Back to announcement
20260608_ADES_Laporan Informasi dan Fakta Material_32098110_lamp2.pdf
Board change Needs review ADESSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 64
Page 1
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan
Rencana Pengembangan Usaha
Oleh
PT Akasha Wira International, Tbk
No. 00014/2.0033-00/BS/04/0191/1/VI/2026
Tanggal : 4 Juni 2026
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Studi Kelayakan - PT Akasha Wira International, Tbk
RINGKASAN EKSEKUTIF
STUDI KELAYAKAN PENGEMBANGAN USAHA
OLEH
PT AKASHA WIRA INTERNATIONAL, TBK
Hasil kajian dan analisis kelayakan rencana pengembangan usaha yaitu pada bidang industri
kembang gula yang mencakup usaha pembuatan kembang gula, termasuk seluruh kembang
gula keras, kembang gula lunak, kembang gula karet, caramel, cachous, nougat, foundant,
dan marzipan, yang bahan utamanya bukan dari cokelat (KBLI 10734) oleh PT Akasha Wira
International, Tbk selanjutnya disebut "Perseroan", secara garis besar dapat dijelaskan sebagai
berikut :
1. Umum
Perseroan adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri air minum dalam
kemasan, industri roti dan kue, kembang gula, makaroni, kosmetik dan perdagangan
besar. Perseroan berencana untuk melakukan pengembangan usaha, yaitu pada bidang
industri kembang gula yang mencakup usaha pembuatan kembang gula termasuk seluruh
kembang gula keras, kembang gula lunak, kembang gula karet, caramel, cachous, nougat,
foundant, dan marzipan, yang bahan utamanya bukan dari cokelat (KBLI 10734). Sejalan
dengan rencana tersebut, Perseroan akan menambah varian produk berupa gummy
(permen jelly) dengan fokus pada konsep indulgent gummy.
2. Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan
Laporan studi kelayakan ini bertujuan untuk menyatakan pendapat atas kelayakan proyek
yang akan dijalankan oleh Perseroan dan sebagai informasi bagi pihak Manajemen
Perseroan, publik beserta pemegang saham berkaitan dengan rencana untuk melakukan
pengembangan usaha. Perseroan berencana untuk melakukan pengembangan usaha
pada bidang industri kembang gula (KBLI 10734). Selain itu, laporan studi kelayakan ini
juga disusun untuk memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)
No. 17/POJK.04/2020 Tentang Transaksi Material Dan Perubahan Kegiatan Usaha.
Laporan ini disusun sebagai bahan pertimbangan bagi Perseroan untuk mendapatkan
penilaian objektif mengenai prospek usaha Perseroan sehubungan dengan rencana
pengembangan usaha tersebut.
Sehubungan dengan adanya perubahan yang kami lakukan pada laporan yang telah kami
terbitkan dengan No. 00012/2.0033-00/BS/04/0191/1/V/2026, tanggal 7 Mei 2026,
maka kami melakukan revisi dengan diterbitkannya laporan ini. Revisi tersebut dikarenakan
terdapat perubahan pada bab pendahuluan, bab profil perseroan, analisis kelayakan
teknis, model manajemen dan pola bisnis, analisis kelayakan pasar, serta bab analisis
kelayakan keuangan.
3. Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas
Laporan penilaian usaha bersifat non-disclaimer opinion.
Penilai usaha telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
dalam proses penilaian.
Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
keakuratannya.
i
Page 7
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Studi Kelayakan - PT Akasha Wira International, Tbk
Proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi
keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary
duty).
Penilai usaha bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
keuangan.
Laporan penilaian usaha yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
Penilai usaha bertanggung jawab atas laporan penilaian usaha dan kesimpulan nilai
akhir.
Penilai usaha telah memperoleh informasi atas status hukum obyek penilaian dari
pemberi tugas.
Kami tidak mempunyai kepentingan terhadap aset, kepemilikan atau kepentingan bisnis
yang menjadi subyek dari penilaian ini, baik untuk saat ini maupun di masa mendatang.
Kami tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak
berkenaan dengan subyek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di
dalamnya.
Kompensasi yang kami terima dari penugasan penilaian ini tidak dikaitkan dengan nilai
yang dilaporkan didasarkan pada hasil penilaian yang telah ditentukan sebelumnya.
Berdasarkan pengetahuan dan keyakinan kami, pernyataan-pernyataan mengenai
fakta dalam laporan ini yang menjadi dasar dari analisis, kesimpulan dan opini yang
kami nyatakan adalah benar.
Analisis, opini dan kesimpulan yang telah dibuat, dalam laporan ini telah disusun sesuai
dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII-2018 dan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (POJK) No. 35/POJK.04/2020 Tentang Penilaian Dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis Di Pasar Modal.
4. Sekilas Profil Perseroan
Perseroan didirikan dengan nama PT Alfindo Putrasetia pada tahun 1985. Nama Perseroan
telah diubah beberapa kali, terakhir pada tahun 2010 ketika nama Perseroan diubah
menjadi PT Akasha Wira International, Tbk. Perseroan didirikan dalam rangka Undang-
Undang No. 1, tahun 1967, jo Undang-Undang No. 11 Tahun 1970 tentang Penanaman
Modal Asing, yang telah dicabut dan diganti dengan Undang-Undang No. 25, Tahun 2007
dan telah memperoleh persetujuan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
dalam Surat Keputusan No. 42/V/PMA/2006, tanggal 10 Maret 2006. Pada tahun 2010,
Perseroan telah memperoleh Izin Prinsip Perluasan Penanaman Modal berdasarkan Surat
Keputusan No. 253/I/IP/II/PMA/2010, tanggal 26 Oktober 2010.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, dimana perubahan
terakhir dibuat berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 26, tanggal 18 Juni
2025, yang dibuat di hadapan Nitra Reza, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Bogor, mengenai
perubahan susunan pengurus Perseroan. Perubahan ini telah diterima dan dicatat oleh
Kementerian Hukum Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.09-0301326,
tanggal 21 Juni 2025.
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan per 31 Desember 2025 berdasarkan
Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 26, tanggal 18 Juni 2025, yang dibuat di hadapan
Nitra Reza, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Bogor, adalah sebagai berikut :
ii
Page 8
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Studi Kelayakan - PT Akasha Wira International, Tbk
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Hanjaya Limanto
Komisaris : Nana Puspa Dewi
Komisaris Independen : Julianto
Direksi
Presiden Direktur : Wihardjo Hadiseputro
Direktur : Fany Soegiarto
5. Analisis Kelayakan
5.1 Analisis Kelayakan Pasar
Pengembangan usaha baru yang akan dilakukan oleh Perseroan yaitu dengan
menambah jenis produk gummy dengan fokus pada perpaduan konsep indulgent gummy
dan functional gummy. Melalui strategi diversifikasi usaha ini, Perseroan akan selalu
berusaha menjaga keberlangsungan usahanya di masa mendatang dengan terus
mencari peluang-peluang penjualan produk-produk baru. Konsep indulgent
menawarkan rasa premium dengan struktur biaya bahan baku (cost margin) yang efisien,
sedangkan aspek functional memberikan nilai tambah kesehatan pada produk melalui
kandungan vitamin atau zat aktif yang diminati pasar modern.
Dalam rangka pengembangan usaha produk gummy, Perseroan memposisikan diri
sebagai produsen gummy inovatif dengan kualitas tinggi, fokus pada rasa, tekstur dan
visual yang menarik. Target pasar utama adalah konsumen umur 6 - 35 tahun, konsumen
yang tinggal di perkotaan yang aktif di media sosial dan tertarik pada produk unik.
Strategi pemasaran difokuskan pada digital marketing melalui platform seperti TikTok,
Instagram dan marketplace, dengan pendekatan konten kreatif, kolaborasi dengan
influencer, serta pemanfaatan tren viral untuk meningkatkan brand awareness. Perseroan
juga menetapkan harga yang kompetitif dan proses distribusi secara omnichannel, yaitu
mengintegrasikan seluruh saluran penjualan dan komunikasi baik fisik (offline) maupun
digital (online) ke dalam satu sistem terpadu, untuk mendorong pertumbuhan penjualan
dan loyalitas konsumen.
5.2 Analisis Kelayakan Teknis
Proses bisnis dari kegiatan usaha baru memiliki alur kegiatan usaha yang berbeda
dengan alur kegiatan usaha yang dijalankan di pabrik yang telah memiliki fasilitas
pendukung untuk kegiatan produksi. Berikut adalah proses bisnis dari kegiatan usaha
baru yang akan dilaksanakan oleh Perseroan :
iii
Page 9
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Studi Kelayakan - PT Akasha Wira International, Tbk
Proses Bisnis Perseroan
Sumber : Manajemen Perseroan
Berikut adalah skema produksi kegiatan usaha baru :
Skema Produksi
Sumber : Manajemen Perseroan
5.3 Analisis Kelayakan Pola Bisnis
Dalam menjalankan pengembangan kegiatan usaha baru, Perseroan didukung oleh
tenaga ahli yang memiliki kompetensi serta dilengkapi platform digital marketing yang
memadai, akan menciptakan keunggulan kompetitif bagi Perseroan dalam menjalankan
rencana pengembangan usaha. Dengan keunggulan kompetitif yang dimiliki, maka
Perseroan diperkirakan akan dapat bersaing dengan perusahaan kompetitor.
iv
Page 10
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Studi Kelayakan - PT Akasha Wira International, Tbk
5.4 Analisis Kelayakan Model Manajemen
Untuk rencana pengembangan usaha di bidang industri kembang gula, Perseroan akan
menggunakan 63 tenaga kerja dengan rincian sebagai berikut :
Rincian Tenaga Kerja
Department Position Quantity Kualifikasi Pengalaman Kerja
Product Supply Senior S1 Minimal 5 tahun
Factory 1
Manager
Subtotal Factory 1
Engineering Minimal D3 Minimal 5 tahun
1
SPV/Executive
Minimal SMK/SMA dan Minimal 3 tahun
Technical Store 1
Engineering sederajat
Minimal SMK/SMA dan Minimal 3 tahun
Maintenance Technician 6
sederajat
Utility Operators 4
Subtotal Engineering 12
Production Minimal D3 Minimal 5 tahun
1
SPV/Executive
Cooking & Deposting Minimal SMK/SMA dan Minimal 1 tahun
Production 12
Operators sederajat
Minimal SMK/SMA dan Minimal 1 tahun
Packing Operators 10
sederajat
Subtotal Production 23
PPIC, Warehouse & Minimal D3 Minimal 5 tahun
1
Logistic SPV/Exe
PPIC Staff Minimal SMK/SMA dan Minimal 3 tahun
1
sederajat
PPIC,
Logistic Staff Minimal SMK/SMA dan Minimal 3 tahun
Warehouse, 1
sederajat
and Logistic
Warehouse Operators Minimal SMK/SMA dan Minimal 1 tahun
6
sederajat
Logistic Operators Minimal SMK/SMA dan Minimal 1 tahun
3
sederajat
Subtotal PPIC & Logistic 12
QA & R&D SPV/Exe 1 Minimal D3 Minimal 5 tahun
R&D Staff Minimal SMK/SMA dan Minimal 3 tahun
1
sederajat
QA and
R&D QA Staff Minimal SMK/SMA dan Minimal 3 tahun
3
sederajat
Lab Analyst Minimal SMK/SMA dan Minimal 3 tahun
1
sederajat
Subtotal QA & R&D 6
v
Page 11
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Studi Kelayakan - PT Akasha Wira International, Tbk
Lanjutan ………..
Department Position Quantity Kualifikasi Pengalaman Kerja
EHS & GA SPV 1 Minimal D3 Minimal 5 tahun
WWTP Operators Minimal SMK/SMA dan Minimal 1 tahun
3
sederajat
GA Staff Minimal SMK/SMA dan Minimal 3 tahun
EHS and 1
sederajat
GA
EHS Staff Minimal SMK/SMA dan Minimal 3 tahun
1
sederajat
Cleaning Service Minimal SMK/SMA dan Minimal 1 tahun
3
sederajat
Subtotal EHS & GA 9
TOTAL 63
Sumber : Manajemen Perseroan
Tenaga ahli Perseroan memiliki kompetensi yang memadai, yang didukung oleh
pengalaman kerja serta pelatihan yang relevan dengan bidangnya. Berdasarkan
pengalaman, pelatihan yang telah diikuti, tenaga ahli tersebut diyakini memiliki
kapabilitas yang tepat untuk mendukung pelaksanaan serta pengawasan kegiatan
pengembangan usaha yang akan dilakukan oleh Perseroan.
Untuk menjalankan pengembangan usaha tersebut, keahlian minimum yang wajib
dimiliki oleh tenaga kerja adalah lulusan lulusan SMK/SMA dan sederajat.
Kebutuhan tenaga kerja di atas dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional
perusahaan, dan untuk pemenuhan kebutuhan tenaga kerja ini akan dipenuhi seluruhnya
dengan perekrutan baru.
5.5 Analisis Kelayakan Keuangan
Analisis ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan suatu proyek, yang akan diuji dengan
menggunakan beberapa parameter seperti :
Net Present Value (NPV)
NPV (Net Present Value) adalah nilai bersih sekarang yang merupakan perbandingan
antara Present Value (PV) kas bersih dan PV selama umur investasi. Selisih antara kedua
PV tersebut dikenal dengan Net Present Value. Suatu proyek dikatakan layak atau
menguntungkan jika NPV-nya lebih besar dari nol.
Kas Bersih 1 Kas Bersih 2 Kas Bersih N
NPV= + + …. + - Investasi
(1 + r ) (1 + r ) 2
(1 + r ) n
NPV positif, maka investasi layak, dan jika NPV negatif, investasi tidak layak.
NPV proyek menunjukkan angka yang positif yaitu sebesar Rp. 216.416.148.000,-.
vi
Page 12
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Studi Kelayakan - PT Akasha Wira International, Tbk
Internal Rate of Return (IRR)
IRR (Internal Rate of Return) adalah merupakan alat untuk mengukur tingkat
pengembalian hasil, dimana pada proyek yang layak untuk dilaskanakan, tingkat IRR
yang dihasilkan harus lebih besar dari tingkat diskonto (discounted rate) atau tingkat
pengembalian yang diharapkan oleh investor.
IRR= i1 + NPV2
+ (i2 – i1)
NPV1 – NPV2
Dimana :
i1 = tingkat bunga 1 (tingkat discount rate yang menghasilkan NPV1)
i2 = tingkat bunga 2 (tingkat discount rate yang menghasilkan NPV2)
NPV1 = net present value 1
NPV2 = net present value 2
IRR diatas tingkat diskonto maka investasi layak, dan IRR dibawah tingkat diskonto
investasi tidak layak.
IRR yang dihasilkan adalah sebesar 159,92% atau lebih besar dari tingkat pengembalian
yang diasumsikan sebesar 8,55% per tahun.
Profitability Index (PI)
PI (Profitability Index) merupakan rasio aktivitas dari jumlah nilai sekarang penerimaan
bersih dengan nilai sekarang pengeluaran investasi selama umur investasi. Jika nilai PI
lebih besar dari 1, maka proyek tersebut layak untuk dijalankan.
∑PV Kas Bersih
PI= X 100%
∑ PV Investasi
Apabila PI lebih besar (>) dari 1, maka investasi layak
Apabila PI lebih kecil (<) dari 1, maka investasi tidak layak
PI proyek adalah sebesar 4,35729 yang berarti lebih besar dari 1.
Payback Period (PP)
PP (Payback Period) adalah periode atau jumlah tahun yang diperlukan untuk
mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.
Investasi
PP = X 1 tahun
Kas Bersih / Tahun
PP adalah 1 Tahun 9 Bulan.
vii
Page 13
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Studi Kelayakan - PT Akasha Wira International, Tbk
Break Even Point (BEP)
Break Even Point (BEP) adalah titik dimana pendapatan sama dengan modal yang
dikeluarkan, tidak terjadi kerugian atau keuntungan. Total keuntungan dan kerugian ada
pada posisi 0 titik break even point yang artinya pada titik ini perusahaan tidak
mengalami kerugian atau mendapat keuntungan.
BEP = Biaya Tetap : (Harga jual per unit – biaya variabel per unit)
Selisih dari pengurangan harga jual per unit dan biaya variabel per unit adalah rumus
dari margin kontribusi (contribution margin).
Rata-rata BEP yang dihasilkan adalah sebesar Rp. 39.628.612.000,- atau sebesar
18,00% dari nilai penjualan.
6. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis atas kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola bisnis,
kelayakan model manajemen dan kelayakan keuangan yang seksama, maka rencana
untuk pengembangan usaha, yaitu industri kembang gula oleh Perseroan adalah layak.
viii
Page 14
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
DAFTAR ISI
SERTIFIKAT
PERNYATAAN PENILAI
RINGKASAN EKSEKUTIF
DAFTAR ISI ................................................................................................................ 1
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................................... 2
1 PENDAHULUAN .............................................................................................. 3
1.1 Latar Belakang Penyusunan Laporan .................................................................. 3
1.2 Identifikasi Pemberi Tugas ................................................................................ 3
1.3 Identifikasi Pengguna Laporan........................................................................... 3
1.4 Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan ........................................................... 3
1.5 Ruang Lingkup dan Metode Penyusunan Laporan ................................................ 4
1.6 Tanggal Penilaian ............................................................................................ 4
1.7 Kejadian-kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events).............. 5
1.8 Sumber Informasi ............................................................................................ 5
1.9 Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas ................................................................ 5
2 PROFIL PERSEROAN ........................................................................................ 7
2.1 Pendirian Perseroan ......................................................................................... 7
2.2 Struktur Permodalan ........................................................................................ 7
2.3 Maksud dan Tujuan Pendirian Perseroan ............................................................ 7
2.4 Manajemen Sumber Daya Manusia ................................................................... 9
2.5 Aktivitas Usaha Perseroan ............................................................................... 11
2.6 Perizinan....................................................................................................... 11
2.7 Kinerja Keuangan .......................................................................................... 13
3 ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS, MODEL MANAJEMEN DAN POLA BISNIS ........... 20
3.1 Gambaran Umum ......................................................................................... 20
3.2 Analisis Kelayakan Teknis ............................................................................... 20
3.3 Analisis Kelayakan Pola Bisnis ......................................................................... 24
3.4 Analisis Kelayakan Model Manajemen ............................................................. 24
4 ANALISIS KELAYAKAN PASAR .......................................................................... 30
4.1 Kondisi Dan Prospek Makro Ekonomi .............................................................. 30
4.2 Pangsa Pasar dan Sasaran ............................................................................. 34
4.3 Pesaing Usaha .............................................................................................. 36
4.4 Target, Konsep dan Strategi Pemasaran Perseroan ............................................ 37
4.5 Prospek Usaha Perseroan ............................................................................... 37
5 ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN ................................................................. 38
5.1 Rencana Investasi .......................................................................................... 38
5.2 Struktur Modal Investasi dan Modal Kerja ......................................................... 38
5.3 Asumsi–Asumsi dan Proyeksi Keuangan............................................................ 38
5.4 Proyeksi Laporan Keuangan ............................................................................ 42
5.5 Analisis Rasio Proyeksi Keuangan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha .............. 43
5.6 Analisis Kelayakan ......................................................................................... 43
5.7 Kesimpulan ................................................................................................... 45
Halaman - 1
Page 15
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan ............................................................. 7
Tabel 2 Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Perseroan
(Rp. 000.000,-) .......................................................................................... 14
Tabel 3 Laporan Posisi Keuangan Perseroan (Rp. 000.000,-) ...................................... 15
Tabel 4 Laporan Arus Kas Perseroan (Rp. 000.000,-) ................................................. 17
Tabel 5 Analisis Rasio Perseroan .............................................................................. 18
Tabel 6 Mesin Produksi ........................................................................................... 22
Tabel 7 Parameter Produksi Kegiatan Usaha Baru ...................................................... 22
Tabel 8 Kapasitas dan Target Produksi Kegiatan Usaha Baru ....................................... 22
Tabel 9 Kualifikasi Tenaga Kerja .............................................................................. 23
Tabel 10 Rincian Tenaga Kerja .................................................................................. 25
Tabel 11 Program Pelatihan....................................................................................... 26
Tabel 12 Pertumbuhan Ekonomi Dunia 2025 & Proyeksi 2026-2027 (%)........................ 30
Tabel 13 Pertumbuhan PDB per Tahun dan Inflasi ........................................................ 30
Tabel 14 Laju Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menurut Lapangan Usaha (%) ................ 32
Tabel 15 Rincian Investasi.......................................................................................... 38
Tabel 16 Proyeksi Target Produksi .............................................................................. 38
Tabel 17 Proyeksi Pendapatan Kegiatan Usaha Kembang Gula (Rp. 000,-)..................... 39
Tabel 18 Proyeksi Beban Pokok Penjualan dan Beban Operasional Kegiatan Usaha
Kembang Gula (Rp. 000) ............................................................................. 39
Tabel 19 Unlevered Beta Industri Sejenis ..................................................................... 40
Tabel 20 Perhitungan Biaya Modal Ekuitas .................................................................. 41
Tabel 21 Perhitungan WACC ..................................................................................... 41
Tabel 22 Proyeksi Laporan Laba Rugi Kegiatan Usaha Kembang Gula ........................... 42
Tabel 23 Analisis Profitabilitas dan Analisis Timbal Balik Investasi Kegiatan Usaha
Kembang Gula ........................................................................................... 42
Tabel 24 Analisis Rasio Perseroan Setelah Dilaksanakannya Pengembangan Usaha ......... 43
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Struktur Organisasi Perseroan .................................................................... 11
Gambar 2 Lokasi Pabrik Kembang Gula Cikande ........................................................ 20
Gambar 3 Proses Bisnis Perseroan .............................................................................. 21
Gambar 4 Skema Produksi ........................................................................................ 21
Gambar 5 Struktur Organisasi Perseroan Setelah Pengembangan Usaha Baru ................ 29
Gambar 6 Perkembangan Inflasi IHK .......................................................................... 33
Gambar 7 Perubahan Nilai Tukar Rupiah .................................................................... 33
Gambar 8 Suku Bunga Perbankan (%) ........................................................................ 34
Gambar 9 Analisis Sensitivitas .................................................................................... 45
Halaman - 2
Page 16
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penyusunan Laporan
PT Akasha Wira International, Tbk, selanjutnya dalam laporan ini disebut “Perseroan”,
adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri air minum dalam kemasan,
industri roti dan kue, kembang gula, makaroni, kosmetik dan perdagangan besar.
Perseroan berencana untuk melakukan pengembangan usaha, yaitu pada bidang
industri kembang gula yang mencakup usaha pembuatan kembang gula termasuk
seluruh kembang gula keras, kembang gula lunak, kembang gula karet, caramel,
cachous, nougat, foundant, dan marzipan, yang bahan utamanya bukan dari cokelat
(KBLI 10734). Sejalan dengan rencana tersebut, Perseroan akan menambah varian
produk berupa gummy (permen jelly) dengan fokus pada konsep indulgent gummy.
Dalam rangka merealisasikan rencana di atas, Perseroan memerlukan pihak
independen untuk melakukan kajian dan analisis kelayakan atas rencana Perseroan
untuk melakukan pengembangan usaha. Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai
Publik Budi, Edy, Saptono dan Rekan (KJPP BEST) untuk pembuatan studi kelayakan ini,
yang diharapkan dapat melakukan kajian secara objektif dan independen, sesuai
dengan Proposal Jasa Studi Kelayakan Pengembangan Usaha No. 006/bs-BEST/AWI-
FS/II/26, tanggal 13 Februari 2026.
1.2 Identifikasi Pemberi Tugas
Pemberi Tugas : PT Akasha Wira International, Tbk.
Selanjutnya disebut “Perseroan”.
Bidang Usaha : Bergerak dalam bidang industri dan perdagangan besar.
Alamat Kantor Pusat : Jalan TB Simatupang Kavling 89
RT 01 RW 02, Kelurahan Tanjung Barat, Jagakarsa
Jakarta Selatan 12530
Telepon : (+62) 811 1934 5000
Email L: corporate.secretary@akashainternational.com
Website : www.akashainternational.com
1.3 Identifikasi Pengguna Laporan
Pengguna laporan dalam hal ini adalah sama dengan Pemberi Tugas, yaitu
Perseroan beserta pemegang saham.
1.4 Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan
Laporan studi kelayakan ini bertujuan untuk menyatakan pendapat atas kelayakan
proyek yang akan dijalankan oleh Perseroan dan sebagai informasi bagi pihak
Manajemen Perseroan, publik beserta pemegang saham berkaitan dengan rencana
untuk melakukan pengembangan usaha. Perseroan berencana untuk melakukan
pengembangan usaha pada bidang industri kembang gula (KBLI 10734). Selain itu,
laporan studi kelayakan ini juga disusun untuk memenuhi Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (POJK) No. 17/POJK.04/2020 Tentang Transaksi Material Dan Perubahan
Kegiatan Usaha.
Halaman - 3
Page 17
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
Laporan ini disusun sebagai bahan pertimbangan bagi Perseroan untuk mendapatkan
penilaian objektif mengenai prospek usaha Perseroan sehubungan dengan rencana
pengembangan usaha tersebut.
Sehubungan dengan adanya perubahan yang kami lakukan pada laporan yang telah
kami terbitkan dengan No. 00012/2.0033-00/BS/04/0191/1/V/2026, tanggal
7 Mei 2026, maka kami melakukan revisi dengan diterbitkannya laporan ini. Revisi
tersebut dikarenakan terdapat perubahan pada bab pendahuluan, bab profil
perseroan, analisis kelayakan teknis, model manajemen dan pola bisnis, analisis
kelayakan pasar, serta bab analisis kelayakan keuangan.
1.5 Ruang Lingkup dan Metode Penyusunan Laporan
Laporan ini kami susun berdasarkan data dari Manajemen Perseroan serta data lain
yang relevan dan hasil wawancara dengan Manajemen Perseroan.
Metode yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini adalah :
Analisis Kelayakan Pasar
Melakukan kajian atas kondisi pasar, seperti pangsa pasar, kesinambungan
(sustainability), potensi pasar, sasaran dan potensi nilai pasar. Disamping itu juga
melakukan analisis atas pesaing usaha serta strategi pemasaran.
Analisis Kelayakan Teknis
Melakukan kajian terhadap kapasitas dan target bisnis, serta memperhatikan
ketersediaan dan kualitas sumber daya, pekerja dan ahli profesional. Kajian teknis
juga meliputi proses produksi secara umum.
Analisis Kelayakan Pola Bisnis
Pada aspek ini, analisis mencakup keunggulan kompetitif karena keunikan pola
bisnis yang diajukan Perseroan, kemampuan para pesaing untuk meniru produk
yang dihasilkan serta kemampuan untuk menciptakan nilai.
Analisis Kelayakan Model Manajemen
Kajian yang dilakukan pada aspek ini meliputi ketersediaan tenaga kerja,
manajemen kekayaan intelektual (intellectual property), manajemen risiko,
kapasitas dan kemampuan manajemen serta kesesuaian struktur organisasi dan
manajemen.
Analisis Kelayakan Keuangan
Sebagai muara dari seluruh aspek yang dikaji, maka aspek keuangan akan
mengkaji paling kurang meliputi rencana investasi, sumber pembiayaan, biaya
operasional, proyeksi laporan keuangan, analisis titik impas (break even analysis),
analisis profitabilitas (profitability analysis) serta analisis tingkat imbal balik investasi
(overall return on investment).
1.6 Tanggal Penilaian
Tanggal penilaian (cutoff date), yaitu tanggal pada saat Nilai, hasil penilaian, atau
perhitungan manfaat ekonomi dinyatakan. Pada laporan ini, tanggal penilaian adalah
per 31 Desember 2025, dimana batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan
kepentingan dan tujuan penilaian.
Halaman - 4
Page 18
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
1.7 Kejadian-kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)
Berdasarkan keterangan dari Manajemen Perseroan, tidak terdapat adanya kejadian
penting yang terjadi setelah tanggal penilaian yang dapat mempengaruhi hasil
penilaian.
1.8 Sumber Informasi
Laporan ini kami susun berdasarkan data dari Manajemen Perseroan, hasil
pengamatan kami di lapangan serta data lain yang relevan yang meliputi :
Laporan keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2022 yang diaudit oleh Akuntan Publik
Bambang Budi Tresno dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanubrata Sutanto Fahmi
Bambang & Rekan dengan pendapat wajar, dalam semua hal yang material,
laporan keuangan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
hingga 31 Desember 2024 yang diaudit oleh Akuntan Publik Raden Ginandjar dari
KAP Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan pendapat wajar, dalam
semua hal yang material dan laporan keuangan untuk periode yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2025 yang diaudit oleh Akuntan Publik Bambang Budi Tresno
dari KAP Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan pendapat wajar,
dalam semua hal yang material.
Rencana konsep pengembangan, rencana penjualan, biaya investasi dan biaya
lainnya diperoleh dari Manajemen Perseroan.
Proyeksi keuangan tahun 2026-2030 yang digunakan dalam penilaian merupakan
proyeksi yang disusun oleh Manajemen Perseroan dan telah disesuaikan oleh
Penilai.
Kami telah melakukan wawancara dan diskusi dengan Tim Manajemen Perseroan
yaitu dengan Ibu Fany Soegiarto Selaku Direktur, Bapak Rinaldi selaku Factory
Manager dan Ibu Nabila Syaputri selaku Marketing Product Development.
Dokumen dan informasi lain.
1.9 Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas
1. Laporan penilaian usaha bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai usaha telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
digunakan dalam proses penilaian.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
keakuratannya.
4. Proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran
proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).
5. Penilai usaha bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran
proyeksi keuangan.
6. Laporan penilaian usaha yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
7. Penilai usaha bertanggung jawab atas laporan penilaian usaha dan kesimpulan
nilai akhir.
8. Penilai usaha telah memperoleh informasi atas status hukum obyek penilaian dari
pemberi tugas.
Halaman - 5
Page 19
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
9. Kami tidak mempunyai kepentingan terhadap aset, kepemilikan atau kepentingan
bisnis yang menjadi subyek dari penilaian ini, baik untuk saat ini maupun di masa
mendatang.
10. Kami tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak
berkenaan dengan subyek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di
dalamnya.
11. Kompensasi yang kami terima dari penugasan penilaian ini tidak dikaitkan dengan
nilai yang dilaporkan didasarkan pada hasil penilaian yang telah ditentukan
sebelumnya.
12. Berdasarkan pengetahuan dan keyakinan kami, pernyataan-pernyataan mengenai
fakta dalam laporan ini yang menjadi dasar dari analisis, kesimpulan dan opini
yang kami nyatakan adalah benar.
13. Analisis, opini dan kesimpulan yang telah dibuat, dalam laporan ini telah disusun
sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII-2018 dan Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 35/POJK.04/2020 Tentang Penilaian Dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis Di Pasar Modal.
Halaman - 6
Page 20
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
2 PROFIL PERSEROAN
2.1 Pendirian Perseroan
PT Akasha Wira International, Tbk, selanjutnya dalam laporan ini disebut “Perseroan”,
didirikan dengan nama PT Alfindo Putrasetia pada tahun 1985. Nama Perseroan telah
diubah beberapa kali, terakhir pada tahun 2010 ketika nama Perseroan diubah
menjadi PT Akasha Wira International, Tbk. Perseroan didirikan dalam rangka Undang-
Undang No. 1, tahun 1967, jo Undang-Undang No. 11 Tahun 1970 tentang
Penanaman Modal Asing, yang telah dicabut dan diganti dengan Undang-Undang No.
25, Tahun 2007 dan telah memperoleh persetujuan dari Badan Koordinasi Penanaman
Modal (BKPM) dalam Surat Keputusan No. 42/V/PMA/2006, tanggal 10 Maret 2006.
Pada tahun 2010, Perseroan telah memperoleh Izin Prinsip Perluasan Penanaman
Modal berdasarkan Surat Keputusan No. 253/I/IP/II/PMA/2010, tanggal 26 Oktober
2010.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, dimana
perubahan terakhir dibuat berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 26,
tanggal 18 Juni 2025, yang dibuat di hadapan Nitra Reza, S.H., M.Kn., Notaris di Kota
Bogor, mengenai perubahan susunan pengurus Perseroan. Perubahan ini telah diterima
dan dicatat oleh Kementerian Hukum Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-
AH.01.09-0301326, tanggal 21 Juni 2025.
2.2 Struktur Permodalan
Susunan pemegang saham Perseroan berdasarkan laporan keuangan audit per
31 Desember 2025, adalah sebagai berikut :
Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan
Jumlah Saham Nominal Komposisi
Nama Pemegang Saham
(Lembar) (Rp. 000.000,-) (%)
Water Partners Bottling S.A 538.896.713 538.897 91,35%
Masyarakat lainnya 51.000.087 51.000 8,65%
Jumlah 589.896.800 589.897 100,00%
Sumber : Laporan Keuangan Audit Per 31 Desember 2025
Susunan pemegang saham per 31 Desember 2025, juga tercatat pada Surat Biro
Administrasi Efek No. 001/DIR-RSR/AUDIT-ADES/2026 tanggal 6 Januari 2026, yang
dikeluarkan oleh PT Raya Saham Registra.
2.3 Maksud dan Tujuan Pendirian Perseroan
Sesuai Pasal 3 Anggaran Dasar, maksud dan tujuan Perseroan adalah bergerak dalam
bidang industri dan perdagangan besar. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut,
Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut :
Industri air minum ringan (KBLI 11040)
Industri air minum lainnya (KBLI 11090)
Industri pengolahan sari buah dan sayuran (KBLI 10330)
Industri pengolahan susu segar dan krim (KBLI 10510)
Industri pengolahan produk dari susu lainnya (KBLI 10590)
Industri pengolahan susu bubuk dan susu kental (KBLI 10520)
Halaman - 7
Page 21
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
Perdagangan besar minuman non alcohol bukan susu (KBLI 46334)
Perdagangan besar susu dan produk susu (KBLI 46326)
Industri makaroni, mie dan produk sejenisnya (KBLI 10740)
Industri kembang gula lainnya (KBLI 10739)
Industri pengolahan dan pengawetan produk daging dan daging ungags (KBLI
10130)
Industri berbasis daging lumatan dan surimi (KBLI 10216)
Industri pengolahan dan pengawetan ikan dan biota air (bukan udang) dalam
kaleng (KBLI 10221)
Industri pengolahan dan pengawetan udang dalam kaleng (KBLI 10222)
Industri pengolahan dan pengawetan buah buahan dan sayuran dalam kaleng (KBLI
10320)
Industri pengolahan dan pengawetan lainnya buah-buahan dan sayuran (KBLI
10399)
Industri produk roti dan kue (KBLI 10710)
Industri makanan dari cokelat dan kembang gula (KBLI 10732)
Industri makanan dan masakan olahan (KBLI 10750)
Industri bumbu masak dan penyedap masakan (KBLI 10772)
Industri produk masak lainnya (KBLI 10779)
Industri makanan bayi (KBLI 10791)
Industri produk makanan lainnya (KBLI 10799)
Perdagangan besar bahan makanan dan minuman hasil pertanian lainnya (KBLI
46319)
Perdagangan besar gula, coklat dan kembang gula (KBLI 46331)
Perdagangan besar produk roti (KBLI 46332)
Industri air kemasan (KBLI 11051)
Industri pembekuan buah-buahan dan sayuran (KBLI 10314)
Industri pengolahan es krim (KBLI 10531)
Industri pelumatan buah-buahan dan sayuran (KBLI 10312)
Industri makanan sereal (KBLI 10615)
Industri minyak goreng bukan minyak kelapa dan minyak kelapa sawit (KBLI 10415)
Industri minyak mentah dan lemak nabati (KBLI 10411)
Industri kerupuk, keripik, peyek dan sejenisnya (KBLI 10794)
Industri makanan dari kedelai dan kacang-kacangan bukan kecap, tempe dan tahu
(KBLI 10793)
Industri pengolahan rumput laut (KBLI 10298)
Industri pengolahan es sejenisnya yang dapat dimakan (bukan es batu dan es balok)
(KBLI 10532)
Industri pengolahan dan pengawetan lainnya buah-buahan dan sayuran bukan
kacang-kacangan (KBLI 10399)
Industri pengolahan dan pengawetan kedelai dan kacang-kacangan lainnya selain
tahu dan tempe (KBLI 10393)
Industri malt (KBLI 11032)
Industri pengolahan herbal (herb infusion) (KBLI 10762)
Industri pengolahan teh (KBLI 10763)
Industri pengolahan kopi (KBLI 10761)
Aktivitas pengepakan (KBLI 82920)
Perdagangan besar makanan dan minuman lainnya (KBLI 46339)
Portal web dan/atau platform digital dengan tujuan komersial (KBLI 63122)
Perdagangan besar peralatan dan perlengkapan rumah tangga (KBLI 46491)
Perdagangan besar makanan dan minuman hasil peternakan dan perikanan lainnya
(KBLI 46329)
Halaman - 8
Page 22
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
Industri sabun dan bahan pembersih rumah keperluan tangga (KBLI 20231)
Industri kosmetik termasuk pasta gigi (20232)
Perdagangan besar kosmetik untuk manusia (KBLI 46443)
Perdagangan besar berbagai barang dan perlengkapan rumah tangga lainnya (KBLI
46499)
Perdagangan besar bahan dan barang kimia dasar (KBLI 46651)
Berikut adalah kegiatan usaha yang saat ini sudah dijalankan oleh Perseroan :
Industri air minum ringan (KBLI 11040)
Industri air minum lainnya (KBLI 11090)
Industri pengolahan susu segar dan krim (KBLI 10510)
Industri pengolahan produk dari susu lainnya (KBLI 10590)
Industri makaroni, mie dan produk sejenisnya (KBLI 10740)
Industri pengolahan dan pengawetan produk daging dan daging unggas (KBLI
10130)
Industri berbasis daging lumatan dan surimi (KBLI 10216)
Industri makanan dari cokelat dan kembang gula (KBLI 10732)
Industri makanan dan masakan olahan (KBLI 10750)
Industri produk makanan lainnya (KBLI 10799)
Perdagangan besar gula, coklat dan kembang gula (KBLI 46331)
Industri air kemasan (KBLI 11051)
Aktivitas pengepakan (KBLI 82920)
Perdagangan besar makanan dan minuman lainnya (KBLI 46339)
Portal web dan/atau platform digital dengan tujuan komersial (KBLI 63122)
Industri sabun dan bahan pembersih rumah keperluan tangga (KBLI 20231)
Industri kosmetik termasuk pasta gigi (20232)
Perdagangan besar kosmetik untuk manusia (KBLI 46443)
Perdagangan besar berbagai barang dan perlengkapan rumah tangga lainnya (KBLI
46499)
2.4 Manajemen Sumber Daya Manusia
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan per 31 Desember 2025 berdasarkan
Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 26, tanggal 18 Juni 2025, yang dibuat di
hadapan Nitra Reza, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Bogor, adalah sebagai berikut :
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Hanjaya Limanto
Komisaris : Nana Puspa Dewi
Komisaris Independen : Julianto
Direksi
Presiden Direktur : Wihardjo Hadiseputro
Direktur : Fany Soegiarto
Berikut ini adalah latar belakang dan pengalaman para pengelola Perseroan :
Hanjaya Limanto – Presiden Komisaris.
Beliau diangkat pertama kali sebagai Presiden Komisaris Perseroan berdasarkan
Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 20 Juni 2008. Beliau
memiliki gelar Sarjana Teknik Kimia dari Institut Teknologi Sepuluh November,
Surabaya dan mendapat beasiswa dari ADB/East West Center (Amerika Serikat)
Halaman - 9
Page 23
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
untuk mengambil gelar Master of Business Administration di University of Hawaii.
Beliau pernah bekerja di Procter & Gamble, JDVC/Sycamore Capital Affiliate, CDC
Capital Partners, Roundhill dan Sofos Partners di Indonesia, Jepang, dan Singapura.
Beliau juga pernah menjabat sebagai Komisaris di beberapa perusahaan antara
lain PT Yupi Indo Jelly Gum, Tbk, PT Tirta Marta, dan PT O3 Technology.
Nana Puspa Dewi – Komisaris
Beliau menamatkan pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Udayana, Bali,
pada tahun 1985. Beliau memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman di beberapa
perusahaan FMCG seperti Procter & Gamble, Mars Inc., Mayora di bidang
Marketing dan Marketing Research, serta di Cadbury Indonesia sebagai Managing
Director. Selain itu, beliau pernah bekerja di MNC Group dengan berbagai jabatan,
di antaranya memimpin MNC Talent Management, start-up MNC Animation, juga
sebagai Managing Director Programming & Production 3 TV. Posisi terakhir adalah
sebagai Managing Director – Business Development & Operational Support MNC
(PT Media Nusantara Citra, Tbk) serta sebagai Managing Director MNCTV.
Julianto – Komisaris Independen
Beliau diangkat pertama kali sebagai Komisaris Independen Perseroan berdasarkan
Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 21 Juni 2023. Beliau
memperoleh gelar Sarjana Teknik Kimia dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember,
Surabaya dan menyandang gelar Master of Management dari Fakultas Pasca
Sarjana Universitas Indonesia. Beliau pernah menjabat sebagai General Manager
pada PT Filma Utama Soap dan PT Multifragrance, sebagai Direktur pada
PT Symrise hingga April 2025.
Wihardjo Hadiseputro – Presiden Direktur
Beliau ditunjuk untuk pertama kali sebagai Presiden Direktur Perseroan berdasarkan
Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 20 Oktober 2016.
Beliau merupakan Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung dan
menyandang gelar MBA dari University of Oregon, Eugene, Oregon, Amerika
Serikat dengan fokus di bidang Keuangan. Beliau pernah menjabat sebagai Senior
Group Manager Finance and Accounting pada PT Procter & Gamble Indonesia,
sebagai Direktur pada PT Sunson Textile Manufacturer, Tbk, Bandung, Indonesia,
dan sebagai Direktur Knit and Apparel Division pada Argo Manunggal Group,
Jakarta.
Fany Soegiarto – Direktur
Beliau memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Tarumanagara, Jakarta
dan menyandang gelar MBA dari Nanyang Business School (Singapore) dengan
fokus di bidang perbankan dan keuangan. Beliau sebelumnya telah berkarir pada
beberapa perusahaan nasional dan multinasional antara lain sebagai Senior
Auditor di Ernst & Young Jakarta dan Grant Thornton Singapore, sebagai Head of
Finance Accounting di PT Roundhill Nusantara, sebagai investment officer di Aureos
Capital, Jakarta serta sebagai Senior Manager Finance and Accounting di
Perseroan.
Dalam melaksanakan kegiatan usahanya, hingga tanggal 31 Desember 2025,
Perseroan memiliki 477 karyawan tetap dan 1.385 karyawan tidak tetap.
Halaman - 10
Page 24
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
Berikut adalah struktur organisasi Perseroan :
Gambar 1 Struktur Organisasi Perseroan
Sumber : Manajemen Perseroan
2.5 Aktivitas Usaha Perseroan
Pada saat ini, Perseroan bergerak dalam bidang usaha pengolahan dan distribusi air
minum dalam kemasan, minuman dan makanan serta produksi dan distribusi produk-
produk kosmetika.
Visi :
Menyediakan Solusi Terbaik Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Konsumen Kami.
Misi :
Membangun Merek Yang Kuat Yang Memberikan Solusi Konsumen Terbaik Melalui
Orang, Budaya dan Sistem Terbaik.
2.6 Perizinan
Dalam menjalankan kegiatan dan untuk menunjang aktivitas usahanya, berikut adalah
perizinan yang telah dimiliki oleh Perseroan :
NPWP No. 0013 7149 1005 4000, yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal
Pajak Republik Indonesia.
Nomor Induk Berusaha (NIB) No. 8120019062502 yang dikeluarkan oleh
Pemerintah Republik Indonesia c.q. Lembaga Pengelola dan Penyelenggara OSS,
tanggal 20 Oktober 2018 dan di terbitkan kembali tanggal 3 Februari 2026.
Surat Keputusan Direktur Pelayanan Aplikasi Badan Koordinasi Penanaman Modal
No. 1341/B.1/A.8/2009 tentang Perubahan Nama Perusahaan, yang dikeluarkan
tanggal 24 Agustus 2009, yang semula PT Ades Waters Indonesia, Tbk menjadi
PT Akasha Wira International, Tbk.
Halaman - 11
Page 25
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
Surat Keputusan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal
No. 502/T/INDUSTRI/2006, tentang izin usaha tetap, tanggal 30 Juni 2006.
Ijin Perubahan Bidang Usaha, Jenis dan Kapasitas Produksi Terpasang Per Tahun
PT Akasha Wira International, Tbk. No. 397/1/IU/III/PMA/INDUSTRI/2010,
tanggal 29 Oktober 2010.
Ijin Prinsip Perluasan Penanaman Modal berdasarkan Surat Keputusan
No. 253/I/IP/II/PMA/2010 tanggal 26 Oktober 2010.
Sertifikat Cara Pembuatan Kosmetik Yang Baik No. ST.05.03.441B.04.19.04.835
yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia
tanggal 12 April 2019.
Sertifikat Cara Pembuatan Kosmetik Yang Baik No. ST.05.03.441B.04.19.04.836
yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia
tanggal 12 April 2019.
Surat Izin Edar Pangan Olahan No. PN.06.07.52.02.21.3645.PKPE/MD/0359,
yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan atas Minuman
Mengandung Susu Cokelat Rasa Pisang dengan nama dagang “Mujigae” dengan
nomor izin edar BPOM RI MD 200910017267, tanggal 24 Februari 2021 dengan
masa berlaku hingga 24 Februari 2026, saat ini sedang proses perpanjangan dan
perubahan nama dagang menjadi “Wonhae”.
Surat Izin Edar Pangan Olahan No. PN.06.07.52.04.21.0947.PKPE/MD/0452,
yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan atas Minuman
Mengandung Susu Rasa Pisang dengan nama dagang “Mujigae” dengan nomor
izin edar BPOM RI MD 200910027267, tanggal 26 April 2021 dengan masa
berlaku hingga 26 April 2026, saat ini sedang proses perpanjangan dan perubahan
nama dagang menjadi “Wonhae”.
Surat Izin Edar Pangan Olahan No. PN.06.07.52.08.22.2927.PKPE/MD/0528,
yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan atas Minuman
Mengandung Susu Rasa Stroberi Pisang dengan nama dagang “Mujigae” dengan
nomor izin edar BPOM RI MD 200910037267, tanggal 6 September 2022 dengan
masa berlaku hingga 6 September 2027.
Surat Izin Edar Pangan Olahan No. PN.06.07.52.12.22.7028.PKPE/MD/0211,
yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan atas Minuman
Mengandung Susu Rasa Teh Hijau Pisang dengan nama dagang “Mujigae” dengan
nomor izin edar BPOM RI MD 200910040267, tanggal 28 Desember 2022
dengan masa berlaku hingga 28 Desember 2027.
Surat Izin Edar Pangan Olahan No. PN.06.07.52.01.23.9994.PKPE/MD/0029,
yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan atas Minuman
Mengandung Susu Rasa Karamel Pisang dengan nama dagang “Mujigae” dengan
nomor izin edar BPOM RI MD 200910041267, tanggal 10 Januari 2023 dengan
masa berlaku hingga 10 Januari 2028.
Surat Izin Edar Pangan Olahan No. PN.06.05.52.04.21.0610.PKPE/MD/0478,
yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan atas Kue Beras dengan
Saus Gochujang (Topokki) dengan nama dagang “Mujigae” dengan nomor izin
edar BPOM RI MD 231910023267, tanggal 22 April 2021 dengan masa berlaku
hingga 22 April 2026, saat ini sedang proses perpanjangan dan perubahan nama
dagang menjadi “Wonhae”.
Surat Izin Edar Pangan Olahan No. PN.06.05.52.11.22.4696.PKPE/MD/0646,
yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan atas Mi Instan dengan
Bumbu Keju Khas Korea (Cheese Ramyun) dengan nama dagang “Mujigae” dengan
nomor izin edar BPOM RI MD 231510038267, tanggal 28 November 2022
Halaman - 12
Page 26
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
dengan masa berlaku hingga 28 November 2027, saat ini sedang proses
perpanjangan dan perubahan nama dagang menjadi “Wonhae.
Surat Persetujuan Pendaftaran Variasi No. B-PN.10.01.52.04.21.5735E, yang
dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan atas Kue Beras dengan Saus
Gochujang (Topokki), tanggal 15 April 2021.
Surat Izin Edar Pangan Olahan No. PN.06.05.52.12.22.5998.PKPE/MD/0177,
yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan atas Makanan Ringan
Ekstrudat Rasa Manis Pedas dengan nama dagang “WONHAE” dengan nomor izin
edar BPOM RI MD 273728088193, tanggal 9 Desember 2022 dengan masa
berlaku hingga 9 Desember 2027.
Surat Izin Edar Pangan Olahan No. PN.06.05.52.09.22.6650.PKPE/MD/0690,
yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan atas Makanan Ringan
Ekstrudat Rasa Krim Rose dengan nama dagang “WONHAE” dengan nomor izin
edar BPOM RI MD 273728084193, tanggal 26 Desember 2022 dengan masa
berlaku hingga 26 Desember 2027.
Surat Izin Edar Pangan Olahan No. PN.06.05.52.11.21.7043.PKPE/MD/0561,
yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan atas Makanan Ringan
Ekstrudat Rasa Krim Rose dengan nama dagang “Mujigae” dengan nomor izin edar
BPOM RI MD 243210034267, tanggal 25 November 2021 dengan masa berlaku
hingga 25 November 2026.
Surat Izin Edar Pangan Olahan No. PN.06.05.52.01.22.2985.PKPE/MD/0046,
yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan atas Kue Beras dengan
Saus Gochujang Pedas (Spicy Topokki) dengan nama dagang “Mujigae” dengan
nomor izin edar BPOM RI MD 231910035267, tanggal 3 Januari 2022 dengan
masa berlaku hingga 3 Januari 2027.
Surat Persetujuan Pendaftaran Variasi No. B-PN.10.01.52.01.22.1291E, yang
dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan atas Otak-otak Ikan Khas
Korea (Oden), tanggal 24 Januari 2022.
Surat Persetujuan Pendaftaran Variasi No. B-PN.10.01.52.04.23.6428E, yang
dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan atas Mi Instan dengan Kue
Beras dan Saus Gochujang Pedas (Spicy Rapokki), tanggal 28 April 2023.
Untuk menjalankan kegiatan usaha baru, Perseroan akan mengajukan perizinan terkait
industri kembang gula dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta
sertifikasi Halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
2.7 Kinerja Keuangan
Perkembangan laporan keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2022 yang diaudit oleh Akuntan Publik
Bambang Budi Tresno dari KAP Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan
pendapat wajar, dalam semua hal yang material, laporan keuangan untuk periode
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 hingga 31 Desember 2024 yang
diaudit oleh Akuntan Publik Raden Ginandjar dari KAP Tanubrata Sutanto Fahmi
Bambang & Rekan dengan pendapat wajar, dalam semua hal yang material dan
laporan keuangan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
diaudit oleh Akuntan Publik Bambang Budi Tresno dari KAP Tanubrata Sutanto Fahmi
Bambang & Rekan dengan pendapat wajar, dalam semua hal yang material, adalah
sebagai berikut :
Halaman - 13
Page 27
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
Tabel 2 Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Perseroan (Rp. 000.000,-)
KETERANGAN 2021 2022 2023 2024 2025
Penjualan 935.075 1.290.992 1.525.445 1.956.431 2.726.974
Beban pokok penjualan (435.507) (620.240) (714.509) (950.220) (1.296.477)
Laba kotor 499.568 670.752 810.936 1.006.211 1.430.497
Beban usaha (171.347) (218.215) (326.243) (376.573) (544.827)
Laba usaha 328.221 452.537 484.693 629.638 885.670
Penghasilan keuangan 10.354 12.192 19.254 38.204 51.611
Beban keuangan (747) (421) (283) (114) (102)
Laba sebelum pajak
penghasilan 337.828 464.308 503.664 667.728 937.179
Beban pajak penghasilan (72.070) (99.336) (107.866) (140.360) (195.599)
Laba tahun berjalan 265.758 364.972 395.798 527.368 741.580
Penghasilan (rugi)
komprehensif lain 3.551 47 (826) 1.325 622
Jumlah penghasilan
komprehensif tahun
berjalan 269.309 365.019 394.972 528.693 742.202
Sumber : Laporan Keuangan Audit Per 31 Desember 2021-2025
Kinerja laba (rugi) Perseroan periode 31 Desember 2021 hingga 2025 adalah sebagai
berikut :
- Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata penjualan mengalami kenaikan
sebesar 30,97% per tahun.
- Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata beban pokok penjualan
mengalami kenaikan sebesar 31,76% per tahun, hal tersebut sejalan dengan
kenaikan penjualan.
- Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata laba kotor mengalami kenaikan
sebesar 30,35% per tahun.
- Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata beban usaha mengalami
kenaikan sebesar 32,24% per tahun.
- Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata laba usaha mengalami kenaikan
sebesar 28,86% per tahun.
- Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata penghasilan keuangan
mengalami kenaikan sebesar 52,30% per tahun akibat meningkatnya penempatan
investasi pada instrumen utang.
- Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata beban keuangan mengalami
penurunan sebesar 36,67% per tahun akibat berkurangnya beban bunga liabilitas
sewa.
- Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata laba sebelum pajak mengalami
kenaikan sebesar 29,71% per tahun.
- Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata beban pajak penghasilan
mengalami kenaikan sebesar 28,97% per tahun sejalan dengan kenaikan laba
usaha.
- Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata laba tahun berjalan mengalami
kenaikan sebesar 29,91% per tahun.
Halaman - 14
Page 28
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
Tabel 3 Laporan Posisi Keuangan Perseroan (Rp. 000.000,-)
KETERANGAN 2021 2022 2023 2024 2025
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 380.237 377.722 753.508 858.294 935.624
Penempatan bank jangka
pendek 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000
Investasi jangka pendek 0 0 1.873 25.697 44.695
Piutang usaha - neto 162.895 188.937 222.758 326.374 468.074
Piutang non-usaha - neto 2.878 2.474 6.244 5.930 6.197
Persediaan 98.316 148.141 156.327 234.517 400.788
Uang muka dan biaya
dibayar di muka 12.155 85.873 79.400 90.834 205.344
Pajak dibayar di muka 6.913 2.172 0 0 0
Total Aset Lancar 673.394 815.319 1.230.110 1.551.646 2.070.722
Aset tetap neto 503.588 708.363 745.409 910.229 1.190.039
Aset takberwujud - neto 2.171 944 168 4 0
Uang jaminan 52.157 48.215 36.826 27.307 10.749
Investasi pada instrumen
utang 72.798 72.741 72.669 207.688 297.271
Aset tidak lancar lainnya 0 0 0 0 0
Total Aset Tidak Lancar 630.714 830.263 855.072 1.145.228 1.498.059
Total Aset 1.304.108 1.645.582 2.085.182 2.696.874 3.568.781
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 105.080 112.266 115.597 169.746 263.644
Utang pajak 39.942 47.296 54.577 65.750 88.343
Akrual 120.002 91.315 124.930 143.191 152.571
Utang bank jangka
panjang yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun 0 0 0 0 0
Liabilitas imbalan kerja
yang jatuh tempo dalam
satu tahun 1.702 2.326 3.178 4.959 8.563
Utang sewa pembiayaan
yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun 1.641 1.516 532 143 7
Total Liabilitas Jangka
Pendek 268.367 254.719 298.814 383.789 513.128
Liabilitas Jangka Panjang
Uang jaminan pelanggan 3.043 39 118 24 2
Liabilitas imbalan kerja 38.535 35.097 38.640 39.393 39.584
Liabilitas sewa
pembiayaan – setelah
dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu
satu tahun 2.347 896 150 7 0
Liabilitas pajak
tangguhan - neto 21.999 19.995 17.652 15.160 15.364
Total Liabilitas Jangka
Panjang 65.924 56.027 56.560 54.584 54.950
Total Liabilitas 334.291 310.746 355.374 438.373 568.078
Halaman - 15
Page 29
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
Lanjutan Tabel 3 ……….
KETERANGAN 2021 2022 2023 2024 2025
EKUITAS
Modal saham 589.897 589.897 589.897 589.897 589.897
Tambahan modal disetor 5.068 5.068 5.068 5.068 5.068
Keuntungan pengukuran
kembali program imbalan
pasti - neto 14.241 14.288 13.462 14.787 15.409
Saldo laba (defisit) :
Dicadangkan 213.952 213.952 213.952 213.952 213.952
Belum dicadangkan 146.659 511.631 907.429 1.434.797 2.176.377
Total Ekuitas 969.817 1.334.836 1.729.808 2.258.501 3.000.703
Total Liabilitas dan
Ekuitas 1.304.108 1.645.582 2.085.182 2.696.874 3.568.781
Sumber : Laporan Keuangan Audit Per 31 Desember 2021-2025
Kinerja aset Perseroan per 31 Desember 2021-2025 adalah sebagai berikut :
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata kas dan setara kas mengalami kenaikan
sebesar 30,44% per tahun, karena adanya peningkatan pada kas diperoleh dari
aktivitas operasi.
- Per 31 Desember 2021-2025, penempatan bank jangka pendek tercatat sebesar
Rp. 10 Miliar.
- Per 31 Desember 2023-2025, rata-rata investasi jangka pendek mengalami
kenaikan sebesar 672,95% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata piutang usaha - neto mengalami kenaikan
sebesar 30,95% per tahun sejalan dengan meningkatnya penjualan.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata piutang non usaha - neto mengalami
kenaikan sebesar 34,46% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata persediaan mengalami kenaikan sebesar
44,28% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata uang muka dan biaya dibayar dimuka
mengalami kenaikan sebesar 184,85% per tahun, akibat meningkatnya uang muka
aset tetap.
- Per 31 Desember 2021-2022, pajak dibayar di muka mengalami penurunan
sebesar 68,58% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata total aset lancar mengalami kenaikan
sebesar 32,89% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata aset tetap neto mengalami kenaikan
sebesar 24,69% per tahun akibat adanya penambahan jumlah aset tetap.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata aset takberwujud neto mengalami
penurunan sebesar 84,09% per tahun, akibat penyusutan software yang digunakan.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata uang jaminan mengalami penurunan
sebesar 29,42% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata investasi pada instrumen utang mengalami
kenaikan sebesar 57,19% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata total aset tidak lancar mengalami kenaikan
sebesar 24,84% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata total aset mengalami kenaikan sebesar
28,64% per tahun.
Halaman - 16
Page 30
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
Kinerja liabilitas dan ekuitas Perseroan per 31 Desember 2021-2025 adalah sebagai
berikut :
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata utang usaha mengalami kenaikan sebesar
27,99% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata utang pajak mengalami kenaikan sebesar
22,16% per tahun, akibat peningkatan penjualan dan laba usaha Perseroan.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata akrual mengalami kenaikan sebesar 8,52%
per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata liabilitas imbalan kerja jangka pendek
mengalami kenaikan sebesar 50,50% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata utang sewa pembiayaan yang jatuh tempo
satu tahun mengalami penurunan sebesar 60,19% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata total liabilitas jangka pendek mengalami
kenaikan sebesar 18,59% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata uang jaminan pelanggan mengalami
penurunan sebesar 16,87% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata liabilitas imbalan kerja mengalami kenaikan
sebesar 0,90% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata liabilitas sewa pembiayaan setelah
dikurangi bagian jangka pendek mengalami penurunan sebesar 85,10% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata liabilitas pajak tangguhan - neto mengalami
kenaikan sebesar 8,40% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata total liabilitas jangka panjang mengalami
penurunan sebesar 4,22% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, saldo modal saham tidak mengalami perubahan.
- Per 31 Desember 2021-2025, tambahan modal disetor tidak mengalami
perubahan.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata keuntungan pengukuran kembali program
imbalan pasti mengalami kenaikan sebesar 2,15% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata saldo laba dicadangkan tidak mengalami
perubahan setiap tahunnya.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata saldo laba belum dicadangkan mengalami
kenaikan sebesar 109,00% per tahun, akibat peningkatan laba.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata total ekuitas mengalami kenaikan sebesar
32,66% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata total liabilitas dan ekuitas mengalami
kenaikan sebesar 28,64% per tahun.
Kebijakan manajemen untuk mengalokasikan belanja modal dalam rangka ekspansi
dan peningkatan kapasitas operasional pabrik menyebabkan Perseroan memiliki
peningkatan berkelanjutan atas aset tetap, pendapatan serta laba Perseroan.
Tabel 4 Laporan Arus Kas Perseroan (Rp. 000.000,-)
KETERANGAN 2021 2022 2023 2024 2025
Arus kas dari aktivitas
operasi 308.341 312.748 459.648 471.800 564.818
Arus kas untuk aktivitas
investasi (263.298) (315.826) (81.991) (367.298) (488.023)
Arus kas dari aktivitas
pendanaan (3.492) (1.320) (1.294) (532) (143)
Kenaikan (penurunan) kas
dan setara kas 41.551 (4.398) 376.363 103.970 76.652
Halaman - 17
Page 31
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
Lanjutan Tabel 4 ……….
KETERANGAN 2021 2022 2023 2024 2025
Kas dan bank awal tahun 338.488 380.237 377.722 753.508 858.294
Dampak perubahan kurs
atas kas dan setara kas 198 1.883 (577) 816 678
Kas dan bank akhir tahun 380.237 377.722 753.508 858.294 935.624
Sumber : Laporan Keuangan Audit Per 31 Desember 2021-2025
Secara umum, kinerja arus kas Perseroan pada periode 31 Desember 2021-2025
adalah sebagai berikut :
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata arus kas dari aktivitas operasi mengalami
kenaikan sebesar 17,69% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata arus kas neto dari aktivitas investasi
mengalami kenaikan sebesar 81,69% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata arus kas neto dari aktivitas pendanaan
mengalami penurunan sebesar 49,04% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata kenaikan (penurunan) bersih kas dan setara
kas mengalami penurunan sebesar 2.216,71% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, jumlah saldo kas dan setara kas akhir tahun
mengalami kenaikan sebesar 30,44% per tahun.
Tabel 5 Analisis Rasio Perseroan
KETERANGAN 2021 2022 2023 2024 2025
A. LIKUIDITAS (% )
Current Ratio 250,92% 320,09% 411,66% 404,30% 403,55%
Quick Ratio 203,46% 223,44% 328,80% 310,22% 274,76%
B. SOLVABILITAS (%)
Total Debt to Equity Ratio 34,47% 23,28% 20,54% 19,41% 18,93%
Total Debt to Asset Ratio 25,63% 18,88% 17,04% 16,25% 15,92%
C. RENTABILITAS (%)
Gross Profit Margin 53,43% 51,96% 53,16% 51,43% 52,46%
Operating Profit Margin 35,10% 35,05% 31,77% 32,18% 32,48%
Net Profit Margin 28,42% 28,27% 25,95% 26,96% 27,19%
Return on Assets 20,38% 22,18% 18,98% 19,55% 20,78%
Return on Equity 27,40% 27,34% 22,88% 23,35% 24,71%
Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh
kewajiban jangka pendek melalui aset lancar yang dimiliki. Rata-rata current ratio dan
quick ratio Perseroan per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar 358,10%
dan 268,14%.
Rasio solvabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam mengembalikan seluruh
liabilitas melalui seluruh aset yang dimiliki ataupun melalui ekuitas. Rata-rata total Debt
to Equity Ratio per 31 Desember 2021-2025 mencapai 23,33%. Sedangkan rata-rata
total Debt to Assets Ratio pada periode yang sama adalah sebesar 18,75%.
Rasio rentabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk menghasilkan laba.
Dilihat dari laba (rugi) usaha, rata-rata Gross Profit Margin (GPM), Operating Profit
Margin (OPM) dan Net Profit Margin (NPM) per 31 Desember 2021-2025 masing-
masing adalah sebesar 52,49%, 33,32% dan 27,36%.
Halaman - 18
Page 32
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
Tingkat balikan terhadap total aset (Return on Asset/ROA) menunjukkan kemampuan
Perseroan untuk menghasilkan laba bersih yang diukur dengan membandingkan antara
laba bersih dengan jumlah aset. ROA Perseroan per 31 Desember 2021-2025 rata-
rata sebesar 20,37%. Tingkat balikan terhadap total ekuitas (Return on Equity/ROE)
menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba bersih yang diukur
dengan membandingkan antara laba bersih dengan jumlah ekuitas. ROE Perseroan per
31 Desember 2021-2025 rata-rata sebesar 25,14%.
Halaman - 19
Page 33
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
3 ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS, MODEL MANAJEMEN DAN POLA BISNIS
3.1 Gambaran Umum
3.1.1 Rencana Perseroan
Dalam rangka melakukan pengembangan usaha, Perseroan berencana untuk
melakukan pengembangan usaha yaitu pada bidang industri kembang gula yang
mencakup usaha pembuatan kembang gula termasuk seluruh kembang gula keras,
kembang gula lunak, kembang gula karet, caramel, cachous, nougat, foundant, dan
marzipan, yang bahan utamanya bukan dari cokelat (KBLI 10734). Sejalan dengan
rencana tersebut, Perseroan akan menambah varian produk berupa gummy (permen
jelly) dengan fokus pada konsep indulgent gummy.
3.1.2 Lokasi dan Aksesibilitas
Lokasi produksi pengembangan usaha di bidang industri kembang gula berada di
Jalan Raya Cikande Rangkasbitung Km 10, Kelurahan Majasari, Kecamatan Jawilan,
Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Lokasi ini memiliki kondisi jalan dan infrastruktur
yang mendukung sehingga dapat ditempuh dengan segala jenis moda transportasi
baik kendaraan beroda empat maupun dua. Luas bangunan yang akan digunakan
untuk produksi kembang gula adalah seluas 1.794 m2. Status kepemilikan atas tanah
dan bangunan adalah miliki sendiri berdasarkan Sertifikat Hak Guna Bangunan
No. 1, Desa Majasari, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten
Gambar 2 Lokasi Pabrik Kembang Gula Cikande
Sumber : Manajemen Perseroan
3.2 Analisis Kelayakan Teknis
3.2.1 Proses Bisnis Pengembangan Usaha
Proses bisnis dari kegiatan usaha baru memiliki alur kegiatan usaha yang berbeda
dengan alur kegiatan usaha yang dijalankan di pabrik yang telah memiliki fasilitas
pendukung untuk kegiatan produksi. Berikut adalah proses bisnis dari kegiatan usaha
baru yang akan dilaksanakan oleh Perseroan :
Halaman - 20
Page 34
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
Gambar 3 Proses Bisnis Perseroan
Sumber : Manajemen Perseroan
Berikut adalah skema produksi kegiatan usaha baru :
Gambar 4 Skema Produksi
Sumber : Manajemen Perseroan
Halaman - 21
Page 35
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
Berikut adalah mesin-mesin yang akan dipakai dalam proses produksi kegiatan usaha
baru :
Tabel 6 Mesin Produksi
No Nama Mesin
1 Stock bins and storage tank and automatic feeding machine
2 Automatic cooking melting system raising film system
3 Batch type cfa system
4 Depositing and cooling system and mold
5 Clean machine
6 Gummy candy drying machine
7 Ro purification system
8 Mesin packaging
Sumber : Manajemen Perseroan
3.2.2 Kapasitas dan Target Produksi Kegiatan Usaha Baru
Berdasarkan keterangan dari pihak Manajemen Perseroan, berikut adalah parameter
dan asumsi yang digunakan untuk menghitung produksi :
Tabel 7 Parameter Produksi Kegiatan Usaha Baru
Keterangan Asumsi
Kapasitas desain efektif lini produksi 300 kg/jam
Sistem operasional 3 shift
Kapasitas produksi harian 6.600 kg/hari
Kapasitas produksi tahunan ±2.402 ton/tahun
Berat produk per sachet ±40–48 gram/sachet
Estimasi kapasitas produksi ±50.000.000 sachet/tahun
Downtime operasional ±5%
Tingkat produk gagal (reject) <2%
Dasar asumsi Lini produksi otomatis dengan tingkat otomasi tinggi
Sumber : Manajemen Perseroan
Berikut adalah kapasitas dan target kegiatan usaha baru yang akan dilaksanakan
oleh Perseroan :
Tabel 8 Kapasitas dan Target Produksi Kegiatan Usaha Baru
Kapasitas Produksi Target Produksi
Tahun
(Sachet/Tahun) (Sachet/Tahun)
2026 20.833.333 7.200.000
2027 50.000.000 25.920.000
2028 50.000.000 38.880.000
2029 50.000.000 43.200.000
2030 50.000.000 47.520.000
Sumber : Manajemen Perseroan
Halaman - 22
Page 36
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
3.2.3 Pelaksanaan Pengembangan Usaha
Pelaksanaan pengembangan kegiatan usaha baru oleh Perseroan akan mulai
dilakukan secara bertahap pada Agustus 2026.
3.2.4 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
Sumber Daya Manusia
Berikut ini adalah latar belakang dan pengalaman dari tenaga ahli profesional
Perseroan untuk melaksanakan kegiatan usaha baru.
Rinaldi – Tenaga Ahli
Beliau memiliki pengalaman manajemen yang luas dalam industri gula dan kembang
gula (sugar confectionery), dengan latar belakang pendidikan sarjana teknologi
pangan dari Institut Pertanian Bogor pada periode 1987-1992. Beliau memiliki
pengalaman dalam pengelolaan Supply Chain yang mencakup Purchasing,
Production Planning and Inventory Control, Warehousing dan Logistics, serta inisiatif
Strategic Improvement dan Environment, Health & Safety (EHS).
Beliau pernah bekerja di beberapa perusahaan diantaranya PT Van Melle Indonesia
(1992-2001) sebagai R&D, QA, EHS & Production (Assistant Manager – Supervisor),
PT Van Melle Indonesia (2001-2003) sebagai Plant Manager, PT Van Melle Indonesia
(2003-2017) sebagai Production Control Senior Manager, PT Van Melle Indonesia
(2017-2019) sebagai Strategic Improvement & EHS Senior Manager, PT Sentra
Usahatama Jaya (2022-2024) sebagai Support Services Division Head/Senior
Manager, dan PT Sin A Sixfifteen & PT Yang Karya Nusantara (2024-2025) sebagai
Operation & Continuous Improvement Senior Manager.
Dengan latar belakang pendidikan serta pengalaman yang cukup panjang di industri
gula dan kembang gula (sugar confectionery), maka Perseroan memiliki keyakinan
bahwa Beliau merupakan figur yang tepat untuk menjalankan dan mengawasi
pelaksanaan kegiatan pengembangan usaha industri kembang gula yang akan
dijalankan oleh Perseroan.
Tenaga Kerja
Keahlian minimum yang wajib dimiliki oleh tenaga kerja adalah sebagai berikut :
Tabel 9 Kualifikasi Tenaga Kerja
Jabatan Kebutuhan Pendidikan Pengalaman Kerja
Manager 1 S1 Minimal 5 tahun
SPV 5 Minimal D3 Minimal 5 tahun
Staff 16 Minimal SMK/SMA Minimal 3 tahun
Operator 41 Minimal SMK/SMA Minimal 1 tahun
Sumber : Manajemen Perseroan
Halaman - 23
Page 37
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
Ketersediaan Bahan Baku
Bahan baku utama yang digunakan dalam proses produksi sebagian besar diperoleh
dari pemasok lokal, sedangkan penggunaan bahan baku impor relatif terbatas yaitu
sekitar 10-15% dari total kebutuhan bahan baku.
3.3 Analisis Kelayakan Pola Bisnis
3.3.1 Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Dari Pola Bisnis
Dalam menjalankan pengembangan kegiatan usaha baru, Perseroan didukung oleh
tenaga ahli yang memiliki kompetensi serta dilengkapi platform digital marketing yang
memadai, akan menciptakan keunggulan kompetitif bagi Perseroan dalam
menjalankan rencana pengembangan usaha. Dengan keunggulan kompetitif yang
dimiliki, maka Perseroan diperkirakan akan dapat bersaing dengan perusahaan
kompetitor.
3.3.2 Kemampuan Pesaing Untuk Menghasilkan Produk Sejenis
Pengembangan usaha baru yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah kembang
gula berupa produk gummy dengan berbagai varian rasa dan bentuk.
Terdapat sejumlah perusahaan yang telah memproduksi produk sejenis di pasar.
Namun demikian, Perseroan memiliki keunggulan dalam hal kecepatan
pengembangan produk (product development speed), fleksibilitas formulasi, serta
kemampuan untuk menghadirkan variasi produk dalam waktu yang relatif singkat.
3.3.3 Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai
Saat ini Perseroan bergerak dalam bidang industri air minum dalam kemasan, industri
kosmetik, industri sabun dan bahan pembersih keperluan rumah tangga, industri
minuman, industri makanan, dan perdagangan besar. Dalam pengembangan usaha
baru, Perseroan didukung oleh kesiapan sarana dan prasarana produksi, serta
didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten di bidang riset dan
pengembangan produk. Berdasarkan kombinasi tersebut, Perseroan memiliki
kemampuan untuk bersaing dan beradaptasi dengan tren pasar, serta menghadirkan
inovasi produk gummy yang sesuai dengan preferensi konsumen.
Dengan pengembangan kegiatan usaha yang dilakukan, maka diharapkan dapat
memberikan nilai tambah bagi Perseroan berupa perluasan jenis-jenis produk yang
dapat disediakan bagi pelanggan.
3.4 Analisis Kelayakan Model Manajemen
3.4.1 Ketersediaan Tenaga Kerja
Untuk rencana pengembangan usaha di bidang industri kembang gula, Perseroan
akan menggunakan 63 tenaga kerja dengan rincian sebagai berikut :
Halaman - 24
Page 38
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
Tabel 10 Rincian Tenaga Kerja
Department Position Quantity Kualifikasi Pengalaman Kerja
Product Supply Senior S1 Minimal 5 tahun
Factory 1
Manager
Subtotal Factory 1
Engineering Minimal D3 Minimal 5 tahun
1
SPV/Executive
Minimal SMK/SMA dan Minimal 3 tahun
Technical Store 1
Engineering sederajat
Minimal SMK/SMA dan Minimal 3 tahun
Maintenance Technician 6
sederajat
Utility Operators 4
Subtotal Engineering 12
Production Minimal D3 Minimal 5 tahun
1
SPV/Executive
Cooking & Deposting Minimal SMK/SMA dan Minimal 1 tahun
Production 12
Operators sederajat
Minimal SMK/SMA dan Minimal 1 tahun
Packing Operators 10
sederajat
Subtotal Production 23
PPIC, Warehouse & Minimal D3 Minimal 5 tahun
1
Logistic SPV/Exe
PPIC Staff Minimal SMK/SMA dan Minimal 3 tahun
1
sederajat
PPIC,
Logistic Staff Minimal SMK/SMA dan Minimal 3 tahun
Warehouse, 1
sederajat
and Logistic
Warehouse Operators Minimal SMK/SMA dan Minimal 1 tahun
6
sederajat
Logistic Operators Minimal SMK/SMA dan Minimal 1 tahun
3
sederajat
Subtotal PPIC & Logistic 12
QA & R&D SPV/Exe 1 Minimal D3 Minimal 5 tahun
R&D Staff Minimal SMK/SMA dan Minimal 3 tahun
1
sederajat
QA and
R&D QA Staff Minimal SMK/SMA dan Minimal 3 tahun
3
sederajat
Lab Analyst Minimal SMK/SMA dan Minimal 3 tahun
1
sederajat
Subtotal QA & R&D 6
EHS & GA SPV 1 Minimal D3 Minimal 5 tahun
WWTP Operators Minimal SMK/SMA dan Minimal 1 tahun
3
sederajat
GA Staff Minimal SMK/SMA dan Minimal 3 tahun
EHS and 1
sederajat
GA
EHS Staff Minimal SMK/SMA dan Minimal 3 tahun
1
sederajat
Cleaning Service Minimal SMK/SMA dan Minimal 1 tahun
3
sederajat
Subtotal EHS & GA 9
TOTAL 63
Sumber : Manajemen Perseroan
Halaman - 25
Page 39
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
Tenaga ahli Perseroan memiliki kompetensi yang memadai, yang didukung oleh
pengalaman kerja serta pelatihan yang relevan dengan bidangnya. Berdasarkan
pengalaman, pelatihan yang telah diikuti, tenaga ahli tersebut diyakini memiliki
kapabilitas yang tepat untuk mendukung pelaksanaan serta pengawasan kegiatan
pengembangan usaha yang akan dilakukan oleh Perseroan.
Untuk menjalankan pengembangan usaha tersebut, keahlian minimum yang wajib
dimiliki oleh tenaga kerja adalah lulusan lulusan SMK/SMA dan sederajat.
Kebutuhan tenaga kerja di atas dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional
perusahaan, dan untuk pemenuhan kebutuhan tenaga kerja ini akan dipenuhi
seluruhnya dengan perekrutan baru.
Berikut adalah pelatihan yang akan diikuti oleh tenaga kerja baru terkait kegiatan
usaha kembang gula :
Tabel 11 Program Pelatihan
Program Pelatihan Jenis Deskripsi
Basic Candy dan Flow proses Gummy Training Pengenalan berbagai jenis candy dan teory candy
GMP & Hygiene Training Good Manufacturing Practices & personal hygiene
Company Orientation Training Pengenalan perusahaan, visi misi, budaya kerja
Penerimaan dan Penyimpanan Raw Material
Training
Packaging Material serta Finished Goods
SOP Produksi Gummy dan Pengemasan Sosialisasi Penjelasan SOP proses produksi gummy
SOP Operasional Mesin & Cleaning Sosialisasi Pengoperasian mesin dan prosedur cleaning
5S dan Kebersihan Area Training Pengenalan 5S dan implementasi pada pabrik
SOP Release Incoming Material Sosialisasi
Safety & K3 Training Keselamatan kerja di area produksi
Dokumentasi & Form Sosialisasi Cara pengisian form dan record produksi
Release Produk Sosialisasi
Pengenalan mengenai kondisi udara, suhu, dan
Pengaturan Kondisi Udara, suhu Kelembaban Training kelambaban dan pengaruhnya terhadap produk dan
proses pembuatan produk
Penerimaan, Penyimpanan, dan Distribusi
Sosialisasi
Finished Goods
Management dan Ketentuan Mtriks Allergen Sosialisasi
Traceability Sosialisasi
Pengenalan mengenai berbagai jenis mesin forming
Teknologi Formi dan Aplikasinya Training
pada industri
Pengenalan Definisi Kadar Air dan Pengaruhnya
Kadar Air Suatu bahan Training
pada produksi
SOP dan Flow Proses WTP Sosialisasi
SOP Penanganan Limbah B3 Sosialisasi
SOP Pemeliharaan Bangunan Sosialisasi
SOP Mesin & Cleaning Sosialisasi
SOP dan Flow Proses Boiler Sosialisasi
SOP dan Flow Proses AHU Sosialisasi
SOP Kalibrasi Alat Sosialisasi
SOP Penanganan Ketidaksesuaian Sosialisasi
SOP Pest Control Sosialisasi
Halaman - 26
Page 40
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
Lanjutan Tabel 11 ……….
Program Pelatihan Jenis Deskripsi
SOP Kodifikasi Sosialisasi
SOP Penanganan Chemical Sosialisasi
SOP FIFO/FEFO Sosialisasi
SOP pengecekan kendaraan RM, PM, dan FG Sosialisasi
Sumber : Manajemen Perseroan
3.4.2 Manajemen Kekayaan Intelektual (Intellectual Property)
Berikut adalah beberapa merek produk yang telah didaftarkan oleh Perseroan :
Sertifikat Merek No. IDM001013504 dengan etiket merek “OMOIDE” yang
dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, tanggal
4 November 2021 dengan jangka waktu 10 tahun hingga 4 November 2031.
Sertifikat Merek No. IDM001013505 dengan etiket merek “OMOIDE” yang
dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, tanggal
4 November 2021 dengan jangka waktu 10 tahun hingga 4 November 2031.
Sertifikat Merek No. IDM001013506 dengan etiket merek “OMOIDE” yang
dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, tanggal
4 November 2021 dengan jangka waktu 10 tahun hingga 4 November 2031.
Sertifikat Merek No. IDM001043183 dengan etiket merek “Fitmeup” yang
dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, tanggal 7 Maret
2022 dengan jangka waktu 10 tahun hingga 7 Maret 2032.
Sertifikat Merek No. IDM001043579 dengan etiket merek “HYDROZEN” yang
dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, tanggal 30 Maret
2022 dengan jangka waktu 10 tahun hingga 30 Maret 2032.
Sertifikat Merek No. IDM000403401 dengan etiket merek “VICA” yang
dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, tanggal
26 November 2020 dengan jangka waktu 10 tahun hingga 26 November 2030.
Sertifikat Merek No. IDM0007771032 dengan etiket merek “PUREAL” yang
dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, tanggal 30 Mei
2017 dengan jangka waktu 10 tahun hingga 30 Mei 2027.
Sertifikat Merek No. IDM000964516 dengan etiket merek “Pureal NUTRIMORE
SUSU SOYA” yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia, tanggal 5 Agustus 2019 dengan jangka waktu 10 tahun hingga
5 Agustus 2029.
Sertifikat Merek No. IDM001050399 dengan etiket merek “pureal!” yang
dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, tanggal 21 Maret
2022 dengan jangka waktu 10 tahun hingga 21 Maret 2032.
Sertifikat Merek No. IDM001050497 dengan etiket merek “pureal!” yang
dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, tanggal 21 Maret
2022 dengan jangka waktu 10 tahun hingga 21 Maret 2032.
Sertifikat Merek No. IDM001049408 dengan etiket merek “pureal!” yang
dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, tanggal 21 Maret
2022 dengan jangka waktu 10 tahun hingga 21 Maret 2032.
Sertifikat Merek No. IDM001052149 dengan etiket merek “원해 WONHAE”
yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, tanggal
4 April 2022 dengan jangka waktu 10 tahun hingga 4 April 2032.
Halaman - 27
Page 41
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
Sertifikat Merek No. IDM001052155 dengan etiket merek “원해 WONHAE”
yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, tanggal
4 April 2022 dengan jangka waktu 10 tahun hingga 4 April 2032.
Surat Perpanjangan Jangka Waktu Perlindungan Merek Terdaftar
No. IDM000403401 dengan etiket merek “VICA” yang dikeluarkan oleh
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, yang diperpanjang sampai tanggal
26 November 2030.
Surat Perpanjangan Jangka Waktu Perlindungan Merek Terdaftar
No. IDM001209148 dengan etiket merek “FLOATY” yang dikeluarkan oleh
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, tanggal 22 September 2023
dengan jangka waktu 10 tahun hingga 22 September 2033.
Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan, kembang gula yang diproduksi
akan menggunakan merek “원해 WONHAE”.
3.4.3 Manajemen Risiko
Seperti halnya kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan lainnya, usaha
Perseroan tidak terlepas dari risiko usaha yang disebabkan oleh berbagai faktor yang
dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan Perseroan, antara lain :
Risiko Persaingan Usaha
Risiko persaingan merupakan risiko yang selalu dihadapi di setiap jenis usaha dan
mempunyai pengaruh yang sangat besar apabila perusahaan tidak melakukan
suatu langkah antisipasi. Melihat kondisi persaingan usaha pada analisis industri
mengenai persaingan antar perusahaan sejenis, Perseroan memiliki tingkat
persaingan yang tinggi. Perseroan diharapkan dapat menjaga kualitas produk
yang terbaik sehingga dapat meningkatkan daya tarik masyarakat terhadap produk
yang dihasilkan oleh Perseroan.
Risiko Pemutusan Kontrak
Dalam melaksanakan kegiatan usaha, Perseroan harus menuliskan kontrak yang
tetap memperkuat posisi tawar. Hal ini bertujuan agar jika terjadi pemutusan
kontrak secara sepihak, Perseroan tidak mengalami kerugian atas biaya produksi
telah dikeluarkan.
Risiko Kebakaran dan Keamanan
Perseroan mengantisipasi dengan mengikutsertakan fasilitas produksi dalam
program asuransi.
Risiko Penetapan Harga
Perseroan akan memberikan harga jual yang lebih kompetitif yang akan
memberikan nilai tambah bagi para calon konsumen.
Halaman - 28
Page 42
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
Risiko Kondisi Perekonomian, Sosial dan Politik Indonesia
Risiko perekonomian, sosial dan politik yang berpengaruh pada lingkungan usaha
antara lain disebabkan oleh adanya perubahan yang signifikan pada kebijakan
makro ekonomi, sosial dan politik baik nasional maupun internasional, sehingga
dapat berakibat terhadap dunia bisnis dan keuangan pada umumnya.
3.4.4 Kapasitas Kemampuan Manajemen
Untuk rencana pengembangan usaha di bidang industri kembang gula, Perseroan
memiliki tenaga ahli dengan kompetensi yang memadai, didukung oleh pengalaman
kerja serta pelatihan yang relevan dengan bidangnya. Berdasarkan pengalaman,
pelatihan yang telah diikuti, tenaga ahli tersebut diyakini memiliki kapabilitas yang
tepat untuk mendukung pelaksanaan serta pengawasan kegiatan pengembangan
usaha yang akan dilakukan oleh Perseroan.
3.4.5 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen
Berikut adalah struktur organisasi Perseroan setelah pengembangan usaha baru:
Gambar 5 Struktur Organisasi Perseroan Setelah Pengembangan Usaha Baru
Sumber : Manajemen Perseroan
Berdasarkan rencana pengembangan usaha yang akan dilakukan, tenaga ahli
profesional sebanyak 1 (satu) orang merupakan tenaga ahli yang berpengalaman dan
telah termasuk dalam struktur organisasi di atas pada divisi produksi yaitu Bapak
Rinaldi.
Perseroan menilai bahwa struktur organisasi yang berlaku saat ini masih memadai
untuk mendukung kegiatan operasional. Oleh karena itu, Perseroan tidak
merencanakan perubahan terhadap struktur organisasi yang ada mengingat struktur
tersebut masih efektif dalam mendukung kegiatan pengelolaan, pengawasan serta
operasional usaha.
Halaman - 29
Page 43
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
4 ANALISIS KELAYAKAN PASAR
4.1 Kondisi Dan Prospek Makro Ekonomi
4.1.1 Tinjauan Ekonomi Makro Dunia
Pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan tetap kuat sebesar 3,3% pada tahun
2026 dan sebesar 3,2% pada tahun 2027, yang relatif sejalan dengan estimasi
realisasi sebesar 3,3% pada tahun 2025. Kinerja yang relatif stabil tersebut
merupakan hasil dari keseimbangan antara berbagai faktor seperti tekanan yang
berasal dari perubahan kebijakan perdagangan yang di imbangi oleh faktor
pendorong berupa peningkatan investasi yang signifikan di bidang teknologi,
termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), khususnya di wilayah Amerika
Utara dan Asia dibandingkan dengan wilayah lainnya.
Tabel 12 Pertumbuhan Ekonomi Dunia 2025 & Proyeksi 2026-2027 (%)
Estimasi Proyeksi
Indikator Utama
2025 2026 2027
Negara Maju 1,7 1,8 1,7
Amerika Serikat 2,1 2,4 2,0
Uni Eropa 1,4 1,3 1,4
Jepang 1,1 0,7 0,6
Negara Maju lain 1,8 2,0 2,1
Pasar Emerging dan Ekonomi Berkembang (EMDE) 4,4 4,2 4,1
Cina 5,0 4,5 4,0
India 7,3 6,4 6,4
ASEAN – 5 4,2 4,2 4,4
Amerika Latin dan Karibia 2,4 2,2 2,7
Timur Tengah dan Asia Tengah 3,7 3,9 4,0
Afrika Sub-Sahara 4,4 4,6 4,6
Dunia 3,3 3,3 3,2
Sumber : IMF, World Economic Outlook, January 2026
Berdasarkan data Asian Development Outlook (ADO), December 2025, proyeksi
pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) untuk Asia Tenggara direvisi naik menjadi
4,5% untuk tahun 2025 dan 4,4% untuk tahun 2026. Revisi ini mencerminkan kinerja
ekonomi yang kuat pada kuartal ketiga di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan
Vietnam, pertumbuhan yang stabil di Thailand, serta prospek pertumbuhan yang lebih
rendah di Filipina yang dipengaruhi oleh lemahnya belanja infrastruktur di tengah
investigasi terhadap proyek-proyek yang didanai oleh anggaran publik serta dampak
bencana alam.
Tabel 13 Pertumbuhan PDB per Tahun dan Inflasi
Pertumbuhan PDB per Tahun (%) Inflasi (%)
Subregion/Economy 2024 2025 2026 2024 2025 2026
Aktual ADO ADO Aktual ADO ADO
Kaukasus dan Asia Tengah 5,8 5,8 5,0 6,8 8,0 7,1
Asia Timur 4,7 4,6 4,1 0,5 0,3 0,6
Cina 5,0 4,8 4,3 0,2 0,0 0,4
Asia Selatan 5,9 6,5 6,0 6,5 3,3 4,7
India 6,5 7,2 6,5 4,6 2,6 4,2
Halaman - 30
Page 44
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
Lanjutan Tabel 13 ……
Pertumbuhan PDB per Tahun (%) Inflasi (%)
Subregion/Economy 2024 2025 2026 2024 2025 2026
Aktual ADO ADO Aktual ADO ADO
Asia Tenggara 4,8 4,5 4,4 3,0 2,4 2,8
Indonesia 5,0 5,0 5,1 2,3 1,7 2,5
Malaysia 5,1 4,5 4,3 1,8 1,6 2,2
Filipina 5,7 5,0 5,3 3,2 1,8 3,0
Singapura 4,4 4,1 2,1 2,4 1,0 1,2
Thailand 2,5 2,0 1,6 0,4 0,0 0,5
Vietnam 7,1 7,4 6,4 3,7 3,9 3,8
Pasifik 3,8 4,1 3,4 1,9 2.5 3,4
Developing Asia 5,1 5,1 4,6 2,6 1,6 2,1
Note : Developing Asia terdiri dari 46 negara anggota ADB (Asian Development Bank).
Sumber : Asian Development Outlook, Desember 2025
4.1.2 Ekonomi Makro Indonesia
Laju ekonomi Indonesia Triwulan IV-2025 terhadap Triwulan IV-2024 year-on-year
(yoy) tumbuh sebesar 5,39%. Pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh lapangan
usaha, kecuali pertambangan dan penggalian serta pengadaan air, pengelolaan
sampah, limbah dan daur ulang yang masing masing terkontraksi sebesar 1,31% dan
0,51%. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah transportasi dan
pergudangan sebesar 8,98%, diikuti oleh jasa lainnya sebesar 8,71%.
Halaman - 31
Page 45
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
Tabel 14 Laju Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menurut Lapangan Usaha (%)
Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS), Berita Resmi Statistik No. 18/02/Th. XXIX, 5 Februari
2026
Inflasi, Nilai Tukar, dan Suku Bunga
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada tahun 2025 terjaga dalam kisaran sasaran
2,5±1%, dengan Inflasi IHK Desember 2025 sebesar 2,92% (yoy). Inflasi inti tetap
terjaga rendah sebesar 2,38% (yoy), sejalan pertumbuhan ekonomi yang masih di
bawah kapasitas serta didukung konsistensi suku bunga kebijakan moneter Bank
Indonesia dalam menjangkar ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya
dan imported inflation yang tetap terkendali. Inflasi kelompok administered
prices (AP) terjaga rendah sebesar 1,93% (yoy). Sementara itu, inflasi
kelompok volatile food (VF) masih relatif tinggi sebesar 6,21% (yoy) disumbang
terutama oleh komoditas bawang merah seiring pasokan yang terbatas akibat
gangguan cuaca dan kenaikan harga benih.
Halaman - 32
Page 46
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
Gambar 6 Perkembangan Inflasi IHK
Sumber : Bank Indonesia, Tinjauan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2025
Nilai tukar Rupiah sepanjang awal September hingga akhir November 2025
menunjukkan pola yang sejalan dengan perbaikan pada arus modal. Setelah sempat
mengalami tekanan pada awal September, ketika Rupiah terdepresiasi hingga
Rp. 16.800,- per Dolar AS seiring meningkatnya ketidakpastian global dan besarnya
arus keluar portofolio, nilai tukar Rupiah berbalik mulai menunjukkan apresiasi
bertahap memasuki bulan Oktober. Stabilitas Rupiah juga semakin terjaga pada
bulan November, dengan kurs yang bergerak konsisten di sekitar Rp. 16.659,- per
Dolar AS pada 1 Desember 2025. Hal ini mencerminkan respon kebijakan stabilisasi
nilai tukar yang efektif dari otoritas moneter dan meredanya volatilitas eksternal.
Gambar 7 Perubahan Nilai Tukar Rupiah
Sumber : Tinjauan Ekonomi, Keuangan, & Fiskal Edisi IV Tahun 2025, Kementerian Keuangan
Tingkat suku bunga pasar uang Indonesia, atau overnight index average, bergerak
menurun sebesar 234 basis points (bps) sejak awal tahun 2025 menjadi sebesar
3,69% pada 20 Januari 2026. Suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI)
untuk tenor 6, 9 dan 12 bulan juga menurun masing-masing sebesar 254 bps, 254
bps, dan 258 bps sejak awal tahun 2025 menjadi 4,62%, 4,66% dan 4,69% pada
15 Januari 2026. Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) untuk tenor 2 tahun dan
10 tahun masing-masing tercatat sebesar 5,06% dan 6,31% pada 20 Januari 2026.
Transmisi penurunan suku bunga kebijakan terhadap terhadap suku bunga perbankan
Halaman - 33
Page 47
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
terus berlanjut, baik pada suku bunga dana maupun suku bunga kredit. Suku bunga
deposito 1 bulan turun sebesar 56 bps dari 4,81% pada awal 2025 menjadi 4,25%
pada Desember 2025, meskipun upaya lanjutan perlu terus dilakukan untuk
penurunan pemberian special rate kepada deposan besar. Dengan penurunan suku
bunga dana tersebut, suku bunga kredit perbankan mulai menurun, yaitu sebesar 39
bps dari 9,20% pada awal 2025 menjadi sebesar 8,81% pada Desember 2025.
Gambar 8 Suku Bunga Perbankan (%)
Sumber : Bank Indonesia, Tinjauan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2025
4.2 Pangsa Pasar dan Sasaran
Pasar industri makanan dan minuman global terus menunjukkan pertumbuhan positif,
namun akselerasi pertumbuhan paling dinamis saat ini digerakkan oleh sektor novelty
confectionery, khususnya pasar gummy. Pasar gummy di Indonesia secara umum
berkembang dengan sangat pesat dengan estimasi total nilai pasar mencapai kisaran
USD 850 juta hingga USD 950 juta (setara dengan Rp. 13,6 Triliun hingga Rp.15,2
Triliun) pada tahun 2026. Struktur kapitalisasi ini dibentuk oleh segmen permen jeli
biasa senilai USD 400 Juta hingga USD 450 Juta dan segmen functional gummies
sebesar USD 422,72 juta. Dari sisi pertumbuhan, permen jeli biasa mencatat laju
Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 4,5% hingga 5,2% per tahun,
sementara segmen functional gummies menjadi kategori dengan pertumbuhan paling
cepat dengan CAGR mencapai 8,54% per tahun. Saat ini, pasar konvensional
didominasi oleh PT Yupi Indo Jelly Gum, Tbk dengan kepemilikan pangsa pasar
mutlak sebesar 66,5%. Mengingat pasar terus membesar, penetrasi produk baru
Perseroan diarahkan untuk menyerap potensi pertumbuhan pasar (market growth
absorption).
4.2.1 Potensi Pasar dan Kesinambungan
Perekonomian Indonesia sebagian besar didorong oleh peningkatan konsumsi yang
pesat, termasuk industri makanan dan minuman. Pertumbuhan penjualan didorong
oleh peningkatan pengeluaran untuk makanan dan minuman, terutama di kalangan
konsumen kelas menengah. Banyak industri lokal dan internasional memanfaatkan
peluang untuk menjual makanan dan minuman kepada konsumen Indonesia yang
semakin terbuka terhadap makanan dan cita rasa baru.
Halaman - 34
Page 48
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
Industri makanan dan minuman di Indonesia pada 2025 menunjukkan performa yang
solid dan terus berkembang. Hal ini menggambarkan bahwa pelaku usaha, investor,
dan pelaku industri melihat potensi besar di dalam negeri, baik untuk memenuhi
kebutuhan domestik maupun merespon permintaan ekspor. Sektor ini juga
memberikan kontribusi signifikan bagi PDB industri pengolahan non-migas. Dengan
demikian, Indonesia semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu pasar
makanan dan minuman terbesar di Asia Tenggara.
Industri makanan dan minuman Indonesia tidak hanya fokus pada pasar domestik,
tetapi juga bergerak ke arah global. Pemerintah dan pelaku industri mendorong
kemitraan global, baik dalam bentuk joint–venture, ekspor, maupun transfer
teknologi. Upaya ini diyakini penting untuk meningkatkan daya saing produk lokal di
pasar internasional, serta memperluas pangsa pasar luar negeri.
Pasar gummy di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang positif, ditandai
dengan semakin banyaknya produk gummy impor yang masuk dan diterima dengan
baik oleh pasar domestik. Hal ini menunjukkan tingginya minat konsumen terhadap
produk gummy. Gummy merupakan jenis snack yang disukai oleh berbagai kalangan
usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa, sehingga memiliki potensi pasar
yang luas dan berkelanjutan.
Sektor ini memiliki daya tarik jangka panjang karena produk gummy memiliki inovasi
tinggi pada aspek formulasi, yang memungkinkan produsen merespons perubahan
tren gaya hidup melalui opsi rendah gula (low-sugar) maupun eksplorasi kombinasi
rasa yang beragam secara fleksibel. Karakteristik produk yang adaptif ini memberikan
peluang besar bagi industri untuk terus memperbaharui siklus produk sesuai dengan
dinamika selera konsumen yang cepat berubah.
4.2.2 Sasaran Pasar
Berikut adalah sasaran pasar Perseroan :
Konsumen usia 6–35 tahun
Konsumen yang tinggal di perkotaan
Konsumen yang peduli rasa, kemasan dan gaya hidup
Pembeli di e-commerce, minimarket, modern trade serta warung dan toko
kelontong tradisional (general trade)
4.2.3 Strategi Pemasaran
Berikut adalah strategi pemasaran Perseroan :
Branding dengan desain kemasan modern dan estetik
Aktivasi digital marketing dan media sosial
Kolaborasi dengan influencer/key opinion leader
Sampling dan promo
Penjualan online dan offline terintegrasi yang menyeimbangkan pasokan
modern trade dan sebaran merata di general trade
Halaman - 35
Page 49
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
4.3 Pesaing Usaha
Berikut adalah beberapa perusahaan pesaing Perseroan yang bergerak dalam bidang
industri yang sama :
PT Yupi Indo Jelly Gum, Tbk
PT Ranjani Jaya Lestari
Amos Food Group
PT Mayora Indah, Tbk
4.3.1 Analisis Persaingan Usaha
Industri makanan merupakan industri yang selalu mengalami pertumbuhan yang
positif, memiliki nilai pasar yang besar dan juga merupakan industri yang sangat
kompetitif. Pemasaran produk gummy oleh Perseroan tidak lepas dari adanya
persaingan. Perseroan berencana untuk memasarkan produk gummy tersebut dengan
pengalaman Perseroan dalam bisnis barang konsumen. Produk Perseroan merupakan
produk berkualitas yang diproduksi dengan standard higienis tinggi dan telah dikenal
luas di masyarakat serta memiliki banyak konsumen loyal, hal tersebut meningkatkan
daya saing Perseroan dibandingkan dengan perusahaan kompetitor. Perusahaan
yang dapat menjadi pesaing Perseroan adalah perusahaan-perusahan produsen
makanan lainnya.
Berdasarkan keterangan dari Manajemen Perseroan, pihak yang mendominasi dalam
bidang industri yang sama dengan Perseroan adalah PT Yupi Indo Jelly Gum, Tbk
(Yupi).
4.3.2 Analisis Peluang Usaha
Pengembangan usaha baru yang akan dilakukan oleh Perseroan yaitu dengan
menambah jenis produk gummy dengan fokus pada perpaduan konsep indulgent
gummy dan functional gummy. Melalui strategi diversifikasi usaha ini, Perseroan akan
selalu berusaha menjaga keberlangsungan usahanya di masa mendatang dengan
terus mencari peluang-peluang penjualan produk-produk baru. Konsep indulgent
menawarkan rasa premium dengan struktur biaya bahan baku (cost margin) yang
efisien, sedangkan aspek functional memberikan nilai tambah kesehatan pada produk
melalui kandungan vitamin atau zat aktif yang diminati pasar modern.
Peluang serapan pasar ini sangat terbuka karena produk gummy memiliki inovasi
tinggi pada aspek formulasi, sehingga memudahkan proses produksi yang kompetitif
di berbagai lini pasar. Portofolio produk ini dirancang secara adaptif untuk
mendukung strategi distribusi yang luas dan merata ke seluruh lapisan konsumen.
Pada jalur distribusi, integrasi saluran modern trade, saluran e-commerce, hingga
saluran general trade mendukung pertumbuhan pasar gummy dari Perseroan secara
berkelanjutan. Dengan memaksimalkan skalabilitas penetrasi produk dari kasir ritel
modern hingga ke jaringan warung tradisional dengan pertimbangan struktur cost
margin yang sehat, Perseroan dapat mengoptimalkan volume penjualan sekaligus
menjaga keberlanjutan bisnis jangka panjang.
Halaman - 36
Page 50
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
4.4 Target, Konsep dan Strategi Pemasaran Perseroan
Dalam rangka pengembangan usaha produk gummy, Perseroan memposisikan diri
sebagai produsen gummy inovatif dengan kualitas tinggi, fokus pada rasa, tekstur dan
visual yang menarik. Target pasar utama adalah konsumen umur 6 - 35 tahun,
konsumen yang tinggal di perkotaan yang aktif di media sosial dan tertarik pada produk
unik. Strategi pemasaran difokuskan pada digital marketing melalui platform seperti
TikTok, Instagram dan marketplace, dengan pendekatan konten kreatif, kolaborasi
dengan influencer, serta pemanfaatan tren viral untuk meningkatkan brand awareness.
Perseroan juga menetapkan harga yang kompetitif dan proses distribusi secara
omnichannel, yaitu mengintegrasikan seluruh saluran penjualan dan komunikasi baik
fisik (offline) maupun digital (online) ke dalam satu sistem terpadu, untuk mendorong
pertumbuhan penjualan dan loyalitas konsumen.
4.5 Prospek Usaha Perseroan
Industri makanan dan minuman berperan strategis sebagai penopang utama
perekonomian nasional. Sepanjang Kuartal I-III/2025, sektor industri makanan dan
minuman berhasil tumbuh 6,23%, dengan kontribusi terhadap Industri Pengolahan
Nonmigas (IPNM) sebesar 41,06%. Selain itu, sektor IPNM mencatatkan pertumbuhan
5,30% atau melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,01%,
dengan kontribusi sebesar 19,07% terhadap PDB.
Sepanjang periode 2025, kontribusi ekspor IPNM mencapai 80,27% dari total ekspor
nasional sepanjang Januari-November 2025. Hal tersebut, mendorong pelaku industri
untuk terus berinovasi, memperkuat sinergi hulu-hilir dan meningkatkan akses pasar
ekspor. Pemerintah menyiapkan beragam instrumen kebijakan untuk meningkatkan
kinerja industri pengolahan berbasis bahan alam, salah satunya melalui program
restrukturisasi mesin/peralatan industri.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan bahan baku, mendukung
program substitusi impor dalam mewujudkan kemandirian industri, serta meningkatkan
daya saing melalui peningkatan efisiensi, produktivitas dan penggunaan teknologi
terbaru yang ramah lingkungan.
Segmen gummy dan jelly di kawasan Asia-Pasifik, di mana Indonesia merupakan salah
satu pasar dominan yang mencatat pertumbuhan yang sangat kuat. Pasar gummy dan
jelly Asia-Pasifik bernilai USD 3,82 Miliar pada tahun 2024 dan diproyeksikan
mencapai USD 7,23 Miliar pada tahun 2032 dengan CAGR sebesar 8,3%.
Segmen functional gummies mencatat akselerasi lebih tinggi. Pasar functional gummies
& jellies Asia-Pasifik bernilai USD 5,45 Miliar pada tahun 2024 dan diproyeksikan
mencapai USD 9,80 Miliar pada tahun 2032 dengan CAGR 7,8%. Secara global,
pasar functional gummies bernilai USD 4,55 Miliar pada tahun 2024 dan diperkirakan
mencapai USD 9,12 Miliar pada tahun 2033 dengan CAGR sebesar 8,4%.
Halaman - 37
Page 51
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
5 ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN
5.1 Rencana Investasi
Dalam melaksanakan kegiatan usaha yang baru, diproyeksikan Perseroan akan
membutuhkan investasi pada tahun 2026. Berikut adalah rincian investasi Perseroan :
Tabel 15 Rincian Investasi
No. Keterangan Nilai Investasi (Rp. 000,-)
1. Tanah 4.426.261
2. Bangunan 4.098.422
3. Mesin 37.690.492
Total 46.215.176
Sumber : Manajemen Perseroan
5.2 Struktur Modal Investasi dan Modal Kerja
Pengembangan usaha industri kembang gula direncanakan menggunakan modal
investasi yang berasal dari kas Perseroan.
5.3 Asumsi–Asumsi dan Proyeksi Keuangan
5.3.1 Asumsi Dasar
Proyeksi keuangan sebelum dan setelah dilaksanakannya kegiatan usaha baru
disusun oleh Manajemen Perseroan untuk 5 (lima) tahun kedepan. Asumsi dan dasar
penyusunan proyeksi telah memperhatikan aspek kondisi makro ekonomi, serta target
pertumbuhan Perseroan.
5.3.2 Target Produksi
Sesuai dengan proyek yang akan dilaksanakan, proyeksi keuangan dibuat
berdasarkan business plan Perseroan. Berikut adalah proyeksi target produksi pada
periode tahun 2026 hingga 2030 :
Tabel 16 Proyeksi Target Produksi
Target Produksi
Tahun
(Sachet/Tahun)
2026*) 7.200.000
2027 25.920.000
2028 38.880.000
2029 43.200.000
2030 47.520.000
* Proses produksi dimulai pada Agustus 2026
)
5.3.3 Harga Jual
Asumsi harga jual produk gummy adalah sebesar Rp. 6.416,-/sachet dan
diproyeksikan akan mengalami kenaikan sebesar 2,50% pada tahun 2027 hingga
2030.
Halaman - 38
Page 52
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
5.3.4 Pendapatan
Berikut adalah proyeksi pendapatan usaha baru Perseroan pada periode tahun 2026
hingga 2030 :
Tabel 17 Proyeksi Pendapatan Kegiatan Usaha Kembang Gula (Rp. 000,-)
Tahun Pendapatan
2026 41.666.259
2027 168.097.235
2028 258.492.519
2029 297.256.424
2030 335.282.349
5.3.5 Beban Pokok Penjualan dan Beban Operasional
Berikut adalah rincian beban pokok penjualan dan beban operasional, yang terdiri
dari beban umum dan beban penjualan untuk kegiatan usaha kembang gula :
Tabel 18 Proyeksi Beban Pokok Penjualan dan Beban Operasional Kegiatan Usaha
Kembang Gula (Rp. 000)
Tahun Beban Pokok Pendapatan Beban Operasional
2026 22.594.620 3.432.895
2027 86.561.626 14.676.410
2028 127.520.968 23.574.879
2029 145.331.729 27.346.445
2030 162.870.504 31.034.132
5.3.6 Penetapan Tingkat Pengembalian
Tingkat pengembalian yang digunakan adalah Biaya Ekuitas untuk Perseroan. Untuk
menentukan besarnya biaya modal untuk ekuitas yang dilakukan dengan
mengaplikasikan model CAPM (Capital Asset Pricing Model). Model ini menyatakan
bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup
risiko sistematis dari sekuritas saham, dengan formula sebagai berikut :
Ke = Rf + (Rm – Rf) β – RBDS + α
Ke = Rf + (Rp x β) – RBDS + α
Dimana :
Rf = Tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
Rm = Tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
Rp = Market risk premium untuk pasar ekuitas secara keseluruhan
β = Ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara obyektif dari
responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan
pengembalian portofolio pasar
RBDS = Rating Based Default Spread
α = Risiko spesifik perusahaan (yaitu yang mungkin mencerminkan jenis
properti, perusahaan dan premi risiko lainnya)
Halaman - 39
Page 53
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang
dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas
risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Surat Utang Negara (SUN) dari
Pemeringkat Harga Efek Indonesia (PHEI) tanggal 31 Desember 2025 dengan jangka
waktu selama 10 tahun, yaitu sebesar 6,17%. Angka tersebut akan digunakan sebagai
tingkat kembalian bebas risiko (Rf).
Rp (Market Risk Premium - MRP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas
risiko dengan tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas. Dalam
melakukan perhitungan Premi risiko pasar (Rm-Rf) atau MRP, kami menggunakan
premi risiko pasar berdasarkan data yang diperoleh dari Aswath Damodaran, Country
Risk Premium yang dipublikasikan pada Januari 2026, yakni sebesar 6,69%.
Beta (β), adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.
Untuk memperoleh faktor Beta yang sesuai dan akan digunakan dalam perhitungan,
kami menggunakan beta pembanding dari perusahaan publik dalam industri Food
Processing. Rumus mencari nilai beta suatu perusahaan adalah sebagai berikut :
βL
βU=
1 + [(1 - t) x (DER)]
Dimana :
βU = Beta Unlevered
βL = Beta Levered
t = Tingkat Pajak
DER = Rasio perbandingan utang terhadap ekuitas perusahaan
Unlevered beta industri sejenis yang akan digunakan sebagai dasar perhitungan
levered beta perusahaan adalah sebagai berikut :
Tabel 19 Unlevered Beta Industri Sejenis
Beta Levered Market D/E Ratio Tax Rate
0,72 38,00% 16,36%
Dengan Beta Unlevered sebesar 0,55 dan rasio utang terhadap ekuitas pasar (DER)
perusahaan pembanding sebesar 38,00%, maka :
βL
0,55 =
1 + [(1 – 22%) x 38,00%]
βL = 0,55 X {1+[78% X 38,00%]}
= 0,71
RBDS (Rating Based Default Spread), merupakan penyesuaian Country Default Spread
Indonesia. Berdasarkan hasil riset Aswath Damodaran (New York University Business
School), RBDS yang dipublikasikan pada Januari 2026 adalah sebesar 1,62%.
Halaman - 40
Page 54
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
Alpha (α) merupakan risiko spesifik perusahaan yang mungkin mencerminkan jenis
properti, perusahaan dan premi risiko lainnya. Dalam perhitungan ini, α diasumsikan
sebesar 0%.
Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas Perseroan adalah :
Tabel 20 Perhitungan Biaya Modal Ekuitas
Keterangan Biaya Modal untuk Ekuitas
Tingkat Bunga Bebas Risiko 6,17%
Beta 0,71
Market Premium 6,69%
RBDS 1,62%
Alpha 0%
Biaya Modal untuk Ekuitas 9,29%
5.3.7 Penentuan Biaya Modal Tertimbang
Dalam menghitung discount factor untuk Arus Kas Bersih (AKB) untuk perusahaan,
kami menggunakan tingkat diskonto berdasarkan Biaya Modal Rata-rata Tertimbang
(Weighted Average Cost of Capital/WACC) dengan formula sebagai berikut :
WACC = {Wd x (I x [1 - T])} + (We x ke)
Dimana :
WACC = Biaya modal rata-rata tertimbang
We = Bobot ekuitas dalam struktur kapital
Wd = Bobot hutang dalam struktur kapital
ke = Biaya modal ekuitas
I = Tingkat bunga hutang dalam struktur kapital
T = Tarif pajak perusahaan
Berdasarkan Tabel 17, market DER industri sejenis adalah sebesar 38,00%, sehingga
diperoleh pembobotan interest bearing debt sebesar 27,54% dan equity sebesar
72,46%. Dengan biaya modal untuk utang diasumsikan sebesar bunga pasar atas
utang yang berlaku, yaitu sebesar 8,44% atau sebesar 6,58% setelah pajak, maka
diperoleh WACC sebagai berikut :
Tabel 21 Perhitungan WACC
Struktur Modal Bobot Biaya Modal WACC
Interest Bearing Debt 27,54% 6,58% 1,81%
Equity 72,46% 9,29% 6,73%
WACC 8,55%
Halaman - 41
Page 55
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
5.4 Proyeksi Laporan Keuangan
Berikut adalah proyeksi laba (rugi) Perseroan pada periode 2026 hingga 2030 :
Tabel 22 Proyeksi Laporan Laba Rugi Kegiatan Usaha Kembang Gula
Berdasarkan tabel diatas, rencana pengembangan usaha Perseroan, diproyeksikan
akan memberikan laba bersih sebesar Rp. 12,19 Miliar pada tahun 2026, sebesar
Rp. 52,15 Miliar pada tahun 2027, sebesar Rp. 83,76 Miliar pada tahun 2028, sebesar
Rp. 97,17 Miliar pada tahun 2029 serta sebesar Rp. 110,27 Miliar pada tahun 2030.
Berikut adalah rasio keuangan dari rencana pengembangan usaha Perseroan :
Tabel 23 Analisis Profitabilitas dan Analisis Timbal Balik Investasi Kegiatan Usaha Kembang Gula
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030 Rata-rata
Gross Profit Margin 45,77% 48,51% 50,67% 51,11% 51,42% 49,50%
Operating Profit Margin 37,53% 39,77% 41,55% 41,91% 42,17% 40,59%
Net Profit Margin 29,28% 31,02% 32,41% 32,69% 32,89% 31,66%
Return on Investment 19,72% 45,08% 41,42% 32,34% 26,78% 33,07%
Return on Equity 20,88% 47,17% 43,11% 33,33% 27,45% 34,39%
Laba (rugi) usaha kembang gula Perseroan periode 2026 hingga 2030 memiliki
rata-rata GPM sebesar 49,50%, OPM sebesar 40,59%, NPM sebesar 31,66%,
ROI sebesar 33,07% dan ROE sebesar 34,39%.
Halaman - 42
Page 56
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
5.5 Analisis Rasio Proyeksi Keuangan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
Berikut adalah rasio keuangan Perseroan setelah dilaksanakannya pengembangan
kegiatan usaha :
Tabel 24 Analisis Rasio Perseroan Setelah Dilaksanakannya Pengembangan Usaha
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030 Rata-rata
Gross Profit Margin 51,92% 51,85% 51,92% 51,95% 51,97% 51,92%
Operating Profit Margin 31,18% 31,69% 32,10% 32,23% 32,34% 31,91%
Net Profit Margin 24,91% 24,95% 25,24% 25,32% 25,39% 25,17%
Return on Investment 18,23% 17,65% 17,18% 15,80% 14,82% 16,74%
Return on Equity 21,32% 20,21% 19,26% 17,57% 16,25% 18,92%
Dilihat dari laba (rugi) usaha setelah dilaksanakannya kegiatan pengembangan usaha,
rata-rata GPM, OPM, NPM, ROI dan ROE periode 2026 hingga 2030 secara berurutan
adalah sebesar 51,92%, 31,91%, 25,17%, 16,74% dan 18,92%.
5.6 Analisis Kelayakan
Analisis ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan suatu proyek, yang akan diuji dengan
menggunakan beberapa parameter seperti :
5.6.1 Net Present Value (NPV)
NPV (Net Present Value) adalah nilai bersih sekarang merupakan perbandingan
antara Present Value (PV) kas bersih dan PV selama umur investasi. Selisih antara
kedua PV tersebutlah yang dikenal dengan Net Present Value. Suatu proyek dikatakan
layak atau menguntungkan jika NPV-nya lebih besar dari nol.
Kas Bersih N - Investasi
Kas Bersih 1 Kas Bersih 2
NPV= + + …. +
(1 + r ) (1 + r )2 (1 + r )n
NPV positif, maka investasi layak, dan jika NPV negatif, investasi tidak layak.
NPV proyek menunjukkan angka yang positif yaitu sebesar Rp. 216.416.148.000,-.
5.6.2 Internal Rate of Return (IRR)
IRR (Internal Rate of Return) adalah merupakan alat untuk mengukur tingkat
pengembalian hasil, dimana pada proyek yang layak untuk dilaskanakan, tingkat IRR
yang dihasilkan harus lebih besar dari tingkat diskonto (discounted rate) atau tingkat
pengembalian yang diharapkan oleh investor.
IRR= i1 + NPV2 + (i2 – i1)
NPV1 – NPV2
Halaman - 43
Page 57
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
Dimana :
i1 = tingkat bunga 1 (tingkat discount rate yang menghasilkan NPV1)
i2 = tingkat bunga 2 (tingkat discount rate yang menghasilkan NPV2)
NPV1 = Net present value 1
NPV2 = Net present value 2
IRR diatas tingkat diskonto maka investasi layak, dan IRR dibawah tingkat diskonto
maka investasi tidak layak.
IRR yang dihasilkan proyek adalah 159,92% atau lebih besar dari tingkat
pengembalian yang diasumsikan sebesar 8,55% per tahun.
5.6.3 Profitability Index (PI)
PI (Profitability Index) merupakan rasio aktivitas dari jumlah nilai sekarang penerimaan
bersih dengan nilai sekarang pengeluaran investasi selama umur investasi. Jika nilai
PI lebih besar dari 1, maka proyek tersebut layak untuk dijalankan.
∑PV Kas Bersih
PI= X 100%
∑ PV Investasi
Apabila PI lebih besar (>) dari 1, maka investasi layak
Apabila PI lebih kecil (<) dari 1, maka investasi tidak layak
PI proyek adalah sebesar 4,35729 yang berarti lebih besar dari 1.
5.6.4 Payback Period (PP)
PP (Payback Period) adalah periode atau jumlah tahun yang diperlukan untuk
mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.
Investasi
PP =
X 1 tahun
Kas Bersih / Tahun
PP adalah 1 Tahun 9 Bulan. Dengan demikian, Perseroan mampu mengembalikan
seluruh investasi sesudah proyek berjalan 1 Tahun 9 Bulan.
5.6.5 Break Event Point (BEP)
Break Even Point (BEP) adalah titik dimana pendapatan sama dengan modal yang
dikeluarkan, tidak terjadi kerugian atau keuntungan. Total keuntungan dan kerugian
ada pada posisi 0 titik break even point yang artinya pada titik ini perusahaan tidak
mengalami kerugian atau mendapat keuntungan.
BEP = Biaya Tetap : (Harga jual per unit – biaya variabel per unit)
Selisih dari pengurangan harga jual per unit dan biaya variabel per unit adalah rumus
dari margin kontribusi (contribution margin).
Rata-rata BEP yang dihasilkan adalah sebesar Rp. 39.628.612.000,- atau sebesar
18,00% dari nilai penjualan.
Halaman - 44
Page 58
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Akasha Wira International, Tbk
5.6.6 Analisis Sensitivitas
Untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor ekonomi, maka
berikut ini disajikan analisa sensitivitas terhadap rencana pengembangan usaha yang
akan dilakukan oleh Perseroan :
Gambar 9 Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas dibuat berdasarkan harga jual dan harga bahan baku.
Berdasarkan grafik analisis sensitivitas diatas, pengembangan kegiatan usaha yang
dilakukan oleh Perseroan paling sensitif terhadap kenaikan harga jual.
5.7 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis atas kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola
bisnis, kelayakan model manajemen dan kelayakan keuangan yang seksama, maka
rencana untuk pengembangan usaha, yaitu industri kembang gula oleh Perseroan
adalah layak.
Halaman - 45
Page 59
Page 60
Page 61
Page 62
Page 63
Page 64
Names mentioned 46 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Alfindo Putrasetia
p.7 ×2
unresolved
org
Koordinasi Penanaman Modal
p.7 ×3
unresolved
person
Nitra Reza
· Notaris
p.7 ×7
unresolved
org
Kementerian Hukum Republik Indonesia
p.7 ×2
unresolved
org
Saptono dan Rekan
p.16
unresolved
org
Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan
p.18 ×6
unresolved
org
Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang
p.18 ×5
unresolved
person
Fany Soegiarto Selaku
p.18 ×5
unresolved
person
Rinaldi
p.18 ×2
unresolved
person
Nabila Syaputri
p.18
unresolved
org
PT Raya Saham Registra.
p.20
unresolved
org
PT Tirta Marta
p.23
unresolved
org
Mars Inc.
p.23
unresolved
org
PT Filma Utama Soap
p.23
unresolved
org
PT Multifragrance
· Direktur
p.23
unresolved
org
PT Symrise
p.23
unresolved
org
PT Procter
p.23
unresolved
—
Gamble
· Direktur
p.23
unresolved
org
PT Roundhill Nusantara
p.23
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak Republik Indonesia.
p.24
unresolved
org
PT Ades Waters Indonesia
p.24
unresolved
org
Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia
p.25 ×2
unresolved
org
Pengawas Obat dan Makanan
p.25 ×15
unresolved
org
Penyelenggara Jaminan Produk Halal
p.26
unresolved
org
PT Van Melle Indonesia
p.36 ×4
unresolved
org
PT Sentra Usahatama Jaya
p.36
unresolved
org
PT Sin A Sixfifteen
p.36
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.40 ×15
unresolved
org
Pusat Statistik
p.45
unresolved
org
Bank Indonesia
p.45 ×4
unresolved
org
Kementerian Keuangan Tingkat
p.46
unresolved
org
PT Ranjani Jaya Lestari
p.49
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.100
1384 ms
12 Sep 2026 22:15
no e-reporting cover - issuer taken from the announcement
Raw output
{'announced_date': None,
'changes': [],
'event_date': None,
'issuer_name': '',
'issuer_ticker': '',
'letter_number': '',
'positions': [],
'source_shape': 'ROSTER',
'subject': ''}