Skip to content
Back to announcement

20260605_BREN_Informasi Transaksi Afiliasi_32097590_lamp1.pdf

Asset transaction Needs review BREN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 64

Page 1
Kusnanto & rekan
 Independent Business Appraisers
License : 2.19.0162
Indonesia
Page 2
No. : 00082/2.0162-00/BS/02/0153/1/V/2026                                    1 Mei 2026



Kepada Yth.

PT BARITO RENEWABLES ENERGY Tbk
Wisma Barito Pacific II, Lt. 23
Jl. Let. Jend. S. Parman Kav. 60
Jakarta 11410

U.p. : Direksi

Hal : Pendapat Kewajaran atas Transaksi


Dengan hormat,

Pada tanggal 1 Mei 2026, PT Star Energy Geothermal Halmahera (selanjutnya disebut
“SEGH”), Star Energy Geothermal Salak Ltd (selanjutnya disebut “SEGSL”), dan
Star Energy Geothermal Darajat II Ltd. (selanjutnya disebut “SEGD II”) telah
menandatangani Kontrak Sewa Operasional Alat Berat untuk Salak dan Darajat Paket 2
(selanjutnya disebut “KSOAB”), di mana SEGH telah menyewakan Backhoe Loader, Dump
Truck, Boom Truck, Truck Chassis dan Fire Truck (selanjutnya disebut “Aset”) kepada
SEGSL dan SEGD II bertujuan untuk mendukung operasional harian dan kegiatan darurat di
lapangan SEGSL dengan daerah operasi yang terletak di Sukabumi, Jawa Barat dan SEGD
II dengan daerah operasi yang terletak di Garut, Jawa Barat yang akan berlaku sejak
tanggal berlaku efektif KSOAB, yaitu tanggal 1 Mei 2026 dan akan berlaku selama 90 bulan
sejak tanggal efektif sampai dengan tanggal 31 Oktober 2033 dengan nilai transaksi
sebesar Rp 17,23 miliar (selanjutnya disebut “Transaksi”).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen PT Barito Renewables Energy Tbk
(selanjutnya disebut “Perseroan”), pada tanggal 31 Desember 2025, SEGH, SEGSL, dan
SEGD II merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan efektif masing-masing
sebesar 85,50%; 80,91%; dan 80,91%.

Sehubungan dengan Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk Kantor
Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut
“KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas kewajaran
Transaksi sesuai dengan surat penugasan No. KR/260123-003 tanggal 23 Januari 2026
yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi
berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar
sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya
disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), menyampaikan pendapat kewajaran
(fairness opinion) (selanjutnya disebut “Pendapat Kewajaran”) atas Transaksi.
Page 3
ALASAN DAN LATAR BELAKANG TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan Perseroan saat ini adalah sebagai perusahaan holding yang bergerak dalam
aktivitas konsultasi manajemen lainnya, pembangkit tenaga listrik, dan pengusahaan tenaga
panas bumi. Perseroan berdomisili di Wisma Barito Pacific II, Lantai 23, Jalan Let. Jend. S.
Parman Kavling 60, Jakarta 11410, dengan nomor telepon: (021) 530 6711, nomor
faksimile: (021) 530 6680, dan email: corpsec@baritorenewables.co.id.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Perseroan, struktur kepemilikan Perseroan
pada SEGH, SEGSL, dan SEGD II pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:



                                               Perseroan




                                                      100,00%



                                         Star Energy Group
                                           Holding Pte Ltd.



                                      90,00%                      100,00%


                                                           Star Energy
                                Star Energy
                                                           Geothermal
                            Geothermal Pte Ltd.
                                                        Netherlands B.V


                                      95,00%                      100,00%
                                                           Star Energy
                                  SEGH                     Geothermal
                                                        Holdings (Salak-
                                                           Darajat) B.V
                            (Perseroan 5,00%)
                                                          (Netherlands
                                                                  80,91%

                                                           Star Energy
                                                       Geothermal (Salak-
                                                           Darajat) B.V
                                                          (Netherlands)

                                      100,00%                     100,00%



                                 SEGD II                        SEGSL




                                                  2
Page 4
SEGH merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
lingkup kegiatan SEGH adalah bergerak dalam bidang eksplorasi sumber energi panas
bumi.

SEGSL merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan di Bermuda. Ruang lingkup kegiatan SEGSL adalah
bergerak dalam bidang sumber energi panas bumi dan pembangkit listrik.

SEGD II merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan di Bermuda. Ruang lingkup kegiatan SEGD II adalah
bergerak dalam bidang sumber energi panas bumi dan pembangkit listrik.

Perseroan merupakan perusahaan holding investasi dengan beberapa entitas anak yang
saat ini sedang fokus pada pengembangan dan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga
Panas Bumi (selanjutnya disebut “PLTP”). Sehubungan dengan hal tersebut,
SEGSL dan SEGD II perlu menetapkan langkah strategis untuk mendukung dan menjamin
kelancaran kegiatan operasional. Dalam rangka memenuhi kebutuhan kegiatan operasional
tersebut, SEGSL dan SEGD II telah melakukan Transaksi untuk memperoleh kepastian unit
Aset yang tersedia di pasar untuk dapat disewa dengan harga sewa yang bersaing dan lebih
efisien dibandingkan dengan penawaran lain dari pihak ketiga.

Transaksi merupakan salah satu strategi bisnis Perseroan dalam rangka memaksimalkan
portofolio bisnis Perseroan secara kelompok usaha (Grup) pada SEGH sebagai perusahaan
yang menyewakan Aset bagi SEGSL dan SEGD II. Dengan koordinasi dan pengaturan yang
efektif, maka proses operasional diharapkan dapat didukung oleh keahlian teknis,
pengalaman, peralatan, jasa – jasa, serta tenaga kerja yang berpengalaman dan memiliki
kompetensi khusus serta memadai sehingga kegiatan operasional dapat berjalan secara
efektif dan efisien dalam menjalankan kegiatan usaha dalam satu kelompok usaha, di mana
hal ini juga sejalan dengan pola bisnis yang dapat meningkatkan sinergi antar entitas anak
Perseroan sehingga mendukung kelangsungan dan pengembangan kegiatan usaha masing
masing perusahaan.

Dengan dilakukannya Transaksi, penerapan pola kerja yang terkoordinasi dan
berkesinambungan diharapkan akan memberikan peningkatan efisiensi operasional,
mempercepat proses eksplorasi dan pengembangan sumber daya panas bumi, serta
menjaga stabilitas produksi listrik guna memenuhi produksi energi dari hasil konversi panas
bumi menjadi listrik sehingga dapat memaksimalkan akan kepastian sumber pendapatan
bagi SEGSL dan SEGD II yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.

Setelah Transaksi menjadi efektif, SEGSL dan SEGD II memiliki akses penggunaan atas
Aset selama 90 bulan sejak tanggal efektif sebagaimana disepakati oleh para pihak dalam
KSOAB, di mana hal tersebut merupakan sewa jangka panjang yang diharapkan dapat
mengurangi ketergantungan terhadap penyedia jasa sewa Aset milik pihak ketiga dan
menjadi langkah penerapan mitigasi risiko bagi SEGSL dan SEGD II terhadap
ketidakpastian atas pasokan unit Aset dan fluktuasi biaya sewa Aset sebagai dampak dari
tingginya akan kebutuhan jasa sewa Aset dari berbagai perusahaan yang bergerak dalam
bidang yang sama dengan SEGH.


                                            3
Page 5
Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan merupakan perusahaan holding investasi dengan beberapa entitas anak yang
    saat ini sedang fokus pada pengembangan dan pengoperasian PLTP. Sehubungan
    dengan hal tersebut, SEGSL dan SEGD II perlu menetapkan langkah strategis untuk
    mendukung dan menjamin kelancaran kegiatan operasional. Dalam rangka memenuhi
    kebutuhan kegiatan operasional tersebut, SEGSL dan SEGD II telah melakukan
    Transaksi untuk memperoleh kepastian unit Aset yang tersedia di pasar untuk dapat
    disewa dengan harga sewa yang bersaing dan lebih efisien dibandingkan dengan
    penawaran lain dari pihak ketiga.

•   Transaksi merupakan salah satu strategi bisnis Perseroan dalam rangka
    memaksimalkan portofolio bisnis Perseroan secara kelompok usaha (Grup) pada SEGH
    sebagai perusahaan yang menyewakan Aset bagi SEGSL dan SEGD II. Dengan
    koordinasi dan pengaturan yang efektif, maka proses operasional diharapkan dapat
    didukung oleh keahlian teknis, pengalaman, peralatan, jasa – jasa, serta tenaga kerja
    yang berpengalaman dan memiliki kompetensi khusus serta memadai sehingga kegiatan
    operasional dapat berjalan secara efektif dan efisien dalam menjalankan kegiatan usaha
    dalam satu kelompok usaha, di mana hal ini juga sejalan dengan pola bisnis yang dapat
    meningkatkan sinergi antar entitas anak Perseroan sehingga mendukung kelangsungan
    dan pengembangan kegiatan usaha masing masing perusahaan.

•   Dengan dilakukannya Transaksi, penerapan pola kerja yang terkoordinasi dan
    berkesinambungan diharapkan akan memberikan peningkatan efisiensi operasional,
    mempercepat proses eksplorasi dan pengembangan sumber daya panas bumi, serta
    menjaga stabilitas produksi listrik guna memenuhi produksi energi dari hasil konversi
    panas bumi menjadi listrik sehingga dapat memaksimalkan akan kepastian sumber
    pendapatan bagi SEGSL dan SEGD II yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja
    keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.

•   Setelah Transaksi menjadi efektif, SEGSL dan SEGD II memiliki akses penggunaan atas
    Aset selama 90 bulan sejak tanggal efektif sebagaimana disepakati oleh para pihak
    dalam KSOAB, di mana hal tersebut merupakan sewa jangka panjang yang diharapkan
    dapat mengurangi ketergantungan terhadap penyedia jasa sewa Aset milik pihak ketiga
    dan menjadi langkah penerapan mitigasi risiko bagi SEGSL dan SEGD II terhadap
    ketidakpastian atas pasokan Aset dan fluktuasi biaya sewa Aset sebagai dampak dari
    tingginya akan kebutuhan jasa sewa Aset dari berbagai perusahaan yang bergerak
    dalam bidang yang sama dengan SEGH.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa
SEGH dan SEGSL dan SEGD II merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan
efektif masing-masing sebesar 85,50%; 80,91%; dan 80,91% pada tanggal 31 Desember
2025 dan terdapat kesamaan pengurus antara SEGH dan SEGSL dan SEGD II, maka
Transaksi merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan
OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).




                                            4
Page 6
Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
(selanjutnya disebut “KAP”) Liana Ramon Xenia & Rekan (selanjutnya disebut “LRXR”),
jumlah ekuitas Perseroan adalah sebesar USD 883,52 juta. Selanjutnya, berdasarkan
KSOAB, nilai keseluruhan transaksi atas Transaksi tersebut adalah sebesar
Rp 17,23 miliar atau setara dengan USD 1,03 juta dengan menggunakan asumsi kurs
tengah Bank Indonesia per tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 16.782 per USD.

Dengan demikian, jumlah nilai transaksi dari Transaksi tersebut mencerminkan kurang dari
20,00% ekuitas Perseroan per tanggal 31 Desember 2025, sehingga berdasarkan
keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Transaksi bukan merupakan
transaksi material sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal
20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
mensyaratkan adanya laporan pendapat kewajaran atas transaksi tersebut, yang disiapkan
oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Transaksi.

Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan
Transaksi dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini
juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak
menyetujui Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Transaksi.


OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN

Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah transaksi di mana SEGH
telah menyewakan Aset kepada SEGSL dan SEGD II, bertujuan untuk mendukung
operasional harian dan kegiatan darurat di lapangan SEGSL dengan daerah operasi yang
terletak di Sukabumi, Jawa Barat dan SEGD II dengan daerah operasi yang terletak di
Garut, Jawa Barat yang akan berlaku sejak tanggal berlaku efektif KSOAB, yaitu tanggal
1 Mei 2026 dan akan berlaku selama 90 bulan sejak tanggal efektif sampai dengan tanggal
31 Oktober 2033 dengan nilai transaksi sebesar Rp 17,23 miliar.


MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN

Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi adalah untuk
memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran Transaksi dari
aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu POJK 42/2020.

Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya
disebut “SPI”).


                                           5
Page 7
TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN

Pendapat Kewajaran atas Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperhitungkan
pada tanggal 31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan
dan tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi.


JENIS LAPORAN

Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini merupakan laporan terinci.


DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Transaksi yang disusun oleh manajemen
   Perseroan.

2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP LRXR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00071/2.1460/AU.1/02/0565-1/1/III/2026 tanggal 18 Maret 2026 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.

3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP LRXR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00068/2.1460/AU.1/02/1766-1/1/III/2025 tanggal 20 Maret 2025 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian.

4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan
   (selanjutnya  disebut     “TWRR”)    sebagaimana    tertuang   dalam    laporannya
   No. 00304/2.1025/AU.1/02/0243-4/1/III/2024 tanggal 15 Maret 2024 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian.

5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 dengan angka perbandingan untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP TWRR sebagaimana tertuang
   dalam laporannya No. 00718/2.1025/AU.1/02/0243-3/1/IV/2023 tanggal 18 April 2023
   dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.

6. Laporan keuangan konsolidasian proforma Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal 31 Desember 2025 sehubungan dengan Transaksi yang disusun oleh
   manajemen Perseroan.




                                           6
Page 8
7. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 yang
   disusun oleh manajemen Perseroan.

8. Laporan kajian atas nilai sewa Aset per 31 Desember 2025 yang disusun oleh
   KJPP Suwendho, Rinalydy, dan Rekan (selanjutnya disebut “SRR”) sebagaimana
   tertuang dalam laporannya No. 260428.001/SRR-JK/SR-A/BREN/OR tanggal
   28 April 2026.

9. KSOAB.

10. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 59
    tanggal 30 September 2025 oleh Aulia Taufani, S.H., notaris di Jakarta terkait perubahan
    Direksi dan Komisaris Perseroan.

11. Anggaran dasar SEGH yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 208
    tanggal 24 Juli 2025 oleh Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., notaris di Jakarta.

12. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Hsing Chee Chiam dengan
    posisi sebagai Direktur Keuangan, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain
    yang terkait dengan Transaksi.

13. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di
    masa mendatang.

14. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Transaksi.

15. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg.

16. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg.

17. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg.

18. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan
    untuk penugasan.

19. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.




                                             7
Page 9
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah. Dalam
melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan
dari semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia
secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi
tersebut. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir
pendapat kami secara material. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen
Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Oleh karenanya, kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat
Kewajaran kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut.

Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
disusun oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas proyeksi
laporan keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah menggambarkan
kondisi operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang
signifikan yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.

Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Transaksi. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Transaksi hanya merupakan pemberian
Pendapat Kewajaran atas Transaksi dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.
Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi dari aspek hukum dan implikasi
aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis
dan keuangan. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi bersifat non-disclaimer opinion
dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah
memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dan SEGH berdasarkan anggaran
dasar Perseroan dan SEGH.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan
dan menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Transaksi yang ada dan
mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap
Transaksi.

Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Transaksi
pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.




                                             8
Page 10
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat
dalam Transaksi. Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan
jangka waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi mengenai Transaksi yang
diungkapkan oleh manajemen Perseroan.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan
melalui analisis yang tidak lengkap.

Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh
secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan Pendapat
Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi, serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis dalam
rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami
bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.

Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang
memiliki dampak material terhadap Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak
terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun secara
eksternal, yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan
keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya
setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal
Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas,
maka Pendapat Kewajaran atas Transaksi mungkin berbeda.

TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR diberikan kesempatan
untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan Pendapat
Kewajaran.

Selanjutnya, dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran, kami mengasumsikan dan
bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi dalam
laporan kajian atas nilai sewa Aset SEGH yang disusun oleh penilai independen yang
terdaftar di OJK dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan
independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga akan bergantung kepada
jaminan dari penilai independen yang terdaftar di OJK bahwa mereka telah melakukan
penilaian dan menyusun laporan secara independen sesuai dengan dan tunduk pada
ketentuan-ketentuan dari Standar Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310,
SPI320, SPI330 (SPI) serta telah dibuat dengan memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia
(KEPI).




                                             9
Page 11
Kami tidak memberikan pendapat atas laporan kajian atas nilai sewa Aset SEGH yang
disusun oleh penilai independen yang terdaftar di OJK. Pekerjaan kami yang berkaitan
dengan Pendapat Kewajaran tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam
bentuk apapun, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu serta tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan kajian atas nilai sewa Aset SEGH yang disusun oleh
penilai independen yang terdaftar di OJK, atau pelanggaran hukum atas kajian atas nilai
sewa Aset SEGH yang disusun oleh penilai independen yang terdaftar di OJK.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak memilki kepentingan
ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Pendapat
Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran
kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan KR hanya
menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/260123-003 tanggal
23 Januari 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
Laporan Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat
Kewajaran (subsequent events), yang secara signifikan dapat memengaruhi Pendapat
Kewajaran.


PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI

Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami telah melakukan analisis
melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi dari hal-hal sebagai
berikut:

I. Analisis atas Transaksi;
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Transaksi; dan
III. Analisis atas Kewajaran Transaksi.




                                               10
Page 12
I.         ANALISIS TRANSAKSI

           Berdasarkan pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi
           sebagaimana diuraikan di atas, analisis Transaksi adalah sebagai berikut:

I.A.       Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi

I.A.1.     PT Barito Renewables Energy Tbk

           Dalam Tansaksi, Perseroan merupakan entitas induk SEGH dan SEGSL serta
           SEGD II dengan kepemilikan efektif masing-masing sebesar 85,50%; 80,91%;
           dan 80,91%. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham, dan kegiatan
           usaha Perseroan adalah sebagai berikut:

I.A.1.a.   Latar Belakang

           Perseroan didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 3 tanggal 5 Februari 2018,
           dibuat dihadapan Nanny Wiana Setiawan, S.H., Notaris di Jakarta telah
           memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
           Indonesia berdasarkan Keputusan No. AHU-0010938.AH.01.01.Tahun 2018
           tanggal 1 Maret 2018.

           Anggaran dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan.
           Perubahan terakhir berdasarkan Akta No. 59 tanggal 30 September 2025,
           dibuat dihadapan Notaris Aulia Taufani, S.H., notaris di Jakarta terkait
           perubahan Direksi dan Komisaris Perseroan. Perubahan anggaran dasar
           tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan
           Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Keputusan
           No. AHU-AH.01.09-0344634 Tahun 2025 tanggal 01 Oktober 2025.

           Perseroan memiliki kantor pusat di Wisma Barito Pacific II, Lantai 23, Jalan Let.
           Jend. S. Parman Kavling 60, Jakarta 11410.

I.A.1.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi                  Perseroan   pada    tanggal
           31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama                :        Agus Salim Pangestu
           Komisaris                      :        David Kosasih
           Komisaris                      :        T. Suan Swee
           Komisaris                      :        Merly
           Komisaris Independen           :        Cholanat Yanaranop
           Komisaris Independen           :        Tan Ek Kia




                                              11
Page 13
           Direksi
           Direktur Utama                     :        Hendra Soetjipto Tan
           Direktur                           :        Kenneth Lee Riedel
           Direktur                           :        Agus Sandy Widyanto
           Direktur                           :        Hsing Chee Chiam

I.A.1.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
           tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                               (Dalam USD)
                                                                          Persentase
                        Pemegang Saham                 Jumlah Saham                        Jumlah Modal
                                                                          Kepemilikan
           PT Barito Pacific Tbk                         86.514.146.666          64,666%          832.080
           Green Era Energy Pte.Ltd.                     30.673.313.100          22,927%          295.008
           Prajogo Pangestu                                 138.459.700           0,103%            1.332
           Pemegang saham lainnya
             (masing-masing di bawah 5,00%)              16.454.300.534          12,299%          158.242
           Jumlah                                       133.780.220.000          99,996%         1.286.662
           Saham diperoleh kembali                            6.000.000           0,004%                58
           Sub jumlah                                   133.786.220.000         100,000%         1.286.720



I.A.1.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah sebagai perusahaan holding
           yang bergerak dalam aktivitas konsultasi manajemen lainnya, pembangkit
           tenaga listrik, dan pengusahaan tenaga panas bumi.

I.A.1.e.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

           Ruang lingkup kegiatan Perseroan saat ini adalah sebagai perusahaan holding
           yang bergerak dalam aktivitas konsultasi manajemen lainnya, pembangkit
           tenaga listrik, dan pengusahaan tenaga panas bumi.

           PT Barito Wind Energy (selanjutnya disebut “BWI”), entitas anak Perseroan
           dengan kepemilikan sebesar 99,99% dan UPC Renewables Asia Pacific
           Holdings Pte. Ltd. (selanjutnya disebut “URAPHPL”) dan ACEN Renewables
           International Pte. Ltd. (selanjutnya disebut “ARIPL”) telah menandatangani
           perjanjian sehubungan dengan akuisisi 100,00% saham PT UPC Sidrap Bayu
           Energy (selanjutnya disebut “USBE”) yang berlokasi di Sulawesi Selatan.
           USBE adalah merupakan listrik tenaga bayu pertama dan terbesar di Indonesia
           dengan kapasitas 75 megawatt (MW) yang termasuk dengan akuisisi
           PT Operation and Maintenance Indonesia (selanjutnya disebut “OMI”) yang
           berperan sebagai pendukung kegiatan operasiona USBE. Langkah signifikan
           tersebut menegaskan komitmen dari Perseroan dalam berkontribusi pada
           energi terbarukan Indonesia.




                                                  12
Page 14
Pada sektor PLTP, operasi pembangkitan listrik tenaga panas bumi Wayang
Windu, Darajat, dan Salak secara berturut-turut memiliki kapasitas
pembangkitan terpasang bruto sebesar 230,5 MW, 274,5 MW dan 397,6 MW,
termasuk, kapasitas penjualan uap Darajat dan Salak, masing-masing sebesar
55 MW dan 180 MW. Dengan rincian sebagai berikut:

-   Operasi pembangkit listrik tenaga panas bumi Wayang Windu memiliki dan
    mengoperasikan pembangkit listrik tenaga panas bumi dengan kapasitas
    pembangkitan terpasang bruto sebesar 230,5 MW. Fasilitas WW terletak
    dekat Pangalengan, Jawa Barat, sekitar 40 kilometer (km) di selatan
    Bandung.

-   Operasi pembangkitan listrik tenaga panas bumi Darajat merupakan
    pembangkit listrik tenaga panas bumi yang terletak di Kabupaten Garut dan
    Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Indonesia dengan hak untuk
    mengeksplorasi dan mengembangkan sumber daya panas bumi di wilayah
    kerja Darajat sebagai kontraktor PGE berdasarkan JOC. Kontraktor Darajat
    memiliki hak jangka panjang untuk mengirimkan energi panas bumi dan
    tenaga listrik yang dihasilkan dari wilayah kerja Darajat hingga sebesar 330
    MW kepada PLN atas dasar take or pay. Saat ini, operasi pembangkitan
    listrik tenaga panas bumi Darajat memiliki kapasitas pembangkitan
    terpasang bruto sebesar 274,5 MW.

    Operasi pembangkitan listrik tenaga panas bumi Darajat berjalan
    berdasarkan kerangka kerja yang terdiri dari dua kontrak, yaitu JOC Darajat
    dan ESC Darajat. Jangka waktu JOC Darajat berlaku hingga
    16 November 2041, setelah kontraktor Darajat mengambil haknya untuk
    memperpanjang JOC Darajat melalui surat pemberitahuan perpanjangan
    jangka waktu JOC Darajat kepada PGE dan PLN tertanggal
    22 September 2020.

-   Operasi pembangkitan listrik tenaga panas bumi Salak merupakan
    pembangkit listrik yang terletak di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten
    Bogor di Jawa Barat, Indonesia dengan hak untuk mengeksplorasi dan
    mengembangkan sumber daya panas bumi di wilayah kerja Salak sebagai
    kontraktor bagi PGE. Kontraktor Salak memiliki hak jangka panjang untuk
    mengirimkan energi panas bumi dan tenaga listrik yang dihasilkan dari
    wilayah kerja Salak hingga 495 MW kepada PLN atas dasar take or pay.
    Saat ini operasi pembangkitan listrik tenaga panas bumi Salak memiliki
    kapasitas pembangkitan terpasang bruto sebesar 397,6 MW.

    Operasi pembangkitan listrik tenaga panas bumi Salak berjalan
    berdasarkan kerangka kerja yang terdiri dari dua kontrak, yaitu JOC Salak
    dan ESC Salak. Jangka waktu JOC Salak berlaku hingga 30 November
    2040. Berdasarkan Undang-Undang Panas Bumi 2014 dan Peraturan
    Pemerintah 7/2017. JOC Salak tetap berlaku hingga berakhirnya jangka
    waktu JOC tersebut. Setelah masa berlakunya berakhir, kontrak operasi
    bersama pengusahaan panas bumi dapat diperpanjang menjadi izin panas
    bumi dan tunduk pada ketentuan Undang-Undang Panas Bumi.


                                13
Page 15
           Perseroan terus berfokus untuk memperluas kapasitas organik di bidang panas
           bumi dan tenaga angin yang bertujuan untuk mencapai kapasitas 1.549 MW
           untuk panas bumi dan 397 MW untuk tenaga angin pada tahun 2030.
           Perseroan memiliki banyak peluang untuk meningkatkan aset greenfield dalam
           segmen energi terbarukan yang sedang berkembang di pasar pembangkit
           listrik dalam negeri. Selain itu, didukung oleh struktur permodalan yang kuat,
           Perseroan terus menjajaki ekspansi anorganik di dalam dan luar negeri.
           Keunggulan operasional Perseroan yang kuat dan kapasitas yang terukur
           memungkinkan Perseroan untuk mempertahankan peran utama sebagai
           pemain energi terbarukan di Indonesia.

I.A.2.     PT Star Energy Geothermal Halmahera

           Dalam Transaksi, SEGH merupakan pihak yang telah setuju untuk
           menyewakan Aset kepada SEGSL dan SEGD II bertujuan untuk mendukung
           operasional harian dan kegiatan darurat di lapangan SEGSL dengan daerah
           operasi yang terletak di Sukabumi, Jawa Barat dan SEGD II dengan daerah
           operasi yang terletak di Garut, Jawa Barat yang akan berlaku sejak tanggal
           berlaku efektif KSOAB, yaitu tanggal 1 Mei 2026 dan akan berlaku selama
           90 bulan sejak tanggal efektif sampai dengan tanggal 31 Oktober 2033 dengan
           nilai transaksi sebesar Rp 17,23 miliar. Berdasarkan keterangan yang diperoleh
           dari manajemen Perseroan, pada tanggal 31 Desember 2025, SEGH
           merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan efektif sebesar
           85,50%. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham, dan kegiatan usaha
           SEGH adalah sebagai berikut:

I.A.2.a.   Latar Belakang

           SEGH didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 21 tanggal 26 Desember 2007
           oleh Wahyu Iman Sidharta, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah
           mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
           Republik Indonesia No. AHU-03707.AH.01.01.Tahun 2008 tanggal
           24 Januari 2008 dan telah didaftarkan dalam Kementerian Hukum dan Hak
           Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0005653.AH.01.09.Tahun 2008
           tanggal 24 Januari 2008.

           Anggaran dasar SEGH telah beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan
           terakhir berdasarkan Akta No. 208 tanggal 24 Juli 2025, dibuat dihadapan
           Notaris Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris di Jakarta.
           Perubahan anggaran dasar tersebut telah memperoleh persetujuan dari
           Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan
           Keputusan No. AHU-0050206.AH.01.02.Tahun 2025 tanggal 30 Juli 2025, telah
           didaftarkan dalam Kemenkum No. AHU-0173149.AH.01.11.Tahun 2025
           tanggal 30 Juli 2025.




                                          14
Page 16
I.A.2.b.   Manajemen

           Susunan Komisaris dan Direksi SEGH pada tanggal 31 Desember 2025 adalah
           sebagai berikut:

           Komisaris                          :        Rudy Suparman

           Direksi
           Direktur Utama                     :        Hendra Soetjipto Tan
           Direktur                           :        Merly

I.A.2.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham SEGH berikut dengan kepemilikannya pada
           tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                            (Dalam Rupiah)
                                                                        Persentase
                        Pemegang Saham                 Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                        Kepemilikan
           Star Energy Geothermal Pte. Ltd.                    95.000           95,00%      9.500.000.000
           PT Barito Renewables Energy Tbk                      5.000            5,00%        500.000.000
           Sub jumlah                                         100.000          100,00%     10.000.000.000



I.A.2.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha SEGH adalah bergerak dalam bidang eksplorasi
           sumber energi panas bumi.

I.A.3.     Star Energy Geothermal Salak Ltd.

           Dalam Transaksi, SEGSL merupakan pihak yang telah setuju untuk menyewa
           Aset kepada SEGH bertujuan untuk mendukung operasional harian dan
           kegiatan darurat di lapangan SEGSL dengan daerah operasi yang terletak di
           Sukabumi, Jawa Barat yang akan berlaku sejak tanggal berlaku efektif KSOAB,
           yaitu tanggal 1 Mei 2026 dan akan berlaku selama 90 bulan sejak tanggal
           efektif sampai dengan tanggal 31 Oktober 2033 dengan nilai transaksi sebesar
           Rp 17,23 miliar. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen
           Perseroan, pada tanggal 31 Desember 2025, SEGSL merupakan entitas anak
           Perseroan dengan kepemilikan efektif sebesar 80,91%. Latar belakang,
           manajemen, kepemilikan saham, dan kegiatan usaha SEGSL adalah sebagai
           berikut:




                                                  15
Page 17
I.A.3.a.   Latar Belakang

           SEGSL didirikan pada tahun 1981 berdasarkan hukum Bermuda dan terdaftar
           dengan No. Registrasi 9085.

           SEGSL memiliki kantor terdaftar pada Clarendon House, 2 Church Street,
           Hamilton, HM11, Bermuda c/o Wisma Barito Pacific II, Lantai 17-21, Jalan Let.
           Jend. S. Parman Kavling 60, Jakarta 11410.

I.A.3.b.   Manajemen

           Susunan Direksi SEGSL pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai
           berikut:

           Direksi
           Direktur                      :        Patrice Rene Clausse
           Direktur                      :        Agus Salim Pangestu
           Direktur                      :        Rudy Suparman
           Direktur                      :        Hendra Soetjipto Tan

I.A.3.c.   Kepemilikan Saham

           Pemegang saham SEGSL dengan kepemilikannya pada tanggal
           31 Desember 2024 adalah Star Energy Geothermal (Salak-Darajat) B.V
           (Netherlands) (selanjutnya disebut “SEGBV”) dengan jumlah 12.000 lembar
           saham atau setara dengan 100,00% dengan nilai nominal USD 1 per saham.

I.A.3.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha SEGSL adalah bergerak dalam bidang sumber
           energi panas bumi dan pembangkit listrik.

I.A.4.     Star Energy Geothermal Darajat II Ltd.

           Dalam Transaksi, SEGD II merupakan pihak yang telah setuju untuk menyewa
           Aset kepada SEGH bertujuan untuk mendukung operasional harian dan
           kegiatan darurat di lapangan SEGD II dengan daerah operasi yang terletak di
           Garut, Jawa Barat yang akan berlaku sejak tanggal berlaku efektif KSOAB,
           yaitu tanggal 1 Mei 2026 dan akan berlaku selama 90 bulan sejak tanggal
           efektif sampai dengan tanggal 31 Oktober 2033 dengan nilai transaksi sebesar
           Rp 17,23 miliar. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen
           Perseroan, pada tanggal 31 Desember 2025, SEGD II merupakan entitas anak
           Perseroan dengan kepemilikan efektif sebesar 80,91%. Latar belakang,
           manajemen, kepemilikan saham, dan kegiatan usaha SEGD II adalah sebagai
           berikut:




                                             16
Page 18
I.A.4.a.   Latar Belakang

           SEGD II didirikan pada tahun 1984 berdasarkan hukum Bermuda dan terdaftar
           dengan No. Registrasi 10456.

           SEGD II memiliki kantor terdaftar pada Clarendon House, 2 Church Street,
           Hamilton HM 11, Bermuda c/o Wisma Barito Pacific II, Lantai 17-21, Jalan Let.
           Jend. S. Parman Kavling 60, Jakarta 11410.

I.A.4.b.   Manajemen

           Susunan Direksi SEGD II pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai
           berikut:

           Direksi
           Direktur                      :        Patrice Rene Clausse
           Direktur                      :        Agus Salim Pangestu
           Direktur                      :        Rudy Suparman
           Direktur                      :        Hendra Soetjipto Tan

I.A.4.c.   Kepemilikan Saham

           Pemegang saham SEGD II dengan kepemilikannya pada tanggal
           31 Desember 2024 adalah SEGBV dengan jumlah 120 lembar saham atau
           setara dengan 100,00% dengan nilai nominal USD 100 per saham.

I.A.4.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha SEGD II adalah bergerak dalam bidang sumber
           energi panas bumi dan pembangkit listrik.

I.B.       Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi

           Pada tanggal 1 Mei 2026, SEGH, SEGSL, dan SEGD II telah menandatangani
           KSOAB sehubungan dengan Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan penting
           dalam KSOAB adalah sebagai berikut:

           •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

               Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan KSOAB adalah SEGH, SEGSL,
               dan SEGD II.




                                             17
Page 19
•   Objek Transaksi dan Nilai Transaksi

    Objek transaksi berdasarkan KSOAB adalah SEGH harus menyediakan
    Aset yang diperlukan untuk mendukung operasional harian dan/atau
    kegiatan darurat di lapangan SEGSL dan SEGD II dengan nilai transaksi
    berdasarkan KSOAB adalah sebesar Rp 17,23 miliar dengan rincian
    sebagai berikut:

                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                               Harga
                                             Masa Sewa                           Nilai
                           Keterangan                        Sewa/Bulan
                                              (Bulan)                         Transaksi
                                                             (Rp/Bulan)
    Salak
    Boom truck (tahun 1-3)                              30      62.000.000            1.860
    Boom truck (tahun 4-6)                              36      38.500.000            1.386
    Boom truck (tahun 7-8)                              24      29.100.000              698
    Truck chasis (tahun 1-3)                            30      29.700.000              891
    Truck chasis (tahun 4-6)                            36      23.705.000              853
    Truck chasis (tahun 7-8)                            24       9.640.000              231
    Fire truck (tahun 1-3)                              30      59.700.000            1.791
    Fire truck (tahun 4-6)                              36      43.540.000            1.567
    Fire truck (tahun 7-8)                              24      26.350.000              632
    Jumlah                                                                            9.911
    Darajat
    Boom truck (tahun 1-3)                              30      62.000.000            1.860
    Boom truck (tahun 4-6)                              36      38.500.000            1.386
    Boom truck (tahun 7-8)                              24      29.100.000              698
    Backhoe loader (tahun 1-3)                          30      36.600.000            1.098
    Backhoe loader (tahun 4-6)                          36      27.800.000            1.001
    Backhoe loader (tahun 7-8)                          24      12.240.000              294
    Dump truck (tahun 1-3)                              30      14.375.000              431
    Dump truck (tahun 4-6)                              36      11.315.000              407
    Dump truck (tahun 7-8)                              24       5.900.000              142
    Jumlah                                                                            7.317
    Jumlah Salak dan Darajat                                                         17.228



•   Jangka Waktu

    Jangka waktu berdasarkan KSOAB berlaku adalah sejak tanggal berlaku
    efektif KSOAB, yaitu tanggal 1 Mei 2025 dan akan berlaku selama 90 bulan
    sejak tanggal efektif sampai dengan 31 Oktober 2033, kecuali diakhiri lebih
    awal sesuai ketentuan-ketentuan dalam KSOAB ini. SEGSL dan SEGD II
    berhak untuk memperpanjang KSOAB ini atas kebijakan SEGSL dan
    SEGD II dengan syarat dan ketentuan yang sama dan harga yang
    disepakati bersama.

•   Hukum yang Berlaku

    KSOAB ini tunduk kepada dan ditafsirkan berdasarkan ketentuan hukum
    Indonesia.




                                        18
Page 20
I.C.   Analisis atas Manfaat dan Risiko dari Transaksi

       Manfaat Transaksi adalah sebagai berikut:

       •   Perseroan merupakan perusahaan holding investasi dengan beberapa
           entitas anak yang saat ini sedang fokus pada pengembangan dan
           pengoperasian PLTP. Sehubungan dengan hal tersebut, SEGSL dan
           SEGD II perlu menetapkan langkah strategis untuk mendukung dan
           menjamin kelancaran kegiatan operasional. Dalam rangka memenuhi
           kebutuhan kegiatan operasional tersebut, SEGSL dan SEGD II telah
           melakukan Transaksi untuk memperoleh kepastian unit Aset yang tersedia
           di pasar untuk dapat disewa dengan harga sewa yang bersaing dan lebih
           efisien dibandingkan dengan penawaran lain dari pihak ketiga.

       •   Transaksi merupakan salah satu strategi bisnis Perseroan dalam rangka
           memaksimalkan portofolio bisnis Perseroan secara kelompok usaha (Grup)
           pada SEGH sebagai perusahaan yang menyewakan Aset bagi SEGSL dan
           SEGD II. Dengan koordinasi dan pengaturan yang efektif, maka proses
           operasional diharapkan dapat didukung oleh keahlian teknis, pengalaman,
           peralatan, jasa – jasa, serta tenaga kerja yang berpengalaman dan memiliki
           kompetensi khusus serta memadai sehingga kegiatan operasional dapat
           berjalan secara efektif dan efisien dalam menjalankan kegiatan usaha
           dalam satu kelompok usaha, di mana hal ini juga sejalan dengan pola
           bisnis yang dapat meningkatkan sinergi antar entitas anak Perseroan
           sehingga mendukung kelangsungan dan pengembangan kegiatan usaha
           masing masing perusahaan.

       •   Dengan dilakukannya Transaksi, penerapan pola kerja yang terkoordinasi
           dan berkesinambungan diharapkan akan memberikan peningkatan efisiensi
           operasional, mempercepat proses eksplorasi dan pengembangan sumber
           daya panas bumi, serta menjaga stabilitas produksi listrik guna memenuhi
           produksi energi dari hasil konversi panas bumi menjadi listrik sehingga
           dapat memaksimalkan akan kepastian sumber pendapatan bagi SEGSL
           dan SEGD II yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja keuangan
           konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.

       •   Setelah Transaksi menjadi efektif, SEGSL dan SEGD II memiliki akses
           penggunaan atas Aset selama 90 bulan sejak tanggal efektif sebagaimana
           disepakati oleh para pihak dalam KSOAB, di mana hal tersebut merupakan
           sewa jangka panjang yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan
           terhadap penyedia jasa sewa Aset milik pihak ketiga dan menjadi langkah
           penerapan mitigasi risiko bagi SEGSL dan SEGD II terhadap ketidakpastian
           atas pasokan Aset dan fluktuasi biaya sewa Aset sebagai dampak dari
           tingginya akan kebutuhan jasa sewa Aset dari berbagai perusahaan yang
           bergerak dalam bidang yang sama dengan SEGH.




                                      19
Page 21
Risiko Transaksi adalah sebagai berikut:

•   SEGH mungkin akan kehilangan kesempatan untuk menyewakan Aset
    kepada pihak lain yang mungkin dapat memberikan tingkat balikan yang
    lebih menguntungkan dibandingkan dengan melakukan Transaksi.

•   Apabila selama masa periode sewa Aset terdapat kelalaian dan/atau
    pelanggaran yang dilakukan SEGH dan SEGSL dan SEGD II sehingga
    SEGH dan SEGSL dan SEGD II tidak dapat memenuhi kewajiban yang
    telah disepakati, maka hal tersebut berpotensi memberikan dampak bagi
    kinerja keuangan Perseroan.

•   Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang eksplorasi sumber
    energi panas bumi, SEGH tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang
    dihadapi, antara lain kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi
    memberikan dampak bagi kelangsungan usaha SEGH.




                               20
Page 22
II.       ANALISIS KUALITATIF ATAS TRANSAKSI

II.A.     PT Star Energy Geothermal Halmahera

II.A.1.   Latar Belakang

          SEGH didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 21 tanggal 26 Desember 2007
          oleh Wahyu Iman Sidharta, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah
          mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
          Republik Indonesia No. AHU-03707.AH.01.01.Tahun 2008 tanggal
          24 Januari 2008 dan telah didaftarkan dalam Kementerian Hukum dan Hak
          Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0005653.AH.01.09.Tahun 2008
          tanggal 24 Januari 2008.

          Anggaran dasar SEGH telah beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan
          terakhir berdasarkan Akta No. 208 tanggal 24 Juli 2025, dibuat dihadapan
          Notaris Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris di Jakarta.
          Perubahan anggaran dasar tersebut telah memperoleh persetujuan dari
          Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan
          Keputusan No. AHU-0050206.AH.01.02.Tahun 2025 tanggal 30 Juli 2025, telah
          didaftarkan dalam Kemenkum No. AHU-0173149.AH.01.11.Tahun 2025
          tanggal 30 Juli 2025.

          SEGH memiliki kantor pusat di Wisma Barito Pacific II, Jalan Let. Jend. S.
          Parman, Kav. 60, Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, Jakarta.

II.A.2.   Kegiatan Usaha

          Ruang lingkup kegiatan usaha SEGH adalah bergerak dalam bidang eksplorasi
          sumber energi panas bumi.




                                        21
Page 23
II.B.     Tinjauan Industri Panas Bumi

II.B.1.   Tinjauan Industri Panas Bumi di Dunia

          Transisi energi dunia menuju energi baru terbarukan tetap berlanjut untuk
          menghadirkan energi rendah biaya, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
          Energi panas bumi sebagai sumber energi yang stabil dan tidak terpengaruh
          dengan faktor cuaca menjadikan energi panas bumi sebagai sumber energi
          bersih paling diminati secara global. Sementara itu, berdasarkan data Skyquest
          Technology Consulting dalam laporannya dengan judul Geothermal Drilling
          Market by Well Type, by Depth, by Plant Type, by Location, by Technology, by
          Application, by Region - Industry Forecast 2026-2032, proses pengeboran
          untuk mengekstraksi energi panas bumi adalah proses yang sangat krusial
          karena mencakup 30,00% hingga 50,00% biaya instalasi listrik panas bumi.

          Selanjutnya, berdasarkan dari Wood Mackenzie, Pada Q1 2025, investasi
          teknologi Enhanced Geothermal System (EGS) di Amerika Utara adalah
          sebesar USD 1,70 miliar, mengalami kenaikan sebesar 85,00% dibandingkan
          dengan alokasi investasi setahun penuh pada 2024, di mana EGS terbaru
          mengubah sumber daya yang belum dimanfaatkan secara luas, menjadi proyek
          energi bersih yang layak secara komersial. Secara fundamental, peta jalan
          industri panas bumi dunia akan berubah dengan adanya EGS, advanced
          geothermal system, dan super-hot rock technology, di mana dengan teknologi
          tersebut panas bumi akhirnya dapat diakses hampir di manapun tidak hanya di
          situs dengan temperature sangat tinggi.

          Menurut laporan yang diterbitkan dengan judul Geothermal Energy Market
          Size, Share & Industry Growth Analysis, By Type, By Application, and Regional
          Forecast, 2026-2034 yang diterbitkan oleh Fortune Business Insights
          menunjukan bahwa pada tahun 2025 nilai pasar industri panas bumi dunia
          adalah sebesar USD 74,40 miliar, kawasan Asia Pasifik memimpin pasar
          dengan nilai pasar sebesar USD 27,87 miliar atau setara dengan 37,46%
          pangsa pasar dunia didorong oleh permintaan yang tinggi untuk energi
          terbarukan dan infrastruktur panas bumi yang memadai di negara seperti
          Filipina, Indonesia, dan Selandia Baru.

          Di samping itu, berdasarkan data European Geothermal Energy Council dalam
          laporan dengan judul Geothermal Innovation Trends 2025, tren bisnis industri
          panas bumi pada tahun 2025 yaitu dengan investasi beberapa proyek yang
          berjalan paralel dan juga perjanjian pembelian energi panas bumi atau kontrak
          layanan panas bumi terkait dengan sistem pompa panas bumi, di samping itu,
          industri panas bumi juga melakukan ekspansi ke wilayah yang belum pernah
          terjangkau sebelumnya dan memasok energi ke sektor baru.




                                         22
Page 24
Negara dengan Kapasitas Pembangkit Listrik Panas Bumi Tertinggi di
Dunia
Desember 2025
(Dalam megawatt/MW)

    4.500,00

    4.000,00

    3.500,00

    3.000,00

    2.500,00

    2.000,00

    1.500,00

    1.000,00

     500,00

           -
                 Amerika
                                   Indonesia   Filipina    Turki     Selandia Baru
                Serikat (AS)
    Kapasitas    3.953,00          2.742,00    2.034,00   1.797,00     1.259,00



Sumber: Think Geoenergy Research


Berdasarkan data yang diperoleh dari Think Geoenergy Research, total
kapasitas pembangkit listrik energi panas bumi dunia pada Desember 2025
adalah sebesar 17.173,00 MW, mengalami peningkatan sebesar 223,00 MW
dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pembangkit listrik tenaga panas bumi
pada tahun 2025 didominasi oleh AS, Indonesia, dan Filipina dengan kapasitas
terpasang masing-masing sebesar 3.953,00 MW, 2.742,00 MW, dan
2.034,00 MW.

Selanjutnya, berdasarkan data Skyquest Technology Consulting dalam
laporannya dengan judul Geothermal Drilling Market by Well Type, by Depth,
by Plant Type, by Location, by Technology, by Application, by Region - Industry
Forecast 2026-2032, pangsa pasar industry pengeboran panas bumi dunia
pada tahun 2033 diproyeksikan menjadi sebesar USD 10,22 miliar mengalami
pertumbuhan pada pertumbuhan majemuk tahunan (compound annual growth
rate/CAGR) sebesar 6,20% dihitung sejak tahun 2026 hingga tahun 2033.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh meluasnya fokus berbagai negara pada
pembangkit energi terbarukan dan peningkatan permintaan energi dunia, selain
itu, para pemangku kepentingan industri panas bumi dunia turut melakukan
langkah-langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan industri.




                                        23
Page 25
Proyeksi Investasi Kumulatif untuk Teknologi Baru Energi Panas Bumi
di Dunia
Tahun 2030 – 2050
(Dalam miliar USD)

                       120,00

                       100,00

                        80,00

                        60,00

                        40,00

                        20,00

                             -
                                      2026    2027    2028    2029     2030
    Hanya Listrik                     15,40   17,00   25,70   49,50   100,70
    Kombinasi Panas dan Energi        4,20    7,40    11,80   16,90   22,10
    Panas Industri                    21,00   31,90   48,10   73,30   109,90
Sumber: International Energy Agency


Di sisi lain, berdasarkan data yang diperoleh dari International Energy Agency,
investasi pada industri panas bumi dunia diproyeksikan akan terus meningkat
dalam jangka panjang, investasi panas bumi hanya di teknologi kelistrikan pada
tahun 2027 hingga tahun 2030 mengalami peningkatan masing-masing
sebesar USD 1,60 miliar, USD 8,70 miliar, USD 23,80 miliar, dan
USD 51,20 miliar atau masing-masing setara dengan 10,39%, 51,18%,
92,61%, dan 103,43% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Potensi
generasi terkini energi panas bumi akan menyebar ke seluruh dunia, di mana
Pemerintah dunia, perusahaan minyak dan gas bumi, serta perusahaan utilitas
terus menambah investasinya. Karena sifat energi panas bumi yang dapat
dikendalikan, energi panas bumi turut menarik minat pemangku kepentingan di
luar industri panas bumi yaitu perusahaan teknologi yang memiliki kebutuhan
listrik tinggi untuk infrastruktur pusat data.




                                         24
Page 26
II.B.2.   Tinjauan Industri Panas Bumi di Indonesia

          Indonesia merupakan negara dengan kapasitas pembangkit listrik tenaga
          panas bumi terbesar kedua di dunia pada Q3 2025 dengan kapasitas sebesar
          2,70 gigawatt (GW) setelah AS. Berdasarkan data Kementerian Energi dan
          Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia memiliki 40,00% cadangan panas
          bumi dunia karena lokasi geografisnya yang memiliki banyak gunung berapi
          aktif. Seiring dengan tingginya potensi dan cadangan energi panas bumi
          Indonesia, sektor industri pengeboran panas bumi di Indonesia menjadi amat
          menarik bagi investor.

          Sementara itu, berdasarkan data Kementerian ESDM, potensi keseluruhan
          energi panas bumi Indonesia pada Q3 2025 adalah sebesar 23,74 GW dan
          pemanfaatannya saat ini hanya sebesar 10,00%, sementara untuk percepatan
          penyerapan pangsa pasar panas bumi, lelang wilayah kerja panas bumi
          merupakan langkah dari Pemerintah yang disertai dengan kemudahan regulasi
          dan perizinan bagi pengusaha untuk dapat meningkatkan investasi di dalam
          negeri.

          Teknologi terkini EGS amat menguntungkan bagi lokasi geografis Indonesia,
          dengan letak Indonesia di wilayah cincin Api Pasifik membuat Indonesia
          menjadi salah satu negara dengan potensi panas bumi terbesar di dunia,
          ditambah dengan kemampuan EGS sehingga panas bumi kini dapat diekstraksi
          di hampir seluruh wilayah yang memiliki sumber panas bumi yang memadai.

          Selanjutnya, energi panas bumi memiliki potensi besar untuk menjadi
          pembangkit penopang beban puncak, namun demikian, risiko pengeboran
          merupakan salah satu risiko terbesar yang dihadapi oleh operator panas bumi
          di Indonesia. Risiko ini dapat diatasi dengan menggunakan rig pengeboran
          khusus panas bumi sehingga biaya pengeboran lebih rendah, di samping itu,
          pengeboran dengan area yang lebih kecil terdahulu dilakukan untuk membuat
          kemungkinan kesuksesan pengeboran menjadi lebih tinggi.

          Berdasarkan data Kementerian ESDM, Terbarukan, dan Konservasi Energi
          (EBTKE), menunjukan bahwa Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
          subsektor EBTKE per 18 Desember 2025 yang diperoleh dari penerimaan
          panas bumi adalah sebesar Rp 2,45 triliun. Di sisi lain, energi panas bumi
          berkontribusi tidak hanya ke PNBP, tetapi juga bonus produksi untuk
          Pemerintah Daerah yang disetor langsung ke kas daerah. Dengan adanya
          tambahan bonus ini, diharapkan terdapat respon positif dari masyarakat
          setempat atas kegiatan eksplorasi dan pengeboran panas bumi sehingga
          tercipta sinergi antara Pemerintah Daerah, investor pengeboran panas bumi,
          dan masyarakat setempat.




                                         25
Page 27
Selanjutnya, berdasarkan data ESDM, target bauran energi baru terbarukan
yang dicanangkan Pemerintah pada tahun 2026 adalah sebesar
17,00% - 21,00% yang merupakan langkah menuju emisi nol, oleh karena itu,
proyek-proyek baru untuk ekplorasi dan pengeboran panas bumi akan terus
digagas oleh Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Imarc dalam laporannya dengan judul
Indonesia Geothermal Energy Market Size, Share, Trends and Forecast by
Type, End User, and Region, 2026-2034, pasar industri panas bumi Indonesia
diperkirakan akan menjadi sebesar 2,40 GW hour pada tahun 2034, tumbuh
dengan tingkat CAGR sebesar 4,79% dihitung sejak tahun 2026 sampai tahun
2034, komitmen Pemerintah Indonesia terhadap energi panas bumi sebagai
sumber energi berkelanjutan dan tingginya permintaan akan energi bersih di
Indonesia yang disertai dengan kemajuan teknologi pengeboran adalah faktor-
faktor yang memicu pertumbuhan industri panas bumi di tanah air. Sementara
itu, di Indonesia, tingginya minat terhadap teknologi EGS untuk dapat
meningkatkan kapasitas panas bumi dan integrasi EGS terhadap district
heating system untuk memenuhi permintaan pemanas perkotaan secara
berkelanjutan akan membawa masa depan energi panas bumi semakin cerah
di Indonesia.

Tantangan utama dalam proyek pengeboran panas bumi di Indonesia meliputi
ketidakpastian sumber daya dan biaya pengeboran yang tinggi, ditambah
dengan risiko geologis, ketersediaan lokasi pengeboran yang sesuai,
kurangnya pemahaman masyarakat lokal, jumlah ahli yang terbatas, dan
ketidakpastian harga listrik. Pemilihan rig pengeboran yang tepat sangat
penting untuk keberhasilan eksplorasi panas bumi, dengan mempertimbangkan
spesifikasi teknis, dampak lingkungan, dan faktor ekonomi. Kolaborasi antara
berbagai pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah, pengembang,
investor, akademisi, dan masyarakat setempat, diperlukan untuk mengatasi
tantangan ini dan mencapai target panas bumi nasional, terutama dalam
menyelesaikan fase eksplorasi dan pengeboran.




                              26
Page 28
II.C.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

        Ruang lingkup kegiatan Perseroan saat ini adalah sebagai perusahaan holding
        yang bergerak dalam aktivitas konsultasi manajemen lainnya, pembangkit
        tenaga listrik, dan pengusahaan tenaga panas bumi.

        BWI, entitas anak Perseroan dengan kepemilikan sebesar 99,99% dan
        URAPHPL dan ARIPL telah menandatangani perjanjian sehubungan dengan
        akuisisi 100,00% saham USBE yang berlokasi di Sulawesi Selatan. USBE
        adalah merupakan listrik tenaga bayu pertama dan terbesar di Indonesia
        dengan kapasitas 75 megawatt (MW) yang termasuk dengan akuisisi
        OMI yang berperan sebagai pendukung kegiatan operasiona USBE. Langkah
        signifikan tersebut menegaskan komitmen dari Perseroan dalam berkontribusi
        pada energi terbarukan Indonesia.

        Pada sektor PLTP, operasi pembangkitan listrik tenaga panas bumi Wayang
        Windu, Darajat, dan Salak secara berturut-turut memiliki kapasitas
        pembangkitan terpasang bruto sebesar 230,5 MW, 274,5 MW dan 397,6 MW,
        termasuk, kapasitas penjualan uap Darajat dan Salak, masing-masing sebesar
        55 MW dan 180 MW. Dengan rincian sebagai berikut:

        -   Operasi pembangkit listrik tenaga panas bumi Wayang Windu memiliki dan
            mengoperasikan pembangkit listrik tenaga panas bumi dengan kapasitas
            pembangkitan terpasang bruto sebesar 230,5 MW. Fasilitas WW terletak
            dekat Pangalengan, Jawa Barat, sekitar 40 km di selatan Bandung.

        -   Operasi pembangkitan listrik tenaga panas bumi Darajat merupakan
            pembangkit listrik tenaga panas bumi yang terletak di Kabupaten Garut dan
            Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Indonesia dengan hak untuk
            mengeksplorasi dan mengembangkan sumber daya panas bumi di wilayah
            kerja Darajat sebagai kontraktor PGE berdasarkan JOC. Kontraktor Darajat
            memiliki hak jangka panjang untuk mengirimkan energi panas bumi dan
            tenaga listrik yang dihasilkan dari wilayah kerja Darajat hingga sebesar
            330 MW kepada PLN atas dasar take or pay. Saat ini, operasi
            pembangkitan listrik tenaga panas bumi Darajat memiliki kapasitas
            pembangkitan terpasang bruto sebesar 274,5 MW.

            Operasi pembangkitan listrik tenaga panas bumi Darajat berjalan
            berdasarkan kerangka kerja yang terdiri dari dua kontrak, yaitu JOC Darajat
            dan ESC Darajat. Jangka waktu JOC Darajat berlaku hingga
            16 November 2041, setelah kontraktor Darajat mengambil haknya untuk
            memperpanjang JOC Darajat melalui surat pemberitahuan perpanjangan
            jangka waktu JOC Darajat kepada PGE dan PLN tertanggal
            22 September 2020.




                                        27
Page 29
        -   Operasi pembangkitan listrik tenaga panas bumi Salak merupakan
            pembangkit listrik yang terletak di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten
            Bogor di Jawa Barat, Indonesia dengan hak untuk mengeksplorasi dan
            mengembangkan sumber daya panas bumi di wilayah kerja Salak sebagai
            kontraktor bagi PGE. Kontraktor Salak memiliki hak jangka panjang untuk
            mengirimkan energi panas bumi dan tenaga listrik yang dihasilkan dari
            wilayah kerja Salak hingga 495 MW kepada PLN atas dasar take or pay.
            Saat ini operasi pembangkitan listrik tenaga panas bumi Salak memiliki
            kapasitas pembangkitan terpasang bruto sebesar 397,6 MW.

            Operasi pembangkitan listrik tenaga panas bumi Salak berjalan
            berdasarkan kerangka kerja yang terdiri dari dua kontrak, yaitu JOC Salak
            dan ESC Salak. Jangka waktu JOC Salak berlaku hingga 30 November
            2040. Berdasarkan Undang-Undang Panas Bumi 2014 dan Peraturan
            Pemerintah 7/2017. JOC Salak tetap berlaku hingga berakhirnya jangka
            waktu JOC tersebut. Setelah masa berlakunya berakhir, kontrak operasi
            bersama pengusahaan panas bumi dapat diperpanjang menjadi izin panas
            bumi dan tunduk pada ketentuan Undang-Undang Panas Bumi.

        Perseroan terus berfokus untuk memperluas kapasitas organik di bidang panas
        bumi dan tenaga angin yang bertujuan untuk mencapai kapasitas 1.549 MW
        untuk panas bumi dan 397 MW untuk tenaga angin pada tahun 2030.
        Perseroan memiliki banyak peluang untuk meningkatkan aset greenfield dalam
        segmen energi terbarukan yang sedang berkembang di pasar pembangkit
        listrik dalam negeri. Selain itu, didukung oleh struktur permodalan yang kuat,
        Perseroan terus menjajaki ekspansi anorganik di dalam dan luar negeri.
        Keunggulan operasional Perseroan yang kuat dan kapasitas yang terukur
        memungkinkan Perseroan untuk mempertahankan peran utama sebagai
        pemain energi terbarukan di Indonesia.

II.D.   Alasan Dilakukan Transaksi

        Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Perseroan merupakan perusahaan holding investasi dengan beberapa
            entitas anak yang saat ini sedang fokus pada pengembangan dan
            pengoperasian PLTP. Sehubungan dengan hal tersebut, SEGSL dan
            SEGD II perlu menetapkan langkah strategis untuk mendukung dan
            menjamin kelancaran kegiatan operasional. Dalam rangka memenuhi
            kebutuhan kegiatan operasional tersebut, SEGSL dan SEGD II telah
            melakukan Transaksi untuk memperoleh kepastian unit Aset yang tersedia
            di pasar untuk dapat disewa dengan harga sewa yang bersaing dan lebih
            efisien dibandingkan dengan penawaran lain dari pihak ketiga.




                                       28
Page 30
        •   Transaksi merupakan salah satu strategi bisnis Perseroan dalam rangka
            memaksimalkan portofolio bisnis Perseroan secara kelompok usaha (Grup)
            pada SEGH sebagai perusahaan yang menyewakan Aset bagi SEGSL dan
            SEGD II. Dengan koordinasi dan pengaturan yang efektif, maka proses
            operasional diharapkan dapat didukung oleh keahlian teknis, pengalaman,
            peralatan, jasa – jasa, serta tenaga kerja yang berpengalaman dan memiliki
            kompetensi khusus serta memadai sehingga kegiatan operasional dapat
            berjalan secara efektif dan efisien dalam menjalankan kegiatan usaha
            dalam satu kelompok usaha, di mana hal ini juga sejalan dengan pola
            bisnis yang dapat meningkatkan sinergi antar entitas anak Perseroan
            sehingga mendukung kelangsungan dan pengembangan kegiatan usaha
            masing masing perusahaan.

        •   Dengan dilakukannya Transaksi, penerapan pola kerja yang terkoordinasi
            dan berkesinambungan diharapkan akan memberikan peningkatan efisiensi
            operasional, mempercepat proses eksplorasi dan pengembangan sumber
            daya panas bumi, serta menjaga stabilitas produksi listrik guna memenuhi
            produksi energi dari hasil konversi panas bumi menjadi listrik sehingga
            dapat memaksimalkan akan kepastian sumber pendapatan bagi SEGSL
            dan SEGD II yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja keuangan
            konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.

        •   Setelah Transaksi menjadi efektif, SEGSL dan SEGD II memiliki akses
            penggunaan atas Aset selama 90 bulan sejak tanggal efektif sebagaimana
            disepakati oleh para pihak dalam KSOAB, di mana hal tersebut merupakan
            sewa jangka panjang yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan
            terhadap penyedia jasa sewa Aset milik pihak ketiga dan menjadi langkah
            penerapan mitigasi risiko bagi SEGSL dan SEGD II terhadap ketidakpastian
            atas pasokan Aset dan fluktuasi biaya sewa Aset sebagai dampak dari
            tingginya akan kebutuhan jasa sewa Aset dari berbagai perusahaan yang
            bergerak dalam bidang yang sama dengan SEGH.

II.E.   Analisis Keuntungan dan Kerugian dari Transaksi

        Keuntungan Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Perseroan merupakan perusahaan holding investasi dengan beberapa
            entitas anak yang saat ini sedang fokus pada pengembangan dan
            pengoperasian PLTP. Sehubungan dengan hal tersebut, SEGSL dan
            SEGD II perlu menetapkan langkah strategis untuk mendukung dan
            menjamin kelancaran kegiatan operasional. Dalam rangka memenuhi
            kebutuhan kegiatan operasional tersebut, SEGSL dan SEGD II telah
            melakukan Transaksi untuk memperoleh kepastian unit Aset yang tersedia
            di pasar untuk dapat disewa dengan harga sewa yang bersaing dan lebih
            efisien dibandingkan dengan penawaran lain dari pihak ketiga.




                                       29
Page 31
•   Transaksi merupakan salah satu strategi bisnis Perseroan dalam rangka
    memaksimalkan portofolio bisnis Perseroan secara kelompok usaha (Grup)
    pada SEGH sebagai perusahaan yang menyewakan Aset bagi SEGSL dan
    SEGD II. Dengan koordinasi dan pengaturan yang efektif, maka proses
    operasional diharapkan dapat didukung oleh keahlian teknis, pengalaman,
    peralatan, jasa – jasa, serta tenaga kerja yang berpengalaman dan memiliki
    kompetensi khusus serta memadai sehingga kegiatan operasional dapat
    berjalan secara efektif dan efisien dalam menjalankan kegiatan usaha
    dalam satu kelompok usaha, di mana hal ini juga sejalan dengan pola
    bisnis yang dapat meningkatkan sinergi antar entitas anak Perseroan
    sehingga mendukung kelangsungan dan pengembangan kegiatan usaha
    masing masing perusahaan.

•   Dengan dilakukannya Transaksi, penerapan pola kerja yang terkoordinasi
    dan berkesinambungan diharapkan akan memberikan peningkatan efisiensi
    operasional, mempercepat proses eksplorasi dan pengembangan sumber
    daya panas bumi, serta menjaga stabilitas produksi listrik guna memenuhi
    produksi energi dari hasil konversi panas bumi menjadi listrik sehingga
    dapat memaksimalkan akan kepastian sumber pendapatan bagi SEGSL
    dan SEGD II yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja keuangan
    konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.

•   Setelah Transaksi menjadi efektif, SEGSL dan SEGD II memiliki akses
    penggunaan atas Aset selama 90 bulan sejak tanggal efektif sebagaimana
    disepakati oleh para pihak dalam KSOAB, di mana hal tersebut merupakan
    sewa jangka panjang yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan
    terhadap penyedia jasa sewa Aset milik pihak ketiga dan menjadi langkah
    penerapan mitigasi risiko bagi SEGSL dan SEGD II terhadap ketidakpastian
    atas pasokan Aset dan fluktuasi biaya sewa Aset sebagai dampak dari
    tingginya akan kebutuhan jasa sewa Aset dari berbagai perusahaan yang
    bergerak dalam bidang yang sama dengan SEGH.

Kerugian Transaksi adalah sebagai berikut:

•   SEGH mungkin akan kehilangan kesempatan untuk menyewakan Aset
    kepada pihak lain yang mungkin dapat memberikan tingkat balikan yang
    lebih menguntungkan dibandingkan dengan melakukan Transaksi.

•   Apabila selama masa periode sewa Aset terdapat kelalaian dan/atau
    pelanggaran yang dilakukan SEGH dan SEGSL dan SEGD II sehingga
    SEGH dan SEGSL dan SEGD II tidak dapat memenuhi kewajiban yang
    telah disepakati, maka hal tersebut berpotensi memberikan dampak bagi
    kinerja keuangan Perseroan.

•   Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang eksplorasi sumber
    energi panas bumi, SEGH tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang
    dihadapi, antara lain kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi
    memberikan dampak bagi kelangsungan usaha SEGH.



                               30
Page 32
III.       ANALISIS KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI

III.A.     Analisis atas Kinerja Historis Perseroan

           Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 telah diaudit olen KAP LRXR
           masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.
           Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2023, 2022, dan 2021, telah diaudit oleh KAP TWRR
           masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

           Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:

III.A.1.   Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
                                                                                                                  (Dalam ribuan USD)

                                 Keterangan                         31/12/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                                         114.985      162.724      247.787      169.331       203.350
           Kas dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya     314.877      341.989      267.334      179.688       198.557
           Piutang usaha dan lain-lain pihak ketiga                   106.886      112.629      109.338      126.758        95.007
           Piutang sewa pembiayaan bagian lancar                       12.299        9.883        8.919        8.052         7.272
           Persediaan                                                  18.871       23.301       14.854       13.286        14.811
           Aset lancar lainnya                                         10.596        8.261        4.555        6.849         6.190
           Jumlah Aset Lancar                                         578.514      658.787      652.787      503.964       525.187
           ASET TIDAK LANCAR
           Piutang usaha dan lain-lain:
             Pihak ketiga                                               83.565       68.891       57.162       58.970        70.910
             Pihak berelasi                                                  -            -            -          242           310
           Piutang sewa pembiayaan bagian tidak lancar                 383.990      353.566      363.449      372.368       380.420
           Barang modal dan peralatan                                   26.772       22.736       19.669       19.187        21.071
           Aset hak guna                                                 4.844        6.915        2.626        4.645         6.223
           Aset tetap                                                  846.074      835.958      593.645      616.806       488.691
           Aset sewa operasi                                           284.624      309.164      337.193      354.543       355.469
           Biaya ditangguhkan                                           37.551       13.740       14.507       17.649        15.372
           Aset tidak berwujud                                       1.458.963    1.462.429    1.442.058    1.442.238     1.575.363
           Aset tidak lancar lain-lain                                   3.979        3.847        5.259        3.110         2.886
           Biaya pengembangan proyek                                    34.048       34.044       14.951            -             -
           Aset eksplorasi dan evaluasi                                 26.216        7.009        5.125            -             -
           Aset keuangan derivatif                                       8.889       10.427            -            -             -
           Investasi obligasi                                           89.381            -            -            -             -
           Jumlah Aset Tidak Lancar                                  3.288.896    3.128.726    2.855.644    2.889.758     2.916.715
           JUMLAH ASET                                               3.867.410    3.787.513    3.508.431    3.393.722     3.441.902




                                                               31
Page 33
                                                                                                                            (Dalam ribuan USD)

                                  Keterangan                              31/12/25      31/12/24      31/12/23       31/12/22       31/12/21

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang usaha dan lain-lain:
             Pihak ketiga                                                    19.496        21.104        15.367           7.089        11.930
             Pihak berelasi                                                      38            97             -              36           263
           Utang pajak - bagian jangka pendek
             Pajak penghasilan badan                                         34.323        36.512        40.938         29.609         26.966
             Pajak lain-lain                                                  3.841         6.438         1.519          1.525          2.430
           Beban yang masih harus dibayar                                    73.153        87.119        42.236         48.025         53.095
           Liabilitas sewa - bagian jangka pendek                             1.708         1.853         1.444          2.547          2.233
           Pinjaman - bagian jangka pendek                                  202.048       202.613       134.792         38.000         41.184
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                  334.607       355.736       236.296        126.831        138.101
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Utang pajak lain-lain                                               5.711         5.931         6.218          6.093          6.718
           Saldo make-up account Perusahaan Listrik Negara (PLN)              24.280        23.182        22.174         24.078         15.066
           Liabilitas sewa - bagian jangka panjang                             3.668         5.115         1.296          1.958          4.322
           Pinjaman - bagian jangka panjang                                1.856.996     1.894.624     1.849.737      2.027.100      1.531.636
           Liabilitas imbalan pasca kerja                                     25.095        16.934        15.910         11.269         10.881
           Liabilitas pajak tangguhan                                        729.472       746.081       726.462        761.391        752.396
           Utang lain-lain                                                         -         7.377             -              -              -
           Liabilitas keuangan derivatif                                       4.062             -             -              -              -
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                2.649.284     2.699.244     2.621.797      2.831.889      2.321.019
           JUMLAH LIABILITAS                                               2.983.891     3.054.980     2.858.093      2.958.720      2.459.120
           EKUITAS
           Modal Saham                                                     1.286.720     1.286.720     1.286.720      1.248.120             80
           Tambahan modal disetor                                           (338.977)     (338.977)     (338.977)      (497.917)       750.083
           Cadangan lainnya                                                 (993.247)     (987.622)     (987.622)      (968.834)      (608.560)
           Saldo laba                                                        685.277       557.257       483.988        410.136        354.643
           Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan
             dalam mata uang lain selain USD                                    (975)         (516)              -              -              -
           Saham tresuri                                                      (1.930)            -               -              -              -
           Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
             induk                                                          636.868       516.862       444.109        191.505        496.246
           Kepentingan non-pengendali                                       246.651       215.671       206.229        243.497        486.536
           JUMLAH EKUITAS                                                   883.519       732.533       650.338        435.002        982.782
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                   3.867.410     3.787.513     3.508.431      3.393.722      3.441.902




III.A.2.   Aset

           Jumlah aset Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
           2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar USD 3.867,41 juta,
           USD 3.787,51 juta, USD 3.508,43 juta, USD 3.393,72 juta, dan
           USD 3.441,90 juta.

           Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar USD 79,90 juta atau setara dengan 2,11% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan piutang sewa pembiayaan, biaya ditangguhkan, dan
           investasi obligasi masing-masing sebesar USD 32,84 juta, USD 23,81 juta, dan
           USD 89,38 juta yang disertai dengan penurunan kas dan setara kas serta kas
           dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya masing-masing sebesar
           USD 47,74 juta dan USD 27,11 juta.




                                                                     32
Page 34
           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar USD 279,08 juta atau setara dengan 7,95% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan kas dan deposito berjangka yang dibatasi
           penggunaannya dan aset tetap masing-masing sebesar USD 74,66 juta dan
           USD 242,31 juta yang disertai dengan penurunan kas dan setara kas sebesar
           USD 85,06 juta.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar USD 114,71 juta atau setara dengan 3,38% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas serta kas dan deposito berjangka
           yang dibatasi penggunaannya masing-masing sebesar USD 78,46 juta dan
           USD 87,65 juta yang disertai dengan penurunan aset tetap sebesar
           USD 23,16 juta.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset Perseroan mengalami
           penurunan sebesar USD 48,18 juta atau setara dengan 1,40% dibandingkan
           dengan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan kas dan setara kas serta aset tidak berwujud
           masing-masing sebesar USD 34,02 juta dan USD 133,13 juta yang disertai
           dengan kenaikan aset tetap.sebesar USD 128,12 juta.

III.A.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
           2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar USD 2.983,89 juta,
           USD 3.054,98 juta, USD 2.858,09 juta, USD 2.958,72 juta, dan
           USD 2.459,12 juta.

           Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar USD 71,09 juta atau setara dengan 2,33% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh penurunan beban yang masih harus dibayar,
           pinjaman, dan liabilitas pajak tangguhan masing-masing sebesar
           USD 13,97 juta, USD 38,19 juta, dan USD 16,61 juta.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar USD 196,89 juta atau setara dengan 6,89% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan beban yang masih harus dibayar,
           pinjaman, dan liabilitas pajak tangguhan masing-masing sebesar
           USD 44,88 juta, USD 112,71 juta, dan USD 19,62 juta.




                                         33
Page 35
           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar USD 100,63 juta atau setara dengan 3,40% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh penurunan pinjaman dan liabilitas pajak tangguhan
           masing-masing sebesar USD 80,57 juta dan USD 34,93 juta yang disertai
           dengan kenaikan utang pajak sebesar USD 11,32 juta.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar USD 499,60 juta atau setara dengan 20,32% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan pinjaman sebesar USD 492,28 juta.

III.A.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
           2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar USD 883,52 juta,
           USD 732,53 juta, USD 650,34 juta, USD 435,00 juta, dan USD 982,78 juta.

           Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar USD 150,99 juta atau setara dengan 20,61% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan Perseroan sebesar
           USD 165,14 juta yang disertai dengan dividen tunai sebesar USD 13,61 juta.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar USD 82,20 juta atau setara dengan 12,64% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan Perseroan sebesar
           USD 155,08 juta yang disertai dengan dividen tunai sebesar USD 76,50 juta.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar USD 215,34 juta atau setara dengan 49,50% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan dan
           penerbitan saham baru masing-masing sebesar USD 145,27 juta dan
           USD 200,72 juta yang disertai dengan dividen tunai dan transaksi dengan
           pihak non pengendali masing-masing sebesar USD 58,08 juta dan
           USD 69,81 juta.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar USD 547,78 juta atau setara dengan 55,74% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh transaksi dengan pihak non-pengendali sebesar
           USD 645 juta.




                                        34
Page 36
III.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
                                                                                                                        (Dalam ribuan USD)

                                 Keterangan                            31/12/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21

           Pendapatan                                                    605.187       596.823       594.937       569.780       537.362
           Beban depresiasi dan amortisasi                               (93.449)      (82.756)      (73.961)      (68.224)      (62.253)
           Beban kompensasi dan tunjangan karyawan                       (39.647)      (39.210)      (40.181)      (39.835)      (39.100)
           Beban konsultan dan teknisi                                   (22.376)      (17.088)      (19.878)      (17.943)      (20.101)
           Tunjangan produksi kepada
             PT Pertamina Geothermal Energy                               (16.747)      (16.574)      (18.231)      (16.485)      (13.853)
           Beban keuangan                                                (118.812)     (134.472)     (136.488)      (85.078)      (86.164)
           Kerugian kurs mata uang asing - bersih                            (150)         (202)       (2.859)       (1.940)         (137)
           Pendapatan bunga                                                11.892        15.397        11.399         2.886            24
           Lain-lain - bersih                                             (20.144)      (23.822)      (23.317)      (23.597)      (22.942)
           Laba sebelum beban pajak penghasilan                           305.754       298.096       291.421       319.564       292.836
           Beban pajak penghasilan                                       (140.617)     (143.013)     (146.152)     (147.004)     (134.067)
           Laba tahun berjalan                                           165.137       155.083       145.269       172.560       158.769
           Pendapatan (beban) komprehensif lainnya                       (11.452)         (890)         (878)          652         3.032
           Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                       153.685       154.193       144.391       173.212       161.801
           Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
             Pemilik entitas induk                                       132.198       122.108       107.417        91.126         86.097
             Kepentingan non-pengendali                                   32.939        32.975        37.852        81.434         72.672



III.A.6    Pendapatan

           Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah
           sebesar USD 605,19 juta, USD 596,82 juta, USD 594,94 juta, USD 569,78 juta,
           dan USD 537,36 juta.

           Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2025 mengalami kenaikan sebesar USD 8,36 juta atau setara
           dengan 1,40% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2024.

           Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar USD 1,89 juta atau setara
           dengan 0,32% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2023.

           Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar USD 25,16 juta atau setara
           dengan 4,42% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2022.

           Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar USD 32,42 juta atau setara
           dengan 6,03% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2021.




                                                                  35
Page 37
III.A.7.   Laba Tahun Berjalan

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah
           sebesar USD 165,14 juta, USD 155,08 juta, USD 145,27 juta, USD 172,56 juta,
           dan USD 158,77 juta.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2025 mengalami kenaikan sebesar USD 10,05 juta atau setara
           dengan 6,48% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar USD 9,81 juta atau setara
           dengan 6,76% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar USD 27,29 juta atau setara
           dengan 15,82% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar USD 13,79 juta atau setara
           dengan 8,69% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.




                                         36
Page 38
III.A.8.   Laporan Arus Kas Konsolidasian
                                                                                                                            (Dalam ribuan USD)

                                  Keterangan                              31/12/25      31/12/24       31/12/23      31/12/22       31/12/21

           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan dari pelanggan                                         622.603       607.927        625.585       556.108        538.132
           Pembayaran kepada pemasok dan lainnya                            (119.038)      (89.347)      (104.855)     (112.251)       (91.412)
           Penerimaan bunga                                                   11.892        15.397         11.246         2.886             24
           Pembayaran bunga atas liabilitas sewa                                (551)         (592)          (411)         (585)          (524)
           Pembayaran pajak penghasilan                                     (158.248)     (154.084)      (169.059)     (127.505)      (127.461)
           Pembayaran beban keuangan                                        (128.272)     (110.891)      (135.299)      (81.292)       (83.827)
           Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi                      228.386       268.410        227.207       237.361        234.932
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Penambahan aset sewa operasi                                       (3.628)         (794)        (8.279)      (24.144)       (23.476)
           Penambahan biaya ditangguhkan                                     (29.640)       (4.743)        (4.736)       (9.267)        (3.614)
           Penambahan aset tetap                                            (107.984)     (109.552)       (16.397)      (26.790)       (48.098)
           Penambahan barang modal dan peralatan                              (4.036)       (3.067)          (482)            -              -
           Penambahan aset tidak berwujud                                          -             -              -          (446)        (1.293)
           Penambahan aset eksplorasi dan evaluasi                           (19.207)       (1.884)        (3.454)            -              -
           Akuisisi entitas anak - bersih                                          -             -         (5.168)            -              -
           Penambahan aset tidak lancar lain-lain                                  -             -              -             -         (1.003)
           Penambahan biaya pengembangan proyek                                 (838)       (1.448)             -             -              -
           Pembayaran pinjaman novasi                                              -        (5.156)             -             -              -
           Akuisisi entitas anak - setelah dikurangi kas yang diperoleh            -      (101.003)             -             -              -
           Penambahan investasi obligasi                                     (89.381)            -              -             -              -
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                   (254.714)     (227.647)       (38.516)      (60.647)       (77.484)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Pembayaran senior secured notes                                  (101.352)      (82.167)       (38.000)      (41.184)       (41.614)
           Pembagian dividen kepada kepentingan non-pengendali
             di anak perusahaan                                              (13.613)      (28.001)       (25.210)      (40.032)       (10.935)
           Penarikan dari kas dan deposito berjangka yang dibatasi
             penggunaannya                                                  673.070       456.438        140.074       190.287        177.384
           Penempatan pada kas dan deposito berjangka yang dibatasi
             penggunaannya                                                  (645.958)     (531.093)      (227.720)     (171.418)      (190.673)
           Pembayaran atas porsi pokok liabilitas sewa                        (2.076)       (2.206)        (2.330)       (2.426)        (2.910)
           Pembagian dividen kepada pemilik entitas induk                          -       (48.496)       (32.867)      (36.000)        (9.235)
           Pembayaran kembali utang bank                                    (100.236)      (89.468)       (90.000)     (110.000)             -
           Penerbitan saham baru                                                   -             -        200.718            40              -
           Penerimaan dari utang bank                                        170.158       199.167         43.550       650.450              -
           Akuisisi kepemilikan di entitas anak dari
             pihak non-pengendali                                                  -               -      (69.811)     (645.000)               -
           Pembayaran biaya pinjaman                                            (695)              -            -        (5.450)               -
           Pembayaran biaya transaksi untuk akuisisi kepemilikan
             di entitas anak dari pihak non-pengendali                             -               -       (5.461)              -           -
           Pembayaran biaya emisi saham                                            -               -       (3.178)              -           -
           Penerimaan atas biaya keuangan                                          -               -            -               -         625
           Pembayaran untuk pembelian kembali modal dasar                     (1.930)              -            -               -           -
           Setoran modal dari kepentingan non-pengendali                       1.221               -            -               -           -
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan                    (21.411)     (125.826)      (110.235)     (210.733)       (77.358)
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                                       (47.739)      (85.063)       78.456        (34.019)       80.090
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                               162.724       247.787        169.331       203.350        123.260
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                              114.985       162.724        247.787       169.331        203.350




                                                                    37
Page 39
Arus Kas dari Aktivitas Operasi

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan
2021 masing-masing adalah sebesar USD 228,39 juta, USD 268,41 juta,
USD 227,21 juta, USD 237,36 juta, dan USD 234,93 juta.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar USD 228,39 juta
terutama berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar USD 622,60 juta
yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok dan lainnya, pembayaran
pajak penghasilan, dan pembayaran beban keuangan masing-masing sebesar
USD 119,04 juta, USD 158,25 juta, dan USD 128,27 juta.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar USD 268,41 juta
terutama berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar USD 607,93 juta
yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok dan lainnya, pembayaran
pajak penghasilan, serta pembayaran beban keuangan masing-masing
sebesar USD 89,35 juta, USD 154,08 juta, dan USD 110,89 juta.

Arus kas bersih yang diperoleh dari untuk aktivitas operasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar USD 227,21 juta
terutama berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar USD 625,59 juta
yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok dan lainnya, pembayaran
pajak penghasilan, serta pembayaran beban keuangan masing-masing
sebesar USD 104,86 juta, USD 169,06 juta, dan USD 135,30 juta.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar USD 237,36 juta
terutama berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar USD 556,11 juta
yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok dan lainnya, pembayaran
pajak penghasilan, serta pembayaran beban keuangan masing-masing
sebesar USD 112,25 juta, USD 127,51 juta, dan USD 81,29 juta.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar USD 234,93 juta
terutama berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar USD 538,13 juta
yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok dan lainnya, pembayaran
pajak penghasilan, serta pembayaran beban keuangan masing-masing
sebesar USD 91,41 juta, USD 127,46 juta, dan USD 83,83 juta.




                              38
Page 40
Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar USD 254,71 juta,
USD 227,65 juta, USD 38,52 juta, USD 60,65 juta, dan USD 77,48 juta.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar USD 254,71 juta
terutama berasal dari penambahan biaya ditangguhkan, penambahan aset
tetap, dan penambahan investasi obligasi masing-masing sebesar
USD 29,64 juta, USD 107,98 juta, dan USD 89,38 juta.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar USD 227,65 juta
terutama berasal dari penambahan aset tetap, pembayaran pinjaman novasi,
serta akuisisi entitas anak - setelah dikurangi kas yang diperoleh
masing-masing sebesar USD 109,55 juta, USD 5,16 juta, dan USD 101,00 juta.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar USD 38,52 juta
terutama berasal dari penambahan aset sewa operasi, penambahan aset tetap,
dan akuisisi entitas anak - bersih masing-masing sebesar USD 8,28 juta,
USD 16,40 juta, dan USD 5,17 juta.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar USD 60,65 juta
terutama berasal dari penambahan aset sewa operasi, penambahan biaya
ditangguhkan, dan penambahan aset tetap masing-masing sebesar
USD 24,14 juta, USD 9,27 juta, dan USD 26,79 juta.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar USD 77,48 juta
terutama berasal dari penambahan aset sewa operasi dan penambahan aset
tetap masing-masing sebesar USD 23,48 juta dan USD 48,10 juta.




                             39
Page 41
Arus Kas untuk Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar USD 21,41 juta,
USD 125,83 juta, USD 110,24 juta, USD 210,73 juta, USD 77,36 juta.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar USD 21,41 juta
terutama berasal dari pembayaran senior secured notes, penempatan pada kas
dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya, serta pembayaran
kembali utang bank masing-masing sebesar USD 101,35 juta,
USD 645,96 juta, dan USD 100,24 juta yang disertai dengan penarikan dari kas
dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya dan penerimaan dari
utang bank masing-masing sebesar USD 673,07 juta dan USD 170,16 juta.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar USD 125,83 juta
terutama berasal dari penempatan pada kas dan deposito berjangka yang
dibatasi penggunaannya sebesar USD 531,09 juta yang disertai dengan
penarikan dari kas dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya
sebesar USD 456,44 juta.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar USD 110,24 juta
terutama berasal dari penempatan pada kas dan deposito berjangka yang
dibatasi penggunaannya dan pembayaran kembali utang bank masing-masing
sebesar USD 227,72 juta dan USD 90,00 juta yang disertai dengan penerbitan
saham baru sebesar USD 200,72 juta.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar USD 210,73 juta
terutama berasal dari penempatan pada kas dan deposito berjangka yang
dibatasi penggunaannya, pembayaran kembali utang bank, dan akuisisi
kepemilikan di entitas anak dari pihak non-pengendali masing-masing sebesar
USD 171,42 juta, USD 110,00 juta, dan USD 645,00 juta yang disertai dengan
penerimaan dari utang bank sebesar USD 650,45 juta.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar USD 77,36 juta
terutama berasal dari pembayaran senior secured notes dan penempatan pada
kas dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya masing-masing
sebesar USD 41,61 juta dan USD 190,67 juta yang disertai dengan penarikan
dari kas dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya sebesar
USD 177,38 juta.




                              40
Page 42
III.A.9.    Rasio-rasio Keuangan


                                    Keterangan            31/12/25    31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                             1,73        1,85        2,76        3,97        3,80
            Rasio Pengelolaan Aset
            Perputaran jumlah aset                             0,16        0,16        0,17        0,17        0,16
            Ekuitas terhadap jumlah aset                       0,23        0,19        0,19        0,13        0,29
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset             0,77        0,81        0,81        0,87        0,71
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                 3,38        4,17        4,39        6,80        2,50
            Rasio Profitabilitas
            Marjin laba tahun berjalan                       27,29%      25,98%      24,42%      30,29%      29,55%
            Imbal hasil aset                                  4,27%       4,09%       4,14%       5,08%       4,61%
            Imbal hasil ekuitas                              18,69%      21,17%      22,34%      39,67%      16,16%




III.D.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi Perseroan. Pada
            tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 rasio
            perputaran jumlah aset masing-masing adalah 0,16; 0,16; 0,17; 0,17; dan 0,16.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
            Perseroan terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal-tanggal
            31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 rasio ekuitas terhadap jumlah
            aset masing-masing adalah 0,23; 0,19; 0,19; 0,13; dan 0,29.

III.D.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 rasio
            jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,77; 0,81; 0,81,
            0,87, dan 0,71, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
            masing-masing adalah 3,38; 4,17; 4,39; 6,80; dan 2,50.




                                                     41
Page 43
III.D.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk
            tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
            2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar 4,27%, 4,09%, 4,14%, 5,08%,
            dan 4,61%.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
            untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
            2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar 18,69%, 21,17%,
            22,34%, 39,67%, dan 16,16%.

III.B.      Analisis atas Laporan Proforma

            Analisis atas Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum
            dan Setelah Transaksi.

            Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi
            keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi yang
            disusun oleh manajemen Perseroan.

            Ikhtisar data keuangan penting proforma pada tanggal 31 Desember 2025:

                                                                                                 (Dalam ribuan USD)

                                                                                                       Setelah
                                  Keterangan                         31/12/25      Penyesuaian
                                                                                                     Transaksi

            ASET
            ASET LANCAR
            Kas dan setara kas                                           114.985             -             114.985
            Kas dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya       314.877             -             314.877
            Piutang usaha dan lain-lain pihak ketiga                     106.886             -             106.886
            Piutang sewa pembiayaan bagian lancar                         12.299             -              12.299
            Persediaan                                                    18.871             -              18.871
            Aset lancar lainnya                                           10.596             -              10.596
            Jumlah Aset Lancar                                           578.514             -             578.514
            ASET TIDAK LANCAR
            Piutang usaha dan lain-lain
              Pihak ketiga                                                83.565             -              83.565
              Pihak berelasi                                                   -             -                   -
            Piutang sewa pembiayaan bagian tidak lancar                  383.990             -             383.990
            Barang modal dan peralatan                                    26.772             -              26.772
            Aset hak guna                                                  4.844             -               4.844
            Aset tetap                                                   846.074             -             846.074
            Aset sewa operasi                                            284.624             -             284.624
            Biaya ditangguhkan                                            37.551             -              37.551
            Aset tidak berwujud                                        1.458.963             -           1.458.963
            Aset tidak lancar lain-lain                                    3.979             -               3.979
            Biaya pengembangan proyek                                     34.048             -              34.048
            Aset eksplorasi dan evaluasi                                  26.216             -              26.216
            Aset keuangan derivatif                                        8.889             -               8.889
            Investasi obligasi                                            89.381             -              89.381
            Jumlah Aset Tidak Lancar                                   3.288.896             -           3.288.896
            JUMLAH ASET                                                3.867.410             -           3.867.410




                                                          42
Page 44
                                                                                       (Dalam ribuan USD)

                                                                                             Setelah
                       Keterangan                         31/12/25       Penyesuaian
                                                                                           Transaksi

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha dan lain-lain
  Pihak ketiga                                                 19.496                  -          19.496
  Pihak berelasi                                                   38                  -              38
Utang pajak - bagian jangka pendek
  Pajak penghasilan badan                                      34.323                  -          34.323
  Pajak lain-lain                                               3.841                  -           3.841
Beban yang masih harus dibayar                                 73.153                  -          73.153
Liabilitas sewa - bagian jangka pendek                          1.708                  -           1.708
Pinjaman - bagian jangka pendek                               202.048                  -         202.048
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                               334.607                  -         334.607
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pajak lain-lain                                           5.711                  -           5.711
Saldo make-up account Perusahaan Listrik Negara (PLN)          24.280                  -          24.280
Liabilitas sewa - bagian jangka panjang                         3.668                  -           3.668
Pinjaman - bagian jangka panjang                            1.856.996                  -       1.856.996
Liabilitas imbalan pasca kerja                                 25.095                  -          25.095
Liabilitas pajak tangguhan                                    729.472                  -         729.472
Utang lain-lain                                                     -                  -               -
Liabilitas keuangan derivatif                                   4.062                  -           4.062
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                            2.649.284                  -       2.649.284
JUMLAH LIABILITAS                                           2.983.891                  -       2.983.891
EKUITAS
Modal saham                                                 1.286.720                  -       1.286.720
Tambahan modal disetor                                       (338.977)                 -        (338.977)
Cadangan lainnya                                             (993.247)                 -        (993.247)
Saldo laba                                                    685.277                  -         685.277
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan
  dalam mata uang lain selain USD                                (975)                 -             (975)
Saham tresuri                                                  (1.930)                 -           (1.930)
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  Induk                                                       636.868                  -         636.868
Kepentingan non-pengendali                                    246.651                  -         246.651
JUMLAH EKUITAS                                                883.519                  -         883.519
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                               3.867.410                  -       3.867.410




                                                43
Page 45
                                                                                             (Dalam ribuan USD)
                                                                                                   Setelah
                               Keterangan                       31/12/25       Penyesuaian
                                                                                                 Transaksi

         Pendapatan                                                 605.187                  -         605.187
         Beban depresiasi dan amortisasi                            (93.449)                 -         (93.449)
         Beban kompensasi dan tunjangan karyawan                    (39.647)                 -         (39.647)
         Beban konsultan dan teknisi                                (22.376)                 -         (22.376)
         Tunjangan produksi kepada
           PT Pertamina Geothermal Energy                           (16.747)                 -         (16.747)
         Beban keuangan                                            (118.812)                 -        (118.812)
         Kerugian kurs mata uang asing - bersih                        (150)                 -            (150)
         Pendapatan bunga                                            11.892                  -          11.892
         Lain-lain - bersih                                         (20.144)                 -         (20.144)
         Laba sebelum beban pajak penghasilan                       305.754                  -         305.754
         Beban pajak penghasilan                                   (140.617)                 -        (140.617)
         Laba tahun berjalan                                        165.137                  -         165.137
         Pendapatan (beban) komprehensif lainnya                    (11.452)                 -         (11.452)
         Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                    153.685                  -         153.685
         Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
           Pemilik entitas induk                                    132.198                  -         132.198
           Kepentingan non-pengendali                                32.939                  -          32.939



III.C.   Analisis atas Laporan Kajian Sewa

         KJPP SRR, sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
         No. 1.09.00242 berdasarkan Keputusan Surat Menteri Keuangan
         No. 1056/KM.1/2009 tanggal 20 Agustus 2009, dan terdaftar sebagai kantor
         jasa profesi penunjang pasar modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar
         Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PPB-05/PJ-1/PM.02/2023
         (penilai properti dan bisnis) tanggal 8 Juni 2023, telah ditunjuk oleh manajemen
         Perseroan untuk memberikan pendapat atas nilai sewa alat berat milik/atas
         nama SEGH yang terletak di Lapangan Geothermal Parakan Salak dan
         Lapangan Geothermal Darajat, Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Garut,
         Propinsi Jawa Barat (selanjutnya disebut “Objek Kajian”), sesuai dengan surat
         penawaran KJPP SRR No. 260305.002/SRR-JK/SPN-A/BREN/OR tanggal
         5 Maret 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan, maka dengan ini
         KJPP SRR menyatakan bahwa KJPP SRR telah melakukan kajian atas nilai
         sewa Objek Kajian dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat mengenai
         nilai sewa dari Objek Kajian per hari sebagaimana tertuang dalam laporannya
         No. 260428.001/SRR-JK/SR-A/BREN/OR tanggal 28 April 2026 dengan
         ringkasan sebagai berikut:

         1. Tujuan dan Maksud Kajian

             Tujuan kajian Objek Kajian adalah untuk memberikan pendapat mengenai
             nilai sewa dari Objek Kajian pada tanggal 31 Desember 2025 dengan masa
             sewa selama 90 bulan.




                                                        44
Page 46
   Adapun maksud dari penugasan kajian sewa adalah untuk memberikan
   informasi mengenai nilai sewa dari Objek Kajian kepada manajemen
   Perseroan yang akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan
   penyewaan atas Objek Kajian oleh Perseroan dengan masa sewa selama
   90 bulan.

2. Objek Kajian

   Obyek yang dikaji dalam kajian ini adalah Objek Kajian, yaitu aset milik/atas
   nama SEGH yang berupa alat berat milik/atas nama SEGH yang terletak di
   Lapangan Geothermal Parakan Salak dan Lapangan Geothermal Darajat,
   Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Garut, Propinsi Jawa Barat.

3. Inspeksi Objek Kajian

   Peninjauan fisik atas Objek Kajian dilakukan pada tanggal 13 Maret 2026
   dan tanggal 7 April 2026.

4. Tanggal Kajian

   Tanggal kajian ditetapkan pada tanggal 31 Desember 2025.

5. Metodologi Kajian

   Pendekatan yang digunakan dalam kajian nilai sewa adalah pendekatan
   pasar (market approach). Pendekatan pasar adalah pendekatan kajian
   yang menggunakan data transaksi atau penawaran atas properti yang
   sebanding dan sejenis dengan Objek Kajian yang didasarkan pada suatu
   proses perbandingan dan penyesuaian

   Pendekatan       pasar     dilakukan    dengan    memperhatikan     dan
   mempertimbangkan data sewa dan atau data penawaran properti yang
   sebanding dan sejenis serta memiliki kesamaan karakteristik.
   Data      tersebut     kemudian      dianalisa   dengan      memberikan
   penyesuaian-penyesuaian/adjustment terhadap perbedaan dan kesamaan
   karakteristik, antara Objek Kajian dengan data pembanding properti yang
   berhasil dikumpulkan untuk menghasilkan nilai sewa Objek Kajian

6. Kesimpulan Kajian

   Berdasarkan kajian yang telah kami lakukan dengan memperhatikan data
   historis dan faktor-faktor yang erat hubungannya dengan kajian, kami
   berkesimpulan bahwa nilai sewa Objek kajian per tanggal
   31 Desember 2025 yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah adalah
   sebesar Rp 16,62 juta dengan masa sewa selama 90 bulan.




                               45
Page 47
III.D.     Analisis Inkremental

           Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami juga melakukan
           analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain sebagai
           berikut:

           •    Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi
                yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
                Perseroan;
           •    Biaya atau pendapatan yang relevan;
           •    Informasi non-keuangan yang relevan; dan
           •    Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
                rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.

III.D.1.   Kontribusi Nilai Tambah terhadap Perseroan

           Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035:

           Sebelum Transaksi
                                                                                                       (Dalam ribuan USD)

                                 Keterangan            31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

           Pendapatan                                     649.630       715.474       738.192       737.273       736.840
           Beban usaha                                   (206.500)     (255.281)     (273.565)     (282.740)     (294.540)
           Laba usaha                                     443.130       460.193       464.627       454.534      442.299
           Beban lain-lain                               (110.112)     (109.945)     (109.409)     (101.157)     (89.810)
           Laba sebelum beban pajak penghasilan           333.018       350.248       355.218       353.377       352.489
           Beban pajak penghasilan                       (152.312)     (159.163)     (160.573)     (157.223)     (152.931)
           Laba tahun berjalan                           180.706       191.086       194.645       196.153       199.558



                                                                                                       (Dalam ribuan USD)

                                 Keterangan            31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34      31/12/35

           Pendapatan                                     753.683       762.508       759.375       757.223       770.473
           Beban usaha                                   (302.790)     (324.257)     (342.026)     (355.966)     (372.931)
           Laba usaha                                    450.893       438.251       417.349       401.258       397.542
           Beban lain-lain                               (76.038)      (52.631)      (40.522)      (31.262)      (21.981)
           Laba sebelum beban pajak penghasilan           374.855       385.619       376.826       369.995       375.561
           Beban pajak penghasilan                       (156.436)     (152.414)     (144.665)     (139.135)     (141.006)
           Laba tahun berjalan                           218.419       233.205       232.161       230.861       234.555




                                                  46
Page 48
           Setelah Transaksi
                                                                                                       (Dalam ribuan USD)

                                 Keterangan            31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

           Pendapatan                                     649.630       715.474       738.192       737.273       736.840
           Beban usaha                                   (206.247)     (254.905)     (273.194)     (282.373)     (294.178)
           Laba usaha                                     443.383       460.570       464.998       454.901      442.662
           Beban lain-lain                               (110.112)     (109.945)     (109.409)     (101.157)     (89.810)
           Laba sebelum beban pajak penghasilan           333.271       350.625       355.589       353.744       352.851
           Beban pajak penghasilan                       (152.354)     (159.226)     (160.638)     (157.304)     (153.011)
           Laba tahun berjalan                           180.917       191.399       194.951       196.440       199.841



                                                                                                       (Dalam ribuan USD)

                                 Keterangan            31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34      31/12/35

           Pendapatan                                     753.683       762.508       759.375       757.223       770.473
           Beban usaha                                   (302.431)     (323.902)     (341.732)     (355.966)     (372.931)
           Laba usaha                                    451.253       438.606       417.643       401.258       397.542
           Beban lain-lain                               (76.038)      (52.631)      (40.522)      (31.262)      (21.981)
           Laba sebelum beban pajak penghasilan           375.215       385.975       377.121       369.995       375.561
           Beban pajak penghasilan                       (156.518)     (152.509)     (144.744)     (139.135)     (141.006)
           Laba tahun berjalan                           218.696       233.466       232.377       230.861       234.555




           Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan dan laba
           tahun berjalan Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah sebesar
           USD 7.380,67 juta dan USD 2.111,35 juta.

           Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan dan laba tahun berjalan Perseroan
           setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar USD 7.380,67 juta dan
           USD 2.113,50 juta.

           Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
           tersebut di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
           memperoleh tambahan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035, sehingga diharapkan dapat
           meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.

III.D.2.   Biaya atau Pendapatan yang Relevan

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak
           terdapat biaya atau pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan
           Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.




                                                  47
Page 49
III.D.3.     Informasi Non-Keuangan yang Relevan

III.D.3.a.   Produk yang dihasilkan

             Ruang lingkup kegiatan Perseroan saat ini adalah sebagai perusahaan holding
             yang bergerak dalam aktivitas konsultasi manajemen lainnya, pembangkit
             tenaga listrik, dan pengusahaan tenaga panas bumi.

             Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
             tanggal 31 Desember 2025, Perseroan memiliki penyertaan saham pada Star
             Energy Group Holding Pte Ltd. (selanjutnya disebut “SEGHPL”) dengan
             kepemilikan sebesar 100,00%. Pada saat ini, SEGHPL memiliki penyertaan
             saham pada SEGSL dan SEGD II, dengan kegiatan usaha sebagai berikut:

             •   Ruang lingkup kegiatan SEGSL adalah bergerak dalam bidang sumber
                 energi panas bumi dan pembangkit listrik.

             •   Ruang lingkup kegiatan SEGD II adalah bergerak dalam bidang sumber
                 energi panas bumi dan pembangkit listrik.

             Dengan demikian, produk yang dihasilkan oleh SEGSL dan SEGD II adalah
             sumber panas bumi dan tenaga listrik.

III.D.3.b.   Pasar Geografis

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis SEGSL dan SEGD II
             adalah sebagai berikut:

             -   Pasar geografis SEGSL atas PLTP Gunung Salak terletak di Taman
                 Nasional Gunung Halimun Salak, Jawa Barat.

             -   Pasar geografis SEGD II atas PLTP Darajat terletak di Gunung
                 Papandayan di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

III.D.3.c.   Pesaing Usaha

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha SEGSL dan SEGD II
             adalah sebagai berikut:

             •   PT Geo Dipa Energy;
             •   PT Sokoria Geothermal Indonesia; dan
             •   PT Pertamina Geothermal Energy.




                                           48
Page 50
III.D.3.d.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan
             SEGSL dan SEGD II adalah sebagai berikut:

             •   Melakukan pemeliharaan fasilitas pembangkit listrik untuk meningkatkan
                 realisasi pasokan listrik.

             •   Meningkatkan operasional dan efisiensi dalam pengelolaan biaya dan
                 modal dengan menerapkan teknologi terbaik.

             •   Mengelola aset yang telah dimiliki dengan efisien, aktif mencari peluang
                 yang berkualitas guna mengembangkan portofolio aset, merencanakan
                 mengembangkan kapasitas pembangkit listrik dan pengembangan
                 pengeboran serta mengembangkan solusi energi ramah lingkungan untuk
                 Indonesia yang diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

             •   Perseroan merencanakan untuk menghasilkan pembangkit listrik dengan
                 kapasitas sebesar 1.549 MW untuk panas bumi dan 397 MW untuk tenaga
                 angin pada tahun 2030.

             •   Perseroan merencanakan untuk menyediakan program untuk memberikan
                 pelatihan strategi dan teknik bagi para pekerja profesional guna menunjang
                 karir di perusahan.

III.D.3.e.   Prosedur Pengambilan Keputusan atas Transaksi

             Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses
             pengambilan keputusan atas Transaksi telah dilakukan melalui proses yang
             sesuai prosedur internal Perseroan. Setelah menentukan rencana atas
             Transaksi, Direktur harus memperoleh persetujuan dari Presiden Direktur dan
             Dewan Komisaris. Sebelum Direktur mengusulkan usulan rencana atas
             Transaksi, Direktur telah melalui tahapan proses analisis internal, sebagaimana
             konfirmasi dengan manajemen Perseroan. Dengan demikian, manajemen telah
             mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam
             menentukan rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.




                                            49
Page 51
IV.   ANALISIS ATAS KEWAJARAN TRANSAKSI

      Analisis kewajaran Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:

      1. Berdasarkan KSOAB, SEGH telah menyewakan Aset kepada SEGSL dan
         SEGD II bertujuan untuk mendukung operasional harian dan kegiatan
         darurat di lapangan SEGSL dengan daerah operasi yang terletak di
         Sukabumi, Jawa Barat dan SEGD II dengan daerah operasi yang terletak di
         Garut, Jawa Barat yang akan berlaku sejak tanggal berlaku efektif KSOAB,
         yaitu tanggal 1 Mei 2026 dan akan berlaku selama 90 bulan sejak tanggal
         efektif sampai dengan tanggal 31 Oktober 2033 dengan nilai transaksi
         sebesar Rp 17,23 miliar.

         Selanjutnya, berdasarkan laporan kajian atas nilai sewa alat berat per
         31 Desember 2025 yang disusun oleh KJPP SRR sebagaimana tertuang
         dalam laporannya No. 260428.001/SRR-JK/SR-A/BREN/OR tanggal
         28 April 2026, kajian nilai sewa Aset adalah sebesar Rp 16,62 miliar
         dengan rincian sebagai berikut:
                                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                      Harga Sewa                       Selisih Nilai
                                                        Nilai Sewa
                                        Masa Sewa                       Nilai Sewa      Rata-          Nilai         Transaksi dan
                           Keterangan                   Pasar/Bulan
                                         (Bulan)                          Pasar       Rata/Bulan     Transaksi         Nilai Sewa
                                                        (Rp/Bulan)
                                                                                      (Rp/Bulan)                          Pasar
          Boom truck                               90      85.000.000         7.650     87.653.333         7.889                3,12%
          Truck chasis                             90      20.500.000         1.845     21.952.667         1.976                7,09%
          Fire truck                               90      42.500.000         3.825     44.342.667         3.991                4,34%
          Backhoe loader                           90      26.200.000         2.358     26.584.000         2.393                1,47%
          Dump truck                               90      10.500.000           945     10.891.000           980                3,72%
          Jumlah                                                             16.623                       17.228                3,64%




         Dengan demikian, nilai transaksi atas Transaksi adalah sebesar
         Rp 17,23 miliar adalah lebih tinggi dari kajian nilai sewa sebesar
         Rp 16,62 miliar, sehingga Perseroan berpotensi membukukan keuntungan.
         Selisih nilai transaksi sebesar 3,64% tersebut telah sesuai dengan
         POJK 35/2020, persentase mana tidak melebihi 7,50% dari kajian nilai
         sewa sebesar Rp 16,62 miliar.




                                        50
Page 52
2. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
   tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035:

   Sebelum Transaksi
                                                                                               (Dalam ribuan USD)

                         Keterangan            31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

   Pendapatan                                     649.630       715.474       738.192       737.273       736.840
   Beban usaha                                   (206.500)     (255.281)     (273.565)     (282.740)     (294.540)
   Laba usaha                                     443.130       460.193       464.627       454.534      442.299
   Beban lain-lain                               (110.112)     (109.945)     (109.409)     (101.157)     (89.810)
   Laba sebelum beban pajak penghasilan           333.018       350.248       355.218       353.377       352.489
   Beban pajak penghasilan                       (152.312)     (159.163)     (160.573)     (157.223)     (152.931)
   Laba tahun berjalan                           180.706       191.086       194.645       196.153       199.558



                                                                                               (Dalam ribuan USD)

                         Keterangan            31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34      31/12/35

   Pendapatan                                     753.683       762.508       759.375       757.223       770.473
   Beban usaha                                   (302.790)     (324.257)     (342.026)     (355.966)     (372.931)
   Laba usaha                                    450.893       438.251       417.349       401.258       397.542
   Beban lain-lain                               (76.038)      (52.631)      (40.522)      (31.262)      (21.981)
   Laba sebelum beban pajak penghasilan           374.855       385.619       376.826       369.995       375.561
   Beban pajak penghasilan                       (156.436)     (152.414)     (144.665)     (139.135)     (141.006)
   Laba tahun berjalan                           218.419       233.205       232.161       230.861       234.555




   Setelah Transaksi
                                                                                               (Dalam ribuan USD)

                         Keterangan            31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

   Pendapatan                                     649.630       715.474       738.192       737.273       736.840
   Beban usaha                                   (206.247)     (254.905)     (273.194)     (282.373)     (294.178)
   Laba usaha                                     443.383       460.570       464.998       454.901      442.662
   Beban lain-lain                               (110.112)     (109.945)     (109.409)     (101.157)     (89.810)
   Laba sebelum beban pajak penghasilan           333.271       350.625       355.589       353.744       352.851
   Beban pajak penghasilan                       (152.354)     (159.226)     (160.638)     (157.304)     (153.011)
   Laba tahun berjalan                           180.917       191.399       194.951       196.440       199.841



                                                                                               (Dalam ribuan USD)

                         Keterangan            31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34      31/12/35

   Pendapatan                                     753.683       762.508       759.375       757.223       770.473
   Beban usaha                                   (302.431)     (323.902)     (341.732)     (355.966)     (372.931)
   Laba usaha                                    451.253       438.606       417.643       401.258       397.542
   Beban lain-lain                               (76.038)      (52.631)      (40.522)      (31.262)      (21.981)
   Laba sebelum beban pajak penghasilan           375.215       385.975       377.121       369.995       375.561
   Beban pajak penghasilan                       (156.518)     (152.509)     (144.744)     (139.135)     (141.006)
   Laba tahun berjalan                           218.696       233.466       232.377       230.861       234.555




   Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan dan laba
   tahun berjalan Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah
   sebesar USD 7.380,67 juta dan USD 2.111,35 juta.

   Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan dan laba tahun berjalan
   Perseroan    setelah   Transaksi   masing-masing adalah sebesar
   USD 7.380,67 juta dan USD 2.113,50 juta.




                                          51
Page 53
   Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
   tersebut di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
   memperoleh tambahan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035, sehingga diharapkan dapat
   meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.

3. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan konsolidasian
   Perseroan sebelum dan setelah Transaksi untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 20235 masing-masing adalah
   sebesar USD 1.502,60 juta dan USD 1.504,26 juta. Dengan demikian,
   jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan
   setelah Transaks untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2026 – 2035 lebih besar daripada jumlah nilai kini dari
   proyeksi laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan sebelum Transaksi
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035.
   Dalam perhitungan nilai kini, digunakan tingkat diskonto sebesar 7,07%,
   yang merupakan biaya modal ekuitas Perseroan, yang ditentukan dengan
   menggunakan formula sebagai berikut:

   Biaya modal ekuitas, yang ditentukan dengan capital asset pricing model
   (CAPM) dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

   ke    =        Rf + ( β x RPm ) – RBDS

   di mana:

   ke        =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
                 atau biaya modal ekuitas/saham biasa
   Rf        =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
                 (risk free rate)
   β         =   Beta
   RPm       =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                 premium)

   Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
   tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas
   risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk
   jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
   31 Desember 2025, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu
   obligasi Indonesia berjangka panjang dalam mata uang USD dengan
   jangka waktu 10 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 4,87%, yang
   diperoleh dari Bloomberg dan angka tersebut akan digunakan sebagai
   tingkat balikan bebas risiko.




                                  52
Page 54
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity
market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
(country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk
menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan
risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar
negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat
premi risiko sebesar 6,69%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2025 yang diterbitkan pada
bulan Januari 2026.

Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas.
Beta akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity
risk premium. Beta Perseroan diperoleh dari riset Bloomberg per tanggal
31 Desember 2025 sebesar 0,57.

Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
1,62% diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak
dalam perhitungan di bawah ini:

ke           =        Rf + ( β x RPm ) – RBDS
             =        4,87% + ( 0,57 x 6,69% ) – 1,62%
             =        7,07%

Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035
adalah sebagai berikut:

Sebelum Transaksi
                                                                                      (Dalam ribuan USD)
                                                                    Proyeksi
                      Keterangan
                                           31/12/26     31/12/27    31/12/28    31/12/29     31/12/30
Laba tahun berjalan                          180.706      191.086     194.645     196.153       199.558
Faktor diskonto                               0,9664       0,9026      0,8430      0,7873        0,7353
Nilai kini                                   174.635      172.474     164.086     154.432       146.735



                                                                                      (Dalam ribuan USD)
                                                                    Proyeksi
                      Keterangan
                                           31/12/31     31/12/32    31/12/33    31/12/34     31/12/35
Laba tahun berjalan                          218.419      233.205     232.161     230.861       234.555
Faktor diskonto                               0,6867       0,6413      0,5989      0,5593        0,5224
Nilai kini                                   149.988      149.555     139.041     129.120       122.531
Jumlah nilai kini                           1.502.597




                                    53
Page 55
   Setelah Transaksi
                                                                                       (Dalam ribuan USD)
                                                                     Proyeksi
                          Keterangan
                                            31/12/26     31/12/27    31/12/28    31/12/29     31/12/30
    Laba tahun berjalan                       180.917      191.399     194.951     196.440       199.841
    Faktor diskonto                            0,9664       0,9026      0,8430      0,7873        0,7353
    Nilai kini                                174.838      172.757     164.343     154.657       146.943



                                                                                       (Dalam ribuan USD)
                                                                     Proyeksi
                          Keterangan
                                            31/12/31     31/12/32    31/12/33    31/12/34     31/12/35
    Laba tahun berjalan                       218.696      233.466     232.377     230.861       234.555
    Faktor diskonto                            0,6867       0,6413      0,5989      0,5593        0,5224
    Nilai kini                                150.179      149.722     139.171     129.120       122.531
    Jumlah nilai kini                        1.504.262




4. Perseroan merupakan perusahaan holding investasi dengan beberapa
   entitas anak yang saat ini sedang fokus pada pengembangan dan
   pengoperasian PLTP. Sehubungan dengan hal tersebut, SEGSL dan
   SEGD II perlu menetapkan langkah strategis untuk mendukung dan
   menjamin kelancaran kegiatan operasional. Dalam rangka memenuhi
   kebutuhan kegiatan operasional tersebut, SEGSL dan SEGD II telah
   melakukan Transaksi untuk memperoleh kepastian unit Aset yang tersedia
   di pasar untuk dapat disewa dengan harga sewa yang bersaing dan lebih
   efisien dibandingkan dengan penawaran lain dari pihak ketiga.

5. Transaksi merupakan salah satu strategi bisnis Perseroan dalam rangka
   memaksimalkan portofolio bisnis Perseroan secara kelompok usaha (Grup)
   pada SEGH sebagai perusahaan yang menyewakan Aset bagi SEGSL dan
   SEGD II. Dengan koordinasi dan pengaturan yang efektif, maka proses
   operasional diharapkan dapat didukung oleh keahlian teknis, pengalaman,
   peralatan, jasa – jasa, serta tenaga kerja yang berpengalaman dan memiliki
   kompetensi khusus serta memadai sehingga kegiatan operasional dapat
   berjalan secara efektif dan efisien dalam menjalankan kegiatan usaha
   dalam satu kelompok usaha, di mana hal ini juga sejalan dengan pola
   bisnis yang dapat meningkatkan sinergi antar entitas anak Perseroan
   sehingga mendukung kelangsungan dan pengembangan kegiatan usaha
   masing masing perusahaan.

6. Dengan dilakukannya Transaksi, penerapan pola kerja yang terkoordinasi
   dan berkesinambungan diharapkan akan memberikan peningkatan efisiensi
   operasional, mempercepat proses eksplorasi dan pengembangan sumber
   daya panas bumi, serta menjaga stabilitas produksi listrik guna memenuhi
   produksi energi dari hasil konversi panas bumi menjadi listrik sehingga
   dapat memaksimalkan akan kepastian sumber pendapatan bagi SEGSL
   dan SEGD II yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja keuangan
   konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.




                                       54
Page 56
             7. Setelah Transaksi menjadi efektif, SEGSL dan SEGD II memiliki akses
                penggunaan atas Aset selama 90 bulan sejak tanggal efektif sebagaimana
                disepakati oleh para pihak dalam KSOAB, di mana hal tersebut merupakan
                sewa jangka panjang yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan
                terhadap penyedia jasa sewa Aset milik pihak ketiga dan menjadi langkah
                penerapan mitigasi risiko bagi SEGSL dan SEGD II terhadap ketidakpastian
                atas pasokan Aset dan fluktuasi biaya sewa Aset sebagai dampak dari
                tingginya akan kebutuhan jasa sewa Aset dari berbagai perusahaan yang
                bergerak dalam bidang yang sama dengan SEGH.

KESIMPULAN

Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh
dari manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Transaksi adalah wajar.




                                           55
Page 57
DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI

Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk kepentingan lain.
Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk
menyetujui Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi dan
tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang
mendasari Pendapat Kewajaran ini.

Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat
Kewajaran ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan
stempel perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.



Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                          56
Page 58
                                                                             Lampiran A

                                PERNYATAAN PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
   pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
   dengan Perseroan.

4. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
   merugikan pihak manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.

6. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
   dengan benar dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.




                                           57
Page 59
                                                                                                           Lampiran B

PT Barito Renewables Energy Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035

                                                                                                         (Dalam ribuan USD)

                      Keterangan                        31/12/26       31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

Pendapatan                                                  649.630       715.474       738.192       737.273       736.840
Beban usaha                                                (206.500)     (255.281)     (273.565)     (282.740)     (294.540)
Laba usaha                                                  443.130       460.193       464.627       454.534      442.299
Beban lain-lain                                            (110.112)     (109.945)     (109.409)     (101.157)     (89.810)
Laba sebelum beban pajak penghasilan                        333.018       350.248       355.218       353.377       352.489
Beban pajak penghasilan                                    (152.312)     (159.163)     (160.573)     (157.223)     (152.931)
Laba tahun berjalan                                        180.706       191.086       194.645       196.153       199.558



                                                                                                         (Dalam ribuan USD)

                      Keterangan                        31/12/31       31/12/32      31/12/33      31/12/34      31/12/35

Pendapatan                                                  753.683       762.508       759.375       757.223       770.473
Beban usaha                                                (302.790)     (324.257)     (342.026)     (355.966)     (372.931)
Laba usaha                                                 450.893       438.251       417.349       401.258       397.542
Beban lain-lain                                            (76.038)      (52.631)      (40.522)      (31.262)      (21.981)
Laba sebelum beban pajak penghasilan                        374.855       385.619       376.826       369.995       375.561
Beban pajak penghasilan                                    (156.436)     (152.414)     (144.665)     (139.135)     (141.006)
Laba tahun berjalan                                        218.419       233.205       232.161       230.861       234.555



PT Barito Renewables Energy Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035

                                                                                                         (Dalam ribuan USD)

                      Keterangan                        31/12/26       31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

Pendapatan                                                  649.630       715.474       738.192       737.273       736.840
Beban usaha                                                (206.247)     (254.905)     (273.194)     (282.373)     (294.178)
Laba usaha                                                  443.383       460.570       464.998       454.901      442.662
Beban lain-lain                                            (110.112)     (109.945)     (109.409)     (101.157)     (89.810)
Laba sebelum beban pajak penghasilan                        333.271       350.625       355.589       353.744       352.851
Beban pajak penghasilan                                    (152.354)     (159.226)     (160.638)     (157.304)     (153.011)
Laba tahun berjalan                                        180.917       191.399       194.951       196.440       199.841



                                                                                                         (Dalam ribuan USD)

                      Keterangan                        31/12/31       31/12/32      31/12/33      31/12/34      31/12/35

Pendapatan                                                  753.683       762.508       759.375       757.223       770.473
Beban usaha                                                (302.431)     (323.902)     (341.732)     (355.966)     (372.931)
Laba usaha                                                 451.253       438.606       417.643       401.258       397.542
Beban lain-lain                                            (76.038)      (52.631)      (40.522)      (31.262)      (21.981)
Laba sebelum beban pajak penghasilan                        375.215       385.975       377.121       369.995       375.561
Beban pajak penghasilan                                    (156.518)     (152.509)     (144.744)     (139.135)     (141.006)
Laba tahun berjalan                                        218.696       233.466       232.377       230.861       234.555




                                                           58
Page 60
                                                                                                        Lampiran C

PT Barito Renewables Energy Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035

                                                                                                       (Dalam ribuan USD)
                                                                                     Proyeksi
                      Keterangan
                                                         31/12/26        31/12/27    31/12/28    31/12/29     31/12/30
Laba tahun berjalan                                         180.706        191.086     194.645     196.153       199.558
Faktor diskonto                                              0,9664         0,9026      0,8430      0,7873        0,7353
Nilai kini                                                  174.635        172.474     164.086     154.432       146.735



                                                                                                       (Dalam ribuan USD)
                                                                                     Proyeksi
                      Keterangan
                                                         31/12/31        31/12/32    31/12/33    31/12/34     31/12/35
Laba tahun berjalan                                         218.419        233.205     232.161     230.861       234.555
Faktor diskonto                                              0,6867         0,6413      0,5989      0,5593        0,5224
Nilai kini                                                  149.988        149.555     139.041     129.120       122.531
Jumlah nilai kini                                         1.502.597



PT Barito Renewables Energy Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035

                                                                                                       (Dalam ribuan USD)
                                                                                     Proyeksi
                      Keterangan
                                                         31/12/26        31/12/27    31/12/28    31/12/29     31/12/30
Laba tahun berjalan                                         180.917        191.399     194.951     196.440       199.841
Faktor diskonto                                              0,9664         0,9026      0,8430      0,7873        0,7353
Nilai kini                                                  174.838        172.757     164.343     154.657       146.943



                                                                                                       (Dalam ribuan USD)
                                                                                     Proyeksi
                      Keterangan
                                                         31/12/31        31/12/32    31/12/33    31/12/34     31/12/35
Laba tahun berjalan                                         218.696        233.466     232.377     230.861       234.555
Faktor diskonto                                              0,6867         0,6413      0,5989      0,5593        0,5224
Nilai kini                                                  150.179        149.722     139.171     129.120       122.531
Jumlah nilai kini                                         1.504.262




                                                            59
Page 61
                                                                                  Lampiran D

Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi

Pada tanggal 1 Mei 2026, SEGH, SEGSL, dan SEGD II telah menandatangani KSOAB
sehubungan dengan Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam KSOAB adalah
sebagai berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan KSOAB adalah SEGH, SEGSL, dan
    SEGD II.

•   Objek Transaksi dan Nilai Transaksi

    Objek transaksi berdasarkan KSOAB adalah SEGH harus menyediakan Aset yang
    diperlukan untuk mendukung operasional harian dan/atau kegiatan darurat di lapangan
    SEGSL dan SEGD II dengan nilai transaksi berdasarkan KSOAB adalah sebesar
    Rp 17,23 miliar dengan rincian sebagai berikut:

                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                    Harga
                                                  Masa Sewa                           Nilai
                           Keterangan                             Sewa/Bulan
                                                   (Bulan)                         Transaksi
                                                                  (Rp/Bulan)
    Salak
    Boom truck (tahun 1-3)                                   30      62.000.000            1.860
    Boom truck (tahun 4-6)                                   36      38.500.000            1.386
    Boom truck (tahun 7-8)                                   24      29.100.000              698
    Truck chasis (tahun 1-3)                                 30      29.700.000              891
    Truck chasis (tahun 4-6)                                 36      23.705.000              853
    Truck chasis (tahun 7-8)                                 24       9.640.000              231
    Fire truck (tahun 1-3)                                   30      59.700.000            1.791
    Fire truck (tahun 4-6)                                   36      43.540.000            1.567
    Fire truck (tahun 7-8)                                   24      26.350.000              632
    Jumlah                                                                                 9.911
    Darajat
    Boom truck (tahun 1-3)                                   30      62.000.000            1.860
    Boom truck (tahun 4-6)                                   36      38.500.000            1.386
    Boom truck (tahun 7-8)                                   24      29.100.000              698
    Backhoe loader (tahun 1-3)                               30      36.600.000            1.098
    Backhoe loader (tahun 4-6)                               36      27.800.000            1.001
    Backhoe loader (tahun 7-8)                               24      12.240.000              294
    Dump truck (tahun 1-3)                                   30      14.375.000              431
    Dump truck (tahun 4-6)                                   36      11.315.000              407
    Dump truck (tahun 7-8)                                   24       5.900.000              142
    Jumlah                                                                                 7.317
    Jumlah Salak dan Darajat                                                              17.228




                                           60
Page 62
•   Jangka Waktu

    Jangka waktu berdasarkan KSOAB berlaku adalah sejak tanggal berlaku efektif KSOAB,
    yaitu tanggal 1 Mei 2025 dan akan berlaku selama 90 bulan sejak tanggal efektif sampai
    dengan 31 Oktober 2033, kecuali diakhiri lebih awal sesuai ketentuan-ketentuan dalam
    KSOAB ini. SEGSL dan SEGD II berhak untuk memperpanjang KSOAB ini atas
    kebijakan SEGSL dan SEGD II dengan syarat dan ketentuan yang sama dan harga yang
    disepakati bersama.

•   Hukum yang Berlaku

    KSOAB ini tunduk kepada dan ditafsirkan berdasarkan ketentuan hukum Indonesia.




                                           61
Page 63
                                                                            Lampiran E

Analisis atas Laporan Kajian Sewa

KJPP SRR, sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 1.09.00242
berdasarkan Keputusan Surat Menteri Keuangan No. 1056/KM.1/2009 tanggal 20 Agustus
2009, dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di OJK dengan Surat
Tanda        Terdaftar    Profesi      Penunjang       Pasar     Modal       dari    OJK
No. STTD.PPB-05/PJ-1/PM.02/2023 (penilai properti dan bisnis) tanggal 8 Juni 2023, telah
ditunjuk oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat atas nilai sewa alat berat
milik/atas nama SEGH yang terletak di Objek Kajian, sesuai dengan surat penawaran
KJPP SRR No. 260305.002/SRR-JK/SPN-A/BREN/OR tanggal 5 Maret 2026 yang telah
disetujui oleh manajemen Perseroan, maka dengan ini KJPP SRR menyatakan bahwa KJPP
SRR telah melakukan kajian atas nilai sewa Objek Kajian dengan tujuan untuk
mengungkapkan pendapat mengenai nilai sewa dari Objek Kajian per hari sebagaimana
tertuang dalam laporannya No. 260428.001/SRR-JK/SR-A/BREN/OR tanggal 28 April 2026
dengan ringkasan sebagai berikut:

1. Tujuan dan Maksud Kajian

   Tujuan kajian Objek Kajian adalah untuk memberikan pendapat mengenai nilai sewa
   dari Objek Kajian pada tanggal 31 Desember 2025 dengan masa sewa selama 90 bulan.

   Adapun maksud dari penugasan kajian sewa adalah untuk memberikan informasi
   mengenai nilai sewa dari Objek Kajian kepada manajemen Perseroan yang akan
   digunakan untuk mendukung pelaksanaan penyewaan atas Objek Kajian oleh Perseroan
   dengan masa sewa selama 90 bulan.

2. Objek Kajian

   Obyek yang dikaji dalam kajian ini adalah Objek Kajian, yaitu aset milik/atas nama
   SEGH yang berupa alat berat milik/atas nama SEGH yang terletak di Lapangan
   Geothermal Parakan Salak dan Lapangan Geothermal Darajat, Kabupaten Sukabumi
   dan Kabupaten Garut, Propinsi Jawa Barat.

3. Inspeksi Objek Kajian

   Peninjauan fisik atas Objek Kajian dilakukan pada tanggal 13 Maret 2026 dan tanggal
   7 April 2026.

4. Tanggal Kajian

   Tanggal kajian ditetapkan pada tanggal 31 Desember 2025.




                                           62
Page 64
5. Metodologi Kajian

   Pendekatan yang digunakan dalam kajian nilai sewa adalah pendekatan pasar
   (market approach). Pendekatan pasar adalah pendekatan kajian yang menggunakan
   data transaksi atau penawaran atas properti yang sebanding dan sejenis dengan Objek
   Kajian yang didasarkan pada suatu proses perbandingan dan penyesuaian

   Pendekatan pasar dilakukan dengan memperhatikan dan mempertimbangkan data sewa
   dan atau data penawaran properti yang sebanding dan sejenis serta memiliki kesamaan
   karakteristik.  Data    tersebut     kemudian   dianalisa    dengan     memberikan
   penyesuaian-penyesuaian/adjustment terhadap perbedaan dan kesamaan karakteristik,
   antara Objek Kajian dengan data pembanding properti yang berhasil dikumpulkan untuk
   menghasilkan nilai sewa Objek Kajian

6. Kesimpulan Kajian

   Berdasarkan kajian yang telah kami lakukan dengan memperhatikan data historis dan
   faktor-faktor yang erat hubungannya dengan kajian, kami berkesimpulan bahwa nilai
   sewa Objek kajian per tanggal 31 Desember 2025 yang dinyatakan dalam mata uang
   Rupiah adalah sebesar Rp 16,62 juta dengan masa sewa selama 90 bulan.




                                         63

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.0 MB
Published5 Jun 2026
Pages64
Characters175,889
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 52 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org BARITO RENEWABLES ENERGY Tbk p.2 ×23
linked person Hsing Chee Chiam p.8 ×2
linked person Agus Salim Pangestu p.12 ×3
linked person David Kosasih p.12
linked person Cholanat Yanaranop p.12
linked person Tan Ek Kia p.12
linked person Hendra Soetjipto p.13 ×4
linked person Kenneth Lee Riedel p.13
linked person Agus Sandy Widyanto p.13
linked person Prajogo Pangestu p.13
linked org PT Pertamina Geothermal Energy p.36 ×5
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2
possible org Bursa Efek Indonesia p.8 ×3
possible org Barito Pacific Tbk p.13 ×2
possible person Rudy Suparman p.16 ×3
unresolved org Menteri Keuangan p.2 ×5
unresolved org Star Energy Group Holding Pte Ltd. p.3 ×2
unresolved org Star Energy Star Energy Geothermal Geothermal Pte Ltd. p.3
unresolved org Liana Ramon Xenia & Rekan p.6
unresolved org Bank Indonesia p.6 ×4
unresolved org LRXR p.7 ×3
unresolved org Tanudiredja p.7
unresolved org Rintis & Rekan p.7
unresolved org TWRR p.7 ×2
unresolved org KJPP Suwendho p.8
unresolved person Aulia Taufani p.8 ×2
unresolved person Christina Dwi Utami · Notaris p.8 ×4
unresolved person Nanny Wiana Setiawan · Notaris p.12
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.12 ×3
unresolved org Menteri p.12
unresolved org PT Barito Wind Energy p.13
unresolved org UPC Renewables Asia Pacific Holdings Pte. Ltd. p.13
unresolved org ACEN Renewables International Pte. Ltd. p.13
unresolved org PT UPC Sidrap Bayu Energy p.13
unresolved org PT Operation p.13
unresolved org PT Star Energy Geothermal Halmahera Dalam Transaksi p.15
unresolved person Wahyu Iman Sidharta · Notaris p.15 ×3
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- p.15 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- p.15 ×2
unresolved org Modal Kepemilikan Star Energy Geothermal Pte. Ltd. p.16
unresolved org PT Star Energy Geothermal Halmahera II. p.22
unresolved org Kementerian Energi p.26
unresolved org Kementerian ESDM p.26 ×2
unresolved org KJPP SRR p.45 ×9
unresolved org PT Geo Dipa Energy p.49
unresolved org PT Sokoria Geothermal Indonesia p.49
unresolved org KJPP Kusnanto p.57 ×2
unresolved org KJPP KUSNANTO & REKAN p.57
unresolved person Willy D. Kusnanto · Pimpinan Rekan p.57

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.364 5774 ms 12 Sep 2026 22:15
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah '
                            'transaksi di mana SEGH'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah transaksi di '
                'mana SEGH',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result