Skip to content
Back to announcement

20241004_RIGS_Laporan Informasi dan Fakta Material_31731969_lamp1.pdf

Other Text extracted RIGS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 87

Page 1
                             LAPORAN
                          STUDI KELAYAKAN
                 RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
                  PT RIG TENDERS INDONESIA TBK (“RTI”)




                  Lokasi di :
              Generali Tower,
Grand Rubina Business Park, 18th Floor, Unit D,
Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said,
           Jakarta Selatan, 12940




   No. File : 00901/2.0171-00/BS-FS/IX/2024
Page 2
                       TOBING PANUTURI DAN REKAN                                                                                            Kantor Pusat:
                                                                                                                 Rukan The Walk No. 38, Jakarta Garden City,
                                         KANTOR JASA PENILAI PUBLIK                                                     Kelurahan Cakung Timur, Kecamatan
                                          Property and Business Valuation                                          Cakung, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13910,
                                      NIU. 2.20.0171 – Kep. Menkeu No. 387/KM.1/2020                                      Email: topaz-admin@kjpp-topaz.id
                                                                                                                                      kjpptopaz@gmail.com;
                                              Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia                                                           Telp (021) 4614889
Kantor Cabang :
Banjarmasin (PS) : Jl. Meranti III, Komp. Madinah No. 23, RT. 036, D.h 15a, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Email: topaz_banjarmasin@kjpp-topaz.id,
topazbjm.kjpp@gmail.com; Telp (0511) 4247394, Medan (P) : Kompleks Perumahan Villa Malina Indah, Jl. Deli Bunga No. 3, Medan, Sumatera Utara 20132, Email:
topazmdn.kjpp@gmail.com; Telp (061) 8216806, Surabaya (P) : Ruko 9M-APT Puncak CBD, Jl. Kramat I, Surabaya, Jawa Timur 60229, Email: surabaya@kjpp-topaz.id;
Telp (031) 99429111, Balikpapan (PS) : Jalan Angkasa 3B RT. 57, Balikpapan, Kalimantan Timur 76115, Email: kjpptopazbpn@gmail.com; Telp 0858 5252 3005,
Jayapura (PS) : Perumahan Yapis Entrop, Jalan Beringin I No. 10, Jayapura, Papua 99224, Email: topazjyp.kjpp@gmail.com; Telp (0967) 5782084


                No. File: 00901/2.0171-00/BS-FS/IX/2024
                Jakarta, 27 September 2024

                Kepada Yth.
                PT Rig Tenders Indonesia (“RTI”)
                Generali Tower, Grand Rubina Business Park,
                18th Floor, Unit D, Kawasan Rasuna Epicentrum,
                Jl. HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, 12940.


                Perihal       : Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders
                                Indonesia Tbk (“RTI”)


                Dengan Hormat,

                KANTOR JASA PENILAI PUBLIK TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”) ditunjuk oleh RTI
                berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran Jasa Kajian Studi Kelayakan untuk penambahan
                kegiatan usaha No. 0407/MK.PB/KJPP-TOPAZ/IV/2024 tanggal 22 April 2024 dengan maksud
                untuk memberikan studi kelayakan atas proyek penambahan kegiatan usaha aktivitas penunjang
                pertambangan dan penggalian lainnya (KBLI 2020 No. 09900) dan Rencana Transaksi ini terkait POJK
                No. 17/POJK.04/2020 tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha.


                1.    Status Penilai

                      Penilai adalah partner dari TOPAZ dengan kualifikasi sebagai berikut:

                      Nama Penilai            : Lidia, S.T., M.M., MAPPI (Cert)
                      No. Ijin Penilai        : B-1.17.00481
                      No. STTD                : STTD.PB-04/PJ-1/PM.223/2023
                      No. MAPPI               : 12-S-03723
                      Klasifikasi Izin        : Penilai Bisnis (B)

                      TOPAZ adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar
                      Modal serta memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan ini.

                      Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan ini kami bertindak secara profesional tanpa
                      adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas, objek studi
                      kelayakan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan pemberi tugas dan objek studi
                      kelayakan. TOPAZ juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan
                      penugasan ini.
Page 3
     Laporan studi kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan
     pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang
     dihasilkan.


2.   Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

     Nama Perusahaan            : PT Rig Tenders Indonesia Tbk
     Alamat                     : Generali Tower, Grand Rubina Business Park, 18th Floor, Unit D,
                                  Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said,
                                  Jakarta Selatan, 12940
     Website                    : www.rigtenders.co.id


3.   Objek Studi Kelayakan dan Kepemilikan

     Bahwa objek studi kelayakan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pemberi tugas
     adalah penambahan kegiatan usaha berupa aktivitas penunjang pertambangan dan
     penggalian lainnya (KBLI 2020 No. 09900) terkait POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang transaksi
     material dan perubahan kegiatan usaha. Kepemilikan objek studi kelayakan adalah milik RTI.


4.   Jenis Mata Uang yang Digunakan

     Laporan studi kelayakan ini dinyatakan dalam mata uang Rupiah. TOPAZ tidak bertanggung
     jawab atas penggunaan Nilai Tukar selain yang tercantum pada laporan ini.


5.   Maksud dan Tujuan

     Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan Kajian Studi Kelayakan atas proyek
     penambahan kegiatan usaha berupa aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian
     lainnya (KBLI 2020 No. 09900). Studi Kelayakan ini ditujukan untuk keperluan pemberi tugas
     terkait POJK No.17/POJK.04/2020 tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha.

     Laporan ini disusun sebagai bahan pertimbangan bagi pihak RTI dalam rangka kepentingan
     usahanya. Laporan tidak digunakan di luar konteks atau tujuan tersebut dan bukan untuk
     kepentingan perpajakan.


6.   Tanggal Studi Kelayakan

     Tanggal efektif studi kelayakan adalah 30 Juni 2024, dimana batas tersebut diambil atas dasar
     pertimbangan kepentingan pemberi tugas dan tujuan studi kelayakan.


7.   Tingkat Kedalaman Investigasi

     Dalam studi kelayakan ini, kami telah melakukan investigasi dan diskusi untuk mendapatkan
     keyakinan yang memadai diantaranya dengan melakukan wawancara, baik dengan
Page 4
     manajemen ataupun pihak yang mewakilinya dan pihak-pihak lain yang terkait. Berikut adalah
     pihak yang diwawancarai dalam hubungannya dengan objek studi kelayakan, yaitu :

          Pihak yang Diwawancarai                 Jabatan                        Perusahaan
      Bapak Rully Syachrun                Accounting dan Tax Manager                  RTI
      Bapak Aditya                             Corporate Finance                      RTI
      Ibu Diah Triani                         Corporate Secretary                     RTI



8.   Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

     Dalam melakukan studi kelayakan ini, TOPAZ juga menggunakan informasi dari beberapa
     sumber informasi yang relevan dan handal tanpa perlu melakukan verifikasi, yaitu:

      • Data internal perusahaan terkait dengan studi kelayakan.
      • Proyeksi keuangan atas penambahan kegiatan usaha.
      • Data-data yang diperoleh dari S&P Capital IQ dan Damodaran.
      • Data-data ekonomi baik yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari instansi
        terkait, seperti Bank Indonesia.
      • Data-data lain sebagai informasi pendukung.


9.   Asumsi dan Asumsi Khusus

     Asumsi dan asumsi khusus yang akan digunakan dalam penugasan merupakan asumsi dan
     asumsi khusus yang wajar dan relevan dengan memperhatikan tujuan dimana penilaian
     diperlukan. Asumsi khusus adalah asumsi yang berbeda dari fakta yang sebenarnya pada
     Tanggal Studi Kelayakan atau hal yang tidak akan dibuat oleh sebagian kecil pelaku pasar dalam
     suatu transaksi pada Tanggal Studi Kelayakan. Asumsi khusus sering digunakan untuk
     menggambarkan efek dari suatu situasi yang akan mempengaruhi nilai. Dalam pelaksanaan
     penugasan, Penilai akan menggunakan asumsi yang wajar untuk diterima sebagai fakta dalam
     konteks penugasan tanpa penyelidikan tertentu atau verifikasi. TOPAZ mengandalkan
     keakuratan dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh manajemen RTI dan/atau data
     yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian
     yang kami anggap relevan. TOPAZ tidak terlibat dan tidak melakukan audit ataupun verifikasi
     atas informasi yang disediakan tersebut. Analisis, opini dan kesimpulan telah dibuat, dan
     laporan ini telah disusun sesuai dengan POJK No. 35/POJK.04/2020 dan SEOJK
     No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal
     dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII
     Tahun 2018 dan Edisi Revisi Tahun 2020.

     Tidak terdapat asumsi khusus dalam Laporan Studi Kelayakan.


10. Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi

     Laporan studi kelayakan ini ditujukan terkait POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang transaksi
     material dan perubahan kegiatan usaha yang dihasilkan sehingga untuk setiap publikasi
     terhadap keseluruhan atau sebagian dari laporan, atau referensi yang dipublikasikan,
     termasuk referensi mengenai laporan keuangan perusahaan/objek studi kelayakan, dan/atau
Page 5
    laporan direksi/pimpinan perusahaan/objek studi kelayakan, dan/atau pernyataan atau kajian
    lainnya atau pernyataan/edaran apapun dari perusahaan/objek studi kelayakan dapat diakses
    oleh publik sesuai dengan keperluan atas Rencana Transaksi tersebut. Tanda tangan Penilai
    Publik dan cap TOPAZ yang resmi merupakan syarat mutlak laporan studi kelayakan yang
    dihasilkan.


11. Konfirmasi Bahwa Studi Kelayakan dilakukan berdasarkan OJK serta SPI dan KEPI

    Studi kelayakan ini dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor
    35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
    Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian
    Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi Tahun 2020.


12. Metodologi

    Metodologi yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan berdasarkan POJK No.
    35/POJK.04/2020 dan SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
    Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian
    Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi Tahun 2020 ini adalah:

    Pengumpulan Data

     • Pengumpulan data-data primer atas rencana penambahan kegiatan usaha meliputi data-
       data rencana investasi dan rencana usaha serta data-data lainnya yang relevan. Data-data
       primer ini diperoleh secara langsung melalui wawancara dengan berbagai pihak, terutama
       dari manajemen RTI pada saat dilakukan investigasi lapangan.
     • Pengumpulan data sekunder yang diperoleh dari berbagai instansi atau pihak ketiga
       dalam bentuk angka-angka statistik dan berbagai data pendukung yang relevan dengan
       tujuan penugasan seperti analisis makro ekonomi, analisis industri dan analisis
       manajemen risiko, untuk mengevaluasi pengaruh dari faktor tersebut di masa
       mendatang.

    Analisis Kelayakan

    Melakukan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha yang mengacu pada Pasal V SEOJK
    No.17/SEOJK.04/2020 meliputi:

    a.   kelayakan pasar;

         Analisis kelayakan pasar dilakukan terhadap analisis kondisi pasar, seperti pangsa pasar,
         kesinambungan (sustainability), potensi pasar, sasaran, dan potensi nilai pasar, pesaing
         usaha, dan strategi pemasaran.

    b.   kelayakan teknis;

         Analisis kelayakan teknis dilakukan terhadap analisis Ketersediaan dan Kualitas Sumber
         Daya; Proses Bisnis Kegiatan Usaha Baru.
Page 6
   c.   kelayakan pola bisnis;

        Analisis kelayakan pola bisnis dilakukan terhadap analisis Keunggulan Kompetitif RTI,
        Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk RTI; Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai
        Penambahan Kegiatan Usaha.

   d.   kelayakan model manajemen; dan

        Analisis kelayakan model manajemen dilakukan terhadap analisis ketersediaan tenaga
        kerja, manajemen kekayaan intelektual, manajemen risiko, kapasitas dan kemampuan
        manajemen, dan kesesuaian struktur organisasi dan manajemen.

   e.   kelayakan keuangan;

        Analisis kelayakan keuangan dilakukan terhadap analisis keuangan seperti analisis titik
        impas (Break Even Analysis), Analisis Profitabilitas (Overall Profitability), Tingkat Balikan
        Investasi (Overall Return on Investment), Analisis Kelayakan Finansial dengan Net Present
        Value (“NPV”), Internal Rate of Return (“IRR”), Payback Period, Profitability Index dan
        analisis sensitivitas.


13. Kesimpulan

   a.   Kelayakan Pasar

        i. Jumlah barang yang diangkut melalui jalur laut domestik pada Maret 2024 mencapai
             29,9 juta ton, meningkat 6,31% dibandingkan bulan Februari 2024.
        ii. Produksi batu bara Indonesia per Juni 2024 mencapai 380 juta ton (+3% YoY). Angka
             ini tertinggal dari target RKAB yang disetujui sebesar 920 juta ton, tetapi tetap lebih
             tinggi dari target produksi pemerintah sebesar 710 juta ton.
        iii. Potensi pasar industri pengangkutan batu bara di Indonesia sangat besar mengingat
             batu bara merupakan sumber utama energi nasional Indonesia hingga 10-20 tahun ke
             depan. Segmen pasar RTI adalah PT Maritim Barito Perkasa, PT Arutmin Indonesia dan
             PT Pelayaran Kartikasamudra Adijaya yang berlokasi di Kalimantan Selatan.
        iv. Pesaing Industri pengangkutan batu bara di Indonesia sangat kompetitif.
        v. Strategi RTI dalam persaingan usaha adalah dengan meningkatkan pemasaran dengan
             memperluas jenis pengangkutan ke pengangkutan nikel dan lainnya, serta
             memperluas area pemasaran ke Indonesia bagian Timur.

        Berdasarkan kajian dan evaluasi terhadap kondisi pasar, seperti pangsa pasar,
        kesinambungan (sustainability), potensi pasar, sasaran, dan potensi nilai pasar, pesaing
        usaha, dan strategi pemasaran atas kegiatan usaha baru disimpulkan bahwa penambahan
        kegiatan usaha dari aspek pasar yang akan dilakukan oleh RTI adalah layak.

   b.   Kelayakan Teknis

        i. Terkait dengan kapasitas, penambahan kegiatan usaha baru akan menggunakan
           sarana dan prasarana yang dimiliki oleh RTI baik fisik maupun non fisik. Adapun fasilitas
           yang dimiliki saat ini adalah total 62 kapal terdiri atas 36 tug boats, 7 self-discharging
           barges dan 19 barges. Fasilitas non fisik berupa jaringan bisnis dan customer
           relationship.
Page 7
     ii. Terkait dengan penambahan kegiatan usaha baru, RTI akan memanfaatkan sumber
          daya dan infrastruktur yang ada.
     iii. RTI memiliki struktur komposisi jabatan yang memadai untuk mengatur koordinasi
          antara fungsi manajemen dan fungsi pelaksanaan, sehingga dapat mendukung
          pengendalian kinerja dengan baik.

     Berdasarkan kajian dan evaluasi terhadap kapasitas, Ketersediaan dan Kualitas Sumber
     Daya; Proses Bisnis Kegiatan Usaha Baru, maka dapat disimpulkan bahwa penambahan
     kegiatan usaha dari aspek teknis yang akan dilakukan oleh RTI adalah layak.

c.   Kelayakan Pola Bisnis

     i. RTI memiliki keuanggulan dalam ketepatan waktu proses pemuatan dan
          pembongkaran kargo seper batubara dan nikel yang sesuai dengan jadwal, Komunikasi
          yang responsif, Hubungan bisnis jangka panjang dengan pelanggan, dan Harga yang
          kompetitif.
     ii. Kegiatan usaha baru RTI memiliki barrier to entry yang sulit dengan kebutuhan modal
          yang tinggi untuk dapat masuk dalam industri ini.
     iii. Dengan penambahan kegiatan usaha, RTI akan memiliki potensi nilai tambah dari sisi
          pendapatan dan laba, serta peluang besar untuk keberlangsungan bisnis RTI.

     Berdasarkan kajian dan evaluasi terhadap Keunggulan Kompetitif RTI, Kemampuan
     Pesaing Untuk Meniru Produk RTI; Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai Penambahan
     Kegiatan Usaha, maka disimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha dari aspek pola
     bisnis yang akan dilakukan oleh RTI adalah layak.

d.   Kelayakan Model Manajemen

     i. Saat ini, RTI tidak memiliki kekayaan intelektual. Dalam penambahan kegiatan usaha,
         RTI tidak melakukan pendaftaran kekayaan intelektual karena kegiatan usaha baru RTI
         tergolong dalam aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya yang tidak
         memerlukan kekayaan intelektual dalam operasinya.
     ii. Manajemen RTI telah beradaptasi dengan baik di lingkungan industri pelayaran
         batubara. RTI mengembangkan karyawan secara berkelanjutan sebagai bagian dari
         pendidikan dan pelatihan, dalam prosesnya karyawan mengikuti perkembangan bisnis
         yang dinamis untuk meningkatkan kompetensi kemampuan yang sangat penting untuk
         kualitas produk yang ditawarkan.

     Berdasarkan kajian dan evaluasi terhadap ketersediaan tenaga kerja, manajemen
     kekayaan intelektual, manajemen risiko, kapasitas dan kemampuan manajemen, dan
     kesesuaian struktur organisasi dan manajemen, maka disimpulkan bahwa penambahan
     kegiatan usaha dari aspek model manajemen yang akan dilakukan oleh RTI adalah layak.

e.   Kelayakan Keuangan

     i. Analisis titik Impas (Break Even Analysis)

        Berdasarkan perhitungan BEP, pada tahun 2024 diketahui BEP dalam unit adalah 6 unit
        dan BEP dalam pendapatan adalah Rp102.003 juta pada tahun 2025 hingga sebesar
        Rp76.911 juta pada tahun 2035. Berdasarkan hal ini diketahui pada tahun 2025,
        kegiatan usaha baru RTI akan membukukan laba usaha positif karena total penjualan
Page 8
            pada tahun 2025 melebihi BEP pendapatan dengan pendapatan sebesar Rp349.671
            juta.

       ii. Analisis Profitabilitas (Overall Profitability) dan Tingkat Balikan Investasi (Overall
           Return on Investment)

            Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa Rasio profitabilitas dan tingkat balikan
            investasi menunjukkan rasio positif mulai tahun 2025. GPM terproyeksi sebesar
            33,49% pada tahun 2025 hingga sebesar 46,22% pada tahun 2035, sementara OPM
            dan NPM terproyeksi sebesar 38,93% dan 37,73% di tahun 2035. Untuk ROI
            terproyeksi mencapai 42,11% di tahun 2035.

       iii. Analisis Kelayakan Finansial dengan Net Present Value (“NPV”), Internal Rate of Return
            (“IRR”), Payback Period dan Profitability Index:

            1.   Net Present Value (NVP) sebesar Rp149.052 juta;
            2.   Internal Rate of Return (IRR) sebesar 62,63%;
            3.   Payback Period adalah selama 2 tahun dan 3 bulan; dan
            4.   Profitability Index sebesar 3,71.

            Dengan hasil analisis tersebut, kegiatan usaha aktivitas penunjang pertambangan dan
            penggalian lainnya layak dilakukan karena NPV positif, IRR lebih besar dari tingkat
            diskonto, payback period yang tidak terlalu panjang dan PI yang lebih besar dari 1.

        iv. Analisis Sensitivitas

            Berdasarkan hasil analisis sensitivitas, menunjukkan bahwa penambahan kegiatan
            usaha bersifat tidak sensitif terhadap kenaikan injeksi modal dan penurunan laba
            bersih.

    Berdasarkan kajian, evaluasi terhadap analisis keuangan, seperti analisis titik impas (Break
    Even Analysis), Analisis Profitabilitas (Overall Profitability), Tingkat Balikan Investasi (Overall
    Return on Investment), Analisis Kelayakan Finansial dengan Net Present Value (“NPV”), Internal
    Rate of Return (“IRR”), Payback Period, Profitability Index dan analisis sensitivitas. Maka
    disimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha baru yang akan dilakukan oleh RTI adalah
    layak.

Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah KJPP TOPAZ terima dan
dengan mempertimbangkan semua faktor yang mempengaruhi dalam analisis kelayakan, maka
menurut pendapat KJPP TOPAZ rencana penambahan kegiatan usaha adalah layak.
Page 9
Demikian hasil studi kelayakan RTI yang kami lakukan dengan tetap mengacu pada standar
penilaian dan kode etik yang berlaku.




Hormat kami,
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN




Lidia S.T., MM., MAPPI (Cert)
Partner

Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis (B)
Ijin Penilai     : B-1.17.00481
STTD Pasar Modal : STTD.PB-04/PJ-1/PM.223/2023
MAPPI            : 12-S-03723
IKNB             : 158/NB.122/STTD-P/2019
Page 10
                             PERNYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda-tangan di bawah
ini menerangkan bahwa :

1. Pernyataan dalam Laporan Studi Kelayakan ini, sebatas pengetahuan kami, adalah benar dan
    akurat.
2. Analisis dan kesimpulan yang dinyatakan di dalam Laporan Studi Kelayakan ini dibatasi oleh
    asumsi dan batasan-batasan yang diungkapkan di dalam Laporan Studi Kelayakan, yang mana
    merupakan hasil analisis dan kesimpulan Penilai yang tidak berpihak dan tidak memiliki
    benturan kepentingan.
3. TOPAZ tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang terhadap
    Objek yang dinilai, maupun memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada pihak
    pihak lain yang memiliki kepentingan terhadap penugasan ini.
4. Penunjukan dalam penugasan ini tidak berhubungan dengan Studi Kelayakan yang telah
    disepakati sebelumnya dengan pemberi tugas.
5. Biaya jasa profesional tidak dikaitkan dengan nilai yang telah ditentukan sebelumnya atau
    gambaran nilai yang diinginkan oleh pemberi tugas, pencapaian hasil yang dinyatakan, atau
    adanya kondisi yang terjadi kemudian (subsequent event) yang berhubungan secara langsung
    dengan penggunaan yang dimaksud.
6. Penilai telah mengikuti persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan / dilaksanakan oleh
    masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
7. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan jenis industri yang dinilai.
8. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut :
        • Identifikasi masalah (Identifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi, dan tanggal Studi
             Kelayakan);
        • Pengumpulan data dan wawancara;
        • Analisis Data;
        • Analisis untuk menghasilkan kesimpulan Studi Kelayakan;
        • Penulisan Laporan Studi Kelayakan.
9. Penilai telah melakukan inspeksi lapangan yang merupakan objek Studi Kelayakan.
10. Tidak seorangpun selain yang bertandatangan dibawah ini, yang telah terlibat dalam
    pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan sebagaimana yang dinyatakan dalam
    Laporan Studi Kelayakan ini.
11. Analisis dan kesimpulan yang dibuat oleh Penilai, serta Laporan Studi Kelayakan yang telah
    dibuat dengan memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor
    35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
    Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian
    Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi Tahun 2020.

Jakarta, 27 September 2024


 Lidia, ST., M.M., MAPPI (Cert) – Penanggungjawab                             ............ ..................
 Ijin Penilai         : No. B-1.17.00481
 MAPPI                : No. 12-S-03723
 No. STTD             : STTD.PB-04/PJ-1/PM.223/2023
Page 11
Panuturi L. Tobing, SP., SH., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert) – Quality Control   .............................
MAPPI                 : No. 06-S-01967
No. Register          : No. RMK-2017.00377




Immanuel Taurix Riyadi Tutuko, SE.,M.M – Penilai                          .............................
MAPPI               : No. 13-T-04400
No. Register        : No. RMK-2020.03265
Page 12
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)


                                                             DAFTAR ISI

                                                                                                                            Halaman

SERTIFIKAT
PERNYATAAN PENILAI

DAFTAR ISI .............................................................................................................................. i
DAFTAR FIGUR......................................................................................................................... iii
BAB I 1
PENDAHULUAN ........................................................................................................................1
1.1.    Latar Belakang ........................................................................................................................1
1.2.    Status Penilai ..........................................................................................................................1
1.3.    Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ...................................................................2
1.4.    Objek Studi Kelayakan dan Kepemilikan ................................................................................2
1.5.    Jenis Mata Uang yang Digunakan...........................................................................................2
1.6.    Maksud dan Tujuan ................................................................................................................2
1.7.    Tanggal Studi Kelayakan .........................................................................................................2
1.8.    Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan ..............................................................2
1.9.    Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi .......................................................................3
1.10. Konfirmasi Bahwa Studi Kelayakan dilakukan berdasarkan OJK, SPI dan KEPI ......................3
1.11. Metodologi .............................................................................................................................3
1.12. Pernyataan Independensi Penilai ...........................................................................................4
1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas ................................................................................................5
BAB II 7
DATA DAN INFORMASI .............................................................................................................7
2.1.    Pelaksana Investigasi ..............................................................................................................7
2.2.    Data dan Informasi .................................................................................................................8
2.2.    PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”) .....................................................................................9
2.3.    Kinerja Keuangan RTI............................................................................................................11
BAB III 15
TINJAUAN EKONOMI MAKRO DAN INDUSTRI .......................................................................... 15
3.1.    Ekonomi Makro Indonesia....................................................................................................15
3.1.1. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia........................................................................................15
3.2.    Gambaran Umum Industri Pelayaran dan Batu Bara di Indonesia ......................................22
BAB IV 26
ANALISIS KELAYAKAN PASAR, TEKNIS, POLA BISNIS, DAN MODEL MANAJEMEN ....................... 26
4.1     Analisis Kelayakan Pasar.......................................................................................................26
4.1.1 Kondisi Pasar ........................................................................................................................26
4.1.2 Pesaing Usaha.......................................................................................................................27
4.1.3 Strategi Pemasaran ..............................................................................................................27
4.1.4 Kesimpulan Analisis Kelayakan Pasar ...................................................................................27
4.2     Analisis Kelayakan Teknis .....................................................................................................28
4.2.1 Kapasitas...............................................................................................................................28
4.2.2 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya..............................................................................28
4.2.3 Proses Bisnis Kegiatan Usaha Baru .......................................................................................28
4.2.4 Kesimpulan Analisis Kelayakan Teknis .................................................................................29
4.3     Analisis Kelayakan Pola Bisnis ..............................................................................................29

                                                                        i
Page 13
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)


4.3.1 Keunggulan Kompetitif RTI ...................................................................................................29
4.3.2 Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk RTI ..................................................................30
4.3.3 Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai Penambahan Kegiatan Usaha ................................30
4.3.4 Kesimpulan Analisis Kelayakan Pola Bisnis...........................................................................30
4.4     Analisis Kelayakan Model Manajemen.................................................................................30
4.4.1 Ketersediaan Tenaga Kerja ...................................................................................................31
4.4.2 Manajemen Kekayaan Intelektual (Intellectual Property)....................................................31
4.4.3 Manajemen Risiko ................................................................................................................31
4.4.4 Kapasitas Kemampuan Manajemen .....................................................................................32
4.4.5 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen.................................................................32
4.4.6 Kesimpulan Analisis Kelayakan Model Manajemen .............................................................33
BAB V 34
ANALISIS KUALITATIF LAINNYA ATAS RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA BARU ......... 34
5.1.    Analisis Porter’s 5 Forces Model ...........................................................................................34
5.2.    Analisis SWOT .......................................................................................................................35
5.3.    Analisis Structure Conduct Performance ..............................................................................36
5.4.    Analisis Pertimbangan Kualitatif atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Baru ...........36
BAB VI 38
ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN........................................................................................... 38
6.1.    Biaya Pendirian (Start Up Costs), Modal Kerja, Sumber Pembiayaan, Pembelian, Biaya
        Operasional dan Beban Usaha .............................................................................................38
6.2.    Periode Proyeksi Keuangan ..................................................................................................38
6.3.    Review dan Penyesuaian Asumsi atas Proyeksi Keuangan Pendahuluan yang Disusun oleh
        Manajemen ..........................................................................................................................39
6.4.    Perbandingan Rasio Keuangan Sebelum dan Sesudah Penambahan Kegiatan Usaha Baru 39
6.5.    Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan ......................................................................................40
6.6.    Ringkasan Proyeksi Keuangan ..............................................................................................41
6.7.    Penetapan Tingkat Diskonto ................................................................................................43
6.8.    Analisis Titik Impas (Break Even Analysis) ............................................................................46
6.9.    Analisis Profitabilitas (Overall Profitability) dan Tingkat Balikan Investasi (Overall Return on
        Investment)...........................................................................................................................47
6.10. Analisis Kelayakan Finansial dengan Net Present Value (“NPV”), Internal Rate of Return
        (“IRR”), Payback Period dan Profitability Index ....................................................................48
6.11. Analisis Sensitivitas...............................................................................................................50
6.12. Kesimpulan Analisis Kelayakan Keuangan ............................................................................51
BAB VII 52
KESIMPULAN .......................................................................................................................... 52
BAB VIII 53
KUALIFIKASI PENILAI USAHA ................................................................................................... 53

LAMPIRAN – LAMPIRAN

     ✓ Lampiran Keuangan




                                                                       ii
Page 14
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)


                                                        DAFTAR FIGUR

                                                                                                                                   Halaman

Figur 1. Hasil Dokumentasi................................................................................................................. 7
Figur 2. Pihak-Pihak yang Diwawancarai ............................................................................................ 8
Figur 3. Laporan keuangan audit RTI.................................................................................................. 8
Figur 4. Ringkasan Sejarah Singkat RTI ............................................................................................... 9
Figur 5. Tambahan Kegiatan Usaha RTI ............................................................................................ 10
Figur 6. Ringkasan Laporan Posisi Keuangan RTI ............................................................................. 11
Figur 7. Pertumbuhan Aset, Liabilitas dan Ekuitas ........................................................................... 12
Figur 8. Ringkasan Laporan Laba Rugi RTI ........................................................................................ 12
Figur 9. Pertumbuhan Pendapatan, HPP, Laba Kotor dan Laba Tahun Berjalan ............................. 13
Figur 10. Ringkasan Laporan Arus Kas RTI........................................................................................ 13
Figur 11. Komposisi Arus Kas Bersih Dari Aktivitas Operasi, Investasi dan Pendanaan ................... 14
Figur 12. Pertumbuhan Ekonomi Sisi Pengeluaran .......................................................................... 15
Figur 13. Ekspor dan Impor Non-Migas............................................................................................ 16
Figur 14. Neraca Pembayaran Indonesia ......................................................................................... 16
Figur 15. Cadangan Devisa Indonesia............................................................................................... 17
Figur 16. Nilai Tukar Rupiah ............................................................................................................. 18
Figur 17. Inflasi IHK dan Komponen ................................................................................................. 18
Figur 18. Likuiditas Perbankan dan Perekonomian .......................................................................... 19
Figur 19. Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA ........................................................ 19
Figur 20. Suku Bunga Perbankan...................................................................................................... 20
Figur 21. Rasio Kredit Bermasalah (NPL) .......................................................................................... 20
Figur 22. Perkembangan Kredit dan DPK ......................................................................................... 21
Figur 23. Nilai Transaksi Uang Elektronik dan Nilai Transaksi Digital Banking ................................ 21
Figur 25. Modal Kerja ....................................................................................................................... 38
Figur 26. Beban Usaha...................................................................................................................... 38
Figur 27. Rasio Keuangan Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha Baru RTI.................................... 39
Figur 28. Rasio Keuangan Sesudah Penambahan Kegiatan Usaha Baru RTI .................................... 39
Figur 29. Perputaran Modal Kerja .................................................................................................... 40
Figur 30. Ringkasan Proyeksi Laba RTI ............................................................................................. 41
Figur 31. Ringkasan Proyeksi Posisi Keuangan RTI ........................................................................... 42
Figur 32. Ringkasan Proyeksi Arus Kas RTI ....................................................................................... 42
Figur 33. Analisis Profitabilitas RTI ................................................................................................... 43
Figur 34. Beta Unleverage Perusahaan Pembanding ....................................................................... 45
Figur 35. Biaya Modal untuk Ekuitas RTI dengan Tarif Pajak 22,00% .............................................. 45
Figur 36. BEP dalam Unit dan Pendapatan ...................................................................................... 46
Figur 37. Analisis Profitabilitas dan Tingkat Balikan Investasi.......................................................... 47
Figur 38. Analisis Kelayakan Finansial Net Present Value (“NPV”), Internal Rate of Return
          (“IRR”), Payback Period dan Profitability Index ................................................................ 48
Figur 39. Analisis Sensitivitas............................................................................................................ 50




                                                                      iii
Page 15
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



                                                BAB I

                                           PENDAHULUAN


1.1.   Latar Belakang

       PT Rig Tenders Indonesia (“RTI”) didirikan sebagai perusahaan patungan antara Bapak
       Boedihardjo Satrohadiwirjo dan Rig Tenders Inc pada tanggal 22 Januari 1974. Menurut
       Anggaran Dasar Perusahaan, kegiatan RIGS mencakup berbagai usaha, termasuk penyewaan
       kapal tarik (tug boats) dan tongkang (barges), terutama untuk industri minyak dan gas
       (migas) lepas pantai, serta layanan pengangkutan batu bara.

       RTI memiliki rencana penambahan kegiatan usaha aktivitas penunjang pertambangan dan
       penggalian lainnya. Berdasarkan hal tersebut KANTOR JASA PENILAI PUBLIK TOBING
       PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”) ditunjuk oleh RTI berdasarkan persetujuan atas Surat
       Penawaran Jasa Kajian Studi Kelayakan untuk penambahan kegiatan usaha No.
       0407/MK.PB/KJPP-TOPAZ/IV/2024 tanggal 22 April 2024 dengan maksud untuk
       memberikan studi kelayakan atas proyek penambahan kegiatan usaha aktivitas penunjang
       pertambangan dan penggalian lainnya (KBLI 2020 No. 09900) dan Rencana Transaksi ini
       terkait POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha.


1.2.   Status Penilai

       Penilai adalah partner dari TOPAZ dengan kualifikasi sebagai berikut:

       Nama Penilai       : Lidia, S.T., M.M., MAPPI (Cert)
       No. Izin Penilai   : B-1.17.00481
       No. STTD           : STTD.PB-04/PJ-1/PM.223/2023
       No. MAPPI          : 12-S-03723
       Klasifikasi Izin   : Penilai Bisnis (B)

       TOPAZ adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar
       Modal serta memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan ini.

       Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan ini kami bertindak secara profesional tanpa
       adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas, objek studi
       kelayakan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan pemberi tugas dan objek studi
       kelayakan. TOPAZ juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait
       dengan penugasan ini.

       Laporan studi kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan
       pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang
       dihasilkan.




                                                                                          Halaman - 1
Page 16
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



1.3.   Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

        Nama perusahaan          :   PT Rig Tenders Indonesia Tbk
        Alamat                   :   Generali Tower, Grand Rubina Business Park, 18th Floor, Unit
                                     D, Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta
                                     Selatan, 12940
        Website                  :   www.rigtenders.co.id


1.4.   Objek Studi Kelayakan dan Kepemilikan

       Bahwa objek studi kelayakan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pemberi tugas
       adalah penambahan kegiatan usaha berupa aktivitas penunjang pertambangan dan
       penggalian lainnya (KBLI 2020 No. 09900) terkait POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang
       transaksi material dan perubahan kegiatan usaha. Kepemilikan objek studi kelayakan adalah
       milik RTI.


1.5.   Jenis Mata Uang yang Digunakan

       Laporan studi kelayakan ini dinyatakan dalam mata uang Rupiah. TOPAZ tidak bertanggung
       jawab atas penggunaan Nilai Tukar selain yang tercantum pada laporan ini.


1.6.   Maksud dan Tujuan

       Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan Kajian Studi Kelayakan atas proyek
       penambahan kegiatan usaha berupa aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian
       lainnya (KBLI 2020 No. 09900). Studi Kelayakan ini ditujukan untuk keperluan pemberi tugas
       terkait POJK No.17/POJK.04/2020 tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha.

       Laporan ini disusun sebagai bahan pertimbangan bagi pihak RTI dalam rangka kepentingan
       usahanya. Laporan tidak digunakan di luar konteks atau tujuan tersebut dan bukan untuk
       kepentingan perpajakan.


1.7.   Tanggal Studi Kelayakan

       Tanggal efektif studi kelayakan adalah 30 Juni 2024, dimana batas tersebut diambil atas dasar
       pertimbangan kepentingan pemberi tugas dan tujuan studi kelayakan.


1.8.   Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

       Dalam melakukan studi kelayakan ini, TOPAZ juga menggunakan informasi dari beberapa
       sumber informasi yang relevan dan handal, yaitu:

          • Data internal perusahaan terkait dengan studi kelayakan.


                                                                                          Halaman - 2
Page 17
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



          • Proyeksi keuangan atas penambahan kegiatan usaha.
          • Data-data yang diperoleh dari S&P Capital IQ dan Damodaran.
          • Data-data ekonomi baik yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari
            instansi terkait, seperti Bank Indonesia.
          • Data-data lain sebagai informasi pendukung.

       TOPAZ telah menerima proyeksi keuangan dimana proyeksi keuangan merupakan data yang
       diverifikasi terlebih dahulu yakni melakukan analisis kewajaran atas proyeksi yang
       disampaikan.


1.9.   Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi

       Laporan studi kelayakan ini ditujukan terkait POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang transaksi
       material dan perubahan kegiatan usaha yang dihasilkan sehingga untuk setiap publikasi
       terhadap keseluruhan atau sebagian dari laporan, atau referensi yang dipublikasikan,
       termasuk referensi mengenai laporan keuangan perusahaan/objek studi kelayakan,
       dan/atau laporan direksi/pimpinan perusahaan/objek studi kelayakan, dan/atau pernyataan
       atau kajian lainnya atau pernyataan/edaran apapun dari perusahaan/objek studi kelayakan
       dapat diakses oleh publik sesuai dengan keperluan atas Rencana Transaksi tersebut. Tanda
       tangan Penilai Publik dan cap TOPAZ yang resmi merupakan syarat mutlak laporan studi
       kelayakan yang dihasilkan.


1.10. Konfirmasi Bahwa Studi Kelayakan dilakukan berdasarkan OJK, SPI dan KEPI

       Studi kelayakan ini dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor
       35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
       Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar
       Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi Tahun 2020.


1.11. Metodologi

       Metodologi yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan berdasarkan POJK
       No.35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
       Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar
       Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi Tahun 2020 ini adalah:

       Pengumpulan Data

       • Pengumpulan data-data primer atas rencana penambahan kegiatan usaha meliputi data-
         data rencana investasi dan rencana usaha serta data-data lainnya yang relevan. Data-data
         primer ini diperoleh secara langsung melalui wawancara dengan berbagai pihak, terutama
         dari manajemen RTI pada saat dilakukan investigasi lapangan.
       • Pengumpulan data sekunder yang diperoleh dari berbagai instansi atau pihak ketiga
         dalam bentuk angka-angka statistik dan berbagai data pendukung yang relevan dengan
         tujuan penugasan seperti analisis makro ekonomi, analisis industri dan analisis


                                                                                          Halaman - 3
Page 18
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



         manajemen risiko, untuk mengevaluasi pengaruh dari faktor tersebut di masa
         mendatang.

      Analisis Kelayakan

      Melakukan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha yang mengacu pada Pasal V
      SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 meliputi:

          a. kelayakan pasar;

              Analisis kelayakan pasar dilakukan terhadap analisis kondisi pasar, seperti pangsa
              pasar, kesinambungan (sustainability), potensi pasar, sasaran, dan potensi nilai
              pasar, pesaing usaha, dan strategi pemasaran.

          b. kelayakan teknis;

              Analisis kelayakan teknis dilakukan terhadap analisis Ketersediaan dan Kualitas
              Sumber Daya; Proses Bisnis Kegiatan Usaha Baru.

          c. kelayakan pola bisnis;

              Analisis kelayakan pola bisnis dilakukan terhadap analisis Keunggulan Kompetitif RTI,
              Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk RTI; Kemampuan Untuk Menciptakan
              Nilai Penambahan Kegiatan Usaha.

          d. kelayakan model manajemen; dan

              Analisis kelayakan model manajemen dilakukan terhadap analisis ketersediaan
              tenaga kerja, manajemen kekayaan intelektual, manajemen risiko, kapasitas dan
              kemampuan manajemen, dan kesesuaian struktur organisasi dan manajemen.

          e. kelayakan keuangan;

              Analisis kelayakan keuangan dilakukan terhadap analisis keuangan seperti analisis
              titik impas (Break Even Analysis), Analisis Profitabilitas (Overall Profitability), Tingkat
              Balikan Investasi (Overall Return on Investment), Analisis Kelayakan Finansial dengan
              Net Present Value (“NPV”), Internal Rate of Return (“IRR”), Payback Period,
              Profitability Index dan analisis sensitivitas.


1.12. Pernyataan Independensi Penilai

      Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan kami bertindak secara profesional tanpa
      adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas ataupun pihak-
      pihak yang terafiliasi dengan pemberi tugas.

      KJPP Tobing Panuturi dan Rekan (“TOPAZ”) juga tidak memiliki benturan kepentingan
      ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan ini tidak dilakukan untuk


                                                                                             Halaman - 4
Page 19
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



      memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima
      sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.


1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas

       1. Laporan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha bersifat non-disclaimer opinion.
       2. Topaz telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses studi
           kelayakan penambahan kegiatan usaha.
       3. Dalam menyusun laporan ini, TOPAZ mengandalkan keakuratan dan kelengkapan
           informasi yang disediakan oleh manajemen RTI dan/atau data yang diperoleh dari
           informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami
           anggap relevan. TOPAZ tidak terlibat dan tidak melakukan audit ataupun verifikasi atas
           informasi yang disediakan tersebut.
       4. Laporan ditujukan untuk kepentingan manajemen RTI terkait POJK No.
           17/POJK.04/2020 tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha.
       5. TOPAZ tidak memiliki kepentingan atau hal-hal lainnya yang dapat menyebabkan TOPAZ
           memberikan pendapat yang bias sehubungan dengan informasi yang dibahas dalam
           laporan ini.
       6. Pemberi tugas telah membebaskan TOPAZ dari setiap klaim yang dapat dan akan timbul
           dari kesalahan ataupun kekurangan dalam bahan atau informasi yang disediakan
           Manajemen, konsultan atau pihak ketiga, kepada TOPAZ dalam penyusunan laporan ini.
       7. Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut
           penilaian ekuitas telah diungkapkan seluruhnya kepada TOPAZ dan tidak ada
           pengurangan atas fakta-fakta yang penting.
       8. TOPAZ tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak
           berkenaan dengan subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat didalamnya.
       9. Analisis, opini dan kesimpulan telah dibuat, dan laporan ini telah disusun sesuai dengan
           Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor 35/POJK.04/2020 dan SEOJK
           No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
           Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”)
           Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.
       10. TOPAZ menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh RTI serta telah
           disesuaikan sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dengan kemampuan
           pencapaiannya (fiduciary duty).
       11. TOPAZ bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan nilai akhir yang
           dihasilkan.
       12. TOPAZ telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari pemberi
           tugas.
       13. Laporan keuangan dan informasi lainnya yang disampaikan oleh RTI atau wakilnya dalam
           rangka penugasan ini, telah diterima tanpa dilakukan verifikasi lebih lanjut, dianggap
           sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku, dianggap lengkap dan benar
           dalam mencerminkan kondisi kegiatan usaha dan operasi RTI untuk masing-masing
           periode yang disajikan.
       14. TOPAZ tidak melaksanakan pemeriksaan terhadap legalitas aset yang dimiliki oleh RTI.
           TOPAZ berasumsi bahwa tidak ada masalah legalitas berkenaan dengan aset-aset RTI,
           baik saat ini maupun di masa yang akan datang.



                                                                                          Halaman - 5
Page 20
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



       15. TOPAZ berasumsi bahwa RTI telah dan akan memenuhi kewajiban berkenaan dengan
           perpajakan, retribusi, pungutan-pungutan lainnya dan kewajiban-kewajian lainnya
           sesuai dengan peraturan yang berlaku.
       16. TOPAZ tidak bertanggung jawab terhadap kerugian sebagai akibat dari kesalahan opini
           atau kesimpulan yang terjadi karena adanya data atau informasi dari RTI yang relevan
           dan signifikan pengaruhnya terhadap opini atau kesimpulan TOPAZ, yang tidak dan atau
           belum TOPAZ terima dari RTI.
       17. Tanda tangan pimpinan dan cap perusahaan yang resmi merupakan syarat mutlak
           sahnya Certificate of Appraisal ini dan laporan studi kelayakan yang terlampir.




                                                                                          Halaman - 6
Page 21
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



                                               BAB II

                                      DATA DAN INFORMASI


2.1.   Pelaksana Investigasi

       Berdasarkan Surat Tugas No. 07112/ST/KJPP-TOPAZ/VII/2024 tanggal 31 Juli 2024, kami
       melaksanakan pemeriksaan lapangan RTI pada:

        Hari/Tanggal            :   Rabu, 31 Agustus 2024
        Lokasi                  :   Generali Tower, Grand Rubina Business Park, 18th Floor, Unit
                                    D, Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta
                                    Selatan, 12940
        Pelaksana Investigasi   :   Lidia dan Immanuel Taurix Riyadi Tutuko

       Adapun dokumentasi terkait kapal yang dimiliki RTI adalah sebagai berikut:

       Figur 1. Hasil Dokumentasi




                        Tongkang                                          Barge




                        Tongkang                                        Tongkang

       Investigasi dilakukan dengan pemeriksaan lapangan dan diskusi secara online untuk tujuan
       wawancara kepada pihak manajemen RTI untuk studi kelayakan RTI, berdasarkan hasil
       pemeriksaan lapangan dan diskusi secara online diperoleh informasi sebagai berikut:




                                                                                          Halaman - 7
Page 22
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



       Figur 2. Pihak-Pihak yang Diwawancarai
          Pihak yang Diwawancarai                            Jabatan                               Perusahaan
        Bapak Rully Syachrun                         Accounting dan Tax Manager                        RTI
        Bapak Aditya                                     Corporate Finance                             RTI
        Ibu Diah Triani                                  Corporate Secretary                           RTI


       Berdasarkan hasil diskusi diketahui hal-hal sebagai berikut:

       1. RTI merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan jasa angkutan laut
          dalam negeri untuk barang umum.
       2. RTI sudah memiliki izin usaha jasa pertambangan (IUJP) yang diperlukan dalam
          melaksanakan kegiatan usaha baru KBLI 09900. RTI bermaksud untuk menambahkan
          kegiatan usaha terkait aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya
          sebagaimana diklasifikasikan dalam KBLI 09900.
       3. Setiap lima tahun, kapal diwajibkan dry docking. Kapal docking dianggap sebagai
          investasi baru karena dikapitalisasikan ke aset.
       4. Sebelumnya, RTI memiliki segmen konsumen offshore, tetapi sekarang RTI berfokus
          kepada pengangkutan batubara dan nikel.
       5. Latar belakang RTI membuka kegiatan usaha baru yaitu untuk keperluan compliance.


2.2.   Data dan Informasi

       Kami telah melakukan analisis dan mempertimbangkan data dan informasi yang disediakan
       RTI untuk tujuan penugasan ini yaitu sebagai berikut:

       a. Laporan Keuangan Audit RTI tahun 2019 sampai dengan 2024
          Figur 3. Laporan keuangan audit RTI
                Tahun             Keterangan                             Nomor dan Tanggal                         Opini

                               Siddharta Widjaja &           00476/2.1005/AU.1/06/1545-1/1/VI/2019                Disajikan
              31-Mar-19
                                     Rekan                              Tanggal : 28 Juni 2019                  Secara Wajar

                               Siddharta Widjaja &         No. 00586/2.1005/AU.1/06/1545-2/1/IX/2020              Disajikan
              30-Jun-20
                                     Rekan                         Tanggal : 30 September 2020                  Secara Wajar

                            Kosasih, Nurdiyaman,           No. 01194/2.1051/AU.1/05/0555-1/1/IX/2021              Disajikan
              30-Jun-21
                           Mulyadi, Tiahio & Rekan                 Tanggal : 29 September 2021                  Secara Wajar

                            Kosasih, Nurdiyaman,           No. 01229/2.1051/AU.1/10/0555-2/1/IX/2022              Disajikan
              30-Jun-22
                           Mulyadi, Tiahio & Rekan                 Tanggal : 30 September 2022                  Secara Wajar

                                                           No. 00084/2.1363/AU.1/10/0968-1/1/IX/2023              Disajikan
              30-Jun-23          Kanel & Rekan
                                                                   Tanggal : 27 September 2023                  Secara Wajar

                                                          No. 00019/3.0460/AU.1/10/1809-1/1/VIII/2024             Disajikan
              30-Jun-24          Kanel & Rekan
                                                                       Tanggal : 29 Agustus 2024                Secara Wajar




                                                                                                         Halaman - 8
Page 23
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



       b. Annual report RTI tahun 2024.
       c. Proyeksi keuangan tanpa dan dengan penambahan kegiatan usaha RTI tahun 2024
          sampai dengan 2029.
       d. Akta No. 72 tanggal 23 November 2023 dibuat dihadapan Elizabeth Karina Leonita, S.H.,
          M.Kn. di Jakarta. mengenai perubahan anggaran dasar dan data perusahaan. Akta ini
          telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
          sesuai dengan surat penerimaan pemberitahuan perubahan data No. AHU-AH.01.03-
          0154225 tanggal 12 Desember 2023 dan No. AHU-AH.01.09-0194918 tanggal 12
          Desember 2023.
       e. Perizinan Usaha Berbasis Risiko dengan Nomor Induk Berusaha No. 9120401370656.
       f. Rekap spesifikasi tongkang dan berge RTI.
       g. Data internal perusahaan terkait dengan studi kelayakan.
       h. Data-data yang diperoleh dari S&P Capital IQ dan Damodaran.
       i. Tinjauan terhadap kondisi fundamental entitas yang dinilai yang menyangkut sejarah
          singkatnya, struktur modal dan susunan pengurus, deskripsi bidang usaha dan kinerja
          keuangan, serta memperhatikan kondisi makro yang ada.
       j. Data-data lain sebagai informasi pendukung.


2.2.   PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)

       PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”) didirikan dalam rangka Undang-Undang Penanaman
       Modal Asing No. 1 tahun 1967 jo. Undang-Undang No. 11 tahun 1970, berdasarkan Akta
       Notaris Ny. Darwani Sidi Bakaroedin, S.H. No. 25 tertanggal 22 Januari 1974 yang disetujui
       oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A. 5/98/10
       tertanggal 1 April 1974 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 39,
       tanggal 14 Mei 1974, Tambahan No. 187/1974.

       Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan
       Akta No. 72 tanggal 23 November 2023 dibuat dihadapan Elizabeth Karina Leonita, S.H.,
       M.Kn. di Jakarta. mengenai perubahan anggaran dasar dan data perusahaan. Perubahan ini
       telah diterima dan dicatat di sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak
       Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan surat penerimaan pemberitahuan
       perubahan data No. AHU-AH.01.03-0154225 tanggal 12 Desember 2023 dan No. AHU-
       AH.01.09-0194918 tanggal 12 Desember 2023.

       Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1974. Sesuai dengan Pasal 3 dari
       Anggaran Dasar, kegiatan RTI dan entitas anak, meliputi usaha antara lain dalam bidang
       penyewaan kapal dan tongkang terutama untuk kegiatan industri minyak dan gas lepas
       pantai dan jasa pengangkutan batu bara..

       Terdapat beberapa kejadian penting yang mempengaruhi kegiatan usaha RTI:

       Figur 4. Ringkasan Sejarah Singkat RTI
            Tahun                                   Peristiwa / Kejadian Penting
                        Pembentukan Perseroan sebagai joint-venture antara Bapak Boedihardjo Satrohadiwirjo
            1974
                        dengan Rig Tenders Inc.
                        Pencatatan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham “RIGS” pada
            1990
                        tanggal 5 Maret 1990.


                                                                                                Halaman - 9
Page 24
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



           Tahun                                       Peristiwa / Kejadian Penting
                         Menerima sertifikat ISO 9001:2015, ISO 14001:2015 dan OHSAS 18001:2007 untuk
            2018
                         Pengelolaan dan Pengoperasian Kapal dengan DAkkS terakreditasi.
                         Membangun kemitraan dengan pemilik pemilik tambang dan perusahaan transportasi
                         lainnya.
            2019
                         Mengubah tahun buku Perseroan dari tahun buku yang berakhir 31 Maret menjadi 30 Juni.
                         Membangun area pengangkutan baru, termasuk pengangkutan hasil bumi lainnya seper
                         nikel.

                         Melakukan perubahan Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan Peraturan
                         Otoritas Jasa Keuangan.

            2020         Pergan an Biro Administrasi Efek (BAE) Perseroan dari PT Sirca Datapro Perdana ke PT Raya
                         Saham Registra.

                         Sebagai langkah efisiensi, Perseroan memutuskan untuk melikuidasi (menutup) beberapa
                         anak perusahaan yang berdomisili di Singapura yaitu CH Logis c Pte Ltd, CH Ship
                         Management Pte Ltd, Rig Tenders Marine Pte Ltd dan perusahaan joint-venture, yaitu Rig
                         Tenders Off shore Pte Ltd.
                         Pengambilalihan saham milik Scomi Marine Services Pte Ltd sebagai pemegang saham
                         pengendali Perseroan sebanyak 490.597.000 saham atau sebesar 80,54% oleh PT Surya
                         Indah Muara Pantai.
            2021
                         Perubahan status hukum Perseroan dan anak perusahaan yaitu PT Batuah Abadi Lines yang
                         sebelumnya merupakan Perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) menjadi Perusahaan
                         Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
                         Melalui transaksi afiliasi jual beli saham, Perseroan membeli saham PTBAL sebesar 95%
            2022         yang dimiliki oleh Grundtvig Marine Pte Ltd, sehingga PTBAL saat ini dimiliki secara
                         langsung oleh Perseroan.
                         Melakukan perubahan Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan Peraturan
                         Otoritas Jasa Keuangan.
            2024
                         Sebagai langkah efisiensi, pada tanggal 6 Mei 2024, Grundtvig Marine Pte. Ltd., entitas
                         anak, telah dibubarkan dan telah mendapatkan persetujuan dari IRAS dan ACRA Singapura
                         (Accounting and Corporate Regulatory Authority) pada tanggal 6 Agustus 2024.
      Sumber: Annual Report RTI 2024

      Perbedaan kegiatan usaha yang sudah ada dan kegiatan usaha yang akan dijalankan RTI

      Kegiatan usaha RTI yang sudah ada saat ini adalah bergerak di bidang pelayaran dalam negeri
      dan luar negeri dan jasa penempatan dan pemasangan instalasi pemboran (drilling rig) lepas
      pantai. Sedangkan tambahan kegiatan usaha baru yang akan dijalankan RTI adalah sebagai
      berikut:

      Figur 5. Tambahan Kegiatan Usaha RTI
         KBLI          Judul KBLI                      Uraian                          Bentuk Layanan RTI
                                         Kelompok ini mencakup jasa
                                         penunjang atas dasar balas jasa atau
                                                                                Jasa penyewaan kapal dengan
                                         kontrak, yang dibutuhkan dalam
                                                                                menggunakan basis perhitungan
                   Aktivitas Penunjang   kegiatan pertambangan golongan
                                                                                harian (time charter); dan dengan
        09900      pertambangan dan      pokok 05, 07, dan 08, seperti jasa
                                                                                menggunakan basis perhitungan
                   penggalian lainnya    eksplorasi misalnya dengan cara
                                                                                tonase dan jarak.
                                         tradisional seperti mengambil contoh
                                         bijih dan membuat observasi geologi,
                                         jasa pemompaan dan penyaluran


                                                                                                     Halaman - 10
Page 25
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



                                     hasil tambang dan jasa percobaan
                                     penggalian dan pengeboran ladang
                                     atau sumur tambang.



2.3.   Kinerja Keuangan RTI

       Berikut adalah ringkasan kinerja keuangan RTI berdasarkan laporan keuangan audit tahun
       2019 sampai dengan tahun 2024.

       Tinjauan Laporan Posisi Keuangan

       Figur 6. Ringkasan Laporan Posisi Keuangan RTI
                                                                                  (Dalam Jutaan Rupiah)
                                  2019        2020        2021          2022         2023          2024
                Deskripsi
                                  Audit       Audit       Audit         Audit        Audit        Audit
                 Periode          31-Mar     30-Jun      30-Jun         30-Jun       30-Jun       30-Jun
        Aset Lancar               260.955     122.243     154.514       192.946      263.974       364.713
        Aset Tidak Lancar         641.842     576.333     464.039       455.563      434.686       409.411
        Total Aset                902.797     698.576     618.553       648.510      698.659       774.124
        Liabilitas Lancar         274.223      51.180      41.014        27.948       16.479        12.249
        Liabilitas Tidak Lancar    12.273      10.376      10.101         3.826        3.068         3.672
        Total Liabilitas          286.496      61.556      51.116        31.774       19.547        15.921
        Total Ekuitas             616.301     637.020     567.438       616.736      679.112       758.203
        Total Liabilitas dan
                                  902.797     698.576     618.553       648.510      698.659       774.124
        Ekuitas
       Sumber: Laporan Keuangan RTI

       Berdasarkan historis posisi keuangan RTI diketahui, total aset RTI pada periode 30 Juni 2024
       sebesar Rp774.124 juta mengalami peningkatan sebesar 10,801% dari tahun sebelumnya
       tahun 2023 yaitu sebesar Rp698.659 juta. Peningkatan total aset dipengaruhi oleh
       peningkatan aset lancar terutama pada kas dan investasi pada obligasi.

       Total liabilitas pada periode 30 Juni 2024 sebesar Rp15.921 juta mengalami penurunan
       sebesar 18,551% dari tahun sebelumnya tahun 2023 yaitu sebesar Rp19.547 juta. Penurunan
       liabilitas dipengaruhi oleh penurunan liabilitas lancar terutama pada utang usaha dan biaya
       yang masih harus dibayar.

       Total ekuitas pada periode 30 Juni 2024 sebesar Rp758.203 juta mengalami peningkatan
       sebesar 11,646% dari tahun sebelumnya tahun 2023 yaitu sebesar Rp679.112 juta.
       Peningkatan ekuitas disebabkan karena adanya peningkatan pada defisit yang belum
       ditentukan penggunanya.




                                                                                              Halaman - 11
Page 26
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



      Figur 7. Pertumbuhan Aset, Liabilitas dan Ekuitas
        1.000.000
          900.000
          800.000
          700.000
          600.000
          500.000
          400.000
          300.000
          200.000
          100.000
               -
                           31-Mar     30-Jun              30-Jun           30-Jun       30-Jun             30-Jun
                           2019        2020               2021             2022             2023            2024

                                                Aset      Liabilitas      Ekuitas

      Sumber: Laporan Keuangan RTI

      Tinjauan Laporan Laba Rugi

      Figur 8. Ringkasan Laporan Laba Rugi RTI
                                                                                             (Dalam Jutaan Rupiah)
                                     2019              2020            2021         2022           2023             2024
               Deskripsi
                                    Audit              Audit           Audit        Audit          Audit            Audit
               Periode              31-Mar             30-Jun          30-Jun       30-Jun         30-Jun           30-Jun
       Pendapatan                    403.057           420.922         243.055      309.380        341.707          347.990
       Beban Pokok Pendapatan        470.534           334.533         286.425      240.297        231.787          232.098
       Laba Kotor                    (67.476)            86.390        (43.369)       69.083       109.920          115.892
       Beban Usaha                   (34.737)          (47.662)        (25.940)     (32.818)       (47.860)         (44.871)
       Laba Usaha                   (102.213)            38.727        (69.309)       36.264         62.060           71.020
       Penghasilan (beban)
                                     (18.163)          (18.374)                21       (31)           452             7.957
       Keuangan
       Laba Bersih                  (121.511)            17.913        (69.693)       35.805         62.512           78.977
      Sumber: Laporan Keuangan RTI

      Berdasarkan historis laporan laba (rugi) RTI diketahui, Pendapatan RTI bersumber dari
      pendapatan sewa kapal. Pendapatan RTI pada periode 30 Juni 2024 sebesar Rp347.990 juta
      mengalami peningkatan sebesar 1,84% dibandingkan dengan tahun sebelumnya tahun 2023
      yaitu sebesar Rp341.707 juta.




                                                                                                           Halaman - 12
Page 27
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



      Figur 9. Pertumbuhan Pendapatan, HPP, Laba Kotor dan Laba Tahun Berjalan
         600.000

         500.000

         400.000

         300.000

         200.000

         100.000

              -
                        31-Mar          30-Jun          30-Jun          30-Jun         30-Jun            30-Jun
        (100.000)
                            2019           2020         2021            2022             2023            2024
        (200.000)

                        Total Pendapatan                         Beban Pokok Pendapatan
                        Total Beban Usaha                        Penghasilan (beban) keuangan - bersih
                        Laba Bersih Tahun Berjalan

      Sumber: Laporan Keuangan RTI

      Tinjauan Laporan Arus Kas

      Figur 10. Ringkasan Laporan Arus Kas RTI
                                       2019           2020           2021         2022           2023              2024
               Deskripsi
                                       Audit         Audit          Audit         Audit         Audit             Audit
                  Periode             31-Mar         30-Jun         30-Jun        30-Jun        30-Jun            30-Jun
       Arus kas dari Aktivitas
                                        110.318       105.741         79.441       101.823       156.592           175.333
       Operasi
       Arus Kas digunakan untuk
                                       (18.878)         6.306        (78.652)     (53.914)      (132.751)         (115.864)
       Aktivitas Investasi
       Arus Kas digunakan untuk
                                       (76.918)      (130.148)               -             -              -                -
       Aktivitas Pendanaan
       Kenaikan Bersih Kas dan
                                           14.522     (18.101)           597        48.935        23.841            59.469
       Bank
       Kas dan Bank Awal Tahun             40.331      54.854         36.752        38.138        87.074           110.915
       Kas dan Bank Akhir Tahun            54.854      36.752         38.138        87.074       110.915           170.384
      Sumber: Laporan Keuangan RTI

      Dari laporan keuangan yang diperoleh, aktifitas cash flow RTI pada periode 30 Juni 2024
      adalah sebagai berikut:

        •    Arus kas dari aktivitas operasi RTI pada periode 30 Juni 2024 menunjukkan arus kas
             positif sebesar Rp175.333 juta yang berasal dari penerimaan kas dari pelanggan,
             pembayaran kepada pemasok dan karyawan, pembayaran pajak lainnya, penerimaan
             pajak pertambahan nilai, pembayaran pajak penghasilan, serta pembayaran dan
             penerimaan bunga.
        •    Arus kas digunakan untuk aktivitas investasi RTI pada periode 30 Juni 2024
             menunjukkan arus kas negatif sebesar minus Rp115.864 juta yang berasal dari


                                                                                                         Halaman - 13
Page 28
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



              perolehan aset tetap, uang muka penjualan aset, hasil penjualan properti investasi,
              investasi pada obligasi, pelunasan dari aset tersedia untuk dijual, dan hasil penjualan
              aset tetap.
        •     Pada periode 30 Juni 2024, RTI tidak menunjukan arus kas digunakan untuk aktivitas
              pendanaan.

      Figur 11. Komposisi Arus Kas Bersih Dari Aktivitas Operasi, Investasi dan Pendanaan
         200.000

         150.000

         100.000

            50.000

                -
                         31-Mar          30-Jun       30-Jun          30-Jun          30-Jun         31-Mar
         (50.000)
                          2019            2020         2021            2022           2023            2024

        (100.000)

        (150.000)

                Arus kas dari Aktivitas Operasi                Arus Kas digunakan untuk Aktivitas Investasi
                Arus Kas digunakan untuk Aktivitas Pendanaan

      Sumber: Laporan Keuangan RTI




                                                                                                     Halaman - 14
Page 29
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



                                               BAB III

                           TINJAUAN EKONOMI MAKRO DAN INDUSTRI


3.1.   Ekonomi Makro Indonesia

3.1.1. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

       Pertumbuhan ekonomi global pada 2024 diprakirakan mencapai 3,2%, lebih tinggi dari
       prakiraan awal, terutama dengan lebih baiknya pertumbuhan India dan Tiongkok. Ekonomi
       Amerika Serikat (AS) tumbuh kuat ditopang oleh perbaikan permintaan domestik dan
       peningkatan ekspor dengan penurunan inflasi AS yang masih berjalan lambat. Kondisi ini
       mendorong Fed Fund Rate (FFR) diprakirakan baru akan turun pada akhir tahun 2024.
       Sementara itu, European Central Bank (ECB) telah menurunkan suku bunga kebijakan
       moneternya lebih cepat sejalan dengan tekanan inflasi yang lebih rendah. Divergensi
       kebijakan moneter negara maju ini serta masih tingginya ketegangan geopolitik
       menyebabkan ketidakpastian pasar keuangan global tetap tinggi. Berbagai perkembangan
       tersebut, dan dengan tingginya yield US treasury, menyebabkan menguatnya nilai tukar dolar
       AS sehingga meningkatkan tekanan pelemahan nilai tukar berbagai mata uang dunia dan
       menahan aliran masuk modal asing ke negara berkembang. Ketidakpastian pasar keuangan
       global yang tinggi ini memerlukan respons kebijakan yang kuat untuk memitigasi dampak
       negatif dari rambatan ketidakpastian global tersebut terhadap perekonomian di negara-
       negara berkembang, termasuk Indonesia.

       Figur 12. Pertumbuhan Ekonomi Sisi Pengeluaran




       Sumber : Bank Indonesia Juni 2024

       Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian global, didukung oleh
       bauran kebijakan Bank Indonesia dan Pemerintah. Konsumsi swasta tumbuh baik seiring
       dengan terjaganya daya beli dan kuatnya keyakinan konsumen. Investasi meningkat, baik
       investasi bangunan maupun nonbangunan, sejalan dengan berlanjutnya proyek infrastruktur
       Pemerintah dan membaiknya investasi swasta. Permintaan domestik triwulan II 2024 yang
       meningkat antara lain tecermin pada kinerja positif sejumlah indikator konsumsi rumah


                                                                                         Halaman - 15
Page 30
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



      tangga dan investasi, seperti Indeks Keyakinan Konsumen, Indeks Penjualan Riil, dan
      Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur. Selain itu, ekspor barang meningkat didorong
      kenaikan ekspor pertambangan dan manufaktur ke negara mitra dagang utama, seperti
      Tiongkok dan India. Ekspor jasa juga membaik ditopang pemulihan perekonomian negara
      asal wisatawan mancanegara. Secara sektoral, pertumbuhan ekonomi periode triwulan
      berjalan antara lain didukung oleh pertumbuhan Lapangan Usaha (LU) Industri Pengolahan,
      LU Konstruksi, dan LU Perdagangan Besar dan Eceran.

      Figur 13. Ekspor dan Impor Non-Migas




      Sumber : Bank Indonesia Juni 2024

      Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)

      Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik sehingga mendukung ketahanan eksternal.
      Defisit transaksi berjalan triwulan II 2024 diprakirakan rendah ditopang oleh berlanjutnya
      surplus neraca perdagangan, yang sampai dengan Mei 2024 tercatat sebesar 5,6 miliar dolar
      AS. Sementara itu, aliran masuk modal asing dalam bentuk portofolio pada triwulan II 2024
      (hingga 14 Juni 2024) mencatatkan net inflows sebesar 4,0 miliar dolar AS, di tengah masih
      tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

      Figur 14. Neraca Pembayaran Indonesia




      Sumber : Bank Indonesia Juni 2024


                                                                                         Halaman - 16
Page 31
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



      Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Mei 2024 meningkat menjadi sebesar 139,0 miliar
      dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran
      utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3
      bulan impor. Secara keseluruhan, NPI 2024 diprakirakan terjaga dengan transaksi berjalan
      dalam kisaran defisit rendah sebesar 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB.

      Figur 15. Cadangan Devisa Indonesia




      Sumber : Bank Indonesia Juni 2024

      Nilai Tukar Rupiah

      Stabilitas nilai tukar Rupiah tetap terjaga sesuai dengan komitmen kebijakan yang ditempuh
      Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah pada Juni 2024 (hingga 19 Juni 2024) terjaga, meski
      sempat tertekan 0,70% (ptp), setelah pada Mei 2024 menguat 0,06% (ptp) dibandingkan
      dengan nilai tukar akhir bulan sebelumnya. Pelemahan nilai tukar Rupiah dipengaruhi oleh
      dampak tingginya ketidakpastian pasar global, terutama berkaitan dengan ketidakpastian
      arah penurunan FFR, penguatan mata uang Dolar AS secara luas, dan masih tingginya
      ketegangan geopolitik. Dari faktor domestik, tekanan pada Rupiah juga disebabkan oleh
      kenaikan permintaan valas oleh korporasi, termasuk untuk repatriasi dividen, serta persepsi
      terhadap kesinambungan fiskal ke depan. Dengan perkembangan ini, nilai tukar Rupiah
      melemah 5,92% dari level akhir Desember 2023, lebih rendah dibandingkan dengan
      pelemahan Won Korea, Baht Thailand, Peso Meksiko, Real Brazil, dan Yen Jepang masing-
      masing sebesar 6,78%, 6,92%, 7,89%, 10,63%, dan 10,78%.

      Nilai tukar Rupiah diprakirakan akan bergerak stabil sesuai dengan komitmen Bank Indonesia
      untuk terus menstabilkan nilai tukar Rupiah, serta didukung oleh aliran masuk modal asing,
      menariknya imbal hasil, rendahnya inflasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap
      baik. Bank Indonesia terus mengoptimalkan seluruh instrumen moneter termasuk
      peningkatan intervensi di pasar valas serta penguatan strategi operasi moneter pro-market
      melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI. Bank Indonesia memperkuat
      koordinasi dengan Pemerintah, perbankan, dan dunia usaha untuk mendukung
      implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE
      SDA) sejalan dengan PP Nomor 36 Tahun 2023.




                                                                                         Halaman - 17
Page 32
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



      Figur 16. Nilai Tukar Rupiah




      Sumber : Bank Indonesia Juni 2024

      Inflasi

      Inflasi menurun dan tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Inflasi Indeks Harga
      Konsumen (IHK) Mei 2024 tercatat 2,84% (yoy), lebih rendah dari inflasi pada April 2024
      sebesar 3,00% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti dan inflasi administered
      prices (AP) yang rendah masing-masing sebesar 1,93% (yoy) dan 1,52% (yoy). Sementara itu,
      inflasi volatile food (VF) menurun dari 9,63% (yoy) menjadi sebesar 8,14% (yoy) sejalan
      dengan meningkatnya produksi komoditas pangan dipengaruhi masih berlangsungnya
      musim panen, serta eratnya sinergi pengendalian inflasi oleh Bank Indonesia dan Pemerintah
      Pusat dan Daerah. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK 2024 tetap terkendali dalam
      sasarannya.

      Figur 17. Inflasi IHK dan Komponen




      Sumber : Bank Indonesia Juni 2024




                                                                                         Halaman - 18
Page 33
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



      Kondisi Likuiditas

      Likuiditas perbankan tetap terjaga sejalan dengan tambahan insentif likuiditas kebijakan
      makroprudensial (KLM), ekspansi operasi moneter, dan aliran masuk portofolio asing, di
      samping tingginya kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK), sehingga berdampak pada suku bunga
      perbankan yang tetap terjaga.

      Figur 18. Likuiditas Perbankan dan Perekonomian




      Sumber : Bank Indonesia Juni 2024

      Suku Bunga

      Suku bunga pasar uang (IndONIA) tetap bergerak dalam kisaran BI-Rate, yaitu 6,09% pada 19
      Juni 2024. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan pada tanggal 14 Juni 2024 tercatat
      menarik masing-masing pada level 7,16%, 7,28%, dan 7,35%, sehingga mendukung
      efektivitas SRBI sebagai instrumen pro market dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.

      Figur 19. Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA




      Sumber : Bank Indonesia Juni 2024

      Suku bunga perbankan tetap terjaga, dipengaruhi oleh likuiditas perbankan yang memadai
      sejalan dengan bauran kebijakan Bank Indonesia serta dampak kebijakan transparansi SBDK


                                                                                         Halaman - 19
Page 34
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



      yang membuat efisiensi suku bunga perbankan terjaga. Suku bunga deposito 1 bulan dan
      suku bunga kredit pada Mei 2024 tercatat masing-masing sebesar 4,61% dan 9,26%, relatif
      stabil dibandingkan dengan perkembangan bulan sebelumnya.

      Figur 20. Suku Bunga Perbankan




      Sumber : Bank Indonesia Juni 2024

      Ketahanan Sistem Keuangan

      Ketahanan perbankan tecermin dari likuiditas yang memadai, risiko kredit yang rendah, dan
      permodalan yang kuat. Likuiditas perbankan yang tecermin dari rasio Alat Likuid terhadap
      Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tercatat tinggi sebesar 25,78%. Rasio kecukupan modal (Capital
      Adequacy Ratio/CAR) masih tinggi sebesar 25,97% pada April 2024, sementara rasio kredit
      bermasalah perbankan (Non-Performing Loan/NPL) tercatat rendah sebesar 2,33% (bruto)
      dan 0,81% (neto). Ketahanan perbankan yang kuat juga didukung oleh kemampuan
      membayar korporasi dan rumah tangga yang baik.

      Figur 21. Rasio Kredit Bermasalah (NPL)




      Sumber : Bank Indonesia Juni 2024

      Pertumbuhan kredit tetap tinggi. Kredit tumbuh sebesar 12,15% (yoy) pada Mei 2024
      didorong oleh pertumbuhan kredit di sebagian besar sektor ekonomi, terutama
      Perdagangan, Industri, dan Jasa Dunia Usaha. Dari sisi penawaran, minat penyaluran kredit

                                                                                         Halaman - 20
Page 35
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



      terjaga, didukung oleh peningkatan DPK menjadi sebesar 8,63% (yoy) dan berlanjutnya
      strategi realokasi alat likuid ke kredit oleh perbankan serta dukungan likuiditas seiring
      dengan penerapan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) oleh Bank Indonesia.
      Dari sisi permintaan, pertumbuhan kredit dipengaruhi oleh kinerja korporasi dan rumah
      tangga yang baik. Pertumbuhan penjualan dan belanja modal korporasi tetap positif sehingga
      mendorong kebutuhan pembiayaan modal kerja dan investasi.

      Figur 22. Perkembangan Kredit dan DPK




      Sumber : Bank Indonesia Juni 2024

      Sistem Pembayaran

      Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap kuat didukung oleh sistem pembayaran
      yang aman, lancar, dan andal. Pada Mei 2024, transaksi BI-RTGS tercatat meningkat 0,16%
      (yoy) sehingga mencapai Rp14.557,29 triliun. Transaksi BI-FAST tercatat Rp701,61 triliun atau
      tumbuh 53,08% (yoy). Transaksi digitalbanking mencapai Rp5.570,49 triliun atau tumbuh
      sebesar 10,82% (yoy), sementara transaksi Uang Elektronik (UE) meningkat 35,24% (yoy)
      sehingga mencapai Rp92,79 triliun. Transaksi QRIS tumbuh 213,31% (yoy), dengan jumlah
      pengguna mencapai 49,76 juta dan jumlah merchant 32,25 juta. Sementara itu, transaksi
      pembayaran menggunakan kartu ATM/D turun sebesar 5,41% (yoy) sehingga mencapai
      Rp615,18 triliun. Transaksi kartu kredit masih meningkat 6,60% (yoy) mencapai Rp35,18
      triliun. Dari sisi pengelolaan uang Rupiah, jumlah Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD)
      meningkat 6,82% (yoy) sehingga menjadi Rp1.038,26 triliun.

      Figur 23. Nilai Transaksi Uang Elektronik dan Nilai Transaksi Digital Banking




      Sumber : Bank Indonesia Juni 2024


                                                                                         Halaman - 21
Page 36
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



3.2.   Gambaran Umum Industri Pelayaran dan Batu Bara di Indonesia

       Gambaran Industri Pelayaran

       Sejumlah perusahaan pelayaran nasional menunjukkan kinerja yang positif selama kuartal I
       tahun 2024. PT Wintermar Offshore Marine Tbk mencatat Laba Kotor US$5 juta dan Laba
       Diatribusikan sebesar US$2,2 juta pada kuartal I tahun 2024 yang mendorong peningkatan
       margin kotor Kapal Milik. Total Laba Kotor meningkat 66,8% YOY menjadi US$5,0 juta pada
       kuartal I tahun 2024 dibandingkan US$3 juta pada kuartal I tahun 2023, sementara total
       pendapatan naik 16,3%YOY menjadi US$18,4 juta. Tarif sewa yang lebih tinggi menghasilkan
       kenaikan margin laba kotor atas Divisi Kapal Milik. Pada kuartal I tahun 2024, laba kotor Kapal
       Milik mengalami peningkatan sebesar US$3,9 juta (+129,4% YOY) dibandingkan dengan
       kuartal I tahun 2023, yang dihasilkan dari pendapatan sebesar US$14 juta (+44,6% YOY).

       Pencapaian tersebut dicapai meskipun utilisasi armada mengalami sedikit peningkatan dari
       67% pada kuartal I tahun 2023 menjadi 69% pada kuartal I tahun 2024, karena peningkatan
       tarif sewa dan pendapatan tambahan dari kapal yang diperoleh pada tahun 2022 dan 2023
       yang mulai beroperasi. Jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, pendapatan dari Kapal
       Milik mengalami penurunan sebesar 8% untuk kuartal I tahun 2024 dibandingkan dengan
       kuartal I tahun 2023. Hal ini disebabkan oleh berakhirnya beberapa kontrak spot kapal, yang
       mencerminkan sifat jangka pendek dari proyek yang sedang beroperasi saat ini. Namun, laba
       kotor bertahan pada US$3,9 juta (-1% QOQ) dibandingkan dengan US$4 juta di kuartal IV
       tahun 2023, yang merupakan hasil dari margin yang lebih besar akibat membaiknya tarif
       sewa atas kontrak spot, menggantikan utilisasi yang lebih rendah.

       Biaya Langsung Kapal Milik meningkat sebesar 26,4% YOY menjadi US$10,1 juta pada
       1Q2024, terutama didorong oleh peningkatan jumlah operasional kapal dibandingkan
       dengan kuartal 1 2023. Peningkatan terbesar terjadi pada biaya perawatan yang naik sebesar
       104,2% YOY menjadi US $2,4 juta dan biaya awak kapal yang naik 17,9%YOY menjadi US$2,5
       juta pada 1Q2024. Selain peningkatan jumlah kapal, biaya perawatan juga menjadi lebih
       tinggi karena beberapa persiapan kapal untuk beroperasi di luar negeri. Kenaikan biaya awak
       kapal selaras dengan peningkatan jumlah awak kapal dan kapal yang beroperasi secara
       internasional, yang membutuhkan biaya awak kapal yang lebih tinggi untuk memenuhi
       persyaratan sewa. Selain itu, biaya depresiasi naik menjadi US$3,5 juta, naik 17,2% YOY,
       mencerminkan pertumbuhan jumlah armada.

       PT Samudera Indonesia Tbk. (SMDR) membukukan penurunan kinerja keuangan pada kuartal
       I/2024. Pendapatan bersih dan laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk
       kompak tergerus. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, SMDR membukukan
       pendapatan jasa sebesar US$156,40 juta atau setara dengan Rp2,48 triliun (kurs jisdor
       Rp15.873) kuartal I/2024. Pendapatan tersebut turun 24,68% dibandingkan dengan kuartal
       I/2023 yang tercatat sebesar US$207,66 juta. Pendapatan tersebut ditopang oleh
       pendapatan     uang     tambang     sebesar     US$95,41      juta,    pendapatan       jasa
       keagenan, forwarding dan pelabuhan sebesar US$25,40 juta, pendapatan jasa penanganan
       peti kemas sebesar US$18,42 juta dan pendapatan sewa kapal sebesar US$11,59 juta.

       Sejalan dengan penurunan pendapatan jasa, beban jasa juga ikut turun menjadi US$131,08
       juta atau setara dengan Rp2,08 miliar. Beban tersebut turun 15,61% dibandingkan dengan


                                                                                         Halaman - 22
Page 37
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



      periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$155,37 juta. Laba kotor
      tercatat sebesar US$25,31 juta atau lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama
      tahun lalu sebesar US$52,31 juta. Sedangkan laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik
      entitas induk turun 62,97% menjadi sebesar US$10,15 juta atau setara dengan Rp161,22
      miliar. Laba itu turun dibandingkan dengan kuartal I/2023 yang tercatat sebesar US$27,43
      juta. SMDR mencatatkan total liabilitas per Maret 2024 sebesar US$534,27 juta. Rinciannya
      adalah liabilitas jangka pendek sebesar US$221,54 juta dan liabilitas jangka pendek sebesar
      US$312,73 juta. Kemudian total ekuitas tercatat sebesar US$694,68 juta atau lebih tinggi
      dibandingkan dengan akhir 2023 yang tercatat sebesar US$685,51 juta. Adapun total aset
      tercatat sebesar US$1,22 miliar.

      Perkembangan Barang Angkutan Laut Dalam Negeri

      Jumlah barang yang diangkut pada Maret 2024 mencapai 29,9 juta ton atau naik 6,31%
      dibanding bulan sebelumnya. Peningkatan jumlah barang yang diangkut terjadi di Pelabuhan
      Panjang sebesar 87,65%, Balikpapan sebesar 43,84%, Tanjung Perak sebesar 13,57%, dan
      Tanjung Priok sebesar 7,90%. Sebaliknya, penurunan jumlah barang terjadi di Pelabuhan
      Makassar sebesar 3,73%.

      Jumlah barang yang diangkut selama Januari–Maret 2024 mencapai 86,5 juta ton atau naik
      0,15% dibanding periode yang sama tahun 2023. Peningkatan jumlah barang yang diangkut
      terjadi di seluruh pelabuhan utama yang diamati, yaitu Pelabuhan Balikpapan sebesar
      30,02%, Panjang sebesar 14,56%, Tanjung Priok sebesar 12,19%, Tanjung Perak sebesar
      5,48%; dan Makassar sebesar 3,38%.

      Figur 24. Perkembangan Barang Angkutan Laut Dalam Negeri Januari 2024




      Sumber: bps.go.id

      Peluang dan Tantangan Transportasi Laut

      Indonesia merupakan salah satu negara yang memegang kunci strategis bagi transportasi
      laut global, bahkan memeliki peran sangat penting di kawasan. Posisi geografis Indonesia
      yang sangat strategis, selain memiliki laut yang sangat besar dan luas juga memiliki belasan
      ribu pulau. Posisi geografisnya sangat memungkinkan sektor transportasi laut memiliki peran


                                                                                         Halaman - 23
Page 38
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



      penting di masa kini dan masa mendatang. Sebanyak 60% perdagangan dunia menggunakan
      kargo dan diangkut melalui transportasi laut dan 40% nya dari jumlah tersebut melewati
      perairan Indonesia. Permintaan ekspor atau impor menggunakan kapal tidak akan
      mengalami penurunan. Sejauh ini kapal merupakan alat transportasi untuk angkutan barang-
      barang ekspor dan impor yang paling efisien.

      Indonesian National Shipowners Association (INSA) memproyeksikan pertumbuhan kinerja
      industri pelayaran atau transportasi laut berkisar 5% pada 2024, atau sejalan dengan
      pertumbuhan ekonomi nasional. Selain kenaikan freight rate dan biaya operasional kapal
      rute internasional, pengusaha pelayaran nasional juga dihadapkan oleh tantangan efek
      kenaikan harga solar dan penyesuaian tarif bongkar muat peti kemas di pelabuhan. Para
      pelaku usaha pelayaran nasional harus benar-benar bisa menghitung dengan cermat mana
      saja pos biaya yang dapat ditekan. Para pebisnis pelayaran juga mesti menggenjot kinerja
      usahanya dengan mengembangkan layanan angkutan di pasar domestik yang notabene
      kondisinya masih lebih baik ketimbang pasar global.

      Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap melaju
      di tengah perlambatan ekonomi global. Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi
      Indonesia kuartal II 2023 yang tercatat sebesar 5.17% secara tahunan (year on-year atau yoy),
      meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 5.04%. Pertumbuhan ekonomi
      tersebut ditopang oleh konsumsi domestik, belanja pemerintah dan investasi belanja modal.
      Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2023 akan mencapai kisaran 4.5% -
      5.3%.

      Pada sektor batubara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memproyeksikan
      produksi batubara nasional mencapai 695 juta ton pada tahun 2023 atau lebih nggi
      dibandingkan realisasi produksi tahun 2022 yang sebesar 687 juta ton baik untuk kebutuhan
      ekspor maupun konsumsi dalam negeri. Namun demikian, adanya perlambatan ekonomi
      global serta rencana Pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi karbon dapat
      berimplikasi pada pelemahan ekspor maupun permintaan dalam negeri untuk kebutuhan
      pembangkit listrik tenaga uap sehingga berpotensi mempengaruhi permintaan kapal
      angkutan dalam negeri.

      Kebijakan hilirisasi yang dijalankan Pemerintah Indonesia untuk komoditas seper nikel
      diperkirakan memberikan dampak positif pada industri pelayaran dikarenakan peningkatan
      volume pengangkutan ke lokasi smelter untuk pemrosesan lebih lanjut. Selain itu, program
      pemerintah untuk memperbanyak produksi kendaraan listrik turut berdampak positf pada
      permintaan pengangkutan karena salah satu bahan baku yang digunakan untuk kendaraan
      listrik tersebut adalah nikel.

      Gambaran Umum Industri Batu Bara di Indonesia

      Produksi batubara Indonesia per Juni 2024 mencapai 380 juta ton (+3% YoY). Angka ini
      tertinggal dari target RKAB yang disetujui sebesar 920 juta ton, tetapi tetap lebih tinggi dari
      target produksi pemerintah sebesar 710 juta ton. Konsumsi batubara domestik juga
      meningkat sebesar 13% YoY menjadi 176 juta ton, didorong oleh konsumsi energi yang lebih
      tinggi dan peningkatan aktivitas hilirisasi. Namun, ekspor bergeser ke Asia Utara karena



                                                                                         Halaman - 24
Page 39
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



      pertumbuhan impor Tiongkok yang melambat dan berkurangnya ketergantungan pada
      batubara Indonesia.

      Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut, rencana produksi batu
      bara dalam negeri pada 2024 hingga 2026 mendatang masih berada di kisaran 710-730 juta
      ton per tahun. produksi batu bara di Indonesia pada 2024 hingga 2026 diperkirakan masih
      tinggi meskipun produksi batu bara dunia pada tiga tahun ke depan ini diperkirakan akan
      mengalami sedikit penurunan dibandingkan produksi pada 2023. Pada 2023, produksi batu
      bara Indonesia juga bisa dikatakan sangat tinggi, yakni mencapai 775 juta ton. Ini merupakan
      produksi batu bara tertinggi RI sepanjang masa.

      Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor batu bara Indonesia tercatat sebesar
      US$2,49 miliar pada Juni 2024. Angka ini mengalami penurunan 0,36% secara bulanan atau
      month to month (mtm) dibandingkan dengan US$2,5 miliar pada Mei 2024. Sementara itu,
      volume ekspor batu bara juga mengalami penurunan 3,06% mtm menjadi 32,66 juta ton pada
      Juni dari 33,69 juta ton pada Mei 2024. Secara tahunan, nilai ekspor batu bara juga turun
      6,68% menjadi US$2,67 miliar. Ekspor batu bara menurun secara bulanan disebabkan oleh
      penurunan volume dan harga. Sedangkan secara tahunan penurunan lebih disebabkan
      penurunan harga. Faktor lain yang mempengaruhi adalah Musim panas di beberapa negara,
      seperti China, yang menyebabkan permintaan ekspor batu bara menurun.




                                                                                         Halaman - 25
Page 40
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



                                               BAB IV

         ANALISIS KELAYAKAN PASAR, TEKNIS, POLA BISNIS, DAN MODEL MANAJEMEN


Berikut adalah analisis kelayakan pasar, teknis, pola bisnis dan model manajemen atas rencana
penambahan kegiatan usaha aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya mengacu
pada Pasal V SEOJK No 17/2020.


4.1   Analisis Kelayakan Pasar

      Analisis kelayakan pasar atas rencana penambahan kegiatan usaha aktivitas penunjang
      pertambangan dan penggalian lainnya adalah sebagai berikut:


4.1.1 Kondisi Pasar

      Jumlah barang yang diangkut melalui jalur laut domestik pada Maret 2024 mencapai 29,9
      juta ton, meningkat 6,31% dibandingkan bulan Februari 2024. Peningkatan terbesar terjadi
      di Pelabuhan Panjang sebesar 87,65%, diikuti oleh Balikpapan (43,84%), Tanjung Perak
      (13,57%), dan Tanjung Priok (7,90%). Namun, Pelabuhan Makassar mengalami penurunan
      sebesar 3,73%. Secara kumulatif, jumlah barang yang diangkut selama Januari-Maret 2024
      mencapai 86,5 juta ton, naik 0,15% dibandingkan periode yang sama tahun 2023, dengan
      peningkatan terbesar terjadi di Pelabuhan Balikpapan sebesar 30,02%.

      Produksi batu bara Indonesia per Juni 2024 mencapai 380 juta ton (+3% YoY). Angka ini
      tertinggal dari target RKAB yang disetujui sebesar 920 juta ton, tetapi tetap lebih tinggi dari
      target produksi pemerintah sebesar 710 juta ton. Konsumsi batubara domestik juga
      meningkat sebesar 13% YoY menjadi 176 juta ton, didorong oleh konsumsi energi yang lebih
      tinggi dan peningkatan aktivitas hilirisasi. Ekspor batu bara mengalami penurunan, baik
      secara bulanan maupun tahunan. Pada Juni 2024, nilai ekspor batu bara turun 0,36% secara
      bulanan dan 6,68% secara tahunan. Volume ekspor juga turun 3,06% secara bulanan, tetapi
      naik 14,2% secara tahunan. Penurunan ekspor batu bara disebabkan oleh penurunan harga
      dan volume. Penurunan harga juga menjadi penyebab utama penurunan ekspor secara
      tahunan.

      Potensi pasar industri pengangkutan batu bara di Indonesia sangat besar mengingat batu
      bara merupakan sumber utama energi nasional Indonesia hingga 10-20 tahun ke
      depan. Indonesia memiliki cadangan batu bara nasional mencapai 35 miliar ton dengan
      sumber daya 134 miliar ton. Cadangan batu bara di Indonesia banyak ditemukan di Pulau
      Kalimantan dan Pulau Sumatera.

      Segmen pasar untuk kegiatan usaha baru yang akan dijalankan oleh RTI adalah perusahaan
      pertambangan batu bara dan nikel. Klien RTI adalah PT Maritim Barito Perkasa, PT Arutmin
      Indonesia dan PT Pelayaran Kartikasamudra Adijaya yang berlokasi di Kalimantan Selatan.
      Untuk PT Maritim Barito Perkasa estimasi pengangkutan per tahun sebesar 560.000 MT dan
      untuk PT Arutmin Indonesia dan PT Pelayaran Kartikasamudra Adijaya sesuai time charter.


                                                                                         Halaman - 26
Page 41
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



      RTI akan meningkatkan pemasaran dengan memperluas jenis pengangkutan ke
      pengangkutan nikel dan lainnya, serta memperluas area pemasaran ke Indonesia bagian
      Timur.


4.1.2 Pesaing Usaha

      Industri pengangkutan batu bara di Indonesia sangat kompetitif dengan beberapa pemain
      utama seperti PT Wintermar Offshore Marine Tbk, PT Samudera Indonesia Tbk, dan PT
      Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. PT Wintermar menunjukkan kinerja kuat dengan
      peningkatan laba dan ekspansi armada, sementara PT Samudera Indonesia menghadapi
      penurunan pendapatan dan laba bersih, menunjukkan tantangan dalam efisiensi
      operasional. Perusahaan lain seperti PT Ekalya Purnamasari fokus pada pembagian dividen
      dan investasi armada baru. Banyak perusahaan kecil dan menengah juga bersaing dalam
      pasar ini, terutama di rute domestik. Dukungan pemerintah untuk infrastruktur maritim dan
      pertumbuhan perdagangan menambah dinamika persaingan, dimana adaptasi teknologi,
      efisiensi, dan kualitas layanan menjadi kunci keunggulan kompetitif.


4.1.3 Strategi Pemasaran

      RTI meningkatkan pemasaran dengan memperluas jenis pengangkutan ke pengangkutan
      nikel dan lainnya, serta memperluas area pemasaran ke Indonesia bagian Timur. RTI akan
      terus berusaha untuk mengembangkan bisnisnya baik secara internal, maupun melalui
      akuisisi aset-aset baru. Secara internal, RTI akan mengembangkan bisnisnya melalui program
      pengembangan yang ada, dan efisiensi biaya diseluruh lini organisasi RTI. Strategi dan sinergi
      yang dijalankan RTI dipercaya dapat memenuhi target-target yang telah ditetapkan untuk
      peningkatan bisnis pada 2023 sekaligus membantu mewujudkan Rencana Pembangunan
      Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang disusun Pemerintah dalam rangka
      meningkatkan konektivitas dan menghadirkan kebutuhan dasar bagi masyarakat Indonesia.
      RTI akan terus menjajaki kemungkinan melakukan aliansi strategis yang menguntungkan
      dengan mitra kerja. Mempertahankan dan meningkatkan loyalitas pelanggan dengan
      penyempurnaan mutu layanan dan harga yang kompetitif, memperluas pangsa pasar dengan
      mendapatkan pelanggan-pelanggan baru di industri batubara di Indonesia serta bekerjasama
      untuk menyuplai kapal-kapal mereka serta mengeksplorasi jenis layanan lain yang memiliki
      potensi.


4.1.4 Kesimpulan Analisis Kelayakan Pasar

      Berdasarkan kajian dan evaluasi terhadap kondisi pasar, seperti pangsa pasar,
      kesinambungan (sustainability), potensi pasar, sasaran, dan potensi nilai pasar, pesaing
      usaha, dan strategi pemasaran atas kegiatan usaha baru disimpulkan bahwa penambahan
      kegiatan usaha dari aspek pasar yang akan dilakukan oleh RTI adalah layak.




                                                                                         Halaman - 27
Page 42
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



4.2   Analisis Kelayakan Teknis

      Analisis kelayakan teknis atas rencana penambahan kegiatan usaha aktivitas penunjang
      pertambangan dan penggalian lainnya adalah sebagai berikut:


4.2.1 Kapasitas

      Terkait dengan kapasitas, penambahan kegiatan usaha baru akan menggunakan sarana dan
      prasarana yang dimiliki oleh RTI baik fisik maupun non fisik. Adapun fasilitas yang dimiliki saat
      ini adalah total 62 kapal terdiri atas 36 tug boats, 7 self-discharging barges dan 19 barges.
      Fasilitas non fisik berupa jaringan bisnis dan customer relationship. Menurut manajemen
      fasilitas ini telah cukup memadai untuk mendukung penambahan kegiatan usaha sesuai KBLI
      yang diajukan. Adapun apabila dalam pengembangan selanjutnya diperlukan penambahan
      kapasitas maka RTI akan melakukan prosedur pengadaan pembelian sesuai dengan
      kebutuhan.

      Dalam kegiatan operasinya, RTI memiliki entitas anak yaitu PT Batuah Abadi Lines yang
      tercatat baik dalam keuangannya dan memiliki exposure yang tinggi dalam industri
      pengangkutan laut antar pelabuhan baik di Indonesia maupun luar Indonesia.


4.2.2 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya

      Terkait dengan penambahan kegiatan usaha baru, RTI akan memanfaatkan sumber daya dan
      infrastruktur yang ada. Saat ini RTI memiliki 73 pegawai yang terdiri dari 42 karyawan tetap
      dan 31 karyawan kontrak. Rentang usia tenaga kerja RTI mayoritas di atas 41 tahun sebanyak
      49 orang dan usia produktif 31 hingga 40 tahun sebanyak 16 orang, serta usia di bawah 30
      tahun sebanyak 8 orang. Mayoritas pegawai RTI adalah pegawai tetap dengan usia yang
      berada dalam masa produktif dan memiliki latar belakang pendidikan yang memadai untuk
      mendukung pekerjaan di industri penyewaan kapal. RTI memiliki struktur komposisi jabatan
      yang memadai untuk mengatur koordinasi antara fungsi manajemen dan fungsi pelaksanaan,
      sehingga dapat mendukung pengendalian kinerja dengan baik.

      Pengalaman RTI di bidang penyewaan kapal dan tongkang terutama untuk kegiatan industri
      minyak dan gas lepas pantai dan jasa pengangkutan batu bara menjadi keunggulan bagi RTI
      dalam menjalankan rencana penambahan kegiatan usaha secara profesional dan memadai.
      RTI dalam penambahan kegiatan usaha baru tidak menggunakan personel tambahan melihat
      kinerja dan kapasitas sumber daya yang ada saat ini sangat memadai.


4.2.3 Proses Bisnis Kegiatan Usaha Baru

      RTI memiliki proses bisnis kegiatan usaha baru sebagai berikut:
      1. Kontrak dilakukan di Jakarta oleh marketing manager dengan perjanjian kepada
          customers (Arutmin).
      2. Freight charter : kargo yang dimuat menjadi tolok ukur harga yang diangkut dengan
          mempertimbangkan jumlah muatan (dokumen yang digunakan berupa draft survey);
          atau perhitungan jumlah kargo berdasar draft survey yang diakui kedua belah pihak.

                                                                                          Halaman - 28
Page 43
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



          Survei dilakukan juga oleh pihak ketiga (independent surveyor) pada saat loading dan
          unloading.
      3. Pada saat loading, saat ini Arutmin memiliki Port Of Loading (POL) di Asam-asam, Sungai
          Danau, Satui, dan Kintap. Pada saat bersandar, berthing master (Senakin) digunakan
          untuk bersandar tongkang dan proses loading.
      4. Sebelum sandar pada saat tongkang kosong intial survey (pihak ketiga) menggunakan
          metode hukum archimides draft calculation untuk mendapatkan berat tongkang. Setelah
          melakukan perhitungan dan inposition siap, maka baru diizinkan untuk loading,
      5. Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) akan mengeluarkan load line sertifikat dengan jumlah
          maksimum.
      6. Draft survey ditandatangani oleh surveyor dan RTI, kemudian pihak Arutmin
          mengeluarkan time sheet (histori muat sampai selesai), Surat Keterangan Asal Barang
          (SKB), dan Laporan Hasil Verifikasi (LHV) yang digunakan untuk dasar port clearance dan
          diizinkan untuk berlayar.
      7. Self Discharging Barge milik RTI dapat melakukan proses unloding dengan menggunakan
          conveyor.
      8. Saat kapal tiba, kemudian dibawa ke bulk North Pulau Laut Coal Terminal (NPLC)
          Pemancingan untuk proses unloading (Port Of Dircharge).
      9. Kemudian, Stock file dilanjutkan ke loading kapal besar.
      10. Setelah selesai bongkar, dikeluarkan nomor Shipment Report.
      11. Terakhir, draft survey akan divalidasi oleh Arutmin, bila sesuai dengan kecocokan maka
          akan di konfirmasi kembali ke RTI.


4.2.4 Kesimpulan Analisis Kelayakan Teknis

      Berdasarkan kajian dan evaluasi terhadap kapasitas, Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya;
      Proses Bisnis Kegiatan Usaha Baru, maka dapat disimpulkan bahwa penambahan kegiatan
      usaha dari aspek teknis yang akan dilakukan oleh RTI adalah layak.


4.3   Analisis Kelayakan Pola Bisnis

      Analisis kelayakan pola bisnis atas rencana penambahan kegiatan usaha aktivitas penunjang
      pertambangan dan penggalian lainnya adalah sebagai berikut:


4.3.1 Keunggulan Kompetitif RTI

      RTI meyakini bahwa kekuatan kompetitif akan mendukung RTI dalam melaksanakan
      strateginya dan memberikan keunggulan kompetitif dibanding para pesaingnya, keunggulan
      kompetitif yang dimiliki oleh RTI sebagai berikut:
      1. Ketepatan waktu proses pemuatan dan pembongkaran kargo seper batubara dan nikel
          yang sesuai dengan jadwal.
      2. Komunikasi yang responsif.
      3. Hubungan bisnis jangka panjang dengan pelanggan.
      4. Harga yang kompetitif.



                                                                                         Halaman - 29
Page 44
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



4.3.2 Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk RTI

      Kegiatan usaha baru RTI, yaitu aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya
      bukan merupakan kegiatan usaha baru di pasar. Kegiatan usaha baru RTI memiliki barrier to
      entry yang sulit dengan kebutuhan modal yang tinggi untuk dapat masuk dalam industri ini.
      Tingkat persaingan industri ini bersifat ketat dengan tidak adanya harga standar yang
      disepakati, sehingga perusahaan dengan struktur modal yang kuat dapat memberikan harga
      penawaran yang lebih diminati customers. RTI terus berusaha untuk mengembangkan
      bisnisnya baik secara internal, maupun melalui akuisisi aset-aset baru. Secara internal, RTI
      akan mengembangkan bisnisnya melalui program pengembangan yang ada, dan efisiensi
      biaya diseluruh lini organisasi RTI.

      Strategi dan sinergi yang dijalankan RTI dipercaya dapat memenuhi target-target yang telah
      ditetapkan sekaligus membantu mewujudkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah
      Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang disusun Pemerintah dalam rangka meningkatkan
      konektivitas dan menghadirkan kebutuhan dasar bagi masyarakat Indonesia. RTI akan terus
      menjajaki kemungkinan melakukan aliansi strategis yang menguntungkan dengan mitra
      kerja. Mempertahankan dan meningkatkan loyalitas pelanggan dengan penyempurnaan
      mutu layanan dan harga yang kompetitif, memperluas pangsa pasar dengan mendapatkan
      pelanggan-pelanggan baru di industri batubara di Indonesia serta bekerjasama untuk
      menyuplai kapal-kapal mereka serta mengeksplorasi jenis layanan lain yang memiliki potensi.


4.3.3 Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai Penambahan Kegiatan Usaha

      RTI dapat menciptakan nilai dan keunggulan dari penambahan kegiatan usaha, karena
      dilakukan untuk mendukung kegiatan usaha utama RTI serta memaksimalkan potensi bisnis.
      Dengan penambahan kegiatan usaha, RTI akan memiliki potensi nilai tambah dari sisi
      pendapatan dan laba, serta peluang besar untuk keberlangsungan bisnis RTI. Pengalaman RTI
      dalam industri ini menjadi kunci utama dalam keberhasilan penambahan kegiatan usaha
      dengan penerapan sistem dan operasional yang lebih efektif dan efisien. Hal ini berdampak
      positif bagi RTI dalam mempertahankan kelangsungan bisnis RTI.


4.3.4 Kesimpulan Analisis Kelayakan Pola Bisnis

      Berdasarkan kajian dan evaluasi terhadap Keunggulan Kompetitif RTI, Kemampuan Pesaing
      Untuk Meniru Produk RTI; Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai Penambahan Kegiatan
      Usaha, maka disimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha dari aspek pola bisnis yang
      akan dilakukan oleh RTI adalah layak.


4.4   Analisis Kelayakan Model Manajemen

      Analisis kelayakan model manajemen atas rencana penambahan kegiatan usaha aktivitas
      penunjang pertambangan dan penggalian lainnya adalah sebagai berikut:




                                                                                         Halaman - 30
Page 45
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



4.4.1 Ketersediaan Tenaga Kerja

      Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha baru, RTI telah memiliki tenaga
      kerja yang pelaksanaan operasional atas penambahan kegiatan usaha tersebut, dimana
      jumlah tenaga kerja sebanyak 73 pegawai yang terdiri dari 42 karyawan tetap dan 31
      karyawan kontrak. Rentang usia tenaga kerja RTI mayoritas di atas 41 tahun sebanyak 49
      orang dan usia produktif 31 hingga 40 tahun sebanyak 16 orang, serta usia di bawah 30 tahun
      sebanyak 8 orang. RTI berkomitmen untuk mendukung pengembangan Sumber Daya
      Manusia (SDM) pada semua tingkatan organisasi, mulai dari tingkat bawah hingga posisi
      tertinggi. Tujuannya untuk menciptakan SDM yang unggul, kompetitif, produktif, dan
      tangguh guna mencapai tujuan RTI secara berkelanjutan.


4.4.2 Manajemen Kekayaan Intelektual (Intellectual Property)

      Manajemen IP merupakan pengelolaan terhadap karya intelektual dan kekayaan yang
      berasal dari pikiran manusia. Karya intelektual yang termasuk dalam kategori HKI antara lain
      adalah paten, merek, hak cipta, desain industri, rahasia dagang, serta bentuk-bentuk karya
      lain yang dapat dihargai secara ekonomi. IP dapat digunakan sebagai alat yang efektif untuk
      meningkatkan daya saing suatu produk atau merek. Perusahaan yang memiliki hak kekayaan
      intelektual yang kuat dapat memastikan eksklusivitas produk dan layanan mereka, mencegah
      penyalahgunaan, dan memperkuat citra merek mereka di pasar. Hal ini juga dapat
      memberikan peluang untuk memperluas cakupan bisnis dan meningkatkan pendapatan.

      Saat ini, RTI tidak memiliki kekayaan intelektual. Dalam penambahan kegiatan usaha, RTI
      tidak melakukan pendaftaran kekayaan intelektual karena kegiatan usaha baru RTI tergolong
      dalam aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya yang tidak memerlukan
      kekayaan intelektual dalam operasinya.


4.4.3 Manajemen Risiko

      Seperti halnya kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan lainnya, usaha yang dilakukan
      oleh RTI tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang disebabkan oleh berbagai faktor yang
      dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. Berikut adalah beberapa risiko yang dihadapi oleh
      RTI:

        1. Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing

           RTI tidak melakukan transaksi lindung nilai mata uang pada saat ini, mengingat sebagian
           besar penerimaan RTI adalah dalam mata uang Rupiah, sedangkan pengeluaran terbesar
           RTI juga dalam mata uang Rupiah.

        2. Risiko Harga

           Biaya bahan bakar ditetapkan berdasarkan harga pasar pada saat pembelian, sehingga
           terdapat risiko atas fluktuasi harga bahan bakar terhadap operasi RTI. Untuk mengelola
           risiko harga yang timbul dari fluktuasi harga bahan bakar, maka RTI melakukan
           diversifikasi perjanjian kontrak kerja seperti pelanggan menyediakan bahan bakar, atau

                                                                                         Halaman - 31
Page 46
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



           harga yang dibebankan disesuaikan dengan harga bahan bakar terkini, sesuai dengan
           periode jasa yang diberikan kepada pelanggan.

        3. Risiko Suku Bunga Arus Kas dan Nilai Wajar

           Risiko suku bunga RTI timbul dari pinjaman jangka panjang. Pinjaman yang diterbitkan
           dengan tingkat bunga variabel mengekspos RTI terhadap risiko suku bunga arus kas.
           Pinjaman yang diterbitkan dengan tingkat suku bunga tetap mengekspos RTI terhadap
           risiko nilai wajar suku bunga

        4. Risiko Kredit

           RTI memiliki risiko kredit yang terutama berasal piutang usaha dan piutang lain-lain serta
           investasi pada obligasi.

        5. Risiko Likuiditas

           Untuk mengatur risiko likuiditas, RTI melakukan monitor dan menjaga level kas dan bank
           yang diperkirakan cukup untuk mendanai kegiatan operasional RTI dan mengurangi
           pengaruh fluktuasi dalam arus kas. RTI akan mengawasi pergerakan perkiraan
           kebutuhan likuiditas RTI untuk memastikan tersedianya kas yang cukup untuk
           memenuhi kebutuhan operasional RTI.


4.4.4 Kapasitas Kemampuan Manajemen

      Kegiatan usaha baru RTI selaras dengan kegiatan usaha eksisting yang sudah berjalan.
      Manajemen RTI telah beradaptasi dengan baik di lingkungan industri pelayaran batubara. RTI
      mengembangkan karyawan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pendidikan dan
      pelatihan, dalam prosesnya karyawan mengikuti perkembangan bisnis yang dinamis untuk
      meningkatkan kompetensi kemampuan yang sangat penting untuk kualitas produk yang
      ditawarkan.


4.4.5 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen

      Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha baru, RTI telah memiliki tenaga
      kerja yang pelaksanaan operasional atas penambahan kegiatan usaha tersebut, dimana
      jumlah tenaga kerja sebanyak 73 orang yang terdiri dari 42 karyawan tetap dan 31 karyawan
      kontrak. Rentang usia tenaga kerja RTI mayoritas di atas 41 tahun sebanyak 49 orang dan
      usia produktif 31 hingga 40 tahun sebanyak 16 orang, serta usia di bawah 30 tahun sebanyak
      8 orang.

      Berikut merupakan visi dan misi yang dijalankan manajemen untuk kegiatan usaha RTI:
      Visi    : Memberikan imbalan hasil yang optimal bagi seluruh pemegang saham, dan untuk
                menjadi perusahaan regional yang dihormati dalam bisnis transportasi laut dan
                dukungan operasi lepas pantai.



                                                                                         Halaman - 32
Page 47
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



      Misi    : Memberikan pelayanan yang memuaskan dan efisien kepada para klien, serta
                melakukan segala upaya untuk mencapai standar internasional dalam setiap
                layanan dan operasi.

      Maksud dan Tujuan Serta Kegiatan Usaha RTI Saat Ini

      1. Maksud dan tujuan kegiatan usaha RTI adalah menjalankan kegiatan usaha dalam bidang
         pelayaran dalam negeri dan luar negeri (khusus lepas pantai) dan jasa penempatan dan
         pemasangan instalasi pemboran (drilling rig) lepas pantai.

      2. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, RTI dapat melaksanakan kegiatan usaha
         sebagai berikut:
         a. Aktivitas konsultasi transportasi.
         b. Angkutan laut dalam negeri untuk barang umum.
         c. Angkutan laut perairan pelabuhan dalam negeri untuk barang.
         d. Angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus.
         e. Angkutan laut luar negeri untuk barang umum.
         f. Angkutan laut luar negeri untuk barang khusus.
         g. Angkutan luat luar negeri untuk pelayaran rakyat.
         h. Aktivitas penunjang angkutan perairan lainnya.
         i. Industri bangunan lepas pantai dan bangunan terapung.


4.4.6 Kesimpulan Analisis Kelayakan Model Manajemen

      Berdasarkan kajian dan evaluasi terhadap ketersediaan tenaga kerja, manajemen kekayaan
      intelektual, manajemen risiko, kapasitas dan kemampuan manajemen, dan kesesuaian
      struktur organisasi dan manajemen, maka disimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha
      dari aspek model manajemen yang akan dilakukan oleh RTI adalah layak.




                                                                                         Halaman - 33
Page 48
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



                                               BAB V

       ANALISIS KUALITATIF LAINNYA ATAS RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA BARU


5.1.     Analisis Porter’s 5 Forces Model

         Terdapat lima kekuatan yang menentukan intensitas persaingan pada suatu bisnis atau
         dikenal dengan Porter’s 5 Forces Model, berikut merupakan analisis untuk aktivitas
         penunjang pertambangan dan penggalian lainnya:

         1.   Ancaman masuknya pendatang baru
              Ancaman pendatang baru dalam pelayaran dalam negeri bersifat moderat karena
              adanya regulasi dan biaya awal yang tinggi, namun di pasar lepas pantai internasional,
              ancaman ini rendah karena barrier to entry yang sangat tinggi. Dalam jasa rig lepas
              pantai, ancaman pendatang baru sangat rendah karena tingginya kebutuhan modal,
              teknologi, dan hubungan industri.

         2.   Ancaman dari barang pengganti atau jasa
              Ancaman substitusi dalam pelayaran, baik dalam negeri maupun lepas pantai, sangat
              rendah karena moda transportasi lain tidak seefektif pelayaran untuk volume yang
              besar. Dalam jasa rig lepas pantai, ancaman substitusi hampir tidak ada karena tidak
              ada alternatif praktis untuk penempatan dan pemasangan rig di laut.

         3.   Kekuatan tawar-menawar pembeli
              Dalam pelayaran, kekuatan pembeli bervariasi, dengan pembeli besar memiliki
              pengaruh lebih besar, terutama di pasar lepas pantai internasional. Di sektor jasa rig
              lepas pantai, kekuatan pembeli sangat tinggi karena merupakan perusahaan minyak
              dan gas.

         4.   Kekuatan tawar menawar pemasok
              Dalam pelayaran, kekuatan pemasok di dalam negeri relatif moderat, namun lebih
              tinggi di pasar lepas pantai internasional karena ketergantungan pada bahan bakar dan
              teknologi canggih. Untuk jasa rig lepas pantai, kekuatan pemasok sangat besar karena
              adanya penyediaan peralatan dan kapal khusus yang penting dan sulit digantikan.

         5.   Comptetitive Rivalry
              Persaingan dalam pelayaran dalam negeri moderat hingga tinggi dengan banyak
              pemain lokal, sedangkan di pasar lepas pantai internasional, persaingan sangat ketat
              dengan pemain global besar. Dalam jasa penempatan dan pemasangan rig lepas
              pantai, persaingan sangat tinggi dengan beberapa pemain utama yang memiliki
              keahlian teknis dan armada khusus.




                                                                                         Halaman - 34
Page 49
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



5.2.   Analisis SWOT

       Analisis SWOT adalah teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan,
       peluang, dan ancaman untuk bisnis atau bahkan proyek tertentu. Berikut adalah SWOT
       analysis untuk proyek penambahan kegiatan usaha aktivitas penunjang pertambangan dan
       penggalian lainnya:

        1. Analisis Kekuatan (Strenght)
           • RTI merupakan perusahaan pelayaran dalam dan luar negeri yang telah
             berpengalaman.
           • RTI telah beradaptasi dengan situasi industri yang dinamis dibuktikan dengan rekam
             jejak yang baik.
           • RTI memiliki sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya.
           • Kapasitas kapal yang dimiliki RTI memumpuni dalam beroperasi di industrinya.
           • RTI memiliki kerjasama yang baik dengan pelanggan sehingga mampu
             mempertahankan dan meningkatkan loyalitas pelanggan.

        2. Analisis Kelemahan (Weakness)
           • Tingginya biaya maintenance dan besarnya capex untuk docking.
           • Unit armada atau kapal yang dimiliki oleh RTI masih belum terutilisasi maksimal.
           • Proses perizinan dan regulasi yang rumit dapat menghambat proyek-proyek baru,
             terutama dalam hal penempatan dan pemasangan instalasi pemboran.
           • Meskipun ada dukungan pemerintah, infrastruktur maritim di beberapa daerah
             masih kurang memadai, menghambat efisiensi operasional.

        3. Analisis Kesempatan (Opportunity)
           • Dengan meningkatnya permintaan energi di Indonesia dan global, ada peluang besar
             untuk pertumbuhan dalam industri pemboran lepas pantai dan pelayaran terkait.
           • Peluang untuk memperkuat teknologi dan keahlian melalui kemitraan dengan
             perusahaan asing yang lebih berpengalaman dalam industri ini.
           • Indonesia dapat memperluas operasinya ke negara-negara tetangga di Asia Tenggara
             yang juga memiliki potensi sumber daya lepas pantai.
           • Investasi dalam teknologi ramah lingkungan di sektor pelayaran dan pemboran lepas
             pantai dapat meningkatkan daya saing dan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan
             internasional.

        4. Analisis Ancaman (Threat)
           • Fluktuasi harga minyak dan gas di pasar global dapat mempengaruhi profitabilitas
             industri pemboran lepas pantai.
           • Indonesia menghadapi persaingan ketat dari negara-negara lain yang memiliki
             teknologi lebih canggih dan biaya operasional yang lebih rendah.
           • Operasi lepas pantai memiliki risiko lingkungan yang tinggi, dan insiden seperti
             tumpahan minyak dapat merusak reputasi dan menimbulkan biaya yang besar.
           • Resesi ekonomi global atau penurunan investasi internasional dalam industri energi
             dapat menghambat pertumbuhan industri ini.



                                                                                         Halaman - 35
Page 50
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



5.3.   Analisis Structure Conduct Performance

       Berikut analisis Structure Conduct Performance (SCP) untuk RTI:

       1. Structure

          •   RTI perusahaan publik Indonesia yang bergerak di penyediaan jasa logistik kelautan
              untuk industri minyak dan batubara. RTI memiliki entitas anak PT Batuah Abadi Lines
              yang memiliki potensi dan prospektif untuk kedepannya, dengan customers yang
              sudah cukup lama menjalin kerjasama.
          •   RTI berpengalaman dalam bidang pelayaran dalam negeri dan luar negeri (khusus
              lepas pantai) dan jasa penempatan dan pemasangan instalasi pemboran (drilling rig)
              lepas pantai.

       2. Conduct

          •   RTI bertujuan menjadi perusahaan regional yang dihormati dalam bisnis transportasi
              laut dan dukungan operasi lepas pantai.
          •   RTI berkomitmen memberikan pelayanan memuaskan dan efisien kepada klien dan
              mencapai standar internasional.

       3. Performance

          •   RTI menunjukan performa keuangan yang baik dengan rasio keuangan yang
              menunjukan nilai yang semakin membaik setiap tahunnya.


5.4.   Analisis Pertimbangan Kualitatif atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Baru

       Pertimbangan dalam melakukan rencana penambahan kegiatan usaha KBLI 09900 terbagi
       atas pro dan kontra. Berikut adalah pro faktor atas rencana ini:

        1. RTI merupakan perusahaan publik yang berpengalaman di bidang jasa logistik kelautan
           untuk industri minyak dan batubara. Bersama entitas anaknya, PT Batuah Abadi Lines,
           dapat menciptakan sinergi dalam mendorong kegiatan usaha utama RTI dan
           memberikan nilai tambah yang lebih tinggi di masa depan.

        2. RTI sangat optimis menghadapi tahun 2024. RTI telah menyiapkan rencana dan strategi
           untuk menghadapi berbagai tantangan dan mengoptimalkan setiap peluang di tahun
           2024. RTI akan tetap fokus pada kekuatan yang dimilikinya yang selama ini sudah telah
           berhasil membangun reputasi yang sangat baik di industri pelayaran nasional. Pada
           tahun 2024, RTI akan terus berupaya untuk memperkuat posisinya di industri pelayaran
           nasional. Mengoptimalkan kinerja segmen kapal pendukung kegiatan angkutan
           muatan di Indonesia dan memperluas cakupan area layanan hingga ke luar negeri
           untuk memperluas pangsa pasar.




                                                                                         Halaman - 36
Page 51
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



      Berikut adalah kontra faktor atas rencana ini:

         1. Tingkat persaingan industri pelayaran dalam negeri dalam level moderat hingga tinggi
            dengan banyak pemain lokal, sedangkan di pasar lepas pantai internasional persaingan
            sangat ketat dengan pemain global besar.

         2. Indonesia menghadapi persaingan ketat dari negara-negara lain yang memiliki
            teknologi lebih canggih dan biaya operasional yang lebih rendah. Resesi ekonomi
            global atau penurunan investasi internasional dalam industri energi dapat
            menghambat pertumbuhan industri ini.




                                                                                         Halaman - 37
Page 52
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



                                                     BAB VI

                                ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN


Berikut adalah analisis kelayakan keuangan atas rencana penambahan kegiatan usaha aktivitas
penunjang pertambangan dan penggalian lainnya mengacu pada Pasal V SEOJK No 17/2020.


6.1.   Biaya Pendirian (Start Up Costs), Modal Kerja, Sumber Pembiayaan, Pembelian, Biaya
       Operasional dan Beban Usaha

       Berdasarkan proyeksi manajemen RTI, rencana penambahan kegiatan usaha aktivitas
       penunjang pertambangan dan penggalian lainnya diperlukan investasi awal sebesar Rp55
       Miliar sedangkan posisi ekuitas RTI pada bulan Juni 2024 sebesar Rp758 Miliar, dengan
       demikian transaksi ini adalah sebesar 7,25%, yakni dibawah 20% dari nilai ekuitas RTI. Dalam
       rangka penambahan kegiatan usaha sumber pembiayaan investasi diperoleh dari pendanaan
       utang perbankan. Besarnya Jumlah ini adalah untuk membiayai modal kerja, biaya
       operasional dan beban usaha pada awal tahun proyeksi.

       Figur 25. Modal Kerja
                                                                                               (Dalam Jutaan Rupiah)
        Keterangan                  2025                 2026               2027               2028             2029
        Piutang Usaha                   91.010             105.862          112.919            119.977           127.034
        Persediaan                      10.538              12.258              13.075          13.892            14.709
        Utang Usaha                     15.014              17.237              14.975          15.551            16.611


        Keterangan              2030             2031            2032              2033          2034           2035
        Piutang Usaha           127.034          127.034          127.034          127.034       127.034        127.034
        Persediaan               14.709           14.709           14.709           14.709        14.709          14.709
        Utang Usaha              19.208           18.429           17.222           16.925        15.126          15.947


       Figur 26. Beban Usaha
                                                                                               (Dalam Jutaan Rupiah)
        Keterangan                            2025            2026              2027            2028            2029
        Biaya Operasional                     (34.731)          (35.002)         (35.274)        (35.545)        (34.161)


        Keterangan                     2030          2031            2032            2033          2034          2035
        Biaya Operasional          (35.545)          (35.545)        (35.545)       (35.545)      (35.545)       (35.545)



6.2.   Periode Proyeksi Keuangan

       Berdasarkan tanggal cut off Studi Kelayakan yakni per 30 Juni 2024, maka periode proyeksi
       dimulai per 1 Juli 2024 sampai dengan 30 Juni 2035.

                                                                                                             Halaman - 38
Page 53
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



6.3.   Review dan Penyesuaian Asumsi atas Proyeksi Keuangan Pendahuluan yang Disusun oleh
       Manajemen

       Dalam studi kelayakan ini umumnya kami melakukan review atas proyeksi keuangan
       pendahuluan yang telah disiapkan manajemen. Berikut review kami atas proyeksi keuangan
       tersebut:

       1. Bobot beban maintenance terhadap pendapatan didapatkan dari rata-rata historis
          kenaikan tahunan beban perbaikan, perawatan kapal, dan sewa peralatan.
       2. Asumsi jumlah kontrak adalah sebesar 20 kontrak per tahun, kemudian menjadi 21 dan
          22 di tahun 2028 dan 2029, dan stabil hingga akhir periode proyeksi.

       Berdasarkan kondisi tersebut, kami melakukan penyusunan kembali atas model keuangan
       dengan asumsi mendasar yang kami peroleh dari manajemen. Model keuangan tersebut
       disusun untuk memperoleh secara mendetail informasi mengenai pendapatan dan biaya-
       biaya.


6.4.   Perbandingan Rasio Keuangan Sebelum dan Sesudah Penambahan Kegiatan Usaha Baru

       Berikut adalah perbandingan rasio keuangan sebelum dan sesudah penambahan kegiatan
       usaha baru RTI:

       Figur 27. Rasio Keuangan Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha Baru RTI
        Keterangan                  2025       2026        2027       2028        2029          2035
        GPM                         25,38%     15,43%      29,32%     34,26%      34,67%        35,42%
        OPM                         13,19%       2,76%     17,38%     22,96%      23,94%        24,70%
        NPM                         11,99%      -5,75%     10,30%     17,16%      19,26%        23,50%
        ROE                          4,33%      -1,99%      3,81%       6,73%      8,00%         9,76%
        ROA                          4,45%      -2,04%      3,91%       6,91%      8,21%        10,02%
        Cash Ratio                     8,00       8,00        8,00       8,00        8,00          8,00
        Current Ratio                20,03       20,03      20,03       20,03      20,03          20,03
        DER                          2,62%       2,62%      2,62%       2,62%      2,62%         2,62%
        DAR                          2,56%       2,56%      2,56%       2,56%      2,56%         2,56%


       Figur 28. Rasio Keuangan Sesudah Penambahan Kegiatan Usaha Baru RTI
        Keterangan                  2025       2026        2027       2028        2029          2035
        GPM                         33,49%     32,64%      41,86%     45,27%      45,73%        46,22%
        OPM                         23,72%     24,10%      33,79%     37,62%      38,44%        38,93%
        NPM                         94,94%     75,44%      85,22%     88,90%      91,03%        96,92%
        ROE                         10,38%       9,75%     16,47%     20,32%      22,51%        24,27%
        ROA                         10,65%     10,00%      16,90%     20,85%      23,10%        24,91%
        Cash Ratio                     8,00       8,00        8,00       8,00        8,00          8,00



                                                                                            Halaman - 39
Page 54
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



        Keterangan                     2025        2026        2027        2028        2029            2035
        Current Ratio                   20,03       20,03       20,03       20,03       20,03            20,03
        DER                            2,62%        2,62%       2,62%       2,62%       2,62%           2,62%
        DAR                            2,56%        2,56%       2,56%       2,56%       2,56%           2,56%


       Pada rasio keuangan tersebut, diketahui bahwa proyeksi rasio keuangan setelah
       penambahan kegiatan usaha menunjukan peningkatan dari sisi profitabilitas. Pada tahun
       2035 Ratio Gross Profit Margin sebesar 46,22%, Operating Profit Margin 38,93%, Net Profit
       Margin 96,92%, Return On Asset 24,27% dan Return On Equity 24,91%.


6.5.   Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan

       Proyeksi yang disusun pada laporan studi kelayakan ini berdasarkan proyeksi manajemen.
       KJPP telah mengecek kembali asumsi terutama penyesuaian terkait pertumbuhan penjualan
       terutama laju pertumbuhan mendekati tingkat terminasi dan hal tersebut telah didiskusikan
       dengan manajemen. Berikut adalah asumsi-asumsi utama yang digunakan dalam
       penyusunan proyeksi keuangan:

       1.     Berdasarkan tanggal cut off Studi Kelayakan yakni per 30 Juni 2024, maka periode
              proyeksi dimulai per 1 Juli 2024 sampai dengan 30 Juni 2035.
       2.     Berdasarkan proyeksi manajemen, pendapatan RTI bersumber dari time-chartered,
              shipment, dan transshipment.
       3.     Berdasarkan proyeksi manajemen, pertumbuhan pendapatan time-chartered pada
              tahun 2025 sebesar 29,97%; 2026 sebesar 6,67%; 2027 sebesar 6,25%; dan 2028 sebesar
              5,88%. Tahun 2029 hingga 2034 tidak terdapat pertumbuhan pendapatan.
       4.     Berdasarkan proyeksi manajemen, pertumbuhan pendapatan shipment pada tahun
              2025 sebesar 7,14%; 2026 sebesar 6,67%; 2027 sebesar 6,25%; dan 2028 sebesar 5,88%.
              Tahun 2029 hingga 2034 tidak terdapat pertumbuhan pendapatan.
       5.     Berdasarkan proyeksi manajemen, pertumbuhan pendapatan transshipment pada
              tahun 2025 sebesar 0,99%; 2026 sebesar 6,67%; 2027 sebesar 6,25%; dan 2028 sebesar
              5,88%. Tahun 2029 hingga 2034 tidak terdapat pertumbuhan pendapatan.
       6.     Berdasarkan proyeksi manajemen, persentase beban pokok terhadap pendapatan pada
              tahun 2024 sebesar 66,51% hingga sebesar 53,78% pada tahun 2034.
       7.     Berdasarkan proyeksi manajemen, pertumbuhan beban operasi pada tahun 2025
              sebesar 1,67%; 2026 sebesar 0,78%; 2027 sebesar 0,77%; dan 2028 sebesar 0,77%.
              Tahun 2029 hingga 2034 tidak terdapat pertumbuhan beban operasi.
       8.     Asumsi perputaran modal kerja selama periode proyeksi adalah sebagai berikut:

              Figur 29. Perputaran Modal Kerja
                                                                                                (dalam hari)
               Perputaran Modal
                                       2025        2026        2027        2028        2029            2035
               Kerja
               Piutang usaha                  95          95          95          95          95              95
               Piutang lain-lain              12          12          12          12          12              12
               Investasi pada
                                          135         135         135         135         135              135
               obligasi
               Biaya dibayar di muka          5            5          5           5           5               5



                                                                                                   Halaman - 40
Page 55
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



             Perputaran Modal
                                         2025            2026            2027              2028            2029             2035
             Kerja
             Persediaan                          11             11              11                11               11              11
             Pajak dibayar di muka               13             13              13                13               13              13
             Utang usaha                         30             30              30                30               30              30
             Utang lain-lain                      1              1               1                 1                1               1
             Biaya yang masih
                                                 10             10              10                10               10              10
             harus dibayar
             Utang pajak                         3                3               3               3                3               3



6.6.   Ringkasan Proyeksi Keuangan

       Berdasarkan asumsi-asumsi yang disampaikan di atas, berikut adalah ringkasan proyeksi
       keuangan RTI:

       Figur 30. Ringkasan Proyeksi Laba RTI
                                                                                                       (Dalam Jutaan Rupiah)
                Keterangan                   2025             2026                2027                 2028                2029
        Pendapatan                           349.671              406.732             433.848           460.963             488.079
        Harga Pokok Pendapatan            (232.566)           (273.968)           (252.234)            (252.277)          (264.901)
        Laba Kotor                           117.104              132.764             181.614           208.686             223.178
        Beban Operasional                    (34.161)           (34.731)              (35.002)          (35.274)            (35.545)
        Laba (Rugi) Operasional               82.944               98.033             146.611           173.413             187.633
        Laba (Rugi) Bersih                    78.748               73.952             124.948           154.167             170.804


              Keterangan              2030             2031            2032               2033            2034              2035
        Pendapatan                    488.079          488.079         488.079           488.079          488.079           488.079
        Harga Pokok Pendapatan       (287.635)        (274.812)       (269.003)         (265.393)       (261.393)          (262.513)
        Laba Kotor                    200.444          213.267         219.076           222.686          226.686           225.566
        Beban Operasional             (35.545)         (35.545)        (35.545)          (35.545)         (35.545)          (35.545)
        Laba (Rugi) Operasional       164.900          177.722         183.531           187.142          191.142           190.022
        Laba (Rugi) Bersih            150.814          166.379         174.931           181.285          185.285           184.165


       Berdasarkan figur ringkasan proyeksi laba di atas, diketahui total pendapatan RTI pada tahun
       2025 sebesar Rp349.671 juta, mengalami peningkatan setiap tahunnya hingga tahun 2029
       sebesar Rp488.079 juta dan pada tahun 2030 hingga tahun 2035 tidak ada peningkatan. RTI
       memperoleh laba bersih pada tahun 2025 sebesar Rp78.748 juta hingga mencapai sebesar
       Rp184.165 juta di tahun 2035.




                                                                                                                        Halaman - 41
Page 56
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



      Figur 31. Ringkasan Proyeksi Posisi Keuangan RTI
                                                                                                      (Dalam Jutaan Rupiah)
              Keterangan                2025                   2026                2027              2028             2029
       Aset Lancar                         398.672               414.298            517.792           654.580          828.715
       Aset Tidak Lancar                   444.412               725.426            706.990           688.644          650.297
       Total Aset                          843.084             1.139.724           1.224.783         1.343.224        1.479.012
       Liabilitas Jangka Pendek             22.021                25.281             21.963            22.808            24.363
       Liabilitas Jangka Panjang               2.908             222.336            185.765           149.193          112.622
       Total Liabilitas                     24.929               247.617            207.728           172.002          136.985
       Total Ekuitas                       818.155               892.108           1.017.055         1.171.223        1.342.027
       Total Liabilitas dan
                                           843.084             1.139.724           1.224.783         1.343.224        1.479.012
       Ekuitas


            Keterangan              2030               2031            2032               2033          2034           2035
       Aset Lancar                  976.243        1.121.050          1.266.043       1.481.905       1.653.787       1.883.188
       Aset Tidak Lancar            620.821            604.678         596.276            561.262       572.027        527.995
       Total Aset                  1.597.064       1.725.728          1.862.318       2.043.168       2.225.814       2.411.183
       Liabilitas Jangka
                                     28.172             27.028          25.259             24.824        22.185         23.389
       Pendek
       Liabilitas Jangka
                                     76.051             39.479             2.908            2.908           2.908         2.908
       Panjang
       Total Liabilitas             104.223             66.508          28.167             27.731        25.093         26.297
       Total Ekuitas               1.492.841       1.659.221          1.834.152       2.015.436       2.200.721       2.384.885
       Total Liabilitas dan
                                   1.597.064       1.725.728          1.862.318       2.043.168       2.225.814       2.411.183
       Ekuitas

      Berdasarkan figur ringkasan proyeksi posisi keuangan di atas, diketahui total aset RTI pada
      tahun 2025 sebesar Rp758.809 juta hingga mencapai sebesar Rp2.411.183 juta di tahun
      2035. Total liabilitas pada tahun 2025 sebesar Rp19.401 juta hingga mencapai sebesar
      Rp26.297 juta di tahun 2035. Total ekuitas pada tahun 2025 sebesar Rp739.408 juta hingga
      mencapai sebesar Rp2.384.885 juta di tahun 2035.

      Figur 32. Ringkasan Proyeksi Arus Kas RTI
                                                                                                      (Dalam Jutaan Rupiah)
            Keterangan               2025               2026            2027               2028          2029           2030
       Arus Kas Aktivitas
                                     107.164            133.832         206.544            233.227       250.573        244.100
       Operasi
       Arus Kas Aktivitas
                                    (100.100)          (380.000)        (86.611)          (80.000)      (60.000)        (60.000)
       Investasi
       Arus Kas Aktivitas
                                               -        219.429         (36.571)          (36.571)      (36.571)        (36.571)
       Pendanaan
       Kenaikan
       (Penurunan) Kas dan              7.064           (26.740)           83.362          116.655       154.002        147.529
       Setara Kas
       Kas Awal Tahun                131.989            139.053         112.314            195.675       312.331        466.333
       Kas Akhir Tahun               139.053            112.314         195.675            312.331       466.333        613.861




                                                                                                                    Halaman - 42
Page 57
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



              Keterangan             2031                  2032             2033             2034           2035
        Arus Kas Aktivitas
                                         251.379            268.175          275.863          295.548         289.401
        Operasi
        Arus Kas Aktivitas
                                         (70.000)          (86.611)         (60.000)         (123.667)       (60.000)
        Investasi
        Arus Kas Aktivitas
                                         (36.571)          (36.571)                  -               -               -
        Pendanaan
        Kenaikan (Penurunan)
                                         144.807            144.992          215.863          171.881         229.401
        Kas dan Setara Kas
        Kas Awal Tahun                   613.861            758.668          903.661         1.119.524      1.291.405
        Kas Akhir Tahun                  758.668            903.661       1.119.524          1.291.405      1.520.806


       Berdasarkan figur ringkasan proyeksi arus kas di atas, diketahui arus kas aktivitas pada tahun
       2025 menunjukan arus kas positif sebesar Rp107.164 juta hingga sebesar Rp289.401 juta di
       tahun 2035. Arus kas aktivitas investasi pada tahun 2025 menunjukan arus kas negatif
       sebesar minus Rp100.100 juta hingga sebesar minus Rp60.000 juta di tahun 2035. Arus kas
       aktivitas pendanaan pada tahun 2026 menunjukan arus kas positif sebesar Rp219.429 juta
       dan pada tahun 2027 sampai dengan 2032 menunjukan arus kas positif sebesar Rp36.571
       juta per tahun.

       Figur 33. Analisis Profitabilitas RTI
               Keterangan                2025               2026             2027             2028           2029
        Gross Profit Margin                33,49%            32,64%           41,86%            45,27%         45,73%
        Operating Profit Margin            23,72%            24,10%           33,79%            37,62%         38,44%
        Net Profit Margin                  22,52%            18,18%           28,80%            33,44%         35,00%


             Keterangan           2030              2031           2032            2033         2034          2035
        Gross Profit Margin       41,07%            43,70%         44,89%           45,63%       46,44%        46,22%
        Operating Profit
                                  33,79%            36,41%         37,60%           38,34%       39,16%        38,93%
        Margin
        Net Profit Margin         30,90%            34,09%         35,84%           37,14%       37,96%        37,73%


       Berdasarkan figur analisis rasio profitabilitas di atas, diketahui rasio profitabilitas RTI tercatat
       positif dari tahun 2025 sampai tahun 2035. Pada tahun 2035, gross profit margin, operating
       profit margin, dan net profit margin RTI sebesar 46,22%; 38,93%; dan 37,73%.


6.7.   Penetapan Tingkat Diskonto

       Tingkat diskonto yang digunakan adalah biaya ekuitas yang diperoleh dengan
       mengaplikasikan model Capital Asset Pricing Model (CAPM). Model ini menyatakan bahwa
       biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistematis
       dari sekuritas saham. Dengan formula sebagai berikut:

                                                Ke = Rf + ß (Rm-Rf) + α




                                                                                                          Halaman - 43
Page 58
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



      Dimana :
      Rf       = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
      ß        = risiko sistimatis
      Rm       = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
      Rp       = selisih antara Rm dengan Rf
      α        = risiko spesifik

      Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
      memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia, instrumen bebas risiko yang
      dapat dipilih adalah yield obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.

      Terkait dengan cut off yang digunakan pada tanggal 30 Juni 2024, maka instrumen bebas
      risiko yang dipilih adalah instrumen bebas risiko untuk jangka waktu 30 tahun dengan yield
      sebesar 7,03%, maka yield tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian bebas risiko
      (Rf). Data tersebut bersumber dari S&P Capital IQ.

      Rp (Equity Risk Premium - ERP) adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko
      dengan tingkat kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk
      premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
      seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk premium. Dengan
      mengikutkan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-
      perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara berkembang (emerging
      market). Dengan mengacu pada sumber Damodaran, dimana total equity risk yang diperoleh
      sudah total equity risk premium, maka diperlukan penyesuaian CRP karena rf yang digunakan
      mengacu pada risk free US.

      Premi risiko pasar (Rm-Rf) ditentukan dengan menggunakan rujukan dari data Damodaran
      yang dikeluarkan 1 Januari 2024 dengan risk premium untuk pasar negara berkembang
      seperti Indonesia adalah sekitar 7,38% dengan Country Default Spread sebesar 2,78%.

      α (Alpha). Faktor alpha merupakan risiko spesifik perusahaan yang mungkin mencerminkan
      jenis properti, perusahaan dan premi risiko lainnya. Pada penugasan studi kelayakan ini,
      faktor Alpha atau risiko spesifik RTI adalah 5,00%.

      ß (Beta). Beta merupakan pengukur tingkat kepekaan pengembalian saham terhadap
      pengembalian pasar saham secara keseluruhan (seperti index yang dikeluarkan oleh S&P 500
      atau IHSG). Untuk Studi kelayakan ini kami menggunakan Beta dari industri sejenis.

      Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan pembanding sebagai Beta
      untuk menghitung cost of equity RTI, dimana beta tersebut dihitung dari nilai tengah
      unlevered Beta. Cara ini dilakukan untuk menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-
      masing perusahaan terhadap Beta. Perusahaan yang sama dengan leverage yang berbeda
      akan memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh karena itu pengaruh leverage yang ada
      di tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered Beta.




                                                                                         Halaman - 44
Page 59
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



      Figur 34. Beta Unleverage Perusahaan Pembanding
                                                           Beta                                Beta
                       Nama Perusahaan                               Tax      Market D/E
                                                         Leverage                           Unleverage
        PT Buana Lintas Lautan Tbk                        0,489     22,00%      131,09%       0,242
        PT Trans Power Marine Tbk                         0,472     22,00%      14,37%        0,425
        PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                 0,063     22,00%       9,30%        0,059
        PT IMC Pelita Logistik Tbk                        0,526     22,00%      11,24%        0,484
        PT Transcoal Pacific Tbk                          0,873     22,00%       3,84%        0,848
        PT Habco Trans Maritima Tbk                       0,633     22,00%       7,04%        0,600
        PT Hasnur Internasional Shipping Tbk              0,225     22,00%      26,62%        0,187
        PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk             0,693     22,00%      41,44%        0,524
                                                Median                                        0,454
      Sumber: S&P Capital IQ, Diolah TOPAZ

      Unlevered Beta dihitung dengan formula sebagai berikut:

                                 βL
                βu =
                             1 + (1-T) x DER

        Dimana :

        T              = Tarif Pajak Penghasilan Badan
        DER            = Debt to equity ratio
        βL             = Beta levered yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
                         secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
                         pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
                         portofolio pasar dengan pengaruh hutang.
        βu             = Beta unlevered yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
                         secara obyektif dari responsifitas pengembalian perusahaan terhadap
                         pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
                         portofolio pasar tanpa pengaruh hutang.

      Unlevered Beta median perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini adalah
      sebesar 0,454 kemudian pajak yang digunakan sebesar 22,00% dengan formula Beta
      Leverage sebagai berikut:

        βL             = βu x (1 + (1-T) x (Wd/We))
        βL             = 0,45 x (1 + (1-22,00%) x (9,51%/90,49%)
                       = 0,49

      Figur 35. Biaya Modal untuk Ekuitas RTI dengan Tarif Pajak 22,00%
                                 Keterangan                                  Persentase
       Risk Free Rate (Rf)                                                     7,03%
       Risk Premium Market (Rpm)                                               7,38%



                                                                                           Halaman - 45
Page 60
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



                              Keterangan                                     Persentase
        β (Beta)                                                                   0,49
        CDS                                                                     2,78%
        Specific Risk                                                           5,00%
        Cost Of Equity                                                         12,87%
       Sumber: S&P Capital IQ, Diolah TOPAZ

       Risiko spesifik yang diaplikasikan adalah sebesar 5% berdasarkan kondisi spesifik perusahaan,
       adapun perhitungan detil terdapat di lampiran keuangan dalam laporan ini. Dengan
       mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan kekuatan atau kelebihan serta risiko yang
       dihadapi, kami berpendapat bahwa tingkat diskonto sebesar 12,87% adalah wajar.


6.8.   Analisis Titik Impas (Break Even Analysis)

       Analisis titik Impas (Break Even Analysis) adalah metode yang digunakan dalam analisis
       keuangan untuk menentukan titik di mana pendapatan yang diperoleh sama dengan biaya
       total, sehingga perusahaan tidak mengalami keuntungan atau kerugian. Break Even Point
       (“BEP”) adalah titik dimana pendapatan sama dengan modal yang dikeluarkan, tidak terjadi
       kerugian atau keuntungan. Total keuntungan dan kerugian ada pada posisi 0 (nol). Hal
       tersebut dapat terjadi bila perusahaan dalam operasinya menggunakan biaya tetap, dan
       Volum penjualan hanya cukup untuk menutup biaya tetap dan biaya variabel.

       Apabila penjualan hanya cukup untuk menutup biaya variabel dan sebagian biaya tetap,
       maka artinya perusahaan menderita kerugian. Sebaliknya, bila penjualan melebihi biaya
       variabel dan biaya tetap yang harus dikeluarkan, maka perusahaan tersebut akan
       memperoleh keuntungan.

       Dalam analisis ini, BEP dapat dihitung dalam jumlah unit atau pendapatan dengan rumus
       sebagai berikut:

         •    BEP dalam Jumlah Unit = Biaya Tetap / (Harga Jual per Unit – Biaya Variabel per Unit)
         •    BEP dalam Pendapatan = Biaya Tetap / Kontribusi Margin Ratio

       Dimana Kontribusi Margin Ratio = (Harga Jual per Unit – Biaya Variabel per Unit) / Harga
       Jual per Unit

       Figur 36. BEP dalam Unit dan Pendapatan
                                           2025       2026       2027       2028          2029       2030
        BEP (Unit)                                6          5          4          4             4          4
        BEP (Pendapatan, dalam Jutaan
                                           102.003    106.401    83.615     77.915        77.735     86.551
        Rupiah)
        Fixed Cost (dalam Jutaan Rupiah)    34.161     34.731    35.002     35.274        35.545     35.545
        Variable Cost (dalam Jutaan
                                            11.628     13.698    12.612     12.013        12.041     13.074
        Rupiah)
        Harga Jual (dalam Jutaan Rupiah)    17.484     20.337    21.692     21.951        22.185     22.185
        Jumlah Kontrak                         20         20        20         21            22          22



                                                                                                 Halaman - 46
Page 61
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



                                                         2031            2032            2033          2034            2035
        BEP (Unit)                                               4              4               4              3              3
        BEP (Pendapatan, dalam Jutaan Rupiah)             81.347         79.190          77.906         76.531         76.911
        Fixed Cost (dalam Jutaan Rupiah)                  35.545         35.545          35.545         35.545         35.545
        Variable Cost (dalam Jutaan Rupiah)               12.491         12.227          12.063         11.881         11.932
        Harga Jual (dalam Jutaan Rupiah)                  22.185         22.185          22.185         22.185         22.185
        Jumlah Kontrak                                          22              22              22            22              22


       Berdasarkan perhitungan BEP di atas diketahui BEP dalam unit adalah 6 unit dan BEP dalam
       pendapatan adalah Rp102.003 juta pada tahun 2025 hingga sebesar Rp76.911 juta pada
       tahun 2035. Berdasarkan hal ini diketahui pada tahun 2025, kegiatan usaha baru RTI akan
       membukukan laba usaha positif karena total penjualan pada tahun 2025 melebihi BEP
       pendapatan dengan pendapatan sebesar Rp349.671 juta.


6.9.   Analisis Profitabilitas (Overall Profitability) dan Tingkat Balikan Investasi (Overall Return
       on Investment)

       Rasio profitabilitas (Profitability Ratio) adalah serangkaian metrik keuangan yang digunakan
       untuk mengevaluasi kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan keuntungan relatif
       terhadap berbagai aspek dari aktivitas operasionalnya. Rasio-rasio ini memberikan gambaran
       tentang efisiensi dan kinerja profitabilitas perusahaan dalam menghasilkan laba dari
       penjualan, investasi, dan aset yang dimilikinya. Rasio keuangan yang digunakan dalam
       analisis kegiatan usaha aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya adalah
       Gross Profit Margin (“GPM”), Operating Profit Margin (“OPM”) dan Net Profit Margin
       (“NPM”).

       Pengembalian investasi (ROI) adalah ukuran kinerja yang digunakan untuk mengevaluasi
       efisiensi atau profitabilitas suatu investasi atau membandingkan efisiensi sejumlah investasi
       yang berbeda. ROI mencoba mengukur secara langsung jumlah pengembalian investasi
       tertentu, relatif terhadap biaya investasi. Rasio ini dihitung dalam bentuk persentase.

       Figur 37. Analisis Profitabilitas dan Tingkat Balikan Investasi
        Keterangan                  2025               2026          2027               2028           2029            2030
        Overall Profitability
          GPM                        33,49%            32,64%        41,86%             45,27%          45,73%         41,07%
          OPM                        23,72%            24,10%        33,79%             37,62%          38,44%         33,79%
          NPM                        22,52%            18,18%        28,80%             33,44%          35,00%         30,90%

        Overall Return on
                                     18,01%            16,91%        28,57%             35,25%          39,06%         34,48%
        Investment


        Keterangan                         2031               2032               2033                2034             2035
        Overall Profitability
          GPM                                 43,70%            44,89%               45,63%           46,44%            46,22%
          OPM                                 36,41%            37,60%               38,34%           39,16%            38,93%
          NPM                                 34,09%            35,84%               37,14%           37,96%            37,73%




                                                                                                                   Halaman - 47
Page 62
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



        Keterangan                  2031           2032          2033            2034              2035
       Overall Return on
                                      38,04%        40,00%        41,45%             42,37%         42,11%
       Investment

      Berdasarkan figur di atas diketahui bahwa rasio profitabilitas dan tingkat balikan investasi
      menunjukkan rasio positif mulai tahun 2025. GPM terproyeksi sebesar 33,49% pada tahun
      2025 hingga sebesar 46,22% pada tahun 2035, sementara OPM dan NPM terproyeksi sebesar
      38,93% dan 37,73% di tahun 2035. Untuk ROI terproyeksi mencapai 42,11% di tahun 2035.


6.10. Analisis Kelayakan Finansial dengan Net Present Value (“NPV”), Internal Rate of Return
      (“IRR”), Payback Period dan Profitability Index

      Berdasarkan analisis kelayakan finansial proyek secara keseluruhan atas penambahan
      kegiatan usaha aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya, diperoleh hasil
      perhitungan sebagai berikut:

      Figur 38. Analisis Kelayakan Finansial Net Present Value (“NPV”), Internal Rate of Return
      (“IRR”), Payback Period dan Profitability Index
                                                                          (Dalam Jutaan Rupiah)
        Keterangan                                  2025       2026        2027          2028       2029
        Laba Rugi                                    45.881     89.066     96.071       103.075    110.080
        Depresiasi                                        -          -           -             -          -
        Perubahan Modal Kerja                      (52.657)   (47.844)     (6.829)       (6.829)    (6.829)
        Capex                                             -          -           -             -          -
        Perubahan Ekuitas
        Capital Outlay                  (55.000)                     -           -             -          -

        Total Arus Kas                  (55.000)    (6.776)    41.222      89.242        96.246    103.251
        df                                  1,00       0,89      0,78        0,70          0,62       0,55
        PV Arus Kas                     (55.000)    (6.003)    32.355      62.056        59.292     56.352


        NPV                       149.052
        IRR                        62,63%
        Payback Period            2 Tahun      3 Bulan
        Profitability Index           3,71

      Net Present Value (“NPV”)

      NPV adalah perbedaan antara nilai sekarang dari arus kas yang masuk dan nilai sekarang dari
      arus kas keluar pada sebuah waktu periode. NPV biasanya digunakan untuk menganalisa
      keuntungan dalam sebuah proyek yang akan dilaksanakan. NPV yang positif menandakan
      bahwa proyeksi pendapatan yang dihasilkan oleh sebuah proyek atau investasi melebihi dari
      proyeksi biaya yang dikeluarkan. NPV yang positif berarti proyek akan menghasilkan
      keuntungan sebaliknya NPV negatif akan menghasilkan kerugian.

      NPV dihitung dengan menilai-kinikan arus kas pada periode proyeksi dengan tingkat diskonto
      12,87% sebagaimana dipaparkan pada sub bab 6.6. Arus kas pada periode proyeksi
      merupakan arus kas ekuitas karena tidak terdapat pendanaan pihak ketiga atas kegiatan


                                                                                              Halaman - 48
Page 63
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



      usaha ini. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa NPV kegiatan usaha baru KBLI
      09900 RTI sebesar Rp149.052 juta. NPV yang positif berarti kegiatan usaha ini akan
      memberikan keuntungan bagi RTI. Besaran NPV bernilai positif (NPV>0) yang didasarkan
      pada konsep mendiskonto seluruh aliran kas ke nilai sekarang untuk mendapatkan nilai netto.
      Perhitungan rate of return yang merupakan indikator tingkat efisiensi dari suatu investasi
      juga lebih besar dari discount rate.

      Internal Rate of Return (“IRR”)

      IRR, atau tingkat pengembalian internal, adalah metrik yang digunakan dalam analisis
      keuangan untuk memperkirakan profitabilitas investasi potensial. IRR adalah tingkat
      diskonto yang menjadikan nilai bersih sekarang (NPV) seluruh arus kas sama dengan nol
      dalam analisis arus kas yang didiskontokan. Perhitungan IRR mmenggunakan rumus yang
      sama seperti NPV. Jika IRR suatu proyek lebih besar daripada tingkat diskonto maka NPV yang
      dihasilkan positif. Pada perhitungan di atas diketahui IRR adalah sebesar 62,63% lebih besar
      dari tingkat diskonto 12,87%.

      Payback Period

      Payback period adalah lamanya waktu yang diperlukan untuk memulihkan biaya suatu
      investasi atau lamanya waktu yang dibutuhkan investor untuk mencapai titik impas.
      Pengembalian dana yang lebih pendek berarti investasi yang lebih menarik, sedangkan
      periode pengembalian yang lebih lama kurang diminati. Payback period dihitung dengan
      membagi jumlah investasi dengan arus kas tahunan. Pada proyeksi kegiatan usaha baru KBLI
      09900 RTI di atas diketahui bahwa arus kas pada awal periode negative karena modal kerja
      yang besar. Margin profitabiltas untuk bisnis ini besar dengan nilai di atas 30% pada setiap
      tahun proyeksinya. Hal ini tercermin dari hasil payback period sebesar 2 tahun dan 3 bulan
      yakni pada tahun 2027, dimana arus kas yang digunakan dalam perhitungan adalah arus kas
      yang telah dinilai-kinikan.

      Profitability Index

      Profitability Index (PI), juga dikenal sebagai Profit Investment Ratio (PIR) atau Value
      Investment Ratio (VIR), adalah suatu metode evaluasi investasi yang digunakan untuk
      mengukur keberhasilan suatu proyek atau investasi dengan membandingkan nilai sekarang
      dari arus kas yang diharapkan dari proyek tersebut dengan nilai investasi awal. Profitability
      Index adalah rasio antara nilai sekarang dari arus kas bersih masa depan yang diharapkan dari
      suatu investasi dengan nilai investasi awal. Semakin tinggi nilai Profitability Index, semakin
      besar nilai sekarang dari arus kas yang diharapkan relatif terhadap biaya investasi awal, yang
      menandakan proyek yang lebih menguntungkan. Berdasarkan perhitungan di atas diketahui,
      PI di hitung dengan membandingkan nilai kini arus kas pada tahun pertama hingga kelima
      dengan nilai investasi awal. Berdasarkan perhitungan di atas diketahui bahwa PI adalah 3,71
      kali yang berarti nilai arus kas sebesar 3,71 kali atas total biaya yang dikeluarkan.

      Dengan hasil analisis tersebut, kegiatan usaha baru KBLI 09900 RTI layak dilakukan karena
      NPV positif, IRR lebih besar dari tingkat diskonto, payback period yang tidak panjang dan
      PI yang lebih besar dari 1.




                                                                                         Halaman - 49
Page 64
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



6.11. Analisis Sensitivitas

      Analisis sensitivitas dilakukan pada 3 (tiga) faktor yaitu kenaikan discount factor, penurunan
      jumlah penjualan dan kenaikan beban operasional. Berikut adalah analisis sensitivitas atas
      studi kelayakan penambahan kegiatan usaha baru aktivitas penunjang pertambangan dan
      penggalian lainnya:

      Figur 39. Analisis Sensitivitas
                   Variabel               NPV         IRR      Payback Periode      Profitability Index
       Kenaikan Injeksi Modal
                                   10%    143.552      58%        2 Tahun 4 Bulan                   3,37
                                   15%    140.802      56%        2 Tahun 4 Bulan                   3,23
                                   20%    138.052      54%        2 Tahun 4 Bulan                   3,09


       Penurunan Laba Bersih
                                   10%    118.959      53%        2 Tahun 5 Bulan                   3,16
                                   15%    103.912      48%        2 Tahun 7 Bulan                   2,89
                                   20%     88.865      44%        2 Tahun 8 Bulan                   2,62


      Berdasarkan hasil analisis di atas diketahui:

      1. Kenaikan Injeksi Modal
         a. Jika terjadi kenaikan injeksi modal sebesar 10%, NPV menunjukan hasil yang positif
            sebesar Rp143.552 juta, IRR menunjukan sebesar 58%, payback period menjadi 2
            tahun 4 bulan dan profitability index menunjukan nilai 3,37.
         b. Jika terjadi kenaikan injeksi modal sebesar 15%, NPV menunjukan hasil yang positif
            sebesar Rp140.802 juta, IRR menunjukan sebesar 56%, payback period menjadi 2
            tahun 4 bulan dan profitability index menunjukan nilai 3,23.
         c. Jika terjadi kenaikan injeksi modal sebesar 20%, NPV menunjukan hasil yang positif
            sebesar Rp138.052 juta, IRR menunjukan sebesar 54%, payback period menjadi 2
            tahun 4 bulan dan profitability index menunjukan nilai 3,09.

      2. Penurunan Laba Bersih
         a. Jika terjadi penurunan laba bersih sebesar 10%, NPV menunjukan hasil yang positif
            sebesar Rp118.959 juta, IRR menunjukan sebesar 53%, payback period menjadi 2
            tahun 5 bulan dan profitability index menunjukan nilai 3,16.
         b. Jika terjadi penurunan laba bersih sebesar 15%, NPV menunjukan hasil yang positif
            sebesar Rp103.912 juta, IRR menunjukan sebesar 48%, payback period menjadi 2
            tahun 7 bulan dan profitability index menunjukan nilai 2,89.
         c. Jika terjadi penurunan laba bersih sebesar 20%, NPV menunjukan hasil yang positif
            sebesar Rp88.865 juta, IRR menunjukan sebesar 44%, payback period menjadi 2
            tahun 8 bulan dan profitability index menunjukan nilai 2,62.

      Berdasarkan hasil analisis di atas menunjukkan bahwa penambahan kegiatan usaha bersifat
      tidak sensitif terhadap kenaikan injeksi modal dan penurunan laba bersih.


                                                                                          Halaman - 50
Page 65
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



6.12. Kesimpulan Analisis Kelayakan Keuangan

      Berdasarkan kajian dan analisis keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat
      semua asumsi-asumsi yang telah diproyeksikan dapat terpenuhi, maka disimpulkan bahwa
      studi kelayakan atas penambahan kegiatan usaha baru aktivitas penunjang pertambangan
      dan penggalian lainnya adalah layak untuk dijalankan. Analisis kelayakan keuangan atas
      penambahan kegiatan usaha ini adalah:

      1. Analisis Titik Impas (Break Even Analysis)

           BEP dalam unit adalah 6 unit dan BEP dalam pendapatan adalah Rp102.003 juta pada
           tahun 2025 hingga sebesar Rp76.911 juta pada tahun 2035. Berdasarkan hal ini diketahui
           pada tahun 2025, kegiatan usaha baru RTI akan membukukan laba usaha positif karena
           total penjualan pada tahun 2025 melebihi BEP pendapatan dengan pendapatan sebesar
           Rp349.671 juta.

      2. Analisis Profitabilitas (Overall Profitability) dan Tingkat Balikan Investasi (Overall Return
         on Investment)

           Rasio profitabilitas dan tingkat balikan investasi menunjukkan rasio positif mulai tahun
           2025. GPM terproyeksi sebesar 33,49% pada tahun 2025 hingga sebesar 46,22% pada
           tahun 2035, sementara OPM dan NPM terproyeksi sebesar 38,93% dan 37,73% di tahun
           2035. Untuk ROI terproyeksi mencapai 42,11% di tahun 2035.

      3. Analisis Kelayakan Finansial dengan Net Present Value (“NPV”), Internal Rate of Return
         (“IRR”), Payback Period dan Profitability Index

              1.   Net Present Value (NVP) sebesar Rp149.052 juta;
              2.   Internal Rate of Return (IRR) sebesar 62,63%;
              3.   Payback Period adalah selama 2 tahun dan 3 bulan; dan
              4.   Profitability Index sebesar 3,71.

           Dengan hasil analisis tersebut, kegiatan usaha aktivitas penunjang pertambangan dan
           penggalian lainnya layak dilakukan karena NPV positif, IRR lebih besar dari tingkat
           diskonto, payback period yang tidak terlalu panjang dan PI yang lebih besar dari 1.

      5.   Analisis Sensitivitas

           Berdasarkan hasil analisis sensitivitas, menunjukkan bahwa penambahan kegiatan
           usaha bersifat tidak sensitif terhadap kenaikan injeksi modal dan penurunan laba bersih.




                                                                                         Halaman - 51
Page 66
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



                                              BAB VII

                                           KESIMPULAN


      Berdasarkan kajian, evaluasi terhadap aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek
      model manajemen, dan aspek keuangan dengan syarat seluruh aspek tersebut terpenuhi.
      Maka disimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha aktivitas penunjang pertambangan
      dan penggalian lainnya yang akan dilakukan oleh RTI adalah layak.




                                                                                         Halaman - 52
Page 67
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)



                                                BAB VIII

                                      KUALIFIKASI PENILAI USAHA


    Penilai Usaha yang menandatangani laporan penilaian usaha ini merupakan Penilai Usaha
    bersertifikat dengan perizinan sebagai berikut:

    No. Izin Penilai Publik      : B-1.17.00481
    No. MAPPI                    : 12-S-03723
    No. STTD                     : STTD.PB-04/PJ-1/PM.223/2023
    No. IKNB                     : 158/NB.122/STTD-P/2019




                                                                                         Halaman - 53
Page 68
LAMPIRAN KEUANGAN
Page 69
Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa IUJP

BS tanpa IUJP (dalam Jutaan Rupiah)   Juni 2025 Juni 2026 Juni 2027 Juni 2028      Juni 2029    Juni 2030    Juni 2031    Juni 2032     Juni 2033     Juni 2034     Juni 2035
Aset
Aset Lancar
Kas dan bank                           145.829     77.867    71.987      92.396      143.147      180.596      215.323      250.236       356.019       417.821       537.143
Piutang usaha                           71.334     68.383    72.941      77.500       82.059       82.059       82.059       82.059        82.059        82.059        82.059
Piutang lain-lain                        9.011      8.638     9.214       9.790       10.365       10.365       10.365       10.365        10.365        10.365        10.365
Investasi pada obligasi                101.369     97.175   103.654     110.132      116.610      116.610      116.610      116.610       116.610       116.610       116.610
Biaya dibayar di muka                    3.754      3.599     3.839       4.079        4.319        4.319        4.319        4.319         4.319         4.319         4.319
Persediaan                               8.260      7.918     8.446       8.974        9.502        9.502        9.502        9.502         9.502         9.502         9.502
Pajak dibayar di muka                    9.761      9.358     9.981      10.605       11.229       11.229       11.229       11.229        11.229        11.229        11.229
Jumlah Aset Lancar                     349.318    272.937   280.062     313.475      377.231      414.680      449.408      484.321       590.104       651.906       771.227

Aset Tidak Lancar
Aset tetap - bersih                    443.581    724.595   706.160     687.813      649.467      619.990      603.847      595.445       560.432       571.196       527.164
Uang jaminan                               831        831       831         831          831          831          831          831           831           831           831
Jumlah Aset Tidak Lancar               444.412    725.426   706.990     688.644      650.297      620.821      604.678      596.276       561.262       572.027       527.995

Jumlah Aset                            793.730    998.363   987.052    1.002.119    1.027.528    1.035.501    1.054.086    1.080.596     1.151.366     1.223.933     1.299.222

Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha                             12.646     12.864    10.398      10.770       11.626       14.224       13.444       12.237        11.941        10.142        10.963
Utang lain-lain                            422        429       347         359          388          474          448          408           398           338           365
Biaya yang masih harus dibayar           4.215      4.288     3.466       3.590        3.875        4.741        4.481        4.079         3.980         3.381         3.654
Utang pajak                              1.265      1.286     1.040       1.077        1.163        1.422        1.344        1.224         1.194         1.014         1.096
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek         18.548     18.867    15.250      15.796       17.052       20.862       19.718       17.948        17.513        14.874        16.079

Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan pascakerja            2.908      2.908     2.908       2.908        2.908        2.908        2.908         2.908         2.908         2.908         2.908
Pinjaman Perbankan                         -      219.429   182.857     146.286      109.714       73.143       36.571            (0)           (0)           (0)           (0)
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang         2.908    222.336   185.765     149.193      112.622       76.051       39.479         2.908         2.908         2.908         2.908

Jumlah Liabilitas                       21.455    241.203   201.015     164.990      129.674       96.912       59.197       20.856        20.421        17.782        18.986

Ekuitas
Modal dasar                              60.913    60.913    60.913      60.913       60.913       60.913       60.913        60.913        60.913        60.913        60.913
Tambahan modal disetor                  376.426 376.426 376.426         376.426      376.426      376.426      376.426       376.426       376.426       376.426       376.426
Selisih kurs                            522.613 522.613 522.613         522.613      522.613      522.613      522.613       522.613       522.613       522.613       522.613
Laba (Rugi) Ditahan                    (187.677) (202.791) (173.914)   (122.822)     (62.097)     (21.363)      34.937        99.789       170.994       246.199       320.284
Jumlah Ekuitas                          772.274 757.160 786.037         837.129      897.854      938.589      994.889     1.059.740     1.130.946     1.206.151     1.280.236

Jumlah Liabilitas dan Ekuitas          793.730    998.363   987.052    1.002.119    1.027.528    1.035.501    1.054.086    1.080.596     1.151.366     1.223.933     1.299.222
Page 70
PL tanpa IUJP
dalam Jutaan Rupiah
Amount in IDR                         Juni 2025     Juni 2026     Juni 2027     Juni 2028     Juni 2029     Juni 2030     Juni 2031     Juni 2032     Juni 2033     Juni 2034     Juni 2035

Revenue
Time chartered                           85.680        65.610        69.984        74.358        78.732        78.732        78.732        78.732        78.732        78.732        78.732
Shipment                                111.658       119.633       127.609       135.584       143.560       143.560       143.560       143.560       143.560       143.560       143.560
Transshipment                            76.734        77.490        82.656        87.822        92.988        92.988        92.988        92.988        92.988        92.988        92.988
Floating Crane                              -             -             -             -             -             -             -             -             -             -             -
Total Revenue                           274.072       262.733       280.249       297.764       315.280       315.280       315.280       315.280       315.280       315.280       315.280

Direct Cost
Depreciation                            (84.055)      (98.986)     (105.047)      (98.347)      (98.347)      (89.476)      (86.143)      (95.013)      (95.013)     (112.902)     (104.032)
Maintenance                             (16.567)      (15.882)      (16.941)      (18.000)      (19.058)      (19.058)      (19.058)      (19.058)      (19.058)      (19.058)      (19.058)
Other Direct Cost                      (103.889)     (107.335)      (76.098)      (79.397)      (88.578)     (120.182)     (110.693)      (96.014)      (92.403)      (70.514)      (80.505)
Gross Profit                             69.560        40.530        82.164       102.021       109.296        86.563        99.386       105.195       108.805       112.805       111.685

Operating Expenses                       (33.405)      (33.291)      (33.466)      (33.642)      (33.817)      (33.817)      (33.817)      (33.817)      (33.817)      (33.817)      (33.817)

Operating Income                         36.156         7.239        48.697        68.379        75.480        52.746        65.569        71.378        74.988        78.988        77.868

Other Income (Expenses)
Interest expense                             -         (19.200)      (16.457)      (13.714)      (10.971)       (8.229)       (5.486)       (2.743)          -             -             -
Interest income                              -             -             -             -             -             -             -             -             -             -             -
Gain /(Loss) on Sale of Fixed Asset          -             -             -             -             -             -             -             -             -             -             -
Others                                       -             -             -             -             -             -             -             -             -             -             -
Final Tax                                 (3.289)       (3.153)       (3.363)       (3.573)       (3.783)       (3.783)       (3.783)       (3.783)       (3.783)       (3.783)       (3.783)
Total Other Income (Expenses)             (3.289)      (22.353)      (19.820)      (17.287)      (14.755)      (12.012)       (9.269)       (6.526)       (3.783)       (3.783)       (3.783)

Net Profit                               32.867        (15.114)      28.877        51.092        60.725        40.735        56.300        64.852        71.205        75.205        74.085
Page 71
Proyeksi Arus Kas Tanpa IUJP

CF tanpa IUJP (dalam Jutaan Rupiah)       Juni 2025 Juni 2026 Juni 2027 Juni 2028 Juni 2029 Juni 2030 Juni 2031 Juni 2032 Juni 2033 Juni 2034 Juni 2035
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Laba Bersih                                 32.867    (15.114) 28.877       51.092    60.725    40.735    56.300    64.852    71.205    75.205    74.085
Depresiasi                                  84.055     98.986 105.047       98.347    98.347    89.476    86.143    95.013    95.013   112.902   104.032
Perubahan Modal Kerja
 Piutang usaha                                (507)     2.951     (4.559) (4.559) (4.559)    -               -       -       -             -       -
 Piutang lain-lain                            (513)       373       (576)   (576)   (576)    -               -       -       -             -       -
 Investasi pada obligasi                    (2.149)     4.194     (6.478) (6.478) (6.478)    -               -       -       -             -       -
 Biaya dibayar di muka                        (503)       155       (240)   (240)   (240)    -               -       -       -             -       -
 Persediaan                                   (557)       342       (528)   (528)   (528)    -               -       -       -             -       -
 Pajak dibayar di muka                        (806)       404       (624)   (624)   (624)    -               -       -       -             -       -
 Utang usaha                                 1.084        218     (2.466)    373     856   2.598            (780) (1.207)   (297)       (1.799)    821
 Utang lain-lain                               110          7        (82)     12      29       87            (26)    (40)    (10)          (60)      27
 Biaya yang masih harus dibayar                713         73       (822)    124     285     866            (260)   (402)    (99)         (600)    274
 Utang pajak                                   147         22       (247)     37      86     260             (78)   (121)    (30)         (180)      82
Total Arus Kas dari Aktivitas Operasi      113.940     92.609    117.302 136.980 147.322 134.021         141.299 158.095 165.783       185.469 179.321

Total Arus Kas untuk Investasi             (100.100) (380.000) (86.611) (80.000) (60.000) (60.000) (70.000) (86.611) (60.000) (123.667) (60.000)

Arus Kas untuk Pendanaan
 Penerimaan Pinjaman                            -     256.000      -        -        -        -        -        -                -         -         -
 Pembayaran Pinjaman                            -     (36.571) (36.571) (36.571) (36.571) (36.571) (36.571) (36.571)             -         -         -
Total Arus Kas untuk Pendanaan                  -     219.429 (36.571) (36.571) (36.571) (36.571) (36.571) (36.571)              -         -         -

Kenaikan (Penurunan) Kas dan Setara Kas     13.840    (67.962)    (5.880)   20.409    50.751    37.449    34.728    34.913   105.783    61.802   119.321

Kas Awal Periode                           131.989    145.829    77.867     71.987    92.396   143.147   180.596   215.323   250.236   356.019   417.821

Kas Aakhir Periode                         145.829     77.867    71.987     92.396   143.147   180.596   215.323   250.236   356.019   417.821   537.143
Page 72
Proyeksi Posisi Keuangan Dengan IUJP

BS dengan IUJP (dalam Jutaan Rupiah)   Juni 2025 Juni 2026      Juni 2027    Juni 2028    Juni 2029    Juni 2030    Juni 2031    Juni 2032     Juni 2033     Juni 2034     Juni 2035
Aset
Aset Lancar
Kas dan bank                            139.053      112.314      195.675      312.331      466.333      613.861       758.668      903.661     1.119.524     1.291.405     1.520.806
Piutang usaha                            91.010      105.862      112.919      119.977      127.034      127.034       127.034      127.034       127.034       127.034       127.034
Piutang lain-lain                        11.496       13.372       14.263       15.155       16.046       16.046        16.046       16.046        16.046        16.046        16.046
Investasi pada obligasi                 129.330      150.435      160.464      170.493      180.522      180.522       180.522      180.522       180.522       180.522       180.522
Biaya dibayar di muka                     4.790        5.572        5.943        6.315        6.686        6.686         6.686        6.686         6.686         6.686         6.686
Persediaan                               10.538       12.258       13.075       13.892       14.709       14.709        14.709       14.709        14.709        14.709        14.709
Pajak dibayar di muka                    12.454       14.486       15.452       16.418       17.384       17.384        17.384       17.384        17.384        17.384        17.384
Jumlah Aset Lancar                      398.672      414.298      517.792      654.580      828.715      976.243     1.121.050    1.266.043     1.481.905     1.653.787     1.883.188

Aset Tidak Lancar
Aset tetap - bersih                     443.581      724.595      706.160      687.813      649.467      619.990      603.847      595.445       560.432       571.196       527.164
Uang jaminan                                831          831          831          831          831          831          831          831           831           831           831
Jumlah Aset Tidak Lancar                444.412      725.426      706.990      688.644      650.297      620.821      604.678      596.276       561.262       572.027       527.995

Jumlah Aset                             843.084     1.139.724    1.224.783    1.343.224    1.479.012    1.597.064    1.725.728    1.862.318     2.043.168     2.225.814     2.411.183

Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha                              15.014       17.237       14.975       15.551       16.611       19.208       18.429       17.222        16.925        15.126        15.947
Utang lain-lain                             500          575          499          518          554          640          614          574           564           504           532
Biaya yang masih harus dibayar            5.005        5.746        4.992        5.184        5.537        6.403        6.143        5.741         5.642         5.042         5.316
Utang pajak                               1.501        1.724        1.497        1.555        1.661        1.921        1.843        1.722         1.693         1.513         1.595
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek          22.021       25.281       21.963       22.808       24.363       28.172       27.028       25.259        24.824        22.185        23.389

Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan pascakerja              2.908       2.908        2.908        2.908        2.908        2.908        2.908         2.908         2.908         2.908         2.908
Pinjaman Perbankan                           -       219.429      182.857      146.286      109.714       73.143       36.571            (0)           (0)           (0)           (0)
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang           2.908     222.336      185.765      149.193      112.622       76.051       39.479         2.908         2.908         2.908         2.908

Jumlah Liabilitas                        24.929      247.617      207.728      172.002      136.985      104.223       66.508       28.167        27.731        25.093        26.297

Ekuitas
Modal dasar                               60.913      60.913    60.913           60.913       60.913       60.913       60.913       60.913        60.913        60.913        60.913
Tambahan modal disetor                   376.426     376.426   376.426          376.426      376.426      376.426      376.426      376.426       376.426       376.426       376.426
Selisih kurs                             522.613     522.613   522.613          522.613      522.613      522.613      522.613      522.613       522.613       522.613       522.613
Laba (Rugi) Ditahan                     (141.796)    (67.844)   57.104          211.271      382.076      532.890      699.269      874.200     1.055.485     1.240.769     1.424.934
Jumlah Ekuitas                           818.155     892.108 1.017.055        1.171.223    1.342.027    1.492.841    1.659.221    1.834.152     2.015.436     2.200.721     2.384.885

Jumlah Liabilitas dan Ekuitas           843.084     1.139.724    1.224.783    1.343.224    1.479.012    1.597.064    1.725.728    1.862.318     2.043.168     2.225.814     2.411.183
Page 73
PL dengan IUJP
dalam Jutaan Rupiah
BEP (Pendapatan, dalam Jutaan Rupiah)   102002,622 106401,471 83615,4608 77914,9685 77734,5228 86550,7657 81346,9251 79189,9905 77906,0425 76531,3483 76911,3482
Amount in IDR                           Juni 2025 Juni 2026 Juni 2027 Juni 2028 Juni 2029 Juni 2030 Juni 2031 Juni 2032 Juni 2033 Juni 2034 Juni 2035

Revenue
Time chartered                            161.279    209.609     223.583     237.557     251.531     251.531     251.531     251.531     251.531     251.531     251.531
Shipment                                  111.658    119.633     127.609     135.584     143.560     143.560     143.560     143.560     143.560     143.560     143.560
Transshipment                              76.734     77.490      82.656      87.822      92.988      92.988      92.988      92.988      92.988      92.988      92.988
Floating Crane                                -          -           -           -           -           -           -           -           -           -           -
Total Revenue                             349.671    406.732     433.848     460.963     488.079     488.079     488.079     488.079     488.079     488.079     488.079

Direct Cost
Depreciation                              (84.055)    (98.986)   (105.047)    (98.347)    (98.347)    (89.476)    (86.143)    (95.013)    (95.013)   (112.902)   (104.032)
Maintenance                               (21.137)    (24.587)    (26.226)    (27.865)    (29.504)    (29.504)    (29.504)    (29.504)    (29.504)    (29.504)    (29.504)
Other Direct Cost                        (127.374)   (150.396)   (120.962)   (126.065)   (137.051)   (168.654)   (159.165)   (144.486)   (140.875)   (118.987)   (128.977)
Gross Profit                              117.104     132.764     181.614     208.686     223.178     200.444     213.267     219.076     222.686     226.686     225.566

Operating Expenses                        (34.161)    (34.731)    (35.002)    (35.274)    (35.545)    (35.545)    (35.545)    (35.545)    (35.545)    (35.545)    (35.545)

Operating Income                           82.944     98.033     146.611     173.413     187.633     164.900     177.722     183.531     187.142     191.142     190.022

Other Income (Expenses)
Interest expense                              -       (19.200)    (16.457)    (13.714)    (10.971)     (8.229)     (5.486)     (2.743)          0           0           0
Interest income                               -           -           -           -           -           -           -           -           -           -           -
Gain /(Loss) on Sale of Fixed Asset           -           -           -           -           -           -           -           -           -           -           -
Others                                        -           -           -           -           -           -           -           -           -           -           -
Final Tax                                  (4.196)     (4.881)     (5.206)     (5.532)     (5.857)     (5.857)     (5.857)     (5.857)     (5.857)     (5.857)     (5.857)
Total Other Income (Expenses)              (4.196)    (24.081)    (21.663)    (19.246)    (16.828)    (14.086)    (11.343)     (8.600)     (5.857)     (5.857)     (5.857)

Net Profit                                 78.748     73.952     124.948     154.167     170.804     150.814     166.379     174.931     181.285     185.285     184.165
Page 74
Proyeksi Arus Kas Dengan IUJP

CF dengan IUJP (dalam Jutaan Rupiah)      Juni 2025 Juni 2026 Juni 2027 Juni 2028 Juni 2029 Juni 2030 Juni 2031 Juni 2032 Juni 2033       Juni 2034     Juni 2035
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Laba Bersih                                 78.748     73.952    124.948   154.167   170.804   150.814   166.379   174.931    181.285       185.285       184.165
Depresiasi                                  84.055     98.986    105.047    98.347    98.347    89.476    86.143    95.013     95.013       112.902       104.032
Perubahan Modal Kerja
 Piutang usaha                             (20.184)   (14.852) (7.057) (7.057) (7.057)      -                -       -            -             -             -
 Piutang lain-lain                          (2.999)    (1.876)    (891)    (891)    (891)   -                -       -            -             -             -
 Investasi pada obligasi                   (30.110)   (21.105) (10.029) (10.029) (10.029)   -                -       -            -             -             -
 Biaya dibayar di muka                      (1.539)      (782)    (371)    (371)    (371)   -                -       -            -             -             -
 Persediaan                                 (2.836)    (1.720)    (817)    (817)    (817)   -                -       -            -             -             -
 Pajak dibayar di muka                      (3.498)    (2.032)    (966)    (966)    (966)   -                -       -            -             -             -
 Utang usaha                                 3.452      2.223   (2.262)     576    1.060  2.598             (780) (1.207)        (297)       (1.799)          821
 Utang lain-lain                               189         74      (75)      19       35      87             (26)    (40)         (10)          (60)            27
 Biaya yang masih harus dibayar              1.503        741     (754)     192      353    866             (260)   (402)         (99)         (600)          274
 Utang pajak                                   384        222     (226)      58      106    260              (78)   (121)         (30)         (180)            82
Total Arus Kas dari Aktivitas Operasi      107.164    133.832 206.544 233.227 250.573 244.100            251.379 268.175      275.863       295.548       289.401

Total Arus Kas untuk Investasi             (100.100) (380.000) (86.611) (80.000) (60.000) (60.000) (70.000) (86.611)           (60.000)     (123.667)      (60.000)

Arus Kas untuk Pendanaan
 Penerimaan Pinjaman                            -     256.000      -        -        -        -        -        -                  -             -             -
 Pembayaran Pinjaman                            -     (36.571) (36.571) (36.571) (36.571) (36.571) (36.571) (36.571)               -             -             -
Total Arus Kas untuk Pendanaan                  -     219.429 (36.571) (36.571) (36.571) (36.571) (36.571) (36.571)                -             -             -

Kenaikan (Penurunan) Kas dan Setara Kas       7.064   (26.740)    83.362   116.655   154.002   147.529   144.807   144.992    215.863       171.881       229.401

Kas Awal Periode                           131.989    139.053    112.314   195.675   312.331   466.333   613.861   758.668    903.661      1.119.524     1.291.405

Kas Aakhir Periode                         139.053    112.314    195.675   312.331   466.333   613.861   758.668   903.661   1.119.524     1.291.405     1.520.806
Page 75
Nilai Tambah Posisi Keuangan

BS Nilai Tambah IUJP (dalam Jutaan Rupiah) Juni 2025 Juni 2026 Juni 2027 Juni 2028 Juni 2029 Juni 2030 Juni 2031 Juni 2032 Juni 2033 Juni 2034 Juni 2035
Aset
Aset Lancar
Kas dan bank                                 (6.776) 34.447 123.689 219.935 323.186 433.266 543.345 653.425 763.504                     873.584   983.663
Piutang usaha                                19.676    37.479    39.978    42.476    44.975    44.975    44.975    44.975    44.975      44.975    44.975
Piutang lain-lain                             2.485     4.734     5.050     5.365     5.681     5.681     5.681     5.681     5.681        5.681     5.681
Investasi pada obligasi                      27.961    53.260    56.811    60.361    63.912    63.912    63.912    63.912    63.912      63.912    63.912
Biaya dibayar di muka                         1.036     1.973     2.104     2.236     2.367     2.367     2.367     2.367     2.367        2.367     2.367
Persediaan                                    2.278     4.340     4.629     4.918     5.208     5.208     5.208     5.208     5.208        5.208     5.208
Pajak dibayar di muka                         2.693     5.129     5.471     5.813     6.154     6.154     6.154     6.154     6.154        6.154     6.154
Jumlah Aset Lancar                           49.354 141.361 237.731 341.105 451.483 561.563 671.642 781.722 891.801 1.001.881 1.111.960

Aset Tidak Lancar
Aset tetap - bersih                             -         -         -         -         -         -         -         -         -          -           -
Uang jaminan                                    -         -         -         -         -         -         -         -         -          -           -
Jumlah Aset Tidak Lancar                        -         -         -         -         -         -         -         -         -          -           -

Jumlah Aset                                  49.354   141.361   237.731   341.105   451.483   561.563   671.642   781.722   891.801   1.001.881   1.111.960

Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha                                   2.368     4.373     4.577     4.781     4.985     4.985     4.985     4.985     4.985      4.985       4.985
Utang lain-lain                                  79       146       153       159       166       166       166       166       166        166         166
Biaya yang masih harus dibayar                  789     1.458     1.526     1.594     1.662     1.662     1.662     1.662     1.662      1.662       1.662
Utang pajak                                     237       437       458       478       498       498       498       498       498        498         498
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek               3.473     6.414     6.713     7.012     7.311     7.311     7.311     7.311     7.311      7.311       7.311

Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan pascakerja                   -         -         -         -         -         -         -         -         -          -           -
Pinjaman Perbankan                              -         -         -         -         -         -         -         -         -          -           -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                -         -         -         -         -         -         -         -         -          -           -

Jumlah Liabilitas                             3.473     6.414     6.713     7.012     7.311     7.311     7.311     7.311     7.311      7.311       7.311

Ekuitas
Modal dasar                                     -         -         -         -         -         -         -         -         -          -            -
Tambahan modal disetor                          -         -         -         -         -         -         -         -         -          -            -
Selisih kurs                                    -         -         -         -         -         -         -         -         -          -            -
Laba (Rugi) Ditahan                          45.881   134.947   231.018   334.093   444.173   554.252   664.332   774.411   884.491    994.570    1.104.650
Jumlah Ekuitas                               45.881   134.947   231.018   334.093   444.173   554.252   664.332   774.411   884.491    994.570    1.104.650

Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                49.354   141.361   237.731   341.105   451.483   561.563   671.642   781.722   891.801   1.001.881   1.111.960
Page 76
PL Nilai Tambah IUJP
dalam Jutaan Rupiah
Amount in IDR                         Juni 2025     Juni 2026     Juni 2027     Juni 2028     Juni 2029     Juni 2030     Juni 2031     Juni 2032     Juni 2033     Juni 2034     Juni 2035

Revenue
Time chartered                            75.599       143.999       153.599       163.199       172.799       172.799       172.799       172.799       172.799       172.799       172.799
Shipment                                     -             -             -             -             -             -             -             -             -             -             -
Transshipment                                -             -             -             -             -             -             -             -             -             -             -
Floating Crane                               -             -             -             -             -             -             -             -             -             -             -
Total Revenue                             75.599       143.999       153.599       163.199       172.799       172.799       172.799       172.799       172.799       172.799       172.799

Direct Cost
Depreciation                                 -             -             -             -             -             -             -             -             -             -             -
Maintenance                               (4.570)       (8.705)       (9.285)       (9.865)      (10.446)      (10.446)      (10.446)      (10.446)      (10.446)      (10.446)      (10.446)
Other Direct Cost                        (23.485)      (43.060)      (44.864)      (46.668)      (48.472)      (48.472)      (48.472)      (48.472)      (48.472)      (48.472)      (48.472)
Gross Profit                              47.544        92.234        99.450       106.665       113.881       113.881       113.881       113.881       113.881       113.881       113.881

Operating Expenses                          (756)       (1.440)       (1.536)       (1.632)       (1.728)       (1.728)       (1.728)       (1.728)       (1.728)       (1.728)       (1.728)

Operating Income                          46.788        90.794        97.914       105.033       112.153       112.153       112.153       112.153       112.153       112.153       112.153

Other Income (Expenses)
Interest expense                             -             -             -             -             -             -             -             -               0             0             0
Interest income                              -             -             -             -             -             -             -             -             -             -             -
Gain /(Loss) on Sale of Fixed Asset          -             -             -             -             -             -             -             -             -             -             -
Others                                       -             -             -             -             -             -             -             -             -             -             -
Final Tax                                   (907)       (1.728)       (1.843)       (1.958)       (2.074)       (2.074)       (2.074)       (2.074)       (2.074)       (2.074)       (2.074)
Total Other Income (Expenses)               (907)       (1.728)       (1.843)       (1.958)       (2.074)       (2.074)       (2.074)       (2.074)       (2.074)       (2.074)       (2.074)

Net Profit                                45.881        89.066        96.071       103.075       110.080       110.080       110.080       110.080       110.080       110.080       110.080
Page 77
Nilai Tambah Arus Kas

Nilai Tambah CF IUJP (dalam Jutaan Rupiah) Juni 2025     Juni 2026 Juni 2027 Juni 2028 Juni 2029 Juni 2030 Juni 2031 Juni 2032 Juni 2033 Juni 2034 Juni 2035
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Laba Bersih                                      45.881       89.066   96.071   103.075   110.080   110.080   110.080   110.080 110.080 110.080 110.080
Depresiasi                                            -            -         -         -         -        -         -         -         -         -         -
Perubahan Modal Kerja
 Piutang usaha                                  (19.676)    (17.803)    (2.499)   (2.499)   (2.499)       -         -         -         -         -         -
 Piutang lain-lain                               (2.485)      (2.249)     (316)     (316)     (316)       -         -         -         -         -         -
 Investasi pada obligasi                        (27.961)    (25.299)    (3.551)   (3.551)   (3.551)       -         -         -         -         -         -
 Biaya dibayar di muka                           (1.036)        (937)     (132)     (132)     (132)       -         -         -         -         -         -
 Persediaan                                      (2.278)      (2.061)     (289)     (289)     (289)       -         -         -         -         -         -
 Pajak dibayar di muka                           (2.693)      (2.436)     (342)     (342)     (342)       -         -         -         -         -         -
 Utang usaha                                      2.368        2.005       204       204       204        -         -        (0)       0         (0)       0
 Utang lain-lain                                     79           67         7         7         7       (0)        0        (0)       0         (0)       0
 Biaya yang masih harus dibayar                     789          668        68        68        68        -         0        (0)       0          -         -
 Utang pajak                                        237          200        20        20        20        -         0        (0)       0          -        0
Total Arus Kas dari Aktivitas Operasi            (6.776)      41.222   89.242    96.246   103.251   110.080   110.080   110.080 110.080 110.080 110.080

Total Arus Kas untuk Investasi                      -          -           -           -           -           -           -           -           -           -           -

Arus Kas untuk Pendanaan
 Penerimaan Pinjaman                                -          -           -           -           -           -           -           -           -           -           -
 Pembayaran Pinjaman                                -          -           -           -           -           -           -           -           -           -           -
Total Arus Kas untuk Pendanaan                  -          -           -           -           -           -           -           -           -           -           -

Kenaikan (Penurunan) Kas dan Setara Kas      (6.776)    41.222      89.242      96.246     103.251     110.080     110.080     110.080     110.080     110.080     110.080

Kas Awal Periode                                    -   (6.776)     34.447     123.689     219.935     323.186     433.266     543.345     653.425     763.504     873.584

Kas Aakhir Periode                           (6.776)    34.447     123.689     219.935     323.186     433.266     543.345     653.425     763.504     873.584     983.663
Page 78
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Rig Tender Indonesia Tbk
per 30 Juni 2024
dalam Jutaan Rupiah

                                        1           2           3          4           5
                                      2025     2026         2027    2028    2029
Laba Rugi                          45.881   89.066       96.071 103.075 110.080
Depresiasi                             -        -            -       -       -
Perubahan Modal Kerja             (52.657) (47.844)      (6.829) (6.829) (6.829)
Capex                                  -        -            -       -       -
Perubahan Ekuitas
Capital Outlay        (55.000)                  -           -          -           -
Terminal Value

Total Arus Kas         (55.000)    (6.776)   41.222      89.242     96.246     103.251
df                        1,00       0,89      0,78        0,70       0,62        0,55
PV Arus Kas            (55.000)    (6.003)   32.355      62.056     59.292      56.352
                                                                     4.941
NPV                    149.052
IRR                      62,63%
Payback Period        2 Tahun 3 Bulan                     68.689     (8,56)
Profitability Index        3,71                         9,236288
Page 79
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Rig Tender Indonesia Tbk
per 30 Juni 2024
dalam Jutaan Rupiah




                                             2025         2026         2027         2028         2029         2030         2031         2032         2033         2034         2035
Overall Profitability
 GPM                                        33,49%       32,64%       41,86%       45,27%       45,73%       41,07%       43,70%       44,89%       45,63%       46,44%       46,22%
 OPM                                        23,72%       24,10%       33,79%       37,62%       38,44%       33,79%       36,41%       37,60%       38,34%       39,16%       38,93%
 NPM                                        22,52%       18,18%       28,80%       33,44%       35,00%       30,90%       34,09%       35,84%       37,14%       37,96%       37,73%


Overall Return on Investment                18,01%       16,91%       28,57%       35,25%       39,06%       34,48%       38,04%       40,00%       41,45%       42,37%       42,11%




                 Keterangan                  2025         2026         2027         2028         2029         2030         2031         2032         2033         2034         2035
BEP (Unit)                                           6            5            4            4            4            4            4            4            4            3            3
BEP (Pendapatan, dalam Jutaan Rupiah)        102.003      106.401       83.615       77.915       77.735       86.551       81.347       79.190       77.906       76.531       76.911
Fixed Cost (da l a m Jutaa n Rupi a h)        34.161       34.731       35.002       35.274       35.545       35.545       35.545       35.545       35.545       35.545       35.545
Variable Cost (da l a m Jutaa n Rupi a h)     11.628       13.698       12.612       12.013       12.041       13.074       12.491       12.227       12.063       11.881       11.932
Ha rga Jua l (da l a m Jutaa n Rupi a h)      17.484       20.337       21.692       21.951       22.185       22.185       22.185       22.185       22.185       22.185       22.185
Juml a h Kontra k                                   20           20           20           21           22           22           22           22           22           22           22
Page 80
Analisis Sensitivitas



Injeksi Modal Naik 10%                     Laba Bersih turun 10%
NPV                        143.552         NPV                      118.959
IRR                            58%         IRR                           53%
Payback Period           2 Tahun 4 Bulan   Payback Period          2 Tahun 5Bulan
Profitability Index           3,37         Profitability Index          3,16

Injeksi Modal Naik 15%                     Laba Bersih turun 15%
NPV                        140.802         NPV                      103.912
IRR                            56%         IRR                           48%
Payback Period           2 Tahun 4 Bulan   Payback Period          2 Tahun 7 Bulan
Profitability Index           3,23         Profitability Index          2,89

Injeksi Modal Naik 20%                     Laba Bersih turun 20%
NPV                        138.052         NPV                        88.865
IRR                            54%         IRR                           44%
Payback Period           2 Tahun 4 Bulan   Payback Period          2 Tahun 8 Bulan
Profitability Index           3,09         Profitability Index          2,62
Page 81
JENIS MODAL                                                    Biaya Modal                      Komposisi                    Tertimbang
Wd                                                                 7,18%                          9,51%                          0,68%
We                                                                 12,87%                        90,49%                          11,65%
                                                                                                                           12,33%




PERHITUNGAN COST OF EQUITY                                                    PERHITUNGAN COST OF DEBT
Risk Free Rate (Rf)                                            7,03%          a         Bunga Bank                                         9,21%
Risk Premium M arket (Rpm )                                    7,38%          b         Pajak                                             22,00%
β (Beta)                                                          0,49
CDS                                                            2,78%
Sr                                                             5,00%
COST OF EQUITY                                                12,87%          COST OF DEBT                                                7,18%




Unleverage Beta                    ==========>                  0,45                                                        BL
                                                                                        BU                  =
                                                                                                                1 + (( 1 - t ) x (W d/W e ))




Leverage Beta Perusahaan Dinilai   ==========>                 0,49                     BL                  =   BU x (1+(1-T) x (W d/W e ))




Keterangan :
 Rf                           :    Tingkat Balikan Bebas Risiko
 Rpm                          :    Tingkat Balikan Yang Diharapkan Oleh Pasar Ekuitas
 β                            :    Ukuran Risiko Sistematis
 Rs                           :    Premi Untuk Risiko Spesifik Perusahaan
Page 82
  Company                                                                                                                 Unlevere                            Total Market                                                                                                                                     MVIC /
                      Company Name                                 Company Description                           Beta                Tax Rate    Total Debt                  Sales     EBITDA     EBIT        EARNING    Total Asset   Equity     EV         MVIC      D/E       EV/Sales    PBV      PER                  Period
   Thicker                                                                                                                 d Beta                                 Cap                                                                                                                                          EBITDA
                                               PT Buana Lintas Lautan Tbk operates as an oil and gas tanker
IDX:BULL     PT Buana Lintas Lautan Tbk        company in Indonesia, Singapore, and Marshall Island. It           0,489      0,242      22,00%        2.604         1.986      2.365      1.075      852           453        6.037       2.483    4.357       4.590   131,09%        1,84     0,80     4,39       4,27 31-Mar-24
                                               operates through Oil, FPSO and FSO Tankers; Gas Tankers;
                                               PT Trans Power Marine Tbk provides bulk cargo
IDX:TPMA     PT Trans Power Marine Tbk         transportation and transshipment services primarily in             0,472      0,425      22,00%          266         1.849      1.005       503       309           315        1.927       1.557    1.808       2.114   14,37%         1,80     1,19     5,87       4,20 31-Mar-24
                                               Indonesia and Southeast Asia. The company operates
                                               PT Ancara Logistics Indonesia Tbk engages in the sea
IDX:ALII     PT Ancara Logistics Indonesia Tbk transportation, transshipment, and intermediate stockpile          0,063      0,059      22,00%          503         5.412        946       348       303           168        2.256       1.556    5.799       5.916    9,30%         6,13     3,48    32,20       16,99 31-Mar-24
                                               services in Indonesia. It operates through Coal Barging and
                                               PT IMC Pelita Logistik Tbk provides integrated logistics and
IDX:PSSI     PT IMC Pelita Logistik Tbk        sea transportation solutions primarily for coal mining             0,526      0,484      22,00%          261         2.326      1.466       543       400           412        3.260       2.759    1.402       2.587   11,24%         0,96     0,84     5,64       4,77 31-Mar-24
                                               companies in Indonesia. It operates through three
                                               PT Transcoal Pacific Tbk, a shipping company, provides
IDX:TCPI     PT Transcoal Pacific Tbk          vessel charter and freight services in Indonesia. It operates      0,873      0,848      22,00%        1.448        37.750      1.870       507       349           197        3.804       2.147   39.212      39.198    3,84%        20,97    17,58   191,97       77,35 31-Mar-24
                                               through Sea transportation Business and Other Business
                                               PT Habco Trans Maritima Tbk owns and operates bulk
IDX:HATM     PT Habco Trans Maritima Tbk       carriers. The company provides barges, transshipment, and          0,633      0,600      22,00%          117         1.666        629       266       216           203        1.086         859    1.599       1.783    7,04%         2,54     1,94     8,22       6,70 31-Mar-24
                                               bulk carrier services. It also transports goods using ships
                                               PT Hasnur Internasional Shipping Tbk offers river and sea
IDX:HAIS     PT Hasnur Internasional Shipping Tbk
                                               commodity shipping transportation and logistics services in        0,225      0,187      22,00%          144           541        955       192       155           137          951         696        533      685    26,62%         0,56     0,78     3,96       3,58 31-Mar-24
                                               Indonesia. It operates through two segments, Shipping and
                                               PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk, together with its
IDX:BSML     PT Bintang Samudera Mandiri Linessubsidiary
                                                Tbk        PT Bintang Samudera Mandiri Persada, provides          0,693      0,524      22,00%           93           224        280        36           28        17           263         128        316      317    41,44%         1,13     1,75    13,38       8,77 31-Mar-24
                                               sea transportation and logistics services in Indonesia. The
                                                                                                               Average       0,421                    5.436        51.754                                                                                                                                        15,828
                                                                                                               Median        0,454                                                                                                                                                                                5,732
Page 83
                                                 I.26 SUKU BUNGA PINJAMAN RUPIAH YANG DIBERIKAN                                                                                                                                                     I.26 INTEREST RATE OF RUPIAH LOANS
                                                    MENURUT KELOMPOK
                                                                (PersenBANK  DAN JENIS PINJAMAN
                                                                        Per Tahun)                                                                                                                                                                BY GROUP OF    BANKS
                                                                                                                                                                                                                                                              (Percent   AND
                                                                                                                                                                                                                                                                       Per   TYPE OF LOANS
                                                                                                                                                                                                                                                                           Annum)

                                                                           2 0 18       2 0 19        2020           2021         2022                                                                                                  2023                                                                     2024
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             G R O UP O F B A N KS A N D T Y P E O F
        KE LO M P O K B A N K D A N J E N IS P IN J A M A N
                                                                                                                                                 M ay         J un      J ul   A ug           Sep            Oct           Nov            D ec           Jan           F eb          M ar           A pr         M a y*      LO A N S

    1   B a nk P e rs e ro                                                                                                                                                                                                                                                                                                   S t a t e B a nk s                           1

   2      P injaman M o dal Kerja Yang Diberikan                            10,00         9,72          8,77          8,34          8,29           8,86        8,88     8,97   8,99            8,96           8,95          8,94           8,93          8,92           8,93          8,94           8,92          8,96         Wo rking Capital Lo ans                  2

   3      P injaman Investasi Yang Diberikan                                10,34         9,75          8,87          8,49          8,72           9,28        9,30     9,38   9,38            9,40           9,41           9,41          9,41          9,44           9,46          9,47           9,47          9,46         Investment Lo ans                        3

   4      P injaman Ko nsumsi Yang Diberikan                                11,20         11,44        10,56          10,14         9,65           9,56        9,52     9,49   9,45             9,41          9,35           9,31          9,27          9,24           9,21           9,13          9,10          9,07         Co nsumer Lo ans                         4

   5    B a nk P e m e rint a h D a e ra h                                                                                                                                                                                                                                                                                   R e gio na l G o v e rnm e nt B a nk s      5

   6      P injaman M o dal Kerja Yang Diberikan                            11,23        10,80         10,22          9,45          8,85               9,11    9,07     9,13    9,16           11,15         11,59           9,19          9,02          8,97           9,01          8,99           9,01          9,03         Wo rking Capital Lo ans                  6

   7      P injaman Investasi Yang Diberikan                                11,05         11,04        10,40          9,35           9,16          9,14         9,11    9,14    9,12            9,10          9,13           9,10          9,06          9,06           9,12           9,10          9,10          9,09         Investment Lo ans                        7

   8      P injaman Ko nsumsi Yang Diberikan                                12,21         11,75         11,48         11,09         10,64         10,55       10,52    10,50   10,49          10,47          10,45         10,43          10,40          10,41          10,41         10,39         10,38          10,38        Co nsumer Lo ans                         8

   9    B a nk S wa s t a N a s io na l                                                                                                                                                                                                                                                                                      P riv a t e N a t io na l B a nk s          9

  10      P injaman M o dal Kerja Yang Diberikan                            10,95        10,54          9,70           9,13          9,17          9,23        9,21     9,18    9,14           9,09           9,12          9,08           9,01          9,06           8,98          8,92           8,97          8,96         Wo rking Capital Lo ans                  10

   11     P injaman Investasi Yang Diberikan                                10,67        10,02           8,81         8,22          8,28           8,44        8,37     8,33   8,30            8,27           8,24          8,23           8,23          8,26           8,27          8,23           8,23          8,26         Investment Lo ans                        11

  12      P injaman Ko nsumsi Yang Diberikan                                 11,41        11,10        10,65          10,13         10,54         10,67       10,55    10,56   10,57          10,57          10,59         10,75          10,69         10,96          10,94          10,88         10,87          10,88        Co nsumer Lo ans                         12

  13    B a nk A s ing da n B a nk C a m pura n                                                                                                                                                                                                                                                                              F o re ign B a nk s a nd J o int B a nk s   13

  14      P injaman M o dal Kerja Yang Diberikan                             8,04         7,83          6,76          5,69          6,55           6,92        6,90     6,93   7,06            7,06           7,08          6,94           6,92          6,90           6,90          6,94           7,00          7,09         Wo rking Capital Lo ans                  14

  15      P injaman Investasi Yang Diberikan                                 7,56         8,83          7,24          6,20           7,91          8,26        8,25     8,12    8,13            8,17          8,32           8,41          8,51          8,47           8,48          8,42           8,42          8,40         Investment Lo ans                        15

  16      P injaman Ko nsumsi Yang Diberikan                               23,87         22,91         22,07         23,23          23,12        23,62        23,37    22,82   23,01          23,22          23,31         21,63          22,14         22,38         22,58          22,34          22,63         22,83         Co nsumer Lo ans                         16

  17    B a nk Um um                                                                                                                                                                                                                                                                                                         C o m m e rc ia l B a nk s                  17

  18      P injaman M o dal Kerja Yang Diberikan                            10,34        10,03           9,15         8,59          8,60           8,93        8,93     8,95   8,96            9,02           9,05           8,91          8,86          8,87           8,84          8,83           8,85          8,86         Wo rking Capital Lo ans                  18

  19      P injaman Investasi Yang Diberikan                                10,38         9,90          8,88          8,35           8,51          8,85        8,82     8,84   8,83            8,82           8,82          8,82           8,81          8,84           8,86          8,85           8,85          8,85         Investment Lo ans                        19

  20      P injaman Ko nsumsi Yang Diberikan                                11,73         11,62        10,97         10,53          10,36         10,35       10,29    10,27   10,25          10,23          10,21          10,17         10,13          10,21          10,19         10,13          10,12         10,12        Co nsumer Lo ans                         20


-Sejak periode data Agustus 2017, terdapat perubahan cakupan Bank Swasta Nasional dan Pemerintah akibat adanya perubahan status pada salah satu bank                                   -Since the data period of August 2017, there is a channge of coverage of National Private Bank and Government Bank due to status change for one of the banks
Page 84
Market Charts
Period: 1 Year         Metric: Rate/ Yield (%)
Frequency: Daily



                       Last                          Change   % Change   As Of
30y Indonesia Bond     7.03 %                        0.00     0.00       7/30/2024


Rate/ Yield (%) - 7/28/2023 to 7/30/2024 - Daily
Pricing Date                    30y Indonesia Bond
10/07/2024                                   7,03
09/07/2024                                   7,03
08/07/2024                                   7,03
05/07/2024                                   7,03
04/07/2024                                   7,03
03/07/2024                                   7,03
02/07/2024                                   7,03
01/07/2024                                   7,03
28/06/2024                                   7,03
27/06/2024                                   7,03
26/06/2024                                   7,03
25/06/2024                                   7,03
24/06/2024                                   7,03
21/06/2024                                   7,03
20/06/2024                                   7,03
19/06/2024                                   7,03
18/06/2024                                   7,03
Page 85
Specific Risk

Source:        http://www.willamette.com/insights_journal/08/summer_2008_2.pdf

                                                                                                  Assessment:   RIGS Specific
                                          Description
                                                                                                    Yes/No          Risk
 A Negative Risk Factors
 1 Operating history, volatility of revenues and earnings                                5,00%        No                  5%
 2 Lack of product diversification                                                       3,00%        No                  0%
 3 Computer systems obsolescence                                                         0,50%        No                  0%
 4 Key technology dependence                                                             1,00%        No                  0%
 5 Inability to affect competitive product pricing                                       0,50%        No                  0%
 6 Lack of customer diversification                                                      8,00%        No                  0%
 7 Lack of competitive marketing resources                                               0,50%        No                  0%
 8 Financing issues                                                                      2,00%        No                  0%
 9 Legal/ Permit/ Aggreement issues                                                      2,00%        No                  0%
10 Key supplier dependence                                                               0,00%        No                  0%
11 Distribution system obsolescence                                                      0,00%        No                  0%
12 Financial reporting and internal control systems obsolescence                         0,50%        No                  0%
 B Positive Risk Factors
 1 Long-term product sale contracts with well-established customers                       0,00%       No                  0%
 2 Ownership/license of proprietary patents, copyrights, trademarks, and trade secrets   -1,00%       No                  0%
    Total Specific Risk                                                                  22,00%                           5%
Page 86
Country and Equity Risk Premiums
Date of update:                                             1-Jan-24
Enter the current risk premium for a mature equity market                                                                                             4,60%
Do you want to adjust the country default spread for the additional volatility of the equity market to get to a country premium?                       Yes
If yes, enter the multiplier to use on the default spread (See worksheet for volatility numbers for selected emerging markets)                         1,34


                                                                                                                         Rating-based Default   Total Equity Risk   Country Risk   Sovereign CDS, net of   Total Equity Risk   Country Risk
Country                                         Africa                                    Moody's rating
                                                                                                                                Spread              Premium          Premium                US                Premium2          Premium3      Has to b e sorted in ascending order
Abu Dhabi                                       Middle East                                     Aa2                             0,54%                 5,32%            0,72%               0,17%                 4,83%            0,23%         Rating
                                                                                                                                                                                                                                                Default spread in b asis points
Albania                                         Eastern Europe & Russia                          B1                             4,90%                11,18%            6,58%                NA                    NA               NA             A1          77
Andorra (Principality of)                       Western Europe                                  Baa2                            2,07%                 7,38%            2,78%                NA                    NA               NA             A2          92
Angola                                          Africa                                           B3                             7,08%                14,11%            9,51%               7,24%                14,32%            9,72%           A3         131
Argentina                                       Central and South America                        Ca                             13,07%               22,15%           17,55%                NA                    NA               NA            Aa1          44
Armenia                                         Eastern Europe & Russia                         Ba3                              3,92%                9,86%            5,26%                NA                    NA               NA            Aa2          54
Aruba                                           Caribbean                                       Baa2                             2,07%                7,38%            2,78%                NA                    NA               NA            Aa3          65
Australia                                       Australia & New Zealand                         Aaa                              0,00%                4,60%            0,00%               0,00%                 4,60%            0,00%          Aaa           0
Austria                                         Western Europe                                  Aa1                              0,44%                5,18%            0,58%               0,00%                 4,60%            0,00%           B1         490
Azerbaijan                                      Eastern Europe & Russia                         Ba1                              2,73%                8,26%            3,66%                NA                    NA               NA             B2         599
Bahamas                                         Caribbean                                        B1                              4,90%               11,18%            6,58%                NA                    NA               NA             B3         708
Bahrain                                         Middle East                                      B2                              5,99%               12,64%            8,04%               2,16%                 7,50%            2,90%          Ba1         273
Bangladesh                                      Asia                                             B1                              4,90%               11,18%            6,58%                NA                    NA               NA            Ba2         328
Barbados                                        Caribbean                                        B3                              7,08%               14,11%            9,51%                NA                    NA               NA            Ba3         392
Belarus                                         Eastern Europe & Russia                          C                              17,50%               28,09%           23,49%                NA                    NA               NA           Baa1         174
Belgium                                         Western Europe                                  Aa3                              0,65%                5,48%            0,88%               0,00%                 4,60%            0,00%         Baa2         207
Belize                                          Central and South America                       Caa2                             9,81%               17,77%           13,17%                NA                    NA               NA           Baa3         239
Benin                                           Africa                                           B1                              4,90%               11,18%            6,58%                NA                    NA               NA             C          1750
Bermuda                                         Caribbean                                        A2                              0,92%                5,84%            1,24%                NA                    NA               NA             Ca         1307
Bolivia                                         Central and South America                       Caa1                             8,17%               15,57%           10,97%                NA                    NA               NA           Caa1         817
Bosnia and Herzegovina                          Eastern Europe & Russia                          B3                              7,08%               14,11%            9,51%                NA                    NA               NA           Caa2         981
Botswana                                        Africa                                           A3                              1,31%                6,35%            1,75%                NA                    NA               NA           Caa3         1090
Brazil                                          Central and South America                       Ba2                              3,28%                9,00%            4,40%               1,81%                 7,03%            2,43%          NR           NA
Bulgaria                                        Eastern Europe & Russia                         Baa1                             1,74%                6,94%            2,34%               0,89%                 5,79%            1,19%
Burkina Faso                                    Africa                                          Caa1                             8,17%               15,57%           10,97%                NA                    NA               NA
Cambodia                                        Asia                                             B2                              5,99%               12,64%            8,04%                NA                    NA               NA
Cameroon                                        Africa                                          Caa1                             8,17%               15,57%           10,97%               8,56%                16,09%           11,49%
Canada                                          North America                                   Aaa                              0,00%                4,60%            0,00%               0,00%                 4,60%            0,00%
Cape Verde                                      Africa                                           B3                              7,08%               14,11%            9,51%                NA                    NA               NA
Cayman Islands                                  Caribbean                                       Aa3                              0,65%                5,48%            0,88%                NA                    NA               NA
Chile                                           Central and South America                        A2                              0,92%                5,84%            1,24%               0,57%                 5,37%            0,77%
China                                           Asia                                             A1                              0,77%                5,63%            1,03%               0,41%                 5,15%            0,55%
Colombia                                        Central and South America                       Baa2                             2,07%                7,38%            2,78%               2,16%                 7,50%            2,90%
Congo (Democratic Republic of)                  Africa                                           B3                              7,08%               14,11%            9,51%                NA                    NA               NA
Congo (Republic of)                             Africa                                          Caa2                             9,81%               17,77%           13,17%                NA                    NA               NA
Cook Islands                                    Australia & New Zealand                          B1                              4,90%               11,18%            6,58%                NA                    NA               NA
Costa Rica                                      Central and South America                        B1                              4,90%               11,18%            6,58%               2,53%                 8,00%            3,40%
Côte d'Ivoire                                   Africa                                          Ba3                              3,92%                9,86%            5,26%                NA                    NA               NA
Croatia                                         Eastern Europe & Russia                         Baa2                             2,07%                7,38%            2,78%               0,76%                 5,62%            1,02%
Cuba                                            Caribbean                                        Ca                             13,07%               22,15%           17,55%                NA                    NA               NA
Curacao                                         Caribbean                                       Baa3                             2,39%                7,81%            3,21%                NA                    NA               NA
Cyprus                                          Western Europe                                  Baa2                             2,07%                7,38%            2,78%               0,53%                 5,31%            0,71%
Czech Republic                                  Eastern Europe & Russia                         Aa3                              0,65%                5,48%            0,88%               0,00%                 4,60%            0,00%
Denmark                                         Western Europe                                  Aaa                              0,00%                4,60%            0,00%               0,00%                 4,60%            0,00%
Dominican Republic                              Caribbean                                       Ba3                              3,92%                9,86%            5,26%                NA                    NA               NA
Ecuador                                         Central and South America                       Caa3                            10,90%               19,23%           14,63%              52,16%                74,62%           70,02%
Egypt                                           Africa                                          Caa1                             8,17%               15,57%           10,97%               9,55%                17,42%           12,82%
El Salvador                                     Central and South America                       Caa3                            10,90%               19,23%           14,63%               7,82%                15,10%           10,50%
Estonia                                         Eastern Europe & Russia                          A1                              0,77%                5,63%            1,03%               0,02%                 4,63%            0,03%
Ethiopia                                        Africa                                          Caa2                             9,81%               17,77%           13,17%              31,73%                47,20%           42,60%
Fiji                                            Asia                                             B1                              4,90%               11,18%            6,58%                NA                    NA               NA
Finland                                         Western Europe                                  Aa1                              0,44%                5,18%            0,58%               0,00%                 4,60%            0,00%
France                                          Western Europe                                  Aa2                              0,54%                5,32%            0,72%               0,00%                 4,60%            0,00%
Gabon                                           Africa                                          Caa1                             8,17%               15,57%           10,97%                NA                    NA               NA
Georgia                                         Eastern Europe & Russia                         Ba2                              3,28%                9,00%            4,40%                NA                    NA               NA
Germany                                         Western Europe                                  Aaa                              0,00%                4,60%            0,00%               0,00%                 4,60%            0,00%
Ghana                                           Africa                                          Caa3                            10,90%               19,23%           14,63%                NA                    NA               NA
Greece                                          Western Europe                                  Ba1                              2,73%                8,26%            3,66%               0,70%                 5,54%            0,94%
Guatemala                                       Central and South America                       Ba1                              2,73%                8,26%            3,66%                NA                    NA               NA
Guernsey (States of)                            Western Europe                                   A1                              0,77%                5,63%            1,03%                NA                    NA               NA
Honduras                                        Central and South America                        B1                              4,90%               11,18%            6,58%                NA                    NA               NA
Hong Kong                                       Asia                                            Aa3                              0,65%                5,48%            0,88%               0,02%                 4,63%            0,03%
Hungary                                         Eastern Europe & Russia                         Baa2                             2,07%                7,38%            2,78%               1,37%                 6,44%            1,84%
Iceland                                         Western Europe                                   A2                              0,92%                5,84%            1,24%               0,30%                 5,00%            0,40%
India                                           Asia                                            Baa3                             2,39%                7,81%            3,21%               0,41%                 5,15%            0,55%
Indonesia                                       Asia                                            Baa2                             2,07%                7,38%            2,78%               0,74%                 5,59%            0,99%
Iraq                                            Middle East                                     Caa1                             8,17%               15,57%           10,97%               4,56%                10,72%            6,12%
Ireland                                         Western Europe                                  Aa3                              0,65%                5,48%            0,88%               0,00%                 4,60%            0,00%
Isle of Man                                     Western Europe                                  Aa3                              0,65%                5,48%            0,88%                NA                    NA               NA
Israel                                          Middle East                                      A1                              0,77%                5,63%            1,03%               0,99%                 5,93%            1,33%
Italy                                           Western Europe                                  Baa3                             2,39%                7,81%            3,21%               0,76%                 5,62%            1,02%
Jamaica                                         Caribbean                                        B1                              4,90%               11,18%            6,58%                NA                    NA               NA
Japan                                           Asia                                             A1                              0,77%                5,63%            1,03%               0,00%                 4,60%            0,00%
Jersey (States of)                              Western Europe                                  Aa3                              0,65%                5,48%            0,88%                NA                    NA               NA
Jordan                                          Middle East                                      B1                              4,90%               11,18%            6,58%                NA                    NA               NA
Kazakhstan                                      Eastern Europe & Russia                         Baa2                             2,07%                7,38%            2,78%               1,18%                 6,18%            1,58%
Kenya                                           Africa                                           B3                              7,08%               14,11%            9,51%               6,46%                13,27%            8,67%
Korea                                           Asia                                            Aa2                              0,54%                5,32%            0,72%               0,00%                 4,60%            0,00%
Kuwait                                          Middle East                                      A1                              0,77%                5,63%            1,03%               0,25%                 4,94%            0,34%
Kyrgyzstan                                      Eastern Europe & Russia                          B3                              7,08%               14,11%            9,51%                NA                    NA               NA
Laos                                            Asia                                            Caa3                            10,90%               19,23%           14,63%                NA                    NA               NA
Latvia                                          Eastern Europe & Russia                          A3                              1,31%                6,35%            1,75%               0,36%                 5,08%            0,48%
Lebanon                                         Middle East                                      C                              17,50%               28,09%           23,49%                NA                    NA               NA
Liechtenstein                                   Western Europe                                  Aaa                              0,00%                4,60%            0,00%                NA                    NA               NA
Lithuania                                       Eastern Europe & Russia                          A2                              0,92%                5,84%            1,24%               0,32%                 5,03%            0,43%
Luxembourg                                      Western Europe                                  Aaa                              0,00%                4,60%            0,00%                NA                    NA               NA
Macao                                           Asia                                            Aa3                              0,65%                5,48%            0,88%                NA                    NA               NA
Macedonia                                       Eastern Europe & Russia                         Ba3                              3,92%                9,86%            5,26%                NA                    NA               NA
Malaysia                                        Asia                                             A3                              1,31%                6,35%            1,75%               0,28%                 4,98%            0,38%
Maldives                                        Asia                                            Caa1                             8,17%               15,57%           10,97%                NA                    NA               NA
Mali                                            Africa                                          Caa2                             9,81%               17,77%           13,17%                NA                    NA               NA
Malta                                           Western Europe                                   A2                              0,92%                5,84%            1,24%                NA                    NA               NA
Mauritius                                       Africa                                          Baa3                             2,39%                7,81%            3,21%                NA                    NA               NA
Mexico                                          Central and South America                       Baa2                             2,07%                7,38%            2,78%               1,10%                 6,08%            1,48%
Moldova                                         Eastern Europe & Russia                          B3                              7,08%               14,11%            9,51%                NA                    NA               NA
Mongolia                                        Asia                                             B3                              7,08%               14,11%            9,51%                NA                    NA               NA
Montenegro                                      Eastern Europe & Russia                          B1                              4,90%               11,18%            6,58%                NA                    NA               NA
Montserrat                                      Caribbean                                       Baa3                             2,39%                7,81%            3,21%                NA                    NA               NA
Morocco                                         Africa                                          Ba1                              2,73%                8,26%            3,66%               1,32%                 6,37%            1,77%
Mozambique                                      Africa                                          Caa2                             9,81%               17,77%           13,17%                NA                    NA               NA
Namibia                                         Africa                                           B1                              4,90%               11,18%            6,58%                NA                    NA               NA
Page 87
                                                                                             Rating-based Default   Total Equity Risk   Country Risk   Sovereign CDS, net of   Total Equity Risk   Country Risk
Country                        Africa                           Moody's rating
                                                                                                    Spread              Premium          Premium                US                Premium2          Premium3      Has to b e sorted in ascending order
Netherlands                    Western Europe                          Aaa                          0,00%                 4,60%            0,00%               0,00%                 4,60%            0,00%
New Zealand                    Australia & New Zealand                 Aaa                          0,00%                 4,60%            0,00%               0,00%                 4,60%            0,00%
Nicaragua                      Central and South America               B3                           7,08%                14,11%            9,51%               4,31%                10,39%            5,79%
Niger                          Africa                                 Caa2                          9,81%                17,77%           13,17%                NA                    NA               NA
Nigeria                        Africa                                 Caa1                          8,17%                15,57%           10,97%               5,86%                12,47%            7,87%
Norway                         Western Europe                          Aaa                          0,00%                 4,60%            0,00%               0,00%                 4,60%            0,00%
Oman                           Middle East                             Ba1                          2,73%                 8,26%            3,66%               1,34%                 6,40%            1,80%
Pakistan                       Asia                                   Caa3                          10,90%               19,23%           14,63%              40,46%                58,92%           54,32%
Panama                         Central and South America              Baa2                           2,07%                7,38%            2,78%               1,73%                 6,92%            2,32%
Papua New Guinea               Asia                                    B2                            5,99%               12,64%            8,04%                NA                    NA               NA
Paraguay                       Central and South America               Ba1                           2,73%                8,26%            3,66%                NA                    NA               NA
Peru                           Central and South America              Baa1                           1,74%                6,94%            2,34%               0,79%                 5,66%            1,06%
Philippines                    Asia                                   Baa2                           2,07%                7,38%            2,78%               0,60%                 5,41%            0,81%
Poland                         Eastern Europe & Russia                 A2                            0,92%                5,84%            1,24%               0,48%                 5,24%            0,64%
Portugal                       Western Europe                          A3                            1,31%                6,35%            1,75%               0,17%                 4,83%            0,23%
Qatar                          Middle East                             Aa3                           0,65%                5,48%            0,88%               0,25%                 4,94%            0,34%
Ras Al Khaimah (Emirate of)    Middle East                             A3                            1,31%                6,35%            1,75%                NA                    NA               NA
Romania                        Eastern Europe & Russia                Baa3                           2,39%                7,81%            3,21%               1,73%                 6,92%            2,32%
Rwanda                         Africa                                  B2                            5,99%               12,64%            8,04%               4,95%                11,25%            6,65%
Saudi Arabia                   Middle East                             A1                            0,77%                5,63%            1,03%               0,27%                 4,96%            0,36%
Senegal                        Africa                                  Ba3                           3,92%                9,86%            5,26%               6,31%                13,07%            8,47%
Serbia                         Eastern Europe & Russia                 Ba2                           3,28%                9,00%            4,40%               2,28%                 7,66%            3,06%
Sharjah                        Middle East                             Ba1                           2,73%                8,26%            3,66%                NA                    NA               NA
Singapore                      Asia                                    Aaa                           0,00%                4,60%            0,00%                NA                    NA               NA
Slovakia                       Eastern Europe & Russia                 A2                            0,92%                5,84%            1,24%               0,02%                 4,63%            0,03%
Slovenia                       Eastern Europe & Russia                 A3                            1,31%                6,35%            1,75%               0,18%                 4,84%            0,24%
Solomon Islands                Asia                                   Caa1                           8,17%               15,57%           10,97%                NA                    NA               NA
South Africa                   Africa                                  Ba2                           3,28%                9,00%            4,40%               2,58%                 8,06%            3,46%
Spain                          Western Europe                         Baa1                           1,74%                6,94%            2,34%               0,20%                 4,87%            0,27%
Sri Lanka                      Asia                                    Ca                           13,07%               22,15%           17,55%              58,78%                83,51%           78,91%
St. Maarten                    Caribbean                               Ba2                           3,28%                9,00%            4,40%                NA                    NA               NA
St. Vincent & the Grenadines   Caribbean                               B3                            7,08%               14,11%            9,51%                NA                    NA               NA
Suriname                       Central and South America              Caa3                          10,90%               19,23%           14,63%                NA                    NA               NA
Swaziland                      Africa                                  B3                            7,08%               14,11%            9,51%                NA                    NA               NA
Sweden                         Western Europe                          Aaa                           0,00%                4,60%            0,00%               0,00%                 4,60%            0,00%
Switzerland                    Western Europe                          Aaa                           0,00%                4,60%            0,00%               0,00%                 4,60%            0,00%
Taiwan                         Asia                                    Aa3                           0,65%                5,48%            0,88%                NA                    NA               NA
Tajikistan                     Eastern Europe & Russia                 B3                            7,08%               14,11%            9,51%                NA                    NA               NA
Tanzania                       Africa                                  B2                            5,99%               12,64%            8,04%                NA                    NA               NA
Thailand                       Asia                                   Baa1                           1,74%                6,94%            2,34%               0,07%                 4,69%            0,09%
Togo                           Africa                                  B3                            7,08%               14,11%            9,51%                NA                    NA               NA
Trinidad and Tobago            Caribbean                               Ba2                           3,28%                9,00%            4,40%                NA                    NA               NA
Tunisia                        Africa                                 Caa2                           9,81%               17,77%           13,17%               9,20%                16,95%           12,35%
Turkey                         Western Europe                          B3                            7,08%               14,11%            9,51%               3,28%                 9,00%            4,40%
Turks and Caicos Islands       Caribbean                              Baa1                           1,74%                6,94%            2,34%                NA                    NA               NA
Uganda                         Africa                                  B2                            5,99%               12,64%            8,04%                NA                    NA               NA
Ukraine                        Eastern Europe & Russia                 Ca                           13,07%               22,15%           17,55%                NA                    NA               NA
United Arab Emirates           Middle East                             Aa2                           0,54%                5,32%            0,72%                NA                    NA               NA
United Kingdom                 Western Europe                          Aa3                           0,65%                5,48%            0,88%               0,00%                 4,60%            0,00%
United States                  North America                           Aaa                           0,00%                4,60%            0,00%               0,00%                 4,60%            0,00%
Uruguay                        Central and South America              Baa2                           2,07%                7,38%            2,78%               0,56%                 5,35%            0,75%
Uzbekistan                     Eastern Europe & Russia                 Ba3                           3,92%                9,86%            5,26%                NA                    NA               NA
Venezuela                      Central and South America                C                           17,50%               28,09%           23,49%              10,67%                18,92%           14,32%
Vietnam                        Asia                                    Ba2                           3,28%                9,00%            4,40%               1,26%                 6,29%            1,69%
Zambia                         Africa                                 Caa3                          10,90%               19,23%           14,63%                NA                    NA               NA
                                                 Frontier Markets (no sovereign ratings)
Country                        PRS Composite Risk Score                 ERP                          CRP              Default Spread
Algeria                                   67,75                       11,18%                        6,58%                4,90%
Brunei                                     81,5                        5,48%                        0,88%                0,65%
Gambia                                    66,75                       11,18%                        6,58%                4,90%
Guinea                                      60                        17,77%                        13,17%               9,81%
Guinea-Bissau                             65,25                       12,64%                        8,04%                5,99%
Guyana                                    75,25                        6,94%                        2,34%                1,74%
Haiti                                      56,5                       19,23%                        14,63%               10,90%
Iran                                        63                        14,11%                        9,51%                 7,08%
Korea, D.P.R.                             49,25                       28,09%                        23,49%               17,50%
Liberia                                     55                        22,15%                        17,55%               13,07%
Libya                                     73,75                        7,38%                        2,78%                 2,07%
Madagascar                                62,75                       14,11%                        9,51%                 7,08%
Malawi                                    52,75                       22,15%                        17,55%               13,07%
Myanmar                                     57                        19,23%                        14,63%               10,90%
Russia                                    66,75                       11,18%                        6,58%                 4,90%
Sierra Leone                              56,25                       19,23%                        14,63%               10,90%
Somalia                                   51,75                       22,15%                        17,55%               13,07%
Sudan                                     44,75                       28,09%                        23,49%               17,50%
Syria                                       45                        28,09%                        23,49%               17,50%
Yemen, Republic                           55,75                       19,23%                        14,63%               10,90%
Zimbabwe                                   57,5                       17,77%                        13,17%                9,81%

                                          Rating           Default spread in b asis points
                                            A1                           77
                                            A2                           92
                                            A3                          131
                                            Aa1                          44
                                            Aa2                          54
                                            Aa3                          65
                                            Aaa                           0
                                            B1                          490
                                            B2                          599
                                            B3                          708
                                            Ba1                         273
                                            Ba2                         328
                                            Ba3                         392
                                           Baa1                         174
                                           Baa2                         207
                                           Baa3                         239
                                             C                          1750
                                            Ca                          1307
                                           Caa1                         817
                                           Caa2                         981
                                           Caa3                         1090
                                            NR                           NA

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.69 MB
Published7 Oct 2024
Pages87
Characters291,407
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 58 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org RIG TENDERS p.1 ×70
linked person Surya Indah Muara p.24
linked org Wintermar Offshore Marine Tbk p.36 ×5
linked org Samudera Indonesia Tbk. p.36 ×7
linked org Pelayaran Nasional Ekalya p.41
linked org Buana Lintas Lautan Tbk p.59 ×8
linked org Trans Power Marine Tbk p.59 ×8
linked org Ancara Logistics Indonesia Tbk p.59 ×8
linked org IMC Pelita Logistik Tbk p.59 ×8
linked org Transcoal Pacific Tbk p.59 ×8
linked org Habco Trans Maritima Tbk p.59 ×8
linked org Hasnur Internasional Shipping Tbk p.59 ×8
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.5 ×6
possible org Negara Republik Indonesia p.23
possible org Bursa Efek Indonesia p.23
unresolved org RIG TENDERS INDONESIA TBK · Nama Perusahaan p.1 ×128
unresolved person Lidia p.2 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan dan Pasar Modal p.2 ×2
unresolved person Rully Syachrun p.4 ×2
unresolved person Aditya p.4 ×2
unresolved person Diah Triani p.4 ×2
unresolved person RTI · Corporate Secretary p.4 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.4 ×26
unresolved org PT Maritim Barito Perkasa p.6 ×3
unresolved org PT Arutmin Indonesia p.6 ×3
unresolved org PT Pelayaran Kartikasamudra Adijaya p.6 ×3
unresolved org KJPP TOPAZ p.8 ×2
unresolved org KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN Lidia S.T. p.9
unresolved person Lidia S.T., MM., MAPPI (Cert) · Partner p.9
unresolved person Immanuel Taurix Riyadi Tutuko p.11
unresolved org KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN p.12 ×57
unresolved person Boedihardjo Satrohadiwirjo p.15 ×2
unresolved org KJPP Tobing Panuturi p.18
unresolved org Tiahio & Rekan p.22 ×2
unresolved org Kanel & Rekan p.22 ×2
unresolved person Elizabeth Karina Leonita p.23 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.23 ×2
unresolved person Akta Notaris Ny. Darwani Sidi Bakaroedin p.23 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.23
unresolved org PT Sirca Datapro Perdana p.24
unresolved org PT Raya Saham Registra. Sebagai p.24
unresolved org Pte Ltd p.24 ×2
unresolved org CH Ship Management Pte Ltd p.24
unresolved org Rig Tenders Marine Pte Ltd p.24
unresolved org Scomi Marine Services Pte Ltd p.24
unresolved org PT Surya Indah Muara Pantai. p.24
unresolved org PT Batuah Abadi Lines p.24 ×4
unresolved org Grundtvig Marine Pte Ltd p.24 ×2
unresolved org Pusat Statistik p.38 ×2
unresolved org Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral p.38 ×2
unresolved org Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. p.41 ×2
unresolved org PT Wintermar p.41
unresolved org PT Ekalya Purnamasari p.41
unresolved org DER p.59
unresolved org Rig Tender Indonesia Tbk p.78 ×4
unresolved org Bintang Samudera Mandiri Linessubsidiary Tbk p.82 ×2
unresolved org PT Bintang Samudera Mandiri Persada p.82

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result