBS yang bersumber dari business plan yang
       dinilai per tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

        Tabel 24. Free Cash Flow to Firm
                     DES C RI P T I O N       TOTAL           2026           2027           2028           2029            2030
                                                              1,00           2,00           3,00           4,00            5,00

        EBI T DA                              729.516.744    98.874.191    136.962.554    158.056.274    166.654.725     168.968.999
                                          Bplan
        CASH OUT FLOW
         - Tax                               (84.012.945)    (7.311.946)   (15.318.094)   (19.443.404)   (20.908.536)     (21.030.965)
         - Interest ( i x T )                (26.085.822)    (6.393.633)    (5.805.399)    (5.217.164)    (4.628.930)      (4.040.696)
         - Capital Expenditures, Capex      (124.910.813)   (23.612.160)   (24.610.243)   (25.080.504)   (25.559.751)     (26.048.155)
        +/- Working Of Capital               412.702.638    322.926.457     91.447.353      5.191.939     (3.399.080)      (3.464.031)
        T OT AL                              177.693.057    285.608.718     45.713.617    (44.549.134)   (54.496.297)     (54.583.847)

        FREE CASH FLOW                       907.209.801    384.482.909    182.676.171    113.507.140    112.158.429     114.385.152

        TERMINAL VALUE - Grow th                   0,49%              -              -              -              -    1.118.194.336

        TOTAL TERMINAL VALUE               2.025.404.137    384.482.909    182.676.171    113.507.140    112.158.429    1.232.579.488

           Discount Factor                        10,77%       0,90275        0,81496        0,73571        0,66416          0,59957

        DISCOUNTED CASH FLOW               1.392.981.801    347.092.282    148.873.615     83.507.779     74.490.963     739.017.162




6.5     Indikasi Nilai Ekuitas – Discounted Cash Flow (DCF) Method
        Berdasarkan penilaian dengan menggunakan Discounted Cash Flow
        (DCF) Method, maka indikasi nilai ekuitas PT CBS dapat disajikan
        sebagai berikut:

        Tabel 25. Indikasi Nilai Ekuitas – Discounted Cash Flow (DCF) Method Dalam Ribuan
                                  Description                                Value
         Corporate Value                                                    1.392.981.801
         +/+ Cash & Bank                                                        16.333.056
         +/+ Participation                                                       6.301.983
         -/- Interest Bearing Debt                                           (364.136.114)
         Indicative Equity Value PT CBS                 100,00%             1.051.480.727
         -/- DLOM                                        30,00%              (315.444.218)
         Market Equity Value PT CBS                      Rp000,-               736.036.509




                                                                                                                                   64
Page 79
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
6.6     Indikasi Nilai Ekuitas – Adjusted Book Value (ABV) Method
        Penilaian ekuitas PT CBS berdasarkan Adjusted Book Value (ABV)
        Method, dengan Cut Off Date yang digunakan adalah laporan
        keuangan audited per 31 Desember 2025 dan yang mengacu pada
        Penilaian Aset yang dikeluarkan oleh KJPP Edi Andesta dan Rekan
        dengan Nomor File: 00117/2.0053-00/PI/04/0506/1/II/2026, tanggal
        25 Februari 2026.
                                                  31 Decem ber
                           De s c r I p t I o n       2025     Adjustment Economic Value
                                                    Audited

         ASSETS
          a. Current Assets
             ▪ Kas dan Bank                         16.333.056         -       16.333.056
             ▪ Piutang Usaha                       146.922.494         -      146.922.494
             ▪ Piutang Lain-lain                    39.196.996         -       39.196.996
             ▪ Persediaan                          624.784.152         -      624.784.152
             ▪ Uang Muka Pembelian                  22.775.856         -       22.775.856
             ▪ Pajak Dibayar Dimuka                     55.453         -           55.453
             Total Current Assets                  850.068.007         -      850.068.007

          b. Non Current Assets
             ▪ Aset Pajak Tangguhan                          -         -                -
             ▪ Investasi Saham                       6.301.983         -        6.301.983
             ▪ Aset Tetap                          438.119.487         -      438.119.487
             ▪ Aset Lain-lain                       10.769.500         -       10.769.500
             Total Non Current Assets              455.190.970         -      455.190.970

         TOTAL ASSETS                             1.305.258.977        -    1.305.258.977

         LIABILITIES AND EQUITY
          a. Current Liabilities
             ▪ Hutang Usaha                        174.256.213         -      174.256.213
             ▪ Hutang Pajak                         63.769.515         -       63.769.515
             ▪ Hutang Bank                         364.136.114         -      364.136.114
             ▪ Biaya Yang Masih harus dibayar       14.164.041         -       14.164.041
             ▪ Hutang Lain-lain                              -         -                -
             ▪ Utang Pembiayaan Konsumen               351.215         -          351.215
             Total Current Liabilities             616.677.097         -      616.677.097

          b. Non Current Liabilities
             ▪ Utang Pembiayaan Konsumen               542.678         -          542.678
             ▪ Liabilitas Imbalan Kerja             14.723.123         -       14.723.123
             ▪ Utang Pajak Tangguhan                49.359.527         -       49.359.527
             Total Non Current Liabilities          64.625.328         -       64.625.328

          c. Equity
             ▪ Modal Disetor                       469.400.000         -      469.400.000
             ▪ Surplus Revaluasi                   195.423.929         -      195.423.929
             ▪ Saldo Defisit                       (40.867.377)        -      (40.867.377)
             ▪ Adjustment                                    -         -                -
             Total Equity                          623.956.552         -      623.956.552

         TOTAL LIABILITIES & EQUITY               1.305.258.977        -    1.305.258.977




                                                                                       65
Page 80
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
       Penjelasan

        i. Kas dan Bank PT CBS pada periode 31 Desember 2025 adalah
           sebesar Rp16.333.056.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian
           terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
       ii. Piutang Usaha PT CBS pada periode 31 Desember 2025 adalah
           sebesar Rp146.922.494.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian
           terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
       iii. Piutang Lain-lain PT CBS pada periode 31 Desember 2025 adalah
            sebesar Rp39.196.996.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian
            terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
       iv. Persediaan PT CBS pada periode 31 Desember 2025 adalah
           sebesar Rp624.784.152.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian
           terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
       v. Uang Muka Pembelian PT CBS pada periode 31 Desember 2025
          adalah sebesar Rp22.775.856.000,-, kami tidak melakukan
          penyesuaian terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai
          ekonomisnya.
       vi. Pajak Dibayar Dimuka PT CBS pada periode 31 Desember 2025
           adalah sebesar Rp55.453.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian
           terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
      vii. Investasi Saham PT CBS pada periode 31 Desember 2025 adalah
           sebesar Rp6.301.983.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian
           terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
      viii. Aset Tetap PT CBS pada periode 31 Desember 2025 adalah
            sebesar Rp438.119.487.000,-.
       ix. Aset Lain-lain PT CBS pada periode 31 Desember 2025 adalah
           sebesar Rp10.769.500.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian
           terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
       x. Hutang Usaha PT CBS pada periode 31 Desember 2025 adalah
          sebesar Rp174.256.213.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian
          terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
       xi. Hutang Pajak PT CBS pada periode 31 Desember 2025 adalah
           sebesar Rp63.769.515.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian
           terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
      xii. Hutang Bank PT CBS pada periode 31 Desember 2025 adalah
           sebesar Rp364.136.114.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian
           terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.


                                                                        66
Page 81
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
     xiii. Biaya Yang Masih Harus Dibayar PT CBS pada periode
           31 Desember 2025 adalah sebesar Rp14.164.041.000,-, kami tidak
           melakukan penyesuaian terhadap pos ini karena telah
           mencerminkan nilai ekonomisnya.
     xiv. Utang Pembiayaan Konsumen PT CBS pada periode 31 Desember
          2025 adalah sebesar Rp351.215.000,-, kami tidak melakukan
          penyesuaian terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai
          ekonomisnya.
     xv. Utang Pembiayaan Konsumen PT CBS pada periode 31 Desember
         2025 adalah sebesar Rp542.678.000,-, kami tidak melakukan
         penyesuaian terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai
         ekonomisnya.
     xvi. Liabilitas Imbalan Kerja PT CBS pada periode 31 Desember 2025
          adalah sebesar Rp14.723.123.000,-, kami tidak melakukan
          penyesuaian terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai
          ekonomisnya.
    xvii. Utang Pajak Tangguhan PT CBS pada periode 31 Desember 2025
          adalah sebesar Rp49.359.527.000,-, kami tidak melakukan
          penyesuaian terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai
          ekonomisnya.
    xviii. Modal Disetor PT CBS pada periode 31 Desember 2025 adalah
           sebesar Rp469.400.000.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian
           terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
     xix. Surplus Revaluasi PT CBS pada periode 31 Desember 2025 adalah
          sebesar Rp195.423.929.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian
          terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
     xx. Saldo Defisit PT CBS pada periode 31 Desember 2025 adalah
         sebesar Rp40.867.377.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian
         terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
     xxi. Adjustment
          Setelah dilakukan penyesuaian, maka terdapat selisih angka sebesar
          Rp0,- yang merupakan angka penambahan untuk ekuitas. Dengan
          demikian jumlah ekuitas menjadi sebesar Rp623.956.552.000,-.




                                                                          67
Page 82
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
       Berdasarkan penilaian dengan menggunakan Adjusted Book Value
       (ABV) Method, maka indikasi nilai ekuitas PT CBS dapat disajikan
       sebagai berikut:

       Indikasi Nilai Ekuitas                                   100,00%    Rp.000      623.956.552
        - DLOM                                                   30,00%    Rp.000     (187.186.965)
       Equity Market Value                                                 Rp.000     436.769.586


6.7    Rekonsiliasi Nilai
       Untuk mendapatkan nilai yang mewakili kedua indikasi nilai ekuitas
       diatas, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu dilakukan
       pembobotan terhadap kedua metode tersebut. Oleh karena itu, dalam
       penilaian ini pembobotan yang diberikan untuk masing masing metode
       adalah 70,00% untuk Discounted Cash Flow (DCF) Method dan
       30,00% untuk Adjusted Book Value (ABV) Method. Pembobotan
       tersebut berdasarkan data yang kami gunakan untuk Discounted Cash
       Flow (DCF) Method merupakan data dan informasi yang memiliki
       tingkat kehandalan yang lebih memadai.

       Pembobotan tersebut ditentukan berdasarkan perhitungan komposisi
       dari hasil Penilaian Ekuitas setelah dipotong Diskon Likuiditas Pasar
       (Discount For Lack of Marketability) sebesar 30,00%.

                                                               Equity Market        Market Value
                       M ethod                                     Value     Weight  Weighted
                                                                 ( Rp.000 )          ( Rp.000 )

        1 Income Approach: Discounted Cash Flow (DCF) Method     736.036.509 70,00%    515.225.556
        2 Cost Approach : Adjusted Book Value (ABV) Method       436.769.586 30,00%    131.030.876
        Equity Market Value                                                            646.256.432



       Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan, termasuk kajian
       terhadap faktor-faktor relevan lainnya yang berpengaruh, kami
       berpendapat bahwa Nilai Pasar 100,00% Ekuitas milik PT CBS pada
       tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar:

                                        Rp646.256.432.000,-

          (Enam Ratus Empat Puluh Enam Miliar Dua Ratus Lima Puluh
              Enam Juta Empat Ratus Tiga Puluh Dua Ribu Rupiah)



                                                                                                  68
Page 83
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas Milik PT Citra Baru Steel
7       KLASIFIKASI PENILAI PUBLIK
        Penilai Publik yang menandatangani laporan penilaian bisnis ini
        merupakan Penilai Bisnis bersertifikat Masyarakat Profesi Penilai
        Indonesia (MAPPI) dengan perizinan sebagai berikut:

        ▪   Klasifikasi             : Penilai Bisnis
        ▪   No. MAPPI               : 01-S-01443
        ▪   No. Izin Penilai Publik : B-1.08.00038
        ▪   No. Register Penilai : RMK-2017.00034
        ▪   No. STTD OJK            : STTD.PB-43/PJ-1/PM.02/2023
        ▪   No. STTD IKNB           : 062/NB.122/STTD-P/2017




                                                                       69
Page 84
FINANCIAL ATTACHMENTS
Page 85
PT CITRA BARU STEEL
Location: Jalan Modern Industri X Kavling Q7 – 8, Desa Nambo Ilir, Kec. Kibin, Kab. Serang, Indonesia.
ASSUMPTIONS
Attachment 1
( Rp.000 )                                                                                                                                            Cut Off Date
                                                                              31 December       31 December       31 December       31 December       31 December              1                 2                 3                 4                 5
                   DESCRIPTION                                   Unit             2021              2022              2023              2024              2025               2026              2027              2028              2029              2030
                                                                                Inhouse           Inhouse            Audited           Audited           Audited          Projection        Projection        Projection        Projection        Projection

1 Annual Operations                                              Day                   365               365                365               365               365                365               365               365               365               365

2 Kapasitas Produksi Terpasang
  ▪ Kapasitas Terpasang                                          Kg/Tahun                   -                 -                 -                 -                  -     312.000.000       312.000.000       312.000.000       312.000.000       312.000.000
  ▪ Utilitas                                                           %                    -                 -                 -                 -                  -         44,00%            45,00%            45,00%            45,00%            45,00%
    Total Produksi                                               Kg/Tahun                   -                 -                 -                 -                  -     137.280.000       140.400.000       140.400.000       140.400.000       140.400.000

    ▪ Persediaan Awal Barang Jadi                                Kg/Tahun                   -                 -                 -                 -                  -               -                 -                 -                 -                 -
    ▪ Persediaan Akhir Barang Jadi                               Kg/Tahun                   -                 -                 -                 -                  -               -                 -                 -                 -                 -
      Produk Tersedia Dijual                                     Kg/Tahun                   -                 -                 -                 -                  -     137.280.000       140.400.000       140.400.000       140.400.000       140.400.000

   Total Sales
   ▪ Harga Jual                                                     Rp/Kg                   -                 -                 -                 -                  -           8.600             8.764             8.932             9.102             9.276
       Growth                                                                                                                                                                                     1,91%             1,91%             1,91%             1,91%

2 Sales
   ▪ Pendapatan                                                    Rp.000     1.318.239.789     1.628.147.609     1.425.906.787     1.335.830.861      914.071.684       1.180.608.000     1.230.512.166     1.254.025.203     1.277.987.534     1.302.407.746
   Total Sales                                                     Rp.000     1.318.239.789     1.628.147.609     1.425.906.787     1.335.830.861      914.071.684       1.180.608.000     1.230.512.166     1.254.025.203     1.277.987.534     1.302.407.746
                                                             Growth / Year                                                                                 -31,57%              29,16%             4,23%             1,91%             1,91%             1,91%

3 Cost of Goods Sold
  ▪ Saldo Awal Bahan Baku                                          Rp.000       209.699.298       209.607.814       295.805.110       136.646.386       345.980.596        524.757.410       171.696.387       293.484.516       299.092.516       304.807.676
  ▪ Pembelian                                                      Rp.000       544.230.289       806.298.726       864.218.059     1.098.170.964       732.558.404        590.304.000     1.009.019.976     1.028.300.666     1.047.949.778     1.067.974.352
   ▪ Saldo Akhir Bahan Baku                                        Rp.000      (209.607.814)     (295.805.110)     (136.646.386)     (345.980.596)     (524.757.410)      (171.696.387)     (293.484.516)     (299.092.516)     (304.807.676)     (310.632.042)
   Pemakaian Bahan Baku                                            Rp.000      544.321.773       720.101.430      1.023.376.783      888.836.754       553.781.591        943.365.023       887.231.846      1.022.692.666     1.042.234.619     1.062.149.985
   ▪ Biaya Overhead Pabrik                                         Rp.000      379.813.581       402.217.053        278.945.344      245.141.250       167.247.239        170.443.055       173.699.938        177.019.054       180.401.593       183.848.767
   ▪ Upah Tenaga Kerja Langsung                                    Rp.000                -                 -         44.235.103       43.361.277        41.015.610         41.799.350        42.598.066         43.412.044        44.241.576        45.086.959
   Biaya Produksi                                                  Rp.000       379.813.581      402.217.053        323.180.447      288.502.527       208.262.849        212.242.405       216.298.004       220.431.098        224.643.169       228.935.726
   ▪ Saldo Awal Barang Jadi                                        Rp.000       566.236.160      402.433.461         64.502.668      102.448.356        86.352.289         73.872.623        56.604.493        96.755.340         98.604.173       100.488.335
   ▪ Saldo Akhir Barang Jadi                                       Rp.000      (325.150.713)     (64.502.668)      (102.448.356)     (86.352.289)      (73.872.623)       (56.604.493)      (96.755.340)      (98.604.173)      (100.488.335)     (102.408.499)
   Beban Pokok Penjualan                                           Rp.000     1.165.220.801     1.460.249.277     1.308.611.542     1.193.435.348      774.524.106       1.172.875.558     1.063.379.003     1.241.274.931     1.264.993.626     1.289.165.546
   ▪ Penyusutan                                                    Rp.000        18.374.612        18.476.852        18.400.343        18.617.434       18.834.599                   -                 -                 -                 -                 -
   Total Beban Pokok Penjualan                                     Rp.000     1.183.595.413     1.478.726.128     1.327.011.884     1.212.052.782      793.358.705       1.172.875.558     1.063.379.003     1.241.274.931     1.264.993.626     1.289.165.546
     To Sales Pembelian                                                              41,28%            49,52%            60,61%            82,21%           80,14%              50,00%            82,00%            82,00%            82,00%            82,00%
     To Sales                                                                        88,39%            89,69%            91,77%            89,34%           84,73%              99,35%            86,42%            98,98%            98,98%            98,98%

4 Operating Expenses
  a. Cost of Sales
     ▪ Angkut                                                      Rp.000         6.434.093       12.873.449        15.970.228        30.522.745         22.154.270        22.577.601        23.009.021        23.448.685        23.896.751        24.353.378
      ▪ Iklan dan Promosi                                          Rp.000            44.578          187.596           132.293           143.804                  -                 -                 -                 -                 -                 -
      Sub Total                                                    Rp.000         6.478.671       13.061.045        16.102.520        30.666.549         22.154.270        22.577.601        23.009.021        23.448.685        23.896.751        24.353.378
      ▪ Depreciation & Amortization                                Rp.000                 -                -                 -                 -                  -                 -                 -                 -                 -                 -
      Total Marketing Expenses                                     Rp.000         6.478.671       13.061.045        16.102.520        30.666.549         22.154.270        22.577.601        23.009.021        23.448.685        23.896.751        24.353.378

   b. General and Administrative Expenses
      ▪ Gaji                                                       Rp.000         7.645.094       32.171.330        11.394.307        11.625.748         14.739.984        15.698.082        16.718.458        17.805.158        18.962.493        20.195.055
      ▪ Pajak                                                      Rp.000         4.360.822       18.350.781         5.284.288         2.817.403          8.407.803         8.568.462         8.732.191         8.899.049         9.069.095         9.242.390
      ▪ Keamanan                                                   Rp.000         1.433.176        6.030.948         2.586.477         2.638.622          2.763.208         2.816.008         2.869.817         2.924.655         2.980.540         3.037.493
      ▪ Tenaga Ahli                                                Rp.000         1.078.634        4.539.000                 -           637.623          2.079.640         2.119.378         2.159.876         2.201.148         2.243.208         2.286.072
      ▪ BPJS                                                       Rp.000           970.579        4.084.294         1.102.390           237.656          1.871.307         1.907.064         1.943.505         1.980.642         2.018.489         2.057.059
      ▪ Kantor Lainnya                                             Rp.000           961.229        4.044.947         2.471.276         4.133.421          1.853.279         1.888.692         1.924.782         1.961.561         1.999.044         2.037.242
      ▪ Imbalan Kerja                                              Rp.000           347.902        1.464.006         3.341.512         2.570.090            670.766           683.583           696.645           709.957           723.523           737.348
      ▪ Lainnya (masing-masing di bawah Rp10.000.000)              Rp.000         2.269.527        9.550.400         6.216.128         3.591.354          4.375.720         4.459.333         4.544.543         4.631.382         4.719.880         4.810.069

      Sub Total                                                    Rp.000       19.066.962        80.235.706        32.396.378        28.251.917         36.761.706        38.140.604        39.589.818        41.113.551        42.716.271        44.402.728
      ▪ Amortisasi                                                 Rp.000                -                  -                 -                 -                 -                    -                 -                 -                 -                 -
      ▪ Depreciation & Amortization                                Rp.000          638.940          1.300.604         1.362.569         1.198.781         1.173.597                    -                 -                 -                 -                 -
      Total General and Administrative Expenses                    Rp.000       19.705.902        81.536.310        33.758.946        29.450.699         37.935.303        38.140.604        39.589.818        41.113.551        42.716.271        44.402.728

5 Projected Accounts Receivable, Inventory, and Accounts Payable
  a. Accounts Receivable
  ▪ Sales                                                    Rp.000           1.318.239.789     1.628.147.609     1.425.906.787     1.335.830.861       914.071.684      1.180.608.000     1.230.512.166     1.254.025.203     1.277.987.534     1.302.407.746
  ▪ Beginning Accounts Receivable                            Rp.000                       -                 -       219.771.657       261.322.562       192.786.455        146.922.494       189.763.970       197.785.272       199.269.758       203.077.471
  ▪ Ending Accounts Receivable                               Rp.000            (183.227.389)     (219.771.657)     (261.322.562)     (192.786.455)     (146.922.494)      (189.763.970)     (197.785.272)     (199.269.758)     (203.077.471)     (206.957.943)
  ▪ Account Receivable Collections                           Rp.000           1.135.012.400     1.408.375.953     1.384.355.881     1.404.366.968       959.935.645      1.137.766.524     1.222.490.865     1.252.540.716     1.274.179.821     1.298.527.274

   b. Accounts Payable
   ▪ Purchases                                                     Rp.000       544.230.289       806.298.726       864.218.059     1.098.170.964       732.558.404        590.304.000     1.009.019.976     1.028.300.666     1.047.949.778     1.067.974.352
   ▪ Beginning Accounts Payable                                    Rp.000                 -       342.832.579       351.957.965       102.871.884       103.896.863        174.256.213       109.312.542       186.850.400       190.420.800       194.059.424
   ▪ Ending Accounts Payable                                       Rp.000      (342.832.579)     (351.957.965)     (102.871.884)     (103.896.863)     (174.256.213)      (109.312.542)     (186.850.400)     (190.420.800)     (194.059.424)     (197.767.576)
   ▪ Payments to Suppliers                                         Rp.000       201.397.710       797.173.340     1.113.304.140     1.097.145.986       662.199.054        655.247.671       931.482.118     1.024.730.266     1.044.311.154     1.064.266.200

   c. Inventory
   ▪ Purchases                                                     Rp.000      544.230.289       806.298.726       864.218.059      1.098.170.964       732.558.404        590.304.000     1.009.019.976     1.028.300.666     1.047.949.778     1.067.974.352
   ▪ Beginning Inventory                                           Rp.000                -        27.096.145        26.534.852            623.339         5.303.948        624.784.152       194.072.548       172.141.752       169.035.726       172.265.717
   ▪ Ending Inventory                                              Rp.000      (27.096.145)      (26.534.852)         (623.339)        (5.303.948)     (624.784.152)      (194.072.548)     (172.141.752)     (169.035.726)     (172.265.717)     (175.557.428)
   ▪ Use of Merchandise                                            Rp.000      517.134.145       806.860.018       890.129.572      1.093.490.355       113.078.200      1.021.015.604     1.030.950.773     1.031.406.692     1.044.719.787     1.064.682.641

6 Interest-Bearing Debt
  a. Investment Loans                                                    %            0,00%             0,00%             0,00%             0,00%             8,44%              8,44%             8,44%             8,44%             8,44%             8,44%
  b. Working Capital Loans                                               %            0,00%             0,00%             0,00%             0,00%             8,12%              8,12%             8,12%             8,12%             8,12%             8,12%
                                                         0
7 Turnover
  a. Accounts Receivable                                                Day             51                 49                67               53                 59                59                59                58                58                58
  b. Inventory                                                          Day              8                  7                 0                2                294               120                62                60                60                60
  c. Accounts Payable                                                   Day            107                 88                29               32                 82                68                68                68                68                68
  d. Raw Materials                                                      Day             66                 74                38              106                247               106               106               106               106               106
  e. Finished Goods                                                     Day            102                 16                29               26                 35                35                35                35                35                35
Page 86
PT CITRA BARU STEEL
Location: Jalan Modern Industri X Kavling Q7 – 8, Desa Nambo Ilir, Kec. Kibin, Kab. Serang, Indonesia.
STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
Attachment 2
( Rp.000 )                                                                                                                  Cut Off Date
                                                     31 December       31 December       31 December       31 December      31 December           1               2               3               4               5
              DESCRIPTION                                2021              2022              2023              2024             2025            2026            2027            2028            2029            2030
                                                       Inhouse           Inhouse           Audited           Audited          Audited        Projection      Projection      Projection      Projection      Projection

ASSETS
CURRENT ASSETS
▪ Kas dan Bank                                           39.242.311       130.886.407        83.314.876       38.348.226       16.333.056     346.467.630     476.881.024     540.210.944      604.277.711     672.656.759
▪ Piutang Usaha                                         183.227.389       219.771.657       261.322.562      192.786.455      146.922.494     189.763.970     197.785.272     199.269.758      203.077.471     206.957.943
▪ Piutang Lain-lain                                      27.096.145        26.534.852           623.339        5.303.948       39.196.996      39.196.996      39.196.996      39.196.996       39.196.996      39.196.996
▪ Persediaan                                            556.936.642       365.202.020       255.908.053      463.052.780      624.784.152     194.072.548     172.141.752     169.035.726      172.265.717     175.557.428
▪ Biaya Dibayar Dimuka                                      156.245            21.752                 -                -                -               -               -               -                -               -
▪ Uang Muka Pembelian                                     8.025.391         9.492.497        22.108.889       41.027.032       22.775.856      22.775.856      22.775.856      22.775.856       22.775.856      22.775.856
▪ Pajak Dibayar Dimuka                                    9.054.905                 -                 -                -           55.453          55.453          55.453          55.453           55.453          55.453
TOTAL CURRENT ASSETS                                    823.739.028       751.909.186       623.277.719      740.518.442      850.068.007     792.332.453     908.836.352     970.544.733    1.041.649.204   1.117.200.435

NON-CURRENT ASSETS
▪ Aset Pajak Tangguhan                                            -                 -         2.939.297        3.387.278                -               -               -               -               -               -
▪ Investasi Saham                                                 -                 -        13.699.963        4.383.988        6.301.983       6.301.983       6.301.983       6.301.983       6.301.983       6.301.983
▪ Aset Tetap                                            262.074.981       243.770.220       226.911.289      211.898.120      438.119.487     425.155.541     408.819.106     387.936.830     362.921.247     333.962.501
▪ Aset Lain-lain                                                  -                 -        10.769.500       10.769.500       10.769.500      10.769.500      10.769.500      10.769.500      10.769.500      10.769.500
TOTAL NON-CURRENT ASSETS                                262.074.981       243.770.220       254.320.049      230.438.886      455.190.970     442.227.024     425.890.589     405.008.313     379.992.730     351.033.984

TOTAL ASSETS                                          1.085.814.010       995.679.405       877.597.768      970.957.328    1.305.258.977    1.234.559.477   1.334.726.940   1.375.553.046   1.421.641.934   1.468.234.418

LIABILITIES AND EQUITY
SHORT-TERM LIABILITIES
▪ Hutang Usaha                                          342.832.579       351.957.965       102.871.884      103.896.863      174.256.213     109.312.542     186.850.400     190.420.800     194.059.424     197.767.576
▪ Hutang Pajak                                            1.414.235         8.166.294        19.794.604       24.477.736       63.769.515      63.769.515      63.769.515      63.769.515      63.769.515      63.769.515
▪ Hutang Bank                                           213.391.479       294.619.695       314.150.657      395.819.467      364.136.114     332.456.114     300.776.114     269.096.114     237.416.114     205.736.114
▪ Biaya Yang Masih harus dibayar                          4.464.533         4.232.772        10.434.813        9.670.035       14.164.041      14.164.041      14.164.041      14.164.041      14.164.041      14.164.041
▪ Hutang Lain-lain                                                -                 -            58.213          177.014                -               -               -               -               -               -
▪ Utang Pembiayaan Konsumen                                       -                 -         2.163.067          298.820          351.215         351.215         351.215         351.215         351.215         351.215
▪ Hutang Leasing                                          5.915.469         4.011.019                 -                -                -               -               -               -               -               -
▪ Other Payables Related Parties                                  -                 -                 -                -                -               -               -               -               -               -
TOTAL SHORT-TERM LIABILITIES                            568.018.296       662.987.745       449.473.238      534.339.936      616.677.097     520.053.426     565.911.284     537.801.684     509.760.308     481.788.460

LONG-TERM LIABILITIES
▪ Utang Pembiayaan Konsumen                                       -                 -           514.220          215.400          542.678         542.678         542.678         542.678         542.678         542.678
▪ Liabilitas Imbalan Kerja                                        -                 -        12.166.513       14.203.290       14.723.123      14.723.123      14.723.123      14.723.123      14.723.123      14.723.123
▪ Utang Pajak Tangguhan                                           -                 -                 -                -       49.359.527      49.359.527      49.359.527      49.359.527      49.359.527      49.359.527
▪ Lainnya                                               228.395.412         2.186.499                 -                -                -               -               -               -               -               -
TOTAL LONG-TERM LIABILITIES                             228.395.412         2.186.499        12.680.733       14.418.690       64.625.328      64.625.328      64.625.328      64.625.328      64.625.328      64.625.328

EQUITY
▪ Modal Disetor                                         469.400.000       469.400.000       469.400.000      469.400.000      469.400.000     469.400.000     469.400.000     469.400.000     469.400.000     469.400.000
▪ Tambahan Modal Disetor                                          -                 -                 -                -                -               -               -               -               -               -
▪ Surplus Revaluasi                                               -                 -                 -                -      195.423.929     195.423.929     195.423.929     195.423.929     195.423.929     195.423.929
▪ Saldo Defisit                                          41.728.985        41.104.859       (53.956.203)     (47.201.298)     (40.867.377)    (14.943.206)     39.366.400     108.302.106     182.432.370     256.996.702
▪ Laba Rugi Ditahan                                    (221.728.683)     (179.999.698)                -                -                -               -               -               -               -               -
TOTAL EQUITY                                            289.400.302       330.505.161       415.443.797      422.198.702      623.956.552     649.880.723     704.190.329     773.126.035     847.256.298     921.820.630

TOTAL LIABILITIES AND EQUITY                          1.085.814.010       995.679.405       877.597.768      970.957.328    1.305.258.977    1.234.559.477   1.334.726.940   1.375.553.046   1.421.641.934   1.468.234.418
Page 87
PT CITRA BARU STEEL
Location: Jalan Modern Industri X Kavling Q7 – 8, Desa Nambo Ilir, Kec. Kibin, Kab. Serang, Indonesia.
INCOME STATEMENT
Attachment 3
( Rp.000 )                                                                                                        Cut Off Date
                                        31 December       31 December        31 December       31 December        31 December           1                 2                 3                 4                 5
   DESCRIPTION                              2021              2022               2023              2024               2025            2026              2027              2028              2029              2030
                                          Inhouse           Inhouse            Audited           Audited            Audited        Projection        Projection        Projection        Projection        Projection

Sales                                    1.318.239.789      1.628.147.609     1.425.906.787     1.335.830.861       914.071.684     1.180.608.000     1.230.512.166     1.254.025.203     1.277.987.534     1.302.407.746
  Growth / Year                                                                                                         -31,57%            29,16%             4,23%             1,91%             1,91%             1,91%
Cost of Goods Sold                      (1.165.220.801)    (1.460.249.277)   (1.308.611.542)    (1.193.435.348)    (774.524.106)   (1.021.015.604)   (1.030.950.773)   (1.031.406.692)   (1.044.719.787)   (1.064.682.641)
  To Sales                                      88,39%             89,69%            91,77%             89,34%           84,73%            86,48%            83,78%            82,25%            81,75%            81,75%
Gross Profit                               153.018.988        167.898.332       117.295.245        142.395.513      139.547.578       159.592.396       199.561.393       222.618.511       233.267.747       237.725.105
  Gross Profit Margin                           11,61%             10,31%             8,23%             10,66%           15,27%            13,52%            16,22%            17,75%            18,25%            18,25%
Operating Expenses                         (25.545.634)       (93.296.750)      (48.498.898)       (58.918.466)     (58.915.976)      (60.718.205)      (62.598.839)      (64.562.237)      (66.613.022)      (68.756.106)
  To Sales                                      -1,94%             -5,73%            -3,40%             -4,41%           -6,45%            -5,14%            -5,09%            -5,15%            -5,21%            -5,28%
EBITDA                                     127.473.354         74.601.582        68.796.347         83.477.047       80.631.602        98.874.191       136.962.554       158.056.274       166.654.725       168.968.999
  To Sales                                       9,67%              4,58%             4,82%              6,25%            8,82%             8,37%            11,13%            12,60%            13,04%            12,97%
Depreciation Expense                       (19.013.552)       (19.777.456)      (19.762.911)       (19.816.215)     (20.008.197)      (36.576.106)      (40.946.679)      (45.962.779)      (50.575.334)      (55.006.902)

Other Income / (Expenses)                  (54.773.921)         2.912.822       (39.853.075)       (42.374.770)     (53.026.841)     (29.061.968)      (26.388.176)      (23.714.384)      (21.040.592)      (18.366.800)

Profit Before Tax                           53.685.882        57.736.948          9.180.361        21.286.062         7.596.564       33.236.117        69.627.699        88.379.111        95.038.800        95.595.297

Tax                           22,00%       (11.956.897)       (16.632.089)       (5.945.559)        (5.509.049)      (3.298.366)       (7.311.946)     (15.318.094)      (19.443.404)      (20.908.536)      (21.030.965)

Profit After Tax                            41.728.985        41.104.859          3.234.802        15.777.013         4.298.199       25.924.171        54.309.606        68.935.706        74.130.264        74.564.332
  Net Profit Margin                              3,17%             2,52%              0,23%             1,18%             0,47%            2,20%             4,41%             5,50%             5,80%             5,73%
Page 88
PT CITRA BARU STEEL
Location: Jalan Modern Industri X Kavling Q7 – 8, Desa Nambo Ilir, Kec. Kibin, Kab. Serang, Indonesia.
CASH FLOW PROJECTION REPORT
Attachment 4
( Rp.000 )                                              Cut Off Date
                                                         31 December            1                 2                 3                 4                 5
            DESCRIPTION                                      2025             2026              2027              2028              2029              2030
                                                           Audited         Projection        Projection        Projection        Projection        Projection

CASH FLOW OPERATING
Cash In Flow
 ▪ Revenue                                                           -     1.137.766.524     1.222.490.865    1.252.540.716     1.274.179.821     1.298.527.274
 ▪ Others Income                                                     -                 -                 -                -                 -                 -
Total                                                                -     1.137.766.524     1.222.490.865    1.252.540.716     1.274.179.821     1.298.527.274

Cash Out Flow
 ▪ Account Payable Payment                                           -      (655.247.671)     (931.482.118)   (1.024.730.266)   (1.044.311.154)   (1.064.266.200)
 ▪ Operating Expenses                                                -       (60.718.205)      (62.598.839)      (64.562.237)      (66.613.022)      (68.756.106)
 ▪ Tax                                                               -        (7.311.946)      (15.318.094)      (19.443.404)      (20.908.536)      (21.030.965)
Total                                                                -      (723.277.822)   (1.009.399.051)   (1.108.735.908)   (1.131.832.712)   (1.154.053.271)

NET CASH FLOW FROM OPERATING                                         -      414.488.702       213.091.813       143.804.809       142.347.110       144.474.003

CASH FLOW FROM NON OPERATING
+/+ Withdrawal Of Investment Credit                                  -                 -                 -                -                 -                 -
+/+ Equity                                                           -                 -                 -                -                 -                 -
 -/- Capital Expenditures, Capex                                     -       (23.612.160)      (24.610.243)     (25.080.504)      (25.559.751)      (26.048.155)
+/- Changes Assets                                                   -                 -                 -                -                 -                 -
+/- Changes Liabilitas                                               -                 -                 -                -                 -                 -
Total                                                                -       (23.612.160)      (24.610.243)     (25.080.504)      (25.559.751)      (26.048.155)

SURPLUS (DEFICIT) CASH                                               -      390.876.542       188.481.570       118.724.305       116.787.359       118.425.848

BEGINNING CASH BALANCE                                     16.333.056        16.333.056       346.467.630       476.881.024       540.210.944       604.277.711

AVAILABLE CASH                                             16.333.056       407.209.598       534.949.200       595.605.328       656.998.303       722.703.559

Loan Repayment
 ▪ Loan Repayment                                                    -       (31.680.000)      (31.680.000)     (31.680.000)      (31.680.000)      (31.680.000)
 ▪ Loan Repayment                                                    -                 -                 -                -                 -                 -
 ▪ Interest Payment                                                  -       (29.061.968)      (26.388.176)     (23.714.384)      (21.040.592)      (18.366.800)
 ▪ Provision Bank                                                    -                 -                 -                -                 -                 -
Total                                                                -       (60.741.968)      (58.068.176)     (55.394.384)      (52.720.592)      (50.046.800)

ENDING CASH BALANCE                                        16.333.056       346.467.630       476.881.024       540.210.944       604.277.711       672.656.759
Page 89
PT CITRA BARU STEEL
Location: Jalan Modern Industri X Kavling Q7 – 8, Desa Nambo Ilir, Kec. Kibin, Kab. Serang, Indonesia.
DEPRECIATION AND AMORTIZATION PROJECTION
Attachment 5
( Rp.000 )                                                                                                                     Cut Off Date
                                                           31 December        31 December       31 December     31 December    31 December         1             2             3             4             5
           DESCRIPTION                                         2021               2022              2023            2024           2025          2026          2027          2028          2029          2030
                                                             Inhouse            Inhouse           Audited         Audited        Audited      Projection    Projection    Projection    Projection    Projection

  Acquisition cost
  ▪ Tanah                                                      69.805.889         69.805.889       69.805.889     69.805.889    212.557.200   212.557.200   212.557.200   212.557.200   212.557.200   212.557.200
  ▪ Bangunan                                                   73.883.797         73.883.797       73.959.397     73.959.397    141.534.282   141.534.282   141.534.282   141.534.282   141.534.282   141.534.282
  ▪ Mesin dan Peralatan                                       318.506.340        318.700.034      320.985.113    325.937.913    367.168.399   367.168.399   367.168.399   367.168.399   367.168.399   367.168.399
  ▪ Kendaraan                                                   9.562.180         10.368.472        9.928.672      9.561.672     10.219.672    10.219.672    10.219.672    10.219.672    10.219.672    10.219.672
  ▪ Perlengkapan Kantor                                         4.521.183          4.642.821        5.042.513      5.122.273      5.364.622     5.364.622     5.364.622     5.364.622     5.364.622     5.364.622
  ▪ Instalasi                                                  20.143.309         20.193.307       20.360.434     20.364.119     14.136.651    14.136.651    14.136.651    14.136.651    14.136.651    14.136.651
  ▪ Capex                                                               -                  -                -              -              -    23.612.160    48.222.403    73.302.907    98.862.658   124.910.813
  Total                                                       496.422.697        497.594.319      500.082.018    504.751.262    750.980.826   774.592.986   799.203.229   824.283.733   849.843.484   875.891.639

  Depreciation
  ▪ Tanah                                         0,00%                  -                  -               -              -              -             -             -             -             -             -
  ▪ Bangunan                                      5,00%                  -                  -       3.695.258      3.697.970      3.697.970     7.076.714     7.076.714     7.076.714     7.076.714     7.076.714
  ▪ Mesin dan Peralatan                           6,25%                  -                  -      13.694.510     13.903.791     14.190.616    22.948.025    22.948.025    22.948.025    22.948.025    22.948.025
  ▪ Kendaraan                                    12,50%                  -                  -       1.299.068      1.064.315      1.040.245     1.277.459     1.277.459     1.277.459       778.063             -
  ▪ Perlengkapan Kantor                          12,50%                  -                  -          63.501        134.466        133.352       551.476             -             -             -             -
  ▪ Instalasi                                     5,00%                  -                  -       1.010.574      1.015.673        946.013             -             -             -             -             -
  ▪ Capex                                        20,00%                  -                  -               -              -              -     4.722.432     9.644.481    14.660.581    19.772.532    24.982.163
  Total                                                                  -                  -      19.762.911     19.816.215     20.008.197    36.576.106    40.946.679    45.962.779    50.575.334    55.006.902

  Accumulated depreciation
  ▪ Tanah                                                               -                  -                -              -              -             -             -             -             -             -
  ▪ Bangunan                                                   39.930.103         43.624.293       47.319.551     51.017.521     54.715.491    61.792.205    68.868.919    75.945.633    83.022.347    90.099.061
  ▪ Mesin dan Peralatan                                       178.024.232        191.797.901      205.492.411    219.396.203    233.586.819   256.534.844   279.482.869   302.430.894   325.378.919   348.326.944
  ▪ Kendaraan                                                   1.805.376          2.755.686        3.638.473      4.568.986      5.609.232     6.886.690     8.164.149     9.441.608    10.219.672    10.219.672
  ▪ Perlengkapan Kantor                                         4.432.607          4.481.828        4.545.329      4.679.794      4.813.146     5.364.622     5.364.622     5.364.622     5.364.622     5.364.622
  ▪ Instalasi                                                  10.155.399         11.164.391       12.174.966     13.190.638     14.136.651    14.136.651    14.136.651    14.136.651    14.136.651    14.136.651
  ▪ Capex                                                               -                  -                -              -              -     4.722.432    14.366.913    29.027.494    48.800.026    73.782.188
  Total                                                       234.347.716        253.824.099      273.170.729    292.853.142    312.861.339   349.437.445   390.384.123   436.346.903   486.922.237   541.929.138

  Book value
  ▪ Tanah                                                      69.805.889         69.805.889       69.805.889     69.805.889    212.557.200   212.557.200   212.557.200   212.557.200   212.557.200   212.557.200
  ▪ Bangunan                                                   33.953.694         30.259.504       26.639.846     22.941.876     86.818.791    79.742.077    72.665.363    65.588.649    58.511.935    51.435.221
  ▪ Mesin dan Peralatan                                       140.482.108        126.902.133      115.492.702    106.541.710    133.581.580   110.633.555    87.685.530    64.737.505    41.789.480    18.841.455
  ▪ Kendaraan                                                   7.756.804          7.612.785        6.290.199      4.992.685      4.610.440     3.332.981     2.055.522       778.063             -             -
  ▪ Perlengkapan Kantor                                            88.577            160.993          497.185        442.478        551.476             -             -             -             -             -
  ▪ Instalasi                                                   9.987.910          9.028.916        8.185.468      7.173.481              -             -             -             -             -             -
  ▪ Capex                                                               -                  -                -              -              -    18.889.728    33.855.491    44.275.413    50.062.632    51.128.625
  Total                                                       262.074.981        243.770.220      226.911.289    211.898.120    438.119.487   425.155.541   408.819.106   387.936.830   362.921.247   333.962.501
Page 90
PT CITRA BARU STEEL
Location: Jalan Modern Industri X Kavling Q7 – 8, Desa Nambo Ilir, Kec. Kibin, Kab. Serang, Indonesia.
WITHDRAWAL SCHEDULE, INSTALLMENTS AND BANK INTEREST (SHORT TERM)
Attachment 6
( Rp.000 )                                                   Cut Off Date
                                                                 31 December         1                2                3                4                5
        DESCRIPTION                                                  2025          2026             2027             2028             2029             2030
                                                                   Audited      Projection       Projection       Projection       Projection       Projection

PENARIKAN - Kredit
  Triwulan - 1                                    Jan s/d Mar               -                -                -                -                -                -
  Triwulan - 2                                    Apr s/d Jun               -                -                -                -                -                -
  Triwulan - 3                                     Jul s/d Sep              -                -                -                -                -                -
  Triwulan - 4                                    Okt s/d Des     364.136.114                -                -                -                -                -
TOTAL                                                             364.136.114                -                -                -                -                -

SALDO AWAL - Kredit
  Triwulan - 1                                                              -   364.136.114      332.456.114      300.776.114      269.096.114      237.416.114
  Triwulan - 2                                                              -   356.216.114      324.536.114      292.856.114      261.176.114      229.496.114
  Triwulan - 3                                                              -   348.296.114      316.616.114      284.936.114      253.256.114      221.576.114
  Triwulan - 4                                                    364.136.114   340.376.114      308.696.114      277.016.114      245.336.114      213.656.114

ANGSURAN - Kredit
  Triwulan - 1                                                              -    (7.920.000)      (7.920.000)      (7.920.000)      (7.920.000)      (7.920.000)
  Triwulan - 2                                                              -    (7.920.000)      (7.920.000)      (7.920.000)      (7.920.000)      (7.920.000)
  Triwulan - 3                                                              -    (7.920.000)      (7.920.000)      (7.920.000)      (7.920.000)      (7.920.000)
  Triwulan - 4                                                              -    (7.920.000)      (7.920.000)      (7.920.000)      (7.920.000)      (7.920.000)
TOTAL                                                                       -   (31.680.000)     (31.680.000)     (31.680.000)     (31.680.000)     (31.680.000)

SALDO AKHIR - Kredit
  Triwulan - 1                                                              -   356.216.114      324.536.114      292.856.114      261.176.114      229.496.114
  Triwulan - 2                                                              -   348.296.114      316.616.114      284.936.114      253.256.114      221.576.114
  Triwulan - 3                                                              -   340.376.114      308.696.114      277.016.114      245.336.114      213.656.114
  Triwulan - 4                                                    364.136.114   332.456.114      300.776.114      269.096.114      237.416.114      205.736.114

BEBAN BUNGA - Kredit
  Triwulan - 1                                                              -     7.516.160        6.847.712        6.179.264        5.510.816        4.842.368
  Triwulan - 2                                                              -     7.349.048        6.680.600        6.012.152        5.343.704        4.675.256
  Triwulan - 3                                                              -     7.181.936        6.513.488        5.845.040        5.176.592        4.508.144
  Triwulan - 4                                                              -     7.014.824        6.346.376        5.677.928        5.009.480        4.341.032
TOTAL                                                                       -    29.061.968       26.388.176       23.714.384       21.040.592       18.366.800
Page 91
PT CITRA BARU STEEL
Location: Jalan Modern Industri X Kavling Q7 – 8, Desa Nambo Ilir, Kec. Kibin, Kab. Serang, Indonesia.
FINANCIAL RATIO PROJECTION
Attachment 7                                                                                                       Cut Off Date
                                                 31 December     31 December      31 December     31 December      31 December          1             2             3             4             5
         DESCRIPTION                                 2021            2022             2023            2024             2025           2026          2027          2028          2029          2030
                                                   Inhouse         Inhouse          Audited         Audited          Audited       Projection    Projection    Projection    Projection    Projection


I. LIQUIDITY RATIO
   Current Ratio                                      145,02%          113,41%         138,67%           138,59%        137,85%       152,36%       160,60%       180,47%       204,34%       231,89%
   Quick (Acid Test) Ratio                            140,25%          109,41%         138,53%           137,59%        131,49%       144,82%       153,67%       173,18%       196,65%       223,75%
   Working Capital To Total Asset Ratio                23,55%            8,93%          19,80%            21,23%         17,88%        22,05%        25,69%        31,46%        37,41%        43,28%

II. LEVERAGE RATIO
    Total Debt To Equity Ratio            DER         275,19%          201,26%         111,24%           129,98%        109,19%        89,97%        89,54%        77,92%        67,79%        59,28%
    Total Debt To Total Asset Ratio       DAR          73,35%           66,81%          52,66%            56,52%         52,20%        47,36%        47,24%        43,80%        40,40%        37,22%

III. ACTIVITY RATIO
     Total Asset Turnover Ratio              x            1,21             1,64            1,62             1,38            0,70          0,96          0,92          0,91          0,90          0,89
     Receivables Turnover                    x            7,19             7,41            5,46             6,93            6,22          6,22          6,22          6,29          6,29          6,29
     Collection Period                     Day              51               49              67               53              59            59            59            58            58            58
     Working Capital Turnover                x            5,15            18,31            8,20             6,48            3,92          4,34          3,59          2,90          2,40          2,05

IV. FINANCIAL RATIO
    Gross Profit Margin                                 11,61%          10,31%           8,23%           10,66%          15,27%        13,52%        16,22%        17,75%        18,25%        18,25%
    Operating Profit Margin                              9,67%           4,58%           4,82%            6,25%           8,82%         8,37%        11,13%        12,60%        13,04%        12,97%
    Net Profit Margin                                    3,17%           2,52%           0,23%            1,18%           0,47%         2,20%         4,41%         5,50%         5,80%         5,73%
    Return On Investment , ROI                           3,84%           4,13%           0,37%            1,62%           0,33%         2,10%         4,07%         5,01%         5,21%         5,08%
    Return On Equity, ROE                               14,42%          12,44%           0,78%            3,74%           0,69%         3,99%         7,71%         8,92%         8,75%         8,09%
Page 92
    PT CITRA BARU STEEL
    Location: Jalan Modern Industri X Kavling Q7 – 8, Desa Nambo Ilir, Kec. Kibin, Kab. Serang, Indonesia.
    Weighted Average Cost of Capital (WACC)
    Attachment 8
    Structure Capital                                              Biaya Modal        DER     Tertimbang
     a. Cost Of Debt                                                     6,58%         33,73%       2,22%
     b. Cost Of Equity                                                  12,90%         66,27%       8,55%
                                                                                    WACC ===>      10,77%

    Cost of Debt
     a. Interest Expenses                                 8,44% ===> Input Data
     b. Tax                                              22,00% ===> Input Data
    Cost Of Debt                                          6,58% Formula: ===> Kd = i x (1-T)

    Cost of Equity
     a. Risk Free Rate ( Rf )                             6,69% ===> Input Data
     b. Risk Premiun Equity ( Rm )                        6,69% ===> Input Data
     c. Rating Based Default Spread (RBDS)                1,62%
     d. β (Beta)                                           1,17
     e. a (Faktor Alpha)                                  0,00%
    Cost Of Equity                                       12,90% Formula: ===> Ke = Rf + Beta * (Rm-Rf) + a

    Leverage Beta                                   ========>                1,17   Formula: ==>       BL =       BU x ( 1+ ( 1 - t ) x ( D/E ))


                      Industry                         DER              BU
    Steel                                               50,90%               0,84 ===> Input Data
                                               D         33,73%

                                               E         66,27%
    Source: Aswath Damodaran 2026

Keterangan :
Rf          = Risk-Free Rate of Return - Current Rate of Return for a Risk-Free Asset
Rm          = Equity Risk Premium - Market Expected Rate of Return
(R m -R f ) = Risk premium above the risk-free rate of return obtained from a portfolio consisting of all assets in the market
β (Beta)    = Beta factor, a measure of the systematic (or undiversified) risk of a particular asset relative to the risk of a portfolio consisting of all risky assets
a           = Alpha factor, a company-specific risk (which may reflect the type of property, the company, and other risk premiums)
Page 93
PT CITRA BARU STEEL
Location: Jalan Modern Industri X Kavling Q7 – 8, Desa Nambo Ilir, Kec. Kibin, Kab. Serang, Indonesia.
APPLICATION OF THE INCOME APPROACH: "DISCOUNTED CASH FLOW TO THE FIRM"
Attachment 9
( Rp.000 )

               DESCRIPTION                            TOTAL               2026             2027           2028           2029             2030
                                                                          1,00             2,00           3,00           4,00             5,00

EBITDA                                               729.516.744         98.874.191      136.962.554     158.056.274    166.654.725     168.968.999
                                                 Bplan
CASH OUT FLOW
 - Tax                                                (84.012.945)       (7.311.946)      (15.318.094)   (19.443.404)   (20.908.536)     (21.030.965)
 - Interest ( i x T )                                 (26.085.822)       (6.393.633)       (5.805.399)    (5.217.164)    (4.628.930)      (4.040.696)
 - Capital Expenditures, Capex                       (124.910.813)      (23.612.160)      (24.610.243)   (25.080.504)   (25.559.751)     (26.048.155)
+/- Working Of Capital                                412.702.638       322.926.457        91.447.353      5.191.939     (3.399.080)      (3.464.031)
TOTAL                                                 177.693.057       285.608.718        45.713.617    (44.549.134)   (54.496.297)     (54.583.847)

FREE CASH FLOW                                        907.209.801       384.482.909      182.676.171     113.507.140    112.158.429     114.385.152

TERMINAL VALUE - Growth                                     0,49%                  -                -              -              -    1.118.194.336

TOTAL TERMINAL VALUE                                2.025.404.137       384.482.909      182.676.171     113.507.140    112.158.429    1.232.579.488

    Discount Factor                                        10,77%           0,90275          0,81496        0,73571        0,66416          0,59957

DISCOUNTED CASH FLOW                                1.392.981.801       347.092.282      148.873.615      83.507.779     74.490.963     739.017.162
Rounded

CORPORATE VALUE                                                       1.392.981.801
+/+ Cash & Bank                                                          16.333.056
+/+ Aset Non Operasi                                                      6.301.983
-/- Interest Bearing Debt                                              (364.136.114)
Indicative Equity Value                                   100,00%     1.051.480.727
 -/- DLOM                                                  30,00%      (315.444.218)
Market Equity Value                                        Rp.000       736.036.509

Working Capital                                        2025              2026             2027            2028           2029            2030
 ▪ Current Assets                                     833.734.951       445.864.823      431.955.328     430.333.789    437.371.493     444.543.676
 ▪ Current Liabilities                                252.540.984       187.597.312      265.135.170     268.705.570    272.344.194     276.052.346
Total Working capital                                 581.193.967       258.267.511      166.820.158     161.628.219    165.027.299     168.491.329
+/- Working Capital                                             -      (322.926.457)     (91.447.353)     (5.191.939)     3.399.080       3.464.031

Catatan:
 a. DLOM = Discount For Lack Of Marketability
 b. DLOC = Discount For Lack Of Control
b. PC = Premium Control
Page 94
PT CITRA BARU STEEL
Location: Jalan Modern Industri X Kavling Q7 – 8, Desa Nambo Ilir, Kec. Kibin, Kab. Serang, Indonesia.
ASSETS APPROACH APLIKASI : "ADJUSTED BOOK VALUE METHOD"
Attachment 10
Rp. 000                                                             Cut Off Date
                                                                   31 December
                          DescrIptIon                                  2025          Adjustment   Economic Value
                                                                     Audited


ASSETS
 a. Current Assets
    ▪ Kas dan Bank                                                     16.333.056             -            16.333.056
    ▪ Piutang Usaha                                                   146.922.494             -           146.922.494
    ▪ Piutang Lain-lain                                                39.196.996             -            39.196.996
    ▪ Persediaan                                                      624.784.152             -           624.784.152
    ▪ Uang Muka Pembelian                                              22.775.856             -            22.775.856
    ▪ Pajak Dibayar Dimuka                                                 55.453             -                55.453
    Total Current Assets                                              850.068.007             -           850.068.007

b. Non Current Assets
   ▪ Aset Pajak Tangguhan                                                       -             -                     -
   ▪ Investasi Saham                                                    6.301.983             -             6.301.983
   ▪ Aset Tetap                                                       438.119.487             -           438.119.487
   ▪ Aset Lain-lain                                                    10.769.500             -            10.769.500
   Total Non Current Assets                                           455.190.970             -           455.190.970

TOTAL ASSETS                                                        1.305.258.977             -          1.305.258.977


LIABILITIES AND EQUITY
 a. Current Liabilities
    ▪ Hutang Usaha                                                    174.256.213             -           174.256.213
    ▪ Hutang Pajak                                                     63.769.515             -            63.769.515
    ▪ Hutang Bank                                                     364.136.114             -           364.136.114
    ▪ Biaya Yang Masih harus dibayar                                   14.164.041             -            14.164.041
    ▪ Hutang Lain-lain                                                          -             -                     -
    ▪ Utang Pembiayaan Konsumen                                           351.215             -               351.215
    Total Current Liabilities                                         616.677.097             -           616.677.097

b. Non Current Liabilities
   ▪ Utang Pembiayaan Konsumen                                            542.678             -               542.678
   ▪ Liabilitas Imbalan Kerja                                          14.723.123             -            14.723.123
   ▪ Utang Pajak Tangguhan                                             49.359.527             -            49.359.527
   Total Non Current Liabilities                                       64.625.328             -            64.625.328

 c. Equity
    ▪ Modal Disetor                                                   469.400.000             -           469.400.000
    ▪ Surplus Revaluasi                                               195.423.929             -           195.423.929
    ▪ Saldo Defisit                                                   (40.867.377)            -           (40.867.377)
    ▪ Adjustment                                                                -             -                     -
    Total Equity                                                      623.956.552             -           623.956.552

TOTAL LIABILITIES & EQUITY                                          1.305.258.977             -          1.305.258.977


                                                                                -            -                       -
Indikasi Nilai Ekuitas                                                    100,00%       Rp.000             623.956.552
  - DLOM                                                                   30,00%       Rp.000            (187.186.965)
Equity Market Value                                                                     Rp.000            436.769.586
Page 95
PT CITRA BARU STEEL
VALUE RECONCILIATION
Location: Jalan Modern Industri X Kavling Q7 – 8, Desa Nambo Ilir, Kec. Kibin, Kab. Serang, Indonesia.
Attachment 11
                                                                     Equity Market               Market Value
                 Method                                                   Value        Weight      Weighted
                                                                        ( Rp.000 )                 ( Rp.000 )

 1 Income Approach: Discounted Cash Flow (DCF) Method                  736.036.509    70,00%      515.225.556
 2 Cost Approach : Adjusted Book Value (ABV) Method                    436.769.586    30,00%      131.030.876
Equity Market Value                                                                               646.256.432

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.95 MB
Published9 Jun 2026
Pages95
Characters258,632
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 118 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. · Nama Perusahaan p.2 ×15
linked org Wijaya Karya Beton Tbk p.46 ×2
linked org Steel Pipe Industry of Indonesia p.47 ×6
linked org Betonjaya Manunggal Tbk p.47 ×5
linked org Gunung Raja Paksi Tbk p.47 ×20
possible person Prof. Dr. Satrio p.2 ×3
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×8
possible org Waskita Karya (Persero) Tbk p.11 ×12
possible — Sri Lestari. p.31
possible org Wijaya Karya (Persero) Tbk p.46 ×2
possible org Adhi Karya (Persero) Tbk. p.46 ×2
possible org Krakatau Steel (Persero) Tbk p.47 ×23
possible org Bank Persero p.76
unresolved org PT Citra Baru Steel Kawasan Industri Modern Cikande p.1
unresolved org PT Citra Baru Steel. · Nama Perusahaan p.2 ×54
unresolved org Sih Wiryadi dan Rekan p.2 ×3
unresolved org PT CBS p.2 ×195
unresolved org KJPP SIH p.2 ×10
unresolved org Menteri Keuangan p.2
unresolved org Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan p.2
unresolved org Bapepam p.2 ×3
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.2
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.4 ×10
unresolved org PT Citra Baru Steel RINGKASAN EKSEKUTIF p.9
unresolved person Herly Lestari Harbi p.9 ×2
unresolved person Dev. p.9 ×2
unresolved person Darbi p.10 ×3
unresolved person Jhonny Lumbantoruan p.10 ×3
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. p.10 ×10
unresolved org PT Citra Baru Steel Susunan Pemegang Saham Struktur p.11
unresolved org PT CBS No. Nama Pemegang Saham p.11 ×2
unresolved org Headwell Investment Ltd p.11 ×2
unresolved person Tony Kasim p.11 ×5
unresolved person Kong Cho Wo. p.11 ×3
unresolved person Handoyo Setiawan. Perjanjian Penting PT CBS p.11 ×2
unresolved — Waskita – Infrastruktur. KSO p.11 ×2
unresolved org PT Citra Baru Steel DAFTAR ISI SERTIFIKAT p.15
unresolved org Bank Indonesia p.15 ×20
unresolved org Pengawas Pasar Modal. IKNB p.27
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Sih Wiryadi dan Rekan p.27
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Sih Wiryadi p.27
unresolved org PT Citra Baru Steel Diskon Tanpa p.29
unresolved person Robert Purba p.32 ×2
unresolved person Adrian Djuaini p.32
unresolved person Djumini Setyoadi p.32
unresolved org Kementerian p.32 ×2
unresolved person Yulita p.32 ×3
unresolved person Siti Susyanthi p.33
unresolved person Firman Firdaus. p.33
unresolved org PT CBS Tahun p.33
unresolved org Gideon Adi & Rekan p.33 ×3
unresolved org Gideon Adi p.33 ×3
unresolved org PT Citra Baru Steel Transmisi p.35
unresolved org PT Citra Baru Steel Gambar p.36 ×2
unresolved org PT Citra Baru Steel Kebijakan p.37 ×2
unresolved org Bank Indonesia Rapat Dewan Gubernur p.39
unresolved org PT Citra Baru Steel Bank Indonesia p.41
unresolved org PT Citra Baru Steel Meskipun p.42
unresolved org PT Citra Baru Steel Selain p.43 ×2
unresolved org PT CBS Alur p.43
unresolved org PT Citra Baru Steel Selanjutnya p.44
unresolved org PT CBS. Selain p.44
unresolved org PT CBS. Permintaan p.44
unresolved org PT CBS Produk p.45
unresolved org PT CBS Berikut p.46
unresolved org PT Adhi Persada Beton p.46
unresolved org PT Brantas Abipraya (Persero) p.46
unresolved org PT Nindya Karya (Persero) p.46
unresolved org Wijaya Karya Bangunan p.46 ×2
unresolved org PT Wijaya Karya Pracetak p.46
unresolved org PT Hanwa Indonesia p.46
unresolved org PT Indo Perkasa Mandiri p.46
unresolved org PT Jaya Makmur Eka Lestari p.46
unresolved org PT Sapta Sumber Lancar p.46
unresolved org PT Baja Indah Perkasa p.46
unresolved org PT Metal Sarana Sukses p.46
unresolved org PT Bina Bangunan Sukses p.46
unresolved org PT Surya Timur Persada p.47
unresolved org PT Sukses Abadi Bajatama p.47
unresolved org PT Roda Baja Mandiri p.47
unresolved org PT Binatama Bangun Persada p.47
unresolved org PT Maju Jaya Sukses Abadi p.47
unresolved org PT Kin Baja Suksestama p.47
unresolved org PT Takenaka Indonesia p.47
unresolved org PT Jaya Obayashi p.47
unresolved org PT Kajima Indonesia p.47
unresolved org PT Shimizu Bangun Cipta Kontractor p.47
unresolved org PT Taisei Pulauintan p.47
unresolved org PT SMCC Indonesia p.47
unresolved org PT Mitsubishi Estate Indonesia p.47
unresolved org PT Tokyu Constraction p.47
unresolved org PT Indonakano p.47
unresolved org PT Steel Pipe Industry p.47 ×6
unresolved org Indonesia Tbk p.47 ×6
unresolved person Handoyo Setiawan. Profil p.48
unresolved org PT CBS Sumber p.49
unresolved org PT CBS Kegiatan p.50
unresolved org Kementerian Lingkungan Hidup p.53
unresolved org PT CBS Tabel p.56
unresolved org PT Citra Baru Steel Dilihat p.57
unresolved org PT Citra Baru Steel Liabilitas p.59
unresolved org PT Citra Baru Steel Ekuitas p.60
unresolved org PT Citra Baru Steel Tabel p.61 ×4
unresolved org PT Citra Baru Steel Analisis Common Size Laba p.62
unresolved org PT Citra Baru Steel Berikut p.67
unresolved org PT CBS Periode Proyeksi p.68
unresolved org PT Citra Baru Steel Rasio Likuiditas p.69
unresolved org PT Citra Baru Steel Dimana p.74
unresolved org PT Citra Baru Steel Rp p.75
unresolved org KJPP Edi Andesta dan Rekan p.79
unresolved org KJPP Edi Andesta p.79
unresolved org PT Citra Baru Steel Penjelasan p.80
unresolved org PT CITRA BARU STEEL Location p.85 ×10
unresolved org PT CITRA BARU STEEL VALUE RECONCILIATION Location p.95

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.182 7245 ms 12 Sep 2026 22:14
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': 'Herly Lestari Harbi, S.E., M.Ec. Dev., MAPPI (Cert.)',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result