Back to announcement
20241004_RIGS_Laporan Informasi dan Fakta Material_31731969_lamp1.pdf
Other Text extracted RIGSSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 87
Page 1
LAPORAN
STUDI KELAYAKAN
RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PT RIG TENDERS INDONESIA TBK (“RTI”)
Lokasi di :
Generali Tower,
Grand Rubina Business Park, 18th Floor, Unit D,
Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said,
Jakarta Selatan, 12940
No. File : 00901/2.0171-00/BS-FS/IX/2024
Page 2
TOBING PANUTURI DAN REKAN Kantor Pusat:
Rukan The Walk No. 38, Jakarta Garden City,
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK Kelurahan Cakung Timur, Kecamatan
Property and Business Valuation Cakung, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13910,
NIU. 2.20.0171 – Kep. Menkeu No. 387/KM.1/2020 Email: topaz-admin@kjpp-topaz.id
kjpptopaz@gmail.com;
Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia Telp (021) 4614889
Kantor Cabang :
Banjarmasin (PS) : Jl. Meranti III, Komp. Madinah No. 23, RT. 036, D.h 15a, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Email: topaz_banjarmasin@kjpp-topaz.id,
topazbjm.kjpp@gmail.com; Telp (0511) 4247394, Medan (P) : Kompleks Perumahan Villa Malina Indah, Jl. Deli Bunga No. 3, Medan, Sumatera Utara 20132, Email:
topazmdn.kjpp@gmail.com; Telp (061) 8216806, Surabaya (P) : Ruko 9M-APT Puncak CBD, Jl. Kramat I, Surabaya, Jawa Timur 60229, Email: surabaya@kjpp-topaz.id;
Telp (031) 99429111, Balikpapan (PS) : Jalan Angkasa 3B RT. 57, Balikpapan, Kalimantan Timur 76115, Email: kjpptopazbpn@gmail.com; Telp 0858 5252 3005,
Jayapura (PS) : Perumahan Yapis Entrop, Jalan Beringin I No. 10, Jayapura, Papua 99224, Email: topazjyp.kjpp@gmail.com; Telp (0967) 5782084
No. File: 00901/2.0171-00/BS-FS/IX/2024
Jakarta, 27 September 2024
Kepada Yth.
PT Rig Tenders Indonesia (“RTI”)
Generali Tower, Grand Rubina Business Park,
18th Floor, Unit D, Kawasan Rasuna Epicentrum,
Jl. HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, 12940.
Perihal : Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders
Indonesia Tbk (“RTI”)
Dengan Hormat,
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”) ditunjuk oleh RTI
berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran Jasa Kajian Studi Kelayakan untuk penambahan
kegiatan usaha No. 0407/MK.PB/KJPP-TOPAZ/IV/2024 tanggal 22 April 2024 dengan maksud
untuk memberikan studi kelayakan atas proyek penambahan kegiatan usaha aktivitas penunjang
pertambangan dan penggalian lainnya (KBLI 2020 No. 09900) dan Rencana Transaksi ini terkait POJK
No. 17/POJK.04/2020 tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha.
1. Status Penilai
Penilai adalah partner dari TOPAZ dengan kualifikasi sebagai berikut:
Nama Penilai : Lidia, S.T., M.M., MAPPI (Cert)
No. Ijin Penilai : B-1.17.00481
No. STTD : STTD.PB-04/PJ-1/PM.223/2023
No. MAPPI : 12-S-03723
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis (B)
TOPAZ adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar
Modal serta memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan ini.
Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan ini kami bertindak secara profesional tanpa
adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas, objek studi
kelayakan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan pemberi tugas dan objek studi
kelayakan. TOPAZ juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan
penugasan ini.
Page 3
Laporan studi kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan
pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang
dihasilkan.
2. Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Nama Perusahaan : PT Rig Tenders Indonesia Tbk
Alamat : Generali Tower, Grand Rubina Business Park, 18th Floor, Unit D,
Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said,
Jakarta Selatan, 12940
Website : www.rigtenders.co.id
3. Objek Studi Kelayakan dan Kepemilikan
Bahwa objek studi kelayakan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pemberi tugas
adalah penambahan kegiatan usaha berupa aktivitas penunjang pertambangan dan
penggalian lainnya (KBLI 2020 No. 09900) terkait POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang transaksi
material dan perubahan kegiatan usaha. Kepemilikan objek studi kelayakan adalah milik RTI.
4. Jenis Mata Uang yang Digunakan
Laporan studi kelayakan ini dinyatakan dalam mata uang Rupiah. TOPAZ tidak bertanggung
jawab atas penggunaan Nilai Tukar selain yang tercantum pada laporan ini.
5. Maksud dan Tujuan
Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan Kajian Studi Kelayakan atas proyek
penambahan kegiatan usaha berupa aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian
lainnya (KBLI 2020 No. 09900). Studi Kelayakan ini ditujukan untuk keperluan pemberi tugas
terkait POJK No.17/POJK.04/2020 tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha.
Laporan ini disusun sebagai bahan pertimbangan bagi pihak RTI dalam rangka kepentingan
usahanya. Laporan tidak digunakan di luar konteks atau tujuan tersebut dan bukan untuk
kepentingan perpajakan.
6. Tanggal Studi Kelayakan
Tanggal efektif studi kelayakan adalah 30 Juni 2024, dimana batas tersebut diambil atas dasar
pertimbangan kepentingan pemberi tugas dan tujuan studi kelayakan.
7. Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam studi kelayakan ini, kami telah melakukan investigasi dan diskusi untuk mendapatkan
keyakinan yang memadai diantaranya dengan melakukan wawancara, baik dengan
Page 4
manajemen ataupun pihak yang mewakilinya dan pihak-pihak lain yang terkait. Berikut adalah
pihak yang diwawancarai dalam hubungannya dengan objek studi kelayakan, yaitu :
Pihak yang Diwawancarai Jabatan Perusahaan
Bapak Rully Syachrun Accounting dan Tax Manager RTI
Bapak Aditya Corporate Finance RTI
Ibu Diah Triani Corporate Secretary RTI
8. Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan
Dalam melakukan studi kelayakan ini, TOPAZ juga menggunakan informasi dari beberapa
sumber informasi yang relevan dan handal tanpa perlu melakukan verifikasi, yaitu:
• Data internal perusahaan terkait dengan studi kelayakan.
• Proyeksi keuangan atas penambahan kegiatan usaha.
• Data-data yang diperoleh dari S&P Capital IQ dan Damodaran.
• Data-data ekonomi baik yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari instansi
terkait, seperti Bank Indonesia.
• Data-data lain sebagai informasi pendukung.
9. Asumsi dan Asumsi Khusus
Asumsi dan asumsi khusus yang akan digunakan dalam penugasan merupakan asumsi dan
asumsi khusus yang wajar dan relevan dengan memperhatikan tujuan dimana penilaian
diperlukan. Asumsi khusus adalah asumsi yang berbeda dari fakta yang sebenarnya pada
Tanggal Studi Kelayakan atau hal yang tidak akan dibuat oleh sebagian kecil pelaku pasar dalam
suatu transaksi pada Tanggal Studi Kelayakan. Asumsi khusus sering digunakan untuk
menggambarkan efek dari suatu situasi yang akan mempengaruhi nilai. Dalam pelaksanaan
penugasan, Penilai akan menggunakan asumsi yang wajar untuk diterima sebagai fakta dalam
konteks penugasan tanpa penyelidikan tertentu atau verifikasi. TOPAZ mengandalkan
keakuratan dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh manajemen RTI dan/atau data
yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian
yang kami anggap relevan. TOPAZ tidak terlibat dan tidak melakukan audit ataupun verifikasi
atas informasi yang disediakan tersebut. Analisis, opini dan kesimpulan telah dibuat, dan
laporan ini telah disusun sesuai dengan POJK No. 35/POJK.04/2020 dan SEOJK
No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal
dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII
Tahun 2018 dan Edisi Revisi Tahun 2020.
Tidak terdapat asumsi khusus dalam Laporan Studi Kelayakan.
10. Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi
Laporan studi kelayakan ini ditujukan terkait POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang transaksi
material dan perubahan kegiatan usaha yang dihasilkan sehingga untuk setiap publikasi
terhadap keseluruhan atau sebagian dari laporan, atau referensi yang dipublikasikan,
termasuk referensi mengenai laporan keuangan perusahaan/objek studi kelayakan, dan/atau
Page 5
laporan direksi/pimpinan perusahaan/objek studi kelayakan, dan/atau pernyataan atau kajian
lainnya atau pernyataan/edaran apapun dari perusahaan/objek studi kelayakan dapat diakses
oleh publik sesuai dengan keperluan atas Rencana Transaksi tersebut. Tanda tangan Penilai
Publik dan cap TOPAZ yang resmi merupakan syarat mutlak laporan studi kelayakan yang
dihasilkan.
11. Konfirmasi Bahwa Studi Kelayakan dilakukan berdasarkan OJK serta SPI dan KEPI
Studi kelayakan ini dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor
35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian
Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi Tahun 2020.
12. Metodologi
Metodologi yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan berdasarkan POJK No.
35/POJK.04/2020 dan SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian
Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi Tahun 2020 ini adalah:
Pengumpulan Data
• Pengumpulan data-data primer atas rencana penambahan kegiatan usaha meliputi data-
data rencana investasi dan rencana usaha serta data-data lainnya yang relevan. Data-data
primer ini diperoleh secara langsung melalui wawancara dengan berbagai pihak, terutama
dari manajemen RTI pada saat dilakukan investigasi lapangan.
• Pengumpulan data sekunder yang diperoleh dari berbagai instansi atau pihak ketiga
dalam bentuk angka-angka statistik dan berbagai data pendukung yang relevan dengan
tujuan penugasan seperti analisis makro ekonomi, analisis industri dan analisis
manajemen risiko, untuk mengevaluasi pengaruh dari faktor tersebut di masa
mendatang.
Analisis Kelayakan
Melakukan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha yang mengacu pada Pasal V SEOJK
No.17/SEOJK.04/2020 meliputi:
a. kelayakan pasar;
Analisis kelayakan pasar dilakukan terhadap analisis kondisi pasar, seperti pangsa pasar,
kesinambungan (sustainability), potensi pasar, sasaran, dan potensi nilai pasar, pesaing
usaha, dan strategi pemasaran.
b. kelayakan teknis;
Analisis kelayakan teknis dilakukan terhadap analisis Ketersediaan dan Kualitas Sumber
Daya; Proses Bisnis Kegiatan Usaha Baru.
Page 6
c. kelayakan pola bisnis;
Analisis kelayakan pola bisnis dilakukan terhadap analisis Keunggulan Kompetitif RTI,
Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk RTI; Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai
Penambahan Kegiatan Usaha.
d. kelayakan model manajemen; dan
Analisis kelayakan model manajemen dilakukan terhadap analisis ketersediaan tenaga
kerja, manajemen kekayaan intelektual, manajemen risiko, kapasitas dan kemampuan
manajemen, dan kesesuaian struktur organisasi dan manajemen.
e. kelayakan keuangan;
Analisis kelayakan keuangan dilakukan terhadap analisis keuangan seperti analisis titik
impas (Break Even Analysis), Analisis Profitabilitas (Overall Profitability), Tingkat Balikan
Investasi (Overall Return on Investment), Analisis Kelayakan Finansial dengan Net Present
Value (“NPV”), Internal Rate of Return (“IRR”), Payback Period, Profitability Index dan
analisis sensitivitas.
13. Kesimpulan
a. Kelayakan Pasar
i. Jumlah barang yang diangkut melalui jalur laut domestik pada Maret 2024 mencapai
29,9 juta ton, meningkat 6,31% dibandingkan bulan Februari 2024.
ii. Produksi batu bara Indonesia per Juni 2024 mencapai 380 juta ton (+3% YoY). Angka
ini tertinggal dari target RKAB yang disetujui sebesar 920 juta ton, tetapi tetap lebih
tinggi dari target produksi pemerintah sebesar 710 juta ton.
iii. Potensi pasar industri pengangkutan batu bara di Indonesia sangat besar mengingat
batu bara merupakan sumber utama energi nasional Indonesia hingga 10-20 tahun ke
depan. Segmen pasar RTI adalah PT Maritim Barito Perkasa, PT Arutmin Indonesia dan
PT Pelayaran Kartikasamudra Adijaya yang berlokasi di Kalimantan Selatan.
iv. Pesaing Industri pengangkutan batu bara di Indonesia sangat kompetitif.
v. Strategi RTI dalam persaingan usaha adalah dengan meningkatkan pemasaran dengan
memperluas jenis pengangkutan ke pengangkutan nikel dan lainnya, serta
memperluas area pemasaran ke Indonesia bagian Timur.
Berdasarkan kajian dan evaluasi terhadap kondisi pasar, seperti pangsa pasar,
kesinambungan (sustainability), potensi pasar, sasaran, dan potensi nilai pasar, pesaing
usaha, dan strategi pemasaran atas kegiatan usaha baru disimpulkan bahwa penambahan
kegiatan usaha dari aspek pasar yang akan dilakukan oleh RTI adalah layak.
b. Kelayakan Teknis
i. Terkait dengan kapasitas, penambahan kegiatan usaha baru akan menggunakan
sarana dan prasarana yang dimiliki oleh RTI baik fisik maupun non fisik. Adapun fasilitas
yang dimiliki saat ini adalah total 62 kapal terdiri atas 36 tug boats, 7 self-discharging
barges dan 19 barges. Fasilitas non fisik berupa jaringan bisnis dan customer
relationship.
Page 7
ii. Terkait dengan penambahan kegiatan usaha baru, RTI akan memanfaatkan sumber
daya dan infrastruktur yang ada.
iii. RTI memiliki struktur komposisi jabatan yang memadai untuk mengatur koordinasi
antara fungsi manajemen dan fungsi pelaksanaan, sehingga dapat mendukung
pengendalian kinerja dengan baik.
Berdasarkan kajian dan evaluasi terhadap kapasitas, Ketersediaan dan Kualitas Sumber
Daya; Proses Bisnis Kegiatan Usaha Baru, maka dapat disimpulkan bahwa penambahan
kegiatan usaha dari aspek teknis yang akan dilakukan oleh RTI adalah layak.
c. Kelayakan Pola Bisnis
i. RTI memiliki keuanggulan dalam ketepatan waktu proses pemuatan dan
pembongkaran kargo seper batubara dan nikel yang sesuai dengan jadwal, Komunikasi
yang responsif, Hubungan bisnis jangka panjang dengan pelanggan, dan Harga yang
kompetitif.
ii. Kegiatan usaha baru RTI memiliki barrier to entry yang sulit dengan kebutuhan modal
yang tinggi untuk dapat masuk dalam industri ini.
iii. Dengan penambahan kegiatan usaha, RTI akan memiliki potensi nilai tambah dari sisi
pendapatan dan laba, serta peluang besar untuk keberlangsungan bisnis RTI.
Berdasarkan kajian dan evaluasi terhadap Keunggulan Kompetitif RTI, Kemampuan
Pesaing Untuk Meniru Produk RTI; Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai Penambahan
Kegiatan Usaha, maka disimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha dari aspek pola
bisnis yang akan dilakukan oleh RTI adalah layak.
d. Kelayakan Model Manajemen
i. Saat ini, RTI tidak memiliki kekayaan intelektual. Dalam penambahan kegiatan usaha,
RTI tidak melakukan pendaftaran kekayaan intelektual karena kegiatan usaha baru RTI
tergolong dalam aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya yang tidak
memerlukan kekayaan intelektual dalam operasinya.
ii. Manajemen RTI telah beradaptasi dengan baik di lingkungan industri pelayaran
batubara. RTI mengembangkan karyawan secara berkelanjutan sebagai bagian dari
pendidikan dan pelatihan, dalam prosesnya karyawan mengikuti perkembangan bisnis
yang dinamis untuk meningkatkan kompetensi kemampuan yang sangat penting untuk
kualitas produk yang ditawarkan.
Berdasarkan kajian dan evaluasi terhadap ketersediaan tenaga kerja, manajemen
kekayaan intelektual, manajemen risiko, kapasitas dan kemampuan manajemen, dan
kesesuaian struktur organisasi dan manajemen, maka disimpulkan bahwa penambahan
kegiatan usaha dari aspek model manajemen yang akan dilakukan oleh RTI adalah layak.
e. Kelayakan Keuangan
i. Analisis titik Impas (Break Even Analysis)
Berdasarkan perhitungan BEP, pada tahun 2024 diketahui BEP dalam unit adalah 6 unit
dan BEP dalam pendapatan adalah Rp102.003 juta pada tahun 2025 hingga sebesar
Rp76.911 juta pada tahun 2035. Berdasarkan hal ini diketahui pada tahun 2025,
kegiatan usaha baru RTI akan membukukan laba usaha positif karena total penjualan
Page 8
pada tahun 2025 melebihi BEP pendapatan dengan pendapatan sebesar Rp349.671
juta.
ii. Analisis Profitabilitas (Overall Profitability) dan Tingkat Balikan Investasi (Overall
Return on Investment)
Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa Rasio profitabilitas dan tingkat balikan
investasi menunjukkan rasio positif mulai tahun 2025. GPM terproyeksi sebesar
33,49% pada tahun 2025 hingga sebesar 46,22% pada tahun 2035, sementara OPM
dan NPM terproyeksi sebesar 38,93% dan 37,73% di tahun 2035. Untuk ROI
terproyeksi mencapai 42,11% di tahun 2035.
iii. Analisis Kelayakan Finansial dengan Net Present Value (“NPV”), Internal Rate of Return
(“IRR”), Payback Period dan Profitability Index:
1. Net Present Value (NVP) sebesar Rp149.052 juta;
2. Internal Rate of Return (IRR) sebesar 62,63%;
3. Payback Period adalah selama 2 tahun dan 3 bulan; dan
4. Profitability Index sebesar 3,71.
Dengan hasil analisis tersebut, kegiatan usaha aktivitas penunjang pertambangan dan
penggalian lainnya layak dilakukan karena NPV positif, IRR lebih besar dari tingkat
diskonto, payback period yang tidak terlalu panjang dan PI yang lebih besar dari 1.
iv. Analisis Sensitivitas
Berdasarkan hasil analisis sensitivitas, menunjukkan bahwa penambahan kegiatan
usaha bersifat tidak sensitif terhadap kenaikan injeksi modal dan penurunan laba
bersih.
Berdasarkan kajian, evaluasi terhadap analisis keuangan, seperti analisis titik impas (Break
Even Analysis), Analisis Profitabilitas (Overall Profitability), Tingkat Balikan Investasi (Overall
Return on Investment), Analisis Kelayakan Finansial dengan Net Present Value (“NPV”), Internal
Rate of Return (“IRR”), Payback Period, Profitability Index dan analisis sensitivitas. Maka
disimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha baru yang akan dilakukan oleh RTI adalah
layak.
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah KJPP TOPAZ terima dan
dengan mempertimbangkan semua faktor yang mempengaruhi dalam analisis kelayakan, maka
menurut pendapat KJPP TOPAZ rencana penambahan kegiatan usaha adalah layak.
Page 9
Demikian hasil studi kelayakan RTI yang kami lakukan dengan tetap mengacu pada standar penilaian dan kode etik yang berlaku. Hormat kami, KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN Lidia S.T., MM., MAPPI (Cert) Partner Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis (B) Ijin Penilai : B-1.17.00481 STTD Pasar Modal : STTD.PB-04/PJ-1/PM.223/2023 MAPPI : 12-S-03723 IKNB : 158/NB.122/STTD-P/2019
Page 10
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda-tangan di bawah
ini menerangkan bahwa :
1. Pernyataan dalam Laporan Studi Kelayakan ini, sebatas pengetahuan kami, adalah benar dan
akurat.
2. Analisis dan kesimpulan yang dinyatakan di dalam Laporan Studi Kelayakan ini dibatasi oleh
asumsi dan batasan-batasan yang diungkapkan di dalam Laporan Studi Kelayakan, yang mana
merupakan hasil analisis dan kesimpulan Penilai yang tidak berpihak dan tidak memiliki
benturan kepentingan.
3. TOPAZ tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang terhadap
Objek yang dinilai, maupun memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada pihak
pihak lain yang memiliki kepentingan terhadap penugasan ini.
4. Penunjukan dalam penugasan ini tidak berhubungan dengan Studi Kelayakan yang telah
disepakati sebelumnya dengan pemberi tugas.
5. Biaya jasa profesional tidak dikaitkan dengan nilai yang telah ditentukan sebelumnya atau
gambaran nilai yang diinginkan oleh pemberi tugas, pencapaian hasil yang dinyatakan, atau
adanya kondisi yang terjadi kemudian (subsequent event) yang berhubungan secara langsung
dengan penggunaan yang dimaksud.
6. Penilai telah mengikuti persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan / dilaksanakan oleh
masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
7. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan jenis industri yang dinilai.
8. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut :
• Identifikasi masalah (Identifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi, dan tanggal Studi
Kelayakan);
• Pengumpulan data dan wawancara;
• Analisis Data;
• Analisis untuk menghasilkan kesimpulan Studi Kelayakan;
• Penulisan Laporan Studi Kelayakan.
9. Penilai telah melakukan inspeksi lapangan yang merupakan objek Studi Kelayakan.
10. Tidak seorangpun selain yang bertandatangan dibawah ini, yang telah terlibat dalam
pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan sebagaimana yang dinyatakan dalam
Laporan Studi Kelayakan ini.
11. Analisis dan kesimpulan yang dibuat oleh Penilai, serta Laporan Studi Kelayakan yang telah
dibuat dengan memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor
35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian
Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi Tahun 2020.
Jakarta, 27 September 2024
Lidia, ST., M.M., MAPPI (Cert) – Penanggungjawab ............ ..................
Ijin Penilai : No. B-1.17.00481
MAPPI : No. 12-S-03723
No. STTD : STTD.PB-04/PJ-1/PM.223/2023
Page 11
Panuturi L. Tobing, SP., SH., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert) – Quality Control ............................. MAPPI : No. 06-S-01967 No. Register : No. RMK-2017.00377 Immanuel Taurix Riyadi Tutuko, SE.,M.M – Penilai ............................. MAPPI : No. 13-T-04400 No. Register : No. RMK-2020.03265
Page 12
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
DAFTAR ISI
Halaman
SERTIFIKAT
PERNYATAAN PENILAI
DAFTAR ISI .............................................................................................................................. i
DAFTAR FIGUR......................................................................................................................... iii
BAB I 1
PENDAHULUAN ........................................................................................................................1
1.1. Latar Belakang ........................................................................................................................1
1.2. Status Penilai ..........................................................................................................................1
1.3. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ...................................................................2
1.4. Objek Studi Kelayakan dan Kepemilikan ................................................................................2
1.5. Jenis Mata Uang yang Digunakan...........................................................................................2
1.6. Maksud dan Tujuan ................................................................................................................2
1.7. Tanggal Studi Kelayakan .........................................................................................................2
1.8. Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan ..............................................................2
1.9. Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi .......................................................................3
1.10. Konfirmasi Bahwa Studi Kelayakan dilakukan berdasarkan OJK, SPI dan KEPI ......................3
1.11. Metodologi .............................................................................................................................3
1.12. Pernyataan Independensi Penilai ...........................................................................................4
1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas ................................................................................................5
BAB II 7
DATA DAN INFORMASI .............................................................................................................7
2.1. Pelaksana Investigasi ..............................................................................................................7
2.2. Data dan Informasi .................................................................................................................8
2.2. PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”) .....................................................................................9
2.3. Kinerja Keuangan RTI............................................................................................................11
BAB III 15
TINJAUAN EKONOMI MAKRO DAN INDUSTRI .......................................................................... 15
3.1. Ekonomi Makro Indonesia....................................................................................................15
3.1.1. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia........................................................................................15
3.2. Gambaran Umum Industri Pelayaran dan Batu Bara di Indonesia ......................................22
BAB IV 26
ANALISIS KELAYAKAN PASAR, TEKNIS, POLA BISNIS, DAN MODEL MANAJEMEN ....................... 26
4.1 Analisis Kelayakan Pasar.......................................................................................................26
4.1.1 Kondisi Pasar ........................................................................................................................26
4.1.2 Pesaing Usaha.......................................................................................................................27
4.1.3 Strategi Pemasaran ..............................................................................................................27
4.1.4 Kesimpulan Analisis Kelayakan Pasar ...................................................................................27
4.2 Analisis Kelayakan Teknis .....................................................................................................28
4.2.1 Kapasitas...............................................................................................................................28
4.2.2 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya..............................................................................28
4.2.3 Proses Bisnis Kegiatan Usaha Baru .......................................................................................28
4.2.4 Kesimpulan Analisis Kelayakan Teknis .................................................................................29
4.3 Analisis Kelayakan Pola Bisnis ..............................................................................................29
i
Page 13
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
4.3.1 Keunggulan Kompetitif RTI ...................................................................................................29
4.3.2 Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk RTI ..................................................................30
4.3.3 Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai Penambahan Kegiatan Usaha ................................30
4.3.4 Kesimpulan Analisis Kelayakan Pola Bisnis...........................................................................30
4.4 Analisis Kelayakan Model Manajemen.................................................................................30
4.4.1 Ketersediaan Tenaga Kerja ...................................................................................................31
4.4.2 Manajemen Kekayaan Intelektual (Intellectual Property)....................................................31
4.4.3 Manajemen Risiko ................................................................................................................31
4.4.4 Kapasitas Kemampuan Manajemen .....................................................................................32
4.4.5 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen.................................................................32
4.4.6 Kesimpulan Analisis Kelayakan Model Manajemen .............................................................33
BAB V 34
ANALISIS KUALITATIF LAINNYA ATAS RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA BARU ......... 34
5.1. Analisis Porter’s 5 Forces Model ...........................................................................................34
5.2. Analisis SWOT .......................................................................................................................35
5.3. Analisis Structure Conduct Performance ..............................................................................36
5.4. Analisis Pertimbangan Kualitatif atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Baru ...........36
BAB VI 38
ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN........................................................................................... 38
6.1. Biaya Pendirian (Start Up Costs), Modal Kerja, Sumber Pembiayaan, Pembelian, Biaya
Operasional dan Beban Usaha .............................................................................................38
6.2. Periode Proyeksi Keuangan ..................................................................................................38
6.3. Review dan Penyesuaian Asumsi atas Proyeksi Keuangan Pendahuluan yang Disusun oleh
Manajemen ..........................................................................................................................39
6.4. Perbandingan Rasio Keuangan Sebelum dan Sesudah Penambahan Kegiatan Usaha Baru 39
6.5. Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan ......................................................................................40
6.6. Ringkasan Proyeksi Keuangan ..............................................................................................41
6.7. Penetapan Tingkat Diskonto ................................................................................................43
6.8. Analisis Titik Impas (Break Even Analysis) ............................................................................46
6.9. Analisis Profitabilitas (Overall Profitability) dan Tingkat Balikan Investasi (Overall Return on
Investment)...........................................................................................................................47
6.10. Analisis Kelayakan Finansial dengan Net Present Value (“NPV”), Internal Rate of Return
(“IRR”), Payback Period dan Profitability Index ....................................................................48
6.11. Analisis Sensitivitas...............................................................................................................50
6.12. Kesimpulan Analisis Kelayakan Keuangan ............................................................................51
BAB VII 52
KESIMPULAN .......................................................................................................................... 52
BAB VIII 53
KUALIFIKASI PENILAI USAHA ................................................................................................... 53
LAMPIRAN – LAMPIRAN
✓ Lampiran Keuangan
ii
Page 14
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
DAFTAR FIGUR
Halaman
Figur 1. Hasil Dokumentasi................................................................................................................. 7
Figur 2. Pihak-Pihak yang Diwawancarai ............................................................................................ 8
Figur 3. Laporan keuangan audit RTI.................................................................................................. 8
Figur 4. Ringkasan Sejarah Singkat RTI ............................................................................................... 9
Figur 5. Tambahan Kegiatan Usaha RTI ............................................................................................ 10
Figur 6. Ringkasan Laporan Posisi Keuangan RTI ............................................................................. 11
Figur 7. Pertumbuhan Aset, Liabilitas dan Ekuitas ........................................................................... 12
Figur 8. Ringkasan Laporan Laba Rugi RTI ........................................................................................ 12
Figur 9. Pertumbuhan Pendapatan, HPP, Laba Kotor dan Laba Tahun Berjalan ............................. 13
Figur 10. Ringkasan Laporan Arus Kas RTI........................................................................................ 13
Figur 11. Komposisi Arus Kas Bersih Dari Aktivitas Operasi, Investasi dan Pendanaan ................... 14
Figur 12. Pertumbuhan Ekonomi Sisi Pengeluaran .......................................................................... 15
Figur 13. Ekspor dan Impor Non-Migas............................................................................................ 16
Figur 14. Neraca Pembayaran Indonesia ......................................................................................... 16
Figur 15. Cadangan Devisa Indonesia............................................................................................... 17
Figur 16. Nilai Tukar Rupiah ............................................................................................................. 18
Figur 17. Inflasi IHK dan Komponen ................................................................................................. 18
Figur 18. Likuiditas Perbankan dan Perekonomian .......................................................................... 19
Figur 19. Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA ........................................................ 19
Figur 20. Suku Bunga Perbankan...................................................................................................... 20
Figur 21. Rasio Kredit Bermasalah (NPL) .......................................................................................... 20
Figur 22. Perkembangan Kredit dan DPK ......................................................................................... 21
Figur 23. Nilai Transaksi Uang Elektronik dan Nilai Transaksi Digital Banking ................................ 21
Figur 25. Modal Kerja ....................................................................................................................... 38
Figur 26. Beban Usaha...................................................................................................................... 38
Figur 27. Rasio Keuangan Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha Baru RTI.................................... 39
Figur 28. Rasio Keuangan Sesudah Penambahan Kegiatan Usaha Baru RTI .................................... 39
Figur 29. Perputaran Modal Kerja .................................................................................................... 40
Figur 30. Ringkasan Proyeksi Laba RTI ............................................................................................. 41
Figur 31. Ringkasan Proyeksi Posisi Keuangan RTI ........................................................................... 42
Figur 32. Ringkasan Proyeksi Arus Kas RTI ....................................................................................... 42
Figur 33. Analisis Profitabilitas RTI ................................................................................................... 43
Figur 34. Beta Unleverage Perusahaan Pembanding ....................................................................... 45
Figur 35. Biaya Modal untuk Ekuitas RTI dengan Tarif Pajak 22,00% .............................................. 45
Figur 36. BEP dalam Unit dan Pendapatan ...................................................................................... 46
Figur 37. Analisis Profitabilitas dan Tingkat Balikan Investasi.......................................................... 47
Figur 38. Analisis Kelayakan Finansial Net Present Value (“NPV”), Internal Rate of Return
(“IRR”), Payback Period dan Profitability Index ................................................................ 48
Figur 39. Analisis Sensitivitas............................................................................................................ 50
iii
Page 15
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
PT Rig Tenders Indonesia (“RTI”) didirikan sebagai perusahaan patungan antara Bapak
Boedihardjo Satrohadiwirjo dan Rig Tenders Inc pada tanggal 22 Januari 1974. Menurut
Anggaran Dasar Perusahaan, kegiatan RIGS mencakup berbagai usaha, termasuk penyewaan
kapal tarik (tug boats) dan tongkang (barges), terutama untuk industri minyak dan gas
(migas) lepas pantai, serta layanan pengangkutan batu bara.
RTI memiliki rencana penambahan kegiatan usaha aktivitas penunjang pertambangan dan
penggalian lainnya. Berdasarkan hal tersebut KANTOR JASA PENILAI PUBLIK TOBING
PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”) ditunjuk oleh RTI berdasarkan persetujuan atas Surat
Penawaran Jasa Kajian Studi Kelayakan untuk penambahan kegiatan usaha No.
0407/MK.PB/KJPP-TOPAZ/IV/2024 tanggal 22 April 2024 dengan maksud untuk
memberikan studi kelayakan atas proyek penambahan kegiatan usaha aktivitas penunjang
pertambangan dan penggalian lainnya (KBLI 2020 No. 09900) dan Rencana Transaksi ini
terkait POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha.
1.2. Status Penilai
Penilai adalah partner dari TOPAZ dengan kualifikasi sebagai berikut:
Nama Penilai : Lidia, S.T., M.M., MAPPI (Cert)
No. Izin Penilai : B-1.17.00481
No. STTD : STTD.PB-04/PJ-1/PM.223/2023
No. MAPPI : 12-S-03723
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis (B)
TOPAZ adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar
Modal serta memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan ini.
Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan ini kami bertindak secara profesional tanpa
adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas, objek studi
kelayakan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan pemberi tugas dan objek studi
kelayakan. TOPAZ juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait
dengan penugasan ini.
Laporan studi kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan
pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang
dihasilkan.
Halaman - 1
Page 16
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
1.3. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Nama perusahaan : PT Rig Tenders Indonesia Tbk
Alamat : Generali Tower, Grand Rubina Business Park, 18th Floor, Unit
D, Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta
Selatan, 12940
Website : www.rigtenders.co.id
1.4. Objek Studi Kelayakan dan Kepemilikan
Bahwa objek studi kelayakan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pemberi tugas
adalah penambahan kegiatan usaha berupa aktivitas penunjang pertambangan dan
penggalian lainnya (KBLI 2020 No. 09900) terkait POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang
transaksi material dan perubahan kegiatan usaha. Kepemilikan objek studi kelayakan adalah
milik RTI.
1.5. Jenis Mata Uang yang Digunakan
Laporan studi kelayakan ini dinyatakan dalam mata uang Rupiah. TOPAZ tidak bertanggung
jawab atas penggunaan Nilai Tukar selain yang tercantum pada laporan ini.
1.6. Maksud dan Tujuan
Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan Kajian Studi Kelayakan atas proyek
penambahan kegiatan usaha berupa aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian
lainnya (KBLI 2020 No. 09900). Studi Kelayakan ini ditujukan untuk keperluan pemberi tugas
terkait POJK No.17/POJK.04/2020 tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha.
Laporan ini disusun sebagai bahan pertimbangan bagi pihak RTI dalam rangka kepentingan
usahanya. Laporan tidak digunakan di luar konteks atau tujuan tersebut dan bukan untuk
kepentingan perpajakan.
1.7. Tanggal Studi Kelayakan
Tanggal efektif studi kelayakan adalah 30 Juni 2024, dimana batas tersebut diambil atas dasar
pertimbangan kepentingan pemberi tugas dan tujuan studi kelayakan.
1.8. Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan
Dalam melakukan studi kelayakan ini, TOPAZ juga menggunakan informasi dari beberapa
sumber informasi yang relevan dan handal, yaitu:
• Data internal perusahaan terkait dengan studi kelayakan.
Halaman - 2
Page 17
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
• Proyeksi keuangan atas penambahan kegiatan usaha.
• Data-data yang diperoleh dari S&P Capital IQ dan Damodaran.
• Data-data ekonomi baik yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari
instansi terkait, seperti Bank Indonesia.
• Data-data lain sebagai informasi pendukung.
TOPAZ telah menerima proyeksi keuangan dimana proyeksi keuangan merupakan data yang
diverifikasi terlebih dahulu yakni melakukan analisis kewajaran atas proyeksi yang
disampaikan.
1.9. Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi
Laporan studi kelayakan ini ditujukan terkait POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang transaksi
material dan perubahan kegiatan usaha yang dihasilkan sehingga untuk setiap publikasi
terhadap keseluruhan atau sebagian dari laporan, atau referensi yang dipublikasikan,
termasuk referensi mengenai laporan keuangan perusahaan/objek studi kelayakan,
dan/atau laporan direksi/pimpinan perusahaan/objek studi kelayakan, dan/atau pernyataan
atau kajian lainnya atau pernyataan/edaran apapun dari perusahaan/objek studi kelayakan
dapat diakses oleh publik sesuai dengan keperluan atas Rencana Transaksi tersebut. Tanda
tangan Penilai Publik dan cap TOPAZ yang resmi merupakan syarat mutlak laporan studi
kelayakan yang dihasilkan.
1.10. Konfirmasi Bahwa Studi Kelayakan dilakukan berdasarkan OJK, SPI dan KEPI
Studi kelayakan ini dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor
35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar
Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi Tahun 2020.
1.11. Metodologi
Metodologi yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan berdasarkan POJK
No.35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar
Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi Tahun 2020 ini adalah:
Pengumpulan Data
• Pengumpulan data-data primer atas rencana penambahan kegiatan usaha meliputi data-
data rencana investasi dan rencana usaha serta data-data lainnya yang relevan. Data-data
primer ini diperoleh secara langsung melalui wawancara dengan berbagai pihak, terutama
dari manajemen RTI pada saat dilakukan investigasi lapangan.
• Pengumpulan data sekunder yang diperoleh dari berbagai instansi atau pihak ketiga
dalam bentuk angka-angka statistik dan berbagai data pendukung yang relevan dengan
tujuan penugasan seperti analisis makro ekonomi, analisis industri dan analisis
Halaman - 3
Page 18
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
manajemen risiko, untuk mengevaluasi pengaruh dari faktor tersebut di masa
mendatang.
Analisis Kelayakan
Melakukan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha yang mengacu pada Pasal V
SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 meliputi:
a. kelayakan pasar;
Analisis kelayakan pasar dilakukan terhadap analisis kondisi pasar, seperti pangsa
pasar, kesinambungan (sustainability), potensi pasar, sasaran, dan potensi nilai
pasar, pesaing usaha, dan strategi pemasaran.
b. kelayakan teknis;
Analisis kelayakan teknis dilakukan terhadap analisis Ketersediaan dan Kualitas
Sumber Daya; Proses Bisnis Kegiatan Usaha Baru.
c. kelayakan pola bisnis;
Analisis kelayakan pola bisnis dilakukan terhadap analisis Keunggulan Kompetitif RTI,
Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk RTI; Kemampuan Untuk Menciptakan
Nilai Penambahan Kegiatan Usaha.
d. kelayakan model manajemen; dan
Analisis kelayakan model manajemen dilakukan terhadap analisis ketersediaan
tenaga kerja, manajemen kekayaan intelektual, manajemen risiko, kapasitas dan
kemampuan manajemen, dan kesesuaian struktur organisasi dan manajemen.
e. kelayakan keuangan;
Analisis kelayakan keuangan dilakukan terhadap analisis keuangan seperti analisis
titik impas (Break Even Analysis), Analisis Profitabilitas (Overall Profitability), Tingkat
Balikan Investasi (Overall Return on Investment), Analisis Kelayakan Finansial dengan
Net Present Value (“NPV”), Internal Rate of Return (“IRR”), Payback Period,
Profitability Index dan analisis sensitivitas.
1.12. Pernyataan Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan kami bertindak secara profesional tanpa
adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas ataupun pihak-
pihak yang terafiliasi dengan pemberi tugas.
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan (“TOPAZ”) juga tidak memiliki benturan kepentingan
ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan ini tidak dilakukan untuk
Halaman - 4
Page 19
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima
sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.
1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas
1. Laporan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha bersifat non-disclaimer opinion.
2. Topaz telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses studi
kelayakan penambahan kegiatan usaha.
3. Dalam menyusun laporan ini, TOPAZ mengandalkan keakuratan dan kelengkapan
informasi yang disediakan oleh manajemen RTI dan/atau data yang diperoleh dari
informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami
anggap relevan. TOPAZ tidak terlibat dan tidak melakukan audit ataupun verifikasi atas
informasi yang disediakan tersebut.
4. Laporan ditujukan untuk kepentingan manajemen RTI terkait POJK No.
17/POJK.04/2020 tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha.
5. TOPAZ tidak memiliki kepentingan atau hal-hal lainnya yang dapat menyebabkan TOPAZ
memberikan pendapat yang bias sehubungan dengan informasi yang dibahas dalam
laporan ini.
6. Pemberi tugas telah membebaskan TOPAZ dari setiap klaim yang dapat dan akan timbul
dari kesalahan ataupun kekurangan dalam bahan atau informasi yang disediakan
Manajemen, konsultan atau pihak ketiga, kepada TOPAZ dalam penyusunan laporan ini.
7. Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut
penilaian ekuitas telah diungkapkan seluruhnya kepada TOPAZ dan tidak ada
pengurangan atas fakta-fakta yang penting.
8. TOPAZ tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak
berkenaan dengan subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat didalamnya.
9. Analisis, opini dan kesimpulan telah dibuat, dan laporan ini telah disusun sesuai dengan
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor 35/POJK.04/2020 dan SEOJK
No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”)
Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.
10. TOPAZ menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh RTI serta telah
disesuaikan sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dengan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).
11. TOPAZ bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan nilai akhir yang
dihasilkan.
12. TOPAZ telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari pemberi
tugas.
13. Laporan keuangan dan informasi lainnya yang disampaikan oleh RTI atau wakilnya dalam
rangka penugasan ini, telah diterima tanpa dilakukan verifikasi lebih lanjut, dianggap
sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku, dianggap lengkap dan benar
dalam mencerminkan kondisi kegiatan usaha dan operasi RTI untuk masing-masing
periode yang disajikan.
14. TOPAZ tidak melaksanakan pemeriksaan terhadap legalitas aset yang dimiliki oleh RTI.
TOPAZ berasumsi bahwa tidak ada masalah legalitas berkenaan dengan aset-aset RTI,
baik saat ini maupun di masa yang akan datang.
Halaman - 5
Page 20
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
15. TOPAZ berasumsi bahwa RTI telah dan akan memenuhi kewajiban berkenaan dengan
perpajakan, retribusi, pungutan-pungutan lainnya dan kewajiban-kewajian lainnya
sesuai dengan peraturan yang berlaku.
16. TOPAZ tidak bertanggung jawab terhadap kerugian sebagai akibat dari kesalahan opini
atau kesimpulan yang terjadi karena adanya data atau informasi dari RTI yang relevan
dan signifikan pengaruhnya terhadap opini atau kesimpulan TOPAZ, yang tidak dan atau
belum TOPAZ terima dari RTI.
17. Tanda tangan pimpinan dan cap perusahaan yang resmi merupakan syarat mutlak
sahnya Certificate of Appraisal ini dan laporan studi kelayakan yang terlampir.
Halaman - 6
Page 21
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
BAB II
DATA DAN INFORMASI
2.1. Pelaksana Investigasi
Berdasarkan Surat Tugas No. 07112/ST/KJPP-TOPAZ/VII/2024 tanggal 31 Juli 2024, kami
melaksanakan pemeriksaan lapangan RTI pada:
Hari/Tanggal : Rabu, 31 Agustus 2024
Lokasi : Generali Tower, Grand Rubina Business Park, 18th Floor, Unit
D, Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta
Selatan, 12940
Pelaksana Investigasi : Lidia dan Immanuel Taurix Riyadi Tutuko
Adapun dokumentasi terkait kapal yang dimiliki RTI adalah sebagai berikut:
Figur 1. Hasil Dokumentasi
Tongkang Barge
Tongkang Tongkang
Investigasi dilakukan dengan pemeriksaan lapangan dan diskusi secara online untuk tujuan
wawancara kepada pihak manajemen RTI untuk studi kelayakan RTI, berdasarkan hasil
pemeriksaan lapangan dan diskusi secara online diperoleh informasi sebagai berikut:
Halaman - 7
Page 22
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
Figur 2. Pihak-Pihak yang Diwawancarai
Pihak yang Diwawancarai Jabatan Perusahaan
Bapak Rully Syachrun Accounting dan Tax Manager RTI
Bapak Aditya Corporate Finance RTI
Ibu Diah Triani Corporate Secretary RTI
Berdasarkan hasil diskusi diketahui hal-hal sebagai berikut:
1. RTI merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan jasa angkutan laut
dalam negeri untuk barang umum.
2. RTI sudah memiliki izin usaha jasa pertambangan (IUJP) yang diperlukan dalam
melaksanakan kegiatan usaha baru KBLI 09900. RTI bermaksud untuk menambahkan
kegiatan usaha terkait aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya
sebagaimana diklasifikasikan dalam KBLI 09900.
3. Setiap lima tahun, kapal diwajibkan dry docking. Kapal docking dianggap sebagai
investasi baru karena dikapitalisasikan ke aset.
4. Sebelumnya, RTI memiliki segmen konsumen offshore, tetapi sekarang RTI berfokus
kepada pengangkutan batubara dan nikel.
5. Latar belakang RTI membuka kegiatan usaha baru yaitu untuk keperluan compliance.
2.2. Data dan Informasi
Kami telah melakukan analisis dan mempertimbangkan data dan informasi yang disediakan
RTI untuk tujuan penugasan ini yaitu sebagai berikut:
a. Laporan Keuangan Audit RTI tahun 2019 sampai dengan 2024
Figur 3. Laporan keuangan audit RTI
Tahun Keterangan Nomor dan Tanggal Opini
Siddharta Widjaja & 00476/2.1005/AU.1/06/1545-1/1/VI/2019 Disajikan
31-Mar-19
Rekan Tanggal : 28 Juni 2019 Secara Wajar
Siddharta Widjaja & No. 00586/2.1005/AU.1/06/1545-2/1/IX/2020 Disajikan
30-Jun-20
Rekan Tanggal : 30 September 2020 Secara Wajar
Kosasih, Nurdiyaman, No. 01194/2.1051/AU.1/05/0555-1/1/IX/2021 Disajikan
30-Jun-21
Mulyadi, Tiahio & Rekan Tanggal : 29 September 2021 Secara Wajar
Kosasih, Nurdiyaman, No. 01229/2.1051/AU.1/10/0555-2/1/IX/2022 Disajikan
30-Jun-22
Mulyadi, Tiahio & Rekan Tanggal : 30 September 2022 Secara Wajar
No. 00084/2.1363/AU.1/10/0968-1/1/IX/2023 Disajikan
30-Jun-23 Kanel & Rekan
Tanggal : 27 September 2023 Secara Wajar
No. 00019/3.0460/AU.1/10/1809-1/1/VIII/2024 Disajikan
30-Jun-24 Kanel & Rekan
Tanggal : 29 Agustus 2024 Secara Wajar
Halaman - 8
Page 23
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
b. Annual report RTI tahun 2024.
c. Proyeksi keuangan tanpa dan dengan penambahan kegiatan usaha RTI tahun 2024
sampai dengan 2029.
d. Akta No. 72 tanggal 23 November 2023 dibuat dihadapan Elizabeth Karina Leonita, S.H.,
M.Kn. di Jakarta. mengenai perubahan anggaran dasar dan data perusahaan. Akta ini
telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
sesuai dengan surat penerimaan pemberitahuan perubahan data No. AHU-AH.01.03-
0154225 tanggal 12 Desember 2023 dan No. AHU-AH.01.09-0194918 tanggal 12
Desember 2023.
e. Perizinan Usaha Berbasis Risiko dengan Nomor Induk Berusaha No. 9120401370656.
f. Rekap spesifikasi tongkang dan berge RTI.
g. Data internal perusahaan terkait dengan studi kelayakan.
h. Data-data yang diperoleh dari S&P Capital IQ dan Damodaran.
i. Tinjauan terhadap kondisi fundamental entitas yang dinilai yang menyangkut sejarah
singkatnya, struktur modal dan susunan pengurus, deskripsi bidang usaha dan kinerja
keuangan, serta memperhatikan kondisi makro yang ada.
j. Data-data lain sebagai informasi pendukung.
2.2. PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”) didirikan dalam rangka Undang-Undang Penanaman
Modal Asing No. 1 tahun 1967 jo. Undang-Undang No. 11 tahun 1970, berdasarkan Akta
Notaris Ny. Darwani Sidi Bakaroedin, S.H. No. 25 tertanggal 22 Januari 1974 yang disetujui
oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A. 5/98/10
tertanggal 1 April 1974 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 39,
tanggal 14 Mei 1974, Tambahan No. 187/1974.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan
Akta No. 72 tanggal 23 November 2023 dibuat dihadapan Elizabeth Karina Leonita, S.H.,
M.Kn. di Jakarta. mengenai perubahan anggaran dasar dan data perusahaan. Perubahan ini
telah diterima dan dicatat di sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan surat penerimaan pemberitahuan
perubahan data No. AHU-AH.01.03-0154225 tanggal 12 Desember 2023 dan No. AHU-
AH.01.09-0194918 tanggal 12 Desember 2023.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1974. Sesuai dengan Pasal 3 dari
Anggaran Dasar, kegiatan RTI dan entitas anak, meliputi usaha antara lain dalam bidang
penyewaan kapal dan tongkang terutama untuk kegiatan industri minyak dan gas lepas
pantai dan jasa pengangkutan batu bara..
Terdapat beberapa kejadian penting yang mempengaruhi kegiatan usaha RTI:
Figur 4. Ringkasan Sejarah Singkat RTI
Tahun Peristiwa / Kejadian Penting
Pembentukan Perseroan sebagai joint-venture antara Bapak Boedihardjo Satrohadiwirjo
1974
dengan Rig Tenders Inc.
Pencatatan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham “RIGS” pada
1990
tanggal 5 Maret 1990.
Halaman - 9
Page 24
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
Tahun Peristiwa / Kejadian Penting
Menerima sertifikat ISO 9001:2015, ISO 14001:2015 dan OHSAS 18001:2007 untuk
2018
Pengelolaan dan Pengoperasian Kapal dengan DAkkS terakreditasi.
Membangun kemitraan dengan pemilik pemilik tambang dan perusahaan transportasi
lainnya.
2019
Mengubah tahun buku Perseroan dari tahun buku yang berakhir 31 Maret menjadi 30 Juni.
Membangun area pengangkutan baru, termasuk pengangkutan hasil bumi lainnya seper
nikel.
Melakukan perubahan Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan.
2020 Pergan an Biro Administrasi Efek (BAE) Perseroan dari PT Sirca Datapro Perdana ke PT Raya
Saham Registra.
Sebagai langkah efisiensi, Perseroan memutuskan untuk melikuidasi (menutup) beberapa
anak perusahaan yang berdomisili di Singapura yaitu CH Logis c Pte Ltd, CH Ship
Management Pte Ltd, Rig Tenders Marine Pte Ltd dan perusahaan joint-venture, yaitu Rig
Tenders Off shore Pte Ltd.
Pengambilalihan saham milik Scomi Marine Services Pte Ltd sebagai pemegang saham
pengendali Perseroan sebanyak 490.597.000 saham atau sebesar 80,54% oleh PT Surya
Indah Muara Pantai.
2021
Perubahan status hukum Perseroan dan anak perusahaan yaitu PT Batuah Abadi Lines yang
sebelumnya merupakan Perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) menjadi Perusahaan
Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Melalui transaksi afiliasi jual beli saham, Perseroan membeli saham PTBAL sebesar 95%
2022 yang dimiliki oleh Grundtvig Marine Pte Ltd, sehingga PTBAL saat ini dimiliki secara
langsung oleh Perseroan.
Melakukan perubahan Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan.
2024
Sebagai langkah efisiensi, pada tanggal 6 Mei 2024, Grundtvig Marine Pte. Ltd., entitas
anak, telah dibubarkan dan telah mendapatkan persetujuan dari IRAS dan ACRA Singapura
(Accounting and Corporate Regulatory Authority) pada tanggal 6 Agustus 2024.
Sumber: Annual Report RTI 2024
Perbedaan kegiatan usaha yang sudah ada dan kegiatan usaha yang akan dijalankan RTI
Kegiatan usaha RTI yang sudah ada saat ini adalah bergerak di bidang pelayaran dalam negeri
dan luar negeri dan jasa penempatan dan pemasangan instalasi pemboran (drilling rig) lepas
pantai. Sedangkan tambahan kegiatan usaha baru yang akan dijalankan RTI adalah sebagai
berikut:
Figur 5. Tambahan Kegiatan Usaha RTI
KBLI Judul KBLI Uraian Bentuk Layanan RTI
Kelompok ini mencakup jasa
penunjang atas dasar balas jasa atau
Jasa penyewaan kapal dengan
kontrak, yang dibutuhkan dalam
menggunakan basis perhitungan
Aktivitas Penunjang kegiatan pertambangan golongan
harian (time charter); dan dengan
09900 pertambangan dan pokok 05, 07, dan 08, seperti jasa
menggunakan basis perhitungan
penggalian lainnya eksplorasi misalnya dengan cara
tonase dan jarak.
tradisional seperti mengambil contoh
bijih dan membuat observasi geologi,
jasa pemompaan dan penyaluran
Halaman - 10
Page 25
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
hasil tambang dan jasa percobaan
penggalian dan pengeboran ladang
atau sumur tambang.
2.3. Kinerja Keuangan RTI
Berikut adalah ringkasan kinerja keuangan RTI berdasarkan laporan keuangan audit tahun
2019 sampai dengan tahun 2024.
Tinjauan Laporan Posisi Keuangan
Figur 6. Ringkasan Laporan Posisi Keuangan RTI
(Dalam Jutaan Rupiah)
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Deskripsi
Audit Audit Audit Audit Audit Audit
Periode 31-Mar 30-Jun 30-Jun 30-Jun 30-Jun 30-Jun
Aset Lancar 260.955 122.243 154.514 192.946 263.974 364.713
Aset Tidak Lancar 641.842 576.333 464.039 455.563 434.686 409.411
Total Aset 902.797 698.576 618.553 648.510 698.659 774.124
Liabilitas Lancar 274.223 51.180 41.014 27.948 16.479 12.249
Liabilitas Tidak Lancar 12.273 10.376 10.101 3.826 3.068 3.672
Total Liabilitas 286.496 61.556 51.116 31.774 19.547 15.921
Total Ekuitas 616.301 637.020 567.438 616.736 679.112 758.203
Total Liabilitas dan
902.797 698.576 618.553 648.510 698.659 774.124
Ekuitas
Sumber: Laporan Keuangan RTI
Berdasarkan historis posisi keuangan RTI diketahui, total aset RTI pada periode 30 Juni 2024
sebesar Rp774.124 juta mengalami peningkatan sebesar 10,801% dari tahun sebelumnya
tahun 2023 yaitu sebesar Rp698.659 juta. Peningkatan total aset dipengaruhi oleh
peningkatan aset lancar terutama pada kas dan investasi pada obligasi.
Total liabilitas pada periode 30 Juni 2024 sebesar Rp15.921 juta mengalami penurunan
sebesar 18,551% dari tahun sebelumnya tahun 2023 yaitu sebesar Rp19.547 juta. Penurunan
liabilitas dipengaruhi oleh penurunan liabilitas lancar terutama pada utang usaha dan biaya
yang masih harus dibayar.
Total ekuitas pada periode 30 Juni 2024 sebesar Rp758.203 juta mengalami peningkatan
sebesar 11,646% dari tahun sebelumnya tahun 2023 yaitu sebesar Rp679.112 juta.
Peningkatan ekuitas disebabkan karena adanya peningkatan pada defisit yang belum
ditentukan penggunanya.
Halaman - 11
Page 26
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
Figur 7. Pertumbuhan Aset, Liabilitas dan Ekuitas
1.000.000
900.000
800.000
700.000
600.000
500.000
400.000
300.000
200.000
100.000
-
31-Mar 30-Jun 30-Jun 30-Jun 30-Jun 30-Jun
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Aset Liabilitas Ekuitas
Sumber: Laporan Keuangan RTI
Tinjauan Laporan Laba Rugi
Figur 8. Ringkasan Laporan Laba Rugi RTI
(Dalam Jutaan Rupiah)
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Deskripsi
Audit Audit Audit Audit Audit Audit
Periode 31-Mar 30-Jun 30-Jun 30-Jun 30-Jun 30-Jun
Pendapatan 403.057 420.922 243.055 309.380 341.707 347.990
Beban Pokok Pendapatan 470.534 334.533 286.425 240.297 231.787 232.098
Laba Kotor (67.476) 86.390 (43.369) 69.083 109.920 115.892
Beban Usaha (34.737) (47.662) (25.940) (32.818) (47.860) (44.871)
Laba Usaha (102.213) 38.727 (69.309) 36.264 62.060 71.020
Penghasilan (beban)
(18.163) (18.374) 21 (31) 452 7.957
Keuangan
Laba Bersih (121.511) 17.913 (69.693) 35.805 62.512 78.977
Sumber: Laporan Keuangan RTI
Berdasarkan historis laporan laba (rugi) RTI diketahui, Pendapatan RTI bersumber dari
pendapatan sewa kapal. Pendapatan RTI pada periode 30 Juni 2024 sebesar Rp347.990 juta
mengalami peningkatan sebesar 1,84% dibandingkan dengan tahun sebelumnya tahun 2023
yaitu sebesar Rp341.707 juta.
Halaman - 12
Page 27
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
Figur 9. Pertumbuhan Pendapatan, HPP, Laba Kotor dan Laba Tahun Berjalan
600.000
500.000
400.000
300.000
200.000
100.000
-
31-Mar 30-Jun 30-Jun 30-Jun 30-Jun 30-Jun
(100.000)
2019 2020 2021 2022 2023 2024
(200.000)
Total Pendapatan Beban Pokok Pendapatan
Total Beban Usaha Penghasilan (beban) keuangan - bersih
Laba Bersih Tahun Berjalan
Sumber: Laporan Keuangan RTI
Tinjauan Laporan Arus Kas
Figur 10. Ringkasan Laporan Arus Kas RTI
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Deskripsi
Audit Audit Audit Audit Audit Audit
Periode 31-Mar 30-Jun 30-Jun 30-Jun 30-Jun 30-Jun
Arus kas dari Aktivitas
110.318 105.741 79.441 101.823 156.592 175.333
Operasi
Arus Kas digunakan untuk
(18.878) 6.306 (78.652) (53.914) (132.751) (115.864)
Aktivitas Investasi
Arus Kas digunakan untuk
(76.918) (130.148) - - - -
Aktivitas Pendanaan
Kenaikan Bersih Kas dan
14.522 (18.101) 597 48.935 23.841 59.469
Bank
Kas dan Bank Awal Tahun 40.331 54.854 36.752 38.138 87.074 110.915
Kas dan Bank Akhir Tahun 54.854 36.752 38.138 87.074 110.915 170.384
Sumber: Laporan Keuangan RTI
Dari laporan keuangan yang diperoleh, aktifitas cash flow RTI pada periode 30 Juni 2024
adalah sebagai berikut:
• Arus kas dari aktivitas operasi RTI pada periode 30 Juni 2024 menunjukkan arus kas
positif sebesar Rp175.333 juta yang berasal dari penerimaan kas dari pelanggan,
pembayaran kepada pemasok dan karyawan, pembayaran pajak lainnya, penerimaan
pajak pertambahan nilai, pembayaran pajak penghasilan, serta pembayaran dan
penerimaan bunga.
• Arus kas digunakan untuk aktivitas investasi RTI pada periode 30 Juni 2024
menunjukkan arus kas negatif sebesar minus Rp115.864 juta yang berasal dari
Halaman - 13
Page 28
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
perolehan aset tetap, uang muka penjualan aset, hasil penjualan properti investasi,
investasi pada obligasi, pelunasan dari aset tersedia untuk dijual, dan hasil penjualan
aset tetap.
• Pada periode 30 Juni 2024, RTI tidak menunjukan arus kas digunakan untuk aktivitas
pendanaan.
Figur 11. Komposisi Arus Kas Bersih Dari Aktivitas Operasi, Investasi dan Pendanaan
200.000
150.000
100.000
50.000
-
31-Mar 30-Jun 30-Jun 30-Jun 30-Jun 31-Mar
(50.000)
2019 2020 2021 2022 2023 2024
(100.000)
(150.000)
Arus kas dari Aktivitas Operasi Arus Kas digunakan untuk Aktivitas Investasi
Arus Kas digunakan untuk Aktivitas Pendanaan
Sumber: Laporan Keuangan RTI
Halaman - 14
Page 29
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
BAB III
TINJAUAN EKONOMI MAKRO DAN INDUSTRI
3.1. Ekonomi Makro Indonesia
3.1.1. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan ekonomi global pada 2024 diprakirakan mencapai 3,2%, lebih tinggi dari
prakiraan awal, terutama dengan lebih baiknya pertumbuhan India dan Tiongkok. Ekonomi
Amerika Serikat (AS) tumbuh kuat ditopang oleh perbaikan permintaan domestik dan
peningkatan ekspor dengan penurunan inflasi AS yang masih berjalan lambat. Kondisi ini
mendorong Fed Fund Rate (FFR) diprakirakan baru akan turun pada akhir tahun 2024.
Sementara itu, European Central Bank (ECB) telah menurunkan suku bunga kebijakan
moneternya lebih cepat sejalan dengan tekanan inflasi yang lebih rendah. Divergensi
kebijakan moneter negara maju ini serta masih tingginya ketegangan geopolitik
menyebabkan ketidakpastian pasar keuangan global tetap tinggi. Berbagai perkembangan
tersebut, dan dengan tingginya yield US treasury, menyebabkan menguatnya nilai tukar dolar
AS sehingga meningkatkan tekanan pelemahan nilai tukar berbagai mata uang dunia dan
menahan aliran masuk modal asing ke negara berkembang. Ketidakpastian pasar keuangan
global yang tinggi ini memerlukan respons kebijakan yang kuat untuk memitigasi dampak
negatif dari rambatan ketidakpastian global tersebut terhadap perekonomian di negara-
negara berkembang, termasuk Indonesia.
Figur 12. Pertumbuhan Ekonomi Sisi Pengeluaran
Sumber : Bank Indonesia Juni 2024
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian global, didukung oleh
bauran kebijakan Bank Indonesia dan Pemerintah. Konsumsi swasta tumbuh baik seiring
dengan terjaganya daya beli dan kuatnya keyakinan konsumen. Investasi meningkat, baik
investasi bangunan maupun nonbangunan, sejalan dengan berlanjutnya proyek infrastruktur
Pemerintah dan membaiknya investasi swasta. Permintaan domestik triwulan II 2024 yang
meningkat antara lain tecermin pada kinerja positif sejumlah indikator konsumsi rumah
Halaman - 15
Page 30
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
tangga dan investasi, seperti Indeks Keyakinan Konsumen, Indeks Penjualan Riil, dan
Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur. Selain itu, ekspor barang meningkat didorong
kenaikan ekspor pertambangan dan manufaktur ke negara mitra dagang utama, seperti
Tiongkok dan India. Ekspor jasa juga membaik ditopang pemulihan perekonomian negara
asal wisatawan mancanegara. Secara sektoral, pertumbuhan ekonomi periode triwulan
berjalan antara lain didukung oleh pertumbuhan Lapangan Usaha (LU) Industri Pengolahan,
LU Konstruksi, dan LU Perdagangan Besar dan Eceran.
Figur 13. Ekspor dan Impor Non-Migas
Sumber : Bank Indonesia Juni 2024
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik sehingga mendukung ketahanan eksternal.
Defisit transaksi berjalan triwulan II 2024 diprakirakan rendah ditopang oleh berlanjutnya
surplus neraca perdagangan, yang sampai dengan Mei 2024 tercatat sebesar 5,6 miliar dolar
AS. Sementara itu, aliran masuk modal asing dalam bentuk portofolio pada triwulan II 2024
(hingga 14 Juni 2024) mencatatkan net inflows sebesar 4,0 miliar dolar AS, di tengah masih
tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.
Figur 14. Neraca Pembayaran Indonesia
Sumber : Bank Indonesia Juni 2024
Halaman - 16
Page 31
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Mei 2024 meningkat menjadi sebesar 139,0 miliar
dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran
utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3
bulan impor. Secara keseluruhan, NPI 2024 diprakirakan terjaga dengan transaksi berjalan
dalam kisaran defisit rendah sebesar 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB.
Figur 15. Cadangan Devisa Indonesia
Sumber : Bank Indonesia Juni 2024
Nilai Tukar Rupiah
Stabilitas nilai tukar Rupiah tetap terjaga sesuai dengan komitmen kebijakan yang ditempuh
Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah pada Juni 2024 (hingga 19 Juni 2024) terjaga, meski
sempat tertekan 0,70% (ptp), setelah pada Mei 2024 menguat 0,06% (ptp) dibandingkan
dengan nilai tukar akhir bulan sebelumnya. Pelemahan nilai tukar Rupiah dipengaruhi oleh
dampak tingginya ketidakpastian pasar global, terutama berkaitan dengan ketidakpastian
arah penurunan FFR, penguatan mata uang Dolar AS secara luas, dan masih tingginya
ketegangan geopolitik. Dari faktor domestik, tekanan pada Rupiah juga disebabkan oleh
kenaikan permintaan valas oleh korporasi, termasuk untuk repatriasi dividen, serta persepsi
terhadap kesinambungan fiskal ke depan. Dengan perkembangan ini, nilai tukar Rupiah
melemah 5,92% dari level akhir Desember 2023, lebih rendah dibandingkan dengan
pelemahan Won Korea, Baht Thailand, Peso Meksiko, Real Brazil, dan Yen Jepang masing-
masing sebesar 6,78%, 6,92%, 7,89%, 10,63%, dan 10,78%.
Nilai tukar Rupiah diprakirakan akan bergerak stabil sesuai dengan komitmen Bank Indonesia
untuk terus menstabilkan nilai tukar Rupiah, serta didukung oleh aliran masuk modal asing,
menariknya imbal hasil, rendahnya inflasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap
baik. Bank Indonesia terus mengoptimalkan seluruh instrumen moneter termasuk
peningkatan intervensi di pasar valas serta penguatan strategi operasi moneter pro-market
melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI. Bank Indonesia memperkuat
koordinasi dengan Pemerintah, perbankan, dan dunia usaha untuk mendukung
implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE
SDA) sejalan dengan PP Nomor 36 Tahun 2023.
Halaman - 17
Page 32
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
Figur 16. Nilai Tukar Rupiah
Sumber : Bank Indonesia Juni 2024
Inflasi
Inflasi menurun dan tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Inflasi Indeks Harga
Konsumen (IHK) Mei 2024 tercatat 2,84% (yoy), lebih rendah dari inflasi pada April 2024
sebesar 3,00% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti dan inflasi administered
prices (AP) yang rendah masing-masing sebesar 1,93% (yoy) dan 1,52% (yoy). Sementara itu,
inflasi volatile food (VF) menurun dari 9,63% (yoy) menjadi sebesar 8,14% (yoy) sejalan
dengan meningkatnya produksi komoditas pangan dipengaruhi masih berlangsungnya
musim panen, serta eratnya sinergi pengendalian inflasi oleh Bank Indonesia dan Pemerintah
Pusat dan Daerah. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK 2024 tetap terkendali dalam
sasarannya.
Figur 17. Inflasi IHK dan Komponen
Sumber : Bank Indonesia Juni 2024
Halaman - 18
Page 33
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
Kondisi Likuiditas
Likuiditas perbankan tetap terjaga sejalan dengan tambahan insentif likuiditas kebijakan
makroprudensial (KLM), ekspansi operasi moneter, dan aliran masuk portofolio asing, di
samping tingginya kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK), sehingga berdampak pada suku bunga
perbankan yang tetap terjaga.
Figur 18. Likuiditas Perbankan dan Perekonomian
Sumber : Bank Indonesia Juni 2024
Suku Bunga
Suku bunga pasar uang (IndONIA) tetap bergerak dalam kisaran BI-Rate, yaitu 6,09% pada 19
Juni 2024. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan pada tanggal 14 Juni 2024 tercatat
menarik masing-masing pada level 7,16%, 7,28%, dan 7,35%, sehingga mendukung
efektivitas SRBI sebagai instrumen pro market dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.
Figur 19. Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA
Sumber : Bank Indonesia Juni 2024
Suku bunga perbankan tetap terjaga, dipengaruhi oleh likuiditas perbankan yang memadai
sejalan dengan bauran kebijakan Bank Indonesia serta dampak kebijakan transparansi SBDK
Halaman - 19
Page 34
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
yang membuat efisiensi suku bunga perbankan terjaga. Suku bunga deposito 1 bulan dan
suku bunga kredit pada Mei 2024 tercatat masing-masing sebesar 4,61% dan 9,26%, relatif
stabil dibandingkan dengan perkembangan bulan sebelumnya.
Figur 20. Suku Bunga Perbankan
Sumber : Bank Indonesia Juni 2024
Ketahanan Sistem Keuangan
Ketahanan perbankan tecermin dari likuiditas yang memadai, risiko kredit yang rendah, dan
permodalan yang kuat. Likuiditas perbankan yang tecermin dari rasio Alat Likuid terhadap
Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tercatat tinggi sebesar 25,78%. Rasio kecukupan modal (Capital
Adequacy Ratio/CAR) masih tinggi sebesar 25,97% pada April 2024, sementara rasio kredit
bermasalah perbankan (Non-Performing Loan/NPL) tercatat rendah sebesar 2,33% (bruto)
dan 0,81% (neto). Ketahanan perbankan yang kuat juga didukung oleh kemampuan
membayar korporasi dan rumah tangga yang baik.
Figur 21. Rasio Kredit Bermasalah (NPL)
Sumber : Bank Indonesia Juni 2024
Pertumbuhan kredit tetap tinggi. Kredit tumbuh sebesar 12,15% (yoy) pada Mei 2024
didorong oleh pertumbuhan kredit di sebagian besar sektor ekonomi, terutama
Perdagangan, Industri, dan Jasa Dunia Usaha. Dari sisi penawaran, minat penyaluran kredit
Halaman - 20
Page 35
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
terjaga, didukung oleh peningkatan DPK menjadi sebesar 8,63% (yoy) dan berlanjutnya
strategi realokasi alat likuid ke kredit oleh perbankan serta dukungan likuiditas seiring
dengan penerapan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) oleh Bank Indonesia.
Dari sisi permintaan, pertumbuhan kredit dipengaruhi oleh kinerja korporasi dan rumah
tangga yang baik. Pertumbuhan penjualan dan belanja modal korporasi tetap positif sehingga
mendorong kebutuhan pembiayaan modal kerja dan investasi.
Figur 22. Perkembangan Kredit dan DPK
Sumber : Bank Indonesia Juni 2024
Sistem Pembayaran
Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap kuat didukung oleh sistem pembayaran
yang aman, lancar, dan andal. Pada Mei 2024, transaksi BI-RTGS tercatat meningkat 0,16%
(yoy) sehingga mencapai Rp14.557,29 triliun. Transaksi BI-FAST tercatat Rp701,61 triliun atau
tumbuh 53,08% (yoy). Transaksi digitalbanking mencapai Rp5.570,49 triliun atau tumbuh
sebesar 10,82% (yoy), sementara transaksi Uang Elektronik (UE) meningkat 35,24% (yoy)
sehingga mencapai Rp92,79 triliun. Transaksi QRIS tumbuh 213,31% (yoy), dengan jumlah
pengguna mencapai 49,76 juta dan jumlah merchant 32,25 juta. Sementara itu, transaksi
pembayaran menggunakan kartu ATM/D turun sebesar 5,41% (yoy) sehingga mencapai
Rp615,18 triliun. Transaksi kartu kredit masih meningkat 6,60% (yoy) mencapai Rp35,18
triliun. Dari sisi pengelolaan uang Rupiah, jumlah Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD)
meningkat 6,82% (yoy) sehingga menjadi Rp1.038,26 triliun.
Figur 23. Nilai Transaksi Uang Elektronik dan Nilai Transaksi Digital Banking
Sumber : Bank Indonesia Juni 2024
Halaman - 21
Page 36
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
3.2. Gambaran Umum Industri Pelayaran dan Batu Bara di Indonesia
Gambaran Industri Pelayaran
Sejumlah perusahaan pelayaran nasional menunjukkan kinerja yang positif selama kuartal I
tahun 2024. PT Wintermar Offshore Marine Tbk mencatat Laba Kotor US$5 juta dan Laba
Diatribusikan sebesar US$2,2 juta pada kuartal I tahun 2024 yang mendorong peningkatan
margin kotor Kapal Milik. Total Laba Kotor meningkat 66,8% YOY menjadi US$5,0 juta pada
kuartal I tahun 2024 dibandingkan US$3 juta pada kuartal I tahun 2023, sementara total
pendapatan naik 16,3%YOY menjadi US$18,4 juta. Tarif sewa yang lebih tinggi menghasilkan
kenaikan margin laba kotor atas Divisi Kapal Milik. Pada kuartal I tahun 2024, laba kotor Kapal
Milik mengalami peningkatan sebesar US$3,9 juta (+129,4% YOY) dibandingkan dengan
kuartal I tahun 2023, yang dihasilkan dari pendapatan sebesar US$14 juta (+44,6% YOY).
Pencapaian tersebut dicapai meskipun utilisasi armada mengalami sedikit peningkatan dari
67% pada kuartal I tahun 2023 menjadi 69% pada kuartal I tahun 2024, karena peningkatan
tarif sewa dan pendapatan tambahan dari kapal yang diperoleh pada tahun 2022 dan 2023
yang mulai beroperasi. Jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, pendapatan dari Kapal
Milik mengalami penurunan sebesar 8% untuk kuartal I tahun 2024 dibandingkan dengan
kuartal I tahun 2023. Hal ini disebabkan oleh berakhirnya beberapa kontrak spot kapal, yang
mencerminkan sifat jangka pendek dari proyek yang sedang beroperasi saat ini. Namun, laba
kotor bertahan pada US$3,9 juta (-1% QOQ) dibandingkan dengan US$4 juta di kuartal IV
tahun 2023, yang merupakan hasil dari margin yang lebih besar akibat membaiknya tarif
sewa atas kontrak spot, menggantikan utilisasi yang lebih rendah.
Biaya Langsung Kapal Milik meningkat sebesar 26,4% YOY menjadi US$10,1 juta pada
1Q2024, terutama didorong oleh peningkatan jumlah operasional kapal dibandingkan
dengan kuartal 1 2023. Peningkatan terbesar terjadi pada biaya perawatan yang naik sebesar
104,2% YOY menjadi US $2,4 juta dan biaya awak kapal yang naik 17,9%YOY menjadi US$2,5
juta pada 1Q2024. Selain peningkatan jumlah kapal, biaya perawatan juga menjadi lebih
tinggi karena beberapa persiapan kapal untuk beroperasi di luar negeri. Kenaikan biaya awak
kapal selaras dengan peningkatan jumlah awak kapal dan kapal yang beroperasi secara
internasional, yang membutuhkan biaya awak kapal yang lebih tinggi untuk memenuhi
persyaratan sewa. Selain itu, biaya depresiasi naik menjadi US$3,5 juta, naik 17,2% YOY,
mencerminkan pertumbuhan jumlah armada.
PT Samudera Indonesia Tbk. (SMDR) membukukan penurunan kinerja keuangan pada kuartal
I/2024. Pendapatan bersih dan laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk
kompak tergerus. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, SMDR membukukan
pendapatan jasa sebesar US$156,40 juta atau setara dengan Rp2,48 triliun (kurs jisdor
Rp15.873) kuartal I/2024. Pendapatan tersebut turun 24,68% dibandingkan dengan kuartal
I/2023 yang tercatat sebesar US$207,66 juta. Pendapatan tersebut ditopang oleh
pendapatan uang tambang sebesar US$95,41 juta, pendapatan jasa
keagenan, forwarding dan pelabuhan sebesar US$25,40 juta, pendapatan jasa penanganan
peti kemas sebesar US$18,42 juta dan pendapatan sewa kapal sebesar US$11,59 juta.
Sejalan dengan penurunan pendapatan jasa, beban jasa juga ikut turun menjadi US$131,08
juta atau setara dengan Rp2,08 miliar. Beban tersebut turun 15,61% dibandingkan dengan
Halaman - 22
Page 37
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$155,37 juta. Laba kotor
tercatat sebesar US$25,31 juta atau lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama
tahun lalu sebesar US$52,31 juta. Sedangkan laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik
entitas induk turun 62,97% menjadi sebesar US$10,15 juta atau setara dengan Rp161,22
miliar. Laba itu turun dibandingkan dengan kuartal I/2023 yang tercatat sebesar US$27,43
juta. SMDR mencatatkan total liabilitas per Maret 2024 sebesar US$534,27 juta. Rinciannya
adalah liabilitas jangka pendek sebesar US$221,54 juta dan liabilitas jangka pendek sebesar
US$312,73 juta. Kemudian total ekuitas tercatat sebesar US$694,68 juta atau lebih tinggi
dibandingkan dengan akhir 2023 yang tercatat sebesar US$685,51 juta. Adapun total aset
tercatat sebesar US$1,22 miliar.
Perkembangan Barang Angkutan Laut Dalam Negeri
Jumlah barang yang diangkut pada Maret 2024 mencapai 29,9 juta ton atau naik 6,31%
dibanding bulan sebelumnya. Peningkatan jumlah barang yang diangkut terjadi di Pelabuhan
Panjang sebesar 87,65%, Balikpapan sebesar 43,84%, Tanjung Perak sebesar 13,57%, dan
Tanjung Priok sebesar 7,90%. Sebaliknya, penurunan jumlah barang terjadi di Pelabuhan
Makassar sebesar 3,73%.
Jumlah barang yang diangkut selama Januari–Maret 2024 mencapai 86,5 juta ton atau naik
0,15% dibanding periode yang sama tahun 2023. Peningkatan jumlah barang yang diangkut
terjadi di seluruh pelabuhan utama yang diamati, yaitu Pelabuhan Balikpapan sebesar
30,02%, Panjang sebesar 14,56%, Tanjung Priok sebesar 12,19%, Tanjung Perak sebesar
5,48%; dan Makassar sebesar 3,38%.
Figur 24. Perkembangan Barang Angkutan Laut Dalam Negeri Januari 2024
Sumber: bps.go.id
Peluang dan Tantangan Transportasi Laut
Indonesia merupakan salah satu negara yang memegang kunci strategis bagi transportasi
laut global, bahkan memeliki peran sangat penting di kawasan. Posisi geografis Indonesia
yang sangat strategis, selain memiliki laut yang sangat besar dan luas juga memiliki belasan
ribu pulau. Posisi geografisnya sangat memungkinkan sektor transportasi laut memiliki peran
Halaman - 23
Page 38
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
penting di masa kini dan masa mendatang. Sebanyak 60% perdagangan dunia menggunakan
kargo dan diangkut melalui transportasi laut dan 40% nya dari jumlah tersebut melewati
perairan Indonesia. Permintaan ekspor atau impor menggunakan kapal tidak akan
mengalami penurunan. Sejauh ini kapal merupakan alat transportasi untuk angkutan barang-
barang ekspor dan impor yang paling efisien.
Indonesian National Shipowners Association (INSA) memproyeksikan pertumbuhan kinerja
industri pelayaran atau transportasi laut berkisar 5% pada 2024, atau sejalan dengan
pertumbuhan ekonomi nasional. Selain kenaikan freight rate dan biaya operasional kapal
rute internasional, pengusaha pelayaran nasional juga dihadapkan oleh tantangan efek
kenaikan harga solar dan penyesuaian tarif bongkar muat peti kemas di pelabuhan. Para
pelaku usaha pelayaran nasional harus benar-benar bisa menghitung dengan cermat mana
saja pos biaya yang dapat ditekan. Para pebisnis pelayaran juga mesti menggenjot kinerja
usahanya dengan mengembangkan layanan angkutan di pasar domestik yang notabene
kondisinya masih lebih baik ketimbang pasar global.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap melaju
di tengah perlambatan ekonomi global. Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi
Indonesia kuartal II 2023 yang tercatat sebesar 5.17% secara tahunan (year on-year atau yoy),
meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 5.04%. Pertumbuhan ekonomi
tersebut ditopang oleh konsumsi domestik, belanja pemerintah dan investasi belanja modal.
Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2023 akan mencapai kisaran 4.5% -
5.3%.
Pada sektor batubara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memproyeksikan
produksi batubara nasional mencapai 695 juta ton pada tahun 2023 atau lebih nggi
dibandingkan realisasi produksi tahun 2022 yang sebesar 687 juta ton baik untuk kebutuhan
ekspor maupun konsumsi dalam negeri. Namun demikian, adanya perlambatan ekonomi
global serta rencana Pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi karbon dapat
berimplikasi pada pelemahan ekspor maupun permintaan dalam negeri untuk kebutuhan
pembangkit listrik tenaga uap sehingga berpotensi mempengaruhi permintaan kapal
angkutan dalam negeri.
Kebijakan hilirisasi yang dijalankan Pemerintah Indonesia untuk komoditas seper nikel
diperkirakan memberikan dampak positif pada industri pelayaran dikarenakan peningkatan
volume pengangkutan ke lokasi smelter untuk pemrosesan lebih lanjut. Selain itu, program
pemerintah untuk memperbanyak produksi kendaraan listrik turut berdampak positf pada
permintaan pengangkutan karena salah satu bahan baku yang digunakan untuk kendaraan
listrik tersebut adalah nikel.
Gambaran Umum Industri Batu Bara di Indonesia
Produksi batubara Indonesia per Juni 2024 mencapai 380 juta ton (+3% YoY). Angka ini
tertinggal dari target RKAB yang disetujui sebesar 920 juta ton, tetapi tetap lebih tinggi dari
target produksi pemerintah sebesar 710 juta ton. Konsumsi batubara domestik juga
meningkat sebesar 13% YoY menjadi 176 juta ton, didorong oleh konsumsi energi yang lebih
tinggi dan peningkatan aktivitas hilirisasi. Namun, ekspor bergeser ke Asia Utara karena
Halaman - 24
Page 39
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
pertumbuhan impor Tiongkok yang melambat dan berkurangnya ketergantungan pada
batubara Indonesia.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut, rencana produksi batu
bara dalam negeri pada 2024 hingga 2026 mendatang masih berada di kisaran 710-730 juta
ton per tahun. produksi batu bara di Indonesia pada 2024 hingga 2026 diperkirakan masih
tinggi meskipun produksi batu bara dunia pada tiga tahun ke depan ini diperkirakan akan
mengalami sedikit penurunan dibandingkan produksi pada 2023. Pada 2023, produksi batu
bara Indonesia juga bisa dikatakan sangat tinggi, yakni mencapai 775 juta ton. Ini merupakan
produksi batu bara tertinggi RI sepanjang masa.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor batu bara Indonesia tercatat sebesar
US$2,49 miliar pada Juni 2024. Angka ini mengalami penurunan 0,36% secara bulanan atau
month to month (mtm) dibandingkan dengan US$2,5 miliar pada Mei 2024. Sementara itu,
volume ekspor batu bara juga mengalami penurunan 3,06% mtm menjadi 32,66 juta ton pada
Juni dari 33,69 juta ton pada Mei 2024. Secara tahunan, nilai ekspor batu bara juga turun
6,68% menjadi US$2,67 miliar. Ekspor batu bara menurun secara bulanan disebabkan oleh
penurunan volume dan harga. Sedangkan secara tahunan penurunan lebih disebabkan
penurunan harga. Faktor lain yang mempengaruhi adalah Musim panas di beberapa negara,
seperti China, yang menyebabkan permintaan ekspor batu bara menurun.
Halaman - 25
Page 40
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
BAB IV
ANALISIS KELAYAKAN PASAR, TEKNIS, POLA BISNIS, DAN MODEL MANAJEMEN
Berikut adalah analisis kelayakan pasar, teknis, pola bisnis dan model manajemen atas rencana
penambahan kegiatan usaha aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya mengacu
pada Pasal V SEOJK No 17/2020.
4.1 Analisis Kelayakan Pasar
Analisis kelayakan pasar atas rencana penambahan kegiatan usaha aktivitas penunjang
pertambangan dan penggalian lainnya adalah sebagai berikut:
4.1.1 Kondisi Pasar
Jumlah barang yang diangkut melalui jalur laut domestik pada Maret 2024 mencapai 29,9
juta ton, meningkat 6,31% dibandingkan bulan Februari 2024. Peningkatan terbesar terjadi
di Pelabuhan Panjang sebesar 87,65%, diikuti oleh Balikpapan (43,84%), Tanjung Perak
(13,57%), dan Tanjung Priok (7,90%). Namun, Pelabuhan Makassar mengalami penurunan
sebesar 3,73%. Secara kumulatif, jumlah barang yang diangkut selama Januari-Maret 2024
mencapai 86,5 juta ton, naik 0,15% dibandingkan periode yang sama tahun 2023, dengan
peningkatan terbesar terjadi di Pelabuhan Balikpapan sebesar 30,02%.
Produksi batu bara Indonesia per Juni 2024 mencapai 380 juta ton (+3% YoY). Angka ini
tertinggal dari target RKAB yang disetujui sebesar 920 juta ton, tetapi tetap lebih tinggi dari
target produksi pemerintah sebesar 710 juta ton. Konsumsi batubara domestik juga
meningkat sebesar 13% YoY menjadi 176 juta ton, didorong oleh konsumsi energi yang lebih
tinggi dan peningkatan aktivitas hilirisasi. Ekspor batu bara mengalami penurunan, baik
secara bulanan maupun tahunan. Pada Juni 2024, nilai ekspor batu bara turun 0,36% secara
bulanan dan 6,68% secara tahunan. Volume ekspor juga turun 3,06% secara bulanan, tetapi
naik 14,2% secara tahunan. Penurunan ekspor batu bara disebabkan oleh penurunan harga
dan volume. Penurunan harga juga menjadi penyebab utama penurunan ekspor secara
tahunan.
Potensi pasar industri pengangkutan batu bara di Indonesia sangat besar mengingat batu
bara merupakan sumber utama energi nasional Indonesia hingga 10-20 tahun ke
depan. Indonesia memiliki cadangan batu bara nasional mencapai 35 miliar ton dengan
sumber daya 134 miliar ton. Cadangan batu bara di Indonesia banyak ditemukan di Pulau
Kalimantan dan Pulau Sumatera.
Segmen pasar untuk kegiatan usaha baru yang akan dijalankan oleh RTI adalah perusahaan
pertambangan batu bara dan nikel. Klien RTI adalah PT Maritim Barito Perkasa, PT Arutmin
Indonesia dan PT Pelayaran Kartikasamudra Adijaya yang berlokasi di Kalimantan Selatan.
Untuk PT Maritim Barito Perkasa estimasi pengangkutan per tahun sebesar 560.000 MT dan
untuk PT Arutmin Indonesia dan PT Pelayaran Kartikasamudra Adijaya sesuai time charter.
Halaman - 26
Page 41
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
RTI akan meningkatkan pemasaran dengan memperluas jenis pengangkutan ke
pengangkutan nikel dan lainnya, serta memperluas area pemasaran ke Indonesia bagian
Timur.
4.1.2 Pesaing Usaha
Industri pengangkutan batu bara di Indonesia sangat kompetitif dengan beberapa pemain
utama seperti PT Wintermar Offshore Marine Tbk, PT Samudera Indonesia Tbk, dan PT
Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. PT Wintermar menunjukkan kinerja kuat dengan
peningkatan laba dan ekspansi armada, sementara PT Samudera Indonesia menghadapi
penurunan pendapatan dan laba bersih, menunjukkan tantangan dalam efisiensi
operasional. Perusahaan lain seperti PT Ekalya Purnamasari fokus pada pembagian dividen
dan investasi armada baru. Banyak perusahaan kecil dan menengah juga bersaing dalam
pasar ini, terutama di rute domestik. Dukungan pemerintah untuk infrastruktur maritim dan
pertumbuhan perdagangan menambah dinamika persaingan, dimana adaptasi teknologi,
efisiensi, dan kualitas layanan menjadi kunci keunggulan kompetitif.
4.1.3 Strategi Pemasaran
RTI meningkatkan pemasaran dengan memperluas jenis pengangkutan ke pengangkutan
nikel dan lainnya, serta memperluas area pemasaran ke Indonesia bagian Timur. RTI akan
terus berusaha untuk mengembangkan bisnisnya baik secara internal, maupun melalui
akuisisi aset-aset baru. Secara internal, RTI akan mengembangkan bisnisnya melalui program
pengembangan yang ada, dan efisiensi biaya diseluruh lini organisasi RTI. Strategi dan sinergi
yang dijalankan RTI dipercaya dapat memenuhi target-target yang telah ditetapkan untuk
peningkatan bisnis pada 2023 sekaligus membantu mewujudkan Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang disusun Pemerintah dalam rangka
meningkatkan konektivitas dan menghadirkan kebutuhan dasar bagi masyarakat Indonesia.
RTI akan terus menjajaki kemungkinan melakukan aliansi strategis yang menguntungkan
dengan mitra kerja. Mempertahankan dan meningkatkan loyalitas pelanggan dengan
penyempurnaan mutu layanan dan harga yang kompetitif, memperluas pangsa pasar dengan
mendapatkan pelanggan-pelanggan baru di industri batubara di Indonesia serta bekerjasama
untuk menyuplai kapal-kapal mereka serta mengeksplorasi jenis layanan lain yang memiliki
potensi.
4.1.4 Kesimpulan Analisis Kelayakan Pasar
Berdasarkan kajian dan evaluasi terhadap kondisi pasar, seperti pangsa pasar,
kesinambungan (sustainability), potensi pasar, sasaran, dan potensi nilai pasar, pesaing
usaha, dan strategi pemasaran atas kegiatan usaha baru disimpulkan bahwa penambahan
kegiatan usaha dari aspek pasar yang akan dilakukan oleh RTI adalah layak.
Halaman - 27
Page 42
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
4.2 Analisis Kelayakan Teknis
Analisis kelayakan teknis atas rencana penambahan kegiatan usaha aktivitas penunjang
pertambangan dan penggalian lainnya adalah sebagai berikut:
4.2.1 Kapasitas
Terkait dengan kapasitas, penambahan kegiatan usaha baru akan menggunakan sarana dan
prasarana yang dimiliki oleh RTI baik fisik maupun non fisik. Adapun fasilitas yang dimiliki saat
ini adalah total 62 kapal terdiri atas 36 tug boats, 7 self-discharging barges dan 19 barges.
Fasilitas non fisik berupa jaringan bisnis dan customer relationship. Menurut manajemen
fasilitas ini telah cukup memadai untuk mendukung penambahan kegiatan usaha sesuai KBLI
yang diajukan. Adapun apabila dalam pengembangan selanjutnya diperlukan penambahan
kapasitas maka RTI akan melakukan prosedur pengadaan pembelian sesuai dengan
kebutuhan.
Dalam kegiatan operasinya, RTI memiliki entitas anak yaitu PT Batuah Abadi Lines yang
tercatat baik dalam keuangannya dan memiliki exposure yang tinggi dalam industri
pengangkutan laut antar pelabuhan baik di Indonesia maupun luar Indonesia.
4.2.2 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
Terkait dengan penambahan kegiatan usaha baru, RTI akan memanfaatkan sumber daya dan
infrastruktur yang ada. Saat ini RTI memiliki 73 pegawai yang terdiri dari 42 karyawan tetap
dan 31 karyawan kontrak. Rentang usia tenaga kerja RTI mayoritas di atas 41 tahun sebanyak
49 orang dan usia produktif 31 hingga 40 tahun sebanyak 16 orang, serta usia di bawah 30
tahun sebanyak 8 orang. Mayoritas pegawai RTI adalah pegawai tetap dengan usia yang
berada dalam masa produktif dan memiliki latar belakang pendidikan yang memadai untuk
mendukung pekerjaan di industri penyewaan kapal. RTI memiliki struktur komposisi jabatan
yang memadai untuk mengatur koordinasi antara fungsi manajemen dan fungsi pelaksanaan,
sehingga dapat mendukung pengendalian kinerja dengan baik.
Pengalaman RTI di bidang penyewaan kapal dan tongkang terutama untuk kegiatan industri
minyak dan gas lepas pantai dan jasa pengangkutan batu bara menjadi keunggulan bagi RTI
dalam menjalankan rencana penambahan kegiatan usaha secara profesional dan memadai.
RTI dalam penambahan kegiatan usaha baru tidak menggunakan personel tambahan melihat
kinerja dan kapasitas sumber daya yang ada saat ini sangat memadai.
4.2.3 Proses Bisnis Kegiatan Usaha Baru
RTI memiliki proses bisnis kegiatan usaha baru sebagai berikut:
1. Kontrak dilakukan di Jakarta oleh marketing manager dengan perjanjian kepada
customers (Arutmin).
2. Freight charter : kargo yang dimuat menjadi tolok ukur harga yang diangkut dengan
mempertimbangkan jumlah muatan (dokumen yang digunakan berupa draft survey);
atau perhitungan jumlah kargo berdasar draft survey yang diakui kedua belah pihak.
Halaman - 28
Page 43
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
Survei dilakukan juga oleh pihak ketiga (independent surveyor) pada saat loading dan
unloading.
3. Pada saat loading, saat ini Arutmin memiliki Port Of Loading (POL) di Asam-asam, Sungai
Danau, Satui, dan Kintap. Pada saat bersandar, berthing master (Senakin) digunakan
untuk bersandar tongkang dan proses loading.
4. Sebelum sandar pada saat tongkang kosong intial survey (pihak ketiga) menggunakan
metode hukum archimides draft calculation untuk mendapatkan berat tongkang. Setelah
melakukan perhitungan dan inposition siap, maka baru diizinkan untuk loading,
5. Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) akan mengeluarkan load line sertifikat dengan jumlah
maksimum.
6. Draft survey ditandatangani oleh surveyor dan RTI, kemudian pihak Arutmin
mengeluarkan time sheet (histori muat sampai selesai), Surat Keterangan Asal Barang
(SKB), dan Laporan Hasil Verifikasi (LHV) yang digunakan untuk dasar port clearance dan
diizinkan untuk berlayar.
7. Self Discharging Barge milik RTI dapat melakukan proses unloding dengan menggunakan
conveyor.
8. Saat kapal tiba, kemudian dibawa ke bulk North Pulau Laut Coal Terminal (NPLC)
Pemancingan untuk proses unloading (Port Of Dircharge).
9. Kemudian, Stock file dilanjutkan ke loading kapal besar.
10. Setelah selesai bongkar, dikeluarkan nomor Shipment Report.
11. Terakhir, draft survey akan divalidasi oleh Arutmin, bila sesuai dengan kecocokan maka
akan di konfirmasi kembali ke RTI.
4.2.4 Kesimpulan Analisis Kelayakan Teknis
Berdasarkan kajian dan evaluasi terhadap kapasitas, Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya;
Proses Bisnis Kegiatan Usaha Baru, maka dapat disimpulkan bahwa penambahan kegiatan
usaha dari aspek teknis yang akan dilakukan oleh RTI adalah layak.
4.3 Analisis Kelayakan Pola Bisnis
Analisis kelayakan pola bisnis atas rencana penambahan kegiatan usaha aktivitas penunjang
pertambangan dan penggalian lainnya adalah sebagai berikut:
4.3.1 Keunggulan Kompetitif RTI
RTI meyakini bahwa kekuatan kompetitif akan mendukung RTI dalam melaksanakan
strateginya dan memberikan keunggulan kompetitif dibanding para pesaingnya, keunggulan
kompetitif yang dimiliki oleh RTI sebagai berikut:
1. Ketepatan waktu proses pemuatan dan pembongkaran kargo seper batubara dan nikel
yang sesuai dengan jadwal.
2. Komunikasi yang responsif.
3. Hubungan bisnis jangka panjang dengan pelanggan.
4. Harga yang kompetitif.
Halaman - 29
Page 44
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
4.3.2 Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk RTI
Kegiatan usaha baru RTI, yaitu aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya
bukan merupakan kegiatan usaha baru di pasar. Kegiatan usaha baru RTI memiliki barrier to
entry yang sulit dengan kebutuhan modal yang tinggi untuk dapat masuk dalam industri ini.
Tingkat persaingan industri ini bersifat ketat dengan tidak adanya harga standar yang
disepakati, sehingga perusahaan dengan struktur modal yang kuat dapat memberikan harga
penawaran yang lebih diminati customers. RTI terus berusaha untuk mengembangkan
bisnisnya baik secara internal, maupun melalui akuisisi aset-aset baru. Secara internal, RTI
akan mengembangkan bisnisnya melalui program pengembangan yang ada, dan efisiensi
biaya diseluruh lini organisasi RTI.
Strategi dan sinergi yang dijalankan RTI dipercaya dapat memenuhi target-target yang telah
ditetapkan sekaligus membantu mewujudkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang disusun Pemerintah dalam rangka meningkatkan
konektivitas dan menghadirkan kebutuhan dasar bagi masyarakat Indonesia. RTI akan terus
menjajaki kemungkinan melakukan aliansi strategis yang menguntungkan dengan mitra
kerja. Mempertahankan dan meningkatkan loyalitas pelanggan dengan penyempurnaan
mutu layanan dan harga yang kompetitif, memperluas pangsa pasar dengan mendapatkan
pelanggan-pelanggan baru di industri batubara di Indonesia serta bekerjasama untuk
menyuplai kapal-kapal mereka serta mengeksplorasi jenis layanan lain yang memiliki potensi.
4.3.3 Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai Penambahan Kegiatan Usaha
RTI dapat menciptakan nilai dan keunggulan dari penambahan kegiatan usaha, karena
dilakukan untuk mendukung kegiatan usaha utama RTI serta memaksimalkan potensi bisnis.
Dengan penambahan kegiatan usaha, RTI akan memiliki potensi nilai tambah dari sisi
pendapatan dan laba, serta peluang besar untuk keberlangsungan bisnis RTI. Pengalaman RTI
dalam industri ini menjadi kunci utama dalam keberhasilan penambahan kegiatan usaha
dengan penerapan sistem dan operasional yang lebih efektif dan efisien. Hal ini berdampak
positif bagi RTI dalam mempertahankan kelangsungan bisnis RTI.
4.3.4 Kesimpulan Analisis Kelayakan Pola Bisnis
Berdasarkan kajian dan evaluasi terhadap Keunggulan Kompetitif RTI, Kemampuan Pesaing
Untuk Meniru Produk RTI; Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai Penambahan Kegiatan
Usaha, maka disimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha dari aspek pola bisnis yang
akan dilakukan oleh RTI adalah layak.
4.4 Analisis Kelayakan Model Manajemen
Analisis kelayakan model manajemen atas rencana penambahan kegiatan usaha aktivitas
penunjang pertambangan dan penggalian lainnya adalah sebagai berikut:
Halaman - 30
Page 45
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
4.4.1 Ketersediaan Tenaga Kerja
Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha baru, RTI telah memiliki tenaga
kerja yang pelaksanaan operasional atas penambahan kegiatan usaha tersebut, dimana
jumlah tenaga kerja sebanyak 73 pegawai yang terdiri dari 42 karyawan tetap dan 31
karyawan kontrak. Rentang usia tenaga kerja RTI mayoritas di atas 41 tahun sebanyak 49
orang dan usia produktif 31 hingga 40 tahun sebanyak 16 orang, serta usia di bawah 30 tahun
sebanyak 8 orang. RTI berkomitmen untuk mendukung pengembangan Sumber Daya
Manusia (SDM) pada semua tingkatan organisasi, mulai dari tingkat bawah hingga posisi
tertinggi. Tujuannya untuk menciptakan SDM yang unggul, kompetitif, produktif, dan
tangguh guna mencapai tujuan RTI secara berkelanjutan.
4.4.2 Manajemen Kekayaan Intelektual (Intellectual Property)
Manajemen IP merupakan pengelolaan terhadap karya intelektual dan kekayaan yang
berasal dari pikiran manusia. Karya intelektual yang termasuk dalam kategori HKI antara lain
adalah paten, merek, hak cipta, desain industri, rahasia dagang, serta bentuk-bentuk karya
lain yang dapat dihargai secara ekonomi. IP dapat digunakan sebagai alat yang efektif untuk
meningkatkan daya saing suatu produk atau merek. Perusahaan yang memiliki hak kekayaan
intelektual yang kuat dapat memastikan eksklusivitas produk dan layanan mereka, mencegah
penyalahgunaan, dan memperkuat citra merek mereka di pasar. Hal ini juga dapat
memberikan peluang untuk memperluas cakupan bisnis dan meningkatkan pendapatan.
Saat ini, RTI tidak memiliki kekayaan intelektual. Dalam penambahan kegiatan usaha, RTI
tidak melakukan pendaftaran kekayaan intelektual karena kegiatan usaha baru RTI tergolong
dalam aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya yang tidak memerlukan
kekayaan intelektual dalam operasinya.
4.4.3 Manajemen Risiko
Seperti halnya kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan lainnya, usaha yang dilakukan
oleh RTI tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang disebabkan oleh berbagai faktor yang
dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. Berikut adalah beberapa risiko yang dihadapi oleh
RTI:
1. Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing
RTI tidak melakukan transaksi lindung nilai mata uang pada saat ini, mengingat sebagian
besar penerimaan RTI adalah dalam mata uang Rupiah, sedangkan pengeluaran terbesar
RTI juga dalam mata uang Rupiah.
2. Risiko Harga
Biaya bahan bakar ditetapkan berdasarkan harga pasar pada saat pembelian, sehingga
terdapat risiko atas fluktuasi harga bahan bakar terhadap operasi RTI. Untuk mengelola
risiko harga yang timbul dari fluktuasi harga bahan bakar, maka RTI melakukan
diversifikasi perjanjian kontrak kerja seperti pelanggan menyediakan bahan bakar, atau
Halaman - 31
Page 46
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
harga yang dibebankan disesuaikan dengan harga bahan bakar terkini, sesuai dengan
periode jasa yang diberikan kepada pelanggan.
3. Risiko Suku Bunga Arus Kas dan Nilai Wajar
Risiko suku bunga RTI timbul dari pinjaman jangka panjang. Pinjaman yang diterbitkan
dengan tingkat bunga variabel mengekspos RTI terhadap risiko suku bunga arus kas.
Pinjaman yang diterbitkan dengan tingkat suku bunga tetap mengekspos RTI terhadap
risiko nilai wajar suku bunga
4. Risiko Kredit
RTI memiliki risiko kredit yang terutama berasal piutang usaha dan piutang lain-lain serta
investasi pada obligasi.
5. Risiko Likuiditas
Untuk mengatur risiko likuiditas, RTI melakukan monitor dan menjaga level kas dan bank
yang diperkirakan cukup untuk mendanai kegiatan operasional RTI dan mengurangi
pengaruh fluktuasi dalam arus kas. RTI akan mengawasi pergerakan perkiraan
kebutuhan likuiditas RTI untuk memastikan tersedianya kas yang cukup untuk
memenuhi kebutuhan operasional RTI.
4.4.4 Kapasitas Kemampuan Manajemen
Kegiatan usaha baru RTI selaras dengan kegiatan usaha eksisting yang sudah berjalan.
Manajemen RTI telah beradaptasi dengan baik di lingkungan industri pelayaran batubara. RTI
mengembangkan karyawan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pendidikan dan
pelatihan, dalam prosesnya karyawan mengikuti perkembangan bisnis yang dinamis untuk
meningkatkan kompetensi kemampuan yang sangat penting untuk kualitas produk yang
ditawarkan.
4.4.5 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen
Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha baru, RTI telah memiliki tenaga
kerja yang pelaksanaan operasional atas penambahan kegiatan usaha tersebut, dimana
jumlah tenaga kerja sebanyak 73 orang yang terdiri dari 42 karyawan tetap dan 31 karyawan
kontrak. Rentang usia tenaga kerja RTI mayoritas di atas 41 tahun sebanyak 49 orang dan
usia produktif 31 hingga 40 tahun sebanyak 16 orang, serta usia di bawah 30 tahun sebanyak
8 orang.
Berikut merupakan visi dan misi yang dijalankan manajemen untuk kegiatan usaha RTI:
Visi : Memberikan imbalan hasil yang optimal bagi seluruh pemegang saham, dan untuk
menjadi perusahaan regional yang dihormati dalam bisnis transportasi laut dan
dukungan operasi lepas pantai.
Halaman - 32
Page 47
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
Misi : Memberikan pelayanan yang memuaskan dan efisien kepada para klien, serta
melakukan segala upaya untuk mencapai standar internasional dalam setiap
layanan dan operasi.
Maksud dan Tujuan Serta Kegiatan Usaha RTI Saat Ini
1. Maksud dan tujuan kegiatan usaha RTI adalah menjalankan kegiatan usaha dalam bidang
pelayaran dalam negeri dan luar negeri (khusus lepas pantai) dan jasa penempatan dan
pemasangan instalasi pemboran (drilling rig) lepas pantai.
2. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, RTI dapat melaksanakan kegiatan usaha
sebagai berikut:
a. Aktivitas konsultasi transportasi.
b. Angkutan laut dalam negeri untuk barang umum.
c. Angkutan laut perairan pelabuhan dalam negeri untuk barang.
d. Angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus.
e. Angkutan laut luar negeri untuk barang umum.
f. Angkutan laut luar negeri untuk barang khusus.
g. Angkutan luat luar negeri untuk pelayaran rakyat.
h. Aktivitas penunjang angkutan perairan lainnya.
i. Industri bangunan lepas pantai dan bangunan terapung.
4.4.6 Kesimpulan Analisis Kelayakan Model Manajemen
Berdasarkan kajian dan evaluasi terhadap ketersediaan tenaga kerja, manajemen kekayaan
intelektual, manajemen risiko, kapasitas dan kemampuan manajemen, dan kesesuaian
struktur organisasi dan manajemen, maka disimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha
dari aspek model manajemen yang akan dilakukan oleh RTI adalah layak.
Halaman - 33
Page 48
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
BAB V
ANALISIS KUALITATIF LAINNYA ATAS RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA BARU
5.1. Analisis Porter’s 5 Forces Model
Terdapat lima kekuatan yang menentukan intensitas persaingan pada suatu bisnis atau
dikenal dengan Porter’s 5 Forces Model, berikut merupakan analisis untuk aktivitas
penunjang pertambangan dan penggalian lainnya:
1. Ancaman masuknya pendatang baru
Ancaman pendatang baru dalam pelayaran dalam negeri bersifat moderat karena
adanya regulasi dan biaya awal yang tinggi, namun di pasar lepas pantai internasional,
ancaman ini rendah karena barrier to entry yang sangat tinggi. Dalam jasa rig lepas
pantai, ancaman pendatang baru sangat rendah karena tingginya kebutuhan modal,
teknologi, dan hubungan industri.
2. Ancaman dari barang pengganti atau jasa
Ancaman substitusi dalam pelayaran, baik dalam negeri maupun lepas pantai, sangat
rendah karena moda transportasi lain tidak seefektif pelayaran untuk volume yang
besar. Dalam jasa rig lepas pantai, ancaman substitusi hampir tidak ada karena tidak
ada alternatif praktis untuk penempatan dan pemasangan rig di laut.
3. Kekuatan tawar-menawar pembeli
Dalam pelayaran, kekuatan pembeli bervariasi, dengan pembeli besar memiliki
pengaruh lebih besar, terutama di pasar lepas pantai internasional. Di sektor jasa rig
lepas pantai, kekuatan pembeli sangat tinggi karena merupakan perusahaan minyak
dan gas.
4. Kekuatan tawar menawar pemasok
Dalam pelayaran, kekuatan pemasok di dalam negeri relatif moderat, namun lebih
tinggi di pasar lepas pantai internasional karena ketergantungan pada bahan bakar dan
teknologi canggih. Untuk jasa rig lepas pantai, kekuatan pemasok sangat besar karena
adanya penyediaan peralatan dan kapal khusus yang penting dan sulit digantikan.
5. Comptetitive Rivalry
Persaingan dalam pelayaran dalam negeri moderat hingga tinggi dengan banyak
pemain lokal, sedangkan di pasar lepas pantai internasional, persaingan sangat ketat
dengan pemain global besar. Dalam jasa penempatan dan pemasangan rig lepas
pantai, persaingan sangat tinggi dengan beberapa pemain utama yang memiliki
keahlian teknis dan armada khusus.
Halaman - 34
Page 49
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
5.2. Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan,
peluang, dan ancaman untuk bisnis atau bahkan proyek tertentu. Berikut adalah SWOT
analysis untuk proyek penambahan kegiatan usaha aktivitas penunjang pertambangan dan
penggalian lainnya:
1. Analisis Kekuatan (Strenght)
• RTI merupakan perusahaan pelayaran dalam dan luar negeri yang telah
berpengalaman.
• RTI telah beradaptasi dengan situasi industri yang dinamis dibuktikan dengan rekam
jejak yang baik.
• RTI memiliki sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya.
• Kapasitas kapal yang dimiliki RTI memumpuni dalam beroperasi di industrinya.
• RTI memiliki kerjasama yang baik dengan pelanggan sehingga mampu
mempertahankan dan meningkatkan loyalitas pelanggan.
2. Analisis Kelemahan (Weakness)
• Tingginya biaya maintenance dan besarnya capex untuk docking.
• Unit armada atau kapal yang dimiliki oleh RTI masih belum terutilisasi maksimal.
• Proses perizinan dan regulasi yang rumit dapat menghambat proyek-proyek baru,
terutama dalam hal penempatan dan pemasangan instalasi pemboran.
• Meskipun ada dukungan pemerintah, infrastruktur maritim di beberapa daerah
masih kurang memadai, menghambat efisiensi operasional.
3. Analisis Kesempatan (Opportunity)
• Dengan meningkatnya permintaan energi di Indonesia dan global, ada peluang besar
untuk pertumbuhan dalam industri pemboran lepas pantai dan pelayaran terkait.
• Peluang untuk memperkuat teknologi dan keahlian melalui kemitraan dengan
perusahaan asing yang lebih berpengalaman dalam industri ini.
• Indonesia dapat memperluas operasinya ke negara-negara tetangga di Asia Tenggara
yang juga memiliki potensi sumber daya lepas pantai.
• Investasi dalam teknologi ramah lingkungan di sektor pelayaran dan pemboran lepas
pantai dapat meningkatkan daya saing dan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan
internasional.
4. Analisis Ancaman (Threat)
• Fluktuasi harga minyak dan gas di pasar global dapat mempengaruhi profitabilitas
industri pemboran lepas pantai.
• Indonesia menghadapi persaingan ketat dari negara-negara lain yang memiliki
teknologi lebih canggih dan biaya operasional yang lebih rendah.
• Operasi lepas pantai memiliki risiko lingkungan yang tinggi, dan insiden seperti
tumpahan minyak dapat merusak reputasi dan menimbulkan biaya yang besar.
• Resesi ekonomi global atau penurunan investasi internasional dalam industri energi
dapat menghambat pertumbuhan industri ini.
Halaman - 35
Page 50
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
5.3. Analisis Structure Conduct Performance
Berikut analisis Structure Conduct Performance (SCP) untuk RTI:
1. Structure
• RTI perusahaan publik Indonesia yang bergerak di penyediaan jasa logistik kelautan
untuk industri minyak dan batubara. RTI memiliki entitas anak PT Batuah Abadi Lines
yang memiliki potensi dan prospektif untuk kedepannya, dengan customers yang
sudah cukup lama menjalin kerjasama.
• RTI berpengalaman dalam bidang pelayaran dalam negeri dan luar negeri (khusus
lepas pantai) dan jasa penempatan dan pemasangan instalasi pemboran (drilling rig)
lepas pantai.
2. Conduct
• RTI bertujuan menjadi perusahaan regional yang dihormati dalam bisnis transportasi
laut dan dukungan operasi lepas pantai.
• RTI berkomitmen memberikan pelayanan memuaskan dan efisien kepada klien dan
mencapai standar internasional.
3. Performance
• RTI menunjukan performa keuangan yang baik dengan rasio keuangan yang
menunjukan nilai yang semakin membaik setiap tahunnya.
5.4. Analisis Pertimbangan Kualitatif atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Baru
Pertimbangan dalam melakukan rencana penambahan kegiatan usaha KBLI 09900 terbagi
atas pro dan kontra. Berikut adalah pro faktor atas rencana ini:
1. RTI merupakan perusahaan publik yang berpengalaman di bidang jasa logistik kelautan
untuk industri minyak dan batubara. Bersama entitas anaknya, PT Batuah Abadi Lines,
dapat menciptakan sinergi dalam mendorong kegiatan usaha utama RTI dan
memberikan nilai tambah yang lebih tinggi di masa depan.
2. RTI sangat optimis menghadapi tahun 2024. RTI telah menyiapkan rencana dan strategi
untuk menghadapi berbagai tantangan dan mengoptimalkan setiap peluang di tahun
2024. RTI akan tetap fokus pada kekuatan yang dimilikinya yang selama ini sudah telah
berhasil membangun reputasi yang sangat baik di industri pelayaran nasional. Pada
tahun 2024, RTI akan terus berupaya untuk memperkuat posisinya di industri pelayaran
nasional. Mengoptimalkan kinerja segmen kapal pendukung kegiatan angkutan
muatan di Indonesia dan memperluas cakupan area layanan hingga ke luar negeri
untuk memperluas pangsa pasar.
Halaman - 36
Page 51
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
Berikut adalah kontra faktor atas rencana ini:
1. Tingkat persaingan industri pelayaran dalam negeri dalam level moderat hingga tinggi
dengan banyak pemain lokal, sedangkan di pasar lepas pantai internasional persaingan
sangat ketat dengan pemain global besar.
2. Indonesia menghadapi persaingan ketat dari negara-negara lain yang memiliki
teknologi lebih canggih dan biaya operasional yang lebih rendah. Resesi ekonomi
global atau penurunan investasi internasional dalam industri energi dapat
menghambat pertumbuhan industri ini.
Halaman - 37
Page 52
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
BAB VI
ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN
Berikut adalah analisis kelayakan keuangan atas rencana penambahan kegiatan usaha aktivitas
penunjang pertambangan dan penggalian lainnya mengacu pada Pasal V SEOJK No 17/2020.
6.1. Biaya Pendirian (Start Up Costs), Modal Kerja, Sumber Pembiayaan, Pembelian, Biaya
Operasional dan Beban Usaha
Berdasarkan proyeksi manajemen RTI, rencana penambahan kegiatan usaha aktivitas
penunjang pertambangan dan penggalian lainnya diperlukan investasi awal sebesar Rp55
Miliar sedangkan posisi ekuitas RTI pada bulan Juni 2024 sebesar Rp758 Miliar, dengan
demikian transaksi ini adalah sebesar 7,25%, yakni dibawah 20% dari nilai ekuitas RTI. Dalam
rangka penambahan kegiatan usaha sumber pembiayaan investasi diperoleh dari pendanaan
utang perbankan. Besarnya Jumlah ini adalah untuk membiayai modal kerja, biaya
operasional dan beban usaha pada awal tahun proyeksi.
Figur 25. Modal Kerja
(Dalam Jutaan Rupiah)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Piutang Usaha 91.010 105.862 112.919 119.977 127.034
Persediaan 10.538 12.258 13.075 13.892 14.709
Utang Usaha 15.014 17.237 14.975 15.551 16.611
Keterangan 2030 2031 2032 2033 2034 2035
Piutang Usaha 127.034 127.034 127.034 127.034 127.034 127.034
Persediaan 14.709 14.709 14.709 14.709 14.709 14.709
Utang Usaha 19.208 18.429 17.222 16.925 15.126 15.947
Figur 26. Beban Usaha
(Dalam Jutaan Rupiah)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Biaya Operasional (34.731) (35.002) (35.274) (35.545) (34.161)
Keterangan 2030 2031 2032 2033 2034 2035
Biaya Operasional (35.545) (35.545) (35.545) (35.545) (35.545) (35.545)
6.2. Periode Proyeksi Keuangan
Berdasarkan tanggal cut off Studi Kelayakan yakni per 30 Juni 2024, maka periode proyeksi
dimulai per 1 Juli 2024 sampai dengan 30 Juni 2035.
Halaman - 38
Page 53
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
6.3. Review dan Penyesuaian Asumsi atas Proyeksi Keuangan Pendahuluan yang Disusun oleh
Manajemen
Dalam studi kelayakan ini umumnya kami melakukan review atas proyeksi keuangan
pendahuluan yang telah disiapkan manajemen. Berikut review kami atas proyeksi keuangan
tersebut:
1. Bobot beban maintenance terhadap pendapatan didapatkan dari rata-rata historis
kenaikan tahunan beban perbaikan, perawatan kapal, dan sewa peralatan.
2. Asumsi jumlah kontrak adalah sebesar 20 kontrak per tahun, kemudian menjadi 21 dan
22 di tahun 2028 dan 2029, dan stabil hingga akhir periode proyeksi.
Berdasarkan kondisi tersebut, kami melakukan penyusunan kembali atas model keuangan
dengan asumsi mendasar yang kami peroleh dari manajemen. Model keuangan tersebut
disusun untuk memperoleh secara mendetail informasi mengenai pendapatan dan biaya-
biaya.
6.4. Perbandingan Rasio Keuangan Sebelum dan Sesudah Penambahan Kegiatan Usaha Baru
Berikut adalah perbandingan rasio keuangan sebelum dan sesudah penambahan kegiatan
usaha baru RTI:
Figur 27. Rasio Keuangan Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha Baru RTI
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2035
GPM 25,38% 15,43% 29,32% 34,26% 34,67% 35,42%
OPM 13,19% 2,76% 17,38% 22,96% 23,94% 24,70%
NPM 11,99% -5,75% 10,30% 17,16% 19,26% 23,50%
ROE 4,33% -1,99% 3,81% 6,73% 8,00% 9,76%
ROA 4,45% -2,04% 3,91% 6,91% 8,21% 10,02%
Cash Ratio 8,00 8,00 8,00 8,00 8,00 8,00
Current Ratio 20,03 20,03 20,03 20,03 20,03 20,03
DER 2,62% 2,62% 2,62% 2,62% 2,62% 2,62%
DAR 2,56% 2,56% 2,56% 2,56% 2,56% 2,56%
Figur 28. Rasio Keuangan Sesudah Penambahan Kegiatan Usaha Baru RTI
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2035
GPM 33,49% 32,64% 41,86% 45,27% 45,73% 46,22%
OPM 23,72% 24,10% 33,79% 37,62% 38,44% 38,93%
NPM 94,94% 75,44% 85,22% 88,90% 91,03% 96,92%
ROE 10,38% 9,75% 16,47% 20,32% 22,51% 24,27%
ROA 10,65% 10,00% 16,90% 20,85% 23,10% 24,91%
Cash Ratio 8,00 8,00 8,00 8,00 8,00 8,00
Halaman - 39
Page 54
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2035
Current Ratio 20,03 20,03 20,03 20,03 20,03 20,03
DER 2,62% 2,62% 2,62% 2,62% 2,62% 2,62%
DAR 2,56% 2,56% 2,56% 2,56% 2,56% 2,56%
Pada rasio keuangan tersebut, diketahui bahwa proyeksi rasio keuangan setelah
penambahan kegiatan usaha menunjukan peningkatan dari sisi profitabilitas. Pada tahun
2035 Ratio Gross Profit Margin sebesar 46,22%, Operating Profit Margin 38,93%, Net Profit
Margin 96,92%, Return On Asset 24,27% dan Return On Equity 24,91%.
6.5. Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan
Proyeksi yang disusun pada laporan studi kelayakan ini berdasarkan proyeksi manajemen.
KJPP telah mengecek kembali asumsi terutama penyesuaian terkait pertumbuhan penjualan
terutama laju pertumbuhan mendekati tingkat terminasi dan hal tersebut telah didiskusikan
dengan manajemen. Berikut adalah asumsi-asumsi utama yang digunakan dalam
penyusunan proyeksi keuangan:
1. Berdasarkan tanggal cut off Studi Kelayakan yakni per 30 Juni 2024, maka periode
proyeksi dimulai per 1 Juli 2024 sampai dengan 30 Juni 2035.
2. Berdasarkan proyeksi manajemen, pendapatan RTI bersumber dari time-chartered,
shipment, dan transshipment.
3. Berdasarkan proyeksi manajemen, pertumbuhan pendapatan time-chartered pada
tahun 2025 sebesar 29,97%; 2026 sebesar 6,67%; 2027 sebesar 6,25%; dan 2028 sebesar
5,88%. Tahun 2029 hingga 2034 tidak terdapat pertumbuhan pendapatan.
4. Berdasarkan proyeksi manajemen, pertumbuhan pendapatan shipment pada tahun
2025 sebesar 7,14%; 2026 sebesar 6,67%; 2027 sebesar 6,25%; dan 2028 sebesar 5,88%.
Tahun 2029 hingga 2034 tidak terdapat pertumbuhan pendapatan.
5. Berdasarkan proyeksi manajemen, pertumbuhan pendapatan transshipment pada
tahun 2025 sebesar 0,99%; 2026 sebesar 6,67%; 2027 sebesar 6,25%; dan 2028 sebesar
5,88%. Tahun 2029 hingga 2034 tidak terdapat pertumbuhan pendapatan.
6. Berdasarkan proyeksi manajemen, persentase beban pokok terhadap pendapatan pada
tahun 2024 sebesar 66,51% hingga sebesar 53,78% pada tahun 2034.
7. Berdasarkan proyeksi manajemen, pertumbuhan beban operasi pada tahun 2025
sebesar 1,67%; 2026 sebesar 0,78%; 2027 sebesar 0,77%; dan 2028 sebesar 0,77%.
Tahun 2029 hingga 2034 tidak terdapat pertumbuhan beban operasi.
8. Asumsi perputaran modal kerja selama periode proyeksi adalah sebagai berikut:
Figur 29. Perputaran Modal Kerja
(dalam hari)
Perputaran Modal
2025 2026 2027 2028 2029 2035
Kerja
Piutang usaha 95 95 95 95 95 95
Piutang lain-lain 12 12 12 12 12 12
Investasi pada
135 135 135 135 135 135
obligasi
Biaya dibayar di muka 5 5 5 5 5 5
Halaman - 40
Page 55
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
Perputaran Modal
2025 2026 2027 2028 2029 2035
Kerja
Persediaan 11 11 11 11 11 11
Pajak dibayar di muka 13 13 13 13 13 13
Utang usaha 30 30 30 30 30 30
Utang lain-lain 1 1 1 1 1 1
Biaya yang masih
10 10 10 10 10 10
harus dibayar
Utang pajak 3 3 3 3 3 3
6.6. Ringkasan Proyeksi Keuangan
Berdasarkan asumsi-asumsi yang disampaikan di atas, berikut adalah ringkasan proyeksi
keuangan RTI:
Figur 30. Ringkasan Proyeksi Laba RTI
(Dalam Jutaan Rupiah)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Pendapatan 349.671 406.732 433.848 460.963 488.079
Harga Pokok Pendapatan (232.566) (273.968) (252.234) (252.277) (264.901)
Laba Kotor 117.104 132.764 181.614 208.686 223.178
Beban Operasional (34.161) (34.731) (35.002) (35.274) (35.545)
Laba (Rugi) Operasional 82.944 98.033 146.611 173.413 187.633
Laba (Rugi) Bersih 78.748 73.952 124.948 154.167 170.804
Keterangan 2030 2031 2032 2033 2034 2035
Pendapatan 488.079 488.079 488.079 488.079 488.079 488.079
Harga Pokok Pendapatan (287.635) (274.812) (269.003) (265.393) (261.393) (262.513)
Laba Kotor 200.444 213.267 219.076 222.686 226.686 225.566
Beban Operasional (35.545) (35.545) (35.545) (35.545) (35.545) (35.545)
Laba (Rugi) Operasional 164.900 177.722 183.531 187.142 191.142 190.022
Laba (Rugi) Bersih 150.814 166.379 174.931 181.285 185.285 184.165
Berdasarkan figur ringkasan proyeksi laba di atas, diketahui total pendapatan RTI pada tahun
2025 sebesar Rp349.671 juta, mengalami peningkatan setiap tahunnya hingga tahun 2029
sebesar Rp488.079 juta dan pada tahun 2030 hingga tahun 2035 tidak ada peningkatan. RTI
memperoleh laba bersih pada tahun 2025 sebesar Rp78.748 juta hingga mencapai sebesar
Rp184.165 juta di tahun 2035.
Halaman - 41
Page 56
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
Figur 31. Ringkasan Proyeksi Posisi Keuangan RTI
(Dalam Jutaan Rupiah)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Aset Lancar 398.672 414.298 517.792 654.580 828.715
Aset Tidak Lancar 444.412 725.426 706.990 688.644 650.297
Total Aset 843.084 1.139.724 1.224.783 1.343.224 1.479.012
Liabilitas Jangka Pendek 22.021 25.281 21.963 22.808 24.363
Liabilitas Jangka Panjang 2.908 222.336 185.765 149.193 112.622
Total Liabilitas 24.929 247.617 207.728 172.002 136.985
Total Ekuitas 818.155 892.108 1.017.055 1.171.223 1.342.027
Total Liabilitas dan
843.084 1.139.724 1.224.783 1.343.224 1.479.012
Ekuitas
Keterangan 2030 2031 2032 2033 2034 2035
Aset Lancar 976.243 1.121.050 1.266.043 1.481.905 1.653.787 1.883.188
Aset Tidak Lancar 620.821 604.678 596.276 561.262 572.027 527.995
Total Aset 1.597.064 1.725.728 1.862.318 2.043.168 2.225.814 2.411.183
Liabilitas Jangka
28.172 27.028 25.259 24.824 22.185 23.389
Pendek
Liabilitas Jangka
76.051 39.479 2.908 2.908 2.908 2.908
Panjang
Total Liabilitas 104.223 66.508 28.167 27.731 25.093 26.297
Total Ekuitas 1.492.841 1.659.221 1.834.152 2.015.436 2.200.721 2.384.885
Total Liabilitas dan
1.597.064 1.725.728 1.862.318 2.043.168 2.225.814 2.411.183
Ekuitas
Berdasarkan figur ringkasan proyeksi posisi keuangan di atas, diketahui total aset RTI pada
tahun 2025 sebesar Rp758.809 juta hingga mencapai sebesar Rp2.411.183 juta di tahun
2035. Total liabilitas pada tahun 2025 sebesar Rp19.401 juta hingga mencapai sebesar
Rp26.297 juta di tahun 2035. Total ekuitas pada tahun 2025 sebesar Rp739.408 juta hingga
mencapai sebesar Rp2.384.885 juta di tahun 2035.
Figur 32. Ringkasan Proyeksi Arus Kas RTI
(Dalam Jutaan Rupiah)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Arus Kas Aktivitas
107.164 133.832 206.544 233.227 250.573 244.100
Operasi
Arus Kas Aktivitas
(100.100) (380.000) (86.611) (80.000) (60.000) (60.000)
Investasi
Arus Kas Aktivitas
- 219.429 (36.571) (36.571) (36.571) (36.571)
Pendanaan
Kenaikan
(Penurunan) Kas dan 7.064 (26.740) 83.362 116.655 154.002 147.529
Setara Kas
Kas Awal Tahun 131.989 139.053 112.314 195.675 312.331 466.333
Kas Akhir Tahun 139.053 112.314 195.675 312.331 466.333 613.861
Halaman - 42
Page 57
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
Keterangan 2031 2032 2033 2034 2035
Arus Kas Aktivitas
251.379 268.175 275.863 295.548 289.401
Operasi
Arus Kas Aktivitas
(70.000) (86.611) (60.000) (123.667) (60.000)
Investasi
Arus Kas Aktivitas
(36.571) (36.571) - - -
Pendanaan
Kenaikan (Penurunan)
144.807 144.992 215.863 171.881 229.401
Kas dan Setara Kas
Kas Awal Tahun 613.861 758.668 903.661 1.119.524 1.291.405
Kas Akhir Tahun 758.668 903.661 1.119.524 1.291.405 1.520.806
Berdasarkan figur ringkasan proyeksi arus kas di atas, diketahui arus kas aktivitas pada tahun
2025 menunjukan arus kas positif sebesar Rp107.164 juta hingga sebesar Rp289.401 juta di
tahun 2035. Arus kas aktivitas investasi pada tahun 2025 menunjukan arus kas negatif
sebesar minus Rp100.100 juta hingga sebesar minus Rp60.000 juta di tahun 2035. Arus kas
aktivitas pendanaan pada tahun 2026 menunjukan arus kas positif sebesar Rp219.429 juta
dan pada tahun 2027 sampai dengan 2032 menunjukan arus kas positif sebesar Rp36.571
juta per tahun.
Figur 33. Analisis Profitabilitas RTI
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Gross Profit Margin 33,49% 32,64% 41,86% 45,27% 45,73%
Operating Profit Margin 23,72% 24,10% 33,79% 37,62% 38,44%
Net Profit Margin 22,52% 18,18% 28,80% 33,44% 35,00%
Keterangan 2030 2031 2032 2033 2034 2035
Gross Profit Margin 41,07% 43,70% 44,89% 45,63% 46,44% 46,22%
Operating Profit
33,79% 36,41% 37,60% 38,34% 39,16% 38,93%
Margin
Net Profit Margin 30,90% 34,09% 35,84% 37,14% 37,96% 37,73%
Berdasarkan figur analisis rasio profitabilitas di atas, diketahui rasio profitabilitas RTI tercatat
positif dari tahun 2025 sampai tahun 2035. Pada tahun 2035, gross profit margin, operating
profit margin, dan net profit margin RTI sebesar 46,22%; 38,93%; dan 37,73%.
6.7. Penetapan Tingkat Diskonto
Tingkat diskonto yang digunakan adalah biaya ekuitas yang diperoleh dengan
mengaplikasikan model Capital Asset Pricing Model (CAPM). Model ini menyatakan bahwa
biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistematis
dari sekuritas saham. Dengan formula sebagai berikut:
Ke = Rf + ß (Rm-Rf) + α
Halaman - 43
Page 58
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
Dimana :
Rf = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
ß = risiko sistimatis
Rm = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
Rp = selisih antara Rm dengan Rf
α = risiko spesifik
Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia, instrumen bebas risiko yang
dapat dipilih adalah yield obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
Terkait dengan cut off yang digunakan pada tanggal 30 Juni 2024, maka instrumen bebas
risiko yang dipilih adalah instrumen bebas risiko untuk jangka waktu 30 tahun dengan yield
sebesar 7,03%, maka yield tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian bebas risiko
(Rf). Data tersebut bersumber dari S&P Capital IQ.
Rp (Equity Risk Premium - ERP) adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko
dengan tingkat kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk
premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk premium. Dengan
mengikutkan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-
perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara berkembang (emerging
market). Dengan mengacu pada sumber Damodaran, dimana total equity risk yang diperoleh
sudah total equity risk premium, maka diperlukan penyesuaian CRP karena rf yang digunakan
mengacu pada risk free US.
Premi risiko pasar (Rm-Rf) ditentukan dengan menggunakan rujukan dari data Damodaran
yang dikeluarkan 1 Januari 2024 dengan risk premium untuk pasar negara berkembang
seperti Indonesia adalah sekitar 7,38% dengan Country Default Spread sebesar 2,78%.
α (Alpha). Faktor alpha merupakan risiko spesifik perusahaan yang mungkin mencerminkan
jenis properti, perusahaan dan premi risiko lainnya. Pada penugasan studi kelayakan ini,
faktor Alpha atau risiko spesifik RTI adalah 5,00%.
ß (Beta). Beta merupakan pengukur tingkat kepekaan pengembalian saham terhadap
pengembalian pasar saham secara keseluruhan (seperti index yang dikeluarkan oleh S&P 500
atau IHSG). Untuk Studi kelayakan ini kami menggunakan Beta dari industri sejenis.
Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan pembanding sebagai Beta
untuk menghitung cost of equity RTI, dimana beta tersebut dihitung dari nilai tengah
unlevered Beta. Cara ini dilakukan untuk menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-
masing perusahaan terhadap Beta. Perusahaan yang sama dengan leverage yang berbeda
akan memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh karena itu pengaruh leverage yang ada
di tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered Beta.
Halaman - 44
Page 59
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
Figur 34. Beta Unleverage Perusahaan Pembanding
Beta Beta
Nama Perusahaan Tax Market D/E
Leverage Unleverage
PT Buana Lintas Lautan Tbk 0,489 22,00% 131,09% 0,242
PT Trans Power Marine Tbk 0,472 22,00% 14,37% 0,425
PT Ancara Logistics Indonesia Tbk 0,063 22,00% 9,30% 0,059
PT IMC Pelita Logistik Tbk 0,526 22,00% 11,24% 0,484
PT Transcoal Pacific Tbk 0,873 22,00% 3,84% 0,848
PT Habco Trans Maritima Tbk 0,633 22,00% 7,04% 0,600
PT Hasnur Internasional Shipping Tbk 0,225 22,00% 26,62% 0,187
PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk 0,693 22,00% 41,44% 0,524
Median 0,454
Sumber: S&P Capital IQ, Diolah TOPAZ
Unlevered Beta dihitung dengan formula sebagai berikut:
βL
βu =
1 + (1-T) x DER
Dimana :
T = Tarif Pajak Penghasilan Badan
DER = Debt to equity ratio
βL = Beta levered yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
portofolio pasar dengan pengaruh hutang.
βu = Beta unlevered yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
secara obyektif dari responsifitas pengembalian perusahaan terhadap
pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
portofolio pasar tanpa pengaruh hutang.
Unlevered Beta median perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini adalah
sebesar 0,454 kemudian pajak yang digunakan sebesar 22,00% dengan formula Beta
Leverage sebagai berikut:
βL = βu x (1 + (1-T) x (Wd/We))
βL = 0,45 x (1 + (1-22,00%) x (9,51%/90,49%)
= 0,49
Figur 35. Biaya Modal untuk Ekuitas RTI dengan Tarif Pajak 22,00%
Keterangan Persentase
Risk Free Rate (Rf) 7,03%
Risk Premium Market (Rpm) 7,38%
Halaman - 45
Page 60
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
Keterangan Persentase
β (Beta) 0,49
CDS 2,78%
Specific Risk 5,00%
Cost Of Equity 12,87%
Sumber: S&P Capital IQ, Diolah TOPAZ
Risiko spesifik yang diaplikasikan adalah sebesar 5% berdasarkan kondisi spesifik perusahaan,
adapun perhitungan detil terdapat di lampiran keuangan dalam laporan ini. Dengan
mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan kekuatan atau kelebihan serta risiko yang
dihadapi, kami berpendapat bahwa tingkat diskonto sebesar 12,87% adalah wajar.
6.8. Analisis Titik Impas (Break Even Analysis)
Analisis titik Impas (Break Even Analysis) adalah metode yang digunakan dalam analisis
keuangan untuk menentukan titik di mana pendapatan yang diperoleh sama dengan biaya
total, sehingga perusahaan tidak mengalami keuntungan atau kerugian. Break Even Point
(“BEP”) adalah titik dimana pendapatan sama dengan modal yang dikeluarkan, tidak terjadi
kerugian atau keuntungan. Total keuntungan dan kerugian ada pada posisi 0 (nol). Hal
tersebut dapat terjadi bila perusahaan dalam operasinya menggunakan biaya tetap, dan
Volum penjualan hanya cukup untuk menutup biaya tetap dan biaya variabel.
Apabila penjualan hanya cukup untuk menutup biaya variabel dan sebagian biaya tetap,
maka artinya perusahaan menderita kerugian. Sebaliknya, bila penjualan melebihi biaya
variabel dan biaya tetap yang harus dikeluarkan, maka perusahaan tersebut akan
memperoleh keuntungan.
Dalam analisis ini, BEP dapat dihitung dalam jumlah unit atau pendapatan dengan rumus
sebagai berikut:
• BEP dalam Jumlah Unit = Biaya Tetap / (Harga Jual per Unit – Biaya Variabel per Unit)
• BEP dalam Pendapatan = Biaya Tetap / Kontribusi Margin Ratio
Dimana Kontribusi Margin Ratio = (Harga Jual per Unit – Biaya Variabel per Unit) / Harga
Jual per Unit
Figur 36. BEP dalam Unit dan Pendapatan
2025 2026 2027 2028 2029 2030
BEP (Unit) 6 5 4 4 4 4
BEP (Pendapatan, dalam Jutaan
102.003 106.401 83.615 77.915 77.735 86.551
Rupiah)
Fixed Cost (dalam Jutaan Rupiah) 34.161 34.731 35.002 35.274 35.545 35.545
Variable Cost (dalam Jutaan
11.628 13.698 12.612 12.013 12.041 13.074
Rupiah)
Harga Jual (dalam Jutaan Rupiah) 17.484 20.337 21.692 21.951 22.185 22.185
Jumlah Kontrak 20 20 20 21 22 22
Halaman - 46
Page 61
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
2031 2032 2033 2034 2035
BEP (Unit) 4 4 4 3 3
BEP (Pendapatan, dalam Jutaan Rupiah) 81.347 79.190 77.906 76.531 76.911
Fixed Cost (dalam Jutaan Rupiah) 35.545 35.545 35.545 35.545 35.545
Variable Cost (dalam Jutaan Rupiah) 12.491 12.227 12.063 11.881 11.932
Harga Jual (dalam Jutaan Rupiah) 22.185 22.185 22.185 22.185 22.185
Jumlah Kontrak 22 22 22 22 22
Berdasarkan perhitungan BEP di atas diketahui BEP dalam unit adalah 6 unit dan BEP dalam
pendapatan adalah Rp102.003 juta pada tahun 2025 hingga sebesar Rp76.911 juta pada
tahun 2035. Berdasarkan hal ini diketahui pada tahun 2025, kegiatan usaha baru RTI akan
membukukan laba usaha positif karena total penjualan pada tahun 2025 melebihi BEP
pendapatan dengan pendapatan sebesar Rp349.671 juta.
6.9. Analisis Profitabilitas (Overall Profitability) dan Tingkat Balikan Investasi (Overall Return
on Investment)
Rasio profitabilitas (Profitability Ratio) adalah serangkaian metrik keuangan yang digunakan
untuk mengevaluasi kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan keuntungan relatif
terhadap berbagai aspek dari aktivitas operasionalnya. Rasio-rasio ini memberikan gambaran
tentang efisiensi dan kinerja profitabilitas perusahaan dalam menghasilkan laba dari
penjualan, investasi, dan aset yang dimilikinya. Rasio keuangan yang digunakan dalam
analisis kegiatan usaha aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya adalah
Gross Profit Margin (“GPM”), Operating Profit Margin (“OPM”) dan Net Profit Margin
(“NPM”).
Pengembalian investasi (ROI) adalah ukuran kinerja yang digunakan untuk mengevaluasi
efisiensi atau profitabilitas suatu investasi atau membandingkan efisiensi sejumlah investasi
yang berbeda. ROI mencoba mengukur secara langsung jumlah pengembalian investasi
tertentu, relatif terhadap biaya investasi. Rasio ini dihitung dalam bentuk persentase.
Figur 37. Analisis Profitabilitas dan Tingkat Balikan Investasi
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Overall Profitability
GPM 33,49% 32,64% 41,86% 45,27% 45,73% 41,07%
OPM 23,72% 24,10% 33,79% 37,62% 38,44% 33,79%
NPM 22,52% 18,18% 28,80% 33,44% 35,00% 30,90%
Overall Return on
18,01% 16,91% 28,57% 35,25% 39,06% 34,48%
Investment
Keterangan 2031 2032 2033 2034 2035
Overall Profitability
GPM 43,70% 44,89% 45,63% 46,44% 46,22%
OPM 36,41% 37,60% 38,34% 39,16% 38,93%
NPM 34,09% 35,84% 37,14% 37,96% 37,73%
Halaman - 47
Page 62
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
Keterangan 2031 2032 2033 2034 2035
Overall Return on
38,04% 40,00% 41,45% 42,37% 42,11%
Investment
Berdasarkan figur di atas diketahui bahwa rasio profitabilitas dan tingkat balikan investasi
menunjukkan rasio positif mulai tahun 2025. GPM terproyeksi sebesar 33,49% pada tahun
2025 hingga sebesar 46,22% pada tahun 2035, sementara OPM dan NPM terproyeksi sebesar
38,93% dan 37,73% di tahun 2035. Untuk ROI terproyeksi mencapai 42,11% di tahun 2035.
6.10. Analisis Kelayakan Finansial dengan Net Present Value (“NPV”), Internal Rate of Return
(“IRR”), Payback Period dan Profitability Index
Berdasarkan analisis kelayakan finansial proyek secara keseluruhan atas penambahan
kegiatan usaha aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya, diperoleh hasil
perhitungan sebagai berikut:
Figur 38. Analisis Kelayakan Finansial Net Present Value (“NPV”), Internal Rate of Return
(“IRR”), Payback Period dan Profitability Index
(Dalam Jutaan Rupiah)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Laba Rugi 45.881 89.066 96.071 103.075 110.080
Depresiasi - - - - -
Perubahan Modal Kerja (52.657) (47.844) (6.829) (6.829) (6.829)
Capex - - - - -
Perubahan Ekuitas
Capital Outlay (55.000) - - - -
Total Arus Kas (55.000) (6.776) 41.222 89.242 96.246 103.251
df 1,00 0,89 0,78 0,70 0,62 0,55
PV Arus Kas (55.000) (6.003) 32.355 62.056 59.292 56.352
NPV 149.052
IRR 62,63%
Payback Period 2 Tahun 3 Bulan
Profitability Index 3,71
Net Present Value (“NPV”)
NPV adalah perbedaan antara nilai sekarang dari arus kas yang masuk dan nilai sekarang dari
arus kas keluar pada sebuah waktu periode. NPV biasanya digunakan untuk menganalisa
keuntungan dalam sebuah proyek yang akan dilaksanakan. NPV yang positif menandakan
bahwa proyeksi pendapatan yang dihasilkan oleh sebuah proyek atau investasi melebihi dari
proyeksi biaya yang dikeluarkan. NPV yang positif berarti proyek akan menghasilkan
keuntungan sebaliknya NPV negatif akan menghasilkan kerugian.
NPV dihitung dengan menilai-kinikan arus kas pada periode proyeksi dengan tingkat diskonto
12,87% sebagaimana dipaparkan pada sub bab 6.6. Arus kas pada periode proyeksi
merupakan arus kas ekuitas karena tidak terdapat pendanaan pihak ketiga atas kegiatan
Halaman - 48
Page 63
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
usaha ini. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa NPV kegiatan usaha baru KBLI
09900 RTI sebesar Rp149.052 juta. NPV yang positif berarti kegiatan usaha ini akan
memberikan keuntungan bagi RTI. Besaran NPV bernilai positif (NPV>0) yang didasarkan
pada konsep mendiskonto seluruh aliran kas ke nilai sekarang untuk mendapatkan nilai netto.
Perhitungan rate of return yang merupakan indikator tingkat efisiensi dari suatu investasi
juga lebih besar dari discount rate.
Internal Rate of Return (“IRR”)
IRR, atau tingkat pengembalian internal, adalah metrik yang digunakan dalam analisis
keuangan untuk memperkirakan profitabilitas investasi potensial. IRR adalah tingkat
diskonto yang menjadikan nilai bersih sekarang (NPV) seluruh arus kas sama dengan nol
dalam analisis arus kas yang didiskontokan. Perhitungan IRR mmenggunakan rumus yang
sama seperti NPV. Jika IRR suatu proyek lebih besar daripada tingkat diskonto maka NPV yang
dihasilkan positif. Pada perhitungan di atas diketahui IRR adalah sebesar 62,63% lebih besar
dari tingkat diskonto 12,87%.
Payback Period
Payback period adalah lamanya waktu yang diperlukan untuk memulihkan biaya suatu
investasi atau lamanya waktu yang dibutuhkan investor untuk mencapai titik impas.
Pengembalian dana yang lebih pendek berarti investasi yang lebih menarik, sedangkan
periode pengembalian yang lebih lama kurang diminati. Payback period dihitung dengan
membagi jumlah investasi dengan arus kas tahunan. Pada proyeksi kegiatan usaha baru KBLI
09900 RTI di atas diketahui bahwa arus kas pada awal periode negative karena modal kerja
yang besar. Margin profitabiltas untuk bisnis ini besar dengan nilai di atas 30% pada setiap
tahun proyeksinya. Hal ini tercermin dari hasil payback period sebesar 2 tahun dan 3 bulan
yakni pada tahun 2027, dimana arus kas yang digunakan dalam perhitungan adalah arus kas
yang telah dinilai-kinikan.
Profitability Index
Profitability Index (PI), juga dikenal sebagai Profit Investment Ratio (PIR) atau Value
Investment Ratio (VIR), adalah suatu metode evaluasi investasi yang digunakan untuk
mengukur keberhasilan suatu proyek atau investasi dengan membandingkan nilai sekarang
dari arus kas yang diharapkan dari proyek tersebut dengan nilai investasi awal. Profitability
Index adalah rasio antara nilai sekarang dari arus kas bersih masa depan yang diharapkan dari
suatu investasi dengan nilai investasi awal. Semakin tinggi nilai Profitability Index, semakin
besar nilai sekarang dari arus kas yang diharapkan relatif terhadap biaya investasi awal, yang
menandakan proyek yang lebih menguntungkan. Berdasarkan perhitungan di atas diketahui,
PI di hitung dengan membandingkan nilai kini arus kas pada tahun pertama hingga kelima
dengan nilai investasi awal. Berdasarkan perhitungan di atas diketahui bahwa PI adalah 3,71
kali yang berarti nilai arus kas sebesar 3,71 kali atas total biaya yang dikeluarkan.
Dengan hasil analisis tersebut, kegiatan usaha baru KBLI 09900 RTI layak dilakukan karena
NPV positif, IRR lebih besar dari tingkat diskonto, payback period yang tidak panjang dan
PI yang lebih besar dari 1.
Halaman - 49
Page 64
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
6.11. Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas dilakukan pada 3 (tiga) faktor yaitu kenaikan discount factor, penurunan
jumlah penjualan dan kenaikan beban operasional. Berikut adalah analisis sensitivitas atas
studi kelayakan penambahan kegiatan usaha baru aktivitas penunjang pertambangan dan
penggalian lainnya:
Figur 39. Analisis Sensitivitas
Variabel NPV IRR Payback Periode Profitability Index
Kenaikan Injeksi Modal
10% 143.552 58% 2 Tahun 4 Bulan 3,37
15% 140.802 56% 2 Tahun 4 Bulan 3,23
20% 138.052 54% 2 Tahun 4 Bulan 3,09
Penurunan Laba Bersih
10% 118.959 53% 2 Tahun 5 Bulan 3,16
15% 103.912 48% 2 Tahun 7 Bulan 2,89
20% 88.865 44% 2 Tahun 8 Bulan 2,62
Berdasarkan hasil analisis di atas diketahui:
1. Kenaikan Injeksi Modal
a. Jika terjadi kenaikan injeksi modal sebesar 10%, NPV menunjukan hasil yang positif
sebesar Rp143.552 juta, IRR menunjukan sebesar 58%, payback period menjadi 2
tahun 4 bulan dan profitability index menunjukan nilai 3,37.
b. Jika terjadi kenaikan injeksi modal sebesar 15%, NPV menunjukan hasil yang positif
sebesar Rp140.802 juta, IRR menunjukan sebesar 56%, payback period menjadi 2
tahun 4 bulan dan profitability index menunjukan nilai 3,23.
c. Jika terjadi kenaikan injeksi modal sebesar 20%, NPV menunjukan hasil yang positif
sebesar Rp138.052 juta, IRR menunjukan sebesar 54%, payback period menjadi 2
tahun 4 bulan dan profitability index menunjukan nilai 3,09.
2. Penurunan Laba Bersih
a. Jika terjadi penurunan laba bersih sebesar 10%, NPV menunjukan hasil yang positif
sebesar Rp118.959 juta, IRR menunjukan sebesar 53%, payback period menjadi 2
tahun 5 bulan dan profitability index menunjukan nilai 3,16.
b. Jika terjadi penurunan laba bersih sebesar 15%, NPV menunjukan hasil yang positif
sebesar Rp103.912 juta, IRR menunjukan sebesar 48%, payback period menjadi 2
tahun 7 bulan dan profitability index menunjukan nilai 2,89.
c. Jika terjadi penurunan laba bersih sebesar 20%, NPV menunjukan hasil yang positif
sebesar Rp88.865 juta, IRR menunjukan sebesar 44%, payback period menjadi 2
tahun 8 bulan dan profitability index menunjukan nilai 2,62.
Berdasarkan hasil analisis di atas menunjukkan bahwa penambahan kegiatan usaha bersifat
tidak sensitif terhadap kenaikan injeksi modal dan penurunan laba bersih.
Halaman - 50
Page 65
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
6.12. Kesimpulan Analisis Kelayakan Keuangan
Berdasarkan kajian dan analisis keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat
semua asumsi-asumsi yang telah diproyeksikan dapat terpenuhi, maka disimpulkan bahwa
studi kelayakan atas penambahan kegiatan usaha baru aktivitas penunjang pertambangan
dan penggalian lainnya adalah layak untuk dijalankan. Analisis kelayakan keuangan atas
penambahan kegiatan usaha ini adalah:
1. Analisis Titik Impas (Break Even Analysis)
BEP dalam unit adalah 6 unit dan BEP dalam pendapatan adalah Rp102.003 juta pada
tahun 2025 hingga sebesar Rp76.911 juta pada tahun 2035. Berdasarkan hal ini diketahui
pada tahun 2025, kegiatan usaha baru RTI akan membukukan laba usaha positif karena
total penjualan pada tahun 2025 melebihi BEP pendapatan dengan pendapatan sebesar
Rp349.671 juta.
2. Analisis Profitabilitas (Overall Profitability) dan Tingkat Balikan Investasi (Overall Return
on Investment)
Rasio profitabilitas dan tingkat balikan investasi menunjukkan rasio positif mulai tahun
2025. GPM terproyeksi sebesar 33,49% pada tahun 2025 hingga sebesar 46,22% pada
tahun 2035, sementara OPM dan NPM terproyeksi sebesar 38,93% dan 37,73% di tahun
2035. Untuk ROI terproyeksi mencapai 42,11% di tahun 2035.
3. Analisis Kelayakan Finansial dengan Net Present Value (“NPV”), Internal Rate of Return
(“IRR”), Payback Period dan Profitability Index
1. Net Present Value (NVP) sebesar Rp149.052 juta;
2. Internal Rate of Return (IRR) sebesar 62,63%;
3. Payback Period adalah selama 2 tahun dan 3 bulan; dan
4. Profitability Index sebesar 3,71.
Dengan hasil analisis tersebut, kegiatan usaha aktivitas penunjang pertambangan dan
penggalian lainnya layak dilakukan karena NPV positif, IRR lebih besar dari tingkat
diskonto, payback period yang tidak terlalu panjang dan PI yang lebih besar dari 1.
5. Analisis Sensitivitas
Berdasarkan hasil analisis sensitivitas, menunjukkan bahwa penambahan kegiatan
usaha bersifat tidak sensitif terhadap kenaikan injeksi modal dan penurunan laba bersih.
Halaman - 51
Page 66
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
BAB VII
KESIMPULAN
Berdasarkan kajian, evaluasi terhadap aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek
model manajemen, dan aspek keuangan dengan syarat seluruh aspek tersebut terpenuhi.
Maka disimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha aktivitas penunjang pertambangan
dan penggalian lainnya yang akan dilakukan oleh RTI adalah layak.
Halaman - 52
Page 67
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”)
Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Rig Tenders Indonesia Tbk (“RTI”)
BAB VIII
KUALIFIKASI PENILAI USAHA
Penilai Usaha yang menandatangani laporan penilaian usaha ini merupakan Penilai Usaha
bersertifikat dengan perizinan sebagai berikut:
No. Izin Penilai Publik : B-1.17.00481
No. MAPPI : 12-S-03723
No. STTD : STTD.PB-04/PJ-1/PM.223/2023
No. IKNB : 158/NB.122/STTD-P/2019
Halaman - 53
Page 68
LAMPIRAN KEUANGAN
Page 69
Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa IUJP BS tanpa IUJP (dalam Jutaan Rupiah) Juni 2025 Juni 2026 Juni 2027 Juni 2028 Juni 2029 Juni 2030 Juni 2031 Juni 2032 Juni 2033 Juni 2034 Juni 2035 Aset Aset Lancar Kas dan bank 145.829 77.867 71.987 92.396 143.147 180.596 215.323 250.236 356.019 417.821 537.143 Piutang usaha 71.334 68.383 72.941 77.500 82.059 82.059 82.059 82.059 82.059 82.059 82.059 Piutang lain-lain 9.011 8.638 9.214 9.790 10.365 10.365 10.365 10.365 10.365 10.365 10.365 Investasi pada obligasi 101.369 97.175 103.654 110.132 116.610 116.610 116.610 116.610 116.610 116.610 116.610 Biaya dibayar di muka 3.754 3.599 3.839 4.079 4.319 4.319 4.319 4.319 4.319 4.319 4.319 Persediaan 8.260 7.918 8.446 8.974 9.502 9.502 9.502 9.502 9.502 9.502 9.502 Pajak dibayar di muka 9.761 9.358 9.981 10.605 11.229 11.229 11.229 11.229 11.229 11.229 11.229 Jumlah Aset Lancar 349.318 272.937 280.062 313.475 377.231 414.680 449.408 484.321 590.104 651.906 771.227 Aset Tidak Lancar Aset tetap - bersih 443.581 724.595 706.160 687.813 649.467 619.990 603.847 595.445 560.432 571.196 527.164 Uang jaminan 831 831 831 831 831 831 831 831 831 831 831 Jumlah Aset Tidak Lancar 444.412 725.426 706.990 688.644 650.297 620.821 604.678 596.276 561.262 572.027 527.995 Jumlah Aset 793.730 998.363 987.052 1.002.119 1.027.528 1.035.501 1.054.086 1.080.596 1.151.366 1.223.933 1.299.222 Liabilitas dan Ekuitas Liabilitas Jangka Pendek Utang usaha 12.646 12.864 10.398 10.770 11.626 14.224 13.444 12.237 11.941 10.142 10.963 Utang lain-lain 422 429 347 359 388 474 448 408 398 338 365 Biaya yang masih harus dibayar 4.215 4.288 3.466 3.590 3.875 4.741 4.481 4.079 3.980 3.381 3.654 Utang pajak 1.265 1.286 1.040 1.077 1.163 1.422 1.344 1.224 1.194 1.014 1.096 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 18.548 18.867 15.250 15.796 17.052 20.862 19.718 17.948 17.513 14.874 16.079 Liabilitas Jangka Panjang Liabilitas imbalan pascakerja 2.908 2.908 2.908 2.908 2.908 2.908 2.908 2.908 2.908 2.908 2.908 Pinjaman Perbankan - 219.429 182.857 146.286 109.714 73.143 36.571 (0) (0) (0) (0) Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 2.908 222.336 185.765 149.193 112.622 76.051 39.479 2.908 2.908 2.908 2.908 Jumlah Liabilitas 21.455 241.203 201.015 164.990 129.674 96.912 59.197 20.856 20.421 17.782 18.986 Ekuitas Modal dasar 60.913 60.913 60.913 60.913 60.913 60.913 60.913 60.913 60.913 60.913 60.913 Tambahan modal disetor 376.426 376.426 376.426 376.426 376.426 376.426 376.426 376.426 376.426 376.426 376.426 Selisih kurs 522.613 522.613 522.613 522.613 522.613 522.613 522.613 522.613 522.613 522.613 522.613 Laba (Rugi) Ditahan (187.677) (202.791) (173.914) (122.822) (62.097) (21.363) 34.937 99.789 170.994 246.199 320.284 Jumlah Ekuitas 772.274 757.160 786.037 837.129 897.854 938.589 994.889 1.059.740 1.130.946 1.206.151 1.280.236 Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 793.730 998.363 987.052 1.002.119 1.027.528 1.035.501 1.054.086 1.080.596 1.151.366 1.223.933 1.299.222
Page 70
PL tanpa IUJP dalam Jutaan Rupiah Amount in IDR Juni 2025 Juni 2026 Juni 2027 Juni 2028 Juni 2029 Juni 2030 Juni 2031 Juni 2032 Juni 2033 Juni 2034 Juni 2035 Revenue Time chartered 85.680 65.610 69.984 74.358 78.732 78.732 78.732 78.732 78.732 78.732 78.732 Shipment 111.658 119.633 127.609 135.584 143.560 143.560 143.560 143.560 143.560 143.560 143.560 Transshipment 76.734 77.490 82.656 87.822 92.988 92.988 92.988 92.988 92.988 92.988 92.988 Floating Crane - - - - - - - - - - - Total Revenue 274.072 262.733 280.249 297.764 315.280 315.280 315.280 315.280 315.280 315.280 315.280 Direct Cost Depreciation (84.055) (98.986) (105.047) (98.347) (98.347) (89.476) (86.143) (95.013) (95.013) (112.902) (104.032) Maintenance (16.567) (15.882) (16.941) (18.000) (19.058) (19.058) (19.058) (19.058) (19.058) (19.058) (19.058) Other Direct Cost (103.889) (107.335) (76.098) (79.397) (88.578) (120.182) (110.693) (96.014) (92.403) (70.514) (80.505) Gross Profit 69.560 40.530 82.164 102.021 109.296 86.563 99.386 105.195 108.805 112.805 111.685 Operating Expenses (33.405) (33.291) (33.466) (33.642) (33.817) (33.817) (33.817) (33.817) (33.817) (33.817) (33.817) Operating Income 36.156 7.239 48.697 68.379 75.480 52.746 65.569 71.378 74.988 78.988 77.868 Other Income (Expenses) Interest expense - (19.200) (16.457) (13.714) (10.971) (8.229) (5.486) (2.743) - - - Interest income - - - - - - - - - - - Gain /(Loss) on Sale of Fixed Asset - - - - - - - - - - - Others - - - - - - - - - - - Final Tax (3.289) (3.153) (3.363) (3.573) (3.783) (3.783) (3.783) (3.783) (3.783) (3.783) (3.783) Total Other Income (Expenses) (3.289) (22.353) (19.820) (17.287) (14.755) (12.012) (9.269) (6.526) (3.783) (3.783) (3.783) Net Profit 32.867 (15.114) 28.877 51.092 60.725 40.735 56.300 64.852 71.205 75.205 74.085
Page 71
Proyeksi Arus Kas Tanpa IUJP CF tanpa IUJP (dalam Jutaan Rupiah) Juni 2025 Juni 2026 Juni 2027 Juni 2028 Juni 2029 Juni 2030 Juni 2031 Juni 2032 Juni 2033 Juni 2034 Juni 2035 Arus Kas dari Aktivitas Operasi Laba Bersih 32.867 (15.114) 28.877 51.092 60.725 40.735 56.300 64.852 71.205 75.205 74.085 Depresiasi 84.055 98.986 105.047 98.347 98.347 89.476 86.143 95.013 95.013 112.902 104.032 Perubahan Modal Kerja Piutang usaha (507) 2.951 (4.559) (4.559) (4.559) - - - - - - Piutang lain-lain (513) 373 (576) (576) (576) - - - - - - Investasi pada obligasi (2.149) 4.194 (6.478) (6.478) (6.478) - - - - - - Biaya dibayar di muka (503) 155 (240) (240) (240) - - - - - - Persediaan (557) 342 (528) (528) (528) - - - - - - Pajak dibayar di muka (806) 404 (624) (624) (624) - - - - - - Utang usaha 1.084 218 (2.466) 373 856 2.598 (780) (1.207) (297) (1.799) 821 Utang lain-lain 110 7 (82) 12 29 87 (26) (40) (10) (60) 27 Biaya yang masih harus dibayar 713 73 (822) 124 285 866 (260) (402) (99) (600) 274 Utang pajak 147 22 (247) 37 86 260 (78) (121) (30) (180) 82 Total Arus Kas dari Aktivitas Operasi 113.940 92.609 117.302 136.980 147.322 134.021 141.299 158.095 165.783 185.469 179.321 Total Arus Kas untuk Investasi (100.100) (380.000) (86.611) (80.000) (60.000) (60.000) (70.000) (86.611) (60.000) (123.667) (60.000) Arus Kas untuk Pendanaan Penerimaan Pinjaman - 256.000 - - - - - - - - - Pembayaran Pinjaman - (36.571) (36.571) (36.571) (36.571) (36.571) (36.571) (36.571) - - - Total Arus Kas untuk Pendanaan - 219.429 (36.571) (36.571) (36.571) (36.571) (36.571) (36.571) - - - Kenaikan (Penurunan) Kas dan Setara Kas 13.840 (67.962) (5.880) 20.409 50.751 37.449 34.728 34.913 105.783 61.802 119.321 Kas Awal Periode 131.989 145.829 77.867 71.987 92.396 143.147 180.596 215.323 250.236 356.019 417.821 Kas Aakhir Periode 145.829 77.867 71.987 92.396 143.147 180.596 215.323 250.236 356.019 417.821 537.143
Page 72
Proyeksi Posisi Keuangan Dengan IUJP BS dengan IUJP (dalam Jutaan Rupiah) Juni 2025 Juni 2026 Juni 2027 Juni 2028 Juni 2029 Juni 2030 Juni 2031 Juni 2032 Juni 2033 Juni 2034 Juni 2035 Aset Aset Lancar Kas dan bank 139.053 112.314 195.675 312.331 466.333 613.861 758.668 903.661 1.119.524 1.291.405 1.520.806 Piutang usaha 91.010 105.862 112.919 119.977 127.034 127.034 127.034 127.034 127.034 127.034 127.034 Piutang lain-lain 11.496 13.372 14.263 15.155 16.046 16.046 16.046 16.046 16.046 16.046 16.046 Investasi pada obligasi 129.330 150.435 160.464 170.493 180.522 180.522 180.522 180.522 180.522 180.522 180.522 Biaya dibayar di muka 4.790 5.572 5.943 6.315 6.686 6.686 6.686 6.686 6.686 6.686 6.686 Persediaan 10.538 12.258 13.075 13.892 14.709 14.709 14.709 14.709 14.709 14.709 14.709 Pajak dibayar di muka 12.454 14.486 15.452 16.418 17.384 17.384 17.384 17.384 17.384 17.384 17.384 Jumlah Aset Lancar 398.672 414.298 517.792 654.580 828.715 976.243 1.121.050 1.266.043 1.481.905 1.653.787 1.883.188 Aset Tidak Lancar Aset tetap - bersih 443.581 724.595 706.160 687.813 649.467 619.990 603.847 595.445 560.432 571.196 527.164 Uang jaminan 831 831 831 831 831 831 831 831 831 831 831 Jumlah Aset Tidak Lancar 444.412 725.426 706.990 688.644 650.297 620.821 604.678 596.276 561.262 572.027 527.995 Jumlah Aset 843.084 1.139.724 1.224.783 1.343.224 1.479.012 1.597.064 1.725.728 1.862.318 2.043.168 2.225.814 2.411.183 Liabilitas dan Ekuitas Liabilitas Jangka Pendek Utang usaha 15.014 17.237 14.975 15.551 16.611 19.208 18.429 17.222 16.925 15.126 15.947 Utang lain-lain 500 575 499 518 554 640 614 574 564 504 532 Biaya yang masih harus dibayar 5.005 5.746 4.992 5.184 5.537 6.403 6.143 5.741 5.642 5.042 5.316 Utang pajak 1.501 1.724 1.497 1.555 1.661 1.921 1.843 1.722 1.693 1.513 1.595 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 22.021 25.281 21.963 22.808 24.363 28.172 27.028 25.259 24.824 22.185 23.389 Liabilitas Jangka Panjang Liabilitas imbalan pascakerja 2.908 2.908 2.908 2.908 2.908 2.908 2.908 2.908 2.908 2.908 2.908 Pinjaman Perbankan - 219.429 182.857 146.286 109.714 73.143 36.571 (0) (0) (0) (0) Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 2.908 222.336 185.765 149.193 112.622 76.051 39.479 2.908 2.908 2.908 2.908 Jumlah Liabilitas 24.929 247.617 207.728 172.002 136.985 104.223 66.508 28.167 27.731 25.093 26.297 Ekuitas Modal dasar 60.913 60.913 60.913 60.913 60.913 60.913 60.913 60.913 60.913 60.913 60.913 Tambahan modal disetor 376.426 376.426 376.426 376.426 376.426 376.426 376.426 376.426 376.426 376.426 376.426 Selisih kurs 522.613 522.613 522.613 522.613 522.613 522.613 522.613 522.613 522.613 522.613 522.613 Laba (Rugi) Ditahan (141.796) (67.844) 57.104 211.271 382.076 532.890 699.269 874.200 1.055.485 1.240.769 1.424.934 Jumlah Ekuitas 818.155 892.108 1.017.055 1.171.223 1.342.027 1.492.841 1.659.221 1.834.152 2.015.436 2.200.721 2.384.885 Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 843.084 1.139.724 1.224.783 1.343.224 1.479.012 1.597.064 1.725.728 1.862.318 2.043.168 2.225.814 2.411.183
Page 73
PL dengan IUJP dalam Jutaan Rupiah BEP (Pendapatan, dalam Jutaan Rupiah) 102002,622 106401,471 83615,4608 77914,9685 77734,5228 86550,7657 81346,9251 79189,9905 77906,0425 76531,3483 76911,3482 Amount in IDR Juni 2025 Juni 2026 Juni 2027 Juni 2028 Juni 2029 Juni 2030 Juni 2031 Juni 2032 Juni 2033 Juni 2034 Juni 2035 Revenue Time chartered 161.279 209.609 223.583 237.557 251.531 251.531 251.531 251.531 251.531 251.531 251.531 Shipment 111.658 119.633 127.609 135.584 143.560 143.560 143.560 143.560 143.560 143.560 143.560 Transshipment 76.734 77.490 82.656 87.822 92.988 92.988 92.988 92.988 92.988 92.988 92.988 Floating Crane - - - - - - - - - - - Total Revenue 349.671 406.732 433.848 460.963 488.079 488.079 488.079 488.079 488.079 488.079 488.079 Direct Cost Depreciation (84.055) (98.986) (105.047) (98.347) (98.347) (89.476) (86.143) (95.013) (95.013) (112.902) (104.032) Maintenance (21.137) (24.587) (26.226) (27.865) (29.504) (29.504) (29.504) (29.504) (29.504) (29.504) (29.504) Other Direct Cost (127.374) (150.396) (120.962) (126.065) (137.051) (168.654) (159.165) (144.486) (140.875) (118.987) (128.977) Gross Profit 117.104 132.764 181.614 208.686 223.178 200.444 213.267 219.076 222.686 226.686 225.566 Operating Expenses (34.161) (34.731) (35.002) (35.274) (35.545) (35.545) (35.545) (35.545) (35.545) (35.545) (35.545) Operating Income 82.944 98.033 146.611 173.413 187.633 164.900 177.722 183.531 187.142 191.142 190.022 Other Income (Expenses) Interest expense - (19.200) (16.457) (13.714) (10.971) (8.229) (5.486) (2.743) 0 0 0 Interest income - - - - - - - - - - - Gain /(Loss) on Sale of Fixed Asset - - - - - - - - - - - Others - - - - - - - - - - - Final Tax (4.196) (4.881) (5.206) (5.532) (5.857) (5.857) (5.857) (5.857) (5.857) (5.857) (5.857) Total Other Income (Expenses) (4.196) (24.081) (21.663) (19.246) (16.828) (14.086) (11.343) (8.600) (5.857) (5.857) (5.857) Net Profit 78.748 73.952 124.948 154.167 170.804 150.814 166.379 174.931 181.285 185.285 184.165
Page 74
Proyeksi Arus Kas Dengan IUJP CF dengan IUJP (dalam Jutaan Rupiah) Juni 2025 Juni 2026 Juni 2027 Juni 2028 Juni 2029 Juni 2030 Juni 2031 Juni 2032 Juni 2033 Juni 2034 Juni 2035 Arus Kas dari Aktivitas Operasi Laba Bersih 78.748 73.952 124.948 154.167 170.804 150.814 166.379 174.931 181.285 185.285 184.165 Depresiasi 84.055 98.986 105.047 98.347 98.347 89.476 86.143 95.013 95.013 112.902 104.032 Perubahan Modal Kerja Piutang usaha (20.184) (14.852) (7.057) (7.057) (7.057) - - - - - - Piutang lain-lain (2.999) (1.876) (891) (891) (891) - - - - - - Investasi pada obligasi (30.110) (21.105) (10.029) (10.029) (10.029) - - - - - - Biaya dibayar di muka (1.539) (782) (371) (371) (371) - - - - - - Persediaan (2.836) (1.720) (817) (817) (817) - - - - - - Pajak dibayar di muka (3.498) (2.032) (966) (966) (966) - - - - - - Utang usaha 3.452 2.223 (2.262) 576 1.060 2.598 (780) (1.207) (297) (1.799) 821 Utang lain-lain 189 74 (75) 19 35 87 (26) (40) (10) (60) 27 Biaya yang masih harus dibayar 1.503 741 (754) 192 353 866 (260) (402) (99) (600) 274 Utang pajak 384 222 (226) 58 106 260 (78) (121) (30) (180) 82 Total Arus Kas dari Aktivitas Operasi 107.164 133.832 206.544 233.227 250.573 244.100 251.379 268.175 275.863 295.548 289.401 Total Arus Kas untuk Investasi (100.100) (380.000) (86.611) (80.000) (60.000) (60.000) (70.000) (86.611) (60.000) (123.667) (60.000) Arus Kas untuk Pendanaan Penerimaan Pinjaman - 256.000 - - - - - - - - - Pembayaran Pinjaman - (36.571) (36.571) (36.571) (36.571) (36.571) (36.571) (36.571) - - - Total Arus Kas untuk Pendanaan - 219.429 (36.571) (36.571) (36.571) (36.571) (36.571) (36.571) - - - Kenaikan (Penurunan) Kas dan Setara Kas 7.064 (26.740) 83.362 116.655 154.002 147.529 144.807 144.992 215.863 171.881 229.401 Kas Awal Periode 131.989 139.053 112.314 195.675 312.331 466.333 613.861 758.668 903.661 1.119.524 1.291.405 Kas Aakhir Periode 139.053 112.314 195.675 312.331 466.333 613.861 758.668 903.661 1.119.524 1.291.405 1.520.806
Page 75
Nilai Tambah Posisi Keuangan BS Nilai Tambah IUJP (dalam Jutaan Rupiah) Juni 2025 Juni 2026 Juni 2027 Juni 2028 Juni 2029 Juni 2030 Juni 2031 Juni 2032 Juni 2033 Juni 2034 Juni 2035 Aset Aset Lancar Kas dan bank (6.776) 34.447 123.689 219.935 323.186 433.266 543.345 653.425 763.504 873.584 983.663 Piutang usaha 19.676 37.479 39.978 42.476 44.975 44.975 44.975 44.975 44.975 44.975 44.975 Piutang lain-lain 2.485 4.734 5.050 5.365 5.681 5.681 5.681 5.681 5.681 5.681 5.681 Investasi pada obligasi 27.961 53.260 56.811 60.361 63.912 63.912 63.912 63.912 63.912 63.912 63.912 Biaya dibayar di muka 1.036 1.973 2.104 2.236 2.367 2.367 2.367 2.367 2.367 2.367 2.367 Persediaan 2.278 4.340 4.629 4.918 5.208 5.208 5.208 5.208 5.208 5.208 5.208 Pajak dibayar di muka 2.693 5.129 5.471 5.813 6.154 6.154 6.154 6.154 6.154 6.154 6.154 Jumlah Aset Lancar 49.354 141.361 237.731 341.105 451.483 561.563 671.642 781.722 891.801 1.001.881 1.111.960 Aset Tidak Lancar Aset tetap - bersih - - - - - - - - - - - Uang jaminan - - - - - - - - - - - Jumlah Aset Tidak Lancar - - - - - - - - - - - Jumlah Aset 49.354 141.361 237.731 341.105 451.483 561.563 671.642 781.722 891.801 1.001.881 1.111.960 Liabilitas dan Ekuitas Liabilitas Jangka Pendek Utang usaha 2.368 4.373 4.577 4.781 4.985 4.985 4.985 4.985 4.985 4.985 4.985 Utang lain-lain 79 146 153 159 166 166 166 166 166 166 166 Biaya yang masih harus dibayar 789 1.458 1.526 1.594 1.662 1.662 1.662 1.662 1.662 1.662 1.662 Utang pajak 237 437 458 478 498 498 498 498 498 498 498 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 3.473 6.414 6.713 7.012 7.311 7.311 7.311 7.311 7.311 7.311 7.311 Liabilitas Jangka Panjang Liabilitas imbalan pascakerja - - - - - - - - - - - Pinjaman Perbankan - - - - - - - - - - - Jumlah Liabilitas Jangka Panjang - - - - - - - - - - - Jumlah Liabilitas 3.473 6.414 6.713 7.012 7.311 7.311 7.311 7.311 7.311 7.311 7.311 Ekuitas Modal dasar - - - - - - - - - - - Tambahan modal disetor - - - - - - - - - - - Selisih kurs - - - - - - - - - - - Laba (Rugi) Ditahan 45.881 134.947 231.018 334.093 444.173 554.252 664.332 774.411 884.491 994.570 1.104.650 Jumlah Ekuitas 45.881 134.947 231.018 334.093 444.173 554.252 664.332 774.411 884.491 994.570 1.104.650 Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 49.354 141.361 237.731 341.105 451.483 561.563 671.642 781.722 891.801 1.001.881 1.111.960
Page 76
PL Nilai Tambah IUJP dalam Jutaan Rupiah Amount in IDR Juni 2025 Juni 2026 Juni 2027 Juni 2028 Juni 2029 Juni 2030 Juni 2031 Juni 2032 Juni 2033 Juni 2034 Juni 2035 Revenue Time chartered 75.599 143.999 153.599 163.199 172.799 172.799 172.799 172.799 172.799 172.799 172.799 Shipment - - - - - - - - - - - Transshipment - - - - - - - - - - - Floating Crane - - - - - - - - - - - Total Revenue 75.599 143.999 153.599 163.199 172.799 172.799 172.799 172.799 172.799 172.799 172.799 Direct Cost Depreciation - - - - - - - - - - - Maintenance (4.570) (8.705) (9.285) (9.865) (10.446) (10.446) (10.446) (10.446) (10.446) (10.446) (10.446) Other Direct Cost (23.485) (43.060) (44.864) (46.668) (48.472) (48.472) (48.472) (48.472) (48.472) (48.472) (48.472) Gross Profit 47.544 92.234 99.450 106.665 113.881 113.881 113.881 113.881 113.881 113.881 113.881 Operating Expenses (756) (1.440) (1.536) (1.632) (1.728) (1.728) (1.728) (1.728) (1.728) (1.728) (1.728) Operating Income 46.788 90.794 97.914 105.033 112.153 112.153 112.153 112.153 112.153 112.153 112.153 Other Income (Expenses) Interest expense - - - - - - - - 0 0 0 Interest income - - - - - - - - - - - Gain /(Loss) on Sale of Fixed Asset - - - - - - - - - - - Others - - - - - - - - - - - Final Tax (907) (1.728) (1.843) (1.958) (2.074) (2.074) (2.074) (2.074) (2.074) (2.074) (2.074) Total Other Income (Expenses) (907) (1.728) (1.843) (1.958) (2.074) (2.074) (2.074) (2.074) (2.074) (2.074) (2.074) Net Profit 45.881 89.066 96.071 103.075 110.080 110.080 110.080 110.080 110.080 110.080 110.080
Page 77
Nilai Tambah Arus Kas Nilai Tambah CF IUJP (dalam Jutaan Rupiah) Juni 2025 Juni 2026 Juni 2027 Juni 2028 Juni 2029 Juni 2030 Juni 2031 Juni 2032 Juni 2033 Juni 2034 Juni 2035 Arus Kas dari Aktivitas Operasi Laba Bersih 45.881 89.066 96.071 103.075 110.080 110.080 110.080 110.080 110.080 110.080 110.080 Depresiasi - - - - - - - - - - - Perubahan Modal Kerja Piutang usaha (19.676) (17.803) (2.499) (2.499) (2.499) - - - - - - Piutang lain-lain (2.485) (2.249) (316) (316) (316) - - - - - - Investasi pada obligasi (27.961) (25.299) (3.551) (3.551) (3.551) - - - - - - Biaya dibayar di muka (1.036) (937) (132) (132) (132) - - - - - - Persediaan (2.278) (2.061) (289) (289) (289) - - - - - - Pajak dibayar di muka (2.693) (2.436) (342) (342) (342) - - - - - - Utang usaha 2.368 2.005 204 204 204 - - (0) 0 (0) 0 Utang lain-lain 79 67 7 7 7 (0) 0 (0) 0 (0) 0 Biaya yang masih harus dibayar 789 668 68 68 68 - 0 (0) 0 - - Utang pajak 237 200 20 20 20 - 0 (0) 0 - 0 Total Arus Kas dari Aktivitas Operasi (6.776) 41.222 89.242 96.246 103.251 110.080 110.080 110.080 110.080 110.080 110.080 Total Arus Kas untuk Investasi - - - - - - - - - - - Arus Kas untuk Pendanaan Penerimaan Pinjaman - - - - - - - - - - - Pembayaran Pinjaman - - - - - - - - - - - Total Arus Kas untuk Pendanaan - - - - - - - - - - - Kenaikan (Penurunan) Kas dan Setara Kas (6.776) 41.222 89.242 96.246 103.251 110.080 110.080 110.080 110.080 110.080 110.080 Kas Awal Periode - (6.776) 34.447 123.689 219.935 323.186 433.266 543.345 653.425 763.504 873.584 Kas Aakhir Periode (6.776) 34.447 123.689 219.935 323.186 433.266 543.345 653.425 763.504 873.584 983.663
Page 78
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Rig Tender Indonesia Tbk
per 30 Juni 2024
dalam Jutaan Rupiah
1 2 3 4 5
2025 2026 2027 2028 2029
Laba Rugi 45.881 89.066 96.071 103.075 110.080
Depresiasi - - - - -
Perubahan Modal Kerja (52.657) (47.844) (6.829) (6.829) (6.829)
Capex - - - - -
Perubahan Ekuitas
Capital Outlay (55.000) - - - -
Terminal Value
Total Arus Kas (55.000) (6.776) 41.222 89.242 96.246 103.251
df 1,00 0,89 0,78 0,70 0,62 0,55
PV Arus Kas (55.000) (6.003) 32.355 62.056 59.292 56.352
4.941
NPV 149.052
IRR 62,63%
Payback Period 2 Tahun 3 Bulan 68.689 (8,56)
Profitability Index 3,71 9,236288
Page 79
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Rig Tender Indonesia Tbk
per 30 Juni 2024
dalam Jutaan Rupiah
2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035
Overall Profitability
GPM 33,49% 32,64% 41,86% 45,27% 45,73% 41,07% 43,70% 44,89% 45,63% 46,44% 46,22%
OPM 23,72% 24,10% 33,79% 37,62% 38,44% 33,79% 36,41% 37,60% 38,34% 39,16% 38,93%
NPM 22,52% 18,18% 28,80% 33,44% 35,00% 30,90% 34,09% 35,84% 37,14% 37,96% 37,73%
Overall Return on Investment 18,01% 16,91% 28,57% 35,25% 39,06% 34,48% 38,04% 40,00% 41,45% 42,37% 42,11%
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035
BEP (Unit) 6 5 4 4 4 4 4 4 4 3 3
BEP (Pendapatan, dalam Jutaan Rupiah) 102.003 106.401 83.615 77.915 77.735 86.551 81.347 79.190 77.906 76.531 76.911
Fixed Cost (da l a m Jutaa n Rupi a h) 34.161 34.731 35.002 35.274 35.545 35.545 35.545 35.545 35.545 35.545 35.545
Variable Cost (da l a m Jutaa n Rupi a h) 11.628 13.698 12.612 12.013 12.041 13.074 12.491 12.227 12.063 11.881 11.932
Ha rga Jua l (da l a m Jutaa n Rupi a h) 17.484 20.337 21.692 21.951 22.185 22.185 22.185 22.185 22.185 22.185 22.185
Juml a h Kontra k 20 20 20 21 22 22 22 22 22 22 22
Page 80
Analisis Sensitivitas Injeksi Modal Naik 10% Laba Bersih turun 10% NPV 143.552 NPV 118.959 IRR 58% IRR 53% Payback Period 2 Tahun 4 Bulan Payback Period 2 Tahun 5Bulan Profitability Index 3,37 Profitability Index 3,16 Injeksi Modal Naik 15% Laba Bersih turun 15% NPV 140.802 NPV 103.912 IRR 56% IRR 48% Payback Period 2 Tahun 4 Bulan Payback Period 2 Tahun 7 Bulan Profitability Index 3,23 Profitability Index 2,89 Injeksi Modal Naik 20% Laba Bersih turun 20% NPV 138.052 NPV 88.865 IRR 54% IRR 44% Payback Period 2 Tahun 4 Bulan Payback Period 2 Tahun 8 Bulan Profitability Index 3,09 Profitability Index 2,62
Page 81
JENIS MODAL Biaya Modal Komposisi Tertimbang
Wd 7,18% 9,51% 0,68%
We 12,87% 90,49% 11,65%
12,33%
PERHITUNGAN COST OF EQUITY PERHITUNGAN COST OF DEBT
Risk Free Rate (Rf) 7,03% a Bunga Bank 9,21%
Risk Premium M arket (Rpm ) 7,38% b Pajak 22,00%
β (Beta) 0,49
CDS 2,78%
Sr 5,00%
COST OF EQUITY 12,87% COST OF DEBT 7,18%
Unleverage Beta ==========> 0,45 BL
BU =
1 + (( 1 - t ) x (W d/W e ))
Leverage Beta Perusahaan Dinilai ==========> 0,49 BL = BU x (1+(1-T) x (W d/W e ))
Keterangan :
Rf : Tingkat Balikan Bebas Risiko
Rpm : Tingkat Balikan Yang Diharapkan Oleh Pasar Ekuitas
β : Ukuran Risiko Sistematis
Rs : Premi Untuk Risiko Spesifik Perusahaan
Page 82
Company Unlevere Total Market MVIC /
Company Name Company Description Beta Tax Rate Total Debt Sales EBITDA EBIT EARNING Total Asset Equity EV MVIC D/E EV/Sales PBV PER Period
Thicker d Beta Cap EBITDA
PT Buana Lintas Lautan Tbk operates as an oil and gas tanker
IDX:BULL PT Buana Lintas Lautan Tbk company in Indonesia, Singapore, and Marshall Island. It 0,489 0,242 22,00% 2.604 1.986 2.365 1.075 852 453 6.037 2.483 4.357 4.590 131,09% 1,84 0,80 4,39 4,27 31-Mar-24
operates through Oil, FPSO and FSO Tankers; Gas Tankers;
PT Trans Power Marine Tbk provides bulk cargo
IDX:TPMA PT Trans Power Marine Tbk transportation and transshipment services primarily in 0,472 0,425 22,00% 266 1.849 1.005 503 309 315 1.927 1.557 1.808 2.114 14,37% 1,80 1,19 5,87 4,20 31-Mar-24
Indonesia and Southeast Asia. The company operates
PT Ancara Logistics Indonesia Tbk engages in the sea
IDX:ALII PT Ancara Logistics Indonesia Tbk transportation, transshipment, and intermediate stockpile 0,063 0,059 22,00% 503 5.412 946 348 303 168 2.256 1.556 5.799 5.916 9,30% 6,13 3,48 32,20 16,99 31-Mar-24
services in Indonesia. It operates through Coal Barging and
PT IMC Pelita Logistik Tbk provides integrated logistics and
IDX:PSSI PT IMC Pelita Logistik Tbk sea transportation solutions primarily for coal mining 0,526 0,484 22,00% 261 2.326 1.466 543 400 412 3.260 2.759 1.402 2.587 11,24% 0,96 0,84 5,64 4,77 31-Mar-24
companies in Indonesia. It operates through three
PT Transcoal Pacific Tbk, a shipping company, provides
IDX:TCPI PT Transcoal Pacific Tbk vessel charter and freight services in Indonesia. It operates 0,873 0,848 22,00% 1.448 37.750 1.870 507 349 197 3.804 2.147 39.212 39.198 3,84% 20,97 17,58 191,97 77,35 31-Mar-24
through Sea transportation Business and Other Business
PT Habco Trans Maritima Tbk owns and operates bulk
IDX:HATM PT Habco Trans Maritima Tbk carriers. The company provides barges, transshipment, and 0,633 0,600 22,00% 117 1.666 629 266 216 203 1.086 859 1.599 1.783 7,04% 2,54 1,94 8,22 6,70 31-Mar-24
bulk carrier services. It also transports goods using ships
PT Hasnur Internasional Shipping Tbk offers river and sea
IDX:HAIS PT Hasnur Internasional Shipping Tbk
commodity shipping transportation and logistics services in 0,225 0,187 22,00% 144 541 955 192 155 137 951 696 533 685 26,62% 0,56 0,78 3,96 3,58 31-Mar-24
Indonesia. It operates through two segments, Shipping and
PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk, together with its
IDX:BSML PT Bintang Samudera Mandiri Linessubsidiary
Tbk PT Bintang Samudera Mandiri Persada, provides 0,693 0,524 22,00% 93 224 280 36 28 17 263 128 316 317 41,44% 1,13 1,75 13,38 8,77 31-Mar-24
sea transportation and logistics services in Indonesia. The
Average 0,421 5.436 51.754 15,828
Median 0,454 5,732
Page 83
I.26 SUKU BUNGA PINJAMAN RUPIAH YANG DIBERIKAN I.26 INTEREST RATE OF RUPIAH LOANS
MENURUT KELOMPOK
(PersenBANK DAN JENIS PINJAMAN
Per Tahun) BY GROUP OF BANKS
(Percent AND
Per TYPE OF LOANS
Annum)
2 0 18 2 0 19 2020 2021 2022 2023 2024
G R O UP O F B A N KS A N D T Y P E O F
KE LO M P O K B A N K D A N J E N IS P IN J A M A N
M ay J un J ul A ug Sep Oct Nov D ec Jan F eb M ar A pr M a y* LO A N S
1 B a nk P e rs e ro S t a t e B a nk s 1
2 P injaman M o dal Kerja Yang Diberikan 10,00 9,72 8,77 8,34 8,29 8,86 8,88 8,97 8,99 8,96 8,95 8,94 8,93 8,92 8,93 8,94 8,92 8,96 Wo rking Capital Lo ans 2
3 P injaman Investasi Yang Diberikan 10,34 9,75 8,87 8,49 8,72 9,28 9,30 9,38 9,38 9,40 9,41 9,41 9,41 9,44 9,46 9,47 9,47 9,46 Investment Lo ans 3
4 P injaman Ko nsumsi Yang Diberikan 11,20 11,44 10,56 10,14 9,65 9,56 9,52 9,49 9,45 9,41 9,35 9,31 9,27 9,24 9,21 9,13 9,10 9,07 Co nsumer Lo ans 4
5 B a nk P e m e rint a h D a e ra h R e gio na l G o v e rnm e nt B a nk s 5
6 P injaman M o dal Kerja Yang Diberikan 11,23 10,80 10,22 9,45 8,85 9,11 9,07 9,13 9,16 11,15 11,59 9,19 9,02 8,97 9,01 8,99 9,01 9,03 Wo rking Capital Lo ans 6
7 P injaman Investasi Yang Diberikan 11,05 11,04 10,40 9,35 9,16 9,14 9,11 9,14 9,12 9,10 9,13 9,10 9,06 9,06 9,12 9,10 9,10 9,09 Investment Lo ans 7
8 P injaman Ko nsumsi Yang Diberikan 12,21 11,75 11,48 11,09 10,64 10,55 10,52 10,50 10,49 10,47 10,45 10,43 10,40 10,41 10,41 10,39 10,38 10,38 Co nsumer Lo ans 8
9 B a nk S wa s t a N a s io na l P riv a t e N a t io na l B a nk s 9
10 P injaman M o dal Kerja Yang Diberikan 10,95 10,54 9,70 9,13 9,17 9,23 9,21 9,18 9,14 9,09 9,12 9,08 9,01 9,06 8,98 8,92 8,97 8,96 Wo rking Capital Lo ans 10
11 P injaman Investasi Yang Diberikan 10,67 10,02 8,81 8,22 8,28 8,44 8,37 8,33 8,30 8,27 8,24 8,23 8,23 8,26 8,27 8,23 8,23 8,26 Investment Lo ans 11
12 P injaman Ko nsumsi Yang Diberikan 11,41 11,10 10,65 10,13 10,54 10,67 10,55 10,56 10,57 10,57 10,59 10,75 10,69 10,96 10,94 10,88 10,87 10,88 Co nsumer Lo ans 12
13 B a nk A s ing da n B a nk C a m pura n F o re ign B a nk s a nd J o int B a nk s 13
14 P injaman M o dal Kerja Yang Diberikan 8,04 7,83 6,76 5,69 6,55 6,92 6,90 6,93 7,06 7,06 7,08 6,94 6,92 6,90 6,90 6,94 7,00 7,09 Wo rking Capital Lo ans 14
15 P injaman Investasi Yang Diberikan 7,56 8,83 7,24 6,20 7,91 8,26 8,25 8,12 8,13 8,17 8,32 8,41 8,51 8,47 8,48 8,42 8,42 8,40 Investment Lo ans 15
16 P injaman Ko nsumsi Yang Diberikan 23,87 22,91 22,07 23,23 23,12 23,62 23,37 22,82 23,01 23,22 23,31 21,63 22,14 22,38 22,58 22,34 22,63 22,83 Co nsumer Lo ans 16
17 B a nk Um um C o m m e rc ia l B a nk s 17
18 P injaman M o dal Kerja Yang Diberikan 10,34 10,03 9,15 8,59 8,60 8,93 8,93 8,95 8,96 9,02 9,05 8,91 8,86 8,87 8,84 8,83 8,85 8,86 Wo rking Capital Lo ans 18
19 P injaman Investasi Yang Diberikan 10,38 9,90 8,88 8,35 8,51 8,85 8,82 8,84 8,83 8,82 8,82 8,82 8,81 8,84 8,86 8,85 8,85 8,85 Investment Lo ans 19
20 P injaman Ko nsumsi Yang Diberikan 11,73 11,62 10,97 10,53 10,36 10,35 10,29 10,27 10,25 10,23 10,21 10,17 10,13 10,21 10,19 10,13 10,12 10,12 Co nsumer Lo ans 20
-Sejak periode data Agustus 2017, terdapat perubahan cakupan Bank Swasta Nasional dan Pemerintah akibat adanya perubahan status pada salah satu bank -Since the data period of August 2017, there is a channge of coverage of National Private Bank and Government Bank due to status change for one of the banks
Page 84
Market Charts
Period: 1 Year Metric: Rate/ Yield (%)
Frequency: Daily
Last Change % Change As Of
30y Indonesia Bond 7.03 % 0.00 0.00 7/30/2024
Rate/ Yield (%) - 7/28/2023 to 7/30/2024 - Daily
Pricing Date 30y Indonesia Bond
10/07/2024 7,03
09/07/2024 7,03
08/07/2024 7,03
05/07/2024 7,03
04/07/2024 7,03
03/07/2024 7,03
02/07/2024 7,03
01/07/2024 7,03
28/06/2024 7,03
27/06/2024 7,03
26/06/2024 7,03
25/06/2024 7,03
24/06/2024 7,03
21/06/2024 7,03
20/06/2024 7,03
19/06/2024 7,03
18/06/2024 7,03
Page 85
Specific Risk
Source: http://www.willamette.com/insights_journal/08/summer_2008_2.pdf
Assessment: RIGS Specific
Description
Yes/No Risk
A Negative Risk Factors
1 Operating history, volatility of revenues and earnings 5,00% No 5%
2 Lack of product diversification 3,00% No 0%
3 Computer systems obsolescence 0,50% No 0%
4 Key technology dependence 1,00% No 0%
5 Inability to affect competitive product pricing 0,50% No 0%
6 Lack of customer diversification 8,00% No 0%
7 Lack of competitive marketing resources 0,50% No 0%
8 Financing issues 2,00% No 0%
9 Legal/ Permit/ Aggreement issues 2,00% No 0%
10 Key supplier dependence 0,00% No 0%
11 Distribution system obsolescence 0,00% No 0%
12 Financial reporting and internal control systems obsolescence 0,50% No 0%
B Positive Risk Factors
1 Long-term product sale contracts with well-established customers 0,00% No 0%
2 Ownership/license of proprietary patents, copyrights, trademarks, and trade secrets -1,00% No 0%
Total Specific Risk 22,00% 5%
Page 86
Country and Equity Risk Premiums
Date of update: 1-Jan-24
Enter the current risk premium for a mature equity market 4,60%
Do you want to adjust the country default spread for the additional volatility of the equity market to get to a country premium? Yes
If yes, enter the multiplier to use on the default spread (See worksheet for volatility numbers for selected emerging markets) 1,34
Rating-based Default Total Equity Risk Country Risk Sovereign CDS, net of Total Equity Risk Country Risk
Country Africa Moody's rating
Spread Premium Premium US Premium2 Premium3 Has to b e sorted in ascending order
Abu Dhabi Middle East Aa2 0,54% 5,32% 0,72% 0,17% 4,83% 0,23% Rating
Default spread in b asis points
Albania Eastern Europe & Russia B1 4,90% 11,18% 6,58% NA NA NA A1 77
Andorra (Principality of) Western Europe Baa2 2,07% 7,38% 2,78% NA NA NA A2 92
Angola Africa B3 7,08% 14,11% 9,51% 7,24% 14,32% 9,72% A3 131
Argentina Central and South America Ca 13,07% 22,15% 17,55% NA NA NA Aa1 44
Armenia Eastern Europe & Russia Ba3 3,92% 9,86% 5,26% NA NA NA Aa2 54
Aruba Caribbean Baa2 2,07% 7,38% 2,78% NA NA NA Aa3 65
Australia Australia & New Zealand Aaa 0,00% 4,60% 0,00% 0,00% 4,60% 0,00% Aaa 0
Austria Western Europe Aa1 0,44% 5,18% 0,58% 0,00% 4,60% 0,00% B1 490
Azerbaijan Eastern Europe & Russia Ba1 2,73% 8,26% 3,66% NA NA NA B2 599
Bahamas Caribbean B1 4,90% 11,18% 6,58% NA NA NA B3 708
Bahrain Middle East B2 5,99% 12,64% 8,04% 2,16% 7,50% 2,90% Ba1 273
Bangladesh Asia B1 4,90% 11,18% 6,58% NA NA NA Ba2 328
Barbados Caribbean B3 7,08% 14,11% 9,51% NA NA NA Ba3 392
Belarus Eastern Europe & Russia C 17,50% 28,09% 23,49% NA NA NA Baa1 174
Belgium Western Europe Aa3 0,65% 5,48% 0,88% 0,00% 4,60% 0,00% Baa2 207
Belize Central and South America Caa2 9,81% 17,77% 13,17% NA NA NA Baa3 239
Benin Africa B1 4,90% 11,18% 6,58% NA NA NA C 1750
Bermuda Caribbean A2 0,92% 5,84% 1,24% NA NA NA Ca 1307
Bolivia Central and South America Caa1 8,17% 15,57% 10,97% NA NA NA Caa1 817
Bosnia and Herzegovina Eastern Europe & Russia B3 7,08% 14,11% 9,51% NA NA NA Caa2 981
Botswana Africa A3 1,31% 6,35% 1,75% NA NA NA Caa3 1090
Brazil Central and South America Ba2 3,28% 9,00% 4,40% 1,81% 7,03% 2,43% NR NA
Bulgaria Eastern Europe & Russia Baa1 1,74% 6,94% 2,34% 0,89% 5,79% 1,19%
Burkina Faso Africa Caa1 8,17% 15,57% 10,97% NA NA NA
Cambodia Asia B2 5,99% 12,64% 8,04% NA NA NA
Cameroon Africa Caa1 8,17% 15,57% 10,97% 8,56% 16,09% 11,49%
Canada North America Aaa 0,00% 4,60% 0,00% 0,00% 4,60% 0,00%
Cape Verde Africa B3 7,08% 14,11% 9,51% NA NA NA
Cayman Islands Caribbean Aa3 0,65% 5,48% 0,88% NA NA NA
Chile Central and South America A2 0,92% 5,84% 1,24% 0,57% 5,37% 0,77%
China Asia A1 0,77% 5,63% 1,03% 0,41% 5,15% 0,55%
Colombia Central and South America Baa2 2,07% 7,38% 2,78% 2,16% 7,50% 2,90%
Congo (Democratic Republic of) Africa B3 7,08% 14,11% 9,51% NA NA NA
Congo (Republic of) Africa Caa2 9,81% 17,77% 13,17% NA NA NA
Cook Islands Australia & New Zealand B1 4,90% 11,18% 6,58% NA NA NA
Costa Rica Central and South America B1 4,90% 11,18% 6,58% 2,53% 8,00% 3,40%
Côte d'Ivoire Africa Ba3 3,92% 9,86% 5,26% NA NA NA
Croatia Eastern Europe & Russia Baa2 2,07% 7,38% 2,78% 0,76% 5,62% 1,02%
Cuba Caribbean Ca 13,07% 22,15% 17,55% NA NA NA
Curacao Caribbean Baa3 2,39% 7,81% 3,21% NA NA NA
Cyprus Western Europe Baa2 2,07% 7,38% 2,78% 0,53% 5,31% 0,71%
Czech Republic Eastern Europe & Russia Aa3 0,65% 5,48% 0,88% 0,00% 4,60% 0,00%
Denmark Western Europe Aaa 0,00% 4,60% 0,00% 0,00% 4,60% 0,00%
Dominican Republic Caribbean Ba3 3,92% 9,86% 5,26% NA NA NA
Ecuador Central and South America Caa3 10,90% 19,23% 14,63% 52,16% 74,62% 70,02%
Egypt Africa Caa1 8,17% 15,57% 10,97% 9,55% 17,42% 12,82%
El Salvador Central and South America Caa3 10,90% 19,23% 14,63% 7,82% 15,10% 10,50%
Estonia Eastern Europe & Russia A1 0,77% 5,63% 1,03% 0,02% 4,63% 0,03%
Ethiopia Africa Caa2 9,81% 17,77% 13,17% 31,73% 47,20% 42,60%
Fiji Asia B1 4,90% 11,18% 6,58% NA NA NA
Finland Western Europe Aa1 0,44% 5,18% 0,58% 0,00% 4,60% 0,00%
France Western Europe Aa2 0,54% 5,32% 0,72% 0,00% 4,60% 0,00%
Gabon Africa Caa1 8,17% 15,57% 10,97% NA NA NA
Georgia Eastern Europe & Russia Ba2 3,28% 9,00% 4,40% NA NA NA
Germany Western Europe Aaa 0,00% 4,60% 0,00% 0,00% 4,60% 0,00%
Ghana Africa Caa3 10,90% 19,23% 14,63% NA NA NA
Greece Western Europe Ba1 2,73% 8,26% 3,66% 0,70% 5,54% 0,94%
Guatemala Central and South America Ba1 2,73% 8,26% 3,66% NA NA NA
Guernsey (States of) Western Europe A1 0,77% 5,63% 1,03% NA NA NA
Honduras Central and South America B1 4,90% 11,18% 6,58% NA NA NA
Hong Kong Asia Aa3 0,65% 5,48% 0,88% 0,02% 4,63% 0,03%
Hungary Eastern Europe & Russia Baa2 2,07% 7,38% 2,78% 1,37% 6,44% 1,84%
Iceland Western Europe A2 0,92% 5,84% 1,24% 0,30% 5,00% 0,40%
India Asia Baa3 2,39% 7,81% 3,21% 0,41% 5,15% 0,55%
Indonesia Asia Baa2 2,07% 7,38% 2,78% 0,74% 5,59% 0,99%
Iraq Middle East Caa1 8,17% 15,57% 10,97% 4,56% 10,72% 6,12%
Ireland Western Europe Aa3 0,65% 5,48% 0,88% 0,00% 4,60% 0,00%
Isle of Man Western Europe Aa3 0,65% 5,48% 0,88% NA NA NA
Israel Middle East A1 0,77% 5,63% 1,03% 0,99% 5,93% 1,33%
Italy Western Europe Baa3 2,39% 7,81% 3,21% 0,76% 5,62% 1,02%
Jamaica Caribbean B1 4,90% 11,18% 6,58% NA NA NA
Japan Asia A1 0,77% 5,63% 1,03% 0,00% 4,60% 0,00%
Jersey (States of) Western Europe Aa3 0,65% 5,48% 0,88% NA NA NA
Jordan Middle East B1 4,90% 11,18% 6,58% NA NA NA
Kazakhstan Eastern Europe & Russia Baa2 2,07% 7,38% 2,78% 1,18% 6,18% 1,58%
Kenya Africa B3 7,08% 14,11% 9,51% 6,46% 13,27% 8,67%
Korea Asia Aa2 0,54% 5,32% 0,72% 0,00% 4,60% 0,00%
Kuwait Middle East A1 0,77% 5,63% 1,03% 0,25% 4,94% 0,34%
Kyrgyzstan Eastern Europe & Russia B3 7,08% 14,11% 9,51% NA NA NA
Laos Asia Caa3 10,90% 19,23% 14,63% NA NA NA
Latvia Eastern Europe & Russia A3 1,31% 6,35% 1,75% 0,36% 5,08% 0,48%
Lebanon Middle East C 17,50% 28,09% 23,49% NA NA NA
Liechtenstein Western Europe Aaa 0,00% 4,60% 0,00% NA NA NA
Lithuania Eastern Europe & Russia A2 0,92% 5,84% 1,24% 0,32% 5,03% 0,43%
Luxembourg Western Europe Aaa 0,00% 4,60% 0,00% NA NA NA
Macao Asia Aa3 0,65% 5,48% 0,88% NA NA NA
Macedonia Eastern Europe & Russia Ba3 3,92% 9,86% 5,26% NA NA NA
Malaysia Asia A3 1,31% 6,35% 1,75% 0,28% 4,98% 0,38%
Maldives Asia Caa1 8,17% 15,57% 10,97% NA NA NA
Mali Africa Caa2 9,81% 17,77% 13,17% NA NA NA
Malta Western Europe A2 0,92% 5,84% 1,24% NA NA NA
Mauritius Africa Baa3 2,39% 7,81% 3,21% NA NA NA
Mexico Central and South America Baa2 2,07% 7,38% 2,78% 1,10% 6,08% 1,48%
Moldova Eastern Europe & Russia B3 7,08% 14,11% 9,51% NA NA NA
Mongolia Asia B3 7,08% 14,11% 9,51% NA NA NA
Montenegro Eastern Europe & Russia B1 4,90% 11,18% 6,58% NA NA NA
Montserrat Caribbean Baa3 2,39% 7,81% 3,21% NA NA NA
Morocco Africa Ba1 2,73% 8,26% 3,66% 1,32% 6,37% 1,77%
Mozambique Africa Caa2 9,81% 17,77% 13,17% NA NA NA
Namibia Africa B1 4,90% 11,18% 6,58% NA NA NA
Page 87
Rating-based Default Total Equity Risk Country Risk Sovereign CDS, net of Total Equity Risk Country Risk
Country Africa Moody's rating
Spread Premium Premium US Premium2 Premium3 Has to b e sorted in ascending order
Netherlands Western Europe Aaa 0,00% 4,60% 0,00% 0,00% 4,60% 0,00%
New Zealand Australia & New Zealand Aaa 0,00% 4,60% 0,00% 0,00% 4,60% 0,00%
Nicaragua Central and South America B3 7,08% 14,11% 9,51% 4,31% 10,39% 5,79%
Niger Africa Caa2 9,81% 17,77% 13,17% NA NA NA
Nigeria Africa Caa1 8,17% 15,57% 10,97% 5,86% 12,47% 7,87%
Norway Western Europe Aaa 0,00% 4,60% 0,00% 0,00% 4,60% 0,00%
Oman Middle East Ba1 2,73% 8,26% 3,66% 1,34% 6,40% 1,80%
Pakistan Asia Caa3 10,90% 19,23% 14,63% 40,46% 58,92% 54,32%
Panama Central and South America Baa2 2,07% 7,38% 2,78% 1,73% 6,92% 2,32%
Papua New Guinea Asia B2 5,99% 12,64% 8,04% NA NA NA
Paraguay Central and South America Ba1 2,73% 8,26% 3,66% NA NA NA
Peru Central and South America Baa1 1,74% 6,94% 2,34% 0,79% 5,66% 1,06%
Philippines Asia Baa2 2,07% 7,38% 2,78% 0,60% 5,41% 0,81%
Poland Eastern Europe & Russia A2 0,92% 5,84% 1,24% 0,48% 5,24% 0,64%
Portugal Western Europe A3 1,31% 6,35% 1,75% 0,17% 4,83% 0,23%
Qatar Middle East Aa3 0,65% 5,48% 0,88% 0,25% 4,94% 0,34%
Ras Al Khaimah (Emirate of) Middle East A3 1,31% 6,35% 1,75% NA NA NA
Romania Eastern Europe & Russia Baa3 2,39% 7,81% 3,21% 1,73% 6,92% 2,32%
Rwanda Africa B2 5,99% 12,64% 8,04% 4,95% 11,25% 6,65%
Saudi Arabia Middle East A1 0,77% 5,63% 1,03% 0,27% 4,96% 0,36%
Senegal Africa Ba3 3,92% 9,86% 5,26% 6,31% 13,07% 8,47%
Serbia Eastern Europe & Russia Ba2 3,28% 9,00% 4,40% 2,28% 7,66% 3,06%
Sharjah Middle East Ba1 2,73% 8,26% 3,66% NA NA NA
Singapore Asia Aaa 0,00% 4,60% 0,00% NA NA NA
Slovakia Eastern Europe & Russia A2 0,92% 5,84% 1,24% 0,02% 4,63% 0,03%
Slovenia Eastern Europe & Russia A3 1,31% 6,35% 1,75% 0,18% 4,84% 0,24%
Solomon Islands Asia Caa1 8,17% 15,57% 10,97% NA NA NA
South Africa Africa Ba2 3,28% 9,00% 4,40% 2,58% 8,06% 3,46%
Spain Western Europe Baa1 1,74% 6,94% 2,34% 0,20% 4,87% 0,27%
Sri Lanka Asia Ca 13,07% 22,15% 17,55% 58,78% 83,51% 78,91%
St. Maarten Caribbean Ba2 3,28% 9,00% 4,40% NA NA NA
St. Vincent & the Grenadines Caribbean B3 7,08% 14,11% 9,51% NA NA NA
Suriname Central and South America Caa3 10,90% 19,23% 14,63% NA NA NA
Swaziland Africa B3 7,08% 14,11% 9,51% NA NA NA
Sweden Western Europe Aaa 0,00% 4,60% 0,00% 0,00% 4,60% 0,00%
Switzerland Western Europe Aaa 0,00% 4,60% 0,00% 0,00% 4,60% 0,00%
Taiwan Asia Aa3 0,65% 5,48% 0,88% NA NA NA
Tajikistan Eastern Europe & Russia B3 7,08% 14,11% 9,51% NA NA NA
Tanzania Africa B2 5,99% 12,64% 8,04% NA NA NA
Thailand Asia Baa1 1,74% 6,94% 2,34% 0,07% 4,69% 0,09%
Togo Africa B3 7,08% 14,11% 9,51% NA NA NA
Trinidad and Tobago Caribbean Ba2 3,28% 9,00% 4,40% NA NA NA
Tunisia Africa Caa2 9,81% 17,77% 13,17% 9,20% 16,95% 12,35%
Turkey Western Europe B3 7,08% 14,11% 9,51% 3,28% 9,00% 4,40%
Turks and Caicos Islands Caribbean Baa1 1,74% 6,94% 2,34% NA NA NA
Uganda Africa B2 5,99% 12,64% 8,04% NA NA NA
Ukraine Eastern Europe & Russia Ca 13,07% 22,15% 17,55% NA NA NA
United Arab Emirates Middle East Aa2 0,54% 5,32% 0,72% NA NA NA
United Kingdom Western Europe Aa3 0,65% 5,48% 0,88% 0,00% 4,60% 0,00%
United States North America Aaa 0,00% 4,60% 0,00% 0,00% 4,60% 0,00%
Uruguay Central and South America Baa2 2,07% 7,38% 2,78% 0,56% 5,35% 0,75%
Uzbekistan Eastern Europe & Russia Ba3 3,92% 9,86% 5,26% NA NA NA
Venezuela Central and South America C 17,50% 28,09% 23,49% 10,67% 18,92% 14,32%
Vietnam Asia Ba2 3,28% 9,00% 4,40% 1,26% 6,29% 1,69%
Zambia Africa Caa3 10,90% 19,23% 14,63% NA NA NA
Frontier Markets (no sovereign ratings)
Country PRS Composite Risk Score ERP CRP Default Spread
Algeria 67,75 11,18% 6,58% 4,90%
Brunei 81,5 5,48% 0,88% 0,65%
Gambia 66,75 11,18% 6,58% 4,90%
Guinea 60 17,77% 13,17% 9,81%
Guinea-Bissau 65,25 12,64% 8,04% 5,99%
Guyana 75,25 6,94% 2,34% 1,74%
Haiti 56,5 19,23% 14,63% 10,90%
Iran 63 14,11% 9,51% 7,08%
Korea, D.P.R. 49,25 28,09% 23,49% 17,50%
Liberia 55 22,15% 17,55% 13,07%
Libya 73,75 7,38% 2,78% 2,07%
Madagascar 62,75 14,11% 9,51% 7,08%
Malawi 52,75 22,15% 17,55% 13,07%
Myanmar 57 19,23% 14,63% 10,90%
Russia 66,75 11,18% 6,58% 4,90%
Sierra Leone 56,25 19,23% 14,63% 10,90%
Somalia 51,75 22,15% 17,55% 13,07%
Sudan 44,75 28,09% 23,49% 17,50%
Syria 45 28,09% 23,49% 17,50%
Yemen, Republic 55,75 19,23% 14,63% 10,90%
Zimbabwe 57,5 17,77% 13,17% 9,81%
Rating Default spread in b asis points
A1 77
A2 92
A3 131
Aa1 44
Aa2 54
Aa3 65
Aaa 0
B1 490
B2 599
B3 708
Ba1 273
Ba2 328
Ba3 392
Baa1 174
Baa2 207
Baa3 239
C 1750
Ca 1307
Caa1 817
Caa2 981
Caa3 1090
NR NA
Names mentioned 58 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
RIG TENDERS INDONESIA TBK
· Nama Perusahaan
p.1 ×128
unresolved
person
Lidia
p.2 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan dan Pasar Modal
p.2 ×2
unresolved
person
Rully Syachrun
p.4 ×2
unresolved
person
Aditya
p.4 ×2
unresolved
person
Diah Triani
p.4 ×2
unresolved
person
RTI
· Corporate Secretary
p.4 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.4 ×26
unresolved
org
PT Maritim Barito Perkasa
p.6 ×3
unresolved
org
PT Arutmin Indonesia
p.6 ×3
unresolved
org
PT Pelayaran Kartikasamudra Adijaya
p.6 ×3
unresolved
org
KJPP TOPAZ
p.8 ×2
unresolved
org
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN Lidia S.T.
p.9
unresolved
person
Lidia S.T., MM., MAPPI (Cert)
· Partner
p.9
unresolved
person
Immanuel Taurix Riyadi Tutuko
p.11
unresolved
org
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
p.12 ×57
unresolved
person
Boedihardjo Satrohadiwirjo
p.15 ×2
unresolved
org
KJPP Tobing Panuturi
p.18
unresolved
org
Tiahio & Rekan
p.22 ×2
unresolved
org
Kanel & Rekan
p.22 ×2
unresolved
person
Elizabeth Karina Leonita
p.23 ×2
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.23 ×2
unresolved
person
Akta Notaris Ny. Darwani Sidi Bakaroedin
p.23 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.23
unresolved
org
PT Sirca Datapro Perdana
p.24
unresolved
org
PT Raya Saham Registra. Sebagai
p.24
unresolved
org
Pte Ltd
p.24 ×2
unresolved
org
CH Ship Management Pte Ltd
p.24
unresolved
org
Rig Tenders Marine Pte Ltd
p.24
unresolved
org
Scomi Marine Services Pte Ltd
p.24
unresolved
org
PT Surya Indah Muara Pantai.
p.24
unresolved
org
PT Batuah Abadi Lines
p.24 ×4
unresolved
org
Grundtvig Marine Pte Ltd
p.24 ×2
unresolved
org
Pusat Statistik
p.38 ×2
unresolved
org
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
p.38 ×2
unresolved
org
Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk.
p.41 ×2
unresolved
org
PT Wintermar
p.41
unresolved
org
PT Ekalya Purnamasari
p.41
unresolved
org
DER
p.59
unresolved
org
Rig Tender Indonesia Tbk
p.78 ×4
unresolved
org
Bintang Samudera Mandiri Linessubsidiary Tbk
p.82 ×2
unresolved
org
PT Bintang Samudera Mandiri Persada
p.82
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.