Skip to content
Back to announcement

20240927_CBPE_Laporan Informasi dan Fakta Material_31729554_lamp4.pdf

Other Text extracted CBPE

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 87

Page 1
    Laporan Studi Kelayakan

    Penambahan Kegiatan Usaha
      PT Citra Buana Prasida Tbk

             No. File :
00288/2.0100-00/BS/03/0066/1/IX/2024
Page 2
No. File : 00288/2.0100-00/BS/03/0066/1/IX/2024
Jakarta, 03 September 2024

Kepada Yth
Direksi
PT Citra Buana Prasida Tbk
Kompleks Paskal Hyper Square, Blok G – Lantai 2, No.206-208
Jalan HOS Cokroaminoto No. 205-207 (D/h Jalan Pasir Kaliki No. 205-207)
Bandung - 40181

Hal    : Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Citra Buana
         Prasida Tbk

Dengan hormat,

Sesuai dengan Perjanjian Kerja No. FR/PB.24.07.0015 tanggal 24 Juli 2024, kami KJPP
Fuadah, Rudi dan Rekan telah melaksanakan studi kelayakan Penambahan Kegiatan
usaha atas PT Citra Buana Prasida Tbk, selanjutnya disebut (“Perseroan”) dan
menyampaikan laporan ini. Laporan ini merupakan revisi dari Laporan kami terdahulu
dengan No. File 00266/2.0100-00/BS/03/0066/1/VIII/2024, tanggal 08 Agustus 2024,
perihal Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha. Alasan diterbitkannya
Laporan revisi ini adalah untuk menambahkan penjelasan, pengungkapan dan
pembahasan yang lebih terperinci berdasarkan informasi tambahan dari Perseroan dengan
mengacu pada Surat Perubahan dan/atau Tambahan Informasi atas Rencana Transaksi
Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan No. S-379/PM.023/2024 tanggal 29 Agustus
2024. Dengan diterbitkannya Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
(Revisi)  ini   maka     Laporan     terdahulu    yaitu   No.   File    00266/2.0100-
00/BS/03/0066/1/VIII/2024, tanggal 08 Agustus 2024, kami nyatakan tidak berlaku.

Revisi pada Laporan Studi Kelayakan ini adalah untuk menambahkan penjelasan,
pengungkapan dan pembahasan yang lebih terperinci berdasarkan informasi tambahan
dari Perseroan dengan tidak mengubah kesimpulan yang dihasilkan. Revisi Laporan Studi ini
terkait dengan penyesuaian pada penambahan sub bab analisis kelayakan pasar, sub bab
analisis kelayakan teknis, sub bab analisis kelayakan pola bisnis, sub bab analisis
kelayakan model manajemen, revisi terkait pengguna laporan, sifat dan sumber informasi
yang dapat diandalkan, penambahan informasi terkait struktur kepemilikan pada Entitas
Anak, tambahan penjelasan mengenai pengalihan perjanjian pengikatan jual-beli tanah di
Cipaku, tambahan penjelasan mengenai ketersediaan tenaga kerja, tambahan penjelasan
mengenai sumber dana sehubungan dengan kenaikan aset atas penambahan kegiatan
usaha dan rincian mengenai faktor-faktor terkait perubahan penambahan kegiatan usaha.

Studi ini merupakan hasil kajian dan analisis yang dilakukan dengan meninjau kelayakan
atas penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan oleh Perseroan, ditinjau dari
berbagai aspek yang meliputi aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model
manajemen, dan aspek keuangan.

Studi ini dilakukan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ("POJK")
No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha dan
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal serta Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
("SEOJK") No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan

                                           -i-                  PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 3
Penilaian Bisnis di Pasar Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia ("KEPI") dan Standar
Penilaian Indonesia ("SPI") Edisi Vll-2018.


1.1   Latar Belakang Mengenai Penugasan

      PT Citra Buana Prasida Tbk, untuk selanjutnya disebut “Perseroan” merupakan
      perusahaan yang bergerak dalam bidang real estate dan pengembang properti.
      Sebagai Upaya untuk meningkatkan kapasitas perusahaan, Perseroan merasa perlu
      menambah kegiatan usahanya serta melakukan penyesuaian terhadap kode
      klasifikasi resmi untuk mengklasifikasikan jenis bidang usaha perusahaan di
      Indonesia atau yang lebih dikenal dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia
      (KBLI) agar dapat menjalankan bisnisnya sebagai berikut:

      KBLI yang akan di tambahkan
       No                 Nama KBLI                               Kode KBLI
       1. Aktivitas Perusahaan Holding                              64200

      Berdasarkan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
      Kegiatan Usaha Utama”, Perusahaan Terbuka yang melakukan perubahan Kegiatan
      Usaha wajib menggunakan Penilai untuk melakukan studi kelayakan atas perubahan
      Kegiatan Usaha. Untuk itu Perseroan telah menunjuk FRR guna menyusun Studi
      Kelayakan dimaksud.


1.2   Status Konsultan

      FRR Kantor Jasa Penilai Publik resmi berdasarkan Surat Ijin Usaha Kantor Jasa Penilai
      Publik dari Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 2.12.00100 sesuai Surat
      Keputusan Menteri Keuangan No. 102/KM.1/2012 tertanggal 08 Februari 2012,
      dengan Ir. Fuadah, M.Ec.Dev, MAPPI (Cert.) dengan Ijin Penilai Publik No. PB-
      1.08.00066 dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dengan Ijin
      No. STTD.PPB-35/PJ-1/PM.02/2023 sebagai Penanggung Jawab dalam penugasan
      ini.

        a. Konsultan dalam posisi untuk memberikan kajian studi kelayakan secara
           objektif dan tidak memihak (independen).
        b. Konsultan tidak mempunyai potensi benturan kepentingan dengan subjek dan
           atau objek studi kelayakan.
        c. Konsultan memiliki kompetensi untuk melakukan studi kelayakan.
        d. Konsultan tidak memerlukan bantuan tenaga ahli atau Tenaga Konsultan
           lainnya.


1.3   Identitas Pemberi Tugas

      Berikut adalah identitas pemberi tugas:

         •   Nama              : PT Citra Buana Prasida Tbk
         •   Bidang Usaha      : Real estate dan pengembang properti.

                                           - ii -
                                                                  PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 4
         •   Alamat            : Komplek Paskal Hyper Square Blok G Lantai 2 Nomor 206-
                                 208, Jalan H.O.S Cokroaminoto, No. 25-27 (d.h. Jalan
                                 Pasarkaliki
                                 No. 25-27) Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat.
         •   Nomor Telepon     : (022) 860 61108
         •   E-mail            : corsec@citrabuanaprasida.co.id
         •   Website           : www.citrabuanaprasida.co.id
         •   P.I.C             : Bapak Albert Karnof Purba SH.- Corporate Secretary


1.4   Identitas Pengguna Laporan

      Pengguna laporan adalah PT Citra Buana Prasida Tbk dan Pemegang Saham
      Perseroan.


1.5   Objek Studi Kelayakan

      Objek studi kelayakan adalah penambahan kegiatan usaha dibidang aktivitas
      perusahaan holding yang terdiri dari 1 (satu) Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
      Indonesia (“KBLI”).


1.6   Jenis Mata Uang yang Digunakan

      Dalam penugasan studi kelayakan ini perhitungan dinyatakan dalam mata uang
      Rupiah.


1.7   Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan

      Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat mengenai kelayakan
      atas rencana penambahan kegiatan usaha dibidang aktivitas perusahaan holding
      dengan tujuan untuk memenuhi Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020, tentang
      Transaksi Material Dan Perubahan Kegiatan Usaha.


1.8   Tanggal Efektif Studi Kelayakan

      Studi Kelayakan diperhitungkan per yaitu tanggal 30 Juni 2024, di mana batas
      tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penyusunan Studi
      Kelayakan serta dari data keuangan Perseroan yang kami terima.

      Sesuai dengan ketentuan dalam POJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan
      Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” Pasal 7, Laporan Studi Kelayakan
      berlaku selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif Studi Kelayakan, yaitu tanggal 30
      Juni 2024, kecuali terdapat hal-hal yang dapat mempengaruhi kesimpulan nilai lebih
      dari 5% (lima persen).




                                           - iii -
                                                                  PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 5
1.9   Metodologi Studi Kelayakan

      Metodologi yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini yaitu:

      1. Melakukan kunjungan ke kantor Perseroan pada tanggal 06 Agustus 2024, untuk
          mendapatkan gambaran tentang rencana ekspansi dan penambahan kegiatan
          usaha Perseroan.
      2. Pengumpulan data-data primer dari Perseroan yang terkait dengan rencana
          ekspansi atas penambahan kegiatan usaha yang meliputi data-data identitas
          Perseroan, perijinan, spesifikasi proyek, aspek keuangan dan rencana usaha
          serta data-data lainnya yang terkait.
      3. Pengumpulan data-data sekunder dari sumber-sumber terkait yang dapat
          dipertanggungjawabkan.
      4. Pengumpulan data dari hasil diskusi perihal pembahasan berbagai aspek yang
          berpengaruh dalam kelayakan dengan pihak Perseroan.
      5. Analisa legalitas yang mengkaji terhadap kelengkapan dokumen legalitas dan
          perijinan.
      6. Analisa pasar yang mengkaji kondisi pasar properti di Indonesia, potensi pasar,
          sasaran, dan; pesaing usaha; dan strategi pemasaran;
      7. Analisa teknis yang mengkaji secara teknis proses bisnis Perseroan dari rencana
          panambahan kegiatan usaha.
      8. Analisa pola bisnis yang mengkaji model bisnis atas penambahan kegiatan
          usaha, risiko yang berpotensi muncul dan langkah pengendaliannya serta
          analisis SWOT.
      9. Aspek model manajemen yang mengkaji struktur dan kebutuhan karyawan atas
          rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan.
      10. Analisa keuangan yang mengkaji nilai-nilai parameter kelayakan ekonomi.
          Dalam melakasanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan
          atas penambahan kegiatan usaha. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan
          indikator Net Present Valuve (NPV), Profitability Index (PI), Internal Rate of Return
          (IRR), Payback Period.


1.10 Konfirmasi Bahwa Objek Studi Kelayakan Tidak Sedang atau Telah Dinilai Dalam
     Jangka Waktu 1 (Satu) Bulan

      Perseroan telah mengonfirmasi bahwa objek studi kelayakan tidak sedang atau telah
      dinilai oleh Penilai Publik lainnya untuk maksud, tujuan, pengguna laporan dan
      tanggal studi kelayakan yang sama atau berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih
      dari satu bulan). Bahwa Penilai dibebaskan dari segala bentuk tuntutan/klaim,
      gugatan ganti rugi yang mungkin timbul dari pihak ketiga atau pihak lainnya atas
      konfirmasi objek studi kelayakan yang tidak benar dari Perseroan. Selain itu juga
      Perseroan akan mengidentifikasi dari segala kerugian dan/atau kewajiban yang
      dialami oleh Penilai dan FRR.


1.11 Tingkat Kedalaman Investigasi

      Dalam studi kelayakan ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan
      keyakinan yang memadai diantaranya dengan melakukan Wawancara terhadap
      perwakilan Manajemen Perseroan. Pihak-pihak yang diwawancarai antara lain
                                            - iv -
                                                                    PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 6
     sebagai berikut:
     1. Bapak Didi Omara selaku Direktur Utama Perseroan;
     2. Bapak Albert Karnof Purba SH. selaku Corporate Secretary; dan
     3. Ibu Wieke Febriana selaku Finance dan Accounting.



1.12 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

     Tinjauan terhadap kondisi fundamental objek studi kelayakan yang menyangkut
     sejarah singkatnya, struktur modal, susunan pengurus dan deskripsi bidang usaha
     serta memperhatikan kondisi makro yang ada. Data – data sebagai informasi
     pendukung adalah sebagai berikut:

      1.  Data - data legalitas (Akta Pendirian dan Perubahan, NIB, NPWP dan lain – lain).
      2.  Laporan keuangan audit PT Citra Buana Prasida Tbk yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2019, yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik AF. Rachman dan
          Soetjipto WS No. 00121/2.0513/AU.1/03/0614-1/1/IX/2022 pada tanggal 19
          September 2022 dengan opini wajar tanpa modifikasian, yang ditandatangani
          oleh H. TB. Aman Faturrahman sebagai Akuntan Publik.
      3. Laporan keuangan audit PT Citra Buana Prasida Tbk yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2020, yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik AF. Rachman dan
          Soetjipto WS No. 00122/2.0513/AU.1/03/0614-2/1/IX/2022 pada tanggal 19
          September 2022 dengan opini wajar tanpa modifikasian, yang ditandatangani
          oleh H. TB. Aman Faturrahman sebagai Akuntan Publik.
      4. Laporan keuangan audit PT Citra Buana Prasida Tbk yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2021, yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik AF. Rachman dan
          Soetjipto WS No. 00123/2.0513/AU.1/03/0614-3/1/IX/2022 pada tanggal 19
          September 2022 dengan opini wajar tanpa modifikasian, yang ditandatangani
          oleh H. TB. Aman Faturrahman sebagai Akuntan Publik.
      5. Laporan keuangan audit PT Citra Buana Prasida Tbk yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2022, yang diaudit oleh oleh Kantor Akuntan Publik Doli,
          Bambang, Sulistiyanto, Dadang dan Ali No. 00012/3.0271/AU.1/03/0353-
          2/1/III/2023 pada tanggal 28 Maret 2023 dengan opini wajar tanpa
          modifikasian, yang ditandatangani oleh Drs. Rudy Soegiharto, Ak.CPA.sebagai
          Akuntan Publik.
      6. Laporan keuangan audit PT Citra Buana Prasida Tbk yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2023, yang diaudit oleh oleh Kantor Akuntan Publik Doli,
          Bambang, Sulistiyanto, Dadang dan Ali No. 00010/3.0271/AU.1/03/0353-
          2/1/III/2024 pada tanggal 25 Maret 2024 dengan opini wajar tanpa
          modifikasian, yang ditandatangani oleh Drs. Rudy Soegiharto, Ak.CPA.sebagai
          Akuntan Publik.
      7. Laporan keuangan tidak audit PT Citra Buana Prasida Tbk yang berakhir pada
          tanggal 30 Juni 2024.
      8. Laporan tahunan PT Citra Buana Prasida Tbk tahun 2023.
      9. Profil perusahaan PT Citra Buana Prasida Tbk tahun 2023.
      10. Prospektus Perseroan Tahun 2022.
      11. Proyeksi Keuangan Perseroan stand alone dan konsolidasi (sebelum dan
          setelah penambahan kegiatan usaha).
      12. Rencana Anggaran Biaya untuk pembentukan Entitas Anak.



                                          -v-
                                                                 PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 7
      13. Tarif pajak yang diberlakukan atas Perseroan adalah berdasarkan laba kena
          pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak
          yang berlaku di Indonesia yaitu sebesar 22%.
      14. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang
          relevan untuk penugasan.
      15. Wawancara dengan perwakilan manajemen pemberi tugas yaitu Bapak Didi
          Omara selaku Direktur Utama dan tim.
      16. Berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi, kondisi
          pasar dan lainnya, baik berdasarkan media cetak, elektronik dan hasil analisis
          lain dari pihak independen yang kami anggap relevan.


1.13 Ruang Lingkup Penugasan

     Laporan ini kami susun berdasarkan data dari Manajemen Perseroan serta data lain
     yang relevan. Dalam penyusunan laporan ini kami juga mempertimbangkan proyeksi-
     proyeksi yang mendukung dari Perseroan dan hasil wawancara dengan Manajemen
     Perseroan.

     Analisis yang dilaksanakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini adalah:

     a.   Analisis Kelayakan Pasar
          Melakukan kajian atas kondisi pasar, seperti pangsa pasar, kesinambungan
          (sustainability), potensi pasar, sasaran dan potensi nilai pasar. Disamping itu
          juga melakukan analisis atas pesaing usaha serta strategi pemasaran.
     b.   Analisis Kelayakan Teknis
          Melakukan kajian terhadap kapasitas dan target bisnis, serta memperhatikan
          ketersediaan dan kualitas sumber daya, pekerja, dan ahli profesional. Kajian
          teknis juga meliputi proses produksi secara umum.
     c.   Analisis Kelayakan Pola Bisnis
          Pada aspek ini, analisis mencakup keunggulan kompetitif karena keunikan pola
          bisnis yang diajukan Perseroan, kemampuan para pesaing untuk meniru produk
          yang dihasilkan, serta kemampuan untuk menciptakan nilai.
     d.   Analisis Kelayakan Model Manajemen.
          Kajian yang dilakukan pada aspek ini meliputi ketersediaan tenaga kerja,
          manajemen kekayaan intelektual (intellectual property), manajemen risiko,
          kapasitas dan kemampuan manajemen, serta kesesuaian struktur organisasi
          dan manajemen.
     e.   Analisis Kelayakan Keuangan
          Sebagai muara dari seluruh aspek yang dikaji, maka aspek keuangan akan
          mengkaji paling kurang meliputi rencana investasi, sumber pembiayaan, biaya
          operasional, proyeksi laporan keuangan, analisis titik impas (break even
          analysis), analisis profitabilitas (profitability analysis) serta analisis tingkat imbal
          balik investasi (overall return on investment).


1.14 Asumsi dan Kondisi Pembatas

     Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini
     adalah:


                                              - vi -
                                                                      PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 8
1.  Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
2.  Penilai telah melakukan penelahaan atas dokumen yang digunakan dalam
    proses penilaian/studi kelayakan ini, namun Penilai tidak meneliti semua hal
    yang menyangkut keabsahan atas dokumen-dokumen legalitas, kami
    asumsikan semua dokumen legal tersebut adalah sah dari aspek hukum.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
    keakuratannya.
4. Proyeksi keuangan yang digunakan telah disesuaikan dengan kewajaran
    proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
    pencapaiannya (fiduciary duty);
5. Penilai ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab
    kami secara khusus hanya terbatas pada aspek nilai atas obyek penilaian, di
    luar dari aspek perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada di luar
    lingkup penugasan.
6. Penyusunan Studi Kelayakan ini berdasarkan kondisi pasar dan kondisi
    perekonomian, kondisi umum bisnis dan kondisi keuangan, serta peraturan-
    peraturan Pemerintah pada tanggal efektif penilaian.
7. Terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak yang
    terlibat dalam Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang akan dilaksanakan
    sesuai dengan prosedur-prosedur dan dengan jangka waktu yang telah
    ditetapkan dalam dokumen-dokumen yang terkait dengan Penambahan
    Kegiatan Usaha.
8. Tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
    asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan Studi Kelayakan dari
    tanggal penerbitan Studi Kelayakan sampai dengan tanggal terjadinya Rencana
    Penambahan Kegiatan Usaha.
9. Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
    keakuratan, kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
    informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh manajemen
    Perseroan atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah
    benar, lengkap dan tidak menyesatkan, dan kami tidak bertanggung jawab
    untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi
    tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
    bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-
    informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
    menyesatkan.
10. Analisis Studi Kelayakan dipersiapkan menggunakan data dan informasi
    sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi
    tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material.
    Kami tidak bertanggungjawab atas perubahan kesimpulan atas Studi
    Kelayakan maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya ataupun
    pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
    sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat
    disalahartikan.
11. Karena hasil dari Studi Kelayakan sangat tergantung dari data serta asumsi-
    asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi
    sesuai data pasar akan merubah hasil dari Studi Kelayakan. Oleh karena itu,
    kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan dapat
    berpengaruh terhadap hasil Studi Kelayakan, dan bahwa perbedaan yang
    terjadi dapat bernilai material. Walaupun penyusunan laporan Studi Kelayakan
    telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami

                                  - vii -
                                                        PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 9
          tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
          perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan,
          diaplikasikannya hasil Studi Kelayakan sebagai dasar untuk melakukan analisis
          transaksi, ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar
          Studi Kelayakan.
      12. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Studi Kelayakan tidak merupakan dan
          tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit
          atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan.
          Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan
          kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan
          dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum.


1.15 Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan

     Dari tanggal Studi Kelayakan, yaitu per tanggal 30 Juni 2024, sampai dengan tanggal
     diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting dalam Perseroan yang
     dapat berpengaruh signifikan terhadap hasil studi kelayakan.


1.16 Analisis Kelayakan

      A. Analisis Kelayakan Aspek Pasar
         ▪ Dari posisi Perseroan di industri properti, Perseroan tergolong tidak
             memiliki banyak pesaing, dikarenakan usaha yang dilakukan Perseroan
             tidak mudah ditiru oleh kompetitor selain mengingat konsep kawasan
             Perseroan yang sangat detail serta terkait ketersediaan lahan yang terbatas
             di tengah kota Bandung.

          ▪   Mempertimbangkan segmen pasar yang dituju adalah kelas menengah ke
              atas dan pangsa pasarnya adalah keluarga muda (20-45) yang memiliki
              imajinasi dan kreatif yang cenderung lebih menyenangi konsep kawasan
              yang sangat detail, Perseroan telah menetapkan strategi dalam
              menciptakan produk yang berkualitas dan dapat bersaing dengan pasar
              melalui kreativitas dan inovasi secara berkesinambungan. Perseroan
              mentargetkan semua segmen pelanggan terutama di Kota Bandung dan
              sekitar dapat bekerjasama dengan baik, sehingga Perseroan dapat
              melakukan sejumlah kegiatan pemasaran dengan maksimal.

          ▪   Kelebihan lain dari proyek Cipaku yang akan dikelola oleh Entitas Anak
              adalah pada Lokasi yang sangat menguntungkan dari segi geografis, dan
              dekat dengan berbagai perguruan tinggi dan kawasan pariwisata sehingga
              sangat memungkinkan dapat dicapai tingkat huni yang optimal.

          ▪   Berdasarkan rencana penambahan kegiatan usaha, Perseroan
              diproyeksikan mencatatkan tambahan laba yang dihasilkan dari
              pengelolaan proyek Cipaku, sejalan dengan asumsi bahwa proyek akan
              berjalan dan beroperasi dengan baik yang akan berpengaruh pada
              pendapatan Perseroan. Atas adanya kontribusi laba dari penambahan
              kegiatan usaha tersebut, menjadi potensi penambahan pada nilai bagi
              Perseroan.
                                         - viii -
                                                               PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 10
B. Analisis Kelayakan Aspek Teknis

    ▪   Perseroan memiliki proyek-proyek yang dikembangkan sendiri sehingga
        diharapkan kehadiran Entitas Anak mampu memberikan peningkatan
        produktifitas dan profitabilitas Perseroan, dengan tetap mengedepankan
        kepatuhan hukum. Disisi lain, meminimalisir potensi kerugian dengan
        menjalin mitra kerjasama dengan operator serta tenaga ahli berkompeten
        dalam bidang bisnis properti.
    ▪   Oleh karena Perseroan adalah pemegang saham mayoritas sebesar 99,99%
        dari saham yang ditempatkan maka penyusunan laporan keuangan berjenis
        laporan Keuangan Konsolidasi, sehingga diharapkan dampak entitas
        Entitas Anak terhadap perkembangan induknya akan tampak.

C. Analisis Kelayakan Aspek Pola Bisnis

    ▪   Perseroan memiliki keunggulan kompetitif dalam kegiatan usahanya di
        industri properti dan terus mengembangkan keunggulan kompetitifnya
        tersebut dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki
        oleh Perseroan, dimana sumber daya manusia yang mumpuni di bidangnya
        merupakan kunci keberhasilan Perseroan dalam memberikan solusi terbaik
        untuk permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat, serta
        kualitas proyek yang dikerjakan. Perseroan meyakini bahwa kekuatan
        kompetitif yang telah dimiliki akan mendukung Perseroan sebagai holding
        demikian juga Entitas Anak dalam melaksanakan strateginya.

D. Analisis Kelayakan Aspek Model Manajemen

    ▪   Berdasarkan encana struktur organisasi Entitas Anak disusun dengan pola
        yang sederhana, namun dengan kualifikasi yang telah ditetapkan Perseroan
        untuk mengisi jabatan-jabatan dimaksud, serta dengan bekerjasama
        dengan operator dan tenaga ahli yang kompeten pada bidang sejenis, maka
        diharapkan dapat mengelola kegiatan usaha yang baru secara efektif dan
        efisien serta didasarkan pada kebutuhan operasional perusahaan dengan
        pembagian tugas yang jelas dari seluruh personil pengelola perusahaan
        secara menyeluruh.

E. Analisis Kelayakan Aspek Keuangan

    ▪   Kelayakan investasi penambahan kegiatan usaha aktivitas holding dihitung
        dengan menggunakan empat indikator yaitu Net Present Value (NPV),
        Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI) dan Payback Period
        dengan ringkasan sebagai berikut:

               ✓   Net Present Value (NPV)         : Rp59.588.652.344,-
               ✓   Internal Rate of Return (IRR)   : 19,24%
               ✓   Profitability Index (PI)        : 1,69
               ✓   Payback Period                  : 7 Tahun, 3 Bulan

        Total NPV diperoleh dari hasil present value arus kas yang sudah
        mempertimbangkan tingkat risiko. Berdasarkan analisa kami, bahwa
                                    - ix -
                                                            PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 11
            setelah adanya penambahan kegiatan usaha dibidang aktivitas holding
            maka NPV Perseroan diperoleh sebesar Rp59.588.652.344,- Hasil tersebut
            menyimpulkan bahwa investasi penambahan usaha dengan parameter
            NPV layak untuk dilakukan karena NPV yang dihasilkan adalah positif.

            Dari analisis yang telah dilakukan diperoleh IRR sebesar 19,24%. Hal ini
            menunjukkan bahwa investasi yang dilakukan oleh Perseroan dengan
            parameter IRR layak untuk dilakukan karena IRR yang dihasilkan lebih besar
            jika dibandingkan dengan cost of capital pasar untuk industri sejenis yaitu
            sebesar 11,21%.

            Payback period adalah periode yang dibutuhkan untuk menutup kembali
            pengeluaran investasi atau initial cash investment. Artinya, kurun waktu
            yang dibutuhkan agar bisa menutup kembali pengeluaran saat investasi
            dengan menggunakan proceeds atau aliran kas netto (net cash flows).
            Penambahan kegiatan usaha Perseroan diperoleh payback period selama 7
            Tahun, 3 Bulan.

            Berdasarkan kajian evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi
            lainnya dengan asumsi-asumsi kondisi syarat pembatas yang telah
            ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa rencana
            penambahan kegiatan usaha yang akan dilaksanakan oleh Perseroan layak
            untuk dilakukan.


1.17 Kesimpulan

    Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah FRR terima dan
    dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi dalam
    analisis kelayakan, maka menurut pendapat FRR, Rencana Penambahan Kegiatan
    Usaha yang akan dilaksanakan oleh Perseroan yang ditinjau dari aspek kelayakan
    pasar, aspek kelayakan teknis, aspek kelayakan pola bisnis, aspek kelayakan model
    manajemen, serta aspek keuangan adalah layak untuk dilaksanakan.

    Kami menganggap bahwa semua data dan informasi yang diperoleh adalah benar
    dan bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan
    mempengaruhi kelayakan tersebut secara material. Kesimpulan akhir di atas berlaku
    bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki dampak material terhadap
    Rencana Penambahan Kegiatan Usaha. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak
    terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun
    secara eksternal yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis,
    perdagangan dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah Indonesia dan
    peraturan terkait lainnya setelah tanggal Laporan Studi Kelayakan ini dikeluarkan.
    Bilamana setelah tanggal Laporan Studi Kelayakan ini dikeluarkan terjadi perubahan-
    perubahan tersebut di atas, maka kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan
    Usaha mungkin berbeda.




                                         -x-
                                                               PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 12
Laporan kajian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan
stempel perusahaan dari KJPP Fuadah, Rudi dan Rekan.


Hormat kami,
KJPP Fuadah, Rudi dan Rekan




Ir. Fuadah, M.Ec.Dev, MAPPI (Cert.)
Penilai Properti dan Bisnis

No. MAPPI                : 96-S-00736
No Ijin Penilai Publik   : PB-1.08.00066
STTD OJK                 : STTD.PPB-35/PJ-1/PM.02/2023




                                           - xi -
                                                                PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 13
                            KUALlFIKASI PENILAI BISNIS


Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan berdasarkan
surat keputusan No. 102/KM.1/2012, tanggal 08 Februari 2012 dengan nama Kantor Jasa
Penilai Publik Fuadah, Rudi dan Rekan. Tim penyusun Laporan Studi kelayakan ini terdiri
dari:

1.   Nama Lengkap            :   Ir. Fuadah, M. Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
     Pendidikan              :   Strata 2 (S-2)
     Lembaga Pendidikan      :   Manajemen Aset dan Penilaian Properti, Universitas
                                 Gadjah Mada
     Ijin Penilai         :      PB-1.08.00066
     Nomor STTD OJK       :      STTD.PPB-35/PJ-1/PM.02/2023
     Pengalaman Penilaian :      - Memiliki pengalaman penilaian lebih dari 20 tahun
                                     dibidang penilaian Properti dan Bisnis
                                 - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI sebagai Penilai
                                     Bersertifikat Bidang Properti dan Bisnis serta
                                     memperoleh Ijin Penilai Publik dari Departemen
                                     Kuangan dan dari Otoritas Jasa Keuangan Pasar Modal
                                     (OJK-PM).

2.   Nama Lengkap            :   Sumarno, SE.,MM.,M.Ec.Dev.,MAPPI (Cert.)
     Pendidikan              :   Strata 2 (S-2)
     Lembaga Pendidikan      :   Manajemen Aset dan Penilaian Bisnis, Universitas Gadjah
                                 Mada
     MAPPI Nomor          :      15-S-06147
     Pengalaman Penilaian :      - Memiliki pengalaman penilaian lebih dari 2 tahun
                                    dibidang penilaian Bisnis
                                 - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI sebagai Penilai
                                    Bersertifikat Bidang Properti serta memperoleh Ijin
                                    Penilai Publik dari Departemen Keuangan.
                                 - Telah lulus dalam Ujian Pada Pendidikan Sertifikasi
                                    Pendidikan Penilai Bisnis (tertulis).

3.   Nama Lengkap            :   Ivan Togatorop, ST., MAPPI (Cert.)
     Pendidikan              :   Strata 1 (S-1)
     Lembaga Pendidikan      :   Teknik Mesin, Institut Teknologi Bandung
     MAPPI Nomor             :   02-S-01530
     Pengalaman Penilaian    :   - Memiliki pengalaman penilaian lebih dari 5 tahun
                                    dibidang penilaian Bisnis
                                 - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI sebagai Penilai
                                    Bersertifikat Bidang Properti serta memperoleh Ijin
                                    Penilai Publik dari Departemen Kuangan.
                                 - Telah lulus dalam Ujian Pada Pendidikan Dasar Penilai
                                    Bisnis (PDP2 dan PDS).

4.   Nama Lengkap            :   Synthia Ayu Disha, S.P., RSA
     Pendidikan              :   Strata 1 (S-1)
     Lembaga Pendidikan      :   Agribisnis, Universitas Lampung
     MAPPI Nomor             :   20-P-10310
                                          - xii -
                                                                   PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 14
     Pengalaman Penilaian :    - Memiliki pengalaman penilaian lebih dari 4 tahun
                                 dibidang penilaian Bisnis
                               - Telah lulus dalam Ujian Pada Pendidikan Dasar Penilai
                                 Bisnis (PDP2 dan PDS).


Penyusunan Laporan Studi Kelayakan ini dilakukan melalui proses analisis yang
didasarkan pada data dan informasi yang diterima. Oleh karena itu hasil penilaian ini
harus dipandang sebagai suatu kesatuan dan penggunaan sebagian dari hasil analisis
atas data dan informasi tanpa mempertimbangkan analisis yang mendasarinya secara
utuh dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang kurang tepat.

Kami juga mengasumsikan bahwa sejak tanggaI penilaian yaitu tanggal 30 Juni 2024
dan tanggal penerbitan Laporan ini tidak terdapat kejadian penting dan atau terjadi
perubahan apapun yang material yang dapat berpengaruh terhadap asumsi yang
digunakan dalam Penyusunan Laporan Studi Kelayakan ini.




                                        - xiii -
                                                              PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 15
                              PERYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang
bertanda tangan di bawah ini menerangkan bahwa:

 1.    Penugasan Studi Kelayakan ini telah dilakukan terhadap obyek studi kelayakan
       dan dilakukan secara independen; Kami tidak mempunyai kepentingan baik
       sekarang atau di masa yang akan datang, maupun memiliki kepentingan pribadi
       atau keberpihakan terhadap obyek Studi Kelayakan.
 2.    Kami bertanggung jawab atas laporan yang telah kami susun berdasarkan data yang
       telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat serta
       lengkap.
 3.    Keterangan-keterangan dan pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar
       analisa, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalamnya adalah benar.
 4.    Kesimpulan hasil Studi Kelayakan telah sesuai dengan asumsi dan kondisi
       pembatas.
 5.    Penilaian dilakukan dengan memenuhi ketentuan Standar Penilaian Indonesia
       (SPI), Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), serta POJK No.35/POJK.04/2020, tentang
       Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
 6.    Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan
       dan/atau diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
 7.    Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi
       obyek Studi Kelayakan.
 8.    Penilai telah melakukan wawancara kepada pihak manajemen Perseroan.
 9.    Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah
       terlibat dalam pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini
       sebagaimana yang dinyatakan dalam laporan Penilaian ini.
 10.   Penugasan ini telah dilakukan terhadap obyek studi pada tanggal penilaian (cut off
       date) per 30 Juni 2024.
 11.   Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan
       dalam laporan ini.
 12.   Penilai melakukan sesuai dengan Lingkup Penugasan dan data yang dianalisis telah
       diungkapkan.
 13.   Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan ini kami peroleh dari
       sumber yang telah terpublikasi dan diyakini kebenarannya.




                                         - xiv -
                                                                PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 16
Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua asumsi dan kondisi pembatas yang
mempengaruhi analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan ini.

Penilaian ini telah melibatkan personil sebagai berikut:


1.   Penanggungjawab :

     Ir. Fuadah, M. Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
     No. MAPPI        : 96-S-00736
     No. Ijin Penilai : PB-1.08.00066
     No.Ijin OJK      :STTD.PPB-35/PM.2/2018                 .................................


2.   Reviewer :

     Sumarno, S.E., M.M., M.Ec.Dev.,MAPPI (Cert.)
     No. MAPPI     : 15-S-06147
     No. Register : RMK-2017.01554                           .................................


3.   Penilai :

     Ivan Togatorop, ST., MAPPI (Cert.)
     No. MAPPI     : 02-S-01530
     No. Register : RMK-2017.00166                           .................................




     Synthia Ayu Disha, S.P., RSA
     No. Mappi      : 20-P-10310
     No. Register : RMK-2022.04332                           .................................




                                           - xv -
                                                           PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 17
                                                           DAFTAR ISI

                                                                                                                                 Halaman

DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL

BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................................... 6
1.1       Uraian Mengenai Penugasan .......................................................................................... 6
1.2       Status Konsultan ............................................................................................................ 6
1.3       Identitas Pemberi Tugas ................................................................................................. 6
1.4       Identitas Pengguna Laporan ........................................................................................... 7
1.5       Objek Studi Kelayakan.................................................................................................... 7
1.6       Jenis Mata Uang yang Digunakan .................................................................................... 7
1.7       Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan ............................................................................... 7
1.8       Tanggal Efektif Studi Kelayakan ...................................................................................... 7
1.9       Metodologi Studi Kelayakan ........................................................................................... 7
1.10      Konfirmasi Bahwa Objek Studi Kelayakan Tidak Sedang atau Telah Dinilai Dalam Jangka
          Waktu 1 (Satu) Bulan ...................................................................................................... 8
1.11      Tingkat Kedalaman Investigasi........................................................................................ 8
1.12      Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan ........................................................ 8
1.13      Ruang Lingkup Penugasan.............................................................................................. 9
1.14      Asumsi dan Kondisi Pembatas ..................................................................................... 10
1.15      Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan .................................................................... 11
BAB II GAMBARAN UMUM PERSEROAN ............................................................................... 12
2.1       Pendirian Perseroan ..................................................................................................... 12
2.2       Struktur Pengurus ........................................................................................................ 12
2.3       Struktur Permodalan .................................................................................................... 13
2.4       Perizinan ...................................................................................................................... 13
2.5       Tinjauan Kinerja Historis Keuangan............................................................................... 13
2.6       Prospek Usaha Perseroan ............................................................................................ 18
BAB III GAMBARAN MAKRO DAN MIKRO EKONOMI .............................................................. 19
3.1       Kondisi Perekonomian Makro ....................................................................................... 19
3.2       Pertumbuhan Ekonomi Domestik ................................................................................. 19
3.3       Inflasi........................................................................................................................... 20
3.4       Nilai Tukar Rupiah ........................................................................................................ 20
3.5       Suku Bunga .................................................................................................................. 21
3.6       Prospek Perekonomian Indonesia 2024 ........................................................................ 22
BAB IV ASPEK PASAR .......................................................................................................... 24
4.1       Prospek Usaha Industri Properti ................................................................................... 24
4.2       Kondisi Pasar Usaha Perseroan .................................................................................... 28
4.3       Analisis Kelayakan Aspek Pasar.................................................................................... 30
BAB V ASPEK TEKNIS .......................................................................................................... 31
5.1       Bisnis Perseroan .......................................................................................................... 31
5.2       Rencana Pembentukan Anak Usaha/Entitas Anak ........................................................ 31
5.3       Proses Bisnis Entitas Anak ........................................................................................... 32
5.4       Teknis Pelaksanaan Sebagai Holding Perusahaan......................................................... 33
5.5       Analisis Kelayakan Aspek Teknis................................................................................... 33
BAB VI ASPEK POLA BISNIS................................................................................................. 34
6.1       Kegiatan Usaha Utama ................................................................................................. 34
6.2       Penambahan Kegiatan Usaha....................................................................................... 34
6.3       Segmen Usaha Aktivitas Perusahaan Holding ............................................................... 35
6.4       Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai.......................................................................... 35
6.5       Keunggulan Kompetitif ................................................................................................. 36
6.6       Analisis SWOT.............................................................................................................. 37
6.7       Analisis Kelayakan Aspek Pola Bisnis............................................................................ 38

                                                                      1
                                                                                                          PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 18
BAB VII ASPEK MODEL MANAJEMEN.................................................................................... 39
7.1       Sumber daya Manusia, Kapasitas, dan Kemampuan Manajemen .................................. 39
7.2       Ketersediaan Tenaga Kerja ........................................................................................... 41
7.3       Manajemen Kekayaan Intelektual ................................................................................. 42
7.4       Manajemen Risiko ........................................................................................................ 42
7.5       Analisis Kelayakan Aspek Model Manajemen ................................................................ 43
BAB VIII ASPEK KEUANGAN ................................................................................................ 44
8.1       Rencana Perseroan ...................................................................................................... 44
8.2       Metode Analisa ............................................................................................................ 44
8.3       Cut Off Date dalam Analisa .......................................................................................... 44
8.4       Arus Kas Bersih yang Digunakan ................................................................................... 44
8.5       Rencana Biaya Investasi Perseroan dalam pembentukan Entitas Anak.......................... 44
8.6       Proyeksi Keuangan Perseroan (Konsolidasian) .............................................................. 45
8.7       Dampak Perubahan atas Penambahan Kegiatan Usaha Terhadap Keuangan Perseroan 52
8.8       Proyeksi Keuangan Entitas Anak ................................................................................... 53
8.9       Tingkat Diskonto .......................................................................................................... 54
8.10      Terminal Value ............................................................................................................. 57
8.11      Analisis Kelayakan Aspek Keuangan ............................................................................. 57
8.12      Kesimpulan Kelayakan Aspek Keuangan ....................................................................... 59




                                                                   2
                                                                                                     PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 19
                                                   DAFTAR TABEL
                                                                                                                              Halaman

Tabel 1.    KBLI yang akan di tambahkan....................................................................................... 6
Tabel 2.    Susunan Pemegang Saham Perseroan ....................................................................... 13
Tabel 3.    Posisi Keuangan Perseroan Tahun 2019 – Juni 2024 (dalam Jutaan Rupiah)................. 13
Tabel 4.    Common Size Analisis Posisi Keuangan Perseroan Tahun 2019 – Juni 2024................. 14
Tabel 5.    Laba Rugi Perseroan Tahun 2019 – Juni 2024 (dalam Jutaan Rupiah) ........................... 15
Tabel 6.    Common Size Analisis Laba Rugi Perseroan Tahun 2019 – Juni 2024 ........................... 15
Tabel 7.    Arus Kas Perseroan Tahun 2019 – Juni 2024 (dalam Ribuan Rupiah) ............................ 16
Tabel 8.    Rasio Keuangan Perseroan Tahun 2019 – Juni 2024 .................................................... 17
Tabel 9.    Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia .............................................................. 19
Tabel 10.   Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2018 - 2024) .............................................................. 20
Tabel 11.   Perkembangan Harga Rill Properti di Beberapa Kawasan Utama Dunia....................... 24
Tabel 12.   Pertumbuhan Tahunan Indeks Demand Kategori Sewa dan Jual (% yoy) ...................... 25
Tabel 13.   Pertumbuhan Triwulan Indeks Demand Kategori Sewa dan Jual (% yoy) ...................... 26
Tabel 14.   Pertumbuhan Tahunan Indeks Supply Kategori Sewa dan Jual (% yoy) ........................ 26
Tabel 15.   Pertumbuhan Triwulan Indeks Supply Kategori Sewa dan Jual (% yoy) ......................... 27
Tabel 16.   Perkembangan Indeks Harga Kategori Sewa dan Jual Tahunan (% yoy) ........................ 27
Tabel 17.   Perkembangan Indeks Harga Kategori Sewa dan Jual Tahunan (% yoy) ........................ 27
Tabel 18.   Produk dan Jasa Perseroan ........................................................................................ 28
Tabel 19.   Rincian KBLI Penambahan Kegiatan Usaha ................................................................ 34
Tabel 20.   Pilar Utama Strategi Keberlanjutan Usaha .................................................................. 36
Tabel 21.   Struktur Organisasi Perseroan ................................................................................... 39
Tabel 22.   Struktur Organisasi Entitas Anak ................................................................................ 40
Tabel 23.   Biaya Investasi Perseroan kepada Entitas Anak .......................................................... 45
Tabel 24.   Rencana Biaya Pengembangan Lahan Cipaku ............................................................ 45
Tabel 25.   Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha (dalam Jutaan
            Rupiah)...................................................................................................................... 46
Tabel 26.   Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha (dalam Jutaan
            Rupiah)...................................................................................................................... 46
Tabel 27.   Inkremental atas Proyeksi Posisi Keuangan (dalam Jutaan Rupiah)............................. 47
Tabel 28.   Proyeksi Laba Rugi Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha (dalam Jutaan Rupiah) ..... 48
Tabel 29.   Proyeksi Laba Rugi Setelah Penambahan Kegiatan Usaha (dalam Jutaan Rupiah) ....... 48
Tabel 30.   Inkremental Proyeksi Laba Rugi (dalam Jutaan Rupiah) .............................................. 48
Tabel 31.   Proyeksi Arus Kas Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha (dalam Jutaan Rupiah) ....... 50
Tabel 32.   Proyeksi Arus Kas Setelah Penambahan Kegiatan Usaha (dalam Jutaan Rupiah) ......... 50
Tabel 33.   Proyeksi Rasio Keuangan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha (dalam Jutaan
            Rupiah)...................................................................................................................... 51
Tabel 34.   Proyeksi Posisi Keuangan Entitas Anak (dalam Jutaan Rupiah) ................................... 53
Tabel 35.   Proyeksi Laba (Rugi) Entitas Anak (dalam Jutaan Rupiah) ............................................ 53
Tabel 36.   Proyeksi Arus Kas Entitas Anak (dalam Jutaan Rupiah) ............................................... 54
Tabel 37.   Beta Levered dan Un-Levered Perusahaan Pembanding ............................................. 55




                                                                  3
                                                                                                      PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 20
                                    DEFINISI DAN ISTILAH

Berikut adalah istilah dan definisi yang digunakan dalam laporan studi kelayakan ini:

 NO.               ISTILAH                                        DEFINISI
  1      Arus Kas Bersih                 a.   Jumlah kas yang tersedia setelah terpenuhinya kebutuhan
                                              kas untuk kegiatan operasional;
                                         b.   Jumlah kas yang merupakan arus kas yang tersedia bagi
                                              penyedia modal yang terdiri dari utang dan ekuitas; dan
                                         c.   Jumlah kas yang telah bebas dari kewajiban untuk
                                              mempertahankan operasi saat ini dan untuk mengantisipasi
                                              pertumbuhan Perusahaan
   2     Asumsi                          Sesuatu yang dianggap akan terjadi termasuk fakta, syarat,
                                         atau keadaan yang mungkin dapat mempengaruhi objek
                                         pendapat kewajaran atau pendekatan penilaian dan
                                         kewajarannya telah dianalisis oleh Penilai Bisnis sebagai
                                         bagian dari proses Penilaian.
   3     FRR                             KJPP Fuadah, Rudi dan Rekan.
   4     Holding Company                 Suatu perusahaan yang sebagian besar pendapatannya
                                         atau seluruhnya berasal dari penyertaan pada perusahaan
                                         lain.
   5     Kelangsungan Usaha              Suatu kondisi yang mencerminkan usaha yang sedang
         (Going Concern)                 beroperasi atau dalam konstruksi, atau suatu premis dalam
                                         Penilaian, dimana Penilai Bisnis menganggap suatu
                                         perusahaan akan terus melanjutkan operasinya secara
                                         berkelanjutan.
   6     KEPI & SPI Edisi VII – 2018 /   Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian
                                         Indonesia (“SPI”) 2018 Edisi VII – 2018.
   7     Laporan Keuangan Audit          Laporan keuangan audit PT Citra Buana Prasida Tbk yang
         Perseroan per 31                berakhir pada tanggal 31 Desember 2019, yang diaudit oleh
         Desember 2019                   Kantor Akuntan Publik AF. Rachman dan Soetjipto WS
                                         No. 00121/2.0513/AU.1/03/0614-1/1/IX/2022 pada tanggal
                                         19 September 2022 dengan opini wajar tanpa modifikasian,
                                         yang ditandatangani oleh H. TB. Aman Faturrahman sebagai
                                         Akuntan Publik.
   8     Laporan Keuangan Audit          Laporan keuangan audit PT Citra Buana Prasida Tbk yang
         Perseroan per 31                berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, yang diaudit oleh
         Desember 2020                   Kantor Akuntan Publik AF. Rachman dan Soetjipto WS
                                         No. 00122/2.0513/AU.1/03/0614-2/1/IX/2022 pada tanggal
                                         19 September 2022 dengan opini wajar tanpa modifikasian,
                                         yang ditandatangani oleh H. TB. Aman Faturrahman sebagai
                                         Akuntan Publik.
   9     Laporan Keuangan Audit          Laporan keuangan audit PT Citra Buana Prasida Tbk yang
         Perseroan per 31                berakhir pada tanggal 31 Desember 2021, yang diaudit oleh
         Desember 2021                   Kantor Akuntan Publik AF. Rachman dan Soetjipto WS
                                         No. 00123/2.0513/AU.1/03/0614-3/1/IX/2022 pada tanggal
                                         19 September 2022 dengan opini wajar tanpa modifikasian,
                                         yang ditandatangani oleh H. TB. Aman Faturrahman sebagai
                                         Akuntan Publik.
  10     Laporan Keuangan Audit          Laporan keuangan audit PT Citra Buana Prasida Tbk yang
         Perseroan per 31                berakhir pada tanggal 31 Desember 2022, yang diaudit oleh
         Desember 2022                   oleh Kantor Akuntan Publik Doli, Bambang, Sulistiyanto,
                                         Dadang dan Ali No. 00012/3.0271/AU.1/03/0353-
                                         2/1/III/2023 pada tanggal 28 Maret 2023 dengan opini wajar



                                                    4
                                                                             PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 21
NO.             ISTILAH                                      DEFINISI
                                    tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh Drs. Rudy
                                    Soegiharto, Ak.CPA.sebagai Akuntan Publik.
11    Laporan Keuangan Audit        Laporan keuangan audit PT Citra Buana Prasida Tbk yang
      Perseroan per 31              berakhir pada tanggal 31 Desember 2023, yang diaudit oleh
      Desember 2023                 oleh Kantor Akuntan Publik Doli, Bambang, Sulistiyanto,
                                    Dadang dan Ali No. 00010/3.0271/AU.1/03/0353-
                                    2/1/III/2024 pada tanggal 25 Maret 2023 dengan opini wajar
                                    tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh Drs. Rudy
                                    Soegiharto, Ak.CPA.sebagai Akuntan Publik.
12    Laporan Keuangan Tidak        Laporan keuangan tidak audit PT Citra Buana Prasida Tbk
      Audit Perseroan per 30        yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024.
      Juni 2024
13    Laporan Studi Kelayakan       Laporan tertulis berisi suatu Penugasan Penilaian Profesional
      Bisnis                        yang diberikan oleh Penilai Bisnis yang menyajikan kesimpulan
                                    kelayakan suatu usaha atau proyek.
14    MAPPI                         Masyarakat Profesi Penilai Indonesia.
15    Metode Studi Kelayakan        Suatu cara atau rangkaian cara tertentu dalam melakukan Studi
                                    Kelayakan.
16    Nilai Terminal                Nilai dari jumlah arus kas untuk periode setelah periode waktu
                                    tetap, dimana arus kas yang diterapkan dapat menggunakan
                                    model ekuitas atau Modal Investasi.
17    OJK                           Otoritas Jasa Keuangan.
18    Penilai                       Orang perseorangan yang dengan keahliannya menjalankan
                                    kegiatan Penilaian di pasar modal.
19    Penilai Bisnis                Penilai yang melakukan kegiatan penilaian bisnis
                                    sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa
                                    Keuangan mengenai Penilai yang melakukan kegiatan di
                                    pasar modal.
20    Penilai Publik                Penilai yang telah memperoleh izin dari Menteri Keuangan
                                    untuk memberikan jasa penilaian
21    Perseroan                     PT Citra Buana Prasida Tbk.
22    Pihak                         Orang perseorangan, perusahaan, usaha bersama,
                                    asosiasi, atau kelompok yang terorganisasi.
23    POJK 17 Tahun 2020            Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
                                    No.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
                                    Perubahan Kegiatan Usaha.
24    POJK 35 Tahun 2020            Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
                                    No.35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
                                    Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
25    SEOJK 17 Tahun 2020           Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
                                    No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan
                                    Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
26    Subsquent Event               Kejadian penting setelah Tanggal Pendapat Kewajaran, baik
                                    yang diketahui maupun yang patut diketahui sampai dengan
                                    Tanggal Laporan, wajib diungkapkan dalam laporan.
27    Tanggal Laporan               Tanggal ditandatanganinya laporan oleh Penilai Bisnis.
28    Tanggal Studi Kelayakan       Tanggal pada saat studi kelayakan dinyatakan.
29    Tingkat Diskonto / Discount   Suatu Tingkat Imbal Balik untuk mengkonversikan nilai di masa
      Rate                          depan ke nilai sekarang yang mencerminkan nilai waktu dari uang
                                    dan ketidakpastian atas terealisasinya pendapatan ekonomi.
30    Tingkat Imbal Balik           Jumlah laba atau rugi dan/atau perubahan nilai yang
                                    direalisasikan atau diharapkan dari suatu investasi yang
                                    dinyatakan dalam persentase.




                                               5
                                                                         PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 22
                                                BAB I
                                            PENDAHULUAN


1.1   Uraian Mengenai Penugasan

      PT Citra Buana Prasida Tbk, untuk selanjutnya disebut “Perseroan” merupakan perusahaan
      yang bergerak dalam bidang real estate dan pengembang properti. Sebagai upaya
      meningkatkan kapasitas perusahaan, Perseroan merasa perlu menambah kegiatan
      usahanya serta melakukan penyesuaian terhadap kode klasifikasi resmi untuk
      mengklasifikasikan jenis bidang usaha perusahaan di Indonesia atau yang lebih dikenal
      dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) agar dapat menjalankan bisnisnya
      sebagai berikut:

      Tabel 1. KBLI yang akan di tambahkan
       No                       Nama KBLI                                 Kode KBLI
        1.   Aktivitas Perusahaan Holding                                  64200


      Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17/POJK.04/2020 tentang
      “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama”, Perusahaan Terbuka yang
      melakukan perubahan Kegiatan Usaha wajib menggunakan Penilai untuk melakukan studi
      kelayakan atas perubahan Kegiatan Usaha, Untuk itu Perseroan telah menunjuk FRR
      guna menyusun Studi Kelayakan dimaksud.


1.2   Status Konsultan

      FRR Kantor Jasa Penilai Publik resmi berdasarkan Surat Izin Usaha Kantor Jasa Penilai
      Publik dari Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 2.12.00100 sesuai Surat Keputusan
      Menteri Keuangan Nomor 102/KM.1/2012 tertanggal 08 Februari 2012, dengan Ir. Fuadah,
      M.Ec.Dev, MAPPI (Cert.) dengan Izin Penilai Publik No. PB-1.08.00066 dan terdaftar di
      Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Izin No. STTD.PPB-35/PJ-1/PM.02/2023 sebagai
      Penanggung Jawab dalam penugasan ini.

       a.    Konsultan dalam posisi untuk memberikan kajian studi kelayakan secara objektif dan
             tidak memihak.
       b.    Konsultan tidak mempunyai potensi benturan kepentingan dengan subjek dan atau
             objek studi kelayakan.
       c.    Konsultan memiliki kompetensi untuk melakukan studi kelayakan.
       d.    Konsultan tidak memerlukan bantuan tenaga ahli atau Tenaga Konsultan lainnya.


1.3   Identitas Pemberi Tugas

      Berikut adalah identitas pemberi tugas:

       •     Nama                    : PT Citra Buana Prasida Tbk
       •     Bidang Usaha            : Perusahaan yang menjalankan usahanya dibidang real estate
                                       dan pengembang properti.
       •     Alamat                  : Komplek Paskal Hyper Square Blok G Lantai 2 Nomor 206-208,
                                       Jalan H.O.S Cokroaminoto, No. 25-27 (d.h. Jalan Pasarkaliki
                                       No. 25-27) Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat.
       •     Nomor Telepon           : (022) 860 61108
       •     E-mail                  : corsec@citrabuanaprasida.co.id
       •     Website                 : www.citrabuanaprasida.co.id
       •     P.I.C                   : Bapak Albert Karnof Purba SH.- Corporate Secretary

                                                  6
                                                                         PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 23
1.4   Identitas Pengguna Laporan

      Pengguna laporan adalah PT Citra Buana Prasida Tbk dan Pemegang Saham.


1.5   Objek Studi Kelayakan

      Objek studi kelayakan adalah penambahan kegiatan usaha dibidang aktivitas perusahaan
      holding yang terdiri dari 1 (satu) Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).


1.6   Jenis Mata Uang yang Digunakan

      Dalam penugasan studi kelayakan ini perhitungan dinyatakan dalam mata uang Rupiah.


1.7   Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan

      Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat kelayakan atas penambahan
      kegiatan usaha dibidang aktivitas perusahaan holding dengan tujuan untuk memenuhi
      Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020, tentang Transaksi Material Dan Perubahan Kegiatan
      Usaha.


1.8   Tanggal Efektif Studi Kelayakan

      Studi Kelayakan diperhitungkan per yaitu tanggal 30 Juni 2024, di mana batas tersebut diambil
      atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penyusunan Studi Kelayakan serta dari data
      keuangan Perseroan yang kami terima.

      Sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian
      dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” Pasal 7, Laporan Studi Kelayakan
      berlaku selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif Studi Kelayakan, yaitu tanggal 30 Juni
      2024, kecuali terdapat hal-hal yang dapat mempengaruhi kesimpulan nilai lebih dari 5% (lima
      persen).


1.9   Metodologi Studi Kelayakan

      Metodologi yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini yaitu:

      1. Melakukan kunjungan ke kantor Perseroan pada tanggal 06 Agustus 2024, untuk
         mendapatkan gambaran tentang rencana ekspansi dan penambahan kegiatan usaha
         Perseroan.
      2. Pengumpulan data-data primer dari Perseroan yang terkait dengan rencana ekspansi
         atas penambahan kegiatan usaha yang meliputi data-data identitas Perseroan,
         perizinan, spesifikasi proyek, aspek keuangan dan rencana usaha serta data-data
         lainnya yang terkait.
      3. Pengumpulan data-data sekunder dari sumber-sumber terkait yang dapat
         dipertanggungjawabkan.
      4. Pengumpulan data dari hasil diskusi perihal pembahasan berbagai aspek yang
         berpengaruh dalam kelayakan dengan pihak Perseroan.
      5. Analisa legalitas yang mengkaji terhadap kelengkapan dokumen legalitas dan perizinan.
      6. Analisa pasar yang mengkaji kondisi pasar properti di Indonesia, potensi pasar, sasaran,
         dan; pesaing usaha; dan strategi pemasaran;



                                                7
                                                                         PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 24
      7. Analisa teknis yang mengkaji secara teknis proses bisnis Perseroan dari rencana
          panambahan kegiatan usaha.
      8. Analisa pola bisnis yang mengkaji model bisnis atas penambahan kegiatan usaha, risiko
          yang berpotensi muncul dan langkah pengendaliannya serta analisis SWOT.
      9. Aspek model manajemen yang mengkaji struktur dan kebutuhan karyawan atas rencana
          penambahan kegiatan usaha Perseroan.
      10. Analisa keuangan yang mengkaji nilai-nilai parameter kelayakan ekonomi. Dalam
          melakasanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan atas
          penambahan kegiatan usaha. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan indikator Net
          Present Valuve (NPV), Profitability Index (PI), Internal Rate of Return (IRR), Payback
          Period.


1.10 Konfirmasi Bahwa Objek Studi Kelayakan Tidak Sedang atau Telah Dinilai Dalam Jangka
     Waktu 1 (Satu) Bulan

     Perseroan telah mengonfirmasi bahwa objek studi kelayakan tidak sedang atau telah dinilai
     oleh Penilai Publik lainnya untuk maksud, tujuan, pengguna laporan dan tanggal studi
     kelayakan yang sama atau berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih dari satu bulan).
     Bahwa Penilai dibebaskan dari segala bentuk tuntutan/klaim, gugatan ganti rugi yang
     mungkin timbul dari pihak ketiga atau pihak lainnya atas konfirmasi objek studi kelayakan
     yang tidak benar dari Perseroan. Selain itu juga Perseroan akan mengidentifikasi dari segala
     kerugian dan/atau kewajiban yang dialami oleh Penilai dan FRR.


1.11 Tingkat Kedalaman Investigasi

     Dalam studi kelayakan ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan
     yang memadai diantaranya dengan melakukan Wawancara terhadap perwakilan Manajemen
     Perseroan. Pihak-pihak yang diwawancarai antara lain sebagai berikut:

     1.   Bapak Didi Omara selaku Direktur Utama Perseroan;
     2.   Bapak Albert Karnof Purba SH. selaku Corporate Secretary; dan
     3.   Ibu Wieke Febriana selaku Finance dan Accounting.


1.12 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

     Tinjauan terhadap kondisi fundamental objek studi kelayakan yang menyangkut sejarah
     singkatnya, struktur modal, susunan pengurus dan deskripsi bidang usaha serta
     memperhatikan kondisi makro yang ada. Data – data sebagai informasi pendukung adalah
     sebagai berikut:

     1.   Data - data legalitas (Akta Pendirian dan Perubahan, NIB, NPWP dan lain – lain).
     2.   Laporan keuangan audit PT Citra Buana Prasida Tbk yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2019, yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik AF. Rachman dan Soetjipto
          WS No. 00121/2.0513/AU.1/03/0614-1/1/IX/2022 pada tanggal 19 September 2022
          dengan opini wajar tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh H. TB. Aman
          Faturrahman sebagai Akuntan Publik.
     3.   Laporan keuangan audit PT Citra Buana Prasida Tbk yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2020, yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik AF. Rachman & Soetjipto
          WS No. 00122/2.0513/AU.1/03/0614-2/1/IX/2022 pada tanggal 19 September 2022
          dengan opini wajar tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh H. TB. Aman
          Faturrahman sebagai Akuntan Publik.




                                               8
                                                                       PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 25
     4.    Laporan keuangan audit PT Citra Buana Prasida Tbk yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021, yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik AF. Rachman & Soetjipto
           WS No. 00123/2.0513/AU.1/03/0614-3/1/IX/2022 pada tanggal 19 September 2022
           dengan opini wajar tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh H. TB. Aman
           Faturrahman sebagai Akuntan Publik.
     5.    Laporan keuangan audit PT Citra Buana Prasida Tbk yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022, yang diaudit oleh oleh Kantor Akuntan Publik Doli, Bambang,
           Sulistiyanto, Dadang dan Ali No. 00012/3.0271/AU.1/03/0353-2/1/III/2023 pada tanggal
           28 Maret 2023 dengan opini wajar tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh Drs.
           Rudy Soegiharto, Ak.CPA.sebagai Akuntan Publik.
     6.    Laporan keuangan audit PT Citra Buana Prasida Tbk yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023, yang diaudit oleh oleh Kantor Akuntan Publik Doli, Bambang,
           Sulistiyanto, Dadang dan Ali No. 00010/3.0271/AU.1/03/0353-2/1/III/2024 pada tanggal
           25 Maret 2024 dengan opini wajar tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh Drs.
           Rudy Soegiharto, Ak.CPA.sebagai Akuntan Publik.
     7.    Laporan keuangan tidak audit PT Citra Buana Prasida Tbk yang berakhir pada tanggal 30
           Juni 2024.
     8.    Laporan tahunan PT Citra Buana Prasida Tbk tahun 2023.
     9.    Profil perusahaan PT Citra Buana Prasida Tbk tahun 2023.
     10.   Prospektus Perseroan Tahun 2022.
     11.   Proyeksi Keuangan Perseroan stand alone dan konsolidasi (sebelum dan setelah
           penambahan kegiatan usaha).
     12.   Rencana Anggaran Biaya untuk pembentukan Entitas Anak.
     13.   Tarif pajak yang diberlakukan atas Perseroan adalah berdasarkan laba kena pajak dalam
           periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku di
           Indonesia yaitu sebesar 22%.
     14.   Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan untuk
           penugasan.
     15.   Wawancara dengan perwakilan manajemen pemberi tugas yaitu Bapak Didi Omara
           selaku Direktur Utama dan tim.
     16.   Berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi, kondisi pasar dan
           lainnya, baik berdasarkan media cetak, elektronik dan hasil analisis lain dari pihak
           independen yang kami anggap relevan.


1.13 Ruang Lingkup Penugasan

     Laporan ini kami susun berdasarkan data dari Manajemen Perseroan serta data lain yang
     relevan. Dalam penyusunan laporan ini kami juga mempertimbangkan proyeksi-proyeksi
     yang mendukung dari Perseroan dan hasil wawancara dengan Manajemen Perseroan.

     Analisis yang dilaksanakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini adalah:

     a.    Analisis Kelayakan Pasar
           Melakukan kajian atas kondisi pasar, seperti pangsa pasar, kesinambungan
           (sustainability), potensi pasar, sasaran dan potensi nilai pasar. Disamping itu juga
           melakukan analisis atas pesaing usaha serta strategi pemasaran.
     b.    Analisis Kelayakan Teknis
           Melakukan kajian terhadap kapasitas dan target bisnis, serta memperhatikan
           ketersediaan dan kualitas sumber daya, pekerja, dan ahli profesional. Kajian teknis juga
           meliputi proses produksi secara umum.
     c.    Analisis Kelayakan Pola Bisnis
           Pada aspek ini, analisis mencakup keunggulan kompetitif karena keunikan pola bisnis
           yang diajukan Perseroan, kemampuan para pesaing untuk meniru produk yang
           dihasilkan, serta kemampuan untuk menciptakan nilai.




                                                9
                                                                         PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 26
     d.    Analisis Kelayakan Model Manajemen
           Kajian yang dilakukan pada aspek ini meliputi ketersediaan tenaga kerja, manajemen
           kekayaan intelektual (intellectual property), manajemen risiko, kapasitas dan
           kemampuan manajemen, serta kesesuaian struktur organisasi dan manajemen.
     e.    Analisis Kelayakan Keuangan
           Sebagai muara dari seluruh aspek yang dikaji, maka aspek keuangan akan mengkaji
           paling kurang meliputi rencana investasi, sumber pembiayaan, biaya operasional,
           proyeksi laporan keuangan, analisis titik impas (break even analysis), analisis
           profitabilitas (profitability analysis) serta analisis tingkat imbal balik investasi (overall
           return on investment).


1.14 Asumsi dan Kondisi Pembatas

     Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini adalah:

      1.  Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
      2.  Penilai telah melakukan penelahaan atas dokumen yang digunakan dalam proses
          penilaian/studi kelayakan ini, namun Penilai tidak meneliti semua hal yang
          menyangkut keabsahan atas dokumen-dokumen legalitas, kami asumsikan semua
          dokumen legal tersebut adalah sah dari aspek hukum.
      3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
          keakuratannya.
      4. Proyeksi keuangan yang digunakan telah disesuaikan dengan kewajaran proyeksi
          keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary
          duty);
      5. Penilai ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami
          secara khusus hanya terbatas pada aspek nilai atas obyek penilaian, di luar dari aspek
          perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada di luar lingkup penugasan.
      6. Penyusunan Studi Kelayakan ini berdasarkan kondisi pasar dan kondisi perekonomian,
          kondisi umum bisnis dan kondisi keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah
          pada tanggal efektif penilaian.
      7. Terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak yang terlibat
          dalam Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang akan dilaksanakan sesuai dengan
          prosedur-prosedur dan dengan jangka waktu yang telah ditetapkan dalam dokumen-
          dokumen yang terkait dengan Penambahan Kegiatan Usaha.
      8. Tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-
          asumsi yang digunakan dalam penyusunan Studi Kelayakan dari tanggal penerbitan
          Studi Kelayakan sampai dengan tanggal terjadinya Rencana Penambahan Kegiatan
          Usaha.
      9. Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
          keakuratan, kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
          informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh manajemen Perseroan atau
          yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap dan tidak
          menyesatkan, dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan
          independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada
          jaminan dari manajemen Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang
          menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap
          atau menyesatkan.
      10. Analisis Studi Kelayakan dipersiapkan menggunakan data dan informasi sebagaimana
          diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
          mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak
          bertanggungjawab atas perubahan kesimpulan atas Studi Kelayakan maupun segala
          kehilangan, kerusakan, biaya ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh
          ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap
          dan atau dapat disalahartikan.



                                                  10
                                                                            PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 27
       11. Karena hasil dari Studi Kelayakan sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi
           yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar
           akan merubah hasil dari Studi Kelayakan. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa
           perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil Studi
           Kelayakan, dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun
           penyusunan laporan Studi Kelayakan telah dilaksanakan dengan itikad baik dan
           dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas
           kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
           tambahan, diaplikasikannya hasil Studi Kelayakan sebagai dasar untuk melakukan
           analisis transaksi, ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
           dasar Studi Kelayakan.
       12. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Studi Kelayakan tidak merupakan dan tidak
           dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau
           pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
           juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
           internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran
           hukum.


1.15 Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan

     Dari tanggal Studi Kelayakan, yaitu per tanggal 30 Juni 2024, sampai dengan tanggal
     diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting dalam Perseroan yang dapat
     berpengaruh signifikan terhadap hasil studi kelayakan.




                                            11
                                                                    PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 28
                                          BAB II
                                GAMBARAN UMUM PERSEROAN


2.1   Pendirian Perseroan

      PT Citra Buana Prasida Tbk yang semula bernama PT Prasetia Sejati didirikan pada tanggal
      24 Agustus 2000 berdasarkan Akta Pendirian No. 18, dibuat di hadapan Ninik Sukadarwati,
      SH., Notaris Kabupaten Daerah Tingkat II Bekasi, di Tambun. Akta Pendirian ini disahkan oleh
      Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia yang tertera dalam Surat
      Keputusan No. C-24591 HT.01.01.TH.2000 tanggal 27 November 2000. Pada tahun 2002,
      Entitas mengalami perubahan nama berdasarkan akta No. 05 tanggal 23 Januari 2002, yang
      dibuat di hadapan Indah Prastiti Extensia, SH. Akta tersebut mengenai perubahan nama yang
      semula PT Prasetia Sejati menjadi PT Citra Buana Prasida. Akta tersebut telah disahkan oleh
      Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia yang tertera dalam Surat
      Keputusan No. C-03176 HT.01.04.TH.2002 tanggal 26 Februari 2002.

      Anggaran Dasar terakhir sehubungan dengan perubahan status Perseroan dari perseroan
      tertutup menjadi perseroan terbuka dan penyesuaian anggaran dasar Perseroan dengan
      Peraturan No. IX.J.1, POJK No. 15/2020, POJK No. 16/2020 dan POJK No. 33/2014 sesuai
      dengan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham di Luar Rapat Perseroan No. 04 tanggal
      27 September 2022 dibuat di hadapan Dr. Petra Bunawan, S.H., M.Kn., Notaris di Bandung,
      yang telah mendapatkan Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar dari Kementerian Hukum
      dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0069709.AH.01.02. Tahun 2022 tanggal
      27 September 2022, Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan yang
      diselenggarakan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.03-
      0295854 tanggal 27 September 2022, dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan yang
      diselenggarakan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No.
      AHU-0192511.AH.01.11.Tahun 2022 tanggal 27 September 2022 serta telah diumumkan
      dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 078, Tambahan Berita Negara Republik
      Indonesia No. 033386 Tanggal 30 September 2022 (“Akta No. 04/2022” atau “Akta Tbk”).

      Saat ini, Perseroan memiliki kantor pusat di Komplek Paskal Hyper Square Blok G Lantai 2
      No. 206 – 208. Jl. H.O.S. Cokroaminoto No. 25 – 27 (dh. Jl. Pasirkaliki No. 25 – 27), Bandung
      40181.


2.2   Struktur Pengurus

      Berdasarkan Akta No. 16 tanggal 24 Juni 2024 yang dibuat di hadapan Dr. Petra Bunawan,
      S.H., S.S., M.Kn., Notaris di Kota Bandung, susunan Dewan Komisaris dan Direksi adalah
      sebagai berikut:

      Dewan Komisaris
      Komisaris Utama            : Thomas Aquinas Pramukuswala
      Komisaris                  : Gaery Djohari
      Komisaris Independen       : Melissa Cresentia Kurniawan

      Dewan Direksi
      Direktur Utama             : Didi Omara
      Direktur                   : Linna Widjaja




                                                   12
                                                                         PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 29
2.3   Struktur Permodalan

      Berdasarkan Akta No. 04 tanggal 29 Mei 2023 yang dibuat di hadapan Doktor Petra Bunawan,
      Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan, Notaris di Kota Bandung, seluruh pemegang saham
      telah memutuskan dan menyetujui Peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari semula
      Rp108.500.000.000 atau sebanyak 1.085.000.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp100
      menjadi Rp135.625.000.000 atau sebanyak 1.356.250.00 lembar saham dengan nilai nominal
      Rp100. Struktur permodalan Perseroan adalah sebagai berikut:

      Tabel 2. Susunan Pemegang Saham Perseroan
                                                                    Modal Ditempatkan dan Disetor
                    Pemegang Saham
                                                     Lembar                         Total                  Persentase
       PT Sandhi Parama Nusa                                992.031.000             99.203.100.000             73,15%

       Nn. Gaery Djohari                                     92.969.000                9.296.900.000            6,85%

       Masyarakat                                           271.250.000             27.125.000.000             20,00%

                           Total                         1.356.250.000             135.625.000.000            100,00%

      Sumber : Akta No. 04 tanggal 29 Mei 2023


2.4   Perizinan

      Dalam menjalankan aktivitas usahanya Perseroan telah memperoleh izin-izin usaha dari
      instansi-instansi yang terkait dengan Perseroan diantaranya:

      1. Nomor Induk Berusaha (NIB) Perseroan adalah 9120207762849.
      2. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Perseroan adalah 01.977.283.9-028.000.
      3. Izin mengelola dan memanfaatkan lahan milik - PT Kereta Api Indonesia (Persero)
         berdasarkan perjanjian kerjasama antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam
         dokumen tertera PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan PT Citra Buana Prasida
         tentang pemanfaatan tanah PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Eks. Emplasemen
         Bandung Gudang Bandung, berdasarkan akta No. 59 tanggal 25 April 2003 dan
         berdasarkan akta No. 60 tanggal 20 Mei 2014 yang dibuat dihadapan Surjadi Jasin, SH.,
         Notaris di Kota Bandung.
      4. Perjanjian kerjasama tersebut telah mengalami perubahan berdasarkan Addendum I
         tanggal 06 April 2006, Addendum II tanggal 05 Mei 2014, serta Addendum III tanggal 27
         Maret 2015.


2.5   Tinjauan Kinerja Historis Keuangan

      Berikut gambaran mengenai perkembangan kinerja Perseroan yang tergambar pada Laporan
      Posisi Keuangan dan Laporan Laba Rugi untuk setiap tanggal yang berakhir pada 31
      Desember 2019 sampai dengan 30 Juni 2024.

      2.5.1 Historis Posisi Keuangan

              Kinerja Posisi Keuangan Perseroan selama per 31 Desember 2019 sampai dengan
              30 Juni 2024 adalah sebagai berikut:

              Tabel 3.         Posisi Keuangan Perseroan Tahun 2019 – Juni 2024 (dalam Jutaan Rupiah)
                    Keterangan        2019A      2020A           2021A         2022A            2023A        Juni 2024

                Aset Lancar             96.737     95.904           94.934        89.104         175.601        193.858

                Aset Tidak Lancar       91.642     92.295         100.135        121.338         125.350        122.023

                Total Aset             188.379    188.199         195.068        210.442         300.951        315.881




                                                      13
                                                                                        PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 30
    Keterangan      2019A      2020A        2021A        2022A         2023A       Juni 2024
 Liabilitas J.
                      25.582      33.163       18.989      29.688        51.896         47.519
 Pendek
 Liabilitas J.
                      68.355      51.460       42.374      32.134        22.513         15.747
 Panjang
 Total Liabilitas     93.937      84.623       61.362      61.822        74.409        63.365

 Total Ekuitas        94.442     103.576      133.706     148.620       226.542       252.516
 Total Liabilitas
                     188.379    188.199       195.068     210.442       300.951       315.881
 dan Ekuitas


Tabel 4. Common Size Analisis Posisi Keuangan Perseroan Tahun 2019 – Juni 2024
    Keterangan      2019A      2020A        2021A       2022A         2023A       Juni 2024

 Aset Lancar         51,35%     50,96%       48,67%      42,34%        58,35%        61,37%
 Aset Tidak
                     48,65%     49,04%       51,33%      57,66%        41,65%        38,63%
 Lancar
 Total Aset         100,00%    100,00%      100,00%     100,00%        100,00%      100,00%
 Liabilitas J.
                     13,58%     17,62%        9,73%      14,11%        17,24%        15,04%
 Pendek
 Liabilitas J.
                     36,29%     27,34%       21,72%      15,27%         7,48%         5,02%
 Panjang
 Total Liabilitas    49,87%     44,96%       31,46%      29,38%        24,72%        20,06%

 Total Ekuitas       50,13%     55,04%       68,54%      70,62%        75,28%        79,94%
 Total Liabilitas
                    100,00%    100,00%      100,00%     100,00%        100,00%      100,00%
 dan Ekuitas


Total Aset

Total aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 tercatat sebesar Rp300,95
miliar, naik sebesar 43,01% secara year on year (yoy) jika dibandingkan dengan periode
31 Desember 2022 sebesar Rp210,44 miliar. Pada tanggal 30 Juni 2024, total aset
Perseroan tercatat sebesar Rp315,88 miliar.

Aset Lancar

Berdasarkan laporan keuangan Perseroan, yang masuk kedalam klasifikasi aset lancar
adalah jika dapat diselesaikan dalam waktu kurung atau sama dengan dua belas
bulan. Pada 31 Desember 2023 Perseroan mencatatkan total aset lancar sebesar
Rp175,60 miliar atau meningkat sebesar 97,08% jika dibandingkan dengan periode 31
Desember 2022 yang sebesar Rp89,10 miliar. Pada tanggal 30 Juni 2024 Perseroan
mencatatkan total aset lancar sebesar Rp193,86 miliar.

Aset Tidak Lancar

Aset tidak lancar Perseroan pada 31 Desember 2023 mencapai Rp125,34 miliar atau
meningkat sebesar 3,31% jika dibandingkan dengan periode sebelumnya 31 Desember
2022 yang tercatat sebesar Rp121,33 miliar. Aset tidak lancar Perseroan pada 30 Juni
2024 mencapai Rp122,02 miliar.

Total Liabilitas

Total liabilitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 tercatat sebesar Rp74,40
miliar, naik sebesar 20,36% secara year on year (yoy) jika dibandingkan dengan periode
31 Desember 2022 sebesar Rp61,82 miliar. Total liabilitas Perseroan pada tanggal 30
Juni 2024 tercatat sebesar Rp63,37 miliar.

Liabilitas Jangka Pendek

Liabilitas jangka pendek terdiri dari utang usaha, utang pajak, utang lain – lain,
pendapatan diterima dimuka, beban akrual, utang bank dan liabilitas sewa. Liabilitas


                                       14
                                                                  PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 31
      jangka pendek Perseroan per 31 Desember 2023 tercatat sebesar Rp51,89 miliar atau
      meningkat sebesar 74,81% jika dibandingkan dengan periode 31 Desember 2022 yang
      tercatat sebesar Rp29,68 miliar. Liabilitas jangka pendek Perseroan pada 30 Juni 2024
      tercatat sebesar Rp47,52 miliar.

      Liabilitas Jangka Panjang

      Liabilitas jangka panjang Perseroan per 31 Desember 2023 tercatat sebesar Rp22,51
      miliar atau lebih rendah sebesar 29,94% jika dibandingkan dengan periode 31
      Desember 2022 yang tercatat sebesar Rp32,13 miliar. Liabilitas jangka panjang
      Perseroan per 30 Juni 2024 tercatat sebesar Rp15,85 miliar.

      Total Ekuitas

      Total ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 tercatat sebesar Rp226,54
      miliar, meningkat sebesar 52,43% secara year on year (yoy) jika dibandingkan dengan
      periode
      31 Desember 2022 sebesar Rp148,62 miliar. Total ekuitas Perseroan pada tanggal 30
      Juni 2024 tercatat sebesar Rp252,52 miliar.


2.5.2 Historis Laba Rugi

      Kinerja Laba Rugi Perseroan selama per 31 Desember 2019 sampai dengan 30 Juni
      2024 adalah sebagai berikut:

      Tabel 5. Laba Rugi Perseroan Tahun 2019 – Juni 2024 (dalam Jutaan Rupiah)
          Keterangan        2019A       2020A      2021A       2022A         2023A       Juni 2024

       Pendapatan            21.645      41.119      66.835      60.711        84.828         48.061
       Beban Pokok
                             (8.506)     (5.054)    (17.766)    (22.411)      (26.789)       (14.129)
       Pendapatan
       Laba Kotor            13.139      36.065      49.069      38.300        58.039         33.933

       Laba Usaha             7.333      28.703      40.014      27.528        45.581         27.732

       Laba Sebelum Pajak     5.184      23.601      33.969      23.829        46.052         28.774

       Laba Bersih            3.443      19.921      30.160      20.512        41.383         25.973


      Tabel 6. Common Size Analisis Laba Rugi Perseroan Tahun 2019 – Juni 2024
            Keterangan        2020A      2020A     2021A       2022A         2023A       Juni 2024

       Pendapatan               100%       100%       100%        100%          100%          100%
       Beban Pokok
                              -39,30%    -12,29%    -26,58%    -36,91%        -31,58%      -29,40%
       Pendapatan
       Laba Kotor              60,70%    87,71%     73,42%      63,09%        68,42%        70,60%

       Laba Usaha              33,88%    69,81%     59,87%      45,34%        53,73%        57,70%

       Laba Sebelum Pajak      23,95%    57,40%     50,82%      39,25%        54,29%        59,87%

       Laba Bersih             15,91%    48,45%     45,13%      33,79%        48.78%        54,04%


      Pendapatan Perseroan tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami kenaikan
      setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual
      Growth Rate/CAGR) sebesar 40,70% per tahun. Pada tahun 2023 pendapatan
      Perseroan tercatat mengalami kenaikan sebesar 39,73% dibanding tahun 2022 yang
      tercatat sebesar Rp84,82 miliar pada tahun 2023 dan Rp60,71 miliar pada tahun 2022.
      Peningkatan pendapatan Perseroan disebabkan oleh kenaikan pendapatan penjualan
      ruko dan penyewaan ruko serta lahan. Pendapatan Perseroan per tanggal 30 Juni
      tercatat sebesar Rp48,06 miliar.




                                            15
                                                                       PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 32
      Laba kotor Perseroan tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami peningkatan,
      dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
      sebesar 44,97% per tahun. Pada tahun 2023 laba kotor Perseroan tercatat sebesar
      Rp58,03 miliar mengalami kenaikan sebesar 51,54% dibandingkan tahun 2022 yang
      tercatat sebesar Rp38,29 miliar. Kenaikan laba kotor disebabkan oleh kenaikan
      penjualan dan penurunan persentase beban pokok penjualan Perseroan. Laba kotor
      Perseroan per tanggal 30 Juni 2024 tercatat sebesar Rp33,93 miliar.

      Laba usaha Perseroan tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
      peningkatan, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth
      Rate/CAGR) sebesar 57,90% per tahun. Pada tahun 2023 laba usaha Perseroan
      tercatat sebesar Rp45,58 miliar mengalami kenaikan sebesar 65,58% dibandingkan
      tahun 2022 yang tercatat sebesar Rp27,52 miliar. Kenaikan laba usaha disebabkan
      oleh penurunan beban usaha Perseroan. Laba usaha Perseroan per tanggal 30 Juni
      2024 tercatat sebesar Rp27,73 miliar.

      Laba bersih Perseroan tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami kenaikan
      dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
      sebesar 86,19% per tahun. Pada tahun 2023 Perseroan mencatatkan profitabilitas
      segmen usaha pengembang properti dan real estate yang ditunjukkan dari laba bersih
      sebesar Rp41,38 miliar. Pencapaian tersebut tercatat lebih tinggi 101,76% dari
      capaian tahun 2022 yang sebesar Rp20,51 miliar. Kenaikan ini disebabkan oleh
      peningkatan profitabilitas dari pendapatan usaha. Laba bersih Perseroan per tanggal
      30 Juni 2024 tercatat sebesar Rp25,97 miliar.


2.5.3 Historis Arus Kas

      Arus Kas Perseroan selama periode 31 Desember 2019 sampai dengan 30 Juni 2024
      adalah sebagai berikut:

      Tabel 7.         Arus Kas Perseroan Tahun 2019 – Juni 2024 (dalam Ribuan Rupiah)
          Keterangan         2019A       2020A      2021A       2022A         2023A       Juni 2024
       Arus Kas Aktivitas
                              (19.227)     14.842     34.050      51.026        52.242        42.379
       Operasi
       Arus Kas Aktivitas
                               (1.762)    (6.850)    (14.146)    (22.502)      (19.644)     (29.951)
       Investasi
       Arus Kas Aktivitas
                               21.167     (8.051)     (9.414)    (15.894)       31.635       (2.720)
       Pendanaan
       Kenaikan
       (Penurunan) Bersih         178        (59)     10.490      12.629        64.233         9.707
       Kas Dan Setara Kas
       Kas dan Setara Kas
                                1.251       1.430      1.370      11.860        24.490        88.723
       Awal Tahun
       Kas dan Setara Kas
                                1.430       1.370     11.860      24.490        88.723        98.430
       Akhir Tahun


      Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi pada periode 31 Desember
      2023 sebesar Rp52,24 miliar. Arus kas masuk diperoleh dari penerimaan kas dari
      pelanggan. Sementara dari arus kas keluar digunakan untuk pembayaran kas kepada
      pemasok, gaji karyawan, pembayaran pajak dan pembayaran kas operasional lainnya.
      Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi per 30 Juni 2024 tercatat
      sebesar Rp42,38 miliar.

      Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi pada periode 31 Desember
      2023 sebesar negatif Rp19,64 miliar. Tidak terdapat arus kas masuk. Sedangkan arus
      kas keluar digunakan untuk perolehan aset tetap, perolehan properti investasi dan
      uang muka. Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi per 30 Juni 2024
      tercatat sebesar negatif Rp29,95 miliar.



                                            16
                                                                        PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 33
        Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan pada periode 31 Desember
        2023 sebesar Rp31,63 miliar. Arus kas masuk diperoleh dari penerimaan dari pihak
        ketiga dan penerimaan liabilitas sewa. Sedangkan arus kas keluar digunakan untuk
        pembayaran utang bank, pembayaran dividen dan pembelian saham treasuri. Jumlah
        kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan per 30 Juni 2024 tercatat sebesar
        negatif Rp2,72 miliar.

        Jumlah kas dan setara kas akhir tahun Perseroan pada pada periode 31 Desember
        2023 sebesar Rp88,72 miliar. lebih tinggi 262,29% dibandingkan posisi awal tahun yang
        tercatat sebesar Rp24,48 miliar. Jumlah kas dan setara las akhir tahun per 30 Juni 2024
        tercatat sebesar Rp98,43 miliar.


2.5.4   Rasio Keuangan

        Perkembangan rasio keuangan Perseroan tahun 2019 sampai dengan 2024 dapat
        dilihat pada grafik berikut:

        Tabel 8.            Rasio Keuangan Perseroan Tahun 2019 – Juni 2024
                         Keterangan           2019A     2020A    2021A    2022A     2023A    Juni 2024

         Rasio Likuiditas

         Rasio lancar (x)                        3,78     2,89     5,00      3,00     3,38        4,08

         Rasio cepat (x)                         0,73     0,43     1,50      1,85     2,95        3,65

         Rasio kas (x)                           0,06     0,04     0,62      0,82     1,71        2,07

         Rasio Aktivitas

         Jumlah hari perputaran piutang          229       101       40        34     111           15

         Jumlah hari perputaran persediaan      3.347    5.903    1.367       555     308         264

         Jumlah hari perputaran utang usaha      143       266       14        14       0           12

         Rasio Leverage

         Debt to Equity Ratio (%)               99,47    81,70    45,89     41,60    32,85       25,09

         Debt to Aset Ratio (%)                 49,87    44,96    31,46     29,38    24,72       20,06

         Rasio Profitabilitas

         Margin Laba Bruto (%)                  60,70    87,71    73,42     63,09    68,42       70,60

         Margin Laba Usaha (%)                  33,88    69,81    59,87     45,34    53,73       57,70

         Margin Laba Bersih (%)                 15,91    48,45    45,13     33,79    48,78       54,04

         Return on Equity (%)                    3,65    19,23    22,56     13,80    18,27       10,29

         Return on Aset (%)                      1,83    10,59    15,46      9,75    13,75        8,22


        Rasio likuiditas

        Rasio ini untuk mengetahui sampai seberapa jauh perusahaan dapat melunasi
        liabilitas jangka pendeknya, semakin besar rasio yang diperoleh semakin lancar
        pembayaran liabilitas jangka pendeknya. Berdasarkan historis keuangan, current ratio
        Perseroan per 31 Desember 2023 yaitu sebesar 3,38 x dan quick ratio sebesar 2,95 x.
        Current ratio Perseroan per 30 Juni 2024 tercatat sebesar 4,08 x dan quick ratio sebesar
        3,65 x.

        Rasio leverage

        Rasio ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar kegiatan operasi dibiayai oleh
        modal pinjaman, semakin kecil rasio ini semakin bagus atau lancar. Berdasarkan
        historis keuangan, total debt to equity ratio (DER) menunjukkan trend fluktuatif dimana
        per 31 Desember 2023 sebesar 32,85% dan Total debt to total asset ratio (DAR) sebesar


                                                17
                                                                          PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 34
           24,72%, hal ini menunjukkan hutang/kewajiban perusahaan lebih kecil daripada
           seluruh aset yang dimilikinya, sehingga dalam kondisi yang tidak diinginkan (misalnya
           pailit), perusahaan dapat melunasi seluruh hutang/kewajibannya. Total debt to equity
           ratio (DER) per 30 Juni 2024 tercatat sebesar 25,09% dan Total debt to total asset ratio
           (DAR) per 30 Juni 2024 sebesar 20,06%.

           Rasio Aktivitas

           Rasio ini digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan dana yang tertanam pada
           aset serta untuk melihat seberapa besar optimalisasi Perseroan dalam menggunakan
           asetnya untuk memperoleh pendapatan dan laba usaha. Rasio jumlah hari piutang
           usaha Perseroan pada 31 Desember 2023 sebesar 111 hari, jumlah hari persediaan
           sebesar 308 hari dan rasio jumlah hari utang usaha 1 hari. Rasio jumlah hari piutang
           usaha Perseroan per 30 Juni 2024 sebesar 15 hari, jumlah hari persediaan sebesar 263
           hari dan rasio jumlah hari utang usaha sebesar 12 hari.

           Rasio Profitabilitas

           Rasio ini bertujuan untuk kemampuan yang dimiliki perusahaan untuk menghasilkan
           sebuah laba. Berdasarkan historis keuangan, pada periode 31 Desember 2023 Gross
           Profit Margin adalah sebesar 68,42%. Sementara itu rata-rata Net Profit Margin adalah
           sebesar 48,78%. Sedangkan rata-rata Return on Assets adalah sebesar 18,27%. Hal ini
           menunjukkan bahwa perusahaan mampu memaksimalkan modal dan memberikan
           tingkat pengembalian yang cukup untuk investor atau pemegang saham. Berdasarkan
           historis keuangan, per 30 Juni 2024 Gross Profit Margin adalah sebesar 70,60%.
           Sementara itu rata-rata Net Profit Margin adalah sebesar 54,04%. Sedangkan rata-rata
           Return on Assets sebesar 8,22%.


2.6 Prospek Usaha Perseroan

    Perseroan merupakan pengembang kawasan Paskal Hyper Square, dimana kawasan tersebut
    yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas seperti tempat perbelanjaan (Shopping Center),
    Food Market, Cafe dan Restaurant. Selain itu, juga terdapat kawasan komersil untuk keperluan
    bisnis seperti Ruko dan pusat edukasi seperti Binus University membuat Kawasan ini tercipta
    menjadi salah satu fasilitas prasana one stop living terbaik di kota Bandung dan menjadi
    destinasi perjalanan bagi warga luar Kota Bandung, dimana setiap harinya kawasan ini selalu
    ramai dengan pengunjung tidak seperti kawasan yang pada umumnya hanya terpusat untuk
    pusat perbelanjaan. Hal ini membuat, Perseroan akan memperoleh dampak yang positif bagi
    kelangsungan kegiatan usahanya.




                                               18
                                                                        PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 35
                                                    BAB III
                                       GAMBARAN MAKRO DAN MIKRO EKONOMI


3.1 Kondisi Perekonomian Makro

    Berikut adalah ringkasan kondisi perekonomian makro di Dunia dan Indonesia:

    Tabel 9. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia
                                                                    TW I      TW II    TW III    TW IV      TW I
                        Deskripsi              2021       2022
                                                                    2023      2023     2023      2023       2024
        PDB Dunia (%)                             6,00      3,50      2,60      2,70      3,00      3,00      3,20

        PDB Indonesia (%)                         3,70      5,31      5,03      5,17      4,94      4,90      5,11

        Nilai Tukar Rupiah (Rp/US $)            14.320    15.592    15.062    14.881    15.515    15.415    16.180
        Cadangan Devisa Negara (Rp miliar/US
                                               144,900   137,200   145,200   137,500   134,900   146,400   140,200
        $)
        Inflasi                                   1,87      5,51      4,97      3,52      2,28      2,61      2,51

        BI Rate (Reverse Repo Rate) (%)           3,50      5,75      5,75      5,75      6,00      6,00      6,20

    Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia

    • Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik didukung oleh permintaan domestik. PDB
      triwulan II 2024 didukung oleh konsumsi rumah tangga dan investasi. Pertumbuhan
      ekonomi pada triwulan III dan triwulan IV 2024 diprakirakan akan tetap baik, dengan
      rencana peningkatan stimulus fiskal dari 2,3% menjadi 2,7% dari PDB. Dengan berbagai
      perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan berada dalam kisaran
      4,7-5,5%.
    • Nilai tukar Rupiah menguat dipengaruhi bauran kebijakan moneter yang ditempuh Bank
      Indonesia dalam memitigasi dampak rambatan global. Nilai tukar Rupiah pada Juli 2024
      (hingga 16 Juli 2024) menguat 1,21% dibandingkan dengan posisi akhir Juni 2024. Penguatan
      nilai tukar Rupiah tersebut dipengaruhi oleh komitmen Bank Indonesia untuk menjaga
      stabilitas nilai tukar Rupiah dan fundamental perekonomian Indonesia yang kuat. Dengan
      perkembangan tersebut, nilai tukar Rupiah melemah 4,84% (ytd) dari level akhir Desember
      2023, lebih rendah dibandingkan dengan pelemahan Peso Filipina, Baht Thailand, dan Won
      Korea masing-masing sebesar 5,14%, 5,44%, dan 7,03%.
    • Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Juni 2024 meningkat menjadi sebesar 140,2 miliar
      dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran
      utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar
      3 bulan impor.
    • Inflasi menurun dan tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Inflasi Indeks Harga
      Konsumen (IHK) Juni 2024 tercatat 2,51% (yoy), lebih rendah dari inflasi pada Mei 2024
      sebesar 2,84% (yoy). Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan moneter pro-stability dan
      meningkatkan sinergi kebijakan dengan Pemerintah sehingga inflasi tahun 2024 dan 2025
      terkendali dalam sasaran 2,5±1%.
      (Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan II 2024 dan diolah)


3.2 Pertumbuhan Ekonomi Domestik

    Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik didukung oleh permintaan domestik. PDB triwulan
    II 2024 didukung oleh konsumsi rumah tangga dan investasi. Ekspor barang meningkat
    didorong kenaikan ekspor produk manufaktur dan pertambangan, terutama logam dan bijih
    logam, serta besi baja, ke negara mitra dagang utama, seperti India dan Tiongkok.

    Berdasarkan lapangan usaha (LU), pertumbuhan ekonomi terutama ditopang oleh LU Industri
    Pengolahan, Konstruksi, serta Perdagangan Besar dan Eceran. Sementara itu, secara spasial,
    pertumbuhan ekonomi yang kuat diprakirakan terjadi di mayoritas wilayah, dengan
    pertumbuhan tertinggi di Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua), Bali-Nusa Tenggara (Balinusra),

                                                         19
                                                                                       PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 36
    dan Kalimantan. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan III dan triwulan IV 2024 diprakirakan
    akan tetap baik, dengan rencana peningkatan stimulus fiskal dari 2,3% menjadi 2,7% dari PDB
    serta kinerja ekspor yang meningkat dengan kenaikan permintaan dari mitra dagang utama.
    Dengan berbagai perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan berada
    dalam kisaran 4,7-5,5%. Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergitas antara stimulus
    fiskal Pemerintah dengan stimulus makroprudensial Bank Indonesia untuk mendukung
    pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, khususnya dari sisi permintaan.


3.3 Inflasi

    Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Juni 2024 tercatat 2,51% (yoy), lebih rendah dari inflasi
    pada Mei 2024 sebesar 2,84% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh rendahnya inflasi inti
    dan inflasi administered prices (AP) yang masing-masing sebesar 1,90% (yoy) dan 1,68% (yoy).
    Inflasi volatile food (VF) turun cukup dalam di sebagian besar wilayah Indonesia sehingga
    tercatat sebesar 5,96% (yoy) dari bulan sebelumnya 8,14% (yoy). Perkembangan positif ini
    dipengaruhi oleh peningkatan pasokan pangan seiring berlanjutnya musim panen, serta
    dampak positif dari eratnya sinergi pengendalian inflasi TPIP/TPID melalui GNPIP di berbagai
    daerah. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK 2024 tetap terkendali di dalam
    sasarannya. Inflasi inti diperkirakan terjaga seiring ekspetasi inflasi yang terjangkar dalam
    sasaran, kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan
    domestic, imported inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan satbilisasi nilai tukar
    Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif berkembangnya digitalisasi. Inflasi VF
    diperkirakan tetap terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia dan
    Pemerintahan Pusat dan Daerah. Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan moneter pro-
    stability dan meningkatkan sinergi kebijakan dengan Pemerintah sehingga inflasi pada tahun
    2024 dan 2025 terkendali dalam sasaran 2,5±1%.

    Tabel 10. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2018 - 2024)
             Bulan   2018         2019        2020        2021        2022          2023        2024

      Januari            3,40        3,25        2,82          1,55      2,18          5,28        2,57

      Februari           3,83        3,18        2,57          1,38      2,06          5,47        2,75

      Maret              3,61        3,40        2,48          1,37      2,64          4,97        3,05

      April              4,17        3,41        2,83          1,42      3,47          4,33        3,00

      Mei                4,33        3,23        3,32          1,68      3,55          4,00        2,84

      Juni               4,37        3,12        3,28          1,33      4,35          3,52        2,51

      Juli               3,88        3,18        3,32          1,52      4,94          3,08

      Agustus            3,82        3,20        3,49          1,59      4,69          3,27

      September          3,72        2,88        3,39          1,60      5,95          2,28

      Oktober            3,56        3,16        3,13          1,66      5,71          2,56

      Nopember           3,30        3,23        3,00          1,75      5,42          2,86

      Desember           3,61        3,13        2,72          1,87      5,51          2,61

     Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (diolah)


3.4 Nilai Tukar Rupiah

    Nilai tukar Rupiah pada Juli 2024 (hingga 16 Juli 2024) menguat 1,21% dibandingkan dengan
    posisi akhir Juni 2024. Penguatan nilai tukar Rupiah tersebut dipengaruhi oleh komitmen Bank
    Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan fundamental perekonomian
    Indonesia yang kuat. Dengan perkembangan tersebut, nilai tukar Rupiah melemah 4,84% (ytd)
    dari level akhir Desember 2023, lebih rendah dibandingkan dengan pelemahan Peso Filipina,
    Baht Thailand, dan Won Korea masing-masing sebesar 5,14%, 5,44%, dan 7,03%. Ke depan,
    nilai tukar Rupiah diprakirakan bergerak stabil dalam kecenderungan menguat sejalan dengan


                                                 20
                                                                             PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 37
    menariknya imbal hasil, rendahnya inflasi, dan tetap baiknya pertumbuhan ekonomi Indonesia,
    serta komitmen Bank Indonesia untuk terus menstabilkan nilai tukar Rupiah yang kemudian
    mendorong berlanjutnya aliran masuk modal asing. Bank Indonesia terus mengoptimalkan
    seluruh instrumen moneter, termasuk penguatan strategi operasi moneter promarket melalui
    optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI. Bank Indonesia memperkuat koordinasi dengan
    Pemerintah, perbankan, dan dunia usaha untuk mendukung implementasi instrumen
    penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan PP
    Nomor 36 Tahun 2023.


3.5 Suku Bunga

    Suku bunga pasar uang (IndONIA) bergerak di sekitar BIRate, yaitu 6,15% pada 16 Juli 2024.
    Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan tanggal 12 Juli 2024 tercatat masing-masing
    pada level 7,30%, 7,39%, dan 7,43% sejalan dengan lebih tingginya yield US Treasury jangka
    pendek dibandingkan dengan tenor jangka panjang. Dalam pada itu, imbal hasil SBN tenor 2
    dan 10 tahun relatif stabil, per 16 Juli 2024 masing-masing sebesar 6,68% dan 6,95%, di tengah
    yield US Treasury dan premi risiko pasar keuangan global yang masih tinggi. Sementara itu,
    likuiditas perbankan tetap terjaga sejalan dengan tambahan insentif likuiditas kebijakan
    makroprudensial (KLM), ekspansi operasi moneter, dan aliran masuk portofolio asing, di
    samping tingginya kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK), sehingga berdampak pada suku bunga
    perbankan yang tetap terjaga. Suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada Juni
    2024 tercatat masing-masing sebesar 4,63% dan 9,25%, relatif stabil dibandingkan dengan
    perkembangan bulan sebelumnya.

    Pertumbuhan kredit pada triwulan II 2024 tetap tinggi sebesar 12,36% (yoy) didorong oleh
    kuatnya sisi penawaran dan permintaan. Dari sisi penawaran, minat penyaluran kredit terjaga
    didukung oleh pertumbuhan DPK triwulan II 2024 yang kuat sebesar 8,45% (yoy), berlanjutnya
    strategi realokasi alat likuid ke kredit oleh perbankan, serta dukungan Kebijakan Insentif
    Likuiditas Makroprudensial (KLM) Bank Indonesia. Dari sisi permintaan, pertumbuhan kredit
    dipengaruhi oleh permintaan dari korporasi sejalan dengan kinerja penjualan yang tetap tinggi
    dan kemampuan bayar yang tetap kuat. Sementara itu, permintaan kredit dari rumah tangga
    juga terjaga stabil, terutama dari kelas menengah-atas, seiring dengan ekspektasi penghasilan
    yang terjaga. Pertumbuhan kredit yang tinggi tersebut terjadi di sebagian besar sektor ekonomi,
    terutama pada industri, perdagangan, dan pengangkutan. Berdasarkan kelompok penggunaan,
    pertumbuhan kredit ditopang oleh kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi,
    yang masing-masing tumbuh sebesar 15,09% (yoy), 11,68% (yoy), dan 10,80% (yoy) pada
    triwulan II 2024. Pembiayaan syariah tumbuh tinggi sebesar 13,61% (yoy), sementara kredit
    UMKM tumbuh sebesar 5,68% (yoy). Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan kredit
    2024 diprakirakan berada pada batas atas kisaran 10- 12%.

    Ketahanan sistem keuangan terjaga baik. Likuiditas perbankan triwulan II 2024 tetap memadai
    tecermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masih tercatat tinggi
    sebesar 25,36%. Risiko kredit bermasalah perbankan (Non-Performing Loan/NPL) pada Mei
    2024 juga rendah, sebesar 2,34% (bruto) dan 0,79% (neto). Ketahanan sistem keuangan yang
    kuat ditopang oleh perbankan yang tetap pruden dalam penyaluran kredit/pembiayaan dan
    memitigasi risiko kredit, termasuk risiko dari berakhirnya stimulus restrukturisasi kredit untuk
    penanganan pandemi Covid-19. Ketahanan tersebut didukung oleh tingginya rasio kecukupan
    modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan sebesar 26,14% dan tingginya rasio Cadangan
    Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) kredit terhadap total kredit bermasalah bank. Ketahanan
    perbankan juga ditopang oleh kemampuan membayar korporasi dan rumah tangga yang tetap
    kuat, sebagaimana hasil stress test perbankan terkini. Ke depan, Bank Indonesia terus
    memperkuat sinergi kebijakan bersama KSSK dalam memitigasi berbagai risiko yang
    berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan. Ketahanan sistem keuangan terjaga baik.
    Likuiditas perbankan triwulan II 2024 tetap memadai tecermin dari rasio Alat Likuid terhadap
    Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masih tercatat tinggi sebesar 25,36%. Risiko kredit bermasalah
    perbankan (Non-Performing Loan/NPL) pada Mei 2024 juga rendah, sebesar 2,34% (bruto) dan


                                                21
                                                                         PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 38
    0,79% (neto). Ketahanan sistem keuangan yang kuat ditopang oleh perbankan yang tetap
    pruden dalam penyaluran kredit/pembiayaan dan memitigasi risiko kredit, termasuk risiko dari
    berakhirnya stimulus restrukturisasi kredit untuk penanganan pandemi Covid-19. Ketahanan
    tersebut didukung oleh tingginya rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR)
    perbankan sebesar 26,14% dan tingginya rasio Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)
    kredit terhadap total kredit bermasalah bank. Ketahanan perbankan juga ditopang oleh
    kemampuan membayar korporasi dan rumah tangga yang tetap kuat, sebagaimana hasil stress
    test perbankan terkini. Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan bersama
    KSSK dalam memitigasi berbagai risiko yang berpotensi mengganggu stabilitas sistem
    keuangan.

    Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada triwulan II 2024 tetap kuat didukung oleh
    sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Dari sisi nilai besar, transaksi BI-RTGS
    meningkat 13,42% (yoy) sehingga mencapai Rp42.008,08 triliun. Dari sisi ritel, volume transaksi
    BI-FAST tumbuh positif 67,79% (yoy) mencapai 785,95 juta transaksi. Transaksi digital banking
    tercatat 5.363,00 juta transaksi atau tumbuh sebesar 34,49% (yoy), sementara transaksi Uang
    Elektronik (UE) tumbuh 39,24% (yoy) mencapai 3.958,53 juta transaksi. Transaksi QRIS tumbuh
    226,54% (yoy), dengan jumlah pengguna mencapai 50,50 juta dan jumlah merchant 32,71 juta.
    Sementara itu, transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM/D turun 8,42% (yoy) menjadi
    1.759,92 juta transaksi. Transaksi kartu kredit tumbuh 20,92% (yoy) mencapai 114,31 juta
    transaksi. Dari sisi pengelolaan uang Rupiah, jumlah Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh
    6,61% (yoy) menjadi Rp1.057,8 triliun.

    Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Juli 2024 memutuskan untuk
    mempertahankan BI-Rate sebesar 6,25%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,50%, dan
    suku bunga Lending Facility sebesar 7,00%. Keputusan ini konsisten dengan kebijakan
    moneter yang prostability sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memastikan
    tetap terkendalinya inflasi dalam sasaran 2,5±1% pada 2024 dan 2025. Fokus kebijakan
    moneter dalam jangka pendek diarahkan untuk memperkuat efektivitas stabilisasi nilai tukar
    Rupiah dan menarik aliran masuk modal asing. Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan
    sistem pembayaran tetap pro-growth untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang
    berkelanjutan. Kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh untuk mendorong
    kredit/pembiayaan perbankan kepada dunia usaha dan rumah tangga. Kebijakan system
    pembayaran diarahkan untuk memperkuat keandalan infrastruktur dan struktur industri sistem
    pembayaran, serta memperluas akseptasi digitalisasi sistem pembayaran.


3.6 Prospek Perekonomian Indonesia 2024

    Pertumbuhan ekonomi dinilai melambat sepanjang paruh pertama 2024, terutama pada
    triwulan kedua saat arus investasi di pasar modal tertekan. Ekonomi di paruh kedua 2024
    diprediksi lebih baik. Diperkirakan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2024 sedikit lebih
    rendah dibandingkan dengan triwulan I 2024.

    Hal ini terjadi karena pada triwulan I 2024 pertumbuhan ekonomi Indonesia terbantu oleh
    pelaksanaan pemilu, baik pemilihan presiden (pilpres) maupun pemilihan anggota legislatif.
    Pada triwulan II 2024 efek pemilu sudah hilang sehingga aktivitas perekonomian sudah kembali
    seperti semula dengan berbagai tantangan dan hambatan yang dihadapi. Tantangan yang
    dihadapi pada triwulan II 2024 antara lain adalah inflasi inti yang masih rendah, menunjukkan
    bahwa daya beli masyarakat mengalami penurunan. Di sisi lain, inflasi yang berasal dari volatile
    food atau harga pangan bergejolak masih tinggi sehingga masyarakat harus menerima dua
    beban sekaligus.

    Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi inti pada Mei 2024 tercatat 0,17% secara
    bulanan, lebih rendah daripada inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,29%. Inflasi harga pangan
    bergejolak pada Mei 2024 memang menurun dibandingkan dengan level pada April 2024, yakni
    menjadi 8,14% dari 9,63% tetapi relative masih cukup tinggi.


                                                22
                                                                         PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 39
Kinerja pasar modal juga sepertinya tidak akan mengalami perubahan signifikan. Stagnannya
daya beli masyarakat menyebabkan pemain pasar modal tidak berubah dan saat ini masih hati
hati dalam menanamkan modalnya. Kondisi ini terlihat dari pergerakan Indeks Harga Saham
Gabungan (IHSG) yang anjlok hingga 6 persen lebih dari awal tahun ke level dibawah 6.000
selama kurang lebih sepekandi minggu ketiga Juni. Koreksi ini berkaitan dengan keluarnya
investor asing dari pasar saham di pasar regular dan negosiasi sebesar Rp 10 Triliun.

Meski demikian, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB)
Indonesia diperkirakan mencapai rata-rata 5,1% per tahun dari 2024 hingga 2026. Ini
dimungkinkan meskipun masih adanya hambatan berupa turunnya harga komoditas dan
meningkatnya ketidakpastian geopolitik.




                                        23
                                                                PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 40
                                           BAB IV
                                        ASPEK PASAR


4.1 Prospek Usaha Industri Properti

    Perkembangan Industri Properti Global

    Prospek sektor properti global di 2024 diperkirakan diwarnai ketidakpastian, seiring dengan
    prospek pertumbuhan ekonomi yang masih berjalan lambat. Sejumlah lembaga internasional,
    seperti IMF dan World Bank dan lembaga lainnya telah mempublikasikan outlook-nya pada
    tahun 2024 ini. Hasilnya, sebagian besar memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi di
    2024 lebih rendah dibanding tahun lalu. IMF, misalnya, pada 30 Oktober 2023 lalu
    memperkirakan pertumbuhan ekonomi global di 2024 mencapai 2,9% lebih rendah dengan
    perkiraan tahun 2023 yang mencapai 3,0%. Perlambatan pertumbuhan tersebut antara lain
    dipengaruhi oleh perlambatan ekonomi di Amerika Serikat (AS), Eropa dan China.

    Tabel 11. Perkembangan Harga Rill Properti di Beberapa Kawasan Utama Dunia




    Sumber: BIS, Analisis The Indonesia Economic)

    Seiring dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang melambat, diperkirakan hal
    tersebut akan mempengaruhi kinerja sektor properti. Bahkan di China, kinerja sektor properti
    yang buruk akibat berbagai kasus kebangkrutan yang menimpa beberapa korporasi besar di
    bidang properti dalam beberapa tahun terakhir ini justru menjadi sumber perlambatan
    pertumbuhan ekonomi. Perlambatan pertumbuhan dalam investasi properti telah berdampak
    pada seluruh perekonomian, sehingga menurunkan investasi di berbagai sektor. Hal ini terjadi
    karena kuatnya keterkaitan ke belakang (backward linkage) sektor properti dengan sektor
    ekonomi lainnya, terutama manufaktur bahan konstruksi, produk logam dan mineral, mesin
    dan peralatan, dan lain-lain.

    Pada September 2023, lembaga pemeringkat kredit (credit rating) Moody's menyebutkan
    bahwa sektor properti China secara fundamental masih lemah. Moody's bahkan
    merevisi outlook sektor properti China menjadi negatif (negative) dari sebelumnya stabil
    (stable), sejalan dengan pelemahan pertumbuhan ekonomi China. Pemulihan sektor properti
    di China diperkirakan memang akan terjadi pada tahun ini, namun terbatas. Pemulihan
    korporasi properti terutama akan dialami oleh korporasi yang berstatus sebagai badan usaha
    milik negara (BUMN). Sementara itu, korporasi properti swasta diperkirakan masih akan
    menghadapi tekanan (pressure) akibat keterbatasan sumber keuangan dan akses pendanaan.
    Diperkirakan penjualan properti masih akan mengalami kontraksi selama 12 hingga 18 bulan
    ke depan. Otoritas ekonomi sejumlah negara telah mulai turun tangan untuk memulihkan


                                              24
                                                                      PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 41
kondisi sektor properti di negaranya masing-masing. Pemerintah dan otoritas keuangan China,
misalnya, telah mengeluarkan berbagai kebijakan baik dalam rangka memperbaiki kinerja
keuangan korporasi di sektor properti maupun meningkatkan daya beli masyarakat.

Pemerintah China telah menerapkan langkah-langkah untuk mendukung sektor properti.
Langkah-langkah itu termasuk mendukung pengembang dan pembeli rumah secara finansial,
termasuk upaya untuk mengendalikan aksi spekulasi properti. Dalam rangka memperbaiki
kinerja keuangan korporasi, pada November 2022, otoritas pasar modal China yaitu the China
Securities Regulatory Commission (CSRC), merilis kebijakan untuk mendukung pembiayaan
berbasis saham (equity financing) bagi para pengembang (developer) properti di China. Tujuan
kebijakan ini adalah untuk menstabilkan kondisi pendanaan para pengembang properti akibat
selama 2-3 tahun akses pendanaan terutama dari utang (debt) yang terbatas. Diharapkan,
melalui kebijakan ini, para pengembang properti memiliki akses pendanaan setidaknya untuk
modal kerja setelah pendanaan dari perbankan maupun penerbitan surat utang sulit diperoleh.

Sejauh ini, kondisi sektor properti global yang kurang baik tersebut tidak memengaruhi kinerja
sektor properti di Indonesia. Hal ini antara lain disebabkan pasar properti kita belum terkoneksi
(not interconnected) dengan pasar properti global. Pasar properti kita relatif masih "tradisional"
yang belum melibatkan instrumen keuangan yang global wide. Seperti misalnya, pasar properti
di Indonesia belum memanfaatkan instrumen real estate investment trusts (REITs) yang dapat
diperdagangkan di pasar global. Relasi korporasi properti di Indonesia dengan
korporasi offshore juga masih terbatas. Sehingga krisis keuangan korporasi properti di luar
negeri sejauh ini tidak berdampak bagi korporasi properti di Indonesia. Namun demikian, harus
diakui bahwa kinerja sektor properti kita selama 2023 belum terlalu kuat. Hal tersebut terlihat
dari kinerja pertumbuhan sektor ekonomi yang terkait dengan sektor properti, seperti sektor
konstruksi dan real estate. Termasuk pula, bila dilihat dari PDB sisi pengeluaran di mana
Konsumsi Rumah Tangga untuk perumahan serta investasi bangunan masih mengalami
pertumbuhan terbatas, selama sembilan bulan pertama tahun 2023. Kinerja sektor properti
yang masih relatif terbatas tersebut juga tercermin dari pertumbuhan harga riil yang terbatas
pada properti residensial maupun properti komersial.

Perkembangan Pasar Properti Indonesia

Indeks Permintaan Properti Komersial untuk kategori sewa pada triwulan I 2024 secara tahunan
tumbuh 3,41% (y-o-y), meningkat dibandingkan 1,91% (y-o-y) pada triwulan IV 2023 (Grafik 4.2).
Peningkatan indeks permintaan untuk kategori sewa terjadi pada segmen ritel sewa di seluruh
kota. Selanjutnya, peningkatan Indeks Permintaan segmen hotel terjadi di Bandung, Medan,
Balikpapan, Denpasar, Palembang dan Surabaya. Sementara itu, Indeks Pemintaan Properti
Komersial untuk kategori jual pada triwulan I 2024 tumbuh 0,34% (y-o-y), sama dengan
pertumbuhan triwulan sebelumnya yang juga 0,34% (y-o-y) (Grafik 4.3). Hal tersebut
dipengaruhi oleh terjaganya permintaan pada segmen lahan industri dan kompleks
pergudangan.

Tabel 12.   Pertumbuhan Tahunan Indeks Demand Kategori Sewa dan Jual (% yoy)




Sumber: Bank Indonesia




                                             25
                                                                       PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 42
Meskipun pertumbuhan secara tahunan meningkat, Indeks Permintaan Properti Komersial
pada kategori sewa secara triwulanan mengalami kontraksi 2,82% (q-t-q), lebih rendah
dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 2,11% (q-t-q) (Grafik 4.4). Penurunan Indeks
Permintaan tersebut terutama akibat kontraksi pada segmen hotel, apartemen sewa dan
convention hall. Penurun ini terjadi pada mayoritas kota cakupan survei dikarenakan
terbatasnya kegiatan MICE selanma periode Ramadhan 2024. Sementara itu, Indeks
Permintaan Komersial kategori jual pada triwulan I 2024 tumbuh sebesar 0,04% (q-t-q),
melambat dibandingkan triwulan IV 2023 yang tumbuh 0,10% (q-t-q) (Grafik 4.5). Perlambatan
indeks permintaan ini disebabkan oleh kontraksi permintaan pada segmen perkantoran, serta
perlambatan permintaan pada segmen lahan industri dan warehouse complex.

Tabel 13. Pertumbuhan Triwulan Indeks Demand Kategori Sewa dan Jual (% yoy)




Sumber: Bank Indonesia

Indeks Pasokan Properti Komersial untuk kategori sewa pada triwulan I 2024 tumbuh sebesar
2,31% (y-o-y), lebih tinggi dibandingkan triwulan IV 2023 yang tumbuh 1,30% (y-o-y) (Grafik 4.6).
Hal ini terutama didorong peningkatan indeks pasokan pada segmen convention hall.
Sementara segmen perkantoran sewa tercatat melambat cukup dalam. Di sisi lain, Indeks
Pasokan kategori jual tumbuh 0,04% (y-o-y), relatif stabil dari pertumbuhan 0,03% (y-o-y) pada
triwulan sebelumnya (Grafik 4.7). Kondisi ini dipengaruhi oleh terjaganya pasokan pada seluruh
segmen pada kategori jual.

Tabel 14.   Pertumbuhan Tahunan Indeks Supply Kategori Sewa dan Jual (% yoy)




Sumber: Bank Indonesia

Secara triwulanan, Indeks Pasokan Properti Komersial kategori sewa pada triwulan I 2024
meningkat 1,54% (q-t-q), lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh
0,13% (q-t-q). Kondisi ini didorong oleh peningkatan Indeks Pasokan pada seluruh segmen
pada kategori sewa. Selanjutnya, Indeks Pasokan Properti Komersial kategori jual stagnan
(0,00% q-t-q) relatif stabil dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh hanya sebesar
0,01% (q-t-q).




                                            26
                                                                      PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 43
Tabel 15. Pertumbuhan Triwulan Indeks Supply Kategori Sewa dan Jual (% yoy)




Sumber: Bank Indonesia

Peningkatan permintaan properti komersial diperkirakan mendorong kenaikan harga properti
khususnya pada kategori sewa. Indeks Harga Properti Komersial untuk kategori sewa pada
triwulan I 2024 naik 2,10% (y-o-y), sedikit lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang
tumbuh 2,03% (y-o-y). Peningkatan Indeks Harga terjadi terutama pada segmen perkantoran
sewa, ritel sewa, apartemen sewa dan convention hall. Selanjutnya, perkembangan Indeks
Harga Properti Komersial untuk kategori jual pada triwulan I 2024 mengalami kenaikan 0,69%
(y-o-y), relatif stabil dibandingkan triwulan IV 2023 sebesar 0,64%. Kenaikan Indeks Harga
tersebut didorong perkembangan harga pada segmen lahan industri.

Tabel 16. Perkembangan Indeks Harga Kategori Sewa dan Jual Tahunan (% yoy)




Sumber: Bank Indonesia

Secara triwulanan, Indeks Harga Properti Komersial untuk kategori sewa pada triwulan I 2024
terkontraksi sebesar 2,65% (q-t-q) setelah pada triwulan sebelumnya mengalami kenaikan
1,76% (q-t-q). Penurunan terutama terjadi pada Indeks Harga segmen hotel. Di sisi lain, Indeks
Harga Properti Komersial untuk kategori jual pada triwulan I 2024 tumbuh 0,05% (q-t-q),
melambat dibandingkan triwulan sebelumnya dengan pertumbuhan 0,23% (q-t-q).
Perlambatan ini terutama disebabkan oleh kontraksi Indeks Harga pada segmen perkantoran
jual. Penyesuaian harga jual merupakan strategi responden untuk menarik minat konsumen.

Tabel 17.   Perkembangan Indeks Harga Kategori Sewa dan Jual Tahunan (% yoy)




Sumber: Bank Indonesia




                                           27
                                                                    PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 44
4.2 Kondisi Pasar Usaha Perseroan

    Pangsa Pasar

    Segmen pasar Perseroan adalah kelas menengah ke atas, di mana disesuaikan dengan
    perumahan dan customer dari sekitar area Paskal dengan radius 8-10 KM. Sedangkan Pangsa
    merupakan anak muda sampai dengan dewasa muda (20-45 tahun) yang memiliki imajinasi
    dan semangat bisnis tinggi dan kreatif.

    Pesaing Usaha

    Dari posisi Perseroan di industri properti, Perseroan tergolong tidak memiliki banyak pesaing,
    dikarenakan usaha yang dilakukan Perseroan tidak mudah ditiru oleh kompetitor selain
    dikarenakan konsep kawasan Perseroan yang sangat detail serta terkait ketersediaan lahan
    yang terbatas di tengah kota Bandung adapun pesaing usaha yang memiliki kemiripan dengan
    kawasan Perseroan adalah pusat perbelanjaan Paris Van Java yang juga berlokasi di kota
    Bandung. Namun sebagai perusahaan terbuka yang listing di Bursa Efek Indonesia tentunya
    Perseroan memiliki beberapa pesaing usaha bergerak dibidang yang sama dan terdaftar
    sebagai perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia walaupun secara langsung tidak
    mempengaruh pangsa pasar Perseroan.

    Berikut kompetitor Perseroan yang tumbuh dan berkembang di Indonesia baik swasta maupun
    pemerintah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia:

     ▪   PT Ciputra Development Tbk (CTRA)
     ▪   PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN)
     ▪   PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
     ▪   PT Intiland Development Tbk (DILD)
     ▪   PT Jaya Real Property Tbk (JRPT)
     ▪   PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR)
     ▪   PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)
     ▪   PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)

    Produk atau Jasa

    Tabel 18.   Produk dan Jasa Perseroan




    Sumber: Manajemen

    Dengan moto “Jaya, Maju, Penuh Harapan”, Perseroan berkomitmen untuk mewujudkan
    inspirasi kehidupan yang lebih baik, kini hingga sampai nanti. Perseroan terus melebarkan


                                               28
                                                                        PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 45
sayap dan mengembangkan Kawasan Paskal Hyper Square sebagai Kawasan yang hidup dan
memiliki perputaran ekonomi hampir 24 jam yang dapat memenuhi kebutuhan warga Kota
Bandung serta menjadi destinasi perjalanan warga luar Kota Bandung. Selain itu Kawasan yang
dikembangkan oleh Perseroan memberikan keuntungan berupa capital gain kepada Penyewa /
Pembeli Ruko di Kawasan. Hal ini terbukti dengan dengan hadirnya Pusat perbelanjaan, Hotel,
Area Hiburan, Area bisnis, Area kuliner, Pendidikan, Dormitory yang menjadikan Kawasan ini
selalu ramai dikunjungi. untuk menambah daya tarik serta mendukung kegiatan positif
masyarakat, Perseroan juga membangun Fasilitas berupa Area Terbuka yang dipergunakan
untuk kegiatan olahraga.

Strategi Pemasaran

Perseroan sadar bahwa kompetisi usaha di bidang properti akan semakin ketat, hal ini
membuat Perseroan harus selalu sigap dalam menjawab tantangan dan memenangkan
kompetisi pasar dengan para pesaingnya, oleh sebab itu Perseroan telah menetapkan strategi
dalam menciptakan produk yang berkualitas dan dapat bersaing dengan pasar melalui
kreativitas dan inovasi secara berkesinambungan. Perseroan mentargetkan semua segmen
pelanggan terutama di Kota Bandung dan sekitar dapat bekerjasama dengan baik, sehingga
Perseroan melakukan sejumlah kegiatan pemasaran untuk mendorong pertumbuhan dalam
hal tersebut, sebagai berikut:

 a.   Bekerja sama dengan pihak perbankan yang memberikan kredit kepemilikan ruko;
 b.   Melakukan kerjasama dengan agen-agen properti dengan sistem komisi bagi yang
      berhasil menjual properti Perseroan;
 c.   Memperkuat Brand dan Image Perseroan, dengan cara menunjuk kontraktor terkemuka
      dalam rangka menjaga kualitas properti yang dikembangkan Perseroan.
 d.   Mengadakan pameran properti mandiri.
 e.   Memberikan diskon dan program promosi menarik untuk agen penjualan dan customer
 f.   Promosi melalui banner video media social dan website Kawasan.
 g.   Promosi melalui media promosi offline di Kawasan (boomgate banner & T banner).
 h.   WA blast kepada pemilik ruko yang sudah ada untuk menarik repeat purchase.
 i.   Lebih mengembangkan media social dan website, untuk memudahkan calon pembeli
      menemukan berbagai informasi mengenai ruko yang dijual.
 j.   Promosi melalui media social ads (iklan Instagram) & WA blast ke Masyarakat umum
      dalam radius.
 k.   Pendekatan ke potensial buyer melalui Tap In Event dengan sasaran pasar sejenis
 l.   Promosi melalui media promosi offline di Kota Bandung (billboard & neon box sign).

Kesinambungan, Sasaran dan Potensi Nilai Pasar

Untuk mengoptimalkan kesinambungan, mencapai sasaran bisnis, dan meningkatkan potensi
nilai pasar, perusahaan holding properti harus terus-menerus melakukan analisis pasar,
mengidentifikasi tren industri, menjaga likuiditas dan kesehatan keuangan, serta menjaga
hubungan baik dengan pemangku kepentingan. Selain itu, inovasi dalam model bisnis,
teknologi, dan praktik berkelanjutan juga dapat membantu perusahaan holding properti untuk
tetap kompetitif dan relevan dalam pasar yang terus berubah.

Berdasarkan rencana penambahan kegiatan usaha, Perseroan diproyeksikan mencatatkan
tambahan laba yang dihasilkan dari pengelolaan proyek Cipaku, sejalan dengan Potensi Nilai
Pasar asumsi bahwa proyek akan berjalan dan beroperasi dengan baik yang akan berpengaruh
pada pendapatan Perseroan. Atas adanya kontribusi laba dari penambahan kegiatan usaha
tersebut, menjadi potensi penambahan pada nilai pasar bagi Perseroan.

Berdasarkan lokasi, Properti yang akan dikembangkan oleh Entitas Anak terletak dekat dengan
berbagai perguruan tinggi dan kawasan pariwisata. Selain itu, lokasi berada di area Setiabudi
sebagai salah satu Kawasan elit di Kota Bandung. Tingginya aktivitas di sekitar Properti,
meningkatkan kebutuhan tempat tinggal dari mahasiswa dan wisatawan, sementara untuk


                                          29
                                                                   PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 46
    para pekerja seperti ekspatriat dan pemain persib yang berkewarnegaraan asing tidak
    memperhatikan kedekatan tempat tinggal dengan lokasi kerja. Sehingga, terdapat kebutuhan
    berupa tempat tinggal untuk 1 orang atau lebih yang nyaman dan dilengkapi furnitur serta
    pelayanan lainnya sehingga penyewa dapat langsung menempati unit.


4.3 Analisis Kelayakan Aspek Pasar

     ▪   Manajemen Perseroan melihat bahwa proyek Cipaku yang akan dijalankan perlu dikelola
         oleh entitas tersendiri sehingga bisa lebih fokus dan dapat memberikan kontribusi yang
         positif. Dengan pertimbangan tersebut diperlukan penyesuaian atau penambahan
         kegiatan usaha dibidang aktivitas perusahaan holding untuk dapat membentuk entitas
         anak atau perusahaan anak Perseroan.
     ▪   KBLI 64200 Aktivitas Perusahaan Holding. Kelompok ini mencakup kegiatan dari
         perusahaan holding (holding companies), yaitu perusahaan yang menguasai aset dari
         sekelompok Entitas Anak dan kegiatan utamanya adalah kepemilikan kelompok tersebut.
         "Holding Companies" tidak terlibat dalam kegiatan usaha perusahaan subsidiarinya.
         Kegiatannya mencakup jasa yang diberikan penasihat (counsellors) dan perunding
         (negotiators) dalam merancang merger dan akuisisi perusahaan.
     ▪   Perseroan memiliki keunggulan kompetitif dalam kegiatan usahanya di industri properti
         dan terus mengembangkan keunggulan kompetitifnya tersebut dengan meningkatkan
         kualitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh Perseroan, dimana sumber daya
         manusia yang mumpuni di bidangnya merupakan kunci keberhasilan Perseroan dalam
         memberikan solusi terbaik untuk permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh
         masyarakat, serta kualitas proyek yang dikerjakan. Perseroan meyakini bahwa kekuatan
         kompetitif sebagai berikut ini akan mendukung Perseroan dalam melaksanakan
         strateginya dan memberikan keunggulan kompetitif dibandingkan para pesaingnya.




                                              30
                                                                      PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 47
                                           BAB V
                                        ASPEK TEKNIS


5.1 Bisnis Perseroan

    Di dalam kondisi yang penuh dengan tantangan, Perseroan meyakini dapat tumbuh dan
    berkembang dengan memanfaatkan kesempatan yang ada. Saat ini Perseroan fokus pada
    pengembangan kawasan Paskal Hyper Square dimana Kawasan ini memiliki keunggulan
    kompetitf dibandingkan kawasan lainnya. Dengan lokasi yang strategis, brand image yang
    dimiliki, strategi pemasaran yang handal, dan ketersediaan lahan, Perseroan memproyeksikan
    pertumbuhan bisnis di masa yang akan datang. Selain itu, sebagai langkah diversifikasi bisnis
    dan menangkap peluang kebutuhan akomodasi penginapan di Kota Bandung, Perseroan
    berencana untuk membuat resort dan service apartment di daerah Cipaku dengan konsep yang
    berbeda tanpa mengurangi kenyamanan bagi pelanggan. Diharapkan rencana ini dapat
    terealisasikan untuk dapat memberikan nilai dan manfaat bagi pelanggan dan masyarakat
    pada umumnya.


5.2 Rencana Pembentukan Anak Usaha/Entitas Anak

    Dinamika pertumbuhan usaha khususnya di Kota Bandung berkaitan erat dengan
    Kepariwisataan menuntut untuk peningkatan sarana akomodasi seperti Hotel, Service
    Apartemen dan lainnya yang memberikan pelayanan dan fasilitas yang mumpuni.
    Pertumbuhan pariwisata pasca COVID 19 meningkat baik lokal maupun Internasional dan
    sangat perlu diimbangi dengan ketersediaan sarana akomodasi. Gejolak Ekonomi sebagai
    imbas dari Perang Ukraina-Rusia, Pasca Pemilihan Umum, dan Perang Israel Palestina secara
    tidak langsung berdampak pada laju Pembangunan. Untuk meminimalisir potensi resiko yang
    mungkin akan terjadi perlu ruang terbuka Kerjasama kemitraan dengan investor yang
    berkompeten di bidang perhotelan dan service Apartemen. Oleh karenanya Perseroan perlu
    menuntaskan proyeksi-proyeksi yang telah direncanakan, sehingga Perseroan berencana
    untuk Pengembangan Usaha dengan berinvestasi pada Entitas Anak. Bahwa dalam
    mendirikan Entitas Anak, maka Perseroan perlu menambahkan Bidang Usaha baru dalam
    Kegiatan usahanya yaitu KBLI 64200, AKTIVITAS PERUSAHAAN HOLDING. Kelompok ini
    mencakup kegiatan dari perusahaan holding (holding companies), yaitu perusahaan yang
    menguasai aset dari sekelompok perusahaan subsidiari dan kegiatan utamanya adalah
    kepemilikan kelompok tersebut. "Holding Companies" tidak terlibat dalam kegiatan usaha
    perusahaan subsidiarinya. Kegiatannya mencakup jasa yang diberikan penasihat
    (counsellors) dan perunding (negotiators) dalam merancang merger dan akuisisi perusahaan.


    Pendirian Entitas Anak

    Pada pendirian Entitas Anak dilakukan setelah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang
    Saham. Pendirian ini melibatkan investor yang juga pemegang saham Perseroan.




                                              31
                                                                       PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 48
    Struktur Kepemilikan pada Entitas Anak

    Pada pendirian Entitas Anak, Perseroan akan mengambil porsi saham sebesar 99,999% dan
    Investor sebesar 0,001% dari rencana modal ditempatkan, dengan rincian sebagai berikut:

    Modal Dasar                          : 150.000.000.000
    Modal Ditempatkan dan Disetor        : 85.720.000.000
    Perseroan                            : 85.719.000.000 atau 99,999%
    Investor                             : 1.000.000 atau 0,001%.

    Perseroan dan investor akan menyetor secara tunai pada Entitas Anak pada saat pembentukan
    Perusahaan.

    Pengalihan Perjanjian Pengikatan Jual-Beli Tanah di Cipaku

    Sehubungan dengan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Nomor 03 tanggal 27 September 2022 yang
    dibuat dihadapan Doktor Petra Bunawan, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan, Notaris di
    Kota Bandung (“PPJB 03/2022”) antara Eduard Tanusaputra (“Pihak Pertama”) dengan
    Perseroan (“PIhak Kedua”), atas pembelian tanah seluas 37.860 m2 yang berlokasi di Kelurahan
    Ledeng, Kecamatan Cidadap, Wilayah Cibeunying, Jawa Barat, setempat saat ini dikenal
    sebagai Daerah Cipaku, dengan harga transaksi sebesar Rp. 75.720.000.000 dan sistem
    pembayran secara angsuran. Per tanggal 30 Juni 2024 angsuran yang telah dibayarkan adalah
    sebesar Rp62.213.683.985,- sehingga sisa utang Perseroan ke Pemilik tanah adalah sebesar
    Rp.13.506.316.015,-.

    PPJB No. 03/2022 tersebut di atas akan dialihkan kepada Entitas Anak yang akan dibuat secara
    notarial, mencakup antara lain pengakuan utang Entitas Anak kepada Perseroan sebesar dana
    yang telah dibayarkan kepada pemilik tanah (Edward Tanusaputra), yaitu sebesar
    Rp62.213.683.985,- dan meneruskan angsuran yang masih harus dibayarkan kepada pemilik
    tanah sebesar Rp.13.506.316.015,-.


5.3 Proses Bisnis Entitas Anak

    Perseroan akan menjadi operating holding dengan membentuk Entitas Anak yang bergerak
    dibidang properti dan real estate yang akan mengelola proyek Cipaku Bandung dan
    direncanakan akan beroperasi di tahun 2027. Entitas Anak yang akan dibentuk berencana
    untuk mengembangkan kawasan tersebut menjadi kawasan ekowisata. Kawasan Ekowisata
    Cipaku terletak di Jl. Cipaku indah XI, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, tidak jauh dari Jl. Dr.
    Setiabudhi, Bandung Utara dengan ketinggian sekitar 900 meter diatas permukaan laut.
    Kawasan Ekowisata Cipaku direncanakan untuk menjadi destinasi wisata alam premium di
    Kota Bandung yang memberikan pengalaman luar ruang dengan suasana alam yang berbeda,
    tanpa harus keluar dari kota. Terdiri dari area ekowisata berupa hutan dan kebun, area
    Glamping dan water spa, fasilitas outbound dan kolam renang Semi-indoor didukung oleh
    service apartment, café, restoran dan Healing garden. Lokasi yang berada di pinggiran kota
    Bandung dan posisinya yang relatif tersembunyi menawarkan ruang rekreasi dan privacy yang
    dikelilingi oleh alam. Entitas Anak akan membangun hotel dan service apartment yang akan
    dibangun pada lahan seluas 37.860 m2, luas bangunan kurang lebih 6.000 m2 dengan jumlah
    kamar 268 unit .




                                                32
                                                                         PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 49
5.4 Teknis Pelaksanaan Sebagai Holding Perusahaan

    Oleh karena Perseroan adalah pemegang saham mayoritas sebesar 99,999% dari saham yang
    ditempatkan maka penyusunan laporan keuangan berjenis laporan Keuangan Konsolidasi,
    sehingga diharapkan dampak Entitas Anak terhadap perkembangan induknya akan tampak.
    Perseroan memiliki proyek-proyek yang di kembangkan sendiri sehingga diharapkan kehadiran
    Entitas Anak mampu memberikan peningkatan Produktifitas dan Profitabilitas Perseroan,
    dengan tetap mengedepankan kepatuhan hukum. Disisi lain meminimalisir potensi kerugian
    dengan menjalin mitra Kerjasama dengan operator serta tenaga ahli berkompenten dalam
    bidang bisnis properti.

5.5 Analisis Kelayakan Aspek Teknis


     ▪   Perseroan memiliki proyek-proyek yang dikembangkan sendiri sehingga diharapkan
         kehadiran Entitas Anak mampu memberikan peningkatan produktifitas dan profitabilitas
         Perseroan, dengan tetap mengedepankan kepatuhan hukum. Disisi lain, meminimalisir
         potensi kerugian dengan menjalin mitra kerjasama dengan operator serta tenaga ahli
         berkompeten dalam bidang bisnis properti.
     ▪   Oleh karena Perseroan adalah pemegang saham mayoritas sebesar 99,99% dari saham
         yang ditempatkan maka penyusunan laporan keuangan berjenis laporan Keuangan
         Konsolidasi, sehingga diharapkan dampak entitas Entitas Anak terhadap perkembangan
         induknya akan tampak.




                                             33
                                                                    PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 50
                                               BAB VI
                                          ASPEK POLA BISNIS


6.1   Kegiatan Usaha Utama

      Seperti yang telah dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Di Luar
      Rapat Perseroan No. 05 tanggal 25 Februari 2022, yang dibuat di hadapan Dr. Petra Bunawan,
      S.H., M.Kn., Notaris di Kota Bandung, adapun maksud dan tujuan serta kegiatan usaha, agar
      sesuai dengan Klasifikasi Buku Lapangan Usaha Indonesia tahun 2020 (“KBLI 2020”).
      Sehingga maksud dan tujuan mengenai kegiatan usaha Perseroan adalah menjalankan usaha
      di bidang:

       a.    Real Estat yang Dimiliki Sendiri atau Disewa (KBLI 68111);
       b.    Real Estat Atas Dasar Balas Jasa (Fee) atau Kontrak (KBLI 68200);
       c.    Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (KBLI 70209);
       d.    Aktivitas Kantor Pusat;
       e.    Investasi;
       f.    Konstruksi Gedung Hunian (KBLI 41011);
       g.    Konstruksi Gedung Perkantoran (KBLI 41012);
       h.    Konstruksi Gedung Perbelanjaan (KBLI 41014);
       i.    Konstruksi Gedung Pendidikan (KBLI 41016);
       j.    Konstruksi Gedung Penginapan (KBLI 41017);
       k.    Konstruksi Gedung Tempat Hiburan (KBLI 41018); dan
       l.    Hotel Bintang (KBLI 55110).

      Sampai saat ini, Perseroan merupakan salah satu pengembang dan pengelola kawasan
      Paskal Hyper Square yang membuat suatu konsep dengan fasilitas prasarana one stop living
      terbaik di kota Bandung yang bertujuan untuk memenuhi segala kebutuhan bagi warga Kota
      Bandung


6.2   Penambahan Kegiatan Usaha

      Manajemen Perseroan melihat bahwa proyek Cipaku yang akan dijalankan perlu dikelola oleh
      entitas tersendiri sehingga bisa lebih fokus dan dapat memberikan kontribusi yang positif.
      Dengan pertimbangan tersebut diperlukan penyesuaian atau penambahan kegiatan usaha
      dibidang aktivitas perusahaan holding untuk dapat membentuk entitas anak atau perusahaan
      anak Perseroan.

      Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, penambahan sektor usaha di bidang
      aktivitas perusahaan holding perlu dilakukan penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
      Indonesia (KBLI), adapun KBLI atas penambahan kegiatan usaha tersebut sebagai berikut:

      Tabel 19. Rincian KBLI Penambahan Kegiatan Usaha
        No                       Nama KBLI                                 Kode KBLI

        1.               Aktivitas Perusahaan Holding                        64200



      KBLI 64200 Aktivitas Perusahaan Holding

      Kelompok ini mencakup kegiatan dari perusahaan holding (holding companies), yaitu
      perusahaan yang menguasai aset dari sekelompok perusahaan subsidiari dan kegiatan
      utamanya adalah kepemilikan kelompok tersebut. "Holding Companies" tidak terlibat dalam
      kegiatan usaha entitas anaknya. Kegiatannya mencakup jasa yang diberikan penasihat
      (counsellors) dan perunding (negotiators) dalam merancang merger dan akuisisi perusahaan.



                                                        34
                                                                         PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 51
6.3   Segmen Usaha Aktivitas Perusahaan Holding

      Perusahaan holding properti memiliki beberapa segmen usaha yang mencakup berbagai
      aktivitas terkait properti. Berikut adalah beberapa segmen usaha yang umumnya dimiliki oleh
      perusahaan holding properti:

      1.    Pengembangan Properti: Segmen ini mencakup pengembangan lahan menjadi properti
            baru, seperti perumahan, apartemen, perkantoran, pusat perbelanjaan, hotel, dan
            properti komersial lainnya. Aktivitas ini meliputi perencanaan, desain, konstruksi, dan
            pemasaran properti.
      2.    Investasi Properti: Perusahaan holding properti seringkali memiliki portofolio investasi
            yang terdiri dari properti yang disewakan atau diperdagangkan. Segmen ini mencakup
            akuisisi, pengelolaan, dan penjualan properti untuk mendapatkan pendapatan sewa,
            apresiasi nilai aset, atau keuntungan dari penjualan properti.
      3.    Manajemen Properti: Segmen manajemen properti melibatkan pengelolaan properti
            yang dimiliki oleh perusahaan atau oleh pihak ketiga. Ini termasuk pengelolaan
            penyewaan, perawatan dan pemeliharaan properti, penagihan sewa, dan layanan
            dukungan kepada penyewa.
      4.    Pembiayaan Properti: Perusahaan holding properti mungkin terlibat dalam penyediaan
            pembiayaan untuk proyek-proyek properti, baik melalui pinjaman, investasi modal, atau
            struktur pembiayaan lainnya. Aktivitas ini membantu membiayai pengembangan atau
            akuisisi properti.
      5.    Konsultasi dan Layanan Properti: Beberapa perusahaan holding properti juga
            menyediakan layanan konsultasi dan manajemen properti kepada klien eksternal. Ini
            mungkin termasuk penilaian properti, konsultasi investasi, pengelolaan aset, dan
            layanan terkait lainnya.
      6.    Pengembangan Proyek: Selain pengembangan properti utama, perusahaan holding
            properti juga mungkin terlibat dalam pengembangan proyek-proyek infrastruktur, real
            estat komersial, atau proyek properti khusus lainnya.


6.4   Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai

      Perseroan merumuskan strategi keberlanjutan dengan mengacu pada 3 (tiga) pilar utama
      yaitu, People, Planet dan Profit atau 3P.

      a. People
         Dalam menjalankan usahanya, Perseroan senantiasa berupaya memberikan kontribusi
         dan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan, terutama bagi karyawan, masyarakat,
         dan para pelanggan.

      b. Planet
         Perseroan berkomitmen untuk mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku
         utamanya yang berkaitan dengan lingkungan, sehingga dapat berkontribusi dalam
         menciptakan lingkungan yang lebih hijau.

      c. Profit
         Seluruh strategi bisnis yang dilakukan Perseroan tentunya diharapkan dapat memberikan
         kontribusi yang positif bagi kinerja Perseroan sehingga dapat memberikan nilai tambah
         bagi seluruh pemangku kepentingan.

           Setiap segmen usaha ini membutuhkan keahlian dan sumber daya yang berbeda, tetapi
           secara keseluruhan mereka saling terkait untuk mencapai tujuan strategis perusahaan
           holding properti, seperti pertumbuhan pendapatan, diversifikasi portofolio, dan
           peningkatan nilai aset.




                                                35
                                                                          PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 52
     Tabel 20. Pilar Utama Strategi Keberlanjutan Usaha




     Sumber: Manajemen Perseroan


6.5 Keunggulan Kompetitif

    Perseroan memiliki keunggulan kompetitif dalam kegiatan usahanya di industri properti dan
    terus mengembangkan keunggulan kompetitifnya tersebut dengan meningkatkan kualitas
    sumber daya manusia yang dimiliki oleh Perseroan, dimana sumber daya manusia yang
    mumpuni di bidangnya merupakan kunci keberhasilan Perseroan dalam memberikan solusi
    terbaik untuk permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat, serta kualitas
    proyek yang dikerjakan. Perseroan meyakini bahwa kekuatan kompetitif sebagai berikut ini
    akan mendukung Perseroan dalam melaksanakan strateginya dan memberikan keunggulan
    kompetitif dibandingkan para pesaingnya.

    Berikut adalah beberapa keunggulan kompetitif yang dimiliki Perseroan:

     1.   Dukungan yang Kuat Dari PT Kereta Api Indonesia (Persero).
          Kesuksesan kawasan Paskal Hyper Square merupakan bukti keberhasilan manajemen
          Perseroan dalam mengembangkan lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero).
          Keberhasilan meningkatkan kepercayaan bagi Perseroan di mata PT Kereta Api
          Indonesia (Persero) ialah Perseroan diberikan prioritas utama Hak Opsi oleh PT Kereta
          Api Indonesia (Persero) untuk memperpanjang perjanjian berdasarkan kesepakatan
          kedua belah pihak yaitu untuk mengelola dan mengembangkan lahan-lahan kosong
          yang dimiliki oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero).

     2.   Strategi di Bidang Pembangunan Proyek
          Hingga saat ini, Perseroan telah berhasil mengembangkan Paskal Hyper Square menjadi
          kawasan one stop living di Kota Bandung, Perseroan telah berhasil mengembangkan dan
          mengoptimalkan sumber daya yang dikerjasamakan oleh PT Kereta Api Indonesia
          (Persero) menjadi salah satu proyek prestisius yang dapat meningkatkan kunjungan
          wisatawan lokal maupun asing ke Kota Bandung, sehingga dapat mendukung
          kemampuan keuangan daerah (Peningkatan PAD), membantu penyerapan tenaga kerja
          dan memberikan manfaat lebih bagi masyarakat.

     3.   Pendapatan Berulang yang Kuat
          Perseroan merupakan pengembang dan pengelola kawasan Paskal Hyper Square,
          sehingga Perseroan memiliki pendapatan berulang dari sewa menyewa gedung dan ruko
          serta service charges di Kawasan Paskal Hyper Square. Perseroan meyakini Kawasan
          Paskal Hyper Square akan terus ramai dikunjungi konsumen sehingga hal ini akan
          berdampak pada perpanjangan aktivitas sewa menyewa dari tenant Perseroan.

     4.   Keadaan Finansial yang Kuat
          Sampai saat ini Perseroan mempunyai keadaan finansial yang baik dan kuat, baik dari
          sisi permodalan maupun kemampuan Perseroan dalam memperoleh pendapatan dan


                                              36
                                                                      PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 53
           membukukan laba. Walaupun kondisi pandemi COVID-19 berlangsung sejak tahun 2020
           hingga saat ini, Perseroan tidak pernah membukukan rugi usaha, hal ini menggambarkan
           kekuatan finansial dari segi pendapatan yang kuat.

      5.   Manajemen yang Solid dan Berpengalaman
           Perseroan memiliki tim manajemen yang berpengalaman dan berdedikasi disertai
           dengan rekam jejak yang baik. Selain itu, kekompakan dan koordinasi kerja yang baik
           diantara jajaran manajemen Perseroan dari tingkat Direksi sampai di tingkat staf paling
           bawah juga terjaga dengan baik dan sangat harmonis. Hal ini dapat dilihat dari kecilnya
           tingkat perbedaan pendapat yang ekstrim yang dapat memecah kinerja manajemen
           Perseroan, dimana seluruh keputusan diambil dengan suara bulat atau mufakat dan
           dengan penuh pertimbangan-pertimbangan yang arif dan bijaksana serta hampir seluruh
           aspek selalu dipertimbangkan secara matang oleh manajemen Perseroan. Selain itu,
           manajemen Perseroan juga memainkan peran yang sangat penting dalam mendorong
           pertumbuhan kinerja positif Perseroan melalui komunikasi dan koordinasi secara
           berkesinambungan.


6.6   Analisis SWOT

      Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity and Threat) terdiri atas faktor internal yang
      bisa dikontrol dan faktor eksternal atau lingkungan yang mungkin sulit dikontrol. Kedua sisi
      dianalisis agar dapat disusun suatu strategi sehingga tercapai keberhasilan dan mempunyai
      daya saing. Dari faktor internal bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan (strength and
      weakness) sedangkan dari faktor eksternal berupa peluang dan ancaman (opportunity and
      threat).

      Berikut adalah analisa SWOT Perseroan setelah penambahan kegiatan usaha dibidang
      aktivitas holding:

      Strengths (Kekuatan):

      1. Portofolio Properti yang Diversifikasi: Memiliki beragam jenis properti seperti
         perumahan, komersial, dan properti industri dapat mengurangi risiko dan meningkatkan
         stabilitas pendapatan.
      2. Keahlian Manajemen Properti: Tim manajemen yang berpengalaman dalam mengelola
         properti dapat meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan kepada
         penyewa.
      3. Akses ke Sumber Daya Finansial: Kemampuan untuk mendapatkan sumber daya
         finansial, baik melalui pinjaman, investasi ekuitas, atau pendanaan internal,
         memungkinkan untuk melakukan investasi dalam pengembangan properti baru atau
         akuisisi aset yang menjanjikan.

      Weaknesses (Kelemahan):

      1. Sensitif terhadap Siklus Ekonomi: Industri properti cenderung bergantung pada kondisi
         ekonomi makro, dan perusahaan mungkin rentan terhadap penurunan permintaan atau
         penurunan nilai aset selama periode resesi ekonomi.
      2. Ketergantungan pada Pasar Tertentu: Jika perusahaan terlalu terpaku pada satu pasar
         atau wilayah geografis tertentu, mereka mungkin lebih rentan terhadap perubahan
         kebijakan atau kondisi pasar yang merugikan.
      3. Risiko Finansial: Terlalu banyak utang atau struktur modal yang tidak seimbang dapat
         meningkatkan risiko finansial perusahaan, terutama dalam situasi pasar yang tidak
         menguntungkan.




                                               37
                                                                        PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 54
      Opportunities (Peluang):

      1. Pertumbuhan Pasar Properti yang Berkelanjutan: Adanya permintaan yang terus
         meningkat untuk properti tempat tinggal, komersial, dan industri dapat memberikan
         peluang untuk ekspansi portofolio properti.
      2. Inovasi Teknologi: Penerapan teknologi baru seperti kecerdasan buatan, Internet of
         Things (IoT), dan teknologi konstruksi canggih dapat meningkatkan efisiensi operasional
         dan memberikan keunggulan kompetitif.
      3. Ekspansi Global: Memperluas ke pasar properti internasional dapat membuka peluang
         baru untuk pertumbuhan dan diversifikasi.

      Threats (Ancaman):

      1. Risiko Pasar: Fluktuasi pasar properti, termasuk penurunan harga properti, perubahan
         dalam tingkat suku bunga, atau perubahan kebijakan pemerintah, dapat mengancam
         kinerja keuangan perusahaan.
      2. Persaingan yang Ketat: Persaingan yang sengit dari perusahaan properti lainnya dapat
         mengurangi margin keuntungan dan membatasi pertumbuhan perusahaan.
      3. Perubahan Regulasi: Perubahan dalam peraturan perencanaan tata ruang atau
         peraturan properti lainnya dapat memiliki dampak besar pada operasi dan proyek-
         proyek perusahaan.

      Analisis SWOT ini dapat membantu perusahaan holding properti untuk memahami posisi
      mereka dalam industri, mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat memengaruhi kinerja
      mereka, dan merencanakan strategi yang sesuai dengan mengambil keuntungan dari
      kekuatan dan peluang, serta mengatasi kelemahan dan ancaman.


6.7   Analisis Kelayakan Aspek Pola Bisnis

       ▪   Perseroan memiliki keunggulan kompetitif dalam kegiatan usahanya di industri properti
           dan terus mengembangkan keunggulan kompetitifnya tersebut dengan meningkatkan
           kualitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh Perseroan, dimana sumber daya
           manusia yang mumpuni di bidangnya merupakan kunci keberhasilan Perseroan dalam
           memberikan solusi terbaik untuk permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh
           masyarakat, serta kualitas proyek yang dikerjakan. Perseroan meyakini bahwa kekuatan
           kompetitif yang telah dimiliki akan mendukung Perseroan sebagai holding demikian juga
           Entitas Anak dalam melaksanakan strateginya.




                                              38
                                                                       PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 55
                                          BAB VII
                                  ASPEK MODEL MANAJEMEN


7.1   Sumber daya Manusia, Kapasitas, dan Kemampuan Manajemen

      Sumber daya manusia merupakan pilar utama yang menunjang kesuksesan dalam industri
      pengembang properti dan real estate. Untuk memastikan keberhasilan dan
      keberlanjutannya, dibutuhkan sumber daya manusia berkualitas yang mampu beradaptasi
      dengan perkembangan teknologi, mampu mengatasi tantangan yang mengancam, serta
      mampu mengantisipasi perubahan di masa depan. Oleh sebab itu, Perseroan menyadari
      pentingnya melakukan investasi yang signifikan dalam upaya mengembangkan sumber daya
      manusia hingga mencapai kuantitas dan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan Perseroan.
      Hal ini menjadi bagian penting dalam rangka mewujudkan visi Perseroan sebagai perusahaan
      bertaraf global. Kompetensi sumber daya manusia yang unggul diyakini Perseroan adalah
      kunci yang akan mengantar Perseroan dalam mencapai pertumbuhan bisnis yang
      berkelanjutan. Kesuksesan bisnis Perseroan tidak hanya ditentukan oleh kualitas produknya,
      namun juga karena didukung penuh oleh sumber daya manusia yang terampil dan kompeten
      di setiap level. Menyadari hal tersebut, Perseroan senantiasa meningkatkan pengelolaan
      sumber daya manusia melalui penciptaan iklim kerja yang mampu menginspirasi dan
      memotivasi setiap karyawannya untuk memberikan kinerja yang lebih baik dari waktu ke
      waktu. Perseroan memberikan kesempatan yang sama kepada setiap karyawannya untuk
      mengembangkan karier dengan tidak membeda-bedakan suku, agama, ras maupun
      golongan.

      Berikut susunan manajemen PT Citra Buana Prasida Tbk:

      Tabel 21. Struktur Organisasi Perseroan




      Sumber: Manajemen Perseroan

      Dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian tugas yang disesuaikan
      dengan bagan organisasi, pendelegasian wewenang yang jelas dan koordinasi kerja yang
      terpadu. Penempatan tenaga kerja yang sesuai dengan pengalaman, keahlian dan
      keterampilannya merupakan faktor yang penting dalam menerapkan kebijaksanaan
      perusahaan. Hal ini juga akan memperlancar pendelegasian tugas kepada unit di bawahnya
      atau sebaliknya, yang pada akhirnya akan memperlancar kerja perusahaan.

      Berikut adalah profil Komisaris dan Direksi Perseroan:

      ➢   Thomas Aquinas Pramukuswala (Komisaris Utama)
          Warga Negara Indonesia, lahir di Jakarta, umur 57 tahun. Memperoleh gelar Sarjana
          Ekonomi, jurusan Manajemen dari Universitas Katholik Parahyangan di Bandung pada


                                                39
                                                                       PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 56
    tahun 1991. Beliau menjabat sebagai Komisaris Utama Perseroan sejak tahun 2022.
    Beliau memulai karir di Perseroan sebagai Direktur (2000 – 2002) dan Direktur Utama
    (2005 – 2022). Beliau juga pernah menjadi Pemegang Saham Perseroan (2007 – 2013).
    Selain itu, beliau juga menjabat sebagai Komisaris di PT Sandhi Parama Nusa (2017 –
    sekarang).

➢   Gaery Djohari (Komisaris)
    Warga Negara Indonesia, lahir di Bandung, umur 46 tahun. Memperoleh gelar Bachelor
    of Science, jurusan Computer Science dari University of Southern California di United
    States of America pada tahun 1998. Menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak tahun
    2022. Beliau merupakan Pemegang Saham Perseroan dan PT Sandhi Parama Nusa sejak
    tahun 2017 hingga sekarang.

➢   Melissa Cresentia Kurniawan (Komisaris Independen)
    Warga Negara Indonesia, lahir di Bandung, umur 36 tahun. Memperoleh gelar Sarjana
    Ekonomi, jurusan Akuntansi dari Universitas Katholik Parahyangan di Bandung pada
    tahun 2008. Menjabat sebagai Komisaris Independen Perseroan sejak tahun 2022.
    Beliau memulai karir di KAP Purwantono, Suherman & Surja sebagai Asisten Assurance
    Service (2008 – 2011), Senior Grade 1-4 Assurance Service (2011 – 2015), Manager Grade
    1 Assurance Service (2015 – 2016), dan jabatan terakhir sebagai Manager Grade 2
    Assurance Service (2016).

➢   Didi Omara (Direktur Utama)
    Warga Negara Indonesia, lahir di Losari, umur 68 tahun. Memperoleh gelar Sarjana
    Ekonomi, jurusan Akuntansi dari Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta pada tahun
    1979. Menjabat sebagai Direktur Perseroan sejak tahun 2021 hingga sekarang. Beliau
    memulai karir sebagai Manager di PT Kasta Timbul (1980 – 1986). Selanjutnya, beliau
    menjabat sebagai Direktur di PT Wistex (1986 – 1988), Direktur di PT Bintang Kharisma
    Tbk (1988 – 1998) dan Direktur di PT Primarindo Infrastruktur Tbk (1998 – 2001).

➢   Linna Widjaja (Direktur)
    Warga Negara Indonesia, lahir di Bandung, umur 51 tahun. Memperoleh gelar Sarjana
    Ekonomi, jurusan Akuntansi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bandung (STIEB) di
    Bandung pada tahun 1993. Menjabat sebagai Direktur Perseroan sejak tahun 2021
    hingga sekarang. Beliau memulai karir sebagai Komisaris di PT Gema Indah Nusantara
    (2014 – sekarang). Beliau memulai menjabat di Perseroan sebagai Komisaris Utama
    (2017 – 2021).

Adapun rencana struktur organisasi entitas anak yang akan dibentuk sebagai berikut:

Tabel 22.   Struktur Organisasi Entitas Anak




Sumber: Manajemen Perseroan




                                         40
                                                                 PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 57
      Rencana struktur organisasi yang telah dibuat dapat dijadikan pegangan dalam mengelola
      Perseroan, agar dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan. Rencana struktur
      organisasi Entitas Anak disusun dengan pola yang sederhana, yang diharapkan dapat
      mengelola kegiatan usaha yang baru secara efektif dan efisien serta didasarkan pada
      kebutuhan operasional perusahaan dengan pembagian tugas yang jelas dari seluruh personil
      pengelola perusahaan secara menyeluruh.


7.2   Ketersediaan Tenaga Kerja

      Perseroan akan menempatkan sumber daya manusia (SDM)-nya dalam struktur anak
      perusahan:

      •   Direksi               : 1 Orang
      •   Manager               : 3 Orang
      •   Staf                  : 10 Orang

      Perseroan telah menetapkan kualifikasi untuk masing-masing posisi jabatan dimaksud,
      sebagai berikut :

          ➢   Direktur :
              • Minimal S1
              • Pengalaman jabatan Direksi minimal 5 tahun
              • Memiliki konsep dan keterampilan manajerial
              • Memiliki etika dan menjunjung tinggi integritas
              • Memiliki kemampuan keuangan dan analitis
              • Memahami peraturan-peraturan yang berlaku.
              • Mampu berkomunikasi dengan baik dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris

          ➢   Manager :
              • Minimal S1 sesuai bidangnya
              • Pengalaman jabatan Manager minimal 5 tahun
              • Menguasai teknis pekerjaan
              • Mampu mengelola SDM

          ➢   Staf :
              • S1 sesuai bidangnya
              • Pengalaman 2 tahun pada bidang yang sama
              • Menguasai software
              • Bersertifikat sesuai bidang dan keahliannya


      Untuk pelaksanaan pembangunan Proyek Cipaku, Perseroan akan bekerja sama dengan
      beberapa Konsultan yang ahli dibidangnya, antara lain:

          •   Konsultan Arsitektur dan Perencanaan dengan Sertifikasi (SKA Arsitektur)
          •   Konsultan Geoteknik dengan Sertifikasi (SKA Geoteknik)
          •   Konsultan Struktur dengan Sertifikasi (SKA Struktur)
          •   Konsultan MEP dengan Sertifikasi (SKA MEP)
          •   Konsultan QS dengan Sertifikasi (SKA QS)
          •   Konsultan MK dengan Sertifikasi (SKA MK)

      Sedangkan untuk operasional dan pengelolaan Hotel dan Apartemen Sewa akan
      bekerjasama dengan Operator yang berkompeten dalam bidang bisnis sejenis.




                                              41
                                                                       PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 58
7.3   Manajemen Kekayaan Intelektual

      Menurut UU yang telah disahkan oleh DPR-RI pada tanggal 21 Maret 1997, Hak Atas
      Kekayaaan Intelektual adalah hak-hak secara hukum yang berhubungan dengan
      permasalahan hasil penemuan dan kreativitas seseorang atau beberapa orang yang
      berhubungan dengan perlindungan permasalahan reputasi dalam bidang komersial
      (commercial reputation) dan tindakan/jasa dalam bidang komersial (goodwill). Sampai
      dengan laporan ini diterbitkan tidak terdapat informasi terkait Hak Atas Kekayaaan Intelektual
      yang akan didaftarkan oleh Perseroan atas proyek ini.


7.4   Manajemen Risiko

      Perseroan menerapkan manajemen risiko yang bertujuan untuk meminimalkan pengaruh
      ketidakpastian pasar terhadap kinerja keuangan Perseroan. Dalam menjalankan usahanya,
      Perseroan melakukan manajemen risiko antara lain:

      1. Risiko melemahnya permintaan properti
         Dalam memitigasi risiko melemahnya permintaan properti adalah Perseroan tidak secara
         ekspansif melakukan pembangunan. Lebih jauh Perseroan melakukan pembangunan
         ruko secara bertahap dengan terlebih dahulu melihat prospek atau permintaan pasar yang
         ada. Di sisi lain pendapatan berulang Perseroan dari sewa dan service charges menjadi
         penopang sumber pendapatan Perseroan, sehingga walaupun pandemi menurunkan
         permintaan properti, namun Perseroan masih memiliki sumber pendapatan dari sewa.

      2. Risiko Berakhirnya Kontrak dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero)
         Perseroan selalu mentaati setiap pasal yang tertuang dalam kontrak perjanjian kerja sama
         dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) disertai memberikan kinerja terbaik Perseroan
         agar PT Kereta Api Indonesia (Persero) melanjutkan kontrak kerja sama dengan Perseroan
         di lahan-lahan lainnya yang dimiliki oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero).

      3. Risiko Persaingan Usaha
         Dalam memitigasi risiko persaingan usaha, Perseroan senantiasa melakukan kajian dan
         riset yang mendalam terkait tren dan minat yang berlaku di pasar di saat ini dan yang akan
         datang serta mengimplementasikan kajian tersebut dalam inovasi sehingga produk yang
         ditawarkan Perseroan selalu unggul dibandingkan kompetitor.

      4. Risiko Ketersediaan Lahan
         Perseroan selalu aktif mencari lahan-lahan potensial yang dapat dibeli oleh Perseroan,
         selain itu perseroan dapat juga bekerja sama dengan pemilik lahan untuk
         mengembangkan lahan tersebut tanpa harus membeli lahan tersebut dengan mekanisme
         bagi hasil sehingga perseroan dapat memitigasi risiko ketersediaan lahan.

      5. Risiko Investasi dan/atau Aksi Korporasi
         Setiap tahunnya manajemen Perseroan membuat rencana kerja untuk 1 (satu) tahun
         kedepan, dalam perencanaan tersebut manajemen Perseroan telah mengestimasi
         kebutuhan dana dan serta melakukan berbagai cara untuk mendapatkan dana dari
         berbagai sumber pendanaan baik mengandalkan kemampuan keuangan internal
         perusahaan maupun mencari sumber pendanaan eksternal baik dari perbankan maupun
         pasar modal untuk kebutuhan ekspansi perusahaan.




                                                42
                                                                         PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 59
      6. Risiko Perubahan Teknologi
         Manajemen Perseroan selalu aktif dalam mengikuti perkembangan teknologi, setiap
         terdapat perubahan teknologi apabila menurut manajemen dapat berdampak positif
         terhadap kinerja operasional maupun keuangan Perseroan maka akan teknologi tersebut
         akan dimanfaatkan oleh Perseroan.

      7. Risiko Kenaikan Harga Bahan Baku/Material
         Untuk memitigasi kenaikan bahan baku/material, Perseroan sebelum melaksanakan
         pembangunan proyek, Perseroan melakukan perencanaan yang matang baik dari segi
         biaya bahan baku dan bekerja sama dengan beberapa pemasok.

      8. Risiko Likuiditas
         Manajemen Perseroan berupaya untuk menjaga likuiditas Perseroan dengan memanage
         dengan baik kondisi arus kas dan aset lancar Perseroan sehingga kebutuhan pemenuhan
         liabilitas jangka pendek Perseroan dapat terpenuhi dengan baik, selain daripada
         manajemen melakukan pencadangan keuangan dan menjaga postur rasio lancar
         Perseroan dengan baik.


7.5   Analisis Kelayakan Aspek Model Manajemen


      Berdasarkan rencana struktur organisasi Entitas Anak disusun dengan pola yang sederhana,
      namun dengan kualifikasi yang telah ditetapkan Perseroan untuk mengisi jabatan-jabatan
      dimaksud, serta dengan bekerjasama dengan operator dan tenaga ahli yang kompeten pada
      bidang sejenis, maka diharapkan dapat mengelola kegiatan usaha yang baru secara efektif
      dan efisien serta didasarkan pada kebutuhan operasional perusahaan dengan pembagian
      tugas yang jelas dari seluruh personil pengelola perusahaan secara menyeluruh.




                                             43
                                                                     PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 60
                                           BAB VIII
                                       ASPEK KEUANGAN


8.1   Rencana Perseroan

      Perseroan berencana untuk melakukan penambahan kegiatan usahanya di bidang aktivitas
      perusahaan holding dengan membentuk perusahaan entitas anak yang khusus untuk
      mengelola proyek Cipaku yang akan dijalankan kedepannya.

      Dengan dibentuknya Entitas Anak tersebut maka diharapkan produktifitas dan profitabilitas
      dapat meningkat. Untuk menjalankan rencana usahanya Perseroan memerlukan kajian
      kelayakan atas penambahan kegiatan usaha tersebut.


8.2   Metode Analisa

      Metodologi dilakukan dengan membandingkan keuntungan ekonomis yang dapat diperoleh
      dari rencana penambahan kegiatan usaha dibidang aktivitas holding melalui pembentukan
      anak usaha berupa penghematan biaya, peningkatan penjualan dari adanya sumber
      pendapatan yang baru melalui perbandingan dengan pengorbanan ekonomis atas rencana
      investasi yang dilakukan.


8.3   Cut Off Date dalam Analisa

      Dalam melakukan Analisa Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha, kami
      menggunakan tanggal 30 Juni 2024 dimana batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan
      kepentingan dan tujuan dilaksanakan studi kelayakan.


8.4   Arus Kas Bersih yang Digunakan

      Dalam studi ini kami menggunakan arus kas bersih untuk kapital (free cash flow to invested
      capital) sebagai basis perhitungan kelayakan didasarkan pada kondisi proyeksi perusahaan
      yang mencerminkan kondisi struktur kapital yang cukup volatile (yang terlihat dari pergerakan
      debt yang berubah selama periode proyeksi).

      Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari kewajiban
      penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk mempertahankan
      operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan untuk penggantian (reserve for
      replacement), modal kerja, dan untuk pertumbuhan melalui penyediaan dana tambahan
      pengeluaran barang modal, yang dihitung sebagai berikut:

      Net Income/NOPAT
       +      Beban Bunga * (1-T)
       +      Depresiasi & Amortisasi
       -      Capital Expenditure
       +/-    Net Change Working Capital
       =      Arus Kas Bersih Untuk Perusahaan (Free Cash Flow to Firm)


8.5   Rencana Biaya Investasi Perseroan dalam pembentukan Entitas Anak

      Berkaitan dengan penambahan kegiatan usaha Perseroan, rencana biaya yang dibutuhkan
      oleh Perseroan dalam rangka pembentukan Entitas Anak dapat disajikan sebagai berikut:



                                               44
                                                                         PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 61
      Tabel 23. Biaya Investasi Perseroan kepada Entitas Anak
         No                                    Keterangan                                      Biaya (Rp)

       1.        Biaya Akta Notaris                                                                             10.000.000

       2.        Modal Ditempatkan dan Disetor                                                              85.719.000.000

       3.        Biaya Lain – Lain                                                                             100.000.000

                                      Total Biaya Investasi                                                 85.829.000.000


      Biaya investasi dalam pembentukan Entitas anak adalah sebesar Rp85,82 miliar.

      Rencana Biaya Investasi Pengembangan Lahan Cipaku

      Tabel 24. Rencana Biaya Pengembangan Lahan Cipaku
                                                Rencana Biaya Pengembangan Lahan Cipaku

                                          Keterangan                                         Dalam Rupiah

       Pembayaran Tanah (37.860m2 @ 2jt)                                                                    75.720.000.000



       Biaya Pengembangan

       Pra Konstruksi                                                                                        7.110.000.000

       Biaya Konstruksi (268 Unit @1,2 M)                                                               321.600.000.000

       Biaya Pre Opening                                                                                    46.613.000.000

       Pajak (PPN)                                                                                          41.285.530.000

       Technical Fee                                                                                         1.110.000.000

       Biaya Pengembangan                                                                               417.718.530.000

       Total Biaya Investasi Tanah & Pengembangan                                                       493.438.530.000



       Skema Pendanaan

       Bank Loan (50%)                                                                                  246.719.265.000

       Equity (50%) + IDC                                                                               268.923.998.850

       Total Rencana Biaya Pengembangan                                                                 515.643.263.850



      Biaya Investasi proyek Cipaku yang akan dilaksanakan oleh Entitas Anak adalah sebesar
      Rp515,64 miliar yang dananya bersumber dari 50,00% utang bank dan sisanya dari setoran
      modal Perseroan dan utang pemegang saham.

      Sumber dana atas penambahan total aset Perseroan setelah penambahan kegiatan usaha
      berasal dari penambahan utang bank Perseroan serta dari kas Perseroan yang bertambah
      dari penambahan laba ditahan. Utang bank Perseroan sebesar Rp246,71 Miliar yang
      diperoleh secara berkala untuk pengembangan proyek Cipaku. Sedangkan sisanya diperolah
      dari kas Perseroan.


8.6   Proyeksi Keuangan Perseroan (Konsolidasian)

      Perseroan fokus pada pengembangan kawasan Paskal Hyper Square dimana Kawasan ini
      memiliki keunggulan kompetitf dibandingkan kawasan lainnya. Dengan lokasi yang strategis,
      brand image yang dimiliki, strategi pemasaran yang handal, dan ketersediaan lahan,
      Perseroan memproyeksikan pertumbuhan bisnis di masa yang akan datang. Selain itu,
      sebagai langkah diversifikasi bisnis dan menangkap peluang kebutuhan akomodasi
      penginapan di Kota Bandung, Perseroan berencana untuk membuat hotel dan service
      apartment di daerah Cipaku dengan konsep yang berbeda tanpa mengurangi kenyamanan
      bagi pelanggan. Diharapkan rencana ini dapat terealisasikan untuk dapat memberikan nilai
      dan manfaat bagi pelanggan dan masyarakat pada umumnya.


                                                              45
                                                                                          PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 62
Asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan proyeksi keuangan sebelum dan setelah
penambahan kegiatan usaha adalah upaya pengembangan bisnis Perseroan. Proyeksi
pendapatan Perseroan sebelum penambahan kegiatan usaha adalah pendapatan parent
only dari penggelolaan hyper square Paskal (pengalihan pemanfaatan ruko, pendapatan
sewa bangunan dan lahan, pendapatan service charge) dan pendapatan utilitas dan
pendapatan proyek Cipaku yang akan dikelola sendiri oleh Perseroan. Sedangkan proyeksi
pendapatan Perseroan setelah penambahan kegiatan usaha adalah pendapatan
konsolidasian yang berasal dari pengelolaan hyper square Paskal sedangkan pendapatan
utilitas dan pendapatan proyek cipaku yang akan dikelola oleh entitas anak.

Dengan adanya penambahan kegiatan usaha ini akan mengakibatkan perubahan terhadap
keuangan Perseroan. Kami melakukan koreksi ataupun penyesuaian terhadap proyeksi
keuangan yang diberikan oleh Perseroan, penilai meyakini bahwa proyeksi keuangan tersebut
sudah sesuai dengan rencana bisnis Perseroan. Jangka waktu proyeksi keuangan sampai
dengan tahun 2030 dimana asumsi bahwa tahun tersebut Perseroan dalam kondisi stable
growth sehingga untuk mencerminkan going concern bisnis Perseroan diterapkan terminal
value dengan menggunakan metode kapitalisasi pendapatan/gordon model.


8.6.1 Proyeksi Posisi Keuangan

      Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan sebelum dan setelah penambahan kegiatan
      usaha ditunjukkan pada tabel berikut.

      Tabel 25.        Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha (dalam
                       Jutaan Rupiah)
                                Jul-Des
             Keterangan                       2025F         2026F         2027F         2028F        2029F      2030F
                                 2024F
       Aset Lancar                188.238      281.462      221.281      252.067        289.598     323.370     345.890

       Aset Tidak Lancar          115.829      286.459      376.288      362.204        348.198     334.192     320.988

       Total Aset                 304.067     567.920       597.569      614.271        637.796     657.562     666.879

       Liabilitas J. Pendek        43.981       64.696       68.923        82.961        79.341       86.341     87.023

       Liabilitas J. Panjang       14.240      212.729      189.878      165.841        161.058     136.569     112.845

       Total Liabilitas            58.221     277.425       258.801      248.802        240.399     222.910     199.869

       Total Ekuitas              245.847      290.496      338.768      365.469        397.397     434.651     467.010
       Total Liabilitas &
                                  304.067     567.920       597.569      614.271        637.796     657.562     666.879
       Ekuitas


      Tabel 26.        Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha (dalam
                       Jutaan Rupiah)
                               Jul-Des
             Keterangan                     2025F        2026F        2027F          2028F         2029F        2030F
                                2024F
       Aset Lancar              295.237     511.081      448.574      541.709        655.613       692.311      735.049

       Aset Tidak Lancar        115.829     286.459      376.288      362.204        348.198       334.192      320.988

       Total Aset               411.066     797.539      824.862      903.913       1.003.811     1.026.503    1.056.038

       Liabilitas J. Pendek      39.286     136.520      139.461      197.363        296.443       304.111      305.212

       Liabilitas J. Panjang     14.240     258.830      252.259      228.587        206.264       180.529      155.442

       Total Liabilitas          53.526     395.350      391.720      425.950        502.707       484.640      460.654

       Total Ekuitas            357.540     402.189      433.142      477.963        501.105       541.863      595.384
       Total Liabilitas &
                                411.066     797.539      824.862      903.913       1.003.811     1.026.503    1.056.038
       Ekuitas




                                                 46
                                                                                       PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 63
Tabel 27.        Inkremental atas Proyeksi Posisi Keuangan (dalam Jutaan Rupiah)
                           Jul-Des
       Keterangan                        2025F     2026F     2027F     2028F     2029F     2030F
                            2024F
 Aset Lancar                106.999      229.619   227.293   289.642   366.016   368.941   389.159

 Aset Tidak Lancar               (0)         (0)       (0)       (0)       (0)       (0)       (0)

 Total Aset                 106.999      229.619   227.293   289.642   366.016   368.941   389.159

 Liabilitas J. Pendek        (4.694)      71.824    70.538   114.402   217.102   217.769   218.189

 Liabilitas J. Panjang               0    46.102    62.381    62.746    45.206    43.960    42.596

 Total Liabilitas            (4.694)     117.926   132.919   177.148   262.308   261.729   260.785

 Total Ekuitas              111.693      111.693    94.374   112.494   103.708   107.212   128.374
 Total Liabilitas &
                            106.999      229.619   227.293   289.642   366.016   368.941   389.159
 Ekuitas


•     Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas, diperkirakan total aset
      Perseroan sebelum penambahan kegiatan usaha periode 30 Juli 2024 sampai
      dengan tahun 2030 mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan laju
      pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar
      11,87% per tahun. Kenaikan tersebut sebagian besar berasal dari kas dan setara
      kas, piutang usaha, persediaan, serta properti investasi.

      Sedangkan proyeksi keuangan Perseroan setelah penambahan kegiatan usaha
      diperkirakan total aset Perseroan periode 30 Juli 2024 sampai dengan tahun 2030
      mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk
      tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 14,43% per tahun.
      Kenaikan tersebut sebagian besar berasal dari kas dan setara kas, piutang usaha,
      persediaan, piutang entitas anak dan properti investasi.

•     Total liabilitas Perseroan sebelum penambahan kegiatan usaha selama masa
      proyeksi yaitu periode 30 Juli 2024 sampai dengan tahun 2030 mengalami
      peningkatan setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan
      (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 19,27% per tahun. Kenaikan
      tersebut sebagian besar berasal dari utang usaha, utang lain – lain, utang bank
      dan liabilitas sewa.

      Total liabilitas Perseroan setelah penambahan kegiatan usaha selama masa
      proyeksi yaitu periode 30 Juli 2024 sampai dengan tahun 2030 mengalami
      peningkatan setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan
      (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 36,00% per tahun. Kenaikan
      tersebut sebagian besar berasal dari utang usaha, utang lain – lain, utang bank,
      utang kepada pemegang saham dan liabilitas sewa.

•     Total ekuitas Perseroan sebelum penambahan kegiatan usaha selama masa
      proyeksi yaitu periode 30 Juli 2024 sampai dengan tahun 2030 juga mengalami
      peningkatan setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan
      (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 9,60% per tahun. Kenaikan
      tersebut berasal dari peningkatan saldo laba yang pada tahun 2025 dan
      seterusnya telah dilakukan perbaikan kinerja sehingga Perseroan konsisten
      membukukan keuntungan bersih.

      Total ekuitas Perseroan setelah penambahan kegiatan usaha selama masa
      proyeksi yaitu periode 30 Juli 2024 sampai dengan tahun 2030 mengalami
      peningkatan setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan
      (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 7,56% per tahun. Kenaikan
      tersebut berasal dari peningkatan saldo laba.




                                           47
                                                                       PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 64
8.6.2 Proyeksi Laba Rugi

     Proyeksi Laba Rugi Perseroan sebelum dan setelah penambahan kegiatan usaha
     ditunjukkan pada tabel berikut.

      Tabel 28.      Proyeksi Laba Rugi Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha (dalam Jutaan
                     Rupiah)
                               Jul-Des
            Keterangan                       2025F       2026F       2027F      2028F      2029F      2030F
                                2024F
       Pendapatan                49.105      106.028     114.970     173.946    186.863    199.828    198.068
       Beban Pokok
                                (14.039)     (31.140)    (34.262)    (58.508)   (63.162)   (67.860)   (70.007)
       Pendapatan
       Laba Kotor                35.066       74.888      80.708     115.438    123.701    131.968    128.061

       Laba Usaha                24.764       56.996      62.050      51.536     56.329     61.569     53.590

       Laba Sebelum Pajak        24.749       57.242      61.887      34.232     40.933     47.762     41.485

       Laba Bersih               19.304       44.649      48.272      26.701     31.928     37.254     32.359


      Tabel 29.      Proyeksi Laba Rugi Setelah Penambahan Kegiatan Usaha (dalam Jutaan
                     Rupiah)
                               Jul-Des
            Keterangan                       2025F       2026F       2027F      2028F      2029F      2030F
                                2024F
       Pendapatan                49.105      106.028     114.970     202.612    218.810    248.780    271.783
       Beban Pokok
                                (14.039)     (31.140)    (34.262)    (66.299)   (78.590)   (83.658)   (86.227)
       Pendapatan
       Laba Kotor                35.066       74.888      80.708     136.312    140.221    165.123    185.556

       Laba Usaha                24.764       56.996      62.050      77.793     47.881     68.648     83.056

       Laba Sebelum Pajak        24.749       57.242      39.683      57.463     29.669     52.255     68.616

       Laba Bersih               19.304       44.649      30.952      44.822     23.142     40.759     53.521



      Tabel 30.      Inkremental Proyeksi Laba Rugi (dalam Jutaan Rupiah)
                               Jul-Des
            Keterangan                       2025F       2026F       2027F      2028F      2029F      2030F
                                2024F
       Pendapatan                        0           0           0    28.666     31.948     48.952     73.715
       Beban Pokok
                                         0           0           0    (7.792)   (15.428)   (15.798)   (16.220)
       Pendapatan
       Laba Kotor                        0           0           0    20.874     16.520     33.155     57.495

       Laba Usaha                        0           0           0    26.257     (8.449)     7.079     29.466

       Laba Sebelum Pajak                0           0   (22.205)     23.231    (11.265)     4.493     27.131

       Laba Bersih                       0           0   (17.320)     18.120     (8.786)     3.504     21.162



       •     Pendapatan Perseroan sebelum penambahan kegiatan usaha selama masa
             proyeksi yaitu tahun 2024 sampai dengan tahun 2030 mengalami peningkatan
             setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
             Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 10,71% per tahun. Kenaikan pendapatan
             Perseroan berasal dari penjualan pengalihan ruko, pendapatan sewa dan lahan,
             service charge, utilitas dan pendapatan dari rencana proyek Cipaku.

             Pendapatan Perseroan setelah penambahan kegiatan usaha selama masa
             proyeksi yaitu tahun 2024 sampai dengan tahun 2030 mengalami peningkatan
             setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
             Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 15,83% per tahun. Kenaikan pendapatan
             Perseroan berasal dari penjualan pengalihan ruko, pendapatan sewa dan lahan,
             service charge, utilitas dan pendapatan dari entitas anak atas rencana proyek
             Cipaku.




                                                48
                                                                                PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 65
       •   Beban pokok penjualan (COGS) sebelum penambahan kegiatan usaha selama
           masa proyeksi yaitu tahun 2024 sampai dengan tahun 2030 rata-rata sebesar
           32,07% dari pendapatan.

           Beban pokok penjualan (COGS) setelah penambahan kegiatan usaha selama
           masa proyeksi yaitu tahun 2024 sampai dengan tahun 2030 rata-rata sebesar
           31,68% dari pendapatan.

       •   Laba kotor Perseroan sebelum penambahan kegiatan usaha selama masa
           proyeksi yaitu tahun 2024 sampai dengan tahun 2030 mengalami peningkatan
           setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
           Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 9,24% per tahun. Kenaikan laba kotor
           Perseroan disebabkan oleh kenaikan pendapatan dan menurunnya COGS
           Perseroan.

           Laba kotor Perseroan setelah penambahan kegiatan usaha selama masa
           proyeksi yaitu tahun 2024 sampai dengan tahun 2030 mengalami peningkatan
           setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
           Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 15,18% per tahun. Kenaikan laba kotor
           Perseroan disebabkan oleh kenaikan pendapatan dan menurunnya COGS
           Perseroan.

       •   Laba usaha Perseroan sebelum penambahan kegiatan usaha selama masa
           proyeksi yaitu tahun 2024 sampai dengan tahun 2030 mengalami penurunan
           setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
           Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 0,30% per tahun. Penurunan laba usaha
           Perseroan disebabkan oleh kenaikan beban usaha Perseroan.

           Laba usaha Perseroan setelah penambahan kegiatan usaha selama masa
           proyeksi yaitu tahun 2024 sampai dengan tahun 2030 mengalami kenaikan
           setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
           Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 6,77% per tahun. Peningkatan laba usaha
           Perseroan disebabkan oleh kenaikan pendapatan dan penurunan beban usaha
           Perseroan.

       •   Laba bersih Perseroan sebelum penambahan kegiatan usaha selama masa
           proyeksi yaitu tahun 2024 sampai dengan tahun 2030 mengalami penurunan
           setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
           Annual Growth Rate/CAGR) sebesar -4,69% per tahun. Penurunan laba bersih
           Perseroan disebabkan oleh penurunan laba usaha Perseroan.

           Laba bersih Perseroan setelah penambahan kegiatan usaha selama masa
           proyeksi yaitu tahun 2024 sampai dengan tahun 2030 mengalami penurunan
           setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
           Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 2,42% per tahun. Penurunan laba bersih
           Perseroan disebabkan oleh peningkatan beban bunga Perseroan.


8.6.3 Proyeksi Arus Kas

     Proyeksi Arus Kas Perseroan sebelum dan setelah penambahan kegiatan usaha
     ditunjukkan pada tabel berikut.




                                     49
                                                            PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 66
Tabel 31. Proyeksi Arus Kas Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha (dalam Jutaan
          Rupiah)
                         Jul-Des
      Keterangan                        2025F          2026F       2027F     2028F      2029F      2030F
                          2024F
 Arus Kas Aktivitas
                           31.184         45.372        48.654      30.067    30.541     40.414     33.955
 Operasi
 Arus Kas Aktivitas
                            9.520       (170.629)      (89.830)     14.085    14.006     14.006     13.204
 Investasi
 Arus Kas Aktivitas
                           (9.352)       210.778       (21.213)   (22.976)    (6.164)   (21.184)   (24.489)
 Pendanaan
 Kenaikan
 (Penurunan) Bersih        31.352         85.522       (62.389)     21.175    38.382     33.236     22.670
 Kas dan Setara Kas
 Kas dan Setara Kas
                           88.723        120.074       205.596    143.207    164.382    202.764    236.001
 Awal Tahun
 Kas dan Setara Kas
                         120.074         205.596       143.207    164.382    202.764    236.001    258.671
 Akhir Tahun


Proyeksi Arus Kas Perseroan selama tahun 2024-2030 setelah penambahan kegiatan
usaha ini ditunjukkan pada tabel berikut ini.

Tabel 32.      Proyeksi Arus Kas Setelah Penambahan Kegiatan Usaha (dalam Jutaan
               Rupiah)
                      Jul-Des
     Keterangan                      2025F            2026F       2027F      2028F      2029F      2030F
                       2024F
 Arus Kas Aktivitas
                        6.797         (28.884)         31.334       4.415    (77.501)    42.095     51.099
 Operasi
 Arus Kas Aktivitas
                      (79.525)       (170.629)        (89.830)     14.085     14.006     14.006     13.204
 Investasi
 Arus Kas Aktivitas
                       83.210         333.398          (6.219)     17.478     76.393    (22.323)   (25.735)
 Pendanaan
 Kenaikan
 (Penurunan)
                       10.481         133.885         (64.715)     35.978     12.898     33.777     38.568
 Bersih Kas dan
 Setara Kas
 Kas dan Setara
                       98.430         108.911         242.796     178.081    214.059    226.957    260.734
 Kas Awal Tahun
 Kas dan Setara
                      108.911         242.796         178.081     214.059    226.957    260.734    299.302
 Kas Akhir Tahun


 •      Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sebelum penambahan
        kegiatan usaha diproyeksikan pada tahun 2030 sebesar Rp33,95 Miliar. Arus kas
        masuk diperoleh dari penerimaan kas dari pelanggan. Sementara dari arus kas
        keluar digunakan untuk pembayaran kas kepada pemasok, pembayaran gaji
        dan upah, pembayaran beban usaha dan pembayaran pajak penghasilan
        badan.

        Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi setelah penambahan
        kegiatan usaha diproyeksikan pada tahun 2030 sebesar Rp51,09 Miliar. Arus kas
        masuk diperoleh dari penerimaan kas dari pelanggan. Sementara dari arus kas
        keluar digunakan untuk pembayaran kas kepada pemasok, pembayaran gaji
        dan upah, pembayaran beban usaha dan pembayaran pajak penghasilan
        badan.

 •      Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi sebelum penambahan
        kegiatan usaha diproyeksikan pada tahun 2030 sebesar Rp13,20 Miliar. Arus kas
        masuk digunakan untuk penyusutan aset tetap. Arus kas keluar digunakan
        untuk penambahan properti investasi.

        Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi setelah penambahan
        kegiatan usaha diproyeksikan pada tahun 2030 sebesar Rp13,20 Miliar. Arus kas
        masuk digunakan untuk penyusutan aset tetap. Arus kas keluar digunakan
        untuk penambahan properti inevstasi.




                                                 50
                                                                              PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 67
       •     Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan sebelum
             penambahan kegiatan usaha diproyeksikan pada tahun 2030 sebesar negatif
             Rp24,48 Miliar. Arus kas masuk digunakan untuk penerimaan utang bank. Arus
             kas keluar digunakan untuk pembayaran liabilitas sewa dan pembayaran utang
             bank.

             Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan setelah penambahan
             kegiatan usaha diproyeksikan pada tahun 2030 sebesar negatif Rp25,73 Miliar.
             Arus kas masuk digunakan untuk penerimaan utang bank. Arus kas keluar
             digunakan untuk pembayaran liabilitas sewa dan pembayaran utang bank.

       •     Jumlah kas dan setara kas Perseroan sebelum penambahan kegiatan usaha
             pada akhir 2030 tercatat sebesar Rp258,67 Miliar.

             Jumlah kas dan setara kas Perseroan setelah penambahan kegiatan usaha pada
             akhir 2030 tercatat sebesar Rp299,30 Miliar.


8.6.4 Proyeksi Rasio Keuangan

     Analisis rasio keuangan atas penambahan kegiatan usaha ditampilkan pada tabel
     berikut.

     Tabel 33.        Proyeksi Rasio Keuangan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha (dalam
                      Jutaan Rupiah)
                                          Jul-Des
                  Keterangan                             2025F   2026F   2027F    2028F     2029F    2030F
                                           2024F
      Rasio Likuiditas

      Rasio lancar (x)                       7,52         3,74    3,22    2,74       2,21     2,28     2,41

      Rasio cepat (x)                        7,01         3,59    3,07    2,64       2,15     2,22     2,35

      Rasio kas (x)                          2,77         1,78    1,28    1,08       0,77     0,86     0,98

      Rasio Aktivitas

      Jumlah hari perputaran piutang           35           57      61      66        64        62      63

      Jumlah hari perputaran persediaan       258          243     218     110        90        80      75
      Jumlah hari perputaran utang
                                                7           14      14      14        14        14      14
      usaha
      Rasio Leverage

      Debt to Equity Ratio (%)              14,97        98,30   90,44   89,12     100,32    89,44    77,37

      Debt to Aset Ratio (%)                13,02        49,57   47,49   47,12      50,08    47,21    43,62

      Rasio Profitabilitas

      Margin Laba Bruto (%)                 71,41        70,63   70,20   67,28      64,08    66,37    68,27

      Margin Laba Usaha (%)                 50,40        53,99   34,52   28,36      13,56    21,00    25,25

      Margin Laba Bersih (%)                39,31        42,11   26,92   22,12      10,58    16,38    19,69

      Return on Equity (%)                   5,40        11,10    7,15    9,38       4,62     7,52     8,99

      Return on Aset (%)                     4,70         5,60    3,75    4,96       2,31     3,97     5,07


     Rasio likuiditas
     Rasio ini untuk mengetahui sampai seberapa jauh perusahaan dapat melunasi
     liabilitas jangka pendeknya, semakin besar rasio yang diperoleh semakin lancar
     pembayaran liabilitas jangka pendeknya. Berdasarkan proyeksi keuangan, selama
     periode proyeksi, current ratio menunjukkan rata-rata sebesar 3,45 x dan quick ratio
     menunjukkan rata-rata sebesar 3,07 x.




                                                    51
                                                                                 PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 68
            Rasio leverage
            Rasio ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar kegiatan operasi dibiayai oleh
            modal pinjaman, semakin kecil rasio ini semakin bagus atau lancar. Berdasarkan
            proyeksi keuangan, selama periode proyeksi total debt to equity ratio (DER)
            menunjukkan trend fluktuatif dengan rata-rata sebesar 79,99%, hal ini berarti setiap
            Rp1,- modal sendiri digunakan untuk menjamin Rp0,79 hutang. Total debt to total asset
            ratio (DAR) menunjukkan trend meningkat dengan rata-rata sebesar 42,59%, hal ini
            berarti setiap Rp1,- aset digunakan untuk menjaminan Rp0,42 hutang.

            Rasio Aktivitas
            Rasio ini bertujuan untuk mengukur sampai seberapa jauh aktivitas perusahaan dalam
            menggunakan dana-dananya secara efektif dan efisien. Berdasarkan proyeksi
            keuangan, selama periode proyeksi rata-rata jumlah hari piutang usaha adalah
            sebanyak 64 hari per tahunnya. rata-rata jumlah hari persediaan adalah sebanyak 207
            hari per tahunnya dan rata-rata jumlah hari utang usaha adalah sebanyak 14 hari per
            tahunnya.

            Rasio Profitabilitas
            Rasio ini bertujuan untuk kemampuan yang dimiliki perusahaan untuk menghasilkan
            sebuah laba. Berdasarkan proyeksi keuangan penambahan kegiatan usaha aktivitas
            holding, selama periode proyeksi rata-rata Gross Profit Margin adalah sebesar 68,32%.
            Sementara itu rata-rata Net Profit Margin adalah sebesar 25,30%. Sedangkan rata-rata
            Return on Assets dari rencana penambahan kegiatan usaha yang dilakukan oleh
            Perseroan adalah sebesar 4,34%.


8.7   Dampak Perubahan atas Penambahan Kegiatan Usaha Terhadap Keuangan Perseroan

      Dampak terhadap kinerja keuangan atas Penambahan Kegiatan Usaha adalah sebagai
      berikut:
      1. Penambahan kegiatan usaha ini dilakukan agar Perseroan perlu menuntaskan proyeksi
          yang sudah ada, sehingga Entitas Anak perlu untuk melaksanakan proyek Cipaku yang
          sudah direncanakan oleh Perseroan dan bisa lebih fokus dalam pelaksanaannya sesuai
          target waktu yang direncanakan. Rata-rata pendapatan Perseroan atas penambahan
          kegiatan usaha selama tahun 2027 sampai 2030 adalah sebesar Rp45,82 Miliar.
      2. Rata-rata Gross Profit Margin atas penambahan kegiatan usaha tahun 2027 sampai 2030
          sebesar 67,56%. Laba tersebut akan menjadi nilai tambah bagi Perseroan secara
          konsolidasi.
      3. Peningkatan total aset yang disebabkan oleh penambahan kegiatan usaha Perseroan
          sebagai holding dengan pembentukan Entitas Anak. Perseroan akan memberikan utang
          pemegang kepada Entitas Anak sebagai modal operasional, investasi dalam bentuk
          disetor sehingga akan menambah total aset Perseroan ketika dilakukan konsolidasian.
          Peningkatan total aset Perseroan atas penambahan kegiatan usaha pada akhir periode
          proyeksi tahun 2030 mencapai Rp389,15 Miliar.
      4. Terjadi peningkatan kas dan setara kas serta penambahan properti investasi untuk
          Proyek Cipaku yang direncanakan beroperasi pada tahun 2027. Peningkatan kas dan
          setara kas Perseroan atas penambahan kegiatan usaha pada akhir periode proyeksi
          tahun 2030 mencapai Rp40,63 Miliar.




                                              52
                                                                       PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 69
8.8   Proyeksi Keuangan Entitas Anak

      Proyeksi Posisi Keuangan Entitas Anak ditunjukkan pada tabel berikut.

      Tabel 34.           Proyeksi Posisi Keuangan Entitas Anak (dalam Jutaan Rupiah)
                                             Jul-Des
                       Keterangan                              2025F           2026F           2027F       2028F     2029F     2030F
                                              2024F
          Aset Lancar                             10.000       258.026          78.690          74.533    157.226     61.749    78.101

          Aset Tidak Lancar                       75.720       148.694         294.641        367.614     440.588   440.588    440.588

          Total Aset                              85.720       406.719         373.331        442.148     597.814   502.337    518.689

          Liabilitas J. Pendek                         0           74.280               0       41.248    101.459      1.855     2.270

          Liabilitas J. Panjang                        0       246.719         287.611        308.532     387.664   364.838    339.871

          Total Liabilitas                             0       320.999         287.611        349.780     489.122   366.693    342.141

          Total Ekuitas                           85.720           85.720       85.720          92.368    108.692   135.644    176.548

          Total Liabilitas & Ekuitas              85.720       406.719         373.331        442.148     597.814   502.337    518.689



      •        Berdasarkan proyeksi keuangan Entitas Anak di atas, diperkirakan total aset Entitas Anak
               tahun 2024 sampai dengan tahun 2030 mengalami tren yang meningkat dengan total
               aset pada tahun 2030 sebesar Rp518,68 Miliar. Kenaikan tersebut sebagian besar
               berasal dari, piutang usaha, persediaan, serta properti investasi.

      •        Total liabilitas Entitas Anak selama masa proyeksi yaitu tahun 2024 sampai dengan
               tahun 2030 mengalami tren yang cenderung meningkat, dengan total liabilitas pada
               tahun 2030 sebesar Rp324,14 Miliar. Kenaikan tersebut sebagian besar berasal dari
               utang usaha.

      •        Total ekuitas Entitas Anak selama masa proyeksi yaitu tahun 2024 sampai dengan tahun
               2030 juga mengalami tren yang meningkat dengan total ekuitas pada tahun 2030 sebesar
               Rp176,54 Miliar. Kenaikan tersebut berasal dari peningkatan saldo laba yang diperoleh
               Entitas Anak.

      Proyeksi Laba (Rugi) Entitas Anak ditunjukkan pada tabel berikut.

      Tabel 35.              Proyeksi Laba (Rugi) Entitas Anak (dalam Jutaan Rupiah)
                                        Jul-Des
                  Keterangan                               2025F            2026F           2027F        2028F      2029F      2030F
                                         2024F
          Pendapatan                              0                0                0        92.719      108.380    137.806    168.675

          Beban Pokok Pendapatan                  0                0                0       (30.365)     (35.494)   (45.132)   (55.241)

          Laba Kotor                              0                0                0        62.353       72.885     92.675    113.434

          Laba Usaha                              0                0                0        28.206       36.385     52.980     69.076

          Laba Sebelum Pajak                      0                0                0         6.648       16.324     34.555     52.440

          Laba Bersih                             0                0                0         6.648       16.324     26.953     40.903



      •        Pendapatan Entitas Anak pada tahun 2027 sampai dengan tahun 2030 diasumsikan
               mengalami tren yang meningkat dengan pencapaian tertinggi pada tahun 2030
               mencapai Rp168,67 Miliar, meningkat sebesar 22,40% dibandingkan tahun sebelumnya.
               Pendapatan tersebut berasal dari room, food and beverage dan other sales.

      •        Beban pokok penjualan (COGS) Entitas Anak pada 2024 sampai dengan tahun 2030
               diasumsikan rata-rata sebesar 32,75% dari pendapatan.

      •        Laba bersih Entitas Anak selama 4 tahun akhir periode proyeksi mengalami perbaikan,
               sehingga menghasilkan laba mencapai Rp40,90 Miliar pada tahun 2030. Peningkatan
               laba bersih Entitas Anak disebabkan oleh peningkatan pendapatan Entitas Anak.


                                                                    53
                                                                                                          PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 70
      Proyeksi Arus Kas Entitas Anak ditunjukkan pada tabel berikut.

      Tabel 36.           Proyeksi Arus Kas Entitas Anak (dalam Jutaan Rupiah)
                                           Jul-Des
                    Keterangan                        2025F       2026F      2027F      2028F       2029F       2030F
                                            2024F
          Arus Kas Aktivitas Operasi             0    (21.806)    (20.696)    (2.452)    69.385      27.349      41.319

          Arus Kas Aktivitas Investasi     (75.720)   (72.974)   (145.947)   (72.974)   (72.974)            0           0

          Arus Kas Aktivitas Pendanaan      85.720    320.999     (33.389)    60.921    139.132    (122.826)    (24.967)
          Kenaikan (Penurunan) Bersih
                                            10.000    226.219    (200.032)   (14.504)   135.543     (95.477)     16.352
          Kas dan Setara Kas
          Kas dan Setara Kas Awal Tahun          0     10.000     236.219     36.187     21.683     157.226      61.749

          Kas dan Setara Kas Akhir Tahun    10.000    236.219      36.187     21.683    157.226      61.749      78.101



      •        Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Entitas Anak Perseroan
               diproyeksikan pada tahun 2030 sebesar Rp41,31 Miliar. Arus kas masuk diperoleh dari
               net off perubahan modal kerja.
      •        Tidak terdapat jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Entitas Anak
               Perseroan diproyeksikan pada tahun 2030.
      •        Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Entitas Anak Perseroan
               diproyeksikan pada tahun 2030 sebesar negatif Rp24,96 Miliar. Arus kas keluar
               digunakan untuk pembayaran utang bank.
      •        Jumlah kas dan setara kas Entitas Anak Perseroan pada tahun 2030 tercatat sebesar
               negatif Rp78,10 Miliar.


8.9   Tingkat Diskonto

      Untuk mendiskonto arus kas bersih tiap-tiap tahun, tingkat diskonto yang digunakan adalah
      biaya modal rata-rata tertimbang (Weight of Average Cost of Capital) yang ditentukan dengan
      model Capital Asset Pricing Model (CAPM) dari Biaya Ekuitas (Cost of Equity) dan Biaya Utang
      (Cost of Debt).

      Penentuan Biaya Modal untuk Ekuitas

      Biaya ekuitas ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

                                                 Ke = Rf + (β x Rpm)

      Dimana:
      Ke      =              Balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu, atau biaya modal
                             ekuitas/saham biasa.
      Rf              =      Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk free rate)
      β               =      Beta levered perusahaan
      Rpm             =      Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk premium)
      RbDS            =      Rating-based default spread

      Penjelasan

      Rf (Risk Free Rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen - instrumen yang dianggap
      tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat
      dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang. Terkait dengan
      tanggal studi kelayakan yang digunakan pada tanggal 30 Juni 2024, maka instrumen bebas
      risiko yang dipilih didasarkan pada obligasi Pemerintah RI dalam mata uang rupiah dengan
      tenor 30 tahun yaitu sebesar 7,19%. Risk free diperoleh dari World Government Bond dan
      angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko (Rf).




                                                          54
                                                                                        PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 71
Rpm (Market Risk Premium), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko
dengan tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan Equity Market Risk
Premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (Country-Spesifik Risk Premium)
seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan Base Equity Market Risk Premium.
Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara yang
bersangkutan. Untuk studi kelayakan ini, kami menggunakan tingkat premi risiko sebesar
6,45% yang diolah dari hasil riset Aswath Damodaran sampai per Juni 2024.

Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan dikalikan
dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium. Untuk memperoleh
faktor beta yang sesuai kami menggunakan beta perusahaan pembanding dari perusahaan
terbuka dibidang industri pengembangan properti dan real estate yang diperoleh dari hasil
riset Pefindo, yahoo finance dan Bloomberg.

Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk
menghitung cost of equity Perseroan. Dimana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered
beta. Cara ini dilakukan untuk menetralisir pengaruh levered yang ada di masing-masing
perusahaan terhadap beta Perusahaan yang sama dengan levered yang berbeda, akan
memiliki cost of equity yang berbeda pula. Oleh karena itu pengaruh levered yang ada di tiap
perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta.

Unlevered beta dihitung dengan formula sebagai berikut:

                                                       βL
                                         βu =
                                                1 + (1 -T) x DER

Dimana:
 T    =       Tingkat pajak
 DER =        Debt to Equity Ratio
 βL   =       Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara
              obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan
              pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan portofolio pasar
              dengan pengaruh hutang.
 βu     =     Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
              secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
              pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
              portofolio pasar tanpa pengaruh hutang.

Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini
kemudian di-levered dengan tingkat levered yang berlaku pasar untuk memperoleh beta yang
sesuai untuk mendiskonto AKB Perseroan tersebut dengan formula sebagai berikut:

                                    βL = βU x (1 + (1 - T) x DER)

Unlevered beta perusahaan terbuka yang akan digunakan sebagai dasar perhitungan beta
untuk Perseroan adalah sebagai berikut:

Tabel 37.   Beta Levered dan Un-Levered Perusahaan Pembanding
                                                                                                         Beta
                                                            Total                     Adj.
  No.              Company                   Total Aset                  Ekuitas               DER (%)   Unlev
                                                          Liabilitas                  Beta
                                                                                                         ered
   1    PT Ciputra Development Tbk           46.288.559    6.208.755     23.203.440    0,951   26,76%     0,79
   2    PT Agung Podoromo Land Tbk           26.727.406    6.312.398     13.400.815    1,074   47,10%     0,79
   3    PT Bumi Serpong Damai Tbk            67.653.912   12.311.982     42.718.417    0,773   28,82%     0,63
   4    PT Intiland Development tbk          14.196.275    4.304.132      6.865.479    0,819   62,69%     0,55
   5    PT Jaya Real Property Tbk            13.797.205            737    9.480.058    0,444    0,01%     0,44




                                                    55
                                                                                   PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 72
                                                                                                     Beta
                                                          Total                   Adj.
  No.               Company              Total Aset                  Ekuitas               DER (%)   Unlev
                                                        Liabilitas                Beta
                                                                                                     ered
                                                                                            101,90
   6    PT Lippo Karawaci Tbk             49.818.694    19.999.924   19.627.363    1,186              0,66
                                                                                                %
   7    PT Pakuwon Jati Tbk               34.242.821     6.554.505   23.350.741    1,037   28,07%     0,85
   8    PT Summarecon Agung Tbk           31.834.570     7.771.831   12.726.930    0,821   61,07%     0,56
        Rata-rata                         35.569.930     7.933.033   18.921.655            41,93%     0,66

Sumber :   www.yahoofinance.com 30 Juni 2024 (Total aset, liabilitas dan ekuitas dinyatakan
           dalam jutaan Rupiah)

Dari tabel di atas, tampak bahwa beta dari perusahaan - perusahaan yang digunakan sebagai
dasar perhitungan adalah 0,66.

                                βL   = βu x (1 + (1-T) x DER)
                                βL   = 0,66 x (1 + (1-22%) x (41,93%/59,17%))
                                     = 0,87

Untuk kepentingan studi kelayakan, komposisi pendanaan dihitung berdasarkan komposisi
struktur permodalan data pasar perusahaan pembanding pertanggal studi kelayakan.
Dimana struktur hutang sebesar 41,93%, sedangkan sisanya yaitu sebesar 59,17% akan
dipenuhi dengan modal sendiri yang akan digunakan sebagai DER yang mewakili Perseroan.
Dengan demikian, beta unlevered perusahaan pembanding harus di-unlevered dengan DER
tersebut, kemudian di-relevered lagi dengan DER yang sama dan tarif pajak yang berlaku di
Indonesia. Sehingga diperoleh beta sebesar 0,87 (dengan tarif pajak 22%).

Dengan perhitungan maka diperoleh biaya modal ekuitas atau cost of equity Perseroan
sebesar 12,82%.

Penentuan Biaya Modal untuk Hutang

Biaya hutang atau sering disebut sebagai cost of debt adalah tingkat bunga yang harus dibayar
oleh perusahaan ketika melakukan pinjaman. Formulasi perhitungan biaya utang perusahaan
adalah sebagai berikut:

                                         Kd    = i x ((1-T)

Dimana:
 Kd   = Tingkat Biaya Utang
 i    = Tingkat Suku Bunga Pinjaman Bank Persero.
 T    = Tax/Tingkat Pajak

Penentuan posisi tingkat levered yang optimal adalah mencari titik dimana tambahan
penghematan pajak yang berasal dari tambahan hutang akan sama dengan tambahan biaya
bunga sebagai akibat dari risiko gagal bayar yang diantisipasi dari keberadaan keseluruhan
hutang.

Dalam studi kelayakan ini, untuk biaya bunga hutang digunakan tingkat bunga pinjaman
Kredit Investasi (KI) dalam mata uang Rupiah pada tanggal studi kelayakan yang berlaku untuk
Perseroan yaitu 9,46%. Berdasarkan biaya bunga tersebut maka diperoleh biaya utang
Perseroan per 30 Juni 2024 sampai akhir proyeksi adalah sebesar 7,38% (dengan tarif pajak
22%) dengan perhitungan sebagai berikut:




                                                56
                                                                               PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 73
     Penentuan Tingkat Diskonto

     Menghitung analisa studi kelayakan penambahan kegiatan usaha Perseroan dilakukan
     dengan mendiskonto tingkat kembalian terhadap keseluruhan modal, maka tingkat diskonto
     yang digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal,
     baik yang berasal dari pinjaman jangka panjang maupun yang berasal dari penyertaan.

                                WACC = (Ke x We) + (Kd x Wd) x 1-T

     Dimana:

        WACC        =   Biaya modal rata-rata tetimbang
        Ke          =   Biaya ekuitas
        We          =   Komposisi/porsi ekuitas
        Kd          =   Biaya utang
        We          =   Komposisi/porsi utang
        T           =   Tax/tingkat pajak

     Untuk kepentingan analisa studi kelayakan, komposisi pendanaan dihitung berdasarkan
     kinerja perbandingan liabilitas dengan ekuitasnya, dimana komposisi struktur permodalan
     Perseroan diasumsikan mengikuti data pasar yang diperoleh dari laporan keuangan masing-
     masing perusahaan pembanding. Dengan demikian struktur hutang sebesar 29,54%,
     sedangkan sisanya yaitu sebesar 70,46% akan dipenuhi dengan modal sendiri.

     Penentuan posisi tingkat levered yang optimal adalah mencari titik dimana tambahan
     penghematan pajak yang berasal dari tambahan hutang akan sama dengan tambahan biaya
     bunga sebagai akibat dari risiko gagal bayar yang diantisipasi dari keberadaan keseluruhan
     hutang.

     Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan kekuatan/kelebihan serta risiko yang
     dihadapi, kami berpendapat bahwa tingkat diskonto sebesar 11,21% untuk Perseroan adalah
     wajar untuk mendiskonto arus kas bersih.


8.10 Terminal Value

     Terminal Value merupakan nilai dari free cash flow suatu perusahaan selama suatu akhir
     periode waktu tertentu sampai waktu tak terhingga, berdasarkan asumsi suatu perusahaan
     akan going concern. Nilai Terminal Value suatu perusahaan dipengaruhi oleh asumsi tingkat
     pertumbuhan perusahaan terkait untuk waktu yang tak terhingga. Dalam studi kelayakan ini,
     terminal value ditentukan berdasarkan Gordon Model.


8.11 Analisis Kelayakan Aspek Keuangan

     Untuk mengevaluasi kelayakan investasi pada Rencana Proyek sesuai SEOJK 17/2020
     digunakan 4 (empat) indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR),
     Profitability Index (PI) dan Payback Period, yang didasarkan pada nilai kini arus kas bersih yang
     diproyeksikan hingga tahun 2030. Penggunaan NPV berarti mengukur nilai kini dari
     pengeluaran investasi dan manfaat bisnis yang digambarkan oleh proyeksi manfaat neto.
     Nilai NPV mencerminkan selisih dari nilai sekarang arus kas masa datang dengan nilai
     investasi. Dengan membandingkan antara total investasi yang dikeluarkan pada awal periode
     proyek dan total arus kas yang akan diterima setiap tahun, maka dapat diketahui nilai NPV
     yang dihasilkan oleh proyek tersebut. Jika nilai NPV positif maka investasi tersebut layak
     dilaksanakan sedangkan jika nilai NPV negatif, investasi tersebut sebaiknya tidak
     dilaksanakan.



                                                57
                                                                           PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 74
Nilai IRR mencerminkan besarnya tingkat bunga yang apabila digunakan untuk mendiskonto
seluruh selisih kas masuk akan menghasilkan jumlah kas yang sama dengan jumlah
investasi. IRR merupakan nilai tingkat pengembalian investasi pada saat NPV Perseroan
sama dengan 0, yang artinya tingkat pengembalian dan risiko dari total investasi pada saat ini
adalah sama dengan tingkat pengembalian dan risiko pasar. Sehingga apabila IRR proyek
lebih besar dari WACC (Discount Rate), maka proyek ini layak dilaksanakan dan apabila IRR
proyek lebih kecil dari WACC maka proyek ini sebaiknya tidak dilaksanakan.

Untuk menganalisis keseluruhan profitabilitas dapat menggunakan Profitability Index (PI),
dimana PI merupakan teknik penilaian investasi yang dihitung dengan membagi nilai sekarang
dari arus kas bersih yang akan datang suatu proyek dengan nilai investasi awal yang
dibutuhkan untuk proyek tersebut. Apabila PI yang dihasilkan dari suatu proyek sama dengan
1 maka arus kas dari proyek tidak menghasilkan nilai tambah, apabila PI lebih besar dari 1,
maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan,
sedangkan apabila PI lebih kecil dari 1, maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek tidak
menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan. Dalam menganalisis PI suatu proyek maka
kelayakan dapat dinilai apabila nilai PI lebih dari 1. Jika PI lebih besar dari 1, maka investasi
tersebut dapat disimpulkan layak untuk dilaksanakan.

Payback period atau periode pengembalian modal adalah waktu yang dibutuhkan untuk
mencapai break even point atau titik impas. Payback Period menentukan berapa lama waktu
yang diperlukan untuk menutup biaya awal yang terkait dengan investasi. Semakin pendek
pengembalian maka investasi semakin diinginkan. Kelayakan investasi penambahan
kegiatan usaha dihitung dengan menggunakan empat indikator yaitu Net Present Value (NPV),
Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI) dan Payback Period dengan ringkasan
sebagai berikut:

•    Net Present Value (NPV)         : Rp59.588.652.344,-
•    Internal Rate of Return (IRR)   : 19,24%
•    Profitability Index (PI)        : 1,69
•    Payback Period                  : 7 Tahun, 3 Bulan

Total NPV diperoleh dari hasil present value arus kas yang sudah mempertimbangkan tingkat
risiko. Berdasarkan analisa kami, bahwa setelah adanya penambahan kegiatan usaha
dibidang aktivitas holding maka NPV Perseroan diperoleh sebesar Rp59.588.652.344,- Hasil
tersebut menyimpulkan bahwa investasi penambahan usaha dengan parameter NPV layak
untuk dilakukan karena NPV yang dihasilkan adalah positif.

Berdasarkan perhitungan atas kajian kelayakan penambahan kegiatan usaha Perseroan
diperoleh besaran IRR sebesar 19,24%. Hal ini menunjukkan bahwa investasi yang dilakukan
oleh Perseroan dengan parameter IRR layak untuk dilakukan karena IRR yang dihasilkan lebih
besar jika dibandingkan dengan cost of capital pasar untuk industri sejenis yaitu sebesar
11,21%.

Payback period adalah periode yang dibutuhkan untuk menutup kembali pengeluaran
investasi atau initial cash investment. Artinya, kurun waktu yang dibutuhkan agar bisa
menutup kembali pengeluaran saat investasi dengan menggunakan proceeds atau aliran kas
netto (net cash flows). Penambahan kegiatan usaha Perseroan diperoleh payback period
selama 7 tahun, 3 bulan.




                                           58
                                                                      PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 75
8.12 Kesimpulan Kelayakan Aspek Keuangan

     Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah FRR terima dan dengan
     mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi dalam analisis
     kelayakan, maka menurut pendapat FRR, Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang akan
     dilaksanakan oleh Perseroan yang ditinjau dari aspek kelayakan pasar, aspek kelayakan
     teknis, aspek kelayakan pola bisnis, aspek kelayakan model manajemen, dan aspek
     keuangan adalah layak untuk dilaksanakan.

     Kelayakan tersebut FRR tentukan berdasarkan data dan informasi yang FRR peroleh dari
     pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan dengan penugasan. FRR
     menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah benar dan bahwa tidak ada keadaan
     atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan mempengaruhi kelayakan tersebut secara
     material. Kesimpulan akhir di atas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki
     dampak material terhadap Rencana Penambahan Kegiatan Usaha. Perubahan tersebut
     termasuk, namun tidak terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada
     Perseroan maupun secara eksternal yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
     bisnis, perdagangan dan keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan
     peraturan terkait lainnya setelah tanggal Laporan Studi Kelayakan ini dikeluarkan. Bilamana
     setelah tanggal Laporan Studi Kelayakan ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan
     tersebut di atas, maka kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha mungkin
     berbeda.




                                              59
                                                                      PT Citra Buana Prasida Tbk
Page 76
FEASIBILITY STUDY
PT Citra Buana Prasida Tbk



Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha


                                                           Jul-Des 2024F         2025F             2026F             2027F             2028F             2029F             2030F

  ASSET
  Aset Lancar
   ž Kas dan setara kas                         IDR            120.074.371.626   205.595.893.631   143.206.966.843   164.382.258.109   202.764.370.990   236.000.791.363   258.670.848.757
   ž Piutang Usaha                              IDR              9.625.791.929    16.667.123.196    19.146.429.061    31.545.811.573    32.752.800.669    33.988.858.917    34.327.961.732
   ž Pendapatan yang masih harus diterima       IDR                    564.904           564.904           564.904           564.904           564.904           564.904           564.904
   ž Persediaan                                 IDR             20.031.451.662    20.692.429.772    20.420.663.576    17.632.400.938    15.574.105.319    14.873.433.874    14.385.022.287
   ž Biaya dibayar dimuka                       IDR              4.307.544.353     4.307.544.353     4.307.544.353     4.307.544.353     4.307.544.353     4.307.544.353     4.307.544.353
   ž Uang muka                                  IDR             32.323.379.456    32.323.379.456    32.323.379.456    32.323.379.456    32.323.379.456    32.323.379.456    32.323.379.456
   ž Pajak dibayar dimuka                       IDR              1.862.124.707     1.862.124.707     1.862.124.707     1.862.124.707     1.862.124.707     1.862.124.707     1.862.124.707
   ž Piutang lain - lain pihak ketiga           IDR                 12.841.920        12.841.920        12.841.920        12.841.920        12.841.920        12.841.920        12.841.920
     Jumlah Aset Lancar                         IDR            188.238.070.557   281.461.901.939   221.280.514.820   252.066.925.960   289.597.732.319   323.369.539.494   345.890.288.116

  Aset Tidak Lancar
   ž Properti investasi - net                   IDR            100.906.579.759   274.311.725.428   366.775.389.472   354.809.421.016   342.843.452.561   330.877.484.105   318.911.515.649
   ž Aset tetap - net                           IDR              4.003.732.936     3.093.022.071     2.324.271.379     2.070.758.672     1.896.231.215     1.721.703.758     1.547.176.302
   ž Aset takberwujud - net                     IDR                 19.062.500        16.062.500        13.062.500        10.062.500         7.062.500         4.062.500         1.062.500
   ž Aset hak guna - net                        IDR             10.371.199.131     8.509.012.890     6.646.826.648     4.784.640.406     2.922.454.165     1.060.267.923               -
   ž Aset tidak lancar lainnya - pihak ketiga   IDR                528.692.062       528.692.062       528.692.062       528.692.062       528.692.062       528.692.062       528.692.062
     Jumlah Aset Tidak Lancar                   IDR            115.829.266.388   286.458.514.951   376.288.242.062   362.203.574.657   348.197.892.502   334.192.210.348   320.988.446.513

  JUMLAH ASET                                   IDR            304.067.336.946   567.920.416.889   597.568.756.882   614.270.500.617   637.795.624.821   657.561.749.842   666.878.734.628

  LIABILITAS DAN EKUITAS
  Liabilitas
  Liabilitas Jangka Pendek
   ž Utang usaha - pihak ketiga                 IDR                554.274.690     1.227.903.928     1.351.884.613     2.307.796.827     2.491.768.676     2.676.912.808     2.761.717.939
   ž Utang pajak                                IDR              1.396.605.888     1.396.605.888     1.396.605.888     1.396.605.888     1.396.605.888     1.396.605.888     1.396.605.888
   ž Utang lain - lain pihak ketiga             IDR              3.797.381.506    11.549.768.626    14.014.933.311    26.036.073.903    23.613.694.604    27.123.897.668    28.486.180.567
   ž Pendapatan diterima dimuka                 IDR             30.005.328.980    30.005.328.980    30.005.328.980    30.005.328.980    30.005.328.980    30.005.328.980    30.005.328.980
   ž Beban yang masih harus dibayar             IDR                649.891.649       649.891.649       649.891.649       649.891.649       649.891.649       649.891.649       649.891.649
   ž Utang bank                                 IDR              3.570.122.749    18.244.394.015    19.882.471.532    17.697.971.790    17.938.951.805    19.621.749.221    21.462.404.643
   ž Liabilitas sewa                            IDR              4.007.220.217     1.622.334.000     1.622.334.000     4.867.002.000     3.244.668.000     4.867.002.000     2.261.304.000
     Jumlah Liabilitas Jangka Pendek            IDR             43.980.825.679    64.696.227.085    68.923.449.973    82.960.671.037    79.340.909.602    86.341.388.214    87.023.433.665

  Liabilitas Jangka Panjang
   ž Utang bank                                 IDR             12.531.393.207   190.982.622.001   169.753.890.273   150.584.345.951   149.045.868.346   129.424.119.125   107.961.714.482
   ž Liabilitas sewa                            IDR                        -      20.037.666.000    18.415.332.000    13.548.330.000    10.303.662.000     5.436.660.000     3.175.356.000
   ž Liabilitas imbalan kerja                   IDR              1.708.315.077     1.708.315.077     1.708.315.077     1.708.315.077     1.708.315.077     1.708.315.077     1.708.315.077
     Jumlah Liabilitas Jangka Panjang           IDR             14.239.708.284   212.728.603.078   189.877.537.350   165.840.991.028   161.057.845.423   136.569.094.202   112.845.385.559

     JUMLAH LIABILITAS                          IDR             58.220.533.962   277.424.830.163   258.800.987.323   248.801.662.065   240.398.755.025   222.910.482.416   199.868.819.224

  EKUITAS
   ž Modal saham                                 IDR           135.625.000.000   135.625.000.000   135.625.000.000   135.625.000.000   135.625.000.000   135.625.000.000   135.625.000.000
   ž Agio saham                                  IDR            10.684.976.296    10.684.976.296    10.684.976.296    10.684.976.296    10.684.976.296    10.684.976.296    10.684.976.296
   ž Saldo laba                                  IDR            98.874.122.699   143.522.906.442   191.795.089.275   218.496.158.268   250.424.189.512   287.678.587.142   320.037.235.120
     Keuntungan pengukuran kembali liabilitas
   ž                                             IDR
     imbalan kerja                                                 662.703.988       662.703.988       662.703.988       662.703.988       662.703.988       662.703.988       662.703.988
     JUMLAH EKUITAS                             IDR            245.846.802.983   290.495.586.726   338.767.769.559   365.468.838.552   397.396.869.796   434.651.267.426   467.009.915.404

  JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS                   IDR            304.067.336.946   567.920.416.889   597.568.756.882   614.270.500.617   637.795.624.821   657.561.749.842   666.878.734.628
Page 77
FEASIBILITY STUDY
PT Citra Buana Prasida Tbk



Proyeksi Laba Rugi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

                                                           Jun-Des 2024F           2025F               2026F               2027F               2028F               2029F               2030F

   PENDAPATAN                                        IDR        49.104.663.259     106.027.915.116     114.970.244.267     173.945.819.018     186.862.642.462     199.828.366.114     198.068.113.713

   BEBAN POKOK PENJUALAN                             IDR       (14.038.779.440)    (31.139.749.898)    (34.262.342.824)    (58.507.512.204)    (63.161.649.350)    (67.860.042.050)    (70.007.108.464)

   LABA KOTOR                                        IDR        35.065.883.819     74.888.165.218      80.707.901.443      115.438.306.813     123.700.993.112     131.968.324.064     128.061.005.249

     ž Beban penjualan                               IDR         (2.969.548.973)     (4.353.358.244)     (4.571.026.156)     (4.799.577.463)     (5.039.556.337)     (5.291.534.153)     (5.556.110.861)
     ž Beban umum dan administrasi                   IDR         (7.332.827.103)   (13.538.788.474)    (14.087.237.489)    (59.102.892.331)    (62.332.228.055)    (65.107.819.830)    (68.914.462.523)
       Jumlah Pendapatan (Beban) Usaha               IDR       (10.302.376.076)    (17.892.146.718)    (18.658.263.645)    (63.902.469.795)    (67.371.784.391)    (70.399.353.983)    (74.470.573.384)

   LABA USAHA                                        IDR        24.763.507.742     56.996.018.500      62.049.637.798       51.535.837.019      56.329.208.720      61.568.970.081      53.590.431.866

     ž Pendapatan keuangan                           IDR           987.597.007       4.125.173.322       2.468.931.988       3.589.253.588       3.768.716.267       3.957.152.080       4.155.009.684
     ž Beban keuangan                                IDR        (1.001.893.127)     (3.879.161.383)     (2.631.155.898)    (20.892.950.872)    (19.164.551.598)    (17.764.073.918)    (16.259.995.424)
       Jumlah Pendapatan (Beban) Keuangan            IDR           (14.296.120)        246.011.940        (162.223.910)    (17.303.697.284)    (15.395.835.331)    (13.806.921.838)    (12.104.985.740)

   LABA SEBELUM PAJAK                                IDR        24.749.211.622     57.242.030.440      61.887.413.888       34.232.139.735      40.933.373.390      47.762.048.244      41.485.446.126

     ž Beban Pajak Penghasilan                       IDR        (5.444.826.557)    (12.593.246.697)    (13.615.231.055)     (7.531.070.742)     (9.005.342.146)    (10.507.650.614)     (9.126.798.148)

   LABA TAHUN BERJALAN                               IDR        19.304.385.065     44.648.783.743      48.272.182.832       26.701.068.993      31.928.031.244      37.254.397.630      32.358.647.978
Page 78
FEASIBILITY STUDY
PT Citra Buana Prasida Tbk



Proyeksi Arus Kas Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

                                                                   Jun-Des 2024F         2025F               2026F              2027F              2028F              2029F              2030F

 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
  ž Laba bersih                                              IDR      19.304.385.065     44.648.783.743      48.272.182.832     26.701.068.993     31.928.031.244     37.254.397.630     32.358.647.978
    Penyesuaian modal kerja
  ž Penurunan (kenaikan) piutang usaha                       IDR      16.130.218.419      (7.041.331.267)    (2.479.305.865)   (12.399.382.513)    (1.206.989.096)    (1.236.058.248)      (339.102.815)
  ž Penurunan (kenaikan) persediaan                          IDR       2.584.973.224        (660.978.110)       271.766.196      2.788.262.638      2.058.295.619        700.671.445        488.411.587
  ž Penurunan (kenaikan) utang usaha                         IDR         527.476.140         673.629.238        123.980.685        955.912.214        183.971.849        185.144.132         84.805.131
  ž Penurunan (kenaikan) utang lain - lain pihak ketiga      IDR      (7.363.279.036)      7.752.387.120      2.465.164.685     12.021.140.592     (2.422.379.299)     3.510.203.064      1.362.282.899

 Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi                 IDR      31.183.773.812     45.372.490.724      48.653.788.534     30.067.001.925     30.540.930.317     40.414.358.023     33.955.044.780

 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
  ž Penambahan properti investasi                            IDR        6.744.486.832   (173.405.145.669)   (92.463.664.044)    11.965.968.456     11.965.968.456     11.965.968.456     11.965.968.456
  ž Perolehan aset tetap                                     IDR         910.710.865         910.710.865        768.750.692        253.512.708        174.527.457        174.527.457        174.527.457
  ž Perolehan aset takberwujud                               IDR           3.000.000           3.000.000          3.000.000          3.000.000          3.000.000          3.000.000          3.000.000
  ž Perolehan aset hak guna                                  IDR       1.862.186.241       1.862.186.242      1.862.186.242      1.862.186.242      1.862.186.242      1.862.186.242      1.060.267.923

 Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi               IDR       9.520.383.938    (170.629.248.562)   (89.829.727.111)    14.084.667.405     14.005.682.154     14.005.682.154     13.203.763.836

 ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
  ž Penerimaan utang bank jangka pendek                      IDR        (658.054.171)    14.674.271.265       1.638.077.518     (2.184.499.742)       240.980.015      1.682.797.416      1.840.655.421
  ž Penerimaan (pembayaran) liabilitas sewa                  IDR        (421.225.988)    (2.384.886.217)                 -       3.244.668.000     (1.622.334.000)     1.622.334.000     (2.605.698.000)
  ž Penerimaan utang bank jangka panjang                     IDR      (4.239.485.474)   178.451.228.794     (21.228.731.728)   (19.169.544.322)    (1.538.477.605)   (19.621.749.221)   (21.462.404.643)
  ž Penerimaan (pembayaran) liabilitas sewa jangka panjang   IDR       -4.033.594.233     20.037.666.000      -1.622.334.000     -4.867.002.000     -3.244.668.000     -4.867.002.000     -2.261.304.000

 Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan               IDR      (9.352.359.866)   210.778.279.843     (21.212.988.210)   (22.976.378.064)    (6.164.499.590)   (21.183.619.805)   (24.488.751.221)

 KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS              IDR      31.351.797.883     85.521.522.004     (62.388.926.788)    21.175.291.266     38.382.112.882     33.236.420.372     22.670.057.394

 KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                               IDR      88.722.573.743    120.074.371.626     205.595.893.631    143.206.966.843    164.382.258.109    202.764.370.990    236.000.791.363

 KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                              IDR     120.074.371.626    205.595.893.631     143.206.966.843    164.382.258.109    202.764.370.990    236.000.791.363    258.670.848.757
Page 79
FEASIBILITY STUDY
PT Citra Buana Prasida Tbk

Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha

                                                               Jul-Des 2024F         2025F             2026F              2027F              2028F               2029F               2030F

 ASSET
 Aset Lancar
  ž Kas dan setara kas                                  IDR        108.910.846.365   242.795.799.746    178.081.119.829   214.058.783.863    226.957.025.602     260.734.334.430     299.302.175.490
  ž Piutang Usaha                                       IDR          9.625.791.929    16.667.123.196     19.146.429.061    36.744.454.517     38.352.512.950      42.315.139.178      47.103.755.530
  ž Piutang entitas anak                                IDR                    -      74.280.000.000     74.280.000.000   114.280.000.000    214.280.000.000     214.280.000.000     214.280.000.000
  ž Pendapatan yang masih harus diterima                IDR                404.464           404.464            404.464           404.464            404.464             404.464             404.464
  ž Persediaan                                          IDR         20.031.451.662    20.692.429.773     20.420.663.576    19.980.652.448     19.378.273.414      18.335.910.828      17.717.807.234
  ž Biaya dibayar dimuka                                IDR          7.057.861.505     7.057.861.505      7.057.861.505     7.057.861.505      7.057.861.505       7.057.861.505       7.057.861.505
  ž Investasi                                           IDR         85.719.000.000    85.719.000.000     85.719.000.000    85.719.000.000     85.719.000.000      85.719.000.000      85.719.000.000
  ž Uang muka                                           IDR         62.237.083.985    62.237.083.985     62.237.083.985    62.237.083.985     62.237.083.985      62.237.083.985      62.237.083.985
  ž Uang muka pembelian tanah                           IDR             23.400.000               -                  -                 -                  -                   -                   -
  ž Pajak dibayar dimuka                                IDR          1.606.242.651     1.606.242.651      1.606.242.651     1.606.242.651      1.606.242.651       1.606.242.651       1.606.242.651
  ž Piutang lain - lain pihak ketiga                    IDR             24.928.329        24.928.329         24.928.329        24.928.329         24.928.329          24.928.329          24.928.329
    Jumlah Aset Lancar                                  IDR        295.237.010.890   511.080.873.648    448.573.733.400   541.709.411.762    655.613.332.901     692.310.905.369     735.049.259.189

 Aset Tidak Lancar
  ž Properti investasi - net                            IDR        100.906.579.759   274.311.725.428    366.775.389.472   354.809.421.016    342.843.452.561     330.877.484.105     318.911.515.649
  ž Aset tetap - net                                    IDR          4.003.732.936     3.093.022.071      2.324.271.379     2.070.758.672      1.896.231.215       1.721.703.758       1.547.176.302
  ž Aset takberwujud - net                              IDR             19.062.500        16.062.500         13.062.500        10.062.500          7.062.500           4.062.500           1.062.500
  ž Aset hak guna - net                                 IDR         10.371.199.131     8.509.012.890      6.646.826.648     4.784.640.406      2.922.454.165       1.060.267.923                 -
  ž Aset tidak lancar lainnya - pihak ketiga            IDR            528.692.061       528.692.061        528.692.061       528.692.061        528.692.061         528.692.061         528.692.061
    Jumlah Aset Tidak Lancar                            IDR        115.829.266.387   286.458.514.950    376.288.242.061   362.203.574.656    348.197.892.501     334.192.210.347     320.988.446.512

 JUMLAH ASET                                            IDR        411.066.277.278   797.539.388.598    824.861.975.460   903.912.986.417   1.003.811.225.402   1.026.503.115.717   1.056.037.705.700

 LIABILITAS DAN EKUITAS
 Liabilitas
 Liabilitas Jangka Pendek
  ž Utang usaha - pihak ketiga                          IDR            554.274.690     1.227.903.928      1.351.884.613     2.615.145.067      3.100.414.033       3.300.087.590       3.401.564.843
  ž Utang pajak                                         IDR          1.074.801.244     1.074.801.244      1.074.801.244     1.074.801.244      1.074.801.244       1.074.801.244       1.074.801.244
  ž Utang lain - lain pihak ketiga                      IDR          3.797.381.506    11.549.768.626     14.014.933.311    29.503.511.496     29.381.631.946      33.438.234.449      35.085.983.605
  ž Utang kepada pemegang saham                         IDR                    -      74.280.000.000     74.280.000.000   114.280.000.000    214.280.000.000     214.280.000.000     214.280.000.000
  ž Pendapatan diterima dimuka                          IDR         26.138.140.944    26.138.140.944     26.138.140.944    26.138.140.944     26.138.140.944      26.138.140.944      26.138.140.944
  ž Beban yang masih harus dibayar                      IDR            144.393.884       144.393.884        144.393.884       144.393.884        144.393.884         144.393.884         144.393.884
  ž Utang bank                                          IDR          3.570.122.749    20.482.795.941     20.834.965.562    18.739.816.330     19.078.528.549      20.868.226.125      22.825.809.677
  ž Liabilitas sewa                                     IDR          4.007.220.217     1.622.334.000      1.622.334.000     4.867.002.000      3.244.668.000       4.867.002.000       2.261.304.000
    Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                     IDR         39.286.335.234   136.520.138.568    139.461.453.558   197.362.810.964    296.442.578.600     304.110.886.236     305.211.998.197

 Liabilitas Jangka Panjang
  ž Utang bank                                          IDR         12.531.393.207   237.084.251.450    232.135.366.892   213.330.512.957    194.251.984.407     173.383.758.283     150.557.948.605
  ž Liabilitas sewa                                     IDR                    -      20.037.666.000     18.415.332.000    13.548.330.000     10.303.662.000       5.436.660.000       3.175.356.000
  ž Liabilitas imbalan kerja                            IDR          1.708.315.077     1.708.315.077      1.708.315.077     1.708.315.077      1.708.315.077       1.708.315.077       1.708.315.077
    Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                    IDR         14.239.708.284   258.830.232.527    252.259.013.969   228.587.158.034    206.263.961.484     180.528.733.360     155.441.619.682

   JUMLAH LIABILITAS                                    IDR         53.526.043.517   395.350.371.095    391.720.467.527   425.949.968.998    502.706.540.084     484.639.619.596     460.653.617.879

 EKUITAS
  ž Modal saham                                          IDR       135.625.000.000   135.625.000.000    135.625.000.000   135.625.000.000    135.625.000.000     135.625.000.000     135.625.000.000
  ž Modal dasar (entitas anak)                           IDR        85.720.000.000    85.720.000.000     85.720.000.000    85.720.000.000     85.720.000.000      85.720.000.000      85.720.000.000
  ž Agio saham                                           IDR        10.684.976.296    10.684.976.296     10.684.976.296    10.684.976.296     10.684.976.296      10.684.976.296      10.684.976.296
  ž Saldo laba                                           IDR       124.847.553.476   169.496.337.220    200.448.827.649   245.270.337.135    268.412.005.034     309.170.815.837     362.691.407.537
  ž Keuntungan pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja
                                                         IDR           662.703.988       662.703.988        662.703.988       662.703.988        662.703.988         662.703.988         662.703.988
    JUMLAH EKUITAS                                       IDR       357.540.233.760   402.189.017.504    433.141.507.933   477.963.017.419    501.104.685.318     541.863.496.121     595.384.087.821

 JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS                            IDR        411.066.277.278   797.539.388.598    824.861.975.460   903.912.986.417   1.003.811.225.402   1.026.503.115.717   1.056.037.705.700
Page 80
FEASIBILITY STUDY
PT Citra Buana Prasida Tbk



Proyeksi Laba Rugi Setelah Penambahan Kegiatan Usaha

                                                              2024F                2025F              2026F               2027F               2028F                2029F                2030F

   PENDAPATAN                                          IDR   49.104.663.259      106.027.915.117     114.970.244.267     202.611.501.069     218.810.354.184     248.780.494.350     271.782.871.338

   BEBAN POKOK PENJUALAN                               IDR   (14.038.779.440)    (31.139.749.899)    (34.262.342.824)    (66.299.437.670)    (78.589.664.403)    (83.657.593.151)     (86.226.661.874)

   LABA KOTOR                                          IDR   35.065.883.819       74.888.165.218      80.707.901.443     136.312.063.399     140.220.689.781     165.122.901.199     185.556.209.464

      ž   Beban penjualan                              IDR     (2.969.548.973)     (4.353.358.243)     (4.571.026.157)     (4.799.577.463)     (5.039.556.337)     (5.291.534.155)      (5.556.110.862)
      ž   Beban umum dan administrasi                  IDR     (7.332.827.103)   (13.538.788.474)    (14.087.237.488)    (53.719.274.403)    (87.300.430.106)    (91.183.171.435)      (96.943.801.501)
          Jumlah Pendapatan (Beban) Usaha              IDR   (10.302.376.076)    (17.892.146.717)    (18.658.263.645)    (58.518.851.866)    (92.339.986.443)    (96.474.705.590)    (102.499.912.363)

   LABA USAHA                                          IDR   24.763.507.742       56.996.018.501      62.049.637.798      77.793.211.533      47.880.703.338      68.648.195.609      83.056.297.101
      ž   Pendapatan keuangan                          IDR       987.597.007       4.125.173.322       2.468.931.989       3.589.253.588       3.768.716.267       3.957.152.081        4.155.009.685
      ž   Beban keuangan                               IDR    (1.001.893.127)     (3.879.161.383)    (24.835.889.749)    (23.918.991.421)    (21.980.614.606)    (20.350.462.045)     (18.595.163.581)
          Jumlah Pendapatan (Beban) Keuangan           IDR       (14.296.120)        246.011.939     (22.366.957.760)    (20.329.737.833)    (18.211.898.339)    (16.393.309.964)     (14.440.153.896)

   LABA SEBELUM PAJAK                                  IDR   24.749.211.622       57.242.030.440      39.682.680.038      57.463.473.700      29.668.804.999      52.254.885.645      68.616.143.205
      ž   Beban Pajak Penghasilan                      IDR    (5.444.826.557)    (12.593.246.697)     (8.730.189.608)    (12.641.964.214)     (6.527.137.100)    (11.496.074.842)     (15.095.551.505)

   LABA TAHUN BERJALAN                                 IDR   19.304.385.065       44.648.783.743      30.952.490.430      44.821.509.486      23.141.667.899      40.758.810.803      53.520.591.700
Page 81
FEASIBILITY STUDY
PT Citra Buana Prasida Tbk



Proyeksi Arus Kas Setelah Penambahan Kegiatan Usaha

                                                                         2024F               2025F              2026F              2027F               2028F              2029F              2030F

     ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
       ž Laba bersih                                              IDR    19.304.385.065     44.648.783.743      30.952.490.430     44.821.509.486     23.141.667.899      40.758.810.803     53.520.591.700
           Penyesuaian modal kerja
       ž Penurunan (kenaikan) piutang usaha                       IDR    (5.617.914.242)     (7.041.331.268)    (2.479.305.864)   (17.598.025.456)     (1.608.058.433)    (3.962.626.227)    (4.788.616.352)
       ž Penurunan (kenaikan) piutang usaha entitas anak          IDR               -       (74.280.000.000)               -      (40.000.000.000)   (100.000.000.000)               -                  -
       ž Penurunan (kenaikan) uang muka pembelian tanah           IDR       (23.400.000)         23.400.000                -                  -                   -                  -                  -
       ž Penurunan (kenaikan) persediaan                          IDR       462.303.106        (660.978.110)       271.766.196        440.011.128         602.379.034      1.042.362.587        618.103.593
       ž Penurunan (kenaikan) utang usaha                         IDR      (416.941.537)        673.629.238        123.980.685      1.263.260.454         485.268.967        199.673.556        101.477.254
       ž Penurunan (kenaikan) utang lain - lain pihak ketiga      IDR    (6.911.709.130)      7.752.387.121      2.465.164.685     15.488.578.184        (121.879.550)     4.056.602.503      1.647.749.156

     Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi                  IDR     6.796.723.262     (28.884.109.276)    31.334.096.131      4.415.333.796    (77.500.622.084)     42.094.823.222     51.099.305.351

     ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
       ž Penambahan investasi di entitas anak                     IDR   (85.719.000.000)                -                  -                  -                  -                   -                  -
       ž Penambahan properti investasi                            IDR      4.123.474.365   (173.405.145.669)   (92.463.664.044)    11.965.968.456     11.965.968.456      11.965.968.456     11.965.968.456
       ž Perolehan aset tetap                                     IDR       563.014.793         910.710.865        768.750.692        253.512.708        174.527.457         174.527.457        174.527.457
       ž Perolehan aset takberwujud                               IDR         4.250.000           3.000.000          3.000.000          3.000.000          3.000.000           3.000.000          3.000.000
       ž Perolehan aset hak guna                                  IDR     1.502.948.100       1.862.186.242      1.862.186.242      1.862.186.242      1.862.186.242       1.862.186.242      1.060.267.923

     Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi                IDR   (79.525.312.742)   (170.629.248.562)   (89.829.727.111)    14.084.667.405     14.005.682.154      14.005.682.154     13.203.763.836

     ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
       ž Penerimaan utang bank jangka pendek                      IDR      (721.821.375)    16.912.673.192         352.169.621     (2.095.149.232)       338.712.219       1.789.697.576      1.957.583.552
       ž Penambahan modal entitas anak                            IDR    85.720.000.000                 -                   -                  -                  -                   -                  -
       ž Penerimaan utang pemegang saham                          IDR               -       74.280.000.000                  -      40.000.000.000    100.000.000.000                  -                  -
       ž Penerimaan (pembayaran) liabilitas sewa                  IDR      (181.868.296)    (2.384.886.217)                 -       3.244.668.000     (1.622.334.000)      1.622.334.000     (2.605.698.000)
       ž Penerimaan utang bank jangka panjang                     IDR    (1.606.801.074)   224.552.858.244      (4.948.884.558)   (18.804.853.935)   (19.078.528.550)    (20.868.226.124)   (22.825.809.678)
       ž Penerimaan (pembayaran) liabilitas sewa jangka panjang   IDR                  0     20.037.666.000      -1.622.334.000     -4.867.002.000     -3.244.668.000      -4.867.002.000     -2.261.304.000

     Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan                IDR    83.209.509.255    333.398.311.219      (6.219.048.937)    17.477.662.833     76.393.181.669     (22.323.196.548)   (25.735.228.126)

     KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS               IDR    10.480.919.774    133.884.953.380     (64.714.679.917)    35.977.664.034     12.898.241.739      33.777.308.828     38.567.841.060

     KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                IDR    98.429.926.591    108.910.846.365     242.795.799.746    178.081.119.829    214.058.783.863     226.957.025.602    260.734.334.430

     KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                               IDR   108.910.846.365    242.795.799.746     178.081.119.829    214.058.783.863    226.957.025.602     260.734.334.430    299.302.175.490
Page 82
FEASIBILITY STUDY
PT Citra Buana Prasida Tbk




Proyeksi Posisi Keuangan Entitas Anak


                                                 2024F             2025F             2026F             2027F             2028F             2029F             2030F

    ASSET
    Aset Lancar
     ž Kas dan setara kas                  IDR    10.000.000.000   236.219.473.000    36.187.308.957    21.683.006.296   157.225.894.492    61.748.923.211    78.100.625.975
     ž Piutang Usaha                       IDR               -                 -                 -                 -                 -                 -                 -
     ž Persediaan                          IDR               -                 -                 -                 -                 -                 -                 -
     ž Biaya dibayar dimuka                IDR               -      21.806.172.000    42.502.344.000    52.850.430.000               -                 -                 -
        Jumlah Aset Lancar                 IDR    10.000.000.000   258.025.645.000    78.689.652.957    74.533.436.296   157.225.894.492    61.748.923.211    78.100.625.975

    Aset Tidak Lancar
     ž Properti investasi - net            IDR    75.720.000.000   148.693.620.000   294.640.860.000   367.614.480.000   440.588.100.000   440.588.100.000   440.588.100.000
        Jumlah Aset Tidak Lancar           IDR    75.720.000.000   148.693.620.000   294.640.860.000   367.614.480.000   440.588.100.000   440.588.100.000   440.588.100.000

    JUMLAH ASET                            IDR    85.720.000.000   406.719.265.000   373.330.512.957   442.147.916.296   597.813.994.492   502.337.023.211   518.688.725.975

    LIABILITAS DAN EKUITAS
    Liabilitas
    Liabilitas Jangka Pendek
      ž Utang usaha - pihak ketiga         IDR               -                 -                 -       1.247.891.478     1.458.670.361     1.854.723.277     2.270.181.291
      ž Utang kepada pemegang saham        IDR               -      74.280.000.000               -      40.000.000.000   100.000.000.000               -                 -
        Jumlah Liabilitas Jangka Pendek    IDR               -      74.280.000.000               -      41.247.891.478   101.458.670.361     1.854.723.277     2.270.181.291

    Liabilitas Jangka Panjang
      ž Utang bank                         IDR               -     246.719.265.000   287.610.512.957   308.531.984.407   387.663.758.283   364.837.948.605   339.870.920.535
        Jumlah Liabilitas Jangka Panjang   IDR               -     246.719.265.000   287.610.512.957   308.531.984.407   387.663.758.283   364.837.948.605   339.870.920.535

        JUMLAH LIABILITAS                  IDR               -     320.999.265.000   287.610.512.957   349.779.875.885   489.122.428.644   366.692.671.882   342.141.101.826

    EKUITAS
     ž Modal Disetor                       IDR    85.720.000.000    85.720.000.000    85.720.000.000    85.720.000.000    85.720.000.000    85.720.000.000    85.720.000.000
     ž Saldo laba                          IDR               -                 -                 -       6.648.040.411    22.971.565.848    49.924.351.329    90.827.624.149
       JUMLAH EKUITAS                      IDR    85.720.000.000    85.720.000.000    85.720.000.000    92.368.040.411   108.691.565.848   135.644.351.329   176.547.624.149

    JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS            IDR    85.720.000.000   406.719.265.000   373.330.512.957   442.147.916.296   597.813.994.492   502.337.023.211   518.688.725.975
Page 83
FEASIBILITY STUDY
PT Citra Buana Prasida Tbk



Proyeksi Laba Rugi Entitas Anak

                                                     2024F           2025F           2026F           2027F                 2028F               2029F               2030F

   PENDAPATAN                                  IDR           -               -               -       92.718.654.359      108.379.579.007     137.806.411.422     168.675.047.580

   BEBAN POKOK PENJUALAN                       IDR           -               -               -       (30.365.359.303)    (35.494.312.125)    (45.131.599.741)    (55.241.078.082)

   LABA KOTOR                                  IDR           -               -               -       62.353.295.056       72.885.266.882      92.674.811.681     113.433.969.498

      ž   Beban penjualan                      IDR           -               -               -         (4.635.932.718)     (4.728.651.372)     (4.823.224.400)     (4.919.688.888)
      ž   Beban umum dan administrasi          IDR           -               -               -       (21.325.290.503)    (21.751.796.313)    (22.186.832.239)    (22.630.568.884)
      ž   Beban lain - lain                    IDR                                                     (8.186.440.176)   (10.019.587.949)    (12.684.405.860)    (16.807.819.940)
      ž   Beban depresiasi                     IDR                                                                -                   -                   -                   -
          Jumlah Pendapatan (Beban) Usaha      IDR           -               -               -       (34.147.663.397)    (36.500.035.634)    (39.694.462.499)    (44.358.077.711)

   LABA USAHA                                  IDR           -               -               -       28.205.631.659       36.385.231.248      52.980.349.182      69.075.891.786
      ž   Pendapatan keuangan                  IDR           -               -               -                   -                   -                   -                   -
      ž   Beban keuangan                       IDR           -               -               -       (21.557.591.248)    (20.061.705.811)    (18.425.496.002)    (16.635.798.427)
          Jumlah Pendapatan (Beban) Keuangan   IDR           -               -               -       (21.557.591.248)    (20.061.705.811)    (18.425.496.002)    (16.635.798.427)

   LABA SEBELUM PAJAK                          IDR           -               -               -        6.648.040.411       16.323.525.437      34.554.853.180      52.440.093.359

      ž   Beban Pajak Penghasilan              IDR               -               -               -                  -                   -     (7.602.067.700)    (11.536.820.539)

   LABA TAHUN BERJALAN                         IDR           -               -               -        6.648.040.411       16.323.525.437      26.952.785.481      40.903.272.820
Page 84
FEASIBILITY STUDY
PT Citra Buana Prasida Tbk



Proyeksi Arus Kas Entitas Anak

                                                           2024F              2025F               2026F              2027F              2028F               2029F              2030F

   ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
    ž Laba bersih                                   IDR               -                  -                   -       6.648.040.411      16.323.525.437     26.952.785.481     40.903.272.820
      Penyesuaian modal kerja
    ž Penurunan (kenaikan) piutang usaha            IDR               -                  -                   -                  -                  -                  -                  -
    ž Penurunan (kenaikan) persediaan               IDR               -                  -                   -                  -                  -                  -                  -
    ž Penurunan (kenaikan) biaya dibayar dimuka     IDR               -      (21.806.172.000)    (20.696.172.000)   (10.348.086.000)    52.850.430.000                -                  -
    ž Penurunan (kenaikan) utang usaha              IDR               -                  -                   -        1.247.891.478        210.778.883        396.052.916        415.458.014
                                                                                         -
   Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi      IDR               -      (21.806.172.000)    (20.696.172.000)    (2.452.154.111)    69.384.734.320     27.348.838.396     41.318.730.834

   ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
    ž Perolehan properti investasi                  IDR   (75.720.000.000)   (72.973.620.000)   (145.947.240.000)   (72.973.620.000)   (72.973.620.000)                -                  -

   Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi    IDR   (75.720.000.000)   (72.973.620.000)   (145.947.240.000)   (72.973.620.000)   (72.973.620.000)                -                  -

   ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
    ž Penambahan modal entitas anak                 IDR   85.720.000.000                 -                   -                 -                   -                   -                  -
    ž Penerimaan utang pemegang saham               IDR              -        74.280.000.000     (74.280.000.000)   40.000.000.000      60.000.000.000    (100.000.000.000)               -
    ž Pembayaran utang bank jangka panjang          IDR              -       246.719.265.000      40.891.247.957    20.921.471.451      79.131.773.875     (22.825.809.677)   (24.967.028.070)
    ž Penerimaan utang bank jangka panjang          IDR                 0                   0                   0                 0                   0                   0                  0

   Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan    IDR   85.720.000.000     320.999.265.000     (33.388.752.043)   60.921.471.451     139.131.773.875    (122.825.809.677)   (24.967.028.070)

   KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS   IDR   10.000.000.000     226.219.473.000    (200.032.164.043)   (14.504.302.660)   135.542.888.195     (95.476.971.281)   16.351.702.764

   KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                    IDR               -       10.000.000.000    236.219.473.000     36.187.308.957      21.683.006.296    157.225.894.492     61.748.923.211

   KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                   IDR   10.000.000.000     236.219.473.000     36.187.308.957     21.683.006.296     157.225.894.492     61.748.923.211     78.100.625.975
Page 85
FEASIBILITY STUDY
PT Citra Buana Prasida Tbk



Discounted Cash Flow / Free Cash Flow to Firm Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha


                                                                                     2024F             2025F               2026F              2027F            2028F              2029F            2030F

   No of days in a year                                                                        365                365                 365               365              365               365              365

      Earning Before Interest Tax                                             IDR   25.736.808.629    61.367.203.762      64.356.345.876     37.821.393.322   44.702.089.657    51.719.200.324   45.640.455.810
      Interest                                                                IDR    1.001.893.127     3.879.161.383       2.631.155.898     20.892.950.872   19.164.551.598    17.764.073.918   16.259.995.424

   CASH IN
     (+) Net Income                                                           IDR   19.304.385.065    44.648.783.743      48.272.182.832     26.701.068.993   31.928.031.244    37.254.397.630   32.358.647.978
     (+) Interest * (1-Tax)                                             22%   IDR      781.476.639     3.025.745.879       2.052.301.601     16.296.501.680   14.948.350.246    13.855.977.656   12.682.796.431
     (+) Depreciation & Ammortization                                         IDR    7.658.197.696    10.268.938.508      12.737.719.147     12.222.481.163   12.143.495.912    12.143.495.912   12.143.495.912
                                                        Total Cash In         IDR   27.744.059.400    57.943.468.130      63.062.203.581     55.220.051.837   59.019.877.403    63.253.871.199   57.184.940.322

   CASH OUT
     (-) Capital Expenditure                                                  IDR              -     (104.429.632.500)   (104.429.632.500)              -                -                 -                -
     (+/-) Increase/Decrease Net Working Capital                              IDR   11.879.388.747        723.706.981         381.605.701     3.365.932.932   (1.387.100.927)    3.159.960.393    1.596.396.802
                                                      Total Cash Out          IDR   11.879.388.747   (103.705.925.519)   (104.048.026.799)    3.365.932.932   (1.387.100.927)    3.159.960.393    1.596.396.802


   Free Cash Flow to Invested Capital                                         IDR   39.623.448.147    (45.762.457.389)    (40.985.823.218)   58.585.984.768   57.632.776.476    66.413.831.592   58.781.337.124
Page 86
FEASIBILITY STUDY
PT Citra Buana Prasida Tbk



Discounted Cash Flow / Free Cash Flow to Firm Setelah Penambahan Kegiatan Usaha


                                                                                  2024F              2025F               2026F               2027F             2028F             2029F            2030F

   No of days in a year                                                                       365                 365                 365               365               365               365              365

      Earning Before Interest Tax                                         IDR     25.736.808.629      61.367.203.762      42.151.612.027     61.052.727.288    33.437.521.266    56.212.037.726   72.771.152.890
      Interest                                                            IDR      1.001.893.127       3.879.161.383      24.835.889.749     23.918.991.421    21.980.614.606    20.350.462.045   18.595.163.581

   CASH IN
     (+) Net Income                                                       IDR     19.304.385.065      44.648.783.743      30.952.490.430     44.821.509.486    23.141.667.899    40.758.810.803   53.520.591.700
     (+) Interest * (1-Tax)                                         22%   IDR        781.476.639       3.025.745.879      19.371.994.004     18.656.813.308    17.144.879.393    15.873.360.395   14.504.227.593
     (+) Depreciation & Ammortization                                     IDR      7.658.197.696      10.268.938.508      12.737.719.147     12.222.481.163    12.143.495.912    12.143.495.912   12.143.495.912
                                                    Total Cash In         IDR     27.744.059.400      57.943.468.130      63.062.203.581     75.700.803.958    52.430.043.204    68.775.667.110   80.168.315.206

   CASH OUT
     (-) Capital Expenditure                                              IDR     (85.830.000.000)   (104.429.632.500)   (104.429.632.500)              -                 -                 -                -
     (+/-) Increase/Decrease Net Working Capital                          IDR      11.879.388.747         723.706.981         381.605.702      (406.175.690)     (642.289.983)    1.336.012.419   (2.421.286.349)
                                                   Total Cash Out         IDR     (73.950.611.253)   (103.705.925.519)   (104.048.026.798)     (406.175.690)     (642.289.983)    1.336.012.419   (2.421.286.349)


   Free Cash Flow to Invested Capital                                     IDR     (46.206.551.853)    (45.762.457.389)    (40.985.823.217)   75.294.628.268    51.787.753.221    70.111.679.530   77.747.028.856
Page 87
FEASIBILITY STUDY
PT Citra Buana Prasida Tbk


                                                                                                            Feasbility Study (Uji Aspek Keuangan) Penambahan Kegiatan Usaha


                                                                                     2024F                        2025F                       2026F               2027F               2028F              2029F              2030F             Perpetuity

 No of days in a year                                                                               184                      365                         365                  365                365                365                365

    Sales                                                       IDR                                     -                        (0)                    (0)       28.665.682.051     31.947.711.722     48.952.128.236     73.714.757.625
    Net Income                                                  IDR                                 -                             0        (17.319.692.403)       18.120.440.493     (8.786.363.345)     3.504.413.173     21.161.943.722

 CASH IN
   (+) Net Income                                               IDR                                     -                        0         (17.319.692.403)       18.120.440.493      (8.786.363.345)    3.504.413.173     21.161.943.722
   (+) Interest * (1-Tax)                               22%     IDR                                     -                        0          17.319.692.403         2.360.311.628       2.196.529.146     2.017.382.739      1.821.431.162
   (+) Depreciation                                             IDR                                 -                       -                          -                     -                   -                 -                  -
                                      Total Cash In             IDR                                     -                        0                       (0)      20.480.752.121      (6.589.834.199)    5.521.795.912     22.983.374.884

 CASH OUT
   (-) Investment Outlays                                       IDR                  (85.830.000.000)                        -                          -                     -                 -                   -                  -
   (+/-) Increase/Decrease Net Working Capital                  IDR                              -                               (0)                        0      (3.772.108.622)      744.810.944      (1.823.947.974)    (4.017.683.151)
                                     Total Cash Out             IDR                  (85.830.000.000)                            (0)                        0      (3.772.108.622)      744.810.944      (1.823.947.974)    (4.017.683.151)


 Free Cash Flow to Invested Capital                             IDR                  (85.830.000.000)                            (0)                        0     16.708.643.499      (5.845.023.255)    3.697.847.938     18.965.691.733      242.497.230.820

    Year (n)                                                                                    0,50                       1,50                        2,50                  3,50               4,50               5,50               6,50
    Growth Perpetuity                                  3,15%
    Discount Rate (WACC)                              11,21%                                  11,21%                      11,21%                      11,21%              11,21%              11,21%             11,21%             11,21%                 11,21%
    Discount Factor                                                                           0,9478                      0,8523                      0,7664              0,6891              0,6196             0,5572             0,5010                 0,5010

 Present Value Free Cash Flow to Invested Capital               IDR                  (81.353.022.869)                            (0)                        0     11.513.868.139      (3.621.719.355)    2.060.279.261      9.501.544.838      121.487.702.329

  ž Net Present Value (NPV)                             59.588.652.344
  ž Internal Rate of Return (IRR)                               19,24%
  ž Profitability Indeks (PI)                                     1,69

                                                                                     2024F                        2025F                       2026F               2027F               2028F               2029F            2030F              Perpetuity
    - Present Value Cash In                                                                      -                                0                         (0)   14.113.215.075      (4.083.222.431)     3.076.503.359    11.514.347.595      121.487.702.329
    - Present Value Cash Out                                                         (81.353.022.869)                            (0)                         0    (2.599.346.936)        461.503.076     (1.016.224.098)   (2.012.802.757)                 -

    - Total Cash In                                                                                 0                          0                         (0)       20.480.752.121     (6.589.834.199)     5.521.795.912     22.983.374.884     242.497.230.820
    - Total Cash Out                                                                 (85.830.000.000)                         (0)                         0                   -                  -                  -                  -                   -
    - Cash Flow Payback Period                                                       (85.830.000.000)           (85.830.000.000)           (85.830.000.000)       (65.349.247.879)   (71.939.082.077)   (66.417.286.166)   (43.433.911.282)    170.558.148.742
    - Discount Factor                                          11,21%                         0,9478                     0,8523                     0,7664                 0,6891             0,6196             0,5572             0,5010              0,6196
    - Discounted Payback Period                                                      (81.353.022.869)           (73.151.323.309)           (65.776.487.623)       (45.031.939.494)   (44.575.214.602)   (37.004.809.171)   (21.759.778.728)    105.682.000.142
    - Negative Cashflow Years                                7
    - Last Negative Cashflow (Net)                     (21.759.778.728)
    - Cashflow In The Next Years                       105.682.000.142
    - Fractional Value (Year)                                     0,21

  ž Payback Period                                                7,21        7 Tahun dan 3 Bulan

 RESUME
  ž Net Present Value (NPV)                             59.588.652.344                                            ððððð                Feasible
  ž Internal Rate of Return (IRR)                             19,24%                                              ððððð                Feasible
  ž Profitability Indeks (PI)                                     1,69                                            ððððð                Feasible
  ž Payback Period                                      7 Tahun dan 3 Bulan

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.26 MB
Published27 Sep 2024
Pages87
Characters291,807
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 59 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Citra Buana Prasida Tbk p.1 ×365
linked org Gaery Djohari p.28 ×3
linked org PT Sandhi Parama Nusa p.29 ×5
linked org PT Kereta Api Indonesia (Persero) p.29 ×27
linked org Ciputra Development Tbk p.44 ×5
linked org Agung Podomoro Land Tbk p.44 ×2
linked org Bumi Serpong Damai Tbk p.44 ×5
linked org Intiland Development Tbk p.44 ×4
linked org Jaya Real Property Tbk p.44 ×5
linked org Lippo Karawaci Tbk p.44 ×5
linked org Pakuwon Jati Tbk p.44 ×5
linked org Summarecon Agung Tbk p.44 ×5
linked org Pemerintah RI p.70
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×9
possible person Sumarno p.13 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.28 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.44 ×3
possible — Beliau · Komisaris Utama p.56
unresolved org KJPP Fuadah p.2 ×12
unresolved org Rudi dan Rekan p.2 ×5
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.3 ×2
unresolved org Menteri Keuangan p.3 ×3
unresolved person Albert Karnof Purba SH. · Corporate Secretary p.4 ×5
unresolved person Didi Omara · Direktur Utama p.6 ×7
unresolved person Wieke Febriana p.6 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik AF. Rachman p.6 ×9
unresolved person H. TB. Aman Faturrahman · Akuntan Publik p.6 ×17
unresolved org Kantor Akuntan Publik Doli p.6 ×6
unresolved person Drs. Rudy Soegiharto · Akuntan Publik p.6 ×17
unresolved org Rekan Ir. Fuadah p.12
unresolved — MAPPI · Penilai p.13 ×3
unresolved org Departemen Kuangan p.13 ×2
unresolved org Departemen Keuangan. p.13
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.21 ×3
unresolved — P.I.C p.22
unresolved org PT Prasetia Sejati p.28 ×2
unresolved person Ninik Sukadarwati · Notaris p.28
unresolved org Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.28 ×2
unresolved person Indah Prastiti Extensia p.28
unresolved org PT Citra Buana Prasida. Akta p.28
unresolved person Dr. Petra Bunawan · Notaris p.28 ×8
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- p.28 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH. p.28
unresolved org Akta Tbk p.28
unresolved person H.O.S. Cokroaminoto p.28
unresolved person Surjadi Jasin · Notaris p.29
unresolved org Bank Indonesia p.35 ×26
unresolved org Bank Indonesia Triwulan II p.35
unresolved org Pusat Statistik p.38
unresolved org Bank Indonesia Indeks Pasokan Properti Komersial p.42
unresolved person Dr. Setiabudhi p.48
unresolved org Purwantono p.56
unresolved org PT Kasta Timbul p.56
unresolved org PT Wistex p.56
unresolved org Bintang Kharisma Tbk p.56 ×2
unresolved org Primarindo Infrastruktur Tbk p.56 ×2
unresolved org PT Gema Indah Nusantara p.56
unresolved org Agung Podoromo Land Tbk p.71 ×2
unresolved org Bank Persero. T p.72

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result